Menyambut Kongres Kebudayaan
Bunga rampai pemikiran kebudayaan tahun 1951 ini merekam pergulatan awal Lembaga Kebudayaan Rakyat dalam menegaskan arah kesenian Indonesia pascakemerdekaan. Melalui himpunan esai, kritik, dan puisi para eksponennya, buku ini menguji ulang gagasan humanisme universal dan estetika individualistis yang dianggap terasing dari realitas sosial. Kesenian diletakkan bukan di atas menara gading, melainkan di tengah gelombang perjuangan rakyat dan cita-cita emansipasi. Sebuah kesaksian intelektual yang menautkan kerja kreatif dengan kesadaran sejarah serta kehendak pembebasan kolektif.
| Penerbit | MasasilaM |
|---|---|
| Bahasa | ind |
| Pengenal | pub-id: urn:uuid:39da3f75-7a1b-4182-bedd-3cb74588f399 |
| Kategori | Koleksi Sastra, Kritik Sastra, Seni |