Baca PDF (OCR): SERAT WREDHA MUDHA SERAT NGELMU SEPIRITISME

192 halaman · 191 halaman diproses dengan OCR· 250681 ms

Daftar isi
  1. WREDHA MUDHA SERAT NGELMU SEPIRITISME
  2. DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  3. NIL.I TRADISIONL
  4. SERAT WREDHA MUDHA SERAT NGELMU SEPIRITISME
  5. TIM PENEUfl:
  6. KATA PE NGANTAR
  7. NIP. 1303 58048
  8. DAFTAR ISi
  9. 2. Semakin berkurangnya orang-orang yang dapat membaca
  10. 3. Tersimpannya dan terawatnya mskah-naskah kuno dengan
  11. 7. Dengan mengetaui ilm1:1, maksud dan tujuan penulisan
  12. 3. Melalui kegiatan tersebut diusahakan pula untuk melihat
  13. DIREKTORA T
  14. ' 14
  15. Raden Ngabehi jayamardasa.
  16. CUbhak, engger, sampeyan punika, punika
  17. Lah, inggih, yai, bab punika kula sampun pi
  18. Gw-u wantun kula; kajeng kula susuk wau
  19. Mangga, kyai, punika kados pundi.
  20. -Wredha Punapa engger mboten dipun teClahi ulet
  21. Wredha ··i.
  22. Engger, rasa punika pposokipun mawi di
  23. Rasa dipun wadahi tuwung utawi mangkok
  24. pethak ingkang resik sarta ingkang kobet
  25. I iaih, rumaos kula inggih andayani, nanging
  26. Wredha Mila-mangga, engger, sampeyan lajengakn.
  27. Wangsul punika namung isarat, ingkang
  28. saged namung gurunipun, murid dereng wa-
  29. ·Mudha Lah, kados pundi kyai.
  30. Mudha 0, dados makaten kyai.
  31. Wredha lnggih, engger.
  32. Raden Ngabei Jayamardasa.
  33. -6 5
  34. Mud ha
  35. Mud ha
  36. Mud ha
  37. berkasih men dengan wanita itu, tiba-tiba di
  38. Mud ha
  39. Mud ha
  40. Wr edha
  41. Mud ha
  42. Mud ha
  43. seump.ama tidak diketahui pemerintah maka
  44. akan selamat nainun murid-murid sudah terlan
  45. jur jera serta mematikan pencaharmnnya.
  46. Seperti itulah sebenarnya yang dijaga oleh sang
  47. guru selama ini :.Nanjika kalian tidak berbuat
  48. kesombongan pasti gurumu akan selamat selama-
  49. Mud ha "Hatiku benar-benar heran dan begitu halusnya
  50. politik sang guru yang digunakan untuk mempe
  51. 2. Kapustakaan Jaman Islam.
  52. laupun kehilangan uang untuk upah, berlian dan emas.
  53. tetapi tidak ada hubungannya dengan seorang pemuda kalau
  54. semua itu karena dibohongi saja.
  55. Pemuda tadi juga menceriterakan agar badannya kuat, tahan
  56. 5, Ilmu Gun a pengasihan.
  57. Dalam naskah telah diceriterakan pula watak seorang pemu
  58. SERAT NGEI..MU SEPIRITISME
  59. JJ 9
  60. manungsa setengah sato, ......................
  61. Siksa ingkang sampun kula sandhang kula sampun mboten
  62. kula kenging kula alingi. Sayektossipun mboten; kawirangan
  63. wau salaminipun mboten saged oncat saking pangraos.
  64. Manungsa mboten sumerep wewados ingkang ginarep, nanging
  65. ing alam roh mboten wonten tunggalling prakawis ingkang
  66. dene buwaya, remen sanget pados kasenengan gendheng kaliyan
  67. para tiyang pawestri, kula kaconggah ambalithuk nyanggemi,
  68. punapa ingkang dados panedhanipun tiyang estri badhe kllla
  69. dhatengi, inggih punika kala pambalithuk kula dhumateng
  70. satunggalling prawan ingkang nama pun Mari. Sareng sampun
  71. kalampahan kula amor kaliyan 'pun Mari, mboten antawis
  72. dangu, kula lajeng nyumereppi kacilakan ingkang langkung
  73. mirang-mirang aken, awit pun Mari badhe dados biyungipun
  74. katandan Pris juru am balithuk.
  75. 1 37
  76. CERIT ANY A ORANG YANG sub MENINGGAL DUNIA.
  77. Sebagian besar dari manusia itu biasanya mempunyai adat
  78. kebiasaan kurang baik yaitu sering mengerjakan perbuatan ja
  79. berperasaan seakan-akan dibuang di tempat yang lebih sunyi
  80. Menurut masalah-masalah yang sudah diterangkan di ·atas
  81. tadi, sudah jelas sekali perbuatan yang nyata-nyata terkutuk
  82. dan kalian akan menjadi
  83. merasakan seperti keadaan
  84. "Saya merasa senang sekali karena sudah terlaksana masuk tem-
  85. "Mari."
  86. masih dilanjutkan: "Saya yang datang saudaramu yaitu Mari,
  87. Pada waktu hendak berkenalan denganku dia tidak pernah
  88. Setelah melihat ulahnya yang kelihatan membahayakan ·se
  89. (Tertanda : Pris)
  90. Tertanda Pris (Seorang penipu)
  91. Tertanda Ruh yang berkuasa.
  92. Narnun seseorang yang bijaksana didalarn sikap perilaku dan
  93. 3. Iman kepada Ki tab Allah.
  94. Dengan dasar itu diharapkan manusia akan selalu dapat
  95. mengendalikan dirinya. Apabila ia akan berbuat buruk ia
  96. D. KESIMPULAN.
  97. Dari uraian yang dikemukakan dalarn peninjauan latar be
  98. 4.---, Manusia Dan Kebudayaan Indonesia, Dj embatan,
  99. 9. Poerbatjaraka, R.M.NG. Prof. Dr., Kepustakaan Djawi,
  100. 10. Tim Peneliti, Ungkapan Tradisional Sebagai Sumber Infor

WREDHA MUDHA SERAT NGELMU SEPIRITISME

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PERPUST

NIL.I TRADISIONL

SERAT WREDHA MUDHA SERAT NGELMU SEPIRITISME

TIM PENEUfl:

Prof. Dr. S. Budhisantoso (Koordinator)
Ors. S o i m u n Hp, (Ketua)
Ors. Franll Hitipeuw (Anggota)
Dra. Rengo Astuti (Anggota)
Ors. Slamet DS. (Angota)

i Editor : Dr. Anhar Gonggong

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN kEBUDA YAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN DIREKTORAT SEJARAH.DAN NILAI TRADISloNAL PROYEK PENELITIAN DAN PENGKAJIAN KEBUDAYAAN NUSANTARA 1891/1982

U HANASE TAROTSSO J

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL KEBUDAY AAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDA Y AAN

Usaha untuk mengetahui dan memahami kebudayaan dae rah lain selain kebudayaan daerahnya sendiri lewat karya-karya sastra lama (naskah kuno) merupakan sikap yang terpuji dalam rangka pengembangan kebudayaan bangsa. Keterbukaan sedemi kian itu akan membantu anggota masyarakat untuk memperluas cakrawala budaya dan menghilangkan sikap etnosentris yang di landasi oleh pandangan stereotip. Dengan mengetahui dan me mahami kebudayaan-kebudayaan yang ada dan berkembang di daerah-daerah di seluruh Indonesia secara benar, maka akan sangat besar sumbangannya dengan pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk membantu mempermudah pembinaan saling penger tian dan memperluas cakrawala budaya dalam masyarakat maje muk itulah pemerintah telah melaksanakan berbagai program, antara lain dengan menerbitkan buku-buku yang bersumber dari naskah-naskah lama seperti apa yang diusahakan oleh Pro yek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara. Meng ingat arti pentingnya usaha tersebut, saya dengan senang hati nienyambut terbitnya buku yang berjudul Serat Wredha Mudha. Serat Ngelmu Sepiritisme.

ill

Saya mengharapkan dengan terbitnya buku ini, maka peng galian nilai budaya yang terkandung dalam naskah lama yang ada di daerah-daerah di seluruh Indonesia dapat lebih ditingkat kan sehingga tujuan pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional yang sedang kita laksanakan dapat segera tercapai. Namun demikian perlu disadari bahwa buku-buku hasil pe nerbitan Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusan tara ini baru merupakan langkah awal, dan ada kemungkinan masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Diharapkan hal ini dapat disempumakan di masa yang akan datang terutama yang berkaitan dengan teknik pengkajian dan pengungkapannya. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada semua pi hak yang telah membantu penerbitan buku ini.

Jakarta, Nopember 1991 Direktur J enderal Kebudayaan

Drs. GBPH. NIP. 130 204 562

iv

KATA PE NGANTAR

Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah kuno jawa yang berjudul Serat Wre dha Mudha, Serat Ngelmu Seperitisme isinya tentang 1). Ajaran untuk memotivasi generasi muda agar jangan hidup melarat seperti apa yang dialami generasi sebelumnya 2). ajaran, petun juk, nasehat yang berhubungan dengan budi pekerti, agama dan lain-lain. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai nilai pendidikan, nilai agama, sopan-santun yang dapat menun jang pembangunan, baik fisik maupun spirituil. Kami menyadi bahwa buku ini masih mempunyai kele mahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, semua saran untuk perbaikan yang disampaikan akan kami terima dengan senang hati.

Harapan kami, somoga buku ini dapat merupakan sum bangan yang berarti dan bermanfaat serta dapat menambah wa wasan buday a bagi para pembaca.

v

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besa,nya ke pada para peneliti dan semua pihak atas jerih payah mereka yang telah membantu terwujudnya buku ini.

Jakarta, Nopember 1991 in Proyek,

NIP. 1303 58048

' 1 I ff

vi

DAFTAR ISi

Halaman

SAMBUT AN DIREKTUR JENDERAL KEBUDA Y AAN.. iii KA TA PENGANTAR............................ v DAFT AR ISi.................................. vii BAB I PENDAHULUAN.. • • •. •................ 1

A. La tar BeJakarw Dan MasaJah...... •.... • 1
B. Maksud Dan Tujuan...... •........... 6
C. Ruarw Lingkup..... •................ 7
D. Pertanggungjawaban Penulisan.......... 9
BAB II TRANSUTERASI.. • • • •................ 13

BAB III TERJEMAHAN..... •.................. 54

BAB IV ANALISA NAS KAH/ISI NASKAH......... 96

A. Latar Belakang.................. 96
B.. Isi Singkat Serat Wredha MudAa..... 100
C. Bebe.tape Hikmah dan PeJajaraR yang dapat di ambil dari Naflkah Sent Wredha Mudha. 109
BAB V KESIMPULAN. •.. •.. • •.... 115 SERAT NGELMU SEPJRITISME • • • •.. •.. • 1J7 TE.RJfiMAHAN.... •.... •. •....... •. • • .143

vii

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL KEBUDAYAAN.. iii
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI vii
BAB I PENDAHULUAN .. A. Latar Belakang Dan Masalah . . . . B. Maksud Dan Tujuan . D. Pertanggungjawaban Penulisan . .. 1 7 9
BAB II TRANSLITERASI
BAB III TERJEMAHAN.
BAB IV ANALISA NASKAH/ISI NASKAH. A. Latar Belakang .. .. . di ambil dari Naskah Serat Wredha Mudha. 96 96
BAB V SERAT NGE LMU SEPIRITISME 115 137

AN ALISA ISi N AS KAH ...•............. 172

A. Pendahuluan ..... •....•............ 172
B. lsi Buku Sepiritisme .................. 173
C. Beberapa Hilonah dan N ilai yang dapat di-
ambil dari Buku Sepiritisrne ............176

D. Kesimpulan ........................ 1 80
DAFTAR PUSTAKA. : ..•....•. ..•.••... 182

•••••

f, ' !

viii

. BAB I PE ND AH U LU AN.

A. LATAR BELAKANG DAN MASALAH. Indonesia aclalah negara kesatuan berbentuk Republi\yang diproklarnasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, meliputi 27 propfusi dengari jumlah penduduk + 175 juta jiwa. Indonesia terdiri dari ribuan pulau dengan berbagai suku bangsa, kebucla yaan dan latar belakang kehidupan yang beraneka ragam. Di negara Republik Indonesia jauh sebelumnya di bumi Nu santara ini sudah pernah berdiri berbagai kerajaan antara lain Kutai di Kalimantan Timur, Sriwijaya, Pamalayu, Tulangbawang di Sumatera, Kalingga, Syailendra, Sanjaya, Pajajaran, Kediri, Singasari clan Majapahit di Pulau Jawa. Sesudah masuknya agama Islam ke bumiNusantara,jumlah kerajaan makin banyak seperti: Samudra Pasai, Demak Pajang, Mataram, Banten, Cirebon clan lain-lain. Pacla waktu penjajah masuk ke Indonesia, kerajaan-kerajaan di Indonesia juga masib banyak yang berdi karena telah mengadakan perlawanannya ·· dengan gigih. Karena kurangnya persatuan dan kesatuan, per lengkapan senjata dan berbagai faktor yang lain, akhirnya satu persatu kerajaan-kerajaan itu runtuh dan mengalami kehancur an. Dalam perkembangan selanjutnya kerajaan-kerajaan tersebut selain menjadi pusat kerajaan, pusat pemerintahan, pusat kehi-

dupan raja beserta keluarganya telah berkembang pula mertjadi pusat kebudayaan. Maka tidaklah mengherankan apabila dengan dijadikannya pusat kerajaan sebagai pusat kebudayaan, di ber bagai daerah di Indonesia ini telah muncul berbagai macam hasil budaya daerah. Hasil budaya daerah tersebut tidak terlepas dari situasi dan kondisi kerajaan, alam lingkungan, masyarakat pen dukung serta keadaan sosial ekonominya.

Adanya berbagai macam kebudayaan menyebabkan Indone sia mempunyai hasil budaya peninggalan leluhur yang beraneka ragam macamnya. Hasil-hasil budaya daerah tersebut diharap kan akan mertjadi pilar dan penopang kokohnya kebudayaan nasional. dalam rangka untuk mewujudkan kesatuan dan persa tuan 1'angsa serta untuk memperkokoh ketahanan nasional. Hasil-hasil budaya bangsa di Indonesia tersebut apabila kita kaji lebih lartjut akan kita dapatkan hal-hal yang bersifat phisik seperti candi, maid, gereja, sertjata, naskah kuno dan lain-lain. Sedangkan yang berujud non phisik misalnya pitutur lu hur, ceritera rakyat yang disampaikan secara lisan, penghayatan kepercayaan dan lain-lain.

Sejak diproklamasikannya 'negara kita Indonesia dan dite tapkannya Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat dasar, bentuk dan tujuan negara, para pemimpin kita su.dah menya. dad akan arti dan pentingnya kebudayaan nasional yang didu kung oleh puncak-puncak kebudayaan daerah. Kebudayaan Na sional tadi akan memperkokoh persatuan d,an kesatuan nasional ketahanan nasional dalam rangka kelangsungan negara kita di masa yang akan datang. Hal itu terbukti di dalam salah satu pasalnya mencantumkan masalah kebudayaan nasional yaitu dalam pasal 32 UUD 1945. yang berbunyi: "Pemerintah mema• jukan kebudayaan Nasional Indonesia." Kebudayaan Nasional Indonesia ialah: "Kebudayaan lama dan asli yang terdapat seba gai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh In donesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa." S eperti yang tersebut dimuka bahwa Indonesia merupakan suatu negara yang terdiri dari ribuan pulau, didalamnya hidup

berbagai suku bangsa dengan berbagai macam hasil budaya dan bahasa. Tidaklah aneh ka.lau Indonesia kaya akan hasil budaya bangsa yang berasal dari berbagai daerah dan bentuknya ber aneka ragam. Hampir setiap kelompok -suku bangsa mempunyai hasil budaya daerah dengan ciri dan bentuk yang tidak sama.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pada pa sal 32, maka pemerintah telah dituntut untuk mena.ngani hasil budaya daerah agar ,nantinya dapat memperkuat kebudayaan nasional. Usaha-usaha :penanganan di biclang kebudayaan rus rnenuju ke arah kernajuan budaya clan persatuan, dengan ticlak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat mernperkaya kebudayaan bangsa, serta mez:npertinggi derajat k ema nusiaa n.

Dengan adanya tugas-tugas tersebut maka adanya usaha usaha inventarisasi, dokurnentasi, penelitian, pengkaj iln, peles tarian dan pengernbangan hasil budaya clari berbagai daerah di seluruh Indonesia sangat perlu dilakukan, dan meliputi hasil budaya yang bersifat phisik maupun non phisik.

Hasil budaya warisan leluhur kita sebagian ada yang masih hidup subur dan kondisinya masih baik karena telah didukung pelestariannya oleh masyarakat pendukungnya, namun sebagian lagi ada yang kondisinya memprihatinkan dan ·dikhawatirkan akan musnah karena kurang menclapatkan perhatian clan du kungan dari masyarakat. Hal semua itu banyak mengandung manfaat, petunjuk, ni.lai clan pesan juga penting bagi penelitian clan pengembangan ilmu pengetahuan dimasa mendatang. Salah satu hasil budaya leluhur nenek moyang kita yang tersebar hampir diseluruh peloso"'k. tamh air nusantara ini adalah hasil karya sastra yang berupa naskah kuno. Dewasa ini karya sastra masih belurn mendapatkan penanganan yang intensif baik oleh masyarakat setempat ataupun oleh pemerintah. Hal ini clapat dimaklumi sebab kernuinan dari masyarakatnya serr diri sudah jarang yang mengetahui akan arti clan maknanya, ka rena mereka sudah tidak dapat membaca atau karena buku buku tersebut diwarisk.an lefuhurnya hanya dianggap sebagai

barang pusaka yang barus dihrmati dan disanjung sehingga banya disimpan sebagai barang pusaka ataopun jimat, disisi lain upaya pemerintah sendiri masih mngat terbatas baik dana ma upun kurangnya tenaga.

Hasil karya mstra yang berupa naskah kuno pe:rlu ditangani dan digarap deJ¥ln dikaj diteliti, dite:rjemahkan dan diungkap isi dan latar belakangnya. Naskah kuno merupakan salah satu un&ur kebudayaan dae:rah yang penting dalam kaitannya-dengan kehidupan masyarakat dimana basil karya mstra itu be:rkem bang. Arti pentingnya usaha penelitian, pengkajian, penterj maban dan pengungkapan isi latar belakangnya tidak hanya di mak&udkan untuk mengungkapkan pe:rasaan hati atau keindah an se:rta tradisi dan kehidupan masyarakatnya, tetapi yang lebih penting lagi karena basil karya sastra yang berupa naskah kuno berisikan pen-pesan luhur dari masa dimam mskah itu ditulis, berbagai macam ilmu pengetahuan seperti ilmu-ilrnu yang ber hubungan dengan kene.garac:n, kemasyarakatan, pertanian, p ternakan, kesehatan, keagamaan, norma-norma serta pesan-p san dan nilai luhur yang sangat be:rguna bagi masyarakat luas baik masa kini maupun yang akan datang. lsi dan makm yang terkandung dalam naskah kuno tersebut banyak bermanfaat dan mengandung pearan yang sangat baik ya karena tidak diketahui isi dan arti serta maknanya maka mereka seolah-olah menganggap tidak ada gunanya.

Dengan kondisi demikian usaba-usaba penanganan dari p merintah untuk menggarap dengan mengadakan kegiatan inven tari&'llsi, dokumentasi, penelitian, pengkajian isi latar belakang .mskah serta penyebar luasan hasilnya agar dapat diketahui oleh masyarakat luas sangat diperlukan.

Diharapkan mereka akan mling mengenal, •ling memiliki,. mllitg membutuhkan dan diharapkan adanya sikap saling meles tarikan dan mengembangkan. Hal ini sebagai salah satu sarana terwujudnya rasa kebanaaan nasional, kesatuan nasional dan ketabanan nasional.

Di ss.mping apa yang sudah diungkapkan latar belakang menppa pel'lunya penggarapan naskah kuno, masih banyak pu la mass.lab yang berhubunpn denpn basil budaya bangsa yang berupa naskah kuoo. tersebut. Masalah-masalah itu antara lain :

  1. Dewasa ini masih banyak naskah kuno yang disirnpan di rumah-rumah penduduk bukan untuk dibaca, melainkan disiapkan sebagai pusaka basil warisan orang-orang tua yang harus dirawat secara turun temurun. Padabal naskah-naskah itu dibuat dari bahan-bahan yang mudah rusak karena di makan rayap, penpruh sUhu udara ataupun cuaca, dikba watirkan nantinya tidak dapat dibaca dan isinya yang ber harga tidak dapat dimanfaatkan.

    2. Semakin berkurangnya orang-orang yang dapat membaca

dan menulis naskah kuno yang nantinya dikbawatirkan akan babis dan akan menpk ibatkan kerugian bagi bangsa kita, sebab pada akhirnya isi naskl\11 kuoo yang begitu berguna ti dak dapat kita ketahui dan kita manfaatkan.

  1. Jumlah ahli sastra yang dapat men&garap naskah kuno jum lahnya masih sangat sedikit dan dapat dikatakan langka. Hal ini menyebabkan basil penggarapan naskah kuno tidak da pat dilakukan cepat sehingga ba sil penggarapan nask:ah kuno belum banyak, dan isi, pesan, se.rta nilai dari nask:ah kuno yang ada tidak dapat era diketahui oleh ma syarakat lua s. Bahkan dalam kenyataa nnya aatan muda yang tertarik dalam masalah penggarapan nask:ah lama sangat jarang se hingga generasi penerus dibidang ini dikhawatirkan akan ti dak ada
  2. Dewasa ini masih banyak pula nask:ah-nask:an yang lepas dari pemiliknya karena dijual kepada orang-orang a sing untuk di bawa keluar negeri dan diperdagangkan sebagai barang-ba rang antik atau dijual keperpustakaan-perpustakaan dengan harga yang mabal. Hal fui dlsebabkan kura ng adanya kesa daran para pemilik naslcah tersebut akan arti pentingnya nask:ah lama sebagai cagar budaya dan warisan budaya yang bernilai tinggi bagi ba. Mereka lebih mementingkan ke pentingan pribadi dan uang.

  3. Diberbagai daerah isi dan pellln na-tlcah ini telah dihayati dan diresapi sehingga makm, arti dan pesan yang terkan dung daJam naskah kuno teJah dijadican suatu pedoman hi dup, tatanan niJai, petuJliuk pelaksaman upacara dan tradi si. Kadangkala generasi mudanya karena belum dapat mem baca dan menulis, belum bisa memahami niJai-niJai tersebut secara meridaJam waJaupun mereka sudah mengikuti dan menerima jak orangtua yang ada di daerahnya. Hal ini ka rena kurangnya pemahaman yang mendalam akibat mereka belum dapat membaca dan memahami bahasa yang terkan dung dalam naskah kuno. Apabila hal ini berlarut-larut, dikhawat_irkan tradisi, nora dan pedman hidup yang ada dalam masyarakat nanti makin lama makin mengendor dan akhirnya akan hilang dan musnah karena tidak ada dukung an dari angkatan mudanya.
    B. MAKSUD DAN 1UJUAN. Penggarapan dan penanganan hasil-hasil karya sastra yang berupa naskah kuno yang tersebar di bebagai pelosok tanah air kita dengan jalan mengadakan inventarisasi, penelitian, pengka j ian, transliterasi, penterjemahan, pengungkapan dan pengana lisaan isi naskah kuno serta penyebar luasan hasilnya dimaksud kan agar memperoleh beberapa manfaat antara lain:

  4. Terinventarisasikannya naskah-naskah kuno dan hasil karya sastra yang ada di b.erbagai pelosok nusantara sehingga dapat diketahui jumlah, j enis dan bentuk ... bentuknya.
  5. Terdokumentasikannya naskah-naskah kuno yang ada de ngan baik dan lengkap sehingga kemungkinannya hilang aka n sanga t kecil.

    3. Tersimpannya dan terawatnya mskah-naskah kuno dengan

baik sehingga bahaya kerusakan baik oleh bahan maupun udara dan cuaca dapat diatasi.

  1. Tersusunnya pengolongan mskah-naskah kuno diti.riau da ri segi umur, bahasa, huruf, bahan, isi dan latar belakang

penulisannya.

  1. Mernpennudah penggarapan selaJljutnya dalam bentuk-ben tuk translitecasi, penterjemahan, peninjauan serta pengana lisaan isi naskah secara mendaJam.
  2. Dengan menterjernahkan mskah-naskab kuno serta ·penga mlisaan dan peniJljauan isi dan Jatar belakangnya kedalam bahasa nasional kita yaitu bahasa Indonesia, diharapkan akan lebih memudahkah pemahaman serta pemanfaatan akan isi, pesan, ide, maksud, tujuan, nilai serta ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya.

    7. Dengan mengetaui ilm1:1, maksud dan tujuan penulisan

naskah kuno itu diharapkan pula akan meJljadi pendorong dan perangsang minat baca serta peningkatan ilmu, penam bahan wawasan dan cakrawala baru bagi para pembacanya, khususnya gerierasi muda dan yang akan datang agar nanti nya daqat memanfaatkan sebagai motivasi dalam melaksa mkan pembangunan msioml yang sedang berkembang dan berlangsung dinegara kitas

8.. S eteJah selesai penggampan naskah kuno dari berbagai daerah diharapkan agar daqat disebar luaskan keberbagai daerah, sehingga satu sama Iain akan saling mengenal akan basil budaya bangsanya yang meliputi berbagai bentuk dan jenis. Juga diharapkan akan saling daqat menimbulkan rasa saling memiliki, rasa tanggung jawab bersama untuk mele$ rika n dan mengembangkan serta daqat mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan, rasa kebanggaan, dan akhirnya akan dapat memperkuat kepribadian bangsa, serta ketahan an nasional.

C. RUANG LINGKUP. Ruang lingkup penggarapan mskah kuno yang meliputi p nelitian pendokumentasian, pengkajian dan pengungkapan-isi dan latar belakang naskah serta penterjernahannya meliputi sebagai berikut:

I. Mengiventarisasikan dan mell!Jokumentasitan berbagai nas kah kuno sebagai usaha menyeJamatkan dari kemusnahan baik secara phisik upun isinya.
2. Naskah kuno yang dianggap penting dan pe.rlu diprioritas kan untuk ditraiterasikan dari huruf aslinya kedalam hu ruf latin, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indone sia dari bahasa aslinya, Janiu.nva diadakan penganalisaan dan peninjauan isi la tar belakang pemlisan mskahnya, dan hasilnya disebarluaskan ke pada masyarakat luas.

3. Melalui kegiatan tersebut diusahakan pula untuk melihat

dan mengamati berbagai keg:iatan sosial budaya dari warga masyarakat pendukungnya sepe.rti misalnya, dalam kaitan nya dengan b_erbagai upacara keanggotaan,tradisi dan kehi dupan sehari-hari yang ber 111mberkan dari naskah te.rsebut, yang dimak111dkan pula untuk mengungkapkali dan meng kaj i pe.ramn dan fungsi naskah kuno te.rsebut dalam kehi dupan sehari-hari

  1. Dalam penggarapan naskah lama ini diprioritaskan naskah mskah yang penting. Tolok ukur yang digunakan untuk me nentukan arti dan pentingnya naskah yang akan digarap me liputi antara lain : Naskah tersebut belum pernah diteliti dan digarap secara tuntas. Isinya dianggap be.rmanfaat untuk diketahui oleh masya rakat kini dan yang akan datang. Apabila ada naskah lama yang sama maka perluasannya pengkajian dan pembandingan satu sama lain. Naskah yang dipilih untuk digarap adalah naskah kuno yang pa ling tua yang masih lengkap dan huruf-hurufnya masih jelas.

D. PERTANGqUNGJAWABAN· PENUUSAN. Dalam rangka usaha penyeJamatan naskah-naskah kuno dan untuk pemanfaatannya, pelestarian serta penyebarluasan akan
' isi, nilai, pesan dan berbagai ilmu yang terkandung dalam na kah kuno oleh pemerintah · teJah diadakan usaha penggarapan dengan meJalui: I nventarisasi dan dokumentasi Penyimpanan, perawatan dan pelestarian. Pembuatan foto copy, cetak uJang dsb. Alih aksara atau transliterasi, alih bahasa atau terjemahan, penganalisaan isi naskah. Penyebar luasan basil.

DaJam rangka untuk membantu usaha-usaha tersebut, pada kesempatan ini Tim te.lah memapatkan kepercayaan oleh Pro yek Penelitian Dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara tahun anggaran 1989 -1990 untuk menggarap naskah-naskah kuno khususnya yang ada di daerah Jawa Tengah. Langkah pertama Tim terlebih dahulu mengadakan peneliti an naskah baik yang ada dirumah penduduk maupun yang ter simpan pada perpustakaari dan instansi yang ada di Jawa Tengah Tim akhirnya mendapatkan beberapa naskah kuno, yang seteJah diteliti sebagian naskah itu sudah pernah digarap dan sebagian Jagi belum dillrap. Naskah-naskah yang sudah banyak digarap terdapat di Per pustakaan Wilayah Propinsi Jawa Tengah, Kasunanan dan Mang kunegaran. Penggarapannya teJah dilakukan baik meJalui pro yek, rutin, perseorangan baik dari daJam maupun luar negeri dan disamping itu oleh lembaga-lembaga swasta.

Sedangkan naskah yang belum digarap banyak terdapat di Perpustakaan Museum N egeri Jawa Tengah, JaJan Abdurrahman Saleh Semarang (daftar ter.lampir).

Dengan berpedoman pada TOR Proyek Penelitian Dan Peng kaj ian Kebudayaan Nusantara dengan irersyaratan riaskah itu belum pernah digarap dan diteliti de•n tuntas, isinya berman-

JO

faa t bagi ma syaraka t k ini da n yang aka n data ng, maka Tim telah memberanikan d:iri untuk menggarap SERAT WREDHA MU DRA yang isinya sanga t baik untuk. dikaj i karena mengupas ilmu-ilmu· kejawen yang disebut ILMU APUS atau ilmu untuk menipu dan membohongi orang lain dalam rangka mencari ke untungan bagi Sang Guru yang menyebarkan ihnu itu. Ilmu itu banyak dicari dan dituntut oleh para pemuda di-· tanah Jawa pada waktu dimana mereka hidup dalam keadaan penjajahan dan kebodohan, yang akhirnya mereka tertipu dan mendapatkan kesengsaraan. Ilmu-ilmu Apus berhubungan de ngan masalah cinta kasih, kekebalan dan kehidupan menjelang aj-al. Pengarangnya mempunyai maksud -dan tujuan agar masya rakat Jawa pada wak itu sadar dan tahu bahwa ilmu yang mereka cari itu hanyalah tipuan, dan tidak mengulang lagi serta mau menyebar luaskan kepada masyarakat luas agar tidak tertipu lagi.

Namun setelah naskah tersebut digarap baik transliterasi, terjemahan ataupun analisa naskah, ternyata jumlah halaman nya kurang dari 150 halaman seperti ketentuan yang ada da-· lam TOR.

Tim menggarap lagi satu buku naskah kuno yang berjudul SERAT NGELMU SEPIRITISME, naskah pertama kali ditulis oleh orang Belanda dalam bahasa Belanda dan telah disadur kedalam bahasa Jawa serta ditulis memakai huruf Jawa. Naskah ini isinya sangat baik karena membahas masalah kehidupan dialam kubur dan alam akherat.;Dalam memberikan ajaran ilmu. Sepiritisme itu melalui semacam pertemuan ataupun kelompok yang diadakan secara rutin, yang inana mereka telah mengguna·.f kan ilmu seperitisme dengan mendatangkan roh halus yang su dah meninggal dunia untuk menceritakan kehidupannya sesu dah ia ma ti, dengan memberikan gambaran je1as pengalamannya saat ada di alam kubur. Ia harus menanggung akibat dari semua perbuatan buruknya selama di dunia, Ia merasa kecewa, karena sewaktu di dµnia telah berbuat kejahatan misalnya ber foya-foya dengan wanita secara bebas, menggugurkan kandung-

an dan lain-lain, Dialam. kubur ia merasa gelap dikejar-kejar ketakutan akan pembalasan yang akan dihadapi, Semua itu di ksudkan agar mansia yang masih hidup di dunia jangan ha nya bersena-senang atau bahkan berbuat kejahatan. Sebaik nya mereka ingat akan adanya hari pembalasan sehingga mereka selalu siap akan bekal diakherat nanti. Oleh kareni isinya begitu baik untuk peringatan kepada manusia_ yang masih hidup agar
tidak seenaknya sendiri maka buku itu telah digarap ...... oleh Tim,
untuk dijadikan pelajaran, peturtjuk, dan suri tauladan bagi kita semua agar hidup ki yang penuh tantangan dan godaan ini tidak disia-sia namun akan mendapatkan kebahagilan baik di dunia maupun di akherat nanti. Adapun tehnik penggarapan naskah kuno tersebut telah ditempuh dengan melalui Urut urutan sbb.:

a. Transliterasi, Yaitu memindahkan dari tulisan atau huruf asli kedalam tulisan atau huruf latin, untuk memudahkan mereka yang ku rang mengenal huruf asli atau bahkan belum tahu tulisan Jawa dapat membaca setelah disalin kedalain huruf latin. Dalam pe nulisan kedalam huruf latin ini agar mudah dalam mencari buku aslinya telah dicantumkan pula nomor halaman disamping' di sebelah kanan naskah tulisan latin. Disamping itu telah digunakan pedoman penulisan huruf latin dengan ejaan yang disempurmkan,
b. Terjemahan. Dalam menterjemahkan naskah telah diterjemahkan secara utuh dari kalimat per kalimat atau satu alinia, tidak dari kata per kata sehingga alur ceritera, maksud serta isinya tidak beru bah, dan mudah difahami oleh pembacanya. Di dalam pent.erjemahan. ini Tim kadangkala menemukan istilah yang sulit diterjemahkan sehingga istilah itu tetap kita tu lis seperti aslinya sedang terjemahannya kita carikan yang agak mendekati. Hal ini dapat dicontohkan dalam istilah:

Ilrnu Pengasihan, Ilrnu Jaya Kawijayan, Ngelrnu Susuk, Mi nyak Paldot, Minyak Bondet dll.

c. Amlisa isi mskah. Dalam penggarapan ini tim bermaksud untuk mengamlim, meninjau isi, pesan, ide, nilai dan tUjuan dari penulisan mah, serta ditinjau pula la tar belakang adanya penulisan naskah terse but. Tim juga becusaha untuk mengambil hikmah yang terkan dung dalam naSkah itu dengan memberikan contoh-contoh dan perbandingan-perbandingan masalah yang dibahas dalam naskah dengan kehidupan dan situasi dewasa ini. Dengan kajian itu di maksudkan akan bermanfaat bagi kehidupan kita, kehidupan ma srarakat kini dan yang akan datang.
d. Kesimpulan. Setelah menganalisa dan mengkaji isi mskah tersebut Tim becusaha untuk memberikan kesimpulan serta saran a tau hara p an dari hasil yang ingin diperoleh dalam penggarapan naskah kuno tersebut, Tim menyadarj;, bahwa selesainya penggarapan ini karena bantuan dari berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga bantuan itu ada manfaatnya dan tidak lupa Tim menghaturkan terima kasih kepada siapapun ya telah berkenan memberikan bantuan. Hara pan Tim semoga peilggarapan na
ah ini ada manfaatnya.


PERPUSTAKAAN

DIREKTORA T

SEJ R ·\ d & NJLAJTRADIS10'1A r_

BAB II TRANSUTERASI BEBUKA

Sampun dangu anggen kula manah teka dereng wonten sar jana kersa nganggit se.rat ambiyak wewadosing ngelmi jaya kawi jayan sasaminipun saha ngelmi kasampurnaning pejah. Mangka-pamanah kula ing jaman sapunika perlu sanget dipun sumerepi ing ngakathah. Mila mboten ketang ngaya-aya sanadyan kula dede sarjana kepeksa nganggit inggih ingkang kasebat nginggil punika.

Bab ngelmi susuk sarta guna pengasihan, punika adhakan sa nget dipun gayuh lare ingkang nedheng-nedhengipun birahi, rumaosipun kangge gagaman nyembadani hardaning manahipun dhateng wanodya. Manawi lare wau sampun dumugi mangsa tumambirang (umur selikur tahun minggah) limrahipun sami kepi sanget dhateng atos ing balungwuledding kulit. · Inggih pu nika ngelmi jaya kawijayan, anggeppipun kangge nanggulangi satru sekti badhe m,boten ambaleqjani Menawi sampun akiring mangsa tumambirang, (umur tigang dasa tahun minggah), ing kang sampun kalampahan limrahipun samikarenanan anggayuh
ngelmi kasampurnaning ptjah.. ....... , ............... 6
Mboten sumerep bilih sadaya ngelmi ingkang ginayuh wau ngelmi pagorohan, mboten wonten pigunanipun babar pisan. Mewi anyarengi apesipun saged ugi sami aqjalari karisakaning badan, sarta-saged ugi
pejah kedadak dening piyandelingmanahi-

' 14

pun dhateng ngelmi pagorohan wau. Mangka sadaya ngelmi punika pangupado8anipuri kanthi agad arta kathah. Punapa. Jllboten prayogi arta wau kangge wragad ambujung kawruh nyata ingkang sampun gumelar ing dalem donya, ingkang sam pun mesthi saged manpanga ti ing ngagesang. Awit saking punika, pangajeng-ajeng kula cariyos Wredha -Mudha punika, mugi sami dipun raosaken supados sampun sami kalaj eng-lajeng pitados dhateng kawruh pagorohan.

Surak.arta tanggak kaping : I; wulan Sa par ing Wawu J imakir, angka: 1912. Utawi kaping: 21 wulan Januari,angka 1912.

Raden Ngabehi jayamardasa.

Wredha Lho, sampeya n engger, wiluj eng ...... hal. 7
Mudha W iluj eng, pengestunipun kyai. Wredha Dangu mboten mriki-mriki, engger, wed pu napa. Mudha Saweg remen angkuyug kyai, rekanipun ing gih ngupad'os seserepan pangestunipun kyai. Pangestunipun kyai, lampah kula inggih ang sal damel, nanging teka dereng saged sreg dhateng manah. Mila kuJa Jajeng _ sowan pan jenengan punika. Waleh-waleh pumpa kyai, sajatosipun kula badhe nyuwun sih kadarman seserepan pan jenengan bab ngelmi jaya_ kawijayan, rehning kula taksih nombok bilih wonten pecluni pun sampun madal sum bi, kangge pagec, kyai, sanadyan jaman harja, nanging kula manah peclu apepagec. -Wredha Pancen inggih makaten enggec, kula mboten awrat ngeculaken kawruh kula dhateng sam-

peyan, sampun ingkang kawruh remeh. I ngkang perlu perlu pisan, kula legawa sanget engger..8 sajatosipun ngelmni ngelmi jaya kawijayan punika namung saking alusing tarekah. Ugi kenging winastanan ngelmni Panjelaggan. Kaleresan engger, sampun lami anggen kula asik badhe nyebar biyakaning kawruh Jawi, supados dadosa pepenget, awit bangsa sampeyan taksih sami pitados dhateng kawruh-kawruh Jawi ingkang sajatosipun namung kangge gegara ning ngupados arta. wina sta nan kawruh sae utawi mustikaning kawruh. Mangka sayektosipun inggih punika wau, kawruh panjelaggan anggen kula mastani, mangga, engger, sampeyan mirengaken, mboten usah milih dinten Jumawah utawi Ang- gara Kasih, kula wiwiti saking ngelmiremeh- remeh rumiyin, nanging prayoginipun kula taken rumiyin dhateng sampeyan, punapa engger sampun mate susuk kabagusan utawi karosan. Mudha : Sampun kyai, nanging susuk kebagusan. WredhaKados pundi, engger, caranipun sarta susukipun punapa...9 Mudha Susukipun barleyan sarta mirah sami gabah agengipun, tuwin cacah tigang iji, dhapuri- pun ngedom, agengipun sadom alit, dene panjangipun sapalihing dom, caranipun me- nawi masang mawi milih dinten malem Ju- muwah. Sesajinipun suruh ayu gedhang ayu saha sekar setaman. Wilujenganipun sekul wuduk, ingkung ayam kados angrasullaken, dedupa wiwit sonten mboten kenging pat. Wanci tengah dalu kula sarta kyai guru kali-

yan andhahanipun kalih, minangka Slksi pu napa musilcummi sami medal ing nglatar, awit cariyosipun kyai guru masang susuk pu nika mboten kenging kaeyuban wangon. Wonten tengah nglatar kula linggih klasa bangka dipun · lemeki mori pethak tigang kacu, sesaji sadaya dipun wedalaken wonten kiwa tenganing palinggihan kula. Barleyan sapanunggilanipun ingkang badhe kangge susuk, wiwit sonten sampun dipun buntel kapuk ing. ekum toya setaman, a nggenipun nata ambuntel berleyan wau dipun... .10 sumerepaken kula. Sareng kula sampun satata linggih ajeng aj engan kaliyan kyai guru, buntelan barleyan ingkang kakum toya setaman dipun pendhet, dipun tumpangaken epek-epek kula kiwa, ta n kula kapurih ngacungaken dhateng nga jenging guru wau, dipun japani umik-umik sawatawis dangu, lajeng kapurih ngambu sa rosaning panggondo kula. Senggruk kula serot, jegrag raosing irung ku la kados kacocog ing edom kathah. Kula ngantos ambrebes mili sajam dereng mantun. Kapuk tilas buntel wau dipun sukakaken ku la supados kula rimati, sampun ngantos ke langkahan. Sanalika kula tingali: Barleyan mirah saha emasipun gusis mboten wonten, mbok menawi ingkang jumegreg wau berle yan sapanunggilanipun sami melebet saking dayaning ;apanipun gutu. Cariyosipun kyai guru, susuk punika ingkang prayogi piyambak wonten ing uteg, a it

saeget nyarambahi kabagusan sarandumng badan, saantuk kula saking nusukaken, du mugi griya enggal ngilo, rumaos kula sampun

mindhak kebagusan saha manis kula, enjing
.... 11
sonten anggen kula dandan kula peng, sa bunan mboten trimah-sapisan, kaping tiga kaping sekawan tur ngantos munthuk, saya bagus' manis, kathah para wanodya sami gandrung dhateng kula. Maka ten kyai. Wredha Ibu sampeyan mesthinipun pitados sanget, engger.

Mudha I igih, tiyang wonten nyatanipun, sarta ge mh barleyan sapanunggalanipun saged mle bet makaten. -Wredha Sumerepa, engger, punika sampeyan kalebet geJar panjeJaggan. Leres kala pambuntellipun

barleyan sampeyan sipatti piyambak, na ing sareng pamendhetipun saking toya se taman dipun selehaken ing epek-epek sampe yan, punika dipun santuni kapuk plek kali yan buntel barleyan wau, ingkang saderengi pun sampun kadamel. Dene perlunipun ka kum toya setaman, kajawi ngantepaken pi-
yandel .... _ ....................... 12
ingkang perlu ngangkah telesipun saha ganda wangi, margi kapuk kothong wau salebeti pun medal saking griya kaliyan dhedhemitan dipun saki amuninga wedallan apoteker ing kang sampun _ dipun kandhut kaadhahan gendul alit, saestu jumegreg engger, raosipun. Mila sareng sampeyan bikak kapukipun ko-· thong blong, tiyang ingkang isi sampun mele bet kanthong, ngretos mboten, engger. -Mudha Punapa inggih, ta, kyai, menawi makaten ka dos pundi caranipun anggening glintoni, tiyang pamendhettipun !liking toya sataman kula sipatti, wah ngaten pandekekipun won ten ing epek-epek kula.

-. Wredha
-Mudha

-Wreda

-Mudha

-Wredha

CUbhak, engger, sampeyan punika, punika

prakawis gampil, sapinten agenging kapuk dipun japit dariji kemawon cepak, sanadyan sampeyan mandeng akedhep tesmak, mesthi mboten saged. sumerep, kajawi remeng-re meng utawi peteng dening tanpa dilah, ugi saking karaban piyandel. Rak inggih ngandel sanget ta...................... .". •. 13 engger, kala samanten, sapunika kemawon kula cariyosi biyakanipun garencengungan.

Lah, inggih, yai, bab punika kula sampun pi

tados wangsul dayaning kebagusan kula teka mindhak, lah, kados pundL Tabe-tabe, engger, saya cubluk sanget sam .peyan punika, sapisan saking kadayan piyan del, kaping·kalih kebesusan sampeyan min dhak, mesthi mindhak baregas. Dene lajeng kathah tiyang esti gandrung, tamtu kema won, deni:ng_batos sampeyan mesu sanget gi nandrungan wanodya. Sampeyan mudheng punapa deieng. Wah, lah, kal.ebet kojur kalantur rane, kula punika, sampun kecalan arta salawe reyal, imbet kapusan barleyan mirah saha jene. Maa pangaos tigang dasa reyal. Saya ko j\U' sanget, pancen manah saras jebul gem blung rumaos bagus, Cilaka nanianipun. Kyai

inggih·, mboten cilaka · makaten, engge.r, mempe.r kemawon tiyang engge.r de.reng su merep biyakanipun sarta ing ..• .14 sdami-laminipun dereng wonten sarjana

U.Ong kersa mitulungi nyumerepaken dha teng bebiyanning ngelmi jaya kawijayan sa aminipun. Mila crariyos kula punika sampe yan pengeti ing ebuk., menawi kasembadan

Wudha

-Wredha

Mudha

-Wredha

-Mudha

dipun waradinaken, supados dipun surnerepi. ing kathah, dadossa, cecolokipun manahe bangsa kula, sampun kalajeng-lajeng kape tengan budi, sokur saged dados waossanipun lare-lare sekolah, prayogi sanget, awit di wastanipun badhe mboten kenging jinegal ing guru paJli elaggan. Wah, inggih, kyai, kula mathuk, sasaged-sa ged kula damelipun buku, nanging supados terangipun kula badhe nglajengaken bab su suk rumiyin; sampun paJljenengan galih nge yel ngoyak pangandika panjenengan.

0, mboten, engger, sampeyan oyak malah proyogi, kUla remen, coba kados pundi pi taken sampeyan.

Kala wau ingkang paJljenengan cariyossaken
susuk ............................ 15
ingkang patrapipun nyerot kados atur kula wau, kula sampun marem. Wangsul susuk ingkang saged malampah wonten daging kati ngal cetha wela-wela, kados pundi, sajatosi pun kula sampun anglampahi piyambak.

Punika saya a pus sanget engger' nanging co ba terangipun sampeyan cariyosaken ru miyin.. I nggih, bab upakartining sasaji mboten sanes kaliyan atur kula ing nginggil, patrapipun inggih linggih wonten ing latar, mung ang-. genipun nusukaken beda, mlebetipun saking epek-epek inggin mawi japa mantra barang, kaotipun barleyan mboten mawi binuntel kapuk. Tangan kula kiwa kula acungaken dipun maritrani, barleyan ingkang sampun won.ten ing epek-epek kaqurih nggegem sara sa kula, laj.eng ka purih · ngegarak en.

Gw-u wantun kula; kajeng kula susuk wau

kapasang ing pundi, ng)ambe, mripat punapa ing pundi sakaj eng kula. Kala samanten ca cahipun barleyan satunggal pangaos kalih dasa rupiyah. Kula nedha kapasang nglam be tengen nging
gil. .... 16
Saking epek-epek dip'un surung dariji dha teng lengen, dumugi lengen dipun culak en, cetha sanget kyai, Jampahipun katingal men jelut kaleler-kaleler minggah, dumugi ngrai

dipun papanaken wonten ing lambe sarana kaandheg dariji, lambe kula ngantos mentol karaos nggandhul. Kyai gw-u weling kula: salebettipun sadinten sadalu manawi taksih · kraos garemetten dipun purih ngendeJaken kemawon, sampun ngantos kademok, margi mindhak kendel manggen sa enggen-enggen. Kula dipun cariyossi sampun sumelang sana dya n garemettan mesthi manggen ing lambe, awit susuk mituhu parentah ing jaqa man tranipun kyai guru. Sayektos sadinten sadalu tansah garemettan nyarambahi badan sakojur, kula kendeJaken kemawon. Sareng enjingipun kula ngilo, ru maos mindhak baregas, kula esem-esemaken lambe kula ketinggal manis angudu birahi dalah untu sarta gusi kula kemawon teka inggih kasarambahan manis, resik rentet pe thak gilap kados pasahan enggal, gusi kula katingal abut anjambu dresana ... .1 7 Kula saya brahi, enj ing sonten untuk kula mesthi kula resiki ngangge gosokan untu, lambe kula bengesi benges nyonyah damelan Walandhi, dangu-darwu inanis kula wewah wewah, ·para estri patingjaredhul kados kula pasangi rumpon.

Mangga, kyai, punika kados pundi.

-Wredha Punika inggih sami kemawon kaliyan ing kang kula cariyosaken wao, engger, kaot pi-' rantosipun toya saking apoteker reginipun awis, namanipun ma nawi mboten ka lintu: setinine. Setinine punika dayanipun kados cariyos sampeyan punika, menawi dipun le letaken daging gadhah daya barenjullaken raosipun garimingan kaleleran malampah sasarandaning badan. Dene cara nipun dariji ning guru ihgka ng kangge nyurung susuk, ing stderengipun sampun kacelupak en toya setinine ingkang sampun cumawis. Wonten gembollaning kadhawaha n gendul dados sa lebeting umik-umik aitjapani, punika gurune kareka kukur-kukur .... 18 nanging sajatosipun nyelupaken darijinipun dhateng toya setinine wau. Mesthinipun stmpeyan inggih mboten sumerep babar pisan, margi tar hipun alus. Mudha Lha, dados inggih pirantos saking apoteker.

Wredha liaili. Mudha Kojur ane, kula punika namanipun, mangka rumaos kula susuk wau sapriki taksih anda yani dha teng cahya kula. -Wredha 1 nggih memper kemawon, rumaosa bagus saking kadayan susuk, tiyang piyandelling ma nah saha besus sampeyan saya ngepeng. Coba mantun besusrhangsa rumaasakadayan susuk. -Mudha I ih, kyai, sampun kula pitados sanget dhateng pa ngandika paitjenengan bab susuk iiampun kalih warni, kula sampun femen na nging taksih' satunggal engkas, susuk ingkang

cublessan punika kados pundi, teka mboten karaos sakit .•. .19 Mangka kula nate nglampahi masangaken susuk dipun coblosaken walaka dhateng le ngen sanginggilling ugel-ugel sarta wonten kempol, sareng dipun japani karaosa sakit namung sawetawis. Dene susukipun ing kempol jene, ing lengen waja, ageng panjangipun sami dom alit, mangka menawi Jcula nuju kecocog dom pu niko, sakedhlk kemawon ginjal-ginjal, punika dipun balesegaken kemput menter kemawon Mangga punika kados pundi, panjenengan cariyosaken biyakanipun.

-Wredha Engger, punika kuJa baud sanget, sampun ingkang namung dom alit, dom bagor utawi tosan rigi songsong pisan kuJa saged masang aken, tumrap ingkang dereng kulina ·saestu nipun keraos sakit sawatawis, nanging ing kang kulina kangge coban-coban kados kula sampun mboten karoas barang-barang. Sam peyan kula · bedhe, kaJa sampeyan masanga ken susuk makaten punika, bae mboten ngantos sapeken susukipun sampun marucut
.... 20
dhawah kajengipun piyambak, inggih punapa mboten engger. Mudha I nggih, lakar saweg tjgang dinten sampun ka tingal mingip-mingip lajeng rentah piyambak punika kados pumi sebabipun kyai -Wredha Makaten, engger, kuliting manungsa punika garonggong kaliyan daging, janji sampun pa na anggenipun nyublessaken mboten barang barang, kulit ing jawi · dipun j ewer-j ewer ngangkah susuk wau sageclda angsal margi

garonggonganing kulit Jan daging, mesthi mboten karaos sakit, sakitta namung sawa tawis i.ng jawi nalika saweg kacubles, menawi sampun dumugi nglebet angS!,ll margi garong gongan menter kemawon. Saya menawi pan j ewerripun kulit sawatiwis seru kados nye thot utawi njiwit, babar pisan mboten kara os sakit, nanging inggih punika wau, mboten ngantos sapeken mesthi sampun madat utawi rantah. Menawi mboten saged rentah mesthi dados penyakit abuh. Mangga, ta, sampeyan manah, punapa mbo ten ngemar-emari manah. Mila prayogi dipun sumerepi ing kathah •... 21 Cariyos kula punika, supados para tiyang ngretosa bilih pandamel makaten punika sa ged damel sesakit ingkang ngemar-emari, tur mboten manpangati babar pisan. -Mudha Nuwun sangat kyai, leres panjenangan, bah punik a perlu kagelar, supados kasumerepa ken ing kathah, dumunung dados cocoloking pepeteng. Kajawi punika, gek enggen kuJa maguru barang-barang sadhabreg punika, ing gih mboten dadas abahan sadaya. -Wredha Mboten tebih makaten, enggex, sadaya-sada-. ya rekanipun mawi japa mantra, punika na mung kangge ngantepaken piyandel, margi ·bangsa kula dhateng japa saha kawruh ing kang dipun engel-engel dipun ubet-ubetaken ingkang ngantos mumettaken sirah, punika dayanipun. Menawi dipun cariyossi tanpa warana, tuhu punapa mesthinipun;

cuwa, rumaosipun dede kawruh dekik, eh,
memelas ingg.ih, engger. .... 22.
. -Mudha I qrgih, lakar memeJas, daJah kuJa inggih ka lebet tiya memeJas.

Wredha Kula punika puiapa mboten, sumerep kula. bebiyakan lBdaya punika, wittipun inggih sak ing cubluk kula nga ndel dhateng kawruh japa mantra ingkang mumettaken panon wau. Hara, ma ngga, · engger, kawruh punapa ing kang sampeyan sumelangaken, bilih kawruh ingkang dados babahan wau, mangke kula cariyossi biyakannipun. Mudha Gasak ra!B kados pundi, kyai. Wredha Mangga, sampeyan cariyossaken rumiyin, ka dos pundL Mudha Kala kula gosok !Bha ngombe rasa, imballan !Bha panumbas kula rasa ingkang sampun re sik satus kalih dasa rupiyah, sasaji !Bha tale mekipun mboten beda kala kula pasang su suk. Karang tigang dinteri saking panggo sok saha pangombe kula ra sa, pakemipun kyai guru kula kapurih nedha ketan thok •••• 23 mboten sulCa nedha tetedhan sanesipun, ke nging nedha ulam nanging kedah mawi ke tan minangka Jawuh. Saking kapiluyu kula dha teng karasan, sanadyan raosing padharran kula sakalangkung perih, nanging inggih kula tahan-tahanaken, kuwawi ngantos tigang dinten tigang dalu. Kala pengetrapipun rasa punika dinten malem Jumawah. Patrapipun kula tilemman mangkurep lemek kalasa bangka dipun rangkepi mori pethak tigang kacu. I ngkang dipun gosok rumiyin ing geger urut · ula-ula; ra!Bnipun mawi dipun ulet kaliyah bumbu kados jenang wungu, kula mboten sumerep jenang punapa, margi kadamel wadas, panggosokipun dangu ngan-

tos karaas benter, sasampunipun geger laj eng

  • r 'sadaya ros-rosan waradin, wiwit badhe ang. gosok mawi dipun mantrani umik-umik ngantos dangu, dipun damoni kaping pitu, mawi ngobong nfenyan dipun lebettaken cangk em ipun kyafguru, Jaj eng dipun idok aken dhateng badan kula ingkang badhe ka gosok kaping pitu. Sareng sampun rampung panggosokipu n, kuJa kapurih. ... 24 nguntal ketan ingka ng sampun kaulet sa, raosipun dhateng padharan gumendhel awrat. Kala samanten cariyossipun kyai guru, rasa ingkang dipun omb ekaken sarta ingkang kagosokaken teJas seprapat kati. Kyai guru weling: salebettipun tigang dinten tigang dalu mboten suka adus, namung ma nawi dinten Rebo kula kapurih kungkum sadinten sadalu, margi malemipun Jumuwah badhe dipun gosok sarta dipun ombeni rasa, Makaten punika ngantos pitung Jumuwah. Sareng sampun dumugi pitung Jumuwah, namaos kula karaosan lcula mindhak sanget, ll.lwaunipun njunjung wawrat setengah dacin kemawon meyek-meyek punika jurjung sadhacin gariyeg mboten rek:aos.
    Wredha Punapa engger mboten dipun cariyossi si rikanipun barang. Mudha Wo, inggih dipun cariyoi. kyai, mboten ke nging iwuculli wungkusan, saha mboten ke nging kungkuJan genter-genter. Kenging nanging kedah mawi sarat genteripun kedah
    .... 25
    kaceblak kaping tiga.

-Wredha Punapa engger mboten dipun teClahi ulet

uletanipun punika,

Mudha

Wredha ··i.

Mudha Wredha

Mudha 'Wredha

i. r
26

Mboten.

Engger, rasa punika pposokipun mawi di

pun ulet kaliya n li.sah tdwa, utawi lisah wi jen ing!ca ng kenei, saged lunyu sarta ngendheg. rasa, mgi rasa menawi ka- gosokkaken tanpa lisah salah satunggal wau, gondar-gandir ambyar, dados lisah · wau minangka ancur. Dene sesaj i Ian japa mantra punika ta n damel babar pisan, mmung kangge rerenggan ingkang supados katingal peng-penga n dados. kapiyan dellipun · ingkang dipun gosolc, sampeyan cariyos im balannipun satus kalih dasa rupiah, margi ngi;-esiki ra sa angel, terkadhang umukipun kyai guru ngresik i kemawon mawi mantra. Punapa makaten, engger. Iiu-ih. Punika mmung ka ngge garan ngrogoh arta sampeyan kemawon, · 1ugunipun gampil sa
nget .... 2 6
Makaten engger, caranipun ngresikirasa, Kadas pundi kyai

Rasa dipun wadahi tuwung utawi mangkok

pethak ingkang resik sarta ingkang kobet

· kangge ngulet, dipun ulet kaliyan sekul pu len pethak, pangulettipun ingkang tlatos, ingkang ka ngge nguletti tangan kiwa tengen kenging. Mana.wi sekulliptin sampun cemeng kenging timbrah, laj _eng dipun turuhi toya wadhahipun ceret, palBlruhipun ingkang ing gil, supados ra sa panyentarripun, nanging kaangkaha mawutaken sekul ing-, kang taksih kuletan ram, sampun kendel- kendel panuruhipun menawi sekulipun de reng telas katut luberan toya wao. Menawi

sekul sampun katut luberring toya teJas babar pisan, toyanipun dipun bucal ingkang ngantos sat, lajeng dipun ulet malih kaliyan sekul kados kala wau, inggih Jajeng dipun turuhi toya malih. Makaten engger, wongsal-wangsul panaruh saha pangulettipun ... 27 ngantos sekullipun mboten katuJaran tiin brah. Dados tegesipun manawi sekulipun sampun mboten cemeng, rasanipun sampun resik akincelong-kincelong, tumunten kaulet malih kaliyan ron suruh sapisan kemawon cekap inggih dipun toya kados panu ruhipun sekul wau, ngantos suruhipun teJas, pamrihipun suruh punika karemettaken, menawi toyanipun sampun asat sarana dipun sesepaken kapuk kapas utawi sepon, Jajeng dipun wadhahi gendul, punika rasanipun sampun menthik katingal gilap resik guma rining kados saJaka sinangling memet, puni ka, engger, rasanipun JlVesiki rasa, Mud ha Kok inggih namung makaten kemawon ta kyai, dados mboten mawi mantra barang. Wredha Mboten. Mudha Bab ngresiki rasa kuJa sampun marem, pang gosok Saha pangombenipun wau kadas pun dL -Wredha Ngombe rasa punika kuJa mboten pitados, ing ngatasipun tumrap pirantossing padharan margi ingkang nge:rtos bab pirantosing pa
dharan namung dokt,e:r .... 28
inggih yen mboten dados sebab, Namung go sok rasa ingkang sampeyan cariyossaken pu nika oocok Jan kawroh"kula, nanging mboten mawi nglapahi saha kungkum barang, sarta mboten mawi milih dinten.

Mudha

Wredha

-Mudha

-Wredha

-Mudha

-Wredha

Dayanipun saged rasa, kados atur kula wau kados pundi,

I iaih, rumaos kula inggih andayani, nanging

prayoginipun menawi badhe gokaken tan tunan doktec rumiyin, supados dipun cari yossi takecan kekyatanipun. Dene wragadi pun mboten samanten, cekap namung tum bas rasa dhateng apotekec, Wah, lega manah kula, kyai, sampun kawan bab punika ingkang kula suwun akan tata ringan.

Mboten ngaten engger, kalawan sampeyan cariyos badhe nedha kawruh jaya kawijayan dhateng kula, tibanipun semunipun samp yan kados sampun baud piyambak, nodhi punapa kadO-s pundi, sampeyan punika, eng ger.
Mboten nodhi makaten kyai ....... 29
Pangangkah kula ngupados kawruh malih mbok bilih' nglangkungi kawruh kula. Puna pa mlesed mboten, sadaya kawruh kula da dos awu paqenengan welehaken nyatanipun, mila kados punapa kernawon bingah kula, sa nadyan anggen kula IJlnlthuk pados kawruh wau waragadipun ewon tibanipun namung dipun apusi, limrahipun getun, kula mboten, sareng panjenengan dorengi biyakanipun ma lah plong cumeplong manah kula. Mila sam pun katanggelan kyai Kula badhe nyariyo saken malih kawruh kula, panjenengan pa •ndikani biyakan ing wawadosipun. Mangga, enger, punapa ingkang sampeyan cariyossalcen, manltce kula cariyosi bebiya kipun.

-Mudha Kyai, nyelani sakedhik ka0ngge piyambakan, margi radi lekoh. Kyai kapareng punapa mboten. -Wtedha Mangga, lekoh mboten dados punapa, won ten mempanipun piyambak-piyambak sana dyan lekoha menawi perlu kenging kema
won, .... 30
· saestunipun para sarjana sampun anggalih piyambak sampun pakewed, sampeyan ca riyossaken. Mudha Guna pengasihan tiunrap dhateng wanodya, kyai, ingkang badhe kula cariyossaken. Wredha Pangasihan kados pundi engger. Mudha Kula sampun nate maguru guna pengasihan tumraj> dhateng tiyang estri, warni-warni, kyai, nama saha caranipun, nanging mboten perlu kula cariyossaken sadaya. Sak bab ke mawon ingkang kula anggep peng-pengan, mbokmenawi sampun kenging kangge pepi ridan sanes-sanesipun. Wredha I nggih, prayodi, engger. Mudha Guna pengasihan ingkang cespleng piyambak tumrap kangge anggunani tiyang estri, cari.: yossipun kyai guru sarananipun kedah mawi ngalampahi luwe carta melek, manawi kuwa wi. pitung dinten pitung dalu mboten nedha mboten tilem, mbotennipun tigang dinten
tigang dalu kemawon kenging .... 31
Kala samanten saking mempeng kula, sana dyan sayektosSipun kula punika mboten be tah luwe, ewadene kula tempuh tigang din ten tigang dalu mbten nedha mboten tilem, Paqna ning Pangeran kuwawi Salebettipun anglampahi wau mawi rapal japa mantra

penpsihan. Sasampuning mudhar kula dipun sukani rokok kaourih ngudut wonten nga j engipun tiyang estri ingkang kula angkah wau, sarta kapurih ngangkah supados tiyang estri wau punika mambet kebuling rokok ingkang kula udud. Kajawi punika kula di pun bektani lisah, namanipun lisah bondhet, sasaged-saged lisah punik kapurih nglelet aken kulitting tiyang estri jantunging manah kula punika. Sadaya weipun kyai guru kalampthan kula estokaken, mboten ngantos gantalan dinten tiyang estri laj eng ambebeki kasmaran dhateng kuJa, kaJampahan dados remenan kula. Wantuning estri kendho ta pihipun, dereng sapintena dangunipun ang gening remenan kaliyan kuJa, centheng Ja jeng dun remenni sudagar hartawa n, kula dipun semplang, kula laj eng enggal-enggal
nundhes kyai guru .... 32
kenging pumpa teka pengasihanipun mbo ten istijab, tandhanipun lare estri nilar kuJa remen tiyang sanes, mangka bayar kuJa sam pun sah saJawe rupiyah kenceng. Kyai guru mangsuli: mbokmenawi wonten sebab saking kalintuning mantra utawi ki rang tetep anggen kula nglampahi Ewadene kula dipun purih sampun sumelang, tiyang estri wau mesthi badhe gandrung malih dha teng kula, sarta ing salaminipun mesthi mbo ten saged uwa4, mnging kula kedah ngedala ken waragad malih seket rupiyah. kyai guru badhe nyukani isarat peng-pengan Sayektos, mboten namung tumrap tiyang estri satuhg gal, semdyan tiyang estri sanesipun, jaqj i mte tunail tilem kaliyan kula ingkang ma wi ketaman isarat punika, mesthi badhe ke-

kanthil Sllami-Jaminipun, tangeh puruna di pun tunggili tilem tiyang sanesipun, purunna mpisan kaping kalih sebab kebuj uk utawi melik arta raj a bra na, nanging mesthi wang sul gandrung dhateqr kula malih. Kula taken: Punapa mawi nglampahi luwe mta melek malih. Wangsulanipun mboten susah .. .. 33 namung mawi lampah sawatawis, samasa ku la nglilir tilem kedah JWlpaJaken puj i panga sihan. Saking gandrung kula dhateng tiy'ang estri saha kepingin kula sumerep dhateng isarat sarta saged mantra nipun pangasihan, kula teinpuh bayar seket rupiyah kenceng. kula Jaj eng dipun sukaru lisah, punapa toya, warniniPun ijem buthdt dipun wadhani gen dul alit. Welingipun kyai guru : Menawi kula badhe tilem kaliyan tiyang estri, toya isarat wau kapurih ngleletaken paj aleran kula. Sarehningremenan kula wonten griya ning remenanipun tiyang hartawan, mila kula mawi dipun sukani isarat malih, su pados remenan ku1a wau purun kula un dang, kula dipun purih kengkenan nyukani kinang sekenyeh. Kinang wau sa.king kyai guru ng sampun dipun mantrani. Kyai guru taigel mesthi surnarinthil, namung .supados remit, pakenipun kyai guru anggen kula kengkenan nyulcakaken kinang wau,. kakanthenana barang barang sakajeng kula, sinjang, badhe rasukan punapa lisah waqJi.... • •.. •. •. • •. •. •.. •...... • •.. • 34 KaJampahan kyai, kinang kula kintumken kanthi sinjang badhe rasukan sarta lisah wangi ngalih. warni, Keogkenari kula weling supados saqjang dhateng remenan kula, m&-

mwi purun kula welingaken sakedhap kula kangen.. Sayektos saqangipun ke Dgkenan kula d reng ngantos nginang malah saweg dipun tampani, Jajeng breng pangkat menggihi kula. Hara takdk samanten, istijabipun guna pangasihan punika, E nggaling cariyos kula nunggil tilem, welingipun kyai guru sadaya kula Jampahi. Sanalika. dereng katinggal da yanipun, sanes dinten remenan kuJa minggat dhateng pangenanipun remenanipun har tawan wau, kula keIX:feJaken kemawon, iras angyektosi dayaning pangasihan sarta isarat wao, awit kulasampun wineling kyai guru, sanadyan dipun remenana tiyang. sanes, mesthi. nglepeh nacuruk ngupadosi kula malih. Mboten lidak, wonten pengge anipun remenanipun hartawan saweg kalih dint en kalih dalu mingga t ngantuki kuJa. Eeh, batos kuJa : Istijab temenan isarate
kyai guru ....• 35
Sayektassip\in mboten namung Jare estri 11 satunggal punika kemawen, kuJa cobakaken saneirsanesipun inggih makaten sami tresna remen asih dhateng kuJa. Rehning toya sarat wau sakedhik sanget, dados sawuJan sapisan kuJa nedha dhateng kyai guru malih. Kyai guru kadugi nyukani, nanging sagendul alit nedha, waragad gangsal rupiyah. I nggih kuJa bayar, tiyang kula sumerep piyambak kadds makaten dayanipun, ta, mangga, kyai punika kados pundi,

-Wredha AIJah toba t engger, punika mboten ilok sa et, sanget damel wijining sasakit ingkang. acmat-emari, sampeyan dipun purih nglanipahi sarta mawi mantra, punika kangge

pekencenging ma,nah sampeyan, sadayaning manah manawi kaestri kenceng sayektos, sa daya ingkang sinedya dados mboten usah mawi barang bereng manawi tsantosa niyatti pun kenging punapa mboten kadumugen, Isarat ses sarto lisah bondhet mboten tumut barang-barang, lisah punika rak lisah klentik
cem-ceman sekar ses ................ 36
mbok inggih sampeya n manah, temtu kema won engger, tiyang estri menawi sampun mboten rikuh aben aj eng, sarta purun dine mok badanipun, mesthi purun dipun remeni, Makaten wau ma mwi ingkang aben aj eng saha aigepak sampun kawijen mamh niya t angremeni, Dene isarat kimng sakenyeh, mesthi nyumarinthillaken engger, tiyang mawi panggalih siitjang badhe rasukan sarta lisah wa ngi ngfllih arni, mbotena mawi ki mng engger dipun sukani bara ng- barang pu run nampeni mesthi sumarinthil. Punika sampeya n mma kapusan kangge dolanan kyai guru, engger, arta sampeyan mawut, ngelminipun mboten kangge babahan, rnila engetta, mbeitjing malih sampun tuwuh se dya sampeya n makaten punika, engger, ki rang prayogL Mudha Bab toya isara t boreh pajaleran kadas pundi kyai, teka dereng dipun cariyossaken pisan,

-Wreda lnggih punika wau engger, kula cariyos mboten ilok sanget, saged nueuhaken se sakit ingkang..................... 3 7 angemar-emari, toya isarat punika regini pun sanes kemawon m bot en lliantos inggil P!njka: gagang-godhong senthe dipun tung kulaken latu ngantos benter, laj eng dipun

peres toyaun kawadhahan gendul. Pu
,,, Mudha nika, engger, wujudipun toya isarat cespleng wau. Dene dayanipun gatel, menawi tum rap kulit inggih man, margi menawi kataman priya ingkang tanpa kataman kemba, pisan raas gatel dipun kukur, mesthi nikmatipun, nanging ngatos-atos punika wisa ageng. Punapa sari damel risak, kyai. ingkang numanaken isarat priya dening mangga, kissisan wanodya ingkang wau, mangka ingkang. mawi sarat rum aos ta, ngger, sampeyan manah, mandi sanget, sampung tanpa raos mila kata nate mesthi babar
Wredha Darnel ngantos sapisan ngelmi Kaping kalih damel wijining sasakit ingkang nyelakaken umur .. risak wonten kapusan, punika sanget, mila ingkang dening sarananing poma nglampahi malih, sadaya ngelmi apus krama : sampun
Mudha We, ladalali, tawis anua kados pundi. tujunipun kula namung sawa
.Wredha Sanadyan aken umur. sawatawis inggih meksa nyelak
-Mudha Sasampunipun umpami sipun sapunika sasakit pating tanpa sela. celaka punika, krabing kados pundi, kyai. umur kula, kula ta, kyai, badan kula sekoj ur prasasat tiyang sajatos sampun kataman pating Memper brintul
Wredha Punika aken sugeng samasa nilar jaman karameyan. jajaranning sipilis engger, ndherek
-Mudha Sasampunipun reng aken matur bab ngylmi sanesipun. pejah kemawon kula badhe nglajeng kyai, namung mumpung de

•

................................ 38

-Wredha lnggih, engger, mangke rak dumugi perlu ingkang kangge pejah. Mangga kacfos pundi, punapa ingkang badhe sampeyan cariyos saken malih........... 3 9

Mudha Taksih, baba-gan ngelmi mudha, kyai. Wredha Punapa jaya kawijayan.

Mudha lnggih. Kula sampun nate maguru jaya kawijayan andilat wesi bang mangah-mangah mboten karaos benter, lampahipun piung diten putung dalu, boten kenging keyuban wangon sasaged-saged pakeming guru ka purih ngluyug, kula lampahi pitung dinten pihmg dalu ngluyug mboten keyuban wangon, mudharing anggen kula nglampahi, kula angkah dinten malem Anggara Kasih. Tengah dalu kula winejang japa mantrani pun wonten tengah latar, mangka wonten ndhusun pareden, asrepipun ngudubilahi, sasaji saha wiluj engan mboten kantun, dupa wiwit sonten tansah kumukus sareng sampun, sami sanalika kula dipun teter, kyai guru ngrumiyini ndilat tosan ingkang kaobong wonten prapen amangah-mangah kados srengenge, lajeng kula gentos ngapal laken mantra dilat leno, ayem kemawon karaos benter nanging namung sakedhik,
................................. 40
sareng kerep ···kula coba ndilatti tosan ba karan wau, saya dangu saya mboten karaos benter babar pisan, kula enggal-enggalan me nawi mentas ndilat ilat kula karaos benter kados menawi mentas ngombe wedang kebenteren punika. Sareng dangu-dangu inggih punika wau, menter kemawon, saya sampunika, sampun mboten karaos barang barang babar pisan.

· Wreda Engger, sumerepa, angger tiyang kemawon waon purun tatag manahipun mboten usah mawi nglampahi saha mantra mesthi mboten sakit, awit Bating manusa punika

  • kinodrat gadhah daya angasrepaken benter, sapisan kaping·. kalih taksih benter sawatawis, menawi sampun apal mboten kafaos benter, punika sampeyan inggih kenging apus malih. Nanging ngatos-atos ngriksakaken raosing kenyam.
    -Mudha lnggih sampun kul a narimah, mangka sayektossipun sadaya babagan ngelmi maka ten punika sampun kula lampahi sadaya, waragad kula kathah sanget, ewadene namung angsal ngelmi apus-apusan..... 41 utawi kenging kula wastani saweg lemis sipun, makaten kemawon waragadipun sam pun ewon, iba panjenengan punika, ngan tos mirsa bebiyakanipun.

-Wredha Ta, lakan inggih kathah sanget engger, anggen kuta wiwit mungseng ngpadas ka wruh makaten sapiturutipun ngantos dumugi ngelmi kasampurnaning pejah warni-warni punika, umur pitulas tahun, ngantos sapriki saweg kendel, margi lajeng sumerep biyak aning wawadosipun punika. Mesthinipun inggih mboten badhe ical, kenging kangge pangenget-tenget dhateng anak putu, sokur dadas satutulan dening rigakathah, sampun ngantos sami kalebeting gelaraipun guru apus, gadhaha arta sekedhik kalih kedhik prayogi kangge mbujeng kawruh nyata ingkang samptin gumelar. -Mudha Mesthinipun mggih makaten kyai, tiyang jaman kula panjenengan kala samanten

dereng kalebetan majeng, memper kema won sami keblusuka dhateng kelaning guru apus, nanging saupami panjenengan dereng mirsa dhateng..................... 42 biyakan wawadosipun ngelmi-ngelmi wau, mbok menawi bangsa kula taksih sami kalantur-lantur pitadossipun dhateng ngelmi pagorohan wau.

Wredha Mila-mangga, engger, sampeyan lajengakn.

Mudha lnggih, sapunika kula bad.he nyariyossaken ngelmi paldot, m boten tedhas tapak palil· ning pandhe sisaning gurjnda, inggih punika ngelmi jaya kawijayan ingkang dados piyan delling para karaman. ingkang sampun kalampahan ing tanah J awi, Madura tuwin ing Bali sarta sanes-sanesipun. Kula nate maguru, 'imbalannipun ngantos kalih atus rupiah, ingkang satus seket rupiah minangka panum bas kula ngelmi paldot wau, ingkang seket rupiah, imbalan ang lampahi tapa ngluweng pitung dinten pitung dalu dhateng kyai guru, margi kula dipun tantun kapurih nglampahi piyam bak rumaos wegah, dados dipun sanggi ing kyai guru. Sasampunipun kyai guru mudhar saking tapa ngluweng, kula lajeng winejang dipun · tetesi ngelmi paldhot wau............ 43 Pemejangipun kaleres dinten malem Ang gara Kasih wonten gisiking benawi, sasaji tuwin wilujenipun mboten kantun, sirik anipun menawi mlampah mboten kenging noleh, kengiilg nanging kedha minger sa badanipun pisan. Ky11ii guru anjedhi timah sawajan ageng, sewawah-semawahipun timah lajeng 4ipun celuppi tanganipun kyai

guru kalih pi sah, wa, kul gurnun sanget,
lajeng kangge raup, sajakipun menter ke wa
w.on, kyai guru aken dhateng kul a supados
ngapalaken mantra, menawi sarnpun kapurih
nyoba raup puni ka. Sayektos kul a lampahi,
tangan kalih pi san kul a celuppaken, mbo
ten karaos benter sakedhik-sakedhika, na
mung kula ngge raup barang inggih mboten karaos benter. karaos Kados manget-manget pun di gumun sarta pi yandel sawatawis,
kula, ngantos tanpa upami. Kyai guru
cariyos dhateng kul a, mimising sanjata
punika in gkang kadamel tirnah, inggih
timah angka jedhen pal makaten barang, mesthinipun miinis ing sanj ata manawi dhum awah inggih sul kados jinedhe. kados ingkang kan gge mboten dipun tirnah umep mumpal-mum raup mboten barang turn awa, malah luluh wang jedhi ing badan kul a puni ka.
Kul a mboten mangsuli, namung tansah
malenggong Ti mah wau lajeng dipun as re paken kaangkah balebe kan jempol, sareng sarnpun gum un kinten-kinten kandellipun sepalih sarta as re p di pun gunting pita dos sanget.
kapendhet benggol, dipun sake dhik, agengipun seratti aks ara Arab, ingkan g sami arta
kangge nyerat dom bagor. Sareng sam
pun rampung dipun sukakaken kula ka
purih an ggembot, sanalika punika kula
dipun coba badhe 'dipun sanj ata, nanging
kyai jata guru rumiyin, kula, dene .trtgkang manah kula dheg nyan
dhegan sanget, inggih manawi mboten
pej ah, in gkang biRtHcungkuitg '; ing parentah, eade- up ami pejah masa wandeya kula

I.

. '

........ 44

Qe nelcad. Sareng sampun mapan, dhel, kula sanjata, megek kemawon, gotrinipun malah salong kenging dipun cathok, wadhuh, eram kula mboten kantenan. Gentos kula, manah kula rataban sanget, nanging mundur isin, mantra kula · apalaken wongsal-wang-
sul ... ............... ........... 45
saking aj rih kula, dhel, pyur manah kula, gotrinipun sami dhawah dhadha mboten karaos barang-barang, kaliyan dipun plin theng tikel sa:ldt pinalintheng sanget, badhe dheging manah kula saredi anakan, rumaos digdaya mboten tedhas tepak paluning pandhe sisaning gurenda, sampun m. alih sinuduk penedhang tinum bak sasaminipun yen ta tedhasa, mimis gorti menter malah luluh wangs dados tirnbel, dumugi sapu-

nika kula taksih digdaya, kyai, panjenengan coba kenging. Suwawi panjenengan dhawahi gegaman kul a tadhahanipun.

Wredana Sampun kume.n thu5, engger, pasah punapa malih. Mud ha Lo, sampun ngina, kyai, kenging dipun nyatakaken. -Wredha Mboten, ta, sampeyan sareh rumiyin, wiwit sampeyan maguru punika sapriki punapa sampun nate kalarnpahan pinedhang mendat jinara menter bae dereng nte, sarnpeyan prasaja kemawon.................. 46 -Mudha lnggih, kyai, satemenipun dereng. Kados pundi kyai, bebiyakaning wawadosipun panjenengn pangandikaken. Wredha Makaten engger,. gadhogan tirnah punika wonten panawarripun, inggih punika talutuh

40 jarah, mboten usah tangannipun binalonyo, darijinipun kemawon dipun borehi kalomah lajeng dipun celuppaken gadhogan timah umub, mesthi mboten karaos benter, timah punika menawi sampun kenging utawi kecampuran talutuh jarak sekedhik kemawon warninipun sulak utawi lamuk biru utawi wungu, rak inggih, ta, engger, kala semantern sumerep punapa mboten. Mudha Inggih kyai, sareng dipun celuppi tangannipun kyai guru warninipun lamuk wungu punapa biru, nanging anggening balonyo talutuh jarak tangannipun kyai guru, kula teka mboten sumerep, lah punapa saking
griya sampun binalonyo............. 47
Wredha Inggih makaten, sampun griya sampun wiwit kabalonyo, mila menawi sampung kenging dayaning talutuh jarak sanadyan bayi dipun raupi jeboran timah mboten barang-barang, punika mboten saking dayaning ngelmi, ngelmi punika namung kangge piyandelling manah sampeyan kemawon. Mudha Layak kula nyoba wonten griya ndremimil ngapalaken ngelminipun, sareng kula celup- aken jingkat-jingkat dariji kula gosong, benteripun ngudubilahi, nanging kala se- manten kula mboten wara-wara, margi isin, namung lajeng nundhes dhateng kyai guru, nanging jebul malah dipun srengeni kathah-kathah, cariyossipun kyai guru ingkang parlu prakawis dipun dhawahi gegaman dipun sanjata mboten pasah.

Wangsul punika namung isarat, ingkang

saged namung gurunipun, murid dereng wa-

jib saged dhateng coban-coban makaten wau, menawi dereng dipun lilani ing kyai guru, sarta kyai guru meling wanti-wanti

sampun pisan-pisan kula sesongaran.... 48 ngatingalaken kadigdayan, margi ngelmi jaya kawijayan punika menawi ka ngge sesongaran mesthi cabar saking karsaning Allah.

  • Wredha Bab dipun sanjata mboten pasah, sampeyan
    gumun sarta ngandel inggih, engger, sampe yan · wastani dayaning mantra sarta jimat tuwin tedhassing tapa ngluweng, punika mboten.

·Mudha Lah, kados pundi kyai.

Wredha Sanjata punika bantassing mimissipun mawi takeran, pitung ·dasa tindak punaJ)a satus. tindak, piyambak-piyambak niturut modhel lipun ingkang sampwn sumerep, terkadhang saged sumerep saking angka ingkang wonten ing sanjata nelakaken ablasing mimisipun, punapa malih guru sampeyan gadhah sanjata piyambak, sanadyan mboten sumerep angka ingkang wonten sanjata ngriku, mesthinipun taken dhateng ingkang sade, dene caranipun saupami sanjata palajenging mimisipun satus tindak, dipun, langkungi sadasa tindak tebihipun kemawon sampun aber; kenginga
inggih mboten sakit ............... : 49,
menawi ingkang kendel sarta kulina kados guru sampeya·n takeran satus dinten dipun langkungi gangsal kemawon purun, terka dhang malah saged nyathok otri utawi mimissipun, nanging kala semanten rak dereng modhel sanjata repetri. Kajawi makaten kyai guru masa purunna dipun sanjata celak-<;elakaa ingkang kirang saking petanging J)elajengipun mimis.

Mudha Dados makaten kyai.

Wredha lnggih makaten, mila kala wau kula sampun carios, sadaya ngelmi jawi punika namung ngelmi apus saking memeting tarekah, tiyang jawi remennipun ingkang aneh aneh, dakik-dakik angometaken uteg, 'mila pangajeng-ajeng kula, para lare sarta tiyang punapa dene anak putu, sampun ngantos anglampahi kangge dolanan binalithuk ngel mi apus ingkang ngemar-emari manah, kados ingkang sampun kula lampabi, alu wung mesuwa kawruh nyata ingkang man pangatti kangge sangu gesang, prayogi. Wontennipun karaman•'karaman punika, rak inggih saking piyandellipun dhateng ngelmi
jaya kawijayan .................... 50
ingkang sampeyan cariyossaken punika, ta, engger, kalanipun para murid sumerep teterring kadigdayannipun kyai guru, sarta awakipun piyambak dipun · coba dening kyai guru ingguh digdaya, sami mbadhedheg rumaos mboten wegah dhateng mimis, nanging kados pundi, sareng binrondong ing mimis inggih sirna utamangganipun, sababipun punapa para bangsa kula ngantos kalampahan madeg karaman, saking angge nipun sami dereng sumerep biyakan wewa dosipun ngelmi jaya kawijayan sapanunggil anipun wau, margi salami·laminipun dereng wonten para sarjana ingkang kersa nglugak aken cariyos sinebar ing kathah, watak jawi eman-eman kangge piyambak kemawon kajengipun kondhang sinebat lelananging jagad, mbbten manah kasangsaya-sinangsasa yaning bangsaitipun ingkang tansah asor, margi taksih wradin sami nganggep utami-

ning utami punika tiyang ingkang gadhah kawruh ngelmi-ngelmi apus wau. Ngantos sapriki bangsa jawi taksih kathah ingkang geget dhateng kawruh wau nglepeh dhateng kawruh nyata.

-Mudha Menawi makaten jimat kula punika kula
bucal kemawon,. tiyang tanpa damel, arta kalih atus rupiyah sirna ingapusan ..... guru ... apus, .. rahayunipun

......... 51

kula dereng ngantos dipun sanjata kadhawa han gegaman anuwa kecalanarta kalih atus rupiyah tam bah nyawa.

Wredha lnggih, punika wau, engger, wlinging kyai gllfl:l dhateng sampeyan awanti-wanti, mbo ten suka sesongaran margi ngelmi jaya kawi jayan menawi kangge sesongaran badhe cabar saking karsaning Allah. Sumerepa, engger punika politik, a.wit menawi sam peyan nyongaraken kadigdayan mboten wande kalampahan cinoba ing tiyang sam peyan mesthi pejah kadadak, kyai guru aj rih mbok bilih kawuningan parentah me nawi wiwitting pepejah saking ngandelipun dhateng wulangipun, .tentu tampi pidana. Dene menawi wilujeng m bot en konangan nagari, inggih begja, nanging sampun damel jinjanipun para murid sanesipun, sarta me jahaken tedha. Punika, engger, ingkang dipun kawekani. Dene menawi sampeyan mboten sesoqgaran, mesthi katah wilujeng ipun, kyai guru salami-lami .. ·......... 5 2 nipun, t8ksih ganda arwn angambar, wilu jeng lestantun tedahanipun, taksih ganda arwn angambar, wilujeng guru sampeyan wau.

-Mudha Wah, wah samanten alusipun politikipun kyai guru, kula mboten andungkap babar pi san. Hem, nuwun sanget kyai, kula panjenengan padhangaken, dados aosipun kemawon saka thahing ngelmi jaya kawijaY,:an sapa nunggilpun, punika dora sadaya. Menawi makaten pamrihipun p unapa, punapa na-, mung kangge balithuk ngirup arta. Wredha l>ancen inggih namung kangge sarana ngirup arta kemawon seksinipun mursid menawi ngelmi-ngelmi wau· uj ar pangorohan sadaya, ' salami-laminipun boten wonten guru ngel mi jawi jaya kawijayan sasaminip'un saged lulus kondhang, dangu-dangunipun gangsal taun mestbi sampun aber mantun kondhang, margi dangu-dangu s'alah satunggalling ka wruhipun pangorohan wau wonten ingkng
kawiyak wewadossipun, ............. 52
utawi danpdangu sa1ah satunggalling mu ridipun wonten ingkang keteter kawruhipun malendo, · satemah mboten pinitados ing tetiyang, kyai guru kantun malenggong mboten angsal tedha. saking kawruhipun f' apus-apusan wau. kula, cariyos ·kula bebiyakaning wewaipun ngelmi-ngelmi ingkang kaca riyos ing riginggil punika, kados sampun cekap kangge peiridan ambiyak wewados sing ngelmi-ngelmi sanekinesipun, menawi engger pancen· lantipim manah, dipun gelarana gelarring ·kaWnih ingkang angge gmsi babaganning ngehili-ngelmi wau, saestu in bbten badhe · · kapiluyu, dening saged

  • '1.,. •anenim bang kapiridaken kaliyan cariyos
    kala wau.

-Mudha lnggih, kyai, pangraos kula inggih sampun anyekapi sanget kangge piridan ambiyak wewadossing kawruh babagan punika tuwin sanes-sanesipun. Margi cariyos ing riginggil punika sampun kalebet kawruh pagorohan ingkang angel piyam bak-piyam bakaning wewadossipun. Sarehning ngelmi jaya kawijayan sampanung-
gillanipun ..... ................. .. 54
sampun kula cariyosaken biyakanipun wewa dossipun, punapa kepareng kula badhe nyariyosaken ngelmi kasampurnaning pejah sawatawis ingkang prayogi kangge pepiridan.

-Wredha Prayogi, engger, mendet saperlunipun ke mawon, ingkang kenging kangge pepiridan, tiyang pangangkah kula pancen ingkang ngretossaken lare, supados sumerep bilih ngelmi-ngelmi wau mboten migunani ing ngagesang. Mangga, engger, sampeyan cari yossaken saperlunipun.

-Mudha Sasampunipun anggen kula ngluyung ngu pados kawruh-kawruh ingkang sampun kula cariyossaken sarta sanes-sanessipun kelebet ingkang remeh-remeh. Sampun sami kaca thet ing dalem batos, kula kepingin sanget sumerep dhateng ngelmi kasampurnaning pejah, kalampahan sampun pinten-pinten guru kasampuman kula lebetti, wulangani pun wami-warni, saya cararupun sadaya sami ngangkah ngengel-engel......... 5 5 nalar, uteg kula ngantos komet, memper upami tiyang ingkang kirang pam bu di di pun ubat-ubetaken kados kula kalampahan ewah adattipun, dening kasanggetten anggetten anggenning, ngengel-engel ngantos 'ngometa-

ken· panon, sarehniilg kula rwnaos dereng
marem, Pangupados kula seserepan wau
taksih tansah mungseng m boten kendhat
kendhat, guru kaspurnan saged angicipaken pejah. wusana kula mireng bilih wonten
Kados punap kemawon kepingin kula.
Kalampahan kula dipun sumereppaken ing
jaman pejah. Caranipun kyai guru wonten
ing tanpa dilah. Ing senthong kapasang gelaran nglebet senthong peteng ndhedhet
bangka dipun lemeki mori pethak pitung
kacu kalempit-lempit sawiyarring kalasa
bangka. namung kula piyambak, kathah sesarengan Sarehning ingkang maguru mboten
nipun, mila ingkang kawukang gentosan
majeng satunggal-satunggal, dene kula dha
wah angka tiga. Kala kanca kula angka
satunggal saha kalih melebet gentosan dha
teng sanget gek badhe dipun punapakaken .. senthong, manah kula dheg-dhegan
mangke medal saking senthong, pratingkahipun sajak tarekahipun, margi pundi ingkang
angandhut aj rih, malenggong kendel kema
won, sarta sajak aj rih utawi gumun mentas
sumerep ngajrihi. Wah kalanipun wonten ing nglebet suwaranipun kyai guru gumrenggeng dermi mil muji, salebetting griya sidhem mboten wewamen elok ingkang ngaj rih
wonten sabarang-barang, menawi kagagas
saestu mengkirigaken githok, sareng kanca
kula wau rampung pamejangipun, gentos
kula dipun undang kyai guru saking sen
thong, suwaranipun gum renggeng ageng
alamat-lamat, thong kemawon badan kula sampun anjlikut andharedheg wel-welan, bleng, kula mlet?et dereng ngantos dumugi sen

. 56

ing nglebet senthong kajawi peteng tanpa dilah, ambet kebak kebulling dupa angenda nu,. kula ngantos rurnaos keplepegan, kula dipun purih linggih mapan wonten kalasa bangka linemekan ing mori pethak, patrapi pi.ln amengkeraken kyai guru, .lajeng eieit dipun mantrani panjang m boten pedhot pedhot, kaliyan mijet:i angelus-elus githok
kula ............................ 57
sareng pamijettipun dumugi iringing jangga kula kiwa tengen, pandulu kula wiwit repet peteng, pet-pet, pet bias, bablas kula mboten enget barang-barang, duka sampeyan sapin ten dangunipun anggen kula mboten enget, sumeresumerep kula sampun ngalihi mi reng uluk salamipun kyai guru : Salam ngalaikum, kula wangsuli kaliyan tileman suwara geter labet saking aj irh kula : Ngalai kum salam, kula lajeng kruget-kruget linggih, kyai guru cariyos : lnggih punika, engger wujudipun ing jaman pejah. Kula mboten saged mangsuli punapa-punapa, namung sarwa inggih, margi karoban aj rih sarta pitadis sanget, dene pangraos kula ka lampun mboten enget, punika inggih sampun mboten enget barang-barang,. dipun um pamekni kados tilem kepati, sanes kados tilem nuju ngimpi, saya nyamut-nyamut celakipun kemawon m boten won ten ingkang kangge pepindhan, dipun dhedheploka ba dan saestu m boten karaos, kula lajeng medal gentos sarengan kula urut ngantos saramung-
ipun ............................ 58
lajeng bibaran. Sanes dinten kula dhateng griyanipun kyai guru, perlunipun taken bab wau ingkang perlu kula takekaken. Ing

griku dumadakan kyai guru nuju lega manah ipun, purun nyukani sumerep wawantahan ngicipaken pejah dhateng rencangipun. Sareng sampun kaleset pe jah, kula dipun pu rih nyepeng badanipun sakojur, ce penganni pun njekut ka.dos mayit balaka, rainipun pucet tanpa erah, napassipun ical babar pisan, ce kakipun inggih pejah lugu dados mayit, wah, nggegirisi saye ktos kawruhipun kyai guru, kinten- kinten saprapat jam, mah meh satengah jam kirang sakedhi k, tiyang ingkang kaicipaken pe jah wau bun bunanipun dipun sebul saha dipun mantrani ing kyai guru, napassipun laje ng nyuwara medal ing ngirung, senggrok, kados menda dipun beleh. Kyai guru uluk salam, tiyang wau karuget karuget ebah, kyai guru tans ah uluk .salam am bal-am ballan, lajeng garegah tangi, wilu-
je ng wangsul ges an g malih ........... 59
Makaten kyai, panggagas saha gumun ngan tos tampa pe pin dhan ngantos gadhah cipta ing ndonya saestu m boten wonten tiyang ingkang kados kyai guru punika. Punapa wonten kyai tiyang saged ngicipaken pe jah ingkang pe jah sayektos kados cariyos kul a punika, panginten kul a mboten wonten. -Wredha Pun apa inggih, ta, engger, ing ndonya namung tiyang satun ggal punika ingkang saged ngicipaken pejah.

Mudha Mesthi namung satunggil punika, kyai, kaja wi Gusti Allah. -Wredha Tandhingipun guru sampeyan punika dados namung Gusti Allah, sauparni m bot en Gusti Allah, tiyang wonten ingkang saged

-Mudha

-Wredha

-Mudha

Wredho

Mudha

-Wredha

-Mudha

angicipaken pejah. Nanging s.aes guru sam peyan, punapa inggih sampeyan anggep kados Gusti Allah. lnggih, kula anggep Gusti Allah, mboten narnung kados kemawon, nalarripun me nawi mboten apes kepanjingan utusaning Allah, punapa saged amejahi tiyang.... 60 saha mangsullaken malih.

Ta, Allah, engger, tujunipun sampeyan saged rembagan kaliyan kula, anuwa .rak ·kalajeng-lajeng pj tados sampeyan dhateng pakarti ingkang anyelakaken umur.

Lho, pakarti gorohan ingkang saged nyelak aken umur kados pundi, kyai, punapa pan jenengan maiben dhateng kula. Mboten maiben, ngandel sanget engger.

Lah, inggili. kados pundi panggalih panje nengan.

Sampun garenjengan ta, engger, sampeyan sarehaken manah sampeyan, kula cariyossi wantahipun ingkang tanpa warana. Sayektos ipun ngicipaken pejah punika, kula undhagi sanget, punika dolanan kula, engger, kala rare, kula angge sasongaran, saben tiyang ingkang purun kula icipaken pejah, klesat, kleset kemawon, nanging sareng pun ngre tosi bilih pakarti ngicipaken:pej ah makaten punika kajawi saged damel ewahing lampah ipun erah,........................ 61 ugi anyelakaken umur, mila sapunika kapok mboten nate kula tindakaken. Kados pundi teka mawi saged nyelakaken umur barang, punapa inggih kyai.

. so

-· Wredha · Sabar, engger, sampeyan mirengaken rumi yin cariyos kula ingkang tanpa wewados babar pisan punika. Mudha lnggih kyai, monggo kados pundi.

Wredha Ngicipake.n pejah, punika kalebet pakarti gampil sanget, menawi engger sampun kula cariyosi patrapipun mesthi saged, nanging janji purun, mekaten engger, guluning tiyang ageng alit sepuh enem, punika iringipun kiwa tengen sami wonten ottotipun ageng satunggal sisih ganceng manginggil inggih punika urung-urung erah, menawi otot ageng kiwa tengening .gulu wau dipun pijet ing dariji sawatawis seru, mesthi kempes ambuntoni lampahing erah, uger lampah ing. erah mandheg mesthi kukut pejah.. Dene pamijettipun wau samasa
sampun. ........ '. ............... 62
anggeliyer lajeng kaecullaken, tiyang wau mesthi mboten enget sumelahing dhadha nipun ingkang mijet, lajeng katilemna pang genan sacelakkipun ngriku, ingkang sampun kalampahan dangu-dangunipun seprapat jam mesthi sampun wangsul gesang malih, na nging menawimboten k8ebah-ebahsaha mbo ten mireng swara · punapa-punapa adattipun kalajeng tilem, dene wontenipun saged gesang malih, margi erah ingkang kabendung wau sareng sampung mambeg luber, utawi iesaking urun g-urung ingkang mentas dipun pijet sampun wangsul malih, saking kededel rasaning lampahipun erah ingkang mentas mambeg, gesang pulih kadosing uni-nguni.

Mudha 0, dados makaten kyai.

Wredha lnggih, engger.

-Mudha

Wredha

Mudha

-Wredha

Sl

lngkang panjenep.gan cariyossaken saged damel ewahipun lampahing erah, sarta ugi saged nyelakaken umur, punika ingkang pundi, kyai.

Pancenipun engger sampun mboten usah taken, tiyang sampun gerah makaten. Sampun genah, ingkang pundi, ta, kyai
...... : ......................... 63
Ambendung lampahipun erah, punika me nawi kekerepen dadosaken ewahipun larnpa hing erah. Mangka lampahipun erah punika tetalining gesang, saka mandheg inggih pejah, menawi ngantos ewah lampahipun punapa mboten murugaken enggal mandheg maka ten engger. Mangga, punika punapa dede pakarti ang emar-emari. Mila prayogi sinirik, sampun ngantos wonten ingkang kepengin dipun icipaken pejah, punika dede barang-barang, engetta bilih m boten wonten paedahipun babar pisan tur anyelakaken umur.

Sok makatena rerangkenaning patrappipun kyai guru mawi dedupa sesaji sapirantos ipun sarta mawi puji mantra andermimil uluk sa1atn wanti-wanti, punapa dene sajak dipun wingit-wingitaken pasemonnipun, pu nika namung kangge garan supados katingal anggegirisi, sami kemawon kados rerekani pun guru jaya kawijayan ingkang kula.. 64 cariyossaken nginggil wau, punapa makaten kyai. lnggih makate.n engger, punika namung kangge ngantepaken piyandel, katingalla peng-pengan, supados ginega ing tiyang. Tiyang satemenipun kemawon menawi mbo-

-Mudha

-Wredha

ten mawi rerenggan patrap makateb, bangsa jawi m boten ajeng, inggih puna pa m bot en engger. Mudha: lnggih, kyai, satemennipun · inggih makaten.

Wredha Punapa nainung makaten ke mawon engge r.

Mudha Mboten kyai, taks ih wonten lajengipun,

Wredha Hara, mangga, ka dos pun di lajengipun.

Mudha Sayektossipun ka la semanten sapunipun kul a i di pun icipaken pe ja h, ri nten dalu kula tansah gu bel kyai guru ba b ngelmi ks am purn aning pe jah. Awit di pun icipaken pe jah punika, pe nampi kul a namung di pun sume re paken ing ja man pejah, menggah ngelminipun de reng. Dangu- dang u kyai guru mµlung saking sakedhi k, waunipun ing ka ng di pun cariyossaken kul a ngelmi kesam purnan ka dos ingkang sampun ka le bet .. 65 ing da le m serat wiri d, nanging kul a de reng marem, dening kula manah mboten kepang gih ing nalar ripun. Wusana sare ng kul a sam pun ketitik mantep, k¥ ai guru dhangan i manah kanthi ekhlas suka pi tedah, sajatos sipun ngelmi ka sampurn aning pe jah. lnggih puni ka kula pendhet w_ ossipun ke mawon : tiyang sakarat badhe pe jah puni ka mesthi sampun m boten mawi sumerep caya macah ya abang biru barang ka dos limrahi ng ngelmi ka sampurnan ingkang ka wulangaken pa ra guru saha ingkang. kasebut ing dalem serat serat wiri d, wontennipun namung pe teng ndhe dhet lelimengan, sokka sampun peteng pan dulunipun, ing ngiku ja jaranning pe ja h, de ne wujuddipUJ}, in.g ja m an pe jah saking cariyossipun kyai guru ing da le m ndonya

Mudha Inggih, kyai, satemennipun inggih makaten.
Mboten kyai, taksih wonten lajengipun.
Wredha Hara, mangga, kados pundi lajengipun.
Mudha Sayektossipun kala semanten sasampunipun

tanpa pepindhan, sreg manah kula, kyai, rumaos badhe m bot en ngaping kalih darn el, cocok punapa mboten kyai, penggalih pan- jenengan.

-Wredha Inggih, ta, engger, cocok utawi mboten kula m bot en saged cariyos, namung sayek tossipun sadaya ngelmi. kasampurnaning pejah, punika dipun ubet-u betaken kados punapa kemawon kajengipun sami, nanging ugi kalebet dhateng babaganing uj ar pang orohan, dene dhorengipun makaten : sadaya wami-warni-ning ngelmi akasampurnaning pejah, punika parlunipun sami memurun pejah, margi tiyang punika mesthi pejah, m boten perlu dipun aj rihi menawi sampun takdiripun, m,ila ingkang perlu sanget dipun smuerepaken tandhaning badhe pejah. Won ten ingkang cariyos pindha kadhaton kan cana, sawenehipun cariyos ing dalem donya mboten woriten pepindhanipun, sarta mawi wineling wanti-wanti, samasa sampun su merep cetha dhateng tandha bilih genah badhe pejah, kedah lajeng mapan namakaken gegaman ingkang ngenggalaken umur, sam pun taken dosa, mesthi badhe wonten malaekat utussaning Allah nyiksa badanipun, makaten punika sadaya wossip un

BAB Ill TERJEMAHAN

PEM BUKA AN

Sudah lama saya berfikir sebab hingga sekarang belum ada sarjana yang bersedia mengungkapkan ilmu kekebalan, ilmu ke saktian dan sej enisnya serta mengungkapkan ilmu kesempurna an ilmu tersebut perlu sekali disebab luaskan kepada ma_syara kat. Maka walaupun saya bukan seorang sarjana terpaksa mem be.ranikan diri· menguraikan serta menjelaskan ilmu tersebut di atas.

Masalah ilmu kekebalan maupun ilmu pengasihan dan seje nisnya biasanya sering· dicari oleh generasi muda yang sedang di mabuk asmara serta mempunyai keyakinan bahwa ilmu tersebut dapat digunakan untuk memikat hati wanita. Jikalau pemuda tadi sudah sampai:pada saatnya atau sudah menginjak umur 20 tahun biasanya tertarik sekali terhadap ilmu kekebalan bubuh yaitu semacam ilmu kesaktian yang menye. babkan tak terkalahkan· oleh musuh sakti yang mengingkari janji. Jikalau sudah menginjak akhir dewasa yaitu berumur 30 ta hun ke atas biasanya mencari ilmu kesempumaan orang mening-
gal .............................................. 6
Tidak mengetahui bahwa semua ilmu yang dicari tadi sebenar nya ilmu yang bidak dapat memberi manfaat sama sekali, sebab

· jika kurang hati-hati atau lengah akan menyebabkan badan men "jadi rusak serta bisa juga meninggal dengan mendadak/tiba-tiba 1 akibat keyakinan · hati terhadap ilmu yang tidak ada manfaat- nya tadi Padahal semua ilmu tadi dicari dengan uang yang. cukup mahal. Apakah tidak lebih baik uang: tersebut digunakan untuk biaya mencari atau menuntut ilmu sejati dan benar-benar dapat memberikan manfaat, sebenarnya semua itu sudah terbentang luas di dunia. Oleh sebab itu saya berharap agar cerita .. Wredha-Mudha" ini benar &enar dapat diresapi dan jangan sampai terlanjur per-· caya terhadap pengetahuan yang tidak ada manfaat nya.

Surakarta tanggal. 1 bulan Sapar tahun 1912 atau tanggal 21 Januari 1912

Raden Ngabei Jayamardasa.

Wredha "Hai Ki sanak bagaimana kabarnya ? Mudha "Berkat doa bapak kami selamat" Wredha "Sudah cukup lama kamu tidak kemar apakah sectang punya kerja ?"

Mudha ''Saya sedang ada kepe rluan yaitu mencari pe ngalaman dan berkat do'a bapak· usaha kami su dah berhasil tetapi hati saya belum mantap, oleh sebab itu kami ·segera menghadap Bapak. Terus te rang saya hendak mohon agar bapak ber sedia mengajarkan kepada saya tentang iimu ke kebaJan tubuh (Jawa = Jaya Kawijayan), berhu bung saya ma.sih muda mungkin kaJau ada man fa a tnya serta sebagai beteng untuk jaga diri Wa laupun zama n sudah aman mmun setelah saya picir bahwa membentengi badan itu juga pen ting".

Wredha •'Pada dasarnya memang demikian dan saya ti dak keberatan mengaj arkan ilmu kekeba1an ke pada kamu, jangan kan masa1ah pengetahuan yang tiada berguna, yang penting-perttingpun
•...........•......•.......•••...... 8
saya sanggup mengajarkan denga n ikhlas ha ti &ebenarnya ilmu keke981an tubuh dan sej enis nya itu. hanya karena halusnya · perbuatan, juga bisa dinamakan ilmu yang sifainya sementara. Kebetu1an sekali ki sanak bertanya masa1ah itu, sebab mema ng sudah Jama saya berusaha menyebarkan peng etahuan semacam itu agar meJ1jadi peringatan bahwa di zama n sekarang ini masih banyak generasi muda yang percaya terhadap ilmu-ilmu Jawa yang sebenarnya hanya dipakai sebagai a1at untuk mencari uang. Dinamakan ilmu kesaktian atau intinya segala ilmu. Padahal semua tadi hanyalah ilmu yang ti dak ada faedahnya dan ini pendapat saya, jika kalian berpendapat lain terserah. Ka1au kamu benar-benar sudah ma ntab maka tidak perlu memilih hari Jum'at atau selasa Kliwon bahkan sekarangpun bisa saya mulai Oleh sebab itu kau perhatikan hendak saya aj ar kan ilmu-ilmu yang ringan terlebih dahulu, te tapi sebaiknya saya bertanya kepada kamu apa-. kah sudah pernah mema sang ilmu untuk memi kat wanita atau ilmu kekeba1an tubuh? " Mudha "Sudah bapak, yaitu ilmu untuk mem.ikat wa nita ". Wredha "B entuk nya seperti apa dan bagaimana cara-
nya ?" .............................. 9
Mudha "Adapun susuk tersebut berupa berlian serta permata merah besarnya seperti biji padi serta emas sebanyak tiga biji, bentuk nya sepertijarum

besarnya seperti jarum kecil, adapun panjangnya sepanjang jarum. Sedangkan ca.ra nya memasang harus memilih malam Jum'at sesaj inya daun si rih, pisa ng ayu serta bunga setama n. Selamatan nya nasi uduk, masakan ayam seperti selamatan untuk Nabi Muhammad. Pakai kemenya n. Se jak sore hari tictak boleh istiraha t. T engah malam saya bersama Kyainya serta dua pengawal, ada pun sebagai saksi yaitu sepe1ti msehat penghulu ketika mengawinkan. Semua keluar di halaman rumah depa n, sebab menurut cerita dari guru, saya untuk memasang susuk itu tidak boleh ber ada diternpat yang beratap. Di tengah halaman rumah depan saya duduk di atas tikar dilapisi kain putih sebesar 3 (tiga) sapu tangan, sesaj i di keluarkan semua dan ditaruh di sebelah kamn kiri tempat saya duduk. Berlian ya ng hendak di,; gunakan untuk susuk, ak sore hari sudah di bungkus dengan kapuk direndam pada air seta ma n. Sewaktu membungkus berlian tadi tidak diperlihatkan... •... •.. •.. • •......... l 0 kepada saya. Sesudah siap duduk berhadap-hadapan dengan sang guru kemudian bungkusan berlian ya ng di rendam dalam air setama n tadi diambil dan djle takkan di atas telapak tangan kiri saya serta ta ngan disuruh mengacungkan di hadapa n guru, beberapa saat kemudian dibacakan mantera de ngan komat-kamit akhirnya di suruh menciwn sekuat tenaga. Hamp ir pingsan rasanya 8ewaktu saya mencium, berdiri bulu romaku, hidung terasa seperti ter tusuk jarum sehingga saya menangis karena ham pir satu hari sakitnya belum hilang. Kapuk bekas bu ngkusan tadi diberikan saya agar disimpan de ngan baik danjangan sampai terlompati

Seketika itu saya lihat berlian, permata merah serta emas sudah lenyap tidak ada, k emu ngk in an saat saya hendak pingsan tadi berlian dan s bagainya sudah masuk, karena kekuatan mantera sang guru. Menurut cerita sang guru, susuk tadi yang paling baik berada pada otak sebab bisa merata di selu ruh anggota badan. Sepulang dari menusukkan susuk setelah sampai di rumah saya cepat-cepat bercermin dan saya merasa bertambah bagus ser ta gagah perkasa,..................... 11 Setiap pagi dan sore saya selalu berhiasa bahkan bersabun saj a tidak hanya sekali, kadang-kadang tiga kali, empat kali hingga berbusa, menurut perasaan saya sernakin lama kekuatan susuk tadi semakin mujarap, wajah saya semak in bagus dan gagah perkasa, banyak para wanita tergila-gila kepadaku. Demik ian hasil susuk yang telah saya pa sang selama ihl. Wredha "Ki sanak, mestinya ibumu juga percaya sekali terhadap ilmu tersebut". Mudha "Benar pak, lbuku sangat percaya sebab ada buktinya serta berlian da n sebagainya tadi dapat masuk di tubuh". Wredha "Ketahuilah ki sanak bahwa kamu itu sebenar ny a tertibpu. Memang benar sewaktu membung kus berlian kamu menyaksikan sendiri tetapi telah pengamb ila nnya dari air setaman k emudia n diletakkan di atas telapak tanganrnu saat itu se betulnya sudah diganti dengan · kapuk persis bungkusan berlian tadi, yang sudah dibuat sebe lumnya. Adapun maksud nya direndam pada air setaman selain memantapkan keyak inan, dan
yang .... .................... .... ... 12
lebih penting lagi agar ba sah serta berbau harum

sebab kapuk kosong tadi saat keluar dari rumah secara rahasia dengan jalan · di taruh pada botol kecil keluaran dari apotek, kelihatannya me mang benar-benar mengherankan ki sanak. Makanya setelah kamu membuka kapuk barang tersebut sudah tidak ada sebab kapuk yang ber isi berlian sudah masuk di kantong. Ketahuilah Ki sanak, bahwa semua itu hanyalah tipuan bela ka."

Mud ha "Apakah benar bahwa semua tadi hanyalah. ti-. P'}8n belaka. Jika benar demikian, bagaimana cara nya menukar, padahal pengambilan bara ng dari air setama n itu saya juga menyak sikan sen diri, kalau begitu apakah sewaktu menaruh di telapak tangan bara ng tersebut sudah diganti".

Wreda "Kalian sangat bodoh ki sanak itu. ha! ya ng mu dah, saya kira besarnya kapuk tersebut disepit dengan jari saja sudah nyaris tidak kelihatan, walaupun kamu mema ndang tiada berkedip pasti tidak dapat melihat, paling hanya samar-samar karena tanpa menggu mkan peneranga n lampu, di. samping itu karena juga terpengaruh oleh ke yak ina nmu sendiri.................... 13 Mestinya saat itu Ki sanak juga percaya sekali hal itu, maka baru sekara ng masalah ini saya ber ritahuka n k epada kalia n".

Mudha "Masalah itu saya sudah percaya. Sekarang kem bali kepada masalah pengaruhnya denga n keba gusan, ternyata ada peningkatan, bagaima na kaita nnya denga n ma salah 'ini". Wr edha "S emakin bodoh kamu itu. Ketahuilah olehmu bahwa semua tadi disebab kan karem, pertama dari kekuatan keyak inan;

kedua kalmya kamu semak in raj in,bersolek ma ka sudah sewajarnya kamu bertambah bagus dan gagah perkasa sehingga para wa nita banyak yang tergila-gila, di sampq itu di dalaJn hatimu meng harapkan sekali a.gar dicintai wa nita. Sekarang kamu sudah mengertitau belum tentang perma salahan tersebut. '' Mudha "Jika demikian berarti saya termasuk orang yang

s.ial, sudah kehilanga n ua ng 25 reyal serta perhi asan berupa berlian, intan permata serta emas, padahal semua tadi seharga 30 reyal, tidak men dapatka·n -basil apapa, sebenarnya kami ber mak!lid mencari ketenangan hati namu n akhir nya meqadi celaka".
Wredha 0S emuatadi disebabkan kurangnya pengalaman
dan memangbelum ..........•........ 14
mengetahui ilrnunya serta selama ini belum ada sarjana yang bersedia mengungkapkan ilmu ke kebalan dan sejenisnya. Oleh sebab itu cerita saya ini hendaklah kamu perhatikan dengan baik danjika !lidah terlak sana agar disebar luaskan se hingga dapat diketahui ora ng banyak serta dapat meqadi petuquk hidup ora ng Jawa,jangan sam pai terlaqur tertutup hatinya. Syukur dapat meqadi buku bacaan bagi anaknak sekolah, hal itu akan memb eri manfaat yang ba nyak se bab setelah mengilliak dewasa akan terhinclar da ri perdukunan". Mudha "Jika demikiln saj a juga setuju dan saya berusa ha hendak membukukan tetapi lebih jelasnya saya akan mela qutkan permasalahan susuk terlebih dahulu dan jangan hanya memperta ha nican penclapatnya ·seooiri dan saya hendak menyaring pendapat bapak.,.

Wredha "Bukan demikian ki sanak, j ika kalian hendak menyaring pendapatku, itu lebih baik dan saya juga senang. Cobalah ungkapkan perma salahanmu ''. Mudha "Di atas bapak telah menjelaskan tentang ra-
hasia nya su suk, pelak sanaannya .......... 15
sep erti yang sudah saya katakan tadi dan saya sudh mntap. Sek.ara ng yang saya permasa lahkan adalah SUliUk yang dapat berjalan pada daging kelihatan jelas sekali bahkan saya sen diri sudah permh melak sanakan bagain'lana kaitannya denaa n hal itu". Wredha "Hal itu juga tima n belaka, tetapi lebihj elasnya coba kamu cerbkan tc:rlebih dah11lu."

Mud ha "Baiklah bapak, masalah persediaan sesaji saya kira sama sep erti ya disebutka n di atas. Cara nya yaitu juga duduk di halaman rumah depa n tetap i cara memberikan ilmu kekebalan berbe da, masuknya melalui telapak tangan dengan membaca mantra-mantra dan berlian tidak di bungkus dengan kapuk. Ta ngan kiri disuruh mengacungkan kemudian diberi mantera, bedian yang berada di telapak tanga n disuruh mengge.nggam sekuat tenaga. S eb enarnya su suk tersebut dapat ditempatkan pada seluruh anggota tubuh yaitu bisa di bibir, di mata dan sebagainya sesuai dengan keinginan. Saat itu beriiannya hanya satu seharga 20 reyal dan kami meendaki agar dipasang pada bibir kanan atas........................... 16 Dari telapak tangan didorong menuj u jari-jari hingga kelengan, sesampainya di lengan kemu dian dilepaskan, tampak jelas sekali perjalanan nya naik, sampai di wajah kemudian dj.lepa !kan, tampak jelas sekali perjalanannya naik, sampai

di wajah kemudian di tempatkan pada bibir se hingga bibir saya meqjadi tebal dan tera8a be rat. Guru. saya berpesan: jika selama satu hari satu malam bibir ma sih terasa tebal agar dibiar kan saj a dan jangan Slmpai di pegang agar tidak berpindah-pindah tempat serta saya tidak diper bolehkan khawatir walaupun terasa merayap gidah pasti berada di bbir sebab sugik tersebut selalu mengikuti ma nteia-mantera sang guru. Pesan sang guru tersebut memang benar dan ter nyata sehari semalam ma sih terasa merayap ke seluruh tubuh dan hanya saya diamk an saj a ke mudian pagi harinya bercermin ternyata keli hatan bertambah gagah perkasa, setiap saya ter senyum bibir kelihata n ma nis bahkan gigi mau pun gusi juga kelihatan manis, bersih, putih mengkilat dan gusi kelihatan bulat menyenang kan/menawan ha ti...... ............... 17 Saya semakin berahi, setiap pagi dan sore selalu bergosok gigi, bibir selalu dipolesi denga n pe merah bibir buatan Belanda, lama kelamaan kebagusan saya semakin bertambah sehingga para wanita banyak tergila-gila kepada saya. Bagaimana denga n hal ini sebab semua itu benar benar terjadi pada diriku!' Wredha "Ketahuilah ki sanak bahwa perbuatan semacam itu pada dasarnya juga sama seperti yang kamu ceritakan di atas tadi Adapun Ietak perbedaan nya yaitu alatnya dengan men.ggunakan air dari apoteker dan harganya agak mahal. Jika tidak keliru air tersebut bernama strik nin yang mempunyai kekuatan seperti yang telah kamu ceritakan tadi, kalau dipoleskan pada daging akan mempunyai kekuatan dapat menyebabkan daging merjadi tidak rata raS!lnya nyeri seperti merayap merata ke seluruh tubuh.

Sedangkan cara nya yaitu jari-jari sang guru ya ng digunakan untuk mendorong susuk tersebut su dah dibasahi dengan air strikin ya ng sudah di siapkan sebelumnya, di saku sang guru terdapat botol kecil. Selama membaca ma ntera-mantera guru tad i berpura-pura menggaruk -garuk kulit ttapi sebenarnya mema sukkan jari ke dalam air
....•............•.•............... 18
strikin mestinya kamu juga tidak melihat sama sekali sebab diupayakan denga n sanga f halus".

Mudha "J ika demikian berarti alatnya dari apoteker".
Wredha "Benar ki sanak".
Mudha "Sungguh sial nasibku, padahal menurut perasa an saya susuk memberikekuatan terhadap tubuh saya".
Wredha "Hal itu memang waj ar dan kamu berperasaan

tersebut hingga sekarang ma sih

bagus karena kekuatan dari susuk sebab di sam ping hatinya !lldah pe.rcaya, setiap hari selalu her hia s diri Tetapi seumpama kalian tidak berhias diri kemu ngkinan tidak ada kepercayaan terha dap kekuata n susuk

Mud ha "Setelah saya resapi te.rnyata ada benarnya dan saya sudah percaya terhadap pertj ela san Bapak tentang dua macam susuk te.rsebut di atas serta benar-b enar merasa puas tetapi masih ada satu permasalahan lagi ya ng belum saya sampaikan yaitu susuk yang ditusukkan itu bagaima na ca ra menusukkannya sampai tidak terasa sakit.
........- · .......................... 19
Padahal kami pernah memasang susuk denga n cara ditusukkan i lengan tepat di atas perge langan tangan serta dibetis, sebetulnya mema ng tetasa sakit namu n setelah diberi · ma ntera sudah tidak terasa sak it. Adapun susuk yang

di pastng pada betis berupa emas dan yang dipasang pada lengan berupa baja separjang jarum kecil. Padahal kalau tertusuk jarum seca ra wajar benar-benar terast stkit namun setelah ditusukkan ternyata tidak terast Slkit. Maka ma stlah ini stya serahkan kepada Bapak dan mohon dijelaskan secara keseluruhan. Wredha· .. Ki stnak, kalau hanya mastlah memasukkan susuk pada tubuh seseorang saya stngat paooai, jangankanjarum kecil, jarum bempun stya bist memasangnya, namun bagi orang yang tidak ter biast kemu ngk inan sementara waktu terasa stkit

tetapi bagi yang stidah terbiasa menggunakan perti stya ini sudah teak terasa Slk it sama sekali Sewaktu ki stnak memasangkan susuk kemarin itu belum ada 5 hari stj a sudah lepas dan berpin-
dah kemana-ma na .......... ........... 20
Benar atau teak!,'. Mud ha "Kenyataannya mema ng demikian bahkan baru tiga hari sudah keluar uj ungnya tidak lama ke mud ian jatuh ,sendiri Mengapa bist terjadi begi tu dan apa sebab-sebabnya, mohondijelaskan." Wr edha "Baiklah jika ki stnak menghendaki perjelasan maka perhatikan dengan baik. Ketahuilah bahwa kulit ma nu sia itu sebenarnya terpisth dan be rongga dengan daging. Asalkan sudah paooai me nusukkan pasti tidak menemukan kesulitan yaitu kulit yang luar ditarik-tarik agar susuk tersebut dapat berjalan melalui geronggongan antara kulit dan daging pasti tidak terast stkit, seumpama teram stkit hanya sebentar yaitu se waktu menusukkan tetapikalau sudah masuk ke dalam dan meooapatkan jalan berongga takkan terasa sakit sedikitpun, lebih-lebih j ika · yang menarik agak keras, Tetapi perlu kamu ketahui ·

-6 5

bahwa semua tadi ha nya dapat berlangsung pa ling lama 5 hari sudah keluar, sebab jika tidak dapat hilang meny ebabkan badan mertjadi beng kak. Cobalah kamu pikir, apakah tidak memba hayakan? Maka ce.rita saya ini hendaklah kalian
sebarluaskan ......................... 21
kepada orang ba nyak agar mereka rnengetahu i bahwa perbuatan ya ng demikian itu bisa menye babkankan sak it yang sangat membahayakan .. bahkan tidak memb erika n ma nfaat sama sekali". Mud ha "Saya sangat berterima kasih atas raseha t-nase ha tnya dan ternyata sangat perlu disebarluaskan · agar diketahui ora ng banyak dan selain mertjadi penerangan/tuntu ran hidup serta dapat rnertjadi gambaran bahwa selama saya berguru tentang ilrnu kekebalan ternyata tidak dapat mernb eri manfaat bagi badan dan mertjadikan peringatan terhadap diri saya••. Wredha "Mema ng kdihatannya menggurakan ma ntera mantera tetapi semua itu hanyalah tipuan belaka serta hanya untuk rnema ntapkan keyak ina n se bab orang Jawa itu jika. mendengar rna ntera atau ilrnu yang b,erbelit-belit sehingga memu singkan pikiran disangka mempunyai kekuatan. J ika di beri tahu ta npa rnenggunakan tirai/dind ing atau apa rnestinya rneijadi kecewa dan rnerasa bukan. pengetahuan yang pelik/penting. Benar-benar kasihan bagi orang-ora ng yang rna sih pe.rcaya ter-
hadap ilmu kekebalan .................. 22

Mudha "Pada dasarnya rnema ng kasihan sekali bahkan sayapunjuga .termasuk orang ya ng kasiha n". Wredha "Zama n dulu saya juga percaya terhadap ilrnu rnantera-rna ntera_ yni,rnemusingka n pikil-an tadi narnu n sernua itu disebabkan kurangnya penge-

tahuan yang saya miliki B«hubung semua p« ma saJahan sudah saya jela!ican maka jika ki sa mk mempunyai pfl'masalahan yang mungkin masih dikhawatirkan bisa juga diutarakan kepa da saya" Mudha "Mema ng masih ada yaitu tentang ilmu kekuat an badan".

w edha "Baiklah ki sanak, tetapi sebelum saya jelaska n lebih baik kamu ceritakan terlebih dahulu".

Mudha ,,S ewaktu saya minum ramua ii obat imbalan maupun tebusannya uang · sebanyak 120 reyal, seda ngkan p«lengkapan sesaj inya ti:iak berbeda dengan ketika memasang suk. Sehabis minum ramuan obat t«sebut selama tiga hari saya di

L. aqjurkan sang guru tidak .diperbolehkan makan apa-apa kecuali makan ketan serta diperboleh-
kan makan daging tetapi harus ........... 23
d is«tai k eta n sebaga i lauk hya. arena hati sangat t«tarik terhadap ilmu terse but maka walaµpun perut terasa sakit dan terasa lapar sekali tetap saya lak samkan hingga tiga hari tiga malam. Pada saat itu pelak sanaannya di mulai hari Kamis malam. Adapun caranya yaitu saya diQiruh. tidur bertelungkup beralaskan tikar dilapis kain putih, sedangkan yang digosok ter lebih dahulu adalah pada bagian tulang pung-. gung dan ramuan obat t«sebut dicampur denga n rempah-rempah seperti jemng berwarna ungu tetapi saya tidak mengerti jenang apa yang digunakan sebab dirahasiakan, digosokkan de ngan cukup lama sehingga terasa panas._.8 etelah puJUUng kelihatan rata kemudian cti8osokkan · ke seluruh ruaHuas. Adapun sebefo.mnya telah dibacalcan ma ntera-ma ntera dengan komat-kamit serta ditiupkan tiga kali dengan membakar ke-

menyan dan asapnya dimasukkan ke mulut sang guru kemudian dihembuskan pada tubuh yang hendak d osokan selatna tujuh kali. S elesai penggo sokan saya disuruh memakan ketan yang
................................... 24
sudah diramu denga n obat sehingga diperut tera sa berat dan kenyang. Ketika itu menurut kete rangan sang guru bahkan ¥2 kati Guru saya ber pesan, selama tiga hari tiga malam tidak diperbo lehkan mandi aka n tetapi setiap hari Rabu 4isu ruh berendam dalam air selama sehari semalam bab malam jumatnya badan saya hendak diisi kekebalan/k ekuatan. Pekerjaan demikian tad i berjala n selama tujuh minggu setelah genap tu juh minggu perasaan saya badan terasa bertam bah kuat, biasanya mengangkat benda seberat Yz dacin saj a terasa berat namun setelah diisi ilmu kekebala n kekuatan ternyata ma ngangkat barang seberat I (satu) dacin terasa ringan••. (1 dacin = 62,5 Kg). Wredha "Ki salllk apakah tidak diberi tahu tentang pan ta nga nnya ". Mudha "M emang saya juga diberi pantangannya yaitu tt dak boleh makan pepaya serta labu, bahkan se waktu mema sang susuk pun juga diberi yaitU tt dak boleh membuka makanan yang dibu ngkus denga n lidi serta tidak boleh membelakangi ga lah. Hal itu boleh dilakukan kalau........ 25 galah tersebut sudah dijatuhkan pada tanah tiga kali ...

Wredha "Apakah ki sanak tidak diberitahu tentang ra mua n obat tersebut". Mudha °K ebetulan saya tidak diberi tahu"

Wredha

Mudha Wredha

Mudha

Wredha

,,K etahuilih ki sanak bahwa ramuan tersebut dirernat dengan minyak goreng atau minyak wijen yang kentaL Semua itu dimasukkan agar dapat licin serta daqat digunakan untuk meng gosokkan sebabjika ta npa menggunakan minyak ram1,1an tadi bergerak-gerak akhirnya pecah, ma-maka minyak tadi fu ngsinya sebagai perekat. Adapun sesaji maupun ma nteranya tidak ber fu ngsi sama sekali dan hanya sebagai pelengkap saj a agar kelihatan ampuh atau muj arab serta akan menambah kepercayaan terhadap yang di gosok. Tadi telah kamu ceriterakan bahwa im balannya uang 120 reyal karena sewaktu mera mu obat memerlukan waktu ya ng cukup Jama, Guru sewaktu meramu obat harµs menggunakan mantera-ma ntera. Semua itu hanyalahh tipuan belaka dan tidak ada yang benar".

"B emrkah hal itu hanyalah tipuan belaka :'

0Semua itu hanya sebagai alat untuk mengam- bil uangmu ........................... 26 Coba. hendakizya kamu perhatikan akan saya jelaskan". "Terima kasih Kyai dan bagaima na ceritanya?"

"Ramuan obat dimasukkan pada ma ngkok be sar kelihatan bersih kemudian direma s denga n msi putih hingga merata sedangkan ya ng digu nakan untuk meremas bisa menggunakan tangan kamn maupun tangan kir j ika msinya sudah kelihatan hitam kemudian disiram air dari kran dan hanya agak tinggi agar sirama nnya bisa ke ras tetapi diusahakan msinya jangan sampai ber ceceran dan siramannya tidak boleh berhenti kalau nasinya belum hancur lebur meltjadi air. Kalau sudah Jarut meqjadi air kemudian air di buang hingga kering terus diremas dengan msi

Mudha

Wredha

Mud ha

Wr edha

Mudha

Wredha

seperti semula dan disiram dengan air lagi begitu seterusnya. bemikianlah Ki sanak cara pembuat ramuan tersebut, berulang-ulang siramari mau pun rema sannya hingga nasi tiiak berbaiu. .. 27 anyir (bau darah). Kalau msi sudah tidak kelihatan hitam dan be-· mr-benar jernih lagi ·bersinar- sinar kemudian di remas lagi dengan daun sirih dan disiram dengan air seperti menyiram msi tadi, hingga 1daun sirih nya habis, Kalau air sudah habis segera dimasuk kan botol kemud ian akan kelihatan bersih meng kilap -seperti perak mulia. Demikianlah caranya memb ersihkan rasa/meramu obat".

"Wahai Bapak, kalau begitu berarti cara meramu obat tersebut tidak menggunakan ma ntera-mantera". "Benar ki samk, bahwa ramuan obat tadi tidak disertai mantera". "Masalah membersihkan ra sa kami sudah jelas, mmun cara menggosok maupun cara meminum kannya kami belum mengerti oleh sebab itu mo ho n dijelaskan". "Masalah minum ramua n obat untuk kekebalan perut saya tiiak percaya sebab yang mengerti perma salaha n itu hanyalah dokter........ 28 Tetap i gosok air rak sa ya ng kaian ceritakan tadi cocok dengan peng etahua nmu namun tidak di sertai dengan ma ntera serta tidak memilih wak tu".

"Di atas tad i.sudah saya ceritakan dah apakah benar bahwa air raksa dapat mempengaruhi ke kuata n bada n ?''

"Menurut perasaan saya mema ng dapat memb eri kekuata n badan, akan tetapi sebelum menggo-

Mud ha

Mudha

Wredha

Mud ha

sokkan sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebab dokter lebih mengerti ukuran a tau takaran kekuatannya.

Adapun tentang biaya tidak sebanyak yang kamu ceriterakan tadi mmu n ha nya cukup membeli ' air rak sa di apotik". "Haticu bemr-bemr puas seteJah mendapatkan peqjeJasan dan sudah empat pennasaJahan yang saya sampaikan sehingga mendapatkanketerang an denganjeJas·'. "Bukan demikian ·ki samk sebab kamu meng hendaki peqjeJasan tentang ilmu kekebalan ke pada saya, namu n kelihatannya ki sanak sudah lebih mengerti dari pada saya ".

"Saya benar-benar bermak sud mencari pengeta huan lagi kemu ngk imn ilmunya lebih tinggi dari pada pengetahua n yang saya miliki dan saya meqjadi sangat khawatir terhadap ilmu yang sa ya miliki sebab ternyata setelah saya utarakan semua banyak yang tidak memb eri ma nfaat. Be tapa bahagianya ha ti saya seteJah mendapatkan peqjelasan walaupun saya sudah berusaha sekuat tenaga dalam menuntut ilmu tad i dan harus me ngeluarkan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi ternyata hanya tipuan belaka, Biasanya aka n me ra sa kecewa, tetapi bagi saya tidak, sebab setelah diberi peqjelasan hati saya meitjadi puas. Oleh sebab itu siya berniat hendak menyebarlua!kan ilmu tadi kepada orang banyak". "Marilah ki sinak, apa ya ng hendak kamu ceri terakan, nanti saya berusaha memb eritahukan ketera ngannya sesuai dengankadar kemamp_uan ku". "Baiklah dan jika bapak mengij inkan siya hen-

Wredha

Mud ha

dak menyela bicara sebentar dan mohon hal ini hanya untuk diri pribadi sebab agak raha sia ".

Wredha "Baiklah, coba _kamu ceritakan sebab ilmu itu pengetrapannya sendirsendiri walaupun rahasia
kalau mema ng penting ... ,, ............. 30
sebaiknya bisa diungkapkan, S ebenarnya para sarjam sudah bisa berfikir sentliri maka kamu l jangan ragu-ragu untuk menca"iterakan hal-hal ya ng sifa tnya !:_ahasia tadi, "',

Mudha "Terima kasih· ayah. Adapun ya ng hendak saya sampaikan adalah ilmu pengasihan terhadap wa nita ". Wredha "Pengasiha n apa yang kamu maksudkan itu " ..

Mudha "Saya permh berguru tenta ng bermacam-macam ilmu penga siha n untuk perempuan, adapun sa ra m nya harus berpua sa dan tidak tidur selama tuj uh hari tujuh malam tidak makan dan tidak tidur · atau paling sedikit tiga hari tiga malam.................................... 31 Karena anjuran dari sang Guru maka pada waktu itu saya lak sanakan denga n penuh bersemangat walaupun sebenarnya tidak kuat menahan lapar namun berkat dari Tuha n Yang Maha Esa maka selama tiga hari tlga malam saya kuat melak sana kan. Selama menjalani puasa tadi disertai mem baca lafal ma ntera pengasihan. Sesudah memba ca ma ntera saya diberi rokok dan dianjurka n me rokok didepan anak putri ya ng dikehendak i agar anak putri tersebut dapat mencium asap rokok tadi Selain itu saya diberi minyak dan dianjur kan untuk menggosokkan kepada perempuan ya ng menjadik ekasihnya. Semua pesan sang guru tersebut saya lak sanakan dan ,seketika itu ternya perempuan tad i tergila gila jatuh hati kepada saya sehingga terlak sana

lemua keingina·nku. Namun belum lama saya

berkasih men dengan wanita itu, tiba-tiba di

senangi seorang saudagar kaya raya, akhirnya memutmka n kesetiaa n dan berkasih mesra de ngan leJaki lain. Maka saya.............. 32 cepat-cepat menanyakan persoalan itu kepada guru. Mengapa ilmu penga siha nnya tidak dapat mu stajab (mujarab) terbukti perempuan yang menjadi jantung hati saya meninggalkan saya da n jatuh cinta kepada orang lain. Padahal sudah saya bayar lu nas 25 reyal. Sang guru menjawab, kemu inan saja ada ke-. salahan di dalam membaca mantera atau. kurang bersungguh-sungguh dalam meJakukan tirak.at. Tetapi pada saat itu saya ·disarankan tetap ber usaha dan tidak diperbolehkan khawatir pasti perempua n tadi akan jatuh cinta lagi kepada saya untuk selama-lama nya, dan apabila bersedia mengeluarka n biaya sebanyak 50 reyal maka akan diberi ilmu pengasiha n yang benar-b enar mujarab, tidak hanya untuk seorang pe.rempuan bahkan bisa beberapa p·e.rempuan. Perempuan tadi asal permh tidur be.rsama saya pasti akan jatuh cinta selama-lamanya dan tidak bersedia lagi tidur bersama laki-laki lain. Seumpama bersedia paling ha nya semalam atau dua malam karena te.rbujuk atau menghendaki harta benda nya d n sesudah itu pasti aka n kembali kepada ku lagi. Kemudian saya bertanya, apakah harus be.rpua sa serta tidak tidur seperti semula. Sang guru menjawab : saya kira kamu tidak per lu bertirakat tetapi sementara waktu yaitu se-
waktu-waktu .......... .............. 33
bangun dari tidur harus menghafalkan do'a ilmu pengasihan. Berhubung saya sangat membutuhkan ilmu itu,

maka biaya 5 0 reyal segera saya bayar lunas, Sehingga saya diberi botol berisi minyak/air berwarm hijau da n kelihatan keruh. Pesan dar i sang Guru, j ika saya hendak tidur bersama perempuan agar minyak/air tersebut di poleskan pada kemaluan saya. Da n seumpama perempua n itu senang kepada orang kaya se hingga meninggalkan saya maka saya juga dibe. ri pemngkalnya atau ilmu nya sehingga sewaktu waktu membutuhkan perempua n itu dapa di pa nggil set.iap saat. Disuruh memberi kapur sirih ya ng sudah diisi ma ntera dari sang guru. Perem pua n tadi pasti aka n segera kembali dan tidur bersama ku lagi. Tetapi sewaktu memberikan kapur sirih tersebut hendak nya disertai barang bara ng, seperti kairi batik, baju serta minyak
wangi dan .......................... 34
harus dirahasiakan..;. Kepada siapa yang disuruh tidak diperbolehkan memberitahukan kepada wa nita ya ng meqadikekasihku. Saya melak sanakan anjura n dari sang Guru, ter nyata perempuan tadi cepat-cepat menemu i saya dan bemr-bemr mujarab, Maka saya segera tidur bersamanya, namun baru berjala n beberapa hari si perempuan itu mening galkan saya dan beralih kepada Hartawan. Hal ini hanya saya diamkan saj a sebab saya hen dak membuktikan kebenara n ucapan dari sang guru, karena sudah dipesan, walaupun disenangi orang lain pasti akankembali kepadamu lagi Ter nyata mantera dari sang guru tad i benar-benar ma i:jur sebab baru dua haridua malam di rumah hartawan sudah pergi dan kembali kepadamu: 35 Sebenarnya tidak hanya satu, dua wanita yang pernah tidur bersamaku, bahkan sudah 'beberapa wanita ternyata tergila-gila asmara kepadamu,

ramu n berhubung air azimat tersebut hanya se dikit sekali, sebulan sekali saya menghadap sang guru dan minta air azimat akan tetapi satu botol kecil harganya 5 reyal namu n tetap saya bayar sebab saya membuktikan sendiri bahwa air azi mat tersebut berar-benar mujarab, "

Wredha "K etahuilah olehmu bahwa ya ng kalian cerita kan tadi termasuk perbuata n hina bahka n sangat membahayakan terhadap kesehata n bada n. Ki sanak disuruh menjalankan denga n menggu na kan ma ntera itu ha nyalah untuk menambah kema ntapa n hati Sesungguhnya kalau hatimu benar-b enar sudah ma ntap terhadap wanita, semua ya ng dituju tidak perlu menggunakan ma ntera-ma ntera sebab jika ada niat dan ada usaha pasti terlak sana, tidak perlu menggunaka n azimat rokok serta minyak bondhet. Perlu kamu ketahui bahwa minyak tersebut adalah minyak kelapa yang dir endami rokok/ bunga rokok......................... 36 Coba dipikir yang sungguh-sungguh. Kalau wa ni ta !lldah tidak mempunyai rasa malu serta berse dia disentuh tubuhnya pasti mudah didekati Semua tadi dapat dilakukan kalau ada niat hen dak mencintai, Adapun ma salah daun sirih, kain serta minyak wangi bukan merupakan syarat mutlak, tidak di sertai daun sirihpun asalkan diberi

  • I barang-b
    0/ arang
    dan mau menerima pasti mudah didekati ....
    J ika demikian berarti kamu terk ena tipu dan: ha nya diperma inkari dari gurumu. Sudah kehilang an uang tetapi ilmu nya tidak bisa memberi man faat, oleh sebab itu hendak nya perlu kamu inga t apabila.sewaktu-waktu tumbuh niat berbuat se- ' perti tersebut di atas sangat tercela dan membahayakan kesehatan badan":

Mudha "Bagaimam peqelasan masalah air yang digu nakan sebagai .arat untuk memikat wanita se bab hal itu belum disinggung singgu ng da n be lum dijelaskan oleh. karem itu mohon perkenan bapak untuk meJ1jela skan permasalahan te.r sebut.

Wredha "Baiklah j ika kamu menghenclak i pertj ela san, oleh sebab itu........................ 37 perhatikanJah dengan ba.ik. Di atas telah saya ceritakan bahwa semua itu ter ma suk perbuatan yang him dan bisa menimbul kan penyakit yang sangat membahayaka n. Air arat tersebut harganya teak seba nyak yang kamu katakan itu. Karem semua itu ha nyalah te.rbuat dari taai tales (senthe) yang dipa na!'r kan kemudian diperas dan airnya dimasukkan ke dalam botol kecil. Adapun hasiat air isarat dapat ma ncur sekali tadi karena berpengaruh gatal, jica dioleskan pada kulit yang terkena angin teak begitu ·gatal akan tetapi jika dX>leskan pada kulit yang tertutup kain mujarab sekali, dan teak perlu hera n j ika ' air itu dioleskan kepada wanita pasti menj adi ter biasa menggunakan air isarat kemudian berseng gama dengan laki-lak i lain yang teak pernah menggumkan air isarat pasti cepat bosan, Cobalah kalian pilcr; ra sa gatal seumpama di keruk-k pasti terasa nikmat sekali. Namu n perlu kamu ketahui bahwa air tersebut seb enar nya bisa atau racu n ya ng sangat membahaya kan''. Mudha "Apakah benar bahwa air tersebut bisa merusak badan". Wredha "K etahuilah oleh.mu bahwa benda tersebut sa t membaJu&yakan bagi kesehatan badan dan

Mud ha

Wredh

Mudha

Wredha

Mudha

Mud ha

Wr edha

Mudha

saya berpesan kepadamu jangan sek.ali-kali me ngulangi perbuatan semacam itu lagi karem di samp ing tertipu dengan ilmu-ilmu yang diusa hakan denga n sangat halusnya dan yang kedua
......................
.
. ............ 38
kalinya akan menimbulkan benih penyakit ya ng mendek.atkan kepada ajal".

"Jika demikian perbuatan saya selama ini sa ngat membahayakan, untung ada yang mempe ringatkan seumpama tnak ada yang memberi tahu kemungkinan diricu semakin meqadi jahat". "Walaupun kalian ha nya berbuat sebentar tetap akan mendekatkan ajal".

"S eumpama memenclekkan umur mema ng ada bemrnya sebab saya sudah terserang penyakit kulit, seluruh tubuhku sudah tampak kemerah meraha Oleh sebab itu saya haru s bersikap ba gaimam Kyai" 'Ketahuilah ki. samk bahwa penyak it yang ka mu derita itu bermma sipilis, maka saya ha nya dapat mengucapkan selamat jalanjika sewaktu waktu kamu meninggalka n dunia yang fam ini" "Terima kasih atas msihat-nasihat bapak, namun berhubung masih diberi kesempatan hidup saya hendak mohon peqjelasan tentang ilmu-ilmu ya ng lain maka kamu ceritakankepadaku .. 39

Terima kaSih bapak. Adapun ilmu yang henclak saya sampaikan adalah ilmu yang masih ada kait· annya dengan generasi muda". "Apakah ilmu Jaya Kawijayan ya ng kamu ke hendaki". "Bemr bapak ! Sebab pernah berguru ten tang ilmu Jaya Kawijayan (ilmu kekebalan tu-

buh) yaitu meijilat besi yang dibakar ternyata tidak terasa panas dan pada saat itu saya di aijurkan dari Sang Guru agar seJama tujuh hari tujuh maJam tidak diperbolehkan berada di tempat yang beratap sehingga untuk menghin dari hal itu saya disuruh pergi berkeJana, Perin tah guru tersebut juga saya lak sanakan dengan pemh kesetiaan dan saya perkirakan maJam Jumat sudah selesai Jam 24.00 maJam saya diberi ilmu gaib yang diutai d engan ma ntera-mantera ditengah · ha Jaman rumah, waktu itu berada di pegunungan sehiiga terasa dingin sekali Adapun sesaj i uta seJamatannya tidak berbeda seperti yang dahulu yaitu : dupa se:jak sore harus 111dah dinyalakan Seketb itu saya diuji oleh sang guru namun S& belumnya guru teJah mencoba meqjilat besi ba kar tersebut, kemudian saya disuruh membaca rapal/ma ntera dan meljilat besi bakar ternyata
merasa tidak begitu pa ras ........... .... 40
dan setelah mencoba beruJang kali meqjilat besi bakar maka semak in hari semakin tidak terasa pa ras seakafraka n hanya terasa seperti sewaktu mimm air teh pa ras, Lama keJamaan sudah ter biasa bahkan hingga sekarang tidak terasa panas sed ik itpu n." Wredha "Ketahuilah ki sanak bahwa perbuatan tersebut di atas adalah wajar dan tidak perlu menggura kan ma ntera-ma ntera serta tidak perlu tirakat asalkan kita tabah hati pasti tidak terasa pa ras sebab sudah meijadi kodratnya bahwa semua lidah ma nusia itu mempunyai kekuatan yang dapat mendinginkan benda-benda panas, J ka baru dikerjakan sekali dua kali k emungkinan ma sill tedalu agak paras tetapi seumpaina sudah berulang kali mengerjakan maka tidak terlalu

terasa panas, Pe:rbuatan semacam itu sebenarnya hanyalah tipua n belaka dan perlu kamu ketahui bahwa perbuata n semacam itu dapat merusak kan alat pe:rasa". Mudha ·Perbuata n sema cam itu memang sud ah saya alami semua dengan mengeluarka n biaya yang tid sedikit namun hasilnya ha nya tipuan bela ka. Oleh sebab itu setelah mendapatka n.. .. 41 · peqjela san dari bapak hatiku benar-b enar sadar dan tak ingin mengula ngi lagi. Wredha ''Saya bisa metakan bahwa ilmu tersebut ti dak dapat memb e:ri manfaa t badan karena ilmu semacam itu mema ng !l.ldah saya pelajari sejak berumur 17 tahun hingga sekarang baru berhenti karem telah mengetahui bahaya-bahayanya, Bahkan saya pernah mempelajari ilmu kesempur man hidup yang beraneka ragam. Mestinya ilmu itu tidak bisa hilang sehingga bisa digunakan untuk mengingatka n kepada anak cucu j ika sewaktu-waktu menghendakinya syu kur bisa dimebgerti orang ba nyak agar jangan sampai terkena bujuk rayu sang guru yang hanya bermak!l.ld henclak mencari uang. Seumpama mempunyai uang sedikit lebih baik digunakan untuk mencari ilmu yang benar-benar dapat memberikan manfaa t dan ilmu yang nyata itu betulnya !l.ldah tetsebar di seluruh alam. ' Mudha "S ebenarnya memang demikian akan tetapi her· hubung kehidupan di zamankita ini belum maj u maka sudah sewajarnya jica ora ng-ora ng masih ba nyak yang tertipu kepada bujuk rayu sang guru. S eanclainya..................... 42 belum mengerti akibat atau bahaya-bahaya dari ilmu-ilmu tersebut kemurwlcinan ,masih percaya terhadap ilmu-yang sebenarnya hanya tipu- · ' an belaka,"

Wredha "Oleh sebab itu jika ki sanak ma sih menghen daki peqj elasan tentang ilmu yang pernah kamu pelajari maka ceritakanlah terlebih dahulu".

Mud ha 1'Terima kasih Bapak, Adapun yang ingin saya ta nyaka n masalah ilmu kekebalan tubuh yaitu apabila tubuh ditusuk dengan seqjata .tam tidak terasa sak it sedikit pun dan ilmu tersebut bernama Jaya Kawijayan ya ng mehjadi keyak inan ora ng Jawa, Madura, Bali dan sebagainya; Saya pernah bguru dan imbalannya ua ng Rp.200,-yang Rp.150,-sebagai tebusan ilmu kekebalan tubuh seda ngka n ya ng Rp.5 0,-seba gai imbalan sang guru selama menjalanka n ber tapa di lubang selama tujuh hari tuj uh malam se bab sewaktu di!lllruh bertapa saya tidak srnggup meqjalankan, maka semuanya iaya serahkan ke pada iang guru. Setelah genap tujuh hari tujuh malam menjalan kan tapa lubang kemudian saya _ dinasehati dan diberi ilmu kekebalan tubuh (Jawa=paldat)
tadi ............... ...... ........... 43
Kebetulan pada iaat itu bertepata n hari malam Jumat Kliwon berada di pinggir bengawan diser tai dengan sesaji dan berbagai macam selamatan, Adapunpantanga nnya yaitu j ka berjalan tidak diperbolehkan menoleh, diperbolehkan berpa lingpaling tetapi haru s secara keseluruha n ter ma!IUk tubuhnya ikut menoleh. Sang guru terse but membuat adonan timah panas di wajan penggorengan kemudian kedua tangannya dima !IUkkan kedalam ado nan timah panas dan diguna kan untuk membasuh muka ternya_...Ja tidak te rasa pa nas sedikitpun, maka pada saat itu saya benar-benar heran melihatnya: Sang Guru ta i menyuruh saya membaca man-

tera-ma ntera dan setelah selesai disuruh menco ba membasuh muka dengan kawah timah. Atas perintah mng Guru akhirnya saya mencoba me masukkan kedua tangan ternyata tidak teram pams sedikitpun, hanya terasa sedikit saj a dan juga mya gumkan.untuk membaruh muka ter nya ta tKlak terasa paras, Saya benar-benar heran terhadap kenya taan ter sebut. Dan sang Guru permh bercerita kepada mya bahwa peluru seljata api itu sebenarnya terbuat dari timah seperti timah yang dilebur ini, Padahal adonan timah yang direbus kemu dian digumka n untuk. mencuci muka tKlak tera sa pa ms maka seperti peluru senjata apijika me nembus pada tubuh saya pasti tidak terasa
Slk it ................................ 44
bahkan akan hancur/ lebur menjadi adomn ti mah. Pada saat itu saya tidak bisa menjawab apa-apa dan hanya tertegun kehera nan. Kemu dian timah tersebut didinginkan serta dijadikan lempengan atau kepingan setebal ibu jari sebe sar uang benggol (uang logam) dan diberi tulisan Arab. Adapun yang digulllkan untuk menulis adalah jarum karu goni. Selesai menulis uang logam tersebut akhirnya diberkan kepada saya dan jica sewaktu-waktu pergi benda itu agar dibawa. Pada saat itu saya juga dicoba hendak ditembak tetapi sebelum dicobaka n sang Guru terlebih dahulu yang ditembak adapun yang me nembak saya sendiri Sesungguhnya hatim kha watir sekali jka mntiada sesUat)l yang tidak diinginkan (ma ti) sebab jika jadi pasti -saya dita han oleh pemerintah mmun dia tetap menyuruh. agar segera menembakkan setelah dipersiapkan dengan lengkap kemudian saya tembakkan tepat pada sasaran tereyata ha nya diam saja bahka n

Wredha

Mud ha

Wredha

Mud ha

Wredha

peluru tersebut bisa disambar denga n ta nga n,. pada saat itu hatiku benar-benar keneranan me lihatnya, Maka berga ntian saya ya ng ditembak, sebenarnya hati terasa khawatir sekali tetapi untuk menutupi ra sa malu terpak sa memb era ni-
kan diri ............................. 45
ma ntera saya hafalkan berulang kali dan akhir nya saya · ditembak tepat pada bagian dada ter nyata tilak terasa sak it sedikitpu n bahkan bila dibandingka n dengan terkena ketepil pun ter(lsa sak it kena ketepil, sehingga perasaan hatiku se perti gunung, merasa sakti dan tubuhku menjadi kebal terhadap segala macam senjata tajam, ja nga nka n ha nya ditusuk samurai bahkan ditem bakpun tidak terasa sakit, pelot luluh menjadi timbel dan hingga sekarang saya masih kebal se umpama bapak hendak mencoba terhadap ke saktianku juga bisa, silahkan memenggal tubuh ku dengan samurai". "Ki sanak jangan terlalu menyombongkan kesak tianmu ". "Bapak. jangan menghinaku dan semua ini bisa dibuktikan•'. 'Ki sanak jangan terlalu emosi, cobalah dipikir terlebih dahulu, sE'jak kalian berguru hingga se karang apakah pernah ditusuk samurai orang
lain. Katakanlah dengan terus terang•• ..... 46
"Pe!'tanyaan Bapak tadi benar dan saya belum pernah ditusuk samuraLOleh sebab itu saya mo hon penjelasan terhadap ilmu tersebut". "Baiklah jika ki sanak menghendaki penjelasan maka perhatikanlah denga n baik. Leburan timah itu sebenarnya ada penawarnya · ya itu getah jarJk, bahkan tangannya fidak per lu dilumas nantun cukup mengoles jari-jarinya

dengan getah jarak kemudian dimasukkan ke dalam leburan tima h mendidik pasti tidak terasa panas sebab leburan timah itu kalau sudah terkenal atau bercampur dengan getah jarak se dikit saj a warnanya sudah berganti mertjadi biru atau ungu. Mestinya pertjelasan saya ini ada be narnya dan ki sanak bisa membuktikan sendiri"

Mud ha "Pertjelasan Bapak tadi mema ng benar sebab pa da saat mencelup tanga n ke dalam leburan timah mendidih warnanya berubah mertjadi suram ungu dan kebiru-biruan akan teta:pi sewaktu me ngoles tangan dengan getah jarak itu saya tidak melihat, apakah memang sudah dilumas sejak dari rumah0 ••••••••••••••••••••••••• 47

Wredha 'M ema ng demikian, sejak dari rumah tangan su dah dioles dengan getah jarak, walaupun anak kecil dicuci mukanya dengan leburan timah mendidih juga tidak merasakan panas, sebenar nya semua tadi bukan karem kekuatan ilmu se bab ilmu tersebut hanyalah berfungsi untuk me nambah keyakimn hatimu saja".. Mud ha "Maka dari itu setelah saya mencoba sendiri de ngan menghafalkan ilmunya dan mencoba me masukkan kedua tangan terasil panas sekali teta pi pada saat itu tnak saya beritahukan kepada orang lain karena merasa malas jika diketahui orang banyak mmun saya hanya minta pertang gungjawaban kepada sang Guru akan tetapi dia marah-marah. Dan sang Guru bercerita ke padaku-bahwa ilmu yang diberikan itu hanyalah kekebalan tubuh. Adapun tentang isaratnya ,yang mengetahui hanyalah sang gury sendiri dan murid-murnnya tidak diperbQlehkan mencoba nya kalau belum mendapatkan ijin dari sang guru dan sang guru berpesan jangan sekali sekali

menyombongkan kesaktian yang telah dimiliki-
nya..., ............................ 48
sebab ilmu Jaya kawijayan itu apabila diguna kan untuk kesombongan pasti akan menjadi ga gal. Semua itu tadi karena kehenclak Tuhan se mata.

Wredha ·· "Adapun masalah ditembak tidak tern bus se hingga ki sanak menjadi heran serta percaya se kali sehingga kamu menganggap bahwa ma ntera serta jimat maupun bertapa di lubang, sebenar nya semua itu hanyalah tipuan belaka,,. Mud ha "Bagaima na yang dimaksudkan semua tadi".

Wredha "Senjata api itu suara nyaringnya berada pada peluru yang menggunakan ukuran sendid-sendiri sesuai dengan kekuatan senjata api yaitu sekitar 70 hingga 100 langkah terkadani ada yang dapat. melihat kekuatan peluru yang masuk pada sena pan, lebih-lebih seperti gurumu itu mempunyai senjata api sendiri Walaupun tidak cJ,apat :meli hat kekuatan yang ada pada senapan juga bisa bertanya kepada yang mertjual adapun-.caranya seumpama senapan .t.ersebut mempunyaikekuat an 100 langkah maka diberi kelebihan 10 lang kah sehingga kecepatan peluru tersebut menjadi · berkurang maka seumpama terkena pada tubuh tidak terasa sakit..................... 49 Kalau orang yang benar-benar berani atau sudah terbiasa seperti gurumu itu menggu nakan sena pan yang berukuran 100 langkah kemudian di tambah 5 langkahpun sudah berani bahkan bisa menangkap peluru tersebut. Tetapi pada saat itu belum ada jenis sertjata api yang berbunyi : berulang-ulang. Di samping itu emungkinan be sar gurumu tidak berani ditembak denga n jarak dekat".

Mud ha "Hatiku benar-benar merasa puas setelah men dengarkan penjela san dari sang guru sebab semua keterangannya dapat diterima oleh akal pikiran' Wredha "Perlu ki sanak ketahui bahwa di atas tadi telah saya ceritakan semua. Sebenarnya perbuatan se macam itu hanyalah tipuan belaka yang diusaha kan denga n npt halusnya dan semua itu me mang kesalahan orang-orang Jawa sebab kese nangannya hanyalah ilmu-ilmu yang aneh-aneh bahkan tidak dapat memberikan manfaat se hingga memusingkan pikiran. Maka harapan saya agar para generasi muda, orang tua maupun anak cucu janga n sampai mudah terpengaruh terhadap ilmu yang sangat membahayakan tadi seperti yang pernah kamu alami ini. Lebih baik menuntut ilmu yang benar-b'enar dapat memberi kema nfaatan badan sehingga bisa dipakai sebagai bekal hidup. Adanya kesenangan-kesenangan tersebut dise babka n karena adanya keyakinan dalam hati ter-
hadap ilmu Jaya kawijayan ............. 50
yang pernah kamu ceritakan ta di, Kadang-kadang murid-murid melihat kesaktian sang guru da n si murid sendiri pernah diuj i coba oleh sang guru ternyata juga sakti sehingga diri nya meras'a kebal terhadap peluru namun setelah dihujani peluru pada kepalanya pasti meninggal dunia. Apa sebabnya orang-orang Jawa sangat tertarik terhadap ilmu kekebalan tubuh dan sejenisnya, sebab bangsa kita belum mengerti akibat atau bahaya-bahaya yang tadi ·terhadap ilmu Jaya Kawijayan dan enis_nya Karena selama ' belum a'da sarjana yang bersedia menjelaskan ilmu ter8ebut hingga diketahui orang banyak. Sudah menjadi karakter orang Jawa jika sudah

pandai dalam segala hal biasanya menjadi eng gan untuk menyebarluaskan ilmunya dan hanya diperuntukkan untuk diri pribadi agar disebut orang yang terkenal di dunia tidak pernah me mikirkan kepada bangsanya yang sengsara atau cilaka, Karena orang Jawa itu kebanyakan masih menganggap keutamaan ilmu yang paling utama itu orang yang ilmunya banyak dan hanyalah ilmu tipuan belaka .. Hingga sekarang orang Jawa masih tertarik se kali terhadap ilmu yang tidak dapat memberikan manfaat dan menolak ilmu yang benar-benar nyata dan dapat membe!'i manfaat badan,

Mud ha "Jika demikian azimat saya ini lebih baik dibu-
ang saj a ............................. 51
sebab tidak dapat : memberikan manfaat, uang Rp.200,- hilang termakan Guru yang hanya me nipu, untung saya belum terlaksana ditembak dan belum terlaksana dibabat dengan pedang se umpama terlaksana kemungkinan saya sudah meninggal dunia dan uang Rp.200,-hilang ma suk ·ke pe!'ut sang Guru''. Wredha "Ki sanak jangan berputus asa sebab semua tadi' suatu. pengalaman hidup dan gurumu berulang ulang pesan kepadamu jangan tersebut kesom bongan sebab ilmu Jaya Kawijayan itu jika digu nakan untuk kesombongan akan musnah karena kehendak Tuha n. · Ketahuilah olehmu bahwa semua tadi hanyalah politik dari sang Guru sebab kalau kamu me nyombongkan kesaktian ternyata dicoba oleh orang lain pasti kamu akan meninggal du nia, ma ka gurumu takut jika diketahui pemerinta.h ka rena terjadi sesuatu hal yang tidak diinginka dan pasti akan mendapatkan hukuma n. Adapun

seump.ama tidak diketahui pemerintah maka

akan selamat nainun murid-murid sudah terlan

jur jera serta mematikan pencaharmnnya.

Seperti itulah sebenarnya yang dijaga oleh sang

guru selama ini :.Nanjika kalian tidak berbuat

kesombongan pasti gurumu akan selamat selama-

lama·nya ............................ 52
namanya tetap terkenal di seluruh nusantara dan mata pencahariannya tetap selamat".

Mud ha "Hatiku benar-benar heran dan begitu halusnya

politik sang guru yang digunakan untuk mempe

ngaruhi murid-muridnya,. Oleh sebab itu saya sangat berterima kasih kepada Bapak yang te!ah memberi penerangan hati. Pada dasarnya semua bentuk ilmu Jaya Kawi jayan dan sejenisnya itu tipuan semua. Maksud sang guru tadi hanyalah untuk mencari uang semata". Wredha "Memang benar bahwa semua itu hanya sebagai sarana untuk inencari uang maka selama ini saya belum pernah melihat seorang guru yang mengaj arkan ilmu kekebalan tubuh (Jawa = Jaya Kawijayan) dan sejenisnya dapat terkenal di seluruh nusantara, pasti lama kelamaan ilmu tadi ada yang terungkap rahasianya kerena ilmu .itu tidak dapat diyakini kebenarannya atau
salah satu diantara muridnya ada yang ......... 53
sengsara hidupnya akhimya tidak manaruh kepercayaan sehingga sang guru hilang mata pencahariannya karena ilmu yang diberikan hanyalah tipuan belaka. Menurut perasaan saya penjelasan-penjelasan itu di atas sepertinya sudah cukup untuk dijadikan pedoman serta untuk mengetahui rahasia-

rahasia ilrnu yang lain. Kalau kamu memang benar-benar cerdas pikirannya, walaupun ilmu ilmu yang sangat membahayakan tadi tampak dengan jelas tetap tidak akan tertarik sedikitpun karena sudah bisa menim bang-nim bang berdasar kan cerita saya tadi". Mudha "Terima kasih Bapak, menurut perasaan saya sepertinya sudah mencukupi untuk mengung kapkan ilmu-ilrnu kekebalan' tubuh (J awa = Jaya kawijayan) dan ilrnu-ilrnu lain. Sebab cetita tersebut di atas sudah termasuk ilmu yang tidak dapat diyakini kebenarannya........ 54 Berhubung ilmu kekebalan tubuh (Jawa = Jaya kawijayan) dan sejenisnya sudah dijelaskan semua, maka apakah saya diijinkan jika menceri takan tentang ilrnu kesempurnaan ajal yang kemungkinan dapat memberikan kemanfaatan". Wredha "Masalah itu sangat baik untuk diungkapkan ki sanak, tetapi sebaiknya diambil yang penting penting saja sebab saya memang sudah lama berkehendak menjelaskannya agar para generasi muda benar-benar dapat memahami bahwa ilrnu-ilrnu itu tidak dapat memberikan kemanfa atan badan. Oleh sebab itu coba ceritakan secukupnya saja. Mudha "Baiklah Bapak, bahwa selama saya berkelana mericari pengalaman seperti yang sudah saya ce ritakan di atas serta sudah saya resapi dalam hati maka saya bermaksud ingin mengetahui tentang ilrnu kesempurnaan aj al, akhirnya keinginan tadi dapat terlaksana dan sudah beberapa orang guru saya datangi sehingga berbagai macam ilmu kesempurnaan aja1 telah saya pelajari akan tetapi sulit dipahami dan memusingkan pikiran. Maka tidak.......................... 5 5

perlu heran jika kurang berpengalaman akan mudah dipermainkan orang seperti yang pernah saya alami sendiri. Olah karena saya merasa belum puas terhadap ilmu yang telah saya pelajari da n masih membingungkan pikiran akhimya saya mendengar bahwa ada seorang guru yang da pat menjelaskan tentang kesemur naan ajal. Maka saya berusaha menemuinya. Akhimya terlaksana pula saya diberi penjelasan tentang ilmu tersebut, Ada pun caranya yaitu Sa ng Guru tadi masuk ke da lam bilik rumah belakang da lam keadaan gelap gulita tanpa lampu penerangan. Di da lam bilik rumah sudah tersedia tidak yang dilapisi kain putih. Berhubung ya ng berguru tidak hanya sendirian maka da lam memberikan atau mengajarkan ilmu tadi secara bergantian de ngan menghadap satu persatu da n saya jatuh pada giliran ke tiga. Sewaktu giliran pertama da n ke dua masuk ke dalam kamar secara bergantian, · hatiku benar-benar khawatir hendak diapakan
oleh Sang Guru. sebab setelali ............ 56
keluar da ri kamar kelihatannya menyimpan rasa ketakutan, diam seribu bahasa atau heran seperti sehabis melihat sesuatu yang menakut kan. Kemungkinan di da lam kamar sang Guru mem baca mantera dengan suara yang menakutkan. Di dalam rumah kelihatan sunyi senyap sehingga menakutkan da n berdiri bulu romaku. Setelah kedua teman selesai diberi azimat atau diberi pelajaran ilmu gaib maka jatuh pada gilir an saya dan dipanggil sang guru da ri da lam ka mar, suaranya terdengar bergelom bang, maka sebelum masuk ke dalam kamar badan sudah terasa ketakutan, namun terpaksa masuk, di

dalam kamar kelihatan gelap-gulita karena tanpa lampu, juga pen uh asap dari dupa sehingga kami kesulitan bernaf as dan disuruh duduk di tikar membelakangi sang guru kemudian dibaca kan mantera-m antera cukup panj ang tiada · putus-putusn ya serta membelai-belai tengkukku,
setelah sampai .. ......... ............. 57
pada kanan kiri leher penglihatan mulai kabur lama kelamaan saya menjadi tidak sadar dan berapa lama saya tidak teringat, tahu-tahu saya sudah mendapat ucapan salam dari sang guru. Karena merasa ketakutan maka di dalam mejawab salam tersebut hanya sam bil tiduran "Wangalaikum salam". kemudian saya dapat ber gerak-gerak akhirnya duduk di atas tikar dan guru bercerita : Ketahuilah olehmu bahwa semua itu wujudnya ilmu kesempu maan aj al. Saya tidak dapat menj awab apa-apa sebab ter bawa rasa ketakutan serta keyakinan saya terhadap ilmu tersebut. Adapun menurut perasaan saya, selama tidur tidak teringat apa-apa dium pamakan tidur nyenyak sekali tetapi bukan tidur seperti dalam mimpi seakan-akan dipukulpun tidak terasa atau tidak dapat bangun, maka segera keluar dan kamar dan bergandan hingga selesai....... :5 8 Hari berikutnya saya menghadap lagi hendak bertanya tentang permasalahan ilmu itu. Kebe tulan pada saat itu sang. guru sedang lapang hatinya maka dengan rela hati saya diijinkan melihat teman sewaktu melaksanakan pati raga. Setelah kelihatan tidak sadarkan diri saya di· suruh meraba seluruh anota tubuhnya keada ann ya seperti meninggal sungguhan, wajah kelihatan pucat tanpa darah, napasn ya hilang

Wredha

Mudha

Wredha

Mudha

Wredha

kelihatan menakutkan sekali, kurang lebih 30 menit, orang tersebut dihembus keninpya dengan mantera'illantera kemudian keluar suara dari hidung terdengar seperti binatang yang ha bis disem belih. Sang guru mem beri salam berulang-ulang maka orang tersebut dapat bergerak sedikit. demi sedikit akhirnya bangun dan selamat hidup
kembali ....... ...... ....... ........ 59
pada saat itu hatiku benar-benar heran melihat kejadian tersebut, sehingga mempunyai pikiran bahwa di dunia ini tidak ada orang yang pandai selain guru saya sebab dia bisa merasakan mati .. yang benar-benar mati". "Apakah kata-kata ki sanak itu bisa dipercaya bahwa di dunia ini hanya ada seorang yang dapat merasakan pati".

"Benar bapak bahwa di dunia ini hanya ada satu orang di samping Tuhan Yang Maha Esa".

"Jika demikian sebagai tandingan gurumu itu hanyalah Tuha)l semata seumpama bukan dari kehendak Tuhan ternyata ada orang yang dapat merasakan pati dan kebetulan bukan gurumu apakah juga kamu anggap sebagai Tuhan ?". "Jika memang ada mestinya juga dianggap sebagai Tuhan sebab kalau hanya manusia biasa atau bukan utusan Tuhan masakan dapat mema-
tikan dan menghidupkan manµsia".. ....... 60

"Untung kamu bisa bermusyawarah dengan saya seumpama tidak dan sudah terlanjur percaya terhadap perbuatan yang mendekatkan umur apakah tidak mem bahayakan terhadap 'dirimu".

Mbdha

Wredha

Mudha

Wredha

Mudha

Wredha

Mudha

Wredha

"Bagaimana yang dimaksudkan semua itu, saya benar-benar belum mengerti dan apakah bapak tidak percaya terhadap ucapan saya".

"Ki sanak jangan terlalu emosi, sebenarnya saya juga percaya terhadap ucapan kal!lu ". Syukurlah jika Bapak masih percaya ucapanku dan bagaimana menurut pendapat Bapak? "

Ki sanak jangan terlalu tergesa-gesa dan tenang kanlah hatimu serta perhatikanlah dengan baik hendak saya jelaskan wujud yang sesungguhnya. Sebenamya perbuatan merasakan pati itu saya juga ahli sekali bahkan pekerjaan semacam itu sewaktu masih muda sering saya l;lkukan dan sering saya gunakan untuk kesom bongan, setiap orang yang hendak mencoba merasakan mati maka. saya sering dimintai tolong akan tetapi setelah mengetahui akibat-akibat dari perbuatan tersebut yaitu di samping dapat merusakkan pikiran................... 61 juga dapat mendekatkan aj al akhimya saya berhenti dari petbuatan itu dan berjanji tak akan mengulang lagi. "

"Apakah benar bahwa perbuatan semacam itu dapat mendekatkan aj al dan bagaimana jalan ceritanya". "Te.nangkanlah hatimu dan perhatikan penje lasan saya terlebih dahulu". "Baiklah Bapak dan bagaimana ceritanya ".

"Mencoba merasakan pati itu termasuk per buatan yang mudah sekali dan seumpama ki sanak sudah saya beritahukan tentang cara caranya pasti bisa nilaksanakan sebab setiap manusia baik tua muda, besar kecil mempunyai urat besar berada pada sebelah kanan kiri leher

Mudha

Wredha

Mudha

Wredha

Mudha

Wredha

yang berfungsi sebagai perjalanan darah, jika ditekan agak lama pasti alcan kempis dan akan menutupi aliran darah. Jika aliran darah sudah tersumbat pasti alcan mati. Asalkan penekanan nya tersebut kala4 orangnya sudah lemas dan tidak sadar segera dilepaskan pasti orang tadi tidak ingat kepada yang menekan kemudian ditidurkan di tempat yang tidak jauh dari tempat. semula. Adapun yang pernah saya alami bahwa orang......................... 62 tersebut paling lama I 5 menit sudah sadar kembali alcan tetapi kalau tidak ciirerak-gerakkan atau tidak mendengar suara apa-apa biasanya terlanjur tidur dan adanya hidup kembali itu dikarenakan ¢!rah yang tersum bat ta di sudah dapat mengalir dengan lancar atau bekas pejetan tersebut sudah kemali seperti semula".

''Terima kasih atas penjelasan-penjelasannya sehingga saya dapat mengerti dengan jelas". "Syukurlah jika ki. sanak bersedia menerima · penjelasanku tadi". "Sebenarnya masih ada masalah-masalah yang belum dapat saya pahami yaitu tenang alcibat dari perbuatan tersebut sehingga bisa mengham bat dan mempengaruhi berubahnya aliran darah serta dapat mendekatkan pati. Bagaimana yang dimalcsudkan semua itu". "Sebenarnya masalah itu tidak perlu dipersoal kan karena sudahjelas semua". "Saya semalcin tidak mengerti yang dimaksud-
kan semua itu" ...... ..... ............ 63
''Menywriblt perjalanan darah itu jika sering dilalrukan dapat menghamba perjalanan darah. Padahal aliran darah itu merupakan funsi

Mudha

Wredha

Mudha

Wredha Mudha

Wredha

-93

utama bagi organ tqbuh, jikalau aliran darah berhenti maka menyebabkan kematian, jika aliran darah berubah apakah bisa lancar, sudah pasti tidak lancar dan akan berhenti. Cobalah kalian pikir dengan hati yang tenang dan apakah tidak membahayakan. Maka lebih baik dijauhi dan jangan sampai ada yang-ter tarik terhadap perbuatan tersebut, sebab semua itu bukan barang permainan dan tidak akan memberikan manfaat sedikitpun bahkan bisa mendekatkan pati". "Jika berakibat seperti terse but di atas berarti perbuatan sang guru dengan menggunakan sesaji, berdupa serta menggunakan mantera mantera, membaca salam. Semua itu ternyata hanyalah sebagai alat. agar kelihatan menakut kan, sebenarnya tidak berbeda seperti perbuatan sang guru Jaya kawijayan atau ilmu kekebalan tubuh yang.......................... 64 pernah saya ceritakan di atas tadi. "Memang benar demikian ki sanak bahwa semua itu dimaksudkan untuk menambah keyakinan, agar kelihatan sakti, sehingga dipercaya orang. Sebab jikalau tidak dilengkapi dengan sarat sarat seperti tersebut di atas biasanya orang Jawa tidak bersedia menerima serta kurang begi tu percaya". ''Pada dasarnya memang begitu dan saya sendiri juga sudah dapat memahami semua tingkah sang guru yang sebenarnya hanya tipuan belaka" "Apakah hanya percaya begitu saja". "Sebenarnya tidak hanya begitu saja bahkan masih ada kelanjutannya". - "Jika masih ad8 kelanjutatmya, ceritakanlah secara keseluruhan".

Mudha "Sesungguhnya pacla saat itu sesuclah selesai mencoba merasakan pati, siang malam hatiku selalu bingung dan selalu teringa t kepada sang guru · yartg ahli kesempurnaan pati. Sebab disuruh ·mencoba .marasakan pati itu menurut perasaan saya baru diperlihatkan keaclaan zaman kematian, adapun tentang ilmunya · belum di aj arkan. Lama-kelamaan sang Guru mengajarkan ilmunya sedikit-dmi sedikit. Pada awalnya yang diajarkan kepada saya tentang ilmu kesem-
purnaan ............................ 65
seperti yang suclah dijelaskan pacla serat wirid tetapi hanya saya belum puas sebab setelah saya resapi ternyata ticlak · cocok dengan akal pikiran. Akhirnya setelah mantap clan kebetulan sang Guru sedang sengang hatinya maka dengan ikhlas· saya diberi petunjuk tentang ilmu kesem purnaan pati yang sebenarnya. Aclapun jalan ceritanya sebagai berikut : Orang yang sekarat hendak meninggal dunia itu pasti sudah ticlak dpat membedakan bentuk warna serta ticlak clapat melihat bencla-benda dengan jelas clan sebagainya. _Seperti ilmu kesempurnaan yang pernah diajarkan oleh para guru serta yang tertulis pacla serat-serat wirid, Aclanya hanya gelap gulita, mata sudah ticlak dapat melihat semua itu merupakan pertancla hendak mening gal dunia. Menurut keterangan clari sang Guru bahwa keaclaan di alam kematian itu jika dibandingkan dengan k'eaclaan di dunia ini belum apa-apa dan sangat jauh berbeda. Sehingga hatiku benar-benar merasakan kepuasan setelah men dapatkan penjelasan clari sang Guru clan semua ini akan acla kecocokan atau ticlak dengan pikir an Bapak".

Wredha "Ketahuilah ki sanak bahwa masalah cocok dan tidaknya saya tidak dapat bercerita, sebenamya semua jenis ilmu kesempurnaan pati itu pada dasamya sama dan juga termasuk ilmu tipuan belaka. Adapun jalan ceritanya sebagai berikut : Semua jenis ilmu kesempurnaan pati itu sebe narnya untuk mengingatkan kepada umat manusia seba b semua manusia itu pasti mening gal dunia, maka tidak perlu ditakut-takuti kalau sudah dekat saatnya mati, maka yang ' perlu disampaikan hanyalah tanda-tandanya orang akan meninggal dunia saja. Ada yang pernah bercerita bahwa kehidupan di alam kematian itu abadi dan tiada bandingan nya, maka sewaktu-waktu sudah dekat pada saat kematiannya hendaklah selalu diberi nase hat harus segera melaksanakan pesan sang Guru, seumpama tidak bersedia melaksanakan pesan sang guru yaitu bertaubat mohon ampun kepada Tuhan maka akan mendapatkan siksaan dari malaekat utusan Tuhan selama-lamanya.

BAB IV ANAUSA ISi NASKAH'

A. LA TAR BELAKANG Jawa Tengab merupakan salah satu .propinsi yang mempu nyai basil budaya bangsa yang beraneka rama, baik berupa phisik maupun non phisik. Berdasarkan latar belakang sejarah nya dapat diketahui babwa di Jawa Tengab sejak ± abad ke VII Masehi telah berdiri kerajaan-kerajaan-kerajaan seperti Kalingga, Mataram Hindu, Demak, Pajang, Mataram Islam, dan yang terakhir Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sejak adanya kerajaan itu pula telah muncul kehidupan kelompok-kelompok masyarakat. yang menghasilkan berbagai mas:;am basil kebudayaan. Pusat-pusat kerajaan di samping berfungsi sebagai pemerintaban berfungsi pula sebagai pusat kebudayaan. Hal inilah yang menyebabkan di Jawa Tengab terdapat berbagai macam basil budaya yang telab ditinggalkan atau diwariskan oleb para leluburnya. Seperti telab disebutkan di atas babwa basil budaya di Jawa Tengab ada bermacam-macam. Ada yang berujud pbisik seperti misalnya bangunan candi, masjid, kraton, tempat-pemu jaan, senjata dan lain sebagainya. Namun ada pula yang ber sifat non phisik seperti. ceritera rakyat dari mulut ke mulut

yang bersifat lisan, pitutur luhur, sistim religi, lambang-lambang dan bahasa simbul serta berbagai karya sastra yang lain.

Kebudayaan tersebut dewasa ini sebagian masih dalam keadaan kondisi yang baik, utuh dan hidup subur pada masya rakat pendukungnya namun ada pula sebagian yang mengalami kemunduran dan menyedihkan karena sudah dilupakan oleh masyarakat pendukungnya sehingga dikhawarirkan akan dapat hilang. Padahal hasil-hasil kebudayaan tersebut banyak mengan dung nilai · luhur yang perlu dikaji, diteliti, dilestarikan serta disebar luas"bn dalam rangka penanaman nilai luhur dan pe ngem bangan ilmu pengetahuan, penanaman. watak dan karakter bangsa serta pemanfaatan hasil budaya daerah dalam rangka mendukung tegak dan kokoh serta terbentuknya kebudayaan nasional sebagai salah satu upaya terciptanya kebanggaan nasional, persatuan nasional dan ketahanan nasional.

Salah satu hasil warisan budaya yang banyak terdapat di Jawa Tengah adalah hasil karya sastra yang berupa Naskah Kuno. Naskah kuno di Jawa Tengah jumlahnya sangat banyak sebab hasil budaya tersebut sudah berkembang sejak beratus ratus tahun yang lau. Naskah-naskah tersebut sebagian besar ditulis dengan huruf Jawa (Jawi) sehingga oleh masyarakat pendukungnya ci!sebut "Kepustakaan Jawi" yang berasal dari kata-kata Ka-pustaka-an (buku-buku) Jawi (Jawa), yaitu buku buku yang berasal dari Jawa. Jenis dan macam Kepustakaan Jawi ada bermacam-macam. untuk memudahkan dalam mempelajarinya telah dikelompok kan menjadi beberapa kelompok berdasarkan periodisasinya, yang meliputi :

I. Kapustakaan Jaman Kuno/Hindu. Buku-buku ini biasanya memakai bahasa Jawa kuno atau kawi dan kebanyakan menggunakan huruf Jawa, yaitu anta ra lain buku Serat Bharata .Yudha, Serat Negara Kertagama, serat Sutasoma dan lain-lain

2. Kapustakaan Jaman Islam.

Buku-buku ini muncul bersamaan dengan tumbuh dan

berkembangnya agama Is IBm di Jawa. Buku ini misalnya Suluk Wujil, Suluk Mala11g Sumirang, layang Rengganis, Serat Koja Jajakan, Se rat Ambiya dan lain-lain.

  1. Kapustakaan jaman Mataram sampai dengan awal Kerajaan Surakarta. Pada jaman itu pujangga yang terkenal an tara lain Raden Ngabehi Ranggawarsita, KGPAA Mangkun egara IV, Raden Ng abehi Yasadipura I, Raden Ng abehi Yasadipura II dan lain-l ain. Adapun buku yang terkenal antara lain Se rat Cebolek, Babad Gianti, Sasana Sunu, Se rat Kalatida, Serat
    , Wedhatama, Se rat Tripama dan lain-lain.

  2. Kapustakaan Jawi Jaman Anyar (zaman baru). Buku-buku yang di karang oleh pujangga pada zaman baru misalnya Se rat Cita Gati -karangan Ki Nangunwjjaya, Se rat Pradangga karangan RM Soelardi, layang Wangsalah ka rangan Ki Padmasusastra dan lain-lain. Bahasa yang di gunakan dalam naskah-nas kah kuno tersebut ada yang memakai Bahasa Jawa Ngoko, Bahasa Madya, Bahasa Krama, Krama lnggil, Bahasa Kedhaton (Kraton) dan lain-lain. Adapun tata cara dan penaan bahasa tersebut tidak bebas tetapi sudah ada aturannya sehingga satu kata saja dapat be r ubah-ubah sesuai de pgan situasi dan kon disi kapan dan dimana diucapkan. Sebagai contoh kata : kowe (dalam baha Indonesia artinya kamu) dapat berubah-ttbah beberapa kali tetapi artinya tetap. Dipakai : dalam Bahasa Ngoko kowe
    Bahas a Krama sampeyan Kram a_ lnggil panjenengan Bahasa Kedhaton dalem

Hal tersebut merupakan salah satu penyebab mengapa orang Jawa sendiri sekarang ini banyak yang kurang benar dalam mengetrapkan bahasanya karena karangannya, pengetahuan daq penfwaman tat&- cara dan aturan penM tata .cara •n kata dalem berbagai bentuk. Bahkan --oewaia ini orang-orang Jawa sudah banyak yang tidak meng\lasaibahasa Jawa, mereka

merasa sulcar untuk membaca dan menulis Jawa, memahami dan arti dan makna bahasa Jawa. Hal telah disadari oleh mereka yang ingin memetri, meles tarikan dan mengemoongkan bahasa tersebut sehingga mereka selalu mencari cara dan usaha agar ba hasa Jawa dapat dipahami khususnya warga Jawa Tengah, dengan tanpa mengecilkan arti dan fungsi serta peran bahasa nasional yaitu bahasa Indo nesia. Usaha ini akhimya telah mendapatkan tanggapan yang positip dari Pemermtah Daerah Tingkat I Jawa Tengah sehingga Pemerintah Daerah telah menyusun kegiatan .dan beroogai peragaan dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Hal ini dapat dilihat antara lain adanya kegiatan Saresehan, penataran guru bahasa Jawa, penerbitan majalah berbahasa jawa dalam berbagai kegiatan yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah.

Dari berbagai masalah yang telah dikemukakan di atas maka tidak aneh pula apabila dewasa ini banyak orang-orang Jawa khususnya Jawa Tengah yang berminat, tidak tahu bahkan acuh akan naskah kuno sebab memang mereka tidak tahu masa lahnya. Padahal apabila mereka sudah mengerti akan apa isi yang ada dalam naskah kuno tersebut pastilah akan dapat mengambil suatu keuntungan, hikmah, pelajaran, contoh dan suri tauladan serta pesan dan ide yang begitu baik. Sejalan dengan hal tersebut maka secara bertahap tim telah ber usaha untuk menggarap naskah-naskah kuno yang ada di Jawa Tengah baik yang masih dimiliki oleh perseorangan atau yang tersirnpan pada instansi pemerintali sehingga naskah-naskah tersebut dapat dimanfaatkan secara maksirnal khususnya masyarakat Jawa Tengah ban bangsa Indonesia pada umumnya. Di samping itu diharapkan pula akan pat memacu dan men-: dorong timbulnya semangat untulc ikut menyelamatkan, meles tarikan, mengkaji, dan menyebar luaskan arti · dan makna yang terkandung dalarn naskah kuno trsebut. Salah satu naskah kuno yang digarap oleh tirn pada tahun angga,ran 1989 /1990 ini adalah Naskah : Serat Wredha-Mudlra.

B. ISi SINGKAT "SERAT WREDHA-MUDHA" Serat Wredha Mudha yang dikarang oleh Raden Ngabehi Jayamargasa pada tahun 1913 di Surakarta ditulis dengan huruf dan bahasa Jawa. Tebafuya ada ·66 halaman. Buki Serat Wredha Mudha tennasuk buku periode Kapustakaan Jawi Jaman Anyar (zaman baru). Naskah Serat Wredha Mudha sangat menarik untuk dtgarap, dikaj i isi dan latar belakang serta ide dan pesan yang terkandung di dalamnya, apalagi pada masa pembangunan dan tehnologi modern ini. Adapun isi pokok dari buku tersebut ialah sebagai berikut : Pada waktu naskah tersebut ditulis, masih banyak orang-orang Jawa yang karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan telah mencari berbagai macam ilmu yang sebenamya tidak ada manfaatnya. llmu-ilmu itu dapat dikatakan sangat meru gikan bahkan dapat disebut penipuan secara terselubung. Mereka yang tertipu adalah · orant0rang jawa yang bodoh, sedang yang menipu juga orang jawa yang mengatakan diri nya mempunyai kelebihan atau menyebut dirinya "orang pandai", orang linuwih, ataupun dukun. Namun sebenamya hal itu sangat merugikan sekali bagi orang jawa maupun mereka yang mengetahui masalah penipuan tersebut.· Bagi mereka yang mengetahui sebenamya merasa kasihan dan dalam hatinya ingin menolong dan menyelamatkan mereka yang sesat. Hanya saja hal itu sangat berbahaya sebab pasti akan dimusuhi oleh guru yang telah menjual ilmu apus (penipu an), apabila rahasianya terbongkar berarti sumber penghidupan nya akan putus. Akhimya pengarang buku ini telah menguitgkapkan isi hatinya dan berusaha menolong orang-orang jawa yang kena "ilmu apus" de_ngan cara menulis buku "Serat Wredha-Mudha" ini, dengan harapan agar mereka yang tersesat akan sadar, akhimya orang-orang Jawa bisa maju dan berkembang, mau merintis ilmu yang berguna dan bisa mngikuti kemajuan

tehnologi yang ada di daerah lain. Untuk memberikan gambaran bagaimana tertipunya orang-orang Jawa dalam mencari ilmu-ilmu tadi telah diungkap secara jelas dan gamblang melalui percakapan seorang pemuda yang sudah mencari "ilmu apus" karena tidak tahu rahasianya kemudian diberikan nasehat oleh orang tua yang pandai akan sebenarnya ilmu itu, sehingga pemuda tadi merasa puas, sadar dan kecewa karena merasa tertipu. Adapun isi ceritera dan ilmu-ilmu apus dalam buku wredha-Mudha meliputi :

  1. Ilmu Susuk Kebagusan Yaitu agar seseorang kelihatan bagus (cakep) biasanya memakai susuk yaitu sebuah benda yang dimasukkan ke dalam bagian tubuh orang itu. Adapun caranya bermacam-macam. Diceriterakaņ dalam buku itu ada seorang pemuda yang ingin wajahnya bagus, ia mencari sarana kepada seorang dukun. Pemuda tadi disuruh menyerahkan batu mulia berupa berlian serta emas masing-masing berjumlah tiga buah berlian sebesar gabah (biji padi) sedang emas sebesar jarum. Untuk memasang (susuk) tidak sembarang waktu tetapi dengan syarat antara lain pada malam Jumat disertai sesaji daun suruh ayu, pisang ayu, bunga setaman. Kemudian dengan kenduri (selamatan) berupa nasi wuduk (nasi yang dimasak dicampur santan dan garam sehingga terasa agak asin/gurih), seekor ayam dan dupa/kemenyan. Sedang pemasangan susuk tadi pada waktu tengah malam dan tempatnya di tengah halaman rumah. Pemuda tadi disuruh duduk di atas tikar diberi alas kain mori putih. Setelah persiapan semua selesai kemudian susuk berlian/emas dimasukkan. Sebelum dimasukkan berlian dibungkus kapas putih kemudian direndam dalam air yang penuh bunga. Berlian la- lu ditempelkan ditangan pemuda sambil diberi mantra-mantra oleh sang duk un. Kemudian tangan pemuda tadi disuruh menga- cungkan ke muka. Pada waktu itu juga pemuda tadi disuruh mencium bau yang tidak enak sehingga hidung pemuda tadi seolah-olah tertusuk-tusuk jarum sehingga air matanya banyak

yang keluar. Sesudah itu kapas pembungkus berlian diberikan pemuda tadi agar disimpan yang baik, tidak boleh terlompati. Sesudah air mata bersih dan hidung tidak terasa sakit ia melihat bahwa emas dan berlian tadi sudah tidak ada dan ia kira sudah masuk ke bagian tubuhnya. Sejak itu pemuda tadi merasa bagus (cakap), setiap kali hanya berhias diri dan berkaca dan dirinya merasa lebih bagus dari pada sebelumnya. Ia merasa puas wa-

laupun kehilangan uang untuk upah, berlian dan emas.

ff61sb tugism snbu Setelah hal itu diceriterakan kepada orang tua yang sungguh sungguh pandai dan tahu rahasianya kemudian dijelaskan bahwa sesungguhnya berlian dan emas yang semula dibungkus kapas putih dan direndam dalam air kemudian ditempelkan di telapak tangan tadi sudah diganti kapas yang sudah berbau wangi karena obat sehingga bauny a menusuk hidung dan air mata sampai keluar dan saat itu emas berlian dim æukkan ke kantong baju sang ibsi sbune9 dukundi cquied silum uisd Sedang mengapa pemuda tadi kemudian kelihatan cakap dan bagus bab setiap kali ia berhias, memakai pakaian bagus apalagi didasari perasaan ingin mendapatkan perhatian dari me- reka yang melihat khususnya wanita sehingga ia merasa lebih dari sebelumnya. Hal itu hanya karena perasaannya saja dan karena kebersihan, kerapian serta seringnya bersolek atau berhias saja. Dengan penjelasan ilmiah dan masuk akal tadi akhir- nya pemuda tadi dapat mengerti dan menyadari bahwa dirinya feans tertipu baik uang, tenaga, waktu m apun harta. dinq irom nisa zsle bodi

  1. Susuk yang dapat berjalan. Sesudah menceritakan hal tersebut, pemuda tadi menanyakan lagi pengalam annya sewaktu berguru untuk memasukkan susuk dengan cara yang lain, Syarat dan waktunya sama dengan yang dulu hanya saja caranya lain. Berlian yang digunakan tidak dibungkus kapas tetapi berlian itu disuruh menggenggamnya, lalu disuruh membuka lebar-lebar. Saat itu guru menanyakan

akan dipasang di mata atau di bibir. -&telah pemuda meminta· dipasang di bibir kemudian berlian darftelapak tangan didorong dengan jari ke lengan kemudian dilepas. J alannya kelihatan jelas Setelah muka ditempatkan di bibir' bagian atas sehuigga bibir serasa kaku dan berat. Sang guru 'trienyuruh" abita sampai malam masih terasa agar didiamk an tidak 'lfoleh 'dipegang. sete lah sehari semalam maka pemuda tadi merasa lebih cakap dan bagus daripada sebelumnya. Ja. selalu membersihkan · muka ·dan gosqk sehill me.a qalcap dan b1µ1yak wanita yang tertarik pemuda tadi.

Oleh karena yang pandai tadi kepada pemuda tersebut telah diberikan keterangan dan penjelasan bahwa hal itu sebenarnya juga ilmu apus. Kalau pemuda tadi melihat ada benda berjalan yang disangka berlian yang berjalan dari tangan didorong de ngan jari menuju :bibir, sebenarnya bukan berlian akan tetapi karena tangan, Sang Guru tadi· sewaktu memegang tangan pemuda -,memakai minyak Setitine yang : apabiia ditempelkail di tubuh kemu.dian kelihatan seperti· bisu}.· kemudian be'rjalan. Akhimya .setelah ' sampai bibir berhenti sehingga terasa ada ·ben" jolannya dan bibir terasa berat. Hal itu hanya pengatuh "'Seti-· tine" bukan berlian yang dimasukkan ke · bibir. Adapun berliati tadi tetap masuk ke kantung Sang Guru.

Mengapanpemuda tadi merasa lebih' cakap, banyak \vanita yang ·,tertarik. sebenamya karena ·perasaan sang. pemu'da atau karena ia sering berdandan dan: berhiaS '. serta ntemwat inukanya dan sering beISilcat gigi. ' Kedua hal teISebut akhimya sem 8kin membuka kesadaran sang pemuda bahwa · dirlnya hanya kena "ilmu apus" (penipuan) ..

  1. Susuk dalant kulit ·. · Slisuk · yang· ketig'a dipasang didalam kulit dengan 'sa:rat dan mantra sania yang dulU, pemuda tadi merasa tidak silit. Hal itU telah dibuka rahasiaJ1y'a baliwa_
    djantara _kulit dan. daii.n)g itu be-rongga... .. Tidak ... la. roa .' kemudfan' pati susuk 'it'll 'akan keluar dari dalairi kulit, kalau ti-

dak ketahuan akan hilang sendiri. Hal itu memang bisa terjadi,

tetapi tidak ada hubungannya dengan seorang pemuda kalau

pakai susuk kemudian semakin gagah, perkasa dan dicintai wanita. Bahkan apabila susuk itu tidak keluar akan menyebab- kan infeksi dan menimbulkan penyakit yang berbahaya. Jadi

semua itu karena dibohongi saja.

4 Pemasangan air raksa agar badan kuat.

Pemuda tadi juga menceriterakan agar badannya kuat, tahan

bantingan dan mempunyai kekuatan yang lebih badarnya digosok air raksa. Sebelum digosok harus melakukan berbagai syarat seperti tidak boleh makan kecuali ketan, menyiapkan sesaji. Sewaktu pem asangan air raksa harus malam Jumat, tidur terte- lungkup dengan alas tikar dan kain putih. Kemudian air raksa dicampur dengan sejenis jenang (makanan) dan digosokkan ke punggung sambil dibacakan mantra, sambil membakar keme- nyan. Sesudah digosok tujuh kali pemuda tadi disuruh makan ketan yang sudah dicampur air raksa. Selama tiga hari tiga m a- lam tidak boleh mandi, hanya kalau malam Rabu agar meren- dam diri dalam air sebab selama tujuh malam Jum'atakan dima- suki air raksa. Setelah genap. tujuh kali pemuda tadi merasa kuat dan mengangkat barang berat tidak terasa berat. Pantangannya dilarang makan buah-buahan dan waluh .ti dak boleh membuka bungkusan dan tidak boleh terlangkahi genter (alat untuk pengambil buah-buahan terbuat dari bambu) Adapun rahasianya kepada pemuda tadi telah diuraikan bahwa air raksa itu agar dapat masuk dan tidak mondar mandir di punggung diberi minyak wijen sehingga mudah diatur dan mau berhenti. Adapun untuk membersihkan air raksa dicampurdengan nasi putih sesudah nasi kelihatan hitam disiram air, digosokkan lagi disiram lagi sampai air raksa habis. Kalau sudah selesai lalu diberi daun suruh kemudian disiram dan akhirmnya air raksa akan kelihatan putih kembali. Sedang orang minum air raksa menu nut kesehatan tidak apa-apa asal tidak berlebihan. Dan air raksa tadi

harganya tidak mahal. Kalau pemuda tadi membayar dengan uang banyak dan berbagai syarat serta berbagai rapal sebenarnya tidak perlu. Semua itu hanya untuk menguatkan perripuannya saja.

5, Ilmu Gun a pengasihan.

Pemuda tadi juga menceriterakan pengalaman dalam menca ri ilmu pengasihan agar dicintai wanita. Pemuda tadi disuruh berpuasa tiga hari tiga malam dan tidak boleh tidur sambil mem baca berbagai mantra. sudah selesai kemudian diberi rokok Pemuda itu disuruh merokok di muk a wanit a yang diinginkan. Disamping itu kepada pemuda telah diberi "minyak bendhet" · agar dioleskan pada kulit wanita yang diinginkan. telah selesai maka pemuda tadi mencoba apa yang menjadi keinginannya dan menurutkan pesan gurunya. Temyata semua itu ada buktinya dan pemuda tadi merasa puas. Namun tidak lama kemudian wa-nita tadi pergi sehingga pemuda tadi melaporkan pada sang guru dan diberi sarat lagi yaitu minyak yang berwarna hijau tua. Kalau pemuda tadi akan tidur dengan wanita agar minyak tadi dioleskan di kemaluannya. Dan agar kepada wanita yang dise nangi diberi syarat berupa kinang (ramuan sirih) dilampiri kain, baju atau minyak wangi. muanya itu harus dibayar dengan uang yang mahal. Sungguh setelah hal itu dipraktekkan ternyata wanita yang diajk. tidur bersaman merasa puas dan sel_

\06

bab pada kemaluan pemuda yang sudah diolesi dengan minyak tadi' akan lecet dan Iuka sedikit. Setelah dima8ukkan ke rahim wanita akhimya milik wanita tadi akan terkena air pohon talas menjadi lecet/luka sehingga kalau bersentuhan dengan miliknya pemuda tadi seperti halnya Iuka yang digosok-gosok tei:asa nik mat dan enak. Hal ini menyebabkan wanita tadi merasa puas dan selalu kurang. Namun hal ini sebenamya mengandung bahaya sebab bisa menyebabkan penyakit kelamin atau sypilis. Adanya penjelasan itu pemuda tadi merasa kecewa dan sedih sebab semua tadi ti dak diketahui hal yang sebenamy a. Ia tidak ingin mengulang lagi dan merasa tertipu.

  1. Ilmu Kekebalan/Jaya Kawijayan. Pemuda tadi juga menceriterakan sewaktu ia mencari ilmu kekebalan. Setelah membayar beaya yang mahal dan menyiap kan segala sesaji serta laku, syarat dan mantra yang diterttukan guru, ia disuruh menjilat besi yang dibakar. Mula-mula agak, panas tetapi akhimya tidak terasa dan sepertinya panas jadi tawar .. ·oteh orang yang pandai tadi telah dijelaskan bahwa memaqg sudah menjadi kondrat bahwa lidah itu punya sifat mendingi.nkan yang panas. Jadi apabila pertama kali panas ka re11.a · belum biasa kalau sudah biasa menjilat besi panas pasti tidak apa..:apa walaupun tanpa sesaji, syarat dan mantra-man tra.
  2. Umu Paldot. Dalam rangka mencari kekebalan, pemuda tadi juga mencari ilmu paldot. Untuk memperoleh ilmu paldot seseorang harus bertapa luweng (dalam lobang) tujuh hari tujuh ,nalam, menyi apJc,an • sesaji, syarat dan mantra. Pemberian
    .. ilmu harus malam J, Selasa Kliwon. Sesudah selesai semua syarat pemuda tadi disuruh m,1tmasukkan tangannya kedalam timah yang mendidih. Namun· sebelumnya tangan pemuda tadi dipegang dan diusap

sang guru sebagai salah satu syarat dengan diberi mantra-mantra Setelah dimasukkan temyata tangan tidak merasa panas sehing ga pemuda tadi merasa badannya akan tahan terhadap senjata yang diarahkan kepadanya. Ia merasa puas walaupun kehilangan harta dan uang yang banyak. Juga waktu ia merasa tidak bisa di tembus peluru sebab oleh sang guru telah dicoba ditembak na mun tidak apa-apa dan pelurunya tidak mempan. Dirinya mera sa punya ilmu kesaktian yang hebat berkat aj aran gurunya.

Namun setelah dijelaskan sebab-sebabnya tangan pemuda iadi sewaktu dimasukkan dalam timah yang mendidih baru sadar bahwa dirinya ditipu. Sebab timah yang mendidih itu akan tawar apabila kena getah jarak. Maka sebelum pemuda tadi memasukkan tartgan telah diusap berkali-kali oleh sang guru yang sebenamya diolesi dengan getah jarak, sehingga waktu di masukkan tidak panas. Walaupun tanpa syarat, sesaji, tapa, ke nienyan, dan rapal-rapal kalau seseorang memakai getah jarak untuk memegang timah yang mendidih pasti tidak akan merasa panas.

Juga andaikata ada orang yang ditembak dengan peluru ti dak apa-apa, sebenamya karena setiap peluru itu mempunyai jangkauan jarak yang terbatas sesuai dengan ukurannya. Jadi tatkala dicoba oleh gurunya tadi jaraknya sudah diatur. Kalau jangkauan peluru tadi 100 m maka untuk mencoba dijadikan 105 m sehingga peluru tadi tidak mempan. Namun apabila pe muda tadi dicoba dalam jarak I 00 meter a tau kurang pas ti akan tembus dan sakit.

  1. Ilmu Kesampuman orang meninggal. Hal yang diceriterakan dalam buku tadi berisi pula pengalam an pemuda tadi untuk mengetahui ilmu gaib yang berhubungan dengan kesampumaan orang yang meninggal. Setelah menyiapkan berbagai syarat, sesaji, laku, mantra mantra dan uang, pemuda tadi mencari ilmu yang berhubungan dengan kesampumaan orang meninggal. Oleh sang guru ia di-

perlihatkan bagaimana sesungguhnya orang yang meninggal sementara (mencicipi bagaimana sebenamya· orang yang mati · itu).

Pemuda tiidi diajak masuk ke kamar yang duduk di atas tikar beralaskan kain mori dengan • bau kemenyan yang me- I nyolok. Di kamar itu ada suara yang menakutkan. yang dibuat oleh sang guru sehingga menakutkan bagi siapa yang masuk. Lalu guru membaca mantra sambil memegang leher kanan kiri milik pemuda tadi. Lama kelamaan pemuda tadi tidak sadar. Setelah lama entah berapa jam pemuda tadi sadar dihadapan guru dan diberi nasehat oleh guru. Perasaan pemuda tadi apa bila tidak diberi pertolongan oleh sang guru pasti tidak akan hidup lagi.. Sejak itu hormatnya kepada guru semakin bertam bah. Sesudah pemuda itu sadar dan diberi kesempatan melihat dan memegang temannya yang sudah mati, dan oleh guru akan clihidupkan lagi merasa sangat yakin akan kepandaian gurunya. Hal itu kemudian telah diberikan rahasianya bahwa setiap ma nusia itu punya nadi dan saluran darah di leher. Apabila saluran darah itu dipegang erat-erat darah tidak mengalir akhimya orang akan tidak sadar. Namun kira-kira setengah sampai satu jam kalau perjalanan darah sudah normal akan sadar dengan sendirinya. Jadi upaya-upaya · sang guru sejak syarat, sesaji, laku, suara menakutkan, mantra itu semua tidak ada hubun_gan nya. hya untuk menguatkan usaha penipuannya atau "Ilmu Apu snya". Setelah mendapatkan keterangan tersebut akhirnya pemuda tadi semakin sadar bahwa dirinya sudah banyak ditipu dan ba nyak sekali rekan dan bangsanya yang ikut tertipu karena tidak tahu. Maka pemuda tadi merasa berterima kasih dan ingi.n menyebar luaskan ilmu yang sebenamya dan berusaha membe rantas usaha-usaha penipuan tersebut.

C. BEBERAPA HIKMAH DAN PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL DARI NASKAH SERA T WREDHA-MUDHA.
1. Orang bodoh adalah makanan orang pandai. Dari ceritera tersebut dapat kita ambil suatu pelajaran bah-· wa biasanya orang yang bodoh akan mudah dan gampang ditipu oleh orang:.orang pandai yang tidak mau menggunakan kepandai annya dengan baik dan benar. Maka sudah sewajamyalah kalau sekarang ini pemerintah selalu berusaha menerangi kebodohan dan kemiskinan. Sebab kebodohan itu akan menj adikall masya rakat statis, tidak punya pendirian; mudah terkenal-arus dan akhirnya akan banyak menemui kesenaraan. Hal ini nampak seperti apa yang dialami oleh sosokpemuda yang karena bodohnya telah kehilangan harta, tenaga, waktu untuk mencari ilmu yang dianggapnya benar dan bermanfaat namun sebenarnya justru akan mencelakakan Jbaratnya sudah terjatuh dari tangga masih dihimpit oleh tangga. Sebaliknya hal tersebut hendaknya memberikan pelajaran pula bagi mereka yang pandai janganlah menggunakan kepandaiannya untuk ke senaraan, penderitaan bahkan penipuan orang lain. Hal itu sangat berbahaya bagi khidui>an masyarakat dan akhimya nan-· ti akan menanggung akibatnya apabila usaha pepipuan itu sudah terbuka rahasianya. Orang Jawa mengatakan "Mestf arep ngun dhuh wohe panggawe " atau dalam istilah bahasa Indonesia barang siapa menanam akan mengetam. Sebagai seorang yang pandai seharusnya bisa memanfaatkan ilmunY,a untuk kesejahteraan masyarakat banyak dalam rangka memacu terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur.
2. Aj akan untuk mencari Ihnu yang bergu.na: Dalam buku Serat Wredha Mudha juga ditekankan agar orang Jawa khususnya angkatan mudajangan suka mencari ilmu yang tidak _ ada manfaatnya dan belU!ll jela8 kegunaannya. Hen daknya para pemuda dewasa ini menuntut ilmu-ilmu yang ber daya guna demi untuk kebah!lgiaan bagi dirinya sendiri,.masya-
.

rakat luas serta bangsanya yang sedang membangun. Hal ini dimaksudkan pula agar bangsa Indonesia tidak ketinggalan de-

ngan bangsa-bangsa lain yang sekarang ini semakin maju ilmu dan teknoioginya. Kalau kita tidak maj u dikhawatirkan akan. terjjah oleh bangsa lain dalam arti tidak hanya dalam bentuk penjajahan politik akan tetapi bisa berupa penjajahan ekonomi ataupun kebudayaan.

  1. Anjuran untuk tidak mempunyai watak besar kepala, som bong dan angkuh.

    Dalam naskah telah diceriterakan pula watak seorang pemu

da yang karena dirinya sudah merasa pandai dan memiliki ber bagai ilmu kemudian merasa tidak ada yang menyamai, congkak sombong dan angkuh. Menganggap orang-orang Iain tidak ada yang menyamai.

Hal ini nampak seteiah pemuda tadi memiliki ilmu jaya ka wijayan, dirinya merasa kuat tidak tertembus peiuru, tidak da pat terluka oleh tajamnya senjata dan lain-Iain. Akhimya de ngan rasa sombong ia berani maju perang meiawan kompeni. Akibat kesombongan, kecongkakan dan keangkuhan tadi akan sangat berbahaya sebab ia akan Ialai dan akhimya apabila kena senjata pasti akan terluka dan akan meninggal. Apaiagi ilm'!J yang mereka miliki sebenamya hanya ilmu apus. Seseorang yang teiah mempunyai ilmu itu hendaknya jangan menjadi sombong, tamak dan merasa lebih dan super. Hal ini tidak baik akibatnya. Namun sebaiknya seseorang yang telah memiliki ilmu itu bersikap seperti falsafah padi, makin berisi makin menunduk dan akhimya semua itu akan memberikan manfaat yang banyak kepada masyarakat luas.

  1. Budaya ewuh pekewuh akan berakibat tidak baik. Dalam pendahulµan oleh pengarang buku Serat Wredha Mudha telah disampaikan bahwa sebenamya. sudah ada orang Jawa yang pada waktu itu mengetahui bahwa ilmq11niu penga-

sihan, jaya kawijayan, kasampurnaning pati adalah "Ihnu Apus" atau hanya penipuan belaka.

Narnun mereka tidak mau memberikan penjelasan serta pe ringatan karena "pakewuh", sungkan, enggan, malu, tidak sam pai hati untuk memberikan, sebab pasti akan .membawa akibat, baik kepada p!,lra pemuda yang mabuk mencari ilmu yang salah ataupun Sang Guru yang hanya menipu. Mungkin hal itu diang gap kurang sopan, kurang ethis, tidak pada tempatnya dan lain lain. Bahkan penulis sendiri akhirnya dalarn memberikan peri ngatan sangat hati-hati dan diungkapkan melalui tulisan dalarn bentuk buku disarnping agar tidak berhadapan langsung dengan para pemuda dan sang guru agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Andaikata hal ini tidak dilakukan pastilah akan banyak akibat yang negatip, kesengsaraan, penderitaan yang berlarut-larut dalarn kehidupan orang Jawa.

"Budaya ewuh pakewuh" ini temyata sarnpai sekarang ma. sih banyak dimiliki oleh orang Jawa bahkan oleh bangsa Indone sia sej ak dari orang kecil sampai besar, dari kampung sampai kota, dari aparat terendah sampai para pejabat tinggi. Karena merasa kurang ethis, tidak sopan, kurang pada tempatnya, malu, sungkan dan lain-lain. Mereka enggan mengingatkan kesalahan, kekeliruan ataupun penyelewengan orang lain. Walaupun dalarn alam pembangunan yang sudah modem ini, narnun budaya ewuh pakewuh masih berlaku dan merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan Pengawasan Melekat yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Untuk itu sebaiknya buda ya ewuh pakewuh -ini sedikit demi sedikit dapat dihilangkan dan syukur dalarn waktu tidak lama akan ditinggalkan oleh bangsa kita karena mempunyai dampaJc yang sangat negatip.

  1. Pencarian Ilmu-ilmu Apus tidak terlepas dari perkembangan urnur dan biologis seseorang .. Apabila kita kaji dalam pembukaan Serat Wredha Mudha, oleh pengarang telah disebutkan dengan jelas mengapa orang Jawa pada waktu itu senang mencari berbagai ilmu apus disarn-

llZ

ping karena ketidak tahuan mereka didorong pula oleh icebutuh,. an biologis serta perkembangan umur seseorang. Setelah bayi lahir di dunia kemudian ia berkembang. Ia akan mengal,ami masa-masa pubertas sebelum menginjak masa dewasa. Sesudah itu berkembang kemasa dewasa dan selanjutnya akan menuju ketuaan dan akhimya akan mati. Dalam buku tersebut telah ditonjolkan adanya kebutuhan yang dihubungkan dengan masa-:tnasa pubertas, dewasa· :dai) · menjelang ketuaan.

Masa Pubertas. Pada masa ini biasanya remaja sudah mulai mengenal birahi. Badannya terjadi perobahan-perobahan yang menyolok. Apabila masa-masa ini tidak terkendalikan dengan baik akan menyebab kan seorang remaja bisa terjerumus ke jurang kehidupan yang menyesatkan dan menyengsarakan. Maka tidak anehlah apabila masa-masa itu remaja banyak yang ingin mencari ilmu penga sihan. Dengan berbagai cara ia telah mencari sarat dan sarana agar bisa menarik simpati dari lawan jenisnya. Maka ilmu-Omu Pengasihan, susuk, minyak bendet dan se jenisnya sangat digemari oleh 'pemuda masa itu. Namun perlu diketahui bahwa ilmu-Omu itu hanya akan mencelakakan dan merusak remaja. Akhimya ia akan sadar dan kecewa seperti halnya pemuda. yang telah diceritakan dalam naskah ini. Untuk itu semua hendaknya hal ini jangan sampai ditiru oleh remaja sebab akhimya hanya akan menimbulkan kenakalan remaja saja.

Masa dewasa. Sesudah melampaui masa puber kemudian masuk kemasa dewasa. Pada masa ini pemuda biasanya ingin merasa lebih dari pada yang lain. Maka tidaklah aneh kalau ia berusaha dengan berbagai cara dan usaha agar ia mempunyai kelebihan .. dari pada yang lain: Pada waktu itu para pemuda di Jawa juga iiiifn mencari kelebihan dalam dirinya Mereka telah mencari ilmu ilmu kekebalan, kesaktian dart ilmu jaya kawijayan.

Hal .ini sebenarnya tidak ada larangan dan ada nilai positip nya asal penyalurannya tidak salah. Sebagai misal apabila me reka mencari ilmu bela diri, pencak silat, yudo, karate, kempo dan sejenisnya yang sekarang ini baru berkembang. Namun oleh karena keadaan para pemuda di Jawa pada waktu itu dltlam keadaan bodoh, terjajah dan tidak ada yang memberi petunjuk kebenaran, maka ilmu apapun telah mereka cari. Ia tidak ragu cagu, .mantab dan penuh rasa percaya akan kemanfaatan ilmu itu. Nainun setelah sadar dan tahu bahwa semua itu hanya ilmu apus atau tipuan akhimya menyesal dan kecewa.

Masa Tua. Sesudah manusia melalui masa dewasa akhimya mereka akan menjadi tua, yang akhirnya mereka menjadi sadar bahwa dirinya hid up di dunia ini tidak langgeng, mereka harus mening galkan dunia yang fana ini.

Dalam masa-masa itu mereka membutuhkan petunjuk ilmu ilmu keakheratan, petunjuk hidup, ilmu-ilmu kesepuhan dan ilmu-ilmu keagamaan.·;Pada masa itu orang-orang Jawa banyak pula yang berusaha mencari ilmu kasampumaning urip, ilmu untuk menghadapi aj al, ilmu untuk menghadapi akherat. Na mun sekali lagi karena kondisi dan situasi yang menyedihkan akibat penjajahan dan kebodohan orang-orang Jawa banyak yang telah keliru dalam mencari ilmu-ilmu keakheratan tadi. Mereka telah ditipu oleh mereka yang mengaku dirinya gur11 yang mumpuni, orang yang pandai dan lebih dari yang lain akan tetapi semuanya tu hanya untuk mencelakakan orang lain serta mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Orang-orang-Jawa pada waktu umya sudah tua telah mencari ilmu ;,Kasampumaning pati" agar apabila saat aj al datang mereka sudah siap dan tidak takut.

Keadaan itulah yang dapat IQ.ta kaji dari kehidupan masya rakat Jawa pada waktu penjajahan dimana mereka selalu mene rima kehidupan yang menyusahkan. Dalam upaya mencari ilmu sesuai dengan naluri dan perkembangan umur serta bilogisnya mereka telah tertjpu sehingga mengakibatkan kesesatan.

Hal-hal ini hendaknya jadi bahan kajian dan renungan kita semua agai jangan sampai terulang lagi. Kita semua harus maju dan merdeka jangan sampai terjajah oleh siapapun sebab penj a jahan dalam bentuk apapun hanyalah akan menyengsarakan kita.

BAB V KESIMPULAN

Dari kajian dan peninjauan latar belakang serta isi naskah kuno yang berjudul SERA T WREDHA MUD HA akan dapat kita arnbil kesirnpulan sebagai berikut :

I. Dari latar belakang penulisan naskah tersebut ·akan dapa dilihat bahwa pada waktu itu keadaan masyarakat Jawa ma sih belum maju, hidup sederhana dan dalarn kondisi yang memerihatinkan. Hal m1 dapat dimaklumi oleh karena pada waktu itu masyarakat Jawa (pribumi) belum banyak yang yang sekolah karena memang keadaan tidak memungkinkan. Pada waktu itu orang-orang Jawa masih dijajah oleh Be_lan da. yang diperbolehkan sekolah hanya anak ri orang-ora:na tertentu. Tujuan membuka sekolah untuk orang Jawa bukan untuk memandaikan agar nanti dapat menjadi ilmuwan akan tetapi hanya terbatas untuk mencari pegawai dengan gaji yang murah. Hal ini sesuai dengan Politik Etis dari penjajah. Karena kondisi yang demikian itu mengakibatkan kehidup an orang-orang Jawa ketinggalan dibanding orang-orang ba rat dan hidupnya menderita. Ekonominya tidak baik, ke luarganya menderita, pendidikannya tidak terurus, penin dasan penjajah terus berlangsung. Karena pendidikannya

kuran g maka banyak pemudanya yang lari mencari ilmu-il mu kejawen seperti ilmu pengasihan, kesaktian, dan keba tinan. Hal itu menambah parahnya kehidupan masyarakat Jawa sehingga mereka ban'yak yang tertipu.

  1. Dengan gambaran tersebut hendaknya dapat dijadikan pela jaran oleh orang-orang Jawa khususnya dan bangsa Indone nesia pada umumnya terlebih-lebih angkatan mudanya agar nantinya jangan sampai menemui dan mengalami keadaan yang serba menyusahkan seperti yang dialami oleh leluhur nya. Dengan pengalaman masa lampau hendaknya dapat di jadikan guru dan pelajaran dalam menghadapi masa kini dan yang akan datang. Kalau leluhurnya sudah menderita hen daknya jangan terulang lagi. Salah satu caranya dengan be lajar keras dan bekerja ker, dengan bekal ilmu yang mo dern bukannya ilmu-ilmu Upua:n.
  2. Dari dua kesimpulan diatas akan dapat kita yakini bahwa isi, naskah-naskah kuno banyak mengandung hal-hal yang rele van dan berguna bagi penanaman ide, nilai, ilmu dan pesan yang luhur. Oleh karena itu penggarapan naskah kuno secara bertahap tetapi pasti dan. terarah ..sangat diperlukan demi untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.
  3. ·Kita sebilgru generasi penerus seharusnya merasa bangga dan senang karena para pendahulu kita telah mewariskan hasil cipta dan karya yang tinggi nilainya. Sehubungan dengan itu kiranya perlu adanya perawatan, pengkajian, penelitian dan penyebar luasan naskah-naskah warisan leluhur kita demi untuk memperkokoh kebudayaan nasional kita.
    •••••

SERAT NGEI..MU SEPIRITISME

Cariyossipun tiyang ingkang sarnpun ajal, inggih punika ingkang sampun badan alus. Katedhak ing tembung Walandi dening tuwan: Wintar Ing Surakarta

Saking serat Anggitanipun tuwan: Weren Blom ing Betawi Babon asli saking : Raden Pujahardjo ing Surakarta. Kawedalaken saha kasade dening: Ta n Kho en Swie ing Kedhiri

  1. Cariyossipun tiyang ingkang sampun aj al............. 3 Para manurigsa pullika ingkang kathah sami anggadhahi adat ingkang kirang prayogi. lnggih punika purun nindakaken pia won. Dene purunipun wau sayektosipun jalaran saking pemba lithukipun setan, punika kaanggep satunggaling roh, ingkang langkung kuwasanip\fo angungkuli manungsa. Awit gasangipun setan punika prigel sanget nandukakep kajuligan, mboten liya tansah ambalithuk dhateng n:ianungsa, damel dosa sarta darnel piawon. Panganggep rnakaten punika pinangkanipun saking pundi, para manungsa punapa rnboten sarnpun surnerep, estu ni-

pun fara.k inggih sampun saged hambedakaken awon kaliyan sae. Mila sakathahing kasaenan sami kaanggep sa\dng pandamelli pun piyambak, dene sakathahing awon kaanggep saking pand nielling liyan. Panarkanipun tumanduking piawon ntaran saking roh ingkang awon, inggih punika ingkang nuntuni ma-; nungsa anggadhahi kalakuwan awon. Roh ingkang makaten wau winastanan: setan. Kados-kados para maos sami pitados, bilih ing donya ing ngakir mboten wont en roh ingkang makaten wau, katitik wiwit jaml!n ki makina ngantos sapriki, nanging dereng nate wol!_-
. tiyang .........................................•.. 4
ingkang nate manouni setan kaliyan mawentehan, mbok menawi malah dumugi ing: tern be pisan meksa mboten wonten, ewadene ingkang kathah para pandhita utawi pangagenging agami, taksih santosa sanget pangandellipun babagan ingkang · makaten wau, awit saking kapunggunganipun. Mila dumugi ing wekdal punika kapracayanipun malah kapigunakaken kangge ngpajrihi para manungsa ingkang sumedya damel awon .. Mangka kacariyos manungsa waj ib rum eksa sarta nanggel dha+ teng pandamellipun piyambak amargi sakathahing damel badhe katiti pariksa. sarta katimbang dening hakim ingkang ngasta pengadilan ing ngakhirat. Sanadyan tumrap sadhengah ma nu ngsa utawi sinten kemawon samangsa sampun dumugi ing janji, kepeksa ngadhep ing pangayunaning Pangeran. Para maos mugi sampun ngantos kalepyan hateng ngibarat leres, ingkang kaparibasakaken ungelling makaten: "Bangsa madosi bangsa" Iirripun: awon madossi awon, makaten ugi sae madossi sae, puna saking kepengin nunggil golongan. Ngibarat ingkang makaten wau, ugi tumrapping donya ing ngakherat, mila para tiya awon ingkang sumedya damel
piawon .............. · ......... · ............ .......:s
salaminipun tansah angsal pitulungan tiyarig. awon, utawi roh ingkang awon. Kosok wangsulipun tiyang sae ·ingka. sumedya damel kasaenan, salaminipun ugi tansah angsal pitu lungan saking tiyang sae, utawi roh ingkang sae.

JJ 9

nados menawi' jengandika mastani setan dhateng tiyang ingkang rohipun awon kdos-lcados mboten kelentu. Suwawj kagaliha ingk,a ng lereS; utawi andangti dhateng batosjengandika piyambak. · Saka ngendi pinangkane piala kang kang tumrap manungsa iki. Pandonga ingkang makaten wau, sayektossipun 'mboten cekapdipun wangsuli namung satembung kalih tembung kemawon, punika kedah katerangaken kalayan panjang. Upami dipun seratti ing dalanoang, kados-kados ngantos sedasa lembar utawi langkung. Nondene · anggen kula ngaturi katerangan ing jengandika, namu kalayan cecikakan makaten:

Cesangipun manungsa wonten ing donya punika, jejeripun kalayan wuda ambaluju, sakawittipun mboten beda kaliyan gesangipun sato ing pawanan, 8awarni nanara. Sareng lami-lami · wanara wau laj eng dados wrangas, inggih punika setengah

manungsa setengah sato, ......................

· .. · .. : ... 6 sasampunipun makaten punika dangu-dangu saweg dados manungsa leres, kados tiyang pawanan ingkang wuda kasebut ing nginggil. Lami-lami malih · lajeng dados manungsa ing kang nyandhang ngangge kados manungsa ing jaman punika, dene sagedipun dados makaten wau a:ntawisipun ngantos pinten-pinten ewu tahun saweg kalampahan. Saya lami saya lami manungsa lajeng mindhak-mindhak budi pakartinipun. Prakawis punika mangke badhe kula cariyossaken malih ingkang langkung ngandhar, sarta ingkang langkung terang. Ing mangke kula namurig badhe mewahi katerangan rana tembung saweta wis. --Salereslpun manungsa mboten saged ambedakaken bab piawon kaliyan kasaean, sad erengipun katuwuhan budi ingkang sampurna. Awit sakathahing budi 'saepunika purwanipun mboten liya saking asih saha tresna, wondene wontenipun sa kathahing piawon punika nelakaken bilih aslinipun manungsa punika saking sato, supe dhateng kamanungsanipun enget dhateng kasatowannipun, kadm;. ingkang sampun kapratelaka ken ing nginggil. Nila piawonipun manungsa, mboten nga niungaken angsal siksa wonten ing donya kemawon, sanadyan
dumugi ing akherat, maksa taksih manggig siksa ............ 7
sebab saking piawonipun, kados dene sursossipun serat Sepiritis-

me jilid I, ingkangingang para sanifan sampun ,nate maos inggih punika prakawis tiyang ingkang nama Wongso, j uru mejahi tiyang ingkang dum1.¥1UIW iRg Betawi .. Tu.win tuwan cheister, ing · Mestefabmelis in&k ang sampun nganyut tuwuh. · Mangka siksa ing ngakherat punika langkung awrat, saha lang kung. h.mi tunimbang silcsa ing donya, dene kawontenannipun siksa ing ngakherat punika damel sakitting nyawa, tuwin angen angen kadasta :. saet .ngungun, sanget getun, ingkang tanpa kendhat, .anggadahi .pangraos kados kabucal dhate113' papan ingkang langkung nyenyet, utawi ingkang sepen sanget, tino bihaken saking sesawangan. mboten saged ningali barang-barang, utawi tansah rumaos nyelaki dhateng · badan ingkang tanpa nya:wa inggih punika ingkang sampun dados bangke, utawi malih tansah -kenging godha rencana saking pikiripun piyambak, inggih. punika·kengettan kemawon dhateng pandamellipun awon, ingkang sampun nate dipun lampahi ing nalika gesang kanthi raga, punapa dene tansah ngraossaken siksa san sanesipun ingkang tanpa wisana. Bab punika mangke badhe kula cariyossaken satunggal-satunggal, bilih sampun dumugi
mangsanipun.. ...................... :............. 8
Mirit sakathahing prakawis ingkang kapratelakaken sadaya wau, sampun terang sailget saha tetela lepat inggih punika sawatnining pangajarranipun para pan,dhita tuwin para iman ingkang sam i mulangaken bab kawontenanipun siksa ing naraka, awit naraka punika mboten wo nten, mboten nate kayektossa ken kaliyan nyata wujuddipun kjawi namung dumunung won ten" lebetting pamikirripun para imam ulgkang sumedya darn el aj rihipun para manungsa, pados sami tobat utawi aj rih damel piawon wonten ing donya. Ing mangke prayogi kula wiwitti nyariyossaken siksanipun tiyang estri ingkang sampun dados badan alus wonten ing ngakli«at, pltJHta. inggih mendhet saking cariyossipun tiyang estri waa, Jantaran pitulunganipun satunggalling mudhiyum (dhukum ·prewangan). Salbetting pakempalan ing Batawi nalika tanggal 10 Januari 1 892, dhulcUn i)rewangan wau ny ecat makaten: Kula tuwan Sekred sumedya dhateng pakempalail jenpndika

serta ambekta roh ingkang cilaka, ....................... 9
inggih punika ingkang dados tanggellan kula kanthi rumeksa, mila angsal-angsal kula udi utawi kula tindakaken, supados dhukun prewangan wau saged nunggil raos kaliyan tiyang cilaka i11gkang kula bekta punika, saestunipun sakawit inggih radi rekaos anggen kula badhe nunggilaken raos, kempallipun ti yang estri wau kaliyan ngendika wonten ing pakempallan ngri ku, mila namung kula pratelakaken namanipun kemawon, ing gih punika pun: Mari, mangke kula badhe mitulungi dhateng pun Mari, awit piyambakipun kepengin sanget lumebet ing pa kernpalan jengandika ngriki, pun Mari sumedya badhe mrate lakaken prakawis lelampahanipun, saking wiwitan dumugi ing wekasan dhumateng jengandika, sarta piyambakipun gadlµth panedha supados kenging utawi dipun lilani malebet ing pakem alan jengandika sadangunipun. ( katandhan ). Sekreder. Salebetting pak'empallan wiwit tanggal 30 Januari 1892 para warga sami pitaken dhateng piyambakipun makaten. Mari: Punapa sampeyan purun cariyos utawi kekojahan kaliyan kula sakonco. Sasampunipun makaten para warga laj eng angsal wangsullan saking dhukun prewangan, ungellipun makaten
.................. ............................. 10
Katerangan pitados wau mangke badhe dipun wangsulli dening pun Mari piyambak. Katandhan. Sekreder. Kala tanggal kaping 27 Pebruari kula mireng pawartos makaten. Dhuh para sadherek kula ingkang langkung utawi, sapintn bingahing manah dene kula sampun saged malebet ing pakem pallan punika, sarta rumaos anggadhahi sadherek ingkang ka siungan ambeg_ welas asih, enget dhateng tiyang ingkang sam pun ngajal. Anak kula pawestri ingkang kula kinten sampun pejah jalarran saking pandamel kula, wekasan langkung seneng tuwin wiluj eng, angu ngkulli seneng kula, tur pembekannipun sakalangku dening sae, tur malih piyambakipun samgun apura dhateng kalepattan kula. Ngantos kula tansah kapengin

cecelakan kaliyan piyambakipun; kuciwanipun dene mboten kaliyan saki rob ingkang langku kuwasa, oh saupami kula saged kalampahan nyariyosaken bab kacilakan. ingkang •da dosaken sangetting prihatos kula, tentu para sadherek sami ngrentahaken eluh. Karon taron kados raosing manah kula,
Allah sampunipun tumunten kados pundi, malih, .. : ...... I I
inggih kedah nglampahi, kula badhe punapa, sampun mboten saged mingkuh. Awit saking kula sampun angsal pangapur saking anak kula, wau, andadosaken seneng manah kula, serieng kula rumaos kados dene ·anggendheng anak kula wati, mila samangsa sampun angsal palilah saking pangagenging rob ingkang ngungkuli kula, mangke kula &Umedya nyariyosaken sakathahipun kasisahan kula i.ngkang pinanggih wonten kadhatonning roh, supados kenging kapethik dados piwulang dhumateng sakathahing pa westri ing donya. · Ing sapunika cekap kula cariyossaken sa kawittipun anggen kula martobat ing Pangeran. Nalika kula badhe aj al tilar donya punika sakalangkung, rekaossipun amargi do sa ingkang sampun kula lampahi tansah rurnaket ing manah, pliket mboten saged kasupen, kados sakarat kula dumugi ajal sangsara sanget, adamel giris dhateng manah kula. Nalika kula taksih gesang wonten ing donya, kula mboten merduli siksaning akir, waton kelegan inggih laj eng kula tindakaken. I Sareng sampun kalampahan anggen kula damel dosa, raossing manah tansah ngeres, saya dangu saya sanget, enget kula dha
teng lelampahan ingkang sampun kula lampahi, ... :. -..... 12
dados salebetting gesang, ngeres kula wau tansah mboten saged ical-ical, ngantos andadosaken mboten sakeca tilem, amargi siyang dalu tansah kumitir ketir-ketir, wekasan manah kula mboten kantenan, kados tiyang ewah dattipun. Panginten kula janj i kula sampun dumugi aj al tilar donya (l); raos ingkang makaten wau saged ugi ical. Jebul sawangsulipun.

Nalika sasampunipun kula tilar donya, sakalangkung pang ungun kula ingkang tanpa wekasan, dene malah tansah angga dhahi pangraos anggendhong lare alit utawi ninggalli ambopong lare alit wonten ing tangan kula, lajeng tuwuh pamikir kula,

tare alit wau mboten liya kadadosan saking roh ingkang kula gOlrokaken wonten ing wetengan nalika taksih gesang wonten ing donya. Kula mireng swanten ungelljpun makaten: Kowe. apa lnematenni wangsullamu mesthi mboten bener, tanganmu ora reged, nanging atimu kang reged. Mugi kauninganna para pawestri ingkang calon dados biyunging bayi............ · 13 · Sakathahing pandamel punika tansah kauningan denirig Pailge ran. Punapa dene .mejahi lare ·ingkang deren.g paja-paja kadu nu ngan, saya gawang-gawangan ·sanget. Kula cariyos malih, sa dangunipu n kula ambopong, utawi anggendhong lare alit wau, sakedhap-sakedhap lare alit wau tansah kula elu s-elus punika nuwuhaken pangungun kula ingkang tanpa kendhat, ing we kasan kula anggadhahi panggrahita, bilih ingkang makaten au satunggalling siksa pameleh tumrap lelampahan awon ingkang sampun kula tindakaken. Salebettipun pinten-p int en dinten, ku\a mireng swanten ingkang uiwellipun makaten: Ing mengko bakal ana pitulung, manawa gelem anglakoni tobat sarta ngaku kaluputanmu. Adhuh kados punapa_ bingahipun manah kula, sareng mirengaken wawangsit ingkang lumebet ing kuping kula, inggih punika kapurih tobat tuwin ngaken ing kalepataR punika saged angsal pitulul'@an ageng. Ah: saupami kala rumiyin kula sampun mangertos tegessipun tembung tobat wau, sampun temtu lajeng kula lampahi. Eman nipun dene saweg sapunika anggadbahi 14 pangertos: Sareng kula malebet ing pakempalan jengandika ngriki, laj eng ang gadhahi kaengetan ingkang padhang. Nalika kula tilar donya dumugi malebet ing karaton roh punika, sanget andadosaken sangungun ing manah kula, dene kathah sasrawungan kula kaliyan tiyang ingkang tanpa badan wadag. Mangka antawisipun tiyang kathah, ingkang sami tanpa badan wadag wau; ingkang kula wanuhi namung kaliyan biyung tuwin sadherek kula jaler. Tujunipun Pangeran lngkang ·Maha Kuwasa maringi palilah para rqh kepareng salanggapan uj ar kaliyan tiyang ingkang mawi badan wadag. Kados dene anggen kula malebet ing pakempalan jengandika ngriki punika. $clpunika kula rumaos piluwung sanget sarta sumedya mertobat saking dosa kula wau, saupam!

jenga ndika sami mriksa dhate .raos ingkang kula sandhani punika, kawontenanipun ing donya tamtu mboten kados ingkang· klampahan sapunika. Awit saking sangetting pid_ uwung kula, mila kula lajeng angsal palilah kempal ing pakempallan jeng'andika ngriki. Jalaran saking pandangu -sampeyan dhateng kula, tuwin pandonga sampeyan ing Pangeran, punapa dene
kanthi mertobat kula, anak kula ingk.ang tansah ....... ·.' .. .15
. ketingal wonten Uig gendhongan, sawarni sampun sima kapecat mboten katingal malih saking sangan kula, ing ngriku kula lajeng seneng, amargi rumaos ludhang saking. pasiksan, nanging nalika anak kula wau kapecat kabekta kesah, raosi.Ilg manah kula kedah kepengin sumerep, supados anak kula wau kawang sulaken dhumateng kula malih, amargi kula rumaos kangen sanget, kados dene sampun pepisahan pinten-pinten windb, raos ingkang makaten wau mboten ical-ical. Ing wekasan kula rumaos manggih siksa malih. Tqjunipun kula mireng swara bebisike ungellipun makten : "Sajatine kowe iku wis luwar saka ing siksa". Ing ngriku manah kula saweg saged seneng sawatawis, sanadyan kula mboten jinurung cecelakan kaliyan anak kula ingkang kap ecat, ewadene kala-kala anak kula asring katingal tuwi dha teng kula, sarta mawi cahya kados widadari ing swarga. Dhuh sad erek para .warga, sangeting panarimah kula mugi samijengan dika tampeni kalayan suka pirenaning galih, dene jengandika sampun sami mitulungi tumraping kacilakan kula, mboten lan&kung sapunika kula nyuwun pamit, samongSG sampun angsal palilah saking roh ingkang lang kuwasa, ing liya · dinten kula badhe dhateng ing pakempalan jengandika ngriki, sumedya nyariyosaken malih ingkang langkung partjang, bab mula bukanipun lelampahan kula. Mila mugi angenget a.na ing pandonya kula, ·para sadherek warga sampun I@antos kasupen, dhumateng ingkang jengandika owel, inggih ·punika welas dhumate kula pun: Mari.

Kala tanggal kaping 12 Maret 1892 para warganing pakem palan mireng pawartos saking dhukun prewangah, punika ing kang dados lantaran ginemipun pun Mari, makaten: Kula ru-

maos seneng sanget, · dene sampun kaliyan sarta kalampahan lumebet ing pakempalan jengandika, nanging kula ragi kon dhang. Kenging punapa anggen kula badhe medharaken cariyos dhumateng jengandika sakanca, teka anggadhahi raos sisah saha rekao. santet, mboten gampil kados ingkang rumiyin, andadosaken mboten sak ecanipun manah kula tumrap dhukun prewangan ingkang nyeratti pawartos kula, langkung malih ' pangraosipun dhukun prewangan punika samangke mboten cunduk kaliyan pangraos kula. Mila kula kapeksa nyuwu n pi tulung dhumateng pangagenging roh ingkang langkung kuwasa. Sagedda gampil martossaken lelampahan kula, supados sadar
aen kula anggadhahi pangraos cilaka punika. .......... 17

Sapunika kula anggadhahi pamireng, bilih ing dalu punika mbo ten saged medharaken cariyos kados ingkang sampun-sampun, inggih labet dhukun prewangan pu.nika mboten saged cocog kaliyan kula, dene piyambakipun suka pawartos dhumateng kula, sabab para warganing pakompalan punika wonten tiyang kekalih ingkang sami pasulayan ing manah. Prakawis punika dhukun prewangan terang sanget, awit saking pasulayaning manah, anjalari dhukun prewangan punika pamikirripun kirang cocog kaliyan pamikir kula, mila ing wokdal punika saking pa nyuwun kula mugi jengandika suwunakon pangapura, saha mugi kantuna wilujeng, kula pamit sampun sami kesupen dha teng kekasih jengandika pun : Mari. Salebettipun pakempalan kala tanggal kaping 26 Maret, cariyos wau kalajengaken maka ten : Kula sadherek jengandika pun: Mari. Sapunika sampun won ten ing ngriku, tabe kula katur ing jengandika sakanca. Pang aj eng-aj eng kula ing dalu punika kula mugj. sagedda medharaken cariyos ingkang langkung prayogi, bah sakathahing lelampahan kula wonten ing kalam roh. Samangke kula rumaos langkung seneng tinimbang kaliyan ingkang rumiyin, amargi kula sampun sumerep terang, bah __ kal_epatinipun .tindak kula nalika taksih prawan, kaengetari kufa dhateng kpatan wau sampun sima babar pisan. Mbok menawi jengandika sami kapJl.gin. sumerep

sabab sarta pungkasanipun bab anggen kula anggadhahi tindak awon ingkang sarnpun kalampahan. Ah gela sanget raosing ma nah kula, dene badhe nyariyossaken bab lelampahan kula · dhu mang jengandika, ·,teka ing wekdal punika badan kula kraos andhare dheg, sabab .· saking-kemutari sakathahing prakawis irigkang sampun kalampahan. Inggih punika nalika 9akawit kula kapandukaken tern bung manis, tuwin sesanggeman ingkang prayogi saking satungpling tiyang ingkang am bujuk dhumateng kula, tembungipun kalangkung melas asih, manah kula lajeng telas, rumaos mboten anggadhahi karekat, jalaran saking mi rengaken wedharing basa ingkang sakalangkung dening luwes, wekasan kula la:jeng pasrah badan dhumateng tiyang ingkang ambebujuk .· wau, namung miturut punapa aj engipun. Awit saking punika kula kapeksa dados biyunging roh ingkang wonten ing kandhuttan. Mboten wonten tiyang sanes ingkang sumerep.dhateng............................. ..... .1 9 prakawis punika, supados wewados wau mboten kawiyak ing liyan, utawi kanggenutupi kawirangan. Bila roh kandhuttan wau · temah kula gogrogaken. Kados ingkang sampun kula pratelak aken ing nginggil. 0, Allah, punapa dene kula nindakaken pan damel ingkang kados makaten, jalaran saking anggen kula saged witang saha aj rih kula ing Pangeran ingkang maringi gesang dhateng kula. Nanging pandamel makaten wau mboten saking niyat kula piyambak, ugi kaliyan tiyang ingkang ambilithuk dhateng kula, inggih punika ingkang ngaj ani ny#nakaken dha teng roh ingkang kula kandhut, mfla sapunika piyambakipun rumaos langkung cilaka tinimbang kaliyan kula, ing wna kuta· lajeng kawengku ing piyambakipun. Nalika piyambakipun badhe tepang kaliyan kula, mboten sarana ngasih-asih utawi mboten pasaja nedha pangapura dene anggadhahi cipta ingkang mboten leres, malah damel samudana ambengok mawi megap megap, meh ambruk kados dene tiyang ingkang badhe k·atrajang satunggaling barang ingkang niwasi. Pramila kula sumenep dha teng pratingkahipun ingkang makaten wau, dumadakan kula teka welas saha asih, nanging pakewet ·sanget-sanget anggen kuJa badhe mratelakaken menggah pangalem kula dhateng wan-

nipun _.............................. •. ... ·..... 20
namung kula cupet samanten kemawon, amargi sasampunipun kula pitepangan, raosing manah kula ngeres sanget. Sanes din ten kemawon badhe kula cariyossaken malih langkung pan jang, bab prakawis kula kaliyan juru pambuju wau. Pakempalan nalika tanggal kaping 13 April, para warga sami mireng pawar- ' tos saking dhukun prewangan makaten :

Para sadherek warga jengandika rak inggih kapengin sum e rep kados pundi kadadossanipun lelampahan kula kalayan juru pambujuk wau, pancenipun kula badhe ngaturaken langkung rumiyin lelampahan kula ingkang sakawit, nanging manawijuru pambujuk wau wonten salebetting seneng_ saestunipun kula inggih katut seneng, ingkang makaten wau mboten kalampahan, ingkang temtu piyambakipun wonten salebetting kacilakan ageng. Sarehning kula ningali gesanging liyan kawontenanipun langkung dening seneng tinimbang kaliyan gesang kula ing wekdal punika. Mila manah kula laj e kerigetan dhateng ing kang ambujuk kula awit kula dereng mireng tembung ingkang nelakaken agenging kabingahan sarana bebisik tumrap ing kuping kula : Kowe mesthi kepengin nyatakake kang luwih dening seneng iki, mara ayo ta meluwa aku.
Sakingpitulunganipun satunggaling roh kula saged ......... 21
kalampahan ningali piyambakipun, kula laj eng ngundang nama nipun nanging piyambakipun mboten mirertg tumunten kula ce laki, kula sapa sarwi kula jawil pundhakipun, piyambakipun lajeng lumajeng sipat kuping tanpa noleh. Kula wicanten, sume dya mitulungi dhumateng piyambakipun nanging tanpa damel, amargi mboten purun mirengaken dhateng carioys kula, dumada kan piyambakipun lajeng ambruk andheprok mboten saged ebah saking enggen, kilap saking punapa sababiI1Un. Kula tumunten nyelaki sarana pitulunganipun roh ingkang ngeteraken kula. Piyambakipun kaget sarwi ambengok, nedha pangapura dhateng kula Sareng kula mireng panjengekipun, raos sih manah kula kados pinecat, sanalika manah kula kapengin tetulung, sumedya · nyirnakaken kacilakannipun, kula tumunten jengkeng sarwi andedonga ing Pangeran, supdos nembanLingkang dados sedya

kula. Sesampunipun kula rumaos kuwawi tumunten ngundang namanipun: Pris. piyambakipun lajeng noleh, amargi mboten pangling dhateng swara kula, wicanten kula sumedya mitulungi dhateng piyambakipun. Sasampunipun makaten, pasemonipun katingal seneng.... .22 saha lajeng andedonga dhateng Pangeran Ingkang Maha Kuwasa, kados wonten tiyang ingkang murih supados piyambakipun nyuwun pangapura ing Pangeran. Bab lelampahanipun Pris ing mangke badhe kacariyossaken piyambak wonten ing ngriki. Kula namung nyariyossaken, bab anggenipun nuntuni piawon dhateng kula damel dosa ing Pangeran. Kados ingkang sampun kasebat ing nginggil. sanadyan piyambakipun ugi manggih siksa malah langkung awrat tinimbang kaliyan siksa ingkang kula sandhang.

Siksa ingkang sampun kula sandhang kula sampun mboten

saged ngungkuli awrattipun, ewadene menawi kula tandhing- aken siksa ingkang sinandhang pun Pris panandhang kula siksa kenging winastanan entheng. menggah ingkang manggih siksa punika mboten ngamungaken kula kaliyan pun Pris kemawon, sanadyan ingkang ambiyantu jampi anggen kula anggogrogaken roh ing kandhutan, ugi angsal panduman siksa, Kula punika pawestri ingkang langkung cilaka, suka penget dhumateng sadaya pawestri ingkang langkung cilaka, suka penget dhateng sadaya pawastriingkang wonten ing donya, mugi sampun· pisan- pisan mulad dhateng pandamel kula ingkang sampun kula prate-
lakaken. Dhuh sakathahing pawestri, mugi kauningana..... .23
menawi sampeyan nemaha nerak pandamel ingkang sampun cinegah dening Pangeran, utawi simungkir saking pandamel ingkang sampun winenangaken. Sampeyan badhe ngertosi siksa ingkang kados punapa malih, tamtu sampeyan mboten saged oncat saking kasangsaran. Kados ingkang sampun kula lampahi, mila puma-puma lelampahan kula sanget boten kenging tinulad. Mbok menawi sampeyan inggih anggadhahi punarka, mila kula ngantos kalampahan nindakaken ingkang mboten leres, jalaran saking ajrih wirang saha supados kula sampun ngantos dados pocapan, awit kawirangan punika wonten ing donya panginten

kula kenging kula alingi. Sayektossipun mboten; kawirangan

wau salaminipun mboten saged oncat saking pangraos.

Manungsa mboten sumerep wewados ingkang ginarep, nanging

ing alam roh mboten wonten tunggalling prakawis ingkang

keng ing dipun alingi. Bab kawirangan tuwin pocapan ingkang badhe sampeyan umpetaken, salaminipun sampeyan kepeksa nandhang, malah la ngkung nistha tinirri bang kaliyan pocapan ing ndonya.
Saking panyuwun kula sakathahing pawestri ing donya ...... 24
menawi kasinungan dados biyunging bayi, · wetengan ingkang kinandhut mugi kMeksaa kalayan ingkang prayogi, bilih mb0ten makaten, punapa raossipun para pawestri langkung nikmat ti nimbang kaliyan manggih wilujeng saking sih ing Pangeran.

Cobi kula badhe ngajak kaliyan pun Pris, mratelakaken ing jengandika, bab sakathahing lelampahan anggenipun pitepangan kaliyan kula, ngantos andadosaken kula ngandhut dosa ageng. Mila mugi jengandika sampun ngantos kasupen dhumateng kula pun: Mari. Nalika pakempalan tanggal kaping 30 April 1892, para warga gadhah panedha dhumateng roh ingkang rumeksa ing ngriku, inggih punika ingkang manjing ing dhukun prewangan. Punapa pun Pris saged dumugi ing pakempalan ngriki, sarta saged anggelar cariyos bab ingkang sampun pinanggih ing badanipun dhukun prewangan wiwit nyerat makaten : 0, Allah, Pangeran ingkang pinuji, sarehning kula sampun dumugi ing ngriki, punapa ngangkah wangsul saking malih, sampun mboten saged nyarantosaken kula kedah cariyos bab sakathahing panggesangan kula nalika wonten ing donya.
Ach, dene pun Mari teka nieksa -dhumateng .............. 25
kula supados medhar cariyos, mangka ing wekdal punika kula dereng saged nyariosaken barang-barang. Aw ak kula temtu kula wastani, badan ingkang cilaka sa1get1 dene kula teka lajeng kengetan pandamel kula ingkang sampun kalampahan wau, tan sah dame! sakiting manah kula. lnggih pantes kula cariyosaken, sareng badhe cariyos kula, malah damel susahing manah, perlu

, ' no

punapa kula cariyosaken ing sampeyan. Para warga pitaken,. sadherek Pris, kala punapa anggen sampeyan tilar donya. Pris mangsuli: Kala tanggal kaping 14 Juli 1877. (katandhan Pris). Para warga pitaken dhumateng roh i!J.gkang rumeksa,ing ogriku: Punapa pun Pris m boten punm medharaken cariyos won ten ing ngriki. Kula sakanca tumunten angsal wangsulan makaten: Mila pun Pris mboten purun cariyos, amargi saweg sapisan ma lebet ing pakempalan ngriki. Saha taksih kidhung anggenipun lumantar dhateng dhukun prewangan, dados dereng lenjeh... 26 Roh ingkang makaten punika. ingkang kerep kadadosanipun tiyang ingkang sanget cilaka. (katandhan) Roh juru rumeksa Ing pakempalan kala tanggal kaping 4 Juni 1892, para warga sami nampeni pawartos ka.dos ing ngandhap punika :

Kula pun Pris, juru ambalithuk sakathahing tiyang estri, sumedya ngakeni kalepatan kula, sarta badhe nyatiyosaken ing sampeyan, punapa kawontenanipun ingkang sampun kula lampahi. Namung emanipun dene ing wekdal punika, raosipun badan kula kados mboten kuwawi anggulawat, saha rumaos anggadhahi aj rih sanget, kilap ingkang dados mawanipun. Awit saking punika, mugi para sadherek kapareng andedonga ing Pangeran, angsala kekiyatan kangge mitra jengandika ing' kang nandhani kula pun : Pris. Sasampunipun dipun turutti panedhanipun andedonga ing Pangeran, pun Pris lajeng wican ten : Sanget ing panarimah kula dhuniateng sadherek para warga, dene sampun kersa andedonga ing Pangeran, paring pangapura tumrap ing roh kula, samangke kula 27 sumedya anggelar cariyos saking wit: Nalika kula taksih gesang dadon manungsa wonten ing ndonya, sarta taksih nem-nemam, kula punika sakalangkung remen saha tresna sanget dhateng para pawestri, saking remen kula ngantos kalampahan, para pawestri sami kula tuntuni nindakaken damel ingkang awon. Ing wekdal samanten kula

· sampun mboten mikir saha mboten praduli, dhateng awoning tindak ingkang kula lampahi, wusana samangke kula kapaksa nampeni siksanipun. Gesang kula rumiyin mboten pisan-pisan · prajaya menggah wontenipun Pangeran, ingkang kula pungseng mboten liya namung ngupados kasenengan kula piyambak dhateng tiyang estri, tindak kula ingkang makaten wau ngantos dumugi kula tilar donya. Nalika kula gesang ing donya, sanadyan kula sampun kawengku sarta kawulang, menggah ka saenanipun agami Kristen, ewadene kula meksa mboten pracaya tumrap panggesangan ing ngakherat. Para tiyang ingkang sam pun · nyumereppi menggah ing lahiriyah kula, sami anginten bilih kula tiyang sae, nanging panarka makaten wau sanget kalentu amargi kula meksa kalajeng mboten pracaya; bilih jng ngakherat punika wonten lelampahaning ngagesang....... 28 Sanadyan sakathahing tiyang mbokmenawi inggih mboten beda, sami kados pangraos kula wau, lelampahaning ngagesang punika namung dumunung wonten ing ndonya kemawon, mila kula ngantos mboten anggadhahi cipta tresna tumrap dhumateng sasami kula gesang. Ing sapunika kula kedah mratelkaken bilih anggen kula mboten tresna sarta mboten anggadhahi pangeman. punapa dene magan tu win mentalan dhateng sasami kula gesang, punika dede tindak ingkang wilujeng, awit katresnan kula dha teng para pawestri wau jebul mboten lulus, namung kanggen

sakedhap, dene katresnan ingkang lulus suci, punika tuwuh
saking budinipun manungsa ingkang leres saha lurus. Sakatha
hing prakawis ingkang makaten punika kula sampun wiwit
ngraosaken wonten ing kadhaton roh. Gesanging manungsa
lelajengan dumugi ing ngakherat, punika kala rumiyin kula

mboten purun pitados, mboten beda kados pangraosipun tiyang kathah ingkang sami gesang wonten ing ndonya; ugi mboten pracaya menggah ing ngakherat wau. Sareng gesang kula sampun dados roh, saweg saged ngraosaken, tur mawi anggadhahi
kaengettan sarta pamikir ........... ................. 29
Bilih gesanging roh ing ngakherat malah langkung prayogi tiriimbang kaliyan gesangipun manungsa ing ndonya. Kala kula taksih dados manungsa mawi badan wadhag, gesang kula kados

dene buwaya, remen sanget pados kasenengan gendheng kaliyan

para tiyang pawestri, kula kaconggah ambalithuk nyanggemi,

punapa ingkang dados panedhanipun tiyang estri badhe kllla

dhatengi, inggih punika kala pambalithuk kula dhumateng

satunggalling prawan ingkang nama pun Mari. Sareng sampun

kalampahan kula amor kaliyan 'pun Mari, mboten antawis

dangu, kula lajeng nyumereppi kacilakan ingkang langkung

mirang-mirang aken, awit pun Mari badhe dados biyungipun

bayi ingkang m boten kantenan bapakipun, kula lajeng ngajani dhateng piyambakipun, sarta mawi .janji ingkang langkung prayogi, supados anggogrogaken bayi ingkang wonten ing we tengipun. dados mboten andadosaken wirang tetingalan ing ngakathah, nanging mboten tumunten dipun lampahi, piyam bakipun lajeng nungkemi suku kula kaliyan nangis, sanget sanget nedha teteping janji supados kula ningkah dhateng piyambakipun.................................... 30 Awit saking kula ngecani tembung manis, supados wirangipun tiyang .sepuh tuwin sanak sadherekipun, Mari lajeng miturut anggogrogaken wetengannipun, kados ingkang sampun kapra telakaken ing jengandika ngriki. Wondene sesanggeman kula dhumateng pun Mari kathah-kathah, mboten niyat kula teteppi. Awit saking pandamel kula ingkang langkung asor punika, ing mangke kula saweg ngrassaken siksanipun ingkang langkung dening sangsara. Nalika kula taksih gesang wonten ing ndonya, kula mboten anggadhahi cipta bilih badhe wonten siksa ingkang tum rap ing badan kula, saking panginten kula janji kula sampun pejah, dosa wau temtu ical, ing wusana jebul mboten, malah manjing kados pinatri. Kula tansah enget panggesangan kula nalika wonten ing ndonya, prasasat gesang kados kewan, awit mboten anggadhahi cipta sanes, kajawi mikir gegombyakan kali yan tiyang estri, sarta ambebujuk para prawan sami nglainpahi ina ingkang mboten prayogi, kula saya bingah sanget angsal pangalem saking liyan, saged damel kacilakanipun l?rawan,
tuwin karisyakanipun para pawestri.. ................. 31
Tindak kula makaten wau ngantos dumugi pejah kula. Wiwit roh kula pisah kaliyan raga kula, ing ngriku_ kula sawe_g sntun

pamikir, amargi ing wekdal punika mripat kul_a tansah ningali dhateng warninipun Mari wonten salebetipun patileman tanpa ical. Para sadherek warga, sapunika mugi kasarehna rumiyin, kula nyuwun ngaso, ing liya dinten kula badhe cariyos malih ingkang panjang. Pris juru Pambalithuk Kala pakempaflan tanggal kaping 11 Juni 1892 dhukun pre wangan suka pawartos makaten :

· Ach, seneng bangct raossipun, dene kula saged dumugi ing pakempallan jengandika ngriki, dhuh tiyang sae, kula ngatura ken sakethi panarimah, dene samangke raossing manah kula ewah dados enget dhateng kasaenan, jalaran wonten salebetting pakempallan ngriki tansah mirengaken sesorah ingkang sae, sarta wawarah ingkang leres. Ach mbok inggih kula punika jengandika kasihi salaminipun, supados kula luwar saking pa kurtjaran ingkang langkung dening peteng. Sinten ingkang mboten pengin sarta sinten ingkang mboten
seneng .......................................... 32
wonten ing ngriki ningalli sarat ingkang langkung padhang, ach, kula punika cilaka temen, dene nalika kula gesang won ten ing ndonya, punapa ingkang sampun nate kula lampahi tka mboten pracaya kaliyan Pangeran, kula sanget-sanget dhateng badan kula piyambak, ingkang sanget cilaka punapa. Sareng sapunika kula sampun sumerep kalepatan kula lajeng sumedya enget dhumateng kasaenan, nanging sampun kasep. Dhuh para manungsa ingkang samr ·dosa wonten ing ndonya, tindalc jengandika ingkang nuwuhaken dosa punika, mugi kasantunan dados tindak ingkang. prayogi, angengetana kados dene ingkang saweg kula lampahi ing wekdal punika, saha nge ngetana malih, bilih jengandika badhe sanget piduwung nging galih, tu win getun ingkang tanpa pundhat, jalaran saking panda mel jengandika, ingkang awon wonten ing ndonya, tur gegetun wau mboten pisan-pisan saged migunani tumrap sirnaning siksa, kajawi menawi para manungsa ingkang dosa sami purun tobat ing Pangeran. Saking panginten kula jengandika anggadhahi wangsulan dhateng kula makaten : bilih makaten prayogi sampe-

yan wangsul dhumateng ing ndonya malih, ,supados nuntun dhateng kula anglampahi tobat ing Pangeran.
. Dhuh para sadherek, ing wekdal punika kados-kados ...... ' 33
, kula dereng kuwasa mituruti ing paneldha sampeyan, kados dene panginten kula wau, awit taksih pin ten windu' malih anggen kula nglampahi siksa, nandhang kasangsaran wonten ing ngriki. Ewadene prayogi kula lajengaken cariyos kula rumiyin. Ing ngajeng kula sampun mratelakaken bilih kula tansah ka tingalen sumerep dhateng pun Mari lenggah sacelaking patile man kula, ngantos kula mboten. saged mratelakaken ingkang dados raosing manah kula. Amargi ujug-ujug wayanganipun pun Mari lajeng katingal wonten ing sasisih kula. Menggah ka engetan tuwin paningal kula ingkang makaten wau sampun mboten saged kasupen. Ing pangraos kados saweg enggal-enggal an kapanggih kula kaliyan pun Mari, wayanganipun tansah tumanem ing uteg kula, ngantos andadosaken rekaosipun anggen kula sakarat. Sareng roh kuta sampun pisah !eras kaliyan raga kula, wayangan wau saweg saged sirna saking sesawangan kula, nanging lajeng santun sesawangan peteng andhedhet. Wonten ing pundi-pundi kula tansah dumunung salebetting lelimengan. Raga kula sampun mboten wonten ing kula, nanging kula mboten saged nyariyosaken kados pundi dene teka maka ten kula namung saged cariyos sakedhik, kula mboten puruil pisah kaliyan raga kula............................. 34 Sareng sampun pinten-pinten tahun gesang kula ingkang kanthi raga, ing wokasan raga kula dados ajur mumur, nanging raga kula teka taksih gesang, ngantos dumugi satunggalling wekdal. Kuta mireng swara ungelipun makaten : Pitulungana roJimu, mupung isih ana pitulungan. Gesang kula ingkang kanthi raga, sasampunipun aj ur mumur tumunten kakubur, inggih, punika siksa kula kados dene kasiksa ing naraka, raga wau saya dangu saya dados lebu. Ing ngriku lajeng tuwuh panggraita kula. Sayektossipun badan kula punika sampun pejah. Kula lajeng santun panggesangan. Mugi kauningana para sadherek, sinten sintena ingkang saged ngowel dhateng raganipun, tamtu sangsara sakaratipun, sagedipun gampil pecating nyawa, samangsa sam-

pun wonten pitulungan saking satunggaling roh ingkang mang sit, supados manungsa sami nyingkirana saking lampah sasar, inggih punika santun cipta dados ekhlassing pejah. Kula punika sampun angsal pitulungan, ngantos rumaos sampun entheng
raosing siksa ingkang kula sand hang.. ................ 3 5
Sareng kula ebah manginggil, raosipun kados· dene minggah ing awang-awang, kula sakalangkung ngungun, dhateng pundi purug kula punika, pundi-pundi panggenan ingkang kula idei'i tansah peteng andhedhet, ngantos mengkorog githok kula. Kala-kala kula ningali satunggalling sorot ingkang langkung dening pa dhang, ing ngriku kula tumunten sumerep pinten-pinten roh ingkang nandhang. siksa, katingal sanget sangsaranipun. Sasampunipun punika kula laj eng nyumerepi malih, inggih punika panggenan siksa kula ing kubur, andadadosaken mboten sakeca sanget raosing manah kula wonten ing ndonya malih manawi ngantos damel dosa prasasat kula pados kasang saran · ingkang anggegirisi. Nalika salebettipun gesang kula ingkang rumiyin, kula ugi sampun damel piawon ingkang kados makaten wau, medal saking niyat kula piyambak. Wusana sareng kula badhe tumitah gesang malih, sumedya dados tiyang sae wonten ing ndonya, temah mboten kalampahan dados badhe gesang kula wonten ing ndonya malih kenging winastanan siya-siya utawi tanpa damel jalaran saking anggen kula mboten purun maelu dhateng
wewarah ingkang sae, .............................. · 3 6
inggih punika prakawis karukunan kula kaliyan sasami, !abet saking kalakuwan kula ingkang kalangkung dening awon. Kula badhe ngewahi watak ingkang makaten wau rekaos sanget, amargi watak ingkang. andhasari · sampun tumanceb, ka dos dene taneman ingkang sampun ngoyod ngambrah-am brah, ugi sampun rak et sanget wonten ing pamikir kula da dos kula sampun mboten sged anduwa watak kula inskang rumiyin, inggih punika damel risaking pawestri sarana manising pambalithuk kula. Kados punapa kemawon, anggen kula sume dya nyantuni watak kula ingkang awon wau suprandene tansah mboten kalampahan, awit oyod ingkang awon wau sampun rumasuk saranduning badan kula sakojur. Dados sampun rekaos

sanget anggen kula badhe nyantuni watak kula bektan saking sakawit. lngkang makaten saged andadosaken sangeting gegetun kula, dene kula sampun damel tindak ingkang langkung sasar, mboten miturut ing piwulang sae. Mila kaleresan saha prayogi sanget anggen kula malebet ing pakempalan jengandika ngriki punika amargi pambekannipun para warga sami suci-suci, tur legawa tumulung dhatng kasangsaran liyan............. 3 7 Dhumateng pundi kemawon anggen kula kesah pados pangung sen, ngaj eng wingking kiwa tengen, tuwin ngandhap nginggil tansah katingal peteng andhedhet, mboten sumerep sawiji-wiji, sakathahing sasambat sarta sapinten soraning pembengok kula, mboten wonten ingkang mirengaken, adhuh, bu, giris manah kula. Ing batos kula andedonga ing Pangeran, sanget atur panuwun dhateng ingkang nuntun kula dumugi ing pakempalan jengan dika ngriki. Sebab para warga ing ngriki sami midhanget ing pasam bat kula. Wla ing sayektosipun kepengin sanget kula manggen wonten ing ngrikisalaminipun. Namung kula mboten sated nyariyosaken lelampahan kula ingkang langkung panjang. Amargi kedah miturut parentahipun roh ingkang langkung kuwasa tinimbang kula. Ewadene badhe wonten wawangennipun sanes dinten.

katandan Pris juru am balithuk.

Kala pakempalan tanggal kaping 18 Juni 1992 para warga tampi pawartos makaten. Awrat sanget raossing siksa ingkang kula sandhang, mboten wawarat tinimbang kaliyan anggen kula damel piawon wonten
ing ndonya. Nanging kados pundi malih ... ... ...... .... .3 8
sahab saking lepat kula piyam bak, dene kula tansah andhatengi hawa napsu kula dhumateng tiyang estri mila kecilakan kula inggih ngantos dumugi aj al -kula. Tur piwulang ingkangprayogi m boten kekirangan, nanging kula tansap mboten miturut, sadangunipun tansah namung nuriti kajeng kula piyambak, ing pangraos kajeng kula wau langkung

1 37

prayogi tinimbang kaliyan kekajenganipun liyan, mila samangke prayogi kula nglajengaken cariyos kula ingkang sampun. Nanging kula sampun anggadhahi pangraos leres, bilih gesang kula wau sampun mboten won ten ing -ndonya, kula tumunten ningali sorot ingkang langkung dening padhang. Sorot punika murugi dhumateng kula. Saking aj rih kula lajeng lumajeng sumedya nyobi wangsul dhateng raga kula malih malebet ing kuburan, · nanging rekaos, temah mboten kalampahan kula peksa-peksa meksa mboten saged lumebet, kula noleh ngiwa, nengen ningali ing pundi-pundi tansah sumerep sorot ingkang padhang wau, andadosaken gumeter raosing. badan kula sako jur, · ingkang won:ten namung mlris, badhe lumajeng mboten saged, kados wonten ingkang anggandhuli. Saking kuwasanipun cahya ingkang padhang wau, kula lajeng
kabekta kesah dhateng satunggiling ..................... 39
papan ingkang kula mboten saged mratelakaken, papan-papan ingkang rumiyin peteng andhedhet, samangke dados padhang sadaya. Ing ngriku kula lajeng anggaga5 : Kahanan kang nge bat-ebattake mangkene iki karepe kapriye. Salebettipun kula tepekur mindeng budi, tumunten mireng swara dhumateng kula ungelipun makaten : siksa, kula saya miris sanget. Ing batos · kula; pirang tahun engkas nggonk mang gon ana ing lelimengan mangkena ki. Dumadakan kula lajeng ningali padhang terang tarwangan. Lah kados punapa bingahing manah kula, saking bingah kula ngantos kalampahan polah kula m.encolotmancolot. Mboten dangu raosing manah kula lajeng santun prihatos sanget, s kalangkung ribedipun, angungkuli ingkang sampun, kabekta saking bingah kula ningali pepadhangan wau. Sale be ting pepa dhang ngriku kula tansah su merep sakathaing pandamel kula ingkang langkung awon. · Nalika gesang wonten ing ndonya tansah damel dosa. Pepadhang wau tansah dame! risaking manah kula ngungkuli ingkang sampun. nalika ku la wonten salebet ing lelimengan ugi dados silcsaning manah kulaingkang kalangkung-l angkung, nanging sanadyan kados punapa kawontenanipun siksa ingkang kula
sandhang, kula kapeksa nelakaken ..................... .40

sabaring manah. Awit sa ing punika, mila kula lajeng sumungkem nembah dal ak1pun par warga, won ten ing. pakem palan jengandika ngnku. Kulamug1kadongakna tuwin kasuwuna pangapuraning pangeransupados siksa ingkang .kula sandhang sageda ragi enteng sawatawis. Ing _Hya din ten kul badha nyariyosaken malih. Bab sakathaing kactlakan kula saking pandam elipun cahya wau tansah nusah aken manah kula ingkang mboten kinten-kinten. Badhe kula cariyosaken ingkang langkung panjang.

katandhan : juru ambalithuk. Kala pakempalan tanggal kaping 25 Juni 1892. Nglajengaken criyos wau, ungelipun makaten : Sanget trimakasih kula dhumateng para sadherek warga sadaya, dene sampun sami paring pitulungan labet saking sami tresna dhateng kula, punapa dene kula kasinungan saged · kem pal salanggapan wicanten kaliyan manungsa ing ndonya. Won ten salebeting cahya ingkang padang wau, paningal kulalajeng wangsul sµmerep malih dhateng para prawan ingkang sampun sami kula bedhang nalika wonten ing ndoya. Sadhangunipun
katingal endah kados panganggenipun ................• .41
widadari ing swarga, kula sampun makekani manah kula maekak hawa nepsu kalayan sanget, ewadene meksa mboten kuwawi, amltrgi pangraos kula kados sampun leres, mboten kalentu kula taksih gesang wonten ing ngalam ndonya, punapa malih nalika dhatengipun para prawan ingkang nyelaki dhateng kula wau, mawi ngadiwami, wah pasamonipun manis sanget kawiranganipun kalangkung kewes, tur anggadhahi suraos dhatengipun wau sumedya nglelipun ingkang dados pribatos kula. Manah kula saya rampa kados dipun juwing-juwing. Kula tumunten ambru)< jengkeng andedonga ing Pa,ngeran, nyuwun · pangapura tumrap badan kula ingkang sanget cilaka, dene sampun kathah anggen kula nglampahi damel dosa. Ingkang antawJ.sipun para prawan dumadakan pun -Mari inggih wonten murugi ngambung tangan kula, ing ngriku lajeng ka engetan kula malih ingkang sakalangkung dening gegetu, anggen kula sampun anglampahi pratingkah ingkang mboten

pantes kaliyan pun Mari, nalika sesarengan gesang wonten ing Jldonya. Kula lajeng andedonga malih ing Pangeran, saha ngaturaken
getuning manah kula ingkang mboten kinten-kinten ....... .42
Saweg sapisan punika raosning manah kula saged andedonga ing Pangeran ·kalal an temen-temen, saha nalakaken atenging getun kula. Sarang sampun makaten raosing manah kula kados ludhang saking sasanggem, · amargi kula sampun balaka ing Pangeran, tern en-tern en anglampahi dam el dosa. Ing siyang dalu m oten kendhat anggen kula andadonga ing Pangeran, ing ngriku raosing manah kula lajeng mboten risak kados ingkang sampun. Sareng ing liya dinten siyang dalu manah kula · kenging godha malih, kaengetan kula lajeng bibrah mboten kantenan. Na nging dasa pundi budi kula, saha kados pundi pratingkahipun tiyang nelakaken getuning manah katur ing Pangeran ing kang kalayan temen-temen. Tumunten wonten swara ingkang kapireng, wawarah dhumateng kula ungellipun makaten : Wong kang nedya nelakake temen-temening ati, kowe kudu bali maneh angrasakake karibedan. Sareng kula mi reng tembung : keribedan, kula inggih laj eng enget dhateng karibedan kula, nanging kula dereng mudheng. Sareng won ten pitulunganipun satunggaling Roh ingkang ru-
meksa ..................... ....... ......... ..... 43
ing ngnlrn kula saweg mangertos tegesipun tembung : karib d an, ,punika dene karibedan ingkang kula sandhang,kajengipun tembung karibedan wau jebul tamtu kalahiraken tumitah malih wonten ing ndonya, supados saged dados tiyang gesang ingkang sae. Kula inggih purun mil:uruti kados suraosing wawarah punika tumitah wangsul dados. bayi won ten ing ndonya malih sarwi ambucali sakathahing budi pakerti ingkang awon. Nanging ing wekdal punika kula dereng gadhah kekiyatan, mil a dereng gadhah pangajeng-ajeng kasembadan. · Awit saking makaten, kula nyuwun mugi para sadherek warga, supados paring ancer-ance r mangsa ingkang prayogi, mbenjing punapa anggen kula mituhu ing wawarah wau badhe kula lajeng-

1'40

aken cariyosipun. (katandhan) juru ambaJithuk. Cariyos punika kakendeiaken rum1ym, para warga saweg angembang bab pataken wau, para warga sampun sami sarujuk, menggah jawabipun makaten : Tiyang gesang utawi roh, kedah nyumerepi dhateng awakipun sarta sinau kawruh punika ( 1) supados angsala wewenganing margi ingkang kedah linampahan, ngantos saged kauningan
dening panuntunipun wusana lajeng wonten pawartos ......44
pawartos kados ing ngandhap punika .. tembungipun dhukun prewangan dhumateng· para warga, dhuh para sooherek waiga ingkang kula tresnani, wawarah jengandika dhuinateng juru ambalithuk, punika teka leres, condhong sanget kaliyan pamikir kula, saking kajeng kula sumedya ngleler ing jengandika bab punika wau, sarana pemikir ingkang h.ingit, awit mawarah jengandika dhumateng tiyang ingkang cilaka tamtu mingunani sanget. Leres temen pamikir jengandika, manawi tiyang cilaka punika enggalnggal katitahaken lair malih, badhe mboten migunani, jal_ aran mboten wande piyambakipun badhe damel dosa malih kados ingkang sampun nate dipun lampahi ing ngajeng. Ing wekdal punika salebetitipun tiyang wau dados roh, dereng ngantos anjalma, prayogi nyirnakaken adatipun ingkang awon, sarta kedah mituhu ing piwulang katnthi pangatos-a tos. Saestu kula purun tanggel saha purun mastani, netepaken bilih wewarah jengandika punika pancen sae saha leres. Ewadene kajengipun anglajengaken cariyosipun malih.. (katandhan) roh rumeksa. Sasampunipun makaten dhukun prewangan ing pakempakan
nampeni rahipun pun Prismalih.. ..... ........... .- .... .45
mangalup dhumateng raganipun dhukun prewangan, tumunten anglajengaken cariyossipun malih makaten. Tiyang wicanten : Gegetunipun manah, salaminipun kedah di pun katingallaken ingkang ngantos tetela. Kula ngleresaken wicantunipun tiyang wau, mila prayogi kula sami andadosi utami mantuni tindak ingkang lepat. Supados angsal margi ingkang leres. N angka sayektosipun kula dereng ngretos, saha dereng saged kados pundi pratikellipun tiyang

manjanma, kalahiraken dados bayi malih, sarwi pados pengge sangan ingkang langkung sampuma punika. Ing ·- ·w-ekdal.; · punika magi sadherek warga kaparenga nampeni. trirna kasih. .kula, dene jengandika sampun paring piwulang, salaminipun badhe kula pundhi wonten ing sirah. · Kados satunggalling kumala ingkang ageng pengraosipun saha kalangkung endah pakirtyanipun. Wiwit ing wekdal punika kula sumedya ngestokaken piwula,i pun roh pangraksa ingkang kaparingaken ing kula, mila pailga jeng-ajeng kufa mugisageda enggal kapanggih kaliyan piyambaki· pun, (Roh Pangreksa). Awit saking kula wonten sallebetting cahya ingkang langkung
padheng, temah kula saged tepang kaliyan sakathahing ...... 46
para mitra ing ndonya. Para mitra wau kathah ingkang kula mesakaken, amargi sami dereng nyumerepi babar ·pisan, tumraping ngelrni sepritisme. Inggih punika ingkang murugaken manungsa manggih cilaka wonten ing kadhaton roh .. Sakathahing para mitra ing ndonya, kula sumerep pinten pinten pitepangan kula, ingkang katingal kados tiyang sae-sae sami dhumateng masjid utawi greja, nelakaken sariraning kados dene tiyang alim paham ing kaw.ruh, sarta burus manal'!ipun, saged mulang kautamen, saha saged ambedakaken piawon kali-
yan kesaenan, nanging kasupen dhateng ......
·,, nucekaken manah ingkang sakalailgkung reged. Regading manah,. sanadyan kawasuh kaliyan sabun pinion pathi, maksa amlloten saged suci, manawi mboten kawasuh sararia tobat ing: Pangeran kanthi nindhakaken kautamen. Ins n_griku saweg kasumerepan abab sucining manah. Mila cl{lU,gi sampun enggal-enggal pitados. dhateng tiyang ing kang reka-reka dhumateng ing nggreja, serta anggonipun ang latnpahi parentahing Pangeran namung wonten ing ng ngajengi pun tiyang kathah. Ngatingalaken dados tiyang alim,, punapa dene aj rih dhateng Pangeran. Langkung. prayogi anglampahi lugu, temen-temen ka . watakipun. tiyang ingkang bares burus ................•. ,47·
saa juur manipu n. Asmaning Pangeran prayogi kasimpanan ingkang primpen wonten salebetting sanubrari, mboten perlu

142 kangge pemeran, namung nindakna sakathahing lampah ingkang cundhuk kaliyan karasening Pangeran, raharja ing budi. Menggauli atur kula malih, pinten-pinten trima kasih kula katur para sadherek warga, dene jengandika sampun anjalari enthe- nging siksa, saking dosa kula ingkang sakalangkung ageng punika. Kalayan andedonga ing Pangeran, kula ugi ngaturaken trima kasih malih dhateng ingkang anuntun badan kula dumugi ing pakempalan jengandika ngriki. Mugi para sadherek warga ugi nuwuhna ing Pangeran. Supados kula saged dados tiyang'sae- sae, mboten sanget murka dhateng raja brana ing donya wi, ingkang mboten kenging kabekta dhateng ing ngakherat, kados dene ingkang sampun kula raosaken ing wekdal punika, saha mugi kasuwuna ing Pangeran supados manah kula saged dados suci, lah inggih punika panyuwun ingkang langkung wigatos. Sanadyan kula inggih sampun nyobi nindhakaken sucining manah, mboten langkung pangajeng-ajeng kula sanes dinten
sagedda sami papanggih malih. .... ...................48
supados kula saged nyariyosaken sakathahing kalampahan ingkang sampun kula panggih. Kula pracaya kanthi senanging manah. Ngentosi rawuhipun para sadherek malebet ing kadhaton roh. Mboten langkung kantuna wilujeng. Saking kula pun : (Juru ambalithuk aliyas Pris). Saudara para maos, mbokmenawi kathah tembung-tembung utawi sigenganing bab-bab ingkang jengandika kirang mangre tos, jalaran saking kirang wijang pangiketing ukara. tumrap kuciwa kula mboten dados punapa, nanging kauningana, pan- cen makaten kawontenanipun pangajaran ngelmi Sapiritisme ingkang ageng. Mila prayogi sangat saupami sadaya tiyang sami sinau ing ngelmi punika. Inggih punika wiwara ingkang ambek- ta ing jengandika smanobat ing swarga. Mugi kaengetan bilih sakathahing tamtu badhe alampahi tilar donya, tamtu dumugi ing kadhaton rohani, kados ingkang sampun kasebat ing nging- gil. Awit sking punika, mila kula sumedya mulangaken ngelmi wau dhumateng asakathahing manungsa, tanah kula gelar kawat ing buku basa Jawi ingkang kasadethahing manungsa, tamah kula gelar kawat ing buku basa Jawi ingkang kasade dening toko buku : Tan Kun Swi, ing Kadhiri:

Buku Ilmu spiritisme berisi tentang : Ceritanya orang yang sudah meninggal dunia yaitu yang sudah berujud mahluk halus · atau badan halus. Salinan dari bahasa Belanda oleh Tuwan Wintar di Surakarta dari Buku karangannya Tuwan Wapen Blommes Stertern di Batavia. Buku asli dari Raden Pudjahardj a di Surakarta. Dikeluarkan serta dijual oleh Tan Khoen Swie di Kediri tahun 1925.

CERIT ANY A ORANG YANG sub MENINGGAL DUNIA.

Sebagian besar dari manusia itu biasanya mempunyai adat

kebiasaan kurang baik yaitu sering mengerjakan perbuatan ja

hat. Perbuatan te.rsebut oleh karena terkena bujuk rayu dari setan, adalah satu mahluk gaib yang sangat pandai membujuk manusia untuk berbuat kejahatan. Setan itu sangat pandai dan terampil sekali membujuk rayu, kesemuanya itu hanya akan menyesat k;m manusia agar berbuat dosa dan kejahatan.

Perbuatan tersebut di atas asal usulnya dari mana ........ !
dan apakah manusia sudah tidak mau berfikir ... ? Mestinya manusia harus bisa membedakan antara yang bak dan yang bu ruk. Manusia beranggapan bahwa semua kebakan berasal dari perbuatannya sendiri sedangkan semua keburukan berasal dari perbuatan orang lain; Sehingga beranggapan bahwa yang me ngerjakan perbuatan buruk lantaran dari Ruh yang jahat yaitu yang selalu mengajak manusia melakukan perbuatan buruk. Demikian tadi dinamakan "Setan ". Seakan-akan para pembaca juga percaya bahwa di dunia ini tidak ada ruh yang berbuat semacam itu. Terbukti sej ak
zaman ku no hingga sekarang belum ada orang yang ........ .4
pernah menemui setan dalam bentuk yang sebenarnya bahan sampai di zaman akhirpun kemungkinan tetap tidak ada. Na mun kebanyakan dari para pendita atau pemimpin agama masih kuat sekali kepercayaannya terhadap perbuatan tersebut, semua tadi disebabkan oleh kebodohanilya sendiri serta ktirang nya pengalaman. Maka hingga sekarang kepercayaan seperti tersebut di atas justru digunakan untUk menakut-nakuti ma nusia yang berkehendak berbuat jahat.

· .. Padahal sudah dijelaskan bahwa manusia wajib menjaga diri serta bertanggung jawab 'terhadap semua perbuatan yang telah dikerjaan, karena semua perbuatan manusia akan diperiksa dan akan diadili oleh Tuhan besuk di hari pengadilan (hari kiamat). Semua manusia atau kepada siapa saj a jika sudah sampai pada saatnya yaitu hari pembalasan (hari kiamat) pasti menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu para pembaca jangan sampai lengah terhadap per buatan baik yang diibaratkan sebagai berikut : "Bangsa mencari l;>angsa " artinya perbuatan jahat akan mendapatkan hukuman begitu juga perbuatan baik akan mendapatkan pahala. Ibarat tersebut ·. di atas berlaku saja manusia hidup di dunia
hingga di akhirat .................................... 5
maka orang"rang jahat yang berkehendak berbuat kejahatan pasti selamanya akan mendapatkan pertolongan orang jahat atau ruh yang jahat. Begitu juga orang baik yang bermaksud berbuat kebaikan selamanya juga akan mendapatkan per.tolong an dari orang baik atau ruh yang baik.

Jadi seumpama pembaca menganggap setan terhadap orang orang yang perbuatannya jahat memang tidak keliru, pada dasarnya memang benar karena jika. kita bertanya pada diri sendiri, dari mana asal usulnya kejahatan yang dilakukan ma nusia ini? Maka pertanyaan seperti tadi sebenamya tidak cukup dija wab sepatah dua patah kata saja, semua itu harus dijelaskan secara panjang lebar. Seumpama ditulis kemungkinan mencapai sepuluh Jembar kertas bahkan bisa lebih. Namun keterangan yang hendak saya berikan kepada ka lian hanya secara singkat saj a yaitu bahwa asal mulanya m nu sia hidup di dunia ini semuanya dalam keadaan telanjang buat tidak berbeda dengan kehidupan binatang di hutan seperti halnya berbagai jenis kera. Pada awal mulanya keras dalam keadaan telanjang bulat. Lama kelamaan mukanya kera tersebut menjadi merah yaitu hampir
menyerupai manusia ................................. 6

seterigah · hewan, akhirnya berubah bentuk menjadi manusia yaitu man\lsia hutan telanjang bulat seperti yang telah saya· jelaskan di atas. Lama kelamaan beru bah bentuk menjadi ma nu sia dengan mengenakan pakaian seperti layakllya manusia di zaman sekarang. Adapun perubahan bentuk 1tersebut memer lukan waktu beribu-ribu tahun lamanya baru terlaksana.

Semakin lama manusia semakin bertam bah pengalamannya serta bertambah akal pikirannya. Permasalahan ini hendak saya jelaskan lagi secara rinci dan lebih jelas serta nanti saya hanya merubah sebagian · kecil dari cerita yang su dah ada.

Sebenarnya manusia itu tidak dapat membedakan perbuat an jahat/buruk dan perbuatan baik sebelum mempunyai budi pekerti secara lengkap sebab semua budi baik itu asalnya tidak lain dari cinta dan setia. Adapun adanya kejahatan atau semua kejahatan itu merupakan bukti bahwa manusia itu berasal dari binatang sehingga lupa terhadap derajat dan kcidratnya sebagai manusia hartya teriilgat kepada napsu kejahatannya seperti yang sudah saya jelaSkan di atas. Oleh sebab itu kejahatan manusia itu tidak hanya mendapat kaR hukuman di dunia namun hingga di akheratpun tetap akan
mendapatkan balasan hukuman a tau siksaan ............... 7
karena dari perbuatan buruknya. Seperti halnya yang terdapat pada "Serat sepiritisme Jilid I" kemungkinan kalian sudah pernah membaca yaitu seorang yang bernama "WongSo" bertempat tinggal di Batavia dia itu orang yang pekerjaannya membunuh orang serta Tuan Gheister di Mester Kamelis yang sudah meninggal dunia karena bunuh diri. Padahal siksaan di akhirat itu lebih berat serta lebih lama apabila dibandingkan siksaan di dunia. Adapun keadaan siksa an di akherat · itu benar-benar sakit serta menakutkan sekali, membuat manusia menjadi menyesal yang tiada terputus dan

berperasaan seakan-akan dibuang di tempat yang lebih sunyi

senyap atau di tempat yang sepi sekali, dijauhkan dari pandang-. an-pandangan sehingga tidak dapat melihat berbagai macam barang atau hatinya selalu merasa mend ekat kepada badan yang su dah tidak bernyawa yaitu yang sudah menjadi bangkai atau hatinya selalu tergoda teringat terhadap perbuatan jahat yang pemah dilakukan ketika masih hidup di dunia serta merasakan sakit akibat siksaan-siksaan yang tidak berakhir jika sudah sampai pada saatnya.
Permasalahan ini nanti hendak saya jelaskan satu per satu ..... 8

tadi, sudah jelas sekali perbuatan yang nyata-nyata terkutuk

yaitu semua bentuk pengaj aran dari para pendita serta dari pe-Menurut masalah-masalah yang sudah diterangkan di atas tadi, sudah jelas sekali perbuatan yang nyata-nyata terkutuk yaitu semua bentuk pengaj aran dari para pendita serta dari pe mimpin agama yang telah mengajarkan masalah keadaan siksa an di akherat sebab neraka itu tidak ada, tidak pernah dapat dibuktikan secara nyata tentang wujudnya, namun hanya ber ada pada pikirannya para pemimpin agama serta para pendita yang bermaksud untuk menakut-nakuti manusia agar bertau bat atati agar takut berbuat kejahatan di dunia. Oleh sebab itµ lebih baik, akan saya mulai menceritakan siksa annya orang perempuan di akherat yang sudah menj adi badan halus dan ini mengambil cerita dari orang perempuan tadi de ngan perantaraan pertolongan salah seorang dukun kera sukan. Selama mengadakan perkumpulan di Batavia tanggal I 0 Januari 1892 dukun kerasukan tadi menulis surat yang isinya demikian : "Saya dalah Tu an Sekedar : bermaksud mengha diri pertemuan ini serta membawa ruh yang celaka yaitu yang
menj adi tanggung jawab saya........................... 9
untuk menjaganya maka saya berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan agar dukun kerasukan tadi dapat menyatu rasa bersama orang celaka yang saya bawa inL Sesungguhnya

semul saya merasa keberatan di dalam menyatukan perasaan. Berkumpulnya · orang perempuan tadi dengan ucapan pada per temuan iri1 maka hanya diungkapkan, namanyji saja yaitu ber na ma ''Mari" dan nanti saya hendak menolong terhadap Mari sebab dia ingin sekali mengikuti pertemuan ini dan Mari berke hendak menjelaskan masalah kehidupannya kepada !camu sej ak awal hingga akhir serta dia mempunyai agar diper bolehkan atau diijinkan mengikuti pertemuan ini ".

tertanda Sekreder.

Selama perkumpulah sejak tanggal 30 · Januari 1892 banyak wga mas'yarakat yang bertanya kepada Mari. "Mari. · ... ! Apakah kamu bersedia bercerita serta berbim:ari · g-bfncang ' bersama teman-temanku?" ' Kemudian · warga masyarakat tersebut mendapat jawaban dari
dukun kerasukan,jawabannya demikian : ............... IO
MaSalah keterangan tadi, semuanya akan dijawab ol eh Mari sendiri.

Tertanda Sekreder. Pada pertemuan tanggal 27 Pebruari saya mendengar berita yat)g isinya demikian : ''Wahai Saudara-saudaraku yang lebih utama dari pada saya, betapa bahagia hatiku karena dapat menyikuti pertemuan ini serta diriku merasa mempunyai saudara yang ketempatan bildi belas kasihan, ingat terhadap orang yang sudah meninggal dunia. Anak putriku yang telah mati karena perbuatanku akhir nya lebih senang dan selamat melebihi ksenanganku bahkan tabiatnya lebih baik, lagi pula dia sudah mem berikan maaf kepadaku sehingga saya ingin berdekatan dengannya, tetapi catatnya tidak bersamaan dengan ruh yang lebih berkuasa. Seumpaina bisa terlaksana menceritakan masalah yang menye babkan kesedihan di hatiku pasti kalian mengeluarkan air mata

dan kalian akan menjadi

merasakan seperti keadaan

ini.
Sehingga saya harus berbuat bagaim ana lagi .............. 11
kar.ena tidak dapat menolak maka harus melaksapakannya. Berhubung saya su dah mendapatkan ampunan dari anak saya sehina hatik menjadi puas dan senang, seakan-akan seperti waktu-waktu sudah mendapatkan ijin dari pembesar rul¥yang melebihi saya. maka saya oerkehendak menceritakan kesusah ankesu sahan selama di alam arwah atau di kerajaan ruh at ar. dapat diamoil marifaatnya untuk pelajaran kepada para waita di dunia. Namun pada saat sekarang ini cukup saya jelaskan waktu bertaubat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada waktu hendak meninggal dunia benar-benar mendapatkan kesulitan karena dosa yang stidah saya kerjakan selalu melekat di hati dan tidak dapat dilupakan, sej ak menghembuskan napas yang terakhir sengsara sekali sehingga hatiku benar-benar me- ' ' rasa keta tan. Pada waktu masih hidup di dunia saya tidak pernah memper dulikan siksaan Tuhan, jika hatinya sedang senang segera me laksanakan kej'ahatan. Kemudiari setelah terlaksana berbuat
dosa, hati terasa ngeri sekali ......................... .12
Semakin lama selalu teringat dosa-dosa yang pemah dilakukan selama di dunia dan kesedihan tadi tidak dapat hilang sehingga menyebabkan tidur tak dapat nyenyak sebab · siang' malani selalu dirundung kesedihan akhihlya hati benar-benar bingung seperti -Orang gila. Saya berpikiran bahwa jika sudah sampai pada saatnya mening gal dunia, saya benar-benar heran yang tiada terhingga seakan akan dalam perasaanku seperti mem bopong anak kecil di tanganku kemuclian _ tumbuh dalam benakku/pikiranku, anak kecil tadi tidak lain hasil dari oerbuatan · jahatku yaitu masih hidup kami pernah menggugurkan benih yang ada di kandungan/rahim, sehingga saya mendengar suara yang bunyi nya demikian;.. ''Tumi .. ,... ! J awabanmu pasti tidak dapat dipercaya, sebenarnya tanganmu tidak kotor tetapi hatimu yang jahat".

Mudahudahan dapat menj adikan peringatan ke pada kaum wanita yang akan menjadi ibu rumah tangga,mendidik
dan memelihara .................................... 13
an ak. Bal').wa semu a perbuatan, baik yang tarnpak maupun yang disembunyikan pasti akan diketahui oleh Tuhan YME' Apa lagi membunuh bayi yang ada dalarn rahim pasti akan ke tahuan. Apa cerita lati, selama saya menggotong (Jawa = mbopong) an ak kecil tadi, dalam benakku selikan-akan mem belai-belai sehinga hati benar-benar he ran yang tiada terkira, akhirnya saya berpikir dalam hati bahwa semua ini merupakan siksaan, atas perbuatan-perbuatan jahat yang sudah saya ke rjakan. Selama beberapa hari saya mendengar suara yang bunyinya de mikian: "Pada suatu saat pasti ada pertolongan, iika bertaubat dari ber sedia mengakui semua ke salahanmu serta berjanji tidak akan mengulang ke mbali". Betapa senan hatiku setelah mendengarkan suara .tadi. yaitu disuruh bertaubat dan bersedia mengakui ke salahan-kesalahan nya akan mendapatkan ampunan dan pertolongan. Saya benar-benar menyesal .dan seumpama pada zaman dulu saya sudah mengerti artinya kata-kata "Taubat" pasti segera melaksanakan.
Be rhubung baru sekarang saya mengerti ................. 14
kata-kata taubat, pengertian taubat inipun saya dapatkan se telab mengikuti pertemuan ini sehingga saya mendapatkan ke tenangan. Se waktu saya meninggal dunia hingga memasuki di ke raj a an ruh itu hatiku benar-benar he ran karena bisa be rgaul dengan badan halus, padahal sekian banyak ruh/mahluk halus tadi saya hanya bisa be rkenalan dengan ibu serta saudara laki-lakiku. Un tung Tuhan Yang Maha Kuasa mengijinkan ke pada para makhluk untuk be rbincang-bincang denganku. Seperti halnya saya bisa me masuki a tau mengikuti perkumpulan yang kalian se lenggarakan ini.

Sekarang saya benar-benar menyesal s ali serta berkehen dak untuk bertaubat dari segala noda dan dosa tadi. Seumpama kamu bisa melihat perasaan yang saya cferita, pasti keadaan di dunia tidak seperti yang dialami sekarang ini.

Karena rasa penyesalanku yang tiada terhingga ini maka sa ya di ijinkan mengikuti pertemuan yang kamu selenggarakan itu. Atas do'a-do'amu kepadaku serta do'amu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa maupun rasa penyesalanku kepada Tuhan dan saya sudah bertaubat, akhimya anak yang.............. 15 selalu tampak pada (Jawa = gendongan) tadi sudah hilang tidak menampakkan lagi sehingga saya bisa merasakan ketentraman karena merasa dijauhkan dari siksaan tetapi sewaktu anak ter sebut dibawa pergi seakan-akan hati berkehendak ingin melihat dan agar anak tadi dikembalikan kepadaku lagi karena saya su dah rindu sekali, seakan-akan sudah berpisah beberapa tahun, perasaan seperti itu hingga sekarang ,belum dapat hilang. Akhir nya saya merasa mendapatkan siksaan lagi, kebetulan saya men dengar suara bisik-bisik, yang bunyinya demikian : "Sebenarnya kamu itu sudah terhindar dari siksaan".

Mendengar suara tersebut sementara waktu hatiku baru se nang walaupun tidak direstui bisa berdekatan dengan anak saya yang sudah dibawa pergi namun pada suatu saat anak tadi sering menjenguk saya serta berubah bentuk bercahaya seperti bida dari dari surga. Wahai saudara-saudaraku, saya menyampaikan ucapan teri ma kasih sekali karena kamu telah menolongku selanjutnya. 16 ij inkanlah saya mohon pamit hendak pulang sekarang dan se waktu-waktu mendapatkan ijin dari Tuhan Yang Maha Kuasa saya akan datang di tempat pertemuan yang kamu selenggara kan ini untuk menceritakan yang lebih panj ang masalah asal mula kehidupanku. Mudah-mudahan mertjadi peringatan dan saya berdoa semoga saudara-saudara yang masih hidup jangan sampai lengah dan jangan sampai lupa, berbuat baiklah kepada sesama dan belas kasihan kepadaku yaitu Mari".

Pada tanggal 12 Maret 1892 di tempat perkumpulan tersebut banyak orang yang mendengar berita dari dukun kerasukan yang menjadi perantaraan ucapannya Mari, berbunyi demikian:

"Saya merasa senang sekali karena sudah terlaksana masuk tem-

pat pertemuan ini tetapi saya agak mendapatkan kesulitan. Mengapa di dalam menceritakan kepada kamu hatiku merasa sedih serta sulit sekali untuk mengutarakan, tiada mudah seperti yang pernah saya ceritakan di atas, sehingga menyebabkan kurang enak di hati terhadap dukun kerasukan yang menulis cerita saya, bahkan menurut perasaanku dukun kerasukan zaman sekarang ini tidak cocok dengan keinginanku. Maka saya terpaksa minta pertolongan kepada pembesar ruh yang lebih berkuasa agar dapat memudahkan perjalananku. serta dapat mengurangi penderitaan... 17 yang saya alami." Pada saat sekarang saya mendengar berita bahwa malam ini ia tidak bisa menceritakan 'seperti yang sudah terlaksana karena perbuatan dukun kerasukan pada saat sekarang ini sudalı tidak cocok dengan pendapatan. Adapun mereka senang terhadap ceritaku ini karena diantara warga perkumpulan tersebut ada dua orang yang saling berselisih/bertengkar. Permasalahan tersebut, dukun kerasukan tahu benar, adanya perselisihan menyebabkan dukun kerasukan itu kurang cocok dengan pikiranku maka pada saat ini ijinkanlah saya mohon pamit dan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Harapan saya mudah-mudahan kamu selamat dan jangan dilupakan terhadap kekasihmu.

"Mari."

Selama dalam pertemuan yaitu tanggal 26 Maret, cerita tadi

masih dilanjutkan: "Saya yang datang saudaramu yaitu Mari,

sekarang sudah berada di sini dan selamat. Harapan saya mudah mudahan pada malam ini dapat menjelaskan berita yang lebih baik yaitu masalah kehidupan yang saya alami selama berada di
alam ruh. Pada saat ini saya merasa lebih senang ...... ... 18
dari pada hari-hari kemarin sebab saya sudah melihat dengan jelas tentang perbuatan buruk selama saya masih gadis namun

ingatan saya terhadap kesalahan tersebut sudah hilang sama se kali. Kemungkinan kamu berkeinginan mengetahui sebab-sebab nya sej ak dari aw al tentang perbuatan jahatku yang sudah ter laksana. Pada awal mulanya saya terlengah terhadap ucapan ucapan manis erta sudah mengikt janj i kepada salah seorang yang membujuk saya. Ucapannya manis dan merintih kesedihan sehingga hatiku terhanyut terhadap kata-kata tadi, seakan-akan tidak mempunyai kekuatan karena mendengarkan bahasa-baha sa yang sangat manis akhirnya saya serahkan badan ini kepada orang yang membujuk saya tadi dan menuruti segala perminta annya. Oleh sebab itu akhirnya saya terpaksa hamil. Selama hamil tidak ada orang yang mengetahui, agar noda tadi tidak diketahui
orang .......................................... 19
dan untuk menu tu pi rasa malu maka j anin yang ada dalam perut saya gugurkan, seperti yang pernah saya ceritakan di atas. Ya Tuhan, saya melaksanakan perbuatan seperti ini karena merasa malu sekali dan takut kepada Tuhan Yang memberi hidup ke pada saya.

Akan tetapi perbuatan hina ini tidak semata-mata dari ke hendakku sendiri namun juga atas permintaan dari laki-laki yang telah menghamiliku. Dia menyuruh saya agar bayi yang ada da lam perut itu segera digugurkan, maka dia merasa lebih sengsara dari pada saya dan akhirnya saya diambil istri atau diperistri olehnya.

Pada waktu hendak berkenalan denganku dia tidak pernah

berkata terus terang untuk meminta maaf karena telah mempu nyai pikiran yang tidak baik bahkan berbuat sesuatu yang sa ngat mengejutkan yaitu berteriak-teriak hingga terkopoh-kopoh hampir j atuh seakan-akan seperti" orang terkena sesuatu benda yang sangat membahayakan sekali.

Setelah melihat ulahnya yang kelihatan membahayakan ·se

kali akhimya saya menaruh rasa belas kasihan kepadanya tetapi merasa malu sekali untuk mengutarakan isi hati saya ini sehing-

ga hanya ......................................... 20
diputus cukup di sini saja sebab sesudah berkenalan hati terasa sedih sekali, oleh sebab itu jika ada kesempatan lagi saya hendak bercerita yang lebih panjang.

Pertemuan pada tanggal 13 April banyak warga masyarakat yang mendengar berita dari dukun kerasuk an yang isinya demi kian : "Wahai saudara-saudaraku, pasti kamu juga tertarik sekali me ngerti bagaimana cerita selanjutnya tentang kehidupanku ber sama orang yang telah mem buj uk agar menggugurkan j anin yang ada di dalam perut saya. Sebenarnya saya hendak menceritakan kehidupan ini sej ak dari awal terlebih dahulu, tetapi kalau orang tersebut berada di tempat yang senang sebenarnya saya juga ikut merasakan kesenangan namun semua itu mustahil terlaksa na sudah pasti dia berada di tempat yang lebih sengsara. Berhu bung saya melihat orang lain kehidupannya lebih senang atau menyenangkan sekali apabila dibandingkan dengan kehidupan ku saat sekarang maka hatiku menj adi teringat terhadap orang yang telah membujuk saya berbuat dosa. Karena belum pernah mendengar bisikan keterangan yang mendekatkan kepada saya tentang kebahagiaan, adapun. bunyi bisikan tersebut sebagai berikut: "Pasti kamu berkeinginan sekali membuktikan keadaan yang se benarnya, oleh sebab itu ikutlah saya".
Berkat pertolongan dari salah satu ruh .............. 21
saya bisa melihat keadaan orang yang pernah membujuk saya berbuat hina tadi, kemudian saya panggil namanya tetapi dia tidak mendengar akhirnya saya dekati dan say a sapa sam bil saya pegang pundaknya kemudian dia lari terbiritbirit tanpa menoleh sedikitpun. Maka saya berkata: sebenarnya kedatanganku ini hendak menolong namun tidak berhasil, karena tidak mau mendengar kan kata-kata saya, tiba-tiba dia jatuh tertelungkup tidak dapat bergerak dari tempat dan saya sendiri tidak mengerti sebab-se babnya. Maka segera saya mendekatinya dengan dianta,rkan oleh

1.55
ruh yang ada di dekatku. Dia benar-benar terkej ut sambil ber teriak-teriak meminta maaf kepadaku. Setelah menengarkan ke luhannya hatiku benar-benar kasihan sekali melihat keadaan dia dan seketika itu saya berkehendak memberikan pertolongan agar terhindar dari penderitaan serta berkeinginan sekali meno long hendak mringankan beban penderitaannya. Kemudian saya segera berjongkok sambil berdo'a kepada Tuhan agar terkabulkan semua niatku. Setelah merasa berhasil
niatnya maka saya panggil namanya : "Pris .... ! " Kemudian
dia segera menoleh karena tidak lupa terhadap suaraku dan saya berkata kepadanya : "Bahwa kedatanganku ini hendak meno long meringankan beban penderitaanmu".
Sesudahnya begitu dia kelihatan senang serta ......... 22
berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan seperti ada yang menyuruhnya agar segera meminta ampun kepada Tuhan. Adapun tentang kehidupan Pris hendak saya ceritakan ter sendiri di sini. Dan saya hanya mericeritakan khusus pada masa lah penyesalan Pris kepada Tuhan atas dosa yang telah dilaku kan selama hidup seperti yang diterangkan di atas, walaupun dia juga mendapatkan siksaan yang lebih berat dari pada siksaan yang saya derita.

Siksaan yang saya rasakan benar-benar terasa sakit dan se pertinya sudah tidak ada yang melebihi namun pada kenyataan nya masih ada yang lebih berat lagi yaitu siksaan yang dirasakan oleh Pris. Jika demikian siksaan yang saya rasakan ini termasuk ringan. Adapun yang mendapatkan siksaan tidak hanya saya dan Pris, akan tetapi orang yang membantu saya mencarikan obat untuk menggugurkan janin di perutkupun juga mendapatkan siksaan. Maka saya berpesan kepada wanita-wanita yang masih hidup di dunia dan perlu diketahui bahwa saya ini termasuk perempu an yang benar-benar celaka oleh sebab itu hendaklah para wani ta j angan sampai tertarik terhadap perbuatan hina seperti yang pernah saya alami. Dan perlu diketahui jika melanggar perbuat-

an yang dilarang Tuhan dan tidak melaksanak an perintah Tuhan yang sudah ditentukan pasti akan mendapatkan siksaan dan ti dak dapat menghindari dari kesengsaraan seperti yang sudah saya rasakan, maka mohon dengan sangat bahwa perbuatanku ini benar-benar tidak dapat dicontoh.

Kemungkinan kamu juga mempunyai praduga, sehingga saya mempunyai perbuatan terkutuk karena hanya takut menang gung aib/rasa malu serta takut menjadi bahan pembicaraan atau celaan orang lain. Menurut perasaanku bahwa aib atau rasa malu di dunia dapat saya rahasiakan namun pada kenyataannya aib tersebut tidak dapat hilang dan selalu menghantui pikiranku. Manusia tidak dapat melihat rahasia yang pernah dilakukan tetapi di alam arwah tidak ada yang dapat dihilangkan dan se mua perbuatan di dunia pasti akan dialami dialam arwah. Ada pun masalah aib maupun pergunj ingan orang lain yang sengaj a hendak dirahasiakan pasti akan terbongkar bahkan lebih hina dari pada di dunia. Oleh sebab itu saya berpesan kepada para
wanita ......................................... 24
yang masih hidup di dunia jika sedang hamil hendaklah dirawat dengan baik sebab di samping mendapatkan keselamatan juga akan mendapatkan kenikmatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Cobalah kalian perhatikan dengan baik saya hendak memperli hatkan kepada kamu tentang keadaan Pris sewaktu berkenalan denganku, sehingga menyebabkan saya berbuat dosa. Oleh se bab itu kamuj angan sampai melupakan saya. "Mari ". Pada pertemuan tanggal 30 April 1892, warga masyarakat mempunyai permintaan kepada ruh yang menjaga di situ yaitu yang berada di dalam jasat dukun kerasukan. Apakah Pris bisa hadir ditempat pertemuan ini serta bisa menjelaskan cerita yang sudah menyatu dengan badannya dukun kerasukan.

Apakah Pris bisa hadir di tempat pertemuan ini serta bisa menjelaskan cerita yang sudah menyatu dengan badannya du kun kerasukan. Adapun bunyi tulisan sebagai berikut: "Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kehendak-Mu saya sudah sampai di sini dan bermaksud ingin kembali ke dunia untuk

menceritakan pengalaman hidupku selama berada di dunia karena sudah tidak sabar menunggu lagi. Adapun tentang sau-
daraku "Mari" memaksa saya ........ .. ..... ......... 25
agar bersedia menceritakan padahal saat ini saya belum bisa menceritakan semua permasalahanku. Karena dari saya ini benar benar sengsara sekali dan selalu teringat perbuatan-perbuatan yang pernah dialami bahkan selalu menyakitkan hati maka pan tas untuk diceritakan namun sewaktu hendak menceritakan malahan menambah susah di hatiku. Oleh sebab itu untuk apa semuanya ini saya ceritakan kepadamu kalau hanya akan me nambah kesedihan di hatiku. Akhirnya warga masyarakat ·ber tanya : "Wahai saudarak u "Pris '', kapan kamu meninggal du nia"? .Pris menj awab: "Saya meninggal dunia pada tanggal 14 Juli 1877".

(Tertanda : Pris)

Para warga masyarakat bertanya kepada ruh yang berkuasa disitu. "Mengapa saudaramu Pris tidak bersedia menceritakan tentang kehidupannya ?".

Akhimya saya bersama teman-teman segera mendapatkan jawaban "Ketahuilah olehmu bahwa saudaraku Pris tidak ber sedia sebab baru pertama kali dia memasuki tempat pertemuan · ini serta masih kikuk/canggung untuk menceritakan yang dite-
ruskan oleh dukun kerasukan maka belum bersedia ....... · 26
Ruh yang demikian itu ruh yang sering melakukan perbuatan hina sehingga mendapatkan siksaan yang amat pedih.

Tertanda Penj aga Ruh

Pada tanggal 4 Juni 1892 warga masyarakat telah menerima berita yang isinya sebagai berikut: "Sewaktu Pris yaitu seorang ya g perbuatannya selalu membu juk terhadap wanita-wanita yang berkehendak meng3kui kesa lahanku serta berkehendak menceritakan pengalaman buruknya

selama hidup di dunia. Namun berhubung pada saat ini badanku kurang sehat dan ;betum mengijinkan serta merasa takut sekali atas kealpaan maupun kesalahan yang menyebabkan hidup menderita. Oleh sebab itu semoga saudara-saudara bersedia ber doa kepada Tuhan agar saudaraku Pris diberi kekuatan. Setelah dituruti permintaannya yaitu berdo'a kepada Tuhan akhirnya Pris berbicara : "Saya sangat berterima kasih kepada saudara-sau dara karena telah mendo'akan kepada Tuhan sehingga Tuhan memberikan ampunan atas dosa-dosa yang pemah saya perbuat
...... ............................. : ........... 27
Oleh sebab itu sekarang saya berkehendak menceritakan penga laman hidup sej ak dari awal.

Sewaktu saya masih hidup di dunia serta masih muda saya sangat gemar bercandaria bersama wanita-wanita. Karena begitu cintanya sehingga banyak wanita yang saya aj ak berbuat keja hatan. Pada saat itu saya tidak memikirkan serta memperduli kan terhadap perbuatan jahat yang dilakukan, namun sekarang saya terpaksa menerima menj alankan siksaannya.

Pada saat itu saya juga tidak pemah berterus terang tentang adanya Tuhan, yang dicari tidak lin hanyalah mencari kese nangan bersama wanita-wanita cantik, perbuatan semacam ini dilaksanakan hingga meninggal dunia. Ketika hidup di dunia walaupun sudah mendapatkan pelaj aran serta sudah menguasai tentang aj aran agama Kristen namun saya tetap tidak percaya tentang kehidupan di Akherat. Adapun bagi orang-orang yang sudah mengetahui kehidupanku secara lahiriah menyangka bah wa saya ini orang yang baik ak an tetapi dakwaan semacam itu
tadi .............. ...... ........................ 28
sangat keliru karena saya sudah terlanjur tidak percaya bahwa di akherat masih ada kehidupan yang lebih abadi

Walaupun kebanyakan orang kemungkinan tidak memper cayainya kehidupan seperti yang pemah saya alami tadi. Keya kinan dalam hatiku bahwa perjalanan hidup itu hanya berada di dunia sehingga saya tidak pemah berbuat baik serta tidak per nah mempunyai rasa setia kepada sesama hidup, namun pada

saat sekarang saya harus memberitahukan bahwa perbuatan saya yang tidak baik serta tidak percaya kepada Tuhan selalu membuat kecewa maupun tidak pernah menaruh rasa belas ka sihan kepada sesama hidup. Ternyata semua itu tidak dapat memberikan keselamatan sebab kebaikan saya terhadap wanita wanita tadi ternyata tidak terpuji dan hanya sementara waktu saja. Adapun tentang kesetiaan yang tulus dan suci itu tumbuh di hati manusia yang benar serta lurus. Semua masalah yang demikian itu saya sudah mulai merasakan di keraj aan ruh. Kehidupan manusia berkesinambungan hingga di alam akherat, pada saat itu saya tidak mau mempercayai, kemungkinan keba nyakan dari manusia yang masih hidup di dunia juga tidak per-
caya adanya kehidupan di alam akherat ................. 29
namun setelah hidupku meni adi ruh baru bisa merasakan bah kan masih mempunyai daya ingat serta daya pikir. Bahkan ke hidupan ruh di alam akherat itu lebih baik dan lebih abadi di bandingkan kehidupan manusia di dunia.

Sewaktu saya masih hidup di dunia, hidupnya seperti buaya gemar mencari kesenangan bersama wanita-wanita cantik dan sempat bersanggama pula dengan harapan hendak memenuhi semua permintaan wanita tersebut yaitu saya pernah membu juk/menipu salah seorang gadis bernama Mari, dan setelah ter laksana tidur bersamanya akhirnya menemui kecelakaan yang sangat memaluk an sebab sebentar lagi Mari akan menjadi ibu dari bayi yang sedang dikandungnya dan tidak j elas ayahnya, agar tidak menj adi celaan/ orang maka saya membt.tj uk kepada Mari dengan disertai janji-j anji yang manis untuk menggugurkan janin yang ada di perutnya agar tidak menanggung aib terhadap orang banyak. Akhirnya bt.tj ukan saya tadi dituruti k emudian dia mendekap pada kedua kakiku sambil menangis dan me-
minta ..... ...................................... 30
agar saya bersedia mengawini. Oleh sebab itu untuk menutupi aib orang tua serta saudara saudaranya sehingga Mari menggugurkan kandungannya seperti · yang pernah saya terangkan di atas. Adapun tentang kesanggup-

an saya terhadap Mari tidak ada yang ditepati. Karena perbuat an j ahatku tadi akhirnya saya mendapatkan siksaan yang amat pedih.

Ketik a saya masih hidup di dunia tidak pernah mempunyai pikiran bahwa di akherat ada sikaan terhadap dirik u dan ber perasaan pula asalkan sudah meninggal dunia perbuatan dosa tadi pasti hilang namun ternyata tidak bahk an lebih menyakit kan seperti dipateri. Saya selalu teringat terhadap perbuatan perbuatan sewaktu masih hidup di dunia. Seakan-ak an hidp seperti binatang, tidak pernah mempunyai pikiran selain memi kirl< an terhadap wanita-wanita cantik serta membttj uk gadis gadis agar berbuat hina, melanggar larangan Tuhan, sehingga hatik u bangga sekali mendapat sanjungan bisa berbuat keseng saraan para wanita serta berhasil menodainya............ 3 I Perbuatan seperti itu dilakuk an hingga meninggal dunia yaitu sej ak ruh (nyawa) mulai berpisah dengan badan baru berganti yang dipikirkan sebab pada saat itu mata selalu melihat keada an tubuh Mari di tempat tidur dan tidak dapat hilang pada pengliha tank u. Wahai saudara-saudaraku mudah-mudahan kamu dapat me resapi dengan hati yang sabar dan :ijinkanlah saya mohon pamit, jika ada kesempatan saya hendak bercerita yang lebih panjang".

Tertanda Pris, seorang penipu.

Perkumpulan pada tanggal 1 I Juni 1892 dukun kerasukan memberi ceramah yang isinya sebagai beut : "Rasanya se nang sekali hatiku bisa menghadiri pertemuan di tempat yang sangat indah. Wahai saudara-saudaraku yang baik hati, saya hendak menyampaikan ucapan terima kasih. Karena sudah da pat merasakan kesenangan dan menjadi ingat terhadap kebaikan sebab selama berada di tempat perl

Oleh sebab itu mudah-mudahan kamu selalu mengasihi ke pada diriku selama-lamanya agar saya terhindar dari siksaan yang amat pedih. Siapa yang tidak tertarik dan siapa yang .. .32 tidak senang, hidup di alam ak herat bisa melihat cahaya yang lebih terang. Saya bena:r-benar. menyesal dan celaka sekali sebab sewaktu hidup di dunia tidak percaya kepada Tuhan, tidak mau melak sanakan perintah serta tidak pemah mencegah larangan-Nya. Saya benar-benar benci terhadap badanku yang sangat celaka ini. Dan baru sekarang bisa melihat kesalahan-kesalahanku .sen diri dan bermaksud ingat terhadap perbuatan yang baik namun semuanya sudah terlambat.

Wahai manusia yang masih berbuat dosa di dunia, perbuat anmu yang menimbulkan dosa itu hendaklah segera berganti dengan perbuatan yang baik dan segeralah bertaubat kepada Tun Yang Maha Kuasa. Ketahuilah tentang keadaan yang se darig saya alami di saat sekarang ini serta ingatlah bahwa kamu pasti akan menyesal serta kecewa yang tiada terputus atas per buatan j ahat selama hidup di dunia dan penyesalan tadi tiada berguna serta tidak dapat mengurangi atau meringankan siksaan. Kecuali orang-orang berbuat dosa sudah · bertaubat k pad a Tuhan serta betj aqji hendak merubah sikapnya dengan perbuat an yang baik. Kemungkinan kamu (orang-orang yang masih hidup) mem punyai j awaban terhadap saya sebagai berikut : "Jika demikian keadaannya lebih baik kembali ke dunia lagi sehingga bisa mem bimbing · orang-orang agar segera bertaubat kepada Tuhan.
Wahai saudara-saudarak u ........................... 33
ketahuilah olehmu bahwa pada saat ini saya belum bisa menu ruti permintaanmu karena masih meajalani siksaan yang tidak ada batas waktunya, menderita kesusahan di alam arwah. Akan tetapi hendak saya larj utkan ceritanya terlebih dahulu.

Di atas telah dijelaskan bahwa penglihatan saya selalu ter tli u pada Mari duduk di dekat tern pat tidurku sehingga saya tidak dapat merasakan penderitaan yang dirasakan karena Mari

selalu menampakkan · bayangannya di hatiku dengan tiba-tiba. Adapun tentang pikiran serta penglihatan yang demikian tadi sudah tidak dapat dilupakan lagi.

Perasaan seakan-ak an bertemu dengan Mari, bayangannya selalu melekat pada pikiran sehingga menyebabkan sewaktu hendak menghembuskan napas yang terakhir kali bayangan tadi baru bisa hilang dari pandanganku namun setelah meninggal dunia sudah berganti pandangan yaitu gelap gulita, di mana mana tempat selalu tampak gelap gulita.

Badank u sudah berpisah dengan ruh tetapi saya tidak dapat menceritakan secara keseluruhan tentang perpisahan tersebut
............................................... 34
namun hanya dapat menceritakan sedikit yaitu saya tidak mau bei:pisah dengan raga.

Setelah bertahun-tahun hidup. bersama raga akhimya lama kelamaan tubuhku mertj adi hancur namun jiwaku masih hidup sehingga suatu hari saya mendengar suara sebagai berikut : "Tolonglah ruhmu sebab masih ada pertolongan". Hidupku yang masih nienyatu dengan raga setelah hancur lebur akhimya segera dimakamkan dan terasa tersiksa seperti sik saan di neraka, adapun keadaan ragaku tadi semakin tahun menjadi hancur me nyatu dengan tanah, sehingga timbul dalam benakku : "Sebe narpya badanku ini sudah mati". Dan berganti kehidupan baru. Mudah-mudahan saudarasaudaraku yang masih hidup bisa me nyadarinya dan bagi semua saja yang masih menyayangkan ke pada raganya pasti akan mendapatkan kesulitan sewaktu hen dak menghembuskan napas yang terakhir kalinya. Nyawa bisa hilang dengan dengan mudah apabila sudah ada pertolongan dari salah satu ruh yang membisiki. Oleh sebab itu agar manusia selalu menghindari perbuatan sesat dan berbuat baik serta mengikhlaskan nyawanya jika sewaktu-waktu Clipanggil meng hadap Tuhan.

Ketahuilah · olehmu bahwa saya sudah mendapatkan perto-
longan sehingga terasa ringan atas siksaan yang saya .. ..... 35
derita.

Setelah bisa bergerak ke atas rasanya seperti naik ke angkasa raya, saya benar-benar heran sebab dimana-mana tempat keli hatan gelap gulita sehingga berdiri bulu romaku. Terkadang saya melihat sinar yang terang sekali, di tempat itu pula terlihat beberapa ruh yang menderita siksaan. dan tampak sengsara sekali.

Terkadang juga mengetahui lagi yaitu tempat sik saanku di alam kubur sehingga menyebabkan hati cemas dan takut. Demi kian itu keadaan yang saya alami dan seumpama saya hidup di dunia lagi kemungkinan masih berbuat kejahatan maka hanya akan menambah kesengsaraan yang lebih menakutk an. Sewaktu masih hid up say a j uga sudah berbuat kej aha tan seperti terse but di atas yang keluar dari niatku sendiri, akhirnya setelah hendak dihidupkan kembali di dunia berjanji menjadi orang baik namun pada kenyataannya tidak dapat terlaksana sehingga hidupku di
dunia itu bfsa dikatakan sia-sia dan tiada berguna ......... 36
karena tidak pernah menghiraukan terhadap nasihat-nasihat ·yang baik yaitu masalah kerukunan sesama hidup bahkan per buatanku bertambahjahat.

Saya bermaksud merubah watak dan sikap yang tidak baik, namun terasa berat sekali sebab watak j ahat yang mendasari su dah tertanam di hati seperti halnya tanaman yang sudah berak ar kuat sekali serta sudah melekat pada pikiranku maka tidak da pat merubah watak yang terdahulu yaitu sering menodai wanita wanita cantik dengan ucapan-ucapan manis untuk membujuk nya. Walaupun saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk meru bah watak yang tidak baik tadi namun tetap tidak dapat terlak sana sebab akar yang j ahat tadi sudah melekat di seluruh tubuh sehingga terasa sulit sekali untuk merubah watak j ahatku yang dibawa sej ak k ecil. Perbuatan ·yang demikian itu membuat kekecewaan dan pe nyesalan di hatiku, karena sudah telanjur berbuat kejahatan tidak pernah menghira an petuah-petuah yang baik. ·Maka ke betulan sekali saya bisa menghadiri di tempat pertemuan

ini ............................................. 37
karena karnu (para warga) mempunyai pikiran suci serta gemar menolong orang yang sedang menderita kesengsaraan. Di mana-mana tempat setiap saya pergi bermaksud mencari perlindungan yang arnan, di depan, di belakang, di kanan, di kiri serta di atas maupun di bawah sefalu kelihatan gelap gulita, ti dak dapat melihat sesuatu benda. Semua keluhan serta be.rteri ak-teriak minta pertolongan ternyata tidak ada yang mendengar kan, hatiku benar-benar tak ut dan ngeri sekali. Di dalarn hati berdo'a kepada Tuhan serta mengucapkan rasa terima kasihku kepada yang membimbing saya sehingga bisa menghadiri per temuan yang karnu selenggarakan ini. Sebab para warga di sini bersedia mendengarlcan keluhan keluhanku, sebenarnya saya tertarik sekali berada di tempat ini

u.nttic selarna-larnanya. Tetapi berhubung tidak dapat bercerita yang lebih paqj ang, karena harus tunduk terhadap perintah dari ruh yang lebih berkuasa dari pada saya. Oleh sebab itujika ada kesempatan lagi akan saya laq utkan ceritanya.
tertanda Pris seorang penipu

Pada tanggal 18 Juni 1892, warga/masyarakat mendapatkan berita yang isinya sebagai berikut: Terasa berat sekali siksaan-siksaan yang saya alarni, tidak seim bang apabila dibandingkan dengan perbuatan jahatku ketika hi dup di dunia. Tetapi apa boleh buat sebab semua ini memang
kesalahanku ..................................... 38
sendiri yang hanya menuruti hawa napsu terhadap wanita-wani ta cantik, maka kesengsaraan ini di bawa sarnpai mati. Sebenar nya nasihat-nasihat yang baik juga banyak narnun tidak pernah memperhatikan dan hanya menuruti hawa nafsu sekehendak hati. Menurut pe rasaanku bahwa perbuatan yang dilakukan tadi sudah baik apabila dibandingkan dengan perbuatan orang lain.

Maka sangat tepat sekali jika cerita tersebut di atas dilaili utkan Akan tetapi saya sudah mempunyai pikiran yang benar bahwa kehidupanku tadi sudah tidak di dunia lagi, saya sudah bisa me lihat cahaya sinar yang lebih terang, sinar tadi mendekatiku, ka rena sangat takutnya sehingga saya Ian bennac sud hendak men coba kembali menyatu dengan raga yang sudah masuk di alam kubur, akan tetapi terasa sulit akhimya tidak terlaksana me nyatu dengan raga, walaupun sudah berusaha. sekuat tenaga ter paksa tidak dapat masuk, kemudian saya menoleh kekiri, ke kanan dan melihat kemana-mana selalu tampak cahaya sinar yang terang tadi maka menyebabkan bergetar di seluruh tubuh dan terasa takut sekali, hendak berlari tidak dapat, seperti ada yang menghalangi. Karena atas kekuasaan cahaya yang sangat terang tadi akhir-
nya ............................................ 39
saya dibawa ke suatu tern pat yang · belum bisa saya terangkan kepadamu; tempat-tempat yang pemah saya alami kelihatan gelap gulita namun sekarang semua tempat kelihatan terang dan jelas. Sehingga saya bergegas dalam hati : "Apa maksud semua ini, sebab keadaannya sangat mengherankan".

Selama saya sedang memusatkan pikiran kemudian mende ngar suara, adapun bunyi suara tersebut adalah sebagai berikut: "Siksaan"!, saya semakin takut sekali, di hatiku bertanya: "Be rapa tahun lagi saya berada di tempat yang gelap gulita ini". Tiba-tiba saya melihat cahaya sinar terang. Beta pa senang hatik u sehingga berj alan kesana-k emari, namun tidak lama kemudian perasaan hatiku meq adi sedih yang tiada terhingga bahkan me lebihi kesedihan yang sudah-sudah karena terbawa rasa kesenang an sewaktu melihat cahaya sinar terang tadi. Selama berada di tempat yang terang saya melihat berbagai macam perbuatanku yang lebih jelek. Sewaktu hidup di dunia selalu berbuat dosa, cahaya terang tadi selalu. membuat susah di hati melebihi yang sudah. terlaksana sela berada di tempat yang gelap gulita juga inembuat "p enderitaan di hatiku yang tiada terhingga. Betapapun pedihnya siksaan yang diderita tetap .. ---I \

dilaksanakan karena tidak dapat menghindar............ 40 Oleh sebab itu, maka saya segera duduk menyembah telapak kaki para warga masyarakat di tempat pertemuan ini dan mo hon keiklasan saudara-saudara untuk memintakan ampunan ke pada Tuhan atas dosa-dosa yang pernah saya lakukan agar siksa an yang saya alami ini menj adi ringan.

Dan jika ada kesempatan saya akan bercerita masalah ke sengsaraan dari cahaya sinar yang sangat menyedihkan hati, se mua hendak saya ceritakan yang lebih panj ang.

Tertanda Pris seorang penipu

Pertemuan pada tanggal 25 Juni 1892. Melanjutkan cerita di atas yang isinya sebagai berikut: "Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara-sauda ra yang telah bersedia membantu menolong saya dari ·kesedihan kesedihan dan cinta kepda saya sehingga bisa berkumpul berbin cang-bincang bersama manusia yang masih hidup di dunia. Selama berada di tempat cahaya sinar terang tadi bisa melihat gadis-gadis yang pernah saya ,nodai sewaktu masih berada di
dunia .......................................... 41
Gadis-gadis tersebut mengenakan pakaian dan kelihatan sangat indah seperti pakaian yang dikenakan para bidadari dari suga, saya sudah berusaha sekuat tenaga menahan hawa nafsu namun ternyata tidak kuat sebab menurut perasaanku kelihatannya su dah benar dan tidak salah seakan-akan masih hidup di alam dunia, lebih-lebih sewaktu didatangi gadis-gadis dan mendekat kepadaku dengan mengenakan berbagai macam perhiasan keli hatan cantik menawan hati, dengan kedatangannya itu bermak sud hendak menghibur kesedihanku, akan tetapi hatiku sebenar nya bertambah sedih dan hancur luluh seperti dicabik -cabikkan. Kemudian cepat-cepat berlutut mohon ampun kepada Tuhan atas dosa-dosa yang pemah dilakuk an selama hidup di dunia.

Diantara sekian banyak wanita tersebut, temyata Mari juga berada di situ sehingga mendekat dan mencium tanganku. Saya

benar-benar menyesal karena sudah pernah melakuk an perbuat an yang tidak pantas terhadap Mari yaitu sewaktu masih hidup bersama-sama di dunia.
Maka saya berdoa kepada Tuhan serta ....... .......... 41
menyampaikan rasa penyesalannya. Baru perta.ma kali saya berdo'a kepada Tuhan memohon ampun dengan penuh keikhlasan serta menyatakan rasa penye salan, sehingga rasa hati seakan-akan terhindar dari penderitaan karena telah berkata N tir k epada Tuhan atas perbuatan-perbu atanj ahatnya.

Siang malam tidak pernah berhenti berdo'a mohon ampun kepada Tuhan, maka perasaan hati menjadi tenang tidak seperti yang sudah terlaksana. Pada suatu hari hatiku mendapatkan godaan lagi, siang ma lam selalu teringat peristiwa yang pemah dialarni sehingga hati menjadi tidak tenteram. Akhimya duduk tennenung sambil berkata dalam hati: "Usaha apalagi. yang harus saya lakukan untuk menyampaikan rasa penyesalan hati kepada Tuhan '. '

Kemudian ada suara seakan-akan memberi nasihat kepada ku; ada pun bunyi suara tersebut adalah sebagai berikut :

"Orang yang berkeinginan membersihkan hati, kamu harus kem bali lagi merasakan kesusahan,,. Setelah mendengar perkataan : K-esd eihan saya menjadi ter ingat kesedihanku, namun saya belum jelas yang dimaksudkan semua itu dan setelah ada pertolongan dari salah satu rub.. 43 yang berkuasa akhirnya mengerti maksud dari kata-kata kese dihan yang saya alarni, adapun kesedihan yang dimaksudkan adalah jika dikembalikan hidup ke dunia lagi. harus bisa menjadi orang baik. Sebenarnya saya juga bersedia melaksanakan nasihat tadi yaitu kembali menjadi bayi hidup ke dunia lagi dan bersedia menjauhji perbuatan yang dilarang Tuhan. Tetapi pada waktu itu saya belum mempunyai kekuatan dan tidak pemali mengha rapkan bisa kembali ke dunia. Oleh sebab itu saya mohon kepa-

da saudilra-audara agar memberi · petunjuk waktu yang tepat, besuk kapan saya bisa bertemu lagi hendak melanjutkan cerita.

Tertanda Pris (Seorang penipu)

Cerita ini diakhiri dulu sebab para warga masyarakat sedang membicarakan masalah petanyaan tadi dan warga masayrakat sudah setuju semua. Adapun jawabannya sebagai berikut: ' 'Orang hidup atau ruh harus mengetahui terhadap badannya a tau raganya serta harus belajar pengetahuan akheraf agar men ·dapatkan petunjuk yang harus dikerjakan sehingga bisa diketa hui oleh orang yang memberi petunjuk, akhimya ada be-
rita ........................................... .. 44
atau kabar sebagai berikut : Perkataan seorang dukun kerasukan epada warga masyarakat : "Wahai saudara-saudaraku tercinta Petuahmu kepada seorang penipu itu memang bnar, cocok se kali dengan pikiranku sebab sudah sejak lama berniat hendak menjelaskan kepada kamu tentang permasalahan tersebut de ngan, pikiran yang tajam sebab' nasihatmu terhadap orang celaka itu pasti berguna sekali. Sungguh baik hatimu, seumpama orang celaka tadi segera dikemb8likan ke durua fagi pasti tiada berguna · · sebab hanya akan berbuat dosa lagi seperti yang pemah dilami sebelumnya.

·Pada saat ini, selama orang tadi menjadi ruh dan belum men jelma menjadi manusia lebih baik menghilangkan adat kebiasaan nya yang jahat serta harus taat melaksanakan nasihat-nasihat de ngan sungguh-sungguh. Pasti saya berani bertanggung jawab ser ta berani menetapkan bahwa nasihatmu itu memang baik dan benar. Semua itu dimaksudkan agar bisa melanjutkan · cerita yang lebih panjang lagi.

Tertanda Ruh yang berkuasa.

Sehabis berkata begitu maka dukun ke_rasukan yang berada ditempat kerkiUllpulan tadi segera menenrna ruhnya Pris dan menyatu be ·
nam a. ........ .......;., ....... ....... 45

raganya dukun kerasukan, kemudian melanjutkan bercerita lagi. Adapun is1 cerita tersebut adalah sebagai berikut : " Penyesalan di hati selamanya harus diperlihatkan dengan jelas. Saya sebenarnya pembicaraan di atas, maka lebih baik kita harus memperbaiki atau berhenti dari perbuatan buruk agar men dapatkan jalan yang benar.

Padahal saya benar-benar belum mengerti serta belum bisa, bagaimana caranya menjelma menjadi manusia, dikembalikan atau dilahirkan menjadi bayi lagi untuk mencari penghidupan yang lebih sempurna. Pada kesempatan ini mudah-mudahan saudara-saudara bersedia menerima ucapan terima kasihku kare na kamu sudah memberi petuah-petuah dan selamanya akan saya junjung tinggi bagaikan intan ·permata yang mahal harganya serta lebih indah perbuatannya. Mulai saat ini saya berjanji hen dak melaksanakan nasihat-nasihatnya penguasa ruh yang diberi kan kepadaku, maka saya mengharapkan sekali agar segera bisa bertemu dengan penguasa ruh, sebab jika ber.ada di tempat sinar cahaya yang lebih terang bisa berkenalan dengan sau-
dara ............. ............................... 46
saudara di dunia. Saya merasa kasihan sekali terhadap saudara smdaraku karena belum mengerti terhadap ilmu sepiritisme se hingga menyebabkan manusia banyak yang mendapatkan ke sengsaraan di alam ruh.

Diantara sekian banyak manusia di dunia dan melihat bebe rapa teman kelihatannya alim-alim dan sering ke Masjid atau Gereja melaksanakan ibadah, mengerti terhadap pengetahuan agama serta baik hatinya, bisa mengaj arkan keutamaan, bisa membedakan perbuatan baik dan buruk tetapi lupa terhadap ke jahatan tidak mensucikan hati yang lebih jahat. Kotornya hati walaupun dibersihkan dengan sabun 2 kg te tap tidak bisa suci kalau tidak dibersihkan dengan jalan bertau bat kepada Tuhan dengan melaksanakan keutamaan. Disitulah nantinya akan melihat kesucian hati. Maka jangan lekas percaya kepada orang yang berpura-pura pergi ke gereja serta di dalam melaksanakan perintah TUhan ha-

nya dihadapan orang banyak, menarnpakkan dirinya sebagai orang alim dan berpura-pura takut kepada Tuhan, lebih baik berbuat yang wajar, ·benar-benar seperti tingkah lakunya orang
jujur ...........•............................... 4 7
serta jujur hatinya dan jangaii selalu menyebut-nyebut narna Tuhan dihadapan orang banyak,. lebih baik disimpan dalarn hati, tidak perlu berbuat kesombongan. Kerjakanlah segala perbuatan yang cocok dengan kehendak Tuhan pasti akan mendapatkan keselamatan. Mengulangi ucap an saya tadi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara-saudara yang telah membantu meringankan siksaan atas dosa-dosa yang pemah saya lakukan di dunia serta mengucap kan banyak terima kasih kepada yang menuntun badanku ke tempat pertemuan ini. Semoga saudara-saudara juga bersedia memohonkan arnpun kepada Tuhan agar saya menjadi orang baik, tidak tarnak terha dap harta benda di dunia yang tidak bisa digunakan sebagai be kal di akherat seperti yang sudah saya rasakan di waktu seka rang dan mintakanlah arnpun kepada Tuhan agar hatiku bisa menjadi suci. Hanya ini yang menjadi permintaanku kepadarnu. Walaupun saya sudah menoba melaksanakan kesucian hati serta baksud agar pada kesempatan-kesempatan yang lain bisa berjumpa lagi sehingga bisa menceritakan........... 48 pengalaman-pengalarnan yang pemah dialarni dan saya percaya dengan sepenuh hati menunggu kedatangan saudara-saudara masuk di alam ruh dan saya mengucapkan selarnat beribadah semoga mendapatkan bimbingan dari Tuhan.

Dari say a (Pris) seorang penipu

Saudara-saudaraku yang setia membaca, kemungkinan banyak kata-kata atau kalimat-kalimat yang .kurang bisa dipaharni, se mua itu disebabkan susunan bahasa tidak le_ngkp. Sebenamya saya· juga kecewa narnun tidak merij anjikan permasalahan

dan perlu diketahui memang begitulah keadaan pendidikan ilmu sepiritisme mengandung manfaat yang besar. Maka sangat baik sekali seumpama manusia bersedia mempelajari ilmu sepiritisme yang merupakan sarana atau jembatan untuk menca pai kebahagiaan atau surga. Dan perlu diketahui bahwa semua manusia pasti meninggal dunia bergantf kehidupan yang lebih abadi yaitu alam akherat, seperti yang telah saya jelaskan di atas. Maksud saya mengaj ar kan ilmu kepada umat manusia tadi akhimya ditulis pada buku bahasa Jawa, yang dijual di Toko Buku " Tan Kun Swie di Kediri.


ANALISA ISi NASKAH LATAR BELAKANG DAN PENINJAUAN ISi NASKAH

A. PENDAHULUAN. Buku Ilmu Sepiritisme yang dikarang oleh Raden Pudj ahar dj a di Surakarta ditulis dengan huruf Jawa memakai bahasa Jawa, dicetak dan diedarkan oleh Tan Khoen Swie Kediri tahun 1925 dengan tebal halaman sebanyak 48 halaman. Buku ini merupakan terjemahan dari buku aslinya yang berbahasa Belanda dikarang oleh Tn. Wepen Blommers Stertem di Batavia dan disadur ke dalam bahasa Belanda oleh Tn. Winter di Surakarta. Buku tersebut sangat mertarik untuk diteliti, di kaji, diterjemahkan dan disebar luaskan isi dan latar belakang penulisannya karena didalamnya telah memuat suatu aj aran, petunjuk, nasehat yang berhubungan dengan keagamaan, budi pekerti, sopan santun dan berbagai akibat yang akan didapatkan ora!1g-orang yang telah berbuat tidak baik, melanggar larangan agama dan norma-norma kemasyarakatan. Titik berat isi buku ini membahas masalah ilmu keakheratan yang dikupas dengan berbagai contoh bahkan seolah-olah dilu kiskan dengan sebenamya karena didalam memberikan contoh dan keadaan yang sesungguhnya dengan menggunakan ilmu Sepiritisme yaitu mendatangkan roh yang sedang mengalami pembalasan dan siksaan di akhirat. Roh itu telah bercerita sendiri kepada mereka yang masih hidup agar lebih yakin akan kebenarannya.

Dalam memberikan penjelasan waktunya telah dijadwalkan dan direncanakan secara rutin sehingga ceritera dan pengakuan dari roh yang didatangkan dapat urut dan jelas. Terlepas dari peristiwa itu merupakan suatu hal yang sungguh-sungguh ter jadi atau hanya khayalan si pengarang, namun isi, maksud dan tujuan dari buku itu sangat bagus untuk dibaca, dipelajari dan didalami isinya sebab sangat berguna sebagai nasehat, peringatan dan petunjuk kepada kita sekalian yang hidup dalam alam mo dern yang penuh dengan tantangan dan godaan ini khususnya bagi remaja, angkatan muda dan generasi penerus yang hidup nya kadang-kadang masih mengambang dan belum mantab karena sering terombang-ambingkan dengan pengaruh, situasi, keadaan dan lingkungan yang dihadapi yang penuh gej olak dan tantangan serta godaan.

B. ISi BUKU SEPIRITISME Adapun ecara singkat Buku Sepiristisme menceriterakan kehidupan seorang gadis yang bernama Mari, setelah Mari dewa sa hidup dalam pergaulan bebas sehingga hidupnya penuh de ngan kesenangan dan foya-foya tanpa mengingat akhirat yang akan dideritanya. Pada suatu saat Mari berkenalan dengan seorang pemuda yang bernama Kris. Dari perkenalan itu lama kelamaan hubung annya semakin dekat dan akhirnya mereka melakukan hubung an layaknya suami isteri. Walaupun belum menikah. Akibat hubungan gelap itu akhimya Mari mengandung sehingga Mari merasa sedih, bingung dan malu. Atas perintah dan nasehat Kris orang yang menghamili, Mari telah disuruh menggugurkan kan dungannya. Oleh Mari perintah itu diturutnya sehingga ia meng gugurkan kandungan itu. Mereka berdua merasa lega, senang dan bahagia karena kandungan bisa hilang dan tidak diketahhui oleh masyarakat luas. Mereka bisa bergaul lagi dengan bebas tanpa membawa beban yang berat. Namun sesudah Mari me ninggal, diceriterakan dalam buku itu Mari di alam kubur men derita sekali. Setiap kali ia merasa membawa bayi kecil, dan

setiap kali bayi itu selalu rnengejar Mari seraya rninta digendong. Mari rnenjadi takut lari kernana-rn ana sanipai terjatuh narnun tetap dikejar bayi itu. Akhirnya sarnpai di ternpat yang gelap gulita, Mari sernakin bingung. Pada saat itu seolah-olah ada orang yang rnengingatkan bahwa sesungguhnya bayi yang selalu rnengejar untuk rninta digendong tadi adalah bayi yang ada di perutnya sewaktu ia harnil, narnun kernudian digugurkan. Setelah digugurkan dari kandungan akhirnya nyawa bayi itu ke alarn kubur rnenunggu kedatangan Mari untuk rneminta pertang gung jawaban Mari dan untuk mernbalas kekejian Mari. Dari suara dan nasehat itu Mari rnenjadi ingat perbuatannya sewaktu di dunia dulu.Namun ia berbuat karena perintah Kris. Maka Mari menjadi sadar dan menyesal atas perbuatannya di dunia dan ternyata derita dan hukuman dalarn kubur sebagai balasan.

Peristiwa ini oleh Mari telah diceriterakan kepada orang orang yang rnengikuti perkurnpulan Ilmu Sepiritisme dengan harapan agar semua itu tidak ditiru dan jangan sarnpai dilaksa nakan oleh orang-orang yang masih hidJ.!P di dunia. Diceritera kan pula sewaktu Mari menggugurkan kandungan atas perin tah Kris, Kris juga mendapat balasan, yang telah diungkapkan oleh roh Kris sewaktu ada pertemuan orang-orang yang terga bung dalarn Sepiritisme. Kris telah memceriterakan bahwa dirinya setelah meninggal kan dunia dan masuk kedalam kubur telah mengalarni penderi taan yang pedih. Kris mulai menceriterakan keadaan dirinya waktu masih hidup di dunia. Ia waktu hidupnya mengaku ber agama Kristn narnun dalarn kehidupan sehari-harinya tidak banyak mengarnalkan aj aran agarnanya. Hidupnya merasa baha gia karena setiap kali hanya berfoya-foya dengan wanita cantik. Sudah banyak wanita cantik yang dibujuk dan dirayu sei1a diajak bennesraan. Hidupnya dari satu ternpat ke tempat lain hanya untuk mencari kepuasan dengan menggandeng wanita sehingga ia lupa dan bahkan seolah-olah tidak percaya akan pembalasan dan kehidupan di akherat nanti. Setelah berganti dari wanita yang satu ke wanita yang lain pada suatu saat Kris

bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Mari. Karena bujuk rayu Kris akhirnya Mari jatuh ke tangan Kris dan dengan rela hati telah menyerahkan segala apa yang dimilikinya terma suk yang paling pribadi. Akibatnya Mari mengandung. Sejak itu hati Mari menjadi bingung, takut dan gelisah. Demikian pula Kris menjadi tidak tenteram hatinya karena mereka berdua tidak berkeinginan sampai mempunyai anak dan tidak ingin menanggung resiko. Untuk mengatasi hal itu Mari telah meng gugurkan kandungannya atas perintah Kris. Sesudah kandungan gugur mereka berdua merasa lega dan gembira karena sudah tidak ada beban yang ditanggungnya.

Namun menurut pengakuan Kris yang sudah menjadi roh, ternyata perbuatan itu tidak hanya berhenti begitu saja. Setelah Kris akan meninggal dunia ia mulai ingat akan perbuatan hu bungan gelap dengan Mari sehingga sampai hamil serta penggu guran calon bayinya. Waktu ia mulai sadar akan dosa yang dimi likinya, ia selalu gelisah, hidupnya merasa gelap penuh ketakut an sehinga sewaktu akan meninggal tidak gampang dan mudah, tetapi penuh dengan rasa takut siksaan dan penderitaan.

Sesudah rohnya pisah dengan raganya ia menemukan keada an yang gelap gulita, tak tahu utara selatan barat dan timur ia merasa takut sekali. Akhirnya ia melihat sinar terang sekali yang belum pemah ia lihat. la takut sekali melihat sinar itu dan pergi kesana kemari ingin mencari raganya akan tetapi sudah tidak ada karena sudah dikubur dalam tanah. Kris berusaha mengham piri sinar terang tadi tetapi setelah dekat sinar hilang, situasi kembali gelap gulita. Kris menjadi takut sekali apalagi saat itu pula terdengar suara yang menakutkan seolah-olah ada suara orang yang disiksa dan merintih, mengaduh memohon ampunan karena siksaan. Tidak lama suasana tampak terang lagi dan Kris melihat suatu gambaran seperti apa yang telah ia kerjakan di dunia dulu yaitu berfoya-foya dengan berbagai wanita, berhu bungan gelap dengan Mari, sewaktu merayu Mari agar mau menggugurkan kehamilan dan semua perbuatan jahatnya nam pak jelas terulang kembali.

Akibat perbuatan itu semua kehidupan Kris di alam kubur menjadi menderita, ia disiksa, hidupnya penuh kegelapan dan penderitaan. Ia ingin ke dunia lagi untuk menebus dosanya namun sudah tidak bisa sehingga hanya penyesalan yang ada. Dari pengalaman itu akhimya Kris memberikan pesan kepada mereka yang masih hidup di dunia agar selalu berbuat baik dan beramal untuk menghadapi hidup sesudah mati. Sebab se sudah manusia mati akan memperoleh balasan apa yang sudah dilakukan di dunia.

Di dunia memang banyak godaan. Kalau tidak hati-hati bisa tergoda akhimya jiwa menjadi kotor. Kalau jiwa sudah kotor perbuatannya akan kotor atau jahat. A jiwa tidak kotor hen daknya selalu dicuci. Pencucian jiwa tidak memakai air atau sabun tetapi dengan riasehat, wejangan, khotbah dan ilmu-ilmu keagamaan.

Oleh Kris telah diingatkan pula agar jangan sampai ada orang-orang yang datang ke gereja tetapi tidak setulus hati. Mereka hanya mencari sanjungan dan pujian. Hal ini akan ber akibat tidak baik dan apabila ada godaan karena agamanya tidak kuat akan mudah tersesat. Kepada mereka yang beragama agar melaksanakan aj aran agama sei;:ara baik dimana dan kapan saja. Hal itu semua untuk keperluan hidup yang akan datang yaitu kehidupan yang abadi dan kekal di alam akherat.

C. BEBERAPA HIKMAH DAN NILAI YANG DAPAT DI AMBIL DARI BUKU SEPIRITISME.
1. Aj aran agar manusia itu jangan berbuat zinah. Dari ceritera yang terkandung dalam isi buku Ilmu Sepiritis me akan dapat kita tarik suatu pelajaran yang sangat berharga yaitu adanya larangan untuk tidak berzinah, berhubungan seks secara bebas ataupun berbuat intim sebelum menikah. Menurut aj aran agama apapun dan juga · dalam negara kita yang berdasarkan Pancasila tindakan itu dianggap sangat tidak

terpuji terkutuk dan memalukan. Memang Tuhan telah mencip takan manusia dan makhluk itu berjodoh-jodoh ada laki-laki dan ada perempuan. Mereka boleh saling bercinta, berkumpul dan hidup bersamaan. Namun harus melalui aturan yang ada. Oleh agama telah diajarkan mereka harus lewat pemikahan dulu sesuai dengan agama yang dipeluknya. Manusia untuk berhu bungan dengan lain jenis tidak bebas seperti hewan seperti apa yang disinyalir atau dikatakan sebagai "Kumpul Kebo". Apalagi dalam kehidupan alam tehnologi modem ini kadang-kadang karena pengaruh hasil tehnologi modem seperti TV, radio, video bisa merusak jiwa dan watak anak sehingga sering adanya kena kalan remaja, yang salah satu diantaranya masalah seks. Mereka ingin hidup bebas tidak terikat aturan didalam segala hal. Hal ini sebenamya sangat membahayakan kehidupan ma syarakat. Agar mereka sadar bahwa kebebasan seks, hubungan gelap, zinah adalah perbuatan yang terkutuk, sebaiknya mau membaca buku Sepiritisme tersebut. Sebab dengan perbuatan itu merupakan perbuatan yang terkutuk dilarang oleh semua agama dan dilarang oleh Allah. Kalau mereka melanggar, hen daknya ingat akan keadaan Mari dan Kris yang pernah melaku kan hal itu. Hal ini akhirnya diharapkan akan membawa keada an masyarakat yang berbudi luhur, bersikap sopan dan takut melanggar larangan agama dan larangan Tuhan.

  1. Hidup di dunia ini tempat menanarn, di akherat tempat menuai hasil tanarnan. Seperti kita ketahui bahwa ada orang yang mengatakan bah wa hid up di dunia ini hanya sementara ibarat !' wong mampir ngombe" atau orang yang hanya istirahat sejenak untuk minum dalam rangka meneruskan perjalanannya. Memang hidup di dunia ini fana, tidak langgeng. Orang sela ma hidup di dunia telah diperintah untuk menjalankan suatu kewajiban dan menjauhi larangan oleh pencipta yaitu Allah. Apabila ia melakukan kewajiban nanti akan mendapatkan pa hala dan hidupnya di akherat akan bahagia akhirnya masuk sur-

ga. Sedang yang rnelanggar larangan Allah nantinya akan rnen dapat balasan siksaan Allah dan akhirnya akan dirnasukkan neraka. lbarat orang hidup di dunia ini untuk rnenanarn sedang menunainya nanti di akhirat.

  1. Sesal kernudian tidak berguna. Dari ceritera Kris yang terrnuat dalarn Buku Sepiritisrne da pat kita arnbil pula suatu pelajaran bahwa seseorang itu biasanya akan rnerasa rnenyesal sesudah sernuanya terjadi. Mereka sebe lurnnya tidak rnau rnernikir segala tindakan yang akan dilakukan itu baik atau buruk, rnenguntungkan atau tidak. Hal ini biasa nya karena pengaruh jiwa dan watak ernosional dari orang itu.

    Narnun seseorang yang bijaksana didalarn sikap perilaku dan

tindakan yang akan diarnbil pasti dipikir dengan tenang dan hati-hati sehingga akhirnya tidak rnenirnbulkan hal-hal yang ti dak diinginkan. Pepatah yang rnengatakan · 'sesal kernudian ti dak berguna" seperti ungkapan di atas hendaknya rnenjadi pola dan dasar segala tindakah kita untuk berhati-hati dalarn rnelang kah sebab kalau tidak hati-hati dan salah langkah akhirnya kita yang akan rnernperoleh akibat disarnping mungkin orang lain. Hal ini akan tepat pula apabila kita kaitkan dengan ungkapan "nasi sudah rnenjadi bubur". "Kalau nasi sudah rnenjadi bubur berarti sudah tidak dapat diulang lagi dan akhirnya akan rnen jadikan kekecewaan dan penderitaan. Hal ini dapat diungkap kan dari perbuatan Kris sewaktu rnudanya hanya berfoya-foya dengan wanita setelah di akherat ia telah rnendapatkan siksa kernudian merasa sedih dan menyesal._ Ia ingin kernbali ke dunia untuk berbuat baik narnun sudah tidak bisa sehingga hanya penderitaan yang rnereka terirna karena penyesalan tadi tidak ada gunanya.

  1. Iman adalah pondasi untuk perbuatan baik dan pencegah perbuatan rnaksiat. Salah satu nilai yang dapat kita peroleh dari isi buku Sepi ritisme adalah adanya perbuatan rnaksiat seseorang, dikarenakan

lemahnya Iman. Dengan Iman yang kuat Insya Allah manusia tidak akan berbuat maksiat sebab Iman seolah-olah merupakan suatu pondasi dari bangunan. Kalau pondasi bangunan itu tidak kuat maka bangunan itu akan mudah runtuh dan hancur. Na murt kalau pondasi kuat dan kokoh walaupun kena pengaruh apapun akan tetap kokoh dan kuat. Seseorang apabila mempunyai Iman yang mendalam Insya Allah ia akan teringat kepada Tuhannya dimana saja. Dalam aj aran agama Islam Rukun Iman ada 6 yaitu : 1. Iman kepada Allah.

  1. Iman kepada Malaikat Allah.

    3. Iman kepada Ki tab Allah.

  2. Iman kepada Nabi/Rosul Allah.

  3. Iman kepada Qodar dan taqdir Allah.
  4. Iman kepada hari kiamat.

    Dengan dasar itu diharapkan manusia akan selalu dapat

mengendalikan dirinya. Apabila ia akan berbuat buruk ia

merasa akan dilihat oleh Tuhan dan Malaikat. la juga ingat adanya pembalasan di hari akherat sesudah kiamat nanti. Dan apabila ia akan berbuat baik hanya karena mencari ri"d ho Allah dan karena kepatuhan dalam mengamalkan perintah Allah mela lui Rosul serta sesuai dengan perintah yang termuat dalam kitab suci. Dengan modal dasar Iman, manusia akhimya selalu berse.rah diri pada Allah, tidak sombong, takabur dan mencari sanjungan. Mereka akan takut berbuat kejahatan dan melanggar larangan Tuhan sehingga keselarasan hidup di dunia dan akherat akan selalu mereka pupuk.

  1. Kesuksesan tergantung dari niat dan usaha masing-masing manusia. Sudah banyak nasehat, contoh, pengalaman nyata yang di ceriterakan oleh Mari dan Kris dalam buku Sepiritisme. Semua nya mengandung maksud sebagai nasehat kepada orang yang masih hidup di dunia agar tidak melakukan perbuatan yang di-

larang oleh Allah, perbuatan maksiat dan perbuatan jahat sebab semua itu akhirnya hanya akan menyengsarakan manusia sesu dah memasuki ke jaman kelanggengan. Di sarnping itu telah di anjurkan pula agar manusia yang masih hidup di dunia ini mau mencari sarana untuk kebahagiaan di alarn kelanggengan. Sebab orang hidup ini semua pasti akan meninggal dunia dan sesudah itu hanya dua pilihannya yaitu sorga dan neraka. Untuk itu semua terserah kepada manusia tergantung pada niat dan kemauannya, tergantung dari pengendalian diri dan ter gantung dari sikap dan perbuatan mereka sehari-hari di dunia. Kesuksesan itu hakekatnya tergantung dari niat dan usaha ma sing-masing manusia.

D. KESIMPULAN.

Dari uraian yang dikemukakan dalarn peninjauan latar be

lakang penulisan dan isi Buku Sepiritisme tersebut dapat kira nya kita ambit suatu kesimpulan antara lain : Semua agama telah memberikan aj aran bahwa kehidupan manusia di dunia ini tidak ·langgeng dan sifatnya sementara. Semua yang telah dilakukan di dunia harus dipertanggung jawabkan dimuka Tuhan. Barang siapa yang berbuat baik ·menurut perintah Tuhan akan. hid up bahagia dan sejahtera serta akan menerima kenikmatan di akherat sedang mereka yang ingkar dan melanggar perintah Tuhan akan mendapat kan siksa kesengsaraan dan kepedihan di alarn akherat nanti. Untuk menghadapi kehidupan dunia yang penuh dengan go daan dan cobaan manusia hendaknya selalu memupuk Iman, mempertebal keyakinan dengan senantiasa mencari ilmu keagarnaan serta santapan rokhani. Dengan Iman dan ilmu serta penyirarnan rokhani secara te:rus menerus Insya Allah godaan setan akan dapat diatasi dan dijauhi sehingga hidup nya selarnat.

Ajaran dan petunjuk dari Buku Sepiritisme tadi tidak hanya berlaku sewaktu buku itu dikarang namun sampai masa kini dan yang akan · datang masih sangat dibutuhkan, apalagi de ngan semakin berkembang dan majunya tehnologi modem yang kadang-kadang akan melupakan rnanusia dari ilmu ilmu keakheratan dan ilrnu agama. Maka sepantasnyalah apabila buku ini nanti setelah diterjemahkan dan dikaji ni- _ lainya dapat dijadikan bacaan bagi masyarakat luas.

•••••

··-... ·I '.

.... ) c i, J ,. '1 J t. f .. .. t f t\ l 'l
,..,.. r I ..... .:tt1 r ' •

DAFTAR PUSTAKA.. (

  1. Firth, ., Tj iri- T/iri ban Ala!'1 Hidup· Ma sia, Smur Bandung, Bandung, 1961.
  2. Jong, de, S. Dr., Sa/ah Satu -Sikap Hidup Orang Jawa, Kani sius, Y ogy akarta, 196 7.
  3. Koentjaraningrat, Prf. Dr., Persepsi Te ntang Kebudayaan Nasional, Lembaga Research Kebudayaan Nasional, LIPI, 1982.

    4.---, Manusia Dan Kebudayaan Indonesia, Dj embatan,

Dj akarta, 1969.

  1. Padmasukatja, E., Ngengrengan Kasusastran Djawa, Hien Hoo Sing, Jogyakarta, 1958.
    6.---, Pe doman Alih Aksara, Proyek Penerbitan Buku Sas tra Indonesia Dan Daerah, Departernen Pendidikan Dan Kebudayaan,. 1981.
  2. Prawiraatmadj a, Bau Sas tra Djawa Indonesia I dan //, Gu nung Agung, Jakarta. 1981.
  3. Poedjosoedarmo, Soeporno dkk., Tingkat Tutur Basa Jaw a, Pusat Pe mbinaan Dan Pengernbangan Bahasa, Depar temen Pendidikan Dan Kebudayaan, Jakarta, 1979.

    9. Poerbatjaraka, R.M.NG. Prof. Dr., Kepustakaan Djawi,

Djambatan, Dj akarta, 1964.

10. Tim Peneliti, Ungkapan Tradisional Sebagai Sumber Infor

masi Ke budayaan Daerah Jawa Te ngah, Proyek IDKD Jakarta, 1984.