deadfl ablungs
vol 2
segala yang ditulis di sini adalah kisah nyata
nama dan tokoh tidak pernah disamarkan, kami ingin mereka
menderita seumur hidup hingga tak bisa bernafas lagi
dead- flag- blues
s01e02
zine
| written by deadflagblues | deadflagblues zine dibagikan dengan lisensi |
|---|---|
| design & layout by galis collage & art by linesofdeath | Creative Commons CC BY-NC-SA 3.0 |
| edited by altarlogika | (Atribusi-NonKomersial-Berbagi Serupa 3.0 |
Tanpa Adaptasi)
Bogor, Indonesia Copyleft 2023
you are still not fast enough
to stop me
from making and releasing this zine
try faster
the car's
on fire
and there's
no driver
at the wheel
tuhan berkata tuhan sakit seminggu penuh sakit keras seperti prinsip dalam kitabnya
tuhan berkata nak ambilkan air
dari samudera milikku aku menjawab
tanganku hanya dua merangkulmu saja aku tak ingin
aku berkata “bagaimana dok” dokter berkata “bagaimana apanya?”
dokter berkata pengobatan ini harus dihentikan tuhan tidak punya bpjs tuhan berkata kan kuberikan kau langit dan bumi segala milikku apapun yang kau mau
dokter berkata tagihan kartu kredit
dan mobil pajero sport tahun 2019
tenor 4 tahun hanya menerima cash
and the sewers
are all muddied
with a
thousand lonely suicides
and a dark wind blows
mahatma gandhi dipukul berpuluh juta ribu
trilyun kali
untuk orang yang sangat cinta damai
ku yakin ia lebih cinta kekerasan
“diam jangan bergerak” aku diam dan tidak bergerak. polisi merampas rotiku, roti yang ku ambil dari supermarket depan gang, supermarket yang sama yang menyimpan indomie dan air mineral milikku. kalau saja tanganku tak diborgol mun- gkin aku akan mengambil balik roti polisi itu dan men- jadikannya milikku. sekali lagi. “mengapa kau mencuri roti?” karena aku ingin makan roti “kau harusnya lebih pintar” aku memang lebih pintar darimu “jika kau lebih pintar kau membeli roti ini sepertiku” orang pintar mana yang ingin dan menjadi sepertimu “carilah pekerjaan agar kau tak mencuri roti” pekerjaan apa yang cocok untuk seorang pencuri
k a m i a n
ak -a na k a dam
k am i m en cu
ri ap g el yan
tu m bu h d an i kebun tuh
d we'r e p t a n on rru s co o is m nt
e a n d th e c ur a n n m n n n tai rn nnn y ve nn n o on s d g d io e d r r h ra u aw t e
g th h n s it n w n n
a n d w t h e m e hca r'
e ni e ni si ot d eelb rt g pa h h d ep h e d hh h h ni a hhh ht ht f o ht h e i y lleb h h s
e e h e eni o h ca m birr el
halaman ini sengaja kami biarkan kosong untuk kami dedikasikan
kepada siapapun yang berani melakukan squatting
ada yang pulang ke rumah menemukan
tidak siapa-siapa mengambil nafas
ada yang pulang ke rumah menemukan
negara mengambil tanah
the sun has
fallen down and the billboards are all leering
and the flags
are all dead
at the top
of their poles
minggu ke dua ramadan satpol pp membelah gorden
warteg secepat flash gordon nawaitu shauma gordyn
"hari ini kami adalah pseudon bukan untuk pesan nasi dan sarden
seperti minggu pertama ramadan"
24 jam keringat kering-basah bergantian
berpegangan tangan dengan apapun tak cuma tangan
jum’at yang datang: penantian di kota yang tak pernah tidur; kematian
mudah-mudahan segala yang kita bangun suatu hari menjadi sia-sia
tuhan sendirian kesepian tak punya teman hendak bunuh diri di kamar mengambil seikat tali tali kebajikan dililitkan pada leher tak berwujud
"mengapa aku tidak mati, tuhan" tanyanya "karena kau kekal" jawabnya sendiri abadi, nyaris seperti puisi "tapi puisi tak berharga tanpa bahasa" bahasnya "maka dari itu kita adalah bahasa" balasnya
malasnya. tuhan turun dari kursi dengan tali menempel di leher tali kebajikan, merasa sembuh dari kesendirian. lanjut bercakap dengan suara di kepalanya
bahasa
tumbled in on themselves mothes cuto babipicked th ugn th 4b
le and pulled
he skyline was out their ho iful on fire al wisted metal stretching upwar Is everything in orange haze washed in a t
CH135
SUPERIA
X-TF
PROCESS
950855
NO, PERSONSWAITERAMOUNT OF CHECK
Thank You!
YOUR PATRONAGE IS APPRECIATED TABLE WAITER NO. PERSONS CHECKNO.
950855
i said: "kiss me, you're beautiful-these are truly the last days"
you grabbed my hand and we fell into it like a daydream or a fever
TAX STYLE xx
Thank You-Call Again
aku sudah mati sepuluh kali sejak puisi ini ditulis berkawan dengan munkar nakir, membicarakan gosip: jibril membuat wahyu "sampai" dan izrail selalu terlambat menjemput pemuda berdansa turun dari lantai 50 kubilang, jika aku israfil aku pun akan menghancurkan dunia memainkan simfoni mahakarya kolosal tanpa pernah rehearsal dan latihan
aku ingin, secara tidak sengaja menikam polisi. hingga tiga kali
atau minimal, hingga kita berdua mencapai kesepakatan dengan
modal dua puluh ribu rupiah di saku kanan celanaku. jujur saja
pak polisi, aku tak membawa SIM surat izin menikam, hasil menembak
pew pew pew, tiga ratus ribu
akan tiba waktunya matahari terbit dari barat tempat holywood lahir, sinema berisi moral luhur kebudayaan para penjahat perang, xenophobia. dan tuhan berjubah merah yang tak hafal urutan memakai celana sejak episode pertama, indahnya. mana yang naif ditakar: rotasi bumi atau balap nascar? celine dion bernyanyi di tengah kota yang terbakar. vokalis nirvana menembak kepala di dalam kamar, untuk sampai nirwana. berdoa pada tuan yang maha pesta. negara dunia ketiga tanpa harapan kedua saat gold jadi juara pertama. standing applause saat kiamat memberikan kata sambutan utama
aku bangun sebagai samsa dan berangkat ke tempat kerja;
samsara melampaui takdir kupu-kupu
mati sehari setelah metamorfosa
aku menyayat vena dengan pena sebelum kematian penulis memaksa habis
separuh hidupku untuk melata jalan jakarta ku rencanakan separuh lainnya meratakan jakarta
dulu kupikir, jika aku berkeringat menendang bola masuk ke gawang di hadapan wanita mereka akan menyukaiku ku pikir aku naif, tapi aku hanya pria polos yang ingin terlihat keren dari kejauhan namun semakin aku lihat dunia dari dekat dunia tak bekerja seperti itu dunia bekerja seperti orang jakarta sibuk begitu hebat hingga tak ada waktu memikirkan pengendara motor jatuh atau pencuri diam-diam masuk kamarmu ku pikir aku egois, tapi aku hanya pria polos yang ingin mengubah dunia dari sisa abu namun semakin aku membakar dunia dari pekat dunia semakin seperti batu
aku menembak kepalaku sebelum sampai aku tua dan spotify selesai memainkan intro sampai jadi debu satu yang ku tahu: badai tak pernah berlalu menuntut mesra ke kematian yang datang padaku aku badai; tak ada aman ada bersamaku selamanya, pergi ke afterlife, "tapi habis satu lagu" nanti, jika sampai ku di liang yang satu, aku akan punya banyak waktu untuk menghabiskan satu lagu
we woke up
one morning
and fell a little
further down -
for sure it's
the valley of death i open
up my wallet
and it's
full of blood.
masa depan ditunda sampai keluarga besar sudah bisa ikhlas dengan
hal-hal
yang semestinya ada
di dalam kuasamu
dalam hitungan ketiga ibu menabrak bumi menghanguskan sisi terbaik dari terbaikmu kulitmu menjadi berlumuran pahit arang lebam adalah nama pemberian keluarga di sudut lain kau tak siap menyambut ayah juara bertahan sejuta kali, pemegang sabuk juara dunia kelas berat cambukmania sejak 19-sekian sekian, sekian sedangkan kau adalah yang ditutupi tuhan tapi kau malah mengumbarnya lewat sayatan "apakah bisa aku mati padahal tak bernyawa?" history google search: "efektif mana tali tambang atau peluru dalam kepala?" tak pernah ada jawabnya
aku tak kenal pak RT, tetangga, ataupun tuhan dalam device. pahlawan terlambat datang dengan kabar meninggal dunia ditabrak mobil jenazah, dalam perjalanannya menuju keadilan sempurna. tapi hal-hal ketidakadilan tak pernah menguntungkan jika tak ada kamera. revolusi adalah ketika kau melihatku berdansa dalam gerakan capoeira, emma goldman dan DDR, atau disko senyap ubermensch. spotify playlist hari ini dan rock n roll telah martir? seperti jurnalrisa dan orang-orang tak sopan lain “monetize jasad orang lain, dan kau akan terkenal.”
segalanya terasa berat
macam ini masih rabu
kiamat sebentar lagi kira-kira minggu depan hari jumat tepat jam dua belas ketika aku sedang menukar sandal di masjid depan rumah tak ada yang memergokiku semua orang khusyuk bersujud menunggu kedatangan meteor sebagai rahmat tuhan yang paling TGIF
sedangkan aku, adalah yang disebut hadirin sidang jumat yang berbahagia yang dirahmati Nike hamba tuhan paling edgy orang paling fashionable di yaumul akhir
aku dan tujuh puluh orang yang tak ku yakin waras lainnya di gerbong krl sedang berlomba siapa yang paling lama berdiri "apakah jakarta ada bersama kita di ruangan ini?" bangku yang kosong adalah isi upah umr fresh grad lulusan ISI
masa depan adalah bagaimana kereta ini akan membawamu masinis dan tuas rem; sebuah moralitas sebelum menabrak gunung es terbesar "apakah jakarta ada bersama kita di ruangan ini?" sebagai manifestasi rasa takut membuatmu berpura-pura tidur dalam paranoia kehilangan bangku yang tak pernah kau tahu
kita pasti sampai di kesimpulan: setiap fulan mengaku tuhan sebelum sampai di stasiun tujuan "apakah jakarta ada bersama kita di ruangan ini?" mengirimkan pesan dari langit: satu-satunya kebenaran adalah stasiun tujuan, yang peronnya mengalir kereta yang terbuat dari jakarta jakarta ada bersama kita di ruangan ini
kematian selalu datang terlambat untuk hal-hal yang seharusnya datang 29 tahun lebih awal kau mungkin akan bertanya bagaimana aku bisa tahu? aku adalah seorang HRD lulusan universitas la muerte dengan mesin fingerprint menempel pada keningku dan di sepanjang perjalanan mengibarkan bendera kuning aku bisa saja kemudian mengambil apa yang telah menjadi hidupku untuk kemudian membawanya ke ruang meeting di lantai 100000 dalam evaluasi kinerja per 29 tahun untuk tak segan segera melompat pada kesimpulan: jika aku tak punya alasan untuk hidup mengapa aku susah payah mencari alasan untuk mati, merepotkan sekali
deadflagblues zine