SISAKERTAS.5
Domestikari Kovapinar Waboh
Kapitalire
Soni lcentemperer
Future of the eorth
Membmrwh Walitn Selagoy Ppon dayg
DiSantra Corona
山todong Negara
Coohing is fur Berite tu yay anch
Subvers: dan Teklars diDominari Moshulinitas
introduk-
Wabah Kemalasan dan Lingkaran Setan
SHIT!
"Kebosanan adalah ibu dari segala sesuatu yang bergerak" -Seorang Teman, yang tak mau disebutkan namanya-
Terdapat beberapa organ vital dalam tubuh manusia yang mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Otak sebagai pusat kendali dan memori, jantung memompa darah, paru-paru pengatur pernafasan, ginjal mengolah sisa-sisa pencernaan dan seterusnya. Bisa dibayangkan jika salah satu organ itu rusak dan berhenti bekerja, maka nyawa yang jadi taruhannya.
Seperti halnya zine ini yang 2 tahun lalu tidak hanya mengalami kerusakan, tapi sempat kehilangan salah satu organ vital tersebut. Padahal tema sudah ditentukan, beberapa tulisan terkumpul dan layout nyaris rampung dikerjakan. Tapi apa boleh buat, niat itu terhalang oleh insiden penangkapan salah satu kawan kami. Seketika itu juga daya tahan konsistensi yang kami jaga jebol. Kami diserang virus murung, geram kemudian tumbang. Singkat cerita, sebenarnya ini tidak jauh-jauh dari pembenaran atas rasa malas, tapi bagaimanapun kesan dramatis dalam bercerita itu tetap dibutuhkan.
Belakangan kondisi kami mulai membaik karena banyak kawan-kawan yang menanyakan kabar perihal kapan zine ini akan kembali terbit. Ada yang dengan nada basa-basi, ada yang dengan raut muka serius, ada yang semacam menuntut pertanggungjawaban moral ataupun dengan gelagat menantang. Tidak masalah. Kami justru melihatnya sebagai suntikan dosis semangat untuk kembali menerbitkan zine ini. Bahkan keajaiban datang, organ vital yang sempat hilang itu kembali pada tempatnya semula untuk melanjutkan perannya. Rasanya kami tak perlu menyebutkan namanya. Bukan apa-apa, kami hanya tidak mau menyentuh jiwa ke-ge'eran-nya.
Ditambah lagi dengan situasi yang seperti sekarang. Tentu banyak waktu yang bisa digunakan untuk melakukan hal lain selain aktivitas primer-reguler seperti kuliah, bekerja ataupun menyelsaikan urusan keluarga. Bukankah ini salah satu yang diharapkan oleh banyak kawan-kawan? Yaitu lebih banyak waktu luang untuk bisa menyalurkan hasrat dan kesenangan.
Sialnya kondisi saat ini pula yang membuat beberapa dari kita semakin resah. Salah satunya karena fondasi finansial yang sedang goyah. Bahkan mungkin hampir roboh karena tekanan beban biaya hidup yang semakin bertambah. Pengeluaran pasti, sedangkan penghasilan tak menentu. "Nyowoku wis sak gulu iki, pek! Lak ngene carane ta njarah alus alias njaluk-njaluk ae nang indomaret", celetuk melas seorang teman yang memang sering sambat, jauh sebelum korona datang.
Namun betapa beruntungnya kami punya satu teman lagi yang baik hati. la seorang pemodal usaha toko musik online yang tidak seberapa laku dan record label yang hampir bangkrut. Dengan kelapangan hatinya, ia menyisihkan (ralat: menyerahkan) 100% hasil dari penjualan beberapa rilisannya kepada teman-teman yang saat ini menyandang status sebagai pekerja upah murah, buruh harian hingga pengangguran lepas yang penghasilannya berkurang. Masya' Allah, sungguh engkau termasuk golongan muhsinin. Surga bagimu, kamerad!
Itu baru satu hal. Bagaimana dengan dampak yang lainnya? Sepasang kekasih yang tak lagi bertemu, janji kencan yang tidak ditepati, kado ultah yang belum sempat diberikan, rindu yang tak terbayar, acara musik yang batal dilakasanakan, beberapa pemuda yang tak lagi mengangkat gelas selepas bekerja. Dan seterusnya dan seterusnya.
Ahh.. Seakan-akan kita sedang menaiki anak tangga kegetiran. Pola keseharian hidup seperti sekarang seolah hendak menyeretmu ke dalam lingkaran setan yang mengajarimu satu hal: ketidakberdayaan.
Oleh karenanya, sebagai pengganti bertatap muka sembari mengecoh kejenuhan, kami mengajak beberapa teman untuk menuliskan apa saja yang dirasakan maupun dilakukan saat di rumah. Boleh berupa review film, buku, lagu, artwork bahkan omong kosong konspirasi dan ceramah geopolotik sekalipun kami terima.
Kami berharap edisi ke-5 ini bisa menjadi salah satu saluran kegelisahan yang saat ini sedang dirasakan teman-teman. Memang zine ini tidak mampu menjadi obat mujarab atas kanker permasalahan hidupmu. Namun apapun yang terjadi setelah ini, setidaknya kita akan mengingat bahwa kita telah berupaya sebaik mungkin melalui tahun ini. Kita tidak mengisi masa beranjak tua dengan menyebalkan dan berakhir menyedihkan karena digerogoti kebosanan.
Dan yang terakhir,semoga wabah kemalasan tidak lagi menempel di tubuh kami. Tetap jaga kesehatan diri dan keluarga kalian. Sampai bertemu ketika sampar laknat ini berakhir. Salam hangat dan peluk jauh.
Kontributor dalam zine ini: Imajinasijoker, Edrea, Achazajran, Icek, Menebarterror, Keyboardlaptop, Ratracecycle, Suwexgrex, Canty, Andrykurniawan, Tsnfit, Dennyminus, Liviamelda, Emiliarodriguez, Andre, Zidnichaniago, Andtarpriant, Iddowildan, Taufikrahman, Meteorrosada, Ndimashoe, Wahyuekasetyawan, Adistyalucky,
Cover: Dennyminus. Layout: Ratracecycle.
contact us: @sisakertas [email protected]
Refleksi Atas Pandemi: Bangkitlah
Gerakan Sosial!!!
atau Pembahasan mengenai Covid-19 ekonomi, sosial dan politik. Banyak hal-hal di luar Coronavirus Disease 19 sebenarnya sudah terjadi selama ideal yang pandemi ini banyak dibahas oleh beberapa orang, baikbertransmisi luas, menjalar ketitik-titik dalam skala global ataupun skala nasional. permukiman, menciptakanketidakteraturan Tentu kalau memasukkan data, setiap hari secara natural. Tentu kondisi ini tidak berdiri sendiri, ada faktor turut akan berubah terus, baik negara yang sudah yang mengalami fase puncak atau baru merangkak melatarbelakanginya. menuju fase tersebut. Lonjakan mereka yang terpapar epidemi ini di seluruh dunia hampir Wajah Kekuasaan Oligarki mencapai satu juta lebih, dengan angka kematian yang berada di kisaran 150 ribuan Pertama, ialah peran pemerintah yang tak acuh dengan adanya transmisi Sars-Cov-2 virus orang, tetapi angka kesembuhan juga berangsur membaik ada di kisaran angka 500 penyebab Covid-19, terutama persebaran masif ribuan orang. Negara-negara dengan angka dari manusia ke manusia, semacam turbulensi orang terpapar epidemi ini didominasi oleh natural atau situasi yang tak dapat diprediksi negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, bergerak mengitu alur yang tak beraturan. Ini Italia, Spanyol, Jerman, Inggris dan China, dapat dilihat dari beberapa arsip, penulis akan tetapi bukan berarti negara-negara yang menggunakan hasil riset dari LP3S yang dianggap kurang maju juga tidak terpapar, mengatakan pemerintah melakukan pernyataan terbukti banyak juga negara-negara Asia blunder sebanyak 37 kali.² Dari mereka yang Tenggara yang terpapar ganasnya epidemi menolak hasil riset Havard, sampai argumentasi ini.1 menyepelakan dan fatalistik. Kemudian ada juga kebijakan-kebijakan yang dinilai hanya gimmick Indonesia sendiri merupakan negara yang semata, tak pernah serius dalam melakukan turut terimbas epidemi ini, berangsur-angsur mitigasi Covid-19. mengalami lonjakan yang signifikan. Dari awalnya hanya beberapa provinsi, kini meluas Kedua, pemerintah gagal dalam menjalankan hampir di seluruh provinsi yang berjumlah 34. fungsinya sebagai organisasi, di mana mereka Tentu kondisi ini menciptakan situasi yang tidak melakukan apa yang namanya partisipasi benar-benar di luar harapan, kekacauan mulai dalam pengambilan keputusan. Mereka menolak terlihat akibat dari revolusi virus ini. Dari aspeksaran dan pandangan ilmiah dari masyarakat
f
baik soal wacana karantina wilayah atau oligarki ini. Belum lagi kita melihat kelakuan staf populer ala kekinian dengan sebutan lockdown, khusus milenial hingga menteri,yang sampai soal kelangkaan alat peralatan medismendapatkan benefit dari program pemerintah. dan sebagainya. Bahkan banyak rumah sakit Terbaru yakni program kartu pra-kerja yang yang tidak siap, komersil dan semakin melibatkan ruangguru hingga startup lainnya, menjaditidakjelas. membuat situasi sampai perusahaan salah satu stafsus yang Menunjukan adanya pembajakan sistem yangdimasukkan dalam program mitigasi epidemi ini. ada saat ini, status quo dipertahankan dan dilanggengkan oleh borjuasi berkuasa danTentu, wajah illiberal democracy merupakan pemilik modal yang hanya ingin mengambilwujud dari transformasi kuasa kala sisa-sisa keuntungan sendiri. Orang biasa menyebut inikroni oligarki sultanistik Suharto, berhasil sebagai oligarki meminjam istilah dari Wintersmenghimpun kekuatan, kekayaan untuk merebut dalam bukunya yang berjudul Oligarch (bacakekuasaan melalui skema demokrasi liberal atau pada halaman 6-38). fase reformasi. Di mana desentralisasi kekuasaan dijalankan, modal dibiarkan bebas Ketiga, tumbuh suburnya praktik otoriarianismebersaing, munculnya UU liberal seperti dalam aneka wujud. Seperti pelibatan militerkesehatan, ketenagakerjaan dan pendidikan. Semua disemi-privatkan sampai privat hingga intelejen dalam melakukan penanganan pandemi ini, peran penuh polisi dalamsepenuhnya. Mereka memasuki ruang-ruang penanganan pandemi ini, tanpa ada protokoltersebut, karena yang turun hanya Suharto yang jelas. Sehingga sering dilakukan denganbukan kroninya, seperti Bob Hasan, Surya Paloh, cara-cara represi dan keluar dari tugas sertaIbnu Sutowo sampai Wiranto hingga pendekar orde baru yang abadi Luhut Binsar. Pola ini telah fungsinya. Tidak hanya itu, transparansi juga
tidak jelas. Data yang ada ditutup-tutupi, dijelaskan secara gambalang oleh Vedi Hadiz
sehingga publik tidak tahu kondisi terkini dandan Richard Robinson dalam Reorganizing menghambat kerja-kerja ilmiah yang sifatnyaPower in Indonesia: The Politics of Oligarchy in an Age Markets. prediktif. Pembatasan informasi ini juga merupakan wujud dari surveillance power di mana negara melakukan pengawasan ketat,Refleksi Kritis Pentingnya Kesadaran Politik represisf dengan tujuan pendisiplinan tetapi dalam konteks mempertahankan status quo,Situasi inilah yang tampak sebagai suatu realitas jika berkaca pada diciplinary power yangyang dengan gamblang kita hadapi, khususnya dituliskan oleh Foucault dalam Power andsaat pemerintah tidak mau melakukan mitigasi di terakhir Polriawal pandemi. Karantina wilayah sudah sangat Knowledge. Bahkan, mengeluarkan telegram soal penghinaan Sosial terlambat, munculnya Pembatasan presiden dan pejabat selama Covid-19, yangBerskala Besar (PSBB) tidak cukup mampu sangat anti demokrasi. Hal ini mengingatkanmembendung transmisi epidemi ini. Ditambah kita tentang dominasi kuasa Big Brother dalamkacaunya sistem kesehatan nasional yang novel Orwell yang berjudul 1984. komersil dan tidak siapnya fasilitas kesehatan kesejahteraantenagakesehatan hingga Keempat, bekerjanya praktik-praktik kolusi dan(terdapat pergerakan yang hebat, dari awalnya nepotisme. Berangkat dari struktur negaraapolitis kini menjadi politis dan berani via a vis oligarki yang mana elite borjuasi dan korporasidengan pemerintah), sampai minimnya riset yang berkuasa. Maka negara dalam hal ini telahpenemuan vaksin. Semua kebijakan dalam dibajak oleh segelintir orang yang inginwujud regulasi yang diturunkan hanya berpikir merampok negara, dengan tujuan akumulatifsoal ekonomi makro, seperti insentif utang, dan dan berkuasa. Sudah sesuaidengan bagaimana menjaga iklim investasi. Tidak ada Winters. contoh penjelasan Seperti pikiran lain yang merujuk ke bagaimana warga dilanjutkannya pembahasan Omnibus Lawnegaranya, bagaimana ini menjadi pelajaran hingga pemindahan ibu kota yang sangatberharga, bagaimanaini menyadarkan bertalian dengan modal besar, kawan-kawanpengambilkebijakan tentang pentingnya bisa membaca kajian dari Jatam Nasionalekosistem, dan bagaimana warga negaranya (jatam.org) yang membahas secara konkrit soal sadar tidak apolitis dalam menghadapi
disruptifnya oligarki ini. Fase-fase inilah yang sedang terjadi, jangan bicara karantina wilayah dan aneka macamnya. Semua orang berteriak karantina wilayah,Selama kesadaran politik kita masih pada fase bekerja di rumah saja, tapi tidak membaca situasinaif, sudah tahu siapa yang harus diluruskan sosial yang ada. Selagi tidak ada jaminan sosial tapi masih menolak untuk bergerak bersama. dan kesehatan mustahil melakukan karantinaKita sudah tahu siapa yang berkuasa dan dari wilayah yang efektif, buruh butuh makan, pekerjakelas mana, dan kelas mana saja yang tertindas hari ini, namun politik kelas kita stagnan tak informal butuh makan, petani dan nelayan juga butuh makan. Jika mengusulkan karantinapernah beranjak. Jangan harap ada perubahan wilayah, tetapi tidak ada jaminan sosial danyang mendasar, jikalau masih berpangku tangan pada borjuasi nasional yang menindas kesehatan serta sistem kesehatan nasional yang tidak komersil, jangan harap ada perubahandengan semangat populisme naifnya. yang mendasar dari penanganan pandemi ini. Sekarang yang dibutuhkan adalah kita mampu Kita melihat banyaknya polisi bahkan satpol pp berpikir kritis dan bergerak, mengedepankan keberlanjutan ruang hidup. Tidak terjebak yang mengusir pekerja informal, tetapi mereka tidak memahami jika mereka terpaksa dalam humanitarian pro status quo, tetapi lebih dari itu yakni ekologi sosial. Berbicara tentang menantang maut. Sementara mereka yang marah-marah mendapatkan gaji bulanan yang demokratisasi hingga pembebasan bertahap melalui serangkaian pembentukan kesadaran pasti, berasal dari pajak mereka-mereka juga. Kini bahkan ada satu juta lebih buruh yang kelasyang masif. Mulai membangun pendidikan politik yang serius, mulai bergerak dirumahkan dan PHK sepihak tanpa kejelasan.3 Pangan kini juga terancam karena lumpuhnyayang serius dan mulai membangkitkan lagi alur distribusi, sampai permainan spekulan yang persatuan dalam wujud politik alternatif. membuat ketahanan pangan terancam. Nelayan Covid-19 adalah revolusi natural dari juga mengeluhkan penurunan yang bertujuan, mikroorganisme tak seharusnya ini menjadi titik balik dari gerakan penjualan ikan, serta mahalnya harga bahanrakyat yang ternina bobokan selama ini. bakar untuk melaut. Berbicara karantina wilayah, maka harus berbicara hak-hak warga negara. Referensi Bukan represivitas sepihak yang tujuannya untuk Robison, R. and Hadiz, V.R., 2005. Reorganising power in Indonesia: The menciptakan kepatuhan, bahkan juga didukung politics of Oligarchy in an age of markets: BIES 41 (1), April 2005. oleh upaya pendisiplinan melalui intelektualWinters, J.A., 2011. Oligarchy. Cambridge University Press. Foucault, M., & Gordon, C. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews tradisional, hegemoni berjalan dari yang sifatnya and Other Writings, 1972-1977. New York, Pantheon Books. represif hingga ideologis. Semua menjadi wujud Althusser, L., 2014. On the reproduction of capitalism: Ideology and ideological state apparatuses. Verso Trade. negaramu benar-benar dalam fase puncak otoritarian populis.
3https://tirto.id/korban-phk-butuh-bantuan-konkret-bukan-pelatihan-kartu-prakerja-eNVw
HEMIH
QUARANTINE
MENJAGA
KEWARASAN
dan terberkatilah
Tuan Yonnegut
/1/
Pada satu senja sore yang sudah jauh dari sekarang dan dinginnya sungguh jahat, beberapa pemilik warung kopi di kompleks tanah lapang -- yang terbentang seolah-olah mengawal kedua sisi Jalan Ikan Tombro, Mojolangu, Malang -- mulai membuka dan menyiapkan lapak jualan mereka. Tanah lapang di jalanan Ikan Tombro yang disulap sedemikian rupa menjadi kompleks warung kopi merupakan salahsatu sudut paling ramai dan cukup asyik untuk ngopi di Malang.
sesuai pemilik warung kopi selera masing-masing di dalam ruangan ditambah dekorasi pemanis lainnya, atau di pelataran yang beratapkan langit, siapa pun bisa memilih beragam sajian kopi (atau varian minuman lain) dan penganan sambil menikmati beberapa jengkal sawah yang masih tersisa di situ atau iseng memerhatikan tingkah laku pengunjung / penikmat kopi lainnya. Seiring menggelapnya langit malam, semakin ramai orang yang datang dan biasanya mereka tiba secara berkelompok: mulai dari sekumpulan mahasiswa (sok) nyeni dan (sok) kritis, sampai golongan pekerja yang tampil perlente namun gagal menyembunyikan kejenuhan kerja harian di raut wajah. Bersama seorang kawan perempuan (yang selalu menyegarkan saat diajak mengingat-ingat kebodohan masa lalu
- IMAJINASIJOKER
mencari eskapisme di antara kerumunan yang ada di situ.
Mbak T-- adalah kawan mengobrol yang asyik, dan kami pernah berpacaran sewaktu SMA (Sekolah Menengah Atas) di Pasuruan. Sejak sempat berjumpa kembali untuk kali pertama beberapa bulan yang lalu, setelah samasekali hilang kontak usai lulus SMA, kami menyadari satu hal bahwa saya dan Mbak T-- masih punya selera tema obrolan yang sama tentang buku bacaan dan -- tanpa aba-aba -- kami menjadi lebih sering berinteraksi via pesan WA
rutinitas harian dan bentangan jarak untuk bertatap-muka langsung dalam waktu yang relatif singkat, untuk sekadar bertemu demi melupakan kewajiban apa pun, entah itu di Surabaya atau Malang.
Sementara saya memarkir motor matic pinjaman, Mbak T-- memilih salahsatu bangku kayu di teras Culture Coffee dan menyampaikan pesanan kami ke pemilik warung. Kali ini kami duduk bersebelahan, bukannya berhadap-hadapan, dan setelah mengatur posisi senyaman mungkin di sebelah kanan saya, Mbak T-- memeriksa ponsel-cerdasnya sambil membuka obrolan: "Jadi, gimana caramu menjaga kewarasan troy?"
Alih-alih menjawab, saya lebih memilih untuk membual tentang cuaca Malang yang semakin
Dengan beberapa bangku kayu yang diatur (WhatsApp) serta sesekali berupaya mengakali
dan mengasihani diri sendiri) bernama Mbak bangsat akhir-akhir ini sebab kami sama-sama T--, saya menjadi salahsatu orang yang tahu bahwa itu adalah pertanyaan retoris. Meski
begitu saya memendam pertanyaan Mbak T-- yang khas. Saat membaca buku-buku tersebut dan memikirkan jawabannya di dalamVonnegut, saya merasa diajak untuk belajar batok kepala saya sendiri. lebih banyak tentang sosiologi, sejarah, sains-fiksi, humor, filsafat, dan antropologi dengan cara menyenangkan yang tidak bisa /21 ditiru begitu saja oleh penulis-penulis lainnya. "Jadi, gimana caramu menjaga kewarasan troy?" Vonnegut menggunakan humor dengan cara khusus yang menyegarkan, dan dia percaya Satu hal yang langsung terlintas di batok kepala bahwa itu adalah satu-satunya cara bagi kita -- saya untuk menjawab pertanyaan semacam itu saya dan kamu -- untuk menghadapi dan adalah membaca buku. Selonjoran menonton filmmengakali hal-hal mengerikan yang dihasilkan unduhan ilegal di laptop, atau leyeh-leyeholeh tatanan khayalan masyarakat modern. mengisap rokok dan menikmati secangkir kopihitam, merupakan jawaban yang mengekor Enggak perlu adanya kecocokan ilmiah atau selanjutnya. Dan satu nama penulis yang selaluperangkat interpretatif untuk memahami bisa membantu saya tetap waras adalah mendiang maksud tulisan Vonnegut. Ketika membaca Kurt Vonnegut: si keparat bangsat dengan seleraberbagai macam tulisan Vonnegut, saya juga serasa melahap karya dari pikiran manusia humor gelap yang kurang ajar dan penuh sarkasme menyegarkan untuk menertawakan, yang mengalami trauma dan depresi karena sekaligus mengutuk, kedangkalan dan kebiadaban telah menjalani serangkaian hal tidak rutinitas pola hidup manusia. mengenakkan di dunia yang kejam. Vonnegut adalah seorang ahli kimia yang banting setir Saya telah menganggap Vonnegut sebagai menjadi jurnalis, sekaligus pernah bergabung salahsatu penulis favorit saya sepanjang masa, dengan Angkatan Darat Amerika Serikat dan sekaligus juga salahsatu sosok yang setia ikut berlaga dalam Perang Dunia II. menemani masa-masa remaja saya, sejak Pengalaman yang didapatkan oleh Vonnegut membaca karya tulisnya untuk pertama kali selama perang tersebut punya pengaruh yang semasa SMA. Vonnegut lahir pada tanggal 11 sangat besar dalam kehidupan personal dan November 1922 di Kota Indianapolis, Amerika karya-karya tulisnya. Serikat, dan namanya selalu masuk dalam daftar penulis fiksi terbaik abad ke-20 yang disusun oleh Vonnegut adalah sosok yang jauh lebih lucu pengamat dan pencinta sastra mana pun setelah ketimbang para penulis komedi, jauh lebih publikasi koleksi cerpen (cerita pndek) pertamanya pemarahdaripada kebanyakan penulis dengan judul Report on the Barnhouse Effect pada teori-teori kiri yang (sok) serius, jauh lebih tahun 1950 dan menerbitkan novel pertamacerdas ketimbang penulis-penulis sains yang berjudul Player Piano pada tahun 1952. Vonnegut kesepian, dan jauh lebih jujur daripada merupakan seorang ateis dan humanis yang selalu dia moralis-bau-amis doyan onani: skeptis dan sinis terhadap nilai dan moral menembakkan keriangan yang tajam dan konservatif, yang merupakan hasil dari proses menohok tepat pada titik-titik halus tumbuh-kembang dalam lingkungan keluarga kemunafikan, dehumanisasi, dan arogansi. pemikir-bebas (freethinker).Dengan ketulusan yang tidak kenal lelah dan tanpa henti, Vonnegut -- seorang penulis Vonnegut mengembangkan gaya penulisan yang jahanam yang tidak pernah kehilangan khas dengan keanehannya, tetapi tidak terlalu sulit kata-kata-- selalu berhasil membagikan untuk dicerna dan dikenali: dia bukan cumakeprihatinan dan pendapatnya tentang topik sekadar penulis fantasi sains-fiksi a la kadarnya, sensitif dan penting. Vonnegut menghapus berbagai macam ilusi dan khayalan demi bisa dibilang bahwa dia adalah seorang realis namun bukan hasil kloning Emnest Hemingway.kasi-tunjuk kenyataan-kenyataan dunia yang Vonnegut selalu memberikan dosis realisme yangtidak menyenangkan dalam upayanya untuk kuat di setiap tulisan-tulisannya, kemudianmeyakinkan kita betapa perlunya humanisme dipadu-padankan dengan satire dan humor gelap,yang waras secara radikal. Karya-karya tulis tetapi substansi tulisannyalah (yang lucu dan tanpaVonnegut adalah suara lembut yang sudah tedeng aling-aling dalam intensi politisnya) yangmembimbing saya melintasi ruang tanpa membikin dia menjadi salahsatu penulis jempolankehendak bebas, sebuah tempat suram yang
penuhdengan kekerasan dan dihuni oleh /3/ orang-orang edan untuk mengungkapkan -- pada Buku A Man Without a Country, atau Manusia akhirnya -- bahwa dunia distopia semacam itu Tanpa Negara (cetakan pertama, April 2018) sebenarnya cuma berada selangkah kaki di luar hasil terjemahan Wawan Kurniawan dan Lutfi jendela kandang kontrakan saya. Mardiansyah yang diterbitkan oleh Cantrik Pustaka, adalah sesuatu yang saya sarankan Sepanjang hidupnya, Vonnegut telah menulis 14 kepada Mbak T-- untuk dibaca ketika novel, delapan naskah film dan pertunjukan di antara momen-momen sandiwara, delapan buku koleksi esai dan tujuh buku senggang keruwetannya melakoni peran sebagai istri kumpulan cerpen, menghasilkan ratusan artikel, sempat berusaha bunuh diri, dan tidak pernah luputyang baik bagi suaminya sekaligus pekerja kesayangan bosnya. Buku dengan formasi 14 menggasak rokok Pall Mall dengan mesra sampai esai ini, tambah saya pada Mbak T--, sangat kematian memisahkan mereka berdua. Pada tahun 1997, setelah menerbitkan novel Timequake, cocok untuk individu yang benar-benar percaya pada kasih sayang dan kebebasan. Vonnegut bersumpah bahwa dia enggak bakal T-- Mbak cuma meresponsdengan menulis fiksi lagi. Delapan tahun kemudian, koleksi membetulkan letak kepalanya yang mulai esai Vonnegut yang berjudul A Man Without a melorot dari pundak kanan saya dan Country menjadi buku paling laris di pasar Amerika Serikat: ditandai oleh eksplorasi tematik yang sangat kemudian bilang: “Nanti kucari bukunya di isu Surabaya. Makasih." berani, dia berupaya untuk memeriksa kontemporer yang paling mendesak dari sudut pandang pemikir-bebas yang segar dan memesona. Vonnegut adalah pendukung organisasi nirlaba ACLU (American Civil Liberties Union) “Dimulai ketika aku baru berusia dua belas tahun, yang taat dan seorang pembela humanisme aku tidak pernah merokok apa pun kecuali kretek yang setia. Vonnegut pernah menjabat sebagai Ketua Kehormatan AHA (American Pall Mall. Dan selama bertahun-tahun sampai sekarang, tepat di bungkusnya, Brown & Williamson Humanist Association, atau Asosiasi Humanis Amerika), mencomot tulisannya sendiri, telah berjanji akan membunuhku. Tapi sekarang umurku delapan puluh dua tahun. Terima kasih "setelah menggantikan ketua sebelumnya, penulis fiksi ilmiah termasyhur Isaac Asimov banyak, dasar omong kosong busuk." dalam kapasitas yang sepenuhnya tanpa fungsi".
Manusia Tanpa Negara merupakan buku kumpulan esai nonfiksi yang mencakup berbagai macam subjek padat (sebagian besar gerutu Vonnegut di sini berasal dari tulisan-tulisannya di kolom In These Times, majalah progresif-kiri yang terbit bulanan antara tahun 2003 dan 2005) dan saya
PALL MALL FAMOUS CIGARETTES
merasa Vonnegut di sini memang tidak untuk berusaha mengajak siapa pun menyelami lintasan plot cerita konvensional. Buku cerdas dan filosofis ini kasi-tunjuk gambaran besar tentang keprihatinan (dan tatanan kebencian) Vonnegut terhadap khayalan masyarakat modern.Vonnegut berkhotbah tentang penuaan, ketergantungan padateknologi, seni,
WHEREVER PARTICULAR
CONGREGATE
PEOPLE penyakit mental, rumus penulisan / kerja
kreatif untukmempertahankan sedikit kebahagiaan adadi dunia, yang perpustakaanumum, perang, kematian,
dansemulia yang kontrol media-massa, penggunaan tanda baca kami bisa tanpa "titik-koma” di sebuah tulisan, eksistensialisme, mengharapkan imbalan atau hukuman di mencandu rokok, dan bahan bakar fosil.
"Bolehkah aku mengatakan yang sebenarnya? Maksudku ini bukan berita TV, kan? Inilah menurutku kebenarannya: Kita semua, dalam keadaan menyangkalnya, adalah pecandu bahan bakar fosil. Dan seperti banyak pecandu menghadapi kondisi yang tak disangka-sangka itu, para pemimpin kita sekarang ini melakukan kejahatan bengis demi mendapatkan apa yang tersisa dari sesuatu yang kita candu itu."
Buku ini dibuka dengan esai berjudul “Sewaktu
selonjot kenangan awal Vonnegut tentang lelucon atau komedi. Sebagai anak bungsu, kata Vonnegut, lelucon memungkinkannya untuk "masuk ke dalam percakapan orang dewasa”. Komedi, lanjut Vonnegut, membantu meringankan
ketika membantu Vonnegut dan sesama tawanan Perang Dunia II bertahan dari serangan bom di Kota Dresden, Jerman. Mengidentifikasi gelak tawa sebagai katarsis untuk menghadapi tragedi
"gelak tawa dangkal yang dibuat-buat” dengan Laurel dan Hardy yang menginspirasi “tertawa hingga terpingkal-pingkal": Hope adalah seorang pelawak dengan kemampuan melucu a la
akhirat kelak" Vonnegut konsisten mencemooh dan tidak sepemikiran dengan ras manusia. Secara khusus, tabiat arogan manusia yang gemar merusak lingkungan dan saling menindas satu sama lain membikin Vonnegut gusar dan berang, bahkan hal itu terkadangmenghilangkan selera humor cerdas dannyelekit: gelapnya yang "Kebenaran terbesar yang harus dihadapi sekarang -- apa yang pada saat sekarang mungkin membuatku menjadi tidak lucu selama sisa hidupku -- adalah menurutku orang-orang sama sekali tidak peduli apakah
Judul buku kumpulan esai ini mendeskripsikan Vonnegut secara gamblang: seorang manusia tanpa negara. Dan jika kamu masih percaya dengan ilusi dari tatanan khayalan negara,
dibantah tentang betapa negara hanyalah sosok bajingan yang doyan melakukan aksi tipu-tipu secara kejam dan mengerikan. Vonnegut tidak pernah mengagumi teknologi
terkemuka di Amerika Serikat -- bukan mengecam teori evolusi, tetapi mengolok-olok praktik evolusi yang sudah mengubah dan membikin Sapiens bertumbuh-kembang dari
salahsatu contoh perpaduan tragedi mengerikan
pesona buku koleksi esai ini.
Tidak seorang pun, sepengetahuan saya yang
oleh Vonnegut dalam buku koleksi esainya ini. Sebagai seorang humanis yang terkenal -- sebuah kredo yang didefinisikan oleh Vonnegut sebagai upaya untuk “mencoba bersikap sebaik, seadil,
cara yang paling efektif untuk terus-menerus
pendukung kehidupan di Bumi.
Dan, pada 11 April 2007, sistem pendukung
“Aku mohon maaf kepada kalian semua yang
seusia dengan cucuku. Dan banyak dari kalian yang membaca ini mungkin seusia
kecil, aku adalah anggota keluarga paling muda”, planet ini akan terus bertahan atau tidak."
setelah membaca buku ini kamu bakal penderitaan hati yang berat saat melalui masa-masa Depresi Besar, persis sama seperti mendapatkan gambaran yang tidak bisa
danketakutan /kecemasan, Vonnegut atau perangkap kemajuan lainnya, dan dia salahsatu kritikus evolusi membedakan antara Bob Hope yang menginduksi merupakan
kadarnya dan “tidak pernah menyebut-nyebut hewan anggota genus Homo menjadi spesies sesuatu yang berat", sedangkan Laurel dan Hardy yang terlampau pintar dan terlalu licik dan menyiratkan tragedi yang mengerikan sehingga sangat angkuh. Vonnegut menjelaskan fakta duo komedian itu “terlalu manis untuk bertahan bahwa manusia adalah makhluk hidup yang kasar dan menjengkelkan. Dengan hidup di dunia ini dan berada dalam bahaya mengerikan sepanjang waktu ... bisa dengan memanfaatkan perang dan perusakan apa begitu mudahnya terbunuh". Itu merupakan pun, manusia telah menemukan salahsatu
melibas sistem dan humor murni yang meruapkan wawasan dan dan menghancurkan
cupet ini, pernah mengeluh dan mencibir kalau kehidupan personal Vonnegut berhenti bekerja Vonnegut adalah individu yang ambigu atau tidak dan dia akhirnya mati karena cedera otak di usia 84 tahun, beberapa pekan setelah dia jelas juntrungannya. Dan saya enggak terkejut dengan pandangan-pandangan yang diungkap terjatuh dari tangga di rumahnya sendiri.
dengan cucuku. Mereka, seperti kalian, sedang dicekoki dan dibohongi dengan cara muluk-muluk pekerja di warung langganan pada jam makan oleh badan usaha dan pemerintahan para Bayi siang. Kebanyakan mereka adalah karyawan Pendentum kita." minimarket dan penjaga distro pakaian di sekitar situ. Pada momen semacam itu mereka Buku Manusia Tanpa Negara adalah prosa biasanya duduk secara berkelompok di warung sederhana yang pas untuk mulai mengenal makanuntuk menikmatijam istirahat, kecerdasan dan kebangsatan sosok Vonnegut. melonggarkan setelan baju kerja dan roman Pendek kata, membaca buku ini seolah-olah muka, mengelus layar ponsel-cerdas sedang berada di teras depan rumah dalam
sepuasnya, serta tidak jarang pula saling
suasana santai yang melodius untuk membacot dan kemudian tertawa bergosip ngalor-ngidul dengan seorang sahabat karib yangsekencang-kencangnya. Mereka adalah menyenangkan -- lengkap dengan hidangan orang-orang pengisi sejengkal ruang di sepiring pisang goreng hangat, dua cangkir belakang meja-meja kerja kantoran atau kopihitam pahit atau tiga-empat botol arak lokal, penghuni pojokan untuk mengawasi barang dan beberapa bungkus rokok Pall Mall. Di antara dagangan, sekelompok pekerja berdandan sinisme, satire, kritik pedas, dan pancaran entropi, necis dan bergaya sekeren mungkin untuk Vonnegut selalu berhasil membikin saya melewati rutinitas harian yang melulu itu-itu tersenyum penuh kelegaan di pusaran banalitas saja: meninggalkan rumah untuk menempuh harian yang makin tengik. jalanan penuh polusi menuju tempat kerja, dan di sana, mengoperasikan hal klise yang sama dengan cara monoton selama delapan sampai sepuluh jam yang menumpulkan otak saban
Kurt Vonnegut harinya.
Pada jam istirahat kerja, aktivitas monoton yang klise itu hilang sejenak. Para pekerja berinteraksi secara lebih rileks, melepaskan hiasanartifisialkhas karyawan untuk menggosipkan apa pun yang tidak sempat diobrolkan pada jam-jam kerja. Di meja-meja warung makan saat jam istirahat itulah sekumpulan pekerja punya waktu untuk menjadi apa adanya -- dengan sandal jepit dan baju yang dibiarkan keluar dari celana, dengan duduk menyilangkan kaki dan bersandar senyaman mungkin, dengan kelegaan ekspresi sebelum mereka tanpa kepura-puraan akhirnya mesti bersiap kembali mengeksekusi beban kerja hariansambil mati-matian meredam kebosanan.
Saya seringkali menyaksikan jjeda yang itu membebaskan semacam i di warung langganan pada jam-jam istirahat makan siang,
MANUSIA
sebentuk momen yang selalu dimanfaatkan
TANPA NEGARA
oleh para pekerja di sekitar situ untuk menjauh sejenak dari beban kerja yang melumpuhkan otak, sejumput tempo mengaso singkat untuk mencoba lepas dari kejenuhan, secuil peluang "Jadi, gimana caramu menjaga kewarasan troy?" untuk meluruhkan riasan pretensi di wajah: hal-hal yang tidak mungkin dilakukan di Suatu ketika, saya menjumpai sekumpulan hadapan bos atau klien kerja.
151 lakukan, untuk kemudian menertawakannya “Jadi, gimana caramu menjaga kewarasan troy?" sepahit-pahitnya dan sebaik-baiknya dengan puas. Kompleks warung kopi di tanah lapang yang mengapit jalanan Ikan Tombro semakin ramai. Bolehjadi: sekumpulan orang yang membentuk Orang-orang dari berbagai macam latar belakanglingkaran-lingkaran percakapan di kompleks duduk berkelompok membentuk formasi lingkaranwarung kopi Jalan Ikan Tombro merupakan percakapannya sendiri di bangku-bangku kayu danSapiens-sapiens yang keluar sejenak dari alter kemudian puas menertawakan apa-apa yangego masing-masing untuk menjadi diri sendiri mereka obrolkan. Berbagai macam suara beradu diyang apa adanya. Mereka bukanlah spesies udara dengan musik yang disetel keras-keras dariyang selalu tampak tersenyum ramah pada masing-masing warung dan potongan-potonganklien atau makhluk yang melakoni aktivitas lagu yang dinyanyikan kencang-kencang oleh paramengetuk papan ketik komputer di belakang
pengamen yang berpindah-pindah dari satu meja kerja seserius mungkin ketika bos sedang
bangku kayu ke bangku kayu lainnya untuk lewat. Dalam jeda sederhana yang muncul menarik perhatian pengunjung demi beberapapada jam-jam istirahat, mereka adalah keping recehan. Momen obrolan kami dibatasi oleh riuh-rendah tawa yang lepas dan melegakan, jadwal kepulangan Mbak T-- ke Surabaya, dan setelan baju kerja yang dilonggarkan, sandal sambil memendam pertanyaan yang membukajepit seadanya sebagai alas kaki, atau ekspresi percakapan kami tadi, saya mengantar Mbak T-- kesantai yang tidak ditampilkan di depan bos Stasiun Kotabaru dan berharap tidak ketinggalan yang menyebalkan. kereta api. Danbisajadi ini benar adanya: saya Pada sela-sela kemacetan dalam perjalanan mencari-cari jawaban konkret atas pertanyaan pulang ke kandang kontrakan, saya mengingat Mbak T-- tentang bagaimana saya menjaga diri kembali momen membaca buku (terutama agar tetap waras. Saya tersentil oleh jeda-jeda sederhana,kenyataannya karya-karya Vonnegut) dan para pekerja yang sebab pada biasanya saya amati di warung langganan saat jam memang tidak dibutuhkan aksi megah yang istirahat makan siang. meledak-ledak dan menabrak apa pun secara heroik namun serampangan untuk menjaga Barangkali: mengusap layar ponsel-cerdas dankewarasan di tengah-tengah dunia yang memakai sandal jepit, atau menyilangkan kaki dansemakin renta dan tidak baik-baik saja. Upaya bersandar di kursi dengan senyaman mungkin, menjaga kewarasan adalah lorong kecil atau atau melonggarkan setelan baju dan raut wajahjeda sederhana yang bisa saya temukan dalam adalah upaya untuk menjaga kewarasan dalamrutinitas harian yang semakin ruwet dan banal, rutinitas hidup harian yang melulu berisi tekananbisa berupa leyeh-leyeh selonjoran menikmati dan beban kerja semata. Momen atau keadaansecangkir kopihitam dan beberapa linting saat terlepas dari cetak-biru pekerjaan dantembakau, atau menertawakan kebodohan atmosfer monoton yang memajalkan daya pikirmasa lalu, atau secuil obrolan ringan dengan merupakan kewarasan itu sendiri. kawan-kawan, atau membaca buku sambil tiduran di pangkuan kekasih. Mungkin: membaca buku, mengisap rokok, dan menyeruput kopihitam pada jam istirahatDalam jeda-jeda sederhana semacam itu saya membudak adalah jeda yang sederhana. Sebuah mampu merenung, berpikir tenang dan logis, lorong yang sengaja dimunculkan untuk sehingga mengingatkan bahwa saya bukanlah menciptakan batas antara kesadaran yang seonggok mesin kesepian yang cuma
membebaskan dan rutinitas harian yang digerakkan oleh cetak-biru aktivitas monoton
memberatkan. Dan -- bagi saya -- jalur tengah yang klise dan banal. Sebab pada akhirnya semacam itu ada untuk membantu sayasaya, sama seperti Vonnegut (dan, mungkin mengidentifikasi dan memisahkan persoalanjuga, kamu), cuma ingin hidup di sebuah hidup, membikin saya mengingat-ingat kembalitempat yang lebih baik dan lebih layak untuk dihidupi ketimbang dunia banal hari ini. berbagai macam tekanan yang menyusahkan dan gugusan kebodohan / kesalahan yang pernah saya
/61
Untuk Mbak T--: ini adalah jawaban lengkap atas pertanyaanmu waktu itu dan saya masih tetap kepengin melakoni semacam kekerasan yang bengis setiap teringat kisah tentang seorang lelaki yang rela menggunting senja untuk pacarnya.
"Jadi, gimana caramu menjaga kewarasan troy?"
Ah ... mari menertawakan kekonyolan diri sendiri. {A}
hari ini seperti
hari-hari
sebelumnya, dipaksa untuk
mereka
tidak melihatsudah berdoa
dan mereka dituntut kebenaran untuk berusaha, dan tetap tapi kalian memberi batasan
terbungkam. demi kepentingan pribadi kalian. memberi himbauan, mengumbar janji dan semua itu omong kosong
@andtarpriant
"OMONG KOSONG" by ANDTARPRIANT
Seni Rupa Kontemporer
Indonesia.
- METEOR
samauntuk menggunakan formula yang eksistensi dan bertahan hidupnya; menciptakan karya seni + dipamerkan dalam ruang pamer +
karya dijual = selesai / mencari funding +
menciptakan karya seni + dipamerkan dalam ruang pamer = selesai. Institusi ini seolah benar-benar enggan untuk beranjak dari zona nyamannya. Mungkin satu-satunya yang masih tradisional dalam ekosistem kesenian kontemporer adalah institusi itu sendiri. Meskipun secara pasar, Indonesia adalah salah satu yang Kesenian kontemporer adalah kesenian saattertinggi di Asia. ini, kesenian yang tidak memiliki keterikatan denganapapun sekaligus memiliki Dari sudut pandang estetika terdapat beberapa kebebasanuntuk terikat dengan apapun, dankarya dari seniman-seniman yang aku rasa luar kesenian yang memiliki kelenturan dalam sudutbiasa.Seperti contoh karya-karya Syaiful
pandang bentuk. Kajian tentang kesenianGaribaldi, Entang Wiharso, Jumaadi, Ugo Untoro,
kontemporer sendiri seolah tidak ada habisnya,dan tentu saja kolektif Ruangrupa. Masing-masing setiap hari akan selalu muncul kejutan-kejutan, dari mereka memiliki kekuatan yang sangat besar gagasan, dan bentuk yang baru. Seolah semuadi setiap karya atau gagasannya. Karya dan hal di dunia ini adalah bahan bagi keseniangagasan yang selalu mendorong dan mendobrak untuk dieksploitasi. batasan medianya sendiri. Menolak kenyamanan
dan kejemuhan, terkadang sengaja merusak yang
Dengan tidak adanya formula pakem untukindah dan menggantikan dengan kekacauan dan menciptakan karya, kesenian kontemporer kompleksitas. seolah melintas di jalur cepat dengan tanpa ada halangan apapun; media, ruang, sumber daya, Minggu-minggu ini aku menemukan yang menarik dan sebagainya.Ketika seorang seniman di jalan antara Sidoarjo dan Pandaan, Pasuruan. memiliki keterbatasan dengan tidak dapatDi sebuah lampu merah terdapat dua orang yang membeli kanvas, dia menggunakan kayumengenakan pakaian reog. Mereka jelas seperti bekas, kaleng, besi, tembok, dan sebagainyapengamen yang mencari uang dari pengedara. untuk dijadikan karya. Ketika karya seni tidakAku rasa ini cukup unik, pikirku dia akan menari memiliki atau i ruang untuk dipamerkan reog lalu meminta uang pengendara. Pikirku lagi, dipertontonkan kepada publik, dia gila". Belum berhenti bayangandan “ini menggunakan semua cara untuk membuatekspetasiku, salah satu dari dua orang tersebut ruang pamer atau panggungnya sendiri menyabet “pecutnya” dan satu orang lagi berposisi kuda-kuda, lalu selesai, dan mereka berdua menggunakan apapun yang dia bisa. meminta uang ke semua orang yang berhenti di Dalam konteks seni rupa kontemporer dilampu merah tersebut, begitu saja tak lebih. Aku Indonesia secara luas, aku merasa bahwa senitertawa dalam hati, lalu berfikir, "benar juga, lampu rupa di Indonesia saat ini mengalami merah itu hanya sekian puluh detik, jika mereka kemacetan sekaligus kemajuan yang luarmenari penuh mana mungkin bisa?” seketika itu biasa. Secara personal aku merasa bahwa aku juga berfikir, mungkin ini adalah karya seni dinamika di dalam institusi-institusi kesenianpaling kontemporer di jawa timur yang pernah aku tidak ada yang benar-benar baru. Semua temui.
CHILE DESPERTÓ
POR LA DIGNIDAD
OAID
SANTIAGO
CHILE
@MILIMMETRO
OCTUBRE 2019
COVID-19
KONSPIRASI ATAU WABAH?
- RATRACECYCLE
Rabu kelabu kala di feed instagramAda sebuah channel yang saya ikuti sejak kawan-kawan ramai berbagi challenge untukpertengahan 2015 yang membahas tentang mengisi pekan pandemi dengan menuliskan pengungkapan kebenaran dunia yang selama sesuatu yang berkesan dari apa yang mereka ini ditutup-tutupi; FE 101. Channel ini dulu konsumsi; film, buku, musik, dan apapun itu, gencar membahas tentang pembuktian bahwa saya menyimak tulisan-tulisan mereka sembari bumi itu tidak berbentuk bulat hingga konspirasi menjilati es krim strawberry dan setengah jahat elit global dalam menguasai setiap inchi berharap ada yang menantang saya untuk gerak tubuhmu dengan riset yang cukup membuat hal yang sama, namun tak ada. Sifat lengkap dari sumber-sumber yang kredibel sentimentil saya sempat tersentuh kala (katanya) hingga banyak dari video-videonya di banned menunggu tantangan itu di mention ke saya, oleh youtube karena dianggap paling tidak satu lah, dan tidak ada yang menyebarkan pengaruh buruk bagi siapa saja menantang saya untuk menulis, namun itu yang menonton setiap videonya dan saya amini hanya bertahan beberapa menit saja sampai es selama ini hahaha. Lama tak mengupload video, krim strawberry saya habis. Okelah tak masalah kemarin untuk yang pertama kali dalam saya tidak dilibatkan di challenge ini karena beberapa bulan ini channel itu kembali memang juga tidak ada hal berkesan selama mengunggah video yang berjudul Terror Corona, membahas tentang wabah flu yang sedang #dirumahaja bagi saya selain berlayar di lautan sampah dunia maya, tak ada bahan juga untuk menggerayangi bumi kita dengan jumlah dijadikan paragraf tulisan. Eh Iha kok tiba-tiba penularan begitu pesat dan terus memakan menebarterror menyebarundangan via korban tiap harinya. Benar saja, baru seminggu WhatsApp mengajak saya menulis hal serupa video itu diupload langsung di banned oleh karena rencananya tulisan-tulisan youtube dan hilang dari peredaran. Saya kawan-kawan itu akan dirangkum dalam bentuk sempat menangkapnya dalam ingatan saya dan zine. Ya, zine ini, padahal saya sudah tidakakan saya coba rumuskan dalam bentuk tulisan. tertarik Iho, entah mengapa berselancar di lautan sampah dunia maya jauh lebih menarik Singkat saja, virus corona sudah ada di dunia daripada melakukan hal-hal produktif, padahal sejak masa perang dunia pertama, kala itu virus tak ada satu hal pun yang saya dapat selainini dijadikan sebagai senjata yang ampuh menewaskan jutaan orang, virus ini satu menjadi hahok dan bertambah goblok. Bayangkan, tanpa sadar 15 GB saya habiskan keluarga dengan SARS dan MERS, hanya saja hanya untuk mengikuti setiap episode sinetron covid-19 memiliki asam amino lebih tinggi Jinny oh Jinny dan termakan visual menjangkit sehingga penularannya begitu cepat. Menurut menonton video-video tidak penting seperti Prof. Chi-Tai Fang dari National Taiwan kelakuan warga +62, sejarah kemunculan University, penambahan asam amino pada ultraman, dan perubahan fisik artis-artis covid-19 adalah rekayasa buatan manusia di hollywood dari tahun ke tahun hingga timeline dalam lab karena tidak pernah ada virus yang youtube saya fix sudah isinya hanya sampah. mutasi penularannya se radikal ini. Penyebaran Jadi tak ada yang bisa saya sampaikan atas virus ini sudah di desain dan direncanakan undangan menebarterror itu selain tentang dengan sangat matang oleh elit global memakai lautan ini. analogi jurus preman tebar paku di jalanan, paku ditebar di jalanan, kemudian ban mobil
pengguna jalan bocor, kemudian pelaku tebar paku datang menawarkan solusi. Problem-reaksi-solusi. Pertama, ciptakan problem, sebarkan virus covid-19, yang dijadikan kambing hitam adalah China, negara berpenduduk banyak sekaligus untuk melumpuhkan ekonomi China seolah-olah virus ini menyebar di dunia akibat orang China, padahal menurut menlu China dan para ilmuwan disana virus ini pertama kali disebar di Wuhan oleh tentara Amerika yang mengikuti Military World Games disana. Kedua, ciptakan reaksi, panik global sengaja di blow up oleh media massa yang dimiliki oleh elit global, berbagai media massa dan organisasi-organisasi dunia secara sistematis menciptakan panik global; CNN, Fox, Al-Jazera, Google, Youtube, dll, semua milik elit global, begitu juga lembaga-lembaga seperti WHO, PBB yang akhirnya menginstruksikan negara-negara di dunia untuk lockdown, akibatnya ekonimi hancur, nilai mata uang anjlok, pasar modal hancur, perbankan stop salurkan kredit. Ini memang tujuan mereka. Ketiga, seperti preman tebar paku, mereka nantinya akan datang pura-pura menawarkan solusi. Solusi pertama; vaksin, elit global melalui kaki seperti PBBdanWHO akan tangannya mengistruksikan negara-negara untuk mengeluarkanmata uang, barulah orang mau menerima anggaran dana penanganan virus dibawah kendalimata uang tunggal dunia yang mereka terbitkan. Mata uang tunggal dunia bukan
mereka. Solusi kedua; mereka akan datang pura-pura
menawarkan solusi penyelamatan ekonomi, dalam bentuk uang kertas ataupun kartu hutang-hutang baru akan dikucurkan, negara-negara ATM, melainkan melalui chip yang ditanam di dunia makin tenggelam dengan utang-utang yangditubuh anda. Maka tuntaslah misi mereka; tak akan mampu dibayar. Memang itu tujuan mereka, menjadi Tuhan di dunia dan kita semua mereka bisa menawarkan hutang milyaran dollar adalahbudak-budaknya. Persis seperti karena mereka bisa menyetak duit modal dengkul. hewan ternak yang ditanamkan chip Caranya, mereka terbitkan BON, surat hutang tanpaditubuhnya, jika anda berontak, tinggal jaminan. Bon di beli oleh FED dengan bunga kecil, pencet tombol dan chip itu akan membunuh kemudian kreditur seperti IMF, dll memberi pinjaman anda. Sementara ini, sebelum itu semua modal dengkul itu ke negara-negara yang terkena terjadi, harap anda waspada dengan virus covid-19, krisis dengan bunga yang lebih tinggi. Hutang kita penyebaran virusnya semua akan bertambah pasca krisis corona. memang ada dan daya sebarnya memang pesat karena modifikasi asam amino ditubuh Keuntungan lainnya dari lumpuhnya perekonomianvirus. Tapi, yang tak kalah bahayanya adalah akibat lockdown adalah harga-harga saham di pasarvirus ketakutan, paranoia, dan histeria massa modal anjlok, mereka borong dengan harga murah.yang disebar lewat media massa. Semua itu Ekonomi dunia sengaja dibuat hancur, semua negaradi desain agar terjadi lockdown, ekonomi di dunia tak ada yang bisa bayar hutang, nilai tukarlumpuh, agar rakyat dunia lemah dan tunduk mata uang semua hancur, lantas mereka datang lagi pada tatanan dunia baru. Yang diperlukan pura-pura menawarkan solusi; mata uang tunggaluntuk menanggulangi virus ini adalah dunia. Jika tidak ada krisis, negara-negara di duniapenanggulangan panik dan paranoia kita tidak akan mau mengganti mata uangnya, oleh sebabsendiri. Waspada tanpa harus ketakutan itu krisis harus diciptakan, krisis adalah profit bagi elityang berlebihan. Stay safe. Salam people global, krisis perang dan terorisme, krisis globalpower. warming hoax, krisis virus dan lockdown, mengakibatkan krisis ekonomi berkepanjangan, krisisMenggetarkan, dengan batok kepala ini,
kita saya sendiri tidak tahu apa memang ada dalang semua teralih dari tujuan utama dibalik wabah ini, namun jika mengikuti narasi daripenyebaran virus ini? Hayo tambah bingung apa yang saya lihat dan dihubungkan dengangak koen.. melayani kebingungan saya, saya semua wacana ataupun hal-hal yang sayacoba mencari-cari pandangan islam tentang selama konsumsi ini, semuanya hal ini dan menemukan sebuah hadist dan berkesinambungan. Ya bagaimana ya, membacaungkapan yang cukup meredakan emosi dan berita melihat langkah-langkah pemerintah sendiri saya. kebingungan Ibnu Sina pernah dalam menanggulangi pandemi ini juga samamengungkapkan “ketakutan adalah awal dari sekali tidak jelas, ujung-ujungnya ya hanya bikin segala penyakit, dan kesabaran adalah awal bingung dan emosi; mulai dari sego kucing bisadari segala kesembuhan” juga ada sebuah menangkal virus corona lah, menteri yanghadist yang mengatakan; Di akhir zaman nanti mengusulkan pembebasan napi koruptor lah,banyak wabah penyakit melanda manusia di corona tak kuat hidup di cuaca panas lah, sampai dunia, hanya umatku yang terhindar karena kapolri yang terbitkan aturan penghinaan presiden mereka memelihara wudhunya (HR Thabrani). dan pejabat saat corona. Hadeeehh.. atau Masya Allah, langsung sholat aku. mungkin hal-hal itu dipublikasikan untuk membuat
@milimmetro
Menunggu Covid-Reda Sambil
Membunuh Waktu dan
Menemukan Cerita
Tulisan ini dibuat pada masa karantina mandiri hari
kesekian. Jangan tanya soal kebosanan, saya
seringkali tidak ingat ini hari apa. Saya mungkin cukup sibuk sedang main dengan Gunawan. Sebagai seorang ibu rumah tangga, awalnya saya merasa ini bakal mudah.
Persoalan datang ketika saya tidak bisa pergi belanja ke pasar yang besar nan lengkap yang harganya pasti lebih murah. Saya akhirnya belanja sayur dan bahan masakan di kedai dekat rumah. Itupun tidak bisa setiap hari sehingga terpaksa harus stok barang di rumah. Beberapa sayuran harus dimasak sebelum hari ke-tiga dan ada jugaSituasi ini membawa kegiatan masak ke level yang tahan di kulkas hingga berminggu-minggu.yang baru. Biasanya saya belanja setiap hari, Ilmu ini sangat penting untuk mengurangi frekuensidan selalu keluar lagi setiap kali ada yang makan mie instan dan makanan kaleng. terlupa. Saya hanya masak sederhana dan sebisanya, dan melalui rutinitas begitupun
Karena pentingnya stok bahan masakan saya sebenarnya skill bisa naik setiap hari. Namun
dituntut untuk teliti menulis daftar barang. Jika ada kali ini saya jadi lebih sering membuka laman
yang tidak terbeli maka harus terima ikhlas resep masakan, mengikuti influencer yang
masakan akan ada kurangnya. Pada tahap ini hobi masak, mengimitasi cara mereka dibutuhkan food diary untuk merencanakan memasak dan tentu ditambah bakat alami masakan dalam satu minggu dan apa saja bahan yang mendarah daging: improvisasi. yangdiperlukan. Harus diakui masak-memasak
| menjadi lebih berwarna dibandingkan dulu. | Saya tidak pernah menyerah kalau bahan | |
|---|---|---|
| - Sayur sop + ceker | resep burger akan membutuhkan roti burger langganan—hanya keluar rumah ke satu/dua menghindari berlama-lama di luar rumah. | |
| Selasa | - Rawon | persis burger, boom jadilah sandwich. |
| Rabu | - Sambal terasi | Ternyata selama ini yang membedakan dua jenis makanan adalah satu bahan saja. Sungguh membuat takjub! Improvisasi lainnya adalah membuat saus |
| - Spaghetti bolognese pedaswortel, buncis | pasta bolognese pedas. Karena semua saus pasta instan yang melabeli dirinya pedas | |
| Kamis | ternyata sama sekali tidak pedas maka | |
| - Ayam pedas Pak Bajil | sebenarnya kita hanya tinggal mencampurkan |
yang tertulis di resep susah dicari. Misalnya Food Diary
Senin Jumat
yang bulat dan mengembang atau bun. Tapi
- Sayur asem
- Ikan suwir pedas roti itu tidak dijual disupermarket
- Ayam goreng
- Tempe goreng-Tempe goreng tujuan yang searah demi efisiensi dan
Usus ayam crispy
Sabtu Alhasil saya gunakan roti tawar dengan isianSambal goreng udang
Oseng pokchoy-Tempe goreng
Minggu-Sandwich lengkap-Oseng brokoli,
Ayam goreng
Jamur crispy
bubuk cabai. Kira-kira begini cara masaknya:Tempe goreng
- Didihkan air, masukkan pasta dan masak hinggaini akan bertahan selamanya. kenyal
Tuang 3 sendok makan minyak, masukkanSementara itu, kebersihan adalah tantangan
yang lain. Saat kita berkomitmen untuk tidak daging cincang lalu masak hingga berubah warna keluar rumah, artinya semua kegiatanMasukkan saus pasta instan, aduk bersama berpusat di dalam rumah. Mulai dari sanitasi,
bekerja, masak, olahraga. Untuk selalu dagingMasukkan bubuk cabai terpedas di dunia ini kebersihan rumah saya
menjaga
5. Koreksi rasa, bisa tambahkan merica atau garam menggunakan metode yang sederhana
Masukkan pasta yang sudah ditiriskan, aduk ratanamun efektif. Misalnya mencampur obat pel dengan saus
dengan cairan pemutih. Tidak perlu repotHidangkan dan siap disantap
menghitung rasio campurannya, cukup ikuti instruksi yang tertulis di botol cairan pemutih. Lain hari ketika berbelanja saya melihat rak bumbuSatu tutup botol cairan bayclean setara instan yang kosong melompong. Baik itu bumbu dengan 10 ml. rawon, soto, gulai, kaldu ayam bohongan, kaldu sapi penipu, penyedap rasa, bahkan saus tiram Menjaga kebersihan belum selesai jika kalian tidak dapat ditemukan. Saya pikir, kiranya semua belum menyemprot perabot rumah dengan orang saat ini mulai memasak dari rumah cairan disinfektan. Saya menggunakan masing-masing. Tentu mereka gerah delivery setengah tutup botol cairan TH4 dicampur setiap hari, karena anggaran makanan pasti satu liter air, masukkan ke botol semprot. melonjak. Baiklah, kalau begitu sebagai ibu rumah Setiap hari semprot dan ratakan cairan pada tangga yang malas efisien saya akan buat bumbumeja makan, kursi, sofa, televisi, gagang jadi sendiri dari bahan-bahan alami tanpa pintu, kran, kompor, gagang teko dan semua penyedap rasa dan pengawet buatan. Bumbu jadi yang sering kita sentuh. Ini juga berlaku untuk ini biasaanya disebut bumbu putih, dan dapat paket dan barang belanjaan dari luar, kecuali dicampurkan di banyak sekali masakan, untuk tidak sayur. Selanjutnya soal masuk rumah setelah menyebutnya semua masakan. bepergian kalian pasti sudah paham kan.
Bumbu Putih Setelah dipikir-pikir sebenarnya situasi
Bawang merah banyak
karantina ini cukup menyenangkan. TentuBawang putih separuh dari jumlah bawang saja karena kita jadi belajar banyak hal baru merah tentang kebersihan, makanan,hingga
- Jahe dan laos masing-masing sebesar jempol mengolahnya jadi masakan. Saya taruhan
Kupas dan cuci bersih semua bahan, tambahkan pasti tahun depan Master Chef bakal biji ketumbar 2 sendok makan lalu
kewalahan audisi karena semua orang sudah blender halus jago masak.Panaskan minyak (banyak) lalu masak bersama bumbu halusCheers!
6. Tunggu hingga dingin, masukkan ke wadah
toples lalu simpan di kulkas
Bumbu jadi ini akan menghemat waktumu sekitar 10 menit untuk memilih bumbu, cuci bersih, gerek atau cincang. Sekarang kamu hanya perlu ambil bumbu jadi 2 sendok makan sebagai bumbu oseng sayur, 3 sendok makan lalu beri kunyit bubuk dan garam untuk bumbu ungkep (ayam, tahu, tempe), atau 5 sendok makan ditambah garam, sereh, daun bawang dan daun jeruk untuk bumbu soto. Kamu juga bisa campur dengan santan kental untuk bikin gulai, atau campurkan dengan sambal untuk jadi balado. Jenius bukan? Kehebatan bumbu putih jadi
CKICONDITION
SO-19
- IDDO
Pandemi:
Sebegitu
Tergantungkah Kita Pada
Kapitalisme?
-ACHA ZAJRAN
Agaknya saya harus memberanikan diri kali ini yang pandai menulis. untuk menuliskan sesuatu agar nalar saya tetap Sebelum terjaga. Saya sudah beberapa kali menulis untuk membaca esai 'Membayangkan Ekonomi bisa dimasukan ke dalam zine-zine teman saya. Dunia Setelah Korona' kemarin Akan tetapi setiap tulisan saya sudah rampung, malam, saya mendapatkan sebuah panggilan zine teman saya itu sudah tidak terbit lagi. melalui telepon genggam untuk membahas Akhirnyasaya merampungkan niat untuk tentang keberlangsungan pekerjaan saya. Perlu diketahui bahwasannya saya bekerja di mengeluarkan tulisan tersebut di media lain sebuah perusahaan yang bergerak di bidang karena jujur saja saya nihil kemampuan untuk membuat tulisan yang menarik dan sarat makna.'travel' selama kurang lebih 2 tahun terakhir. Entah tulisan ini akan disebut dalam bentuk apa, Nahasnya, dalam 3 bulan terakhir ini telah resensi kah, esai kah, atau hanya coretan belaka. terjadi kekacauan luar biasa yang hampir Yang jelas saya menulis ini karena hari ini menghantam seluruh negara di dunia ini; yaitu Covid-19. pandemi merupakan hari yang paling sial bagi kehidupan Sebuah yang karir saya dan rekan-rekan kerja saya di kantor. mengakibatkan pengetatan/tertutupnya akses seseorang untuk bepergian dari suatu negara Pada suatu malam saya melihat posting teman ke negara lainnya. saya melalui instastory-nya yang memuat sebuah Bisa dibayangkan bagaimana jalan ceritanya postingan dari Martin Suryajaya--bagi yang belum tahu siapa Martin Suryajaya itu bolehlah sesekali dari latar belakang yang saya uraikan tersebut. menengok tulisannya di laman yang ia miliki. Industri 'travel' hampir pasti--atau mungkin Rupanya postingan itu mengantarkan saya ke sudah pasti--merugi dalam keadaan seperti ini. memuat Yang saya kesalkan dari peristiwa pandemi ini lamannya Martin Suryajaya yang esainya dengan judul 'Membayangkan Ekonomi bukanlah berkurangnya pemasukan saya Dunia Setelah Korona'. Persentuhan saya selama beberapa waktu ke depan, melainkan lambatnya respon pemerintah di negeri ini. pertama kali dengan tulisan Suryajaya ialah pada buku antologi esai 'Memasak Nasi Goreng tanpa Bayangkan saja, ketika Indonesia masih Nasi'. Di dalam buku itu, ia mengkritik habis novel dinyatakan bebas dari Covid-19 ada beberapa 'Bilangan Fu' karya Ayu utami. la menuliskan orang penting yang seakan-akan menganggap bahwa Ayu Utami "kurang penelitian" dan juga enteng virus tersebut. Jika ingin tahu lebih "tidak akrab dengan KBBI" dalam menulis jelas mampir saja ke laman twitter bilven, novelnya. Saya sangat menikmati pengalaman arsip-arsip digital nan lucu banyak bertebaran membaca tulisan Suryajaya tersebut. Tidak di sana. pernah terbesit dalam pikiran saya sebelumnya bahwa membaca sebuah esai kritik sastra Kembali ke esainya Suryajaya yang saya baca kemarin malam. Bisa dikatakan bahwa esai semenyenangkan ini. Entah karena objek yang dikritiknya atau karena memang ia adalah orang tersebut adalah sebuah ramalan masa depan
mengenai ekonomi pasca virus korona menyerang dunia. Selama ini segala lini kehidupan ekonomi kita ditopang dengan sebuah sistem yang mau tidak mau kita sebut sebagai kapitalis-liberal yang bersifat multinasional dan transnasional. Jika bukan karena sistem itu, niscaya saya sampai saat ini tidak akan berniat untuk menikahi pacar saya karena saya tidak akan memiliki pendapatan dan pekerjaan. Akan tetapi setelah membaca esai Suryajaya kemarin malam, saya merasakan angin segar yang masuk ke dalam otak layaknya berkeramas menggunakan sampo mentol dingin pada jam 4 subuh. Angin segar itu memberikan imajinasi yang berbentuk percikan-percikan kecil dalam pikiran, meruntuhkan segala perasaan ketergantungan saya selama ini kepada kebutaan akan dunia yang penuh materiel. Hingga pada pukul 9 pagi tadi, angin segar tersebut seakan-akan tertiup hancur lebur oleh badai petir berawan. Badai petir berawan itu meluluh lantakan imajinasi saya bahwasannya kita akan baik-baik saja tanpa kapitalisme. Badai petir berawan itu berupa sebuah panggilan grup dari aplikasi yang kini lagi ramai digunakan karena banyak orang yang #kerjadarirumah. Seperti yang saya sudah katakan,
industri travel sudah pasti merugi dalam keadaan
seperti ini. Hal ini diamini pula oleh perusahaan tempat saya bekerja. Seluruh orang yang ada di dalamnya pun terkena imbas yang sangat tidak mengenakan. Memang licik sekali kapitalisme itu, ia selalu melakukan negosiasi agar kita selalu berpikiran bahwa jalan pintas yang ada untuk saat ini hanya ia saja. Rasa kebergantungan saya pun kembali. Saya terpaksa kembali berdamai dan menggadaikan diri saya kepada kapitalisme, setidaknya untuk bisa mendapatkan penghasilan beberapa waktu ke depan.
Saya merasa bahwa Tuhan telah menakdirkan kapitalisme tidak akan jauh-jauh dari hidup saya. Padahal saya sangat ingin lebih dekat dengan Tuhan, ketimbang dengan kapitalisme itu sendiri. Mungkin malam ini saya akan membaca ulang esai dari Suryajaya tersebut agar setidaknya angin segar yang saya rasakan kemarin malam kembali hadir hingga saya tidur malam ini. Semoga manusia akan tetap menjadi manusia, tidak teralienasi dari hakikat sesungguhnya. Kapitalisme mengharuskan kita bergerak terus, tanpa ada jeda. Tetapi tidak ada salahnya untuk sesekali berhenti Baca tulisan Martin Suryajaya di sini dan memikirkan apakah kita masih menjadi https://www.martinsuryajaya.com/post/mem manusia seutuhnya di masa yang kritis ini? bayangkan-ekonomi-dunia-setelah-korona
Perempuan, Pandemi,
- LIVIA MELDA
dan Domestikasi
dan berdandan ala seleb di instagram; tidaklah Minggu kedua di tengah pandemi, untuk pertama kali memutuskan keluar rumah, pergi se-bebas seorang wakil rakyat yang punya menunaikan kewajiban yang sengaja diabaikan pilihan untuk liburan keluarga di tengah wabah demi rebahan ha ha ha. Itu kan memang anjuran alih-alih karena tiket sudah dibeli jauh-jauh hari; pemerintah toh, stay at home untuk memutus tidaklah se-mudah work from home yang penyebaran rantai virus covid-19, begitu gencar didengungkan kesana kemari -yang itu katanya. Karna masih sangat beradaptasi untuk jelas hanya bisa dinikmati di lingkup tertentu: beraktivitas kembali, saya putuskan memesan mereka pekerja di balik meja. ojek online untuk mengantar sampai ke tempat tujuan. Tak lama berselang, driver perempuan Di tengah wabah -yang beberapa waktu berambut sebahu bermasker datang menjemput. belakangan dicurigai sebagai konspirasi elit Di sepanjang jalan, kami mengobrol, kebetulandunia- ini, terbayang perempuan mungkin jalanan lengang dan saya sedang tidakharus beban ganda, menanggung terburu-buru. dua-tiga-empat peran sekaligus: istri, ibu, guru, dan pencari nafkah. Anjuran #dirumahaja
"Sepi, mbak.. Saya saja baru dapet orderan yaberpotensi menjadi boomerang bagi mereka
mbak ini. Minggu kemarin malah pernah sehariyang di lingkungan rumahnya memilih "cuci gak dapet blas. Tapi pawon kudu tetep ngebul.tangan" terhadap beban-beban domestik yang semestinya bisa dibagi dan dikerjakan Soroh, soroh. Bojoku kerjoane sambat ae gara-gara di PHK pabrik e. Anak-anakku tugas ebersama. Stay at home, bagi sebagian
akeh, angel-angel, gak isok ngerjakno nek gakperempuan -yang kurang beruntung- justru dikancani. Ayah e mosok gelem ngunu iku., isokberubah menjadi arena baru pelanggengan e ngamuk-ngamuk tok. Dadi sejak prei kabeh iki,domestifikasi, yang mana kegiatan mencari aku yo masak, yo ngancani belajar, yonafkah ternyata tidak serta merta mampu ngademno atine bojoku, yo nggojek mbak. menggugurkan sedikit saja "kewajiban" Sepurane yo mbak nek keganggu karo ambu ku, domestiknya. Hal ini mengantarkan saya gak kober ngeramut awak wes an. Mugo-mugo flashback ke jaman Orba dengan konsep panca dharmanya yang menempatkan perempuan ndang mari wabah iki yo mbak.. Gak sanggup rasane nek suwi-suwi." sebagaipendamping setia sang suami; pendidikanak; pengatur rumah tangga; Bodohnya saya, waktu itu hanya merespon anggotamasyarakat yang berguna; dan keluh kesah mbaknya sekenanya. Belum terpikirsebagai pekerja penambah penghasilan. Beban berlipat itu membuat perempuan tidak kalau ini sebenarnya permasalahan yang mungkin sedang dihadapi oleh banyaklagi mempunyai jeda untuk sekedar "melihat" perempuan di luaran sana, yang tak terjamah dirinya sendiri. oleh saya yang lebih asyik iri pada menantu Bakrie yang menghabiskan waktu karantinanya Stay at home, juga memunculkan persoalan dengan hahahihi tapi masih saja mengeluh dan perempuan sebagai istri dalam konteks seks, teriak bosan mau ngapain lagi. Hfft. Obrolan itu yang dimaknai sempit: memenuhi hasrat berputar terus di otak saya sampai sepekan suami. Seperti baru-baru ini sempat ramai lamanya. Membuka mata saya bahwa anjuranunggahan guyonan bertajuk "covid negatif, istri berada di rumah bagi sebagian perempuanpositif" dalam bentuk meme dan hashtag tidaklah se-asyik konten-konten kegiatan masak #positifkanistri; serta akun berkedok dakwah
yang mencomot caption seorang Gus dengan sebagai obyek seksual laki-laki. Perempuan ribuan like dan share yang membuat saya miris: digiring untuk memaknai dirinya dalam satu corona mengakibatkan ratusan kematian, mari kita ruang episteme yang kaku, yang mana fungsi balas dengan ribuan kelahiran. Sang Gus reproduksi dibebankan atasnya, pun sebagai kemudian berusaha mengaitkan wabah ini dengan solusi mengatasi kehilangan populasi karena anjuran melayani suami sesuai perintah agama pandemi. Padahal, tidak ada satu perempuan sebagai bentuk quality time bersama. Disini, pun yang harus bertanggung jawab atas itu. perempuan pada ruang domestik dikondisikan
@milimmetro
Planet of
the apes and THE FUTURE OF
the earth -MENEBARTERROR
Bermula setelah membaca sebuah kritik atasTanpa diduga yang membuat serum tulisan Bima Satria Putra yang terdapat dalamperkembangan kognitif dan kecerdasan pada Jurnal Anarki-Edisi menjelang badai kirimansimpanse itu ternyata memiliki efek samping, @erwindewantoro. Tulisan yang berjudul "Kritikserupa flu dan batuk kering berdarah yang atas primata, evolusi, anarkisme" yang ditulisberujung kematian. Dampak dari serum tersebut secara tidak sengaja telah ditularkan ke oleh orang yang enggan menyebutkan namanya itu tak hanya mampu menjabarkanbeberapa orang di kota oleh teman Will ketika ketidakrelevanan dan kontradiksi dalam tulisanbatuk. Teman Will tersebut meninggal satu Bima, tapi juga memberi sebuah referensi barupekan kemudian dan virus baru hasil kegagalan dalam "List movies to watch" saya. sains mulai menggerogoti seisi kota. Setelah kerusuhan di lab itu, Will menemukan bayi
Bercerita tentang Caesar, seekor simpansesimpanse di kandang Bright eyes dan
yang lahir dari simpanse lain bernama Bright mengetahui bahwa sikap agresif secara tiba-tiba Eyes yang menjadi objek uji coba sebuahyang ditunjukan Bright eyes tak lain adalah perusahaanfarmasi insting ibu yang melindungi anaknya. Will pun korporat bernama itu dan membawa bayi simpanse
Gen-Sys. Bright eyes adalah simpanse yang
menjadi objek percobaan untuk serum yangmembesarkannya. Ayahnya, Charles Rodman memberi nama bayi simpanse itu 'Caesar'. bernama ALZ-112 yang diciptakan oleh Will
Rodman, seorang ilmuwan yang mempunyai
obsesi untuk menemukan obat Alzheimer.Seiring berjalannya waktu Caesar tumbuh Serum yang diberikan kepada Bright eyesmenjadi simpanse yang cerdas, dia mewarisi tersebut secara mengejutkan telahkecerdasan ibunya. Dia mampu berkomunikasi meningkatkan kecerdasan dan kemampuanmelalui bahasa isyarat yang diajarkan oleh Will kognitif pada simpanse itu. Namun kecelakaanDia juga mampu berbicara. Segala tingkah terjadi, ketika Bright eyes dipaksa keluar dari lakunya hampir sama seperti manusia. Namun kandangnya untuk tujuan demonstrasi, diapada suatu hari, Caesar harus ditangkap oleh tiba-tiba menjadi liar dan ganas sehinggadinas pengamanan hewan dan dikurung karena petugas keamanan harus menembaknya mati.telah menyerang tetangga Will yang mencoba Karenakematian Bright eyes Gen-sysmenghajar Charles akibat penyakit alzheimer menjadikan Koba (Simpanse lain) sebagainya yang kambuh. Disinilah ia bertemu simpanse simpanse percobaan baru. Percobaan demilain, Di dalam kurungan. Dalam kurungan itulah percobaan dilakukan kembali dan kali ini disegala hal buruk terjadi kepada Caesar, dan awal bermulanya sebuah bencana. Apokalips.
ujikan kepada Koba. Ditengah uji coba yang dilakukan, koba sempat mengalami kejang
sehingga selang yang menjadi saluran dari Caesar yang muak diperlakukan seperti itu mesin pengurai serum ke alat pernafasanmemutuskan untuk menyelinap keluar dan simpanse itu lepas dan bocor sehingga secaramencuri serum buatan Will. Serum yang tidak sengaja terhirup oleh teman satu Lab Will.kemudian diberikan kepada kawan-kawannya di
RISEF
penularannya. Manusia yang tertular akan PLAPES
dalam kurungan yang membuat mereka menjadi lebih cerdas. Bersama-sama mereka melarikan diri dari danmenyerbuGen-Sys. kurungan membebaskan Memporakporandakannya, teman-teman simpansenya yang menjadi objek percobaan sains dan melepaskan serum dalam jumlah besar yang berupa gas itu.
Beberapa tahun kemudian virus yang dikenal sebagai Simian Flu itu tidak hanya memberangus kota San fransisco tempat Caesar lahir namun juga seluruh isi bumi. Bumi menghijau kembali dan manusia sekarat. Populasi kera meningkat sedangkan manusia semakin sedikit, hampir punah. Keadaan semakin buruk ketika dari tahun ke tahun virus simian flu berevolusi dengan sendirinya. Virus yang menyebabkan flu dan batuk hingga kematian itu telah berevolusi menjadi lebih parah. Virusitu merubah dampak akibat
kehilangan kemampuan berbicara, sebuah bentuk wabah baru yang menjadi permasalahan baru pula. Agaknya film ini sedikit mengingatkan saya dengan apa yang terjadi sekarang ini. Dengan maraknya wabah yang tidak kita sadari keberadaanya sebelumnya. Wabah yang telah membuat kita tak lagi aman untuk berjabat tangan, berpelukan bahkan berbagi sloki berisi miras. Serangkaian film series yang wajib kalian tamatkan pada masa karantina seperti ini. Maaf kalau reviewnya terlalu panjang, kalau kamu tidak suka saya juga bodoh amat!
STAY HOME
ANDEMIC
STOCOK MARHET DOWN
WHERE IS
EVERYBODY?
SELAYANG PANDANG
TENTANG PANDEMI
2-ANDRE WIDHA (LAPAK BACA NYALA-MOJOKERTO)
Sejak kasus pertama tentang Covid-19 inisampai. Hal tersebut dikemudian hari akan ditemukan di Indonesia Per-12 April 2020,melahirkan manusia-manusia yang dengan pandemi corona sudah menyebar ke lebih dariseenaknya menuduh/menstigma orang-orang 200 negara di dunia. Infeksi virus tersebut juga yang tidak sepakat atau berbeda dengan sudah mencapai angka 1.784.331 denganmereka yang melakukan tuduhan tersebut korban meninggal dunia sebanyak 108.962 dan secara serampangan. jumlah pasien yang selamat adalah 405.043 Selain tentang masalah medis adapun yang orang. Meski Indonesia tidak masuk dalam 5 tidak lepas disoroti juga adalah masalah budaya besar di dunia terkait kasus dan penyebaran gotong royong di masyarakat. Terlepas dari Covid-19, kita semua harus waspada. Selain orang-orang yang culas karena menimbun virus-nya yang mudah menyebar, pemerintahmasker, banyak juga bermunculan orang yang kita nampaknya juga belum bisa diharapkanmerelakan tenaganya untuk membuat masker sampai APD untuk tenaga medis. Hal tersebut hadir sepenuhnya dalam penanganan kasus tersebut. berjalan dengan natural, membagikan segenap energi, pikiran dan materi untuk saling bantu. Bahu-membahu untuk mengatasi krisis menjadi Masyarakat sebagai bagian yang akan terdampak memang punya banyak solusi dalam agenda bersama antara rakyat yang sadar. menghadapi kasus tersebut, akan tetapi Logistik juga menjadi penting agar tidak terjadi krisis pangan, kita semua melihat bahwa peranan mereka terbatas. Kesadaran kelas seharusnya dibangun guna membendungpemetaan wilayah terkait ketersediaan bahan “Pandemi Kepanikan"” yang melebihi Pandemi pokok belum direncanakan oleh pemerintah. Dikatakan alumni S2 Bioteknologi Tanah dan virus itu sendiri. Kepanikan bisa saja timbul melalui informasi yang keliru, mempercayaiLingkungan IPB, ada enam jenis pangan yang harus menjadi perhatian Indonesia selama berita yang belum tentu kebenarannya. Apalagi jika ditambah dengan buzzer-buzzer politik pandemi COVID-19, yakni beras, jagung, guna membiaskan informasi dan menuding kedelai, bawang putih, daging [berkakiempat], pihak tertentu salah. Bukan saatnya kita berfikir dan ayam. Hal tersebut seharusnya tetap dangkal dan berjangka pendek seperti itu. digaungkan, upaya untuk mengontrol lumbung padi di desa-desa adalah sebuah bentuk Di masa pandemik ini, yang bisa kita diskusikan langkah konkrit untuk menjaga ketersediaan adalah tentang bagaiamana masyarakat bawah pangan kita. mendapatkan informasi yang valid. Informasi Sebagai penutup, tetap jaga solidaritas dan nilai tentang virus covid-19 menjadi penting agar gotong royong. Salah satu hal mengapa India masyarakat bisa mendapat Pendidikan gagal dalam melakukan Lockdown adalah tidak langsung bagaimana penanganan virus salingberhubungnyakelas masyarakat tersebut. Kasus yang akhir-akhir ini memicu menengah kepada masyarakat bawah. Tidak banyak perdebatan adalah proses perawatan ada solidaritas dan gotong-royong disana, sehingga hal tersebut menyebabkan setiap jenazah yang meninggal karena Covid 19. Penolakan jenazah terhadap korban positif masyarakat sendiri-sendiri dalam covid 19 membuktikan bahwa informasi itu tidak menghadapinya, bukan bersama-sama.
3 ANAK BANDEL
SEMUA KARENA IBU
CORONA!
HUKUM
KALIAN
KAMiJANJI. KEPADA IBU
INIHUKUMAN
SEMUA UNTUK AMPUN
GARA-GARA
| KALIAN!! | BUU,.. |
|---|---|
| CORONA | RONI KAPOK !! |
CORONA
TIDAK BISA
DIREMEH
KAN!
Kerja, #dirumahaja
dan berita tv yang aneh
-ICEK
Dimulai dari datangnya pandemi covid-19 dan pemerintah yang lucu dalam menanganinya, aku dan pekerjaanku berjalan seperti biasanya tanpa ada perubahan apapun meskipun Indonesia sedang di landa endemi wabah covid-19 layaknya "bosku" tak menyayangi pekerjaanya karena menurutku bagi dia uang dan keuntungan semata. Ah! Memang begitulah bosku, akupun pernah bertanya kepada salah satu rekan kerja, kenapa kita tidak #dirumahaja #kerjadirumah? Temanku menjawab dengan nadanya agak bercanda "kita bukan bekerja dengan hal-hal yang bisa di kerjakan dirumah, kita bekerja dengan keringat dan tenaga bos jika saya tak bekerja anak istri di rumah makan apa, emang enak kamu masih jomblo ". Bangsat dalam hatiku, begitulah candaannya. dan akupun berfikir memang semua orang hidup di dunianya masing-masing, jika orang itu hanya memberikan tuntutan tapi tak memberikan solusi itu sama saja dengan omong kosong. Dan kehidupanku #dirumahaja di mulai setelah aku pulang dari aktifitas ku biasanya bekerja dan bekerja, aku menyalakan televisi ku dan ku beranikan diriku untuk melihat berita
meskipun aku biasanya hanya melihat anime Naruto hahaha. Ada salah satu berita yang
membuatku takjub dan sedikit tertawa bahkan menertawakan "dia" yang mengusulkan untuk membebaskan napi agar memutus rantai penyebaran virus Corona? Di otakku hanya ada satu
pertanyaan "kenapa bisa Cok". Menurutku itu sangat lucu, kenapa tidak ? kebanyakan orang yang
terpapar itu adalah orang yang bepergian keluar negeri atau dia yang bersentuhan langsung dengan pasien positif Corona, lah bukannya bajilak coba mereka di dalam penjara tidak kemana-mana dan hanya di selnya saja "mungkin" apalagi dengan usulan pembebasan napi koruptor, woy anjing! Napi koruptor malah lebih enak ketimbang napi-napi lainnya bangsat. Napi koruptor satu napi satu kamar beda dengan maling ayam, bandar judi dll. Memang pemerintahan sekarang sepertinya hanya mementingkan orang-orang berduit saja. Yang miskin jangan menularkan penyakitnya kepada yang kaya dan yang kaya bisa melindungi yang miskin, bodoh. Aku memaknai kata-kata itu yang berarti kita rakyat miskin adalah sumber penyakit dari semua ini sedangkan mereka tak pernah berkaca dari mana roda perekonomian bangsa ini kalau tidak dari rakyatnya, bangsat sekali pemerintahan kita ini. Maaf bila tulisan ini jelek, salam sayang.
4 3
7 teka-teki
SATIRE
9 10
12 11
MENURUN
- Babi berseragam dalam barisan
- Paham politik yang cenderung ke arah marxisme dan sosialisme
- Asa
- Emha Ainun Najib
- Rajin membaca menjadi pandai, malas membaca menjadi..
- Tenaga Kerja Impor
Gaya bahasa untuk menyatakan sindiran MENDATAR
3. Pemain fiddle Black Rawk Dog
Tempat persembahan, mazbah
- Biasanya menendangi para demonstran dan suka menembakkan gas air mata
- Toxic
11. Mengarah pada situasi yang tidak stabil
dan berbahaya
- Rakyat butuh.
- Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan
KUNCI JAWABAN TTS ZINE EDISI 4 SPESIAL ALKOHOL
MENURUN
- ARAK BERAS
VANDAL
5. CHEERS
SENIMAN
- ALKOHOL
TEMPEK MENDATAR
2. EDREA
BABI
- SANDIAGA
- TEMPELAN BELAKA
- URUNAN
- MUNTAH
- ABNORMAL
Enggak makan daging: sebuah tindakan
subversi dari reklamasi diri.
Saya lupa waktu persisnya kapan: kawan saya -- seorang lelaki yang sudah agak tua, bakul gombal dan buku progresif yang nyambi sebagai anarkis-punk saban akhir pekan -- dalam kondisi setengah mabuk pernah bilangbahwa kepentingan / kebijakan politik punya potensi besar untuk mengakhiri kesusastraan dalam sekali tebas suatu saat nanti. Penerbitan buku bakal samasekali, dilarang para penulis dipenjara di bangsal rumah sakit jiwa, dan orang-orang cuma bisa diam saja menginsafi datangnya zaman distopia. "Bahkan karya fiksi," lanjut kawan saya itu, “sebagai wadah buat mengeksplorasi perilaku dan ide-ide transgresif bakal disensor seketat mungkin dan disajikan sebagai hal menjijikkan yang patut dibenci -- dan kalaubisamalah dilarangsepenuhnya. Sekarang sudah waktunya kita rela untuk berdiri memperjuangkan agar horor semacam itu nggak beneran terjadi." Itu adalah kecemasan personal dari seorang bakul buku dalam kondisi setengah mabuk yang coba ditularkan kepada siapa pun yang mau mendengarkannya pada saat itu.
Membaca buku bolehjadi cuma sekadar upaya menjemukan untuk mengusir kebosanan di tengah riuh-rendah banalitas harian. Tetapi, yang jelas, buku merupakan salahsatu medium canggih yang bisa memberikan pencerahan. Membaca buku atau karya tulis lainnya membikin kita -- saya dan kamu -- tahu bagaimana sastra bisa bercerita kebenaran dan tentang hasrat perlawananterhadap merangsang penindasan, atau bagaimana ragamrupa sejarah di masa lalu, atau bagaimana sains bisa menjadi racun yang membebaskan, atau bagaimana politik selalu dipenuhi dengan intrik dan aksi tipu-tipu, atau bagaimana filsafat mampu membunuh tuhan.
Selain itu, buku juga berfungsi sebagai pemantik: sebentuk alat yang mampu memberikan perspektif baru, yang kerap mengganggu aturan saklek dan kekolotan tatanan sosial masyarakat yang terlampau malas. François Truffaut, dalam
- IMAJINASIJOKER
film garapannya berjudul Fahrenheit 451 (1966) yang didasarkan pada novel distopia dengan judul sama karangan Ray Bradbury, cukup mampu kasi-tampil gambaran imaji masyarakat yang malas dengan sangat bagus. Guy Montag (diperankan oleh Oskar Werner), protagonis dalam kisah Fahrenheit 451, adalah representasi dari pemerintah yang bertugas membakar buku-buku yang dianggap dekaden oleh rezim totalitarian yang sedang bertemu berkuasa, sampai akhirnya dia dengan gadis eksentrik bernama Clarisse oleh Julie Christie) dan (dimainkan perkumpulan The Book People, sebuah sekte rahasia berisikan yang orang-orang setidaknya hafal satu buku. Apa-apa yang coba ditekankan dalam kisah distopia tersebut bukanlah persoalan buku, melainkan tentang tatanan sosial masyarakat yang memilih diam dan sikap paranoid berlebihan dari negara.
JULIE CHRISTIE-OSCAR WERNER
Hombres libres.. Hombres-libros! ELTERROR DEL FUTURO YTAMBIEN SU ESPERANZA!
TECHNICOLOR
CYRIL CUSACK
N DIFFRING-JEREMY SPENSER-ALEX SCOTT
FRANÇÕÍS TRUFFAUT
Saya merinding mengingat nubuat asal-asalan kawan saya itu, dan enggak bisa membayangkan gimana rasanya hidup dalam sebuah zaman distopia seperti yang ada di kisah Fahrenheit 451. Rasa-rasanya kehidupan bakal menjadi sesuatu yang sangat menyusahkan dan membosankan. Tetapi bagaimana jika “sesuatu yang dibenci” ternyata malah bisa mandiri (tanpa label “bank” di depannya), sanggup berdiri sendiri untuk membela dirinya sendiri? Pertanyaan ini muncul beberapa hari yang lalu seiring dengan tangan saya yang menutup halaman terakhir novel Vegetarian (cetakan pertama, Februari 2017) karya Han Kang terjemahan Dwita Rizkia yang diedarkan oleh PT Bentara Aksara Cahaya--
---lintingan tembakau kedua, kopihitam yang tinggal separuh, dan waktu berlalu..
kalimat Semua peringatan yang telah dikoar-koarkan oleh siapa pun ke seluruh penjuru Bumi tidak bisa mempersiapkan saya untuk menghadapi segala macam trauma dari novel ini. Pada mulanya, sekitaran September tahun 2017, saya tertarik dengan judul novel ini saat menemani seorang kawan (kali ini perempuan, namanya Mbak AR--) ke salahsatutoko buku di Malang. Setelah teronggok cukup lama di pojokan rak buku
untuk membuka bungkus novel ini pada
pertama yang cenderung biasa-biasa saja (“Aku tak pernah menganggap istriku luar biasa sebelum dia menjadi vegetarian.") -- saya kemudian berpikir bahwa risiko terbesar dan paling berbahaya yang
kemantapan hati untuk menjadi vegetarian yang kaffah. (Jujur -- saya adalah seorang vegetarian plintat-plintut, terkadang masih doyan menggasak daging babi yang dihidangkan bersama bir dingin tanpa rasa berdosa samasekali. Dan, ketika membaca kalimat pertama tersebut, saya berharap novel tulisan Kang ini mampu meredam selera saya melahap daging babi.) Tetapi, kenyataannya, saya keliru. Novel ini, mencomot kata-kata Eka Kurniawan, "tidak bicara banyak mengenai vegetarianisme”. Enggak ada akhir
paling ujung untuk horor yang berdetak dalam 222
halaman novel yang memikat sekaligus
menegangkan dan sangat mematikan ini.
Saat Kim Young Hye -- karakter sentral dalam Vegetarian, seorang istri yang patuh dan anak
yang penurut -- terbangun pada satu pagi dari mimpi buruk yang mengerikan, dia mendapati dirinyaberubahmenjadi monster vegetarian. Dan di situlah gema sederhana yang menyesatkan dari premis klasik tertentu berakhir, sekaligus menjadi awal dari pergolakan yangmengerikan. Vegetarian
(dengan formasi tiga novela linier yang
berhubungan dengan rasa malu, hasrat, dan empati yang tercermin dari berbagai macam kegagalan karakter-karakternya memahami orang-orang di sekitar mereka) menempuh berliku antara jalur perumpamaan transformasi, meditasi dendrophilia, dan kehidupan domestik yang menggetarkan hati -- diceritakan dari sudut pandang suami Young Hye (seorang lelaki dungu sekaligus angkuh dan tidak simpatik yang sepenuhnya pasrah dan berdamai dengan mediokritasnya sendiri) dalam novela pertama dengan subjudul "Vegetarian", dari perspektif kakak ipar Young Hye (seorang lelaki yang pendiam dan obsesif) dalam novela kedua dengan subjudul “Tanda Lahir Kebiruan”, dan dari pandangan Kim In Hye (kakak kandung Young Hye, satu-satunya
orang yang peduli dengan kesejahteraan
Young Hye sekaligus juga merasa terbebani oleh apa-apa yang sedang terjadi) dalam
Kembang Api”. Ketiga karakter yang menjadi
besar didefinisikan oleh profesi yang mereka tekuni untuk mencari nafkah (suami Young Hye adalah pekerja kantoran, kakak ipar Young Hye merupakan pelukis cum seniman video, dan In
sedangkan Young Hye memilih untuk berhenti melakukan banyak hal atau rutinitas hariannya.
Young Hye di sini tidak pernah menjadi narator, tetapi eksistensinya menjadi poin penting yang dampak punya cukup besar bagi karakter-karakter lainnya di novel ini: sosok Young Hye dinarasikan dari tiga sudut pandang yang masing-masing pendapatnya semakin menambahkan lapisan kompleksitas baru ke dalam studi karakter Young Hye yang memukau. Sudut pertama pandang menawarkan sikap dingin seorang istri yang diceritakan oleh suami pecundang, menggambarkan sosok Young Hye yang terkesan datar dan dua dimensi layaknya objek belaka yang tidak pantas untuk diperjuangkan.
yang selalu berdebu, saya akhirnya memutuskan novela ketiga dengan subjudul “Pohon
pertengahan bulan kemarin dan mendapati kalimat narator di setiap novela tersebut sebagian
ditawarkan di ujung lintasan cerita novel ini adalah Hye adalah pengelola toko kosmetik),
cuma dihadapkan dengan penghinaan yang baca santai-santai sajadari keluarga dan kerabatnya. (Saat acara makan malam kantor
Han Kangsuami Young Hye, istri sang direktur dengan
pasif-agresif berkata kepada Young Hye: “Belum lama ini ditemukan mumi dari 500
tahun lalu, kan? Katanya di sana juga ditemukan jejak perburuan. Makan daging itu
INTERNATIONAL naluri, sedangkan makan sayur naluri yang BESTSELLER diasah. Tidak alamiah. [...] Saya belum pernah makan bersama dengan vegetarian sejati. Sepertinya tidak enak makan dengan orang yang jijik ketika melihat saya makan
VEGETARIANdaging. Berarti, Anda menjadi vegetarian
bukan karena dorongan psikis; bukan karena jijik dengan daging, kan?" Penolakan Young Hye untuk menyantap daging membikin orang lain merasa enggak nyaman dengan hasrat karnivor primordial yang [seringkali inheren pada manusia.) dianggap] Setelahnya,bentukfisik Young Hye menciptakan ruang negatif yang sangat dekat dengan ketakutannya: menderita insomnia, menurunnya berat badan, dan berkurangnya libido. Selain itu, Young Hye juga perlahan menjauh dari kehidupanharian yang "beradab”dan pada akhirnya semakin Sudut pandang kedua yang dipaparkan oleh kakak mantap untuk menolak kemanusiaan ipar Young Hye menggantikan kurangnya gairah sepenuhnya-----
Young Hye dalam novela pertama, menganggap
---linting tembakau kelima, kopihitam cangkir Young Hye sebagai objek daya tarik yang layak untuk dinikmati dan dipuja: dia ingin memiliki tubuh kedua, dan waktu terus berlalu... Young Hye -- demi seni dan seks -- dan dia akhirnya menjadikanYoungHye sebagaiNovel ini berisi aktivitas seksual dengan semata-mata objek tanpa menghormati perasaan persetujuan kedua belah pihak yang rada Young Hye. Sudut pandang ketiga dari In Hye meragukan, segala macam penyuapan dan menyuguhkan versi pikiran yang paling jernih dan memuntahkan makanan secara paksa -- penuh kasih sayang, sekaligus menyiratkan pada dasarnya itu adalah bentuk kekerasan sisa-sisa kekuatan yang hampir habis untuk seksual dan penyakit gangguan makan menghadapi beban tekanan yang semakin (eating disorder), tetapi tidak pernah menyiksa, dan menandai momen ketika Young disinggung secara gamblang. Sebuah acara Hye menggeser pilihan hidup vegetariannya kumpul-kumpul keluarga, momen ketika
menjadi sebuah keyakinan bahwa dia sedang Young Hye ditempeleng oleh ayahnya karena berproses menjadi pohon.
keukeh menolak makan daging, memilin
beberapa lapisan yang lebih gelap menjadi Transformasi Young Hye tidak berasal dari adegan menyakiti diri sendiri, meski hal itu keprihatinan biasa, masalah kesehatan, keyakinanbukanlah momen terakhir kalinya seorang agama, atau kasih sayang pada hewan. “Aku lelaki (atau Young Hye sendiri) menyakiti
bermimpi," ujar Young Hye dalam salahsatu baris tubuh Young Hye. Perusakan pikiran,
dialog langsung yang langka darinya, suatu bagaimanapun, adalah masalahyang penjelasan yang selalu dia ucapkan tentang berbeda. Kang menyajikan berbagai macam kecenderungan herbivor barunya. Pada awalnya, berdarah-darahkarena momen yang Young Hye cuma menolak makan daging dan kekerasan yang terjadi di semesta novel ini
terhubung dengan cara fisik -- dalam kegiatan memiliki dada bulat ini. Masih tidak apa-apa." makan daging, hubungan seksual, bahkan Dan kemudian meleleh menjadi kesadaran aktivitas perawatan. Intervensi yang hadir dari mendadak bahwa dirinya yang lama telah pihak luar -- keluarga, kerabat, perawat, dan menghilang: “Tapi, mengapa dadaku terus dokter -- berfungsi untuk memoderasi kisah novel mengecil? Sekarang sudah tidak bulat lagi. Mengapa, ya? Mengapa aku jadi kurus begini? ini, namun upaya mereka pada akhirnya sama-sama suramnya dengan nubuat dan Apa yang ingin kutusuk sampai aku jadi tajam anjuran kawan lelaki saya untuk menyelamatkan begini?" Pada momen yang lain, bahasa sastra. Lagipula, siapa sebenarnya yang menjadi kehancuran cuma membutuhkan perincian korban di sini? Kita, saya pikir, tidak bakal bisapancaindra: melukis serangkaian bunga di menyelamatkan (jiwa) seseorang jika diatubuh yang telanjang, seekor burung yang memang sudah tidak pengin diselamatkan sedari sekarat tersembunyi di kepalan tangan, sebuah awal. botol plastik infus yang setengahnya bercampur darah, bau anyir yang menyengat dari daging Young Hye mengabaikan perintah keluarganya, yang dipotong-potong---- menolak untuk terikat dengan budaya patriarkal, tidak tertarik untuk mematuhi konvensi sosial.----kopihitam yang hampir habis, lintingan Setelah melihat adanya kekejaman (dan tembakau keenam, dan waktu tidak berhenti... kegelapan) dalam nafsu primitif manusia, Young Hye bertekad untuk enggak pengin menjadi Vegetarian, yang terinspirasi dari cerpen (cerita bagian di dalamnya, dan baginya, makan daging pendek) karangan Kang berjudul The Fruit of My Woman, pertama kali terbit pada tahun 2007 sudah menjadi bagian integral yang erat kaitannya dengan kekejaman tersebut. Young diKoreaSelatan dengan judul asli Hye lebih memilih untuk menjauh dan Chaesikjuuija dan diterjemahkan ke dalam menghilangkan tabiat karnivornya. Hal ini tidak bahasa Inggris oleh Deborah Smith untuk terlalu mengherankan jika mengingat kekerasan kemudian diterbitkan dengan judul The yang selama ini diterima oleh Young Hye: yang Vegetarian pada bulan Januari 2015 di Inggris pertama dari ayahnya, dan kemudian dari serta bulan Februari 2016 di Amerika Serikat. suaminya yang tidak mempermasalahkan adanya Novel ini juga menjadi karya pertama dari Kang praktik pemerkosaan dalam ikatan perkawinan. yang diangkat ke layar lebar pada tahun 2010 Young Hye merebut kendali atas tubuhnya sendiri judul Vegetarian arahanLim denganj melalui sarana yang dimilikinya, dengan Woo-Seong. Kang merupakan seorang penulis mengatur apa-apa yang dia masukkan ke dalam yang telah dirayakan dengan pantas sebagai tubuhnya sendiri. Lama-kelamaan Young Hyevisioner di Korea Selatan dan beberapa karyanya sudah diterjemahkan ke dalam berhenti memakan apa pun, dan keputusan ini -- saya pikir -- adalah upayanya untuk mencobabanyak bahasa, tetapi butuh satu dekade untuk menghapus tubuh yang telah menderita trauma diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sekian lama----- diterbitkan di sini. Saya enggak tahu apakah Dwita menerjemahkan naskah Vegetarian dari ----waktu masih berlalu... versi asli bahasa Korea atau bahasa Inggris, dan saya juga benar-benar tidak tahu proses penerjemahannya. Yang saya tahu dan saya
Ada beberapa potongan adegan pendek yang
dicetak miring, yang melukiskan pikiran atau rasakan, setelah melahap habis semua mimpi Young Hye, yang berkisar dari monolog halamannya, novel ini diterjemahkan dengan internal (semacam catatan di buku harian) sampai upaya yang tulus dan maksimal: bahasanya sesuatu yang mendekati keadaan pascabahasa. cukup tajam dan luwes -- sintaksis dan diksinya Salahsatu senandika itu berbunyi: “Aku hanya tidak pernah terkesan tumpul dan mekanis percaya pada dadaku. Aku suka payudaraku. seperti terjemahan buruk yang membikin Payudara tidak bisa membunuh siapa-siapa. ceritanya menjadi sesuatu yang “asing” dan Tangan, kaki, gigi, lidah yang panjangnya hanya pantas masuk keranjang sampah. tiga inci, dan bahkan tatapan adalah senjata yang bisa membunuh dan membahayakan segalanya. Saya, jujur saja, tidak terlalu akrab dengan Namun lain halnya dengan dada. Tak apa aku susastra Korea Selatan. Saya pernah
pernah membaca versi terjemahan bahasa Inggris jalinanceritanya terhadap kultur Korea dan Indonesia dari cerpen karangan beberapaSelatan. "Saya kurang fasih mengenal budaya penulis Korea Selatan, tetapi itu pun cuma kuliner Korea," tulis Bernard Batubara dalam beberapa judul saja dan total jumlahnya bisaulasannya untuk novel ini di blog personalnya, dihitung menggunakan jari tangan (satu cerpen “tapi dari satu-dua drama dan reality show Korea Selatan kesukaan saya: I Go to the Korea yang pernah saya tonton, tampaknya Convenience Store karya Kim Aeran). Sementaramereka punya banyak sekali ragam menu untuk buku, Vegetarian merupakan novel karya
olahan daging. Kita anggap saja daging
penulis Korea Selatan pertama yang saya bacamerupakan makanan wajiborang-orang tuntas sampai hari ini. Sebelumnya, saya mencoba Korea. Sehingga,keputusan Yeong-hye
cari tahu dan mengenal Korea Selatan melalui-protagonis The Vegetarian-menjadi seorang
karya-karya sinematiknya saja -- itu pun hanya vegan adalah hal yang mengguncang dan yang berbentuk film panjang saja (dan jumlahnya tidak dapat dipercaya." Sedangkan Mbak T--, masih belum bisa dianggap membanggakan untuk salahsatu kawan perempuan saya yang lebih dipamer-pamerkan kehadapanperempuan-saya,
rakus melahap buku ketimbang
perempuan unyu nan menggemaskan), bukan langsung mengirim pesan berisi komentar drama serinya (sampai detik ini, saya cuma panjang (dan cukup melelahkan) setelah saya menonton dua drama seri produksi Korea Selatan: memasang foto buku ini sebagai status Sassy Girl Chun-hyang [2005, Jeon Ki-sang dan Ji WhatsApp, mengutuk novel ini sebagai Byung-hyun]dan Matrimonial Chaos [2018, Yoo "siksaan pornografi” dan “penghinaan nilai Hyun-ki]). keperempuanan", yang saya balas dengan emoticon senyum selebar-lebarnya. Mungkin ini semua mengasumsikan kondisi normal yang problematik dan kadar buku yang menentangnya. Ada semesta kesusastraan di luar sana yang dianggap tidak keren dan enggak menarik -- serta terkesan tidak sesuai dengan selera pasar kita di sini, tidak serasi dengan tren / kultur kita, atau tidak seirama dengan kepentingan / kebijakan politik di sini.
Meminjam kalimat Eka: “Tapi tentu saja kesusastraan tak semata-mata diterjemahkan dan diterbitkan, lalu dipromosikan. Jika urusannya cuma itu, kesusastraan negara mana pun asal ada uang dan kemauan pasti sudah merajalela. Kenyataannya, sebagian besar di antara buku-buku itu (lihat misalnya
seri The Library of Korean Literature yang
diterbitkan Dalkey Archive), masih kurang
menarik perhatian. Nama-nama penulis Korea tetap sayup-sayup, apalagi jika dilihat dan didengar dari sebuah kota pelosok macam
VEGETARIANJakarta. Saya tak tahu kenapa. Mungkin bias
kurator lokalnya? Mungkin apa yang dianggap
keren oleh kurator lokal, ternyata biasa saja
oleh publik internasional? [...] novel ini bisa menyelam jauh lebih dalam dari itu, membuat Sebelum mengetik ini semua, saya sempat vegetarianisme sebagai permukaannya. mengintip beberapa ulasan tentang novel ini yang Membuat novel ini malah menjadi sejenis kebanyakan menyoroti (atau berfokus pada) horor yang, menakutkan juga mengasyikan.
sosiologis dan etnografi. Beberapa pengulas
Mungkin saatnya menengok Korea tak hanya mencoba untuk memahami kengerian dan melalui K-Pop, tapi juga K-Lit mereka?"”--- keanehan novel ini dengan cara menghubungkan
----waktu masih tidak berhenti...----seporsi nasi pecel, linting tembakau kesebelas, kopihitam cangkir keempat, dan Sebaliknya, perlakuan luhur Kang tentang subversi,kini waktu sudah tidak banyak tersisa... ketertundukan, dan pilihan personal menemukan bentuknya yang paling pas dalam perumpamaan. Pertanyaan tersebut menyeret pertanyaan Ada suatu hal yang menarik tentang bentuk-bentuk lain -- satu pertanyaan yang membikin bulu kuduk bersiaga dalam kengerian, sebentuk sastra pendek di mana kekerasan dan alegorisnya mendapatkan potensi khusus dari paket-paketnya. pertanyaan yang tidak ingin saya renungkan Vegetarian punya kaitan dengan karya sastraandai diucapkan oleh seseorang yang saya cinta sepenuh jantung persegi sebab saya ramping yang beragam seperti cerpen Bartleby, the Scrivener-nya Herman Melville. Dan, pada tidak tahu jawaban apa yang tepat untuk akhirnya, saya selalu teringat dengan Franz Kafka membalasnya. (Bahkan saya enggak tahu saat membaca halaman demi halaman novel harus gimana menyikapi pertanyaan Vegetarian ini. (“... dan novel ini memang memberi semacam itu: apakah saya berhak murka dan rasa Kafkaesque," tulis Eka.) Novela The bilang kalau pertanyaannya tidak masuk akal, Metamorphosis, cerpen A Hunger Artist, dan atau apakah saya kudu tersenyum dan beberapa jurnal tulisan Kafka menjadi bayangan beranjak pergi?) “Kenapa? Apa aku tak boleh yang samar-samar menghantui naskah Vegetarian. mati?" ujar Young Hye dengan tatapan tajam Dan Kafka adalah vegetarian paling terkenal dalam yang asing, mengakhiri salahsatu bagian dalam novela ketiga di Vegetarian~ sejarah dunia sastra dan, katanya, dia pernah bilang begini sambil mengagumi ikan di akuarium: bagianberikutnyadibukadengan "Now I can look at you in peace; I don't eat you menggemakan kembali pertanyaan Young anymore." Hye: "Kenapa? Apa aku tak boleh mati?" {A} Novel Vegetarian, saya pikir, bukanlah nubuat -- atau semacam kisah peringatan (cautionary tale) yangmewanti-wantipembacanyatentang malapetaka / bahaya -- untuk omnivor atau karnivor, karena cerita perjalanan vegetarian Young Hye sangat jauh dari kebahagiaan dan sukacita. Novel elegan ini bukanlah manifesto anti-daging atau kisah emansipasi yang menggembirakan. Tidak makan daging dan menolak semua komoditas yang berasal dari hewan tidak mengarah pada pencerahan yang menyenangkan di sini. Dalam bagian-bagian surealis yang diselingi oleh ledakan kekerasan fisik dan seksual yang mengejutkan, Kang mengeksplorasi batas-batas yang bisa ditanggung oleh tubuh dan otak manusia, menyelidiki garis pemisah antara kewarasan dan kegilaan, antara obsesi dan gairah, antara kekerasan dan hasrat -- dan keanehan yang indah bisa ditemukan dalam bentuk-bentuk penolakan yang paling ekstrem sekalipun. Saat Young Hye semakin menjauh dari kehidupan manusia “yang
normal dan beradab” (dan mantap menolak
kemanusiaan) dengan kondisi tubuhnya yang makin rusak, Kang sengaja menempatkan saya dalam kebimbangan dan membiarkan saya bergumul dengan pertanyaan apakah saya harus mendukung Young Hye untuk bertahan hidup atau mati saja, apakah saya mesti bersimpati dan berempati dengan pilihan hidup Young Hye---
REVIEW BUKU: Hidup Ini Brengsek dan
Aku Dipaksa Menikmatinya
Kemarin salah satu teman karib sayaLucunya, pemerintah malah menggalang film, musik, "menantang” mereviewbuku, donasi bukan memangkas gaji mereka dan virus ini katanya "YANG KAYA MELINDUNGI omong kosong televisi atau apapun untuk YANG MISKIN, YANG MISKIN JANGAN sekadar mengisi waktu luang selama di rumah aja. Kenapa saya merasa tertantang dengan MENULARKAN PENYAKITNYA KE ORANG ajakan teman saya ini? Karena semalam saya KAYA". Lah yo nek dadi wong iku ojok goblok dapat julukan baru di grup media sosial kami goblok nemen po'o pak bu. Hadeeh. Oh iya, "polisi grammar". Lalu setelah soal buku nya puthut. Saya tidak mau yaitu menyepakati untuk nongki di tengah wabah bertele-tele menceritakan apa isi dari buku seperti ini di salah satu warkop kerabat saya yg ini. Kalian harus baca sendiri. Yang pasti jika memang aman dari obrakan satpol pp/polisi, memang hidup ini brengsek, mari kita sama-samamenikmati penderitaan ini. terkumpullah sedikit uang untuk membeli miras. Lebar panjang satu per satu teman memulai ~awuwu cerita, membahas apapun sambil meneguk miras yg baru saja kami beli. Setelah menghabiskan beberapa gelas miras, kami harus tertawa terbahak-bahak dan sekaligus sedikit ngeri. Bagaimana tidak tertawa dan
HIDUP INI BRENGSEK.
sekaligus ngeri, tulisan karib saya ini dikomentari “tak sambung” oleh seseorang yg
DAN AKU DIPAKSA
terkenal dengan keperkasaan nya dalam adu jotos. Wuuuuu.
MENIKMATINYA
Tandas lah sudah.
Kesibukan saya dirumah? Kebanyakan nonton PUTHUT EA film & main game. Tapi saya tidak sedang mauVS mereview sebuah film. Terus? Lah kebetulan GINDRING WASTED kemaren saya penasaran dengan buku yg berjudul“HIDUP INIBRENGSEK,DAN AKU DIPAKSA MENIKMATINYA" garapan puthut ea vs grinding wasted. Bukan berarti “Versus” ini mereka sedang berkompetisi satu sama lain, tapi mereka sedang berkolaborasi. Apa kesan pertama kali yg muncul di benak kalian setelah tau judulnya? Yah, akhir-akhir ini hidup lagi brengsek, sangat-sangat brengsek!. Sudah dirumah aja, gaji dipotong, kerja jadi wfh, kebutuhan sehari-hari semakin menipis, ditambah lagi wacana darurat sipil mau di aktifkan lalu pemerintahan mengesahkan omnibus law. Tjakep.
ERICKCHONG in COVID COFFIN
Bekerjalah atau Dirumah aja
mati... atau mati...
KAPITALISME COVID-19
Gak tau bro, sepertinya
mati... kamu memang harus Apa yang sebenarnya harus aku lakukan?
PEMERINTAH
-Sucang santai soal sastra-DOMINASI MASKULINITAS DALAM CERPEN KLUB
SOLIDARITAS SUAMI HILANG KARYA INTAN PARAMADHITA
- CANTY
Pandemi Covid-19 yang tiba-tiba hadir di tengahMenurut Maggie Humm, feminisme merupakan kehidupan manusia tanpa adapermisi cara pandang atau ideologi pembebasan sebelumnya, membuat sebagian besar polaperempuan atas ketidakadilan karena jenis kehidupan manusia juga ikut berubah, ada yangkelamin yang dimilikinya. Sebenarnya tujuan mampu bertahan, ada yang binasa perlahan,dari feninisme sendiri adalah menciptakan maaf itu judul buku hehehe. Seperti sayabentuk bentuk perlawanan sosial akan misalnya, dengan status mahasiswa yangeksploitasi dan pengobjekan bagi perempuan menyisakan dua semester saja, semoga yaaaa, serta untuk mendapatkan posisi yang setara diharuskan untuk berkuliah dalam jaringan dan memiliki hak yang sama dalam konteks sosial dengan laki-laki. Sehingga goa/s dari dengan tugas yang tak karu-karuan, sudah ini bukan wilayah saya untuk sambat, tak pantas feminisme ialah kesetaraan atau equality. rasanya jika saya hanya diberati dengan tugas duniawi perkuliahan tanpa melihat tangisan Pada bincang santai soal sastra kali ini, rakyat lain yang harus kelimpungan memutar dikhususkan pada cerpen Klub Solidaritas otak hanya untuk mencari sandang dan pangan. Suami Hilang, menggunakan pendekatan kritik Teman-temanku yang sedikit budiman di kondisi sastra feminis yang merupakan kajian dalam yang seperti ini, jangan lupa berharap dan karya sastra yang menerapkan prinsip reading berdoa untuk kebaikan seluruh umat manusia,as a women. Culler (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2013) yang membahas dugaan serta agar semua lekas membaik dan kita bisa bertatap muka tanpa memakai masker dan konsepdominasiperan laki-laki yang berjabat tangan dengan mesra. patriarkhat, dalam implementasinya, konsep “membaca sebagai perempuan” juga berkaitan Tak seperti biasanya, saya menulis ulasandengan faktor konstruksi budaya dan sosial dari cerpen hanya untuk kepentingan tugas semata, pengarang ataupun pembaca. Melalui karya kali ini saya harus mengulas cerpen di tengah sastra, pengarang mencoba memahami pandemi, kegiatan yang tak begitu asik namunperbedaan jenis kelamin yang turut menjadi mampu mengisi waktu luang daripada hanya penyebab dominasi laki-laki yang turut diamini rebahan dan bermain gawai seharian. Terima oleh sebagian besar masyarakat. Sehingga kasih untuk yang memberikan saya tugas untukfokus utama dari karya sastra feminis adalah menulis ulasan, yang akhirnya membuat saya pendeskripsian perempuan dalam tatanan harus membalik-balik buku lama kembali. sosial yang dituliskan melalui karya sastra. Sebenarnya perkembangan dari kritik sastra Sekilas Tentang Kritik Sastra Feminis feminis sendiri adanya dua ragam pada kritik Masifnya pengarang perempuan kontemporer sastra feminis, menurut Showalter (1986) ada menciptakan suasana baru bagi kesusastraan dua bentuk, yakni 1) kritik sastra feminis yang Indonesia. Tema yang diangkat oleh pengarang melihat perempuan sebagai pembaca (the perempuan merupakan representasi ketegangan woman as a reader/feminist critique), 2) kritik dan konflik yang dihadapi oleh perempuan, sastra feminis yang melihat perempuan sebagai mengharapkan penyadaran kemanusiaan. penulis (the woman as a writer/gynocritics). Hal Melalui karya sastra, pengarang mencoba tersebut juga membuka kajian lain tentang membuka pandangan tentang seksualitas, munculnyaistilah “ECRITURE FEMININE” objektifikasi, atau bahkan kekuatan yangyakni karya yang ditulis dengan menggunakan sebenarnya sangat dimiliki oleh perempuan sudut pandang perempuan, baik dari segi tema untuk bangkit dari ketertindasan. Sedangkan dan makna penceritaan dan gaya bahasa. wacana yang membahas fokus keperempuanan dalam tatanan sosial disebut dengan feminisme.
Dominasi Maskulinitas dalam Cerpen Klubseolah-olah memberikan umur panjang bagi Solidaritas Suami Hilang maskulinitas. Hal tersebut juga diperkuat Istilah maskulinitas eratkaitannya dengan dengan bagian cerita di halaman kedua yakni feminitas, meskipun keduanya salingpada kalimat "Klub Solidaritas Suami Hilang tak tatananmenemukan yang hilang, namun menghidupi bertentangan, namun tetap pada
“laki-laki” dan “perempuan”, aktualitas relasiyang hilang.". Sehingga dari beberapa contoh
antara keduanya, selalu menjadi arus yangkasus yang ditemukan pada cerpen, dapat terbalik, laki-laki mewakili arus positif ataupunditarik benang merah bahwa "Klub Solidaritas netral, sehingga munculnya istilah pemakaianSuami Hilang” didirikan seolah-olah untuk kata laki-laki atau man-peny, sebagai bentukmengamini sebuahkemalangan akan manusia secara umum atau universal, sedangkan"hilangnya” sosok suami pada diri seorang istri, perempuan hanya mewakili hal-halyangdan hal tersebut dapat dikategorikan sebagai berkonotasi negatif, yang didefinisikan padawilayah dalam maskulinitas. kriteria-kriteria terbatas, tanpa adanya hubungan timbal balik (Beauvoir, 1989). Yang jika dilihat pada konteks kehidupan keseharian, kerap kali CERPENPILIHAN laki-laki memilki kedudukan yang tinggi dalam
KOMPAS
skala kebenaran karena posisinya sebagai laki-laki, sehingga muncullah istilah maskulin yang absolut. Dalam tulisan Simone De Beauvoir
2013
yakni The Second Sex, Aristoteles menyebutkan bahwa “Perempuan adalah perempuan dengan sifat khusunya yang kurang berkualitas.", "kita
harus memandang sifat perempuan yang
dimilikinya sebagai suatu ketidaksempurnaan
alam." Begitu pula dengan St. Thomas yang
mengungkapkan pendapat yang sejalan dengan argumen Aristoteles,"perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna, makhluk yang tercipta secara tidaksengaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemanusiaan adalah laki-laki dan laki-laki mengkonsepkan bahwa perempuanKlub -Dod Fu ira bukan bagian dari dirinya, namun hanya sebatas
Solidaritas
sebagai kerabatnya, dalam kata lain, perempuan dianggap bukan sebagai makhluk yang mandiri,Suami perempuan kerap kali diibaratkan sebagai makhluk yang ketergantungan dengan lawanHilang jenisnya.
Klub Solidaritas Suami Hilang merupakan karyaRuang perempuan secara general memiliki sastra yang merepresentasikan maskulinitaswilayah yang sempit, karena tergolong dalam dengan gaya penceritaan Intan Paramaditha. struktural domestifikasi, artinya perempuan Digambarkan dalam cerpen, bahwa klub tersebutbelum menempati sepenuhnya dalam wilayah
didirikan bagi perempuan-perempuan yangpublik, posisi perempuan masih teralienasikan,
kehilangan sosok suami sehingga dapat diartikandan semata-mata hanya mengurusi wilayah bahwa tokoh Dona Manuela, Soonyi, serta tokohdomestik saja. Sebuah bentukan sosial yang lain yang turut mendukung kekuatan cerpenmengamini sistem untuk membatasi gerakan tersebut berhasil mencerminkan konstruksi sosialperempuan untuk membebaskan dirinya. tentang maskulinitas, sosok lelaki memilikiNamun hal yang disayangkan adalah masih kedudukan yang sangat fundamental dalamterciptanya pemahaman bagi perempuan itu semakin memperkuat
kehidupan kaum perempuan, serta dengansendiri yang
terbentuknya “Klub Solidaritas Suami Hilang"pelabelannya sebagai “perempuan", banyak yang digambarkan oleh Intan Paramadithaperempuan yang justru enggan untuk
mengembangkan kualitas dirinya, melainkanhanya diperuntukkan bagi perempuan, yakni
memilih jalan untuk hidup dalam kurungan yang“memasak” dan “mengecat kuku”, sehingga sebenarnya justru membatasi perempuan itu laki-laki memiliki kesempatan untuk hadir di sendiri. Domestifikasi juga termasuk dalam kajian ruang publik lebih luas, dan menciptakan konstruksi sosial mengenai dominasi gender yang membahas tentang perbedaan maskulinitas dan feminitas.Terlihat padamaskulinitas bagi laki-laki.
penggalan paragraf cerpen yang turut dihadirkan
oleh Intan Paramaditha “Beberapa perempuan DAFTAR PUSTAKA sibuk merajut. Carmencita memilih mengecat Bandel, Katrin. 2016. Kajian Gender dalam Konteks Pascakolonial. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
kuku. Soonyi selalu memasak bibimpap (yang
Beauvoir, Simone. 1989. The Second Sex, Book Two: Women's Life
menurutmu mirip nasi campur gado-gado) untuk
Today. New York: Vintage.
dimakan bersama. Hanya Andy sang editor yang Intan Paramaditha. 2017. Jalur Feminis pada Pengaruh Sastra.
merasa tak butuh prakarya, sebab setiap hari ia Jumal Ruang. [Tersedia dalam jaringan pada 10 Mei 2017] Tautan: sudah melakukannya: menggunting, https://jumalruang.com/read/1492759909-jalur-feminis-pada-penga memindahkan, dan merekat cerita. Di hari-hari ruh-sastra Nisa'ul Fithri Mardani Shihab, Aquarini Priyatna, dkk. 2017. Ecriture tertentu rajutan dibongkar paksa dan cat luber di Feminine dalam Tataran Penceritaan Novel The Powerbook Karya kulit.". Dari penggalan paragraf cerpen tersebut Jeanette Winterson. Aksara: Jurnal Baghasa dan Sastra. Vol. 18, No. 2 122-132, 2 Oktober 2017. dapat diidentifikasi mengenai beberapa kegiatan Sabaruddin Malik. 2013. Sekilas Teori Gender dan Feminisme. yang termasuk dalam ranah domestik yang kerapKompasiana.[13 Agustus 2013] mendapatkan pelabelan sebagai aktivitas yang Wiyatmi. 2012. Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Diksi
Embongan
Corona: Comunity Rondo Mempesona/ Ya Allah, lek pancen dalanku iki salah tolong sampean shareloc/ Kalau kamu diselimuti masalah berarti kamu memang manusia, kalau kamu diselimuti wijen berarti kamu onde-onde/ Konco seneng melok seneng, konco susah tambah seneng/
Masa yang paling indah adalah masa bodoh/ Rebahan sampek sukses/
Nek onok wong nang sebelahmu wahing opo watuk, langsung gulungen/
Dibanding covid-19, ternyata lebih mematikan virus bon-bonan/
ODP (Ora Duwe Penghasilan)/
PDP (Penghasilan Dalam Pelarian)/ Selelah-lelahnya bekerja, lebih lelah lagi kalau nganggur/ Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Masih banyak kesalahan-kesalahan lain yang perlu dicoba/
ANDALIMAN:
Biji-bijian Magis
Dari Tanah Batak
- KEYBOARD LAPTOP
Pastinya nama ini terdengar asing di telingasampai dengan suku (Batak) Mandailing di kita sebagai orang jawa, karena memangdaerah Tapanuli bagian Selatan, menyebutnya bumbu ini tidak tumbuh di tanah jawa. Namun,andaliman. Lebih ke selatan lagi, budaya kalau kalian sempat atau pernah menginjakkan andaliman seperti lenyap dari muka bumi. kaki di tanah sumatra, khususnya sumatra utara, bumbu ini sangat mudah ditemui. Hampir Kekuatan rasa pada biji-bijian surge ini terletak semua makanan khas sumatera utara pada kulitnya, sedangkan biji andaliman yang menggunakan ini sebagai campurannya. Misal berwarna hitam dibuang. Daya pikat sambal dalam masakan saksang, arsik, sambal nati apabila di campur dengan kulit andaliman ini nombur, ataupun mi gomak. akan semakin magis. Kepedasan sambal akan meninggalkan rasa kebas yang selalu menempel dalam bibir. Kita akan dibuat seperti terhipnotis
Bumbu masak yang mempunyai rasa yang
khas ini andaliman adalah dalam balutan rasa dan tiba-tiba nasi satu bakul (Xanthoxylumacanthopodium), sejenis perdusudah saja habis dan air mata pun akan dengan biji-biji kecil, yang oleh orang Baratberlinang mirip kesedihan rasa rindu di saat dulu keliru memasukkannya dalam keluargapandemic covid 19. Rasa kebas itu berasal dari lada atau merica. Makanya dalam bahasazat kimia hydroxy-alpha-sanshool sebesar 3% Inggris, andaliman dikenal dengan namayang terdapat dalam kulit andaliman (Sumber: “Sichuan pepper", atau “lada Sichuan”,Google) walaupun tanaman itu bukan lada. Menu yang pas untuk menikmati andaliman ini Dalam sebuah berita, disebutkan andaliman iniadalah dengan cara di campur dengan cabe rawit merupakan rumpun jeruk-jerukan mengandung hijau, kemiri, batang rias (kecombrang) yang di vitamin C dan E alami yang berfungsi menjaga kukus, garam, dan bawang putih, menjadi daya tahan tubuh. Dia juga mengandungsambal andaliman yang sangat cocok dipakai senyawa minyak atsiri dan alkaloid yang untuk menemani babi panggang, sagsang berfungsi sebagai anti oksidan dan anti (daging babi yang diolah dengan bumbu darah), mikroba. (CNN Indonesia, Agustus 2016) ikan mas bakar, serta di santap dengan nasi putih Andaliman ini dikenal dalam berbagai bahasa dan tempe atau tahu pun jadi. yang digunakan untuk penyebutan khas dalam suku mereka. Misalnya, dalam bahasa Gayo di Sedangkan bagi orang Gayo yang berada di seputar Danau Laut Tawar, dikenal dengan dataran tinggi seputar Danau Laut Tawar, empan nama empan, dan dapat di beli di pasaratau andaliman ini digunakan untuk olahan masakan berbagai jenis ikan, terutama ikan Takengon, jam 6 pagi. Lebih siang sedikit, sudah habis. (sumber: George depik yang merupakan ikan endemic khas dari JunusAditjondro, 2011). danau tersebut. (sumber: G.J. Aditjonro). Nama masakannya adalah yang masamjeng mempunyai cita rasa pedas, asam, dan gurih. Sedangkan, suku-suku yang akrab dengan Gayo, yang Berbeda dengan batak, penggunaan andaliman andaliman adalah suku ini justru tidak untuk olahan yang berbahan dasar menyebutnya empan, suku (Batak) Karo yang menamakannya tuba, selanjutnya sukudaging. (Batak) Toba, suku (Batak) Simalungun,
Jika kita membaca berbagai referensi yang adabingung bagaimana mendapatkannya. Kalau di google, andaliman ini berfungsi untuksedang berada di jakarta, bumbu ini sangat menghangatkanbadan mudah ditemui di Pasar Senin, Pasar Santa, atau orang-orang
pegunungan yang berhawa dingin. Hal itu bisaPasar rebo atau kalau tidak kalian bisa nitip
dilihat dari persebarannya dari daratan Asia ke teman kalian yang berasal dari Sumatera Utara. Sumatera Untuk sementara ini,kaliancukupm Utara, lalu menyusuri Sungai Peusangan ke kawasan seputar Danau Laut embayangkan rasanya saja. Setidaknya, Tawar, terus ke Tanah Karo dan kemudian rasa membantu untuk membayangkan menyusuri Bukit Barisan di seputar Danau melupakan kebosanandi tengahkondisi Toba, terus ke Tapanuli Selatan. Oleh sebab itu "dirumahsaja” ini.
juga bumbu atau tanaman ini tidak dikenal
dalam tradisi masakan jawa.
Walaupun begitu, kurang lengkap dalam hidup kalian jika tidak pernah merasakan kebas bibir dari biji-bijian magisini. Kalian tidak perlu
@milimmetro
REVIEW SERIES: Orange is The New
- ZIDNI CHAINAGO
Black (7 Season)
Ditantang sama @edrreaa untuk review apapunAda si A yg terjebak mafia Rusia bunuh orang, selama di rumah aja. Oke jadi aku barumayatnya disimpan di kulkas depotnya si A. menamatkan seri Orange is The New Black (7Polisi datang grebek dan si A tertangkap. Ada juga napi yg mati karena kesalahan sipir. Ini
season) bagian paling tidak adil, karena napi tetap
OITNB dinamika singkatnya menampilkan manusia dan punya hak. kehidupan napi perempuan di sebuah penjara Sebagian besar orang berpikir tindak kriminal minimum. Maksudnya penjagaan di dalam & luar tetap ketat namun lebih longgar. Napi tidur diselesai di penjara. Tapi tidak, nyatanya bangsal bukan sel, mereka bertanggung jawabpenjara justru laboratorium sosial baru bagi untuk menghidupkan kegiatan penjara misalnya masalah-masalah di luar perkiraan kita. ada tim masak, tim bersih-bersih, tim berkebun, tim jaga perpustakaan, bahkan mengendarai vanDibandingkan dengan aku dulu yang enggak punya pengetahuan apapun tentang penjara,
keluar penjara (dalam pengawasan sipir)
seri ini membawa insight tentang banyak hal. Layer berikutnya adalah masalah pribadi para napi,Soal motif seseorang, hukuman yg pantas, sipir dan kepala penjara. Semuanya tervisualisasi sampai ilmu parenting. Saking banyaknya dengan jelas penonton dan mereka merasa relate, OITNB banget. Crystal clear hingga penonton bisa ambil kesimpulan kenapa si Abikin crowd funding Poussey Washington agar berbuat begini atau begitu, dan kenapa ia tidakpenontonnya bisa saling bantu. Terkeren. berbuat sebaliknya. Selain alur utama film, cerita Terakhir, karakter kesukaan jatuh pada Frieda soal latar belakang inilah daya pikat terkuat seriBerlin. Aku ingin punya anak berkarakter kuat OITNB. dan terampil seperti Friedadan itu membutuhkan belajar. ibu yang gigih Banyak ditampilkan scene sebelum para napiBismillah. masuk penjara yg membuat kehidupan mereka bersinggungan dengan kehidupan penonton. Napi dulunya bagian dari normal society, ada ceritaJORANGE masa kecilnya, cerita mereka dengan teman, ihe newBLACK pasangan, anak & keluarga, hingga konflik di kehidupan mereka sebelum berakhir di penjara. Tragisnya (atau memang begitulah suratan takdir), konflik ini berlanjut di penjara. Entah berlanjut
dengan soal yg sama, atau selesai dan muncul
persoalan baru. Namun gambar yg muncul utama membuat bergantian dengan alur seluruhnya makin masuk akal.
Sementara itu yang patut diapresiasi adalah konflik
yg otentik. Mereka nggak hanya bikin cerita
pembunuh kejam-masuk penjara-kapok. Atau napi imigran bertahun-tahun hidup yg punya anak-dideportasi-selesai. Anaknya harus tinggal di
panti asuhan menunggu orang tua adopsi
sementara si ibu memulai kehidupan yg entah bagaimana dan hampir mustahil mereka bertemu lagi. Ada ceritanya kenapa mereka masuk penjara.
KABAR
JUANG
-ADISTYALUCKY
Lasem, 18 agustus
- Seorang kuli bangunan mencangkul puing-puing beton yang berserakan di pinggir jalan. Tepat dibelakangnya berdiri tembok dengan mural peta indonesia.
Sehari sebelumnya, 17 agustus 2019. Masih di deretan wilayah pantura. Di kota pati, tepatnya di desa kedumulyo. Ratusan petani memperingati hari kemerdekaan republik indonesia dengan tema Upacara Rakyat
Kelompok petani yang lebih dikenal petani kendeng tersebut rutin mengadakan Upacara rakyat sejak tahun 2006. Tepatnya setelah lahan mereka terancam akan digusur untuk dijadikan pabrik semen yang mengatasnamakan kepentingan ekonomi dan pembangunan nasional.
Memperingati kemerdakaan mungkin bisa dengan cara apapun dan oleh siapapun. Termasuk oleh orang-orang yang diancam kekalahan-kekala han di depan mata. Karena memang kemerdekaan untuk seluruh rakyat masih pantas diharapkan.
Cangkul tidak pernah di takdirkan untuk melawan beton. Begitupula petani, tidak sepantasnya melawan kekuatan superior industri dan negara
DISANDERA KORONA,
DITODONG NEGARA
“Setan adalah pemberontak abadi, pemikir bebas pertama dan pembebas dunia." -Paul Avrich, Pengantar 1, God & the State.
Saya tidak tahu kenapa akhir-akhir ini negara sedang kacau balau, seolah-olah rencana yang sudah matang selama 5 tahun ke depan buyar seketika dikarenakan wabah pandemi, lalu negara merencanakan ulang kepicikan nya. Sederetan masalah seperti omnibus law, dunia ini sedang terjangkit penyebaran wabah wacana darurat sipil, puluhan ribu napi pandemi. Tiba-tiba kawan saya bertanya “Kamu tahu siapa Tuhanmu dalam keadaan seperti ini?". dibebaskan, penangkapan anarko vandalism, Otomatis saya kaget, jika ekspresi saya di
rencana penjarahan sejawa yang diorganize
oleh para anarko pada tanggal 18 April, adegankan pada sebuah film, saya akan dentuman gempa atau gunung api, sampai menyembur mukanya dengan jus yang baru saja pada lelucon penangkapan ketua anarko saya minum. “Imanmu sedang dipertanyakan sindikalis yang ternyata dia adalah seorang dalam hal ini? Seperti halnya kelas menengah pencuri helm milik polantas. Wkwk. Hingga keatas mencari yang berbondong-bondong akhirnya muncul sebuah teori konspirasi masker, handsanitizer,memenuhisegala tentang pembebasan napi dan penangkapan kebutuhan pokok selama dirumah aja, dll. anarko hanyalah akal-akalan busuk negara Sedangkan kelas menengah kebawah tetap untuk menetapkan darurat sipil. Menutup isu bekerja diluar rumah tanpa memikirkan hal itu, omnibus law yang sedang dirapatkan di karena mereka tak punya cukup uang untuk gedung pantat. Dentuman yang bukan berasal membeli kebutuhan tersebut” ujarnya. “Manusia dari gempa atau letusan gunung berapi, rumor yang takut akan kematian. Hanya karena adanya diantaranya berasal dari pembangunan ruang sebuah musibah, egois dan rakus menjadi bawah tanah (bunker) untuk para elite. Lalu senjata utama untuk melindungi dirinya” ujarnya penjarahan sejawa oleh para anarko? Menjadi lagi. Akhirnya timbul diskusi yang menarik antara sebuah pertanyaan yang besar. Mereka para kami berdua siang itu.Mulai dari anarko sudah kesusahan untuk mengorganize mempertanyakan keberadaan Tuhan, keimanan, lingkaran sendiri nya apalagi mau lahirnya dajjal, andil media massa/media sosial, mengorganize anarko sejawa. Ckckck. hingga campur tangan para elite dunia.
Sekitar beberapa hari yang lalu,saya menagih Memang setiap manusia mempunyai perspektif yang berbeda-beda tentang bagaimana mereka hutang sepatu bola yang dipinjam oleh seorang kawan. Lalu kami bersepakat untuk memaknai sebuah agama atau mempercayai bertemu di tempat warung kopi biasa kita siapa Tuhan nya. Tetapi saya percaya bahwa nongkrong sambil memesan kopi susu atau manusia lah yang salah menerjemahkan. Bukan jus buah yang segar. Saya sudah sampai berarti saya sepakat penuh dengan ajaran-ajaran duluan di tempat nongkrong tersebut, di dalam agama. Mayoritas implementasi berselang 15 menit kawan saya datang manusia dalam beragama hanya mengikuti menyusul. Dia duduk di sebelah saya lalu aturan-aturan personal seperti beribadah, mengambil sebatang rokok dan pemantik dari berpuasa, mengaji atau zakat bagi yang muslim, tasnya, di hidupkan lah rokok itu sambil dsb. Sementara esensi dari aspek kehidupan menatap jalan raya yang tetap ramai meskipun manusia dalam bermasyarakat tidak
terimplementasikan. Manusia yang taat kepada dijadikan bandara baru. Padahal misi sejati
agama seharusnya peduli terhadap kaum yang agama, ilmu pengetahuan dan pembelajaran
tidak untuk menindas atau memerintah tertindas. Sangat di sayangkan. Selama ini manusia, tetapi untuk menyelamatkan mereka negara memanfaatkan agama hanya untuk dijadikan manuver politik. Pemanfaatan agamadari takhayul, pekerjaan yang membosankan, sebagai hidup ataudan penyakit. Dengan merebut pendidikan dan perampasan ruang ilmu pengetahuan dari genggaman monopoli pembebasan lahan sangat sering saya jumpai, salah satu contoh yang pernah saya baca, saat golongan pemeganghak istimewa dan menjadikan nya tersedia secara merata bagi terjadi perampasan ruang hidup di kulon progo, mereka mempengaruhi masyarakat melaluisemua orang agar masyarakat tidak menjadi mitos-mitos menyesatkan seperti sabda-sabdakumpulan hewan yang dipimpin dan diperas
leluhur dengan pembenaran bahwa itu adalah oleh para tokoh-tokoh agama/negara, dan
diteruskan meskipunsanggup untuk menentukan sendiri nasib tradisi yang harus mereka. menghancurkan dan menindas masyarakat. Lebih parahnya lagi mereka menggelar “Maaf,Marx. Ini dada kiri Bakunin muda." pengajian lalu menghadirkan tokoh agama sekaligus budayawan untuk mempengaruhi-Puthut EA, Surga-Surga Kecil, Cinta Tak
masyarakat dan merelakan lahan nya untuk Pernah Tepat Waktu
COOKING
iS FUN!T- MENEBARTERROR
Ditengah kondisi ekonomi yang moratmarit karena pandemi dan acuhnya pemerintah, tidak bisa dipungkiri hal tersebut tidak hanya mengganggu lini kebutuhan pokok seperti listrik dan cicilan. Kebutuhan pangan pun juga terdampak imbasnya. Ketika daging ayam dan sapi atau bahkan telur sudah tak mampu lagi terbeli sesering dulu, harus diakui ini sangat menyebalkan! Salah satu cara untuk mensiasati hal tersebut adalah dengan beralih pilihan bahan makanan ke bahan makanan lain yang lebih terjangkau. Menjadi vegetarian!
Mengkonsumsi sayur tidak hanya lebih sehat tapi juga lebih ekonomis. Segala macam sayur bisa dijadikan menu makanan yang tidak kalah lezat dengan makanan berbahan baku daging. Asal bahan tersebut diolah oleh tangan yang benar, masakan berbahan sayur pun dapat menghilangkan ketergantungan lidah kita terhadap daging. Berikut adalah resep masakan berbahan sayur yang mudah diolah dan murah. Cocok untuk disaat-saat krisis seperti ini.
Jamur crispy saus telur asin
Bahan : Jamur tiram 200-300gr / 1 bag (Rp. 3000. Biasanya 5000 dapet 3 bag) Daun kari 2gr (Rp. 1000 / minta tetangga yang punya tanamannya) Telur asin (Rp. 3000) Santan (Rp. 3000) Cabe rawit (Rp. 2000. Pake secukupnya. 10 biji cukup) Tepung terigu 100gr (Rp. 1000) Tepung kanji 100gr (Rp. 1500) Mentega Cara memasak:
- Hancurkan kuning telur asin sampai halus. Hancurkan juga putihnya tapi jangan terlalu halus.
- Buat adonan basah dari tepung terigu beri sedikit air dan bumbu rasa seperti gula, kaldu bubuk, dan garam. Aduk sampai kental, jangan terlalu encer.
- Potong cabe rawit dan siapkan daun kari.
- Potong jamur yang sudah dicuci bersih dan diperas airnya sesuai selera (memanjang lebih baik) lalu masukan ke adonan basah dan masukan ke tepung kanji kering, remas perlahan supaya tepung kanji melekat.
- Panaskan minyak goreng lalu goreng jamur yang sudah dibaluri adonan kanji hingga matang dan renyah. (Ingat, saat menggoreng jamur usahakan beri minyak agak banyak supaya hasilnya lebih bagus. Teknik ini dinamakan deepfry)
- Cairkan 4 sendok makan mentega dengan api kecil. Masukan kuning telur lalu aduk hingga mentega dan kuning telur menyatu dan mengeluarkan busa. Setelah berbusa, masukan putih telur.
- Setelah kuning dan putih telur tercampur dengan mentega, kecilkan api lalu masukan cabe rawit dan daun kari. Beri bumbu perasa seperti gula, lada, dan kaldu bubuk (jika suka) dan 3-4sendok makan santan lalu aduk hingga merata. Jangan tambahkan garam karena rasa asin sudah didapat dari telur asin.
- Setelah saus telur asin sudah tercampur rata, koreksi rasa. Masukan jamur crispy yang sudah digoreng kedalam saus telur asin lalu aduk hingga tercampur rata dengan saus.
- Sajikan dan santap dengan nasi putih hangat!
Note: Untuk 200-300gr jamur bisa untuk 2 porsi menu makan.
(Total keseluruhan hanya Rp.14.500!) Semoga bermanfaat. Staysafe, hatestate, washurhand, andcookon!
RocKaRomaN
Hallo......hallo.....hallo....., dan sekali lagi hallo.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji. Ah! ini terlalu klise, jika ku peruntukan padamu. Baiklah mari kita ulang. Hai.. ah tidak!. Mungkin, ah... Kepalaku pecah memikirkan kata yang memang pantas untuk ku ucapkan padamu. Mengapa kau begitu keras menghantam kepalaku?. Hingga aku tersadar betapa pedulinya kau kepadaku. Lembut mu bagai angin yang membuat bulu kudu ku merinding. Ucapmu sayup-sayup terdengar terhembus angin, bagai pohon kelapa yang merayuku. Ah, apa ini perlu ku ucapkan di hadapanmu?. Kurasa itu semua tak perlu, Semua hanya akan menjadi omong kosong. Jika terlalu banyak yang kuhambur kan dihadapanmu. Mungkin ini memang biasa, namun ini diluar kebiasaan ku mencinta. Maaf aku tak pandai membuat kata-kata roman atau puisi romantis seperti kebanyakan. Namun dari gerakmu, gemulai tubuh indahmu, suara merdumu, dengus nafasmu yang membabi buta membangunkan gairahku, menantang maut, menghancurkan asteroid dan mengubahnya menjadi gugusan bintang yang bergantungan di angkasa. Darah ini terasa mengalir kencang, degup jantung seolah akan meledak dan terdengar dari jauh, "I'm on the highway to hell Highway to hell I'm on the highway to hell Highway to hell" Semakin mendekat, semakin mendekat, dan semakin mendekat. Ah ternyata itu nyanyian lama yang kita nyanyikan sembari menunggu malam datang.
"Hai bro,"
"Hai."
"You are a..... Ronald belford "bon" Scoot?"
"Hei, hei, hei, hei, hei, hei, hei...!"
Hallo..…halo.halo. dan sekali lagi hallo. Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur, serta rasa cinta dari lubuk hati yang... Ah! terlalu, jika ku umbar kata-kata ini di hadapanmu. Selalu aku terhenti untuk meneruskan kata ini. Aku tak sanggup lagi menuturkan kata-kata tentangmu. Mungkin karena kesempurnaanmu, atau karena keindahanmu, atau karena kamu selalu berlari-lari dalam pikiranku, hingga kau masuk ke relung dadaku. Mana mungkin kamu bisa. Baiklah aku akan membeli sari buah-buahan, tentunya jika ini dicampur dengan minuman beralkohol maka akan semakin nikmat. Tak lupa pula, aku akan mengambil sayuran dan lauk pauk dimana kombinasi makanan dan minuman tersebut akan kita beri nama menu 4 sehat 5 sem-burat, karena bukan susu yang ada didalamnya namun alkohol-ah yang nantinya berperan bagi kesehatan pikiran kita. Tapi aku merasakan cinta ketika mencumbumu. Ya aroma ini, ini aroma alkohol. Aku masih ingat ketika aku mendengar mu untuk kali pertama. Tapi tidak mungkin aku bisa ingat, tapi tetap akan kuingat, namun sulit aku mengingatnya, tetap ingatkan aku, ingatkan aku, ingatkan aku, ingatkan aku dan ingatkan aku.. Kurasa itu semua tak perlu. Ketika malam masih ada, bergelantungan bintang diangkasa, disitulah jalan menuju surga. Aku akan menemuimu, aku pasti akan bersamamu, karena cintaku bukan hanya kata,
tapi ....
KUMPULAN ULASAN
- EDREA
Tapi berikut adalah versi yang cukup segar dari salah satu hits mereka. Sedikit dipoles lagi oleh kawan saya, mantan-calon rapper kambuhan: Juliansadam/ Teenagewarhead/ Ratracecycle. Meskipun belum terasa nendang, tapi cukup mengasyikkan didengarkan. Full untuk versionnya bisa dicek di soundcloud.
Broken Hymns-Dropkick Murphys : Berita Tentang Keberanian
DROPKICK MURPHYS
WE ARE
STYLE
OUT
ESUKUDALU
Berawal dari tantangan di media sosial untuk menuliskan kesan setelah menonton film, mendengar musik ataupun membaca buku. Katanya selain mengisi kesibukan dalam minggu-minggu #dirumahaja ini, kita harus menjaga daya imajinasi dan kreativitas dalam bentuk apapun. Padahal saya sendiri tidak cukup ngeh apa hubungan antara hal tersebut dengan kecemasan global yang sedang terjadi sekarang.
Tapi apa boleh buat, tantangan harus segera dijawab.
The Sukudalu-We Are The Sukudalu (Remixed Version by Teenage Warhead)
Hal yang mustahil untuk menceritakan dengan detail salah satu momen bersejarah yang terjadi lebih dari 1 abad silam. Terlebih saya bukan ahli sejarah yang sanggup menghafal ratusan nama tokoh dan waktu tertentu. Pun ladang refrensi saya tidak seluas tambang batubara yang dimiliki pejabat publik macam Luhut.
Ya, lagu ini berlatar belakang tragedi yang disebut sebagai pemicu perang sipil Amerika pada tahun 1861 dan diceritakan dari sudut pandang seorang pemuda bernama Jimmy. Secara tersirat dalam lagu ini disebutkan, Jimmy merindukankota asalnyatinggal. Lalu menemukan banyak kepedihan dan segera menyadari bahwa peperangan hanya menyisakan luka batin yang menyiksa. Bahkan Jimmy tak mampu untuk sekedar mengingat seperti apa lanskap kota yang dulu ia tinggali
Rap Cover
Band yang berdiri di pertengahan tahun 2000an ini konon merupakan salah satu band yang berhasil merobohkan mitos bahwa band ska harus punya brass section; macam terompet, trombone maupun saxo. The sukudulau merupakan contoh perpaduan bajingan antara musik ska dan blues yang dibawakan dengan duo vokal nyentrik nan khas.
Rasanya merupakan hal umum di kalangan penggemar band ini bahwa versi terbaik mereka adalah ketika Bruce a.k.a Reinhard masih ikut mengisi salah satu bagian vokal.
dengan kedamaian, sebab paru-parunya telah disesaki bau bangkai kematian.
Matt Kelly mungkin bukan drummer handal yang terkenal. Tapi bisa dibilang ia tipikal drummer yang memiliki tehnik yang cukup unik, dan tak
THE CLOVES &
pernah gagal menyalurkan energinya untuk menjadi bagian dari harmoni sebuah lagu. Ketukan drumnya di lagu ini menjadi pengantar
THE TOBACCO
iringan banjo yang kemudian segera disahut dengan vokal berat khas Al Barr. Lalu giliran
ACROSS THE HORIZON
frontman band ini, Ken Casey menyambar. dengan teriakan seraknya. Dan seperti yang teman-teman mungkin tau ciri khas mereka selama ini, hampir di setiap lagu selalu ada sing S1S$S$ along di bagian chorusnya.
"Now the battle hymns are playing, report of shots mau dengan ajakan murah ke gigs di not far away Magelang, tapi nyatanya lebih senang keliling No prayer, no promise, no hand of god could save eropa. Sial betul. Dan kali ini saya akan their souls that April daymemperbarui ulasantersebut dengan Tell their wives that they fought bravely as they lay mengaitkannya pada situasi hari ini. them in their graves." *★ DKM hanya salah satu dari sedikit band yang
berhasil meleburkan antara punk rock, gang Meskipun mengaku terinspirasi dari gejolak
vocal, distorsi kasar, attitude kelas pekerja dan peristiwa yang terjadi di Syiria, ditambah musik tradisional irlandia. Ditambah lagi dengan bayangan imajiner sang penulis lagu lirik yang bertema cermin sosial, lagu ini cukup mengenai romansa sepasang kekasih, saya berkekuatan magis agar kita mendengarkan tetap menaruh curiga bahwa lagu ini
dengan seksama apa yang berusaha mereka sebenarnya nubuat dari TCnTT yang
sampaikan. meramalkan akan datang suatu hari di mana mereka yang berpasang-pasangan harus Broken Hymn bagi saya merupakan sebuah elegi berpisah untuk sementara waktu. Dan mereka yang dinyanyikan dengan sisa-sisa semangat memilih menggunakan diksi perang untuk pertempuran. Bahwa tidak mengapa menyikapi menggambarkan kepahitan, keterpisahan dan duka dengan sejenak menundukkan kepala. keterasingan itu. Sembari mengabarkan berita tentang keberanian dengan semangat yang terjaga. Tanpa mereka menjelaskan pun, saya setuju bahwa lagu ini mencoba untuk menyajikan **Dipersembahkan untuk teman-teman medis perspektif yang berbeda dalam melihat dan siapa saja yang sedang berada di garis peperangan. Walaupun awalnya saya agak depan berjuang melawan korona. sedikit terkejut -untuk tidak mengatakan terganggu- dengan kalimat bernada apolitis When The War is Over-The Cloves And The semacam Tobacco : Sepotong Romansa Dari Gejolak Peristiwa "I don't care about the regime who take control, I don't care about what they call revolution.." Sebenarnya saya sudah pernah mengulas lagu ini di postingan IG empat tahun yang lalu tapi Sebab jika diperiksa kembali, maka kita akan dengan latar belakang kondisi yang berbeda. menemukan bahwa setiap inchi jengkal Saat itu saya menyambungkannya dengan cerita langkah kaki dalam kehidupan kita sehari-hari tentang gadis manis yg dulu saya puja. Seakan sesungguhnya tak lepas dari yang namanya
kebijakan Namun bisa penguasa. sayaOut of Control / Back up Against the Wall memaklumi perasaan tokoh Aku dalam syair-Rancid : Dari Belenggu Sosial Hingga tersebut. Dalam situasi yang carut marut dan gaKecemasan Massal karuan selalu terdapat kebuntuan yang menggumpal menjadi rasa frustasiuntuk kemudian --dalam konteks lagu ini-- menjadi tumpukan rindu yang menggunung, seperti dalam
RANCID
penggalan lirik selanjutnya,
"I just want to see you, hear your violin sound, enjoy a glass of beer and see your smile"
Lalu saya mendadak teringat perkataan teman saya, "Santai, masbroo. Kadang revolusi dimulai dari cinta dulu. Biar gak utopis"
Sampai saat ini, saya tidak pernah meragukan band yang menyebut genre musiknya Paddy Beat Punk ini sebagai band dengan lirik-lirik naratif nan puitis. Racikan musik yang berasal dari tangan dingin sang fiddler ini sangat sayang jika dilewatkan. Apist yang saya kenal perfeksionis ini Perkenalan pertama saya dengan Rancid tidak tidak main-main dalam menyuguhkan karyanya. begitu berjalan mulus. Kalau tidak salah ingat, Semua sesuai dengan porsinya. Tidak ada skill saya yang ketika itu masih awal-awal duduk di individu yang coba untuk ditonjolkan dalam lagu bangku SMP gemar mengunjungi tempat game ini, meskipun saya yakin tiap-tiap dari personelonline. Dan ketika memainkan game Need For mereka bisa saja pamer kemampuan terbaiknya. Speed secara tidak sengaja mendengar lagu Tapi justru karena hal tersebut, kemasan lagu ini mereka yang berjudul Out of Control --Mohon terasa sangat rapi, segar dan tentunya layak untuk diralat jika saya salah menyebut nama dinikmati. gamenya. Maklum, saya bukan gamer sejati-- Pada saat itu lagu-lagu punk dengan beat yang Dengan rasa sedikit menyesal, lagu ini seakan kencang sangat tidak bersahabat dengan mengajak kita untuk berjanji agar tidak lagi telinga saya yang lebih akrab dengan menyia-nyiakan waktu yang kita miliki dan
tembang-tembang dari Dewa, Boomerang,
menjaga keintiman dengan orang-orang yang kita Peterpan dan band-band yang menguasai sayangi. industri musik indonesia kala itu.
"And when this damn war is over, I promise I'l Oleh karenanya saya tidak langsung menyukai wear my best clothes, and then run to your house, bentuk musik yang terdengar aneh tersebut. I will stand in front of your door and ask you, would Tapi karena saya cukup sering memainkan you have a dinner with me. And when this damn game NFS, otomatis saya jadi sering war is over, would you come out with me? Hold my mendengar lagu tersebut. Perlahan saya mulai hand just to feel free.." menghayati. Kerap kali tanpa sadar kaki saya bergerak mengikuti tempo drum yang lumayan Untuk mereka yang sedang rindu namuncepat itu, sembari mantuk-mantuk mengikuti terpasung jarak sehingga tak mampu beranjak. irama.
"I hope this all ends soon and back the same way
Lalu saya semakin tertarik ketika mendengar
again.."bahasa liriknya.Bermodalkan kemampuan inggris (listening skill) yang minim, keluguan, keliaran
dan insting remaja yang
mulai ikut serampangan, saya pun
menyanyikan lagu itu. Potongan lirik yang
terdengar paling menarik buat saya saat itu Silahkan mengaitkan potongan lirik Back up adalah, Against the Wall di atas dengan kecemasan massal yang terjadi hari ini, dengan "Free sex..Free sex..Free sex.. stay out of control"orang-orang yang kurang beruntung di sekitarmu atau mungkin dengan dirimu sendiri. Jika diartikan secara bebas menjadi, “SeksJika dirasa kurang menyentuh, perhatikan bebas..Seks bebas..Seks bebas..Tetaplah di luarpenggalan lirik selanjutnya. kendali" "Promises are broken, yeh, jobs are leavin Akhirnya, saya memberanikan diri memaknai OutAnd the sky is darkening in the land of stepping of Control sebagai lagu pemberontakan. KarenaBut the bus is staying and I won't be regretting dari penggalan lirik itu, saya berkesimpulan seolahAnd there's no more jobs here, no more love Rancid sedang mengajak saya untuk melepaskanhere diri dari belenggu sosial yang disandarkan padaNo more room here for me, and there's no norma-norma yang ada di masyarakat danmore jobs here memilih dengan sadar gaya hidup yang kitaOnly misery here, for me and my family" inginkan. Bebas dan sak karepe dewe. Masih tidak berhubungan erat dengan Bertahun-tahun kemudian saya mengetahuikehidupanmu atau orang-orang di sekitarmu? bahwa liriknya tidak seperti yang saya dengar kala Selamat! Itu artinya kamu bagian dari kelas itu. Lirik sebenarnya dari lagu itu berbunyi, menengah yang cukup beruntung dan tidak terusik selagi pandemi ini berlangsung. Bahkan "Resist..resist..Resist..state out of control" ketika pandemi ini berlalu pun lagu ini masih relevan bagi mereka yang bertatus karyawan Demi Armstrong dan penggemarnya, ampuni sayakontrak-upah murah-terancam tidak punya yang terlampau tolol dan percaya diri denganrumah dan sedang pasrah menunggu mimpi kemampuan saya menelaah saat itu. Betapaburuk bernama omnibus law mewujud jadi lancangnya saya, mendegradasi makna lagu yangkenyataan. Tapi jika dirasa analisa saya mengenai lagu masih sedangkal puluhan tahun sesungguhnya bermuatan politis menjadi sekedar tuntutan hasrat kepuasan seksual. Cukupsilam ataupun lagi-lagi salah dalam memaknai memalukan memang. Tapi paling tidak, instinglagu, maka untuk kesekian kalinya saya minta saya kala itu tidak sepenuhnya salah. Dalammaaf. Setidaknya kalian tidak menghakimi kadar tertentu lagu ini syarat dengan semangatsaya dengan komentar intimidatif a la pemberontakan. Kemuakkan terhadap otoritassenior-senior di skena. khas pemuda.:(Hiks
Di saat yang sama saya baru mulai akrab dengan lagu-lagu Tim Armstrong dkk. Sampai sekarang lagu-lagu mereka masih berada dalam playlist favorit saya. Menurut pengamatan singkat seorang teman yang memiliki pengalaman yang hampir sama dengan saya, Rancid merupakan band dengan spirit punk, kultur gangster dan sang vokalis yang terlalu sering mendengar musik reggae. Maka jadilah nomor-nomor andalan seperti Old Friend, Red Hot Moon, Time Bomb hingga Back Up Against the Wall. Entahlah, bisa jadi teman saya salah, tapi saya tetap mengamininya.
"..but there's people here trying to blame me And there's no jobs that will pay me, enough to feed my family"
L wavail virus coruna
Di Pusaran Krisis Ekonomi COVID-19
rid-19 hat kasus penyebaran wabah 2020. Dengan demikian, masa
Cl Egnta
us Corona yang belumpembelaja jarajau dan baeria kan angka penurunan, dari rumah tauyork from hor kembali ah Kota Banding (Pemkot TSocial life ang.(*) )mempa esecond concept,immunesys-Adults tend to havemore body mounts a "st
adaan Tey geap Darurat temvariation, is evident in other in-sponse".
matureimmune systems Wabah Covid-19. fectious diseases, for instance tuber-This response can b thanchildreh.Whenthey culosis and hand, foot and mouth and end up causing exti tuangkan dalam Surat disease (HFMD). theperson. getaninfection,theirbody Vali,Kota Bandung Nomor: This response is also Tuberculosis is an infection that mountsa"stronger 2 for the additional pr usuallyinvolves the lungs. response".Thisresponse complications they de Some peeple-specifically, some strong, young. healthy adults with can betoo strong andend pared with children or
Pekerja Dirumahkan
robust immune systems-do worse with "weaker"immune up causing extra damageThus, having a "stron than older adults and children ANG,BANG-kegiatan sosial dan keagam- to the person. This when they acquire this infection. system" is actually a d aan. "Ada 56 perusahaan vak 1.338 pe-HFMD is an infection that causes for some infections. Vang tercatat oleh Disnaker responseisalso paksa diber- traolch pihak melakukan keputusan itu, rąshes and painful ulcers in the The immune system responsible for the yusul wabah PHK dan memberhentikan mouth; it usuallyaffects children. plains the patterns tha sementara karvawan. g menyerang additional problemsand When an adult contracts HFMD- ing on the number o awal Maret Sifad sementara ini, setelah usually the young, strong, healthy deaths. tu. sudah ada kondisi membaik dan aktivi-complications they adult parent of the infected child-The patterns suggest; mengalami tas perusahaan atan tempatdevelop,compared with sngan kerja saha kembali beroperasi, the adult tends to have more pain immune system's resp perusahaan nanti akan dipekerjakan children orother adults virus which contribute: and more ulcers, compared with gimembayar lagi." jelas Kepala Pisnaker-the avérage child. obvious symptoms, an with"weaker"immune trans Bobel Harrie Patriadi. These observations illustrate infection more dan engeluarkan Selasa(7/4). systems. Thus, having a ebutk adults. masvarakat Diamn PHKd how the virulence of the disease is as di luar ru-sejun Most ofthe patients ctor nbuat keru- o seek medical attenti memba re pick up and rej
pfail chnologist adds RNA extracted from patient samples for COVID-19 tests at Texas lospital in Housion. Significantly more testing, done much earlier, could have blow from the novel coronavirus.
Mall. method is not fully understood. price-gouging protections, and al evacuees arrived, Nirénberg's postponement of included none of the help for sayTop Sc ation's inabllity to Flesta shielded us from becoming patients that I sought. Ultimately, many, when and a hot spot like New Orleans afterI reluctantly supported this lividuals had not Mardi Gras, Shiuttering busi-flawed bill to urgently help small n
Health experts refute
tested in Callfornia, nesses, enduring layoffs and bustnesses stay afloat and sustain ose belatedlylested remaining at home represent a the newly unemployed. Carefulrumours, pointing out poor substirute for the compre- played further congressional monitoring and fference. To date, we hensive testing that should have additional legisation are needed respiratory infection celved the CDC occurred. Meanwhile, bealth care profes meded hv Mavnr Nur tnipt coneresdonal re damks back ecasinment to nrotect
won't spread via paper
New Delhe: Scientists at India's top healthpesearch bodles and he- (onomi Terpuruk alth experes have said holding safe nowspapers in you hands
virus corona (Covid-19) memperparah ekonomi d
d there is no evieance them
Cothe BOLEEERAAOPROSUO
aBelitung.Ekonomi Babelmengalam n mkorraksi
d4 ahun k. there been WhandApp messages and for-
onomi paber gelum bernan menyenkuh angka 5 wards —stating that newspapers
. Hal im ditenggarai karena anjloknya harga komodi-can be aveques of infection. But this has been roundly refuted by
ma Babel seperti timah dan ladà yang dalam puluharhealthexpertsand doctors.
Nivedita Cupta, chlef epidemio-AGODED elah menjadi salah satu penopang pertumbuhan. logist at thelndian Councilof Me T.