Definisi dan Keindahan dalam Kesusasteraan
Mungkin benar bahwa kesusastraan adalah sebuah ikhtiar yang resah untuk tidak sekadar menjadi nyanyian tentang keelokan. Di tangan Pramoedya, definisi yang semula beku dalam ingatan bangku sekolah—bahwa sastra melulu soal keindahan—mulai digugat oleh kenyataan yang pahit, oleh gemetarnya ketakutan akan aniaya, atau oleh rintihan mereka yang tumpul perabaannya terhadap keadilan. Keindahan pun seakan turun dari singgasana maharaja dan menjadi sesuatu yang lumrah seperti beras dan tanah, menjadi sekadar bahan yang tak lagi berhak mendikte secara mutlak arah gerak sukma sang pengarang. Pada akhirnya, buku ini mengajak kita untuk menanggalkan pemujaan pada "yang indah" sebagai pelarian dan sebaliknya, menemukan makna dalam pergaulan yang jujur dengan realisme yang sering kali getir. Barangkali, di sanalah letak kebebasan untuk menemukan definisi diri, sebuah dinamika yang membebaskan rohani pembaca dari kebekuan tafsir yang tunggal demi sebuah penghidupan kebudayaan yang lebih sehat.
| Penerbit | MasasilaM |
|---|---|
| Tahun | 2026-06-14 |
| Bahasa | ind |
| Pengenal | BookId: urn:uuid:58cc9572-81e3-4534-bde2-4ce7e59a9392 |