NASRANI—YAHUDI
DALAM MADILOG
TAN MALAKA
KOLOFON
NASRANI—YAHUDI
DALAM MADILOG
oleh
TAN MALAKA
Cetakan ke-2
Penerbit:
Toko Buku & Percetakan “NUSANTARA”
Bukit Tinggi
1948
© 2026 MasasilaM
Berdasarkan arsip dari: marxists.org
Gambar sampul: The Carrying of the Cross karya Ludwig of Ulm
MasasilaM mengandalkan partisipasi kawan-kawan pembaca untuk melaporkan kesalahan ketik, koreksi, dan segala bentuk perbaikan lainnya. Kontribusi dapat dikirimkan melalui [email protected].
MasasilaM
masasilam.com
TAN MALAKA
NASRANI—YAHUDI
DALAM MADILOG
Yesus Nazarenus Rex Yodioram
Yesus dari Nazaret Rajanya Yahudi.
Agama Nasrani ialah agama dikembangkan oleh Yesus dari Nazaret yang kita namai Nabi Isa. Kita juga sebut agama Kristen ialah agama Kristus. Menurut Encyclopaedia Britannica maka Khrist itu artinya Mahdi yang dimaksudkan pujaan (prophecy) Yahudi atau raja atas kemauan Tuhan. Menurut Der Crosse Brockhaus itu artinya penebus dosa manusia, penjelmaan Tuhan sendiri (die offenbarung Grottes). Susah sekali kalau tidak mustahil memberi definisinya agama Nasrani kalau tidak mesti dicari pada bermacamz mazhabnya (seets) buat orthodox kristen (kolot), tulisan dan lisan kitab Injil diambil bulat mentah begitu saja. Satu pusat atau kata saja disangsikan maka sarinya sama dengan menyangsikan seluruh kitab Injil dan seterus-nya sama dengan menyangsikan esanya Tuhan. Jadi kata ayat dan pasal yang menyatakan bahwa Nabi Isa itu anaknya Tuhan, bisa menyembuhkan semua penyakit dan menghidupkan yang mati, bisa terbang dan berjalan di atas air, hidup kembali sesudah mati berjumpa dengan pengikut-nya, semuanya ini buat Kristen orthodox bukan kiasan melainkan bukti bulat mentah.
Jadi pemandangan yang memperhubungkan Nabi Isa dengan masyarakat Yahudi, memperhubungkan agama dengan pahamnya Nabi Isa dengan agama dan ciptaan atau idaman Yahudi, pemandangan yang mengaku bisa adanya pengaruh pada dan perobahan dalam agama Kristen itu mesti ditolak mentah-mentah pula. Nabi Isa menurut mereka ialah anak Tuhan, yang dikirimkan-Nya kedua fana ini, sebagai janjinya pada Bani Israel, buat menebus dosa manusia. Sifat dan kodratnya Nabi Isa menurut paham ini tentulah sifat dan kodratnya Tuhan. Di sini kegaiban Isa Kristen semacam ini terdiri dari Kristen Timur (Rusia) dan Katholik Roma, pendeknya dari sebagian besar dari pengikut agama Nasrani akan bersoal di jawab dengan Kristen semacam ini, yang juga besar pengaruhnya di Indonesia tentulah pengikut saudara kita di Toba, Batak atau di Borneo. Dayak Ataupun di Papua yang mengikuti agama Nasrani itu. Juga pertama tiada meutamakan akal logika, Dialektika atau bukti. Di tengah masyarakat Islam tuan Pendeta, waau pun di belakangnya ada meriam dan tank dan di atas kepalannya ada payung pelindungi mereka ialah garuda. Imperialisme“ tiada bisa mengembangkan sayapnya atau kukunya. Lebih dari 1300 tahun.
Muhammad S. A. W. sudah menyanggal ke Tuhan Isa dengan begitu ia sanggah ke Isa-an Tuhan. Bertentangan dengan Kristen kolot pada masyarakat burjuis Barat juga pada pihak kanan sekali kita dapati di zaman ahli filsafat seperti Friederikh Nietskhe. Ahli filsafat ini bulat mentah tolak semua barang dan perkara yang berhubungan dengan Nabi Isa itu. Dianggap seperti satu kelemahan manusia, tetapi bisa menarik dan menjerumuskan. Di Barat Nietskhe seperti anti Kristus. Kaum Nazi menganggap Khristus dan agomania seperti ciptaan dan impian yudentum.
Materialist dan atheist Walaupun timbul pada masyaka: Barat, yang umumnya masyarakat Nasrani juga tentulah sudah di luar batas agama Kristen sama sekali. Hala tak perlu lagi diuraikan lebih panjang. Di antara Kristen-orthodox, bulat, mentah dengan Nietskhe, Nazi, anti Kristus, tentulah berlusin-lusin pula, paham, yang melayang. Tiadalah perlu diladeni satu persatu. Cukuplah, kalau kita, kemukakan, bahwa di sini berlaku, juga, undang perbedaan bilangan, akhirnya, berobah, menjadi perobahan, sifat, kita, mulanya, dengan begitu sampai, ke tingkat di mana, “Ya” itu, “tidak”, A - Non - A, akhirnya kita sampai ke tingkat pembatalan kebatalan.
Demikianlah perobahan tekhnik pada masir-mak! Bani Dikil, demi sedikit, melalui tiga tingkat undang Dialektika itu dari zaman Eropa sebelum Isa, sampai ke Feodalismenya zaman tengah (476—1492); dari zaman Feodalismesampai ke zaman kapitalisme. Zaman kapitalisme itu berlakku dari abad 15—16 sampai sekarang di Eropa Barat, kecuali Russia. Perobahan tekhnik ekonomi pada masyarakat Barat mengobah susunan sosial politiknya, dan susunan kelas baru menmbulkan juga (psychology) menuntut filsafat dan politik baru pula.
Filsafat dan politik baru dari klas baru itu. Yakni klas buruh sebelum Revolusi Perantiyis (1769) dan klas proletar itu menentang, merombak dan membinasa cerai-beraikan paham Kristen dan politiknya pendeta dan raja Kristen (1769) sesudah tahun 1769 kaum burjuis yang menang itu memaki pendeta dan agama Kristen, sebagai sayap kanan politiknya buat menolak semua kedatangan poletar. Pertama agama diatuh ke tangan Katholik atau Protestant. Terutama Mazhab Katholik amat rapi organisasinya tentang agama. Tetapi perkara ekonomi, politik, dan science boleh dikatakan diatuh ke tangan Protestant.
Di Rusia di tahun 1917, perserikatan burjuis, Ningrat, Pendeta itu dihancur luluhkan oleh kaum proletar di bawah pimpinan partai BOLSYWIK atas oboran materialisme Dielektika. Demikian toytok dengan majunya “tekhnik” ekonomi, masyarakat filsafat dan politik Barat, selangkah demi selangkah agama Nabi Isa dari kegaiban bulat mentah pada permulaan di Barat dalam garis besarnya bertukar menjadi “setengah gaib setengah nyata” seperti dianjurkan oleh Thomas keramat masa skholastic (orang sekolah) Perobahan itu berlaku terus menerus sampai kita ke tingkat protestant (Luther dan Calvin pada abad ke 16). Umumnya mengakui bahwa “hakekatnya agama Kristen itu, tiada bisa disahkan dengan Logika, mereka, ahli filsafat Protestant ini mendapat selimut pada perkataan:
a-logis (tak logis) Filsafat idealismenya Jerman menyesuaikan agama Kristen dengan kerohaniannya itu dengan “moderne kultur”.
Kita menjumpai ahli filsafat seperti Herder Skheier macker, Kant dan Hegel. Kegagahan Kant dan Hegel yang termasukur di dunia ini, sudah lebih dari cukup ditunjukkan pada permulaan buku ini. Kita tahu, bahwa percobaan Hegel, yang tergelar raja filsafat itu menjadi alat adanya. Filsafat yang bertentangan ialah Materialisme Dialektis, bertubuh pada Marx dan Engels.
Di Rusia lama, teknik dan ekonomi itu tak maju di Barat. Di sana politik dan agama itu, pemerintah dan agama itu tak sampai berpisah. Di sana politik dan agama ditambah dengan kegaiban Timur serta kebudayaan Timur dipadumenjadi satu dan dibadankan pada Csar, ialah wakil Tuhannya orang Rusia-lama di dunia ini.
Perpisahan pemerintah dan agama itu di Barat, menjadikan perkakas buat kaum burjuis buat membagi perkerjaan, penentang politik dan filsafat kaum buruh.
DIVISION OF LABOUR (pembagian kerja) semacam itu menambah kekuatan burjuis Barat. Pemborongan (Monopoli) agama, politik dan kebudayaan oleh Csar itu, membawa pemborongan semua kodratnya klas baru yang ditunjukkannya pula.
Kekuasaan Csar yang sempurna atas segala-gala, membawa diatuhnya sempurna dalam segala-gala. Kebulat, mentahnya kegaiban di Rusia diganti dengan kebulat mentahnya materialisme Dialektis. Demikianlah pendeknia sifat dan sejarahnya agama Kristen setelah masuk di Eropa Barat melalui kerajaan Rumawi, masuk di Eropa Timur melalui Constantinopel Zaman Nasrani (sebelum Turki Islam. Sebelumnya agama masuknya ke Eropa. Timur dan Barat itu dia mempunyai sejarah pula pada Negara asalnya, ialah Palestina.
Di sini pengikutnya bukan susunan ARIA, melainkan Bangsa Yahudi.
Pemandangan yang luas dan dalam, yang berobor materialisme, boleh didapat dalam bahasa Inggris...Foundation of Khristianic“. Buku ini tebal, dikarang oleh Karl Kautsky. Pengarang ini ialah seorang sosialis Jerman, boleh dibilang selama besarnya internasional II.
Kira-kira seperempat abad (1889—1917) Karl Kautsky memegang pimpinan tentangan teori socialisme dan menerima pengakuan dari kaum buruh dunia, terutama yang tergabung oleh internasional II itu. Turuh derajat dan akhirnya jatuh internasional II dari singgasananya, disampingi oleh naik internasional III, sesudah revolusi Komunis Russia (1917) berbaringan dengan turun derajat dan jatuhnya Kautsky serta naik derajatnya Lenin Vladimir Ulianoff.
Polemniek peperangan pena Lenin—Kautsky seru sengit, tetapi bergemilang, seperti dua bintang bertempur. Perbedaan mereka nyata pada paham tentangan dictator proletar. Lenin dibenarkan oleh sejarah! Tetapi pada masa Kautsky menjadi ulama besar itu, kelemahannya dalam Dialektika belum begitu terang. Kekurangan tajam matanya terhadap pertentangan klas di Jerman belumlah memberi akibat/yang buruk.
Sebab memang pada tahun 1889—1917 itu proletar Jerman terkhususnya ada dalam kedudukan yang tinggi sekali, baik dalam ekonomi Ataupun politik. Tetapi sesudah peperangan dunia (1914—1918) kelemahan Kautsky dalam dialektika mendatangkan akibat jahanam.
Walaupun begitu, tentulah Kautsky, seperti dahulu sia tahu di Rusia Merah sendiri, dianggap sebagai salah seorang yang pernah berjasa pada kaum buruh dunia. Foundation of Khristianic tadi ditulis, kalau saya tak lupa, ketika Kautsky masih di puncak kehormatan. Mesti diperingatkan pula bahwa masyarakat pada permulaan umur agama Kristen itu belum lagi bisa memajukan, dictatornya proletar.
Boleh jadi kalau saya sekarang baca sekali lagi itu buku, saya bisa melihat kelemaham dalam hal Kautsky mengurai-kan pertentangan klas. Tetapi saya tidak ingat kelemahan itu. Boleh jadi juga sebab sudah lebih dari 15 tahun lampau saya membatianya. Sebab saya tidak tahu lain buku tentangan agama Kristen, yang scientific (menurut ilmu bukit) maka pembaca saya persilakan membaca Foundation of Khristianic itu. Cara Kautsky menerangkan sesuatu perkara, bentuk pengarang dan kata yang dipakainya memang susah dicari taranya.
Di tempat saya sekarang tak ada buku Kaustkv itu. Te-tapi kalau saya tak silap garis merah besar yang dikemuka-kan oleh Kautsky berlainan dengan 1001 buku feodal atau burjuis tentangan agama Kristen itu ialah:
1. Yesus Khristus. Isa anak Tuhan itu kalau betul ada orangnya, yang sebenarnya salah seorang revolusisi yang teguh tegap memegang dasarnia sampai palangan gantungan dan di atasnya, pelang gantungan itu sampai diwarna, melanyang. Keteguhan hatinya itu mengagumkan, mesin dan menyemangkan.
Dia lahir di daerah Calilin, ialah satu daerah yang masyhur sebagai sarang pemberontak yang tunggang. Bangsa Yahudi pada masa lahirnya takluk pada maharaja Rumani. Langsainya mereka di bawah pimpinan kaum Rabbi (pendeta Yahudi).
2 Mengikut Nabi Isa pada masa hidup dan pada permuahan timbulnya kaum Kristen itu terdiri dari yang tak berpunya di kota-kota besar dan kampung. Mereka hidup secara sosialisasi, komunisi tak mengakui hak milik perseorangan dan dianggap sebagai perkumpulan terlarang oleh pemerintah Rumawi.
3. Setelah lama kelamaan orang yang berpunyah memasuki kumpulan rahasia Kristen itu, maka semangat Kristen yang mula-mulanya yang nyata revolusioner dan socialistis itu bertukar menjadi compromistis individualistis.
Tawar menawar dalam politik dan hak diri sendiri tentang harta benda.
4. Akhirnya dalam pemilihan menjadi Keiser (Maharaja) Constantin Besar mewyari dan mendapat sokon-an dari kaum Kristen. Dia menang dalam pemilihan itu sebagai membalas jasanya kaum Kristen maka Constantin Besar mengaku agama Kristen (pada tahun 313) sebagai agama rasmi (disahkan undang). Dengar pengakuan sahnya agama Kristen oleh yang punya dan yang berkuasa itu lambat laun matilah semangat revolusioner dan sosialistis seperti terdapat pada masa Nabi Isa dan pada permulaan berdirinya agama Kristen.
Demikianlah Karl Kautsky! Sekarang pengabaran saya dengan sederhana.
Di muka saya ada kitab Injil tetapi kitab Injil tiadalah memberi keterangan yang nyata lansung dan teratur tentang masyarakat, politik, ekonomi serta pesawat Yahudi ketika Nabi Isa hidup. Yang barangkali pasti dan saya kemutkakan di sini hanyalah sekedarnya saja. Dalam lebih dari 1000 tahun sebelumnya Nabi Isa itu, maka bangsa Yahudi dan bangsa pengembara di pegunungan dan gurun pasir mencapai kekuasaan yang tinggi sekali, tidak saja mereka bisa merebut tanah yang subur di Palestina, tetapi mereka bisa mendirikan kerajaan yang kokoh kuat serta menaklukkan beberapa negeri di kelilingnya. Di bawah pimpinan Nabi Raja Daud Nabi Suleman bangsa Yahudi terkenal empat penjuru alam sebagai negara unggul.
Dari singgasana yang tinggi itu kemudian mereka di- tuh ke lembah perhambaan di Babyloon. Kemudian mereka dikembalikan pula ke Palestina. Di sini mereka ditaklukkan oleh Yunani dan akhirnya oleh Rumawi. Pada masa Nabi Isa Palestina ini ialah satu provinsi, daerah diyadahan Rumawi. Tetapi dalam perkara agama serta adat, istiadat bangsa Ya- hudi pada masa itu dipimpin oleh kaum Rabbi (pendeta Ya- hudi). Ongkos buat melayani gereja dan Rabbinya itu serta membayar ongkos perangnya tuan Rumawi yang tak putus- putusnya tentalah banyak sekali. Sebagian besar dari ongkos perang dan semuan ya dan Rumawi dan semuan ya ongkos gereja mesti dipikul oleh rakyat Yahudi dengan padak. Tuhan yang Isa yang tiada lemah lembut, melainkan mem- balas mata dicabat dengan mata dicabat, pula sipong gig digigit (oog om oog, tand om tand), cocok dengan hidup-nya pemimpin tunggal, seperti Nabi Musa dan Daud dalam perjuangan yang seri sengit tak putus-putusnya.
Tuhan yang bersifat sipenggigit digigit itu sudah bertukar sifat apabila bangsa Yahudi sampai ke tingkat sejarah Nabi (Raja) Suleman. mata terbelalang dan mulut menggigit itu tak diyadikali lagi dengan lingkungan dalam mahligai Nabi atau raja Suleman. Seribu permaisuri dari berbagai-bagai bangsa, puteri yang terpeladaran, cantik, molek, dan beragama ber-macam, pula tiada patut dibi-langi dan disengiti. Lagi pula dengan pertiampur-gaulan dengan pemikir dan beberapa bangsa, musafir kemahligai yang masyhur itu tentu menambah luas dan dalamnya peman-dangan seseorang seperti Nabi atau Raja Suleman.
Kompromis dengan pemikir tuan negeri dan sang permaisuri dalam mahligai itu mesti terbayang pulak di luar. Di sekeliling serambi gereja Yahudi. beberapa macam rumah berhala dengan dewanya didirikan.
Ketika dibuang di Babylon kenegara yang mem pun nayai kebudayaan tinggi pula tentulah ke Esaan Tuhan dan sifat sipenggigit digigit yang sudah dijadikan kembar oleh seribu permaisuri dari bermacam-macam bangsa dan agama. tentulah mendapat bahan baru pula Tak mengherakan sesudah bangsa Yahudi balik dari pembuangan ke Palestina. sifatnya Tuhan itu kalau tidak baniaknia Tuhan sudah berobah.
Bagaimana juga lakonnya sifat Tuhan itu dari masa Nabi Ibrahim sampai ke masa Nabi Isa pada permulaan tikh masehi masih Tuhan itu sudah tak kenunian Yahudi lagi semata-mata. Pada sabdanya Nabi Isa sifat baru itu sudah niata sekali. Nabi Isa langsung menentang kaum Rabbi dan diduga menentang pahamnya kaum Rabbi tentangan agama.
Dalam sabda digunakan Sarmon on the mountain (here rede), ialah kuncinya agama Kristen kita dengan Nabi Isa menganjurkan supaya diyabat di angan dibelas dengan jahat pula, melainkan kalau orang pukul pipi kananmu maka kasihlah pipi kirimu. Kalau orang memksa-engkau berdahan 1 mil, ikutlah dia dua mil jauhnya.
Nabi Isa mengikhtisarkan pelajarannya dengan maha kasih pada Tuhan dan kasih pada sesama manusia, seperti diri sendiri. Nabi Isa datang dari seorang pemberontak daerah Calilia disambut rakyat jelata di kota Yerusalem dengan Hosanna (Hidup) turunan Nabi atau raja Daud. Dalam kitab Injil kita baca Nabi Isa mengobati semua penyakit dengan mentera saja menyihirkan roti sampai tuyuh potong bisa menjadi ribuan.....d.s.g.d.l.l. Sihir dan kegaiban itu tak masuk ke dalam daerah Madilog yang nyata di sini bahwa ke mana Nabi Isa pergi ia diikuti dan disambut oleh rakyat miskin dengan ombak gembira dan hati penuh pengarapan.
Bisakah dan maukah Nabi mengadakan perlawanan dengan senjata? Mau atau tidaknya tak mudah dijawab, karena bertentangan dengan beberapa sabdanya Nabi Isa kepada muridnya. Pada satu pihak disabdakan bahwa ia tidak datang buat perdamaian, melainkan..... pedang. Pada lain pihak disabdakannya bahwa memaki, pedang itu akan tertikam oleh pedangnya sendiri.
Tetapi sari pelajarannya ialah maka kasih pula Tuhan (bapa itu) dan kasih pada sesama manusia. Tiada mengherankan!
Perlawanan dengan senjata terhadap partai Rabbi yang dilindungi oleh kerajaan Rumawi yang sedang naik mataharinya yang muda remaja kuat kokoh itu mesti akan sia-sia belaka.
Tidak mustahil terpendam dalam hati'sanubarinya ada maksud memerdekakan bangsanya dengan senjata, tetapi selama pengikutnya yang didapatnya dalam propaganda selama 13 bulan itu masih begitu sedikit maka maksud seandainya ada mesti dia simpan sementara. Program yang penting dan pertama mesti dijalankan ialah mengasihani bapa di langit yang selalu ada di mana-mana, adil. pengasih dan penyayang. Tuhan buat Nabi Isa tiadalah bermakna seperti yang diartikan oleh ahli filsafat atau Rabbi. Nabi Isa juga tiada memaki Logika atau Eristiek. Maknanya Tuhan buat dia ialah maknanya yang bisa dimengerti oleh simiskin ramai, yang bukan keluaran sekolah tinggi. Tuhan sebagai bapa yang adil pengasih penyayang ini dengan dia sendiri sebagai anaknya Tuhan itulah mestinya menjadi ikatan persatuan yang terutama. Nabi Isa lebih dahulu mencari keradaan Tuhan dan keadilannya. Sesudah itu makanan dan minuman dan pakaian itu akan didatangkan Tuhan sendiri-nya. Tuyma yang tak bertukar yang menjadi benda semat yam itu. Demikian sabdannya.
Sudah tentu Madilog bersikap sebaliknya. Makanan dan pakaian itu lebih dahulu, baru keadilan dan kasih sayang pada sesama manusia itu bisa timbul, tumbuh turut menurut.
Tetapi kasih sayang ialah sifatnya “TUHAN” sebagai tali pengikat kaum Kristen itu tiadalah nampak lagi kalau kita dengarkan Nabi Isa menentang partai Rabbi. penindasan langsung bangsanya dan perkakas bathinnya kerajaan Rumawi. Agitator revolusiner macam apa pun tak bisa memperbaiki ketajaman dan racunnya kiasan serta sindiran. telaan, dan cacian yang ditujukan pada para Rabbi. Nabi Isa menyangka pada pendengarannya, manakah yang lebih emas ataukah gereja yang memuja emas itu. Dinasehatkannya supaya dengarkan dan lakukan apa yang dikatakan oleh Rabbi itu, karena merekalah yang menduduki kursi Nabi Musa. Tetapi janganlah dilakukan apa yang mereka lakukan. Karena mereka cuma pandai berkata, tetapi tiada mau melakukan apa yang dikatakannya itu.
Awas engkau, hai alim ulama, munafik engkau pemimpin edan dan buta ular keturunan ular bitudak sendok mustahil engkau akan bisa luput dari api neraka? Demikianlah sikap perigasih penyang terhadap rakyat miskin tadi, bertukar menjadi sikap galak tajam beracun menentang partai Rabbi musuh no. 1
Pada masa Isa pun sudah ada agent provokateur (tengkulak penjerat). Mereka bertanya pada Nabi Isa, apakah baik kalau dibayar pajak pada Maharaja di Rumawi? Nabi Isa yang baca sanubari mereka diwab dengan cerdik; Kaisihkanlah kepada Maharaja, haknya Maharaja itu, dan berikan kepada Tuhan, haknya Tuhan itu. Walaupun akibatnya pelajaran Nabi Isa bertentangan dengan Maharaja Rumawi, tetapi Nabi Isa tentu juga mengerti bahwa salah-lah sikap yang menimbulkan musuh pada 2 barisan (fighting on two fronts). Kekuatan yang pertama mesti dipusatkan dahulu pada partai Rabbi, partai yang dia anggap mengisap langsung dan pengkhianat bangsa Yahudi.
Partai Rabbi juga maklum dalam hal ini. Sudah lama pula iri hati melihat naiknya pengaruh-Nabi Isa di antara Rakyat miskin. Rapat ulama (Sanhedrin) diadakan Rapat memutuskan akan menangkap Nabi Isa. Dia ditangkap sesudah dikhianati oleh Yudas Es. Kasict, salah satu pengikutnya. Pengikut yang lain mau mengangkat sejalan ketika Nabi Isa ditangkap. Tetapi Nabi Isa mengeyak dengan sabda.siapa yang memaki senjata akan dibinasakan oleh senjata juga“. Nabi Isa dibawa kerapat Rabbi yang sibuk memikirkan tuduhan paisu terhadap Nabi Isa.
Di muka rapat Rabbi, Nabi Isa oleh Imam Besar ditanya, apakah ia akui bahwa ia betul anak Tuhan. Nabi Isa akui terus terang. Pengakuan ini dianggap sebagai penghinaan penghujaan (godslasting) atas dirinya Tuhan. Atas pengakuan ini Imam Besar memutuskan bahwa Nabi Isa mesti dihukum mati.
Nabi Isa diikat atas perintah Rabbi dan diserahkan pada Pontius Pilatus wakil kerajaan Rumawi. Nabi Isa tiada menjawab tuduhan Rabbi. Tetapi pertanyaan Pontius Pilatus, apakah betul Isa mengaku, bahwa ia Raja Yahudi. Isa mengaku terus terang.
Pada hari itu biasa dilepaskan seorang hukuman. Apabila Pilatus bertanya kepada para Rabbi, siapakah yang mesti ia lepaskan? Isa atau seorang diyahat, bernama Bara- bas, maka para Rabbi meminta supaya Barabas_penjahat dilepaskan dan mendesak supaya Isa dipaku dipalang gantungan. Pontius terpaksa membenarkan dengan perkataan, bahwa dia tiada mengandung dosa terhadap Nabi Isa.
Ramai diasut oleh para Rabbi, di atas kepala Nabi Isa ditarok “Mahkota Duri” sebagai ecehan. Di tangan ditarok tongkat sebagai ejekan. Ramai yang terasut itu berlutut di muka Nabi Isa yang bertongkat..... dan bermah kota duri, sambil berkata “sembah simpuh O raja Yahudi”. Tia dalam dilupakan oleh ramai meludahi “raja Yahudi itu”. Inilah akhirnya tepuk sorak dan pujian: Hdup turunan Nabi Daud.
Sikap Nabi Isa di muka hakim, di tengah-tengah ecehan caci maki ramai dan di atas palang gantungan terus terang mengaku dan teguh tegap memegang azasnya sampai napas-nya terakhir, meajaibkan, menajubkan kawan lawan.
Walaupun kepercayaan bahwa Nabi Isa hidup kembali dan memberi amanat kembali kepada pengikutnya ada di luar daerah Madilog, tetapi logis dan sepatutnyalah azas dan sikap Nabi Isa terus hidup kekal.
Azasnya Nabi Isa kalau boleh dengan kasar riagkas saya gambarkan ialah “Komunisme sederhana”. Komnisme se derhana ini betul-betul dijalankan oleh kaum Kristen sebelum mereka belum dimasuki dan pikirannya dipakai oleh kaum berpunya dan berkuasa. Sikap Nabi Isa sikap mahapencinta dan Maha satria.
..Dikitab suci pun“. bisa kita saksikan, bahwa Nabi Isa selalu didapati di antara ramai, miskin, di antara orang me-larat, hina dina, sakit gila. Mereka inilah buat Nabi Isa yang sebenarnya calon ‘uat negara seribu tahun melleunium. yang akan datang di bumi kita ini yang penuh dengan keadilan dan tinta kasih sayang. Lebih mudah seekor unta masuk kelobang jarum daripada buat seorang kaya masuk ke surga, sabda Isa. Ini menunjukkan bahwa orang kaya itu di luar partainya partai Rabbi, perkakas kerajaan Ru-mawi yang hidup sukaria dan gila hormat dan pujian itu ialah musuhnya mati-matian dan lansung menjadi sebab matinya Nabi Isa.
Pada permulaan tarikh Masehi ini kita belum lagi memunyul perindustrian kemesinan, pabrik yang bisa mengikat yang tak berpunya itu dalam satu kumpulan, dengan tuntutan ekonomi atau politik. Nabi Isa memaki idaman rakyat Jelata pada masa itu. Idaman itu tergambar pada agama Yahudi. Ialah kepercayaan datangnya Negara 1000 tahun yang sutiyi itu, bersama dengan turunnya Almasih, Mahdi. Tiada berapa bedanya kepercayaan rakyat Yahudi pada masa itu dengan kepercayaan rakyat kita di Jawa. Tengah pada kedatangan Ratu Adil. Makin mendalam kemelaratan, makin keras pengaruhnya kepercayaan itu disanubari rakyat. Pemimpin yang jujur tahu membangkitkan semangat rakyat Jelata, serta teguh tangkas sikapnya mesti berlaku seperti besi yang menarik besi lain. Pengaruhnya tidak bisa disingkirkan. Pemimpin semat yam itulah Nabi Isa, menurut para ham saya. Dia memenuhi idaman rakyat Jelata pada masa-nya.
Idaman semacam itu pada zaman semacam itu mesti tinggal idaman. Sebab barang yang nyafa, buat melaksanakan idaman itu seperti industri model baru! Belum ada. Hati gajah, tak bisa sama dilapah. Semua kawan berada dalam kemiskinan. Komunisme pada masa itu cuma berlaku dengan hati tungau (kecil) sama dicacah (diraba) saja. Mengadakan perlawanan lahir seperti kaum proletar di mana Blanqui atau di mana Lenin tiada akan ada hasilnya karena bedanya, perindustrian modern, belum timbul tunas sama sekali. Di zaman Nabi Isa kaum komunis mesti melakukan pahamnya sama rasa, sama rata, serta sayang menyeyangi sesama manusia itu, di atas harta kepunyaan yang segala sederhana. Dalam keadaan segala sederhana ini makanan, pakaian dan perumahan di kota dan desa berada serdadu Rumawi dan Kaum Rabbi, pengharapan atau me- limpalmya segala-gala, terserah kepada belas kasihan Tuhan di Langit, sebagai bapa yang Maha Sayang yang bersemayam di Langit itulah! Dia mengirimkan anak Tunggal-nya kedua-dia fana ini, buat perintis “Negara 1000 tahun” yang penuh dengan keadilan dan tinta kasih sayang itu, buat “rajanya bangsa Yahudi” Yezus Nazarenus Rex Yodiorum!
AGAMA YAHUDI
Seperti pada sejarahnya kepercayaan Hindustan, maka kepercayaan pada keesaan Tuhan itu, yang cocok dengan Maha Dewanya Hindustan boleh jadi sekali timbul pada tingkat yang lebih tinggi daripada kepercayaan pada baynak Dewa, dan yang dibelakangan ini lebih tinggi dari tingkat kepercayaan pada ke-jiwa-an (Animisme).
Sejarah bangsa Yahudi dalam lebih kurang, 3000 tahun ini, Walaupun lebih pasti dari sejarah Hindustan, tentalah tidak begitu pasti dan sempurna seperti sejarah Eropa dalam 4 atau 5 abad dibelakangan ini, atau Indonesia dalam 3 abad dibelakangan ini.
Sumber sejarah Yahudi ialah kitab Injil lama, terutama 5 kitab yang dipulangkan kepada Nabi Musa, bernama kitab Thorat dan kitab Talmud, yang ditulis pada lebih kurang 500 tahun sesudah Nabi Isa. Saya sudah membaca kitab Injil, baik dalam bahasa Belanda, Inggris, atau Indonesia. Saya gemar membacanya, karena memang banyak pengajaran-di dalamnya. Normal, sosial; pengertian buruk baik, yang kita peroleh dari cerita Nabi Ibrahim, Musa. Daud, Suleman dan lain-lain, adalah tinggi sekali.
Kesan yang kita peroleh sesudah membaca cerita Yusuf dalam kita Injil yang Nabi Muhammad juga ikut. tida mudah dilupakan seumur hidup. Pusaka Yahudi kepada dunia Nasrani dan Islam dalam pengertian buruk baik dalam satu pergaulan manusia, adalah pusaka yang kekal (positive). Cerita dalam kitab Injil ialah sejarahnya lebih banyak dari yang tertulis dalam kitab Injil itu. Sejarah bangsa Yahudi dalam lebih kurang 3000 tahun itu, sejarah tempat diam, pencaharian hidup, pesawat dan lain-lain yang teratur dari tahun ke tahun tentulah tak bisa diperoleh dari Kitab Injil, yang tak memedulikan tarikh dan tanggal itu.
Buat mendalamkan pengertian tentang ke-esa-an Tuhan pada bangsa Yahudi kita mestinya mempunyai sejarah yang pasti tertangan masyarakat Yahudi pada masa dan sebeium ke-esa-an Tuhan itu lahir. Kita tahu dari sumber Islam dan Nasrani, bahwa pada masa Nabi Ibrahim, bangsa Yahudi Bani Israel menyembah beberapa Dewa dalam rumah berhalanya. Kita tahu bahwa Nabi Ibrahim itu namanya berkenaan dengan kepertiyayaan pada ke-esa-an Tuhan, ialah Yahve.
Tetapi ke-esa-an Tuhan itu lebih nyata dan lebih kita kenal pada zaman Nabi Musa melarikan diri dari Egipt, di bawah Firaun ke semenanjung Sinai Lautan Merah.
Bani Israel yang terdiri dari beberapa suku, yang cerai tidak bersatu adat dan keperciaan hidupnya sebagai penggembala di Egipt, di bawah raja Firaun itu bersatu adat dan keperciaan mereka, diisap, ditindas, serta dipandang rendah sekali oleh bangsa Egipt. Mereka pada satu ketika memutuskan hendak melarikan diri ke Negara baru yang dijanjikan Tuhan (Palestina). Sudahlah tentu mereka tak mempunyai sendiriat, atau kepandaian keseradauan yang tuyuk. Mereka bangsa terisap, tertindas, dan terhira. Mereka dikejar oleh Firaun sudah tentu dengan laskar yang tuyuk, sendiriat dan kepandaian kemeliterannya. Kalau Firaun berhasil usahania, sudah tentu semuanya atau sebagian besar Bani Israel akan dipancung atau dikubur hidup-hidup.
Dalam pertarungan yang sama sekali tidak seimbang inilah pula timbul seorang pemimpin, yang cuma satu dua bisa didapat dalam seribu-tahun. Kalau dibuka selimut kegaiban yang diselimutkan pada tubuhnya, maka berdirilah di muka kita satu manusia yang mesti mendapat kehormatan dari bangsa dan masa mana pun juga.
Nabi Musa seorang yang berusia tinggi! Sudah tentu dia mestinya cerdik pandai. Tiada saja lebih cerdik dan lebih pandai dari mereka di bawah pimpinannya, tetapi ia mesti lebih cerdik pandai dari pemimpin, bala tentera, kuat kokoh yang mengejarnya.
Sudah tentu ia mestinya lebih dipercaya oleh susunan suku yang cerai berai, sering saling bertingkah dan berselisih, sering putus asa dan dalam ketakutan dahsyat.
Perempuan-lelaki, tua dan muda, kuat dan lemah dengan bermacam-macam adat dan paham cuma bisa percaya, dan ikut perintahnya Nabi Musa, kalau ia lebih dari mereka dalam segala-gala, kecerdasan, keberanian dan kentunggangan hati.
Belum lama berselang dari bangsa Eropa, yang berke-budayaan tinggi dalam daya upayanya melepaskan diri dari ikatannya semboyan yang me-listrik jutaan bangsanya: Ein volk, eine Sprakhe, eine Fuhrer. (Satu bangsa dan satu pemimpin). Russia sudah lama‘ mempunyai Dictator, malah Negara Demokratis pun seperti Amerika dan Inggris, dalam masa perang ini sebetulnya di bawah pimpinan Fuhrer Roosevelt dan Fuhrer Khurkhill pula.
Pada sejarah Yahudi di mana Negara itu belum ada, dan mesti direbut dari bangsa lain, persatuan teguh atas nama yang Maha Kuasa, tak heran hati rakyat, melakukan: satu Tuhan, satu bangsa dan satu pimpinan pula. Tuhan yang esa, yang menjanjikan Negara baru pada Bani Israel itu, yang tentu mesti direbut dengan kepercayaan bulat satu, dan persatuan kuat kokoh di antara beberapa suku cerai berai itu, ialah Yahve.
Pemimpin yang tahu maksudnya yang esa itu, yang kalau perlu bisa berjumpa dengan dia, oleh sebab itu bisa mempersatukan bermacam-macam suku itu, ialah Nabi Musa. Atas kepercayaan pada satu Tuhan, Yahve, maka di-semenanjung Sinai semua suku Bani Israel itu dipersatukan oleh Nabi Musa. Keperluan buat bersatu menentang bermacam-macam kerusuhan membutuhkan persatuan ke-percayaan, pada satu Tuhan, adalah erat-erat sekali seluk beluknya.
Firaun dan tenteranya ditenggelamkan Yahve di Laut Merah. Bani Israel sekarang mengembara di pesisir Timur Laut Merah di Semenanjung Sinai. Pengembaraan puluhan tahun itu menukar manusia bersifat penakut, menjadi pemberani. Nama Israel itu artinya juga pahlawan Tuhan. Atas pertolongan Yahve, mereka menang dari tentera Firaun bukan?
Lebih kurang pada tahun 1220 sebelum Nabi Isa, Bani Israel, Pahlawan Tuhan menyerbu ke Palestina, dari Timur dan Selatan. Akhirnya lebih kurang tahun 1000 sebelum Nabi Isa, mereka bisa merebut pergunakan dekat Palestina, tetapi tiada bisa menaklukkan negara di pesisir. Juga kota yang besar-besar seperti Yerusalem, Hegidda, Besan dan segalanya belum lagi dapat ditaklukkan. Pertarungan yang seru sengit dengan bangsa Kenaan, bangsa Filisten dari pesisir dan bangsa Bedui terus menerus saja berlaku.
Setelah Nabi Musa meninggal, maka “persatuan” agama di bawah satu pimpinan menghadapi musuh yang banyak dan kuat tadi, tentulah tidak kurang dirasa perlunya. Pahlawan Tuhan Bani Israel sekarang tiada lagi bangsa penggembara semata-mata.
Pemimpin tunggalnya tiada lagi kerjanya semata-mata buat mencari di jalan digunakan atau gurun pasir atau pemuja Yahve seperti pada masa Nabi Musa. Bani Israel sekarang sudah menjadi penakluk, perebut negara baru, jadi tani. penggembara dan serdadu. Sekarang satu pimpinan Tunggal buat menyelenggarakan pertanian, penggembalaan, per-tukangan dan perniagaan. Perlu buat menyelenggarakan kepolisian, kehakiman, dan kemeliteran. Perlu buat menyelenggarakan politik dan diplomasi buat ketenteraan terhadap ke dalam dan keluar Negara. Pemimpin Tunggal yang berkuasa dalam perkara ekonomi, politik dan diplomasi itu biasanya kita namai raja. Tetapi kerajaan itu oleh Bani Israel. Pahlawan Tuhan, diperoleh sebagai hasil baik, upah dari kepercayaan pada ke-esa-an Tuhan, pada Yahve, sebagai hasil peperangan atas namanya Tuhan. Raja semacam itu, tiada saja berkuasa menyelenggarakan perkara kedu-nian tetapi juga perkara akhirat; memujikan memuja Yahve. Pemerintah semacam itu dinamai Theocracy, pemerintah Tuhan. Ketunggalan pimpinan atas perkara dunia dan akhirat itu terbayang terang benderang pada ketunggalannya ke-esa-annya Tuhan, Yahve. Kekuasaan tentang dunia dan akhirat itu sudah dipegang oleh Raja Saul. Tetapi Raja Nabi Daud, lebih banyak berperang dan lebih banyak pula menang. Hidupnya Raja Nabi Daud seolah-olah buat berperang saja. Daerah pemerintahannya tidak saja meliputi sukunya sendiri, ialah suku Yuda, tetapi juga seluruh kerajaan Saul Almarhum. Selainnya daripada-itu, Nabi Raja Daud menaklukkan bangsa Filisten dan Kanaan. Perselisihan di antara keluarganya berhenti, sesudah ia memilih anaknya Nabi (Raja) Suleman sebagai penggantinya. Nabi (Raja) Suleman yang kita kagumi kecerdikannya mengembangkan kerajaannya terutama dengan dialan perkawinan dan perdanjian. Egypte digabungkan dengan kerajaannya dengan mengawini puteri Firaun. Dengan perdanjian (diplomasi), Crus juga bersekutu dengan kerajaan Salomon. Dengan mengirimkan kapal ke Tanah Emas, Nabi (Raja) Suleman menempuh perniagaan dan politik dunia.
Tiadalah mengherankan kalau Nabi (Raja) Daud senang dengan dan Rakyatnya mupakat dengan tunggalnya Tuhan yang menguasai seluruh alam. Karena tahu itu tidak berbantahan dengan dirinya sebagai Nabi (Raja) yang tunggal pula menguasai perkara dunia dan akhirat.
Cocok dengan masa dan murba, cocok dengan tempoh dan tempat, puteranya Nabi (Raja) Daud, yakni Nabi (Raja) ‘Suleman mendirikan gereja Yahve pada tahun 945 sebelum Nabi Isa di Yerusalem. Gereja ini penuh dengan segala keindahan.
Tetapi sebagai suami dari 700 permaisuri dan 300 gundik dari bermacam-macam agama itu, dia tidak boleh monopolismu kepertiyaian dan memaksa Sang permaisur memeluk kepertiyaian, yang dipusatkan oleh Nabi Ibrahim, Musa dan Daud kepadanya. Seperti dia dikelilingi oleh ratusan permaisurinya dari bermacam-macam agama itu be gitu pula gereja Yahve dikelilingi oleh penuh rumah berhala buat Dewa permaisurinya. Buat melayani permaisuri ralusan itu, buat kawin dan pesta-keselamatan berkali-kali dan mahal itu, buat mendirikan gedung yang indah permai, rakyat di bawah Nabi (Raja) Suleman berat sekali mesti memikul pajak. Kecerdikan dan tangan kerasnya bisa memadamkan rasa pemberontakan. Tetapi sesudah dia meninggal kerajaan pecah belah. Pada tahun 921 sebelumnya Nabi Isa kita saksikan dua kerajaan: Yuda dan Israel. Pada berapa abad berikut kita saksikan sengketa dan peperangan saudara di antara dua kerajaan itu. Demikianlah satu satu kelemahan dengan kerajaan Babylonia dan diangkat ke Babylonia dari tahun 597 sampai 586 sebelum Nabi Isa.
Kepercayaan pada kekuasaan Tuhan pada Yahve tiadalah berkurang, malah bertambah-tambah. Bukanlah persatuan suku di atas kekuasaan Tuhan, Yahve, yang melepas-Bani Israel dari telapak kaki Firaun.
Bukan persatuan dan kekuasaan Yahve, yang melarikan Nabi (Raja) Daud dan Suleman dan kerajaannya, dan mengikat bermacam-macam bangsa dan Negara yang dipudisi dan dipuja seluruh dunia. Ke-esa-an Tuhan tidak bersalah: Ke-esa-an bangsa Yahudi mesti diperkokoh. Ke-esa-an itu tentu perlu lagi disertai lagi ke-saan Tuhan. Di Babylonia di tempat pembuangan itu tak ada raja dari Bani Israel atau Bani Yuda, yang bisa mempersatukan rakiat dengan polisi kepertiyaaan. Kepertiyaaan itu banyak berhubungan dengan Bani Yuda sebab itu kita sekarang memaki nama Yahudi.
Kepercayaan Yahudi sesudah pembuangan itu tentulah mendapat perpaduan dan sepuhan dengan kepertiayaan dan pengetahuan lain. Bangsa Yahudi berbalik ke Palestina buat tinggal beberapa abad sampai pada masa mereka terai berai di seluruh dunia seperti sekarang.
Dalam perjalanan lebih dari 2000 tahun di belakang ini maka agama Yahudi dipengaruhi oleh filsafatnya Yunani itu. Sari itu tentu berlainan dengan sari dengan sari zaman mudanya, dan Grosse Vrockhaus mengikhtiarkan sari pengertian sekarang dengan:
- Kepercayaan kepada Tuhan yang esa, yang tidak berbadan melainkan semata-mata terdiri dari rohani.
- Alam Raya ini, ialah “bikinan yang esa itu”.
- Tuhan yang esa itu ialah bapa sekalian manusia.
- Yang esa itu sudah mengumumkan kemauannya dengan firmannya.
- Dasarnya pembikinan Tuhan itu ialah:
- Manusia merdeka memilih yang buruk dan yang baik.
- Tuhan itu ialah membikin undang dan penghukum.
- Maksudnya manusia ialah negara Akhirat menurut Massiah (Mahdi). Negara ini penuh kasih sayang keadilan serta perdamaian. Manusia mesti kerja mendapatkannya.
- Tuhan memilih Bani Israel mengembangkan firman-nya.
- Bumi fana ini akan berakhir pada dunia baka.
UNCOPYRIGHT
Halaman hak cipta biasanya memberi tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, pernyataan uncopyright ini hadir untuk menegaskan kebebasan.
Teks dan karya seni di dalam e-book ini diyakini telah berada dalam domain publik. Kami meyakini bahwa segala aktivitas nonpenulisan yang dilakukan atas karya domain publik—seperti digitalisasi, penyuntingan, atau penataan tipografi—tidak menciptakan hak cipta baru. Tidak seorang pun dapat mengklaim hak milik atas pekerjaan semacam itu.
Para kontributor e-book ini secara sadar melepaskan hasil kerja mereka di bawah ketentuan CC0 1.0 Universal Public Domain Dedication. Ini adalah penyerahan sepenuhnya segala upaya mereka ke ranah publik.
Pernyataan ini adalah perwujudan dari produksi nonpasar, sebuah langkah yang menolak “hasrat bergelora untuk menyimpan dan mempertahankan” kepemilikan.
Upaya ini dilakukan demi memperkaya khazanah literasi, untuk menumbuhkan kebudayaan bebas dan merdeka, serta mengembalikan privilese kepada ruang kebebasan yang telah memberi kami begitu banyak.