Nasrani—Yahudi dalam Madilog

Nasrani—Yahudi dalam Madilog

Penulis: Tan Malaka

Tan Malaka, sang pengembara yang membawa suluh Madilog ke dalam labirin sejarah, mencoba menatap naskah-naskah kuno bukan sebagai sabda yang jatuh beku dari langit, melainkan sebagai jejak pergulatan manusia yang fana. Di tangannya, riwayat Nasrani dan Yahudi tak lagi sekadar urusan kegaiban mentah; ia menjadi sebuah dialektika yang ruwet antara desakan perut dan cengkeraman kekuasaan, di mana wajah Tuhan sendiri berganti-ganti mengikuti getar zaman—dari Sang Pembalas yang beringas di tengah gurun hingga menjadi Bapa yang merengkuh si melarat. Melalui kacamata materialisme, Isa hadir bukan sebagai arca yang steril, melainkan sosok revolusioner yang berdiri di barisan para paria untuk menggugat kemunafikan para penjaga aturan, seakan mengingatkan kita bahwa di balik setiap doa, senantiasa ada sejarah yang berdarah dan berharap. Pada akhirnya, tulisan ini mengajak kita untuk bertanya: jika kebenaran adalah cermin yang telah pecah, mampukah kita memungut kepingannya tanpa terjebak dalam takhayul, sembari tetap membiarkan misteri itu hidup di celah-celah nalar yang kita banggakan?