| Direktorat Pembinaan PKLK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | ||
|---|---|---|
| EDISI 4 | ||
| ABK BERMASA | ||
| DEPAN CERAH | 1 EDISI 4 | 2017 |
SURAT PEMBACA
Pesan Positif Budaya Literasi Sekolah Anak
Berkebutuhan Khusus
Gerakan membudayakan literasi di sekolah mungkin hal yang mudah bagi sekolah umum atau siswa pada umumnya. Namun membudayakan literasi bagi Anak Berkebutuhan Khusus menurut saya merupakan hal yang memiliki tantangan tersendiri. Peran pendamping sangat penting bagi sekolah dengan Anak Berkebutuhan Khusus untuk menciptakan budaya literasi. Karena menurut saya kemauan Anak Berkebutuhan Khusus akan budaya literasi juga sama halnya dengan siswa pada umumnya. Mereka memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal yang ada di dunia.
Ketika budaya literasi mampu tumbuh di area Anak Berkebutuhan Khusus, saya yakin anak-anak mampu lebih berkembang dan keluar dari zona nyaman mereka. Dengan budaya literasi tersebut siswa memiliki perbendaharaan materi baik wawasan maupun visual dari gambar-gambar yang sering kali ada di buku maupun media literasi lainnya. Siswa berkebutuhan khusus pun akan semakin memiliki kesempatan untuk menjadi orang sukses dari pengembangan materi yang ada di dunia literasi tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan gerak bersama dari berbagai pihak agar gerakan literasi dapat berjalan dengan baik. (Arifin, Jakarta)
Penanggung Jawab: Poppy Dewi Puspitawati Dewan Redaksi: Pemimpin Redaksi: Siti Maratul Fadhilah
Rakhmawan Administrasi: Erlita Produksi:
Alamat Redaksi:
JL. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan. Telp. (021) 765 7156/7202 Faks. (021) 765 7062 - 769 3260
EDISI 4 | 2017
Aswin Wihdiyanto
Ismail Pahni
Praptono, Sanusi, Siti Masitoh, Sri Wahyuningsih Redaktur Pelaksana: Sidang Redaksi: R. Ahmad Yusuf, Tita Sriharyati, Paidi, Purna Wardhani, Endang Kussetyorini, Rika Rismayati, Rakhmat
Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPK-LK), KEMENDIKBUD,
Redaksi menerima tulisan beserta foto pendukungnya tentang Pendidikan Khusus dan
Pendidikan Layanan Khusus. Redaksi berhak mengedit setiap naskah yang masuk.
TAJUK
Mari Menutup Tahun dengan Prestasi
Bunga penutup tahun, edisi keempat majalah
Spirit tahun 2017 ini terasa istimewa. Seolah
bagaikan kaleidoskop singkat untuk mengurai dan
mengupas ragam lomba yang dilaksanakan oleh
Direktorat PPKLK. Mulai dari Festival Inovasi dan
Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), Lomba
Keterampilan Siswa Nasional (LKSN), Olimpiade
Olahraga Siswa Nasional (O2SN), hingga Festival
dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Tak sekadar kisah seremoni yang disajikan,
melainkan perjuangan, mimpi, dan harapan dari
para partisipan. Bagaimana laku kemandirian
yang menjadi semangat dari FIKSI dan LKSN.
Ragam inovasi, ragam kreativitas terlihat.
Maka dari ajang FIKSI dan LKSN, nyata terlihat
dibutuhkan sinergisitas dari pihak sekolah dan Anak
Berkebutuhan Khusus. Tak pelak apresiasi pun
diberikan kepada para guru dan kepala sekolah di
event FIKSI. Sedangkan di event LKSN, pendidikan
vokasi seolah menemukan muaranya untuk
dikompetisikan dan diuji.
Ada pun di ajang O2SN dan FLS2N, para juara di ajang prestisius tersebut mendapatkan porsi khusus. Ya, merekalah para inspirasi dan teladan yang merupakan sosok-sosok prestatif. Merekalah yang telah menempuh pendakian perjuangan sejak dari kabupaten/kota hingga menjadi yang terbaik di tingkat nasional.
Majalah Spirit edisi 4 Tahun 2017 ini juga
mencoba menelaah Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang
Penumbuhan Budi Pekerti. Salah satu hal pokok
yang tertuang dalam peraturan tersebut yaitu
kewajiban membaca buku nonteks pelajaran
selama 15 menit sebelum jam pembelajaran
dimulai setiap hari di sekolah. Sejauh mana
upaya menumbuhkembangkan budaya literasi
untuk Anak Berkebutuhan Khusus.
Bunga penutup tahun, 2017 akan segera berlalu.
Sampai jumpa di tahun 2018 dan teruslah percaya
bahwa ABK adalah Anak Berkemampuan Khusus.
Anak Berkebutuhan Khusus pun Dapat
Berkarya di Ranah Literasi
Peran dari pemerintah salah satunya melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dit. PPKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menggalakkan kegiatan literasi sekolah dengan mengadakan wadah untuk memfasilitasi siswa Anak Berkebutuhan Khusus berlomba dalam bidang literasi melalui Festival Literasi Sekolah. Ajang ini menurut saya menjadi pembuktian bahwa Anak Berkebutuhan Khusus pun mampu berkarya dalam dunia literasi serta mampu bersaing dengan siswa pada umumnya. Ajang ini juga menurut saya menjadi motivasi tersendiri
Duta Literasi Anak Berkebutuhan Khusus
Menjadi Inspirasi
Kata “literasi” mungkin sedang marak terdengar di acara-acara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun kata tersebut memang bukan sekadar kata yang menjadi isapan jempol belaka, melainkan program yang berusaha sedang dijalankan pemerintah untuk ditanamkan di semua sekolah. Penunjukan Duta Literasi merupakan salah satu langkah nyata keseriusan pemerintah mengadakan gerakan literasi nasional tersebut. Menurut saya terdapat hal yang menjadi
bagi Anak Berkebutuhan Khusus lainnya, bahwa tidak ada dinding penghalang bagi seorang Anak Berkebutuhan Khusus untuk sukses asalkan ada kemauan. Menurut saya dengan adanya lomba literasi bagi siswa berkebutuhan khusus dapat menjadikan modal penting bagi siswa berkebutuhan khusus menatap masa depan. Karya yang mereka hasilkan melalui Dit. PPKLK dapat dipublikasikan ke semua masyarakat luas melalui majalah Spirit maupun situs Dit. PPKLK. Bahkan jika dikembangkan lebih lanjut, bukan tidak mungkin kelak karya-karya mereka dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi mereka sendiri. (Dwi Saputra, Banten)
motivasi tersendiri berkaitan dengan penunjukan duta literasi tersebut. Yasmin merupakan duta literasi yang ditunjuk dan yang menarik disini ialah duta tersebut dari Anak Berkebutuhan Khusus. Inspirasi tersirat dari penunjukan tersebut, menurut saya ini menjadi bukti bahwa kata “literasi” tidak hanya milik siswa pada umumnya, melainkan bukti nyata bahwa Anak Berkebutuhan Khusus juga mampu untuk menerapkan literasi di hidup mereka, dan pemerintah juga melakukan pemerataan budaya literasi tersebut untuk semua kalangan. (Desiani, Indramayu)
EDISI 4 | 2017
DAFTAR ISI
LAPORAN UTAMA
Abk Bermasa Depan Cerah
H.6-7 ABK Mampu Berkarya dan Berprestasi
H.8-9
OS2N
O2SN dan Penguatan Pendidikan Karakter
H.10-12 Daftar Pemenang O2SN 2017
H.13
SANG JUARA
Mimpi Harumkan Indonesia Melalui Prestasi
H.14 Prestasi Diraih dengan Kerja Keras dan Fokus
H.15 Tenang dan Percaya Diri Kunci Menjadi Juara
H.16 Doa dan Kerja Keras Kunci Menjadi yang Terbaik
H.17
FLS2N
FLS2N Ajang Mencetak Generasi Tangguh dan Kreatif
H.18-19 Daftar Pemenang FLS2N 2017
H.20
SANG JUARA
Bercita-Cita Menjadi Penari Profesional
H.21
EDISI 4 | 2017
Al-Quran Motivasi Terkuat dalam Dirinya
H.22 Berlatih dan Tak Kenal Menyerah Kunci Sukses
H.23
FIKSI & LKSN
826 Anak Berkebutuhan Khusus Berkompetisi di Ajang FIKSI dan LKSN
H.24 Anak Berkebutuhan Khusus Memeriahkan Pembukaan FIKSI dan LKSN
H.26 DKI Jakarta Bangga Menjadi Tuan Rumah FIKSI dan LKSN
H.27 LKSN dan FIKSI Sarana Mencetak Generasi Mandiri
H.28 Unjuk Kreativitas & Keberanian di Upacara Penutupan FIKSI & LKSN PKLK
H.29 Disdik Provinsi Bali Terus Berkomitmen Tingkatkan Pendidikan ABK
H.30
FIKSI
Kekayaan Budaya Indonesia Tersaji di Museum Seni Rupa dan Keramik
H.31 ABK Memiliki Kemampuan Luar Biasa Jika Dikembangkan dengan Baik
H.32
Turis Mancanegara Pun Mengagumi Inovasi &Kreasi Stan Para Peserta FIKSI
H.33 Daftar Juara FIKSI
H.34 Candi Prambanan’ & ‘Roro Jonggrang’ Membuat DIY Istimewa di Stand Kreatif FIKSI
H.35 Sebuah Kehormatan Menjadi Tuan Rumah & Karya Sulam Ikonik Ibukota
H.36 Kerja Sama dan Saling Menghargai, Kunci Bali Juara 1 Lomba Manajemen Keterampilan FIKSI
H.38 Agar Tidak LunturSemangat Mendidik ABK
H.40 Daftar Juara LKSN
H.42 Dhelavira Septia Maharani, Sang Maestro Kecantikan dari D.I. Yogyakarta
H.43
WAWANCARA
Anang Hermansyah, Gerakan Literasi Harus Menjadi Roh Masyarakat Indonesia
H.44-45 Lathifah Shohib, Bekalilah ABK dengan Ilmu Pengetahuan
H.46-47
INSPIRASI
Yasmin Azzahra Rahman, Menulislah Agar Hidup Semakin Bermakna
H.48
RESENSI
Ocean Heaven, Kisah Nyata Seorang Ayah dan Anaknya yang Berkebutuhan Khusus
H.52-53 ‘Sentuhan Ibu’, Berkisah Perjuangan Para Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus
H.54
FEATURE
9 Jenis Anak Berkebutuhan Khusus yang Harus Bunda Ketahui
H.55-56 Setiap Manusia Unik dengan 9 Kecerdasan Majemuk
H.57-58
Banyak contoh positif dari sosok-sosok yang ada bahwa mereka mampu berprestasi. Sebut saja Stevie Wonder
di musik, Stephen Hawking di sains, dan lain-lain. Bagaimana menurut Anda untuk menyakinkan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar percaya diri dapat berprestasi dan berkarya bahkan hingga level dunia?
Untuk ABK yang sudah terbiasa dengan kompetisi, tidak terlalu susah untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya. Mereka biasanya lebih menggebu-gebu dan bersemangat. Jangankan yang juara nasional, untuk lomba di tingkat daerah saja, motivasi dan semangat dari para ABK sudah terlihat nyata. Hal ini menunjukkan perlunya lomba-lomba, kompetisi-kompetisi, wadah untuk mereka menggembleng bakat dan minatnya. Bahkan untuk ABK yang biasa juara di daerahnya, ketika kalah di nasional, mereka bisa menangis ataupun marah. Hal yang menunjukkan telah munculnya kepercayaan diri, semangat untuk berprestasi. Motivasi juga akan ditemui bagi mereka yang telah memilih jalur sebagai atlet ataupun sebagai seniman. Untuk terus berkarya dan berprestasi. Saya memberikan contoh misalnya Zizi yang meraih medali emas FLS2N PKLK Tahun 2017 untuk cabang Menyanyi SDLB. Orang tua dari Zizi telah menanamkan bahwa kamu bisa menyanyi. Kamu mampu bersaing dengan anak normal lainnya. Ini menunjukkan siapa yang mendampingi anak tersebut berperan penting dalam mengembangkan kepercayaan diri ABK. Bagaimana mentor, orang tua, guru pendamping dibutuhkan sebagai tempat diskusi, sharing, dan memberikan keyakinan bahwa ABK adalah Anak Berkemampuan Khusus.
Bagaimana Anda melihat UU Nomor 8 Tahun 2016, terutama tentang kesempatan kerja 2% bagi Penyandang
Disabilitas di instansi pemerintah dan 1% bagi Penyandang Disabilitas di perusahaan swasta?
Yang pertama UU Nomor 8 Tahun 2016 harus tersosialisasikan secara masif ke masyarakat. Agar mereka tahu bahwa ada payung hukum berupa kuota tertentu tersebut. Bagi Penyandang Disabilitas, dengan bekerja maka mereka memiliki kesempatan untuk mandiri serta berkarya. Mereka pun dapat menunjukkan bahwa kehidupan mereka tidak harus tergantung terus menerus dengan orang normal. Memang untuk mempekerjakan Penyandang Disabilitas, masih terdapat pengetahuan yang belum merata. Diantaranya bagaimana memperlakukan Penyandang Disabilitas di tempat kerja, fasilitas khusus bagi Penyandang
Disabilitas, pengetahuan tentang bahasa isyarat, dan sebagainya. Sama seperti orang normal pada umumnya, Penyandang Disabilitas untuk dapat berkarya secara optimal membutuhkan lingkungan yang ramah bagi mereka. Cerita sukses Penyandang Disabilitas di dunia kerja juga perlu dipublikasikan. Diantaranya mereka lebih fokus dalam mengerjakan pekerjaan tepat waktu, serta tidak terganggu oleh bunyi telepon genggam sebagai contoh. Kami sendiri dari Kemendikbud terus mengapresiasi beberapa perusahaan yang telah memberikan kesempatan magang dan kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas. Diantaranya ada PT. First Medipharma bidang farmasi, PT. UFI bidang kosmetik, PT. Young Tree bidang sepatu, PT. JAI komponen kabel mobil, PT.Subang Autocomp Indonesia, Batik Natural Colour “Bixa”. Kami berharap ke depannya akan lebih banyak perusahaan-perusahaan yang memberikan kesempatan magang dan kesempatan bekerja bagi para Anak Berkebutuhan Khusus setelah mereka menyelesaikan pendidikannya kelak.
Tiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari
Disabilitas Internasional, apa saran Anda agar masyarakat lebih peduli pada penyandang disabilitas?
Hari Disabilitas Internasional semakin meriah, kreatif, dan marak dirayakan. Ini tentu sinyalemen baik bahwa berbagai elemen di masyarakat telah semakin peduli. Presiden Joko Widodo diantaranya menunjukkan kepeduliannya dengan menulis di akun Twitter-nya. Bahwa Indonesia berkomitmen penuh dalam konvensi PBB tentang hak penyandang disabilitas yang telah menjadi UU No.19/2011. Presiden Jokowi juga berharap para penyandang disabilitas dapat berpartisipasi lebih luas di masyarakat. Sementara itu Mendikbud Muhadjir Effendy menandaskan bahwa ABK tidak sendirian, pemerintah akan terus berusaha hadir di tengah anak-anak untuk membina, mengasuh. Perayaan Hari Disabilitas Internasional juga terlihat pada acara car free day di MH Thamrin, Jakarta diantaranya. Ataupun laku kreatif untuk belajar bahasa isyarat Indonesia (BISINDO), dengan demikian memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih intens dan saling pengertian. Di samping itu pembangunan infrastruktur juga harus memperhatikan para penyandang disabilitas. Bagaimana aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas. Dengan demikian pembangunan yang ada memiliki visi berkeadilan bagi semua.
EDISI 4 | 2017
LAPORAN UTAMA
ABK BERMASA DEPAN CERAH
Ruang publik di Indonesia memang belum
ita hendaknya sadar diri bahwa kita tidak hidup sendiri. Ada sepenuhnya bisa dikatakan ramah terhadap orang lain yang butuh sedikit Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal tersebut perhatian agar bisa menjalani dapat dilihat dari minimnya pembangunan Khidup normal di tengah infrastruktur yang mengakomodasi kebutuhanabnormalitas yang dialami. mereka. Hanya saja, secara per lahan, Secara jujur kita katakan bahwa ABK masyarakat pada umumnya mulai menyadari memiliki kelebihan sesuai dengan keberadaan mereka. kapasitas masing-masing. Di kemudian
EDISI 4 | 2017
orang yang bernasib sama dengannya bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi setiap individu yang ingin berkarya. Bagi Sri, setiap orang memiliki masa depan dan kesuksesan yang sama, tinggal sejauh mana kita mau berusaha untuk meraih masa depan itu dengan gemilang.
Badja dan Sri merupakan dua sosok difabel yang tidak pernah mengenal kata menyerah. Keduanya tidak pernah mengeluh dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki. Justru sekuat tenaga keduanya ingin menjadi bagian dari kehidupan yang memberikan manfaat bagi orang lain, bukan sebaliknya. Kenyataan ini membuktikan bahwa penyandang difabel memiliki kekuatan yang sama seperti orang lain pada umumnya. Mereka bisa berkarya, berprestasi, dan tidak selalu bergantung diri.
Sayangnya, paradigma yang kerap muncul seringkali mereka dianggap sebagai kelompok minoritas rentan yang tidak bisa berbuat apa-apa. Akibatnya, keberadaan mereka kerap dipandang membebani negara dan orang-orang di sekitarnya. Padahal, jika mereka mendapatkan pelatihan keterampilan yang memadai, mereka juga bisa berkarya.
Badja sendiri awalnya merupakan sarjana hukum dan bekerja di sebuah lembaga pemerintahan kota. Namun, karena rasa iba yang besar terhadap masyarakat miskin, lalu dia memilih menjadi pengantar mereka untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Dengan fakta ini, maka hendaknya ruang publik kita sudah selayaknya memperlakukan kaum difabel dengan perilaku yang sama dengan orang normal pada umumnya. hari, dengan kelebihan yang dipunya, mereka bisa bekerja di kantor, mengajar Perlakuan yang sama terhadap difabel peserta didik di ruang kelas, atau bahkan salah satunya dapat diwujudkan menghasilkan berlimpah pendapatan dan dengan mengalokasikan pekerjaan membuka lapangan pekerjaan. Sepeti bagi mereka. Ruang-ruang perkantoran yang dialami Badja Kudrata (41 tahun). mewah hendaknya memperkerjakan Dengan fisik yang tidak sempurna justru kaum difabel, yang tentu saja sesuai dia memilih mengabdikan dirinya untuk dengan kompetensi yang mereka miliki. membantu orang miskin untuk berobat, Kemampuan kerja dan berfikir mereka bahkan menjadi relawan bagi warga memang sedikit lambat, tapi jika mereka korban bencana. dibiasakan maka lambat laun mereka akan bisa bekerja secara kompetitif. Sama halnya dengan yang dialami Sri Dengan pendekatan afirmasi seperti ini, Lestari (44 tahun), seorang difabel mereka akan bisa menjalani kehidupan yang berkeliling Indonesia dengan normal, mendapatkan pekerjaan yang sepeda motor roda tiga. Apa yang layak, dan memenuhi kebutuhan keluarga dilakukan Sri semata ingin memotivasi mereka.
Dengan model afirmasi seperti ini, maka ABK yang sekarang masih berada di kelas-kelas inklusi, memiliki masa depan yang cerah. Dengan keterampilan yang diperoleh dari sekolah inklusi, mereka juga bisa mendapatkan pekerjaan yang layak di masa mendatang. Seorang guru di SLB Ponorogo Yamiati menjelaskan, kemampuan siswa ABK memang sedikit lambat jika dibandingkan anak normal. Sebagai pengajar, tentu dirinya dituntut harus lebih sabar dan telaten saat mengajarkan pelajaran kepada anak-anak. “Karena di SLB kami siswa tuna grahita, kami harus pelan-pelan sekali mengajarnya,” jelasnya.
Yamiati mencontohkan, untuk membuat kerajinan tangan bunga dari plastik, satu anak hanya mampu membuat satu kelopak, tapi kadang ada pula satu anak mampu membuat satu bunga lengkap dengan tangkai dan kelopaknya. “Kami lebih melihat potensi anak terlebih dahulu, awalnya memang susah, tapi lama- kelamaan anak-anak ini mulai terbiasa dan terlatih,” ujarnya.
Kini, kata Yamiati, karya siswa bisa ikut dalam pameran dan dijual kepada masyarakat. Untuk satu bunga plastik beserta potnya, dijual dengan harga Rp15.000-50.000 tergantung besaran bunga. Untuk tempat tissue dijual seharga Rp10.000, taplak meja seharga Rp15.000-20.000 dan celengan Rp5.000-
15.000. “Dari hasil penjualan tersebut, keuntungannya dikembalikan lagi kepada pihak sekolah,” cakapnya. Menurut Yamiati, awal mula mengajari para siswanya dalam menekuni bidang keterampilan ini tidak mudah. Anak-anak belajar menyobek kertas dan menusuk- nusuk kertas dengan menggunakan jarum. Hal ini untuk melatih kesabaran dan keberanian sang anak. “Ada juga anak yang takut dengan jarum, jadi kami tidak bisa memaksa, dia diarahkan untuk membuat kerajinan tangan yang tidak perlu menggunakan jarum,” pungkasnya. Butuh konsistensi yang tinggi untuk mengajarkan ABK supaya mereka bisa terampil dan menghasilkan karya nyata. Tanpa ketekunan dari seorang guru, mereka tetap akan menjadi beban bagi orang-orang di sekelilingnya. Sebab itu, tak bisa dipungkiri guru dan keluarga merupakan tinggak utama bagi kesuksesan mereka di masa mendatang.
EDISI 4 | 2017
LAPORAN UTAMA
ABK Mampu Berkarya dan Berprestasi
“Setiap hari saya punya mimpi untuk bisa menjadikan musik
sebagai sumber penghidupan saya”
(Michael Cleveland)
ichael Cleveland (37 tahun) AS, ini telah meraih banyak penghargaan adalah pemusik bergenre musik bergengsi di tingkat internasional. bluegrass asal Negeri Paman Bahkan, yang paling baru, Cleveland Sam. Dia merupakan salah sukses menyandingkan albumnya yang
Msatu seniman produktif berjudul Fiddlar’s Dream dalam nominasi
dalam melahirkan album pribadi dan grup Grammy Awards untuk kategori Bluegrass band-nya. Pria asal Charlestown, Indiana, Album.
EDISI 4 | 2017
Di balik semua keberhasilanya itu, siapa yang sangka jika Cleveland merupakan seorang penyandang tunanetra. Sejak usia 4 tahun, dia telah memulai belajar memainkan piano, tampil di berbagai panggung, hingga mempertemukannya dengan sejumlah pianis hebat di zamannya. Setiap hari, dia bermimpi untuk menjadikan hobinya bermusik sebagai sumber penghasilan. Menurutnya, tak ada halangan bagi setiap individu untuk berkembang dan memfungsikan kelebihannya, meski memiliki keterbatasan fisik sekalipun.
Claveland adalah teladan bagi kita
semua, terutama anak-anak penyandang disabilitas, yang mampu menjadikan keterbatasan menjadi kelebihan. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi besar bisa dicapai semua orang, dengan syarat punya tekad kuat, niat tulus dan latihan secara terus-menerus. Tanpa tekad yang kuat, cita-cita yang besar hanya akan tetap menjadi mimpi. “Rumus” ini berlaku bagi semua orang, dengan tidak mengenal keterbatasan fisik maupun memiliki fisik yang normal.
Di negeri kita, tidak sedikit ABK yang memiliki prestasi gemilang. Beberapa nama, misalnya; Mahera Dhopy Sutrisno, Habibie Afsyah, Alessandro Aurel Amadeo Nadeak, serta Arya, Aby, Shinta dan Ervita yang tergabung dalam grup musik “I’m Star Band”. Mahera –biasa disapa Hera- terlahir dengan kondisi mengidap down syndrome. Meski memiliki keterbatasan, ia punya segudang prestasi di bidang renang yang tidak hanya berskala nasional, melainkan juga internasional. Di usia 15 tahun, ia berhasil meraih medali perak dalam Special Olympics Asia Pacific (ASPAC) 2013 di Newcastle, New South Wales, Australia.
Kemudian, Afsyah Habibie, dia terlahir
Setelah lulus SMA, walaupun sempat bingung dengan minat dan bakatnya, namun pada akhirnya Habibie sukses sebagai internet marketer dan ia juga mendirikan Disable Care Community untuk membantu penyandang disabilitas menemukan atau mengembangkan bakat yang dimiliki.
Sementara Alessandro Aurel meski mengidap down syndrome, hal ini tidak menghalanginya untuk terus berkarya. Ia bisa memainkan alat musik asal benua afrika, jimbe, dan seringkali ia menjadi guru yang mengajari jimbe ke teman-teman sekelasnya. Selain musik, Aurel juga berbakat dalam melukis. Pada tahun 2011, saat itu usia Aurel baru menginjak 8 tahun, ia membuka pameran lukisan hasil karyanya sendiri di Bandung. Sekitar 20 buah lukisan berhasil ditampilkan dalam pameran tersebut. Seluruh lukisan ia selesaikan dalam kurun waktu satu tahun.
Pendidikan Inklusi
Indonesia sendiri memiliki pengalaman yang baik dalam melahirkan dan membentuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mampu berkarya. Hal ini karena adanya dorongan dari
sangat dinomorsatukan seperti halnya materi kewirausahaan, belajar membuat jajanan (kuliner), hingga keterampilan berbicara di depan publik.
Menurut Dosen Pendidikan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia Nandi Warnandi, bahwa menjadi ABK bukan berarti akhir dunia. ABK senantiasa bisa berkarya, sama seperti peserta didik lainnya. Hanya saja harus ada orangtua atau guru dan lingkungan yang membentuh daya kembang keterampilan mereka. Sebab itu, pendidikan inklusi dan vokasi sangat diperlu bagi peserta didik ABK.
“Pendidikan inklusi dan vokasi diberikan untuk membekali ABK di masa depannya. Ada pun kompetensi dari ABK dapat dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing anak. Jadi sifatnya bukan pemaksaan. Bagi anak tunarungu, tidak harus memiliki kemampuan ngelas sebagai contoh. Bagi anak tunagrahita yang paling penting memiliki kemandirian,” kata Nandi, beberapa waktu lalu.
Dari pendidikan yang dijalani oleh ABK, kata Nandi, yang terpenting dicapai adalah kemandirian dan kemampuan berkomunikasi. Dengan bekal kemandirian dan kemampuan berkomunikasi ini, ketika nantinya ABK terjun ke dunia kerja, maka prinsip meritokrasi dapat menjadi landasan.
Mendikbud Muhadjir Effendy menjelakan, proses pendidikan yang dijalani oleh para ABK saat ini telah sejalan dengan program Penguatan Pendidikan Karakter yang digagas oleh Kemendikbud. Seperti diketahui terdapat 5 nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter yakni religius, integritas, nasionalis, mandiri, dan gotong royong. “Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter, merupakan fondasi dan ruh utama pendidikan,” ujar Muhadjir.
Program penguatan pendidikan karakter ini perlu digalakkan karena mengakomodasi seluruh peserta didik, tak terkecuali bagi ABK. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan
| normal, namun saat memasuki usia 9 | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | pendidikan yang layak, nyaman, dan |
|---|---|---|
| bulan, ibunya merasa ada kelainan dengan | (Kemendikbud) dalam mengupayakan | berorientasi pada pengembangan |
| tubuh Habibie. Setelah diperiksa, ternyata | berjalannya pendidikan inklusi di banyak | keterampilan. “Menurut Kemendikbud, |
| ia menderita Muscular Dytrophy Tipe | daerah. Pendidikan inklusi mengajarkan | pendidikan karakter mengakomodasi |
| Becker, penyakit yang perlahan membuat | peserta didik ABK untuk senantiasa | semuanya, dan itu sudah berjalan hingga |
| otot-otot menjadi lemah dan tak berdaya. | terampil. Sebab itu, materi keterampilan | saat ini,” jelasnya. |
EDISI 4 | 2017
OS2N
O2SN dan Penguatan Pendidikan Karakter
Olimpiade Olahraga Siswa
i era globalisasi ini, pengelolaan bangsa yang bermartabat dalam rangka Nasional (O2SN) tidak pendidikan dituntut untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan hanya sekadar wahana ABK dapat memotivasi dan bertujuan untuk mengembangkan potensi mengukir prestasi di bidang mengoptimalisasi segala peserta didik agar menjadi manusia yang olahraga. Tapi melalui ajangDaspek kehidupan, termasuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan sumber daya manusia. Hal tersebut Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, tersebut terdapat nilai- selaras dengan Undang-Undang Nomor berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan nilai luhur dalam rangka 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan menjadi insan yang bertanggung jawab. Penguatan Pendidikan Nasional pasal 3 yang menyebutkan Karakter.bahwa pendidikan nasional berfungsi Sebagai tolok ukur keberhasilan mengembangkan kemampuan dan pendidikan olahraga di Sekolah Luar membentuk watak serta peradaban Biasa (SLB), perlu dilaksanakan kegiatan
EDISI 4 | 2017
dalam bentuk lomba/pertandingan keunggulan di bidang olahraga tidak hanya mengajarkan kecerdasan yang kompetitif sebagai upaya untuk bagi siswa. Pendidikan tidak hanya intelektual. Tapi, pendidikan Indonesia menumbuhkan motivasi dan kecintaan menjadikan manusia yang cerdas tapi juga harus mampu melahirkan generasi yang terhadap olahraga. Untuk itu, Direktorat menginginkan manusia yang tangguh, tangguh dan memiliki kemampuan unggul Pembinaan PKLK menyelenggarakan segar, dan bugar baik fisik maupun jiwa. dalam bidang olahraga. Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) ABK secara berkesinambungan. Seperti diungkapkan oleh Menteri “Jaga marwah olahraga dengan Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menjunjung tinggi sportivitas, kejar Pada tahun 2017, O2SN ABK digelar di Muhadjir Effendy saat menyampaikan prestasi setinggi mungkin, jangan pantang Kota Medan pada tanggal 3-7 September sambutannya pada pembukaan O2SN menyerah dan berikan yang terbaik,” 2017 dengan mengusung tema 2017 bahwa O2SN merupakan bagian dari tegasnya. “Membangun Generasi Tangguh yang upaya pemerintah melalui Kementerian Menjunjung Sportivitas”. Pendidikan dan Kebudayaan Republik Sementara itu, Direktur Pembinaan Indonesia untuk mencetak generasi PKLK (kala O2SN 2017 berlangsung) Sri Cabang yang dipertandingkan, antara lain Indonesia yang unggul. Melalui olahraga Renani Pantjastuti mengatakan O2SN Bulu Tangkis Putra jenjang SMPLB, Bocce inilah akan lahir anak-anak bangsa yang merupakan upaya untuk meningkatkan Putri jenjang SDLB, Bocce Putri jenjang memiliki karakter kuat. mutu dan mengembangkan potensi Anak SMPLB, Bocce Putri jenjang SMALB, Lari Berkebutuhan Khusus di bidang olahraga Putri 80 meter Jenjang SDLB, Lari Putri Menurutnya melalui olahraga Penguatan dan kebugaran jasmani. 100 meter jenjang SMPLB, Lari Putri 100 Pendidikan Karakter anak akan terbangun. meter jenjang SMALB, Balap Kursi Roda Sebab dalam olahraga anak dilatih “O2SN merupakan salah satu indikator
Putra jenjang SMPLB,Catur Putra/Putri jenjang SDLB/SMPLB/SMALB.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan juara umum O2SN ABK 2017 setelah berhasil mengumpulkan 1 medali emas pada lomba lari 100 meter putri, 1 medali perak pada lomba Bocce putri SDLB dan peringkat empat pada lomba balap kursi roda SMPLB dan lari 100 meter putri SMALB. Ini merupakan capaian luar biasa. Sebab NTB tiga kali berturut- turut mendapatkan gelar bergengsi ini. Yakni pada O2SN 2015 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan O2SN 2016 di DKI Jakarta.
Penguatan Pendidikan Karakter
Penyelenggaraan kegiatan O2SN merupakan upaya sistematis untuk meletakkan fondasi dan tradisi
menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, jujur dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Pendidikan karakter harus ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan seperti olahraga maupun seni. Melalui O2SN inilah pendidikan karakter anak akan terbangun,” katanya.
Muhadjir mengungkapkan bahwa melalui ajang O2SN inilah akan lahir anak-anak bangsa yang memiliki jiwa kesatria, pantang menyerah dan melibatkan Tuhan dalam kehidupannya. Sebab di dalam olahraga terdapat nilai-nilai yang luhur yang akan mengubah kepribadian anak.
Selain itu, melalui ajang O2SN diharapkan akan lahir atlet-atlet nasional yang kelak akan mampu mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Muhadjir menambahkan bahwa pendidikan
untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran pendidikan jasmani yang adaptif terhadap peserta didik kebutuhan khusus tersebut,” katanya.
Menurutnya kegiatan O2SN ABK sangat dibutuhkan dalam rangka upaya pencapaian prestasi bagi ABK dalam bidang olahraga di tingkat nasional. Selain itu, melalui kegiatan ini akan menjadi forum silaturahmi nasional anak bangsa di bidang olahraga untuk menggelorakan semangat sportivitas, tanggung jawab, kejujuran, kebenaran, kerja sama, kompetitif, menghargai perjuangan, dan nilai-nilai karakter lainnya.
“Penguatan Pendidikan Karakter yang diarusutamakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi tujuan utama di ajang O2SN, yaitu nasionalis, religius, integritas, mandiri,
EDISI 4 | 2017
dan gotong royong diharapkan muncul dan menjadi karakter dari para partisipan O2SN,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa keterbatasan yang mereka miliki tidak menjadi alasan untuk mengukir prestasi. Keterbatasan seharusnya menjadi energi yang kuat untuk memacu semangat anak-anak berkebutuhan khusus untuk mampu mengukir prestasi.
“Mereka adalah anak-anak yang luar biasa. Maka itu, kita harus memberikan ruang kepada mereka untuk terus mengukir prestasi di bidang apa pun, khususnya olahraga,” ujarnya.
Maka itu, dia berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menggelorakan semangat dalam meraih prestasi. “Bagi para pemenang, saya sampaikan selamat atas prestasinya semoga dengan hasil ini bisa mendorong kalian untuk lebih giat belajar dan berlatih. Untuk peserta yang belum berkesempatan untuk menang masih ada kesempatan. Belajar dan teruslah berlatih masih ada lomba-lomba berikutnya,” ujarnya.
Cetak Pribadi Tangguh dan Mandiri
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Selain untuk kebugaran jasmani, ajang ini juga akan mencetak siswa yang memiliki kepribadian yang
EDISI 4 | 2017
kuat dan tangguh. Melalui ajang ini para siswa dilatih untuk menjadi pribadi yang mandiri, tangguh dan menjunjung tinggi sportivitas. Sehingga dengan adanya ajang ini anak-anak berkebutuhan khusus siap menghadapi masa depannya.
“Ajang inilah akan mendorong mereka untuk mandiri, ulet, rajin. Inilah modal mereka untuk menatap masa depan,” ujar guru pendamping dari kontingen provinsi Jawa Timur, Echwani.
Lebih lanjut guru bahasa Inggris di SMALB Negeri Kota Blitar ini menuturkan dengan adanya ajang ini merupakan bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter yang sedang digalakkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal yang dapat dilihat adalah mencetak anak menjadi pribadi yang lebih religius dan memiliki integritas.
“Dengan ajang ini mereka berubah menjadi pribadi yang lebih jujur. Dan senantiasa berdoa kepada Tuhan untuk keberhasilan di O2SN ini,” jelas guru pendamping dari Heavy Ira Ayu Cahyani ini.
Baginya dengan adanya ajang ini juga melatih mereka untuk bisa berkompetisi dengan siswa-siswa berkebutuhan khusus lainnya. Dengan kompetisi inilah mereka semakin terpacu untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas.
“Yang mengikuti O2SN tingkat nasional
adalah siswa yang terbaik di provinsi mereka masing-masing. Untuk menjadi yang terbaik pasti mereka berjuang. Dengan inilah mereka akan menjadi pribadi yang tangguh dan percaya diri,” paparnya.
Hal senada juga disampaikan oleh guru pendamping kontingen Provinsi Sumatera Utara, Kekino mengatakan bahwa ajang O2SNdapat menjadi sarana Penguatan Pendidikan Karakter bagi para peserta didik. Pasalnya melalui ajang ini peserta didik dilatih untuk jujur, mandiri dan melibatkan Tuhan untuk menjadi yang terbaik.
Kekino mengatakan melalui ajang ini, anak-anak berkebutuhan khusus dipacu untuk menjadi pribadi yang ulet, mandiri dan pekerja keras. “Pendidikan karakter harus diterapkan setiap hari, apalagi untuk ABK yang memiliki intelegensi yang di bawah rata-rata,” katanya.
Lebih lanjut dia menceritakan bahwa salah satu peserta O2SN dari SLB C Santalicia Laut Dendang Kab. Deli Serdang mengalami perubahan dratis setelah lebih fokus dalam menekuni olahraga. Sebelum mengikuti O2SN dari jenjang Kabuapaten/ Kota sampai provinsi anak tersebut terbilang malas dan suka mengandalkan orang lain. Setelah mengikuti O2SN anak tersebut berubah menjadi pribadi yang tekun dan giat berlatih.
“Sebelum mengikuti O2SN dia sangat malas, lebih suka makan dan tidur. Awalnya menolak, tapi dengan ketekunan lambat laun dia mau mengikuti apa yang saya programkan,“ katanya.
Selain itu, mereka juga semakin lebih religius. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku anak yang kerap kali melibatkan Tuhan saat mereka akan mengikuti perlombaan. “Banyak hal yang berubah seperti sebelum lomba anak terbiasa berdoa, meminta doa pada teman-temannya dan juga mendoakan kesehatan teman-temannya,“ ungkapnya.
Daftar Pemenang O2SN 2017
| N0 | NAMA | SEKOLAH | CABANG LOMBA | MEDALI |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Modesta Angwarmas | SLB Kartini Saumlaki, Maluku | Lari 80 M Puteri SLB | Emas |
| 2 | Irnawati Boling Weni | SLB N Pantar, NTT | Lari 80 M Puteri SLB | Perak |
| 3 | Surti Sjahrun | SLB N Kota Gorontalo, Gorontalo | Lari 80 M Puteri SLB | Perunggu |
| 4 | Chindy Auliyah | SLB Negeri Pare-Pare, Sulawesi Selatan | Bocce Puteri SDLB | Emas |
| 5 | Kurniah | SLB Ar-Rizki Pajo, NTB | Bocce Puteri SDLB | Perak |
| 6 | Rahmatia Abdullah | SLB N Kab. Gorontalo, Gorontalo | Bocce Puteri SDLB | Perunggu |
| 7 | Lina Mardiana | SLB Ar-Rizki Pajo, NTB | Lari 100 M Puteri SMPLB | Emas |
| 8 | Brigita Ningsi Woda | SLB N Nunumeu Soe, NTT | Lari 100 M Puteri SMPLB | Perak |
| 9 | Zelwa Devaningtyas | SLB N Surakarta, Jawa Tengah | Lari 100 M Puteri SMPLB | Perunggu |
| 10 | Tirza Evelin Yabansara | SLB Pembina Tk. Provinsi Papua | Bocce Puteri SMPLB | Emas |
| 11 | Sukmarini | SLB N Rokan Hulu, Provinsi Riau | Bocce Puteri SMPLB | Perak |
| 12 | Ramada Tika Sari | SLB N Koba, Bangka Belitung | Bocce Puteri SMPLB | Perunggu |
| 13 | Syahrul Darmawan Saputra | SLB-B YRTW Surakarta, Jawa Tengah | Bulutangkis Putera SMPLB | Emas |
| 14 | Muhammad Sayyid Azzahiri | SLB Mekar Sari Cibinong, Jawa Barat | Bulutangkis Putera SMPLB | Perak |
| 15 | Aji Prasetyo | SMPLB ABCD PGRI Jajag Banyuwangi, Jawa Timur | Bulutangkis Putera SMPLB | Perunggu |
| 16 | Robby Syahrul Ramadhan Sinulingga | SLB N Batubara, Sumatera Utara | Balap Kursi Roda Putera SMPLB | Emas |
| 17 | Sabir | SLB N Pembina Mamuju, Sulawesi Barat | Balap Kursi Roda Putera SMPLB | Perak |
| 18 | Ebi Sutiawan | SKh N 01 Kab. Tangerang, Banten | Balap Kursi Roda Putera SMPLB | Perunggu |
| 19 | Indah Khaerunisa | SLB N Taruna Mandiri, Jawa Barat | Lari 100 M Puteri SMALB | Emas |
| 20 | Dahlia | SMALB Nur Hidayah, Sulawesi Tenggara | Lari 100 M Puteri SMALB | Perak |
| 21 | Metrisen Missa | SLB N Nunumeu Soe, NTT | Lari 100 M Puteri SMALB | Perunggu |
| 22 | Evi Vania | SLB N Nunukan, Kalimantan Utara | Bocce Puteri SMALB | Emas |
| 23 | Rizky D. Putri Wangi | SLB N Ogan Ilir, Sumatera Selatan | Bocce Puteri SMALB | Perak |
| 24 | Shinta Amelia | SLB Panca Bhakti Magetan, Jawa Timur | Bocce Puteri SMALB | Perunggu |
| 25 | Enrico Caesar Delano | SLB N 1 Denpasar, Bali | Catur Putera/Puteri | Emas |
| 26 | Rudi Setianto | SLB N Pembina Pekanbaru, Provinsi Riau | Catur Putera/Puteri | Perak |
| 27 | Arfim Yuliawan | SLBN Linggo Sari Baganti, Sumatera Barat | Catur Putera/Puteri | Perunggu |
EDISI 4 | 2017
OS2N SANG JUARA
JUARA 1 BALAP KURSI RODA PUTRA SMPLB
Mimpi Harumkan Indonesia Melalui Prestasi
etelah berusaha keras dan dukungan semua pihak. Maka itu, apa menikmati proses berlatih, Robby yang saya lakukan tidak hanya untuk
SSahrul Ramadhan Sinulingga berhasil kepuasan diri sendiri. Apa yang saya raih
menyabet medali emas cabang lomba berkat doa yang tulus dari orang tua, dan balap kursi roda putra jenjang SMPLB di guru. Maka itu, saya tidak bisa melupakan ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional peran mereka,” katanya. (O2SN) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
- Prestasi yang dia raih merupakan Menurutnya dukungan yang telah mereka bukti semangatnya untuk melakukan yang berikan dengan tulus menjadi motivasi terbaik dengan terus mengukir prestasi. tersendiri untuk selalu berupaya mengukir
prestasi dengan menjadi yang terbaik. “Prestasi yang saya raih ini tidak datang Lebih lanjut Robby menambahkan bahwa tiba-tiba. Tapi, melalui proses yang prestasi yang telah dia raih bukanlah panjang yang dibarengi dengan latihan-akhir. Baginya, manusia yang bermanfaat Keterbatasan tidak latihan yang serius,” katanya. adalah manusia yang di dalam pribadinya membuatnya berhentimemiliki semangat dan optimisme untuk Siswa kelas 8 dari SLB Negeri Batubara, menjadi yang terbaik. Semangat inilah bermimpi. Bahkan Provinsi Sumatera Utara ini mengatakan yang dia pegang teguh hingga saat ini, dan dia memiliki mimpi bahwa prestasi yang telah diraih tidak dia pun bercita-cita ingin mengharumkan yang besar ingin hanya untuk kepuasan diri sendiri. Akan nama Indonesia di mata dunia dengan mengharumkan namatetapi, prestasi yang dia ukir tidak lain prestasinya. untuk mengharumkan nama keluarga dan Indonesia di mata daerah. “Saya ingin menjadi atlet kursi roda dunia dengan prestasi. sampai tingkat internasional,” tutupnya “Prestasi yang saya raih ini berkat dengan penuh optimisme.
ROBBY SAHRUL RAMADHAN SINULINGGA
EDISI 4 | 2017
SANG JUARA
JUARA 1 CATUR PUTRA/PUTRI JENJANG SDLB/SMPLB/SMALB
Prestasi Diraih dengan Kerja Keras dan Fokus
Kesuksesan dalam meraih prestasi tidak akan diraih jika hanya berpangku tangan. Prestasi
akan diraih oleh pejuang yang memiliki tekad kuat dengan kerja keras serta fokus untuk
mencapai tujuan yang dicita-citakan.
eperti halnya yang dilakukaan oleh Enrico Caesar Delano peraih medali emas cabang lomba catur
Sputra/putri jenjang SDLB/SMPLB/SMALB pada
ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2017. Berkat kerja keras dan kesungguhannya dia berhasil mengharumkan nama Provinsi Bali di tingkat nasional.
“Prestasi ini saya raih dengan kerja keras dan rajin berlatih. Sehingga saya bisa menjadi sekarang ini,” katanya.
Siswa kelas 12 SLB Negeri 1 Denpasar, Bali ini mengungkapkan kerja keras bukanlah modal satu-satunya dalam mengukir prestasi. Modal yang paling utama adalah harus mampu memotivasi dirinya di saat dalam kondisi apa pun.
Baginya pejuang yang tangguh adalah pejuang yang mampu memotivasi dirinya sendiri, sehingga di saat kondisi terpuruk pun akan tetap bertahan.
“Saya pernah merasa terpuruk. Berbekal dengan mampu memberikan semangat pada diri sendiri akhirnya saya bisa bertahan dan melakukan yang terbaik. Dan saya merasa bahagia akhirnya latihan yang saya lakukan delapan jam per hari dalam waktu beberapa bulan berhasil. Saya menjadi juara pertama,” jelasnya.
Siswa kelas 12 SLB Negeri 1 Denpasar ini mengatakan untuk
menjadi yang terbaik harus memiliki daya juang yang tinggi. Daya juang yang tinggi ditandai dengan rasa tidak mudah menyerah. Kegagalan harus menjadi motivasi dan batu pijakan untuk melompat jauh lebih tinggi.
“Jangan takut kalah saat bertanding. Yang penting kita giat berlatih dan berlatih,” tegasnya.
Lebih lanjut anak penyandang tunanetra ini berpesan kepada anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia untuk optimis dalam menjalani hidup. Menurutnya keterbatasan bukanlah halangan untuk mengukir prestasi. Keterbatasan seharusnya menjadi penyemangat bahwa kita mampu untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga, negara dan bangsa.
“Teruslah ukir prestasi dimana pun berada. Harumkan nama Indonesia di mata dunia dengan prestasi,” ujar siswa yang bermimpi menjadi pecatur tingkat internasional ini.
EDISI 4 | 2017
SANG JUARA
JUARA 1 BOCCE PUTRI SMPLB
Tenang dan Percaya Diri
Hobi seharusnya tidak hanya sekadar hobi. Hobi seharusnya
Kunci Menjadi Juara
menjadi sarana untuk mengukir prestasi. Sebab dari hobi inilah
energi ketulusan akan terpancar.
Dengan ketulusan inilah maka setiap apa yang dilakukan akan
terasa ringan dan penuh dengan kegembiraan.
al tersebut telah dibuktikan oleh Tirza Evelin Yabansara. Hobinya bermain bola telah
Hmenghantarkan dirinya menjadi yang terbaik pada
ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan meraih medali emas pada cabang lomba bocce putri jenjang SMPLB.
“Dari dulu saya suka bermain bola. Sehingga saat saya berlatih bocce pun merasa senang dan tidak ada beban apa pun,” katanya.
Sekadar hobi tidaklah cukup untuk menghantarkannya menjadi juara. Untuk menjadi juara dibutuhkan ketenangan dan penuh percaya diri saat bertanding.
“Saat bertanding saya harus tenang dan percaya diri. Ini saya lakukan agar fokus saat melempar bola,” ujar pelajar kelas 1 SMP dari SLB Negeri Pembina Tk. Papua ini.
Lebih lanjut dia membeberkan kunci keberhasilan dirinya menjadi juara pada ajang bergengsi tingkat nasional ini. Menurutnya kunci keberhasilan dirinya adalah dengan giat berlatih.
Untuk mempersiapkan ajang ini dari tingkat sekolah hingga nasional dirinya tidak bosan-bosannya berlatih. Baginya keterbatasan fasilitas tidak menghalangi untuk tetap berlatih dan terus berlatih.
“Di sekolah saya latihan. Di rumah juga pakai bola tenis,” ungkap pelajar yang memiliki hobi menari ini.
Selain itu, kunci yang terpenting mengikuti ajang ini adalah optimis, percaya diri dan fokus saat bertanding. Dengan modal inilah dia berhasil menaklukan kontingen dari Provinsi Riau dalam babak final memperebutkan juara pertama.”Saya fokus dan tidak malu,” tegasnya.
Pada kesempatan ini Tirza berpesan kepada seluruh anak-anak berkebutuhan khusus untuk selalu optimis dalam menjalani hidup. Kekurangan tidak boleh menjadi halangan untuk mengukir prestasi mengharumkan nama bangsa. “Saya ingin bercita-cita menjadi atlet internasional,” tutupnya.
EDISI 4 | 2017
SANG JUARA
JUARA 1 LOMBA LARI 100 M PUTRI SMALB
Doa dan Kerja Keras
enjadi yang terbaik pada
Kunci Menjadi
ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Anak
MBerkebutuhan Khusus (ABK ) yang Terbaik
2017 tidak membuat Indah Khaerunisa berbangga diri atau menjadi pribadi yang sombong. Sebab, menurutnya keberhasilan yang telah dia ukir dengan Manusia tidak boleh meraih medali emas pada cabang lomba sombong. Sebab lari 100 meter jenjang SMALB adalah keberhasilan dicapai bukan berkat doa yang dia selalu panjatkan berkat kerja kerasnya, adakepada Tuhan Yang Maha Esa.
intervensi Tuhan di dalam
“Tentu apa yang didapat saat ini bukan setiap keberhasilan yang karena murni usaha, ini seizin Tuhan manusia raih. sehingga saya menjadi juara. Dan saya juga berterima kasih kepada orang tua yang telah mendoakan saya juga,” katanya.
Baginya doa bukanlah modal satu-satunya meraih prestasi. Menurutnya usaha dirinya mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional ini juga disertai dengan kerja keras. Sebab untuk menjadi yang terbaik harus dipersiapkan secara matang dan serius.
“Apa yang didapat saat ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras. Setiap hari saya latihan dan latihan. Tidak ada perasaan letih atau malas,” kata murid SLB Negeri Taruna Mandiri, Kuningan, Jawa Barat ini.
Menjaga kesehatan juga penting, sehingga sebelum bertanding dirinya benar-benar menjaga kesehatan tubuh. Hal ini sangat penting bagi seorang atlet agar saat bertanding dalam kondisi prima. “Saya juga tak lupa jaga kesehatan,” ujarnya.
Pada kesempatan ini dia menyampaikan pesan yang sangat mendalam bagi anak-anak berkebutuhan khusus, agar tetap percaya diri dalam menjalani hidup. Meskipun kita dalam keterbatasan, tapi tidak menjadi penghalang untuk mengukir prestasi.
“Tetap semangat dan percaya diri. Pasti kita bisa berprestasi jika kita mau,” tutupnya dengan nada yang penuh INDAH KHAERUNISAsemangat.
EDISI 4 | 2017
FLS2N
FLS2N Ajang Mencetak Generasi Tangguh dan Kreatif
FLS2N ABK tidak hanya sekadar wahana berkompetisi. Namun,
ajang tersebut merupakan wadah untuk berkreasi dengan
menampilkan karya kreatif dan inovatif peserta didik
ABK dengan mengedepankan sportivitas dalam
pengembangan diri secara optimal.
alam rangka peningkatan mutu pendidikan khusus dan layanan khusus yang sekaligus meningkatkan sumber daya
Dmanusia, Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memprogramkan berbagai kegiatan, yang salah satu programnya adalah Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ABK tahun 2017 dengan pelaksanaan diatur secara berjenjang dimulai dari tingkat sekolah, kabupaten/ kota, provinsi sampai tingkat nasional.
Penyelenggaraan FLS2N ABK sebagai salah satu upaya untuk Penguatan Pendidikan Karakter bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Pasalnya melalui ajang ini siswa diperkenalkan dengan kemajemukan dan keunikan potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah dari seluruh Indonesia.
Pada tahun ini, FLS2N ABK digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 24-28 September 2017 dengan mengusung tema “Memacu Kreativitas Seni untuk Memperkuat Pendidikan Karakter”. Ada 9 cabang yang diperlombakan, antara lain Menyanyi SDLB, Menyanyi SMPLB/SMALB, Melukis SDLB, Melukis SMPLB/SMALB, Desain Grafis SMPLB, Desain Grafis SMALB, Menari SMPLB/SMALB, MTQ SMPLB/ SMALB, dan Pantomim SMPLB/SMALB.
Juara Umum FLS2N ABK 2017 diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan mengumpulkan 3 medali emas pada
EDISI 4 | 2017
cabang lomba Menyanyi Solo SDLB, Desain Grafis SMPLB dan Desain Grafis SMALB. Dengan prestasi yang diraih ini, Provinsi DKI Jakarta berhasil mempertahankan gelar juara umumnya.
Menggali Potensi ABK
Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Poppy Dewi Puspitawati mengatakan bahwa ajang FLS2N ABK merupakan sarana menggali potensi peserta didik berkebutuhan khusus di bidang non akademik khususnya di bidang seni budaya. Ajang ini juga mampu memberikan dorongan sehingga timbul motivasi yang kuat bagi seluruh peserta untuk beraktualisasi diri dan berkompetisi secara sehat dalam mencapai puncak prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setiap peserta didik.
Selain itu, Poppy menambahkan bahwa ajang ini diharapkan agar seluruh peserta didik ABK dapat mengembangkan ide-ide dan kreativitasnya dalam bidang non akademik dengan karya-karya nyata yang diminati oleh peserta didik ABK sejak dini sampai kelak dewasa, sehingga rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki semakin besar.
“Seluruh peserta FLS2N merupakan anak-anak terbaik yang mewakili daerah masing-masing. Bagi saya mereka semua adalah mutiara-mutiara yang bernilai. Mereka adalah generasi bangsa yang memiliki keterampilan dan keunggulan di bidang seni,” katanya.
Yang terpenting bagi Poppy ajang FLS2N ini harus menjadi sarana untuk menjalin tali silaturahmi antarpeserta. Sehingga mereka dapat saling mengenal antara satu dengan yang lain. “Ini bukan ajang kompetisi tapi ajang silaturahmi,” tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan di balik keterbatasannya, sejatinya mereka memiliki potensi yang sangat luar biasa. Maka itu dia berharap kepada semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk menumbuhkembangkan potensi yang mereka miliki.
Sementara itu Juri Cabang Lomba MTQ FLS2N ABK 2017 Sapiudin Shidiq mengatakan bahwa ajang FLS2N tidak hanya sekadar ajang berkompetisi
antarsiswa dalam bidang seni. Tapi ajang ini memiliki tujuan yang paling utama, yakni Penguatan Pendidikan Karakter kepada peserta didik.
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menuturkan bahwa melalui ajang ini nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas benar-benar terimplementasikan. Dia mencontohkan seperti pada cabang lomba MTQ peserta didik yang mengikuti ajang FLS2N diajak dan diarahkan menjadi generasi yang mencintai al-Quran.
Menurutnya dengan mencintai kitab suci umat Islam ini mereka akan menjadi generasi bangsa yang memiliki kepribadiaan unggul dan mulia. “Kepribadian Qurani adalah pribadi yang memiliki akhlak yang mulia, cinta kepada tanah air, dan pastinya memiliki kepribadian yang tangguh dan mandiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan apabila generasi bangsa sudah mencintai al-Quran maka permasalahan bangsa seperti kenakalan remaja dan rusaknya moral anak muda dapat teratasi. “Dengan mencintai al-Quran pasti mereka akan menjadi pribadi yang mulia,” tegasnya.
Mencetak Generasi Tangguh dan Kreatif
Ajang FLS2N memiliki manfaat yang luar biasa, seperti diungkapkan oleh Juri cabang lomba Melukis SDLB FLS2N ABK, Harry Sulastiano bahwa ajang ini memiliki manfaat bagi tumbuh kembangnya kepribadian anak.
Seperti cabang lomba melukis seluruh peserta dilatih untuk menjadi pribadi yang tidak mudah putus asa, sabar dan fokus. “Melukis memiliki manfaat yang luar biasa. Dengan melukis akan menghaluskan budi pekerti mereka.
Sehingga mereka akan menjadi pribadi yang sabar dan fokus dalam menghadapi sebuah masalah,” paparnya.
Harry mengatakan untuk menghasilkan karya yang indah dalam melukis dibutuhkan daya imajinasi yang tinggi. Sehingga fokus menjadi kunci utama untuk menghasilkan daya imajinasi yang tinggi. “Melukis akan memacu anak untuk berimajinasi dan mengungkapkan ekspresinya dalam bentuk gambar,” jelasnya.
Lebih lanjut dosen seni rupa dari UPI Bandung ini mengatakan melalui ajang ini sejak dini peserta didik dibiasakan menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki mental juang yang tangguh dalam mengejar prestasi yang diharapkan. Yang terpenting anak dilatih untuk menjunjung sportivitas.
Hal senada juga disampaikan oleh Dian Chaeranny orang tua dari Muhammad Wiratama salah satu peserta cabang lomba menyanyi di ajang FLS2N ABK 2017 mengatakan dengan adanya event ini, maka ada perubahan yang luar biasa pada kepribadian anaknya. Perubahan yang dapat dia rasakan misalnya anaknya lebih percaya diri, mandiri dan memiliki semangat yang tinggi dalam bertanding.
Sehingga dia merasa berbahagia anaknya bisa mengikuti ajang FLS2N hingga tingkat nasional. Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa. Sehingga dia akan terus memotivasi anaknya untuk terus menggali dan mengembangkan potensi yang dia miliki. Dengan potensi inilah merupakan modal untuk hidup di masa depan.
“Anak saya harus memiliki keterampilan. Sehingga kelak dewasa tidak lagi bergantung kepada orang tua. Karena suatu saat, kami tidak selalu bersama anak-anak,” ujarnya.
EDISI 4 | 2017
DAFTAR PEMENANG FLS2N 2017
| NO | NAMA | SEKOLAH | CABANG LOMBA | MEDALI |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Allafta Hirzi Sodiq | SLB A Pembina Jakarta | Menyanyi SDLB | Emas |
| 2 | Mohammad Hibrram | SLB A YPAB Surabaya,Jawa Timur | Perak | |
| 3 | Ugoanus Ramang | SLB N Borong, Nusa Tenggara Timur | Perunggu | |
| 4 | Erlina Rizky Amelia | SLB Bina Bangsa Sidoarjo,Jawa Timur | Melukis SDLB | Emas |
| 5 | Claudya Adita Putri Pramesti | SLB N Pangkalan Bun, Kalteng | Perak | |
| 6 | Nur Baiti | SLB BC Paramita Graha, Kalteng | Perunggu | |
| 7 | Muhammad Faiz | SLB Santi Rama, DKI Jakarta | Desain Grafis SMPLB | Emas |
| 8 | Rosid Nurohman | SLB N 1 Bantul, D.I Yogyakarta | Perak | |
| 9 | Wyaneta Anisa Brilianti | SLB B Yakut Purwokerto, Jateng | Perunggu | |
| 10 | Abdul Kahar | SLB N 2 DKI Jakarta | Desain Grafis SMALB | Emas |
| 11 | Ahmad Nasihun | SMALBS Mutiara Louser- Blangkejeren, Aceh | Perak | |
| 12 | Deby Wicaksono | SLB N Balikpapan, Kalimantan Timur | Perunggu | |
| 13 | Zelda Maharani | SKh YKDW 03 Kota Tangerang, Banten | Menyanyi SMPLB/SMALB | Emas |
| 14 | Ade Suryani | SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi, Jawabarat | Perak | |
| 15 | Firly Ardiansyah Umasugi | SLB N Batumerah, Maluku | Perunggu | |
| 16 | Wahyu Rahmad Dullah | SLB N 1 Bantul, D.I Yogyakarta | Pantomim SMPLB/ SMALB | Emas |
| 17 | Yoga Falakh Ramadhan | SLB B Putra Harapan, Bojonegoro, Jatim | Perak | |
| 18 | Ahmad Gilang Julianto | SLB Permata Ciranjang, Kab. Cianjur, Jabar | Perunggu | |
| 19 | Desi Wulan Sari | SLB Baso, Sumatera Barat | Melukis SMPLB/SMALB | Emas |
| 20 | Windiyani Lilin Wardani | SLB N Purbalingga, Jawa Tengah | Perak | |
| 21 | Beni Pujiono | SLB N Pringsewu, Lampung | Perunggu | |
| 22 | Rifa’ah | SLB YPTN Mataram, NTB | MTQ SMPLB/SMALB | Emas |
| 23 | Wendi Ardinsyah | SLB ABC Bina Bangsa Kab. Cianjur, Jawa Barat | Perak | |
| 24 | Hairunnisa | SLB ABCD Muhammadiyah Palu, Sulteng | Perunggu | |
| 25 | Dewa Ayu Sakania Prdanya Aristi | SLB N 2 Denpasar, Bali | Menari SMPLB/SMALB | Emas |
| 26 | Chatarina Erni Astuti | SLB N 1 Kulonprogo, D.I Yogyakarta | Perak | |
| 27 | Suchi Ramadhani | SLB Al-Azhar Bukit Tinggi, Sumatera Barat | Perunggu |
EDISI 4 | 2017
FLS2N SANG JUARA
Kerja kerasnya selama ini membuahkan JUARA PERTAMA PANTOMIM SMPLB/SMALB
Bercita-Cita Menjadi Penari Profesional
hasil. Pada FLS2N ABK 2017 dia berhasil mengharumkan Provinsi D. I.
Yogyakarta dengan menyumbangkan medali emas pada cabang lomba
pantomim jenjang SMPLB/SMALB.
enari merupakan hobi yang ditekuni Wahyu Rahmad Dullah. Baginya menari sudah menjadi
Mbagian hidupnya. Maka itu, setiap harinya selain
belajar, aktivitasnya disibukkan dengan latihan menari.
“Saya memiliki cita-cita menjadi penari profesional. Makanya, saya setiap hari giat berlatih agar cita-cita saya bisa tercapai,” ujarnya.
Bagi siswa SLB Negeri 1 Bantul, D.I. Yogyakarta menari merupakan kesenian yang menarik. Karena di dalam menari setiap geraknya memiliki makna. Sehingga setiap keluh kesah yang ada pada dirinya bisa diekspresikan dengan gerakan tari.
“Selain untuk mengekspresikan diri, seni tari juga merupakan kekayaan budaya Indonesia. Di masing-masing daerah pasti memiliki tarian tradisional. Sehingga jika kita suka dengan menari, khususnya tarian tradisional maka kita juga mencintai bangsa kita,” katanya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa kesukaan pada dunia tari membawa dirinya menyukai pantomim. Baginya pantomim memiliki kesamaan dengan tari. Dengan bermain pantomim kita dapat mengekspresikan apa yang sedang kita pikir.
“Saya suka pantomim karena sama dengan tari. Saya bisa bebas mengekspresikan pikiran saya. Dan yang paling menarik pantomim bisa menghibur orang lain,” jelasnya.
Pria yang karib disapa Dullah ini mengungkapkan untuk meraih juara pertama pada ajang FLS2N ABK 2017 ini dibutuhkan kemauan yang kuat. Kemauan yang kuat tersebut ditandai dengan giat berlatih dan tidak mudah putus asa. Sehingga apa yang kita targetkan dapat tercapai.
“Saya memiliki target tahun ini harus menjadi juara. Maka itu saya tidak bosan berlatih dan terus berlatih. Dan saya bersyukur akhirnya bisa mendapat medali emas,” ungkapnya.
Dan kesuksesan juga bukan murni dari kerja keras dirinya. Menurutnya ada keterlibatan Tuhan dengan prestasi yang dia raih saat ini. “Dan tentunya saya juga tidak lupa berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik untuk diri saya,” katanya.
EDISI 4 | 2017
SANG JUARA
JUARA PERTAMA MTQ SMPLB/SMALB
Al-Quran Motivasi Terkuat dalam Dirinya
Meraih medali emas pada ajang
FLS2N ABK 2017 pada cabang lomba MTQ SMPLB/SMALB
merupakan mimpi yang selama ini dia cita-citakan. Prestasi
yang saat ini diraihnya menjadi motivasi untuk menghantarkan
dirinya menjadi qiroah tingkat internasional.
enjadi yang terbaik pada ajang FLS2N bukanlah hal yang mudah.
MDibutuhkan perjuangan yang
sungguh-sungguh.
“Untuk bisa mewakili Provinsi NTB saya harus menjadi juara dari tingkat kabupaten dan provinsi. Ini merupakan perjuangan yang berat, karena saingan saya juga memiliki kemampuan yang bagus,” kenang Rifa’ah kepada Majalah Spirit.
Namun, perjuangan yang berat ini dia jalani dengan penuh kesungguhan dan
EDISI 4 | 2017
rasa optimis yang kuat. Sehingga seberat apa pun langkah yang dia jalani terasa ringan. Baginya, yang terpenting dari perjuangannya selama ini adalah doa restu dari orang tua dan para guru.
“Prestasi yang saya raih tidak ada artinya tanpa doa restu orang tua dan guru. Berkat doa tulus merekalah saya bisa seperti ini. Saya tidak bisa membalas ketulusan mereka dengan apa pun. Hanya medali ini yang saya berikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut siswa SLB YPTN Mataram, Nusa Tenggara Barat ini mengatakan Al-qur’an merupakan energi baginya. Lebih dekat dengan Al-qur’an mampu memotivasi dirinya semangat dalam menjalani hidup. Dan mampu menghadirkan manfaat bagi sesama manusia.
“Awalnya merasa minder dengan kondisi saya ini. Tapi setelah dekat dan mempelajari isi Al-quran semangat hidup saya semakin bertambah. Karena saya yakin Allah menciptakan manusia dengan
kelebihannya masing-masing. Saya percaya itu,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menuturkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, dia berkomitmen akan menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain dengan kelebihan yang dimiliki. Sebab, manusia yang terbaik adalah manusia yang kehadirannya memberikan manfaat bagi manusia yang lain.
“Dengan kemampuan yang saya miliki, saya akan mengajarkan tilawah kepada masyarakat. Sehingga ilmu saya lebih bermanfaat,” tegasnya.
Rifa’ah juga berpesan kepada ABK yang ada di seluruh Indonesia untuk tetap optimis dalam menjalani hidup. Baginya keterbatasan yang mereka sandang tidak menjadi batasan untuk mengukir prestasi.
“Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihannya. Maka itu optimislah kita juga bisa berkarya seperti yang lainnya,” tutupnya.
SANG JUARA
JUARA PERTAMA DESAIN GRAFIS SMPLB
Berlatih dan Tak Kenal Menyerah Kunci Sukses
Sukses akan diraih oleh manusia yang memiliki pribadi yang tangguh. Pribadi yang tangguh itu
adalah tak kenal menyerah dan terus berlatih untuk meningkatkan kualitas dirinya.
al inilah yang sudah dilakukan oleh Muhammad Faiz. Berkat
Hkegigihannya dalam berjuang dia
mampu mengharumkan Provinsi DKI Jakarta dengan menyabet medali emas pada cabang lomba desain grafis jenjang SMPLB pada ajang Festival & Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang digelar di Kota Surabaya, 24-28 September 2017.
“Saya tidak pernah bosan untuk berlatih dan menanamkan rasa penasaran pada diri saya. Selain itu saya juga tidak menyerah jika tidak berhasil-hasil dalam belajar,” katanya.
Lebih lanjut siswa SLB Santi Rama Jakarta ini mengatakan kesabaran juga merupakan kunci dari keberhasilan. Dengan sabar seberat apa pun masalah yang dihadapi akan terasa ringan.
“Sabar dan sabar sehingga apa yang kita
lalui terasa ringan. Untuk mencapai ke tingkat nasional ini saya harus bersabar berjuang untuk menjadi yang terbaik sehingga bisa mewakili DKI Jakarta,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan optimis saat bertanding juga sangat dibutuhkan. Dengan optimislah maka kita akan lebih percaya diri dalam melakukan sesuatu. Namun jika rasa optimis telah hilang pada diri manusia maka yang ada hanya kekhawatiran. Sehingga akan berpengaruh dalam melakukan sesuatu.
“Jika tidak optimis pasti bekal yang telah kita siapkan akan hilang. Karena rasa percaya diri sudah hilang. Maka menurut saya optimis sangat penting,” ujar siswa yang memiliki cita-cita sebagai programmer ini.
Baginya keterbatasannya sebagai Anak
Berkebutuhan Khusus tidak menjadi hambatan untuk mengukir prestasi. Maka itu, dia tidak ingin meratapi apa yang telah Tuhan anugerahkan. Tuhan pasti memiliki rencana yang indah bagi hidupnya.
“Saya tidak minder dengan kondisi saya. Saya akan melakukan yang terbaik sehingga orang lain akan melihat saya dengan kelebihan yang saya miliki,” katanya.
Maka itu, dia mengajak kepada ABK di seluruh Indonesia, agar terus optimis dalam menjalani hidup. Syukuri segala nikmat yang telah Tuhan berikan. Jika kita bersyukur pasti Tuhan akan menambah nikmatnya tersebut.
“Saya akan mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya. Wujud syukur itu dengan prestasi-prestasi yang bisa dibanggakan,” tutupnya.
EDISI 4 | 2017
FIKSI & LKSN
Menguji Keterampilan dan Inovasi Melalui Event FIKSI &
LKSN PPKLK
Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dit.PPKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghelat dua event berskala nasional dalam waktu yang bersamaan di Jakarta pada 27-31 Juli 2017. Bertempat di Hotel Jayakarta serta Museum Seni Rupa dan Keramik diselenggarakan Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) PKLK. Sedangkan bertempat di Hotel Novotel Mangga Dua Square, SMKN 24 Jakarta, dan SMKN 58 Jakarta diselenggarakan Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) PKLK 2017.
Event FIKSI PKLK tahun 2017 memiliki tema “Inovasi kewirausahaan siswa sebagai wujud pelaksanaan kurikulum 2013 Pendidikan Khusus dengan bercirikan khas daerah”. Ada pun jumlah
estival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) dan Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) yang digelar oleh
FDirektorat Pembinaan Pendidikan
Khusus dan Layanan Khusus (Dit.PPKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah menyiapkan anak berkebutuhan khusus untuk dapat mengembangkan diri. Sehingga mereka kelak akan menjadi insan yang mandiri, unggul dan berkarakter.
Demikian disampaikan Ketua Penyelenggara FIKSI dan LKSN, Ahmad Yusuf saat menyampaikan laporan pada Pembukaan FIKSI dan LKSN di Hotel
peserta FIKSI PKLK tahun 2017 yakni 170 orang. Dimana peserta setiap provinsi sejumlah 5 orang dengan rincian: 1 orang Kepala Sekolah SLB, dua orang guru SLB, dua orang siswa SLB. Jenis lomba FIKSI PKLK tahun 2017 yakni Lomba Terpadu Kewirausahaan PKLK, Lomba Manajemen Keterampilan PKLK, Lomba Stand Kreatif dan Produktif.
Sedangkan tema LKSN PKLK tahun 2017 adalah “Berkreasi dan Berkarya untuk Menuju Insan Mandiri yang Berkarakter”. Terdapat 9 jenis lomba yang dipertandingkan yakni lomba menjahit, lomba tata boga, lomba kriya kayu, lomba membatik, lomba merangkai bunga segar, lomba hantaran, lomba kreasi barang bekas, lomba kecantikan, lomba IT.
Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Jumat (28/7).
Kasi Bakat dan Prestasi Dit.PPKLK ini mengungkapkan FIKSI dan LKSN merupakan ajang kompetisi para siswa berkebutuhan khusus yang menjunjung tinggi keterampilan dan kerja mandiri anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui inilah diharapkan mereka akan menjadi generasi banngsa yang memiliki kepercayaan diri, disiplin, kompetitif dan menjunjung tinggi semangat sportivitas.
“Sikap-sikap seperti inilah yang akan mendukung kecakapan hidup dan kelangsungan hidup mereka dimasa yang akan datang,” katanya.
EDISI 4 | 2017
826 Anak Berkebutuhan Khusus Berkompetisi di Ajang FIKSI dan LKSN
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 826 peserta. Yang terdiri dari 576 peserta LKSN dan 250 peserta FIKSI. Kegiatan ini dilakukan di dua tempat, untuk FIKSI bertempat di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua Jakarta dan LKSN bertempat di Hotel Novotel Mangga Dua Square, SMK Negeri 58 Jakarta dan SMK Negeri 24 Jakarta.
“Para peserta merupakan siswa-siswa terbaik dari provinsi masing-masing. Sebelumnya mereka adalah siswa
yang mengikuti kompetisi dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi,” jelasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan ajang apresiasi untuk siswa telah membuat keterampilan dan kemampuan menjalankan kewirausahaan di sekolah mereka masing-masing. Di ajang inilah mereka akan memperkenalkan hasil karyanya “Event ini dapat diartikan sebagai sarana lebih memperkenalkan hasil karya siswa ABK ke masyarakat luas,” imbuhnya.
Sehingga nanti kelak hasil karya mereka akan mendapatkan pengakuan masyarakat. Bahwa hasil karya mereka layak untuk diproduksi secara masal dan mampu bersaing dengan produk yang ada.
“Pelibatan banyak pihak seperti dunia usaha, akademisi dan praktisi wirausaha itu sangat penting. Sehingga karya mereka akan mendapat pengakuan dari masyarakat umum,” demikian Ahmad Yusuf.
EDISI 4 | 2017
| FIKSI & LKSN | ||||
|---|---|---|---|---|
| D | alam rangka menumbuhkembangkan potensi, bakat dan keterampilan anak berkebutuhan khusus, Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dit.PPKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar dua kegiatan. Yaitu Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) dan Festival Inovasi Kewirausahaan | Siswa Indonesia (FIKSI) 2017. Dua kegiatan tersebut dibuka secara bersamaan pada Jumat (28/7) di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta. Dan dibuka langsung oleh Direktur Pembinaan PKLK (saat acara ini berlangsung), Sri Renani Pantjastuti, serta didampingi oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata DKI Jakarta | dan Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua, Jakarta. Acara ini berlangsung meriah dengan penampilan terbaik oleh Anak Berkebutuhan Khusus. Seperti Ismail Ulak, penyandang low vision yang memiliki suara emas dan kemahirannya bermain piano, penampilan tari Sim-Sim oleh Jeri Prastiti, anak penyandang tunarungu dari | |
| 26 | EDISI 4 | 2017 | ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MEMERIAHKAN PEMBUKAAN FIKSI DAN LKSN |
SLB Negeri 1 Jakarta. Acara berlangsung semakin meriah dengan penampilan suara emas Zizi penyandang tunanetra dari SLB Negeri 1 Jakarta.
Dalam sambutannya, Direktur Pembinaan PKLK (saat acara ini berlangsung), Sri Renani Pantjastuti mengungkapkan digelarnya dua kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk membuktikan bahwa Direktorat PKLK telah melakukan peningkatan akses dan pemerataan mutu pendidikan. Sehingga anak-anak berkebutuhan khusus mampu menunjukan keterampilan yang mereka miliki jika potensi mereka terus digali dan didorong oleh semua pihak, termasuk dunia pendidikan.
“Mereka anak berkebutuhan khusus sebetulnya anak berkemampuan khusus atau anak istimewa,” tegasnya.
Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan Anak Berkebutuhan Khusus akan menjadi generasi yang mandiri. Sehingga di masa depan kehadiran mereka bisa memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
“Acara ini ingin mencetak anak bangsa yang memiliki keterampilan dan mampu membuka lapangan kerja bagi yang lain,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama Mulyono, guru pendamping dari provinsi Kalimantan Timur mengungkapakan bahwa melalui kegiatan ini anak-anak berkebutuhan khsusus mampu menunjukkan kemampuannya dan keterampilannya.
“Dengan keterbatasannya mereka mampu menghasilkan karya-karya yang patut dibanggakan,” katanya.
Semantara itu Siti, guru pendamping dari provinsi Sumatera Utara mengatakan bahwa kegiatan LKSN dan FIKSI akan menjadi wahana bagi anak berkebutuhan khusus untuk menumbuh kembangkan potensi dan keterampilan yang mereka miliki. Sehingga kelak mereka akan menjadi insan yang mandiri.
“Mereka harus diberi kesempatan. Karena mereka juga memilki potensi yang sama dengan anak pada umumnya,” tegasnya.
DKI Jakarta Bangga Menjadi Tuan Rumah FIKSI dan LKSN
Provinsi DKI Jakarta merasa bangga menjadi tuan rumah Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) dan Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) yang digelar oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dit.PPKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan hadirnya duta-duta terbaik Anak Berkebutuhan Khusus pada ajang ini mampu memberikan motivasi dan insipirasi bagi pendidik dan peserta didik untuk selalu menggali potensi dan menumbuhkembangkan bakat dan keterampilan.
Demikian disampaikan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Bowo Irianto saat menyampaikan sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Pembukaan FIKSI dan LKSN di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Jumat (28/7).
“Terima kasih kepada Kemendikbud yang telah menunjuk Provinsi DKI Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan ini,” kata Bowo.
Bowo mengungkapkan pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan sarana dan fasilitas untuk kegiatan ini. Dengan menyiapkan lokasi stan untuk Festival Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua. Sementara untuk lomba keterampilan telah menyiapkan lokasi di Hotel Novotel Mangga Dua Square dan beberapa SMK di Jakarta. “Beberapa SMK Negeri disiapkan untuk lomba membatik, kriya kayu, kecantikan, tata busana dan tata boga,” imbuhnya.
Menurutnya kegiatan ini juga menjadi tolok ukur bagi Pemda DKI Jakarta khususnya Dinas Pendidikan sudah sejauh mana program pendidikan yang diprogramkan memilki efektivitas yang baik. “Kehadiran tim dari seluruh Indonesia juga mendorong kami menjadi tuan rumah yang baik, ramah, simpatik dan siap melayani,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap dengan dihelatnya FIKSI dan LKSN diharapkan semua siswa mampu menunjukkan bakat dan kreativitas terbaiknya serta menjunjung tinggi sportivitas yang tinggi.
Baginya anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi. Sehingga ia meminta agar Anak Berkebutuhan Khusus lainnya harus memiliki semangat dan pantang menyerah dengan segala kekhususannya.
“Kalian adalah inspirasi bagi kami untuk bersama maju membangun masa depan yang lebih baik. Tunjukkan kepada bangsa ini bahwa peserta didik berkebutuhan khusus mampu berpartisipasi membangun negeri dengan prestasi yang membanggakan,” tutupnya.
EDISI 4 | 2017
FIKSI & LKSN
LKSN dan FIKSI Sarana Mencetak
Generasi Mandiri
asubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus
K(PKLK), Praptono mengatakan
ajang Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) dan Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) merupakan sarana yang tepat untuk menumbuh kembangkan bakat dan kompetensi Anak Berkebutuhan Khusus. Sehingga mereka akan menjadi pribadi yang mandiri dengan kompetensi yang mereka miliki di masa yang akan datang.
Selain itu, Praptono mengungkapkan kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus di ajang LKSN dan FIKSI ini mengingatkan kita semua untuk menjadi pribadi yang bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan.
EDISI 4 | 2017
“Terima kasih kepada ananda yang telah mengingatkan kepada kita semuanya, bahwasanya Allah telah bermurah hati kepada kita semuanya. Sudah sepantasnya kita memohon ampun dan banyak bersyukur atas nikmat dan karunianya,” katanya saat menyampaikan sambutan panitia penyelenggara LKSN dan FIKSI PKLK 2017 pada upacara penutupan di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Ahadmalam (30/7).
Dalam sambutannya ia mengatakan suksesnya pelaksanaan dua kegiatan berkat kerjasama semua pihak. Terlebih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memfasilitasi kegiatan ini dari awal hingga akhir.
“Kami haturkan terima kasih kepada
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah menyempatkan hadir di acara ini. Ibu Direktur PPKLK, panitia, dan dewan juri yang telah membantu acara ini sehingga berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Lebih lanjut ia meminta kepada peserta yang belum berhasil meraih juara pada ajang ini. Ia mengingatkan bahwa sejatinya seluruh peserta adalah pemenang sejati. “Kalian adalah yang terbaik dari provinsi masing-masing,” tegasnya.
Dan pada sambutannya Praptono berterima kasih kepada Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang telah memberikan perhatian lebih kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja dan memberikan kesempatan mereka untuk magang.
“Terima kasih kepada DUDI yang telah mendukung kegiatan teman–teman guru di SLB. Semoga kebaikan yang telah mereka lakukan dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
FIKSI & LKSN
Unjuk Kreativitas & Keberanian di Upacara Penutupan FIKSI & LKSN PKLK
ertempat di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, upacara penutupan FIKSI PKLK dan LKSN
BPKLK dihelat pada Ahad malam
(30/7). Tak sekadar pengumuman para pemenang, upacara penutupan juga menjadi ajang unjuk kreativitas dan unjuk keberanian. Simaklah bagaimana hasil karya para peserta Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) PKLK begitu indahnya. Terdapat hasil karya membatik, hantaran, menjahit, tata boga, kriya kayu, kreasi barang bekas seolah menjadi pameran menjelang tempat dihelatnya Upacara Penutupan.
Sedangkan untuk Lomba merangkai bunga segar mendapatkan tempat di panggung, bagaimana di sisi panggung dijejeri oleh rangkaian kreasi rangkaian bunga segar para peserta LKSN PKLK
- Acara di panggung juga menjadi pementasan karya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Simaklah tarian kolaborasi nusantara, lalu tarian khas dari daerah Bali, Papua, Kalimantan yang dilakukan oleh ABK. Dalam pembacaan terjemahan doa, dibacakan oleh seorang siswa autis dari SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati.
Tak berhenti sampai disitu, panggung semakin syahdu dan hidup dengan penampilan musik yang dibawakan band dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Elsafan. Terdapat tiga lagu yang dibawakan yakni “Andaikan Kau Datang”, “Bendera”, dan “Damai Bersama-Mu”. Di lagu “Andaikan Kau Datang” para siswa/i tunanetra dari SLB Yayasan Elsafan terlihat piawai bermain dalam format band. Ada yang bertindak sebagai vokalis, piano, gitar, bas, dan drum. Kesyahduan dari lagu yang pernah dibawakan oleh Koes Plus, Ruth Sahanaya, dan NOAH ini pun berhasil ditampilkan oleh para ABK di atas panggung.
Di lagu “Bendera”, nada lagu ciptaan Eross yang menghentak dan bersemangat pun berhasil dibawakan dengan baik. Pada lagu terakhir terdapat tambahan tenaga dan pergeseran posisi. Sang gitaris memegang saksofon. Sedangkan posisi gitar dan vokal diemban oleh siswi dari SLB Yayasan Elsafan. Lagu “Damai Bersama-Mu” pun dengan sempurna menutup penampilan band dari SLB Yayasan Elsafan.
Panggung Upacara Penutupan kembali menjadi ajang unjuk kemampuan para ABK. Para finalis lomba kecantikan LKSN
2017 tampil di panggung bak model dengan busana ikonik yang begitu mempesona. Ada yang tampil layaknya Elsa di film Frozen, ada yang bagaikan Dark Angel, ada yang tampil bak peri dalam dongeng, ada yang menampilkan busana khas batik, ada pula yang menampilkan busana dengan tampilan ikan Nemo di atas kepala, lalu ada pula yang menggunakan sayap sembari benderang dengan nyala lampu, dan ada pula yang tampil menarik magnet perhatian dengan tampil bak burung merak.
Di sela-sela pengumuman pemenang, penampilan tari duet dua anak ABK pun mencuri perhatian. Rangkaian karya kreativitas maupun penampilan di atas panggung seolah menjadi konfirmasi dari apa yang dikatakan Direktur Pembinaan PKLK (saat event ini berlangsung), Sri Renani Pantjastuti
“Kami lebih senang menyebut ABK bukan Anak Berkebutuhan Khusus, tetapi Anak Berkemampuan Khusus,” ungkap Sri Renani Pantjastuti pada Upacara Penutupan FIKSI PKLK & LKSN PKLK 2017 di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Ahad (30/7).
EDISI 4 | 2017
FIKSI & LKSN
Disdik Provinsi Bali Terus Berkomitmen Tingkatkan Pendidikan ABK
Provinsi Bali berhasil menjadi juara umum pada ajang Lomba
Keterampilan Siswa Nasional
(LKSN) dan Festival Inovasi
Kewirausahaan Siswa Indonesia
(FIKSI) PKLK 2017.
asi Peserta Didik Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus Dinas Pendidikan
KProvinsi Bali, I Wayan Dwija
mengungkapkan keberhasilan Provinsi Bali menjadi juara umum LKSN dan FIKSI PKLK 2017 tidak lepas dari peran para guru. Merekalah yang telah sabar dan ulet mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya sangat berterimakasih kepada para guru yang telah mendidik mereka.
EDISI 4 | 2017
Sehingga mereka menjadi anak yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang patut dibanggakan,” katanya kepada Tim Media Center usai menerima penghargaan di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Ahad malam (30/7).
Saat ditanya terkait komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus, I Wayan mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong anak-anak berkebutuhan khusus menerima pendidikan yang berkualitas. Khususnya dengan meningkatkan keterampilan mereka, sehingga setelah mereka lulus menjadi pribadi yang mandiri.
“Kami terus mendorong mereka dengan memberikan bantuan dan fasilitas yang memadai. Karena keterbatasan anggaran kami terus berbenah dengan memenuhi hal-hal yang paling prioritas,” jelasnya.
Menurutnya selama ini yang mereka upayakan telah membawa hasil yang nyata. Hal itu dapat dilihat banyak lulusan Sekolah Luar Biasa diterima oleh dunia usaha dan dunia industri.
“Sebagian besar hotel di Bali menerima Anak Berkebutuhan Khusus bekerja disana. Inilah sinyal yang baik untuk mereka,” katanya.
Menurutnya selama ini keterampilan yang dipelajari oleh Anak Berkebutuhan Khusus di Bali sesuai dengan kondisi dan peluang bisnis di daerah tersebut. Sehingga masing-masing daerah memiliki kekhasan tersendiri.
“Anak Berkebutuhan Khusus di daerah Badung lebih dominan belajar keterampilan terkait pariwisata. Daerah Gianyar mereka diajari seni ukir dan lukis,” tutupnya.
FIKSI
Kekayaan Budaya Indonesia Tersaji di Museum Seni Rupa dan Keramik
pacara pembukaan kegiatan FIKSI dan LKSN PKLK 2017 telah digelar.
UBertempat di Hotel Novotel Mangga
Dua Square, kedua kegiatan tersebut resmi dibuka Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (ketika event ini berlangsung), Sri Renani Pantjastuti.
Setelahnya, bergeser sedikit ke Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta, Direktur Pembinaan PKLK, kembali melakukan prosesi pembukaan secara simbolis dengan menggunting tali pita yang diikatkan ke balon.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Museum Seni Rupa dan Keramik ini memamerkan karya inovasi siswa berkebutuhan khusus dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Mulai dari kerajinan tangan, makanan khas daerah masing-masing hingga karya ramah lingkungan melalui sistem daur ulang.
Dimulai dari stan kreatif dan produktif dari
Provinsi DKI Jakarta yang menyuguhkan bir pletok dan kerak telor sebagai hidangan serta menampilkan keahlian menyulam dari siswa ABK-nya.
Kerajinan tangan menjadi andalan bagi Provinsi dari timur Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan kain songket dan Papua dengan nokennya. Tidak ketinggalan juga pahatan-pahatan khas suku-suku dari Indonesia timur mewakili Provinsi masing-masing juga meramaikan pagelaran stan kreatif dan produktif.
Tak luput dari perhatian adalah beberapa provinsi yang menampilkan keterampilan ABK dalam mengolah makanan. Provinsi Jawa Barat menjadikan kecimpring sebagai andalan, Provinsi Sumatera Selatan dengan pempeknya serta Provinsi Kalimantan Barat yang menjadikan pisang pontianak dan telur asin sebagai andalan.
Setelah berkeliling stan 34 provinsi, Sri Renani juga menandatangani Nota Kesepahaman antara Direktorat PPKLK
dengan Perkumpulan Rutgers WPF Indonesia. Kesepahaman ini terkait tentang kerja sama penyusunan modul pembelajaran kesehatan reproduksi bagi remaja tunagrahita.
FIKSI merupakan wujud dari upaya pemerintah mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 yang mengamanatkan penyelenggaraan pendidikan untuk menciptakan anak yang unggul, kreatif, inovatif dan berdaya saing. Lewat kegiatan ini, diharap potensi siswa Sekolah Luar Biasa di bidang seni dan keterampilan jadi lebih terukur dan FIKSI mampu mengekplorasi siswa di bidang kewirausahaan.
Banyak di antara Anak Berkebutuhan Khusus ini yang akan menjadi orang hebat di masa mendatang. Apabila dididik dan dilatih, mereka akan mampu meningkatkan keterampilan seoptimal mungkin. Sehingga kemampuan itu menjadi bekal mereka di masa mendatang.
EDISI 4 | 2017
FIKSI
ABK Memiliki Kemampuan Luar Biasa Jika Dikembangkan dengan Baik
estival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) PKLK 2017 merupakan upaya mewujudkan
Fpelayanan pendidikan yang optimal
untuk mencapai kemandirian bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan keterampilan bagi peserta didik di SLB.
Dengan Adanya FIKSI PKLK Tahun 2017, aktualisasi diri siswa ABK untuk berkreasi dan berinovasi di bidang kewirausahaan dapat lebih dikembangkan, tersalurkan dan diharapkan kegiatan FIKSI akan memberikan dampak positif bagi kemampuan para peserta didik berkebutuhan khusus, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing bagi para siswa berkebutuhan khusus.
Ajang FIKSI yang dihelat di Jakarta bukan kali pertama dihelat. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad, pihak kementerian akan terus memfasilitasi
EDISI 4 | 2017
event-event semacam ini.
“Jadi, pembinaan sekolah khusus dan layanan khusus adalah tugas kami. FIKSI sudah dimulai sejak tahun lalu, dan kita akan terus memfasilitasi dan menampilkan karya-karya ABK ini,” kata Hamid Muhammad saat memberi sambutan dalam acara FIKSI di halaman Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, Sabtu (29/7).
Ajang FIKSI maupun Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) PKLK 2017 merupakan upaya untuk mengeksplorasi dan menampilkan kreativitas dan karya ABK. Terlebih dengan penempatan stan FIKSI yang berada di daerah Kota Tua Jakarta yang ramai dikunjungi oleh para turis dalam negeri dan mancanegara.
“ABK itu tidak di-treatment seperti orang-orang dianggap tidak normal, mereka sebenarnya mempunyai kemampuan yang berbeda dan luar biasa kalau dikembangkan dengan baik. Direktorat PKLK akan terus memfasilitasi ABK untuk
menampilkan karya dan potensinya serta semua kemampuan yang mereka punyai,” jelas Hamid Muhammad.
Event seperti FIKSI PKLK dan LKSN PKLK juga menunjukkan buah nyata dari pendidikan yang dilakukan di Sekolah Luar Biasa.
“Jadi kalau masih ada ABK yang tidak bersekolah tolong kirim ke sekolah-sekolah, baik SLB ataupun inklusi. Mohon dukungan dari semuanya bagi anak-anak yang punya kemampuan berbeda ini agar mereka tampil mengembangkan potensinya,” ujar Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhammad.
Ajang FIKSI PKLK Tahun 2017 yang berlangsung pada Kamis-Senin (27-31 Juli
2017) diikuti oleh 170 orang peserta, juri umum sebanyak 9 orang, juri kehormatan sebanyak 2 orang. Ada pun tema FIKSI PKLK Tahun 2017 adalah “Inovasi kewirausahaan siswa sebagai wujud pelaksanaan kurikulum 2013 Pendidikan Khusus dengan bercirikan khas daerah”.
FIKSI
Turis Mancanegara Pun Mengagumi Inovasi &Kreasi
Stan Para Peserta FIKSI
ertempat di Kota Tua, dekat Museum Seni Rupa dan Keramik, Jumat (28/7), stan-stan peserta Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa
BIndonesia (FIKSI) PKLK 2017 menjadi magnet
tersendiri. Ragam kekayaan budaya Indonesia seakan menemui miniaturnya di sana. Tak mengherankan jika para turis mancanegara pun tertarik untuk beranjangsana.
“Saya senang melihat keragaman provinsi dan kultur yang ada. Festival ini adalah ide yang baik,” tutur Schaaf, turis dari Belanda yang datang sekeluarga untuk liburan. Schaaf sendiri mengaku membeli keripik di stan Jawa Barat.
Hal senada diutarakan dua turis dari Jerman yakni Jasmin dan Alisa yang mengakui bagusnya event FIKSI serta keramahan orang-orang di sana.
“Kami berkunjung ke Jakarta. Dan ini festival yang sangat bagus. Negeri yang begitu indah,” kagum Jasmin.
“Orang-orangnya baik dan ramah-ramah,” ujar Alisa melengkapi.
Sedangkan bagi pengunjung lokal terselip kekaguman dari buah nyata karya Anak Berkebutuhan Khusus yang dipandangnya begitu kreatif.
“Saya antusias sekali karena anak-anak dengan keterbatasan dapat menampilkan berbagai macam stan yang sangat kreatif, inovatif, dan bermanfaat. Stan-stan yang ada memiliki ciri khas dari daerah masing-masing. Dibawa ke ibukota untuk ditonjolkan, ditampilkan,” kata Nunung Indrawati yang berasal dari Makassar.
EDISI 4 | 2017
DAFTAR JUARA FIKSI
| NO | NAMA | ASAL SEKOLAH | PROVINSI | JUARA | KATEGORI |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Didin Rusmin Nuryadin, S.Pd. | SLB Negeri Jepara | Jawa Tengah | I | Lomba Terpadu Kewirausahaan PPKLK |
| 2 | Aceng Rosadi | SLB Negeri 1 Palangka Raya | Kalimantan Tengah | II | Lomba Terpadu Kewirausahaan PPKLK |
| 3 | Erni Neolaka | SLB Negeri Nunumeu | Nusa Tenggara Timur | III | Lomba Terpadu Kewirausahaan PPKLK |
| 4 | Nur Indriyawati Rahayu, S.Pd., M.Pd. | SLB Negeri 1 Kulon Progo | D.I. Yogyakarta | Harapan I | Lomba Terpadu Kewirausahaan PPKLK |
| 5 | Umi Salmah, S.Pd., M.Pd. | SLB Negeri Jember | Jawa Timur | Harapan II | Lomba Terpadu Kewirausahaan PPKLK |
| 6 | Dra. Sahara | SLB Negeri Pangkalpinang | Bangka Belitung | Harapan III | Lomba Terpadu Kewirausahaan PPKLK |
| 1 | Edy Prajitno, S.Pd. | SLB Negeri 1 Badung | Bali | I | Lomba Manajemen Keterampilan PPKLK |
| 2 | Sugiarto, M.Pd. | SLB Negeri 2 Jajag Kab. Banyuwangi | Jawa Timur | II | Lomba Manajemen Keterampilan PPKLK |
| 3 | Solbi, M.Pd. | SLB Prof. Sri Soedewi Kota Jambi | Jambi | III | Lomba Manajemen Keterampilan PPKLK |
| 4 | Nining Honijah | SLB Autis Bunda Bening Bandung | Jawa Barat | Harapan I | Lomba Manajemen Keterampilan PPKLK |
| 5 | Suradi, S.Pd. | SLB Negeri 1 Kulon Progo | D.I. Yogyakarta | Harapan II | Lomba Manajemen Keterampilan PPKLK |
| 6 | Tonny Santosa, M.Pd. | SLB Negeri 6 Jakarta Barat | DKI Jakarta | Harapan III | Lomba Manajemen Keterampilan PPKLK |
| 1 | D.I. Yogyakarta | I | Lomba Stand Kreatif dan Produktif |
|---|---|---|---|
| 2 | Riau | II | Lomba Stand Kreatif dan Produktif |
| 3 | DKI Jakarta | III | Lomba Stand Kreatif dan Produktif |
| 4 | Gorontalo | Harapan I | Lomba Stand Kreatif dan Produktif |
| 5 | Jawa Tengah | Harapan II | Lomba Stand Kreatif dan Produktif |
| Papua | Harapan III | Lomba Stand Kreatif dan Produktif |
EDISI 4 | 2017
FIKSI
Candi Prambanan’ & ‘Roro Jonggrang’ Membuat DIY Istimewa di Stand Kreatif FIKSI
ertempat di halaman Museum Seni Rupa dan Keramik, stan provinsi
BDI Yogyakarta berhasil memikat
perhatian para pengunjung di daerah Kota Tua. Lebih dari 1.200 orang mengisi buku tamu sebagai pengunjung stan provinsi DI Yogyakarta selama 3 hari pameran (28-30 Juli 2017).
Provinsi DI Yogyakarta dengan nilai 89,58 berhasil menjadi juara 1 di Lomba Stand Kreatif/Produktif Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) PKLK 2017. Aspek penilaian dari Lomba Stand Kreatif/Produktif terdiri dari penampilan dan fasilitas stand, daya tarik stand, produk, kunjungan, transaksi.
“Untuk kekhasan daerah kita membawa “Candi Prambanan”. Produk-produknya itu sesuai dengan yang kita bawa. Kita bawa “Prambanan”, di situ kita bawa batik, ada hasil-hasil bumi orang Yogya yang kita paparkan disitu. Dari hasil penjualan,
lakunya berapa, item-nya ada berapa. Dan yang berikutnya jumlah pengunjung ada berapa. Dilihat betul jumlah pengunjung ada lebih dari 1.200-an orang,” kata Suradi, Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Kulon Progo.
Provinsi DI Yogyakarta juga begitu kekinian, dimana tampilan stannya begitu Instagramable serta siswi penjaga stand yakni Siwy Ertanti yang begitu eye catching dengan busana bak Roro Jonggrang.
“Yang menjadi Roro Jonggrang dia itu luwes, menari juga luwes. Tapi karena banyak yang datang ingin selfie, ya udah disitu saja. Selain daya tarik itu, mereka juga bisa melihat hasil karya kita ternyata tidak kalah pada umumnya,” ungkap Suradi kala ditemui di upacara penutupan FIKSI dan LKSN.
Ada pun barang-barang yang ditampilkan
di stan merupakan hasil karya dari SLB Negeri 1 Kulon Progo serta partnership dengan sekolah-sekolah SLB yang diajak bermitra bersama. Untuk penampilan di stand kreatif juga dimana siswa/i ABK yang melayani dengan ramah kepada pengunjung. Pakaian pun berganti dari awalnya memakai lurik berikutnya memakai kembang-kembang. Untuk strategi provinsi DI Yogyakarta memang melakukan strategi variatif agar pengunjung tak jemu-jemu beranjangsana ke stan provinsi DI Yogyakarta.
“Soal bahan-bahan yang digunakan di stan menggunakan alat-alat yang sederhana. Sehingga tadi waktu pembongkaran juga tidak sampai 1 jam. Kami menggunakan styrofoam, kayu, paku, cutter, palu, gergaji. Sehingga dimanapun kita bisa membuatnya,” ujar Suradi yang juga menjadi Juara Harapan II di Lomba Manajemen Keterampilan FIKSI PKLK 2017.
EDISI 4 | 2017
FIKSI
Sebuah Kehormatan Menjadi Tuan Rumah &
Karya Sulam Ikonik Ibukota
uara khas Benyamin Sueb diiringi dengan penganan kerak telor menjadi tampilan yang merona
Sdi stan provinsi DKI Jakarta pada
ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) PKLK 2017. Ketika masuk ke dalam stan nampaklah beberapa karya sulaman buah karya Lusiana yang menampilkan hal ikonik dari Jakarta yakni monas, ondel-ondel, elang bondol, serta bunga nona makan sirih.
Sesuai dengan tema FIKSI PKLK 2017 yakni “Inovasi kewirausahaan siswa sebagai wujud pelaksanaan kurikulum 2013 Pendidikan Khusus dengan bercirikan khas daerah” – provinsi DKI Jakarta menampilkan hal ikonik dari ibukota RI ini. Ada pun Lusiana, siswi kelas XII SLBN 6 Jakarta memiliki hobi menyulam berbagai bunga. Bunga mawar menjadi favorit siswi tunarungu ini. Lusiana mengaku menyukai bunga
dikarenakan bagus dan harum.
“Lusiana menyukai menyulam. Sampai malam pun akan dia kerjakan menyulam. Seperti orang baca komik, kalau belum selesai, belum puas,” terang Puji Hastuti, guru SLBN 6 Jakarta menerangkan tentang muridnya.
Di ranah sulam, Lusiana merasa itulah dunianya. Dikarenakan menyulam merupakan keterampilan yang lebih dikuasai oleh Lusiana.
“Karena menyulam hasilnya bagus. Dibanding masak, menyulam hasilnya lebih bagus,” terang Lusiana melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh gurunya Puji Hastuti.
Provinsi DKI Jakarta sendiri mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah pada ajang FIKSI PKLK 2017 dan Lomba
Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) PKLK 2017. Hal tersebut merupakan kehormatan bagi provinsi DKI Jakarta serta merupakan ajang saling berinteraksi bagi Anak Berkebutuhan Khusus.
“Menjadi tuan rumah merupakan suatu kehormatan. FIKSI merupakan ajang berkumpul anak-anak kita untuk sama-sama berkomunikasi, berinteraksi, mengekspresikan kemampuan masing-masing. Karena kapan lagi anak-anak dapat bertemu dengan sesamanya. Kreativitas dia keluar. Dia menyadari teman saya banyak. Saya mampu, tidak merepotkan orang tua. Hasil karya saya bisa dipamerkan. Ini memberi motivasi untuk anak nantinya sebagai bekal hidup di masyarakat,” terang Praminarsih, guru SLB Negeri 6 Jakarta kala ditemui di daerah Kota Tua dekat Museum Seni Rupa dan Keramik.
Tak sekadar menjadi tuan rumah yang baik, di ranah FIKSI provinsi DKI Jakarta meraih Juara III Lomba Stand Kreatif dan Produktif. Di samping itu Tonny Santosa (SLB Negeri 6 Jakarta Barat) berhasil menjadi Juara Harapan III di Lomba Manajemen Keterampilan FIKSI PKLK
2017.
EDISI 4 | 2017
EDISI 4 | 2017
FIKSI
Kerja Sama dan Saling Menghargai, Kunci Bali Juara 1 Lomba Manajemen
Keterampilan FIKSI
eraih juara pertama cabang lomba manajemen keterampilan PKLK pada ajang Festival
MInovasi dan Kewirausahaan
Siswa Nasional (FIKSI) PKLK 2017 menjadi motivasi bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Badung, Provinsi Bali untuk terus menerus mengembangkan bakat dan kompetensi bagi seluruh peserta didik di sekolah tersebut. Kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Tapi kemenangan ini menjadi awal untuk mengubah wajah pendidikan yang mampu menghadirkan kebermanfaatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Badung, Provinsi Bali, Edi Prajitno saat ditemui Tim Media Center usai menerima penghargaan
di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Ahad malam (30/7).
Edi menuturkan kunci sekolahnya menyandang juara pertama pada ajang FIKSI 2017 ini adalah dengan membangun kerjasama yang sinergis oleh semua pihak yang terlibat dalam proses belajar dan mengajar. Kerjasama ini akan terjalin dengan baik apabila ada rasa saling menghargai.
“Kebersamaan ini akan terwujud jika kita semua saling menghargai dengan tidak memandang siapa dia. Itulah kunci keberhasilan kami,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut Edi hal yang terpenting di sekolahnya adalah bagaimana menanamkan rasa percaya
diri dan optimis kepada peserta didik. Meskipun mereka memiliki keterbatasan, sejatinya mereka memiliki peluang yang sama dan bahkan memiliki kemampuan yang lebih dibanding anak-anak pada umumnya apabila mereka terus dilatih untuk menumbuh kembangkan kompetensi yang mereka geluti.
“Seluruh guru di sekolah ini terus memotivasi anak-anak didik. Sehingga mereka bisa menjadi orang yang berguna dan diterima di dunia usaha dan dunia industri,” katanya.
Motivasi yang mereka lakukan juga melalui pendekatan agama dengan terus menerus mengajak anak-anak didiknya untuk menjadi pribadi yang bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan
EDISI 4 | 2017
“Kita bekali mereka dengan keterampilan, anugerahkan. Sesungguhnya apa yang antara lain kriya kayu, kriya keramik, telah Tuhan anugerahkan menghantarkan otomotif, hantaran, tataboga, tatabusana, manfaat yang luar biasa jika disikapi seni musik, seni tari, IT dan keterampilan dengan rasa syukur. lainnya,” jelasnya. “Sungguh Tuhan tidak salah menciptakan Hal ini terbukti mampu menghantarkan hambanya. Inilah yang kami terus lulusannya menjadi pribadi yang tanamkan kepada seluruh siswa,” ujarnya. mandiri setelah lulus dengan langsung mendapatkan pekerjaan sesuai dengan Apa yang telah dilakukan berbuah manis. kompetensi mereka. Sehingga pada ajang Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) dan FIKSI Provinsi “80 persen lulusan sekolah kami diterima Bali berhasil menjadi juara umum. SLB bekerja di hotel-hotel yang berada di Nusa Negeri 1 Badung berhasil mencetak
anak-anak yang memiliki kompetensi unggul pada bidang keterampilan masing-masing.
“Kerjasama yang sinergis ini membuahkan hasil. Anak-anak kami berhasil menjadi juara pertama LKSN pada cabang lomba Informasi Teknologi dan Menjahit. Juara ketiga pada cabang lomba membatik, kriya kayu, dan tata boga. Mereka semua adalah siswa-siswa dari SLB Negeri 1 Badung,” paparnya.
Edi mengungkapkan pendidikan yang menghadirkan kebermanfaatan jika setelah lulus peserta menjadi pribadi yang mandiri dan berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini terus diupayakan oleh SLB Negeri 1 Badung. Maka itu, selama di sekolah mereka dibekali dengan keterampilan-keterampilan sesuai dengan dunia usaha dan industri.
Selain itu, pihak sekolah juga membekali mereka dengan tiga jenis ijazah, anatara lain ijazah SMALB, sertifikasi keterampilan dan memberikan kesempatan magang bagi mereka di dunia usaha dan dunia industri.
Dua. Adanya yang menjadi house keeping, engineering, dan lain-lain,” demikian Edi.
Mempersiapkan Peserta Didik Agar Mandiri
Di kesempatan yang berbeda, tim Majalah Spirit berkunjung ke SLBN 1 Kabupaten Badung. Pengayaan tentang penyiapan peserta didik agar mandiri pun terlacak diantaranya melalui ragam keterampilan yang diajarkan di sekolah yang memiliki luas area 5 hektar ini. Ada 14 jenis keterampilan yang diupayakan, pembagian waktu dan sistem blok diterapkan.
“Model yang kita kembangkan sistem blok. Dari Senin-Rabu anak-anak belajar pengetahuan di kelasnya masing-masing. Hari Kamis-Sabtu dia langsung belajar di ruang keterampilannya masing-masing. 1 anak menekuni 1 bidang keterampilan. Mereka yang memilih sesuai dengan kesepakatan yang kita buat ketika anak itu masuk SMP. Kita sebarkan kuisioner, anak-anak itu memilih keterampilan. Kita ikuti dengan kontrak kerja dengan mereka sesuai dengan pilihan keterampilannya
itu,” terang Edi.
Ragam keterampilan yang diberikan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ketika nantinya merampungkan jalur sekolahnya. Di SLBN 1 Kabupaten Badung yang terdiri dari anak tunarungu, tunagrahita, autis, dan tunadaksa ini, persiapan keterampilan itu dimatangkan dengan program magang.
“Dari awal dipersiapkan supaya ketika lulus SMA punya keterampilan yang dapat dijadikan bekal supaya dia dapat melamar pekerjaan. Upaya yang kami lakukan anak-anak dibekali dengan ijazah formal serta ijazah sertifikat dari asosiasi profesi,” ujar Edi menerangkan keunggulan sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1984 ini.
“Anak-anak kita ketika masuk jenjang SMA kita magangkan di dunia usaha dan industri. Saat ini kita kerja sama dengan Westin Hotel, Four Seasons Hotel – keduanya hotel bintang 5. Magangnya selama 6 bulan, seminggu 3 kali. Dari Selasa, Rabu, Kamis; jamnya 7.30-16.00. dari sanalah mereka dapat sertifikat dari hotel itu. Sehingga dengan bekal seperti itu. Begitu dia tamat dari SMA dia akan dengan mudah dapat bekerja di dunia usaha dan industri,” imbuh Edi.
Edi memandang merupakan tugas sekolah untuk menyiapkan anak didik. Di samping itu nuansa untuk ABK semakin baik dengan adanya sekolah inklusi dan UU Nomor 8 Tahun 2016.
“Dengan adanya UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, dimana pemerintah memberi kesempatan yang luar biasa seluas-luasnya kepada ABK dalam bidang pendidikan. Anak-anak bisa masuk selain Sekolah Luar Biasa, bisa inklusi. Untuk BUMN mereka harus mempekerjakan 2% penyandang disabilitas, perusahaan swasta 1%. Kalau ini diterapkan sesungguhnya memberikan dampak yang begitu luas. Saya yakin kalau instansi pemerintah dan swasta bersama-sama mau mentaati peraturan yang sudah ditetapkan tersebut. Saya pikir ke depan penyandang disabilitas tidak ada yang tidak bekerja lagi. Tugas kita sebagai penyelenggara pendidikan adalah bagaimana menyiapkan anak-anak didik kita agar nantinya setelah lulus mereka siap bekerja,” urai Edi.
EDISI 4 | 2017
FIKSI
Agar Tidak Luntur Semangat Mendidik ABK
EDISI 4 | 2017
legenda Bandung Bondowoso berusaha menggapai cita-citanya. Kita tahu dia mau mendapatkan Roro Jonggrang, dia berusaha memenuhi berbagai syarat dari Roro Jonggrang. Meskipun akhirnya tak sesuai yang dia harapkan. Itu filosofi bagi kami, kita mempunyai cita-cita yang harus diperjuangkan. Kalaupun hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, setidaknya kita berusaha. Hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa,” jelas Nur Indriyawati Rahayu, guru pendamping dari provinsi DI Yogyakarta.
Bagi Nur Indriyawati Rahayu, guru SLB Negeri 1 Kulon Progo ini berpesan jangan luntur semangat ketika mendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
“Mendidik ABK itu kita punya spirit kita harus berjuang. Tidak luntur semangatnya, kita berusaha. Mungkin hasilnya anaknya belum memenuhi target, yang penting kita sudah berusaha mendidik mereka. Roro Jonggrang sebagai ikon. Guru itu sebagai emban. Roro Jonggrang bagai ABK, banyak keinginan, cita-cita. Emban itu gurunya yang harus membantu dan mewujudkan cita-cita itu,” kata Nur Indriyawati Rahayu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad yang berharap agar partisipasi sekolah ABK dapat meningkat.
“Untuk itu bagi semua kalangan dan masyarakat jika mempunyai ABK tolong fasilitasi mereka untuk mendapatkan pendidikan. Kirim mereka ke sekolah-sekolah jangan disimpan di rumah. ABK adalah amanah dari Sang Pencipta, harus kita didik dan salurkan potensinya,” tan provinsi DI Yogyakarta ungkap Hamid Muhammad saat begitu eye catching. Terdapat memberikan sambutan di event FIKSI miniatur Candi Prambanan PKLK di halaman Museum Seni Rupa dan serta Siwy Ertanti siswi penjaga Keramik, Sabtu (29/7).
Sstand yang berpakaian ala Roro
Jonggrang. Tak mengherankan jika banyak Sementara itu spirit dari Nur Indriyawati pengunjung yang mengambil foto, baik Rahayu (SLB Negeri 1 Kulonprogo) berlatarkan miniatur Candi Prambanan berbuah manis dengan berhasil menjadi ataupun bersama Siwy siswi tunarungu Juara Harapan I di Lomba Terpadu multitalenta (model, menari, memasak). Kewirausahaan FIKSI PKLK 2017. Nyatanya ada filosofi tersendiri dari tampilan tersebut. Mengenal Indigo (Independent Project of Kulonprogo) “Kami mengangkat Candi Prambanan ini berlatarbelakang spirit Candi Dalam lomba stand kreatif dan produktif Prambanan itu sendiri. Dimana kita tahu kegiatan FIKSI PKLK 2017, Provinsi D.I.
Yogyakarta menampilkan sebuah proyek yang terbilang keren. Adalah Indigo (Independent Project of Kulonprogo) yang menjadi andalan mereka.
Indigo sendiri adalah proyek independen anak-anak berkebutuhan khusus di daerah Kulonprogo. Yang ditampilkan di stan Indigo ini adalah produk unggulan mereka yang berupa kue batik Indigo.
Kenapa kue batik? Sebenarnya kue batik sudah menjadi tren di masyarakat tetapi mereka ingin mengedukasi masyarakat bahwa membatik tidak selalu di bidang kain.
“Kue yang kita angkat adalah kue batik. Dimana kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa membatik tidak hanya di bidang kain tetapi bisa juga melalui kue.Walaupun sudah menjadi tren di masyarakat, yang ingin kami ekspos adalah bahwa membatik bisa juga dilakukan oleh anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Nur Indriyawati Rahayu, guru dari SLBN 1 Kulonprogo, D.I. Yogyakarta.
Ditambahkannya, pemasaran produk ini sendiri melalui offline dan online. Akan dibukanya bandar udara baru di Kulonprogo, semakin menambah besar peluang mereka untuk menjadikan kue ini sebagai oleh-oleh khas Kulonprogo dan juga mendukung pariwisata di sana.
“Produk ini memang masih baru, memasarkannya masih offline dan online, tetapi besar harapan produk kami bisa diterima di masyarakat sehingga bisa menjadi oleh-oleh khas Kulonprogo. Dimana sebentar lagi, Kulonprogo akan dibuka bandara baru, sehingga bisa menjadi peluang besar untuk mengembangkan pariwisata dan Anak Berkebutuhan Khusus ini bisa turut serta dalam pengembangan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Ia pun menambahkan tentang kenyataan bahwa Anak Berkebutuhan Khusus ini belum bisa terserap di dunia kerja walaupun sudah ada UU No. 8 tahun 2016 membuat pendamping mereka yang juga sebagai guru mereka berpikir bagaimana membuat sebuah workshop sehingga anak-anak ini bisa berlatih bekerja dengan sistem yang benar-benar seperti di industri dunia kerja.
EDISI 4 | 2017
LKSN SANG JUARA
DAFTAR JUARA LKSN
| NO | NO UNDIAN | NAMA | PROVINSI | JUARA | JENIS LOMBA |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 5 | NI KADEK ARIANI | Bali | 1 | Menjahit |
| 2 | 4 | AFIYANI | DKI Jakarta | 2 | Menjahit |
| 3 | 12 | RINI HIDAYATI | D.I Yogyakarta | 3 | Menjahit |
| 4 | 12 | IRA JULIA SARI | Lampung | 1 | Membatik |
| 5 | 18 | SOLEHUDIN | Jawa Tengah | 2 | Membatik |
| 6 | 13 | GEDE DWIPA BAYU PRADNYANA | Bali | 3 | Membatik |
| 7 | 13 | DERI HERDIANA | Banten | 1 | Hantaran |
| 8 | 10 | ABDUL MUKNI KHOUW | Maluku | 2 | Hantaran |
| 9 | 30 | ESTER AGNESIA | DKI Jakarta | 3 | Hantaran |
| 10 | 6 | AGUS SOFANDI | Banten | 1 | Merangkai Bunga |
| 11 | 3 | MARLEN NAHUMURY | Maluku | 2 | Merangkai Bunga |
| 12 | 21 | REGITA LORENSA SUAL | Sulawesi Utara | 3 | Merangkai Bunga |
| 13 | 8 | MUHAMMAD NAJIB ANDRIAN NUGROHO | D.I Yogyakarta | 1 | Tata Boga |
| 14 | 12 | NURI WAHYUNINGSIH | DKI Jakarta | 2 | Tata Boga |
| 15 | 34 | A.A. GEDE RESTU BUDI PRAMANA | Bali | 3 | Tata Boga |
| 16 | 9 | DHELAVIRA SEPTIA MAHARANI | D.I Yogyakarta | 1 | Kecantikan |
| 17 | 11 | SYIFA AULIA | Sumatera Utara | 2 | Kecantikan |
| 18 | 22 | EFI SUMARDIYANTO | Jawa Tengah | 3 | Kecantikan |
| 19 | 12 | LUKMAN NUR HAKIM | DKI Jakarta | 1 | Kriya Kayu |
| 20 | 3 | M. FAJRI FIRMAN | Riau | 2 | Kriya Kayu |
| 21 | 17 | I GUSTI MADE BUDIARTA | Bali | 3 | Kriya Kayu |
| 22 | 5 | KADEK TRISNA BAYU WIDNYANA | Bali | 1 | Teknologi Informasi |
| 23 | 4 | ULFA JULIEND | Riau | 2 | Teknologi Informasi |
| 24 | 26 | RANDA GUTAWA | Sumatera Barat | 3 | Teknologi Informasi |
| 25 | 26 | NI LUH DEWI SETIAWATI | Bali | 1 | Membuat Kreasi Barang Bekas/Limbah |
| 26 | 29 | RISCA CHRISTIANA | Jawa Timur | 2 | Membuat Kreasi Barang Bekas/Limbah |
| 27 | 7 | ZULFADLI | Sumatera Barat | 3 | Membuat Kreasi Barang Bekas/Limbah |
EDISI 4 | 2017
LKSN
Dhelavira Septia Maharani, Sang Maestro Kecantikan
dari D.I. Yogyakarta
helavira Septia Maharani, siswi Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Bantul yang mewakili Provinsi
DD.I. Yogyakarta dalam Lomba
Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) 2017 berhasil meraih juara 1 dalam kategori Lomba Kecantikan.
Air mata kemenangan tidak bisa lagi dibendung olehnya saat namanya disebut sebagai juara pertama kategori Lomba Kecantikan tersebut dalam Upacara penutupan LKSN dan FIKSI 2017 yang bertempat di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta.
Rasa bahagia tidak bisa ditutupi olehnya. Tak lupa juga ia mengingat bagaimana perasaan dan reaksi orangtuanya nanti.
Buah dari hasil latihan selama delapan bulan kini telah dapat dinikmati oleh siswi yang memang menyukai dunia melukis ini. Di bawah bimbingan gurunya, Yulia Fitriani, Dhelavira tekun berlatih, mengimplementasikan bakat melukisnya ke dalam seni kecantikan.
“Sejak dari seleksi kabupaten, kita sudah latihan rutin sebanyak tiga kali seminggu. Kemudian terus ditingkatkan seiring mendekati lomba,” tutur Yulia Fitriani, guru SLBN 1 Bantul.
Menurut Yulia, siswinya memang sangat menyukai melukis. Karenanya, bakatnya dapat tersalurkan mengingat tema dalam kategori kecantikan ini adalah rias fantasi. “Jadi memang si anak itu memang pintar melukis. Karena ini adalah rias fantasi. Jadi saat merias itu, dia membuat sketsa, mengimplementasikan ke wajahnya, termasuk mencari pembauran warna, ia lakukan sendiri,” jelas Yuli. “Harapan di masa depan nanti, melalui keterampilannya, Dhelavira bisa menjadi perias profesional dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” tutupnya.
EDISI 4 | 2017
WAWANCARA
ANANG HERMANSYAH,
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN
Gerakan Literasi Harus Menjadi Roh Masyarakat Indonesia
udaya literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan The World’s
BMost Literate Nations, Central
Connecticut State University (2016) mengungkapkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang diteliti. Indonesia hanya 1 peringkat di atas Botswana dan di bawah Thailand yang berada pada peringkat 59.
Jika hal ini terus dibiarkan akan sangat berbahaya bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Melihat kondisi
EDISI 4 | 2017
tersebut maka gerakan literasi menjadi isu hangat di dunia pendidikan Indonesia. Presiden Joko Widodo melalui Nawa Cita yang kedelapan bercita-cita merevolusi karakter bangsa melalui penataan kurikulum pendidikan nasional.
Nawa Cita kedelapan ini diterjemahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 dengan gerakan membaca buku selama 15 menit sebelum jam pembelajaran setiap harinya. Di Kurikulum, literasi juga semakin ditekankan yang diintegrasikan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),
Kemampuan Abad 21, dan Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN Anang Hermansyah mengatakan gerakan literasi akan tumbuh jika masyarakat Indonesia mudah untuk mengakses buku-buku yang berkualitas dengan mudah dan murah. Pasalnya, selama ini dia melihat belum meratanya perpustakaan-perpustakaan yang lengkap hingga ke pelosok-pelosok negeri. Hal ini harus menjadi perhatian bersama, antara pemerintah dan DPR untuk meretas permasalahan bangsa yang sangat penting ini.
Wartawan Majalah Spirit berkesempatan mewawancarai Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN Anang Hermansyah. Berikut petikan wawancaranya:
Bagaimana tanggapan Anda terkait hasil penelitian yang dilakukan oleh The World’s Most Literate Nations, Central Connecticut State University (2016)?
Hasil penelitian tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama oleh pemangku kebijakan untuk bersama-sama menumbuhkan budaya literasi masyarakat Indonesia. Sebab maju dan mundurnya sebuah peradaban bangsa dipengaruhi dari kualitas sumber daya manusia (SDM).
Bagi saya untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang memiliki peradaban yang tinggi, harus dibarengi dengan meningkatkan kualitas SDM. Maka itu, menumbuhkan budaya literasi masyarakat Indonesia merupakan keniscayaan yang harus dijalankan. Jika tidak bangsa ini dalam keadaan “bahaya”.
Bagaimana langkah-langkah DPR untuk menumbuhkan budaya literasi
masyarakat Indonesia?
DPR sebagai wakil rakyat tentunya mendukung penuh gerakan budaya literasi tersebut. Maka itu, kami yang duduk di Komisi X mendukung penuh langkah pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam upaya memujudkan hal tersebut.
Masyarakat harus mengetahui untuk membuat Undang-Undang, DPR tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah juga memiliki peran dalam pembuatan UU. DPR dan Pemerintah harus memiliki kebatinan yang sama. Tapi, saya tegaskan untuk masalah menumbuhkan semangat literasi masyarakat Indonesia, DPR dan Pemerintah memiliki kebatinan yang sama, yakni selalu berupaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membuat UU yang mempersiapkan pendidikan yang bermutu, murah dan merata bagi anak-anak bangsa.
Bagaimana cara meningkatkan atau menumbuhkan budaya literasi
masyarakat Indonesia?
Menurut saya semua manusia memiliki fitrah yang sama, yakni memiliki rasa
penasaran. Maka itu, secara tegas di Al-Qur’an Allah mengajak hambanya untuk membaca. Perintah membaca ini adalah wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW.
Yang menjadi masalah kita bersama, adalah bagaimana negara hadir untuk memenuhi rasa penasaran tersebut dengan memberikan fasilitas yang mudah dan murah agar masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan untuk membaca.
Saya melihat di Indonesia, masyarakat Indonesia masih kesulitan untuk mendapatkan akses yang mudah dan murah untuk menumbuhkan minat bacanya. Hal tersebut dapat kita lihat belum meratanya perpustakaan di seluruh daerah.
Maka itu, saat ini yang kita dorong bagaimana ketersediaannya perpustakaan-perpustakaan dari pusat hingga daerah. Tentunya perpustakaan tidak hanya sekadar gedung saja. Tapi perpustakaan yang tersedia benar-benar memiliki koleksi buku yang berkualitas.
Kadang malas untuk berkunjung ke perpustakaan, bagaimana Anda melihat
hal tersebut?
Bagi saya ini yang salah bukan orangnya. Tapi ini yang salah adalah pengelolaan perpustakaan sendiri. Mungkin orang malas datang karena koleksi bukunya kurang lengkap dan terkadang kurang berkualitas. Atau perpustakaannya kurang menarik untuk dikunjungi karena perpustakaannya seperti gedung tua yang seram.
Maka itu, kita harus mampu menghadirkan suasana perpustakaan yang menarik. Sehingga masyarakat kangen ingin kembali mengunjungi. Atau bisa saja kita menghadirkan perpustakaan di mal-mal, ini pasti akan efektif meningkatkan minat kunjung.
Apakah orang tua bisa menjadi bagian penting menghidupkan gerakan literasi
di Indonesia?
Tentu sangat penting. Karena orang tua merupakan guru bagi anak-anaknya. Seharusnya orang tua memberikan inspirasi dan motivasi bagi anak-anaknya untuk gemar membaca.
Maka itu, orang tua harus membiasakan anak-anaknya sejak dini untuk membaca. Penuhilah kebutuhan anak-anak dengan buku-buku cerita, komik atau buku yang sesuai dengan umur mereka. Jika dari kecil sudah terbiasa membaca maka sampai dewasa mereka akan terbiasa dengan membaca.
Baginya, apabila semua ini dilakukan oleh seluruh orang tua di Indonesia maka akan muncul generasi bangsa yang gemar membaca. Tinggal untuk selanjutnya negara hadir memenuhi fasilitas-fasilitas untuk terus menumbuhkembangkan minat baca mereka.
Bagaimana Anda menyikapi instruksi Presiden Jokowi agar dana desa yang digulirkan setiap tahun sebesar
60 triliun rupiah oleh pemerintah, sebagiannya dapat digunakan untuk
membangun atau menghidupkan perpustakaan di desa-desa seluruh
Indonesia?
Bagi saya instruksi Presiden Jokowi kami dukung. Ini bagian dari upaya menghidupkan gerakan literasi masyarakat Indonesia. Sebab kalau boleh saya jujur desa-desa di Indonesia tidak memiliki perpustakaan desa. Melalui dana desa ini bisa menjadi momentum untuk menghidupkan gerakan literasi di masyarakat desa.
Dana desa bukan melulu untuk pembangun infrastruktur seperti jalan, jembatan dan lain-lain. Dana desa tersebut bisa digunakan untuk mencerdaskan warga desa dan menghidupkan perekonomian masyarakat desa.
Bagaimana menumbuhkan budaya literasi bagi anak berkebutuhan khusus?
Tentunya pemerintah hadir untuk semuanya. Tidak membeda-bedakan antara satu dan yang lain. Namun untuk ABK pasti penanganannya berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Pada intinya gerakan literasi ini harus menjadi roh bangsa Indonesia.
Gerakan literasi harus menjadi gerakan bersama. Sebab budaya literasi ini akan menjadi penentu bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan memiliki peradaban yang tinggi.
EDISI 4 | 2017
WAWANCARA
LATHIFAH SHOHIB,
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB
Bekalilah ABK dengan Ilmu Pengetahuan
etiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional (HDI). Peringatan tersebut sebagai
Sbentuk kampanye penyadaran
masyarakat terhadap permasalahan yang berkaitan dengan penyandang cacat serta sebagai wujud kepedulian dan dukungan kepada penyandang cacat agar hak, martabat dan kesejahteraannya meningkat.
Tema Hari Disabilitas Internasional 2017 di Indonesia yaitu menuju masyarakat inklusif, tangguh dan berkelanjutan sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Dalam peringatan HDI tahun 2017 Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak untuk memiliki kepedulian yang besar agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang luas untuk berpartisipasi di tengah-tengah masyarakat.
Terkait masalah pemenuhan pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah memiliki komitmen yang kuat dengan selalu hadir bersama masyarakat dalam memberikan pelayanan pendidikan khusus dan layanan khusus yang terbaik. Mendikbud mendorong kolaborasi antara Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) dan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana, serta kualitas pendidikan di sekolah pendidikan khusus dan layanan khusus.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lathifah Shohib mengatakan bahwa peringatan HDI
EDISI 4 | 2017
di Indonesia menjadi momentum meningkatkan martabat dan kesejahteraan mereka. Sebab, jika dilihat penyandang disabilitas di Indonesia masih kurang memiliki kesempatan yang luas dalam berpartisipasi di tengah-tengah masyarakat.
Maka itu, dia berharap kepada pemerintah dan semua pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka. Sebab di balik keterbatasannya, mereka memiliki potensi yang luar biasa. Dengan memberikan kesempatan yang luas kepada mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara langsung meningkatkan martabat dan kesejahteraannya.
Wartawan Majalah Spirit berkesempatan mewawancarai Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB daerah pemilihan Jawa Timur V, Lathifah Shohib. Berikut petikan wawancaranya:
Menurut Anda apa makna diperingatinya Hari Disabilitas Internasional di Indonesia?
Bagi saya ini memiliki makna yang penting. Sebab ini dapat dijadikan alat kampanye untuk menyadarkan masyarakat Indonesia, sehingga mereka akan lebih peduli kepada penyandang disabilitas.
Selain itu peringatan ini juga dapat dijadikan sebagai momen introspeksi bagi seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah bahwa masih banyak hak- hak penyandang disabilitas yang belum terpenuhi. Kurangnya fasilitas publik khusus bagi difabel meyebabkan aktivitas penyandang disabilitas menjadi sangat terbatas. Karena itu menyediakan fasilitas publik khusus difabel menjadi persoalan utama yang harus diselesaikan.
Apakah juga termasuk kuota tenaga kerja bagi penyandang disabilitas?
Iya. Meskipun telah diatur dalam UU Nomor 4 tahun 1997 pasal 14, penyandang disabilitas memiliki kuota satu persen dari setiap 100 orang yang bekerja di suatu perusahaan ini belum sepenuhnya dijalankan.
Seharusnya tidak ada diskriminasi bagi
mereka. Berikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada mereka. Sebab, mereka juga memiliki potensi yang sama jika diberikan kesempatan. Tentunya pekerjaan yang diberikan berdasarkan ketunaan mereka.
Maka itu, saya menghimbau kepada dunia usaha dan dunia industri untuk senantiasa melibatkan mereka. Berikan mereka pekerjaan sehingga harkat, martabat dan kesejahteraan mereka semakin meningkat.
Bagaimana pemenuhan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di
Indonesia?
Meskipun masih ada kekurangan, kami tetap mengapresiasinya. Karena tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mari kita bersama-sama berjuang agar pendidikan di Indonesia bersifat inklusif. Tidak ada perbedaan antara anak penyandang disabilitas dan anak yang normal. Sebab, negara harus benar-benar hadir dalam upaya menciptakan kecerdasan kehidupan bangsa dengan menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
Dan saya juga meminta kepada Kemendikbud untuk meningkatkan anggaran yang lebih kepada mereka. Sebab dengan ketunaannya mereka sejatinya membutuhkan dana lebih. Misalnya anak tunanetra harus menggunakan huruf braille, anak tunarungu membutuhkan alat dengar dan seterusnya.
Selain itu, Kemendikbud juga harus menambah jumlah KIP bagi mereka. Sebab saat saya berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia ternyata yang sekolah di SLB adalah siswa dari keluarga yang tidak mampu. Ini harus diperhatikan agar beban mereka tidak semakin berat.
Menurut Anda pendidikan yang tepat bagi penyandang disabilitas harus
seperti apa?
Selain memberikan pendidikan guna meningkatkan pengetahuan, tidak kalah pentingnya adalah menguatkan pendidikan vokasi kepada mereka. Sebab, dengan keterbatasannya mereka harus memiliki keterampilan sehingga ke depan mereka akan menjadi anak mandiri.
Setelah mereka dilatih, pemerintah harus membantu mereka untuk mempromosikan hasil karya-karya yang telah mereka buat. Saya melihat hasil karya mereka sangat bagus dan laku jual. Tapi mereka memiliki keterbatasan dan tidak memiliki jejaring sehingga hasil karya mereka kurang diketahui oleh pasar. Inilah pemerintah harus membantu.
Setiap tahun Direktorat Pembinaan PKLK rutin menggelar ajang FIKSI dan LKSN,
O2SN dan FLS2N. Bagaimana tanggapan Anda?
Bagi saya ajang tersebut sangat positif. Dan ini merupakan bentuk dari perhatian pemerintah untuk menumbuhkembangkan bakat dan potensi mereka baik dalam bidang seni, olahraga dan keterampilan.
Melalui ajang ini bisa menjadi sarana mengapresiasi bakat dan prestasi mereka. Sehingga mereka merasa diperhatikan. Maka itu, ini akan memicu mereka untuk terus berkarya dan berkarya sesuai dengan ketunaan mereka.
Di peringatan Hari Disabilitas Internasional di Indonesia apa yang ingin Anda sampaikan kepada orang
tua yang memiliki anak penyandang disabilitas?
Semua orang tua pasti menginginkan anaknya sempurna. Tapi saya meminta kepada orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas untuk mensyukuri atas pemberian Tuhan.
Cara mensyukurinya dengan memberikan perhatian-perhatian. Dan didik mereka menjadi anak yang mandiri, jangan terlalu memanjakan mereka. Sebab orang tua juga ada masanya. Jika berlebihan memanjakan mereka, maka ketika orang tua tiada maka mereka akan shock karena tidak siap dengan perubahan. Karena selama ini kebutuhan mereka dipenuhi oleh orang tuanya.
Berikan pendidikan kepada mereka. Dengan bekal ilmulah mereka akan menjadi anak yang mandiri dan tangguh dan lebih percaya diri dalam menghadapi hidup.
EDISI 4 | 2017
INSPIRASI
Yasmin Azzahra Rahman, Duta Literasi PKLK
Menulislah Agar Hidup
Semakin Bermakna
Keterbatasannya tak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya. Dalam waktu empat tahun dia mampu menulis tiga buku. Berkat karya-karyanya, Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) menunjuk dirinya sebagai duta literasi PKLK.
idup hanya sekali, gunakan waktu yang telah Tuhan titipkan dengan semaksimal mungkin dengan
Hselalu menebarkan manfaat
untuk sesama manusia.
Demikian prinsip hidup yang terus dipegang teguh oleh Yasmin Azzahra Rahman. Dengan terus memegang prinsip tersebut rasa optimis terus terpancar di dalam dirinya. Sehingga keterbatasan fisik tak menjadi penghalang baginya untuk terus melahirkan karya-karya yang menghadirkan manfaat bagi yang lain.
Tercatat, dalam kurun waktu empat tahun Yasmin telah menulis tiga buah buku. Antara lain buku berjudul “My Story in Holland” yang ditulisnya pada tahun 2011. Karya yang kedua ditulis pada tahun 2012 dengan judul “My Story in Holland 2”. Dan karya yang ketiga berjudul “From Holland with Love” yang ditulisnya pada tahun
- Semua karyanya diterbitkan oleh Penerbit Mizan. Tentunya, apa yang telah dilakukan Yasmin merupakan sebuah prestasi yang sangat luar biasa. Sebab di balik keterbatasannya, siswi SMA al-Mubarok sangat produktif melahirkan karya-karya yang patut dibanggakan. Tidak semua siswa seumurnya mampu melakukan hal tersebut.
Menulis adalah Panggilan Jiwa
Masyarakat Indonesia dapat dikatakan memiliki budaya literasi rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari rendahnya minat baca masyarakatnya, dan sedikitnya jumlah buku-buku yang terbit
setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura, Indonesia masih jauh tertinggal.
Kondisi inilah yang mendorong Yasmin untuk memilih jalan untuk menghidupkan budaya literasi, khususnya bagi siswa dari anak berkebutuhan khusus. Menurutnya budaya literasi di Indonesia harus terus digelorakan, sehingga akan berdampak terhadap kualitas pendidikan Indonesia.
Bagi Yasmin menulis merupakan panggilan jiwa. Sebab dengan menulis hidupnya semakin memiliki arti yang sesungguhnya.
“Menulis adalah hobiku. Dengan menulis saya dapat menuangkan keluh kesah yang tersimpan di hati. Selain itu, dengan menulis setidaknya memberikan inspirasi bagi yang membaca tulisan ku,” ungkap Yasmin.
Menurutnya dengan menulis akan melatih otak berpikir sistematis. Sehingga secara langsung akan berdampak dengan peningkatan kecerdasan otak.
“Saat menulis saya dilatih berpikir teratur. Dan kita juga dilatih untuk memilih kata-kata yang tepat sehingga akan menginspirasi bagi pembaca,” imbuhnya.
Selain itu, dia mengungkapkan untuk meningkatkan kualitas dalam menulis sebuah buku, dirinya juga terus meningkatkan kualitas intelektualnya dengan terus membaca. Dengan terus membaca akan membuka pengetahuan-pengetahuan baru.
“Pengetahuan baru inilah yang akan memperkaya hasil tulisanku,” ungkapnya.
Membaca saja tidak cukup, hal yang harus dilakukan si penulis harus mampu berpikir kritis apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurutnya hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar akan menjadi bahan yang berharga dalam menghasilkan karya.
“Seperti buku-buku yang saya tulis adalah hasil penglihatan dan apa yang saya rasakan selama ikut orang tua di luar negeri,” jelasnya.
Keterbatasan Tak Menjadi Penghalang
Kadang manusia menyerah dengan keterbatasannya. Sejatinya Tuhan memberikan potensi yang luar biasa kepada mahluknya.
Keterbatasan yang ada seharusnya menjadi energi positif. Sehingga dengan keterbatasan tersebut akan mampu mengukir prestasi yang menghadirkan kebermanfaatan bagi yang lain.
“Saya merasa saya tidak sempurna, dibanding orang-orang pada umumnya. Namun, saya terus optimis dalam menjalani hidup,” tegas Yasmin.
Maka dari itu dia mengajak seluruh anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di Indonesia untuk terus optimis menjalani hidup. Jadikan hidup ini penuh arti dengan memperbanyak karya-karya yang bermanfaat bagi orang lain.
“Terus optimis, menulislah. Dengan menulis kita akan dikenal dunia,” katanya.
EDISI 4 | 2017
LENSA
EDISI 4 | 2017
Nilai 5 Utama Penguatan
Pendidikan Karakter
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan poros utama perbaikan pendidikan nasional yang berkaitan erat dengan
berbagai program prioritas pemerintah. Lima nilai utama karakter yang menjadi prioritas pada PPK,
berkaitan erat dengan berbagai
program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Adapun lima nilai utama pada PPK adalah sebagai berikut:
EDISI 4 | 2017
Religius
Beriman Bertaqwa
Bersih
Toleransi
Cinta Lingkungan
Nasionalis
Cinta Tanah Air
Semangat Kebangsaan
Menghargai Kebhinekaan
Mandiri Gotong Royong
Kerja Keras
Kreatif
Disiplin Kerjasama
Berani Solidaritas
Pembelajar Saling Menolong
Kekeluargaan
Integritas
Kejujuran
Keteladanan
Kesantunan
Cinta pada Kebenaran
EDISI 4 | 2017
RESENSI
Ocean Heaven Kisah Nyata Seorang Ayah dan Anaknya
yang Berkebutuhan Khusus
asih banyak orang yang mulut orang-orang yang mengaku dirinya memandang dan melirik “manusia normal”. aneh bila bertemu seorang
Manak tunagrahita. Pikiran dan Belajarlah dari sebuah film dengan judul
bayangan aneh seolah tertumpu pada “Ocean Heaven”, yang menyiratkan mereka. Alih-alih bukan rasa simpatik sebuah makna, bahwa seorang yang dan rasa peduli yang menyapa, malah berkebutuhan khusus juga layak dan sebaliknya justru ejekan, cemooh, bahkan mampu mempunyai hidup normal dan hinaan diarahkan pada mereka, dari memiliki pekerjaan, dengan lingkungan
EDISI 4 | 2017
yang memberikan kepercayaan dan kesempatan pada mereka.
Film yang dirilis tahun 2010 ini menceritakan bagaimana seorang ayah yang mendidik anaknya yang berkebutuhan khusus agar bisa hidup mandiri kelak, tanpa bantuan ayahnya maupun bantuan orang lain. Dengan penuh perjuangan dan kadang disertai akan kekesalan, akhirnya si anak mampu hidup mandiri layaknya orang lain pada umumnya. Dan itu luar biasa.
Wang Xingchang (Jet Li) yang biasanya dipanggil Wang, adalah seorang petugas yang dipercaya untuk mengurusi tempat hiburan Sea World. Wang selalu mengajak anaknya Dafu (Zhang Wen) untuk ikut ke tempat dia bekerja. Setiap kali Wang menyibukkan diri dalam pekerjaannya, Dafu selalu berenang di sana sembari menunggu ayahnya. Dia seorang perenang yang andal dan suka sekali bermain di dalam air, lain dengan ayahnya yang sama sekali tidak bisa berenang.
Dafu adalah seorang anak penyandang penyandang autis sejak berusia 3 tahun, ditinggal pergi oleh ibunya yang konon katanya tidak bisa menerima kenyataan kalau anaknya tidak sempurna. Wang sendiri percaya kalau istrinya bukanlah meninggal karena kecelakaan di dalam air, padahal dia juga termasuk perenang yang andal. Istrinya memang sengaja terlebih dahulu menemui ajalnya ketika Dafu berumur 8 tahun, begitulah yang dipercayai Wang selama ini.
Ketika Wang mulai merasakan penyakitnya yang semakin parah, dia menderita kanker hati akut. Belakangan, Wang mulai mencari-cari tempat yang mau menampung Dafu setelah kematiannya nanti mengingat hanya dialah keluarga Dafu satu-satunya. Wang awalnya mendatangi sebuah sekolah negeri, dan di lain waktu dia juga mencoba ke dinas sosial, yayasan autis, rumah jompo sampai ke rumah sakit jiwa, namun tidak ada yang mau menerima Dafu. Yayasan autis tidak ada yang mau menerima Dafu karena usia Dafu sudah melebihi 18 tahun, sedangkan Dafu sekarang sudah berumur 21 tahun dan kebetulan baru saja ulang tahun.
Daripada putus asa di tengah jalan, Wang mulai mengajari Dafu untuk hidup secara mandiri, mulai dari memasak sendiri, membuka baju, menghitung uang, mengajarinya cara untuk pergi dari rumah sampai tempat kerja. Suatu hari, datanglah Liu (kepala sekolah yang dulu pernah mengajar Dafu sewaktu dia berumur 8 tahun). Liu lalu membawa Dafu ke sebuah yayasan. Secercah harapan mulai dirasakan Wang walaupun tidak bertahan lama. Dafu sering agresif setiap kali menjelang sore hari di yayasan ini, karena ayahnya tidak berada dekat di sisinya. Dafu kerap berteriak-teriak sampai memukul-mukul kepalanya sendiri. Pihak yayasan akhirnya menyarankan supaya Wang tinggal bersama Dafu disana.
Wang akhirnya meninggal, dia tidak bisa mengelak dari apa yang memang sudah ditakdirkan. Setelah kematiannya, Dafu
menetap di yayasan dan bisa hidup dengan mandiri seperti yang diharapkan ayahnya. Dafu sering bermimpi ayahnya datang menemani dia, teringat sewaktu sang ayah sedang meyakinkan Dafu bahwa dia tidak sendirian. Ayahnya akan selalu menemaninya ketika dia sudah pergi, datang dengan wujud kura-kura setiap kali Dafu berenang.
Memberikan kepercayaan itu penting untuk anak-anak yang memiliki kekurangan, dalam hal ini seorang tunagrahita. Bagaimana seorang anak tunagrahita bisa melakukan aktivitas seperti kebanyakan orang, jika ia tak diberi kepercayaan untuk menjalankan, melakukannya sendiri. Dan dari lingkungan terutamanya, harus bisa mempercayai bahwa mereka bisa melakukan sesuatu seperti orang-orang pada umumnya.
Seperti dalam film ini, seorang ayah yang memiliki kepercayaan bahwa anaknya mampu mandiri, maka sang ayah percaya anaknya bisa diajari menjalani kehidupan normal. Dengan tanpa bosan-bosannya mengajari anaknya untuk mengerti jalan yang mereka lalui setiap hari, juga tanpa bosan mengajari anaknya bagaimana kalau hendak turun dari bis. Kepercayaan bisa melakukan sebuah pekerjaan pun diberikan oleh pemilik Ocean Park pada Dafu, tempat Wang bekerja.
Film yang mengajari kita bagaimana seharusnya kita dapat memberikan sebuah kepercayaan pada anak-anak berkebutuhan khusus.
EDISI 4 | 2017
RESENSI
‘Sentuhan Ibu’, Berkisah Perjuangan
Para Ibu dengan Anak Berkebutuhan
Khusus
ari kalimat tersebut tersirat makna bahwa sentuhan dapat mewakili kalimat yang tak mampu dipahami. Saat baru dilahirkan di dunia dan belum bisa membuka mata dan melihat dengan jelas pun, sentuhan seorang
Dibu menjadi satu-satunya cara menyampaikan kasih
sayang pada anaknya. Sejak saat itu, sentuhan seorang ibu tanpa sadar menjadi salah satu kebutuhan bagi anak, tak terkecuali bagi mereka yang berkebutuhan khusus.
Sentuhan ibu sangatlah penting bagi anak-anak. Tak hanya untuk anak-anak normal, tetapi juga untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Sentuhan dan kasih sayang tulus dari ibu, akan membentuk anak akan jadi seperti apa nantinya.
Namun, bagi Anak Berkebutuhan Khusus, sentuhan memiliki arti yang lebih dalam baginya dibanding anak normal. Anak yang tunanetra misalnya, selain suara, ia juga sangat mengandalkan indera perabanya. Melalui sentuhan, ia bisa merasakan bahwa ia dicintai.
Buku “Sentuhan Ibu” karya Fira Basuki ini berisikan 20 kisah dari berbagai sisi tentang para ibu yang mengasuh anak dengan kebutuhan khusus. Bagaimana cara mereka bisa survive dan meng-handle anaknya dan tetap terlihat kuat di depan mereka.
Satu-satunya benang merah yang menyatukan cerita dalam buku ini adalah sentuhan ibu. Misalnya kalau anak susah diatur, dipeluk saja dia bisa berubah.
Kesulitan utama dalam menulis “Jika anak tak lagi memahami buku ini, menurut Fira Basuki, adalah saat berkomunikasi dengan kalimatmu, bicaralah lewatpara ibu untuk menceritakan
sentuhan.” Begitulah salah satu
kisahnya. Karena dia harus bolak balik agar cerita mereka berbeda kalimat yang dikutip dari bukudan memiliki kekhususan.
“Sentuhan Ibu” karya Fira Basuki.
Fira menjelaskkan proses pembuatan buku ini total rampung selama setahun, dimana pengumpulan data selama beberapa bulan dan penulisan sendiri dilakukan selama satu bulan.
EDISI 4 | 2017
FEATURE
9 Jenis Anak Berkebutuhan Khusus
yang Harus Bunda Ketahui
engertian anak berkebutuhan Dengan begitu, walaupun anak tersebut khusus yaitu anak yang jika memiliki kebutuuhan khusus, namun ia di lihat secara signifikan masih bisa belajar seperti yang lainnya, merupakan seoarng anak dan yang pasti di tempat atau sekolah
Pyang memiliki kelainan, baik yang menyediakan pendidikan untuk
dalam fisik, emosional, mental ataupun anak berkebutuhan khusus. sosial, dalam proses pertumbuhannya jika di bandingkan dengan sejumlah Ada berbagai macam jenis-jenis anak anak yang lainnya yang memang seusia berkebutuhan khusus, namun khusus dengannya. Maka dari itu, seoarng untuk kebutuhan pendidikan inklusi, anak yang memiliki kebutuhan khusus anak yang berkebutuhan khusus membutuhkan pendidikan anak dikelompokan menjadi 9 jenis, yaitu berkebutuhan khusus. sebagai berikut:
EDISI 4 | 2017
1. Tunanetra/anak yang mengalami gangguan penglihatan
Tunanetra merupakan seoarng anak yang memang mengalami gangguan terhadap penglihatannya. Hal ini berupa kebutaan yang menyeluruh ataupun hanya sebagian, walaupun anak yang mengalami kejadian seperti ini telah di berikan pertolongan dengan sejumlah alat bantu khusus, namun ia tetap masih membutuhkan pelayanan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
2. Tunarungu/anak yang mengalami gangguan pendengaran
Tunarungu adalah seorang anak yang kehilangan sebagian atau bahkan seluruh daya pendengarannya, sehingga ia tidak atau bahkan kurang mampu untuk melakukan komunikasi dengan baik.
3. Tunadaksa/mengalami kelainan angota tubuh/ gerakan
Anak yang mengalami kelainan tunadaksa yaitu anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap yang terjadi pada alat gerak sedemikian rupa, sehingga anak tersebut sangat membutuhkan pendidikan khusus.
4. Berbakat/memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa
Anak yang berbakat merupakan seorang anak yang memiliki potensi kecerdasan dengan tingkat yang baik. Bukan hanya kecerdasan, ia juga memiliki kreativitas serta tanggung jawab terhadap tugas yang kemampuannya melampawi anak-anak seusianya.
5. Tunagrahita
Kejadian ini merupakan anak yang secara kenyataan
mengalami hambatan juga keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata sedemikian rupa, sehingga ia akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan sejumlah tugas yang menjadi tanggung jawabnya, komunikasi ataupun sosial.
6. Lamban belajar (slow learner)
Lamban belajar merupakan anak yang memiliki potensi intelektual dengan jumlah yang tidaklah banyak, bahkan jumlahnya di bawah normal namun belum memasuki tunagrahita.
7. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik
Seorang anak yang memiliki kesulitan dalam belajar spesifik merupakan anak yang di lihat secara mental mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademis khusus, hal ini di duga karena adanya faktor disfungsi neugologis, dan bukan di sebabkan karena faktor inteligensi.
8. Anak yang mengalami gangguan komunikasi
Seorang anak yang mengalami gangguan dalam berkomunikasi yaitu anak-anak yang memang mengalami kelainan terhadap suara, artikulasi, atau bahkan kelancarannya dalam berbicara, yang memang mengakibatkan terjadinya penyimpangan dalam bentuk bahasa.
9. Tunalaras/anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku.
Tunalaras adalah seorang anak yang mengalami kesulitan dalam proses menyesuaikan diri dengan orang-orang di sekitarnya, yang memang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam lingkungan kelompok uisanya.
EDISI 4 | 2017
FEATURE
Setiap Manusia Unik dengan 9 Kecerdasan Majemuk
Pengertian Kecerdasan Majemuk
Teori kecerdasan majemuk adalah teori kecerdasan yang dibedakan secara lebih spesifik (terutama sensorik) “modalitas”, dibandingkan hanya melihat kecerdasan yang didominasi oleh kemampuan umum tunggal. Model ini diusulkan oleh Howard Gardner dalam bukunya tahun 1983 yaitu Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences.
Gardner mengartikulasikan delapan kriteria perilaku yang dianggap bisa menunjukkan suatu kecerdasan: potensi isolasi otak dengan kerusakan otak, tempat dalam sejarah evolusi, kehadiran operasi inti, kerentanan terhadap pengkodean (ekspresi simbolik), sebuah perkembangan yang berbeda, keberadaan sarjana, keajaiban, dan orang-orang luar biasa lainnya, serta dukungan dari psikologi eksperimental dan temuan psikometrik.
Gardner memilih delapan kemampuan yang dia anggap bisa memenuhi kriteria ini: musik-berirama, visual-spasial, verbal-linguistik, logis-matematis, kinestetik-jasmani, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Dia kemudian menyarankan bahwa kecerdasan eksistensial dan moral yang mungkin juga layak dimasukkan.
Meskipun perbedaan antara kecerdasan telah ditetapkan secara rinci, Gardner menentang gagasan pelabelan peserta didik pada suatu kecerdasan tertentu. Setiap individu memiliki perpaduan unik dari semua kecerdasan. Gardner tegas menyatakan bahwa teori kecerdasan majemuk harus “memberdayakan peserta didik”, tidak membatasi mereka untuk satu modalitas belajar.
Menurut Gardner, kecerdasan adalah “potensi biopsychological untuk memproses informasi yang dapat diaktifkan dalam pengaturan budaya untuk memecahkan masalah atau menciptakan produk yang bernilai dalam budaya.”
Banyak dari “kecerdasan” Gardner berkorelasi dengan faktor g, mendukung ide dari jenis kecerdasan tunggal yang dominan. Menurut sebuah studi tahun 2006, masing-masing dari domain yang diusulkan oleh Gardner melibatkan campuran g, kemampuan kognitif selain g, dan, dalam beberapa kasus, kemampuan atau karakteristik kepribadian non-kognitif.
Dukungan empiris untuk kecerdasan non-g sungguh kurang atau sangat miskin. Meskipun kurang bukti, ide-ide dari kecerdasan majemuk non-g adalah menarik banyak orang karena saran bahwa setiap orang bisa menjadi cerdas dengan beberapa cara. Penelitian neuroscience kognitif tidak mendukung teori kecerdasan majemuk.
EDISI 4 | 2017
9 Kecerdasan Majemuk
1. Musical–Rhythmic and Harmonic
Kecerdasan ini memiliki kepekaan terhadap suara, ritme, nada, dan musik. Orang-orang dengan kecerdasan musikal yang tinggi biasanya memiliki laras yang baik dan bahkan mungkin memiliki laras yang mutlak, mampu bernyanyi, memainkan alat musik, dan menulis musik. Mereka memiliki kepekaan terhadap irama, laras, meter, nada, melodi atau warna nada.
2. Visual–Spatial
Kecerdasan ini berkaitan dengan penilaian spasial dan kemampuan untuk memvisualisasikan dengan mata pikiran. Kemampuan spasial adalah salah satu dari tiga faktor di bawah g dalam model hirarkis kecerdasan.
3. Verbal–Linguistic
Orang dengan kecerdasan verbal-linguistik tinggi menampilkan sebuah fasilitas dengan kata-kata dan bahasa. Mereka biasanya pandai membaca, menulis, bercerita dan menghafal kata-kata bersama-sama dengan tanggal. Kemampuan verbal adalah salah satu kemampuan yang dimuat dalam g. Jenis kecerdasan ini diukur dengan IQ Verbal.
4. Logical–Mathematical
Kecerdasan ini harus dilakukan dengan logika, abstraksi, penalaran, angka, dan berpikir kritis. Ini juga berkaitan dengan memiliki kapasitas untuk memahami prinsip-prinsip yang mendasari beberapa jenis sistem kausal. penalaran logis terkait erat dengan kecerdasan cairan dan kecerdasan umum (g factor).
5. Bodily–Kinesthetic
Elemen inti dari kecerdasan kinestetik-jasmani adalah mengendalikan gerakan tubuh seseorang dan kapasitas untuk menangani objek dengan terampil. Gardner menjelaskan dengan mengatakan bahwa ini juga termasuk rasa waktu, rasa yang jelas tentang tujuan dari tindakan fisik, bersama dengan kemampuan untuk melatih respon. Orang-orang yang memiliki kecerdasan kinestetik-jasmani tinggi umumnya baik di kegiatan fisik seperti olahraga, tari, akting, dan membuat sesuatu.
Gardner percaya bahwa karir yang cocok untuk mereka yang memiliki kecerdasan kinestetik-jasmani tinggi meliputi: atlet, penari, musisi, aktor, pembangun, polisi, dan tentara. Meskipun karir ini dapat diduplikasi melalui simulasi virtual, mereka tidak akan menghasilkan pembelajaran fisik aktual yang diperlukan dalam kecerdasan ini.
6. Interpersonal
Secara teori, individu yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi ditandai dengan sensitivitas mereka kepada suasana hati, perasaan, temperamen, dan motivasi orang lain dan kemampuan mereka untuk bekerja sama untuk bekerja sebagai bagian dari kelompok.
Menurut Gardner dalam How Are Kids Smart: Multiple
Intelligences in the Classroom, “Kecerdasan interpersonal dan intrapersonal sering disalahpahami dengan menjadi ekstrovert atau menyukai orang lain …” Mereka dengan kecerdasan interpersonal tinggi berkomunikasi secara efektif dan mudah berempati dengan orang lain, dan bisa menjadi pemimpin atau pengikut. Mereka sering menikmati diskusi dan perdebatan.
Gardner telah menyamakan kercerdasan ini dengan kecerdasan emosional dari Goldman.” Gardner percaya bahwa karir yang cocok untuk mereka dengan kecerdasan interpersonal tinggi meliputi pemasar, politisi, manajer, guru, dosen, konselor, dan pekerja sosial.
7. Intrapersonal
Kecerdasan ini harus dilakukan dengan kapasitas introspektif dan self-reflektif. Ini mengacu kepada kepemilikan pemahaman yang mendalam tentang diri: apa kekuatan atau kelemahan seseorang, apa yang membuat seseorang unik, mampu memprediksi reaksi atau emosi sendiri.
8. Naturalistic
Kecerdasan tipe ini bukan termasuk dari 7 kecerdasan menurut Gardner yang asli, kecerdasan naturalistik diusulkan pada tahun 1995. “Jika saya harus menulis ulang Frames of Mind hari ini, saya mungkin akan menambahkan kecerdasan kedelapan – kecerdasan naturalis. Sepertinya individu yang mampu mudah mengenali flora dan fauna, membuat perbedaan konsekuensial lain di alam, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif (dalam berburu, bertani, dalam ilmu biologi) merupakan pelatihan kecerdasan yang penting dan salah satu yang tidak memadai dicakup dalam daftar.”
Kecerdasan ini harus dilakukan dengan memelihara dan menghubungkan seseorang dengan informasi yang berkaitan kepada alam sekitarnya. Contohnya termasuk mengklasifikasikan bentuk alam seperti tipe-tipe spesies hewan, tumbuhan, batuan, dan gunung.
Kemampuan ini jelas-jelas sangat bernilai dalam masa lalu evolusi kita sebagai pemburu, pengumpul, dan petani; selanjutnya menjadi sentral dalam peran sebagai botanis atau koki. ini adalah jenis keterbukaan ekologi berakar pada “pemahaman sensitif, etis, dan holistik” dari dunia dan kompleksitasnya – termasuk peran kemanusiaan di dalam ekosfer yang lebih besar.
9. Existential
Beberapa pendukung teori kecerdasan majemuk mengusulkan kecerdasan spiritual atau agama sebagai jenis kecerdasan yang mungkin ditambahkan. Gardner tidak ingin berkomitmen untuk kecerdasan spiritual, tetapi menyarankan bahwa kecerdasan eksistensial mungkin bisa menjadi konstruk yang berguna, juga mengusulkan setelah 7 kecerdasan aslinya dalam buku tahun 1999. Hipotesis dari kecerdasan eksistensial telah lebih dieksplorasi oleh peneliti pendidikan. Sumber: http://kaaffah.xyz/kecerdasan-majemuk/