Kode Mapel : 802GF000
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN
TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
BIDANG PLB TUNARUNGU KELOMPOK KOMPETENSI I
PEDAGOGIK:
Pemanfaatan Penilaian dan Evaluasi bagi Pembelajaran
PROFESIONAL:
Pemanfaatan TIK untuk Pengembangan Diri
Penulis
- H. Agus Supriatna, Dr., M.Pd.;085860067206; [email protected]
- Temmy Syamsu Taufiq, S.Sos, Med; 085720104348; [email protected]
Penelaah
Drs. Endang Rusyani, M.Pd.; 085220680059**;** [email protected]
Ilustrator
Achmad Wahyu, S.Pd.; 082319796615; [email protected]
Cetakan Pertama, 2016 Cetakan Kedua, 2017
Copyright @ 2017 Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 i
© 2017 ii
KATA SAMBUTAN
Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter prima. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian Pemerintah maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru. Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun
- Peta profil hasil UKG menunjukkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu: 1) Moda Tatap Muka, 2) Moda Daring Murni (online), dan 3) Moda Daring Kombinasi (kombinasi antara tatap muka dengan daring). Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) merupakan Unit Pelaksanana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya. Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru moda tatap muka dan moda daring untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.
| iii | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
Mari kita sukseskan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini untuk mewujudkan Guru Mulia Karena Karya. Jakarta, April 2017 Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,
Sumarna Surapranata, Ph.D. NIP 195908011985031002
© 2017 iv
KATA PENGANTAR
Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan, diawali dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru dan ditindaklanjuti dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar kegiatan tersebut, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK dan PLB), telah mengembangkan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bidang Pendidikan Luar Biasa yang terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus. Kedalaman materi dan pemetaan kompetensi dalam modul ini disusun menjadi sepuluh kelompok kompetensi. Setiap modul meliputi pengembangan materi kompetensi pedagogik dan profesional bagi guru Sekolah Luar Biasa. Modul dikembangkan menjadi 5 ketunaan, yaitu tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa dan autis. Setiap modul meliputi pengembangan materi kompetensi pedagogik dan profesional. Subtansi modul ini diharapkan dapat memberikan referensi, motivasi, dan inspirasi bagi peserta dalam mengeksplorasi dan mendalami kompetensi pedagogik dan profesional guru Sekolah Luar Biasa. Kami berharap modul yang disusun ini dapat menjadi bahan rujukan utama dalam pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bidang Pendidikan Luar Biasa. Untuk pengayaan materi, peserta disarankan untuk menggunakan referensi lain yang relevan. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyusunan modul ini.
Bandung, April 2017 Kepala,
Drs. Sam Yhon, M.M. NIP. 195812061980031003
| v | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
© 2017 vi
DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN ....................................................................... iii
DAFTAR ISI..................................................................................vii
DAFTAR TABEL ............................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR.......................................................................... xi
PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Tujuan................................................................................ 3
C. Peta Kompetensi.................................................................... 4
D. Ruang Lingkup ...................................................................... 4
E. Saran Cara Penggunaan Modul .................................................. 5
KOMPETENSI PEDAGOGIK: PEMANFAATAN PENILAIAN DAN EVALUASI
BAGI PEMBELAJARAN...................................................................... 7
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGGUNAAN INFORMASI HASIL PENILAIAN DAN EVALUASI UNTUK MENENTUKAN KETUNTASAN
BELAJAR ..................................................................................... 9
A. Tujuan................................................................................ 9
B. Indikator Pencapaian Kompetensi................................................ 9
C. Uraian Materi........................................................................ 9
D. Aktivitas Pembelajaran............................................................34
E. Latihan/ Kasus /Tugas ............................................................35
F. Rangkuman.........................................................................35
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut..................................................36
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 PERANCANGAN PROGRAM REMEDIAL
DAN/ATAU PENGAYAAN................................................................. 37
A. Tujuan...............................................................................37
B. Indikator Pencapaian Kompetensi...............................................37
C. Uraian Materi.......................................................................37
D. Aktivitas Pembelajaran............................................................59
E. Latihan/ Kasus /Tugas ............................................................59
F. Rangkuman.........................................................................59
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut..................................................60
| vii | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PEMANFAATAN INFORMASI HASIL
PENILAIAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN
KUALITAS PEMBELAJARAN.............................................................. 61
A. Tujuan .............................................................................. 61
B. Indikator Pencapaian Kompetensi.............................................. 61
C. Uraian Materi ...................................................................... 61
D. Aktivitas Pembelajaran........................................................... 72
E. Latihan/ Kasus /Tugas............................................................ 72
F. Rangkuman........................................................................ 72
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut................................................. 74
KOMPETENSI PROFESIONAL: PEMANFAATAN TIK UNTUK
PENGEMBANGAN DIRI.................................................................... 75
A. Tujuan.............................................................................. 77
B. Indikator Pencapaian Kompetensi........................................... 77
C. Uraian Materi..................................................................... 77
D. Aktivitas Pembelajaran........................................................ 106
E. Latihan/Kasus/Tugas.......................................................... 106
F. Rangkuman...................................................................... 107
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut............................................. 107
KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 PENGGUNAAN WEB BROWSING ...................109
A. Tujuan.............................................................................109
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ...........................................109
C. Uraian Materi ....................................................................109
a. Aktivitas Pembelajaran ........................................................129
b. Latihan/ Kasus /Tugas..........................................................129
c. Rangkuman.......................................................................131
d. Umpan Balik dan Tindak Lanjut..............................................132
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS ..........................................133
EVALUASI .................................................................................135
PENUTUP..................................................................................147
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................149
GLOSARIUM...............................................................................151
© 2017 viii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Deskripsi Dan Penskoran untuk Masing-masing Tahap............16
Tabel 1. 2 Contoh Penilaian Analitik dan Penskorannya.........................17
Tabel 1. 3 Ketuntasan Sikap..............................................................26
Tabel 1. 4 Nilai Ketuntasan Pengetahuan dan Keterampilan........................26
Tabel 1. 5 Penghitungan Nilai Hasil Belajar dan Kompetensi Dasar...........32
| ix | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
© 2017 x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Ketuntasan Belajar.......................................................27
Gambar 4. 1 Sistem Operasi Windows ..................................................79
Gambar 4. 2 Tampilan Dekstop Windows XP...........................................80
Gambar 4. 3 Tampilan Windows Vista ..................................................81
Gambar 4. 4 Sistem Operasi Macintosh.................................................81
Gambar 4. 5 Sistem Operasi UNIX.......................................................82
Gambar 4. 6 Sistem Operasi Linux ......................................................83
Gambar 4. 7 Android ......................................................................84
Gambar 4. 8 Mouse ........................................................................86
Gambar 4. 9 Gambar teknik memegang Mouse........................................87
Gambar 4. 10 keyboard...................................................................87
Gambar 4. 11 Monitor CRT ...............................................................90
Gambar 4. 12 Monitor LCD................................................................90
Gambar 4. 13 Monitor Plasma............................................................91
Gambar 4. 14 Printer......................................................................91
Gambar 4. 15 Menu Printers and Faxes.................................................92
Gambar 4. 16 Menu Add Printer Wizard................................................93
Gambar 4. 17 Menu pilihan jenis printer...............................................93
Gambar 4. 18 Menu penginstalan software printer...................................94
Gambar 4. 19 Scaner......................................................................95
Gambar 4. 20 Port dan Sumber Arus Listrik............................................97
Gambar 4. 21 Tombol Power.............................................................97
Gambar 4. 22 Windows Explorer....................................................... 100
Gambar 4. 23 Windows Explorer....................................................... 100
Gambar 4. 24 Ikon New Folder......................................................... 101
Gambar 4. 25 Langkah Membuat Folder Baru........................................ 102
Gambar 4. 26 Langkah mengganti nama file/folder................................ 103
Gambar 4. 27 Memindahkan File atau Folder........................................ 104
Gambar 4. 28 Langkah menghapus file............................................... 105
Gambar 4. 29 Peralatan Periferal ..................................................... 106
| xi | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
Gambar 5. 1 Aplikasi Internet Explorer melalui menu Start....................... 112
Gambar 5. 2 Kolom address ............................................................ 113
Gambar 5. 3 Tulisan 'Done' di Status Bar ............................................. 113
Gambar 5. 4 Situs Google .............................................................. 114
Gambar 5. 5 Untuk Mempermudah atau Mempersempit Pencarian .............. 115
Gambar 5. 6 Pencarian Khusus........................................................ 116
Gambar 5. 7 Referensi .................................................................. 116
Gambar 5. 8 Pendaftaran Yahoo! Mail ............................................... 118
Gambar 5. 9 Biodata yang Harus di Isikan............................................ 119
Gambar 5. 10 Form Pendaftaran....................................................... 119
Gambar 5. 11 Halaman Ucapan Selamat Telah Berhasil........................... 120
Gambar 5. 12 Buka Halaman web Yahoo! Mail....................................... 120
Gambar 5. 13 Muncul Halaman Utama E-mail Dari Id............................... 121
Gambar 5. 14 Muncul Halaman Untuk Pembuatan Surat Baru..................... 122
Gambar 5. 15 Tombol Browse......................................................... 122
Gambar 5. 16 Attachment.............................................................. 123
Gambar 5. 17 Halaman Pembuatan Surat ............................................ 123
Gambar 5. 18 Message Sent ............................................................ 124
Gambar 5. 19 Tombol Compose........................................................ 124
Gambar 5. 20 Mengirim Email.......................................................... 125
Gambar 5. 21 Mengirim Surat .......................................................... 125
Gambar 5. 22 Tombol Attach file..................................................... 126
Gambar 5. 23 Jendela FIle.............................................................. 126
Gambar 5. 24 Membaca Pesan Masuk ................................................. 127
Gambar 5. 25 Judul Surat Masuk....................................................... 127
Gambar 5. 26 Membalas Pesan Masuk (Reply)....................................... 127
Gambar 5. 27 Membalas Pesan......................................................... 128
Gambar 5. 28 Meneruskan Pesan (Forward).......................................... 128
Gambar 5. 29 Memasukkan Alamat Email ............................................ 129
Gambar 5. 30 Menutup Email .......................................................... 129
© 2017 xii
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada modul kompetensi I. Anda akan mengikuti Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dengan materi; Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar; Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan/atau pengayaan; Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan; Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi.
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru ini, sejalan dengan Panduan Teknis Penilaian Kurikulum 2013 yang menekankan penilaiannya pada penilaian baik pada aspek sikap, autentik, dan keterampilan. Dengan demikian diperlukan suatu pedoman penilaian yang memberikan fokus perhatian pada hal-hal sebagai berikut.
- Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar pada KI-3 dan KI-4.
- Penilaian menggunakan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
- Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti bahwa semua indikator kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
- Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagii peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan.
- Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar peserta didik yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik “wawancara”, maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan.
| 1 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
Dalam praktiknya, pembahasaan materi-materi dalam modul ini akan diintegrasikan dengan nilai-nilai utama karakter religius, nasionalis, mandiri, gotongroyong, atau integritas. Nilai riligius adalah ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan. Adapun subnilainya meliputi; cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percayadiri, kerja sama lintas agama, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang kecil dan tersisih.
Nilai Karakter Nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Adapun subnilainya meliputi; apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.
Nilai Karakter Mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Adapun subnilainya meliputi; etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Nilai Karakter Gotong Royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, bersahabat dengan orang laindan memberi bantuan pada mereka yang miskin, tersingkir dan membutuhkan pertolongan. Adapun subnilainya meliputi; menghargai, kerjasama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, sikap kerelawanan.
Nilai Karakter Integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral). Karakter integritas meliputi sikap tanggungjawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Adapun subnilainya meliputi; kejujuran,cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).
© 2017
Modul ini pun berguna untuk meningkatkan keterampilan Anda dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi. Dengan demikian, Anda akan lebih profesional dalam melaksanakan tugas sehari-hari, khususnya dalam merencanakan, mengolah, dan memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran.
B. Tujuan
- Standar Kompetensi
a. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar
b. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan/atau pengayaan.
c. Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
d. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi. - Indikator Pencapaian Kompetensi
a. Mampu mengevaluasi ketercapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam KTSP.
b. Mampu menindaklanjuti hasil evaluasi ketercapaian kompetensi.
c. Mampu merencanakan program pembelajaran remedial.
d. Mampu merencankan program pengayaan.
e. Mampu menentukan KKM untuk tahun ajaran berikutnya.
f. Mampu membuat laporan hasil penilaian kepada kepala sekolah.
g. Mampu membuat laporan hasil penilaian kepada orang tua/wali.
h. Mampu mengidentifikasi informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
i. Mampu merencanakan peningkatan kualitas pembelajaran.
j. Mampu melaksanakan peningkatan kualitas pembelajaran.
k. Mampu mengevaluasi pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran.
l. Mampu mengoperasikan laptop/personal computer (PC).
m. Mampu mengoperasikan operating system (OS) pada PC.
n. Menentukan perangkat pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasiMemahami cara kerja internet.
| 3 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
C. Peta Kompetensi
MODUL KOPETENSI I
PEDAGOGIK PROFESIONAL
Kompetensi IntiKompetensi Inti
Memanfaatkan teknologi
| Memanfaatkan hasil | informasi dan |
|---|---|
| penilaian dan evaluasi | komunikasi untuk |
| untuk kepentingan | berkomunikasi dan |
| pembelajaran | mengembangkan diri |
- Menggunakan informasi
| hasil penilaian dan evaluasi | • Mampu |
|---|---|
| untuk menentukan | mengoperasikan |
| ketuntasanbelajar | laptop/personal computer (PC) |
| • Menggunakan informasi | • Mampu |
| hasil penilaian dan evaluasi | mengoperasikan |
| untuk merancang program | operating system (OS) |
| remedial dan/atau | pada PC |
| pengayaan | • Menentukan perangkat |
| • Mengkomunikasikan hasil | pembelajaran berbasis teknologi informasi dan |
| penilaian dan evaluasi | komunikasi |
| kepada pemangku | • Memahami cara kerja |
| kepentingan | internet |
- Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasipembelajaran untuk meningkatkan kualitas
D. Ruang Lingkup
Materi yang dibahas pada modul Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru SLB Tunarungu Grade 9 ini merupakan modul kesembilan dari sepuluh modul. Ruang lingkup penulisan modul ini terbagi ke dalam 5 (lima) Kegiatan Pembelajaran. Adapun ruang lingkup materi tersebut yaitu; (1) Penggunaan Hasil Penilaian dan
© 2017
Evaluasi Belajar untuk Menentukan Ketuntasan Belajar; (2) Perancangan Pogram Remedial dan/atau Pengayaan; (3) Pemanfaatan Informasi Hasil Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran, (4) Pengoperasian Komputer dengan Sistem Operasi Windows 7; (5) dan Penggunaan Web Browsing.
E. Saran Cara Penggunaan Modul
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan modul ini sebagai bahan pelatihan, beberapa langkah berikut ini perlu menjadi perhatian para peserta pelatihan.
- Sebelum mempelajari modul ini, Anda dengan penuh percaya diri dan berdoa pasti mampu menguasai isi materi dengan baik.
- Lakukan pengecekan terhadap kelengkapan modul ini, seperti kelengkapan halaman, kejelasan hasil cetakan, serta kondisi modul secara keseluruhan.
- Bacalah petunjuk penggunaan modul serta bagian pendahuluan sebelum masuk pada pembahasan materi pokok.
- Pelajarilah modul ini secara bertahap dimulai dari uraian materi sampai tuntas, termasuk didalamnya ada aktivitas pembelajaran, dan ada latihan/tugas/kasus sebelum melangkah ke materi pokok berikutnya. Ukurlah hasil belajar pada uraian materi dengan kunci yang tersedia. Disarankan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu agar evaluasi yang dilakukan dapat mengukur tingkat penguasaan peserta terhadap materi yang disajikan.
- Pada saat membaca, berhentilah di sanasini dan usahakan untuk mengulang kembali kalimat-kalimat yang baru selesai dibaca dengan menggunakan kalimat-kalimat sendiri dalam usaha Anda untuk mengemukakan kembali isi pengertian dari kalimat yang baru selesai dipelajari. Tujuannya ialah untuk mulai mencantumkan isi bacaan
- Buatlah catatan kecil atau pertanyaan-pertanyaan untuk mengingat isi materi pada modul (bagian pinggiran/tepi halaman kosong, baik sebelah kiri maupun kanan setiap halaman buku) yang sedang dibaca. Tujuannya ialah untuk mengutip pokok-pokok pikiran/pengertian yang kita anggap paling penting guna memudahkan pengingatan kita mengenai inti dari isi materi.
- Berilah tanda dengan garis di bawah/stabilo pada kata atau kalimat-kalimat yang dianggap paling penting. Tujuannya ialah untuk memudahkan menemukan kembali bagian kalimat atau kalimat-kalimat
| 5 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
yang menurut penilaian Anda merupakan bagian penting dan merupakan inti permasalahan.
- Baca ulang seluruh materi yang telah selesai dipelajari, dua atau tiga kali. Dengan bantuan catatan/pertanyaan dan tanda garis di bawah/stabilo sebelumnya, maka jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut. tujuannya untuk memperkuat asosiasi dan intisari dari isi materi. Dengan demikian, Anda akan teringat isi materi setiap alinea atau bagian teks dari setiap halaman modul.
- Apabila pertanyaan yang Anda ajukan tidak terjawab, maka diskusikan dalam kelompok belajar untuk memecahkan masalah yang ditemukan dari isi materi modul tersebut.
© 2017
KP
KOMPETENSI PEDAGOGIK:
PEMANFAATAN PENILAIAN DAN EVALUASI BAGI PEMBELAJARAN
| 7 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
© 2017
KP
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGGUNAAN INFORMASI HASIL PENILAIAN
DAN EVALUASI UNTUK MENENTUKAN KETUNTASAN BELAJAR
A. Tujuan
Melalui kegitan mandiri, Anda mampu menjelaskan konsep penilaian, evaluasi, fungsi, tujuan penilaian kelas dan menginterpretasi hasil penilaian untuk menetapkan ketuntasan belajar serta menyusun langkah-langkah ketuntasan belajar.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Setelah mempelajari materi pokok 2 Penggunaan Informasi Hasil Penilaian dan Evaluasi untuk Menentukan Ketuntasan Belajar ini anda diharapkan mampu;
- membedakan batasan penilaian dengan evaluasi;
- menjelaskan fungsi penilaian;
- menjelaskan tujuan penilaian dengan benar;
- menjelaskan tujuan penilaian dengan benar;
- menginterpretasi hasil penilaian untukmenetapkan ketuntasan belajar dengan benar; dan
- menyusun langkah-langkah ketuntasan belajar dengan benar.
C. Uraian Materi
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, maka kita sebagai guru harus memiliki kompetensi dalam hal; (a) merencanakan penilaian sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai; (b) mengembangkan dan melaksanakan penilaian sesuai dengan ruang lingkup
| 9 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
penilaian, teknik, dan instrumen sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya; dan (c) menentukan ketuntasan belajar meliputi ketuntasan penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar.
Dengan demikian, pembahasan pada Kegiatan Belajar 1 ini, adalah membahas penggunaan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar. Sebagai dasar pemahaman dalam menentukan ketuntasan belajar, maka kita terlebih dahulu secara selintas mengenai batasan penilaian/evaluasi dan ketuntasan belajar berdasarkan Permen Kemendikbud nomor 104 Tahun 2014.
1. Pengertian, Manfaat, dan Fungsi Penilaian Kelas Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (2007:11) menjelaskan bahwa penilaian kelas adalah suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran tertentu. Penilaian kelas diperlukan sebagai informasi yang dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dapat dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang akan dinilai. Oleh sebab itu, penilaian kelas lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk memberikan keputusan, dalam hal ini nilai terhadap hasil belajar peserta didik berdasarkan tahapan belajarnya. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah dicapai. Digunakannya istilah penilaian kelas tidak berarti bahwa penilaian hanya dilakukan di dalam kelas tetapi juga diluar kelas, secara formal dan informal, atau dilakukan secara khusus. Penilaian kelas dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan belajar-mengajar.
© 2017
KP
Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti tes tertulis, penilaian hasil kerja peserta didik melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), penilaian produk, penilaian projek dan penilaian unjuk kerja (performance) peserta didik.
Lebih lanjut Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (2007:14-15) menjelaskan manfaat dan fungsi penilaian kelas sebagai berikut.Manfaat penilaian kelas antara lain:
a. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi, sehingga termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. Pengumpulan informasi kemajuan belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan dan memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi peserta didik untuk menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Prestasi belajar peserta didik tidak dibandingkan dengan prestasi kelompok, tetapi dengan prestasi atau kemampuan yang dimiliki sebelumnya; dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.
b. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. Pengumpulan informasi menentukan ada tidaknya kemajuan belajar dan perlu tidaknya bantuan secara terencana, bertahap, dan berkesinambungan, berdasarkan fakta dan bukti yang memadai. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dengan para peserta didik sebelum karya itu dikerjakan; dengan demikian peserta didik mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan atau secara tidak langsung peserta didik terdorong agar berusaha mencapai harapan guru. Dengan demikian, peserta didik diberi kesempatan memperbaiki prestasi belajarnya.
| 11 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
c. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
d. Untuk masukan bagi guru guna merancang kegiatan belajar sedemikian rupa sehingga para peserta didik dapat mencapai kompetensi dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan.
e. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan.
Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi.
b. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).
c. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan Untuk menentukan ketuntasan belajar,maka kita perlu informasi berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi. Informasi tersebut dijaring dari data-data hasil evaluasi yang meliputi hal-hal sebagaimana dikutip dari Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (2007:36-41)berikut ini.
a. Data Penilaian Unjuk Kerja Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan terhadap penampilan peserta didik dari suatu kompetensi. Skor diperoleh dengan cara mengisi format penilaian unjuk kerja yang dapat berupa daftar cek atau skala rentang. Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu kegiatan unjuk kerja adalah skor pencapaian dibagi skor maksimum dikali 10 (untuk skala 0 -10) atau dikali 100 (untuk skala 0 -100). Misalnya, dalam suatu
© 2017
KP
penilaian unjuk kerja pidato, ada 8 aspek yang dinilai, antara lain: berdiri tegak, menatap kepada hadirin, penyampaian gagasan jelas, sistematis, dan sebagainya. Apabila seseorang mendapat skor 6, skor maksimumnya 8, maka nilai yang akan diperoleh adalah 6 : 8 = 0,75 x 10 = 7,5.
Nilai 7,5 yang dicapai peserta didik mempunyai arti bahwa peserta didik telah mencapai 75% dari kompetensi ideal yang diharapkan untuk unjuk kerja tersebut. Apabila ditetapkan batas ketuntasan penguasaan kompetensi minimal 70%, maka untuk kompetensi tersebut dapat dikatakan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian, peserta didik tersebut dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya.
b. Data Penilaian Sikap Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik berdasarkan pengamatan/observasi guru mata pelajaran. Data hasil pengamatan guru dapat dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan pertanyaan langsung dan laporan pribadi. Seperti telah diutarakan sebelumnya, hal yang harus dicatat dalam buku Catatan Harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol, yang berkaitan dengan sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik, baik positif maupun negatif. Yang dimaksud dengan kejadian-kejadian yang menonjol adalah kejadian-kejadian yang perlu mendapat perhatian, atau perlu diberi peringatan dan penghargaan dalam rangka pembinaan peserta didik. Pada akhir suatu semester, guru mata pelajaran merumuskan sintesis, sebagai deskripsi dari sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik dalam semester tersebut untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Deskripsi dari sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik ini menjadi bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom Catatan Guru pada rapor peserta didik untuk semester dan mata pelajaran yang berkaitan. Selain itu, berdasarkan catatan-catatan tentang peserta didik yang dimilikinya, guru mata pelajaran dapat memberi masukan pula kepada
| 13 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
Guru Bimbingan Karier untuk merumuskan catatan, baik berupa peringatan atau rekomendasi, sebagai bahan bagi wali kelas dalam mengisi kolom deskripsi perilaku dalam rapor. Catatan Guru mata pelajaran menggambarkan sikap atau tingkat penguasaan peserta didik berkaitan dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat naratif. Demikian juga catatan dalam kolom deskripsi perilaku, menggambarkan perilaku peserta didik yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan dalam semester tersebut.
c. Data Penilaian Tertulis Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari hasil berbagai tes tertulis yang diikuti peserta didik. Soal tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, uraian, jawaban singkat. Soal bentuk pilihan ganda diskor dengan memberi angka 1 (satu) bagi setiap butir jawaban yang benar dan angka 0 (nol) bagi setiap butir soal yang salah. Skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu perangkat tes pilihan ganda dihitung dengan prosedur: jumlah jawaban benar, dibagi jumlah seluruh butir soal, dikali dengan 10. Prosedur ini juga dapat digunakan dalam menghitung skor perolehan peserta didik untuk soal berbentuk benar salah, menjodohkan, dan jawaban singkat. Keempat bentuk soal terakhir ini juga dapat dilakukan penskoran secara objektif dan dapat diberi skor 1 untuk setiap jawaban yang benar. Soal bentuk uraian dibedakan dalam dua kategori, uraian objektif dan uraian non-objektif. Uraian objektif dapat diskor secara objektif berdasarkan konsep atau kata kunci yang sudah pasti sebagai jawaban yang benar. Setiap konsep atau kata kunci yang benar yang dapat dijawab peserta didik diberi skor 1. Skor maksimal butir soal adalah sama dengan jumlah konsep kunci yang dituntut untuk dijawab oleh peserta didik. Skor capaian peserta didik untuk satu butir soal kategori ini adalah jumlah konsep kunci yang dapat dijawab benar, dibagi skor maksimal, dikali dengan 10.
© 2017
KP
Soal bentuk uraian non objektif tidak dapat diskor secara objektif, karena jawaban yang dinilai dapat berupa opini atau pendapat peserta didik sendiri, bukan berupa konsep kunci yang sudah pasti. Pedoman penilaiannya berupa kriteria-kriteria jawaban. Setiap kriteria jawaban diberikan rentang nilai tertentu, misalnya 0 -5. Tidak ada jawaban untuk suatu kriteria diberi skor 0. Besar-kecilnya skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu kriteria ditentukan berdasarkan tingkat kesempurnaan jawaban dibandingkan dengan kriteria jawaban tersebut.
Sama dengan penilaian unjuk kerja, skor atau data penilaian yang diperoleh dengan menggunakan berbagai bentuk soal tertulis perlu digabung menjadi satu kesatuan nilai penguasaan kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran. Dalam proses penggabungan dan penyatuan nilai, data yang diperoleh dengan masing-masing bentuk soal tersebut juga perlu diberi bobot, dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran dan kompleksitas jawaban yang dituntut untuk dijawab oleh peserta didik. Nilai akhir semester ditulis dalam rentang 0 sampai 10, dengan dua angka di belakang koma. Nilai akhir semester yang diperoleh peserta didik merupakan deskripsi tentang tingkat atau persentase penguasaan Kompetensi Dasar dalam semester tersebut. Misalnya, nilai 6,50 dapat diinterpretasikan peserta didik telah menguasai 65% unjuk kerja berkaitan dengan Kompetensi Dasar mata pelajaran dalam semester tersebut.
d. Data Penilaian Projek Data penilaian projek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-tahap: perencanaan/persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data/laporan. Dalam menilai setiap tahap, guru dapat menggunakan skor yang terentang dari 1 sampai 4. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor tertinggi untuk setiap tahap. Jadi total skor terendah untuk keseluruhan tahap adalah 4 dan total skor tertinggi adalah 16.
| 15 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
Berikut tabel yang memuat contoh deskripsi dan penskoran untuk masing-masing tahap.
Tabel 1. 1 Deskripsi Dan Penskoran untuk Masing-masing Tahap
| Tahap | Deskripsi | Skor |
|---|---|---|
| Perencanaan/ persiapan | Memuat: topik, tujuan, bahan/alat, langkah-langkah kerja, jadwal, waktu, perkiraan data yang akan diperoleh, tempat penelitian, daftar pertanyaan atau format pengamatan yang sesuai dengan tujuan. | 1, 2, 3, 4 |
| Pengumpulan data | Data tercatat dengan rapi, jelas dan lengkap. Ketepatan menggunakan alat/bahan | 1, 2, 3, 4 |
| Pengolahan data | Ada pengklasifikasian data, penafsiran data sesuai dengan tujuan penelitian. | 1, 2, 3, 4 |
| Penyajian data/ laporan | Merumuskan topik, merumuskan tujuan penelitian, menuliskan alat dan bahan, menguraikan cara kerja (langkah-langkah kegiatan) Penulisan laporan sistematis, menggunakan bahasa yang komunikatif. Penyajian data lengkap, memuat kesimpulan dan saran. Total Skor | 1, 2, 3, 4 |
Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap semakin tinggi skor yang diperoleh.
e. Data Penilaian Produk Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pembuatan (produk), dan tahap penilaian (appraisal). Informasi tentang data penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara holistik atau cara analitik. Dengan cara holistik, guru menilai hasil
© 2017
KP
produk peserta didik berdasarkan kesan keseluruhan produk dengan menggunakan kriteria keindahan dan kegunaan produk tersebut pada skala skor 0 – 10 atau 1 – 100. Cara penilaian analitik, guru menilai hasil produk berdasarkan tahap proses pengembangan, yaitu mulai dari tahap persiapan, tahap pembuatan, dan tahap penilaian.
Berikut tabel contoh penilaian analitik dan penskorannya. Tabel 1. 2 Contoh Penilaian Analitik dan Penskorannya
| Tahap | Deskripsi | Skor |
|---|---|---|
| Persiapan | Kemampuan merencanakan seperti: • menggali dan mengembangkan gagasan; • mendesain produk, menentukan alat dan bahan | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 |
| Pembuatan Produk | • Kemampuan menyeleksi dan menggunakan bahan; • Kemampuan menyeleksi dan menggunakan alat; • Kemampuan menyeleksi dan menggunakan teknik; | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 |
| Penilaian produk | • Kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaan/fungsinya; • Produk memenuhi kriteria keindahan. | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 |
Kriteria penskoran:
1) Menggunakan skala skor 0 – 10 atau 1 – 100;
2) Semakin lengkap informasi dan baik kemampuan yang ditampilkan, semakin tinggi skor yang diperoleh.
f. Data penilaian Portofolio Data penilaian portofolio peserta didik didasarkan dari hasil kumpulan informasi yang telah dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan guru,
(2) hasil pekerjaan peserta didik, dan (3) profil perkembangan peserta
| 17 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
didik. Hasil catatan guru mampu memberi penilaian terhadap sikap peserta didik dalam melakukan kegiatan portofolio. Hasil pekerjaan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi portofolio, (2) dokumentasi/data dalam folder, (3) perkembangan dokumen, (4) ringkasan setiap dokumen, (5) presentasi dan (6) penampilan. Hasil profil perkembangan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik pada selang waktu tertentu. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran.
Berdasarkan ketiga komponen penilaian tersebut, guru menilai peserta didik dengan menggunakan acuan patokan kriteria yang artinya apakah peserta didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam bentuk persentase (%) pencapaian atau dengan menggunakan skala 0 – 10 atau 0 -100. Pensekoran dilakukan berdasarkan kegiatan unjuk kerja, dengan rambu-rambu atau kriteria penskoran portofolio yang telah ditetapkan. Skor pencapaian peserta didik dapat diubah ke dalam skor yang berskala 0 -10 atau 0 – 100 dengan patokan jumlah skor pencapaian dibagi skor maksimum yang dapat dicapai, dikali dengan 10 atau 100. Dengan demikian akan diperoleh skor peserta didik berdasarkan portofolio masing-masing.
g. Data Penilaian Diri Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil penilaian tentang kemampuan, kecakapan, atau penguasaan kompetensi tertentu, yang dilakukan oleh peserta didik sendiri, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pada taraf awal, hasil penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik tidak dapat langsung dipercayai dan digunakan, karena dua alasan utama. Pertama, karena peserta didik belum terbiasa dan terlatih, sangat terbuka kemungkinan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan dalam penilaian. Kedua, ada kemungkinan peserta didik sangat subjektif dalam melakukan penilaian, karena terdorong oleh
© 2017
KP
keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik. Oleh karena itu, pada taraf awal, guru perlu melakukan langkah-langkah telaahan terhadap hasil penilaian diri peserta didik. Guru perlu mengambil sampel antara 5% s.d. 10% untuk ditelaah, dikoreksi, dan dilakukan penilaian ulang. Apabila hasil koreksi ulang yang dilakukan oleh guru menunjukkan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan koreksi, guru dapat mengembalikan seluruh hasil pekerjaan kepada peserta didik untuk dikoreksi kembali, dengan menunjukkan catatan tentang kelemahan-kelemahan yang telah mereka lakukan dalam koreksian pertama. Dua atau tiga kali guru melakukan langkah-langkah koreksi dan telaahan seperti ini, para peserta didik menjadi terlatih dalam melakukan penilaian diri secara baik, objektif, dan jujur.
Apabila peserta didik telah terlatih dalam melakukan penilaian diri secara baik, objektif, dan jujur, hal ini akan sangat membantu dalam meringankan beban tugas guru. Hasil penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga dapat dipercaya serta dapat dipahami, diinterpresikan, dan digunakan seperti hasil penilaian yang dilakukan oleh guru.
Dalam kontes pembelajaran PKPBI bagi siswa tunarungu, maka penjaringan data/informasi hasil penilaian dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan. Adapun prosedur penilaian dapat dilakukan sebagai berikut:
1) Guru memilih salah satu respon yang harus dilakukan anak untuk evaluasi.
2) Siswa mereaksi bunyi yang diperdengarkan guru secara acak.
3) Guru mengamati dan mencatat respon anak pada lembar pengamatan.
Contoh Instrumen:
1) Kompetensi: Mampu mendeteksi bunyi latar belakang dengan kekerasan 90dB atau lebih menggunakan ABM atau tidak.
| 19 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
2) Indikator:
a) Memberikan reaksi degan ucapan, gerak, tulisan, menggambar lambang bunyi, memainkan sumber bunyi, bermain peran bila mendengar bunyi benda secara tiba tiba
b) Memberikan reaksi ada atau tidak ada bunyi benda yang diperdengarkan secara langsung.
c) Memberikan reaksi ada atau tidak ada bunyi alam disekitar yang terdengar secara tiba-tiba.
d) Memberikan reaksi ada atau tidak ada bunyi birama dasar yang diperdengarkan secara langsung.
e) Memberikan reaksi ada atau tidak ada bunyi musik disekitar yang terdengar secara tiba-tiba.
f) Memberikan reaksi ada atau tidak ada bunyi musik secara langsung.
g) Memberikan reaksi ada atau tidak ada suara binatang di lingkungan sekitar yang terdengar secara tiba-tiba.
h) Menyadari ada atau tidak ada suara rekaman binatang di lingkungan sekitar secara langsung.
i) Menyadari ada atau tidak ada suara manusia di lingkungan sekitar yang terdengar secara tiba-tiba.
j) Menyadari ada atau tidak ada suara manusia di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung.
LEMBAR PENILAIAN
| Nama | : | ........................................ | Kelas | : | ........................................... |
|---|---|---|---|---|---|
| Anak | ....... | .... | |||
| Sekolah | : | ........................................ | Guru | : | ........................................... |
| ....... | .... |
| No. | Materi | Ada | Tidak ada | Ket. |
|---|---|---|---|---|
| bunyi | bunyi | |||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 1. | Bunyi benda secara tiba- tiba | |||
| 2. | Bunyi benda yang diperdengarkan secara |
© 2017
KP
| langsung. | |
|---|---|
| 3. | Bunyi alam disekitar yang terdengar secara tiba-tiba. |
| 4. | Bunyi birama dasar yang diperdengarkan secara langsung. |
| 5. | Bunyi musik disekitar yang terdengar secara tiba-tiba. |
| 6. | Bunyi musik secara langsung. |
| 7. | Suara binatang di lingkungan sekitar |
| 8. | Suara rekaman binatang di lingkungan sekitar secara langsung. |
| 9. | Suara manusia di lingkungan sekitar yang terdengar secara tiba-tiba. |
| 10. | Suara manusia di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung. |
Rubrik Penilaian
kolom ada bunyi atau pada kolom tidak ada bunyi jika tidak memberikan respon.
Contoh instrumen Penilaian:
1) Kompetensi: Mampu mendeteksi bunyi latar belakang dengan kekerasan 90 Db atau lebih menggunakan ABM atau tidak.
2) Indikator : Memberikan reaksi dengan ucapan bila mendengar bunyi benda secara tiba-tiba.
3)
Kemampuan Aspek yang dianalisis Dapat Ragu-Tidak Ket. No. ragu dapat
- Peserta didik duduk di ruang PKPBI dengan tertib.
- Posisi duduk peserta didik membentuk duduk setengah lingkaran
- Guru mengamatipercakapan terhadap peserta ddidik.
- Membuat reaksi setelah mendengar bunyi benda dengan ucapan
| 21 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
(multisensoris)
- Posisi peserta didik membelakangi sumber bunyi ( unisensoris)
- Membuat reaksi dengan ucapan bila mendengar bunyi benda.
Deskripsi : ...............................................................................................
Tindak Lanjut :
...............................................................................................
Contoh Instrumen Penilaian Praktik:
1) Kompetensi: mampu mendiskriminasikan bunyi latar yang sudah dideteksi dengan kekerasan 90dB atau lebih menggunakan ABM atau tidak
2) Indikator: memberikan reaksi dengan membuat bunyi bila mendengar 2 bunyi benda yang berbeda secara tiba-tiba.
| No. | Aspek Yang Dinilai | Skor Maksimum | Skor Minimum |
|---|---|---|---|
| 1. | Peserta didik duduk dengan posisi setengah lingkaran dengan tertib-Duduk tertib, skor 3 - Duduk kurang tertib, skor 2 - Duduk tidak tertib, skor 1 - Tidak bersedia duduk, skor 0 | 3 | |
| 2. | Mendiskriminasi 2 bunyi-Membedakan 2 bunyi benda dengan spontan, skor 3 - Membedakan 2 bunyi benda dengan ragu-ragu, skor 2 - Membedakan 2 bunyi benda dengan tidak berespon, skor 1 - Tidak bersedia membedakan bunyi benda, skor 0 | 3 | |
| 3. | Membuat reaksi bunyi sesuai dengan sumber bunyi yang dibuat guru-Membuat reaksi spontan, skor 3 - Membuat reaksi ragu ragu, skor 2 - Membuat reaksi tidak sesuai, skor 1 -Tidak bersedia membuat reaksi, skor 0 | 3 |
© 2017
KP
Nilai Akhir = Skor Perolehan x 10 Skor Maksimal
CONTOH ANALISIS TUGAS
1) Bunyi tam-tam Kemampuan : Menemukenali ciri-ciri bunyi alat musik pukul tertentu yang diperdengarkan secara langsung Indikator : Memberikan reaksi dengan bergerak sesuai dengan ciri-ciri
bunyi alat musik yang didengar
Intruksi (Perintah yang disampaikan Guru) :
1) Perhatikan bunyi yang kalian dengar.
2) Sebutkan ciri-ciri dari bunyi yang kalian dengar.
3) Bergeraklah saperti olah raga sesuai dengan bunyi alat musik yang kalian dengar.
4) Sebutkan nama alat musik yang kalian dengar. Stimulus (Bunyi yang diperdengarkan):
1) Bunyi tambur
2) Bunyi gong
3) Bunyi kenong Respon (Reaksi yang dilakukan peserta didik)
1) Bergerak seperti memantulkan bola basket jika mendengar bunyi tambur
2) Bergerak seperti lompat jauh jika mendengar bunyi gong
3) Bergerak seperti mengoper bola basket jika mendengar bunyi tam-tam
4) Bergerak seperti tolak peluru jika mendengar bunyi kenong
Langkah – langkah Analisis
Mempersiapkan kegiatan analisis (mempersiapkan peralatan, memeriksa ABM peserta didik, Mengatur posisi duduk peserta didik)
1) Mengadakan percakapan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik (bunyi yang akan didengar, dan reaksi yang akan dilakukan)
| 23 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
2) Peserta didik mendengar bunyi yang disajikan guru, kemudian memberikan respon sesuai yang disepakati.
3) Guru mengamati reaksi yang dilakukan peserta didik dan menuliskan dalam format. FORMAT ANALISIS TUGAS
NAMA : ..................................
DATA PENDENGARAN : Kn …… dB. Kr……dB
DATA INTELEGENSI : ..................................
DATA ABM : memakai / tidak, model ........
MENGENAL BERBAGAI BUNYI ALAT MUSIK
| Stimulus Respon | A | B | C | D |
|---|---|---|---|---|
| A | ||||
| B | ||||
| C | ||||
| D | ||||
| Reaksi | ||||
| Jarak | ||||
| Intensitas |
PEDOMAN PENILAIAN Skor Perolehan X 100% = Nilai Akhir Skor Maksimal Hasil Penilaian Deteksi = ----------- X 100% = Diskripsi :
.............................................................................................................................
.................................................................................................................
Hasil Penilaian Diskriminasi = ----------- X 100% Diskripsi Diskriminasi :
........................................................................................................
...............................................................................................
© 2017
KP
Hasil Penilaian Identifikasi = ----------- X 100% =
Diskripsi Identifikasi
.............................................................................................................................
...........................................................................................................................
1) Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar a) Pengertian Ketuntasan Belajar Ketuntasan Belajar adalah tingkat minimal pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan meliputi ketuntasan penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar. Ketuntasan Belajar terdiri atas ketuntasan penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar. Ketuntasan penguasaan substansi yaitu ketuntasan belajar KD yang merupakan tingkat penguasaan peserta didik atas KD tertentu pada tingkat penguasaan minimal atau di atasnya, sedangkan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar terdiri atas ketuntasan dalam setiap semester, setiap tahun ajaran, dan tingkat satuan pendidikan. Ketuntasan Belajar dalam satu semester adalah keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi dari sejumlah mata pelajaran yang diikutinya dalam satu semester. Ketuntasan Belajar dalam setiap tahun ajaran adalah keberhasilan peserta didik pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran. Ketuntasan dalam tingkat satuan pendidikan adalah keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi seluruh mata pelajaran dalam suatu satuan pendidikan untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Nilai ketuntasan kompetensi sikap dituangkan dalam bentuk predikat, yakni predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K) sebagaimana tertera pada tabel berikut.
| 25 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
Tabel 1. 3 Ketuntasan Sikap Nilai Ketuntasan Sikap (Predikat)
| Sangat Baik (SB) |
|---|
| Baik (B) |
| Cukup (C) |
| Kurang (K) |
Sumber: Pedoman Pelatihan Kurikulum 2013 (Kemendikbud)
Ketuntasan Belajar untuk sikap (KD pada KI-1 dan KI-2) ditetapkan dengan predikat Baik (B). Nilai ketuntasan kompetensi pengetahuan dan keterampilan dituangkan dalam bentuk angka dan huruf, yakni 4,00 – 1,00
| Nilai Ketuntasan Pengetahuan dan Keterampilan | |
|---|---|
| Rentang Angka | Huruf |
| 3,85 – 4,00 | A |
| 3,51 – 3,84 | A- |
| 3,18 – 3,50 | B+ |
| 2,85 – 3,17 | B |
| 2,51 – 2,84 | B- |
| 2,18 – 2,50 | C+ |
| 1,85 – 2,17 | C |
| 1,51 – 1,84 | C- |
| 1,18 – 1,50 | D+ |
| 1,00 – 1,17 | D |
| untuk | angka | yang | ekuivalen | dengan | huruf | A sampai | dengan | D |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| sebagaimana tertera pada tabel berikut. | ||||||||
| Tabel 1. 4 Nilai Ketuntasan Pengetahuan dan Keterampilan | ||||||||
| Sumber: Pedoman Pelatihan Kurikulum 2013 (Kemendikbud) | ||||||||
| Ketuntasan Belajar untuk pengetahuan ditetapkan dengan skor rerata | ||||||||
| 2,67 | untuk | keterampilan | ditetapkan | dengan | capaian | optimum | ||
| 2,67.Khusus | untuk | SD/MI | ketuntasan | sikap, | pengetahuan | dan |
© 2017
KP
keterampilan ditetapkan dalam bentuk deskripsi yang didasarkan pada modus, skor rerata dan capaian optimum.
b) Penetapan Ketuntasan Belajar Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator-indikator yang telah ditentukan. Tidak semua indikator harus dinilai guru. Sekolah menetapkan minimal 75% indikator-indikator yang dianggap sangat penting dan mewakili masing-masing kompetensi dasar dan hasil belajarnya untuk dinilai. Untuk mengumpulkan informasi apakah suatu indikator telah tampil pada diri peserta didik, dilakukan penilaian sewaktu pembelajaran berlangsung atau setelah pembelajaran. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas. Selain itu, sebuah tugas dapat dirancang untuk menjaring informasi tentang ketercapaian beberapa indikator. Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0% – 100%. Kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 60%.
Sumber: Pedoman Pelatihan Kurikulum 2013 (Kemendikbud) Gambar 1. 1 Ketuntasan Belajar
| 27 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60% atau 70%. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah, seperti kemampuan peserta didik dan guru serta ketersediaan prasarana dan sarana.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dijadikan dasar patokan nilai terendah dalam penilaian peserta didik. Jika peserta didik mampu mendapatkan nilai di atas KKM, maka dianggap peserta didik tersebut telah tuntas atau menguasai kompetensi yang dipelajari. Sebaliknya jika ditemukan peserta didik mendapat nilai di bawah KKM berarti perlu adanya perbaikan.
Dalam menentukan KKM mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya: tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
Contoh:
KD : Menyimpulkan bahwa tiap wujud benda memiliki sifatnya
masing-masing dan dapat mengalami perubahan
Indikator :
- Mendeskripsikan benda padat berdasarkan sifatnya
- Menunjukkan bukti tentang sifat benda cair
- Menunjukkan bukti tentang sifat benda gas
- Menunjukkan benda padat yang dapat dilarutkan pada benda cair
- Mengidentifikasi benda cair yang dapat melarutkan benda padat
c) Aspek Kompleksitas Semakin komplek (sulit) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi. Ini bisa dilihat dari indikator atau tujuan pembelajaran dari kompetensi tersebut.
© 2017
KP
Lihat contoh:
Indikator (1) dan (5) memiliki kompleksitas yang rendah karena tidak memerlukan tahapan berpikir atau penalaran yang tinggi peserta didik.
Indikator (2), (3), dan (4) memiliki kompleksitas yang tinggi, karena untuk menunjukkan bukti sifat benda perlu ada pembuktian dengan uji coba, sehingga memerlukan tahap pemahaman atau penalaran peserta didik.
d) Aspek Sumber Daya Pendukung Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat atau bahan untuk proses pembelajaran. Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi, sebaliknya jika sumber daya pendukung seperti sarana dan prasarana tidak mendukung nilainya semakin rendah.
Lihat contoh:
Daya dukung untuk Indikator (2), (3), dan (4)tinggi apabila sekolah mempunyai sarana prasarana yang cukup untuk melakukan percobaan, dan guru mampu menyajikan pembelajaran dengan baik. Tetapi daya dukungnya rendah apabila sekolah tidak mempunyai sarana untuk melakukan percobaan atau guru tidak mampu menyajikan pembelajaran dengan baik.
e) Aspek intake Intake adalah kemampuan awal peserta didik, bisa dilihat dari hasil sebelumnya atau pre test. Semakin tinggi rata-rata kemampuan awal peserta didik maka nilainya semakin tinggi. Ada pula yang berpandangan bahwa intake adalah tingkat kemampuan rata-rata peserta didik disekolah yang bersangkutan. Hasil belajar sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan kemampuan peserta didik. Karena itu dalam menetapkan KKM, kondisi rata-rata kemampuan peserta didik perlu dijadikan dasar acuan standar keberhasilan program pembelajaran. Setelah menentukan kriteria di atas, maka selanjutnya menentukan skala penilaian dengan rentangan sebagai berikut.
| 29 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
Contoh: 1
| Aspek yang dianalisis | Kriteria dan Skala Penilaian | ||
|---|---|---|---|
| Kompleksitas | Tinggi 1 | Sedang 2 | Rendah 3 |
| Daya Dukung | Tinggi 3 | Sedang 2 | Rendah 1 |
| Intake Siswa | Tinggi 3 | Sedang 2 | Rendah 1 |
A. Tingkat kemampuan rata-rata peserta didik
| Rata-rata nilai | = 80 - 100 diberi skor 3 |
|---|---|
| Rata-rata nilai | = 60 - 79 diberi skor 2 |
| Rata-rata nilai | = < 60 diberi skor 1 |
B. Tingkat kompleksitas/kesulitan kompetensi Kompleksitas/kesulitan rendah diberi skor 3 Kompleksitas/kesulitan sedang diberi skor 2 Kompleksitas/kesulitan tinggi diberi skor 1
C. Sumber daya pendukung pembelajaran (SDM, alat dan bahan) Dukungan tinggi diberi skor 3 Dukungan sedang diberi skor 2 Dukungan rendahdiberi skor 1 Berdasarkan kriteriadi atas, maka dapat dihitung berdasarkan rumus berikut.
© 2017
KP
Dengan demikian, hasilnya dapat dituangkan dalam tabel di bawah ini.
| No | Standar Kompetensi | Kriteria | KKM | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kompetensi Dasar Indikator Mampu mendiskriminasi bunyi latar yang sudah dideteksi dengan kekerasan 90dB atau lebih menggunakan ABM atau tidak. | Komplek- sitas | Daya Dukung | Intake Siswa | Indikator | KD 62,21 | SK | Mata Pelajaran | |
| 1. | Membedakan 2 bunyi benda yang diperdengarkan secara langsung. | 3 | 2 | 1 | 66,66 | |||
| 2. | Memberikan reaksi ucapan, gerak, tulisan, gambar, membuat bunyi, bermain peran, menjawab pertanyaan ( bahasa ) bila mendengar 2 bunyi benda secara langsung | 1 | 1 | 3 | 55,55 | |||
| 3. | Membedakan 2 bunyi alam yang diperdengarkan lewat rekaman | 1 | 1 | 3 | 55,55 | |||
| 4. | Membedakan 2 bunyi musik yang diperdengarkan lewat rekaman | 1 | 1 | 3 | 55,55 | |||
| 5. 6 | Membedakan 2 suara binatang yang diperdengarkan lewat rekaman Membedakan 2 suara manusia yang diperdengarkan lewat rekaman | 3 | 3 | 1 | 77,77 | |||
| dsb. |
| 31 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
Contoh: 2
Tabel 1. 5 Penghitungan Nilai Hasil Belajar dan Kompetensi Dasar
| Kompetensi Dasar | Hasil Belajar | Indikator | Kriteria Ketun- tasan | Nilai pesert a didik | Ketun- tasan |
|---|---|---|---|---|---|
| Mampu mendiskriminasi bunyi sebagai sinyal yang sudah dideteksi dengan kekerasan 90dB atau lebih menggunakan ABM tanpa menggunakan ABM. Diperdengarkan secara langsung atau berupa rekaman. | 1. Membedakan bunyi benda, alam,irama dasar, musik, binatang,dan suara manusia yang berbeda frekwensi, timbre, dan sebagai sinyal yang berbeda timbre. | 1.Membedakan 2 bunyi benda, alam,irama dasar, musik, binatang,dan suara manusia yang berbeda frekwensi, timbre, dan durasi. 2. Membedakan 2 bunyi benda, alam, musik, binatang dan suara manusia yang berbeda frekwensi dan timbre. 3. Membedakan 2 benda, alam, musik, binatang dan suara manusia sebagai sinyal yang berbeda timbre. | 60% 60% 50% | 70 70 55 | Tuntas Tuntas Tuntas |
© 2017
KP
Kompetensi Hasil Belajar Indikator Kriteria Nilai Ketun-Dasar Ketun-pesert tasan tasan a didik
- Membedakan 1. Membedakan 60% 61 Tuntas sifat sifat bunyi,cepat-bunyi,cepat-lamba, lamba, panjang-panjang-pendek, pendek, keras lemah keras lemah dan tinggi-dan tinggi-rendah, rendah. jumlah bunyi, sertamembed 2. Membedakan 70% 80 Tuntas akan arah jumlah bunyi. bunyi.
- Membedakan 60% 90 Tuntas arah bunyi
Nilai indikator pada hasil belajar 1 cenderung 70. Jadi nilai hasil belajar 1 adalah 70 atau 7.
Nilai indikator pada hasil belajar 2 bervariasi sehingga dihitung nilai rata-rata indikator. Jadi nilai hasil belajar 2 :
61+ 80 + 90
= 77 atau 7,7
70 + 77
Dengan demikian nilai Kompetensi dasar = = 73,5 2
Contoh penghitungan ketuntasan belajar suatu indikator.
Kriteria Nilai Ketun-
Kompetensi
Hasil Belajar Indikator Ketun-peserta tasan
Dasar tasan didik
Mampu Mengenal kata • Mengenal kata 70% 75 Tuntas mengidentifikasi ganti, kata kerja, ganti dengan bunyi bahasa dan kata memberikan yang pernah keterangan respon dideskriminasi dengan menunjuk dengan memberikan tulisan. kekerasan 90db respon atau lebih melengkapi • Mengenal kata 60% 63 Tuntas menggunakan kalimat. kerja.
| 33 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
| Kompetensi | Kriteria | Nilai | Ketun- | |
|---|---|---|---|---|
| Dasar | Hasil Belajar Indikator | Ketun- tasan | peserta didik | tasan |
| ABM atau tanpa menggunakan ABM diperdengarkan secara langsung | • Mengenal kata keterangan dengan memberikan respon melengkapi kalimat dengan kata yang tepat | 55% | 50 | Belum tuntas |
Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan untuk indikator terakhir, yaitu: " Mengenal kata keterangan dengan memberikan respon melengkapi kalimat". Jadi peserta didik harus mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas tersebut.
D. Aktivitas Pembelajaran
- Secara profesional, coba tentukanlah KKM berdasarkan kompetensi dan indikator-indikator di bawah ini! Kompetensi: Mampu mengkomprehensi bunyi bahasa yang pernah
diidetifikasikan dengan kekerasan 90db atau lebih menggunakan ABM atau tidak. Indikator:
a. Memahami kalimat tanya dengan memberikan respon menjawab pertanyaan.
b. Memahami kalimat perintah dengan memberikan respon melakukan tugas/perintah.
c. Memahami kalimat berita dengan memberikan respon pernyataan sanggahan salah, tidak, atau belum.
2. Lakukanlah pembelajaran dan penilaian berdasarkan kompetensi dan indikator-indikator di atas!
3. Berdasarkan hasil penilaian pembelajaran di atas, coba analisislah hasil belajar dari indikator-indikator tersebut dan tentukan indikator mana yang tuntas dan yang belum tuntas!
© 2017
KP
E. Latihan/ Kasus /Tugas
| ASPEK | KRITERIA DAN SKALA PENILAIAN | ||
|---|---|---|---|
| Kompleksitas | Tinggi | Sedang | Rendah |
| < 65 | 65 - 79 | 80 - 100 | |
| Daya Dukung | Tinggi | Sedang | Rendah |
| 80 - 100 | 65 - 79 | < 65 | |
| Intake Siswa | Tinggi | Sedang | Rendah |
| 80 - 100 | 65 - 79 | < 65 |
Berdasarkan kriterian dan skla penilaian di atas, coba dengan belajar mandiri tentukanlah indikator-indikator berikut dilihat dari aspek kompleksitas, daya dukung, dan intake siswa!
Indikator
- Membedakan unsur suprasegmental bunyi bahasa dengan memberikan respon panjang-pendek,tinggi-rendah, keras-lemah,cepat-lambat.
- Membedakan jumlah suku kata.
- Membedakan dua kata yang kontras pada aspek bersuara tak bersuara,daerah artikulasi dan cara artikulasi.
- Membedakan 2 kata yang mengandung konsonan getar dengan semua konsonan.
- Membedakan 2 kata yang mengandung konsonan sengau dan letup.
Menunjukkan konsonsn geser. Membedakan 2 kata yang mengandung konsonan letup dengan geser.
F. Rangkuman
Penilaian suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi, menganalisis, dan menginterpretasi informasi tersebut untuk
| 35 | |
|---|---|
| PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2017 |
KP
membuat keputusan-keputusan.
- Penilaian kelas adalah suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran tertentu.
- Untuk menentukan ketuntasan belajar, maka kita perlu informasi berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi. Informasi tersebut dijaring dari data-data hasil evaluasi yang meliputi; penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian projek,penilaian produk, dan atau penilaian portofolio.
- Data hasil penilaian sebaiknya dilaporkan kepada; kepala sekolah, wali kelas, dan atau publik/orang tua siswa.
- Ketuntasan Belajar adalah tingkat minimal pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan meliputi ketuntasan penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar.
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Dipersilakan Anda mengukur diri sendiri untuk menentukan apakah dalam menentukan KKM sudah sesuai dengan langkah-langkah analisis aspek kompleksitas, daya dukung, dan intake siswa.
© 2017
KP
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 PERANCANGAN PROGRAM REMEDIAL DAN/ATAU
PENGAYAAN
A. Tujuan
Melalui kegiatan mandiri, Anda dapat menjelaskan konsep pembelajaran remedial dan pengayaan, menentukan KKM, dan menyusun laporan kepada pemangku kepentingan.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
- membedakan batasan remedial dengan pengayaan dengan benar;
- merencanakan program pembelajaran remedial dengan benar;
- merencanakan program pembelajaran pengayaan dengan benar; dan
- menentukan kkm untuktahunajaranberikutnya dengan benar.
C. Uraian Materi
Semua guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya dapat mencapai kompetensi yang ditentukan secara tuntas asalkan peserta didik mendapat bantuan yang tepat. Misalnya, bentuk bantuan yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik dan diberikan pada saat yang tepat, sehingga tidak menunggu sampai kesulitan dan kegagalan menumpuk. Penilaian kelas dilakukan untuk mengetahui sedini mungkin kesulitan peserta didik, sehingga pencapaian kompetensi yang kurang optimal dapat segera diperbaiki. Bila kesulitan dapat terdeteksi lewat penilaian kelas sedinimungkin, peserta didik tidak sempat merasa frustasi, kehilangan motivasi, dan sebaliknya peserta didik merasa mendapat perhatian yang optimal dan bantuan yang berharga dalam proses pembelajarannya.
Penilaian kelas yang menghasilkan informasi tentang kemajuan pencapaian kompetensi menyeluruh setiap peserta didik dengan menggunakan berbagai teknik, dapat dipergunakan untuk penentuan: (1) program perbaikan (remedial) bagi peserta didik yang prestasinya dibawah batas ketuntasan yang telah ditetapkan, (2) program pengayaan bagi peserta didik lebih cepat
© 2017
KP
mencapai batas ketuntasan, dan (3) perbaikan program dan proses pembelajaran.
1. Program Perbaikan (Remedial)
a. Definisi Pembelajaran Remedial Remedial menurut Kamus Besar Indonesia (2002:210) mempunyai arti bersifat menyembuhkan atau berhubungan dengan perbaikan pengajaran atau pengajaran ulang bagi siswa yang hasil belajarnya kurang. Maka dalam pembelajaran, remedial diperlukan untuk menyebuhkan atau membuat baik materi dari pelajaran yang dikiranya sulit untuk dipahami, maka siswa harus mengulang materi tersebut untuk membuat siswa tersebut paham dengan materinya. Dalam pengertian yang lebih luas pengajaran remedial yang dikutip dari http://www.edb.gov.hk/ yaitu pengajaran yang bersifat kuratif (penyembuhan) dan atau korektif (perbaikan). Jadi pengajaran remedial merupakan bentuk khusus pengajaranyang bertujuan untuk menyembuhkan atau memperbaiki proses pembelajaran yang menjadi penghambat atau yang dapat menimbulkan masalah atau kesulitan belajar bagi peserta didik. Selain itu menurut Prayitno remedial merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok siswa yang menghadapi masalah belajar dengan maksud untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses dan hasil belajar mereka.
b. Tujuan Pembelajaran Remedial Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum tujuan dari kegiatan remedial ini adalah untuk membantu siswa mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang yang berlaku. Sedangkan secara khusus, kegiatan remedial bertujuan untuk membantu siswa yang mengalami
© 2017
KP
kesulitan belajar yang dihadapinya dengan memperbaiki cara mengajarnya. Maka dengan pengajaran remedial siswa dapat memahami dirinya menyangkut prestasi belajar siswa, kemudian memperbaiki cara-cara belajar yang lebih baik, dengan dorongan dan motivasi maka siswa akan lebih baik untuk memahami materi-materi tersebut.
Di samping tujuan pembelajaran remedial di atas, pembelajaran remedial dapat membantu siswa mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Jadi secara umum tujuan pembelajaran remedial sama dengan tujuan pembelajaran regular. Secara khusus tujuan pembelajaran remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar agar mencapai prestasi belajar yang diharapkan melalui proses penyembuhan dalam aspek kepribadian atau dalam proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran remedial siswa dibantu untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapinya kemudian dibantu untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan cara memperbaiki cara belajar dan sikap belajar yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar secara optimal serta mampu melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan guru.
Seperti pada uraian sebelumnya, dalam hubungannya dengan kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar, maka pengajaran perbaikan ini merupakan pelengkap dari proses pengajaran secara keseluruhan. Dengan demikian, pengajaran perbaikan ini perlu dapat dilihat dari aspek siswa, guru, dan proses pendidikan.
1) Aspek Siswa Kenyataan menunjukkan bahwa setiap siswa mempunyai hasil yang
| berbeda-beda | dalam | proses | belajar | mengajar. | Atas | dasar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| perbedaan | individual | siswa | inilah, | guru harus | menggunakan | |
| berbagai | pendekatan | dengan | anggapan | bahwa | bila | siswa |
| mendapat | kesempatan | belajar | sesuai | kemampuan | pribadinya |
diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang optimal sesuai
© 2017
KP
dengan kemampuannya. Dan untuk membantu setiap pribadi siswa dalam mencapai hasil prestasi yang optimal, maka sebaiknya digunakan pendekatan pengajaran perbaikan.
2) Aspek Guru Guru yang mempunyai fungsi ganda sebagai instruktur, konselor, petugas psikologi, dan sebagainya bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar siswa. Maka dalam rangka ini, pengajaran perbaikan merupakan peluang yang besar bagi setiap siswa untuk dapat mencapai hasil prestasi belajar secara optimal.
3) Aspek Proses Pendidikan Dalam proses pendidikan, bimbingan dan penyuluhan merupakan pelengkap dari keseluruhan proses pelaksanaan program belajar. Melalui bimbingan dan penyuluhan ini diharapkan siswa dapat mencapai perkembangan pribadi yang integral. Untuk melaksanakan pelayanan bimbingan yang sebaik-baiknya dalam proses belajar-mengajar diperlukan pelayanan khusus yaitu pengajaran perbaikan. Secara terinci tujuan adanya remedial ini adalah agarsiswa:
a) Memahami dirinya, khususnya yang menyangkut prestasibelajar yang meliputi kelebihan dan kelemahannya, jenis sertasifat kesulitannya.
b) Dapat merubah atau memperbaiki cara-cara belajar kearah yanglebih baik sesuai dengan kesulitan yang dihadapi.
c) Dapat memiliki materi dan fasilitas belajar secara tepat untukmengatasi kesulitan belajarnya Dapat mengatasi hambatan-hambatan belajar yang menjadi latar belakang kesulitannya.
d) Dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan yang baru yang dapat mendorong tercapainya prestasi belajar yang baik.
e) Dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikannya
© 2017
KP
Tindakan perbaikan atau remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, guru pembimbing khusus atau guru lain yang memiliki kemampuan membimbing anak dan mengetahui kekurangan peserta didik. Waktu perbaikan diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dan guru yang bersangkutan. Remedial dilakukan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar pada indikator tertentu. Jadi yang mendapat remedial hanya indikator yang belum tuntas. Remedial dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif, tergantung bentuk penugasannya maupun bentuk proses belajar mengajar yang ditetapkan oleh guru. Penilaian kegiatan remedial dapat berupa tes maupun penugasan yang lain seperti menjawab pertanyaan sesuai topiknya, membuat rangkuman pelajaran, atau tugas mengumpulkan data.
c. Fungsi Pembelajaran Remdial Pembelajaran remedial merupakan bagian penting dari keseluruhan proses pembelajaran, mempunyai banyak fungsi bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, antara lain fungsi pembelajaran remedial yaitu;
1) Fungsi korektif adalah usaha untuk memperbaiki atau meninjau kembali sesuatu yang dianggap keliru. Pembelajaran remedial mempunyai fungsi korektif karena pembelajaran ini dilakukan dalam rangka perbaikan dalam proses pembelajaran.
2) Fungsi pemahaman, dalam pelaksanaan remedial terjadi proses pemahaman terhadap pribadi peserta didik, baik dari pihak guru, pembimbing maupun peserta didik itu sendiri. Dalam hal ini guru berusaha membantu peserta didik untuk memahami dirinya dalam hal jenis dan sifat kesulitan yang dialami, kelemahan dan kelebihan yang dimiliki.
3) Fungsi penyesuaian, dalam hal ini peserta didik dibantu untuk belajar sesuai dengan keadaan dan kemampuan yang dimiliknya sehingga tidak menjadikan beban bagi peserta didik. Penyesuaian
© 2017
KP
beban belajar memberikan peluang bagi pesertadidik untuk memperoleh prestasi belajar yang baik.
4) Fungsi pengayaan, dalam hal ini guru berusaha membantu peserta didik mengatasi kesulitan belajar dengan menyediakanatau menambah berbagai materi yang tidak atau belum disampaikan dalam pembelajaran biasa.
5) Fungsi akselerasi, yaitu usaha mempercepat pelaksanaan proses pembelajaran dalam arti menambah waktu dan materi untuk mengejar kekurangan yang dialami peserta didik.
6) Fungsi terapeutik, karena secara langsung atau tidak remedial berusaha menyembuhkan beberapa gangguan atau hambatan peserta didik.
d. Bentuk-bentuk Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial bersifat lebih khusus karena bahan,metode dan pelaksanaannya disesuaikan dengan jenis, sifat danlatar belakang kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Pemberian remedial didasarkan atas latar belakang bahwa pendidik perlumemperhatikan perbedaan individual peserta didik. Dengan diberikannya pembelajaran remedial bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, maka peserta didik ini memerlukan waktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan. Setelah diketahui kesulitan belajaryang dihadapi siswa, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Menurut buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Remedial, bentuk-bentuk pelaksaan pembelajaran remedial diantaranya;
1) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang bisa dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilaksanakan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajara atau mengalami kesulitan belajar dan pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan media yang lebih tepat.
© 2017
KP
2) Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternative tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan ini merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor.
3) Pemberian tugas-tugas, latihan secara khusus. Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan belajar dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberilatihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.
4) Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas yang mempunyai kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapka peserta didik lebih terbuka dan akrab. Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, maka kita dapat membedakan antara pembelajaran umum dengan pembelajaran remedial. Perbandingan Pengajaran Biasa dengan Pengajaran Perbaikan
1) Kegiatan pengajaran biasa sebagai program belajar mengajar di kelas dan semua siswa ikut berpartisipasi. Pengajaran perbaikan diadakan setelah diketahui kesulitan belajar, kemudian diadakan pelayanan khusus.
2) Tujuan pengajaran biasa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sama untuk semua siswa. Pengajaran perbaikan tujuannnya disesuaikan dengan kesulitan belajar siswa walaupun tujuan akhirnya sama.
3) Metode dalam pengajaran biasa sama buat semua siswa, sedangkan metode dalam pengajaran perbaikan berdiferensial (sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan).
© 2017
KP
4) Pengajaran biasa dilakukan oleh guru, sedangkan pengajaran perbaikan oleh team (kerjasama).
5) Alat pengajaran perbaikan lebih bervariasi, yaitu dengan penggunaan tes diagnostik, sosiometri, dsb.
6) Pengajaran perbaikan lebih diferensial dengan pendekayan individual.
7) Pengajaran perbaikan evaluasinya disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa.
e. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Remedial
1) Pendekatan Remedial Pembelajaran remedial merupakan kegiatan yang sangat pentingdalam keseluruhan program pembelajaran, maka perlu memahami berbagai pendekatan dan metode remedial. Pendekatan ini dibedakan menjadi tiga yaitu :
a) Pendekatan Kuratif Pendekatan ini dilakukan setelah program pembelajaran yang pokok selesai dilaksanakan dan dievaluasi, guru akan menjumpai beberapa bagian di peserta didik yang tidak mampu menguasai seluruh bahan yang telah disampaikan. Dalam hal ini guru harus mengambil sikap yang tepat dalam memberikan layanan bimbingan belajar yang disebut dengan pembelajaran remedial. Sedang peserta didik yang hampir berhasil dan yang berhasil dapat diberikan layanan pengayaan atau diarahkan ke program pembelajaran yang lebih tinggi. Pendekatan kuratif dilakukan dengan metode (a) pengulangan yang dapat dilakukan pada setiap akhir jam pertemuan danakhir unit pelajaran atau setiap pokok bahasan, (b) pengayaandan pengukuhan ini ditunjukkan kepada peserta didik yang mempunyai kelemahan ringan dan secara akademik mungkin siswa tersebut cerdas. Di samping itu, sebagaimana dikutip dari Error! Hyperlink reference not valid. pendekatan kuratif ini diadakan mengingat
© 2017
KP
kenyataannya ada seseorang/sejumlah siswa yang tidak mampu menyelesaikan program belajar secara sempurna sesuai dengan kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai sasaran pencapaian dapat menggunakan berbagai pendekatan. Misalnya, pendekatan pengulanagan, pengayaan/pengukuhan, atau percepatan (akselerasi).
Pendekatan pengulangan dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan cara; (1) Individual (kalau ternyata yang mengalami kesulitan terbatas) dan (2) kelompok (kalau ternyata sejumlah siswa dalam bidang studi tertentu mempunyai kesulitan yang sama).
Pendekatan pengayaan/pengukuhan ini dikenakan pada siswa yang kelemahannya ringan dan secara akademik mungkin termasuk berbakat dengan cara pemberian tugas yang dapat dikerjakan di rumah ataupun di kelas.
Percepatan (akselerasi) ini ditujukan kepada siswa yang berbakat tetapi menunjukkan kesulitan psikososial (ego emosional) dengan jalan mengadakan akselerasi atau promosi yang lebih tinggi kepada program PBM utama berikutnya. Ada dua kemungkinan pelaksanaannya; (1) promosi penuh status akademinya ke tingkat yang lebih tinggi sebatas kemungkinannya, kalau memang siswa tersebut menunjukkan keunggulan yang menyeluruh dari semua bidang studi yang ditempuhnya dengan luar biasa dan (2) maju berkelanjutan bila siswa tersebut hanya unggul di beberapa bidang studi.
b) Pendekatan Preventif Pendekatan ini diberikan kepada peserta didik yang diduga akan mengalami kesulitan belajar dalam menyelesaikan program yang akan ditempuh. Pendekatan preventif ini ini bertolak dari hasil pretes atau evaluative reflektif. Berdasarkan hasil pretes ini guru dapat mengklasifikasikan kemampuan peserta didik menjadi tiga golongan, yaitu (1) peserta didik yang diperkirakan mampu
© 2017
KP
menyelesaikan program sesuai dengan waktu yang disediakan;
(2) peserta didik yang diperkirakan akan mampu menyelesaikan program lebih cepat dari waktu yang ditetapkan; dan (3) pesertadidik diperkirakan akan terlambat atau tidak dapat menyelesaikan program sesuai waktu yang telah ditetapkan. Dari penggolongan ini maka teknik layanan yang dapat dilakukan meliputi kelompok belajar homogen, layanan individual dan layanan pembelajaran dengan kelas khusus.
c) Pendekatan Pengembangan Pendekatan ini merupakan upaya diagnostik yang dilakuakan guru selama berlangsung pembelajaran. Sasarannya agar peserta didik dapat segera mengatasi hambatan-hambatan yang dialami selama mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan peranan bimbingan dan penyuluhan agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan berhasil.
2) Metode Pembelajaran Remedial Sebagaimana dikutip dari https://istyas.wordpress.com bahwa metode yang digunakan dalam pengajaran perbaikan yang akan dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat identifikasi kasus sampai dengan tindak lanjut. Metode yang dapat digunakan dapat dilakukan dengan metode tanya jawab, diskusi, penugasan, kerja kelompok, tutor, atau individual.
(a) Tanya Jawab Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitan siswa. Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu memungkinkan terbinanya hubungan baik antara guru dan siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa, menumbuhkan rasa percaya diri siswa, dan sebagainya.
© 2017
KP
(b) Diskusi Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar-individu dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh sekelompok siswa.
(c) Tugas Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan pemberian bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dengan metode ini, siswa diharapkan dapat lebih memahami dirinya, dapat memperdalam materi yang telah dipelajari, dan dapat memperbaiki cara-cara belajar yang pernah dialami.
(d) Kerja kelompok Metode ini hampir bersamaan dengan pemberian tugas dan diskusi. Yang terpenting adalah interaksi di antara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar.
(e) Tutor Tutor adalah siswa sebaya yang ditugaskan untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru-siswa. Pemilihan tutor ini berdasarkan prestasi, hubungan sosial yang baik, dan cukup disenangi oleh teman-temannya. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru.
(f) Pengajaran individual Pengajaran individual adalah interaksi antara guru-siswa secara individual dalam proses belajar mengajar. Pendekatan dengan metode ini bersifat teraputik, artinya mempunyai sifat penyembuhan dengan cara memperbaiki cara-cara belajar siswa. Hasil yang diharapkan dalam metode ini di samping
© 2017
KP
adanya perubahan prestasi belajar juga perubahan dalam pemahaman diri siswa.
f. Prosedur Pelaksanaan Remedial Teaching Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagaimana berikut :
1) Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya. Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai kasus tersebut, serta cara dan kemungkinan pemecahannya. Berdasarkan penelitian kasus, akan dapat ditentukan siswa-siswa yang perlu mendapatkan remedial teaching.
2) Menentukan tindakan yang harus dilakukan. Dalam langkah ini, dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut. Setelah karakteristik ditentukan, maka tindakan pemecahannya harus dipikirkan, yaitu (a) Kalau kasusnya ringan, tindakan yang ditentukan adalah memberikan remedial teaching kepada siswa tersebut, dan (b) Kalau kasusnya tergolong cukup dan berat, maka sebelum diberikan remedial teaching, harus diberikan layanan konseling terlebih dahulu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya. Berdasarkan karakteristik kasus tersebut, maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih. Untuk itu, beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan, yaitu :
1) Faktor efektivitas, yaitu ketepatan tercapainya tujuan remedial teaching.
2) Faktor efisiensi, yaitu sedikitnya tenaga, biaya, dan waktu yang dipergunakan, namun hasilnya dapat seoptimal mungkin.
3) Faktor kesusilaan dengan jenis masalah, sifat individu, fasilitas, dan kesempatan yang tersedia.
© 2017
KP
4) Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan dan konseling. Tujuan dari layanan khusus bimbingan konseling ini adalah mengusahakan agar siswa yang terbatas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin), sehingga kemudian siap menghadapi kegiatan belajar secara wajar. Bentuk konseling di sini bisa berupa pdikoterapi yang dilakukan oleh psikolog. Tetapi ada kalanya kasus ini dapat dilakukan oleh guru sendiri.
5) Langkah pelaksanaan remedial teaching. Sasaran pokok pada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
6) Melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar siswa. Dengan diselesaikannya pelaksanaan remedial teaching, maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan yang terjadi dalam diri siswa yang bersangkutan dengan alat tes sumatif.
7) Melakukan re-evaluasi dan re-diagnostik. Hasil pengukuran yang dilakukan pada langkah ke lima kemudian ditafsirkan dengan membandingkan dengan kriteria proses belajar mengajar yang sesungguhnya. Adapun hasil penafsiran itu dapat terjadi tiga kemungkinan, yaitu sebagai berikut.
a) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
b) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi, namun belum memenuhi kriteria yang diharapkan.
c) Kasus belum menunjukkan perubahan yang berarti dalam hal prestasi.
Sebagai tindak lanjut dari langkah remedial teaching ada tiga kemungkinan :
1) Bagi kasus yang berhasil, maka selanjutnya diteruskan ke program berikutnya.
© 2017
KP
2) Bagi kasus yang belum berhasil sepenuhnya, diserahkan kepada pembimbing untuk diadakan pengayaan.
3) Bagi kasus yang belum berhasil, perlu didiagnosis lagi untuk mengetahui letak kelemahan remedial teaching untuk selanjutnya diadakan ulangan dengan alternatif yang sama.
g. Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran, setelah kegiatan pembelajaran atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial yaitu:
1) Analisis hasil diagnosis Melalui kegiatan diagnosis, guru akan mengetahui para siswa yang perlu mendapat bantuan. Untuk keperluan kegiatan remedial, tentu yang menjadi sorotan adalah siswa–siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang ditunjukkan dengan tidak tercapainya kriteria keberhasilan belajar.
2) Identifikasi penyebab kesulitan Sebelum kita mulai merancang kegiatan remedial, terlebih dahulu kita harus mengetahui mengapa siswa mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan atau menguasai materi pelajaran.
3) Penyusunan rencana Guru merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran, kemudian menentukan materi ajar, lalu guru memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa dan merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanankan kegiatan remedial.
4) Pelaksanaan kegiatan Biasanya kegiatan remedial dilaksanakan di luar jam belajar biasa. Oleh karena itu dituntut kerelaan dari guru untuk menyediakan waktu
© 2017
KP
tambahan di luar jam belajar, untuk membantu siswa yang memerlukan.
5) Evaluasi Untuk mengetahui berhasil tidaknya kegiatan remedial yang telah dilaksanakan, kita harus melaksanakan penilaian. Penilaian ini dapat dilakukan dengan mengkaji kemajuan siswa. Guru harus menganalisis setiap komponen pembelajaran, dengan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi, materi, kegiatan, waktu, serta penilaian. Contoh lain dari prosedur di atas, langkah-langkah Remedial Teaching kepada siswa yang menghadapi kesulitan belajar, dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut.
1) Diagnosa Kesulitan Belajar Untuk mendapatkan bantuan yang tepat dari guruguna mengatasi kesulitan belajar, perlu mendapatkan serangkaian diagnosis. Tahapan diagnosis dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut : Identifikasi siswa yang kesulitan dalam belajar, identifikasi Sebab-sebab terjadinya Kesulitan Belajar, Menyusun Rekomendasi Untuk Remedial Teaching.
h. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Berdasarkan keputusan yang telah ditetapkan dalamtahap diagnosis kesulitan belajar, maka mulailah kita melaksanakan pemberian bantuan. Adapun langkah-langkahdalam pelaksanaan pemberian bantuan adalah sebagaiberikut : Perumusan Tujuan Pembelajaran, penentuan Materi Pelajaran, pemilihan metode yang sesuai, pemilihan mediayang sesuai, penentuan waktu Remedial Teaching.
i. Evaluasi dan Tindak Lanjut Langkah ini merupakan penilaian terhadap langkah- langkahyang telah ditempuh baik dalam menetapkan kasus, jenis kesulitan, latar belakang maupun tindakan bantuanyang telah dilaksanakan. Langkah ini sangat berguna untukmengetahui keberhasilan usaha guru dalam membantu siswayang menghadapi kesulitan. Kegiatan evaluasi inidilaksanakan selama bantuan dilaksanakan dan sesudahnya.
© 2017
KP
2. Program Pengayaan (Pengayaan)
a. Definisi Pengayaan Secara umum pengayaan sebagaimana dikutip dari Depdiknas (2008:24) dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan. Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan kompetensi tertentu. Penilaian akhir program ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi (tingkat penguasaan) minimal atau ketuntasan belajar seperti yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.
© 2017
KP
Jika ada peserta didik yang lebih mudah dan cepat mencapai penguasaan kompetensi minimal yang ditetapkan, maka sekolah perlu memberikan perlakuan khusus berupa program pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.
Di samping batasan di atas, arti pengayaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia () sebagaimana dikutip dari Error! Hyperlink reference not valid. menjelaskan bahwa pengayaan adalah proses, cara, perbuatan mengayakan, memperkaya, memperbanyak tentang pengetahuan dsb. Namun pengertian dalam pembelajaran pengayaan yaitu suatu kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
Hal senada diungkapkan oleh Arikunto (2006: 27) menjelaskan bahwa kegiatan pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada peserta didik kelompok cepat sehingga pesertadidik tersebut menjadi lebih kaya pengetahuan dan keterampilannya atau lebih mendalam penguasaan bahan pelajarandan kompetensi yang mereka pelajari. Program pengayaan merupakan kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi yang berarti mereka adalah peserta didik yang tergolong cepat dalam menyelesaikan tugas belajarnya. Selain itu, Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan
© 2017
KP
kesempatan pembelajaran barubagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikian sehingga mereka dapat mengoptimalisasikan perkembangan minat, bakat, dan kecakapan.
Selain batasan-batasan di atas menurut Prayitno mendefinisikan bahwa kegiatanpengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat dalambelajar. Mereka memerlukan tugas-tugas tambahan yang terencana untuk menambah memperluas pengetahuan dan keterampilan yangtelah dimiliknya dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya.
b. Tujuan Pengayaan Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal. Dengan kata lain kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal. Siswa yang cepat menguasai kompetensi dan tugas belajarnya tentu saja memiliki kelebihan waktu yang perlu dimanfaatkan. Kelebihan waktu yang tidak dimanfaatkan dengan baik akan menimbulkan hal-hal negatif yang bisa mengganggu siswa lain yang sedang aktif mengikuti pembelajaran, maka dari itu guru harus memberikan tugas pengayaan bagi siswa yang cepat menguasai pembelajaran. Untuk lebih jelasnya tujuan pengayaan yaitu sebagai berikut.
1) Agar peserta didik lebih menguasai bahan pelajaran dengancara peserta didik disuruh membaut ringkasan tentang materimata pelajaran yang telah disampaikan oleh guru, menjadi tutorsebaya yaitu mengajari temannya yang belum selesai tugasnya.
© 2017
KP
2) Memupuk rasa sosial karena peserta didik ini dimintamembantu temannya yang belum selesai tugasnya.
3) Menambah wawasan peserta didik yang berkaitan dengan matapelajaran yang diberikan guru dengan cara membaca surat kabar atau buku-buku di perpustakaan dan sumber-sumber belajar lainnya.
4) Memupuk rasa tanggung jawab peserta didik dengan cara melaporkan atau menyampaikan informasi yang diperoleh melalui membaca surat kabar atau buku-buku di perpustakaan atau sumber informasi lainnya kepada teman-temannya.
c. Faktor-faktor Pengayaan Ada tiga faktor terjadinya pembelajaran pengayaan yaitu sebagai berikut.
1) Faktor siswa Guru harus memperhatikan karakteristik siswa baik yang berkenaan dengan faktor minat maupun dengan faktor psikologis lainnya. Selain faktor minat, faktor psikologis lainnya juga perlu dipertimbangkan guru dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pengayaan.
2) Faktor Manfaat Edukatif Sesuai dengan tujuan utama pemberian kegiatan pengayaan yaitu untuk memberikan kesempatan pada siswa berkembang secara optimal maka kegiatan pengayaan ini harus memberikan manfaat bagi siswa.
3) Faktor Waktu Kegiatan pengayaan diberikan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dengan memanfaatkan kelebihan waktu sementara siswa lain masih melakukan kegiatan remedial. Guru harus mampu menyesuaiakan jneis kegiatan pengayaan dengan kebutuhan siswa dan juga dengan waktu tersedia.
d. Jenis Pembelajaran Pengayaan
© 2017
KP
Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan sebagaimana dikutip dari http://conditionaloflife.blogspot.co.id yaitu sebagai berikut.
1) Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.
2) Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
3) Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah. Pemecahan masalah ditandai dengan; (1) identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan; (2) penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan; (3) penggunaan berbagai sumber; (4) pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan; (5) analisis data; dan (6) penyimpulan hasil investigasi.
3. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui:
a. Belajar Kelompok. Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa.
b. Belajar mandiri. Secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
c. Pembelajaran berbasis tema. Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
d. Pemadatan kurikulum. Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh
© 2017
KP
kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.
Di samping bentuk-bentuk pelaksanaan pengayaan di atas, Depdiknas (2008: 32) menjelaskan bentuk-bentuk pengayaan dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan di bawah ini.
a. Belajar kelompok, sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam sekolah biasa, sambil mengikuti teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
b. Belajar mandiri, yaitu secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
c. Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan kurikulum dibawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
d. Pendataan kurikulum, yaitu pemberian pembelajaran hanyauntuk kompetensi/ materi yang belum diketahui peserta didik. Pengayaan dapat dilakukan setiap saat baik pada saat jam efektif maupun tidak. Bagi peserta didik yang pada kemampuannya selalu menguasai kompetensi lebih cepat dapat diberikan pengayaan akselerasi. Pengayaan dapat bersifat vertikal maupun horizontal. Pengayaan yang bersifat vertikal dimaksudkan untuk membuat pengayaan kepada siswa agar mereka lebih mantap dan lebih meyakini materi yang telah dipelajarinya. Materi yang diberikan dalam pengayaan ini sifatnya lebih tinggi dari materi yang telah dipelajarinya. Sedangkan pengayaan yang bersifat horizontal dimaksudkan untuk memberikan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan konsep atau prinsip dalam materi yang telah dipelajari. Pengayaan ini dapat memperluas penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam
© 2017
KP
kecepatan maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu:
a. Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar
1) Tujuan Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi:
a) Belajar lebih cepat. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan mata pelajaran tertentu.
b) Menyimpan informasi lebih mudah. Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
c) Keingintahuan yang tinggi. Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
d) Berpikir mandiri. Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
e) Superior dalam berpikir abstrak. Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan masalah.
f) Memiliki banyak minat. Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.
2) Teknik Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui:
b. Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
© 2017
KP
c. Tes inventori. Tes inventori digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dsb.
d. Wawancara. Wanwancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik.
e. Pengamatan (observasi). Pengamatan dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik.
D. Aktivitas Pembelajaran
Secara profesional, coba buatlah rencana remdial dan rencana pengayaan bagi siswa tuna rungu sesuai dengan tugas di mana Anda mengajar!
E. Latihan/ Kasus /Tugas
a. Analislah hasil belajar anak tunarungu kelas V tema 3 “Merawat Hewan dan Tumbuhan”dan sub tema “Hewan di Sekitarku” atau sesuai dengan tema/sub tema yang sudah dipelajari siswa!
b. Tentukanlah siswa mana yang perlu remdial dan mana yang perlu pengayaan disertai dengan data dan alasan yang logis!
F. Rangkuman
- Remedial merupakan bentuk khusus pengajaran yang bertujuan untuk menyembuhkan atau memperbaiki proses pembelajaran yang menjadi penghambat atau yang dapat menimbulkan masalah atau kesulitan belajar bagi peserta didik.
- Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih baik.
© 2017
KP
- Fungsi pembelajaran remedial antara lain sebagai fungsi korektif, pemahaman, penyesuaian, pengayaan, akselerasi, dan terapeutik.
- Bentuk-bentuk pelaksaan pembelajaran remedial diantaranya; pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, bimbingan secara khusus, dan tutor sebaya.
- Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial adalah tanya jawab, diskusi, tugas, kerja kelompok, tutor, dan Pengajaran individual.
- Langkah-langkah kegiatan remedial dapat dilaksanakan dengan analisis hasil diagnosis, identifikasi penyebab kesulitan, penyusunan rencana, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi.
- Pengayaan diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya.
- Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
- Faktor terjadinya pembelajaran pengayaan; minat dan psikologis siswa, manfaat edukatif, dan memanfaatkan kelebihan waktu.
- Jenis pembelajaran pengayaan; kegiatan eksploratori, keterampilan proses, dan pemecahan masalah.
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Dipersilakan Anda mengukur diri sendiri untuk menentukan apakah dalam menganalisis hasil belajar dan memutuskan apakah siswa perlu remedial atau pengayaan sudah sesuai dengan syarat dan aturan yang sudah dipelajari sebelumnya.
© 2017
KP
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PEMANFAATAN INFORMASI HASIL PENILAIAN
DAN EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
A. Tujuan
Melalui kegiatan mandiri, Anda dapat menjelaskan konsep informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK secara benar.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
- Mengidentifikasi informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran.
- Merencanakan peningkatan kualitas pembelajaran.
- Melaksanakan peningkatan kualitas pembelajaran.
- Mengevaluasi pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran.
C. Uraian Materi
a. Pengantar Sebelum membicarakan pemanfaatan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, maka perlu dibatasi terlebih dahulu pengertian penilaian, evaluasi, dan data/informasi dari kedua istilah tersebut. Sebagaiman kita pahami bersama, bawah penilian berbeda dengan evaluasi. Penilaian dapat diartikan sebagai proses mengumpulkan informasi/bukti melalui pengukuran, menafsirkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran. Berbeda dengan evaluasi yang mengandung
© 2017
KP
makna proses mengambil keputusan berdasarkan hasil-hasil penilaian tersebut.
Berdasarkan Kuriklum 2013 bahwa cakupan penilaian tersebut mencakup:
KI-1: kompetensi inti sikap spiritual
KI-2: kompetensi inti sikap sosial
KI-3: kompetensi inti pengetahuan
KI-4: kompetensi inti keterampilan.
Untuk setiap materi pokok tertentu terdapat rumusan KD untuk setiap aspek KI. Jadi, untuk suatu materi pokok tertentu, muncul 4 KD (KD K1, KD K2, KD K3, dan KD K4).
Sebagaimana dituangkan dalam Lampiran IV Permen Kemendikbud no 81A Tahun 2013 mengenai metode dan instrumen penilaian, baikformal maupun nonformal digunakan dalam penilaian untuk mengumpulkan informasi. Informasi yang dikumpulkan menyangkut semua perubahan yang terjadi baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk).
Penilaian informal bias berupa komentar-komentar guru yang diberikan/diucapkan selama proses pembelajaran. Saat seorang peserta didik menjawab pertanyaan guru, saat seorang peserta didik atau beberapa peserta didik mengajukan pertanyaan kepada guru atau temannya, atau saat seorang peserta didik memberikan komentar terhadap jawaban guru atau peserta didik lain, guru telah melakukan penilaian informal terhadap performan sipeserta didik tersebut.
Penilaian proses formal, sebaliknya, merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dirancang untuk mengidentifikasi dan merekam pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Berbeda dengan penilaian proses informal, penilaian proses formal merupakan kegiatan yang
© 2017
KP
disusun dan dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk membuat suatu simpulan tentang kemajuan peserta didik.
Adapun metode penilaian sebagai perekam informasi dapat dilakukan dengan beberapa teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain sebagai berikut.
Penilaian dapat dilakukan melalui metode tes maupun nontes. Metode tes dipilih bila respons yang dikumpulkan dapat dikategorikan benar atau salah (KD-KDpada KI-3 dan KI-4). Bila respons yang dikumpulkan tidak dapat dikategorikan benar atau salah digunakan metode nontes (KD-KD pada KI-1 dan KI-2).
Metode tes dapat berupa tes tulis atau tes kinerja.
a. Testulis dapat dilakukan dengan cara memilih jawaban yang tersedia, misalnya soal bentuk pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan; ada pula yang meminta peserta menuliskan sendiri responsnya, misalnya soal berbentuk esai, baik esai isian singkat maupun esai bebas.
b. Tes kinerja juga dibedakan menjadi dua, yaitu prilaku terbatas, yang meminta peserta untuk menunjukkan kinerja dengan tugas-tugas tertentu yang terstruktur secara ketat, misalnya peserta diminta menulis paragraf dengan topik yang sudah ditentukan, atau mengoperasikan suatu alat tertentu; dan prilaku meluas, yang menghendaki peserta untuk menunjukkan kinerja lebih komprehensif dan tidak dibatasi, misalnya peserta diminta merumuskan suatu hipotesis, kemudian diminta membuat rancangan dan melaksanakan eksperimen untuk menguji hipotesis tersebut. Metode nontes digunakan untuk menilai sikap, minat, atau motivasi. Metode nontes umumnya digunakan untuk mengukur ranah afektif (KD-KD padaKI- 1 dan KI-2). Metode nontes lazimnya menggunakan instrument angket, kuisioner, penilaian diri, penilaian rekan sejawat, dan lain-lain.Hasil penilaian ini tidak dapat diinterpretasi ke dalam kategori benar atau salah, namun untuk mendapatkan deskripsi tentang profil sikap peserta didik. Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik dapat dilakukan berbagai teknik, baik berhubungan dengan proses maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian
© 2017
KP
kompetensi. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil relajar, baik pada domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu (1) Penilaian Unjuk Kerja, (2) Penilaian Kinerja Melakukan Praktikum, (3) Penilaian Produk, (4) Penilaian Portofolio, (5) Tes Tertulis, (6) Penilaian Projek, dan (7) Penilaian Diri. Untuk memahami lebih dalam mengenaik ke tujuh teknik tersebut, Anda dipersilakan membaca ulang Lampiran IV Permen Kemendikbud no 81A Tahun 2013 atau sumber yang lainnya.
b. Laporan Hasil Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran Menurut Sudjana (2011:153) merupakan laporan data hasil penilaian bukan hanya mengenai prestasi atau hasil belajar, melainkan juga mengenai kemajuan dan perkembangan belajar siswa di sekolah seperti motivasi belajar, disiplin kesulitan belajar, atau sikap siswa terhadap mata pelajaran. Oleh sebab itu, guru perlu mencatat perkembangan dan kemajuan belajar siswa secara teratur dan berkelanjutan. Hasil belajar yang dicapai siswa hendaknya dilaporkan secara menyeluruh, baik sebagai data mentah berupa skor-skor yang diperoleh siswa maupun sebagai data masak yang telah diolah dalam bentuk nilai-nilai siswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku disekolah. Lebih lanjut dilakukan interprestasi terhadap nilai yang diperoleh siswa, misalnya kedudukan siswa dibandingkan dengan kelompoknya atau posisi siswa dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan demikian dapat diketahui keberhasilan siswa, baik dilihat dari kelompoknya maupun dari tujuan yang harus dicapainya. Interpretasi ini berkaitan dengan perbandingan bersifat mutlak atau relatif dan penilaian acuan norma atau patokan. Sedangkan data perkembangan belajar siswa dilaporkan dalam bentuk catatan khusus sebagai pelengkap data hasil belajarnya. Catatan khusus ini berkenaan dengan aspek perilaku siswa seperti kehadiran, disiplin, motivasi, dan kesulitan belajar. Laporan hasil penilaian tersebut banyak sekali manfaatnya, baik bagi sisiwa itu sendiri maupun bagi perbaikan proses pembelajaran. Berikut
© 2017
KP
beberapa manfaat dari laporan hasil penilaian tersebut sebagaimana dikuitp dari https://ceritakuaja.wordpress.com yaitu sebagai berikut.
a. ManfaatData Penilaian Hasil Belajar Formatif Tes formatif dilaksanaan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar, khususnya pada akhir pengajaran. Hasil tes ini menggambarkan penguasaan tujuan instruksional para siswa dan anggota petunjuk kepada guru tentang keberhasilan dirinya dalam mengajar. Oleh sebab itu, data ini sangat bermanfaat bagi guru dalam upaya memperbaiki tindakan mengajar selanjutnya. Data hasil penilaian formatif menurut sudjana (2011:157-158) dapat dimanfaatkan guru untuk berbagi kepentinganyaitu; (1) Memperbaiki program pengajaran atau satuan pelajaran di masa mendatang, terutama dalam merumuskan tujuan instruksional, organisasi bahan, kegiatan belajar-mengajar, dan pertanyaan penilaian; (2) Meninjau kembali dan memperbaiki tindakan mengajarnya dalam memilih dan menggunakan metode mengajar, mengembangkan kegiatan belajar siswa, bimbingan belajar, tugas dan latihan para siswa, dan lain-lain;
(3) Mengulang kembali bahan pengajaran yang belum dikuasai para siswa sebelum melanjutkan dengan bahan baru, atau member penugasan kepada siswa untuk memperdalam bahan yang belum dikuasainya; dan (4) Melakukan diagnosis kesulitan belajar para siswa sehingga dapat ditemukan faktor penyebab kegagalan siswa dalam menguasai tujuan instruksional. Hasil diagnosis ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan bantuan dan bimbingan belajar pada siswa.
b. Manfaat Data Penilaian Hasil Belajar Sumatif Tes sumatif dilaksanakan pada akhir suatu satuan program, misalnya pada akhir caturwulan, akhir semester, dan sejenisnya yang bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan hasil belajar siswa. Seperti halnya data hasil penilaian formatif, menurut sudjana (2011:158-159) data hasil penilaian sumatif juga bermanfaat bagi guru untuk keperluan sebagai berikut :
© 2017
KP
1) Membuat laporan kemajuan belajar siswa (dalam hal ini menentukan nilai prestasi belajar untuk mengisi raport siswa) setelah mempertimbangkan pula nilai dari hasil tes formatif dan kemajuan-kemajuan belajar lainnya dari setiap siswa;
2) Menata kembali seluruh pokok bahasan dan subpokok bahasan setelah melihat hasil tes sumatif terutama kelompok materi yang belum dikuasainya. Konsep esensi pokok bahasan yang belum dikuasai siswa dilihat kembali, baik dalam hal tingkat kesulitannya, ruang lingkup dan susunannya, waktu yang diperlukan, maupun buku sumber yang relevan untuk dipelajari siswa. Hasil penataan tersebut berupa program belajar atau GBPP yang telah disempurnakan tanpa mengurangi ketentuan yang berlaku dalam kurikulum, minimal untuk digunakan pada caturwulan atau semester yang sama pada tahun berikutnya;
3) Melakukan perbaikan dan penyempurnaan alat penilaian tes sumatif yang telah digunakan berdasarkan hasil-hasil yang telah diperoleh atau dicapai siswa. Soal-soal yang dijawab salah oleh sebagian besar siswa hendaknya dikaji ulang dari berbagai segi, yaitu dari tingkat kesulitan soal, konsep esensi yang ditanyakan, kebenaran jawaban dari pertanyaan, bahasa yang digunakan, relevansi pertanyaan dengan kemungkinan jawabannya, jumlah soal dan waktu yang disediakan, bentuk soal, dan lain-lain; dan
4) Merancang program belajar bagi siswa pada semester atau caturwulan berikutnya.
c. Manfaat Data Hasil Penilaian Proses Belajar Mengajar Data hasil penilaian proses belajar mengajar sangat bermanfaat bagi guru, siswa, dan kepala sekolah. Guru dapat mengetahui kemampuan dirinya sebagai pengajar, baik kekurangan maupun kelebihannya. Guru juga dapat mengetaui pendapat dan aspirasi para siswanya dalam berbagai hal yang berkenaan dengan proses belajar mengajar. Berdasarkan informasi ini guru dapat memperbaiki dan menyempurnakan kekurangannya dan mempertahankan atau meningkatkan kelebihannya. Dengan penilaian proses belajar
© 2017
KP
mengajar kepada sekolah dapat memikirkan upaya-upaya pembinaan para guru dan siswa berdasarkan pendapat, saran, maupun aspirasi dari berbagai pihak seperti guru, siswa, dan orangtua, yaitu melengkapi sarana belajar, meningkatkan kemampuan professional tenaga pendidik, pelayanan sekolah, perpustakaan sekolah, tata tertib sekolah, disiplin kerja, pengawasan, dan sebagainya.
Laporan Hasil Penilaian dan Evaluasi untuk Perbaikan Program dan Proses Pembelajaran
Permen No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dinyatakan bahwa evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan poses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara:
1) Membandingkan poses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses.
2) Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Salah satu upaya dalam meningkatkan kwalitas proses dan hasil belajar sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui sistem penilaian, Sistem penilaian ini sangat berguna bagi kualitas hasil lulusan. Dari itu maka seorang pendidik harus mengetahui kriteria dan jenis-jenis penilian yang akan digunakan. Penilaian terhadap proses belajar dan mengajar sering diabaikan, setidak-tidaknya kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan penilaian hasil belajar. Pendidikan tidak berorientasi kepada hasil semata, tetapi juga kepada proses. Oleh sebab itu penilaian terhadap hasil belajar hasil dan proses belajar harus dilaksanakan secara seimbang dan, kalau dapat, dilaksanakan secara simultan. Di akhir proses pembelajaran haruslah diadakan evaluasi atau penilaian untuk mengukur bagaimana kemajuan siswa dikelas, pembinaan kegiatan belajar, menetapkan kemampuan dan kesulitan,
© 2017
KP
mendorong motivasi belajar siswa, membantu perkembangan tingkah laku dan membimbing. Selain itu, evaluasi merupakan upaya memeriksa sejauh mana siswa mencapai tujuan pendidikan dan memenuhi syarat validitas, reliabilitas, objektivitas, efisien dan praktis dari pendidik. Jika semua itu telah dilaksanakn dengan baik dan benar serta telah memenuhi standar yang telah ditentukan, maka selanjutnya pendidik dapat mengembangkan program yang kurang baik atau tidak dipakai sebelumnya, merencanakan dan mengembangkan kurikulum, serta melakukan akreditasi program dan kelembagaan. Itulah yang harus dicapai semuanya oleh pendidik dalam mensukseskan proses pembelajaran.
Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian berdasarkan informasi kemajuan belajar secara berkelanjutan sehinga guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum.
Atas dasar hasil penilaian kelas mungkin guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran, atau memperbaiki program pembelajarannya. Oleh karena itu, program yang telah dirancang, strategi pembelajaran yang telah disiapkan, dan bahan yang telah disiapkan perlu dievaluasi, direvisi, atau mungkin diganti atau diperbaiki apabila ternyata tidak efektif membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan kompetensi tersebut. Perbaikan program, penggantian strategi belajar mengajar, pengaturan kembali penggunaan materi atas dasar informasi kurang efektifnya tidak perlu menunggu sampai akhir semester, karena bila dilakukan pencapaian kompetensi pada akhir semester bisa saja perbaikan itu akan sangat terlambat.
Penilaian kelas dapat memberikan informasi tentang peserta didik dalam suatu kelas yang mencapai penguasaan kompetensi yang ditargetkan lebih cepat dari peserta didik lainnya, atau yang telah mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum. peserta didik-peserta didik berprestasi baik perlu mendapat
© 2017
KP
kegiatan belajar tambahan agar tidak merasa bosan dan mencegah peserta didik tersebut mengganggu kelasnya. Salah satu kegiatan yang dapat diberikan adalah memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas-tugas individual lainnya yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapai atau untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar peserta didik. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif tergantung bentuk penugasannya maupun bentuk proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru. Penguatan kompetensi ini dapat diberikan dalam bentuk tugas kegiatan, misalnya membantu peserta didik lainnya yang sangat lemah di dalam atau di kelas lainnya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai peserta didik pada matapelajaran bersangkutan.
Bagi peserta didik cepat ini apabila secara konsisten selalu cepat, dapat hendaknya diberikan program akselerasi, yaitu kegiatan tambahan berdasarkan urutan kompetensi yang harus dicapai dalam seluruh programnya. Perhatian terhadap kecepatan anak dalam mencapai seluruh kompetensi ini adalah salah satu tuntutan kurikulum. Adapun yang perlu dicermati adalah pengaturan waktu dan teknis untuk melayani anak yang kecepatannya beragam dalam menguasai kompetensi.
Dengan demikian, tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitasmasing-masing. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan agar dapat mengembangkan potensi secara optimal, salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, bebantambahan atau tugas individu yang bertujuan untuk memperluas kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai peserta didik pada mata pelajaran bersangkutan.
1) Laporan untuk Siswa dan Orang tua
© 2017
KP
Laporan yang berisi catatan tentang siswa diusahakan selengkap mungkin agar dapat memberikan informasi yang lengkap. Akan tetapi, membuat laporan yang lengkap setiap saat merupakan beban yang berat bagi seorang guru. Oleh karena itu, pembuatan laporan dapat bersifat singkat, disesuaikan dengan kebutuhan.Laporan yang dibuat guru untuk siswa dan orang tua berisi catatan prestasi belajar siswa. Catatan itu dapat dibedakan atas dua cara, yaitu lulus atau belum lulus. Prestasi siswa yang dilaporkan guru kepada siswa dan orang tua dapat dilihat dalam buku rapor yang diisi pada setiap semester
2) Laporan untuk Sekolah Selain membuat laporan untuk siswa dan orang tua, guru juga harus membuat laporan untuk sekolah, sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses belajar-mengajar. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui catatan perkembangan siswa yang ada di dalamnya. Dengan demikian hasil belajar siswa akan diperhatikan dan dipikirkan oleh pihak sekolah. Laporan yang dibuat guru untuk pihak sekolah sebaiknya lebih lengkap. Guru tidak semata-mata melaporkan prestasi siswa tetapi juga menyinggung problem kepribadian mereka. Laporan tidak hanya dalam bentuk angka tapi juga dalam bentuk deskripsi tentang siswa.
3) Laporan untuk Masyarakat Pada umumnya laporan untuk masyarakat berkaitan dengan jumlah lulusan sekolah. Setiap siswa yang telah lulus membawa bukti bahwa mereka memiliki suatu pengetahuan dan keterampilan tertentu. Namun pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dari suatu sekolah tidaklah sama. Tingkat keberhasilan ini dinyatakan secara lengkap dalam laporan prestasi.
© 2017
KP
d. Pemanfaatan Hasil Penilaian
a. Untuk Siswa Informasi hasil belajar siswa dapat diperoleh melalui ujian, kuesioner, wawancara, atau pengamatan. Informasi hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor diperoleh melalui ujian, sedangkan ranah afektif diperoleh melalui angket, inventori, dan pengamatan. Informasi hasil belajar dapat dimanfaatkan siswa untuk: (a) mengetahui kemajuan hasil belajar diri, (b) mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai, (c) memotivasi diri untuk belajar lebih baik, dan (d) memperbaiki strategi belajar. Untuk memberi informasi yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh siswa seoptimal mungkin, maka laporan yang diberikan kepada siswa harus berisi: (a) hasil pencapaian belajar siswa, (b) kekuatan dan kelemahan siswa dalam semua mata pelajaran, dan (c) minat siswa pada masing-masing mata pelajaran.
b. Untuk Orang Tua Informasi hasil belajar dimanfaatkan oleh orang tua untuk memotivasi anak agar belajar lebih baik. Untuk itu diperlukan informasi yang akurat tentang hasil belajar siswa, yang meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Informasi ini digunakan orang tua untuk: (a) membantu anaknya belajar, (b) memotivasi anaknya belajar, (c) membantu sekolah meningkatkan hasil belajar siswa, dan (d) membantu sekolah melengkapi fasilitas belajar. Untuk memenuhi kebutuhan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar, bentuk laporan hasil belajar harus mencakup semua ranah, serta deskripsi yang lebih rinci tentang kelemahan, kekuatan, dan keterampilan putranya dalam melakukan tugas, serta minat terhadap mata pelajaran.
c. Untuk Guru dan Kepala Sekolah Hasil penilaian digunakan guru dan sekolah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas dan sekolah dalam semua mata pelajaran. Hasil penilaian harus dapat
© 2017
KP
mendorong guru untuk mengajar lebih baik, membantu guru untuk menentukan strategi mengajar yang lebih tepat, dan mendorong sekolah agar menyediakan fasilitas belajar lebih baik.
Laporan hasil belajar untuk guru dan kepala sekolah harus mencakup hasil belajar dalam semua ranah untuk semua pelajaran. Informasi yang diperlukan adalah kompetensi dasar yang telah dikuasai dan yang belum dikuasai oleh siswa. Guru memerlukan informasi yang spesifik untuk masing-masing kelas yang diajar, sedangkan kepala sekolah memerlukan informasi yang umum untuk semua kelas dalam satu sekolah.
D. Aktivitas Pembelajaran
Berdasarkan tugas pada kegiatan belajar 2 yaitu hasil belajar anak tunarungu di kelas V tema 3 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” dan sub tema “Hewan di Sekitarku”, Coba Anda susunlah rencana pembelajaran berikutnya untuk peningkatan kualitas pembelajaran dengan memperhatikan penerapan sub nilai mandiri!
E. Latihan/ Kasus /Tugas
- Setelah penyusunan rencana pembelajaran di atas, coba praktikan pembelajaran di kelas V tema 3 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” dan sub tema “Hewan di Sekitarku” sebagai peningkatan kualitas pembelajaran!
Hasil pembelaajaran di kelas V tema 3 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” dan sub tema “Hewan di Sekitarku” tersebut coba Anda evaluasi sebagai bentuk peningkatan kualitas pembelajaran!
F. Rangkuman
Hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran merupakan laporan data hasil penilaian bukan hanya mengenai prestasi atau hasil belajar, melainkan juga mengenai kemajuan dan perkembangan belajar siswa di sekolah
© 2017
KP
seperti motivasi belajar, disiplin kesulitan belajar, atau sikap siswa terhadap mata pelajaran.
- Manfaat data penilaian hasil belajar formatif; (1) Memperbaiki program pengajaran atau satuan pelajaran di masa mendatang, terutama dalam merumuskan tujuan instruksional, organisasi bahan, kegiatan belajar-mengajar, dan pertanyaan penilaian; (2) Meninjau kembali dan memperbaiki tindakan mengajarnya dalam memilih dan menggunakan metode mengajar, mengembangkan kegiatan belajar siswa, bimbingan belajar, tugas dan latihan para siswa, dan lain-lain; (3) Mengulang kembali bahan pengajaran yang belum dikuasai para siswa sebelum melanjutkan dengan bahan baru, atau memberi penugasan kepada siswa untuk memperdalam bahan yang belum dikuasainya; dan (4) Melakukan diagnosis kesulitan belajar para siswa sehingga dapat ditemukan faktor penyebab kegagalan siswa dalam menguasai materi pembelajaran.
- Manfaat data penilaian hasil belajar sumatif; Membuat laporan kemajuan belajar siswa, menata kembali seluruh pokok bahasan dan sub pokok bahasan, melakukan perbaikan dan penyempurnaan alat penilaian tes, dan merancang program belajar bagi siswa pada semester atau caturwulan berikutnya.
- Manfaat data hasil penilaian proses belajar mengajar dapat mengetahui kemampuan dirinya sebagai pengajar, baik kekurangan maupun kelebihannya dan dapat mengetaui pendapat dan aspirasi para siswanya dalam berbagai hal yang berkenaan dengan proses belajar mengajar.
- Manfaat informasi hasil belajar siswa untuk: (a) mengetahui kemajuan hasil belajar diri, (b) mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai, (c) memotivasi diri untuk belajar lebih baik, dan (d) memperbaiki strategi belajar.
- Manfaat informasi belajar bagi orang tuauntuk: (a) membantu anaknya belajar, (b) memotivasi anaknya belajar, (c) membantu sekolah meningkatkan hasil belajar siswa, dan (d) membantu sekolah melengkapi fasilitas belajar.
- Manfaat informasi belajar bagi guru dan sekolah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas dan sekolah dalam semua mata pelajaran
© 2017
KP
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Dipersilakan Anda mengukur diri sendiri untuk menentukan apakah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi peningkatan kualitas pembelajaran tersebut di kelas V tema 3 “Merawat Hewan dan Tumbuhan” dan sub tema “Hewan di Sekitarku” berbeda hasilnya dengan pembelajaran sebelumnya.
© 2017
KP
KOMPETENSI PROFESIONAL:
PEMANFAATAN TIK UNTUK PENGEMBANGAN DIRI
© 2017
KP
© 2017
KP
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
PENGOPERASIAN KOMPUTER DENGAN SISTEM OPERASI WINDOWS 7
A. Tujuan
- Melalui kegiatan belajar sepanjang hayat mengenai konsep ICT dalam Membantu Kepentingan Pembelajaran, Anda dapat menjelaskan Konsep Sistem Operasi Komputer dengan tepat.
- Melalui kegiatan belajar sepanjang hayat mengenai konsep ICT dalam Membantu Kepentingan Pembelajaran, Anda dapat menjelaskan macam-macam Sistem Operasi dengan tepat.
Melalui kegiatan belajar sepanjang hayat mengenai konsep ICT dalam Membantu Kepentingan Pembelajaran, Anda dapat menjelaskan Konsep Dasar-dasar Penggunaan Windows 7 dengan tepat.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Menjelaskan Sistem Operasi Komputer
- Merinci Macam-macam Sistem Operasi
- Menggunakan operasi dasar pada Windows 7
C. Uraian Materi1. Konsep Sistem Operasi Komputer
Sistem Operasi atau Operating system (OS) adalah suatu perangkat lunak yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen hardware serta operasi-operasi dasar sistem termasuk menjalankan software aplikasi. Sistem Operasi merupakan software pada lapisan pertama yang dimasukkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Menurut American National Standart Institute (ANSI), sistem operasi adalah software yang mengontrol pelaksanaan program-program komputer dengan mengatur waktu proses, pengecekan kesalahan, mengontrol input dan output, melakukan perhitungan, kompilasi, penyimpanan, pengolahan data serta layanan-layanan lainnya yang terkait.
© 2017
KP
Setelah sistem operasi berjalan, pengguna dapat menjalankan software-software yang ada. Pada saat pengguna menjalankan suatu software, sistem operasi akan melakukan layanan inti dan umum untuk software tersebut. Layanan tersebut antara lain seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Bagian dari sistem operasi yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel".
Selain kernel, sistem operasi masih mempunyai bagian-bagian lain, secara umum bagian-bagian lain dari suatu sistem operasi tersebut diantaranya:
- Mekanisme Boot, yaitu bagian yang bertugas untuk meletakkan kernel ke dalam memory
- Command Interpreter atau shell, bagian yang bertugas membaca input dari pengguna
- Pustaka-pustaka, yaitu bagian yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
- Driver yaitu bagian untuk berinteraksi dengan hardware eksternal dan sekaligus mengontrolnya. Pada saat sistem operasi berjalan, sebagian besar dari sistem operasi yang ada mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti itu disebut sebagai Multitasking Operating System. Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali.
2. Macam-macam Sistem Operasi Pada saat ini, di pasaran dunia terdapat berbagai macam sistem operasi. Kesemua sistem operasi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan. Berikut ini adalah sebagian dari sistem operasi yang ada di pasaran saat ini.
© 2017
KP
a. DOS (Disk Operating System) DOS merupakan sistem operasi keluaran Microsoft. Sistem operasi ini biasa dipakai pada komputer IBM ataupun kompatibelnya. DOS mempunyai beberapa versi. Versi pertama DOS adalah versi 1.00 yang dirilis pada tahun 1981. Seiring perubahan jaman, versi DOS semakin meningkat hingga versi 7.00 yang dikeluarkan pada tahun
1996. DOS versi 7.00 telah berkembang dan menerapkan general purpose system, konsep jaringan komputer, dan konsep ramah pengguna.
b. Microsoft Windows tahun
| Pada | 1992, | Microsoft | memperkenalkan | operating | system | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Windows menjalankan berbagai program secara bersamaan dan membagi | 3.1 Sistem | operasi | ini mengijinkan | pengguna | untuk | |
| informasi | diantara | program-program | yang ada. | Sesuai | dengan | |
| namanya, | program-program | yang ada | pada | Windows | 3.1 bisa | |
| ditampilkan | dalam | bentuk | "jendela" | dan | pengguna | bisa |
menggunakannya dengan mudah.
Gambar 4. 1 Sistem Operasi Windows
Seperti halnya DOS, Sistem Operasi Windows juga mempunyai berbagai versi, diantaranya Windows 3.11, Windows NT dan Windows 95 yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan mempunyai kemampuan untuk meng-access internet.
Pada tanggal 17 Februari 2000 secara resmi Microsoft Corporation mengeluarkan system operasi terbarunya dengan nama Microsoft Windows 2000 Profesional. Sistem operasi ini memiliki keandalan manajemen dan keamanan, lebih mudah digunakan dan dikelola, lebih
© 2017
KP
cepat, serta lebih kompatibel dengan berbagai perangkat lunak maupun keras.
Pada 14 September 2000 Windows-Me diluncurkan, sistem operasi ini memiliki kemudahan pada saat bekerja dengan file, bekerja dengan web, bekerja dengan komputer lain yang terhubung, serta berbagai kemudahan-kemudahan lainnya.
Pada tanggal 25 Oktober 2001, Microsoft Corporation kembali meluncurkan sistem operasi yaitu Windows XP. XP singkatan dari Experience (pengalaman). Microsoft berharap sistem operasi ini akan membawa pengalaman baru bagi pengguna komputer. Perubahan penampilan dan tata cara penggunaan Windows XP terbukti memang membawa pengalaman baru bagi para pengguna komputer. Windws XP mempunyai beberapa edisi antara lain Windows XP Professional, Windows XP Home, Windows XP Media Center, Windows XP Tablet PC, Windows XP Starter, Windows XP Professional x64, Windows XP Professional 64-Bit Edition for Itanium.
Gambar 4. 2 Tampilan Dekstop Windows XP Setelah lima tahun dari peluncuran Windows XP, akhirnya pada tanggal 8 November tahun 2006 Microsoft mengeluarkan sistem operasi terbarunya yaitu Windows Vista. Sistem operasi ini mempunyai banyak kelebihan dibanding Windows XP diantaranya tampilan-tampilan yang bernuansa tiga dimensi (3D), lebih lengkapnya fitur-fitur
© 2017
KP
yang disediakan, minimnya system crash jika dibanding Windows XP, dan masih banyak yang lainnya.
Sumber : www.farm1.static.flickr.com
Gambar 4. 3 Tampilan Windows Vista
c. Macintosh Operating System Macintosh merupakan sistem operasi pertama yang mengunakan sistem GUI (Graphical User Interface). Para pengguna komputer sangat kagum pada Macintosh yang sangat ramah dalam melayani penggunanya. Pengguna tidak perlu banyak menulis perintah, cukup menunjuk gambar-gambar yang ada, maka dengan cepat Macintosh akan mengerjakan tugas sesuai gambar yang ditunjuk.
Gambar 4. 4 Sistem Operasi Macintosh
© 2017
KP
Kelemahan dari Macintosh adalah dari segi harganya, para pengguna harus mengeluarkan investasi yang tidak sedikit karena harga Macintosh cukup mahal. Selain itu, Macintosh tidak bisa dijalankan pada komputer IBM dan kompatibel-nya, sehingga pengguna harus mengganti komputer yang dimilikinya dengan Apple-Macintosh.
d. Sistem Operasi UNIX Unix pada awalnya dikembangkan oleh Bell Labs pada tahun 1969 sebagai sebuah sistem yang berkonsep 'interaktif time-sharing'. Pencipta Unix adalah Ken Thompson dan Dennis Ritchie. Karakteristik yang dimiliki Unix antara lain :
1) Multitasking; dapat menjalankan lebih dari satu jenis aplikasi pada saat yang bersamaan.
2) Multiuser; dapat digunakan oleh lebih dari satu pengguna pada waktu yang bersamaan.
3) Aman; memiliki tingkat keamanan yang lebih dibandingkan Sistem operasi lainnya. Hal ini dikarenakan setiap file, user dan group pada UNIX mempunyai 'set' ijin tersendiri, sehingga tidak memungkinkan seorang user untuk menghapus atau mengedit tanpa memiliki ijin yang cukup.
4) Memiliki keunggulan untuk digunakan dalam sistem networking.
Gambar 4. 5 Sistem Operasi UNIX
© 2017
KP
e. Sistem Operasi Linux Linux merupakan. Sistem operasi turunan UNIX dan memiliki seluruh kemampuan dan keunggulan dari sistem UNIX. Sistem operasi ini berbasis GPL (General Public Licence) yang artinya dapat dikopi secara bebas tanpa harus membayar kepada pemegang lisensi, dengan catatan source code harus selalu disertakan dalam penyebarannya. Linux diciptakan oleh Linus Torvalds pada tahun 1991 di Finlandia. Linus merupakan mahasiswa ilmu komputer di Universitas Helsinki. Pada awalnya Linux masih sangat sederhana dan belum mempunyai kelebihan-kelebihan seperti UNIX komersial. Berkat bantuan para hacker, Linus terus mengembangkan Linux dan pada akhirnya mempunyai kemampuan yang dapat disejajarkan dengan sistem operasi komersial lainnya. Lisensi Linux dipegang oleh Linus Torvalds sebagai penghormatan atas hasil jerih payahnya dalam mengembangkan Linux.
Gambar 4. 6 Sistem Operasi Linux
Di Amerika Serikat Linux dipakai oleh NASA, Boeing, UPS, Lockheed Martin, US Postal, US Railway, baik sebagai server dalam jaringan maupun sebagai workstation. Kelebihan lain dari Linux yaitu dapat dijalankan pada banayak platform terkemuka seperti Intel x86, Sun SPARC, MIPS, Motorola m68K, Power PC dan DEC Alpha. Hal ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan Windows NT yang hanya bisa dijalankan pada Intel x86 dan DEC Alpha.
© 2017
KP
f. Sistem Operasi Android
Sumber:www.androidcentral.com Gambar 4. 7 Android Android adalah perangkat lunak berbasis Linux untuk perangkat bergerak yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi kunci. Aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa pemrograman Java. Serangkaian aplikasi inti Android antara lain email, program SMS, kalender, peta, browser, kontak, dan lain-lain.
Dengan menyediakan sebuah platform pengembangan yang terbuka (Open Source), Android menawarkan kemampuan untuk membangun aplikasi yang sangat kaya dan inovatif. Pengembang diberi kebebasan untuk mengambil keuntungan dari perangkat keras, akses informasi lokasi, menjalankan background services, mengatur alarm, tambahkan pemberitahuan ke status bar, dan masih banyak lagi.
Perkembangan Sistem Operasi Android
Sistem operasi yang pertama dirilis adalah Android versi 1. pada bulan september 2008, sedangkan perangkat Android pertama kali yang tersedia secara komersial adalah HTC Dream. Perangkat ini dilengkapi fitur seperti Android market, penjelajahan web, sinkronisasi Gmail, google maps, google search.
Pada Awal tahun 2009, sekitar bulan Februari Android versi 1.1. dirilis. Sistem operasi ini dirilis untuk memperbaiki versi sebelumnya. Beberapa perbaikan yang dibuat diantaranya: perbaikan pada
© 2017
KP
beberapa bug, mengubah API Android, dan menambahkan beberapa fitur seperti, rincian dan tinjauan, kemampuan menampilkan/ menyembunyikan tombol panggilan, penyimpanan lampiran pesan.
Versi selanjutnya yang dikembangkan adalah Android 1.5. versi ini dirilis padaakhir bulan April tahun 2009 dengan menggunakan kernel linux 2.6.27. Android v 1.5. dirilis dengan nama kode Cupcake. Sebenarnya Cupcake adalah salah satu nama makanan pencuci mulut, dan Android menggunakan nama-nama makanan pencuci mulut lain untuk versi-versi berikutnya. Android versi Cupcake ini memperbarui beberapa fitur dan ditambahkan beberapa perubahan seperti, dukungan papan ketik virtual, widget, kemampuan merekam dan memutar video berformat MPEG-4, Fasilitas pemberian foto untuk kontak terfavorit, dan masih banyak yang lain.
Pada bulan September 2009, Android v.1.6 dirilis dengan nama donut. Versi ini berbasis kernel linux 2.6.29. Fitur-fitur baru yang ditambahkan antara lain adalah: fasilitas pencarian teks dan suara, pembaruan dukungan teknologi bagi CDMA/EVDO, dukungan bagi resolusi layar WVGA.
Setelah itu versi-versi terbaru terus ditambahkan, dari Android Éclair, Froyo (Frozen yogurt), Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean, KitKat, dan sampai yang terakhir saat ini adalah versi Android Lollipop.
3. Perangkat Periferal Komputer Periferal komputer adalah berbagai peralataan yang terhubung ke CPU (Central Processing Unit) sebagai perangkat Input dan Output data kedalam ataupun keluar CPU yang selanjutnya diproses oleh sistem komputer. Berdasarkan fungsinya, periferal komputer terdiri dari 2 (dua) tipe yaitu:
a. Periferal Utama (Main Periferals): merupakan peralatan periferal yang harus ada pada saat menjalankan komputer misalnya Mouse, Keyboard dan Monitor.
© 2017
KP
b. Periferal Pendukung (Auxiliary Periferals): adalah peralatan periferal yang keberadaannya tidak harus ada pada saat menjalankan komputer misalnya Printer, Speaker, WebCam, Scaner, LCD Projector, dsb. Berikut ini penjelasan sekilas dari peralatan-peralatan periferal di atas
a. Mouse (tetikus) Mouse merupakan salah satu perangkat pemasukan data. Perangkat ini dinamakan mouse karena bentuknya mirip dengan tikus. Di Kamus Besar Indonesia 2008, istilah Mouse telah di alih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah tetikus, namun pada kehidupan sehari-hari, orang-orang lebih terbiasa dengan istilah mouse daripada tetikus. Sampai saat ini mouse tetap banyak digunakan meski sudah banyak peralatan yang dapat menggantikan fungsi mouse seperti touchpad dan touchscreen karena mouse dirasa lebih mudah digunakan dan tidak ribet. Saudara cukup memegang dan menggerakan lengan untuk menggerakkan mouse, bagian tangan yang digerakkan hanya bagian lengan saja, tidak perlu menggerakkan bahu apalagi sampai menggerakkan badan Saudara.
Gambar 4. 8 Mouse Ada banyak fungsi dari mouse, diantaranya:
1) Sebagai penggerak pointer atau kursor ke layar komputer
2) Mengeksekusi perintah dengan tombol yang ada padanya, misalnya klik kiri, klik kanan, drag, dan double klik,
© 2017
KP
3) Digunakan untuk melakukan scrolling pada layar dengan menggunakan roda scroll tengan pada mouse
4) Digunakan untuk pengaturan tampilan sebuah objek
Gambar di samping merupakan cara memegang mouse dengan benar. Posisi jempol berada di sebelah kiri mouse, keliling ditempatkan di sebelah kanan, dan tiga jari lainnya berada di atas mouse. Posisi jari telunjuk tepat berada pada tombol kiri mouse, jari tengah pada tombol kanan mouse. Gunakan jari tengah untuk memutar tombol scroll Sumber: Afnan Ganode
Gambar 4. 9 Gambar teknik memegang Mouse
b. Keyboard. Keyboard juga merupakan salah satu perangkat pemasukan pada komputer dengan berbagai tombol serta memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tombol-tombol pada keyboard terdiri dari huruf, angka, tanda baca, dan simbol lainnya. Jumlah tombol pada keyboard antara 101 sampai dengan 105.
Gambar 4. 10 keyboard
Fungsi dari tombol huruf, angka, dan tanda baca mungkin sudah dapat dimengerti dengan mudah, tetapi untuk tombol symbol dan yang
© 2017
KP
lainnya mungkin masih banyak belum mengenal. Berikut akan dijelaskan beberapa fungsi dari tombol-tombol tersebut.
1) Tombol ALT berfungsi jika dipasangkan dengan tombol lainnya, misalnya dengan tombol F4 yang berguna untuk Shut Down atau menutup program yang sedang berjalan.
2) Tombol CTRL berfungsi jika dipasangkan dengan tombol lainnya. Misalnya dengan tombol C atau disebut juga CTRL+C akan berguna untuk menyalin satu objek yang ditunjuk ke dalam clipboard, yang nantinya dapat disalinkan pada area kerja
3) Tombol F1 – F12 adalah tombol fungsi yang pemanfaatannya disesuaikan dengan sistem operasi atau aplikasi, misal, F1 digunakan untuk menampilkan menu Help yang akan memberikan penjelasan mengenai aplikasi yang sedang berjalan
4) Tombol ESC (Escape) adalah tombol yang digunakan untuk membatalkan atau keluar dari suatu perintah atau menu.
5) Tombol Enter fungsinya sama dengan pilihan tombol OK, yaitu untuk menyatakan bahwa operasi yang dilakukan betul dan selesai. Enter juga dapat berarti menyisipkan baris kosong atau baris baru pada program pengolah kata.
6) Tombol TAB, pada saat proses pengetikan, tombol ini berfungsi untuk memberi jarak.
7) Tombol Arah/kursor pada proses pengetikanberfungsi untuk menggerakan penunjuk karakter (kursor) sesuai arah anak panah bersangkutan.
8) Tombol Backspace pada pengetikan berguna untuk menghapus karakter atau objek yang ada di sebelah kiri kursor aktif.
9) Tombol Delete berfungsi untuk menghapus,pada proses pengetikan pada pengetikan berguna untuk menghapus karakter atau objek yang ada di sebelah kanan kursor aktif.
10) Tombol Home pada proses pengetikan berfungsi untuk memindah kursor ke awal baris dimana kursor berada.
11) Tombol End pada proses pengetikan berfungsi untuk memindah kursor ke akhir baris dimana kursor berada.
© 2017
KP
12) Tombol Page Up pada proses pengetikan berfuingsi memindan kursor ke atas sejauh satu layar dari kursor berada.
13) Tombol Page Down pada proses pengetikan berfuingsi memindan kursor ke bawah sejauh satu layar dari kursor berada.
14) Tombol Print Screen, berfungsi untuk memotret tampilan pada layar.
c. Monitor Monitor merupakan salah satu alat keluaran data, monitor digunakan untuk menampilkan tulisan dan gambar pada media lunak berupa sinyal elektronik. Ukuran monitor komputer sama seperti ukuran televisi, yakni didasarkan pada panjang diagonal dari area yang dapat kita lihat. Ukuran monitor desktop yang ada saat ini berukuran 14”, 15”, 17”, 19”, dan 21”, sedangkan ukuran monitor laptop yakni 10, 11,
12.1”, 13.3”, dan 14.1”. Ukuran ketajaman ditentukan dengan jumlah pixel (picture element) yang merupakan titik terkecil penghasil tampilan layar, misalnya resolusi 1.024 x 768 berarti monitor mengandung 1.024 baris pixel dan 768 kolom pixel, dengan kata lain jumlah pixel yang tersusun di monitor sebesar 1.024 x 768 buah. Semakin besar resolusinya maka semakin bagus kualitas gambar atau tampilan monitor.
Berdasarkan bahan pembuatannya, monitor terbagi atas:
1) Monitor CRT (Cathode Ray Tube) Monitor CRT memiliki layar yang terbuat sama dengan layar televisi yaitu dari tabung hampa. Karena terdiri dari tabung, maka monitor CRT memiliki ukuran besar dan cukup memakan tempat.
© 2017
KP
Sumber: www.perangkatkeras.net Gambar 4. 11 Monitor CRT
2) Monitor LCD (Liquid Crystal Display) Tidak seperti Monitor CRT yang menggunakan tabung hampa, Monitor LCD menggunakan bahan dari cairan kristal. Cara Kerja Monitor LCD itu dengan cara memancarkan sinar melalui kristal cair, yang kemudian dipancarkan secara elektrik sehingga membentuk sebuah panel-panel kecil yang datar. Monitor LCD komputer ini dari segi bentuk menggunakan teknologi Flat Panel Display atau monitor berlayar datar sehingga tidak memakan tempat, Selain itu monitor LCD juga memiliki kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan monitor CRT.
3) Monitor LED (Light Emitting Diode)
Sumber: http://alamtekno.blogspot.co.id/2013/10/jenis-monitor-komputer.html. Gambar 4. 12 Monitor LCD
© 2017
KP
4) Monitor LED bentuknya ramping seperti Monitor LCD. Monitor LED memunculkan sebuah tampilan pada layar dari hasil emisi cahaya. Kelebihan monitorLED dibandingkan monitor dari bahan yang lain yaitu dari segi konsumsi daya listrik monitor LED lebih hemat.
5) Monitor Plasma
Sumber: http://alamtekno.blogspot.co.id/2013/10/jenis-monitor-komputer.html. Gambar 4. 13 Monitor Plasma Monitor Plasma merupakan monitor yang menggunakan gas neon atau xenon yang diletakkan diantara dua lapisan plat kaca. Pada lapisan gas dialiri listrik yang memberi reaksi berupa penciptaan pixel. Kualitas gambar lebih baik karena dalam proses pembuatan gambar dilakukan secara langsung tanpa harus diuraikan terlebih dahulu. Monitor Plasma menggunakan teknologi gabungan, antara CRT dengan LCD. Hal ini membuat Monitor Plasma tipis menyerupai Monitor LCD tapi dari sudut pandangnya luas seperti Monitor CRT.
d. Printer
Sumber: www.clipartlord.com
Gambar 4. 14 Printer
© 2017
KP
Printer merupakan alat untuk mencetak keluaran dari proses yang dilakukan oleh komputer baik tulisan maupun grafik dengan menggunakan media kertas ataupun yang lainnya. Berdasarkan bahan pencetak hasilnya, ada tiga jenis printer yang umum digunakan, yaitu:
1) Printer Dot Matrik; merupakan printer yang menggunakan pita sebagai bahan pencetak hasilnya.
2) Printer Ink Jet; bahan pencetak hasilnys adalah tinta.
3) Printer Laser jet menggunakan bahan serbuk sebagai pencetak hasilnya. Berdasarkan konektor yang digunakan, ada dua macam printer; yaitu melalui paralel port paralel dan port USB. Langkah-langkah penginstalan printer pada sistem operasi Windows XP adalah sebagai berikut:
1) Klik menu Start
2) Pilih menu Printers and Faxes
Klik menu ini
Gambar 4. 15 Menu Printers and Faxes
© 2017
KP
a. Pilih menu FileàAdd Printer
b. Muncul tampilan Add Printer Wizard, klik Next
Gambar 4. 16 Menu Add Printer Wizard
3) Muncul menu untuk memilih jenis printer yang akan digunakan, pilih salah satu, klik Next. Local printer dipilih jika printer terpasang pada komputer yang sedang digunakan. Network printer untuk printer yang terpasang pada komputer lain (server) yang terhubung oleh suatu jaringan.
Gambar 4. 17 Menu pilihan jenis printer
© 2017
KP
4) Apabila Local printer yang dipilih maka ikuti langkah g dan seterusnya. Apabila A Network printer yang dipilih maka tinggal mencari dan memilih nama printer yang ada pada jaringan.
5) Pilih jenis port untuk printer yang akan digunakan (jenis-jenis port telah dijelaskan di depan). Klik Next
6) Pilih ’Manufacture’ dan model yang sesuai dengan printer yang akan digunakan. Klik Next.
Gambar 4. 18 Menu penginstalan software printer
7) Tentukan apakah printer yang telah dipilih akan dijadikan default printer atau bukan. Pilihan default printer akan menjadikan printer yang kita pilih sebagai printer yang utama. Klik Next.
8) Muncul menu Print Test Page untuk memilih apakah akan mengetes hasil cetakan sekarang atau tidak. Klik Next
9) Klik Finish untuk menyelesaikan proses Add Printer.
10) Apabila model printer yang akan digunakan tidak ada dalam daftar ’manufacture’ atau model printer (langkah h) maka kita harus menyiapkan CD yang berisi software printer tersebut. Apabila tidak ada maka kita bisa mendapatkan software tersebut melalui internet.
e. Scanner Scanner merupakan alat untuk ’memotret’ atau menyalin suatu dokumen atau gambar dari suatu media tertentu untuk dipindahkan ke
© 2017
KP
dalam komputer. Hasil dari proses scan berupa file yang bisa berbetuk gambar atau tekt. File-file yang dihasilkan tersebut bisa dirubah atau dimodifikasi dengan menggunakan program-program aplikasi yang ada di komputer.
Gambar 4. 19 Scaner Saat ini banyak sekali jenis-jenis scanner yang beredar di pasaran dengan berbagai merk pula, Di antaranya dari Canon, Hewlett Packard (HP), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi lainnya.
f. LCD Projector Lcd Projector adalah salah satu alat keluaran (Output) optik yang digunakan untuk menampilkan gambar di sebuah layar proyeksi atau permukaan serupa yang menggunakan system LCD. Fungsi Saat ini ada banyak sekali model dan merk LCD projector, dari yang berkualitas minim dengan harga sekitar 1 juta rupiah hingga LCD projector yang berkualitas tingi dengan harga sekitar 150 Juta rupiah. LCD Projector mempunyai beberapa fungsi, diantaranya untuk menampilkan gambar agar lebih besar dan lebih jelas, peralatan ini bisa digunakan untuk memperjelas presentasi di kelas, di seminar ata di suatu ceramah. Berikut ini akan Saudara pelajari panduan untuk penggunaan LCD Projector.
© 2017
KP
Untuk menghubungkan laptop/PC dengan LCD Proyektor, lakukan langkah berikut ini:
1) Siapkan LCD Proyektor pada meja/tempat yang sudah diatur.
2) Aktifkan laptop/PC sesuai dengan urutan langkah menghidupkan laptop.
3) Aktifkan LCD Proyektor dengan cara menekan tombol power yang ada pada LCD Proyektor.
4) Sambungkan kabel vga ke VGA IN yang ada pada LCD Proyektor.
5) Sambungkan kabel vga yang satunya ke VGA Out pada Laptop.
6) Secara otomatis maka LCD Proyektor akan memproyeksikan layar komputer.
g. Dasar-dasar Penggunaan Windows 7 Pada materi ini kita akan membahas penggunaan sistem operasi windows 7, ada beberapa hal mendasar yang perlu Saudara kuasai ketika mempelajari sistem operasi windows (Windows 7), antara lain; teknik mengaktifkan dan mematikan komputer dengan prosedur yang benar, manajemen File, membuat Folder, mengganti Nama File atau Folder, memindahkan File atau Folder, dan menghapus File atau Folder
4. Mengaktifkan dan Mematikan Komputer Sesuai Prosedur yang Benar
a. Mengaktifkan komputer Menyalakan komputer sebenarnya bukanlah suatu hal yang sulit, namun demikian apabila tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar maka akan dapat menimbulkan beberapa persoalan. Untuk itu, sebelum kita menghidupkan komputer, kita perlu memeriksa perangkat komputer telah terpasang dengan benar atau belum. Kita juga perlu memperhatikan kabel-kabel dan konektor lain seperti kabel-kabel Power CPU, Monitor, Printer dan sebagainya, apakah sudah terpasang dengan benar atau belum. Selain itu jika memungkinkan kita perlu menggunakan stabilizer atau UPS untuk menghidari kerusakan yang disebabkan arus listrik yang tidak stabil. Selanjutnya kita juga
© 2017
KP
perlu memastikan bahwa arus listrik yang akan digunaklan mencukupi untuk menghidupkan komputer, apabila arus listrik tidak kuat, maka akan berulang kali padam karena kelebihan beban, bila dibiarkan hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada komputer.
Adapun langkah-langkah dalam mengaktifkan komputer yang sesuai dengan prosedur adalah sebagai berikut:
1) Pastikan bahwa masing-masing kabel sudah terpasang pada port dan sumber arus listrik dengan tepat.
Gambar 4. 20 Port dan Sumber Arus Listrik
2) Tekan tombol power untuk menyalakan monitor dan komputer
Tombol Power
Gambar 4. 21 Tombol Power
3) Tunggu sampai CPU menyelesaikan proses aktifasi (booting). Setelah proses booting selesai maka komputer akan menampilkan dekstop dengan wallpaper atau background. Selanjutnya windows
© 2017
KP
akan menampilkan icon-icon yang bertebaran di halaman depan wallpaper. Cepat atau lambatnya booting suatu komputer tergantung beberapa hal, salah satunya adalah tergantung besar kecilnya memory yang dimiliki komputer tersebut.
4) Setelah proses aktifasi benar-benar selesai, komputer siap untuk menjalankan program aplikasi-aplikasi sesuai dengan kebutuhan, misalnya program pengolah kata, program spreatsheet, aplikasi pemograman dan sebagainya.
b. Mematikan Komputer Prosedur atau langkah yang benar dalam mematikan komputer tidaklah semudah langkah dalam menghidupkan komputer. Hal ini disebabkan karena ada bermacam-macam langkah dalam mematikan komputer tergantung jenis Operating System yang digunakan Pada modul ini akan dijelaskan prosedur mematikan komputer yang benar dengan menggunakan Operating System Windows 7. Adapun langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Pastikan bahwa program-program apliksi yang digunakan telah ditutup
2) Tekan tombol Start yang ada di pojok kiri bawah dekstop.
3) Tekan tombol Shut Down.
4) Tunggu beberapa saat sampai komputer benar-benar mati, matinya CPU ditandai dengan padamnya lampu CPU dan berhentinya suara kipas CPU. Untuk lebih aman, matikan monitor dan tombol regulator tegangan listrik (stavol) bila ada. Tampilan menu atau perintah-perintah di Windows berbeda beda, tergantung versi yang digunakan Apabila prosedur mengaktifkan dan mematikan komputer dilakukan seperti diatas maka akan membuat komputer lebih awet dan tidak cepat rusak. Bagaimanapun canggihnya sebuah komputer, akan tetapi
© 2017
KP
sering dimatikan dengan sembarangan maka usia komputer itu tidak akan bertahan lama.
Permasalahan yang timbul akibat kesalahan dalam mematikan komputer antara lain kerusakan pada hardware terutama hardisk, program-program komputer yang ada tidak berjalan dengan baik, komputer mudah hang, dan lain sebagainya. Perlu diketahui bahwa pada saat menjalankan program, piringan pada harddisk dalam keadaan berputar dan head menempel pada platter (piringan), apabila komputer tersebut dimatikan secara tiba-tiba dan arus listrik terputus, maka piringan tersebut akan berhenti secara tiba-tiba dan terjadi gesekan yang keras pada head. Akibat yang timbul yaitu terjadinya kerusakan pada piringan yang menyebabkan hilangnya beberapa data, apabila kebetulan data yang hilang tersebut data program/system maka ia tidak akan bisa dijalankan.
5. Manajemen File Seringkali kita mengalami kesulitan untuk mencari atau menemukan file yang telah kita simpan dalam komputer. Hal ini bisa terjadi salah satunya karena kita tidak menyimpan file-file tersebut pada suatu direktori (root) atau subdirektori (folder) khusus. Untuk mengatasinya kita perlu membuat dan menyusun folder-folder tertentu yang khusus digunakan untuk menyimpan file-file hasil kerja kita. Pada Sistem Operasi Windows (Windows 98, Windows 2000, Windows ME, Windows NT, Windows XP, Windows7) ada salah satu fasilitas yang dapat digunakan untuk mengatur susunan file-file dan folder-folder pribadi kita. Fasilitas tersebut adalah Windows Explorer. Ada dua cara yang sering digunakan untuk membuka Widows Explorer, yaitu melalui menu Pull-Down Start dan menu Pop-Up Start. Langkah membuka fasilitas Windows Explorer melalui menu Pull-Down Start adalah sebagai berikut:
a. Klik kiri pada tombol Start
b. Pilih All Program
© 2017
KP
c. Cari dan pilih Windows Explorer (fasilitas Windows Explorer sering terdapat di dalam folder Accessories). Sedangkan langkah melalui toolbar lebih sederhana, yaitu:
a. cari dan klik kiri ikon Windows Explorer (biasanya ada bagian bawah dekstop)
Gambar 4. 22 Windows Explorer
b. muncul tampilan seperti di bawah ini:
Gambar 4. 23 Windows Explorer
Dari gambar di atas dapat dilihat susunan direktori dan sub direktori dari suatu komputer. Jendela sebelah kiri menunjukkan susunan direktori dan sub direktori, jendela sebelah kanan menunjukkan isi dari direktori atau sub direktori yang dipilih.
Ada banyak fungsi dari Windows Explorer, diantaranya untuk mencari keberadaan suatu file, membuat dan menyusun folder, mengganti nama
© 2017
KP
file, memindahkan file atau folder, menggandakan file, menghapus file atau folder, menyembunyikan file atau folder, dan masih banyak lainnya.
a. Membuat Folder Pembuatan suatu folder penyimpanan file sangat diperlukan agar kita tidak mengalami kesulitan pada saat mencari suatu file. Sebaiknya folder yang kita buat berisi file-file yang sejenis. Adapun langkah pembuatan folder adalah sebagai berikut:
1) Tentukan letak folder baru yang akan kita buat dengan memilih salah satu direktori atau subdirektori yang ada
2) Cari dan klik kiri ikon new folder pada toolbar (biasanya di atas)
Gambar 4. 24 Ikon New Folder
3) Tuliskan nama folder yang dikehendaki
4) Tekan enter
Atau
1) Tentukan letak folder baru yang akan kita buat dengan memilih salah satu direktori atau subdirektori yang ada
2) Arahkan cursor pada bidang yang kosong di jendela sebelah kanan
3) Klik New à Folder
4) Tuliskan nama folder yang dikehendaki
© 2017
KP
5) Tekan ENTER
Gambar 4. 25 Langkah Membuat Folder Baru
b. Mengganti Nama File atau Folder Terkadang karena alasan tertentu kita mesti mengganti nama dari suatu file atau folder yang telah ada. Berikut adalah salah satu langkah- langkahnya:
1) Pilih file atau folder yang akan diganti namanya
2) Klik kanan
3) Pilih Rename
4) Ketikkan nama baru yang diinginkan
5) Tekan ENTER
© 2017
KP
Gambar 4. 26 Langkah mengganti nama file/folder
c. Memindahkan File atau Folder
1) Pilih file atau folder yang akan dipindahkan
2) Drag dan arahkan pada direktori atau sub direktori yang diinginkan sebagai tempat yang baru
3) Lepaskan mouse Atau
1) Pilih file atau folder yang akan dipindahkan
2) Klik kanan
3) Pilih Cut
© 2017
KP
Gambar 4. 27 Memindahkan File atau Folder
4) Klik kanan pada direktori atau sub direktori yang diinginkan sebagai tempat yang baru.
5) Pilih Paste
d. Menggandakan File atau Folder
1) Pilih file atau folder yang akan digandakan
2) Klik kanan
3) Pilih Copy
4) Klik kanan pada direktori atau sub direktori yang diinginkan sebagai tempat untuk file/folder yang digandakan
5) Pilih Paste
e. Menghapus File atau Folder
1) Pilih file atau folder yang akan dihapus
2) Klik kanan
3) Pilih Delete
4) Muncul menu konfirmasi penghapusan file
© 2017
KP
5) Tekan Yes atau
1) Pilih file atau folder yang akan dihapus
2) Tekan tombol Delete pada keyboard
3) Muncul menu konfirmasi penghapusan file
4) Tekan Yes
Gambar 4. 28 Langkah menghapus file Kedua cara di atas digunakan untuk membuang file atau folder ke Recycle Bin (tempat pembuangan sementara). File atau folder tersebut masih bisa diambil kembali dengan menggunakan fasilitas Restore.
- Perintah delete yang dikombinasikan dengan penekanan tombol Shift akan membuat file atau folder dihapus secara permanen dan tidak dapat diambil kembali
© 2017
KP
D. Aktivitas Pembelajaran
Dengan semangat belajar sepanjang hayat, ada beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat Saudara lakukan untuk memperdalam penguasaan materi pada materi pokok 4 ini, yaitu:
- Langkah 1 : Cari dan amati dengan seksama berbagai peralatan yang dijelaskan ketika mempelajari materi ini.
- Langkah 2 : Coba Saudara aktifkan komputer mengikuti prosedur yang yang dijelaskan
- Langkah 3 : buatlah folder baru dengan nama “folder latihan” di folder My Document.
- Langkah 4 : pindahkan folder yang sudah Saudara buat tadi ke Directory: D,
- Langkah 5 : Ubah nama folder tersebut dengan nama “ Latihan”
E. Latihan/Kasus/Tugas
Untuk memperdalam pemahaman anda terhadap materi pokok Pengoperasian Sistem Operasi Windows 7, kerjakan latihan dibawah ini: Sebutkan nama peralatan di bawah ini beserta fungsinya:
Sumber :Modul TIK Prodep 2014
Gambar 4. 29 Peralatan Periferal
© 2017
KP
| No | Nama Peralatan Fungsi |
|---|---|
| 1 | |
| 2 | |
| 3 | |
| 4 | |
| 5 | |
| 6 | Mouse |
F. Rangkuman
- Fungsi sistem Operasi adalah untuk melakukan kontrol dan manajemen hardware serta operasi-operasi dasar sistem termasuk menjalankan software aplikasi.
- Contoh sistem operasi antara lain PC DOS, Microsoft Windows, UNIX, LINUX, Android, dan lain-lain.
- Periferal komputer merupakan peralatan tambahan yang disambungkan pada suatu komputer yang untuk keperluan-keperluan tertentu.
- Contoh peralatan periferal diantaranya printer, scanner, modem, dan lain sebagainya.
- Salah satu tujuan dari manajemen file adalah untuk memudahkan pencarian file atau dokumen yang telah disimpan dalam komputer.
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Cocokkanlah tugas yang telah Anda kerjakan pada bagian E dengan jawaban yang terdapat pada bagian H. Apabila tugas Anda sudah sesuai dengan kunci jawaban, silahkan Anda lanjutkan ke kegiatan pembelajaran berikutnya. Apabila hasilnya masih belum sesuai, sebaiknya Anda perbaiki dulu tugas tersebut tersebut.
© 2017
KP
© 2017
KP
KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 PENGGUNAAN WEB BROWSING
A. Tujuan
- Dilandasi dengan konsep belajar sepanjang hayat, Anda dapat menjelaskan konsep pengenalan search engine, langkah mengaktifkan search engine google, pengenalan e-mail, langkah-langkah pendaftaran yahoomail, langkah-langkah penggunaan yahoo mail, dan langkah-langkah pendaftaran Gmail dengan benar.
- Dilandasi dengan konsep belajar sepanjang hayat, Anda dapat menggunakan search engine google, pengenalan e-mail, langkah-langkah pendaftaran yahoomail, langkah-langkah penggunaan yahoo mail, dan langkah-langkah pendaftaran Gmail dengan benar.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Setelah mempelajari materi pokok 7 tentang penggunaan perangkat lunak penggunaan web browsing, diharapkan Anda dapat:
- menjelaskan penggunaan search engine;
- mengurutkan langkah mengaktifkan dan menggunakan search engine google;
- membuat yahoo mail;
- membuat Gmail; dan
- mengirim dan membalas email melalui akun yahoo mail atau Gmail.
C. Uraian Materi
1. Pendahuluan Website atau situs adalah rangkaian halaman untuk menampilkan berbagai informasi di internet yang saling terkait dan terhubung satu dengan lainnya. Berbagai informasi tersebut diantaranya dapat berupa text, gambar, suara, video atau gabungan dari semuanya, serta dapat
© 2017
KP
bersifat statis maupun dinamis. Pada halaman website biasanya terdapat fasilitas link atau hyperlink untuk dapat menghubungkannya dengan halaman web atau website yang lain.
2. Komponen Website Selain mempunyai komponen link atau hyperlink, masih ada beberapa komponen lain yang diperlukan agar suatu website dapat diakses melalui internet. Komponen-komponen tersebut diantaranya domain name, hosting, dan script atau bahasa pemrograman.
a. Domain Name Domain name atau nama domain adalah nama atau alamat yang digunakan oleh suatu situs agar dapat diidentifikasi dan diakses di internet. Nama domain merupakan salah satu komponen dari alamat website atau URL (Uniform Resource Locator). Komponen lain dari URL antara lain jenis protokol, layanan internet, nama file. http://www.depdiknas.go.id/index.htm jenis Layanan Nama
Nama Nama Internet Domain Domain
| Internet | Domain | file | Domain | |
|---|---|---|---|---|
| protokol |
Di bagian belakang setiap nama domain ditandai dengan suatu singkatan khusus untuk menunjukkan jenis dan lokasi domain. Berikut singkatan-singkatan yang sering digunakan pada nama domain:
1) Singkatan Organisasi
| a) com | commercial | badan usaha komersil |
|---|---|---|
| b) edu | educational | organisasi kependidikan |
| c) gov | government | pemerintahan |
| d) mil | military | angkatan bersenjata |
| e) org | organization | lembaga non profit |
| f) net | network | pelayanan network |
g) dan lain-lain.
© 2017
KP
2) Singkatan Negara Singkatan negara digunakan untuk menerangkan lokasi suatu domain yang berasal dari luar Amerika, singkatan ini di letakkan belakang tanda titik (.) setelah singkatan organisasi, misalnya go.id, co.id, or.my, dan lain-lain.
a) id Indonesia
b) my malaysia
c) au Australia
d) ca Canada
e) dan lain sebagainya Nama domain dari suatu situs bersifat identik dan tidak mungkin sama dengan nama domain situs lain. Nama domain dapat diperoleh dengan cara mendaftarkan diri pada suatu ISP penyedia layanan domain baik secara gratis ataupun dengan sistem sewa.
b. Hosting Hosting merupakan tempat untuk menyimpan berbagai data dan file yang akan ditampilkan di situs. Seperti halnya nama domain, hosting juga dapat diperoleh secara gratis ataupun dengan sistem sewa melalui bantuan ISP penyedia hosting. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam situs.
c. Scripts atau Bahasa Program Scripts adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun dan menerjemahkan isi serta perintah dalam suatu website sehingga dapat ditampilkan dan diakses melalui internet sebagaimana mestinya. Ada berbagai macam bahasa program yang digunakan untuk membangun website, diantaranya HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java applets, dan lain sebagainya. HTML merupakan bahasa dasar yang digunakan untuk membangun website, sedangkan yang lainnya merupakan bahasa pendukung untuk membangun website yang lebih kompleks.
© 2017
KP
3. Web Browser
a. Pengenalan Web Browser Web browser adalah suatu perangkat lunak yang digunakan untuk menampilkan dan berinteraksi dengan text, gambar, dan informasi lain yang ada pada halaman web di internet. Saat ini terdapat berbagai jenis web browser yang sering digunakan, diantaranya Internet Explorer, Firefox, Netscape, opera, AOL, dan lain-lain. Masing-masing web browser tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
b. Langkah-langkah Membuka Web dengan Web Browser Seperti yang telah diterangkan di atas, ada beberapa macam web browser yang dapat digunakan untuk membuka halaman web. Pada sesi ini akan diterangkan langkah-langkah membuka web dengan menggunakan Internet Explorer (IE).
1) Bukalah Aplikasi Internet Explorer melalui menu Start
Gambar 5. 1 Aplikasi Internet Explorer melalui menu Start
2) Ketikkan url atau nama domain dari situs yang dikehendaki pada kolom address, misalnya http://www.yahoo.com atau cukup yahoo.com
© 2017
KP
Gambar 5. 2 Kolom address
3) Tekan tombol Go
atau tekan Enter
4) Tunggu beberapa saat hingga keseluruhan halaman web www.yahoo.com tampil, hal ini ditandai dengan munculnya tulisan 'Done' di Status Bar (di bagian bawah).
Gambar 5. 3 Tulisan 'Done' di Status Bar
5) Web www.yahoo.com siap untuk diakses.
4. Search Engine
a. Pengenalan Search Engine Search engine adalah website yang dibuat untuk membantu pengguna internet mencari informasi dalam database di internet. Penggunaan search engine cukup mudah, hanya dengan memasukkan kata kunci maka search engine akan menampilkan situs-situs yang mengandung kata kunci yang telah dimasukkan tadi. Dari sekian banyak search engine, ada beberapa search engine yang populer digunakan diantaranya: Search Engine URL Google http://www.google.com bisa juga
© 2017
KP
| Yahoo! | [http://www.yahoo.com | ](http://www.yahoo.com | ) |
|---|---|---|---|
| Altavista | [http://www.altavista.com | ](http://www.altavista.com | ) |
| MetaCrawler | http://www. metacrawler.com | ||
| Dogpite | [http://www.dogpite.com | ](http://www.dogpite.com | ) |
| Excite | [http://www.excite.com | ](http://www.excite.com | ) |
| Fast Search | [http://www.alltheweb.com | ](http://www.alltheweb.com | ) |
| Lycos | [http://www.lycos.com | ](http://www.lycos.com | ) |
| Web Crawler | [http://www.webcrawler.com | ](http://www.webcrawler.com | ) |
| ixquick | [http://www.ixquick.com | ](http://www.ixquick.com | ) |
| Open Directory Project | [http://www.dmoz.org | ](http://www.dmoz.org | ) |
b. Langkah mengaktifkan dan menggunakan Search Engine Google: Menurut hasil penelitian yang pernaha dilakukan, Google merupakan search engine yang paling populer digunakan. Berikut langkah-langkah dalam mengaktifkan dan menggunakannya:
1) Buka program internet explorer
2) Bukalah situs Google berbahasa Indonesia (google.co.id)
Gambar 5. 4 Situs Google
© 2017
KP
3) Ketikkan kata kunci yang dikehendaki, misalnya: search engine, tekan Enter
4) muncul link-link beserta keterangannya pada halaman web google yang akan menghubungkan dengan situs-situs yang mengandung kata search engine, search, atau engine. Biasanya satu halaman berisi sepuluh link.
5) Klik link-link yang ada untuk mencari informasi tentang search engine. Baca keterangan pada link sebelum mengklik link tersebut. Ada beberapa perintah dan pilihan yang disediakan oleh Google untuk mempermudah atau mempersempit pencarian, diantaranya
1) Link Gambar : untuk mempermudah pencarian gambar-gambar yang ada di internet, baik dalam format .jpeg, .gif, .bmp atau yang lainnya.
2) Saya lagi beruntung : untuk menampilkan situs peringkat pertama pada hasil pencarian berdasarkan kata kunci yang telah dimasukkan.
Gambar 5. 5 Untuk Mempermudah atau Mempersempit Pencarian
© 2017
KP
3) Pencarian Khusus : untuk mengisikan perintah-perintah agar pencarian lebih spesifik.
Gambar 5. 6 Pencarian Khusus
4) Preferensi : untuk membatasi pencarian situs dalam bahasa yang dipilih saja.
Gambar 5. 7 Referensi
© 2017
KP
| Tips pemasukan kata kunci pada | search engine | ||
|---|---|---|---|
| - | dan lain-lain. | gunakan beberapa kata atau tanda hubung tertentu serta kata-kata kunci yang spesifik untuk lebih mempertajam pencarian, misalnya: and, or, +, -, | |
| - | Cantumkan menyusui filetype:ppt. | tipe file yang | dikehendaki, misalnya untuk mencari topik binatang mamalia dalam format MS Powerpoint maka ketikkan: binatang |
| - | kalimat: “jenis-jenis binatang menyusui” saja | Penggunaan tanda petik di awal dan akhir kalimat kunci akan sangat mempertajam pencarian. Misalnya jika kita mengetikkan “jenis-jenis binatang menyusui”, maka search engine akan mencari situs yang mengandung |
5. E-mail
a. Pengenalan E-mail adalah suatu perangkat lunak yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan surat atau dokumen lain melalui internet. Ada banyak keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan e-mail salah satunya adalah penghematan waktu, dengan menggunakan e-mail maka surat atau dokumen lain yang kita kirim akan sampai ke alamat penerima dalam hitungan detik saja. Fasilitas e-mail di internet ada yang disediakan secara gratis oleh ISP atau dengan sistem pembayaran. e-mail populer yang bisa digunakan gratis antara lain Yahoo! Mail, hotmail, gmail, telkom, plasa, dan lain-lain*.* Untuk dapat menggunakan fasilitas e-mail dari berbagai ISP tersebut kita harus mendaftarkan diri dan mempunyai alamat e-mail (e-mail address).
Protokol Email: IMAP, POP3, SMTP and HTTP
Pada dasarnya protokol email merupakan metode standar yang digunakan oleh saluran telekomunikasi dalam pemindahan informasi antara mail client dan mail server. Mail client dan Mail Server tersebut dapat saling bertukar informasi menggunakan berbagai protocol yang ada.
IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan
© 2017
KP
pengguna memilih pesan e-mail yang akan diambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e- mail yang ada.
POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol yang digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem e-mail yang mengharuskan adanya server yang menampung e-mail untuk sementara sampai e- mail tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran server ini diperlukan karena jarang ada komputer yang terus-menerus terhubung dengan jaringan internet.
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim ke server e-mail.
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) sebenarnya bukan termasuk protokol yang digunakan dalam komunikasi e-mail, tapi bisa digunakan untuk membaca dan mengirimkan e-mail. Metode ini sering disebut juga dengan webmail.
b. Langkah-langkah Pendaftaran Yahoo! Mail
1) Buka halaman web Yahoo! Mail ( www.mail.yahoo.com)
| Tombol pendaftaran |
|---|
2) tekan tombol Sign Up 3) muncul halaman pendaftaran
Gambar 5. 8 Pendaftaran Yahoo! Mail
© 2017
KP
Gambar 5. 9 Biodata yang Harus di Isikan
4) Isikan semua informasi yang diminta pada form pendaftaran
Gambar 5. 10 Form Pendaftaran
5) Tekan tombol Create My Account jika semua informasi yang sesuai telah dimasukkan
6) Muncul halaman ucapan selamat jika pendaftaran yang baru saja dilakukan telah berhasil. Selain ucapan selamat, dalam halaman ini juga akan tertera informasi penting berkenaan dengan account yang baru saja dibuat (alamat e-mail, password, dan lain-lain). Informasi tersebut sebaiknya perlu dicatat, disimpan atau bahkan dicetak demi kelancaran selanjutnya
© 2017
KP
Gambar 5. 11 Halaman Ucapan Selamat Telah Berhasil
7) Di atas tertera alamat emailnya adalah [email protected], soeswato adalah id yahoo, tanda @ dibaca at, yahoo.com adalah domain yang memfasilitasi e-mail tersebut
c. Langkah-langkah Penggunaan Yahoo! Mail Jika telah mempunyai atau mendapatkan alamat email dari yahoo maka kita dapat menggunakannya untuk mengirimkan surat atau dokumen lain. Berikut langkah-langkah pengiriman surat melalui Yahoo! Mail
1) Buka halaman web Yahoo! Mail ( www.mail.yahoo.com)
Id yahoo dan password
Gambar 5. 12 Buka Halaman web Yahoo! Mail
© 2017
KP
2) Masukkan id yahoo dan password yang dipunyai pada form yang tersedia
3) Tekan tombol sign in atau tekan enter
4) Muncul halaman utama e-mail dari id yang telah dimasukkan
Gambar 5. 13 Muncul Halaman Utama E-mail Dari Id Halaman ini antara lain berisi informasi-informasi tentang banyaknya surat masuk (Inbox), banyaknya surat yang sudah terkirim (Sent), dan lain-lain. Selain itu di halaman ini juga terdapat beberapa tombol perintah diantaranya untuk mengecek surat yang baru masuk (Check Mail), untuk membuat surat baru (Compose), dan lain-lain.
5) Tekan tombol Compose untuk membuat surat yang akan dikirimkan.
6) Muncul halaman untuk pembuatan surat baru. Tuliskan surat atau pesan yang yang akan disampaikan. Isikan alamat email penerima surat (lengkap dengan tanda @ dan nama domainnya). Untuk penerima yang jumlahnya lebih dari satu maka sisipkan tanda hubung; diantara alamat email contohnya: [email protected];[email protected];mendiknas@g mail.com.
© 2017
KP
Gambar 5. 14 Muncul Halaman Untuk Pembuatan Surat Baru
7) Tekan tombol Attach files jika ingin menyertakan file-file tertentu sebagai lampiran. File-file yang kita lampirkan dapat berbentuk dokumen, gambar, video, musik, atau yang lainnya.
8) Muncul halaman untuk memasukkan file-file yang akan dilampirkan.
9) Tekan tombol browse kemudian pilih salah satu nama file yang akan dilampirkan dari hardisk atau media penyimpanan data lain yang ada di komputer. Tekan enter
Gambar 5. 15 Tombol Browse
10) Ulangi langkah 9 untuk melampirkan file-file yang lain.
© 2017
KP
11) Jika file-file lampiran telah dipilih, tekan tombol Attach files.
12) Tunggu sampai proses attachment selesai, muncul halaman Attachment yang menandakan bahwa file-file yang sebelumnya dipilih telah berhasil dilampirkan.
Gambar 5. 16 Attachment
13) Tekan tombol Continue to Message untuk melanjutkan pengiriman surat.
14) Muncul halaman pembuatan surat yang sudah disertai dengan file-file lampiran.
Gambar 5. 17 Halaman Pembuatan Surat
15) Tekan tombol Send jika dirasa surat telah siap untuk dikirimkan.
© 2017
KP
16) Muncul halaman Message Sent yang menandakan surat telah selesai dikirimkan.
Gambar 5. 18 Message Sent
d. Langkah-langkah Pendaftaran Gmail
1) Mengirim email Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan email adalah mengirim email. Berikut cara mengirim email:
a) Di dalam halaman Gmail, klik tombol Compose Setelah itu akan muncul jendela di sebelah kanan bawah seperti gambar berikut.
Gambar 5. 19 Tombol Compose
© 2017
KP
Gambar 5. 20 Mengirim Email Keterangan: To: digunakan untuk menulis alamat email penerima. Isi kotak ini dengan alamat email yang menjadi penerima utama dari email yang Anda buat.
CC (Carbon Copy): diisi dengan alamat-alamat email lain selain sipenerima utama. Semua alamat email yang ada di sini akanmendapatkan salinan dari email terkait. Semua orang yang berada dikolom CC akan dapat melihat alamat email lainnya yang berada di kolom To dan CC.
BCC (Blind Carbon Copy): sama halnya dengan CC, semua alamat email yang berada di kolom ini akan menerima salinan dari email. Bedanya, semua email penerima, baik yang tertulis di kolom To, CC,atau BCC itu sendiri tidak akan dapat melihat alamat email orang lainyang berada di kolom BCC.
b) Contoh untuk mengirim sebuah surat seperti gambar di bawah ini.
Gambar 5. 21 Mengirim Surat
© 2017
KP
c) Klik Send untuk mengirimkan email tersebut. Bila surat berhasil terkirim maka akan mucul notifikasi seperti di bawah ini. Menyisipkan File di dalam email Ada kalanya seseorang ingin mengirimkan sebuah dokumen melalui email. Untuk kepentingan tersebut, gunakan fasilitas Attach file untuk melampirkan dokumen. Caranya sebagai berikut:
d) Klik tombol Attach file
Gambar 5. 22 Tombol Attach file
e) Kemudian akan muncul jendela berikut.
Gambar 5. 23 Jendela FIle
f) Pilih file yang akan Saudara kirimkan kemudian klik Open. Jika proses upload file berhasil, akan terlihat seperti pada gambar dibawah.
g) Klik Send untuk mengirimkan email tersebut.
© 2017
KP
h) Ketika Saudara berhasil melakukan login, secara otomatis halaman email akan menampilkan judul surat-surat yang masuk, seperti pada gambar di bawah.
Gambar 5. 24 Membaca Pesan Masuk
i) Klik salah satu judul surat yang masuk, maka akan muncul isi surat secara lengkap seperti tampilan di bawah ini.
Gambar 5. 25 Judul Surat Masuk
j) Untuk membalas pesan, klik tombol Reply, atau menulis langsungpada kotak yang tersedia.
Gambar 5. 26 Membalas Pesan Masuk (Reply)
© 2017
KP
k) Contoh salah satu tampilan membalas pesan seperti ini.
Gambar 5. 27 Membalas Pesan
Meneruskan pesan artinya mengirimkan kembali pesan yang masuk kepada alamat email yang tidak tercantum di dalam pengiriman. Istilah yang sering digunakan adalah forward email.
l) Klik salah satu tombol berikut untuk meneruskan pesan.
atau
Gambar 5. 28 Meneruskan Pesan (Forward)
m) Masukkan alamat email lain yang akan dituju untuk meneruskan pesan tersebut.
© 2017
KP
Gambar 5. 29 Memasukkan Alamat Email
Apabila telah selesai menggunakan email, jangan lupa untuk keluar (Sign Out), agar email Anda tidak terbaca oleh orang lain yangsecara tidak sengaja atau sengaja membuka.
n) Pada halaman Gmail, di pojok kanan atas, klik tautan nama emailAnda seperti gambar dibawah, kemudian lanjutkan dengan klik Sign Out
Gambar 5. 30 Menutup Email
a. Aktivitas Pembelajaran
Dilandasi dengan konsep belajar sepanjang hayat, setelah selesai mempelajari uraian kegiatan pembelajaran 5, Anda diharapkan terus mengembangkan mendalami materi tersebut. Ada beberapa strategi belajar yang dapat digunakan, sebagai berikut:
- Baca kembali uraian materi yang ada di kegiatan pembelajaran 5, dan buatlah beberapa catatan penting dari materi tersebut!
- Untuk mendalami materi, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan dari materi yang dianggap masih belum terkuasai!
Lakukan diskusi dalam kelompok belajar bersama untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan tersebut!
b. Latihan/ Kasus /Tugas
Siapkanlah prangkat komputer/laptop!
© 2017
KP
- Buka dan aktipkanlah komputer/laptop tersebut!
- Cobalah web browser Internet Explorer
- Cobalah search engine google dengan cara menekan atau tekan enter!
- Maka ada tampilan sebagai berikut!
- Ketiklah gmail new account
© 2017
KP
- Maka muncul tampilan berikut!
- Isilah data-data yang diminta secara lengkap!
- Langkah berikutnya, Anda tinggal mengecek berhasil atau tidaknya!
Setelah berhasil, Anda coba kirim ke alamat [email protected] atau [email protected]
c. Rangkuman
Komponen dan fasilitas utama yang ada pada internet antara lain website (situs), web browser, search engine, dan e-mail.
- Berbagai informasi dapat ditampilkan oleh website dalam bentuk text, gambar, suara, video atau gabungan dari semuanya.
- Komponen dari website antara lain URL, nama domain, hosting dan script
- Web browser digunakan untuk menampilkan dan berinteraksi dengan text, gambar, dan informasi lain yang ada pada halaman web di internet.
- Search engine digunakan untuk menelusuri atau mencari informasi dalam database di internet.
- E-mail merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan surat atau dokumen lain melalui internet.
© 2017
KP
d. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Dipersilakan Anda mengukur diri sendiri untuk menentukan apakah sesuai dengan pengoperasian internet antara lain website (situs), web browser, search engine, dan e-mail yang benar atau belum, jika belum silakan baca kembali materi-materi yang membahas semua itu!
© 2016
KUNCI JAWABAN LATIHAN/KASUS/TUGAS
LATIHAN 1 : Coba cocokkan dengan langkah-langkah uraian materi yang membahas penentuan KKM dengan mempertimbangkan:
Tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana, dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
LATIHAN 2: Coba cocokkan dengan langkah-langkah uraian materi yang membahas penentuan remdaial dan pengayaan dalam modul ini!
LATIHAN 3 : Coba cocokkan hasil pekerjaan Anda dengan langkah-langkah uraian materi yang membahas pemanfaatan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam modul ini.
LATIHAN 4:
| No | Nama Peralatan Fungsi |
|---|---|
| 1 | Speaker |
| 2 | Komputer |
| 3 | Keyboard Lihat penjelasan pada Materi Periferal |
| 4 | Monitor LCD |
| 5 | Printer |
| 6 | Mouse |
LATIHAN 5: Coba cocokkan dengan langkah-langkah uraian materi yang membahas “pembuatan dan pengoprasian e-mail”!
© 2017
© 2017
EVALUASI
- Pengertian penilaian menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa adalah sebagai berikut.
A. Berupa skor-skor yang diperoleh siswa maupun sebagai data masak yang telah diolah dalam bentuk nilai-nilai siswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
B. Hasil pembelajaran berupa aspek kognitif dan psikomotorik yang dituangkan dalam nilai angka maupun deskripsi kualitatif mengenai kompetensi dasar tertentu.
C. Suatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan informasi, menganalisis, dan menginterpretasi informasi tersebut untuk membuat keputusan-keputusan.
D. kegiatan yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung dalam rangka penjaminan mutu pembelajaran. - Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penegasan tersebut tertuang dalam ...
A. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
B. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
C. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
D. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 - Berdasarkan fungsinya tes formatif berfungsi untuk ...
A. Menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi belajar peserta didik dalam kurun waktu tertentu, yaitu harian, tengah semesteran, satu semesteran, satu tahunan, dan masa studi satuan pendidikan.
© 2017
B. Memperbaiki kekurangan hasil belajar peserta didik dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada setiap kegiatan penilaian selama proses pembelajaran dalam satu semester.
C. Untuk menentukan nilai rapor, kenaikan kelas dan keberhasilan belajar satuan pendidikan seorang peserta didik
D. Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sudah dan belum dikuasai seorang/sekelompok peserta didik untuk ditingkatkan dalam pembelajaran remedial dan program pengayaan
4. Tujuan dari penelian tersebut yang tertuan dalam ...
A. Permen Kemen Dikbud nomor 104 Tahun 2014
B. Permen Kemen Dikbud nomor 181 A Tahun 2014
C. Permen Kemen Dikbud nomor 67 Tahun 2014
D. Permen Kemen Dikbud nomor 59 Tahun 2014
5. Ketuntasan Belajar penguasaan substansi dapat diartikan ...
A. Ketuntasan penguasaan substansi yaitu ketuntasan belajar KI yang merupakan tingkat penguasaan peserta didik atas KI tertentu pada tingkat penguasaan minimal atau di atasnya.
B. Ketuntasan penguasaan substansi yaitu ketuntasan belajar KD yang merupakan tingkat penguasaan peserta didik atas KD tertentu pada tingkat penguasaan minimal atau di atasnya.
C. Ketuntasan dalam setiap semester, setiap tahun ajaran, dan tingkat satuan pendidikan.
D. Ketuntasan dalam setiap harian, tengah semester, semester, setiap tahun ajaran, dan tingkat satuan pendidikan.
6. Dalam menentukan KKM harus mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung. Adapun yang dimaksud dengan kompleksitas kompetensi dasar adalah ...
A. Semakin komplek (sulit) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi.
© 2017
B. Semakin komplek (sulit) KD maka nilainya semakin tinggi tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin rendah.
C. Tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat atau bahan untuk proses pembelajaran
D. Kemampuan awal peserta didik, bisa dilihat dari hasil sebelumnya atau pre test.
7. Batasan ketuntasan belajar secara lengkap adalah ...
A. Suatu kriteria acuan pencapaian Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa per mata pelajaran. Siswa yang belum mencapai KKM dikatakan belum tuntas..
B. Tingkat minimal pencapaian KI, KD, dan Indikator dalam konteks kurun waktu belajar.
C. Tingkat ketuntasan penguasaan materi dari setiap mata pelajaran.
D. Tingkat minimal pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan meliputi ketuntasan penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar.
8. Tujuan-tujuan pembelajaran remedial yang tepat adalah ...
(1) Memahami hasil belajar yang meliputi kelemahannya dan kesulitannya.
(2) Merubah atau memperbaiki cara-cara belajar kearah yang lebih baik sesuai dengan kesulitan yang dihadapi.
(3) Memiliki materi dan fasilitas belajar dan kesulitan belajarnya.
(4) Mengatasi hambatan-hambatan belajar yang menjadi latar belakang kesulitannya.
(5) Melihat sikap dan kebiasaan belajar.
A. (1) dan (3)
B. (2) dan (4)
C. (2) dan (5)
D. (1) dan (5)
© 2017
- Prinsip penyelenggaraan pembelajaran remedial dalam bentuk pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda adalah ...
A. Dilakukan apabila sebagian peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar dan pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan media yang lebih tepat.
B. Pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternative tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual
C. Menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan belajar dalam mengerjakan tes akhir.
D. Dilaksanakan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar dan pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan media yang lebih tepat. - Pemanfaatan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan ...
A. Permen No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses
B. Permen No. 47 tahun 2007 tentang Standar Proses
C. Permen No. 57 tahun 2007 tentang Standar Proses
D. Permen No. 106 tahun 2007 tentang Standar Proses Program pembelajaran pengayaan dimaksudkan untuk....
A. memberi pembelajaran tambahan untuk materi yang sama
B. memperkaya materi bagi peserta didik yang dirasakan kurang menguasai materi yang diberikan
C. mengisi waktu yang dimiliki peserta didik yang telah menyelesaikan materi sebelum waktunya selesai
D. menambah wawasan atau memperluas pengetahuan dalam materi pelajaran yang telah dipelajari
© 2017Seorang peserta didik dinyatakan memenuhi KKM untuk pengetahuan
jika nilai akhir yang diperoleh adalah....
A. > 2,66
B. > 2,67
C. > 2,66
D. > 2,67
13. Sistem operasi yang merupakan GPL (General Public Licence) adalah...
A. Windows 2000
B. UNIX
C. Macintosh
D. Linux
14. Berdasarkan bahan pencetak hasilnya, tiga jenis printer yang umum digunakan adalah...
A. Printer Dot Matrik, Printer Ink Jet dan Printer Laser jet
B. Printer Dot Laser, Printer Ink Jet dan Printer Laser jet
C. Printer Dot Matrik, Printer Laser Ink dan Printer Laser jet
D. Printer Dot Matrik, Printer Ink Jet dan Printer Laser Ink
15. Salah satu fasilitas dari sistem operasi Windows yang sering digunakan untuk melakukan manajemen file adalah...
A. Windows Update
B. Windows Accesories
C. Windows Catalog
D. Windows Explorer
16. Berikut ini contoh dokumen yang dapat dibuat dengan menggunakan program MS Word, kecuali…
A. Surat
B. Skripsi
C. Buku
D. Animasi
.
© 2017
- Papan yang menampung Tab-tab seperti; File, Home, Insert, dan Page Layout disebut...
A. Title Bar
B. Menu Bar
C. Ribbon
D. Ikon - Perintah yang terdapat pada Tab file antara lain…
A. New, Open, Save, Find
B. New, Open, Save As, Print
C. New, Save, Save As, Tabs
D. Open, Save, Print, Split - Grup Font, Clipboard, dan Paragraph terdapat pada Tab…
A. File
B. Insert
C. Home
D. View - Fungsi perintah Text Direction adalah…
A. untuk mengatur arah text
B. untuk mengatur ketebalan tekt
C. untuk mengatur paragraf
D. untuk mengatur tabulasi pada suatu tekt Ikon yang digunakan untuk menggandakan suatu tekt atau objek tertentu adalah…
A.
B.
C.
D.
© 2017Fungsi ikon adalah untuk…
A. mencari dokumen yang berisi teks tertentu
B. mencari tekt tertentu
C. melihat susunan paragraf pada dokumen
D. melihat tampilan dokumen yang akan dicetak- Perintah yang digunakan untuk menyimpan dokumen dengan nama atau tipe yang baru adalah...
a. FileàSave
b. FileàSave As...
c. FileàSave as Web Page
d. FileàClose - Pilihan orientation digunakan untuk membuat suatu dokumen berbentuk mendatar adalah…
a. Potrait
b. Landscape
c. Letter
d. Normal - Perintah yang digunakan untuk menutup dokumen MS Word yang sedang aktif adalah…
a. FileàClose
b. FileàRecent
c. FileàSave
d. FileàSave As Ikon untuk melakukan perintah paste adalah...
a.
b.
c.
d.
© 2017Perintah untuk memotong suatu tekt atau objek tertentu adalah...
a. Copy
b. Cut
c. Paste
d. Redo- Pilihan yang bisa digunakan untuk pengaturan garis batas pada suatu halaman adalah...
a. Margins
b. Orientation
c. Shading
d. Page Shading - Apabila kalimat ”SMA Negeri Batujajar” dikenai perintah formatàChange CaseàUPPERCASE, akan menjadi...
a. SMA NEGERI BATUJAJAR
b. sma negeri batujajar
c. sma nEGERI bATUJAJAR
d. Sma Negeri Batujajar - Tanda menunjukkan ikon…
a. All Borders
b. Outside Border
c. No Border
d. Bottom Border Perintah untuk menambahkan baris pada suatu tabel adalah...
a. TableàInsertàTable
b. TableàInsertàColumn to the Left
c. TableàInsertàColumn to the Right
d. TableàInsertàRows Above
© 2017Tombol pada keyboard yang dapat digunakan untuk menambah baris pada suatu tabel adalah...
a. tombol Shift
b. tombol Enter
c. tombol Tab
d. tombol F1- Sub menu yang digunakan untuk menggabungkan beberapa cell pada suatu tabel menjadi satu cell adalah
a. Merge Cells
b. Split Cells
c. Draw Table
d. Delete Table - Di bawah ini beberapa istilah dalam memulai membuat presentasi awal menggunakan PowerPoint, kecuali...
a. Blank Presentation
b. From Outline
c. From Design Template
d. From Exiting Presentation - Jika kita memulai membuat presentasi dengan bantuan Theme yang disediakan oleh Power Point, maka menggunakan fasilitas...
a. Recent templates
b. Blank presentation
c. Sample templates
d. My templates Agar presentasi lebih menarik, pada PowerPoint objek dapat dibuat bergerak, untuk menggerakkan objek tersebut bisa dengan menggunakan fasilitas….
a. Slide Transition
b. Animation
c. Action Settings
d. Set Up Show
© 2017Untuk menampilkan atau menjalankan file presentasi adalah
a. Klik slide showàMonitor
b. Klik slide showàRehearse Timing
c. Klik print preview
d. Klik slide showàFrom Beginning- Fungsi dari perintah Animation adalah…
a. menambah dan mengatur efek animasi pada suatu objek dalam slide
b. mengatur lamanya waktu penayangan slide-slide.
c. menayangkan slide-slide presentasi, penayangan dimulai pada slide pertama.
d. menambah dan mengatur efek pada saat perpindahan slide. - Fungsi ikon adalah untuk…
a. menambahkan slide baru
b. mengatur desain pada suatu slide
c. mengatur efek dan desain slide
d. mengatur latar slide - Misal pada name box tertulis AA24. Hal ini menunjukkan bahwa sel aktif
terletak pada ....
A. baris AA kolom 24
B. baris A2 kolom A4
C. baris 24 kolom AA
D. baris A4 kolom A2
41. Secara default, jumlah lembar kerja pada aplikasi Microsoft Office Excel
2007 adalah ....
a. 1
b. 3
c. 5
d. 7
© 2017
- Daftar Charts pada aplikasi Microsoft Office Excel 2007 dapat dilihat
pada....
a. tab Home
b. tab Formula
c. tab Insert
d. tab Data
43. Fasilitas utama aplikasi pengolah angka adalah ....
a. spelling and grammar
b. chart
c. find and replace
d. formula
44. Fungsi untuk penjumlahan MS Excel 2010 adalah....
a. IF
b. SUM
c. AVERAGE
d. COUNTIF
45. Untuk menentukan nilai berdasarkan kriteria tertentu pada aplikasi
Microsoft Office Excel 2010 digunakan fungsi ....
a. IF
b. SUMIF
c. AVERAGE
d. COUNTIF
© 2017
© 2017
PENUTUP
Modul kelompok kompetensi I ini yang membahas; menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar, menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan/atau pengayaan, mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan, memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi, merupakan materi-materi yang penting untuk dikuasai Anda.
Dengan penguasaan materi ini, Anda akan lebih profesional dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di Sekolah Luar Biasa. Di samping itu, Anda juga akan terasa manfaatnya ketika melakukan tugas-tugas yang lain, baik tugas keseharian sebagai guru maupun tugas-tugas di luar kedinasan.
Dengan pengetahuan dan keterampilan Anda yang diperoleh dari modul ini, terbukti bahwa Uji Kompetensi yang ditindaklajuti dengan Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru sangat penting kedudukannya. Namun demikian, Anda harus tetap mengembangkan wawasan dan pengetahuan, baik melalui kajian buku, jurnal, maupun penerbitan hasil penelitian-penelitian lain yang relevan. Di samping itu, penggunaan sarana perpustakaan, media internet, serta sumber belajar lainnya merupakan wahana yang efektif bagi upaya perluasan tersebut.
Pada akhirnya, keberhasilan Anda dalam mempelajari modul ini tergantung pada tinggi rendahnya motivasi dan komitmen sendiri dalam mempelajari dan mempraktikan materi yang disajikan. Modul ini hanyalah merupakan salah satu bentuk stimulasi bagi peserta untuk mempelajari lebih lanjut substansi materi yang disajikan serta penguasaan kompetensi lainnya.
SELAMAT BERKARYA!
© 2017
© 2017
DAFTAR PUSTAKA
Agus Supriatna.,2015. Modul Diklat Jenjang Lanjut “Model Pengembangan Komunikasi bagi Anak Tunarungu”. Bandung: PPPPTK TK dan PLB Alwi, dkk. 2010.Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Depdikbud.
Arifin, Zainal. (2010). Evaluasi Pembelajaran. Cetakan kedua. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dini Handayani. 2014. Pengenalan Internet. Bandung: PPPPTK TK dan PLB.
Direktorat Pembinaan PKLK. (2015). Panduan Teknis Penilaian dan Pengisian Rapor. Jakarta: Direktorat PKLK. Djemari, Mardapi. 2001. Pedoman Umum Sistem Penilaian Hasil Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Kompetensi Dasar Siswa Sekolah Menengah Umum (SMU). Yogyakarta: Fakultas Pascasarjana UNY. Erdin Suharyadi,2013. Jenis Monitor Komputer dan Penjelasannya. http://alamtekno.blogspot.co.id/2013/10/jenis-monitor-komputer.html. Diakses pada Tanggal 12 Oktober 2015 Geisert, P.G. & Futrell, M.K. 1995. Teacher, computers, and curriculum: microcomputer in the classroom. Ed. ke-2. Boston: Allyn and Bacon. Heinich, R., Molenda, M., Russel, J.D. & Smaldino, S.E. 2005. Instructional media and technologies for learning. Ed. ke-4. New Jersy: Prentice Hall. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar olah Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Purwanto, M. Ngalim. (2012). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Rao, G.S., Rao, A.K., Zoraini Wati Abas & Wan Fauzy Wan Ismail. 1991. Pembelajaran berbantukan komputer. Petaling Jaya: Fajar Bakti. Rochjadi, H. (2015). Penilaian Proses dan Hasil Belajar. Bandung: PPPPTK TK dan PLB. Sharp, V. 2005. Computer education for teachers: Integrating technology into classroom teaching. New York: Mc Graw Hill
© 2017
Sumadiyasa, 2014. Periferal Komputer. https://x3100.wordpress.com/it- information/periferal-komputer/. Diakses pada Tanggal 12 Oktober 2015 Swan, K. & Mitrani, M. 1993. The changing nature of teaching and learning in computer-based classroom. Journal of Research on Computing in Education 1: 40-54. Vaughan, T. 2001. Multimedia: Making it Work, Ed. ke-5. New York: Mc Graw Hill. Veer, E.A. Vander. 2010. Facebook: The Missing Manual, Second Edition. USA: Wijaya, Cece H. 1996. Pendidikan Remedial. Bandung : Remaja. Rosdakarya
. 2014. Modul Pelatihan: Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran. Pusbangtendik Kemdikbud.
________, 2007. Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif: Jakarta. Penilaian Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa http://conditionaloflife.blogspot.co.id /2013/05/konsep-dasar-pengajaran-remedial-dan.html http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND.LUARBIASA/196211211984031- DUDIGUNAWAN/IDENTIFIKASIABK-REVISIFINAL.pdf Levine, John R. and Young, Margaret Levine. 2010. The Internet For Dummies®,
© 2017
GLOSARIUM
Active Sheet: Posisi Sheet yang sedang aktif atau dilihat
Alt (Alternate): Tombol yang dapat berfungsi bila ditekan bersamaan dengan tombol lain, biasanya untuk memilih perintah pada menu
Animation: fasilitas yang dipergunakan untuk memberikan efek animasi dan suara pada isi slide.
Delete Tombol pada keyboard yang berfungsi menghapus 1 karakter huruf sebelah kanan kursor
Drive Istilah penamaan ruang-ruang dalam mediapenyimpanan
E-mail Suatu perangkat lunak yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan surat atau dokumen lain melalui internet. EmpirisBerdasarkan pengalaman (terutama diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yang telah dilakukan. Enter Tombol pada keyboard untuk melakukan proses ataumasuk
ESC (escape) Tombol pada keyboard untuk melakukan pembatalan
Excel Aplikasi untuk mengolah baris dan kolom yang dilengkapi fitur perhitungan, rumus, penyajian data dan grafik.
File Name Nama file
Folder Istilah suatu wadah/tempat untukmenyimpan/mengelompokan file atau foler lagi
Font Huruf
Font: perintah untuk mengatur huruf yang digunakan
Format(pada penyimpanan) Perintah untuk membentuk sectorpada disket atau harddisk sehingga dapat digunakanuntuk menyimpan data
Format Cells Fasilitas untuk melakukan perubahan format pada excel
Formula Bar Bagian dari excel yang mencantumkan isi dari sel aktif
© 2017
Formula Rumus yang berisi fungsi dengan ketentuanpenggunaannyaFunction Perintah untuk melakukan suatu proses dan membentukFormula
Laserjet Salah satu jenis printer yang menggunakan teknik menaburkan serbuk
Link Merupakan teks di dalam halaman web yang dapat diklik dan menuju ke halaman lainnya
Memory Kata lain dari RAM; merupakan bagian dari computer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur
Menu Bar : papan yang menampung menu File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Table, Window, dan Help.
Nama domainnama atau alamat yang digunakan oleh suatu situs agar dapat diidentifikasi dan diakses di internet. New folder Fasilitas/perintah untuk membuat folder baru
New Menu untuk membuat dokumen baru
New tab Halaman baru untuk membuka halaman web di dalam jendela yang sama.
New window Halaman baru untuk membuka halaman web di dalam jendela yang berbeda.
Number Berupa nilai/angka
Printer Perangkat output yang memiliki fungsi mencetak berkas
Prosessor Pusat pengendali komputer yang didukung dengankomponen- komponen lain
Rename Mengganti nama file/folder
Ribbon Adalah kontrol baru yang mengganti penggunaan menu dan toolbar
Row Number Daftar penamaan kolom
Rows: baris pada tabel
Save As Melakukan penyimpanan dengan nama yang berbeda
Save Melakukan penyimpanan
© 2017
Search Engine Sebuah situs di dalam internet yang digunakan untuk mencari suatu informasi tertentu
Search engine website yang dibuat untuk membantu pengguna internet mencari informasi dalam database di internet. Send Sebuah layanan pada e-mail yang berfungsi untuk melakukan pengiriman e-mail yang telah dibuat
Shortcut Jalan pintas; fasilitas yang disediakan oleh windows berupa ikon untuk mengakses file/folder secara cepat
Shortkey Tombol pintas dari suatu fasilitas dengan menekan tombol pada keyboard
Slide Area Tempat untuk bekerja dalam mengolah isi slidepresentasi.
Software Perangkat lunak yang berfungsi sebagai sarana interaksipengguna dengan komputer
Status Bar Bagian yang menampilkan informasi standar mengenai dokumen yang aktif
Storage Perangkat yang menyimpan data, program atau output untuk digunakan lebih lanjut
Tab Tombol pada keyboard yang berfungsi untum memberi tabulasi/jarak
View Bar Berisi tombol untuk mengatur besar kecilnya tampilan Slide.
View Fasilitas untuk merubah tampilan atau melihat dalam tampilan lain
Web browserperangkat lunak yang digunakan untuk menampilkan dan berinteraksi dengan text, gambar, dan informasi lain yang ada pada halaman web di internet. Websiterangkaian halaman untuk menampilkan berbagai informasi di internet yang saling terkait dan terhubung satu dengan lainnya. Windows Explorer Fasilitas pada sistem operasi Windows yang berfungsi untuk mengelola file dan folder
© 2017