T.A. Sakti, dkk.
-Hikayat
Tajussalatin
Jilid 1
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA ACEH
HIKAYAT TAJUS SALATIN (JILID I)
T. A. Sakti, dkk.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA ACEH
Copy Right pada Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh
Hikayat Tajus Salatin I vi + 389 hlm.: 14.8 × 21 cm ISBN: 978,-623-6107-04- 1
HIKAYAT TAJUS SALATIN I
Drs. Teuku Abdullah, S.H., M.A. (T.A. Sakti)
Penulis■ Drs. Mohd. Kalam Daud, M.Ag. Ahmad Fauzan, M.A.
T.Bahagia Kesuma, S.Pd., M.Pd. Sufandi Iswanto, S.Pd., M.Pd. Cut Yusriana
DR. M. Adli Abdullah, S.H., M.CL.
Editor■ Nur Irsyakdiah Layout
Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh
JIn. Twk. Hasyim Banta Muda No.17 Kp. Mulia Banda Aceh
Telepon: 0651 23226-24216 E-mail: [email protected]
http: kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh
ii
Sambutan Kepala Balai
Relestarian Nilai Budaga
(BPNB) Acch
Adalah sebuah kehormatan bagi Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dapat menerbitkan satu dari sekian banyak manuskrip kuno yang telah dialihaksarakan dan dialihbahasakan agar dapat mudah dibaca dan dimengerti oleh masyarakat. Naskah Tajussalatin
merupakan salah satu yang paling populer di dunia karena di
dalamnya berisi pedoman hidup para pemimpin. Apresiasi kami tujukan kepada para penulis karena telah berhasil mengkaji keseluruhan naskah dan akhirnya dapat menemui pembacanya dalam dua jilid. Kehadirannya diharapkan dapat memberi pandangan yang baik tentang pembentukan pemimpin ideal secara intelektualitas serta spiritual. Tentu saja setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda, di masa para sultan belum tentu keadaannya sama dengan masa kini, tapi hal-hal mendasar yang harus dijiwai oleh pemimpin sedikit banyaknya diajarkan melalui naskah ini. Semoga buku ini akan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para calon pemimpin masa depan. Terima kasih kepada
semua pihak yang telah terlibat hingga terbitnya buku ini.
Banda Aceh, Agustus 2021 Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh
Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP. NIP 1971052319962001
iii
Segala puja dan puji dipersembahkan ke Hadharat Allah Swt. Selawat dan salam disanjungkan ke haribaan Nabi Besar Muhammad Saw, para keluarga, para sahabat dan pengikut-pengikut beliau semuanya. Syukur Alhamdulillah, kami tim penulis telah menyelesaikan karya tulis yang berjudul “ Kajian Naskah Tajus Salatin" karangan Bukhari Jauhari pada tahun 1603, yang pada awalnya ditulis dalam bahasa Melayu berbentuk prosa dengan penggunaan huruf Jawi atau Arab Melayu. kemudian digubah ke dalam bentuk Hikayat Aceh, atas anjuran Teuku Chik Keumangan pada abad 19. Isi naskah "Tajus Salatin" (mahkota para sultan), adalah pedoman hidup bagi raja-raja. Pedoman ini berisi ajaran-ajaran akidah, akhlak, hukum, sejarah dan aturan-aturan lainnya yang sangat berguna bukan hanya bagi raja-raja, hulubalang dan datok bendahara sesuai dengan masa lampau. Tetapi juga sangat bermanfaat bagi para penguasa dan pemimpin dunia modern sekarang. Apakah bagi pemimpin tingkat negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, gampong(kampung) dan lain-lain. Pembahasan Tajus Salatin diklasifikasikan kepada pasal-pasal, sehingga berjumlah duapuluh dua pasal. Masing-masing pasal dapat diberi judul tersendiri, semenjak dari ajaran akidah dan akhlak (budi pekerti luhur, sampai kepada asal usul kerajaan, syarat-syarat kerajaan, sejarah raja-raja yang adil, sejarah raja-raja yang zalim dan sebagainya, dapat dilihat dalam daftar isinya. Semua isi pasal ini digubah dalam bentuk hikayat Aceh; termasuk ayat Al-Quran dan Hadits Nabi, disyairkan juga. iv
Atas selesainya karya ini, kami Tim penulis mengucapkan terimakasih kepada Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh dengan wilayah kerja Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang telah memberikan kepercayaan dan bantuan dana sehingga memungkinkan tim penulis melakukan pengkajian naskah kuno “Tajus Salatin". Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk hasil tulisan ini. Selanjutnya kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari para pembaca sekalian. Akhir kata kami ucapkan banyak terimakasih atas sumbangan pemikiran dan masukan.
Banda Aceh, Agustus 2019 Tim Penulis,
V
Daftar Isi
KATA SAMBUTAN KEPALA BPNB ACEH ... iii
KATA PENGANTAR. iv
DAFTAR ISI. vi
1. PENDAHULUAN 1
2. ALIH AKSARA 10
3. ALIH BAHASA 126
261
4. ANALISIS ....
DAFTAR PUSTAKA
vi
Pondahuluan
A. Latar belakang Acch mcrupakan salah satu wilayah yang memiliki sistem budaya dengan bernafaskan Islam. Sejak pertama sekali Islam masuk ke Aceh, budaya yang ada sebelumnya telah disesuaikan dengan ajaran agama Islam yang dibawa oleh para saudagar muslim dari luar Acch. Artinya bukan agama yang mengikuti budaya akan tetapi budaya yang mengikuti agama. Pada hakikatnya, budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Acch dapat dikatakan merupakan hasil budaya lokal dan budaya Islam, kedua budaya tersebut telah menyatu dalam bingkai akulturasi Aceh budaya Islam. Salah satu peninggalan budaya Islam yang pernah berkcmbang pada masyarakat Aceh adalah hikayat. Perkembangan hikayat tidak dapat dipisahkan dari para saudagar dan mubaliq muslim yang datang untuk menycbarkan agama Islam, karena hikayat sendiri pertama kali diperkenalkan oleh para mubaliq muslim pada abad ke-8 Maschi. Awalnya hikayat yang dibawa bertuliskan aksara Arab, kemudian berkembang dalam huruf Jawoe (Arab Melayu). Pada waktu itulah terjadi sebuah akulturasi budaya Aceh dengan budaya Islam dalam bidang karya sastra. Dimana sebclum Islam masuk dan berkembang, masyarakat Aceh telah mengenal istilah haba (sastra lisan atau sastra oral), setelah masyarakat Aceh mengenal aksara Jawoe (Arab Melayu), maka pada saat itu pula haba mulai ditulis dalam aksara Jawoc. Perkembangan tersebut juga telah membawa adanya penulisan hikayat dari bahasa Melayu ke bahasa Aceh.
Hanya saja, penulisan hikayat dalam bahasa Melayu dalam jenis prosa, sedangkan hikayat Acch dalam bentuk syair bersanjak. Salah satu hikayat berbahasa Melayu yang pernah ditulis kembali kedalam bahasa Acch adalah hikayat Tajus Salatin atau Taj al-Salatin. Sccara ctimologi kata “Taj al-Salatin (” berasal dari bahasa Arab. Taj() artinya mahkota (kupiah/kulah kama kcbesaran yang dipakai oleh raja-raja). Al-Salathin (), bentuk jamak dari al-Sulthan (), artinya raja-raja. Sccara bahasa “Taj al-Salatin“ (Selanjutnya ditulis Tajus Salatin) berarti mahkota atau kulah kama atau juga kupiah kebesaran raja-raja. Hikayat Tajus Salatin sendiri memiliki makna cerita yang diambil dari bahasa Arab. Tetapi yang dimaksudkan di sini ialah judul sebuah kitab naskah lama yang dikarang olch scorang sastrawan Aceh yang bernama Bukhari Al Jauhari. Bahasa yang dipakai dalam penulisan naskah Tajus Salatin adalah bahasa Aceh dalam tulisan Arab Jawi atau Jawoc, kccuali kutipan-kutipan dari Al-Quran dan Hadits yang ditulis dalam bahasa Arab. Adapun isi dari naskah Tajus Salatin terpantul dari judulnya. Kata Taj yang dimaksud dalam judul terscbut bukan mahkota atau kulah kama kebesaran yang dipakai di kepala raja-raja, tetapi lebih dari itu yaitu akidah, akhlak, atau juga tingkah laku bahkan aturan atau tata tertib atau juga norma-norma hukum yang harus dimiliki dan dijunjung tinggi olch seorang raja dengan segenap aparatur kerajaannya. Karcna kerajaan-kerajaan Melayu Nusantara di kala itu menganut ajaran Islam, maka akidah, akhlak dan norma hukum ini sudah tentu digali dari landasan-landasan hukum dalam Islam, terutama dari Al-Quran dan Hadits, diiringi dengan cuplikan/kutipan dari berbagai literatur, terutama dari kitab-kitab akidah, akhlak, fikih, kitab-kitab tarikh (scjarah) dan lain-lainnya.
Di dalam bait-bait syair hikayat ini banyak
penyebutan “judul" karya tulis olch pengarang, tetapi tak
dapat dipastikan apakah judul itu, sebagai judul kitab rujukan
atau apakah judul tersebut berupa "permasalahan/ bidang kajian" saja. Jika judul tersebut diiringi dengan penyebutan
pengarang, berarti sudah pasti merupakan judul kitab yang
dijadikan rujukan. Tetapi jika tidak disebutkan pengarang.
apalagi dalam kontck kalimat yang dapat dipahami bukan
judul kitab, berarti penycbutan itu belum tentu kitab rujukan,
tctapi merupakan bidang permasalahan/ kajiannya saja. Judul-judul yang tertera secara sporadif tersebut antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18. Khairul Muluk Fadhail Muluk Shifatus Salatin Adabul Muluk Ahkamul Hukama' Kitab Tarikh Sairul-Muluk Fadhilatul Adli Nashaihul-Muluk Tanbihul-Ghafilin Shifatul-Hukama' Khairul Muluk Qishashul Anbiya Tanbihudh Dhalimin Kitab Tanbih Akhlaqul-Mursalin Adabul-Aulad Dan lain-lain
Metode pembahasan yang dipergunakan dalam
pemaparan isi naskah kitab Tajus Salatin ini selain digubah dalam bentuk sya'ir dan dideskripsikan sebagaimana adanya, namun yang menonjol adalah lewat pendckatan contoh-contoh dari riwayat-riwayat tentang keberhasilan dan kemegahan atau
keruntuhan dan kehancuran suatu kerajaan di masa lampau (historis). Riwayat-riwayat ini bukan hanya dari sejarah permulaan Islam masa Nabi Saw, Khulafa al-Rasyidin di Madinah, sampai ke masa Bani Umayyah di Damaskus, Bani Abbas di Irak. Bahkan dari Nabi Adam. bcberapa para nabi sesudahnya sampai kepada raja-raja, baik raja-raja besar seperti Imperium Romawi, Kckaisaran Persia, Raja Cina maupun raja-raja kecil (kabilah) yang bertebaran di Timur Tengah dan sekitarnya dari sebelum dan sesudah Islam. Namun demikian, bukan semua cerita itu merupakan fakta sejarah, tetapi juga ada yang bersifat fiksi. Sistematika pembahasan naskah kitab Tajus Salatin tersebut tidak dijumpai lagi “mukaddimah"-nya karena dimakan usia. Demikian juga pembahasannya tidak diklasifikasikan kepada bab-bab, tctapi dibagikan langsung kepada pasal-pasal saja. Pasal-pasal dimaksud berjumlah 22 (duapuluh dua) pasal. Urutan pasal-pasal tersebut sccara umum dapat dikatakan sistematis, walaupun menurut kacamata sekarang masih ada pasal-pasal dan judul-judulnya yang membutuhkan diurutkan dan didalami kembali, jika diinginkan sesuai dengan cara berpikir dari umum ke khusus (bersifat indutif). Secara historis Tajus Salatin awalnya ditulis dalam bahasa Melayu dengan memakai huruf Arab Jawi dan menjadi naskah yang sangat bersejarah dalam ilmu pengctahuan di Aceh dan wilayah Asia Tenggara lainnya. Hikayat Tajus Salatin adalah karya sastra Islam yang ditulis pada abad ke-17 tepatnya pada tahun 1603. Karya sastra terscbut dikarang olch Bukhari al-Jauhari yang ditulis di Acch seperti pendapat C. Hooykaas dan T. Iskandar dalam Hadi (2010: 98). Jika dilihat dari tahunnya, Tajus Salatin ditulis pada saat Islam sedang berkembang dengan pesatnya dan waktu itu Kesultanan Acch sedang diperintah oleh Sultan Sayyidil al-Mukammil (1588- 1604 M).
Scbutan “Mahkota Raja-Raja" dalam judul tersebut bukanlah mahkota atau kulah kama kebesaran yang dipakai di kepala para raja-raja, mclainkan kaidah, akhlak, atau juga tingkah laku bahkan aturan tata tertib atau juga norma-norma hukum yang harus dimiliki dan dijunjung tinggi oleh seorang raja dengan segenap aparatur kerajaannya. Karena kerajaan- kerajaan Melayu Nusantara di kala itu menganut ajaran Islam. Senada dengan itu, Lombard mengemukakan bahwa isinya juga mengandung suatu tcori mengenai kekuasaan dan memberi banyak sckali nasihat yang bersifat teoritis dan praktis baik mengcnai politik maupun mengenai pemerintahan. Sering kali dalam petuah-petuah diselingi dengan kutipan ayat-ayat dari Al-Qur’an, dengan bait buatan pengarang atau dengan hikayat yang bijaksana menjelaskan makna asas yang diketengahkan (Lombard, 1986: 208-209). Prinsip yang menyatukan “kisah-kisah petuah" Bukhari dalam Tajus Salatin yang didasarkan pada konsep ontologis yang penting tentang keadilan, yang memiliki aspek- aspck kosmis dan sosial. Konsep keadilan berfungsi sebagai titik pusat dari Tajus Salatin (Loir, 2009: 87). Karena itu Tajus Salatin termasuk kedalam kelompok kitab adab (etika) yang memiliki susunan dari perpaduan antara risalah keilmuan, filsafat dan sastra. Pokok bahasannya lebih pada tentang konsep kekuasaan dalam Islam dan tata cara pemerintahan. Konsep terscbut dari sudut pandang tasawuf dimana negara tidak boleh dipandang sebagai cerminan kekuasaan pribadi seorang raja, melainkan sebagai organisasi pemerintahan yang berdasarkan hukum yang bersumber dari ajaran Islam. Raja sebagai khalifah dan para menterinya harus mengetahui tugas dan kcwajibannya. Raja tidak boleh memerintah sekendak hatinya dan menyusun peraturan berdasarkan selera pribadi (Hadi, W,M. 2010: 149-150). Oleh karcna itulah karya dari Bukhari al-Jauhari tersebut merupakan karya termashyur pada Kesultanan Acch Darussalam pada masa oleh Sultan Alauddin Ri'ayat Syah Sayyidil al-Mukammil yang memerintah pada
tahun 1588-1604 (Iskandar. 1996: 376) dan di kala itu dijadikan sebagai panduan raja dan menterinya. Sehingga tidak heran jika hikayat Tajus Salatin tetap berkembang dimasa raja-raja berikutnya. Pada perkembangan selanjutnya. di Acch sendiri Tajus Salatin masih berpengaruh sampai pada akhir abad ke-
- Hikayat Tajus Salatin yang ditulis dalam bahasa Arab Melayu ini, atas anjuran Uleebalang Keumangan Pidic. (Teuku Chik Keumangan) digubah kedalam bahasa Acch dalam bentuk Hikayat Acch. (Iskandar, 1996: 379). Fotokopi Naskah Hikayat Tajus Salatin versi Bahasa Acch terdapat dalam koleksi pribadi Teuku Iskandar. Berangkat dari kondisi tersebut, tim penulis tertarik untuk mengungkap kembali nilai-nilai dalam hikayat Tajus Salatin versi bahasa Acch. Kemudian kami akan mengalih bahasakan dari bahasa Acch ke Bahasa Indonesia. Sclanjutnya Tajus Salatin yang terdiri dari 22 pasal akan dibagi lagi menjadi dua bagian dalam bentuk 2 jilid. Pada buku jilid I akan mengkaji bagian pasal 1 sampai dengan pasal 11 dan pada buku jilid II akan mengkaji bagian pasal 12 sampai dengan pasal 22. Adapun kajian Tajus Salatin Jidid I yang dimaksud terdiri dari:
Judul Pasal Pendahuluan Pertama Kewajiban Mengenal Diri Kedua Kewajiban Mengenal Pencipta Ketiga Sadar terhadap Kchidupan Dunia Keempat Insaf terhadap Kcmatian Kelima Sejarah Asal-Usul Kcrajaan Keenam Raja Wajib Berlaku Adil Ketujuh Raja Beriman dan Bertakwa Kedelapan Raja-Raja yang Adil Kesembilan Raja-Raja yang Zalim
Kesepuluh Menteri-Menteri Raja Sekretaris Raja Kesebelas Sementara pada buku Tajus Salatin jilid II akan mengkaji mulai pasal 12 sampai dengan pasal 22. Adapun isi jilid II dari pasal yang dimaksud terdiri dari:
Pasal Judul KeduabelasPegawai Raja Ketigabelas Adab Bagi dan terhadap Raja-Raja Kcempatbelas Pendidikan Anak (Calon Raja)
| Kclimabelas | Semangat dan Tekad yang Kuat |
|---|---|
| Keenambelas | Raja Harus Berbudi Luhur |
| Ketujuhbelas | Syarat-Syarat Menjadi Raja |
| Kedelapanbelas | Raja Berilmu Pengetahuan |
| Kesembilanbelas | Raja Menguasai Ilmu Firasat (Ilmu |
Seorang Raja
Jiwa) Keduapuluh Sosial Kemasyarakatan Raja Kcduapuluh Satu Mengadakan Perjanjian (MoU) Raja Harus Bermurah Hati Keduapuluh Dua
Pengkajian dan penulisan ulang Tajus Salatin sangat mendasar dan mendesak agar kiranya salah satu dari sekian banyak hasil budaya Islam atau budaya Aceh tetap dapat hidup dan berkembang dalam masyarakat Aceh. Sehingga Tajus Salatin yang pernah menjadi rujukan dalam kerajaan-kerajaan Islam di Acch bahkan Nusantara tetap tumbuh dan berkembang. Agar generasi muda tetap mengetahui isi dan kandungan dari hikayat Tajus Salatin.
B. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup terhadap kajian Hikayat Tajus Salatin ini dilakukan dalam wilayah Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Pemilik naskah adalah Teungku Nyak Halimah, Gampong
Riweuek, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidic, Provinsi Acch. Dalam konflik Aceh, tepatnya dalam tahun 2003 naskah asli kitab Tajus Salatin tidak dikctahui lagi keberadaannya. Adapun data awal yang terdapat dalam Hikayat Tajus Salatin tersebut dapat dirincikan sebagai berikut:
- Judul naskah Tajus Salatin.
- Jenis tulisan menggunakan bahasa Acch lama dan beberapa pasal terdapat kutipan ayat-ayat dari Al-Qur’an.
- Isi naskah menceritakan masalah keadilan, ctika, politik, dan pemerintahan.
- Naskah inti masih utuh, tctapi naskah tidak lagi menggunakan naskah aslinya yang ditulis dalam bahasa Melayu melainkan dalam bahasa Acch.
C. Tujuan Penelitian Bangsa Indonesia memiliki bermacam ancka ragam corak budaya, bentuk dan sifat budaya terscbut tentunya memiliki berbagai potensi bagi pengcmbangan nilai-nilai yang menjadi kekayaan sekaligus identitas bangsa. Acch salah satu wilayah yang kaya akan warisan hasil budaya dengan segenap
Warisan budaya terscbut nilai-nilai kearifan lokalnya. merupakan hasil cipta karsa yang benilai tinggi dan luhur. Salah satu hasil budaya tersebut adalah dalam bidang karya sastra Chistoriografi lokal). Hikayat Tajus Salatin merupakan berkembang di Aceh. Isi dari hikayat terscbut memiliki nilai-Namun, kenyataannya masyarakat, bangsa, dan peninggalan warisan budaya tersebut semakin langka schingga i dan masa yang akan datang generasi milenial saat ini dikhawatirkan tidak tahu lagi warisan budaya yang luhur h kita sebagai bangsa Indoncsia tersebut. Maka dari sinilah harus mempunyai rasa memiliki budaya tersebut dengan cara melestarikan budaya itu agar tetap hidup dalam masyarakat, bangsa dan negara. Begitu juga dengan penelitian ini yang
bertujuan untuk mengkaji dan mendokumentasikan kembali dari Hikayat Tajus Salatin sebagai salah satu cara untuk melestarikan warisan budaya kita.
D. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian terhadap dokumen dengan tujuan mengungkap dan mengkaji kembali isi dari sebuah karya sastra Islam yaitu Hikayat Tajus Salatin. Karena penclitian mengenai dokumen maka untuk mengungkap dan mengkaji isi dari Hikayat Tajus Salatin maka akan dilakukan dengan tahapan:
1. Memilih hikayat Tajus Salatin sebagai hikayat yang akan dikaji.
2. Melakukan verifikasi terhadap kelengkapan naskah hikayat.
3. Mclakukan terjemahan dari Bahasa Aceh ke dalam Bahasa Indonesia,
4. Melakukan kajian kembali untuk mengungkap nilai-nilai yang terkandung di dalam Hikayat Tajus Salatin.
5. Mclakukan pengumpulan beberapa literatur berupa buku bacaan yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
6. Melakukan tahapan penulisan (Historiografi) menjadi buku yang terdiri dari dua jilid.
Alih Aksara
Bismillahirrahmanirrahim Pasai nyang phon lon hareutoe, takeunai droe wajeb rata Cit patot that ta turi dro, bek jeuct rugoe teulah teuma Teuka teuhpat ta meujak ho, bek lam rabo meuraba raba Ta pareksa keudeh keunoe, ta meureune bak ulama Meuhan meunan jadeh rugoe, jeuct meupaloc rugoc gata Sabab hana ta turi droe, gadoh laloe dok ngon donya Cit tatilek bak tuboh droe, sinan dumpeue lahe nyata Ajayeb that hana bagoe, bandum geutanyoc han ck kira Alat tuboh digeutanyoe, dum sinaroe maseng rupa Ladom seu uem sijuek bagoe, siteungoh roe meugrak hana Nyang ladom phet ladom masen, meulaen laen rupa rupa Ladom meugrak meu ek meutren, lahe baten kalon gata Wahe ureueng nyang na iman, ingat tuan dum peukara Beuta thee droe that hinaan, peuneujeuet Tuhan tan kuasa Tuloe ngon klo asai meuhat, hana ingat dilee mula Bek tapeugah droe meugahan, ingat taulan tuha muda Beuta malee that keu Tuhan, ta pikeran droe teuh hina Nyoe lon peugah hai teungku beh, asai tuboh peuet peukara Na unsur peuet meujampu roeh, ie ngon tanoh ka lon nyata
Apui angen peuet jeummeulah, nyoe lon peugah peucalitra
Tan sipakat meulawan sah, lam meubantah han seureuta Ban peuet gobnyan tan mupakat, meumusoh that hana tara Ngon kuasa Tuhan Hadlarat, nyan hekeumat Allah Ta'ala Nyan keuh tuboh insan, hana saban maseng rupa
Meunye sabe that timbangan, sihat badan manusia Sabab hana sabe timang, penyaket datang manusia Le peunyaket dudoe datang, Tabib peutrang meunan kata Jibri ubat baro sihat, meung han meularat cit tarasa
Silama hudep wahe sahbat, cuba lihat pike gata Na kuasa dum na insan, cuba taulan ingat gata Keubajikan keujahatan, teuka ‘oh jan ateueh gata Tueng meularat tueng mamfaat, gata sahbat tan kuasa Bube kheundak Tuhan Hadlarat, gata meuhat hana daya Peu nyang teuka bak geutanyoe, tahe keudroe mandang mata Susah seunang lam alam nyoe, rab tiep uroe lam tarasa Kaya gasien hudep mate, Rabbul jale nyang bri jeumba
Meueng na hudep wajeb mate, beurang kari meugah hina Beuta ingat wahe akhi, kata ini nyang sibeuna Beuthat raja Uleebalang, Panglima prang got bentara Beuthat beuhe bak tameucang, ingat abang mate teuka
Beuthat meuntroe nyang bijakkan, walee tuan ureueng kaya Beuthat gasien ngon papaan, mate taulan wajeb rata Beuthat aneuk raja di Rom, beuthat kawom Qureh bangsa Wajeb mate ta rasa dum, beuta maklum tathee rata
Oh ka habeh bandum mate, dudoe akhe kheun Rabbana Neuyue himpon nyangka crebre, meunan Rabbi yue keureuja Meusyeb meughreb dum geuhimpon, ban sagai don gcujak mita
Oh meusapat ka meutamon, meuwoc bangon maseng rupa
Ka meuwoe jroh ban nyang lawi, beurang kari tan meutuka Tren fireuman nibak Rabbi, deungo akhi tuha muda Walaa taziruu waziratan wizra ukhra, sajan makna ulon nyata Han meutuka beurang kasoc, habch mewoc maseng rata Padang Mahsya himpon dumsoc, amai sinaroc gcuparcksa Got ngon jeuheuet sinan leumah, hukom Allah bandum rata Amai nyang got na bube drah, Tuhan balah meugcuganda Amai jeuheut bah ubit that, bak Hadlarat balaih juga Kaya gasien hina meugah, dum neubalaih mascng jcumba Hukom ade nibak Allah, ban pcurintah ncubri jeumba Tansoe tulong keutika nyan, warch taulan ibu bapa Aneuk peurumoh jitulong han, keusakitan hana tara Nyang na amai cit meutuah, nckmat Allah neu karonya Nyang tan amai laknatillah, Tuhan balah azcub scksa Tansoe tulong wahe akhi, nafsi nafsi maseng gata Maseng maseng dum hai diri, tan sikali soc tulong na Wareh kawom dum maseng hai, hana sagai mcutulong na Maseng maseng nyangna beukai, ladom mudai kurcung raya Jak meumita keudeh keunoe, hana bagoe that scungsara Meunan keuhai dum sinaroe, jeub jeub sagoc jak meumita Maseng maseng that syuwoilan, ingat rakan dum syecdara Oh noe habeh keusudahan, keunal Tuhan ulon nyata Pasai dua ulon kișah, keunai Allah Tuhan Asa Wajeb keunai hamba Allah, ulon peugah hai syecdara Dum kuasa Tuhan Hadlarat, insan meuhat hana daya Beuta pike wahe sahbat, droeteu sangat hina dina
Miscue pajoh dum makanan, keusukaan nekmat raya Jeuet meularat di dalam nyan, han ta tuban peunyaketnya Kadang makanan hana mangat, le meumfaat ubat raya Buet nyang galak wahe sahbat, Tuhan Hadlarat hana suka
Jeut binasa nyan geutanyo, mcunan adoe lon umpama Meunan bangon perbuatan, Fireuman Tuhan ulon nyata Asaa antuhibbu syai an wahuwa, Syarrulakum wa asaa antakrahu Syai an wahuwa kharirullakum, beuta maklum teuma makna
Nyang tagasch le geutanyoe, bak Tuhan roe jeuheut teuka Kadang meunan wahe adoe, buet geutanyoe tan neuridla Nyang tabanci wahe taulan, nibak Tuhan kadang suka Wallahu nyaklamu maalaa t'aklamuun, pham he kumuen deungo makna
Allah Ta'ala nyang keutahwi, ensan akhi jithee hana Nyang ta ingat dalam hate, ngon siatle teuka lupa Nyang han ingat le geutanyoe, kadang sampoe lupa hana Tan kuasa wahe adoc, dum geutanyoe hana daya
Teuka la’eh ateuh insan, meugrak pih tan na kuasa Jidong lalat ateueh badan, ta paroh han na kuasa Saboh sidom kab geutanyoc, saket asoe droe silagoina Dum na la'eh tanyoe adoe, Sidom kab asoe han ek tabila
Bek pujoe droe takheun kuat, ngon saboh lalat tan kuasa Tuto teuh nyan raya salah, cit bideu'ah that peurbula Beuta ingat ngon tapike, beuta syawe dalam dada Bahkeu dumnan haba jadi, datang akhe umu gata
Hakeumat Tuhan kuasa that, deungo sahbat lon calitra
Bak geutanyoe hak Hadlarat, tujoh meuhat asai mula ‘Ohka geucok pulang tujoh, han saho roh he syedara Naban bateueng teutick tuboh, Allah hai bch tan meuguna Hana guna meusigeutu, sinan teudu tan hareuga Habeh tinggai asoe teungku, nyang dahulu gasch gata Rakan sahbat hanle taulan, scukalian warch gata Aneuk peurumoh nyang gaschan, seutia han deungon gata Meunyoe hana geujak tanom,khieng dum kawom dalam donya Gata jicarot ceulaka som, sabab jicom beekhieng raya Hoka rupa dilee indah, hoka ceudah jroh lagoina Ho peukayan cuba peugah, ho kafilah keuluarga Hoka ija nyang meusujoe, hoka jinoc kasab ruma Ho hamparan dilee puroc, hoka adoc minycuk atha Hoka meugah gata dilce, hoka sampce rakan gata Hoka ceudah ija bajee, takheun lagee kudcungo nyata Gata geuboh dalam bumoc, scupot teuloc glab gulita Ingat beuseb wahe adoe, lam donya nyoc bck dok raya
Pasai nyang lhee ulon bayan, meunyatakan keunal donya
Beuta thee dum seukalian, kchidupan asoc donya
Qallahu Ta'ala innamaa matsalul, Hayatiddun ya kama in
anzalnahu Minassama i fakhtalathabihi, Nabatul ardhi mimma yakkulunnasu Wal an ami hat iza akhizati, Ardhu zukhrufahaa wazaiyanat Wadlanna ahlana innahum qadiruna, Alaiha ataha amruna lailan au Naharan faja alnaha nashidan, Kaanlam taghna bil amsii Kazaalika nufashshilul, Ayatii liqaumin yatafakkaruun Dumsoe hudep lam donya nyoe, dalam laloe teupcudaya
Nyang jeuct lupa dum sinaroe, teungoh dukhoe daulat donya Nyang jcut lupa lon riwayat, sabab daulat nekmat donya Lagi meutamah deungon syahwat, beusaran that lazat teuka Lagi sabab hawa nafsu, meunan laku teurpeudaya Meunan bangon marika itu, amak nafsu dalam lupa Teuka nekmat Tuhan neubri. tan sikali ingat bala Oh jan kaya bak tapike, han gasicnle meunan kira
'Oh ka ujeuen tan ingat khueng, meunan salueng manusia Meunyoe meunan rugoe meulueng, bukon urcueng jih sang rupa Urcueng keunal donya ini, tan sikali angkuh teuka Nyan keu ureueng nyang meubudi, buet beurang ri ingat Rabbana Kareuna donya teumpat hidupan, keubajikan manusia mita Ureueng turi meunan taulan, ureueng nyan tan sia sia Nyan that beubai tan jituri, deungo akhi lon peukhaba Keujahatan dijih akhe, buet berang ri rugoe raya
Ureueng keunai wahe adoc, nyang donya nyoe he syeedara Donyan peukan bak bloe publoe, teumpat beurangsoe mita laba Nyangkeu peukan di akhirat, ingat sahbat tuha muda Urcueng ahmak lon riwayat, dijih sisat deungon donya
Sabab nekmat hana bagoe, dijih laloe nafsu hawa Tatkala ujeuen galak hansoe, 'oh khueng dudoe susah raya Oh jikalon pade mudah, ladat meutamah bak jikira Bak jipike hanle ubah, dum keukai sah bak jikira
Oh teuka khueng hanjeut pade, susah hate silagoina Jiduek jidong susah sabe, meunan fi e siceulaka Lam teuceungong susah jih that, 'oh ji ingat susah raya Dijih hireucn sangat dahsyat, meunyeusai that hana tara
Ureung areh tan paduli, cit geuturi dum peukara
Teuka meunoe gadoh meukri, awai akhe geuturi na Hana lambat nyang donya nyoc, akhirat uroe lama masa Seupeurti nyan dum he adoc, meunan bagoc dalam donya Nyang donya nyoe miscue jalan, teumpat insan jak meusafa Saboh teumpat bak singgahan, keukai jihtan he syeedara Di teungoh rot saboh teumpat, piyoh siat kheun hukama Beuta ingat wahe sahbat, ban riwayat tapham rata Peurtama phon ta beurheunti, teumpat shalbi nyan di bapa Teuma ubak rahim ummi, padum lawi piyoh gata Teuma nyang lhee lam donya nyoc, keupeuet adoe lam kubunya Nyang keulimong ulon teuproc, teumpat geutanyoc Padang Mahsyar
Teuma nyang nam wahe akhi, tcumpat keumbali piyoh gaa
Syeuruga Neuraka ban nyang bahgi, 'ohnan hase nam peukara
Nyoe keuh donya lom misalan, scupcrti ban titi nyata
Miseu tutue jeumeurangan, peurjalanan nanggroc baka
Bak teumpat nyan soena galak, gcukhcun ahmak akai hana
Nyankeu teumpat hana layak, nyang mustahak nanggroc baka
Digob donya bak singgahan, tcumpat insan mita laba Dijih keukai pike sinan, tanda jih nyan jahc raya Ureueng nyang na dum meuakai, mita beukai dalam donya Pangkai geuwoe nanggroe keukai, dumnan keuh hai nyang seumpurna Mita areuta kada patot, nyang meukeusud 'oh meumada Dumnan keuhai he teungku cut, Tuhan makbud ncu teurima Mita areuta wahe sahbat, sikada had dalam donya Bube hukom lam syariat, nyang haleue that ta usaha Areuta haleue mita geutanyoe, meunan adoe yue Rabbana Buet na pahla tapeubuet roe, deesya bagoe bektoe gata
全
Suroh teugah syar'ak Nabi, meunan akhi ta keureuja Meung nyo jeuheut Tuhan banci, geutadi dalam Neuraka
Fircuman Tuhan lam Quru'an, deungo taulan tuha muda Innamaa amwalukum waauladukum, Fitnatullakum. Beutapham he syeedara Areuta geutanyoe ngon aneuk droe, fiteunah mcuwoe ateuh bapa Kata arief dum sinaroe, miseue lumpoe geukheun donya
Oh ban jaga jih kahilang, meunan nyang trang miseue donya Ladom arief geukheun rijang, donya nyum sang kilat faja Ladom arief geukheun meunoe, nyang donya nyoe inong tuha Peukayan le nibak asoe, meugleueng jaroe gaki pihna Ija pijroh ngon beebeewa, Jeuoh takalon jroh lagoina Teuka galak dumna insan, peurab keunan geueu rupa Teuma tuha geu eu leumah, margcuminah banci teuka Teuma ureueng bandum teulah, Allah Allah le geukata
Ladom arief meunan rawi, donya ini geu umpama Inong jalang that juhari, soe eu beurahi hana tara Inong ceudah meugleung subang, soc nyang pandang galak raya Deungon rupa ban buleun trang, teutapi jalang inong muda
Soe nyang kalon that beureuhi, manyoh hate sang nyum gila Geumcukawen jeuet isteuri, akan teutapi inong ceulaka Peuturot nafsu hana lawan, agam jitawan dirot raya Hanle jitueng le inong nyan, lakoe jih nyan jitakot hana
Ureung agam hate suci, jitaleuek le sigra-sigra Agam paleh biek pancuri, keumiet sabe jiweh hana That ji galak inong jalang, agam suwang sabab gila Buet nyang patot hana galak, ateueh supak taboh gaca
Dum na nekmat jirasa tan, sabab jih nyan akai hana Dijih syeksa beurang kajan, ingat taulan tuha muda Pasai keupeuet ulon rawi, rasa mate manusia Fireuman Tuhan wahe akhi, tapham sare ban sineuna Kulla nafsin za iqatulmauti, tapham akhi tuha muda Nyang meunyawong beurang kari, wajeb mate dum tarasa Qalallhu Taala kulluman, alaiha faanin fayabqa wajhu Rabbika zuljalaali wal ikrami, Tiep tiep nyang na seukalian, binasaan ban sineuna Nyang na keukai cit zat Tuhan, keubeusaran ngon mulia Wahe insan takeutahwi, donya ini dua peukara Peurtama phon wahe akhi, nyang tacari that keudonya Deungon sunggoh hana lagce, hana jithce mawot teuka
Nyankeu Tuhan nyang peusitree, urcueng dungee tan bicara
Nyang keudua ulon kheun kri, nyang meubudi ngon bahgia
Ji thee pahna donya ini, akhirat lawi kcukai baka
Han that bimbang keudonya nyoc, kada bagoe oh meumada
Keu akhirat galak hansoc, meung geuprch toc mawot teuka
Nyan ke ureueng bahgia that, cit gcutupat rugoc laba Cit geuturi nyang meularat, keu ibadat hantom lupa Nyang tan ingat akan mate, Tuhan kade bri pusaka Saboh bilek lam Jahannam, nyang scupot klam picck raya Sangat azeub hana macam, Rabbul Kiram nyang bri scksa Tanyong sahbat ubak Nabi, kawom siri nyang mulia Nabi jaweub neu peugah kri, kawom beurang ri ingat pahna Nyan keu kawom mulia that, nyang na ingat mawot teuka Nyan keuh ureueng tan meularat, oh jan tok had sukreuet teuka
Nyang tan ingat akan mate, hana sabe azeueb seksa Geucok nyawong azeueb sare, wahe akhi ingat rata
Beuta ingat hai boh hate, bek teukeuse udep gata Teurscubut lam kitab tambeh, jameuen jandeh saboh masa Takich Teungku cit beuhabeh, bube ureh tapham rata
Raja ‘ajam nan Syariban, kaya han ban ngon peurkasa Bak jameuen nyan hana lawan, le angkatan rakyat that bha Leumah pike bak siuroe, lam hate droe raja raya Hana leubch beurang kasoe, lam alam nyoe raja raja
That teukabo dalam hate, raja pike droe that raya Hajat peuleumah pangkat tinggi, deungon ghani that kuasa Mangat jikalon keubeusaran, keukayaan raja raya kheundak beurangkat doli Sulotan, yue krah yohnyan dum peutua
Dum peungireng ureung meusoe, daeng meuntroe ureung kaya Yue krah rakyat dalam nanggroe, beutroh keunoe dum cut raya
Beuna jiba guda kandran, ngon piasan bandum jiba Alat seunjata dum jipakoe, raja nanggroe meunan sabda Di dalam donya bandum jikrah, han teurpeugah rakyat that bha Jitron curam Subhanallah, guda gajah giduek rata Ubak raja dum meusapat, jijak deelat poteuraja 'Oh sare troh keutika had, geubeurangkat raja raya Le that tantra han teupeugah, guda gajah kandran raja Ngon piasan Subhanallah, Doli khalifah geumeusafar
Teuma meusu le bunyian, meuribee ban rupa rupa Sajan raja dum angkatan, hana lawan le lagoina Le that rakyat dum Sipa-i, gulam beude bandum rata
Jidong teubai dum meuriti, kanan kiri han teurkira
Ban peut sagoe jidong rakyat, han ck khiamat laksin laksa Raja kalon hireun dahsyat, sira beurangkat shalle ala Raja ingat dalam hate, hana sabe kee that raya Han ek jitheun beurang kari, meutamah lagi kee that kaya Teungoh laloe ingat meunan, keunyataan fakir tuha Hampir raja peurab keunan, scukalian ji cu hana Keukang guda teuma geumat, Raja lihat marah raya Guda teudong tan beurangkat, ka beungch that raja raya
He bideu’ah pubuct keunoc, jcuheut peurangoc kah hantara
Teuma fakir jaweub keunoe, deungoc kamoe pomcukuta
Beurab ulee lon keumeung s'ah, ajaycb lcupah hai mcukuta
Teuma peurab ulee khalifah, laju neus'ah le fakira Ureung faki geukheun leugat, bubc tcupat geupcukhaba Wahe raja gata daulat, jinoc tok had ajai teuka Malek mawot nama ulon, Tuhan suron yuc tucng nyawa Ajai jinoe daulat ampn, raja mohon sikutika Teumakot that hana lawan, gaki tangan yo sang geumpa Teubiet reuoh yoh masanyan, Raja Syahriban pucat muka Raja jaweub teuma leugat, ta prch siat sikutika Bak isteuri lon beurangkat, wasiet hajat eu ancuknda Malek mawot geujawab le, beulum lagi wasict gata Wahe ahmak kureueng budi, ini hari ka thee pahna Hana kadeungoe firman Tuhan, lam Quruan lahe nyata Iza jaa a ajaluhum laa yastakkiruna, Saatan walaa yastaqdimuun Datang ajai beurang kasoe, dilee dudoe tanggoh hana
Saboh saat tanggoh tan roe, raja pindoe ingat hana
Nyawong raja geutarek le, raja mate habeh nyawa Urcung fakir pihka ghayeb, siklab sikleb han meuhoka Raja Syahriban ohnan nasib, nyawong kaseb ateuh donya Teuduck oh nan saboh bagoe, ingat dum soe ajai teuka
Pasai limong jinoe lon kheun, buet keurajeuen ulon nyata He raja jroh naban buleuen, asai jameun entu kita Tuhan peujeuet Nabi Adam, alaihissalam nyang mulia Neubri pangkat khalifah alam, mangat geunggam peurintah hamba
Suroh Tuhan bak malaikat, katron leugat dalam donya Kacok tanoh ka peusapat, suroh Hadlarat Tuhan asa Muka bumoc cok Izra i, suroh Rabbi Tuhan asa Saboh teumpat geuhantarle, tanoh geume dum simua
Antara Thaif deungon Mekkah, geucok sideh tanoh dumna Rupa Adam sinan geukubah, suroh Allah lheueh peurupa Keubah sinan padum lawi, geukalon le Ahlus sama a Ka teuceungong tan geuturi, geumeupike meubicara
Geumcupakat geunap uroe, geumeuproe jeub jeub masa Hantom rupa nyangka meunoe, Tuhan geutanyoe neukaronya Tahe hircuen Malaikat, musyawarat hana reuda Hana geuthee hana dapat, malenkan Hadlarat Tuhan Asa
Malenkan Tuhan nyang keutahwi, peurintah Rabbi nyang kuasa Teungoh meuduck geumeupike, meusapat le Ahlus sama a Sinan sajan Iblih laknat, jikheun leugat meunoe rupa Tanyong geutanyoc Malaikat, bak Hadlarat ta pareksa
Malaikat teuma lheuch nyan, ubak Tuhan tanyong sigra Ceupeuseumbah yoh masa nyan, nibak Tuhan geupareksa Dum geutanyong ubak Rabbi. geutanyong kri keuhai rupa Ya Tuhanku gatā ghani, Ya Ilahi gata kaya Ya Tuhanku kamoe dungee. gata nyang thee ya Rabbana Hekeumat nyoe pakri lagce, toh kheundak mci ya Rabbana Firman Tuhan bak Malaikat, nyoe hckeumat kupcurupa Inni khaliqon min thiin, Rabbol alamin thee rasia Manusia kupeujeut nyoc, gantoc kamoc dalam donya Nyan khalifah ateuh bumoe, Tuhan sidroc meunan kata Teuma lheueh nyan seukalian, geubcurjalan kalon rupa Geu eu tanda keubeusaran, Khalifah Tuhan pat mulia Rupa Adam dum geulihat, Malaikat dum sincuna Bak unsur peuet geu ibarat, sinan dapat geu eu nyata Ie ngon apui angen tanoh, dijih musoh silagoina That meusitree ban 4 sunggoh, pakon neuboh Tuhan Asa Geumeupike Malaikat, hana dapat ck gcukira Teuma peugah Iblih laknat, bak Malaikat yuc parcksa
Allah peuhudep bangon sang roc, akhe dudoc jeuet keuraja
Maken meupaloe neuboh gantoc, pike kamoc raya bala Makan minom tidur syahwat, akhe meuhat jcuct binasa Meunan jikheun iblih laknat, Malaikat jak parcksa Ubak Tuhan dum geutanyong, hana keunong meunan rupa Qalallahu Ta’ala: Qaluu, Ataj'alu fihaa man yufsidu fihaa Wayasfikuddima a wanahnu Nusabbihu bihamdika wanuqaddisulaka Datang seumah Malaikat Bak Hadlarat Tuhan Asa
Ya Tuhanku gata kudrat, nyang thee meuhat dum peukara Ta peujeuet raja ateuh bumoe, akhe dudoe peurusak raya
Jeuct fiteunah teuma dudoe, dum beurangsoe manusia Bit kamoe eu rupa gobnyan, le that sinan sang na bahya
Le fiteunah keulakuan, rupa insan ya Rabbana Dumna kamoe ya Ilahi,Teuseubeh tahle hana reuda Ngon taqeudis dan takeubi, hana khali ya Rabbana Deungon gobnyan leubeh kamoe, meunan bagoe ya Rabbana
Patot kamoe keu geunantoe, ateueh bumoe dalam donya Qalallahu taala innii a'lamu, Maalaa ta'lamun, ngo kumuen tuha muda Malaikat han tatuban, seukalian tathee hana Cit kamoe thee seukalian, seungap yoh nyan Ahlus sama a
Tuhan peujeut Nabi Adam, Neu yue geunggam ateueh donya Neu yue hukom ade macam, Alaihissalam nyang mulia Aneuk cuco peuet laksa droe, Neu peurunoe dum neu aja Suroh Tuhan neu peusampoe, meunan bagoe neu keureuja
Neu yuc peubuet keubajikan, ban nyang Tuhan yue keureuja Dum neu teugah keujahatan, sabe meunan rok rok masa Neu yue ikot agama Islam, Nabi Adam Entu kita Meunan peubuet alaihissalam, nyan muqarram nyang mulia
Nabi Adam ulon peugah, dalam susah rok rok masa Geunap uroe lam beulisah, Nabiyullah lam beurduka Geunap uroe percintaan, beurang kajan duka cita Neu pajoh bu meunan meunan, pijuet badan kuroh raya
Hantom neukhem ngon beurangsoe, lam neu iem droe nantiasa Aneuk cuco dum sinaroe, kalon bagoe susah bapa Tan neupajoh ngon makanan, Neu iem yoh nyan hana haba
Tan paduli keu peukayan, abe mcunan rok rok masa Teuma teuka ancuk cuco, dum mcusaho ubak bapa Geutanyong hai pakon laku, tan pajoh bu susah raya Pakon susah hai bapa droc, kheun bak kamoe meudeungo nyata Jaweub Nabi teuma dudo, deungo lon nyoe he cucunda Ulon teunyoe nyang jeuet susah, that geulisah hana tara Sabab dilee ulon salah, sabab tcugah lon kcureuja Lam Syeuruga dilce teumpat, jan tcuingat susah bapa Saboh buettan salah meuhat, nyocho teumpat dalam donya Ateueh langet lapch tujoh, ulon piyoh lam Sycuruga Sabab salah buettan saboh, nyocho geuboih dalam donya Uyub langet ateueh bumoe, adcub kamoc that scungsara Kadang salah ulon sinoe, uyub bumoc lon geuhanta Nyankeu sabab jeuet susah that, ‘oh tcuingat ro ic mata Watee keunong salah meuhat, kheundak Hadlarat Tuhan Asa Hansoe tulong hansoe sayang, hansoc sayang atcuh hamba Nyankeuh sabab lon teuceungong, meunan nyang trang ulon kata Aneuk cuco deungo meunan, han meuban ban ro ic mata Geumeumoe moe seukalian, that dukaan hanatara Lama keurajeuen Nabi Adam, teseubut lam Qishashul Ambiya Treb keurajeuen alaihissalam, meunoe tamam geucalitra Siribee thon wahe sampee, lom tamah mei reutoh lima Dua aneuk cuco teuntee, jeuet peulagee peurintahnya Aneuk cuco nyang pilehan, gantoe keunan urcucng dua Nabi Syits sidroe geupeunan, hukom gobnyan mat agama Keunan pulang buet Syari’at, sidroe daulat Kayumun nama
Buct peurintah hukom meuhat, Nabi Syits mat dum peukara
Pulang keurajeun keu Kayumun, hana bangon ngon tapeusa Hukom ade hana peue kheun, naban buleuen timang raya Dua gulongan jeuet Khalifah, gantoe ayah mat neuraça Wafeuet Adam rahmatullah, mat peurintah ureueng dua Hukom ade hana bagoe, peutimang nanggroe ngon agama
Dua ureueng mat keumudoe, teuduek ohnoe saboh haba
Teuscubut lam Adabul Mulok, nyang susah trok buet Ambia
Uroc malam tan meungantok, dalam dawok mat neuraca Buettan Nabi that sukaran, keusakitan le that bala Sabab leubeh keubesaran, muliaan sangat ‘akla
Peulara hukom pi susah that, peutimang rakyat dalam donya
Ngon agama jaga meuhat, gaseh sangat dum fakira Geupcutunyok keubajikan, bandum jalan ngon sibeuna Neu teugah dum keujahatan, sabe buet nyan di Ambia
Mat keurajeuen nam droe Nabi, ulon kheun kri tabileung sa Nabi Adam phon lon rawi, Yusuf Nabi nyang keudua Nabi Dawod peuet Sulaiman, teuma lheuch nyan Nabi Musa Nyang nam Nabi akher zameun, meunan fireuman Allah Ta’ala
Ya aiyuhallazi na Amanu, athi’ullaha wa athi'urrasula Wa ulil Amri mingkum, wahe kawom raja raja Wahe insan nyang na Iman, ikot tuan Allah Ta'ala Beuta ikot peusuruhan, ban hukoman ta peucaya
Beuta ikot raja nanggroc, dum sinaroe tuha muda Nyang yuc Raja badai Nabi, hukom Syari'i peurintahnya
Meunyo Raja kadang jahe, ikot pakri hai syeedara Ikot lahe peurkataan, bek peurkeunan troh lam dada Peubla kheuseumat bck marahan,
nyankeu dumnan hai syeedara Bek taikot troh lam hate, raja kafe sama juga Meunyo takheun nyan di bibi, bek seukali troh lam dada Meunyoe han ek cit talawan, publa taulan bak elanya Patot minah di teumpat nyan, harcum tuan tangieng muka Raja jahe dhalem salah, hukom Allah tan jikira Sitree Nabi sitree Allah, geutanyoe sah sitree juga Bek meurakan ngon munafek, raja zendck salah raya Nyan keu raja ta ikot bek, raja munafek tan agama Wahe raja Uleebalang, hukom seunang ade beuna
Buet nyang salah beuta larang, cit tasagang taguranta
Bube peurintah raja ade, meunan sabe ta bicara Bek meuriba meusipade, hukom sare takcurija Bek sigeutu dhalem hukom, atcuh kawom rakyat gata
Ban lon peugah cit beumcuphom, haba bandum nyangka
nyata
Beuta takot nyan keu Tuhan, kheun Quru'an hadits dumna
Meunan bangon wahe taulan, beuta iman tapeucaya Hukom Allah deungon Nabi, ban mcufeuti kheun ulama Bek ngon jeungkat ba beurani, buct mcutaki bck keurcuja
Qishasul Ambiya geuriwayat, deungo sahbat saboh masa
Masa Fireu'un karam meuhat, Tuhan hadlarat peumeurcuka
Sabab meureuka nibak Allah, jeuct khalifah nabi Musa Nabi Musa keurajeuen luwah, mat peurintah sigom donya Neu keurajeun nanggroe Meuse, hana sabe luwah raya Bak siuroe ulon rawi, suroh Rabbi Tuhan asa Ubak Musa tron fireuman, Neuyue jalan nabi Musa Baitul Mukaddeh suroh Tuhan, Neuyue lawan yuc jak ngaza
Ubak Musa yue peuseunang,Tuhan yue prang musoh nyang na Agama beutoi mangat seunang, supaya trang buet agama Nabi Musa geumeu hase, dua blah panji dum lasyeuka Saboh panji lon peugah kri, jumlah jadi dua ploh laksa Teuma ribee lom dua ploh, meunan geuboh dum had hingga Dum lasyeuka tanggoh tanggoh, geuprang musoh uleh Musa Nyankeu kawom bani Israil, dua blah panji dum simua
Bak bak saboh geubri panji, meugeubohle naqib asa Sidroe naqib keu panghulee, nyan keu sukee saboh tantra Dua blah peutua nyan ka teuntee, naban lagee fireuman nyata Wa akhaznaa mitsaqa bani israil Waba atsna minhum istna ‘asyara naqiibaa Nabi Musa pileh kawom, nyang teuga dum ngon peurkasa Meunan bangon beuna muphom, mangat maklum raja raja Baitul Muqaddeh hajat langkah, suroh Allah yue jak ngaza Hajat geuprang Ima Likah, jak peurintah meuseujid Aqsha
Jih pitalo kutika nyan, keumeunangan nabi Musa Baitul Muqaddeh geupeu aman, mat keurajeuen nabi Musa Mesjid Aqsha geupeugot jroh, bube suroh Allah Ta'ala Nabi Musa peubuet sunggoh, tan geupiyoh sikleb mata
Neuduek sinan mat peurintah, hukom Allah that neu geumar Nanggroe Meuse neu meulangkah, Nabiyullah nyan keureuja
Ncujak neuwoe nanggroe Meuse, woe keumbali mesjid Aqsha Nyan perintah Musa Nabi, ula ili neu meusafa 39 thon bak bilangan, jameun dumnan hai syeedara Hana geubloe guda kandran, rumoh pihtan nabi Musa
Pat nyang malam nabi piyoh, droe nyan sunggoh bak agama Tan paduli keu peunajoh, pat pat nyang roh makeun Musa Siumu hudep meunan sabe, ateuh raseuki tan neumita Keu donya nyoe tan padoli, meunan nabi neu keureuja
Nyankeu dum buet nabi dilce, raja panghulce tapham rata Beuta pike takich sampee, ban nyang lagee dum Ambia Nabi Yusuf ulon rawi, nanggroe Meuse drocncuh raja Luwah keurajeuen hana sabe, deungo akhi lon calitra Nabi Yusuf dalam susah, that geulisah hanatara Muka pucat sangat ubah, Nabiyullah saket hana Badan pijuet tuboh lape, hana sabe la'ch raya Makanan neupajoh hana meukri, hircun sare soe cu rupa Dumna meuntroe hireun dahsyat, tanyong leugat geuparcksa Meuntroe tanyong ube teupat, pakon daulat susah raya Peue peunyaket nabiyullah, jinoc neupcugah mcudcungo nyata Mangat ubat meuseuleuah, jaweuo bagah nabi mulia Nabi jaweub tanyong meuntroc, ulon tcunyoc saket hana Jeutkeu la'ch tuboh kamoe, geunap uroc lapar dahga Limong blah thon lon keurajeuen, atcuh makeun hajat hana Teupong syaer ulon teukheun, han jitem theun rukueng hamba Napsu ulon han jitem me, nyang jeuct lape tuboh hamba Nyang jeuet susah padum lawi, tuboh sare tan kuasa Tanyong meuntroe pakon meunan, pojanjongan saket hana Nabi Yusuf jaweub yoh nyan, nyang jeut meunan hai Peurdana Kareuna hai lam nanggroe nyoc, dum sinaroc manusia Hana lon thee deuek deungon troe, hana kamoc kalon nyata Kadang kadang soe laparan, dikamoe tan mcuparcksa Uroe kiamat tanyong Tuhan, pakri jalan jawcub hamba Ulon pajoh dalam nekmat, minum lazat seunantiasa Tuhan timplak page meuhat, malee lon that akhe masa Tan paduli hamba Tuhan, keubeusaran lon meusuka Nyan keu sabab lon susahan, hana jalan leupah hamba
M
Pakri bangon jaweub kamoe, wahe meuntroe cuba kata Teuma seungap Datok Meuntroe, hana sapeue geujaweub na
Ta ibarat raja meutuah, nyan peuneugah di Ambia Salang Nabi dumnan susah, takot keu Allah hanatara Beuta syawe beuta pike, wahe duli nyang mat donya Deungon Tuhan bek teukeuse, peubuet ade beusijahtra
Nabi Dawod lon hikayat, deungo sahbat dumna raja Ngon keurajeuen luwah sangat, peutimang rakyat mat neuraca Neu hukom dum hamba Allah, Nabiyullah nyan keureuja Ade pithat hanpcu peugah, neu peurintah jeueb jeueb masa
Ulon peugah bak si uroe, lheueh seuleusoe hukom neuba Hamba Allah dum pih kawoe, tinggai sidroe ngon neuhana
Neu seumbahyang dua rakaat, neuhadap kiblat neu meudo'a Lheuch sculeusoe saleuem tamat, muhon syeufeuat bak Rabbana Meunoe doa lakee nabi, Ya llahi ya Rabbana Ya Tuhanku keulon neubri, jalan raseuki neu karonya
Mustajabah doa neu nyan, tron fireuman Allah ta'ala Lakee nabi yoh masa nyan, peurubuettan neu keureuja Wa’allamnaahu shan'ata labuusin, Tuhan peutren kabul doa Tuhan peutron surat beusoe, leumbot bagoe lilen dama
Beusoe leumiek peh ngon jaroc, neu peugot nyoe bajee dumna Bajee zirayah peugot yoh nyan, nyankeu jalan neu karonya Zirayat Dawod geurasi nan, lam puprangan geugui rata Nyankeu zirayat meusyuhu that, sinan hareukat keu beulanja
Nabi dilee meunan sahbat, buet payah that geukeureuja Meunan bangon dumna nabi, dilee lawi hai syeedara Ta ibarat wahe akhi, buettan nabi ikot rata
Akhlakul Mursalin nyan geuscubut, Ibnu Dawod lon calitra Lon hikayat nabi Sulaiman, hana lawan ateuch donya Kaya pithat tan teuladan, neubri makanan soe nyang tcuka Saboh teumpat ulon kisah. Nabiyullah po areuta Siribe anot raya lcupah, sinan geukcubah jeueb jcucb masa Geutaguen bu geunap uroc, keu beurangkasoc geukaronya Dua seun taguen bak siuroc, meunan bagoc geukcureuja Peugot bakul beurang kajan. Nabi Sulaiman nyan kurcuja 'Oh lheueh hukom seukalian, peubloe bakul nyan tueng harcuga Harga bakul ngon bloc ruti, makanan Nabi buka puasa Kadang kadang teuka faki, meunan ncubri siteungohnya Nabi Sulaiman raja daulat, ngon kaya that hana ngon sa Margasatwa jeuet keu rakyat, cuba ingat pakri rupa Droe nyan hina peulaku droc, meunan bagoc buct Ambia Alat keurajeuen seukalian, Neu beurjalan deungon tcuntra Margasatwa jen ngon insan, meupiasan hana tara Angen meupayong ateuch ulce, le that lagce han teurkira Deungon rakyat dum meuree ree, meudilee dilee meulumba lumba Teungoh beurjalan yoh nyan nabi, meurcumpok faki dirot raya Faki tahe hireun diri, teuma geukheun kri meunoe haba Subhanallah kheun faki nyan, keubesaran hanatara Tuhan karonya keu Sulaiman, hana lawan atcuch donya Nabi deungo haba fakir, yue beurheunti balatantra Bala teuntra piyoh sare, teuma geupanggele fakira
Peurab fakir keunan leugat, Nabi horeumat peumulia Ureueng fakir hireun dahsyat, Nabi neumat ditangannya
Nabi neukheun ubak faki, neupeugahle nyang sibeuna Wahe fakir nyoe lon peugah, demi Allah sumpah neuba
Meunyo ta kheun ngon ikhlas, Laa ilaha ilallah deungon makna Ngon ikhlas niet beukhaleh, bek meudaleh sabab donya Tuhan neubri teuma sideh, siribee lapeh leubeh ganda Leubch gata deungon kamoe, ngon tantra nyoe leubeh gata
Nabi neukheun mcunan bagoe, teuma dudoe neukaronya Yoh nyan Nabi peurjamuan, bri makanan buka puasa Geubri ruti keufakir nyan, nyang beukalan Nabi bawa Teuduck oh nan saboh rawi, pham hai akhi buet Ambia
Beuta ingat ngon tapike, beuta syawe ta keureuja Beuta yakin nyoe nasihat, jeuet seulamat teumpat dua Mulia donya ngon akhirat, ingat beuthat raja raja Nyoe hikayat Nabi Muhammad, Panghulee Umat Saidil Ambia
Masa ncuprang nanggroe Najad, lon riwayat Nabi kita Dua panji jeuet peusiblah, Rasulullah yue keureuja Dua peutua jeuet jeumeulah, nyoe lon peugah nan panglima Khaled bin Waled saboh panji, Saidina Ali nyang keudua
Meunoe bangon ka geuboh kri, hajat peureugi keumeung bungka Ka gcuteubiet dum di Makkah, dum kafilah ka keuluwa Mantong sinan Rasulullah, neu deungo gah le Mustafa Meugah saket Fatimah binti, teuma Nabi jak peunyata
Imran neuba sajan Nabi, neu peureugi bak aneuknda
‘Oh sare troh Nabi lalo. neupch pinto neuyue buka Siti Fatimah geuturi su, sang nyo Abu ka neuteuka Rasulullah neu meusu le. hai boh hate lon kateuka Teuma tanyong Fatimah Siti, wahe Abi na ngon taba Rasulullah seuot meunoe, nangon sidroc hai aneuknda Meunyo meunan hai ayah droe, neubri kamoe sikrak ija Hana ija lon habibi, lon top gaki leumah muka Ija peuet hah lon ya Saidi, laen neubri top anggeeta Teuma Nabi cok syeureuban, ngon top badan Fatimah Zohra ‘Oh lheuch neungui ija yoh nyan, buka intan pinto sigra 'Oh sare lheuch buka pinto, Nabi lalo ngon sahbatnya Rasulullah peurab laju, leumah ncu cu nyan ancuknda Rasulullah ngon Imran, piyoh sinanle bandua Neu eu aneuk le janjongan, tutop badan deungon ija Ateuch tanoh teuduck Siti, kalon Nabi hana tika Hana sapeue nyang na lahe, sikrak gamble sangat tuha Nyan keu teumpat ch Fatimah, Rasulullah peurab sigra Neu eu aneuk pijuet leupah, sangat ubah ngen ic muka Siti Fatimah muka pucat, naban kulat putch raya Rasulullah tanyong leugat, sira neumat di keupala Peue na saket posambinoe, padum uroc sakct lama Siti Fatimah jaweub meunoe, saket lon nyoc dua peukara Saboh peukara saket badan, teutapi nyang han mcungapa Nyang that meugriet deuek laparan, keusukaran hanatara Ulon kadeuek na lhee uroe, hana sapeuc makanan na Yoh nyan Nabi pihka neumoe, meutcutaloe ro ic mata Geumeumoe moe ban lhee sinan, han muban ban ro ic mata Nabi neukheun teuma lheueh nyan, wahe intan bijch mata Deumi Allah hai sambinoe,
nyang peujcuet kamoc peusurohNya Hana makeun ulon tanyoe, ka lhee uroe hai aneuknda Kculon ancuk Tuhan neubri, leubeh tinggi nibak gata Banlon lakce ubak Rabbi, ngon rijang le neukaronya Hanlon lakee hai aneuk droe, malee kamoe hanatara Malec that lon uroe dudoe, geukheun kamoe Nabi fakira Malce ngon Rabbul ‘alamin, beuta yakin hai aneuknda
Kamoc geukheun Nabi miseukin, han sabirin dalam donya Wahe ancuk saba siat, di akhirat that mulia Sakct donya nekmat akhirat, meuribee lipat mcugeuganda Susah donya cit sikeujab, duek beuseungab got tasaba
Keu donya nyoe bek that ajab, beuta harap ridla kada Qalallahu Taala Innallaha, Ma'ashshabirin Saba ancuk posambinoc, saba jinoe sikleb mata Tuhan balah meuhat dudoe, tan sibagoe deungon gata
Leubeh gata ngon beurang ri, hana sabe that mulia Dumnan keuhat buettan Nabi, ingat akhi tuha muda Ta ibarat tapham habeh, beuna takieh wahe raja Meung na meunan gata leubeh, Tuhan gasch neu peulara
Haba Nabi ohnoe tamat, keurajeun sahbat ulon nyata Oh lheuch wafeuet Nabi Muhammad, gantoc meuhat Abu Baka Meunan wasiet Rasulullah, nyan Khalifah jeuet keuraja Abu Baka ulon kisah, meunoe ulah geukeureuja
Oh lheueh hukom ka seuleusoe, 'oh lheueh jiwoe ureueng nyang na Jak u peukan teuma dudoe, geujak peubloe geume ija Nyan nafakah aneuk isteuri, meunan sabe neukereuja Sahbat dum tan mangat hate, buettan keuji sangat hina Teuma geutham scukalian, bekle meunan neu keureuja
Han geubri jak le u peukan. peubloe peukayan ija ija Abu Bakar jaweub meunoe, deesya kamoe hai syeedara Jeuet teukeuse ulon teunyoc, bak sidroc Allah Taala Aneuk kamoe ngon isteuri, wajcb meubri nafakahnya Pakri lon bah wahe akhi, ulon faki tan areuta Teuma aku dumna sahbat. geubri meuhat hukom teuma Geubri nafakah teuma leugat, meunan pakat dum sincuna Areuta Baitulmal teuma geubri, meugeu iem le Abu Bakar Neuduek seunang hukom ade, beurang kari manusia ‘Oh rab wafeuct teuma dudoc, bak aneuk droe wasict sigra Areuta Baitulmal neu yuc gantoc. neu yue publoc lampoh nyang na Nama aneuk Abdurrahman, ban wasict nyan geukcurcuja Dumna lampoh peurjualan, tcuduck ohnan saboh haba Saidina Umar lon hikayat, deungo sahbat lon calitra Saidina Umar jeuet Khalifah, neumat peurintah hukom neuba Areuta Baitulmal geubri nafakah, Radhiyallah han teurima Badan kamoe sangat kuat, ulon tupat mita beulanja Teuma seungab bandum sahbat, lon riwayat buct Saidina 'Oh lheuch hukom hamba Allah, di Madinah neu keuluwa Siblah Bakik jak Khalifah, nyoc lon peugah ncu keurcuja Neuproh batee sabe sinan, beurang kajan jeucb kutika Lheuch seumbahyang pojanjongan, cuma keunan lom ncugisa Geuproh bategeunap uroe, nyan ncupcubloc keu bculanja Sinan nafakah raja nanggroe, buct jaroc droc neu keurcuja Lon hikayat Saidina Usman, deungo tuan dumna raja Saidina Usman duck khalifah, droe nyan susah hanatara Bak siuroe ulon kisah, Radhiyallah lon pcuhaba Di meuseujid uroe Jeumeu’at, neu kheun pakat le saidina
Hoka gata dumna sahbat, lon susah that hanatara Buet keurajeuen ulon peugah, hamba Allah meupareksa Buettan wajeb bak Khalifah, meunan nyang sah ngon sibeuna Nafakah aneuk ngon isteuri, nyan pi lagi wajeb raya Jinoe sahbat lon peugah kri, bube lahe ngon sibeuna Ulon teunyoe hana dapat, la'eh sangat lon katuha Dua keureuja dilon meuhat, cit sangat brat hai syeedara Tabri gantoe mat peurintah, ulon teusrah dum peukara Bahle kamoe mita nafakah, taboh khalifah ri galak gata Oh geudcungo haba meunan, susah yoh nyan sahbat rata Hak Baitulmal geubri keunan. pakat meunan sahbat dumna
Saidina Usman seunang hate, meuneuduek le neu keureuja Peurintah hukom sangat ade, hana sabe kuat raya Oh rab wafeut Saidina Usman, wasiet yoh nyan sigra sigra Hak Baitulmal yue bayaran, peurjualan lampoh keureuma
Teuduck ‘ohnan saboh rawil, laen lagi lon calitra Nyoc hikayat Saidina Ali, deungo akhi lon peuhaba Saidina Ali jeuet Khalifah, hukom Allah neu keureuja Didroe nyan nyoe ban peurintah, ulon kisah nyang sibeuna
Jeumeu'at nyoe jeumeu'at jeh, neuboh ureh saboh tanda Troh ubak had ka neu peugleh, neu eu habeh deungon mata Di dalam nyan teupong syaer, meunan sabe kalon nyata Cit saboh sak meunan rawi, lapan hari keubah lama
Meuhat habeh lapan uroe, laen gantoe le Murtadla Teuma tanyong sahbat sidroe, ditanyong proe peue neutanda Peue neujaga wahe Saidi, na pancuri ya Maulana Dalam teumpat teupong syaer, sabe sabe neu pareksa
Saidina Ali jaweub yoh nyan, teupong laman soe cue hana Nyang jeuet sabe lihat ulon, takot buettan di aneuknda Ancuk ulon Hasan Husen, takot laen jipeutuka
Kadang kadang roh jitamah. jcuct keususah teuma hamba
Nyan peunajoh Saidina Ali, mcunan sabe jeueb kutika Hingga trok had ajai mate, tan sikali neu ubah na Sahabat Nabi wahe taulan, nyan peurbuettan neu keureuja Allah Allah wahe rakan, beuta iman dum syeedara Wahe Teungku nyang mat nanggroc. deungo lon nyoe fakir hina Beuta ikot ajaran nyoc, meuhan paloe akhe masa
Beuta tueng kich raja meutuah, bck sia payah fakir hina
Uroe malam lon seulcuah, ulon ilah ngon bicara Dum haba nyoe keu nasihat, ta ibarat Tengku raja Beuta ikot wahe daulat, payah lon that bak meujaga He Teungku jroh Uleebalang, beuta sayang fakir hina
Nasihat nyoe beuta julang, meung han malang ngon ceulaka
Kata rawi kheun hikayat, di Bageudad raja Umar
Nyan keu raja nyang raya that, cukob daulat jeub peukara
Abdul Aziz nama ayah, keurajcuen limpah sigom donya Le that areuta lam khazanah, arcuta boinah turon bak Ja Kusyik nama raja Sulaiman, keukayaan han tcurkira
Jameun Umar duck Sulotan, peurbendaharaan Ic lagoina
Areuta le Subhanallah, jameun khalifah raja Uma Sulotan Uma ulon kisah, shalch leupah ade raya Nyankeu raja nyang that zaki, hatc suci keu Rabbana Nyankeu raja geukheun Sufi, deungo akhi saboh masa Raja Umar bak siuroe, geuduek sidroe ngon pihana Teuka pike lam hate droe, areuta nyoc pakri punca Haleue hareum asai lawi, Entu nini po areuta Masa dilee saleh pakri, hansoe tune asai mula
Raja Umar takot syubeuhat, bak asai pat saleh teuka Meunan leumah raja daulat, neu yue angkat dum hareuta Neu yue pangge rakyat nanggroe, fakir sinaroe dalam donya Wareh kawom ngon jeuoh toe, beutroh keunoe dum jiteuka Teuma teuka seukalian, u hadapan raja raya Teuma meusabda le Sulotan, dum beusimpan tueng areuta Cok beuhabch areuta kamoe, jak tapuwoe ban nyang suka Lon bri scudeukah bandum jinoe, beudoh sinaroe cok areuta Meuch ngon pirak seukalian, habeh simpan ban sineuna Sigala dum alat peukayan, ban rampasan dicok dumna Hingga habeh dum sinaroe, hana sapeue tinggai nyang na Raja pangge teuma meuntroe, tanyong meunoe uleh raja Buet siuroe keurajaan, barang buettan hai peurdana Saleh padum na upahan, jaweueb yoh nyan le peurdana Meuntroc jaweueb syahi alam, peuet deureuhham geukaronya Raja neukheun meunoe macam, neu meukalam bak Peurdana Meunyoe meunan wahe meuntroe, bri keukamoe keu beulanja Upah ulon buet siuroe, mangat kamoe meukeureuja Upah ulon mat peurintah, hamba Allah ulon kira Hak Baitulmal tabri upah, keu peunayah lon usaha Keu beulanja asoe rumoh, mangat sunggoh hukom lon ba Meunan adat raja geuboh, he teungku beh deungo rata Padum lawet dudoe akhe, saket duli raja Uma Teuma teuka meuntroe sare, duek meuriti lingka raja Aneuk raja sikureueng droe, meunan bagoc geucalitra Geunap siploh deungon putroe, teuka meuntroe kalon raja Oh meusapat meuntroe keunan, seukalian wareh lingka Beudoh meuntroe scukalian, jiek yoh nyan u istana Jak eu areuta raja nanggroe, jeub jeub sagoe dijak raba
Habeh ji eu lam Meuligoe, hana sapeue meuteumei na Peudeueng saboh ngon Quru'an. nyang na sinan leumah nyata Meuntroe peurab bak Sulotan. seukalian ro ie mata Meuntroe jikheun bak Khalifah, ta eu jojah ngon ie mata Buet tuanku cit that salah, hantom peurnah meunan nyangka Areuta pusaka neu peuhabch, cit neupeuglch incit hana Hana digob meunan laku,buet tuanku sia sia 'Oh leupah droe nyan dalam kubu. bek pajoh bu ancuk nyang na Meung bu manyak hana tinggai, sagai sagai han sapeue na Pakon meunan neu meuakai, that mcunycusai hanatara Raja deungo haba meunan, amarahan beungch raya He nyang lupa akan Tuhan, pakon kah tan akai hana Na kuasa nibak kamoe, han thee keudroe dumna gata Nyang bri raseuki lam alam nyoc, ulon teunyoc nyang kuasa Bu ulon bri dum rascuki, han tapike akai hana Bit nyoe gata meuntroc wazi, tan sikali na bicara Hana tathee kaya Tuhan, nyang peujcuet alam donya Raseuki aneuk bak ulon tan, cit malenkan Allah Ta'ala Maseng maseng kana bahgi, miyub tinggi ka meuhingga Got ngon jahret ka neuturi, maseng bahgi ka meukada Aneuk ulon dua jalan, nibak Tuhan kon bak hamba Got ngon jeuheut aneuk kamoe, tuhan sidroc nyang pculara Jikalau shaleh na ibadat, tuhan hadlarat kasch dia Hana kureueng dijih pangkat, leubeh deurajat Allah karonya Meunyoe fasek aneuk kamoc, Tuhan sidroc beunci dia Musoh Tuhan sit seujati, dumnan bagi aneuk hamba
Meunyo jih nyan musoh Tuhan, dilon meunan musoh juga Oh raja kheun haba meunan, sidroe pihtan geujaweub na Padum uroe teuma akhe, raja keumbali ka sijahtra Donya akhirat meusampe, raja ade ngon takeuwa Seulamat donyan ngon akhirat, dua teumpat lam sijahtra Nyankeu raja waliyullah, Shalihin sah raya saba Meung na meunan dum khalifah, gaseh Allah akan dia
Dhillahi fil ardli nan, nyan Sulotan jimeunama Beurangri raja meuna meunan, Khalifaturrahman jih meunama Meunyoe raja peubuet napsu, ban nyang laku seutot hawa Ikot syaitan daya hantu, meunan tuanku geukeureuja
Nyankeu raja syaitan ngon jen, Khalifah mukmin jeuheut hana Nyan keu sitree Rabbul Alamin, nyan reuntoh Din geukheun raja Nyenkeu nama khalifah syaitan, sitree Tuhan malee hana Jih lam mabok keubeusaran, ingat jih tan keu agama
Jih lam lupa peuraya droe, meugah hansoe dalam donya Aneuk rakyat tan peurunoe, dijih laloe meusuka suka Han jiteungah buet salahan, keujahatan that jisuka Hana diyue keubajikan, jikira han keu agama
Nyankeu raja dhalem jahe, deungon kafe meuadoe a Nyankeu raja Tuhan beunci, uroe page azeub seksa Miseue raja deungon Tuhan, lon misalan ngon umpama Deungo kamoe wahe taulan, seuperti ban Po ngon hamba
Tuhan keuh Po raja abdi, meunan akhi nyang sibeuna Sidroe raja lon peugahkri, hana sabe sangat kaya Le that namiet di raja nyan, meukawan kawan hamba sahaya Di dalam le lon katakan, that budiman sidroe hamba
Akai pijroh that meubudhoe, ngon peuranggoe tan sitara
Perbuatan jeuet digantoe, dum buet jaroe uleh hamba Bube suroh hana ubah, ngon amanah tan meutuka Nyang hamba nyan pakri bagoc. gasch hansoe uleh raja Jeuet meurdeka po nyan dudoe, areuta sinaroe geukaronya Meunan mise raja ngon Tuhan, meunyoe aman lheueh meurdcka Geugaseh that hana lawan, nyan misalan kalon nyata Meunyo namiet sangat jeungkat, ban amanat ji peutuka Kureueng akai ceulaka that, bucttan pat pat dum binasa Namiet laen dum jipake, jeuheut beugi sidroe hamba Ji peutuka buet beurang ri, bucttan keuji dijih suka Pakri hukom le Sulotan, atcuh po nyan pakri seksa Teuntee geupoh abcudi nyan, mcuribce ban jih geuscksa Meunan mise raja ngon Rabbi, peutua abdi jeuei keu raja Wahe raja beurang kari, beuta pike dum sincuna Wajeb peutimang dumna rakyat, mcuhan meularat akhe masa Meugriet gata ngon Hadlarat, scksa nyang that ateuch gata Wahe raja nyang meutuah, takot keu Allah bek meurcuka Sabab gata gantoe Allah, ban amanah bck mcutuka Beuna bida laba rugoe, he samlakoc tanglong donya Beugot peutimang aneuk nanggroc, Syari'at Rasul yue keureuja Nasihat kitab Nashaalhulmulok, deungoc beutrok raja raja Siploh peukara meuta yakin, Khalifah Mukmin jimcunama Wahe raja nyang muslimin, iman yakin bek mcutuka Peurtama phon ulon rawi, raja ade akai beuna Beutroh umu teuma lagi, akan teutapi beuna bida Got ngon jeuheut beubidaan, dua lheuch nyan ulon nyata Beuna eleumei di raja nyan, geumeurakan ngon ulama Beuna kayem geu eu kitab, hukom cakap bek mcutuka
Meuhan jeuet droe Jawoe Arab got tapeurab bak ulama Beuta deungo dum nasihat, tapham beuthat bek meutuka Beujeuct peugah ban hikayat, meunan daulat raja raja Keulhee raja rupa nyang jroh, miseue tijoh ngon ie muka Bek nyang juwah lagee mangoh, bek nyang jumoh akai hana
Peurangoe jroh rupa ceudah, cit beureumeh soe nyang teuka Keupcuet raja tangan murah, meusyeuhu gah sagai donya Nyang keulimong ulon rawi, ureueng bakeuti akan raja Nyang ingat jroh akai jibri, kadang lagi meuseutia
Balah keujih keubajikan, bek gadoh nan jiceureuca Teuma nyang nam wahe taulan, nyang that simban taboh raja Taboh raja nyang beurani, rakan lagi sama juga Meunyo geusuen tan beurani, rakan sare cit seurupa
Nyang keutujoh lon riwayat, beugeutupat rugoe laba Buet lam nanggroe saket mangat, tteuh rakyat beugeujaga Fakir miskin dalam nanggroe, jaga keudroe ulch raja Bck enanya le beurang soe, keuchik sagoe buet Panglima
Meuhat rugoe ateueh Sulotan, meunyo meunan ji keureuja Wajeb jaga le Khalifah, hamba Allah bek elanya Beugeutem bri deungon murah, karonya limpah keu fakira Teuma lapan raja nanggroe, ureueng lakoe bck nyang dara
Ureueng inong kureueng budhoe, hana sampoe akai bicara Nyang sikureung lon katakan, peujarak nyan droe bak mara Deungon inong bek campuran, adat meunan raja raja Deungon inong bekle wayang, uleebalang bek meuseunda
Gadoeh keurajaeun meunan nyang trang. dum sibarang habeh lupa Nyang keusiploh lon hareutoe, raja nanggroe taulan beuna Beuna meuntroe nyang meubeudhoe,
ngon peuragoe nyang seumpurna Ta eu meuntroe nyang na eleumei, deungon malee tacu beuna Nyang na turi akhe dilee, nyang cangklak mei boh peurdana Nyang got bangsa ta eu meuntroe. bek beurang soe nyang tak kada Nyang na turi laba rugoe, meunan bagoe wazir gata Wahe raja Tengku Ampon, pinta ulon fakir hina Siploh peukara beuta seuon, hai raja lon ta teurima Ureueng inong ulon kisah, keu khalifah ulon nyata Meunyoe hanale khalifah, jeuct keususah agama hana
Meunyo keutika jeuet sukaran, hana jantan kawom raja
Ureung binoe boh Sulotan, sabab sukaran hana raja
Teutapi bida ureueng binoc, urcueng lakoc leubch akla
Duek majeulih ulon teuproc, hana bagoc harcum raya
Dum anggota han jeuet leumah, meunan peuncugah hadits nyangna Watee seumbahyang muka pcuhah. jaroe leumah han meungapa
Dalam rumoh beksoe lihat, bek beurangpat harcum juga
Ureung binoe rumoh teumpat, bak sunyi that agam hana
Haroih geuduck dalam tire. teumpat sunyi inong raja Jeuet deungo su mantong lahe, sabab doli gob nyan raja
Meunyo nyang kon raja daulat, harcum meuhat deungo suara
Raja inong kureueng deurajat, le that teumpat tinggai ia Seumayang mesjid meujeumeu'at, sinan saboh haroih hana Akai kureueng jeueb peurintah, meunan naseubah ureueng nisa Kalau kureueng ureueng binoe, beuna meuntroe nyang ka tuha Nyang that bijak suson peudoe, nyang harap droe Du geuraja
Meuntroc tuha ayah keubah, nyang peurintah dilee lama
Meuntroe seutia ngon Khalifah, lagi lon peugah nyanggot bangsa Nyang le syawe deungon pike, nyanggot hate hana lubha Nyang na takot keu takeuse, meunan doli meuntroe beuna Raja inong cit la'ch that, publa meularat geuboh raja
Nyan meukeusud tan manfaat, nyang muktamat la'eh raya Sairul Mulok kitab rawi, wajeb doli raja raja Beugeu ingat kitab ini, bek seukali pihna lupa Ulon peugah buct khalifah, antara Allah deungon raja
Antara Raja deungon rakyat, sinan meuhat pihlon nyata Meuna meunan doli hadlarat. jeuet seulamat teumpat dua Antara Raja dengon Allah, u lon peugah nyang sibeuna Phon phon ikot syariat Nabi, bek seukali na meulangga
Buet syari'at ta peutinggi, meunan doli buet digata Bek geusuka buet bideu’ah, sinan leumah phon ceulaka Bek geuridla jeut fiteunah, binasa sah nyan agama Buet bideu`ah beugeularang, beugeusagang uleh raja
Han jipateh jih geutumpang, meunan reumbang geupeufahna Phon phon geureubot arta geutueng. nyang buet salueng bak agama Han jipatch cit tuloe rueng, akhe geutueng habch nyawa Meunan bangon buet Sulotan, bck salahan buet agama
Buet syariat geupeusimban, sikeulian uleh raja Antara raja deungon rakyat, nyoe ibarat ulon nyata Hukom ade inseuch beuthat, meunan deelat geukeureuja Wajeb raja amar nahi, meunan doli bek geulupa
Ateuch rakyat beurangkari, buet nyang keuji sagang raja
Nyan keuh raja turon bak Nabi. ngon beurang rı leubeh raja Donya akhirat pangkat tinggi Tuhan neubrı leubeh kada Buet nyang ayeb dalam nanggroe. ayeb bunyoe nama raja Wahe raja meukuta nanggroc. bek that laloe beuta jaga Beuta jaga ateuch rakyat. jeuet seulamat nama gata Hana jeuheut nama declat, hana dapat jiceureuca Nyang haba nyoe teuduek ohnan, ade ihsan ulon ny ata Pasai nyang nam lon nyatakan, dengo taulan lon peuhaba Qalallahu Ta'ala Innallaha, yakmuru bil Adlı wa Hhsani Deungo akhi fireuman Tuhan, ade ihsan wajeb beuna Buettan ade wahe taulan, keubajikan hana tara Dua peukara tan geupakoe, beurang kasoe raja raja Bukon raja jih geukheun roe, peugang nanggroe sia sia Seuperti ban sabda Nabi, deungo sare raja raja
Al adlu anidddini waquatis, Sulthani wa fihi shalihul khashi
Sabab ade mulia that, nyang peukuat bak agama Kuat raja keubajikan, ateuh ensan geukeurcuja Sabda Nabi ulon bayan, deungo taulan lon peukhaba Assalthanil adilu fiddun ya wayaumal. Qiyamati ala manabiril luk i filjannati Raja ade lam donya nyoe, uroc dudoc Allah karonya Mimbar meutia ceudah hansoe, raja nanggroe nyan beurtahta Bak mimbar nyan duek Sulotan, karonya Tuhan lam Sycuruga Leubeh deurajat keubeusaran, ateuch Sulotan nyang ade na Kata Fadhlon aneuk Abbbas, Rahmat Allah alaihimaa Ulon teulakee nibak Allah, nyang peurintah alam donya Lon meudo'a geunap uroe, keu beurang soc raja raja Do'a ulkhair keuraja nyoe, nyang mat nanggroe ngon ade na Raja nyang bri keuseunangan, hamba Tuhan geupeulara
Do'a ulon sabe keunan, beurang kajan jeueb kutika Raja Shalch lon hikayat, deungo sahbat tuha muda Nyan pih saboh raja daulat, hana sapat meunan nyang sa Hajat peureugi nanggroe Mekkah, bak Baitullah mita pahla Raja pangge dumna mentroe, dum sinaroe ngon ulama Raja peugah nyan hajat droe, raja nanggroe keumeung bungka Raja peugah musyawarat, neukheun pakat hajat raja
Nanggroe Makkah geubeurangkat, jaweub leugat dum sineuna Meuntroc ulama jaweub meunoe, geutheun sinaroc geutham raja Karcuna raja nyawong nanggroe, tansoe gantoe pomeukuta Meucre nyawong tuboh reule, tan meusampe pomeukuta
Teuma jaweub raja duli, pahla Haji nafsu hawa Meuntroe peugah teuma lheueh nyan, ampon janjongan di sinoe na Ampon tuanku pike laman, payah pi tan neu meusafa Sidroe Haji lam nanggroe nyoc, Hana bagoe shaleh raya
Nam ploh haji nyang ka sampoc, geujak geuwoe jeub jeub masa Daulat lakee saboh haji, hareuga neubri dum nyang pinta Meunan nyang jroh wahe duli, tuhan Rabbi karonya pahla Raja jaweub Insya Allah, ban tapeugah ulon ridla Bak Tgk(Teungku) Haji geumeulangkah. duli khalifah ngon peurdana Oh sare troh rumoh haji, saleum geubri uleh raja Teuma lheuh nyan beudoh sare, tuan haji peumulia Tuan haji geuhoreumat, ulch daulat raja raya
Geumcuduek duck meuhoreumat. lakee beureukat uleh raja Geulakce bloc saboh haji, geutanyongle ngon hareuga Jaweueb raja teuma geubri, ampon doli ban nyang suka Ampon tuanku syahi alam, ban nyang deundam pomcukuta
Beureukat Nabi Saidin atam. rabbul kiram ny ang karonya Bek antara saboh haji. namploh stkalı lon karony a Teuma raja neutanyongle. saboh haı padum hareuga Jaweub leugat Teungku Haji. keu duhı lon boh hareuga Saboh langkah soe peureugi. nyang jak haji pomeukuta Donya tuanku seukalian, di dalam nyan neuboh areuta Yum silangkah baro dumnan. seungab Sulotan hana haba Raja jaweub teuma laju, dumnan Teungku tan kuasa Hana areuta lon beugitu. hareuga le hana daya Teuma jaweub Teungku Haji, nibak Duli le lagoina Cit mudah that meunyo neubri, namploh haji lon karonya Bak Tuanku cit mudah that. han ek khimat le lagoena Meung neutem bri wahe declat, dumn nyang hajat lon karonya Namploh haji nibak kamoc. lon bri jinoe keu meukuta Raja jaweub neutanyong proe. nyang toh bagoe Teungku kata Jaweub haji nibak kamoe. lon bri jinoe keu meukuta Hamba Allah nyang neuhukom, nibak kawom nyang elanya Ji elanya nyang na meuphom, jih neuhukom lheueh bak mara Lheueh elanya hamba Allah daulat peuleupah nibak bahya Deungon ade hukom Khalifah, lheuch neu peuglah manusia Leumah lembot hana meudhot, bube patot hukom neuba Meunan buettan nyang meukcusud. daulat peubut nyang sijahtra Lheueh ureueng nyan nibak dhalem deungon salem pomeukuta Nyang karonya limpah rahim, neu teusculem bri keuhamba Saboh hukom sibagoe nyan, bri keu laman pomeukuta Namploh haji keu janjongan, nyang pahla nyan bri keu hamba
Leubch laba patek ini, rugoe doli bak keunira Raja seungab haba hanle, leubeh ade that meulaba
Bucttan ade he raja jroh, hana saboh ek hareuga Hukom ade beuta satoh, hukom beujroh manusia
Urshatul Qiyamati geukheun rawi, Imum Bahily nyang po kata Gcudeungo nibak hadits Nabi, wahe akhi iman beurata Le that azeub dalam kubu, Malaikat palu deungon cokma Cokma beusoe ban apui hu, kliek meu ‘u u manusia
Urcung azeub tanyong meunoe, pakon kamoe ta peuseksa Lon seumbahyang geunap uroe, hana padoe lon puasa Deungon zakeut na ulon bri, lon jak haji tinggai hana Hana tinggai suroh Tuhan, pakon laman azeub le gata
Malaikat jaweub yoh nyan, bit nyo meunan ban takata Ka scumbahyang bak siuroc, tuboh keunyoe suci hana Hana glch ek kah saboh roe, meunan bagoe kakeureuja Teuma siuroe hamba Allah, lakee bak kah tulong pinta
Jih cnannya hai jipeugah, teuma dikah tulong hana Nyoc keuh balah azeub jinoe, salah keuroe hana tara Geuboh azeub meububagoe, pike adoe teungku raja Ureucng enanya tulong wajeb, wahe thaleb ta peucaya
Meung han tulong dudoe ayeb, gata ghireb geupeusyeksa Khairul Mulok geuriwayat, ade nikmat Allah karonya Buettan ade ingat beuthat, ,meunan sahbat ta peucaya Buettan dhalem nyankeu kafe, mana sabe raya bala
Fadlail Mulok na geurawi, raja ade geupeuhaba Pahla ade buet siuroe, hana bagoe raya pahla Han ek peugah le beurangkasoe,
ngon beurang peue hana sama Pahla namploh seumbahyang sunat, uleh rakyat jikeureuja Leubeh pahla teumei deeclat, han ck khimat siuroe na Diyub Arasy teuma dudoe, tan beurangsoe meunawongnya Malenkan raja nyang ade soe, gob nyan dudoe meunawong na Kheun ulama dum riwayat. Malaikat dum sineuna Amai raja nyang ade that, amai rak yat sama sama Peuek u langet geunap uroe, amai dum nyoe ade raja Amai rakyat dum sinaroe, ireng bagoc amai raja Dum na rakyat nyang dibawah, amai dum sah ireng raja Dum horeumat amai khalifa, ban nyang ulah buet didonya Nyankeuh raja donya akhirat, dua tcumpat gcudaulat na Raja ade mulia that, hana dapat taboh hingga Siraka’at seumbahyang khalifah, meunoe ulah baro sama
Siribee raka’at seumbahyang rakyat, baro dapat sabe pahla
Siuroe umu raja daulat, siribce rakyat umu jihna
Sabe umu dibawah peurintah, dum khalifah nyang rakyatnya
Meunan keudum ade khalifah, gasch Allah akan dia Dumnan keubuet raja ade, hana sabe pangkat akla Meunan neukheun sabda Nabi, deungo akhi dum na raja Rasulullah neukheun meunoe, beurang kasoc raja raja Nyang tan gaseh aneuk nanggroe, seurcuta ngon inscuh hana Hana gaseh atęueh rakyat, harcuem dapat na Sycuruga Deungon azeub amat sangat, atcuch declat raja raja Lom neu sabda Rasulullah, Nabi pcugah ticp ticp raja Atawa beurangsoe nyang na meugah, nyang na pcurintah dibawahnya Uleebalang Peutua sagoe, rumoh geuhnyoe tan geubuka
Urcucng mcuhukom dum ka jiwoe, Tuhan sidroe balah teuma Hana teubuka pinto rahmat, Tuhan laknat akan dia Kheun ulama geuriwayat, dum na daulat raja raja Hukom beurangsoc geupeulawi, tanggoh geubri putoh hana Atcuh raja beurangkari, Tuhan Rabbi surat deesya Seulama gohlom seuleusoe, geunap uroe putoh hana Deesya sabe hana padoe, pike dumsoe raja raja
Uroe kiamat raja meunan, cit komdian geupareksa Ngon makheuluk seukalian, akhe gobnyan geupareksa Buct keurajeuen cit raya that, raya pangkat hana tara Kcubeusaran leubeh deurajat, hukom meuhat manusia
Deungo kheun lon hai Khalifah, deungon gagah hukom gata Ta hukom kreuch si bideu'ah, ngon ta marah bek biasa Urcueng jeuheut beuji takot, na teukeujot bek biasa Ureueng nyang got bek tadhot dhot, deungon leumbot ta beurkata
Leumak mamch beurkataan, ban atoran ala kada Hukom rakyat ngon adilan, ban kheun Tuhan bek mcutuka Bek enanya urcung leumoh, uleh sikreueh ji enanya Kaya gasien ta eu beudeuch, hina saban ngon nyang raya Rayck ngon cut beutimangan, walau taulan warch raja Buct agama cit beukukoh, cit ngon sunggoh ta keureuja Dum na rakyat beuta suroh, walau tapoh nyang han ridla Bck peuturot iblih syeetan, keujahatan bck ta suka
Ta peutunyok keubajikan, buet Sulotan teugah mungkar Buct nyang beuna beuta galak, meunan layak wahe raja Tayue peubuet nyang mustahak, sigala bak rakyat gata Adabus Salathin rawi meunoc, beurang kasoe raja-raja
Ta peulara ureueng meubudhoc, nyang tan bagoe tamak jihna Nyang got peurangoe ngon budiman,
nyang bijaksana leubch bangsa Nyang meuakai seutiawan, nyang lakuan malee jihna Meung na ureueng meunan bagoc. jeuet bri gantoe dum keureuja Got ngon jeuheut jituri roc. taboh Meuntroc angkat nama Jeuct ta harap dum peurintah, gata meutamah pangkat 'akla Nyan keuh ureueng nyang meutuah. di raja sah meusyeedara Nyan keu ureueng ta meusahbat, beuleubch that ta peulara Bube jikheun dum nasihat, beuta ingat ta peucaya Gadoh keurajeuen dum Sulotan, deungo tuan raja raja Lhee peukara teumpat jih nyan, ulon kheun ban nyang peuriama Dum hakeumat dalam nanggroc. tan jitcupcuc laen donya Buettan teusom tan meubunyoc, got jeuheuet roe soe thee hana Laen raja tan jituban, peurbuatan teusom raya Gaseh beunci pih meuri tan, buct meumeunan jeuet binasa Han jitupeue baten lahe, dalam sunyi tan keuluwa Cit meung seungab dalam hate, meunan akhe paloc raya Nyang keudua lon riwayat, raja meusahbat deungon hamba Bangsa abdi geubri deurajat, di sinan that paloc raya Meunyoe raja angkat abdi, buettan geubri that kuasa Miseue Meuntroe laen lagi, bangsa abdi bohle raja Ureueng kureueng peubeusarkan, mcuhat komdian hina raja Jih leumah droe keubeusaran, seukalian beunci tcuka Wahe raja ulon kheun kri, bangsa abdi bek peuraya
Zawalud daulati birtifa issaflat, meunan sahbat kheun hukuma Gadoh daulat raja nanggroe, hamba beurangsoe peumulia Teuma nyang lhee ulon teuproe, Peutua sagoe keuchik panglima Buet enanya ateuh rakyat, raja deelat geuthee hana
Peutua sagoe keuchik laknat, ateuh rakyat ji elanya Meung enanya Peutua sagoe, aneuk nanggroe dum jibungka Ateuh raja meuhat paloe, le jiboh droe ureueng donya Jeuet kurangan sikeulian, tansoe lawan musoh teuka
Gadoh keurajeuen di Sulotan, sabab buettan buet Peutua Nanggroe talo raja gadoh, he Teungku jroh hanle guna Wahe raja pham beuteugoh, bek teuloh loh akhe masa Teuduek ‘ohnan saboh bagoe, laen adoe lon calitra
Pasai tujoh lon kheun jinoe, ulon teuproe ade raja Shifatul Salathin ulon bayan, deungo Sulotan raja raja Wajeb beuna sidroe taulan, nyang na iman ngon takeuwa Nyang ceureudek lagi saleh, ureueng leubeh bak agama
Nyang tukri pham makna shareh, nyang that gigeh meubicara Ureueng ‘alem nyang le eleumei, ulah lagee nyan ulama Ulama beutoi deungon teuntee, nyang na malee ngon wara'a Nyang tan nafsu deungon tamak, taeu layak nyang bek lubha
Nyang na takot Ilahon Hak, ulon peugah wahe raja Bek na putoh beuna sajan, ban aturan ta peuhaba Bube geukheun seukalian, ikot Sulotan bek meuriba Ban geupeugah beuta ikot, beuta turot kheun ulama Bube geuyue beuta peubuet, bube patot beuta ridla
Got ngon jeuheut beubidaan. pike Sulotan kira kira Laba rugoe peurbuatan, cit meulinkan turi beuna Nyang ulama ulon peugah, tacu peurintah dilee mula Kadang ulama bick bideuah. gob nyan leumah nafsu hawa Kadang gata lam geupujoc, meudeh meunoe geupeuhaba Beuta turi laba rugoc, bek tapakoe deungon sigra Meungta ikot keurugian, cit malenkan beuna bida Kadang ulama le amilan, jimeung tawan areuta raja Ulama meunan bck ta ikot, tacu patot tilek gata Kadang ulama bick mcurcubot, hana takot akan deesya Meunyo ulama kareuna Allah, hanpeuc salah ikot raja Taeu dilee dum peurintah, kon beurakah han peurbula Nyang sibeuna ulama Din, lahe baten nyang sibeuna Nyan ulama beuta yakin, nyang shalihin ngon takeuwa Hadits fireuman beuta ikot, bck ta surot wahe raja Ban nyang suroh Tuhan makbud, bck na bacut pih mcuriba Harunur Rasyid bak siuroc, deungon Meuntroe geumcuhaba Teungoh meuduck geumcuproc proc, peurintah nanggroc geucalitra Teuma teuka sidroe Syiah, nan geupcugah Syaqiq nama Geubri horeumat le khalifah, akan Syiah peumulia Horeumat takdhim keu Syiah nyan, geumat tangan geucom sigra Teuma geupeuduek di hadapan, Raja lheuh nyan neu meusabda Raja neukheun teuma meuno, aja kamoc hai syaikhuna Eleumee neubri nyang beurckat, jaweub lcugat le Syaikhuna Gata raja bri hadlarat, bak dong, meuhat Abubaka Nibak gata beuna shadek, pangkat ta ek Abubakar Meunan bangon bek meubalek, beuceurcudck deungon saba
Tuhan ncubri pangkat faruk, teumpat duek Saidina Uma Meunan raja beuna khusyuk, beuneurujuk umpamanya Tuhan neubri Zunnuraini, wahe doli gata raja Ban Usman sahbat Nabi, Tuhan neubri gata mulia
Tuhan neubri leubch pangkat, ban deurajat Ali Murtadha Eleumee ngon ade beuta minat, bak hadharat pinta gata Meunan neukheun uleh Syiah, lom meutamah tanyong raja Teungku peugah lon sipatah, beureukat ijazah bak Syaikhuna Ka neupeugah uleh Syaikhi, Tuhan meunjadi lam Neuraka Saboh rumoh wahe doli, peurintah Rabbi neukaronya Bak rumoh nyan dum na pinto, jikheun laku meunoe haba Meunoe jikheun dum jiseuru, uleh pinto ban sineuna
Lhee peukara keu Sulotan, karonya Tuhan akan raja Areuta Baitaimai nyang mulaan, teuma lheuch nyan peudeueng dua Teuma nyang lhee beuna tungkat, nyan keudaulat neukaronya Meung na lhee peue wahe sahbat, lepah meularat bak neuraka
Arcuta Baitaimai ulon rawi, dum keu fakir geukaronya Keu Uleebalang teuma geubri, jaga sare sitree teuka Teuma raja peugot nanggroe, laen sibagoe umpamanya Teuma peudeueng ulon teuproc, dhalem sinaroe geutueng nyawa
Cang bideu`ah ngon pancuri, laen lagi umpamanya Urcueng salah dengon Tuhan, ngon peudcueng nyan tapeufahna Teuma tungkat ulon bayan, deungo tuan lon peukhaba Ureueng nyang tan ikot syari’at, poh ngon tungkat uleh raja
Meunan bangon wahe deelat. meung han dapat bak neuraka Meutan meunan wahe doli. dudoe akhe keunong syeksa Neuraka seuru meunan sabe. ingat sare raja raja Raja tanyong lom bak Syiah. Teungku peugah lom neu aja Teuma Teungku leugat kisah. Tuan ulah air mata Mata ie nyan pisuci that, ngon bha sangat le lagoena Sungoe teuma wahe declat. nyankeu teumpat camaleuta Ie jeuet tangui hana salah, meunan ulah pomeukuta Krueng that suci meunan ulah, han troh kulah ie dalamnya Ie nyan ceuma hana suci, tan sikali na meuguna Meunan miseue kata Syaikhi, ubak doli raja raja Harun Rasyid bak simalam, lam seupot kläm neujak dua Deungon Abbas meuntroe ‘ajam. geujak malam ureueng dua Syiah Fadhil bak malam nyan. beuct Quruan deungo raja Nyankeuh ayat neu bacakan, deungo Sulotan raja raja Am hasiballazi najtarahus saiyiati, An naj ‘aluhum kallazina amanuu Wa’amilus shalihati, meunan doli deungo baca Sangka peubuet jeuheut bucttan, ngon meuiman cit seurupa Meunan makna wahe taulan, teuma Sulotan kheun le sigra Raja neukheun ubak Abbas, jak talangkah bak Syaikhuna Siat lheuch nyan tanyong Teungku. scuot meusu le Peurdana Meunoe seuot meuntroe Abbas, Doli khalifah hai Syaikhuna Ubak Teungku daulat langkah, tueng ijazah keunoc tcuka Teuma beudoh Syiah keuramat, padam leugat Ie peulita Buka pinto tamong deelat, Teungku neumat jaroc raja Teungku neumat jaroe Khalifah, Subhanallah le neukata Meunoe neukheun Teungku Syiah, toh pakribah wahe raja Gata Sulotan sijuek jaroe, leumoh hansoc silagocna Neuraka kreueh hana bagoe, tutong hansoc wahe raja
Beuthat ingat he khalifah, peusan Allah ubak gata
Geubri kcugata pangkat meutamah, wasiet Allah bek tatuka Geubri keugata that beusaran, uleh Tuhan Rabbul akla Pangkat deurajat keuleubehan, wahe Sulotan ingat raya Sabab gata di akhirat, Tuhan hadlarat neupareksa
Sigala ihwal ancuk rakyat, parcksa meuhat ubak gata Ban raja deungo haba Syiah, peunoh limpah ngon ie mata Raja ncumoc subhanallah, Meuntroe Abbas teuma kata Pakon krcuch that wahe Syikhi, sang sang doli neu elanya
Syiah yoh nyan meuneukheun kri, hana sabe beungeh raya Wahe Haman nyang bideu'ah, dum kawom kah nyang poh raja Teuma meusu doli Khalifah, iem hai Abbas meuphom hana Ban Teungku kheun saheh meunan, bunoh laman nyo bit gata Sabab gata dum harapan, seukalian hukom gata Dumna bucttan gata Meuntroe, hukom sinaroe ta parcksa Kadang salah meunan bagoe, deesya meuwoe ateueh hamba Meunyo gata dhalem rakyat, hana tasasat ta pareksa
Ateuch kamoe deesya meuhat, Tuhan hadlarat seksa hamba Nyan keu miscuc tapoh kamoe, ban neukheun nyoc han meutuka Beuta ingat gata Meuntroe, ateueh lon nyoe tapeulara Teuma beudoh le Khalifah, hadapan Syiah neudong sigra
Sircutoh tahe meuch neukeubah, keu seudeukah raja hanta Ban Teungku eu di hadapan, neukheun nyoe ban le Syaikhuna Neuraka gata he Sulotan, bri keu laman uleh gata Gata raja han got peurangoe, bri keu kamoe nyan Neuraka
Gata raja ta peulheuh droc, marah hansoe nyan Syaikhuna
Ka teukeujot neuplueng Teungku. tan neuhiro le keu raja Gadoh ingat neuplueng laju, meunan laku buet Aulia Teuma raja geubeurangkat. geuwoe leugat ngon ie mata U Istana neuwoe leugat, susah sangat hana tara Nyoe saboh treuk ulon teujok, ulon pakhok saboh raja Sulaiman ben Abdul Mulok, deungo beutok takieh rata Meusyuhu gah sagai nanggroe, ade hansoe inseueh raya Nyan pi saleh hana bagoe, that meubudhoe meuagamna Bak siuroe raja beurangkat, hana rakyat sajan neuba Na dua lhee sajan rakyāt. raja meuhat neu puasa Lingka lingka bineh nanggroe, scupot uroe karab sinja Hana geume le Sulotan, makanan buka puasa Leumah geu eu rumoh sinan, porumoh nyan dı pandıta Nyan pandita nyan saleh that, lam ibadat ngon wara`a Ubak rakan peugah daulat, tajak siat keunan gata Raja yue jak ureueng keunan, lakee makanan buka puasa Teuma jijak ulch po nyan, jibcurjalan bak pandita ‘'Oh troh keunan jilakee le, Pandita bri teupong gasa Peunajoh droe teupong syacr, geukhanduri akan raja Nyan keu teupong nyang gasa tha, sircugam arat gcukaronya Ka jipuwoe ubak daulat, hircucn dahsyat potcuraja Buka puasa ngon teupong nyan, di Sulotan duka cita Raja neumoe hana bubarang, nyan makanan that mulia Nyang geupajoh Teungku keudroc, neubri keu kamoe le pandita Meunan geukheun raja nanggroc, sira neumoc ngon ie mata Teuma lheueh nyan geukeumbali, bak istcuri u istana Bak malam nyan situboh doli, Tuhan neubri aneuk nyata Neu meuaneuk ureueng lakoe, nyan gcunantoc mat neuraca
Abdul Aziz nama geuproe, gobnyan dudoe aneuk lomna Nama Umar nan geurasi, gantoe doli nyan ayahnda Raja Umar dudoe akhe, sangat ade ngon takeuwa Inscuch pi that hana bagoe, ngon meubudhoe alem raya Arief bijak saleh hansoe, jeub jeub nanggroe meusyuhura
Dalam dunia mulia that, gaseh Hadlarat akan dia Asai teupong saboh reugam, raja alem turon bak Ja Raja Umar ulon rawi, surat geubri saboh masa Keu Syekh alem Hasan Basri, nyankeu Wali nyang that raya Yuc aja droe raja nanggroe, bangon bagoe Saidina Uma Hasan Basri jaweueb dudoe, deungo lon nyoe raja Umar Kon zamcuen Uma radhiyallah, jameuen peurintah raja Umar Meung ta peubuet hai khalifah, ban silsilah Saidina Uma
Meuhat sabe he Sulotan, deurajat meunan kureueng hana Hasan Basri jaweub meunan, neu ajaran raja Umar Raja Uma lon pcugah kri, saboh lawi lon calitra Dalam nanggroe neumat doli, rakyat sare lapar dumna
Ji teuka deuck bak nanggroe nyan, keusukaran manusia Fakir miskin seukalian, bak Sulotan jipeuteuka Teuka bandum ka meusapat, sigala rakyat gasien hina Jipeugah hai ubak daulat, sukaran that lapar dahga
Meunoc su cu bak khalifah, rakyat barollah kheun bak raja Hak Baitaimai nyang neu keubah, cuba peugah meudeungo nyata Lhee peukara areuta nyan, wahee Sulotan raja Umar Areuta gata hai Sulotan, cuba kheun ban meudeungo nyata
Atawa nyo milek Rabbi, atawa fakir po areuta Jikalau nyo milck doli, seudeukah neubri raya pahla Tuhan balah keubajikan, meunan fireuman Allah Ta’ala Qalallahu Taala Innallaha, Yajzil Mutashaddiqiin
Uroe kiamat Tuhan balah. pahla seudeukah han teukira Jikalu hak milek Allah. brı Khalifah akan hamba Areuta Tuhan hana hajat. brı keu rakyat nyang deuek lapar Hamba Allah sukaran that. tabri daulat deungon sigra Jikalee nyo milek faki. pulang doli akan hamba Deungon sigra jinoe tabrí. kamoe sare dalam lapar Cit beujinoe le neupulang, beule sayang wahe raja Dum kamoe nyoe habch datang. ngon sikarang neukaronya Ban raja deungo haba meunan. peubeundaharaan le neubuka Teuma geubri seukalian, ban atoran ala kada Teuma lheuh nyan jikeumeueng woe, dum sinaroe hajat gisa Teuma raja neukheun meunoe, ka seuleusoe dum digata Nyan hai ulon ubak Allah, beuta peugah uleh gata Ban rakyat deungo kheun Khalifah, Subhanallah sare kira Geumeudo’a seukalian, keu Sulotan raja Uma Dum geulakee ubak Tuhan, yakin han ban silagoena Ya ilahi ya Tuhanku, beutroh nafsu kamoe dumna Raja Uma pakri laku, gata bantu ya Rabbana Ban lheueh doa seukalian, teuka awan teuma sigra Deungo ujeuen teuka sajan, di hadapan batee nyata Teuma lheueh nyan batce beukah, leumah keureutah putch safa Teuma geucok bagah bagah, bak Khalifah geujok sigra Teuma buka le Sulotan, surat kircuman Allah Ta ala Keu Umar ben Abdul Aziz, surat peuneuet Allah Taala Dalam surat meunoe narit, Umar bit bit ka meurdeka Hamba Umar meurdekaan, seulamat nyan bak Neuraka Sabab murah Umar Sulotan gasch Tuhan akan raja
Abu Ali Ilyas lon riwayat, deungo sahbat dum syeedara
Nanggroe Nasabur keurajeuen neumat, ngon ade that hana tara Abu Ilyas panghulee Sipa-i, deungon Syaikhi geubeurkata
Lakee nasehat Abu Ali, geujaweub le meunoe sigra Soc tagasch arcuta ngon sitree, meunan guree geupareksa Abu Ilyas jawcub teuntee, lon gaseh mei keu areuta Guree jaweub teuma meunoe, areuta sinaroe hana guna
Arcuta tinggai lam donya nyoe, nyang sajan droe sitree gata Raja Ismail aneuk Ahmad, lon hikayat he syeedara Bak siuroe geubeurangkat, deungon rakyat bala tantra Geumcupiyoh saboh makam, Syahi alam neu meusabda
Bak lasyeuka neu meukalam, raja yue tham bek enanya Neu yue meuhoi dalam kawan, neuyue kheun ban dalam tantra Teuma juru haba jibri, Sabda doli raja raya Dum lasyeuka barang kari, bek sikali bek enanya
Arcuta rakyat dalam nanggroe, beurang kasoe bek cok gata Teuma lheueh nyan ‘oh Iheuh geuproe, raja nanggroe geumeusafa Duson nanggroe geubeurjalan, seukalian bala tantra Meutcumei keubon le buahan, tamong keunan sidroe laskar
Teuma jicok saboh boh kayee, hana jithee po areuta Teuma dudoe oh ka jithee, jijak kheun mei ubak raja Buet Sipa-i jijak peugah, bak khalifah raja raya Buet Sipa-i po peurintah, raja marah hana tara
Raja pangge seukalian, himpon keunan dum lasyeuka
Hingga meusoe bak Sulotan. tanyong lheueh nyan uleh raja Raja tanyong bak Sipa-i. cukop gaji dum na gata Teuma seuot bandum sare, Amipon doli cukop rata Meunyo cukop dum gaji kah. pakon salah buet elanya Soe yue peubuet nyang kuteugah. hamba Allah kaelanya Peurbuatankah elanya kee. ka lheueh dilee kubri aja Keunong hukom cue boh kayee. meunoe lagee buettan raja Geukoh jaroe teuma siblah, hukom Allah ka sijahtra Meunan bangon hukom Khalifah buettan salah di lasyeuka
Akhbarul Salathin na geuscubut. meunoe patot buet di raja
Buet agama cit beukuat, buct syari at bek micutuka
Seumbahyang bck tinggai meuhat, laen daulat peusampurna Dum geupakoe hukom Allah, bck mcusalah bek meuriba
Ureueng jeuheut geuamarah, meunan peurintah raja raja
Geupareksa dumna rakyat, buettan daulat dum peukara Sigala dum hukom syari'at, cit beutcupat bck meulangga
Peurbuatan sibeudeu'ah, buct nyang salah bak agama
Nyang ureueng nyan sitre Allah, lom mcutamah sitree agama
Geuyue taubat buct salahan, ji ikot han tueng areuta
Jeuet geurampaih jih nyan salah, mangat ubah rijang tcuma
Sampe dumnan han jipatch, jih geupuwch ulch raja Hingga sampoe nyawong habch, urcueng palch geuclanya Hingga tapoh jih beumate, bek jeuct keuji ayeb nama Meunan bangon wahe duli, bcuta banci sicculaka Raja peubuet buet syari'at, leubch deurajat pangkat akla Gaseh Tuhan akan deelat, neu banci that sitree raja Ureueng ibadat beugeuinseuh, amai salch nyang kcurcuja Sibideu'ah nyang that paleh, beungeupuwch tcumpat raja Ureueng jeuheut beungeunbanci, u[eh duli raja raja
Zamhir Hakim meunoe rawi, geutanyong kri peurintah raja Abu Zamhir meunoe peugah, nyan di bawah raja raja
Nyang teumakot pubuet salah, keu Khalifah raja raja Dum na rakyat dalam nanggroe, peubuet dumsoe seunantiasa Buettan salah teumakot roe, raja nanggroe geusayang na Sabab jitakot keu Sulotan, jeuet marahan keunong seksa Han jipcubuet keu salahan, keutakutan akan raja Nyankeu raja nyang leubeh that, antara daulat raja raja Nyankeuh raja tinggi deurajat, leubeh pangkat maha beusa Saidina Uma radhiyallah, meunoe kisah geupeuhaba
Ureung tanyong Umar peugah, toh khalifah pangkat ‘akla Kata Umar radhiyallah, di bawah peurintah raja raja Rakyat peubuet keubajikan, sabab Sulotan nyang po guna Nyan keu raja nyang leubehan, hana lawan meubahgia
Mulia donya ngon akhirat, leubeh pangkat nibak nyang ka Meuleuleubeh ek deurajat, han teurkhimat le that laba Di bawah raja ulon teuproe, beurang kasoe buet elanya Keujahatan peubuet sinaroe, ngon sabab nyoe guna raja
Nyankeuh raja ceulaka that, donya akhirat tanggong deesya Dumna deesya dum meusapat, tanggong meuhat raja ceulaka Beuta ingat he Sulotan, nyang wasiet nyan Saidina Umar Beuta deungo ban peuneusan, bek ubah nyan wahc raja
Syifatus Salathin na geuseubut, deungo pocut teungku raja Raja ade beurang kasoe, bek geuiem droe geuduck saja Wajeb rakyat geupeurunoe, dum sibagoe nyang sijahtra Teuma meuntroc geunasihat, dum syawarat jalan beuna
Uleebalang Keuchik rakyat, geubri ingat dum Peutua Wajeb beuna geuajaran, seukalian bek clanya Buet enanya ulon kheun ban, bala dum nyan ateuch raja
Meunyo kureueng jaga keudroe. akhe dudoe seksa raja
Lom geuseubut meunoe bagoe, deungo dumsoe raja raja Buet Peutua di baroh Sulotan, peurbuatan buet elanya Raja iem droe paduli han, seugala dum keutahwi na Dum na ureueng dudoe page. beurang kari nyan elanya Dudoe bala Tuhan neubri, hana sabe ateuh raja Ureung enanya peurdakwaan, atcuh Sulotan keunong bala Keunong azeub seksa hanban, balah Tuhan ateuch raja Azeub peudeh Tuhan neubri, akan doli tan parcksa Wahe raja nyang beurbudi, ingat sare bek talupa Wahe ureueng rab Sulotan, geubri makanan jeueb kutika Geubri ija ngon peukayan, jaga Sulotan uleh gata Wajeb gata jaga nanggroe, deungo bunyoc pat enanya Pat pat tathee meunan bagoc, ta peugah proc le bak raja Nyan keuh balah keu Sulotan, Yum makanan deungon ija Meutan meunan wahe taulan, ta gasch tan nyan keuraja Gata tipe raja nanggroc, gata bagoe sitree raja, Geubri nekmat keu geutanyoe, tan balah roc guna gata Tabri neuraka keu Sulotan, ingat tuan nyang rab raja Takheun gasch deungon lisan, di hate nyan banci raya Wahe raja Uleebalang, bck that bokbang mcusuka suka Di ateueh droe han ta sayang, akhe datang teulah raya Meutan jaga ateueh rakyat, cit rugoe that hana tara Wahe raja ingat ingat, dudoe mcuhat keunong scksa Hana guna bri bu rakan, ngon peukayan bajce ija Meutan jaga peurbuatan, keupeue po nyan hana guna Oh roh beuhe bak geudeubang didalam prang tansoc sangga
Akhe mate meuhat ceukang, uleebalang walau raja Gasch keu raja beurang kasoe, daulat peuwoe lam Syeuruga
Raja ade dilee puroe, buettan meunoe geukeureuja Nyang geunaseh dumna rakan, jih gantian mata teulinga Meunoc geuyue le Sulotan, geuyue jalan jaga jaga Geuyuc kalon jeueb jeueb sagoe, buet sinaroe geu eu nyata Hana jithee beurang kasoe, ulah bagoe mata mata ‘Oh ka malam dum jiriwang, jipeugah trang ubak raja
Lahe baten dum sibarang, jikheun seunang dum peukara Got ngon jeuheut raja turi, meunan budi ade raja
‘Oh ka malam raja duli, ban pancuri jaga jaga Dum geujak luem deungo bunyoe, rakyat nanggroc peue na kata Atcuch raja peue na jiproem, tuto pujoe atawa ceula Meunyo jeuheut dum jipeugah, raja ubah le ngon sigra
Ubah peurangoe dum Khalifah, keutahwi salah droe keureuja Meunan bangon raja dilee, buet meuteuntee hana tara Gasch rakyat hana lagee, peulara mei bak elanya Saidina Uma jeut Khalifah, di Madinah lon peuhaba
‘Oh ka malam ulon peugah, neu meulangkah jeueb jeueb donya Ulon peugah bak simalam, ngon seupot klam hana tara Zaiyed ancuk Abdussalam, geujak tajam le bandua Dua gob nyan geupeureugi, ban pancuri meunan rupa Tiba tiba dudoe akhe, meungeu cu le apui menyala Teuma peurab keunan leugat, geujak lihat kalon rupa Oh sare rab deuh geudapat, inong meuhat geu eu rupa Leumah geu-cu ureueng binoe, aneuk dua droe leumah nyata
Geubri salcum hajat peutoe, jaweub dudoc uleh nisa
Saidina Uma tanyong leugat. ulon hajat hamper gata Inong seuot yoh nyan meuhat, meuna manfaat nyang sijahtra Meunyo gata kareuna Allah, ta meulangkah peue na haba Jeuet ta peurab peuena salah, masok Khalifah hamper nisa Saidina Uma tanyong meunoe. pane nanggroe teuka gata Teuma jaweub ureueng binoe. jipeugah proe bube nyata Kamoe jeuoh jak meusafe. han leupah le uroe smja Ulon piyoh teumpat ini, isok hari tamong banda Di inong nyan susah han ban, lakee makanan aneuk dua Jitaguen ie yoh masa nyan, peulambatan aneuk dua
Mangat teunget meunan pike, jipeulale peugah haba
Hana sapeue jikeumeung bri, geutanyong le uleh Umar
Inong jikheun bube teupat, lon susah that hana tara
Hana makanan aneuk meularat, lon peulambat mangat indra
Lon taguen ie jisangka bu,, bck that a'u moe aneuknda
Saidina Uma neuwoe laju, plueng meu uu piyoh hana Troh u peukan neupeureugí, neubloe ruti dageng sama
Mat dijaroe neumeung lari, zaiyed kheun le ya Saidina
Bahle lon me wahe Saidi, bek gata me ya Maulana
Saidina Uma jaweub leugat, dilon tan brat bek gob bawa
Deesya kamoe nyang brat sangat, soe meuangkat tulong hamba Do'a inong saket hate, ubak Rabbi jimcupinta Sabab lupa ulon teunyoe, atcuch kamoc raya deesya Beutangisan hana bagoe, meutaloc taloc ngon ic mata Neume dageng deungon ruti, umar lari payah raya 'Oh troh keudeh teuma neubri, jisambot le ulch nisa Ureueng binoe bri keu aneuk, ka gadoh deuk nckmat teuka Mangat hate hanale deuck, seungab aneuk ka bandua
Meungucap syuko akan Tuhan, jikheun nyoe ban uleh nisa Atcuh gata keubajikan, karonya Tuhan nyang sijahtra Keubajikan Tuhan neubri, leubeh tinggi nibak Uma Umar jaweub neu peugah le, bek takheun kri sabab Uma Saidina Umar hana geuthee, dumnoe lagee hai digata Teuduck ohnoe siat dilee, dengo sampee saboh raja Malck Salch lon hikayat, nyang leubeh that ade raya
Di nanggroe Syam keurajeun neumat, malam meuhat neu meujaga Pat pat tcumpat nyang na sunyi, neu beurheunti deungo haba Sigala hai dalam nanggri, neu keutahwi dum peukara Bak simalam neu beurjalan, hana kawan sidroe saja
Meutcumei meuseujid piyoh sinan, di bineh nyan piyoh raja Neuduck sinan dalam sunyi, neu deungo bunyi meusuara Neungieng fakir teu eh sidroe, hana sapeue sikrak ija Ngon sijuck that hana lawan, geutob badan deungon tika
Fakir kata meunoe bunyian, deungo Sulotan raja raya Ya Ilahi wa ya Rabbi, dudoe akhe Yaumil Mahsyar Dum na raja lupa faki, keunan neubri cit Syeuruga Sycuruga jih han dikamoe, meunan bunyoe deungo raja
Malck Shalch yoh nyan geumoc, meutaloe taloe ngon ie mata Geucok ija teuma sikrak, geuikat bak punca ija Sircutoh direuham dum nan layak, raja geujak peurab sigra Hadapan fakir neuduck Sulotan, narit nyoeban geukheun sigra
Hadits Nabi lon deungoran, fakir nyang tan rumoh tangga Hana peukayan nyan geupakoe, gob nyan dudoe raja raya Nyankeu raja raya hansoe, ngon beurangsoe hana sama Nyankeu raja raya pangkat, gob nyan deelat lam Syeuruga
Meunan bangon kheun riwayat, deungo sahbat raja raya
Syifatus Salatin na geupeugah. deungo Khalifah raja raya Raja ade nyan peurintah. hukom gagah kreueh lagoina Kreuch pareksa deungon siasat, dum na rakyat that gli geunta Sabab rakyat jeuheut sangat. deungon kuat geupareksa Meule jeuheut aneuk nanggroe. kureueng bagoe nyang bayckna Hukom beukreuh deungon kuat, bahle jeungkat jikheun raja Amar nahi geupeukarat, meunan deelat geukeureuja Meunyo meunan that meusampe. ureueng jahe teumakot na Ureueng nyang got scunang hate. tan meuungki ban nyang sabda
Hukom beukreuch ngon gurantang, bek gcusayang sicculaka
Beuthat kuat yuc scumbahyang. meunan nyang trang leubch aula Masa keurajcuen Sulotan Ziadah. keurajeuen limpah ngon sangat kha
Nanggroe Irak duck khalifah, that barollah buet clanya
Pancuri le hana sabe, ureueng mate ji clanya
Le that ureueng nyang ka lari, nanggroe sunyi ureueng hana
Le that rumoh nyangka soh soh, urcueng jipoh tueng areuta
Le that ureueng nyang ka gadoh, tinggai rumoh dunı jibungka
Hingga meuthee bek Sulotan, scukalian habeh nyata Raja susah hana lawan, pike yoh nyan toh bicara Leumah pike raja daulat, uroc jeumcu 'at geubicara Lheueh seumbahyang duck mcusapat, Raja daulat geumeusabda Hoka gata seukalian, nyoe kupadan ban sincuna Lam nanggroe nyoe keusakitan, hana lawan le enanya Ateuh kamoe that teukeuse, tuhan Rabbi lon ncusycksa Nyoe lon peugah wahe akhi, deungo sare dum sincuna Nyang tan sinoe pih tapeugah, beuta kisah narit hamba
Oh ka malam Isya sudah, bek meuminah bek keuluwa
Mascng maseng duek di teumpat, bandum rakyat bek keuluwa Meung ta teubiet mate meuhat, meunan adat ulon nyata Oh lheueh sabda di Sulotan, seukalian geubri haba Na lhce malam dudoe akhe, raja peureugi ngon lasyeuka
Alat seunjata tumbak beude, deumpeue hase ban sineuna Raja teubiet geubeurangkat, deungon rakyat malam jula Lingka nanggroe raja deelat, geujak meuhat jaga jaga Saboh teumpat diyub kayee, sinan meuteumei saboh tantra
Nanggroe laen teuka keunan, peurdagangan kameng jiba Deungon hamba jiba sajan, meuteumei angkatan raja raya Raja tanyong ka jipeugah, kareuna Allah tan meutuka Ureueng meukat meunan nyang sah, di Khalifah geupeucaya
Raja jawcub teuma lheuh nyan, kheundak Tuhan ateueh gata Ka lheueh janji lon hai taulan, deungon rakan rakyat nyang na Bek tinggai kheun ulon teunyoe, meuhat dudoe han peucaya Ureueng jcuheut dum sinaroe, akhe kamoe jipeuseunda
Han jipateh ban lon peugah, meunan Khalifah neu meusabda He syeedara ta paban bah, kheundak Allah katroh masa Asoe syeuruga gata meuhat, bekle ingat ajai teuka Meung lheueh gata lon rugoe that, gata sahbat ku enanya
Geukoh takue seukalian, geucok lheuh nyan le keupala Teumpat laen geubeurjalan, meuteumei ensan geuelanya Beungoh uroe habeh malam, siribee nam reutoh keupala Seutot jalan meunan macam, le that karam geupeufahna
Nibak jalan dum geukeubah, hamba Allah kalon rupa Meunan bangon buet Khalifah, that amarah hana tara
Malam singoh geujak scunggoh, limong reutoh na keupala Malam nyang lhee na dua ploh. malam peuet troh han sapeue na Habeh seungab seukalian, keutakotan hana tara Ureung jeuheut teumakot hanban. ji eu buettan poteuraja Hingga trok uroe jeumeu’at. dum meusapat tuha muda Teuma meusabda raja declat. ubak rakyat ban sineuna Buka peutoe dum sinaroe, bak malam nyoe dum na gata Areuta hilang beurang kasoe, raja gantoe meunan nyata Rumoh keude seukalian, hukom Sulotan neuyue buka Padum lawet dudoe akhe, meugadoh le nyan areuta Gadoh meuch peuct reutoh tahe, jipeugah le ubak raja
Geuyue meusumpah teuma po nyan, keuhilangan nyo sibeuna
Teuma gantoe le Sulotan, geubayaran le arcuta Teuma dudoe jeumeu'at datang, lheueh seumbahyang sabda raja
Areuta geubayeue nyang ka hilang, lakce pulang ulch raja
Bak po sagoe peutua rakyat, hukom kreuch that nibak raja Lam ureueng le sinan meuhat, ji kheun teupat di nab raja Hana kamoe meubayaran, cok sipulan ji beurkata Ohka meusoe bak Sulotan, gcudrob lheuch nyan sigra sigra Areuta jicok ka dipulang, hate scunang tcuma raja Sipancuri jaroe geurcupang, hana sayang nibak raja Geubri hukom teuma dudoc, raja nanggroc yuc keurcuja Meuh ngon pirak dum sinaroc, raja nanggroc suroh hanta Seutot jalan meuh ngon pirak, walce meusipak tan jikira Dum pancuri hanle cabak, takot rusak habch nyawa Padum lawet nyang meumeunan, keusukaan raja raya Sabab nanggroe sangat aman, hana lawan ngon maknura Areuta nyan dum sinaroe, geubri jinoe keu fakira
Geukhanduri geuseudeukah, syuko keu Allah poteuraja Mangat hate Duli Khalifah, buct peurintah ka sijahtra
Adabul Amir na geuseubut, nyang meukeusud ade raja Bck teukabo he raja cut, le that meureud nibak riya Bck na sagai peuraya droe, le that rugoe raja raja Kon bak ija alat sinaroe, kon bak neungui ija sutra
Kon bak alat keurajeuen, kon piasan meusuka suka Peuraya droe lon katakan, wahe Sulotan raja raja Peuraya droc ulon rawi, dum na faki bek peuhina Bck pcujayeh ‘alem beurang ri, bek tabanci ureueng tuha
Nyang di baroh kureueng deurajat, bekna deelat ta peuhina Urcucng mcuseukin bek taluwat, dum na rakyat bek meureuka Nyang tan salah beurang kari, bek seukali peumeureuka Cit rugoe that meunan duli, hana sabe rugoe raya
Nyang peuhina ureueng alem, ureueng peukhem ureueng tuha Nyankcu bahya wahe polem, Tuhan kirem balah sigra Peumcurcuka beurang kasoe, salah puroe dijih hana Sia-sia meunan bagoe, beurang kasoe raja raja
Wahe Teungku Ulecbalang, nyang peutimang nanggroe donya Ateuch rakyat hukom seunang, deungon reumbang bek meutuka Wahe teungku nyang meutuah, nyoe lon peugah nyang sibeuna Ban di sinoe nyang ka leumah, ban nyang kisah raja raja Bek meutuka meusigeutu, ikot teungku raja hamba Beuna tapham meunan laku, meunan nafsu fakir hina He raja jroh nyang meutuah, bek na ubah bube seuma Uroe malam lon meupayah, Teungku meutuah sabab gata
Buet agama syari`at Nabi, bek sikali ubah gata
Deungon yakin wahe doli. Tuhan Rabbi tulong gata Amar nahi beu that kuat. hukom syari'at bek meutuka Beuji gasch uleh rakyat. donya akhirat beusijahtra Bube sinoe nyang ka leumah. bube peurintah bek meutuka Wahe raja nyang meutuah, beuthat ramah mahkuta raja Bube hukom nyang di sinoe, takich keudroe ta usaha Bekta malah eu kitab nyoe. he raja droe le that guna Wahe Teungku bungong pade. beumeusampe lon usaha Nyankeuh wasiet hamba faki, akan doli mahamulia Bek meureuka beurang kasoc, ngon pantah roe sigra sigra Beuta ingat awai dudoe, lheuch seuleusoe pike gata
Keunong hukom bube layak, nyang mustahak taboh deunda
Bek ngon sigra ta peurusak, cit bube hak bck mcutuka Sidroe raja jameuen dilce, meunoe lagee geupeukhaba Jameun Jakfar duck Sulotan, bak jameun nyan saboh masa Sidroe ureueng keusalahan, bak raja nyan teumeureuka Raja yue poh meunan suroh, geuyue bunoh mate pahna Sidroe ureueng teuka sculah, han geubri poh geuyue saba Teungku Syiah peugah meunoc, deungo kamoe wahe raja Sabda nabi ulon teuproc, Hadits Rasul nyang mulia Raja jaweub insya Allah, Teungku peugah haba mulia Uroe kiamat 'ohka sudah, hamba Allah himpon dum na Teuka suara dalam ghayeb, soena habib Allah Ta 'ala Soena gaseh beudoh bektreb, arti habcb gasch Asa Hana beudoh pih meusidroe, malenkan soc nyang bangket na Deesya makhluk nyang ampon soc, gobnyan dudoe beudoh sigra
Teuma raja le peumeu'ah, ureueng salah lheueh bak raja
Teungku Syiah lom neu peugah, Rasulullah po calitra Nyang that susah uroc dudoe, beurang kasoe raja raja Nyang that marah keu beurangkasoe, gobnyan keudroe ingat hana Meurcuka Allah ateueh diri, meunan Nabi neu meusabda
Sidroc ureueng tanyong bak Nabi, Ya habibi toh nyang raya Nyang that meugah di akhirat, toh meurtabat nyang mulia Jaweub Nabi teuma leugat, bek bri meularat manusia Manusia beurang kari, beumangat hate deungon suka
Bck amarah ngon meupake, deungon akhi si agama Syaiful Mulok saboh kitab, deungo cakap dum syeedara U bak Musa Iblih peurab, jidong meuhab dikeue Musa Hc ya Musa Nabiyullah, ulon peugah nyang sibeuna
Nabi deungo Iblih peugah, meusilsilah ji calitra Keubajikan donya akhirat, beuta ingat wahe Musa Lhee peukara lon riwayat, phon phon meuhat ulon nyata Bck cnanya hamba Allah, meunan nyang sah nyang sibeuna
Nyang keudua ulon peugah, inong bek leumah ingat gata Ureueng inong beurang kari, bek beurahi hate gata Tcuma nyang lhee bek na kikir, ingat sare wahe Musa Lhee peukara na geupakoe, beurang kasoe manusia Nyan seunjata alat kamoe, meupeuwawoe manusia Ngon nyan meutaki dum na rakyat, donya akhirat jeuet binasa He syeedara beuta ingat, jalan sisat tinggai gata Ateuch raja nyang mat nanggroe, deungo kamoe fakir hina
Wahe raja beurang kasoe, wajeb meunoe ta keureuja Hamba Allah beurang kari, beuta nanti tapreh teuka
Nibak Bale bek tacre-cre. rakyat beurang ri kadang teuka Kadang soe soe na sukaran, peurhukoman jak bak gata Ureueng meuhukom nyang sukaran, bri putosan deungon sigra Pahla meuteumei han teupeugah, hamba Allah ta usaha gata Pahla seumbahyang keugata sah, meunan Khalifah raja raja Sulotan Umar bak sinaroe, lheuch sculeusoc hukom nyang na Neuwoe leugat u Meuligoe, peurcubah droe teungeut indra Hamba Allah teuka keunan, jikalon tan teuma raja Hamba Allah that sukaran, susah hanban ka jigisa Raja Umar jaga dudoe, jipeugah proc ureueng teuka
Raja geukheun teuma meunoc, hanjeut ta peugoc mangat jaga
Meung ta peugoe ulon beudoh, ulon satoh hukom teuka Raja Umar that teuloh loh, pha neupoh poh hana reuda Bak siuroe lom pi meunan, habch dum nyan neuparcksa Habeh hukom seukalian, urcung pihtanlc jitcuka Raja neuwoe u Meuligoc, peurcubah droc sikutika Lagi hana mangat asoe, teungcut samlakoc labui mata Teuma teuka sidroe ensan, jikalon tan teuma raja Teuma jiwoe lam sukaran, jaga Sulotan raja Uma Aneuk dara pih na sidroe, cangklak hansoc ji beurkata Aneuk dara jikheun meunoe, diayah droc dawok indra Keusukaran hamba Allah, hukom jipeugah tan ayahnda Han teukeuse nyan diayah, deungon Allah nyang kuasa Kadang mate bak saat nyan, dudoe Tuhan neuparcksa Pakri jaweub deungon Tuhan, teukeusc hanban silagocna Teuma jaweub Duli Khalifah, aneuk meutuah nyo sibcuna Meunan saheh ban tapeugah, beuna salah atcuh hamba
Nyang uroc nyoc ulon taubat, teukeuse that diayahnda Beurang kajan raja daulat, duek bak teumpat Bale raya
Hana neu ch raja doli, ingat sabe kheun aneuknda Nyang ban bucttan raja ade, beuta pike dum syeedara Wahe raja nyang bangsawan, pengajaran bek talupa Ta hukom gob ngon amilan, gaseh Tuhan that keuraja Teurscbut Amiratul Adil, deungo sare dum na raja
Leumoh leumbot hukom ade, ngon kreueh lagi hukom raja Beuna bida deungon patot, ureueng jeuheut marah raja Ureueng nyang got bek tadhot dhot, leumoh leumbot ta pareksa Ngon ic muka teubumameh, bek ngon beungeh ala kada
Bck peuleumah muka ceungeh, beuthat manis narit gata Raja ade na tatukri, Syari'at Nabi bek tinggai na Amai salch pujoe Rabbi, raja ade nyan keureuja Bck na leumah keu meugahan, ade Sulotan sabab donya
Kcugob pujoc bck sukaan, jinoe meunan nyang le raja Pujoc raja sabab jitakot, bek tareubot ta clanya Dua pujoc bek tacarot, dijih meukeusud bek meureuka Keulhce raja jcuct jipujoe, sabab bagoe gata kaya
Mangat tabri nafsu sampoe, nyankeu bagoc tamak raya Gata jipujoc meunan sabe, ngon nyan lale gata raja Hingga sampoc gata mate, rugoe sabe lam jidaya Raja pungo galak mcunan, akai jihtan eleumei hana
Geunap uroe keusalahan, deungon Tuhan sitree gata Tiep tiep raja geukheun ade, sit geuturi rugoe laba Oh ka malam watee sunyi, geupeureugi kawai donya Peue jipeugah ulch rakyat, neuluem meuhat uleh raja
Peue peue jikheun dum geuingat, meunan sifeut buet di raja
Jikalau han tajak keudroe. yuc beurangsoe rakan gata Bek na jithee le beurangsoc. ureung tayue uleh gata Mata mata lam scumbunyi. bek soc turi meunan rupa Got ngon jeuheut ta keutahwi, meunan doli pangkat raja Oh ta deungo nyang jipeugah, kadang salah gata raja Teuma lheuch nyan beuta ubah, buct peurintah nyang ka lupa Kadang beuna jikheun laku, mengucap syuko gata raja Bek na leumah meusigcutu, sabab nafsu deungon hawa Seuperuti kata Hasan Basri, deungo sare raja raja Raja ade beurang kari, geupeutinggi bak agama Neubri martabat uleh Tuhan, keuraja nyan pangkat akla Bak beurangsoe keuleubchan, gata Sulotan nibak nyang na Barang ri raja takot keu Allah, Tuhan balah nyan keuraja Dumna rakyat lam peurintah, Tuhan tamah takot keu raja Kitab Salathin na geuscubut, deungo pocut Teungku raja
Raja ade that tumakot, guboh patot buct di raja
Peuet bahgian geuboh adat, siuroc mcuhat gcukeurcuja Saboh bahgi keu ibadat, dua meuhat bucttan raja Nyang lhee bagi peulajaran, beurkataan ngon ulama
Buet seundiri sibagian, ka peuct bahgian lon pcuhaba
Makan minum beurscunda gurau, bube laku adat raja
Raja dilee mcunan laku. jinoe tuanku meunan hana
Nyoe lom sboh peungajaran, watc puprangan ulon nyata Bek geumaok raja keunan, sabab gob nyan gantung nyawa
buettan salueng mate raja
Geubicara alat puprangan, ngon makanan ureueng ngaza
Geubicara dum pakaian, geusalenan dum lasyeukar Ureung scutia ngon sipa-i, beuna sabe sajan raja
Alat scunjata tumbak beude, ngon nyan hase kuat raja
Beuna ureueng nyang phalawan, beuna taulan nyang seutia
Watce miscuc ka keusukaran, na keusajan sangga raja
Wahe raja Ulecbalang, deungon seunang lon peukhaba
Haba sinoc takich rijang, dum sibarang tapeucaya Beuna takich ngon ibarat, cit wajeb that raja raja Wajcb gata leubch deurajat, Tuhan Hadlarat nyang karonya Raja Iseulam kalon bayan, pham janjongan bek meutuka
Nyang haba nyoc beuta iman, keubajikan gata raja Peurintah Nabi dum na Wali, raja ade sahbat mulia Beuta pakoc bube rawi, deurajat hase gata raja Cit beuta pham nyang haba nyoe, dua nanggroc jeuet sijahtra
Pangkat tinggi deurajat sampoc, beuta pakoe haba mulia Jinoe lon kisah Raja kafe, nyang tan turi Allah Ta’ala Peurbuatan mcuteutapi, deungon ade ji keureuja Deungon inscuch peulara rakyat, hukom meuhat ji peubida Got ngon jeuheuet na jitupat, nanggroc jroh that ngon makmura Pasai lapan ulon rawi, raja kafe nyang ade na Lon kisah Nasruwan Ade, meunoe Nabi neu meusabda Inna wadat fizamanil Malck Adli, meunan Nabi neu meusabda
Teurseubut lam Kitab Tarckh, dua thon sahch wafeut Mushtafa Nyan keurajcuen nyang that leubeh, ulon sarch ngon sibeuna Teuma mate raja Nasruwan, keurajeuen jameun lama masa Peuct ploh thon keurajeuen raja nyan, hana lawan that makmura
Keubajikan dum jipeubuet, nyang makeusud aman raya Peutimang nanggroe ulon scubut. rakyat teumakot hana tara Adak Iseulam meunan bagoe, dua nanggroe that mulia Neu gasch that Tuhan sidroe, hana bagoe ateuh raja Raja Nasruwan lon hikayat. inseuh keu rakyat hana tara Hukom ade ngon beuna that, raya pangkat raja raya Raja tanyong bak siuroe, dalam nanggroe na binasa Geupareksa ubak Meuntroe, jikheun meunoe hana nyata Bube neumat pojanjongan, hantom laman na parek sa Patek ini hana tuban, nyan laheran hana nyata
Jibri tanggoh uleh Meuntroe, lam lhee uroc meupareksa
Jipareksa jeucb jeueb sagoc, bak beurangsoe dum peutua
Rumoh dum got seukalian, bandum aman peunoh rata
Ubak raja peurseumbahan, hansoc tuban hana nyata
Nyang rumoh brok tan keutahwi, nyangka lahe meuparcksa
Teuma seungab raja duli, Mcuntroc sare ka jigisa
Padum lawet teuma dudoe, raja nanggroc geukculeuwa
Abu Zamhir teuma sampoe, raja nanggroc le pareksa
Dalam nanggroe dum jajahan, pakri bangon na binasa Atawa makmu seukalian, cuba bayan kudeungo nyata Abu Zamhir ji peugah kri, Ampon duli makmu raya Bitpi meunan laman pike, dilec bahle lon parcksa Hana haba raja iem droe, teuma geuwoe u istana Abu Zamhir pangge Meuntroc, dalam nanggroe rakyat nyangna Teuka rakyat subhanallah, Zamhir peugah haba raja Wahe sahbat ulon peugah, daulat Khalifah saket raya Mita ubat keu janjongan, wahe taulan jak tamita Tanoh teumpat binasaan, mita rakan dum syccdara
Tanoh yub moh hana gcuduek, mita beutok jeueb jeueb donya
Ubat sakct raja sijuek, yub rumoh brok jak tamita Teuma rakyat dilakce droc, dum sinaroe jak meumita
Jeub jeub teumpat jeub jeub sagoe, jeub jeub bumoe ji pareksa
Padum lawet peucarian, sapat pih tan nyang na nyata Rata gampong meutcumei tan, teukeudi Tuhan saboh masa Meutcumci le rumoh saboh, cit rumoh soh ureung hana Teuma lheuch nyan puwoe tanoh, sare mch moh plueng bak raja
Ubak raja jime leugat, oh troh deelat teuma raja
Raja tcuduck nibak teumpat, peuscumbah meuhat tanoh jiba
Raja tanyong pat meuteumei, jikheun lagee bube nyata Ampon tuanku meugahan teuntee, rumoh dilee saboh masa
Urcueng dagang nanggroe aseng, teupeulinteng keunoe teuka Salch Arab salch di Kleng, nanggroe aseng laen donya
Ureueng kaya geubloe rumoh, hana saboh na syeedara Mate gob nyan jeuet rumoh soh, tansoe satoh padum lama
Nanggroc gob nyan tansoe tupat, cit lawi that pomeukuta Troh ‘an jinoe tansoe sasat, meunan deelat asai mula Arcuta milck sikalian, geutroh sinan dalam tangga Geudhoe rumoh teuma lheueh nyan, tansoe keunan le nateuka
Ka geuturab babah pinto, tansoe lalo bak teumpatnya Rumoh jinoc rab teupuro, tansoe hiro pomeukuta Raja deungo bandum kisah, teuhah babah hana haba Teuma raja neukheun pantah, bak kafilah dum sineuna
Teuma raja geupcugah proe, lon meusyeuwoi hana tara Mangat hate ulon jinoe, kalon teupeue dum peukara
Na nyang laen rumoh meunan. lam jajahan nanggroe kita Teuma jaweub seukalian, Tuanku tan hana nyata Bube keurajeuen geunggam doli, tan sikali nyang binasa Cit rumoh nyoe nyang na lahe, ka meuncari laen hana That bit makmu hana lawan, lagi aman hana nyang sa Hana sabe dum Nasruwan, keukayaan rakyat nyang na Deungo lon kisah bak siuroe. geubloe peubloe tanoh tangga Geubloe tanoh rumoh pihroc, di sipubloc tueng harcuga Ka lheuh sambot rumoh teumpat, sibloe meuhat duck di sana Peugleh tanoh bak saboh had, peunula sarat dum jipula Meuteumee peudana dalam guci, peunoh sare meuch dalamnya Teumei peudana ureueng akhe, jimita le ureueng mula 'Oh meuteumei ji kheun meunoc, han got peurangoe teuh digata Pakon gata tipee kamoe, dalam bumoe boh peudana
Jakcok jinoe le beurijang, bek meuwayang deungon hamba
Areuta gata tacok pulang, meunan reumbang bek meuscunda
Ureueng mula ji peugah le, nasib rascuki milck gata Milek gata dum sikali, baten lahe dum simua Di ureueng bloe that amarah, jeuheut lcupah akai gata Peubloe rumoh tanoh sudah, tan tapcugah na peudana Ka meupake bandua droe, kon milck droc maseng kata Ubak raja geujak dudoe, geupcugah proc bucttan dakwa Po nyoe saboh po jeh saban, bandua han tueng arcuta Maseng maseng hana jitueng, rab ji meuglueng dinab raja Dum na Meuntroe jikheun salueng, nyang po bulueng milek raja Raja marah nyan keu Meuntroe, kah kheun bagoe manusia
Peulheuh kheuseumat raja nanggroe, geukheun meunoc uleh raja Dua gata ta meubisan, peukawen nyan aneuk gata Gata dua bck dakwaan, bahgian keu aneuk gata Aneuk pojch ureueng binoe, aneuk po nyoe agam teuma
Hukom dua ka seulcusoe, meunan bagoe ade raja Lam peurintah raja Nasruwan, seukalian ureueng kaya Sabab ade hana lawan, rakyat gobnyan hana goga Jamcuen raja Harun Rasyid, meunoe sabet geucalitra
Ngon pandita raja marit, neu kheun bit bit kon doseuta Kheun pandita dum sinaroe, beurang kasoe ade raja 'Oh jan mate teuma dudoe, han brok asoe teuboh ia Bangon hudep mcunan sabe, walau kafe nyang ade na
Troh kiamat hana brok le, meunan sabe silama lama Harun Rasyid jaweub yoh nyan, meunyo meunan ban takata Dum na hadits pih kheun meunan, cuba tuan kalon nyata Cuba cu Nasruwan Ade, jih nyan kafe tan agama
‘Oh lheuh pakat bandum sarc, geupeureugi bak kubunya Cuba kalon kurck kubu, ta cuba eu pakri rupa Mangat nyata deungon taeu, pakri laku ade raja Dumna meuntroe di Nasruwan, troh panggilan ubak raja
Yue kueh jeurat ubak po nyan, meunan padan suroh raja Teuma lheuh nyan jikueh kubu, Sulotan eu deungon mata Naban bangon ureueng tido, raja tahe mandang mata Leumah on meuh saboh sajan, teuduek sinan toe ngon raja Di dalam nyan meunyatakan, keubeusaran manusia Ureueng ‘alem membesarkan, seukalian dum ulama Raja ade nyang that beuna, meuna raja nyang that akla Beurang kapeue pakat beuna, ngon ulama nyang mulia
Bek na lupa dum keurakyat. beuna sasat nibak raja Bek meureuka ngon pantah that. beuna ibarat kira kira Meunan teusurat hana laen, raja salen tueng peungaja Geuboh gafan raja salen, keumeunyan lilen geutot sigra Ngon bee beewan nyang sangat that. Sulotan khideumat hana tara Teuma kubu geutop meuhat, peugot jeurat indah raya Dum pandita jikheun meunoe, ampon kamoe pomeukuta Allah Ta’ala karonya sidroe, sabab raja nyoe ade raya Han neubri brok tuboh kafe, sabab ade dalam donya Han Neuraka dudoe page, karonya Rabbi neu peulara Neubri dijih saboh teumpat, karonya Hadlarat akan dia Raja Cina lon hikayat, keurajcun teumpat sangat beusa Teuka peunyaket saboh bagoc, akhe tuloc raja Cina Nyan pi ade that peurangoe, hana bagoc atcuch donya Puleh saket teuka susah, pijuct tuboh duka cita Dawok jimoe lam beulisah, tacu ubah ngon ic muka Teuka Meuntroe bandum keunan, scukalian ngadap raja Meuntroe tanyong teuma lheuch nyan, pakon meunan pomeukuta Peue peunyaket tuanku droe, neu kheun jinoe meudeungo nyata Raja Cina jaweub meunoe, ulon tcunyoc sakct hana Kareuna lon peurcintaan, lam susahan hana tara Handeuh kudeungo peukhabaran, scukalian rakyat nyang na Jijak peugah hai dum rakyat, hana dapat deungo hamba Jikalau deuh kudeungo meuhat, hukom rakyat ngon sibcuna Hana teukeuse wahe Meuntroe, peugang nanggroe mat neuraca
Nyan keuh susah hana bagoc, tuboh kunyoe la'eh raya Teuma mcuntroc jaweub leugat, Ampon deelat bek neuduka Beurangpcue buct keuhai rakyat, gantoc meuhat kamoc dum na Kamoc peugah bak tuanku, bube laku nyan jikata Raja Cina teuma meusu, he Meuntroeku nyo sibeuna
Ulon tcunyoe ‘oh jan mate, dudoc akhe geupareksa Ulch Tuhan nyang meunjadi, Tuhan nyang bri keurajeuen hamba Bak lon meuhat pareksa roe, kon bak Meuntroe he Peurdana Wajeb mcuhat ateuch kunyoe, pareksa keudroe manusia
Meukon meunan hana sabet, hana mangat hate hamba Meung ka meunan hate mangat, ka gadoh brat ateueh hamba
Dum na Meuntroc habeh seungab, hana jaweub sikrak haba Teuma raja lom beurcakap, keunoe beurab he peurdana
Jikalee klo geulinyueng kamoe, mata kunyoe peugeuh raya Ubak rakyat ta hareutoc, beurang kasoe peue hajat na Ija isyarat ngui peukayan, soe sukaran manusia Tayue jidong di hadapan, ngon suratan jiboh haba
Mangat kungieng na kulihat, kubri meuhat putoh sigra Meunan bangon taboh adat, ubak rakyat nyang bicara Meunan bangon raja ade, seulang kafe tan agama Khcun kitab Fadlilatul Adli, raja kafe nyang ade na
Geubri teumpat ulch Tuhan, Akraf nan geukheun nama Syeuruga teumpat keusukaran, Neuraka taulan teumpat duka Antara nyan saboh teumpat, uroe kiamat Tuhan karonya Keu raja kafe nyang ade that, nyankeu teumpat neubri teuma
Nyankeuh teumpat raja kafe, ri nyang ade neu karonya
Salang kafe meunan ade. Iseulam akhi cuba kira Buettan raja nyangka dilee, meunoe lagee geukeureuja Iseulam kafe teuntee teuntee. buettan lagee that samporna Geupeulara ateuch rakyat. meuleubch that geuusaha Nanggroe makmu rakyat mangat. sabab ade that aman raya Uleebalang Peutua nanggroc. hana bagoe gaseh raja Keusukaan aneuk nanggroe. sabab adoe aman raya Dalam nanggroe beurtambahan. tumbuh tumbuhan Allah karonya Meutamah hase le beundaharaan. keukayaan raja raja Le lasyeuka sajan ngon droe, Peutua mcuntroe dum seureuta Meule areuta raja nanggroe, hase dumpeue bube pinta Meunyo ade inseuh pih that, nyan keu dauļat nyang bahgia Tuhan neubri le beurcukat, dum na rakyat hate suka Buettan ade na tatukri, nyang peusuci tulak bala Bahya raja barang kari, malenkan ade tulak bahya Buettan ade cit keukai that, uroc akhirat that mulia Gobnyan meugah dua teumpat, donya akhirat lam sijahtra Seupeurti fireuman lam Quru'an, deungo Sulotan raja raja Wama muhlikal quraa, Illadh dhalimunnn Tan binasa ateuh nanggroe, cit meung asoc di dalamnya Ji enanya teuma keudroe, Tuhan sidroc peutron bala Almulku yabqaa bilkuri, Wala yabqa bidh dhalem Nyang keurajeuen keukai sabe, walcc kafc kcukai silama Raja zalem cit keukai han, nyang keukalan adc raja Donya akhirat keulebihan, deurajat gobnyan sangat akla Beuta ingat he raja droe, ajaran nyoc bck talupa
Beutaturi laba rugoe, dua nanggroe beusijahtera Teuseubot lam kitab tareh, ulon sareh raja raja
Keurajcucn dilce meuleubeh-leubeh, asai jandeh mula raja Aneuk Adam na mula phon, nan Kayyumun mat neuraca
Keurajeuen trep na lhee ploh thon, mate Kayyumun Ausak raja Sikurcueng ploh keurajeuen Ausah, meusalen bak Thahur nama Keurajcuen nyan sangat gunjak, sinan phon bak asai mula Sinan keuphon keuluwa prang, sabab meutunang mula mula
Ngon krcuch narib phon meusugang, piasan prang alat senjata
Alat senjata keulua sinan, meugah hanban meusyeuhu raya
Sikureueng reutoh kelamaan, teuma lheuch nyan jeuet Jam raja Bak raja Jam ulon peugah, sinan leumah peukaian guda Perbuatan indah indah, lethat ulah geukeuluwa Pakaian lasyeuka meubagoe-bagoe, alat sinaroe rupa rupa
Keurajcuen Jam lingkop nanggroe, le that bagoe geukeuluwa Masyreq Magreb keurajeuen limpah, meusyeuhu gah sigom donya Hana sabe dum Jam meugah, duek khalifah lama masa Umu lawi lon kheuen sunggoh, tujoh reutoh umu jihna Tujoh blah thon teuma lon boh, buleuen pih troh enam teuma Teuma lheueh nyan keurajeuen Dalak, nyan pih rancak saboh raja Dua nama geukheun parak, Zulhaqian bak saboh kata Po nyan keuh phon peugot patong, jayeh untong seumah beurahla
Tujoh reutoh lon kheuen keunong, habeh nyawong mate phana
Afaridun keu geulantoe, aman nanggroe hana tara That sijahtera hana bagoc. keubajikan roe dikeureuja Limong reutoh umu po nyan, teumna keumudian Manujah raja Ade inseuch hana lawan, muliaan eleumei dumna Sireutoh lhee ploh umu sampoc, teuma gantoe Dudaruın raja Lhee ploh umu laen gantoe, teuma dudoe geuboh raja Afrasyiap keurajaan, le alahkan taklok raja Dua blah thon umu po nyan, Thahmasab nan geuboh raja Lhee thon keurajcuen teuma mate, meubculeuen le lapar nyata Fasagiar gantoe doli, sircutoh thon mate gantoc pula Gasigawus teuma keurajeuen, dua ploh thon mate fahna That geumaseh hana lawan, inscuch hanban rakyat nyang na Kabakhasaru gantoe geuboch, fakir sinaroe gasch raya Saba pih that hana bagoe, mate dudoe namploh lima Lahrasab gantoc geuboh, nyak that kukoh piasan donya Umu dijih sireutoh siploh, tcuma geuboh lacn raja Bahnan Iskandar nyang keurajcuen, alat puprangan le lagoena Umu sireutoh dua blah thon, ancuk peurcumpuan gantoc raja Nan Sufatul keurajeuen utoh, 'oh teulhce ploh ajai teuka Teuma lheueh nyan keurajcucn Darab, hukom cakap ngon peurkasa Le that talo ho jipeunab, habch scungab taklok raja Sireutoh namploh teuma mampus, Raja Diryanus Ibni Dara Dua blah thon mate Diryanus, dudoc geuboh lacn raja Mulok Taufik keurajaan, Harimaran geuboh raja Gantoe laen o'h mate nyan, Yazdakarad nan geuboh raja Hana gantoe nyang kawom nyan, bak lainan gantoc teuma Padum lawet dudoe bak nyan, keulaheran Islam raja Raja Iseulam Tuhan neubri, mukjizat Nabi kuat agama Hingga sampoe troh an page, meunan sabe lam sijahtra
Wahe raja wahe daulat, cuba ingat uleh gata Turon muron bak jad majad, raja dumpat jinoe hoka?
Habch fahna seukalian, sidroe pih tan keukai nyang na Arcuta le keukayaan, tinggai dum nyan dalam donya Dua peukara nyang na dumsoe, deesya bagoe dengon pahla Deesya pahla nyang dua roe, nyang sajan droe putoh hana
Keujahatan keubajikan, nyang na taulan sajan taba Dua peukara cit lacn tan, pike tuan nyang bahgia Peuc nyang tame lam donya nyoe, troh ‘an dudoe putoh hana Beuta ingat beurangkasoe, got jeuheuet roe dua nama
Pasai sikureueng ulon bayan, peurbuatan raja raja Raja dlalem lon nyatakan, Fireuman Tuhan deungo nyata Sitcungoh ureueng ulon peugah, sitree Allah nyang sibeuna Uroc kiamat nyang sibeuna, dlalem khalifah raja raja
Neubri azcub uroc kiamat, nyang that sangat ateueh raja Raja dlalem Tuhan laknat, nyang that amat neubri seksa" Scupcurti ban sabda Nabi, deungo akhi ngon seksama Allah Taala raja neujadi, han sikali harap binasa
Neu yuc peulara hamba Allah, meunan neu seurah dumna hamba Bube neuyue bek meuminah, nyan khalifah asoe syeuruga Meunyoc meuubah ban yue Tuhan, keuraja nyan hareum syeuruga Sabda Nabi lon nyatakan, dua umat nyan syafa'at hana
Peurtama raja dlalem sangat, dua syari’at ji peuganda Fireuman Tuhan deungo sahbat, nyokeuh ayat ulon nyata Waman lam yahkum bimaanzallahu, Fa ula ika humudh dhalimuun Bube hukom nibak Tuhan, ikot meunan wahe raja
Jikalee tan buet nyang meunan, dinamakan lalem raja Sabda Nabi meukheun meunoe, dua bagoe scksa raja Peuleubeh Syari’at nyang saboh roc. dua adoe peukurcueng na Nyang peuleubeh ban Syari'at, uroc kiamat geupareksa Meunoe suai le Hadlarat, pakon kah that meuangkara Jaweueb raja teuma meunoc, sayang kamoe ikot hana Bube kah kheun han jipakoc, ban nafsu droe ka keureuja Nyang peukureueng ban Syari'at, Tuhan halarat neu pareksa Pakon kureueng seksa rakyat, ban Syari at hukom hana Raja jaweueb teuma meunoc, sayang kamoe ya Rabbana Lom fireuman Tuhan sidroc, leubch kah nyoc sayang hamba
Bandua peue jeuet meularat, geuyue intat lam neuraka
Teuma geuhue raja laknat, Malaikat tarck hila Syeksa sangat meubagoe bagoc, ingat dumsoc raja raja Peuet peukara kheun lom Nabi, Tuhan banci akan dia Peurtama raja hana ade, beurang kari hukom hamba Hana inseueh dum keurakyat, bube hajat ji kcurcuja Kedua ureueng meututo that, nyang leubeh brat mcumuka muka Keulhee ureueng ji aja tan, scukalian ancuk nisa Asoe rumoh ta ajaran, hukom bucttan bak agama Keu peuet ureueng jeuheuct beugi, hak istcuri ji cnanya Peuet peukara sabda Nabi, dudoc page azcucb raya Imum Hanafi meunan kisah, takot keu Allah lhee peukara Phon phon enanya hamba Allah, keudua sah syuko hana Neubri nekmat uleh Tuhan, ji syuko tan kcu Rabbana Keu lhee ureueng jitakot tan, sycksa Tuhan azcub scksa Lhee peukara han jitakot, watee mawot iman hana Imum Hanafī meunan seubut, beuta ikot dum sycedara
Sabda Nabi neukheun meunoc, deungo dumsoe tuha muda Dalam kubu sycksa hansoe, geutot asoe ngon cokma meunyala
Ngon nyan geupoh amat sangat, jiklik pi that hana tara Teuma jikheun meunoe leugat, Malaikat pakon seksa
Scumayang puasa jakcuet haji, suroh Rabbi tinggai hana Bubc suroh Tuhan Rabbi, hana khali meukeureuja Malaikat jaweub meunoe, bak siuroe seumayang gata Keumch gata tan suci roe, lom ulon proe saboh masa
Sidroc urcueng lakee tulong, ji meugantung ubak gata Jih enanya yoh di gampong, han tatulong uleh gata Nyankcu sabab balah Tuhan, keubajikan han bak gata Beuta ingat wahe taulan, Nabi meunan neu meusabda
Riwayat hadits tulong bantu, cit peurculu nibak enanya Kheun ulama ngon Syckh Mansu, meunan laku neu peuhaba Soc soc ureueng nyang ka mate, limong bagi geupusaka Malek Mawot saboh bagi, nyawong sare tueng pusaka
Nyang kcudua tueng bahgian, wareh taulan tueng areuta Teuma nyang lhee asoe jih nyan, ulat dum nyan tueng pusaka Keupeut tuleueng pusaka tanoh, teuma lon boch nyang keulima Amai nyang na dum nyang jroh jroh, ureueng tapoh tueng pusaka
Nyankeu ureueng tucng bahgian, ingat taulan dum syeedara Dum haba nyoe beuta iman, wajeb tuan ta peucaya
Lam kitab Tambihudh dhalimin, soe na yakin deungo rata He syeedara nyang Muslimin, nyang salihin bak agama
Elanya dum ulon teuproe, dua bagoe ji meunama
Saboh syaukah wahe adoc, makna areutoe nyang ceulaka Nyang keudua geukheun laknat, dua meuhat saboh juga Nyang dua nyan wahe daulat. dumn he sahbat bek rab gata Nyan peureudee keujahatan, lalem sinan ji keuluwa Donya akhirat keuhinaan, sinan taulan buet elanya Ateueh po nyan Tuhan laknat, nyang raya that neubri bala Han neu ampon le Hadlarat, malenkan taubat nyang sibeuna Lakee ampon maseng bak droe, bak beurangsoe nyang enanya Taubat nasuha meunan bagoc, laen adoe ubat hana Sidroe raja lon hikayat, lalem sangat hana tara Di Basrah keurajeuen teumpat, bucttan laknat that enanya Jiyue hamba seukalian, pat na jalan ureueng teuka Jiyue keumiet pat na jalan, lakce yoh nyan adat raja Sidroe ureueng saboh deurcuham, meunan macam ji keureuja Meueng han jibri ureueng jitham, jipeukaram jihue hila Meunan sabe geunap uroc, hana bagoc that cnanya Sidroe Majusi lakoe binoe, hana sapeuc gasicn raya Majusi nyan jitueng upah, di Basrah nyan kcurcuja Saboh Keuleude nyan jipapah, hamba Allah gasicn raya Peue peue gob yue gantoe jimc, ateueh Keuleude peudicng tcuma Meutumei upah buet keuleude, dijih lape tan kuasa Meueng tan upah deuek laparan, nyankcu jalan laen hana That miseukin ngon hinaan, keusukaran hana tara Teukeudirullah bak siuroe, lakoe binoc ji mcusafar Mita upah pat pat nanggroe, meunan bagoc urcueng hina Inong Majusi teungoh hamel, tuboh lape pruct ka raya Inong giduek ateueh keuleude, jak geumade jeucb jcucb donya Hingga sampoe keunan jijak, ka meureumpok hamba raja
Drob Geulcudc ka jirinthak, jilakee hak deureuham dua
Majusi kheun teuma meunan, ulon teunyoe gasien raya Dua deurcuham tan bak kamoe, he teungku droe peulheueh hamba Hamba raja amarah that, Keuleude jimat jiguranta Han ji pculheuch jikhianat, buettan jeungkat hamba raja
Majusi kheun deungon seunang, bah lon riwang deureuham hana Hamba raja that gurantang, bayeue rijang bek le haba Bick Habcusyi jeungkat jeungkat, Keuleude jimat le jihila Iku Kculcudc jikoh leugat, inong jikarat tarek hila
Iku Keuleude pih ka jikoh, inong jipoh le jitampa Inong Majusi saket tuboh, ta eu jisoh ngon jihila Inong Majusi yoh nyan reubah, lom jitamah tarek hila Ladom bak mom ka jiramah, laknatillah po keureuja
Inong Majusi ke meugule, aneuk mate ka keuluwa Teuma jiba inong Majusi, le abeudi hamba raja Agam Majusi ka jiparoh, taeu jipoh tulak lanja Jipoh jitrom deungon jisoh, ngon peureumoh ka jibawa
Saket tuboh agam Majusi, ka jilari ji keuluwa Teuma jilet le Habcusyi, di Keuleude iku hana Inong Majusi ka jipuwoe, teumpat seunyoe ka jihanta Di Habcusyi dum sinaroe, ban suka droe ji keureuja
Ji peulaku dum jiwathi, buet abeudi hamba raja Karab mate inong Majusi, buet Habeusyi piyoh hana Oh lheuch sidroe gantoe sidroe, meunan bagoe ji keureuja Inong Majusi dawok jimoe, hana bagoe azeueb raya
Ateuh lakoe oh ji ingat, sayang jih that jimoe rugha Jipeugah droe pih hana pat. abeudi jeungkat talak hawa Agam Majusi ulon peugah, that beulisah hana tara Ula ili apoh apah, dijih susah isteuri jiba Keuleude jipoh aneuk mate. ngon isteuri pihka hana Pruet jih pideuek hana bagoe. ka lhee uroe lapar dahga Ubak raja teuma jiputoe, jipeugah proe dum peukara Meuntroe raja sikalian, sapat sinan meusuka suka Majusi peugah peurbuatan, beurtangisan ro ie mata Awai akhe Majusi peugah, meusilsilah buet elanya Raja Meuntroe deungo kisah, khem meuhah hah hana tara Teuma raja geupeugāh kri, he Majusi kon clanya Keuleude kah hana mate, bck kamoc le ro ie mata Meuhat pulch lhee peuct uroc, ancuk sidroe mate pih hana
Ka mate nyan laen jigantoc, peurcumoh keuroe mantong muda
Saboh mate aneuk dikah, bck lc susah jibri laba Jibri gantoe meunan ulah, sayang keukah ulch hamba Tan kuasa kah Majusi, di Habcusyi kuat raya Aneuk dikah rijang meunjadi, bck susah le got ka saba Hana jipoh peurumoh keunyan, peurtulongan bucttan hamba Mangat meuaneuk bek dukaan, rugoc keutan cit mculaba Peugot wayang raja Meuntroc, hana bagoc khem teurtawa Di Majusi jitron jiwoe, sira jimoc ngon ie mata Jileueng jaroe tangah u langet, babah mumet met lakee do'a Sira jimoe ngon sunggoh bit, meunoc sabct nyang jipinta Meunoe jikheun le Majusi, dalam hatc yakin raya He nyang peujeuet matahari, langet bumi nyang karonya Gata deungo ya Tuhanku, bube laku ban khcun raja Tan pat laen hamba meungadu, hai hamba Mu ji clanya
Hana salah hamba ini, gata ade kalon nyata Ji clanya ngon isteuri, aneuk mate ya Rabban Hana guna ulon peugah, raja Basharah geupeuseunda Cit bak gata nyata leumah, beuna salah ateueh hamba Majusi moc hana bagoe, meutaloe taloe ngon ie mata Pruct jih pidcuck sayang hansoe, sira jimoe jimeupinta Na sikcujab mcusu di manyang, ji deungo trang saboh suara
He Majusi ngieng beulakang, teuma jipandang sigra sigra Ngieng u likot le Majusi, nanggroe hanle deungon kuta Ka habch lham kheundak Rabbi, habeh mate dum sineuna Nanggroc kalham dalam bumoe, dumna meuntroe rakan raja
Hana tinggai pi meung sidroe, meunan bagoe buet enanya Tuhan peulheuch inong Majusi, meutumee le jih bandua Urcucng enanya balah Rabbi, salang Majusi tan agama Troh an jinoc mantong leumah, di Basharah saboh paya Ie di dalam hitam leupah, karonya Allah neu peunyata Troh an jinoe leumah sabe, Tuhan peulahe buet enanya
Raja lalem mcureuka Rabbi, nyankeu dali leumah nyata Sabda Nabi fireuman Tuhan, deungo Sulotan raja raja Wahe raja beuta iman, kalam Tuhan ngon Saidina Ittaqu du'ail madhlum, walau kaana kaafiraaan
Beuta takot wahe akhi, do'a beurangri nyang enanya Walau meuscuki do'a kafe, neu kabui le Allah Ta'ala Nyankeuh do'a hana lindong, neu teurimong deungon sigra Balah le Tuhan laju tulong, ateueh ureueng buet enanya
Ban jipeubuct Tuhan balah, deungon pantah neubri bala Hanjeuct enanya hamba Allah, Teungku meutuah ingat rata Sidroe raja lon nyatakan, Nanggroe Isfahan lon calitra Teukabo that hana lawan, deungo tuan raja raja
Jiyue peugot saboh Meuligoc. ubak Meuntroe suroh raja Meunan pinta raja nanggroe. jicu bumoe le Peurdana Teuma jieu saboh teumpat, Meuntroe lihat saboh data Rumoh digob sinan le that. suroh leugat Meuntroe raja Dumna rumoh ji yue pinah, mangat luwah dong istana Reuloh rumoh hamba Allah, bandum susah rakyat nyang na Peugot sinan le Meuligoc, raya hansoc jroh lagoena Hingga cukop ka seulcusoc, jipeugah proe ubak raja Raja nanggroe that sukaan. beurpalingan rakyat nyang na Uleebalang seukalian, meupiasan mcusuka suka Raja hajat geumeuramien, raja ingen geumeugura Meupiasan dum geumcu'en, kaya gasien gcuyue teuka Sare hase geumeupakat, geuberurangkat teuma raja Ngon lasyeuka dum na rakyat, raja daulat galak raya Oh sare troh raja nanggroc, bak Meuligoc baro leungka Meupiasan le that bagoe, rakyat meukatoc le that teuka Teuduek ‘oh nan dilee siat, lon riwayat inong tuha Inong tuha ngon gasien that, dijih teumpat rab istana Rumoh rangkang 4 boh tamch, deungon tirch brok lagoina Inong balee hana warch, untong peudch gasicn raya Pinto rumoh jiboh duroe, ngon blcuct jidhoc pinto hana Mita upah keudeh keunoe, scupot jiwoc ubak tangga Di inong nyan meunan adat, ngon la'ch that lagi tuha Bak siuroe lon riwayat, ji beurangkat jcuoh donya Masa jijak inong balee, hana jithec na istana Jijak dijih nyankeuh watee, masa dilce ji keuluwa Jeuoh teumpat ji peureugi, mita rascuki inong tuha Hana jiwoe padum lawi, tan keumbali padum lama Teuka saket di inong nyan, keulamaan hana gisa
Hingga pulch ck beurjalan, teuma lheueh nyan ka jigisa
Troh u teumpat ji keumbali, peungeuh sare kon ban nyangka Rumoh hanle konban lawi, ula ili inong tuha Saboh pangkec puwoe rujee, hana jithee rumoh hana Pruct ji peudcuck hana lagee, inong balee jiwoe lanja
Ngon ija brok ruya rayoe, breueh na jikue saboh punca Oh troh keunan leugat jiwoe, hireuen laloe hana tara Ji cu Meuligoc sangat hibat, deungon rakyat le lagoena Tahe mandang hircun dahsyat, hanle teumpat dilee mula
Hana rumoh di inong nyan, di teungoh jalan meusuka suka Susah jih that rumoh katan, pakon meunan bak jikira Teungoh jalan ula ile, teungoh pike inong tuha Teuma teuka le Sipa-i, jitulakle sayang raya
Inong tuha teuot leumoh, ateueh tanohle teurhanta Deungon kayce keunong jeumoh, meudircue breuch beukah ija Meutamah deuek di inong nyan, that laparan deungon dahga Reubah sinan rab bantangan, dum meuligan tanoh rata
Raja kalon deungon Meuntroe, meugeuiem droe tan pareksa Inong beudoh meu’i’i klik, sira jimoe ngon ie mata Teuma lheuch nyan jileueng tangan, ubak Tuhan jimeupinta Deungon yakin hate jih nyan, deungon lisan nyoe jikata
Ya Ilahi ya mujibis saa iliin, tan pat laen ulon pinta Atcuch hamba ji dhalimin, Rabbul alamiin kalon gata
Ji clanya hana salah, he ya Allah lihat gata Tanpat laen ulon peugah, gata nyo sah tilek hamba
Teuma lheuch nyan saboh saat, suara nyang that saboh teuka He peureumpuan surot leugat, luwa teumpat teubiet lanja Inong tuha surot yoh nyan, keuluwaran deungon kuta Na sikeujab dudoe bak nyan, keulaheran lom suäara Inong tuha deungo bunyoc, ureueng binoe lihat gata Teuma jingieng bak Meuligoe, hana sapeue saffan saffa Meureuka Allah ateuh Sulotan, scukalian bala tantra Meuntroe rakyat bube sinan, pahna dum nyan sajan raja Habeh ji ‘ueut uleh bumoe, dum sinaroc teumcurcuka Bak teumpat nyan troh an jinoc. bak Meuligoe asap keuluwa Kitab Tambeh geukheun lagcc, tcumpat Sukce Apui Neuraka Beuta ingat he panghulee, dumnan sampee lalem raja Sidroe raja lon hikayat, Raja Yazzakaz lon calitra Di raja nyan pih lalem that, le that rakyat ji clanya Keusakitan dalam nanggroc, mcubagoe bagoc ji enanya Ulon peugah dum sinaroe, keu raja nyoc banci raya Bak siuroe Tuhan teukcudi, duck di Bale raja raya
Ban seulingka Meuntroe Wazi, duck meucakri peugah haba
Teungoh sunggoh poh beurakah, tcukcudi Allah tcuka guda Rupa guda sangat indah, harok lcupah hatc raja Raja peugah ubak Meuntroc, taboh taloc tadrob guda Dibeudoh rakyat dum sinaroc, geujak humoe ateuchı guda Han meuteumeueng guda pantah, jigrob bagah lila lila Bandum ureueng reuoh reuah, apoh apah susah raya Han jiteumeueng dum sinaroe, guda peutoc rab rab raja Rab ngon Bale peurab keudroe, geumat di grue ulch raja ‘Oh raja mat guda jitheun, meunoe geukheun ulch raja Rupa guda na ban buleuen, bandum hireun mandang mata
Raja peugah ubak meuntroe, tuah kee nyoe hana tara That mulia deelat kamoe, peurab keudroe taeu guda Dikah bandum han meuteumei, kaeu ngon kee siat saja That tcukhem khem hana lagee, mat di ulee gusuek guda
Raja hajat kcumeung pasang, lakee keukang ngon peulana Jime teuma rijang rijang, raja peugang takue guda Raja geutron ateuh tanoh, geujak sampoh bulee guda Di ulee kon u gaki troh, miyub jumoh ulee raja
Teungoh lale raja galak, guda sipak teuntang muka Keunong ulee teusuet utak, teukeupak keupak mate raja Guda ghayeb han meuho le, raja mate hilang guda Rakyat meuntroe mangat hate, geutanom le teuma raja
Na teuscubut lam riwayat, Malaikat peurupa guda Poh silalcm le Hadlarat, dijih sabab that buet enanya Beuta ingat dum geutanyoe, peulara droe buet enanya Wahe raja nyang mat nanggroe, haba sinoe bek na lupa
Mate raja gantoe laen, ka meusalen laen bangsa Kheun Kitab Shifatus Salathin, beuta yakin wahe raja Beurang kasoe mat kcurajeuen, Meuntroe budiman wajeb beuna Piasan donya meuntroe bijakkan, meung hana nyan sia sia
Han meusampe peugang nanggroe, meutan meuntroe han samporna Jeuet ji bida laba rugoe, meunan bagoe buet Peurdana Ade lalem na jituri, Inseueh lagi cit wajeb na Wajeb beuna Meuntroe juhari, na meusampe keurajeuen raja
Nabi Musa bak siuroe, pinta Meuntroe bak Allah Taala Nyang budiman ngon pengaroe, meunoe rasul neu meupinta
Waj'alny waziraam. Min ahli Harun He Tuhanku meuntroe tabri. keu ahli Harun syeedara Dalam rumoh hamba ini. meunan Nabi neu meupinta Wahe raja nyang bangsawan. beuna meunan Wazir gata Beuna meuntroe nyang budiman. cit hanjeuet han wahe raja Seumpurna keurajeuen gata duli. meueng na wazi nyang sijahtra Beuta ingat bandum sare, beurang kari raja raja Pasai Siploh lon hareutoe. pangkat meuntroe nyang mulia Tiep-tiep raja hana meuntroe, han ck sampoe keurajeuennya Nabi Musa dilee lawi, ubak Rabbi neu meupinta Lakee meuntroe bak Ilahi, mangat hase dum peukara Meueng na meuntroe wahe duli, nasoc pike dum bicara Dalam Kitab Adabul Wazir, sinan lahe geupeukhabar Beurang kapeue peurbuatan, buct Sulotan raja raja Meungkon bicara meuntroc budiman. barang buettan han sijahtra Meueng tan meuntroe nyang juhari, buct beurangri sia sia Wasyawirhum fil amri, kalam Rabbi Tuhan Asa Deungon meuntroe musyawarat, beumufakat dum bicara Wajeb raja peugot teumpat, Bale meuhat saboh beuna Manusia beurang kasoe, hana sampoc akai bicara Ladom bijak ladom pandai, ladom bangai tan bicara Meueng geupike peurbuatan, di hadapan mcubicara Dalam majeulih leumah sinan, lhcuch pakatan nyang sijahtra Tan nyang sabe deungon Nabi, beurang kari manusia Deungon sahbat neu meupike, meunan sabe di musta fa Hana tinggai musyawarat, deungon sahbat Nabi kita
Wahe raja beuna pakat, meunan daulat takeureuja Beuta ikot buettan Nabi, wajeb sare raja raja Nyang tan ikot meuhat kafe, tapham sare rata rata Meucng Iseulam kot meuhat, beuta ingat wahe raja
Beuna mcuntroe gata daulat, na seulamat gata gata Dalam Kitab Abdul Amir, na geurawi haba raja Beuta deungo wahe akhi, beuta pike gata raja Umpama raja lon kheun bagoe, saboh Meuligoe umpamanya
Peuct boh tamch ulon teuproe, peuet droe meuntroe nyan umpama Saboh tamch meueng na kureueng, rumoh kengkeueng nyan binasa Pakri bangon meuntroe tatueng, bek na kureueng nibak bangsa Nyang bangsawan deungon ade, tamah lagi nyang seutia
Nyang le inscuch le that pike, nyang beurbudi bijaksana Nyang jeuct peurintah hukom nanggroe, meunan meuntroc gata raja Panglima prang beuna sidroe, nyang pibagoe nyang got bangsa Nyang beurani seutiawan, nyang deurmawan boh panglima
Nyang ck tulak keusukaran, nyang ek lawan musoh raja Nyang jeuct peulara Ulecbalang, nyang jeuet ato prang peurintahnya Boh panglima nyang guransang, nyan tan kurang akai bicara Beundahara beuna sidroc, nyang gaseh droe gata raja
Nyang peutimang areuta sinaroe, ulah bagoe khazanah raja Nyan pitaboh nyang bangsawan, nyang harapan droe teuh raja Meunan bangon he Sulotan, taboh taulan Tok Beundahara Taboh sidroe nyang panghulec, nyang le eleumei meuagama
Buet Syarit geupeuteuntee. meunan keuhmei boh peutuwa Nyankeuh miscue tamch peuet boh. tapham beujroh wahe raja Dumman keubuet beuta satoh. mangat kukoh gata raja Beuta gasch ureueng peuet droe. ban aneuk droe ta peulara Meueng tan meunan gata paloe. han ek sampoe deureujat gata Beuthat gaseh keu ureuenng nyan, keumeunangan gata raja Kadang teuka keusukaran. gantoe po nyan pi meumada Yakin jih keugata sidroe, malam uroe hana lupa Dalam ingat keuhai nanggroe, miseue keudroe gata raja Beurang peue buct beuna pakat. dum musyawarat tinggai bck na Keu ureueng nyan gasch beuthat, meunan daulat nyang sijahtra Bekna sagai saket hate, jipoh mate meuhat gata
Nyawong gata lon peugah kri, ka lheuch tabri ubak dia
Dum rasia bak jih meuhat, beuta ingat bek binasa Keujih meuhat bek khianat, tcuntee meularat akhe gata Bek meurakan ngon 'abcudi, nyang beurang ri kureueng bangsa Bek rab gata deungon bangke, simcujudi bek harap gata
Raja Ardasyir bak siuroc, tanyong mcuntroc jaweub raja
Tohkeuh taulan suai meuntroc, nyang gasch droc di paduka Raja jaweueb teuma lheuch nyan, dilon taulan nyang beurkata Jan bicara keusukaran, soe jaweucb nyan taulan hamba Saboh saboh bicara meusom, dalam hukom ck jibuka Deungon akai dijih meuphom, haba jiluem ck jibuka Meung na ureueng sibagoe nyan, nyankeuh taulan gasch hamba Sabab sijahtra buet Sulotan, ngon sabab nyan le that laba Kheun Kitab Tasyiqatul Wazir, deungo sare raja raja
Antara raja deungon wazi, teurseubut le nam peukara Saboh saboh salah meuntroe, raja nanggroe meu'ah sigra
Troh bak lhee scuen meunan bagoe, hukom meuwoe bube kada Nyang kcudua lon nyatakan, meuntroe Sulotan le areuta Hanjcuct geutueng le raja nyan, hareum hanban silagoina Sabab arcuta milck meuntroe, cit jeuneh roe nibak raja
Hanjeuct geutueng meunan bagoe, umpama proe muntah keuluwa Meunyo pajoh le Sulotan, hareuem hanban silagoina Le that hakim geukheun meunan, hareuem that nyan hana tara Nyang keutculhee hajat mcuntroe, sapeue sapeue nyang jipinta
Patot raja le peusampoe, hajat meuntroe geubri sigra Teuma nyang peuet ulon rawi, watce beurang ri meuntroe teuka Patot raja mcureumpok le, bek keumbali meuntroe gisa Nyang keulimong ulon peugah, kadang marah mcuntroe keu raja
Hanjcuet beungch di Khalifah, nyan amarah jeuet keulaba Teuma nyang nam ulon rawi, dalam hate na rasia Ubak meuntroe geupcugah le, na jituri rugoe laba Laen bak mcuntroe bck peuleumah, meunan khalifah kheun Syaikhuna
Karcuna mentroe ulon peugah, jih keuh nyang sah meuseutia Dijih nafsu kaya Sulotan, keumeugahan ateueh raja Jeub jeub peukara keubajikan, meuntroe budiman meunan suka Ji bicara ulch meuntroe, malam uroe meugah raja
Peunyaket raja dum sinaroc, meuhat meuntroe tulak sigra
Nyankeuh meuntroe nyang budiman. seutiawan deungon raja Jimita dum keubijakan. Meuntroe bangsawan akan raja Wajeb gasch raja meuntroe. meunan bagoe le that laba Raja Bahram geukheun meunoe. beuttan meuntroe nam peukara Phon phon meuntroe dum seumeugah, sibeunarlah tan doseuta Nyang kedua ji peumeugah. keu Khalifah raja raya Nyang keuteulhee watee na prang. u geulanggang jih keuluwa Dijih sunggoh di geulanggang, bicara prang dumn biaya Nyang keulimong peugot teumpat. bak duck daulat rumoh kuta Peukakah prang dum na alat, meuntroe meuhat nyang bicara Ji bicara meuriam beude, ji peuhase dum peukara Buet u likot dum jipike, meuntroc syawe ji bicara Nyang keunam ji hias Meuligoe, hana bagoc indah rupa Mutiara intan pudoc, jiyue pakoe dum kcuraja Alat peukayan keu isteuri, nyang paduli mcuntroc jua Bek na jibri ayeb keuji, dalam pike jeub jcub masa Hudep mate seutiawan, meuntroe budiman deungon raja
Nyankeuh meuntroe nyang bangwasan, ingat Sulotan raja raja
Raja Ardasyir neu kheun meunoe, beurang kasoc raja raja Peuet peukara geukheun bagoc, wajeb dumsoc raja raja Peurtama meuntroe nyang bangsawan, scutiawan bijaksana Ngon that arch ngon budiman, keudua nyan Beundahara Nyang na beuna deungon malee, lagi pih mci beugot bangsa Teuma lon kheun nyoe nyang keulhcc, peusuroh lagee beugot bangsa Ureueng patot jeuet nasihat, ngon bijak that peugah haba Teuma nyang peuet lon riwayat, wajeb daulat beuna ulama
Nyang that alem lagi saleh, nyang peusareh bak agama
Meunan mcunan keurajcuen leubch, beuta tem kieh wahe raja
Ahkamul Hukamak mcunyatakan, deungo tuan raja raja Han samporeuna duck sulotan, jikalau tan meuntroe hana Wajeb beuna taulan meuntroe, nyang peungaroe pileh raja Nyang na iman meunan bagoe, nyang malee roe tamak hana
Nyang na eleumei ngon bangsawan, nyang ingatan ka samporna
Nyang na adab ngon deurmawan, nyang beutulan beunar kata
Nyang troh pike deungon syawe, nyang meusampe meuagama
Nyang na takot Allah Nabi, narit suci tan doseuta Meung na meunan meuntroe deelat, bahgia that raja raja Sijahtra donya akhirat, mita sahbat sibagoinya Dalam kitab Shifatul Wazir, mcunoe lahe geupeuhaba
Wahe meuntroe beuta pike, beurang kari taulan raja Ban geuscubut lam kitab nyoe, beuta pakoe wajeb rata Meung han ikot ban nyang sinoe, gata paloe akhe masa Sabab gata rab Sulotan, peurintah nyan dum bak gata Limong peukara cit hanjeuet han, deungo taulan lon peuhaba Phon phon dilee ulon rawi, buet beurang ri ta keurauja Beuthat ingat deungon pike, beumeusampe ta keureuja Beuna seuneulheueh peurbuatan, ingat taulan akhe teuka
Nyang keudua meuntroc budiman, peurbuatan ingat beuna Beuthat pike ta meupayah, tacu beudeueh deungon mata Buct nyang teusom meuhat leumah, sabab payah ta usaha Nyang keuteulhce wahe akhi, mangat hate tak keureuja Bck khianat dalam hate, beuthat suci dalam dada
Teuma nyang peuet ulon peugah. bek leumah rasia raja Beungot tasom bek tapeuhah, meunan ulah he Peurdana Nyang keulimong ulon rawi, beuberani teugah raja Kadang salah buet beurang kri. ta teugah le deungon sigra Buet nyang beuna beuta ikot, bube patot beuta ridla Nyoe lon peugah nyang makeusud. na geuseubut sinam juga Gata meuntroe nyang juhari, dalam hate beule saba Tuto sulet bek seukali, beucttan lagi beuthat jaga Buettan raja jaga beuthat, kadang sisat geukeurcuja Bek bri keuji ayeb sangat, ta peuingat deungon sigra
Leumah leumbot ta peurcunoc, takheun bagoe ngon umpama
Kheun ibarat dum jeub jeub syoc, ta peurunoc nyang sibcuna
Dum tapakat deungon mangat, na seulamat nibak mara
Keujahatan bek bri ingat, peutakot that ulch gata Beuta peugah meudch mcunoc, tak kheun bagoe nyang sijahtra Beukit beungeh keu gatanyoc, beuta iem droc sabar gata Gata meuntroe bek weuch hatc, dudoc akhe jroh lagoina Teuma lheueh nyan ta ajar le, taboh mise haba raja
Deungon haloh ta peurunoe, wahe meuntroc nyang seumpurna
Dumnan malang raja teungku, hana makmu keurajcuennya Meunyo meuntroe nyang bangsawan, teuka awan ujeuen sama Nyankeuh nanggroe makmu hanban, kcumcugahan cukop raja Raja Nasruwan bak siuroe, ubak mcuntroc tanyong haba Wahe Yunan meuntroe kamoc, cuba kheun proc haba raja Yunan jaweueb duli Khalifah, ulon peugah nyang sibcuna Teuma lheueh nyan Yunan kisah, bagoc ulah ato raja Nam peukara po janjongan, deungo laman mcucalitra
Wahe raja nyang mat nanggroe, beuna meuntroe bijaksana
Beurangsoc raja meuntroe geuboh, han saho roh eleumei hana
Hana akai beubai sunggoh, meuntroe roh kureueng bangsa
Kcurajcuen ban awan lalu, han sigeutu ujeuen teuka
Phon phon raja keubeunaran, galak geuhan gob ceureuca Nyang keudua wahe duli, buet beurang ri geuthee raja
Kontan akai ingat sabe, dalam pike raja raja Teuma nyang lhee raja nanggroe, beurang kasoe manusia
Bck mcurcuka rijang bagoc, buet beurang peue deungon saba Bek mcurcuka pantah pantah, buet nyang salah geupareksa Teuma nyang peuet ulon peugah, cit beupantah buct yang beuna Meunyo bucttan keubajikan, beupantah nyan geukeureuja
Nyang keu limong keujahatan, peurlambatan nibak raja Keujahatan peujeuoh droe, meunan bagoe raja raja Teuma nyang nam geuhukom droe, sama bagoe manusia Lom geutanyong di Nasruwan, ubak Yunan meuntroe raja
Pakri bangon keulakuan, peugah yoh nyan buettan raja Tiep tiep raja beuthat ade, ingat sabe bek na lupa Manusia beurang kari, pubuet bakeuti ateueh raja Oh ka hase peurbuatan, deurajat po nyan geubri sigra
Bube kada peurtinggian, meunan sulotan geukeureuja Peurintah dum maseng maseng, cit beuaseng geubri raja Bek geulupa guna daulat, meunan bandeng geubri jeumba Di raja nyan dalam ingat, dum keurakyat nyang na guna
Bek geulupa guna daulat, meunan beuthat ingat raja Buet beurang ri ‘oh geupeugah, duli Khalifah beuna saba
Beugeupike bek ngon bagah, meusyeuhurah meunan raja Raja tanyong teuma lheuch nyan, keubajikan rakyat nyang na Rakyat teumei bak Sulotan, jaweueb Yunan peuet peukara Peurtama phon raja ade, dua lagi iseuch raja Teuma nyang lhee gasch duli, keu peuet akhi meureuka raja Ureueng jeuheuct langga hukom. nyang palch som peumcurcuka Buettan jeuheuet keunyataan, hukom Sulotan deungon sigra Peuet peukara meung na meunan, gasch Tuhan akan raja Meueng na meunan bucttan duli, rakyat beurang ri takot raja Keuridlaan ngon bakeuti, gasch lagi rakyat nyang na Teuma lheuch nyan raja sidck, nyang that bayck ta calitra Jaweueb meuntroe nyang ceurcudck, lagi lisck hana nyang sa Kata meuntroe he janjongan, deungo laman nyang sibcuna Watee meutcumcueng ngon Sulotan, ureueng bangsawan beumulia Ureueng bangsawan deurajat geubri, ulch duli raja raja Sabab gob nyan seumpurna that, hana cacat sabe bangsa Hana teukabo meureundah sangat, lagi sihat jeub peukara Teureutib meujeulih seumpurnakan, ureueng bangsawan peumulia Jeuet geubarap peurbuatan, uleh Sulotan raja raja Bangsa kureueng bek bri meugah, bck peuindah peumulia Walee guna raya leupah, raja balah akan dia Geubri ija ngon peukayan, geubri makanan geubri areuta Hanjeuet geubri keumeugahan, akhe Sulotan meuteumei ceula Hanjeuet peuraya bangsa abeudi, beurang kari kureueng bangsa
Binasa raja teuma akhe, jeub jeub rawi meunan kata Lom ji peugah ulch mcuntroe, beurang kasoe hajat keuraja
Meunyo hajat raja nanggroe, saba bagoe dilee mula
Kalon bucttan meunan dilee, kalon eleumei pakri rupa
Dudoc akhe oh ka teuntee, ban nyang lagee bube suka
Teuma Yunan lom peugah proe, raja nanggroe bek na lupa
Atcuch bucttan hukom nanggroc, geunap uroe geupareksa Buettan mcuntroc seukalian, atawa buettan dum peutuwa Pakri bangon buct dipo nyan, di Sulotan meupareksa Kadang enanya ancuk nanggroe, akhe rugoe ateueh raja
Meung enanya lon peugah proe, akhe paloe meuhat raja Bangon mcuntroe raja Kastasab, habeh seungab areuta raja Raja Nasruwan deungo cakap, haba ‘ajab meuntroe kata Raja Kastasab pojanjongan, raya hanban silagoena
Akai pijroh that adclan, hana lawan ateueh donya Sidroc meuntroc ceureudek that, gantoe meuhat buettan raja Geuharap that ulch daulat, geugaseh that hana tara Sinan bicara suson peudoe, rakyat nanggroe lam sijahtra Lethat teuka ‘usyur nanggroc, geunap uroe dum jibawa Bak siuroc teukeudirullah, mcunroc ilah ubak raja Ampon tuanku duli khalifah, patek peugah saboh bicara Dumna rakyat dalam nanggroe, Tuanku sidroe takot hana
Bitpi meunan ulon teuproe, bahle kamoe dilee cuba Na jitakot atawa tan, dudoe laman kalon nyata
Raja patch mcuntroe padan, jaweueb Sulotan raja raya Bube pike gata meuntroe, laba rugoe hukom gata
Hanpcue salah nibak kamoe, ban hajat droe ta keureuja Hate meuntroe ji khianat, sabab hajat keu areuta
Teuma meuntroe peu et surat. jeub jeub teumpat taklok raja Dalam surat meunoe rawi, deungo sare dum Peutua Gata rakyat beurang kari, nibak duli teumeureuka Bandum gata that lupaan, keu Sulotan ingat hana Gata salah seukalian, bak janjongan poteuraja Peu et surat uleh meuntroc, jeub jeub sagoe tep Peutua Dumna ureueng dalam nanggroe, dum sinaroe that gli geunta Teuma teuka Peutuwa rakyat, musyawarat ngon Peurdana Jaweueb meunroe ikheun teupat. pasoc adat me keuraja Nyang Peutua me siribee, nyang gasien mei ala kada Ureueng kaya ube laku, teuntu teuntu meuntroc kata Dum peutua teumakot that, ji peusapat dum arcuta Ubak meuntroe jime leugat, dudoe meuhat me keuraja Meuntroe peutimang dum sinaroc, meunan bagoc jeub jeub masa Le that upah na di meuntroe, hana bagoe saangat kaya Lheueng sibuleunsalah sikali, mcunan sabe mcuntroe bicara Habeh gasien sigala be, leumoh sare asoc donya Bube nan buet dalam nanggroe, han geutupcuc ulch raja Habeh papa seukalian, hase Sulotan hanle teuka Le khazanah keuluaran, peurbcundaharaan tamh hana Dum khazanah kureueng ilc, baycuc gaji keu lasycuka Rakyat nanggroe that susahan, deuck laparan habch papa Nanggroe laen ka jituban, ji deungoran la'ch raya Teuma musoh teuka jiprang, hansoc sagang atcuch raja Hansoe teubiet u geulanggang, hana guransang siblah raja Hingga jiprang Raja Kastasab, rakyat seungab lawan hana Lingka kuta musoh karab, ka jipagab ban sculingka Raja Kastasab geumeukeumah,
geudong khazanah geuyue buka
Han sapeuele nyang na leumah, teuhah babah raja raya
Areuta tanle dalam geudong, teuka bingong yohnyan raja
Musoh katroh dalam gampong, rakyat jiplueng dum sineuna
Raja Kastasab mcugeuicm droe, hana bagoe malee raya
Dalam kuta di Meuligoe, dawok geumoe ro ie mata Nanggroc raja habch kalah, ka jirampaih sigom donya Oh seulcusoe dumka sudah, jiwooe leupah musoh teuka Raja Kastasab ‘oh teuingat, malee geuthat hana tara Jameun dilce sangat kuat, hantom jibrat ateueh raja Cit talo gob beurang kajan, keumeunangan dilee rata Bak siseun nyoe tan meulawan, pakon meunan ingat raja Dum khazanah pih hanale, raja pike toh kareuna Malee geuthat hana sabe, nyum beumate sikleb mata Taja tahe mandang keudroe, hantom meunoe siumu na Bit sidumnan ka buct meuntroe, raja nanggroe geuthee Bak siuroc kheundak Tuhan, geubeurjalan raja raya Ateueh guda geumeu kandran, peurmainan lingka lingka Hana meungon geujak sidroe, lingka nanggroe geumeusafa Teungoh susah hana bagoe, raja nanggroe duka cita Teungoh geujak duli khalifah, geu eu kimah saboh raya Dalam padang geu eu leumah, geutron pantah ateueh guda Kawan kameng geu eu le that, peurab leugat keunan lanja Pinto kimah raja lihat, gantung ikat asee dua Dua asee ka mcugantung, raja tanyong pakon syeksa Dipo kimah peugah mameueng, asee bajeung jeuheuet raya Ji kheudcumat seumbah deelat, jibri teumpat bak duek raja Ngon makanan ka jiangkat, raja daulat neukheun haba Saket ulee ulon teunyoe, saket asoe mangat hana
Bek makanan bri keu kamoe. pinah dudoe dum simua Teuma tanyong le Khalifah, peue na salah asce dua Nyang meugantung pinto kimah. cuba peugah pakon syeksa Teuma jaweueb jikheun daulat. meuhat meuhat ji calitra Asee dua duli Hadlarat, dilce jroh that hana tara Le that kemang tuanku droe, dum sinaroe lam dijaga Saboh kameng hantom paloe, hana bagoe ji peulara Dum binatang ji jaga that, hantom sisat kameng nyangka Meunan sabe ampon deelat, tan khianat asce dua
Padum lawet sabe meunan, pojanjongan kameng that bha
Asee dua sangat aman, takeudi Tuhan pomcukuta Bak siseun nyoe wahe duli, kameng biri kurcucng raya Hireuen sangat patek ini, susah hate hana tara Patek jak luem bak siuroc, buct asce nyoc that cnanya Sirigala saboh jatoe, ji meulakoc ascc dua Le that akai asee laknat, oh meusapat ji mcuscunda Asee dua peutroh nafsu, ji peulaku sirigala Oh lheueh nafsu dua asce, mcunoc lagee sirigala Jikab kameng saboh teuntce, jipuwoc mci dalam rimba Jikab kameng puwoe leugat, ubak tcumpat sirigala Geunap uroe meunan adat, patck lihat deungon mata Buettan asee meunan bagoe, geunap uroc nyan keurcuja Ngon sabab jih papa kamoe, nyang jeuet meunoe patek sycksa Teuma raja ka teupike, dalam hate meulintaih na Beudoh raja woe keumbali, ingat sabe dalam dada Raja pike di ateueh droe, buettan meuntroe umpamanya Saleh tipee ateueh kamoe, pakon meunoe raja kira
Dum khazanah habch simpan, pike sulotan toh kareuna
Dilec dilcc hantoim mcunan, peue sabab nyan jeuet keupapa Leumah pike di Khalifah, neu isyarah ngon umpama Dalam hate meunoe leumah, rakyat dum sah sirigala Kameng bubiri miscue rakyat, teuma daulat po areuta
Meuntroc ascc pike mcuhat, nyang muktamad raja kira Meunan leumah raja pike, hoi keurani mat keunira Geuyuc kalon kira hasc, padum lawi masok keuluwa Teuma ji cu dum sinaroe, awai dudoe ji pareksa
Hase tamong dum geulihat, cit kureueng that konban lama
Dua lhee thon kurcueng sangat, nyang le meuhat dum keulua
Masok sircutoh teubiet meuribee, maunan lagee lam keunira Di raja mcuhasck ulee, meunan teuntce lahe nyata
Buka geudong ulch daulat, geujak lihat dum areuta Cit hana le kureueng sangat, meuntroe laknat po keureuja
Geupareksa teuma meuntroe, dum sinaroe bucttan nyangka Habeh muphom raja nanggroc, buet po meuntroc nyang enanya
Teuma geudrob le meuntroe nyan, gaki tangan geuboh singkla Bangon asce nyan teuladan, gantung yoh nyan uleh raja Sabab lahe keunyataan, ngon misalan pih ka nyata Meunan kisah meuntroc Yunan, di Nasruwan deungo haba
Hilang keurajeuen padum bagoe, kheun bak kamoe he peurdana Meuntroe jaweucb teuma lheueh nyan,
罗
pojanjongan deungo hamba Lale keudroe dum Sulotan, keubeusaran suka ria Hana ingat buettan nanggroe, dalam laloe bucttan donya Nyang keudua lon harcutoc. geuboh meuntroe kureueng bangsa Geuharap that keumeuntroe nyan, keurajaan scurah disana Teuma nyang lhee lon nyatakan. peurbuatan geuthee raja Buet sinaroe geukeutahwi. tan geupike uleh raja Tan mesyauwarat hana syawe, deungon wazi bijaksana Teuma keupeuet lon hikayat. geupculambat buet nyang beunar Sigra pike buettan laknat, nyankeuh daulat hana guna Nyang keu 5 tan peusampoc, hajat beurang soc manusia Wajeb tulong raja nanggroe, keu beurangsoc sukaran na 'Oh deuek nanggroe meuhai makanan. bak watce nyan tulong sigra Nyankeu watee buka Beundaharaan, peurtulongan rakyat nyangna Dumna rakyat mangat hate, bck mcuscuke deuck ngon lapar Dum na rakyat ulon rawi, bck peurcugi laen donya Hikayat nabi Sulaiman, deungo tuan dumna raja Bak siuroe neu beurjalan, jen ngon ensan bala tantra Nabi Sulaiman neu beurangkat, hana tcupat Kulahkama Geupeuteupat hana teupat, lom bungkok that timang hana Geupeutimang hana timang, han cit seunang di keupala Teuma Nabi tanyong rijang, jaweucb reumbang Kulahkama Dijaweueb ngon fireuman Allah, meunoe peugah ji beurkata Seunang hate Nabiyullah, kamoc sudah timang juga Meuka seunang hate tuan, jeuet scunangan tcuma hamba Kulahkama lom katakan, jikheun nyoe ban sigra sigra
Jeuet binasa raja nanggroe. beurang kasoe manusia Limong peukara lon hareutoe, deungo dumsoe tuha muda
Phon phon meuntroe jeuheuet sangat, dua laknat sabe bangsa
Sabe Iseulam meukhianat, meupoh meuhat sama sama Teuma nyang lhee adoe tapham, dum Iseulam ta enanya Hate saket tabri macam, peuet peukaram tueng areuta Iseulam dum ta khianat, limong meuhat ulon nyata
Aneuk peurumoh jih talihat, nafsu hajat neu meuzina Binasa keurajeun meunyo meunan, he Sulotan ingat raja Limong peukara ingat tuan, sibagoe nyan bek rab gata Di Nasruwan kheun hareutoe. jeuheuet meuntroe jiba raja
Jiba lam prang raja nanggroe, meunan bagoe keuji raya Cit ji reuloh beujeuet le prang, masok rijang teuma raja Meunan bagoe hana reumbang, meuntroe suwang po bicara Patot raja peubuet meunoc, suson padoe meubicara
Peukakah prang dum sibagoc, areuta sinaroe meubeulanja Raja ahmak geumasok prang, sabab sayang keu hareuta Nyawong geubri tan geusayang, hana reumbang nyan keu raja Cit malenkan ulon peugah, dum kafilah geuyue ngaza
Bek geumuprang di Khalifah, laen peurintah geubicara Kata Hukamak dum sinaroe, deungo dumsoe raja raja Miscue uleue lon peugah proc, bck poh keudroc raja raja Cit ubak gob beuta suroh, tulak musoh deungon daya Deungon ilah ta peujeuoh, miseue lon boh sitree gata Watee jeuet prang ulon peugah, meuntroe Khalifah bek na ria Bek geuharap droe geuh meugah, lasyeuka barollah le seunjata Bck geuharap droe beurani, kuat lagi deungon teuga
Harap Allah ya Ilahi, peurintah Rabbi nyang kuasa
Got ngon jeuheutet nibak Allah, meunan leumah dalam dada Ubak Tuhan bandum geuseurah, he Khalifah raja raja Di dalam prang rakyat jiplueng. kadang ureueng gusuen teuka Bek meureuka takheun salueng, beugot keunong ta peulara Bek tacarot deungon marah, takheun bagah jroh lagoina Beuta pujoe tuto indah, bek na leumah sang meureuka Meunyo meunan ulon rawi, mangat hate malee hana Singoh singoh han jiweh le, walce mate pih jiridla Hanle jiplueng nibak sitree, meunan lagce jroh logoina Meungta carot jih ka malee, meunan hanmei pantang raya Peurbuatan raja nanggroc, rakyat paloc teubit nyawa Meunyo mate meuhat rugoc, meueng hudep roc raja laba Gata raja narit mameh, bek na ceungch masam muka Meunan bangon pangkat leubch, rakyat gasch that kcu gata
Nyoe lon peugah Uleebalang, deungon scunang lon peuhaba
Bek ngon bagah le ta muprang, bck beungch sang uleue bisa
Malenkan cit tipee ilah, bek that bagah prang tapuga Peusak akai meunan nyang sah, meueng han keumah ngon arcuta Meunyo han ek le tapike, peusak beurani muprang gata Cit beuhabeh bek takeuse, meung han hase ban nyang kira Deungon leumbot peurbuatan, bek beungch nyan pantah raya Kareuna prang buet sukaran, bak bucttan nyan raja papa Raja Nasruwan ulon kisah, nanggroc luah sigom donya Ngon lasyeuka han teurpeugah, that barollah han teurkira Raja Bahram ulon teuntee, na sisukee nibak raja Khasruwin raya hana lagee, cit kureueng mic Bahram raja Dua gob nyan meukeuseumat, meuprang leugat pihak dua Dua teuntra meuprang meuhat, ka meukarat raja raya
F
Raja Khasruwin teuma kalah, rakyat bicah ka jiguda
Meusajan plueng ngon Khalifah, geukheun bagah surot lanja
Ureueng laen seukalian, bak Sulotan geupareksa Ampon tuanku pojanjongan, pakon meunan pomeukuta Pakon surot blah tuanku, asyeuka le dimeukuta
Siblah lawan kureueng laku, pakon beugitu hireuen raya Teuma jaweueb raja keudroc, deungo kamoe dum na gata Di dalam prang kukheun bagoc, teuhareutoe kucalitra Le lasycuka ngon angkatan, ngon mit saban hana bida
Malenkan ngon cit amilan, jan sukaran surot sigra Karcuna talo ayeb malee, meunang sitree meuhat ceula
Cit na teumpat meunan lagee, pike dilee nyang sijahtra Kadang rakan lam meularat, bek takarat surot lanja Meunyo taplueng na manfaat, meunyo tabrat rugoe teuka Bicara prang lon kheun sunggoh,na sireutoh teuma tamah sa
Sipeurkara nyang prang gadoh, laen sireutoh dum bicara
Beuta tukri cit beulisck, beuccureudck ilah daya Meusigeutu bek meubaleck, beuta tilek dum bicara Oh jan gob plueng gata meunang. bek talandang jeuet keubala
Kadang sitree teuma riwang, gata jicang rugoe raya
Oh jan gata teumie musoh, bck tapoh poh ta peulara
Meugah gata troh u jeuoh, ubak musoh peumulia Nyoc lon kisah buct dimcuntroc, rakyat dumsoe beugeu aja
Jan sukaran raja nanggroc, tulong sampoe nyawong gata Geukheun meuntroe seutiawan, seupeutri ban tuboh raja Buet raja seukalian, meuntroe budiman yakin beuna
雪
Nyang brat raja dum sinaroe. wajeb meuntroe theun keupala
Meunan bangon saheh meuntroe. laba rugoe pih ji ridla Raja Ajam lon hikayat. meunoe adat geukeureuja Uroe raya ‘oh watee had, pangge rakyat ban sineuna Putoh hukom seukalian, buettan meunan jeub jeub masa Lheuch keuseumat habch simpan. teuma lheuch nyan hukom raja Kadli raja ka geugantroe, di raja roe meubicara Geuyue pangge dum sinaroe. geukheun meunoe uleh raja Beurang kasoe dawa laman, seukalian ngadu sigra Geupeujeuet droe di raja nyan, seupeurti ban rakyat raja Ubak Kadli raja kheun proe, hukom kamoe ngon sibeuna Bek teumakot keulon sidroe, bak uroe nyoe gata raja Lheuch seleusoe seukalian, peurdak waan dum habeh ka Lakee meu’ah dum salahan, nibak ensan dum sineuna "Ohlheueh hukom raja geuwoc, u Meuligoe le neugisa Dalam bilek teumpat sunyi, geuboh tali bak lihernya Deungon geumoe beurtangisan, ubak Tuhan geumeupinta Lakee meu’ah dum salahan, buet ngon ensan nyang na lupa Di raja nyan meunan bangon, cit jeub jeub thon nyan keurcuja Ubak Tuhan lakee ampon, raja mohon ampon deesya Nyanpi raja ade hansoe, pike adoc takich rata Patot meunan raja nanggroe, nyan keubagoc ade raja Raja Nasruwan tanyong lheuch nyan, ubak Yunan meuntroc raya Cuba peugah deungo laman, peurbuatan mcuntroc scutia Teuma Yunan peugah rawi, deungo duli raja raja
Raja Ajam lon peugah kri, saboh wazi that seutia Di raja nyan lon peugah proc, bak siuroe lon peukhaba Keusalahan tuan putroe, istcuri droc raja raya Geuyue jak poh ubak wazi, salah mate nibak raja Meuntroc seuon sabda duli, mcugcuba le jak peufahna Hingga jiba saboh teumpat, meuntroe sasat jipareksa Ubak putroc tanyong leugat, peue salah that Pocut gata Hingga geukheun keusalahan, peurbuatan bube nyang ka
Awai akhe geupcugah ban, meuntroe budiman deungo haba Hana salah atcuch putroe, hana sampoe mate fahna Ngon lagi lom pruct mcuasoe, dum sinaroe habeh nyata Hana patot putroc mate, meuntroe seumbunyi hana nyata
Hanasoc thee buettan meuntri, ubak duli geuthee hana Ureueng inong sidroc salah, hukom Allah teumeureuka Jikoh takue meunan ulah, meuntroe peugah isteuri raja Isteuri raja ka jibuni, tan keutahwi manusia
Nibak tcumpat nyang that sunyi, buettan wazi geupeulara Bucttan meuntroc ulon kisah, meunoe ulah jikeureuja Sidroc Ajam jibri upah, keupeunayah bri peurdana Jibri upah ulch meuntroe, beurang kasoe bek jithee na
Jiyue som that meunan bagoe, bek meubunyoe nyan rasia Zakar meuntroe ka jiyue koh, hana saboh thee rasia Habch ban lhce jiyue kohboh, duck di rumoh di peurdana Meuntroe saket yoh masanyan, keudeungoran ubak raja
Hana geuthee di Sulotan, meuntroc bangsawan peue keureuja Hingga puleh saket mcuntroe, ngadap dudoe poteuraja Han geuteupeue raja nanggroe, buettan meuntroe nyang seutia
Padum lawet dudoc bak nyan, keuluaran aneuk raja
Ureueng lakoe ceudah hanban, sidroc pih tan thee rasia Hingga rayek teuma dudoc, aja mcuntroe dum peukara Dum eleumei geupeurunoc, mcunan bagoe geuyue aja Eleumei donya ngon akhirat, ajar meuhat aneuk raja Kitab Qur’an ngon hekeumat, bube adat dum keureuja Duablah thon umu sampoe, raja nanggroc geuthee hana Sidum nan buet nyan di meuntroc, hana sidroe thee rasia Teuma raja lon kheun lagee, gobnyan balce ancuk hana Teuka susah nyang that teuntce, dalam reudee muka raja Teuka pike raja nanggroe, hana gantoc ancuk hana Areuta le dum sinaroe, salch soe soc tueng pusaka Teuka sosah di Sulotan, lam dukaan rok rok masa Badan pijuet that bangkaran, lam dukaan duka cita Padum lawet teuma dudoc, raja nanggroc tan kculua Di istana geuduek keudroe, teuka mcuntroc raja hana ‘Ohtan raja meuntroe lihat, jiwoe leugat hana haba Padum uroe meunan daulat, nibak tcumpat tan keulua Lam Meuligoe raja susah, hantom leumah neu keulua Bangon saket duli khalifah, meunan ulah raja raya Padum lawet teuma dudoe, tamong mcuntroc ubak raja Meuntroe tanyong raja nanggroc, pakon meunoc pomcukuta Pakon susah pojanjongan, peue dukaan di sarpada Patek deungo peue cintaan, teuma sulotan le berkata Deungo ulon wahe meuntroe, nyang jeuet kamoc susah raya Hana aneuk keu geunantoe, areuta sinaroc hana guna Lon katuha kadang mate,tan meusampe aneuk hana Gadoh nama meunan akhe, tan boh hate gantoe hamba
Nyankcuh sabab beurcintaan, susah hanban silagoina
Meuntroe jaweucb pajonjongan, meunyo keunyan bekle gulana Aneuk tuanku na bak kamoc, that seureuloe pomeukuta Rupa ilok hana bagoc, bijak hansoe meunan nyang na Lagi pahlawan ngon beurani, aneuk duli tan sitara
Raja jaweucb teuma lheuch nyan, pakon meunan ta beurkata That ajayeb haba teunyan, pane laman na aneuknda
Haba gata that beurakah, nyang takisah nyum sang seunda Jaweucb mcuntroe duli khalifah, sibeunarlah hamba kata
Meuntroc jikheun ampon daulat, nyoe alamat aneuk meukuta Dalam bilck jiba leugat, duli halarat kalon teuma Hana laen beurang kasoc, cit dua droe deungon raja Ploh seulueweue ulch meuntroc, raja nanggroe kalon nyata
Raja hircuen mata laloe, geu cu meuntroe han sapeuena Hana sapeuc nyang na leumah, habeh keumah boh han tiga Teuma tayong le khalifah, cuba peugah peue kareuna Teuma mentroe peugah rijang, bube seunang ji calitra
Meuntroc rawi dum sibarang, alamat trang nibak raja Awai akhe mcuntroc kisah, duli khalifah hana khaba Ka geupatch kon beurakah, syuko keu Allah teuma raja Raja pujoc mcubagoc bagoc, gata meuntroe nyang sibeuna
Gata nyang sah syeedara droc, deungon kamoe meuseutia Tatem male taboih nafsu, he meuntroeku nyoe syeedara Harap ulon meunoe laku, saboh ibu deungon bapa Gata mcuntroe nyang nyo taulan, seukalian hukom gata Han meunteumei meuntroe meunan,
管
beurseutiawan deungon raja Teuma meuntroc peu ck scumbah. seureuta meureuendah ngon kcupala Pajan teuma duli khalifah. patck teuscurah aneuk meukuta Teuma raja jaweub meunoe, singoh uroe he Peurdana Lon beurangkat singoh keudroc. sira kamoe jak meusuka Watee meu’en lon di padang, taba rijang aneuk hamba Aneuk laen dum sibarang, nyang sabe sang muda muda Peuet ploh budak beuna sajan, rupa saban umu sama Budak bandum boh peukayan, taba lheuch nyan ubak hamba Na meuturi aneuk kamoe, meu cu bagoe tahe hamba Bek takheun kheun bak beurangsoc. turi kamoc atawa hana Jaweub meuntroe Insya Allah, ban nyang titah di jeumala Teuma meuntroe jiwoe bagah, tinggai khali fah di istana Meuntroe seutia lon riwayāt, jak pcusapat ancuk nyang na Muda sabe umu meuhat, geuboh alat budak nyang na Meuntroe salen bri peukayan, scukalian indal rupa Umu sabe muda saban, dum gunangan aneuk raja Oh ka hase siblah meuntroc, raja jinoe mcugcukira Geumeuhase raja nanggroc, wazi mcuntroc dum sincuna 'Ohka hase seuleungkapan, geubcurjalan raja raya Le that bagoe ngon peurhiasan, beurangkat Sulotan meusuka suka Hingga sampoe troh u padang, raja meunawong bala tantra Teuma teuka meuntroe datang, di beulakang budak geuba Dum peukayan sabe sabe, sang sirungkhe mcuadoc A Oh sare troh unab duli, geupeuduck le daulat raja Aneuk raja sangat bijak, deungon rancak seumah raja Raja turi nyang mustahak, geucok sinyak le geuwa wa
Teuma seupot le ngon uroe, raja puwoe le aneuknda
Deugon bunda tuan putroc, buettan meuntroe ba bak raja Meuntroe scutia peurintahkan, barang bucttan sianika Akhe dudoc nyang Sulotan, jeuet meuntroe nyang Maharaja Dum kuasa nibak meuntroe, meunan bagoe akhe masa Meuntroe seutia nyang leubch roc, bak beurang soe leubeh ia Wahe meuntroe seukalian. pengajaran ingat rata Meunan meuntroc nyang bangsawan, ngon sulotan meuseutia Pubuct bakeuti mcunan bagoe, geukheun meuntroe nyan seutia
Beuta deungo ajaran nyoc, wahe meuntroe nyang rab raja Syarat mcuntroc ulon teuboh, mcunoe sunggoh ulon nyata Syarat na dua ploh tujoh, he teungku beh ingat rata Phon phon wajeb meuntroc itu, buct peureulu bck tinggai na
Scumbahyang puasa meunan laku, hukom teuentu suroh beuna Bawah peurintah dum sinaroe, deungon keudroe pubuet sama Nyang keudua lon kheun meuntroe, bek na padoe syukor beuna Syuko keu Allah meunan bagoe, keu raja roe syuko beuna
Teuma nyang Ihee lon katakan, peukeurjaan jeub jeub masa Hukom ade keubeunaran, seukalian rakyat nyang na Tamong arcuta raja nanggroe, jeub jeub uroe pike beuna Teubict beulanja lon kheun bagoc, bck geubri roe sia sia
Malenkan sabab keu sukaran, keupeuct taulan lon calitra Usaha meuntroc keu Sulotan, beusukaan hate raja
Miseuc peukayan raja daulat, nyang leubeh that geuusaha Nyang keu limong lon riwayat, jaga beuthat hukom raja
缪
Tabri ingat raja nanggroc, ta peugah proe rugoe laba Leumah leumbot kheun sinaroe, bek salah roe ateuch raja Nyang keu enam ulon bayan, buet Sulotan roh dalam kla Bak syari’at beursalahan, bicarakan deungon sigra Meung tan teugah jeuct keukcuji. meuntroe Kadli meuhat gob ccula Nyang keu tujoh lon bri ingat, atcuch rakyat bek guranta Bek teukabo meuntroe meuhat, beurcundah that jroh lagoina Ulon teukheun nyang keu lapan, mcuntroe budiman beuna kira Keulua masok Beundaharaan, beugcutuban kira kira Nyang sikureueng teuma lagi, peutua beurang ri beuna jaga Dum lasyeuka ngon Sipa-i, alat beude nyang numoi sa Alat peukayan geubri meuhat, cit beumangat hate dia Meung jigaseh dum na rakyat, mate mcuhat sajan raja Alat peukakaih jaga nanggroc, beulcubch roc ingat gata Uleebalang peutua sagoe, dum sinaroc scumangat gata Dum peutua uleebalang, beuji sayang atcuch raja Meunan bangon beuta peugang, tabri rijang ingat ia Meunan bangon ta peurintah, beuta peugah jcub kutika Ingat beuthat meuntroe mcutuah, dum peurintah bck meutuka Teuma lon kheun nyang ke 10, urcucng suroh jeub jcub masa Nanggroe laen teumpat jeuoh, miscuc musoh po teumpatnya Peurbuatan raja sidch, yue luem habch jeub peukara Oh jitupeue dum ka meucch, kadang ku'ch jibicara Kadang jiprang nyan geutanyoe, dum sinaroc beuthce gata Beuna ureueng kawai sidroe, nyang jak puwoc dum rasia Meuka ta thee peurbuatan, ingat tuan tulak bahya Nyang keu 11 lon nyatakan, meuntroe budiman lon pcukhaba
A
Ureueng meudagang fakir miscukin, ji dhalimin le peutuwa
Ubak meuntroc beuna ra`i, bek na geubri buet enanya Seupeurti ban sabda Nabi, deungo akhi ngon sibeuna Irhamu man adl’afuu wa, yurhamu min aqwa likum Bawah peurintah beuna gasch, Tuhan leubch sayang gata
Di akhirat balah keudch, pham beuhabch he syeedara Nyang dua blah lon hareutoc, bucttan meuntroe dum peukara Deungon tuban geuthee keudroc, bek deungon roe beubai gata Nyang teu 13 ulon rawi, buet beurang ri geukeureuja
Beuna ingat awai akhe, beumeusampe ta bicara Ulon teukheuen nyang keu 14, tangan murah meuntroe beuna Bicara akai cit deungon khas, beuindah peurangoe gata Nyang limong blaih ulon rawi, peubuet bakeuti akan raja Nyang na guna akan duli, geubalah le deungon sigra Geubalah jroh ulch meuntroe, meunan bagoe bek na lupa Nyang keunam blah lon hareutoc, beurang kasoe angkara raja Uleh meuntroe beugeuteugah, deungon marah geupeusyekra
Bek biasa langga titah, meunan peurintah meuntroe gata Nyang tujoh blah ulon teuproe, hukom meuntroe geupeusama Deungon rakyat raja nanggroe, meunan bagoe bak na bida Teuma lheuch nyan nyang 18, meuntreo budiman lon peukhaba
Judi candu sibagoe nyan, bck rab tuan deungon gata Hukom teugah bak syari'at. cit wajeb that tulak gata Sikureueng blah lon riwayat, kalon meuhat buettan raja Bucttan patot hana bagoe, tuto seungkoe narit raja
Tuto jeungkat keu beurang soe. gata meuntroe dilee saba Bek tateugah masa sinan, kabui tuan uleh gata
P
Watee sidroe duck Sulotan, ta ajaran uleh gata Leumah leumbot miscue bagoc, raja nanggroc tabri aja Nyang 20 lon hareutoe. jaga meuntroe lingka raja Ureueng jeuheuet ngon bideu'ah. bck treb ramah deungon gata Sabab sinyan agama salah. beuta pinah uleh gata Ureueng bick nyan bck bri jinak. beuthat rancak silagoina Uleh meuntroe beugeutulak, nyang mustahak bek rab raja Dua ploh sa lon katakan, mita taulan nyang sibeuna Nyang le akai ngon bijakkan, sampurnaan teuma gata Dua ploh dua teuma bagoe, dum sinaroe beuna jaga Kawai raya wahe meuntroe, ta peugah proe ulch gata Bek khianat ateuch daulat, bek na jeungkat ngon angkara Bek elanya ateuch rakyat, beusculamat dumn siajhtera Ureueng rumoh bak Sulotan, nyang harapan uleh raja Buet nyang jeuheuet si anu nyan, lakee tuan hukom sigra Lakee hukom nibak declat, pinah mcuhat yue keulua Dua ploh lhee lon hikayat, akan daulat ta bicara Donya akhirat keubajikan, peukcurjaan ta usaha Dua ploh peuet ulon bayan, meuntoc budiman lon peukhabar Peumangat hate ulama syiah, hamba Allah dum fakira Minta tulong nibak Allah, bri scudeukah ulch gata Yue meudo’a akan daulat, na sculamat nibak bahya Dua ploh limong lon riwayat, deungon sahbat meuntroc dumna Uleebalang peutua nanggroe, kheuscumat roc sama beusa Uleh gata peusculeusoe, meunan bagoc bck mcudak wa Dua ploh nam lon kheun teuntee, jeub jeub watee ta mcudo'a
Lheuch seumbahyang ta meulakee, sijahtra mei ateueh raja Cit beuscunang hukom rakyat, mcutamah daulat akan raja Meunan lakee bak Hadlarat, cit beukuat keurajeuen raja Duaploh tujoh lon hareutoe, dalam nanggroe beugeu aja Amar nahi geuyue pakoc, geunap uroe beuna aja Meunan meunan meuntroe wazi, hana sabe lam sijahtra Zahed abed deurajat neubri, peurangoe pi ban ulama Ureucung peutimang ulecbalang, meunan nyang trang meukeureuja
Di akhirat dalam scunang, Tuhan peutimang akan dia Beugeutolong nyang sukaran, kcusakitan nyang enanya Nyankeuh mcuntroe nyang budiman, seulamat iman lam sijahtra Abdul Jalil sidroc syiah, ulon peugah saboh masa
Gob nyan meuntroc bak khalifah, dum peurintah geukeureuja Teuma teuka urcucng sidroe, bak Teungku nyoe peugah haba Ubak raja hajat sampoc, nyang nafsu nyoe jipeuhaba Teungku beudoh tcuma lcugat, jak kheun hajat ubak raja
Hana geubri ulch daulat, bube kasad tan sampurna Teungku ncuwoc teuma riwang, lagi datang ubak raja Dua ploh seun mcuwoc ulang, seuperti sang ureueng gila Reuoh reuoh di Teungku nyoc, hana bagoe payah raya
Teuma tanyong raja nanggroc, pakon meunoe di Syaikhuma Neu meupayah hana sabe, reuoh ile lam lam mata Teuma jaweub ulch syaikhi, gohlom hase hajat pinta Hajat tuanku nyangka sampoe, buet dikamoe goh sampurna
Hajat tuanku pigoh lomroc, meugoh sampoe hajat hamba Meuka hasc bube kheundak, Ilahon hak neubri pahla Meunan tuanku nyang mustahak, dua pihak sabe pahla Meunyoc neubri hajat sampoe, Tuhan sidroe balaih teuma
零
Meunyo hana meunan bagoe. Tuhan geutanyoe meunan juga Han Tuhan bri sampoe pangkat. duli Hadlarat meunyoe hana Teuma Iheuch nyan raja daulat. peutroh hajat bube pinta Gasch keudroe di Sulotan, takot keu Tuhan uleh raja Teuduek ohnan nyan khaba nyan, laen taulan lon peuhaba Pasai siblah lon riwayat, buet seumurat lon calitra Fireuman Tuhan wahe sahbat, beuta ingat bandum rata NUN walqalami wa mayasturuun, wahe keumuen deungo rata Nun barang kalam beuteusurat, deungo sahbat Hadits Mustafa Awwalu ma khalaqallahul qalam, adoe tapham rata rata Phon phon Tuhan peujeuct kalam, beugot tapham bck mcutuka Kheun ulama dum sinaroe, deungon dumsoe lon peuhaba Raya kalam bak beurang peuc, meunan ikrar dum ulama Dum na alam Tuhan jadi, ta keutahwi akhe punca Awai akhe dum taturi, meunan akhi kheun ulama Cit meukalam han tatuban, peuncujeut Tuhan sangat beusa Barang kasoe peungeutahuan, scukalian dalam donya Meunyo hana jeuet beuet surat, hana dapat cleumei nyang na Ganu gana dum hekeumat, buettan singkat han sampurna Kitab Quru’an tan taturi, meunan akhi urcucng buta Buet seumurat ulon rawi, hana sabe sangat akla Ahli Hekeumat buet seumurat, jeuoh teumpat jcuct beurkata Dum eleumei pihta tupat, dalam surat lahe nyata Eleuemei nujum seukalian, keunyataan turi gata Peue nyang teuką wahe taulan, lam Kitab nyan turi gata Dum eleumei cakap cakap, dalam Kitab habch nyata Meunyo hana turi Kitab, hana ‘ajab tan sijahtra Beujeuet adoe ta seumurat, le mamfaat han tcukira
Lahe baten leumah lihat, le hekeumat di dalamnya Buet seumurat han jituri, buet beurang ri tan seumpurna Kureueng aja Bunda Abi, po nyan lagi tan sijahtra Bukon agam hukom sinyan, scuperti ban geukheun dara
Kureueng akai bicara tan, sabab po nyan hana aja Ureueng buta deungon tuloc, saboh kawoi geukheun nama Ban binatang saboh hareutoc, meunan bagoe hudep ia Buct scumurat han ek peugah, le faidah han ek kira
Meunoc rawi Ibnu Abbas, watee sudah surat leungka Peugot surat 'ohka tamat, wajeb mcuhat tayue baca Peuc peue haba jeuet taingat, meunan sahbat bekta lupa Ulee surat ulon peugah, phon Bismillah mula mula
Teuma lheuch nyan Alhamdulillah, pujoe Allah maha mulia Teuma seulawcuct atcuch Nabi, teuma sare sahbat dumna Keuluarga seubut lagi, dudoe akhe keu po nama Nyang mukhtasar peurkataan, makna taulan beusampurna
Bek mcuulang nyang cakapan, haba simban nyang mukhtasar Meuhat sidroc peugot surat, bcksoe lihat hai syeedara Ohka habch mcuka tamat, ureucng seumurat tayue baca Tamat 'ohnan saboh tambeh, laen ureh lon calitra He ikheuwan pham beuhabch, ingat beugleh deungon makna
Alih Bahasa
Bismillahirrahmanirrahim Pasal yang pertama saya kisahkan, wajib kita mengenal diri sendiri Sungguh patut kita mengenali diri, jangan rugi nanti menyesal, Kita datang dari mana dan mau kemana, jangan dalam paya meraba raba Periksalah kesana kemari, belajarlah kepada ulama Kalau tidak demikian jadilah rugi, jadi rugi dan berdosa Karena tidak mengenali diri sendiri, sibuk lalai dengan dunia Bisa kita lihat pada tubuh kita sendiri, di situ nampak jelas Sungguh ajaib tubuh kita, semua manusia tidak sanggup menilainya Organ tubuh diri kita, semuanya berbeda-beda Sebagian panas sebagian lagi dingin, sebagian tidak bergerak-gerak Sebagian pahit sebagian asin, semua fungsi berbcda-beda Sebagian bergerak naik turun, lahir batin bisa disaksikan Wahai orang yang punya iman, ingatlah tuan semua perkara Harus tahu diri bahwa diri kita hina, ciptaan Tuhan yang tak berdaya Tuli dengan bisu asalnya jelas, tidak ingat asal mula Jangan menyebut diri orang megah, ingat saudara tua muda
Kita harus malu kepada Tuhan, pikirlah bahwa diri kita hina
Saya jelaskan wahai tengku, asal tubuh kita bersumber 4 perkara Ada empat unsur yang bercampur, air dan tanah saya terangkan Api dan angin jumlahnya empat, ini saya beritahukan penjclasan
Tidak satu tujuan dalam satu tempat, berbantahan tidak sepakat
Keempatnya tidak sepakat, sangat bermusuhan sesama mereka
Dengan kuasa Tuhan yang kuasa, itulah kcbijaksanaan Allah Taala
Itulah scbabnya tubuh manusia, tidak sama/ berbeda beda
Tiap orang berbeda beda, kalau semuanya seimbang Schatlah badan manusia, kalau tidak seimbang Itulah sumber penyakit manusia, banyak penyakit datang kemudian
Dokter mencrangkan demikian, jika diberi obat baru sehat
Kalau tidak ada obat sudah kesusahan, sclama hidup wahai sahabat Coba lihat dan pikirlah anda, apakah ada kuasa manusia sedemikian? Coba saudara anda ingat ingat, yang baik dan yang jahat Saat datang pada anda, ambillah cobaan dan manfaat
Anda wahai sahabat tidak berdaya,
anda tidak mempunyai kuasa apa apa Bagaimana kchendak Tuhan yang kuasa, anda tidak punya daya upaya Apa yang terjadi kepada kita, kita pasrah tiada upaya Susah dan scnang di dunia ini, hampir setiap hari kita rasakan
Kaya miskin hidup dan mati, Rabbul Jalil yang memberikan Tiap yang hidup pasti mati, siapapun yang megah dan hina Ingatlah wahai saudara, perihal ini yang benar Walaupun raja atau hulubalang, Panglima perang ataupun bintara
Walapun berani dalam berperang. dengan pedang alat senjata
Ingatlah abang juga akan mati, biarpun menteri yang bijaksana
Walau tuan orang kaya, meskipun miskin dan papa Mati itu untuk semua, walaupun anak raja Turki Walaupun bangsa kaum Quraish, kita semua akan merasakan mati
Kita harus tau semuanya, jika scmua sudah mati
Kemudian Tuhan memerintahkan, berkumpul semua yang bercerai berai
Begitu Tuhan suruh bekerja, timur barat semua terhimpun Seluruh dunia berkumpul, ketika sudah berkumpul semuanya
Sudah kembali indah seperti yang dulu, suatu pun tidak bertukar
Turun firman daripada Rabbi, dengarlah saudara tua dan muda
Walaa taziruu waziratan wizra ukhura, beserta saya beri makna
Tidak akan tertukar siapapun, kembali scperti scmula
Di Padang Mahsyar menghimpun semua, amal kita dipcriksa
Baik dan jahat di situ terlihat, hukum Allah semua adil Amal yang baik walaupun sedikit, Tuhan balas dua kali berlipat ganda Amal kejahatan walaupun kecil sekalipun, oleh Allah akan dibalas juga Kaya miskin hina dan megah, semua dibalas masing masing Hukum yang adil pada Allah,
sebagaimana diperintahkan Tuhan Tidak ada yang bisa menolong ketika itu, saudara saudara ibu bapak Anak dan istri tidak bisa menolong, sungguh sakit dirasakan
Yang memiliki amal sungguh bertuah, nikmat Allah diberikan Tuhan balas azab dan siksa, tidak ada yang menolong wahai saudara Masing masing menjaga diri sendiri, sama sekali tidak ada yang menolong Saudara ada masing hal, tidak ada pertolongan sama sckali
Masing masing yang punya bekal, sebagian modalnya sangat kurang Mencari kesana dan kemari, sungguh sangat sengsara Begitulah keadaan semuanya, mencari bantuan kesana kemari Masing masing sangat susah, ingatlah wahai saudara
Habislah sudah kisah ini, tentang cara mengenal Tuhan Pasal kedua saya ceritakan, mengenal Allah Tuhan Yang Maha Esa Wajib tahu scbagai hamba Allah, saya nyatakan wahai saudara Banyak kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, manusia yang tidak berdaya
Harus kita ingat wahai sahabat, kita ini sangat hina Misal makan banyak makanan, kesukaan yang sangat nikmat Bisa sengsara di dalamnya, tidak kita ketahui penyakitnya Kadang makanan yang tidak enak, banyak manfaat dan menjadi obat
Perbuatan yang kita sukai, kadang Tuhan tidak suka Kemudian kita akan celaka, begitulah adik saya umpamakan Begitu umpama perbuatan, firman Tuhan saya nyatakan Asaa antuhibbu syai an wahuwa. syarrulakum wa asaa antakrahu Syai an wahuwa kharirullakum, harus kita ketahui maknanya Yang kita sayangi oleh kita, oleh Tuhan perbuatan yang jahat Kadang begitu wahai adik, perbuatan kita tidak diridhai Yang kita tidak sukai wahai taulan, oleh Allah kadang disukai Wallahu nyaklamu maalaa taklamuu, pahamilah beserta makna Allah Ta'ala yang mengctahui. manusia banyak yang tidak menyadari Yang kita ingat dalam hati, yang sebentar nanti lupa lagi Yang tidak ingat oleh kita, kadang sampai tidak lupa Tidak kuasa wahai adik, kita semua tidak berdaya Sewaktu lemah datang menimpa, apa pun tak bisa digerakkan Lalat berdiri di atas badan, tak sanggup kita usir Satu semut menggigit kita, sakit di dalam badan tiada tara Lemahnya kita wahai adik, semut menggigit tidak sanggup kita usir Jangan katakan diri anda kuat, dengan satu lalat tiada kuasa Tutur kita yang salah, pintar sckali dalam berbohong Harus kita ingat dan pikirkan, harus kita renungkan dalam dada Cukup sekian kabar ini, ingatlah insan sepanjang masa Hikmat Tuhan sangat berkuasa, dengarkan sahabat saya ceritakan Pada kita yang jadi hak Tuhan, tujuh macam wahai saudara
國
Jika sudah diambil yang tujuh itu, kita tak berguna sama sckali Badan kita seperti batang kayu mati, sungguh tidak berguna lagi Tiada guna sedikitpun, di situ tinggal tak berharga Habis dan tinggal adik Teungku, yang dulu menyayangi anda
Teman sahabat tiada lagi saudara, beserta saudara anda Anak isteri yang disayangi, tidak sctia kepada anda Kalau tidak dikuburkan, bau anda akan tercium ke semua orang Anda dicaci sekasar kasarnya, sebab mercka mencium bau busuk
Dimanakah rupa yang dulu indah, dimanakah yang anda amat pintar? Kemanakah semua pakaian coba katakan, dimanakah kaum keluarga Dimanakah kain sulamanmu, dimanakah kain tenunan indah? Dimana permadani yang dulu membentang, dan minyak wangi yang anda punya
Dimanakah anda yang dulu megah, dimanakah teman teman anda Dimanakah kain baju yang bagus bagus, katakan mau saya dengarkan
Anda dimasukkan dalam bumi, yang gelap gulita Ingatlah baik baik wahai adik, dalam dunia ini jangan terlalu sungguh
Pasal yang ketiga saya terangkan, menyatakan kenal dunia Haruslah kita ingat sckalian, kehidupan di dalam dunia Qalallahu Taala innamaa matsalul,
hayatiddun ya kama in anzalnahu Minassama i fakhtalathabihi. nabatul ardhi mimma yakkulunnasu Wal an ami hatta iza akhizatil. ardhu zukhrufahaa wazaiyanat Wadlanna ahlana innahum qadiruna. alaiha ataha amruna lailan au Naharan faja alnaha nashidan, kaanlam taghna bil amsii Kazaalika nufashshilul, ayatii liqaumin yatafakkaruun Siapapun yang hidup di dunia ini, terpedaya dalam lalai Yang bisa lupa semuanya, karena terlalu memuja dunia Sebab kenapa orang sampai lalai. sebab nikmat dunia mempesona Akan bertambah dengan syahwat, amat besar lezat dunia Lagi lagi sebab hawa nafsu, begitulah perbuatan yang terpcdaya Begitu sifat mereka itu, memperturut nafsu jadi lupa Jika sudah nikmat Tuhan beri, tidak sckalipun ingat bala Bila kaya yang dipikir, tidak akan miskin lagi dikiranya Kalau sudah hujan tidak ingat kemarau, begitu buruknya manusia Kalau begitu rugilah yang besar, dia scolah bukan manusia Orang yang kenal dunia ini, tidak pernah sckali pun angkuh Itulah dia orang yang berbudi, perbuatan apapun ingat Rabbana Karena dunia tempat hidup, manusia mencari kebajikan Orang mengenal begitu kawan, orang tak kenal sia sia Orang yang bebal tak mengenali, dengarkan saudara saya ceritakan Pada akhirnya ia jahat, perbuatan apapun akan rugi
Orang mengenal wahai adik, dunia ini wahai saudara
Seperti pasar jual dan beli, tempat siapa pun mencari untung
Itulah pasar di akhirat, ingat sahabat tua dan muda Orang rakus saya ceritakan, ia sesat dengan dunia
Sebab nikmat tiada tara, dia lalai dengan hawa nafsu Ketia hujan amat gembira, ketika kemarau ia susah sangat Ketika dia lihat banyak padi, bertambah lezat dan lalai Jangan ia pikir tidak akan berubah, semua yang kekal akan tetap ada
Ketika kemarau gagal panen, hatinya susah tiada tara Duduk dan berdiri selalu gelisah, begitulah perbuatan orang yang celaka Ia tercengang karena susah, ketika ia ingat benar benar susah Dia terheran heran, menyesal dengan sangat
Orang arif tidak perduli, mcmang mereka kenal perbuatannya Kalau sudah begini ketentuan, dia sudah kenal awal hingga akhir Tidak lama dunia ini, hari akhirat yang lama masanya Seperti itu semua wahai adik, begitu rupa di dalam dunia Dunia ini dimisalkan seperti jalan, tempat manusia bermusafir Suatu tempat untuk bersinggah, tiada kekal wahai saudara Di tengah jalan suatu tempat, berhenti sejenak tidak lama Harus kita ingat selalu wahai sahabat, riwayat itu harus kita pahami semua
Pertama tama kita berhenti, tempat, dalam tulang salbi ayahanda Maka di rahim ibu, berapa lama anda di sana Lalu yang ketiga di dunia ini, yang keempat adik di dalam kuburnya Yang kelima saya naschatkan, tempat kita di Padang Mahsyar
Lalu yang keenam wahai akhi, tempat anda kembali singgah Surga dan Neraka nanti akan dibagi. sampai di situ enam perkara
Inilah dunia jika saya misalkan, seperti jembatan yang nyata Jika jembatan penyeberangan. perjalanan menuju negeri yang abadi Di tempat itu siapa yang betah. disebut ahmak tidak punya akal Itulah tempat yang tiada layak, yang mustahak atas negeri abadi Orang dunia adalah tempat bersinggah, tempat manusia mencari untung
Ia pikir ia akan kekal di sini, tanda bahwa ia sangat bodoh
Orang yang memiliki akal,
mencari bekal sebanyak banyaknya di dunia
Modal untuk pulang ke negeri kekal, begitulah yang sempurna
Cari harta secukupnya, yang bertujuan dan memadai
Begitulah wahai Teungku cut, Tuhan kita dapa terima
Kita mencari harta yang halal, begitulah Allah menyuruh kita
Perbuatan yang ada pahala kita kerjakan, jauhi perbuataan yang berdosa Diperintahkan untuk menegakkan syara’Nabi. begitu akhi kita berbuat Jika berbuat jahat Allah akan benci, diletakkan kita di dalam neraka
Firman Tuhan dalam Al Quran, dengar kawan tua muda
Innamaa amwalukum waauladukum Fitnatullakum, harus pahami hai saudara
Harta kita dengan anak sendiri, fitnah akan berpulang kepada bapak Banyak orang arif mengatakan, dunia ini bagaikan mimpi
Begitu terjaga sudah hilang. begitu yang nyata dimisalkan dunia Terkadang orang arif mengatakan, dunia ibarat sang kilat fajar Beberapa orang arif berkata begini, dunia ini ibarat wanita tua Pakaiannya lengkap di badan, memakai gelang tangan dan kaki
Kain bagus berbau wangi, nampak dari jauh indah sekali Semua orang menjadi senang, mendekati melihat rupa
Lalu terlihat tua dan lemah, dia tidak disukai lagi Kemudian semua orang menyesal, Allah yang dia sebut Beberapa orang arif juga berkata, dunia ini diumpamakan Perempuan pelacur yang pandai. barang siapa yang melihat birahi
la cantik pakai gelang dan anting, siapa yang memandang akan suka Dengan rupa umpama bulan purnama, tetapi wanita pelacur muda Barang siapa yang melihat dengan nafsu, senang hati seakan terasa gila Dikawinkan menjadi isteri, akan tetapi perempuan yang celaka
Dia ikuti hawa nafsu, laki laki dirampas di jalan raya Suami itu ditinggalkan, suaminya tiada ditakuti Laki laki yang berhati suci, segera ia talak perempuan itu Lelaki jahat dan pencuri, ia sangat suka pelacur itu
Dia senangi perempuan jalang. laki laki celaka bagaikan gila Seharusnya tidak layak, di atas pudar ditaruh inai Begitu banyak nikmat yang tiada ia rasa. scbab ia tak berakal Ia dalam siksaan kapanpun, ingatlah saudara tua dan muda Pasal ke empat saya kisahkan, rasa mati manusia firman Allah wahi akhi, kita pahami semua yang sebenarnya Kulla nafsin za iqatulmauti, kita pahami wahai akhi tua dan muda Siapapun yang bernyawa, wajib kita mcrasakan mati Qalallhu Ta’ala kulluman Alaiha faanin fayabqa wajhu Rabbika zuljalaali wal ikrami, kita semua, akan mati sebenarnya Yang kekal hanyalah Allah, kebcsaran dan mulia Wahai insan ketahuilah, dunia ini dua perkara Pertama sekali wahai akhi, yang terlalu kita cari di dunia Dengan amat sangat sungguh, tidak ia sadari maut datang Itulah yang dimusuhi Allah, orang dungu tidak tak punya akal Hal yang kedua saya katakan, yang berbudi dan bahagia Dia sadari akan dunia ini, akhirat yang kckal abadi Tidak terlalu bimbang untuk dunia ini, berbagai hal secukupnya Siapaun akan suka akhirat, tinggal menunggu maut memanggil Itu untuk orang yang bahagia, memang dia tau untung dan rugi Ia kenal akan susah, beribadah tidak pernah lupa, Yang tidak pernah ingat akan mati, Tuhan yang kuasa beri pusaka
Satu kamar dalam Jahannam, yang amat gelap dan sempit Sangat azab tiada terkira, Rabbul Kiram beri siksa. Bertanya sahabat kepada Nabi, kaum mana yang mulia Nabi menjawab mengatakannya, siapapun kaum yang ingat Allah
Itulah kaum yang amat mulia, yang ingat akan datangnya maut Itulah orang yang tidak melarat, jika sudah tiba waktu sakratul maut Yang tiada ingat akan mati, tidak terkira azab dan siksa Diambil nyawa azabnya sama, ingatlah sahabat semua
Tersebut di dalam kitab Tambeh, tempo dulu suatu masa Banding dan kiaskan seluruhnya. sebagai peringatan semuanya Raja bukan Arab bernama Syariban, sangat kaya dan perkasa Masa itu tidak ada lawan, banyak angkatan rakyat semesta
Berpikir raja itu pada suatu hari, dalam hati dia raja besar Tak ada raja yang melebihinya, dalam alam ini semua raja raja Hajat ingin menampakkkan pangkat tinggi. dengan harta yang kaya raya Supaya dilihat kebesaran, kekayaan raja yang besar Kchendak berangkat duli baginda, disuruh kerahkan semua rakyatnya
Rakyat harus bawa kuda, dengan berbagai perkakas semua dibawa Alat senjata semua lengkap, raja negeri begitu bersabda Di dalam dunia semua ia kerahkan, tidak terbilang rakyat sangat ramai Tak berapa lama rakyat datang. kuda dan gajah semua ditunggangi
Kepada raja semua berkumpul, datanglah baginda raja Ketika sampai pada waktunya. berangkatlah raja besar Banyak sekali bala tentara, kuda dan gajah kendaraan raja Dengan perkakas yang luar biasa. duli khalifah bermusafir Lalu berbunyilah suara musik. beribu ribu dengan berbagai macam rupa Bersama raja banyak angkatan, tidak ada lawan banyaknya Banyak rakyat tak terhingga, semuanya memikul senjata Berdiri berlapis lapis dan ramai, kanan kiri tak terhingga Keempat sisi bediri rakyat, tak terhitung berlaksa-laksa
Raja melihat keheranan sangat. sambil berangkat berselawat
Raja ingat dalam hati, tiidak sebanding aku sangat besar Siapapun tidak kuasa bertahan, bertambah lagi aku sangat kaya Sedang termenung mengingat hal itu, kenyataan fakir tua Fakir itu mendekati raja, orang lain tak melihatnya Lalu dipegang pegangan kuda, raja melihat dengan marah Kuda berdiri tiada berjalan, raja benar benar marah Wahai bid’ah apa kamu lakukan, sungguh jahat perangaimu Lalu si fakir menjawab, dengarkan kami wahai raja Dekatkan kepala saya bisikkan, sungguh ajaib wahai raja Lalu mendekatlah kepala khalifah, lalu si fakir berbisik Si fakir berkata segera, beri kabar dengan sebenarnya Wahai raja engkau daulat, sckarang ajalmu sudah tiba Nama saya Malaikat maut, Tuhan menyuruh ambil nyawamu Ajal sekarang daulat ampun, raja memohon sebentar saja Sangat takut tiada tara, kaki dan tangan gemctaran Keluar keringat saat itu, raja Syahriban bermuka pucat Raja bilang dengan cepat, tunggulah sebentar
Saya akan pergi ke istri saya. berwasiat dan hajat melihat ananda
Malaikat maut berkata lagi, wasiat anda tak ada waktu Wahai pecundang kurang budi, ini hari telah tiba Tidakkah kau dengar firman Tuhan, dalam al Quran telah disebutkan Iza jaa a ajaluhum laa yastakkiruna, saatan walaa yastaqdimuun
Siapapun yang akan datang ajal, tidak akan ada tunggu sebentar Satu saat pun tak ada tangguhannya, raja claka tak mengingatnya Ditariklah kemudian nyawa, raja mati dicabut nyawa
Orang fakir pun hilang, sekejab mata tidak tahu entah kemana
Begitulah nasib Raja Syahriban, sudah habislah umurnya di dunia Cukup di sini satu masalah, ingat semua akan datang ajal
Pasal kelima saya nyatakan, pekerjaan kerajaan saya kisahkan Wahai raja yang baik, asal mula kerajaan kita Tuhan ciptakan Nabi Adam, alaihissalam yang mulia Diberi pangkat pemimpin alam. agar bisa mengemban perintah hamba
Suruh Tuhan kepada Malaikat, turun segera ke dunia Ambillah tanah dan kumpulkan, suruh Tuhan yang Maha Kuasa Permukaan tanah yang diambil Izrail. suruh Allah Tuhan Esa Sebuah tempat dihantarkan, tanah dibawa semua
Antara Thaif dengan Mekkah, diambil tanah di sana Rupa Adam di sana disimpan, suruh Allah setelah menciptakan Adam Disimpan di sana beberapa lama, dilihat oleh ahli langit Terheran heran tidak mengenal, sambil berpikir dan berdiskusi Bermusyawarah setiap hari. bermufakat tiap tiap waktu Belum pernah ada yang seperti ini rupanya. Tuhan kita karuniakan Terheran heran Malaikat. musyawarah terus menerus Yang tiada hasilnya, melainkan dalam ilmu Tuhan Melainkan Tuhan yang mengctahui. perintah Allah yang Maha Kuasa
Tengah duduk dan berpikir, berkumpullah ahli langit
Disana bersama iblis laknatillah, berkatalah seperti ini Bertanya kita Malaikat, kepada Tuhan yang kuasa Kemudian Malaikat, kepada Tuhan segera bertanya
Dipersembah pada waktu itu, kepada Tuhan mercka bertanya
Semua bertanya kepada Rabbi, bertanya tentang hal rupa Adam
Ya Tuhan engkau Maha Kaya, ya Tuhanku engkau kaya
Ya Tuhan kami dungu, engkau yang tahu ya Rabbana Tubuh Adam ini apa maksdunya, apa maksud dan tujuanMu ya Rabbi Tuhan berfirman kepada Malaikat, hikmat ini saya ciptakan Inni khaliqon min thiin, rabbul alamin mengetahui rahasia Manusia yang saya ciptakan ini, ganti kami di dunia Itulah khalifah di atas bumi, Tuhan sendiri yang berkata demikian
Kemudian setelah itu semua, mereka berjalan melihat rupa Dilihat tanda kebesaran, khalifah Tuhan dimana tanda mulia
Wajah Adam banyak yang melihat, Malaikat sungguh banyak Di empat unsur diibaratkan, di situ dapat dilihat dengan jelas Air dengan api angin tanah, mereka itu bermusuhan Mereka berempat saling bermusuhan, kenapa ditaruh Tuhan asa
Malaikat terus memikirkan, tapi tidak dapat mereka pikirkan Lalu berkata iblis laknat, Malaikat menyuruh periksa Allah yang menghidupkan, awal adan akhir menjadi raja Makin bahaya jika ia jadi pengganti. kami kira itu akan jadi bala besar
Makan minum tidur syahwat, pada akhirnya akan binasa Begitu kata Iblis laknat, Malaikat lalu memeriksa Kepada Tuhan semua ia bertanya, tidak patut begitu rupa Qalallahu Taala: Qaluu, ataj`alu fihaa man yufsidu fihaa
Wayasfikuddima a wanahnu. nusabbihu bihamdika wanuqaddisulaka Datang sembahan dari Malaikat. kepada Tuhan yang Maha Kuasa Ya Tuhanku engkau yang menciptakan. yang mengetahui banyak hal Engkau jadikan raja di atas bumi. pada akhirnya akan jadi perusak besar Menjadi fitnah nanti, bagi siapapun manusia itu Ketika kami lihat bentuknya, banyak sekali bahaya di sana
Kelakuaannya banyak fitnah, wujud manusia ya Tuhan kami Semua kami ya Hlahi, bertasbih selalu tiada henti Dengan taubat dan takbir, tidak ada henti-hentinya ya Rabbana
Dengan dia lebih kami. begitu wahai Tuhan Pantaslah kami sebagai pengganti. di atas bumni di dunia Qalallahu Ta'ala Inni a'klamu. maalaa taklamun ngo kumuen tuha muda Malaikat kamu tidak ketahui. semuanya tidak kamu sadari Telah kami ketahui sekalian, terdiam ahlus sama'a waktu itu Tuhan jadikan Nabi Adam, disuruh genggam dunia Disuruh berhukum dengan keadilan, alaihissalam yang mulia Anak cucu empat puluh ribu, beliau ajarkan semua mereka Suruh Tuhan disampaikan, begitu terus dilakukan Nabi Adam suruh berbuat kcbajikan. seperti apa Tuhan suruh perbuat Beliau cegah kejahatan, selalu begitu sepanjang masa Disuruh ikut agama Islam, Nabi Adam nenck moyang kita Begitu yang dikerjakan alaihissalam. yang mukarram dan mulia Nabi adam saya terangkan, dalam susah lama masa Setiap hari dalam gelisah, nabiyullah dalam duka Setiap hari dalam resah, selalu beduka cita Makan nasi jarang, badannya sangat kurus Tidak pernah tersenyum kepada siapapun, dalam diam senantiasa Anak cucu seluruhnya, semua melihat bapa yang susah Tidak makan makanan, terdiam tidak ada kabar Tidak peduli terhadap pakaian, selalu begitu selama ini Lalu datang anak cucu, semua berkumpul di tempat bapa Ditanya ada apa, tidak makan nasi sangat susah
T
Kenapa bapakku sangat gelisah, katakan pada kami akan dengarkan Jawab Nabi kemudian, dengar kami hai cucunda Saya ini jadi susah begini, sangat gelisah pula
Karena dulu saya bersalah, karena tegahan saya kerjakan
Dalam Surga dulu tempat, tidak pernah susahnya bapa Sebab satu kesalahan, di sinilah tempatnya di dunia Di atas langit lapis ke tujuh, saya tinggal di surga Karena satu kesalahan, kesini dilempar kedunia
Dibawah langit diatas bumi, azab kami sangat sengsara
Kadang salah saya di sini lagi, ke bawah bumi saya dihantam
Itulah sebab saya susah, ketika ingat menetes airmata
Ketika berbuat kesalahan, kehendak Tuhan yang kuasa
Tidak ada yang menolong dan menolak, tidak ada yang kasihan pada saya Itulah sebabnya saya tercengang, begitulah jelasnya saya katakan
Anak cucu mendengar begitu, langsung terjatuh airmatanya
Menangis mereka semua, mereka amat berduka
Dalam kerajaan Nabi Adam, tersebut dalam kitab Qishashul Ambiya
Lama kerajaan alaihissalam, begini lengkap diceritakan Sampai waktu seribu tahun, ditambah lagi lima ratus
Dua anak cucu tentunya, berbuat sebagaimana perintahnya
Anak cucu yang pilihan, menggantikan oleh dua orang
Scorang bernama Nabi Syith. beliau memegang hukum agama Kembali padanya perbuatan syari`at. seorang daulat bernama Kayumun Perintah hukum syari'at, Nabi Syith pegang banyak perkara
Pegang kerajaan olch Kayumun. tidak ada sifat yang menyamainya Hukum adil tiada banding. sama seperti bulan yang purnama Dua golongan menjadi khalifah. menggantikan ayah pegang neraca Wafat Adam rahmatullah, memegang perintah keduanya Hukum adil tiada banding, menjaga agama dan negeri Dua orang memegang kendali. cukup sekian satu cerita Tersebut dalam Abdul Muluk, kesibukan Ambian yang sulit Siang malam tiada mengantuk, dalam sibuk memegang neraca Perbuatan Nabi sangat kesulitan, kesakitan banyak bala Karena lebih tinggi derajat, besar pangkat dan mulia Menjaga hukum amatlah susah, mengurus rakyat di dunia Beserta agama dijaga pula, mengasihi orang fakir Ditunjukan kebajikan, semua jalan dengan sebenarnya Ia tegah semua kejahatan, sclalu begitu pckerjaan Ambia Memegang kerjaan enam orang Nabi. saya ceritakan mulai dari satu Nabi Adam yang pertama saya kisahkan, Yusuf Nabi yang kedua Lalu Nabi Daud lalu yang kecmpat Nabi Sulaiman, lalu setelahnya Nabi Musa Yang keenam Nabi akhir zaman, begitu firman Allah Taa la Ya aiyuhallazina Amanuu, athiullaha wa athiurrasuula Wa ulil Amri mingkum, wahai raja raja Wahai insan yang beriman, ikut tuan Allah Taala Ikut Nabi pesuruhNya, semua hukumkita percaya Ikutilah raja negeri, semuanya tua dan muda Suruhan raja ganti Nabi, hukum syari'i perintahnya
Jika raja terkadang jahat, ikut yang mana wahai saudara Ikut akan perktaan tersebut. jangan bawa sampai ke dada Hindari bahaya yang lebih besar, begitu cara wahai saudara Jangan ikuti sampai ke dalam hati, raja kafir juga sama
Membenarkan sckedar dibibir. jangan sckali kali sampai ke dada Jika tidak juga sanggup kita lawan, tunduk kita agar tak dimusuhi Harus pindah dari tempat itu, haram tuan melihat muka Raja dzalim berbuat salah, hukum Allah tak diakui
Musuh Nabi musuh Allah, kita pun sah untuk memusuhinya Jangan berteman dengan orang munafik, raja zindik amat salah Itulah raja yang tidak bolch kita ikuti. raja munafik tiada beragama Wahai raja hulubalang, hukum yang baik dan adil juga
Perbuatan yang salah harus dilarang, kita halang dan diancam Sebagaimana perintah raja yang adil, seperti itu selalu diusahakan Jangan melenceng walapun hanya sedikit. hukum yang benar dikerjakan Jangan secuil pun hukum zalim, atas kaum rakyat anda
Saya katakan ini supaya mengerti, semua kabar sudah jelas Harus kita takuti akan Tuhan, kata Qur`an dan Hadis Nabi Begitu sifatnya wahai saudara, harus kita imani dan percaya Hukum Allah dan Nabi, juga mufti keputusan ulama
Jangan dengan jahat dan berani. perbuatan berbohong jangan kerjakan Qishasul Ambiya dikisahkan. dengarkan sahabat pada suatu masa
Masa tenggelam Firaun. Tuhan yang kuasa yang mentakdirkan mercka Karena murka kepada Allah, masa khalifah nabi Musa Nabi Musa kerajaannya luas. pegang pemerintahan seluruh dunia Pegang kerajaan di Mesir, tak ada bandingan amat luas. Pada suatu hari saya kisahkan, disuruh nabi olch Allah Kepada Musa turun firman, disuruh berjalan nabi Musa Baitul Maqdis Tuhan suruh, disuruh lawan pergi berperang Kepada Musa disuruh beri kepastian. Tuhan suruh perangi semua musuh Agama benar supaya senang, supaya jelas soal agama Nabi Musa bersiap siap, duabelas panji semua laskar
Satu panji saya katakan, jumlahnya menjadi dua puluh laksa
Lalu duapuluh ribu lagi. begitu banyaknya yang tak terhingga
Banyak laskar yang tangguh, berperang dengan musuh Nabi Musa
Itulah dia Bani Israil, dua belas panji jumlah semuanya
Maka dalam setiap panji(bendera), diangkatlah Naqib satu
Satu Naqib untuk panglima, itulah sepasukan tentera
Dua belas petua yang sudah pasti, seperti yang telah difirmankan Wa akhaznaa mitsaqa bani israil, waba atsna minhum istna asyara naqiibaa Nabi musa pilih kaum, yang kuat lagi perkasa Cara beliau pilih pasukan, supaya paham raja raja Baitul Maqdis hajat melangkah, Allah suruh pergi ngaza (perang) Hajat berperang dengan Ima Malikah, pegang perintah Masjid al Aqsa
Dia pun kalah ketika itu, menanglah Nabi Musa Baitul Maqdis diamankan, Kerajaan dipegang oleh Nabi Musa Mesjid aqsha dimuliakan. Nabi Musa berbuat sungguh sungguh Tinggal di situ memegang pemerintahan. hukum Allah sangat cinta Negeri Mesir beliau melangkah, Nabiyullah itulah kerjanya la pulang pergi negeri Mesir. pulang kembali ke Masjidil Aqsa Begitu kerja Nabi Musa. pulang pergi bermusafir 39 tahun dalam bilangan, begitu lamanya wahai saudara Tidak dibeli kuda untuk kendaraan, rumah pun tidak ada Nabi Musa Dimana malam nabi singgah. beliau sangat sungguh dalam hal agama Tidak perduli akan makanan. makan ekedarnya Nabi Musa
Seumur hidup selalu begitu, rezeki tidak pernah ia cari Untuk hal dunia tidak pernal peduli. begitu nabi melakukan pekerjaan Begitulah pekerjaan nabi dulu. raja budiman perlu ketahui Perlu dipikir dan ditiru, sebagai kelakuan para Nabi
Nabi Yusuf saya kisahkan, negeri Mesir beliau raja Luasnya kerajaan tak ada bandingan, dengarkan akhi saya ceritakan
Nabi Yusuf dalam kesusahan, sangat geilisah tiada bandingan Muka pucat sangat ubah, Nabiyullah tidak sakit
Badannya kurus tubuhnya lunglai, tidak kuat sangat lemah Makanan dimakan tidak renyah, terheran siapapun melihat beliau Semua menteri terheran heran, langsung ditanya dan diperiksa Menteri bertanya yang dilihat, kenapa baginda amat gelisah
Apa penyakit nabiy ullah. sekarang katakanlah kami dengarkan Agar obat kami cari. Nabı muhta langsung menjawab Nabi menjaw ab pertanyaan menteri. saya ini tidak– sakit apapun Menjadi– lemah tubuhku int. setap harı lapar dan haus Lima belas tahun saya di kerajaan. soal makan tidak selera Tepung gandumn misalnya. Tidak sanggup telan –tenggorokan hamba Nafsu makan tak jalan. itulah yang menjadikan badan saya lemas Yang menjadi kesusahan beberapa lana ini. tubuh saya tidak berdaya
Menteri bertanya lagi kenapa demikian. padahal tidak sakit
Nabi Yusuf menjawab lagi. penyebabnya hai Perdana
Karena di dalam negeri iní. banyak sekali manusia
Tidak saya sadari lapar dan kenyang, tidak kami lihat sendiri
Kadang kadang siapa yang merasa lapar. oleh kami tidak kami periksa Pada hari akhir Tuhan akan bertanya. bagaimanakah cara saya menjawab Saya makan dengan nikmat, minum lezat selalu Tuħan ungkit nanti, sungguh malu saya pada hari akhir Tidak peduli terhadap hamba Tuhan. saya hidup dalam kemewahan Itulah saya sabar dalam kesusahan. tidak ada jalan selain itu Bagaimana nanti kami menjawab, wahai menteri coba katakan Maka diam Datuk Menteri, ia tidak menjawab apa apa
Kita ibaratkan raja yang baik. yang dikatakan oleh Nabi Nabi Sedangkan Nabi juga begitu sengsara, sungguh takut terhadap Allah Harus kita renung dan pikirkan. wahai duli yang memegang kekuasaan Dengan Tuhan jangan salah, berbuatlah yang adil dan sejahtera
Nabi Daud saya kisahkan, dengarkan sahabat dari banyak raja Dengan kerajaan yang sangat luas. diperintahkan tiap tiap masa Saya kisahkan pada suatu hari. setelah selesai melaksanakan hukum Semua hamba Allah telah pulang, tinggal sendiri dan puji Tuhan
Beliau sembahyang dua rakaat, menghadap kiblat dan berdoa Setelah selesai salam, memohon syafaat kepada Tuhan Begini doa yang diminta Nabi. ya Ilahi ya Rabbana Ya Tuhanku berikan saya, jalan riski engkau karunia
Mustajabah doa beliau itu, turunlah firmam Allah Nabi meminta pada waktu itu, perbuatan yang dikerjakan Wa’allamnaahu shan`ata labuusi. Tuhan turunkan dan kabulkan doa Tuhan turunkan surat besi, lembut bagai lilin ... Besi lunak jika disentuh tangan, dibuat ini menjadi baju Baju zirayah dibuat waktu itu, itulah jalan yang dikarunia Zirayah Daud dinamakan, dalam peperangan dipakai semua Itulah Zirayah sangat terkenal. di situlah nafkah untuk belanja
Nabi dulu begitu wahai sahabat, pekerjaan sulit untuk dikerjakan Begitu watak semua Nabi, dahulu kala wahai saudara
Kita ambil contoh wahai saudara. perbuatan Nabi semua dikut Akhlakul mursalin – dinamakan. anak Daud saya jelaskan Ibnu Dawod saya kisahkan. say a ceritakan Nabi Sulaiman Tiada lawan di dunia ini. kayanya luar biasa Suatu tempat saya kisahkan. nabiy ullah yang punya harta Seribu panci sangat besar. di situ disimpan tiap tiap masa Dimasak nasi setiap hari. kepada siapapun ia kehendaki Dua kali masak pada suatu hari. begitulah bentuk pekerjaannya Membuat bakul kapan saja. Nabi Sulaiman itu pekerjaannya Setelah selesai semuanya. menjual bakul –dapat harga Harga bakul untuk membeli roti, makanan Nabi buka puasa Kadang kadang datang orang miskin. dari situ ia beri setengahnya Nabi Sulaiman raja daulat. sangat kaya tidak ada orang sepertinya
Margasatwa menjadi rakyat. coba ingat bagaimana hebatnya
Dia itu hina memperlakukan dirinya. begitulah rupa perbuatan Ambia
Nabi Sulaiman pada suatu hari, berkeliling negeri bermusafir
Alat kerajaan semua, ia berjalan dengan tentara
Margasatwa jin dan manusia, menyajikan hiburan semuanya
Angin bertiup di atas kepala, banyak sckali hal macamnya
Dengan rakyat yang sangat banyak. berlomba lomba untuk berduluan Sedang berjalan Nabi waktu itu, bertemu dengan orang fakir di jalan raya Fakir terheran heran, kemudian mengatakan hal ini
Subhanallah kata fakir itu, sungguh ini kebesaran
Tuhan karuniakan kepada Sulaiman.
tidak ada tanding di dunia
Nabi dengarkan perkataan fakir, disuruh berhenti bala tentara Bala tentara berhenti semua, lalu dipanggil lagi fakir
Fakir mendekatkan dengan segera. Nabi memberi hormat untuk memuliakan
Orang fakir sangat heran, Nabi pegang tangannya
Nabi berkata kepada fakir, kukatakan yang sebenarnya
Wahai fakir ini saya katakan, demi Allah saya bersumpah Jika kita katakan dengan ikhlas, laa ila hailallah dengan makna Dengan ikhlas niat bersih, jangan salahkan sebab dunia
Tuhan berikan nanti di sana, siribu lapis berlapis ganda Lebih anda dari kami, dengan tentara ini lebih lagi anda Nabi berkata demikian, lalu akhirnya diberikan Waktu itu perjamuan, memberi makanan buka puasa
Diberikan roti kepada orang miskin tadi, yang bekalan Nabi bawa
Sampai disini sebuah kisah. pahamlah tuan kisah Ambia
Harus kita ingat ini nasehat, agar selamat di dua tempat Mulia di dunia dan akhirat, ingat baik baik wahai raja
Ini kisah Nabi Muhammad, penghulu semua Nabi Masa berperang negeri Najad, saya kisahkan Nabi kita Dua panji menjadi dua bagian, Rasulullah menyuruh kerjakan
Dua ketua jadi jumlahnya, saya katakan nama panglima Khalid bin Walid satu panji, Saidina Ali yang kedua Begitu diatur yang sudah ditentukan, hajat pergi segera berangkat Sudah pergi semua dari Mekkah, semua kafilah sudah keluar
Masih di sana Rasuluellah, mendengar berta oleh Mustafa Terdengar saknt Siu Faumah. lalu Nabı datang untuk memasukan Imran dibawa bersama Nabi. a pergı ke tempat anaknya Ketika itu sampalah Nabi. mengetuk pintu menyuruh buka Sit Fatimah kenal suara tu. sepertinya Ayah sudah datang Rasulullah bersuara lagi. hai sayangku saya sudah sampai Lalu bertanya Fatimah Sit. wahai ayah adakah orang lain? Rasulullah jawab begini. ada scorang teman wahai ananda Kalau begitu wahai ayahku, tolong berikan saya sehelai kain Tidak adā kain saya wahai Habibi. saya tutup kaki telihat wajah Kain empat hasta wahai Saidi. lainnya berikan saya tutup badan Lalu Nabi mengambil surban. untuk menutup badan Fatimah Zuhra Ketika sudah dipakai kain waktu itu, tolong buka pintu segera Setelah membuka pintu dengan lebar. Nabi lalu dengan sahabatnya Lalu Rasulullah mendekat, nampaklah anaknya Rasulullah dengan Imran, mampir di situ sejenak berdua Dilihat anaknya olch janjungan. tup badan dengan kain Di atas tanah duduk Sit, melihat Nabi tidak punya tikar Tidak barang satupun nampak terlihat, sehelai hamparan sangat tua Itulah tempat tidur Fatimah, Rasululla lalu segera mendckat
Apakah engkau sakit wahai intan, berapa lama sudah sakitmu?
Siti Fatimah jawab begini, sakit saya ini dua perkara Yang pertama sakit badan, tetapi ini tak mengapa Sangat menderita kelaparan, kesusahan yang tiada banding Saya kelaparan sudah tiga hari, tidak ada makanan apapun
Waktu itu nabi pun menangis, bercucuran airmata Saling menangis mereka di situ. airmata yang tidak dapat dibendung Nabi jawab lagi setelah itu, wahai intan permata hati Demi Allah wahai sayangku, yang menjadikan kami menjadi pesuruhNya
Tidak makan pula kami ini, sudah tiga hari juga wahai ananda Untuk saya Tuhan berikan, lebih tinggi dari engkau Kalau saya yang meminta pada Rabbi, cepat sekali dikabulkan Tidak saya minta wahai anakku. malu kami tiada tara
Sungguh malu saya pada hari kiamat. dikatakan kami Nabi fakir Malu kepada Rabbul alamin, haruslah yakin wahai anaknda Kami dikatakan Nabi miskin, tidak sabar di dunia Wahai anakku sabarlah sebentar. di akhirat sangat mulia
Menderita di dunia senang di akhirat, beribu lipat digandakan Susah di dunia hanya sebentar. duduklah yang baik dan bersabar Untuk dunia jangan terlalu kagum, berharaplah dengan kadla kadar
Qalallahu Ta’ala Innallaha maashshabirin
Walaupun anakku sayang, sabar sekarang sebentar saja Tuhan balas pada akhir nanti, tidak ada melebihi anda Lebih kamu dari siapa pun, sungguh hebat sangat mulia
Begitulah hebat perbuatan Nabi. ingat saudara tua dan muda Ambillah ibarat pahamkan tuntas. harus dikias wahai raja Kalau anda dapat begitu beroleh rahmat. Tuhan sayangi dan jaga Kisah Nabi sudahlah tamat. kerajaan sahabat saya jelaskan Setelah wafat Nabi Muhammad. lalu diganti oleh Abu Bakar Begitu wasiat Rasulullah. itulah khalifah yang menjadi raja Abu Bakar saya kisahkan. beginilah pekerjaan yang dikerjakan Ketika hukum sudah selesai. ketika orang orang sudah pulang Pergi ke pasar pada akhirnya. pergi menjual kain yang dibawa Untuk menafkahi anak dan isteri. begitulah selalu yang dikerjakan Semua sahabat tidak setuju. perbuatan yang keji dan hina Lalu kemudian dilarang, jangan tuan kerjakan lagi yang demikian Tidak diizinkan lagi pergi ke pasar. menjual pakaian kain dan baju Abu Bakar jawab begini: dosa kami wahai saudara Menjadi salah dan lalai saya ini, pada Allah Ta’ala Anak dan isetri kami, wajib kami berikan nafkahnya Bagaiman saya ini wahai saudara. saya miskin tidak berharta Lalu mengaku semua sahabat, diberikan hukumn yang lain Diberikan langsung nafkah, semua sepakat dan setuju Harta Baitulmal lalu diberikan, lalu diam Abu Baka Abubakar senang dan hukum adil. bagi siapapun manusia Ketika mendekati ajalnya nanti. pada anak segera wasiatkan Suruh jual tanah yang ada, guna mengganti harta Baitulmal Nama anaknya Abdurrahman, seperti wasiat itu ia kerjakan Semua tanah dijualkan, cukup sckian satu cerita
Saidina Umar saya–terangkan, dengar sahabat saya eeritakan Saidina Umar menjadi khalifah. memerintah hukum ditegakkan
Harta Baitulmal ia dinafkahi, radhiyallah tidak mau menerima Badan kami sangat kuat, saya tahu cara mencari rezeki
Lalu terdiam semua sahabat, saya ceritakan pekerjaan Saidina Setelah melaksanakan hukum Allah. beliau keluar dari Madinah Dekat Bak'ik pergi khalifah. saya ceritakan bagaimana ia bekerja Memecah batu di situ, setiap hari sepanjang waktu
Selesai sembahyang tuan junjungan, lalu kembali kesitu lagi Beliau pecahkan batu itu setiap hari. itulah yang ia jual untuk belanja Di situlah rezeki raja negeri. kerja tangan sendiri yang dimakan Saya ceritakan Saidina Usman, dengar tuan sekalian raja
Saidina Usman menjadi khalifah, beliau itu amat sengsara Pada suatu hari saya kisahkan, radhiyallah saya cerita Di mesjid pada hari Jum’at, oleh Saidina mengajak rapat Dimanakah anda sekalian para sahabat, saya ini amat susah
Kerja kerajaan saya jelaskan, hamba Allah saya urusi Pekerjaan wajib atas khalifah, memang begitulah tugas raja Nafkah anak dan istri, itu pun suatu kewajiban pula
Sekarang hai sahabat saya utarakan, seperti apa adanya Saya ini tidak sanggup, saya lemah dan sudah tua Dua pekerjaan saya perbuat. benar sangat berat wahai saudara
Bolehkah saya digantikan. saya serahkan semua hal Biar–kami mencari nafkah. pilih –khalifh sesuka anda Begitu mendengar kabar demikian. semua sahabat menjadi gelisah Harta–Baitulmal yang diberi. sepakatlah semua sahabat Saidina Usman senang hati. beliau senang dalam– bekerja Menjalankan hukum dengan adil. kuat sekali dikenal semua Ketika Saidina Usman hampir wafat. segera ia berwasiat pula Harta Baitulmal dibayarkan. tanah dijual kebun kurma Tamatlah kisah yang satu ini. saya sampaikan cerita yang lain
Ini kisah tentang Saidina Ali. dengarkan saudara saya jelaskan
Saidina Ali menjadi khalifah. la mengerjakan hukum Allah
Ia sendiri begini memerintah, saya ceritakan selengkapnya
Hari Jum’at ini dan Jum’at depan, diberi garis sebagai tanda
Ketika sampai pada saatnya dihapuskan. ia lihat semua dengan matanya
Di dalamnya ada tepung syaer, begitulah selalu nampak nyata
Satu sak tepung disediakan, delapan hari lama disimpan
Habis dan cukup delapan hari, lain diganti oleh Saidina Lalu bertanya scorang sahabat, ditanya apa yang diberi tanda
Apa yang engkau jaga wahai tuan, ada pencuri wahai maulana
Di dalam tempat tepung syacr, selalu sebentar sebentar dipcriksa Saidina Ali jawab waktu itu, tepung saya tak ada yang curi Sebab selalu saya periksa, takut akan perbuatan ananda Anak saya Hasan dan Husin, takut yang lain ditukar tukar Kadang juga ditambah, menjadi susah kemudian hamba Itulah makanan Saidina Ali, selalu begitu sepanjang masa Hingga sampai ajal mati, tidak sckalipun pernah berubah
Sahabat Nabi wahai teman. begitu perbuatan dikerjakan Allah Allah wahai kawan. harus kita iman semua– saudara Wahai Teungku pegang kekuasaan, dengarkan saya fakir hina Ikutilah ajaran ini, kalau tidak akan merana pada akhirnya Jadikan teladan hai raja bertuah. jangan rugi lelah fakir (penulis) ini Malam dan siang berusaha sekuat tenaga. saya pikirkan dan bandingan Semua kabar ini tentang naschat, kita ibaratkan Teungku raja Harus kita ikuti wahai taulan. sungguh susah payah dalam berjaga
Wahai Teungku Hulubalang. sayangilah orang fakir (pengarang) Nasihat ini harus dijunjung. kalau tidak akan malang dan celaka Kata rawi menjelaskan hikayat, di Baghdad raja Umar Itulah kerajaan yang amat besar, amat berdaulat segala penjuru
Abdul Aziz nama ayahnya, kerajaan luas seluas dunia Banyak harta di dalam khazanah. harta warisan dari nenck moyang Kakek bernama raja Sulaiman, kekayaan yang tiada terkira Zaman Umar jadi sultan, harta kerajaan tak terhitung
Hartanya banyak subhanallah, zaman khalifah raja Umar Baginda Umar saya kisahkan, sangat shalih adil pula Itulah raja yang amat baik, hatinya suci kepada Allah Itulah raja sufi dinamakan, dengarkan saudara satu masa
Raja Umar pada suatu hari, duduk sendiri tanpa teman Terlintas di dalam pikirannya, harta ini bagaimana asal usulnya Halal dan haram masa lalu, Endatu nini punya harta Masa dulu entah bagaimana, tidak ada yang tahu asal mula
Raja U'mar takut akan syubhat. dari mana datang asalnya Begitu terpıkır raja daulat. disuruh angkat semua harta Beltau suruh panggil rakyat negeri. semua fakir-miskin di sana Raky at yang jauh dan dekat. harus sampai kesini datang Lalu datanglah semuanya. di hadapan raja besar Lalu bersabda baginda sultan. tolong habiskan semua harta
Ambillah semua harta kami. bawa pulang yang anda sukai
Saya beri sedekah semua sekarang. bangunlah semua ambil harta Semua emas dan perak. diboyong orang seluruhnya Segala perhiasan pakaian. bagaikan rampasan diangkut semua
Sehingga habislah semua., tidak ada apapun yang tertinggal
Lalu raja memanggil menteri. ditanya begini oleh raja Suatu hari tugas kerajaan. segala barang jenis kerja
Entah berapa upah diberikan. jawab kemudian sang Perdana
Menteri jawab han syahi alam, empat dirham diberikan Raja berkata begini macam, berkata kepada Perdana Jika begitu wahai menteri. berikan kepada kami untuk biaya Upah sāya kerja schari, tenang kami dalam bekerja
Upah saya pegang pemerintah, hamba Allah saya kira
Hak Baitulmal diberi upah. susah payah saya berusaha Untuk– belanja kebutuhan rumah. agar sungguħ hukum yang saya bawa Begitu aturan yang ditetapkan tuanku, wahai Teungku dengarkan baik baik Beberapa lama sudah berjalan waktu, sakit tuanku raja Umar Maka datang Menteri semua. duduk berjejer melingkari raja
Anak raja sembilan orang, begitulah tersebut dalam cerita Semuanya sepuluh dengān tuan putri. datang menteri melihat raja
Ketika berkumpul menteri di situ, semua saudara dan tetangga Bangun menteri sckalian, pergi naik ke istana
Pergi melihat harta raja, setiap sudut diraba Dilihat semua dalam istana, tidak ada sediki pun yang ditemui Satu pedang dan al Qur’an, yang terlihat di situ ada Menteri hampiri kepada sultan, semuanya menitikkan airmata
Menteri berkata pada khalifah, sambil bercucuran air mata Pekerjaan tuanku amat salah, tidak pernah ada sebelumnya Harta pusaka dihabiskan, dibersihkan tidak bersisa Tidak ada orang lain begitu, pekerjaan tuanku sia sia
Ketika tuan berangkat ke kubur, tidak makan anakmu yang ada Untuk makan bayi tak bersisa, tidak ada apapun lagi Mengapa begitu perbuatan anda. sangat menyesal diri saya Raja mendengar kabar begitu, marah tuanku tiada tara Hai kamu yang lupa pada Tuhan, kenapa anda tidak punya akal Ada kuasa pada kami, tidak sadar diri anda Yang memberi rezcki di dunia ini, saya ini tak kuasa Nasi dan lain-lain rezcki, tidak kamu pikir dari mana
Anda benar benar menteri dan wazir, sama sekali tidak cerdik Tidak ingat kamu Tuhan Maha Kaya, yang menjadikan alam dunia Rezeki anak tidak pada saya, melainkan dari Allah Ta'ala Masing masing sudah ada bagian, rendah dan tinggi sudah tersedia
Baik dan jahat Tuhan ketahui, masing bagi jelas kadarnya Anak saya dua jalan, dari Tuhan bukan pada hamba Dua perkara sebagai kenyataan, yaitu bertuah atau celaka Dalam dua saya pastikan, salah satu wajib ada
Baik jahat anak kami, Tuhan sendiri yang pelihara Jika dia menjadi shalih. Tuhan Hadlarat mengasihi dia Tidak kurang mendapat pangkat, lebih derajat Allah karunia Jika fasik anak kami, Tuhan sendiri yang benci dia
Musuh Tuhan kalau pasti, memang begitu nasib anak saya Kalau ia musuh Tuhan, saya pun bermusuhan dengan anakku Saat Raja katakan seperti itu, tiada Menteri yang menjawab Berapa hari terus berlaku. raja meninggal sudah sejahtera
Dunia dan akhirat sudah sempurna, raja adil dan taqwa Selamat dunia dan akhirat, dua tempat dalam sejahtera Itulah ia Raja wali Allah, sungguh salihin dan besar sabar Jika semua khalifah seperti demikian. sungguh Allah sayangi dia
Dhillahi fil ardli namanya. begitu sultan diberi nama Siapaun raja yang begitu, Khalifaturrahman ia bernana Jika raja mengikuti nafsu, berperilaku mengejar hawa Ikut syaitan daya hantu, begitu tuanku bekerja
Itulah raja setan dan jin. tidak ada khalifah mukmin yang jahat Itlah seteru Rabbul Alamin, yang meruntuhkan agama digelar raja Itulah nama kerajaan syetan, musuh Allah tiada malu Ia dimabukkan kebesaran, ia tiada ingat pada agama
Ia dalam lupa dan membesarkan diri, merasa paling megah di dunia Anak rakyat tidak ia ajarkan, ia lalai bersenang senang Tidak ia tegah kemungkaran, kejahatan sangat ia sukai Tidak ia suruh kepada kebajikan, tidak ia pikir tentang agama
Itulah raja zalim dan jahil, dengan kafir bersaudara Itulah raja yang dibenci Tuhan, di hari akhir kena siksa Jika raja dengan Tuhan, saya misalkan dengan umpama Dengarkan kami wahai saudara, seperti Tuan dengan hambanya
Tuhan adalah Raja sedang raja budakNya, begitu akhi sebenarnya Seorang Raja saya katakan, kayanya tidak ada yang menandingi Banyak sckali budak raja itu, ramai sckali hamba sahaya Diantara yang banyak saya kisahkan. sangat berbudi scorang budak
Kelakuannya sangat bertuah, dengan perangai baik tiada banding Perbuatan bisa ia ganti, banyak pekerjaan yang dikerjakan hamba Yang disuruh dikerjakan, dengan amanah tidak bertukar Hamba demikian itu bagaimana nasibnya, tentu disayangi olch raja Dimerdckakan budak itu, harta yang banyak diberikan Begitu dimisalkan raja dengan Tuhan, kalau aman jadi merdcka Sangat dikasihi raja tiada bandingan, itulah misal saya umpamakan Jika budak sangat jahat, semua amanah ia tukar
Kurang akal sangat celaka, perbuatan apapun jadi binasa Dengan budak lain dia bertengkar, sangat jahat scorang hamba Ia tukar semua tugas, perbuatan keji ia sukai Apa hukuman raja yang demikian, atas orang itu bagaimana siksanya Tentu dipukul abdi (budak) itu, beribu kali ia disiksa
Seperti itu dimisalkan raja dengan Tuhan. Petua abdi menjadi raja Wahai raja siapapun, harus dipikirkan itu semua Perlakukan rakyat dengan baik. kalau tidak akan binasa pada akhirnya Disalahkan anda oleh Tuhan. azab dan siksa kepada anda Wahai raja yang bertuah, takutlah pada Allah jangan dimurkai Karena Anda mewakili Allah, semua amanah jangan ditukar Harus dibedakan laba dan rugi. wahai pangeran lampu dunia Perlakukan dengan baik anak negeri. syari’at Rasul suruh kerjakan Naschat kitab Nashaalhulmuluk. dengarkan baik baik wahai raja raja Sepuluh perkara harus kita yakin, Khalifah Mukmin diberi nama
Wahai raja yang muslimin, iman yakin jangan bertukar
Pertama tama saya riwayatkan, raja adil dan harus berakal
Cukup umur utama lagi, akan tetapi harus mampu membedakan Baik dan buruk harus dapat dibedakan. dua setelahnya saya nyatakan
Raja itu harus memiliki ilmu, serta berteman dengan ulama
Harus sering membaca kitab. pintar hukum jangan sampai silap Kalau tidak bisa sendiri kitab Jawi dan Arab. baiknya belajar pada ulama Harus mendengar banyak naschat, pahami yang dalam jangan keliru Harus terhafal seperti hikayat, begitulah daulat raja raja Yang ketiga rupa raja yang tampan, cukup manis air muka
Jangan yang kejam wajah bagai musang, jangan yang rakus dan tak berakal
Akhlak indah begitu juga rupanya, dia ramah siapapun yang datang Yang keempat raja yang tangannya murah, hingga terkenal kemana-mana Yang kelima saya ceritakan, orang yang berbakti pada raja Yang ingatannya kuat dan luas pandangan, tambahan lagi orangnya setia
Raja balas kepadanya kcbajikan, jangan sampai nama raja dicerca Lalu yang keenam wahai teman, yang amat kuat dijadikan raja Pilih raja yang berani, temannya lagi sama juga Jika penakut tiada berani, rakannya semua penakut pula
Yang ketujuh saya riwayatkan, harus tau mana untung dan rugi Tugas kerajaan susah dan senang, rakyat harus dilindungi Fakir miskin di dalam negeri, dijaga sendiri oleh raja Jangan dirugikan olch siapapun, baik olch Kcuchik atau Panglima
Atas sultan yang menanggung rugi, jika begitu yang dikerjakan Wajib dijaga olch khalifah, hamba Allah jangan dianiaya
Harus suka memberi dan murah, di karunia kepada orang fakir Kedelapan raja negeri, laki laki jangan perempuan
Perempuan yang kurang budi, tidak cakap segala urusan Yang sembilan saya katakan, jauhkan diri dari bahaya Dengan perempuan jangan bergabung, begitu adat raja raja
Dengan perempuan jangan bergurau. Hulubalang jangan bersenda Bisa hilang kerajaan karena itu, sebab semua hal jadi lupa Yang kesepuluh saya ceritakan, raja negeri harus punya teman Harus ada menteri yang berbudi, dengan perangai yang sempurna Carilah menteri yang memiliki ilmu, dengan rasa malu juga ada Yang mengetahui awal dan akhir. lagi tangkas sebagai Perdana Keturunan yang baik jadikan menteri, jangan sembarangan tiada patut
Yang tahu rugi dan untung, begitu hendaknya wazir anda
Wahai raja Teungku ampon, pinta saya fakir hina
Sepuluh perkara haruslah diindahkan, wahai rajaku terimalah Seorang wanita saya kisahkan, untuk khalifah menurut saya
Jika khalifah tak ada lagi, menjadi kesusahan tak baik agama Sewaktu terjadi kesukaran, tak ada laki-laki keturunan raja
Seorang perempuan menjadi sultan, karena kesukaran tidak ada raja
Tetapi beda dengan perempuan, orang laki laki lebih pantas
Rapat majelis saya sebutkan, wahai tuan haram raya
Anggota tubuh tak bolch nampak, begitulah dalam riwayat hadits Waktu sembahyang muka bolch terbuka, tangan tampak tak mengapa
Di rumah tidak ada yang boleh lihat, dimana pun haram juga
Wanita tempatnya di rumah, sunyi sckali tidak ada laki laki Harus duduk di balik tirai, tempat sunyi isteri raja
Boleh terdengar suaranya, karena beliau adalah raja perempuan Jika dia bukan baginda raja, sungguh haram mendengar suara Raja perempuan kurang derajat. banyak sekali tempat tak terlibat ia Sembahyang Jum'at di Mesjid, di situ satu hal beliau tak ada
Kurang akal dalam memerintah. begitulah sifat orang perempuan Kurang akal orang perempuan, harus ada menteri yang lebih tua Yang amat bijak menyusun aturan, yang diharap Ayah saat jadi raja Menteri tua yang diamatkan ayah, dia perintah yang sudah lama
Menteri yang setia kepada khlalifah, lagi ia baik bangsa Yang banyak akal dan berpikir, yang baik hati tidak tamak
Yang takut pada Allah, begitu duli menteri yang harus ada Raja perempuan memang lemah, hindari darurat menjadi raja Itu maksud tiada manfaat, kesimpulannya ia lemah Sairul Mulok kitab lama, wajib baca raja raja
Harus lah diingat kitab ini, jangan sekali pun pernah lupa Saya kisahkan perbuatan khalifah, antara Allah dengan raja Antara raja dengan rakyat, juga itu saya terangkan Harus begitu duli yang kuasa, akan selamat di dua tempat
Antara raja dengan Allah, saya katakan yang sebenarnya Pertama tama ikut syatriat Nabi, jangan sekalipun melanggar
Perbuatan syariat harus dijunjung, begitu duli yang anda kerjakan Jangan suka perbuatan bidah, disitulah terlihat celaka
Jangan ridhai jadi fitnah, itulah menjadi binasa dalam agama Perbuatan bid'ah harus dilarang, harus ditegakkan oleh raja Tak dipatuhi dia diancam. Kalau perlu dimusnahkan Pertama kali direbut harta. perbuatannya salah langgar agama Bila masih membangkang juga, tangkap dan hukum dia Begitu cara kerja Sulotan, jangan salah dalam agama Perbuatan syariat diterapkan sekalian oleh raja Antara raja dengan rakyat, ini ibaratnya saya jelaskan Hukum adil serta insaf, Seperti itu baginda yang dikerjakan Raja wajib mencegah kemungkaran, seperti itu jangan lupa Kepada semua rakyat, perbuatan yang keji raja cegah Itulah raja turunan dari Nabi, dengan siapapun lebih raja Dunia akhirat pangkat tinggi, Tuhan beri kecukupan yang lebih Perbuatan yang jahat di dalam negeri, membawa nama buruk raja Wahai raja yang memimpin negeri, jangan lalai haruslah dijaga Harus menjaga rakyat, agar selamat nama anda Tidak jelek nama baginda, beliau juga tidak dicerca Kisah ini sampai disini dulu, adil dan ihsan saya ceritakan Pasal yang keenam saya nyatakan, dengar taulan saya kabarkan Qalallahu Ta’ala Innallaha, yakmuru bil Adli wa Ihsani Dengarkan saudara firman Tuhan, adil dan ihsan wajib ada Perbuatan adil wahai saudara, kebajikan yang amat baik Dua hal itu jika tidak dipakai, oleh siapapun yang jadi raja Dia itu sebenarnya bukalah raja, memimpin negeri jadi sia sia
Seperti telah disabdakan Nabi, dengarlah wahai semua raja Al adlu anidddini waquatis, sulthani wa fiihi shaalihul khashi Karena adil amat mulia, yang memperkuat bagi agama Akibatnya kuatlah raja pada kebajikan, kepada rakyatnya ia berbakti
Sabda Nabi saya jclaskan, dengarkan taulan saya kabarkan Assalthanil adilu fiddun ya wayaumal, qiyamati ala manabiril luk i filjannati Raja yang adil di dunia ini, hari kiamat dianugerahkan Allah Mimbar mutiara yang amat indah. raja itu disitu bertahta/ memerintah
Di kimbar itu raja duduk bersila, dikarunia Tuhan dalam surga Lebih derajat dan kebesaran, bagi Sultan yang punya keadilan Kata Fadlon Anak dari Abbas, dirahmati Allah atas keduanya Saya bermohon kepada Allah. yang memerintah seluruh dunia
Saya berdoa setiap hari, siapapun yang jadi raja Doa kebaikan bagi raja ini, yang pegang negeri dengan adil Raja yang memberi kesenangan, hamba Tuhan dia pelihara Do’a saya selalu kepada mereka, sepanjang waktu berterusan
Seorang raja shalih saya kisahkan, dengarlah sahabat tua muda Itulah scorang raja berdaulat, tak ada seperti beliau dimana pun Hajat pergi negeri Mekkah, ke Baitullah mencari pahala Raja memanggil semua Menteri, semuanya beserta ulama Raja katakan yang dikchendakinya, raja negeri itu mau berpergian Raja pun mengadakan pertemuan, membicarakan kemauan raja Ke tanah Mekkah raja niat berangkat, memberi pendapat hadirin semua
Menteri dan ulama satu pendapat. mengharap daulat tidak kesana Karena raja nyawa negeri, tak dapat diganti kuasa raja Kalau nyawa hilang tubuh pun mati. tidak berguna jika raja tiada Lalu raja pun bersabda, bahwa ia memiliki pahala haji Lalu Menteri memberi jawaban. pahala haji banyak di negerinya Ampun tuanku menurut pikiran hamba. tanpa berjalan jauhpun bisa didapatkan Seorang haji di negeri ini. amat shalih lagi dermawan Tuan haji itu sudah 60 kali haji. pulang pergi sepanjang masa Tuanku minta sekali haji, harga kita beri berapapun diminta
Begitulah yang baik wahai Duli. Tuhan Rabbi karuniakan pahala
Insya Allah jawab sang raja, saya sctuju pendapat anda
Ke rumah Tengku Haji mereka melangkah. duli khalifah dengan perdana
Tak lama waktu sampai di rumah, salam diberi oleh raja
Sementara itu tak berapa lama, tuan rumah memuliakan tamu
Tuan haji juga amat dihormati, olch sultan raja besar Sambil duduk saling hormat, musyawarah tujuan bertamu Minta beli sebuah haji, raja bertanya tentang harga Jawaban bagi raja lalu diberi, barang dikehendaki oleh baginda Ampun tuanku penguasa di bumni, bagaimana maksud tuanku raja Barkat Nabi Saiyidil insani, rabbul karim yang karunia Jangankan hanya sebuah haji, ke enam puluh haji pun saya rela
Kemudian raja bertanya lagi, sebuah haji berapa harga Jawab segera Tengku Haji, kepada Duli saya sebut harga Satu langkah orang yang pergi. berangkat ke Haji wahai Baginda Seluas dunia dimasukkan isi, penuh semua sisi denga harta
Harga selangkah begitu diberi, terdiamn Duli malu bicara Raja menjawab dengan hati-hati, banyak sekali kami tak kuasa Tak punya harta yang milik kami. harga mahal kami tak berdaya Lantas jawab Tengku Haji, bagi Duli mudahlah saja
Amat mudah kalau mau diberi, enam puluh haji tukarannya Bagi tuanku mudah sckali, tuan miliki tak terhingga Jika diberi wahai Daula, seberapa hajat hamba kurnia Enam puluh haji dari kami, saya serahkan sckarang pada Baginda
Raja minta penjelasan pasti, apa yang sebenarnya Tengku kata Tengku Haji menjawab lag, ampun Duli penguasa dunia Hamba rakyat yang disclamatkan, dari gangguan orang durjana Banyak manusia dalam pemerasan. tuan beri keadilan bebaslah mercka
Telindung dari aniaya hamba Alla, daulat lepaskan dari bahaya Dengan adil hukum dari khalifah, hilang beban manusia Lemah lembut tidak dengan gegabah, secara patut hukum terlaksana Perbuatan itulah yang dimaksud, tuanku kerjakan demi sejahtera
Melepaskan orang dari kezaliman,
dengan kebijakan tuanku raja Yang mengänugerahkan limpahan rahmat. kepada umat beri sentosa
Satu hukum seperi itu, tuan berikan pada saya hai paduka
Enam puluh haji hamba berikan. pahala hukum yang adil buat saya Lebih banyak laba pahala patik ini. sungguh rugi pihak baginda Raja terdiam merenung, lebih keadilan tertinggi harga Perbuatan adil wahai raja budiman. tiada seorang pun sanggup bayar harganya
Hukum adil harus kita jaga, hukum harus baik hai manusia
Urshatul Qiyamati menceritakan, Imam Bahily yang berkata
la mendengar dari hadits Nabi, wahai saudara berimanlah semua Sungguh banyak azab di dalam kubur. Malaikat pukul dengan palu besar Gada besar dengan api menyala, menangis dengan tersedu sedu manusia
Orang yang terkena azab berkata bcgini, kenapa kami disiksa
Saya sembahyang setiap hari, tidak pernah berhenti puasa Serta saya keluarkan zakat, saya juga tidak lupa pergi haji Tidakj pernah lupa akan perintah Tuhan, mengapa saya diazab juga Malaikat jawab waktu itu, benarlah demikian yang anda katakan Anda sembahyang pada suatu hari, tubuhmu tidak suci Tidak bersih tahi di satu badanmu, seperti itu perbuatanmu Jadi satu hari hamba Allah, meminta tolong kepadamu
Dia sedang teraniaya, maka olchmu tidak engkau tolong Inilah balasan azabmu sekarang, salahmu sendiri Diberikan azab dengan berbagai macam, pikir adik tengku raja Orang yang teraniaya wajib ditolong. wahai thalib (pelajar) harus pecaya
Jika tidak mau menolong, maka nanti anda yang disiksa Khairul Mulok meriwayatkan, adil nikınat Allah karunia Perbuatan yang adil ingatlah baik baik, begitu sahabat kita percaya Perbuatan yang dzalim itulah kafir, ia sebanding dengan bencana
Fadlail Muluk dikisahkan, raja adil diceritakan Pahala adil perbuatan schari, tiada banding besar pahalanya Tak sanggup hitung oleh siapa pun, dengan apapun tidak sama Pahala enam puluh sembahyang sunat, kepada rakyat ia mengabdi
Lebih pahala kita berkhidmat(bakti), tidak terhitung sehari saja Dibawah ‘Arasy diakhirat nanti, siapun tak ternaungi
Melainkan raja yang adil, orang itulah yang punya naungan Kata ulama pada banyak riwayat, Malaikat bekerja semuanya
Amal raja yang sangat adil, amal rakyat sama sama diangkat Dinaikkan ke langit setiap hari, amal semua raja adil Amal rakyat semuanya, mengiringi amal raja Amal rakyat yang bawahan, seluruhnya mengawal amal raja
Semua menghormati amal khalifah, seperti ulah perbuatan di dunia Itulah raja dunia akhirat, dua tempat ada daulatnya
Raja adil sangat mulia, tidak dapat kita kira Satu rakaat sembahyang khalifah. begini ulah baru sama Seribu rakaat sembahyang. barulah dapat pahala yang sama Sehari umur raja daulat. seribu rakyat ada umurnya Seluruh bawahan raja. semua rakyat di negeri itu Begitulah besar nilai adil khalifah. kasih Allah kepada dia Begitulah pekerjaan raja adil. amat tinggi pangkat akla Begitu dikatakan dalam sabda Nabi. dengarkan akhi semua raja Rasulkullah bersabda begini, siapapun raja raja Yang tidak mengasihi warga negeri. beserta tidak punya keinsafan
Tidak mengasihi rakyat, haram baginya mendapat Surga
Dengan azab yang sangat perih, kepada baginda raja
Lagi Rasulullah bersabda. Nabi berkata kepada semua raja
Barangsiapa yang punya kemegahan. yang ada perintah dibawahnya
Hulubalang Ketua negeri, rumahnya (kantor) tidak dibuka
Penuntut keadilan banyak yang pulang. Tuhan sendiri yang akan balas
Tidak dibuka pintu rahmat. Tuhan akan melaknat dia
Kata ulama meriwayatkan, bagi semua baginda raja
Hukum bagi siapapun dilamakan. diberi penundaan hingga tidak putus Kepada siapapun raja, Tuhan Rabbi surat dosa Selama belum selesai, setiap hari tiada putus Dosa selalu tidak berhenti, pikir siapapun raja raja Hari kiamat raja seperti itu, memang dilambatkan akan diperiksa
Dengan semua makhluk, akhir sckali dia akan diperiksa Pekerjaan kerajaan sangat besar. pangkat besar tidak ada tanding Kebesran lebih derajat, mengatur kehidupan manusia
Dengarkan saya hai khalifah, dengan tegas hukum anda Kita hukum dengan tegas si bid’ah, lalu kita marahi agar tidak terbiasa Orang jahat biar takut, terkejut ia agar tidak diulangi Orang yang baik jangan kita marahi. dengan lembut kita berkata
Lemak manis perkataan, aturan ini scadanya Hukum rakyat dengan adil, apa yang Tuhan suruh jangan bertukar Jangan aniaya yang lemah, olch yang keras dianiaya Kaya miskin lihat yang jelas, sama hina dengan yang besar
Besar dan kecil harus sama, walau taulan saudara raja Perbuatan agama harus dikokohkan, harus dengan sungguh dikerjakan Semua rakyat harus disuruh. walau dipukul yang tidak mau ikut Jangan terlena dengan iblis setan. jangan sukai kejahatan
Tujukkan kcbajikan, perbuatan raja tuntas kemungkaran Perbuatan yang benar harus sukai, begitulah scharusnya wahai raja Suruhlah berbuat yang mustahak, semua pada rakyat anda Adabus Salathin meriwayatkan begini, siapapun raja raja Peliharalah orang berbudi, yakni orang yang tidak tamak Yang baik perangai dan budiman, yang bijaksana lebih derajat Yang berakal lagi setia, yang memiliki malu Jika ada orang yang begitu, bolchlah diberikan jabatannya
Baik dan jahat ia kenal. jadikan ia menteri untuk mengangkat nama Bisa kita limpahkan semua perintah. anda pun bertambah pangkat akla Itulah orang yang bertuah, bagi raja jadi saudara Itulah orang yang pantas dijadikan sahabat. harus benar benar dijaga Semua nasihat yang ia berikan, haruslah dipercaya Runtuh–kerajaan milik sultan. dengarkan tuan raja raja Tiga perkara tempatnya itu, saya katakan yang pertama
Banyak problema di dalam negeri, tidak dikctahui tempat lain
Perbuatan tersembunyi tiada bergema. benar dan jahat tidak ada yang tahu
Raja lain tidak ia ketahui. perbuatan yang sangat tersembunyi
Sayang dan benci tak terlihat. perbuatan yang demikian akan binasa Tidak ia ketahui lahir batin, bunyinya tidak terdengar Benar benar senyap dalam hati, begitu yang akan celaka pada akhirnya
Yang kedua saya riwayatkan, raja bersahabat dengan hamba
Bangsa abdi diberi derajat, disitu sangat celaka Jika raja mengangkat hamba sahaya, perbuatan diberi sangat berkuasa Misal diberi pangkat menteri. bangsa abdi yang ditaruh raja Orang kurang dibesarkan, nanti kemudian hina raja Dia merasa diri jadi orang besar, sekaligus datanglah rasa benci Wahai raja saya katakan suatu hal, bangsa abdi jangan dibesarkan Zawalud daulati birtifa issaflat, begitu sahabat scbut Hukama
Hilang daulat raja negeri, siapapun hamba dimuliakan Kemudian yang ketiga saya katakan, Petua sagi, Keuchik Panglima Perbuatan aniaya kepada rakyat, raja daulat tidak menyadarinya Ketua sagi dan Keuchik berbuat laknat. kepada rakyat ia aniaya Kalau anianya Petua sagi, anak negeri banyak yang mengungsi
Kepada raja akan celaka. banyak eksodus rakyat negeri Menjadi kurang semuanya, tidak ada yang lawan musuh yang menyerbu Hilang kerjaan seorang raja. sebab perbuatan jahat perangkat desa Negeri kalah raja hilang. wahai teungku yang baik ini tidak berguna lagi
Wahai raja pahamilah semua. supaya tidak hancur pada akhir masa Sampai di situ satu cerita, lain saudara saya jelaskan Pasal ketujuh saya kisahkan sckarang, saya ceritakan raja yang adil Shifatul Salathin saya jelaskan, dengarkan baginda raja raja
Harus ada seorang taulan, yang memiliki iman dan taqwa Yang cerdik lagi shalih. orang yang memiliki kelebihan dalam ilmu agama Yang tahu dan pahan makna– sahih, orang yang gigih olah kepala Orang alim yang banyak ilmu, perbuatan seperti ulama
Ulama benar dan pasti, yang memiliki malu dan sangat shalih Orang yang tidak serakah, sesuai dengan kriteria tidak tamak Yang takut akan Tuhan, saya katakan wahai raja Jangan putus harus bersama, begitu aturan saya beritahu
Yang dikatakan semuanya. ikuti baginda jangan meleset Yang dikatakan harus diikuti, harus kita ikuti yang dikatakan ulama Apa yang disuruh harus dilaksanakan. semua yang scharusnya kita ikuti Baik dan jahat harus ada bedanya, oleh sultan memikirkannya Untung dan rugi perbuatan, harus diketahui dengan seksama Yang ulama saya katakan, lihat rekam jejaknya selama ini Kadang ulama keturunan bid’ah, ia itu lemah kuat hawa nafsu Sering anda dalam pujiannya, begini begitu diolahnya Haruslah tau untung dan rugi. jangan langsung mengikuti Kalau diikuti akan rugi, melainkan jika ada perbedaan Kadang ulama banyak licik, ingin menawan harta raja Ulama yang seperti itu jangan ikuti. lihatlah dan amati yang pantas Kadang ulama keturunan jahat, tidak takut akan dosa Kalau ulama karena Allah, tidak akan salah mengikut raja Lihatlah dulu perintahnya, sebab berkah tidak dusta Yang sebenarnya ulama Din. lahir batin yang sebenarnya Ulama itu haruslah diyakini, yang salch lagi takwa Firman dan hadist harus diikuti, jangan mundur wahai raja Jika disuruh Allah itu yang dikerjakan, jangan ada sedikitpun lengah Harun Ar Rasyid pada suatu hari. bersama menteri bermusyawarah Sedang duduk bermusyawarah, menceritakan perintah negeri Kemudian datang seorang Syiah, dia discbut Syaqiq namanya Sang khalifah memberikan hormat, untuk memuliakan seorang Syiah Beri kehormatan bagi ulama itu, dipegang tangannnya dan dicium
Lalu didudukkan di hadapan sultan, kemudian raja bersabda Raja itu berkata begini, ajari kami wahai Syikhuna Berilah ilmu yang berkat, dijawab singkat Teungku Syaikhuna Anda raja diberikan Hadlarat, sederajat dengan Saidina Abubakar Pada anda harus ada shadiq/benar, seperti yang dimiliki Abubakar Seperti itu jangan terbalik, harus cerdas dan banyak sabar Kepada anda dibrikan pangkat fruk. biar sebagai Saidina Umar Agar anda tegas dan kusyuk, teladanilah sebagai sifat beliau
Pada anda diberikan Zunnuraini, wahai duli andalah raja Seperti Usman sahaba Nabi, Tuhan berikan anda mulia Tuhan karunia lebih pangkat, sebagai derajat Ali Murtadha Ilmu dan keadilan harus anda minat, pada Hadlarat anda minta
Begitulah diajarkan Syiah, raja menambah bertanya lagi Tolong naschat lagi ditambah, berkat ijazah dari Syaikhuna
Lalu dikatakan oleh Syaikhi, Tuhan menjadi dalam neraka Satu rumah wahai duli, perintah Rabbi dikarunia
Di rumah itu ada banyak pintu, kelakuannya begini rupa Begini katanya dan menyerukan, olch semua pintu Tiga perkara kepada sultan, karunia Tuhan akan raja Harta Baitulmal yang awal, kemudian setelahnya dua pedang Lalu yang ketiga harus ada tongkat, itu untuk daulat dikaruniakan Harus ada tiga wahai sahabat, tidak melarat dalam neraka Harta Baitulmal saya kisahkan, semua diberikan kepada orang fakir Kepada hulubalang lalu diberi, penjaga negeri dari musuh
Kemudian raja membenahi negeri. lain lagi umpamanya Lalu pedang saya aturkan, semua penjahat dilumpuhkan Bunuh orang bid’ah dan pencuri, lain lagi sejenisnya Orang salah kepada Tuhan. dengan pedang itu difahnakan Lalu tongkat saya jelaskan, dengarkan tuan saya beritahu Orang yang tidak ikuti syariat. dipukul dengan tongkat olch raja Begitu caranya wahai baginda. jika tidak masuk neraka Maka tidak bagitu wahai duli. pada akhirnya akan terkena siksa
Neraka seru begitu selalu, ingatlah baik baik wahai raja.
Raja bertanya lagi kepada Syiah. Teungku katakan lagi ajaran
Kemudian Teungku menceritakan kisah. tuan (raja) scolah mata air
Mata air itu amat suci, tambah lagi amat banyak pula
Sungai lagi wahai baginda, Itulah tempat kurang bersih
Airnya bisa digunakan, begitulah perbuatan tuanku
Sungai amat suci begitu bentuknya. tidak sampai dua kulah air di dalamnya
Airnya cemar tidak suci, sama sckali tidak berguna
Begitu permisąlan yang dikatakan Syaikhi, atas duli raja raja
Pada suatu malam Harun Arrasyid. dalam gelap berjalan berdua
Dengan Abbas menteri kepercayaan pergi mereka berdua
pada malam itu
Syiah Fadhil pada malam itu. mengaji Qur’an menyimak raja
Itulah ayat yang dibacakan, simaklah wahai raja raja Am hasiballazi najtarahus saiyiati, An naj aluhum kallazina amanuu Waamilus shalihati, begitulah duli mendengar bacaan
Disangka melakukan perbuatan jahat, dengan iman adalah serupa
Begitulah maknanya wahai taulan, lalu baginda langsung mengatakan Raja katakan pada Abbas, mari kita pergi ke tempat Syaikhuna Agar setelah itu kita tanyakan pada tengku, lalu jawab olch perdana Begini jawab menteri Abbas, duli khalifah hai Syaikhuna
Kepada Tengku datang melangkah. mengambil ijazah datang kesini Lalu bangunlah Syiah keramat, maka segera padamkan lampu Buka pintu masuk baginda, tengku menyalami tangan Baginda Tengku juga menyalami Khalifah, subhanallah katanya Begini kata Tengku Syiah, bagaimana wahai raja Wahai baginda tanganmu dingin, lemah dan lembek sekali Neraka keras tiada banding, siapapun akan terbakar Ingatlah baik baik wahai khalifah, pesan Allah kepada anda
Anda diberikan kenaikan pangkat, pesan Allah jangan sampai lupa Diberikan kepada anda sangat banyak. olch Allah Rabbul akla Kelebihan pangkat dan derajat, wahai Sultan ingatlah sangat Karena anda di akhirat, Tuhan .yang Maha Kuasa akan periksa
Segala hal mengenai rakyat, benar benar anda perhatikan Begitu Raja dengar kabar dari Syiah, berlinangan dengan air mata Raja menangis subhanallah, kemudian berkata menteri Abbas Kenapa anda sangat keras wahai Syikhi, seakan akan duli dianiaya
Syekh waktu itu mengatakan, dengan penuh amarah Wahai Haman yang bid'ah, banyak kaummu membunuh raja Kemudian berkata duli Khalifah. diam kamu tidak mengerti Apa Tengku katakan memang benar. pembunuh saya adalah anda Karena anda tumpuan harapan. semuanya urusan anda Semua pekerjaan anda menteri, hukum semua diperiksa Kadang salah cara begitu, dosa berpulang kepada hamba Kalau anda zalimi rakyat, tidak disasat dan periksa Atas kami dosa kembali, Tuhan yang Maha Kuasa siksa hamba Itulah permisalan anda bunuh kami, Syiah katakan tadi tidak salah Anda harus ingat wahai mentcri, saya ini harus dijaga Lalu bangkitlah Khalifah, di hadapan Syiah berdiri ia segera Seratus tahil emas anda antarkan, untuk sedckah dari raja
Baru saja Teungku lihat di depan, oleh Syaikhuna mengatakan ini Neraka bagi anda sulotan, berikan kepada saya dari anda Anda raja yang buruk perangai, beri pada kami neraka itu
Anda raja melepaskan diri, marah sekali syiah saat itu
Terkejut Teungku lalu lari, tidak memperdulikan lagi sang raja Hilang ingat terus berlari, begitulah perangai aulia Lalu raja pergi lagi, langsung pulang dengan air mata Pulang ia ke istana dengan segera, susah yang tiada tara Satu lagi kuberikan, saya syairkan scorang raja Sulaiman bin Abdul Muluk, dengarkan untuk dikiaskan Terkenal ke banyak negeri, adil sekali dan insaf besar
la termasyhur kesalehannya, sangat berbudi lagi beragama Pada suatu hari raja berangkat, tidak ada rakyat yang dibawa
Dua tiga orang dibawa rakyat, raja berpuasa hari itu Berjalan jalan di sekitaran negeri. sore hari hampir senja Tidak dibawa oleh Sultan, makanan berbuka puasa la melihat ada rumah di situ, pemilik rumah seorang pandita
Itu pandita yang amnat shaleh, dalam ibadah dan wara'a Kepada rekan beritahu daulat, tolong anda kesitu sebentar Raja suruh orang ke sana, meminta makanan untuk buka puasa Lalu berjalan lah orang itu, ia berjalan kepada pandita
Ketika sampai di situ ia meminta, pandita berikan tepung kasar Makanannya sendiri tepung gandum, disedckahkan kepada raja Itulah tepung yang sangat kasar, segenggam penuh diberikan Dibawa pulang kepada daulat, raja pun terheran heran
Buka puasa dengan tepung itu, sang sultan duka cita Raja menangis amat sangat, makanan itu sangat mulia Yang dimakan pandita sendiri, berikan kepada kami olch Syaikhuna Begitu kata raja negeri, sambil menangis dengan berair mata
Lalu setelah itu sang raja pulang, kepada istri di istana Pada malam itu setubuhi isteri, Tuhan berikan anak nyata Beranak orang laki-laki, itu pengganti pimpin negara Abdul Aziz nama diberikan, beliau akhirnya punya anak pula Nama Umar discbutkan. ganti duli itu ayahnda Raja Umar di kemudian hari, sangat adil dan taqwa Orangnya sangat insaf, dengan budi baiknya tiada tara
Arif lagi bijak dan sholch sungguh. tiap tiap negeri amat terkenal Di dunia sangat mulia, kasih Tuhan akan dia Asal-usul tepung segenggam. raja alim turun dari nenck moyangnya Raja Umar saya kisahkan, surat dikirim suatu masa Kepada Syekh alim Hasan Basri. itulah wali yang sangat besar Disuruh ajari dirinya raja negeri. begitulah sifat Saidina Umar Hasan Basri jawab lagi, dengarkan saya raja Umar Bukan zaman Umar Radhiyallah. jaman perintah raja Umar Jika berbuat wahai khalifah, seperti silsilah Saidina Umar Pasti sama wahai sultan, derajat sebegitu tiada kurang Hasan Basri jawab begini, mengajarkan raja Umar Raja Umar saya kisahkan, satu masa saya ceritakan Dalam negeri yang dipimpin duli, scmua rakyat kclaparan Terkena kelaparan negeri itu, manusia amat susah Semua fakir miskin, kepada Sultan memberitahu Ketika semua sudah berkumpul, semua rakyat miskin hina Diceritakan kepada sultan, menderita akan haus dan lapar Menceritakan yang terjadi kepada khalifah, rakyat bercerita kepada raja Hak Baitulmal yang anda simpan, coba katakan kami ingin dengarkan Semua ini milik Rabbi, semua ini milik orang fakir Jikalah ini milik duli, sedekahkan kami mendapat pahala besar
Tuhan balas kebajikan, begitu firman Allah Taala Qalallahu Taala innallaha, Yajzil Mutashaddiqiin Hari kiamat Tuhan balas, pahala sedckah tak terkira Jikalau hak milik Allah, beri khalifah akan hamba
Tuhan tidak berhajat harta, berikan kepada rakyat yang kelaparan Hamba Allah sangat kesusuahan. tolong daulat berikan dengan segera Jika ini milik fakir, kembali duli kepada hamba Dengan segera sekarang diberi, kami semua kelaparan
Memang sekarang juga engkau berikan, kasihanilah kami wahai raja Semua kami ini telah datang, dengan segera engkau berikan Begitu raja selesai mendengar perkataan itu, perbendarahaan ia buka Lalu diberi semua mereka, sesuai aturan dan kecukupannya
Kemuadian rakyat mau pulang, banyak yang ingin kembali Lalu raja berkata begini, sudah selesai urusan kalian
Hal masalahku dengan Allah, tolong katakan olchmu Saat rakyat dengar kata khalifah, subhanallah semua berusaha Mereka berdo'a sckalian, kepada sultan raja Umar Semua meminta kepada Tuhan (Allah), sungguh khusyuk semuanya
Ya Ilahi ya Tuhanku, kabulkan semua permintaan kami Raja Umar harus bagaimana, engkau tolong ya Rabbana Setelah berdoa sckalian, timbullah awan dengan tiba tiba Bersamaan dengan turunnya hujan, di hadapan batu nyata
Kemudian pecahlah batu terscbut, nampaklah kertas putih bersih
Lalu diambil cepat cepat. pada khalifah diberikan segera Maka dibuka olch Sultan, surat kiriiman Allah Ta’ala Kepada Umar bin Abdul Aziz, surat ciptaan Allah Ta’ala Dalam surat begini dikatakan. Umar benar benar sudah merdeka Hamba Umar sudah dibebaskan, selamatlah dia dari Neraka Karena kemurahan Sultan Umar. kasih sayang Tuhan kepada raja Abu Ilyas saya kisahkan, dengar sahabat semua saudara Negeri Nasabur memegang pemerintahan. sungguh adil tiada tara Abu Ilyas penghulu Sipa i(tentera), dengan guru dia berkata Meminta naschat Abu Ali, beginilah dijawab segera Siapa kau cintai harta atau musuh, begitu guru menanyakan Abu Ilyas menjawab langsung, saya cinta kepada harta Lalu guru menjawab begini, semua harta tiada guna Harta tinggal di dunia ini, yang bersamamu musuh kamu Raja Ismail anak Ahmad, kuceritakan wahai saudara Pada suatu hari dia berangkat, dengan rakyat bala tentera Mercka beristirahat di suatu tempat, sang raja bersabda Pada laskar dia berkata, raja memerintahkan jangan aniaya Disuruh umumkan pada pasukan, suruh sampaikan pada seluruh tentera Lalu juru bicara pun berkata, sabda duli raja besar Semua laskar tanpa kecuali. jangan sckali kali buat masalah Harta rakyat di dalam negeri, siapapun jangan mengambilnya Lalu setelah berkata begitu, sang raja pun berangkat lagi Dusun negeri terus dijalani, bersama dengan balatentera Bertemu kebun banyak buah buahan, masuk kesana seorang laskar
Kemudian diambil satu buah, tanpa diketahui oleh yang punya Akhirnya setelah diketahui, dia pergi menemui raja Ulah tentera disampaikan, pada khalifah raja perkasa Ulah pencuri siapa perintah, raja marah sangat murka Raja memanggil seimuanya, berkumpul di sana semua laskar Hingga raja pun tahu, kemudian ditanya olch raja Raja bertanya kepada tentaranya, cukupkah gaji kalian semua Lalu mereka serempak menjawab, ampun raja cukup merata Kalau cukup semua gaji kalian, kenapa membuat kesalahan Siapa suruh melakukan yang kularang, hamba Allah dianiaya Perbuatanmu mcnyusahkanku, dari dulu sudah saya ajarkan Kena hukuman mencuri buah buahan, beginilah hal yang dilakukan raja Lalu dipotonglah tangannya sebelah, hukum Allah sudah selesai Begitu pelaksanaan hukum khalifah, perbuatan yang salah dilakukan laskar Tersebutlah Akhbarul Salathin, begini perbuatan raja itu Perbuatan agama harus kuat, masalah syari'at jangan bertukar Jangan pernah tinggalkan sembahyang. sedangkan yang lain harus sempurna Semua hukum Allah dilaksanakan, jangan salah dan menyimpang Orang jahat dimarahi, begitu perintah raja raja Memeriksa seluruh rakyat, perbuatan semua perkara Segala hukum syari'at, harus lurus dan jangan dilanggar Perbuatan si bid'ah, perbuatan salah dalam agama Orang tersebut musuh Allah, lagi bertambah musuh agama Disuruh bertaubat dari kesalahan, dia tak ikut diambil harta
Bolch dirampas oleh sultan, agar dia bisa berubah Jika dia tak berubah juga, dia diusir oleh raja
Hingga sampai nyawa melayang. orang jahat perlu dihukum
Hingga dibunuh sampai mati, jangan sampai aib nama
Begitulah cara wahai saudara, kita harus membenci penjahat
Raja melakukan hukum syariat. tinggi derajat pangkat mulia
Kasih sayang Tuhan kepada daulat, sangat membenci musuh raja Orang ibadat harus dikasihi, amal shalch yang dikerjakan Si bid;ah yang jahat, harus diusir dari tempat raja Orang jahat harus dibenci, olch paduka raja raja Zamhir Hakim begini kisahnya, ditanya bagaimana perintah raja Abu Zamhir berkata begini, itu di bawah raja raja
Yang takut melakukan kesalahan, kepada khalifah raja raja
Seluruh rakyat dalam negeri, lakukan semua senantiäsa Perbuatan yang salah sangat ditakuti, raja negeri sudah mengingatkan Karena takut kepada Sultan, jadi murka dan disiksa Tidak melakukan kesalahan, karcna takut kepada raja Itulah raja yang sangat kuat, diantara raja raja Dialah raja tinggi derajat, tinggi pangkat raja besar Saidina Umar radhiyallah, beginilah kisah dikabarkan Orang bertanya Umar menjawab, mana khalifah yang sangat baik Kata Umar radhiyallah, di bawah perintah raja raja Rakyat melakukan kebaikan, karcna sultan yang berkuasa Itulah raja yang sangat mulia, tiada lawan sangat bahagia Mulia dunia hingga akhirat, tinggi derajat dari yang sebelumnya
Banyak kelebihan tinggi derajat. tiada terkira sangat beruntung Dibawah raja itu katakan, siapapun yang berbuat aniaya Semua kejahatan yang dilakukan, dengan sebab dibiarkan raja Itulah raja yang sangat rugi, dunia akhirat menanggung dosa Semua dosa yang telah terkumpul. langsung ditanggung raja celaka Ingatlah wahai Sultan, itu wasiat Saidina Umar Dengarlah pesan ini. jangan diubah wahai raja Disebutkan dalam Syifatus Salathin, dengarkan pocut tengku raja. siapapun raja yang adil, jangan berdiam diri duduk saja Rakyat wajib diajarkan, scmua yang baik baik Kemudian menteri menaschatkan, musyawarah harus ada Hulubalang Keuchik dan rakyat, diberi ingat semua petua Wajib ada pengajaran, semuanya jangan berbuat salah
Perbuatan salah saya katakan, semua hukuman pada raja
Jika kurang menjaga diri, akhir mati disiksa raja Lagi tersebutkan begini adanya, dengar semua para raja Perbuatan ketua di bawah Sultan, melakukan perbuatan salah Raja terdiam tidak peduli, segala sesuatu diketahuinya Semua orang akhir nanti. pada sultan tertimpa bala Nanti Tuhan turunkan bala, balasan Tuhan pada raja Azab yang pedih Allah berikan, pada raja tanpa periksa Wahai raja yang berbudi, ingatlah selalu jangan lupa Wahai orang yang dekat Sultan, diberi makanan tiap tiap waktu Diberi kain dan pakaian, jagalah Sultan olchmu
Wajib engkau jaga negeri ini. dengarkan dimana ada yang berbuat salah Diamanapun kau tahu hal itu, langsung laporkan pada raja Itulah balasan pada sultan, ingat tuan yang dekat dengan raja Katakan sayang dengan lisan. tapi di hati sangat benci Wahai raja hulubalang. jangan sibuk bersuka ria
Diri sendiri tak kau sayang. akhirnya nanti datang penyesalan
Kalau tak mengayomi rakyat, rugi besar tiada tara Wahai raja ingat ingat, akhir nanti akan disiksa Tiada guna memberi makan. serta pakaian baju dan kain Bila tak menjaga perbuatan, untuk apa semua itu tiada guna Cuma berani omongan besar, dalam perang tanpa membantu Akhir mati akan kaku, hulubalang atau raja Siapapun sayangilah raja, akhir nanti masuk Surga Raja adil zaman dahulu, kelakuannya seperti ini Yang mengasihi semua sahabat. dia gantian mata telinga
Disuruh begini olch sultan. pergi berjalan sambil berjaga jaga
Disuruh pantau tiap tiap tempat, apa yang terjadi dilihat nyata Tanpa diketahui olch siapapun, tingkahnya laksana mata mata Bila malam tiba semua kembali, memberi laporan pada raja Lahir batin semuanya, dikatakan senang semua perkara Baik dan jahat raja ketahui, begitu budi adilnya raja Bila malam tiba tuanku raja, laksana pencuri berjaga jaga Semua diintai mendengar khabar, rakyat negeri apa ada keluhan Apa kata mereka kepada raja, tutur puji atau cclaka/hinaa Bila salah mereka tuturkan, raja mengubahnya dengan segera Merubah perangai semua khalifah,
mengetahui salah perbuatan
menjaga diri dari kesalahan
Saya kabarkan suatu malam.
dengan pekatnya malam tiada tara Zayed anak Abdussalam, pergi bergegas mercka berdua Mercka berua bergian, seeri peui danya Akhma a a iat aml
Ketika sampai mercka melihat. scorang perempuan kelihatannya Memberi salam ingin melihat. lalu dijawab olch perempuan tersebut Saidina Umar langsung bertanya,. saya ingin mencmui anda Perempuan mejawab waktu itu, bila ada manfaat yang baik Bolch mendckat tak ada salah. masuklah khalifah menghampiri perempuan itu Saidina Umar bertanya begini, darimana engkau datang Lalu jawab wanita tadi, diceritakan semuanya Kami musafir dari jauh, tidak bisa melanjutkan lagi karena malam tiba Saya singgah di tcmpat ini, csok hari pergi ke kota Perempuan itu amat gelisah, kedua anaknya meminta makanan la memasak air waktu itu, mengulur-ngulurkan waktu kedua anaknya Supaya tertidur pikirnya, dia berbicara agar mereka lupa
Tidak ada apapun untuk diberi. bertanyalah oleh Umar Wanita itu menjawab apa adanya, saya amat susah
Tiada makanan anak kelaparan. aku ulur waktu agar tertidur
Ku masak air disangka nasi. biar tidak menangis ananda
Saidina Umar pulang segera, lari cepat cepat tanpa berhenti
Sampailah di pasar dia pergi. membeli roui bersama daging
Pegang di tangan lalu berlari. Zayed berkata ya Saidina Biarlah saya yang bawa ya saidi. jangan kau yang bawa ya maulana Saidina Umar lalu menjawab. aku tak keberatan jangan orang lain yang bawa Dosa kami sangatlah besar. siapa yang tanggung untuk menolong saya Doa perempuan yang sakit hati, pada Rabbi dia meminta Karena lupa diriku ini, atas kami dosanya besar Dia menangis sedu sedu, bercucuran dengan airmata
Membawa daging dengan roti, Umar berlari susah payah
Sampai di sana lalu dibcri, diambillah olch nisa Perempuan itu memberikan kepada anaknya, hilanglah lapar nikmatpun tiba Senang hati tak lapar lagi, diamlah kedua anaknya
Mengucap syukur akan Tuhan, berkata demikian olch nisa
Untuk tuan kebaikan, karunia Tuhan yang sejahtcra Kebaikan Tuhan diberikan, lebih tinggi dari Umar Saidina Umar tidak tahu, seperti ini nasib kamu Cukup sampai di sini dulu, dengar saudara scorang raja Malek Saleh aku hikayatkan, dia yang sangat adil
Di negeri Syam memimpin kerajaan, tiap malam dia berjaga Di tempat tempat yang sunyi, dia berhenti mendengar berita Segala hal dalam negeri, diketahui semuanya Suatu malam dia berjalan, tiada kawan sendiri saja Bertemu mesjid singgah di sana, di samping itu raja istirahat Duduk di sana dalam kesunyian, mendengar bunyi bersuara Melihat fakir tidur sendiri, tanpa apapun secarik kain Serta dingin amat sangat, menutupi badan dengan tikar Fakir berkata begini adanya, dengar sultan raja hebat Ya Ilahi ya Rabbi, nanti akhir di yaumil mahsyar Semua raja lupa pada fakir, kesitupun engkau beri surga Surga dia tidak untuk kami, begitulah ucapan yang didengar raja Malek Salch waktu itu menangis, bercucuran airmata Lalu diambil schelal kain, diikat pada ujung kaki
Seratus dirham semua jumlahnya, raja pergi segera mendekati Di hadapan fakir duduk sultan, beginilah dia berkata Hadist Nabi aku dengarkan, fakir tanpa rumah tangga Tanpa pakaian untuk dipakai, dia nantinya akan menjadi raja hebat Itulah raja hebat sangat, dengan siapapun takkan sama
Itulah raja pangkat yang tinggi, dialahı penghuni Surga
Begitulah khabar kata riwayat, dengar sahabat raja raja
Shifatus Salathin pernah berkata, dengar khalifah raja raja Raja adil yang pegang perintah, hukumnya kuat kokoh sekali
Detil pemeriksaan dan siasat. semua rakyat sangat takut dan gentar
Karena rakyat takut sangat, dengan seksama diperiksa
Bila anak negeri banyak yang jahat.
maka berkuranglah yang baik-baik
Hukum harus kokoh lagi kuat, biarpun jahat dikatakan kepada raja Amar nahi ditegakkan, begitulah dikerjakan senantiasa Kalau begitu sangatlah bagus, orang jahat sangat takut
Orang baik senang hati, tidak melanggar apa yang disuruh
Hukum harus kuat dan kokoh, jangan menyayangi orang jahat
Harus kuat perintahkan shalat, begitu yang baik lcbih mulia
Masa pemerintahan sultan Ziadah. bawahannya banyak yang hcbat Negeri Irak tempat khalifah, sangat banyak perbuatan maksiat
Pencurinya banyak sekali, orang mati dianiaya Banyak orang sudah lari, negcri sunyi kurang pcnduduk
Banyak rumah yang kosong, orang dibunuh diambil hartanya
Banyak orang sudah hilang, tinggalkan rumah scıuanya pergi
Hingga khabarnya dikctahui olch sultan. semuanya sudah nyata Raja susah amat sangat, terpikir olehnya apa yang harus dilakukan Timbul pikiran dari raja, hari Jum’at dia bicara
Habis sembahyang duduk berkumpul, raja daulatpun bersabda
Wahai kaum sekalian, aku ingin mengajak kalian semua Di negeri ini banyak kejahatan, banyak sckali pcmbunuhan Pada kami sangat salah, Tuhan Rabbi aku disiksa Sekarang kukatakan wahai saudara, dengarlah semuanya
Yang tidak hadir disini tolong sampaikan. tolong kabarkan kata kataku Bila malam sehabis Isya, jangan pindah jangan keluar Masing masing tetap di rumah, semua rakyat jangan keluar Bila keluar pastilah mati, begitulah keadaannya yang aku tahu
Setelah sultan memberi titah, semua rakyat diberi khabar Sekitar tiga malam selanjutnya, raja pergi dengan laskar Alat senjata tombak dan bedil, semuanya sudah disiapkan Raja keluar hendak berangkat, dengan rakyat di malam buta Keliling negeri raja daulat. pergi untuk melihat berjaga-jaga Suatu tempat di bawah pohon, di situ bertemu satu pasukan Dari negeri lain tiba di sana, barang niaga kambing dibawa Dengan haimba dibawa bersama, bertemu angkatan raja besar Raja bertanya lalu dijawab, karena Allah tanpa dusta Orang berdagang begitu adanya, sang khalifah mempercayainya
Kemudian raja menjaab. kchndak Tuhan atas dirimu Aku sud bcranji wai saudarau, dengan raat semuanya
Jangan dir aku hanya pand bicara. akhir nanti takkan dipercaya Orang jahat banak sckali. nanti kami dipermainkan Takkan patuh pada apa yang kukata. begitulah khalifah bersabda
Hai saudara bagaimana i, chendak Allah udah tiba
Penghuni surga kalian pastinya, jangan ingat lagi ajal kan tiba
Ke tempat lain pergi berjalan. bertemu manusia langsung dibuh
Pagi ari habi a kepala
Sepanjang jalan selalu begitu, banyak sekali yang dibunuh Pada sepanjang jalan semua diletakkan, hamba Allah melihatnya
Begitulah kelakuan khalifah. sangat marah sangat murka Esok malam pergi lagi, lima ratus dapat kepala Malam ketiga ada tiga puluh. malam kecmpat tak dapat apa apa Sunyi senyap semuanya, ketakutan tak terkira Parā penjahat takut sekali, melihat kelakuan rajanya Hingga sampai pada hari Jum’at, semua berkumpul tua muda Lalu bersabda tuanku raja, pada rakyat semuanya Bukakan semua peti yang ada, pada malam ini kalian semua Harta yang hilang milik disiapapun, raja ganti semuanya Rumah dan toko sekalian, hukum/ perintah sultan disuruh buka Beberapa lama kemudian, hilanglah harta tersebut Hilang emas empat ratus tahil, lalu beritahukan pada raja Disuruh bersumpah orang terscbut, benarkah sudah hilang Kemudian diganti olch sultan, dibayarlah harta itu Akhirnya Jum’at pun tiba, selesai sembahyang bersabda raja Harta dibayar yang sudah hilang, diminta kembali olch raja Kepada sang ketua rakyat, hukuman berat dari raja Dalam kerumunan orang banyak, berkata tepat dihadapan raja Kami tidak mau membayar, tangkap sipulan dia berkata Setelah diketahui oleh sultan, ditangkaplah dengan segera Harta yang diambil dikembalikan, sungguh scnang hati raja Si pencuri tangan dipotong, tanpa kasihan dari raja Diberi hukuman kemudian, raja negeri suruh kerjakan Emas dan perak sekalian, raja negeri suruh hantarkan Sepanjang jalan emas dan perak, walau tersepak tanpa dipedulikan
Semua pencuri tak lagi berani, takut celaka hilang nyawa Hingga begitu seterusnya, raja raja menjadi senang Karena negeri sangat ainan, tanpa bandingan lagi makmur Hartanya banyak sckali. sekarang diberikan kepada orang fakir
Berkenduri dan bersedekah. syukur kepada Allah tuanku raja Senang hati sang khalifah, perintahnya berjalan sesuai harapan Tersebutlah Adabul Amir, yang dimaksud raja yang adil Jangan tckabur wahai rajaku, banyak sekali bahaya dari sifat riya
Jangan sekali kali memuji diri, banyak yang rugi para raja Bukan dari pakaian yang lengkap. bukan dari memakai pakaian sutra Bukan pada alat alat kekuasaan, bukan hiburan bersuka ria Memuji diri aku kisahkan, wahai sultan raja raja
Memuji diri kuceritakan, seua orang fakir jangan kau hina Jangan rendahkan siapapun, jangan membenci orangtua Yang di bawah rendah derajat, janganlah tuan engkau hina Orang miskin jangan kau jijik. seluruh rakyat jangan sampai murka Barangsiapa yang tak bersalah, jangan dimurkai mereka Sangatlah rugi bila denikian, sungguh sangat rugi besar Yang menghina orang alim, orang menertawakan orangtua Itulah bahaya wahai kanda, Tuhan kirim balasan segera
Meneduh makar siapa pun, sedangkan dia tak punya salah Sia sia seperti itu, barang siapa yang jadi raja Wahai Teungku Hulubalang, yang mengatur negeri dunia Perlakukan rakyat dengan baik, dengan benar jangan ditukar
Wahai tuanku yang sejahtera. sekarang katakan yang sebenarnya Seperti ini sudah terlihat. seperti kisah raja raja Jangan bertukar sedikitpun. ikut tengku (imam) tuanku raja Harus mengerti yang demikian. begitulah keinginan fakir hina Hai raja baik dan bertuah. jangan diubah sedikitpun Siang malam aku susah payah, tuanku bertuah karena engkau Kegiatan agama syariat Nabi. jangan sekali kali engkau mengubahnya Dengan yakin wahai tanku. Tuhan Rabbi menolong kamu Amar nahi harus kuat, hukum syari at jangan ditukar Biar disayang olch rakyat. dunia akhirat sejahtera
Sampai di sini yang sudah dilihat. seperti perintah jangan
dilanggar
Wahai raja ag berua, au rah mahkota raja
Semua hukum yang ada di sini, cari sendiri dan usahakan
Jangan malas belajar kiab i. hai rajaku banyak sckali
kegunaannya
Waha ung ( ai aa a bersil
Itulah wasiat hamba faki( pengarangr, akan raja mahamulia
Jangan marah pada siapapun. dengan seantasnya jangan
cepat marah Harus ingat awal dan akhir, setclah dipikir matang-matang Berilah hukuman sepantasnya, yang harus membayar denda d ga ditukar
Seorang raja zaman dahulu, beginilah khabarannya Waktu Jakfar jadi sultan. pada zaman itu kejadiannya Seorang berbuat kesalahan, raja itu menjadi marah Disuruh bunuh olch raja, disuruh bunuh sampai mati Seorang Syiah (ulama besar) tiba disana. jangan dibunuh sabarlah dulu Tengku Syiah berkata begini, dengarlah kami wahai raja Sabda Nabi aku riwayatkan, hadits Rasul yang mulia Raja menjawab insya Allah. teungku katakan khabar yang mulia Bila kiamat sudah tiba, hamba Alllah berkumpul scmua Datang suara dalam ghaib, siapa habib Allah Ta'ala Siapa yang sayang jangan lama bangkit(berdiri). arti habib sayang Esa
Tak scorangpun yang bangkit. melainkan siapa yang
membangkitkannya Dosa makhluk yang mengampuni siapa, dia akhirnya berdiri segera Tengku Syiah berkata lagi, Rasulullah yang punya erita Yang sangat susah hari emudian, siapapun para raja Yang pemarah pada siapapun. dia sendiri ingat khabar Murka Aa aa dri, gitula Nabi pea bersabda Seseorang beany pada Nabi ya habibi manaa yang baik Yang sangat mega di ahirat. sepeti a sifat mulia Nabi menjaa cepa-a, jangan mnyusahkan manusia Manusiaan d, senangi hatina dengan suacita Syaiful Muluk sebuah kitab, dengarkan semua saudara
Pada Musa Iblis mendekat. berdiri tepat di depan Musa Hai ya Musa Nabiyullah, aku bicara yang sebenarnya Nabi mendengar Iblis berbicara. bersilsilah dia cerita Kebaikan dunia akhirat. harus kau ingat wahai Musa
Tiga perkara aku ceritakan. pertama tama aku nyata adanya
Jangan siksa hamba Allah. begitu yang sah sebenarnya
Yang kedua aku katakan. jangan ada perempuan dalam
ingatanmu Perempuan mana saja. jangan bernafsu hati anda Hal ketiga jangan kikir, ingat selalu wahai Musa Tiga perkara diamalkan, barang siapa pun manusia Itulah senjata alat kami. bahan memperdayakan manusia Dengan hal itu kami tipu rakyat, dunia dan akhirat jadi binasa Wahai saudara ingatlah anda, tinggalkanlah jalan sesat itu Kepada raja yang pegang negeri. dengarkan kami fakir hina Wahai raja siapa pun, wajib begini kerja anda Hamba Allah siapa pun dia, perlu ditunggu datang mereka
Duduk di Balai jangan kemana-mana, rakyat anda kadang
datang Kadang siapa ada kesukaran, minta berhukum pada anda Orang berhukum dari kesukaran, beri putusan dengan segera Pahala mendapat tak terhingga. hamba Allah anda bantu Pahala sembahyang bagi anda-lah, untuk khalifah raja-raja Sultan Umar pada suatu hari, selesai memutuskan hukum Lalu beliau kembali ke istana, merebahkan diri lalu tertidur Hamba Allah datang ke kantornya, dia lihat tak ada raja Orang itu dalam kesukaran, sangat susah lalu ia pulang Raja Umar kemudian terbangun, orang katakan ada tamu
Kemudian raja berkata, kenapa tak kamu bangunkan saya Kalau dibangunkan tadi, saya selesaikan hukum dia Raja Umar amat menyesal. pahanya dipukul berkali-kali Pada hari yang lain terjadi lagi, setelah habis semua perkara Selesai hukum sekalian, orang yang datang pun tak ada Raja kembali ke istana, merebahkan diri tiduran saja Lagi tak enak badan/ kurang schat, tertidurlah raja lelap mata Kemudian tiba scorang insan, dilihat tidak ada raja Lalu dia pulang dalam susah, bangunlah sultan raja Umar Ada seorang anak gadis, cerdas sckali dia berkata Anak gadis itu berkata begini, ayahku sibuk tidur Hamba Allah kesusahan, hendak mengadu tanpa ayahnda Tak salahkah ayah begitu, dengan Allah yang kuasa Mungkin mati saat itu, nanti Tuhan periksa Bagaimana menjawab dengan Tuhan. telah membuat kesalahan besar Lalu dijawab olch khalifah, anakku sayang memang benar Memang benar yang kau katakan, memang salah ayahmu ini Hari ini saya bertaubat. salah besar ayahanda Kapan pun Umar scjak itu, duduk pada tempat di Balai besar Tidak tidur tuanku raja, ingat selalu kata ananda Itulah perbuatan raja yang adil, semua saudara harus memikirkannya Wahai raja yang bangsawan, pengajaran jangan kau lupa Hukumlah sescorang dengan bijak, Tuhan sangat senang hal itu Tersebutlah Amiratul Adil, dengarlah semua para raja Lemah lembut hukum adil, lagi tegas perilaku raja Harus membedakan apa yang pantas, orang jahat murka raja
Orang bak janga dimarahi. periksalah dengan lemah lembut melakukannya Tahukah kamu raja yang adil. syariat Nabi tidak ditinggalkan Amal saleh sembah Rabbi, raja adil begitu kelakuannya Jangan nampak kemegahan, adil sultan karena dunia Jangan suk dipui orang. banyak ra sckarang seperi iu Raja dipuji karena takut. agar tak ditangkap dianiaya Kedua raja dipuji agar tak dimarahi. dia bermaksud agar kau tak murka Ketiga raja dipuji. karena engkau kaya Agar diberi apa yang dinginkan, itulah sifat tamak sckali Engkau selalu dipuji puji. denga itulah engkau terlena Hingga sampai engkau mati, rugi selalu diperdaya Raja gila suka seperui itu akal tak ada ilmupun tak punya Tiap hari berbuat salah, dengan Tuhan engkau jauh Setap raja dikatakan adil. dia tau mana rugi mana laba Waktu malam telah sunyi, dia pergi kontrol dunia Apa keluhan dari rakyat. pasti dintai olch raja Apapun yang dikatakan semua diingat. begitulah sifat tingkah laku raja Jika kau tak pergi sendiri, suruh orang lain sahabatmu Jangan sampai dikctahui orang lain, orang suruhanmu Mata mata harus sembunyi. jangan dikenal orangnya Baik dan buruknya kau ketahui, begitulah pckerjaan raja Waktu mendengar apa yang dikatakan. mungkin salah yang dilakukan raja
Kemudian harus kau rubah, kelakuan yang sudah lupa Mungkin benar dikatakan sifatmu. ucapkan syukur wahai raja Jangan nampak sedikitpun, karena nafsu dan keinginan Seperti kata Hasan Basri, dengar semua para raja Siapapun raja yang adil, tinggi derajat dalam agama Diberi martabat olch Allah, derajt tinggi pada raja Síapun yang punya kelcbilan. cengkau sultan pasti memilikinya Raja manapun takut pada Allah, Tuhan beri balasannya Seluruh rakyat menjalani perintah. Tuhan tambah lagi patuh pada raja Dengar pocut tuanku raja, kisah kitab Salatin Raja adil sangat teliti. pekerjaanya diatur waktu dengan seksama dibuat aturan/syarat, scharian pasti Empat bagian dikerjakannya g Yang ketiga belajar, beukar pikiran dengan ulama Pekerjan pribadi sebagian. bagian kemat aku scbutkan Makan minum bersenda gurau, seperti layaknya scorang raja Zaman dahulu rajanya begitu, sckarang tuanku tak demikian Ini lagi sebuah pengajaran, waktu peperangan aku ceritakan Nyawa orang di sana bergantung, akan kacaulah bila raja mati Bila masih ada raja, pasti bersemangat rakyat tentcra yang ada Jangan turut berperang raja khalifah, banyak isyarat diajarkan Timbul akal pikiran, diambil tuan nama raja Berbicara alat peperangan, dengan makanan orang berperang Dibicarakan tentang pakaian, diberikan kepada semua tentera Pengikut setia dengan laskar, harus enantiasa bersama raja
Alat senjata tombak dan senapan. dengan itulah baru menang raja Harus ada orang yang berani, harus ada kawan yang–setia Bila ada kesulitan. ada orang yang melindungi raja Wahai raja hulubalang. dengan senang hati kukabarkan Cerita ini dikiaskan. semuanya harus pereaya Harus dikiaskan dengan ibarat. patuhlah tuan jangan dilanggar Wajib engkau tinggi derajat. Tuhan hadlarat yang karunia Raja Islam sudah aku jelaskan. pahami junjungan jangan salah Pendapat ini harus dipercaya, untuk kebaikanmu wahai raja Perintah Nabi semua wali. raja adil sahabat mulia Patuhilah semua perkataan ini. dearajat tinggi raja dapatkan Patuhilah kata kata ini, dua negeri menjadi sejahtera Pangkat tinggi derajat dapat. patuhilah naschat mulia Sekārang kuriwayatkan raja kafir. yang tak kenal Allah Ta’ala Perbuatan tersebut. dengan adil dikerjakan Dengan insaf melindungi raja,hukumnya jelas dibeda bedakan Baik dan salah sudah dipahami, negeripun aman serta makmur Pasal delapan kuriwayatkan. raja kafir yang sifatnya adil Aku kisahkan Nasruwan Ade, seperti ini Nabi bersabda Inna waladad fizamanil Malck adil. begitu Nabi telah bersabda Tersebut dalam kitab tarikh, dua tahun wafat Mustafa Itulah kerajaan yang sangat termasyhur, kukatakan yang sebenarnya raja Nasruwan, memegang Kemudian meninggal pemerintahan cukup lama Empat puluh tahun berkuasa raja itu, tanpa bandingan makmur sekali
家
Semua orang berperilaku baik. yang artinya aman sekali Mengatur negeri kuceritakan, rakyat takut tiada tara Seandainya Islam memang begitu, dua negeri sangat mulia Tuhan sangat menyukainya. seperti perilaku raja Raja Nasruwan saya critakan, insaf sangat kepada rakyat Hukumnya adil lagi benar, raja yang sangat baik dan mulia Suatu hari raja bertanya, adakah kesulitan dalam negeri Hamba ini tidak tahu, yang terlihat tidak nyata Diminta tcmpo olch mentri, tga hari uuk menyelidiki
kelihatan
yang ada Hadir raat banyak sckali,Zahir maaikan sabda raja Wai sahat dengarlah, raja khalifah akit parah
ngan. wah audara pergilah mencarinya
drumah-rumah bobrok cari disana muru. setap negeri dicarinya Thap tempat trap p Scluruh Kampung tak didapatka takdir Tuhan suatu masa Bertemulah sebuah rumah. memang rumah kosong tanpa penghunı Kemudian dbawa pulang tanahnya. sambil tergopoh-gopoh menemui raja Kepada raja dibawa cepat. ketika sampai pada raja Raja sedang duduk pada tempatnya. dipersembahkanlah tanah tersebut Raja bertanya dimana ditemukan, lalu dijawab seperti adanya Ampun tuanku yang mulia. rumah zaman dulu suatu masa Seorang pedagang negeri asing, terdampar tiba disini Entah Arab atau Keling. negeri asing lain dunia Orang kaya membeli rumah. tak scorangpun punya saudara Dia meninggal rumah jadi kosong. tanpa yang merawat sejak lama Asal ncgcrinya taa yang tahu. sudah la scka uau ra Sampai scarang uda yang tau begiula au asal mula Semua harta miliknya, disimpan disana didalam rumah Kemudian umah itu dikunci, tak ada lagi yang datang kesana Pintunya sudah dikunci, tak ada lagi yang datang ditempat itu Rumah sckarang hampir roboh. tanpa yang peduli tuanku raja
Raja mendengar semua kisah, mulut terbuka tanpa bicara Lalu raja berkata. pada kafilah semuanya Kemudian raja mengatakan, aku tersanjung sckali Senang hatiku sckarang. sudah mengetahui semua perkara Ada agi rumah yang begitu, dibawah jajahan negeri kita Semua kerajaan jajahan tuan. tak ada sedikitpun yang menderita Hanya rumah ini yang kelihatan. sudah dicari-cari tak didapatkan
Tak ada yang sama seperti Nasruwan, rakyatmnya makmur semua Suatu hari ak kisahkan, jual beli tanah rumah Membeli tanah rumah suatu hari, i enjual menerima harga Sudah serah terima tempat rumah, sipembeli tentu tinggal disana Membersihkan tanah suatu saat, banyak tanaman ditanam disana
Harta kamu ambil kembali, iu yang benar jangan bersenda Orang perta bera a e lik kamu Milik kamu semuanya,lair batin semuanya Sang pembeli sangat marah, jahat sangat perilaku anda Sudah menjual tanah dan rumah, tanpa mengatakan ada harta
Bertengkarlah mereka berdua. bukan miliknya masing-masing berkata Akhrnya pergı menghadap raja. menceritakan masalah mereka Yang satu begmı laimpun sama. keduanya tak mau ambil harta Masing-masing tak mau teruma. hampir bergulat dihadapan raja Semua mentri berkata sama. harta tersebut milik raja Raja marah kepada mentri. engkaukah yang buat keputusan manusta Raja negerı lalu mendamaikan. berkata demikian oleh raja Kamnu berdua berbesanan. mengawinkan anak anda Kalian berdua jangan bertengkar lagi. harta tersebut untuk anak kalian Anak orang ini perempuan, anak yang satu lagi laki-laki Masalah kalian berdua sudah selesai, begitulah sifat adilnya raja Dibawah perintah raja Nasruwan. semua orang menjadi sejahtera Karena keadilannya tak ada bandingan, rakyatnya tak pernah gelisah Zaman raja Harun Rasyid. o sahabat ku ceritakan Dengan pendeta raja berbicara, berkata sungguh bukan dusta Berkata pendeta semuanya, barang siapa raja yang adil Pada waktu mati nanti, daging tubuhnya tidak rusak Sebagai orang hidup sclalu begitu, walau kafir sckalipun Sampai kiamat tak rusak lagi, begitulah sclamanya Harun Rasyid jawab ketika itu, memang benar apa kata anda Semua Hadist pun berkata demikian, coba tuan lihat kenyataannya Coba lihat Nasruwan Adil, dia itu kafir tanpa agama
Setelah bernufakat semuanya, mereka pergi ke kuburannya Coba lihat gali kuburnya, coba lihat bagaimana keadaannya Biar nyata engkau lihat, bagaimana keadaan raja adil Semua mentri dari Nasruwan. dapat panggilan dari raja Disuruh gali kubur pada mercka, begitulah perintah raja Setelah digali kuburan, sultan melihat dengan mata Terlihat seperti orang tidur, raja terpana memandangnya Terlihat ulisan emas bersamanya, terduduk disana dekat raja Didalamya ngaakan, Keulian manusia Orang alim memuliakan. sckalian semua ulama
Dmia ua td lan raa mb aschat Dengan bau-bauan yang sangat wangi, sultan honat sckali megah
Sm da a
Allah Ta'ala sendiri menganugerahkan, karena raja ini sangat adil Tidak menjadi rusak tubuh kafr scbab adil dalam dunia Tidak masuk Neraka akhirat nanti, karunia Rabbi dipelihara Dia diberi scbuah tcmpat, karunia Hadhart kepada dia Raja Cina aku hikayatkan, dacrah kekuasaannya sangat luas Timbul penyakit satu macam, akhirnya tuli raja Cina ltupun perangainya sangat adil, tak ada yang sebanding di dunia
Sembuh dari sakit timbul gelisah, kurus tubuh karena bersedih Sering menangis dan muram durja. kita lihat berubah raut muka Datang menteri semua kesana, semuanya menghadap raja Mentri tanya kemudian, mengapa begitu paduka raja Penyakit apa tuanku ini. katakan sckarang kami dengarkan Raja Cina menjawab begini, aku ini tidak sakit Karena aku dalam berduka, dalam kesusahan tiada tara Tak bisa mendengar lagi kabar apapun, scluruh rakyat yang ada
Semua rakyat datang mengadu. tidak dapat aku mendengarkannya Seandainya dapat kudengar, mengurus rakyat dengan sebenarnya Tak bisa kubayangkan wahai menteri, memerintah negeri memegang neraca Itulah sebabnya sangat gundah. tubuhku ini lemah sckali Lalu menteri segera menjawab, ampun tuanku paduka raja Apapun tentang rakyat, kami semua jadi penggantinya Kami laporkan pada tuanku, apa yang terjadi dan dikatakan Raja Cina lalu berkata, wahai menteriku ini yang sebenarnya Jika kelak aku mati, akhir nanti diperiksa
Oleh Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang beri kerajaan
padaku
Aku sendiri yang harus memeriksa, bukan mentri hai perdana
Wajib sangat padaku ini. periksa sendiri manusia
Kalau bukan begitu tidak pantas, tak senang hati hamba
Jika demikian hati senang, sudah hilang beban pada hamba
Semua menteri terdiam, tidak menjawab sepatahpun Lalu raja berucap lagi, mendekat kemari wahai perdana
Walau tuli telingaku ini, mataku ini sangat terang Katakanlah pada rakyat. siapapun yang punya keperluan Baca isyarat pada pakaian, manusia mana yang kesusahan Kau suruh berdiri di hadapan, dengan tulisan diberi kabar Biar kuperhatikan dan kulihat, tentu kuberi keputusan segera Begitlah kau buat peraturan, pada rakat yang bicara Kata kitab Fadlilatul Adli, rja kafr yan bersiat adil Diberi tempat olch Tuhan, Akraf tuan disebut namanya Syurga tempat kesenangan. neraka tuan tempat sengsara Diantara itu satu tempat, hari kiamat Tuhan berikan Kepada raja kafir yang sangat adil, itulah tempat diberikan nanti Itulah tempat raja kafir, sapapun yang adil diberikan Walau a ana Isa a oba kira Sifat raja zaman dulu, beginila perilaku dikerjaannya Islam dan kafir tak berbeda. perbuatannya sangat sempurna Mengayomi pada rakyat, sangat baik diusahakan Negeri mamur rakat senang, karena raja sangat adil
menyertai a ita Bila adil sangat insa, tula raja yang berbaagia Tuhan beri banyak berkah, semua rakat hatinya suka
Tahukah kamu perbuatan adil. yang jadi jauhkan bala Bahaya raja manapun, dengan keadilan jauhkan bahaya Perbuatan adil sangat kekal, hari akhirat sangat mulia Dia terkenal di dua tempat, dunia dan akhirat dalam sejahtera Seperti firman dalam Quran, dengar sultan raja-raja Wama muhlikal quraa. illadh dhalimunn Tak binasa suatu negeri. juga isi didalamnya Dianiaya oleh mereka sendiri, hingga Tuhan menurunkan bala Seperti kata sabda Nabi, dengar semua seluruh raja Almulku yabqaa bilkufri, wala yabqa bidh dhalim Yang memerintah bertahan selalu, walau kafir lama bertahan Raja zalim takkan bertahan, yang bertahan raja yang adil Dunia akhirat mendapat kemuliaan, derajat dirinya sangat tinggi Ingatlah wahai rajaku, ajaran ini jangan kau lupa Harus mengetahui untung dan rugi. dua negeri mendapat kemuliaan Tersebut dalam buku sejarah, di riwajatkan para raja Kerajaan zaman dulu sangat megah, asal mula menjadi raja Nama pertama anak Adam, yang pegang neraca Kayyumun nama Lama pemerintahannya tiga puluh tahun, meninggal Kayyumun, Ausah jadi raja Sembilan puluh tahun kerajaan Ausah, kemudian diganti olch Thahur nama Kerajaan tersebut sangat maju, asal di situ kejadiannya Disanalah pertama timbulnya perang, karena perlombaan asal punca
Karena kasar bicara asal berselisih, hiasan perang alat senjata Alat senjata keluar disana, sangat megah masyhur sekali Sembilan ratus tahun lamanya, kemudian Jam menjadi raja Dari raja Jam aku katakan, disana pertama memakai kuda Perbuatan indah-indah, banyak macam dikeluarkan Pakaian laskar bermacam-macam, semua alat berbagai rupa Kerajaan Jam seluruh negeri, banyak macam dikeluarkan Dari Timur dan Barat kerajaannya, amat terkenal seluruh dunia Tak ada bandingan semegah Jam. menjadi khalifah sangat lama Umurnya panjang sungguh lanjut, tujuh ratus tahun ada umurnya Tujuh belas tahun tambah lagi, bulan enam saat tiba Kemudian Dahak yang menjadi raja. diapun sorang raja yang pandai Dua nama yang berbeda, Zulhaqian dalam satu riwayat sembah berhala Tujuh ratus tahun kira-kira, hilang nyawa mati fana Afaridun jadi penggantinya, aman negeri tiada tara Kesejahtcraannya tanpa bandingan. kebaikan selalu dikerjakannya Lima ratus tahun berkuasa, lalu kemudian Munajah raja Seratus tiga puluh tahun lama umurnya, kemudian diganti Dudarun nama Tiga puluh tahun lamanya diganti lain, akhirnya diangkat raja Afrasyiap nama rajanya, banyak daerah kckuasaannya Dua belas tahun umurnya, Thahmasab nama diangkat raja
Tiga tahun berkuasa ia meninggal. berbulan-bulan terjadi kelaparan
Fasagiar pengganti raja (Thahmasab). setatus tahun diganti
lagi
Kebaikannya tanpa bandingan. sangat sayang pada rakyatnya
emua fakir disayangi semua Kabakhasaru menggantikannya. s 1 dunia enam
Kesabarannya pun tak bandingan, meninggal
puluh lima
Lahrasab menggantikannya. yang sangat senang perhiasan
dunia
Umurnya seratus tahun, kemudian kemudian diganti raja lain Bahman Iskandar yang berkuasa. alat peperangan banyak
sekali
Umumnya seratus dua belas tahun, anak perempuan gantikan
raja Namanya Safatul berkuasa utuh. umur iga puluh ajalnya tiba Banyak kalah ang dperangi habis smu kalah raja Seratus enam uluh kcmudian mati raja Diryanus Ibni Dara
Tiada pengganti kaum tersebut, kaum lain menggantikannya Bberaa lam kmudian ulla raa Islam Hingga sma r sal daa cra Wah a h ad Turun temurun dari nenck moyang. raja-raja itu sckarang kemana?
Mati sckalian dan semuanya. tak seorangpun yang pernah kckal Harta banyak kekayaan, tinggal semuanya di dunia Dua perkara dipunyai semua orang. dosa bersama dengan pahala Keduanya dosa dan pahala, dia bersama kita selalu Keschatan dan kebajikan, itulah kawan yang dibawa bersama Dua perkara tak ada yang lain. pikirlah tuan yang bahagia Apa yang kita bawa didunia ini, sampai nanti bersama kita Ingatlah semuanya. baik dan buruk kita hanya dua nama Pasal sembilan kuriwayatkan. perbuatan raja-raja Raja dhalim kuceritakan, firman Tuhan tidak didengar Sebagian orang kuccritakan, musuh Allah yang sebenarnya Khalifah dhalim para raja Diberi azab harikiamat. yang sangat berat pada raja Raja dhalim Tuhan murkai, yang amat sangat diberi siksa Seperti kata sabda Nabi, dengar kawan dengan seksama Allah Taala menjadikan raja, tidak sekali-kali berharap binasa Disuruh lindungi hamba Allah, itulah yangdiperintah semua hamba Apa yang diperintah tidak dilanggar, itulah khalifah penghuni surga Bila melanggar suruhan Tuhan, raja tersebut haram surga Sabda Nabi lagi menyatakan, dua ummat yang tidak mempunyai syafaat Pertama raja yang sangat dhalim, kedua syari'at digandakan Firman Tuhan dengar sahabat, inilah ayat aku nyatakan Waman lam yahkum bimaanzalallahu, fa ula ika humudh dhalimuunn
Semua perintah dari Tuhan, ikut semua wahai raja Kalau tidak berbuat demikian, dinamakan dhalim raja Sabda Nabi berkata begini, dua bagian siksa raja
Melebihkan syari’at suatu hari, kedua menguranginya Yang melebihkan syariat, hari kiamat diperiksa Begini ditanya oleh Hadharat, mengapa kamu sangat angkuh Jawab raja kemudian. perintah kami tak dilaksanakan
Semua yang kau katakan tak dipedulikan. keinginan sendiri kau kerjakan Yang mengurangi syariat, Tuhan hadrahat akan memeriksa Mengapa kurang menyiksa rakyat, seperti syari'at tak dijalani Lalu raja menjawab begini, sayang kami ya Rabbana
Lagi firman Tuhan Esa, lebih sayangkah kau kepada hamba Keduanya menjadi mudharat, disuruh antar dalam Neraka Kemudian diseret raja laknat, Malaikat menyerctnya Siksanya sangat bermacam-macam, ingat semua raja-raja
Empat perkara Nabi katakan lagi, Tuhan benci akan dia Pertama raja yang tidak adil, seenaknya menghukuın rakyat Tidak sayang pada semua rakyat, semaunya dikerjakannya Kedua orang banyak berbicara, yang lebih berat bermuka dua Ketiga orang tidak diajarkan, semua anak dan isteri Seisi rumah kau ajarkan, seperti perintah dalam agama Keempat orang jahat, tidak mcmberikan hak istrinya Empat perkara sabda Nabi, akhir nanti azabnya sangat pedih
Imam Hanafī mengatakan, takut pada Allah tiga perkara Pertama-tama menganiaya hamba Allah, kedua sah tanpa bersyukur Diberi nikmat olch Allah, tanpa bersyukur pada Rabbana Ketiga orang yang tak takut, azab Tuhan dan siksaannya
Tiga perkara tak ditakutinya, waktu mati iman tak punya Imam Hanafí menyebutkan, ikutilah semua saudara Sabda Nabi mengatakan, dengar semua tua dan muda Dalam kubur banyak siksa. dibakar tubuh dengan cambuk menyala Dipukul dengan amat sangat, dia menangis meraung-raung Lalu berkata dengan cepat. kenapa Malaikat menyiksa kami Sembahyang puasa zakat dan haji. perintah Rabbi tak meninggalkannya Semua perintah Tuhan Rabbi, tak pernah lupa kami kerjakan Malaikat menjawab begini. pada suatu hari shalat kamu Air kemih tanpa dibersihkan, tentu tidak sah sembahyang begitu Seseorang meminta tolong. dia berharap kepadamu Dia kesusahan waktu di kampung. tak kau tolong oleh kamu Itu sebab balasan Tuhan, kebajikan tak ada padamu Ingatlah wahai saudara, Nabi demikian bersabda Riwayat hadispun begitu, memang perlu masalah bantu kesusahan Kata ulama dan Syckh Maksur, begitulah pengkabarannya pusaka Malik Maut satu bagian, nyawalah yang diterimanya Kedua yang menrima bagian, ahli waris menerima hara Kemudian yang ketiga tubuhnya, ulat semua yang ambil pusaka Keempat tulang ditcrima tanah, kemudian kukatakan yang kelima Semua amal yang baik-baik, orang yang kita bunuh yang terima
Itulah orang yang menerima bagian, ingat kawan semua saudara Semua kabar ini harus diimani. wajib tuan kita percaya Dalam kitab Tambihudh dhalimin. siapa yang yakin dengar semua Wahai saudara yang muslimin, yang patuh pada agama Perbuatan salah kuceritakan. dua bagian dia adanya Yang pertama. artinya berbicara yang salah-salah Yang kedua dikatakan laknat, keduanya satu jua Keduanya wahai daulat raja. semua sahabat jangan mendekatinya Itulah akar kejahatan, dhalim kejahatan disana timbulnya Dunia dan akhirat menjadi hina, disanalah sahabat timbul perbuatan salah Pada dirinya Tuhan laknat. besar sckali diberi bala Tak diampuni olch Tuhan, melainkan taubatan nasuha Minta maaf masing-masing orang. siapapun yang kau aniaya Taubat nasuha begitu halnya. sclain itu tak ada obatnya Seorang raja kuhikayatkan. sangat jahat tanpa bandingan Di Basrah tempat berkuasa, perilakunya sangat jahat Disuruh rakyat sckalian, minta pajak pada jalanorang lewat Disuruh tunggu di jalan manapun, meminta pajak kebiasaan raja Satu orng satu dirham, demikianlah sclalu dikcrjakannya Bila tak diberi orang dilarang lewat, dibunuh dan disiksa Begitulah selalu tiap hari, tanpa bandingan jahat sekali Majusi tu mengambil upah di Basrah dia bekerja Seekor keldai yang dia pelihara, hamba Alah sangat miskin Apa disuruh dia yang bawa, atas kedclai dibawahnya
Dapat upah karena keledai, dia lemah tanpa kuasa Jika tak ada upah kelaparan, itulah pekerjaan lain tak punya Sangat miskin lagi hina, hidupnya susah sckali Takdir Allah suatu hari. suami istri pergi musafir Car pa ta-tap ngri, bgitla orang hina Istri Majusi lagi hamil, ubuhnya lemas perutnya besar Istrinya duduk atas kelcdai. mencari upah tiap-tiap negeri Hingga samai ktmpat u i ber suuhan raja Lalu Majusi berkata begini, aku ini sangat miskin Dua dirham kami tak punya, wahi tuan lepaskan hamba
Majusi berkata dengan senang. biarlah ku kembali dirham tak punya
Hama raja sagat mah, bayar at jaga banyak icara
Kaum Habsyi sangat congkak,kcelcdai dipcgang ditriknya Ekor keledai sudah dipotong istrinya dipukul lagi ditampar Itri Maus sait, trlia du da dita-arik Istri Majusi st itu jatuh, masih etap diseret pula Sebagian remas payudaranya, Allah murka perbuatannya tra ruin guin ny Lalu dbaa stri Majusi, lh adi hamba raja Lelaki Majusi digiring, terlihat dipukul ditolak-tolak Dipul dan b dbawa Tubuh sakit lelaki Majusi, dia pergi lari keluar Lalu dikejar olch Habsyi, dengan keledai tanpa ekor
Istri Majusi dibawa pulang. ketempat sunyi dia dibawa Semua kaum Habsyi, sesuka hati memperlakukannya Diperlakukan semaunya, olch abdi hamba raja Hampir mati istri Majusi, dikerjain Habsyi tanpa reda
Habis seorang ganti lainnya, begitulah mereka melakukannya Istri Majusi menangis selalu, sungguh perih penderitaannya Dia ingat akan suaminya, sayang sangat menangis pilu Tanpa tempat dia mengadu, abdi congkak lampiaskan nafsu
Kuceritakan lelaki Majusi, gelisah sckali tak terkira Mondar-mandir sangat gelisah, dia susah istrinya dibawa Keledai disiksa anaknya mati, istripun sudah tak ada Perutnyapun lapar sekali, sudah tiga hari lapar dahaga
Kemudian dia menghadap, diccritakan perihal semua perkara Mentri raja sekalian, berkumpul disana bersukaria Majusi ceritakan perlakuan, sambil menangis teteskan airmata Awal akhir Majusi katakan, satu pcrsatu perbuatan penganiayaan
Raja dan menteri mendengarkan kisah, tertawa terbahak-bahak tiada tara Kemudian raja mengatakan, wahai Majusi bukan aniaya Keledaimu tidak mati, jangan menangis lagi teteskan airmata Akan sembuh dua tiga hari, anakmupun tak mati pula
Yang sudah mati diganti lain, istri kamu masih muda Mati seorang anak kamu, jangan lagi susah diberi laba Seperti itulah diberi pengganti, kamu disayangi olch abdi saya Tak punya tenaga engkau Majusi, kuat sckali kaum Habsyi
Anak kamu cepat menjadi, jangan susah lagi lebih baik bersabar
Tidak dipukul istri kamu itu. tapi ditolong oleh perbuatan mereka Biar beranak jangan bersedih, kamu tak rugi yang ada beruntung Raja dan Menteri bergurau. terbahak-bahak mercka tertawa Di Majusi trun pulang sambil menanis teteskan airmata Dia tengadahkan tangan ke langit. mulut komat-kamit memohon doa Sambil menangis dan bersungguh-sungguh. demikian selalu yang dipinta Begini dikatakan olch Majusi, dalam hati yakin meminta
Wahai yang menciptakan matahari, yang mengarniai langit
dan bumi Engkau dngar ya Tuhanku. semua aa yang dikatakan raja dianiaya Hamba ini tidak salah, Engkau adil melihat nyata Dianiay dengan istri, akku mati ya Rabbana Tak ada gunanya au mengadu raja Bara diajak bersenda
Perutnyapun lapar sayang sckali, sambil menangis dia meminta Kira-kira sckeja ada suara diatas. jelas terdengar suatu suara Wahai Majusi lihat kebclakang, lalu dipandang dengan segera kota Semua tenggelam kchendak Rabbi, mai seua apa yang ada Negeri tenggclam dalam bumi, semua menteri kawan raja
Tidak tinggal seorangpun. begitulah pcrbuatan yang menganiaya Tuhan lepaskan istri Majusi, berteınu lagi mereka berdua
Orang yang menganiaya balasan Rabbi, walaupun Majusi tanpa agama Sampai sekarang masih kelihatan, di Basrah satu rawa-rawa Air didalamnya hitam pekat, karunia Allah diperlihatkan Sampai sekarang masih ada, Tuhan namnpakkan akibat aniaya
Raja dhalim murka Rabbi, itulah bukti nampak nyata Sabda Nabi firman Tuhan, dengar sultan para raja Wahai raja harus kau imani, kata Tuhan dan Saidina Ittaqu du’ail madhlumi, walau kaana kaafiraaan
Harus kita takuti wahai saudara, doa siapapun yang teraniaya Walau doa orang kafir, langsung dikabulkan olch Allah Ta'ala Itulah doa tanpa pembatas, diterima dengan segera Allah balas cepat ditolong, pada orang yang berbuat aniaya Seperti apa yang dilakukan Tuhan balas, dengan cepat diberi bala Tak boleh menganiaya hamba Allah, ingatlah semuanya Seorang raja kunyatakan, negeri Isfahan kuceritakan Sangat terkenal tanpa bandingan, dengar tuan para raja
Disuruh bangun sebuah istana, pada mentri raja meminta Begitulah permintaan raja ncgeri, dilihat bumni banyak kekayaan Kemudian dilihat suatu tempat, menteri melihat sebuah dataran Rumah orang disana banyak sekali, menteri raja menyuruh cepat
Semua rumah disuruh pindahkan, biar luas berdiri istana Dirusak rumah hamba Allah, semua susah rakyat yang ada Lalu dibuat istana di sana, sangat besar megah sekali Hingga siap diselesaikan, dilaporkan pada raja Raja negeri sangat senang. dipanggilah rakyatnya semua Hulubalang sckalian. membuat permainan bersukaria Raja ingin berpesta ria. raja ingin bersenang-senang Semua jenis permainan digelar, kaya miskin disuruh datang Sctclah selesai bermusyawarah, kemudian berangkatlah raja Dengan laskar semua rakat, raja daulat sangat suka Keua ampai raja negari. ada istana ban selesai Banyak hiburan ancka ragam, rakyat yang hadir banyak sckali Sampai disini dulu sesaat, kuriwayatkan perempuan ua
pintu Perempuan tersebut bcgini kebiasaanya, sangat lemah lagi tua Suatu hari kuriwayatkan, dia pergi jauh tinggalkan negeri Ketika bcrangkat perempuan janda, belum ada istana di situ Dia pergi ketika itu, dia berangkat tanpa curiga Tempat jauh dia pergi, mencari rezeki perempuan tua Tidak pulang beberapa lama, tanpa kembali walau sesaat Hingga sakit perempuan itu, kelamaan tidak kembali Hingga sembuh sanggup berjalan, kemudian dia kembali
Sampai ditempat dia kembali. sangat bersih tidak seperti semula Tak ada lagi rumah seperti dulu, mondar-mandir perempuan ua Sątu pangku dibawa pulang kayu. belum tahu rumah sudah tak ada Perutnyapun sangat lapar. perempuan janda cepat-cepat pulang Dengan kain compang-camping. berasnya disimpan di ujung kain Ketika pulang sampai disana. dia sangat terheran-heran Dilihat istana sangat megah, dengan rakyat banyak sekali Tertegun memandang heran sekali. tak ada lagi tempat seperti dulu Tak ada lagi rumah perempuan itu, ditengah jalan berduka cita Sangat susah rumahnya tak ada, kenapa demikian dia berpikir Selagi berjalan mondar-mandir. lagi berpikir perempuan tua Lalu tibalah pasukan tentara, dia didorong sayang sekali Perempuan tua lututnya lemah, laļu terhantar jatuh ke tanah Dengan kayu kena diwajah, bertaburan beras robck kainnya Bertambah lapar perempuan itu, sangat lapar lagi dahaga Jatuh disana, semuanya kotor kena tanah Raja melihat dengan menteri, berdiam diri tanpa memeriksa Perempuan itu bangun berdiri, sambil menangis berderai airmata Kenudian dia mengadahkan tangan, pada Tuhan memohon doa Dengan keyakinan hatinya, dengan lisan dia berkata Ya Ilahi ya mujibas saa illinn, tanpa tempat lain aku memohon Atas hamba dizalimi, rabbul ‘alamiin engkau yang melihat
Mereka aniaya tanpa salah, Hai ya Allah Anda melihat-Nya Tidak tempat lain saya mengadu, Anda telah melihat hamba Beberapa saat kemudian, suara yang keras datang bergema Wahai perempuan mundurlah kamu, keluar dari kawasan istana
Perempuan tua mundurlah saat itu, keluar dari benteng
Hanya sebentar setelah itu. terdengar lagi suatu suara
Perempuan tua mendengar suara itu, hai perempuan lihatlah
anda Lalu dia melihat ke istana, tidak ada satupun yang tersisa Murka Allah kepada sultan, sekalian dengan bala tentaranya Menteri dan rakyat yang ada disitu, musnah semua bersama raja Habis ditclan oleh bumi, semuanya kena kutukan Di tempat itu sampai sekarang, di bekas Istana keluar asap Kitab tambch mengatakan, tempat Penghuni Api Neraka Ingatlah wahai para pemimpin, demikianlah jika zalim raja Scorang raja kuriwayatkan, raja Yaz Zakaz kuceritakan Raja terscbut pun sangat zalim, banyak rakyat yang disiksa Kesusahan dalam negeri, bermacam-macam dianiaya Kuccritakan semua, benci sekali pada raja ini Suatu hari takdir Tuhan, duduk dibalai raja Dikelilingi mentri dan ketua, duduk berbicara sambil bergurau Selagi serius bercakap-cakap, takdir Allah datang kuda Kuda tersebut sangat gagah, sangat suka hati raja Raja berkata pada menteri, cari tali tangkaplah kuda Bangkitlah rakyat yang hadir, pergi berhimpun menangkap kuda
Tidak bisa ditangkap kuda cekatan, saat ditangkap lari menari Semua orang berkeringat, sangat capek susah sckali Semua orang tak bisa menangkap. kuda mendekat menghampiri raja Mendekati Balai menghampiri sendiri. raja pegang di bulu lehernya Ketika raja pegang kuda tak melawan. begini dikatakan oleh raja Rupamu laksana bulan, semua mata heran memandang Raja berkata pada menteri, aku ini sangat beruntung Sangat mulia aku ini, kau lihat kuda ini mendekat sendiri Kamu semua tak bisa menangkapnya. lihat denganku sebentar saja Tersenyum-senyum sangat senang. kepala kuda dipegang di elus-clus Raja ingn memasang, meminta kckang dengan pelana Lalu dibawa dengan cepat, raja memegang leher kuda
Raja turun menginjak tanah, pergi menyapu bulu kuda
Dari kepala sampai ke kaki, kepala raja berada dibawah dagu kuda Selagi asyik raja mengagumi. kuda sepak tepat dimuka Kena dikepala keluar or otak, menggelepar-gelepar mati raja Kuda gaib tak ada lagi, raja mati hilang kuda Rakyat dan mentri hati a senang. raja dikubur kemudian Ada tersebut dalam riwayat, malaikat menyerupai kuda Membunuh si zalim olch h Tuhan, karena dia sangat jahat Ingatlah kita semua, pelihara diri dari kejahatan Wahai raja yang berkuasa, naschat ini jangan sampai lupa Mati raja diganti lain, sudah bertukar lain bangsa Kata kitab Shifatus Salatin, harus yakin wahai raja
F
Siapapun yang berkuasa, menteri budiman (bijak) wajib ada Permainan dunia mentri yang bijaksana, kalau tak ada itu sia- sia Tidak sempurna pegang negeri. tidak lengkap bila tak ada menteri
Bisa dibedakan laba dan rugi. begitulah bentuk pekerjaan
Perdana Mengetahui keadilan dan kezaliman, insaf dan iklas lagi wajib ada Wajib ada menteri juhari (bijaksana), sempurnalah raja berkuasa Suatu hari Nabi Musa, meminta menteri pada Allah Ta'ala Yang budiman perangainya, begini Rasul memohon doa Waj'alny waziraam, min ahli Harun Wahai Tuhanku berilah aku mentri, kepada Harun saudaraku Dalam rumah hamba ini, begitu nabi memohon pinta Wahai raja yang bangsawan, harus demikian menteri anda Saya dianinya tapi tidak bersalah, wahai Allah Anda melihat saya Tiada tcmpat lain saya mengadu, Allah telah menyaksikannya Kemudian tidak selang berapa lama, suara yang keras datang mendadak Wahai perempuan mundurlah kamu, pergilah jauh dari sini Perempuan tua itu mundur teratur, keluar dari kawasan istana Tidak lama dari itu, terdengar lagi suatu suara Perempuan itu mendengar suara, wahai perempuan lihatlah kesana Dilihatlah kepada istana, tidak ada bekas sama sekali Murka Allah kepada Sultan, sekalian bala tentaranya
Menteri dan rakyat semua, hancur lebur yang bersama raja Sudah ditelan olch bumi, semuanya telah dimurkai Allah Pada tempat itu sampai sekarang, setentang istana keluar asap
Dalam kitab Tambih discbutkan, tempat suku api neraka Ingatlah wahai penghulu, bila begitu zalimnnya raja Seorang raja lain saya ceritakan, raja Yazzakaz saya terangkan Raja itu sangat zalim juga, banyak rakyat dianianya
Penderitaan dalam negeri,berbagai cara dibuatnya agar menderita Saya ceritakan semuanya, rakyat benci pada raja Pada suatu hari takdir Tuhan, raja sedang duduk di Balai Rum Di sekelilingnya ada menteri dan pejabat. mereka duduk bersanda gurau
Sedang asyik mereka berbincang. scketika muncul seeckor kuda Rupa kuda sangatlah indah, raja sangat senang pada kuda itu Raja beritahukan pada menteri, supaya kuda itu ditangkap Bangunlah rakyat semuanya, berkerumun mau tangkap kuda
Mereka hendak menangkapnya. tidak bisa tertangkap kuda lari lari Semua orang capek dan kelelahan, Kuda meloncat di sckitar raja
Akhirya kuda yang mendckati raja, menjadi jinak aklar lagi
Kuda datang mendckati Balai raja, raja memegang bulu
kuduk kuda
Kuda dipegang oleh raja diam saja, berkatalah raja pada waktu itu Kuda cantik seperti bulan, semua heran melihatnya
Raja bertiahukan pada menteri, akulah orang bertuah karena kuda datang sendiri Sungguh mulia daulat kami, didatangi sendiri oleh kuda
Kamu semua tidak akan bisa menangkap, dengan saya tidak susah payah
Raja ketawa-ketawa, raja memegang dengan mengusap kuda
Raja bermaksud naik kuda, ambil keukang (tali balling) dengan pelana Orang membawanya dengan segera, raja pasang pada kuda
Raja turun dari Balai ke tanah, mengusap kembali kuda Dari kepala sampai ke kaki, kepala raja di bawah dagu kuda Sedang asyik-asyiknya raja, kuda menyepak pada mukanya Kena kepala keluar otak, terkapar-kapar mati raja
Ingatlah semua kita, pelihara diri dari pada menganiaya Wahai raja yang pegang negeri, kisah ini jangan lupa Kuda hilang tak tampak lagi, raja mati kudapun lenyap Rakyat dan menteri senang hati, maka dikebumikan raja
Ada tersebut dalam riwayat, malaikat menyerupai kuda Tuhan membunuh si zalin, karena dia bersifat menganiaya Mati satu raja diganti raja lain, sudah berganti lain bangsa Diceritakan dalain Kitab Shifatus Salatin, jangan lupa wahai raja
Barang siapa pegang kerajaan, menteri yang bijak wajib ada Kaharusan donya ada menteri budiman,. kalau tak ada sia sia Tak sampai maksud pegang negeri, bila tak ada menteri yang sempurna la mampu membedakan laba dan rugi, itulah kerja Perdana Adil dan zalim dikenali, sekaligus dia memiliki rasa keinsyafan
Perlu ada menteri yang bijak. agar tercapailah tujuan bernegara Nabi Musa pada suatu hari, minta menteri pada Allah Taala Yang budiman dan pangeran, begitu permintaan nabi Waj'alny waziraan, min ahli Harun Hai Tuhanku berikan, menteri seperti Harun Dalam rumah hamba ini, begitu nabi minta pada Tuhan Wahai raja yang bangsawan, harus ada seperti itu menteri anda Harus ada menteri yang budiman, tidak bolch tidak ada wahai raja Akan sempurna kerajaanmu, bila ada menteri yang sejahtera Harus diingat semuanya, siapapun raja-raja Pasal sepuluh saya sebutkan. pangkat menteri yang mulia Jika tiap-tiap raja tidak ada menteri, takkan sempurna kerajaannya Zaman dahulu Nabi Musa, pada Rabbi memohon pinta Meminta menteri pada Ilahi, agar berhasil semua perkara Jika ada menteri wahai duli, ada yang memikirkan semua perkara
Dalam kitab Adabul Wazir, disana dijclaskan Apapun perbuatan, pekerjaan para raja
Bila tak ada menteri budiman. perbuatan apapun takkan
sempuma
Jika tak ada menteri yang bijak. perbuatan apapun akan sia-sia
Wasywirhum fl amri, kalam Rabi Tuhan Esa
Dengan menteri musyawarahkan, bermufakat semua perkara
Raja wajib membangun tempat, sebuah balai tentu harus ada
Semua manusia, tidak sama sifatnya
Sebagian bijak sebagian pintar, sebagian bodoh tidak berakal
Jika memikirkan persoalan, harus dibicarakan di hadapan
Di dalam majelis akan kelihatan, setelah mufakat yang
sejahtera
Tak ada yang sebanding dengan Nabi, manusia manapun jua
Dengan sahabatnya selalu berfikir, selalu demikian di Mustafa
Tidak meninggalkan musayawarah, Nabi kita dengan
sahabatnya
Wahai raja harus bermufakat, demikian daulat harus
dikerjakan
Harus ikut perbuatan Nabi, wajib semua raja-raja Yang tak ikut tentu kafir, pahamilah scmuanya.
Jika Islam tentu mengikuti, harus diingat wahai raja Engkau daulat harus ada menteri, agar selamat engkau raja Dalam Kitab Abdul Amir, ada riwayat tentang raja Harus engkau dengar wahai duli, harus dipikirkan wahai raja Aku umpamakan seorang raja, mempunyai sebuah istana Memiliki cmpat tiang, umpamanya seperti empat orang menteri Jika kurang satu tiang saja, rumahnya roboh akan binasa Seperti apa menteri yang bisa diterima,dia tidak kurang bangsa Yang bangsawan dan adil, ditambah lagi yang setia Banyak pikiran dan baik hati, yang berbudi dan bijaksana Yang bisa laksanakan hukum negeri, demikianlah menterimu wahai raja Harus ada seorang panglima perang, itupun yang baik keturunannya Yang berani dan setia, angkat panglima yang dermawan
Sanggup menolak kesukaran, yang sanggup melawan musuh raja Yang dapat menjaga hulubalang. yang mengcrti siasat peperangan
Angkatlah panglima yang gagah, yang tak kurang akal dan pandai Harus ada seorang bendahara. yang mengasihimu wahai raja Yang menjaga semua harta, seperti khazanah raja Itupun diangkat yang bangsawan, itulah harapan dirimu raja
Demikianlah dengan Sultan, angkatlah tuan tak bendara Angkatlah seorang yang ulama, yang banyak ilmu agama Bisa menentukan perbuatan syari'at, demikianlah yang diangkat jadi ketua Itulah umpamanya empat tiang. pahami baik-baik wahai raja
Itulah yang harus dilakukan semua, agar kokoh jadi raja Harus mengasihi keempat orang itu, seperti anakmu sendiri wahai raja Jika tidak demikian engkau akan bermasalah, takkan kesampaian derajat anda
Harus mengasihi keempat orang itu, pasti mendapat
kemengangan bagi raja
Bila mendapat kesukaran. ganti orang itu dengan yang
memadai
Yang yakin padamu scorang, siang malam tidak lupa
Dalam menginga peral nger du waai raja
Apapun perbuatan harus bermufakat. musyawarah jangan ditinggalkan
Kepada orang itu harus sangat disayang, demikian daulat yang
sejahtera
Jangan sampai dia sakit hati, dibunuh mati engkau raja
Nyawamu sata tamsilkan, sudah engkau serahkan kepada dia Semua rahasia ada padanya, harus diingat agar tidak binasa Jangan khianati akan dia, anda tentu akan melarat nanti Jangan berkawan dengan abdi, siapapun yang kurang bangsa Jangan dekati bangkai, sipenjudi jangan kau harapkan Suatu hari raja Ardasyir, ditanyai menteri dijawab oleh raja Yang manakah tentang menteri, yang sangat paduka kasihi Kemudian raja menjawab, menurutku adalah anda Jika ada kesukaran, yang jika menjawabnya adalah anda Jika ada suatu rahasia, sanggup dibuka masalahnya Dipahami dengan akalnya, dengan intaian dapat dibuka Jika ada orang seperti itu, itulah dia yang kukasihi Sebab sukses kerja Sultan, scbab itu banyak untungannya Kata Kitab Tahsyiqatul Wazir, dengar semua para raja Antara raja dengan menteri, disebutkan ada enam perkara Pertama jika menteri berbuat salah, raja segera memafaatkan Sampai tiga kali lakukan seperti itu, hukum kembali sepantasnya Yang kedua saya jclaskankan, menteri Sultan yang banyak harta Itu tak bolch diterima olch raja, sangat haram sekali Sebab harta itu milik menteri, asal usulnya memang dari raja Tidak menerima yang seperti itu, umpamanya seperti muntah Jika sultan memakannya, sangat haram sekali Banyak hakim yang berkata demikian, haramnya tak ada bandingan Yang ketiga keinginan menteri, apapun yang dimintanya Raja pantas mengabulkannya, keinginan menteri segera diberikan
Lalu yang keempat aku menyatakan. ketika datang menteri manapun Raja harus segera menemuinya. jangan sampai menteri pulang Yang kelima aku sebutkan. jika menteri marah pada raja Di khalifah tidak bolch murka. amarahnya dapat menjadi bala Kemudian keenam aku riwayatkan. dalam hati ada rahasia Katakan segera pada menteri. agar dia tahu rugi dan untungnya Jangan katakan selain padanya, demikian khalifah kata Syaikhuna Karena menteri aku sebutkan. dialalh orang yang setia Dia menginginkan Sultan kaya. kemegahan atas raja Setiap perkara kebaikan, menteri budiman sangat suka Menteri selalu membicarakan. siang malam tentang kemegahan raja Semua masalah raja. menteri segera mengurusnya
Itulah menteri yang budiman. sangat setia pada raja
Diupayakan semua kebaikan. menteri yang baik pada raja Raja wajib mengasihi menteri. jika demikian sangat menguntungkan Raja Bahram mengatakan begini. pckerjaan menteri ada enam Pertama menteri yang berbicara, yang sebenarnya tidak berdusta Kedua dia upayakan kemegahan, kepada khalifah raja besar Ketiga waktu terjadi peperangan. kemedan perang dia keluar Dia rjin, mengajarkan siasat perang Kcempat perbuatan menteri, mengatur semua alat senjata
Disuruh pakai senjata yang baik, kepada seluruh laskarnya Kelima membangun tempat, istana tempat tinggal raja Semua alat perkakas perang, diatur semua oleh menteri Diatur meriam dan bedil, dia siapkan semuanya Dipikirkan apa yang akan terjadi, menteri pikirkan semuanya Keenam istana dihiasi, sungguh sangat megahnya Mutiara dan intan permata, dia suruh pakai pada raja Alat pakaian untuk isteri, menteri juga yang mengaturnya Jangan diberi kehinaan, dalam pikirannya setiap saat Hidup dan mati tetap setia, menteri budiman dengan raja Itulah menteri yang bangsawan, ingatlah sultan para raja Raja Ardasyir berkata begini, siapapun yang menjadi raja Katanya ada empat perkara, wajib bagi siapapun para raja Pertama menteri yang bangsawan, yang setia dan bijaksana Serta sangat arif dan budinan. yang kedua bendahara Yang jujur dan punya malu, lagi pula harus baik bangsanya Kemudian yang ketiga, utusan juga harus baik bangsanya Orang yang pantas memberi naschat, yang sangat bijak berbicara Keempat aku riwayatkan, raja wajib mempunyai ulama Yang sangat alim lagi saleh, yang menjelaskan tentang agama Jika demikian kerajaan jadi sempurna, harus dikiaskan wahai raja Ahkamul Hukamah mcnyatakan, dengan tuan para raja Tidak sempurna menjadi sultan, jika tidak mempunyai menteri Wajib tuan meıpunyai menteri, raja pilih yang bijaksana Yang beriman seperti itu. yang malu dan tidak tamak Yang punya ilmu lagi bangsawan, yang ingatannya masih sempurna
Yang beradab dengan dermawan. yang jujur jika berkata Yang sanggup berpikir, yang taat pada agama Yang takut pada Allah dan Nabi, berbicara jujur tanpa dusta Jika raja memiliki menteri seperti itu. bahagia sekali raja-raja Sejahtera dunia akhirat, carilah sahabat pasti ada Dalam kitab Shifatul Wajir, begini diriwayatkan Para menteri harus memikirkan, siapapun para raja Seperti yang discbutkan dalam kitab ini. wajib peduli semuanya Bila tidak ikut seperti disini. engkau rugi akhir masa Sebab engkau dekat sultan, semua perintah ada padamu Harus punya lima perkara, dengar tuan saya khabarkan Pertama-taima aku riwayatkan, apapun yang engkau kerjakan Harus mengingat dan berpikir, engkau bekerja harus sempurna Segala perbuatan harus diselesaikan, ingat tuan akhirnya tiba Kedua menteri budiman, harus ingat segala perbuatan Harus berpikir walau susah, lihat nyata dengan mata Perbuatan tersembunyi akan nampak. sebab susah payah berusaha Ketiga wahai saudara, dengan senang hati engkau bekerja Dalam hati jangan berkhianat, harus suci dalam dada Keempat aku sebutkan, jangan bocorkan rahasia raja Harus disimpan rapat-rapat, begitulah wahai perdana Kelima aku nyatakan, harus berani melarang raja Mungkin raja melakukan kesalahan, harus kau larang dengan segera Harus mengikuti hal yang benar, harus menerima yang sepatutnya
Ini yang dimaksud aku nyatakan, tersebut juga di sana Engkau menteri bijaksana, dalam hati harus banyak bersabar Jangan berkata dusta sckalipun, kelakuan harus dijaga baik- baik Perbuatan raja juga demikian, mungkin salah dalam bertindak Jangan berikan kehinaan, tolong ingatkan segera Dengan lembah lembut engkau ajarkan, katakan dengan umpama Setiap masalah berikan bandingannya, ajarkan yang sebenarnya Semua kau ajak dengan rasa senang, agar selamat dari bahaya Jangan ingatkan kejahatan, harus engkau takutkan Harus engkau katakan seperti ini dan itu, katakan dengan sejahtera Walaupun dia marah padamu, harus sabar dan berdiam diri Jangan bersedih diri wahai menteri, akhir nanti akan bahagia Kemudian ajarkan, berikan permisalan khabar raja Dengan halus engkau ajarkan, wahai menteri yang sempurna Demikian malang seorang raja, kerajaannya tidak makmur Bila menteri yang bangsawan, awannya datang hujanpun turun Itulah negeri makmur sekali, raja mempunyai semua kemegahan Suatu hari raja Nasrawan, bertanya kepada menteri Wahai Yunan menteri kami, coba katakan tentang cerita raja Yunan jawab duli Khalifah, akan kukatakan yang sebenarnya Kemudian Yunan mengisahkan, seolah-olah seperti mengajar raja Enam perkara wahai tuanku, dengarkan aku bercerita
Wahai raja penguasa negeri, harus ada menteri yang bijaksana Jika raja angkat menteri sembarangan, bila tiada ilmunya takkan berguna Sangat bebal dan bodoh, ditambah lagi kurang bangsa Kerajaan laksana awan berlalu, sedikitpun tak turun hujan Pertama raja menegakkan kebenaran, tidak suka dicerca orang Kedua wahai duli, apapun perbuatan harus dikctahui raja Kontan akal ingat selalu. dalam pikiran raja-raja Ketiga raja negeri, manusia yang manapun Jangan murka dengan segera, apapun yang dilakukan harus sabar Jangan murka cepat-cepat, perbuatan salah diperiksa dulu Kemudian keempat aku nyatakan, yang benar harus segera dikerjakan Jika perbuatan yang baik, harus segcra dilakukan Yang kelima kejahatan, harus dilambatkan olch raja Jauhkan diri dari kejahatan, demikianlah sifat raja-raja Keenam menghukum dirinya, sama seperti manusia Ditanya lagi olch Nasruwan, pada Yunan menteri raja Bagaimana dengan kelakuan, kala itu dikatakan perbuatan raja
Setiap raja harus bersikap adil. ingat sclalu jangan sampai lupa
Manusia manapun, yang berbakti kepada raja Bila sudah selesai dilakukan, segera naikkan pangkatnya Tinggikan menurut kemampuannya, demikian Sultan harus berkerja Semua perintah terpisah-pisah, harus terpisah raja berikan Jangan sampai tersinggung yang lain, demikian cara berikan jatahnya Dalam ingatan raja tersebut, kepada semua rakyat yang berjasa
Tuanku tidak boleh melupakan jasa, yang demikian harus selalu diingat raja Apapun yang dikatakan, Duli Khalifah harus bersabar Jika berpikir jangan gegabah, itu yang dilakukan selalu oleh raja Lalu raja bertanya lagi, kebaikan untuk rakyat semua Jika rakyat bertemu Sultan, jawab Yunan empat perkara Pertama raja yang adil, yang kedua keinsyafan raja Lalu ketiga kasih sayang duli, terakhir keempat murka raja Orang jahat melanggar hukum, murkailah yang sangat jahat Jika nampak perbuatan yang salah, hukumlah Sultan dengan segera Bila ada empat perkara itu, kasih sayang Tuhan akan raja Jika demikian perbuatan duli, rakyat manapun takut pada raja Keridhaan dengan kcbaktian, dikasihi lagi rakyat semua Kemudian raja yang selidik, yang sangat baik kau cerita Jawab menteri yang cerdik, lagi sangat teliti Kata menteri wahai junjungan, dengarkan daku yang sebenarnya Waktu bertemu dengan Sultan, orang bangsawan muliakanlah Orang bangsawan berikan derajat, oleh duli para raja Sebagian orang itu sangat sempurna, tidak cacat setara bangsa Tidak takabur sangat merendah, lagi teratur setiap perkara Tertib majelis sempurnakan, orang bangsawan tuan muliakan Perbuatannya bisa diharapkan, oleh Sultan dan raja-raja Jangan beri kemegahan pada bangsa budak, jangan dimuliakan Walaupun jasanya sangat banyak, raja balas akan dia Berikan kain dan pakaian, berikan makan dan harta
Tak boleh berikan kemegahan, nanti Sultan mendapatkan bahaya Jangan tinggikan bangsa abdi, siapapun yang kurang bangsa Akhirnya raja akan binasa, setiap riwayat mengatakan demikian Dikatakan lagi oleh menteri, siapapun yang ingin menjadi raja Bila ingin mengangkat raja negeri, mula-mula harus sabar dulu Lihatlah kelakuannya dulu. lihat ilmunya seperti apa Jika semunya sudah pasti, lakukan seperti adat kebiasaannya Kemudian Yunan berkata lagi, raja negeri tidak boleh lupa Atas perbuatan hukum negeri. setiap hari harus diperiksa Perbuatan menteri sekalian, atau perbuatan semua ketua Seperti apa perbuatan orang itu, oleh Sultan memeriksa Mungkin anak negeri berkhianat, akhirnya rugi akan raja Jika menganiaya orang, akhirnya yang rugi tentu raja Seperti menteri raja Kastasab. habis semua harta raja Raja Nasuwan mendengarkannya, cerita menarik dari menteri Raja Kastasab wahai junjungan, sungguh kaya sckali Akalnya pun baik dan adil, tak ada bandingan di dunia Seorang menteri amat cerdik, menggantikan segala tugas raja Sangat dipercaya oleh daulat, amat disayang tiada yang setara Di situ ia membaktikan diri, rakyat negeri dalam sejahtera Banyak datang pajak negeri, tiap hari orang bawa Pada suatu hari ditakdirkan Allah, menteri berulah pada raja Ampun tuanku duli khalifah, saya katakan satu rahasia Banyak rakyat di negeri ini, mercka tak takuti pada rajanya Walaupun begitu saya katakan, biarlah dulu saya coba Mereka takut atau tidak, saya duluan memeriksanya
Raja percaya menteri pesan, jawab sultan raja raya Saya serahkan padamu menteri, laba atau rugi urusan anda Tidak masalah pada kami, kerjalah sendiri sekehendakmu Hati menteri mau berkhianat, karena dia inginkan harta Lalu menteri mengirim surat, ke semua tempat wilayah raja Dalam surat menteri scbutkan, dengarlah semua wahai ketua Anda dan rakyat seluruhnya, sedang dimurkai oleh raja Semua kamu amat lupa, tak pernah ingat kepada raja Kamu semua dalam kesalahan, oleh junjungan raja kita Dikirimi surat olch menteri, seluruh negeri kampung dan kota Semua orang dalam negeri, amat gentar mendengar berita Lalu datang semua ketua rakyat, musyawarat dengan Perdana Menteri itu langsung katakan, bayar adat/pajak untuk raja Sang ketua bawa seribu, orang miskin semampunya Orang kaya sesuai dia mampu, cukup tentu menteri berkata Semua ketua takut sckali, seluruh negeri dikumpul harta Kepada mentcri segera dibawa, lalu seterusnya kepada raja Menteri yang atur segalanya, begitu selalu sampai lama Banyak upah yang didapat menteri, hingga ia kaya raya Selang sebulan disalahkan sekali, demikian terus menteri kata Menjadi miskin scluruh negeri, menjadi lemah warga negara Apa yang terjadi dalam negeri, tak diketahui oleh raja Menjadi papa rakyat sekalian, kas negeri tak datang lagi Banyak dana yang dikcluarkan, perbendaharaan tidak bertambah Kas negeri sangat kurang, tak terbayar gaji tentera Rakyat dalam negeri kesusahan, kelaparan akibat papa
Negara luar sudah paham, mendengar negeri itu amat lemah Datang musuh segera menyerang, tak ada yang datang bantu raja Tak ada yang keluar ke medang perang. tak ada semangat pihak raja Hingga diperangilah raja Kastasab, rakyat diam tidak melawan Sekitar benteng musuh mendckat. maka terkepung seluruhnya Raja Kastasab bersiap-siap. gedung khazanah disuruh buka Tidak ada apa-apa lagi isi khazanah, hingga ternga-ngalah mulut raja Harta tak ada dalam gedung, maka bingunglah tuanku raja Masuh sampai masuk kampung. rakyatnya lari semuanya Raja Kastasab berdiam diri, sungguh hina merasa malu Dalam benteng di istana, terus menangis berlinang air mata Negeri raja sudah kalah, habis dirampas harta benda Sesudah dirampas tak tinggal bekas, musuh kembali ke negerinya Raja Kastasab ketika ia ingat, amat malu tiada tara Jaman dulu amat kuat. musuh tak dekat serang raja Pasti negeri lain yang kalah, maka yang menang tentu raja Pada kali ini tak ada perlawanan, kenapa demikian pikir raja Kas negeri pun tak ada lagi, raja berpikir kenapa bisa Malu sekali tak ada bandingan, merasa biar mati sekejap mata Raja heran melamun sendiri. tak pernah terjadi selama ini Sejauh itu kerjaan menteri. belum dikctahui oleh raja Pada suatu hari dikchendaki Tuhan. pergi berjalan raja raya Menunggang kuda alat kenderaan, pergi mclancong sekitar negeri
Tak ada teman berangkat sendiri, keliling negeri berdarmawisata Sedang susah bukan kepalang. raja negeri duka cita Dalam perjalanan duli khalifah, melihat sebuah kemah besar Di suatu lapangan tenda itu, raja turun dari kuda Kawanan kambing banyak sekali, raja datang mendekati Di pintu kemah raja lihat, tergantung diikat anjing dua Dua ekor anjing tergantung, raja tanya kenapa disiksa Pemilik kemah lalu tcrangkan, anjing bajingan amat jahat Tuan rumah memuliakan daulat, diberi tempat duduk raja Serta diangkat hidangan, lalu sang raja berkata Sakit kepala saya ini, badan pun kurang sehat Jangan beri makanan pada kami, maka segera dipindahkan Lalu khalifah bertanya, apa kesalahan anjing dua Anjing tergantung di pintu kemah, apa salah coba kata Maka dijawab dengan hormat, satu persatu dijelaskan Dua anjing ini wahai daulat, dulu sangat baik lakunya Semua kambing sclamat, berkat penjagaan mereka Satu kambing pun tak pernah hilang, amat baik terpelihara Binatang buas dihalau semua, tak pernah sekali mengganggu Terus begitu wahai ampun daulat, tak berkhianat anjing dua Beberapa lama yang demikian, jumlah kambing cukup banyak Kedua anjing amat baik, takdir Tuhan hal baru terjadi Pada saat ini wahai tuanku, kambing dan bubiri amat kurang Saya sangat heran, merasa susah tak terkira Saya mengintip pada suatu hari, kerjaan anjing amat celaka Seekor Serigala keluar dari hutan, kawin dengan dua anjing kami
Banyak akal Serigala ini, waktu berkumpul bersenda gurau Serigala jenis betina, sedang anjing jantan keduanya Setelah bersenda gurau, Serigala atau Rubah itu tiarap
Kedua anjing melepaskan nafsu, disctubuhi Rubah itu Setelah anjing memuaskan nafsu, begini laku Serigala Menangkap seekor kambing, dibawa pulang kehutan rimba Kambing digigit dan diseret, ditarik ketempat Serigala
Tiap hari begitu terjadi, saya lihat sendiri dengan mata Perbuatan anjing terus demikian, setiap hari tak ada reda Disebabkan mereka saya menjadi papa, sebab itulah saya siksa Maka terpikirlah di benak raja, perihal dirinya
Lalu raja berangkat pulang, peristiwa itu selalu diingatnya Raja berpikir tentang nasib diri, perbuatan menteri diumpamakannya Mungkinkah menteri menipuku, kenapa begini nasibnya Kas negara sudah habis, bagaimana bisa terjadi?
Semenjak dulu tak terjadi demikian, apa alasan jadi papa Akhirnya sadarlah sultan, dimisalkan dengan peternak kambing Dalam hati terlintas begini, rakyat diumpamakan Serigala Kambing dan bubiri adalah rakyat, maka raja daulat pemilik harta Sang menteri adalah kedua anjing, maka barulah ada kesimpulan Begitu terlintas dalam hati, dipanggil kerani juru kira Disuruh hitung kas negeri, selama ini masuk dan keluar Maka dihitung dan dijumlahkan, dari awal sampai akhir
Hasil yang masuk semua dicatat, ainat kurang tak seberapa Dua-tiga tahun sangat kurang, paling banyak harta keluar
Masuk seratus keluar beribu. begitu hasil perhitungan Raja heran geleng-geleng kepala, melihat kenyataan itu Dibuka gedung kas negara, raja melihat harta yang ada Nyaris habis kurang sangat. menteri laknat empunya kerja Maka diperiksalah menteri. menyelidiki perbuatannya Barulah paham tuanku raja, bahwa menteri berkhianat Ditangkaplah menteri kesayangan. kaki dan tangan diikat pula Dengan anjing sebagai teladan, digantunglah menteri celaka Karena sudah terbukti, misalan pun telah nyata Begitulah kisah oleh Menteri Yunan, raja Nasruwan mendengar cerita Hilang kerajaan berapa macam, katakanlah wahai perdana Kemudian menteripun menjawab. wahai raja dengarkan hamba Sultan itu sibuk sendiri. bersenang-senang bersuka ria Tidak ingat akan negeri. terlalu asyik dengan kesenangan Kedua aku nyatakan. menteri diangkat kurang bangsa Dia sangat percaya pada menteri itu, kerajaannya diserahkan padanya Yang ketiga aku sebutkan. perbuatan yang diketahui oleh raja Diketahui semuanya. tidak" dipikirkan oleh raja Tidak bermusyawarah. dengan menteri yang bijaksana Keempat saya jelaskan. memperlambat perbuatan yang benar Perbuatan laknat segera dipikirkan, itulah daulat tiada gunanya Yang kelima tidak mengabulkan, keinginan manusia manapun Raja negeri wajib menolong. kepada siapapun yang kesukaran Jika negeri mengalami kelaparan dan mahal makanan
Itulah waktu buka perbendaharaan, berikan bantuan pada rakyat Semua rakyat senang hati. jangan sampai kelaparan
Semua rakyat aku riwayatkan. agar tidak pergi kenegeri lain Hikayat Nabi Sulaiman, dengarlah tuan raja semua Suatu hari beliau berpergian, dengan tentara jin dan insan Nabi Sulaiman pun berangkat, miring Mahkotanya
Ditegakkan namun tidak tegak jua. semakin miring saja Ditegakkan lagi, tidak nyaman juga di kepala Kemudian Nabi segera bertanya. dijawab oleh Mahkota Dijawab dengan firman Allah. beginilah dia berkata
Senangkah hati Nabiyullah, kami sudah pas di kepala Jika hati tuan senang, hamba juga ikut senang Mahkota berkata lagi, segera mengatakan begini Akan binasa raja negeri, siapapun manusia
Lima perkara aku sebutkan, dengar semua tua dan muda Pertama menteri yang sangat jahat. kedua laknat sesama bangsa Sesama Islai berkhianat, saling membunuh sesamanya Ketiga pahamilah ini adinda, orang Islam dianianya
Engkau buat mereka sakit hati, keempat merampas harta Banyak orang Islam dikhianati, kelima aku nyatakan Jika kau melihat anak istrinya, timbul hajat untuk berzina Jika begitu kerajaan akan binasa, wahai Sultan ingatlah raja Ingat tuan lima perkara itu. jangan anda mendekatinya Di Nasruwan pun berkata, menteri jahat membawa kehinaan Raja dibawa berperang, sungguh sangat kejam sekali Memang taktiknya biar terjadi perang. agar raja ikut berperang
Yang demikian tidak baik, menteri jahat yang mengaturnya Raja berbuat begini. tanpa bermusyawarah sebelumnya Semua alat untuk berperang, menjual hartanya Raja jahat ikut berperang. karena sayang pada hartanya Tak sayang nyawanya hilang. yang demikian tak bagus sifat raja Melainkan aku sebutkan, semua pasukan disuruh berperang Khalifah jangan berperang. perintahkan yang lainnya Hukamak berkata. dengar semua raja-raja Umpama ular aku nyatakan, jangan bunuh sendiri oleh raja Suruhlah pada orang lain, menolak musuh dengan daya Dengan cara dijauhkan, begitu pula terhadap musuhmu Waktu terjadi peperangan, menteri jangan senang hati Jangan menganggap dirinya hebat, banyak laskar dan senjatanya Jangan anggap dirinya berani, kuat lagi dengan perkasa Berharaplah kepada Allah, perintah Rabbi yang kuasa Baik dan buruknya dari Allah, demikianlah ingat dalam dada Serahkan semua pada Tuhan, wahai khalifah raja-raja Jika dalam berperang rakyat lari, karena timbul rasa takut Jangan marah dan menghardiknya, harus baik-baik menjaganya Jangan mencerca dan memarahinya, katakan segera baik sckali Harus memuji dengan ucapan indah, jangan nampak sedang murka Jika demikian aku nyatakan, hati senang karena tak malu Besok sungguh tak beranjak lagi, walau mati diapun rela Takkan lari dari musuh, yang seperti itu baik sekali
Jika dimarahi dia akan malu, seperti itu pantang besar Perbuatan raja negeri. rakyat mati karenanya Jika mati pasti rugi, bila tidak menjadi laba Raja harus berbicara manis. jangan bengis masam muka Jika demikian pangkat lebih. rakyat sangat mengasihimu Ini kukatakan hulubalang. dengan senang kusebutkan Jangan cepat-cepat berperang. jangan marah laksana ular berbisa Melainkan dengan tipu daya. jangan segera untuk berperang Dahulukan akal demikian yang sah. jika tak berhasil dengan harta Bila tak sanggup lagi kau pikirkan. dengan berani engkau berperang Pikirkan dengan matang. jika tak berhasil dari perkiraan Lakukan dengan kelembutan. jangan marah itu yang pantas Karena perang pekerjaan sukar. dari hal itu raja menjadi miskin Aku menyatakan raja Nasruwan. negerinya luas di seluruh dunia Dengan pasukan tidak tęrhitung. banyak sekali tak terkira Raja Bahram aku tentukan. bawahan dari raja Khasruwin raja besar, memang tidak sebanding dengan raja Bahram Kedua orang itu bermusuhan. kedua pihak saling berperang Kedua tentara sering berperang. raja besar jadi terdesak Kemudian raja Khasruwin kalah. rakyat pecah melarikan diri Lari bersama dengan Khalifah. sambil mengatakan mundur Orang lain semua. pada Sultan bertanya Ampun daulat tuanku. kenapa begitu wahai raja
Mengapa harus mundur tuanku, paduka mempunyai banyak laskar Dipihak lawan sedikit laskarnya, heran sekali kenapa begitu Lalu raja menjawab sendiri, dengarkan kami semuanya Siasat dalam berperang, dengarkanlah ceritaku Banyak laskar dengan angkatan, dengan sedikit sama saja Melainkan dengan siasat, bila kesukaran mundur segera Karena jika kalah akan mendapat malu, bila musuh menang tentu dicela Memang ada seperti itu, pikir dulu yang sejahtera Mungkin kawan sedang susah, jangan dipaksakan; mundur segera Jika kita lari ada manfaat, jika dipaksakan akan rugi Berbicara perang aku nyatakan, ada seratus lalu ditambah satu Satu perkara adalah peperangan, yang seratus lagi strategi semua Harus diketahui dengan teliti, harus cerdik mencari cara Sedikitpun jangan bertukar, harus teliti semua keadaan Jika orang lari engkau menang, bila tak dikejar menjadi laba Mungkin musuh datang lagi, engkau dicincang sangat rugi Ketika engkau bertemu musuh, jangan dibunuh tapi jagalah Engkau terkenal kemana-mana, karena memuliakan musuh Ini kisah perbuatan menteri, semua rakyat diajarkannya Jika raja alami kesukaran, ditolong sampai nyawa taruhan Dikatakan menteri setia, umpama seperti tubuh raja Semua perbuatan raja, menteri budiman harus yakin Semua yang memberatkan raja, menteri wajib menahan dengan kepala Demikian sifat ınenteri yang benar, laba dan rugi diapun rela
Raja Ajam aku kisahkan, begini biasanya dia berkerja Waktu Hari Raya tiba, dipanggil rakyat semuanya Memberi hukum sekalian, demikian dilakukan setiap masa Setelah masalah itu selesai, kemudian menghukum raja Hakim raja sudah diganti, oleh raja mengusulkan Disuruh panggil semuanya, dikatakan begini oleh raja Siapapun yang bersalah denganku, segera mengadu semuanya Raja itu membuat dirinya, seperti rakyat biasa Pada hakim raja berkata, hukumlah kami dengan benar Jangan takut padaku scorang, pada hari ini engkau adalah raja Setelah selesai sekalian. semua perdakwaan sudah sempurna Meminta maaf atas semua kesalahan. pada insan semuanya Setelah diputuskan raja pulang. kembali ke istana Dalam kamar di tempat sunyi, diberikan tali di lchernya Sambil menangis, pada Tuhan dia minta Meminta maaf semua kesalahan. kelakuan insan bila ada khilaf Raja tersebut memang begitu. setiap tahun selalu dikerjakannya Pada Tuhan meminta ampun, raja memohon ampunan dosa Diapun raja yang sangat adil. pikir adinda lakukan semua Raja negeri memang harus begitu, seperti itulah raja yang adil Raja Nasrawan bertanya lagi. pada Yunan menteri besar Coba katakan akan aku dengar, perbuatan menteri yang setia Kemudian Yunan menyatakan, dengar duli raja raja Aku ceritakan prihal raja Ajam. mempunyai menteri sangat setia Aku kisahkan raja itu, pada suatu hari aku kabarkan
Kesalahan tuan putri, istri sendiri raja besar Disuruh bunuh pada menteri, hukuman mati dari raja Menteri junjung sabda duli, maka dibawalah untuk dibunuh Hingga tiba di suatu tempat, menteripun memeriksanya Pada tuan putri ditanyakan, kesalahan apa yang telah dilakukan Hingga dia ceritkan kesalahan, semua perbuatannya Dari awal sampai akhir dijelaskan, menteri budiman mendengarkannya Tak ada kesalahan pada tuan putri, tidak mungkin dibunuh mati Diapun sedang mengandung, semua sudah nyata Tidak sepantasnya putri mati, lalu menteri menyembunyikannya Tak ada yang tahu perbuatan menteri, tidak diketahui oleh raja Scorang perempuan lain berbuat salah, hukum Allah dihukum pancung Lehernya dipotong, menteri katakan istri raja Istri raja telah disembunyikan, tidak diketahui oleh manusia Pada tempat yang sangat sunyi, perbuatan menteri menjaganya Perbuatan menteri aku kisahkan, seperi ini dilakukannya Scorang Ajam diupahkannya, imbalanoya diberi olh perdana
Dibr o t sa u
Zakar menteri dipotongnya, tak seorangpun yang tahu Kctiga-liganya habis dipotong, tiggal dirumah si Perdana Mentcri sait sat u, hingga dienga l raja Tidak dikctahui olch Sultan, apa yang dikerjakan menteri bangsawan Hingga scmbuh sakit menteri, lalu menghadap raja
Tidak diketaui oleh raja negeri, perbuatan menteri yang setia Beberapa lama kemudian, lahirlah anak raja Bayi laki-laki yang sangat tampan, scorangpun tak ada yang tahu Hingga tumbuh besar, menteri ajarkan semua perkara Semua ilmu diajarkan, seperti itu disuruhnya Ilmu dunia dan akhirat, ajaran yang pantas untuk anak raja Kitab Al-Qur’an dengan ilmu kebijaksanaan, seperti adat semua dikerjakannya Hingga umur dua belas tahun, raja negcri tidak mengetahuinya Seperti sakit duli Khalifah, demikian nampak raja besar Sesaat kemudian, masuk menteri pada raja Menteri bertanya raja negeri, mengapa begini tuanku Kenapa susah hai junjungan, apa yang menyusahkan sarpada Patik dengan berduka cita, kemudian Sultan pun berkata Dengar kami wahai mentcri, yang membuat kami susah Tidak punya anak sebagai pengganti, semua harta tidak ada gunanya Aku mungkin sudah akan mati, tidak senang anak tak punya Akhir nanti nama kan hilang, tanpa buah hati penggantiku Itulah sebabnya aku berduka, sungguh susah sckali Menteri jawab tuanku, jika hal itu jangan sedih lagi Anak tuanku ada pada kami, sangat gagah wahai paduka Rupanya elok tak bandingan, bijak sckali begitu adanya Lagi pahlawan dan berani, anak duli tiada tara Setelah itu raja menjawab, kenapa engkau berkata begitu Sangat ajaib perkataanmu, darimana aku punya ananda Ucapanmu sangat berlebihan, seperti bergurau saja Jawab menteri duli khalifah, hamba berkata sebenarnya
Menteri berkata ampun daulat, ini alamat putra mahkota Lalu dibawa kedalam kamar, duli Khalifah melihatnya Tak ada scorangpun yang lainnya, hanya berdua dengan raja Menteri membuka celananya, raja ngeri melihatnya Raja menjadi heran, melihat menteri tidak ada apapun Tak nampak apa-apa, tidak ada lagi kemaluannya Khalifahpun bertanya kemudian, coba katakan apa sebabnya Lalu menteri segera menjawab, diceritakan semuanya Menteri kisahkan semuanya, alamatnya jelas pada raja Dari awal sampai akhir dikisahkan, duli Khalifah diam saja Sudah percaya itu bukan gurauan, kemudian raja bersyukur kepada Allah Raja ucapkan segala pujian, kau memang menteri yang sesungguhnya Engkau sah jadi saudaraku, sangat setia pada kami Matipun mau dan membuang nafsumu, hai menteriku ini saudaraku
Aku mengharapkan begini, seperti seibu dan sebapak Engkau memang benar-benar saudaraku, segalanya Anda urus Tak dapat ditemukan menteri seperti ini, sangat setia pada raja Lalu menteri menghaturkan sembah, serta merendahkan kepala Kapan waktunya duli khalifah, patik serahkan putra mahkota Lalu raja menjawab begini, esok hari hai perdana Besok aku berangkat sendiri, kami pergi sambil bersenang- senang Waktu kami bermain di padang, bawa segera anak hamba Bersama anak-anak lainnya, yang seumuran dengannya Bersama budak empat puluh orang, semua yang seumuran
Semua budak pakaikan pakaian, bawa kemudian pada hamba Agar mengenal anak kami. hamba ingin melihatnya
Jangan katakan pada siapapun, mengcnal kami atau tidak Menteri menjawab Insya Allah, seperti yang dikatakan paduka Lalu menteri segera pulang, tinggal Khalifah di istana Menteri setia aku kisahkan, pergi mengumpulkan anak-anak
Semuanya seumuran, dilepas pakaian ditubuh anak Menteri ganti dengan pakaian lain, semuanya indah-indah Umurnya sama seumuran, seperti anak putra raja Pihak menteri sudah siap, sckarang dipihak raja
Raja negeri bersiap-siap, para menteri semuanya Setelah siap perlengkapan, berangkatlah raja Banyak sekali perhiasan, berangkat Sultan bersuka ria Hingga sampai kepadang luas, raja dikawal bala tentara Kemudian menteripun datang, bawa anak-anak dibelakangnya Mereka berpakaian semuanya sama, scumpama adik dan kakak Ketika sampai di hadapan duli, didudukkan dihadapan raja Putra raja sangat bijak, dengan sigap sembah raja
Raja kenal yang sebenarnya, diambil anak itu dan dipcluknya Kemudian haripun mulai sore, raja membawa pulang ananda Bersama bunda tuan putri, menteri bawa pada raja Menteri setia melakukan, berbagai macam urusannya
Akhir nanti Sultan itu, mengangkat menteri itu jadi Maharaja Semua kekuasaan diserahkan pada menteri itu, demikianlah akhir masa Menteri yang sangat setia, lebih dia dari siapapun Wahai menteri sekalian, ingat semua pelajaran ini
Demikianlah menteri yang bangsawan, dengan Sultan sangat setia Berbuat bakti seperti itu, dikatakan menteri setia Pengajaran ini harus didengarkan, wahai menteri yang dekat raja Syarat menteri aku nyatakan, seperti inilah kisahnya Syaratnya ada dua puluh tujuh, hai tuanku ingatlah semuanya Pertama wajib menteri itu, yang diperlukan jangan ditinggalkan Lakukanlah shalat dan puasa, hukum tentu harus diperintahkan Perintahkan semua bawahan, sama seperti dilakukan sendiri Yang kedua aku scbutkan, jangan lupa untuk bersyukur Bersyukur kepada Allah, kepada raja harus berterimakasih Ketiga aku nyatakan, setiap saat kerjakanlah Hukum dilaksanakan dengan adil dan benar, sekalian rakyat yang ada Bila ada peıasukan, setiap hari harus dipikirkan Aku scbutkan soal pengeluaran, jangan untuk hal yang sia-sia Melainkan karena ada kesukaran, keempat aku riwayatkan Usaha mentcri kepada Sultan, untuk menyenangkan hati raja Seperti pakaian raja daulat, diusahakan yang sangat baik Kelima aku riwayatkan, jaga baik-baik hukum raja Ingatkan raja negeri, katakanlah rugi atau laba Katakan dengan lemmah lembut, agar raja jangan berbuat salah Keenam aku nyatakan, perbuatan Sultan yang buruk Bertentangan dengan syari'at, bicarakanlah dengan segera Jika tidak mclarang keburukan, menteri dan duli akan dicela orang
Ketujuh aku mengingatkan, jangan perlakukan rakyat dengan kasar
Menteri tak boleh takabur. merendahkan diri lebih baik Kedelapan aku sebutkan, menteri budiman harus memikirkan Pemasukan dan pengeluaran, harus tahu perkiraannya Lalu kesembilan, semua ketua harus menjaga
Semua laskar bala tentara, alat senjata yang nomor satu Alat pakaian diberikan, agar menyenangkan hati mercka Bila semua rakyat mengasihi, rela mati bersama raja Perkakas untuk menjaga negeri, harus diingat baik-baik Hulubalang ketua, mercka semua engkau semangati Semua ketua dan hulubalang, mereka harus menyenangi raja Demikianlah yang harus kau pegang, segera mengingatkan dia Seperti itu kau lakukan, engkau katakan sctiap saat
Menteri harus ingat betul-betul, jangan bertukar semua perintah Kemudian kescpuluh, suruhlah orang sctiap waktu Ketempat jauh kenegeri orang, misalnya ketempat musuh Perbuatan raja di sana, suruh intai semua setiap perhara
Bila sudah tahu semua kepastian, mungkin mercka akan berbuat jahat Mungkin ingin memerangi kita, semua harus kau ketahui Harus ada seorang pengawal, yang membawa pulang seimua rahasia Jika sudah diketahui perbuatan, ingat tuan singkirkan bahaya Kesebelas aku ceritakan, menteri budiman aku khabarkan Orang merantau dan fakir miskin, di zalimi oleh ketua Oleh menteri harus peduli, jangan biarkan teraniaya Seperti kata sabda Nabi, dengar saudara yang sebenarnya
Irhamu man adl’afuu wa. yurhamu min aqwa likum Bawahan harus dikasihani. Tuhan menjadi lebih sayang padamu Di akhirat akan dibalas, pahami semua hai saudara Kedua belas aku sebutkan, perbuatan menteri banyak sekali Harus dipahami sendiri, jangan bebal diri Anda Yang ketigabclas kuriwäyatkan, perbuatan apapun dikerjakan Harus ingāt awal dan akhir, harus paham sampai tuntas Yang keempatbelas kukatakan, menteri harus suka menolong Berpikirlah sckuatmu dan ikhlas, perlu indah sifat anda Yang kelimabclas kukatakan, berbuat bakti kepada raja Yang berjasa untuk raja, dibalaslah dengan segera Baik balasan dari menteri, harus begitu jangan lupa Yang keenambclas kuceritakan, siapa berbuat salah pada raja Menteri harus melarangnya, dengan marah dan disiksa Jangan terbiasa melanggar titah, begitulah menteri perintah anda Yang ketujuhbclas kunyatakan, hukum buat menteri harus sama Dengan rakyat isi negeri, begitulah jangan dibedakan Kemudian yang kedclapanbelas. menteri bijaksana ku khabarkan Judi dan candu dan scbagainya, jangan tuan mendekatinya Pada syariat hukumnya dilarang, sangat wajib anda menolaknya Sembilanbelas ku riwayatkan, lihat baik-baik perbuatan raja Perbuatan yang tak pantas, berkata kasar ucapan raja Berkata kasar pada siapapun, bersabar dulu engkau menteri Jangan menegur saat itu, biarkan saja olehmu
Waktu sultan duduk sendiri, ajarkanlah olch kamu Dengan lemah lembut, berilah ajaran pada raja Yang keduapuluh ku katakan, menteri harus menjaga sckitar raja Orang jahat dan bid’ah, jangan berteman dengan raja
Karena dia agama salah, harus dipindahkan olch anda Orang seperti itu jangan dikasihi, walaupun dia sangat pintar Oleh menteri harus ditolak, yang salah-salah jangan dekat raja Dua puluh satu ku katakan, carilah tuan yang sebenarnya
Yang banyak akal lagi bijak, sudah sempurna tugas anda Bagian duapuluh dua, semuanya harus dijaga Kawallah raja wahai menteri, katakanlah permasalahan olch anda Jangan berkhianat kepada daulat, jangan jahat dan amarah
Jangan buat masalah pada rakyat. harus selamat semua sejahtera Orang ramah pada sultan, itulah harapan dari raja Perbuatan jahat orang itu, mintalah tuan hukum segera Minta hukuman dari raja, suruh keluar pindah segera
Duapuluh tiga kuceritakan, tentang raja kita bicara Kebijakan dunia akhirat, pckerjaan kita usaha Duapuluh empat ku katakan, menteri budiman ku khabarkan Menyenangkan hati ulama syiah, hamba Allah semua fakir
Minta tolong pada Allah, berilah sedckah olch anda Suruh berdoa akan daulat (raja), agar selamat dari bahaya Duapuluh lima ku riwayatkan, dengar sahabat menteri semua Hulubalang ketua negeri, tanggung jawabnya sama besar
Coba selesaikan oleh anda, begitulah caranya jangan bertengkar Duapuluh enam ku katakan, tiap-tiap waktu harus berdoa Setelah sembahyang engkau meminta, kesejahteraan selalu atas raja Harus senang mengayomi rakyat, bertambah derajat akan raja Pada Hadharat memohon begitu, harus kuat kekuasaan raja Duapuluh tujuh ku katakan, dalam negeri harus diajarkan Harus mengerti amar nahi, setiap hari harus belajar Selalu begitu menteri dan wazir, seperti itu diharapkan selalu Zahed ‘abed diberi derajat, kelakuannya sifatnya seperti ulama Orang yang menjadi guru Hulubalang. begitulah mereka bckerja Diakhirat dalam kesenangan, Tuhan melayani akan dia Semoga ditolong dari kesukaran, kesakitan yang teraniaya Itulah menteri yang budiman, sclamat iman dalam sejahtera Abdul Jalil scorang Syiah (ulama), suatu saat ku ceritakan Dia scorang menteri dari khalifah, semua perintah dikerjakannya Kemudian datang sescorang. pada Teungku Syiah, lalu berkata Ingin berteımu dengan raja, keinginannya disampaikan Teungku pergi ccpat-epat, menyampaikan hajat pada raja Tidak dizinkan olch raja, sebentar pun tidak dibolehkan Teungku pulang kemudian pergi, lagi datang menghadap raja Dua puluh kali bolak balik, laksana orang gila Berpeluh-peluh Teungku ini, sungguh sangat lelah sekali Kemudian raja negeri bertanya, mengapa begini wahai Tcungku Sclalu bersusah payah, keringat mengalir kedalam mata
Lalu dijawab oleh Syaikhi, belum berhasil keinginan yang diminta
Keinginan tuanku yang telah tersampaikan, pckerjaan kami
belum sempurna Hajat tuanku belum kesampaian, bila belum tunai hajat hamba Bila sudah berhasil kedua pihak, Allah mutlak memberi pahala
Begitulah tuanku yang sepatutnya, kedua pihak dapat pahala sama Kalau diberi hajat kesampaian. Tuhan sendiri membalas kemudian Kalau tidak seperti itu. Tuhan kita demikian pula Tuhan tak berikan pangkat tinggi, bila tuanku tidak buat demikian
Kemudian raja daulat, memberikan apa-apa yang dipinta Sultan mengasihi diri sendiri, takut pada Rabbi Tuanku raja Sampai di sini dulu khabar itu, lain saudara ku ceritakan Pasal sebelas ku riwayatkan. pckerjaan tulis menulis kuceritakan
Firman Tuhan wahai sahabat, harus ingat semuanya Nun walqalami wa maiyasturuun, wahai ponakan dengar semua Nun adalah kalam yang tersurat, dengar sahabat hadist mustafa Awwalu ma khalaqallahul qalam, adik pahami semuanya
Pertama-tama Tuhan menciptakan kalam, pahami dengan benar jangan ditukar Semua ulama mengatakan, dengar semuanya ku khabarkan Lebih besar kalam dari apapun, deınikian ikrar semua ulama Seluruh alam yang Tuhan jadikan, cngkau kctahui akhir dan permulaannya
Awal dan akhir semua kita tahu, begitulah saudara kata ulama Memang kalam Tuhan tidak kita ketahui, ciptaan Tuhan yang amat besar Barang siapa yang berilmu pengctahuan, discluruh alam dunia Kalau tak bisa membaca surat, takkan dapat ilmu yang ada Tak berguna semua hikmah. perbuatan singkat tidak sempurna Kitab Qur'an kita tak kenal, seperti layaknya orang buta Pekerjan mengarang ku kisahkan, faedahnya sangat besar Keahlian membuat surat, jauh tempat bisa berbicara Semua ilmupun kita tahu, dalam buku lahir nyata Ilmu hukum sckalian, kenyataan engkau tahu Apa yang tcrjadi wahai sahabat, dalam kitab itu engkau tahu Semua ilmu yang hebat-hebat, dalam kitab ada semua Kalau kita tak tahu kitab, tidak intar dan tidak baik Adik harus bisa menulis (menyurat), manfaatnya banyak sckali Lahir batin dapat melihat, banyak hikmat di dalamnya Pckerjaan menulis tidak bisa. pekerjaan apapun tidak sempurna Ayah bunda tidak mengajarkan, dirinya lagi tidak sejahtera Dia tidak seperti laki-laki, namun dikatakan seperti perempuan Kurang akal tak bisa bicara dengan baik, karena orang tersebut tidak belajar Orang buta dengan tuli, satu golongan diberi nama Dikatakan seperti binatang, begitulah kiranya thwal menulis tak sanggup dikatakan, sangat banyak facdahnya Ibnu Abbas meriwayatkan, sewaktu surat sudah selesai Waktu sclesai menulis surat, sangat wajib kita suruh baca
Khabar apapun jadi kita ingat, agar sahabat jangan kita lupa Kepala surat ku katakan, pertama bismillah mula-mula Setelah itu alhamdulillah, memuji Allah maha mulia Kemudian salawat kepada Nabi, lalu kepada sahabat scmua
Keluarga sebut lagi, terakhir kepada yang punya nama Perkataan yang singkat padat, makna sahabat harus sempurna Yang ingin dikatakan jangan berulang, kata-katanya tepat dan sempurna Menulis surat harus sendiri, jangan ada yang melihat wahai saudara
Bila selesai sudah tamat, sang penulis suruh baca Satu tambeh tamat di sini, lain bagian saya cerita Wahai ikhwan pahami semua, ingat baik-baik dengan makna
Analisis
Pasal Pertama Kewajiban Mengenal Diri Manusia ini harus mengenal diri, dari mana
datangnya, karena scbclumnya ia tidak ada. Jika dikatakan
berasal dari kedua orang tuanya, siapa yang menjadikan dia
sampai berbentuk manusia, schingga ia ditiup roh sehingga
menjadi hidup, kemudian dilahirkan ke bumi ini. Jika ditclusuri lebih jauh lagi, phisik manusia berasal
dari empat unsur : 1). Tanah, 2). Api, 3. Angin dan 4). Air.
Kcempat unsur ini digubah dalam bentuk syair :
Nyoc lon peugah hai teungku beh Asai tuboh peuet peukara Na unsur peuet meujampu rhoh Ic ngon tanoh lon peunyata Apui ngon angen peuet jumeulah Nyoc lon peugah peucalitra Tan sipakat meulawan sah Lam meubantah h’an sireuta Indoncsianya: Di sini saudara saya khabarkan Asal kejadian tubuh manusia Dari empat unsur, Tuhan ciptakan Air sebutan mula pertama
Tanah dan api tiga hitungan Angin bilangan empat scmpurna Yang empat itu saling bcrlawanan Pada tubuh insan kumpul semua
Dari empat unsur ini ada yang berlawanan, seperti tanah yang tetap dan angin yang bergerak, api yang meımbakar dan air yang memadamkan. Tetapi dengan kuasa Tuhan, sudah menyatu pada phisik manusia. Meskipun manusia dilahirkan olch orang tuanya, namun dari empat unsur itu mercka berasal yang diberi roh oleh Allah, agar mereka bisa hidup. Sctclah mercka hidup. jika ia menilik pada dirinya sendiri, ia datang dari sumber (cairan) yang tak berarti dan hina, kcmudian dilahirkan melalui tempat yang hina pula. Sclanjutnya jika ditilik kepada anggota badan, ada yang dinamakan anggota bergerak, dan ada yang dinamakan anggota tak bergcrak. Anggota gerak seperti tangan dan kaki. Ada anggota yang tidak bergerak, yaitu dada, perut dan kepala. Semuanya mempunyai bentuk dan fungsi masing-masing. Kadang-kadang kulit mcrasakan panas, kadang-kadang dingin. Sampai kepada lidah, kadang-kadang dapat mengecap manis, pahit dan asin. Demikian juga telinga, bisa jadi tuli, bisa jadi mendengar. Mata, bisa jadi buta, bisa jadi melihat. Demikian juga lisan bisa jadi kelu, bisa jadi berbicara. Jika manusia sempat mencmpuh kchidupan, apalagi sampai tua bangka, akhirnya semua mereka, cepat atau lambat tidak ada pilihan lain selain kematian. Manusia tidak mampu dan tidak bisa mengelak dari kematian. Sampai di sini manusia jelas merasa diri lemah dan tak berdaya. Dalam soal nyawa keluar (mati) misalnya; karib kerabat, handai taulan sedikitpun tidak bisa menolong. Kebesaran dan kckayaan meskipun bagaimana masyhur dan banyaknya harta, tidak bermanfa'at sama sekali baginya. Akhirnya dia meninggal, jasadnya dikuburkan membusuk di dalam tanah. Mulai dari
sini sampai kc akhirat dia sendirian mempertanggung-jawabkan buruk-baik segala amal yang dia kerjakan di dunia. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran, surat al-An'am ayat 164, al-Israayat 15, Fathir ayat 18, al-Zumar ayat 7 (beda bunyi sedikit dengan al-Najmu ayat 34):
Artinya: Dan sescorang (yang berdosa) tidak akan memikul dosa orang lain Maksud ayat ini, baik di dunia apalagi di Padang Mahsyar nanti masing-masing manusia diadili dan mempertanggung-jawabkan amalnya sendiri-sendiri di hadapan mahkamah Allah Swt. Jika semasih hidup di dunia, dia beramal baik, maka akan dibalas dengan kebaikan, yaitu
masuk ke dalam surga yang penuh dengan nikmat. Sebaliknya
jika amal buruk atau jahat, maka tidak bisa sekali-kali diminta untuk kembali ke dunia untuk memperbaikinya, tetapi tetap dibalas dengan kejahatan pula yaitu dimasukkan ke dalam neraka, yang penuh dengan azab dan siksaan. Pasal Kedua Kewajib Mengenal Pencipta Bagi orang yang beragama yakin dan beriman bahwa
makhluk ini bukan tcrcipta dengan sendirinya, tetapi ada yang
menciptakannya. Yang mencipta ini, bukan hanya sekedar diyakini ada, tctapi juga maha sempumna dari segala-galanya. Tuhan itu sudah ada tidak berpermulaan dan akhir serta tidak ada berkesudahan. la maha hidup, maha mengetahui, maha mendengar, maha melihat, maha adil dan sifat-sifat maha sempurna lainnya. Sementara kehidupan dunia ini dimulai dari tidak ada kepada ada. Setelah ada kemudian kembali kepada tidak ada. Jika dibandingkan dengan lamanya umur dunia yang tidak
diketahui pasti kapan berakhirnya. ada itu hanya sebentar bahkan sekilas saja. Sementara sebelum ada dan setclah tidak ada, betapa lamanya rentangan waktu tidak dapat diperkirakan dan tidak akan diketahui pasti. Jadi hidup ini semuanya mengalami perubahan, silih berganti dan bukan keadaan yang aman bagi manusia. Dari itu, manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan, perlu mengabdi kepada-Nya. Pengabdian ini perlu diatur sendiri oleh Tuhan, karena segala sesuatu tak ada yang pasti bagi mereka. Kadang-kadang makanan lezat yang dimakan. akan menjadi sumber penyakit bagi mcrcka. Kadang-kadang sesuatu yang kita cintai, bisa jadi akhirnya akan kita benci. Sebaliknya sesuatu yang kita benci, bisa jadi baik bagi kita. Demikian juga di sisi Tuhan, apa yang baik menurut kita belum tentu baik di sisi Tuhan. Sebalik apa yang buruk menurut kita, belum tentu buruk di sisi Tuhan. Sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 216 (sebahagian ayat ini sama dengan al-Nisa’ ayat 18). Ayat ini dalam Taj al-Salatin, tcrbalik ditulis. Potongan " an tuhibbu" di dahulukan dari potongan “an takrahu". Di mana dan kenapa bertukar tidak diketahui persis. Bolch jadi di masa itu belum
banyak mushaf Al-Ouran untuk dijadikan rujukan dan bolch
sudah diluruskan :
Artinya: Tetapi bolch jadi kamu tidak menyenangi sesuatu.
padahal itu baik bagimu. Dan bolch jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kamu. Maksudnya kadang-kadang sesuatu yang kita benci
tidak dat memastikannya, tctapi Alla lebih menctahui
segala sesutu yang kita kerjakan. Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 216 dan 232, Ali Imran ayat 66 dan al-Nur ayat 19. (beda bunyi sedikit dengan al-Nahlu ayat 74). Hemat kami Tim penulis ayat ini penutup ayat 216 surat al-Baqarah yang dikutip di atas, sementara pengarang menulis "ma la ta'lamun“, tetapi di sini sudah diluruskan :
Artinya: Allah mengctahui sedangkan kamu tidak mengetahui. Manusia adalah makhluk yang dha'if di hadapan Tuhan. Dia tidaklah sclalu schat, walaupun kurang diselang- selingi olch penyakit, apalagi sakit-sakitan, namun akhirnya sirna juga. Jika mercka lemah, apalagi kejang tak bisa bergerak, digigit olch nyamuk pun tak sanggup diusir. Jika mercka mati, jasadnya tak lagi bergerak, dagingnya, darahnya akan mclepuh dan mcmbusuk. Apabila tidak dikebumikan, akan menimbulkan bau sangat busuk, siapapun dia, meski raja besar dan kaya-raya sekalipun. Manusia akan mengelak, menutup hidung dan akan muntah bila tercium bau busuknya, meskipun dia sendiri akan mengalami nasib yang sama juga. Agar tidak tercium bau busuknya dan untuk menghargai dirinya, mercka sctclah mati dikebumikan, sehingga jasadnya hancur dan lebur menjadi tanah. Sementara itu semua handai taulan, kckuasaan, dan kekayayan kita, tidak ada yang bisa menolong kita sedikit pun. Jika manusia sebagai makhluk yang indah bentuknya, malah sebagai khalifah Tuhan di bumi demikian, maka dibalik itu semua pasti ada yang maha sempurna, tidak akan mati, tidak akan fana, maha abadi, ialah sang pencipta Allah Swt. Kcyakinan kita kepada Tuhan, menjadikan hidup kita terkendali, terarah aman dan tenteram, karena mempunyai tujuan akhir untuk mempertanggung-jawabkan segala sesuatu ketika keımbali ke hadharat-Nya.
Pasal Ketiga Sadar terhadap Kehidupan Dunia
Dalam pasal ini diperingatkan, agar manusia mengetahui seluk beluk kchidupan duniawi. Pengarang memulai pembahasannya dengan menampilkan Al-Quran surat Yunus ayat 24, Allah berfirman :
Artinya: Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu
hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apa bila bumi itu telah sempurna keindahannya dan berhias (gunung dan lembah dengan tanaman yang hijau) dan pemiliknya mengira bahwa mercka pasti menguasainya (memctik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)-nya scperti tanaman yang sudah disabit, scakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kckuasaan Kami) kepada orang yang berpikir.
Berdasarkan ayat ini diperingatkan, bahwa setiap orang jangan terpedaya dan jangan lalai dengan kchidupan duniawi. Jika sudah terpedaya, lalai dan asyik dengan kehidupan dunia, maka ia akan lupa, bukan hanya siapa dirinya, tetapi juga kepada Tuhan yang menciptakannya.
Dalam pembahasanselanjutnyapengarang membedakan tingkah laku orang-orang yang lupa dan terpedaya dengan orang-orang yang arif, bijak dan insaf dalam menempuh kehidupan di dunia ini. Penyebab mercka lupa. karena bergclimang dengan nikımat duniawi. kelezatan syahwat dan kepuasan hawa nafsu. Sehingga ketika Tuhan memberi nikmat kepada mereka. mereka lupa kepada melaratnya. Ketika mercka kaya tak terpikir akan miskin. Ketika datang hujan tidak ingat akan kemarau. Dimisalkan seperti petani, jika panen padinya melimpah ruah, maka padi lebih banyak dijual, bahkan hampir tidak ada yang disimpan. Uangnya dipergunakan untuk bersenang-senang. dibeli pakaian yang mahal-mahal. lupa zakat. bersedckah apalagi infak dan lain-lain. Mereka tidak mensyukuri nikmat Allah. Tctapi tahu-tahu tahun depan datanglah musim kemarau, sawah kering kerontang, padi yang sedang berbunga mati semuanya, sementara padi simpanan sangat sedikit. Maka si petani resah gelisah, tidak sabar kepada qadha Allah. Demikian tingkah laku orang-orang yang tenggelam dalam nikmat dunia. Tetapi orang yang arif. bijak dan insaf terhadap kehidupan dunia ini, mercka sadar siapa diri mereka. Mereka tidak akan angkuh, mcrcka berbudi luhur dan apabila memperolch nikmat mercka tetap ingat kepada Tuhannya. Dunia ini bagi orang arif merupakan tempat singgahan. Beberapa tempat singgahan itu ialah: Tempat Berhenti Urutan Nama Tempat 1 Pertama Shulbi Bapak II Kudua Rahim Ibu Lahir ke Dunia III Ketiga IV Alam Kubur Kccmpat V Kelima Padang Mahsyar Surga/ Neraka VI Kecnam
Dunia sebagai tempat singgahan, maka manusia perlu mencari bekal untuk akhirat. Mereka berusaha sesuai dengan aturan-aturan syara', mencari harta yang halal. Mercka ini sangat hati-hati dalam menghadapi nikmat dunia, scbagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat al-Anfal ayat 28 (bunyi awal “annama”), al-Taghabun ayat 15 (bunyi awal “innama”). Dalam Taj al-Salatin ada kata " lakum" diujung. sedang dalam Al-Quran tidak dijumpai, maka di sini diluruskan :
Artinya: Bahwa (sesungguhnya) hartamu dan anak-anakmu itu sebagai cobaan (bagimu)
Orang arif mengumpamakan kehidupan dunia ini seperti mimpi yang sangat indah, sctelah jaga tidaklah dijumpai seindah itu. Dimisalkan juga seperti kilat, terang benderang sebentar kemudian gelap kembali. Disamakan juga dengan seorang perempuan dilihat dari jauh langsing dan cantik dengan wajah dan pakaiannya yang mempesona, tetapi setelah dekat rupanya perempuan tua yang sudah berkcriput. sehingga orang jijik dan mengelak dari padanya. Dimisalkan juga dunia ini seperti perempuan jalang (kupu-kupu malam). Setiap orang melihat mengelitik hawa nafsu dan ingin dikawini. Tetapi setelah dikawini ternyata dia kupu-kupu malam yang banyak dimanfa'atkan olch banyak laki-laki hidung belang. Semua contoh ini membuktikan bahwa jika seseorang. termasuk raja dan pemimpin lainnya, betul-betul mengenal dunia mercka akan sadar, tahu diri dan tidak akan terperdaya, dan tidak akan lupa diri dan Tuhannya.
Pasal Keempat Insaf terhadap Kematian Ada Hadih Maja (pribahasa) dalam bahasa Aceh “Haroih tahudep wajeb tamate". Maksudnya hidup itu bukan suatu kemestian. tetapi bolch jadi hidup, boleh jadi tidak, karena hidup makhluk merupakan suatu kemungkinan. Sescorang bolch kawin bolch tidak, bolch mengandung boleh tidak, bolch lahir bolch tidak, bolch dewasa bolch tidak dan setcrusnya, jika ia sempat tua. Tetapi yang namanya kematian sctclah menjalani hidup, apakah sesa'at atau sampai tua, merupakan suatu kemestian. Sescorang yang telah hidup tidak bolch tidak ia akan mati. Kemestian mati ini pun, adakala dikctahui scbabnya adakala tidak diketahui sebabnya sesuai dengan perkembangan masa dan kemajuan manusia. Phisik kita akan terbujur kaku, tidak lama kemudian akan membusuk dan terurai. Yang dari tanah kembali ke tanah, yang dari air kembali ke air, yang dari angin kembali ke angin sedangkan yang dari api kembali ke api. Tidak ada yang kekal sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran, surat Ali Imran ayat 185, al-Anbiya' ayat 35 dan al-Ankabut ayat 57 : Artinya: Sctiap yang bernyawa akan merasakan mati Maksud ayat ini setiap makhluk hidup, apa dan siapa pun dia, tidak terkecuali, pasti akan mengalami kematian. Makna ayat ini didukung lagi dengan Al-Quran, surat al-Rahman, ayat 26 dan 27: Artinya: Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, tetap kekal
Masalah kematian ini digolongkan ke dalam dua pembahasan. Pertama orang yang sadar, walau pun dirinya sehat, tenaga kuat, punya kekayaan dan kckuasaan, toh pada akhirnya ia akan mati juga. Kedua orang yang tidak sadar dirinya akan mati, maka dia akan hanyut dan terperdaya, akhirnya akan tertipu dengan kehidupan dunia. Jika seseorang lebih-lebih pemegang kekuasaan, raja, presiden insaf terhadap kematian, bahwa umurnya terbatas, kesempatan selama hidup sangat singkat, maka akan memotivasinya mempergunakan kescmpatan hidup untuk berbuat baik dan banyak. Ia akan berbuat baik dan banyak terhadap dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan lingkungannya. Apalagi kalau ia pcrcaya kita akan dibangkitkan kembali setelah mati nanti di hari akhirat, semua ini akan mendorong dirinya untuk beramal shalih, baik untuk dunia ini maupun untuk akhirat kelak. Untuk menutup pasal ini, dikemukakan sebuah cerita zaman lampau, ada seorang raja besar bernama Syahriban (diperkirkan dari Persia/ Iran seckarang) ingin mengadakan perjalanan (musafir). Maka sang raja memanggil semua pembesar kerajaan, perdana mentri, panglima, datok bendahara, hulubalang dan tokoh-tokoh masyarakat. Sctclah lengkap semua maka berbarislah mercka sesuai kelompoknya, sedangkan raja dikelilingi olch panglima dan barisan prajurit yang berlapis dengan pedang terhunus, disertai barisan pemukul gong dan gendang (sejenis dramben). Dalam arakan- arakan perjalanan itu, tiba-tiba dengan tidak diketahui oleh siapapun, muncul scorang miskin compang -camping di sisi raja. Maka raja pun marah bukan main, tetapi si miskin itu sempat mendekati raja dan berbisik: “Aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawaimu!". Mendengar bisikan itu, raja pun gementarlah seluruh tubuhnya. Karena tidak siap mati, maka raja minta tangguh. Malaikat itu membaca Al-
Quran, surat al-Araf ayat 34. al-Nahlu ayat 61 (beda bunyi sedikit dengan surat Yunus ayat 49): Artinya: Apabila ajal mercka tiba, mercka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesa’at pun. Maka dengan tak sempat berwasiat apapun. raja tersebut wafat di situ juga. Lalu si miskin menghilang sekejap mata. Dari certa ini, dapat dipetik pelajaran, gunakanlah kesempatan hidup ini dengan sebaik-baiknya. karena jika kematian datang, tidak pandang tempat, tidak pandang waktu
dan tidak pandang bulu walau raja penguasa mutlak sekalipun.
Pasal Kelima Asal-Usul Kerajaan Pembahasan pasal kelima ini, termasuk panjang. Judul pasal ini dalam bahasa Aceh ditulis oleh pengarangnya“ Buct Keurajcuen “. Jika diartikan secara harfiyah " perbuatan/ pckerjaan kerajaan". Tetapi dari isi ceritanya dipahami, "buet" dimaksud adalah permasalahan, persoalan atau urusan kerajaan. Karena di sini pembahasannya dimulai dari manusia tidak bisa hidup jika tidak bermasyarakat. Bermasyarakat ini membutuhkan kepada kepemimpinan, ada rakyat, ada pemimpin, ada aturan walaupun berupa kebiasaan dalam sesuatu dacrah tertentu, walau bentuknya tidak begitu mengikat sckalipun. Ini dipahami oleh pengarang bahwa kepemimpinan atau di sini disebut kerajaan "harus ada". Karena semenjak manusia pertama diturunkan ke bumi yaitu Adam jelas discbutkan untuk menjadi “khalifah" di bumi. Ini tentu dipahami dari firman Allah dalam Al-Quran, surat al-Baqarah, ayat 30 :
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada
para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di buıni".
Karena Adam itu sebagai manusia pertama, sebelum dijadikan khalifah di bumi, maka terlebih dahulu dijclaskan tentang seluk beluk penciptaannya. Dalam rencana penciptaan manusia pertama ini terjadilah dialog antara Tuhan dengan para Malaikat sckitar penciptaan Adam sebagaimana tercantum dalam beberapa ayat Al-Quran. Sclcsai Adam diciptakan, seluruh Malaikat dipcrintahkan olch Allah untuk sujud kepadanya, maka semua malaikat sujud, kecuali iblis. Kemudian Allah menciptakan untuk Adam scorang isteri dari tulang rusuknya sendiri, yang bernama Hawa. Mercka berdua suami isteri hidup senang dalam surga. Akhirnya dengan tipu daya iblis, Adam bersama isterinya Hawa diturunkan ke bumi dengan berpisah-pisah. Mercka dalam saling mencari, akhirnya bertemu di Arafah, dan menctap di bumi sampai beranak cucu. Jadi Adam di samping sebagai manusia pertama, kakek segala manusia, juga sebagai nabi dan khalifah (raja/pemimpin) bagi anak cucunya, yang dari schari ke sehari semakin banyak dan tempat yang ditcmpati semakin luas. Adam hidup dan menjadi khalifah (raja) di bumi menurut pengarang diperkirakan seribu lima ratus tahun. Anak cucu dan cicitnya ketika Adam wafat diperkirakan berjumlah empat laksa orang( satu laksa = sepuluh ribu). Setelah Adam wafat, maka kenabian diwariskan kepada anak
cucunya, yaitu Nabi Syits a.s. Sementara kckhalifahan
(kerajaan) diwariskan kepada anak cucu yang bernama Kayumun. Menurut pengarang setelah Adam wafat tidak semua
anak cucunya yang mengwariskan kenabian, juga
mengwariskan kekhalifahan (kerajaan). Malah sctclah Adam
wafat, yang mengwariskan kenabian adalah anak cucunya
yang bernama Nabi Syits. Sementara kekhalifahan (kerajaan)
diwariskan oleh anak cucunya yang bernama Kiyamuts
(Kuyumun). Malah anak cucu Kiyamuts ini yang lama sekali
mengwarisi kekhalifahan (kerajaan) turun temurun:
No Nama 1Lama Berkuasa Kiyanuts 230 tahun Ausak (-h) 390 tahun Thahur 4917 tahun 6 bulan Jam 700 tahun 5 Dahak/Zullaqiyan 6700 tahun Afaridun 7 500 tahun Manujah 8130 tahun Dudaron 9 30 tahun Afrasyiyap 10 12 tahun Thahnasab 3 tahun 11 Fasagiyar 100 tahun 12 Gasigawus 13 20 tahun Kabakhasaru 65 tahun 14 Lahrasab
| 15 | 110 tahun |
|---|---|
| 16 | 112 tahun 30 tahun |
| 18 | 160 tahun |
| 19 | 12 tahun |
| 20 | Sda Tidak disebut tahun |
Bahman Iskandar Sufatul 17 Darab Diryanus ibnu Darab Harimaran Yazdakarad Catatan :
Penycbutan ini, karena ditulis dalam aksara Arab tanpa
baris, bisa saja ada penyebutan yang berbeda-beda.
Sumbcrnya dikatakan pengarang dari kitab Qishashul-Anbiya. Apakah dikutip dari Perjanjian lama?, yang jelas bukan dari
Ai-Quran.
Selain itu menurut pengarang di tempat yang berbeda dengan raja-raja disebutkan di atas, nabi-nabi atau rasul-rasul di samping sebagai nabi, juga diberi kerajaan olch Allah adalah :
NoNama Nabi/RasulKeterangan 1 Adam 2 Yusuf Di Mesir 3 Daud Palestina 4 SulaimanSda 5 Musa Sda 6 Muhammad Makkah,Madinahdan sckitarnya (Hijaz) Catatan : Di sini Musa diurutkan pada yang kelima, seharusnya ketiga setclah Yusuf scbclum Daud.
Masing-masing nabi/ rasul yang mempunyai kerajaan/ kepemimpinan ini tidak dikisahkan scutuhnya panjang lebar, tetapi merupakan cuplikan-cuplikan tentang betapa pahit dan sulitnya dalam memimpin ummat atau rakyat, melawan seteru, terutama dalam menegakkan syari'at Allah. Tetapi mereka tetap sabar dan tabah, perjuangan mereka tidak mundur walau selangkah pun, meskipun menderita dan diancam. Sehingga berakhir dengan memperoleh kemenangan. Dari itu diperingatkan kepada orang mukmin, sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran, surat an-Nisa’ayat 59, (dan lain-lain dalam Al-Quran) :
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Ta'atilah Allah
dan ta'atilah Rasul (Nabi Muhammad Saw) dan Ulil-Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.
Selain dikisahkan nabi-nabi yang menjadi raja / pemimpin, maka setelah Nabi Muhammad Saw dikisahkan juga masing-masing pengganti beliau yang menjadi khalifah, tetapi juga tidak seutuhnya, hanya saja lebih menitik beratkan pada tabah, sabar, amanah. jujur dan berani dalam menegakkan Syari'at Allah dan Rasul-Nya : No Nama Ketcrangan 1 Abu Bakar Ibu kota: Madinah 2Umar Sda 3 Utsman Sda 4 Ali Sda 5 Umar bin Abdul Aziz Damsyik (Damaskus) Catatan : Empat orang pertama adalah para sahabat Nabi yang terpilih menjadi pengganti (khalifah) Nabi dalam pemerintahan yang dikenal dengan Khulafa’ al-Rasyidin. Sementara yang kelima adalah khalifah yang bijak dan baik dari dinasti Bani Umayyah (cucu Umar bin Khaththab dari pihak ibunya) Akhir dari uraian pasal lima yang panjang lebar ini, disimpulkan ada sepuluh perkara yang harus ada pada raja-raja
| No | |
|---|---|
| 1 | Adil |
| 2 | Berilmu pengetahuan |
| 3 | |
| 4 | Murah tangan |
| 5 | |
| 6 | Gagah berani |
| 7 | Tahu rugi-laba |
| 8 | Laki-laki |
| 9 | Jauh dari dari kejahatan dan kemungkaran |
Perkara yang harus ada pada raja
Punya rupa yang sesuai Ada orang yang berbakti kepadanya
Harus ada perdana menteri/ menteri 10
Pasal Keenam Raja Wajib Berlaku Adil
Pengarang langsung mendasarkan pasal keenam tentang keadilan ini, kepada Al-Quran, surat al-Nahlu ayat 90 :
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kcbajikan
Dari ayat ini diistinbath (digali)-kan hukum menurut Syari'at Islam bahwa raja dan setiap penguasa wajib berlaku adil kepada siapapun, tidak pilih bulu apakah raja atau
penguasa itu sendiri, pembesar bawahannya, kaya, miskin,
bangsawan atau rakyat jclata. Selain ayat tersebut, didasarkan juga kepada hadits. Hadits ini masih perlu ditcliti, tulisan (lafaz) dan kesahihannya. Tetapi jika sejalan dengan ayat-ayat Al-Quran sahih atau tidak, bisa juga dipakai:
Artinya: Keadilan itu dari agama, kekuatan sulthan. Dan di dalam keadilan itu ada kemaslahatan khusus dan umum (manusia).
Baik berdasarkan Al-Quran maupun berdasarkan hadits, bahwa berlaku adil dari dan olch siapapun merupakan kewajiban yang tidak bolch dipandang enteng dan diabaikan. Raja atau penguasa yang berlaku adil maka di dunia akan menimbulkan kesejahteraan, ketentraman, kenyamanan dan kemakmuran. Sementara di akhirat akan dibalas olch Allah selain surga yang penuh nikıat, juga menurut hadits Nabi Saw, akan diberikan kepada :
Artinya: Sulthan yang adil di dunia, di hari kiamat nanti berada atas mimbar-mimbar dari mutiara dalam syurga. Tetapi jika raja atau penguasa itu dhalim atau tidak adil sebaliknya. Selain terancam dalam kehidupan dunia, juga akan diancam oleh Allah semenjak dalam kubur sampai ke akhirat nantinya. Mereka akhirnya, diazab dalam neraka yang sangat mengerikan. Untuk membuktikan bahwa keadilan akan dibalas dengan kebaikan di dunia dan akhirat, dikutip kisah-kisah raja-raja, sulthan-sulthan dan penguasa-penguasa zaman lampau, fiksi). kadang-kadang disebut nama kadang-kadang tidak (mungkin Di antaranya ada cerita, scorang raja yang sangat sibuk mengurus rakyatnya. Dia merasa siapa tahu ia tidak sempat mengerjakan rukun Islam yang kelima. Karena itu ia bermaksud membeli satu kali ibadah haji. Maka ia pergi kepada scorang Tuan Haji yang telah naik haji 60 kali. Raja itu menawarkan kepadanya untuk membeli satu kali ibadah haji. Maka Tuan Haji itu menjawab: "Tidak sanggup daulat tuanku mcmbeli haji, karena mahal sekali harganya". Raja bertanya: “Berapa harganya?" Tuan Haji tersebut menjawab: "Sclangkah saja, scharga scluruh kekayaan daulat tuanku". Maka raja menggcleng-gcleng kepala, tidak sanggup membclinya. Sclanjutnya Tuan Haji yang sekaligus ulama itu memberi naschat kepada raja, bahwa menghukum dengan adil dari orang-orang yang teraniaya, apalagi banyak yang tcraniaya di kalangan rakyat, maka akan mendapat pahala haji yang berlipat ganda. Tentu ini dimaksudkan jika raja khawatir meninggal atau raja wafat, maka memadai ia tanpa naik haji. Karena pahala haji telah diperoleh berlipat ganda.
Berkaitan dengan keadilan, pengarang menycbutkan juga, bahwa kerajaan bisa lemah bahkan hilang dengan sebab :
- Tidak terjaga rahasia kcrajaan
- Raja lemah dan memberi jabatan kcpada yang tidak berhak
Bawahan menganiaya dan tidak berlaku adil kepada rakyat. Dijelaskan juga oleh pengarang meskipun raja atau
penguasa dalam Syari'at Islam harus berguru kepada para ulama, namun raja harus hati-hati juga. Karena ada ulama yang betul-betul alim, shalih, karena lillahi Ta'ala. Dan ada juga ulama yang mengedepankan hawa nafsu, ingin dikultuskan yang berlebih-lebihan, ingin mempcrolch kekuasaan dan bahagian dari harta kerajaan dan serakah. Di antara cerita yang discbut nama pelakunya adalah khalifah Harun al-Rasyid dari dinasti Bani Abbas di Baghdad (Irak). Ia bersama, di sini discbut dengan ajudannya yang bernama Abbas, sementara dalam rujukan yang lain disebut bersama wazirnya pada suatu malam pergi minta naschat kepada seorang ulama. Khalifah Harun al-Rasyid mempunyai dua orang yang sangat dekat dengnnya. Seorang wazirnya dan seorang lagi penaschat kerajaannya. Baik wazir maupun penasehat keduanya adalah ulama. Scorang bernama Fudhail bin Rabi' dan yang seorang lagi bernama Fudhail bin Iyadh. Nama keduanya sama, hanya yang berbeda nama masing- masing orang tuanya. Maka Harun al-Rasyid, sultan yang megah dan sangat masyhur itu menangis terisak-isak malah hampir pingsan mendengar petuah-petuah penaschat yang ulama tersebut, terutama tentang tanggung jawab yang berat seorang raja, tentang mengatasi kezaliman dan mencgakkan keadilan. Selain itu, sang ulama memperingatkan juga, bahwa seorang raja kuat dan bertahan, harus ada :Baitul-Mal
Angkatan lengkap senjata
Tongkat (mcnunjukkan keteguhan dan wibawa) Dalam nasehat tersebut, juga dibaca Al-Quran, surat
al-Jatsiyah ayat 21 (di sini disalin seutuhnya) :
Artinya: Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu
mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kchidupan dan kcmatian mereka ? Alangkah buruknya penilaian mereka itu. Dan cerita-cerita lain yang isinya raja yang adil sangat menentukan ketentraman dan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Menjelang akhir pasal ini dikemukakan kata-kata hukama :
Artinya : Hilang kedaulatan dengan sebab aniaya (penguasa)
Pasal Ketujuh Raja Beriman dan Bertakwa Iman secara bahasa berarti percaya. Percaya yang dimaksudkan di sini tidak lain selain sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, yaitu percaya kepada Allah, para Malaikat, para Nabi/ Rasul, Kitab, Hari Akhir dan Taqdir baik-buruk dari Allah. Adapun Taqwa secara bahasa berarti takut. Takut di sini dimaksudkan, yaitu melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhkan segala larangan-Nya. Tetapi iman dan taqwa di sini, selain dari arti yang dimaksud, juga diperluas sampai kepada efek-efeknya.
Tegasnya seorang raja atau penguasa lainnya wajib orang berimn. Selain sebagai seorang yang beriman dan bertaqwa, seorang penguasa juga wajib memiliki beberapa sifat lainnya, yaitu :
Seorang Raja harus : No 1 Beriman 2 Bertaqwa 3 Ccrdik 4 Shalih 5 Lebih dalam agama 6 Mempunyai paham yang luas 7 Bijak dan cakap 8 Ada ilmu 9 Tidak tergoda oleh nafsu dan serakah 10 Tahu laba-rugi
Selain itu ditambahkan juga, scorang raja atau penguasa lainnya harus belajar, minta naschat kepada ulama, sehingga ia harus memuliakan dan menghormati ulama. Namun diperingatkan harus hati-hati, karena di antara ulama itu diam-diam ada yang mengharapkan sesuatu dari raja atau penguasa, tidak semata-mata karena Allah dan kemaslahatan manusia. Seorang raja dalam Islam, dalam mempelajari dan menguasai sifat-sifat tersebut, dianjurkan belajar scjarah pemerintahan khulafa’ al-Rasyidin, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan ‘Ali r.'anhum. Di sini dikemukakan juga, agar seorang raja berwibawa dan disegani, baik bagi dirinya, maupun bagi kerajaan atau negaranya, yaitu untuk dirinya ia perlu
mempunyai tongkat (tongkat kebesaran), sedangkan untuk Negara dan rakyatnya harus mempunyai Baytul-Mal dan
Senjata yang lengkap (sesuai dengan masa). Scbagai contoh di
sini dikemukakan wibawa raja-raja yang disegani olch kawan
dan lawan yaitu kisah Khalifah Harun Al-Rasyid dari dinasti Bani Abbas di Baghdad, Khalifah Sulaiman bin Abdul-Malik dan Umar bin Abdul Aziz, keduanya dari dinasti Bani Umayyah di Damsyik (atau Damaskus, Sriya di zaman sckarang) dan raja-raja lainnya.
Pasal Kedelapan Raja-Raja yang Adil Dalam pasal kedclapan ini, dikemukakan beberapa contoh raja yang memerintah dengan adil, sehingga mendatangkan kesejahteraan, keamanan dan kemakmuran bagi rakyatnya, meski raja itu kafir sekalipun. Contoh raja yang adil, yang pertama-tama dikemukakan adalah Maharaja Nasruan. Karena sangat adil dalam memerintah rakyatnya, maka di dalam hikayat ini beliau digelar dengan Nasruan Adil. Nasruan Adil yang dimaksudkan di sini, diyakini Maharaja Nusyirwan menjelang akhir masa pemerintahan kemaharajaan Persia (di Iran dan sckitarnya di masa sekarang), sebelum diruntuhkan dan dikuasai oleh Islam nantinya. Maharaja Nusyirwan ini masih hidup menurut hikayat ini sampai setelah dua tahun Nabi Muhammad Saw wafat. Maharaja Nusyirwan memcrintah sampai mencapai empat puluh tahun lamnya. Demikian adilnya maharaja ini, sehingga ada hadits Nabi tentang dirinya, yaitu :
Artinya: Sungguh aku (Muhammad) dilahirkan pada zaman seorang raja yang adil. Karena sangat adil dan sesuai dengan ramalan Nabi, maka pengarang menyebut kerajaan ini, sebagaimana diatur dalam Syari'at Islam, tetapi jika datang Islam tidak mau dianut, namun tetap dipandang kafir. Akhirnya kemaharajaan
ini ditaklukkan dan dikuasai oleh Islam di masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan r.a. Berabad-abad kemudian, di masa pemerintahan Islam yang beribu kota di Baghdad diperintah olch khalifah besar dari dinasti Bani Abbas yaitu Harun Al-Rasyid, makam Nusyirwan yang Adil disuruh gali, dan semua yang hadir kagum karena melihat jenazahnya tidak membusuk, masih utuh diperlihatkan oleh Allah karena sangat adilnya, padahal ia raja kafir. Kemudian jenazah raja tersebut dimasukkan kembali, makamnya ditutup dan diperbaiki scbagaimana layaknya. Selain Maharaja Nusyirwan ini, diccritakan juga raja-raja di tempat lainnya yang adil meskipun kafir, scpcrti di Cina dan lain-lain. Sebaliknya meski ada bab tersendiri, disinggung juga raja yang tidak adil, maka bukan hanya raja tctapi juga rakyatnya yang mengikuti rajanya yang zalim (aniaya/tidak adil), akan diturunkan azab oleh Allah, scbagaimana firman-Nya dalam Al-Quran surat al-qashash ayat 59 (agak keliru ditulis, di sini diluruskan) :
Artinya: Dan tidak pernah (pula) Kami mcmbinasakan (penduduk) negeri, kecuali warganya ımclakukan kezaliman.
Ayat ini dipertegas lagi dengan sabdi Nabi :
Artinya: Raja bisa kekal dalam kckafiran, namun ia tidak kekal dalam kczaliman
Karena siapa saja, apalagi raja atau penguasa termasuk presiden, gubernur dan pcmimpin-pemimpin lainnya, jika tidak berlaku adil dicap zalim oleh Allah dan
akan dihukum yang setimpal olch Allah berdasarkan Al-
Quran, surat al-Maidah, ayat 45 (dalam ayat 47 disebut fasiq) :
Artinya: Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa
yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang- orang zalim.
Sclain dari nash-nash tersebut, dikutip juga pendapat Imaın Hanafi yang menekankan bahwa yang sangat ditakuti
ada tiga perkara :
Imum Hanafi meunan kisah Takot keu Allah lhee peukara Phon-phon enaya hamba Allah Keudua sah syuko h’ana Neubri nikmat ule Tuhan Jisyuko tan keu Rabbana Kculhee ureueng jitakot tan Seksa Tuhan jikira hana Indonesianya :
Imam Hanafi pernah berkisah
Takut kepada Allah tiga perkara
Pertama menganiaya hamba Allah Kedua sah syukur tiada Nikmat anugerah dari Tuhan Tanpa syukuran kepada Rabbana Tidak takut azab, tiga hitungan Siksa balasan tidak percaya
Pasal Kesembilan Raja-Raja yang Zalim
Zalim berasal dari kata Arab. Artinya “aniaya, bertindak dengan semena-mena atau juga bertindak dengan sewenang-wenang". Ini berarti zalim lawan dari adil. Pengarang mendasarkan uraian pasal ini pada firman Allah dalam Al-Quran, surat al-Maidah ayat 45 :
Artinya: Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim.
Menurut ayat ini, jika sescorang terutama raja atau pemimpin tidak menghukum atau bertindak berdasarkan aturan-aturan yang diturunkan olch Allah dalam Al-Quran, maka orang itu adalah zalim. Karena aturan-aturan yang diturunkan oleh Allah itu berisi perintah berlaku adil kepada siapa pun. Ayat ini ditafsirkan dengan sabda Nabi Saw bahwa seharusnya seorang raja atau pemimpin dijadikan olch Allah untuk memelihara kebersamaan, ketertiban dan ketentraman hamba-Nya dalam meneımpuh kehidupan di dunia ini. Tetapi jika raja atau pemimpin tersebut bertindak sebaliknya, bukan untuk mengayomi hamba-Nya, berlaku zalim, bertindak aniaya dan sewenang-wenang, maka raja atau pemimpin itu. kalau tidak di dunia maka di dalam kuburnya sampai ke hari kiamat tidak akan mendapat syafa'at dan akan diazab oleh Allah dengan seberat-beratnya.
Sctiap orang yang mati, termasuk raja atau pemimpin, maka ia akan mewariskan 5 (lima perkara) untuk pihak masing-masing, yaitu:
| No | Lima Perkara | |
|---|---|---|
| Malaikat Maut | ||
| 2 | Harta | Ahli Waris |
| 3 | Daging | |
| 4 | Tulang | |
| 5 | Amal |
Untuk 1Nyawa pada Ulat/Cacing tanah phisiknya pada Tanah kcrangkanya Orangyangdianiaya (jika menganiaya) Dari lima kewarisan kematian ini, maka pahala amal scscorang yang menganiaya atau bertindak semena-mena tcrhadap orang lain, maka pahala amalnya akan dianugerahkan oleh Allah kepada orang yang dianiaya tersebut. Sebagai bukti bahwa berlaku zalim itu merupakan tindakan paling jahat, sangat keci dan akan disiksa oleh Allah dengan sangat berat, maka pengarang mengemukakan riwayat pembaca. raja-raja yang zalim, untuk diambil pelajaran oleh para Di antaranya, di zaman dahulu ada seorang raja yang sangat zalim di negeri Bashrah (di Iran sekarang). Raja ini menitahkan pesuruh-pesuruhnya untuk berdiri di setiap persimpangan jalan, untuk memungut uang dari orang-orang yang leat. Pada suatu hari lewatlah sepasang suami isteri turunan Majusi yang sangat miskin sambil berkeledai untuk mencari orang-orang yang mengongkos pekerjaan, agar keduanya dapat membeli makanan. Maka pesuruh raja menahan kedua suami isteri miskin itu bersama keledainya untuk diminta uang. Tetapi tidak diberikan karena memang tidak mempunyai apa-apa. Setelah digeledah oleh pesuruh
raja, maka dideralah suami istcri yang lemah dan lapar tersebut. Keledainya dipotong ckor, lalu diusir. Istcrinya yang sedang hamil dipukul, diterjang-terjang schingga anaknya mati dalam kandungan dan lahir disitu juga. Kemudian isteri ini dibawa ke tempat tersembunyi untuk diperkosa silih berganti, setelah mercka puas baru dilepaskan. Adapun suaminya dipukul, disepak, sambil dihela-hela ditcrjang dibawa ke hadapan raja. Sementara raja waktu itu sedang bersuka ria, berpesta pora dengan pembesar-pembesarnya di istana sambil tertawa terbahak-bahak. Setclah sampai si Majusi tadi ke hadapan raja, ia tersungkur karena diterjang dari belakang, maka ia pun minta amnpun kepada raja, tetapi dibalas oleh raja bergantian dengan pembesarnya dengan cacian-cacian, olok-olok, dihina dan dikctawai beramai-ramai. Setelah ini dengan perut sangat lapar dan sakit sckujur badan, ia dilepaskan dan diusir. Dalam perjalanan sambil terhoyong -hoyong mencari isteri dan keledainya, sementara mulutnya komit-kamit berdo'a kepada Yang Maha Kuasa agar orang yang menganiayanya diberi hukuman yang setimpal, maka terdengarlah suara hatif (gaib) dari langit. Hai si miskin Majusi! Lihatlah ke belakang ! Lalu simiskin pun melihat ke belakang. maka terlihatlah lokasi istana raja begitu cepat longsor ke dalam tanah, muncul air hitam dengan gemuruh seperti ombak raksasa mencıbus tanah. Maka istana raja dengan segenap penghuninya digulung, kacau balau tertelan ke dalam bumi. Inilah balasan kepada orang yang berlaku aniaya, dan do'a orang yang teraniaya walaupun ia kafir sckalipun, akan diterima oleh Allah. Si Majusi pun mempercepat langkahnya, akhirnya ia bertemu dengan isteri dan keledainya. Inilah asal- muasal riwayat danau air hitam di kawasan kota Bashrah, Iran.
Pasal Kesepuluh Menteri Raja Raja adalah penguasa mutlak, karena semua kekuasaan berada dalam tangannya. Ia memegang tampuk pemcrintahan bukan berdasarkan pemilihan, tetapi pada awalnya berdasarkan suatu kemampuan, baik material maupun spritual, sehingga ia menjadi raja. Setelah ia wafat tentu diwarisi oleh anak-anaknya turun-temurun. Lama kelamaan, apalagi kekuasaan dan wilayahnya sudah semakin meluas, dalam melaksanakan tugasnya di berbagai sektor kehidupan sesuai dengan masanya, raja butuh kepada orang-orang yang membantunya, yang dalam bahasa Acch discbut “Meuntroe (Menteri)". Karena pembahasan menteri ini, sesuai ajaran Islam yang dianut di masa itu, maka minimal menteri, menurut pengarang harus ada empat orang. Akan tetapi tidak discbutkan dengan tegas, namun di dan ada ulama. dalamnya ada panglima, ada sekretaris ada datuk bendahara
Menteri ini, juga bukan dipilih oleh rakyat, tetapi
ditunjuk sendiri oleh raja. Jika cakap dan mampu menjalankan
tugas-tugas raja sesuai dengan yang dibebankan kepadanya, tentu dipertahankannya, tetapi jika tidak, tentu digantikannya.
Syarat-syarat menteri ini ada yang yang disebut masing-
macam) :
masing, tctapi di sini disimpulkan ada 27 (duapuluh tujuh
No Teks Asli Maksudnya 1Buet peureulee/ wajeb Ta'at kepada ajaran bck tinggai agama 2Syuko keu Allah ngon Bersyukur kepada Allah, keu Raja dan berterimakasih kepada Raja 3Hukom ade keubeunaran Menjalankan hukum/ perintah dengan adil
4 Menjalankan peurintah raja, harus ikhlas dan disenangi oleh raja
Catatan : Banyak ketinggalan, dari no.5 s/d 10, cntah dari aslinya, atau dalam penggubahan ke bahasa Acch.
5 Ureueng budiman Berbudi baik (Budiman) 6 Tuban/ geuthee droc Mengetahui, terutama apa yang harus dikerjakannya 7 Buct beurangri Tidak tcbang pilih geukcurija perbuatan murah/
| 8 | Tangan | Bertangan murah/ indah |
|---|---|---|
| beuindah peurangoe | perangai | |
| 9 | Peubuct bakcuti akan | Berbakti kepada raja |
| 10 | Beurangkasoc/ beugcutcugah | Tidak tebang pilih dalam menghadapi rakyat |
| 11 | Hukom / geupcusama | Dalam memeriksa rakyat berlaku sama/ jangan ada |
| bcda | ||
| 12 13 14 | Hukom tcugah bak Menjauhkan syari'at Bucttan patot hana Tahu menghadap raja yang bagoc | ditegah olch syari'at sopan dan pantas Menjaga keamanan raja |
| Mita taulan nyang | Mencari kawan kerja yang |
raja
apa yang
Jaga /lingka raja 15 sibcuna/ lc akai/ bijakbenar/ bijak dan pandai berpikir 16 Bek khianat/ jeungkat Tidakberkhianat dan ngon angkara atcuch mungkar kepada raja dan daula/rajakerajaan 17Akan daulat tabicara/ Pckerjaan dunia/ akhirat
donya /akhirat/ bercmbuk dengan raja kcubajikan/ pcukcrjaan 18 Pcumangat hate Bermusyawarah dengan ulama/hamba Allah ulama/cerdik pandai/ peduli rakyat 19 Kheusumat/ Perkara hulubalangdan ulecbalang/ peutua petinggi lainnya, dihadapi nanggroc/ sama beusa dengan bijak, sama dan adil 20 Jeucp-jcucp watce Setiap usaha berdo'a tameudo'a kepada Allah 21 (Rakyat) lam nanggroc Menyelenggarakan beugeuaja pendidikan/pengajaran dalam setiap lapisan masyarakat. Pasal Kesebelas Sekretariat Kerajaan
Qalam ayat 1 dan 2:
Pasal ini didasarkan kepada Al-Quran, surat Al-
Artinya: Nun (Allah yang maha mengetahui rahasia,
yang mercka tuliskan
kepanjangan dan maknanya). Demi pena dan apa
Dimaksudkan dari ayat ini, penyebutan “ Al-Qalam”
mempunyai makna yang sangat luas dan mendalam, sampai-
sampai manusia harus bisa tulis baca.
Pengertian ini diperjelaskan lagi dengan hadits Nabi:
Artinya: Yang paling awal diciptakan oleh Allh adalah al-Qalam (Pena).
Pengertian ini dikatakan, menurut ulama, besar masalah Al-Qalam, karena ilmu diperolch tidak mungkin selalu dengan hafalan, tctapi sangat tergantung pada penggunaan Qalam, maka ancka macam karya tulis dalam berbagai sektor kehidupan juga dengan adanya Qalaı dalam berbagai bentuknya. Selanjutnya maksud tersebut dipertegas lagi dengan ucapan sahabat Nabi (Qawlu al-Shahaby). yakni Ibnu Abbas, yang dalam sya’ir bahasa Acch digubahı :
Peugot surat oh ka tamat Wajeb mcuhat tayuc baca Peue-peue haba jeuet taingat Meunan sahbat bck talupa Indonesianya : (Jika selesai ditulis surat Jangan dilipat sebelum dibaca Apa saja isinya agar diingat Demikian sahabat jangan lupa)
Dalam menulis surat, kecuali sekedar catatan, baik surat untuk dikirim kepada pihak yang lain, apalagi surat resmi (semisal surat raja/ sultan), maupun dalam menulis kitab, bukan berarti tidak ada tata tertib dan autrannya. Tata tertib atau aturan menulis surat, yang terpokok (tentu setelah salam) yaitu :
- Dimulai dengan “ Bismillah”
- Memuji Allah (Al-hamdu lillah)
- Selawat atas Nabi, para keluarga, sahabat dan para pengikutnya
- Identitas pemilik surat dan isinya.
- Bahasa singkat padat, tidak bertele-tele
Sementara tentang penutupnya tidak dijelaskan lagi, tctapi biasanya dengan minta ma'af jika ada kesalahan,
terimakasih jika ada sesuatu permintaan, diakhiri dengan puji,
sclawat dan do'a.
Abdullah. Taufik (1979). Sejarah Lokal di Indonesia. Yogyakarta: Gahjah Mada University Press. Abdullah. Teuku (2015). "Historiografi Lokal di Aceh, Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang". Tesis [unpublish]. Banda Acch: Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Ara, L.K., dkk. (1995). Seulawah Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas. Jakarta: Yayasan Nusantara. Hadi, W.M Abdul. (2010). "Etika Islam dalam Tajussalatin Karya Bukhari Al-Jauhar". Jurnal Filsafat, Vol. 20, No. 2, Agustus 2010. Hadi, Amirul (2010). Aceh: Sejarah, Budaya, dan Politik. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indoncsia. Hurgronje, Snouck. (1985). Aceh di Mata Kolonial. Jakarta: Yayasan Soko Guru. Iskandar, Teuku. (1996). Kesusateraan Klasik Melayu Sepanjang Abad. Jakarta; Libra. Loir, Henri Chambert. (2009). Sadur: Sejarah Terjemahan di Indonesia dan Malaysia. Jakarta: PT Gramcdia. Lombard, Denys (1986). Kerajaan Aceh Jaman Iskandar Muda (1607-1636). Jakarta: Balai Pustaka. Muttaqin, Zezen Zainal (2017). Membaca Grotius lewat Taj al-Salatin dari Aceh. Diakses di http;//ang.zen.com/membaca-grotius-lewat-taj-al-salatin-dari-Aceh. Diakses pada 1 Juli 2019