TIDAK DIPERDAGANGKAN UNTUK UMUM
AL ZAHRI AL BĀSIMī
Fī AT WA RIABIL QASIM
293 W
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
HADIAH
PUSAT PEMBAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA
TIDAK DIPERDAGANGKAN UNTUK UMUM
\I)
..-
. ~ AL I:~. r ZA ... ~
·HRI
"' • ...,.-, .... ,..
-AL '4
BASIMI
l{
FI AI WA RIABIL QAS'IM
Surip Suwandi
.~ P E \1 r\ ~I ru') IJ b
l.
, AN p- OE. M' ~ Uf-o
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA
iii
I""~IIII"111 00006170
I ~ r -J{\l u"tr, uaoi 1 '
No Induk :3 /; 'I' ti O Klafp-; si 1 -aC) "':J Till.
8tlC{, 9Jt~
ltd UJ.J <u>qUW I tt..
PROYEK PEN£RBITAN BUKU SASTRA LNDONESIA DAN DAERAH TAHUN 1990/1991 DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDA Y AAN PUSAT PEMBINAAN DAN PENGE~BA.J.1\jGAN BAHASA
| Pemimpin Proyek | Nafron Hasjirn |
|---|---|
| Bendahara Proyek | Suwanda |
| Sekretaris Proyek | Saksono Prijanto |
| StafProyek | Ciptodigiyarto |
Sujatmo Warn0
ISBN 979 4591319
Hak cipta dilindungi undang-undang
lsi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya dUarang diperbanyak dalarn bent uk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalarn hal pengutipan untuk keperJuan penulisan artikel atau karangan ilmiah.
iv
KATA PENGANTAR
Masalah kesusastraan, khususnya sastra (lisan) daerah dan sastra Indone' sia lama, merupakan masalah kebudayaan nasional yang perlu digarap dengan sungguh-sungguh dan berencana. Dalam sastra (lisan) daerah dan sastra Indo nesia larna itu, yang merupakan warisan budaya nenek moyang bangsa Indo nesia tersimpan nilai-nilai budaya yang tinggi nilainya. Sehubungan dengan itu, sangat tepat kiranya Departemen Pendidikan dan Kebuctayaan melalui Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah telah berusaha meles tarikan nilai-nilai budaya dalam sastra itu dengan cara pemilihan, pengalih aksaraan, dan penerjemahan sastra (lisan) berbahasa daerah itu. Upaya pelestarian warisan budaya yang sangat beragam itu selain akan memperkaya khazanah sastra dan budaya masyarakat Indonesia juga akan memperluas wawasan sastra dan budaya masyarakat. Dengan kata lain, upaya yang dilakukan ini telah berusaha menguak tabir kedaerahan dan mencipta kan dialog antarbudaya dan antardaerah melalui sastra sehingga kemungkinan dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu untuk mewujudkan manusia yang berwawasan keindonesiaan. Buku yang beIjudul Al Zahri Al Basimi Fi A{ Wa Riabil Qasim ini merupakan karya sastra Indonesia lama yang ditulis dalam huruf Arab Melayu, yang pentransliterasiannya dilakukan oleh Drs. Surip Suwandi dan penyuntingannya dilakukan oleh Drs. Farid Hadi. Mudah-mudahan terbitan ini bermanfaat bagi pembinaan dan pengem bangan sastra di Indonesia.
Jakarta, Febmari 1991 Lukman Ali Kepala Pusat' Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
v
DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI. ...
I. PENDAHULUAN.
4 II. SINOPSIS. III. TRANSLITERASI IV. DAFTAR KATA..
DAFTAR PUSTAKA.
vi
- PENDAHULUAN
Penggarapan naskah lama itu mempunyai arti penting karena mengerja- kan naskah berarti cinta terhadap kebudayaan daerah yang sudah lama ter-
pendam. Kecintaan tersebut tidak berdasarkan atas kurangnya pekerjaan,
tetapi berdasarkan niat dan semangat yang sangat besar. Keadaan naskah di daerah Sumatra Selatan ini boleh dikatakan langka karena masyarakat tidak banyak yang memperhatikan terhadap hasil karya bangsa kita sendiri malah kebanyakan cenderung menitikberatkan terhadap hal yang bersifat menguntungkan. Naskah yang berjudul Alzahri al bāsimi fī at wa riabil qasim șalalahu alaihi wassalam, berisi riwayat Nabi Muhammad serta peristiwa mikrajnya dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa, yaitu perjalanan malam dengan mengendarai Buraq. Kemudian dilanjutkan peristiwa Nabi Muhammad menghadap Tuhan dengan mendapat perintah salat lima waktu.
Keadaan Naskah Naskah ini berukuran 20,5 X 16 cm. Kulit luar dibuat dari kertas karton dan sudah banyak yang dimakan rayap. Ilustrasi dalam naskah berupa gambar bunga yang sedang mekar. Panjang tulisan 10,5 cm, dengan jumlah tiap halaman rata-rata 26 baris. Jumlah halaman yang ditulisi ada 55 halaman. Pada halaman pertama berisi judul buku tersebut. Pada lembar terakhir terdapat dua lembar kosong dan kertas kosong tersebut berisikan tulisan yang menyata- kan bahwa siapa saja yang meminjam naskah itu setelah selesai membaca se- gera mengembalikan kepada pemiliknya. Naskah dalam keadaan rusak, tetapi lembarannya masih lengkap dan tulisannya dapat dibaca dengan jelas. Kertas yang digunakan untuk menulis masih menggunakan kertas cetak tangan karena
dalam kertas tersebut masih kelihatan garis-garis bekas cetakan. Kertas tersebut terdapat cap air berupa gambar singa.
Isi Naskah Isi naskah dapat dikelompokkan sebagai berikut.
- Menjelaskan syarat-syarat untuk membaca naskah pada halaman (1-2).
Menjelaskan riwayat kelahiran Nabi Muhammad sampai menjelang men-
A dapat wahyu (h. 3-21).Nabi Muhammad mendapat wahyu dari Tuhan yang disampaikan oleh Malaikat Jibril (h. 21-24).
- Membicarakan masalah mikraj Nabi Muhammad SAW. Kemudian Nabi Muhammad menghadap Tuhan mendapat perintah salat lima waktu se- hari semalam (h. 24-41).
- Nabi Muhammad diajak berkeliling surga dan neraka (h. 41-44).
- Nabi kembali ke Mekah mengabarkan berita mikraj kepada orang Quraisy (h.44-48).
- Menceriterakan kepindahan Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah (h. 48-50).
- Mengemukakan mukjizat Nabi Muhammad (h. 50-52).
- Mengemukakan sembilan hadis yang sangat berguna bagi manusia (h.53-54). Naskah yang dikerjakan ini milik Edwin, mahasiswa FKIP Universitas Sriwijaya. Naskah ditulis oleh Usyman bin Abdullah bin 'aqil bin Yahya'afa Allahuanhu wa'an waladaihi wajami'ih muslimina amin. Kitab ini ditulis bulan Muharam tahun 1299 Hijriah bertepatan dengan tahun 1879 Masehi. Naskah ini ditulis di Betawi. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu. Di samping itu, terdapat ayat-ayat Al Quran, hadis, dan sunah Nabi yang ditulis dengan tulisan Arab asli diberi harakat bahasa Arab kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu. Huruf yang digunakan adalah huruf Jawi, huruf Arab, dan Arab gundul. Huruf Jawi atau huruf Arab Melayu dipakai pada kata-kata berbahasa Melayu. Huruf Arab dipakai pada ayat-ayat Al Quran dan hadis Nabi. Arab gundul dipakai pada sebagian hadis Nabi dan sebagian salawat Nabi.
Bentuk Naskah
Naskah ini mempunyai keistimewaan, yaitu pada setiap ganti bagian diberi antara dengan bacaan salawat. Fungsi salawat untuk mengagungkan kebesaran
Tuhan.
II. SINOPSIS
Pendahuluan Naskah Pada bagian ini membicarakan faedah membaca kitab ini. Adapun faedah- nya ada empat macam, yaitu
1) mengetahui kemuliaan atau anjuran dan larangan pada waktu membaca kitab;
2) membaca kitab ini dapat menambah pengetahuan hadis dan kewajiban
umat pada umumnya;
3) Kitab Maulud dan Mikraj jika dibaca, yang membaca mendapat pahala;
4) jika selesai membaca sampai pada pasal, semua yang hadir harus membaca salawat (mengagungkan kebesaran Tuhan). Isi Naskah Nabi Adam diciptakan dari segumpal tanah yang diambil di Madinah. Tanah diambil oleh Malaikat Jibril kemudian dibawa keliling surga dan neraka, langit, dan bumi. Tanah tadi kemudian disucikan dengan air di sungai Tasni- yam. Cahaya Nabi Adam dihadapkan kepada Tuhan. Dari cahaya itu timbul keringat dan keringat tersebut berubah menjadi air mani serta turun-temurun sampai pada Nabi Muhammad. Nabi Adam menurunkan para nabi sampai pada Abdulmuntalib. Abdulmuntalib berputra Abutalib dan ia dikawinkan dengan Aminah. Hasil perkawinan itu melahirkan Nabi Muhammad SAW. Pada saat Aminah hamil banyak rahmat Tuhan yang diberikannya me- lalui Malaikat Jibril. Di samping itu, Aminah bermimpi kedatangan Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa setiap bulan secara bergantian. Para nabi tersebut memberi saran, petunjuk, dan memberi nama pada anak yang di- karidungnya itu dengan nama Muhammad serta memberi tahu bahwa anak itu
mempunyai kelebihan yang luar biasa. Salawat
Pada saat Muhammad berusia dua bulan di kandungan, ayahnya meninjau sanak saudaranya yang berada di Madinah. Pada saat berziarah Abdullah men derita sakit, kemudian meninggal di Madinah dan dikuburkan di Madinah. Lima puluh hari sebelum Nabi Muhammad SAW.lahir Mekah kedatangan raja Abraha dari negeri Zaman yang ingin merobohkan Kakbah dengan ban tuan tentara raja Najasyi dari negeri Habsi. Tentara yang berkendaraan _gajah itu berjumlah 60.000 orang. Sesampainya di Mekah, Abraha memerintahkan prajuritnya merampas unta orang Mekah. Raja Abraha belum puas dengan hasil rampasan itu, kemudian memanggil kepala suku Quraisy. Abdulmuntalib datang menghadap Abraha dengan gagahnya. Pada saat itu pula gajah yang paling besar bersujud kepada Abdulmuntalib. Seketika itu pulalah Abraha turun dari kursinya mendekatinya dan menaruh rasa hormat. Abraha me ngadakan perundingan dengan Abdulmuntalib. Dalam perundingan itu di nyatakan Abdulmuntalib boleh mengajukan permintaan kalau Kakbah akan dirobohkan. Abdulmuntalib mengajukan permintaan agar unta yang dirampas Abraha dikembalikan. Seketika itu pula, unta yang berjumlah. seratus itu di kembalikan. Abdulmuntalib segera meninggalkan Abraha dan mengajak kaum nya mengungsi ke gunung karena beliau berkeyakinan bahwa kakbah itu me rupakan kekuasaan Tuhan dan yang menjaganya adalah Tuhan. Ketika Abraha dan tentaranya akan masuk ke Mek-ah, gajah yang dinaiki oleh tentara Abraha semua jatuh tersimpuh dan tidak dapat bangun. Akan tetapi, apabila arah tujuannya itu dialihkan ke negara Zaman, gajah itu cepat bangun dan segera lari. Demikianlah berkali-kali sampai datangnya pertolong an Tuhan. Tuhan mengutus burung ababil yang membawa batu pada kedua kaki dan paruhnya. Batu itu digunakan untuk menghancurkan tentara Abraha. Setiap Batu yang dibawa oleh burung itu telah tertulis nama orang yang akan dijatuhinya. Burung Ababil segera menyerang prajuti Abraha. Setiap orang ter kena batu itu. Batu itu mengenai kepala manusia kemudian turun menembus pada gajah yang dikendaraianya. Orang yang terkena batu itu mati. Demikian pula gajah yang dikendarainya roboh.
Salawat
Setelah sampai sembilan bulan Aminah AI Zahriah hamil pada hari Senin bulan Rabiulawal, waktu fajar, ia hendak melahirkan seorang anak pada hal ia sendiri. Maka datanglah seekor burung datang dari langit hinggap pad a
dadanya. Tidak lama kemudian burung itu hilang, kemudian datanglah dua perempuan elok parasnya dan juga diiringi oleh beberapa perempuan lainnya. Perempuan yang datang itu baunya harum dan bercahaya. Aminah menyapa kepada perempuan itu. Perempuan itu menjawab dengan suara lemah lembut
bahwa mereka adalah Aisyah dan Maryam dan segala bidadari dari surga yang
akan membantu pada saat Aminah melahirkan anak. Bidadari itu memberi- kan piala bertatahkan ratna manikam, dan segelas susu yang putih. Setelah
susu diminum oleh Aminah, maka Aminah bercahaya badannya.
Kelahiran Nabi Muhammad disambut juga oleh Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail dan segala malaikat almagrabi alaihissalam. Malaikat Mikail alaihissalam berada di kanan Malaikat Jibril di hadapan dan malaikat lainnya mengelilingi Aminah. Pada saat melahirkan, Aminah tidak merasa sakit dan tidak kelihatan kotor.
Salawat Aminah mengatakan bahwa anak yang baru dilahirkan itu mengetahui tentang keindahan, jamrut, emas, dan bau harum. Dan segala keindahan, kebaikan, dan keharuman terdapat padanya. Pada saat lahir Nabi Muhammad telah sunat dan telah terputus pusatnya, bersih suci tubuhnya, semua setan naik ke langit, banyak berhala yang hancur, api pujaan orang Parsi semua padam, segala dukun takut dan segala binatang ikut mengabarkan tentang kelahiran Nabi Muhammad. Di.samping itu, orang Yahudi dan Nasrani juga memberitakan seperti yang tercantum dalam Taurat dan Injil. Pada malam itu banyak yang bertasbih, tahmid, dan taqdis bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pagi harinya Aminah memerintahkan pada pesuruh untuk menghubungi Abdulmuntalib di Masjidilharam. Abdulmuntalib menerima laporan dari abdinya yang menceriterakan bahwa Aminah telah melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia langsung pulang. Sesampai- nya di rumah Aminah menceriterakan segala ihwal hamilnya sampai pada saat melahirkan serta nama yang dipesankan oleh para nabi. Muhammad didukung oleh neneknya diajak mengelilingi Masjidilharam memasuki ke dalam Kakbah baitullah dan bersyukur kepada Allah.
Salawat Adat kebiasaan orang Mekah jika seorang perempuan melahirkan anak laki-laki tidak lama disusui oleh ibunya. Maka anak itu diberikan kepada
perempuan gunung. Orang yang menyusukannya Nabi Muhammad salalahu alaihi wassalam, bernama Halimatusadiah dari suku Bani Sa'da. Sebelum perempuan gunung itu datang, Nabi Muhammad sisusukan pada Tsuibah al Salamiah. Aminah meminta kepada Abdulmuntalib agar menemui orang Bani Sa'da yang akan menyusuinya. Maka berangkatlah Abdulmuntalib
menemui Halimatusakdiah dari Bani Sa'da. Halimah diajak pulang meng-
hadap Aminah dan Muhammad yang sedang ditidurkan di atas kain sutera. Setelah mengetahui anak yang akan disusukannya, maka Halimah bermohon diri untuk berunding kepada suaminya. Halimah kemudian menghubungi suaminya membicarakan Muhammad SAW. Suami Aminah ingin mengetahui juga, maka keduanya menghadap Aminah. Setelah sampai di hadapan dan dapat melihat Muhammad, maka keduanya sangat setuju. Aminah menyerah- kan Muhammad kepada Halimah. Kemudian Muhammad diajak pulang. Setiap Muhammad melewati tempat berhala, maka berhala itu hancur berantakan. Halimah kemudian masuk masjid Al Haram hendak mencium hajar aswad. Maka keluarlah hajar aswat dari tempatnya dan menyentuh muka Nabi Muhammad. Halimah dan suaminya segera naik kendaraan. Ken- daraannya menjadi lebih kuat daripada kendaraan yang lain jika ada pohon yang mati, dan jika Halimah dan Nabi Muhammad berjalan di dekatnya, pohon tersebut menjadi hidup dengan subur. Binatang yang tadinya kurus setelah disentuh oleh Nabi, seketika menjadi gemuk dan bersusu, serta di sekitarnya tumbuh rumput makanan ternak. Rumah Halimah yang tidak menggunakan lampu, menjadi terang karena sinar dari Nabi Muhammad. Nabi Muhammad cepat besar, umur tiga bulan ia sudah dapat berdiri, umur lima bulan ia dapat berjalan, umur sembilan bulan ia dapat berbicara dengan fasih. Umur dua tahun ia dapat bermain-nain dengan saudara sesusu- annya yang bernama Dimroh. Padà saat menggembala kambing Muhammad didatangi Malaikat, kemudian dada Muhammad dibelah dan dibersihkan kemudian ditutup kembali. Kejadian itu dilaporkan kepada Dimroh kepada
Halimah. Halimah menjemput Muhammad dan menanyakan apa yang ter-
jadi. Setelah semua diceriterakan, maka Halimah merasa takut dan segera mengembalikan Muhammad kepada ibunya. Halimah diberi hadiah permata, harta, dan lain-lain. Setiap saat Halimah menengok Nabi Muhammad, bahkan
pada waktu Nabi Muhammad kawin dengan Sayidina Khatijah.
Salawat Rasulullah berusia 4 tahun diajak berziarah oleh Aminah ke Madinah. Di
sana bertemu dengan pendeta Yahudi yang memberitahu bahwa Muhammad
akan menjadi nabi penutup. Setelah pulang ziarah, Aminah meninggal. Muhammad diasuh oleh Abdulmuntalib sampai umur 8 tahun. Abdulmuntalib
wafat, Muhammad diasuh oleh Abutalib. Muhammad diajak berniaga ke
negeri Syam. Di negeri itu, ia bertemu dengan pendeta orang Yahudi yang menceriterakan bahwa Muhammad akan menjadi Rasul Tuhan, dan memberitahu kepada Abutalib agar Muhammad diajak pulang. Pada umur 25 tahun Muhammad berniaga ke negeri Syam dengan diberi modal oleh Khatijiah. Di samping itu, ia diberi pendamping yang bernama Maisyarah. Maisyarah menceriterakan hasil berdagang Muhammad yang menghasilkan keuntungan besar. Maka Khatijah berkeinginan menjadi istrinya. Berita itu diterima oleh Abutalib. Abutalib menyetujui dan melamarnya. Lamaran Abutalib diterima. Kemudian melangsungkan perkawinan dengan Khatijah.
Salawat
Pada usia 35 tahun bangsa Quraisy membetulkan tembok Kakbah yang
dilanda banjir. Pada waktu membetulkan hajar aswad kepala suku masing- masing akan memasang hajar aswad ke tempatnya. Untuk menghindari fitnah,
maka diadakan musyawarah. Hasil musyawarah adalah bahwa barang siapa
yang datang ke masjid pertama kali itulah yang berhak memasang hajar aswad ke tempatnya. Muhammad masuk masjid pertama kali, maka beliaulah yang berhak memasang hajar aswad itu. Nabi Muhammad membentangkan serban- nya, kemudian batu ditaruh di tengah serban itu. Tempat kepala suku itu di- suruh mengangkat bersama. Setelah sampai pada tempatnya, Muhammad yang meletakkan ke tempat semula.
Salawat
Pada umur 40 tahun Nabi Muhammad mendapat wahyu yang pertama selama 6 bulan, masih dalam keadaan tidur. Dan setelah itu baru dalam keadaan jaga di Jabal Nur. Ayat yang pertama diturunkan adalah Surat Al Alaq Ayat I. Muhammad yang menerima wahyu yang pertama merasa gemetar. Pada saat itu Muhammad diperintah untuk menyebarkan ajaran kepada umat- nya, yaitu kepada Abubakar, Ali bin Abutalib, Saýidina Khatijah dan anak- anak yang belum balik, serta Sayidina Umar. Permulaan ibadah, Rasulullah melakukan secara sembunyi-sembunyi dan setelah mendapat perintah terang-terangan, maka Nabi menyebarkan agama Islam secara terang-terangan. Nabi banyak melaksanakan salat malam.
| 9 | |||
|---|---|---|---|
| Yahudi Rasulullah | atau Nasrani. memilih arak, maka uma tnya akan kesasar. | Salawat Pada saat Nabi Muhammad berusia 52 tahun malam 27 Rajab Tuhan me mikrajkan Nabi Muhammad ke langit tujuh lapis. Ada beberapa hal tentang perkara mikraj, yaitu menyatakan keajaiban yang ada di langit dan di bUllli dan diperlihatkan juga isi surga dan neraka. Di sam ping ilU, juga menyatakan pangkat kodrat kebesaran Nabi Muhammad SAW. atas sekalian makhluk. Sebelum melaksanakan mikraj Nabi Muhammad dibersihkan isi dada nya dengan air zamzam. Malaikat kemudian mengajak pergi Nabi Muhammad dengan mengendarai Buraq. laiannY3 BUraq seperti kilat. Tak lama kemudian sampai pad a suatu tempat yang penuh dengan pohon kurma. Ia bersem bahyang dua rakaat di tempat itu. Tempat itu adalah Madinah yang akan menjadi tempat kepindahannya. Masjid, dan kuburnya. Nabi dengan Malai kat naik Buraq lagi sampai di bukit TUrsina. Nabi bersembahyang dua rakaat di tempat tersebut yang merupakan tempat munajah Nabi Musa. Nabi dan Malaikat libril melanjutkan perjalanan sampai di Betul Hum ia melakukan sembahyang dua rakaat. Tempat tersebut merupakan tempat Nabi Isa. Di per jalanan, ada yang memanggil dari sebelah kanan dan dari sebelah kiri. Nabi tidak berhenti. Sebab apabila Nabi berhenti, umatnya aka~ menjadi umat gelas Datang juga malaikat yang membawa dua minuman, yaitu susu dan arak. Nabi memilih susu. Apabila Nabi Muhammad Salawat melanjutkan perjalanan sampai di Baitul Maqdis disambut oleh para malaikat yang turun dari langit. Buraq diikat di dekat masjid Al Aqsa dekat para nabi. Nabi Muhammad diiringi oleh Malaikat Jibril masuk masjid. Nabi memberi salam kepada para nabi yang berada di dalam masjid itu. Nabi Muhammad melaksanakan salat dan oleh para nabi yang lain ia di tunjuk sebagai iman. Disampingitu,Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, Nabi Isa dan Nabi Muhammad memuji kebesaran Tuhan. Salawat Malaikat libril memanggil Nabi Muhammad untuk mendatangi batu besar yang berada di dalam masjid Baitul Maqdis yang sebagai kiblat para nabi. Di batu itu tersedia mikraj yang keluar dari surga al Firdaus. Bentuknya seperti tangga, anak tangga satu dari perak dan yang satu dari emas. Ujung bawah diletakkan pada batu sahirah dan ujung atas di bawah arasyi. Tangga yang |
pertama dapat menaikkan ke langit yang pertama. Tangga yang kedua sampai pada langit yang kedua demikianlah seterusnya sampai pada langit yang ketujuh. Kemudian mengangkat sampai pada langit yang kedelapan, yaitu sidratul Muntaha. Kemudian mengangkat kepada langit yang kesembilan hingga pada Kursi. Kemudian mengangkat pada langit yang kesepuluh hingga mastuwi. Adapun naiknya Nabi Muhammad SAW. bersama Malaikat Jibril sampai pada langit pertama Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam. Pada langit kedua Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Isa ibn Maryam dan Nabi Zakarya. Pada langit yang ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf. Pada langit yang keempat Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Idris. Pada langit ke- lima Nabi bertemu dengan Nabi Harun alaihissalam. Pada langit yang ke- nam Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa alaihissalam. Pada langit yang ketujuh Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim berdiri di Baitul Makmur yang mahabesar, mahatinggi dan mahaelok. Nabi Ibrahim memberi petunjuk tentang ibadah bagi umatnya. Nabi melanjutkan perjalanan sampai pada langit kedelapan sampai Sidratulmuntaha. Kemudian Nabi dan Malaikat Jibril melanjutkan perjalanan sampai pada tingkat sembilan. Malaikat Jibril berhenti pada tingkat itu.
Salawat Maka bérnaiklah Malaikat Hijaib yang pertama bersama Rasulullah. Per- jalanannya seperti kilat sanpai pada hajab kedua. Kemudian mengeluarkan tangan mengangkat Rasulullah demikian seterusnya sampai mikraj yang kesepuluh. Maka sampai pada Mustawa tempat yang mahatinggi dan mahaluas terang bercahaya. Maka turunlah suatu tempat duduk yang sangat hebat bercahaya bernama allaraf raful akhdar, Malaikat Al Makrabin mendudukkan Rasulullah ke tempat itu. Kemudian Rasulullah dibawa naik ke Arasyi. Hati Rasulullah berdebar-debar dan terkancing lidahnya karena hebatnya luas, terang karena kekuasaan Tuhan. Maka diciptakan malaikat serupa dengan Abubakar Assidiq. Pada saat itu turun setetes sundasa al arsyi pada lidah. Air itu terasa manis dan sedap yang belum pernah dirasakan. Kemudian Nabi mendapat ilmu wal ina wal akhir, maka terbuka lidah Nabi Muhammad. Maka Rasulullah dapat berbicara langsung dengan Tuhan Azujal. Nabi Muhammad mengajukan beberapa permintaan. Nabi dikaruniai tiga ilmu, yaitu yang pertama, Nabi Muhammad tidak boleh menyatakan ilmunya kepada suatu makhluk. Kedua, Nabi Muhammad boleh mengetahui pilihan pada sahabat. Ketiga, Nabi
Muhammad boleh menyampaikan kepada umatnya. Allah memerintahkan umatnya agar bersembahyang lima puluh kali sehari semalam. Setelah mendapat perintah, Nabi Muhammad turun. Sampai di Sidratulmuntaha bertemu dengan Malaikat Jibril kemudian turun bertemu dengan Nabi Musa Alaihissa- lam. Nabi Musa menanyakan perintah apa yang diberikan. Nabi Muhammad menceriterakan bahwa perintah yang diembannya adalah perintah salat lima puluh kali sehari-semalam. Nabi Musa memberitahu agar naik lagi minta
keringanan kepada Tuhan. Maka akhirnya kewajiban salat itu tinggal lima kali
sehari semalam. Salat lima waktu pahalanya sama dengan pahala salat lima
puluh kali sehari semalam.
Salawat
Setelah mendapat perintah salat, Nabi Muhammad diantar oleh malaikat berkeliling surga dengan sekalian isi yang nikmat yang ada di dalamnya dan menunjukkan api neraka. Sebelum sampai di surga bertemu dengan bau-bauan yang harum, bunyi-bunyian, lagu-lagu dari surga. Sampai di surga, ia melihat kebun-kebun surga.dan banyak warna pohon-pohonan yang cabang-cabang- nya dari emas dan perak. Buah-buahan itu apabila dipetik, maka seketika itu pula keluar buah atau bunganya. Dan di situ terdapat sungai tanah surga se- perti kasturi, batu-batuan dari ratna serta disediakan bidadari, sebagai istri. Setelah diperlihatkan tentang keindalan surga, kemudian ditunjukkan api neraka. Di neraka Rasulullah mengetahui segala macam siksaan besar, rantai besar-besar, segala penganggitan pemukul dan segala ular, kalajengking, pohon berduri, timah dan tembaga yang lumat dan nanah dijadikan minuman bagi penghuni neraka. Di neraka ada orang yang kepalanya dilempar batu api neraka dan banyak siksaan kepala orang yang dibalut menunjukkan bahwa orang itu berat melaksanakan sembahyang. Sebagian lagi ada orang yang mulutnya dijejak adalah siksaan bagi orang yang makan harta anak yatim. Nabi melihat orang yang digilas dan berteriak-
teriak. Hal itu merupakan siksaan bagi orang yang makan bunga real. Nabi
melihat perempuan tergantung dalam api neraka, susu mengeluarkan darah dan nanah serta hal itu merupakan siksaan bagi orang yang berzina dan mem- bunuh anaknya. Nabi melihat orang yang memakai pakaian tir yang menyala dituangi timah. Timah itu dituangkan ke dalam telinga hal itu merupakan gambaran siksaan bagi orang yang mendengarkan bunyi-bunyian yang haram. Nabi melihat orang yang bibirnya menjulang sampai kaki dari mulut keluar
nanah dan darah itulah orang yang mati tidak bertobat atau tidak mendapat safaat.
Salawat
Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril berpaling dan turun ke bumi melalui tingkat-tingkat mikraj hingga sampai ke Baitul Maqdis. Kemudian Nabi dan Malaikat naik Buraq hingga di Mekah. Ketika sampai di Ruha bertemu dengan jamaah bangsa Quraisy yang sedang beristirahat untuk minum. Kemudian melanjutkan perjalanan sampai ke Betal Mar, bertemu juga dengan jamaah bangsa Quraisy yang hendak ke Mekal. Perjalanan Nabi Muhammad sampai ke tempat umrah. Para jamaah Quraisy menyangkal perjalanan mikraj Nabi. Pada waktu subuh Nabi Muhammad pergi ke masjid. Abujahal mendatangi Nabi Muhammad dan menanyakan hasil perjalanan semalami. Nabi menceritakan perjalanan yang telah dialami, tetapi kaum kafir ada yang percaya dan ada yang tidak percaya. Abubakar Sidiq diberi tahu oleh orang kafir, beliau membenarkan tindakan atau perjalanan Nabi Muhammad. Bagi orang yang beriman tentu percaya, tetapi bagi orang yang tidak beriman goyah pendirian- nya. Untuk membuktikan peristiwa itu Nabi Muhammad disuruh menceritakan sifat masjid Al Aqsa. Maka Rasulullah menceritakan masjid Aqsa satu- per satu. Dan diceritakan bahwa Nabi Muhammad telah menemukan si pelana naik kuda putih sedikit hitam. Sebagian orang menyatakan peristiwa yang terjadi di Betal Mar bahwa seluruh unta terkejut dan ada yang patah kaki depannya karena suara yang gempar yang tidak kelihatan. Hanya didengar bunyi salam dari Rasulullah SAW. Maka pada hari Rabu segala Quraisy ber- kumpul di luar Mekah. Setelah sampai di Mekah Nabi Muhammad berdoa kepada Allah Taala.
Maka ditahan matahari sampai jamaah ke Mekah. Banyak orang yang mena-
nyakan hal kejadian mikraj Nabi itu.
Salawat
Banyak orang asing datang ke Mekah, ada yang percaya tentang peristiwa itu dan ada juga yang tidak percaya. Orang Madinah yang pertama kali masuk Islam adalah Al Manterah dan dibawa ke Madinah. Di Madinah Nabi banyak pengikutnya. Suku Quraisy banyak yang masuk agama Islam. Rasulullah ber- sama Abubakar Assidiq yang akan menuju ke Madinah bersembunyi di gua
di bukit Nur. Di pintu gua berselubung jala yang dibuat hawa-hawa (laba-laba) dan burung dara membuat sarang dan bertelur di situ. Orang Quraisy yang mencari Nabi melihat pintu gua terdapat sarang laba-laba dan sarang burung dara, kemudian mereka pulang. Kemudian Nabi Muhammad dan Abubakar Sidiq melanjutkan perjalanan ke Madinah dengan kendaraan unta. Pada suatu tempat datanglah seorang yang bernama Saraqat hendak membunuh Rasulullah, maka lalu tenggelam empat-empat kaki kuda yang dikendarainya. Kemudian Saraqat minta maaf kepada Nabi Muhammad. Rasulullah melanjutkan perjalanan, beliau singgah di rumah Abumakbad mengambil air di tepi rumah itu. Bekas air sembahyang Nabi, tumbuhlah pohon dan segera berbuah manis dan sedap rasanya. Di situ ada kambing kurus-kurus kemudian disapu oleh tangan Nabi Muhammad, maka kambing itu berubah menjadi gemuk-gemuk dan bersusu. Nabi Muhammad sampai di Madinah disambut oleh sahabat Ansar dan Muhajirin dengan suka citanya dan banyak yang menjemput dengan pantun- nya yang memuji Rasulullah SAW. Rasulullah berhenti di Qubah. Lima belas hari kemudian masuk ke Madinah al Munawarah. Di situ membuat masjid, serta setelah Nabi meninggal dikuburkan di situ.
Salawat
Peri hal sifat Rasulullah adalah sederhana pendiriannya wajahnya putih bersinar, matanya jeli, kerap bulu matanya alis bengkak, hidungnya mancung, mulutnya cantik, giginya rapi putih bersinar, luas jidadnya seperti malam tanggal empat belas, kerap bulu rambutnya, rambutnya hitam leher dahinya segala anggotanya sederhana, harum bau tubuhnya dan keringatnya bening bersinar. Peri hal perangai dan tingkah lakunya, besar kebijaksanaan, banyak malu, sabar, baik budi bahasanya, manis perkataannya dan banyak tuwajahnya, menjahit truma, menambah kainnya, membantukan setengah pekerjaan ru- mahnya, cinta kepada orang miskin dan duduk sejajar dengan mereka, me- nengok orang sakit, mengantar jenazah, menerima aduri, bila berjalan dengan sahabatnya, ia di belakang, hatinya sayang kepada umatnya dan anak yatim. Mukjizat seperti yang tersebut dalam mikraj dari Mekah ke Madinah. Nabi Muhammnad kedatangan bulan pada waktu berada di bukit Abuqabyas di Mekah. Nabi dapat memanggil pohon beserta akarnya melalui perantaraan orang yang mendatanginya. Setelah diterima oleh Rasulullah, pohon itu di- suruh kembali ke tempatnya lagi, pohon bertanam seperti semula.
Pada suatu perjalanan kehabisan air, tinggal air dalam pasu, maka tangan Rasulullah dimasukkan ke dalam pasu itu, lalu berpancaran air dari sela-sela jari tangannya. Maka seluruh unta, kud dan sahabatnya minum sepuasnya. Dalam perjalanan Rasulullah bertemu dengan orang menangkap kijang betina. Kijang tersebut memohon kepada Rasulullah untuk pulang sebentar menyusui anaknya. Maka Rasulullah memberi izin dan setelah selesai menyusui ia kem- bali menghadap Rasulullah dan menyerahkan diri, Rasulullah kemudian meminta kepada orang yang menangkap kijang tersebut agar kijang tersebut dilepaskan. Maka kijang tersebut kemudian dilepaskan oleh yang mennang- kapnya.
Salawat
Bagian terakhir kitab ini, mengajarkan segala kebajikan dunia dan akhirat yang berjumlah sembilan perkara, yaitu:
- orang Islam wajib menuntut ilmu;
- perintah melaksanakan sembahyang;
- perintah taat kepada ayah dan bundanya;
- orang yang beribadah akan diberi murah rezeki dari Tuhan. Sebalik- nya, jika menjauhkan ibadah, akan dijauhkan dari rezeki;
- umat wajib menuntut pencarian yang halal;
- rasul bertanggung jawab memasukkan umatnya ke surga dengan sya- rat, berbicara benar, menepati janji, menyampaikan amanah, menjaga kemaluan dari perbuatan haram, menjaga mata dari hal yang haram dan tangguhkan kedua tangan dari berbuat haram;
- membeli barang curian dilarang oleh Tuhan;
- orang di dunia yang berbuat baik akan menerima kebaikan juga;
- besar pahala bagi orang yang membaca kalimah tasbih.
III. TRANSLITERASI NASKAH
INI KITAB MENYATAKAN PERI HAL JUNJUNGAN KITA SAYIDINA WA MAULANA MUHAMMADIN SALALLAHU 'ALLAIHI WASSALAM
Dengan sebutan mauludnya dan mikrajnya dan segala kelakuannya dan budi
basanya yang semua itu elok-elok harum hingga dirupakan dengan suatu bunga ini.
ALZAHRI ALBASIMI FI AT WA RI ABIL QASIM SALALLAHU'ALAIHI WASSALAM
Yang ada di dalam bunga ini itu namanya. Ini kitab artinya bunga yang baru mekar bermusim menghikayatkan peri hal ayahandanya Qasim, yaitu junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam. Karangan hamba yang daif Usyman bin Abdullah bin 'Aqil bin Yahya 'afa Allahuanhu wa'an wala- daihi wajami'ih muslimina amin.
Bismillahirrahmanirrahim
Bermulasebelumnya dimulakan kitab ini, maka disebut lebih dahulu di sini aturan membaca Maulud dan Mikraj. Dengan ini kitab itu lainnya, maka adalah aturan itu terkumpul dalam empat faedah. Ini faedah yang pertama ketahui sekalian saudara bahwasanya wajib atas kita sekalian Islam mengeta- hui bahwasanya junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam hamba Allah yang amat mulia lebi(h) dari sekalian makhluk. Lagi bahwa ia pesuruh Allah Taala pada sekalian manusia dan jin. Maka patutlah pada kitab
mengetahui akan hal ihwalnya yang tersebut di dalam kitab ini. Yang setengah itu wajib diketahui yakinnya dan setengah bisa-bisa semata. Sebagai lagi wajib atas kita menghormatkan junjungan kita Nabi Muhammad dengan sehabis-habis kehormatan dan ta'zim ustamyuwa fala dapat membaca atas mauludnya dan mikrajnya, maka hendaklah dibaca itu di dalam majelis mahjana yang terhormat di dalam aturan syarak, yaitu seperti masjid atau langgar, atau falamfang yang terhormat. Yaitu yang tiada ada di dekatnya meja kursi yang lebi(h) tinggi daripada palampang itu. Dan jikalau di dalam rumah (h), maka janganlah ada di situ sebelah pigura berhala yang dibencikan oleh junjungan kita dan oleh malaikat. Dan lagi tiada pantas pula dibaca atau di atas meja kursi sebab itu bukannya asal aturan Islam. Dan janganlah ada di tempat membaca itu campuran laki-laki sama perempuan sebab itu perteguhan syarak, melainkan jika ada dinding antara markiyat dengan aman dari fitnah. Dan jangan sekali-kali ada di tempat membaca itu suatu mainan yang haram sebab itu durhaka besar melanggar perteguhan Rasulullah di hadapan sebutan nama Allah dan nama rasulnya. Maka adalah itu tiada patut sekali-kali di dalam aturan syarak, maka tiada yang membuat begitu rupa, melainkan ia jahil akan kadarnya Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam atau tiada mengadakan kewajiban hormatan padanya. Maka adalah itu dekat pada kelakuan orang yang murtad yang tersebut
di bab Arriddatu Wal'iyadzu billahi. Dan lagi jangan ada di tempat membaca
itu segala bahu yang busuk yang dibenci oleh malaikat yaitu rokok dan ce- rutu. Maka, hendaklah ada di situ segala bahu yang harum seperti gahru dan dupa dan bunga-bungahan. Dan hendaklah sekalian yang hadir di situ membaca salawat banyak dengan suara pelahan, melainkan jika dupat (apat) membaca salawat yang jahir rapi-rapi, maka barulah membacakannya dengan jahir. Dan jangan satu sama lain bercerita-cerita, melainkan masing-masing pasang kuping mendengar serta membaca salawat. Maka apabila duduk sebutan zahir- hirnya junjungan kita Salallahu 'Alaihi Wassalam ke dunia, maka sekalian
yang hadir bangunlah berdiri dengan pendirian yang /2) hormat padanya.
Maka bukan dengan ayun-ayun badan sebab itu bukan kelakuan orang yang menghormatkan. Maka apabila dibaca itu dengan segala aturan-aturan yang
tersebut ini maka diharaplah dari pada Allah Taala memberi pahala yang amat
besar pada sekalian yang hadir dan diharap syafaat Rasulullah di hari kemu- dian.
Adapun jika dibaca dengan melanggar suatu perteguhan dari pada yang
tersebut itu, maka tiadalah dapat pahala, malahan dapat dosa sekalian yang hadir dengan sekadar dosa yang terlanggar itu adanya. Faedah yang kedua. Bermula segala kitab-kitab Maulud, maka ada di dalamnya sebutan mikrajnya Nabi Muhammad dan beberapa mukjijatnya dan peri kelakuannya yang amat lemah lembut dan beberapa sifat-sifatnya yang gilang-gemilang. Maka adalah semua itu dengan bahasa Arab yang jarang orang yang mengerti akan segala maknanya. Maka disalin di kitab ini yang demikian itu dari maulud, berzanji dan saraf al nam dan surah-surahnyanya dengan bahasa Melayu Negeri dengan sebagaimana pendapat yang menyalin saja. Dan sebagian lagi itu kitab Mikraj dengan bahasa Melayu telah ada di dalamnya beberapa tambah-tambahan yang tiada ada tersebut di kitab-kitab Mikraj dengan bahasa Arab. Maka disalin pula di sini perkara mikraj dari tafsir dan hadisnya. Dan Kitab Mikraj yang berbahasa Arab dengan bahasa Melayu yang demikian itu karena melengkapkan pengetahuan segala hal ihwal junjungan kita Salallahu 'Alaihi Wassalam. Beserta lagi dengan beberapa hadis- hadis yang ada di dalamnya, beberapa ajaran kebajikan pada umatnya adanya. Faedah yang ketiga dibaca ini Maulud Mikraj di waktu kapan saja, maka dapatlah pahalanya tiada kurang insya Allah Taala asal betul saja segala aturan dan lebi (h) afdal dibaca pada malam dua puluh tujuh bulan Rajab dan di malam itu di hari dua belas Rabiulawal adanya. Faedah yang keempat. Jika yang membaca telah sampai bacanya kepada suatu pasal maka dibaca olehnya beserta sekalian yang hadir itu salawat yang ada di antara pasal-pasal itu beserta doanya inilah ia: "Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wasahbihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika ya arhamar-rahimin. Amin". Artinya "Hai Tuhanku berikan salawat atas junjungan kami dan yang memberi safaat bagi kami Nabi Muhammad dan sekalian keluarganya dan sahabatnya dan beri sejahtera atas sekalian mereka itu dan jadikan kami dari pada umatnya yang baik dan dari pada ahli mendapatkan safaat-Nya di hari kemudian dengan rahmat engkau hai Tuhan yang amat mengasihani.
Bismillahirrahmanirrahin
Al-hamdulillahi rabbil 'alamin hamda yuafì ni'amahu wayukafi.u ma- zidah. Segala puji-pujian yang terhubung dengan segala kebesaran dan segala ketinggian bagi Tuhan seru sekalian alam yang menjadikan sekalian makhluk dan yang menghidupkan dan yang mematikan dan yang mengetahui lagi memberi segala nikmat bagi sekalian hambanya yang mukmin. ·Adalah pujian itu
sebilangan segala puji-pujian yang memuji bagi Tuhan dari pada manusia dan malaikat dan sekalian alam puji-pujian yang tiada putus lagi tiada terhingga dan salawat yang sempurna dan sejahtera yang senantiasa atas yang terlebi (h) afdal dan terlebi (h) mulia dari pada segala makhluk yaitu junjungan kita Nabi Muhammad Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam yang terbangkit ka- rena membahagiakan (membagikan) rahmat Tuhan bagi sekalian alam. Dan atas keluarganya dan sahabatnya sebilangan salawat yang memberi salam pada-Nya dengan senantiasa tiada hingganya.
Wabakdu kemudian dari pada itu, maka diketahui sekalian Saudara bah-
wa kadarnya junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam terlebi (h) besar dan terlebi (h) tinggi dari pada sekalian makhluk dan terlebi (h) elok dari pada segala yang elo (k) dan terlebi (h) harum dari pada tiap-tiap yang harum dan sinar cahaya mukanya lebi (h) dari pada bulan di malam empat belas dan peri kelakuannya dan budi basanya lebi (h) lemah lembut dari segala yang terpuji-puji lemah lembutnya.
Maka bermula waktu masa tela (h) ditakdirkan oleh Tuhan Subhanawa-
ta'ala akan kejadian Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam maka ber- farbata oleh-nya /4/ akan Jibril 'Alaihisalam mengambil segumpal dari pada rahasia tanah yang bercahaya dari pada tempat kuburnya Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam di negeri yang mulia yaitu negeri Madinah. Maka lalu turun Jibril 'Alaihissalam beserta diiringi oleh segala malaikat Al Firdaus dan malai-
kat Al Rifa'i al'ala. Maka diambilnya oleh Jibril akan yang demikian itu, maka
dikelilinginya di surga dan dicelupkannya di sungai surga yang bernama Tasni-
yam. Maka bertambah bersinar cahayanya lebi (h) dari segala khamal surga.
Maka dikelilingkan pula di arsyi dan kursi dan segala langit dan bumi dan laut hingga diketahui oleh segala mereka itu akan kejadian Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam sebelumnya, diketahui oleh mereka itu akan kejadian Nabi Alaihissalam kemudian daripada itu maka dihadapan cahaya itu oleh Jibril kodrat Tuhan Azujal maka berkeringat cahaya itu maka dijadikan oleh Azujal akan tiap-tiap satu tetes dari pada 'keringat itu satu nabi. Maka sekalian ambiya 'alaihim alsalah wassalam dijadikan mereka itu dari pada cahaya Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam, maka memberi tasbih oleh cahaya itu pada Allah Taala, maka sekalian malaikat memberi tasbih pada Allah Taala dengan tasbihnya cahaya itu di dalam masa dua ribu tahun kemudian daripada itu maka dijadikan oleh Allah Taala akan Nabi Adam Alaihissalam dan ditaruh padanya cahaya Nabi Muhammad. Salallahu 'Alaihi Wassalam. Maka
diperinta (h) oleh Allah Taala akan sekalian malaikat bersujud hormat pada
Nabi Adam 'Alaihissalam. Setelah itu maka diambil oleh Tuhan Subhanahu
Wa Taala akan Nabi Adam perjanjian bahwa ia memeliharakan cahaya itu
turun-temurun, maka dengan takdir Allah Taala berpindahlah cahaya itu di anak cucu Nabi Adam dari nabi-nabi dan wali-wali hingga pada Nabi Ibrahim 'Alaihissalam dan pada anaknya Nabi Ismail 'Alaihissalam dan turun-
temurun pula hingga pada Abdul Munthalib ibnu Hasyim yaitu kakeknya
Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam yang masyhur di negeri Mekah, mempunyai pangkat besar lagi murah dua tangannya memberi segala sadakah dan jamu-jamuan pada orang-orang hingga segala binatang di hutan dijamu akan olehnya dan masa diberanakkan Abdullah. Maka berpindahlah cahaya Nabi Muhammad itu dari Abdul Muntalib pada anaknya Abdullah itulah ayahandanya Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam.
Adapun Abdullah itu masyhur pula baik perangainya dan besar pang-
katnya dan hebatnya dan elok rupanya bersinar cahaya Nabi Muhammad di mukanya. Maka tiada bandingnya /5/ di dalam segala yang demikian itu apabila berjalan olehnya siang hari maka siarlah bahu kasturi anbar dari badannya. Dan apabila berjalan olehnya malam maka bersinar-sinar mukanya seperti bulan hingga dinamakannya oleh ahli Mekah Pelita Negeri dan lagi beberapa perempuan yang berbangsa lagi memunyai (mempunyai) harta telah berminta bahwa Abdullah itu menjadi suaminya karena gembira pada cahaya Nabi Muhammad itu. Maka tiada diterima oleh Abdul Muntalib dengan takdir Allah Taala yang menentukan iradatnya, bahwa ibundanya kekasihnya itulah Aminah Alzahriah. Maka hingga umurnya Abdullah itu delapan belas tahun, maka dikawinkannya Abdul Muntalib akan Aminah Alzahriah bin Atawab dari pada bangsa Bani Zahriah yang telah masyhur eloknya dan baik perangainya dan besar pangkatnya dari pada lain-lain perempuan-perempuan di Mekah. Maka itulah yang telah ditakdirkan oleh Tuhan Rabilalamin akan keduanya itu menjadi ayahanda bunda Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam adanya.
Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina Muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atika birahmatika ya arhamar rahimin, Amin.
Adapun perihal buntingnya Aminah Al Zahriah dengan junjungan kita
Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam beserta berangan beberapa ajaib
di langit dan di bumi yang dizahirkan oleh Tuhan Azujal karena menyatakan
kepada sekalian alam akan ketinggian pangkat Nabi Muhammad dan kemulia- annya dari pada sekalian makhluk dengan segala mukjijat arkasa (perkasa) yang semua itu menjadi banyak tanda kebesaran bahwa ia nabi dan rasul Salallahu 'Alaihi Wassalam. Bermula yang diruwatkan oleh alam dari beberapa jadinya bahwasanya masa terpinda (h) cahaya Nabi Muhammad dari pada ayahandanya Abdullah kepada bundanya Aminah Al Zahriah maka diperinta (h) oleh Tuhan Rabil- alamin akan segala malaikat al maqarabi bahwa mari kita berteriak dengan santar suara merakit dengan katanya, "Hai sekalian malaikat arsyi yang mahabesar harumkanlah oleh kamu segala tasbih dan tamjid pada Allah Azujal." Maka inilah malam telah dibuntingkan oleh Aminah Al Zahriah akan Muhammad dan telah berpinda (h) cahaya Muhammad kepadanya dengan itu pengaan yang amat besar dari pada Allah Taala: "Hai sekalian malaikat /6/ kursi yang maha besar rayasakanlah (rasakanlah) oleh kamu segala tasbih dan tamjid pada Tuhan Aljalal wal al Karam." Maka inilah malam kejadian kekasih Tuhan dan Rasul-Nya pada sekalian makhluk. Maka telah berbahagialah Aminah Al Zahriah dengan karunianya Tuhan dua aljalal wal alkaram karunia yang tiada bandingnya lagi. "Hai Malaikat Ridwan tamba (h) hai olehmu segala periasan (perhiasan) surga dan bukakan olehmu akan segala pintu surga. Maka inilah malam kejadian kekasih Tuhan Azujal. "Hai sekalian malaikat tujuh lapis langit berketahuilah olehmu sekalian kamu bahwa cahaya kamula (h) yang tersimpan itu yang kejadian Nabi Muhammad dari padanya telah tetaplah sekarang ini perut Aminah Al Zahriah yang berbahagia dengan kemuliaan yang tiada seumpama- nya. Syahdan lagi bahwa sekalian binatang diatas bumi itu hari berkata kepada ahli Mekah dengan bahasa Arab yang paseh "Hai sekalian bangsa Qu- raisy demi Tuhannya Kakbah telah ini hari dibuntingkan nabi akhir zaman pelita orang di dunia. Telah beruntunglah oleh yang percaya padanya dan mengikuti syareatnya dan binasalah yang tiada percaya akan dia. Sebagai lagi sekalian berkata itu hari terbalik menyunsang tiap-tiap didirikannya maka terbalik lagi. Berkali-kali maka kedengaran suara dari sela kelambu Kakbah Baitullah berkata sekarang telah dibuntingkan nabi yang terpilih yang membinasakan sekalian kafir dan sekalian berhala dan yang memerintahkan membuat ibadah pada Allah Taala Tuhan seru sekalian alam. Dan sebagai lagi tiap-tiap kursi kerajaan tiap-tiap raja dikuliling (dikeli- ling) dunia ini hari terbalik kemurub, yaitu menjadi tanda akan ketinggian
kodrat Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam atas segala makhluk. Sebagai lagi adapun negeri Mekah sebelumnya itu ketika maka terlalu mahal segala makanan dan kering segala pohonan sebab tiada turun hujan. Maka setelah dibuntingkan Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam maka turun hujan dan hidup segala pohon-pohonan dengan hijau-hijauannya dan berkembang segala yang berkembang dan berbuah segala yang berbuah dengan berupa lagi tambahan berwarna-warna yang banyak manfaatnya. Dan datang pula dari segala fihak negeri membawa segala dagangan dan rupa- rupa makanan ke negeri Mekah al Masrifah. Maka adalah semua itu berkat Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam. Sebagai lagi beberapa ahbar (kabar) ulama Yahudi dan rahabana alam Nasrani yang sekalian merakit membaca Taurat dan Injil yang ada di dalam- nya sebutan segala sifat Nabi Muhammad dan dibuntingkannya dengan beberapa alamatnya yang terang. Maka mereka itulah menganjurkan Qaisyar Mekah dengan katanya mereka itu inilah waktu telah dibuntingkannya nabi akhir zaman dari pada bangsa mepeliharalah oleh kamu akan kataku nanti alamatnya anak itu bagian-bagian adanya. Syahdan lagi diruwatikan bahwasanya Aminah ibunda Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam berkata kutika (ketika) aku buntingkan Rasulullah /7/ Salallhu 'Alaihi Wassalam tiada aku berasa berat atau sakit atau mengidam seperti lain-lain perempuan melainkan aku tiada kedatangan haid dan pada suatu masa antara aku tidur dan jaga maka datang pada aku seorang berkata: "Apakah engkau ketahui bahwa engkau bunting?" Maka aku kata tiada aku beri tahu. Maka berkata ia telah buntingkan junjungan yang terlebih (h) mulia dari pada sekalian makhluk dan bahwa ia pesuruh Tuhan Rabilalamim. Maka apabila engkau beranakkannya Muhammad dengan perinta (h) daripada Allah Taala. Sebagai lagi di bulan pertama dari waktu dibuntingkan Rasulullah Salal- lalu Alaihi Wassalam, yaitu bulan Rajab, maka bundanya mengimpi datang kepadanya Nabi Adam Alaihissalam menganjurkannya bahwa buntingnya itu junjungan sekalian alam. Dan di bulan kedua datang padanya Nabi Idris Alaihissalam menghabarkan bahwa buntingnya itu yang memunyai (mempu-
nyai) pangkat tinggi. Dan di bulan ketiga datang padanya Nabi Nuh Alaihis-
salam mengabarkan bahwa buntingnya itu nabi yang empunya kemenangan atas tiap-tiap musuhnya. Dan di bulan keempat datang padanya Nabi Ibrahim Alaihissalam mengabarkan kelebihan Nabi Muhammad yang empunya pangkat besar. Dan di bulan kelima datang padanya Nabi Ismail Alaihi al Salam mengabarkan bahwa buntingan itu nabi yang memunyai (mempunyai) hebat
kebesaran. Dan di bulan keenam datang padanya Nabi Musa Alaihi al salam mengabarkan pangkat derajat Nabi Muhammad beserta kemuliaannya. Dan di bulan ketujuh, yaitu bulan Muharam datang padanya Nabi Daud Alaihi al Salam menganjurkan bahwa buntingannya memunyakan (mempunyakan) syafaat di hari kemudian dan memunyai (mempunyai) sungai kautsar. Dan
di bulan kedelapan datang padanya Nabi Sulaiman Alaihi al Salam mengajar-
kan bahwa buntingan itulah nabi akhir zaman. Dan di bulan kesembilan yaitu bulan Rabiulawal datang padanya Nabi Isa Alaihi al Salam mengajar- kan bahwa buntingannya itu nabi yang menyatakan agama yang suci dengan lidah yang faseh dan pangkat yang tinggi. Dan tiap-tiap nabi yang tersebut itu telah berpesan pada Aminah di dalam segala ampina (ampunan) akan mereka itu dengan kata mereka itu, "Hai Aminah apabila engkau beranak maka namakan olehmu dengan nama Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam."
Allahumma salli ala sayyidina wasyafiina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallim waj alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa atika birahmatika ya arhamar rahimin, Amin.
Adapun di masa lalu dua bulan dari buntingnya Aminah akan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam, maka ayahanda Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam Abdullah bin Abdul Muntalib pergi ke negeri /8/ Madinah karena ziarah sanak- sanaknya dari pihak bundanya Abdul Muntalib, yaitu bangsa Bani Al Najri. Maka sesudahnya beberapa hari ia ke negeri Madinah, maka dapat olehnya ia sakit hingga satu bulan punya lama masa sakitnya. Kemudian maka wafat
Abdullah bin Abdul Muntalib di negeri Madinah itu. Inilah riwayat yang
muktamat juwa adanya.
Syahdan lagi adapun sebelumnya diberanakkan Rasulullah Salallahu
Alaihi Wassalam, masa lima puluh lima hari punya lama dengan setengah riwayat ulama. Maka datang raja kafir dari negeri Zaman namanya Abrahah datang ke negeri Mekah hendaknya merobohkan Kakbah Baitullah. Adapun bermula kisahnya bahwa Raja Abrahah di negeri Zaman telah buat suatu kereja (gereja) besar lagi bagus dengan batu marmer yang ber- warna-warna ditatahkan dengan ratna manikam dengan kehendaknya karena
orang-orang di atas keliling negeri Buni datang membuat haja di situ ganti
dari pada kakbah baitullah. Maka didengar akan khabar itu oleh setengah dari pada bangsa Quraisy di Mekah. Maka ia lalu pergi ke negeri Zaman itu
mengutarakan gereja itu dengan najis. Maka setelah diketahui oleh Raja
Abrahah itu sesudahnya pulang Quraisy itu ke Mekah. Maka terlalu sangat marahnya lalu ia minta dari pada Raja Najasyi di negeri Habsi bahwa ia mengirim gajah yang amat besar, beserta rakyat baris kuda karena menolong akan merobohkan Kakbah di negeri Mekah. Maka dikirim oleh Raja Najasyi akan yang demikian itu. Setelah sampai mereka itu kepada Abrahah maka berangkatlah olehnya dengan sekalian rakyatnya dan rakyat Najasyi. Maka adalah semua mereka itu enam puluh ribu maka kutika (ketika) sampai mereka itu di dekat Mekah yaitu Wadi Muhasar di situ dan diperinta (h) oleh Abrahah akan setengah rakyatnya masuk ke Mekah merampas segala unta ahli Mekah. Maka terampas unta Abdul Muntalib dua ratus unta. Maka sesudahnya itu, maka ditanya oleh Abrahah, "Siapa kepala dari bangsa Quraisy di Mekah?" Maka dikata, yaitu Abdul Muntalib bin Hasyim. Maka dipanggil oleh Abrahah akan Abdul Muntalib. Maka datang Abdul Muntalib dengan hebatnya lagi bercahaya mukanya. Maka surat dilihatkan oleh gajah yang besar itu lalu sujud gajah itu di kaki Abdul Muntalib bercium kakinya Maka berpingsan Abrahah dari yang demikian. Maka lalu ia turun dari kursi kerajaannya menyambut akan Abdul Muntalib. Serta berduduk oleh kedua- nya diatas permadani. Maka berkata Abrahah, "Apa punya datang kemari karena merobohkan Kakbah? Maka apa engkau punya permintaan sekarang?" Maka berkata Abdul Muntalib, "Permintaanku /9/ untaku." Maka berkata Abrahah, "Aku terlalu heran yang cuma engkau perkarakan hanya untamu." Maka tiada engkau perkarakan Kakbah." Maka berkata Abdul Muntalib, "Bahwa itu untaku yang punya. Adapun itu Kakbah ada Tuhannya yang memperkarakannya." Maka berkata Abrahah, "Apakah ada yang menolakkan daku dari merobohkan Kakbah?" Maka berkata Abdul Muntalib, "Tuhannya Kakbah, yaitu Tuhan seru sekalian alam yang amat kuasa memeliharakannya." Maka berangkatlah Abrahah dengan sekalian rakyatnya sesudahnya di- pulangkannya unta Abdul Muntalib padanya. Adapun Abdul Muntalib berjalan dahulu ke Mekah merintakan (meme- rintahkan) sekalian Quraisy ke luar dari Mekah ke gunung-gunung Mekah. Dan Abdul Muntalib dengan beberapa kepala Quraisy berhenti di pintu Kakbah meminta.doa pada Allah Taala. Dengan pertolongan dari padanya ke- mudian dari pada doa itu maka berjalan Abdul Muntalib beserta jamaahnya ke gunung Mekah. Karena melihat hal ikhwal Kakbah dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Taala.
Adapun peri hal Abrahah serta sekalian rakyatnya telah berangkat hendak masuk ke negeri Mekah. Maka beradu qalam gajah itu tiada mau berjalan ke Mekah. Maka dibangunkannya berkali-kali dengan pukul. Maka tiada juga hendak mau bangun dan jika dipalingkannya mengadap ke negeri Zaman maka segera ia bangun berlari pulang. Maka dipalingkannya pula menghadap ke negeri Mekah, maka berduduk olehnya lagi demikian pula berkali-kali halnya gajah itu hingga datang pertolongan Tuhan Azujal yang amat kuasa atas sekalian hambanya. Maka datanglah dua puluh ribu burung Ababil. Ababil dari pihak sabil kuat besarnya seperti burung kacapi lehernya panjang kepalanya hitam, patuknya mera (merah) angker rupanya belum perna (h) dilihat oleh manusia rupa burung itu. Tiap-tiap satu burung ada padanya metik batu sijil satu dipatukkannya dan dua di dua kakinya. Besarnya batu itu seperti biji kacang hamsa tertulis atas tiap-tiap batu nama yang kena padanya. Adapun peri hal Abdul Muntalib beserta jamaahnya masing-masing lagi melihat kanan kiri dari atas gunung itu menunggu pertolongan daripada Allah Subhanahu Wa Taala. Maka dilihat oleh mereka itu akan burung-burung itu datang dari pihak sebelah lewat itu yang belum pernah tau datang burung begitu rupa dari fihak itu. Maka berkata Abdulmuntalib, "Barangkali itu suatu pertolongan daripada Allah Subhana Huwataala bagi Kakbah Baitullah dan sekalian harum yang mulia." Maka lalu sekalian burung itu menuju Abrahah dan sekalian rakyatnya. Maka dilontar oleh burung-burung itu dengan batu sijil itu tiap-tiap satu burung membunuhkan tiga orang. Tiap-tiap satu batu kena kepala seorang yang memakai kupia /10/ tembaga terus ke otaknya terus lagi ke perutnya terus lagi ke perut kendaraannya, terus lagi ke bumi masuk ke dalam bumi. Maka matilah sekalian rakyat Abrahah itu hancur bertumpuk-tumpuk. Fir- man Allah Taala, "Faja'alahu ka'asfim ma'kul."1 Hingga seorang daripada mereka itu karena bahwa ia mengkhabarkan raja Najasyi ke negeri Habsyi. Maka diikutinya oleh satu burung dengan satu batu. Maka satulah sudah ia khabarkan Najasyi itu maka dilontarkannya oleh burung itu di hadapan Najasyi lalu mati orang itu di hadapan dan demikian pula Abrahah berlari pulang ke negeri Zaman. Maka diikuti pula oleh satu burung itu dengan satu batu. Maka sebelumnya dilontarkan, maka dikenakannya oleh Allah Taala dengan penyakit besar hingga gerumpung tangan kakinya tiap-tiap sampai olehnya di satu negeri maka jatu (jatuh) satu anggotanya hingga sampai di negeri- nya tinggal badannya saja meleleh dari nana (h). Maka dilontarkan oleh
burung itu dengan satu batu lalu mati, yaitu karena dilihat oleh orang-orang negeri itu. Maka itulah pertolongan Allah Subhanahu Wa Taala pada Kakbah Baitullah menyatakan kemuliaannya dan kemudian nabinya junjungan kita Salallahu 'Alaihi wa'ala alihi wasahbihi wassalam.
Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafī'ina Muhammadin wa'ala alihi wasah-
bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atika birahmatika ya arhamar rahimin, Amin.
Adapun setelah kenap (genap) sembilan bulan dari pada buntingnya Aminah Al Zahriah dengan junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam yaitu di malam Isnin waktu fajar dua belas hari bulan Rabiulawal berkata Aminah Al Zahriah, "Bermula ketika malam aku henda (hendak) beranak pada hal aku sendiri di rumahku tiada ada pada aku seorang perempuan atau seorang laki-laki dan mertuaku Abdul Muntalib lagi tauwab di Masjidil Haram maka terlalu pilu hatiku bagimana (bagaimana)lah halku ini dengan sendiriku kemudian dari pada itu maka aku mendengar dari pihak langit di atas rumahku dengan segala suara dan harum dan cahaya. Maka ber- tambah takutku dan sediku (sedihku). Maka aku melihat saif burung amat puti (putih) bersinar-sinar menyampuh di dadaku. Maka itu ketika ilang sebela (sebelah) tahu-tahu kemudian dari pada itu aku melihat akan dua perempuan teramat /11/ elok rupanya gilang-gemilang bercahaya-cahaya muka keduanya beserta diiringi pula oleh beberapa perempuan lagi bercahaya muka sekalian mereka itu dengan segala pula bahu-bahu- an yang amat harum belum perna (pernah) dicium oleh manusia akan bahu
ini. Maka berpingsanlah aku daripada yang demikian itu, beserta segala suka
citaku melihat akan mereka itu. Maka aku. bertanya dengan kataku, "Siapakah kamu dan betapakah kamu mengetahui akan halku ini?" Maka berdekat padaku oleh satunya dengan segala kehormatan dan segala puji-pujian padaku dan segala doa yang mengenakkan hatiku dan menyenang- kan pikiranku dengan suara yang belum perna (pernah) didengari oleh manusia akan kebagusannya dan keenakannya dengan katanya, "Kami Aisyah dari syurga diperinta (diperintah) oleh Tuhan Azujal akan kami mendatangkan engkau beserta Mariyam binti 'Amran dan beserta segala bidadari menemank-n engkau dan meminangkan (menenangkan) hatimu
junjungan sekalian makhluk."
Kemudian berdekat pula padaku oleh keduanya dengan segala kehormatan
yang lemah lenti (lentih) dengan segala pujian dan doa dengan suara yang
belum didengarkan sebagainya oleh manusia beserta katanya: "Aku Mariyam binti 'Amran datang dari syurga dengan perinta (perintah) Tuhan Azujal minangkan hati (menenangkan hati)mu dan mehormatkan (menghormatkan) anakmu nabi akhir zaman yang mahamulia." Maka demikian pula datang padaku satu per satu dari pada segala bida- dari itu. Maka terlalu senang hatiku hingga aku bercita-cita mudah-mudahan datang padaku Abdul Muntalib melihat barang yang aku melihatkannya kemudian. Maka diberi akan daku oleh mereka itu akan suatu piyalah ber- tatah dengan ratna manikam bersinar rupanya dengan isinya seupama susu yang amat putih setelah aku minum, maka bercahaya sekalian badanku dan mata hatiku lalu aku mengucap syukur pada Allah Subhana Huwataala. Syahdan lagi diperinta (diperintah) oleh Allah Taala akan Jibril Alaihi al salam dan Mikail Alaihi al salam dan segala malaikat al Maqrabi Alaihi al salam berturun mereka itu ke dunia karena menyambut Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam pun zahir ke dunia. Maka berhentilah Mikail Alaihi al salam di kanan Aminah Al Muzahriah dan Jibril di hadapan Aminah Al Zahriah dan sekalian Malaikat Al Muqarabi mengelilingi akan Aminah itu menjaga dari pada penggoda segala syetan dan jin, maka sekalian malaikat itu memberi tasbih dan taqdis dan tahlil pada Allah Subhana Huwataala Tuhan Yang Maha Besar hingga masa yang telah ditentukan oleh Allah Taala akan zahirnya Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam. Maka diberuntukkan oleh Aminah Al Zahriah dengan tiada sakit dan tiada suatu kotor. Maka bersinar-sinar cahayanya yang amat terang melebihi segala cahaya dan me- nerangkan sekalian dunia dari Masyrik ke Magrab Salallahu Alaihi Wassalam /12/.
"Sallallahu 'ala Muhammadin, Sallallahu 'alaihi wassallam."
Syahdan lagi berkata Aminah Al Zahriah serta aku beranakkan Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam. Maka keluar cahayanya yang amat terang di sekalian dunia hingga diberi akan daku penglihatan segala ruma (rumah) tinggi-tinggi di negeri Syam dan Aku melihatkan Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam meletakkan dua tangannya ke bumi dan mengangkat kepalanya ke langit bersinar-sinar mukanya. Maka aku melihat seupama kain sutera puti (putih) bercahaya-cahaya terlalu elok rupanya telah terpentang dari langit ke bumi dan aku melekat beberapa rupa manusia turun dari langit meme- gang segala rupa bejaman daripada perak yang terlalu amat puti (putih) ber-
sinar-sinar dan dari pada jamrut yang terlalu amat hijau dan terlalu amat harum bahu segala yang demikian itu. Maka aku mendengar suara berkata, "Ambil olehmu akan Muhammad sebelumnya lain-lain manusia melihatkannya." Maka kelilingkannya atas sekalian langit dan sekalian bumi dan sekalian laut karena diketahuikannya oleh sekalian makhluk. Maka pingsanlah sementara dari karena banyak cahaya menghubungkan daku. Kemudian daripada itu, maka aku melihat anakku telah teralas dengan sutera yang amat hijau dan selimutnya kain suap yang amat putih lagi amat lembut bersinar-sinar mukanya bermasam padaku dan aku melihat suatu tangannya memegang tiga kunci-kunci dari pada mutiara dan satu tangannya memegang seupama bungah (bunga) dari pada sutera yang amat hijau beserta aku dengar pula suara berkata, "Telah memegang Muhammad kunci nasir dan kunci dikir dan kunci nabuh." Syahdan lagi diriwayatkan oleh ulama radiallahuanhum bahwasanya Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam kutika (ketika) diberanakkan telah tersunat lagi telah mata dan terputung pusatnya, dan terlalu suci bersi (ber- sih) sekalian tubuhnya dan terlalu elok bersinar-sinar cahaya mukanya menge- sankan tiap-tiap yang melihat padanya dan antara dua pundakta (pundak- nya) sebela (sebelah) belakang ada khataman nubuwah bersinar-sinar caha- yanya. Dan lagi di malam itu tertikat (terikat) segala syaitan dari pada menaik ke langit mencuri pendengaran segala perintaan maka dilontar oleh malaikat dengan api dari kuliling pihak langit. Sebagai lagi tiap-tiap berhala di dunia itu malam jatu (jatuh) kemurub ancur dan segala api yang disembah oleh orang Persi dan lain-lain maka semua itu terpadam dan segalakursi kerajaan tiap-tiap raja di dunia jatu (jatuh) kemurub dan segala orang yang bertapa di gunung-gunung dan segala dukun- dukun yang kemasukan jin. Maka sekalian mereka itu bertakut dan puna (punah) segala perbuatannya dan /13/ sekalian binatang dan sekalian bu- rung berkata-kata dengan takdir Allah Taala mengkhabarkan zahirnya Nabi
Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam ke dunia dengan beberapa puji-pujian
dari pada mereka baginya dan segala rahban ulama Yahudi dan ahbar alam Nasrani telah mereka menghabarkan dahirnya junjungan kita Salallahu Alaihi Wassalam dengan segala alamatnya yang ada di Taurat dan di Injil. Dalam malam itu terlebi (terlebih) warna-warna tasbih dan taqdis dan tamjid sekalian malaikat arsyi dan malaikat Kursi dan segala malaikat tujuh lapis langit dan terbuka segala pintu syurga dan bertambah segala perhiasan syurga dan berteriak oleh Jibril Alaihisalam dengan perinta (perintah) Allah
Taala dengan suara Jibril yang amat nyaring dan enak didengar oleh sekalian malaikat, "Ya ayyuhannabiyyu, inna arsalnaka syahidan wama basyirau wanadzira." Maka segala buda (budak) dari syurga yang belum mengetahui peri hal itu bertanya satu sama lain cahaya apakah ini yang mengelilingkan sekalian pihak. Maka disahuti oleh Jibril Alaihi al salam telah beranakkan yang lebi (lebih) terpuji dari pada sekalian makhluk yaitu Muhammad. Bertambah bersuka-sukaan oleh segala bidadari di syurga. Sebagai lagi diberi anak Nabi Muhammad waktu fajar malam Isnin itu dan paginya itu diketahui oleh ahli Mekah. Maka disuruh oleh Aminah Al Zahriah mengabarkan Abdul Muntalib di Masjidil Haram. Maka datang pesu- ruh itu mendapatkan Abdul Muntalib lagi duduk di hijir dekat baitullah. Maka mengabarkan bahwa Aminah telah bernak lagi-lagi. Maka terlalulah suka cita hati Abdul Muntalib serta ia bangun pulang ke rumahnya diiringi oleh beberapa Asyrafa Quraisy hingga masuk Abdul Muntalib kepada Aminah dan melihat akan cucunya dan segala suka cita hatinya melihatkan dia dengan sagala safah keelokannya dan kemuliaannya dan cahanya. Maka dikhabarkan oleh Aminah akan Abdul Muntalib daripada segala peri hal ikhwal segala yang ia telah lihat olehnya dan yang ia telah dengar dari pada segala ajaib dari waktu henda (hendak) ia beranak hingga habis beranak dan peri hal masa ia lagi bunting bahwa tiap-tiap satu bulan datang padanya di dalam impiannya oleh satu nabi dan pesan sekalian mereka itu padanya me- namakan anaknya Muhammad. Maka bertambah segala kesuaan (kesukaan) hati Abdul Muntalib beserta bertanya pada Aminah, "Jangan engkau mengabarkan segala orang akan demikian itu. Maka didukung oleh Abdul Muntalib akan cucunya pergi ke Masjidil Al Haram memasukinya ke dalam Kakbah Baitullah beserta ia memberi syukur dan segala puji-pujian bagi Allah Taala beserta katanya, "Alhamdulillahillazi 'atani hazalgulamat tayyiba al ira- dani," hingga akhir nazim itu artinya: "Segala /14/ puji bagi Allah Taala yang mengasihi akan daku ini anak yang suci bersi (bersih) asal-usulnya. Ke- mudian dari pada itu, maka dinamakannya Muhammad oleh Abdul Muntalib dengan membuat perjamuan besar pada sekalian ahli Mekah dengan segala kehormatan dan kesukaan jua adanya.
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina Muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atika birahmatika ya arhamar rahimin, Amin."
Adapun adatnya ahli Mekah jika perempuan beranak dapat anak laki-laki
maka tiada lama disusukannya oleh bundanya hingga dikasi (dikasih) kepada suatu perempuan darí pada ahli gunung-gunung menyusukannya sebab susu ahli gunung lebih baik dan hawa gunung lebi (lebih) sahih karena itu buli (bolih) lekas besar lagi kuat anggotanya bermain di gunung-gunung itu. Maka tiap-tiap enam bulan sekali datang ke Mekah segala perempuan gunung meminta menyusukan anak-anak dengan upah. Maka adat ahli Mekah pula itu kutika (ketika) mengeluarkan segala anak-anak yang hendak disusukannya ditaruh di bawah Kakbah. Tiap-tiap satu anak dengan upah menyusukannya ditaruh di samping anak itu dengan sebagaimana kuasa ayah bundanya. Dan sebagai lagi ahli-ahli gunung itu adalah beberapa bangsa, maka bangsa yang paling baik, yaitulah bangsa Bani Sa'da. Bermula sesudahnya diberanakkan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Maka segala Malaikat meminta kepada Allah Taala bahwa mereka itu memeli- harakan Nabí Muhammad dan demikian pula segala binatang yang memunyai (mempunyai) susu minta menyusukannya. Tetapi setelah ditentukan oleh Allah Taala bahwa yang menyusukan Nabi Muhammad, yaitu Halimatusa'diah dari pada Bani Sa'da bangsanya yang berbahagia. Adapun sebelumnya musim perempuan gunung datang ke Mekah. Maka disusukan Nabi Muhammad oleh Tzuibah al Salamiah sesudah disusukan oleh bundanya Aminah Al Zahriah sembilan hari dari habis beranak. Kemudian daripada itu maka setelah datang musin (musim) segala perempuan gunung ke Mekah maka datanglah dari pada bangsa Bani Sa'da empat puluh perempuan masing-masing dengan suaminya mengantarkannya. Maka lantara (an- tara) masing-masing perempuan itu dapat satu anak di bawa (di bawah) Kakbah dengan upa (upah)nya. Maka kebelakangan datangnya Halimah /15/ al Sa'diah sebab kendaraannya kurus lemas kelaparan. Sebab di tempatnya sudah (sudah) lama tiada turun hujan. Syahdan bermula berkata Aminah al Zahriah kepada Abdul Muntalib carilah olehmu akan perempuan gunung daripada bangsa Bani Sa'da menyusukan Muhammad. Maka dengar khabarnya telah mereka itu datang ke Mekah. Maka keluarlah Abdul Muntalib berjalan mencari yang demikian itu. Maka dengar olehnya akan suara dari pihak langit berkata,"Cari olehmu akan Halimah al Sa'diah bahwa ialah yang telah ditentukan oleh Allah Subha- na Huwataala akan menyusukan anak Aminah al Zahriah Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam yang maha mulia. Maka berjalan Abdul Muntalib lalu bertemu pada seorang perempuan terlalu hormat budi bahasanya. Maka ber-
tanya perempuan itu pada Abdul Muntalib dengan bertanya, "Hai Tuanku
apakah ada padamu suatu anak yang hendak disusukan?" Maka berkata
Abdul Muntalib, "Siapakah engkau dan dari bangsa apa engkau?" Maka berkata perempuan itu, "Namaku Halimah al Sa'diah dan bangsaku Bani Sa'da." Maka bermisim Abdul Muntalib dengan segala suka cita hatinya beserta ia berkata, "Beruntunglah olehmu hai Halimah dengan keuntungan yang amat besar apakah engkau hendak susukan sebuah anak yatim?" Maka berkata
Halimah "Hendaklah hamba melihat akan anak itu."
Maka Halimah ke rumah Aminah al Zahriah. Maka serta dilihat oleh Aminah lemah lembut budi basanya, Halimah itu dan dilihat pula oleh Halimah akan Aminah Al Zahriah dengan sekala (segala) sanaknya yang ter- puji. Maka dengan takdir Allah Subhana Huwataala. Maka jadi bercinta-cinta- an keduanya itu kemudian. Maka dilihat oleh Halimah akan Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam terletak di atas kain sutera yang amat hijau dengan tutup kain suwaf yang amat puti (putih) bersinar-sinar mukanya terlalu elok manis rupanya, bermisim kepada Halimah itu. Maka lantas ngelayang di hati Halimah segala kecintaan pada Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam. Lalu berkata, "Halimah kami dibawa (dibawah) perinta (perintah) suami kami dan hendaklah kami pergi padanya sekarang karena bermusyawarah padanya." Maka lalu Halimah balik pada suaminya mengabarkan peri hal Nabi Muhammad. Maka berkata suaminya, "Kami pun hendak melihat padanya."Maka berjalan keduanya ke rumah Aminah Al Zahriah hingga dilihat oleh keduanya akan Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam. Maka dibuka olehnya dua matanya melihat akan keduanya beserta bermisim dengan cahayanya gilang-gemilang oleh keduanya heran melihat akan Rasulullah Sallahu 'Alaihi Wassalam. Maka berkata suami Halimah, "Yaitu halnya nama- nya /16/ kepada Halimah, "Ambil oleh engkau akan anak ini nanti kita ber-
untung dengan anak ini insya Allah Taala." Maka Halimah masa kutika
(ketika) itu aku lagi lemah dari capai (cape) dan lapar. Maka tiada susu ada padaku. Maka serta aku dukung akan Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam. Maka lalu badanku seger dan banyak susuku. Maka aku mendengar suara dari fihak langit berkata, "Teiah berbahagia olehmu, hai Halimah dengan kamala yang amat mulia." Kemudian daripada itu, maka diserahkan oleh Aminah Al Zahriah dan Abdul Muntalib akan Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam kepada Halimah Al Sa'diah dengan beberapa doa dan tawakal pada Allah Taala. Maka didukungnya oleh Halimah Al Sa'diah itu berjalan. Maka tiap-tiap sampai pada kepada tempat-tempat berhala. Maka jatuh berhala itu kemurub ancur. Maka masuk Halimah masuk ke Masjid Al Haram hendak menciumkan hajar al aswad. Maka keluar hajar al aswad dari tempatnya hingga bersentu (bersen-
tuh) pada muka Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Kemudian maka berjalanlah Halimah serta suaminya dan kendaraannya pun jadi kuat lebi (lebih) dari segala kendaraan lain-lainnya. Dan sebagai lagi tiap-tiap pohon yang telah mati kering jika berjalan Halimah dengan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam di dekatnya maka menjadi hidup hijau atau waktu juga lantas berbuah dengan takdir Allah Taala. Dan tiap-tiap batu atau pohon memberi salam pada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Syahdan, lagi berkata Halimah Al Sa'diah kutika (ketika) sampai aku di rumahku maka ada di rumahku segala kambing kurus-kurus dari kurang ma- kan. Maka aku ambil tangan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam aku sentu (sentuh) kannya pada segala kambingku, maka lantas gemuk dan ber- susu dan sebagai lagi tumbu (tumbuh) segala makanan binatang dan hijau segala pohonan berkembang dan berbuah dengan berkata Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam. Dan sebagai lagi senatiasa (senantiasa) malam aku tiada pasang pelita di rumahku hanya cahaya Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam bersinar-sinar lebi (lebih) dari segala pelita. Dan sebagai lagi bahwasanya Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam sebagian telah ter- sebut segala angkasa mukjaratnya di dalam segala ikhwal yang demikian pula senatiasa (senantiasa) hari dan senatiasa (senantiasa) hal ikhwalnya. Maka tentu ada saja ada yang bersalahan dari adat kejadian alam karena dinyatakan oleh Tuhan Rabilalamin akan kemuliaannya dan ketinggian pangkatnya dari-pada sekalian alam. Syahdan lagi berkata Halimah Al Sa'diah, "Ada suatu masa tiada datang hujan di tempat kediaman Bani Sa'da. Maka aku dukung akan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam ke tempat itu beserta aku minta doa pada Allah Taala dengan kataku, "Hai Tuhanku dengan kehormatan ini anak /17/ dan kebenarannya turunkanlah apa kiranya hujan rahmat dari pada rahmat-Mu hai Tuhan yang disembah dengan yang sebenar-benarnya." Maka dengan berkata Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, maka lalu turun hujan itu kutika (ketika) juga seperti air dituang dari segala tempatnya. Syahdan lagi adapun Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam punya lekas besar lebi (lebih) dari sekalian anak-anak. Maka berdiri olehnya dengan dua kakinya pada umur tiga bulan dan berjalan pada umur lima bulan. Dan berkata-kata dengan paseh perkataannya pada umurnya sembilan bulan. Dan lagi selamanya Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam ada tempat Bani Sa'da itu maka banyaklah segala pengasih Tuhan bagi mereka itu dari-pada banyak turun hujan dan buah-buahan segala pohon dan buah-buahan segera gemuk segala binatang. Maka terlalu suka cita segala hati Bani Sa'da
dan sayang cinta kepada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Dan jika ada yang dapat sakit dari pada mereka itu maka segerah (segera) kepada-
nya mengambil tangannya Nabi Muhammad ditaruh di tempat sakitnya itu.
Maka dengan izin Allah Subhanahu Wa Taala sembuh itu kutika (ketika) jua.
Syahdan hingga umurnya dua tahun maka bermain-main olehnya bersama-sama sodara susunya bersama Dimroh dengan sembarang mengangon kambing. Maka suatu hari datang berlari-lari oleh Dimroh pulang menangis dengan pucat mukanya dan gemetar segala anggotanya berteriak dengan katanya, "Hai Bundaku lekaslah susul sodaraku Muhammad. Maka aku tiada sangka bole (boleh) Bunda mendapat akannya lagi. "Maka.lalu berlari-lari Halimah mendapatkan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Maka dilihat
akannya lagi berdiri selamat tiada kurang apa-apa. Dan dua matanya lagi
melihat ke langit. Maka serta ia melihat akan bundanya Halimah bermisim
tetawa (tertawa) olehnya. Maka dipelukkannya oleh Halimah serta katanya,
"Apakah yang engkau dapat hai anakku?"Maka berkata Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam, "Datang pada aku tiga orang dari langit berpeluk bercium padaku dengan berkata mereka itu, 'hai kekasihku janganlah engkau takut.' Maka dibaringkan daku oleh mereka dengan pelahan. Maka dibelah akan dadaku dan dibasuhkan isi perutku dan ditutup kembali dengan tiada aku merasa sakit. Maka berpeluk mereka itu dengan daku dan bercium akan kepalaku dan antařa dua mataku dengan berkata mereka itu, 'Hai Kekasihku
jika engkau mengetahui akan barang yang dikehendaki bagimu dan yang di-
tentukan dan yang ditentukan oleh Allah Taala bagimu hai Muhammad nis- caya /18/ suka cita hatimu.' Maka lalu pulang mereka itu ke langit. Maka ia itulah aku lagi melihat akan mereka itu." Makadian (kemudian) daripada itu maka takutlah Halimah dan suaminya akan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam jangan lagi kena apa-apa. Maka dibalikkan oleh kodratnya akan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam kepada bundanya Aminah. Maka dibalas
oleh Abdul Muntalib akan Halimah dan suaminya dengan segala pengasihan
inta (intan) dan harta dan berjamu oleh Abdul Muntalib akan segala ahli Mekah dengan segala kesukaan jua adanya. Sebagai lagi berkali-kali datang Halimah Sa'diah ke Mekah menengokkan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam karena cintanya padanya. Maka dihormatkannya oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dan pada masa
beristri Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam akan Sayitina (Sayidina)
Khatijah. Maka datang Halimah Al Sa'diah padanya. Maka disambut oleh
Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dengan segala kehormatan. Dan waktu
ia pulang, maka diberi oleh Sayidina Khatijah baginya empat puluh unta dan
empat puluh kambing dan segala pakaian dan mas perak adanya.
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina Muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atika birahmatika
ya arhamar rahimin, Amin."
Syahdan, adapun masa umurnya Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam empat tahun, maka dibawa oleh bundanya Aminah Al Zahriah pergi ke negeri Madinah karena ziarah kubur ayahandanya Abdullah bin Abdul Muntalib dan ziarah sanaknya-sanaknya yang hidup yaitu bangsa Bani Anjar dengan adik- nya Abdul Muntalib. Maka berduduk Aminah Al Zahriah di negeri Madinah itu satu bulan laınanya adapun segala Yahudi yang ada di negeri Madinah kutika (ketika) itu mengenalkan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dengan kata mercka itu inilah ia yang bakal jadi nabi akhir zaman dengan segala sifatnya yang ada di Taurat dan Injil. Maka sesudahnya genap satu bulan Nabi Muhammad di ncgeri Madinah itu maka pulang ke Mekah beserta bundanya Aminah Al Zalriah dengan beberapa yang mengantarkannya dari pada sanak saudaranya. Maka hingga sampai ke Mekah, maka pulang ke rahmatullah oleh bundanya Aminal Al Zahriah. Kemudian daripada itu, maka dipeliharalah oleh Abdul Muntalib dengan sanggar-sanggar hati dengan sempurna /19/ pe- liharaan dan scnatiasa (senantiasa) hari bertambah bijaksana Rasulullah Sa-
lallahu Alaihi Wassalam dan baik tingka (tingkah) laku dan baik perangainya
dengan segala pertandaan ketinggian pangkatnya dan kemuliaannya dan beberapa rahasa mukjiyat. Maka hingga umurnya masuk delapan tahun, maka wafat Abdul Muntalib pulang ke rahmatullah. Dan sebelumnya wafat maka ia berpesan pada anak Abu Thalib bahwa ia memeliharakan Nabi Muhammad Salallahu 'Alaili Wassalam, maka sesudahnya wafat Abdul Muntalib, maka dipeliharakan Nahi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam oleh Abu Thalib
dengan sunggu (sungguh) hati melebihkannya dari pada segala anak-anak.
Maka hingga umurnya Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dua belas tahun. Maka berlayar oleh Abu Thalib ke negeri Syam bersama-sama Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dan segala Quraisy karena berniaga. Maka adalah kutika (ketika) mereka itu sampai ke negeri Busri daripada
negeri Syam. Maka dilihat oleh Rahib alam Yahudi yang masyhur di negeri
itu bahwa segala pohon dan segala batu telah bersujud takdim pada Rasulul-
lah Salallahu Alaihi Wassalam dan ia melihat pula akan suatu awan meneduh-
kannya dari pada panas matahari. Maka adalah semua itu beserta lagi lain-lain
alamat yang ada di Taurat dan di Injil. Maka lalu Rahib itu jamu bagi sekalian Quraisy itu dan memegang tangan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam menghadap kepada sekalian Quraisy itu dengan kitabnya demi Allah ini- lah yang akan jadi junjungan sekalian alam dan Rasul Tuhan Rasul sekalian alam. Kemudian daripada, maka memberi nasihat oleh Rahib itu kepada Abu Thalib bahwa ia membalikkan Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam ke mekah karena takut jangan nanti difitnahkan oleh segala Yahudi. Maka berbalik pulang ke Mekah oleh Abu Thalib bersama-sama Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Syahdan lagi masa umurnya Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dua puluh lima tahun maka berlahir olehnya berniaga ke negeri Syiam harta dengan yang diberi padanya oleh Sayidina Khadijah yang akan menjadi istri Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam beserta perinta (perintah) oleh Sayidina Khadijah akan budaknya laki-laki nama Maisyarah mengikutkan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dan berhadam di dalam pelayarannya itu maka dilihat oleh Maisyarah itu di dalam pelayarannya itu beberapa ajaib dari pada rahasia mukjijat Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dan diberi berkah oleh Allah Subhanahu Wa Taala di dalam perniagaannya itu banyak keuntungannya. Maka dikenalkannya /20/ pula oleh beberapa ulama Yahudi dan Nasrani dan segala alamatnya dan rahasa (rahasia) mukji- jatnya yang terang tiada dimungkirkannya lagi oleh tiap-tiap yang menurut Taurat dan Injil. Maka kutika (ketika) pulang Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam ke Mekah, maka dilihat oleh Sayidina Khadijah dengan beberapa perempuan yang ada padanya dari atas rumahnya akan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam lagi berjalan masuk ke Mekah dengan suatu awan beserta dua malaikat mendoakannya dari pada panas matahari. Kemudian daripada itu, maka dikhabarkan pula oleh Maisyarah kepada tuannya peri hal ikhwalnya Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dengan segala ajaib yang dilihat olehnya di dalam pelayarannya dan panas segala raib ulama Yahudi dan Nasrani padanya bahwa ia menjaga baik-baik akan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Maka sesuahnya (sesudah- nya) sekalian perihal yang tersebut itu maka mendapat yakin oleh Sayidina Khadijah bahwa Nabi Muhammad itu nabi dan rasul. Maka raib olehnya pada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam bahwa ia menjadi suaminya. Maka diberi khabar itu pada Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Setelah itu, maka dikhabarkan oleh Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam pada uminya Abu Thalib yang demikian itu. Maka raib pula Abu Thalib pada Khadijah itu menjadi istri Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam
karena bangsanya dan pangkatnya dan eloknya dan baik perangainya. Maka datang Abu Thalib kepada Khawilah ayahandanya Khadijah melamarkannya Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Maka diterima olehnya. Maka itulah yang telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu Wa Taala akan peruntung- an Sayidina Khadijah Radiallahuanhu menjadi istri Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam. Syahdan lagi masa umurnya Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam tiga puluh lima tahun, maka telah mufakat sekalian bangsa Quraisy di Mekah bahwa meréka itu hendak membetulkan segala tembok Kakbah Baitullah dari karena banyak rengat temboknya dari sebab kedatangan banjir besar di Mekah maka masing-masing dari bangsa Quraisy membetulkan sebela (sebelah) pihak kakbah, maka hingga datang waktu membetulkan Hajar Aswad. Maka masing-masing daripada kepala-kepala bangsa Quraisy dari empat pihak itu hendak membetulkan Hajar Aswad itu. Maka lalu rusu (rusuh) antara mereka itu hendak menjadi fitnah besar. Kemudian daripada itu, maka bermusyawa- rah antara orang tua-tua yang berpangkat mereka itu dalam suatu kelakuan yang tiada menjadi fitnah. Maka muafakat sekalian mereka itu dengan kelakuan bahwaanya sein yang hadir di situ berhenti menunggu /21/ akan siap saja yang akan nanti bermula datang ke Masjid Al Haram masuk dari pintu bab Bani Syaib. Maka ialah menjadi hukum diperkara membetulkan hajar aswad itu, maka tiada lam daripada yang demikian itu, maka datang Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam masuk ke dalam Masjid Al Haram dari pintu itu. Maka terlalu suka cita hati sekalian Quraisy itu dengan berkata oleh mereka itu, "Inilah orang yang amat dipercayakan dan sekalian kita menerima akan hikmanya (hikmahnya) dengan segala suka hati." Maka dengan sebagaimana yang telah dilebihkan oleh Tuhan Rabilalamin akan kejadian Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam daripada sekalian makh- luk di dalam zatnya dan safaatnya dan kesempurnaannya aqafnya dan keadil- annya. Maka dibukakan olehnya akan selendangnya di atas bumi diambil olehnya akan Hajar Aswad itu ditaru (ditaruh) kannya disama tenga (tengah) selendang itu. Maka disuruh olehnya akan tiap-tiap satu kepala dari empat pihak bangsa Quraisy itu mengangkatkan satu penjuru dari pada selendang itu karena menyukakan hati sekalian mereka itu. Maka diangkat oleh mereka itu dengan segala suka hati hingga dekat di tempatnya Hajar Aswad di penjuru Kakbah. Maka ditaruh akan Hajar Aswad itu oleh Rasulullah Salallahu Alaihi
Wassalam dengan dua tangannya yang mahamulia di tempatnya Hajar Aswad
itu yang ada sekarang ini jua adanya.
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina Muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atika birahmatika ya arhamar rahimin, Amin."
Syahdan lagi bahwasanya Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam santiasa (senantiasa) suka berkeluh membuat ibadah pada Allah Taala di atas bukit bernama Hira' yaitu yang dinamakan sekarang ini Jabal Nur artinya gunung cahaya. Maka hingga umurnya genap empat puluh tahun maka itulah waktu kedatangan wahyu daripada Allah Subhanahu Wa Taala pada segala anbiya alaihi al salawatu wassalam. Maka setelah datang waktu yang telah ditentukan oleh Allah Taala men- jatuhkan rahmat pada sekalian alam dengan bangkitna (bangkitnya) Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam menjadi Rasulullah kepada sekalian makhluk sebagaimana firman Allah Taala di dalam Al Quran, "Wama arsal- naka illa rahmatan lil'alamin."Maka dimulakan kedatangan wahyu kepadanya di dalam ampunan dupat (dapat) tidurnya /22/ karena jangan sampai ia ter- kejut melihat malaikat jika datang padanya di waktu jaganya itupun dari karena rahmat Tuhan Azujal kepada kekasihnya. Maka datang kepadanya oleh malaikat di dalam waktu tidurnya menganjurkannya tiap-tiap barang yang akan jadi esuk harinya. Maka dapat tiap-tiap hari barang yang dikhabar- kannya oleh malaikat itu dengan semata-matanya. Maka demikian pula se- natiasa (senantiasa) waktu hingga ia biasa bertemu kepada malaikat di dalam segala impiannya itu hingga masa enam bulan punya lama. Maka datang padanya oleh Jibril Alaihi al Salam di waktu jaganya di atas gunung Jabal Nur yang tersebut itu dengan katanya dari fihak langit, "'Hai Muhammad." Maka dilihatkan oleh Nabi Muhammad bahwa ia turun dari langit dengan segala keelokannya dan hebatnya dengan katanya, "Hai Muhammad, engkau Rasulullah pada sekalian makhluk dan aku Jibril beserta diberi olehnya akan Nabi Muhammad suatu kali kain sutera bertatah dengan ratna manikam dari pengasih Tuhan Azujal dengan katanya, "Baca olehmu hai Muhammad." Maka berkata Nabi Muhammad, "Kami tiada membaca surah." Maka ditutup- kannya oleh malaikat Jibril dengan kain itu beserta katanya, "Baca olehmu Iqrak bismi rabbikal lazi khalaq."¹ Artinya, "Baca olehmu dengan nama Tu- hanmu yang menjadikan sekalian makhluk." Maka ia itulah permulaan Quran turun kepada Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam. Maka berpaling ke langit oleh Jibril Alaihisalam. Maka lalu Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam pu- lang ke rumahnya dengan gemetar segala anggotanya. Maka diminta olehnya akan selimut. Maka lalu ia berselimut dari yang demikian itu kemudian dari
pada itu maka datang pula padanya oleh Jibril Alaihi al salam dengan kata- nya, "Ya ayyuhal muddat sir qum faanzir." Artinya, "Hai orang yang berselimut bangunlah olehmu sampaikan pada orang-orang perinta (perintah) Tuhan dan takutkan orang-orang akan siksa api neraka. Jika tiada menerima perinta (perintah)nya Tuhan Rabilalamin." Maka lalu bangun Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam menyampaikan perintahna (perintahnya) Tuhan Rabilalamin. Maka bermula yang beriman padanya dari pada orang laki-laki yaitu Sayidina Abubakar Asidiq Radiyallahuan dan dari pada anak-anak yang belum baliq, yaitu Sayidina Ali bin Abithalib Radiyallahuanhu dan daripada ,perempuan, yaitu Sayidina Khadijah Radiyallahuanhu. Kemudian baru Sayidina Ali dan Sayidina Umar lain-lain sahabat radiyallahuanhum. Adapun permulaan ibadah Rasulullah dan sahabatnya itu dengan sem- bunyi karena belum kuat sahabat melawan /23/ akan segala kafir. Kemudian daripada itu hingga banyak orang-orang masuk Islam maka turun ayat, "Fasda' bima fu'maru'2 Artinya dahirkan olehmu Hai Muhammad dengan barang yang diperintahkan. Engkau akan mendahirkannya." Maka lalu Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam mendahirkan pada sekalian orang akan segala pe- perintahan Tuhan Rabulalamin dari pada membeberi tauhid pada Allah Taala Tuhan Yang Maha Esa dan membuat ibadah pada-Nya dan menjauhkan segala berhala dan segala perbuatan kafir syirik. Maka satiasa (senantiasa) Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalan mengajarkan dan meragabkan segala orang memasuk pada agama Islam dengan perinta (perintah) Tuhan Azujal. Maka bertambah- tambah segala orang memasuk pada agama Islam. Itulah yang diberi oleh Allah Taala akan mereka itu hadiah menjadi mereka itu sahabatnya Rasulullah Alaihi Wassalam. Maka orang belum dikaruniakan oleh Allah Taala padanya hadiah. Maka memusuhilah pada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dan pada sahabatnya dengan menjatuhkan segala penggodahan atas mereka itu hingga mengalir oleh beberapa sahabat dengan adanya Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam bagi mereka itu pergi berlayar ke negeri Habsyi dari karena sangat penggudahan segala kafir musyrik yang ada di Mekah dan lain-lain. Sahabat bermukim juga di Mekah bersama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam menanggung sabar atas segala penggodaan itu adanya. Adapun bermula yang diperduakan oleh Allah Taala atas Nabi Muhammad dan sekalian umatnya dari pada sembahyang itulah sembahyang tahjud di waktu malam dengan firman Allah Taala, "Ya ayyuhal muzzammilu qumil- laika illa qalilan nisfahu awing qus minhu qalila auzid 'alaihi." Artinya Hai yang berselimut bangunlah olehmu sembahyang di waktu malam hingga se- dikit dari pada waktu malam buat waktu tidur yaitu setengah malam itu lebi
(lebih) kurang sedikit bahwasanya waktu-waktu malam itu lalu Isa mendengar Quran dan paham artinya dan menyatakan lafat pekataannya sebab tiada banyak pendengaran dan pelihatan (penglihatan) yang menyubukkan hati seperti yang ada dupat (dapat) siang hari itulah artinya firman Allah Taala, "Inna na syiatallaili hia asyaddu watan wa aquamu qalila." Maka bangun Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dan sekalian sahabat bersembahyang tahajud dengan membaca Quran di sekalian malam. Masa beberapa lama hing- ka (hingga) bengkak kaki yang maha mulia dan segala kaki sahabatnya. Ke- mudian dari pada itu maka dari karena rahmat Tuhan Rabalalamin dan kasiyannya bagi Nabi Muhammad /24/ Salalahu Alaihi Wassalam dan sekalian sahabatnya. Maka diringankan sembahyang tahajud itu dengan sedikit dari pada waktu malam sahaja. Maka itu, menjadi sunah atas umatnya dan menjadi wajib atasnya dan diwajibkan atasnya dan atas umatnya bersembahyang dua rakat di waktu pagi dan dua rakat di waktu sore yaitulah di firman Allah Taala, "Faqra'u matayassara minhu wa'aqimuhsalah." Maka senantiasa Rasulullah Salalahu 'Alaihi Wassalam dan sekalian sahabatnya bersembahyang pagi sore itu hingga di waktu malam mikraj. Maka difardukan atas Nabi Muhammad dan atas umatnya sembahyang lima waktu adanya.
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika ya arhamar rahimin. Amin".
Syahdan adapun di masa umurnya Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam lima puluh dua tahun dengan satu ruwait, yaitu di malam dua puluh tujuh dari pada bulan Rajab. Maka mengaruniakan oleh Tuhan Azujal bagi junjung- an kita Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan mikraj ketujuh lapis langit dengan kelakuan yang akan tersebut. Maka adalah di dalam perkara mikraj itu ada beberapa kenyataan ke- besaran kodrat Tuhan Azujal yang amat kuasa atas tiap-tiap sesuatu dan yang mendahirkan kepada hambanya Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam di dalam mikraj itu akan segala kebenaran kerajaannya dan segala hal ihwal segala hambanya yang ahli doah (doa) dan yang ahli maksiat karena Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam mengkhabarkan segala yang demikian itu kepada sekalian umatnya. Adapun di dalam Taqsir Tuhan Azujal akan mikraj itu, maka adalah beberapa perkara di dalamnya yang telah tersebut di dalam Qur'an Al 'adim yang menyebutkan oleh ulama.
Pertama daripada itu, yaitu menyatakan ada Tuhan Azujal akan maha sucinya daripada sifat lemah dan menyatakan olehnya akan kodratnya dengan barang yang bersalahan daripada adat, yaitu menyampaikan hambanya dari Mekah ke Baitul Makdis naik ke langit melewatkan tujuh lapis langit dengan sekedar tiga jam punya lamah (lama) Firman /25/ Allah Taala, "Subha- nalladzi asra bi'abdihi lailan minal masjidil harami ilal masjidil Aqsa".¹ Artinya, Mahasuci Tuhan yang menjalankan dengan hambanya di waktu malam hari masjidil Haram ke masjidil Aqsa, yaitu Baitul Maqdis. Dan firman Allah Taala, "Fastawa wahua bil ufuqil 'ala summa dana
fatadalla fakana qaba qausaini auadna." Maka manapsirkan oleh Sayidina
Abdullah bin Abas dan oleh banyak sahabat daripada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Artinya maka bernaik Muhammad ke tujuh lapis langit dengan mikraj bersamaan dengan Jibril hingga Sidratul Muntaha, dan bernaik lagi Muhammad atas al rafaraf al khadar hingga sampai pada tempat yang telah menentukan oleh Allah Azujal menyampaikan di dalamnya akan segala peperintakannya dengan kalannya yang qadim kepada hambanya Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam. Maka adalah kehampiran Nabi Muhammad di tempat itu kepada kdorat khusus rahmat Tuhan yang Mahasuci dari jahat dinyatakan itu dèngan hampiran antara dua hujung panahnya dekat adanya. Kedua perkara yang ada di dalam mikraj itu yaitu karena menyatakan oleh Tuhan Azujal akan segala ajaib bumi dan segala ajaib langit pada Nabi Muhammad. Demikian pula diberi lihat padanya akan segala isi surga dan segala isi neraka. Maka adalah sekalian yang demikian itu menjadi tanda kebesaran qadrat Tuhan Azujal dan kebesaran kekayaannya.
Firman Allah Taala, "Linuriahu min ayatina innahu huassami'ul basir."
Artinya aku takdirkan mi'raj itu bagi hambaku Muhammad karena aku mem- berikannya melihat setengah daripada segala ajaib yang menjadi tanda atas ke- kuasaanku. Bahwasanya Allah Taala Tuhan yang amat mendengar dan amat melihat adanya. ,12 Demikian firman Allah Taala, "Laqadra'a min ayati rabbihil kubra. Artinya sesungguhnya telah melihat oleh Muhammad pada malam mikrajitu akan setengah daripada segala ajaib qadrat Tuhannya ajaib besar adanya. Ketiga perkara yang ada di dalam mikraj itu yaitu karena menyatakan
olehmu Tuhan Azujal akan kelebihan pangkat qadrat kunjungan kita Nabi
Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam atas sekalian makhluk dengan kemulia- an yang memberi oleh Tuhan Azujal pada Nabi Muhammnad di dalam malam mi'raj itu adanya.
Keempat perkara yang ada di dalam mikraj itu bahwa hikmah permulaan
mi'raj itu perginya Rasulullah Salalahu Alaihi /26/ Wassalam lebi (lebih) da- hulu Baitul Maqdis yaitu bahwasanya Allah Subhanahuwataala menyatakan kemuliaan Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam pada segala ambiya yang ada di Baitul Maqdis sebagai mana ia menyatakan kemuliaannya pada segala malaikat yang ada di tujuh lapis langit. Dan pula menjadi tanda ke- benaran Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam pada sekalian Quraisy yang ada di Mekah yang mereka itu telah sudah tahu pergi ke Baitul Maqdis dan mereka itu tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah pergi ke Baitul Maqdis. Maka kutika (ketika) menanya oleh Quraisy akan Nabi Muhammad daripada sifat masjid Baitul Maqdis. Maka mengkhabarkan olehnya akan satu per satu daripada segala sifat masjid itu adanya. Adapun permulaan mikraj itu bahwa adalah di dalam malam dua puluh tujuh daripada bulan Rajab sebelumnya Hijrah Nabi Muhammad Salalahu
Alaihi Wassalam ke Madinah. Maka dengan izin Tuhan Azujal. Maka turun Jibril dan Mikail Alaihisalam beserta beberapa banyak malaikat kepada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke rumahnya di Mekah dan mengajak- kannya ke luar pergi ke masjid Al Haram. Maka membasuh oleh Jibril Alaihissalam akan perut Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dengan air zamzam. Sesudahnya membelah olehnya akan dadah (dada) Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalain dengan tiada merasai sakit olehnya. Dan Mikail yang mengambilkan air zam-zam itu kepada Jibril Alaihissalam. Maka membasuh olehnya tiga kali. Kemudian maka mempenuhkan olehnya akan perut Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dengan iman dan segala ilmu. Maka menghatamkan olehnya dengan khatam al nabuah di antara dua pundak Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Kemudian daripada itu maka mepegang oleh Jibril akan tangan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam berjalan kepada perigi air zamzam. Maka disuruh olehnya akan malaikat menyampurkan air zamzam dengan air kusar. Maka disuruh olehnya akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam mengambil air sembahyang dengan campuran air keduanya itu. Setelah sudah maka berkata Jibril Alaihissalam, "Hai Muhammad marilah kita pergi." Maka berkata Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam, "Ke mana kita pergi?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Kepada Tuhan Azujal yang mengaruniakan engkau di
malam ini dengan segala kemuliaan dan segala pengasihan."
Maka lalu mepegang (memegang) oleh Jibril Alaihissalam akan tangan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam berkeluar dari Masjidil Haram. Maka
adalah di luar masjid itu telah sedia suatu kendaraan yang membawakannya
oleh Jibril /27/ dari syurga, yaitu Buraq namanya. Terlalu elok rupanya be- sarnya antara keledai dan bungalah mukanya, maka manusia, pipinya pipi kuda, bulu lehernya seperti kuda, kakinya kaki untah (unta), tapaknya tapak lembu, ekornya ekor unta, warnanya seperti merah delima, belakangnya seperti mutiarah (mutiara) dengan segala pakaiannya dari syurga dan bersaif terlalu hebat rupanya. Dan sangat bergerak-gerak dua kupingnya. Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Hai Muhammad naik olehmu atas kendaraan Buraq ini." Maka beruntak-runtak oleh Buraq itu maka memegangkannya oleh Jibril Alaihissalam beserta berkata ia kepada Buraq itu, "Apakah engkau tiada tahu siapa ini yang hendak menunggang atas belakangmu apakah engkau tiada bermalu padanya!" Maka demi Allah Tuhan Yang Mahabesar tiada seorang yang menunggang atasmu terlebih (terlebih) mulia daripadanya. Maka lalu Buraq itu merendahkan dirinya ke bumi dan berpeluh keringat karena malu- nya pada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka menunggang oleh Rasul- lullah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka menunggang oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam atas Buraq itu. Dan Jibril Alaihissalam setelah kanannya memegang akan pelana Buraq itu dan Mikail Alaihissalam sebelah kiri meme- gangkan kupingnya. Maka terlalu tangkas berlari Buraq itu mengembangkan kedua saifnya. Seperti kilat sekali langka (langkah)nya sepandang matanya. Maka tiada lamah (lama), maka sampai pada suatu tanah yang terhias dengan banyak pohon kurma yang banyak buahnya. Maka memberentikan oleh JIbril Alaihissalam akan Buraq itu beserta katanya, "Hai Muhammad turun ilham bersembahyang di sini dua rakaat."Maka inilah negeri Madinah bakal tempat pindahmu dari Mekah dan tempat masjidmu dan kuburmu."Maka turunlah Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam bersembahyang. Setelah sudah maka naik lagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam atas Buraq itu dengan keluan yang demikian itu hingga sampai di Bukit Tursina. Maka menyuruh pula oleh Jibril Alaihissalam akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam turun bersembahyang dua rakaat di tempat munajah Nabi Musa Alaihissalam kepada Allah Taala. Setelah sudah maka berjalan lagi dengan kelakuan yang demikian itu hingga sampai kepada Baitul Hum tempat dikerapakan Nabi Isa Alaihissalam. Maka menyuruh pula oleh Jibril Alaihissalam akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam besembahyang dua rakaat. Sebagai lagi di beberapa pencoba yang mendatangi pada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di dalam perjalanannya itu, maka beroleh /28/ dari-pada itu ada suatu suara datang dari pihak sebelah kanan memanggil akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam tiga kali dengan katanya, "Hai Muhammad pelahan sedikit." Maka tiada berpaling oleh Rasulullah Salalahu Alaihi
Wassalam padanya kemudian daripada itu, maka datang pula suatu suara tiga kali dari pihak sebela (sebelah) kiri dengan katanya, "Hai Muhammad pelahan sedikit." Maka tiada pula berpaling oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam padanya kemudian daripada itu, maka datang oleh seorang perempuan dengan segala periasannya hendak menyatakan dirinya kepada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dengan katanya, "Hai Muhammad berhenti olehmu sementara padaku." Maka tiada pula tiada berpaling oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam padanya setelah sudah sekalian itu, maka bertanya Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam pada Jibril Alaihissalam, "Siapa yang memanggil dari sebela (sebelah) kanan itu dan siapa yang dari sebela (sebelah) kiri dan siapa perempuan itu?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Adapun yang dari sebela (sebelah) kanan itu panggilan Yahudi. Maka demi Allah Azujal jika menyahut olehmu akan panggilan itu niscaya umatmu menjadi Yahudi dan adapun yang memanggil dari sebela (sebelah) kiri itu, yaitu panggilan Nasrani. Maka demi Allah Azujal jika menyahut olehmu akan panggilan itu niscaya umatmu menjadi Nasrani dan adapun perempuan itu yaitu dunia. Maka jika engkau menerima akan panggilannya itu niscaya memilih oleh umatmu akan dunia melebihkannya daripada akhirat. Kemudian daripada itu, maka datang kepada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam oleh malaikat membawakan dua piyalah yang satu berisi susu dan yang kedua berisi arak. Maka berkata malaikat, "Hai Muhammad minum olehmu salah satunya." Maka meminum oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan susu itu dan meneguh (meneguk) olehnya daripada arak itu. Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Telah mengenakan olehmu hai Muhammad akan kebenaran. Maka demi Tuhan Azujal jika engkau minum akan arak itu niscaya kesasar umatmu daripada agama Islam sesudahnya engkau mati adanya."
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika ya arhamar rahimin. Amin."
Syahdan kemudian daripada itu, maka sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke Baitul Maqdis /29/ maka disambut oleh banya (banyak) malaikat yang turun dari langit itu memberi salam kepada Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dengan beberapa puji-pujian mereka itu kepadanya. Maka mengikat oleh Jibril Alaihissalam akan Buraq itu ditempat mengikat oleh segala ambiya akan kendaraannya di tepi masjid Al Aqsa. Maka dipegang oleh Jibril Alaihissalam akan tangan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam berjalan masuk ke
masjid Al Aqsa serta diiringi oleh banyak malaikat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan sekalian ambiya Alaihim al Salah Wassalamu telah berhimpun di dalam masjid itu setengah mereka itu lagi berdiri sembahyang dan setengah lagi rukuk dan setengah lagi sujud. Setelah sudah itu, maka menge- tahuikan oleh Jibril Alaihissalam akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Bahwa sekalian itu anbiya telah meazankan oleh Allah Azujal akan mereka berhimpun di masjid ini karena bertemu padamu. Maka lalu Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam memberi salam kepada mereka itu. Maka membalas salam oleh mereka itu dengan segala puji-pujian dan segala doa kepada Rasulullah Alaihi Wassalan. Kemudian daripada itu, maka berazan oleh malaikat dan beriqamat. Maka mentaqdimkan oleh Jibril Alaihissalam akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam menjadi imam atas sekalian anbiya Alaihim Al Salatu Wassalam bersembahyang berjamaah kemudian setelah sudah bersembahyang itu maka sekalian anbiya Alaihim Alsalah Wassalam memuji pada Tuhan Azujal memberi syukur padanya dengan sebutan beberapa nikmat pengasi (pengasih) Tuhan bagi tiap-tiap seorang daripada mereka itu. Maka bermula memuji oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam pada Tuhan Azujal dengan katanya, "Alhamdulillahillazittakhadani khalilan wa'athani mulkan 'azima waja'alani ummatan qanitan yu'tamabi wa'angqazani minnanari waja' alaha 'alayya bardan wasalama."Artinya segala puji bagi Allah taala yang menjadikan aku kekasihNya dan memberi akan daku kerajaan besar dan menjadikan aku kuat membuat ibadah hingga diikutkan ibadatku dan diselamat- kan aku daripada api Namrut dan dijadikannya sujud dengan selamat adanya. Kemudian maka memuji oleh Nabi Musa Alaihissalam pada Allah Azujal dengan katanya "Alhamdulillahillazi kallamani taklima wasthafani wa'anzala 'alayyattaurat waja'ala holaka Fir'auna wanajata bani Israi'la 'ala yadi waja'ala min ummati qauman yahduna billhaqqi wabihi ya'diluna." Artinya, segala
puji bagi Allah Azujal yang berkata-kata pada aku dan yang memilih olehnya
akan daku /30/ dan menurunkan olehnya akan Taurat padaku dan menjadikan oleh-Nya akan kebinasaan Fir'aun dan keselamatanku. Maka Bani Israil atas tanganku dan menjadikan olehnya akan setengah daripada umatku kaum yang menjunjung akan jalan yang benar dan dengan kebenaran itu mendiri- kan oleh mereka itu akan keadilan adanya. Kemudian maka memuji oleh Nabi Daud Alaihissalam pada Tuhan Azujal dengan katanya, "Alhamdulillahillazi ja'alali mulkan 'aziman wa'allamani azzabura wa'alanalil hadida wasakh kharalil jibala yusabbihna ma'i wat taina
wa'atanil hikmata wafas lal khitabi." Artinya segala puji bagi Allah Ta'ala yang menjadikan bagiku kerajaan besar dan mengetahuikan besi bagiku dan memudahkan bagiku segala bukit dan segala burung mengikut oleh mereka itu akan daku memberi tasbih pada Allah Taala dan memberi pada aku ilmu kebenaran hukum adanya. Kemudian maka memuji oleh Nabi Sulaiman Alaihissalam pada Allah Taala: dengan katanya, 'Alhamdulillahillazi sokh kharalirriha wasakharalisya- yatina ya'mahunali masyi'tu min mahariba watamatzila wa'allamani mantiqat taira wa'atani mingkuli syaiin fadhlan wa'atani mulkan layambaqhi liahadin mimba'di waja'ala mulki mulkan tayyiban laisa fihi hisabun." Artinya, segala puji bagi Allah Taala yang memudahkan bagiku angin dibawa (di ba- wah) perintahku dan memudahkan bagiku segala syaitan menurut perinta (perintah) mengerjakan barang yang aku kehendak pada-Nya daripada segala tempat-tempat dan segala rupa-rupa manusia dan binatang dan pohon-pohon- an dan mengetahuikan aku akan perkataan segala burung dan memberi padaku kelebihan daripada tiap-tiap suatu barang dan memberi padaku kerajaan yang tiada didapat oleh raja-raja yang kemudian daripada aku dan menjadikan kerajaanku halal yang tiada ihsabnya pada hari kiamah adanya. Kemudian memuji oleh Nabi Isa Alaihissalam pada Allah Taala dengan katanya, "Alhamdulillahi rabbil'alamin allazi ja'alani kalimatahu waja'ala masali kamas ali 'adama khalaqahu min turabin summa qalalahu kunfayakun wa'allamanil kitaba wal hikmata wat taurata wal injila waja'alani akhlaqu minat timi kahai'atitaini fangkukhafihi fayakanu tairan bi'iznillahi waja'alani ubriul akmaha wal abrasha waukhyil mauta bi'iznillahi warafa'ani watahhara- ni wa'a'azani wa'ummi minasyaitanirrajimi falam yabur lisyasyaitani a'laina sabil."l Artinya segala puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam /31/ yang menjadikan aku kelemahnya yakni dengan perkataan kun dan yang menjadikan kejadianku seupama kejadian Adam menjadikannya daripada tanah. Kemudian berkata olehnya kunafikun yakni jadi ilham manusia. Maka lantas jadi manusia dan yang mengetahuikan daku kitab dan ilmu Taurat dan Injil. Dan menjadikan daku membuat daripada tanah seperti rupa burung. Maka aku tiup padanya. Maka jadi burung dengan izin Allah Taala 'dan menjadikan daku menyembuhkan orang yang buta dan orang yang belang dan meng- hidupkan orang yang mati. Semua itu dengan izin Allah Taala dan mengang- kat daku ke langit dan menyucikan daku beserta ibuku daripada penggoda syaitan yang terlantar adanya.
Kemudian maka memuji oleh junjungan kita Nabi Muhammad Salalahu
Alaihi Wassalam dengan katanya, "Alhamdulillahi rabbil 'alamin allazi arsalani rahmatallil'alamin wakaffatallinnasi basyiran wanazira wa'anzala 'alayyal qurana fihi tibyanu kulli syai'in waja'ala ummati khaira ummatin ukhrijat linnasi waja'ala ummati ummatan wasatan waja'ala ummati humul awassalina wahumul'akharuna wasyarakali shadri wawadha'a wazri warafa'a li zikri waja' alani fatihan wakhatiman." Artinya segala puji bagi Tuhan sekalian alam
yang menyuruhkan kami karena rahmat begi sekalian alam dan atas sekalian
manusia pada hal ku menyukakan orang-orang yang membuat taat dengan segala nikmat dan menakåtkan orang-orang yang membuat maksiat dengan segala siksa dan menurunkan atasku Quran yang ada di dalamnya kenyataan tiap-tiap suatu dan menjadikan umatku terlebih kebijakan daripada sekalian umatku dan menjadikan umatku umat pertengahan dan menjadikan umatku yang terdahulu sebutannya dan mereka itu yang penghabisan datangnya. Dan melegakan dadaku dan mengampuni akan dosaku dan meninggikan sebutan namaku dan menjadikan daku yang memukakan dan yang menghabiskan adanya. Syahdan, setelah sudah junjungan kita memuji pada Allah Taala dengan sebutannya pada segala nikmat besar-besar itu yang dikaruniakan oleh Allah Taala padanya. Maka berkata Nabi Ibrahim Alaihissalam pada sekalian anbiya alaihim al salah wassalam melebihkan Nabi Muhammad pada sekalian anbiya, "Bihaza fadalakum." Artinya, dengan ini barang yang menyebut katanya oleh Muhammad maka melebihkan olehnya akan sekalian kamu adanya /32/.
"Allahumma salli 'alaasayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika ya arhamar rahimin. Amin."
Syahdan, maka memegang oleh Jibril Alaihissalam akan tangan Rasulul- lah Salalahu Alaihi Wassalam pergi kepada batu sakhirah yaitu batu besar yang ada di tengah-tengah masjid Baitul Maqdis yaitu kiblat segala anbiya alaihi al salah wassalam. Maka adalah sedia di atas batu shakhirah itu mikraj yang dikeluarkan dari syurga al firdaus, yaitu seperti tangan yang mahabesar dan amat elok rupanya ada padanya sepuluh tingkat anak tangganya satu daripada perak dan satu daripada mas ditatah sekalian itu dengan ratna ma- nikam dan kiri kanannya yaquta merah dan putih dan hujungnya yang sebelah bawah diletakkannya oleh Jibril alaihissalam di atas batu sakhirah dan hujungnya yang di sebelah atas dibawa arsyi dan tiap-tiap satu tingkat daripada anak-anak tangganya itu boli (boleh) naik dan bole (boleh) turun dengan
takdir Allah ta'ala. Maka tingkat yang pertama turun dari langit yang pertama hingga terletak di atas batu sahirah. Maka waktu menaik Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di atasnya. Maka menaikkan olehnya hingga ke langit yang pertama. Kemudian maka turun tingkat yang kedua daripada langit yang kedua hingga ke langit yang pertama. Maka menaikkannya ke langit yang kedua. Maka demikian pula, tingkat-tingkat yang lain hingga ke langit yang ketujuh. Kemudian maka mengangkatkannya oleh tingkat yang kedelapan hingga kepada Sidratulmuntaha. Kemudian mengangkatkannya oleh tingkat yang kesembilan hingga kepada kursi. Kemudian mengangkatkannya oleh tingkat yang kesepuluh hingga mastuwi dan antara satu tingkat pada lainnya perjalanan lima ratus tahun punya juwa. Inilah sifat segala tingkat mi'raj itu yang telah diruwaitkannya oleh segala ilmu tafsir adanya. Adapun perihal naiknya Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di atas mikraj itu bersama-sama Jibril Alaihissalam yang dinaqli dari kumpulan ruh itu segala ilmu. Maka, yaitu setelah menaiki oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam bersama-sama Jibril Alaihissalam di atas tingkat yang pertama daripada mi'raj itu maka lantas menaiki /33/ oleh tingkat itu seperti kilat hingga kepada pintu langit yang pertama. Maka meminta oleh Jibril Alaihissalan kepada malaikat penunggu langit itu membukakan pintu langit itu. Maka berkata malaikat itu, "Siapa engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril." Maka malaikat berkata, "Siapa yang ada sama engkau?" Maka berkata Malaikat, "Apakah telah disuruh datang?" Maka berkata Jibril Alahissalam, "Telah disuruh datang." Maka lalu membuka oleh Malaikat itu akan pintu langit itu dengan segala kehurmatan dan puji-pujian dan doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dengan katanya, "Hayyahullahu min nabiyyin wa- min khalifatin fani'mal khalifatu wani'mal maji'u ja'a." Artinya, memberi oleh Allah Taala kehurmatan akan ini nabi dan ini khalifah. Maka sebaik-baik khalifah dan sebaik-baik yang datang telah datang.
Kemudian daripada itu maka melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan Nabi Adam Alaihissalam di langit yang pertama itu, maka lalu memberi salam kepadanya. Maka membalas salam olehnya beserta katanya,
'Marhaban bil ibnishalihi wabinnabiyyis salihi." Artinya, sambutan yang
luas pada anak yang saleh dan Nabi yang saleh. Sebagai lagi malaikat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala malaikat bersaf-saf terlalu banyak sekalian mereka itu memberi tasbih dan tahlil bagi Allah Taala. Kemudian daripada itu, maka baru naik lagi oleh Jibril Alaihissalam ber-
sama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke langit yang kedua. Setelah sampai mah berminta oleh Jibril Alaihissalam kepada malaikat penunggu
langit itu membukakan pintu maka berkata malaikat, "Itu siapa engkau?"
Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril." Maka berkata malaikat itu. "Siapa yang ada sama engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "yang ada samaku Muhammad." Maka berkata malaikat itu, "Apakah telah disuruh datang?" Maka berkatalah Jibril Alaihissalam, "Telah disuruh datang." Maka lalu membuka oleh malaikat akan pintu langit itu dengan segala kehormatan dan puji-pujian dan doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam seperti barang telah demikian itu daripada malaikat langit pertama kemudian, maka malaikat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan Nabi Isa Ibn Maryam Alaihissalam dan Nabi Zakarya Alaihissalam, maka memberi salam oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan keduanya. Maka membelas salam oleh keduanya dengan segala kehormatan dan puji-pujian dan doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala malaikat isi./34/langit kedua itu bersaf-saf, berganda-ganda banyaknya dan hebatnya daripada malaikat langit yang pertama dengan memberi segala warna tasbih dan tahlil dan tahmid bagi Allah Taala. Kemudian daripada itu, maka bernaik lagi oleh Jibril Alaihissalam ber- sama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke langit yang ketiga. Setelah sampai, maka meminta oleh Jibril Alaihissalam kepada malaikat penunggu langit itu membukakan pintu langit itu. Maka berkata malaikat itu, "Siapa engkau?" Berkata Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril." Maka berkata malaikat, "Siapa yang ada sama engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Yang ada samaku Muhammad." Berkata malaikat itu, "Apakah telah disuruh?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Telah disuruh."Maka lalu membuka oleh malaikat itu akan pintu langit itu dengan segala kehormatan beserta segala puji-pujian dan doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam."Maka malaikat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan Nabi Yusuf Alaihissalam yang terlalu rupanya, Maka memberi salam oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dan sebagai lagi malaikat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala malaikat di langit itu lebih (lebih) banyak dan terlebi (terlebih) hebat daripada malaikat langit yang kedua dengan memberi segala warna tasbih dan tahmid dan tahlil bagi Allah Taala. Kemudian daripada itu, maka bernaik lagi oleh Jibril Alaihissalam ber- sama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke langit yang keempat. Setelah sampai, maka meminta oleh Jibril Alaihissalam kepada malaikat penunggu langit itu membukakan pintunya. Maka berkata malaikat itu, "Siapa
engkau? Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril." Maka berkata malaikat itu, "Siapa yang ada sama engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam,
"Yang ada samaku Muhammad." Maka berkata malaikat itu, "Apakah telah
disuruh datang?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Telah disuruh datang." Maka lalu membukakan oleh malaikat akan pintu langit itu dengan segala kehormatan dan puji-pujian dan doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka malaikat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan Nabi Idris Alaihissalam. Maka memberi salam oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam padanya membalas salam olehnya beserta segala puji-pujian dan segala doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam /35/. Maka melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala malaikat isi langit itu terlebih (terlebih) banyak dan terlebi (terlebih) hebat gempar mereka itu dengan memberi tasbih dan takdis dan tahlil bagi Allah Azujal. Kemudian daripada itu maka bernaik lagi oleh Jibril Alaihissalam bersama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke langit yang kelima. Setelah sampai maka meminta oleh Jibril Alaihissalam beberapa malaikat penunggu langit itu membukakan pintu langit itu. Maka berkata malaikat itu, "Siapa engkau?" Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril."
Maka berkata malaikat, "Siapa yang ada sama engkau?" Maka berkata Jibril
Alaihissalam, "Yang ada samaku Muhammad." Maka berkata malaikat itu, "Apakah telah disuruh datang?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Telah disuruh datang."Maka lalu membuka oleh malaikat itu akan pintu langit itu
dengan sambutan kehormatan dan dengan segala puji-pujian dan doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan Nabi Harun Alaihissalam oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam padanya. Maka membalas salam olehnya beserta segala kehormatan dan segala doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka
melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala malaikat isi
langit itu terlebi (terlebih) banyak dan terlebi (terlebih) hebat dan terlebi
(terlebih) besar daripada malaikat langit keempat dengan memberi segala
warna tasbih dan tamjid dan takdim bagi Allah Subhanahu wa Taala. Kemudian daripada itu, maka bernaik oleh Jibril Alaihissalam bersama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke langit yang keenam setelah sampai maka minta Jibril Alaihissalam kepada malaikat penunggu langit itu membukakan pintu langit itu maka bertanya malaikat itu, "Siapa engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril." Maka berkata malikat itu, "Siapa yang ada sama engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Yang ada samaku Muhammad." Maka berkata malaikat itu, "Apakah sudah disuruh datang.?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Telah disuruh datang." Maka lalu dibuka
49 oleh malaikat itu akan pintu langit itu beserta dengan sambutan segala ke-
hormatan dan segala puji-pujian dan segala doa bagi Rasulullah Salalahu
Alaihi Wassalam. Maka malaikat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam
akan Nabi Musa Alaihissalam. Maka memberi salam oleh Rasulullah Salalahu
Alaihi Wassalam /36/ padanya maka membalas salam olehnya beserta segala kehormatan dan segala doa dan padanya baki (bagi) Rasulullah Salalahu
Alaihi Wassalam. Maka melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan
segala malaikat isi langit keenam itu terlebi (terlebih) hebat dan terlebi (ter-
lebih) warna-warna memberi tasbih dan taqdis dan taqdim tapi Allah Subha-
nahu wa Ta'ala. Kemudian daripada itu maka bernaik lagi oleh Jibril Alaihissalam ber-sama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke langit yang ketujuh. Setelah sampai maka meminta oleh Jibril Alaihissalam kepada malaikat pen- jaga langit itu membukakan pintu langit itu maka berkata malaikat itu, "Siapa engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril". Maka berkata malaikat malaikat itu, "Siapa yang ada sama engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Yang ada samaku Muhammad."Maka berkata malaikat itu, "Apakah telah disuruh datang?" Maka berkata Jibril Alaihissalam telah disuruh datang maka lalu dibukakan olehnya akan pintu langit itu beserta beberapa kehormatan dan segala puji-pujian dan segala doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi
Wassalam akan Nabi Ibrahim Alaihi Wassalam berdiri di Baitul Makmur yang
maha besar dan maha tinggi dan maka elok rupanya dan tiap-tiap hari me- masuk oleh tujuh puluh ribu malaikat ke dalamnya. Dan yang telah masuk ke dalamnya sekali maka tiada lagi masuk kedua kali lagi maka memberi salam oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam. Maka membalas salam olehnya serta dengan sambutan kehormatan dan segala doa bagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dengan katanya, "Hai Muhammad jadikan olehmu akan banyak hajatmu pada Tuhan Azujal yaitulah bagi umatmu sebab bahwasanya umatmu umat yang zaif dan sebagai lagi, "Hai Muhammad beri tahu pada umatmu bahwa syurga terlalu luas dan terlalu bagus dan tanamannya, "Subhanahu wal hamdulillahi walailaha illal- lahu wallahu akbar."Barang siapa membacakannya sekali niscaya ditumbuh- kan baginya suatu pohon di dalam syurga. Sebagi lagi telah melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala malaikat terlebih (terlebih) banyak dan terlalu amat hebat dengan gempar suara mereka itu memberi tasbih taqdis dan tamjid dan takbir /37/ dan taqzim bagi Allah Azuzal. Kemudian daripada itu, maka bernaik lagi oleh Jibril Alaihissalam ber-
sama-sama Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di atas tingkat yang ke- delapan daripada mi'raj itu hingga sampai kepada "Sidratul Muntaha", yaitu pohon yang amat besar yang tiada diketahui akan besarnya itu hanya Allah Ta'ala sekiranya jika yang menunggang kuda melarinya kudahnya (kudanya) tujuh puluh tahun. Maka belum melewatkan olehnya akan teduhnya dan tiap-tiap satu daun dari padanya mindahkan beberapa makhluk dibawanya dan di atas tiap-tiap suatu daun daripada pohon itu ada satu malaikat memberi tasbih dan taqdis bagi Allah Taala dengan warna tasbih dengan segala suara yang belum pernah mendengar oleh manusia akan enaknya dan lagi beberapa ajaib yang ada di dalam itu pohon sudah empat tahun lagi bercahaya-cahaya pohon itu terlalu elok rupanya bermula pokoknya di atas langit yang keenam dan pertengahannya di atas langit yang ketujuh dan segala cabang-cabangnya di atas kursi dan segala hujung cabang-cabangnya sampai kepada malaikat
yang menanggung arsyi.
Adapun makam Jibril Alaihissalam di dalam pertengahan sidratul muntaha maka setelah sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di tempat itu maka berkata Jibril Alaihissalam, "Hai Muhammad jalanlah olehmu dahulu." Maka berkata Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam, "Hai kekasihku jalanlah olehmu dahulu." Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Jalanlah olehmu hai Muhammad bahwasanya engkau lebi (lebih) mulia daripada aku."Maka berjalan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dan berjalan Jibril Alaihissalam di belakang Rasulullah Salalahu Alaihissalam hingga sampai kepada malaikat penunggu hijab yang pertama. Maka berkata malaikat itu, "Siapa engkau?" Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Aku Jibril bersama-sama Muhammad yang telah disuruh datang." Maka berkata malaikat itu, "Allahu akbar." Maka
mengeluarkan tangannya dari bawah hijab itu mengangkat akan Rasullulah Salalahu Alaihi Wassalam ke atas tingkat mikraj yang kesembilan. Maka ber- hentilah Jibril Alaihissalam. Maka berkata Rasulullah Salalahu Alaihi Wassa-
lam padanya, "Hai kekasihku mengapah (mengapa) tiada bernaik olehmu?"
Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Wama minna illa lahu maqamun ma'lum" Artinya tiada ada daripada bangsa kami malaikat hanya (bahwa) sanya baginya tempat yang terketahui olehmu /38/.
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wasah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika
ya arhamar rahimin, Amin."
Syahdan maka bernaik oleh malaikat hijab yang pertama bersama-sama
Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam seperti kilat hingga sampai kepada mali-
kat penunggu hijab yang kedua. Maka berkata malaikat itu, "Siapa engkau?"
Maka berkata Malaikat Hijab yang pertama, "Aku Malaikat Hijab yang pertama bersama-sama Muhammad yang telah disuruh datang." Maka berkata malaikat itu, "Allahu akbar."'Maka mengeluarkan tangannya dari bawah hijab itu mengangkat akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam, Maka demikian pula bagi menaikkan oleh beberapa malaikat segala hijab akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam hingga sampai kepada tingkat mi'raj yang ke- sepuluh maka menaikkan oleh beberapa malaikat hijab lagi hingga sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam pada tempat yang dinamakan mustawa, yaitu tempat yang maha tinggi lagi maha luas terang bercahaya-cahaya. Maka mendengar oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan suara qalam yang bergerak di luhalmahfuz. Maka di situ lantas turun suatu tempat duduk yang amat hebat bersinar-sinar dengan segala cahaya yaitu yang dinamakan alrafraful akhdar. Maka mendudukkan oleh malaikat almuqarabin akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di atas tempat itu. Maka bernaik oleh Alrafraful akhdar itu seperti kilat hingga sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di bawa (di bawah) arsyi maka lalu sangat Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam berdebar-debar hatinya dan terkancing lidahnya daripada berkata-kata dari karena hebat arsyi dengan sangat besarnya maka dari karena Rahmat Tuhan Azujal bagi hambanya maka dijadikan olehnya di waktu itu juga akan suatu malaikat serupa Abubakar Assidiq kekasih Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam daripada segala ketakutannya. Lalu berkata malaikat itu, "Hai Muhammad bahwasanya Tuhannu lagi memberi salawat atasmu." Dan sebagai lagi turun setetes daripada sundusil 'arsy jatuh kepada lidah Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam yang belum pernah dirasai oleh makhluk akan seupama ma- nisnya dan sedapnya. Maka dengan itu diperoleh Rasulullah /39/ Salalahu Alaihi Wassalam, "Ilmu alwalin wal akhirin." Maka terbuka lidah Rasulullah Salalahu alaihi wassalam. Lalu ia. berkata, "Attahiyyatulillahi wassalawatu wat tayyibatu."2 artnya, bermula segala kerahmatan yang sempurna sebenar- benarnya bagi Allah taala demikian pula segala sebahyang dan segala puji- pujian. Maka berfirman Allah Subhanahuwataala bagi Nabi Muhammad, "Sa- lamun 'alaika ayyuhannabiyu warahmatullahi wabarakatuhu." Artinya, bermula sejahtera atas engkau haí Muhammad dan Rahmat Allah dan segala ber-
kahnya. Maka berkata lagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam, 'Assalamu
'alaina wa'ala 'ibadillahis salihin." Artinya, sejahtera itu atas kami dan atas segala hamba Allah yang saleh beserta permintaan Rasulullah Salalahu Alaihi wassalam dan pertanyaannya kepada Tuhan Azujal di dalam munajatnya itu
padanya. Maka sekalian itu diperkenankan oleh Allah Azujal bagi Nabi
Muhammad dan bagi umatnya dan beserta lagi dikaruniakan oleh Tuhan bagi Nabi Muhammad akan tiga warna ilmu. Bermula ilmu yang pertama tiada diizinkan oleh Allah Ta'ala bagi Nabi Muhammad bahwa ia menyatakannya pada suatu makhluk dan ilmu. Yang kedua diizinkan olehnya bagi Nabi Muhammad mengetahuikannya pada pilihan daripada sahabat. Dan ilmu yang ketiga diperintakan (diperintahkan) oleh Allah Taala akan Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam bahwa ia menyampaikannya pada umatnya maka yaitu firman Allah Ta'ala, "Fa'auha ila 'abdihi ma'auha."Artinya maha mem- bei pengetahuan oleh Allah ta'ala kepada hambanya barang yang telah ia memberi pengetahuan padanya dan memfardukan oleh Allah ta'ala atas Nabi Muhammad dan atas umatnya lima puluh waktu sembahyang di dalam sehari semalam. Maka setelah selesaih (selesai) munajat Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam pada Tuhannya dengan segala permintaannya bagi dirinya dan bagi umatnya dan menerima ia akan segala peperintahan Tuhannya dan memperkenankan oleh Tuhan Azujal akan segala permintaan hambanya dan menyusuhkannya menyampaikan segala peperintaan (peperintahan) pada sekalian umatnya. Maka lalu kutika itu (ketika itu) mengucapkan segala ma- laikat, "Asyhadu 'alla 'ilaha illallahu wa'anna muhammadarrasulullahu." Setelah sudah itu meizinkan (meizinkan) oleh Allah Azujal hagi Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam berpulang menyampaikan segala peperintaannya (peperintahannya) kepada sekalian umatnya. Maka lalu menurunkan oleh al- rafraful akhdar akan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam dengan kelakuan naiknya hingga bertemu oleh Rasulullah Salalahi Alaihi Wassalam akan Jibril Alaihissalam di Sidratul Muntaha. Maka disambut oleh Jibril Alaihissalam dengan segala puci-pucian (puji-pujian) dengan katanya /40/. "Berbahagialah engkau hai Muhammad dengan pengasih Tuhan Azujal dengan barang yang belum pernah diberikan bagi suatu makhluk dengan pangkat kebesaran yang tiada sampai padanya suatu makhluk, maka beri syukur olehmu pada Allah Taala. Maka bahwasanya Allah Taala beri kasih kepada hambanya yang memberi syukur padanya. Maka lalu Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam memberi syukur pada Tuhan. Kemudian hingga sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada Nabi Musa Alaihissalam. Maka menanya oleh Nabi Musa Alaihissalam, "Apa yang telah memperintahkan oleh Allah Taala atas umatmu hai Muhammad. Maka berkata Nabi Musa (Muhammad) Rasulullah Salalahu alaihi Wassalam, "Sembahyang lima puluh waktu di dalam sehari-
semalam." Maka berkata Nabi Musa Alaihissalam, "Berbalik olehRasulullah
Salalahu Alaihi Wassalam hingga Sidratul Muntaha lalu bersujud olehnya pada
Allah Taala. Makaberfirman Allah Taala, "Hai Muhammad engkau kepalah- mu dan minta permintaanmu maka meminta oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam keringanan atas umat. Maka dikurangkan oleh Allah taala lima waktu maka hingga sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada Nabi Musa Alaihissalam mengkhabarkannya akan keringanan. Maka berkata Nabi Musa Alaihissalam minta olehmu lagi akan keringanannya bahwasanya umatmu tiada kuasa mengerjakan barang yang demikian itu."Maka berbalik lagi Rasulullah Salahu Alaihi Wassalam ke Sidratul Muntaha lagi. Maka dikurangkan lima waktu lagi. Maka demikian pula berkali-kali Nabi Musa Alaihissalam memintakan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam berminta pada Allah Ta`ala keringanan atas umat maka dikurangkan pula oleh Allah Taala. Maka hingga sampai lima waktu di dalan sehari semalam. Maka berfirman Allah Ta'ala. "Itulah yang aku tentukan atasmu dan atas umatmu dan bagi lima waktu itu pahala lima puluh waktu dan barang siapa hendak mengerjakan suatu kebajikan yang sunah, maka tiada disampai ia mengerjakan maka ditulis baginya satu kebajikan. Maka ditulis baginya sepuluh kebajikan dan barang siapa hendak mengerjakan suatu kejahatan maka tiada sanpai ia mengerjakannya, maka tiada ditulis suatu apa atas. Maka jika ia mengerjakan, maka ditulis atas satu kejahatan maka hingga sanpai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada Nabi Musa Alaihissalam. Maka meminta pula oleh Nabi Musa bahwa Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam meninta lagi keringanan, maka berkata Rasulullah Salalahu Alailhi Wassalam telah kami sangat malu kepada Tuhan Azujal dan pula telah dimintakan olehnya /41/ akan lima waktu itu adanya. Sebagai lagi telah berkata ulama bahwa hikmahnya Tuhan Azujal atas ber- ulang-ulang Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalan sembilan kali meminta pada Allah Taala dengan permintaannya itu maka memperkenankan oleh Allah Taala akan segala permintaannya itu maka adalah itu karena menyatakan oleh Allah Taala kepada sekalian malaikat akan ketinggian pangkat Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam. Dan maqam qabul safaatnya padanya adanya.
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wash- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika ya arhamar rahimin. Amin."
Syahdan setelah sudah itu, maka menyuruh oleh Allah Taala akan Jibril Alaihissalam bahwa ia membawakan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam pergi melihat syurga dengan sekalian isinya daripada segala nikmat yang ada di dalamnya dan menunjukkan pula akan api neraka karena ia menghabarkan
kepada umatnya dengan barang yang ada di dalam keduanya itu. Maka ber- kata Jibril Alaihissalam, "Hai Muhammad marilah kita pergi melihat syurga dengan segala nikmat yang disediakannya oleh Tuhan Azujal bagi segala hambanya yang berbuat taat padanya. Maka lalu pergi keduanya itu kepada syurga. Maka sebelumnya Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam sampai ke syurga. Maka telah mencium olehnya akan segala bahu-bahuannya yang amat harum berwarna-warna segala bau-bauan itu yang belum pernah dicium oleh makhluk akan seupamanya demikian pula mendengar oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan bunyi-bunyian syurga berwarna-warna lagunya belum pernah didengar oleh manusia akan sepertinya. Maka setelah sampai oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada surga. maka melihat olehnya akan segala kebun-kebunan syurga yang amat banyak segala warna pohon- pohonan yang ada di dunia dan yang tiada di dunia cabang-cabangnya daripada mas dan perak dan zabrajad dan segala daun-daunan daripada jamrut lemas seperti sutera dan segala kekembangan dan buahnya seperti merah de- lima dan seperti zabrajad berwarna-warna rupanya dan berwarna-warna rasa- nya tiap-tiap dipetik akan suatu buah atau suatu kembang. Maka itu, kutika (ketika) juga keluar gantinya tiada putus dan tiada suatu perteguhan padanya. Dan jika berkehendak ahli syurga pada bunyi-bunyian maka datang suatu angin yang lemah-lembut meniupkan segala daun pohonan syurga /42/. Maka beradu satu sama lain dengan segala lagi dan bunyi-bunyian yang belum pernah didengarkan enaknya manusia. Dan lagi melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam di dalam syurga akan segala sungai yang sebesar tengahnya daripada air yang terlebi (terlebih) bening daripada kaca yang terang dan setengahnya daripada susu yang amat putih tiada berubah selamahnya (selama- nya) dan setengahnya daripada madu yang amat sedap dan amat bening dan setengah daripada arak yang amat sedap tiada memabuki. Dan lain lagi dan segala tepi-tepi sungai-sungai itu setengahnya daripada perak dan setengahnya daripada mas dan setengahnya daripada mutiara. Dan setengahnya daripada zabrajad. Tiap-tiap satu sungai berpatutan warna isinya dengan warna tepinya dengan takdir Tuhan yang amat kuasa mematutkan segala yang demikian itu dan demikian pula segala kedudukan tiap-tiap malaikat dengan segala kebun- nya. Dan segala sungai-sungainya, maka semua itu terlalu amat berpatutan- patutan satu sama lain dengan barang yang belum pernah dilihat oleh mata dan belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah dicita-cita oleh hati daripada segala kebagusan syurga dan tanah syurga itu daripada kasturi. Dan segala batu-batunya daripada ratna manikam yang tiada ada sepertinya di dunia dan segala bidadari yang disediakan buat istri-istri ahli syurga yang
maha elok rupanya dan amat putih bening bersinar-sinar cahayanya seperti permata dengan segala perhiasannya. Dan pakaiannya daripada sundus was-
tabraq. Maka setelah sudah Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam melihat akan segala nikmat besar-besar dan segala kerajaan-kerajaan besar-besar yang ada sekalian itu di dalamnya syurga. Maka bersabda Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalám "Limisli haza fal ya'malil 'amilluna."Artinya, bagi suatu sufma ini segala nikmat. Maka beramal oleh orang-orang berasal adanya.
Kemudian daripada itu, maka diunjukkan api neraka kepada Rasulullah
Salalahu Alaihi Wassalam maka melihat olehnya akan segala rupa siksaan besar-besar di dalamnya daripada segala rantai besar-besar daripada api neraka. Dan segala penggayatan dan segala pemukulan dan segala ular yang besar-besar dan kalajengking yang besar-besar. Segala itu daripada api neraka. Sekali gigit seratus tahun belum hilang sakitnya dan segala pohon-pohonan duri daripada api neraka dan sehala tima (timah) dan tembaga yang lumer dan segala dari nanah segala itu dibuat minum orang isi neraka dan melihat orang Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan kaum daripada orang isi neraka di- lontarkan atas kepala mereka itu dengan batu api neraka. Tiap-tiap hancur kepala mereka itu dibulatkan kembali muka /43/ dilontarkannya lagi tiada habis-habisnya. Maka menanya oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada Jibril Alaihissalam akan yang demikian itu. Maka berkata Jibril
Alaihissalam, "Itulah orang yang berat kepalanya daripada mengerjakan sem-
bahyang lima waktu."
Sebagai lagi melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kaum daripada manusia dijejalkan mulutnya mereka dengan batu menyala daripada api neraka segala batu itu dari duburnya santiasa waktu (senantiasa waktu). Maka menanya oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada Jibril Alaihissalam
akan hal mereka itu. Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Itulah orang yang
makan harta anak yatim dengan zalim." Sebagai lagi melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan kaum perut mereka itu besar seperti rumah, maka digilas dan diseret-seret akan mereka berbangun maka jatuh kemurub dengan beteriak-teriak. Maka menanya oleh Rasulullah Salahu Alaihi Wassalam kepada Jibril Alaihissalam,
"Itulah segala perempuan yang berzina dan yang membunuh akan anak-
nya." Sebagai lagi melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan kaum
disiksa keras dengan diberi pakaian daripada tir yang menyala dengan api
neraka dan dituangkan tima (timah) yang lumier di kuping mereka itu. Maka
menanya oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada Jibril Alaihissa-
lam akan hal mereka itu. Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Itulah orang yang
lalai di dunia dengan segala bunyi-bunyian yang haram."
Sebagai lagi dilihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan kaum
telah terbuka mulut mereka itu hingga bibirnya yang sebelah bawah mesirat
kepada kakinya dengan keluar dari mulut mereka itu darah nanah dari amat keras siksanya. Maka menanya oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam
kepada Jibril Alaihissalam akan hal mereka itu. Maka berkata Jibril Alaihissa-
lam, "Yaitulah segala orang yang bersaksi palsu dan lagi beberapa rupa- rupa orang-orang yang kena siksa masing-masing dengan sebagian dosanya orang yang mati tiada dengan taubat dan /44/ tiada mendapat safaat daripada Rasullah Salalahu Alaihi Wassalam adanya."
"Allahumma salli 'ala sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wa- sahbihi wasallim waj'alna minkhiari ummawamin ahli syafa'atihi birahmatika ya arhamar rahimin. Amin."
Syahdan kemudian daripada itu, maka berpaling oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam bersama-sama Jibril Alaihissalam pulang turun ke dunia dengan tingkat-tingkat mikraj itu sebagaimana kelakuan yang tersebut hingga sampai kepada Baitul Maqdis. Kemudian dari Baitul Maqdis menaik oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam atas buraq bersama-sama Jibril Alaihissalam hingga ke Mekah. Bermula ketika sampai di dalam suatu tempat namanya ruha, yaitu per- jalanan dua hari lagi sampai di Mekah. Maka bertemu oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan jamaah dari bangsa Quraisy yang dikenal oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan mereka itu. Maka melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan setengah daripada mereka itu lagi berhenti bertidur dan setengah lagi mencari seekor unta yang hilang atas mereka itu dan melihat oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam pada jamaah yang lagi tidur ada air minum dipaku káyu. Maka diberhentikan oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan Buraq. Maka berminum olehnya akan air itu. Maka lalu menunggang olehnya akan Buraq itu hingga sampai di dalam suatu tempat bernama Baitul Mar. Maka bertemu oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan kedua jamaah daripada bangsa Quraisy pula dikenal oleh Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam akan mereka itu lagi berjalan pulang ke
Mekah menunggang mereka itu akan sekali untuk berpulang dari Baitul
Maqdis berniaga. Maka waktu dekat Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam kepada jamaah itu maka memberi salam olehnya kepada mereka itu maka ter- kejut oleh segala untah (unta) dari suara saif buraq. Maka lalu berhimpun segala unta itu bertakut-takutan satu sama lain hingga jatu (jatuh) seekor unta lalu patah kaki depannya. Maka berkata setengah daripada jamaah itu telah aku mendengar akan suara Muhammad memberi salam. Maka kemudian daripada itu maka hingga sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ditanami yaitu tempat umrah. Maka bertemu pula /45/ olehnya akan jamaah daripada Quraisy dikenal olehnya akan mereka itu lagi memegang akan segala unta berjalan pulang ke Mekah dari Baitul Maqdis pula. Maka setelah sampai Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam ke Mekah. Maka berkata olehnya kepada Jibril Alaihissalam bahwasanya kaumku Quraisy tiada membenarkan daku. Maka berkata Jibril Alaihissalam, "Membenarkan engkau oleh Abubakar al Sidiq." Maka lalu berpaling Jibril Alaihissalam dengan buraq. Kemudian maka setelah waktu subuh maka ke luar oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam pergi ke Masjid al Haram berduduk sendirinya lagi me- mikirkan halnya. Maka datang padanya kepalah kafir, yaitu Abujahal nama- nya. Maka berkata Abujahal itu dengan halnya berpura-pura kepada Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Hai Muhammad mengapah (mengapa) engkau dengan hal ini dan apa yang telah engkau mendapatkan semalam ini?" Maka menyahut Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Telah dijalankan akan daku semalam." Maka berkata Abujahal, "Hingga ke mana engkau dijalankan semalam?" Maka berkata Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Hingga ke Baitul Maqdis." Maka berkata Abujahal, "Kemudian telah engkau berpagi-pagi ini di Mekah pada kita." Maka berkata Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Na'am."Maka berkata Abujahal pada hal ia tiada menyatakan bahwa ia menjustakan (mendustakan), "Hai Muhammad jika aku panggil akan kaum Quraisy, maka padamu apakah engkau menceriterakan mereka itu dengan khabar yang demikian ini?" Maka berkata Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Na'am." Maka lalu Abujahal memanggil akan segala kaum Quraisy. Maka datang mereka itu berkumpul kepada Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka berkata Abujahal, "Hai Muhammad ceritakanlah olehmu akan barang yang telah menceritakannya olehmu pada aku." Maka berkata Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Bahwasanya telah dijalankan akan aku semalam." Maka berkata Quraisy, "Hingga ke mana?" Maka berkata Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Hingga Baitul Maqdis." Maka berkata mereka itu kemudian telah engkau berpagi-pagi ini di Mekah pada kita. Maka berkata
Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Na'am." Maka lalu mendustakan oleh mereka itu akan Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam dengan hal setengah dari pada mereka itu bertepuk tangan dan setengah menaruh dua tangannya di atas kepalanya dengan berkata mereka itu bahwa, "Kita memukulkan segala unta siang malam berjalan keras pergi pulang dengan perjalanan dua bulan maka engkau mendakwa dengan semalaman sahaja. Maka setengah dari pada Islam yang zaif imannya / 46 / telah murtat kembali dari karena menjustakan (mendustakan) Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka setengah dari pada meeka pergi mengabarkan Sayidina Abubakar Assidiq Radiallahuanhu dengan katanya, "Bahwa sahabat engkau Muhammad telah mendakwa bahwa ia telah pergi ke Baitul Maqdis salam (semalam)." Maka berkata Sayidina Abubakar, "Apakah telah ia berkata dengan demikian itu?" Maka berkata setengah itu telah berkata Muhammad dengan yang demikian itu, maka berkata Sayidina Abubakar Assidiq Radiallahuanhu, "Jika telah berkata Muhammad dengan yang demikian itu, maka benarlah ia. Bahwa kami membenarkan dia dengan barang yang lebih dari pada yang demikian itu. Kami membenarkan dia pergi ke langit dan pulang ke dunia di dalam waktu·pagi atau waktu sore." Maka dari karena itu, maka dinamakannya sidiq radiallahuanhu. Sebagai lagi adapun firman Allah Taala, "Wama ja'alnarru' yullati arai- naka illa fitnatall linnasi." Bermula tiada aku jadikan penglihatan yang aku menglihatkan engkau padanya hai Muhammad pada malam mikraj itu dari pada segala ajaib langit melainkan menjadi yang demikian itu fitnah penjuba karena berbeda antara orang yang beriman dengan kodratku atas segala me- makan merubahkan adatnya maka berimanlah oleh orang-orang itu dengan segala yang demikian. Maka Rasululah mereka itu pada bilangan, "Allazina yu'minuna bil ghaibi." Dan antara orang-orang yang kafir atau yang zaif imannya maka berguncanglah imannya. Maka dia itu menjadi penglihatan yang ter- sebut itu fitnah atasnya. Syahdan, setelah mengerjakan oleh setengah mereka itu kepada Sayidina Abubakar Assidiq Raziallahuanhu, maka lalu ia pergi kepada Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam membenarkannya dengan segala barang yang dikhabar- kannya oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam di hadapan segala Quraisy itu setelah itu. Maka berkata segala Quraisy kepada Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, "Jika engkau benar hai Muhammad di dalam dakwamu mepergi ke Baitul Maqdis, maka safaatkan olehmu bagi kita akan segala sifat masjid Al Aqsa." Maka lalu mensifatkannya oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam bagi mereka itu dengan satu per satu dari pada segala tiang-tiangnya dan segala pintu jendelanya hingga hampir kelirwa pada Rasululah Salalahu Alaihi
Wassalam di dalam setengah dari pada yang demikian iu maka dengan takdir Allah Taala lalu itu kutika (ketika) juga telah tercakup (tercakup) masjid itu dekat di hadapan Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam dengan tiada seorang lain dari padanya yang melihatkan dia. Maka mensifatkan oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam akan satu per satu dari pada segala barang yang ada di dalam masjid itu maka berkata segala Quraisy itu telah berbetulan / 47 / segala sifat masjid itu, "Maka khabarkan olehmu Hai Muhammad kepada kita akan khabar segala jamaah kita yang pergi ke Baitul Maqdis berdagang di mana mereka itu sudah sampai dan ada beberapa bilangannya jamaah itu dan siapa-siapa namanya maka mengkhabarkan oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala khabar tiga-tiga jamaah itu sebagaimana yang telah ter- sebut segala hal ihwal mereka itu. Maka berkata Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam adapun jamaah si Pelana yang ada padanya. Si Pelana maka aku ku- temukan mereka itu di ruha. Maka dikhabarkan oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala ihwal mereka itu dan adapun jamaah si Pelana yang ada padanya si Pelana dán si Pelana maka aku ketemukan mereka itu di Baitan Mar. Maka dikhabarkan pula oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam akan segala khabar mereka itu. Kemudian katanya lagi, "Adapun jamaah si
Pelana yang ada padanya. Si Palana dan si Palana. Maka aku temukan di
tana'im nanti sesudahnya terbit matahari ini hari mereka itu sampai ke Mekah
ada di muka segala unta jamaah itu suatu unta putih campur sedikit hitam
yang menunggangkannya si Palana dan adapun yang bermula yang aku ke-
temukannya di Rauha nanti hari Rabu mereka sampai ke Mekah. Maka lalu
berkeluar oleh segala kursi dari masjid Al Haram pergi melihat akan jamaah
itu. Maka setelah sudah terbit matahari, maka datang oleh jamaah itu benar
sebagaimana barang yang telah mengabarkan oleh Rasululah Salalahu Alaihi
Wassalam.
Kemudian dari pada itu maka datang pula jaah (jamaah) yang kedua.
Maka mananya oleh Quraisy kepada mereka itu. Maka berkata mereka itu, "Sebenarnya waktu kita lagi berjalan di Bitanmar, maka terkejut segala unta kita hingga jatuh seekor unta lalu patah kaki depannya dari karna suatu suara
gempar berjalan di atas kita yang tiada kita mengetahuikannya. Hanya kita
mendengarkan suara Muhammad memberi salam adanya." Kemudian dari pada itu, maka masa di hari Rabu, maka berkumpul lagi oleh segala Quraisy di luar Mekah, karena melihat akan jamaah yang bermula itu, maka hingga
waktu Asar juga mereka sampai di Mekah. Maka meminta doa oleh Rasululah
Salalahu Alaihi Wassalam kepada Allah Taala. Maka tertahan matahari akan
masuk hingga sampai oleh jamaah itu ke Mekah. Maka menanya oleh Quraisy kepada jamaah itu. Maka berkata mereka itu, "Sesungguhnya waktu kita lagi
behenti di Ruha telah hilang untanya si Pelana dan / 48 / berkata pula oleh
seorang dari pada mereka, "Sebenarnya aku taruh air minum di pasu kayu se-
telah aku bangun dari pada tidurku tiada aku mendapatkan air itu lagi. Maka setelah nyata segala kebenaran Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam di dalam segala barang yang demikian itu, maka tiada juga mempercayakan oleh setengah dari pada mereka itu akan Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam hanya erkata setengah mereka itu bahwa ini syihir yang nyata, melainkan orang-orang yang dikaruniakan oleh Allah Taala baginya dengan iman. Maka ber- tambah iman pada-Nya adanya inilah penghabisan riwayat mikraj Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam.
"Allahumma salli 'alā sayyidina wasyafi'ina muhammadin "Allahumma şalli
'alā sayyidina wasyafi'ina muhammadin Wa'ala alihi washbihi wasallim waj- 'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika yā arhamar rahimin. Amin."
Syahdan lagi bermula pada tiap-tiap tahun musim orang-orang datang ke Mekah dari negeri-negeri lain. Maka Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam me- nyatakan dirinyà kepada orang-orang itu bahwasanya ia pesuruh Allah Taala pada sekalian manusia dengan menyuruh memberi tauhid pada Allah Taala dan membuat taat pada-Nya dan menjauhkan segala berhala. Maka adalah setengah dari pada mereka itu yang percaya pada Rasululah Salalahu Alaihi
Wassalam. Maka masuk Islam dan setengah dari pada mereka itu tiada mem-
percayakannya adapun bermula yang percaya pada Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam dari pada orang-orang negeri lain, yaitu orang negeri Madinah al mantrih. Maka setelah mereka itu pulang ke negeri Madinah membawa khabar Islam itu maka banyaklah orang-orang negeri Madinah memasuk Islam dan telah jahirlah agama Isalam di negeri Madinah adanya. Syahdan, segala kafir Quraisy yang di negeri Mekah telah bersembah me- masuki kepada Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, hendak membunuhnya.
Maka diizinkan oleh Allah Taala akan Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam dari negeri Mekah berdua Sayidina Abubakar Assidiq Radiallahuanhu, ber-
sembunui (besembunyi) kebudanya pada mata segala kafir Quraisy. Maka ber-
naik kedua ke atas Bukit Nyur (Nur) dan masuk keduanya ke dalam gua yang
ada di atas gunung itu. Maka lantas berkabang-kabang oleh kawa-kawa di
pintu gua itu beserta pula membuat sarang oleh burung dara di pintu gua itu
lantas betelur. Kemudian setelah datang segala kafir Quraisy mencari akan Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam / 49 / Maka setelah dilihat oleh mereka itu akan hal pintu gua itu, maka lalu pulang sekalian mereka itu dengan segala sia-sia dunia akherat. Kemudian dari pada itu, maka ke luar Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam bersama-sama dengan Sayidina Abubakar Radiallahu- anhu pergi ke negeri Madinah dengan kendaraan untah (unta). Maka datang seorang Saraqat menunggang kuda hendak menangkap Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam, maka lalu tenggelam empat-empat kaki kudanya dimumi (di bumi) yang keras. Maka lalu ia meminta ampun pada Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam. Maka ampuni olehnya adanya.
Kemudian dari pada itu, maka bersingga (bersinggah) oleh Rasululah
Salalahu Alaihi Wassalam kedua kepada rumah Abu Ma'bah mengambil air sembahyang di tepi rumah.itu. Maka dengan bekas air sembahyang Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam maka tumbuh suatu pohon benama (bernama) 'usikh lantas pohon itu besar berkembang berbuah itu ketika juga terlalu harum bau kembangnya dan terlalu manis sedap buahnya. Sebagai lagi ada di tempat itu suatu kambing perempuan sangat kurus, maka disapu oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam pada susu kambing itu, maka lantas gemuk kambing itu bersusu terlalu banyak. Maka diminum oleh sekalian yang hadir di situ. Maka lebih susu itu adanya. Syahdan maka setelah sampai Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam ke negeri Madinah, maka disambut oleh ahli Madinah sekalian sahabat Ansor dan Mahajirin dengan segala suka cita hati sekalian mereka itu. Adapun segala kanak-kanak beserta segala perempuan dari jauh dengan pantunnya. "Tala'al badru 'alaina min šaniatil wada'i wajabasy syuhru 'alaina, mā da'a lillahi da'i ayyuhal mab'uš 'baini ji'ta bil 'amril muta'i" Artinya: Telah terbit bulan yang amat terang atas kita terbitnya itu dari pada pihak kunang-kunang. Maka dan wajib syukur atas kita senantiasa orang berdoa pada Allah Taala. Hai orang-orang yang terbangkit pada kita telah datanglah engkau dengan peperintah yang terjunjung adanya.
Maka masuk Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam ke negeri Madinah dari pihak Kubah karena ada di situ sanak-sanak orang tuanya. Maka berhenti
Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam di Kubah lima belas hari. Kemudian maka masuk Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam ke negeri Madinah al Munrih ber- mukim dan membuat masjid dan tempatnya yang ada sekaang ini kuburnya di situ Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam.
"Allahumma şalli 'alā sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi waşah- bihi wasallim waj'alna minkhiari ummatihi wamin ahli syafa'atihi birahmatika yā arhamar rahimin. Amin."
Syahdan, adapun perihal segala sifatnya Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam yang telah dilebihkan oleh Allah Subhanaluwataala dari pada kilauan manusia. Maka berkata sahabat yang telah mendapatkan Rasulullah Salalahu Alaihi Wassalam bahwasanya Rasululah Salalahu Wassalam badannya sederhana demikian pula pendiriannya. Dan putih bersinar-sinar rupanya dan jeli matanya. Lebih elok dari yang memakai sifat mata dan kerap bulu matanya dan alisnya bengkok turun terlalu amat manis rupa. Dan mancung hidungnya. Cantik mulutnya. Rata giginya putih bersinar seperti mutiara. Dan luas jidat- nya bercahaya-cahaya seperti bulan malam empat belas. Dan kerap bulu jang- gutnya terlalu hitam sekali rambutnya. Dan lebar dahinya sederhana segala anggotanya. Dan amat harum bahu tubulnya lebih dari kasturi. Dan orang yang memegang tangan Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam waktu bersalam- an padanya, maka santiasa (senantiasa) kiranya harum tangannya dan keringat Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam bening bersinar-sinar seperti intan dan jika berjalan olehnya maka anting badannya seperti orang yang berturun pada tempat yang renda (rendah). Maka berkata yang mensifatkannya tiada pernah aku melihatnya itu mendengar akan sifat manusia seperti Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam pun bagus dan punya baik perangai dan punya tingka (tingkah) laku adanya. Adapun perihal perangainya dan tingka (tingkah) lakunya Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam yang terlah terpuji di dalam Quran dengan firman Allah, "Wa'innaka la'ala khuluqin 'azim." Artinya, bermula bahwasanya engkau Hai Muhammad atas perangai yang amat besar kebajikan. Maka bermula bahwasa-
nya Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam banyak malunya dan sabarnya dan
terlalu baik budi basanya dan manis perkataannya dan banyak tawaduknya hingga bahwasanya ia menjahit akan terumpahnya dan menambal akan kain- nya dan membantukan setengah pekerjaan rumahnya dan senantiasa bercinta Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam pada orang-orang yang miskin dan ber- duduk pada mereka itu dan menengokkan mereka itu jika ada yang sakit dan
mengiringkan jenazah mereka itu. Dan menerima aduri dan jika ia berjalan bersama-sama sahabatnya. Maka berjalan ia di belakang sahabatnya dari ka- rena tawaduknya dan banyak rahmat hatinya dan sayangnya pada sekalian umatnya kecil besar. Istimewa pula anak-anak yatim. Maka diruwaitkan suatu masa di hari raya 'aidatlah berkumpul segala kanak-kanak bermain-main dengan segala sukacita mereka itu. Tiba-tiba ada suatu anak kecil telah berpisa (berpisah) pada sekalian kanak-kanak itu dengan masygul hatinya. Maka dilihat oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam padanya. Maka berkata Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam padanya. Maka berkata Rasululah padanya, "Hai / 51 /.anakku betapakah engkau tiada bermain-main bersama-sama kanak-kanak itu?" Maka menyahut anak itu, "Hai Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam sekalian kanak-kanak itu ada pada mereka.itu sekalian ayahanda ibunda- nya yang memberikan mereka itu pengasih hari raya dan menyenangkan hati
mereka itu. Adapun kami yatim tiada empunya ayahanda ibunda yang mi-
nangkan (menyenangkan) hati kami." Maka lalu dipeluk padanya oleh Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam dan disapukan kepalanya beserta katanya, "Hai anakku apakah engkau tiada rida bahwa aku menjadi ayahandamu dan
Aisyah bundamu dan Fatimah saudaramu?" Maka lalu dibawa pulang oleh
Rasululah Salalahu Alaihi Wassalam diberikan padanya barang yang diberi
oleh orang-orang pada anaknya di hari raya. Maka ke luar anak itu kepada
kanak-kanak bermain-main dengan segala suka cita hatinya adanya.
Adapun segala mukjiyat Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam terlalu
banyak. Maka tiada berkuasa oleh seorang akan membilangkannya tetapi di- sebut oleh ulama akan setengahnya, maka yaitulah yang dinaqli akan setengah di sini. Mermula (bermula) dari pada itu juga yang telah tersebut beberapa mukjiyat arhasa dari waktu dibuntingkan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam hingga diberanakkannya dan hingga besarnya, yaitu dari pada segala ajaib yang tersalahkan pada adat dan demikian pula segala mukjiyat yang tersebut di waktu mikrajnya dan yang tersebut di waktu perginya ke negeri Madinah. Dan lagi dari pada itu, terbelah bulan belah dua yaitu sesudahnya per- mintaan segala Quraisy kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Maka dengan izin Allah Taala yang menyatakan kebenaran hambanya dan Rasul- nya. Maka bernaik oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam ke bukit Abuq- byas di Mekah maka di situlah telah turun bulan dari langit hingga dekat pada bukit itu. Maka terbelah dua atas izin Allah Taala. Maka dilihat oleh sekalian orang adanya.
Sebagai lagi dari pada mukjiyatnya Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam pula yaitu datang seorang meminta pada Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam akan suatu pertandan (pertanda) kebenarannya bahwa ia Rasulullah, maka disuruh oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam padanya memanggil akan suatu pohon kayu. Maka pergi orang itu memanggil akan pohon itu dengan katanya bahwa Rasulullah memanggil engkau maka lantas tercabut pohon itu menyerta akan segala akarnya berdatang kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dengan katanya: "Assalamu'alaika ya Rasulullah." Maka berkata orang itu: "Hai Rasulullah suruh olehmu akan pohon itu berbalik lagi ke tempatnya." Maka disuruh olehnya akan pohon itu berbalik / 52 / ke tempatnya. Maka berbalik pohon itu ke tempatnya dengan tiada kurang suatu apa. Maka lalu orang itu bercium kaki Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam adanya. Sebagai lagi mukjiyat Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam pula di dalam suatu pelayarannya beserta sahabatnya dengan sateru itu adalah seribu lima ratus orang. Maka di dalam setengah perjalanan dapat ketidakan air di tempat itu melainkan tinggal air yang ada di dalam suatu pasu. Maka dicelup oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam akan tangannya yang maha mulia di dalam air itu. Maka lalu berpancar-pancar air dari lima mata air yang amat deras dari sela-sela lima jari-jari tangan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Maka diminum oleh sekalian sahabat dan sekalian kendaraan mereka itu dari pada kuda dan unta. Maka itulah air yang paling afdhal lebi(h) dari air zam- zam adanya. Sebagai lagi dari pada mukjiyatnya pula pada suatu masa berjalan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam, maka bertemu akan seorang telah menang- kap akan kidang perempuan. Maka berkata kidang itu, "Hai Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam bahwa kami ada empunya anak-anak di bukit ini lagi kami menyusukannya, maka kami mintalah bahwa dilepaskan kami hingga kami menyusukan mereka itu kemudian nanti balik kembali." Maka dilepaskannya oleh Rasulullah Salallahi Alaihi Wassalam. Lalu kidang itu pergi ke bukit menyusukan anak-anaknya. Maka tiada lama, maka berbalik ia menye- rahkan dirinya. Maka berminta Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam pada orang itu bahwa ia melepaskan kidang itu. Maka dilepaskannya oleh orang itu adanya dan lain-lain lagi terlalu banyak segala mukjiyat Rasulullah Salallahu
Alaihi Wassalam yang tersebut di segala kitab. Maka tiada lagi dipanjangkan
naqlinya di sini saja adanya.
"Allahumma salli 'alā sayyidina wasyafi'ina muhammadin wa'ala alihi wasah-
65
bihi wasallim waj'a!na minkhiari ummatihi wamin ah/i sya/a'atihj birahmatika yo arhamar rahimin. Amin. ..
Syahdan adapuD perihal segala hadis Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam yang mengajarkan umatnya akan segala kebajikan dunia akherat dan mene guhkan segala kejahatan dunia akherat, maka terlalu banyak pula tersebut di segala kitab maka di naqli. Di sini sedikit dari pada.itu dengan qasdu tabrak dengan yang dirniliki itu, maka adalah yang di naqli eli sini sem bilan hadis di dalam sembilan perkara mudah-mudahanmanfaatnya baik pada saudara anlin /53 /. Perkara yang pertama, yaitu perihal wajib menuntut ilmu yang wajib sebab segala pekerjaan ibadah atau aqad makll tiada syah melainkan dengan ilmu pengetahuan perihal pekerjaan itu. Maka yaitu sabdanya Rasulullah Sa lallahu Alaihi Wassalam, 'Talabul 'Umi /aridatun 'ala kulli muslim ... 1 Artinya, menuntut i1mu wajib atas tiap-tiap Islam.. Perkara kedua perintah-Nya akan berbuat sembahyang dengan menyata kan dosa tinggal sembahyang, yaitu sabdanya, "Manrarakas salata muta 'ammi dan /aqad ka/ara jiharal1. ,,2 Artinya, barang siapa meninggalkan sembahyang dengan sengaja, maka telah ia kafir dengan terang kafirnya adanya. Perkara ketiga perihal perintah-Nya membuat taat pada ayahanda bunda dengan sabda-Nya, "Ridallahi /i rada walidaini wasakhatullahi /i sakhatil wali daini. ,,3 Artinya, bermula keridaan Allah Taala pada seorang Islam di dalam keridaan ayahanda bundanya dan mereka Allah Taala atasnya di dalam ke murkaan ayahanda bundanya. Perkara keempat perihal hadis yang menyatakan perintah Tuhan Azujal atas hamba-Nya membuat ibadah padanya dengan janji murah rezeki yaitu, "Yaql~lu rabbakum azza wajalla yabna Adam ta/raqhu li'ibadati amla'u qal baka ghinan wayadaika rizqan wala (aba 'ad minni amla 'u qalbaka /aqran wa yadaika syaghlan.,,4 Artinya, anak Adam kosongkan dirirnu dari pada segala pekerjaan dunia karena membuat ibadah aku nanti aku penuhkan hatimu kc kayaan dan aku penuhkan dua tanganmu rezeki dan jangan engkau menjauh kan dirimua dari pada membuat ibadah pada aku nanti aku penuhkan hatirnu kemiskinan dan aku penuhkan dua tanganrnu segala pekerjaan adanya.
L Sabda Nabi Muhammad SAW
- Firman Tuhan.
- Firman Tuhan.
- Firman Tuhan.
Perkara kelima wajib menuntut pencarian yang halal dengan sabdanya,
"Talabul halali wajibun 'ala kulli muslimin." Artinya, bermula menuntut pencaharian halal itu wajib atas tiap-tiap orang Islam adanya. Adapun per- tuntutan yang wajib ini tiada masuk pada bilangan di dunia yang dibenci oleh Allah Taala adanya. Perkara keenam perihal tanggungan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam pada umatnya memasuk surga dengan tanggungan umatnya pada enam perkara, yaitu sabdanya, "Id manūli sittan admin lakumul jannah asdiqu azā had- dastum wa'aufū iza wa'attum wa'addul amā nata iza'fumintum wakhfa zu fu- nujakum waghaddu absā rakum wakuffu aidiyakum."² Artinya, bertanggung oleh amu bagiku membuatkan enam perkara ini, maka nanti aku menanggung bagi kamu memasuki surga pertama, kamu benar apabila / 54 / kamu ber- ceritera. Kedua kamu benarkan perjanjian kamu apabila kamu berjanji. Ketiga kamu menyampaikan amanah bagi orang yang empunya amanah apabila kamu diberi amanah. Keempat peliharakan oleh kamu akan kelakuan kamu dari pada membuat haram. Kelima peliharakan mata kamu dari pada melihat barang yang haram. Keenam tangguhkan oleh kamu akan dua tangan dari pada membuat yang haram adanya. Perkara ketujuh perihal perteguhan membeli barang curian, yaitu sabdanya, "Manisy tára sirqatan wahua ya'lamu annaha sariqatan faqad asyraka fi'ariha wašmiha."1 Artinya, barang siapa membeli barang curian pada hal ia mengetahui bahwa barang itu barang curian, maka telah ia mempersirukan (mempertirukan) yang mencuri di dalam aibnya dan di dalam dosanya dan di dalam segala kejahatan adanya. Perkara kedelapan perihal menyatakan hal ihwal manusia di dunia dengan memberi nasihat, yaitu sabdanya, "Ahbib mā 'ahbabta fa'innaka mufariquha wa'isu masyi'ta fainnaka mayyitū wa'mal masyita fa'innaka maj ziyyun bi- hi."² Artinya, Hai manusia bercinta olehmu akan barang yang engkau cinta padanya, maka akhirnya tentu nanti engkau bercari padanya dan hidup olehmu dengan sebagaimana panjang umurmu maka akhirnya nanti engkau mati dan beramal olehmu dengan sebagaimana saja amalmu. Maka nanti dibalas padamu dengan sebagaimana amalmu adanya. Perkara kesembilan perihal ini dengan sabdanya, Kalimatā ni khafī fa- tāni 'alallisani šaqi latani fil mizam habibatani ilar rahmā ni subhanallahi wa-
- Sabda Nabi Muhammad SAW
- Sabda Nabi Muhammad SAW
67
bihamdihi subhanallil hi! 'a?imi."~ Artinya, bermula dua kalirnah tasbih ini ringan sebutannya atas lidah dan berat tirnbangannya pahalanya di 1uri kia mat dan tercinta dua kalimah ini pada Tuhan Yang Mahamurah, yaitu, "Subhanallahu wabihamdihi sUbhanallahi 'a?imi. ,,1 Maka inilah penghahisan ini hadis yang dibuatkannya oleh banyak ilmu akan penghabisan segala kitab nya maka banyaklah hai sekalian yang hadir akan tasbih ini tiga kali subhiina rabbika rabbi! 'izzati 'amrruz yasi/un wasala mun 'alai mursalin walhamdulillahi rabbi! 'alami na.
Telah selesai dari pada membuat ini kitab dengan tolong Allah Subhana hu wa Taala di negeri Betawi akhir bulan Muharam tahun Hijriah 1299 (± 1879 Masehi) yang empunya ini mikraj.
IV. DAFTAR KATA
A ababil : burung utusan Tuhan yang menyerang tentara Abraha yang akan menyerang Kakbah
| adat | aturan |
|---|---|
| lebih baik, lebih utama | |
| aib | cela jarang ada |
| akbar | besar, agung |
| anbar anbia ansar | tempat menyimpan barang-barang jualan |
| arsy | dunia nama minuman keras |
| ayun-ayun | gerak ke depan dan ke belakang. |
afdal
ajaib
para nabi pembantu, penyokong
arak
B baliq : dewasa bani Sa'da : keturunan Sa'da barzanji : bacaan puji-pujian yang berisi riwayat Nabi Muhammad SAW. batu sijil : batu surat gulungan berhala : patung dewa bengkak : kembung menjadi besar
| bermisim | bersenyum |
|---|---|
| bertatah | berukir |
| bidadari | putri dari kahyangan |
| budi basanya | budi pekerti |
| bunga | kern bang, bagian tumbuhan yang akan menjadi buah |
| buraq | binatang yang dikehendaki Nabi Muhammad SAW. ke |
tika mikraj. c cerutu rokok. D
| daif | hina, lemah |
|---|---|
| daku | susah hati |
| diru watitkan (diriwayatkan) | diceri terakan |
| dosa | perbuatan yang melanggar hukum Tuhan. |
| dukun | orang yang memberi jampi-jampi |
| durhaka | ingkar terhadap perintah Tuhan |
| dupa | kemenyan, luba. |
E elok indah, baik, bagus esa satu, tunggal. F
| faedah | manfaat |
|---|---|
| faham | tahu |
| fajar | cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur pada waktu matahari mulai terbit |
| fasih | lancar, baik lafalnya |
| frrdaus | taman kesenangan, surga |
| firman | kata Tuhan |
| fihak | bagian |
70 datrd fitnah : perkataan jelek bermaksud menjelekkan orang lain. ayaered
| kayu yang harum baunya | |
|---|---|
| gembar | gegar atau ramai sekali |
| ha'am | ya |
| hadiah | pemberian |
| hadir | datang sabda dan perbuatan Nabi Muhammad SAW. |
| haid | datang bulan maksud |
| hajar | batu diizinkan |
| hamba | abdi, saya |
| haram | dilarang oleh agama Islam terlampau |
| hikmah | kebijaksanaan |
| ibadah | : perbuatan yang menyatakan bakti kepada Tuhan : peri hal ucapan tanda penyerahan |
| ilham | :· petunjuk dari Tuhan |
| iman | percaya, kepercayaan |
| impian | : yang diimpikan |
| iradat | : kehendak, kemauan kitab suci agama Katolik |
| Isnin | : Senin. |
gahru gilang-gemilang : bercahaya terang. H
hadis hajad halal harum wangi, sedap hebat hijab : ucapan tanda penyerahan.had I ihwal ijab
Injil
jahil jahir jamaah jamrut jeJi matanya libril junjungan
kamala kafir kakbah kasturi khalifah khatam kejahatan kiamat kiblat kadar kodrat kunci zikir kumurub kursi
n
J
jahat, bodoh lahir kaum batu permata berwarna hijau bercahaya matanya malaikat pembawa wahyu yang dimuliakan.
K
sempurna tidak percaya pada Allah dan Rasul bangunan suci yang terdapat dalam Masjidilharam tumbuhan yang daunnya dapat dibuat obat wakil Nabi Muhammad SAW. tamat kejelekan hari kebangkitan sesudah mati arah ke Kakbah kekuasaan, takdir kekuasaan menuju pada Tuhan tengkurap tempat duduk yang berkaki empat dan mempunyai sandaran.
L
masjid kecil tempat mengaji pedih melalui.
M
sesuatu yang dijadikan atau diciptakan oleh Tuhan
langgar lenti liwat
makhluk
|khatam|tamat| kiblat|kejelekan| kekuasaan, takdir| kekuasaan| menuju pada Tuhan| tengkurap|
maksiat perbuatan yang melanggar perintah Tuhan malaikat Ridwan : malaikat penjaga surga markiyat marmer batu gamping yang telah mengalami metamorfose bersusah hati masygul : dikenal orang banyak masyhur
| maulud | hari lahir |
|---|---|
| memperkarakan | : menjadikan masalah |
| mengidam | : mulai bunting |
mikraj
mukjiyat
| mukmin | orang yang beriman kepada Allah |
|---|---|
| dapat dipercaya | |
| mulia | |
| murtat | berbalik menjadi kafir |
| muslimin | para penganut agama lslam |
muktamat
musyawarah
Nabi
naqli nikmat niscaya nubuah
pahala palampang pangkat pantun pasal
: perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad dari Masji- dil Aksa ke Sidratulmutaha kejadian atau peristiwa ajaib
tinggi
musyawarah, pembahasan bersama.
N : orang yang menjadi pilihan Tuhan yang menerima wahyu : dalil dari Tuhan enak, senang, merasa puas : tidak boleh tidak : wahyu yang diturunkan kepada nabi.
P
: ganjaran Tuhan : sejenis langgar : keadaan kedudukan, tingkat jabatan bentuk puisi Indonesia (melayu) : bab, bagian
| pasu | bejana |
|---|---|
| pelita | lampu |
| pengasihan | orang yang suka rnengasihi |
| pennata | batu berharga berwarna indah |
| perteguhan | peraturan |
| perut | kandungan |
| pigura | gambar, lukisan berbingkai |
| pucat | putih pudar. |
Q
| qabul (kabul) | diluluskan |
|---|---|
| qadim (kadim) | waktu yang akan datang, saudara dekat, terdahulu dari tiap permulaan |
| qalam | perkataan, kata Allah |
| Quran | kitab suci agarna Islam. |
R
| Rabiulawal | bulan ketiga perhltungan tahun Hijriah |
|---|---|
| rahmat | belas kasih |
| rahib | pertapa dalam biara Kristen |
| Rajab | bulan ketujuh tahun Hijriah |
| ratna | intan, perrnata |
| rezeki | segala sesuatu yang clipakai untuk rnernelihara kehldup |
| an | |
| ruwait (riwayat) | riwayat, sejarah. |
S
| safaat | perantara untuk rnenyampaikan permohonan |
|---|---|
| sahabat | kawan, ternan |
| sahih | sah, benar, sernpuma |
| sahirah | kedamaian |
| saif | pedang |
| salawat | doa, permohonan pada Tuhan |
| santar | kencang |
vi
sejahtera selimut sembahyang sidratulmuntaha siksa sudus wastabraq sujud syahdan syaitan syarak syirik syukur syurga
takbir tahajud tahlil takdir takdis taksir takzim tamjid tauhid Taurat tasbih tauwaf
tawaduk terpuji tiup
:aman, sentosa, makmur kain penutup tubuh pernyataan bakti dan memuliakan Tuhan langit hukuman
berlutut serta meletakkan dahi pada lantai selanjutnya setan 0 hukum Islam menduakan Tuhan terima kasih surga, keindahan.
T : seruan pada Tuhan solat malam dua rakaat puji-pujian kepada Tuhan ketetapan Tuhan penyucian kira-kira amat hormat dan sopan
keesaan Tuhan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa puji-pujian kepada Allah bentuk ibadah dengan berjalan mengelilingi Kakbah tujuh kali berserah kepada kehendak Allah tersayang menghembuskan angin.
U
: orang yang ahli dalam hal pengetahuan agama Islam : para penganut ulama umat
umi : ibu upah : gaji, balas jasa.
W wafat : meninggal dunia wahyu : petunjuk dari Allah yang diturunkan kepada para nabi dan rasul.
X
Y yakinpercaya tidak beribu atau tidak berayah. yatim
Z zabarjad : kristas yang dipakai untuk batu permata zahir : lahir zalim : bengis, tidak menaruh belas kasihan zamzam : mata air di Mekah di dekat Masjidilharam yang muncul pada zaman Nabi Ibrahim zat-Nya wujud, hakekat Allah ziarah : kunjungan yang dianggap keramat.
DAFTAR PUSTAKA
Asyarie, Sukmadjaja, 1984. Indeks Al-Qur'an. Bandung: Pustaka.
Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
- Pedoman Transliterasi Arah Latin. Jakarta: Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Suren, Bachtiar, 1978. Terjemah dan Tafsir Al-Qur'an. Bandung: Sumatra. Yunus, Muhammad, H. 1989. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Hadikarya.
adidendf 0Msns dinnta
BROVL LEN
DIVH
E AAAA
07-3662
PERPUS1 PUSAT PEMBI
PENGEMBANGA
DEPARTEMEN PE
DAN KEBUDAYAANTN
1S4AN KAN
P 899 SU