Baca PDF (OCR): BukuNotesBencana2017

79 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 1407 ms

Daftar isi
  1. PENDIDIKAN TANGGUH
  2. BENCANA
  3. Tim Penyunting
  4. Penulis
  5. Kontributor
  6. Desain dan Tata Letak
  7. Box Breaker
  8. TENTANG BUKU INI
  9. PENDIDIKAN TANGGUH
  10. BENCANA
  11. KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
  12. 58 59
  13. 55 DAFTAR ISI
  14. 62 64
  15. 67 65
  16. 69 70
  17. 61 Bab 6
  18. 72 73
  19. DAFTAR SINGKATAN DAFTAR SINGKATAN
  20. BAB 1
  21. ANCAMAN
  22. BENCANA
  23. DI SATUAN PENDIDIKAN
  24. JUMLAH KEJADIAN BENCANA
  25. MENINGGAL DAN HILANG JIWA TERDAMPAK
  26. DAMPAK BENCANA TERHADAP SEKTOR PENDIDIKAN DI INDONESIA
  27. LETUSAN GUNUNG BERAPI DI SINABUNG
  28. DAMPAK LETUSAN GUNUNG SINABUNG
  29. 6.179
  30. JUMLAH SEKOLAH
  31. TSUNAMI ACEH
  32. 220TSUNAMI membutuhkan waktu lama untuk
  33. BENCANA
  34. TERBESAR yang pernah terjadi2000
  35. PEMETAAN SEKOLAH DI DAERAH YANG RAWAN BENCANA
  36. TERSEBAR DI
  37. 497.576 34
  38. TOTAL SEKOLAH DI INDONESIA PROVINSI
  39. RINCIANNYA TERDIRI DARI
  40. 22.439
  41. SMA/MA
  42. 57.499
  43. 13.856
  44. 229,533 SMP/MTs
  45. SD/MI
  46. PETA INDEKS RISIKO BENCANA INDONESIA
  47. 250.000
  48. JUMLAH SEKOLAH DAN RUANG KELAS YANG RUSAK BERAT, RUSAK SEDANG, RUSAK RINGAN
  49. AGUSTUS DATA KEMENDIKBUD 2017
  50. 266.599
  51. SEKOLAH
  52. 1.701.302
  53. RUANG KELAS
  54. RUANGAN YANG KONDISINYA BAIK DAN KONDUSIF
  55. 472.504UNTUK KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
  56. RUSAK
  57. 940.993RINGAN
  58. RUSAK
  59. 99.018SEDANG
  60. RUSAK
  61. 79.526BERAT
  62. RUSAK
  63. 74.855TOTAL
  64. RUANGAN
  65. 34.406BUKAN MILIK
  66. SEBARAN JUMLAH SEKOLAH YANG BERADA DI WILAYAH ANCAMAN TINGGI BENCANA
  67. BAB 2 BAB 2
  68. PROGRAM
  69. SATUAN PENDIDIKAN
  70. AMAN BENCANA
  71. A. KONSEP DASAR
  72. UPAYA-UPAYA PENDIDIKAN TANGGUH BENCANA DIKELOMPOKKAN MENJADI TIGA KOMPONEN
  73. SELURUH UPAYA INI MESTI DIIRINGI DENGAN DUKUNGAN
  74. PENDEKATAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA YANG KOMPREHENSIF
  75. D is l e • PILAR 2 •
  76. eRISIKO BENCANA n n io g s a a
  77. an al, a m ion ana
  78. nas j emen bencana
  79. Kegiatan yang bisa dilakukan oleh sekolah dalam rangka implementasi SPAB:• PILAR 1 •
  80. Kegiatannya meliputi
  81. Kegiatannya meliputi
  82. Kegiatannya meliputi
  83. B. SEJARAH PENDIDIKAN TANGGUH BENCANA
  84. C. SEJARAH ISTILAH PROGRAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI SEKTOR PENDIDIKAN
  85. PRBBS (Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Sekolah
  86. SSB atau Sekolah Siaga Bencana
  87. Sekolah Aman Bencana
  88. Sekolah Madrasah Aman Bencana
  89. Satuan Pendidikan Aman Bencana
  90. D.10 LANGKAH MEWUJUDKAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA
  91. E. REGULASI & JUKNIS
  92. SEKNAS SPAB MEMPUNYAI TUGAS:
  93. Mengkoordinasikan hal-hal terkait program dan kegiatan sekolah aman
  94. BAB 3
  95. PENERAPAN
  96. SATUAN PENDIDIKAN
  97. AMAN BENCANA
  98. IMPLEMENTASI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB)
  99. KEGIATAN PENUNJANG KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SPAB DI BERBAGAI DAERAH
  100. Pelaksanaan penelitian dan riset terkait SPAB
  101. KEBERHASILAN
  102. Adanya pesan kunci keselamatan yang terstandar di sekolah
  103. Adanya komitmen lembaga sekolah dan pemerintah
  104. Adanya sinergi praktik PRB sekolah dengan PRB berbasis masyarakat
  105. PRB sekolah yang inklusif
  106. Pengembangan strategi PRB sekolah yang praktis dan realistis.
  107. ROADMAP
  108. SEKOLAH / MADRASAH AMAN
  109. PETA INDEKS RAWAN BENCANA INDONESIA TAHUN 2012
  110. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  111. BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI
  112. SEKRETARIAT JENDERAL KEMENDIKBUD
  113. BAB 4
  114. TANTANGAN & PELUANG
  115. PENERAPAN SPAB
  116. ? ? ? ???
  117. 06 PEMANTAUAN IMPLEMENTASI SPAB YANG
  118. TERINTEGRASI DENGAN SISTEM MANAJEMEN INFORMASI PENDIDIKAN
  119. Rencana aksi kegiatan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana
  120. 11 Simulasi yang dilakukan secara rutin
  121. BAB 5 BAB 5
  122. MEDIA KOMUNIKASI
  123. INFORMASI EDUKASI
  124. A POSTER
  125. B KOMIK
  126. BAB 6
  127. PENDIDIKAN
  128. TANGGUH BENCANA
  129. DI TAHUN 2030
  130. MENUJU SPAB 2030 DEKLARASI MAGELANG 2017
  131. 05(sister school) yang terintegrasi dalam program SMAB.
  132. MENUJU SPAB 2030
  133. KEBIJAKAN DAN PERATURAN MENGENAI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA TELAH
  134. DISAHKAN DAN DITERAPKAN SECARA OPTIMAL 01
  135. MENUJU SPAB 2030
  136. MENUJU SPAB 2030
  137. SEKNAS BERJALAN MAKSIMAL TERMASUK MENJALIN KEMITRAAN
  138. DENGAN PIHAK SWASTA
  139. MENUJU SPAB 2030 AKSES MATERI AJAR TERKAIT SPAB
  140. TERDAPAT DI WEBSITE SPAB
  141. MENUJU SPAB 2030 MATERI SPAB TERMASUK BAGIAN DARI
  142. KOMPETENSI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BISA DIAKSES PULA MELALUI E-LEARNING
  143. MENUJU SPAB 2030 1% DARI ANGGARAN PENDIDIKAN
  144. DIALOKASIKAN UNTUK SPAB
  145. Pembangunan ini didukung oleh
  146. MENUJU SPAB 2030
  147. PEMANTAUAN IMPLEMENTASI SPAB TERINTEGRASI
  148. DI DAPODIK
  149. MENUJU SPAB 2030
  150. AUDIT KEAMANAN BANGUNAN SECARA BERKALA
  151. Example Reports
  152. MENUJU SPAB 2030
  153. SIMULASI RUTIN DI SEKOLAH DUA KALI SETAHUN
  154. MENUJU SPAB 2030
  155. KOLABORASI ANTAR KEMENTERIAN DENGAN MULTIPIHAK BERJALAN OPTIMAL
  156. DAFTAR PUSTAKA
  157. Didukung oleh:

PENDIDIKAN TANGGUH

BENCANA

“Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Indonesia”

SEKRETARIAT NASIONAL SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2017

Tim Penyunting

Poppy Dewi Puspitawati (Kemendikbud)

Sri Renani Pantjastuti (Kemendikbud)

Lilik Kurniawan (BNPB)

Praptono (Kemendikbud)

Yusra Tebe (Unicef)

Penulis

Avianto Amri (Macquarie University)

Kontributor

Mohd Robi Amri (BNPB)

Pratomo Cahyo Nugroho (BNPB)

Elfina Rozita (BNPB)

Faisal Khalid (Kemendikbud)

Jamjam Muzaki (Seknas SPAB)

Asep Koswara (YKRI)

Ida Ngurah (YSTC)

Maulinna Utaminingsih (YSTC)

Rani Sawitri (ASB)

Mariana Pardede (KYPA)

Widowati (HFI)

Yayah Ruchyati (LPBI NU)

Ksatria Ratu Dewa (Perkumpulan KerLiP)

Desain dan Tata Letak

Box Breaker

TENTANG BUKU INI

Buku ini membahas berbagai capaian, tantangan, dan peluang terkait Pendidikan Tangguh Bencana atau program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Buku ini memaparkan mengenai konsep pendidikan tangguh bencana, sejarah berkembangnya program ini, serta pihak-pihak yang terlibat.

Penyusunan buku ini merupakan inisiasi Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) yang dikoordinir oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan didukung oleh Unicef, Yayasan Plan International Indonesia, dan Yayasan Sayangi Tunas Cilik. Materi untuk penyusunan buku ini bersumber dari berbagai lembaga, antara lain: ASB, BNPB, Box Breaker, Hope Worldwide Indonesia, IDEP, Kemendikbud, KYPA, LIPI, LPBI NU, MDMC, Perkumpulan KerLiP, PMI, Risk Frontiers/ Macquarie University, UNDP, UNESCO, UNICEF, WVI, Yayasan Khadam Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia, dan Yayasan Sayangi Tunas Cilik.

PENDIDIKAN TANGGUH

BENCANA

“Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Indonesia”

Sumber Foto: ASB & YSTC

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya buku Pendidikan Tangguh Bencana “mewujudkan satuan pendidikan aman bencana” dapat diterbitkan. Buku ini menyajikan perkembangan penerapan pendidikan kebencanaan khususnya satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di Indonesia. Sejak peluncuran kampanye sejuta sekolah dan rumah sakit aman dari bencana, program satuan pendidikan aman bencana di Indonesia telah mengalami perkembangan yang menggembirakan. Seiring dengan adanya kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan hal tersebut, bertambah pula lembaga yang memiliki program SPAB. Kesadaran akan pentingnya sekolah dan madrasah aman dari bencana juga semakin meningkat. Telah banyak capaian yang sudah kita peroleh dalam mewujudkan satuan pendidikan aman bencana. Saat ini kita sudah memiliki peta jalan (road map) sekolah aman, sekretariat nasional untuk mengkoordinasikan implementasi satuan pendidikan aman bencana, serta dasar kebijakan dan panduan yang dapat dipedomani bersama. Implementasi yang telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun berbagai lembaga non pemerintah, juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu safe school country leader diantara 15 negara lain di dunia. Hal ini menandakan bahwa Indonesia telah menjadi pelopor SPAB dengan melakukan berbagai upaya yang inovatif dan strategis. Dalam menumbuhkembangkan SPAB secara optimal, ada beberapa hal yang masih perlu diperkuat, antara lain meningkatkan koordinasi dan kolaborasi diantara pemangku kepentingan, mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya, mengimplementasikan kebijakan dan strategi

secara efektif, melakukan monitoring dan evaluasi secara terpadu, sistematis dan berkala. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai salah satu rujukan pembelajaran kebencanaan bagi berbagai pelaku satuan pendidikan aman bencana baik di Indonesia maupun di mancanegara yang pada akhirnya kita semua dapat memberikan kontribusi berarti bagi pengurangan risiko bencana.

Jakarta, Oktober 2017

Willem Rampangilei Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Kata 2 5 Daftar DAFTAR ISI
Pengantar 3 Daftar Isi Singkatan 7 Bab 1 Ancaman Bencana di Satuan Pendidikan
8 Bahaya bencana di Indonesia 9 Apa yang dimaksud dengan bencana? 10 Kerugian yang diakibatkan bencana 16 Dampak bencana terhadap sektor pendidikan di Indonesia 18 Pemetaan sekolah di daerah rawan bencana 19 Peta indeks risiko bencana Indonesia
23
Bab 2 Program Satuan Pendidikan Aman Bencana 24 Konsep dasar 28 Sejarah Pendidikan Tangguh Bencana 30 Sejarah istilah program PRB di sektor pendidikan 31 10 Langkah mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana 32 Regulasi & Juknis 34 Kelembagaan
37 Anggaran dari Pemerintah 39 Bab 3 Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana 40 Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana 41 Kegiatan penunjang keberhasilan impelemnatasi SPAB di daerah 43 Roadmap sekolah/ madrasah aman 45 Bab 4 Tantangan & Peluang penerapan SPAB

58 59

Bab 557 Media Poster Komik Brosur Komunikasi Buku Panduan

55 DAFTAR ISI

Informasi Edukasi

60

Lembar Balik Video

62 64

Deklarasi Alat Peraga Magelang 2017

67 65

Seknas berjalan maksimal termasuk Kebijakan dan peraturan mengenai menjalin kemitraan dengan pihak swasta satuan pendidikan aman bencana telah disahkan dan diterapkan secara optimal

69 70

Materi SPAB termasuk bagian dari 1% dari anggaran kompetensi guru dan tenaga pendidikan kependidikan bisa diakses pula melalui dialokasikan e-learning untuk SPAB

61 Bab 6

Pendidikan Alat Permainan Tangguh (Konvesional, 63 Bencana Elektronik) di Tahun 2030

72 73

Pemantauan implementasi berkala SPAB terintegrasi di dapodik

71 Juknis terkait alokasi dana dari BOS dipahami oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan sekolah mengalokasikan anggaran SPAB dari dana BOS

76

Daftar Pustaka Simulasi rutin Kolaborasi antar kementerian di sekolah dua dengan multipihak berjalan kali setahun optimal

Audit keamanan bangunan secara

DAFTAR SINGKATAN DAFTAR SINGKATAN

AEPI : Australia’s Education Partnership KPB : Konsorsium Pendidikan Bencana RKAS : Rencana Kegiatan dan Anggaran

with Indonesia KYPA : Komite Yogyakarta untuk Sekolah
ASB : Arbeiter-Samariter-Bund Pemulihan Aceh Satgas : Satuan Tugas
APAR : Alat Pemadam Api Ringan LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan SD : Sekolah Dasar
Bakornas PB : Badan Koordinasi Indonesia SE : Surat Edaran
Nasional Penanggulangan Bencana LPBI NU : Lembaga Penanggulangan Sekjen : Sekretaris jenderal
BOS : Bantuan Operasional Sekolah Bencana dan Perubahan Iklim Indonesia Seknas : Sekretariat Nasional
BNPB : Badan Nasional Penanggulangan Nahdhatul Ulama SK : Surat Keputusan
Bencana LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat SNI : Standar Nasional Indonesia
DAK : Dana Alokasi Khusus MA : Madrasah Aliyah SMA : Sekolah Menengah Atas
DAPODIK : Data Pokok Pendidikan MDMC : Muhammadiyah Disaster SMAB : Sekolah/Madrasah Aman
Ditjen : Direktorat Jenderal Management Center Bencana
Dikdasmen : Pendidikan Dasar dan MI : Madrasah Ibtidaiyah SMP : Sekolah Menengah Pertama
Menengah MTs : Madrasah Tsanawiyah SMK : Sekolah Menengah Kejuruan
EMIS : Education Management Monev : Monitoring dan Evaluasi SPAB : Satuan Pendidikan Aman Bencana
Information System MoU : Memorandum of Understanding SSB : Sekolah Siaga Bencana
GIS : Geographic Information System PAUD : Pendidikan Anak Usia DIni TK : Taman Kanak-kanak
HFI : Humanitarian Forum Indonesia Perbup : Peraturan Bupati UNDP : United Nations Development
Juknis : Petunjuk Teknis Pergub : Peraturan Gubernur Programme
Kemenag : Kementerian Agama Perka : Peraturan Kepala UNESCO : United Nations Educational,
Kemendikbud : Kementerian Permendikbud : Peraturan Menteri Scientific and Cultural Organization
Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan dan Kebudayaan UNICEF : United Nations Children’s Fund
Kepmendikbud : Keputusan Permendiknas : Peraturan Menteri UN OCHA : United Nations Office for the
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Nasional Coordination of Humanitarian Affairs
Kemenkes : Kementerian Kesehatan Perpres : Peraturan Presiden UU : Undang-Undang
Kemenristekdikti : Kementerian Riset, PG : Playgroup VISUS : Visual Inspection for defining the
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi PKLK : Pendidikan Khusus dan Layanan Safety Upgrading Strategies
Kemensos : Kementerian Sosial Khusus WVI : Wahana Visi Indonesia
KRB : Kajian Risiko Bencana PP : Peraturan Pemerintah YKRI : Yayasan Kausa Resiliensi Indonesia
KerLiP : Keluarga Peduli Pendidikan PRB : Pengurangan Risiko Bencana YSTC : Yayasan Sayangi Tunas Cilik

with Indonesia KYPA : Komite Yogyakarta untuk Sekolah

SD Negeri 044831 Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (18/7/2017). © TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

© TRIBUN MEDAN

BAB 1

ANCAMAN

BENCANA

DI SATUAN PENDIDIKAN

BAHAYA BENCANA
DI INDONESIA Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung api aktif terbanyak di dunia, 127 buah, dimana beberapa diantaranya merupakan letusan gunung api terkuat yang pernah terjadi di dunia. 127 GUNUNG API AKTIF
Gempa bumi Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia yang juga menyebabkan sebagian besar kawasan pesisir Indonesia rawan terlanda tsunami. pantai menyebabkan sering terjadi hutan serta Indonesia juga merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Selain itu, Indonesia juga memiliki iklim tropis yang cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran lahan dan abrasi dan gelombang ekstrim di beberapa wilayah Indonesia. Pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk menyebabkan Indonesia berpotensi akan banjir, tanah longsor, TSUNAMI
TANAH LONGSOR 8 BANJIR CUACA EKSTRIM ancaman kecelakaan industri dan wabah penyakit
DENGAN APA YANG DIMAKSUD BENCANA?
masyarakat Bencana adalah suatu atau rangkaian kejadian menyebabkan banyak kerugian yang luar biasa membutuhkan bantuan dari pihak luar. Kejadian bencana bisa dipicu oleh peristiwa alam, tindakan manusia atau kombinasi keduanya. kejadian yang kematian atau dimana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang Bencana mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/ atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (UU 24/2007). 9

JUMLAH KEJADIAN BENCANA

3000Data Badan Nasional Penanggulangan

2.384 Bencana (2017) dalam 15 tahun terakhir
2500 (2002 - 2016), jumlah kejadian bencana 2000diIndonesia meningkat hampir 20 kali lipat. Jenis bencana bisa dikelompokkan menjadi 1500 dua, yaitu hidrometeorologis (banjir, tanah 1000 longsor, gelombang pasang/ abrasi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, dan angin puting 143 500 beliung) dan geologis (gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api).

0
2002 2008 2009 2010 2011 2012
HIDROMETEOROLOGI GEOLOGI

2003 2004 2005 2006 2007 2013 2014 2015 2016 Lebih dari 90% kejadian bencana di Indonesia

diakibatkan oleh banjir dan tanah longsor, dimana lebih dari 28 juta orang terkena dampak antara 2002-2016. Namun, berdasarkan jumlah korban jiwa, bencana terkait geologi adalah jenis bencana yang paling mematikan, dimana lebih dari 90% korban meninggal dunia dan hilang akibat bencana disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami.

MENINGGAL DAN HILANG JIWA TERDAMPAK

Geologis 7,000,000 >236 ribu (97%) 6,000,000

5,000,000

4,000,000

3,000,000

2,000,000

1,000,000

Hidrometeorologis- 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 >7 ribu (3%)

POTENSI TERPAPAR DAN KERUGIAN AKIBAT DAMPAK BENCANA
Rp
Jenis Bencana Luas Bahaya Jiwa Terpapar Fisik Ekonomi Lingkungan
Banjir (Ha) 39.371.167 100.814.666 (Rp. milyar) 176.329.821 (Rp. milyar) 140.520.440 (Ha) 12.135.975
Banjir Bandang 2.733.966 8.637.161 44.679.539 15.358.006 1.055.365
Cuaca Ekstrim 106.582.476 244.295.774 11.972.702 3.088.869 0
Gelombang Ekstrim & Abrasi 1.888.085 4.917.327 22.042.350 1.290.842 460.252
Gempa bumi 52.374.614 86.247.258 466.689.834 182.185.171 0
Kebakaran hutan & lahan 86.457.259 0 0 59.036.830 41.855.289
Kekeringan 163.101.784 228.163.266 0 192.737.143 63.781.004
Letusan Gunung Api 394.324 749.126 2.695.427 12.613 139.676
Tanah Longsor 57.418.460 14.131.542 78.279.825 75.870.343 41.337.707
Tsunami 961.133 3.702.702 71.494.821 7.976.358 119.688
Sumber data: BNPB, 2017 11

DAMPAK BENCANA TERHADAP SEKTOR PENDIDIKAN DI INDONESIA

Dalam 15 tahun terakhir, terdapat 46.648 sekolah yang terdampak. Data ini hanya dihimpun berdasarkan skala bencana menengah dan besar yang memberikan dampak signifikan pada sektor pendidikan Indonesia.

2004 | Gempa bumi dan Tsunami | Aceh dan Sumatera Utara

2.000 sekolah
2006 | Gempa bumi | Yogyakarta

2.900 sekolah
2007 | Banjir | Jakarta 251 sekolah

2009 | Gempa bumi | Sumatera Barat dan Jambi

2.800 sekolah
2010 | Gempa bumi dan Tsunami | Mentawai 7 sekolah

2009 | Gempa bumi dan Tsunami | Jawa Barat

2.091 sekolah
2013 | Gempa bumi | Aceh Tengah dan Bener Meriah 514 sekolah

2014 | Banjir | Manado 55 sekolah

2015 | Asap | Sumatera dan Kalimantan

21.005 sekolah
2016 | Gempa bumi | Pidie Jaya, Pidie dan Bireun 268 sekolah

LETUSAN GUNUNG BERAPI DI SINABUNG

DAMPAK LETUSAN GUNUNG SINABUNG

7 Km radius KRB

© ANTARA NEWS 20141,49 Trilyun Kerugian dan kerusakan

185 Semenjak gunung Sinabung meletus pada Sekolah rusak Agustus 2010, peserta didik yang terkena dampak saat ini melanjutkan sekolahnya di sekolah dampingan di sekitar tempat

6.179

pengungsian. Kondisi kegiatan belajar Jiwa mengajar peserta didik mengalami mengungsi gangguan yang belum menentu hingga kapan mereka bisa kembali ke sekolah mereka sebelumnya. 2.856 Peserta didik mengungsi

JUMLAH SEKOLAH

0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000

JAWA TIMUR 1890 JAWA TENGAH 1833 JAWA BARAT 1529 SUMATERA UTARA 1163 KALIMANTAN SELATAN 894 SUMATERA SELATAN 657 KALIMANTAN BARAT 592 KALIMANTAN TENGAH 418 RIAU 373 SULAWESI SELATAN 312 BANTEN 275 KALIMANTAN TIMUR 238 DKI JAKARTA 214 JAMBI 211 LAMPUNG 170 ACEH 136 SULAWESI TENGAH 91 SUMATERA BARAT 75 PAPUA 71 SULAWESI TENGGARA 61 GORONTALO 38 NUSA TENGGARA BARAT 37 BALI 36 SULAWESI UTARA 36 MALUKU 29 SEKOLAH NUSA TENGGARA TIMUR 29 SULAWESI BARAT 22 PAPUA BARAT 19 KALIMANTAN UTARA 17 BENGKULU 13 KEP. BANGKA BELITUNG 10 80 cm DIY 8 KEPULAUAN RIAU MALUKU UTARA

6 0 cm
Jumlah sekolah di Wilayah Risiko Tinggi (>80cm) Bahaya Banjir.

Sumber data: Kemendikbud, 2017

BANJIR
perubahan fungsi guna lahan. pendidikan. Wilayah Jakarta merupakan daerah rawan banjir dan diperparah dengan tingginya urbanisasi dan pesatnya Banjir tahun 2013 yang terjadi di Jakarta merupakan salah satu banjir dengan sebaran terbesar dalam 15 tahun terakhir. Setidaknya ada 251 sekolah terdampak dengan jumlah peserta didik sebanyak 70.270 orang tidak bisa mengakses pendidikan selama 2 minggu. Banjir ini menyebabkan kerugian materi yang cukup besar termasuk merusak dan/atau menghilangkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan Berkat upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta keterlibatan masyarakat pada program pencegahan dan mitigasi banjir, pada tahun 2017 wilayah yang terkena banjir di Jakarta berkurang dengan signifikan. Banjir 2013 JAKARTA Peta Daerah Terdampak Banjir DKI Jakarta 2013
Jumlah Sekolah Terdampak
Peserta 70.270 251 sekolah 2017
Didik Orang Sumber: BPBD DKI Jakarta, 2013, 2017 15

TSUNAMI ACEH

© YUSRA TEBE 2004 © OKEZONE.COM

© ANTARA 2004 © YUSRA TEBE 2004

Tsunami Aceh pada Desember 2004 merupakan bencana terbesar yang pernah terjadi di Indonesia dalam satu generasi terakhir. Sekitar 220 ribu orang meninggal (termasuk hilang) dan merusak 2000 sekolah. Kerusakan akibat tsunami begitu besarnya sehingga KORBAN

220TSUNAMI membutuhkan waktu lama untuk

RIBU membangun ulang sekolah-sekolah Orang meninggal yang rusak dan anak-anak mesti (termasuk hilang) sekolah di ruang belajar darurat.

BENCANA
TERBESAR yang pernah terjadi2000

SEKOLAH di Indonesia dalam satu generasi terakhir. RUSAK

GEMPA BUMI YOGYAKARTA 2006
57
DETIK 6.000 ORANG MENINGGAL Foto gempa Yogyakarta © Yusra Tebe 2006
5,9 Gempa bumi Yogyakarta terjadi pada 27 Mei 2006 pukul 05:55:03 WIB. Peristiwa gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut berlangsung selama kurang lebih 57 detik berkekuatan 5,9 pada
SKALA RICHTER skala Richter. Selain korban jiwa, gempa bumi tersebut juga merusak 2.900 bangunan sekolah.
2.900 Walaupun hampir 6.000 orang meninggal, banyak pihak berpendapat bahwa dampak gempa bumi ini bisa jauh lebih buruk. Hal ini karena gempa bumi terjadi di pagi hari dimana anak-anak belum berangkat ke sekolah. Bila gempa bumi ini terjadi saat jam sekolah, kemungkinan jumlah korban jiwa bisa
BANGUNAN SEKOLAH jauh lebih besar. 17

PEMETAAN SEKOLAH DI DAERAH YANG RAWAN BENCANA

TERSEBAR DI

497.576 34

TOTAL SEKOLAH DI INDONESIA PROVINSI
RINCIANNYA TERDIRI DARI
22.439
SMA/MA
57.499
13.856
229,533 SMP/MTs

SMK TK/RA/KB/TPA/SPS Data tersebut pada tahun 2013 disandingkan dengan peta indeks risiko

174.249
bencana di Indonesia oleh BNPB.

SD/MI

Sumber: Kemendikbud, 2017

PETA INDEKS RISIKO BENCANA INDONESIA

UPDATE TAHUN 2013

Saat ini proses pemetaan sekolah yang berlokasi di daerah rawan Sekolah di lokasi bencana sedang dilakukan oleh Kemendikbud bekerjasama rawan bencana dengan BNPB. Hasil pemetaan dapat dilihat di website: sedang dan tinggi smab.kemdikbud.go.id

ATAU

250.000

JUMLAH SEKOLAH SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA75% DAN SMK YANG BERADA DI LOKASI RAWAN DARI SELURUH BENCANA SEKOLAH DI INDONESIA

Sumber: Worldbank, 2014

JUMLAH SEKOLAH DAN RUANG KELAS YANG RUSAK BERAT, RUSAK SEDANG, RUSAK RINGAN

AGUSTUS DATA KEMENDIKBUD 2017

266.599

SEKOLAH

1.701.302

RUANG KELAS
RUANGAN YANG KONDISINYA BAIK DAN KONDUSIF

472.504UNTUK KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

RUSAK

940.993RINGAN

RUSAK

99.018SEDANG

RUSAK

79.526BERAT

RUSAK

74.855TOTAL

RUANGAN

34.406BUKAN MILIK

Angka yang besar ini tentunya sangat mengkhawatirkan mengingat bila bahaya bencana terjadi misalnya gempa bumi, tanah longsor, dan banjir bandang, kelas-kelas ini tentunya dapat membahayakan peserta didik dan guru didalamnya.

SEBARAN JUMLAH SEKOLAH YANG BERADA DI WILAYAH ANCAMAN TINGGI BENCANA

0 1000 2000 3000 4000 5000

JAWA BARAT SUMATERA UTARA JAWA TENGAH SUMATERA BARAT JAWA TIMUR SULAWESI SELATAN ACEH SULAWESI TENGAH NUSA TENGGARA TIMUR PAPUA KALIMANTAN SELATAN TOTAL SULAWESI BARAT SEBANYAK SUMATERA SELATAN SULAWESI UTARA 250.000 GORONTALO

KALIMANTAN BARAT SEKOLAH
JAMBI DI WILAYAH
BENGKULU LAMPUNG RISIKO
NUSA TENGGARA BARAT TINGGI
MALUKU UTARA MULTI
KALIMANTAN TENGAH BAHAYA
BANTEN RIAU GEMPA BUMI LETUSAN
SULAWESI TENGGARA GUNUNG API
MALUKU TSUNAMI
DIY
PAPUA BARAT BANJIR
KALIMANTAN TIMUR LONGSOR

BALI DKI JAKARTA Sumber: Kemendikbud, 2017 KALIMANTAN UTARA KEP. RIAU KEP. BANGKA BELITUNG

Dokumentasi KYPA, 2014

BAB 2 BAB 2

PROGRAM

SATUAN PENDIDIKAN

AMAN BENCANA

A. KONSEP DASAR

Mewujudkan pendidikan tangguh bencana Berpusat pada anak memerlukan upaya-upaya adalah seluruh upaya dilakukan dengan memahami yang komprehensif yang bahwa anak-anak memiliki kebutuhan yang spesifik dalam berpusat pada anak. menghadapi bahaya bencana serta seluruh upaya tersebut dilakukan dengan mengajak anak-anak untuk ikut serta berpartisipasi aktif sesuai dengan kapasitas dan minatnya.

Dokumentasi YSTC, 2017

Dokumentasi PLAN-LIPI, 2014

UPAYA-UPAYA PENDIDIKAN TANGGUH BENCANA DIKELOMPOKKAN MENJADI TIGA KOMPONEN

SEKOLAH PILAR

1 Fasilitas sekolah aman

PILAR

2 Manajemen bencana di sekolah PILAR

3 Pendidikan pencegahan dan pengurangan

risiko bencana

SELURUH UPAYA INI MESTI DIIRINGI DENGAN DUKUNGAN
Kebijakan dan Rencana
perencanaan di penanggulangan
sektor pendidikan bencana setempat

PENDEKATAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA YANG KOMPREHENSIF

  • Perawatan Gedung • Pendidikan akan
  • Miligasi non-struktural keamanan struktural
  • Keselamatan terhadap ANAAN SE • Konstruksi sebagai
    NC KTO kebakaran P ERE peluang pendidikan N R P A EN D N D A I D K IK A IJ • PILAR 1 • A B FASILITAS N E SEKOLAH K AMAN
D is l e • PILAR 2 •

k a su MANAJEMEN• PILAR 3 • a lo i BENCANA PENDIDIKANn k PENCEGAHAN &a a DI SEKOLAHd nPENGURANGAN l d a

eRISIKO BENCANA n n io g s a a

n -n re b nc su

an al, a m ion ana
nas j emen bencana
  • Analisis sektor pendidikan
  • Rencana kesiapsiagaan bencana ditingkat keluarga • Kajian risiko multi bahaya
  • Rencana reunifikasi keluarga • Kajian dan perencanaan
  • Latihan (Simulasi) sekolah
    yang berpusat pada anak
Kegiatan yang bisa dilakukan oleh sekolah dalam rangka implementasi SPAB:• PILAR 1 •

FASILITAS SEKOLAH AMAN

Kegiatannya meliputi
  • Penempatan lokasi Sekolah
• PILAR 2 • • PILAR 3 •
di wilayah yang bukan rawan Bencana MANAJEMEN PENDIDIKAN
• Desain dan pembangunan BENCANA PENCEGAHAN &
bangunan Sekolah yang sesuai dengan aturan dan standar keamanan bangunan • Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan Sekolah dan fasilitasnya di paska bencana • Perkuatan (retrofiting) DI SEKOLAH PENGURANGAN RISIKO BENCANA
bangunan Sekolah untuk aman • Pembentukan tim
dari bahaya Bencana penanggulangan bencana di
• Melakukan perawatan sarana sekolah • Peningkatan kapasitas
dan prasarana pendidikan • Penetapan Kebijakan SPAB bagi warga sekolah (kepala
• Melakukan penataan ruang di sekolah/madrasah sekolah, guru, komite, siswa
kelas agar aman di saat • Perencanaan kesiapsiagaan dan tenaga kependidikan
ancaman bencana terjadi menghadapi bencana di lainnya) dan pengawas
• Pengadaan fasilitas pendukung sekolah dalam bentuk sekolah
seperti adanya perlengkapan prosedur tetap dan rencana • Praktik simulasi evakuasi
tanggap darurat di setiap kontinjensi secara mandiri dan
ruangan, alat pemadam • Pengembangan strategi berkelanjutan
kebakaran, kotak pertolongan belajar mengajar di masa • Integrasi materi PRB dalam
pertama dan juga alarm/ tanda darurat berbagai mata pelajaran
untuk evakuasi • Penyusunan rencana aksi dan kegiatan ekstrakulikuler
• Pengawasan secara berkala untuk mendukung SPAB (contoh: pramuka, dokter
mengenai keamanan gedung • Penentuan rencana kecil, palang merah remaja)
sekolah oleh instansi terkait pertemuan kembali antara • Kampaye rutin mengenai
• Pendidikan mengenai anak dan orang tua bila pesan kunci keselamatan
bangunan aman bencana terjadi bencana yang praktis

di wilayah yang bukan rawan

Kegiatannya meliputi
Kegiatannya meliputi

B. SEJARAH PENDIDIKAN TANGGUH BENCANA

2001 Penanggulangan bencana di Kemendikbud oleh Ditjen Dikdasmen
2004 Tsunami Aceh, pertama kalinya respon bencana di sektor pendidikan yang dilakukan dalam skala besar
2005 Tim Perencana Pengawas SMK pertama kali terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi

2006Pembentukan KPB, difasilitasi UN OCHA

2006Perumusan konsep Sekolah Siaga Bencana (SSB) oleh KPB

2006Kampanye global mengenai PRB dimulai dari sekolah

2006Gempa bumi Yogyakarta. Lebih dari 2,900 sekolah hancur dan rusak berat

2007 UU no. 24/ 2007 tentang Penanggulangan Bencana disahkan
2007 Standar sarana prasarana sudah mempertimbangkan aspek aman dari bahaya bencana (Permendiknas no. 24/2007)
2008 BNPB didirikan
2009 Dana Abadi Pendidikan mulai digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah rusak akibat bencana
2010 Buku Panduan Penilaian Paska Bencana untuk Sektor Pendidikan
2010 Surat Edaran no. 70a/SE/MPN/2010 mengenai Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sektor Pendidikan
2010 Strategi Nasional dan Modul Pengintegrasian PRB di Sekolah

2010Peluncuran Kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman di Indonesia

2010Konsep sekolah aman dirumuskan dengan memasukkan aspek struktural dan non-struktural

2011Adopsi Standar Minimum Pendidikan di Masa Darurat dalam konsep Pendidikan Ramah Anak

2011Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Sekolah dicanangkan

2011Dana Alokasi Khusus (DAK) mulai digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah

2011Pemodelan penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana

2012Perka BNPB no. 4/ 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/ Madrasah Aman dari Bencana

2012Piloting SMAB di 210 sekolah di lima provinsi

2012 Penerapan SMAB dalam rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah
2013 Pendidikan di masa darurat resmi dimasukkan ke dalam bidang Pendidikan Layanan Khusus (Permendikbud no.72/ 2013)
2013 Integrasi sekolah aman bencana dengan Sekolah Sehat, Sekolah Adiwiyata, dan Sekolah Ramah Anak
2013 Direktori SMAB disusun. Lebih dari 25,000 sekolah telah terpapar program terkait SMAB

2014Integrasi bangunan tahan gempa ke dalam petunjuk teknis DAK SMP

2014 Sekretarian Nasional Sekolah Aman dialihkan koordinasinya dari BNPB kepada Kemendikbud
2014 Sekolah/ Madrasah Aman Bencana menjadi bagian dari Sekolah Ramah Anak (Permeneg PPPA no. 8/ 2014)
2015 Roadmap sekolah aman ditetapkan

2017Seknas SPAB dibentuk melalui SK Kemendikbud

2017Proses penyusunan draft Permendikbud tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana dimulai

Deklarasi Magelang ditetapkan sesudah Konferensi Nasional Pendidikan Bencana

C. SEJARAH ISTILAH PROGRAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI SEKTOR PENDIDIKAN

Program pengurangan risiko bencana di sektor pendidikan sudah berjalan lebih dari satu dekade. Dalam perjalanannya, terdapat beberapa istilah yang digunakan oleh berbagai lembaga atau instansi pemerintah dan non-pemerintah. Meskipun memiliki nama yang berbeda, tujuan program ini adalah sama yaitu untuk menyelamatkan jiwa warga sekolah terutama anak-anak dari ancaman bencana. Beberapa istilah yang digunakan antara lain:

PRBBS (Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Sekolah
SSB atau Sekolah Siaga Bencana
Sekolah Aman Bencana
Sekolah Madrasah Aman Bencana
Satuan Pendidikan Aman Bencana

Beberapa istilah masih digunakan terkait dengan komitmen lembaga terhadap implementasi program yang sedang berjalan.

Namun, saat ini istilah resmi yang digunakan adalahSatuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), yang menunjukkan komitmen penuh Pemerintah Indonesia, dibawah koordinasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewujudkan seluruh fasilitas pendidikan beserta warganya agar aman dari ancaman bencana, yang terdiri dari PAUD, PG, TK, SD/ MI, SMP/ MTS, SMA/ SMK/ MA, dan fasilitas pendidikan lainnya. Dalam buku ini terdapat beberapa istilah lama yang masih digunakan yang pengertiannya sama dengan SPAB.

D.10 LANGKAH MEWUJUDKAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA

Membangun budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan risiko bencana di sekolah merupakan tujuan dari program sekolah aman bencana. Dalam implementasinya, program sekolah aman bencana dapat diintegrasikan dengan berbagai sektor yang bergerak di bidang pendidikan dan kebencanaan. Berikut adalah ruang lingkup pelaksanaan sekolah aman bencana yang meliputi sepuluh kegiatan:

Pengkajian Pelatihan dan penilaian untuk Pelatihan untuk mandiri4 peserta Persiapan 2 di awal guru, tenaga Didik dan konsolidasi kependidikan program3 1dengan pihak lainnya, serta Sekolah komite sekolah

Melakukan simulasi Penyusunan teratur 8 rencana aksi dan sebanyak 2 pembentukan tim Penyusunan kali setahun Pengkajian risiko 6 prosedur tetap siaga bencana bencana bersama, untuk masa pra, 5 termasuk dengan Sekolah 7 saat, dan paska peserta didik bencana

Pada umumnya, Melakukan program SPAB penilaian dapat dikerjakan mandiri dan dalam periode 9 Melakukan 3-4 bulan di tiap pengawasan secara rutin evaluasi sekolah. pelaksanaan dan 10 memutakhirkan rencana aksi

E. REGULASI & JUKNIS

Dasar hukum penyelenggaraan SPAB secara umum telah terakomodir dalam peraturan perundang- undangan yang ada, diantaranya yaitu:

1 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 32 ayat 2 tentang pendidikan layanan khusus

2 UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana pasal 26, 35, 43 dan 47

3 UU 23/2002 yang diperbaharui dengan UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak

4 UU 8/2016 Penyandang tentang Hak Perlindungan dari bencana Disabilitas Bagian ke enam belas dan Pasal 109 tentang pelayanan publik pasal 20 perlindungan dari bencana

5 PP 17/2010 tentang Penyelenggaraan Pedidikan

6 PP 32/2013 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai perubahan kedua dari PP 19/2005

7 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Permendiknas 24/2007 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah (SD/ MI), Sekolah menengah Pertama/Madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA);

8 SE Mendiknas 70a/MPN/SE/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah

9 Perka BNPB 4/2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/ Madrasah Aman dari Bencana

10 Permendikbud 72/2013 tentang Pendidikan Layanan Khusus

11 SK Sekjen Kemendikbud 8953/A.A2.1/ KP/2014 tentang Sekretariat Penanggulangan Bencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

12 Kepmendikbud 40/P/2017 yang tentang Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan diperbaharui dengan nomor 110/P/2017 Aman Bencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

F. KELEMBAGAAN Sekretariat SPAB) Nasional Satuan Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan oleh berbagai lembaga Pemerintah dan non pemerintah. diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. prinsip pedoman penerapan dasar dari bencana. Aman Bencana Sekretariat Nasional Sekolah Aman Bencana dibentuk pada tanggal 25 Agustus 2011 yang awalnya bertujuan mewujudkan gerakan Aman, Sehat, Hijau, Inklusi dan Ramah Anak di sekolah dan madrasah yang melibatkan peran serta pemangku kebijakan, pengelola satuan pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, keluarga/masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Yang turut dibentuk Sejak 20 juni 2013, berdasarkan kordinasi BNPB, Kemenag, Kemdagri dan KemPU, dan KemKes, maka disepakati pengelolaan Seknas SMAB dialihkan ke BNPB dalam koordinasi Direktorat Pengurangan Risiko Bencana. Namun pada peringatan bulan PRB tahun 2014, pengelolaannya Mulai tahun 2016, Seknas SMAB kelola oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dit. PPKLK) dengan landasan kebijakan Permendikbud 11/2015 tentang Organisasi dan tata kerja Kemendikbug tentang Pendidikan layanan khusus dalam hal ini pendidikan di daerah rawan bencana alam dan sosial. Kemudian pada tanggal 19 mei 2017, Seknas ditetapkan melalui keputusan nomor 40/P/2017 tentang Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas Seknas SPAB bersifat ad-hoc, kerja tim, dinamis, fleksibel, serta sebagai pemegang mandat fasilitasi operasionalisasi kebijakan penerapan sekolah/ madrasah aman bencana. Seknas SPAB terdiri dari lintas sektoral (Kementerian/ Lembaga/ Instansi) dengan melibatkan secara langsung maupun tidak langsung dan secara fungsional dari jabatan yang melekat dalam rangka menyukseskan program dan target penerapan sekolah/ madrasah aman dari bencana. Seknas SPAB dilandaskan pada prinsip- Secara khusus, Seknas SPAB lebih mempertimbangkan pada tiga prinsip utama, sebagai berikut: Berdasarkan SK Menteri
Interdisiplin dan Menyeluruh. 3 (Intercultural Approach). Komunikasi Antar-Budaya Pendekatan
1 Berbasis Hak. Penerapan sekolah/ madrasah aman dari bencana harus didasari sebagai pemenuhan hak pendidikan anak; 2 Penerapan sekolah/ madrasah aman dari bencana terintegrasi dalam standar pelayanan minimum pendidikan dan dilaksanakan secara terpadu untuk mencapai standar nasional pendidikan; luhur kemanusiaan. penerapan sekolah/ madrasah aman dari bencana harus mengutamakan komunikasi antar-pribadi yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda (ras, etnik, atau sosioekonomi) sesuai dengan jati diri bangsa dan nilai–nilai
34

SEKNAS SPAB MEMPUNYAI TUGAS:

Melakukan pemetaan program sekolah aman bencana pada saat tidak terjadi bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi rekonstruksi pasca bencana baik yang menjadi tanggungjawab unit utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun pihak eksternal. 1

Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana aksi program sekolah aman bencana 2015 – 2019. 2

Mengkoordinasikan hal-hal terkait program dan kegiatan sekolah aman

bencana antar unit utama Kemendikbud dengan pihak eksternal antara lain kementerian lain dan lembaga non pemerintah nasional/internasional penggiat kebencanaan pada masa pra, tanggap darurat dan pasca bencana. 3

Melakukan pendampingan teknis penerapan sekolah aman bencana kepada multi pihak dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, penyusunan petunjuk teknis dan lain sebagainya 4

Mengumpulkan, mengelola dan menyebarluaskan praktik baik, sumber pengetahuan dan media komunikasi informasi dan edukasi terkait sekolah aman bencana di Indonesia. 5

Melakukan evaluasi pelaksanaan program pengurangan risiko bencana, tanggap darurat dan pasca bencana dibidang pendidikan. 6

Menyusun laporan kemajuan pelaksanaan penerapan sekolah aman bencana.

1 STRATEGI SEKNAS SPAB: Terciptanya koordinasi, kerjasama dan kolaborasi antar pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat dan sektor swasta). Tersedianya dan terintegrasinya data, informasi 2 satuan pendidikan aman bencana.
3 Tersedianya akses informasi yang berkualitas. Terwujudnya penguatan dan pemberdayaan warga sekolah dalam penerapan satuan pendidikan aman bencana yang berkelanjutan 4
istilah 36 Education cluster Sekilas mengenai KPB risiko bencana. Kerjasama dengan Lembaga Non Pemerintah Satuan Tugas (Satgas) Pendidikan Satgas pendidikan dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan berbagai aktivitas terkait dengan pendidikan dalam situasi bencana, termasuk penguatan kesiapsiagaan dan koordinasi untuk peningkatan kapasitas teknis, dalam masa tanggap darurat. Satgas Pendidikan di Indonesia, dipimpin oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), dengan dukungan dari Unicef. Pada level internasional satgas ini lebih dikenal dengan Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) Indonesia dibentuk pada bulan Oktober 2006 sebagai tindak lanjut dari Peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana (Internasional) 2006 dengan tema “Pengurangan Risiko Bencana Mulai dari Sekolah”. Pada Oktober 2017, KPB beranggotakan sebanyak 35 lembaga baik nasional maupun internasional. Dalam mewujudkan komitmen SPAB di Indonesia yang selaras dengan pelaksanaan Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030, maka KPB terus mendukung pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan PRB di tingkat daerah, nasional dan internasional yang berkelanjutan baik formal, non-formal, maupun informal melalui peningkatan kapasitas, koordinasi, dan sinergi antar pihak yang berkomitmen dalam pendidikan pengurangan (kluster pendidikan), yang dipimpin bersama antara Unicef dan Save the Children.
G. ANGGARAN PEMERINTAH dan BNPB untuk kegiatan SPAB adalah sebesar: Hingga saat ini, komitmen pendanaan pemerintah terutama Kemendikbud
Rp 32,7M Rp 24,2M Rp 8,5M 534 UNIT
TOTAL ANGGARAN DARI PEMERINTAH YANG KHUSUS YANG MENINGKAT DARI TAHUN KE TAHUN. UNTUK MEWUJUDKAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA, Sekolah yang sudah mengikuti program SPAB di seluruh Indonesia yang didukung oleh lembaga pemerintah dan non KEMENDIKBUD (2012-2017) JUMLAH ANGGARAN BNPB (2015-2017) JUMLAH SEKOLAH Jumlah ini sangat lah kecil (<5%) dibandingkan jumlah keseluruhan sekolah di Indonesia. Oleh karena itu, perlu melibatkan dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk memastikan
25.820 UNIT pemerintah. (Sumber: BNPB, 2013) Data ini bersumber dari data Seknas SPAB yang didapat dari berbagai informasi. Ada kemungkinan pula kontribusi dari Kementerian atau lembaga lainnya yang mendukung program SPAB namun tidak tercatat oleh Seknas SPAB. seluruh sekolah di Indonesia bisa aman dari risiko bencana. 37

Dokumentasi YSTC, 2017

Dokumentasi YSTC, 2017

BAB 3

PENERAPAN

SATUAN PENDIDIKAN

AMAN BENCANA

IMPLEMENTASI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB)

Penerapan SPAB difokuskan pada penerapan tiga pilar/komponen satuan pendidikan aman bencana. Untuk menunjang keberhasilan implementasi SPAB, sekretariat nasional SPAB bermitra dengan lembaga penggiat PRB dalam melaksanakan program SPAB. Prinsip-prinsip utama yang mesti diterapkan saat menjalankan program SPAB adalah:

Berpusat pada anak, dimana anak dilibatkan sesuai dengan kemampuan dan minatnya serta seluruh tindakan berdasarkan kebutuhan spesifik anak

Kegiatan dimulai dengan melakukan kajian risiko yang melibatkan seluruh pihak Sekolah, termasuk anak-anak

Sejalan dengan kebijakan dan perencanaan sektor pendidikan serta selaras dengan rencana penanggulangan bencana di daerah setempat

KEGIATAN PENUNJANG KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SPAB DI BERBAGAI DAERAH

Penetapan kebijakan dan peraturan yang jelas baik di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Pembentukan Seknas SPAB ditingkat daerah untuk meningkatkan kolaborasi dan kemitraan antar pihak (pemerintah, LSM, akademisi/universitas, pihak swasta, dan masyarakat).

Penguatan kerja sama antara dinas pendidikan setempat dan badan penanggulangan bencana daerah.

Penyediaan tenaga pendamping untuk SPAB untuk pelatihan/penyuluhan serta pengawasan.

Pengembangan data dan informasi terkait dengan kajian risiko sekolah

Kegiatan kampanye rutin untuk penyadaran dan kampanye misalnya lomba, simulasi evakuasi, seminar, konferensi, dan pameran-pameran terutama dalam kegiatan Bulan PRB (setiap bulan Oktober), Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (setiap 26 April), Hari Anak Nasional (setiap 23 Juli), Hari Disabilitas Sedunia (setiap 3 Desember), Hari Kepedulian Tsunami Sedunia (setiap 5 November).

Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan SPAB bersama seluruh mitra pelaksana melalui rapat koordinasi dan inspeksi lapangan yang rutin.

Pelaksanaan penelitian dan riset terkait SPAB

KEBERHASILAN

Adanya pesan kunci keselamatan yang terstandar di sekolah

Pesan PRB terstandar ditujukan untuk memberikan pesan yang konsisten kepada sekolah terkait PRB sehingga tidak menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaannya. Pesan keselamatan disampaikan dalam berbagai bentuk media komunikasi informasi dan edukasi (poster, modul, film, dan alat peraga lainnya).

Adanya komitmen lembaga sekolah dan pemerintah

Peran pemerintah terhadap pengawasan pelaksanaan kebijakan terkait PRB sangat penting. Penguatan kapasitas di sektor pendidikan baik sekolah dan pemerintah diperlukan dalam memantau pelaksanaan SPAB di daerah. Komitmen ini dalam bentuk program, anggaran dan sumberdaya manusia.

Adanya sinergi praktik PRB sekolah dengan PRB berbasis masyarakat

Bencana berdampak kepada sekolah dan masyarakat dalam waktu bersamaan, tidak terpisah. Diseminasi informasi dan praktik PRB di sekolah dapat dilanjutkan untuk tingkatan masyarakat yang dapat dilakukan oleh perwakilan komite sekolah. Hal ini telah mendukung adanya inisiatif PRB berbasis masyarakat yang ada di sekitar sekolah.

PRB sekolah yang inklusif

PRB inklusif tidak berfokus pada pelabelan/ klasifikasi anak melainkan pada kebutuhan dan kapasitas anak. Sekolah dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas belajar peserta didik yang berbeda-beda dalam menyerap pengetahuan dan praktik PRB. Sehingga informasi yang diberikan dapat diterima untuk melakukan sebuah aksi/tindakan.

Pengembangan strategi PRB sekolah yang praktis dan realistis.

Adanya pelaksanaan SPAB yang mandiri di sekolah dan perencanaan kegiatan yang relevan di sektor pendidikan tingkat daerah guna keberlanjutan program.

ROADMAP

SEKOLAH / MADRASAH AMAN

PETA INDEKS RAWAN BENCANA INDONESIA TAHUN 2012
  • Perawatan Gedung
  • Miligasi non-struktural NCANAAN SEKTO
  • Pendidikan akan keamanan struktural
  • Keselamatan terhadap kebakaran PERE R
  • Konstruksi sebagai peluang pendidikan
    A N P D EN N D A ID K • PILAR 1 • IK AFASILITAS IJSEKOLAHA B AMANN E K KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI SEKRETARIAT JENDERAL KEMENDIKBUD D *Untitled Imposition..isdd by pc-hp3 Form 1 (1) 10/10/2016-2:25 PM i se al su

  • PILAR 2 •

  • PILAR 3 •
    pt. sumber inovasiMANAJEMEN okImposition Studio 5.0 aiBENCANA PENDIDIKAN nl ka DI SEKOLAH PENCEGAHAN & ndPENGURANGANda en RISIKO BENCANA al ga on n r asi en -n can sub a m al, anaje sion men bencana na

  • Rencana bencana di tingkat keluarga

  • Analisis sektor pendidikan
  • Rencana reunifikasi keluarga
  • Kajian risiko multi bahaya
  • Latihan (Simulasi) sekolah
  • Kajian dan perencanaan yang berpusat pada anak
    KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI
SEKRETARIAT JENDERAL KEMENDIKBUD

Dokumentasi Yusra Tebe, 2017

Dokumentasi Kerlip, 2016

BAB 4

TANTANGAN & PELUANG

PENERAPAN SPAB

Program terkait pendidikan tangguh bencana di Indonesia sudah berjalan semenjak tahun

  1. Banyak hal yang sudah dilaksanakan dan berbagai strategi telah diterapkan. Berikut ini adalah beberapa tantangan yang dapat menghambat implementasi program SPAB, berdasarkan informasi dari lembaga-lembaga yang menjalankan program ini.
    01

Masih sedikit orang-orang di sektor pendidikan yang belum mengetahui program SPAB dan bagaimana cara menerapkannya. Panduan untuk menerapkan SPAB baru disusun dan didukung oleh Kementerian terkait dalam tiga tahun terakhir dan sosialisasinya masih terbatas di wilayah-wilayah tertentu. Sedangkan masyarakat, khususnya komunitas pendidikan bisa PETUNJUK TEKNIS PENERAPAN mendapatkan manfaat bila mengetahui SEKOLAH MADRASAH AMAN BENCANA (SMAB) adanya panduan ini. BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SATUAN PENDIDIKAN KHUSUS & REGULER) Saat ini panduan ini bisa diunduh di website SPAB (www.smab.kemdikbud. go.id). DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016

02

Lemahnya dukungan lembaga pemerintahan di tingkat daerah terhadap implementasi SPAB yang telah diinisiasi oleh BNPB, BPBD maupun pihak lainnya.

Sampai saat ini, daerah yang memiliki komitmen tinggi terhadap penerapan SPAB masih bisa dihitung dengan jari.

Hal ini ditunjukkan dari sedikitnya kebijakan di tingkat daerah yang mendukung program SPAB. Daerah-daerah yang sudah memiliki komitmen tinggi dalam pelaksanaan SPAB antara lain:

01 DI Yogyakarta, (melalui Perda 8/2010 tentang Penanggulangan Bencana)

Kabupaten Sikka, NTT (melalui SK Bupati Sikka 536/HK/2013 tentang Standar Sarana 02 Prasarana dan Pengintregasian Pendidikan PRB di Sekolah)

Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (melalui Perbup 44/2014 tentang Pendidikan 03 Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah)

04 Kabupaten Klaten (melalui Perbup 6/2016 tentang pembelajaran kebencanaan Kab. Klaten)

05 Provinsi DKI Jakarta (melalui Pergub 187/2016 tentang Sekolah Madrasah Aman Bencana)

06 Kabupaten Pidie Jaya, NAD (melalui Perbup 11/2017 tentang Sekolah Madrasah Aman Bencana)

Dokumentasi Mariana Pardede, 2016

03

? ? ? ???

?

Pengetahuan masyarakat mengenai SPAB masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan juga banyak orang tua yang belum menyadari bahwa lokasi sekolah anak-anak mereka berada di wilayah rawan bencana.

Kemendikbud dan BNPB saat ini melakukan terobosan menggunakan teknologi pemetaan dengan integrasi Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) dan peta ancaman bencana di seluruh Indonesia. Melalui website (smab.kemdikbud.go.id), setiap orang bisa mengetahui bahaya bencana apa saja yang mengancam Sekolah dimanapun di Indonesia.

Informasi yang ada akan dikembangkan lagi dimana kelak seluruh sekolah akan dikaji keamanan bangunan sekolah dan fasilitasnya terhadap ancaman bencana, sehingga setiap orang dapat mengetahui dimana kerentanan yang ada serta rekomendasi yang dapat dilakukan di tiap sekolah untuk memastikan sekolah tersebut aman dari bencana.

04

Penerapan program SPAB masih belum terkoordinasi dengan efektif dan pemantauannya masih dilakukan oleh masih-masing lembaga pemerintahan dan non-pemerintahan.

LAPORAN LAPORAN STATUS SIAGA STATUS SIAGA SEKOLAH A SEKOLAH B Sejak tahun 2017, pemerintah mulai merintis agar setiap sekolah 2017

melaporkan status kesiapsiagaan SISTEM
sekolah terhadap bencana secara PENGAWASAN
rutin melalui sistem pengawasan + SISTEM
yang terintegrasi dengan sistem MANAJEMEN
manajamen informasi pendidikan. INFORMASI

LAPORAN LAPORAN STATUS SIAGA STATUS SIAGA SEKOLAH C SEKOLAH D PENDIDIKAN

Data terkait dipantau secara berkala seperti seberapa sering sekolah melakukan simulasi bencana, pengadaan sarana penunjang keselamatan warga sekolah (contohnya alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama), dan keberadaan prosedur sekolah di saat terjadi situasi darurat. Hal-hal ini penting untuk pihak terkait bisa memberikan intervensi sesuai dengan kondisi sekolah.

05

Terbatasnya pelatihan untuk guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya untuk memahami dan menerapkan program SPAB di sekolahnya.

Saat ini, program pelatihan dan peningkatan kapasitas masih bergantung pada dana yang dimiliki oleh lembaga pemerintah dan non-pemerintah, dan besaran dana ini sangat terbatas. Sedangkan, Indonesia merupakan negara dengan perbandingan guru-peserta didik yang terbesar di dunia, dengan jumlah lebih dari 360.000 guru.

Oleh karena itu, perlu diadakan terobosan agar guru-guru ini bisa memahami dan terampil dengan ilmu dasar penanggulangan bencana, seperti menyelamatkan diri dari bahaya bencana.

Pelatihan pengurangan risiko bencana dan pertolongan pertama untuk Guru, dokumen YSTC dan ASB, 2016

Dokumentasi YSTC, PLAN, YTBI, LIPI, 2017

06 PEMANTAUAN IMPLEMENTASI SPAB YANG

TERINTEGRASI DENGAN SISTEM MANAJEMEN INFORMASI PENDIDIKAN

Pemerintah Indonesia mulai merintis integrasi pemantauan implementasi SPAB dengan sistem management informasi pendidikan. Data yang dimasukkan mandiri oleh pihak sekolah ini dilakukan 2 kali dalam setahun. Adapun informasi yang dikumpulkan antara lain:

01 Alokasi dana untuk mendukung penerapan SPAB

02 Keberadaan lembaga yang membantu pihak sekolah dalam penerapan SPAB

03 Lokasi sekolah terhadap potensi bahaya bencana yang mengancam

04 Keberadaan fasilitas pendukung keselamatan dari bencana, yaitu:

a) Peta jalur evakuasi
b) Alat peringatan dini yang disepakati (sirine/ kentongan/ lampu bahaya)
c) Pintu kelas terbuka keluar
d) Rambu dan jalur evakuasi
e) Titik kumpul aman yang mudah dijangkau
f) Alat pertolongan pertama
g) Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
05 Audit kondisi bangunan dan fasiltias sekolah secara berkala

06 Tim siaga bencana sekolah yang melibatkan peserta didik

07 Prosedur tetap penanggulangan bencana yang sudah ditandatangani oleh kepala sekolah

Rencana aksi kegiatan pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana

08 dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)

09 Guru dan tenaga kependidikan lainnya yang sudah mengikuti pelatihan SPAB

10 Kampanye penyadaran mengenai kesiapsiagaan bencana kepada seluruh peserta didik

11 Simulasi yang dilakukan secara rutin

12 Sinergi antara rencana kesiapsiagaan sekolah dengan lingkungan sekitar

Dokumentasi YSTC, 2017

BAB 5 BAB 5

MEDIA KOMUNIKASI

INFORMASI EDUKASI

Media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) terkait kegiatan pendidikan bencana di Indonesia sangat banyak dan bervariasi jenisnya. Hal ini dikarenakan dibuat oleh berbagai pemangku kepentingan SPAB di Indonesia mulai dari lembaga pemerintah dan non pemerintah. KIE yang ada bisa diakses di website smab.kemdikbud.go.id.

GEMP TUH ANYA DISINI A YANG S DAEIPLBA SAKAIK U AN K TY AAN 3B!SETERJADI GBEEMLPUAM 1 BMenyeimbangkan tubuh agar guncangan gempa tidak membuat kita terjatuh. ERLUTUT • Diskusikan dengan keluarga Dimana akan bertemu? Adakah yang memerlukan bantuan dan siapa yang akan GEMPA? INGAT B Penting untuk melindungi kepala dan leher ERLINDUNG, karena saat membantu? Adakah yang kesulitan dalam meminta bantuan? 2gempa benda-benda di sekeliling kita dapat berjatuhan. Jika berada dekat meja, • Siapkan tas siaga yang berisi makanan ringan, minuman, senter, selimut, jas hujan, peluit, kursi atau tempat tidur berlindunglah di bawahya. P3K, radio, daftar nomor telepon penting. 3 B BERPEGANGAN ERTAHAN SAMBIL BG SETELAH ER EM HE PNATI Bertahanlah dalam posisi berlindung sambil berpegangan pada pelindung hingga gempa • • Segera keluar ke INGAT! PENYANDANG DISABILIT benar-benar berhenti. 3B BAGI AS tempat aman. Jika rumahmu dekat pantai atau sungai, evakuasi ke tempat •

  • Jauhi tembok. lebih tinggi. Jangan terburu-buru
  • bangunan. kembali ke dalam Cari informasi yang
    Tanpa Dampingan Dengan Dampingan akurat.

RUMAHKU SIAGA BENCANA RUMAHKU SIAGA BENCANA DPOEKNTING UMEN @aviantoamri Created by: Illustrated by: www.box-breaker.com Siap Siaga Perlengkapan Musim Hujan Datang Tindakan Sebelum Banjir akan Datang Tindakan Saat Tindakan Saat dan Sesudah Banjir

Peta dan Rute Evakuasi Nomor Telepon Penting Orang Kepercayaan yang dapat Dihubungi dan Tidak Bisa Menjemput Nama Lengkap Menjemput Anak Saya di Sekolah jika Orangtua Nomor Handphone Menyusun dan Sepakat dengan Rencana ini Kami yang Bertanda tangan di Bawah ini Telah informasi lebih lanjut temukan di: : @TMCPoldaMetro | @bpbd jakarta | @infobmkg | @petajkt | @infobanjir_jkt : www.bnpb.go.id | bpbd.jakarta.go.id | www.bmkg.go.id | www.jakartafire.netEVAKUASI

BURNI TELONG (GUNUNG BERAPI)^ (Sadikin GemBEL/ Kamal Khairi/ Alpin Fajri/ Fakhruddin/ Wagino/ Lagu Anak Siaga Bencana dalam rangka sosialisasi Pengurangan Risiko BencanaAyo Siaga Bencana! Lantun Pengantar Undang-Undang Perlindungan Anak memandatkan pentingnya pendidikan dan perlindungan secara khusus bagi anak-anak. Menyiapkan anak untuk menghadapi bencana telah dilakukan oleh BNPB dalam berbagai program seperti TSUNAMI* (Karnilawati/ Titis Muliani/ Rosniati) Dedex Gunawan/ Julianto Dasuki)Gunungku Burni Telong Tamanku Edelweis AYO SIAGA GEMPAGuitars & vocals : Kris Takarbessy, Bass : Arnie Christanti, Kick-Drum : Teguh Januari (R. Cahyono/ K. Takarbessy/ K. Adistiana) – Erwin Dr. PMAyo Siaga Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB), Pengurangan Risiko Bencana Berbasiskan Sekolah (PRBBS), dan Sekolah Ramah Anak (SRA) melalui Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB). Album “Ayo Siaga Bencana” persembahan BNPB dan Gerakan Peduli Musik Anak (PMA) ini merupakan salah satu langkah untuk mengembangkan generasi Tsunami .. tsunami mari s‛lamatkan diri Gunakan kayu, ‘tuk jadikan pelampung Lari hati-hati, cari tempat yang tinggi Atapnya awan putih Oh indahnya… Burni Telong Guitar : Kris Takarbessy, Bass : Arnie Christanti, Cajun : Teguh, Gambang : Angga Faisal, Violin : Ammy KurniawanANGIN (Risnandawati/ Yusra) – Dodo D’Cinnamons Bencana! BNPB penerus yang siaga bencana. Bersama dengan PMA, BNPB menyadari peran musik yang kuat sebagai alat komunikasi, alat pendidikan, dan alat untuk meningkatkan kelekatan antara anak dan orang dewasa di sekelilingnya. Pendidikan kesiagaan bencana berbentuk lagu yang disajikan dalam format ramah Tetap tenangkan diri Berdoa dalam hati Ketika Gunungku Batuk (uhuk uhuk) Hewannya berlarian Bergetar keluar asapGuitar : Kris Takarbessy, Bass : Arnie Christanti, Cajun : Teguh Januari, Angklung : Angga Faisal, Strings : Ammy KurniawanTANAH LONGSOR JIKA BANJIR DATANG (Tifatimah/ Nurliani/ Siti Zahara/ Lilis Suriani) – (Rukayah/ Raiyani/ Nurfarizah) – Zaki Peniti Nissan Fortz Lagu Anak Siaga Bencana dalam rangka sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana anak diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk mengedukasi anak berupa keterampilan praktis menyelamatkan diri ketika terjadi bencana. Mengingat durasi lagu yang singkat, album ini hendaknya diperdengarkan bersama dengan aktivitas pelengkap untuk Batu-batu… ikut terbang Reff.: Guitar & vocals : Kris Takarbessy, Bass : Arnie Christanti, Cajun : Teguh Januari, Bongo : Jarwo, JIKA KEBAKARAN Angklung: Angga Faisal, Guzcheng: Karlina Jayalaksana (Hayatun/ Jamaliah/ Nuranisah/ Syawaliati) – Uchy Amyrtha menginformasikan dan melatihkan keterampilan siaga bencana pada anak. Beberapa konsep masih perlu diperjelas ketika berinteraksi dengan anak-anak yang lebih kecil, misalnya konsep asosiasi kata ‘celengan’ dengan Tas Siaga Bencana dalam Mari kita waspada Lari ke tempat aman Berlari… menjauh… Guitar & vocals: Kris Takarbessy, Bass : Arnie Christanti, Jembe & Bongo: Jarwo, Guzcheng: Karlina Jayalaksana, Guitar : Kris Takarbessy, Bass : Arnie Christanti, Cajun : Teguh Januari, Piano : Agus Wijaya TSUNAMI (Karnilawati/ Titis Muliani/ Rosniati) – Gally Rangga lagu ‘Jika Banjir Datang’, ‘dataran tinggi’ juga perlu diperjelas dengan menunjuk langsung arah tempat dataran tinggi berada di lingkungannya. Permainan dan simulasi keterampilan menyelamatkan diri juga bisa menggunakan iringan lagu-lagu dalam album ini dengan tetap mempertimbangkan kondisi

  • Hasil workshop “Peran Guru dan Orang Tua untuk Kepedulian dan Kesiagaan Anak terhadap bencana” Guru-guru KB/ TK PAUD Kec. Darul Hikmah Kab. Aceh Jaya, 15 Desember 2016 Fasilitator: Karina Adistiana & Ribut Cahyono (Peduli Musik Anak) Mari kita waspada Lari ke tempat aman
    Administrasi Publikasi semua lagu/ Publisher : Cupu Songs Copyrights (Adm.) Kecuali lagu “Dua Mata Saya” (Pak Kasur), yang digunakan pada interlude “Ayo Siaga Gempa” : Seijin ahli waris Pak Kasur (Copyrights Control) Fakhruddin/ Wagino/ Dedex Gunawan/ Julianto Dasuki) – Tarompet : Tjutju Hadijat, Backing Vocals: Ribut Cahyono, Karina Adistiana, Sylvie Purnamsidi BURNI TELONG (GUNUNG BERAPI) (Sadikin GemBEL/ Kamal Khairi/ Alpin Fajri/Ribut Cahyono, Gally Rangga & Kris Takarbessy lingkungan dan konteks budaya lokal. Terima kasih tulus kami ucapkan kepada para seniman musik yang dengan sukarela telah berkontribusi dalam memproses persembahan ini serta turut mempersiapkan anak-anak kita Berlari… pakai masker… Berlari… pakai masker! Direkam dan Kecuali suara “Didong” direkam di Studio Sanggar Radat, Banda Aceh. mastering di BASE Studio, Bandung. Guitar & vocals : Kris Takarbessy, Bass : Arnie Christanti, Jembe : Jarwo, Backing Vocals: Ribut Cahyono, Karina Adistiana, Sylvie Purnamsidi, Didong : Nuqrasyi & Wahyudin (Studio Sanggar ‘Rangkang Endatu’, Banda Aceh) mendapatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan sehari-harinya. Kepada ‘Gerakan Anak Peduli dan Siaga Bencana’ yang diinisiasi oleh para perempuan di Provinsi Aceh yang tergabung dalam Komunitas SimpHATI, secara khusus kami ^ Hasil workshop PMA khusus materi PRB bersama komunitas PRB – Bener Meriah (Sekjen SAR – BM, Satgas SAR, PPGA/ Pemantau Gunung Api, Forum PRB – BM, Redelong Institute, Operator rekaman : Leo Tunggano, kecuali suara “Didong” : Wahyudin Sound Engineer : Galih I. Homare. Pengarah Musik : Kris Takarbessy Digunakan terutama untuk sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana di lembaga-lembaga pendidikan. Mohon tidak menggandakan dan memperjualbelikan sampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas semangat luhur hingga terciptanya lagu-lagu yang mumpuni ini. Semoga semangat kepedulian kita terus bersinergi dan memberi manfaat bagi perlindungan hak anak-anak Indonesia. Mahasiswa) Seladang Cafe, Bener Meriah. 30 Januari 2017. Fasilitator: Karina Adistiana & Ribut Cahyono (Peduli Musik Anak) Produser Rekaman : Karina Adistiana & Ribut Cahyono (untuk Gerakan PMA) Produser Eksekutif : Direktorat Pengurangan Risiko Bencana-BNPB. tanpa seijin Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB dan Gerakan Peduli Musik Anak. Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. 2017, Direktorat PRB-BNPB + © 2017, Peduli Musik Anak Design dan Ilustrasi : Creative Center Indonesia Dikompilasi dan produksi oleh Direktorat PRB-BNPB Indonesia, Oktober 2017 Lilik Kurniawan ST, M.Si Direktur Pengurangan Risiko Bencana-BNPB

Ayo Siaga Bencana! AYO SIAGA GEMPA (R. Cahyono/K. Takarbessy/K. Adistiana) Bumi bergetar, lantaipun bergoyang Lampu di atap berayun, air di gelas beriak **ANGIN *** (Risnandawati/ Yusra) Kalau angin bertiup kencang Berlarilah ke dalam ruang (Rukayah/ Raiyani/ Nurfarizah) Jika banjir datang, selamatkan diri Jika banjir datang, segera ambil pelampung Jika banjir datang, bawa lari celengan **JIKA BANJIR DATANG *** Lagu Anak Siaga Bencana dalam rangka sosialisasi Itu pertanda gempa, seg‛ra siap siaga Sigap keluar rumah Tetap tenang, cari tempat aman Carilah tempat yang aman Berpegangan pada balok besar Berpegangan pada tiang penyangga Jika banjir datang, naik ke dataran tinggi
Ayo ... ayo ... ayo, kita lari !!
Pengurangan Risiko Bencana BNPBTunggu sejenak, setelah gempa reda Kembali ke rumah, waspada susulan gempa Dokument Perhatikan retakan di dinding dan kaca Belajar dan bermain, setelah tenang Yo‛ siaga gempa **JIKA KEBAKARAN *** (Hayatun/ Jamaliah/ Nuranisah/ Syawaliati) Jika kebakaran, tutup hidung dengan kain basah Jika kebakaran keluar dari ruangan Lewat pintu, atau jendela Bergandeng tangan, menuju ke lapangan terbuka **TANAH LONGSOR *** (Tifatimah/ Nurliani/ Siti Zahara/ Lilis Suriani) Tanah longsor .. tanah tinggi jatuh ke bawah Tanah longsor .. tanah yang mengalir deras Tanah longsor .. jauhi dari gunung yang tinggi 2017, Direktorat PRB-BNPB + © 2017, Peduli Musik Anak Dikompilasi dan produksi oleh Direktorat PRB-BNPB Tanah longsor .. ayo hindari, berlari semua

Dokumentasi LPBI NU, Box Breaker, ASB, YSTC, KYPA, Plan International Indonesia, Unesco, Hope Indonesia, UNDP, Macquarie University, BNPB

A POSTER

Poster dapat digunakan sebagai salah satu media untuk memberikan informasi SPAB.

POSTER MERUPAKAN PENGUMUMAN ATAU IKLAN YANG BERISI INFORMASI, AJAKAN ATAU HIMBAUAN YANG BERBENTUK GAMBAR ATAU TULISAN YANG DITEMPELKAN DI DINDING, TEMBOK, ATAU TEMPAT-TEMPAT UMUM YANG STRATEGIS AGAR MUDAH DIKETAHUI BANYAK ORANG.

Poster berisi gambar dan tulisan yang singkat, jelas, padat, dan langsung tepat sasaran serta mudah dimengerti. Poster juga dirancang agar dapat dibaca orang yang sedang bergerak (berkendara atau berjalan kaki) dan menarik perhatian. Ukuran konvensional dari poster adalah kertas ukuran A3 sampai dengan A0.

Di lingkungan sekolah, poster dapat digunakan Poster Aman dan Nyaman Sekolahku oleh Yayasan Sayangi Tunas sebagai sarana agar peserta didik mengenali Cilik jenis-jenis bencana, tanda-tanda kejadian bencana, bagaimana cara melakukan evakuasi, dll. Pembuatan poster dapat dibuat secara mandiri oleh peserta didik sendiri maupun selain peserta didik.

B KOMIK

Komik edukasi adalah salah satu jenis komik yang kini sedang berkembang di masyarakat. Salah satu keunikan jenis komik ini adalah selain memiliki konten cerita dan narasi komik pada umumnya, komik edukasi juga memiliki konten edukasi dan informasi terkait subjek pelajaran yang disampaikannya, sehingga cocok digunakan untuk media pembelajaran.

Cerita bergambar merupakan media yang tepat untuk anak bermain sambil belajar. Ketika anak melihat gambar, anak dilatih bermain motorik halusnya untuk berimajinasi. Komik biasanya memiliki tokoh cerita yang menyampaikan pesan dan informasi sesuai dengan alur cerita yang ada di dalam komik.

Komik tentang Kesiapsiagaan Tsunami, Banjir dan Kebakaran, BNPB, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, PLAN dan YTBI, 2014, 2015

Alur cerita yang disampaikan sebaiknya mudah dicerna dan pesan yang disampaikan harus jelas. Jika komik dibuat untuk tingkat pendidikan tertentu maka bahasa dan gambar yang ditampilkan dapat disesuaikan sehingga pembelajaran yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik. Selain itu juga perlu diperhatikan ketepatan dalam penggunaan istilah dan kesesuaian dengan EYD.

C BROSUR
CSS Framework, 2012 Media komunikasi dalam ukuran kertas A4 atau A5 yang dapat dilipat menjadi 3 atau 4 dan memiliki susunan headline, gambar dan informasi. Di dalamnya berisi informasi tentang konsep sekolah aman. Contohnya adalah brosur Sekolah aman yang komprehensif produk dari gabungan 12 lembaga di Indonesia. Media ini mudah didistribusikan tapi jangkauannya terbatas dan ditujukan untuk khalayak umum.
D BUKU PANDUAN Di dalamnya berisi panduan bagaimana mengembangkan SMAB di suatu sekolah. Bukunya terbagi menjadi dua bagian, yaitu manual dan penjelasannya. Dalam manualnya berisi dua bagian modul dan yang kedua panduan untuk fasilitatornya. Contohnya adalah dari PMI. Di sini ada 3 buku, yaitu : 1. Modul manual Ayo Siaga Bencana 2. Panduan fasilitator Ayo Siaga Bencana 3. Pengurangan risiko berbasis remaja Dokumentasi PMI, 2008
E LEMBAR BALIK
Bahan pembelajaran yang dapat digunakan oleh tenaga pendidik dalam sosialisasi dan implementasi kegiatan SPAB.
Dokumentasi YSTC,2016 Dokumentasi Plan International Indonesia, 2014 F VIDEO
60 Video untuk KIE dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu : 1. VIDEO DOKUMENTER Internasional yang berjudul: Sekolah Aman, Prestasi Gemilang 2. VIDEO ANIMASI/KARTUN 3. FILM Video adalah media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan. BNPB memiliki kanal Youtube yang berisikan video-video terkait pendidikan kebencanaan. Di dalamnya memperlihatkan proses kegiatan SMAB di suatu sekolah dilengkapi dengan pernyataan dari berbagai pihak yang terkait kegiatan SMAB di sekolah tersebut. Biasanya durasinya pendek sekitar 5 menit. Contohnya adalah video documenter KYPA dan Plan Di dalamnya berisi cerita/drama tentang kondisi suatu lokasi dan kegiatan membangun kesiapsiagaan suatu daerah/sekolah. Tokoh tokoh di dalamnya berupa kartun dan durasinya sekitar 30 menit. Contohnya adalah film yang dibuat oleh MDMC yang berjudul Anak Siaga Bencana di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=tDaY52QLj-8 Di dalam film ini berisi kisah suatu masyarakat yang mengalami suatu bencana dan mengantisipasinya. Misalnya adalah film Boneka Si Badu yang diproduksi oleh IDEP. Serial film tentang kisah-kisah bencana di desa Wanabalu. Badu dan masyarakat dalam film mengantipasi bencana agar risiko bencana menjadi berkurang. Link filmnya Kisah Bencana Gempa bumi: [https://www.youtube.com/watch?v=-NdwLQH2R_M ](https://www.youtube.com/watch?v=-NdwLQH2R_M )
F ALAT PERMAINAN
1. 2. 3. 4. 5. (KONVENSIONAL, ELEKTRONIK) Untuk mempermudah belajar tentang kesiapsiagaan bencana, adaptasi perubahan iklim dan materi terkait SPAB, dikembangkanlah sejumlah permainan, baik permainan manual konvensional, maupun permainan elektronik. Alat bermain tersebut diantaranya: ULARTANGGA SIAGA BENCANA KARTU BERGAMBAR SEKOLAH/MADRASAH AMAN BENCANA KARTU BERGAMBAR BERUKURAN KUARTET SEKOLAH/MADRASAH AMAN BENCANA BOARD GAME/ PAPAN PERMAINAN PRB DAN API
Mariana Pardede, 2017 6. 7. 8. MONOPOLI SEKOLAH/MADRASAH AMAN BENCANA DOMINO SEKOLAH/MADRASAH AMAN BENCANA DAN PRB Permainan kartu domino yang dimodifikasi muatan sekolah aman bencana dan kesiapsiagaan bencana. Berukuran 4x6 terbuat dari kertas tebal. pengguna minimal usia kelas 3 SD. PUZZLE SEKOLAH/MADRASAH AMAN BENCANA
Plan International Indonesia, 2013 9. PERMAINAN DALAM BENTUK APLIKASI
Unesco, 2016 Permainan ini umumnya bisa diunduh di Playstore (android) dan App Store (IOS) dengan judul permainan antara lain: 1. Sekolah Aman (luminov/PLAN Internasional Indonesia) 2. Sai Fah (Opendream/UNESCO) 3. Tanah sang Penakluk Tsunami dan Gempa bumi (Opendream/UNESCO) 61
G ALAT PERAGA
pewarna merah. dokumentasi YSTC, 2016 Alat peraga digunakan untuk membantu anak untuk belajar mengenai bencana. Alat peraga yang ada saat ini adalah alat peraga gunung api. Terbuat dari tanah liat, dibuat menyerupai gunung api berkawah, dengan kelengkapannya berupa soda kue dan air yang diberikan Dokumentasi Box Breaker, 2017
62 Dokumentasi LPBI NU, 2015 Dokumentasi KYPA, 2014

BAB 6

PENDIDIKAN

TANGGUH BENCANA

DI TAHUN 2030

Kami merekomendasikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kebijakan lainnya untuk:

Menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek & Dikti), dan 01 kementerian/lembaga tentang Pendidikan Bencana.

Menerbitkan Surat Keputusan Bersama Mendikbud, Menag, Menristek & Dikti dan Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Pendidikan Bencana dan 02 pembiayaannya.

Mewujudkan sarana dan prasarana sekolah yang aman dan aksesibel untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas sesuai Undang-undang Republik 03 Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Membentuk Sekretariat Bersama Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) di tiap 04 kabupaten/kota.

Membentuk Sekolah Madrasah Darurat Terpadu sebagai wujud sekolah bersaudara

05(sister school) yang terintegrasi dalam program SMAB.

Mendorong dunia usaha lebih banyak terlibat aktif dalam pendidikan bencana. 06

KEBIJAKAN DAN PERATURAN MENGENAI SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA TELAH

DISAHKAN DAN DITERAPKAN SECARA OPTIMAL 01

Pada September 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan, bersama Konsorsium Pendidikan Bencana, sudah memulai penyusunan naskah akademik dan rancangan Peraturan Kementerian dan Kebudayaan (Permendikbud) terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana. Rancangan Permendikbud ini akan menggantikan Surat Edaran yang ada dan mendorong sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana untuk memastikan sekolahnya aman dari risiko bencana sebagai salah satu kewajiban sekolah.

Peraturan ini akan mencakup berbagai hal, antara lain:

a) Penggunaan dana anggaran pendidikan e) Program satuan pendidikan aman (mis: BOS, DAK, sll) dan/ atau eksternal (mis: melibatkan seluruh masyarakat sekolah LSM, swasta, dana desa) untuk mendukung secara inklusif, termasuk anak-anak dan pencapaian satuan pendidikan aman orang yang berkebutuhan khusus bencana f) Pengadaan tenaga pendamping untuk
b) Komponen satuan pendidikan aman edukasi mengenai Satuan Pendidikan Aman bencana menjadi kriteria akreditasi sekolah Bencana dan peniliaian kompetensi guru g) Program satuan pendidikan aman bencana
c) Program satuan pendidikan aman meliputi mencakup setiap jenjang pendidikan seluruh aspek secara komprehensif dan dan mengatur keterlibatan seluruh pihak terintegrasi, yaitu memastikan fasilitas sekolah, termasuk komite sekolah sarana dan prasarana pendidikan aman h) Program Satuan Pendidikan Aman Bencana bencana, diterapkannya pendidikan aman mempertimbangkan keunikan/kekhususan bencana kepada seluruh peserta didik, wilayah/daerah masing-masing serta adanya manajemen penanggulangan
i) Sinkronisasi dengan program-program
bencana di satuan pendidikan. Hal ini yang sudah ada, seperti sekolah adiwiyata, dilakukan dengan melibatkan anak-anak sekolah sehat, sekolah ramah anak, dll. dan masyarakat sekolah lainnya

j) Program Satuan Pendidikan Aman Bencana
d) Penerapan pendidikan bencana melalui
didukung oleh seluruh pihak, termasuk dari terintegrasi pada kurikulum dan diterapkan seluruh Kementerian dan Lembaga yang melalui mata pelajaran yang ada, sebagai relevan, LSM, serta pihak swasta muatan lokal, atau di esktra kurikuler

SEKNAS BERJALAN MAKSIMAL TERMASUK MENJALIN KEMITRAAN

DENGAN PIHAK SWASTA

Sekretariat nasional (seknas) untuk satuan pendidikan bencana telah dibentuk tahun 2015, digawangi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan BNPB, Kementerian Agama, dan Kementerian Negara PPPA. Koordinasi dan kolaborasi seknas dengan sektor swasta akan lebih kuat terutama pada dukungan perencanaan program, implementasi dan monitoring/evaluasi.

TERDAPAT DI WEBSITE SPAB

Website SPAB akan menjadi pusat informasi untuk berbagai materi ajar dan dokumentasi praktik pendidikan bencana yang dapat diakses oleh semua penggiat SPAB yang ramah pengguna. Materi ajar dan dokumentasi praktik juga dapat diakses dan digunakan oleh orang yang berkebutuhan khusus

KOMPETENSI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BISA DIAKSES PULA MELALUI E-LEARNING

MODUL 1 PILAR 2 - MANAJEMEN BENCANA MODUL 2 PILAR 3 - PENDIDIKAN PENCEGAHAN DAN MODUL 3 PILAR 1 - FASILITAS SEKOLAH AMAN DI SEKOLAH PENGURANGAN RISIKO BENCANA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Unicef, 2015

Terintegrasi materi SPAB kedalam kurikulum pusat pendidikan dan pelatihan guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah. Materi SPAB diakses melalui sistem e-learning (online/offline) bagi guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah yang tidak memiliki kesempatan menghadiri pelatihan tatap muka. E-learning dari instansi lain seperti damkar dan SAR juga dapat menjadi bahan rujukan.

Selain menjadi bahan kompetensi, e-learning dapat menjadi rujukan bagi SKPD pemerintah dan masyarakat tentang materi SPAB.

DIALOKASIKAN UNTUK SPAB

Pembangunan ini didukung oleh

SEKOLAH dana SPAB

Dari 20% anggaran APBN untuk pendidikan agar dialokasikan 1% untuk pelaksanaan SPAB sehingga program yang direncanakan dapat berjalan

MENUJU SPAB 2030 JUKNIS TERKAIT ALOKASI DANA DARI BOS DIPAHAMI OLEH SELURUH GURU, TENAGA KEPENDIDIKAN, DAN SEKOLAH MENGALOKASI- KAN ANGGARAN SPAB DARI DANA BOS
DANA BOS dengan lancar dan efektif SEKOLAH Petunjuk teknis penggunaan BOS 2017 yang dikeluarkan dari Kemendikbud sudah memasukkan kegiatan sekolah aman. Sekolah di Banda Aceh telah memasukkan program SPAB kedalam RKAS untuk didanai melalui dana BOS. Namun sekolah lain belum siap dan memahami penggunaan BOS tersebut untuk SPAB. Kedepannya, diharapkan seluruh sekolah dapat menggunakan dana BOS untuk juga memastikan program SPAB berjalan 71

PEMANTAUAN IMPLEMENTASI SPAB TERINTEGRASI

DI DAPODIK

Saat ini, pencapaian indikator SPAB akan dimonitor secara berkala dalam sistem dapodik yang diisi langsung oleh pihak sekolah. Dengan adanya integrasi ini, data implementasi SPAB dapat diawasi dalam Education Management Information System (EMIS).

AUDIT KEAMANAN BANGUNAN SECARA BERKALA

VISUS: Visual Inspection for defining VISUS: Visual Inspection for defining the Safety Upgrading Strategies the Safety Upgrading Strategies

Example Reports

Dana dialokasikan untuk melakukan audit keamanan bangunan di semua sekolah, terutama sekolah yang berlokasi di rawan bencana. Teknologi/aplikasi audit yang sudah ada seperti VISUS dan aplikasi kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami serta kolaborasi dengan instansi terkait dan pihak swasta dapat membantu agar audit keamanan bangunan menjadi mudah dan murah

SIMULASI RUTIN DI SEKOLAH DUA KALI SETAHUN

Visi kedepan adalah semua sekolah terutama yang berlokasi di rawan bencana tinggi harus melakukan simulasi bencana berkala minimal 2x dalam setahun karena untuk melatih komunitas sekolah dalam membentuk budaya aman bencana perlu dilakukan secara rutin.

Simulasi akan lebih efektif bila dilakukan sebelumnya musim bencana terjadi, khususnya untuk menghadapi ancaman bencana yang rutin terjadi dan pada periode tertentu. Misalnya, simulasi dilakukan sebelum musim hujan tiba (untuk daerah yang rawan Banjir) atau dilakukan sebelum musim kemarau tiba (untuk daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan)

KOLABORASI ANTAR KEMENTERIAN DENGAN MULTIPIHAK BERJALAN OPTIMAL

Seluruh kementerian terkait (Kemdikbud, Kemenag, Kemenristekdikti, BNPB, Kemensos, Kemenkes) memiliki peraturan setingkat menteri tentang pelaksanaan SPAB dan juga dapat mengeluarkan kebijakan lainnya yang dapat mendukung implementasi SPAB di tingkat pusat dan daerah.

Salah satu contoh penerapannya adalah masyarakat bisa mengakses dana desa untuk kepentingan SPAB di berbagai jenjang Pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

BNPB. (2007). UU no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Diambil dari: http://peraturan.go.id/ uu/nomor-24-tahun-2007.html

BNPB. (2013). Direktori Sekolah Madrasah Aman Bencana. Jakarta, Indonesia: BNPB.

BNPB. (2017). Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Diambil dari: http://dibi.bnpb.go.id/

BPBD DKI Jakarta. (2013). Peta Sebaran Lokasi Banjir (RW) Tahun 2013. Jakarta, Indonesia: BPBD DKI Jakarta.

BPBD DKI Jakarta. (2017). Peta Wilayah Banjir Sementara. Jakarta, Indonesia: BPBD DKI Jakarta.

Kemendikbud. (2017a). Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Dasar dan Menengah. Diambil dari: http://dapo. dikdasmen.kemdikbud.go.id/

Kemendikbud. (2017b). Sekolah Aman Bencana. Diambil dari: http://smab.kemdikbud.go.id/

Pemerintah Kabupaten Klaten. (2016). Peraturan Bupati Klaten no. 6 tahun 2016 tentang Pembelajaran Kebencanaan Kabupaten Klaten.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. (2017). Peraturan Bupati Pidie Jaya no. 11 tahun 2017 tentang Sekolah Madrasah Aman Bencana. Pidie Jaya, Indonesia: Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

Pemerintah Kabupaten Rembang. (2014). Peraturan Bupati Rembang no. 44 Tahun 2014 tentang Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah. Rembang, Indonesia: Pemerintah Kabupaten Rembang.

Pemerintah Kabupaten Sikka. (2013). Surat Keputusan Bupati Sikka No. 536/HK/2013 tentang Standar Sarana Prasarana dan Pengintregasian Pendidikan PRB di Sekolah). Maumere, Sikka: Pemerintah Kabupaten Sikka.

Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta. (2010). Peraturan Daerah No 8 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Bencana Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diambil dari: http://peraturan.go.id/perda/provinsi-di- yogyakarta-nomor-8-tahun-2010-11e452bd9a4948309120313634353031.html

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2016). Peraturan Gubernur DKI Jakarta no. 187 tahun 2016 tentang Penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana. Diambil dari: http://disdik.jakarta.go.id/index.php/2017-01- 20-03-02-46/provinsi-dki-jakarta/336-pergub-nomor-187-tahun-2016

World Bank. (2014). A Practical Guideline to Making School Safer from Natural Disaster for School Principals and School Committees. Diambil dari: http://www.wcdrr.org/wcdrr-data/uploads/881/Making%20school%20 safer%20from%20natural%20disasters%20Guide%20-%20Indonesia.pdf

Didukung oleh:

PENDIDIKAN TANGGUH BENCANA “Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Indonesia”