100 Tahun Kematian Fumiko Kaneko: Hidup dalam Kebebasan

100 Tahun Kematian Fumiko Kaneko: Hidup dalam Kebebasan

Penulis: Palang Hitam

Seratus tahun lalu, di sebuah sel penjara di Utsunomiya, seorang perempuan berusia dua puluh tiga tahun menghembuskan napas terakhirnya. Negara menyebutnya bunuh diri dan berharap namanya cepat dilupakan. Namun Fumiko Kaneko—seseorang yang bahkan tidak pernah dicatat kelahirannya oleh negara—tumbuh menjadi sosok yang menolak diklaim, menolak dijinakkan, dan menolak diselamatkan oleh otoritas manapun, termasuk oleh kekaisaran yang mengadilinya. Bersama Park Yeol, ia membangun solidaritas lintas bangsa yang menolak nasionalisme dalam segala bentuknya, dan ketika grasi ditawarkan padanya, ia merobeknya—sebuah penegasan bahwa tubuh dan hidupnya bukan milik siapa pun untuk dimiliki atau ditahan. Fumiko Kaneko, anarkis dan perempuan yang menolak dimiliki negara mana pun, wafat dalam kurungan pada Juli 1926 dalam usia dua puluh tiga tahun—namun tak pernah, sampai kapan pun, benar-benar dipenjara.*ralat:1. Ada typo di slide terakhir. Kata "penjaga" seharusnya ditulis "penjara".2. Foto di slide pertama ternyata bukan merupakan foto Fumiko Kaneko yang dimaksud, melainkan seorang perempuan lain yang kebetulan memiliki nama yang sama.Kesalahan atribusi ini sudah menyebar sejak sebuah publikasi sejarah pada tahun 1977 dan baru dikoreksi setelah penelitian lebih lanjut yang dipublikasikan oleh Yomiuri Shimbun pada 17 Juni 2012.Sumber: https://sinkousya.exblog.jp/1815708/1