Baca PDF (OCR): Sisa Kertas #4 – All About Alcohol (Juli 2018)

34 halaman · 34 halaman diproses dengan OCR· 63232 ms

Daftar isi
  1. Sisa Kertas
  2. Zine ISSUE KEEMPAT
  3. Ferrum (Fe) X
  4. Calcium (Ca)
  5. MARI
  6. PAT-PAT
  7. Seperti Hutang, Janji Harus Dibayar Kontan!
  8. Kontributor pada zine ini:
  9. Sisa deff.
  10. Kertas
  11. “AKU KHAWATIR
  12. ÍBÜKU MARAH SAAT TAHU AKU SUKA MINUM
  13. ALKOHOL."
  14. Sisa Kerta Zin pecia Edition
  15. ALLABOUT
  16. ALCOHOL
  17. STAR
  18. ALKOHOL&
  19. KENANGAN
  20. bahwa memiliki satu orang pecandu alkohol dalam keluarga
  21. juga orang-orang yang tidak punya “gen alkoholisme" menjadi
  22. batok kepala rasanya seperti diketok pentungan hansip. Namun, sesaat kemudian, rasa hangat yang
  23. (O】
  24. SAILEYS
  25. CURCAO
  26. BAILEYSCURACRO
  27. SOKLUS
  28. WoLy #1Frdi-6-
  29. HAOP!
  30. OITE
  31. CAKEP LEGALYUK B CUZZ
  32. GLER
  33. GLE CIU WOL TERUS SAM
  34. TIDUR TROTOAR
  35. J31A
  36. PosoTive
  37. STAY
  38. CONTR
  39. OL SEMBB
  40. :AKU SKIP
  41. LOOSER!!
  42. MITOS ITU BERNAMA
  43. BUDAYA PERLAWANAN
  44. Baik, mari kita mulai.
  45. -Para Jagoan Yang Menyedihkan
  46. yang lebih ampuh untuk membongkar kemandegan, ketimbang cuman terbangun dengan kondisi badan
  47. yang sering mengasihani diri sendiri dan ingin berbicara pada masa lalunya?Hiks.
  48. BEER
  49. READ
  50. MY ALCOHOL
  51. GIGS ALKOHOL
  52. DRINK RESPONSIBLY?
  53. SHHIIT...RESPONSIBILITY-IS
  54. WHYIDRINK.
  55. thadalah, kudune kowe harus bangga
  56. kowe wes menang tinimbang kancamu
  57. kowe wes wani dadi kuli, tapi kancamu
  58. durung tentu wani th...
  59. mendem boleh, bodoh jangan.
  60. tuku sebotol mane gih
  61. caktu to utur
  62. ALKOHOL, STIGMA, DAN
  63. DINAMIKA MASYARAKAT KITA
  64. sembarang orang, karena kembali pada penjelasan yang
  65. HARAM!!
  66. TTTTTT
  67. keep your head.
  68. teka-teki
  69. SATIRE
  70. berharga lainnya (lukisan, patung, dan
  71. banyak hal lain nya. Tiba-tiba aku bertanyaaku sampek,sabar ya”. Sekitar 30 menit aku baru
  72. it tastes like
  73. OPEN MIND
  74. I'M GETIGTOO abeer
  75. But insisx
  76. find this in
  77. GOD BLESSUS!
  78. PEACE
  79. 2702 20.46!P
  80. DRUNK!
  81. Ga00 soda!
  82. LONG
  83. DRUNKEN
  84. FRIENDS Lihe getting drunk onpatios
  85. kita.. kalo gak ada kita
  86. kek gini gak mungkin
  87. mereka di Sebut Suci
  88. Diksi
  89. Embongan
  90. Anak-anak dan orang mabuk adalah mahluk paling
  91. Ada dua tipe orang di dunia ini; orang yang
  92. DARI LIQUOR HINGGA
  93. MEMORABILIA TROTOAR
  94. hanya saja secara kebetulan kawan-kawan yang
  95. kami malam itu, sepertinya hanya hal-hal
  96. asyik sehingga beberapa dari kami ada yang
  97. seorang kawan nyeletuk "mumpung rame, ayo
  98. tidak ada kalimat sarkas yang terlontar dari
  99. sulit untuk ditemui, beberapa juga masih tetap
  100. untuk menghabiskan waktu yang super kosong dan terlampau luang. alkohol adalah sebuah
  101. I'M WAITING
  102. Speciat Report:
  103. OARJO
  104. WINE PIKNIK
  105. BRETE
  106. *Beberapa botol fermentasi aneka buah.
  107. BOOZALCOHOLY
  108. CAPBAUN
  109. Reud
  110. WE ALL DESERVE
  111. AN ALCOHOLIDAY.

Sisa Kertas

Zine ISSUE KEEMPAT

mengandung

Ferrum (Fe) X

Calcium (Ca)

SBERSIH 620

MARI

DEPKES RIMO se117% 100110076005

PAT-PAT

PAK DUENGGOT NC-INDONESIA

introdukshit.-EDREA

Seperti Hutang, Janji Harus Dibayar Kontan!

Untuk pertama kalinya, kami merasa kehabisan alasan atas keterlambatan terbitnya zine ini. Rasanya juga tidak fair jika harus menyalahkan salah satu atau beberpa calon kontributor yang tidak mampu menepati iming-iming manisnya tentang kesediaannya untuk segera mengirim tulisan ataupun awrtwork kepada kami. Padahal biasanya kami sangat selektif menerima karya atau tulisan untuk bisa masuk di zine ini. Maka dengan kerendahan hati dan sedikit terpaksa kami mengalahi untuk duluan melamarnya'. Mengingat beliau adalah pengabdi taat ritual omben-omben, maka kami rasa beliau orang yang tepat untuk ikut mengisi edisi kali ini dengan tema yang telah kami janjikan sebelumnya: Alkohol. Contoh sederhananya: beliau ini asli Blora tapi bisa tahu tempat jual minuman murah di kota besar seperti Surabaya. Saya yakin, teman-teman di sekitaran Surabaya-Sidoarjo tidak banyak yang tahu kalo ada toko kelontong, pub maupun resto penjual minuman yang hanya dengan uang 1oo ribu, kita bisa menenteng pulang 4 botol besar bir bintang.

Awalnya sih kami salut dengan kepiawaiannya berbicara yang tanpa tedeng aling-aling, mengutarakan pendapat yang bernas, aktivitasnya sebagai pegiat lingkungan itu disempurnakan dengan kecekatannya dalam mengetahui tempat-tempat 'penting' bagi penggemar minuman beralkohol seperti kami. Bahkan ketika sedang memesankan reservasi meja plus minuman murah di tempat tersebut, aksennya terdengar meyakinkan. Sangat percaya diri dan sedikit endel. Kekaguman kami itu akhirnya luntur setelah kami tahu ternyata om-om genit yang berpura-pura muda (berinisial TOMBR*O) itu adalah hanya seorang pemburu promo/diskon yang militan sekaligus punya daftar teman yang bisa dimanfaatkan untuk gratisan. Ya meskipun kami ini pemuja kesenangan berkantong tipis, tapi setidaknya kami paham betul perbedaan antara tahu diri dengan menyedihkan. Apalagi setelah menyadari jika beliau tidak akan mampu 'membayar hutangnya' kepada kami. Nyatanya beliau lebih bergairah untuk berkicau di instagram yang bernada cemooh dan bully kepada temannya sendiri ketimbang mengirim tulisannya kepada kami. Karena janji adalah hutang, maka seharusnya segera dibayar lunas dan kontan. Tapi apa boleh buat, kami harus membiarkan orang-orang yang tidak bisa memegang amanah itu membusuk dalam lubang hina kenistaan bersama caption-captionnya yang menjijikkan.

Fyuhh.. Agaknya kami berhasil menemukan cara untuk mengganti berbagai perpadanan kata, frasa maupun perumpamaan yang saat ini tidak sanggup lagi menutup-nutupi aib ilmu kepepet' -alias anak haram kemalasan- yang kami miliki -semata demi mencari pembenaran atas keterlambatan terbit media sederhana ini-

Selain sebagai upaya menepati janji kami akan terbitnya edisi sisakertas dengan tema 'Alkohol', kami juga ingin turut berpartisipasi dalam memeriahkan pesta perayaan 'International Zine Month' yang jatuh pada bulan ini. Rasanya, edisi ke 4 akan jadi prdouk sisakertas yang terpanjang halamannya. Karena karya tulis dan artwork yang tersaji kali ini lebih banyak dari edisi-edisi yang sebelumnya. Kalian bisa menemukan tulisan yang terdengar pretensius sampai yang paling ambisius, ada juga curhatan panjang dari kawan baik kami, mas Billy. Tenang aja mas Bil, tidak ada yang diedit atau dipotong tulisannya. Tapi ngomong-ngomong, pahanya Mbak Sandra beneran mulus?

Oh, ya.. buat teman-teman yang ingin berkontribusi dalam zine ini bisa menghubungi kami melalui email yang tertera di bawah. Yang terakhir, sembari menunggu pesta zine diadakan baik skala lokal maupun internasional, silahkan menikmati 'amunisi' yang kami hidangkan. **Agar bisa lebih khidmad menikmatinya saya sarankan kalian memainkan daftar putar Punk Drinking Songs versi saya, berikut :

Drunken Lullabies – Flogging Molly Slainte! – The Tossers Raja Jemblung – RJ Power Drink Some More – The Real McKenzies Anggur Merah – McGgie Zackariot I'll Tell Me Ma – The Rumjack I'm A Man You Don't Meet Everyday – The Pogues The Whiskey Tales – The Cloves and The Tobacco Rebels of The Sacred Heart– Flogging Molly Tobat – Begundal Lowokwaru Bugger Off! – Fiddler's Green Fuck You! I'm Drunk – Dropkick Murphys

*zBisa kamu buat atau tambahin sendiri lah ya..

Kontributor pada zine ini:

menebarterror juliansadam Kabs. imajinasijoker

Sisa deff.

obiKin

Kertas

dennyminus rere Zine edrea

[email protected]

“AKU KHAWATIR

ÍBÜKU MARAH SAAT TAHU AKU SUKA MINUM

ALKOHOL."

Sisa Kerta Zin pecia Edition

ALLABOUT

ALCOHOL

.DBERC Guld GEND

STAR

ALKOHOL&

KENANGAN

batok keyala

  • IMAJINASIJOKER
    Rasa-rasanya saya bisa bilang dengan keyakinan tertentu bahwa saya tidak terlahir sebagai seorang pecandu, cumakeluarga ibu maupun ayah saya terkadang ada beberapa momen di mana saya kesulitan untukpingsan di tempat atau pulang ke rumah membonceng orang lain karena mabuk melepaskan kesukaan atau keinginan saya terhadap sesuatu. Saya menyukai / menginginkan sesuatu, dan kemudian hal ituadalah tabu atau rahasia umum yang tidak diumbar menjadi intens. Saat masih kanak-kanak, saya mencoba sekuat kencang-kencang, tenaga untuk melepaskan diri dari ketergantungan melahap esnamun tetap diceritakan dari mulut ke krim dan cokelat, dan semuanya berujung pada hasil yangmulut sebagai selingan pembicaraan atau merengeksehingga rasa-rasanya mabuk dan sama: duduk dengan wajah ditekuk, keras-keras, dengan cara yang tidak akan bisa saya kenalialkohol terkesan seperti hal yang wajar sekarang demi sepotong cokelat atau satu mangkuk es krim, dan lumrah saja di lingkungan keluarga sampai akhirnya -- beberapa tahun kemudian -- sayasaya. menemukan nikotin dan kafein sebagai pengganti. Sejak saat Kita -- saya dan kamu -- sah-sah saja itu, sepanjang ingatan saya sampai sekarang, saya selalu mengonsumsi tembakau dan kopihitam sebagai asupan harian. untuk waspada dan hati-hati, namun kita juga biasanya terlalu melebih-lebihkan atau Selain itu, saya juga harus mengakui bahwa saya menempa kecemasan kecakapan masa muda dengan menenggak alkohol, terutama ketakutan kita sendiri. Kita seringkali arak lokal yang murah meriah atau biasanya Anggur Kolesommembicarakan gen sebagai prospek Cap Orang Tua yang bisa dibeli dengan patungan bersamahitam dan putih belaka. Seseorang satu-dua kawan -- bukannya Merlot atau minuman alkoholdengan “gen alkoholisme” dalam garis mewah lainnya yang supermahal dan bentuk botolnya bagusketurunannya cenderung dianggap untuk dijadikan pajangan, alih-alih wadah bensin eceran atauhidup dalam sebuah perangkap: sekali digunakan mengepruk kepala orang yang menyebalkan. saja mencicipi alkohol, maka nyaris Hubungan saya dengan alkohol terkadang baik-baik saja, mustahil baginya untuk lepas, atau adakalanya disfungsional, dan tidak jarang pula kasar/kejam. setidaknya mengontrol, kecanduan pada alkohol. Dari beberapa laporan Lingkungan keluarga saya kerap membicarakan “genWHO (World Health Organization, atau alkoholisme" dengan ketakutan yang setengah ironis, jika bukan Organisasi Kesehatan Dunia) dan bab-bab awal buku Sapiens karya Yuval hipokrit. Kedua belah pihak keluarga saya punya cerita tentang keterlibatandenganalkohol masing-masing. SebelumNoah Harari, saya mengetahui bahwa mengabdikan diri sebagai tentara, kakek dari pihak keluarga ibu gen seseorang diturunkan dari hasil saya tidak pernah kelewatan menenggak Anggur Kolesom tiappersilangan banyak gen pendahulu: malam. Ayah saya sering melewatkan malam minggunyasebuah variasi yang memengaruhi dengan menghabiskan satu-dua gelas kopi bercampur arak dikerentanan dan kekuatan seseorang untuk merespons zat adiktif, racun, dan warung langganannya sebelum pulang dan meringkuk dalam pelukan ibu saya. Kisah-kisah tentang paman -- baik dari pihak properti ketergantungan di dalam

kandungan alkohol. Satu laporan penelitian menyebutkan menahan berat tubuh. Organ utama yang mengeluarkan kadar alkohol dari tubuh

bahwa memiliki satu orang pecandu alkohol dalam keluarga

bisa "berdampak negatif pada keseluruhan situasi keluarga”, adalah hati, meskipun itu sangat lambat. meningkatkan trauma dan kecanduan di masa depan. Artinya, oke mari sama-sama menginsafi, bahwa banyak pecandu bisa Pada satu malam yang sudah jauh dari dibilang memang terlahir sebagai pecandu. Namun, banyak sekarang, sambil menuangkan arak lokal ke dalam gelas beling di teras rumahnya,

juga orang-orang yang tidak punya “gen alkoholisme" menjadi

pecandu alkohol karena terbentuk oleh (dan merespons) faktor seorang kawan pernah bilang bahwa arak keadaan lingkungan sekitarnya. dan minuman beralkohol lainnya adalah “zat yang paling kontroversial dan paling imut yang pernah ada" dan dalam setiap tetesnya mengandung “kebahagiaan, Beberapa otoritas modern percaya bahwa kata “arak” berasal kejujuran,persaudaraan, kehangatan, kreativitas, imajinasi, canda tawa, dari kata dalam bahasa Arab: "arq”, yang punya arti "distilasi". Di kawasan Timur Tengah dan Timur Dekat, istilah “arak" romantisme, percaya diri, keterbukaan, solidaritas, kepasrahan, rasa ingin tahu, biasanya digunakan untuk menyebut minuman keras yang kesetiaan, kekuatan, keramahan". Saya disuling dari anggur dan dibumbui dengan adas. Arak kelapa dianggap oleh sebagian umat agama Islam sebagai “celah” yang pasrah menikmati kondisi setengah mabuk cuma saja, mengangguk dalam menghindari larangan agama karena bukanlah terbuat sepenuhnya menyetujui pendapat kawan dari biji-bijian atau buah, melainkan dibikin dari air nira mayang palem sehingga memungkinkan konsumsi tanpa melanggar saya itu. aturan agama. Sementara itu, kata “arrack” dalam bahasa "Arak yang memabukkan Inggris telah dianggap oleh para ahli berasal dari kata "areca”, benih palem yang berasal dari pohon pinang di hutan tropis malam yang kesepian. lembab India dan digunakan sebagai bahan dasar untuk banyak jenis arak. Di Sri Lanka, kata “arak” berasal dari bahasa Ah, kenangan! Sinhala “arakku”. Tuang saja, lagi dan lagi, Terlepas dari asal-usulnya yang beragam, kata “arak” telah sampai pagi iri." menjadi istilah untuk sebagian besar minuman beralkohol suling yang diproduksi di seluruh Asia dan Mediterania Timur, Kami berdua pada saat itu mabuk dengan walaupun saling tidak berhubungan. Hal ini sebagian besar sebaik-baiknya, mengganyang empat botol arak dan enam botol bir dan banyak disebabkan oleh proliferasi pengetahuan penyulingan di seluruh Timur Tengah selama abad ke-14. Setiap negara rokok, ngobrol ngalor-ngidul sampai menamakan minuman kesempatanuntuk beralkoholnya sendiri dengan akhirnya punya menggunakan berbagai bentuk alfabet Latin dari kata sama mengolok-olok subuh yang dinginnya yang identik dengan istilah distilasi pada saat itu: “arak", "araka", "araki", “ariki", "arack", "raki", "raque”, "racque", "rac”, "rak", "araka".

Arak, atau minuman beralkohol pada umumnya, sangat memengaruhi sistem saraf dan otak. Saat berada dalam kondisi mabuk di bawah pengaruh arak, orang-orang merasa senang dan bergembira serta bakal lebih mudah untuk membikin kontak dengan orang lain dan lebih gampang untuk mengekspresikan diri. Hal ini memperlambat aktivitas sistem saraf pusat sedemikian rupa sehingga informasi berjalan lebih lama di sepanjang serabut saraf. Orang-orang mabuk biasanya menjadi lebih santai dan percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri, sementara kesanggupan untuk bereaksi menjadi agak berkurang dan gaya bicaranya terkesan menceracau.

Arak juga memengaruhi rasa keseimbangan, mengubah kepadatan jaringan dan cairan di kuping. Semakin banyak kadar dan jumlah alkohol yang dikonsumsi, semakin besar pula perubahannya sampai akhirnya keseimbangan hilang sepenuhnya, yang membikin kaki gemetar dan goyah

sungguh jahanam dan kemudian pamit tidur pada matahari pagi yang kesiangan.

Umumnya, arak -- dan minuman beralkohol jenis apa pun -- dianggap tidak sehat dan berbahaya. Namun, hei!, bukankah setiap orang -- termasuk kita, saya dan kamu -- berhak sesekali mendapatkan kesenangan dalam hidup ini? 火火火**

Beberapa hari sebelumnya, saya menyanggupi permintaan seorang kawan untuk memberikan kontribusi tulisan bagi zine yang dia kelola. Untuk melakukannya, saya telah menghabiskan sepanjang hari ini dengan mengingat-ingat pengalaman mabuk-mabukan saya yang dibantu oleh, tentu saja, sebotol arak lokal. Tidak semua saya tulis di sini -- ada yang terlewat begitu saja, ada yang memang tidak ingin saya ceritakan. Saat menuliskan segala macam omong kosong ini saya menyadari bahwa saya bukanlah penenggak alkohol yang andal dan, seperti yang sudah saya singgung di awal tulisan, saya rasa-rasanya bukanlah seorang pecandu meski saya setidaknya punya semacam “gen alkoholisme” dan lingkungan yang saya akrabi selalu bersentuhan dengan mabuk-mabukan. Sekarang ini saya cuma menenggak arak semampunya untuk menghilangkan penat selepas membudak. Ada banyak jenis minuman keras di dunia, dan sedikit waktu untuk mencicipi semuanya. Ucapan klise, memang. Namun saya pikir saya memang tidak harus mencoba semua jenis minuman keras yang ada, dan pula saya tidak punya tanggung jawab moral untuk selalu menyetujui ajakan mabuk-mabukan.

Meski begitu, saya masih suka kumpul-kumpul dengan kawan-kawan kolektif selama berjam-jam dalam satu acara yang terencana atau sekadar bertemu untuk bergunjing sampai pagi -- dengan atau tanpa alkohol. Kenikmatan atau kenyamanan setelah menenggak dua-tiga gelas arak dan tidak mabuk konyol adalah suatu kemewahan yang masih terasa baru bagi saya, nyaris sama seperti menyaksikan matahari terbit sambil menghela napas panjang-panjang penuh rasa syukur pada pagihari. Ini bukan berarti saya telah membunuh hasrat untuk mabuk gila-gilaan, hanya saja saya sekarang ini lebih selektif untuk melakukannya pada momen khusus tertentu. Saya bersyukur bisa sampai dalam tahap ini, sebab ini bukanlah situasi yang sepele. Tidak ada solusi yang sederhana saat terjebak pada situasi yang mengaburkan marabahaya dan euforia dalam satu hentakan.

Saya telah mengalami terlalu banyak kehilangan waktu dan cinta, terlampau sering merasakan trauma yang tidak perlu dalam hidup yang saya rancang sendiri. Seiring bertambahnya usia pada tingkat kecepatan yang mengerikan, saya semakin paham bahwa membikin dan menyimpan kenangan adalah tugas penting yang kian mendesak. Saya masih ingin mengalami kegembiraan manusia dan kebersantaian yang selalu ditawarkan oleh alkohol, namun dengan lebih selektif dan menyadari ambang batas diri sendiri. Pengalaman telah kasih-tunjuk bahwa itu merupakan mekanisme bertahan hidup yang cukup penting untuk mencegah saya menjadi badut konyol dan pesakitan yang seringnya malah merepotkan kawan-kawan saya. Saya berharap andai saya bisa terus mentranskripkan pengalaman hidup saya, alih-alih menghapusnya, maka hal itu bakal tetap bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Selanjutnya, saya harus mulai rela menginsafi realitas bahwa saya sekarang hanyalah budak rendahan yang semakin usang-menua dan pahit dengan beberapa momen “sudah-pernah-mengalami-yang-seperti-itu" sebagai jeda untuk bernapas pada satu titik dari sebuah perjalanan.

火火*

Dari meja kecil di pojokan kandang kontrakan saya mengambil botol tanpa label berisikan separuh cairan bening, membukanya, lalu meruaplah bau arak lokal Malang yang tajam dan menyengat. Saya menuangkan segelas penuh, menyiapkan diri menerima guncangan, kemudian menenggaknya seperti seorang pesakitan meminum satu dosis obat pagihari. Cairan itu rasanya aneh layaknya asam nitrat, dan setelah menelannya,

batok kepala rasanya seperti diketok pentungan hansip. Namun, sesaat kemudian, rasa hangat yang

melenakan mulai mengokupasi sekujur tubuh dan dunia mulai kelihatan lebih ceria serta masuk akal. Saya melinting tembakau dengan agak sembrono, menyulutnya, mengisapnya dalam-dalam, lalu duduk bersandar di tembok kamar menghadap rak sepatu dengan tatapan kosong--

----bangsat, tangan saya kram!

Detik-detik berlalu. Saya tidak menyadari apa pun, kecuali rasa gatal di tumit kaki saya, gelas beling kosong di rak sepatu, dengungan musik Godspeed You! Black Emperor yang memang saya setel sedemikian kerasnya, asap rokok lintingan yang menari-nari di udara, dan sekelumit kemabukan oleh arak lokal tersebut.

“Aku mengandaikanmu serupa arak yang kutenggak waktu malam berkelindan dengan hitam, lalu barisan jangkrik yang beradu dengan derum mesin-mesin peradaban menginjak sepi di batok kepala, sementara dingin luruh lepas dari jangat NOLINARI dan jatuh ke lembah sempit 0] menggasak bunyi suara masa yang telah lalu. Aku mengandaikanmu serupa arak yang kutenggak saat malam berkelindan dengan hitam,

(O】

lantas senyum dalam potret usang menikam dendam hingga enyah gigil kali ini, meski kekalahan masih bersembunyi

SAILEYS

di balik desah napas dengan belati yang siap menghunus bagian tubuh sebelah kiri. Aku mengandaikanmu serupa arak PERNOD yang kutenggak ketika malam berkelindan dengan hitam, kemudian wajahmu tegak menjunjung rindu di ingatan, dan kini aku punya alasanOLMECA untuk terus berdiri menantang kenyataan dan masa

CURCAO

depan tanpa rasa takut terbunuh sia-sia di lembar takdir yang getir."

Alkohol -- layaknya bersanggama, puisi, dan musik punk -- bakal terasa lebih nikmat dan lengkap saat kita sedang tidak sendirian. Ketika Billy Idol menulis trek Dancing with Myself (semacam lagu tema untuk merayakan kesendirian yang puitis), dia membayangkan sedang bernyanyi di depan kerumunan orang banyak yang saling berbagi minuman keras, sementara beberapa di antaranya mengangguk-angguk, sebagian lainnya bersenandung kencang, beberapa menari kegirangan, dan sisanya menggumamkan “amen-ra!" di sudut ruangan ... sampai lagu hebat dan momen mabuk-mabukan berikutnya.

Jadi, untuk menutup omong kosong yang sudah terlalu panjang ini -- mabuklah, bersanggamalah, mari berbagi cerita dan bersenang-senang dengan beberapa teguk arak atau minuman beralkohol lainnya! Sekarang juga!

ABSOLUT RAMAZZOTI MOLINARI Havano VODKA BECHEROVKA PERNOD Club AMARO GRIGINAL OLMECA Lizxo 3 AÑoa ambuca

BAILEYSCURACRO

extra ORIGINAL 0 CURACRO

SOKLUS

WoLy #1Frdi-6-

HAOP!

2 日 司

OITE

UDAH

CAKEP LEGALYUK B CUZZ

OTW

5 1 SERUPUT PERTAMA E

GLER

erF WOL

GLE CIU WOL TERUS SAM

TIDUR TROTOAR

J31A

PosoTive

STAY

ojok

CONTR

OL SEMBB

:AKU SKIP

:SAK PUTERAN MANE' A

LOOSER!!

MITOS ITU BERNAMA

BUDAYA PERLAWANAN

Edrea A.J. Pekerja dengan upah murah, Pegiat zine "Sisa Kertas", Filsuf Gagal dan Musisi Tidak Terkenal [email protected]

Terserah kalian nantinya menilai tulisan ini sebagai review buku yang memiliki ketajaman pisau analisis atau hanya essay murahan yang mencerminkan kedangkalan berpikir si penulis. Dengan segala keterbatasan dalam membahasakannya, saya mencoba memberanikan diri untuk mengulas buku yang nyatanya butuh waktu lama bagi saya untuk memahaminya. Sebenarnya saya sudah seringkali dimarahi oleh seorang teman perihal terus menerus mengulang kalimat pembuka dengan nada-nada inferior. Hal tersebut saya lakukan karena selain agar tidak terlalu mengumbar kebodohan, mungkin bisa saya gunakan sebagai semacam self defense jika ternyata ada banyak kesalahan atau ketidakcermatan dalam menyusun opini-opini yang ditawarkan. Well, meskipun terdengar seperti memakasa kalian untuk menerima kebodohan saya sebagai suatu kewajaran, tapi mungkin beginilah adanya gaya penulisan saya.

Baik, mari kita mulai.

Mungkin banyak kawan-kawan yang sudah pernah membaca buku yang berjudul asli “The Rebel Sell". Ya, buku yang ditulis oleh dua orang sekaligus bernama Joseph Heath & Andrew Potter ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus & Paramitha Ayuningtyas Palar dengan judul “Radikal Itu Menjual". Agaknya buku ini memang secara khusus mengkritik budaya tanding yang lahir dengan keinginan mendobrak tatanan yang sudah mapan dalam masyarakat, dan tujuan besar utamanya adalah meruntuhkkan sistem kapitalisme.

Jangankan menggoyang system yang mereka lawan, Joseph & Andrew justru berpendapat bahwa budaya tandinglah yang menguatkan sistem kapitalisme itu sendiri. Diawal-awal halaman saja mereka berdua sudah berapi-api menuding banyak pihak yang mengaku memiliki semangat perlawanan terhadap budaya konsumerisme malah "menjadi salah satu kekuatan utama pendorong kapitalisme konsumtif" itu sendiri. Mulai dari majalah Adbusters yang memprakarsai Buy Nothing Day', si Vans yang ingin membuat basi si Nike, Dr.Martens yang menjadi sepatu idola dan pencapaian estetika bagi punk dan skinhead, hippies dan pemburu kekerenan, aktivis pecinta lingkungan hingga film American Beauty dan Fight Club pun tak luput dari kecerewetan mereka berdua.

Salah satu kritik mereka menyatakan bahwa, pemikir budaya tanding sedari awal menawarkan gagasan 'menjadi beda' sebagai sebuah pemberontakan atas upaya penyeragaman oleh kapitalisme yang kemudian menjadi penyebab merajalelanya budaya konsumerisme. Menurut mereka disitulah salah satu kekeliruan budaya tanding dalam meletakkan pondasi idenya. Konsep menjadi beda' justru memicu orang agar serupa layaknya socia/ climber yang saling berebut untuk menaiki puncak tangga ke-keren-an. Mereka menuduh budaya tanding “adalah mitos yang menyesatkan sejumlah besar orang” sejak awal kemunculannya hingga hari ini.

Jika boleh menyimpulkan, sepertinya mereka berpendapat bahwa gagasan budaya tanding terbukti gagal membebaskan masyarakat dari sistem yang zalim. Aksi-aksi pemberontakan dengan menggunakan simol-simbol yang nampak subversif itu tidak pernah benar-benar menjadi ancaman bagi kapitalisme. Musik, pakaian dan segala macam produk budaya tanding lainnya hanya menjadi nilai citra yang justru dengan mudah dicuri' kemudian dijual' kembali dan pada akhirnya mau tidak mau memaksa kita untuk menelannya. Itu mungkin sebabnya di bawah judul buku ini ada pertanyaan yang terasa menohok, “Budaya Perlawanan atau Budaya Pemasaran?"

-Para Jagoan Yang Menyedihkan

Nah, dari pemaparan kedua penulis tersebut kita bisa pencapaian tertinggi bagi sebagian orang dalam tahu bagaimana ide-ide budaya tanding yang selamaupaya menerapkan nilai-nilai pemberontakan. Hal ini dianggap revolusioner pun bisa menjadi bahanitu yang kemudian menjauhkan kita dari apa yang lelucon dan olok-olok. Apalagi mereka yang di skenaseharusnya menjadi inti dari pemberontakan itu dan berterus terang mengadopsi nilai-nilai budayasendiri, yaitu melawan sistem yang menjadi biang keladi dari ketertindasan dan ketidakadilan. tanding itu sekedar dandan a la pemberontak dengan macam pernak-pernik dari ujung rambut sampai pangkal jembvt; mengadakan gigs tanpa membangunBahkan mungkin seringkali mereka lupa bahwa asas kulturperlawanan itu berseberangan dengan narasi yang jelas; membuat band nampak bersikap tanggap isu sosialtapi nyatanya hanya kumpulansemua hal yang berunsurkan penindasan. Contoh apatis yang menjual lirik-lirik politis. Belum lagi dramakecilnya: tidak jarang kita menyaksikan di di skena tentang lebih memilih saling sindir di kolomtongkrongan bagaimana kebiasaan memaksa status ketimbang menyampaikan langsung danmasih kerap kali terjadi ketika ritual mimik jahat sedang dilakukan. Meneriaki temannya sendiri membuka dialog yang sehat; dan yang paling parah ketika harus berkelahi karena hal sepele: tidakdengan sebutan yang merendahkan, menyoraki mampu mengontrol pengaruh minuman beralkohol. dengan nada meremehkan hanya karena temannya itu menolak dengan halus ajakan minum ataupun Sepertinya Tuan Heath & Tuan Potter tidak perlumerasa sudah tidak sanggup menenggak sloki menyuguhkan dalil-dalil dari Freud, Marx hinggaberikutnya. Hal itu seperti menjadi hal yang lumrah Baudrillard -yang justru digunakan-untuk bahkan pada titik ekstrim mungkin bakal jadi budaya. Seakan-akan banyak mematahkan gagasan budaya tanding agar terlihat dengan menghabiskan berbotol-botol minuman itu adalah sia-sia jika saja mereka mengetahui contoh fakta perbuatanwajib harus sederhana yang saya sebut terakhir barusan. Alasan yang layak bahkan dilestarikan di ide-ide saya memilih contoh yang disebutkan terakhir untuk kalangan penganut pemberontakan,seolah-olah mereka mencapai sedikit dibahas ialah selain karena hal yang paling dari nilai pemberontakan jika remeh sekaligus paling dekat, ini semata demiderajat tertinggi menyesuaikan tema yang disepakati di edisi kali ini.melakukannya. Ujung cerita dari contoh kasus seperti itutidaklain adalah konfliksosial; Haa.. perkelahian antar sesamayang tidak ada manfaatnya. Percayalah, berasagagah dengan Yap, alkohol tidak bisa begitu saja dilepaskan tampang kumal, sangar dan keterkaitannya dengan budaya tanding. Tentu setiapmemasang generasi punya cara dan alasannya sendiri dalam memaknai pilihan menenggak minuman beralkohol. Maka saya akan mengambil garis besarnya; selain sebagai sarana rekreasional dan relaksasi di sela-sela rutinitas yang memuakkan alkohol diyakni mampu menjadi instrumen untuk bersosialisasi; 'alat bantu' mempererat keakraban sekaligus berbagi canda dan cerita. Namun dalam realitanya kita justru sering menemui hal-hal konyol akibat ketidakmampuan mengendalikan efek dari mengonsumsi alkohol seperti berkelahi, menggangu erang yang sedang paearan kenyamanan orang lain bahkan cenderung nekat menggoda pasangan orang melakukan aksi kejahatan.

Belum sampai pada tahap wacana kritis yang ingin dibangun, seseorang atau sekelompok yang mengaku pemberontak budaya tanding ini terkadang masih terjebak dengan stigma yang sebenarnya dilahirkan dari rahim tradisi buruk mereka sendiri. Cap pemabuk, biang onar, berandalan, dan tidak punya masa depan seakan menjadi pencapaian tertinggi bagi sebagian orang dalam upaya menerapkan nilai-nilai pemberontakan. Hal itu yang kemudian menjauhkan kita dari apa yang seharusnya menjadi

dan petentengan sama sekali tidak ada hubungannyaSuka atau tidak, seperti yang teman saya katakan, substansi dansemangat-semangat dengan kita harus berani mengakui kegagapan kita pemberontakan. menerima gagasan entah dalam bentuk budaya atau apapun. Kita terkadang bingung mana yang Tentu kita tahu bagaimana alkohol itu bekerja dalamseharusnya diadopsi untuk kemudian diterapkan. tubuh kita. la memberikan berbagai macam sensasi;Seringkali kita hanya memakai simbol-simbolnya euphoria, sedikit oleng, kepercayaan diri bertambahtanpa mau tau makna apa yang sesungguhnya seiring dengan semakin memudarnya pandanganterkandung di dalamnya. Persetan dengan esensi mata yang memungkinkan kita untuk sejenak tidakdari sebuah gagasan, semenjak nilai citra jauh lebih mampu berkonsentrasi dengan baik dan bersiapberarti bagi ajang pamer eksistensi ketimbang melakukan tindakan gegabah bahkan cenderungmengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. memalukan. Tapi bukankah justru di situ letak poin pentingnya. Di mana kita seharusnya menggunakan alkohol sebagai 'sarana latihan' untuk mengendalikan Senyatanya, mengubah sistem ke arah yang lebih diri, bukan malah menjadiknnya pembenaran untukbaik dan berkeadilan tidak cukup jika hanya jadi sok jagoan dan unjuk aksi. Barangkali bisamelakukan kegiatan yang nampak memiliki kesan dijadikan sebagai semacam perangkat simulasi:perlawanan seperti: mengorganisir gigs tanpa ketika menghadapi kondisi apapun kita tetap mampusponsor; membentuk band dengan musik ngebut; berpikir dengan jernih dan belajar mengambil membeli kaos atau merch band-band cadas; keputusan terbaik di saat momen-momen krusialataupun melakukan perjalanan lintas kota yang kamu sebut DIY tour. Berbekal semangat terjadi. kemandirian, anti mainstream dan keinginan Jadi, salah satu nilai manfaat yang seharusnya bisamenjadi beda akan menjadi senjata yang tumpul di diambil dari mengonsumsi alkohol adalah sembarihadapan dominasi sistem kapitalis, jika hal tersebut merayakan kelupaan sementara akan segalatidak dibarengi dengan usaha untuk membangun kepahitan hidup, kita bisa saling melempar ide danwacana kritis dan kemauan untuk belajar. Apalagi gagasan untuk sama-sama menggali makna danhanya dengan modal napas bau alkohol dan menemukan kesadaran baru beserta prakteknya, berpakaian a la sak karepku dewe. Seperti yang bukan malah saling melempar makian dan botoldikatakan Joseph & Andrew, “Asyik mungkin, tapi minuman untuk menunjukkan siapa yang berkuasabukan dengan ini gerakan-gerakan sosial progresif dan paling jagoan. Karena perubahan bukan hadiahdibangun". yang secara cuma-cuma diberikan, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. MungkinMari kita periksa kembali apa yang sudah kita terdengar klise, tapi itulah kenyataanya. Mereka yanglakukan sebagai kaum penganut budaya tanding, pegiat skena atau apapun istilahnya. berjuang dengan semangat & kesungguhan saja tidak cukup punya jaminan untuk membuat suatu Jangan-jangan kita sendirilah yang menyebabkan cita-cita itu mudah tercapai, apalagi diperoleh hanyamasyarakat jadi saling terasingkan. Barangkali kita dengan mengangkat gelas; lalu terkulai lemas;tidak menyadari bahwa hasrat kita yang ingin jadi kemudian ketika terbangun dari tidur pulas berharapsok asyik itu menjebak kita pada eksklusivitas yang sudah terbebas dari jerat sistem yang menindas. Ahh.. justru tidak memiliki nilai upaya lebih untuk Nina bobo tentang pemberontakan yang aduhaimenumbangkan hegemoni sosial oleh kapitalisme. merdunya. Sampai akhirnya kita sadar, bahwa selama ini ternyata kita hanya menyediakan panggung untuk kontes berburu ke-keren-an, hingga kemudian -Dongeng Pemberontakan: Trendy Kekinian, orang di luar kelompok kita mengecapnya sebagai Dedikasi & Harapan sebatas kenakalanremajadanbentuk Ada baiknya kita tidak serampangan menyebut penyimpangan sosial -ironisnya beberapa dari kita justru menuntut pengakuan pada pemerintah penulis buku Radikal Itu Menjual' sebagai konservatif maupun masyarakat- budaya keparat; pembawa nilai-nilai kuno sekaligus menganjurkan kita agar ikut terseret arus konformitas Tulisan atau ulasan ini bukan semacam panduan zaman. Jika membacanya dengan perlahan, manual bagaimana agar menjadi seorang pesan-pesan dalam buku tersebut mungkin bisa pembangkang yang baik dan benar; bukan pula diartikan sebagai tamparan keras atas keangkuhan nasehat moral yang menganjurkanmu untuk kita yang selama ini merasa punya kesadaran lebih bertobat dari kesenangan-kesenangan duniawi; dibanding dengan orang lain; memiliki peta makna' apalagi memaksamu untuk mengakui dosamu yang digunakan sebagai pedoman dalam memahami sebagai pecundang sejati peradaban. Anggap saja dunia yang sedang tidak baik-baik saja.

Msebagai penafsiran isi buku yang sembrono dan memiliki tingkat riwayat sanad yang dhaif. Setidaknya Mkita bisa mengambil hikmah dari wacana kritik buku tersebut. Menjadi cermin besar untuk memperlihatkan kesalahan gestur dan gelagat kita dalam mengupayakan nilai-nilai kebaikan agar teciptanya masyarakat yang egaliter dan keberlangsungan hidup tanpa adanya penindasan. Jika buku ini ibarat kotak pandora yang terbuka, maka tentunya masih ada satu yang tersisa: Harapan ditemukannya sebuah gagasan baru

yang lebih ampuh untuk membongkar kemandegan, ketimbang cuman terbangun dengan kondisi badan

terasa remuk, kepala sakit, dan penuh lumuran muntahanmu sendiri akibat hangover, sisa mabuk semalam. **

Oh, ya.. Kiranya kamu tidak punya hak untuk gusar, tersinggung bahkan murka atas apa yang tertulis disini terlebih kepada saya secara personal. Karena gambaran tersebut memang benar adanya. Jika ada kesamaan contoh attitude seseorang yang saya sebutkan -mirip dengan temanmu atau bahkan dirimu sendiri–, persoalan ataupun cerita itu juga terjadi di skenamu, maka itu adalah kebetulanbelaka dan tidak ada unsur kesengajaan. Sebab semua deskripsi tersebut saya ambil dari kota yang saya tinggali dan semua ciri identitas seseorang tersebut adalah saya sendiri, atau setidaknya semua ketololan itu pernah -bahkan mungkin- masih saya lakukan. Apa kalian tega, marah kepada orang kurang waras yang berusaha menasehati dirinya sendiri 8-9 tahun lalu? Sekejam itukah kalian kepada pemuda macam saya

yang sering mengasihani diri sendiri dan ingin berbicara pada masa lalunya?Hiks.

BEER

READ

zine

CHEERS

AKU bercita-cita lngin menjadi I'm Losing my mindpemabuk berijazah bukan tutang gambar gini but THANK GOD judul lustrasiini: I didn't Losing SISI SUCI ALKOHOL YANE KOLAM

MY ALCOHOL

apakah AL KOHOL lebih baik dari AL KAFIRUN Yg ditujukan pada manusia yg belum tentu kafit? mabuk alkohol. makasih Tuhan namanya juga atas ragi dan segala buerhan tenang saja kawan Yg bisa aku d corga katanya adaFermentasi menjadi alkonol Sungai yg airnya ltu berasal dari angur merah wong mendem kui BEBAS!!!

walaupun Pemabuk ilustrasi ini dipersembahkan deh: jangan lupa berbakti minuman golongan B(-/+)20%VL sama orang tua

GIGS ALKOHOL

  • JULIANSADAM
    "Ayo mne ndelok gigs. Pat-pat ngombe sek bro" penggiat skena antar kota, ngobrol ngalor-ngidul

  • Sobek dan sering kali berakhir dengan membopong salah
    Gigs dan alkohol, bagi saya dua hal ini rasanyasatu kawan yang begitu mabuk sampai aman, yah, sangat terikat dan sulit untuk dilepaskan sepertiitu adalah satu kesatuan utuh romantisme gigs dan pena dan kertas, handphonemu dan chargernya,alkohol. palu dan arit, anca dan tas carriernya, edrea dan bolip, dan analogi-analogi lainnya yang juga saling Ada lagi yang berkesan diantara romantisme gigs terikat. Menonton gigs tanpa meneguk alkohol itu dan alkohol adalah selalu ada saja pelaku resek seperti anda sedang menonton bokep, dimana anda dengan beribu motif, karena memang ada saja hanya bisa melihat tubuh bugil bintang porno namun masalah yang timbul, misalnya saat sedang tanpa bisa menyentuhnya, akhirnya coli. So Pathetic berpogo ria lalu tanpa sengaja terkena pukulan atau bro.. Karena gigs bukan hanya kita datang, tendangan kemudian saling tidak terima dan resek, menonton band yang kita suka, merokok dua atau motif lainnya seperti dendam lama pada batang, lalu pulang, lebih dari itu gigs adalah tempat seseorang yang tidak sengaja dipertemukan berkumpulnya orang-orang yang berani melampaui kembali di gigs dan dendam itu bersemi kembali, batas pikiran mereka sendiri, mereka yang dari latar haha.. yang sering membuat saya bertanya tanya belakang berbeda berkumpul di penghujung pekansiapa sebenarnya yang harus disalahkan saat hal menjadi satu saling sapa, transaksi, patungan,itu terjadi? Orang yang mabuk? Tapi namanya juga orang mabuk. Atau alkohol? Ah tentu saja bukan, bertukar ide, gagasan, sampai rasan-rasan pun karena alkohol adalah teman anda, teman saya berserakan dalam gigs. juga, teman kalian semua. Atau memang diperlukan Hal yang asik saat anda meneguk alkohol waktukesadaran untuk minum dengan tanggung jawab? Hmm coba kalian lihat meme berikut: nge-gigs adalah ketika anda sudah dalam kadar mabuk yang pas, otomatis ada syaraf di otak yang rasannya langsung menggerakan lidahmu untuk

DRINK RESPONSIBLY?

memancing suatu obrolan, bahkan ke orang yang tidak dikenal lalu kenalan dan kemudian menjadi akrab seketika, whahaha.. jika anda pernah mengalami hal itu maka anda adalah teman saya, mungkin kita pernah tanpa sadar bertemu di sebuah gigs dan ngobrol panjang lebar kesana kemari saat mabuk, lalu di kemudian hari saat sadar kita kembali bertemu dan kita saling curi curi pandang sambil mencoba mengingat “siapa orang ini?" "Sepertinya pernah bertemu..” tiba-tiba hilang ingatan akan keintiman obrolan kita di pertemuan sebelumnya, dan setelah beberapa teguk alkohol kemudian, ingatan itu muncul kembali dan kita menjadi akrab lagi. Haha.. thx to alcohol for this.

SHHIIT...RESPONSIBILITY-IS

Dan apabila sebuah gigs turut dimeriahkan

WHYIDRINK.

band-band dan penonton luar kota, gigs juga Hahaha, dari pada sibuk menyalahkan, saat ada menjadi tempat bertemunya para peminum antar kota antar provinsi yang seringkali membawayang berbuat resek di gigs saya lebih memilih cuek minuman keras khas daerahnya masing-masingdan tidak ikut turun tangan, mungkin begitu salah dan otomatis gigs menjadi tempat pertukaransatu cara seseorang menikmati gigs. Kalau kata minuman lokal dari tiap daerah. Pernah bahkan saat kawan saya, “gigs bisa jadi taman bermain bagi saya menonton sebuah gigs di Malang, dalam siapa saja yang memiliki semangat berbagi. lya, semalam saya meminum sekitar tujuh macam se-sederhana itu”, resek dan berkelahi juga kan minuman keras dari tiap daerah, terhitung Arak berbagi, berbagi pukulan, jotosan, dan kesusahan. Trojan, Ciu Bekonang, ChongYang Semarang, Jadi minum apa kita malam ini teman? Paloma Bir? sampai Arak Bali, ditambah minuman minuman Mansion Cola? Atau Arak Beras Kilin? Astaga! Saya botol ber-merk lainnya woooosshh.. bertemu kawan lupa deadline skripsi satu bulan lagi. Cok!

lapo le? iyo cak kok sajake mrengut wae mikir kerjo werr sek toh.. dadi kuli isin karo kancane

Ihadalah

thadalah, kudune kowe harus bangga

sampean kui

kowe wes menang tinimbang kancamu

mendem

kowe wes wani dadi kuli, tapi kancamu

tapi jan bener

durung tentu wani th...

tenan amonge, yowes tak angkat yo cak...

hahahancok... endinge mesti

mendem boleh, bodoh jangan.

aku rugi

tuku sebotol mane gih

caktu to utur

ALKOHOL, STIGMA, DAN

DINAMIKA MASYARAKAT KITA

  • OBIKIN
    Alkohol. Dalam dinamika masyarakat Indonesia tidak lepas pada kontroversi yang tak kunjung usai, seperti menunggu janji pemerintah terhadap para aktivis aksi kamisan yangditafsir sebagai barang haram menanti-memaki kebenaran yang tak pernah pasti. Pertama,adalah seseorang (pendakwah) alkohol selalu tidak pernah lepas dari kata "haram", hal ini pasti melakukan penafsiran yang selalu terdengar dalam setiap ceramah atau pidato keagamaanterhadap ayathanyasecara dengan menggunakan kutipan dari beberapa ayat. Kedua,sederhana menafsirkan ayat, tetapi problem tersebut yang memposisikan alkohol sebagai minumantidak melihat secarakontekstual pada situasi-kondisi yang memiliki pandangan negatif, serta minuman alkohol sendiri masyarakat tidak bisa di diskusikan di sembarang tempat atau denganmasa kini dan mengaitkan pembacaan secara historis

sembarang orang, karena kembali pada penjelasan yang

pertama penulis tentang minuman alkohol yaitu “haram”.mengapa ayat tersebut bisa keluar Sebelum melebar, penulis ingin menjelaskan dahulu mengapadan melarang alkohol. pandangan haram ini bisa muncul untuk menjelaskan sebuah pandangan mengapa minuman alkohol mendapat posisi negatifDalam Agama Islam sendiri, dalam cara pandang masyarakat dewasa ini. meminum minuman yang mengandung alkohol dilarang. Salah Hal yang harus digaris bawahi adalah bahwa alkohol tidaksatu ayat dalam kitab mengatakan menghapus keimanan seseorang, misal: pembaca saat ini (yodalam arti bahasa Indonesia, “[5:90] kon sing moco tulisan iki), saat sedang membaca tulisan penulisHai orang-orang yang beriman, ini sedang menenggak alkohol (misal bro) lalu seketikasesungguhnya (meminum) khamar, pembaca tidak beriman terhadap tuhan nya? Ya tentu tidak,berjudi, (berkorban untuk) berhala, meskipun pembaca sampai mabuk oleh kadar alkohol hal itumengundi nasib dengan panah, tetap tidak mengubah keimanan seseorang. Keimananadalah termasuk perbuatan syaitan. seseorang akan berubah bukan karena alkohol tetapi karenaMaka jauhilah perbuatan-perbuatan terdapat pengaruh orang lain, lantas alkohol bersalah dimanaitu kamu mendapat agar jika dia tidak mengubah keimanan seseorang? Alkohol tidakkeberuntungan." Hal ini bisa bersalah karena dia hadir merupakan tradisi budaya, bukandianalisis dengan konteks dewasa begitu saja keluar atau mbrojol. Yang menyebabkan alkoholini seperti bagaimana misal petani anggur bertempat tinggal di desa serta memiliki istri dan 4 anak yang masih harus menempuh sekolah dasar, dan pendidikan terakhir petani tersebut hanya lulusan Smp. Petani tersebutmemetik anggur yang nantinya dibuat sebagai fermentasi harus rela untuk anggur

HARAM!!

meninggalkan pekerjaan nya karena dianggap oleh seseorang (pendakwah) sebagai pekerjaan haram karena memproduksi minuman beralkohol, lalu apa pendakwah ini bisa mencarikan pekerjaan lain dan bisa membiayai istri dan 4 anak tadi untuk kehidupan sehari-hari mereka? Atau mereka hanya memaki dan menilai bahwa pekerjaan petani tersebut haram tanpa memberikan solusi?

sulingan Arak nya, otomatis logika sederhana nya adalah bahwa budaya dari masyarakat Indonesia dengan alkohol cukup dekat, dan agama dari dulu tidak pernah bertabrakan dengan tradisi tersebut,

TTTTTT

lalu kenapa kontroversi halal/haram tentang alkohol

keep your head.

hingga saat ini tidak kunjung usai?Inilah problem drink responsibly. yang aneh, yaitu alkohol mendapat stigma negatif karena posisi media massa. Pasti akan banyak yang bicara: ya pekerjaan selain menjadi petani anggur kek, buka usaha Bisa kita lihat bagaimana rokok, bir atau alkohol di kek, atau mencari pekerjaan di kota kek. Lah sensor dalam film atau bahkan sinetron, koran, kamu kira cari pekerjaan di kota gampang? Dengan meninggalkan desa dan memiliki statusmajalah selalu memposisikan alkohol sebagai lulusan Smp bisa membiayai keluarganyasesuatu yang negatif? Pembacaan ini yang seluruhnya gitu? Biasanya netizen yangmempengaruhi pola pikir masyarakat seperti koran komentar dengan celotehan seperti itu adalahmisal, mengatakan alkohol dengan sebutan masyarakat kelas menengah yang malas“minuman keras” lah ini yang menjadi problem, membaca. lya, membaca! Membaca situasialkohol sudah dianggap sebagai minuman keras, petani tersebut dan menaruh agama sebagaipadahal di Prancis sebelum memulai hidangan basis rujukan sebagai sebuah kebenaran utama masyarakat disana menikmati anggur/wine mutlak, mengerikan jeh. Hal ini yang harus dahulu. Siapa yang berbicara mengenai alkohol dirubah dan harus diingat pada seluruhsebagai minuman keras? Sekeras apa? Disinilah pembaca, bahwa ayat atau surat yang keluarletak negara bekerja dengan media sebagai alat diartikan

secara untuk mengatur kemauannegara. Logika
mentah-mentah. Pertama mengartikan surat itu dengan melihat sejarah pandangan negatif mulai dari agama hingga harus sederhana nya,

dari kitab jangan kita alkoholselalu mendapat

ayat tersebut ketika turun menjadi ayat pada penggambaran di media agar alkohol ini memiliki tahun berapa dan situasi sosial-politik yangnilai ekonomi yang rendah, akan tetapi pajak yang sedang berkembang pada tahun tersebut saattinggi sama seperti rokok. ayat itu keluar seperti apa, lalu setelah secara sempurna menafsirkan ayat itu Jadi alkohol ini dianggap sebagai sesuatu yang pembacaan terhadap sejarah. Maka dilarang atau negatif, nah otomatis harga penjualan pembacaan selanjutnya adalah dengan melihatpabrik haruslah murah lalu negara memukul pajak secara kontekstual pada tahun ini, tahun yangalkohol relatif tinggi dengan dalih bahwa alkohol kita rasakan ini dengan laju modernisasi, dalam mata masyarakat sebagai sesuatu yang globalisasi, situasi politik dan tradisi budayanegatif. Jadi negara mendapat keuntungan dari untuk melihat bagaimana peran alkohol di mata pajak alkohol karena memposisikan alkohol sebagai masyarakat. Baru kita bisa menilai sejauh manaminuman keras (miras). Nah jika alkohol ini akan mudah didapat seperti membeli jajan ciki atau es teh ayat itu bisa dipahami sebagai sesuatu yang di warung-warung otomatis gak bisa dong negara benar. Karena kebenaran sejatinya selalu dibentuk oleh kepentingan. bermain dengan regulasi pajak yang tinggi terhadap alkohol? Jadi otomatis kita sebagai masyarakat ini sudah kita Akhirnya sampai pada taraf ini, agama dibodohi berkali-kali, pertama sebenarnya tidak pernah salah karena yangdihadapkan oleh negara untuk harus mencari kerja, harus membeli rumah, harus menikah, harus salah selalu penafsir agama tersebut yang malas untuk membaca ayat itu lebih dalammembuat pesta pernikahan mewah, harus mencicil dengan mengaitkan secara historis danmobil, harus membeli handphone, harus konsumtif. kontekstual. Karena jika kita ingin meninggalkanDanDampak harus-harustersebut yang diskusi tentang agama dan melihat alkoholmengakibatkan sebenarnya kita dibodohi oleh dalam kacamata budaya, masyarakat Tuban,sistem-singkatnya sistem tersebut dinamakan oleh Jawa Timur itu sudah mendalami toak atau penulis sebagai ideologi aparatus negara. Jadi, fermentasi dari Legen. Budaya tersebut terjalinkapan kita mabok bro? dengan baik dan menghadirkan suasana guyub antar warga. Belum lagi masyarakat Bali dengan

teka-teki

SATIRE

3 2

9 11 10

MENDATAR

  1. Penulis “introduk-shit” edisi sebelummnya
  2. Sejenis hewan ungulata yang bermancung panjang dan berhidung leper
  3. Wakil gubernur DKI Jakarta
8. Acara pameran poster gigs, skena, dan kota Sidoarjo KUNCI JAWABAN TTS ZINE EDISI 3 MENURUN
1. AMORFATI
10. Keluarnya makanan/minuman secara 4. ANARKISME
paksa dari perut melalui tenggorokan. 5. DROWN
12. Tidak normal 7. LAPINDO 8.AGUNG
MENURUN 1. Minuman beralkohol yang dibuat dari 10. IMAJI 11. PETANI
beras 14. TOLERANSI
3. Perusak hasil karya seni dan barang 15.OZIL
sebagainya) 2. KETUBANMENDATAR
5. Sorakan Bersulang umum digunakan di Inggris 3. PROPAGANDA 6. ANAL
6. Pelaku seni 9. NGOPI
7. Tema sisa kertas zine edisi ini 12. ANWARCONGO
  1. sumbangan; sokongan; iuran

    berharga lainnya (lukisan, patung, dan

  2. Vagina

  3. ZINE

DEFF Matahari sudah berada di tengah-tengahsesuatu yang memang itu adalah suatu hal bahwa semesta,seperti biasa aku baru bangun di siangaku berharap akan bertemu dia secepatnya untuk hari karena semalam aku habis begadang danmelepaskan rindu “Kapan kamu pulang?”. Dia menenggak alkohol bersama teman-temanku dimenjawab “Besok aku pulang,tapi cuma sebentar”. tempat tongkrongan. Rutinitas membosankanSenang sekali. Sangat senang sekali. Akhirnya aku menghampiriku setiap hari. Kumulai mengambilbisa bertemu dengan nya lagi walaupun cuma air untuk membersihkan badanku,menggosoksebentar. Dengan berani aku menawarkan diri gigi,membasahi rambutku yang gondrong ini,danuntuk menjemput dia. “Boleh,tapi pesawatku pagi" mengusap-usap mukaku yang masih inginkanmemahami isi pesan singkat itu sebenarnya dia berbaring di dalam kamarku yang seperti kapalmempunyai pertanyaan yang sedikit meremehkan pecah. Lalu secara sengaja aku membuka"Emang kamu bisa bangun pagi?". Tetapi dia bukan telepon apa ada genggamku,melihat tipe perempuan yang suka meremehkan orang,itu pesan-pesan singkat dari seorang temanhanya perasaanku saja. Aku membalas pesan mengajakku ke kampus atau hanya sekedar aku akan singkatnya"Oke,besok pagi nongkrong di warung kopi dekat rumah. Tetapimenjemputmu di bandara”. Dia membalas pesan tidak ada sama sekali pesan-pesan singkat darisingkatku lagi “Sampai bertemu di bandara besok teman. Kebanyakan cuma seorang pagi,siap-siap 12 jam bersama ku”. Dengan pemberitahuan dari aplikasi-aplikasi tidak pentingtersenyum aku berkata dalam hati “Selamanya yang menawarkan produk terbarunya. Keluarbersamamu pun aku siap”. dari rumah,menyalakan motorku untuk membeli makanan berat di warung mbak tum spesialisHari sudah gelap,saatnya keluar nongkrong di makanan murah dan berporsi jumbo.warung kopi kancil bersama teman-teman. Pesan roda sembari Menggelindingkan melihatkopi susu panas sembari mengambil sebatang kawanan kelas pekerja dan kawanan pelajartembakau di kaleng rokok,berbincang-bincang yang memadati kota yang kecil ini. Aku pulangbersama teman-teman di pinggir jalan. Kopi susu kerumah menghabiskan makanan yang baru sajapun habis,segera merapatkan barisan bersama kubeli,lalu mencoba untuk menghibur diri denganteman bersiap-siap mengeluarkan uang 10ribu buku-buku. Sampai pada waktunya senja akanrupiah dari saku celanaku untuk pat-pat (patungan) tenggelam,tiba-tiba telepon genggamkumembeli sebotol alkohol. Alkoholpun juga turut berdering menandakan bahwa ada pesan singkathabis,saatnya berpamitan pulang ke teman-teman yang masuk. Ternyata pesan itu dari dia yangkarena pagi sekali aku sudah harus bangun. sudah tidak membalas pesan singkatku selamaSampai di rumah sesegera aku menyalakan alarm berbulan-bulan lalu. Pesan singkat menanyakanagar bisa bangun di pagi hari,takut keblabasan. sebuah kabar,"hai,apa kabar?" apa aku harus membalasnya? Setelah berbulan-bulan pesankuBangun di pagi hari itu sangat menyebalkan. Alarm tidak dibalas. Memang dia perempuan cantik danberbunyi aku bangun dari kasurku. Segeralah baik hati,tetapi kenapa pesanku tidak dibalas. Yamandi dan bersiap-siap. Telepongenggam jarak kita memang jauh,kamu sudah tidak disinikunyalakan,ada 2 pesan singkat dari dia “Aku lagi. Sudah tidak pernah jalan lagi denganku.memakai baju putih” dan “Pesawatku sudah mau Sudah mempunyai pekerjaan baru di ibukota.berangkat". Pesan singkat itu sudah 2 jam lalu. Sudah. Sudah. Sudah. Karena mungkin rinduBergegas aku menyalakan mobil. Ngebut di jalanan melandaku setiap hari kepadanya,kuputuskantakut telat jemput. Aaaarrggghhh!! jalanan macet untuk membalas pesan singkatnya berkatamembuat perasaanku sedikit gelisah. Membuatku bahwa aku baik-baik saja disini. Berlanjutlahgusar. Ayoooo jalan. Tak lama kemudian pesan pesan singkatku dengan dia. Memulai basa-basisingkat masuk “Kamu dimana? Aku sudah sampek di menanyakan bagaimana suasana di bandara”. Aku takut dia marah karena aku telat ibukota,pekerjaan barunya,orang tuanya, danjemput. Aku balas pesan singkatnya “10 menit lagi

banyak hal lain nya. Tiba-tiba aku bertanyaaku sampek,sabar ya”. Sekitar 30 menit aku baru

sampek bandara. Aku sudah berfikir yang tidak-tidak.Bertubi-tubi penyesalan melandaku. Beberapa Beruntung saat dia masuk mobil sambil tersenyum kesempatan telah kubuang sia-sia. Gobloknya. dia berbicara “Hai,katanya 10 menit" tertawalah dia.Blok. Goblok. Kata-kata itu menyerangku Dalam hati bersyukur dia tidak marah padaku. bertubi-tubi dijalanan. Sesampainya dirumah aku Sambil tertawa aku menanyakan sesuatu kepadanya mengambil telepon genggam di saku celanaku. "Ngapain pulang?". Ternyata dia punya janji dengan sebuah pesan singkat Mengirim dokter gigi lalu ATM dan buku tabungan nya hilang kepadanya,alhasil dia tidak membalas pesan sehingga dia harus meminta laporan kehilangan ke singkat ku. Aku menunggu dia membalas pesan kantor polisi terdekat lalu dia ingin bertemu singkatku sampai berhari-hari lamanya tapi tak denganku. Beberapa saat kita banyak mengobrol di kunjung dia membalas pesanku. Yah obat dari jalanan tapi beberapa saat juga aku harus menunggu sakit hati itu cuma satu yaitu alkohol,tetapi hanya dia mengurusi hal ini itu. Sampai pada akhirnya perut bertahan selama semalam saja,setelah itu ingat kami keroncongan, karena serangan jalanan yang lagi. Tetapi meskipun hanya sebentar setidaknya panas, padat, dan rumit. Kami membeli makanan alkohol telah menahan segala kebodohanku. Ayo cepat saji. Makanan cepat saji itu kami bawa kita minum alkohol itu. pulang,suasana di tempat itu sedang ramai dan tidak asyik untuk dibuat ngobrol. Sampai dirumahnya aku di sambut kucing yang lucu dan menggemaskan bernama UNI. Sembari makan dan menonton televisi kita banyak mengobrol tentang film AVENGERS, karena aku sudah banyak membaca review-review masa lampau dan masa depan tentang film itu di internet,maka itu adalah suatu hal yang sangat menyenangkan buat di jadikan bahan obrolan pada siang hari itu dirumahnya. Setelah obrolan itu selesai lalu aku bertanya “Kamu balik ke ibukota jam 000 berapa?". “Pesawatku jam 5 sore". Aku melihat jam tanganku waktu sudah menunjukan jam 1 siang. 4 jam lagi aku harus berpisah dengan nya. Aku mengajaknya keluar rumah,jalan-jalan ke suatu mall karena dia juga ingin membeli suatu barang disana. Sampai di mall kita banyak mengobrol sambil jalan,ngobrolin tentang pekerjaan nya,bagaimana skripsiku, keadaan ibuku yang beberapa hari waktu yang lalu sakit, dan kegiatanku menulis zine. Tak terasa2,5 jam berlalu. Dia minta di antarkan balik ke bandara. Dia kecapekan akhirnya tertidur sedikit pulas di mobil. Dalam hati aku ingin berbicara kepadanya tapi banyak beban yang membuat aku takut untuk mengatakan nya. Sampainya di bandara aku memberikan sebuah bukuyang berjudul Perempuan yang memesan takdir dan Titik temu. Yaa semoga aja dia membaca buku itu disaat suntuk atau bosan dengan rutinitasnya. Atau mungkin disaat dia ingat kepadaku. Perpisahan ku dengan dia akhirnya terjadi lagi. Dia mengatakan "Sampai jumpa If you drink lagi,main-main ke ibukota nanti tak ajak jalan-jalan". Aku membalas “Kalau banyak rezeki aku akan kesana,itu pasti" sambil tersenyum. Dan dia bilangenough vodka, "Makasih ya,kamu sudah 12 jam bersamaku dan makasih buat kadonya" membalas juga

it tastes like

senyumanku. Akupun segera menge-gas mobilku sedikit agak kencang dan berkata “Aku sayang love kamu". 12 jam bersamanya, rinduku kepadanya telah lepas. Sangat senang sekali. Tetapi betapa bodohnya aku tidak mengatakan hal itu kepadanya.

is the national EMOTIDN OHMY beverage where ON tOVE NO BEER vigor ant healt are the NO PAIN SAD!! Fule and nervousnes malt is a food, halt digest-e a tonic. of the lile ed,hops are HuFt fat!! ceptionLOSER 公

OPEN MIND

H

I'M GETIGTOO abeer

ona OLD FOR

But insisx

A> that is 口 THISSHIT beei i

find this in

SODA

GOD BLESSUS!

PEACE

Soda! Soda!

2702 20.46!P

DRUNK!

Ga00 soda!

4 A 2 A>WHAT INMIND GOOD IWAS BEER TIMES im outdoorsy GONNA that in LIVE BAD SAY?

LONG

DRUNKEN

FRIENDS Lihe getting drunk onpatios

mereka itu haruSnya berterimakasih Sama

kita.. kalo gak ada kita

hahahancok

kek gini gak mungkin

mereka di Sebut Suci

haha

Diksi

Embongan

III

Jika tidak ingin diganggu setan, bersekutulah dengan setan.

I see my future between your legs.

Berikan aku kunci motormu, akan kuguncangkan bakul minuman keras.

Ayo mabuk, buat kesalahan, dan salahkan semua pada alkohol.

Jika kamu tidak berbahagia, setidaknya kamu bisa mabuk.

Anggur Merah... Menantu nganggur, mertua marah...

Anak-anak dan orang mabuk adalah mahluk paling

jujur. Twinkle twinkle little star... Point me to the nearest bar...

Ada dua tipe orang di dunia ini; orang yang

minum bersamamu, dan orang yang membuatmu ingin minum. Dear life; whatever. motherfucker. whatever.

DARI LIQUOR HINGGA

MEMORABILIA TROTOAR

  • JOPI a.k.a MENEBARTERROR
    Berbicara soal alkohol, saya kembali teringatbisa dibilang seikhlasnya, sehingga siapapun pada tahun 2011 silam. waktu itu saya dan boleh patungan dengan dana berapapun dan sekecil apapun. budaya patungan dan minum beberapa kawan yang berjumlah 15 orang (mungkin lebih) sedang berkumpul untuk ngopi memang telah menjadi budaya yang berumur seperti biasanya di kedai kopi khas solo yang tua di negara ini. entah darimana budaya berlokasikan di samping kantor bank jatim dekat tersebut lahir saya tidak ingin tahu, yang saya alun alun sidoarjo. seperti biasa tidak ada yang ingin garis bawahi adalah kekaguman saya akan istimewa hari itu, sama seperti hari sebelumnya budaya itu. mengingat di abad ke 20 ini begitu banyak manusia atau pertemanan yang sudah

hanya saja secara kebetulan kawan-kawan yang

ada malam itu lebih banyak daripada biasanya. terkontaminasi dengan ego dan kepentingan saya lupa apa yang sedang jadi bahan obrolanakan diri sendiri, tapi tidak dengan kami yang malam itu mulai mencari kesepakatan kepada

kami malam itu, sepertinya hanya hal-hal

siapa kita akan membeli alkohol atau arak untuk random yang jadi bahan obrolan namun tetap dinikmati.

asyik sehingga beberapa dari kami ada yang

tertawa terbahak-bahak. lalu tiba-tiba salah Sampai pada akhirnya pilihan jatuh kepada 'Cak

seorang kawan nyeletuk "mumpung rame, ayo

pat-pat!" (mumpung rame, ayo patungan) tanpa su' salah satu produsen minuman lokal yang menanyakan patungan untuk apa, kami semua cukup melegenda di kota kami. setelah uang terkumpul dan pilihan yang sudah disepakati, 2 sudah tau untuk apa uang hasil patungan itu akan dibelanjakan. ya, alkohol. orang dari kawan kami mengajukan diri untuk berangkat ke kampung lemah putro tempat keberadaan Cak su yang menjual minumannya Dengan segera uang terkumpul. ada yang menarikdalambudaya patungan itu.secara sembunyi-sembunyi. sambil menunggu, kawan-kawan tidak pernah memasang obrolan terus dilanjutkan. hingga sampai pada saat kedua kawan kami tadi kembali sambil parameter minimum untuk dana patungan yang membawa 2 botol arak yang terkenal keras itu, lalu budaya minum hasil dari patungan tadi diberlangsungkan. saya masih ingat beberapa kawan yang duduk melingkar sambil menenggak alkohol bersama malam itu, kalau tidak salah mereka adalah Cungkring, anca dan andika (The shantoso), kismis, didit dan doweh (sleeping police), bruss (The sukudalu), yoga (Lgcb) dan masih banyak lagi. kami semua duduk di pinggir trotoar di sebrang kedai kopi khas solo malam itu, melebur menjadi satu, berbagi mimpi dan ideologi sambil meneguk alkohol hasil patungan tadi.

Gelas demi gelas sudah berlalu, beberapa dari kami berpamitan untuk pulang terlebih dahulu dengan alasan besok harus masuk kerja pagi hingga ketakutan tidak bisa masuk ke rumah karena lupa membawa kunci. tidak ada paksaan atau kalimat sarkas yang terucap ketika kawan-kawan berpamitan, seakan-akan kami

sudah saling mengerti satu sama lain. semakin sedikit dari kami yang bertahan padahal masih ada 1 botol lagi yang masih utuh, dan saya sudah terlalu mabuk sehingga sudah tidak sanggup untuk minum lebih jauh. akhirnya saya pun berpamitan untuk pulang karena besok harus masuk sekolah pagi, sekali lagi

tidak ada kalimat sarkas yang terlontar dari

mulut kawan-kawan yang ada malah kalimat

sulit untuk ditemui, beberapa juga masih tetap

seperti "iyo, ati-ati. suwun yo" (iya, hati-hati. berdiri di tempat yang sama seperti sebelumnya. terimakasih ya). Dan sekali lagi kawan-kawan saya yang pulang dalam kondisi mabuk hingga membuat saya semakin kagum dengan muntah di tempat tidur malam itu tidak merasa pengertian mereka yang tidak berkurang menyesal sedikitpun. sebaliknya, saya malah sedikitpun meski dalam kondisi mabuk. tidak merasa bersyukur pernah berbagi momentum itu ada yang jadi preman dadakan dengan bersama mereka. momentum yang sangat sulit melakukan tindakan-tindakan konyol ketika untuk saya rasakan kembali di hari ini. alkohol mereka sedang mabuk. dan seperti itulah para pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan peminum sejati seharusnya bersikap. saya beranjak dewasa. alkohol pernah ikut andil dalam menciptakan kenangan manis dengan Sudah 7 tahun berlalu semenjak memori di sedikit rasa pahit di ujung lidah saya dan trotoar itu terukir. beberapa kawan sudah mulai kawan-kawan. oleh karena itu saya merasa harus sedikit berterimakasih kepadanya yang pernah menyatukan kami ditengah rutinitas jam kerja yang menjengkelkan, kegilaan tugas sekolah yang memuakan, hingga menjadi alternatif pilihan

untuk menghabiskan waktu yang super kosong dan terlampau luang. alkohol adalah sebuah

dalam di keindahan kemasan botol tengah-tengah kekacauan yang sedang melanda setiap sudut kota.

I'M WAITING

ALL NITE LONG cheers

Speciat Report:

OARJO

WINE PIKNIK

-EDREA Tercatat 6500 SM bahkan 8000 SM, Wine sudah ada dalam kehidupan sehari-hari manusia. Messopotamia, Georgia hingga China disebut oleh banyak ahli sejarahwan wine sebagai daerah penghasil pertama minuman fermentasi yang di kemudian hari ditemukan banyak jenis dan namanya; merlot, cabernet sauvignon, syrah/shiraz, dan pinot noir, chardonnay, sauvignon blanc, semillon dsb. Jangan salah mengira, dari berbagai macam varian wine tersebut, tidak pernah saya cicipi sebelumnya, ada pun nama-nama yang mungkin bagi kalian asing saya dapati setelah beberapa menit berselancar di mesin pencarian termutakhir abad ini: Google. Oleh karenanya, saya tidak akan membahas terlalu jauh bagaimana peran Wine dalam perkembangan peradaban manusia; mulai dari Perayaan Misa, Perjamuan Kudus, Kisah-kisah yang tercatat di perjanjian lama hingga Minuman favorit para Raja. Penulis hanya mencoba menceritakan kembali agenda yang rencananya tiga bulan sekali rutin dilaksanakan. Bermula dari kunjungan kami ke kediaman bapak grunge Indonesia yang saat ini mendapat gelar kehormatan baru; bapak Wine Sby-Sda, kami diberi kepercayaan untuk mengumpulkan beberapa peramu wine di Sidoarjo. Akhirnya kesepakatan berujung pada hari Sabat di awal Maret, gathering peramu wine chapter Sidoarjo diadakan di rumah kayu pecantingan saat senja sedang asyik-asyiknya menyapa. Meja sudah tertatata rapi bersama kursi, beberapa hasil minuman fermentasi, sedikit bahan panganan untuk bbq party, ditambah suasana yang santai nan asri. Ahh.. Lengkap sekali. Tak lama kemudian beberapa kawan peramu wine dari Sby dan Sda berdatangan. Tidak banyak orang memang, hanya belasan orang yang sedang mencoba menikmati akhir pekan mereka. Namun acara berjalan dengan lancar dan asyik. Sayangnya tidak semua peramu wine yang hadir saat itu membawa hasil 'panen'nya dengan dalih acara yang terlalu tiba-tiba (sebenarnya ini kalimat lain dari malas dan sedang memasuki fase mengerikan yang disebut jatuh tempo angsuran. Haha)

  • Poison Snail saat mencoba salah satu racikan DIY wine.

BRETE

*(dari kiri) Boy lolang, Mr. YY, Edrea, dan Openk sedang bergurau sembari menjajal racikan wine.

Kekhawatiran kami berakhir ketika seorang depan. Kegiatan ini belum memiliki nama sampai Bapak-Bapak dengan nickname pesbuk Tokohakhirnya salah seorang membisikkan 'Sidoarjo Wine Antagonis mengeluarkan semua ramuannya ke Piknik' ketika ditanya oleh seorang kawan dari media meja. Tanpa menunggu aba-aba dari sangonline. Bisa dibilang acara ini merupakan rangkaian pemilik, kawan-kawan yang hadir langsung kegiatan dari komunitas Surabaya punker wine yang berebut mencicipi Wine buatan Bung YY lalu Secret tahun mengadakan Workshop: tersebut. Seingat saya, ada 3 jenis varian wineDIY/Homemade Wine Brewing. Kemudian disambung yang dibawa; anggur, lemon dan blueberry. dengan pertemuan pertama peramu wine awal tahun Sembari menikmati hidangan makanan dan lalu agar sederhana, Surabaya.Idenya wine yang tersedia, sesi cicip-cicip ini diselingi teman-teman bisa membuat racikan winenya sendiri. dengan diskusi santai. Mulai dari pemberian Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam ketika ingin nama produk yang dihasilkan, berbagi cara menikmati minuman beralkohol yang 'aman untuk sekaligus bertukar eksperimen untukdikonsumsi'. Jadi, ketika nanti datang suatu masa di mendapatkan hasil panen wine terbaik, mana tengkulak minuman impor pailit, pabrik anggur manfaat kesehatan dari wine itu sendiri hingga tutup, arak oplosan tidak laku lagi, maka kalian tahu percakapan imajiner tentang wacana 'legalisasi siapa biang keladi yang pantas dituding pantatnya minuman beralkohol' yang diregulasi di masa untuk disalahkan. Haaa...

*Beberapa botol fermentasi aneka buah.

BOOZALCOHOLY

CAPBAUN

Reud

03-2-

WE ALL DESERVE

CONTACT US:

AN ALCOHOLIDAY.

[email protected] a@sisakertas