EDISI 5 / TAHUN III / DESEMBER 2019 Gerakan Harmoni Guru
gaharu
Media Informasi dan Komunikasi Guru Dikmen dan Diksus
8-9 10-11
Tokoh Kita: Meretas Jalan
Nadiem Anwar Makarim Guru Dikmen Diksus
Go Internasional
34-35 44-45
Kespro Berperan Ciptakan Kesetaraan
Melahirkan Generasi Melalui Pendidikan
Hebat Inklusif
Hari Guru Nasional 2019 Merdeka
Belajar, Guru Penggerak
Struktur Org anisasi Direk torat P embin aan Guru
P endidikan Menen g ah dan P endidikan Kh usus Tahun 2019
DIREKTUR
Ir. Sri Renani Pantjastuti, M. PA NIP. 19600709 198503 2 001
Kasubbag Tata Usaha
Dra. Sri Hand ayani, M.Pd NIP. 19660 912 199203 2 005
| Kasubdit Pe | rencanaan & | Kasubdit Peningkatan | Kasubdit Penilaian Kinerja | Kasubdit Kesharlindung | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Kasubdit P rogram & Evaluasi | Pengendalian Kebutuhan | & Pengembangan Karir | ||||
| Dra. Tina Jupartini, M.Pd | Saiful Bari, | S.Kom, M.Eng | Dr. Kasima n, | S.Pd, ST, MM | Putra Asga Elevri | Antoni Sitanggang, SE., MM |
| NIP. 19660606 199203 2 002 | NIP. 19780602 200 | 112 1 001 | NIP. 19690601 199803 1 001 | NIP | NIP. 19631231 199303 1 014 |
Kasi PPK Guru: Kasi PKK Guru: Kasi PK-PK Guru: Kasi Kesharlindung Guru: Kasi Program SMA, PK PAUD, PK DIK MAS SMA, PK PAUD, PK DIK MAS SMA, PK PAUD, PK DIK DAS SMA, PK PAUD, PK DIK DAS Dr. Nasyith Forefry, MM Dra. RR. Sutaris, M.Pd Diansa Gunadi Thaib. S.E Drs. Sa rwin Zai n, M.Pd Wendi Ku swandi, SE
| Dr. Na syith Forefry, MM | Dra. RR. Sutaris, M.Pd | Diansa Gunadi Thaib. S.E | Drs. Sa rwin Zai | n, M.Pd | Wendi Ku swandi, | SE |
|---|---|---|---|---|---|---|
| NIP. 19760601 200501 1 002 | NIP. 19650 110 199203 2 002 | NIP19830609 200801 1 005 | NIP. 19650725 199 | 310 1 001 | NIP. 19760324 200501 1 001 |
Kasi PPK Guru: Kasi PKK Guru: Kasi PK-PK Guru: Kasi Kesharlindung Guru: Kasi Evaluasi SMK, PK DIK MEN SMK, PK DIK MEN SMK, PK DIK MEN SMK, PK DIK MEN
| Dr. Ha ryati, M.Pd | Mora Barin gin Haraha | p, SE, MM | Dr. Syarifuddi | n, M.Pd | Eneng Siti Saada | h, S.Si, MBA | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| NIP. 19 710825 200604 2 001 | NIP. 19680 415 200501 1 001 | NIP. 19690102 199403 1 010 | NIP. 19820906 200801 2 0 | 12 |
Dr. Haryati, M.Pd Mora Barin gin Haraha p, SE, MM Dr. Syarifuddi n, M.Pd Eneng Siti Saada h, S.Si, MBA
Pesan Direktur
Pesan Direktur
eberhasilan layanan pendidikan dapat dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa. Akan
Ktetapi kita selalu diperlihatkan nilai rerata Ujian Nasional siswa masih cukup rendah,
bahkan menurun. Tengok saja hasil UN jenjang SMA tahun 2018, pada jurusan IPA nilai matematika turun sebesar 4,67 dari 41,92 rerata matematika tahun 2017 menjadi 37,25 pada tahun 2018. Nilai rerata matematika juga menurun pada jurusan IPS dan Bahasa Indonesia sebesar 4,37 (jurusan IPS) dan 2,48 (jurusan Bahasa Indonesia). Tak berbeda jauh, pada matapelajaran fisika, kimia dan biologi juga sama-sama menurun, fisika turun 5,38, kimia turun 2,68, dan biologi turun 0,69.
Hasil survei lembaga internasional, Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 juga memperlihatkan kemampuan pelajar Indonesia dalam membaca, matematika dan sains masih tergolong rendah bahkan menurun. PISA merupakan rujukan kualitas pendidikan hasil survei Organisation for Economic Co-operation and Development(OECD). Tahun 2018 terdapat 79 negara yang tergabung dalam PISA termasuk Indonesia. Survey di Indonesia tahun 2018 menjajaki 399 satuan pendidikan melibatkan 12.098 peserta didik usia 15 tahun. Hasilnya, dari 79 negera yang disurvei, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A Indonesia berada pada peringkat 10 besar terbawah. Perbadingan hasil survei PISA tahun Direktur Pembinaan Guru Dikmen dan Diksus 2015 kemampuan membaca 397, matematika 386 dan sains 403. Sedangkan tahun 2018, kemampuan membaca 371, matematika 379 dan sains 396.
Hasil survei ini penting saya sampaikan kepada guru, mengingat guru punya peran cukup besar mengawal ketuntasan belajar peserta didik. Tak berlebihan jika saya katakan bahwa kita sedang dalam kondisi darurat pendidikan, terlebih lagi kita dihadapkan revolusi industri 4.0 dan menunggu masa kebangkitan generasi emas pada 2045 nanti.
Kemendikbud telah menggulirkan kebijakan zonasi tahun 2018 sebagai terobosan baru pembenahan dan pemerataan mutu pendidikan. Melalui zonasi tak ada lagi sekolah unggul dan tidak unggul, semua sekolah adalah sama. Dalam memperkuat zonasi, Ditjen GTK menggulirkan program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP). Dalam PKB melalui PKP, peningkatan kompetensi guru tidak lagi mengacu hasil UKG tetapi mengacu pada hasil ketuntasan belajar siswa termasuk UN, PISA dan survei-survei lembaga lain yang diakui. Jika ketuntasan belajar siswa masih rendah dan menurun, tentu ada cara pembelajaran yang keliru dilakukan guru. Untuk itu, PKP mengajak guru untuk mengubah cara mengajarnya dengan memperluas ruang siswa mengembangkan keterampilan berpikir Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui bernalar, menganalisa, mengevaluasi dan berpikir kritis.
Ditjen GTK juga tengah menyiapkan guru mengembangkan keterampilan berpikir HOTS hingga akar rumput, yakni melalui kelompok-kelompok kerja guru, MGMP dan lain sebagainya. MGMP sudah lama ada, tapi sayang banyak istilah candaan untuk menyebutnya, berganti menjadi Makan, Guyon, Minum dan Pulang. Pak Dirjen, telah mengeluarkan kebijakan akan menghidupkan kembali MGMP dengan istilah MGMP Reborn. MGMP akan dijalankan dengan sistemin, on, in, onyang setara dengan 82 jam pelajaran atau terakui dengan 2 kredit. Pendekatan ini diharapkan menjadi solusi para guru untuk meningkatkan mutu kegiatan pembelajarannya. Di sinilah makna Guru Penggerak sebagaimana disampaikan Mas Menteri, yakni guru yang tak pernah diam, guru yang selalu mencari tahu dan tak berhenti berinovasi untuk kesuksesan pembelajaran. ∙
Gerakan Harmoni Guru
Salam Redaksi gaharu
Media Informasi dan Komunikasi Guru Dikmen dan Diksus
susunan redaksi:
PEMBINA Dr. Supriano, M.Ed. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan
PEngarah Ir. Sri Renani Pantjastuti MPA Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Pimpinan redaksi
Dra. Tina Jupartini, M.Pd Kasubdit Program dan Evaluasi
Sidang redaksi
Dr. Kasiman, Saiful Bari, S.Kom., M.Eng., Putra Asga Elevri, M.Si Antoni Sitanggang, SE., MM Dr. Nasyith Forefry, MM., Dr. Haryati, M.Pd., Sri Handayani, M.Pd., Saiful Anam, Dipo Handoko, Rihad Wiranto, Mukti Ali, Ahmad Fauzi Ramdani
Koresponden Nabilla Desyalika Putri (Yogyakarta dan Malang) Andi Wahyudi (Surabaya)
Desain dan tata letak
Arita Windi Astuti, Ari Subhan Hariri
SEKRETARIAT Zainun Misbah, Octaviana Kemalasari, Nur Leili Bashir, Fadlilah Prapta Widda, Candra Purnama, Rosydra, Apriyani
Penerbit Direktorat Pembinaan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
alamat redaksi Sekretariat Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Gedung D. Lt. 12 Kompleks Kemendikbud Jl. Pintu I Senayan, Jakarta
alam jumpa pembaca yang budiman, senang rasanya majalah Gaharu kembali
Shadir menyapa pembaca sekalian di mana pun berada. Pada semester kedua tahun
2019 ini cukup banyak kegiatan besar yang diselenggarakan. Memaksa kami harus jeli memilih dan memilah mana yang paling layak kami hadirkan untuk pembaca sekalian. Beberapa kegiatan yang awalnya kami pandang cukup hangat dan layak tampil sebagai sajian utama terpaksa harus mengalah digeser agenda lain yang jauh lebih hangat.
Seperti kehadiran Mendikbud yang baru, Mas Nadiem Anwar Makarim yang jelas menjadi menu utama, menggeser informasi-informasi lainnya. Mantan CEO Gojek yang masih muda ini menjadi magnet semua elemen pendidikan. Untuk itu, kami turunkan seputar berita Mas Menteri pada laporan utama. Kami sandingkan di sana sekilas profil dan latar belakangnya, agar kita semua lebih tahu siapa Mas Menteri sebenarnya, bukan sekedar mantan CEO Gojek.
Semester kedua tahun 2019 ini, Direktorat PG Dikmen dan Diksus juga menghujani guru dengan berbagai penghargaan. Cukup banyak dan beragam bentuk apresiasi yang diberikan kepada para guru. Mulai program-program tahunan seperti Pemilihan Guru Dikmen Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional hingga lomba-lomba lainnya. Tahun 2019 ini direktorat juga melaksanakan gagasan direktur untuk menyelenggarakan SEA Crative Camp, ajang perlombaan bagi guru SLB serumpun bahasa Melayu. Direktorat juga tengah bersiap menggelar kompetisi guru tingkat ASEAN yang akan dilaksanakan tahun 2020 nanti. Bagaimana bentuk-bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru serta persiapan kompetisi guru tahun 2020 nanti selengkapnya tersaji pada laporan khusus.
Pada rubrik peristiwa, kami ketengahkan pelatihan Urban Agriculture untuk guru SLB se Asia Tenggara beberapa waktu lalu bertempat di PPPPTK TK & PLB Bandung. Selain itu juga termuat di sana peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2019 serta seminar dalam rangka peringatan HDI.
Pada rubrik kompetensi, kami turunkan berita pelepasan Guru Inti dan Guru Mitra oleh Mendikbud yang waktu itu masih dijabat Prof. Muhadjir Effendy. Ada juga berita mengenai pembekalan guru inti pada Program PKB Melalui PKP Bandung. Beberapa kegiatan bimbingan teknis juga kami rangkum dan menjadi sajian menarik, mulai bimbingan teknis kesiapsiagaan bencana, bimbingan teknis kesehatan reproduksi dan lain sebagainya.
Pengembangan kapasitas pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus kami turunkan pada rubrik Tata Usaha. Kegiatan di Bandung ini cukup mengesankan. Menjadi kekuatan membangun kekompakan dan semangat kerja.
Dan seperti edisi sebelumnya, bagian akhir majalah kami sajikan profil-profil guru terbaik dari berbagi lomba. Sejatinya kami ingin menghadirkan lebih banyak profil guru terbaik, kami yakin guru-guru terbaik ini menjadi teladan bagi guru lain. Akan tetapi, kami terbatas pada jumlah halaman. Demikian kilasan isi dari majalah Gaharu edisi kali ini. Semoga Gaharu menjadi bahan bacaan menyenangkan dan selalu di hati.
Selamat membaca !!!
Daftar Isi Daftar Isi
LAPORAN UTAMA
4-9 yy Merdeka Belajar, Guru Penggerak
yy Guru Milenial, Profesi Idaman Masa Depan
yy Empat Arah Kebijakan Pendidikan Ala Nadiem
LAPORAN KHUSUS
10-23 yy Meretas Jalan Guru Dikmen Diksus Go Internasional yy Sea Creative Camp, Kompetisi Guru SLB Rumpun Melayu yy Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi 2019 yy Layanan Terbaik Bagi Anak Berkebutuhan Khusus yy Inovasi Pembelajaran Menyenangkan yy Guru SMK Bisa, Guru SLB Juga Bisa yy Membumikan Pancasila dalam Kehidupan yy Cegah Narkoba Menjarah di Sekolah
INSPIRASI
24-25 yy Berkarakter Every Day
yy Kiat Kerja Pegawai AS Gembrot dan Sifat
PERISTIWA
26-29 yy Gaya Bertani Masyarakat Kota
yy Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul
PROGRAM
30-35 yy Jika diberi Kesempatan, ABK Bisa Sukses
yy Jangan Abai dan Tabu Sampaikan Kespro
yy Kespro Berperan Melahirkan Generasi Hebat
KOMPETENSI
36-41 yy Memoles Kapasitas Guru Daerah Tertinggal
yy Merajut Benang Pendidikan di Halmahera Utara
yy PKP Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran HOTS
PENGENDALIAN
42-45 yy Agar Punya Kompetensi Kerja dan Sertifikasi Keahlian yy Ciptakan Kesetaraan Melalui Pendidikan Inklusif
KESHARLINDUNG
46-47 yy Siaga Saat Bencana Melanda
TATA USAHA
48-49 yy Perkuat Kebersamaan di Kawah Putih
PROFIL
50-59 yy Papermint Antar Guru SMK Cimahi Raih Princess Maha Chakri Award 2019 yy Didaya untuk Tunarungu yy Awalnya Hanya Guru Privat yy Augmented Reality Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Generasi Milenial yy Hobi yang Membawa Sukses di yy Shaggy Menawan Menjadi Pemenang yy Jurus Jitu Pembelajaran PPKN yy Cegah Narkoba dengan Generasi
PPPPTK
60 yy Guru IPA Diminta Terus Bergerak
APA SIAPA
61 yy Siap Hadapi Tantangan
LAPORAN UTAMA LAPORAN UTAMA
»»Selepas upacara HGN 2019 di halaman Kemendikbud, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim didampingi istri berbaur dengan peserta upacara berjoget Gemu Famire | FOTO: Mukti Ali
Hari Guru Nasional 2019
Merdeka Belajar,
Guru Penggerak
capan “Selamat Hari Guru” mengemuka sepanjang hari pada tanggal 25 Desember, tanggal yang telah ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Sudah menjadi tradisi, pada tangal
Uitu, Kemendikbud menggelar upacara di halaman Gedung A,
Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Kali ini tema HGN adalah Guru Penggerak Indonesia Maju. Kehadiran Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru memberi nuansa berbeda. Sambutan Mendikbud disampaikan lewat rekaman pidatonya yang diputar.
Berikut ini isi pidato Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim.
Biasanya pidato hari guru diisi kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf tetapi pidato saya hari ini akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus dari Sabang sampai Merauke.
Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administrasi tanpa manfaat yang jelas. Anda tahu bahwa potensi anak tidak bisa diukur dengan hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid ke luar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi pintu kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi yang akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.
untuk Anda (guru) sehingga bisa bertugas lebih baik. Dengan begitu, kita bisa merubah paradigma kepemimpinan, yakni paradigma kepemimpinan yang membantu,” pesan Mendikbud.
Menjawab tantangan reformasi pendidikan di tengah keberagamanan budaya hingga birokrasi di Indonesia, kata Mendikbud, harus ada keselarasan dalam satu gerakan yang didukung dari atas dan bawah. Gerakan dari akar rumput ini »»Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A (jilbab merah) saat mengikuti senam dan diyakininya akan mampu menggerakkan gerak jalan dalam rangka peringatan HGN 2019 yang dilepas Dirjen GTK. Dr. Supriano | FOTO: Mukti Ali kapal besar bernama Indonesia. “Saya ingin mengajak merubah paradigma kepemimpinan yang tadinya itu sebagai sebagai penguasa, atau pengendali, atau regulator menjadi paradigma kepemimpinan yang melayani,” pesan Mendikbud. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki Pembelajaran Guru Dikmen dan Diksus, kemampuan berbeda. Tetpi keseragaman Simposium Internasional Kepala Sekolah telah mengalahkan keberagaman sebagai dan Pengawas Sekolah, dan masih banyak prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap lagi. Sehari sebelumnya juga dilangsungkan murid terinspirasi tetapi Anda tidak diberi senam pagi dan jalan sehat dilepas Dirjen kepercayaan berinovasi. GTK, Dr. Supriano, di halaman Kemendikbud.
Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah PUNCAK HGN 2019 hal yang sulit dan penuh ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk Puncak Peringatan Hari Guru Nasional kemerdekaan belajar di Indonesia. Tapi Tahun 2019 berlangsung pada Sabtu (30/11) perubahan tidak dimulai dari atas, semua di Stadion Wiwaha Mukti Kabupaten Bekasi. berawal dan berakhir dari guru. Mendikbud Nadeim Anwar Makarim juga turut hadir bersama istri pada perhelatan Jangan menunggu aba-aba jangan akbar berbalut PGRI tersebut. “Saya yakin menunggu perintah, ambillah langkah Bapak dan Ibu tahu apa yang terbaik untuk pertama. Besok, di mana pun Anda berada, siswa dan siswi. Saya mengajak semua lakukan perubahan kecil di kelas anda. jenjang pemerintahan untuk memberikan Ajaklah kelas berdiskusi bukan mendengar; kepercayaan kepada guru-guru untuk Berikan kesempatan kepada murid untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, mengajar di kelas; Cetuskan proyek bakti dan menjadikan masa depan siswa-siswi sosial yang melibatkan seluruh kelas; kita lebih baik untuk mewujudkan SDM Temukan suatu bakat dalam diri murid yang unggul, sehingga kita bisa menang di yang kurang percaya diri; Tawarkan bantuan panggung dunia,” ujar Mendikbud dihadapan kepada guru yang sedang kesulitan; 37.756 guru yang hadir. Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukan secara seretak, kapal besar Gerakan dari akar rumput ini diyakininya bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. akan mampu menggerakkan kapal besar Selamat Hari Guru, Merdekan Belajar, Guru bernama Indonesia. Lebih lanjut, Mendikbud mengharapkan inisiatif guru sudah mulai Penggerak. mengambil peran perubahan yang didukung oleh kepala sekolah, pengawas sekolah, RANGKAIAN HGN dinas pendidikan, dan pemerintah daerah. “Saya ingin mengajak merubah paradigma Dalam memeriahkan HGN 2019, kepemimpinan yang tadinya itu sebagai Kemendikbud melalui Ditjen GTK penguasa, atau pengendali, atau regulator menyelenggarakan berbagai acara, antara menjadi paradigma kepemimpinan yang lain, ziarah ke makam pahlawan pada Jumat, melayani. Mulai minggu depan saya berharap 22 November di Taman Makam Pahlawan sekali kepala sekolah dan pengawas kita Kalibata. Penganugerahan tanda kehormatan menanyakan apa yang bisa saya lakukan Satya Lencana Pendidikan, Lomba Inovasi
PENYEMATAN SATYA LENCANA
PENDIDIKAN
Pada Puncak HGN 2019 tersebut, Mendikbud juga menyematkan tanda kehormatan Satyalencana Pendidikan kepada beberapa guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, gubernur dan bupatiwalikota. Beberapa guru Dikmen dan Diksus juga ada yang menerima Satyalencana Pedidikan karena berhasil mampu meningkatkan mutu dan proses pembelajaran. Mereka adalah:
- I Gede Arya Sudira, S.Pd., M.Pd, SMA Negeri 1 Singaraja, Bali.
- Rudi Haryadi, S.T., M.Pd, SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat.
- Narsim, S.Pd., M.Pd., SLBN Cilacap, Jawa Tengah.
- Raisul Akbar, S.Pd., M.Pd, SMA Negeri 2 Pulo Aceh, Aceh.
- Irvan Dedy, S.Pd., M.Pd, SMA Swasta Dwiwarna Bogor, Jawa Barat.
- Nurmalahayati, S.Pd, SMA Negeri 15 Surabaya.
- Larasati Huri Saputri, S.Pd, SMA Negeri 1 Bergas..
- Yudha Kusniyanto, S.Sos., M.Pd, SMA Kristen 1 Salatiga.
- Ary Yulistiana, M.Pd, SMK Negeri 9 Surakarta
Mukti Ali
LAPORAN UTAMA
»»Prof. Arief Rachman Hakim, tokoh pendidikan nasional mengajak para calon guru berbincang seputar “mengapa memilih kuliah di keguruan” pada peringatan Hari Guru Sedunia, di Aula Gedung A Kemendikbud
Hari Guru Sedunia 2019
Guru Milenial, Profesi Idaman Masa Depan
aya memang dari kecil menjadi tamu spesial pada gelaran 23% mahasiswa kependidikan, atau sekitar suka dengan anak-anak Lokakarya Nasional dalam rangka Hari Guru 1,3 juta mahasiswa, lebih dari mahasiswa di PAUD. Orangtua juga sangat Sedunia 2019. Lokakarya Nasional digelar jurusan lainnya, seperti jurusan kesehatan
“Smendukung saya kuliah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (19,2%), sosial (17,5%), dan teknik (16,9%).
Pendidikan Guru PAUD,” kata Syifa Syahirah (Kemendikbud) bekerja sama dengan Harapannya, lulusan kependidikan ini akan Wasilah, 20 tahun, mahasiswi semester Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan menjadi guru profesional yang menjadi 5 Pendidikan Guru PAUD Universitas Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa tumpuan masa depan pendidikan nasional. Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), (Unesco) di Ruang Graha Utama, Lantai 3 Lokakarya mengangkat tema “Guru Jakarta. Meski gaji guru PAUD masih relatif Gedung A, Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Milenial, Sebuah Profesi di Masa Depan”, yang rendah di sebagian besar lembaga PAUD, 10 Oktober 2019. Hadir pula perwakilan guru, menjadi bagian kampanye Unesco bahwa tak menjadikan gadis cantik berkerudung ini kepala sekolah, dan pengawas sekolah dari guru adalah profesi yang diimpikan di masa mengurungkan cita-cita besarnya menjadi semua jenjang pendidikan. depan. Kehadiran guru-guru muda amat guru PAUD sekaligus mengelola lembaga Seangkatan Syifa di Jurusan PGPAUD dibutuhkan di dunia. Mereka yang disebut PAUD. Uhamka hanya ada 25 orang. Secara guru muda menurut Unesco adalah generasi Syifa, bersama belasan rekan mahasiswa nasional, jurusan kependidikan paling di bawah usia 30 tahun. Data Unesco Uhamka dan Universitas Negeri Jakarta, diminati di perguruan tinggi. Tercatat sekitar mencatat, di seluruh dunia, ada sekitar 250
»»Dewi Desmasary, S.Pd
juta remaja putus sekolah, sementara 600 juta anak yang sudah terdaftar di lembaga pendidikan tidak memperoleh haknya Ababa). Sementara pada panel 2, lokakarya presentasi bertajuk guru milenial dengan mendapatkan pendidikan berkualitas karena kekurangan guru.
YANG PERTAMA MASUK SURGA
Hadir memberikan sambutan adalah Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco dan perwakilan dari Kantor Unesco Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), saat masih dijabat Muhadjir Effendy, dalam sambutan pembukaan
dapat benar-benar menjadi sebuah profesi, sebagaimana profesi lain yang lebih tua, yakni ahli hukum, akuntan, dan dokter.
menyandang profesional, setidaknya memenuhi aspek kompetensi inti (expertise), tanggung jawab sosial (social responsibility), serta kesejawatan (esprit de corps). Guru yang bertugas mendidik siswa dampaknya bukan hanya pada siswa-siswanya, namun masyarakat luas.
“Tapi menurut saya, orang yang paling beruntung itu sebetulnya guru. Karena dia mengajarkan moral dan pengetahuan ke siswanya, dan siswanya ini akan mengajarkan ke anaknya. Maka guru itu akan mendapatkan kiriman pahala. Saya agak yakin, bahwa orang yang pertama masuk surga itu adalah
guru,” ujar Muhadjir yang kini mengemban jam. Setiap zonasi dibutuhkan setidaknya 10 tugas baru sebagai Menteri Koordinator guru inti mata pelajaran. Masing-masing guru Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. inti akan melatih sekitar 20 guru mapel di MGMP di zonasinya. Maka diperkirakan lebih dari 500.000 guru sasaran sudah mengikuti PENINGKATAN KOMPETENSI PKP. “Ada penghematan anggaran luar PEMBELAJARAN BERBASIS ZONASI biasa. Pelatihan melalui MGMP selain terjadi Lokakarya terbagi dalam dua panel. knowledge sharing, juga peer teaching,
Panel 1 menghadirkan pembicara sekaligus cooperative learning, dan lain-lain,” katanya.
pembicara kunci, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. (Rektor Universitas Negeri GURU MILENIAL KREATIF DAN
Medan), Prof. Suyanto, Ph.D. (mantan Dirjen INOVATIF Pendidikan Dasar), dan Indriyati Rodjan Dewi Desmasary, yang ditunjuk Direktorat (P4TKI Bahasa, yang juga pernah menjadi Pembinaan Guru Dikmen dan Diksus tampil seconded expert di Unesco IICB Addis pada Lokakarya Nasional, mengawali
mengundang para guru berprestasi, yakni video pembelajaran. Satu pemandangan Dra Ratna Budiarti, M.Biomed (Kepala SMAN menggambarkan guru yang menggunakan 70 Jakarta), Ana Rohdiana, M.Pd. (guru low technology, mengajar dengan kreativitas SMPN Unggulan Sindang Indramayu), Dewi dan inovasi sang guru dengan model manual. Desmasary, S.Pd. (guru SLB Agro Industri Sementara guru lain guru yang mengajar Bandung Barat), Sumi Suhartinah, M.Pd. dengan menggunakan jejaring internet dan (guru TK Al Azhar Syifa Budi Parahyangan), kecanggihan teknologi. dan Ahmad Zam Zami (guru CPNS SMKN 5 “Guru milenial harus menyesuaikan Kota Bengkulu). dengan zaman, pembelajaran pun harus Pak Dirjen kembali mengingatkan menggunakan kemajuan TIK. Guru milenial pentingnya upaya meningkatkan kompetensi juga harus membiasakan pembelajaran pembelajaran. Ditjen GTK menggulirkan aktif dan relevansi data. Guru milenial juga
Pembelajaran (PKP) melalui pelatihan dan berkarakter di tengah globalisasi dan berbasis zonasi. Program PKP dilaksanakan masyarakat yang inklusif,” kata Dewi yang tidak hanya satu kali pertemuan. Namun juga peraih Juara I Lomba Kreativitas dan
learning) dan 3 ON (onservice learning). Dikmen Tahun 2018. PKP berbeda dengan program peningkatan Menurut Dewi, guru milenial adalah guru keprofesian berkelanjutan (PKB) atau yang mampu memanfaatkan segala sumber pernah juga bernama Guru Pembelajar. informasi dan teknologi, serta mampu PKP berorientasi pada pembelajaran menyesuaikan dengan era digital untuk (how to teach) dan hasil Ujian Nasional meningkatkan potensi peserta didik. “Guru dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional dikenal karena karyanya,” katanya. “Kata (mengacu pemetaan guru dan modul). kuncinya adalah menghargai keberagaman, PKP dilaksanakan di kelompok kerja guru/ update TIK, kreatif, dan inovatif.” ß sekolah inti.
Supriano membayangkan, jika dalam satu semester terjadi dua periode atau siklus PKP, Dipo Handoko dan Mukti Ali
berarti guru sudah melakukan 10 IN dan 6 ON, di mana satu siklus membutuhkan 82
menyampaikan harapannya, agar guru program Peningkatan Kompetensi harus mampu melahirkan SDM unggul
Menurut Muhadjir, mereka yang menggunakan rumusan 5 IN (inservice Karya Inovasi Dalam Pembelajaran Guru
LAPORAN UTAMA
Tokoh Kita: Nadiem Anwar Makariem
Empat Arah Kebijakan Pendidikan Ala Nadiem
Terpilihnya Nadiem Makarim 2. Penghapusan UN. Tahun 2020 merupakan yang baru berusia 35 tahun pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk sebagai Menteri Pendidikan dan terakhir kalinya. Penyelenggaraan UN
| Kebudayaan cukup menyita | tahun 2021, akan diubah menjadi | |
|---|---|---|
| perhatian publik. Nadiem adalah menteri | Asesmen Kompetensi Minimum | |
| termuda yang berasal dari generasi milenial. | dan Survei Karakter, yang | |
| Dalam beberapa kesempatan, Nadiem | terdiri dari kemampuan | |
| menuturkan bahwa ia enggan dipanggil Pak, | bernalar menggunakan | |
| lantaran usianya masih relatif muda. “Jangan | bahasa (literasi), kemampuan | |
| panggil Pak, panggil saja Mas,” katanya. | bernalar menggunakan | |
| Mas Menteri baru ini juga masih belum | matematika (numerasi), | |
| mau berbicara di depan awak pers, sebelum | dan penguatan pendidikan | |
| 100 hari kepemimpinannya di Kemendikbud. | karakter. | |
| Ia mengaku masih perlu aktu untuk belajar | 3. Penyederhanaan RPP. | |
| lebih banyak tentang pendidikan dan seluk | Komponen dalam RPP akan | |
| beluk birokrasi di lingkungan Kemendikbud. | dipangkas agar guru secara |
bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan EMPAT POKOK KEBIJAKAN format RPP. Tiga komponen inti RPP PEDIDIKAN MERDEKA BELAJAR ALA NADIEM Pada tanggal 11 Desember 2019, dilangsungkan Rapat Koordinasi antara Kemendikbud dengan Dinas Pendidikan Provinsi serta Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota di Hotel Bidakara, Jakarta. Pada saat itu, Mas Menteri mengemukaan empat arah kebijakan pendidikan yang dijuluki dengan Merdeka Belajar. Empat arah kebijakan pendidikan tersebut meliputi:
- USBN diganti Ujian Asesmen. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya).
»»Mendikbud Nadiem Anwar Makarim | FOTO: Mukti Ali
terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan Nadiem menghabiskan masa sekolah dasar dan menengah asesmen. pertama di Indonesia. Ia melanjutkan pendidikan menengah atas di Singapura. Jenjang strata satu ia tempuh di Brown University jurusan
- PPDB Zonasi Lebih Fleksibel. Dalam penerimaan peserta didik
Hubungan Internasional. Ia juga sempat ikut pertukaran pelajar di baru (PPDB), Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi London School of Economics and Political Science di Inggris.Setelah dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi menyabet gelar BA (Bachelor of Arts), Nadiem melanjutkan S2 ke ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Komposisi almamater sang ayah, Harvard University, hingga meraih gelar Master PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur of Business Administration. afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen Setelah kembali ke Indonesia, Nadiem bekerja di perusahaan lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. konsultan bertaraf internasional, McKinsey & Company di Jakarta. Nadiem kemudian pindah ke Zalora Indonesia sebagai Co-founder dan Managing Director. Kemudian Nadiem menjabat Chief Innovation Officer di perusahaan layanan pembayaran nontunai KartuKu.
Pada 2010, ia mendirikan startup sendiri yakni Gojek yang kini menjadi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Aplikasi transportasi ini berkembang menjadi decacorn pertama di Indonesia sebagai startup dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS. Gojek telah beroperasi di Vietnam, Singapura, dan Thailand.
Nadiem sudah menjalin hubungan dengan presiden Jokowi jauh-jauh hari. Ketika peluncuran di Vietnam, Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri hadir dalam acara tersebut. Nadiem juga mendampingi Jokowi saat berkunjung ke Silicon Valley, AS, Oktober
2015.
PESAN PRESIDEN UNTUK MAS MENTERI
Masuknya Nadiem Makarim dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 tentu dengan pertimbangan sangat matang. Seperti disampaikan Presiden Jokowi, Nadiem dianggap tepat memimpin Kemendikbud karena perhatiannya yang besar kepada sumber daya manusia dan perkembangan teknologi.
Presiden Jokowi menekankan perlunya pemerataan pelayanan pendidikan ke seluruh pelosok Tanah Air. Bukan hanya Jakarta, melainkan melayani seluruh provinsi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. "Pak Mendikbud, tolong dilihat betul negara kita bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, ada 17.000 pulau, 514 kabupaten/kota," pesan Presiden kepada Nadiem. Sudah terbentang tantangan besar karena Nadiem harus mengelola sekitar 3,5 juta guru, 300 ribu sekolah, dan 50 juta pelajar.
Presiden juga meminta Mendikbud untuk membuat standarisasi kualitas pendidikan dengan membangun sistem atau aplikasi pendidikan. Jokowi menegaskan, Indonesia harus memiliki standar kualitas pendidikan yang merata. Ia berharap dengan teknologi aplikasi sistem pendidikan, kualitas pendidikan bisa dirasakan secara nyata oleh para murid di seluruh Indonesia.
Nadiem juga ditantang untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan secara besar-besaran. Sumber daya manusia Indonesia harus cepat merespons perubahan pada pasar tenaga kerja yang begitu dinamis. "Kita akan membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM yang menyiapkan SDM siap kerja, siap usaha yang link and match antara pendidikan dan industri ada di wilayah Mas Nadiem," ucap Jokowi saat memperkenalkan Nadiem sebagai Mendikbud.
PENGHARGAAN
Majalah TIME baru saja merilis daftar TIME 100 Next untuk pertama kalinya. Dalam daftar 100 orang tersebut, terdapat Nadiem Makarim. Laman TIMES, Kamis, 14 November 2019, memuat daftar 100 orang yang berkontribusi untuk perkembangan masa depan di bidang bisnis, hiburan, olahraga, politik, ilmu pengetahuan, kesehatan dan lainnya.
Pada Mei 2019, Nadiem menjadi tokoh termuda se-Asia yang menerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis. Penghargaan diberikan kepada individu atau organisasi yang berkontribusi bagi pengembangan kawasan Asia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia.
Nadiem juga terdaftar dalam Bloomberg 50 versi 2018. Bloomberg menganggap Gojek mampu mempengaruhi generasi muda Indonesia. "Bloomberg 50" berisi sosok-sosok ternama dalam bidang bisnis, hiburan, keuangan, politik, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada 2016, Nadiem menerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year. Nadiem merupakan orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 2012. Penghargaan Asian of the Year diberikan kepada individu atau kelompok yang secara signifikan berkontribusi pada meningkatkan kesejahteraan orang di negara mereka atau Asia pada umumnya. ß
Rihad Wiranto dan Mukti Ali
MENGENAL SOSOK NADIEM MAKARIEM
Sebelum menjadi Mendikbud, Nadiem Makarim dikenal sebagai Pendiri dan CEO Gojek. Pria kelahiran Singapura, 4 April 1984, adalah anak ketiga pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayah Nadiem merupakan aktivis sekaligus pengacara ternama di tanah air.
LAPORAN KHUSUS LAPORAN KHUSUS
»»Guru-guru SMK tengah melakukan ujian praktik pada lomba kreativitas guru SMK | FOTO: Mukti Ali
Penghargaan Kepada Guru Dikmen dan Diksus
Meretas Jalan Guru Dikmen Diksus Go Internasional
uru makin dituntut bisa kebutuhan di masa mendatang. “Peningkatan kompetisi sebagai ruang pengembangan menciptakan pembelajaran SDM tidak terlepas dari peran guru dalam keprofesian berkelanjutan. Kompetisi dan yang kreatif dan inovatif, serta pembelajarannya, dan di era revolusi industri penghargaan itu adalah langkah awal
Gmengembangkan berbagai 4.0 guru diharapkan dapat menciptakan seorang guru untuk mengembangkan inovasi
model pembelajaran bermutu yang ada pembelajaran yang semakin kreatif dan dan kreasinya,” ujarnya. kesesuaian dengan perkembangan zaman. inovatif, serta berhasil mengembangkan Sepanjang tahun 2019, Direktorat PG Indonesia telah merancang visi menjadi berbagai model pembelajaran yang Dikmen dan Diksus telah menghadirkan top 10 ekonomi dunia pada tahun 2030. mengarah pada kompetensi critical thinking, beragam ajang kompetisi untuk memberi Salah satunya dengan membuat peta jalan creativity, collaboration, and communication,” penghargaan dan apresiasi kepada yang Making Indonesia 4.0. Program prioritasya kata Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A, Direktur dinilai paling layak. Ajang-ajang meliputi: adalah peningkatan mutu SDM lantaran SDM PG Dikmen dan Diksus. Olimpiade Guru Dikmen dan Diksus, Lomba menjadi bagian penting kesuksesan Making Direktur juga menegaskan, bahwa Kreativitas Guru Dikmen dan Diksus, Lomba Indonesia 4.0. dalam rangka menstimulasi dalam Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru Indonesia juga berencana untuk mengembangkan pembelajaran aktif, kreatif, Dikmen dan Diksus, Anugerah Konstitusi bagi merombak kurikulum pendidikan dengan inovatif dan menyenangkan diperlukan Guru Dikmen dan Diksus, Lomba Menulis lebih menekankan pada STEAM (Science, penyelengaraan berbagai event yang Artikel Pendidikan Inklusi, serta Lomba Technology, Engineering, the Arts, dan sesuai untuk mendongkrak semangat guru Menulis Artikel Pencegahan Narkoba di Mathematics), dengan menyelaraskan berinovasi. “Guru juga perlu dibuatkan Sekolah. kurikulum pendidikan nasional dengan
»»Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A benar-benar menjadi magnet bagi finalis Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019| FOTO: Mukti Ali
Selain itu, Direktorat PG Dikmen dan Diksus juga terbilang sukses merancang dan melaksanakan lomba bagi guru pendidikan khusus melalui SEA Creative Camp, dan tengah bersiap menggelar lomba guru Dikmen dan Diksus tingkat ASEAN pada tahun 2020 nanti.
MEMULAI LEWAT SEA CREATIVE CAMP
Dalam berbagai kesempatan berbicara di depan guru Dikmen dan Diksus, Rena tak henti-hentinya menyampaikan keinginannya untuk mengajak guru Dikmen dan Diksus melalang buana ke kancah internasional. Bukan semata melalui kegiatan studi banding ke luar negeri, tetapi menggagas kompetisi dengan guru-guru dari luar negeri. “Saya tahu ada ruang kompetisi bagi siswa tingkat internasional, baik itu melalui olimpiade maupun ajang-ajang yang lain. Pertanyaan saya, kapan ajang kompetisi untuk guru tingkat internasional diadakan. Saya kira, tidak hanya siswa yang perlu dibuatkan ajang kompetisi internasional, guru juga sangat memerlukan,” tegas Direktur.
Untuk itu, Dirktorat PG Dikmen dan Diksus
kompetisi guru SLB tingkat ASEAN bertajuk SEA Crative Camp. Kegiatan terselenggara berkat kerjasama dengan organisasi kepala sekolah se ASEAN atau SEAMEO dan telah dilaksanakan dengan menggunakan moda daring, tanpa perlu bertatap muka langsung. Terobosan baru ini dirasa sangat efektif dan efisien karena hemat biaya, tenaga dan waktu.
Sebagaimana disampaikan Gilang Dwi Karena bahasa Inggris mejadi jendela dunia,” Nanda, S.Pd, guru SLBN 1 Padang, Sumatera katanya. Barat. “Model perlombaan secara online Lomba guru se-ASEAN dirancang dengan menggunakan webex seperti ini bebekerjasama dengan Sekretariat ASEAN. sangat efektif dan efisien. Ini benar-benr Sebagai penggagas, maka Indonesia inovasi baru meghadapi revolusi industri ditetapkan sebagai tuan rumah. Kegiatan
4.0. Saya mengikuti bidang musik untuk
yang rencananya dilaksanakan pada Juli anak-anak berkebutuhan khusus, pesertanya 2020 ini bertujuan untuk: menciptakan ruang ada 32 orang. Andaikan gaung ini terus berbagi pengetahuan dan pengalaman di berkumandang, saya yakin gagasan ini bisa antara guru ASEAN, memperkuat jaringan mendunia dan tentu pesertanya akan jauh dan komunikasi guru ASEAN. Juga menjadi lebih banyak dari belahan dunia manapun. ajang promosi pengetahuan, keterampilan, Dan bangga sekali hasil lomba SEA Creative kreativitas serta inovasi pembelajaran Camp kemarin saya dinyatakan sebagai juara di kalangan guru ASEAN, menjadi ruang pertama untuk bidang musik,” katanya. peningkatan kapasitas guru ASEAN, serta menjadi tempat menyusun praktik terbaik berbasis kompetensi pada bidang-bidang MERANCANG LOMBA GURU SE-ASEAN yang dilombakan. Tahun 2019 ini juga dijadikan momentum penting bagi Direktorat PG Dikmen dan Diksus dengan merancang pelaksanaan lomba guru LIMA BIDANG LOMBA UNTUK GURU se-ASEAN bernama Asean Teaching And SMA/SMK/SLB Learning Innovation Competition Synergy Untuk kali pertamanya, kompetisi guru se With Obor (One Belt One Road). ASEAN ini melombakan lima bidang, meliputi Gagasan ini dilatarbelakangi bahwa kuliner, fashion, desain grafis, pertanian peningkatan kapasitas seorang guru melalui perkotaan/urban agrikultur, dan pengelolaan pengembangan keprofesian berkelanjutan limbah. Pesertanya adalah guru pendidikan
industri 4.0. Guru harus berdaya saing global. SMA/SMK/SLB). “Semoga kegiatan ini “Jangan kita melakukan pembiaran kepada berjalan dengan lancar dan sesuai harapan, guru dengan kebiasaan lamanya. Semua yakni banyak guru SMA, SMK dan SLB dari guru harus melakukan perubahan, dimulai Indonesia yang bisa mengikutinya,” pungkas dari yang terkecil di dalam kelas. Dunia Dirktur. ß ini sangat luas, sudah saatnya guru berani berkompetisi dengan guru dari negara lain. Pengusaan bahasa Inggris menjadi sangat Mukti Ali penting bagi guru semua matapelajaran.
memulainya dengan menyelenggarakan menjadi syarat utama menghadapi revolusi menengah dan pendidikan khusus (guru
LAPORAN KHUSUS
Penghargaan untuk Guru Dikmen dan Diksus
Sea Creative Camp, Kompetisi
Guru SLB Rumpun Melayu
irektorat PG Dikmen dan Diksus tahun 2019 menggulirkan ajang kompetisi baru khusus untuk guru-guru SLB se Asia Tenggara bertajuk SEA Crative Camp. Kompetisi terlaksana
Dberkat kerjasama Kemendikbud dengan SEAMEO, organisasi
Meneteri Pendidikan se Asia Tenggara. Pelaksanaan lomba ini berlangsung secara daring dengan menggunakan media webex. Selama daring berlangsung, peserta mendapat pelatihan dari tim penilai tentang gagasan dan ide pengembangan.
Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A mengatakan bahwa penyelengaraan kompetisi ini didorong oleh keinginannya meningkatkan mutu guru-guru SLB sebagai bagian dari pewujudan cita-cita pendidikan bermutu. Direktur juga mendorong kapasitas guru SLB untuk segera berubah menyesuaikan perkembangan zaman agar menjadi guru yang berdaya saing global.
Kompetisi ini juga menjadi bagian pengembangan keprofesian seorang guru. “Saya berharap guru-guru SLB berdaya saing global, karena saya ingin mengajak guru SLB bisa Go Internasional, tetapi yang dekat-ekat dulu di antara negara ASEAN yang bahasanya serumpun, yakni rumpun Melayu,” katanya.
Awalnya, Direktur berkeinginan menggunakan bahasa Inggris, tetapi ia khawatir guru SLB patah semangat karena tidak menguasai bahasa tersebut. “Kemudian disepakati menggunakan bahasa serumpun, yakni bahasa Melayu, walaupun pada akhirnya menggunkan bahasa Indonesia, karena tim jurinya dari Indonesia semua,” katanya.
Disampaika pula bahwa tujuan dari diselenggarakannya SEA Creative Camp ini, antara lain: Untuk menyediakan ruang peningkatan keterampilan dan pengetahuan abad 21 bagi guru pendidikan khusus. “Selain itu juga untuk mendorong kreativitas guru pendidika khusus dalam mengembangkan proses belajar mengajar, mengembangkan berbagai ide dan inovasi kalangan guru pendidikan khusus serta untuk memperluas dan memperkuat jaringan di antara guru pendidikan khusus di wilayah Asia Tenggara,” jelas Direktur.
Direktur bersyukur, walaupun masih banyak kekurangan, tetapi SEA Creative Camp dapat berjalan dan terlaksana dengan baik. “Dalam waktu yang singkat kami nekad melaksanakan ini, kami sadar masih banyak kekurangan dari berbagai hal. Kami perlu masukan dari peserta, dan kami mengundang tim penilai pada pertengahan Desember untuk mengevaluasi kegiatan ini. Jika saat ini kami melombakan lima bidang, maka kami harapkan tahun selanjutnya lebih banyak bidang yang bisa dilombakan,” lanjut Direktur.
Testimoni Peserta
Desak Ketut Catur Wangi
GURU SLB KLUNGKUNG, BALI
sulaman, tata cara menjahit yang benar dan cara memasarkan produk.”
“Saya mengetahui kegiatan SEA Creative Camp dari teman surat pemberitahuan yang dishare guru di sekolah. Awalnya saya paham isi surat karena kalimatnya bahasa Inggris. Namun saat saya ikut LKG, Bu Renani, Direktur Pembinaan Guru Dikmen dan Diksus menjelaskan tentang SEA Creative Camp secara detail, saya langsung ingat surat yang dishare teman saya ingin mengikutinya. Gagasan saya membuat Gaun Endek Bali, Tipe Pruduk adalah Gaun Pendek Tanpa Lengan (casual). Selama video konference saya dibimbing oleh nara sumber dari PPPPTK Bispar Jakarta, mendapat bimbingan 2 jam selama 8 sesi secara online dimulai dari pukul 14.00 sd 16.00 Wib. Kami dijelaskan disain sajian gaun, hiasan seperti rajutan dalam menyulam, membuat pola sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, penampilan gaun, n
Dieviel Tirais
GURU SLB NEGERI METRO, LAMPUNG
“Saya mengikuti sea creative camp bidang fotografi. Fotografi sangat memikat saya untuk mengikutinya, karena waktu kuliah di Jogjakarta dulu saya sempat megikuti organisasi mahasiswa fotografi. Pengalaman itulah yang mendorong mengikuti SEA Creative Camp ini. Saya sangat antusias dengan model online, karena ini pengalaman baru dan belum pernah ada kegiatan seperti ini. Sayangnya, kami sering terkendala, kondisi di tempt saya hujan lebat & petir, sehingga sambungan internet sempat terputus, ini sangat menganggu emosi saya. Tetapi syukurlah beberapa saat kemudian online lancar. Kemudian ada beberapa peserta lain yang mengaktifkan speaker, suaraya bocor dan menganggu suara narasumber saat menyampaikan materi. Peserta bidang fotografi yang mendafar ada 153 orang yang sebagian besar dari Indonesia, tetapi ada juga dari Malaysia. Cukup bangga bersaing dengan peserta negara tetangga, tapi lebih bangga saya terpilih menjadi terbaik pertama. Gagasan adalah membuat sebuah metode pemasaran produk siswa berkebutuhan khusus dengan memanfaatkan Teknologi internet untk mendorong kewirausahaan. Saya membuat sebuah toko online di Tokopedia untuk membantu memasarkan produk siswa. Di zaman teknologi
4.0 saat ini hampir semua orang memiliki gadget. Sehingga guru harus jeli melihat ini, kita dpt membantu siswa menjual produk keterampilan scr efektif & efisien.”
SEA Creative Camp 2019 melombakan lima bidang. Dan hasil akhir, ditetapkan empat peserta terbaik untuk masing-masing bidang lomba.
Berikut ini daftar lima bidang lomba serta nama-nama pemenangnya.
Developing Music Class for Special Need Students Disaster Preparedness for Special Need Students yyJuara 1, Gilang Dwi Nanda, S.Pd, SLB Negeri 1 Padang, Sumbar yyJuara 1, Luh Made Suriwati, S.Si.M.Si.M.Pd, SLBN 2 Denpasar, Bali yyJuara 2, Iva Evry Robiyansah, SMPLB Negeri Kota Pasuruan, Jatim yyJuara 2, Yokhanan Nugroho, M.Pd, TK Aurica Surabaya, Jawa Timur yyJuara 3, Noviardi Tupan, M.Pd, SLBA Kota Bandung, Jabar yyJuara 3, Eka Trimurti, S. Pd, SLB Al Muiz, Kerinci, Sumatera Selatan yyJuara 4, Lady Ria Mahrani Sitohang, SLB E Negeri Pembina, Medan, yyJuara 4, Dasni, S.Pd, SLBN 1 Lima Kaum Tanah Datar, Sumatera Sumut Barat
Developing Photography Class for Special Need Students Information and Communication Technology “Developing yyJuara 1, Dieviel Tirais, S.Pd, SLB Negeri Metro Lampung Augmented Reality Skills for Special Need Students yyJuara 2, Febri Nurmala Dewi, S.Pd., M.Pd, SLB Negeri 1 Gunungkidul, yyJuara 1, Komang Agus Sugiarthawan, SLBN 1 Gianyar, Bali DIY yyJuara 2, Evi Novitasari, S.Pd, SKH Negeri 02, Serang, Banten yyJuara 3, Betya Sahara, SLB C Negeri Pembina, Kalsel yyJuara 3, Adela Veranti, SLBN 1 Seluma, Bengkulu yyJuara 4, Nur Rinawati, SLB C Negeri Pembina, Kalsel yyJuara 4, Wahyu Rinaningsih, SLB Negeri 6 Jakarta
Developing Fashion Industry Class for Special Need Students yyJuara 1, Desak Ketut Caturwangi, S.Pd., M.Pd., SLBN 1 Klungkung, Bali yyJuara 2, Marlina, S.Pd, SLB Negeri Pembina, Sumatera Utara yyJuara 3, R. Rina Utharina, SLBN Cicendo, Bandung, Jabar yyJuara 4, Nadia Binti Sapihee, SMP Khas Vokasional Shah Alam, Selangor, Malaysia
LAPORAN KHUSUS LAPORAN KHUSUS
»»Dengan berpakaian adat daerah masing-masing para finalis pemilihan guru dikmen dan diksus berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional tahun 2019 berfoto dengan direktur PG Dikmen dan Diksus beserta pejabat eselon 3 dan 4 di halaman Kemendikbud selepas upacara perayaan HUT RI ke 74
Pemilihan Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019
Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi 2019
ulan Agustus lalu, Kementerian orang yang terbagi dalam tujuh kategori Pendidikan dan Kebudayaan lomba dengan sebaran sebagai berikut: (Kemendikbud) menggelar yyGuru SMA Berprestasi Tingkat Nasional
BPemilihan Guru dan Tenaga
(34 orang) Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2019. yyGuru SMK Berprestasi Tingkat Nasional Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12-18 (34 orang) Agustus 2019. Pada ajang tersebut, semua yyGuru Dikmen Penyelenggara Pendidikan guru terbaik hasil seleksi provinsi pada Inklusi Berprestasi Tingkat Nasional (19 semua jenjang berdatangan ke Jakarta untuk orang) mengikuti seleksi tahap akhir atau final. Guru Dikmen dan Diksus bertempat di Hotel Atlet yyGuru Dikmen Berdedikasi Tingkat Century, Jakarta. Sedangkan guru dan tenaga Nasional (19 orang) kependidikan jenjang lainnya tersebar di yyGuru Kreatif SD LB Berprestasi Tingkat beberapa hotel lain di Jakarta. Nasional (22 orang) Seperti tahun-tahun sebelumnya dan yyGuru Kreatif SMP LB Berprestasi Tingkat sudah menjadi tradisi, bahwa peserta yang Nasional (17 orang) mengikuti seleksi tahap akhir adalah hasil seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. yyGuru Kreatif SMA LB Berprestasi Tingkat Peserta terbaik pertama tingkat provinsi yang Nasional (19 orang) berhak mengantongi tiket seleksi nasional/ final. Tiap provinsi mengirimkan satu orang wakil terbaiknya pada tiap kategori lomba. HADIRKAN SISWA UNTUK MENILAI
Diksus Berprestasi dan Berdedikasi yang berlangsung di Hotel Atlet Century. Pada hari kedua, terlihat banyak siswa berdatangan, ada siswa SLB, SMA dan SMK. Mereka juga masuk ruang presentasi finalis dan didaulat menjadi penilai sekaligus pemerhati bersama tim penilai utama dari kalangan akademisi. Kehadiran siswa ini tak lain adalah gagasan Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A.
“Kami akan memilih guru professional yang bisa menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Juri memang harus menilai sesuai dengan petunjuk. Tetapi ada sisi lain yang selama ini belum terpikirkan, yakni menghadirkan siswa dalam ruang presentasi. Guru pada akhirnya akan berhadapan dengan siswa bukan dengan juri. Kalau juri kritis itu sudah jelas. Tetapi bagaimana jika ada siswa kurang mengikuti penjelasan, atau bahkan tidak mengerti, apa yang akan dilakukan guru tersebut. Jika siswa itu kritis bertanya kepada guru apakah guru bisa menjawabnya dengn Direktorat PG Dikmen dan Diksus sendiri Pemandanga baru jelas terlihat tepat. Inovasi dalam pengelolaan kelas berhasil menjaring finalis sebanyak 164 pada pemilihan Guru Dikmen dan dituntut kepada calon guru terbaik, inilah
alasan mengapa kehadiran siswa ini begitu penting dan berarti,” jelas Direktur.
Direktur juga mengaitkan dengan perkembangan zaman yang semakin mendekati era revolusi industri 4.0. Aura revousi industri 4.0 sudah jelas terasa, digitalisasi terjadi di hampir semua segi kehidupan. Kapan lagi bergerak menyiapkan generasi masa depan bangsa jika tidak dimulai dari sekarang. “Kita punya target melahirkan generasi emas tahun 2045 nanti. Apakah generasi emas itu akan lahir seperti generasi yang ada saat ini, tentu harapannya harus jauh lebih baik. Mereka harus dilengkapi dengan kecakapan revolusi industry 4.0 meliputi komunikasi, kolaborasi, kritis dan solutif serta kreatif dan inovatif,“ katanya.
Siswa-sisa yang hadir dalam ruang presentasi finalis guru berprestasi dan berdedikasi adalah siswa pilihan di sekolah masing-masing. Dengan seksama mereka mengikuti presentasi tiap finalis, dan sesekali tak canggung mereka menyangga bahkan bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti. Beragam kesan dari siswa setelah melihat calon finalis memaparkan gagasannya.
Salah satu pelajar SMA bernama Emma Yovela Sipahutr, siswa XI IPA di SMA Negeri 62 Jakarta mengatakan, bahwa calon guru berprestasi sangat bagus dalam menemukan gagasan untuk pembelajaran. “Tetapi banyak di antaranya yang terlihat asyik sendiri, interaksi dengan siswa sangat kurang, mungkin kurang percaya diri karena ada juri. Bahkan ada yang tangannya sampai gemeteran gitu,” katanya.
Hal senada juga disampaika Esrat Hutabarat, siswa tunanetra dari SLB A + Ganda El Safan, Jakarta pada pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2019. “Gagasan yang disampaikan bagus-bagus, ada yang kreatif membuat huruf brail bahasa Arab. Tetapi brail ahasa Arab dengan brail bahasa Indonesia itu berbeda. Saya pernah baca brail Bahasa Arab benar-benar berbeda. Tetapi dari penjelasan guru tadi hingga selesai saya tidak paham juga,” ujar Esrat. ß
Mukti Ali
Daftar Finalis Terbaik Pemilihan Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi
Tingkat Nasional Tahun 2019
GURU SMA BERPRESTASI
1. Arifin, S.Ag,. M.PdI, SMAN 2 Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta
2. I Wayan Widia S.Pd., M.Pd, SMAN 1 Tampaksiring, Gianyar, Bali
3. Meydia Afrina, S.Pd., M.Pd, SMAN 9 Bengkulu Selatan, Bengkulu
GURU SMK BERPRESTASI
1. Amiroh, S.Kom., M.Kom, SMKN 3 Jombang, Jawa Timur
2. Sulistyowati, S.Pd., M.Par., M.SI, SMKN 2 Kota Semarang, Jawa Tengah
3. Efriyanto S.T, SMKN 4 Banda Aceh, Aceh
GURU SMA/SMK PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSI BERPRESTASI
1. Heriyanto Nurcahyo, S.Pd, SMAN 1 Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur
2. Muhtar Hadi S.Pd, SMAN 1 Ngaptak, Magelang, Jawa Tengah
3. Fitri K S Wulansari, S.Pd.T, SMK Budi Mulya Dua, Sleman, DI Yogyakarta
GURU SMA/SMK/SLB BERDEDIKASI
1. Arif Darmadiansah, SMAN Probur, Alor, Nusa Tenggara Timur
2. Astina Desi, S.Pd, SMAN 1 Mandrehe Utara, Nias Barat, Sumatera Utara
3. Rahmatullah, S.Pd, SMAN 2 Juai, Balangan, Kalimantan Selatan
GURU KREATIF SD LB BERPRESTASI
1. Mahdalena Amir, S.Pd, SLB Budi Karya, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
2. Gunawan Wiratno, S.Pd., M.Pd, SLBN 1 Sumbawa Barat, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
3. Siti Komariah, S.Pd., M.Pd, SLBN Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
GURU KREATIF SMP LB BERPRESTASI
1. Yunilda, S.Pd, SLB Al Azhar Bukit Tinggi, Sumatera Barat
2. Rahmat syafi’I, M.Pd, SLBN Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
3. Siti Nurwiyah, M.Pd, SLBN Metro, Kota Metro, Lampung
GURU KREATIF SMP LB BERPRESTASI
1. Irawati, S.E., M.Pd, SMALBS Putra Pancasila, Kota Malang, Jawa Timur
2. Iskandar Muda, M.Pd, SLB Negeri Metro, Kota Metro, Lampung
3. Nuning Sapta R, S.Pd, SLB Yayasan Bahagia, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
LAPORAN KHUSUS
»»Direktur PG Dikmen. Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A didampingi beberapa juri, Kasubdit Kesharlindung foto bersama para pemenang lomba menulis artikel pendidikan inklusi tingkat nasional tahun 2019
Lomba Artikel Pendidikan Inklusi
Layanan Terbaik Bagi
sekolah-sekolah reguler. Karena di sekolah
Anak Berkebutuhan
reguler banyak sarana prasarana, juga guru yang tidak disiapkan untuk melayani anak-
Khusus
anak inklusif tetapi mereka berhasil melayani pendidikan untuk mereka,” katanya.
Sementara, Kasubdit Kesahrlindung, omba menulis artikel pendidikan Jika mengacu Dapodik, jumlah sekolah Direktorat PG Dikmen dan Diksus, Antoni inklusi kembali di gelar tahun reguler yang menyelenggarakan pendidikan Sitanggang, S.E., MM mengatakan bahwa
- Pelaksanaan tahun ini inklusif sebanyak 41.000 sekolah. “Jika tujuan diselenggarakannya lomba menulis
Ladalah yang ketiga kalinya sejak dibandingkan dengan jumlah guru yang artikel pendidikan inklusi bagi guru Dikmen pertama dilaksanakan tahun 2017 lalu. mendaftar lomba ini hanya 900 orang dan dan Diksus tingkat nasional tahun 2019 ini Penyelenggaraan lomba menulis artikel yang mengunggah artikel sebanyak 131 adalah: “Pertama untuk membudayakan pendidikan inklusi ini diperuntukkan bagi orang, sebenarnya jumlah itu masih sangat menulis sebagai tradisi literasi di kalangan guru Dikmen dan Diksus. Menjadi bagian kurang. Kami harapkan jika tahun-tahun guru berkaitan dengan pendidikan inklusif, dari rangkaian Hari Guru Nasional (HGN) berikutnya lomba ini masih diadakan, yang serta menggali ide dan menuliskan praktik sekaligus Hari Disabilitas Iternasional (HDI) mendaftar dan mengirimkan artikel lebih baik (best practices) tentang penyelenggaraan yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. banyak lagi,” ujar Direktur PG Dikmen dan pendidikan inklusif, dan kedua untuk Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A. membudayakan menulis sebagai tradisi Final lomba menulis artikel pendidikan literasi di kalangan guru berkaitan dengan inklusi bagi guru Dikmen dan Diksus Labih lanjut, Direktur mengatakan alasan pendidikan inklusif,” katanya. berlangsung pada tanggal 1-3 Desember penyelengaraan lomba aritkel pendidikan 2019 di Hotel 101, Dharmawangsa, Jakarta. inklusi tersebut. Salah satunya adalah Antoni menjelaskan, dari 131 peserta Proses penjaringan berlangsung beberapa untuk meningkatan layanan kepada anak-yang mengunggah artikel terpilih 9 finalis bulan yang lalu. Hingga detik terakhir waktu anak penyandang disabilitas yang sekolah yang diundang ke tingkat nasional. “Pada pengumpulan, dari laporan panitia, terdapat di sekolah reguler. “Selain itu, kami juga tahap final ini, finalis dinilai melalui pendaftar kurang lebih 900 orang dan yang ingin mengetahui apa yang telah bapak ibu presentasi da wawancara dengan tim penilai mengirimkan artikel kurang lebih 131 orang. lakukan, layanan pendidikan seperti apa untuk menggali lebih dalam gagasan yang yang diberikan kepada anak-anak inklusif di disampaikan juga untuk mendeteksi keaslian
| tulisan. Kami tidak mengharapkan adanya plagiasi dari naskah yang dituliskan peserta,” | EDISI 5 / TAHUN III / DESEMBER 2019 | ||
|---|---|---|---|
| katanya. | Sembilan finalis yang diundang ke Jakarta tersebut, masing-masing tersebar dalam tiga kategori, yakni SMA, SMK dan SLB. Sejatinya, kesemuanya sudah menjadi juara, ajang final hanya untuk menentukan siapa di posisi juara 1,2 dan 3. Para juara ini kemudian esok harinya, tanggal 3 Desember bersama pemenang pertama SEA Creative Camp diajak Direktur menghadiri peringatan HDI di Plaza Barat Stadion GBK. BELAJAR BERTANI DI RUANG KERJA | »»Para pemenang lomba artikel pendidikan inklusi dan Sea Creative Camp foto bersama direktur di ruang sidang kantor Direktorat PG Dikmen dan Diksus di Gedung D Lt 12, Kemendikbud | |
| DIREKTUR | Para juara menulis artikel pendidikan inklusi dan juara pertama SEA Creative Camp seolah tak punya rasa lelah. Usai mengikuti peringatan HDI di GBK mereka diajak Direktur PG Dikmen dan Diksus ke ruang kerjanya di Gedung D Lantau 12, kompleks Kemendikbud, Senayan. Udara dingin | langsung menyergap sekujur tubuh yang telah kepanasan di GBK. Para guru ini dibuat kagum bahkan melongo dengan ruang kerja Direktur, maklum sebagian besar bahkan semuanya baru perama kali masuk ruang kerja Direktur. Daftar Juara Lomba Menulis Artikel Pendidikan Inklusi | Mereka mencermati tiap sudut di ruangan yang berkarpet merah tebal itu. “Enak sekali ruangan Bu Direktur,” kata salah seorang di antara mereka. “Bersih, sejuk dan bayak sayuran dalam pot,” sahut lainnya dengan nada lirih. Tak menunggu lama, para guru terbaik ini langsung bermanja-manja pada Direktur dan mengajaknya berfoto bersama. Berbagai gaya pun diperagakan d ruangan itu. Usai foto bersama, mereka menuju ruang rapat Direktur dan terlihat nasi kotak telah tersedia khusus untuk guru-guru tersebut. seteah santap siang, Direktur langsung beraksi dengan membawa tumpukan kertas bekas. “Mari saya ajari membuat pot untuk |
| Kategori SMA: y y y y y y Kategori SMK: y y y y y y Kategori SLB y y y y y y Jabar | Tahun 2019 Juara 1, Gede Putra Adnyana, Juara 2, Ferry Mulyadi S.H.I, Juara 3, Mukarrama Ismail, M.Pd, Juara 1, Lisa Nopilda M.Pd, Juara 2, Surono, M.Pd, Juara 3, Marchilia Damayanti M.Pd, Juara 1, Febiana, M.Pd, Juara 2, Betya Sahara, S.Pd, Juara 3, Dirham Gumaang A, S.Pd, | SMAN 1 Bajar, Buleleng, Bali SMAS Islam As Shofa, Pekanbaru, Riau SMAN 9 Pangkep, Sulawesi Selatan SMKN 1 Suak Tapeh, Banyuasin, Sumsel SMKN 8 Surakarta, Jawa Tengah SMKN 1 Sigi, Sulawesi Tengah SLB C Sukapura, Bandung, Jawa Barat SLB C Negeri Pembina, Banjarbaru, Kalsel SKH 01 Negeri Pembina, Pandeglang, | pembibitan tanaman, saya sarjana pertanian dan hobi bertani, makanya saya berbagi ilmu di sini,” ujar Direktur disambut senyum bahagia para guru. Dengan telaten, Direktur mulai mengajari, ada yang tampak kesulitan, namun akhirnya semua bisa menuntaskan dengan baik, bahkan ada yang bisa membuat pot lebih dari satu buah. ” Silahkan pot-pot itu di bawah pulang dan perbanyak di rumah. Saya bari hadiah tambahan berupa bibit tanaman. Lakukanlah di rumah, di sekolah karena ini bagian dari ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Direktur. Peserta tampak sumringah dengan oleh-oleh tersebut, kemudian berjabat tangan berpamitan pulang ke rumah masing-masing. ß Mukti Ali 17 |
LAPORAN KHUSUS
»»Seorang guru asal Merauke, Papua, sedang mempresentasikan gagasannya di hadapan tim penilai dan siswa
Lomba Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru
Dikmen dan Diksus 2019
siapkan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus kita, penerus bangsa dengan sebaik-baiknya. Guru memegang peran penting dalam
Inovasi
melahirkan generasi handal sesuai harapan kita bersama,” pesan Dr. Supriano M.Pd, Dirjen GTK, saat memberi sambutan pada penutupan Lomba Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru Dikmen dan Diksus,
Pembelajaran
29 November 2019 di Aston Marina Ancol, Jakarta.
Menyenangkan
ndonesia telah merancang visi menjadi top ekonomi dunia pada tahun 2030 dengan menyiapkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Salah satu program prioritasnya dilakukan dengan peningkatan
ISDM. Di bidang pendidikan, Indonesia berencana merombak
kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada STEAM (Science, Technology, Engineering, the Arts, dan Mathematics), dengan menyelaraskan kurikulum pendidikan nasional dengan kebutuhan di masa mendatang. Peningkatan SDM tidak terlepas dari peran guru dalam pembelajarannya.
Indonesia juga tengah disibukkan dengan penyiapan generasi emas tahun 2045 nanti. “Anak-anak yang bapak ibu didik saat ini berusia antara 16-18 tahun, dirata-rata usianya 17 tahun. Jika saat ini usia mereka 17 tahun, maka pada tahun 2045 nanti mereka berusia 40 tahun. Usia 40 tahun adalah usia produktif. Untuk itu, mari kita
TEMUKAN INOVASI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN
Supriano juga berharap, ajang lomba karya inovasi pembelajaran (Inobel) ini benar-benar dimanfaatkan guru untuk berkreasi dan berinovasi. “Temukan kreatifitas dan inovasi pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa. Kita tahu, anak-anak kita saat ini adalah anak-anak milenial. Keingintahuan mereka kadang lebih cepat dari kita. Perkembangan teknologi tampaknya mempengaruhi sikap mereka, kesabarannya juga menurun. Untuk itu, bapak ibu di undang mengikuti lomba karya inovasi pembelajaran ini agar bisa menemukan inovasi dan solusi pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa. Makanya saya meminta Bu Rena untuk melihat yang juara 1,2,3 ini apakah setelah lomba ini inovasinya diimplementasikan di sekolah, jika tidak ya batalin saja SK-nya,” ujarnya disambut gemuruh peserta.
Kegiatan Inobel Guru Dikmen dan Diksus tahun 2019 digelar dari tanggal 27-29 November dan menjadi rangkaian Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati setiap tanggal 25 November. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti,
»»Finalis Inobel Guru Dikmen dan Diksus berfoto bersama Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti,
M.P.A di sisi luar Stadion Wibawa Mukti, Bekasi selepas mengikuti acara peringatan Puncak HGN 2019
Kategori guru SMK
- Widio Pranoto, S.Pd., M.S.I, SMAN 1 Pati, Jawa Tengah
- Untung Supriano, SMAN 2 pekalongan, JawaTengah
Dwi Angga Oktaviano, M.Pd, SMKN 1 Binuang, Tapin, Kalsel
Kategori guru SLB
Zulfajrah, S.Pd, SLBN Aneuk Nanggroe, Lhokseumawe, Aceh
- Eka Sari Lukitawati, S.P.Si, SLBN Kota Tegal, Jawa Tengah
- Vinna Mei Astuti, S.Pd, SLB Hamong Putro Jombor, Sukoharjo, Jawa Tengah
M.P.A. Dalam sambutannya, direktur mengunggah karya inovasinya sebanyak mengatakan bahwa, di era revolusi industri 439 guru. Naskah ini kemudian diseleksi
4.0 guru diharapkan dapat menciptakan tim penilai dari kalangan akademisi pembelajaran yang semakin kreatif dan dan menghasilkan 120 naskah. Penulis inovatif, serta berhasil mengembangkan naskah ini diundang mengikuti workshop berbagai model pembelajaran yang pendampingan,” katanya. mengarah pada kompetensi critical thinking,
Workshop pendampingan, lanjut Antoni creativity, collaboration, and communication. bertujuan untuk melakukan penyempurnaan “Guru harus dapat menciptakan inovasi yang telah dibuat. Setelah itu, peserta pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta kembali ke sekolah masing-masing untuk berhasil mengembangkan berbagai model melakukan penelitian selama dua bulan. Hasil pembelajaran yang bermutu,” ujar Rena, penelitian tersebut kemudian dilaporkan ke sapaan akrab Direktur PG Dikmen dan Diksus. panitia pusat yang ditindaklanjuti dengan Disampaikan pula oleh direktur, bahwa penilaian oleh tim penilai. “Hasil penilaian tujuan dari lomba Inobel guru Dikmen dan atau seleksi kedua ini diperoleh peserta Diksus tahun 2019 ini di antaranya, untuk sebanyak 60 orang dan ditetapkan sebagai meningkatkan motivasi dan kompetensi guru finalis. 60 orang finalis tersebut, masing-dalam proses pembelajaran, menggali dan masing 10 guru SLB, 25 guru SMA dan 25 guru memvalidasi kreativitas, gagasan, penelitian SMK, tetapi 3 finalis guru SMK mengundurka dan inovasi guru pendidikan menengah dan diri karena berbagai hal,” jelas Antoni. “Pada pendidikan khusus. “Selai itu juga bertujuan seleksi tahap ahir atau final, tiap peserta untuk menginspirasi guru pendidikan wajib presentasi dan wawancara di hadapan menengah dan pendidikan khusus dalam dean juri dan siswa,” lnjutnya. menyelesaikan masalah pendidikan,” Inilah nama-nama peserta terbaik 1,2,3 katanya. lomba karya inovas pembelajaran guru Dikmen dan Diksus tingkat nasional tahun
2019.
FINALIS HASIL SELEKSI KETAT
Sementara itu, Kasubdit Kesharlindung, Kategori guru SMA Antoni Sitanggang, S.E., MM mengatakan bahwa finalis Inobel ini merupakan hasil
- Ika Desi Budiarti, M.Pd, SMAN 2 Mengwi,
seleksi yang cukup ketat. Dimulai saat masa Badung, Bali
penjarigan awal, peserta yang mendaftar 2. Eny Triastuti, SMAN 1 Yogyakarta secara online sebanyak 1.280 guru Dikmen
- Ary Kusmawati S.Pd, SMAN 9 Pontianak,
dan Diksus. “Dari jumlah tersebut, Kalimantan Barat peserta yang melengkapi administrasi dan
MENGHADIRI PUNCAK HGN 2019
Selepas penutupan, seluruh peserta Inobel serentak menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi. Di tempat itu telah berkumpul puluhan ribu guru berseragam PGRI. Rombongan finalis lomba Inobel Guru Dikmen dan Diksus menempati tribun barat, berhadapan angsung dengan matahari. Dari tribun tersebut, peserta bisa menyaksikan langsung kehadiran Mas Menteri yang baru, sekaigus bisa menyaksikan rekan-rekan guru Dikmen dan Diksus yang mendapat kehormatan menerima penghargaan Satyalencana Pendidikan. ß
Mukti Ali
LAPORAN KHUSUS
»»Peserta LKG 2019 bidang lomba Pemesinan sedang mengikuti tes praktik pembubutan
»»Guru SLB peserta LKG bidang lomba tata kecantikan rambut sedang praktik memotong rambut dengan model yang telah ditentukan
Lomba Keahlian Guru Kejuruan SMK dan Keterampilan Guru SLB
(LKG) Tahun 2019
Guru SMK Bisa, Guru SLB juga Bisa
i tahun 2019 ini, Direktorat PG Dikmen dan Diksus juga menggelar Lomba Keahlian Guru Kejuruan SMK
Ddan Keterampilan Guru SLB (LKG).
Berlangsung tanggal 1-5 Oktober di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bidang Mesin dan Teknik Industri (BMTI), Bandung.
Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A.
Pada saat memberi sambutan, Direktur mengatakan bahwa guru memiliki peran kunci dalam mendidik siswa agar mencapai kompetensi yang diharapkan. “Oleh sebab itu, guru Kejuruan SMK atau guru keterampilan
SLB dituntut memiliki kompetensi mengajar dan kompetensi sesuai bidang keahliannya. Guru yang kompeten diharapkan akan menghasilkan siswa yang kompeten,” katanya.
Guru kejuruan SMK dan guru keterampilan SLB memiliki kesamaan, yakni sama-sama memberi bekal kecakapan hidup siswa. Kecakapan yang diberikan pada siswa SMK mendorong siswa SMK bisa bersaing di dunia kerja. Sedangkan kecakapan pada siswa SLB mendorong siswa tersebut menemukan kemandirian. “Karena itulah, Direktorat PG Dikmen dan Diksus menyelenggarakan Lomba Keahlian Guru Kejuruan SMK dan Keterampilan Guru SLB Tingkat Nasional Tahun 2019 ini. Guru kejuruan SMK dan guru keterampilan SLB juga perlu terus dibina agar mau meningkatkan kemampuan dan motivasi kerjanya, terutama dalam pembelajaran praktik. Kegiatan ini juga menjadi bagian peningkatan keprofesian berkelanjutan bagi guru,” kata Direktur.
Direktur juga menegaskan bahwa pelaksanaan LKG tahun 2019 ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. “Jika sebelumnya tiap jenis lomba terbuka untuk guru SLB tetapi mulai tahun ini kami pisah. Meskipun banyak keterampilan yang sama antara SMK dan SLB, rasanya tidak adil guru SMK dan SLB dicampur dalam bidang lomba yang sama karena guru SLB memiliki cara tersendiri. Tetapi lomba ini mejadi bentuk motivasi kepada guru-guru SLB, jika guru SMK bisa, maka guru SLB juga bisa,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubdit Kesharlindung, Antoni Sitanggang, S.E., M.M mengatakan, bahwa penyelenggaraan Lomba Keahlian Guru Kejuruan SMK dan Keterampilan Guru SLB Tingkat Nasional Tahun 2019 bertujuan untuk:
yyMenumbuhkembangkan budaya kompetisi yang sehat di kalangan guru khususnya guru kejuruan SMK dan guru keterampilan SLB
yyMeningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang pendidikan secara umum
»»Antoni Sitaggang S.E., MM sedang meninjau pelaksanaan LKG bidang lomba Instalasi Tenaga Listrik
yyMeningkatkan kompetensi pedagogik melalui pelaksanaan lomba/uji pembelajaran praktik
yyMeningkatkan kompetensi profesional melalui pelaksanaan lomba/uji keahlian kejuruan
Antoni menjelaskan, bahwa Pelaksanaan lomba-lomba di lingkungan Direktorat PG Dikmen dan Diksus secara keseluruhan melibatkan siswa pada sesi penilaian, demikian juga pada LKG 2019 ini. Dikatakan pula baha jumlah finalis LKG 2019 diikuti sebanyak 90 orang. “Sebanyak 90 finalis tersebut merupakan hasil seleksi dari 376 pendaftar. Dari jumlah pendftar tersebut yang memenuhi syarat sebanyak 250 orang. Setelah dilakukan seleksi oleh tim penilai dan melalui rapat pleno dihasilkan 90 orang finalis. Mereka tersebar pada enam bidang lomba, empat untuk guru SMK dan dua lomba untuk guru SLB,” katanya.
Keenam bidang lomba tersebut meliputi:
yyTeknik Pemesinan (15 orang guru SMK)
yyTeknik Pemanfatan Isntalasi Tenaga Listrik (15 orang guru SMK)
yyTeknik Rekayasa Perangkat Lunak (16 orang guru SMK)
yyTeknik Kendaraan Ringan (15 orang guru SMK)
yySeni Kecantikan Rambut (14 orang guru SLB)
yySeni Rupa/Kiriya (Membatik pada kanvas) (15 orang guru SLB).
Setalah berjibaku menjadi yang terbaik, hasil penilaian dewan juri menetapkan nama-nama finalis terbaik 1,2 dan 3. Finalis-finalis terbaik tersebut adalah sebagai berikut:
Guru SMK Keahlian Kejuruan Teknik Pemesinan
yyJuara 1, Unggun Eko WH, S.Pd, SMK Negeri 2 Pengasih, Kab. Kulon Progo, D.I. Yogyakarta yyJuara 2, Ahya Alimuddin, S.Pd, SMK Negeri 2 Jiwan, Kab. Madiun, Jawa Timur yyJuara 3, Ardi Suherman, S.Pd.,Gr, SMK Negeri 2 Kota Cimahi, Jawa Barat
Guru SMK Keahlian Kejuruan Teknik Instalasi Tenaga Listrik
yyJuara 1, Arief Rachman, SMK Negeri 1 Tanjung Raya Kab. Agam, Sumatera Barat yyJuara 2, Muhamad Arief Suherman, S.Pd, SMK Negeri 34 Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta yyJuara 3, Drs. Sunu Waspodo, SMK Negeri 2 Kota Surakarta, Jawa Tengah
Guru SMK Keahlian Kejuruan Rekayasa Perangkat Lunak
yyJuara 1, Listyanti Dewi Astuti, S.Pd.,
M.Kom, SMK Negeri 12 Kota Malang, Jawa Timur
yyJuara 2, Engkus Kusnadi, S.Tr.Kom, SMK Negeri 1 Kota Cimahi, Jawa Barat yyJuara 3, Hendra Yuni Irawan, ST., M.Kom, SMK Negeri 7 Kota Samarinda, Kalimantan Timur
Guru SMK Keahlian Kejuruan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
yyJuara 1, Mulyadi, S.Pd.T., SMK Negeri 2 Kota Pontianak, Kalimantan Barat yyJuara 2, Muh. Yusraini, S.Pd., SMK Negeri 1 Sikur Kab. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yyJuara 3, Nugroho Wibowo, SMK Negeri 1 Saptosari Kab. Gunung Kidul, D. I. Yogyakarta
Guru SLB Keterampilan Tata Kecantikan
yyJuara 1, Ida Liana, SLB Negeri B Pembina Tingkat, Jawa Barat yyJuara 2, Desak Ketut Caturwangi, S.Pd,
M.Pd., SLB Negeri 1 Kab. Klungkung, Bali
yyJuara 3, Hariyanti, S.Pd., SLB ABCD Muhammadiyah Kota Palu, Sulawesi Tengah
Guru SLB Keterampilan Seni Rupa dan Kriya
yyJuara 1, Qori Adriandi, S.Sn., SLB Negeri 2 Kota Padang, Sumatera Barat yyJuara 2, Novianti Eka Purnama Sari, S.Pd., SLB Negeri Pembina Yogyakarta (C.F.G),
D.I. Yogyakarta
yyJuara 3, Taryaningsih,S. Pd, M.Pd., SLB Negeri Panggungsari Kab. Trenggalek, Jawa Timur
LAPORAN KHUSUS LAPORAN KHUSUS
Anugerah Konstitusi 2019
Membumikan Pancasila dalam
Kehidupan
»»Ketua MK, Dr. Anwar Usman (setelan biru), S.H., M.H bersama Sekjen MK, M. Guntur Hamzah ketika sedang menyerahkan penghargaan kepada Didit Yoga Sudibyo, S.Pd, setelah namanya disebutkan sebagai peserta terbaik pertama kelompok guru SMA/SMK/MA
rand Final Anugerah Kostitusi (SK) tahun 2019 digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, tanggal 12-16 November
- Agenda tahunan Mahkamah Konstitusi (MK) yang ke
GIX ini mempertemukan finalis dari kelompok guru naungan
Kemendikbud dan Kemenag. Fialis Kemendikbud ada 12 orang, masing-masing enam guru dikdas hasil seleksi Direktorat PG Dikdas, dan enam orang guru dikmen hasil seleksi Direktorat PG Dimen dan Diksus.
Sekjen MK, M. Guntur Hamzah mengatakan bahwa penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada guru PKn saja, tetapi juga kepada masyarakat umum yang terbagi dalam beberapa kategori. Meliputi jurnalis terbaik; penulis opini terbaik, kategori media online terbaik, media cetak terbaik dan televisi terbaik. Juga diberikan penghargaan penulis jurnal terbaik dan pengelolah jurnal terbaik. Anugerah ini diberikan berkat publikasi tulisan/tayangannya dalam melestarikan dan membumikan MK.
Sedangkan, ketua MK menyampaikan terimakasih kepada para guru PKn yang tulus ikhlas mengajarkan ilmu kewarganegaraan dan Pancasila. “Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kontibusi bapak ibu guru PKn yang telah mendharmabaktikan diri dalam rangka mencerdaskan bangsa melalui pengetahuan kewarganegaraan dan Pancasila,” katanya.
Direktur PG Dikmen dan Diksus yang sengaja hadir didampingi Kasubdit Kesharlindung, Antoni Sitanggang, S.E ., MM tak lupa memberikan selamat sembari berjabat tangan kepada guru-guru asuhannya. Sayangnya guru SLB belum terdaftar pada ajang grand final. “Belum masuknya guru SLB dikarenakan dari MK memang belum mencantumkan kelompok guru SLB sebagai peserta grand final. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak MK, mudah-mudahan tahun depan guru SLB diundang ke grand final,” pungkas Direktur.
Jika dirunut ke belakang, seleksi finalis kelompok guru Dikmen dan Diksus oleh Direktorat PG Dikmen dan Diksus telah berlangsung di Hotel Fave Cililitan, Jakarta, tanggal 24-27 September 2019. Pada saat itu, panitia mengundang 71 peserta hasil seleksi provinsi. Mereka terbagi tiga kelompok yakni guru SMA sebanyak 33 orang, SMK sebanyak 29 orang, dan guru SLB sebanyak 9 orang. Kelompok guru SLB baru tahun ini diikutsertakan tetapi juaranya belum bisa mengikuti grand final.
Hasil seleksi kemendikbud menetapkan sembilan nama juara, masing-masing tiga guru SMA, SMK, dan SLB. Nama-nama hasil seleksi Kemendikbud tersebut adalah sebagai berikut:
GURU SMA
- Eko Wahyu J, S.Pd, SMAN 3 Seulemeum, Aceh Besar, Aceh
- Fajiin Amik, S.Pd, M.Si, SMAN 1 Kramat Watu, Serang, Jabar
Darli, S.Pd, SMAN 1 Petungkriyono, Pekalongan, Jateng
GURU SMK
Yusep Kurnia F, S.Pd, SMKN 6 Kota Tangerang, Jabar
- Karyati, SMKN 3 Karangbaru, Aceh Tamiang, Aceh
Didit Yoga Sudibyo, S.Pd, SMKN 2 Kudus, Jawa Tengah
GURU SLB
Ine Rahayu, S.Pd., M.Pd, SLBN Cicendo, Bandung, Jawar
- Dirham G. Adipurnama, S.Pd., M.Pd, SKh Pembina, Pandeglang, Banten
- Fibri Widya Sari, S.Pd., M.Pd, SLBS Empat Lima, Babat, Lamongan, Jatim ß
INILAH TIGA NAMA GURU DIKMEN PERAIH ANUGERAH
KONSTITUSI 2019
Setelah diumumkan, tersebutlah nama-nama finalis terbaik. Pada jenjang SMA/SMK dan MA tig finalis Guru Dikmen dan Diksus (guru SMA dan SMK) berada pada urutan tiga besar dan menyingkirkan finalis Kemenag (guru MA). Tiga finalis terbaik wakil Kemendikbud tersebut adalah sebagai berikut:
- Juara 1, Didit Yoga Sudibyo, S.Pd, SMKN 2 Kudus, Jawa Tengah
- Juara 2, Eko Wahyu J, S.Pd, SMAN 3 Seulemeum, Aceh Besar, Aceh
- Juara 3, Darli, S.Pd, SMAN 1 Petungkriyono, Pekalongan, Jateng
Lomba Menulis Artikel Bahaya Peredaran Narkoba di Sekolah
Cegah Narkoba Menjarah di Sekolah
»»Ilustrasi siswa sebuah sekolah menengah atas sedang giat melakukan kampanye cegah narkoba Nmasuk sekolah. Dok. Republika
arkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) adalah monster
di Indonesia telah mencapai keadaan memprihatinkan. Korban penyalahgunaan narkoba telah meluas melampaui batas- batas strata sosial, umur, jenis kelamin. Di Indonesia, pencandu narkoba meningkat cukup pesat. Umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal.
Untuk itulah, Direktorat PG Dikmen dan Diksus juga menggelar lomba menulis artikel tentang Pencegahan Peredaran Narkoba Di Sekolah. Pendaftaran dan pengumpulan artikel dilakukan secara online dan dibuka untuk tiga kategori, yakni guru SLB, SMA, dan SMK. Panitia menyebutkan, artikel yang masuk sebanyak 201 buah. Kemudian
dilakukan seleksi dan ditetapkan sembilan GURU SMA finalis yang dipanggil ke Jakarta untuk
- Luh Murniasih, M.Pd, SMAN 3 Malang, Jatim
wawasan serta mendeteksi ada tidaknya 2. Dwi Nopyanti PA, S.Pd, SMAN 1 Upau, plagiasi dalam tulisan. Tabalong, Kalsel
Tujuan kegiatan ini antara lain, untuk 3. Taupik M, S.Pd.M.T, SMAN Karanganyar, untuk menggali dan menuliskan artikel berisi Jateng gagasan tentang pencegahan peredaran GURU SMK narkoba di sekolah. Juga untuk menuangkan
Pipit Dwi Komariah, SS., M.Pd, SMKN 1
hasil praktik tentang pencegahan narkoba di Cilacap, Jateng sekolah serta untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya pecandu narkoba di kalanganWasis Sucipto, S.PD., M.Eng, SMKN 2
guru Dikme dan Diksus. Setelah dilakukan Bawang, Banjarnegara Jateng penilaian, dewan juri menetapkan nama-I Gusti Ayu Agung Putri Utami, S.Pd, SMKN
nama juara 1,2 dan 3. Kepada tiap pemenang 1 Abang, Karangasem, Bali diberikan hadiah uang pembinaan dan sertifikat. Khusus juara 1 mendapat GURU SLB tambahan berupa bingkisan laptop.Betya Sahara, S.Pd, SLB C Negeri Pembina Banjarbaru, Kalsel
PARA JUARA 2. Ukeu Sukmayanti S.Pd, SLB Al-Islah
Berikut ini nama-nama juara lomba Puwadadi, Subang, Jabar menulis artikel tentang pencegahan peredaran narkoba di sekolah:
- Zakiyah, S.Pd, SLBN Seduri, Mojokerto, Jatim ß
menyeramkan bagi generasi mempresentasikan di depan dewan juri. bangsa. Dan peredarannya Presentasi bertujuan untuk menggali
INSPIRASI INSPIRASI
Prof. Dr. Indra Djati M.Sc., Ph.D
Berkarakter Every Day
da sesi cukup menarik perhatian dan sangat sayang jika dilewatkan pada rangkaian pemilihan Guru
ADikmen dan Diksus Berprestasi dan
Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019, Agustus lalu. Hadirnya Prof. Dr. Indra Djati
M.Sc., Ph.D, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) di Hotel Atlet Century tempat berlangsungnya kegiatan membuat peserta mantan Dirjen Dikdasmen selama tujuh tahun itu mulai menyampaikan materinya. Seluruh mata tampak fokus dan mengikuti ke mana gerak tubuh sang profesor berjalan.
Prof. Indra, demikian ia biasa disapa, memulai dengan memperkenalkan dirinya. Ia mengatakan bahwa ia seorang ahli sipil bukan pendidikan. “Sewaktu Menteri Pendidikan dijabat oleh Prof. Wiranto, beliau menari jabatan Dirjen. Saya menolak dengan berbagai alasan. Tetapi mengintimidasi istri saya yang bernama Preti. Akhir cerita saya meghadap, tetapi Beliau merenung
saya. Dirjen Dikti, Beliau bilang gampang. Dirjen Pendidkan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga (Dikluspora), kamu sudah tahu banyak tentang olahraga, Balitbang tidak cocok. Oh ini saja, kamu menjadi
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, itu dirjen yang mengurusi pendidikan anak usia strategis yang akan menjadi penerus bangsa, kamu belum tahu hal itu dan harus belajar banyak. Jadi, diangkatnya saya menjadi Dirjen Dikdasmen waktu itu bukan karena saya pakar. Saya ini basicnya enginer perancang bangunan tahan gempa, juga pernah menjadi atlet nasional.,” kata mantan sprinter nasional itu.
Prof. Idra juga merasa bangga bisa diundang berbicara di hadapan guru terbaik dari semua provinsi di Indonesia. “Saya bangga dan selalu ada waktu untuk berbagi ilmu kepada guru-guru terbaik ini. Karena saya yakin bapak ibu adalah orang-orang yang berkarakter. Saya yakin ada nilai karakter ingin terus belajar, disiplin dan ingin berprestasi. Jika tidak memiliki nilai-nilai berkarakter sperti itu, mana mungkin sampai di sini,” tagasnya disambut gemuruh tepuk tangan.
Karakter itu jauh lebih penting di banding matematika, dibanding fisika, kata Prof. Indra. “Nilai-nilai karakter itu banyak saya pelajari lewat olahraga dan pramuka. Dan di ITB mulai tahun 1990 ketika saya menjadi Pembantu Rektor III saya wajibkan olahraga. Ada yang protes, harusnya komputer, matematika, sains dan teknologi yang ditinggikan, kenapa olahraga. Saya bilang, olahraga itu mengajarkan orang berkarakter, kepekaannya harus tajam, dan karakter itu jauh lebih penting. Coba lihat kalau kita main tenis meja, ketika lawan mengarahkan bola ke kita degan cepat, apakah kita berpikir dulu untuk menepisnya. Pemain ganda badminton, apakah harus berdiskusi di tengah perminan, eh kamu ke kiri saya ke nanan, ya kalah kalau caranya seperti itu,” katanya.
Dikatakan pula bahwa jika ingin menjadi bangsa yang besar, maka harus memperkuat karaker. “Jangan pernah lupakan karakter, jika ingin menjadi bangsa yang besar, jangan pernah berhenti membangun kaakter. Banyak orang-orang pandai akhirnya tumbang, anggota DPR korupsi, gencet sana gencet sini karena karakternya melemah. Karakter harus terus dirawat, caranya cukup praktis yaitu berkarakter every day,” tutup Prof. Indra. ß
Mukti Ali
terkagum-kagum. Apalagi ketika sang dan bertanya jabatan apa yang cocok untuk
eberapa waktu lalu, Prof. Dr. Baedhowi, M.Si, hadir di tengah-tengah pegawai Direktorat PG
BDikmen dan Diksus yang sedang
melangsungkan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pegawai di kawasan Ciwidey, Bandung. Kehadiran mantan Dirjen Peingkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) sontak menepis hawa dingin pegunungan Ciwidey. Berganti hangat dan akrab, lantaran seluruh pegawai yang hadir pernah menjadi mitra kerjanya di lingkungan Ditjen PMPTK.
Keberadaan Ditjen GTK yang ada saat ini, dimulai dari kelahiran Ditjen PMPTK yang kemudian berganti menjadi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penijaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP). Lalu, BPSDMPK dan PMP dilebur menjadi Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) sampai sekarang.
Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 28 Agustus 1949 ini dikenal sebagai sosok yang tenang dan kalem, baik cara bicara dan gaya berjalannya. Sebelum menjabat Dirjen PMPTK, Prof. Baedhowi pernah menjabat sebagai Sesjen Depdiknas tahun 2003-2005. Tetapi kali ini ia mengupas cerita ketika menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen MPDM) yang berkantor di Cipete. “Begitu menjadi Kasubag, saya menerapkan filosofi 5K yaitu, Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan danProf. Dr. Badhowi, M.Si Kekeluargaan. Sejak itu 5 K dipasang di sekolah-sekolah,” katanya.
Dalam menerapkan 5K dilingkungan DitjenKiat Kerja Pegawai MPDM, lanjutnya, Prof. Baedhowi mengajak pegawai untuk kerja keras. “Satpampun saya
AS Gembrot dan Sifat
latih bagaimana menjaga keamanan. Saya buatkan prosedur bagaimana menerima telepon yang baik. Lingkungan kerja harus bersih dan indah. Kurang lebih dua tahun, lingkungan kerja menjadi bersih dan Berborot. Gembira dan Berbobot sebenarnya pegawai dalam bekerja harus diperkuat tertata rapi, pegawaipun menjadi lebih adalah mutu, kalau pakai istilah AS Bermutu hal-hal tersebut dalam hatinya. Kita disiplin. Kebersihan lingkungan kemudian rasanya susah diingat, jadilah AS Gembrot,” hanya bekerja, Tuhan yang menentukan,” menjadi salah satu matalomba setiap Hari ujar Prof. Baedhowi. katanya. Kiat-kiat ala Prof. Baedhowi Kemerdekaan RI di Kemendikbud,” lanjutnya. tampak mengobarkan semangat kerja bagi Selain menggunakan AS Gembrot, Agar semangat kerja dapat berhasil dan pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus. kepada pegawai ia berbagai kiat lain, yakni sukses, Prof. Baedhowi menerapkan filosifi Terimakasih Prof. Baedhowi, semoga sehat SIFAT. “SIFAT itu adalah Siddiq artinya jujur, AS Gembrot. “Ini kiat yang saya temukan selalu. ß Istiqomah artinya teguh, Fathonah artinya selama saya menjalankan tugas. AS berarti cerdas, Amanah artinya dapat dipercaya dan kerja Keras, Cerdas, Ikhlas dan Tuntas. Tawadlu’ yang artinya rendah hati. Setiap Mukti Ali Sedangkan Gembrot, berarti Gembira dan
PERISTIWA
emakin maju sebuah negara, prosentase penduduk yang tinggal di perkotaan juga meningkat.
SKondisi serupa juga terjadi di
Indonesia. Lahan untuk lahan pertanian sebagai pemasok makanan semakin sempit. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka lahir sebuah konsep urban agriculture yakni budidaya pertanian yang dilaksanakan di perkotaan. Keterampilan urban agriculture juga diperkenalkan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) agar mereka bisa memiliki keterampilan di bidang pertanian.
Untuk kepentingan itulah, maka Direktorat PG Dikmen dan Diksus, Kemendikbud bekerjasama dengan PPPPTK TK dan PLB serta SEAMEO menyelenggarakan pelatihan urban agriculture untuk guru-guru sekolah luar biasa (Urban Agriculture Training for Special Education Teachers). Acara ini berlangsung di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK-TK dan PLB), Bandung, Jawa Barat 30 September »»Seorang peserta tampak mecermati dan menikmati tanaman hidroponik selada dan seledri hingga 3 Oktober 2019. Pelatihan diikutisaat mengikuti pelatihan Urban Agriculture di PPPPTK TK dan PLB, Bandung 45 guru dari berbagai daerah di Indonesia dan peserta dari Malaysia, Singapura, dan Filipina, masing-masing dua orang.
Urban Agriculture untuk Guru SLB se ASEAN
SOLUSI BERTANI DI LAHAN SEMPIT
Pada saat membuka acara tersebut,
Gaya Bertani
Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Ir. Sri Renani Pantjastuti MPA menyatakan, semakin
Masyarakat Kota
banyak orang yang tinggal di kota. Mereka tentu membutuhkan berbagai kebutuhan hidup termasuk pangan. “Urban agriculture merupakan solusi untuk pertanian ruang masing-masing khususnya untuk disabilitas,” Tujuan pelatihan ini adalah agar anak sempit yang efisien, efektif dan kreatif katanya. anak bisa memiliki keterampilan pertanian. unik menyediakan keamanan pangan dan Mereka diajarkan menggunakan pupuk, pendapatan,” kata perempuan lulusan IPB Sementara itu, Kepala PPPPTK-TK dan vertical garden, dan sebagainya. “Anak anak yang hobi bertni itu. PLB, Drs. Abu Khaer, MPd, menilai tren yang utama adalah kemandirian. Harapannya pertanian di lahan sempit di perkotaan Lebih lanjut, Direktur mengatakan, dengan adanya keterampilan ini, anak-anak merupakan fenomena menarik untuk digali bahwa urban agriculture juga menjadi bisa menanam sayuran. Selain dikonsumsi dan dioptimalkan. Urban agriculture menjadi kunci pemberdayaan masyarakat sendiri maupun bisa memberi nilai tambah suatu keterampilan yang bisa menjadi bekal termasuk kalangan disabilitas. Untuk kepada mereka,” ujar Khaer lebih lanjut. siswa berkebutuhan khusus. “Kami bekerja melaksanakan urban agriculture dengan sama dengan SEAMEO SEN, SEAMEO Biotrop Direktur The Southeast Asian Ministers lebih baik, maka perlu mengembangkan yang berkaitan tanaman tropis, dan P4TK of Education Organization (SEAMEO) Biotrop pengetahuan. “Saya yakin pelatihan ini akan Pertanian. Saya kira ini merupakan kerjasama Dr. Irdika Mansur, mengatakan pihaknya meningkatkan keterampilan peserta untuk yang sangat bagus,” katanya. menginisiasi urban agriculture untuk anak mengembangkan pertanian urban di daerah
»»Peserta berfoto bersama dengan Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti,
M.P.A (baju merah duduk paling tengah) di dampingi kepala PPPPTK TK dan PLB, Bandung, Drs. Abu Khaer, MPd (duduk baju batik hijau orange), Kepala PPPPTK IPA, Bandung, Kepala PPPPTK Pertanian, Cianjur, dan beberapa Direktur SEAMEO Regional.
berkebutuhan khusus bergandengan dengan SEAMEO Education Needs (SEN). Keterampilan urban agriculture sangat penting dalam usaha mengembangkan keterampilan anak-anak khususnya di bidang pertanian. Usai mengikuti pelatihan, para guru akan melatih guru lain dan pada akhirnya akan sampai kepada anak didik.
Para peserta juga mendapat bimbingan»»Peserta juga mendapat pelatihan bagaimana cara membersihkan sayuran hingga proses pengepakan sebelum dipasarkan
MANFAAT URBAN AGRIKULTUR
UNTUK ABK
Di penghujung kegiatan pada kamis 3 Oktober 2019, seluruh peserta diajak mengunjungi lahan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Bandung. Peserta tampak senang dan antusias turun langsung ke lahan pertanian yang tertata sangat apik itu. Di tempat ini pula peserta mendapat penjelasan dari instruktur dan juga mendapat pelatihan bagaimana memanen serta melakukan packing produk sebelum dipasarkan. Salah satu instruktur, Dede Supriyanto, S.Pd. M.Ed dari (PPPPTK-TK dan PLB), menjelaskan tentang pemetaan keterampilan untuk anak berkebutuhan khusus di bidang pertanian.
dari Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, MSc, Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Arif juga mempraktikkan sayur organik dan hidroponik di sekitar rumahnya. Pengetahuan praktisnya Tidak kalah menariknya, para guru belajar
ditukarkan kepada para guru dengan tentang verticulture atau bertani secara
gamblang. Antara lain teknik hidroponik yang vertikal. Jenis pertanian ini cocok untuk
bisa ditanam di ruang sempit. Pertanian daerah perkotaan karena sulit mencari lahan
hidroponik adalah bercocok tanam hanya untuk bercocok tanam.
menggunakan air yang berisi mineral tanpa memakai tanah. Prinsipnya tanaman diberi RAGAM KATA PESERTA PELATIHAN makanan melalui air tentu dengan berbagai macam syarat seperti nutrisi yang cocok dan Para guru menilai pelatihan urban keasaman air yang pas. agriculture sangat bermanfaat. “Training tentang urban agriculture bagi guru Para guru juga belajar tentang cara pendidikan khusus ini sangat bermanfaat, membuat pupuk dari limbah rumah tangga. khususnya bagi saya sebagai guru SLB. Insya Sampah organik seperti daun, dahan, Allah, saya akan mencoba menerapkannya rumput, buah dan sebagainya diolah di sekolah,” kata Hipni Mubarok Abidin, S.Pd, menjadi pupuk dengan menggunakan mikro guru SLB Negeri Garut Kota, Jawa Barat. organisme. Dengan memanfaatkan sampah organik, maka lingkungan akan semakin Peserta lain, Yatni Sulfa Dewi MF, M.Pd. sehat dan terhindar dari penyakit. akan mengajak para warga sekolah untuk memilah sampah. “Selama ini di sekolah kami belum pernah memilah sampah
organik dan anorganik. Selain itu saya tertarik menerapkan cara menanam dengan sistem vertikultur bersama siswa SMALB. Jika panen nanti hasilnya bisa dikonsumsi langsung oleh semua warga sekolah,” kata Yatni Sulfa Dewi, guru SLB A YPTN Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Sheena Jade G. Manuel dari Departemen Pendidikan Filipina, Biro Pengembangan Kurikulum, menilai program sangat berguna dan menarik. Filipina juga sedang mengembangkan kurikulum di bidang pertanian. “Saya belajar banyak tentang berbagai jenis pertanian di pelatihan ini. Ia mendapat banyak manfaat dari acara ini,” kata Sheena yang pernah menjadi guru selama 6 tahun sebelum pindah ke Departemen Pendidikan. ß
Rihad Wiranto, Mukti Ali
PERISTIWA
etiap tahun, hari disabilitas internasional (HDI) selalu KH Ma’ruf Amin kemudian mencontohkan sejumlah tokoh diperingati tepat pada tanggal 3 Desember. Demikian pula penyandang disabilitas yang kini duduk di pemerintahan. Mereka pada tahun 2019, juga diperingati pada tanggal yang sama antara lain: Wamen Agraria dan Tata Ruang, Surya Tjandra; dan Staf Sdan kali ini bertempat di area Plaza Barat, Gelora Bung Karno Khusus Presiden Jokowi, Angkie Yudistia. (GBK). Sangat istimewa peringatan HDI tahun 2019, lantaran dihadiri Ma’ruf berharap nantinya warga disabilitas tak hanya menjadi Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, juga Menteri Sosial Juliari Peter staf khusus tapi juga wakil presiden. «Kita juga mengenal Ibu Angkie Batubara serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, I Gusti Yudistia, yang baru saja diangkat sebagai staf khusus Presiden RI Ayu Bintang Darmawati. Kegiatan ini dibuka dengan persembahan tari mewakili generasi milenial. Siapa tahu bukan hanya staf khusus, tapi saman yang dibawakan sekelompok penyandang tunanetra. wakil presiden,» ujarnya. Saat membuka HDI, Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin mengobarkan Selanjutnya, Wapres mengatakan bahwa pemerintah telah semangat kepada para penyandang disabiliats. Wapres berharap mengindentifikasi permasalahan yang dihadapi penyandang para penyandang disabilitas mengubah cara pandang pandangan disabilitas di tanah air. Wakil Presiden memaparkan lima langkah masyarakat selama in terhadap kaum disabilitasi. Caranya dengan yang tengah ditempuh pemerintah memberdayakan penyandang kemuan yang keras dan tidak putus asa. disabilitas. “Pertama, pemerintah terus berupaya meningkatkan
Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2019
Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul
»»Tari saman dari kelompok penyandang disabilitas membuka acara peringatan HDI 3 Desember 2019 di Plaza Barat, GBK
»»Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin saat memberi sambutan pada peringatan HDI 2019 di Plaza Barat GBK
akses ke layanan dasar seperti pendidikan, berhak memperoleh upah sama dengan kesehatan, dan kesempatan kerja bagi tenaga kerja yang bukan penyandang penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan disabilitas dalam jenis pekerjaan dan untuk memastikan terpenuhinya hak tanggung jawab yang sama, memperoleh dasar dan meningkatkan martabat dan akomodasi yang layak dalam pekerjaan, kemandirian penyandang disabilitas,” kata tidak diberhentikan karena alasan disabilitas, Wapres. dan mendapatkan program untuk kembali bekerja,” jelas Wapres. Menurut Wapres, meskipun prosentase masyarakat miskin terus menurun, jumlah Yang ketiga, penguatan koordinasi dan masyarakat yang berada pada kategori sinkronisasi program lintas kementerian rentan masih cukup besar. ‘’Kelompok dan lembaga, serta mengupayakan adanya rentan ini berpeluang turun ke bawah garis insentif bagi pemerintah daerah yang mampu kemiskinan. Penyebabnya bisa berbagai menciptakan pembangunan regional yang hal termasuk terbatasnya kesempatan serta inklusif. Keempat, pemerintah juga berupaya
pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pendidikan dan perilaku berbagai pihak dasar. Sayangnya, saudara-saudara kita terhadap penyandang disabilitas melalui penyandang disabilitas juga banyak yang berbagai strategi kampanye publik yang masuk dalam kategori rentan ini,” katanya. komprehensif untuk mengurangi stigma, serta memasukkan materi pendidikan yang Mengutip data Survei Sosial Ekonomi inklusif dalam pembelajaran. Nasional BPS 2018, sebanyak 9%-12% penduduk Indonesia mengalami disabilitas Yang kelima, untuk meningkatkan kualitas sedang dan berat. “Prevalensi disabilitas ada kebijakan untuk mendukung pemenuhan pada seluruh kelompok usia. Namun paling hak-hak penyandang disabilitas, pemerintah banyak dijumpai pada kelompok lansia,” juga telah memperbaiki metoda pendataan
data mengikuti Washington Group Questions Langkah kedua, Pemerintah juga terus on Disability. “Perbaikan metode pendataan melakukan perbaikan regulasi tentang diharapkan membantu pengembangan penyandang disabilitas, termasuk menyusun program untuk penyediaan layanan dan Peraturan Pemerintah sebagai peraturan evaluasinya, serta diharapkan dapat menilai pelaksanaan UU No. 8 Tahun 2016 tentang kesetaraan peluang bagi penyandang Penyandang Disabilitas. “Di dalamnya disabilitas,” imbuh Wapres. diatur pasal-pasal mengenai hak pekerjaan, kewirausahaan, dan koperasi tanpa Pada kesempatan sama, Menteri Sosial diskriminasi. Penyandang disabilitas juga Juliari P Batubara menggarisbawahi
pernyataan Wapres. Bahwa pemerintah terus mendorong penyandang disabilitas berperan aktif menjadi agen perubahan. “Kami tidak akan pernah bosan menyampaikan bahwa isu disabilitas merupakan isu multisektor dan membutuhkan perhatian kita semua.
Diperlukan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, organisasi penyandang disabilitas, dan elemen masyarakat,” kata Mensos.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gufroni Sakaril mengatakan pengusungan tema ‘Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul’ untuk menyetarakan semua golongan termasuk penyandang disabilitas. “Kenapa
Indonesia yang benar-benar inklusif, ada semacam jargon no one life behind, tidak ada satu pun yang ditinggalkan dalam proses pembangunan. Artinya apa? Indonesia ini harus menyetarakan semua pihak, semua golongan, termasuk penyandang disabilitas yang selama ini mungkin masih tertinggal dan sebagainya,” kata Gufroni.
Selepas memberikan sambutan, Wapres meinggalkan lokasi sembari mengunjungi stand-stand pameran kaum penyandang disabilitas. Dipanggung utama, kegiatan ini masih terus berlangsung, di antaranya penampilan grup band penyandang disabilitas, juga momen penganugerahan penghargaan kepada guru-guru yang peduli kaum penyandang disabilitas melalui kegiatan lomba menulis artikel pendidikan inklusi serta Asean Creatif Camp yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya oleh Direktorat PG Dikmen dan Diksus, Ditjen GTK, Kemendikbud. ß
Mukti Ali
»»Para juara lomba menulis artikel pendidikan inklusi serta Asean Creative Camp didampingi Direktur PG Dikmen dan Diksus, IR. Sri Renani Pantjastuti serta Kasubdit Kesharlindung, Antoni Sitanggang, S.E., MM menghadiri peringatan HDI di Plaza Barat, GBK
akses ke berbagai layanan dasar seperti meningkatkan sensitivitas, pemahaman, Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri.
tambah Wapres. menggunakan instrumen pengumpulan tema ini diangkat? Kita memang merindukan
PROGRAM
»»Direktur PG Dikmen dan Diksus didampingi pejaat eselon 2 di lingkungan Direktorat PG Dikmen dan Diksus foto bersama pemenang 1,2,dan 3 Sea Creative Camp pada acara Semiloka Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
JIKA DIBERI KESEMPATAN, ABK BISA SUKSES
nak berkebutuhan khusus bisa Jurusan Seni Rupa; Kemal Muhammad menuai prestasi tinggi jika diberi Rizky Avisena, mahasiswa Universitas Yarsi kesempatan. Dengan keterbatasan jurusan perpustakaan; Bernardus Andre
Ayang mereka miliki, anak A.W. dan Heribertus Ryan A.W, anak kembar,
berkebutuhan khusus bisa menempuh mahasiswa Universitas Negeri Jakarta; serta pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Yasmin Azzahra Rahman, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul. Hal ini terlihat pada Semiloka Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Ir Sri Renani Pantjastuti, MPA, menyatakan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di semiloka tersebut sangat penting dalam Hotel Sunlake, Kemayoran, Jakarta Utara, rangka terus meningkatkan kompetensi guru pada Kamis 12 Desember 2019. Pada acara pendidikan khusus. Masih banyak tugas yang tersebut hadir sebagai narasumber para anak diemban oleh bangsa ini dalam memberikan berkebutuhan khusus yang sukses dalam hak atas pendidikan terhadap anak berbagai bidang. berkebutuhan khusus. “Saat ini ada 1,5 juta anak usia sekolah penyandang disabilitas di Narasumber tersebut adalah Fahri Indonesia. Mereka yang bersekolah baru 16 Muhammad Rosa, sarjana sastra Jerman, persen,” katanya saat memberi pengarahan Universitas Indonesia; Fatimah Rahmah, dalam acara tersebut. mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Ia menegaskan bahwa guru adalah ujung tombak untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan khusus. “Berkat dedikasi para guru inilah, anak berkebutuhan khusus mampu meraih prestasi,” kata Renani. Pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kompetensi para guru pendidikan khusus. Ia memberi contoh pihaknya telah melaksanakan Creative Camp bekerja sama dengan SEAMOLEC yang diikuti guru Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Thailand bagian selatan. Acara yang berlangsung Oktober-November 2019 itu melombakan kategori augmented reality skills, musik, fotografi, fashion, dan kesiapsiagaan hadapi bencana.
Pada 2020, Renani merencanakan Creative Camp kembali dengan model tatap
Tenaga Kependidikan menyatakan semiloka»»Para narasumber adalah ABK beasal dari kalangan mahasiswa dan praktisi berbagi cerita atas keberhasilan yang telah diraihnya
muka. “Acara ini akan melibatkan 11 negara dengan pengantar bahasa Inggris,” katanya. Indonesia akan menjadi tuan rumah dan rencananya akan didukung oleh beberapa negara. Topik yang akan dilombakan antara lain kuliner, waste management, fashion, desain grafis, dan urban agriculture.
Dalam laporannya, Tina Jupartini, Kasubdit Program dan Evaluasi Guru dan
tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional yang telah diperingati 3 Desember 2019. “Semiloka ini bertujuan meningkatkan wawasan kuliah di Universitas Indonesia Jurusan guru tentang pengelolaan pembelajaran Jerman 2017. “Saya memilih jurusan sastra pendidikan khusus, serta memperoleh Jerman karena iseng,” katanya melempar masukan dan bahan kebijakan dalam humor. Alasan seriusnya adalah Fahri peningkatan kompetensi guru pendidikan memang memiliki nilai yang tinggi pada khusus,” katanya. bahasa Jerman saat sekolah di SMA 34 Jakarta. “Bahasa Jerman asyik juga,” ujarnya. Ia menjelaskan, semiloka diikuti sekitar 300 peserta. Mereka antara lain terdiri Di bidang seni, Fahri adalah pemain band. dari guru sekolah luar biasa, guru sekolah “Saya sudah punya single yang bisa dinikmati penyelenggara pendidikan inklusi, guru di Spotify,” kata Fahri yang juga suka jual beli pemenang Creative Camp 2019, mahasiswa handphone. Selanjutnya, ia berharap semua UNJ jurusan pendidikan khusus, dan sekolah mau menerima siswa tunanetra.. undangan lain. Fatimah Rahmah, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Seni Rupa tak kalah menarik kisahnya. Penderita tuna NARASUMBER ISTIMEWA rungu sejak kecil ini memilih jurusan seni Pada sesi talk show, enam orang rupa karena sesuai dengan hobinya. Ia berkebutuhan khusus mampu menyedot lolos seleksi penerimaan mahasiswa lewat perhatian pengunjung. Mereka mampu jalur prestasi. Fatimah kini bisa mendapat menyampaikan perasaan, opini bahkan penghasilan dari membuat desain cover kritik dengan lugas dan orisinil. Mereka buku. Ia mengharapkan semakin banyak berbicara penuh percaya diri, kadang juga lowongan pekerjaan untuk tunarungu. melempar humor, sehingga pengunjung tak segan bertepuk tangan riuh. Dr. Mudjito Fahmi tak lupa mengucapkan terima
yang menjadi moderator mampu membawa kasih kepada para guru. “Jangan berhenti
acara semakin meriah. Selain melempar mengajar anak tunarungu. Saya juga sangat
pertanyaan menggelitik, Mudjito juga berterima kasih kepada Papa Mama yang mampu menghibur pengunjung termasuk terus mendukung dan mendorong dirinya
dengan tarik suaranya yang merdu. untuk maju,” katanya..
Fahri Muhammad Rosa, remaja kelahiran Lain lagi dengan cerita Kemal Muhammad
Pontianak, Kalimantan Barat menyampaikan Rizky Avisena, yang sedang kuliah di
pengalaman cukup memukau. Penyandang Universitas Yarsi jurusan perpustakaan. Ia
tunanetra tersebut telah menyelesaikan ingin menjadi pustakawan. “Saya memang suka membaca buku,” kata Avisena yang suka
bermain biola.
Dia merasa bahagia karena teman dan dosen bisa menerima kehadiran anak berkebutuhan khusus. “Aku tidak dibedakan. Teman bisa menerima apa adanya,” katanya.
Bernardus Andre A.W. dan Heribertus Ryan A.W, anak autis, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta juga punya penampilan unik. Keduanya berbicara bergantian dengan sangat kompak. Mereka mengambil jurusan yang sama yakni pendidikan khusus. Mereka merasakan pengalaman panjang ketika sekolah. “Dulu saya kadang dibully. Tapi saya laporkan ke guru,” kata Ryan dan Andre. Keduanya berharap semua sekolah memiliki sarana dan prasarana untuk anak berkebutuhan khusus. Di bangku kuliah keduanya sukses, terbukti IPK di atas 3.
Sementara Yasmin penyandang tuna daksa sempat minder karena sulit berkomunikasi. “Lama kelamaan, saya bisa percaya diri,” katanya. Kini ia kuliah di Universitas Esa Unggul jurusan hukum. Hobi menulisnya telah membuahkan empat buku yang sudah dicetak. Buku terbarunya berjudul *Kisah Sang Pelukis”. Setelah besar, ia akan memperjuangkan hak disabilitas lewat jalur hukum. ß
Rihad Wiranto dan Ahmad Fauzi Ramdhani
PROGRAM
»»Sri Roswati ketika pelaksanaan diseminasi pendidikan kesehatan reproduksi dan pencegahan narkoba di sekolah di Banten
Diseminasi Pendidikan Kespro dan Cegah Narkoba di Sekolah
JANGAN ABAI DAN TABU SAMPAIKAN KESPRO
tanpa pengawasan, perbuatan berisiko ini sangat penting dalam pemahaman dapat memunculkan berbagai masalah., kesehatan reproduksi yang benar dan utuh Aksi Guru dalam Pendidikan salah satunya masalah kesehatan reproduksi melalui cara-cara yang penuh keakraban dan persahabatan dengan sang anak. “Guru
AKesehatan Reproduksi Remaja (Kespro).
wal Mei 2019, Direktorat PG Dikmen dan menggelar Bimbingan Teknis
dan Pencegahan dan Perlindungan dari Bahaya Narkoba di Sekolah di Jakarta dan Surabaya. Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional, mulai dari penyusunan modul, pedoman, sampai dengan pelaksanaan, dan evaluasi tindak lanjut kegiatan. Peserta bimtek merupakan guru-guru SMA, SMK dan SLB yang mengajar mata pelajaran yang relevan. Mereka berasal dari 34 provinsi di Indonesia.
Remaja memiliki rasa keingintahuan yang besar dan cenderung ingin mengeksplorasi dunia. Seringkali hasrat untuk menjelajahi segala hal ini tidak dibarengi dengan pertimbangan yang matang, hingga terkadang berisiko tinggi baik bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya. Apabila tidak diberi perhatian dan dibiarkan
tinggal menguatkan saja dengan pelbagai Kespro sering disalahartikan secara perspektif yang menunjang. Namun lantaran sempit hanya sebagai hubungan seksual banyak orangtua yang abai melakukan hal saja, sehingga banyak orang tua yang itu kepada anaknya, maka sebagai profesi merasa tidak pantas untuk dibicarakan yang melekat dengan keluhuran budi, dengan remaja. Padahal, Kespro merupakan guru perlu mengambil peran menginjeksi keadaan fisik, mental, sosial yang sangat pemahaman yang benar dan utuh tentang penting untuk dimengerti oleh remaja. Fakor kesehatan reproduksi terhadap anak yang inilah yang melatarbelakangi Direktorat ternyata diketahui tidak pernah dibekali PG Dikmen dan Diksus menyelenggarakan pemahaman dari orangtua. Hal itu sebagai bimtek Program Aksi Guru dalam Pendidikan upaya menghindarkan peserta didik dari Kesehatan Reproduksi. Kespro sangat erat pemahaman dan perilaku keliru tentang dengan penyiapan generasi emas 2045 dan kesehatan reproduksi yang diperoleh lewat penguatan pendidikan karakter. sumber-sumber sesat dan menjerumuskan,” Sementara itu Kepala Subbagian jelas Tina. Direktorat Program dan Evaluasi, Direktorat PG Dikmen dan Diksus, saat pembukaan kegiatan menuturkan, peran orang tuapun
Dra. Tina Jupartini, M.Pd Kasubdit Program dan Evaluasi
pengaturan kehamilan, alat konstrasepsi, dan kesehatan seksual; dan kesehatan sistem reproduksi,” lanjutnya.
AKSI DI SEKOLAH
para guru dalam mendiseminasikan materi Di akhir Bimtek, dengan didampingi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan fasilitator, peserta menyusun Rencana Tindak Narkoba sesuai dengan kebijakan yang Lanjut yang berisi rencana untuk melakukan digariskan. berbagai program aksi tentang kesehatan “Masalah Narkoba di tanah air merupakan reproduksi dan pencegahan bahaya narkoba masalah multidimensi dan multisektoral di sekolah masing-masing. Ketika kembali sehingga untuk mengatasinya diperlukan
kesempatan masa pengenalan kepentingan (stakeholder) yang terkait, baik lingkungan sekolah bagi siswa baru untuk pemerintah maupun masyarakat. Disamping menggaungkan Pendidikan Kesehatan itu, masalah narkoba juga menjadi masalah
Bahaya Narkoba di kalangan pelajar. Juga kategori ‘organized crime’ dan ‘transnational melakukan sosialisasi melalui siaran radio crime’ yang secara Internasional upaya
sebagainya. Kespro dan bahaya narkoba PBB melalui UNODC (United Nations Office makin ramai dibicarakan kalangan siswa. on Drugs and Crime), sehingga diperlukan pula kerjasama dalam upaya pencegahan
DISEMINASI UNTUK MANFAAT LEBIH disampaikan Sri Roswati, S.Si staf Subdit LUAS Program dan Evaluasi pada saat memberikan Pada tanggal 19 Agustus 2019, para guru pengantar kegiatan di Provinsi Nusa Tenggara yang telah melaksanakan implementasi Barat. program aksi guru di sekolahnya harus “Pasal 71 Undang-undang Nomor 36 Tahun melakukan diseminasi kepada 100 guru 2009 dalam Kesehatan mengamanahkan sejawat di sekitarnya. Diseminasi ini bahwa kesehatan reproduksi merupakan dilaksanakan di sepuluh provinsi, yakni keadaan sehat secara fisik, mental, dan Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi dan Papua. Pada kegiatan diseminasi pada laki-laki dan perempuan; kesehatan ini, Direktorat PG Dikmen dan Diksus reproduksi sebagaimana dimaksud pada menggandeng Kementerian Kesehatan dan ayat satu meliputi saat sebelum hamil, BNNP sebagai observer yang memastikan hamil, melahirkan, dan sesudah melahirkan,
RESPON POSITIF BERBAGAI PIHAK
Kegiatan Diseminasi di sepuluh provinsi
pihak. Para peserta diseminasi sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Kalau kegiatan Diseminasi Pendidikan Kespro di
materi Bimtek dan menyampaikan program aksi yang sudah kami lakukan. Selain itu,
para peserta yang sangat antusias. Terakhir kami melakukan review dan memperoleh feedback dari Bu Dhefi dari Kemenkes.
jenuh,” jelas Dhiny Hendrawati, salah satu guru peserta diseminasi di Banten.
Dinas Pendidikan Provinsi setempat juga menyambut baik kegiatan diseminasi ini. “Kami mendukung kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi dan pencegahan bahaya Narkoba di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan setiap peserta harus menyusun tindak lanjut program aksi pada sekolah masing,” demikian disampaikan Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada acara pembukaan sekaligus memberikan sambutan pada diseminasi di NTT.
Bonifatius Rubben dan Dimas Adi
ke sekolah, guru-guru memanfaatkan kerjasama dengan seluruh pemangku ini mendapat tanggapan positif dari berbagai
Reproduksi Remaja dan Pencegahan Internasional, karena masuk kedalam Banten, kami menyampaikan rangkuman 6
di RRI, mengadakan lomba poster, dan lain penanganannnya dikoordinasikan oleh ada sharing tanya jawab yang seru dari
penyalahgunaan Narkoba” demikian Serta ada sesi peregangan biar peserta tidak
PROGRAM
»»Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A, ketika menyampaikan arahan di dampingi Kasubdit Program dan Evaluasi, Dra. Tina Jupartini, M.Pd (duduk), Nasyid, dan salah satu narasumber (tengah)
BIMTEK Guru PK Tentang Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja Disabilitas Intelektual
Kespro Berperan Melahirkan Generasi Hebat
ebagai tenaga pendidik, guru perlu diberi penyadaran untuk melakukan aksi guna mencegah munculnya
reproduksi, salah satunya di Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan berbagai macam ketunaan pada masing-masing anak, salah satunya penyandang disabilitas intelektual. Remaja dengan penyandang disabilitas intelektual (kemampuan dan kecerdasan di bawah rata-rata) namun memiliki potensi bidang tertentu menjadi kelebihan tersendiri bagi mereka.
Untuk itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan
bekerjasama dengan Rutgers WPF Indonesia melangsungkan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi guru Pendidikan Khusus (PK)
tentang kesehatan reproduksi bagi remaja organ reproduksi si ibu yang melahirkan penyandang disabilitas intelektual. Kegiatan belum tumbuh sempurna. Kondisi kurang yang berlangsung selama empat hari, 26-29 sempurna ini akan menghasilkan anak
Jakarta. Menghadirkan sebanyak 110 peserta Direktur juga bercerita pengalaman guru PK terpilih dan tersebar di 34 provinsi waktu masih menjabat Direktur PKLK sering di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan mendapat pengaduan langsung maupun dalam rangka memeriahkan Hari Disabilitas tak langsung dari kalangan guru SLB. “Ada Internasional (HDI). banyak surat yang masuk ke meja saya, ada yang membuat saya sangat kaget, seorang guru yang menyampaikan masalah bahwa ORGAN REPRODUKSI SEMPURNA siswa perempuannya sedang hamil hasil CEGAH STUNTING berhubungan dengan teman siswa yang Kegiatan ini dibuka langsung oleh hamil tersebut. Guru itu bingung, apakah Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani anak ini diajukan ke ranah hukum ataukah Pantjastuti, M.P.A. Dalam sambutannya, dikeluarkan, karena anak yang dihadapi guru
mengalami stunting (kekerdilan). “Stunting Padahal Indonesia tengah bersiap
bukan hanya karena kurang gizi. Faktor melahirkan generasi emas tahun 2045
utama anak menjadi stunting dikarenakan nanti. “Sehingga penyadaran tentang
Spermasalahan kesehatan November 2019 ini digelar di Hotel Ambhara, stunting atau kekerdilan,” katanya.
Menengah dan Pendidikan Khusus direktur mengatakan bahwa hingga saat ini tersebut penyandang disabilitas,” katanya. (Direktorat PG Dikmen dan Diksus) di Indonesia masih banyak anak-anak yang
Sedangkan menurut Dewi Rachayu, M.Pd, guru SKH Negeri 01 Pandeglang mengatakan, bahwa materi dalam bimtek terlihat sangat nyata seperti yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak berkebutuhan khusus saya kira perlu sekali mereka dibimbing dengan benar mengenai kesehatan reproduksinya. Saya berkomiten untuk melakukan sosialisasi setelah pulang dari bimtek ini kepada guru juga kepada anak-anak didik saya. Dan saya harap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, kalau bisa berkelanjutan dan diselenggarakan lagi, tentunya saya berharap bisa diundang kembali,” katanya.
»»Selama kegiatan Bimtek, peserta diminta membuat berbagai konsep pendidikan kespro untuk peserta didiknya, juga conference. Gaharu Mekar sangat efektif didatangkan narasumber ahli yang menjelaskan tentang kespro
kesehatan reproduksi ini sangat penting untuk kita ketahui bersama, termasuk bapak ibu guru pendidikan khusus. Bapak ibu harus bisa berperan secara maksimal dalam menyiapkan generasi emas tersebut. Kami ingin bisa menyampaikan kesehatan reproduksi ini kepada semua guru, tetapi anggaran kami sangat terbatas. Untuk itu, kami mohon bapak ibu bisa fokus mengikuti seluruh kegiatan ini dan harapan kami nanti bisa disampaikan kepada guru-guru lain di sekitar bapak ibu. Pelatihan seperti ini pernah dilakukan kepada guru-guru SMA dan guru SMK,” katanya.
dan Evaluasi, Dra. Tina Jupartini, M.Pd
diselenggarakan Bimtek bagi Guru PK tentang Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Disabilitas Intelektual. Dikatakan, bahwa kegiatan ini adalah untuk menguatkan
kesehatan reproduksi di kalangan remaja disabilitas intelektual. “Selain itu juga
PROGRAM DAN KEBIJAKAN
DIREKTORAT
Di akhir pembukaan, kembali direktur menyampaikan beberapa program dan kebijakan direktorat. Mulai dari Gaharu Mekar yang merupakan media komunikasi langsung antara pengambil kebijakan dengan kalangan guru melalui video
lantaran terjadi interaksi langsung antara pengambil kebijakan dengan kalangan guru sebagai obyek kebijakan. Pengelola Gaharu Mekar senantiasa berkirim surat untuk menguatkan keterampilan mengenai kepada dinas pendidikan di daerah sebelum pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan berlangsung, namun sayang sepertinya surat remaja disabilitas intelektual sesuai perannya itu tak sampai ke sekolah, sehingga masih sebagai pendidik, serta menguatkan banyak guru yang belum mengetahui Gaharu keterampilan dalam kerjasana dengan Mekar. berbagai pihak untuk kesehatan reproduksi Direktur juga menyampaikan beberapa bagi remaja disabilitas intelektual,” katanya. program unggulan lainnya, di antaranya Selama kegiatan, peserta tidak hanya peningkatan kompetensi guru inti melalui mendengarkan penjelasan narasumber, PKP. Tak lupa disampaikan pula kebijakan tetapi juga berdiskusi yang terbagi dalam Dirjen GTK tetang MGMP Reborn, sebuah beberapa kelompok. kelahiran baru bagi kelompok kerja guru matapelajaran. “Tahun ini kami juga menyelenggarakan lomba bagi guru SEGERA SOSIALISASI KEPADA GURU pendidikan khusus serumpun bahasa
Bimtek ini disambut baik oleh seluruh ini hasil kerjasama dengan SEAMEO atau
4 Jakarta. “Saya kira bimtek sangat bagus, Asia Tenggara. Dan tahun depan kami akan karena anak-anak sangat memerlukan menyelenggarakan lomba bagi guru se bimbingan. Bimtek ini memberi wawasan ASEAN termasuk guru SLB. Sudah waktunya kepada guru-guru SLB. Sepulang mengikuti guru SLB bangkit, dan harus bisa,” pungkas Rena. ß materi yang telah saya dapatkan kepada guru-guru di sekolah dan guru lain di sekitar sekolah,” katanya Mukti Ali
SEKITAR
Sementara itu, Kasubdit Program Melayu, bernama Creative Camp, lomba
menyampaikan tujuan dan manfaat peserta. Sebut saja, Sentono, Kepala SLBN organisasi menteri-menteri pendidikan di
pengetahuan mengenai pendidikan bimtek, saya akan segera sosialisasikan
KOMPETENSI KOMPETENSI
»»Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P saat secara simbolis memasangkan rompi dan topi kepada guru mitra program kemitraan kepada guru Dikmen di Marc Hotel, Jakarta
Program Kemitraan Guru Dikmen 2019
Memoles Kapasitas Guru Daerah Tertinggal
emendikbud tak pernah berhenti guru Dikmen yang tergabung sebagai Inti mencari terobosan pemerataan dan guru Mitra dipertemukan di Hotel Fave, kualitas pendidikan di seluruh Cililitan, Jakarta. Mereka mengikuti Wokshop
Kwilayah, terutama di daerah Program Kemitraan Guru Dikmen dengan
Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T). agenda pengenalan program tersebut. Salah satu terobosan yang dilakukan sejak Pada tanggal 2 Agustus, seluruh guru beberapa tahun lalu dan masih konsisten Dikmen (guru Inti dan guru Mitra) yang dilanjutkan adalah Program Kemitraan Guru berjumlah 150 orang tersebut menghadiri dan Tenaga Kependidikan (GTK). Dalam seremoni pelepasan oleh Mendikbud, yang program ini dipertemukan guru Inti dan guru kala itu masih dijabat Prof. Dr. Muhadjir Mitra. Effendy, M.A.P bertempat Marc Hotel Passer Guru Inti adalah guru yang dipandang Baroe, Jakarta. Guru Dikmen ini bergabung berkinerja bagus, memiliki prestasi hingga dengan guru pendidikan dasar dan kepala mampu meningaktan nilai rata-rata Ujian sekolah yang tergabung dalam Program Nasional peserta didiknya. Sedangkan guru Kemitraan. Mendampingi Mendikbud saat Mitra adalah guru potensian dari daerah itu, hadir juga Sekjen Kemendikbud, Didik 3T yang dipandang mampu menggali Suhardi Ph.D, Dirjen GTK, Dr. Supriano, M.Pd, ilmu kepada guru Inti serta dianggap bisa serta seluruh direktur di lingkungan Ditjen mengimbaskannya kepada guru lain di GTK. wilayahnya.
Sebanyak 5.284 GTK yang tahun 2019 ini ARAHAN MENDIKBUD terlibat dalam Program Kemitraan. 1.350 guru di antaranya adalah guru Dikmen yang terbagi Saat memberikan sambutan, Mendikbud menjadi guru Inti sebanyak 30 orang, guru mengatakan bahwa tiada hari tanpa belajar Mitra 120 orang dan guru Imbas sebanyak bagi para guru. “Ke depannya pelatihan
1.200 orang. Pada tanggal 31 Juli-3 Agustus guru berbasis zonasi akan digiatkan. Guru di
zona itu kumpul, melakukan pelatihan,” kata
Mendikbud Muhadjir Effendy saat itu. “Ciri 3 hal yang dipunyai orang profesional skill, knlowledge, attitude” lanjutnya.
Lebih lanjut Mendikbud menyampaikan bahwa program kemitraan ini tukar pengalaman. “Agar yang ketinggalan segera terkejar. Para peserta program kemitraan diharapkan betul-betul serius dan ketika kembali ke tempatnya masing-masing apa yang diperoleh supaya diterapkan betul, digunakan betul, dan bisa segera bekerja,” katanya.
Mendikbud Muhadjir dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan fokus pembangunan Presiden Joko Widodo periode kedua adalah pembangunan sumber daya manusia. “Di sinilah peran guru akan begitu penting dalam menyiapkan generasi Indonesia mendatang,” katanya. “Saya bisa melihat sinar wajahnya, semua gembira, optimis membawa Indonesia yang lebih maju. Di tangan gurulah masa depan Indonesia, karena gurulah yang bertanggung jawab atas anak-anak didik kita yang nanti akan meneruskan perjuangan masa depan kita,” imbuh Mendikbud.
»»Kasubdit PKK, Dr. Kasiman berfoto bersama guru inti dan guru mitra saat berlangsung worksop program kemitraan di Fave Hotel PGC, Jakarta
Sementara, Dirjen GTK, Dr. Supriano menambahkan, pertemuan guru inti dan guru mitra dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta tentang kemitraan guru dan tenaga kependidikan. Di samping itu, menggiring para guru dan kepala sekolah untuk berkolaborasi dan saling berbagi pengalaman terbaik dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas. “Guru Inti nantinya akan melanjutkan kunjungan ke sekolah guru mitra untuk memonitoring, mengevaluasi dan memastikan langsung program yang telah»»Dhofir, guru inti asal SMAN 1 Gresik sedang berbagi ilmu kepada guru dipelajari dilaksanakan di sekolah masing-mitra di saung yang ada di SMAN 1 gresik
masing guru mitra. Mudah-mudahan selesai dari program ini dapat terwujud adanyasister school di dalam negeri. Guru inti dapat terus mendampingi guru mitra,” jelas Supriano. Barat,” ujar Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. berbasis Penguatan Pendidikan Karakter Sri Renani Pantjastuti, M.P.A (PPK). “Selain itu pembelajaran yang PESERTA PROGRAM dilakukan juga harus pembelajaran abad Guru Inti dan guru Mitra ini, lanjut Direktur, Peserta program Kemitraan Guru Dikmen bersepakat untuk meningkatkan mutu 21, mengembangkan kemampuan kritis, terdiri dari guru inti, guru mitra, dan guru pendidikan secara bersama melalui wadah kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan Hots. imbas. Mereka mengajar mata pelajaran komunitas professional guru. “Kompetensi Indikator keberhasilan lainnya adalah Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa guru yang dikembangkan dalam program penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Inggris. Guru Inti terpilih berdasarkan nilai kemitraan ini adalah kompetensi profesional secara terpadu dilihat dari ketercapaian UKG, berprestasi dan pernah mengikuti dan pedagogik yang berkarakter,” lanjutnya. tujuan dalam rencana tindak setiap guru,” Diklat Instruktur Nasional. Mereka tersebar katanya. dari tujuh Provinsi yaitu Bali, Banten, Masih ada beberapa indikator Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa INDIKATOR KEBERHASILAN keberhasilan program ini, di antaranya Tengah, dan Jawa Timur. “Sedangkan guru adalah adanya sinergi kekuatan kepala Sementara itu, Kasubdit Peningkatan Mitra adalah guru yang difasilitasi perbaikan sekolah dan guru dalam meningkatkan Kualifikasi dan Kompetensi, Dr. Kasiman mutu pengelolaan pembelajaran dan siap mutu pendidikan di sekolah, peningkatan mengatakan bahwa Program Kemitraan untuk mengimbaskan dan memfasilitasi kedisiplinan dan tanggungjawab sebagai dikategorikan berhasil apabila terjadi guru-guru sejawatnya di sekitar tempat Guru pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kompetensi dan kinerja peserta Mitra bertugas. Mereka berasal dari Provinsi publikasi best practice kemitraan. ß guru dalam melakukan perencanaan, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi
KOMPETENSI
Program Kemitraan
Merajut Benang Pendidikan di Halmahera Utara
Sekolah-sekolah di Halmahera Utara sebagian besar gurunya teryata berstatus honorer, bahkan lebih banyak dibanding guru PNS. Tenaga Pendidik disana sangat dibutuhkan, karena komposisi jumlah sekolah dengan gurunya tidak berimbang, beberapa guru ada yang merangkap dua atau lebih mata pelajaran. Ini catatan tersendiri, guru yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran menjadikan pembelajaran tidak maksimal dan tidak fokus.
--
Oleh: Wahyu Setya Wenangsari, M.Pd
aya adalah Wahyu Setya Wenangsari, M.Pd dengan panggilan sehari-hari Bu Wenang. Saya bertugas di SMA Negeri 1 Lawang Jawa Timur sebagai guru matematika. Tahun 2019
Sini menjadi tahun yang membanggakan dalam hidup saya,
karena menjadi salah satu dari 30 guru se-Indonesia yang dipanggil Kemendikbud untuk menjadi guru Inti dalam program Kemitraan Guru Dikmen. Program ini mengusung tiga mata pelajaran yang di UN- kan yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan tujuan mendongkrak nilai UN.
MEMBIMBING SELAMA TUJUH HARI
Dalam pertemuan di Jakarta, ada tiga guru Inti (Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) yang dipasangkan dengan sembilan guru Mitra dari Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tiap guru Inti dipasangkan dengan tiga guru Mitra mata pelajaran yang
sama. Guru-guru Mitra ini berasal dari SMAN 1, SMAN 8 dan SMAN 12 Halmahera Utara. Pada On the Job Learning (OJL) I awal Agustus 2019, saya membawa tiga guru Mitra bidang studi matematika ke SMAN 1 Lawang selama tujuh hari. Selama di sekolah, mereka belajar mulai membuat rancangan pembelajaran, metode dalam menyampaikan materi pembelajaran dan lain sebagainya.
Guru-guru mitra ini terlihat sangat ingin menimba ilmu dan wawasan, mereka sangat antusias mengikuti setiap bimbingan. Tidak hanya itu, mereka juga saya beri kesempatan praktik mengajar, cara memotivasi siswa hingga melakukan penilaian. Sayangnya waktu berbagi ilmu ini terlalu singkat, saya sampaikan bahwa kita harus bisa memaksimalkan waktu singkat ini. Selanjutnya, kami berkomunikasi lewat whatsapp. Usai OJL I guru mitra kembali ke sekolah masing-masing dengan maksud mempraktikkan cara mengajar yang benar, memberi motivasi sambil tetap berkonsultasi dengan guru Inti.
Dua bulan sudah berlalu, waktunya OJL II tiba di mana guru Inti harus mengunjungi sekolah tempat guru Mitra berada. Sebelum berangkat, kami diberi pembekalan oleh Kemendikbud di Jakarta selama dua hari. Terbayang, betapa jauhnya Halmahera Utara. Melihat di peta, kabupaten tersebut tampak sangat kecil berada di ujung Maluku Utara Utara. Kalimat do’a selalu kupanjatkan, berharap bisa menjalankan tugas negara ini dengan sebaik-baiknya, bismillah.
MELIHAT LANGSUNG DARI DEKAT
Setelah mengudara selama 3,5 jam, sampailah kami di daratan Maluku Utara. Kami langsung menuju pelabuhan Sofifi untuk naik speed boat mengarungi laut Maluku Utara menuju kota Tobelo tempat SMA Negeri 1 Halmahera Utara berada. Hari berikutnya secara bergiliran kami juga kunjungi SMAN 8 dan SMAN 12. Tak hanya sekolah mitra yang kami kunjungi, sekolah-sekolah lain termasuk sekolah swasta juga kami singgahi.
Setiap kunjungan, dalam pikiran saya terus berkecamuk lantaran informasi yang mengatakan bahwa nilai rata-rata UN Halmahera Utara sangat jeblok, berada pada peringkat kedua terbawah se-Indonesia. Informasi itu terus menghantui saya, ingin memberikan solusi apa yang tepat. Saya pelajari sosial masyarakat setempat, budaya dan perilaku hidup masyarakat hingga kultur akademis di sekolah. Pelan tapi pasti, mulai
terjawab penyebab anjloknya nilai UN siswa mengajar dua atau lebih mata pelajaran. Ini di sana. catatan tersendiri, guru yang tidak fokus dan tidak kompeten di bidangnya masing-masing Lokasi sekolah-sekolah Mitra sangat menjadikan pembelajaran tidak maksimal berjauhan dengan medan yang tidak mudah. dan terkesan seadanya. Ada yang menempuh perjalanan darat sekitar tiga jam dengan biaya sewa mobil Rp. Beberapa kondisi yang kurang
500.000,- dan ada yang lintas pulau dengan mendukung pembelajaran kami sampaikan mengarungi laut Halmahera selama tiga kepada kepala sekolah dan pemerintah hingga enam jam dengan sewa boat Rp. daerah serta pihak kemendikbud. Diharapkan
3.000.000. Speed boat ini juga tidak setiap ada langkah konkret dari pemerintah untuk saat tersedia, hanya waktu-waktu tertentu pendidikan di Halmahera Utara. Kami saja tergantung kondisi cuaca.
bersyukur, guru Mitra sudah terlihat jauh lebih baik dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya di kelas. Mereka juga tak segan dan KELAS PANAS DAN BANYAK GURU bahkan sering bertanya kepada saya setiap HONORER kali ada persoalan dihadapi. Di SMAN 1 kami berkeliling melihat Hasil program kemitraan ini tentu tidak suasana dan kondisi sekolah. Kondisi bisa dilihat seperti membalikkan tangan. perpustakaan, laboratorium, kelas belajar, Hal terpenting adalah adanya kemauan kantin, tempat parkir belum memadai. Saya yang tinggi dari guru Mitra untuk berubah sempat masuk dalam kelas dan mencoba dan mencari kreasi untuk menciptakan mengajar, selama 20 menit sudah tidak betah pembelajaran di kelas dengan baik dan karena hawanya amat panas. Bukan hanya menyenangkan. Kami juga berharap budaya saya yang kepanasan, tetapi semua yang ada belajar dari guru Mitra menjadi teladan bagi dalam kelas itu merasakan hal yang sama. siswa yang berujung terjadi peningkatan Saya memaklumi karena wilayah kepulauan. hasil belajar siswa. Semoga rajutan benang Tetapi ruang belajar harusnya ada kipas pendidikan di Halmahera Utara segera angin untuk kenyamanan. tersusun indah. Esok hari saatnya melihat wajah pendidikan di sana jauh lebih baik, Selanjutnya saya berkunjung ke SMAN anak-anak bisa menatap masa depannya 12 di kecamatan Kao Barat, di sekolah ini dengan penuh gemilang tanpa keraguan. ß sebagian besar gurunya teryata berstatus honorer, bahkan lebih banyak dibanding guru PNS. Guru honorer ini mendapatkan gaji yang sangat minim dan diantara mereka
KOMPETENSI
Pembekalan Guru Inti Program PKB Melalui PKP
PKP Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran HOTS
ada Oktober 2019 lalu, Direktorat Pembekalan PKP ini tidak terhenti hanya Dalam upaya menjaga keprofesionalannya, PG Dikmen dan Diksus melalui sampai pada GI, Direktorat PG Dikmen dan guru senantiasa harus meng-update diri Subdit Peningkatan Kompetensi Diksus juga memasang target bisa menyentuh dengan melakukan berbagai pengembangan
Pdan Kualifikasi mulai menggelar Guru Sasaran (GS). Diklat PKP bagi GS keprofesian berkelanjutan (PKB),” katanya.
Pembekalan Program Peningkatan dilakukan di MGMP-MGMP dengan GI sebagai Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui instruktur. Untuk kelancaran pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Diklat PKP bagi GS, Direktorat PG Dikmen FOKUS MEMINTARKAN SISWA (PKP). Dimulai dari pelaksanaan gelombang dan Diksus memberikan blokgrand ke MGMP Selama ini, lanjut Direktur, program pertama di Hotel Kristal, Jakarta pada tanggal melalui dinas pendidikan provinsi. PKB yang dikembangkan oleh Ditjen GTK 9-4 Oktober dan mengundang Guru Inti (GI) berdasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru Pembekalan PKB melalui PKP bagi utusan provinsi sebanyak 197 orang. Secara (UKG), lebih memfokuskan pada peningkatan GI di Hotel Kristal dibuka langsung oleh keseluruhan, pembekalan ini dilaksanakan kompetensi guru terutama dalam kompetensi Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri lima gelombang dengan harapan menyentuh pedagogi dan profesional. “Tetapi dalam PKB Renani Pantjastuti, M.P.A. Dalam arahannya, GI seluruh Indonesia, meliputi: Jakarta (dua melalui PKP fokusnya memintarkan peserta ia mengatakan bahwa Guru profesional kali), Surabaya, Makassar, dan Medan. Dari didik sebesar 30% melalui pembelajaran memegang peranan yang sangat penting lima gelombang tersebut Dirktorat PG HOTS. Di sinilah perbedannya, kalau PKB dalam menentukan prestasi peserta didik. Dikmen dan Diksus menyentuh GI sebanyak fokusnya meningkatkan kompetensi seorang “Penelitian menunjukkan bahwa 30% prestasi
1.324 orang.
guru berdasar hasil UKG. Sedangkan PKB peserta didik ditentukan oleh faktor guru.
»»Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A. foto dengan beberapa Guru Inti peserta pembekalan PKB melalui PKP
zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian melalui PKP dasarnya adalah nilai ujian nilai rata-rata UN/USBN sekolah, atau peserta didik. Hasil Ujian Nasioal maupun pertimbangan mutu lainnya,” jelas Kasiman. survey-survey internasional menunjukkan kemampuan berpikir peserta didik kita masih Sebagai informasi, beberapa kelompok rendah, sehingga guru harus meningkatkan kerja guru dari berbagai jenjang pendidikan kemampuan mengajarnya dengan meliputi: Pusat Kegiatan Guru (PKG) keterampilan HOTS,” jelas Direktur. TK, kelompok kerja guru (KKG) SD, atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ditambahkan oleh Direktur, bahwa hasil SMP/SMA/SMK, Musyawarah Guru Bimbingan UN tahun 2018 menunjukkan bahwa peserta dan Konseling (MGBK), Musyawarah Guru didik masih lemah dalam keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (MGTIK). berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills)/HOTS seperti menalar, menganalisa, Pelaksanaan Program PKP dirancang dan mengevaluasi. “Oleh karena, peserta dalam bentuk pelatihan berjenjang mulai didik harus dibiasakan dengan soal-soal dari Pembekalan Narasumber Nasional, dan pembelajaran yang berorientasi kepadaDr. Kasiman Instruktur Provinsi/Kabupaten/Kota, dan Kasubdit Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Guru Inti yang masing-masing memiliki pola keterampilan berpikir tingkat tinggi agar terdorong kemampuan berpikir kritisnya,” 60 Jam Pelajaran (JP), dan Pelatihan Guru tegas Direktur. Sasaran dengan pola 82 JP (dengan pola In-On-In). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Kasiman juga menguraikan beberapa MEMBIASAKAN GURU AJAK SISWA tentang Guru dan Dosen serta Peraturan manfaat dengan adanya Program PKP ini, di BERPIKIR HOTS Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera antaranya adalah untuk membiasakan guru dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun untuk membuat persiapan pembelajaran Sementara itu, di tempat terpisah, Kasubdit 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan yang berorientasi pada keterampilan berpikir Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Angka Kreditnya. tingkat tinggi mulai dari perencanaan, (Kasubdit PKK), Direktorat PG Dikmen dan Diksus, Dr. Kasiman, mengatakan, bahwa pelaksanaan hingga penilaiannya. “Manfaat digulirkannya Program PKB melalui PKP lainnya akan membiasakan peserta didik PENDEKATAN ZONASI untuk berpikir dan memecahkan masalah bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pembinaan guru dalam Untuk efisiensi dan efektifitas dan yang kompleks melalui berpikir kritis, kreatif, merencanakan, melaksanakan, sampai pemerataan mutu pendidikan maka komunikatif, dan kolaboratif sehingga dengan mengevaluasi pembelajaran yang pelaksanaan Program PKB melalui PKP dapat meningkatkan kompetensinya, dan berorientasi pada keterampilan berpikir dilaksanakan dengan pendekatan wilayah memberikan acuan kepada kepala sekolah HOTS. atau zonasi. “Melalui langkah ini, pengelolaan dalam pelaksanaan supervisi akademik,” pusat kelompok-kelompok kerja guru, seperti katanya. ß Program ini merupakan bagian dari MGMP yang selama ini ini dilakukan melalui program Pengembangan Keprofesian Gugus atau Rayon, dapat terintegrasi melalui Berkelanjutan yang diamanatkan oleh Mukti Ali
PENGENDALIAN
»»Materi kebijakan PKKSK oleh Drs. Edy Rismunandar, MM
Program PKKSK CPNS Guru Kejuruan
Agar Punya Kompetensi Kerja dan Sertifikasi Keahlian
ara CPNS guru kejuruan punya Maka sepanjang September hingga Kelola Perkantoran (OTKP). Diklat PKKSK kesibukan luar biasa setelah mereka Desember 2019, para CPNS guru Perhotelan dan Tata Boga dilaksanakan pada dinyatakan lolos seleksi. Bukan kejuruan mengikuti Program PKKSK 30 September-14 Desember 2019. Sementara
Phanya mengikuti pelatihan dasar yang diselenggarakan seluruh Pusat Diklat PKKSK untuk keahlian OTKP digelar
pada masa prajabatan, program Induksi Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik pada 2 Oktober-18 Desember 2019. Peserta bagi Guru Pemula, dan program profesi guru. dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang PKKSK keahlian akuntansi sebanyak 12 orang, CPNS guru kejuruan juga wajib mengikuti Kejuruan dan Lembaga Pengembangan OTKP (30 orang), usaha perjalanan wisata (8 Program Pemenuhan Kompetensi Kerja dan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga orang), tata boga (9 orang), perhotelan (17 Sertifikasi Keahlian (PKKSK). Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi orang). Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK). Menurut Peraturan Menteri Pendidikan “CPNS guru kejuruan wajib mengikuti Melalui program PKKSK diharapkan mampu dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor program PKKSK agar bisa memenuhi menghasilkan guru kejuruan yang memenuhi 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional kompetensi kerja dan sertifikasi keahlian, kompetensi kerja sesuai dengan standar Pendidikan SMK/MAK, guru kejuruan wajib sehingga mereka dapat disebut guru SMK kerja di dunia usaha dan industri (DUDI). memiliki kualifikasi kompetensi kerja guru yang profesional. Guru SMK merupakan kejuruan SMK/MAK Level IV pada Kerangka Kesibukan program PKKSK pun tampak ujung tombak untuk mencerdaskan anak Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yang terlihat di P4TK Bisnis dan Pariwisata (P4TK bangsa, di mana seorang guru SMK harus bisa dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bispar), misalnya. P4TK Bispar mendapat menjembatani siswa dengan dunia usaha yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi tugas menggelar PKKSK untuk Kompetensi dan dunia industri,” kata Sabli, SH, MH, Kepala (BNSP). Keahlian Perhotelan, Tata Boga, Usaha P4TK Bispar saat membuka kegiatan Diklat Perjalanan Wisata, Akutansi, dan Keuangan PKKSK Kompetensi Keahlian Perhotelan dan Lembaga, serta Otomatisasi dan Tata Tata Boga, pada 30 September lalu.
Peserta PKKSK mengikuti tiga kegiatan, »»Materi di kelas otomatisasi tata kelola perkantoran yakni diklat, praktik kerja industri (prakerin), dan uji kompetensi keahlian. Diklat dilaksanakan selama 330jp (7 pekan). “Selama diklat peserta PKKSK menerima materi kebijakan PKKSK, Program Pendidikan Karakter dan Literasi Sekolah, pengetahuan penerapan pembelajaran HOTS, dan konsep kompetensi keahlian,” kata Drs. Edy Rismunandar, MM, Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi P4TK Bispar.
Kegiatan prakerin dilaksanakan 200jp (4 pekan) di DUDI sesuai kompetensi keahlian yang dipelajari. Sementara Uji Kompetensi Keahlian dilaksanakan selama 70 jp (1 pekan). UKK dilakukan oleh assesor dengan kompetensi keahlian tiga klaster. Misalnya, tiga klaster UKK usaha Perjalanan Wisata adalah Tour Guiding, Tour Planning, dan MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran).
MENGEMBALIKAN RUH P4TK
Program PKKSK guru kejuruan yang diselenggarakan P4TK itu, menurut Sabli, telah mengembalikan ruh P4TK yang tugas dan fungsi utamanya meningkatkan kualitas guru kejuruan. Selain melaksanakan diklat PKKSK, P4TK Bispar juga mendapat tugas tambahan menyelenggarakan diklat penguatan kepala sekolah wilayah Provinsi Banten, Lampung, dan Maluku.
P4TK Bispar juga mengemban tugas memberikan penguatan kompeten guru dalam jabatan serta tendik SMK. “Kepala SMK, juga tenaga di bengkel SMK, harus memiliki kompetensi keahlian sesuai bidang. Bagaimana merawat sarana prasarana. SMK sebagai tempat uji kompetensi juga harus terstandar,” kata Sabli yang dilantik sebagai Kepala P4TK Bispar pada 6 September 2019.
Guru yang menjabat wakil kepala bidang kurikulum (waka kurikulum) pun harus punya kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Ketika suatu industri meminta sekolah menyediakan siswa untuk mengikuti PKL secara terus menerus, maka waka kurikulum harus mampu menyusun program
industri. “Mekanisme itu harus dikawal terus oleh kepala sekolah yang wajib memahami kompetensi keahlian,” kata Pak Kapus.
Untuk mempercepat penguatan kompetensi guru-guru SMK, P4TK Bispar sudah mengembangkan diklat daring. “Pembelajaran yang bersifat konten cukup melalui diklat daring. Sementara yang sifatnya mengukur kompetensi harus melalui asesmen,” kata Edy Rismunandar, menambahkan.
P4TK Bispar juga tengah mengembang »»Kepala P4TK Bispar dan Pariwisata, Sabli, S.H., M.H sistem pelatihan berdasarkan analisis kebutuhan pelatihan (training needs analysis). Harapannya, gambaran unit kompetensi keahlian guru SMK di seluruh Indonesia dapat terpetakan. “Mana saja guru (1.521 SMK negeri dan 4.750 SMK swasta), SMK di daerah yang kurang unit kompetensi sedangkan SMK bidang keahlian pariwisata keahlian tertentu. Daerah yang merah berarti sebanyak 1.973 sekolah (783 SMK negeri masih banyak unit kompetensi keahlian guru dan 1.190 SMK swasta). Total SMK bidang SMK belum kompetensi. Dipetakan juga keahlian bisnis dan pariwisata sebanyak daerah mana yang sudah kuning dan hijau,” 8.244 sekolah di 34 provinsi. kata Sabli. Saat ini baru sekitar 3.500 guru SMK bidang Sabli berharap anggaran untuk P4TK bisnis pariwisata yang memiliki sertifikat disesuaikan dengan beban sasaran. P4TK keahlian satu klaster, 323 guru bersertifikat Bispar mengemban bidang keahlian dua klaster, dan 82 guru bersertifikat terbanyak, meliputi: Perhotelan, Usaha keahlian tiga klaster. P4TK Bispar sebagai Perjalanan Wisata, Tata Boga, Tata Busana, Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua Tata Kecantikan, Akuntansi, Pemasaran, (LSP-P2) didukung 46 widyaiswara yang
sertifikat keahlian tingkat Asia Tenggara. ß Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah SMK bidang keahlian bisnis manajemen sebanyak 6.271 sekolah Dipo Handoko
pembelajaran yang sesuai kebutuhan Pekerjaan Sosial, dan OTKP. sudah bersertifikat lisensi dari dari BNSP dan
PENGENDALIAN
»»Kehidupan salah satu ABK di sekolah reguler di SMAN 4 Palu, Sulawesi Tengah
endidikan inklusif merupakan Pendataan Anak Penyandang Disabilitas sistem pendidikan yang menghargai keanekaragaman, tidak diskriminatif,
Pserta ramah terhadap pembelajaran.
Ciptakan Kesetaraan
Hal ini tercantum dalam pasal Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 yang menyatakan penyandang disabilitas berhak
Melalui Pendidikan
mendapatkan pendidikan bermutu pada satuan pendidikan secara inklusif dan khusus.Inklusif
Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang memberikan kesempatan
| yang luas kepada semua anak penyandang | inklusif terdata dalam Data Pokok Pendidikan | Sekolah diminta jemput bola agar anak |
|---|---|---|
| disabilitas untuk mendapatkan pendidikan | (DAPODIK). Namun baru sekitar 25 persen | penyandang disabilitas dapat terlayani di |
| yang layak sesuai dengan kebutuhannya. | dari total anak penyandang disabilitas | semua jenjang pendidikan,” ujar Saiful Bari, |
| Pendidikan inklusif bertujuan untuk | yang terjaring dalam sistem pendidikan. | S.Kom., M.Eng, Kasubdit Perencanaan dan |
| mengsinergikan pendidikan reguler dengan | Selebihnya berada diluar sistem dengan | Pengendalian Kebutuhan Guru Dikmen dan |
| pendidikan khusus ke dalam satu sistem | alasan beragam. “Di antaranya minimnya | Diksus. “Pendataan menjadi satu hal yang |
| lembaga pendidikan. | informasi sekolah yang membuka layanan | paling penting dilakukan agar semua anak |
| Kurang lebih 900 ribu siswa penyandang | pendidikan inklusif sehingga orang tua | penyandang disabilitas tetap terlayani,” |
| disabilitas yang bersekolah di sekolah | kesulitan mencari sekolah bagi anaknya. | lanjutanya. |
Saiful Bari., S.Kom. M. Eng
»»ABK di sekolah reguler sedang berlatih bermain musik bersama
kesehatan siswa. Termasuk mencatat informasi umum dilingkungan keluarga. Guru asesor juga perlu mendata kebutuhan akan adaptasi program dengan kebutuhan spesifik siswa.
Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat PG Dikmen dan Diksus dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus berupaya untuk mendorong pendataan anak penyandang disabilitas. “Pendataan ini Guru yang akan melakukan pendataan melibatkan guru sekolah di semua jenjang menggunakan instrumen PBS di sebut guru pendidikan dengan menggunakan instrumen asesor yang diajukan oleh Kepala Sekolah Profil Belajar Siswa (PBS),” katanya. ke Dinas Pendidikan setempat. Admin Dinas Pendidikan akan memasukkan nama Instrumen tersebut merupakan hasil guru yang diajukan ke Sistem Informasi kerjasama antara Kemendikbud dengan Manajemen Pengembangan Keprofesian Kedutaan Australia melalui program Berkelanjutan (SIMPKB). Technical Assistance for Education System Guru asesor yang ditunjuk oleh kepala Strengthening (TASS) dan INOVASI. Instrumen sekolah akan melanjutkan tugas pendataan Profil Belajar Siswa ditujukan agar guru dapat menggunakan instrumen PBS. Hasilnya akan lebih memahami kesulitan dan kebutuhan direkam dalam database dan akan dianalisa siswa secara individu. “Instrumen ini juga oleh Dinas Pendidikan. Laporan evaluasi akan dikembangkan dalam bentuk aplikasi seluruh sekolah akan diupdate dalam data yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan anak penyandang disabilitas atau Anak (DAPODIK) kemudian data di sinkronisasi melalui SIMPKB yang melibatkan tiga pihak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam DAPODIK utama yaitu sekolah, dinas Provinsi dan Sekolah masing-masing. Kabupaten/Kota,” jelas Saiful Dalam instrumen PBS yang dikembangkan Kemdikbud, TASS, INOVASI ini berisi Sembilan Di dalam SIMPKB terdapat instrumen komponen utama yang harus di isi guru PBS yang harus diisi oleh guru asesor, asesor. “Paling awal adalah mengidentifikasi hasil pendataan akan digunakan untuk ragam disabilitas, alat bantu khusus yang menganalisa kebutuhan aksesibilitas atau dibutuhkan, pergerakan dilingkungan alat bantu siswa penyandang disabilitas sekolah (aksesibilitas), dan pembelajaran disekolah yang juga berimplikasi dengan dan dukungan. Hal ini terkait juga dengan kebutuhan pemenuhan kebutuhan guru kebutuhan guru khusus di sekolah dan khusus. Pendataan juga ditujukan untuk penyesuaian proses pembelajaran bagi siswa mencatat dan menganalisa kebutuhan penyandang disabilitas,” kata Saiful. anak berdasarkan disabilitas yang dimiliki. “Misalnya penglihatan, pendengaran, Selain poin tersebut, instrumen PBS bicara, motorik halus, motorik kasar, hingga ini digunakan untuk mencatat informasi kesulitan belajar spesifik,” katanya. kesehatan siswa dengan melengkapi riwayat
PPBDB INKLUSIF BERBASIS ZONASI
Hasil pemetaan inklusif akan dibagikan ke pemerintah daerah terkait dengan sekolah asal dan sekolah potensi tujuan. Hal ini akan memudahkan dinas setempat mendata sekolah dan siswa penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Agar semakin banyak siswa penyandang disabilitas tercata dalam sistem pendidikan, Pemerintah Daerah perlu membuat panitia PPDB Inklusif yang terdiri dari guru, kepala sekolah dari sekolah asal dan sekolah potensi tujuan. Intinya semua anak di Indonesia berhak mendapatkan layanan pendidikan yang adil dan setara. “Untuk itu pendataan harus secara cermat dijalankan dan proses pendaftaran bagi siswa penyandang disablitas perlu dilakukan secara jemput bola sehingga tidak ada lagi siswa penyandang disabilitas putus sekolah,” pungkas Saiful. ß
TASS dan Rezki Mulyadi
KESHARLINDUNG KESHARLINDUNG
»»Guru dari Sumatera Barat terlihat sedang praktik memadamkan api dengan menggunakan Apar
erdasar data indeks rasio bencana Indonesia 2013 yang dikeluarkan oleh Badan Nasional
BPenanggulangan Bencana (BNPB),
sekitar 80 % wilayah Indonesia beresiko tinggi terhadap terjadinya bencana. Daerah tersebut dihuni sekitar 205 juta penduduk, 107 juta jiwa diantaranya adalah anak sekolah. Sudah sewajarnya, jika masyarakat di wilayah tersebut selalu siap siaga menghadapi bencana alam yang bisa datang »»Narasumber terlihat sedang mengarahkan sewaktu-waktu. kelompok diskusi dalam membuat protap Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan Bimbingan Teknis Kesiapsiagaan Bencana bagi Guru Pendidikan Menengah di DaerahBIMTEK Kesiapsiagaan Bencana bagi Guru BK dan PJOK Rawan Bencana. Acara yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus tersebut Siaga Saat berlangsung di FM7 Resort Hotel, Tangerang, Banten, pada 20 - 23 November 2019. Kegiatan ini diikuti 200 guru dari 26 provinsiBencana Melanda yang tergolong rawan bencana. Mereka yang
| diundang adalah guru pendidikan jasmani, | teknis ini hanya yang berasal dari daerah | Direktur juga mengingatakan agar |
|---|---|---|
| olahraga dan kesehatan (PJOK) serta guru | rawan bencana. “Selama bimbingan teknis | para guru mengikuti bimtek ini dengan |
| Bimbingan Konseling (BK). | juga ada berbagai simulasi, misalnya cara | sungguh-sungguh. “Narasumber yang |
| Saat membuka acara tersebut, Direktur | menangani korban dan keterampilan lain | membimbing Bapak Ibu dalam bimtek ini |
| PG Dikmen dan, Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA | yang berguna saat menghadapi bencana,” | memiliki pengalaman luas dalam bidang |
| menyatakan bahwa guru peserta bimbingan | ujar Direktur menjelaskan | kesiapsiagaan bencana,” katanya kembali. |
Setelah mendapatkan ilmu dari para pakar,
»»Peserta sedang semulasi mendirikan tenda untuk kelas darurat.
Para peserta tampak antusias mengikuti berbagai paparan para narasumber yang kompeten. Salah satu guru dari Alor, Meli Tresia Tande, bersemangat mengikuti bimtek tersebut. “Bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami yang berada di daerah rawan bencana,” kata Meli Tresia, guru Bimbingan Konseling dari SMA Kristen 1 Kalabahi, kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Ia datang bersama tiga guru lain dari Alor dalam bimtek tersebut.
para guru diharapkan segera membuat materi yang akan menjadi bahan sosialisasi di daerah masing-masing. Para guru diharapkan menularkan ilmunya kepada rekan lainnya sesegera mungkin “Baik di sekolah Bapak Ibu maupun kepada guru di sekolah lain di sekitarnya,” lanjut Direktur di hadapan para peserta bimtek. Dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan warga sekolah dan masyarakat pada umumnya semakin siap menghadapi bencana.
Pada kesempatan berdialog, beberapa guru menyampaikan pengalaman di daerah masing-masing terkait bencana alam yang dialami. Antara lain, Abdul Haris Nantang, guru SMAN 4 Palu, Sulawesi Tengah, yang menyampaikan pengalamannya saat terjadi gempa, tsunami, dan likuifaksi pada Peserta bimtek mendapatkan materi
- Beberapa guru lain yang berasal berlimpah. Tidak hanya mendengarkan dari Yogyakarta, Pacitan, dan Alor juga ceramah dan pemaparan materi, peserta juga menyampaikan pengalaman mereka saat dibagi dalam beberapa kelompok dikusi. Para terjadi bencana alam. Secara umum, mereka narasumber tersebut antara lain berasal dari menilai bimbingan teknis kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bencana sangat relevan dengan kondisi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Seknas daerah di mana mereka bertugas. Satuan Pendidikan Aman Bencana, Unicef,
Yayasan Plan International Indonesia, Sigap Ketua panitia, Antoni Sitanggang SE. MM, Kerlip, Safekids, Predikt, Yayasan Komite yang juga Kasubdit Kesharlindung, Direktorat Yogyakarta untuk Pemulihan Aceh, dan PG Dikmen dan Diksus, menyatakan Masyarakat Penanggulangan Bencana bimbingan teknis tersebut memiliki beberapa Indonesia. tujuan. Antara lain, memberikan konsep dasar penanggulangan bencana, pentingnya Selama diskusi, tiap kelompok diharuskan dukungan psikososial dan dampak psikologi, menyusun prosedur tetap (Protap) beragam
bencana, mengetahui berbagai tindakan terjadi. Selain itu juga diminta membuat sebelum, saat dan sesudah bencana, serta konsep sekolah ramah anak. Peserta juga mengetahui peta bencana dan jalur evakuasi. melakukan simulasi jika terjadi gempa saat belajar mengajar berlangsung. Narasumber memberitahukan hal-hal yang harus segera BANTUAN 15 JUTA RUPIAH TIAP dilakukan jika kondisi darurat akibat gempa SEKOLAH terjadi. Antoni juga menjelaskan bahwa pemerintah akan memberi bantuan Rp 15 SIMULASI MENDIRIKAN TENDA juta kepada sekolah yang mengirimkan guru ke bimtek. Uang tersebut akan dipakai DARURAT untuk kegiatan sosialisasi di daerah masing-Dipenghujung bimtek, peserta mendapat masing. “Uang itu bisa dipakai untuk honor pelatihan mendirikan tenda untuk kelas
sosialisasi,” katanya. Ia mengingatkan akan menggunakan Apar (Alat Pemadam Api dana tersebut digunakan sebaik-baiknya, Ringan). Peserta tampak antusias mengikuti tepat sasaran dan tepat guna. Dengan sesi terakhir bimbingan teknis ini. Hampir adanya kegiatan sosialisasi di daerah masing-semua baru merasakan pendirian tenda masing, maka kesiapsiagaan warga sekolah yang berukuran cukup besar. Demikian pula dan masyarakat sekitar dalam menghadapi pada pelatihan pengguaan apar, banyak bencana diharapkan semakin meningkat. yang mengaku baru pertama menyentuh, memegang dan mengoperasikannya.
TESIMONI PESERTA
Guru lainnya, Imron Rosadi, S.Pd asal Tasikmalaya, Jawa Barat juga merasakan
dari bimtek kali ini. “Sekolah saya kebetulan berada di tebing, dan di wilayah rawan bencana. Saya merasa bimtek ini sangat bermanfaat,” kata guru SMAN 1 Jatiwaras, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sekolahnya juga sering merasakan gempa meski tidak sampai merusak bangunan. “Alhamdulillah, meski beberapa kali gempa tapi tidak besar. Namun, kami harus siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan,” katanya.
Melalui bimtek ini, Imron semakin menyadari betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. “Hal sederhana
menyimpan dokumen penting di kantong siaga,” katanya. Dengan demikian, kalau terjadi bencana, barang berharga itu bisa diselamatkan. ß
Rihad Wiranto dan Mukti Ali
memahami lingkungan sekitar dan ancaman kebencanaan yang memungkinkan manfaat yang besar atas ilmu yang didapat
narasumber, makanan kecil, transportasi darurat. Juga mendapatkan pelatihan kadang diremehkan, misalnya cara dan sebagainya yang terkait dengan kegiatan bagaimana memadamkan api degan menyimpan dokumen berharga. Kita harus
TATA USAHA
Pengembangan Kapasitas Pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus
Perkuat Kebersamaan di Kawah Putih
i pertengahan tahun 2019, tepatnya tanggal 25-27 Juli 2019, seluruh pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus bergegas menuju Bandung, Jawa Barat dengan naik bus. Mereka
Dhendak melangsungkan kegiatan Pengembangan Kapasitas
Pegawai. Agenda pertama kegiatan ini mengunjungi Kawah Putih, Ciwidey, Bandung.
Kawah Putih berada pada ketinggian 2.400 mdpl. Suhu di kawasan Kawah Putih cukup dingin, rata rata 8 hingga 22 derajat celcius. Nama Kawah Putih merujuk pada tanah di kubangan kawah tersebut. Warna putih tanah tersebut disebabkan oleh beberapa unsur yang bercampur dengan belerang. Yang unik air di dalam kawah berwarna putih kehijauan dipengaruhi kadar belerang, suhu dan cuaca.
sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Pengemudinya juga orang-orang khusus karena harus melalui medannya cukup rumit. Saat naik Ontang Anting pengunjung akan diajak goyang kiri goyang kanan dan harus berpegangan erat. Jalanan yang tak begitu lebar cukup sulit dilalui, berbelok-belok dan naik turun. Adakalanya, tiba tiba naik dan berbelok cukup tajam dan menukik.
Hanya sejenak berada di kawah putih Ciwidey, lantaran semakin terik mentari aroma belerang kian menyengat. Sore menuju penginapan di Valley Resort Hotel, Jl. Barutunggul Km. 17, Ciwidey, Alamendah, Rancabali, Bandung, Jawa Barat. Di sinilah tempat konsentrasi pengembangan kapasitas pegawai tersebut. Selepas Isya’, rombongan kehadiran tamu spesial, dia adalah Prof. Dr. Baedhowi,
M.Si, manta Dirjen PMPTK. Pertemuan ini mejadi temu kangen, lantaran Prof. Baedhowi pernah memimpin unit kerja yang kemudian berubah menjadi Ditjen GTK tempat Direktorat PG Dikmen dan Diksus bernaung.
SAPA KAWAH PUTIH DENGAN ONTANG ANTING
Mendekati kawah putih, pengunjung harus ganti kendaraan d area parkir. Tersedia angkutan khas Kawah Putih, namanya Ontag Anting. Angkutan ala mikrolet ini adalah angkutan khusus yang
»»Direktur bersama pegawai Tata Usaha berfoto dengan latar belakang Kawah Putih Ciwidey
»»Rombongan berhenti sejenak saat melangsungkan offroad di kawasan Ciwidey Bandung
TEAM DAN THUMBLER
Pada hari kedua pagi, seluruh peserta berkumpul di lapangan untuk melangsungkan senam pagi. Berseragam kaos dengan tagline TEAM singkatan dari Together, Everyone, Achieve, More. Desain kaos dibuat oleh Direktur PG Dikmen dan Diksus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.P.A. “Desai tulisan ini ide saya, kaos tidak lagi menunjukkan nama lembaga agar dapat dipakai pada kesempatan lain. Dengan tagline ini, saya harapkan seluruh pegawai dapat terus menjaga kebersamaan agar bisa memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.
Di sisi lain, seluruh peserta juga kebagian thumbler air minum masing-masing. “Thumbler juga hasil desain saya. Ada pesan-pesan tentang nilai-nilai karakter yang harus dimiliki setiap pegawai, yakni inisiatif, integritas, kreatif, inovatif, terlibat menggoreskan pada kai yang benar, cara
aktif, pembelajar, tanpa pamrih dan mencelupkan canting pada malam yang
menjunjung meritokrasi. Lebih penting dipanaskan di atas wajan, dan seterusnya.
lagi, kami mencoba membudayakan Tetapi, peserta harus membuat desain untuk mengurangi sampah plastik, karena batik sendiri. Proses belajar membatik
jika minum menggunakan botol plastik, ini menjadi keterampilan tambahan bagi
minuman habis botolnya pasti di buang. peserta. Semua tampak antusias mengikuti
Tetapi dengan thumbler ini akan disimpan rangkaian proses membatik. Mulai membuat
mengeringkan. Usai senam bersama, peserta berduyun- duyun menuju aula yang lumayan besar. Di tempat itu sudah tertata rapi alat dan bahan DARI OFFROAD HINGGA BERMAIN membatik. Ad juga instruktur dan beberapa BERSAMA KIJANG siswa SMK yang siap mendampingi peserta Usai belajar membatik peserta sudah belajar membatik. Alat dan bahan membatik ditunggu mobil Jeep keluaran Land Rover. itu antara lain, sehelai kain putih polos, Mobil-mobil itu membawa peserta mengitari kompor kecil, wajan, pegunugan Ciwidey melalui medan Offroad canting dan yang tersedia. Pemandangannya sangat malam. indah, hamparan kebun teh membentang Peserta di sepanjang lereng gunung. Suasananya diajari sangat sepi, hanya terdengar lirih suara-suara mulai cara serangga hutan. Sesekali penumpak menjerit memegang lantaran mobil terhimpit lereng bukit. Medan canting dan Offroad itu memang memacu adrenalin. Saat itu sedang murim kemarau, sehingga jalanan begitu kering dan berdebu. Jika musim hujan tiba, medan yang dilalui akan becek dan lengket. Medan offroad yang dilalui berakhir di Glamping Lakeside. Lokasi ini menawarkan keindahan yang berbeda. Ada kapal besar itu ternyata sebuah resto yang bisa digukan untuk foto-foto.
Perjalanan masih jauh, mobil-mobil itu kembali melaju dan berbelok menuju Ranca Upas yang merupakan tempat penangkaran kijang. Tampaknya banyak peserta yang
hanya meihat dari jauh, tetapi tidak bagi Direktur PG Dikmen dan Diksus. Ia langsung masuk dan mendekati kijang-kijang tersebut dengan membawa wortel yang tersedia.
Sore hari selepas ashar, rombongan kembali sampai di penginapan dengan selamat. Malam harinya agenda masih berlanjut, kali ini seluruh pegawai didaulat
itu terbagi dalam beberapa kelompok sesuai subdirektorat masing-masing. Tema drama yang disajikan mengandung pesan dan makna khas sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Acara ini juga dihadiri beberapa guru Dikmen dan Diksus dari lingkungan Ciwidey.
Kegiatan penuh kesan dan makna ini dikomandoi Subbagian Tata Usaha. Mengusung tujuan untuk mengetahui dan memahami adanya individual different. “Setiap individu itu berbeda dan unik, satu sama lain diharapkan bisa saling memahami perbedaan dan kunikan tersebut. Dan diharapkan bisa menumbuhkan motivasi kerja lebih tinggi, berani mengambil resiko serta terampil berkomunikasi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa memperkuat kebersamaan dan kekompakan, menumbuhkan jiwa kepemimpinan serta sikap kesatria dan sportif,” kata Dra. Sri Handayani, M.Pd, Kasubbag TU Direktorat PG Dikmen dan Diksus. Malam penuh kesan itu menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Pengembangan Kapasitas Pegawai Direktorat PG Dikmen dan Diksus. ß
Mukti Ali
desain, mencanting, mewarnai hingga tampil dengan membawakan drama. Pegawai dan digunakan kembali,” kata Direktur.
PROFIL PROFIL
»»Para penerima Maha Chakri Award bersama pendamping dari negara masing-masing foto bersama Her Royal Highness Princess Maha Chakri Sirindhorn
Rudi Haryadi
Guru SMK Negeri 1 Cimahi, Bandung, Jawa Barat
Penerima Mahachakri Award Tahun 2019
Papermint Antar Guru SMK Cimahi Raih
Princess Maha Chakri Award 2019
dalah Rudi Haryadi, guru SMK Negeri 1 Cimahi, Bandung, Rudi yang sehari-hari adalah guru Sistem Informatika Jaringan Jawa Barat yang menuai keberuntungan luar biasa di tahun dan Aplikasi, telah membuat model pembelajaran Papermint yang 2019 ini. Guru kelahiraan 24 Maret 1981 ini menjadi satu-dinilai cukup layak sebagai penerima Maha Chakri tersebut. Model
Asatunya guru asal Indonesia yang menerima Princess Maha pembelajaran Papermint ini mampu meningkatkan motivasi,
Chakri Award tahun 2019. Ia menerima penghargaan itu bersama 11 semangat belajar, dan pengenalan lingkungan kerja bagi siswa di guru perwakilan ASEAN dan Timor Leste. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cimahi.
Ke 11 guru penerima Maha Chakri Award 2019 adalah: Mr. Model Pembelajaran Papermint ini juga mengantarkan Rudi sebagai Rudi Haryadi (Indonesia); Mrs.Hajah Noorliah Haji Aspar (Brunei penerima tanda kehormatan bidang pendidikan atau Satyalencana Darussalam); Mr. Loy Virak (Cambodia), Mr. Physanith Panyasavath Pendidikan yang disematkan langsung oleh Mas Menteri, Nadeim (Lao PDR); Mrs. K. A. Razhiyah (Malaysia); Mr. Maung Kyaing (Myanmar); Makarim pada Puncak Hari Guru Nasional (HGN) di Stadion Wibawa Mr. Sadat B. Minandang (Philippines); Ms. Chan Xiuwen (Singapore); Mukti, Bekasi. “Alhamdulillah, saya cukup bangga dan bahagia bisa Mr. Suthep Tengprakit (Thailand); Mr. Le Thanh Liem (Vietnam); Mrs. menerima Satyalencana Pendidikan ini. Melengkapi penghargaan Lurdes Rangel Goncalves (Timor-Leste). Maha Chakri yang saya terima bulan lalu dari Princess Thailand,” katanya saat ditemui disela-sela Puncak HGN 2019 di Bekasi.
substansi pembelajaran teruatama yang dikembanglan dalam durasi tahun 2017-
2019.
»»Rudi Heryadi ketika menerima Satyalencana Pendidikan pada Puncak HGN 2019
PENYERAHAN MAHA CHAKRI AWARD S.E., MM Kasubdit Kesharlindung Direktorat PG Dikmen dan Diksus yang pada kesempatan Penyerahan penghargaan Maha Chakri yang sama turut diberikan penghargaan Award dilksanakan dalam kegiatan The 3rd oleh Her Royal Highness Princess Maha Princess Maha Chakri Award 2019 Ceremony pada 15 – 17 Oktober 2019 di Bangkok Chakri Sirindhorn atas atensinya dalam Convention Center Central World at Centara pengembangan pendidikan di Indonesia. Grand Hotel. Penghargaan diserahkan Sesaat setelah pemberian penghargaan,
Maha Chakri Sirindhorn. untuk berkomunikasi dengan penerima penghargaan berkaitan dengan karya dan Pada kesempatan itu, Dr. Krissanapong pengabdian yang telah diberikan dalam Kiratikara, Ketua PMCAF, menyampaikan upaya meningkatkan pendidikan. Dalam bahwa penerima Princess Maha Chakri Award adalah guru-guru yang dapat kesempatan ini turut diberikan cenderamata memberikan perubahan para peserta didik dari Indonesia dan plakat kedinasan kepada serta memberikan kontribusi dan dampak HRH Princess Mahachakri sebagai ucapan positif pada komunitasnya. Penghargaan terima kasih atas penghargaan yang telah yang diberikan berupa sebuah medali dan diberikan. plakat penghargaan dengan tertulis nama Her Royal Highness Princess Maha masing-masing penerima. Selain itu mereka Chakri Sirindhorn memberikan perhatian diberikan pula pin emas untuk disematkan dan kontribusi cukup besar terhadap
penerima dalam setiap kegiatan resminya. sejak tahun 1980 baik di Thailand maupun Penerima Maha Chakri Award juga mendapat di negara lainya. Penghargaan ini juga USD10,000 untuk menambah motivasi menunjukan perhatian dari Her Royal pengabdian dalam pendidikan. Highness sebagai Putri Pendidik (Educator Princess). Rangkaian dari kegiatan ini selain penyerahan penghargaan Princess Dalam rangkaian acara penyerahan Maha Mahachakri Award, juga diisi dengan forum Chakri Award 2019, dilakukan sesi sharing internasional yang disampaikan oleh para dari penerima Maha Chakri. Sesi berbagi penerima penghargaan Princess Mahachakri pengalaman dan pengetahuan ini tidak Award tahun 2017 dan 2019 kepada para hanya diberikan oleh penerima Mahachakri guru-guru Thailand. Award 2019 saja, tapi diberikan juga oleh
Penerima award dari Indonesia Rudi penerima tahun 2017. Mereka berbagi Haryadi didampingi oleh Antoni Sitanggang, pengetahuan yang meliputi sumbangsih
VERIFIKASI KE SEKOLAH LANGSUNG
Maha Chakri Award merupakan penghargaan dari Her Royal Highness Princess Maha Chakri Sirindhorn melalui The Princess Maha Chakri Award Foundation (PMCAF), Thailand. Diselenggarakan setiap dua tahun sekali sejak 2015 dan diberikan kepada guru karena prestasi/dedikasinya yang luar biasa.
Tahun 2015 lalu, guru Indonesia yang menerima Maha Chakri Award adalah Hamid, Guru SMP Negeri 6 Kendari, Sulawesi Tenggara. Tahun 2017 adalah Encon Rahman Guru SD Mekarwangi l, Majalengka, Jawa Barat. Dan tahun 2019 ini Maha Chakri Award jatuh ke tangan Rudi Heryadi.
Penerima Maha Chakri Award dari Indonesia ini ditentukan oleh Kementrian Pendidikan R.I setelah melalui serangkaian
panitia dari Thailand kemudian melakukan verifikasi ke lapangan. Sejumlah 14 orang tim panitia PMCAF melakukan kunjungan secara langsung ke sekolah tempat Rudi bertugas, yaitu SMK Negeri 1 Cimahi.
Tahapan verifikasi dilakukan cukup intensif selama kurang lebih 8 jam, mulai dari pertemua untuk sosialisasi dan konfirmasi atas penghargaan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Pimpinan dan Manajemen SMK Negeri 1 Cimahi, serta para Guru SMK Negeri 1 Cimahi.
PMCAF melihat langsung serta memberikan review atas strategi pembelajaran yang dilakukan oleh Rudi Haryadi di kelas. Mereka juga melakukan konfirmasi dengan perwakilan warga SMK Negeri 1 Cimahi baik dari manajemen sekolah, para guru sampai wawancara dengan para siswa atas peran Rudi Haraydi dalam menjalankan tugas pembelajaran. ß
Rihad Wiranto dan Mukti Ali
langsung oleh Her Royal Highness Princess HRH Princess Maha Chakri berkenan seleksi administrasi dan prestasi. Pihak
pada pakaian yang dikenakan oleh setiap pengembangan pendidikan setidaknya Dalam sesi visitasi lapangan ini, tim panitia
PROFIL PROFIL
Irawati, S.E., M.Pd
Guru Tunarungu SMALB Yayasan Putra Pancasila, Malang, Jatim
Juara 1 Guru Kreatif SMALB Berprestasi Tingkat Nasional 2019
Didaya untuk Tunarungu
pembelajaran. “Anak ABK (anak berkebutuhan khusus) sangat sulit menerima materi jika hanya bertatap muka. Pembelajaran bagi ABK berupa modul yang full text, ini sangat kontradiktif dengan karakter ABK terutama anak tunarungu. ABK selalu terkendala dalam bahasa sehingga pembelajaran harusnya yang minim teks, yang banyak menampilkan gambar/video yang disesuaikan dan menyenangkan,” rawati, S.E., M.Pd., adalah guru SMA LB peraih juara 1 pada ajang paparnya. pemilihan Guru Kreatif SMALB Berprestasi tingkat nasional tahun Irawati membuat aplikasi Didaya sendirian tanpa bantuan. Awalnya 2019 yang berlangsung di Hotel Atlet Century, Jakarta pada Agustus Ira meminta bantuan tenaga ahli, namun berbiaya sangat mahal. Ia
Ilalu. Ia merasa bangga karena penghargaan diserahkan langsung
lantas mencoba membuat sendiri meskipun sangat sederhana dan oleh Guruh Soekarno Putra. “Rasanya spesial banget bisa jabat murah. Terpenting aplikasi tersebut bisa segera digunakan anak-anak tangan dengan Guruh Soekarno Putra. Melihat wajah beliau dari didiknya. Dengan aplikasi ini, para siswa terlihat lebih senang dan dekat termasuk wajah-wajah tokoh pendidikan di Kemendikbud yang memperhatikan ketika diberi penjelasan. ß selama ini hanya tahu nama dan wajahnya di koran dan televisi. Ini sungguh momen luar biasa,” ujar Irawati, usai menerima penghargaan.
Irawati adalah guru di SMALB Yayasan Putra Pancasila, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, ini menjadi juara berkat karya kreatif dari sebuah penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Media Aplikasi Didaya untuk Meningkatkan Keterampilan Vokasional Siswa Tunarungu Kelas X di SMALB Yayasan Putra Pancasila”. Penelitian ini untuk mengkaji pemanfaatan aplikasi Didaya berbasis android yang diciptakannya.
Penciptaan aplikasi Didaya didasari fenomena yang kini tengah menggejala, yakni urban farming atau pertanian bagi masyarakat perkotaan. Sementara siswanya juga semakin gandrung dengan smartphone. Ira mencoba mencari hubungan keduanya. “Yang namanya HP itu sudah menjalar di semua anak tak ada batasnya. Saya melihat anak memiliki HP bukan hanya untuk komunikasi dengan orangtuanya saja, tetapi juga digunakan untuk main game, bermedsos-ria. Saya merasa resah melihat kondisi tersebut, apalagi anak didik saya berkebutuhan khusus, harus segera dicari solusi pemanfatan HP yang benar untuk menunjang pendidikan mereka,” kata Ira.
Selalu ada cara mengatasi setiap ada masalah. Demikian juga dengan Ira yang tergerak untuk memanfaatkan HP sebagai penunjang
Heriyanto Nurcahyo, S.Pd
Guru SMA Negeri 1 Glenmore Malang, Jatim
Juara 1 Guru Berprestasi di Sekolah Inklusif
Awalnya Hanya Guru Privat
kelas besar dan bersifat realtime. Interaktifitas yang muncul dalam permainan Kahoot! mendorong komunikasi antar anggota kelompok terjadi secara intens. Kemampuan komunikasi anak autis terjadi melalui komunikasi verbal dan non verbal yang dilakukannya dalam interaksi kelompok.
Kerja kelompok yang terbentuk dari permainan ini mendorong anak autis untuk terlibat secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan Kahoot! menghasilkan pengukuran pembelajaran yang ajian profil berikut ini adalah peraih juara 1 Guru Penyelenggara lebih efektif dibanding cara konvensional. “Secara keseluruhan, hasil Pendidikan Inklusif Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2019. ini memberikan bukti atas efektifitas penggunaan Kahoot! dalam Dia adalah Heriyanto Nurcahyo, S.Pd, guru asal Glenmore, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa autis,”
SBanyuwangi, Jawa Timur. Sebelum resmi menjadi guru di beber Heriyanto.
sekolah formal, ia adalah guru privat dengan mengajarkan bahasa Praktik baik ini mengantarkan Heriyanto menjadi Juara I Guru Inggris. Perjalanan panjang dilalui hingga menjadi guru di SMA Negeri Berprestasi di Sekolah Inklusif pada gelaran Lomba Guru Berprestasi 1 Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. dan Berdedikasi Jenjang SMA, SMK, dan SLB Tahun 2019, yang Disekolah tempat Heriyanto bertugas, terdapat beberapa anak berlangsung Hotel Sahid Jakarta, 13-18 Agustus lalu. “Alhamdulillah berkebutuhan khusus dan ia menjadi salah satu guru pendamping saya menjadi juara. Saya diberi pengalaman dan jalan hidup yang (GPK) bagi siswa ABK tersebut. Ia pernah menggali pengalaman di sangat indah,” ucapnya. ß Jepang menangani ABK. Di sekolah tempatnya bertugas, ia mendidik siswa autis, jumlahnya satu orang (893 siswa lainnya normal), hingga terampil berkomunikasi dan bersosialisasi dengan siswa lain, dan Taufik Alwie
tumbuh rasa percaya dirinya.
Dalam praktik baiknya itu, Heriyanto memaparkan bahwa anak autis belajar dengan baik melalui rangsangan visual daripada auditorial. Rangsangan visual yang warna-warni, menarik dan interaktif sangat disukai oleh anak autis. Penggunaan rangsangan visual dalam pembelajaran akan membantu anak autis untuk memahami pengetahuan baru dengan lebih baik.
Menurut dia, aktifitas pembelajaran bahasa berbasis game menawarkan tantangan baru dalam pembelajaran. “Terdapat hubungan yang sangat erat antara penggunaan game dengan interaktifitas dan kerjasama dalam sebuah kelompok belajar,” paparnya.
PEMBELAJARAN DENGAN KAHOOT UNTUK ANAK AUTIS
Pada pembelajaran ini, Heriyanto menggunakan media Kahoot!, yaitu salahsatu permainan berbasis quiz yang bisa dimainkan dalam
PROFIL PROFIL
Amiroh, S.Kom., M.Kom
Guru Teknik Komputer Jaringan SMKN 3 Jombang, Jatim
Juara 1 Guru SMK Berprestasi Tingkat Naisonal 2019
Augmented Reality
Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
Generasi Milenial
erap meraih juara, tak membuat Amiroh, S.Kom., M.Kom., membusungkan dada saat berlaga di ajang pemilihan Guru Dikmen dan Diksus Berprestasi dan Berdedikasi 2019, yang
Kberlangsung di Hotel Atlet Century, Jakarta. Guru Teknik
Komputer Jaringan SMK Negeri 3 Jombang, Jawa Timur, ini tetap bersikap rendah hati. Ia menyebut para pesaingnya, berjumlah 34 orang, merupakan perserta terbaik yang mewakili masing-masing provinsi di Indonesia, sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Mereka adalah para ‘petarung’ dan guru terbaik yang tentunya sangat siap bertanding di tingkat nasional,” ujar Amiroh di sela-sela serangkaian tes akademik, psikotes dan presentasi pengalaman terbaik (best practice) di depan para juri. Bu Guru cantik ini hanya bertekat tampil sebaik mungkin. “Dengan segala karya inovasi dan pengalaman mengajar terbaik yang pernah saya lakukan, insyaAllah saya sangat siap menampilkan karya terbaik saya di depan para juri dan peserta lain,” ucapnya pula.
Saat pengumuman pemenang, nama Amiroh ternyata tampil sebagai Juara I Kategori Guru SMK Berprestasi Tingkat Nasional
- Amiroh mengaku sama sekali tidak menyangka menjadi juara pada ajang bergengsi tersebut. Sontak dirinya dibalut haru dan rasa syukur. “Alhamdulillah, Allah telah menghendaki saya sebagai peserta terbaik pertama untuk kategori guru SMK. Satu hal yang sangat membanggakan saya karena Jawa Timur berhasil meraih Juara 1 Kategori Guru SMK Berprestasi,” ucap guru yang memiliki hobi menulis di blog pribadi http://amiroh.web.id ini. Amiroh menjadi juara berkat best practice berjudul “Peningkatan Keterampilan Siswa dalam Menciptakan Aplikasi Android Berbasis Augmented Reality dengan Menggunakan Model Pembelajaran Flipped Classroom berbasis SEAMEO-MOOC di SMK Negeri 3
Jombang”. Melalui best practice ini, ia membagi pengalamannya dalam menerapkan model pembelajaran Flipped Classroom berbasis SEAMEO-MOOC yang dipendekkan menjadi FERO SEMOOC, yang berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menciptakan aplikasi berbasis android Augmented Reality. Augmented Reality merupakan teknologi yang menggabungkan antara sebuah benda maya dua dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi dan memproyeksikan benda-benda tersebut secara real-time.
Dengan menguasai teknologi ini, para siswa SMK Negeri 3 Jombang diharapkan memiliki kompetesi yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0 ini. “Android sudah bagian dan gaya hidup kalangan remaja milenial. Oleh sebab itu, kita sebagai guru harus mencari cara yang tepat pemanfaatan android tersebut. Anak TKJ harus diberi tantangan! Tidak hanya sebagai pengguna Android, melainkan mereka harus dapat memproduksi aplikasi-aplikasi android yang bermanfaat dan up to date,” kata Amiroh penuh semangat.
Menggunakan aplikasi Blender (open source) dan Unity, Amiroh membimbing siswa dalam mendesain objek animasi 3D dan mengembangkan Augmented Reality menggunakan model pembelajaran FERO SEMOOC. Model pembelajaran FERO SEMOOC dilaksanakan melalui teknik Massive Open Online Courses (MOOC) yang diselenggarakan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization)/ organisasi Menteri Pendidikan se Asean yang bertujuan untuk mempromosikan kerjasama di bidang pendidikan dan kebudayaan, terutama pengembangan kompetensi guru dan peserta didik pada program keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Dengan model pembelajaran FERO SEMOOC yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital, siswa Kelas
X Teknik Komputer dan Jaringan berhasil membuat aplikasi berbasis Augmented Reality yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran. Salah satu karya yang dikembangkan siswa adalah aplikasi untuk mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar serta PKn. Dengan menerapkan Augmented Reality pada buku pelajaran, diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran.
Para siswa juga mengembangkan aplikasi android Augmented Reality yang diterapkan pada real object seperti kaos, cangkir, pin, gantungan kunci dan objek lain, untuk meningkatkan nilai jual pada objek-objek tersebut. Diharapkan dengan kemampuan siswa menciptakan aplikasi android, akan tercipta startup-startup baru yang memiliki jiwa wirausaha dan mampu mengembangkan aplikasi buatan dalam negeri.
Amiroh merupakan guru Teknik Komputer Jaringan yang rajin mengikuti berbagai ajang kompetisi. Sebelum ini sudah 14 predikat juara yang diraihnya pada ajang kompetisi pengembangan media pembelajaran yang diselenggarakan baik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Pendidikan Kabupaten/Provinsi, instansi/ perusahaan swasta nasional bahkan internasional. Di antaranya, Juara I Guru Berprestasi Tingkat Provinsi 2019, Juara II Duta Rumah Belajar Provinsi Jawa Timur oleh Pustekkom Kemdikbud RI (2018), dan Juara I Lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK) yang diselenggarakan Pustekkom Kemdikbud (2017).
Bu Guru kelahiran Gresik, Jawa Timur, 27 Januari 1977, ini membawa nama baik Indonesia dengan meraih penghargaan international sebagai “The winner of Microsoft Educator Exchange (E2) HackClass Award” oleh Microsoft Global, Budapest, Hungaria tahun 2016. Apresiasi sebagai “Guru Pelopor Pengembangan Pembelajaran Digital melalui Program Indonesia Digital Learning Amiroh aktif membimbing siswa tak diselenggarakan oleh SEAMEO-SEAMOLEC (IDL)” juga diterimanya dari Persatuan Guru hanya ketika belajar di kelas, melainkan dan meraih Juara I Tingkat Regional ASEAN. Republik Indonesia (PGRI) bekerja sama juga dalam mengikuti kompetisi baik Ketekunan dalam tulis menulis juga dia dengan Telkom Indonesia (2015). Pada tahun tingkat provinsi maupun nasional. Ia tularkan kepada siswanya, yang kemudian yang sama, Amiroh meraih “Juara II Lomba mengantarkan siswa menjadi Juara I meraih juara kedua pada Lomba Literasi Karya Ilmiah dan Inovasi Pembelajaran (KIIP) Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Jenjang SMK yang diselenggarakan Dinas SMK” yang diselenggarakan Kemdikbud, dan Nasional bidang lomba Software Creation Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun 2018. menjadi pemenang lomba “Inovasi Guru pada 2017. Dia juga membimbing siswanya ß Kreatif Astra 2015. Kegemaran menulis di dalam mengembangkan Aplikasi Android blog juga membawanya meraih berbagai Belajar Bahasa Jerman dalam lomba Mobile Mukti Ali penghargaan. Application Goethe-Institute SEAMOLEC yang
PROFIL
Mulyadi, S.Pd.T
Guru SMK 2 Pontianak, Kalimantan Barat
Juara 1 LKG Guru Dikmen Diksus Bidang TKR
Tak puas hanya berijazah D/III, Mulyadi yang sejak kecil hobi belajar
Hobi yangelektronika dan otomotif ini melanjutkan pendidikan S1 di universitas
yang sama dan jurusan yang sama, dan selesai tahun 2006 dengan predikat cumlaude. Sempat bekerja di sebuah industri di Batam,
Membawa SuksesKepulauan Riau (2006-2009), pada 2010 ia diterima sebagai CPNS,
dan ditempatkan sebagai guru di SMKN 2 Pontianak. Di sini, hobinya mengajar mulai tumbuh, berbalut dengan hobi teknik otomotifnya. ak sia-sia Mulyadi terbang dari Pontianak ke Bandung guna Pak Guru yang rajin mengikuti berbagai pelatihan guna berlaga di ajang Lomba Keahlian Guru (LKG) Kejuruan meningkatkan kompetensi ini juga kerap mengikuti berbagai ajang SMKdan Guru Keterampilan SLB Tingkat Nasional 2019 di lomba dan memenanginya. Tahun 2016, misalnya, meraih peringkat
T“Kota Kembang” tersebut. Guru produktif otomotif pada
pertama Regional SMK Daihatsu Skill Contest-Eastern of Indonesia SMK Negeri 2 Pontianak, Kalimantan Barat, itu meraih juara pertama Area. Pada 2019, Mulyadi meraih peringkat pertama Skill Contest Guru bidang keterampilan Produktif Teknik Kendaraan Ringan. Teknik Sepeda Motor Honda Regional Kalbar. Saat namanya disebut dalam acara pengumuman pemenang, Dan masih di tahun ini pula ia meraih prestasi membanggakan awal Oktober lalu, Mulyadi sempat tersentak, kemudian mengucap sebagai juara pertama pada LKG Kejuruan SMK Tingkat Nasional syukur. “Alhamdulillah saya menjadi juara,” bisiknya dengan wajah yang diselenggarakan Subdit Kesejahteraan, Penghargaan dan berseri-seri, lalu bergegas ke panggung kehormatan guna menerima Perlindungan (Kesharlindung), Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan penghargaan pemenang. Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan dan Mulyadi menjadi juara setelah tiga hari mengerahkan segenap Kebudayaan. ß kemampuan menghadapi berbagai tes yang disiapkan panitia. Rangkaian lomba ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan dan Taufik Alwie Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) Bandung, 1-5 Oktober 2019.
Hari pertama, ia sukses menjalani tes kognitif. Hari kedua, tes penguasaan teori dan praktik juga dilaluinya dengan baik, meski ada sedikit kendala. Yakni, menyangkut respon scan tool yang lemot dalam menganalisa trouble pada kendaraan. “Berkat kesabaran dan ketelitian, kendala bisa diatasi dan semua soal dapat dikerjakan tepat waktu 60 menit,” tutur Mulyadi, yang juga menyelesaikan tes mengajar dengan baik pada hari ketiga.
Mulyadi memang sangat menguasai bidang Produktif Teknik Kendaraan Ringan. Anak petani kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, 3 September 1982, ini memiliki latar belakang pendidikan yang linier sejak masa pendidikan menengah. Tahun 2001 ia lulus SMKN 2 Wonosari, jurusan Teknik Otomotif. Ia kemudian menyelesaikan program D/III pada Universitas Negeri Yogyakarta, juga jurusan Teknik Otomotif, pada 2004.
Ida Liana, M.Pd
Guru SLBN Sumedang, Jawa Barat
Juara I LKG Guru Dikmen Diksus Bidang Tata Kecantikan Rambut
Shaggy Menawan
Menjadi Pemenang
i antara 14 penata rambut yang tengah berlomba itu, tampak seorang penata memiliki keahlian lebih. Dengan cekatan ia memainkan gunting dan sisir, menata rambut di kepala
Dmanekin. Matanya menatap awas. Dari gerakan gunting dan
sisir serta potongan yang dihasilkan, jelas kalau modelnya shaggy atau trap. Beberapa saat kemudian, kepala manekin perempuan itu pun tampil lebih cantik dan ceria dengan rambut bergaya santai yang ringkas dan menawan.
Tak salah kalau juri kemudian menobatkan sang penatanya, Ida Liana, M.Pd., sebagai juaranya. Kebetulan pula, pada sesi tes kognitif dan tes praktik mengajar, Ida Liana juga dinilai lebih unggul dari para peserta lainnya. Maka, pada malam pengumuman pemenang ajang Lomba Keahlian Guru (LKG) Kejuruan SMK dan Guru Keterampilan SLB Tingkat Nasional 2019 di Bandung, Jawa Barat, itu, nama Ida Liana pun berkumandang sebagai juara bidang keterampilan Tata Rambut dan Kulit, bersama para juara bidang keahlian/keterampilan lainnya.
Guru di SLBN Pembina Sumedang, Jawa Barat, ini pun menyambut kemenangannya dengan penuh sukacita. “Alhamdulillah saya mendapat juara kesatu. Semua tes dapat saya ikuti dengan baik. Perjuangan dan semangat serta doa membuahkan hasil,” ucapnya riang, usai menerima penghargaan pemenang, awal Oktober silam. Dengan riang pula ia menerima ucapan selamat dari para peserta lain.
Ida Liana termasuk sosok guru yang bersemangat mengikuti berbagai lomba. Khusus untuk ajang lomba yang diselenggarakan Subdit Kesejahteraan, Penghargaan dan Perlindungan (Kesharlindung), Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ida pun sudah kerap berpartisipasi sebagai peserta, namun belum beruntung. Lomba Artikel Kesiapsiagaan Bencana dan Lomba Artikel Pencegahan Narkoba yang diikutinya tak mengantarkannya sebagai finalis.
Tapi kegagalan-kegagalan itu tak membuatnya putus asa. Justru mendorongnya untuk terus mengikuti lomba yang diadakan Kesharlindung. Dan keberuntungan mulai berpihak kepadanya. “Artikel K3 adalah artikel pertama saya yang lolos seleksi untuk mengikuti Bimtek K3 di Iota Palembang. Ini memberi semangat kepada saya untuk mengikuti lomba selanjutnya, yaitu LKG Kejuruan SMK Dan Guru Keterampilan SLB Tingkat Nasional 2019. Alhamdulilah, saya lolos sebagai finalis bidang keterampilan Tata Rambut dan Kulit,” tutur ibu tiga anak kelahiran Palembang, 27 September 1973 ini.
Pada ajang lomba yang diselenggarakan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) Bandung, 1-5 Oktober 2019, itu Ida pun mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ia bersaing dengan 13 finalis. Lulusan S1 IKIP Bandung tahun 1999 dan S2 Uninus Bandung tahun 2018 dengan predikat Cumlaude ini bertekad meraih juara pertama. Tekadnya itu menjadi kenyataan. Dan Ida Liana pun memanjatkan syukur. ß
Taufik Alwie
PROFIL
Didit Yoga Sudibyo
Guru SMKN 2 Kudus, Jawa Tengah
Juara 1 Anugerah Konstitusi 2019 Kategori Guru SMA/SMK/MA
Jurus Jitu Jurus Jitu Jurus Jitu Pembelajaran Pembelajaran Pembelajaran
PPKN PPKN PPKN
ebagai guru mata pelajaran PPKn di SMKN 2 Kudus, Jawa Tengah, Didit Yoga Sudibyo mencermati bahwa pembelajaran PPKn di sekolah tersebut selama ini kurang bervariasi, baik
Sdari segi model maupun media pembelajarannya. Akibatnya,
peserta didik kurang antusias mengikuti pelajaran tersebut di kelas. Padahal, mata pelajaran PPKn memegang peranan strategis dalam pembentukan watak pribadi warga negara.
Didit menilai, di era global dengan derasnya arus informasi dan komunikasi, perlu dikembangkan model dan media pembelajaran yang mampu meningkatkan literasi budaya dan kewargaan untuk membentuk watak warga negara dalam membudayakan nilai-nilai Pancasila dan norma-norma konstitusi. Berangkat dari sini, ia pun membuat model pembelajaran dengan menyajikan berita dan Pop Up UUD NRI Tahun 1945.
Hasilnya menggembirakan. Terjadi peningkatan literasi peserta didik yang mengarah kepada pembentukan sikap/watak peserta didik untuk pembudayaan Pancasila dan konstitusi. Didit kemudian menuangkan best practice-nya itu dalam karya tulis ilmiah berjudul “Model Kelas Berita Baru Dengan Pop Up Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Untuk Membudayakan Pancasila Dan Konstitusi”.
Tak dinyananya, karya tulis ini mengantarkan Didit meraih juara I Guru PPKn Berprestasi dalam lomba Anugerah Konstitusi 2019 yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 12-16 November. Didit pun sempat kaget, lalu mengucap syukur. “Alhamdulillah, raihan ini tentu sangat membanggakan,” ucapnya.
Dalam karyanya itu, Didit memaparkan bahwa Model Kelas Berita Baru tepat digunakan dalam pembelajaran PPKn di era tekonologi informasi dan globalisasi. Caranya, dengan mengumpulkan berita berbagai peristiwa di masyarakat, kemudian menyajikannya di kelas melalui media audio video, untuk dibahas bersama dalam diskusi dan debat.
Ada pun Pop up UUD NRI Tahun 1945 adalah media pembelajaran PPKn berupa buku dengan gambar timbul dua atau tiga dimensi yang menggambarkan isi Pancasila dan Konstitusi tiap ayatnya. Media pembelajaran ini sangat menarik dan mampu meningkatkan literasi peserta didik.
Peningkatan literasi peserta didik diperoleh dengan mengamati deskripsi gambar Pop up UUD NRI Tahun 1945 dilanjutkan menjawab soal yang diberikan di dalamnya. Pop up UUD NRI Tahun 1945 dalam pembelajaran PPKn digunakan pula sebagai penilaian pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
Peningkatan pengetahuan diperoleh dengan mengamati deskripsi gambar Pop up UUD NRI Tahun 1945 dilanjutkan menjawab soal yang diberikan di dalamnya. Sedangkan peningkatan keterampilan dengan pemberian tugas project pembuatan Pop up UUD NRI Tahun 1945 pada akhir pembelajaran*.*
Dalam penilaian sikap peserta didik, proses pembelajaran PPKn yang tadinya kurang diminati berubah menjadi diminati dengan antusias. Sebagai pengembangan dalam dunia digital yang dipakai oleh peserta didik dan masyarakat umumnya, dikembangkan aplikasi Gusjigang yang berisi model pembelajaran kelas berita baru dan Pop up Gusjigang.
Jelaslah, hasil penerapan Model Kelas Berita Baru dengan Pop up UUD NRI Tahun 1945 adalah meningkatnya literasi budaya dan kewargaan, kesadaran berkonstitusi dan sikap pembudayaan Pancasila dan konstitusi peserta didik dengan indikator peningkatan hasil belajar pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Karena itu, Didit menyarankan para pendidik PPKn agar senantiasa berinovasi dengan model dan media pembelajaran yang menarik dan efektif. ß
Taufik Alwie
Betia Sahara, S.Pd
Guru SLB C Negeri Pembina TK I Provinsi Kalimantan Selatan
Juara 1 Lomba Menulis Artikel Pencegahan Peredaran Narkoba di Sekolah
Cegah Narkoba dengan Generasi
enyalahgunaan narkoba kian hari makin meluas hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyakat terhadap akibat negative menggunakan barang haram tersebut. Tidak
Pterkecuali anak berkebutuhan khusus di sekolah. Hal ini
terjadi pada beberapa murid di sekolah kami mereka menggunakan Lem sebagai zat adiktif demi mencari sebuah sensasi kesenangan yang berbeda, bukan karena mereka ingin dan mau tapi terlebih karena mereka belum memahami bahwa hal tersebut termasuk dalam penyalahgunaan narkoba.
Belum adanya materi dan mata pelajaran yang secara khusus membahas tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta peredarannya yang makin meluas dan memasuki segala lapisan masyarakat termasuk kalangan pelajar sekolah khusus atau sekolah luar bias, menunjukan bahwa diperlukan adanya sebuah pemahaman tentang bahaya penyalah gunaan narkoba. Namun demikian mengajarkan pembelajaran narkoba bagi anak anak berkebutuhan khusus seperti anak dengan hambatan intelegensi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kreativitas dalam pembelajaran serta bantuan media ajar yang tepat agar mereka mampu memahami apa yang disampaikan.
Media ajar tersebut harus sesuai dengan karaterstik dan kebutuhan mereka serta membantu mereka memahami hal hal abstrak dalam materi tersebut. Memahami hal abstrak dewasa ini dapat disampaikan melalui beberapa hal seperti gambar, video, animasi atau barang nyata tersebut. Oleh karena itu penulis mengembangkan sebuah media aplikasi berplatform android yang diberi nama Generasi ( Gerakan Anti Narkoba Dengan Prestasi dan Literasi ). Pengembangan media ini didasarkan pada kebutuhan mereka akan media yang membantu pemahaman hal abstrak, ketertarikan mereka pada handphone, kebutuhan berliterasi ditengah zaman milenial serta pengalihan penyalahgunaan narkoba dengan sesuatu hal yang lebih bermanfaat dan menghasilkan sebuah prestasi.
Di dalam media aplikasi generasi ini telah terdapat video animasi sederhana tentang materi, dampak, literasi jenis jenis narkoba yang dapat di download atau di tambahkan guru melalui google drive, kuis untuk mengukur pemahaman, game sederhana membuang narkoba ke sampah serta langkah yang harus diambil untuk menghindari narkoba atau bahkan tindakan apa yang harus dilakukan jika menemui penyalahgunaan narkoba ataupun penyebarannya disekitar siswa. Pengembangan media aplikasi ini telah diujicobakan dan disukai siswa dengan hambatan intelegensi atau tunagrahita ringan di SLB Pembina Provinsi Kalimantan Selatan.
Beberapa hasil angket tentang kemenarikan dan pemahaman menunjukkan nilai yang positif. Mereka menyukai media ini karena mereka merasa sedang bermain dan bukan belajar. Disadari atau tidak media telekomunikasi pintar saat ini memang menjadi idola remaja yang juga memiliki sisi negatif apabila penggunaannya tidak teraarah, oleh karena itu sebagai pendidik sudah menjadi kewajiban untuk mengarahkan mereka menggunakan tehnologi ini dengan bijak dan memanfaatkannya semaksimal mungkin dalam bidang pendidikan, karena mau tidak mau dimasa depan teknologi akan terus berkembang dan alih alih menghindari akan lebih baik untuk mempelajari dan memanfaatkan semaksimal mungkin agar mereka dapat selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman. ß
Taufik Alwie
PPPPTK
»»Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, didampingi Kepala P4TK IPA Enang Ahmadi, saat memberikan sambutan dan arahan
Simposium Nasional Guru IPA 2019
Guru IPA Diminta Terus
Bergerak
uru harus memiliki jiwa penggerak untuk memajukan
perkembangan zaman. Guru harus terus bergerak,” kata
GDr. Supriano, M.Ed, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ketika memberikan pengarahan pada pembukaan Simposium Nasional Guru IPA 2019 di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, 26 November 2019.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak menghilangkan peran guru. “Guru adalah fasilitator, motivator, dan inspirator bagi peserta didik. Profesi guru adalah panggilan hati. Peran guru tersebut tidak bisa dipindahkan ke teknologi,” ujar Supriano di depan guru IPA dari seluruh Indonesia.
Pada simposium tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan dari Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. “Saya mengharapkan simposium guru IPA menjadi ajang pendidik untuk berinovasi di bidang pembelajaran yang menarik agar siswa menyukai pelajaran IPA,” katanya.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK IPA), Enang Ahmadi M.Pd mengatakan simposium diikuti 400 peserta dari seluruh Indonesia. Mereka disaring dari 900 karya ilmiah yang masuk ke panitia. Acara simposium guru IPA ini berlangsung 25 - 29 November 2019.
Simposium nasional kali ini juga ditandai dengan peluncuran empat program P4TK IPA yakni Didamba (Diklat Daring Masif dan Terbuka), De-MIKROSKOP (Media Informasi Kepala Laboratorium IPA), SimEdi (SIM Evaluasi Diklat), dan Modis Pisan (Mobil Pendidikan Semua Pintar Sains).
Kegiatan simposium juga diramaikan dengan talk show yang menampilkan Direktur Teknologi dan Informasi Universitas
Teknologi Pembelajaran Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Utama Dr. Sediono M.Si.
BANGGA
Salah seorang peserta simposium, Dida Firgiawan, M.Pd, 37 tahun, guru Biologi SMAN 8 Bandung, Jawa Barat menyatakan sangat senang dan bangga bisa terpilih untuk mengikuti simposium. “Saya semangat dan termotivasi untuk berbagi dan belajar dari orang lain,” kata Dida Firgiawan.
Sementara itu, Dra. Iis Dewi Kurnia, M.M, guru SMA Pesantren Cintawana, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat juga terpilih sebagai Duta Sains. “Saya bahagia karena karya tulis saya mendapat apresiasi,” kata guru yang pernah mengikuti kursus singkat di Nagoya University, Jepang ini. ß
Rihad Wiranto dan Dipo Handoko
pendidikan Indonesia. “Guru harus mengikuti Pendidikan Profesor Dr. Wawan Setiawan, serta Pengembang
APA SIAPA
Putra Asga Elevri
Siap Hadapi Tantangan
Sepak terjangnya saat kuliah maupun sebagai pegawai negeri sipil menjadi bekal Asga untuk menjalankan tugas demi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Sewaktu kuliah, ia mempunyai prestasi cukup baik, pernah lulusan terbaik ke-2 jurusan kimia FMIPA Universitas Andalas Padang (Unan) pada Oktober 2001. Ketika melanjutkan ke jenjang S2, ia juga meraih predikat lulusan terbaik ke-2 jurusan kimia Pascasarjana FMIPA ITS Surabaya, saat wisuda September 2006. Bidang organisasi ia juga tercacat aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan dan menduduki posisi cukup penting.
endapat tugas baru bagi Putra Asga Elevri, M.Si adalah amanat mulia yang harus dikerjakan dengan baik. Tantangan yang menghadang tak membuatnya keder,
Mmelainkan bertambah semangat untuk berinovasi mencari
solusi. Lelaki yang akrab disapa Asga ini sejak September 2019 lalu dipromosikan menjadi Kepala Sub Direktorat Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karir, Direktorat PG Dikmen dan Diksus. Jabatan ini menggantikan Dra. Maria Widiani, MA yang memasuki purna tugas beberapa bulan sebelumnya. Sebelumnya, Asga adalah Kepala Seksi Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Guru SMA, PK PAUD dan PK Dikmas, Subdit PKK, Direktorat PG Dikmen dan Diksus.
Banyak tugas yang harus diemban di pundaknya. Putra Asga Elevri mempunyai tugas antara lain menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis, dan supervisi di bidang penilaian kinerja dan pengembangan karir guru, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan pada pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat. “Tugas itu menjadi tantangan bagi saya untuk mengabdi sebaik-baiknya buat negara,” kata pria kelahiran Padang, 28 Januari 1978.
MEMULAI DARI PPPPTK BISNIS DAN PARIWISATA
Sarjana kimia ini mengawali karier PNS di PPPPTK Bisnis dan Pariwisata, Jawa Barat, tak akan ada yang menyangka pernah menjajal beragam bidang kerja. Mulai menjadi asisten dosen hingga pengajar di Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Primagama. Pelan tapi pasti, begitu menjadi PNS, bak burung mulai mengepakkan sayapnya terbang setinggi mungkin. Sewaktu bekerja di PPPPTK Bispar, Sawangan, ia adalah anggota tim penyusun kurikulum SMK 2004 mata pelajaran IPA untuk jurusan Tata Boga dan Perhotelan. Ia juga menjadi tim penulis naskah akademik Sistem Pengembangan Profesionalisme Guru Berkelanjutan program BERMUTU kerjasama Depdiknas dengan Bank Dunia tahun 2008-2009.
Selain itu, Asga berpengalaman dalam berbagai seminar dan pertemuan baik di dalam negeri maupun mancanegara. Ia pernah mengikuti seminar bertema “Development Curriculum in Technical and Vocational Education in Meeting the Demands from Business and Industry” di Brunei Darussalam 2009. Asga juga lulus Courses Master Trainer dan Asesor Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di Adelaide Australia pada 2011. Pada tahun yang sama, ia menjadi anggota delegasi Indonesia dalam sebuah studi banding tentang pembelajaran ke Inggris. Sebelumnya Asga juga menjadi narasumber seminar dan diskusi di berbagai daerah terkait dengan kegiatan pelaksanaan kebijakan tentang Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dari 2011-2013. ß
Rihad Wiranto dan Mukti Ali
»» Guruh Soekarno Putra didampingi Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi Ph.D dan Dirjen GTK, Dr. Supriano, M.Ed foto bersama para peserta terbaik I GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Akses pgdikmen.webex.com
Info Lengkap Kunjungi:
**http://pgdikmen.kemdikbud.go.id/vicon/** gaharu mekar