Baca EPUB: PKI dan KNI Pusat

9 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. PKI DAN KNI PUSAT
  2. D. N. AIDITMARUTO DARUSMANALIMIN
  3. KOLOFON
  4. DAFTAR ISI
  5. P. K. I. DAN PARLEMENTERISME
  6. SAMBUTAN TERHADAP BELEID PEMERINTAH
  7. PARTAI KOMUNIS
  8. PROGRAM PEMBELAAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL
  9. I. PEMERINTAHAN
  10. II. POLITIEK LUAR NEGERI
  11. III. PERTAHANAN
  12. IV. PEMBERSIHAN
  13. V. SUSUNAN PAMONG-PROJO, POLISI, KE KEMENTRIAN DAN JAWATAN
  14. VI. КЕМАКМURAN
  15. A. Ke Luar
  16. B. Ke Dalam
  17. VII. BAGI KAUM BURUH
  18. VIII. BAGI KAUM TANI
  19. IX. SOSIAL
  20. X. KEUANGAN DAN POLITIEK PAJAK
  21. XI. PENGAJARAN DAN KESEHATAN
  22. PENUTUP
  23. UNCOPYRIGHT

PKI DAN KNI PUSAT

D. N. AIDIT

MARUTO DARUSMAN

ALIMIN


KOLOFON

PKI DAN KNI PUSAT

oleh

D. N. AIDIT

MARUTO DARUSMAN

ALIMIN

Penerbit:

Administrasi Mingguan “BINTANG MERAH”

Bintaran Kulon 14

Kotak pos 27

Yogyakarta

1947

© 2026 MasasilaM

Berdasarkan arsip dari: marxists.org

MasasilaM mengandalkan partisipasi kawan-kawan pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan segala bentuk perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui [email protected].

MasasilaM

masasilam.com



P. K. I. DAN PARLEMENTERISME

Ringkasan Pedato Saudara D. N. Aidit,

Ketua Fraksi P. K. I.

Saudara Ketua,

Sidang yang terhormat!

KNIP sudah beberapa hari bersidang. Kami dari P. K. I. , sebagai anggota baru, banyak dapat pelajaran dari sidang yang sudah lampau, banyak yg. kami ketahui apa yang mesti kami kerjakan dan apa yang mesti kami hindarkan dalam permusya-waratan. Misalnya pembicaraan yang tidak memaikkari derajat revolusi dibicarakan dalam zaman revolusi kami anggap adalah menyalahi tuntutan zaman. Kesalahan ini akan kami usahakan supaya tidak terulang lagi.

Agaknya sudah jelas, jika dipelajari perjoangan kaum komunis yang ada di mana-mana, bahwa bukan hanya parlemen saja alat perjoangan kami yang satu-satunya. Bagi kami parlemen adalah salah satu alat perjoangan yang mesti dipergunakan kalau waktu dan keadaan memestikan kami mempergunakankannya sebagai alat perjoangan, yaitu sebagai alat perjoangan-golongan tertindas, alat perjoangan kasta proletar. Jadi jelasnya, kami ikut dalam KNIP sekarang ini karena tindakan ini kami-anggap sebagai satu tindakan yang revolusioner, satu tindakan yang mesti kami-lakukan dalam zaman revolusiy sekarang ini.

KAMI sekarang ikut bermusyawarat dengan ber-bagai golongan dalam KNIP. Ini kami lakukan karena menurut perhitungan kami, bahwa dengan sikap kami ini revolusi akan mendapat kemajuan.

Ini selaras pula di jika dihubungkan dengan usaha Partai Komunis Indonesia dalam menuju kebulatan tenaga nasional guna membendung istrv/seni imperialis di tanah. diyadahan, selaras dengan usaha kami dalam menyatukan segenap tenaga kaum progressief.

Kami ikut bermusyawarat dalam KNIP adalah semata-mata sebagai bukti usaha kami dalam kemauan bekerja dengan semua golongan yang-duga ada wakilnya dalam KNIP sekarang. Peristiwa ini adalah suatu kejadian yang historis, karena selama ada Partai Komunis di Indonesia barulah sekarang dengan resmi duduk wakil-wakilnya dalam badan perwakilan, mewakili satu golangan dalam masyarakat yang belum pernah diwakili dalam badan perwakilan di Indonesia.

SEBAGAI diketahui banyak waktu dan tenaga yang kami pergunakan untuk meladeni perjoangan parlementer sekarang ini, banyak organisasi-organisasi Partai yang untuk sementara kehilangan pimpinan karena pemimpinna ikut bermusyawat dalam badan perwakilan.

Ini kami lakukan dengan mengingat, bahwa pada waktu sekarang ini perlu adanya satu kebulatan tenaga progressief dan revolusioner dalam menentang agressie imperialisme yang sekarang sangat menghambat kemerdekaan Negara kita.

Ini kami lakukan dengan tujuan untuk bekerja bersama-sama dengan semua golongan, dengan semua partai, dengan golongan agama, dengan wakil-wakil daerah, dengan wakil-wakil pemuda, dengan organisasi wanita dan sebagainya, yang sekarang berusaha memperkuat kedudukan Republik yang dengan segala keperwiraan sudah diproklamirkan oleh pemuda dan pemimpin serta diikuti oleh segenap Rakyat 18 bulan yang lalu. Satu lagi yang kami kira perlu dikemukakan di sini, yaitu berhubung dengan ikutnya wakil-wakil buruh dan tani dalam KNIP. Ini bagi kami adalah suatu kenyataan, bahwa dalam segala-galanya Republik kita dalam keadaan tumbuh, dalam keadaan menjadi, menuju kesempurnaannya. Dengan ikut sertanya wakil-wakil buruh dan tani dalam sidang sekarang ini, ternyatalah bahwa ada progress, ada kemajuan, dalam beleid Pemerintah.

KAWAN-KAWAN, wakil buruh dan tani!

Saudara tahu apa artinya parlemen dalam perjoangan kita, dan apa artinya buruh dan tani dalam tiap-tiap pergolakan, yang akan merobah struktur masyarakat. Maka itu marilah kita pergunakan kesempatan di dalam KNIP ini untuk kepentingan perjoangan buruh dan tani, tegasnya untuk kepentingan kaum kerja seluruhnya, untuk mengemukakan dan membela kepentingan buruh dan tani, yang menjadi machtsfactor dalam revolusi kita, sekarang dan kemudian. Kawan-kawan kaum kerja yang ada, di luar gedung ini menunggu hasil perjoangan saudara-saudara dengan kami di sini.

Satu kenyataan yang mesti kita ingat saudara saudara bahwa dapat ikut-sertanya wakil-wakil buruh dan tani dalam permusyawaratan ini bukanlah karena kepintaran kita menjalankan perdoangan parlementer. Kita belum mempunyai pengalaman dalam perdoangan parlamenter. Sedangkan golongan lain yang diyuga diwakili dalam KNIP ini sudah berlatih sejak zaman diyadahan Belanda, mereka sudah dilatih dalam perdoangan Volksraad, dalam gemeenteraden dan dalam dewan-dewan kolonial yang lain-lain.

Jadi kawan-kawan wakil buruh dan tani, dapat ikut-sertanya kita dalam badan perwakilan sekarang ini bukan karena kepintaran atau kepandaian kita dalam menjalankan perdoangan parlamenter, tetapi semata-mata karena dituntut oleh azas-azas demokrasi kita dan oleh keperluan membulatkan tenaga nasional yang menuntut lenyapnya pertikaian partai-partai dan golongan.

SUDAH beberapa hari kita mengikuti pembitiga-raan sidang KNIP. Jelas kepada kita, bahwa suara yang diperdengarkan dalam ruangan ini adalah dua suara yang bertentangan satu dengan yang lain, dua suara daripada dua golongan, suaranya kaum kerja yang berarti suara kita, yang diwakili oleh berbagai partai, berbagai golongan, dan diihak lain suara daripada golongan lain yang juga ada wakilnya di sini. Ini adalah satu kenyataan yang kita hadapi, dan kita tidak boleh lari dari kenyataan ini.

Memang pada dasarnya parlemen bagi kaum burjuis dipakai sebagai alat untuk menutupi perjoangan kasta di negeri-negeri kapitalis, tetapi bagi kita saudara-saudara adanya perjoangan kasta diustru mesti kita beberkan dalam parlemen, dengan satu konsekwensi bahwa kita mesti membawa perjoangan kasta kesatu kesimpulan yang benar. Parlemen, terutama KNIP kita ini, adalah salah satu alat pendidikan politik bagi Rakyat, maka itu marilah kita pakai alat ini sebaik-baiknya.

Bukankah kaum kerja selamanya terus terus mengemukakan pendiriannya, terus- terang dalam mengemukakan cita-citanya? Dengan terus- terang kita serukan kesegenap ploksok dunia bahwa kita menuju masyarakat yang adil dan makmur dengan siasat yang tertentu. Untuk inilah saya menegaskan di muka sidang pendirian Partai terhadap perjoangan kami dalam badan perwakilan.

DALAM sidang yang lampau banyak uraian yang sudah dikemukakan, malahan tidak hanya itu, eja, juga, causerie-causerie, tentang ilmu hukum dan ilmu, negara burjuis sudah diberikan pada kami oleh ahli ahli yang berpengalaman. Buku yang tebal-tebal, sudah banyak, dan disiteer untuk memberikan uraian dan causerie itu.

Tetapi, di sini mesti saya kata kan, bahwa cara yang demikian bukan yang primair dike hendaki oleh kaum kerja. Kaum kerja tidak akan puas hanya dengan citaten dan uraian yang. Diambil dari buku yang-tebal-tebal. Uraian yang-panjang lebar tentang ilmu hukum dan ilmu-negara bur-juis lebih baik, kalau dibawa, ke muka pelajar sekolah tinggi untuk menambah pengetahuan umumnya, di tempat yang tidak mempersoalkan nasib Rakyat yang dalam penderitaan, Rakat yang kurus karena kurang makan, Rakat yang-kedi-inginan karena tidak berpakaian yang-tuyuk-kupa balut tubuhnya, ini, dideritanyak karena hendak meneruskan revolusi yang, sering tuan-tuan ucakan itu. Mengertikah tuan-tuan?

Ke sinilah perhatian kita mesti kita tujukan, yaitu: bagaimana cara mengentengkan penderitaan Rakat dalam revolusi, bagaimana mengentengkan penderitaan prajurit dan anggota laskar serta buruh dan tani yang, menjadi macht-factor dalam revolusi kita. Kalau tidak demikian, saya kuatir, kalau-kalau penderitaan yang, sudah berlebih-lebihan dapat menalingkan buruh dan tanib, serta lain-lain golongan pekerียi kepada fihak lawan dan mereka menjadi kontra revolusioner.

Saudara Ketua!

KAMI sering mendengar pembicaraan wakil- dwakil golongan lain tentang Rakyat. Pembit- caraan ini mengingatkan kita akan pembicaraan seorang kusir tentang kudanya. Memang ada per- hatian sikusir pada kudanya, memang cinta sikusir pada kudanya, tetapi semuanya berputar di sekitar kepentingannya sikusir, kepentingan rumah-tangga dan penghidupan sikusir. Demikan pula keadaannya di jika kaum burjuis dimanama berbicara tentang Rakyat.

Rakyat dicintainya karena Rakyat adalah kuda tunggangannya. Rakyat seakan-akan dibelanya dalam perjangan parlemen karena buruh dan tani adalah sapi perasannya. Mereka menyatakan rasa tinta pada Rakyat di muka sidang, mereka berbicara atas nama Rakyat, tetapi semuanya dengan tidak mengingat tuntutan. Rakyat yang bekerja, dengan tidak mengingat kebutuhan perutnya. Rakyat yang utama guna meneruskan revolusi, satu kebutuhan yang tak dapat ditembel-tembel dengan citaten dan dengan causerie-causerie di muka sidang parlemen.

Sidang yang terhormat!

MARILAH kita dalam sidang sekarang dan si-dang yang akan datang benar-benar memperhatikan suara-suara dari golongan anggota masyar akat yang benar-benar bekerja untuk revolusi. Marilah kita meneliti tiap-tiap suara dari wakil buruh dan tani yang sekarang sudah ada wakil-nya. Marilah kita usahakan supaya dalam KNIP yang akan datang diperbanyak wakil-wakil dari buruh dan tani.

Ketahuilah bahwa dengan tidak ada bantuan yang aktif dari golongan buruh dan tani Biarpun tuan-tuan mempunyai laskar yang bisa tuan gaji, janganlah diharap perjoangan mendapat kemenangan yang gelang-gemilang.

Marilah kita seluruhnya buruh, tani dan tentara serta semua golongan progressief dan revolusioner—atas dasar kemerdekaan nasional dan atas dasar antiimperialisme, bersatu menghadapi intervensi imperialisme Belanda chususnya yang sekarang, sedang bertindak aktif di Indonesia.

Demikianlah garis besar pendirian kami dalam menghadapi pekerjaan kami dalam KNIP sekarang ini.

Saudara ketua!

Atas dasar inilah kami akan berbicara dan bermusyawarat dan atas dasar inilah kami akan mencari persatuan dengan semua golongan yang ada dalam badan perwakilan ini. Atas dasar ini pulalah kawan-kawan dari fraksi P. K. I. - Saudara. Maruto dan Alimin- akan menentukan sikap kami terhadap beleid Pemerintah.


SAMBUTAN TERHADAP BELEID PEMERINTAH

Pedato Saudara MARUTO DARUSMAN

Saudara Ketua,

Saudara-saudara yang terhormat.

Keterangan Pemerintah tentang beleidnya perlu kami sambut secara principieel, terutama bila-mana ada kekurangan-kekurangan dalam keterangan itu yang perlu ditambah.

Kami minta perhatian sepenuhnya untuk bagian yang terakhir dari keterangan Pemerintah yang berbunyi sebagai berikut:

“Kedudukan kita tiap hari dapat bertambah kuat, jika dapat dipenuhi dua syarat, yaitu: organisasi dan disiplin. Organisasi di dalam segala lapangan, dalam lapangan pemerintahan, maupun dalam lapangan partai-partai politik, disiplin baik dalam tentara, maupun dalam pemerintahan sipil, maupun dalam bertindaknya partai-partai politik.”

Perkataan Pemerintah itu penting sekali dan perlu kita perhatikan. Justru dalam hal organisasi, yaitu dalam hal menyelenggarakan dan menjalankan peraturan-peraturan di segala lapangan masyarakat, diyustru dalam hal itulah Negara kita menunduyukan kekurangan-kekurangan yang belum dapat kita atasi, karena kurang pengalaman dan kurang tenaga. Tetapi soalnya bukan soal organisasi saja, bukan soal mengatur pekerjaan

Saudara Ketua,

Pemerintah dan kementerian2nya. Dan bagi partai2politik pun soalnya bukan pertama menyelenggarakan organisasi dan disiplin yang rapih. Soal organisasi, yang menurut keterangan Pemerintah sendiri menjadi syarat untuk menyelamatkan revolusi kita, ialah pertama soal politik, soal siasat Negara dan Pemerintah ke dalam dan keluar negeri. Siasat Negara ialah ditentukan oleh corak perjoangan kita semenjak tg. 17 Agustus 1945 serta oleh tenaga yang ada pada kita dan pada lawan. Perjoangan kita merupakan revolusi-nasional-demokratis. Dengan sendirinya organisasi Negara kita di segala lapangan harus mencukupi syarat-syarat revolusi nasional-demokratis. Nasional-demokratis itu tidak berarti sosialistis, pun tidak berarti demokratis secara negeri Belanda, Inggris atau Amerika Serikat. Mendirikan masyarakat sosialis pada saat ini, juga di Indonesia tidak mungkin, karena syarat2nya belum ada. Sebaliknya, dengan pedagang-pedagang kita, kaum importeur dan exporteur, mengira bahwa Negara kita dapat berlomba-berlomba dengan negara-negara kapitalis asing sebagai negara-burjuis yang merdeka. Itu pun tidak mungkin, karena syarat2nya tidak ada.

Kita harus memilih corak yang di tengah-di tengah dan menyusun Negara secara national-demokratis yang progressief, sebagaimana terdapat corak2nya di Yugcslavia, di Cekoslowakia atau di Vietnam. Karena itu, saudara. Ketua, organisasi kita pun harus berdasar atas corak yang tersebut tadi. Organisasi dan politik dari sesuatu Negara tak dapat dipisahkan satu sama lain.

Satu umpama Saudara Ketua!

Bagaimana dapat kita menyelenggarakan organisasi di lapangan kemakmuran pertahanan atau kepamong-prajaan, jika soal kader tidak diperhatikan? Kader artinya orang yang pandai memecai gang pimpinan di beberapa lapangan. Kita kekurangan kader, dan kader yang ada kerap kali tidak mencukupi syarat2nya. Bagaimana caranya Pemerintah memelihara kader tua dengan tidak mengabaikan kader muda? Tidak bisa kita selesaikan soal-soal yang kita hadapi itu dengan mengadakan particle oplossing saja, sedangkan soalnya mengenai seluruh lapangan masyarakat sebagai satu komplex? Buat suatu Negara yang muda, soal kader itu adalah soal pokok, sebagaimana dapat kita saksikan di negeri-di negeri Soviet, di Yenan, Yugoslavia, Cekoslowakia dan sebagainya. Kalau misalnya, mahasiswa-mahasiswa kita dididik secara jaman Belanda atau menurut ukuran-ukuran Belanda atau Amerika, itu berarti perguruan tinggi kita sesat jalanna.

Negara yang sedang dalam pertumbuhan serta menghadapi serangan-serangan militer terus-menerus, harus menjalankan kaderpolitik yang tepat dan sesuai dengan diyaman peralihan ini. Jangan selalu dikatakan kita kekurangan alat atau senjata. Soal mempertahankan dan membangun negara yang merdeka dan demokratis seperti Negara kita ini, bukan pertama soal alat, akan tetapi soal caranya Pemerintah memberi pimpinan dan mengorganisir tenaga-tenaga yang ada, pimpinan yang memenuhi perasaan keadilan dari rakyat sehingga rakyat berkata; benar, inilah Pemerintah kita yang akan kita bela mati2an, sebab mana Pemerintah menjamin keselamatan rakyat dan mendapat kepercayaan sepenuhnya. Jangan kita lupakan, Saudara. Ketua, bahwa Negara kita mempunyai cadangan atau reserve yang diauh lebih luas di jika dibandingkan dengan reservanya kaum reaksioner Belanda. 70 di yuta diwatah air kita kaya raya, kecakan minimum pun ada, apa laguyang kita butuhkan? Tetapi, untuk mengerahkan segala tenaga rakyat yang begitu banyak itu, untuk mempersatukan dan membulatkan tenaga itu, perlu adanya suatu organisasi yang tepat, kaderpolitik yang revolusioner serta tidak hanya melihat ijazah dan lamanya bekerja. Pernahkah Pemerintah memikirkan soal kaderpolitik dengan sematang2nya, supaya selekas mungkin ditambah kader technis dan pamong-praja umpamanya? Kami harap sudah, tetapi kami kuatir belum.

Saudara Ketua,

Satu conto pula. Lebih dari satu tahun lamanya dianjur2kan supaya kita menjalankan pembangunan. Dalam hal ini perlu kami peringatkan bahwa usaha pembangunan itu menghadapi dua soal:

1. Negara kita berdiri di atas keruntuhan masyar-rakat di yadahan Belanda dan Jepang yang serba kacau di segala lapangan; Negara kita berada dalam peralihan, dari susunan jadahan kesusunan yang merdeka.

2. Negara kita tak dapat dipisahkan dari lingkungan dunia sekelilingnya, dengan juga berada dalam waktu peralihan, dari keadaan peperangan beralih keperda maian antara bangsa.

Kedua hal itu mau tidak mau membatasi usaha Negara kita dalam pembangunan. Kita harus memimpin perobahan-perobahan dalam masyarakat dengan tidak melupakan adanya hukum-hukum masyarakat yang tertentu serta tidak bisa dilanggar. Dengan lain perkataan; kita harus sabar dan bijaksana, tetapi sebaliknya tidak boleh mempertahankan keadaan yang buruk dan basi, dan lagi kita tidak boleh menutup mata kita terhadap keadaan-keadaan yang nyata. Pendek kata, Saudara, Ketua, pembangunan Negara harus kita lakukan, tetapi tidak secara. Negara Amerika Sarikat misalnya yang hibuk memikirkan soal membrantas kaum buruh dengan undang-undang antipemogokan. Tidak dapat kita mendirikan Polisi Ekonomi umpamanya secara di negeri Belanda, di mana, kaum tayut besar dibiarkan saja merajalala sedangkan Polisi Ekonomi menangkap kaum catut kecil. Tidak, kita harus membangun untuk mempertahankan negara kita terhadap serangan-serangan imperialisme asing. Kita membangun untuk pahlawan-pahlawan dan pemuda-pemuda kita di daerah-di daerah pertempuran, untuk kaum buruh dan kaum tani, untuk hidup selayaknya, untuk membrantas parasiet-parasiet. Negara yang menyembunyikan dirinya di belakang semboyan-semboyan yang muluk.

Saudara Ketua,

Organisasi yang rapih, disiplin yang teguh. Partai Komunis Indonesia pun belum cukup memenuhi syarat-syarat yang semestinya dipenuhi menurut paham dan ideologi kami. Kami tak segan mengadakan zelfcritiek, sebab hanya zelfcritieklah yang dapat memajukan partai kita dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan kami. Kami akan berdaya-upaya supaya kekurangan-kekurangan tadi dapat kami atasi selekas mungkin, dan kami harap lain-lain partai pun akan memperhatikan kritiknya. Pemerintah dalam hal ini, Satu syarat, Saudara. Ketua, yang harus dipenuhi supaya partai-partai politik turut menyelenggarakan organisasi. Negara ialah syarat yang mengenai Pemerintah kita sendiri. Tadi sudah kami dielaskan bahwa organisasi terutama di lapangan dalam negeri, kemakmuran dan pertahanan itu tidak dapat diselenggarakan bilamana tak ada politik Pemerintah yang tertentu. Sudah 18 bulan lamanya perdoangan kita berdalian, saudara. ketua, tetap hingga kini belum nampak suatu rencana dari Pemerintah yang tegas. Satu rencana, saudara. Ketua. Keterangan Pemerintah meninggung soal organisasi dan disiplin, tetapi organisasi zonder rencana adalah bukan organisasi. Yang kami maksudkan bukanlah rencana bagi tiap-tiap kementerian satu persatu, pun pula bukan hanya buat kementerian kemakmuran saja yang belum terang itu, tetapi rencana yang meliputi segenap lapangan masyarakat kita. Satu Program Pemerintah yang mengenai pokok dan rantingnya untuk waktu peralihan ini, yang dapat memberi pimpinan, pedoman dan dorongan bagi seluruh rakyat kita. Program bukan beras atau pakaian, adanya satu program bukan lalu berarti adanya beras dan pakaian yang cukup, tetapi program yang tepat, yang dipegang teguh dan dijalankan oleh Pemerintah dengan bantuan segala partai dan golongan yang sanggup menjalankannya. Program semacam itu dapat memberi beras dan pakaian kepada rakyat. Kami dari P. K. I. , dan pada umumnya dari pergerakan sosialis di Indonesia yang kini tergabung dalam Sayap Kiri, berwadiy memberi sumbangan untuk menyusun rencana perdoangan dan pembangunan Negara yang sekiranya dapat menjadi bahan bagi Pemerintah. Saudara Alimin nanti akan memberi sekedar penjelasan tentang Program kami.

Saudara Ketua,

Kami telah mengemukakan sekedar kritik terhadap Pemerintah, karena kami berwajib berbuat demikian selaku koreksi terhadap Pemerintah. Jika Naskah Linggajati diterima kelak, bilamana dapat persetujuan dengan pihak Belanda, Ataupun bagaimana juga nasib kita di hari yang akan datang, hendaknya Pemerintah-jangan melalaikan syarat-syarat yang kami mayukan di sini dan yang telah diumumkan pula garis-garis besarnya oleh Sayap Kiri, Phase y.a.d. ini sungguh-sungguh akan meruncingkan pertentangan-pertentangan dengan pihak imperialisme Belanda; hendaklah kita berpayung sebelumnya huydan.

Saudara Ketua,

Kami mengritik tetapi kami menolak sekeraskerasnya kritik atau serangan terhadap Pemerintah yang bersifat membongkar saja, bersifat destructif dan merobohkan belaka. Kita menolak sekerasnya kritik dan serangan yang-hanya ter-dorong oleh nafsu hendak bertacha dan berkuasa saja, serangan-serangan yang sengaja atau tidak sengaja bermain mata dengan kaum rekisioner luar negeri yang ingin menghancurkan Republik kita. Kami tolak serangan-serangan yang berbau komplotan, berbau putschisme dan berkongkalikong. Politik kami, Saudara. ketua, terang dan semata-semata ditujukan untuk keselamatan Negara, keselamatan nasional. Demikianlah kesanggupan kami sebagai kaum komunis Indonesia yang berilmu Marxisme, Marxisme yang hidup di tengah-di tengah pergolakan politik sehari-sehari, di tengah penghidupan rakyat, belajar dari rakyat, berdoang bersama-bersama dengan rakyar dan untuk rakyat.

Sekian Saudara Ketua.


PARTAI KOMUNIS

Promotor Persatuan Nasional

Pedato Saudara ALIMIN di K. N. I. I

Saudara Ketua,

Tadi kawan saya Maruto Darusman telah menerangkan di dalam pedatonya, bahwa untuk memperbaiki, organisasi Negara kita atas segala lapangan, perlulah kita mempunyai suatu program nasional, yang terang. Diyuga, beliau memberitahukan kepada sidang KNI, bahwa partai kami, Partai Komunis Indonesia, sudah merancang suatu program yang serupa itu, yang kami namakan, PROGRAM PEMBELAAN DAN PEMBANGU NAN NASIONAL“ untuk menyokong dan memperkuatkan Pemerintah dan Negara kita partai kami memberi kewajiban kepada saya untuk memberi penjelasan dari program kami tersebut. Program itu ialah kami persembahkan kepada Pemerintah, Komite Nasional Indonesia, partai-partai dan organisasi-organisasi nasional lain untuk menjadi bahan dan kalau mungkin, menjadi dasar perundingan antara organisasi-organisasi tersebut, yang sanggup menetapkan dan bersama-sama mengerdekakan program nasional, yang terang.

Saudara Ketua,

Pengalaman dari keadaan di Soviet-Unie, Yenan dan Yugoslavia misalnya telah membuktikan, bahwa suatu program yang terang adalah salah suatu syarat yang terutama buat pembelaan dan pembangunan Negara. Tidak bisalah Rakyat dari Yenan mempertahankan penghidupannya, di tengah-tengah serangan-serangan yang sengit, yang bertahun-tahun dan yang datang dari luar Maupun dari dalam, kalau susunan masyarakat Yenan tidak berdasar atas suatu program yang tertentu. Kalau seandaiannya, saudara ketua, rakyat Indonesia bisa meren-canakan program nasional itu, dan bisa mengerdagakan Meskipun hanya sebagian saja itoe sudah akan bisa membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi dalam revolusi kita.

Saudara Ketua,

Menyambut amanat-amanat dan pedato-pedato yang telah dikeluarkan disidang KNI ini oleh Presiden, Wakil Presiden dan Perdana Menteri kita, kami dengan ini menjelaskan program kami yang bernama PROGRAM PEMBELAAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL.

Saudara Ketua,

Dengan sengaja kami namakan program kami ini suatu program nasional, karena bukan maksud kamilah di sini memajukan program sosial-istis atau komunistis. Perjoangan kita ialah suatu perjoangan nasional. Revolusi kita ialah suatu revolusi nasional. Dan satu-satunya hukum, satu-satunya syarat yang terpenting untuk mendapat kemenangan dalam revolusi nasional ini, ialah persatuan nasional, persatuan dari segala kekuatan dan persatuan dari segala tenaga nasional dan patriotis, Walaupun terdiri dari berbagai aliran yang ada di Negeri kita.

Tiap-tiap badan, tiap-tiap partai, tiap-tiap orang yang ikut serta memperjoangkan revolusi nasional itu, harus yakin akan sifat revolusi kita ini. Selanjutnya harus diketahui pula betapa besarnya kemungkinan-kemungkinan, akan tetapi juga harus diketahui di mana letaknya batas-batasnya perdoangan kita, supaya bisa memenuhi syarat yang terpenting dan dapat memperjoangkan revolusi itu yang sebaik-baiknya, yaitu atas dasar persatuan nasional yang kokoh.

Saudara Ketua,

Kami dari P. K. I. sanggup memajukan dan juga bersama-sama dengan golongan-golongan lain mengerjakan program nasional itu. Kami tidak akan memajukan program sosialistis atau program lain yang menyimpang dari sifat kenasionalan kita. Sejarah pergerakan Kebangsaan Indonesia telah tuyuk perang memperlihatkan, bahwa partai kami ialah suatu partai yang memperjotangkan kepentingan nasional. Sejarah kita telah tuyuk terang memperlihatkan, bahwa segala tenaga yang ada pada partai kami, segala usaha yang kami kerjakan, segala korban, yang kami ichlaskan, bahwa segala sesuatu yang datang dari kami, kami serahkan untuk menyapai tuta-tuta nasional itu.

Bahkan saudara. Ketua, tidak hanya di negeri kita sendiri, akan tetapi di negeri-negeri lainnya orang bisa melihat duga, bahwa partai Komunis adalah salah satu kekuatan nasional. Di tanah-tanah dia-jahan, yang sedang memperdoangkan perdoyangan kemerdekaannya, bahkan duga buat bagian besar, sedang memperdoangkan revolusionasional, kelihatanlah bahwa Partai-Partai Komunis menjadi avantgardenya. Siapakah di India yang terus-menerus menganjur-anjurkan persatuan antara kaum Hindu dan kaum Muslimin? Siapakah di India yang memajukan penyelesaian yang nyata dan yang mungkin dapat memuaskan kedua belah pihak, yaitu pihak Hindu dan pihak Muslimin tentang soal Pakistan? Hanyalah Partai Komunis India yang dipimpin oleh saudara. Yoshy. Siapakah di

Birma yang memulai dan mengorganisir, seterusnya memimpin pergerakan anti fascis di bawah tanah menentang Jepang, sehingga sesudah peperangan pergerakan kebangsaan. Birma mempunyai kedudukan yang sangat kuat menghadapi imperialis Inggris? Ialah Partai Komunis Birma di bawah pimpinan saudara. Than Tun. Siapakah di Vietnam yang memulai dan yang mengorganisir, seterusnya memimpin pergerakan anti fascis melawan Jepang, dan sesudah perang mempersatukan front nasional yang kokoh melawan imperialisme Perantiy? Ialah Partai Komunis Vietnam yang dipimpin oleh saudara. Hh Chi Minh. Siapakah di Tiongkok yang menganjukan dan mengerja kan program nasional yang termuat dalam program almarhum Dr. Sun Yat Sen, yang dinamakan San Min Chu I? Ialah Partai Komunis Tiongkok yang dipimpin oleh saudara. Mao Tse Tung.

Akan tetapi, saudara. Ketua, tidak hanya di tanah diyadahan saja, atau tanah setengah diyadahan saja, kaum komunis itu menjadi kekuatan nasional yang terbaik. Diyuga di negeri-negeri merdeka mereka menjadi motornya titla nasional. Makin lama makin besarlah kepertiyaan Ranyat kepada Partai-Partai Komunis, di beberapa negeri di Eropa Barat pengaruh merekalah makin lama makin besar, malahan di Perantiyis sekarang mereka. Partai yang terbesar Di seluruh Benua Eropa, ketuyali negeri seperti Belanda, Swiss, dan negeri fascis seperti Sepanyol dan Yuni, kaum Komunis ikut mengemudi pemerintahan negara. Bahkan di negeri Eropa Timur seperti Yugoslavia, Cekoslowakia, Bulgaria, Poland, merekalah yang terkemuka memimpin politik pemerintah. Semua Negeri Negeri tersebut bukan negeri-negeri yang sosialisitas atau yang komunistis. Meskipun negeri-negeri Balkan Sekalipun belum boleh dinamakan sosialistis. Kelihatanlah, bahwa

Rakyat percaya, bahwa Partai Komunis juga di negeri-negeri kapitalis atau yang belum sosialis-ts, Partai Komunis ialah Partai yang memperjo-angkan kepentingan nasional.

Saudara Ketua,

Apakah sebabnya maka kaum Komunis sekarang berdiri, terkemuka dan mempunyai pengaruh begitu besar di dalam perjoangan Raykat di seluruh dunia, mempertahankan tiyita-tiyita nasional? Sebabnya tak lain karena Partai Komunis adalah Partai kasta buruh. Dan di zaman ini, di mana sistem kapitalis sudah merosot, dan meningkat stadium yang terakhir, malahan sudah mendapat pukulan yang sangat hebat karena kekalahan fasc'sine, yang sebetulnya menjadi salah satu pilarnya imperialisme, dan karena kemenangannya Soviet Unie, bentengnya sosialisme yang telah masuk golongan yang terbesar dan berkuasa di dunia, di zaman ini kaum imperialis yang lapangannya sudah menjadi sempit, tidak ragu-ragu lagi menjual dan membeli kemerdekaan dan kebangsaan Raykat seluruh dunia, termasuk juga Raykat negerinya sendiri. Dan kaum buruhlah yang insyaf, bahwa merekalah yang sudah mendekati kemenangannya. Dengan kekuatan dan kekuasaan mereka pada waktu ini, mereka insyaf bahwa nasib penghidupan Raykat, hak-hak Raykat, duga hak Raykat untuk hidup dalam kemerdekaan, adalah di tangan mereka sendiri. Oleh karena itu kaum buruh ialah kekuatan nasional, pergerakan kaum buruh pergerakan sayap kiri di seluruh dunia, adalah pergerakan nasional, dan partai buruh, partai-partai sayap kiri. Partai-Partai Komunis adalah partai-partai yang memperjoangkan kepentingan nasional, malahan menjadi partai-partai yang terkemuka di dalam perjoangan dan revolusi nasional.

Saudara Ketua,

Hak kemerdekaan dari suatu bangsa, haknya tiap-tiap bangsa untuk mendirikan negaranya yang merdeka dan yang berdaulat, ialah suatu hak-demokratis, yang mutlak. Qich karena itu pergerakan nasional, revolusional yang menentang imperialisme dalam hakekatnya ialah suatu pergerakan atau revolusi yang demokratis. Ini berarti bahwa pergerakan nasional, revolusi nasional, akan tidak berhasil, kalau pergerakan atau revolusi itu menyumpang dari dasar demokrasi. Revolusi kita bercorak nasional itu, jadi harus berdasar atas demokrasi, dan bersifat demokratis. Dan yang dipentingkan harus kepentingannya bagian terbesar dari Rakyat yang memperjoangkan revolusi itu. Demokrasi tidak berarti hanyu, formele democratie dan, parlementaire democraticia saja, akan tetapi demokrasi di dalam revolusi kita harus dicocokkan dengan keadaan dan kenyataan revolusi, demokrasi nasional yang kami ajukan harus sesuai dengan demokrasi yang bersifat progressief itu.

Saudara Ketua,

Mengapakah kami anjurkan demokrasi yang bersifat progressief itu? Karena banyaklah aliran-aliran di dalam negeri-negeri dan antara Rakyat yang sedang memperjoangkan pergerakan atau memperjoangkan revolusi nasional, yang menamakan dirinya kekuatan nasional dan democratis, akan tetapi pada hakekatnya menyimpang dari sifat nasional dan sifat demokrasi itu. Imperialisme yang mulai merosot itu di dalam usahanya untuk membendung kekuatan-kekuatan yang menentangnya, menggunakan berupa rupa alat. Kadang-kadang kelihatanlah, bahwa mereka memaki alat-alat yang menunduyukan dengan terang-terangan sifatnya yang antidemokratis seperti terlihat di Vietnam, di mana tentara kolonial Perancis dengan terang-terangan hendak memaksa dengan kekerasan kepada Rakyat Vietnam supaya menyerah; seperti juga terlihat di Jepang, di mana suatu hak demokratis, yaitu hak untuk mogok, telah dicabut dan dilarang; seperti terlihat juga di negeri-negeri imperialis yang makin lama makin menjadi militeris, dan bertindak sewenang-wenang. Akan tetapi kelihatanlah, bahwa pada umumnya kekuatan imperialisme itu memakai cara yang seakan-akan demokratis, atau yang berkedok demokratis.

Saudara Ketua,

Di dalam masa ini kekuatan pergerakan kaum buruh dan kekuatan pergerakan kebangsaan di-tanah, diyadahan sudah menjadi, sangat kuat. Terpaksalah imperialisme memberi konsesi, karena dengan dialan lain tidak bisa menghalang-halangi pergerakan itu. Akan tetapi konsesinya itu tidak diberikan sepenuh-penuhnya. Imperialis selalu menyoba membagi-bagi kekuatan-kekuatan nasional, memberi konsesi kepada satu fihak dan menindas fihak yang lain bersama-sama dengan fihak yang diberikan konsesi itu. Imperialisme memberi sekedar kemerdekaan, akan tetap di dalam hakekatnya pemerintah yang katanya merdeka itu hanya pemerintah boneka-saja. Imperialisme mengadudomba extremisten dengan moderator; atau tuan tanah besar Muslimin dengan kaum kapitalis besar Hindu; atau burduis Nasional dengan kaum buruhnya; atau Aung San dengan Than Tun; atau bangsa Arab dengan bangsa Yahudi; atau memberi kemerdekaan politik dengan menindah hak perekonomian. Dan imperialisme akan berhatsil dalam usahannya membagi-bagi ini, selama ada kekuatan yang sanggup membantunya selama ada bagian dari pergerakan nasional yang hanya melihat kepentingannya sendiri, yang hanya mencari kursi atau jabatan tinggi sebagai menteri, yang hanya mementingkan keuntungan sendiri, pendeknya, yang bersifat egoistis dan reaksioner. Begitulah keadaan di negeri-negeri tetangga kita.

Oleh karena itu program nasional yang betul-betul bersifat nasional tidak akan memuaskan golongan-golongan yang tak progressief itu.

Saudara Ketua,

Ada sifat yang melekat kepada revolusi nasional kita. Selainnya bersifat demokratis-progressief revolusi kita berdasar atas perdamaian dan persahabatan di dunia. Imperialisme ialah sekarang kekuatan yang mengancam perdamaian di dunia. Imperialisme ialah yang sekarang mempersiapkan dirinya untuk mengadakan perang dunia yang ke III, supaya bisa meienyapkan saingannya imperialis dan musuhnya yang terutama, ialah kekuatan sosialis, pergerakan kaum buruh, dan pergerakan kebangsaan di seluruh dunia. Revolusi kita yang menentang imperialisme itu pada hakekatnya adalah pergerakan yang mempertahankan perdamaian di dunia. Dan di dalam hal ini kita harus insyaf, bahwa kita ada sebagian dari pergerakan yang universeel yang mempertahankan perdamaian di dunia. Dan di dalam hal ini kita harus insyaf, bahwa kita ada sebagian dari pergerakan yang universeel yang mempertahankan perdamaian itu. Kita harus insyaf, bahwa kita mempunyai sahabat seluruh dunia, dan bahwa kemenangan kita adalah kemenangan mereka diyuga, dan kemenangan mereka adalah kemenangan kita juga.

Itu juga berarti, bahwa kita harus selalu mecoba melalui dialan damai, dengan mempersiapkan pertahanan kita supaya bisa membela kemerdekaan kalau diserang oleh imperialisme. Itu juga berarti bahwa kita harus berhati-hati dengan segala kemenangan kita yang tercapai “step by step”; bahwa kita mengetahui betul kekuatan, kita sendiri akan tetapi juga mengetahui kekuatan kawan dan kekuatan lawan kita sedunia; bahwa kita harus menggunakan segala pertentangan yang timbul dalam kalangan imperialis sendiri, akan tetapi juga, bahwa pada hakekatnya mereka itu toh, bukan kawan kita; bahwa kita di yangan putus-asa dan menghadapi dialan buntu dengan hanya, melihat kekuatan imperialisme, saja, akan tetapi, bahwa kemenangan kita itu terutama tergantung dari kekuatan kita sendiri dan kedua dari kekuatan kawan-kawan, kita di seluruh dunia. Kekuatan kita sedunia bersama-sama itu bisa dan mungkin dapat mencegah dan melembekkan imperialisme dan menghindari perang dunia, yang ke III.

Saudara Ketua,

PROGRAM PEMBELAAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL yang akan kami usulkan ini kami bentuk dengan mempergunakan keadaan dankenya tuan di dalam dan di luar negeri kita sebagai faktor yang mempengaruhi peryalanan revolusi kita. Apakah yang perlu bagi revolusi kita? Bagaimana kah kita bisa mempergunakan keadaan dan segala kemungkinan itu untuk mempertkuatkan pembelaan dan pembangunan Republik kita, yaitu untuk menyelesaikan revolusi nasional demokrasi pada waktu ini?

Saudara Ketua,

Terutama yang perlu untuk memperkuatkan dan menyelesaikan revolusi sekarang ini ialah kekuatan nasional kita sendiri.

Bagaimanakah kita harus menyusun tenaga-tenaga nasional, dan terutama tenaga-tenaga buruh, dan tani, yang merupakan kekuatan yang terutama di negeri kita? Bagaimanakah kita harus memperbaiki susunan dan organisasi Negara kita di segala lapangan? Saudara Maruto Darusmansudah menge luarkan pemandangannya tentang kekurangan dalam organisasi kita dan nanti di dalam program kami saudara bisa melihat bagaimana menurut pemanangan kamikita bisa menyusun kekuatan-kekuatan nasional itu.

Saudara Ketua,

Sekarang faktor yang kedua yang mempengaruhi revolusi kita dan bagaimana cara kita mempergunakan dan mengemudiankan faktor kedua ini, ialah faktor internasional, yang sebahagian menetapkan kedudukan internasional dari Negara Republik Indonesia.

Tentang hal ini harus kita kemukakan, bahwa sesudah perang dunia yang ke II muncullah hanya tiga Negara Besar, yang perhubungannya satu sama lain menetapkan sifat di seluruh dunia ini. Buruk atau baiknya perhubungan mereka adalah menjadi ukuran dari perdamaian di dunia. Negarnegara besar itu ialah Amerika, Inggris dan Soviet Unie. Saudara ketua

Percekcokau antara Belanda dan kita buat bahan gian besar tergantung dari sikap Amerika dan Inggris, akan tetapi sikap Amerika dan Inggris terhadap Belanda dan terhadap kita tergantung pula dari perhubungan dan perimbangan kekuatan antara Amerika, Inggris dan Soviet. Unie. Amerika telah menjadi negara kapitalis yang terbesar di dunia.

Negeri Amerika tidak menderita sama sekali daripada peperangan, malahan kelihatanlah bahwa kaum kapitalis Amerika mendapat keuntungan yang besar selama peperangan, terutama nasib dari beberapa negeri yang berperang melawan facisme tergantung atas sokongan Amerika. Produksi Amerika bisa menjadi sangat tinggi, terutama produksi alat alat perang, kelihatanlah bahwa produksi ini makin lama makin dikonsentri dalam satu pusat, sehingga ribuan perusahaan kecil-kecil bisa dibinasakan dan kaum finans kapital mendapat kekuasaan yang sangat besar.

Akibat, produksi secara besar-besaran itu, dan akibat kekuasaan kaum finans kapital dalam alat Negara, sesudah peperangan kelihatanlah spanning yang sangat besar.

Pertama: Di dalam Negeri antara kaum imperialis dan kaum buruh; karena Pemerintah-Amerika tunduk pada tuntutan-tuntutan kaum finans-kapital dan monopolis untuk menindas kaum buruh dengan lebih hebat, misalnya: aturan-aturan Pemerintah untuk mentigah pemogokan, aturan-aturan Pemerintah melenyapkan priyscontrole, dan lain-lain aturan yang antidemokratis dan terang-terangan reaksioner.

Kedua: Di luar negeri, karena Amerika mencoba supaya memaki muka bumi di seluruh dunia sebagai daerah afzet buat kapital dan barang-barangnya, mereka mengetok pintu di segala negeri di dunia supaya terbuka but at kapitalnya yang berkuasa itu dan minta konsesikonsesi. Di dalam hal ini tentu Amerika mendapat tentang dan rintang dari negeri-negeri Soviet Unie, “new democracies” dan lain-lain negeri yang mempu-nai perekonomian yang teratur menurut rencananya, sebagai akibat dari besarnya pengaruh kaum buruh di negeri-negeri itu. Keduanya Amerika mendapat tentang dan dari negeri-negeri imperialis saingannya, yang tidak mau melepaskan kedudukan istimewa di dalam tanah diyadahannya. Buat menyelesaikan kedua perselisihan ini, Amerika terus menerus mengadakan pangkalan di semua tempat-tempat di dunia dan membesarkan armada laut dan lebih lebih angkatan udara dengan atoom bom sebagai senjata istimewa. Amerika menyokong pergerakan reaksioner di beberapa negeri untuk membendung timbulnya pergerakan progressief dan revolusioner. Di lapangan politik kolonial Amerika memajukan, bahwa dia setuju dengan kemerdekaan politik dari Rakyat tanah jajahan, asal saja jangan dipimpin oleh yang dinamakan mereka “extremis revolusioner”, supaya dia mempunyai jalan masuk yang leluasa.

Di Indonesia misalnya Amerika setuju dengan habisnya perselisihan Indonesia. Belanda secepat mungkin agar supaya selekas-lekasnya dia bisa masuk menjalankan politik ekonominya.

Saudara Ketua,

Inggris sesudah perang dunia ke-II menjadi sangat lebih lemah daripada dahulu. Di dalam negeri kekuatan menentang reaksik konservatief tidak bisa dicegah lagi, sehingga Labour Parc mendapat kemenangangan sepenuh-penuhnya.

Hutangnya makin lama makin banyak, dan karena itu makin lama makin tergantung dari Amerika. Hutang yang dipindiyannya dari Amerika menjadi beban yang sangat berat, karena terpaksalah dia memberi konsesi kepada Amerika Maupun di lapangan politik, Maupun di lapangan ekonomi. Salah suatu senjata yang dipakai Amerika ialah memaksa Inggris menurut dia di dalam politik Amerika yang antiSoviet.

Pada saat ini Inggris hanya menjadi negara yang kekuatannya nomer tiga saja di dunia. Karena itu Inggris mengembalikan kerugian ini dari tanah jajahannya dari tanah orang lain. Dengan itu Inggris mengalami.

Pertama: Perselisihan dengan negeri imperialis lain seperti Perantiyis (kelihatan di Libanon), dan Amerika (di Lautan Tengan, dan Asia Timur, di mana Amerika hendak memonopolisir Jepang dan pulau-pulau di Pasifik, dan hendak memasuki negeri-negrin Tiongkok, India, Australia, dan di Lautan Atlantik karena pengaruh Amerika di Kanada), dan kaum reaksioner terkanan dari Belanda oleh karena sikap Inggris terhadap Indonesia.

Kedua: Perselisihan dengan Soviet-Unie, karena tidak bisa memasuki lagi daerah-daerah yang dulu di bawah pengaruhnya, seperti di Balkan, dan karena pangkalan politik dan militer Inggris yang mengancam Soviet Unie dari Yunani dan Turki.

Ketiga: Perselisihan dengan tanah diyadahannya sendiri yang sekarang sedang bergerak secara revolusioner, oleh karena kekuatan pergerakan tanah jajahan, Inggris mengadakan konsesi, akan tetapi seperti tersebut di atas mencoba mempertahankan kekuasaannya dengan berkompromi dengan satu pihak dan menindas lain pihak. Politik kolonial baru dari Inggris ini terlihat di India, Birma, Malaya, tetapi diyuga di Mesir, Palestina dan Indonesia. Di Indonesia tidak hanya dicobanya mengadakan spanning antara kita dengan kita, akan tetapi juga antara-kita dan Belanda, sedang Inggris sendiri memaki rol “arbiter”.

Akibat politik kolonial Inggris sekarang berarti, bahwa Inggris menyetujui adanya Republik Indonesia yang tidak tergenggam oleh Belanda sendiri, akan tetapi jangan sampai dipimpin oleh gerakan progressief-revolusioner. Dalam usaha Inggris dan Amerika di Indonesia kelihatanlah perselisihan mereka, karena kedua-duanya hendak memaki suatu Republik Indonesia buat keuntungan mereka sendiri, dan kelihatanlah bahwa kadang-kadang Inggris, kadang-kadang Amerika, yang mendesak atau menyokong Belanda atau kita.

Selainnya Inggris dan Amerika, kelihatanlah bahwa juga kelas burjuis dari India, Filipina, Tiongkok, Australia, selainnya tentu saja kelas buruh dan golongan progressief-demokrat di negeri-negeri itu kelihatanlah bahwa mereka mempunyai kepentingan dan keuntungan juga dengan adania Republik Indonesia yang tidak dimonopolisir Belanda lagi, Karena keadaan internasional ini, saudara ketua, kedudukan Republik ada kuat, dan naskah Linggajati dapat dan harus kita terima, karena naskah kita memang cocuk dengan keadaan di luar negeri juga, selainnya cocuk dengan keadaan kesulitan di dalam negeri. Kalau naskah diterima, kedudukan kita akan tertentu dan kita bisa terus menyusun kekuatan kita.

Saudara Ketua,

Dengan penerimaan naskah Linggajatitu sekarang timbullah dua soal yang harus kita hadapi:

1. Sampai ke mana Belanda yang kekuatannya sendiri sudah menjadi lembek, begitu bisa dapat bantuan dari Inggris dan Amerika di dalam sikapnya mengisi naskah itu dengan pedato Yonkman dan mosi Romme, sehingga tak bisa kita terima lagi?

2. Naskah Linggajati hanya bisa menguntungkan kita, kalau revolusi kita dipimpin oleh golongan nasional yang konsekwen progressief dan revolusioner, sehingga si imperialis tidak ada kesempatan memaki naskah itu buat menghindari kemajuan perjalanan kita. Akan tetapi sebaliknya, karena sebab-sebab tersebut di atas, kaum imperialis tentu tidak bisa menyetuduhi adanya pimpinan progressief-revolusioner itu. Saudara ketua.

Memang kalau kita pandang kedudukan internasional dari Negara Republik Indonesia hanya dari sudut lingkungan imperialisme di Pasifik saja, sangat sukarlah menjawab kedua soal ini. Akan tetapi seperti saya terangkan tadi, sikap Inggris dan Amerika terhadap kita dan kekuatan mereka di Pasifik tergantung dari perhubungan baik atau buruknya dari ketiga negara yang terbesar. Kita harus memikir, bahwa di dunia, dan diyuga di dunia kapitalis kelihatanlah, bahwa kekuatan front demokratis dan anti-kapitalis makin lama makin besar. Dan ini tentu melemahkan kedudukan kaum imperialis dan juga sikap mereka terhadap kita. Kita harus pikirkan, bahwa kekuatan Soviet-Unie, dan negara-negara demokratis baru adalah sangat besar pada waktu ini. Ini diyuga melemahkan kedudukan kaum imperialis. Kita harus pikirkan, bahwa di tanah diyadahan semuanya ada pergerakan revolusioner dan boleh dikatakan sewaktu-waktu bisa melebarkan lapangan revolusi. Oleh sebab sebab ini kedudukan imperialisme akan dipengaruhi sa ngat banyak, dan memandang segala faktor ini tetaplah pendirikan kita, Walaupun raksasa raksasa imperialis tidak menyetujui bahwa revolusi kita harus dipimpin secara progressief revolusioner.

Saudara Ketua,

Program yang kami ajukan kami pandang mencukupi syarat progressief, democratis, dan nasional dari revolusi kita itu. Program ini untuk menyus susunan dan organisasi masyarakat kita, memperkuat tenaga kita, sehingga tujuan revolusi nasional bisa tercapai. Sebab, dalam hakekatnya, tercapainya tujuan kita tergantunglah dari kekuatan kita sendiri.

Saudara Ketua,

Kami ajukan program PEMBELAAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL ini kepada saudara, Kalau ada tempo, kami minta idzim supaya program itu dibacakannya, Walaupun hanya di dalam garis-garis besarnya. Dan selekas-lekas nya kami minta kepada segala golongang-golongan nasional yang ikut serta dalam revolusi kita, supaya mempertimbangkan program kami sebagai bahan dan mungkin sebagai dasar perundingan supaya bersama-sama kita dapat mempertepat, membetulkan, dan menyelesaikan perjalanan revolnsi kita, Inilah sumbangan Partai kami.

Merdeka!!!


PROGRAM PEMBELAAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL

I. PEMERINTAHAN

  1. Susunan dan corak Pemerintah (Kabinet).
    1. Menyempurnakan susunan Pemerintah terdiri dari wakil partai dan golongan yang menerima dan sanggup menjalankan Program Pembelaan dan Pembangunan Nasional ini.
    2. Pemerintah tidak boleh terdiri dari orang-orang yang telah mengambil bagian dalam usaha merobohkan Negara Republik Indonesia.
    3. Pemerintah bercorak Persatuan Nasional yang menuju akan terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia di seluruh kepulauan Indonesia.
    4. Pemerintah melanjutkan Revolutie Nasional yang Democratis ke arah Negara Republik Indonesia yang Merdeka, Berdaulat, Bersatu, Adil dan Makmur seperti termaktub dalam undang-undang Dasar serta dijelaskan pula dalam politik Manifes tertanggal 1 Nopember 1945.
    5. Pemerintah bertanggung diyawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
  2. Dewan Perwakilan Rakyat.
    1. Dewan Perwakilan Rakyat dipilih menurut rancangan yang sesuai dengan waktu peralihan sekarang.
    2. Pemerintah menentukan waktu yang tertentu untuk mempersiapkan pemilihan Dewan Perwakilan Raksat.
    3. Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih secara itu berwajib menyusun perobahan-perobahan O. O. D. sebagaimana perlu mengingat keadaan.
  3. Negara Kesatuan.
    1. Pemerintah berpegangan teguh kepada Azas-azas Negara Kesatuan sebagaimana tercantum dalam O. O. D.
    2. Pemerintah mengusahakan adanya hak-hak democratia bagi Rakyat Indonesia di daerah-daerah di luar de facto Republik yaitu: ke-merdekaan bersidang, berkumpul, mengelurarkan pikiran dengan lesan dan tulisan dan sebagainya.
    3. Pemerintah sanggup untuk membantu rakyat-rakyat di luar daerah de facto Republiek untuk mendirikan pemerintahan daerahnya sendiri yang diakui, syah oleh rakyat itu, masing-masing.
    4. Pemerintah tidak mengakui peraturan-peraturan yang diambil oleh Pemerintah Belanda yang merobah kedudukan salah-satu daerah kepulauan Indonesia, jika peraturan-peraturan itu tidak disetujui oleh Pemerintah Republik Indonesia.

II. POLITIEK LUAR NEGERI

  1. Umum.

    Pemerintah menjalankan:
    1. Politik Luar Negeri yang bebas dari pengaruh Negara Asing mana jua pun serta berdasar atas azas azas Piagam Perserikatan Bangsa- bangsa (U. N. O.) yang mempertahankan perda maian dunia dan cita-cita democratie.
    2. Atas dasar tadi mengadakan perhubungan diplomatiek dan ekonomie atau di lain-lain lapangan dengan negara-negara yang menguntungkan perjoangan kita dan dengan negara-negara Besar.
    3. Diplomatie yang actief serta menjauhkan segala sifat-sifat “geheime-diplomatie.”
    4. Perhubungan yang khusus dengan negeri-negeri yang memperjoangkan kemerdekaannya.
    5. Untuk duduknya N. R. I. di U. N. O.
    6. Usaha ikut dalam segala perundingan Internationaal yang langsung mengenai kedudukan N. R. I. di dunia dan terutama dilingkungan Lautan Pacific.
  2. Yang mengenai Naskah Linggajati.
    1. Memperkuat mosi Dr. A. Halim yang telah diterima baik oleh sidang K. N. I. Pusat pada tg. 4 Maret 1947 terutama mengenai syarat-syarat termaktub sub. 2 no. 1,2 dan 3.
    2. Menyelenggarakan Naskah tersebut dengan berpegangan teguh pada azas-azas democratie yang termaktub dalam kata Pendahuluan (Preambule).
    3. Terutama menegakkan terselenggaranya Pasal 1,15, dan 17 yang mengandung kedaulatan N. R. I keluar.
    4. Memperbaharui wakil-wakil Indonesia dalam Panica-panica Penyelenggara Naskah sesuai dengan Program ini.
    5. Mendesak supaya Tentara Belanda meninggal. kan seluruh daerah kepulauan Indonesia mulai sekarang juga.

III. PERTAHANAN

  1. Memperkuat Tentara ke arah “Volksleger” (Tentara Rakyat) dengan:
    1. mendidik tentara-menurut azas-azas democratic supaya tentara dicintai oleh rakyat dan -menjauhkan diri dari sifat-sifat membenci bang-sa-bangsa lain.
    2. Menghilangkan sifat dan tingkah laku kolo-niaal-dan fascis di kalangan tentara.
    3. memperbaiki dan memperbanyak pendidikan pengetahuan umum dan pemberantasan Buta Huruf di kalangan tentara.
    4. memudahkan promosi dari pangkat-pangkat rendahan dengan tidak terutama mementingkan ijazah dan lamanya bekerja.
  2. Tentara tidak boleh bertindak sendiri-sendiri, melainkan menjalankan politiek Pemerintah.
  3. Mempererat perhubungan antara lasykar dan rakyat dengan mewajibkan tentara lasykar bekerja untuk rakyat di waktu yang lapang (membantu panen, membantu di pabrik, memperbaiki dialan dan sebagainya.nya).
  4. Menjamin Tentara dan lasykar secukupnya dalam hal persenjataan dan lain-lain perlengkapan.
  5. Menghargai jasa pahlawan-pahlawan digaris depan dengan sepenuhnya sebagai berikut:
    1. mereka harus dicukupi dalam hal makan dan pakaian.
    2. keluarga mereka harus dicukupi dalam hal di yaminan, dan keluarga pahlawan yang gugur mendapat di yaminan luar biasa.
    3. merobah cara bekerja B. P. K. K. P. supaya langsung memberi manfa'at bagi perjurit. perjurit.
  6. Memberi hukuman yang patut kepada perjurit atau opsir yang terbukti:
    1. tidak memenuhi kewayibannya dalam pertahanan garis depan.
    2. melakukan korrupsi.
    3. dengan sengaja menganjurkan cara-cara fascis dan koloniaal dalam tentara.
  7. Memperhebat latihan keperjuritan digaris belakang sesuai dengan pengalaman digaris depan dan di lain-lain negeri.
  8. Menyelenggarakan pendidikan-pendidikan yang perlu digaris depan dan di daerah-daerah pertempuran buat tentara, lasykar dan pengungsi.
  9. Menghilangkan anasir-anasir yang menyukarkan terlaksananya program ini.

IV. PEMBERSIHAN

  1. Memperhebat tindakan-tindakan yang tegas terhadap orang-orang yang tersangkut paut dalam peristiwa Coup d'etat 3 Yuli 1946.
  2. Memberi hukuman yang tepat kepada orang orang yang menjadi alat spionnage musuh dan orang-orang yang melakukan korrupsi dan tayutan.
  3. Mengadakan hukuman mati untuk kesalahan yang paling berat.
  4. Membentuk Pengadilan Istimewa yang juga harus terdiri dari wakil-wakil Rakyat; Pengadilan itu harus mengurus soal-soal pemberihan tadi dan memberi hukuman yang tepat; Pengadilan itu harus lepas dari Jaksa Agung dan bertangga diawab langsung kepada Kehakiman dan Bd. Pekerja K. N. I. P.

V. SUSUNAN PAMONG-PROJO, POLISI, KE KEMENTRIAN DAN JAWATAN

  1. Pamong-Projo yang terbukti tidak disukai Rakyat segera diganti dan systeem Pamong-Projo dibawa ke arah systeem perwakilan (Collegial-bestuur).
  2. Pemerintah merancangkan Peraturan-Pemerintah Daerah yang memberi kesempatan luas bagi wakil-wakil Rakyat untuk mengambil bagian dalam pemerintahan itu.
  3. Pembagian gajih dan promosi pegawai negeri di yangan didasarkan kepada ijazah atau lamanya bekerja, tetapi terutama kepada kecakapan dan initiatief pegawai-pegawai.
  4. Menghilangkan sifat-sifat bureaucratie dan kolonial dengan memajukan initiatief dan memberi anugerah istimewa bagi pegawa yang ternyata bekerja giat dan berjasa bagi usaha di yawatan atau kementerian.

VI. КЕМАКМURAN

A. Ke Luar

  1. Menjalankan perdagangan luar negeri yang dikuasai dan dipimpin oleh pemerintah.
  2. Supaya perdagangan luar negeri memajukan usaha industrialisasi dan produksi oleh Rakyat.
  3. Supaya terutama mendatangkan barang-barang yang dibutuhkan Rakyat.

B. Ke Dalam

Menyelenggarakan peraturan-peraturan yangberdasar atas Pasal 33 O. O. D dengan mengingat bahwa segala pembangunan di lapangan ekonomie harus didasarkan kepada Cooperative productie dan pertahanan Negara, di mana:

  1. Memajukan pembentukan koperasi - koperasi di lapangan distribusi, produksi dan kredit, mulai dari keluarga-keluarga sampai ke atas, dengan bantuan Pemerintah:
  2. Memperbesar produksi di lapangan industri dan pertanian dengan jalan:
    1. menganjurkan supaya Angkatan Angkatan Muda dalam tiap-tiap diawatan dan perusahaan menjadi pelopor produksi, begitu pula barisan. barisan pemuda tani di lapangan pertanian.
    2. mengatur kembali produksi di tiap-tiap lapangan dengan mengadakan rancangan yang tertentu bersama-sama dengan gerakan buruh, tani dan pemuda.
    3. memperbaiki techniek produksi pertanian menurut usul-usul B. T. i.
    4. Pemerintah memberi anugerah, premie dan lain-lain. kepada pekerja yang giat bekerja.
    5. selekas mungkin menjalankan peraturan Social yang meringankan nasib buruh dan tani.
  3. Perusahaan pengangkutan, listrik-gas-air, persenjataan, tambang-tambang, kehutanan, karet dan gula; menjadi milik Negara dengan memberi kerugian secara biasa kepada yang mempunyainya.
  4. Perusahaan produksi dan distribusi bahan mentah, beras, pakaian harus dikuasai oleh Negara.
  5. Distribusi dari barang-barang makanan, pakaian dan lain-lain barang buat penghidupan sehari-hari harus di tangan. Negara dengan mengingati:
    1. Supaya jawatan distribusi yang sekarang dipimpin oleh Menteri Negara harus ada yang duduk wakil-wakil rakyat dan badan-badan perjoangan.
    2. Polisi Ekonomie dibentuk dari D. P. P. supaya Polisi itu dapat bergerak dengan cepat dan benar-benar dapat mengontrol distribusi serta harga barang dan mengambil tindakan yang tepat terhadap kaum catut besar.
  6. Dalam menghadapi modal asing Pemerintah:
    1. membuat undang- undang yang mengatur perdagangan dan perusahaan dari warga-negara R. I. , supaya tidak menjadi tunggangan modal asing.
    2. menguatkan gerakan sekerja,

VII. BAGI KAUM BURUH

  1. Menuntut adanya undang-undang yg. menjamin hak buruh untuk:
    1. berorganisasi.
    2. berkumpul dan bersidang.
    3. mengeluarkan pikiran secara lesan dan tulisan.
    4. berdemonstratie.
  2. Menjamin hak - hak sosial.
    1. mogok.
    2. mempercepat terlaksananya diam bekerja 40 diam seminggu sedangkan yang dimaksudkan seminggu adalah 6 hari bekerja.
    3. minimumloon sesuai dengan harga barang, dengan tidak memperbedakan tenaga buruh lelaki Maupun perempuan.
    4. perbedaan gajih pegawai rendahan dan tinggi di Jawatan - Jawatan paling dialah ialah 1:5 dan menetapkan tulage - tulage yang perlu untuk mengimbangi harga barang di daerah masing-masing.
    5. jaminan di waktu buruh menderita kecelaka-an-sakit-invalid dan berusia tua (ongevallenziekte-invaliditeit dan ouderdomsverzekering).
    6. kewajiban bekerja (arbeidsdiscipline) yang termaktub dalam D. P. N. -harus segera dilaksanakan.
    7. membatasari perburuhan kanak. kanak.
  3. Menyokong program Sobsi yang mengenai hal-hal tersebut.

VIII. BAGI KAUM TANI

Menyokong program B. T. I. yang mengenai

  1. agraria.
  2. pajak.

IX. SOSIAL

  1. merancangkan perumahan untuk mencukupi rumah, terutama di kampung - kampung, teris. timewa bagi pengungsi.
  2. memperluas adanya pekerjaan dengan mengingat:
    1. keperluan daerah-daerah yang kekurangan. kekurangan tenaga (Sumatra).
    2. program pembangunan pertahanan.
  3. membuka tanah tanah yang hingga sekarang tidak ada atau kurang dikerjakan.
  4. memberi lapang pekerjaan bagi para pengungsi dan tunjangan bagi yang sudah jempo (tidak bisa bekerja lagi karena sudah tua).

X. KEUANGAN DAN POLITIEK PAJAK

  1. pajak negeri diherzien dan didasarkan kepada azas progressief.
  2. pajak - pajak bagi kaum tani - diringankan sebanyak mungkin.
  3. pajak atas modal harus diperhaibat.
  4. indirect belasting atas garam dan lain-lain. kebutuhan sehari-hari dihapuskan, pajak atas barang-barang kemewahan diperhaibat.
  5. kontrol yang keras atas pemasukan pajak negeri yang mengenai licensi dan beya-cukai.
  6. menghukum dengan keras badan yang tidak resmi yang menarik pajak dari penduduk.
  7. memperhaibat usaha productie perusahaan pemerintah sebagai sumber penghatsilan negara.

XI. PENGAJARAN DAN KESEHATAN

  1. memberantas terutama penyakit-penyakit umum (seperti: pes, jsentrie, dan lain-lain.nya) dengan permufakatan dan bantuan organisasi-organi-sasi Rakyat.
  2. sebanyak mungkin mengembalikan dokter dari lain-lain lapangan kelapangan kesehatan.
  3. mengawasi import obat. obat yang harus di dalam tangan Pemerintah dan mendiyal kepada umum dengan semurah-murchnya.
  4. memperhaibat perhubungan dengan Palang Merah Internationaal dan badan, badan sosial di luar negeri yang sanggup membantu kita dengan obat-obat.
  5. mengutamakan pemberantasan buta huruf secara sama.
  6. sebanyak mungkin mengembalikan guru-guru dari lain-lain lapangan kepengajaran dengan memberi gaduh yang sepatutnya kepada guru-guru S. R.
  7. Kementerian Penerangan mengambil tindakan supaya/memberantasi anasir-anasir kolonial dan anti demokratis yang dimasukkan dari luar negeri.
  8. Kementerian Peugajaran dengan segera menyusun leerplan yang sesuai dengan jiwanya O.O.D.
  9. Politik pengajaran harus dipusatkan dan ditetapkan oleh Kementerian Pengajaran.
  10. Mengadakan pendidikan dan pengajaran sementara untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sekarang.

PENUTUP

Adakanlah di INDONESIA sebanyak-banyaknya kader-kader: Marxis dan Komunis. Orang-orang ini baik dan berguna untuk masyarakat yang maju yaitu masyarakat yang aman dan adil.


UNCOPYRIGHT

Halaman hak cipta biasanya memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan uncopyright ini hadir untuk menegaskan kebebasan.

Teks dan karya seni di dalam e-book ini diyakini telah berada dalam domain publik. Kami meyakini bahwa segala aktivitas nonpenulisan yang dilakukan atas karya domain publik—seperti digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—tidak menciptakan hak cipta baru. Tidak seorang pun dapat mengklaim hak milik atas pekerjaan semacam itu.

Para kontributor e-book ini secara sadar melepaskan hasil kerja mereka di bawah ketentuan CC0 1.0 Universal Public Domain Dedication. Ini adalah penyerahan sepenuhnya segala upaya mereka ke ranah publik.

Pernyataan ini adalah perwujudan dari produksi nonpasar, sebuah langkah yang menolak “hasrat bergelora untuk menyimpan dan mempertahankan” kepemilikan.

Upaya ini dilakukan demi memperkaya khazanah literasi, untuk menumbuhkan kebudayaan bebas dan merdeka, serta mengembalikan privilese kepada ruang kebebasan yang telah memberi kami begitu banyak.