Mimbar Indonesia : Madjalah bergambar, Independent non-party, untuk Pembangunan Politik, Ekonomi, Sosial dan Kebudajaan - No 39 - 1949-09-24
Jajasan Dharma
1949-09-24
Halaman Judul
Obor: Surat-menjurat dari Sidang Pengarang kesidang Pembatja
Tanja: Bendera Merah Putih bagaimana ukurannja? Berapa pandjangnja serta berapa lebarnja?
M. ARFAN
Benteng Selajar Sulawesi Selatan
Djawab:· Menurut bentuknja jang asli dan kuno maka bendera Merah Putih itu dipasang mudjur sepandjang sebatang bambu, djadi diputjuknja agak melengkung, dan diberi nama umbul-umbul”. Setjara sekarang perbandingan ukuran jang resmi itu ialah tiga lawan dua. Tentang besarnja bendera jang akan dipakai itu se-baik2nja disesuaikan dengan keadaan, misalnja kalau hendak dipasang dimuka gedung jang besar ukuran besar jang tjotjok, kalau hendak dipasang diudjung mobil ketjil sadja sudah tjukup, dls.
Tanja: 1. Apakah nanti kalau RIS sudah tegak sebagai negara merdeka dan berdaulat, dimana akan mentjetak uang sendiri, mata uang Hindia Belanda (termasuk uang pertjetakan sebelum perang II dán atau jang biasa disebut uang NICA), harus mesti djatuh kurs sebagaimana uang Djepang ketika pergantian pemerintahan? Dan uang Uri bagaimana pun harus dikurs nanti? Kalau pun uang2 tersebut harus dikurs turun, apakah mata uang perak akan djatuh kurs djuga, sedangkan bukankah uang perak dapat berlaku di-tiap² bank diseluruh dunia?
Bagaimana negara kita memperhitungkan ongkos2 perwakilan kita diluar negeri, terutama di-negara2 jang kesana tidak ada deviezen kita?
Dinegara manakah kita dapat menempatkan wakil2 negeri kita?
Apakah perbedaan pekerdjaan perwakilan kita diluar negeri sehingga djabatan mereka ber-lain2an namanja, di Philippina bernama Konsol Djenderal, di New Delhi, Karachi, London, Australia mereka itu disebut sadja wakil? Sudah adakah diantara mereka itu jang mendjabat pekerdjaan sebagai Ambassadeur?
Dan di Republik Indonesia sendiri sepandjang pengetahuan kami belum ada Ambassadeur luar negeri; kalaupun perwakilannja ada, maka itu djuga bernama Konsol Djenderal, ·seperti Konsol Djenderal India, Inggeris, Ámerika dsb. Apakah sjarat jang memung kinkan wakil itu bernama Ambassadeur? Dan apakah wakil² itu bertindak atas nama Presidennja? Atau atas nama dari Kementerian Luar Negerinja?
ABDUL GANI
Mamudju (Sulawesi)
Djawab: 1. Mata uang kertas dan uang kertas dapat ditjetak di Indonesia sendiri. Tentang urusan uang itu sekarang sedang djadi perembukan disekitar medja bundar di Den Haag. Apakah nanti uang jang dimaksudkan itu akan mempunjai nilai jang rendah dibandingkan dengan uang RIS, sekali-
pun perbandingan nilai sudah ditetapkan setjara resmi (soal agio), pada waktu sekarang tidak dapat diramalkan. Begitupun pula halnja terhadap URI.
Nilai uang perak dapat di-beda2kan dalam nilai uang itu sebagai benda jang dibuat dari bahan perak dan sebagai alat pembajaran jang sah. Dalam keadaan darurat, seperti waktu pergantian keadaan kalau RIS mulai berdjalan, mungkin sekali nilai uang perak itu pula menjimpang dari nilai resminja apabila hendak dibelandjakan dikalangan masjarakat ramai.
Selandjutnja nilai uang jang dipakai dalam sesuatu negeri itu berhubungan erat dengan banjaknja uang jang beredar dibandingkan dengan banjaknja barang dan djasa jang ditukarkan dengan uang itu. Maka di Indonesia pada dewasa ini perkara jang demikian itu masih gelap sama sekali. Angka2 jang djelas berhubung dengan hal itu tidak bisa didapat. Orang hanja bisa me-raba2 tentang hal keadaan perekonomian dari haluan harga barang jang terus-menerus memuntjak. Harga barang jang tinggi itu bukanlah berarti bahwa memang sebenarnja tidak ada barang, melainkan bahwa barang tidak tjukup dipertukarkan, artinja ada pula barang jang ditimbun.
Insja’Allah berkat kemudjuran kita selama perdjoangan kita ini ada sadja hal2 dan peristiwa² jang membantu kita. Kemudjuran kita itu tersifat. kan pula terhadap perwakilan kita diluar negeri. Senantiasa ada tjukup kawan² kita diluar negeri jang mengakui benar maksud, tudjuan dan dasar perdjoangan kebangsaan kita. Bukankah ada pepatah jang berbunji: Tanamlah benih jang baik, peliharalah tanaman itu baik2, do’akanlah semua jang serba baik, buahnja nistjaja akan baik pula.”
Pada dasarnja kita dapat menempatkan wakil kita itu diantero negeri jang ada dipermukaan dunia ini. Tetapi dapat dianggap sebagai politik jang baiklah bahwa dalam phase perdjoangan seperti sekarang ini kita lebih dahulu mengirim wakil2 kita ke-negeri2 jang berkepentingan langsung dengan keadaan dan hasil perdjoangan kita, satu dan lain dengan mengingatkan pula perbandingan kekuatan jang ada didunia dan pertjaturan kekuatan itu jang mengenai lingkungan pengaruh dimana negeri kita terletak.
Pada umumnja dapat dikatakan bahwa pekerdjaan perwakilan diluar negeri itu ialah per-tama2 untuk melajani dan menjelenggarakan kepentingan negeri serta warga-negara sendiri dinegeri asing. Selandjutnja wakil itu pula hendaknja ikut serta dalam usaha menjempurnakan susunan masjarakat internasional.
Adapun tentang nama itu memang ada aturan2-nja menurut hukum internasional, jang membawa pula akibat2 hukum dan politik jang tertentu. Apabila suatu negeri mempunjai kepentingan dinegeri lain, dimana keadaan sedang bergolak, maka sementara me-
nunggu bagaimana djadinja keadaan itu, biasanja ditempatkanlah wakil jang mempunjai sifat berlainan dari pada apa jang telah diakui buat keadaan jang normal dan stabil. Begitu pula kebalikannja, negeri itu sudi pula menerima wakil dari negeri lain apabila sesuatu keadaan pergolakan sedang berlaku dengan aturan2 jang menjimpang dari pada jang biasa, kalau dapat didjangka bahwa negeri jang diwakili itulah jang mempunjai kemungkinan besar untuk mewudjudkan keadaan jang stabil.
Kalau kita melihat pada kepentingan pekerdjaan jang dilakukan oleh wakil luar negeri itu, maka nama resmi jang diberikan padanja itu sebenarnja kurang penting. Mungkin sekali suatu utusan jang dikirimkan tidak setjara resmi seperti dikenal orang menurut peraturan internasional mempunjai kedudukan jang lebih penting, misalnja kita kenal akan sistim utusan2 jang dikirim oleh Presiden Amerika Serikat keluar negeri untuk membitjarakan soal2 jang terlalu penting, dengan sebutan utusan dari Presiden sendiri; salah satu tjontohnja ialah pengiriman Harry Hopkins untuk menemui Stalin diwaktu peperangan dunia II.
Dalam garis besarnja dapat dikatakan, bahwa perwakilan luar negeri itu dapat dibagi dalam dua matjam, pertama perwakilan politik, kedua perwakilan ekonomi. Ditempat kemudian ini mulai tampak matjam perwakilan jang ketiga, ialah perwakilan kebudajaan. Perwakilan politik itu mengenai susunan kedutaan dsb. sedangkan perwakilan ekonomi mengenai-susunan konsulat dsb. Hanja untuk mempersatukan perwakilan2 itu kedua susunan tadi ditempatkan dibawah satu kedutaan dsb. Dahulu dibeberapa negeri kedua susunan perwakilan itu dinegeri sendiri (dalam kementerian luar negeri) dipisahkan dengan djelas2, sehingga pegawai dari susunan jang satu tidak dapat dipindahkan kedalam susunan jang lain. Tetapi berhubung dengan keinsjafan jang makin lama makin mendalam bahwa keadaan politik dan ekonomi (kemudian keadaan kebudajaan pula) jang satu dengan jang lain berhubungan erat dan pengaruh-mempengaruhi, maka persatuan itu dengan tegas didjalankan.
- Menurut adat kebiasaan internasional pertukaran perwakilan itu berdasarkan reciprociteit; kalau negeri jang satu mengirimkan ambassadeur maka negeri lainnja djuga begitu. Nama ambassadeur itu hanja mengenai tingkatan djabatan belaka. Ambassadeur ialah nama jang diberikan kepada tingkatan jang tertinggi. Satu dan lain berhubungan pula dengan besarnja kepentingan negeri jang mengirimkan. Selandjutnja belandja perwakilan ambassade itu lebih mahal dari jang lain, suatu pertimbangan pula untuk menentukan apakah πegeri akan membentuk suatu ambassade atau kedutaan diluar negeri.
Ambassadeur dikirim dari kepala negara jang satu ke kepala negara jang lain. Kalau kepala negara itu Presiden maka dia dikirim oleh Presiden, setjara formil. Tetapi instruksi jang dia harus djalankan tidak perlu diterima dari Presiden. Dalam pemerintahan bersistim kabinet menteri jang bertanggung djawab, maka instruksi itu ditetapkan oleh menteri luar negeri (sebagai suatu tindakan jang disetudjui oleh kabinet seluruhnja).
Belum ada dasar persetudjuan jang achir
Sukardjo Wirjopranoto
NO FOUNDATIONS FOR FINAL AGREEMENT YET
THE second military aggresion of the Netherlands against the Republic of Indonesia gave the indisputable evidence that the Neterlands’political game in Indonesia has been lost forever. At the conference in the Hague the Netherlands is trying to win the financial marbles. Now it concerns the safeguards that the capital invested and to be invested in Indonesia would be safe. The Netherlands however is in a poșition of psychological compulsion.
Should the Netherlands transfer the sovereignty unconditionally to Indonesia i.e. without any formal guarantee from the part of Indonesia, then it could mean loss of Netherlands’ capital. On the other hand, should the transfer of sovereignty be accompanied with formal guarantees, then it would mean that Indonesia’s right of self-determination is not complete, which necessarily should lead to standing political unrest, equally resulting in the loss of capital for the Netherlands.
Therefore it is the best to do that the Hague Conference should proceed into conclave. The Netherlands’ delegation should raise itself to the level of self-renunciation. As long as that level is not attained there will be no question of: foundations for a final agreement.
SEPERTI kami ramalkan pada pekan jang lalu, Konperensi di Den Haag sedang menghadapi keputusan2 jang berat. Delegasi2 teras (kern-delegaties) malahan telah merasa perlu, guna mentjapai penjelesaian jang bisa diterima oleh semua pihak, untuk pergi ke Belgi. Djum’at 16 September j.l. mereka berangkat ke Namen dan menjewa di pegunungan Ardennen hotel Château de Namur” untuk ber-,,conclave” disana. Perkataan conclave biasanja dipakai dalam kalangan Katholik dan tidaklah mengherankan bahwa van Maarseveen ketua delegasi Belanda jang beragama Katholik itu telah mempergunakan perkataan itu. Pada umumnja jang dimaksud dengan conclave ialah suatu rapat istimewa dari para kardinal untuk memilih paus baru. Supaja mendapat pilihan paling baik, rapat tidak boleh diganggu, begitu djuga para kardinal. Untuk itu perlulah suatu tempat jang tenang, terasing dari dunia luar. Rapatpun memusatkan pikiran dan mengheningkan tjipta,
memohon ,,petundjuk” kepada jang Maha Kuasa.
Kehendak untuk ber-conclave itu baik djuga bagi Konperensi. Masing2 mentjari pikiran. Mawas diri, madep Sang Widi,“” kata orang Djawa. Dengan tjara ini soal dibawa ketingkat jang tinggi, bahkan ketingkat jang paling tinggi Hanja terbit pertanjaan apakah sudah tjukup sjarat2nja untuk naik ketingkat jang paling tinggi itu? Maksudnja, apakah para kardinal politik”, jang telah pergi ke Château de Namur itu, satu persatu sudah mempunjai kejakinan dalam dirinja dalam mentjari penjelesaian pertikaian Indonesia, lepas sama sekali dari sesuatu kepentingan kebendaan, dalam hubungan golongan ataupun partai? Selama masih ada sesuatu kepentingan kebendaan pada para pengikut, sebenarnja tidak betul untuk menjebut conclave. Conclave seharusnja se-mata2 berhubungan dengan pikiran2 ideologis, tinggi-sutji diatas kepentingan-kepentingan sehari-hari. Tapi teras kesukaran dalam penjelesaian pertikaian Indonesia djustru bersifat kebendaan. Kata orang Belanda: Het gaat niet om het spel, maar om de knikkers. Soal terutama ialah djaminan untuk mengamankan kapital jang telah dan akan ditanam di Indonesia. Het gaat om de boterham”, kata seorang peniaga Belanda. Sebab kiriman uang dari Indonesia kenegeri Belanda dan begitu djuga milik Indonesia berupa dollar dan pound di Amerika dan di-negeri2 Angel-Saksen tidak boleh tidak harus tetap mengalir ke Belanda untuk membajar barang2 jang dimasukkannja. Tidak ada barang masuk berarti merendahkan tingkat penghidupan dinegeri Belanda. Ini berarti lapar, djadi tidak ada boterham masuk perut.
Tapi apabila kepentingan2 kebendaan ini dilihat hanja sebagai kelirbelakang sadja dan pengasingan diri kepegunungan Ardennen itu lebih dipandang sebagai tjara untuk mentjari perdekatan dan berapatnja orang2 merdeka, jang berlaku dan bertindak dengan keinsafan mengabdi kepada kepentingan sesungguhnja dari bangsa2 Indonesia dan Belanda, bahkan dari seluruh dunia, maka isi perkataan conclave itu tidak hilang maknanja.
Apa hasil2 sebenarnja dari conclave di Ardennen itu, sekarang kita belum tahu. Pada saat menulis karangan ini belum ada pengumuman tentang itu. Lagipula dalam pengu-
muman serupa itu tidak semua dikatakan. Berita2 tentang djalan perundingan Konperensi Den Haag pada umumnja kurang sekali dan samar2 pula. Sebaliknja pers luar negeri lebih banjak tahu. Dari analisa2 jang dimuat dalam surat2 kabar selama ini, adalah analisa Stephen White, koresponden New York Herald Tribune (Edisi Eropah), jang saja rasa paling baik. Apa katanja? Demikian:
Belanda bisa memenuhi tuntutan Indonesia untuk kedaulatan sesungguhnja, apabila mereka mempunjai kejakinan bahwa tanaman modal mereka akan diperlindungi. Orang Indonesia demikian pula sikapnja. Mereka bisa memberikan konsessi2 istimewa kepada Belanda dalam lapangan ekonomi, dan mereka bisa mempergunakan penasehat2 Belanda jang sangat perlu bagi mereka untuk pemerintahannja, apabila mereka dapatdjaminan bahwa mereka sungguh-sungguh akan merdeka dan tidak akan diperintah dari suatu ibu kota di Eropah.
Dipandang lebih djauh analisa diatas ini bersifat psychologis. Seperti djuga telah ber-kali2 diterangkan oleh Sukarno: Pertikaian Indonesia ialah pertikaian psychologis.
Waktu/mendesak!
Sekarang kita harus menjeberangi djambatan! Beberapa hari lagi akan mulai Rapat Besar UNO di Lake Success dan soal Indonesia masih tetap tertjantum dalam agenda. Djadi, tidak lama lagi rapat sedunia akan menanjakan apa hasilnja Konperensi di Den Haag.
Bukan sadja UNO dan Rakjat Indonesia jang mendesak supaja diselesaikan selekasnja, tapi terutama kaum kapitalis sendiri. Kapitalis? ini, baik di Amerika, di Inggeris maupun dinegeri Belanda, menginsafi betul, bahwa mereka kehilangan banjak lapangan di Asia terhadap komunisme jang mendesak madju. Kapitalis2 tersebut lebih dulu mentjoba menghantjurkan nasionalisme Indonesia dengan kekerasan sendjata. Tapi tidak berhasil. Sekarang kaum kapitalis itu mengambil djalan lain. Mereka merapatkan diri kepada kaum nasionalis se-mata2 karena mau mempertahankan diri, jakni karena takut kepada komunis.
Dalam pada itu tentu ada diantara pembatja jang bertanja: Djikalau kaum kapitalis pun ingin penjelesaian jang tjepat dalam pertikaian Indonesia ini, mengapa Konperensi Den Haag masih rendet (tidak litjin)
djuga djalannja?” Sebenarnja bukan tudjuan, tapi sjarat kemerdekaan Indonesia jang menjebabkan kerendetan itu. Seperti sudah kami katakan, golongan2 Belanda jang berkepentingan tidak bisa lagi lebih lama me-nahan2 kemerdekaan Indonesia tapi mereka sekarang meminta djaminan2 untuk mengamankan modalnja.
Mereka mentjoba menetapkan djaminan2 itu dalam suatu Statut Ekonomi dan Keuangan. Disamping itu untuk mendapat djaminan2 hukum jang perlu, mereka mentjoba supaja uni bersifat berat”. Delegasi Belanda menuntut: suatu dewan uni menteri2 dan uni interparlementer dan selandjutnja suatu Mahkamah uni. Badan2 ini berkewadjiban mengurus kepentingan2 bersama Belanda dan Indonesia dalam lapangan pertahanan, urusan luar negeri, ekonomi keuangan dsb. Didalam badan2 uni itu Belanda meminta hak suara, bahkan hak veto. Setidak-tidaknja hak mentjampuri. Tentang Statut Ekonomi dan Keuangan, ini tidak pernah diumumkan. Tapi menurut Financial Times” isi statut itu kira2 begini bunjinja:
Belanda berpendapat, bahwa mereka musti meminta djaminan penuh, jang sebetulnja merupakan suara mufakat dari mereka, didalam segala hal mengenai penetapan persamaan nilai mata uang Indonesia (dengan mata uang Belanda — het vaststellen van de pariteit van de Indonesische koers). Dengan tiada djaminan itu, tiada pula pendorong untuk meneruskan penanaman modal, karena kedudukan nilai modal-modal jang dulu sudah ditanam, gampang didesak ketempat jang berbahaja. Berhubung dengan ini, kedudukan Javase Bank diwaktu jad., dengan sendirinja menetapkan segala-galanja. Apakah ia akan dinasionalisir (didjadikan kepunjaan negara); dan djika begitu (atau tidak begitu), apakah Belanda mempunjai suara didalam politik Bank itu?
Berhubungan rapat dengan ini, adalah soal pemakaian devisen. Belanda
menuntut mempunjai suara didalam pemakaiannja dan terutama mereka akan mendesak pembentukan sematjam pot devisen bersama, seperti jang ada antara negara-negara sterling. Indonesia dan Belanda harus bersiap untuk tolongmenolong, supaja mengetjilkan kekurangan devisen dollar, atau djika perlu, mengetjilkan pemasukan barang-barang jang harus dibajar dengan dolar (jaitu untuk menghindarkan supaja djangan terdapat kekurangan devisen, dan memasukkan barang-barang jang dapat dibajar dengan mata uang masing2).
Belanda akan menuntut djaminan2 supaja dengan bebas dapat dioverkan kenegeri Belanda bunga-kapital (interest), pembajaran hutang kembali deviden, pensiun, gadjih, asuransi, pembajaran pengangkutan dsb., didalam bingkaian suatu peraturan umum jang mengatur berhubungan tukar-menukar devisen. Djika Indonesia berkeras untuk mengadakan、 politik jang bebas sama sekali diatas lapangan ini, kepentingan Belanda dan lain-lain negeri asing (dan djuga kepentingan mereka sendiri) mungkin mendapat kerugian. Sebetulnja ini mengenai seluruh sudut dari politik keuangan.
Pertimbangan2 jang sam’a, terdapat djuga pada pembelandjaan pemerintahan, jaitu bagaimana menutup kekurangan keuangan pemerintah dan mengadakan perhutangan. Pada waktu ini Belanda menalangi kekurangan uang dari pemerintah, dengan mengeluarkan schatkistbiljetten dinegeri Belanda. Tentang ini sadja hutang Indonesia kepada Belanda sudah berdjumlah f 4 miljard. Belanda bersedia meneruskan pemberian hutang ini, dengan sjarat bahwa harus ada djaminan jang itu pasti akan dibajar seluruhnja dengan segala apa jang berhubungan dengan itu atau di-konsolidir pada waktu jang tepat.
Semua hutang Indonesia jang diadakan pada waktu jang lalu, harus seluruhnja diambil over oleh pemerintah R.I.S. dengan djaminan penuh bahwa segala kewadjiban tentang pembajarannja akan ditanggung terus. Sedjak thn. 1930 semua hutang Indonesia harus mendapat tanggungan dari pemerintah Belanda. Karena itu pemerintah tersebut mendesak, bahwa didalam pemerintah R.I.S. mengovernja, segala apa jang berhubungan dengan itu harus di-
tanggungnja djuga, untuk menghindarkan djanganlah sampai pembajar padjak di negeri Belanda harus turut2 membajarnja djuga. Selain daripada itu, kemungkinan besar sekali bahwa pemerintah R.I.S. harus mengambil over kewadjiban2 pemerintah, seperti pembajaran pensiun dan gadjih.
Hak untuk menjusun anggaran beJandja sendiri dengan bebas, dengan sendirinja adalah suatu apa jang pasti sebagai suatu apa jang timbul karena kedaulatan politik jang akan diserahkan kepada R.I.S. dan negara2 bagian. Tetapi, kekukarangan2 jang diperlihatkan oleh pemasukan uang jang dirantjangkan oleh anggaran belandja, sudah berdjumlah besar dan malah dikira bahwa akan bertambah besar lagi. Dan mungkin Belanda merasa berwadjib untuk menolong menutup kekurangan2 ini untuk menghindarkan djanganlah sampai terdapat kekurangan terus-menerus, jang akan mempunjai pengaruh tidak baik terhadap nilai uang Indonesia.
Dipandang begitu mungkin sekalilah kelihatannja, bahwa Belanda mendesak untuk mempunjai suara didalam politik penetapan anggaran belandja, selama masih ada kekurangan2 tersebut diatas tadi.”
Apabila tuntutan2 Belanda itu dipenuhi begitu sadja, maka kedaulatan Indonesia akan kosong isinja. Tapi jang lebih tjelaka lagi, di Indonesia tidak akan ada kemakmuran, Rakjat akan terus hidup dalam kemiskinan, sebab mungkin sekali Belanda akan terus menerus mempergunakan politik mengisap (drainage) atas Indonesia.
Djadi apabila Belanda tetap mempertahankan pendiriannja: mengambil dari Indonesia apa jang bisa diambil, maka akibatnja bagi negeri Belanda séndiri akan merugikan. Bagaimanakah akibat itu? Oleh karena Rakjat Indonesia tahu, bahwa tidak ada kedaulatan dan kemerdekaan jang komplit, maka di-mana? akan terdjadi pula kekatjauan. Pembangunan tidak djalan. Dengan diubah sedikit kita pindjam perkataan van Maarseveen: Men kan niet draineeren en opbouwen tegelijk”. (Kita tidak bisa mengisap dan samentara itu membangun). Onderneming2 dan industri2 belum akan bisa bekerdja. Kekatjauan dan kemiskinan diseluruh Indonesia. Tidak ada kepertjajaan kepada nasionalisme Indonesia. Orang mengatakan bahwa nasionalisme itu main mata dengan kapitalisme. Komunisme naik harga.
Sesungguhnjalah, Belanda sekarang berada dalam suatu kedudukan terdjepit (dwangpositie) jg. psychologis. Apabila Belanda memberi kepada Indonesia kedaulatan jang komplit tidak bersjarat, djadi tidak dengan djaminan2 formil terhadap kapital Belanda, maka ini bisa berarti: kehilangan kapital. Apabila Belanda memadjukan sjarat2, maka ini berarti kedaulatan tidak sempurna dengan akibat: kekatjauan politik terus menerus di Indonesia, djadi kehilangan kapital djuga.: Untuk mentjari djalan keluar dari kedudu-
(Landjutan dihalaman 24)
DI-TENGAH2 rombongan nampak peti (duni) Almarhum Wolter Monginsidi diusung oleh pemuda² kita.
tan Hamid di Den Haag, bahwa ia merasa heran karena menurut kabar² pers djendral-major Suhardjo menjatakan, bahwa segala usaha untuk mendirikan negara Kalimantan diluar Republik selalu gagal didjawab oleh djendral-major Suhardjo, bahwa ia tidak pernah mengutjapkan kata2 seperti itu. Diterangkannja bahwa pemimpin2 rakjat Kalimantan jang mengutjapkan kepada dia untuk membuktikan hasrat mereka, bahwa mereka setia kepada Republik, seperti proklamasi jang ditandatangani oleh letnan-kolonel Hasan Basri tgl. 17 Mei atas berdirinja pemerintahan gubernur tentara ALRI jang melingkungi seluruh Kalimantan Selatan mendjadi bagian dari Republik Indonesia.
punjai keberatan prinsip untuk memberi hutang £ 9.000.000 selama 5 tahun kepada Jugoslavia.
Pindjaman ini — seperti djuga pindjaman dari Amerika jang berdjumlah $ 20.000.000 — adalah akibat dari putusan Amerika dan Inggeris untuk memberi bantuan ekonomi kepada komunis jang diluar Kominform.
Pindjaman itu akan diserahkan pada penandatanganan perdjandjian dagang antara Inggeris dan Jugoslavia, jang kini sedang dirundingkan di Belgrado.
- Dr. Saroso Wirodihardjo, penasehat ekonomi Rep. Indonesia jang telah mengundjungi konferensi ECAFE di Bangkok, mengatakan bahwa RIS menghadapi dua mas’alah ekonomi, jakni perhubungannja dengan dunia internasional danperhubungannja dengan negara tetangga di Asia.
Djendral-major Suhardjo menerangkan lebih lanjut bahwa ia ke Kalimantan melulu untuk mengurus cease-fire dan tidak untuk berpolitik.
Dunia terbagi dalam 3 blok jaitu blok dolar, blok sterling dan blok rubel. RIS membutuhkan pertolongan mesin2 dan ahli2, jang dapat diperolehnja dari blok dolar dan sterling. Blok sterling kini sedang memperkuat kedudukannja, sedagkan blok rubel makin kuat di Tiongkok. RIS sanggup membajar segala hutangnja dengan hasil bumi dan bahan mentah.
Pesan achir Wolter Monginsidi:
Ajah, sampaikanlah kepada keluarga kita dan kepada siapa sadja jang menaruh perhatian kepada saja, apabila toh saja musti mendjalankan hukuman mati itu, djanganlah hendaknja ada diantara mereka timbul rasa bingung, tersimpan rasa bentji kepada Belanda dan orang kita jang oleh pemerintah Belanda diserahi kewadjiban mengedjar saja, menangkap dan mendjatuhkan hukuman itu kepada saja.
Negara tetangga di Asia, ketjuali Djepang, djuga belum dapat memenuhi kebutuhannja sendiri. India baru akan bebas kedudukannja sesudah 5 tahun. Dari sana Indonesia dapat memperoleh tekstil dan goni, dari Filipina barang2 industri ketjil, dari Australia wol; sebaliknja Indonesia dapat memberikan hasil bumi seperti gula, karet dan djuga timah.
Dan ajah, manakala kita sudah tiba pada waktu itu, baiklah ajah masukkan adpertensi pada semua surat kabar di Indonesia, utjapan terima kasih kepada semua pihak, teristimewa partai jang begitu banjak telah mengambil mosi dan resolusi menentang hukuman jang didjatuhkan kepaa saja itu.
- New York Times” menulis tentang KMB: Untuk melindungi penanaman, modal dan kedudukan ekonomi Belanda di Indonesia, maka Belanda menuntut kekuasaan veto mengenai ekonomi RIS, selama RIS mempunjai hutang kepada Belanda.
,Nasional” mewartakan, bahwa sesudah Belanda menembak Monginsidi dan 7 pahlawan lainnja di Sidoardjo, mereka kini sedang menjiapkan hukuman mati atas dua orang pembela kemerdekaan lainnja, ialah Sukono, sersan major CPMD dan Kasbun, agen polisi Belanda jang memihak Belanda.
Selandjutnja dikabarkan, bahwa segala apa jang mengenai ini ditentang oleh Indonesia. Djuga terhadap undang2 ini terdapat perbedaan faham jang da lam. Suasana konferensi berada dalam keadaan jang berbahaja.
AP mengabarkan dari Washington: Didalam minggu pertengahan bulan ini menteri luar negeri Dean Acheson mengadakan perundingan2 dengan pembesar2 Inggeris dan Perantjis. Diduga akan dirundingkan politik baru Amerika di Timur Djauh, terutama terhadap Tiongkok.
13 September
— Pertanjaan Antara” mengenai kabar “Aneta” tentang keterangan Sul-
BELUM ADA DASAR PERSETUDJUAN JANG ACHIR
(Landjutan halaman 4)
kan terdjepit itu, ada djugalah baiknja untuk berconclave. Belanda tjuma bisa keluar dari keadaan terdjepit itu, apabila delegasi Belanda selama konferensi itu mau memainkan rol jang lain. Bukan mendikte, tapi mengabdi. Belanda harus mengangkat dirinja ketingkat kemenangan atas diri sendiri dan peniadaan diri. Belanda harus insaf, bahwa Indonesia adalah pihak jang kuat, djustru terutama sebagai akibat dari kegagalan agressi militer Belanda terhadap Republik Indonesia. Belanda harus minta tolong kepada Indonesia. Atas dasr ini Belanda djadi sahabat Indonesia dan sebagai sahabat Indonesia akan menolong Belanda.
Tapi sebagai keadaan sekarang ini, seperti tertjantum dikepala karangan, belum ada dasar persetudjuan jang achir.
Antara perundingan2 itu terdapat:
Perundingan dengan Bevin (Inggeris) tentang strategi perang dingin, aan soal2 politik anti-Komunis di Timur Djauh; Pertemuan dengan menteri luar negeri Perantjis, R. Schuman; Pertemuan dengan Bank Dunia.
Persidangan pertama dengan negeri2 Pakt Atlantik Utara. Menteri2 luar negeri dari 12 anggota Pakt tsb. membitjarakan plan pertahanan bersama di Eropah Barat dan Amerika Utara.
- (Reuter) Kemenangan militer Kuntjantang memperlihatkan kemungkinan bahwa pemerintah Komunis resmi akan dibentuk sesudah Kanton djatuh. Djika pemerintah ini lahir, kalangan diplomatik di London menduga bahwaRusia akan mengakuinja. Dengan begitu soal pengakuan oleh negeri2 Barat akan mendjadi penting. Dalam ini Amerika dan Inggeris mungkin mengambil tindakan jang sama.
Boleh djadi Inggeris akan mengambil pendirian jang berdasar pada kenjataan. Inggeris telah berhubungan tentang ini dengan pemerintah2 negara Commonwealth. India kabarnja setudju sekali untuk mengakui pemerintah Kuntjantang.
14 September
Kalangan Indonesia di KMB membenarkan berita New York Times” (lihat 12 Sept.), bahwa KMB menghadapi djalan buntu karena pendirian Belanda tentang keuangan, ekonomi dan Uni terlalu berbeda dengan pendirian Indonesia.
Pertemuan Hatta-Cochran tgl. 12 Sept. menarik perhatian orang, apalagi karena kini hingga KPBBI hanja mendjalankan rol pasif sadja.
Van Maarseveen menerangkan bahwa komisi pusat KMB akan berapat disuatu tempat — mungkin diluar negeri Belanda — dimana mereka tidak diganggu oleh umum dan pers. Ia menganggap sangat mungkin konferensi akan selesai dalam dua bulan.
Susanto setiba di Jogja menerangkan jang wakil tinggi mahkota telah berdjandji kepadanja supaja semua hukuman mati menurut putusan mahkamah tentara Belanda tidak didjalankan dulu.
GEDUNG PEGANGSAAN TIMUR, Tugu-Proklamasi dan Sang Merah Putih, tiga benda jang mempunjai arti istimewa bagi rakjat Indonesia, chusus penduduk Djakarta.
Pemandangan Dalam dan Luar Negara
DALAM NEGARA
Oleh: S. S.
Sekitar Medja Bundar
DERUNDINGAN2 mengenai penjerahan kedaulatan jg. ,complete, real and uncondotional” di ’s-Gravenhage ber-putar2 sepandjang Medja Bundar dengan belum dapat memperoleh keputusan jang tegas dalam bilangan_soal2 jang asas Achirnja dikabarkan UNCI mulai bergerak, sedangkan sidang Perserikatan Bangsa sudah mendekat, dimana soal Indonesia telah ditaroh dalam agenda, sungguhpun tidak dalam punt2 jáng harus dibitjarakan per-tama2.
Sifat djalan perundingan tidak berbeda dengan apa jang telah terdjadi sampai dua kali, artinja fihak Belanda dapat diadjak membuat suatu persetudjuan setjara formil, tetapi achirnja lalu nggedandel”, mengeluarkan tafsiran2 jang djauh dari makna dan maksud persetudjuan itu. Djuga sekarang ini timbul lagi istilah jang dulu sudah pernah pula mendjadi rintangan mendapatkan persesuaian faham, ialah istilan sui generis”, suatu istilah jang tidak dapat diberikan definisinja, hanja mempunjai arti jang tersendiri, djadi sui generis pula. Dulu istilah itu disifatkan kepada persetudjuan Linggadjati, jang dimata golongan2 berpengaruh Belanda kelihatan sebagai telandjang sadja. Sekarang katanja perhubungan UNI Indonesia-Belanda ialah sui gene. ris” lagi. Fihak Belanda hendaknja insjaf bahwa jang dibutuhkan pada dewasa ini ialah suatu bukti pimpinan jang positif dan terus terang dibilangan atas. Menurut kejakinan bangsa Indonesia, disini BFO dan Republik teguh sefaham, kedaulatan jang penuh itu dengan sendirinja menghendaki UNI itu dibentuk diatas dataran hukum internasional, sungguhpun mungkin bersifat regional, bukan diatas dataran hukum negara. Bahaja tawar-menawar, pantjing-memantjing, bermain taktik, ialah kemungkinan timbulnja suasana jang labil, jang dapat dipakai oleh golongan2 jang tidak bertanggungdjawab untuk membelokkan sekali lagi djalan keadaan kearah bentrokan.
LUAR NEGARA
Kekurangan dollar
DEMBITJARAAN jang diadakan di Washington antara menteri? Canada dan keuangan Amerika,
Inggeris telah sudah. Sungguhpun rupa2nja belum adadidapatkan suatu penjelesaian kekurangan dóllar dari fihak Inggeris jg. setjukupnja, perundingan telah dihentikan, hanja dengan persetudjuan bahwa perundingan itu akan diteruskan sedikit hari lagi dalam tingkatan kementerian, djadi sabenarnja tingkatan jang paling tinggi. Hal ini disebabkan pula karena John Snyder (Amerika), Stafford Cripps (Inggeris) dan Douglas Abbott (Canada) masing2 mewakili negerinja dalam Dewan Pengurus dari Bank Internasional jang pada waktu itu djuga akan memulai konferensi, ialah konferensi tahunan.
Kesudahan dari konferensi keuangan tiga negara itu ialah sepuluh buah andjuran:
1°. memperbanjak investasi dilingkungan sterling;
2°. persetudjuan tentang pendjualan bahan2 mentah dan pembuatan tjadangan bahan2 mentah itu;
3°. izin buat Inggeris untuk menggunakan dollar ERP diluar Amerika Serikat;
4°. pengambilan tindakan2 untuk menurunkan bea douane;
5°. mengusahakan supaja tjara? douane Amerika dipermudah;
6°. melonggarkan tjara2 pembajaran antara negara di Eropah;
7°. pengambilan tindakan untuk mempermudah pemberian dollar kepada negeri2 jang termasuk dalam blok sterling (India, Mesir);
8°. pembelian minjak dari Inggeris;
9°. pemakaian setjara.lebih intensif dari kapal2 dagang Inggeris;
10°. melandjutkanpembitjaraan dalam tingkatan kementerian.
Usaha untuk memperbanjak investasi itu terutama ditudjukan kepada bagian2 dari lingkungan sterling jang disebut daerah terbelakang (underdeveloped areas). Disini pertama kali kita mempersaksikan pertemuan dari bab empat” dari Truman-program dengan usaha dari fihak lingkungan sterling. Komisi jang memberikan laporan kepada konferensi ketiga menteri itu dalam hal ini menganggap investasi sematjam itu ialah salah satu djalan jang terbaik untuk menghilangkan pintjangnja keseimbangan antara lingkungan dollar dan sterling. Terutama diharapkan bahwa investasi itu buat sebagian besar djuga datang dari kalangan partikelir. Dan kalangan resmi pertolongan diharapkan dari fihak Bank Internasional dan djuga dari Export-Import Bank Amerika Serikat.
Terhadap investasi partikelir itu komisi mengandjurkan supaja diadakan setjara langsung se-banjak2- nja, sebab jang demikian itu akan membawa manfaat jang lebih besar, karena akan membawa djuga pengalaman pengusaha, ketjakapan (knowhow) tehnis dan perbanjakan perusahaan2 partikelir. Akan tetapi permintaan kredit akan se-mata2 didasarkan pada pertimbangan tentang kemungkinan2 dapatnja dibajar kem-
KETIKA barisan penghormatan pengantar djenazah Almarhum Wolter Monginsidi berangkat melalui Goaweg, dimana nampak pandu² kita jang masing² membawa karangan bunga.
bali segala apa jang dipindjamkan itu; karena itu maka diminta supaja negeri2 jang hendak meminta supaja mendapat bantuan untuk dapat membeli barang2 dan djasa2 dari lingkungan dollar itu memadjukan suatu rentjana pindjaman jang memberikan djaminan jang diperlukan tadi. Maksudnja pindjaman itu diberikan atas dasar waktu jang singkat atau waktu jang sedang.
Buat Indonesia apa jang telah diputuskan itu penting pula dalam arti bahwa segala itu mungkin sekali akan mendjadi tjontoh tjara bagaimana pemberian pertolongan dan kredit dollar akan diberikan selandjutnja kepada negeri2 jang tidak termasuk lingkungan dollar, terutama negeri2 jang termasuk dalam golonganunderdeveloped areas”. Dis.ni perlu diperingatkan pula bahwa kalangan business” di Amerika Serikat sangat ber-hati2 untuk mengadakan investasi diluar negeri; pertama, pertimbangan mengenai keadaan jang stabil atau tidak; kedua, pertimbangan mengenai kemungkinan suatu perusahaan jang baru didirikan akan hidup landjut sebagai perusahaan partikelir, berhubung dengan kemungkinan nasionalisasi dan sebagainja; ketiga, per. timbangan jang mengenai kesempa. tan untuk mendapat keuntungan dan mengirim keuntungan ini ke Amerika, djadi berupa dollar; djadi disini soalnja ialah kredit dollar itu hendaknja menghasilkan laba dollar pula, suatu soal jang tidak mudah dipetjahkan.
Dalam tahun 1946 tjadangan Inggeris jang berupa dollar dan emas berdjumlàh $ 2.500.000, tetapi tjadangan ini telah berkurang mendjadi $ 1.370.000.000 dalam bulan September 1949, sedangkan dalam waktu diantara 1946 dan 1949 itu Inggeris
telah menerima bantuan dari Amerika Serikat sedjumlah $ 6.000.000.000. Hal ini membuktikan bahwa untuk keperluan Inggeris pembelian barang2 dari lingkungan dollar itu djauh lebih banjak dibandingkan dgn. kemungkinan negeri itu untuk membajarnja dengan hasil pendjualan barang atau djasa kelingkungan tadi. Inggeris membutuhkan penghasilan dalam hal ini sebesar $ 1.600.000.000 setahunnja, tetapi kini hanja dapat memperoleh sedjumlah $ 600.000.000. Salah satu usaha untuk menaikkan penghasiian ini rupanja ialah persetudjuan untuk lebih banjak lagi menggunakan kapal2 Inggeris buat keperluan pengangkutan barang.
Menurut peraturan ECA sebagian dari barang2 jg. diangkut ke Eropah dari Amerika Serikat itu harus diangkut dengan kapal2 Amerika.
Sudah beberapa waktu lamanja timbul desas-desus bahwa Inggeris akan mengadakan devaluasi terhadap pound sterlingnja. Tetapi desas-desus ini tiap kali dibantah oleh pemerintah Inggeris.
Devaluasi memungkinkan barang2 hasil produksi Inggeris dapat didjual lebih murah, sehingga dapat bersaing dengan barang2 keluaran lingkungan dollar. Akan tetapi devaluasi itu ialah soal keuangan, berarti akan mengenai seluruh harga barang, djuga terhadap harga barang2 jang mengalami persaingan jang tidak begitu besar, seperti timah putih, keluaran dari Malaya. Lagi pula devaluasi tidak sadja mempunjai akibat terhadap lingkungan dollar, tetapi djuga terhadap keuangan negeri2 lain, diluar lingkungan sterling, jang mungkin ikut, mungkin tidak, dalam tindakan mengurangi parbandingan nilai uang itu. Selandjutnja devaluasi jg. dapat menjebabkan barang2 dari lingkungan dollar naik harganja
dibandingkan dengan barang2 keluaran Inggeris, sehingga barang2 Inggeris itu dapat ikut bersaing, akan pula menaikkan harga barang2 jang dibutuhkan oleh Inggeris untuk konsumsi rakjatnja dan bahan2 untuk industrinja. Djadi devaluasi itu akan menimbulkan keadaan niveau penghidupan jang berubah sekali dipandang dari sudut keuangan, jang tidak dapat dengan tjepat2 diikuti oleh tindakan2 jang bermaksud menangkap akibat2nja terhadap masjarakat, misalnja dalam soal upah kerdja. Karena itu Sir Stafford Cripps de. ngan kuat sekali menentang devaluasi itu, se-kurang2nja hendak ditunda sampai habis pemilihan perlemen Inggeris jang akan datang. O
Achirnja namun pound sterling didevaluasikan djuga.
Pembitjaraan permulaan mengenai keadaan lingkungan sterling pada dewasa ini berlaku sebagai pantjatan terhadap pembitjaraan jang mengenai daerah lebih luas jang didjalankan kemudiannja, ialah pertemuan tahunan dari Bank Internasional dan Fonds Keuangan Internasional, ke-dua2nja organisasi dan badan dari Perserikatan Bangsa. Dalam hai ini perhatian orang tertarik pula kepada bagaimana dapat diperolen persesuaian tentang hal2 jang mengenai sebagian dari daerah2 jang termasuk dalam lingkungan rubel. Sovjet-Rusia sendiri tidak ikut serta dalam organisasi Bank Dunia dan Fonds Internasional Keuangan. Ada lagi satu hal jang mungkin mendjadi soal besar dan memang penting buat perekonomian dunia, jaitu soal Timur Djauh, istimewa Mantsjuria dan Tiongkok. Soal pembangunan disini agaknja terlalu besar untuk tidak dibitjarakan diniveau dunia seluruhnja.
VICIEUSE CIRKEL
Anak: Ibu, betulkah militer Belanda tidak selamanja didaerah ini?
Ibu: Menurut keterangannja: tidak!
Anak: Bila mereka berangkat, Bu?
Ibu: Kalau daerah ini sudah aman, ’nak.
Anak: Bila daerah ini akan aman, Bu?
Ibu: ……Ja, kalau mereka sudah berangkat.
TEHA.
TITEL
Surat kabar Vrij Nederland” mengumumkan bahwa Komisi jang membikin laporan tentang Perguruan Tinggi menghendaki supaja titel (gelaran) drs” dihapuskan sadja.
Tetapi surat kabar itu sendiri tidak menjetudjui usul itu dan bahkan mengusulkan supaja kepada tiap2 orang jang dengan susah pajah telah mendapat diploma diberikan gelaran. Kepada mereka jang tammat sekolah rendah diandjurkannja supaja diberikan titel ,,als” (abiturient Lagere School).
Surat kabar itu belum memberikan gelaran apa jang harus diberikan kepada mereka jang baru mendapat diploma buta huruf.
SULTAN JOGJA dalam melantjarkan penglaksanaan ceas -fire di Djawa Tengah telah berdjumpa dengan Djenderal-Major Meyer, komandan territorial tentara Belanda di Djawa Tengah di Semarang. (Ipphos)
Surat dari perdjalanan
Oleh: Adi Negoro
(II)
ARENA itu aksi orang2 seperti K Welter dan Gerbrandy cs. itu jang mau memerintah dengan keke. rasan sendjata seperti dulu tidak mendapat sympathi besar, artinja ti. dak tjukup untuk mengadakan opposisi jang bisa menang, dalam salah suatu kampanje. Belanda tidak dapat menaklukkan perlawanan di Indonesia walaupun tiap bulan dikirim berpuluh ribu lagi serdadu, dan djuga bangsa Indonesia tidak banjak lagi jang mau didjadikan kuda beban atau boneka.
Orang2 besar Indonesia paduka-paduka j.m.m. jang selama berkukuk ajamnja Van Mook bersandar pada bajonet Belanda dan memenangkan apa jang diandjurkan oleh Van Mook dalam dunia politik, tidak ada seorangpun lagi jang ingat akan Van Mook, malahan semuanja merapati Hatta.
Dan Van Mook sendiri beserta Beel tidak kelihatan hadir waktu pembukaan K. M. B. Walaupun keduanja ada di Nederland!
Politik Malinosasi dari Van Mook adalah ibarat biduk atau sampan jang liwat disungai jang penuh kiambang. Kalau biduk lalu kiambang bertaut kembali, artinja orang2 BFO dengan Republik bertaut lagi sebagai bangsa Indonesia jang satu, walaupun masih ada djuga dua tiga paduka BFO jang sikapnja lebih Belanda dari Belanda! Orang2 BFO selebihnja walaupun jang dulunja melihat Republik sebagai penjakit” dan bersedia membantuBelanda untuk menghantjurkannja diwaktu aksi polisi kesatu dan kedua, mereka jang bersifat lebih Belanda dari Belanda, tiba di KMB berubah mendjadi pro Republik, pro Hatta, karena mereka itu insjaf, bahwa kalau tidak ada Republik merekapun tidak mendjadi penting dimata Belanda dan kalau tidak serta Republik soal Indonesia-Belanda tidak akan terpetjahkan oleh mereka sendiri dengan fihak madjikannja Belanda.
Mereka jang boleh dikatakan dulu belum pernah kedengaran namanamanja mendjadi pemimpin rakjat dan politikus, sekarang di KMB mendjadi bapak2 rakjat jang terpenting, diseberang wakil2 Republik, tapi ber-sama2 berhadapan dengan wakil2 keradjaan Belanda jang bertempat diseberang udjung dari medja jang londjong itu. Peduka2 jang mulia-mulia itu mentjapai titel bapak rakjat, pemimpin rakjat atau
wakil rakjat dengan mudah dan mewah sekali, kalau dibandingkan dengan bapak-bapak jang duduk diseberang medjanja, seperti Hatta jang ber-kali2 dibuang dan ditutup.
Saja diserang oleh fikiran sepintas lalu, diwaktu melihat bapak-bapak rakjat Indonesia berhadap-hadapan di KMB itu. Lain Bangkahulu lain Semarang, lain dulu lain sekarang. Dulu djadi bapak rakjat keluar-masuk pendjara, dianggap pendjahat, keluarganja hidup sengsara, sekarang mendjadi pemimpin atau bapak rąkjat duduk didalam Bangsal Bangsawan atau Ridderzaal mundar-mandir keluar masuk kapal-terbang dan dari hotel ke-hotel dan dari restaurant kerestaurant dan dari resepsí ke-resepsi, badju dua tiga stel atas ongkos resmi, sehingga segala tu kang djahit di Den Haag mendapat keuntungan bagus ini tahun. Tempora mutantur, zaman beralih dan kita beserta dunia beralih semuanja.
Jang terpenting menurut perasaan saja terbukti dari pembukaan RTC itu ialah likwidasi resmi dari segala fikiran rakjat Belanda hendak mendjadjah, keridlaan rakjat Belanda melihat Indonesia Merdeka dan last but not least jaitu rehabilitasi atau pengembalian derdjat mulia dari Sukarno-Hatta dan Republik, persatuan faham antara BFO dan Republik dan dengan begitu banjak dikandungnja harapan, bahwa KMB ini akan berhasil baik.
Satu perkara jang menarik perhatian saja, waktu pembukaan RTC atau KMB itu, jakni sedikitnja perhatian dari publik di Nederland, waktu terdjadi pembukaan itu. Diluar Ridderzaal hanja berdiri kira? 300 orang jang ingin melihat masuk dan keluarnja pentolan2 Belanda dan Indonesia.
Tapi perhatian dari kaum wartawan sangat besar.
Mereka datang dari Djerman, dari Inggeris, dari Amerika, dari Italia dan dari Perantjis. Dari tempat pers kami dapat melihat kebawah sehingga tampak semuanja dari atas, apa jang duduk keliling medja bundar” jang londjong itu. Jang bundar bukan medjanja, tapi kepala2 orang-orang besar dan bapak-bapak jang duduk itu. Medja itu sendiri seperti bentuk huruf Q sehingga ada orang jang melawat mengatakan bahwa maknanja jang gaib ialah Quo Vadis? (Kemana?)
Diatas sudah dinjatakan, bahwa Beel dan Van Mook tidak tampak mukanja dalam rapat pembukaan itu. Djuga beberapa orang Indo nesia jang dulu sudah menuntut di Volksraad supaja selekas mungkin diadakan konperensi Medja Bundar ditinggalkan oleh sedjarah dan tidak melihat pendjelmaan usulnja (Sutarajo).
Keadaan di Nederland waktu ini ditandai oleh musim panas, tetapi panasnja itu seperti hawa di Bandung. Berhubungan dengan bulan Agustus/September di Eropan adalah waktu untuk melantjong, maka Nederland ramai dikundjungi oleh pelantjongan dari Inggeris, Perantjis dan Amerika. Hanja orang dari Djerman tidak ada, karena keadaan di Djerman sekarang ini masih kalut dan rakjatnja melarat sekali walaupun sudah 4 tahun habis perang. Penghidupan di Nederland sudah normal kembali, barang? murah, walaupun dua kali semahal harga sebelum perang. Pembangunan rumah2 baru dilangsungkan orang disini dengan giat, akan tetapi masih hebat djuga di Nederland soal rumah, keluh-kesah kesukaran pehanja tidak sehebat di rumahan, Djakarta.
Apa jang njata di Nederland tentang suasana politik ialah bertambahnja perhatian publik disini terhadap soal Indonesia, hal jang terbukti di-pertjakapan2 dalam kereta api dan trem. Tapi publik di Nederland rupanja selama ini mendapat penerangan jang penuh tendens terhadap Republik, karena mereka kebanjakan menganggap seperti surat-surat kabar reaksioner, bahwa Republik itu semuanja kaum salah dan pemerintahnja jang benar. Segala kedjadian sesudah ’45 mereka hanja melihat dari katjamata Belanda sendiri. Jang lain dari pada itu kenjataan disini jaitu lenjapnja kegugupan sebab sudah ada R.T.C. ini.
Lebih penting lagi dari pada itu jakni ketiadaan ketakutan orang disini akan mengalami perang dunia jang ketiga.
Bahaja Moskow rupanja sudah lenjap atau sudah bertambah djauh letaknja dibandingkan dengan setahun jang liwat. Lain kali saja sambung, sampai ketemu lagi!
Deviezen dan Modal Asing
Oleh: Prof. S. M, Abidin
Keempat pasal itu akan kita tindjau satu per satu.
UNTUK pembangunan perekonomian nasional R.I.S. memerlukan modal jang banjak sekali. Pada waktu ini rakjat Indonesia mempunjai modal sedikit sekali, sungguhpun bumi, laut dan sungai2 Indonesia mempunjai kemampuan jg. besar sekali untuk menghasilkan kekajaan jang berlimpah-limpah.
Dalam pengertian mengambil laba patut itu telah terhitung bahwa buruh harus mendapat upah jang pantas untuk mendapat penghidupan jang lajak sebagai manusia, pemilik tanah mendapat sewa jang patut dan semua padjak negeri dan fonds pensiun untuk buruh dipenuhi pada waktunja. Djika semua kewadjiban itu dapat dipenuhi dengan baik, dan disamping itu perusahaan masih mendapat laba, maka laba itu boleh dikirimkan keluar negeri.
Dalam R.I.S. jang merdeka dan berdaulat rakjat Indonesia akan mendapat kesempatan jang baik untuk mempergunakan sumber2 kekajaan tanah dan alam Indonesia. Pemakaian sumber2 itu hendaknja dilakukan menurut rantjangan dan dibawah pimpinan Pemerintah untuk mendapat kemakmuran jang merata jang sebesar-besarnja.
Djika peřusahaan asing mendapat laba jang luar biasa besarnja, maka sudah tentu harus ada pula peraturan2 jang mengatur hal pengiriman laba istimewa itu keluar negeri.
Apakah Indonesia untuk pembangunan itu memerlukan modal asing, sebenarnja bukanlah soal lagi. Sekarang sadja sudah ada beberapa ribu djuta modal asing di Indonesia, dan itu terutama ditanam dalam perusahaan perkebunan dan paberik2 jang bersangkutan dengan perkebunan. Untuk mendjalankan perusahaan2 itu kembali dengan sempurna, perlu sekali ada tambahan modal dan tambahan itu tentu akan berupa modal asing pula.
Perusahaan asing jang oleh karena sesuatu hal menghentikan pekerdjaan, misalnja karena dinasionalisasi oleh Pemerintah atau didjual kepada bangsa Indonesia, maka pemilik perusahaan itu harus mendapat uang hasil pendjualan itu keluar negeri.
Pasal (3) dan (4) tjukup terang sehingga tidak usah mendapat pendjelasan lebih landjut. Orang asing jang bekerdja di Indonesia, setelah selesai ’pekerdjaannja atau setelah mendapat pensiun, ingin pulang kenegerinja dengan membawa uang simpanannja, atau dengan maksud akan hidup selandjutnja dengan uang simpanannja jang ada diluar negeri.
Untuk memperluas perindusterian terutama membangun industeri berat, sudah tentu diperlukan pula modal asing.
Modal asing dapat masuk ke Indonesia atas dua djalan, jaitu:
- berupa pindjaman Negara, dan Negara memindjamkan modal itu kepada pengusaha2.
Mengapakah hal deviezen itu penting betul bagi sesuatu negara?
Semua kekajaan diluar negeri jang langsung atau tidak langsung dapat dibelandjakan diluar negeri itu, dinamai deviezen.
- berupa perusahaan2 bangsa asing jang didirikan di Indonesia
Bilakah modal asing mau masuk ke Indonesia? Dalam hal sub (b) modal itu hanja mau masuk djika Negara Indonesia memberi sjarat? hidup jang tjukup baginja. Sjarat? hidup itu ialah:
Pengiriman uang keluar negeri mengurangi besar djumlah deviezen itu sehingga mengurangi pula ke mungkinan untuk membeli. Dapatlah di mengerti bahwa tiap-tiap negara, apalagi negara jang sedang membangun perekonomiannja jang memerlukan banjak mesin2 dari luar negeri, sangat hemat sekali dengan pemakaian deviezen itu. Djika deviezen tidak ada, ’barang2 tidak dapat dibeli dari luar negeri, dan timbullah kesukaran2 didalam negeri seperti jg. dialami di Indonesia sekarang ini.
Dapat mengambil laba jang patut, jaitu diantara 6 dan 10%, dan laba itu dapat dikirimkan keluar negeri.
Modal itu dapat dikeluarkan kembali djika perusahaan itu telah dihentikan.
Pengiriman uang keluar negeri oleh pegawai2 bangsa asing jang bekerdja pada perusahaan itu, untuk keluarganja dan untuk tabungannja.
Berbalik kembali kepada soal pengiriman deviezen keluar negeri itu, adalah suatu masalah jang patut kita selidiki lebih landjut, jaitu: Selain dari jang tertjantum dalam keempat buah pasal jang diatas itu, adakah dalam hal lain luar negeri menuntut pula dikirimkan deviezen keluar negeri?
- Uang jang dipindjam dari luar negeri oleh perusahaan asing itu harus dapat dikirimkan kembali keluar negeri dengan bunganja.
Satu hal jang mungkin dituntut oleh perusahaan asing ialah: pengiriman penghapusan harga hartatetap keluar negeri.
Pada umumnja sebahagian jg. ter. besar dari modal perusahaan terikat dalam harta-tetap seperti mesinz dan gedung-gedung.
Harta-tetap itu dapat dibeli dengan modal-sendiri atau dengan uang pindjaman.
Dalam hal dibeli dengan modalsendiri, penghapusan harga hartatetap itu ialah sebahagian dari modal, dan karena itu tidak boleh dikirimkan keluar negeri selama perusahaan itu belum dimatikan.
Andai kata dibolehkan. Djika modal-asing umpamanja f 4000 djuta, penghapusan harga dimisalkan rata? 5%, maka untuk penghapusan harga sadja harus dikirimkan tiap tahun keluar negeri 200 djuta rupiah. Belum lagi terhitung deviezen jang harus dikeluarkan berupa laba, pensiun, simpanan, bunga dll.
Dalam hal harta-tetap itu dibeli dengan uang pindjaman, maka uang pindjaman itu harus dilunasi dengan penghapusan harga harta itu. Maka dalam hal ini jang harus dikirimkan keluar negeri ialah pelunasan uang pindjaman, dan bukanlah penghapusan harga.
Misalkanlah sebuah mesin jang berharga f 100.000 dibeli dengan uang pindjaman dari lúar negeri. Maka untuk melunasi pindjaman itu dibolehkan mengeluarkan uang keluar negeri f 100.000 ditambah dengan bunganja. Djika dibolehkan pula mengeluarkan penghapusan harga, maka djumlah uang keluar ialah f 200.000, jaitu f 100.000 pelunasan dan f 100.000 penghapusan harga, padahaljang masuk hanjalah f 100.000.
Kesimpulan dari uraian jang dipenghapusan harga atas itu ialah: harta-tetap sekali-kali tidak boleh dikeluarkan.
Dinegara jang telah banjak industerinja, penghapusan harga hartatetap itu merupakan suatu djumlah jang besar sekali, jang terutama disimpan di-bank2 dinegara itu. Bank2 itu memindjamkan uang itu kembali kepada industeri2 lain atau kepada perdagangan, sehingga seluruh perekonomian negara itu dapat berdjalan lantjar.
Djika Indonesia membolehkan mengirimkan penghapusan harga keluar negeri, maka bank2 di Indonesia tidak akan mendapat uang jang tjukup untuk membantu perindusterian dan perdagangan, sehingga perekonomian Indonesia akan selalu berada dalam keadaan setengah hidup setengah mati.
Noot Red:
Kami setudju dengan tiap² peraturan jang dapat menahan pengaliran kekajaan keluar negeri (drainage).
Pekerdja di Sovjet-Rusia
Oleh: Sugardo
Partai Pemerintah
dan Serikat Sekerdja
ESKIPUN Partai Komunis, PeM merintah dan Serikat Sekerdja di Rusia masing2 merupakan organisasi jang terlepas satu sama lain, tetapi ketiga itu banjak bersangkutpautan.
Seperti para pembatja mengetahui (atau tidak mengetahui), di Rusia Partai Komunis mendjalankan roI jang terpenting diatas segala lapangan: politik, ekonomi, sosial, budaja njan seni, dan lain2nja.
R.p3agaimana pentingnja pengaruh partai itu, dapat kita bajang2kan djika kita mengetahui bahwa Partai Komunis adalah satu2nja partai politik jang boleh berdiri di Rusia, dan bahwa didalam pimpinan segala sesuatu badan harus ada seorang anggauta partai jang berpengaruh.
Untuk memberikan pandangan sekedar tentang segala sangkut-pautnja, kita berikan gambaran dengan beberapa garis tentang perhubungan Partai, Pemerintah dan Serikat Sekerdja.
Organisasi partai berdjalan sedjadjar dengan organisasi pemerintahan administratif. Satuan jang terketjil adalah cel” jang terdapat disuatu desa atau suatu pabrik. Sedjadjar dengan sovjet-distrik terdapat pengurus-partai-distrik; diatas dataran propinsi terdapat penguruspartai-propinsi; diatasnja berdiri pengurus-partai-negara-bagiandan paling tinggi ialah pengurus pusat Partai Komunis Seluruh Uni. Pengurus pusat ini kira2 beranggauta 65 orang dan jang mendjadi sekretarisdjenderal ialah Stalin. Dari antara 65 orang itu dipilih suatu badan terdiri dari 14 orang, badan mana tehnis merupakan suatu komite ketjil dari pengurus pusat tadi, tetapi didalam praktek ia berdiri diatas pengurus pusat. Badan inilah jang terkenal dengan nama Politburo dan diketuai oleh Stalin sendiri. Sepuluh dari 14 anggauta Politburo mendjabat wakil perdana menteri didalam ,kernkabinet”
Djuga pada dataran rendahan, sebagian dari anggauta sovjet harus
Uni Republik2 Sovjet Sosial Rusia terdiri dari beberapa negara bagian. Tiap2 negara bagian dibagi didalam beberapa propinsi dan propinsi terdiri pula dari beberapa distrik. Kepala pemerintahan administratif didalam tiap-tiap bagian itu adalah suatu dewan atau sovjet, djadi dari bawah keatas kita djumpai sovjet-distrik, sovjet-propinsi, sovjet-negara-bagian, dan sovjet-tertinggi jang bernama dewan menteri. Dewan menteri ini beranggauta 70 orang kira2, diketahui oleh Stalin. Dari antara ± 70 orang tadi dipilih oleh perdana menteri 13 orang wakil perdana menteri jg. merupakan suatu kernkabinet”.
mendjadi anggauta pengurus partai pada dataran jang sama.
Dengan gambaran ini djelas, bahwa partai dan pemerintah ter-djalin2. Partai menetapkan garis2 politik, jang harus didjalankan oleh pemerintah administratif. Oleh karena pada putjuk partai dan pada putjuk pemerintahan berdiri satu orang, Josif Vissarionovich Stalin, dan pada tiap2 dataran jang sama dipartai atau dipemerintahan terdapat orangorangnja jang sama djuga, didalam praktek tidak ada perpisahan antara partai dan pemerintah. Dengan begitu pula kita mendapat kesan, bagaimana besar kekuasaan jang ada didalam tangan Stalin.
Begitu djuga organisasi serikat sekerdja dan organisasi partai, mes-
kipun jang satu terlepas dari jang lain, ber-belit2an. Didalam satu pabrik terdapat satu cel partaiPengurus dari serikat sekerdja pabrik itu terdiri sebagian besar dari pengurus cel partai; dan begitulah pada serikat sekerdja didalam suatu distrik, propinsi dst.
Pemimpin cel biasanja merangkap pemimpin serikat sekerdja pada suatu pabrik. Ia dipilih oleh celnja dan kedudukannja setingkat dengan direktur pabrik, jang satu tidak bisa memberikan perintah kepada jang lain. Dengan sendiri ia tidak mungkin melakukan pekerdjaannja lagi sebagai pekerdja pabrik dan gadjinja dibajar oleh partai.
Direktur dan pekerdja sama? mendjadi pegawai dari pemerintah (suatu kementerian), tetapi ini tidak berarti bahwa rol dan kewadjiban mereka adalah bersamaan. Direktur berkuasa menerima dan melepas pekerdjanja. Ia bertanggung djawab supaja pabrik jang dibawah pimpinannja menghasilkan barang2 jang kwantiteit dan kwaliteitnja sesuai dengan rantjangan produksi negara (rentjana 5 tahun) serta supaja pabriknja tidak bekerdja dengan rugi dsb.
Pekerdja dididik (oleh partai dan serikat sekerdja) supaja memperkembang ketjakapannja. Ia diadjar bahwa dengan begitu ia bekerdja bukan sadja untuk kepentingan ne gara, tetapi djuga untuk kepentingan diri sendiri. Ditanam pengertian, bahwa pabrik itu kepunjaan mereka bersama. Ia berusaha supaja menghasilkan lebih banjak, karena hasil? itu adalah untuk negara dan tidak untuk memperkaja suatu manusia atau suatu gerombolan manusia. Djika hasil2 untuk negara, ini berarti untuk seluruh rakjat dan dengan begitu berarti djuga untuk pekerdja orang-seorang.
Djika terdapat suatu perselisihan antara pekerdja dan direktur jang tidak dapat diselesaikan disitu djuga, maka pemimpin partai (= pemimpin serikat sekerdja) melapurkannja kepada pimpinan partai sampai jang tertinggi; direktur melapurkannja kepada kementerian. Dengan begitu kedua lapuran itu bertemu (pemerintah = partai), dan orang2 jang berada diatas dapat mengontrol bagaimana beleid ekonomi sidirektur dan beleid politik sipemimpin partai.
Contra dan Pro
RANG jang tidak berpaham komunis, tentu sadja tidak bisa menjetudjui kedudukan pekerdja dan
serikat sekerdja di Rusia. Tentang ini prof. Harold Laski menulis dalam Hindustan Times” antara lain:
Serikat sekerdja di Rusia bukan serikat sekerdja jang merdeka didalam arti jang biasa. Anggauta2nja tidak boleh mogok. Meskipun mereka memilih pengurusnja sendiri, kebanjakan daripadanja, terutama jang mempunjai kedudukan penting didalam organisasi, adalah anggauta partai Komunis, serta politik jang didjalankan oleh mereka adalah selamanja politik jang telah ditetapkan oleh partai Komunis Rusia disegala tingkatan dan lapangan. Bahwa pengurus2 serikat sekerdja itu selalu dengan teliti memberikan lapuran kepada partai Komunis tentang pengaruh keputusan2 jang diambil oleh partai pada perasaan kaum pekerdja, dan kerap kali putusan? itu diubah sebagai akibat dari keterangan2. jang diperoleh dari fihak serikat sekerdja, itu memang benar.
viet Strength” pada halaman 135 dst. antara lain:
Pikiran Barat tidak dapat menerima, bahwa USSR melarang propaganda jang ingin mengembalikan pentjaharian laba setjara kapitalis. Pada kita (orang Barat — Red.) terdapat pendirian bahwa kemadjuan se-olah2 tergantung dari kemerdekaan berfikir dan mengeluarkan fikiran seluruhnja. Tetapi pada permulaan perang dua orang MP dipendjarakan karena mengeluarkan pendapat jang bertentangan dengan pemerintah. Djika suatu negeri terantjam oleh tentara asing, penindasan golongan2 jang mempropagandakan djangan menuruti undang2 selalu disertai dengankekerasan.Dan Rusia tidak pernah luput dari antjaman perang. Rusia selalu menghadapi bahaja serangan. Dikelilingi oleh negeri2 kapitalis jang — ketika Rusia, baru berdiri — selalu berusaha untuk menghantjurkannja, Rusia
Demikian Harold Laski.
Seorang Komunis dapat menangkis utjapan diatas itu sbb.:
Negara Rusia adalah negara proletar untuk proletar dan diperintah oleh proletar. Segala kepentingan proletar mendapat perhatian pertama. Djaminan2 sosial jang dinegara kapitalis harus dipaksakan diadakan, harus direbut oleh proletar umpamanja dengan tjara mogok, di Rusia bukan mendjadi soal. Karena itupun pemogokon tidak ada dan tidak perlu ada. Pertentangan antara buruh dan madjikan tidak ada, karena tidak ada buruh dan tidak ada madjikan didalam arti jang dipakai dinegara kapitalis.
Politik-ekonomi negara — sebagai satu2nja badan jang mempunjai alat-alat produksi — adalah untuk kepentingan proletar, sehingga tidak ada perselisihan prinsip antara negara dan proletar.
Demikian tangkisan itu.
Hewlett Johnson, pendeta Kristen di Canterbury (Inggeris) jang bersimpati kepada Rusia mengatakan didalam bukunja the Secret of So-
tahu bahwa serigala tidak akan meninggalkan tempat2nja. Dan ketika diwaktu belakang keadaan ini mulai reda, Rusia tahu bahwa negeri2 fasis dan orang-orang berfaham fasis ditiap2 negeri menunggu waktunja dan berichtiar menerbitkan kegaduhan didalam negeri. Didalam keadaan jang begitu pembatasan kemerdekaan dengan sendirinja boleh diadakan.
Pada halaman 137 Johnson menu lis jang maksudnja:
Kemerdekaan bagi massa Inggeris lebih banjak terdiri dari kata2, daripada kenjataan. Kita bebas pergi kemana sadja, bebas makan dan minum apa jang kita sukai dan bebas untuk mempunjai rumah2 bagus. Tetapi ini semua tidak ada artinja bagi orang jang tidak mendapat pekerdjaan. Kita merdeka untuk mengeluarkan suara (menjetem) tetapi djika seorang jang tidak punja kerdja pergi menjetem, tidak akan ia mendapat pekerdjaan dari stembus. Merdeka mengeluarkan suara sedikit harganja untuk orang jang tidak punja kerdja. Merdeka diatas lapa-
ngan ekonomi, itulah jang dituntut, dan itulah jang dipunjai oleh pekerdja2 Rusia.
Demikianlah kutipan jang agak pandjang dari buku Hewlett Johnson.
Pemandangan dan Kesimpulan
ESUDAH diadakan tindjauan diS atas itu, pantaslah kiranja diadakan suatu pemandangan dan kesimpulan.
Dasar pikiran diatas mana terdjadi perkembangan masjarakat Barat modern, mulai mendapat pengakuan umum pada pertengahan abad ke 18. Pikiran liberalisme itu mengatakan: Tiap2 manusia mengenal kepentingannja, dan tiap2 manusia sendirilah jang paling tepat dapat memenuhi kepentingannja masing2. Djika tiap2 manusia diberi kemerdekaan untuk mengurus kepentingannja sendiri2, inilah jang paling banjak mengeluarkan hasil baginja dan dengag en begitupun mengeluarkan hasil jain paling besar bagi umum.”
Pikiran ini mengandung satu kesalahan besar, jaitu ia menganggap bahwa masjarakat hanja merupakan suatu djumlah sadja dari manusia A + manusia B + manusia C + …, padahal masjarakat adalah suatu kesatuan sendiri, jang memang betul anasir2nja adalah manusia2. Sebagai djuga air bukan H2O=H2 + O, tetapi H2O - H2 + O, maka masjarakat djuga bukanlah Ma = mA + mB + mC……, tetapi Ma ←- mA + mB + mC ….., didalam perumusan mana Ma menundjukkan masjarakat dan mA, mB, mC dst. tiap2 manusia orang-seorang.
Didalam pertempuran hidup antara manusia dan manusia jang kemudian terdjadi, maka jang kuatlah jang menang. Sikuat dapat mengumpulkan alat2 produksi dan silemah terpaksa mendjual tenaga kerdja kepadanja dengan harga jang se-murah2nja, karena tawarantenaga kerdja terlalu banjak. Silemah memburuh pada sikuat: kapitalis memperbudak proletar.
Terdapatlah keadaan sosial di-negeri2 Barat jang merendahkan manusia ketingkatan binatang, seperti dapat dibatja dari buku2nja Zola dan lain-lain pengarang.
Timbullah suatu reaksi jang bisa mendapat wudjud dan isi di Rusia. Dan seperti djuga sifatnja tiap-tiap reaksi; reaksi di Rusia ini mengambil tempat ,op het andere uiterste”; djika keadaan semula berwarna putih, maka reaksi pasti bewarna hitam. Dimana semula kapitalis berkuasa, maka didalam keadaan reaksi itu proletarlah jang harus berkuasa. Dimana semula alat2 produksi didalam tangan beberapa orang, kini alat2 itu harus mendjadi kepunjaan semua orang dan jang diwadjibkan menguasainja alat2 itu ialah orgaan jang tertinggi dari semua orang itu, ialah
HAK beristirahat didjamin oleh undang-undang dasar Rusia. Pekerdja tambang arang-batu beristirahat disanatorium Orjonikidze di Sochi, pantai Laut Hitam.
Gerilja Radio Republik
Oleh: Soendoro
ADIO Republik R Indonesia Jogja. karta pada tg. 19 Desember 1948 ketika dilakukan serangan oleh militer Belanda kedua kalinja, hanja dapat menjiarkan berita jang terachir djam 11.00. Ialah antaranja amanat Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, penjerahan kekuasaan penuh kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera untuk melandjutkan perdjuangan Negara dengan sebutan jang terkenal Pemerintah Darurat Republik Indonesia” (PDRI). Setelah itu RRI tidaklah sempat lagi untuk menjiarkan lain-lain warta, karena djam 14.00 tentara Belanda telah menduduki Ibu Kota Republik. Alat-alat radio banjak jang ketinggalan didalam gedong R.R.I. di Setyodiningratan 6. Bersama itu banjak mesin tulis, buku-buku, medja kursi, dll. jang tinggal mendjadi penghuni didalamnja.
No comment! No news!
Sepi pada malamnja. Tidak ada lagi penjiar (omroeper) jang tiap malam sebelum 19 Desember itu biasa bersuara dan berkumandang keseluruh Nusantara: ……..disini Radio Republik Indonesia Jogjakarta dengan warta berita dan komentar ………!” Tidak kedengaran lagi suara penjiar Subroto, Sastro, Sumadi, Sumantri, Sumijati dalam bahasa Indonesia. Tidak ada lagi ruangan Tjabé Rawit” dari Bung Slompret atau ,Obrolan Pak Besut”, masing-masing pendjaga ,,podjok” RRI dalam bahasa Indonesia dan bahasa Djawa jang begitu populer dika’angan pendengar sampai diluar daerah Renville. (Kabarnja pak Besut masih ditahan dipendjara Pekalongan, kena 4 tahun). Tidak lagi kedengaran Orkes Radio dibawah pimpinan violis terkenal Suwandi.
Tjabangnja jang dinamakan I.B.C. (Indonesian Broadcasting Centre) ge lombang 27 meter jang biasanja menjiarkan dengan call sign” this is the voice of free Indonesia …… tidak lagi bekerdja dengan siaran-siarannja bahasa Inggeris, Perantjis, Urdhu, Tionghoa, Arab dan Belanda jang dirembeskan melalui udara oleh suara lembut dari Sumijati, Winarti, Winarsih, Rochmuljati, Molly jang diseling oleh geloranja suara serem dari Syah, Kuo Hayyi, Arifin, jang menembus lingkaran-lingkaran udara diseluruh dunia.
Tidak ada lagi siaran-siaran jang tadinja dianggap menghasut dan dianggap propaganda djahat” Republik keluar negeri dari kaum ekstremis, jang sering dikutip oleh persburo dan pers luar negeri bukan ekstremis.
Tentang ini orang masih ingat perkataan Mr. van Kleffens wakil Belan da dalam sidang Dewan Keamanan jang berkata: Republik adalah gundu kan manusia jang mempunjai pemantjar radio dan bedil belaka
Hanja pindah tempat sadja
ALAU tuan pernah masuk ke studio K RRI dan berkenalan dengan pemimpinnja, pegawai-pegawainja serta pesuruhnja, dan mentjari siapa diantara mereka jang berumur lebih dari 40 tahun, barangkali tjuma berdjumpa dengan seorang pesuruh jang mengantar surat dari suatu kantor kelain kantor. Lainnja masih orang-orang jang baru lebih dari 30 tahun. Ada jang baru lebih dari. 20 tahun. Kebanjakan diantara 20—30 tahun. Boleh dikatakan plontjo. Tapi djustru karena tekad dan semangat plontjonja” itulah soal siaran di Ibu Kota hanja berhenti beberapa hari sadja. Putusnja perhubungan siaran R.R.I. dengan dunia luar dapat diatasi, karena keberanian para pegawai-pegawai muda jang tjukup inisiatif dan pengalaman serta tekad jang sangat dibutuhkan guna perdjoangan jang berat dimasa pendudukan. Maka hakekatnja ialah, berhenti menjiarkan di Ibu Kota, tapi djalan terus diluar kota. Terkenallah sembojan mereka itu: Sekali diudara, tetap diudara!”
Mesin besar sebagai transmeter sudah tentu tak dapat diangkut keluar, sekalipun tenaga-tenaga muda itu tjukup kemauan jang keras. Tapi sudahlah tersedia segala sesuatunja diluar kota untuk melandjutkan siaran-siaran Republik. Apa jang disiarkan oleh radio-radio stasion didunia dapat ditangkap dan dilandjutkan kepada rakjat didesa-desa jang perlu mengikuti kemadjuan-kemadjuan perkembangan politik jang mengenai negaranja. Roneo ada. Mesin tik ada. Kertas dan
karbon ada. Tidāk ada halangan untuk pakai kertas merang. Sebab selama Republik dalam kepungan politik, ekonomi dan militer, kertas merang itu sudah mendjadi alat tulis-menulis jang dipakai sehari-hari. Mesin penggerak tenaga listrik dihidupkan dengan generator. Lumajan djuga hasilnja. Dengan alat itu dapat djuga disiarkan berita dengan morse-cast. Dengan begitu dapatlah lantjar lagi perhubungan berita dari Jogia keseluruh pemantjar di Djawa. Ini bersambung lagi ke Sumatra, pusat P.D.R.I., hingga antara Sjafruddin dan pak Kasimo, pak Susanto ada hubungan erat mengenai pekerdjaan pemerintahan. Pak Dirman, Kolonel Nasution jang mendapat tugas mengatur Komando Tentara Djawa dapat mempergunakan pesawat pemantjar itu dengan leluasa. Pun hubungan markas tentara satu dan lainnia berdjalan lantjar. Baik jang di Djawa, maupun jang di Sumatera.
Selain di Djawa, pun beberapa tempat di Sumatra mempunjai pemantjar2 jang terus menjiarkan segala sesuatu. Maka dapatlah disebut beberapa pemantjar di Djawa dan Sumatra itu jang bernama: RRI Kutaradja, Voice of Sumatra di Bukittinggi, Radio Rimbu Raja, Bukit Barisan, RRI Djawa Timur, RRI Solo, RRI Jogja, Radio Gerilja. Dari pemantjar2 ini jang tetap tempat tinggalnja ialah jang di Atjeh, daerah mana tetap murni belum pernah diduduki oleh tentara Belanda.
Dikutip oleh luar negeri
EBIH. kurang dalam bulan DjanuL ari 1949 mulailah radio-radio luar negeri seperti BBC London, BBC Far Eastern Service Singapura, Radio Malaya Kuala Lumpur, All India Radio New Delhi, Voice of America Los Angelos, Radio Australia Melbourne, Radio Moskou, Radio Siam Bangkok, Radio Chungking dll. menjiarkan warta berita jang sumbernja berasal dari siaran Radio Republik. Mereka mengatakan Radio Gerilja”. Ketika itu djuga keluarlah bantahan dari Radio Djakarta dan Aneta, bahwa omong kosong adanja siaran Radio Gerilja Republik. Dikatakan, bahwa berita2 jang dikutip oleh pers luar negeri dan radio asing itu adalah siaran-siaran dari guntingan² surat kabar jang dinamakan Press Review”, dikeluarkan oleh kaum Republikan di Djakarta. Tapi kemudian bantahan itu ditelan balik oleh Aneta dengan pengakuan, bahwa memang ada siaran-siaran jang tetap dari Radio Republik, jang membandjiri dunia.
Betapa tidak! Voice of America sering mengutip siaran2 Radio Gerilja itu dengan sebutan2 Reppress” (Rep. Indonesia Press). Djuga Reuter melandjutkan warta berita gerilja itu keseluruh dunia.
MALADI, pemimpin R.R.I. didaerah gerilja, senantiasa bergiat dalam usaha penerangan bagi rakjat didaerah gerilja. (Sudarso)
Satu hal pula jang njata ialah, L. N. Palar wakil Republik disidang Dewan Keamanan, selalu mendapat bahan2 atau informations jang tidak disangsikan kebenarannja. Orang masih ingat gugatannja Palar terhadap dibunuhnja Menteri Pembangunan Supeno, penasehat Wakil Presiden Mr. Dr. Masjdulhak Nasution, Pak Harto Kepala PTT Republik, dll. Itu semua adalah berasal dori pemantiar² didesa jang serba sederhana alat²nja.
Sudah tentu berita2 atau informations itu tidak dapat langsung sampai ditangan Palar, tapi merupakan berita beranting, melalui PDRI lalu ke New Delhi dimana perwakilan Republik ada, dan dari sini langsung ke London, Lake Succes, dll.
Orang bertanja: Berapa kekuatan pemantjar itu? Sampai bisa menembus dinding² pengepung dari luar?”
Tjuma 60 watt! Heran tuan2 mendengar keterangan ini jang dikatakan oleh Sdr. Maladi, pemimpin RRI Pusat di Solo jang selama itu berada diluar kota, dan pada peringatan 4 tahun RRI berada di Ibu Kota Republik. Maladi bertjerita, bahwa soal itu mungkin sadja dengan gelombang pendek.
Dengarkanlah lebih landjut kisahnja
Berkata dia: ,Ketika kantorberita ,Antara” berhenti dengan morsecastnja, pekerdjaan itu dapat dilandjutkan oleh pemantjar2 RRI. Sering kali kita diintjer dari pesawat2 udara jang me-raung2 diatas kepala kita. Tapi penjiaran djalan terus. Tenaga2 jang bekerdja di-tempat2 jang tersebar itu ada jang tjuma 3 orang, arda jang 10 orang. Paling banjak 12 orang! Orang2 muda jang’serba kekurangan makan, pakaian, kertas, mesin, dll. itulah jang memberikan berita2 kepada persburo luar negeri ditengah-tengah intjeran maut.
Pada suatu hari benar2lah kita dapat serangan dari udara. Tempat jang diserang itu dikira memang ada pemantjar kita. Tapi alat2 itu tetap aman. Dan pada lain kali, sudah masuk bulan Águstus jl., datanglah serangan mendadak dari 4 djurusan ketempat radio tsb. Djumlahnja mungkin semuanja ada 1 bataljon. Untung kita. Alhamdulillah. Beres!…..
Dia mentjeritakan, bahwa usaha anak2 muda jang giat itu mendapat penghargaan dari MBKD (Markas Besar Komando Djawa).
Apa kata Sdr. Sumarmadi pemimpin RRI Jogja sebagai wakil Pusat Solo?
Di Jogja ada dua pemantjar. Pada suatu hari Wonosari jang dikira ada pemantjarnja, mendapat serangan udara jang terkenal dan menggemparkan dunia itu. Orang semua sudah kuatir, kalau pemantjar2 itu hilang sama sekali. Tapi untung segalanja selamat! Tidak lama lagi mulailah warta berita membandjiri seluruh dunia. Peristiwa penggerebekan Kepatihan bulan Mei jl., seben. tar lekas diketahui oleh dunia, karena kita ikut menjiarkan djuga!”
Ia ketika pendudukan itu membereskan soal perlengkapan alat2.radjo dan tulis menulis, merangkap redaktur, penjiar dan operator. Kalau biasanja sebelum pendudukan, dia berpakaian kemedja dan panta’on, ketika itu ia berpakaian Djawa Jogja dengan ikat kepala jang,bertelor asin” dibelakang nja.
SETELAH aksi Belanda kedua, djuga alat perhubungan radiopun diangkut kedaerah gerilja. Disini pegawai tehnik R.R.I. didaerah gerilja bekerdja dengan alat² sedcrhana. (Suhardjo
Siaran sekarang
Belanda ditarik K ETIKA tentara mundur dari seluruh keresidenan Jogja tg. 30 Djuni jl., maka per-tama2 jang berbitjara ditjorong RRI ialah Sri Sultan Hamengkubuwono jang diserahi penuh atas pemerintahan dan pengembalian Republik dikeresidenan tsb. Orang ingat, bahwa pidato itu’membikin gempar pendengar jang kurang paham kata2 jang beliau pakai. Anehnja dan merupakan suatu paradox pula, bahwa karena tidak paham kata2 itulah beberapa surat kabar jang kolot, marah2. Katanja: Sultan me-njandjung2 gerilja!” Sebabnja ada tuduhan demikian, perkaranja hanja sepé’é. Beliau masih memakai perkataan berdjuang” jang ditafsirkan oleh jang ku rang paham itu dengan arti strijden met het geweer”.
Maka sedjak itulah mulai lagi call sign jang terkenal……… “disini Radio Republik Indonesia Jogjakarta!” Gelombangnja 58 meter. Beberapa minggu dalam bulan Djuli suaranja seperti suara orang batuk ditjekèk lehernja: hilang — muntjul — hilang — muntjul karena microphoonnja sembèr. Kekuatannja tjuma 600 watt. Pemantjar jang dulu dapat menembus angkasa, sudah tidak ada lagi. Maka buat beberapa Jamanja siaran RRI itupun berhenti sama sekali, sampai soal itu diurus oleh ketua delegasi Republik Mr. Mohammad Rum untuk dibitjarakan dalam sidang kedua delegasi serta UNCI. Achirnja dapat djuga sedikit2 didengar suara dari Ibu Kota itu jang selalu diikuti oleh pendengar2 diluar Jogja: Mereka menjatakankegembiraannja,bahwa RRI dapat menembus angkasa lagi, walaupun dengan serba sederhana. Seorang pendengar Indonesia dari Kyoto (Djepang) menjampaikan surat tanda kegirangannia atas hidupnja pemantjar itu kembali. Dan dari daerah2 nonRepublik, sudah bandjir surat. Ada jang minta lagu ini dan lagu itu. Ada jang menanjakan Pak Besut dan Bung Slompret. Sudah tentu permintaan2 itu belum dapat dilajani semua.
Tenaga listrik
DA satu halangan lagi. Aliran lisA trik. Maka tuan² akan sering menjaksikan siaran RRI jang tahu2 hilang beberapa lamanja, jang kemudian disusuli oleh keterangan penjiar……. berhubung dengan gangguan listrik para pendengar, maka……..!”
Kekuatan listrik jang ada di Jogja itu baru beberapa ratus kilowatt, hing-
ga pembagian aliran pun masih diransum. Sebagian besar kota mash hidup dalam kegelapan diwaktu malam. Hanja minjak tanah jang dipakai buat penerang rumah, baik rumah besar, maupun rumah ketjil.
As dari mesin pembentuk tenaga listrik itu jang ada sudah petjah. Kekuatannja lebih lemah lagi. Ada suatu anecdote jang menggelikan. Jaitu pertjakapan antara orang2 ahli jang masih tjukup optimismenja. As ini bisa diganti dengan jang baru!” begitulah seorang memulai.
Dari mana gantinja?” tanja jang lainnja.
.eh .dari Zwit- ..eh serland!”
Tuan jang mèngerti akan pertjakapan tsb. tentu maklum isinja.
Karena kekurangan aliran listrik itulah, maka siaran RRI hanja dilakukan sedjak sendja hari djam 18.00 sampai 23.00 dan hanja melalui satu pemantjar sadja. Pagi dan siang bungkem. Siaran bahasa asing di-selip²kan di-tengah2 waktu jang terluang diantara siaran bahasa Indonesia dan Djawa.
Bahaja” dari Voice of free Indonesia” jang didengar diluar negeri sudah ketjil.
Tuan kalau masuk kestudio RRI Setyodiningratan sekarang, terasa sepi. Tidak seperti dulu jang begitu banjak pegawai2 dan wartawan² radio jang sibuk bekerdja siang malam. Kursi, medja, mesin pun sekarang ber-ganti², mana jang menganggur dipakai. Siaran hiburan pun banjak kurangnja. Kartolo tidak lagi menghidangkan kerontjongnja. Ia sudah meninggal beberapa waktu tentara Belanda masuk Jogja.
Disalah satu ruangan studio tuan akan melihat tembok berlubang. Itulah bekas tempat lontjèng listrik. Lontjèng itu kini tidak ada lagi.
Kalau tuan sampai achir Djuni belum mengungsi ikut konvooi meninggalkan Jogja, tentu masih membatja didepan gedong Setvodiningratan itu papan nama RadioStrijdkrachten Programma”.
Kalau tuan kembali lagi ke Ibu Kota jang aman, papan itu sudah diganti pula dengan Radio Republik Indonesia”. Hurufnja merah besar2. Dis’tu sudah kembali pula pedjuang2 jang tidak dikenal orang dengan sembojan: ,Sekali diudara, tetap diudara!”
Kalau tuan setjara kebetulan sadja pada hari Minggu sore 11 September jl. menjetèl Radio Jogja, maka tentunia mendengar djuga Hari Radio”, peringatan ulang tahun keempat kalinja.
Tidak lagi terdengar apa jang dika. takan siaran jang bersifat permusuhan, incitement. Sekarang katanja sudah waktunja ,synthese politiek, meeting of of minds” dan bukan lagibeating minds”
RALAT
Tjerita Pendek: Tetesan Darah”
Dalam Tjerita pendek tersebut (M.I. th. III, no 35) ada bagian jang kurang djelas, karena terbuangnja sebuah kalimat. Kalimat itu berbunji: mentjari temannja jang sudah berdjandji hendak mengadjaknja pergi ke Lempujangan menengok orang sakit. Kalimat ini harus ditambahkan dibelakang perkataan itu dihalaman 20, baris ke-8.
Selain daripada itu perkataan mereka dihalaman 20 baris ke-11 harus diganti dengan perkataan ia.
Red. M.I.
Warta Lukis
DAGI hari Rabu 17 Agustus 1949, ramainja djalanan di Balikpapan kira2 2 kali Lebaran Idilfitri. Selurun Kantor2 dan sekolah-sekolah pemerintah atau partikulir diumumkan tutup, walaupun datangnja pengumuman itu agak lambat. Berkata madjikan jang terbesar N. V. Bataafsche Petroleum Maatschappij”: Ingevolge beslissing. van de Raad van Zelfbestuurders van de Federatie Oost-Borneo, waarbij de werkzaamheden op 17 Agustus-a.s. als op Zondag gebruikelijk kunnen worden geregeld, zal zulks ook door ons worden gevolgd.” Bahasa Indonesia kira-kira: Menurut keputusan Dewan Gabungan Kesultanan KalimantanTimur, atas mana pada tanggai 17 Agustus jad. pekerdjaan akan ditetapkan seperti pada hari Minggu, putusan tersebut djuga akan di turut oleh Maskapai kami.
Disamping orang2 jang berdujun-dujun disepandjang djalanan Malioboro” Balikpapan (kampung Baru) kata2 terbetik:Saja kira perajaan Merdeka 17 Agustus ini dilakukan pagi ini djam 7…”
Semestinja malam kemis djam 7… Gedung .,Tari” jang terletak di Kebun Sajur Kp. Baru ternjata darí pagi sampai sore sudah ditempati orang2. Ada jang duduk terus tidak mau keluar2 lagi. Hanja satu pintu gerbang 17 Agustus” dipasangkan rakjat di-tengah2 Kebun Sajur” tetapi jang satu itu ternjata telah tjukup untuk mengumpulkan tamu2 didalam dan sekitar gedung Tari”, tidak kurang dari ± 10.000 orang.
Djam 7 malam podium jang penuh sesak dengan bunga2 merah-putih, dengan dibelakangnja dipasang Sang Merah Putih. Panitia Perajaan 17 Agustus di Balikpapan diketuai oleh Sdr. Husein Juzuff. Mulai saat itu lagu Indonesia Merdeka” berkumandang didalam dan disekitar Gedung Tari, lagu dan semangatnja jang ber-njala2 didengarkan oleh be-ribu2 telinga dengan chusu’ dan gembira. Sang Merah Putih dinaikkan oleh dua orang Pandu dan perlahan2, diiringi dengan suara trompet siap” dan lagu Kebangsaan Indone sia Raya.
Pidato2 jang bersemangat diutjapkan oleh beberapa para pemuka rakjat Balikpapan, berisi penuh petundjuk dan pedoman untuk chalajak ramai.
Beberapa pertundjukan Kesenian diperlihatkan oleh rakjat dengan meriah riang gembira. Kira2 hampir tengah malam perajaan berachir dengan selamat.
(Suara Foni)
(I7. Agustus dirajakan oleh bangsa Indonesia di-mana. Dengan ber-turut kami muatkan dengan ringkas perslag dan gambardari perajaan itu. Red. M. I.)
RAKJAT di Dalampagar, Martapura, suatu tempat jang terpentjil di Kalimantan turut merajakan hari 17 Agustus.
17 AGUSTUS di Balikpapan dirajakan oleh partai² politik, oleh gerakan? buruh serta oleh berbagai lapisan rakjat besar-ketjil, tua dan muda.
RAKJAT di Pontianak mendengarkan suatu uraian, betapa pentingnja hari 17 Agustus itu dalam perdjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
LETNAN-KOLONEL Hassan Basri (nomor 3 dari kiri) beserta stafnja ketika ditempat pertemuan dengan Djenderal-Major Suhardjo di Mungguraja.
GERILJA KALlMANTAN berorganisasi serta berdisiplin. Persendjataan dan pakaian mereka menarik perhatian. Karena mereka, Merah-Putih tetap berkibar dipedalaman Kalimantan.
SULTAN JOGJA, dalam perdjalanan untuk melaksanakan cease-fire di Djawa Timur telah singgah di Probolinggo. Karena ribuan rakjat berhasrat untuk mendengarkan wedjangan Sultan dan karena tidak ada mimbar untuk berbitjara, maka Sultan terpaksa naik diatas tem- (An tara) bok rumah.
HASSAN BASRI, Leta Divisi
DISEPANDJANG sungai Barito anak bu pula r
RIBUAN rakjat di Karangdjawa ( menjambut kedatangan Djenderal-M
DALAM! menudju ketempat pembitjaraan dengan Hassan Basri, Pak Hardjo dikawal oleh tentara Alri Divisi IV dan’oleh tentara Belanda’KL.
Kolonel, Komandan dari Alri di Kalimantan.
Hassan Basri bergerak dengan mempergunakan dan perahu.
nm dari Kandangan) datang berdujun-dujun Suhardjo pada tanggal 2 September jl.
DIPEDALAMAN Kalimantan berlatih pemuda² setjara kemiliteran, jang membantu gerakan perdjuangan kemerdekaan.
SETELAH Konperensi Pemuda Indonesia di Jogja selesai maka Bung Karno berkenan menerima beberapa utusan pemudaKalimantan diistana beliau. Dari kiri kekanan: F. Mohani (ketua D. P. P. Gappika, Bandjarmasin), Hassan Basri (wakil ketua Gappika), Achmad Basuni. Tampak hadir Sekretaris negara Mr. A.G. Pringgodigdo dan Nasrun dari Sekretariat Pemuda. (Ipphos)
(Int.)
DR. WALTER Beveraggi, bekas ketua-muda Partai Buruh Argentinia, meramalkan bahwa suatu revolusi dimana dekat jang akan datang akan menggulingkan Presiden Peron dari Argentinia dari singgasananja. Pelari-politik jang baru berusia 28 itu, baru sadja melarikan dirinja dari Argentinia bersama anak dan isterinja, setelah 7 bulan ditahan dalam pendjara.
XSAM-N-4, suatu sendjata baru diudara untuk menangkap dan menghantjurkan pesawat udara musuh ditengah djalan. Atas kiri: sendjata itu sedang dilepas dari dek kapal dan tenaga pendorongnja adalah motor-roket jang bertenaga tinggi. Tambahan tenaga pengentjangkan, selama diudara didapatnja dari sepasang motor roket terpasang dibelakang dan djatuh sendiri bila telah terpakai tenaganja (kanan atas). Dibawah kelihatan tjontoh sendjata baru itu. (Int.)
PRESIDEN Elpidio Quirino (kiri) dari ’Pilipina tatkala tiba di Washington disambut oleh Presiden Truman (kanan) dan oleh (kiri kekanan): Duta Besar Pilipina di Amerika Joaquin M. Elizalde, Duta Besar Amerika di Pilipina, Myron Cowen dan oleh Ment. L. N. Amerika, Acheson. Maksud Quirino ke Amerika, jalah untuk mejakinkan Presiden Truman, betapa perlunja Amerika membantu Pakt Anti Kominis, jang dipromotori oleh Quirino dan Chiang Kai Shek. Rupanja usaha Quirino tidak berhasil dan ia kosong tangan kembali ke Pilipina.
(Int.)
Masa
Oleh: Pram
EADAAN baru: ia dilemparkan diK sel. Hatinja tertawa. Dan bibirnja mentjibirkan senjum. Baru sekali inilah ia mengalami. Menjedihkan pula. Kedua pipinja bengkak biru. Selusin marinir telah mendaulatnja dengan tindju. Tindju jang seputih kedju, sehitam ban mobil, dan tindju jang setjoklat sauh matang. Lutju, dalam kamar sempit dan sepuluh pasang mata menjambutnja berkelip-kelip kena anak sinar jang masuk dari kelangkan — dua setengah meter dari lantai.
Mata jang sepuluh pasang itu adalah kepunjaan: tiga orang Belanda totok, militer — korupsi. Seorang sopir teng Indo Belanda korupsi djuga. Dua orang Indo Tionghoa, militer — korupsi djuga. Seorang.pemuda Indonesia berumur tudjuhbelas — menjelundupkan sendjata didekat garis demarkasi. Seorang pemuda Indonesia dari Bogor — karena punja emas sepersepuluh kilo. Seorang pemuda dari Tanah Rendah — berambut pandjang. Dan seorang kanak-kanak dari tigabelas, selalu menjendiri disudut — tak tahu perkaranja sendiri.
Siang lalu. Malam. Hudjan deras diluar. Dingin. Anak air masuk melalui kelangkan diatas. Seluruh sel telah tjapek mentjeritakan pengalaman masing2. Kini mereka menurutkan kenangannja sendiri2. Sebuah sel ditangsi M.P. Djagamonjet, Djakarta.
Seorang demi seorang membaringkan badan dilantai geladak. Abdul berdiri. Senjumnja telah hilang. Karena, senjum tak bisa pandjang. Belanda2, totok dan Indo berbaring diveldbednja. Djuga Tionghoa militer. Tenang. Nafas sadja jang bersahut-sahutan lemah. Hampir tak kedengaran sama-sekali.
Tiba² serentak pikiran dan mata mereka dipusatkan pada pintu sel. Jang berbaring bangun semua, dan berdiri. Seorang M.P. masuk. Seputjuk tommygun tersengkang dibahu.
,Maliki!” teriaknja.
Anak tahanan jang terketjil memandjangkan. badan. Seperti andjing takut pentung, pelan2, kepala tunduk, mata hati2 mengawasi kaki dan tangan pemanggilnja, ia mendekat. Seperti tadi djuga ia masih-tak peduli pada kawan setahanannja. Daging berdjalan.
Ikut saja!’ suara jang garang
Keduanja keluar dari sel. Kasar pintu dilemparkan, kemudian dikuntji. Jang tinggal mencrik nafas besar. Dan Abdul mendeham. M.P. itu bukan untuknja. Panggilan, pemeriksaan sangat ia takut. Karena: bengkak2 dan biru2 kerap menjusul. Dan ia tak pernah berurusan dengan polisi — militer atau sipil. Apalagi, ia tak mengerti sebab-mula ia harus ditangkap, dipukuli dan masuk sel. Dan anak seketjil Maliki itu, sudah dewasa untuk ditahan.
Pikirannja kian djauh melajang. Menerka. Menebak. Dari soal kesoal. Dan hudjan diluar kian deras. Seorang demi seorang kembali mendjatuhkan diri, berbaring.
Pintu dibuka lagi. Angin malam masuk. Tapi tek kuasa merubah suasana hati Abdul. Hatinia gontjang. Pikirannja tak bisa dikendalikannja lagi. Semua orang tahanan berdiri. Ia djuga.
Seorang M.P. masuk. Dibelakangnja terseret anak dari duabelas. Dilemparkan kedalam. Dan anak itupun merangkak kesudut — ketempat bekas Maliki. Badannja kukuh-kuat, gemuk, dan basah-basah-kering kena air hudjan.
Abdul melegakan dada. Bukan untuknja.
Anak itu menjendiri, menggulung badannja mendjadi unggukan daging bernafas. Tak berkemedja, hanja tjelana kotor hitam setengah lutut. M.P. pergi. Pintu kembali dilemparkan. Dikuntji dari luar.
Semua perhatian tertarik pada unggukan daging itu. Abdul mendekat. Sebagian dari mereka menghampiri. Hanja dua Belanda totok menjendiri diveldbednja.
Maliki kanak², ini lebih baji lagi,” kata pemuda Bogor.
Diam.
Tiba2 Abdul menambah: Dan lebih bersih”.
Hudjan mereda. Dari luar datang bunji langkah sepatu pendjaga, berat² pada aspal djalan raja. Derum mobil lalu mulai terdengar. Djuga tuter dan klakson jang bersahut-sahutan di Harmoni.
Mengapa, djang?” tanja Indo sopir teng jang korupsi.
Anak itu menggeliat. Tak mendjawab.
Dan lebih gemuk,” kata pemuda Tanah Rendah.
Lebih kukuh dari Maliki,” sambung Abdul lagi.
Maliki nggak punja rumah,” kata anak itu sambil memandjangkan badan. Tidurnja di-depan2 toko. Saja sih, punja emak.”
Lu kenal Maliki?” tanja Indo korupsi gagah.
Dia ditangkap lantaran saja.”
Wah, sepuluh tahun lu dipendjara, djang!” pemuda Bogor menakut-nakuti.
Sepuluh tahun?” ulang anak itu. Seumur hidup sih, nggak mengapa”.
He?! Ditahan sebulan gua nggak sanggup. Dia menantang seumur hidup lagi. Besar ’dikitan hati gua, djang! Ngapain sih, ditangkap, djang?”
Diam.
Ber-ganti2 orang menanjakan sebab-
nja ia ditangkap. Tetap tak berdjawab. Anak begitu ketjil,” keluh Abdul diiringi hembusan nafas besar. Maliki sih, mendingan gedean dikit.”
Semua Anak itu membisu djuga. ingin tahu sebabnja. Menanjai lagi. Membisu pula. Menanjai lagi. Hampa belaka. Semua desakan dibiarkan dingin sedingin air hudjan diluar. Kembali ia meringkaskan badan hingga djadi lebih ketjil lagi, sebentuk dengan angka dua.
Diam. Djemu. Masing2 merangkak ketempat tidurnja. Sebagian diveldbed. Jang lain² dilantai kaju, kotor dan gatal. Hudjan pula. Hanja air jang menjirami genteng jang terdengar. Kembali semua menebak dan me-raba2. Sungguh, ditempat sempit, otak dan hati bebas berkeliaran.
Semua memedjamkan mata. Jang dilantai geladak sambil menggaruki ba-
dannja. Dengan tak ter-sangka2, setengah mengatjo, suara mengambang, anak itu bertjerita.
D’djaman Inggeris saja ditangkap Ubel2,” dan ia duduk. Pelan bersandaran dinding tembok. Dan orang2 turun mendekati, mengerubung. Ia meneruskan: Di-sel ini diuga. Tiga hari saja dikurung disini. Lantas dipindahin kependjara Glodok. Jah, makannja tjuman sebegini ” ia bertiduran pula. Kemudian diperlihatkan tapak-tangannja, rapat dan ditjengkungkan. .Dela pan bulan”.
Abdul mendeham.
Anak itu menjambung tjeritanja. Pada suatu sóre ia bergelandangan dengan kawan²nja di Pasar Baru. Sebuah betja berisi lawon ber-gulung2 berhenti dibawah pohon. Dan mengapa ada bahan begitu banjak, sedang pakaiannja tjompang-tjamping? Kebutuhan dan kemauan djiwa kanak² memaksa dia dan kawan2nja merampas betja bersama isinja. Gampang sadja: ia duduk disadel mengemudikan. Jang lain mendorong dari belakang. Sebab pertama ia djadi pesakitan. Sonder ditanja, sonder diperiksa — masuk pendjara! Waktu keluar dari bui, Ubel tak ada lagi. Inggerispun tidak. Belanda jang berkuasa di Djakarta.
Habis tjeritanja. Dan anak itu mengeluh.
Badjingan ketjil,” pikir Abdul.
Tetapi, siapa bisa menialahkan? Begitu muda. Sonder pendidikan, sonder bapak, sonder djaminan perut. Waktu djaman Djepang barangkali ada djuga ia mengemis. Barangkali djuga tidak. Keberanian membatalkan tumbuhnja djiwa pengemis. Barangkali mentjuri. Dan mentjuri minta tanggung djawab. Sadar atau tidak sadar. Tanggung-djawab atas perbuatannia. Dan tanggungdjawab jang membabi-buta!
Djaman Djepang: diaman katjau. Djaman pendudukan: djaman tjerobo. Tak kurang orang jang tak mau tahu batas2 hak perseorangan. Dan pengaruh masa ini mentjetak djiwanja masih mentjari bentuk. Adakah kedjaha. tan memang djahat dalam masa kedja. hatan menggelumbangi dunia?
Setelah dilepas dari pendjara, kembali anak itu harus mentjari bahan² penolak maut. Ia diserahi kewadjiban sebagai anggota masjarakat dewasa. Ia bekendja di Tandjung. Karena itu ia gemuk.
Sajang, pikir Abdul, ia tak mendapat kesempatan hidup sebagaimana kanaka harus hidup. Baru duabelas tahun! Dan ia telah dianggap dewasa. Masjarakat telah merampas umurnja·jang enam tahun. Tjari makan: susah! Apalagi untuk anak seketjil itu. Karenanja: tak sedih dan tak menjesal hidup sebagai tahanan. Seumur hidup tantangannja. Tantangan jang keluar dari otak kanak² jang belum balig tetapi sudah balig.
Sekali ini ia ditahan karena sebab jang sama: mentjuri. Ia meneruskan tjeritanja sambil bertiduran. Orang2 mendengarkan penuh perhatian. Tjerita kanak² jang silang melintang tak tersusun. Tapi terbuka buat tiap akal. Tenaga membohong masih terlalu lemah.
Mula2 ia berdjalan dengan kawannja. Di Harmoni. Sebuah mobil twoseater tendabuka berhenti disamping pelipir djalan. Sebuah tas gantung jang
(Landjutan dihalaman 20)
Poly- dan Monogami
POLY-dan MONOGAMI
Untuk para wanita
Pakaian biasa jang bersahadja untuk bekerdja kutanggalkan dan kukenakan pakaian sembahjang jang putih bersih. Selesai sembahjang aku berganti pakaian pesta, lalu keluar. sampai djauh malam baharu pulang. Pakaian pesta jang hitam legam jang kupakai menghadiri resepsi dimana aku bertemu segala bangsa sekarang kulepaskan dan kulekatkan pakaian tidur, lalu pergi seorang kedalam kamar Bangun pagi sehabis mandi kupakai kembali jang kuletakkan semalam.
Begitu dengan pakaian! Tetapi betapa dengan jang ber’akal berfikiran dan berperasaan jang mau hidup djiwa dan raganja jang mau turut serta kemana sadja jang mau dibawa senantiasa tak hendak tinggal dan tjampur tangan dalam segala hal?..
Tidak mau dilepas, diganti dan dipakai lagi?.. melainkan mau melekat — mendjelma kulit?.
PERTJOBAAN
(Untuk Is Tan)
Dapatkah diredusir air dipisahkan zat pembakar dari zat air dengan arus listrik? Kalau airnja tawar tiada mengandung sematjam, zat masam atau zat garam sia-sia sadja arus listrik ini!
Mahatmanto
Begitu aku tahu. tak dapat dipetjahkan kasih dipisahkan rindu dari tjemburu. dengan fikiran jang kritis kalau kasih ini benar-benar sutji tiada mengandung hawa nafsu!
Tetapi masih suatu teka-teki sutjikah, ataukah karena hawa nafsu kasih dalam hatimu? masih hendak kutjoba dulu!
ANANDA ATOMANTA
Kepada Dunia Raja
Berbaring membudjur menelentang mengerang pandjang-pendek. Nafas sesak Bibir digigit menahan sakit dan njeri melahirkan anak. Lemah siku mengingsut badan. Gemetar djari meraih baji jang baharu lahir hari pagi ini. Dibawa kedada. Hati-hati tangan memeluk segumpal daging bernafas dan menangis. Serak suara mesra meraju: — Buah tjitaku! Ananda Atomanta!” — Mengerang dengan meringis tak tahan menanggung sakit dan njeri. Terbelalak mata menentang maut mendjemput. Merintih dan meratap: — Ja, Tuhan! Aku mau hidup sekedjap lagi …….. nanti dahulu …….. atau aku dan anakku ………”
Perlahan lepas lemas urat-urat beristirahat lemah menjerah dibawah indjakan maut. Sri Humani telah berpulang …….. melahirkan dan meninggalkan piatu terserah padamu.
Sia-sia mengobati mati … Jang mati tak dapat hidup lagi disini. Hari ini engkau berkabung bagi jang mati dan senantiasa akan menanggung hidupnja jang telah dilahirkan ini.
Jogjakarta
Senilukis dan Senisastera Indonesia
Senilukis dan Senisastera Jndonesia Sebagai Pendjiwaan Manusia
Oleh: T. Sumardjo
- habis
Pribadi: titik-bakar
kemadjuan
ALAM pada itu banjaklah mas’alah2 D jang dihadapi. Pada permulaan karangan sudah kami kemukakan: orang adalah hasil masjarakatnja, tapi orang kuat bisa mempengaruhi masjarakatnja atau membongkarnja sama sekali. Sudah kami tindjau keadaan masjarakat kita dewasa ini serta serba-pengaruh antara masjarakat dan manusia, sebagai pengaruh dari diri manusia kepada perkembangan seseorang lahir-batin.
Pengaruh2 lainnja dari luar dirinja adalah bumidan kosmos. Bumi dalam artian bahwa ia merasa satu dari 2000 djuta manusia lainnja, jang menjebabkan bahwa banjak-sedikit djiwa2 dari machluk2 sedjenis itu saling sentuhbersentuh, meskipun dirintangi oleh batas-batas negeri dan kebangsaan; dalam hal seni ini berarti bahwa ada perasaan: seni itu internasional, tapi djuga karena adanja batas negerinja sendiri serta djiwa kebangsaan (nationali. teit) jang lebih dekat padanja, maka buah seni seseorang dengan sendirinja (ipso facto) mengandung sifat-sifat kebangsaannja. Bagi anak negeri kita jang sekian lamanja megalami pendjadjahan inipun berarti bahwa pengaruh2 jang terlalu mendesak djiwa murninja misalnja pengaruh pendidikan Barat jang djelek, sèrta lenjapnja atau kaburnja perasaan nationaliteitnja, mesti dikikis dulu dari dalam dadanja. Tak hendak kami maksudkan bahwa semua pengaruh luar mesti dihilangkan, bahkan jang baik-baik sewadjarnja ikut kita tjernakan. Banjak orang mengatakan bahwa para sastrawan dan pelukis kita terlampau banjak dipengaruhi Barat. Mereka lupa bahwa negeriz Barat jang berabad-abad berkuasa didunia ini tak boleh tidak mesti terbanjak pengaruhnja; hal ini hanja suatu matarantai dari rangkaian kemadjuan kita jang djuga hendak mendjadi wargadunia. Lagi pula, bukankah dengan kedjudjuran fitri kita achirnja ipso facto tiba pada pernjataan djiwa jang bersifat kenasionalan, sungguhpun melalui djalan memutar?
Sentuhan dengan Barat sampai kini kebanjakan hanja terdjadi dengan membatja buku² dan melihat reproduksi lukisan2 dari luar negeri; dan satu-dua orang dari pelukis2 kita bertemu dengan beberapa orang pelukis Belanda dan Djepang (tidak jang terbaik).
Renungan tentang’semesta (cosmos) bisa membawa orang kepada kesadaran kosmis, pada pengluasan filsafat, igama, ketuhanan, jang mungkin djuga menghasilkan fikiran² baru dalam djiwa orang jang dapat menangkapnja. Soal2 dan peristiwa2 baru didunia dengan jang dapat menangkapnja.. Soal² dan peristiwa² baru didunia dengan terdjadinja perombakan nilaiz lama serta bersimegahnja nilaiz jang menggantikannja, jang kita alami diabad 20 ini mendorong kita kearah itu pula.
Bagaimana sikap orang-seorang terhadap segala ini, dan bagaimana ketumbuhan djiwanja selagi mentjerna soal2 itu, adalah merupakan perkembangan dirinja sebagai individu, ialah adanja masing2 pribadi: si A lain dari si B, si B lain dari si C, dan seterusnja.
Maka dengan begitu pribadi berdiri ditengah empat lingkaran konsentris, terhadap mana ia bersikap serba-penga ruh, jakni: individu, bangsa (masjara kat), bumi dan semesta.
Dan pribadilah mendjadi titik-bakar nja.
Membentuk tradisi baru: bukan Renaissance
DADA diri pribadi jg. hidup dan berP djiwa ini terlaksanalah karena itu sesuatu kristalisasi dari pengaruh waktu, ruang dan sebab-akibat; jakni semua tempat atau sedjarah ummat manusia jang dapat, diraba atau dikenangkan oleh pantjaindra manusia.
Itulah funksinja jang se-luas2nja. Itu. lah memberi djawaban pada pertanjaan mengapa selalu ada pembaharuan. Itulah akibat jang paling leluasa dari ge taran-djiwa jang hidup sehidup-hidup. nja, jang tak bisa puas dengan peng genangan, tapi mesti mengalir, mentja. ri djalan baru. Dan itulah sumber daja pentjipta.
Bagi kesenian2 di Indonesia jang su dahlama mentjapaipuntjaknja, misalnja seni tari Djawa, dimana individu tak sanggup mengedjar keba haruan lagi, dia hanja bersikap mempertahankan naluri (tradisi). Namun bagi individu jang berdaja-pentjipta inipun kurang memuaskan. Itulah sebabnja mengapa penari-besar kita, Jodjana, sesudah menari di Paris, ketika ditegur oleh kawan2nja: Tapi itu bukan tari-Djawa,” Jodjana mendjawab dengan bersenjum: Memang bukan tari Djawa, ini tari Jodjana”.
Demikianlah naluri dipakainja sebagai dasar untuk mentjipta tarian2 baru, mendjadi perpaduan antara tradisi dengan daja-pribadi Jodjana.
Dengan sendirinja modal naluri itu tak ada bagi kesenian2 baru seperti seni sastra jang memakai bahasa Índonesia, seni musik dan seni lukis; dengan perkataan lain: disini kita harus membentuk tradisi baru, dan bukan menga dakan Renaissance, seperti pernah dika takan orang. Tak hendak kami katakan bahwa tradisi itu adalah sjarat mutlak, tapi ia dapat menggampangkan kita mendekat pada keasilan nationaliteit. Tradisi baru bukan berarti bahwa individu mesti tenggelam didalamnja, tetapi djiwa individuil tetaplah mendjadi penggerak utama.ATradisi bukan berarti pula mesti diturut dari zaman ke zaman, sebab telah mendjadi kenjataan djuga bahwa apa jg. dianggap bagus atau baik sekarang serta mendjadi pernjataan jang uniform bagi sesuatu zaman, pada zaman lainnja dikemudian hari mungkin tak dapat dipertahankan lagi.
Pembentukan tradisi inilah pada waktu jang baru lalu ramai dibitjarakan
antara para pelukis sebagai mas’alah: mentjari gaja (stijl) Indonesia”. Pemandangan kami perihal ini tjukup sudah kami bentangkan; dan sebagai gambaran pendapat kami, kami terakan disini pendirian pelukis Basuki Resobowo: ,Karena kita orang Indonesia, dengan sendirinja gaja Indonesia mesti tumbuh dalam diri kita, dan tak usah ditjari-tjari”; jakni tumbuhnja dengan kedjudjuran fitri. Sebagai gambaran pula hendaknja kami tjantumkan pen dapat seorang asing (W. Jung dari Singapore), waktu melihat seteleng luki san dokumentasi-perdjuangan di Djokja th. 1947 (65 lukisan buah-tangan 25 pelukis):,,Splendid, but still mixed’ (,Bagus, tapi masih bertjampuran”. - Kedaulatan Rakjat tg. 3 Djuli 1947).
Memang membentuk tradisi tak memerlukan tjuma tiga-empat tahun, melainkan merupakan perdjuangan’berdjangka-pandjang. Tapi:
Full-speed
ERMATJAM-MATJAM pengalaman B jang tiba2 dan membentak-bentak sedari mulanja Revolusi Besar ini menanam benih semangat zaman jang luar biasa pesat tumbuhnja.
Manakala bangsa Djepang dalam masa setengah abad bisa mengedjar ke madjuan jang oleh bangsa lain ditjapai selama berabad-abad — tentu dengan menggunakan kemadjuan bangsa-bang sa asing — maka kitapun disegala la pangan dalam tempo sependek-pendek nja mesti melompati beberapa abad: ,“Hupla!”, kata Chairil Anwar. Banjak jang terperosok dan tergelintjir, namun seni lukis dan seni sastra berdjalan fullspeed dengan sadar dan berhasil.
Jang mengenai hasil2 sastrawan ang katan baru, kepada peminat kami persilahkan membatja buku bunga-rampai ,Gema Tanah-Air”, keluaran Balai Pus taka jang disusun oleh H. B. Jassin. Siapa2 dari jang tersebut disitu — atau tidak (belum?) disebut — akan benar² mendjadi pemangku² kesusastraan Indonesia Baru, ini ketjuali tergantung pada besar-ketjilnja bakat, djuga pada adanja kedjudjuran fitri, kesadaran serta ketabahan (Ausdauer); singkat kata: dapatkah ia bersitegak sebagai pribadi jang tjukup. menginsafi serta mengalami pendjiwaan’manusia Indonesia Baru atau tidak?
Jang mengenai seni lukis, tak dapat kami tundjukkan seseorang jang bukan pelukis, jang dapat kami anggap seba gai kritikus jang tjukup ahli,’progresif dan tidak berprasangka (tidak bevoor oordeeld). Ini sajang sekali, sebab dengan begitu pelukis sendiri kadang² terpaksa bertindak sebagai kritikus, dan hal ini menurut fitratnja dan menurut pembagian waktu merugikan baginja. Akibat2 lain jang kurang baik ialah: terdjadinja penggunaan jang tjurang (misbruik) dari sipelukis terhadap orang-orang jang tak tahu, dan mudah ia merosot kepada bombasme serta penggunaan seni sebagai pabrik pembikin barang dagangan melulu. Maka
bagi jang menaruh perhatian, tak ada jang lebih baik dari pada mengundjungi para pelukis sendiri dalam rumah-rumah atau sanggar-(atelier)nja. 1).
(Landjutan hclaman 17)
terletak dipunggung tempat duduk me. reka sambar. Djam delapan sore. Jang punja tak ada. Barangkali sedang minum2 di Des Galleries”. Keduanja lari kekali. Tas dibuka — tas kantjing-tarik! Menjumpah. Isinja hanja surat2 belaka.
Kemenangan individu
ANG sangat menggirangkan kami J ialah kemenangan individu, keme nangan pribadi orang-seorang pada ba njak sastrawan dan pelukis Indonesia Dapat kami djelaskan dengan berikut:
Degap2 langkah kaki memburu menjusul. Keduanja lari. Tas dilemparkan kekali. Malam terang bulan. Selintas masih kelihatan djuga barang itu terapung2.
Zaman Baru jang menghasilkan perobahan2 serba besar dan radikal ini ada djuga bahajanja, jakni mudah menjodorkan orang pada bombasme, show, sensasi, melodramatik, chauvinisme, zelfoverschatting, semuanja hal-hal jang merugikan dan menjebabkan hasil-hasil jang,,murah”(laag-bij-de-gronds); atau orang lekas puas dengan hasil jang dikerdjakan dengan ter-gesa2. Beberapa ismen” dan slogan2 jang ku
Tjelaka buat Maliki waktu itu. Ia sedang mandi. Dan ialah jang ditangkap tak tahu perkaranja sendiri.
Seluruh isi sel tertawa. Keras atau tidak. Hanja anak ketjil itu terdiam, terkedjut. Kemudian mengeluh. Badannja ditarik pula djadi angka dua.
rang atau salah difahamkan pun menondjolkan orang kearah itu. Misalnja: Seni untuk rakjat”, djangan seni untuk seni’, ,,seniman mesti se-bebas²nja”; kalau sembojan2 ini salah digunakannja, orang akan sesat djalan. Begitupun isme-isme (impressionisme, d.l.l.) djika qua talis dimasukkan sadja dalam atjara melukis akan mendjadi gaja (stijl) jang dipaksa-paksa, karena tidak timbul dengan sendirinja setjara wadjar dan fitri.
Sajang,” keluhnja lagi. Tas begitu bagus. Kantjing-tariknja sadja laku duabelas.”
Badjingan ketjil!” sela Indo Belanda korupsi. Dan ia tertawa. Meneruskan: Kalau besar ’dikit bukan main ’ni.”
Tjerita habis. Dan tjerita anak itu tak bersambung lagi. Kembali orang2 merangkak ketempat tidurnja. Sebentar kemudian badjingan ketjil itu telah mendengkur — tertidur. Seorang demi seorang djatuh tertidur. Semua sudah biasa dengan suasana sel. Hanja Abdul jang belum biasa. Karena itu ia belum djua tidur.
Studi jang memakan waktu bertahun-tahun bisa menghindarkan atau lambat laun bisa melepaskan orang dari bahaja2 itu. Dalam hal ini sampai sekarang masih ada sadja jang menjesatkan diri nja sendiri.
Tambah lama, malam tambah mendalam. Deru hudjan jang menderas tadi lenjap sama sekali. Malam jang hening. Kadang2 sadja mobil menderum didjalan raja depan tangsi dan di Harmoni. Berirama bunji langkah sepatu pendjaga diluar njata antara sebentar. Nafas teratur terdengar ber-sahut2an. Dan Abdul tinggal seorang diri. Walau matanja telah merasa berat memandang, angannja terus djua melajang. Djauh. Djauh. Sekali ini bukan pada gadis jang ditjintainja dengan diam2. Bukan pada famili. Bukan pada M.P. Bukan pada pemeriksaan dan pukulan dan tindjauan tadi siang. Pada be-ribu2 kanak2 jang bergelandangan sepandjang djalan diseluruh kota. ’Diseluruh keresidenan Djakarta. Diseluruh Djawa. Diseluruh Indonesia. Dan mereka ini digiring oleh Sang Lapar barang kemana jang berkuasa itu menghendaki. Dan kalau ada keberanian barang sedikit pada mereka itu, mengapa tidak kan mentjuri? Korban masa! Didikan masa! Korban. Korban! Barangkali anak2 sebagai kawan setahanannja itu terus-menerus mengalami kesusahan sedjak baru beladjar berdjalan. Dan dengan sadar atau tidak manusia berkewadjiban memandjangkan umurnja. Mungkin djaman Belanda dan Djepang minta djiwa bapak atau ibunja, atau seluruh keluarganja. Atau waktu petjah revolusi kemerdekaan. Djaman perang memang djaman terkutuk.
Kesadaran seperti jang kami maksudkan dalam karangan ini bisa menolong sipelukis menemukan dirinja kembali, meski dengan tiada pertolongan akademi kesenian seperti jang ada dinegeri2 jang lebih madju. Kalau ini terdjadi, tiada lagi isme dan sembojan mengendalikan dirinja, tapi dialah jang mengemudikan mereka, sebagaimana setiap seniman mesti merupakan perperibadian jang bulat dan tahu menguasai dirinja serta alat2 jang dipakainja. Demikianlah pada jang sadar” isme² silih-berganti, sebagai alat jang dipakainja untuk menjatakan getaran pe rasaannja. Misalnja pada S. Sudjojono: realisme-impressionisme-expressionisme. surrealisme; pada Suromo: realisme expressionisme — surrealisme; pada Affandi: realisme-impressionisme; dsb.
Penutup
Alhasil, lulusnja pribadi sastrawaan dan pelukis sebagai titik-bakar ditengah soal2 masjarakat bangsanja, bumi dan kosmos jang ditjernanja serta berhubungan serba-pengaruh dengan dia, sambil ia mengatasi mas’alah2 seperti jang kami bentangkan, telah dan sedang mewudjudkan perkembangan djiwa perseorangan progresif dan berbakat jang mendapat pembenihannja dari semangat zaman.
Kemenangan individu inilah merupakan kristalisasi pendjiwaan manusia Indonesia’Baru jang mendjadi pupuk bagi pertumbuhan kebudajaan bangsa kita, baik berdasar tradisi lama, maupun setjara pembentukan tradisi baru.
Abdul merebahkan badan. Menggeliat sebentar.
Barangkali djuga, pikirnja pula, bapaknja mati dimusim romusha. Barangkali djuga mereka itu anak dari peradjurit Republik jang gugur digaris. depan.
T. SUMARDJO
Solo, 8-8-1949
Sekedjut Abdul meraba kedua belah pipinja. Sakit didalam. Kian besar bengkaknja.
Dan mereka djuakah jang nanti turut bertanggung-djawab pada negara. nja?” bisiknja pelan.
Ia tertidur.
(Landjutan halaman 10)
negara. Produksi harus dibagi rata antara semua orang itu dengan memakai ukuran: Kepada tiap-tiap orang sebanding dengan kerdjanja.”
Djika hendak digambarkan masjarakat Rusia dengan suatu rumus, maka bentuknja rumus itu sbb.: Ma = pA + pB + pC + ∴ dimana pA, pB dst. menandakan proletar orang-seorang. Untuk mem-bagi2 produksi kepada tiap-tiap proletar tentu sadja diperlukan suatu peraturun jang banjak mengikat peribadi dan banjak membatasi kemerdekaan orang-seorang. Meskipun didalam batas2 peraturan, tiap-tiap manusia merdeka berbuat apa jang diingininja, tetapi pasti pada suatu waktu timbullah suatu manusia jang selalu terbentur pada batas2 itu dan hendak mendobrak batas-batas tersebut.
Dengan teori jang boleh djadi terlalu mem-bubung2 ini, sebetulnja hanja hendak dikatakan:
Pekerdja di Rusia tjukup didjamin penghidupannja. Sebaliknja peribadi mereka hanja dapat berkembang didalam suatu batas. Ini pada permulaan belum begitu terasa, karena perhatian masih dipusatkan kepada pembentukan suatu masjarakat baru didalam suatu susunan baru.
Masjarakat Barat bermaksud memberikan tiap2 peribadi kesempatan berkembang jang se-luas2nja. Akibatnja adalah bahwa siburuh dikuasai oleh sikapitalis dan karena itu dimasjarakat Barat djuga peribadi siburuh tidak mendapat kesempatan berkembang.
Dan bagaimana kami di Indonesia Merdeka nanti? That is an other story.
Sudah terbit:
SOAL AGAMA DALAM NEGARA MODERN Oleh: Dr. ABU HANIFAH
Penerbit:
TINTAMAS
KRAMAT 60 DJAKARTA.
Sekalipun buku ini membitjarakan soal agama, tetapi tidaklah ini ditudjukan hanja kepada kaum agama, melainkan kepada tiap-tiap orang dari bangsa Indonesia jang bertjita-tjita dan berdjuang.untuk berdirinja Republik Indonesia Serikat sebagai negara modern.
Demikian pula dengan kata “agama” tidaklah dimaksudkan satu agama, melainkan semua ágama.
Harga sebuah hanja … f 2.50 Keterangan tentang buku ini dikirim kepada jang meminta.
Dapat dibeli pada toko-toko buku diseluruh Indonesia.
- Kritikus2 muda jang terpenting untuk kesusasteraan: Anas Ma’ruf di Djokja dan H. B. Jassin di Djakarta; untuk ber-matjam2 seni: pelukis U. Ef fendi di Djakarta.
Pidato Sekretaris-Djenderal Trygve Lie
Pada hari Pemberian gelar Hofstra College,
Hempstead, New York, 12 Djuni 1949
AJA sungguh gembira mendjadi S tamu Hofstra College pada hari pemberian gelar jang dilangsungkan hari ini.
Hofstra College dan Perserikatan Bangsa-bangsa itu adalah tetangga dekat di Long Island. Adalah baik bagi tetangga dekat akan lebih saling mengetahui dirinja masing-masing. Kesempatan kali ini patut saja sambut dengan segala senang hati, dengan pengharapan supaja saja lebih rapat lagi berkenalan dengan Hofstra College dan dengan kerdjanja jang serba bagus bagi para pemuda pada seksi ini. Saja harap, mudah2an Tuan2 sekalian — para mahassiwa, Fakulteit dan para sahabat Hofstra — akan mendjadi lebih mengenal pula Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sajapun jakin, bahwa banjak diantara Tuan2 sekalian telah mengenal baik gedung Sperry Gyroscope Company di Lake Succes, jang buat sementara waktu didjadikan tempat markas² besar Perserikatan Bangsa-Bangsa sedjak per mulaan tahun 1946.
Hampir 3000 orang anggota Sekretariat bekerdja dalam gedung itu. Mereka itulah pegawai staf Perserikatan Bangsa-Bangsa – jakni djawatan sipil internasional, jang bekerdja dengan sekuat tenaga dan ketjakapannja bagi kepentingan bersama segenap 59 negara2- anggota.
Kebanjakan diantara pegawaiz staf itu hidup diantara Tuan² sekalian da- ’am masjarakat2 jang ada di Long Island ini. Banjak diantaranja adalah hangsa Amerika. Banjak pula jang berasal dari 50 bangsa2 lainnja disegala bagian dunia. Tidaklah selalu senang bagi mereka itu disini, djauh dari ru mah dan sahabat2 lama. Akan tetapi, dengan senang saja dapat mengatakan, bahwa pada umumnja udjian seharihari dalam hal tetangga baik ini bagus pengaruhnja bagi segala pihak jang bersangkutan. Sekretariat suka kepada Long Island dan penduduknja. Disini mereka itu mendapatkan persahabatan dan merekapun telah pula memberikan kembali persahabatan itu.
Inilah suatu tjerita lama mengenai saling-mengerti dan suasana good-will jang — asal diberikan waktu tjukup mentjapai kemenangan atas salahfaham dan prasangka.
Inipun tjerita tentang hal2 jang ditjoba diperbuat oleh Perserikatan Bang sa-Bangsa bagi dunia seluruhnja.
Empat tahun pertama jang ditempuh Perserikatan Bangsa-Bangsa itu merupakan tahun2 jang penuh kesukaran. Dilihat olehnja negara2 jang dalam perang dunia II merupakan teman serikat misalnja Negara2 Barat dan Sovjet Rusia, kemudian petjah dalam suatu pergulatan mentjari untung bagi dirisendiri dalam penjelesaian soal Eropah jang sampai saat ini belum djuga tertjapai.
Konflik Negara2 Besar ini mengha lang-halangiPerserikatanBangsaBangsa menggunakan haknja mendesak dengan kekerasan untuk memelihara perdamaian. Ialah konflik itu pula jang
sekarang ini mengakibatkan kegagalan akan mentjapai persesuaian mengenai pengawasan tenaga atom dan jang megakibatkan adanja sedjumlah djalan2 buntu di Dewan Keamanan, tempat berdjalannja aturan suara-bulat (unanimity) Negara2 Besar.
Beberapa orang mendjadi putus penglharapannja terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mentjertjanja karena Perserikatan itu tidak berbuat suatu hal jang memang tidak termasuk tanggungdjawabnja — jakni membuat perdjandjian2 perdamaian jang menjelesaikan soal2 jang diakibatkan oleh perang dunia baru2 ini. Ini adalah — dan tetap – masuk tanggungdjawab Dewan Menteri-Menteri Luar Negeri, bukan tang gungdjawab Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ada pula sedjumlah besar salahpaham mengenai tempat kekerasan da lam pekerdjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa bagi perdamaian.
Sebenarnja, peranan kekerasan itu meskipun penting — djatuh ditempat kedua, dibawah tempat ,memberi perantaraan” dan “mendamaikan”.
Dewan Keamanan tidak akan sekalikali mengambil tindakan kekerasan terhadap suatu negara besar, karena adanja aturan suara bulat — tersimpul dalam nama ,veto”. Sebabnja mudah dikemukakan. Perbuatan kekerasan terhadap negara besar, bukannja sama akibatnja dengan suatu, aksi polisionil. Perbuatan demikian mengakibatkan perang dunia — suatu perang dunia jg. lebih buruk dibandingkan dgn. perang dunia II, seandai perang itu dilakukan terhadap salah satu daripada dua negara jang paling kuat: Uni Sovjet atau Amerika Serikat.
Bahkan, seandai veto” itu dilenjap kan, bahkan seandai Piagam diamende men serupa itu, hingga dimasukkan kedalamnja djuga semua kekuasaan2 jang
dibela dengan penuh semangat oleh mereka jang sepenuh hati menjetudjui adanja pemerintahan dunia dan federa lisme dunia, keadaan seperti sekarang ini pun tetap tidak akan berobah.
Djikalau tudjuan kita ialah mentjegah timbulnja perang, sambil bekerdja melaksanakan ħal2 jang lebih adil, dan lebih banjak meluaskan kenjataan2 mengenai hak2 kemanusiaan didunia, maka kitapun harus mengakui, bahwa kekerasan bukannja pengganti persesuaian itu setjukupnja. Tongkat karet agen polisi pada waktunja memang berguna, akan tetapi untuk mentjapai persetudjuan, alat jang terpenting ialah memberi perantaraan, berbitjara dan kompromis.
Suatu penjelidikan tentang pemakaian alat-alat itu oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menundjukkan, bahwa dibalik garis2 besar, jang hanja djarang ditariknja, Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pada itu telah bekerdja dengan hasil-hasil jang sangat baik untuk mentjapai persetudjuan dan untuk mentjegah timbulnja perang.
Dalam empat tahun jang telah lam pau, hampir setiap konflik besar didunia ini telah dimadjukan dihadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sesuatu bentuk jang tertentu. Pendeknja, kekuatan2 penjelesaian setjara damai digerakkan. Ini telah dibenarkan dalam peristiwa2 Balkan, Palestina, Indonesia, Iran, Syria, Libanon, Korea dan Kashmir. Inipun dibenarkan dalam peristiwa Berlin. Selandjutnja, Dewan Keamanan, ada veto atau tidak, telah memainkan peranan penting dalam usaha mentjapai hasil2 itu.
Ini bukannja berarti bahwa konflik? besar berebutkan kepentingan dan ideologi, jang dilakukan terutama sekali oleh Amerika Serikat dan Uni Sovjet itu hampir selesai. Tentu sadja tidak.
Konflik2 ini sudah sedjak lama timbul disekitar kita dalam salah suatu bentuk jang tertentu -— diantaranja sedjak petjahnja Revolusi Rusia tiga puluh tahun jang lalu, jang lain pula sedjak djaman Tsar dan djaman Imperium Inggeris diabad ke 19. Beberapa diantara konflik2 ini akan tetap terdjadi disekitar kita untuk waktu lama jang akan datang.
Satu ha! jang harus kita pikirkan
KONPERENSI Kerdjasama Kebudajaan antara India dengan negara² Asia telah diadakan di New-Delhi tanggal 21 Agustus jl. jang diketuai oleh Maulana Abu Kalam Azad, menteri pendidikan India. Wakil Republik Indonesia Dr. Sudarsono kelihatan dibaris muka. (Ind. Inf, Serv.)
ialah kenjataan, bahwa kita tidak bisa melenjapkan konflik2 ini dengan perbuatan mudjidjat sebagai hasil suatu Undang2 Dasar Dunia, atau dengan suatu dogma tentang suatu organisasi sosial atau dengan sesuatu persekutuan militer, atau dengan suatu djenis sendjata, atau dengan suatu benda jang bagaimanapun besar tenaganja.
Mas’alah kita ialah bagaimana kita bisa beladjar hidup dengan konflik2 ini, bukannja lantas mati karena konflik² itu.
Kita harus selalu mempertjakapkan konflik2 itu, selalu mentjoba menjelesaikannja dalam suasana saling-mengerti jang lebih lega, lebih banjak mengurangi rasa ketjewa, dan, apapun jang akan terdjadi, kita harus menempatkan konflik2 itu dalam batas² perlombaan mentjapai kekuasaan dan pengaruh didunia setjara damai.
Tugas kewadjiban pokok Perserika tan Bangsa-Bangsa telah mulai didja lankan oleh Perserikatan Bangsa-Bang sa dengan hasil2 jang patut ditjatat, baik dilapangan memberi perantaraan maupun dilapangan mendamaikan, dan setjara tidak langsung dengan usahanja untuk meninggikan deradjat penghidupan dan memberi keleluasaan kepada kemerdekaan dan hak2 manusia lainnja didunia ini.
Perhatian dunia dipusatkan sepenuh penuhnja kepada apa jang dinamakan konflik antara Timur dan Barat, sehingga orang tidak sempat melihat per kembangan2 jang lebih berarti dan lebih luas dalam akibat2nja, jang telah terdjadi didunia ini. Kita djanganlan melupakan perkembangan2 itu. Pada saat kita menjelidiki perkembangan2 itu, pada saat itupun kita akan berpendapat bahwa kita bisa menindjau ke sukaran2 kita di Eropah Barat dengan mengurangi hysteri dan’menambahkan pikiran sehat, karena dengan demikian kesukaran2 itu akan terlihat dalam perbandingan2 jang sebenarnja.
Perkembangan2 jang saja minta perhatian dengan chas ialah, pertama, bangkitnja banjak bangsa2 di Ásia dan Afrika, jang melepaskan kedudukannja jang tidak merdeka, menudju kearah persamaan didunia, dan kedua, gerakan supaja hal memperluas dan melaksanakan hak2 manusia itu mendjadi soal penting dimana-mana diantara masja rakat antarabangsa.
Diantara penduduk dunia jang dua ribu djuta itu, separohnja hidup dibe nua Asia, tidak terhitung bagian Asia Uni-Sovjet, sedangkan jang 150 djuta lagi bertempat tinggal di Afrika. Semuanja banjak melebihi separoh djum lah penduduk dunia seluruhnja.
Tatkala Piagam Perserikatan Bang sa-Bangsa ditanda-tangani empat tahun jang Ialu, dibulan Djuni 1945, maka diantara 50 penandatangan itu hanja Tiongkoklah negara Asia-Timur jang merdeka penuh. Diantaranja ada empat negara dari Timur-Dekat dan tiga dari seluruh benua Afrika. Djadi, bangsa2 di Asia dan Afrika hanjalah diwakili dengan bebas oleh delapan diantara limapuluh negara2 jang bersama-sama men dirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Semendjak itu dua negara Asia India dan Pilipina, jang tergolong penandatangan asli 一 telah mendjadi merdeka penuh. Enam negara lagi Pakistan, Birma, Thailand, Afghanistan, Yemen dan Israel — telah mendjadi pula Anggota Perserikatan Bangsa Bangsa. Empat lagi — Republik Rakjat Mongolia, Ceylon, Nepal dan Korea telah minta mendjadi anggota. Indone sia boleh diharap akan meminta mendjadi anggota setelah kesukaran2 disa-
na selesai dibereskan. Kita bisa memastikan bahwa pada waktunja, jang lain-lainnjapun akan menjusul.
Saja telah mengingatkan kepada peranan jang dipegang oleh negara2 ini, karena ini menggambarkan ketjepatan tambahnja pengaruh bangsa-bangsa di Asia sedjak Perserikatan Bangsa-Bang sa didirikan.
Di Asia hari-hari Imperium dan Pendjadjahan dengan tjepat menudju ke achirnja, dan bangsa2 Asia sama berpendapat, bahwa Perserikatan Bangsa Bangsa itu adalah suatu teman jang kuat jang mengiringi mereka berbaris madju kearah persamaan dan kemerdekaan.
Di Afrika gerakan madju ini tidak begitu tjepat djalannja, dan banjak diantara bangsa-bangsa disana harus menempuh djalan jang lebih pandjang lagi.Maka disini Sistim Amanat (Trusteeship) Perserikatan Bangsa2 memegang peranan jang terpenting Dari sepuluh Daerah2 Amanat jang diperintah dibawah pengawasan Perserikatan Bangsa2, enam letaknja di Afrika dan daerah2 itu penduduknja 90% dari djumlah 15 djuta jang hidup dibawah Amanat
Hanja beberapa persen dari daerah? jang tidak merdeka didunia ini hidup dibawah Amanat, akan tetapi sistim ini penting bagi daerah2 jang terletak diluarnja maupun jang didalamnja, ka rena sistim amanat ini merupakan tjontoh akan djauhnja tanggungdjawab internasional, dan karena Amanat itu memberi dorongan kepada gerakan? kearah pemerintahan sendiri atau kemerdekaan, dimana-mana. Selainnja itu, dalam Piagam Perserikatan Bang sa-Bangsa para Anggota-Negara telah mengakui bahwa pemerintahan jang mereka djalankan di-negeri2 jang belum merdcka ialah suatu amanat sutji jang dipertanggungdjawabkannja kepada masjarakat dunia.
Kekuasaan jang bertambah-tambah dari bangsa2 di Asia dan Afrika baru2 ini ditundjukkan dengan njata dan djelas dalam Sidang Umum Perserika tan Bangsa-Bangsa dalam pembitjara an2 mengenai bekas2 djadjahan Italia.
Tiap-tiap usul jang dikemukakan me muat peraturan tentang Amanat dalam salah suatu bentuk, atau diusulkan kemerdekaan besok atau lusa.
Negara2 Asia dan Afrika membela dengan kuat pendapat supaja kepada bangsa-bangsa dikedua benua itu diberikan kemerdekaan dengan segera atau lekas2, atau ditempatkan dibawah se suatubentuk Amanat Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan langsung atau setjara kollektif,-hal mana dianggapnja lebih baik dibandingkan dengan bentuk Amanat jang menjerahkan pemerintahan kepada satu negara, karena ini hampir sama dengan sifat djadjahan lama.
Mereka mengalami kekalahan.
Akan tetapi mereka dalam waktu tiga tahun jtl. mendjadi’tjukup kuat untuk dapat mentjegah diterimanja rentjana kompromis jang telah disetu djui oleh hampir semua negara2 Ero pah-Barat dan Amerika. Akibatnja ialah suatu djalan buntu, jang akan diputuskan dalam Persidangan Dewan Umum dibulan September.
Apapun jang dipikir orang tentang benar atau tidaknja hal tsb., pertukaran pikiran ini dan hasilnja adalah membuktikan dengan njata bahwa ada tenaga-tenaga lainnja jang patut diperhitungkan didunia sekarang ini, selainnja tenaga-tenaga jang diwakili oleh Sovjet-Uni, dan atau Eropah-Barat Amerika.
Dilapangan hak2 manusia telah terdjadi pula pertumbuhan jang berarti sedjak Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan, bukan hanja bagi bangsa2 jang tidak merdeka, tapi bagi bangsa-bangsa seumumnja.
Pertama, usaha supaja hak2 manusia dan kemerdekaan2 asasi makin banjak dilaksanakan, telah didjadikan salah suatu tudjuan2 jang pokok dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kedua, Dewan Umum dan lembaga2 Perserikatan Bangsa-Bangsa jang lain sudah membuktikan bahwa lembaga? itu merupakan alat-alat tempat penda pat umum dunia bisa dikerahkan dengan lebih berhasil, untuk menghadapi perkosaan2 terhadap hak2 manusia dan pelaksanaan hak-hak itu dikalangan jang lebih luas, lebih berhasil dibandingkan dengan jang telah pernah dilihat oleh dunia sebelum itu.
Ketiga, Dewan Umum bulan Desember jbl. telah menerima baik Pernjata an Úmum tentang Hak² Manusia, buat jang pertama kali disedjarah.
Pernjataan ini tidak mempunjai kekuatan hukum. Baik Pernjataan Ke merdekaan, maupun Pernjataan Hak2 Manusia tidak mempunjai kekuatan hukum itu. Akan tetapi, Pernjataan itu ditulangpunggungi• oleh kekuatan jang berdiri djuga dibelakang Pernjataan² jang lebih dulu dinjatakan — jaitu tenaga pendapat umum. Pernjataan² itu merupakan suatu ukuran bagi semua pemerintah jang harus diturutnja dan jang didjadikan orang ukuran akan menimbang benar tidaknja perbuatan2 pemerintah2 itu.
Pernjataan itu sekarang sedang diterdjemahkan kedalam semua bahasa umat manusia. Makin lama, makin banjak Pernjataan itu dipasang di-ruang2 sekolah dan ditempat pertemuan diselu ruh dunia. Tenaga kemungkinan jang ada didalamnja untuk didjadikan ukuran tentang hal baik atau buruk, tidak terbilang banjaknja dalam segala ke djadian, dimana ada segolongan manu sia jang dirampas kemerdekaan aga manja, dimana terdapat perbedaan ka rena warna kulit, dimana rakjat tidak diberi kesempatan setjukupnja untuk mendapat deradjat penghidupan jang patut, pendidikan bagi anak²nja dan djaminan2 djika sakit, djika mendapat ketjelakaan, djika umur sudah landjut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang bekerdja melalui djalan2 jang pula akan memadjukan hak2 manusia dan kemerdekaan2 manusia.
Setiap tahun jang berlalu berarti tambah banjaknja orang2 biasa terbuka matanja akan kenjataan, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa itu bukannja semata-mata suatu perkumpulan pemerintah2, melainkan suatu badan jang mendjadi miliknja pula.
Mereka itu terbuka matanja akan kenjataan, bahwa Perserikatan Bang sa-Bangsa membela hal-hal jang diang gapnja terpenting bagi kebahagiaan dalam hidupnja sendiri.
Perserikatan Bangsa-Bangsa membela hal hidup sebagai tetangga jang baik terhadap rasa membentji; membela persamaan terhadap perbedaan; membela perbuatan mendamaikan terhadap kekuasaan jang dipergunakan semena-mena; membela sikap sabar dan hak? kerakjatan terhadap perbuatan jang bersifat diktator jang dilakukan oleh siapapun membela hal tambah tinggi nja deradjat penghidupan dan djaminan sosial terhadap kemelaratan; dan diatas semuanja itu, membela perdamaian, dan melawan perang.
(Perserikatan Bangsa2)
Dari Minggu ke Minggu
8 September
Kolonel Simatupang menerangkan kepada harian het Parool” (Belanda) antara lain:
Senator Tom Conally, ketua komisi senat untuk urusan luar negeri mengadakan serangan pedas terhadap Chiang Kai-sjek disenat, jang dituduhnja telah melarikan diri ke Taiwan dengan membawa mas seharga $ 138 djuta.
Tentara Indonesia, berbeda dengan tentara India, dibentuk selama hari2 revolusi dan dipandang oleh sebagian terbesar rakjat sebagai tentara jang berdjuang untuk kemerdekaan negaranja. Oleh karena itu, dengan sendirinja dihari kemudian tentara Indonesia itu akan merupakan inti-sari dari pasukan2 bersendjata dari negara jang berdaulat.
Djuga Roger Lapham mengadakan serangan. Ia dulu kepala perutusan ECA ke Tiongkok, dan baru ini menjatakan pendapat dimuka umum, jaitu di San Francisco. Katanja Chiang bertanggung djawab atas keruntuhan ekonomi dan militer Tiongkok. Djuga politik Amerika jang telah memberikan sokongan kepada Chiang ditjelanja dengan menuduh bahwa Amerika telah menjokong suatu pemerintahan jang tak tjakap.
— Kepada Aneta Sultan Hamid mengatakan, bahwa serdadu2 KNIL boleh turut serta dengan suka rela didalam tentara Indonesia. Tetapi djika KNIL segera disatukan dengan TNI, maka akan timbul kesukaran2. Karena itu masih diperlukan waktu beberapa lama.
0
Kedutaan Tiongkok di Washington membantah tuduhan Tom Conally.
Atas penundiukan ir. Laoh, mr. Besar mengadakan perundingan dengan Belanda untuk pembentukan Indonesian Airways, jang kini sudah mempunjai beberapa pesawat diluar negeri. Sedang diusahakan membeli beberapa buah lagi.
9 September
— Ketua parlemen Pasundan, R. T. Djuwarsa, menuntut kepada pihak militer atas pembunuhan supir Suhari, jang memakai bendera merah-putih pada mobilnja. Bendera itu di-robek², sesudah mana Suhari dianiaja dan ditembak mati. (Warta Indonesia).
Lagi diichtiarkan supaja Indonesian Airways mendjadi anggota International Civil Aviaton Organization (organisasi penerbangan sipil internasional).
(Sang Merah-Putih sudah boleh dikibarkan di Pasundan. — Red.).
Di Den Haag dilangsungkan rapat umum Partai Komunis Belanda. Hatta dituduh tunduk pada politik imperialisme Amerika. KMB tjuma suatu sandiwara dan regie didalam tangan Amerika, sedangkan ongkosnja berdjuta.
Konperensi ECAFE (komisi ekonomi untuk Asia dan Timur Djauh) jang akan diadakan di Singapura, akan mempertimbangkan permintaan Korea Selatan dan Vietnam untuk mendjadi anggota.
Mosi diambil jang diadjukan kepada KMB. Isinja: menuntut dari KMB penarikan kembali segala tentara Belanda dari Indonesia; melepaskan segala tawanan politik di Indonesia dan memberi keluasan kepada segala organisasi progresif; memprotes keras terhadap pembunuhan pemimpin rakjat sedjati, Muso, Sjarifuddin, Suripno, Harjono dll.
— Menteri Perburuhan dan Sosial Republik Indonesia, Kusnan, mengatakan bahwa pegawai2 Republik jang berada didaerah pendudukan Belanda dan masih setia kepada Republik, tetap mendapat perhatian. Mereka jang masih bersikap non tetap diakui. sebagai pegawai.
10 September
Serikat buruh PTT Republik Indonesia mendapat undangan untuk konferensi buruh PTT seluruh dunia. Konferensi ini diadakan tgl. 27 sampai 29 Oktober jad. di Berlin atas usaha buruh PTT Italia, Rumania, Perantjis dan Djerman.
- Aneta mengabarkan bahwa pada tgl. 19 September tiba 5 orang anggota Kongres Amerika, jang duduk dalam panitia pengawasan pemakaian uang jang dipindjamkan oleh’ Amerika. Nama2nja ialah: H. G. Burnside, Walter B. Hullen, Charles B. Deane, R. Walter Richman dan Harold O. Levre. Ketiga nama disebut pertama dari golongan demokrat, lainnja republikein.
Central Joint Board (Komisi Pusat Bersama) mengeluarkan kominike sesudah mengadakan rapat resmi. Bunjinja antara lain:
Sebelum kemari, mereka mengadakan penjelidikan dulu di Djepang, Korea, Filipina, Okinawa dan Indo-Tjina. Dari Indonesia mereka akan mengundjungi Singapura, Bangkok, Kalkuta, Guam dan Honolulu.
Komisi telah mendapat keterangan bahwa semua Komisi Bersama Setempat kini telah disusun dan mulai bekerdja. Empat dari komisi² setempat berkedudukan di Sumatera, jaitu Medan, Sibolga, Bukitinggi dan Palembang. Sembilan berada di Djawa, jaitu Serang, Bandung, Purwokerto, Semarang Magelang, Solo, Kediri, Bodjonegoro dan Surabaja.
Pembesar2 Inggeris di Asia menjetudjui suatu pakt Asia jang ditudjukan terhadap Komunis. Pakt demikian harus dibantu oleh Amerika dan Inggeris; India harus ikut serta, sebaliknja Chiang Kai-sjek djangan ikut tjampur.
Telah diterima lapuran2 jang mengatakan terdjadi pelanggaran2 di Djawa Tengah dan Timur.
Pembagian dan pembatasan daerah? perondaan di-daerah2 Purwokerto dan Surabaja sedang diurus.
- A.P. mengabarkan jang fihak Indonesia menolak memberikan djami-
nan2 kepada Belanda mengenai politik ekonominja dikemudian hari.
Politik keuangan dianggap oleh fihak Indonesia suatu soal mereka sendiri; sebaliknja Belanda menghendaki supaja beberapa hal tertentu harus ditetapkan dalam suatu persetudjuan.,
Selandjutnja dikabarkan Aneta, bahwa didalam minggu ke 3, KMB tidak mentjapai hasil2 jang kelihatan, tetapi didalam pertemuan² informil telah ditjapai kemadjuan2. Disana-sini terlihat orang jang tidak sabar lagi.
Antara mengabarkan, jang sekarang sudah tertjapai ialah bahwa Republik dan Belanda sudah mengetahui pendirian masing2. BFO semakin dekat kepada Republik. Mas’alah keuangan dan ekonomi tetap sulit, karena perbedaan prinsip terlalu besar. Republik berpegang pada penjerahan kedaulatan jang real, complete dan unconditional jang sudah dinjatakan oleh Belanda. Sebaliknja Belanda bersedia memberikan kemerdekaan, tetapi dilapangan ekonomi dan keuangan masih berkehendak memegang kekuasaan, sehingga fihak Indonesia merasakannja sebagai usaha untuk mengorek kedaulatan RIS.
11 September
Menteri Kemakmuran Pasundan memadjukan surat kepada Dept. E.Z., supaja mengenai pembagian dan pengawasan deviezen buat penduduk negara bagian diserahkan kepada negara bagian itu. Sampai sekarang tiap² negara bagian mempunjai wakil sadja di Djakarta, sedang kementerian kemakmuran tidak mendapat keterangan tentang djumlah pembagian deviezen dan pengawasannja buat penduduk dinegara bagian.
Algemeen Handelsblad”(Belanda) jang menginterviu kolonel Simatupang tentang lambatnja penglaksanaan penghentian permusuhan, mendapat djawaban dari kolonel tsb., bahwa tentang infiltrasi 6 bataljon TNI didaerah Semarang, ini hanja berdasar atas berita2 Belanda jang mempunjai maksud tertentu.
Infiltrasi jang oleh Belanda dikatakan berdjalan sesudah persetudjuan Renville dan oleh mereka dibuktikan” dengan dokumen2, tidak benar dan dokumen² itu palsu belaka.
12 September
— Kepada Central Joint Board dimadjukan oleh Republik penembakan mati oleh Belanda atas dirinja W. Monginsidi di Makassar dan tudjuh orang lainnja di Sidoardjo. Mereka ini: Madiani, Sanimun, Arsijan, Mislan, Waridjen, Munasir dan Napi.
Harian ,Pedoman” (Makassar) mengabarkan bahwa A. Mononutu, anggota delegasi Indonesia Timur di KMB, mengabarkan kepadanja jang soal Monginsidi dibitjarakan antara Anak Agung, Moh. Hatta dan Maarseveen.
— Kementerian Pengadjaran, Pendidikan dan Kebudajaan Republik Indonesia mengumumkan bahwa pemerintah mengurus keperluan beladjar murid2 jang kini berdjuang untuk tanah air. Djika mereka nanti mendjadi pegawai negeri, tahun2 perdjuangan dihitung sebagai tahun bekerdja. Untuk mereka jang dapat membuktikan bahwa mereka telah berdjasa didalam perdjuangan, disediakan darmasiswa (beurs).
Sunday Times” (Inggeris) mengabarkan bahwa Inggeris tidak mem-
Taman-kita
Anak2-ku, pengawal Negara!
ALAU Pak Mimbar banding2kan K pemasukan karangan diwaktu dulu² dan diwaktu sekarang pada hari² belakangan ini ternjata, bahwa lebih banjak dulu daripada sekarang! Pak Mimbar tahu, anak², bahwa ini disebabkan terutama oleh karena merosotnja karangan untuk semangatmukirim Fadjar Menjingsing. Betul, bukan? Tapi sebaliknja Pak Mimbar djuga tahu, anak2, bahwa merosotnja semangatmu itu adalah terutama disebabkan oleh karena ruangan jang sempit ini, jang tidak bisa memuat karangan dengan lekas² dan banjak sekaligus, sehingga sampai bikin dongkol anak2, jang terpaksa me-nunggu2 terlalu lama.
Memang, anak2! Pun presis begitu djuga didalam perdjoangan kita memperoleh Kemerdekaan Negara ini! Kalau semangat revolusi jang hebat meluap dari Rakjat Indonesia itu tidak dilajani dan di-tahan2 dialirkan kedalam sungai jang terlalu sempit-ketjil oleh para pemimpin revolusi, maka…… jah, djangan heran, kalau semangat itu lantas mendjadi lemas-dongkol atau sebaliknja: lantas mendjadi ngatjau-ngawur gila2an tidak teratur……..!! Kalau sampai terdjadi begitu, maka itu bukan salahnja Rakjat, anak2! Tapi salahnja para pemimpin jang memegang kemudi revolusi!
Karena itu, maka kalau sampai anak² sekarang lantas mendjadi lemas-dong kol untuk mengirimkan karangan2 kepada Taman-kita itu, Pak Mimbar tidak mau melemparkan kesalahan keatas pundak anak2! Pak Mimbar-lah jang bersalah, karena tidak bisa menjediakan ruangan jang luas!
Akan tetapi……… ini tidak berarti bahwa anak2 harus mesti diam dan lemas! Tidak, anak2! Sebab: z e 1 fd i s c i p l i n e harus ada pada anak² sekalian! Zelf,discipline inilahjang bisa tetap menjalakan semangat-perdjoangan dan perbuatan-perdjoangan dalam keadaan bagaimanapun djuga! Zelf-discipline inilah jang bisa tetap mendorong anak² untuk tetap membandjiri Taman-kita ini dengan karangan²- mu!!
Akoor, anak2?! Nah, ajo sekarang lekas2 kita mulai memuatkan karangan2mu jang masih banjak ter-tahan² dimedja Pak Mimbar ini!
TANAH AIR MEMBUTUHKAN MASJARAKAT SEMPURNA
Alangkah sigapnja tangan djuara2 ketjil itu me-ngotjok² daun kartu dan mem-bagi2kannja sekali. Medja djudinja dipakai bekas peti-susu. Ini tak mendjadi soal bagi mereka. Asjik benar mereka itu berdjudi. Hanja sadja tak pakai uang dan sebagai gantinja karet2-bundar jang biasa dipergunakan untuk pengikat barang2 ketjil dan bungkusan. Dan karet2-bundar ini ha rus mereka beli dipasar. Sebentar² kedengaran mereka bergaduh ber-tengkar tak keruan. Ajo! tikam bánjak lagi, penakut!” berungut seorang dengan geramnja, ini lazimnja orang kalah-main. Hati panas darah naik.
Lihatlah si Lias, ia sedang naik tangan. Selalu sadja karet2 itu berpindah kepadanja. Hati gembira, tak ingat laut darat lagi, makan-minumpun lupa.
Karet sadja……… karet, main djudi terus. Permainan sedang hebat memuntjak. Mereka itu sebagai kemasukan setan lajaknja. ,Awas! djangan main tjurang, aku tak mau main lagi!” si Lias menggertak, medja djudi dipukulnja beberapa kali. Hei penakut, mana boleh kami belum balik pokok!” seru jang lain, panas hati. Dia banjak kalah agaknja.
Kartu dikotjok lagi, permainan dilandjutkan. Entah sudah beberapa djam lamanja, tak penat² biar duduk djongkok sadja. se-harizan menghadapi medja djudi. Kemenangan selalu ber-ganti2, angin selalu berkisar. Ini sudah lumrah. Apapun didunia ini tak ada jang kekal, uang djudipun tak kekal! Tadinja dua kantongnja penuh karet, kini tinggal dua tiga helai sadja lagi. Si Lias kalah …….. Pulang kerumah marah2. Adik²nja habis digodanja: minta karetmu! kalau tidak, kurampas semuanja!”
Adiknja menurut sadja, ia takut sama kakaknja. Ia masih ketjil. Ibu selalu menggerutu, uang hilang.
Bukan sekali dua sadja peristiwa ini. Uang tak boleh lengah, main sambar sadja. Beli karet, untuk main djudi. Berdjudi, dengan uang; tapi ini dengan karet dan karet² ini harus dibeli dengan uang djuga. Samalah artinja! Ibunja marah2: Anak setan! tentulah si Lias punja kerdja ini. Nanti kau raSi Lias sakan kalau tahu ajahmu!” membisu pura2 tidak tahu sadja. Dengan dian2 ia melompat turun, ia main djudi lagi. Menurutkan kanak2 jang tak berpendidikan lagi, jang tak kenal akan adjaran lagi. Kasihan pada mereka, mereka sudah pandai berdjudi. Mula2. nja dengan karet2, kemudian akan bertukar dengan sendirinja dengan uang. Mereka bertaruh. Djuara2 ketjil itu tak insaf akan hal itu. Si Liaspun demikian. Ia menekun pula disana. Hendak memulangkan pokoknja jang lama, katanja. Tapi pokok jang barupun turut terbang ketangan kawannja jang lain. Selalu sadja kalah. Mengambil uang ibu lagi, beli karet? Tak berani…….. sudah terbongkar rahasianja. Ajahnjapun barangkali sudah mengetahui akan kelakuan anaknja itu. Ngeri djuga terasa. Pulang kerumah, ajahnja memanggil. Berasa menjimpan duri dikaki, ia gugup. Hukuman akan menanti. Lari sadjakah? Tidak, tidak itu sifat pengetjut. Ia masih ingat riwajat hidup orang besar: George Washington mengakui kesalahannja terhadap ajahnja. Dan aku akan mesti mengakui kesålahanku kepada sjah. Ia datang kehadapan ajahnja. Diam sadja menanti pertanjaan.
Hai Lias, engkau mengambil uang ibumu!?“, hardik ajahnja. Ajo, beri djawab lekas!”
Ja, ajah”, menggeletar bibirnja mendjawab pertanjaan itu, memang ia takut sama ajahnja.
Kau apakan uang itu?”
Beli karet, ajah”.
Tahukah engkau nak”, suaranja mulai lembut, ia tahu bagaimana mengadjar anak2nja. Tidak dengan pisang-rotan atau pukul dan tidak kurung dalam kakus. Ia titipkan nasehat: Main djudi jang seperti itu, sama sadja halnja. Ketjil ter-andja2, besar terbawa2, sudah tua berobah tidak. Akibatnja banjak,, besar mudaratnja, melarat tentangannja. Bukan sedikit manusia terdjerumus kedalam lembah kehinaan akibat djudi.
Menipu orang, mentjuri dsb. asal dia dapat uang, untuk djudi! Kelakuan buruk ini akan ketahuan djuga, achirnja hotel perdéo sedia menerima tamu² jang begini. Mendjadi sampah masjarakat, membawa tempurung-bulu menanti kasihan orang. Na’uzubillah min zâlik, nak.
Djauhkanlah singkirkanlah dan kikislah bersih² dari hati sanubarimu sifat jang tak baik, berdjudi dsb. Djangan turutkan kanak² pendjudi itu. Mereka itu tak siapa lagi jang mendjamin hidupnja, mendidiknja dan menundjukkan kearah kebenaran, apaboleh-buat! Sebenarnja nasib mereka masih dapat ditolong. Tapi…. badan kesosialan jang mana? Belum ada. Masjarakat kita membutuhkan orang2 tjerdik tjendekia. Pemuda jang seperti kamulah jang harus mempunjai pendi- äikan jang sempurna berguna untuk masa depan kelak. Berdjandjilah nak, mulai saat ini kau tak akan berdjudi dan men-tjuri2 uang ibumu lagi bahkan tidak akan mau melakukan perbuatan jang djahat! Ingatlah benar2, djangan ber-main2 karet2 lagi atau berdjudi, sama sadja!”
Si Lias diam terpaku, njata benar nasehat ajahnja itu tertanam dihatinja termasuk ketelinganja terus keotaknja. Ia berpikir dan terus berpikir….. Dihadapan ajahnja ia berdjandji bahkan bersumpah pada dirinja sendiri tidak akan melakukan itu lagi. Ia insaf dan sedar bahwa dialah kelak jang akan menggantikan orang2 tua jang takkan hidup berbilang masa menunggu dunia jang fana ini. Tanah-air memerlukan tenaga muda, memerlukan masjarakat jang sempurna sesempurnanja.
ISNAR
Mentok
DURI.…….AN”
Oleh: WIREDARME S.M.P. Mataram (Lombok)
Nah, demikianlah! Sekali lagi renungkanlah tentang zelf-dise i p l i n e itu tadi, ja! Dan sebaliknja dari pihak Bapak2 Redaksi/Direksi M.I. serta Pak Mimbar harus pula ada ichtiar untuk se-lekas2nja menjediakan ruangan Fadjar Menjingsing jang luas hebat!
Ajo, kita semua ber-sama2 berdjuang terus!!
References
Guru: Habiskan kalimat ini Dul. Duri. Abdul: Duri tadjam”. G.: Boleh djuga; kamu Salam jang lain.” Salam: Duri…….. duri……. an… énak.” G.: Lain2 sadja pikiranmu, Salam.”
G.: ,Bagus, jang lain lagi; kamu Lim!” Salim: Duri runtjing”