Baca PDF (OCR): deadflagblueszine-volume2

36 halaman · 7 halaman diproses dengan OCR· 4668 ms

Daftar isi
  1. segala yang ditulis di sini adalah kisah nyata
  2. nama dan tokoh tidak pernah disamarkan, kami ingin mereka
  3. menderita seumur hidup hingga tak bisa bernafas lagi
  4. dead- flag- blues
  5. Tanpa Adaptasi)
  6. to stop me
  7. at the wheel
  8. tuhan berkata tuhan sakit seminggu penuh sakit keras seperti prinsip dalam kitabnya
  9. tuhan berkata nak ambilkan air
  10. dari samudera milikku aku menjawab
  11. tanganku hanya dua merangkulmu saja aku tak ingin
  12. aku berkata “bagaimana dok” dokter berkata “bagaimana apanya?”
  13. dokter berkata tagihan kartu kredit
  14. dan mobil pajero sport tahun 2019
  15. tenor 4 tahun hanya menerima cash
  16. and the sewers
  17. are all muddied
  18. thousand lonely suicides
  19. and a dark wind blows
  20. mahatma gandhi dipukul berpuluh juta ribu
  21. untuk orang yang sangat cinta damai
  22. ku yakin ia lebih cinta kekerasan
  23. k a m i a n
  24. ak -a na k a dam
  25. k am i m en cu
  26. ri ap g el yan
  27. tu m bu h d an i kebun tuh
  28. d we'r e p t a n on rru s co o is m nt
  29. g th h n s it n w n n
  30. a n d w t h e m e hca r'
  31. e e h e eni o h ca m birr el
  32. halaman ini sengaja kami biarkan kosong untuk kami dedikasikan
  33. kepada siapapun yang berani melakukan squatting
  34. ada yang pulang ke rumah menemukan
  35. tidak siapa-siapa mengambil nafas
  36. ada yang pulang ke rumah menemukan
  37. negara mengambil tanah
  38. the sun has
  39. and the flags
  40. are all dead
  41. at the top
  42. of their poles
  43. minggu ke dua ramadan satpol pp membelah gorden
  44. warteg secepat flash gordon nawaitu shauma gordyn
  45. "hari ini kami adalah pseudon bukan untuk pesan nasi dan sarden
  46. seperti minggu pertama ramadan"
  47. 24 jam keringat kering-basah bergantian
  48. berpegangan tangan dengan apapun tak cuma tangan
  49. jum’at yang datang: penantian di kota yang tak pernah tidur; kematian
  50. mudah-mudahan segala yang kita bangun suatu hari menjadi sia-sia
  51. le and pulled
  52. CH135
  53. SUPERIA
  54. X-TF
  55. 950855
  56. Thank You!
  57. 950855
  58. Thank You-Call Again
  59. aku ingin, secara tidak sengaja menikam polisi. hingga tiga kali
  60. atau minimal, hingga kita berdua mencapai kesepakatan dengan
  61. modal dua puluh ribu rupiah di saku kanan celanaku. jujur saja
  62. pak polisi, aku tak membawa SIM surat izin menikam, hasil menembak
  63. pew pew pew, tiga ratus ribu
  64. aku bangun sebagai samsa dan berangkat ke tempat kerja;
  65. samsara melampaui takdir kupu-kupu
  66. mati sehari setelah metamorfosa
  67. aku menyayat vena dengan pena sebelum kematian penulis memaksa habis
  68. separuh hidupku untuk melata jalan jakarta ku rencanakan separuh lainnya meratakan jakarta
  69. we woke up
  70. and fell a little
  71. further down -
  72. for sure it's
  73. up my wallet
  74. full of blood.
  75. hal-hal
  76. yang semestinya ada
  77. di dalam kuasamu
  78. segalanya terasa berat
  79. macam ini masih rabu

deadfl ablungs

vol 2

segala yang ditulis di sini adalah kisah nyata

nama dan tokoh tidak pernah disamarkan, kami ingin mereka

menderita seumur hidup hingga tak bisa bernafas lagi

dead- flag- blues

s01e02

zine

written by deadflagblues deadflagblues zine dibagikan dengan lisensi
design & layout by galis collage & art by linesofdeath Creative Commons CC BY-NC-SA 3.0
edited by altarlogika (Atribusi-NonKomersial-Berbagi Serupa 3.0

Tanpa Adaptasi)

Bogor, Indonesia Copyleft 2023

you are still not fast enough

to stop me

from making and releasing this zine

try faster

the car's

on fire

and there's

no driver

at the wheel

tuhan berkata tuhan sakit seminggu penuh sakit keras seperti prinsip dalam kitabnya

tuhan berkata nak ambilkan air

dari samudera milikku aku menjawab

tanganku hanya dua merangkulmu saja aku tak ingin

aku berkata “bagaimana dok” dokter berkata “bagaimana apanya?”

dokter berkata pengobatan ini harus dihentikan tuhan tidak punya bpjs tuhan berkata kan kuberikan kau langit dan bumi segala milikku apapun yang kau mau

dokter berkata tagihan kartu kredit

dan mobil pajero sport tahun 2019

tenor 4 tahun hanya menerima cash

and the sewers

are all muddied

with a

thousand lonely suicides

and a dark wind blows

mahatma gandhi dipukul berpuluh juta ribu

trilyun kali

untuk orang yang sangat cinta damai

ku yakin ia lebih cinta kekerasan

“diam jangan bergerak” aku diam dan tidak bergerak. polisi merampas rotiku, roti yang ku ambil dari supermarket depan gang, supermarket yang sama yang menyimpan indomie dan air mineral milikku. kalau saja tanganku tak diborgol mun- gkin aku akan mengambil balik roti polisi itu dan men- jadikannya milikku. sekali lagi. “mengapa kau mencuri roti?” karena aku ingin makan roti “kau harusnya lebih pintar” aku memang lebih pintar darimu “jika kau lebih pintar kau membeli roti ini sepertiku” orang pintar mana yang ingin dan menjadi sepertimu “carilah pekerjaan agar kau tak mencuri roti” pekerjaan apa yang cocok untuk seorang pencuri

k a m i a n

ak -a na k a dam

k am i m en cu

ri ap g el yan

tu m bu h d an i kebun tuh

d we'r e p t a n on rru s co o is m nt

e a n d th e c ur a n n m n n n tai rn nnn y ve nn n o on s d g d io e d r r h ra u aw t e

g th h n s it n w n n

a n d w t h e m e hca r'

e ni e ni si ot d eelb rt g pa h h d ep h e d hh h h ni a hhh ht ht f o ht h e i y lleb h h s

e e h e eni o h ca m birr el

halaman ini sengaja kami biarkan kosong untuk kami dedikasikan

kepada siapapun yang berani melakukan squatting

ada yang pulang ke rumah menemukan

tidak siapa-siapa mengambil nafas

ada yang pulang ke rumah menemukan

negara mengambil tanah

the sun has

fallen down and the billboards are all leering

and the flags

are all dead

at the top

of their poles

minggu ke dua ramadan satpol pp membelah gorden

warteg secepat flash gordon nawaitu shauma gordyn

"hari ini kami adalah pseudon bukan untuk pesan nasi dan sarden

seperti minggu pertama ramadan"

24 jam keringat kering-basah bergantian

berpegangan tangan dengan apapun tak cuma tangan

jum’at yang datang: penantian di kota yang tak pernah tidur; kematian

mudah-mudahan segala yang kita bangun suatu hari menjadi sia-sia

tuhan sendirian kesepian tak punya teman hendak bunuh diri di kamar mengambil seikat tali tali kebajikan dililitkan pada leher tak berwujud

"mengapa aku tidak mati, tuhan" tanyanya "karena kau kekal" jawabnya sendiri abadi, nyaris seperti puisi "tapi puisi tak berharga tanpa bahasa" bahasnya "maka dari itu kita adalah bahasa" balasnya

malasnya. tuhan turun dari kursi dengan tali menempel di leher tali kebajikan, merasa sembuh dari kesendirian. lanjut bercakap dengan suara di kepalanya

bahasa

tumbled in on themselves mothes cuto babipicked th ugn th 4b

le and pulled

he skyline was out their ho iful on fire al wisted metal stretching upwar Is everything in orange haze washed in a t

CH135

SUPERIA

X-TF

PROCESS

950855

NO, PERSONSWAITERAMOUNT OF CHECK

Thank You!

YOUR PATRONAGE IS APPRECIATED TABLE WAITER NO. PERSONS CHECKNO.

950855

i said: "kiss me, you're beautiful-these are truly the last days"

you grabbed my hand and we fell into it like a daydream or a fever

TAX STYLE xx

Thank You-Call Again

aku sudah mati sepuluh kali sejak puisi ini ditulis berkawan dengan munkar nakir, membicarakan gosip: jibril membuat wahyu "sampai" dan izrail selalu terlambat menjemput pemuda berdansa turun dari lantai 50 kubilang, jika aku israfil aku pun akan menghancurkan dunia memainkan simfoni mahakarya kolosal tanpa pernah rehearsal dan latihan

aku ingin, secara tidak sengaja menikam polisi. hingga tiga kali

atau minimal, hingga kita berdua mencapai kesepakatan dengan

pak polisi, aku tak membawa SIM surat izin menikam, hasil menembak

pew pew pew, tiga ratus ribu

akan tiba waktunya matahari terbit dari barat tempat holywood lahir, sinema berisi moral luhur kebudayaan para penjahat perang, xenophobia. dan tuhan berjubah merah yang tak hafal urutan memakai celana sejak episode pertama, indahnya. mana yang naif ditakar: rotasi bumi atau balap nascar? celine dion bernyanyi di tengah kota yang terbakar. vokalis nirvana menembak kepala di dalam kamar, untuk sampai nirwana. berdoa pada tuan yang maha pesta. negara dunia ketiga tanpa harapan kedua saat gold jadi juara pertama. standing applause saat kiamat memberikan kata sambutan utama

aku bangun sebagai samsa dan berangkat ke tempat kerja;

samsara melampaui takdir kupu-kupu

mati sehari setelah metamorfosa

aku menyayat vena dengan pena sebelum kematian penulis memaksa habis

separuh hidupku untuk melata jalan jakarta ku rencanakan separuh lainnya meratakan jakarta

dulu kupikir, jika aku berkeringat menendang bola masuk ke gawang di hadapan wanita mereka akan menyukaiku ku pikir aku naif, tapi aku hanya pria polos yang ingin terlihat keren dari kejauhan namun semakin aku lihat dunia dari dekat dunia tak bekerja seperti itu dunia bekerja seperti orang jakarta sibuk begitu hebat hingga tak ada waktu memikirkan pengendara motor jatuh atau pencuri diam-diam masuk kamarmu ku pikir aku egois, tapi aku hanya pria polos yang ingin mengubah dunia dari sisa abu namun semakin aku membakar dunia dari pekat dunia semakin seperti batu

aku menembak kepalaku sebelum sampai aku tua dan spotify selesai memainkan intro sampai jadi debu satu yang ku tahu: badai tak pernah berlalu menuntut mesra ke kematian yang datang padaku aku badai; tak ada aman ada bersamaku selamanya, pergi ke afterlife, "tapi habis satu lagu" nanti, jika sampai ku di liang yang satu, aku akan punya banyak waktu untuk menghabiskan satu lagu

we woke up

one morning

and fell a little

further down -

for sure it's

the valley of death i open

up my wallet

and it's

full of blood.

masa depan ditunda sampai keluarga besar sudah bisa ikhlas dengan

hal-hal

yang semestinya ada

di dalam kuasamu

dalam hitungan ketiga ibu menabrak bumi menghanguskan sisi terbaik dari terbaikmu kulitmu menjadi berlumuran pahit arang lebam adalah nama pemberian keluarga di sudut lain kau tak siap menyambut ayah juara bertahan sejuta kali, pemegang sabuk juara dunia kelas berat cambukmania sejak 19-sekian sekian, sekian sedangkan kau adalah yang ditutupi tuhan tapi kau malah mengumbarnya lewat sayatan "apakah bisa aku mati padahal tak bernyawa?" history google search: "efektif mana tali tambang atau peluru dalam kepala?" tak pernah ada jawabnya

aku tak kenal pak RT, tetangga, ataupun tuhan dalam device. pahlawan terlambat datang dengan kabar meninggal dunia ditabrak mobil jenazah, dalam perjalanannya menuju keadilan sempurna. tapi hal-hal ketidakadilan tak pernah menguntungkan jika tak ada kamera. revolusi adalah ketika kau melihatku berdansa dalam gerakan capoeira, emma goldman dan DDR, atau disko senyap ubermensch. spotify playlist hari ini dan rock n roll telah martir? seperti jurnalrisa dan orang-orang tak sopan lain “monetize jasad orang lain, dan kau akan terkenal.”

segalanya terasa berat

macam ini masih rabu

kiamat sebentar lagi kira-kira minggu depan hari jumat tepat jam dua belas ketika aku sedang menukar sandal di masjid depan rumah tak ada yang memergokiku semua orang khusyuk bersujud menunggu kedatangan meteor sebagai rahmat tuhan yang paling TGIF

sedangkan aku, adalah yang disebut hadirin sidang jumat yang berbahagia yang dirahmati Nike hamba tuhan paling edgy orang paling fashionable di yaumul akhir

aku dan tujuh puluh orang yang tak ku yakin waras lainnya di gerbong krl sedang berlomba siapa yang paling lama berdiri "apakah jakarta ada bersama kita di ruangan ini?" bangku yang kosong adalah isi upah umr fresh grad lulusan ISI

masa depan adalah bagaimana kereta ini akan membawamu masinis dan tuas rem; sebuah moralitas sebelum menabrak gunung es terbesar "apakah jakarta ada bersama kita di ruangan ini?" sebagai manifestasi rasa takut membuatmu berpura-pura tidur dalam paranoia kehilangan bangku yang tak pernah kau tahu

kita pasti sampai di kesimpulan: setiap fulan mengaku tuhan sebelum sampai di stasiun tujuan "apakah jakarta ada bersama kita di ruangan ini?" mengirimkan pesan dari langit: satu-satunya kebenaran adalah stasiun tujuan, yang peronnya mengalir kereta yang terbuat dari jakarta jakarta ada bersama kita di ruangan ini

kematian selalu datang terlambat untuk hal-hal yang seharusnya datang 29 tahun lebih awal kau mungkin akan bertanya bagaimana aku bisa tahu? aku adalah seorang HRD lulusan universitas la muerte dengan mesin fingerprint menempel pada keningku dan di sepanjang perjalanan mengibarkan bendera kuning aku bisa saja kemudian mengambil apa yang telah menjadi hidupku untuk kemudian membawanya ke ruang meeting di lantai 100000 dalam evaluasi kinerja per 29 tahun untuk tak segan segera melompat pada kesimpulan: jika aku tak punya alasan untuk hidup mengapa aku susah payah mencari alasan untuk mati, merepotkan sekali

deadflagblues zine