Christina Martha Tiahahu
Mungkin sejarah hanyalah sebaris cakalele di tengah gemuruh meriam yang merobek langit Saparua pada tahun 1817. Dalam buku ini, kita menjumpai Christina Martha Tiahahu bukan sekadar sebagai monumen yang beku di halaman buku pelajaran, melainkan sebagai seorang gadis belia di ambang fana yang memilih untuk tidak berpaling ketika kelaliman kolonial menghancurkan ketenangan Nusa Laut. Ia adalah potret kesetiaan yang lirih—seorang anak yang merengkuh senjata demi mendampingi ayahnya, Paulus Tiahahu, menembus kabut perang dan kemudian menanggungkan pedihnya sebuah kehilangan di depan Benteng Beverwijk. Narasi ini mengajak kita menyusuri kembali jejak perlawanan rakyat Maluku yang bangkit melawan sistem monopoli yang sewenang-wenang, sebuah ikhtiar kemerdekaan yang pada akhirnya harus berakhir sunyi di tengah Laut Banda, di mana raga sang pahlawan menjadi bagian dari arus yang tak pernah bisa dijinakkan oleh peta kekuasaan mana pun.
| Penerbit | MasasilaM |
|---|---|
| Tahun | 2026-05-20 |
| Bahasa | ind |
| Pengenal | BookId: urn:uuid:df18877b-526f-4de5-98e4-b719310dff10 |