BILIA
MEMORA
ZINE MELACAK SKENA dan band PUNK
MELACAK SKENA dan band PUNK DI MOJOKERTO DI MOJOKERTO
LAPAK BACA NYALA x RAJA KOBRA
BILIA MEMORA
LAPAK BACA NYALA x RAJA KOBRA
ZINE SEBUAH PROYEK SENANG-SENANG
Dalam skena bawah tanah di manapun Zine merupakan instrument penng pembentukan jadiri sebuah komunitas. Zine sendiri merupakan antesa dari Magazine dengan segala macam kerumitan dan kaidah-kaidah industrial yang hanya bisa di kerjakan dengan melibatkan banyak orang serta dengan tema yang beragam dalam seap edisinya. Sedangkan Zine biasanya dikerjakan oleh beberapa kolekf atau perorangan dan tema-nya lebih bersifat spesifik.
Sesuai kesepakatan awal mengapa kami memilih membuat zine ini adalah karena pengarsipan dinilai penng guna menunjang eksistensi Punk melalui pembuatan literasi. Kemudian yang kedua adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang skena Punk dan sejarah awal kemunculannya di Mojokerto. Sebenarnya, penerbitan Zine ini baik secara digital maupun cetak juga memancing para pegiat di skena bawah tanah Mojokerto untuk membuat hal serupa, membuat Zine-nya sendiri, menuangkan gagasan serta ide dan melakukan perubahan.
Di tengah era digital yang massif ini menerbitkan zine adalah sebuah pekerjaan yang menantang sekaligus menyenangkan. Menantang karena Zine harus beradaptasi dengan digitalisasi jadi terbit secara online dan sekaligus cetak. Kemudian menyenangkan karena dapat menambah perspekf baru dan belajar menerima krik serta saran dari banyak teman. Karena menurut kami, apapun jika pekerjaan dimaknai sebagai sebuah kesenangan maka usaha itu dak akan menjadi beban.
Memorabilia Zine ini selain mempunyai ar kenangan juga sekaligus bisa di konotasikan sebagai upaya pencarian terhadap suatu hal untuk di kembangkan dan kemudian di ceritakan yang dalam konteks ini yakni eksistensi Punk di Mojokerto.
Terima Kasih kami ucapkan kepada semua yang terlibat dalam penyusunan Zine ini terutama kepada Andy dan Wawan yang sudi bercerita dan memberikan atensi atas lahirnya Zine ini.
Melacak Skena dan band punk di mojokerto
elacak skena P unk di Mojokerto memang tak
Mmudah, ada beberapa hal
yang oleh penulis dihimpun mengapa skena punk di Mojokerto dak dengan mudah diketahui dengan jelas laju perkembanganya. Pertama, dak adanya rilisan fisik dari band punk di Mojokerto di era awal munculnya Punk, kedua, sulitnya dokumentasi yang memadai tentang skena punk di Mojokerto, kemudian yang kega,
dak adanya zine atau newsleer yang diterbitkan di era awal kemunculan atau kejayaan Punk di Mojokerto. Sekurang-kurangnya ga hal diatas yang membuat penulis yang dibantu o l e h r e k a n i n g i n s e d a k n y a mencaritahu awal mula kemunculan komunitas Punk di Mojokerto melalui wawancara dan penggalian data oleh para pegiat skena punk di awal tahun -a n.
O i ! S t r e e t P u n k melalui band-nya y a k n i T h e R i a k. Keduanya kami temui dan bercerita Panjang l e b a r t e n t a n g kemunculan Punk di M ojokerto dengan skena-nya.
Menurut penuturan dari A ndy, dirinya mengenal Punk dari wawan yang notabene Tongkrongan awal di Depan Gedung PMI sudah mengetahui dan mengenal musik Punk. Wawan Proses kelahiran Punk di Mojokerto sendiri mengenal punk dari sebuah serta band-band yang sudah akf era komunitas punk Bernama Revolusi itu adalah salah satu perspekf yang yang digawangi oleh Anton, Henhen, akan diulas oleh penulis dalam Zine ini. dan beberapa kawan yang lain dari Kehadiran individu-individu serta Tarik. Pertemuan itu dimulai Keka lahirnya band punk pertama di Andy berangkat sekolah melintasi Mojokerto mengantarkan kita pada sebuah Kawasan di depan Gedung PMI sebuah proses pergulatan Panjang Mojokerto dan berkenalan dengan proses pembentukan sub-kultur anak Wawan yang sudah nongkrong di muda di Mojokerto yang syarat akan Kawasan tersebut. Selain Wawan ada p e r l a w a n a n, k e b e b a s a n d a n juga Didit atau biasa dipanggil Bandit y a n g t u r u t b e r s a m a m e r e k a, kemandirian menjadi penng untuk di sebagaimana lazimnya tongkrongan, dokumentasikan. gitar dan bermain musik selalu menjadi sarana pemecah kebosanan waktu itu. B eberapa waktu yang lalu kami Andy memainkan lagu-lagu hits era menemui 2 orang scenester atau 2000-an yang kemudian berkembang pelaku di skena yang di awal tahun kearah Punk Rock karena pengaruh dari 2000-an yang terpengaruh music serta Bandit dan Wawan. Album kompilasi style Punk. Dia adalah Andy, vocalist Punk Klinik dan Metalic Klinik-lah yang Band God Save The Lelye, band yang ditengarai menjadi k balik pengaruh mengusung genre Punkrock dan akf musikalitas A ndy yang awalnya sejak tahun 2005. Orang kedua adalah mendengarkan pop dan Ska kemudian Wawan, seorang scenester lawas yang menjadi genre Crusty Punk dan Punk di awal tahun 2000-an sudah bermain Rock.
Kompilasi Punk Klinik dan Metalik Klinik
| Metalik | Klinik adalah | album | serial |
|---|---|---|---|
| " K ompilasi | B and | U nderground | |
| Indonesia" RotorCorp dan Musica Studios. Namun pada album Metalic Klinik diproduseri oleh Musica Studios, Hemaswara dan RotorCorp, kemudian di Metalik Klinik | yang | diproduseri | oleh |
| 8 d a n Hemaswara dan RotorCorp. | 9 h a nya | d i p e ga n g | o l e h |
| Album | Metalik | Klinik pertama | kali |
muncul pada tahun 1997 dan berakhir pada Metalik Klinik IX tahun 2007. nama band Rotor diversifikasi menjadi label RotorCorp dengan pemiliknya yaitu Irvan Sembiring dan Krisna J. Sadrach. Album seri ini sebenarnya masih berkutat dalam jalur indie, tetapi Metalik Klinik bisa menjangkau daerah
Foto : nikeelisa84
edar yang lebih luas. Sebab album kompilasi ini diedarkan lewat distributor besar.
Foto : nikeelisa84
Foto : Bintaro Kaset
Para musisi yang ditampilkan dak hanya dari genre musik death metal dan black metal saja, tetapi merambah ke genre yang lebih ringan alirannya, sebut saja seper Thrass Metal, Hardcore Punk, metal core dan lainnya.
Sedangkan Kompilasi Punk Klinik hanya dirilis 1 edisi dengan band berikut : 142 % CHAOS, ARMY STYLE, AS SQUAD, CLINIC, HELL COPS, KLINIK JIWA, LITHIUM, PAKU PAYUNG, PANTOPLE, RANDOM, SHOCK PESTOL, SID, STONE ACNE. Album Punk Klinik merupakan album yang kontroversial karena dirilis oleh Mayor Label. Bagi banyak pegiat Punk di Skena Bawah Tanah hal tersebut melang gar semangat kemandirian atau yang lebih dikenal dengan etos “do it yourself” yang bagi Sebagian anak Punk menjadi visi hidup sebuah komunitas sebagai bentuk perlawanan terhadap mayor label dengan konsep Profit Oriented-nya. Sebagaimana Metalik Klinik, kompilasi Punk Klinik mau dak mau menjadi
semacam alat penghubung terhadap dunia Punk bagi mereka yang kesulitan mengakses music-musik keras yang berkemabang sebelum MTV masuk ke Indonesia.
Sumber : https://www.deviantart.com/endonestuff/art/ PUNK-KLINIK-VA-147860062
1 2
3 4
Keterangan Foto :
- Pertokoan Depan Stasiun Mojokerto
- Ruko Seberang Alun-Alun
- Stasiun Mojokerto
- Gedung sekitaran Alun-Alun
Band Punk di Mojokerto
Di awal tahun 2000-an banyak Band Punk telah Exist di Mojokerto, nama-nama band seper Chaos Break, The Riak, Peni, Total Cecap, TK Perwi, Center Chaos, 3135 dan kemudian Area
- Semua band tersebut berasal dari b e b e r a p a t o n g k r o n g a n y a n g berpindah-pindah mulai di depan S tasiun K ota M ojokerto, S inar Swalayan sekarang SABA dan Alun-Alun adalah merupakan saksi bisu pergerakan skena Punk di Mojokerto. The Riak sendiri berisikan personil
Wawan, Feri, Mbink (almarhum) dan Kris, sedangkan Peni berisikan personil, Andy, Oskar, Doremon dan Anjolo. The Riak waktu itu punya beberapa lagu andalan seper “berkumpul” dan “Mojokerto united”. K ebanyakan band punk era itu membawakan lagu-lagu dari Bad Religion, Rancid, NOFX, Blink 187, An Military dan Begundal Lowokwaru. Sedangkan Area 31 berisikan Andy, Bandit, Doremon dan Anjolo. Tapi karena Doremon mendaarkan diri sebagai tentara maka posisinya di Area 31 digankan oleh Wawan.
Keterangan : Peniti yang merupakan cikal bakal Area 31
Area 31 memang menjadi band yang bisa dibilang populis di masanya karena ada anggapan bahwa cara mereka memainkan music cukup baik. Selain itu, Area 31 juga pernah di sgma sebagai sebuah tongkrongan atau skena karena kedekatan mereka dengan beberapa preman kampung di sekitar tempat mereka nongkrong. Alhasil, banyak anak-anak muda merasa takut untuk mendekat karena memang sgma bahwa mereka bagian dari preman sudah menjadi citra bagi mereka. Di era itu, identas seper emblem dan sker Area 31 menjadi penanda bahwa Keka ada yang mengenakan identas tersebut lantas secara otomas menjadi bagian dari Area 31 yang kerap disandingkan pada penguasa wilayah (Baca: Preman).
Area 31 sendiri waktu itu sudah mempunyai lagu andalan yang diberi judul “Fuck it All”, lagu tersebut menurut penuturan Andy dan Wawan merupakan lagu yang bisa memicu “kerusuhan” karena hentakan music yang keras. Seap lagu tersebut dimainkan, pas para penggila pogo datang karena terpicu adrenaline-nya. Pernah ada momen Keka Area 31 main di sebuah gigs di Mojosari, Keka lagu dimainkan sontak penonton kedepan panggung dan ikut berpogo, namun belum banyak orang menger tentang apa itu pogo, sehingga tawuran pun pecah berkali-kali.
Secara tongkrongan, genre di era itu masih menjadi sesuatu yang melekat p a d a s e b u a h ko m u n i ta s ya n g kemudian menjadi penyekat antar satu dan lainnya. Komunitas Grunge dan punk waktu itu masih belum bisa menyatu karena terdapat informasi bahwa di keduanya punya genre music yang berbeda. Meskipun dalam banyak arkel menyebutkan bahwa Grunge bukan sebuah genre music melainkan merupakan sebuah sub-kultur atau skena.
D i M ojokerto sendiri pergaulan antar skena seperti Punk, Grunge dan metal dimulai sekitar tahun 2003 -2004 dengan dimulai
| dari | perkenalan | A ndy |
|---|---|---|
| dengan Lui Orgasmatron. | ||
| Jejaring | pertemanan | itu |
| yang beberapa | kemudian momentum | dalam |
| punya | k temu | dalam |
Keterangan : Stiker The Riak yang di gambar oleh Andymerasa dak cocok dalam
Lebih lanjut secara musikalitas, punk d a l a m w i l a y a h g e n r e m u s i c menggunakan distorsi kasar namun dengan sustain yang pendek. Karena tempo lagu Punk yang agresif dengan perpindahan kord yang rapat sehingga tidak memerlukan sustain panjang. Hal tersebut terjadi pada band-band seperti NOFX, Bad Religion, Rancid bahkan sampai Blink 182. Sedangkan Grunge sendiri kalau misalnya kita merujuk pada band seperti Nirvana, dia memiliki tempo yang lebih lambat ehingga sustain yang panjang membantu untuk menutup komposisi musik yang sepi. Formasi Drums, Bass dan Gitar dengan tempo lambat justru menjadikan musik mereka gloomy, haunting sekaligus depresif.
bentuk support terhadap band punk yang bermain ataupun sebaliknya.
Contohnya seper Nandar, k a w a n d a r i L u i O r g a s m a t r o n y a n g notabene mempunyai band Grunge dan hidup B ersama komuntasnya
kehidupan sebagai anak grunge. A kibatnya, dirinya pun seringkali nongkrong dengan anak-anak Punk termasuk dengan para p e rs o n i l A re a 31. M o m e nt u m bersatunya anak-anak Punk dan grunge adalah Keka pada satu waktu Area 31 akan perform di Jombang, stasiun Mojokerto dipenuh sesaki oleh para anak Punk, grunge bahkan metal untuk berangkat ke acara tersebut. Menurut penuturan Wawan, acara dilaksanakan di sebuah Gedung tua daerah kota Jombang. Selain itu, beberapa gigs di J ombang seper di STKIP PGRI Jombang dan Gedung Juang tak luput menjadi saksi bisu performing mereka.
Indonesia Berdarah
Gigs yang menurut kami menjadi bisa dikatan sebagai pengalaman yang mengesankan adalah Keka Area 31 membawakan lagu dari Band Jakarta An Military yang kita kenal sekarang M a r j i n a l y a k n i I n d o n e s i a B erdarah /A parat. D i era pasca Reformasi kebebasan berekspresi serta budaya kris belum seper sekarang ini. Ekspresi yang ditujukan kepada sebuah instusi dan bukan kepada perorangan masih sulit dipahami waktu, sehingga lirik-lirik lagu yang bernuansa krik cenderung dijadikan sebagai sebuah ancaman. H al tersebutlah yang dialami oleh Area 31, pada sebuah fesval band di Mojo Indah Plaza tahun 2003 sore hari mereka membawakan lagu Indonesia Berdarah. Andy menceritakan bahwa Keka band-nya akan tampil tepat jam 3 sore, di panggung sudah ada sekitaran 20 polisi yang siap dengan perlengkapannya. K e ka mulai memainkan lagu tersebut keadaan masih baik-baik saja, bahakan Keka reff penonton dengan hafal diluar kepala juga turut bernyanyi namun setelah lagu usai, Andy sang vocalis kemudian menjadi sasaran para polisi yang sudah bersiap mengintrogasi serta merepresi dirinya. Percakapan yang mungkin akan dikenang oleh Andy dan kami terjemahkan adalah sebagai berikut :
Referensi : Wawancara dengan Andy dan Wawan https://id.wikipedia.org/wiki/Metalik_Klinik
Polisi : “Kamu tahu lagu yang kamu mainkan itu menghina kami” Andy : “tahu pak” Polisi : “kenapa masih kamu mainkan kalau lagu itu diarahkan untuk menghina kami” Andy : “ya penonton request lagu ini pak”
Percakapan itu terjadi sambil beberapa polisi menghantam kakinya. Setalah itu Andy diperika oleh polisi dan di bebaskan waktu itu juga. Namun k a r e n a r a s a w a s-w a s m a s i h menghantui, dalam perjalanan pulang pun oleh kawan diberi informasi untuk dak langsung pulang, takutnya mereka akan membuntu atau terjadi sesuatu di jalan. Andy pun di suruh untuk gan pakaian dan dak langsung pulang kerumah. Setelah periswa itu, Area 31 masih dipantau oleh polisi dalam seap Gigs mereka.
Area 31 kemudian memutuskan untuk bubar karena satu dan lain hal. Namun beberapa personil memutuskan untuk kemudian bertransformasi dan menggan nama manjadi The Lelye. The Lelye sendiri lebih visioner karena mereka sudah mulai merekam lagu dan menyebarkannya ke komunitas. Akhirnya beberapa tahun kemudian The Lelye merubah nama menjadi God Save The Lelye, band yang akan kita wawancarai di Memorabilia Zine edisi kedua nan.