Baca PDF (OCR): Majalah-Guru-Dikmen-Des-2018

64 halaman · 7 halaman diproses dengan OCR· 13036 ms

Daftar isi
  1. GURU
  2. DIKMENMedia Komunikasi Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.
  3. PENGUATAN
  4. PENDIDIKAN
  5. INKLUSI
  6. Catatan Direktur
  7. Sdiperingati setiap tanggal 25 November. Puncak
  8. Selamat Membaca. !
  9. GURU
  10. Kabar Redaksi
  11. DIKMEN
  12. Susunan Redaksi
  13. PEMBINA
  14. PEngarah
  15. Pimpinan redaksi
  16. Sidang redaksi
  17. Koresponden
  18. Desain dan tata letak
  19. SEKRETARIAT
  20. Penerbit
  21. Pkhusus ini. Sebelumnya, kami sampaikan selamat Hari Guru Nasional.
  22. Daftar Isi
  23. 4-11
  24. Laporan Utama
  25. 10-11
  26. 12-17
  27. Laporan Khusus
  28. 12-15
  29. Program s 18-19
  30. Kompetensi s 20-25
  31. 20-23
  32. 24-25
  33. Kinerja s 26-31
  34. Kesharlindung s 32-43
  35. Tata Usaha s 44-47
  36. Kolom s 48-49
  37. Profil s 50-57
  38. 58-60
  39. Peristiwa
  40. 58-59
  41. GURU DIKMEN LAPORAN UTAMA
  42. HARI DISABILITAS INTERNASIONAL (HDI) TAHUN 2018
  43. PENGUATAN PENDIDIKAN INKLUSI
  44. Bdiselenggarakan pada 3 Desember dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya HDI
  45. LAPORAN UTAMA
  46. GURU DIKMEN
  47. PENGHARGAAN UNTUK GURU MENULIS PEDULI PENDIDIKAN INKLUSI
  48. INISIASI LOMBA GURU ASEAN
  49. MENULIS HARUS DIDUKUNG REFERENSI BERKUALITAS
  50. GURU DIKMEN LAPORAN UTAMA
  51. HARI GURU NASIONAL TAHUN 2018
  52. GURU PEMBENTUK KARAKTER BANGSA
  53. JNasional (HGN), yang jatuh pada 25 November.
  54. DOA UNTUK GURU
  55. SISTEM ZONASI
  56. GURU DIKMEN LAPORAN UTAMA
  57. SEMARAK HGN 2018
  58. SEMANGAT GURU SAMBUT ABAD 21
  59. PENGHARGAAN SATYA LENCANA
  60. GURU DIKMEN GURU DIKMEN LAPORAN KHUSUS LAPORAN KHUSUS
  61. ZONASI CARA BARU MENATA MUTU GURU
  62. Kkependidikan (GTK) yang terus mengemuka dari waktu ke waktu.
  63. DIBUTUHKAN GURU CERDAS DAN KREATIF
  64. ZONASI UNTUK PEMERATAAN MUTU
  65. PENDIDIKAN
  66. LAPORAN KHUSUS
  67. GURU DIKMEN
  68. DAMPAK ZONASI BAGI GURU
  69. SOSIALISASI ZONASI BAGI PEMANGKU
  70. KEPENTINGAN DAERAH
  71. GURU DIKMEN LAPORAN KHUSUS LAPORAN KHUSUS
  72. Tsemakin tinggi. Sementara di sisi internal, pegawai negeri harus terus diperbaiki.
  73. INDONESIA
  74. BUTUH Sesuai perencanaan, pemerintah akan merekrut guru dengan status PPPK sebanyak 70
  75. 707 RIBU
  76. GURU BARU
  77. Sproses seleksi juga dilakukan secara ketat. Tentu tidak mudah mencari guru yang
  78. HENI SRI WAHYUNI, S.Kom., M.T.I.,
  79. SELEKSI
  80. KETAT
  81. GURU
  82. KOMPETEN
  83. GURU DIKMEN PROGRAM
  84. KEMITRAAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH 2018
  85. KEMITRAAN GURU DIKMEN MENDUKUNG SISTEM ZONASI
  86. Kpengalaman terbaiknya. Guru-guru magang, guru-guru ini akan kembali ke tempat
  87. GURU DIKMEN KOMPETENSI
  88. REVITALISASI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
  89. MELEJITKAN PROFESIONALITAS GURU PRODUKTIF SMK
  90. Mtersebut meliputi: Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum, Standarisasi Sarana dan Prasarana Utama,
  91. DIAWALI DENGAN PROGRAM KG
  92. PROGRAM REVITALISASI GURU PRODUKTIF SMK BERKUALIFIKASI LEVEL KKNI
  93. GURU DIKMEN KOMPETENSI
  94. PROGRAM MAYOR DAN MINOR
  95. ANALISIS KEBUTUHAN
  96. SASARAN DAN TEMPAT DIKLAT
  97. GURU DIKMEN GURU DIKMEN KOMPETENSI KOMPETENSI
  98. PPPPTK BISNIS DAN PARIWISATA
  99. DONGKRAK KOMPETENSI
  100. GURU MELALUI PROGRAM REVITALISASI
  101. Smembuat terobosan baru lagi, bernama Program Revitalisasi SMK Pemenuhan dan
  102. STRATEGI ON-IN
  103. DIDUKUNG 15 PUSAT BELAJAR
  104. KOLABORASI WI DAN IN
  105. KINERJA KINERJA
  106. GURU DIKMEN GURU DIKMEN
  107. BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI K-13 BAGI GURU DIKMEN DAN DIKSUS
  108. MERAJUT PARADIGMA BARU BAGI GURU SESUAI K-13
  109. SDikmen dan Diksus), Ditjen Guru dan
  110. GURU DIKMEN GURU DIKMEN KINERJA KINERJA
  111. BIMBINGAN KONSELING UNTUK KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK
  112. PENGENDALIAN
  113. GURU DIKMEN
  114. PENGENDALIAN
  115. GURU DIKMEN
  116. RAPAT KOORDINASI
  117. MENJARING MASUKAN KEBIJAKAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
  118. etidaknya ada tujuh rambu-rambu
  119. Sdan pengendalian kebutuhan guru.
  120. PEDOMAN PEMINDAHAN GURU
  121. ada perguruan tinggi atau Lembaga Pendidikan
  122. GURU DIKMEN KESHARLINDUNG
  123. SIMPOSIUM GURU PENDIDIKAN MENENGAH DAN PENDIDIKAN KHUSUS
  124. TINGKAT NASIONAL TAHUN 2018
  125. BERKARYA DEMI KEUTUHAN BANGSA
  126. M(Dikmen) dan Pendidikan Khusus diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal
  127. KESHARLINDUNG
  128. GURU DIKMEN
  129. AKOMODASI YANG LAYAK
  130. DAFTAR JUARA
  131. TAHUN 2018
  132. GURU DIKMEN KESHARLINDUNG
  133. PEMILIHAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2018
  134. AJANG KOMPETISI
  135. SATUKAN NEGERI
  136. Ppesertanya merupakan orang-orang terpilih yang telah menempuh
  137. MENJAGA KEUTUHAN NKRI
  138. GURU DIKMEN KESHARLINDUNG
  139. AKAR RUMPUT PENDIDIKAN
  140. negara melalui pendidikan,” kata Mendikbud
  141. DAFTAR JUARA PEMILIHAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH
  142. DAN PENDIDIKAN KHUSUS BERPRESTASI DAN BERDEDIKASI
  143. TINGKAT NASIONAL TAHUN 2018
  144. PEMBAHARUAN TERUS MENERUS
  145. GURU DIKMEN KESHARLINDUNG
  146. LCentury, Jakarta kegiatan ini berlangsung selama lima hari (30
  147. MEMACU
  148. KREATIVITAS
  149. GURU
  150. MENYONGSONGM.P.A. Biasanya direktur hanya sekali saja datang, saat pembukaan atau
  151. ABAD 21dan Diksus dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional
  152. GURU HARUS BISA TINGKATKAN KEPANDAIAN SISWA
  153. JANGAN SALAH KAPRAH DENGAN
  154. PREDIKAT SEKOLAH HEBAT
  155. GURU DIKMEN GURU DIKMEN KESHARLINDUNG KESHARLINDUNG
  156. Pada kesempatan tersebut Rena generasi zaman
  157. JUARA INOBEL DIKMEN DIKSUS TAHUN 2018
  158. JENJANG SMA DAN SLB:
  159. GURU DIKMEN GURU DIKMEN TATA USAHA TATA USAHA
  160. CAPACITY BUILDING DIREKTORAT PG DIKMEN
  161. MENGUAK POTENSI DIRI MENJADI INSAN VISIONER
  162. SDirektorat Pembinaan Guru Pendidikan
  163. TATA USAHA TATA USAHA
  164. GURU DIKMEN GURU DIKMEN
  165. SAJIAN PPK OLEH BU DIREKTUR
  166. MENJADI INSAN VISIONER
  167. FUN COOKING
  168. TU JUARA PERTAMA
  169. MENCARI IDE TERBAIK
  170. GURU DIKMEN GURU DIKMEN PROFIL PROFIL
  171. RAISUL AKBAR, S.Pd JUARA 1 GURU SMA/SMK BERDEDIKASI 2018
  172. SANGAT BERSYUKUR
  173. BISA JADI GURU
  174. RTingkat Nasional 2018. Ia pun menerima penghargaan dalam acara Apresiasi dan
  175. FOKUS MENGABDI
  176. RAISUL AKBAR, S.Pd JUARA 1 GURU SMA/SMK BERDEDIKASI 2018
  177. KREATIF
  178. SEBELAS BERSAUDARA
  179. GURU DIKMEN PROFIL
  180. DWI ANGGRAENI, M.Pd
  181. JUARA 1 GURU SMA/SMK PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSI 2018
  182. E-CASH TINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA
  183. Ptersebut sebenarnya sempat ragu Kota Probolinggo, Dinas Pendidikan Provinsi untuk merangsang tunarungu agar giat belajar
  184. KAKAK TUNAWICARA
  185. SEMPAT INGIN JADI DOKTER
  186. GURU DIKMEN PROFIL
  187. KLIPING GAIRAHKAN
  188. SISWA BELAJAR SAINSberbagai prestasi. Ketika panitia mengumumkan
  189. Lbuku sains sangat kurang. “Saya bahagia ternyata ada guru sesama peserta
  190. BANGGA JADI GURU
  191. GURU DIKMEN PROFIL
  192. IVA EVRY ROBIYANSAH JUARA 1 GURU SMALB SIMPOSIUM GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2018
  193. KEMBANGKAN E-BIOTIK UNTUK
  194. SISWA TUNARUNGU
  195. Imengajar anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekarang ini, Iva
  196. TANTANGAN LOMBA
  197. GURU DIKMEN GURU DIKMEN PERISTIWA PERISTIWA
  198. LOKAKARYA NASIONAL PERINGATI HARI GURU SEDUNIA 2018
  199. MENDIKBUD HARAPKAN GURU MAKIN PROFESIONAL
  200. Smenguasai aspek kompetensi inti UN agencies, universitas, masyarakat sipil dan
  201. TANTANGAN GURU
  202. HAK DAN TANGGUNG JAWAB GURU
  203. GURU DIKMEN GURU DIKMEN PERISTIWA PERISTIWA
  204. PEMBEKALAN KESIAPSIAGAAN BENCANA
  205. PERLU KESIAGAAN SEBELUM BENCANA MELANDA
  206. BPendidikan Menengah dan Pendidikan termasuk Kebijakan, Kelembagaan, dan Istilah-kimia kering, atau cairan busa. Penggunaan
  207. GURU PENDIDIKAN MENENGAH DANPENDIDIKAN KHUSUS
  208. TAHUN 2018
  209. DIKAN KHUSUS
  210. GURU DIKMEN PERISTIWA
  211. Lomba Menulis Tentang Pendidikan
  212. #Indonesiaramahdisabilitas
  213. SUMMARECON MAL BEKASI, 2 & 3 DESEMBER 2018
  214. DISABILITAS
  215. Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas
  216. INTERNASIONAL

Zonasi Cara Baru EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018 Menata Mutu Guru

▶Melejitkan Profesionalitas Guru Produktif SMK Ajang Kompetisi

GURU

Satukan Negeri

▶ Menguak Potensi Diri Menjadi Insan Visioner

DIKMENMedia Komunikasi Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

HARI DISABILITAS INTERNASIONAL (HDI) TAHUN 2018 SEMARAK HARI GURU NASIONAL 2018 SEMANGAT GURU

PENGUATAN

SAMBUT ABAD 21

PENDIDIKAN

INKLUSI

Selamat Hari Guru Nasional (HGN) 2018 "Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21” & Selamat Hari Disabilitas Internasional 2018 “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas”

Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Catatan Direktur

elamat Hari Guru Nasional. Bersama majalah Guru Dikmen saya perlu sampaikan bahwa kita telah bersama merayakan hari guru secara nasional yang

Sdiperingati setiap tanggal 25 November. Puncak

Hari Guru Nasional tahun 2018 ini juga sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Stadion Pakansari Bogor. Hari Guru Nasional tahun 2018 bertemakan Meningkatkan Proesionalitas Guru Menuju Pendidikan Abad 21. Tema ini saya rasa sangat penting bagi kita terutama kalangan guru untuk bersiap menghadapi gelombang perubahan zaman khususnya abad 21 yang semakin mendekat.

Pada kesempatan ini kami juga sampaikan pula selamat Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, tema yang diusung adalah Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas.

Mulai tahun ini, kita bertambah tugas yakni menangani guru pendidikan khusus. Mungkin bertambahnya tugas tersebut menjadi sesuatu yang baru dan asing bagi kita. Akan tetapi, ini sebuah tantangan yang harus kita hadapi bersama. Bagaimanapun juga, keberadaan guru-guru yang menangani pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus perlu untuk terus kita perhatikan terutama dari sisi kapasitas dan profesionalitasnya.

Gelaran kemeriahan itu sudah berlalu, saatnya kita kembali melihat tugas yang masih menunggu untuk segera kita tuntaskan untuk bisa menutup tahun 2018 dan besiap membuka lembaran baru tahun 2019 dengan manis dan optimis. Terdapat tiga tantangan besar yang kita hadapi

bersama dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa. Tiga tantangan tersebut, adalah pengaruh IT, narkoba dan radikalisme.

Pendidikan abad 21 sejatinya dipahami sebagai pendidikan yang mengintegrasikan antara kecakapan, pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kecakapan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran berbasis aktivitas yang sesuai karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran.

Dan kecakapan yang sangat dibutuhkan dalam abad 21 tak lain adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi, Higher Order Thinking Skills (HOTS). Inilah ramuan yang menjadi keharusan untuk dikuasai terlebih dahulu oleh seorang guru sebelum mentransformasikan kepada peserta didiknya. Kecakapan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, serta kreatif dan inovtif sangat diperlukan oleh peserta didik untuk menjawab tantangan abad 21.

Guru perlu terus untuk menatap cermin, berkaca diri dan bertanya sudahkah diri ini profesional sesuai tuntutan perkembangan zaman yakni abad 21. Jika masih belum dan masih ada celah, segera lakukan perbaikan secara mandiri di manapun dan kapan pun. Tersedia cukup banyak sumber belajar, tanpa harus menunggu diperintah. Untuk itu, mari kita bergandengan tangan dengan erat saling kerjasama menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

Selamat Membaca. !

GURU

Kabar Redaksi

DIKMEN

Media Komunikasi Guru Pendidikan Menengah

Susunan Redaksi

PEMBINA

Dr. Supriano, M.Ed. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan

PEngarah

Ir. Sri Renani Pantjastuti MPA Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Pimpinan redaksi

Dra. Tina Jupartini, M.Pd Kasubdit Program dan Evaluasi

Sidang redaksi

Dra. Santi Ambarukmi, M.Ed Dra. Maria Widiani, MA Dr. Wastandar, Ph.D Dr. Kadarisman, M.Pd Dr. Nasyith Forefry, MM Dr. Haryati, M.Pd Saiful Anam Dipo Handoko, Taufik Alwi, Rihad Wiranto, Mukti Ali Ahmad Fauzi Ramdani, Nurdiansyah

Koresponden

Nabilla Desyalika Putri (Yogyakarta dan Malang) Andi Wahyudi (Surabaya) Candra Erdiansah (Kalimantan Timur)

Desain dan tata letak

Arita Windi Astuti, Ari Subhan Hariri, M. Ali Wafa

SEKRETARIAT

Zainun Misbah, Sri Roswati, Octaviana Kemalasari, Nur Leili Bashir, Fadlilah Prapta Widda, Candra Purnama

Penerbit

Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

alamat redaksi Sekretariat Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Gedung D. Lt. 12 Kompleks Kemendikbud Jl. Pintu I Senayan, Jakarta

embaca setia Majalah Guru Dikmen di manapun Anda berada. Terima kasih telah sabar menunggu kehadiran media informasi bagi guru pendidikan menengah dan pendidikan

Pkhusus ini. Sebelumnya, kami sampaikan selamat Hari Guru Nasional.

Perlu kami sampaikan, terdapat perubahan nomenklatur yang terjadi di Driektorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah mulai beberapa waktu lalu dengan penambahan nomenklatur yakni Pendidikan Khusus sehingga menjadi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktorat PG Dikmen dan Diksus). Kami telah merangkum berbagai kegiatan yang dilaksanakan Direktorat PG Dikmen menjadi menu menarik dan spesial di penghujung tahun 2018 ini. Cukup banyak informasi besar yang terjadi sepanjang tengah tahun hingga ahir tahun ini, menuntut kami untuk benar-benar jeli dalam menyeleksi kegiatan tersebut hingga layak muat. Kami awali dari yang paling gres, yakni peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018 dengan tema Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21. Rangkaian kegiatan HGN dimulai dengan jalan sehat yang dilepas Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy,

M.A.P, kemudian upacara bendera hingga puncak HGN yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Kami juga menuangkan tulisan cukup panjang dalam laporan khusus mengenai penataan guru dan tenaga kependidikan. Di dalamnya memuat juga pemerataan mutu pendidikan berdasarkan sistem zonasi yang digagas Mendikbud. Pada rubrik kompetensi, tersaji tulisan mengenai Program Revit yang menjadi bagian dari Program Revitalisasi SMK. Dalam Program Revit, Kemendikbud dalam hal ini Ditjen GTK memoles kembali kompetensi guru produktif SMK agar memiliki keahlian jauh lebih matang. Kami juga menyajikan berbagai gelaran kompetisi guru, mulai dari Pemilihan Guru Pendidikan Menengah Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Simposium Guru Dikmen, Inovasi Pembelajaran hingga Lomba Menulis Tentang Pendidikan Inklusif. Semua terangkum dalam rubrik Kesharlindung. Sajian khas kali ini adalah rangkuman kegiatan Capacity Building Direktorat PG Dikmen dan Diksus beberapa bulan lalu. Kegiatan untuk membangun kebersamaan dan kekompakan tim itu juga dibekali penguatan PPK untuk pegawai internal. Selain itu juga ada materi motivasi yang menekankan setiap pegawai harus bisa membangun visi ke depan. Bagian akhir seperti biasa, beberapa profil guru terbaik dari berbagai kompetisi kami sajian. Harapan kami bisa menjadi best practices bagi guru lain. Demikian, sekilas informasi tentang sajian menu yang ada dalam Majalah Guru Dikmen kali ini. Semoga berkenan di hati pembaca. Selamat membaca. !

Daftar Isi

4-11

Laporan Utama

4-7 Penguatan Pendidikan Inklusi

8-9 Guru Pembentuk Karakter Bangsa

10-11

Semangat Guru Sambut Abad 21

12-17

Laporan Khusus

12-15

Zonasi Cara Baru Menata Mutu Guru

16 Indonesia Butuh 707 Ribu Guru Baru

17 Seleksi Ketat untuk Dapatkan Guru Kompeten

Program s 18-19

Kemitraan Guru Dikmen Mendukung Sistem Zonasi

Kompetensi s 20-25

20-23

Melejitkan Profesionalitas Guru Produktif SMK

24-25

Dongkrak Kompetensi Guru Melalui Program Revitalisasi

Kinerja s 26-31

s Merajut Paradigma Baru Bagi Guru Sesuai K-13 s Menjaring Masukan Kebijakan Perencanaan dan Pengendalian

Kesharlindung s 32-43

s Berkarya Demi Keutuhan Bangsa s Ajang Kompetisi Satukan Negeri s Memacu Kreativitas Guru Menyongsong Abad 21

Tata Usaha s 44-47

s Menguak Potensi Diri Menjadikan Insan Visioner

Kolom s 48-49

s Membangun Ide Terbaik untuk Proses Pembelajaran Bermutu

Profil s 50-57

s Sangat Bersyukur Bisa Jadi Guru s E-Cash Tingkatkan Minat Belajar Matematika s Kliping Gairahkan Siswa Belajar Sains s Kembangkan E-Biotik untuk Siswa Tunarungu

58-60

Peristiwa

58-59

Mendikbud Harapkan Guru Makin Profesional

Perlu Kesiagaan Sebelum Bencana Melanda

GURU DIKMEN LAPORAN UTAMA

HARI DISABILITAS INTERNASIONAL (HDI) TAHUN 2018

PENGUATAN PENDIDIKAN INKLUSI

Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril ketika datang menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 3 Desember 2018 di Lapangan Parkir Mal Summarecon Bekasi

EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018

ertempat di Lapangan Parkir Mal 2018 yang mengusung tema Indonesia Inklusi dan Summarecon, Bekasi perhelatan Ramah Disabilitas. Penyelenggaraan HDI tahun Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 di Indonesia juga mengalami perbedaan

Bdiselenggarakan pada 3 Desember dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya HDI

  1. Hadir langsung Presiden RI Joko Widodo selalu diperingati dalam ruang tertutup, bahkan didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. sering di Isatana Presiden. Tetapi tahun 2018 ini Jokowi, demikian Presiden RI itu biasa disapa, dilaksanakan di luar ruangan dan tidak di Istana. sangat mengapresiasi prestasi-prestasi yang Jokowi juga terlihat penuh keceriaan menghadiri telah diperoleh kalangan penyandang disabilitas. HDI tersebut. “Saya bangga bisa hadir di sini. Seperti pada gelaran Asian Para Games 2018, semuanya hadir penuh kegembiraan, penuh bangga Bangsa Indonesia atas capaian serta karya-karya. Ini menunjukkan bahwa kita prestasinya dari beberapa cabang olahraga. mampu melakukan lompatan-lompatan,” ucap Apresiasi juga disampaikan Presiden Jokowi. kepada penyandang disabilitas yang telah Sementara itu, Ketua Umum Persatuan mengharumkan nama bangsa dari berbagai Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gufroni, bidang selain olahraga. Prestasi tersebut diraih menyampaikan rasa terima kasih kepada dari sebuah perjuangan yang tak pernah putus Presiden yang berkenan hadir. “Terima kasih asa. “Prestasi yang gemilang dari anak-anak Pak Presiden sudah berkenan hadir, biasanya kita tersebut saya pastikan bisa terjadi karena kami diterima di Istana,” katanya. Gufroni juga semangat juangnya, kerja kerasnya, dan juga mengapresiasi  Jokowi  yang menyempatkan kreativitasnya,” kata Jokowi.
    diri mengunjungi tenda-tenda sewa atau Presiden juga mengapresiasi dan menghargai tenant yang berisi berbagai jenis produk karya penyelenggaraan Hari Disabilitas Internasional penyandang disabilitas dari berbagai wilayah

di Indonesia. Ia menyebut ada 70 tenant yang berpartisipasi dalam perayaan tersebut mulai produk makanan, fashion, hingga bengkel. Gufroni berharap kegiatan serupa bisa diselenggarakan lebih banyak lagi dan di waktu yang tepat. “Agar melalui momentum ini, publik terus diingatkan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak-hak dasar yang perlu dipenuhi seperti warga negara lainnya,” kata Gufroni. Melalui tema Indonesia Inklusi dan Ramah

berarti Empowering Persons with Disabilities and Ensuring Inclusivness and Equality, Gufroni juga berharap semua kepala daerah dapat melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap rencana pembangunan. ”Saya mohon para menteri dan kepala daerah di Indonesia mulai dari gubernur, wali kota maupun bupati dapat mengajak penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan, mulai dari desa atau kelurahan. Karena yang tahu persis kebutuhan adalah penyandang disabilitas,” katanya.

para penyandang disabilitas mampu membuat keceriaan. Menampilkan prestasi-prestasi Disabilitas yang jika dalam bahasa Inggris

LAPORAN UTAMA

GURU DIKMEN

Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.PA., didampingi Dr. Kadarisman dan tim juri bersama para juara lomba menulis pendidikan inklusi

menegaskan, bahwa pendidikan inklusif tidak hanya bicara penyandang disabilitas semata. Tetapi lebih luas lagi dari sekedar disabilitas dan bagaimana upaya memberi perhatian khususnya pendidikan bagi kaum yang termarjinalkan.

PENGHARGAAN UNTUK GURU MENULIS PEDULI PENDIDIKAN INKLUSI

Pada peringatan HDI kemarin, Jokowi juga menyerahkan secara simbolik bantuan kepada para penyandang disabilitas, juga penghargaan kepada guru atas kepedualiannya terhadap pendidikan inklusi. Bantuan tersebut di antaranya, 2.000 alat bantu dengar, 1.000

para penyandang disabilitas inspiratif dan berprestasi.

Penghargaan kepada para guru, diberikan kepada tiga orang guru yang telah memenangkan lomba menulis tentang pendidikan inklusif. Kegiatan satu ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktorat PG Dikmen dan Diksus), Ditjen GTK, Kemendikbud. Ketiga guru itu berhasil menjadi penulis dengan gagasan terbaik dari 48 finalis. Mereka adalah: Andy Surya Hapsara, S.Sos., M.Pd., guru SMA Negeri 7 Yogyakarta (juara I), Parada Monita Napitupulu,

S.Pd., guru SMAN 1 Nekamese, Nusa Tenggara Timur (NTT) (juara II), dan Sawitri Mardiyah, S.Pd., guru SDN 2 Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur (juara III). Ketiganya tampak bangga dan senang berkesempatan bersalaman dan foto bersama Presiden.

INISIASI LOMBA GURU ASEAN

Pada kesempatan tersebut, Rena membuka wawasan peserta dengan menjelaskan arah dan fokus pembangunan dunia yang sudah berubah. Negara-negara yang tergabung dalam PBB sudah menyepakati untuk fokus kepada Sustainable Development Goals (SDGs). “Kalau dulu, Indonesia SEKILAS LOMBA MENULIS PENDIDIKAN dan negara-negara PBB bersepakat untuk INKLUSI BAGI GURU mencapai Millenium Development Goals (MDGs). Kegiatan final lomba menulis tentang Tetapi sekarang sudah berubah ingin mencapai pendidikan inklusi bagi guru pendidikan SDGs,” katanya. menengah dan pendidikan khusus sudah Di dalam SDGs, lanjut Rena, terdapat dilaksanakan selama tiga hari (29 November-1 13 komponen, dimana komponen keempat Desember) dan berakhir sehari sebelum adalah tentang pendidikan yang di dalamnya peringatan HDI berlangsung. Kegiatan ini memfokuskan pada pendidikan secara inklusif.

Uniknya, pembukaan dan penutupan kegiatan berada juga harus mendapat layanan pendidikan tersebut “diborong” oleh Direktur Pembinaan secara baik. Anak bangsa tersebut salah satunya Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan adalah penyandang disabilitas,” tegasnya. Khusus (PG Dikmen dan Diksus),   Ir. Sri Renani Selain itu, bersama Seameo Indonesia, Rena Pantjastuti, M.P.A. sedang menginisiasi kemungkinan diadakannya Mengawali sambutannya, Direktur PG lomba khusus guru se-ASEAN. Selama ini Dikmen dan Diksus yang biasa disapa Rena itu Seameo sudah menyelenggarakan Youth Camp, mengatakan bahwa belum pernah ia menghadiri wadah berkumpulnya guru dan siswa yang juga suatu kegiatan selama dua kali, pembukaan dilombakan. “Tetapi Youth Camp sebagian besar dan penutupan. “Baru kali ini saya datang dua adalah siswa terutama siswa dari kejuruan karena kali pada pembukaan dan penutupan. Mengapa di SLB telah dikembangkan 20 keterampilan saya datang dua kali? Karena saya benar-benar untuk menunjang kemandiriannya,” katanya. peduli terhadap pendidikan inklusif khususnya Keinginan Rena mengikutkan guru dalam di Indonesia,” ujar perempuan yang pernah lomba se-ASEAN tentu akan berdampak pada menjadi Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus guru yang dikirimkan nanti harus bisa berbahasa dan Layanan Khusus (Direktorat PKLK) itu. Inggris. “Karena guru yang ikut lomba tingkat Rena sangat berharap, baik kepada finalis ASEAN atau internasional tentu harus bisa maupun yang telah ditetapkan sebagai juara berbahasa Inggris dengan baik. Konsekuensinya agar bisa mengaktualisasikan gagasan yang pemenang dari lomba yang kita selenggarakan tertuang dalam tulisan yang dilombakan. Ia juga

kursi roda, serta penghargaan kepada digelar di Hotel Atlet Century, Senayan. “Artinya bahwa semua anak bangsa di manapun

harus bisa berbahasa Inggris. Jika syarat itu kita terapkan, akan semakin sedikit guru yang mengikuti seleksi. Tetapi bahasa Inggirs itu sangat penting bagi guru untuk berkomunikasi membuka cakrawala pengetahuannya jauh lebih luas,” jelas Rena.

juga berharap finalis bisa menggali dan memanfaatkan hasil kunjungannya ke Rumah Dunia asuhan Gol A Gong di Serang, Banten. Bersama pendiri yang memiliki nama asli Hendri Hendrayana Harris itu, peserta mendapat ilmu menulis di Bengkel Menulis. “Saya harapkan hasil kunjungan di Rumah Dunia bisa ditularkan kepada rekan sejawat di tempat tugas,” ucap Rena.

MENULIS HARUS DIDUKUNG REFERENSI BERKUALITAS

Kesejahteraan Penghargaan dan Perlindungan (Kesharlindung) Direktorat PG Dikmen dan Diksus, Dr. Kadarisman, menyampaikan

pentingnya diadakan lomba menulis ini. “Kami berkaitan dengan pendidikan inklusif,” katanya. melihat kemampuan guru dalam menulis belum Materi tulisan harus merupakan best optimal karena kurang mengakses informasi practices yang berorientasi pada peningkatan literatur, jurnal dan bacaan berkualitas. Para mutu yang membahas hal-hal yang terkait guru sebenarnya memiliki bahan empiris yang dengan pendidikan inklusif dengan mengaitkan banyak dan kuat, hanya saja pemanfaatan satu atau lebih aspek pendidikan karakter,

Kadarisman juga mengatakan bahwa guru peserta harus mengirimkan naskah tulisannya bisa mendapatkan promosi dan penghargaan melalui online sejak bulan Agustus 2018 lalu. sesuai dengan tugas dan prestasi kerja karena Dari ratusan naskah yang masuk, terseleksi guru dituntut menghasilkan invensi dan inovasi 52 naskah mereka berasal dari semua jenjang pembelajaran serta menghasilkan karya tulis. pendidikan, SD/SLB, SMP/SMPLB, SMA/SMKLB. Hal ini lantaran guru adalah jabatan fungsional Namun dalam final dari 52 peserta yang hadir 48 yang harus melakukan pengembangan orang saja, sisanya mengundurkan diri. Setelah keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan dilakukan penilaian naskah dan wawancara, diri, publikasi ilmiah dan atau karya inovatif. terpilih tiga peserta terbaik 1, 2 dan 3. Masing-Sedangkan tujuan digelarnya lomba menulis masing mendapat uang pembinaan, dan khusus pendidikan inklusif ini, masih kata Kadarisman, juara 1 mendapat tambahan sebuah laptop. adalah untuk menghasilkan tulisan terbaik yang Kepada para finalis yang belum berkesempatan berisi best practices tentang penyelenggaraan menjadi yang terbaik, juga diberikan uang pembinaan. S memotivasi agar aktivitas menulis di kalangan guru ini menjadi tradisi di khususnya yangMukti Ali

Di pengujung sambutannya, Rena referensi masih lemah,” katanya. kearifan lokal, literasi abad 21. Dalam lomba ini,

Sementara itu, Kepala Subdirektorat pendidikan inklusif. “Selain itu, lomba menulis ini

GURU DIKMEN LAPORAN UTAMA

HARI GURU NASIONAL TAHUN 2018

GURU PEMBENTUK KARAKTER BANGSA

alan menuju Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018) tampak padat sejak pagi hari. Para guru dari seluruh Indonesia berkumpul di sana untuk memperingati Hari Guru

JNasional (HGN), yang jatuh pada 25 November.

Suasana meriah, karena jumlah guru yang hadir mencapai 44 ribu orang. Acara diramaikan dengan tari Rampak Gendang untuk menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo dan rombongan.Rampak Gendang adalah salah satu kesenian tradisional asal Provinsi Jawa Barat. Kemudian disusul Tarian Payung asal Minangkabau, Sumatera Barat. Tampil pula tari asal Maluku dan Papua yang tak kalah memikat. Acara ini juga dihadiri para pejabat dari berbagai instansi, antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Koordinator Staf Khusus, Teten Masduki, dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Pada awal sambutannya, Presiden menyatakan kebanggaannya kepada guru. ”Saya sangat bangga berada di sini bersama para guru dari seluruh tanah air, Sabang sampai Merauke,” kata Presiden yang diiringi tepuk tangan bergemuruh seisi stadion. Presiden menegaskan bahwa guru merupakan profesi mulia dan tidak bisa digantikan oleh mesin. “Guru haruslah tetap guru. Guru tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun. Guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter anak bangsa dengan budi pekerti, toleransi, dan nilai-nilai kebaikan,” kata Presiden Joko Widodo disambut tepuk tangan riuh. Guru juga turut berjasa memperkokoh persatuan bangsa. “Guru-lah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi dan kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Presiden lebih lanjut. Presiden mengingatkan, dunia sedang berubah sangat cepat. Digitalisasi telah membawa perubahan besar di dunia pendidikan. “Kini ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. Dunia virtual adalah kampus kita. Google juga menjadi perpustakaan kita. Ir. H. Joko Widodo Wikipedia juga menjadi ensiklopedi Presiden Republik Indonesia

kita. Kindle, buku elektronik, juga menjadi buku pelajaran kita,” katanya lebih lanjut. Para guru harus waspada terhadap maraknya media digital yang muncul. “Kita sering terkaget-kaget anak-anak muda kita mampu belajar secara mandiri. Mereka bisa tahu jauh lebih banyak melalui bantuan teknologi. Oleh sebab itu peran guru harus lebih dari mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa. Guru dituntut lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan lebih menyenangkan bagi siswa,” jelas Jokowi. Presiden menjabarkan, dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah memberikan prioritas besar kepada pembangunan sarana dan prasarana. “Dengan cara ini pemerintah ingin membuka keterisolasian, membangun konektivitas, memperkokoh persatuan nasional,” katanya. Dengan adanya infrastruktur maka antar pulau, provinsi, dan kabupaten telah disambungkan dengan infrastruktur yang baik dan membangun sentra-sentra ekonomi baru. “Serta memperbaiki akses pelayanan kepada masyarakat termasuk pelayanan pendidikan,” ujar Presiden. Pemerintah mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk pendidikan setiap tahun sebagaimana diamanatkan undang-undang. Sebagaimana diketahui,

Beberapa pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus sedang mengikuti Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP Gerak Jalan Sehat bersama Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.PA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menyemarakkah HGN 2018

banyak negara maju mengutamakan kualitas pendidikan dan guru secara khusus. Langkah ini merupakan bagian dari cara mereka membangun negara dan bangsa masing-masing. Mulai 2019 pemerintah akan menggeser program unggulan dari pembangunan infrastruktur menjadi program besar-besaran untuk memperkuat sumber daya manusia. “Kualitas SDM di semua jenis profesi serta kualitas SDM di usia dini dan remaja harus kita tingkatkan secara signifikan. SDM kita harus mampu menghadapi dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang begitu cepat saat ini,” ujar Presiden kembali. Karena pembangunan SDM menjadi prioritas utama, maka peran guru akan semakin sentral, semakin utama, dan semakin strategis. “Guru harus menjadi agen-agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen-agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa. Sebagaimana topik acara hari ini guru dituntut untuk meningkatkan profesionalisme guru untuk menuju pendidikan abad 21,” ucap Presiden.

DOA UNTUK GURU

Di tengah-tengah perayaan Hari Guru Nasional ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi keprihatinan atas beberapa bencana. Dua yang terbesar baru terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Tidak kurang dari 22 ribu orang guru dan tenaga kependidikan serta peserta didik telah menjadi korban, baik yang meninggal dunia, luka berat, kehilangan sanak keluarga, maupun yang kehilangan tempat tinggal. “Doa terbaik dari kita semua untuk para guru dan tenaga kependidikan yang terdampak bencana tersebut. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan dan kekuatan kepada para guru beserta keluarganya,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melalui YouTube, dalam rangka memperingati HGN 2018.

Muhadjir mengingatkan tantangan pendidikan di abad 21 semakin berat. Hal ini meniscayakan peningkatan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Revolusi industri keempat yang sudah merambah ke semua sektor harus disikapi dengan arif karena telah mengubah peradaban manusia secara fundamental. “Diperlukan guru profesional, guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat tersebut untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia unggul dengan kompetensi global,” ujar Menteri kembali. Menteri bersyukur saat ini konsentrasi pemerintah pada pembangunan SDM semakin besar seiring dengan upaya menggenjot pembangunan infrastruktur. “Pada saat kemajuan infrastruktur sudah sedemikian baik, maka tidak ada pilihan lain kecuali harus menyiapkan SDM yang unggul dengan kompetensi global,” kata Menteri menerangkan.

SISTEM ZONASI

Dalam rangka perluasan akses, pemerataan mutu, dan percepatan terwujudnya guru profesional, pada tahun yang akan datang, Kemendikbud akan menerapkan Kebijakan Sistem Zonasi. “Kebijakan Sistem Zonasi diharapkan akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air,” ujarnya. Sistem zonasi tersebut diharapkan akan memudahkan penanganan dan pengelolaan guru, mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir, dan penyaluran bantuan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. S

Rihad Wiranto

GURU DIKMEN LAPORAN UTAMA

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Supriano, M.Ed., sedang menyematkan penghargaan kepada penerima Satyalancana Pendidikan.

SEMARAK HGN 2018

SEMANGAT GURU SAMBUT ABAD 21

alam rangkaian Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun melalui rute yang telah ditentukan. Pemberangkatan dimulai di halaman 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kemendikbud, kemudian berjalan ke arah Semanggi, dilanjutkan ke Patung mengadakan serangkaian acara. Pada Minggu, 25 November 2018, Senayan, dan kembali ke kantor Kemendikbud. Dbertepatan dengan HGN, Kemendikbud menggelar kegiatan Gerak Dalam acara Gerak Jalan Sehat itu, Muhadjir pun turut berpartisipasi Jalan Sehat di kawasan bebas kendaraan bermotor di Senayan, Jakarta. dengan berjalan kaki berhambur dengan peserta lain. Menteri juga Sebelum kegiatan jalan sehat dimulai, para peserta bersama-sama mengenakan kaos dan topi berwarna putih, sama seperti peserta melakukan pemanasan dengan melaksanakan senam pagi. lainnya. Meskipun ajudannya telah mempersiapkan sepeda untuknya, Mereka melenturkan otot-otot dengan bimbingan para instruktur namun Menteri Muhadjir menyelesaikan acara tersebut dengan jalan kaki yang telah disiapkan. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sepenuhnya. (Mendikbud) Muhadjir Effendy secara resmi melepas 3.200 peserta Gerak Di sela-sela Gerak Jalan Sehat, Menteri Muhadjir menyampaikan ucapan Jalan Sehat yang tampak sangat antusias. Sambil memegang bendera dari selamat kepada para guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia. atas podium di halaman gedung Kemendikbud, Muhadjir melepas peserta “Kepada para guru di seluruh Indonesia atau di mana saja berada, saya gerak jalan sehat sekitar pukul 08.00 WIB. ucapkan selamat Hari Guru Nasional 2018. Marilah kita tingkatkan kerja Usai Menteri melakukan pelepasan, ribuan peserta yang terdiri dari staf kita, pengabdian kita kepada nusa dan bangsa ini demi menyiapkan masa Kemendikbud dan para guru seluruh Indonesia perlahan-lahan berjalan depan Indonesia yang lebih maju melalui generasi-generasi muda yang ada di tanah air kita saat ini. Selamat Hari Guru Nasional,” ujar Mendikbud.

Menteri juga menyatakan penghargaan karena guru di seluruh daerah juga memperingati HGN dengan penuh antusias. “Yang jelas semua daerah, guru-guru di daerah menyongsong Hari Guru Nasional tahun ini,” kata Muhadjir.

profesionalisme untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif. “Momentum Hari Guru Nasional di tahun 2018 ini, Kemendikbud akan berupaya meningkatkan profesionalitas guru sebagai sebuah profesi. Fokus Kemendikbud adalah meningkatkan profesionalisme guru, profesionalisasi tenaga pendidikan yang masih memerlukan berbagai perbaikan,” tegasnya. Dalam acara jalan sehat yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB ini, Kemendikbud juga menggelar Lomba Foto Instagram Jalan Sehat Hari Guru dengan memperebutkan hadiah mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta.

PENGHARGAAN SATYA LENCANA

Keesokan harinya, pada Senin, 26 November 2018, Kemendikbud mengadakan upacara bendera dalam rangka memperingati HGN. Upacara ini diikuti oleh pejabat eselon I, II, III, IV, dan staf dari seluruh unit utama di lingkungan Kemendikbud. Suasana khidmat sangat terasa saat upacara bendera berlangsung. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Supriano, M.Ed. menjadi Pembina Upacara Peringatan HGN yang tahun ini mengambil tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21.” Dalam kesempatan tersebut, Supriano mengajak para guru untuk terus menerus membangun peradaban sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter, serta mampu bersaing dalam kancah pergaulan global. “Bangsa ini menitipkan amanah kepada Bapak dan Ibu Guru untuk memelihara, mengembangkan jati diri, dan membentuk

karakter generasi penerus agar bangsa ini menjadi bangsa yang tangguh, bangsa yang mandiri, berdaya saing dan penuh toleransi,” ujarnya. Pada upacara tersebut, pemerintah memberikan penghargaan Satya Lencana Pendidikan kepada 30 Guru dan Tenaga Kependidikan. “Atas nama

semua guru dan tenaga kependidikan Indonesia,” katanya. “Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mari kita berdoa, semoga martabat guru semakin dijunjung tinggi seiring dengan meningkatnya profesionalisme, yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan, dan dedikasi dalam menjalankan tugas mulianya,” kata Supriano lebih lanjut. Supriano menambahkan, meskipun teknologi informasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh, peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan. “Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian,” jelas Supriano. Saat ini, kurang bijak rasanya jika menyalahkan dahsyatnya perkembangan teknologi informasi. “Kita harus mampu mengarahkannya menjadi potensi positif alih-alih terkena dampak negatifnya. Terlebih pada tahun 2019 yang akan datang, penetrasi revolusi industri keempat tersebut akan masuk semakin dalam ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan,” kata Supriano kembali. Oleh sebab itu, peningkatan profesionalisme guru menjadi penting karena hal itu merupakan salah satu syarat utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter serta menguasai kecakapan abad ke-21 yang dibutuhkan oleh setiap peserta didik. S

Rihad Wiranto

Menteri menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan ucapan selamat kepada

GURU DIKMEN GURU DIKMEN LAPORAN KHUSUS LAPORAN KHUSUS

Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy M.AP sedang menyapaikan arahan pada Rakor Penataan GTK RAPAT KOORDINASI PENATAAN GTK

ZONASI CARA BARU MENATA MUTU GURU

ementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Rakor ini menitik beratkan pembahasan gagasan Mendikbud mengatasi tengah dilanda tugas cukup besar dan berat. Tugas tersebut tak lain adalah mengurai sengkarut masalah guru dan tenaga

Kkependidikan (GTK) yang terus mengemuka dari waktu ke waktu.

Sejatinya, Kemendikbud tak pernah berhenti membuat terobosan baru mengurai masalah tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, terobosan baru yang dibuat itu dirasa semakin tertinggal. Apalagi kondisi kekinian yang tengah dihadapi, gelombang revolusi industri

4.0 yang kian mendekat yang GTK bisa jauh lebih cerdas dan tepat menyikapinya. Mengingat GTK menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan pendidikan. Kemendikbud harus bertindak cepat dan tepat mengurai benang kusut masalah GTK tersebut. Untuk itulah, menjelang tutup tahun 2018, Direktorat Jederal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) yang punya kewenangan menangani GTK mengambil langkah konkrit, dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penataan GTK tahun 2018.
permetaraan mutu GTK yang belum merata dengan baik. Solusi yang akan segera ditindaklanjuti adalah dengan menerapkan sistem zonasi. Rakor Penataan GTK ini dilangsungkan secara bertahap, ada empat tahap yang terjadwal dengan menghadirkan total peserta sebanyak

1.644 dari kalangan para pemangku kepentingan terkait guru dan tenaga kependidikan (GTK) di provinsi, kabupaten/kota. Tanggal 14 Novemer 2018 dilangsungkan tahap pertama selama tiga hari bertempat di Hotel Millenium, Kebon Sirih, Jakarta. Peserta yang hadir sebanyak 396 orang berasal, utusan dari unsur dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi, serta dari unsur Badan Kepegawaian Daerah kabupaten/kota, dan provinsi. Peserta tahap pertama ini, adalah GTK dari Region I Jakarta berasal dari Provinsi Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

DIBUTUHKAN GURU CERDAS DAN KREATIF

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka

Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Eeffendy, M.AP yang didampingi Dirjen GTK Dr. Supriano, M.Ed. Mengawali sambutannya, Mendikbud mengatakan bahwa ika masalah guru tertangani dengan baik maka pendidikan di Indonesia akan selesai. “Sebenarnya kalau masalah guru ini tertangani dengan baik, maka 70% urusan pendidikan di Indonesia ini selesai. Yang kita butuhkan saat ini adalah guru yang kreatif, cerdas, inovatif, bekerja berdasarkan panggilan jiwa sehingga pikiran dan hatinya

Mendikbud dalam sambutannya saat membuka Rakor Penataan Guru dan Tenaga Kependidikan di Hotel Millenium, Kebon Sirih, Jakarta, pada Kamis 15, November 2018. Mendikbud Muhadjir menambahkan, saat ini beban kerja guru bukan lagi 24 jam tatap muka melainkan 8 jam selama 5 hari kerja seperti ASN pada umumnya. Hal ini sudah diterapkan mulai tahun ini, secara bertahap sekolah menerapkan jam belajar mengajar selama 8 jam selama 5 hari kerja. “Sedangkan untuk siswa, sekolah bisa menerapkan program reguler seperti pada umumnya atau boarding school. Untuk sekolah negeri

tetap sekolah reguler dan kalau memang ada Dalam zonasi keberadaan guru akan kebijakan untuk pelajaran tambahan, silahkan makin diperkuat dan lebih berdaya. Muhadjir

oleh sekolah sendiri maupun bekerja sama terdapat guru Biologi tetapi masih kekurangan dengan penyelenggara pendidikan di luar guru Fisika. Ke depan, guru biologi tersebut akan sekolah. Namun, guru tetap masuk 8 jam dan diberdayakan bisa mengampu mata pelajaran tidak perlu menambah jam mengajar,” jelas fisika dengan cara disekolahkan terlebih dahulu. Muhadjir. “Ini cara yang akan dilakukan dalam sistem Dengan begitu, lanjut Muhadjir, ia berharap Zonasi sehingga kebutuhan guru di tiap zona semua guru yang sudah bersertifikat pendidik bisa terpenuhi. Zonasi akan terus kita perkuat sudah bisa menikmati tunjangan profesi tahun depan. pendidik. Tak ada lagi keluhan adanya guru Muhadjir juga mengharapkan agar Lembaga yang sudah mempunyai sertifikat tetapi tidak Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ke bisa mendapatkan tunjangan profesi karena depannya menyediakan jurusan mayor dan

“Bapak dan Ibu jangan mengira Kemendikbud menyampaikan kepada Bapak Menristekdikti senang bila guru tidak mendapatkan tunjangan agar LPTK kembali memiliki double track untuk profesi karena ini justru akan membuat setiap guru dimana guru mengajar minimum masalah yaitu menjadi Sisa Lebih Pembiayaan 2 mata pelajaran yang serumpun, contohnya Anggaran (SILPA). Kalau banyak dana SILPA-nya Sosiologi dengan Antropologi. Selama ini yang maka daerah tersebut dianggap tidak berhasil membuat kita boros adalah keadaan dimana menggunakan anggaran”, kata Mendikbud. satu guru hanya mengajar satu mata pelajaran dan kalau mau mengajar lebih dari satu mata

ZONASI UNTUK PEMERATAAN MUTU

pelajaran akan dikatakan tidak linier dan tidak

PENDIDIKAN

diakui. Untuk para guru yang sudah ada maka

Pada kesempatan tersebut, Mendikbud akan kita sekolahkan kembali sesuai dengan kebutuhan di masing-masing zona. Oleh karena juga menyampaikan agar sistem zonasi benar-benar dapat dilaksanakan untuk itu, pemetaan guru sangat penting”, katanya.

kemajuan dunia pendidikan. Sistem zonasi tersebut juga berfungsi TAK USAH RAGU DENGAN ZONASI untuk pemerataan mutu GTK dalam Penanganan semua masalah pendidikan pembelajaran. “Sistem zonasi akan nantinya akan berbasis zonasi. Muhadjir terus kita perkuat. Tahun depan ada meyakinkan dan mengajak peserta yang berasal

2.578 zona di seluruh Indonesia yang dari kalangan pemangku kepentingan di daerah telah disepakati oleh dinas-dinas itu untuk tidak ragu dengan gagasannya. pendidikan,” katanya. “Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara
yang menerapkan sistem zonasi di Asia Tenggara. Singapura telah menerapkan zonasi sejak 12 tahun yang lalu. Australia sudah lama, Amerika apalagi. Dan setahu saya yang paling

menjelaskan, misalnya pada suatu zona langsung oleh Menteri Pendidikan dan melaksanakan ekstrakurikuler yang dilakukan

akan tergerak,” demikian disampaikan tidak bisa memenuhi 24 jam tatap muka. minor untuk setiap calon guru. “Saya sudah

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

LAPORAN KHUSUS

GURU DIKMEN

Suasana peserta selama kegiatan Rakor Penaataan GTK yang dilangsungkan di Hotel Millenium, Kebon Sirih, Jakarta

bagus adalah Jepang. Jepang yang kaya raya itu, ketika kondisi perekonomiannya bagus, yang ditangani terlebih dahulu adalah pendidikan,” terangnya. Muhadjir lantas menceritakan bagaimana kondisi Negara Jepang yang luluh lantak akibat di Bom Atom oleh Amerika Seritak. “Ketika Jepang dibom oleh Amerika, sang Kaisar Jepang terlebih dahulu menanyakan jumlah guru yang tersisa ada berapa. Kaisar tidak menanyakan berapa gedung yang hancur, berapa korban jiwa, melainkan berapa orang guru yang masih hidup. Jepang itu zonanya sudah tertata sampai sangat baik. Sehingga anak-anak SD kalau bersekolah tidak ada yang memakai kendaraan. SD dan SMP itu jalan kaki, dan jalan kakinya itu bagian dari mata pelajaran. Tidak ada anak-anak berangkat ke sekolah bergerombol ketawa- ketawa. Berangkat ke sekolah dengan jalan kaki itu di Jepang termasuk pendidikan karakternya. Melihat kondisi ini, saya sangat iri,” katanya. Dari sinilah Muhadjir melihat pentingnya zonasi di Indonesia. “Saya bermimpi suatu saat zona di Indonesia seperti di Jepang. Anak tidak perlu lagi diantar ke sekolah. Di Indonesia ini

kan, mengantar anak itu bagian dari gengsi ketahuan mana sekolah yang bagus, mana yang sosial. Semakin mewah semakin gengsi. Sekolah tidak bagus di setiap zona. Kalau ada sekolah juga begitu, semakin berduit maka sekolah bagus, sudah cukup. Yang akan kita tangani itu semakin favorit. Terus terang saja saya adalah sekolah yang tidak bagus. Nanti anggaran menyatakan perang dengan rakyat-rakyat yang yang saya sebutkan tadi, baik DAU, DAK, maupun tidak baik itu,” tegasnya. APBD dari daerah, kemudian anggaran afirmasi dari Kemendikbud Pusat nanti difokuskan untuk

DAMPAK ZONASI BAGI GURU

sekolah-sekolah yang tidak bagus itu,” lanjut Muhadjir. Kebijakan zonasi akan berdampak pada Untuk itu, Muhadjir meminta kepada guru penataan guru dalam suatu wilayah. Rotasi yang berada di sekolah yang tidak bagus, atau mutasi guru dalam satu zona akan sangat jangan gelisah. “Harapan kita, tiga tahun ketika mungkin terjadi. Rotasi guru, kata Muhadjir tidak anaknya tamat di sekolah itu, sudah bagus. akan diberlakukan antarzona. “Ini kan sudah Tetapi sekali lagi, uang itu ada pada bapak/ibu mulai bisa, bahkan dari pejabat kami banyak di daerah kabupaten/kota dan provinsi. Guru yang menganggap bahwa ini tidak manusiawi. itu juga tenaga daerah. Kalau guru SMA/SMK Tidak seperti itu. Dalam zonasi nantinya, itu ditangani provinsi, kalau guru SD dan SMP di guru PNS itu harus merata di zona itu, jangan kabupaten/kota,” katanya. sampai ada sekolah yang isinya semua PNS, Regulasi Kemendikbud teriakit kebijakan ada yang hanya sebagian PNS. Termasuk yang zonasi ini supaya dipatuhi dan dijalankan bersertifikat, mestinya diratakan. Tidak boleh dengan baik oleh tiap pemerintah daerah. “Kalau numpuk di satu sekolah,” tuturnya. “Saya sudah merancang, untuk sistem akreditasi juga harus tidak dipatuhi, ya kita tidak bisa berbuat banyak. berubah karena sekolah harus sama. Itulah Karena kalau nanti memakai sanksi, nanti kebijakan zona. Kalau pemetaan guru sudah energi saya habis untuk memberi sanksi kepada terjadi dan zona sudah ada, nanti kan akan mereka yang tidak patuh. Apalagi sampai

Pembukaan Rakor Penataan GTK ditandai dengan pemukulan gong oleh Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP didampingi Dirjen GTK Dr. Supriano, M.Ed

sekarang juga belum ada aturan. Saya sudah berdiskusi dengan Bu Menteri Keuangan, salah satu alat penalti untuk yang tidak patuh, yang paling memungkinkan ya dana. Misalnya dana DAK atau DAU. Tapi seperti apa bentuk nantinya juga perlu kita luruskan, karena banyak daerah yang tenang-tenang saja ketika kena penalti. Kita penalti, dananya tidak kita keluarkan, hanya ketawa-ketawa saja dia karena yang bingung kan bukan daerahnya tetapi sekolah,” katanya.

Bekerja atas dasar menghindari penalti itu justru tidak bagus. Bekerja yang betul-betul sesuai dengan prosedur, itulah yang bagus. “Sama dengan kalau lalu lintas itu bagus kalau orang-orang tertib mematuhi karena demi aturan itu sendiri, bukan karena ada polisi atau tidak. Jadi kita betul-betul mematuhi peraturan demi segera mempercepat kemajuan di bidang pendidikan. Kemendikbud nanti akan lebih fokus dalam wilayah-wilayah yang mengerti dan diafirmasi. Karena itu kalau daerah sudah memiliki kesadaran tinggi, mengalokasikan 20 persen anggaran dari APBD, kemudian DAK disalurkan dengan sungguh-sungguh, kita harus

optimis ke depan akan berjalan dengan baik,” dan Bangka Belitung. Sedangkan Region III tandas Mendikbud. Makassar mengundang 462 peserta dari Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara,

SOSIALISASI ZONASI BAGI PEMANGKU

Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan

KEPENTINGAN DAERAH

Papua Barat. Sementara untuk Region IV Sementara itu, Direktur Jenderal Guru Surabaya mengundang sebanyak375 peserta dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Dr. dari Provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Supriano, menjelaskan bahwa Rakor Penataan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa GTK ini mengundang peserta sebanyak 1.644 Tenggara Timur). orang. Mereka adalah utusan dari unsur Dinas Dijelaskan pula oleh Supriano, bahwa Pendidikan Kabupaten/Kota (dua orang), Dinas tujuan Rakor Penataan GTK ini adalah untuk Pendidikan Provinsi (dua orang), dan dari Badan menyamakan persepsi tentang perencanaan Kepegawaian Provinsi, Kabupaten/kota yang dan pengendalian kebutuhan guru yang meliputi, masing-masing satu orang. “Pelaksanaannya analisis jabatan guru, analisis beban guru, akan disebar pada empat Region yang telah penghitungan kebutuhan guru, serta distribusi ditentukan, yakni Region I dan II di Jakarta, guru berbasis zona.“Dengan rakor ini kita akan region III di Makassar dan Region IV dilaksanakan memperoleh kesepakatan jumlah formasi/ di Surabaya. Rakor yang saat ini berlangsung kebutuhan guru per sekolah, per jenjang, per adalah untuk Region I,” katanya. mata pelajaran, yang akan diusulkan oleh bupati/ Region II masih di Jakarta dengan walikota/gubernur melalui Badan Kepegawaian mengundang 411 peserta. Mereka berasal dari Daerah (BKD) untuk keperluan formasi tahun Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, 2019 yang akan datang,” jelas Supriano. S Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan

Mukti Ali

GURU DIKMEN LAPORAN KHUSUS LAPORAN KHUSUS

antangan pegawai negeri semakin kompleks dari masa ke masa. Dari sisi eksternal, globalisasi dan persaingan semakin tajam sehingga membutuhkan pegawai yang semakin cakap dan kreatif.   Selain itu, tuntutan publik atas kinerja pegawai juga

Tsemakin tinggi. Sementara di sisi internal, pegawai negeri harus terus diperbaiki.

Antara lain dari sisi disiplin dan ketepatan penempatan antara kapasitas dan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini disampaikan oleh Dr. Arizal, M.Si, Asisten Deputi  Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dalam Rapat Koordinasi Penataan Guru dan Tenaga Kependidikan. Acara ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, yang berlangsung di Hotel Millenium Jakarta, pada 14-16 November 2018. Untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin berat tersebut, pemerintah mencanangkan profil aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki karakter positif. Antara lain mereka diharapkan memiliki   integritas, jiwa nasionalisme, berwawasan global, menguasai IT, dan. menguasai bahasa asing. Selain itu, pegawai harus mampu melayani publik dengan baik, memiliki jaringan, dan berjiwa kewirausahaan. Intinya, pemerintah bertekad membangun birokrasi berkelas dunia. Karakter pegawai negeri yang hebat tersebut juga berlaku untuk para guru. Saat ini, aparatur sipil negara (ASN) berjumlah 4,35 juta orang. Sebanyak 1,2 juta orang diantaranya adalah guru. “Pemerintah memiliki perencanaan strategis untuk merekrut, mengembangkan kapasitas ASN, serta melakukan reformasi kesejahteraan bagi mereka,” ujarnya lebih lanjut. Sesuai data September 2018, kebutuhan guru 1,9 juta PNS. Sementara guru yang ada baru 1,2 juta orang. “Jadi kita membutuhkan sekitar 707 ribu guru baru,” ujarnya, seraya menjelaskan bahwa pemenuhannya akan dilaksanakan secara bertahap. Terkait dengan perekrutan guru yang kini sedang menjadi perhatian, pemerintah Dr. ARIZAL, M.Si., melakukannya dengan penuh perhitungan. Ia menjelaskan, jumlah guru yang akan direkrut KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA tergantung dari beberapa faktor. Antara lain, berapa banyak jumlah sekolah, jumlah kelas DAN REFORMASI BIROKRASI setiap sekolah, dan jumlah murid setiap sekolah/kelas. Pemerintah juga mempertimbangkan peta kebutuhan  dan ketersediaan guru di lapangan. Termasuk memperhatikan redistribusi dan penarikan, serta mutasi guru dari TK ke SD dan SLTP ke SLTA. Hal lain yang diperhitungkan adalah banyaknya guru yang pensiun. “Kami mengharapkan kerjasama pemerintah daerah

INDONESIA

untuk menghitung kebutuhan guru dengan betul,” ujarnya. Dengan demikian, perekrutan guru bisa tepat sasaran.

BUTUH Sesuai perencanaan, pemerintah akan merekrut guru dengan status PPPK sebanyak 70

persen, dan yang berstatus CPNS sekitar 30 persen. Mereka yang diprioritaskan adalah lulusan S1 Pendidikan Guru dan memiliki sertifikat sesuai pemetaan oleh Kemdikbud, Kemenristekdikti,

707 RIBU

dan Kemenag.  Bagi guru PNS yang mengajar tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dimiliki, mereka akan diarahkan untuk menjadi tenaga kependidikan yang menangani bidang administrasi, laboratorium, dan perpustakaan. “Agar guru memiliki komitmen mengajar yang

GURU BARU

tinggi khususnya di daerah terpencil, KemenPAN dan RB akan menerbitkan PermenPAN RB yang salah satunya menyatakan guru dilarang pindah tempat kerja setidaknya selama 10 tahun terhitung sejak berstatus PNS,” katanya.  S

Rihad Wiranto

EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018 EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018

aat ini,  Pemerintah kembali  melakukan perekrutan guru untuk menutupi kekurangan yang ada. Meski demikian, pemerintah tidak asal-asalan dalam merekrut para pendidik. Dunia pendidikan membutuhkan para guru yang berkualitas dan kompeten. Karena itu,

Sproses seleksi juga dilakukan secara ketat. Tentu tidak mudah mencari guru yang

berkualitas, itu terlihat banyaknya jumlah pelamar yang tidak lolos passing grade. Berdasar data dari Badan Kepegawaian Negara, pada proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, ternyata banyak yang tidak memenuhi syarat. Mereka yang lolos passing grade di seluruh Indonesia cukup  memprihatinkan. “Pada seleksi passing grade rata-rata hanya lulus 7 persen. Miris hasilnya. Di tingkat pusat sekitar 16 persen, sementara semakin ke Timur Indonesia, angkanya semakin kecil, “ kata Heni Sri Wahyuni, S.Kom,

M.T.I Kepala Bidang Informasi Kepegawaian pada Direktorat Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menyampaikan data tersebut saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Penataan Guru dan Tenaga Kependidikan. Acara ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang berlangsung  di Hotel Millenium Jakarta, pada 14-16 November 2018. Secara nasional, jumlah guru untuk instansi pusat terdapat 10.618 formasi, jumlah pelamar
209.513, serta yang lolos verifikasi 176.772 orang. Mereka yang ikut selesai   berasal dari Papua dan Papua Barat, penyandang disabilitas, lulusan terbaik, dan umum. Sedangkan yang formasi untuk instansi daerah sebanyak 76.165 lowongan. Peserta yang mendaftar 1.050.120 pelamar.  Jumlah yang memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi sebanyak 945.854 orang. Peserta seleksi berasal dari lulusan terbaik, atlet berprestasi, penyandang disabilitas, dan umum. Khusus untuk  wilayah Regional I,  sesuai data BKN per tanggal 13 November 2018, jumlah yang lolos seleksi sebanyak 4.288. Sedangkan yang tidak lolos alias tidak lulus passing grade

HENI SRI WAHYUNI, S.Kom., M.T.I.,

sebanyak 212.246 orang. Ada 10 provinsi yang masuk ke regional I yakni Bengkulu, Lampung, BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Untuk mereka yang mengikuti melalui jalur pegawai honorer, yang berhasil melewati seleksi

SELEKSI

sebanyak 625 orang dan yang gagal 1.630 orang. Hasil terbaik diperoleh Jawa Barat. Dari jalur umum, yang lolos passing grade sebanyak 1.679 orang. Jumlah peserta yang tidak lolos 79.935 orang. “Sementara dari jalur honorer yang lolos 431 orang dan yang tidak lulus 891 orang,” kata

KETAT

Heni lebih lanjut. Pada seleksi Eks Tenaga Honorer Kategori 2 (THK2) untuk wilayah regional I dibutuhkan

3.330 formasi tapi yang mendaftar   2.323 orang. Sementara yang memenuhi syarat setelahUNTUK dilakukan verifikasi sebanyak 2. 321 orang. Untuk perekrutan guru garis depan, pemerintah masih membutuhkan tambahan guru. Berdasar data BKN, di Regional I terdapat 1.553 formasi pada tahun 2017 dan masih tersisa 56DAPATKAN formasi yang belum terisi. “Jumlah yang belum terisi paling banyak berada  di Kalimantan Barat sebanyak 44 guru,” kata Heni menjelaskan. S

GURU

Rihad Wiranto

KOMPETEN

GURU DIKMEN PROGRAM

Dr. James Modouw, M.MT., Staf Ahli Mendikbud Bidang Guru mitra yang sedang melakukan pendampingan di Hubungan Pusat dan Daerah (tengah) usai memberikan sebuah sekolah imbas di Papua disambut hangat oleh pembekalan kepada guru mitra yang akan diberangkatkan ke pejabat, kepala sekolah, guru dan siswa setempat Papua dan Papua Barat. (DOK. Misbah)

KEMITRAAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH 2018

KEMITRAAN GURU DIKMEN MENDUKUNG SISTEM ZONASI

ementerian Pendidikan dan Kebudayaan Timur, Papua dan Papua Barat) memperoleh (Kemendikbud) senantiasa mendorong kesempatan untuk magang di sekolah-sekolah guru saling berbagi praktik dan di Jawa selama seminggu. Setelah selesai

Kpengalaman terbaiknya. Guru-guru magang, guru-guru ini akan kembali ke tempat

diberdayakan untuk mengembangkan komunitas tugas masing-masing, melakukan perubahan- pembelajar di wilayah masing-masing melalui perubahan dengan belajar dari praktik terbaik, MGMP. “Dengan demikian, Program Kemitraan dan mendiseminasikan ke rekan-rekan sejawat Guru sejalan dengan sistem zonasi sesuai yang lain. arahan Pak Menteri,” ujar Dr. James Modouw, Mereka akan terus didampingi oleh guru-

M.MT., Staf Ahli Mendikbud Bidang Hubungan guru dari Jawa dan Bali melalui mekanisme pada Workshop Program Kemitraan Guru pendampingan secara tatap muka langsung. Pendidikan Menengah pada bulan September Hasil praktik baik pemagangan ini disebarluaskan 2018 di Menteng, Jakarta Pusat.
dalam kegiatan Seminar Sehari di lima belas Program Kemitraan Guru Pendidikan wilayah asal guru imbas dengan mengundang Menengah efektif menjembatani guru belajar guru-guru sejawat dari kabupaten setempat, dan berbagi pengalaman terbaik dari rekan Dinas Pendidikan Provinsi, Ketua MGMP dan sejawatnya. Guru-guru dari luar pulau Jawa menghadirkan Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA, (provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi dan Pendidikan Khusus sebagai narasumber Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara pusat melalui fasilitas video conference.

Seminar ini dilanjutkan dengan workshop penyusunan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan kecakapan abad 21, serta penyusunan soal higher order thinking skills (HOTs). Lebih dari seribu guru dari lima belas lokasi terlibat dan antusias mengikuti seminar dan workshop kegiatan kemitraan ini. Guru memiliki kecenderungan mengajar dengan gaya yang pernah dialaminya. Sewaktu masih bersekolah, guru diajari materi dengan

mengajar materi tersebut dengan ceramah juga. Pada Program Kemitraan Guru Dikmen, guru diberikan kesempatan memperoleh pengalaman-pengalaman pengelolaan pembelajaran yang terbaik dan inovatif, mulai dari perancangan RPP, proses pembelajaran, maupun proses penilaian peserta didik sesuai dengan kurikulum K13. “Proses adopsi inovasi pembelaran inovatif tidak serta merta dapat langsung diterapkan, perlu adaptasi dengan

Pusat dan Daerah, saat memberikan pengarahan pendampingan dalam jaringan dan metode ceramah, maka guru tersebut cenderung

Pelaksanaan Seminar Nasional di salah satu sekolah imbas yang diikuti guru dikmen sekitar dengan harapan terjadi pengimbasan lanjutan dari hasil praktik baik Program Kemitraan Guru Dikmen

budaya setempat,” demikian disampaikan Rena. “Untuk memastikan kesinambungan program kemitraan, proses saling belajar tidak boleh selesai ketika program yang difasilitasi Kemdikbud ini selesai,” pesan Rena kepada peserta Program Kemitraan Guru Dikmen. Memang, Program Kemitraan didesain agar proses kemitraan tetap berkesinambungan, guru-guru tetap berhubungan dalam upaya peningkatan mutu. Mereka akan berupaya menghidupkan kembali MGMP yang ada di daerah sebagai tindak lanjut program kemitraan. Direktorat Pembinaan Guru Dikmen dan Diksus mendesain secara cermat Program Kemitraan untuk menjembatani interaksi positif antar sesama guru dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan mutu di sekolah masing-masing. Program Kemitraan Guru SMA melibatkan guru pengampu mata pelajaran

Matematika. Selain pemagangan, guru belajar dari kelas guru lain, mengamati dengan seksama, melakukan refleksi pembelajaran bersama, mempraktikan secara langsung di lapangan atas hasil yang diperoleh, dan selanjutnya dapat menerapkan di sekolah masing-masing.

Misalnya, guru yang mengalami kesulitan menghadapi siswa-siswa yang motivasi belajarnya rendah. Apa penyebabnya? Bagaimana cara menanganinya? Permasalahan itu didiskusikan bersama, dicari solusi secara bersama, dan solusi dipraktekkan langsung di kelas pembelajaran yang nyata. Dengan demikian diharapkan percepatan pemerataan mutu pendidikan segera dapat terwujud. Dra. Tina Jupartini, M.Pd., “Sekolah-sekolah di Jawa kan sudah bagus-Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi bagus, ke depan diharapkan sekolah di luar Jawa yang ikut program kemitraan mutunya bisa sebagus yang ada di Jawa. Jadi, program yakni keterbatasan buku-buku bacaan, kontan kemitraan guru dapat mengurangi kesenjangan siswa-siswa SMA N 70 Jakarta berinisiatif mutu pendidikan di Jawa dan luar Jawa,” tegas untuk mengumpulkan buku-buku buat Kasubdit Program dan Evaluasi, Dra. Tina disumbangkan ke Waingapu. Warga sekolah Jupartini, M.Pd. juga menyambut positif ide ini dan segera Manfaat lain program Kemitraan telah berkoordinasi penyaluran bantuan buku-buku nyata dirasakan oleh warga sekolah SMA N 1 melalui pos. Program Kemitraan Guru Dikmen

Pasalnya, Pak Rinco, guru SMAN 1 Waingapu, mempererat jalinan tenun kebangsaan di antara yang berkesempatan magang di SMA Jakarta, warga negara Indonesia. S mendapat sambutan yang positif dari warga SMA N 70 Jakarta. Pada saat magang beliauMisbah menceritakan minimnya sarana-prasana diStaf Subdit Program dan Evaluasi, sekolahnya untuk mendukung kegiatan literasi, Direktorat PG Dikmen dan Diksus

terbukti mampu memperkuat tali solidaritas dan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

GURU DIKMEN KOMPETENSI

REVITALISASI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

MELEJITKAN PROFESIONALITAS GURU PRODUKTIF SMK

asih lekat diingatan, bahwa tahun 2016 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggulirkan Program Keahlian Ganda (KG) tahap pertama. Terobosan baru ini menjadi salah satu salah satu dari enam tugas yang dibebankan kepada Kemendikbud dalam revitalisasi SMK. Keenam tugas Kemendikbud

Mtersebut meliputi: Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum, Standarisasi Sarana dan Prasarana Utama,

Inovasi Pembelajaran, Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Industri, serta Perguruan Tinggi, Pemenuhan dan Peningkatan Profesionalitas Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengelolaan dan Penataan Kelembagaan.

Gambar: Fishbone Diagram Revitalisasi SMK

Jelas terlihat dalam gambar tersebut, bahwa salah satu tugas Kemendikbud adalah Pemenuhan dan Peningkatan Profesionalitas Guru dan Tenaga Kependidikan. Dalam implementasinya, Kemendikbud mengamanatkan kepada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk menindaklanjuti yang kemudian diterjemahkan melalui Program KG.

Aktivitas pelatihan Tata Boga pada Program Revit Guru Produktif SMK di PPPPTK Bispar

DIAWALI DENGAN PROGRAM KG

Program KG menjadi salah satu cara cepat Kemendikbud menutupi kekurangan jumlah guru produktif di SMK. Cara lain adalah dengan rekrutmen guru baru, tetapi hal itu bukan kewenangan Kemendikbud. Pada tahun 2016, Kemendikbud melakukan analisis kebutuhan guru produktif. Data diperoleh bahwa jumlah guru SMK sebanyak 335.821 orang. Dari jumlah tersebut, guru produktif yang ada hanya berjumlah 100.552 yang terdiri dari adalah 40.098 orang guru berstatus PNS dan 60.482 orang guru bukan PNS. Sehingga terjadi kekurangan guru produktif sebanyak 235.269 orang. Sejak diluncurkan, Program KG langsung disambut antusias oleh kalangan guru SMA/ SMK. Banyak di antara mereka mendaftar hingga membludak mencapai lebih dari 16 ribu pendaftar secara daring atau online. Setelah dilakukan seleksi administrasi dihasilkan peserta 15.168 guru. Kemudian mereka harus mengikuti diklat berlapis selama enam bulan dengan strategi ON-IN-ON-IN. Di ujung diklat peserta harus mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk mendapatkan sertifikat keahlian, juga harus

mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru persen. “Kenapa pengangguran dari lulusan SMK (PLPG) untuk mendapatkan sertifikat pendidik. termasuk tinggi, kemungkinan ia tidak memiliki Hasil akhir Program KG tahap pertama tahun kecakapan yang memadai yang seusai standar 2016-2017 adalah sebanyak 10.056 guru produktif DU/DI sehingga tidak bisa bersaing dalam dunia yang tersebar di 34 provinsi telah menyelesaikan kerja,” terang Santi. Program Keahlian Ganda. Dengan demikian Untuk menghasilkan lulusan SMK yang siap guru peserta Program KG dapat memiliki dua kerja dan berdaya saing, lanjut Santi, salah sertifikat sekaligus dan ia sah menyandang satunya ditentukan oleh ketersediaan guru sebagai guru produktif SMK. Program KG terus yang bermutu dan harus menyesuaikan dengan berjalan pada tahap kedua tahun 2018 dengan kebutuhan abad 21. Indikasi guru produktif jumlah pesertanya jauh lebih sedikit, lantaran SMK yang sesuai tuntutan abad 21, selain harus adanya pengetatan persyaratan. memiliki empat keterampilan (komunikasi, kolaborasi, kritis dan kreatif), juga harus memiliki sertifikat pendidikan dan sertifikat

PROGRAM REVITALISASI GURU PRODUKTIF SMK BERKUALIFIKASI LEVEL KKNI

kompetensi keahlian. Untuk itulah Ditjen GTK, yang di satu sisi Tenaga kerja yang berdaya saing dan masih melangsungkan Program KG untuk terampil, salah satu di antaranya dilahirkan menutupi kekurangan guru produktif SMK, di sisi dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang lain menggulirkan terobosan Pemenuhan dan bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia Peningkatan Profesionalitas Guru Produktif SMK usaha dan industri (DU/DI) yang terus menerus yang dikenal dengan nama Program Revitalisasi berkembang. Faktanya, data dari Badan Pusat Guru Produktif SMK. “Terobosan ini diharapkan Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan dapat meningkatkan kompetensi guru produktif Agustus tahun 2017, proporsi pengangguran SMK untuk memenuhi kualifikasi Kerangka Kerja terbesar adalah lulusan SMK sebesar 11,41 Nasional Indonesia (KKNI) Level IV bagi guru dan

GURU DIKMEN KOMPETENSI

tenaga kependidikan melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Program ini dibangun dari kebutuhan lulusan SMK yang harus link and match dengan kebutuhan kompetensi dunia usaha dan dunia industri (DU/DI),” ujar Dra. Santi Ambarukmi, M. Ed Kepala Subdirektorat Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi (Kasubdit PKK), Direktorat PG Dikmen dan Diksus.

PROGRAM MAYOR DAN MINOR

Strategi capaian Program Guru Produktif SMK didasarkan pada dua tujuan utama yakni melaksanakan program pada sasaran mayor (utama) dan minor (pendukung). Untuk program-program pada sasaran mayor meliputi: percepatan peningkatan kompetensi guru, pemenuhan uji kompetensi keahlian, penguatan kompetensi kepala sekolah, penajaman kompetensi pengawas sekolah, pemenuhan kompetensi laboran dan teknisi, dan program manajerial tenaga kependidikan, yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan ketua tim kerja piloting suatu kegiatan. Sedangkan program pada sasaran minor diberikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan SMK, meliputi: literasi pembelajaran, penguatan jiwa kewirausahaan, program keahlian ganda tahap 3, pengembangan kompetensi pedagogik, rekrutmen dan sertifikasi pendidik dari industri (RPL), serta diklat pengembangan pembelajaran abad 21 bagi guru dan tendik.

Dra. Santi Ambarukmi, M.Ed., Kepala Subdirektorat Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi (Kasubdit PKK), Direktorat PG Dikmen dan Diksus

melakukan UKK pada peserta yang terpenuhi persyaratan untuk mengikuti UKK, sehingga menghasilkan keputusan sertifikasi kompeten atau belum kompeten pada unit kompetensi yang sesuai. Kemudian asesor melakukan telaah bukti protofolio atau sertifikat kompetensi yang dimiliki guru untuk menghasilkan keputusan sertifikasi kompeten atau belum kompeten. Bagi guru-guru yang menyatakan dirinya belum kompeten, lanjut Santi, maka dapat mengikuti kegiatan persiapan uji kompetensi melalui pelatihan dalam bentuk belajar mandiri dan pendampingan tatap muka pada unit-unit kompetensi sesuai klaster yang akan diujikan, kemudian mengikuti UKK pada Klaster yang telah dipelajari tersebut. “Peserta UKK yang mendapatkan keputusan sertifikasi kompeten pada Klaster tertentu, maka akan mendapatkan Skill Passport dan Sertifikat Kompetensi Klaster. Dan peserta yang telah mengikuti UKK untuk seluruh klaster dan mendapatkan keputusan sertifikasi kompeten, maka akan mendapatkan Skill Passport dan Sertifikat Kompetensi sesuai skema KKNI Level IV,” katanya. Tindak lanjut dari analisis kebutuhan dan pengkondisian, masih kata Santi, adalah pelaksanaan kegiatan persiapan UKK yang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. “Kegiatan ini dilakukan menggunakan pola on service training dan in service training dengan total dua minggu. Tujuannya untuk memberikan guru penguatan materi profesional sekaligus mengorganisasi portofolio untuk kebutuhan UKK yang dilaksanakan pada suatu klaster terdiri dari unit-unit kompetensi sesuai skema KKNI Level IV yang ditetapkan,”

Gambar: Fokus kegiatan mayor (utama) dan minor (pendukung) pada pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru

ANALISIS KEBUTUHAN

Program Revitalisasi Guru Produktif SMK terbagi menjadi tiga tahapan, pertama, analisis kebutuhan dan pengkondisian, kedua, persiapan UKK melalui pendidikan dan pelatihan, serta ketiga yakni pelaksanaan UKK. “Sejalan dengan hal tersebut, telah dilakukan analisis kebutuhan dan pengkondisian bagi guru di 219 SMK sasaran sehingga dapat diketahui kondisi awal guru secara objektif dan kebutuhan peningkatan profesionalitasnya,” ujar Santi. Salah satu hasil analisis kebutuhan dan pengkondisian tersebut adalah untuk mengelompokkan guru-guru yang berdasarkan evaluasi diri, menyatakan kompeten atau belum kompeten. Bagi guru-guru yang menyatakan dirinya kompeten, maka asesor dapat

Aktivitas pelatihan Tata Busana pada Program Revit Guru Produktif SMK di PPPPTK Bispar

lanjut Santi. Selama mengikuti diklat, guru juga adalah sebagai berikut: LPPPTK KPTK sebanyak mengikuti program internship di dunia usaha 172 peserta, PPPPTK BBL Medan sebanyak 269 dan dunia industri. orang, PPPPTK Bisnis dan Pariwisara sebanyak 595 peserta, PPPPTK BMTI sebanyak 296 peserta, PPPPTK BOE sebanyak 517 peserta, PPPPTK

SASARAN DAN TEMPAT DIKLAT

Pertanian sebanyak 507 peserta. Santi menjelaskan, bahwa sasaran Program Santi menjelaskan, bahwa peserta sasaran Revitalisasi Guru Produktif SMK berasal dari 219 SMK revitalisasi yang ditetapkan produktif adalah semua guru produktif di SMK. Ditjen Dikdasmen tahun 2017 lalu. Tahun “Siapa yang akan menjadi peserta ditentukan 2018 akan mendapat penambahan 350 SMK berdasar data yang diperolah dari hasil pengisian yang direvitalisasi. Jumlah ini akan terus format oleh guru melalui aplikasi daring. bertambah hingga total 1.650 SMK revitalisasi Kemudian berdasarkan data tersebut PPPPTK pada tahun 2019. Semakin bertambahnya dan LPPPTKKPTK menindaklanjutinya untuk jumlah SMK revitalisasi secara otomatis akan dipanggil mengikuti diklat, dengan pengaturan menambah pula jumlah guru produktif SMK yang jadwal diupayakan tidak berbenturan dan tidak ditingkatkan keahliannya. merugikan peserta didik. Misal ada sekolah Pada 2018, Direktorat PG Dikmen dan Diksus yang memiliki 30 guru sasaran revitalisasi, menetapkan 4.711 guru produktif dari 219 SMK PPPPTK dan LPPPTK KPTK yang mengatur jadwal menjadi sasaran revitalisasi terjaring dalam mereka bagaimana diklat bisa berlangsung Program Revitalisasi Guru Produktif SMK dari 34 tanpa menganggu kegiatan belajar mengajar propinsi. Tahap awal yang dilaksanakan bulan di sekolah supaya tidak ada yang dirugikan, November 2018. Berdasar data yang diperoleh jelasnya. dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Guru produktif yang akan mengikuti diklat Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan sangat mungkin sudah memiliki sertifikat Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan kompetensi keahlian tertentu, namun lanjut Pendidik dan Tenaga Kependidikan bidang Santi, guru produktif SMK bisa memiliki sertfikat Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan kompetensi keahlian lebih dari satu klaster pada Komunikasi (LPPPTK KPTK) terjaring peserta bidang keahlian tertentu. “Mengingat kompetensi sebanyak 2.356 orang (progres data hingga keahlian di SMK sangat banyak ragamnya akhir November 2018 belum termasuk data dari seorang guru produktif dituntut untuk memiliki PPPPTK Seni dan Budaya). Sebaran peserta kompetensi keahlian sesuai dengan kompetensi

keahlian yang akan diajarkan kepada siswa,” lanjutnya.

Bidang keahlian yang menjadi sasaran Program Revitalisasi SMK terdiri atas bidang keahlian sesuai prioritas pembangunan nasional, yaitu kemaritiman, pariwisata, pertanian (ketahanan pangan), dan industri

prioritas pembangunan nasional, yaitu teknologi dan rekayasa, serta bisnis dan manajemen.

Sedangkan tempat penyelenggaraan diklat dikoordinir oleh PPPPTK kejuruan dan LPPPTK KPTK. PPPPTK kejuruan tersebut adalah PPPPTK yang digunakan diklat pada Program KG, meliputi PPPPTK BOE Malang (otomotif dan elektronika), PPPPTK Bispar (bisnis dan pariwisata), PPPPTK Pertanian, PPPPTK BMTI (mesin dan teknik industri), PPPPTK BBL (bangunan dan listrik), dan PPPPTK Seni dan Budaya.

Tempat diklat berlangsung di PPPPTK kejuruan dan LPPPTK KPTK, dapat juga berlangsung di beberapa sekolah yang ditunjuk sebagai Pusat Belajar (PB) mitra PPPPTK kejuruan dan LPPPTK KPTK yang ditetapkan pada program KG. Pusat Belajar berada di SMK-SMK revitalisasi yang memenuhi syarat dan memiliki kelengkapan sarana prasarana memadai untuk kegiatan diklat terutama pelatihan praktik. S

Mukti Ali

Program Peningkatan Kompetensi Guru kreatif, serta bidang keahlian yang mendukung

GURU DIKMEN GURU DIKMEN KOMPETENSI KOMPETENSI

Peserta Program Revit sedang mengikuti pelatihan praktik pada kompetensi keahlian Pemasaran Peserta Program Revit sedang mengikuti pelatihan praktik mengukur baju pada kompetensi keahlian Tata Busana

PPPPTK BISNIS DAN PARIWISATA

DONGKRAK KOMPETENSI

GURU MELALUI PROGRAM REVITALISASI

etelah menggulirkan Program Keahlian Ganda (KG) tahap pertama tahun 2016, dalam rangka suksesi Inpres No. 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kepedidikan (Ditjen GTK) tahun 2018

Smembuat terobosan baru lagi, bernama Program Revitalisasi SMK Pemenuhan dan

Peningkatan Profesionalitas Guru (Program Revitalisasi). Program ini dimaksudkan untuk membekali keahlian Guru produktif pada SMK-SMK yang menjadi sasaran revitalisasi SMK oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), hal ini dalam upaya memenuhi dan meningkatkan profesionalitas guru-guru SMK menyambut abad 21. Setiap guru pada program revitalisasi SMK wajib memiliki sertifikat keahlian agar terkualifikasi sesuai dengan Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI) Level IV. Hal ini menjadi salah satu upaya Kemendikbud memenuhi dan meningkatkan profesionalitas guru SMK dalam menyiapkan lulusannya, agar tercipta keselarasan (link and match) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). SMK sasaran revitalisasi adalah SMK-SMK yang memiliki bidang keahlian sesuai dengan prioritas pembangunan nasional, meliputi SMK Kemaritiman, Pariwisata, Pertanian (ketahanan pangan), dan Industri Kreatif, Teknologi dan Rekayasa, serta Bisnis dan Manajemen. Terdapat 219 SMK sasaran revitalisasi SMK yang ditetapkan Ditjen Dikdasmen pada tahun 2017, yang merupakan sasaran program tahun 2018. Jumlah SMK sasaran revitalisasi ini terus bertambah, termasuk penambahan tahun 2018 ini sebanyak 350 SMK, yang merupakan sasaran tahun 2019 dan SMK-SMK ini tersebar di 34 provinsi se Indonesia.

STRATEGI ON-IN

Seperti halnya Program KG, Program Revitalisasi ini pun Ditjen GTK memberikan amanah kepada Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) kejuruan, meliputi: PPPPTK Bisnis dan Pariwisata (Bispar) Depok, PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika Malang, PPPPTK Bidang Bangunan dan Listrik Medan, PPPPTK Bidang Mesin dan Teknologi Industri Bandung, PPPPTK Pertanian Cianjur, PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta, dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan, Perikanan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPPPTK KPTK) Gowa. Program Revitalisasi ini dilaksanakan selama 1,5 Bulan (45 hari) setara dengan 110 JP dengan strategi On service dan In service (ON-IN). Setelah usai ON-IN peserta mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk mendapatkan sertifikat keahlian. Dalam tahap awal, PPPPTK Bispar memiliki sasaran sebanyak 571 guru produktif SMK. Dari jumlah tersebut yang masih melanjutkan Program Revitalisasi hingga November 2018 sebanyak 463 orang. Selebihnya, mengundurkan diri karena mengikuti sertifikasi guru, tugas belajar, hamil, sakit, dan lainnya.

DIDUKUNG 15 PUSAT BELAJAR

Pelaksanaan diklat pada Program Revit ini, tidak terpusat di PPPPTK Bispar, tetapi memberdayakan Pusat Belajar (PB)

yang ada di daerah. Sebanyak 15 PB/TUK telah tersiapkan secara matang oleh PPPPTK Bispar. “Untuk memastikan SMK dapat menjadi Pusat Belajar, kami sudah melakukan survei langsung ke Sekolah, kemudian Kami cek kelengkapan persyaratan yang harus dipenuhi, juga kesiapan dan kelayakan prasarana dan sarana penunjang diklat dan UKK. SMK yang ditetapkan sebagai PB berarti dia sudah layak sebagai tempat diklat dan UKK,” kata Ibu Dr. Hj. Djuariati Azhari, M. Pd., Kepala PPPPTK Bisnis dan Pariwisata. Ibu Djuariati menambahkan, bahwa kondisi SMK sekarang jauh berbeda dengan zaman dulu. “Sekarang banyak SMK yang dilengkapi peralatan yang bagus-bagus, bahkan ada yang jauh lebih bagus dari yang ada di PPPPTK Bispar. Apalagi peralatan di SMK yang menjadi PB sudah sangat bagus dan layak untuk dipergunakan oleh peserta diklat, karena mereka punya mitra industri yang membantu menyediakan prasarana dan sarana tersebut,” katanya. Dari 15 PB tersebut, salah satunya adalah PPPPTK Bispar yang khusus digunakan untuk kompetensi keahlian Akomodasi Perhotelan (AP), Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Tata Kecantikan, dan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP).

  • Sedangkan, lokasi dari 14 PB lainnya, dan kompetensi keahlian yang diberikan adalah sebagai berikut:
  • SMKN 3 Banda Aceh, Aceh (PB Akomodasi Perhotelan),
  • SMKN 3 Pekanbaru, Riau (PB Tata Boga),
  • SMKN 6 Padang, Sumatera Barat (PB Tata Busana),
  • SMKN 9 Padang, Sumatera Barat (PB Tata Boga),
  • SMKN 3 Bandung, Jawa Barat (PB Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP),
  • SMKN 9 Bandung, Jawa Barat (PB Tata Boga),
  • SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah (PB Tata Busana dan Tata Boga),
  • SMKN 6 Surakarta, Jawa Tengah (PB Akuntansi),
  • SMKN 6 Surabaya, Jawa Timur (PB Tata BogaDr. Hj. Djuariati Azhari, M.Pd., dan Tata Busana), Kepala Pusat PPPPTK Bispar
  • SMKN 4 Balikpapan, Kalimantan Timur (PB Tata Boga),
    SMK Bisnis dan Pariwisata. WI tak sendirian menjalankan tugas berat ini, tetapi Ditjen

  • SMKN 1 Manado, Sulawesi Utara (PB
    GTK dan PPPPTK Bisnis dan Pariwisata telah Akuntansi), mencetak Instruktur Nasional (IN) yang terlatih

  • SMKN 3 Manado, Sulawesi Utara (PB di daerah dan siap diberdayakan. “Kami sudah Akomodasi Perhotelan),
    menyiapkan IN-IN handal di 34 provinsi. Mereka

  • SMKN 3 Kendari, Sulawesi Tenggara (PB Tata berkolaborasi bersama WI yang kami kirimkan Busana), dan
    untuk memfasilitasi peserta diklat di daerah

  • SMKN 1 Gorontalo, Gorontalo (PB BDP)
    dalam memperkuat kompetensinya hingga mendapatkan sertifikat keahlian,” ujar Ibu Djuariati.

KOLABORASI WI DAN IN

Sertifikat keahlian dikeluarkan oleh Lembaga Dalam memberi diklat, PPPPTK Bisnis Sertifikasi Profesi (LSP) melalui Uji Kompetensi dan Pariwisata memanfaatkan Widyaiswara Keahlian (UKK). Terdapat 8 departemen keahlian (WI) yang dimiliki yakni sebanyak 63 orang. di PPPPTK Bispar yang telah memiliki lisensi Merekalah yang menjadi tulang punggung dari BNSP untuk KKNI level IV pada LSP P2, yang setiap pembekalan keahlian kepada GTK meliputi: Akuntansi, Pemasaran, Administrasi Perkantoran, Akomodasi Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Tata Boga, Tata Busana, dan Tata Kecantikan. Adapun, skema sertifikasi KKNI level IV adalah Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Akomodasi Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata, Tata Boga, Tata Busana, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Kecantikan Kulit. S

Mukti Ali Dr. Hj. Djuariati Azhari, M. Pd., (Kepala Pusat PPPPTK Bispar) bersama jajarannya dari kanan ke kiri: Drs. Joko Purwanto, MM (Kepala Bagian Umum); Andri Ruhaendi, S.Pd, MM (Kepala Subbagian Perencanaan dan Penganggaran); Sarah Annisa, SE (Kepala Seksi Evaluasi); Zulfikar, ST., MKKK (Kepala Seksi Data dan Informasi) di ruang kerjanya sesaat setelah wawancara.

KINERJA KINERJA

GURU DIKMEN GURU DIKMEN

Foto bersama peserta bimbingan teknis guru PJOK SMK

BIMBINGAN TEKNIS IMPLEMENTASI K-13 BAGI GURU DIKMEN DAN DIKSUS

MERAJUT PARADIGMA BARU BAGI GURU SESUAI K-13

epanjang tahun 2018 ini Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktorat PG

SDikmen dan Diksus), Ditjen Guru dan

Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggeber Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) untuk guru SMA dan SMK. Kegiatan yang digulirkan sejak awal tahun 2018 ini sudah menyentuh sebanyak 6.140 guru, dengan rincian sebanyak 5.315 guru mengikuti Bimtek K-13 di daerah dan sebanyak 825 guru mengikuti Bimtek K-13 terpusat. Sebanyak 5.315 guru tersebut terdiri dari

2.904 guru dari 259 SMA dan 2.411 guru dari 258 SMK. Biaya pelaksanaan Bimtek K-13 untuk guru-guru tersebut berasal dari pemerintah pusat yang salurkan melalui Bantuan Pemerintah (Banpem) kepada SMA dan SMK inti. Narasumber
yang diterjunkan untuk guru dari sekolah-PARADIGMA BARU GURU PJOK DAN BK sekolah inti tersebut berasal dari Instruktur SESUAI K-13 Nasional (IN) di daerah yang telah disiapkan oleh Pada bulan November 2018 lalu, Majalah Guru pemerintah pusat. Guru-guru ini adalah guru Dikmen berkesempatan meninjau pelaksanaan semua mata pelajaran kecuali delapan mata Bimtek K-13 bagi guru Pendidikan Jasmani pelajaran. Olahraga Kesehatan (PJOK) dan guru Bimbingan Guru dari delapan mata pelajaran inilah Konseling (BK) jenjang SMK. Kegiatan ini sentuhan Bimtek K-13 nya dilakukan secara berlangsung di Hotel The Media, Jakarta dan terpusat oleh Dikreotrat PG Dikmen dan Diksus. diikuti 75 guru PJOK dan 75 guru BK. Jumlah total guru tersebut sebanyak 825 guru Pada pembukaan peserta mendapat tersebar pada delapan mata pelajaran dengan penjelasan tentang Pengembangan Karir, rincian sebagai berikut: Teknik Informatika Penilaian Kinerja, dan Pemenuhan Beban Kerja dan Komunikasi (75 guru), Bimbingan Konseling Guru, Kepala Sekolah, dan Pengeawas Sekolah, (225 guru), Bahasa Jerman (75 guru), Bahasa terutama untuk guru BK dan Guru PJOK, sesuai Prancis (75 guru), Bahasa Arab (75 guru), Bahasa dengan Permendikbud Nomor 15 tahun 2018 oleh Mandarin (75 guru), Bahasa Jepang (75 guru) dan Dra. Maria Widiani MA, Kepala Subdirektorat Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karier (PJOK) sebanyak 150 guru. (Subdit PKPK), Direktorat PG Dikmen dan Diksus, Ditjen GTK, Kemdikbud.

Kegiatan praktik saat bimbingan teknis guru PJOK SMK

Selama Bimtek K-13 berlangsung, selain menerima materi dengan cara tatap muka, peserta juga diberi kesempatan untuk merancang desain pembelajaran atau membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Khusus guru PJOK juga diberi kesempatan melakukan praktik-praktik selama Bimtek. Narasumber yang diterjunkan mengawal kegiatan ini berasal dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (PPPPTK Penjas dan BK) serta dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud.

diselenggarakannya Bimtek K-13 bagi guru PJOK dan guru BK ini di antaranya untuk menyegarkan kembali wawasan dan pengetahuan para IN mata pelajaran PJOK dan BK terkait dengan pelaksanaan K-13 yang sudah dimulai sejak tahun 2013/2014. IN ini adalah garda terdepan dalam melakukan pembinaan bagi guru-guru sasaran di daerah, sehingga harus selalu disegarkan pengetahuan dan keterampilannya. Dalam kegiatan ini terdapat paradigma-

paradigma baru dalam pemahaman PJOK dan BK yang harus disampaikan kepada IN agar terjadi kesamaan persepsi dalam menjalankan tugasnya. Bimtek ini juga menjadi media pemantapan Dr. Sugito Adi., dalam pengintegrasian muatan-muatan Narasumber dari PPPPTK Penjas dan BK dalam pelaksanaan K-13 yang di antaranya adalah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Literasi, kesiapan menyambut abad 21, hingga pelaksanaan kemampuan berpikir tingkat tinggi DARI LITERASI HINGGA BERPIKIR TINGKAT atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam TINGGI pembelajaran dan penilaian. Narasumber dari P4TK Penjas dan BK, di Guru PJOK dan BK harus bisa antaranya Dr. Sigit, Dr. Sugito Adi, dan Dr. Naharus

dalam setiap materi pembelajaran dan harus bagi seorang guru PJOK dan BK harus diperluas, tampak dalam desain pembelajaran dan bukan sekedar kemampuan membaca dengan penilaian yang disebut Rencana Pelaksanaan menyediakan pojok baca di ruang-ruang kelas. Pembelajaran (RPP). RPP ini harus dibuat secara “Literasi merupakan kemampuan individu untuk mandiri oleh guru yang bersangkutan, tidak bisa membaca, menulis, berbicara, menghitung dan hanya salin tempel (copy paste) dari guru lain, memecahkan masalah dalam kehidupan. Makna karena peserta didik yang dihadapi di setiap literasi juga mencakup melek visual yang artinya sekolah memiliki karakter dan kultur yang kemampuan untuk mengenali dan memahami berbeda. ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar). Kemampuan literasi merupakan

Sementara itu, tujuan dari mengintegrasikan muatan PPK dan Literasi menjelaskan, pemahaman terhadap Literasi

GURU DIKMEN GURU DIKMEN KINERJA KINERJA

Suasana bimbingan teknis guru BK SMK dalam rangka implementasi K 13

hak setiap orang dan merupakan dasar untuk tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS),” olahraga dan selesai begitu saja. Pesan apa belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi kata Dr. Sugito Adi. yang terkandung dalam setiap aktivitas olah dapat memberdayakan dan meningkatkan Berpikir tingkat tinggi (HOTS), merupakan raga harus disampaikan, dan semua itu harus kualitas hidup individu, keluarga, masyarakat, kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, tampak dalam desain pembelajaran sebelum karena sifatnya berdampak sangat luas atau metakognitif dan kreatif. Muatan tersebut dilaksanakan. Sehingga PJOK menjadi mata multiple Effect dalam kehidupan,” tegas mereka. juga terdapat dalam pelaksanaan K-13 yang pelajaran yang tidak di pandang sebelah mata,”

Guru PJOK dan guru BK juga dituntut mengharuskan materi pembelajaran harus Sugito menegaskan. menyesuaikan perkembangan zaman, seperti sampai metakognitif yang menyaratkan peserta halnya menyongsong era globlalisasi pada didik mampu memprediksi, mendesain dan PJOK BUKAN SEMATA UNTUK RAIH abad 21. Seorang guru harus membekali diri memperkirakan apa-apa yang akan terjadi dari PRESTASI dengan berbagai keterampilan abad 21 atau sebuah sebab yang dilakukan. Sugito menyatakan bahwa guru PJOK harus yang dikenal 4C sebelum menerapkan kepada Pemahaman-pemahaman seperti ini melakukan perubahan paradigma. “Dalam peserta didiknya. “Keterampilan 4C mulai mulai harus disampaikan kepada kalangan guru, Bimtek ini pertama kami bahas azas falsafah dari komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis sehingga guru memiliki cakupan pengetahuan Pendidikan Jasmani yang konvensional itu dan dan pemecahan masalah serta kreatif dan yang luas dan kekinian. “Guru PJOK harus sudah lama berlaku. Kemudian kita perbarui dan inovatif harus dimiliki seseorang guru termasuk melakukan perubahan paradigma mengajar kembangkan dengan paradigma baru. Dalam guru PJOK dan guru BK. Mereka juga harus yang lebih bermakna. Tidak cukup hanya tiup paradigma baru tersebut, pertama, guru PJOK mengembangkan kemampuan berpikir tingkat peluit sana-sini kemudian melakukan aktivitas harus menyampaikan kebermanfaatan olah

raga dalam kehidupan sehari-hari sepanjang hayatnya, tidak hanya kebermanfaatan selama bersekolah. Kedua, kami sampaikan pula bahwa kebugaran jasmani dan rohani juga sangat mendukung perilaku kompetitif dalam setiap aspek kehidupan atau bersaing secara sehat. Ketiga, kebugaran jasmani dan rohani juga bersifat rekreasional, artinya jika ada waktu luang, maka seseorang harus menggunakan waktunya untuk hal-hal yang mendukung kebugaran jasmani dan rohaninya, tidak untuk kegiatan-kegiatan yang tidak berguna atau merugikan kesehatannya,” terang Sugito. Perihal muatan-muatan dalam pelaksanaan K-13 seperti PPK, Literasi, keterampilan 4C hingga berpikir tingkat tinggi (HOTS), Sugito mengatakan bahwa hal-hal tersebut sebenarnya tercakup dalam kegiatan-kegiatan PJOK. “PJOK sangat erat dengan muatan-muatan PPK dan Literasi, bahkan persoalan kesiapan abad 21 dengan kecakapan 4C semua ada dalam PJOK. Dalam Bimtek kali ini kami mengarahkan ke sana, termasuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Oleh karena itu, guru PJOK harus mampu membedah cara berpikirnya disertai pembaruan-pembaruan yang mutakhir dan menyampaikan secara berkelanjutan kepada peserta didiknya,” jelas Sugito. PJOK, lanjut Sugito, juga terkait erat dengan kesiapan seseorang meraih sukses dalam kehidupannya. “Kesuksesan tidak hanya bisa diukur dari keberhasilannya meraih prestasi dalam perlombaan-perlombaan saja, kesuksesan bisa diraih seseorang kapan saja dengan salah satu syarat yakni harus sehat jasmani dan rohani, seseorang yang terkendala kesehatan jasmani dan rohaninya kemungkinan akan sulit meraih sukses,” Sugito menandaskan.

BIMBINGAN KONSELING UNTUK KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK

Sementara, narasumber pada kelas guru BK yakni Dr. Naharus Surur yang juga Widyaiswara BK dari PPPPTK Penjas dan BK, juga mengatakan terdapat perubahan paradigma pembelajaran bagi guru BK yang diberikan selama Bimtek berlangsung. Perubahan paradigma tersebut terjadi seiringDr. Naharus Surur., dengan perubahan-perubahan konstruk berpikir Widyaiswara BK dari PPPPTK Penjas dan BK yang terus berkembang, termasuk penyesuaian dengan lahirnya Kurikulum 2013. Regulasi- regulasi yang mengatur guru BK sebelum program pelayanan guru BK tersebut, dapat pelaksanaan Kurikulum 2013 berjalan cukup dilaksanakan melalui bimbingan klasikal dalam lambat. Kemudian lahirlah Permendikbud Nomor kelas dan konseling dalam kelompok. 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling. “Sejak lahirnya Kurikulum 2013 dan terbitnya Namun demikian, kata Naharus, tugas

Permendikbud nomor 111 Tahun 2014 keberadaan seorang guru BK lebih luas yang menyangkut

guru BK ini lebih dinamis dan tertata,” kata pengembangan pribadi peserta didik ke arah

Naharus. kemandirian. “Juga mengarahkan peserta didik mampu mengendalikan diri dan kesiapan diri Naharus menjelaskan, bahwa seorang guru BK harus melakukan bimbingan dan konseling menyambut haru esoknya. Hal ini bisa terlihat

sebagai upaya membantu peserta didik dalam dari masih banyaknya peserta didik yang kurang

mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, disiplin, suka tawuran dan lain sebagainya.

kegiatan belajar, serta perencanaan dan Kecakapan-kecakapan seperti berpikir

pengembangan karier. “Pelayanan bimbingan kritis, kolaboratif, komunikasi dan kolaborasi

konseling memfasilitasi pengembangan sebagaimana diamanatkan dalam pelaksanaan peserta didik secara individual, kelompok Kurikulum 2013 juga harus diperkuat dalam layanan konseling,” ujar Naharus. dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, Sebagai konsekuensi datangnya abad 21,

serta peluang-peluang yang dimiliki. Layanan seorang guru BK, kata Naharus harus melakukan

bimbingan konseling juga membantu mengatasi perubahan. “Karena guru BK tidak bicara

kelemahan dan hambatan serta masalah yang substansi mata pelajaran tetapi berbicara

dihadapi peserta didik,” katanya. kaitannya dengan kepribadian, belajar, karier

Terdapat empat komponen strategi layanan dan masa depan. Ke depan guru BK ini tidak

yang termuat dalam pelaksanaan Kurikulum hanya memberi layanan kepada peserta didik

2013 yang harus dilakukan guru BK, meliputi saja tetapi memberi layanan yang lebih luas

layanan dasar, layanan peminatan, layanan dengan rekomendasi-rekomendasi kepada wali kelas atau kepada kepala sekolah,” pungkas perencanaan individual, layanan responsif Naharus. S dan dukungan sistem. Dari empat komponen

Mukti Ali

PENGENDALIAN

GURU DIKMEN

PENGENDALIAN

GURU DIKMEN

Suasana kegiatan sesi Validasi Data Profil Sekolah, Guru, dan Rombel di Kelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

RAPAT KOORDINASI

MENJARING MASUKAN KEBIJAKAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN

etidaknya ada tujuh rambu-rambu

melaksanakan kebijakan perencanaan

Sdan pengendalian kebutuhan guru.

Tujuh ketentuan itu meliputi: analisis jabatan guru, diskrispi tugas guru, analisis beban kerja guru, formasi guru, pemenuhan kebutuhan guru, penempatan guru, dan pemindahan guru. Pedoman tentang tujuh kebijakan tersebut

Perencanaan dan Pengendalian Kebutuhan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dit. PG Dikmen dan Diksus), Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rakor tahap awal digelar di Jakarta pada awal Oktober 2018. Peserta yang diundang sebanyak 340 orang, yang terdiri dari 102 pejabat Dinas Provinsi, 34 orang pejabat Badan Kepegawaian Daerah, 102 orang operator dinas pendidikan

provinsi, dan 102 wakil kepala sekolah bidang dan Diksus, Ditjen GTK, Kemenpan-RB, Pusat

seluruh provinsi yang diundang masing-masing Tenaga Kependidikan, perguruan tinggi, dan tim adalah yang menangani SMA, SMK dan SLB, baik pengembang pedoman. Sejumlah narasumber pejabat dinas pendidikan maupun operator tersebut di antaranya, adalah Prof. Dr. Husaini dinas pendidikan. Usman, MPd, MT (Universitas Negeri Yogyakarta); “Rakor ini diadakan untuk menyamakan Dr. Darwin, MPd (Universitas Negeri Medan); persepsi tentang tujuh pedoman kebijakan Indrajaya, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta); perencanaan dan pengendalian kebutuhan guru Satrio Widodo (Pusdiklat Kemendikbud),

dapat menjaring masukan dari peserta rakor Bambang Parikesit, M.Ed. dan Rabono, SE. untuk menyempurnakan tujuh pedoman,” kata Setelah sosialisasi tujuh pedoman Wastandar, MA, Ph.D, Kepala Subdirektorat disampaikan, kegiatan selanjutnya adalah Perencanaan dan Pengendalian Kebutuhan, Dit. diskusi kelompok yang dibedakan dalam tiga PG Dikmen dan Diksus, saat membuka kegiatan kelompok, yakni pejabat dinas pendidikan, kegiatan. Wastandar mewakili Direktur PG wakasek kurikulum, dan operator Dapodik Dikmen dan Diksus, Ir. Renani Pantjastuti, MPA, dinas pendidikan. Kegiatan dilanjutkan praktik juga menyampaikan materi tentang kebijakan menggunakan pedoman, pleno hasil kelompok guru dikmen dan diksus. dan hasil praktik, serta penyusunan rencana Sejumlah materi disampaikan para tindak lanjut per provinsi. narasumber dari unsur Direktorat PG Dikmen

bagi pemerintah daerah dalam kurikulum. Peserta dari dinas pendidikan Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan

dibahas serius dalam Rapat Koordinasi dikmen dan pendidikan khusus. Kami berharap serta dari Dit. PG Dikmen dan Diksus, yakni Ir.

Suasana kegiatan sesi Validasi Data Profil Sekolah, Guru, dan Rombel di Kelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

PEDOMAN PEMINDAHAN GURU

Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terdapat pembagian urusan pendidikan, terkait kewenangan pemerintah pusat yang dikelola

memiliki kewenangan, di antaranya, mengelola urusan guru dan tenaga kependidikan jenjang pendidikan menengah dan sekolah luar biasa (SLB). Sejumlah kewenangan itu meliputi:

a) pengendalian formasi guru, pemindahan guru, dan pengembangan karier guru; dan b) pemindahan guru dan tenaga kependidikan lintas daerah provinsi. Ada sejumlah isu utama pengelolaan pendidikan menengah masih mengemuka. Di antaranya, sebagian guru belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IB; sebagian guru mengampu mapel yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan sertifikat pendidik; beban kerja guru masih ada yang kurang dari 24 jam tatap muka, sebagian lebih dari 40 jam tatap muka per seminggu; sejumlah SMA/SMK kekurangan guru, sekolah lain kelebihan guru. Selain itu ada persoalan daerah yang kesulitan memperoleh jenis guru tertentu karena tidak

ada perguruan tinggi atau Lembaga Pendidikan

tersebut. Kelebihan guru biasanya terjadi pada di sekolah pada daerah yang sudah terbangun atau pusat pemerintahan, baik di pusat kota

lantaran beberapa alasan guru, misalnya, guru lebih senang tinggal di daerah yang lebih ramai, dibanding desa yang sepi, atau suami/istri Wastandar, MA., Ph.D., Kepala Subdirektorat Perencanaan bekerja di pusat kota. dan Pengendalian Kebutuhan, Pengangkatan guru baru pun menjadiDit. PG Dikman dan Diksus bermasalah, antara lain kurangnya peminat yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai Sri Indra Dewi, S.Sos, operator Dapodik SMK kebutuhan, pemerintah daerah lebih senang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi mengangkat guru yang putra daerah meski Nusa Tenggara Barat, antusias mengikuti tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan kegiatan. Indra juga mengikuti kegiatan yang dibutuhkan. Kehadiran Kurikulum 2013 lanjutan yang dilaksanakan pada pertengahan juga berdampak perubahan kebutuhan guru Oktober 2018. “Namun di NTB kami belum bisa mapel. Misalnya, adanya mapel Prakarya dan turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan Kewirausahaan di SMK, otomatis dibutuhkan sosialisasi karena keterbatasan dana. Untuk guru Produk Kreatif dan Kewirausahan. memanggil semua operator Dapodik di sekolah Selain itu ada mapel Keterampilan, Teknologi juga membutuhkan biaya. Sementara aplikasi Informasi dan Komunikasi di SMA, yang perencanaan dan pengendalian guru tentunya berdampak dibutuhkannya guru Prakarya dan butuh dijelaskan,” katanya. S Kewirausahaan untuk mengajarnya.

Dipo Handoko

Mengacu Undang-undang Nomor 23 Tenaga Kependidikan yang menghasilkan guru

pemerintah provinsi. Pemerintah provinsi atau pusat kecamatan. Kondisi tersebut terjadi

GURU DIKMEN KESHARLINDUNG

Bersama Direktur PG Dikmen dan Diksus, para kasubdit, dan peserta berpose salam Literasi

SIMPOSIUM GURU PENDIDIKAN MENENGAH DAN PENDIDIKAN KHUSUS

TINGKAT NASIONAL TAHUN 2018

BERKARYA DEMI KEUTUHAN BANGSA

eski sempat berharap-harap cemas hari mulai tanggal 1 s.d 5 Oktober di Hotel menyimak pengumuman juara Century Park Jakarta. Kegiatan tersebut Simposium Guru Pendidikan Menengah menjadi salah satu ajang tahunan yang

M(Dikmen) dan Pendidikan Khusus diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal

(Diksus) Tingkat Nasional Tahun 2018, Fithri Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Indawahyuni, M.Si pun bangga dengan hasil melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan akhirnya. Peserta dari Provinsi Sumatera Utara Menengah dan Pendidikan Khusus (Dit. PG tersebut memperoleh predikat peserta terbaik Dikmen & Diksus). I Simposium jenjang SMA. “Jujur, saya serasa Simposium ini hadir sebagai kegiatan bermimpi mendapat amanah kemenangan ini,” pengembangan diri dan peningkatan mutu, ungkap Fithri, Guru Kimia di SMA Negeri 1 Tebing proses, serta hasil pembelajaran Guru Tinggi Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara Dikmen dan Diksus. Kemampuan guru dalam

Pengumuman peserta terbaik tersebut pembelajaran yang variatif sesuai kebutuhan merupakan puncak kegiatan Simposium Dikmen dan perkembangan zaman sangat diperlukan. dan Diksus tingkat nasional yang berlangsung Terlebih dengan berlangsungnya era revolusi pada Jumat, 5 Oktober 2018. Rangkaian kegiatan industri 4.0 di Indonesia, dunia pendidikan Simposium tersebut berlangsung selama lima memerlukan suatu pendekatan baru dalam pembelajaran.

Dr. Kadarisman, M.Pd., Kasubdit Kesharlindung

Kasubdit Kesharlindung Dr. Kadarisman,

M.Pd menyampaikan, secara umum kegiatan kompetensi dan profesionalisme Guru Dikmen dan Diksus dalam menghasilkan karya tulis ilmiah untuk memecahkan permasalahan terkini di bidang pendidikan. Ia menambahkan, Simposium ini hadir sebagai wahana yang
tersebut. mendesain dan mengimplementasikan Simposium ini bertujuan meningkatkan

Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA., Direktur PG Dikmen dan Diksus

berguna untuk menuangkan ide, gagasan, dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan dengan melibatkan unsur pakar perguruan tinggi serta praktisi pendidikan. Simposium Guru Dikmen dan Diksus Tingkat Nasional Tahun 2018 terdiri atas tiga jenjang, yakni SMA, SMK, dan SMALB/SLB. Peserta jenjang SMA terdiri dari 32 orang Guru SMA, jenjang SMK diikuti oleh 31 orang Guru SMK, dan jenjang SLB diikuti oleh 27 orang Guru SMALB/SLB. Para peserta merupakan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia melalui tahapan seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi. Dalam Simposium ini, peserta sebagai penyaji mempresentasikan karya ilmiahnya dalam forum Simposium sesuai jenjang yang diampu (SMA, SMK, dan SMALB/SLB). Forum ini diikuti oleh unsur penyaji, tim penyanggah atau juri, dan peserta sebagai audiens. Kegiatan presentasi yang berlangsung selama dua hari itu juga diikuti oleh partisipan sebagai audiens (bukan penyaji), yakni 198 orang perwakilan dari para guru di wilayah Jabodetabek (DKI Jakarta, Kota Bogor, Kab. Bogor, Depok, Kab. Bekasi, Kota

Sulawesi Tengah yang terkena musibah gempa dan tsunami pada 28 September baru-baru ini. Juga bencana likuifaksi yang terjadi di Kabupaten Sigi. Bekasi, Kab. Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Rena berharap untuk ke depannya, guru-guru dan Kota Tangerang) yang diundang khusus di Indonesia bisa menghadirkan inovasi terkait pada Rabu, 3 Oktober lalu. Sementara itu, tim kiat-kiat pembelajaran saat sedang dalam penyanggah terdiri dari unsur dosen perguruan kondisi bencana alam. “Kami di Kementerian tinggi dan widyaiswara PPPPTK. baru saja membantu NTB, daerah yang kemaren Selain forum Simposium, peserta juga terkena bencana gempa. Alhamdulillah sekarang mengikuti pembekalan materi dari BNN terkait sudah memasuki masa pemulihan meskipun penanggulangan Narkotika di lingkungan belum selesai. Ini guru seharusnya juga berpikir sekolah, khususnya SMA, SMK, dan SMALB. bagaimana kalau sedang dalam keadaan Peserta juga mendapatkan motivasi bertajuk bencana, proses pembelajaran tetap terlaksana. “Menjadi Guru Hebat” dari Dr. Aisyah Dahlan, Ini yang belum ada,” kata Rena. seorang dokter yang terjun bidang rehabilitasi Rena juga mengapresiasi karya-karya ilmiah sosial narkoba jauh sebelum BNN berdiri. Tak para peserta yang fokus pembahasannya cukup ketinggalan, peserta juga dikenalkan lebih jauh beragam dan sesuai dengan tema-tema pokok mengenai tugas dan fungsi Dit. PG Dikmen dan yang gencar disosialisasikan oleh pemerintah. Diksus, khususnya terkait perubahan tusi di Di antaranya terkait Penguatan Pendidikan lingkungan Ditjen GTK, Kemendikbud. Karakter (PPK), budaya literasi, teaching factory (TEFA) atau model pembelajaran berbasis INOVASI PENDIDIKAN DI TENGAH BENCANA produksi/jasa, Revitalisasi SMK, dan sebagainya. Rena berpesan, untuk karya ilmiah yang Kegiatan Simposium tingkat nasional ini memuat materi berbahasa Indonesia sebaiknya dibuka oleh Direktur PG Dikmen dan Diksus, menggunakan judul dan istilah-istilah Bahasa Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA atau yang biasa Indonesia. “Kita semua tahu bahwa literasi disapa Rena. Sebelum memberikan arahan, bangsa Indonesia termasuk yang rendah. Rena mengajak peserta untuk mendoakan Sebulan lalu saya baca laporan bahwa jumlah keselamatan bagi warga Palu dan Donggala,

KESHARLINDUNG

GURU DIKMEN

Penyerahan hadiah oleh Kadarisman kepada para pemenang Simposium Guru Dikmen dan Diksus 2018

buku yang dibaca orang Indonesia itu per satu buku hanya dibaca oleh nol koma nol sekian orang. Artinya banyak buku yang belum selesai dibaca. Kalau di negara lain, satu orang membaca sekian banyak buku,” katanya.

AKOMODASI YANG LAYAK

Rena menuturkan bahwa pendidikan di Indonesia harus sejalan dengan percepatan zaman agar tidak tertinggal dengan bangsa lain. “Kita sudah sering mendengar bahwa kita sedang berada di era revolusi industri 4.0. Di Jepang, mereka sebetulnya sudah mempersiapkan revolusi kelima. Sementara kita baru bersiap- siap dalam menghadapi revolusi yang keempat,” terangnya. Rena menyampaikan, Indonesia sedang menggarap Peraturan Pemerintah (PP) terkait layanan terhadap penyandang disabilitas yang disebut dengan Akomodasi yang Layak. Akomodasi yang dimaksud adalah semua hal harus disesuaikan untuk dapat memberikan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas. “Ibu/bapak di sekolah reguler harus siap-siap semua, karena Akomodasi yang Layak

ini menjadi salah satu komponen pada begitu saya buka kacamata, saya tidak bisa Sustainable Development Goals (SDGs) atau lihat ibu/bapak sekalian. Artinya kapan pun, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang telah penyandang disabilitas itu bisa berada di ditetapkan oleh PBB,” jelasnya. sekolah ibu/bapak sekalian,” katanya. Berdasarkan data Dapodik, rupanya belum Di semua negara, Rena melanjutkan, semua kabupaten/kota di Indonesia itu memberikan pelayanan inklusif itu bukan memiliki SLB. Oleh sebab itu, pendidikan inklusi hanya terkait penyandang disabilitas saja, adalah salah satu layanan pendidikan yang melainkan juga masyarakat adat terpencil bisa mengakomodasi penyandang disabilitas. dan keseimbangan gender. Gender itu bukan “Kami sekarang juga sedang mengembangkan bagaimana perempuan harus bisa mendapatkan bagaimana peningkatan kompetensi bagi haknya, tetapi menyangkut persoalan tingkat guru-guru sekolah reguler untuk siap melayani drop out (DO) di beberapa sekolah yang rupanya mereka penyandang disabilitas. Karena mungkin lebih banyak terjadi pada siswa laki-laki. “Ini sekarang belum ada, tapi tidak berarti bahwa perlu dipikirkan apa yang terjadi sehingga DO tidak akan ada,” terangnya. banyak dari anak laki-laki. Mungkin mereka Berkaca dari dirinya sendiri, Rena disuruh bekerja oleh orang tuanya. Hal-hal menjabarkan bahwa penyandang disabilitas itu seperti itu juga perlu diperhatikan,” tuturnya. bukan dilahirkan. Ada misalnya yang mengalami sakit diabetes sampai-sampai kehilangan BERJANJI INDONESIA ABADI penglihatan maupun pendengaran, akibat Pada tahun ini, Rena meyampaikan, dari kecelakaan, dan sebagainya. “Banyak Kemendikbud gencar menyelenggarakan penyandang disabilitas sama seperti saya. pelatihan terkait High Order Thinking Skills (HOTs) Dulu mata saya bisa melihat tanpa kacamata, atau daya nalar yang tinggi. Direktorat PG Dikmen sekarang saya harus memakai kacamata. Itu dan Diksus sudah membuat modul, unit-unit juga termasuk penyandang disabilitas, karena belajar yang akan dipelajari dan didiskusikan di

forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

DAFTAR JUARA

masing-masing. Rena berpesan bahwa teori-teori tentangSIMPOSIUM PENDIDIKAN MENENGAH HOTs tidak akan ada artinya jika tidak diajarkan juga mengenai penerapannya. “Sesuai taksonomi DAN PENDIDIKAN KHUSUS Bloom, ada enam tingkat. Kebanyakan dari kita baru low order thinking. Banyak sekolah

TAHUN 2018

yang baru mengajarkan siswanya hanya bisa

Simposium Guru SMA
Juara Nama Asal
I Fithri Indawahyuni, M.Si. Sumatera Barat
II Radiah, S.Pd., M.Pd. Kalimantan Utara
III Jerry Puspitasari, S.Pd Simposium Guru SMK Jawa Tengah
I Rudi Haryadi, S.T., M.Pd Jawa Barat
II Kusnan, S.Pd., M.Hum Sulawesi Utara
III I Nengah Suwarnbawa, S.Pd.T., M.Pd Simposium Guru SMALB/SLB Bali
I Iva Evry Robiyansah, S.Si Jawa Timur
II Ade Putri Sarwendah, S.Pd Kalimantan Timur
III Ayu Putu Dewi Ary Sukanti, S.Ag., M.Pd.H Bali

mengingat, menghafal. Yang kedua memahami, dan ketiga mengaplikasikan. Tiga terakhir yang termasuk tinggi itu adalah menganalisa, mengevaluasi, dan kemudian bisa mencipta. Ini yang kita masih lemah,” ujarnya. Rena menjelaskan bahwa keberhasilan murid adalah bukti keberhasilan seorang guru. Mengutip perkataan Mendikbud, Muhadjir Effendy, semua guru di Indonesia itu hebat dan pintar, tetapi metode pembelajarannya masih perlu ditingkatkan. “Sehebat apa pun guru itu, yang membuktikan bahwa guru itu berhasil adalah siswanya. Kalau siswanya tidak senang, tidak kangen dengan ibu/bapak sekalian, itu belum dikatakan berhasil,” jelasnya. Rena juga mengingatkan kembali pentingnya semangat nasionalisme dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. “Marilah kita berjanji, Indonesia abadi”, penggalan lirik lagu Indonesia Raya pada stanza ketiga ini, Rena menjabarkan bahwa guru berperan penting dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia dengan cara mendidik generasi penerus bangsa. “Sadarlah hatinya sadarlah budinya”, penggalan lirik lainnya yang terkait erat dengan pendidikan karakter. Menurutnya, bangsa Indonesia mendapat ancaman dari berbagai hal sehingga Indonesia bisa hilang jikalau semua orang yang berkiprah di dunia pendidikan tidak melakukan tugas dengan baik. “Kenapa dalam semua acara, kita harus menyanyikan lagu Indonesia Raya, karena di situlah apa yang kita inginkan, apa yang kita jaga, apa yang kita lakukan itu semua untuk mewujudkan apa yang kita nyanyikan,” pungkasnya. S

Nur Diansyah

GURU DIKMEN KESHARLINDUNG

Malam penganugerahaan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi 2018

PEMILIHAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2018

AJANG KOMPETISI

SATUKAN NEGERI

emilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional merupakan ajang tahunan paling bergengsi bagi GTK dari seluruh Indonesia. Pada ajang tersebut,

Ppesertanya merupakan orang-orang terpilih yang telah menempuh

serangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Semua peserta berlomba-lomba untuk memperebutkan predikat juara I, II, dan III. Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) sebagai bentuk apresiasi serta wadah meningkatkan kemampuan profesional. Ajang tingkat nasional tahun 2018 kali ini bertema “Berkarya untuk Kemajuan Pendidikan dan Kebudayaan”. Pesertanya berjumlah 1.296 orang yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, laboran, tenaga perpustakaan, dan kepala administrasi dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Rangkaian kegiatannya berlangsung mulai tanggal 11 s.d 18 Agustus 2018 di enam lokasi di Jakarta, bersamaan dengan acara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Rangkaian kegiatan lomba diselenggarakan oleh setiap direktorat di Ditjen GTK. Satu di antaranya adalah Pemilihan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 yang diselenggarakan di Hotel Sunlake, Sunter Jaya, Tj. Priok, Jakarta. Dalam rangka mendorong dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme guru, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dit. PG Dikmen dan Diksus) menyelenggarakan lima jenis lomba.

Kemeriahan malam penutupan Gupres Dikmen dan DIksus 2018

Di antaranya, Pemilihan Guru SMA Berprestasi, Guru SMK Berprestasi, Guru Inklusi Pendidikan Menengah Berprestasi, Lomba Kreativitas dan Karya Inovasi dalam Pembelajaran Guru Pendidikan Khusus Jenjang Menengah Berprestasi, dan Lomba Guru Berdedikasi Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dikmen. Peserta Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional ini terdiri dari Guru SMA, Guru SMK, dan Guru SMALB/SMKLB perwakilan bersama anak SLB berprestasi dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Peserta tingkat nasional ini merupakan guru-guru yang menjadi juara pertama hasil seleksi tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi. Pemilihan Dikmen serentak mengikuti upacara peringatan Guru SMA Berprestasi diikuti oleh 34 orang, HUT Kemerdekaan RI ke-73 di lapangan Guru SMK Berprestasi sebanyak 32 orang, Kemendikbud. Sebagian peserta terpilih bahkan Lomba Kreativitas dan Karya Inovasi 29 orang, berkesempatan mengikuti pidato kenegaraan di Lomba Guru Berdedikasi Pendidikan Khusus Gedung MPR/DPR RI. dan Layanan Khusus 19 orang, dan Lomba Guru Inklusi Berprestasi 23 orang.

MENJAGA KEUTUHAN NKRI

Finalis juga mendapat tambahan wawasan dari narasumber dalam kegiatan tingkat Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri nasional ini meliputi Direktur PG Dikmen dan Renani Pantjastuti, MPA memberikan arahan Diksus, pejabat di lingkungan Dit. PG Dikmen kepada peserta Pemilihan Guru Dikmen dan dan Diksus, utusan dari Badan Narkotika Diksus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional (BNN), dan Lembaga Sensor Film (LSF). Nasional Tahun 2018. Tepatnya pada saat Sedangkan tim penilai/juri kegiatan lombanya pembukaan kegiatan, Direktur yang biasa berasal dari unsur Direktorat Pembinaan Guru disapa Rena itu mengajak para peserta untuk Pendidikan Menengah, LPTK, dosen, dan praktisi mendoakan saudara-saudara di Lombok, Nusa pendidikan bukan guru. Tenggara Barat (NTB) yang terkena gempa darat berkekuatan 6,4 Mw pada tanggal 29 Juli Rangkaian kegiatan lomba yang berlangsung

  1. Rena berharap agar mereka yang terkena
    selama delapan hari tersebut meliputi tes musibah itu diberikan kekuatan dan ketabahan. tertulis, wawancara, dan presentasi. Di samping itu, peserta juga memperoleh pembekalan “Sebagian dari mereka yang terkena dampak materi terkait kebijakan-kebijakan dari tiap bencana alam adalah guru, siswa, dan kepala subdirektorat di Dit. PG Dikmen dan Diksus, sekolah. Tadi saya mengecek data, ternyata pengayaan materi tentang bahaya Narkotika untuk sekolah saja, total sekitar 400 sekolah dari BNN, dan wawasan seputar LSF. yang terkena dampak. Kemudian pendidikan Sedangkan pada tanggal 17 Agustus, menengah ada 89 sekolah, juga sekolah luar biasa. Ada siswa yang meninggal, luka-luka, semua peserta Pemilihan GTK Berprestasi dan tetapi kalau guru Alhamdulillah tidak ada yang Berdedikasi baik dari unsur PAUD, Dikdas, dan

meninggal tetapi banyak yang terkena luka-luka berat dan rumahnya hancur,” terangnya. Rena juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0. Ia menjelaskan bahwa revolusi ini mengubah semua hal mulai dari cara hidup hingga cara belajar. Oleh sebab itu, seorang guru perlu sigap menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Juga senantiasa menyuguhkan suatu pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik dalam menyongsong masa depan. Rena juga mengingatkan bahwa seorang guru, selain mendidik juga berperan penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Hal ini sesuai dengan stanza ketiga dari lagu Indonesia Raya yang berbunyi “Marilah kita berjanji Indonesia abadi”. Keutuhan tersebut hanya dapat terlaksana jika para guru senantiasa menanamkan semangat Pancasila kepada generasi penerus bangsa. “Itulah kenapa kita harus terus menerus menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk mengingatkan kita,” tuturnya. “Semua guru punya peran penting. Mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Dan yang paling penting adalah menyiapkan bangsa Indonesia untuk tetap menjaga keutuhan Indonesia.”

GURU DIKMEN KESHARLINDUNG

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP., Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Dr. Supriano, M.Pd., Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

AKAR RUMPUT PENDIDIKAN

(Mendikbud), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP memberi ucapan selamat kepada semua peserta Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 yang telah terpilih menjadi guru teladan atas prestasi dan dedikasinya. “Mudah-mudahan hadiah yang diamanatkan kepada ibu/bapak sekalian akan menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras, terdorong untuk memberikan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan

negara melalui pendidikan,” kata Mendikbud

dan Berdedikasi di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud, Jakarta (17/8). Mendikbud mengharapkan agar para peserta dari seluruh Indonesia itu dapat menjadi contoh, teladan, dan tempat berkaca bagi rekan-rekan guru di daerah masing-masing. “Guru sebagai pendidik mempunyai peran yang sangat penting dan strategis, serta menjadi faktor utama penentu keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, kualitas guru dan

tenaga kependidikan sangat menentukan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya akan menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik,” kata Mendikbud. Mendikbud juga menyampaikan bahwa ruh pendidikan adalah keteladanan. Berdasarkan istilah sosiologi pendidikan, guru berperan sebagai the signifikan others, yakni sebagai orang yang bermakna bagi peserta didik. “Di samping penguasaan materi pembelajaran dan strategi pembelajaran, yang lebih mendasar adalah keteladanan. Kalau guru sudah tidak bisa menjadi teladan, maka hilanglah jati diri keguruannya,” tuturnya. Guru memang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan peserta didik. Bahkan bisa mengalahkan pengaruh orang tua dalam hal tertentu. Mendikbud menuturkan bahwa hilangnya signifikan others pada guru itu berbahaya. Dewasa ini, anak-anak justru mencerap the signifikan others melalui internet, media sosial, figur-figur imajinatif yang diciptakan oleh produsen media tanpa menimbang dampak buruknya bagi perkembangan anak. “Anak-anak sekarang jauh lebih berat penanganan, pembinaan, dan pendidikannya dibandingkan anak dulu. Sekarang begitu banyak sosok baik manusia maupun bukan manusia yang menjadi teladan bagi anak-anak,” jelasnya. Mendikbud juga menekankan bahwa guru adalah akar rumput dari proses pendidikan yang panjang. Sebagai akar rumput, guru berperan dalam memberikan asupan nutrisi pendidikan yang dibutuhkan peserta didik. “Pendidikan tidak akan tumbuh menghijau kalau akar rumput guru tidak mampu menghisap berbagai macam asupan. Anak tidak akan tumbuh berkembang menjadi kepribadian yang sesungguhnya kalau guru tidak bisa mencari asupan yang diberikan kepada anak-anak didik,” tuturnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Malam Apresiasi Pemilihan GTK Berprestasi

Penyerahan donasi gempa Lombok dari Dit. PG Dikmen dan Diksus kepada perwakilan peserta Gupres Dikmen dari Lombok, NTB

“Bersiaplah, niatlah dengan sungguh-sungguh kalau Ibu/

DAFTAR JUARA PEMILIHAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH

Bapak sudah mendapatkan penghargaan dari Kemendikbud

DAN PENDIDIKAN KHUSUS BERPRESTASI DAN BERDEDIKASI

berupa sertifikat. Dan hadiah itu nilainya tidak seberapa

TINGKAT NASIONAL TAHUN 2018

dibanding tanggung jawab yang Ibu/Bapak harus pikul sebagai guru teladan, tempat berkaca guru-guru yang lain di dalam

Pemilihan Guru SMA Berprestasi
Juara Nama Asal
I I Gede Arya Sudira, S.Pd. M.Pd Bali
II Alif Hanifah, M.Pd., M.Si Jawa Timur
III Arni Fera Sinatra, S.Pd., M.Pd Pemilihan Guru SMK Berprestasi Jawa Tengah
I Rudi Haryadi, S.T., M.Pd Jawa Barat
II Syailendra Putra, M.Pd Bengkulu
III Septa Krisdiyanto, M.Pd Lomba Kreativitas dan Inovasi dalam Pembelajaran Guru Pendidikan Khusus Satuan Pendidikan Menengah Jawa Timur
I Narsim, S.Pd., M.Pd Jawa Tengah
II Rusnaili, M.Pd Lampung
III Ahmad Syarif, S.Pd.I., M.Pd Lomba Guru Berdedikasi Pendidikan Menengah Sulawesi Selatan
I Raisul Akbar, S.Pd., M.Pd Aceh
II Rusia, S.Pd Kalimantan Utara
III Tatang Rukmana, S.Pi Lomba Guru Inklusi Berprestasi Pendidikan Menengah Sumatera Utara
I Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd Jawa Timur
II Luh Eka Yanthi, M.Pd Bali
III Dra. Hj. Lutfiani, Kons Kalimantan Selatan

ekosistem pendidikan di mana ibu/bapak berada,” kata Mendikbud, berpesan.

PEMBAHARUAN TERUS MENERUS

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Dr. Supriano, M.Ed menyampaikan bahwa ajang Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional merupakan bentuk penghargaan Kemendikbud kepada GTK terbaik dari seluruh Indonesia. “Kegiatan ini diadakan dalam rangka pemberian penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan tingkat nasional, sekaligus implementasi amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,” kata Supriano. “Ditjen GTK sebagai penyelenggara, terus menerus melakukan perbaikan dan pembaharuan dalam proses penyelenggaraannya, termasuk sistem, konten, dan penjurian. Di antaranya sistem pemberkasan melalui sistem aplikasi sehingga seluruh berkas peserta dikirim secara daring. Kualitas penjurian ditingkatkan dengan menempatkan para profesional dari berbagai unsur di antaranya perguruan tinggi, PPPPTK, industri, LPMP, dan perpustakaan nasional, serta praktisi,” pungkasnya. S

Nur Diansyah

GURU DIKMEN KESHARLINDUNG

Ir. Sri Renani Pantjastuti M.PA didampingi Dr. Kadarisman bersama para juara 1,2 dan 3 pada Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Guru Dikmen dan Diksus Tahun 2018

omba Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru Pendidikan LOMBA KARYA INOVASI PEMBELAJARAN GURU DIKMEN DAN DIKSUS Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikemn dan Diksus) tahun 2018 telah selesai dilaksanakan. Bertempat di Hotel Atlet

LCentury, Jakarta kegiatan ini berlangsung selama lima hari (30

November-4 Desember 2018). Peserta yang berhasil lolos masuk final

MEMACU

sebanyak 100 orang, terdiri dari 50 orang finalis gabungan SMA dan SLB, dan 50 orang finalis dari SMK. Finalis ini berhasil menyisihkan dari

1.962 peserta yang mendaftar dan mengirimkan naskah. Kegiatan ini

KREATIVITAS

menjadi rangkaian perayaan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018 ini juga mengikutkan para finalis pada Puncak HGN yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat (1 Desember).

GURU

Inobel guru dikmen dan diksus tahun 2018 dibuka dan ditutup langsung oleh Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir, Sri Renani Pantjastuti

MENYONGSONGM.P.A. Biasanya direktur hanya sekali saja datang, saat pembukaan atau

penutupan. “Kebetulan kegiatan ini berlangsung hampir bersamaan dengan Lomba Menulis Tentang Pendidikan Inklusi bagi Guru Dikmen

ABAD 21dan Diksus dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional

yang juga berlangsung di hotel yang sama dan tempatnya bersebelahan dengan gedung Kemendikbud, sehingga masih ada waktu menghadiri kegiatan bapak ibu sekalian pada pembukaan dan penutupan. Mudah- mudahan tidak bosan,” jelas Bu Direktur.

Peserta Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Guru Pendidikan Menengah sedang menyampaikan isi materinya di depan siswa SMA

GURU HARUS BISA TINGKATKAN KEPANDAIAN SISWA

Pada kesempatan tersebut, Rena juga mengajak peserta mengingat kembali apa yang sering disampaikan Mendikbud Prof, Dr. Muhadjir Effendy M.A.P. Melalui media cetak maupun elektronik, bahkan di facebook Mendikbud kerap mengatakan bahwa guru di Indonesia sudah pintar. Mengapa demikian? Lantaran guru Indonesia sudah memenuhi kualifikasi minimal S1. “Kalau guru sejarah, ia harus belajar sejarah minimal empat tahun, guru matematika juga harus belajar minimal empat tahun, begitu seterusnya pada guru mata pelajaran yang lain. Kondisi ini memberi arti bahwa guru Indonesia sudah cukup mumpuni di bidangnya,” katanya. Tetapi, Pak Menteri kemudian mengatakan

bagaimana kualitas proses pembelajarannya. itu adalah siswa lulusan SMP dengan NEM rata-Itu yang harus terus ditingkatkan. “Jadi Bapak rata 9,5. Bisa dibayangkan betapa enak guru Ibu, bukan kepandaian gurunya yang harus mengajar di sekolah itu, tidak harus kreatif ditingkatkan tetapi kita harus memandaikan dalam mengajar, karena siswanya sudah pintar siswa, karena gurunya sudah pandai. Dalam hal semua,” katanya. ini adalah inovasi dan kreativitas pembejalaran Akan tetapi, lanjut Rena, beberapa kali yang harus diperbaiki dari seroang guru,” ujar anaknya mengeluh. Katanya, selama bersekolah Rena. beberapa gurunya tidak pernah sekalipun bertanya sudah mengertikah atau belum

JANGAN SALAH KAPRAH DENGAN

mengerti dari materi yang di sampaikan.

PREDIKAT SEKOLAH HEBAT

“Mungkin gurunya berasumsi bahwa siswanya sudah pandai semua. Tetapi kepandaian siswa Kemudian Rena bercerita dari pengalaman itu bermacam-macam. Mungkin ada siswa yang yang dialami anak-anak kandungnya selama daya tangkapnya pada pelajaran matematika, di bangku sekolah. Sebagai seorang ibu, Rena fisika, kimia begitu cepat, tetapi pada mata pernah beberapa kali mendapat keluhan dari pelajaran yang lain ia lambat,” lanjutnya. anaknya mengenai gurunya. “Anak saya yang pertama kebetulan bersekolah di SMA yang Peristiwa tersebut memberi pelajaran, bahwa bahwa yang harus dilakukan bukan terbaik di Jakarta waktu itu. Mendapat predikat sekolah-sekolah hebat di masa lalu dikarenakan meningkatkan kepandaian gurunya tetapi sekolah terbaik, karena yang bisa masuk sekolah memiliki input siswa yang sudah bagus, bukan

GURU DIKMEN GURU DIKMEN KESHARLINDUNG KESHARLINDUNG

Foto bersama juara 1 dan 2 beserta rekan-rekan

lainnya pada Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Guru Dikmen dan Diksus Tahun 2018

karena gurunya yang hebat. “Kalau guru yang jika latihan guru tersebut sambil memutar hebat dia pasti bisa merubah siswa dari yang radio atau musik dengan suara yang lumayan tadinya tidak pandai, dan memiliki kekurangan kencang. Anak saya harus berlatih menjadi MC di berbagai bidang tetapi ketika lulus sekolah dengan suara melebihi suara musik tersebut. dia bisa berubah menjadi pandai. Dan saya juga Kebetulan anak saya ini lumayan jenius, daya punya pengalaman yang seperti itu, ini terjadi ingatnya sangat kuat jadi memudahkan guru pada anak saya yang keempat,” katanya. yang melatih. Tetapi saya kaget ternyata dia bisa, Putrinya yang keempat bersekolah di sekolah anak yang awalnya pendiam dan pemalu bisa nasional plus sejak SD dan saat ini tengah berubah menjadi sosok utama di sekolahnya duduk di kelas XII jenjang SMA. Sekolah tersebut dan sangat percaya diri. Begitu masuk SMP, dia didirikan oleh pasangan suami istri yang bekerja jadi sering ikut lomba debat. Bagi saya sekolah sebagai guru dan asli warga negara Indonesia. seperti ini benar-benar hebat, dan harusnya “Anak saya yang satu ini amat pendiam dan setiap sekolah bisa seperti itu, selalu punya cara pemalu, jika bicara suaranya sangat lirih. Kalau merubah karakter siswanya. Saya bercerita tidak bertemu orang lain, sukanya menunduk, jarang bermaksud mengagungkan sekolah tersebut, sekali menatap langsung. Pada suatu ketika saat tetapi karena memiliki guru yang sangat kreatif,” masih di bangku SD ia ditunjuk untuk menjadi katanya. MC. Awalnya saya kaget, bagaimana bisa anak saya yang pendiam, pemalu dan suaranya TIGA TANTANGAN BERAT GENERASI sangat pelan itu bisa menjadi MC,” ujarnya. ZAMAN NOW Gurunya cukup cerdik dan kreatif dalam merubah anak yang pemalu dan bersuara mengingatkan peserta untuk bisa melihat dan lembut bisa menjadi bersuara keras. “Ternyata menyikapi secara bijaksana perkembangan

zaman. Generasi Indonesia yang ada saat ini adalah generasi yang disiapkan menjadi generasi unggul dan berdaya saing saat 100 tahun Indonesia merdeka nanti. Masa depan generasi tersebut berada di pundak para guru yang jumlahnya kurang lebih 3,1 juta orang. “Kalaupun dari 3,1 juta guru tersebut hebat semua, memiliki cara menarik dalam setiap pembelajarannya, tetapi harus tetap waspada, ada tiga tantangan besar yang terus mengintai yang membutuhkan penyikapan yang bijaksana. Tiga tantangan tersebut adalah pengaruh teknologi informasi (IT), narkoba dan radikalisme,” katanya. Perkembangan IT begitu deras yang salah satunya ditandai munculnya beragam ponsel dan sejenisnya terbukti sudah menjarah disetiap lapisan masyarakat, dari usia anak-anak hingga usia tua. Generasi zaman sekarang seolah tak bisa lepas dari ponsel, sekali ponsel ketinggalan atau lupa menaruh langsung panik. “Pada now handphone menjadi teman akrabnya, ke mana dan di mana pun berada bahkan saat sedang makan tak lepas dari ponsel di tangan. Ini adalah fakta yang sedang terjadi.

Pada kesempatan tersebut Rena generasi zaman

Dr. Kadarisman, M.Pd., Kasubdit Kesharlindung

Betapa anak-anak kita semakin akrab dengan handphone, berapa jam lamanya menatap layar, mungkin ia lebih nyaman menatap layar handphone dari pada menatap guru. Ini sebuah tantangan,” katanya. Kondisi tersebut harus bisa disikapi oleh seorang guru, pasalnya setiap generasi kulturnya pasti berbeda dan diperlukan penanganan yang berbeda pula. Harus diketahui bahwa melalui ponsel apa saja bisa dicari, termasuk hal-hal negatif. “Misalnya pornografi, muncul sendiri tanpa harus dicari. Zaman dulu mungkin ada konten pornografi tapi susah mencarinya, kalau sekarang tanpa mencari sudah muncul sendiri. Fenomena ini sudah terjadi, di suatu daerah ada anak masih berseragam SD melakukan pornoaksi, ada lagi dalam satu sekolah SMP terdapat 12 siswa yang hamil secara bersamaan, di daerah lain juga terjadi kakak adik melakukan hubungan badan hingga hamil dan membuang bayinya, dan lain sebagainya. Ini benar-benar terjadi, coba bayangkan bagaimana perasaan orang tuanya. Fenomena apa ini, ngeri sekali,” kata Rena.

dalam memahami, menganalisis dan menyusun laporan karya inovasi pembelajaran hasil dari penelitian dan gagasannya,” ujar Kadarisman.

JUARA INOBEL DIKMEN DIKSUS TAHUN 2018

Hasil penilaian dari lomba Inobel ini ditentukan berat pornografi siswa tersebut tidak akan bisa finalis terbaik I, II, dan III. Ketiga juara tersebut berpikir jernih dan sehat,” ujarnya. masing-masing mendapat uang pembinaan, Tantangan berikutnya adalah narkoba dan sertifikat dan khusus juara I mendapatkan radikalisme. “Terdapat lima nilai karakter utama laptop dari direktur. Sedangkan kepada seluruh yang kami mohon betul bisa dibangun dan finalis yang belum berkesempatan menjadi diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran. yang terbaik, diberikan uang pembinaan yang Lima nilai tersebut meliputi religius, integritas, jumlahnya berbeda dengan peserta terbaik. mandiri, nasionalisme dan gotong royong. Peserta terbaik tersebut adalah sebagai berikut: Melalui penerapan lima nilai karakter dengan cara pembiasaan-pembiasaan saya rasa akan

JENJANG SMA DAN SLB:

mampu menangkis tiga bahaya tersebut,” tutup

  • JUARA I: Luh Murniasih, M.Pd, Guru SMA
    Rena. Negeri 3 Kota Malang, Jawa Timur Sementara itu, Dr. Kadarisman, Kasubdit Kesejahteraan Penghargaan dan Perlindungan

  • JUARA II: Mochtar Fatkoer, S.Pd, Guru SMA
    Direktorat PG Dikmen dan Diksus mengatakan Tanjung, Lombok Utara, NTB

bahwa proses seleksi Inobel dilakukan secara

  • JUARA III : Eben Taarape, S.Pd., M.Pd, Guru
    online. “Peserta mengirimkan naskah ke panitia SMA Negeri 1 Beo, Kab. Kep. Talaud, Sulawesi sejak mulai dibuka pada bulan Juli hingga batas Utara akhri diperoleh jumlah naskah sebanyak 1.962 naskah, kemudian diseleksi cukup ketat hingga JENJANG SMK menghasilkan 100 naskah yang dipandang

  • JUARA I: Edy Noviyanto, S.Pd.T Guru SMK
    sangat layak menjadi finalis,” katanya. Negeri 2 Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta Penyelenggaraan Inobel itu, lanjut

  • JUARA II: Suparmanto, S.Pd., M.Pd Guru SMK
    Kadarisman bertujuan untuk meningkatkan Attanwir Kab. Bojonegoro, Jawa Timur

model pembelajaran inovatif, metode penelitian Pertanian Pembangunan, Sumatera Barat S

eksperimen, metode penelitian tindakan kelas dan metode penelitian research & development. Mukti Ali “Juga untuk meningkatkan kemampuan guru

menunjukkan bahwa dari 6.000 responden siswa SMP dan SMA terdapat 4 persen yang terpapar adiksi berat atau kecanduan pornografi. “Saya kira siapapun gurunya mekipun ia seorang yang hebat, ketika siswanya terkena adiksi

Kemudian Rena memperlihatkan hasil kompetensi guru tentang konsep dasar metode penelitian Balitbang Kemendikbud yang penelitian untuk inovasi pembelajaran, model-• JUARA III: Ryan Fernandes, M.Pd.T, Guru SMK

GURU DIKMEN GURU DIKMEN TATA USAHA TATA USAHA

FOTO-FOTO: Rangkaian kegiatan pada capacity building direktorat PG Dikmen dan Diksus

CAPACITY BUILDING DIREKTORAT PG DIKMEN

MENGUAK POTENSI DIRI MENJADI INSAN VISIONER

ore hari, pada Kamis tanggal 18 Oktober menjadi hari yang tak biasa. Saat itu mulai pukul empat sore, seluruh pegawai

SDirektorat Pembinaan Guru Pendidikan

Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktorat PG Dikmen dan Diksus) berdatangan dan berkumpul di Staisun Gambir, Jakarta. Kurang lebih 150 orang yang semuanya pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus itu tampaknya hendak bepergian jauh. Terlihat dari beragam barang bawaannya, ada yang memanggul tas ransel, ada pula yang membawa koper, belum lagi barang bawaan yang mereka jinjing juga terlihat sangat berisi. Begitu Kereta Argo Jati bersandar mereka bergegas memenuhi tiga gerbong sekaligus, yakni gerbong 7, 8 dan 9. Ternyata mereka hendak pergi ke Cirebon untuk melaksanakan kegiatan Capacity Building Direktorat PG Dikmen dan Diksus. Kegiatan yang rutin digelar setahun sekali ini, pada tahun 2018 ini gelar di sebuah kawasan yang jauh dari keramaian tepatnya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dengan menggandeng NAC Organizer. Pelaksanaannya juga lebih awal dari tahun sebelumnya, untuk menghindari musim hujan tiba. Kekompakan dan kemeriahan peserta sudah terlihat sejak keberangkatan. Gerbong yang biasanya hanya terdengar gujes-gujes suara kereta, saat itu benar-benar pecah oleh suara peserta. Ketika itu anggota NAC mengisi Ice Breaking dengan permainan ketangkasan biskuit wajah. Dalam permainan ini anggota NAC membagi sebuah biskuit kepada setiap peserta.

Uniknya, peserta harus mendongak kemudian meletakkan biskuit pada bagian dahi. Setiap peserta harus memasukkan biskuit dari dahi ke dalam mulut tanpa sentuhan dan bantuan apapun dengan waktu tersedia hanya satu menit. Ada peserta yang sukses memasukkan ke dalam mulut, tetapi tak jarang peserta yang terlihat kesusahan sampai harus miring sana miring sini hingga wajah mengerut namun tak berhasil. Ada juga yang melakukan sembari berdiri atau bersandar mencari posisi seenak mungkin. Bahkan ada biskuit yang nyangkut pada kelopak mata atau hidung, pesertapun harus menggerakkan bola mata dan hidungnya untuk mengarahkan biskuit ke dalam mulut. Sayangnya banyak yang tak berhasil, sedikit saja masuk mulut tapi biskuitpun pun jatuh ke lantai kereta. Selepas bergembira dengan permainan biskuit wajah, Ice Breaking berikutnya yang disajikan adalah teka-teki dengan menebak tokoh yang terdapat dalam gambar. Teka-teki ini disajikan dengan mengirimkan gambar seluruh peserta. Waktu yang diberikan masing- masing hanya 30 detik saja. Dari permainan-permainan ini terlihat aura kebersamaan yang sangat kental. Benar-benar tak ada jarak di antara pegawai berstatus PNS dan NonPNS. Mereka bisa tertawa bersama tak ada perbedaan mana atasan dan mana bawahan. Kesempatan ini sangat dirasakan mampu melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.

TATA USAHA TATA USAHA

GURU DIKMEN GURU DIKMEN

SAJIAN PPK OLEH BU DIREKTUR

Di area Capacity Building, Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti berkesempatan menyajikan materi terkait dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Jika PPK selama ini dikenal menjadi materi yang diberikan kepada peserta didik, tetapi PPK juga perlu dikenalkan dan dikuatkan kepada pegawai yang selama ini berkecimpung dalam dunia pendidikan, salah satunya pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus. Bu Direktur menegaskan, bahwa karakter merupakan ruh dari kecakapan abad 21. “Kalau dilihat, bahwa karakter itu merupakan ruh atau inti dari kecakapan abad 21. Ini harus dipahami bersama, tidak hanya bagi guru dan siswa. Kita adalah pegawai Kemendikbud yang menangani pembinaan terhadap guru, maka sudah seharusnya lebih memahami tentang isu-isu keguruan termasuk PPK,” katanya. Dijelaskan oleh Bu Direktur, bahwa nilai karakter sebagaimana yang telah ditetapkan

merupakan nilai karakter utama. Meliputi, Religius, Nasionalis, Mandiri, Integritas, dan Gotong Royong. “Lima nilai karakter inilah yang menjadi dasar dan kekuatan setiap individu menggerakkan dirinya mencapai beberapa kompetensi abad 21, mulai berpikir kritis, komunikatif, kolaboratif, dan kreatif,” Bu Direktur menandaskan. Kompetensi abad 21 tersebut kemudian dikemas menjadi satu dengan kemampuan literasi. “Literasi jangan hanya dipahami sekedar membaca, lebih dari itu literasi memiliki

pemahaman yang lebih luas, karena ada literasi bahasa dan sastra, kemampuan digital, finansial, budaya dan kewarganegaraan, sains dan numerik,” katanya. Jika hal-hal tersebut telah terpenuhi dalam diri setiap individu, lanjut Bu Direktur, seseorang dipastikan akan menjadi warga negara yang unggul. Indikasinya menjadi warga negara yang peduli dan bertanggungjawab, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, menjadi warga pembelajar sepanjang hayat dan aktif berkontribusi dalam kemajuan.

MENJADI INSAN VISIONER

Selain direktur, terdapat materi lain yang Dra. Sri Handayani, M.Pd., Kepala Subbagian Tata Usaha disajikan oleh motivator dari NAC yakni materi Kebesaran Potensi Manusia serta materi Positive Kepala Subbagian Tata Usaha, Dra. Sri Thinking. Melalui dua sajian ini peserta diajak Handayani, M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian menjadi insan senantiasa berpikiran positif kegiatan yang bersifat olah raga dan permainan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Seseorang harus bisa mengenali dirinya sendiri dirasakan sangat bermanfaat bagi peserta. untuk melihat potensi visioner yang ada dalam “Tujuannya jelas yang pertama adalah untuk

peserta akan menerima penjelasan tentang membangun kebersamaan dan kekompakan penyebab berbagai hambatan dalam setiap sebuah tim. Kegiatan ini sangat penting pekerjaan. Terdapat beberapa contoh masalah dilakukan, karena rutinitas pekerjaan bukan disertai pemecahannya. Materi ini disajikan tidak mungkin timbul gesekan atau masalah melalui tatap muka dan simulasi. antar pegawai. Kegiatan inilah yang bisa mencairkan suasana,” ujar Sri Wahyuni. “Tim Sajian lainnya selama Capacity Building, yang biasanya bekerja di kantor dengan urusan berupa permainan-permainan dan olah raga. masing-masing saat ini di bawa ke lapangan Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi Transfer Gelas, Komunigambar, Snake blindfold, Paku dalam suasana yang berbeda. Bagaimana bisa ku bisa, Tarik Tambang, Mini soccer dan Fun menjadi tim yang menang hanya satu kuncinya cooking. yakni kerjasama yang baik,” katanya.

Foto bersama Direktorat PG Dikmen dan Diksus

pada acara capacity building

Kemendikbud mencakup lima hal yang dirinya. Ada juga materi Problem Solving, di mana melepaskan kepenatan pekerjaan, kedua untuk

FUN COOKING

Dari berbagai permainan dan olah raga tersebut ada yang paling menarik dan dirasa sajian baru selama Capacity Building, yakni Fun Cooking. Dalam kegiatan memasak yang timnya dadakan ini benar-benar menguji nyali pegawai yang harus menjadi seorang koki. Terdapat enam tim yakni TU, Subdit Program dan Evaluasi, Subdit Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karier, Subdit Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi, Subdit Perencanaan dan Pengendalian Kebutuhan serta Subdit Kesharlindung. Tiap tim beranggotakan tiga orang satu di antaranya ditunjuk sebagau ketua tim. Terlihat beberapa peserta capacity building Uniknya dalam Fun Cooking ini adalahtengah mengikuti lomba fun cooking anggota tim adalah hasil undian. Ketika semua peserta dibagikan kertas undian, siapapun yang dalam kertas tersebut tertulis koki, maka dia dikenal dengan nama plating. Semua berlomba Diksus untuk dinikmati bersama. “Dan kata lah yang harus menjadi tim memasak. Waktu mengkreasi hasil masakannya. Beragam garnis tim yang memasak, mereka bangga dan mulai memasak kurang lebih 1,5 jam dan mereka harus terpasang mempercantik tampilan menu mengenal dapur dan isinya. Masaknnya enak dan menghabiskan bahan-bahan yang disajikan. masakan. Dari sisi penampilan penyajian terlihat benar-benar enak meskipun waktu perlombaan Ketika itu terdapat lima bahan sajian menu yang sangat indah, menarik dan bikin ngiler lidah ada bumbu yang kurang meresap, mungkin harus dimasak yang kesemuanya disiapkan dan untuk mencicipi. Tetapi siapa sangka jika ada kurang lama. Waktu membawa masakan ke dirahasiakan oleh Bu Direktur. masakan yang kurang matang atau bumbu kantor terlihat lebih indah dan dikreasi lebih Bagi peserta yang bukan tim memasak, kurang meresap. bagus lagi,” ujar Sri Handayani. harus jaga jarak, tidak boleh mendekat dan Usai sudah tiga hari melepas penat dengan memberi tahu bumbu dan trik memasak yang mengikuti rangkaian kegiatan Capacity Building.

TU JUARA PERTAMA

cepat dan tepat. Mereka hanya boleh menjadi Pada Sabtu pagi mereka berkemas dan segera supporter. Jika supporter ketahuan mendekat Juri dalam Fun Cookingini adalah Bu Direktur, kembali ke rumah masing-masing. Dalam dan memberi trik tak segan panitia akan penyanyi dari organ tunggal serta panitia dari perjalanan pulang mereka berkesempatan mengusir jauh-jauh. Tim dari TU kebetulan lelaki NAC. Hasilnya, tim TU menjadi tim terbaik dan singgah ke Museum Linggar Jati yang lokasinya semua, mereka adalah Sugeng, Warno dan Zikri. meraih juara pertama. “Begitu tim TU dinyatakan masih berada di kawasan Kabupaten Kuningan. Fun Cooking yang dipadu dengan pertunjukan sebagai juara pertama rasanya sangat bangga Setelah itu, mereka mampir pula di sentra-organ tunggal ini sangat menarik, bisa memasak dan senang. Karena semua lelaki dan mereka sentra penjualan dan produksi batik Mega sambil goyang pinggul ikuti irama musik. baru pertama ini bergaul dengan bahan dan Mendung, batik khas Cirebon. Mereka bebas “Namun sedikit terkendala, karena begitu proses alat-alat memasak. Saat itu mereka membuat masuk ke sentra yang mana, dan bebas pula bisa memasak berjalan baru diketahui tidak ada ayam bumbu kecap, semur daging, omlet telur, berbelanja atau melihat proses pembuatan batik cobek untuk nguleg sambal dan bumbu. Semua sayur lodeh dan sambal. Keberhasilan tim kami tersebut. Sebelum sampai di Stasiun Cirebon tim ramai dan mencari cara lain, ada yang cuma juga karena bahan bisa dihabiskan, ada sisa mereka singgah sejenak menimkati makan siang diiris-iris, digeprek, ada yang menggunting dan tetapi paling sedikit. Karena aturannya harus di warung makan Empal Gentong, kuliner khas lain sebagainya. Cobek berhasil didatangkan menghabiskan seluruh bahan atau menyisahkan Cirebon. Sekitar jam dua siang, kereta membawa setelah proses memasak sudah berjalan, pada paling sedikit,” terang Sri Handayani. rombongan dari Stasiun Cirebon menuju Stasiun akhirnya cobek tetap digunakan untuk nguleg Bagi juara pertama Fun Cooking ini pada hari Gambir. Sekitar pukul lima sore baru sampai sambal,” kata Sri Handayani. Senin, diberi tugas untuk memasak seperti dalam Jakarta dan mereka berpisah untuk kembali ke Setelah proses memasak usai, mereka diuji Capacity Building. Menu masakan kemudian rumah masing-masing. S cara penyajian yang baik, bernilai seni dan di bawah ke kantor Direktorat PG Dikmen dan mengundang selera, yang dalam ilmu tata boga Mukti Ali

GURU DIKMEN erbagi ilmu dengan cara berbagi pengalaman terbaik adalah cara tepat yang bisa diberikan kepada rekan sejawat atau kepada siapapun yang berkepentingan. Penulis memiliki pengalaman B mengajar cukup lama dan berharga (1993-2007), baik di dalam maupun di luar negeri. Keinginan kuat berbagi pengalaman berharga kepada guru dikarenakan rasa rindu dan cintanya suasana pembelajaran yang membangkitkan potensi peserta didik berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Pembelajaran yang telah dilaksanakan terbukti bukan hanya mampu membangkitkan potensi peserta didik saja, sejalan dengan itu pemerintah memberikan penghargaan dalam berbagai kompetisi telah dilakukan oleh guru dalam pembelajaran. Penghargaan yang telah penulis peroleh dapat dirinci sebagai berikut. KOLOM best practice yang MEMBANGUN IDE TERBAIK UNTUK PROSES PEMBELAJARAN BERMUTU OLEH: SARWIN ZAIN, M.Pd. KASI PENILAIAN KINERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR GURU SMA, DIKSUS PAUD DAN DIKSUS DIKDAS, SUBDIT PENILAIAN KINERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR, DIREKTORAT PEMBINAAN GURU DIKMEN DAN DIKSUS rintangan keberhasilan proses pembelajaran. Terlebih saat ini, guru dituntut menciptakan pembelajaran bermutu untuk mengembangkan potensi peserta didik yang akan hidup sebagai Generasi Emas dan menghadapi kehidupan di abad 21. Guru perlu mempunyai beberapa prinsip, di antaranya sebagai berikut. Pertama, Guru harus menciptakan materi pembelajaran dari yang sulit menjadi lebih mudah dipahami. Kedua, guru harus menyiapkan media pembelajaran menyenangkan untuk memudahkan peserta didik memahami materi pembelajaran. Ketiga, guru harus menciptakan materi pembelajaran yang semula rumit menjadi lebih sederhana. Keempat, bila diperlukan, guru seharusnya menyampaikan materi pembelajaran yang sifatnya abstrak bisa dipikirkan secara konkret. Mengingat penulis sebagai Guru Fisika maka pada tulisan ini akan
NAMA PENGHARGAAN NAMA INSTANSI YANG MEMBERI memberikan contoh dalam mewujudkan prinsip-prinsip tersebut yang dapat digambarkan sebagai berikut.
Piagam Penghargaan sebagai Pemenang Terbaik Depdikbud dan PT. Cipta Televisi
Provinsi dalam Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran atau Bimbingan dan Konseling hadiah 1 unit rumah type 36 berlokasi Tingkat Nasional (1997) Pendidikan Indonesia memiberi di Kota Medan
Science Education Award (1999) Indonesia Toray Science Foundation
Piagam Penghargaan sebagai Pemenang II dalam Lomba Kreativitas Guru SMU/K Bidang MIPATEK Tingkat Nasional (1999) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Piagam Penghargaan sebagai Finalis dalam Departemen Pendidikan Nasional Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional (2001) (Depdiknas)
Piagam Penghargaan sebagai Pemenang I Departemen Pendidikan Nasional Jenjang Sekolah Menengah Atas dalam Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional (2006) Pengalaman berharga yang penulis bagikan ini diperoleh waktu membangun ide untuk mewujudkan pembelajaran yang bermutu, baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Dalam upaya mewujudkan pembelajaran (Depdiknas)
yang bermutu, guru harus memutus hambatan dan menyingkirkan 50 Gambar 1. Penulis Melaksanakan Pembelajaran Secara Ceramah

Gambar 1 di atas merupakan contoh suasana pembelajaran dengan metode ceramah. Guru sangat aktif menyampaikan materi pembelajaran, sedangkan peserta didik bersifat pasif mendengarkan penjelasan dari guru. Suasana pembelajaran seperti ini diupayakan sejarang mungkin dilaksanakan karena kurang menumbuhkan peserta didik berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Gambar 2. Penulis Memfasilitasi Pembelajaran secara Diskusi Menggunakan Media Pembelajaran

Gambar 2 di atas merupakan contoh suasana diskusi dalam pembelajaran. Peserta didik sangat aktif berdiskusi dengan peserta didik yang lain, sedangkan guru memfasilitasi aktivitas peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Suasana pembelajaran seperti ini mampu memfasilitasi peserta didik, misalnya mengamati media pembelajaran, membuktikan konsep yang dibahas, berargumentasi dalam memecahkan permasalahan, dan bekerjasama dalam menggunakan media pembelajaran. Sesungguhnya media pembelajaran juga bisa didesain bersama peserta didik.

MENCARI IDE TERBAIK

Sering terjadi permasalahan bagi guru dalam mencari ide untuk menciptakan pembelajaran yang terbaik. Proses membangun ide pembelajaran bermutu sesungguhnya dapat dilakukan bersamaan dengan pada saat guru bekerja, baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Bahkan ide tersebut dapat muncul pada saat perjalanan maupun di tempat lain yang bisa memberi inspirasi kreatif. Penulis memberikan beberapa contoh pengalaman menarik waktu akan membuat media pembelajaran.

Contoh pertama, pada waktu itu penulis sedang memperbaiki projector film yang rusak di laboratorim SMA Negeri 2 Soposurung, Balige, Sumatera Utara. Tanpa disadari bahwa terdapat komponen-komponen peralatan yang merupakan penerapan dari ilmu fisika yaitu gerak relatif. Padahal selama ini pembelajaran gerak relatif disampakan dengan ceramah yang membosankan. Untuk itu, penulis membuat media pembelajaran berupa dua baling-baling yang dipasang sejajar dalam satu sumbu. Pada waktu kedua baling-baling diputar dengan kecepatan tertentu maka terlihat bahwa salah satu baling-baling terlihat berhenti. Kejadian seperti itu sebenarnya merupakan prinsip dari pembuatan bioskop (gambar hidup). Contoh kedua, pada waktu penulis mencari ide untuk pembelajaran materi struktur bumi di SMA Negeri 2 Soposurung, Balige, Sumatera Utara. Materi struktur bumi dapat dibaca oleh peserta didik namun menjadi tidak menyenangkan. Penulis menyadari bahwa di lingkungan sekolah merupakan daerah yang terdiri atas lembah, danau, dan perbukitan. Untuk itu, perlu diciptakan suasana pembelajaran materi struktur bumi yang menyenangkan dengan cara membawa peserta didik untuk mengamati lingkungan sekolah berkaitan dengan pengukuran kecepatan angin, temperatur udara, tekanan udara, kelembaban udara, ketinggian bukit, jarak objek, dan lain-lain. Contoh ketiga, pada waktu penulis mencari ide untuk pembelajaran listrik dinamis di Sekolah Indonesia Jeddah, Saudi Arabia. Penulis menyadari bahwa peserta didik tidak memungkinkan dibawa untuk mengamati peralatan listrik di lingkungan sekolah karena biasanya temperatur udara cukup tinggi sehingga udara terasa sangat panas. Untuk itu, penulis memfasilitasi peserta didik membuat miniatur peralatan listrik, terdiri atas: model PLTA, dinamo listrik arus bolak-balik, jaringan listrik jarak jauh, transformator penurun tegangan listrik, kereta listrik, lampu traffic light, dan rangkaian listrik di dalam rumah. Miniatur peralatan tersebut dibuat oleh peserta didik secara berkelompok kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan dan dipakai secara bersama-sama di dalam ruang kelas dalam udara yang tidak panas. Guru seharusnya berupaya meningkatkan kompetensinya sehingga tidak merasa puas dengan kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial yang telah dimiliki. Seiring dengan peningkatan kompetensi seharusnya pelaksanaan pembelajaran menjadi semakin bermutu pula. Marilah kita sebagai guru seharusnya menanamkan sikap pada diri sendiri sebagai guru yang “GEMAR MUTU” singkatan dari Gerakan Mengajar Bermutu. Semoga bermanfaat bagi teman-teman guru dalam menjalankan tugasnya. S

GURU DIKMEN GURU DIKMEN PROFIL PROFIL

RAISUL AKBAR, S.Pd JUARA 1 GURU SMA/SMK BERDEDIKASI 2018

SANGAT BERSYUKUR

BISA JADI GURU

aisul Akbar, S Pd, tidak pernah menyangka apa yang sudah dilakukan selama ini akan menghasilkan prestasi membanggakan. Guru SMAN Pulo Aceh, Aceh Besar, provinsi Aceh tersebut mampu meraih Juara 1 Guru SMA/ SMK Berdedikasi Daerah Khusus

RTingkat Nasional 2018. Ia pun menerima penghargaan dalam acara Apresiasi dan

Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2018, di Plaza Senayan Gedung A Kemdikbud RI, Rabu (15/08/2018). Atas prestasi membanggakan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya selama ini. “Semoga prestasi ini bisa dilanjutkan dan ditingkatkan kedepannya,” katanya berharap.

FOKUS MENGABDI

Raisul bertempat tinggal di desa Blang Situngkoh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di desa tersebut, banyak anak putus sekolah. Walau tinggal di Pulo Aceh dengan segala keterbatasan, tapi ini pilihan Raisul untuk dapat fokus mengabdi. Raisul sudah 12 tahun mengabdi di daerah khusus/ terpencil. Ia diangkat menjadi CPNS tahun 2006 di kabupaten Aceh Besar. Pada saat itu jenjang pendidikan menengah masih dikelola oleh dinas pendidikan kabupaten. Setelah menjadi CPNS, Raisul ditempatkan di SMA Negeri 1 Lhoong, letaknya di Kabupaten Aceh Besar berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Jaya, berjarak 57 kilometer dari Pusat Kota Banda Aceh. Perjalanan darat tidak beraspal harus ditempuh melewati pegunungan di sepanjang pesisir pantai Samudera Hindia selama kurang lebih tiga jam untuk mencapai sekolah. Kondisi Aceh setelah dilanda konflik berkepanjangan dan tsunami sangat memprihatinkan. Infrastruktur pendidikan dan sarana umum lainnya rusak berat dan belum diperbaiki secara utuh. Kondisi masyarakat yang masih trauma akan konflik membuat tidak semua pendatang ke Aceh dengan mudah diterima secara baik. Pada 2013, Raisul dimutasi ke SMA Negeri 2 Pulo yang baru dijadikan sekolah negeri. Pulo Aceh merupakan

EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018 EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018

RAISUL AKBAR, S.Pd JUARA 1 GURU SMA/SMK BERDEDIKASI 2018

pulau terluar yang berlokasi ujung paling barat Sumatera. Wilayah itu dikelilingi oleh Samudera Hindia. Letaknya berkisar kurang lebih 40 kilometer dari Pusat Kota Banda Aceh. Perahu kayu nelayan merupakan satu-satunya alat transportasi menuju ke Pulo Aceh dengan membayar ongkos Rp 25.000. Tantangan di perjalanan cukup berisiko, apalagi keadaan cuaca selalu berubah-ubah. Lama perjalanan dari Banda Aceh ke Pulo Aceh, jika kondisi cuaca normal, kira-kira dua jam. Tetapi jika kondisi laut berombak dan angin kencang maka untuk mencapai Pulo Aceh bisa mencapai 4-5 jam. Setelah sampai pelabuhan di Pulo Aceh, Raisul harus menempuh jarak 25 kilometer melewati bukit berbatu yang belum diaspal. Untuk sampai ke sekolah, ia menumpang sepeda motor milik masyarakat. Pulo Breuh berpenghuni sekitar 3.000 jiwa orang terbagi dalam 12 desa. Ada lima SD/sederajat di sana, serta dua SMP, masing-masing di Rinon dan Blang Situngkoh. SMA Negeri 2 Pulo Aceh hanya ada di Blang Situngkoh. SMA Negeri 2 Pulo Aceh merupakan satu-satunya pilihan bagi anak didik untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di pulau Breuh. Sekolah terdiri dari tiga ruangan belajar yakni kelas X IPA, XI IPA, XII IPA dan X IPS (kelas jauh). Kelas jauh tersebut baru saja disetujui pelaksanaannya pada tahun 2017 dengan memakai ruang kelas SMP di Rinon. Jaraknya sekitar 25 kilometer dan waktu tempuh sekitar 30 menit dari sekolah induk. Raisul baru menikah sekitar 9 bulan yang lalu dengan Huriyati, SPd, kelahiran Aceh Besar 34 tahun yang lalu. Istrinya juga seorang guru Ekonomi di SMP di kabupaten Aceh Besar. “Istri sedang mengandung anak berusia tujuh bulan. Insya Allah akan lahir bulan Desember,” katanya. Raisul dan istri berbeda tempat tinggal karena dinas yang berjauhan kira kira 100 kilometer dipisahkan oleh Samudra Hindia dan pegunungan.

KREATIF

Raisul adalah guru pendidikan jasmani, tapi ia juga merangkap sebagai wakil kesiswaan, operator dapodik sekolah, proktor UNBK, dan bendahara dana BOS di SMA Negeri 2 Pulo Aceh. Untuk melaksanakan berbagai tugas tersebut, Raisul terus tertantang untuk melakukan inovasi yang kreatif demi menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. Misalnya saat ia menghadapi adanya hambatan dalam pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 2 Pulo Aceh. Antara lain, kondisi listrik yang tidak stabil dan koneksi internet kurang baik, spesifikasi komputer server sekolah tidak sesuai dengan kriteria persyaratan UNBK, dan beban mental para peserta didik yang belum terbiasa menggunakan komputer. Bersama dengan tim panitia UNBK, Raisul merakit server dengan mengganti RAM sesuai spesifikasi yakni 8 GB yang ditentukan oleh Kemendikbud. “Alhamdulillah pada tahun 2018, lima siswa/i SMA Negeri 2 Pulo Aceh lulus ke perguruan tinggi negeri,” katanya bangga.

SEBELAS BERSAUDARA

Raisul Akbar lahir di sebuah kecamatan kecil penghasil minyak di daerah perbatasan Aceh dengan Sumatra Utara, tepatnya di Kecamatan Pangkalan Susu pada 20 September 1980 dari pasangan petani yakni Alm. M. Yunus dan Almh. Fatimah. Kehidupan masa kecil penuh dengan keterbatasan karena dari usia empat tahun ayah Raisul meninggal dunia. Akibatnya, ibu Raisul harus mengurus 11 anak. Raisul adalah anak terkecil dari 11 bersaudara. Sejak kecil, Raisul hidup terpisah dengan saudara lainnya. Karena kekurangan biaya untuk melanjutkan pendidikan, Raisul dititipkan ke kakak, bibi atau paman, demi keberlangsungan pendidikan. Sejak kecil, Raisul hidup keras dan bekerja sambil sekolah. Demikian rutinitas Raisul lakoni selama kurang lebih delapan tahun. Ibu Raisul saat itu sudah berumur 60-an jadi satu keluarga harus saling meringankan beban. Raisul pulang sekolah sekitar jam 14.00 WIB, ia langsung bekerja sampai jam 22.00 WIB. Raisul dipilih sebagai salah seorang siswa yang diundang masuk perguruan tinggi negeri dari SMA tersebut bersaing dengan ribuan siswa lain. Raisul melanjutkan ke Universitas Negeri Medan Jurusan Pendidikan Olahraga tanpa seleksi tertulis dan lulus 2005. Ia bahkan bisa melanjutkan ke Universitas Syiah Kuala, jurusan Administrasi Pendidikan lulus 2010. Cita-cita dan karir bukan masalah bagi Raisul. Ia selalu berprinsip hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Ia tak menyangka bisa menjadi guru. “Tidak banyak pilihan bagi saya untuk memilih karir yang akan ditekuni. Bisa sekolah saja sudah sebuah anugerah besar dari Allah. SWT,” ujarnya. S

Rihad Wiranto

GURU DIKMEN PROFIL

DWI ANGGRAENI, M.Pd

JUARA 1 GURU SMA/SMK PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSI 2018

E-CASH TINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA

rofesi guru terbukti merupakan jalan membantu dirinya hingga sukses menjalankan media kalkulator Scientific merk CASIO FX- hidup yang benar bagi Dwi Anggraeni, tugasnya sebagai guru. “Mereka adalah SMKN 991 ID Plus dan CASIO FX-991 EX Plus. Proses

M.Pd. Wanita kelahiran 21 Mei 1975 3 Probolinggo, Cabang Dinas Pendidikan Kab/ pembelajaran dengan kalkulator itu bertujuan

Ptersebut sebenarnya sempat ragu Kota Probolinggo, Dinas Pendidikan Provinsi untuk merangsang tunarungu agar giat belajar

menjadi guru. Maklum, ia bercita-cita menjadi Jawa Timur, dan keluarga yang mendukungnya matematika. dokter. Tapi setelah menjadi pendidik sekian selama ini,” kata Dwi Anggraeni yang mengajar di Dwi Anggraeni sangat bangga sekaligus lama, Dwi Anggraeni tak mau lari ke lain profesi. SMKN 3 Probolinggo, Jawa Timur penyelenggara terkejut saat diumumkan menjadi juara 1 tingkat Dengan ketekunan dan dedikasi yang tinggi, ia pendidikan inklusi. nasional. “Saya bahagia karena di luar dugaan. menuai prestasi yang membanggakan. Saat mengikuti lomba tingkat nasional, Nama saya dipanggil sebagai juara dan diminta Buktinya, Dwi Anggraeni meraih juara 1 Guru Dwi Anggraeni menulis best practices berjudul naik ke panggung untuk bersalaman dengan SMA/ SMK Penyelenggara Pendidikan Inklusi “Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Bapak Menteri Pendidikan yang sebelumnya tingkat nasional 2018. Ia pun naik panggung Tunarungu Dengan Menggunakan E-CASH menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah untuk menerima sertifikat pada acara Apresiasi Matematika Di SMK Negeri 3 Probolinggo”. Tema Malang (UMM). Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi ini diangkat berdasar pengalaman Dwi Anggraeni Dwi Anggraeni bangga menjadi alumni Tahun 2018, yang berlangsung di Plaza Insan saat mengajar siswa berkebutuhan khusus UMM dan bersalaman dengan Menteri Muhadjir Berprestasi, Kemendikbud, Jakarta, Rabu tunarungu. Seperti diketahui, siswa tunarungu Effendy. “Saya siap menjalankan amanah setelah (15/8/2018). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri secara umum tidak memiliki hambatan belajar, menjadi juara,” katanya. Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. hanya terkendala pendengarannya. Dwi Anggraeni yang memiliki hobi menulis, Atas prestasi tersebut, ia mengucapkan Untuk meningkatkan mutu pembelajaran membaca, mengoleksi buku, dan traveling terima kasih pada berbagai pihak yang telah matematika, Dwi Anggraeni menggunakan dikaruniai dua putri dan satu putra. Anak

pertama bernama Nabillah Dzafirah Al-Mumtazah berusia 17 tahun, kini bersekolah di SMAN 1 Probolinggo. Putra kedua, Nabiel Muammar Al-Ishaqie berusia 14 tahun, bersekolah di SMPN 7 Probolinggo. Sementara putri ketiga, Almira May Kyla berusia 9, bersekolah di SDN Tisnonegaran 3 Probolinggo. Dwi Anggraeni juga mendapat sokongan suami, Sagi Santosa, kelahiran Probolinggo 45 tahun lalu, yang berprofesi sebagai wiraswasta. “Suami memberikan ruang gerak yang luas pada saya untuk berkarir sebagai pendidik,” katanya.

KAKAK TUNAWICARA

Dwi Anggraeni, yang biasa dipanggil En, lahir di kota yang terkenal dengan mangga, anggur dan Angin Gending, yaitu kota Probolinggo, Jawa Timur. Ia lahir bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional yaitu 21 Mei 1975. Ia lahir dari keluarga sederhana, penuh kedisiplinan, dan perhatian dari seorang Ibu Sri Martini dan Ayah Sochih Poernomo yang bekerja sebagai PNS Pemerintah Daerah Kota Probolinggo. Ada empat bersaudara di keluarganya. Kakak pertama berusia satu tahun di atas Dwi Anggraeni. Kakaknya adalah tuna wicara sejak kecil setelah mengalami sakit panas. Kedua adik Dwi Anggraeni semuanya laki-laki yang menjadi teman dalam segala hal. “Kami saling melindungi satu sama lain,” katanya.

SEMPAT INGIN JADI DOKTER

Dwi Anggraeni sempat punya cita-cita menjadi dokter. Tapi karena penghasilan orangtua tidak mencukupi, maka Dwi Anggraeni tidak mendaftar ke Fakultas Kedokteran. Sebagai gantinya, ia melanjutkan ke pendidikan jenjang S1 jurusan pendidikan Matematika di UMM, Jawa Timur pada 1994 dan lulus 1999. Saat itu orangtua harus membiayai dua anak lain selain Dwi Anggraeni. Maka, Dwi Anggraeni mengambil inisiatif berwirausaha kecil-kecilan dengan menjual kue buatan sendiri yang dititipkan di kantin mahasiswa. Penghasilannya ia pakai untuk membeli buku. Sejak semester 3, Dwi Anggraeni mendapatkan beasiswa dari Supersemar. Pada saat penyusunan skripsi, ia memperoleh bantuan dari Universitas Muhammadiyah.

Ia menyelesaikan kuliah 1998, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Sambil menunggu proses yudisium dan wisuda semester berikutnya, Dwi Anggraeni mengajar les di Malang tiap Kamis sore sampai Minggu sore. Paruh waktu Senin sampai Kamis ia mengabdikan diri di SMP Muhammadiyah Probolinggo. Bagi Dwi Anggraeni, menjadi guru adalah pilihan yang mendekati profesi dokter, karena keduanya sama-sama membantu masyarakat di bidang masing-masing. “Dengan menjadi guru, saya dapat mencetak generasi yang bercita-cita menjadi dokter, guru, presiden dan lain-lain,“ ujarnya. Pada tahun 2000, ia mendapatkan kesempatan menjadi Guru Bantu Provinsi. Pada akhir 2003, ia diangkat sebagai Guru PNS di SMK Negeri 3 Probolinggo sampai sekarang. Sebagai, ia mengalami banyak suka dan duka. Sukanya adalah jika siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru dan menjadi anak berprestasi. Dukanya, pada awalnya, Dwi Anggraeni belum pernah mendapat training tentang bagaimana mengajar di kelas inklusi. Bagaimanapun, Dwi Anggraeni sangat menikmati mengajar kelas inklusi. Ia menikmati pembelajaran yang penuh warna, suka, duka, dan canda tawa. Untuk memperlancar komunikasi ia dan siswa bergabung dalam grup lewat media sosial Whatsapp. Semua permasalahan dalam pelajaran matematika didiskusikan di grup Whatsapp. Hal itu dilakukan agar terbentuk tanggung jawab bersama dalam proses pembelajaran siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi. S

Rihad Wiranto

GURU DIKMEN PROFIL

Dengan cara tersebut, siswa membaca artikel sains minimal dua kali. Pertama, ketika mereka menyeleksi dan membuat kliping sains. Kedua, ketika mereka membaca kliping bersama-sama. Setelah dipraktikkan, ternyata para siswa semakin gemar membaca sains. “Dampak positif lainnya, koleksi kliping sains semakin banyak di perpustakaan sekolah. Siswa  juga makin senang membaca karya mereka. Siswa menyukai pengajian sains yang lebih ‘ringan’ daripada yang mereka baca dari buku,” kata Fithri. Apa yang dilakukan Fithri tersebut kemudian ditulis dalam sebuah karya best practice yang dengan judul “Penggunaan Kliping Sains dalam Upaya Membangun Budaya Literasi Sains”. Fithri kemudian mengirim karya tulis tersebut untuk mengikuti Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan 2018 yang berlangsung di Jakarta 1 - 5 Oktober 2018. Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.   Dalam ajang yang sangat bergengsi tersebut, Fithri berhasil FITHRI INDAWAHYUNI, M.Si menyabet juara 1 tingkat nasional. JUARA 1 GURU SMA SIMPOSIUM GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2018 Fithri merasa senang tetapi dia tidak meremehkan peserta lain. ”Saya yakin semua peserta adalah peserta terbaik dari masing-masing provinsi. Sebagian besar mereka adalah alumni

KLIPING GAIRAHKAN

finalis dan juara guru berprestasi, alumni finalis dan juara OGN. Mereka adalah guru-guru hebat dengan

SISWA BELAJAR SAINSberbagai prestasi. Ketika panitia mengumumkan

saya sebagai juara tentunya saya merasa senang sekaligus merasa tidak percaya juga,” kata wanita iterasi sains dikalangan siswa Indonesia sangat rendah. Hasil Programme for International kelahiran 12 Juli 1971, di Medan, Sumatera Utara. Student Assessment (PISA) 2012 menyebutkan Indonesia berada di peringkat 64 dari 65 Gagasan Fithri memang sederhana tapi efektif negara peserta. Kondisi ini terjadi karena minat siswa membaca dan mempelajari buku-untuk meningkatkan minat siswa membaca sains.

Lbuku sains sangat kurang. “Saya bahagia ternyata ada guru sesama peserta

Fithri Indawahyuni, M.Si, Guru Kimia SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang simposium yang kini sudah menerapkan gagasan Bedagai, Sumatera Utara, tertantang untuk meningkatkan budaya literasi sains di sekolahnya. saya itu,” kata Fithri bersyukur. Fithri siap untuk Ia kemudian menggagas ide untuk menggerakkan siswa membuat kliping sains. Dalam proses lebih meningkatkan kualitas pembelajaran tempat pembuatan kliping tersebut, siswa banyak menggali keterampilan abad 21 yakni kreatif, berpikir kerjanya. “Saya ingin, apa yang telah saya raih, dapat kritis, kerjasama dan komunikasi. membuat siswa termotivasi belajar,” ujarnya lebih lanjut.

Fithri lahir dari pasangan Alm. Syaifuddin Syarief berdarah Mandailing-Sunda, dengan Almh. Ida Herawati Egon berdarah Melayu-Minang. Sebagai anak perempuan tertua Fithri dididik cukup keras untuk disiplin dan bekerja keras. Sejak SMP  ia sudah diberi tanggung jawab mulai dari menyiapkan sarapan pagi dan beberes rumah sebelum pergi sekolah. Ia masuk SD Inpres 066057 di Medan, dekat dengan rumah. Ia kemudian meneruskan SMP

W.R Supratman 1 yang jaraknya cukup jauh dari rumah, jadi saya pergi pulang sekolah harus naik bus. Fithri melanjutkan ke Sekolah Menengah Analis Kesehatan Depkes RI, sekarang sekolah ini sudah menjadi Akademi Analis Kesehatan. “Saya masuk ke sekolah ini sebenarnya atas bujukan ibu saya, beliau berharap setamat SLTA saya bisa langsung bekerja dan kalaupun saya kuliah sudah bisa membantu meringankan. Walaupun tidak sepenuhnya keinginan saya bersekolah disini saya belajar dengan maksimal dan selalu berada di peringkat tiga besar,” kata Fithri yang bersuami Zainal Arif dengan empat anak. Fithri kemudian masuk ke FMIPA USU jurusan Kimia pada tahun 1990. “Saya menamatkan S1 saya tahun 1999. Saat itu saya sudah menikah dan anak tertua saya berusia lima bulan. Malu juga sih, lama selesai kuliahnya, namun apa mau dikata, permasalahan biaya dalam menyelesaikan tugas akhir membuat studi saya terkendala. Namun saya tetap bersyukur pada akhirnya kuliah S1 saya selesai,” katanya.

BANGGA JADI GURU

Pada awalnya Fithri terjun ke profesi guru karena kebetulan.   Ia menjadi guru sejak 1995 sebelum tamat kuliah. Waktu itu Fithri hanya menggantikan teman sebagai guru kimia di sebuah pesantren. “Entah mengapa melihat kesantunan dan keseriusan belajar anak-anak di pesantren itu, sejak hari itu saya jatuh cinta dengan profesi guru.  Padahal saya sama sekali tak pernah berniat menjadi guru,” kata Fithri. Ia ketagihan menjadi guru  sekolah sebagai guru honor. Tahun, Fithri diterima sebagai ASN dan awalnya ditugaskan di daerah yang jauh

lebih terpencil lebih kurang 110 km dari kota Medan, Sumatera Utara. Ia sekeluarga pindah ke Kota Tebing Tinggi. Dari rumah, ia mengajar di sekolah yang berjarak 30 km, melewati perkebunan karet dan sawit. Demi sampai di sekolah tepat waktu,  ia pun berkendara motor. Hal ini cukup rawan terutama bagi perempuan karena jalanan yang sepi dan rawan penodongan. “Dua tahun saya mengabdi di sini, kemudian tahun 2007 saya pindah ke SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai yang baru dibuka sampai sekarang. Sekolah ini berada kurang lebih 90 km dari kota Medan. Dari rumah saya hanya berjarak 12 km,” ujarnya. Fithri menikmati profesi guru. “Ini adalah pilihan hidup saya. Saya menjalankan secara profesional,“ katanya. Ia sadar masih perlu banyak belajar terutama membaca berbagai referensi pendidikan.

Ia menyadari sekolah masih banyak kekurangan sarana dan prasarana     seperti laboran, alat dan bahan laboratorium. Kalau untuk kurangnya sarana prasarana, ia mengatasinya dengan membuat sendiri beberapa alat peraga kimia. “Tujuannya supaya siswa lebih memahami materi pelajaran yang saya sampaikan,” katanya. Hambatan lain, sebagian masyarakat juga kurang mendukung untuk menyekolahkan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi. “Saya sering sedih jika melihat siswa-siswa saya yang tergolong pintar, akhirnya tidak melanjutkan sekolah karena tidak diizinkan orangtua. Ada siswa yang sudah lulus di jalur undangan, mendapat beasiswa Bidikmisi, namun tidak diambil karena orangtua tidak izin,” ucapnya. S

Rihad Wiranto

GURU DIKMEN PROFIL

IVA EVRY ROBIYANSAH JUARA 1 GURU SMALB SIMPOSIUM GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2018

KEMBANGKAN E-BIOTIK UNTUK

SISWA TUNARUNGU

va Evry Robiyansah tergolong guru kreatif. Wanita kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, 7 Juli 1979 tersebut berhasil menciptakan aplikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran selama

Imengajar anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekarang ini, Iva

mengajar Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Negeri (SMPLBN) Kota Pasuruan, Jawa Timur. Sebagai guru pendidikan khusus, Iva selalu mencari kiat mengajar yang efektif dan efisien bagi ABK tersebut. Salah satu karyanya, Iva mengembangkan media digital untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi siswa tunarungu. Aplikasi yang dinamai E-Biotik ini telah diterapkan di SMPLBN Kota Pasuruan.  Kemudian, hasil karyanya tersebut ia tulis dalam sebuah tulisan best practice berjudul “Literasi Digital E-Biotik Pada Pembelajaran IPA Siswa Tunarungu” Karya nyata itu ia ikutkan dalam kegiatan simposium yang berlangsung 1-5 Oktober 2018, di Century Park Hotel, Jakarta. Kegiatan Simposium ini diikuti oleh guru SMA, Guru SMK, dan Guru Pendidikan Khusus (SMALB, SMKLB, SLB). Kegiatan bergengsi ini diadakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Para peserta simposium mewakili provinsi yang masing- masing mengirimkan satu peserta. Pada saat penyajian karya best practice, Iva mempraktikkan produk aplikasi tersebut. Ia menerangkan cara kerja aplikasi tersebut di depan seluruh peserta simposium, undangan dan tim penyanggah. Pertanyaan dan masukan dari tim penyanggah maupun undangan berhasil Iva jawab dengan baik. Mereka bertanya tentang konsep literasi digital, ABK, dan implementasi karya dalam

EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018 EDISI 3 / TAHUN II / DESEMBER 2018

proses pembelajaran sehari-hari.  “Saya berhasil menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Peserta simposium dan undangan juga tertarik dengan produk karya saya. Bahkan, mereka juga tertarik untuk mengembangkan aplikasi karya saya di daerah masing masing,” ujar Iva bangga. Usaha keras Iva membuahkan hasil yang luar biasa. Iva berhasil menyisihkan 28 peserta simposium lainnya dan menggondol juara

  1. “Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan yang begitu besar dalam mendukung pengembagan aplikasi yang saya buat,” ujar Iva. nuansa baru bagi Iva, sekaligus memberikan motivasi untuk bisa menjadi penyaji terbaik dari karya yang telah ia buat. Iva mempersiapkan diri sedemikian rupa agar mampu bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia. seperjuangan yang memiliki karya inovatif terbaik memberikan semangat pada saya untuk memupuk kepercayaan diri dalam upaya memberikan karya dan penyaji yang terbaik,” kata Iva penuh gairah.

    TANTANGAN LOMBA

Untuk mengikuti acara simposium tersebut tidaklah mudah. Iva harus membuat karya dalam waktu   singkat. “Tidaklah mudah, dibutuhkan semangat dan kreativitas yang tinggi dan pemilihan tema yang tepat dan inovatif,” ujarnya lebih lanjut. Namun besarnya tantangan yang ada tidaklah menyurutkan semangat Iva. Kegiatan

simposium 2018 ini memberikan pengalaman membaca dan menulis. “Dengan menggunakan yang luar biasa bagi Iva. Merupakan tantangan literasi digital, individu mampu berinteraksi bagi saya untuk memberikan karya terbaik dan dengan lingkungan sekitar secara cepat dan memiliki inovasi yang tinggi,” katanya. efisien. Literasi digital dapat dilakukan dengan Untuk mengikuti simposium tersebut, Iva menggunakan media digital. Salah satunya memilih sub tema “Mengembangkan Budaya dengan menggunakan gawai/Smartphone,” Literasi di Sekolah Pendidikan Khusus.”   Ia ujarnya lebih lanjut. berpendapat, tema ini cukup menantang Siswa tunarungu pada hakikatnya merupakan bagi dirinya. “Kegiatan Literasi untuk anak pembelajar visual. Untuk itu, upaya literasi berkebutuhan khusus harus dipahami dilakukan dengan menggunakan multimedia secara menyeluruh termasuk pada tahap interaktif agar siswa cakap mengoperasionalkan pengimplementasian. Peningkatan budaya media tersebut. Pada akhirnya, siswa mampu literasi bagi siswa berkebutuhan khusus jauh memahami isi materi dalam media dengan

umumnya. Hal itu karena adanya berbagai E-Biotik yang Iva ciptakan berbasis android keterbatasan yang dialami siswa anak yang bersifat visual. “Perkembangan teknologi berkebutuhan khusus,” katanya. yang semakin maju sangat mempermudah kita Sebagai guru pendidikan khusus, untuk membuat suatu media literasi. Salah pemahaman literasi pada ABK dapat dilakukan satu diantaranya adalah aplikasi yang dapat

pengembangan minat baca dan pelaksanaan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam,” pembelajaran berbasis literasi. Dalam upaya ucapnya. mewujudkan sekolah luar biasa yang literat Belajar bersama anak berkebutuhan diperlukan strategi kreatif dan solutif untuk khusus memotivasi Iva untuk bisa memberikan memahami pelaksanaan literasi di sekolah karya terbaik lainnya di masa mendatang. luar biasa. “Definisi literasi dalam arti yang “Penghargaan sebagai juara nasional luas bukan sekadar membaca dan menulis memberikan tantangan baru bagi saya untuk tetapi juga mencakup keterampilan berpikir tetap berkarya dalam upaya meningkatkan menggunakan sumber-sumber pengetahuan proses pembelajaran terbaik untuk ABK,” kata dalam bentuk digital, visual, cetak dan auditori,” Iva. S katanya menjelaskan. Pada era perkembangan teknologi yang Rihad Wiranto semakin pesat, pemanfaatan literasi digital sangatlah penting dan lebih efektif. Literasi digital sama pentingnya dengan kegiatan

Kegiatan simposium ini memberikan lebih sulit dibandingkan dengan siswa pada lebih mudah. Literasi digital berupa aplikasi

“Pengalaman baru dengan teman-teman dengan tiga cara, yaitu kegiatan pembiasaan, membantu pembelajaran siswa tunarungu

GURU DIKMEN GURU DIKMEN PERISTIWA PERISTIWA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sedang memberi sambutan pada Lokakarya Nasional dalam rangka Hari Guru Sedunia, di Jakarta,1 Oktober 2018.

LOKAKARYA NASIONAL PERINGATI HARI GURU SEDUNIA 2018

MENDIKBUD HARAPKAN GURU MAKIN PROFESIONAL

eorang guru profesional yang siap Lokakarya ini dihadiri lebih 350 peserta dari menghadapi tantangan masa depan seluruh Indonesia. Mereka terdiri atas guru dan memiliki tiga ciri utama. Guru harus tenaga kependidikan, kementerian dan lembaga,

Smenguasai aspek kompetensi inti UN agencies, universitas, masyarakat sipil dan

(expertise), mempunyai tanggung jawab sosial sekolah, serta lembaga Internasional. Acara (social responsibility), serta memiliki ikatan diisi dengan panel presentasi oleh para pakar di kesejawatan (esprit de corps). Hal itu diungkapkan bidang pendidikan dan pemerintahan. Selain itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) juga ada gelar wicara yang menampilkan guru Muhadjir Effendy ketika memberi sambutan dan tenaga kependidikan berprestasi. Mereka sekaligus membuka Lokakarya Nasional berbagi tentang inovasi dan kreativitas mereka dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018, Selasa dalam melaksanakan proses belajar mengajar (2/10/2018), di kantor Kementerian Pendidikan serta kemampuan untuk terjun di kancah dan Kebudayaan, Jakarta. internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri menegaskan kembali bahwa para guru merupakan tulang punggung keberlangsungan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Untuk menjalankan tugas mulia tersebut, guru harus meningkatkan kompetensi secara terus menerus. “Untuk meningkatkan kompetensi, guru mesti dilatih secara seprofesional mungkin. Untuk memenuhi unsur tanggung jawab sosial, kehadiran guru seyogyanya memberi dampak bagi siswa maupun masyarakat.   Sedangkan guru sebagai pekerja profesional, mereka mestinya bergabung dengan sesama rekan profesi, agar dapat saling mengasah kecakapan,” kata Muhadjir.

Perseta lokakarya sedang berfoto bersama

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan saat ini dunia sedang mengalami kekurangan guru. Berdasarkan data UNESCO Institute of Statistics (UIS), dunia membutuhkan 69 juta guru jika ingin mencapai pendidikan dasar dan menengah universal pada tahun 2030.  “Tantangan terbesar di seluruh dunia adalah kekurangan jumlah guru,” kata Mendikbud. “Tidak hanya persoalan guru, diperkirakan ada 264 juta anak dan remaja yang masih putus sekolah di seluruh dunia.”

TANTANGAN GURU

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Supriano menyatakan Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan di bidang pendidikan. Ia menuturkan, sesuai data Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki paling tidak 40 persen dari 260 juta penduduk yang merupakan generasi milenial. Besarnya populasi muda tersebut menimbulkan situasi yang dikenal sebagai bonus demografi. “Bila ingin memetik keuntungan dari bonus demografi, kita perlu mendongkrak kualitas sumber daya manusia sejak saat ini. Pendidikan mereka paling tidak setara SMA atau SMK,” ujar Supriano saat memberi pemaparan pada lokakarya tersebut. Dalam rangka mengangkat kualitas penduduk tersebut, lanjut Supriano, kompetensi guru mesti ditingkatkan. Ada empat tantangan pendidikan yang mesti dihadapi guru zaman sekarang. Pertama, pengaruh teknologi digital yang semakin kuat dan menyatu dengan hidup manusia. “Itulah esensi dari revolusi industri 4.0 saat ini. Segala sesuatunya mulai melekat dengan penggunaan internet (internet of things). Kondisi tersebut menimbulkan potensi hilangnya sejumlah pekerjaan di masa depan. Inilah yang mesti disiapkan guru terhadap anak muridnya sejak dini,” kata Supriano. Kedua, kompetisi antarnegara semakin tajam. Saat ini Indonesia beserta negara Asia Tenggara lainnya telah menyatu dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Persaingan global tersebut dipandang Supriano membuat peningkatan kualitas guru menjadi suatu keniscayaan. Dengan begitu, kompetensi anak didik bisa semakin baik. Ketiga, Indonesia sebagai negara yang ekonominya terus berkembang pasti membutuhkan  sumber daya manusia berkualitas. “Kita mau tak mau mesti mencetak generasi-generasi unggul di masa mendatang,” tutur Supriano. Keempat, besarnya penduduk muda Indonesia dipandang sebagai suatu tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. “Pola-pola pengajaran monoton selayaknya mulai ditinggalkan. Sebab, generasi milenial lazimnya cepat jenuh dan menyukai kegiatan dinamis. Inilah tantangan bagi guru dan dunia pendidikan Indonesia saat ini,” kata Supriano.

HAK DAN TANGGUNG JAWAB GURU

Hari Guru Sedunia diadakan setiap tahun dalam rangka memperingati ulang tahun penandatanganan Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang Status Guru yang jatuh pada 5 Oktober. Rekomendasi ini menetapkan hak dan tanggung jawab guru dan hal terkait lainnya termasuk kesempatan belajar lebih tinggi bagi guru, rekrutmen guru, penempatan kerja guru, serta lingkungan belajar mengajar yang kondusif bagi guru. Untuk melengkapi Rekomendasi 1966, pada tahun 1997 UNESCO mengeluarkan rekomendasi terkait status pengajar pendidikan tinggi yang mencakup tenaga pengajar dan tenaga peneliti pada pendidikan tinggi. Hari Guru Sedunia tahun 2018 menandai ulang tahun ke-70 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (1948) yang mengakui pendidikan sebagai hak fundamental utama dan menetapkan hak atas pendidikan wajib gratis, serta memastikan akses yang inklusif dan merata untuk semua anak. Untuk merayakannya, tahun ini Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dan Kantor Perwakilan UNESCO Jakarta menyelenggarakan Lokakarya Nasional dengan tema “Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas”.   Tahun ini merupakan yang pertama bagi Indonesia untuk merayakan Hari Guru Sedunia, yang bertepatan dengan pengukuhan batik sebagai Warisan Tak Benda oleh UNESCO. Ada yang membanggakan pada peringatan Hari Guru Sedunia kali ini. Kemendikbud menerima anugerah edisi ke-5 Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum untuk Praktik Luar Biasa dan Kinerja dalam Meningkatkan Efektivitas Guru. Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum diserahkan oleh Direktur Jenderal UNESCO kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 5 Oktober 2018, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis. “Ini menjadi prestasi yang membanggakan, Indonesia berhasil meraih Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum. Ini menjadi motivasi kita untuk meningkatkan kualitas guru agar lebih baik lagi,” tutur Mendikbud. S

Rihad Wiranto

GURU DIKMEN GURU DIKMEN PERISTIWA PERISTIWA

Suasana peserta dalam diskusi dan simulasi Suasana praktik pemadaman api yang diikuti kesiapsiagaan bencana seluruh peserta

PEMBEKALAN KESIAPSIAGAAN BENCANA

PERLU KESIAGAAN SEBELUM BENCANA MELANDA

erkaca dari peristiwa gempa bumi Materi yang diberikan selama pembekalan karena bentuknya yang kecil dan praktis di Lombok dan gempa bumi di Palu-tanggap bencana ini di antaranya, sehingga mudah dipindahkan dan dibawa ke Donggala, Direktorat Pembinaan Guru Penanggulangan bencana di Indonesia, mana-mana. APAR berisi CO2 atau serbuk

BPendidikan Menengah dan Pendidikan termasuk Kebijakan, Kelembagaan, dan Istilah-kimia kering, atau cairan busa. Penggunaan

Khusus (Direktorat PG Dikmen dan Diksus) istilah terkait; Kesiapsiagaan menghadapi APAR dengan cara disemprotkan pada titik memandang perlu membekali pegawai bencana untuk setiap ancaman bencana di atau sumber api. Fungsi APAR sendiri untuk dengan pengetahuan dan praktik terkait Indonesia; Pengurangan Risiko bencana di mengatasi suatu titik api atau kebakaran yang tanggap bencana dan mitigasinya. Terlebih keluarga; Penyusunan Peta Evakuasi; serta Teori masih dapat terkontrol. lagi, Indonesia berada di lokasi yang rentan dan simulasi penanganan kebakaran. APAR  biasanya berbentuk tabung pemadam bencana akan bencana alam yang tidak dapat Saat proses simulasi penanganan api  yang berukuran satu Kg sampai dengan diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Selain kebakaran, menjadi momen paling menarik bagi ukuran Sembilan Kg sehingga memungkinkan kerusakan infrastuktur, musibah bencana juga peserta. Secara bergantian, peserta mencoba orang dewasa mampu menggunakannya secara meninggalkan trauma bagi korban. melakukan pemadaman api pada sebuah drum mandiri. Alat pemadam api ringan ini sangat Kegiatan pembekalan tanggap bencana menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). sesuai untuk dimiliki oleh setiap rumah demi dilaksanakan di SLB Pembina Jl. Pertanian, APAR adalah alat pemadam kebakaran portable meminimalisasi risiko saat terjadi kebakaran. S Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada akhir Oktober

  1. Hadir sebagai narasumber pada kegiatanTata Usaha adalah pakar dan praktisi kesiapsiagaan bencana yang sudah memiliki pengalaman luas terkait bencana dan penanganannya. Kegiatan ini diikuti seluruh personil yang bertugas di Direktorat PG Dikmen dan Diksus, mulai pegawai biasa, staf hingga pimpinan. Selama kegiatan, peserta tidak hanya dibekali materi, tetapi kegiatan lebih banyak berisikan diskusi, presentasi dan simulasi penanganan bencana. Secara berkelompok, peserta berdiskusi tentang identifikasi bencana, risiko dan penangangan bencana sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Setelah diskusi, peserta dengan antusias tinggi mempresentasikan dan
    Ir. Sri Renani Pantjastuti M.PA sedang membuka mensimulasikannya. Pembekalan Kesiapsiagaan Bencana

GURU PENDIDIKAN MENENGAH DANPENDIDIKAN KHUSUS

TAHUN 2018

4DESEMBKR 2015 JAKARTA, 30 NOVEMBER 2018-

DIKAN KHUSUS

GURU DIKMEN PERISTIWA

Direktur PG Dikmen dan

Lomba Menulis Tentang Pendidikan

ASUS ing Dr Kadarisman dan Kasi 2018 HARI

#Indonesiaramahdisabilitas

SUMMARECON MAL BEKASI, 2 & 3 DESEMBER 2018

DISABILITAS

Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas

INTERNASIONAL

BNI