LANGIT SELALU TULI MENGAPA MENANTI ?
SERUM
suplemen menuju perang sosial
Introduksi Dini
Selamat bertemu kembali wahai pembaca. Kami sepenuhnya terjebak. Sebaliknya, kami melakukan kembali menjumpaimu walaupun terlambat dari jadwal s e m u a u s a h a u n t u k m e r e m u k k a n d a n yang direncanakan semula. Meski begitu, sepenuh cinta menjungkirkbalikkan sisi-sisi muram dunia ini (yang yang meletup-letup kami lekatkan dalam setiap menjebak kami dan mayoritas orang di dunia menjalani lembaran-lembarannya. keterpaksaan dan keterbatasan) dengan penuh Kami tentu saja melakoni itu semua karena menegaskan bahwa kami tidak pernah meratapi keterpaksaan dan juga kadang karena tak ada pilihan semuanya. Agenda kami adalah berjalan ke depan, lain untuk bertahan hidup. Tetapi kami tidak ingin sedikit zig zag, kadang sejenak menengok ke belakang disebabkan beberapa hal mendasar dalam tim kami. Apa yang kami ikhtiarkan adalah sebuah negasi atas Paling utama tentu saja pendanaan media yang disebar konsepsi 'revolusioner profesional' ala Leninis yang secara gratis ini, yang tidak lepas dari komposisi kami. merasa paling sahih untuk menentukan arah dan Seperti mayoritas orang di dunia ini, kami adalah kebenaran perjuangan, kami mencela 'revolusi yang kelompok sosial (teori-teori menyebutnya kelas) yang didanai' yang dipraktekkan banyak kelas menengah terbatasi secara ekonomi dan sosial. Sehingga untuk dalam yayasan-yayasan berbadan hukum, dan kami membiayai hidup personal sehari-hari, termasuk mencaci tradisi buruk kalangan mahasiswa yang dengan upah (dalam terma modern kita mengenal Dan kehidupan layaknya sebuah pergantian musim, ‘kerja-upahan’). Sementara beberapa juga lainnya harus bara matahari berganti turunnya air dari langit di musim menyerahkan hari-harinya untuk diformat dan penghujan. Tentu kami pun mengalami perubahan, baik disiapkan sebagai stok pekerja murah yang patuh, secara komposisi, bentuk dan proyeksi. Sebagai sebuah dalam kamp-kamp pendisiplinan. perhimpunan bebas, tentu sangatlah wajar jika ada
Perlu kami kabarkan bahwa keterlambatan ini mendanai proyek-proyek ini secara independen, kami memiliki 'periodeisasi' dalam perlawanan. terpaksa menjual tenaga dan waktu kami untuk ditukar
kesukarelaan, semangat dan nafas-nafas yang riang.
yang datang dan ada pula yang pergi. Kami hanya perlu
untuk mengevaluasi, tetapi (sekali lagi) tidak akan berhenti!
Kami memperjuangkan sebuah hasrat akan kebebasan total, b u k a n r oma n tisme d a n heroisme mendayu-dayu yang berkubang dalam genangan 'mentalitas kawanan'.
Salam dari sebuah grup otonom anti-hirarki !
Perjuangkan hasratmu!
Serum diproduksi dan didistribusikan secara bebas (gratis seperti dokumen rahasia di situs wikileaks) oleh Kontinum, sebuah grup otonom anti-hirarki di Makassar yang mengusung perjuangan anti-kapitalis dan anti-otoritarian. Semua teks dan imaji di lembaran ini tanpa hak cipta, bebas dibajak dan disebarluaskan tanpa menunggu konfirmasi atau persetujuan.
www.kontinum.org [email protected] FB : tim.kontinum YM : kontinum massa, atau dimana pun yang bersinggungan dengan mengurangi kiriman setiap dua bulan terhadap menghabiskan sebungkus rokok filter sehari seharga 8 dikenakan pita cukai 50%, untuk itu tiap harinya Dg. Anak Dg Sangkala sekarang duduk di bangku kelas 2 dan 4 rupiah. Sebuah angka yang sangat besar untuk warga yang Untunglah Dg Sangkala tidak perlu mengeluarkan uang mendapat warisan dari orang tuanya sebuah rumah kota dengan alas an ketertiban dan pendapatan asli daerah rupiah. Belum lagi retribusi becak yang dibayarkannya tiap Kennedy tersebut telah membius jutaan orang untuk warga negara untuk kemajuan ekonomi negeri, apa yang sepetak kebun kecil hasil warisan, sehingga bisa peraturan membuatnya semakin kesulitan sebagai negara terhadap mereka yang disebut rakyat atau warga meraih pendidikan setinggi-tingginya melalui pendidikan yang telah diberikan kepada tanah airnya. Juga ditekankan pendidikan, tapi nyatanya itu hanya mencakup biaya SPP Mungkinkah hubungan antara pemerintah dengan yang umumnya, Dg. Sangkala pun ingin melihat anaknya 45 tahun. Dua pertiga hidupnya dihabiskan untuk kewajiban, sementara hak untuk menikmati stimulus dan menjalani pekerjaannya. Selama ia memulai nafas subsidi serta layanan sosial, yang merupakan perwujudan serta menunaikan segala kewajibannya. Akan tetapi Dg. kekuasaan negara mengelola sistem ekonomi. dengan cara mengekspolitasi masyarakat yang disebut dimasukkan dalam harga tiap hisapannya. Sebungkus Tentu tidak hanya sampai disitu. Negara juga biaya transportasi bolak balik ke kampung sebesar 50.000 menggerogoti pendapatan Dg. Sangkala melalui Pajak rupiah. kembali sudah cukupkah yang dilakukannya kepada 5%. Maka setiap tahunnya Dg. Sangkala mesti membayar
per harinya. Dari pendapatannya itu, ia sisihkan 12 ribu
Memahami Negara Sebagai Kolektif Kapitalis
Sekolah Dasar. Kiriman dua bulanannya untuk keluarga hanya bekerja sebagai tukang becak. hanya 600.000 rupiah. Jumlah itu harus dikurangi untuk
“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, cicilan becak, karena sejak 5 tahun yang lalu becaknya sederhana dan sepetak kebun kecil. Setelah tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada telah ia lunasi. Meski begitu, Dg Sangkala harus menyetor dikalkulasikan Nilai Jual Objek Pajak sebesar 50 juta negaramu." [John F. Kennedy] retribusi 15.000 rupiah setiap bulan kepada pemerintah rupiah. Dikenakanlah PBB setiap tahun sebesar 100.000 Tentu kalimat di atas sangat sering kita dengarkan dalam (PAD). Sebagai warga negara yang baik Dg. Sangkala tidak tahun sebesar 180.000 rupiah/tahun, yakni Rp. 15.000 forum-forum ilmiah, dikutip di berbagai artikel di media pernah menunggak pembayarannya, untuk itu ia mesti tiap bulannya. pidato mantan presiden Amerika Serikat itu. Ungkapan Nah, setelah dari semua sumbangsih Dg. Sangkala sebagai keluarganya sebesar 30.000 rupiah.
menumbuhkan semang a t na siona l isme dan Dengan uang 550.000 rupiah yang datang rutin setiap dua telah diberikan negara untuknya? Dg. Sangkala yang tak patriotismenya. Bukan hanya di AS, tapi ke seantero bulan, istri serta anak-anak Dg. Sangkala menjalani pernah melanggar hukum negara yang dicintainya justru planet ini. kehidupannya. Masih beruntung, mereka memiliki semakin terbatasi dalam mencari makan. Berbagai Kali ini kita akan mempertanyakan kembali pemberian memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. pengayuh becak. Mimpinya untuk melihat kedua anaknya
negara. Dikatakan bahwa rakyat tidak harus menuntut Walau pemerintah provinsi menjanjikan penggratisan gratis, hanyalah janji pemilu. bahwa hubungan yang berlangsung antara penguasa saja. Sementara untuk buku, pakaian seragam dan lainnya Dan masih banyak lagi kisah yang dialami Dg. Sangkala dengan rakyatnya bersifat simbiosis-mutualisme (saling masih harus dikeluarkan oleh orang tua siswa tiap mengenai kesejahteraan, harapan dan mimpi-mimpinya menguntungkan). Apakah kenyataannya seperti itu? tahunnya. Karena seperti halnya orangtua pada dalam hidup yang dijalaninya. Kesimpulan diperintah adalah bentuk lain dari sistem majikan mengenyam pendidikan lebih tinggi. Ia pun rela pekerja? menyisihkan 600.000 rupiah tiap tahunnya untuk uang Ini hanyalah contoh sebuah deskripsi dari seorang warga pakaian, buku dan lembar kerja siswa. Hal itu tetap dijalani negara, yang dengan susah payah melayani kehidupannya Sebuah Rekonstruksi Realitas agar buah hatinya tidak seperti dirinya, menjadi tukang sendiri, namun juga masih dituntut untuk menjadi warga becak juga. Daeng Sangkala adalah seorang tukang becak. Kini usianya negara yang baik. Warga dipaksa taat serta mematuhi
pertamanya hingga sekarang, Daeng Sangkala merupakan DG. SANGKALA HANYALAH satu dari puluhan bahkan timbal balik hubungan negara warga, hanya omong warga negara yang taat. Ia tidak pernah melanggar hukum ratusan juta penduduk Indonesia yang dijebak dalam kosong besar (i). Kalau mengacu dari perkataan Kennedy maka Dg. Sangkala menjalani kehidupannya dengan tambal sulam. Penghasilannya hanyalah 900.000 rupiah per bulan, yang Sangkala seharusnya tidak pantas menuntut dan Untuk makan sehari-hari dan membayar kontrakan bila diakumulasikan selama setahun hanya mencapai 10,8 mempertanyakan apa yang negara berikan padanya. rumah, ia mesti menghutang yang dibayarkan setelah juta rupiah. Menurut undang-undang, pendapatan di magoyang Sebaliknya, ia justru dituntut untuk mempertanyakan becak. bawah 25 juta rupiah dikenakan pajak penghasilan (PPh) Penghasilan rata-rata Dg. Sangkala berkisar 30 ribu rupiah negara. Sungguh aneh kan? pajak 240.000 rupiah ke negara.
Begitulah, satu dari sekian banyak kisah tentang betapa untuk makan sehari-hari dan uang kontrakan yang Sebagai seorang perokok aktif, dia pun harus menambah ganas negara mengorganisir sistem ekonomi kapitalisme ditempatinya bersama empat rekan seprofesinya. pemasukan negara melalui pita cukai yang telah Sebagai seorang perokok, Daeng Sangakala warga negara.][ rokok yang dibelinya tiap hari sebesar Rp. 8.000 _______ ribu sebungkusnya. Sementara 10 ribu disimpan untuk Sangkala membayar ke negara sebesar 4.000 rupiah atau istri dan dua orang anak di kampung. Setiap 2 bulan sekali Rp 120.000 per bulan. Dengan begitu, negara menyedot (i) Mengenai subsidi dan pajak, lihat tulisan Kebohongan Alur Pajak Dg Sangkala mengirimnya. dan Subsidi di edisi Serum sebelumnya No #1 Juli 2010 penghasilan Dg. Sangkala tiap tahunnya sebesar 1,4 juta
Bumi dan Bangunan (PBB). Walau hanya tukang becak dia
www.kontinum.org kita terlalu jauh berjalan untuk sebuah perjalanan yang menjauhi diri kita pulang adalah jalan untuk memulai perjalanan demi diri kita
MENUJU KOTA DUNIA ?
sebuah introduksi terhadap peradaban modern -bagian pertamaSaat kita menolak dan melawan
Dalam beberapa tahun terakhir ini, kita terus-menerus yang ditelan. Hal ini sangat ironis mengingat situasi dicekoki dan diteror dengan berita-berita tentang Site ekonomi yang memburuk disertai ambruknya fasilitas Plan atau rencana rupa Kota Makassar kelak. Seperti yang pendidikan, sakitnya sistem kesehatan, dan buruknya tengah kita alami saat ini, di berbagai tempat ada banyak layanan publik. Sebuah situasi yang justru hanya direspon perubahan tata kota dan insfrastuktur yang bertumbuh enteng oleh pemerintah dengan berspekulasi bahwa subur nan pesat. Pelebaran jalan, pembangunan flyover, keadaan ini adalah efek dari dari tidak memadainya kas dan pembangunan bandar udara baru berskala internasional, anggaran. Hal ini tentu saja adalah bohong besar, pembangunan mall bawah tanah di Karebosi, Reklamasi mengingat pembiayaan proyek-proyek ini justru sebagian hektar di pantai barat yang merupakan lanjutan reklamasi dianggarkan (berarti belum terpakai) khusus untuk dari proyek-proyek ini adalah besarnya anggaran publik diputus. Ini belum termasuk rencana penggusuran hingga 1,2 trilyun rupiah! Pada tahap awal 23 milyar rupiah proletarianisasi, penghilangan alat produksi yang Jika ditotalkan, anggaran pembangunan infstruktur ini publik, yang dikuras dari setiap kerja kita, menegaskan mencapai Rp 1,5 trilyun. Jumlah fantastis ini setara atau kuatnya fungsi negara (dan pemerintahnya) dalam membuat orang kaya makin kaya, dan kaum elit makin rumah mewah yang akan kita tinggali. Seakan-akan juga, menguras hingga Rp. 39,75 milyar Selain itu, semua proyek pembangunan juga beresiko yang juga berasal dari membiayai perampasan Saat kita menolak dan melawan semua ini, kita dengan ruang publik Karebosi menjadi mudah dapat dituduh melawan kepentingan umum atau kawasan bisnis privat yang selain menghilangkan akses luas masyarakat berkesadaran rendah akan kemajuan kota. Di samping itu, juga merubah fungsinya. bisa membandingkan betapa berbedanya nilai Ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan resistensi guna yang dihasilkannya. yang (lebih) kuat. Resistensi adalah pondasi penting bagi berkuasa. Jika semua ini justru makin memperluas sekat antara
Pantai Losari, kawasan apartemen dan permukiman besar berasal dari uang publik (APBN/APBD).
Apakah benar kita menginginkan sebuah Kota Dunia? Sebuah dunia dimana kita hanyalah bidakbidak yang dikendalikan untuk menjaganya tetap berjalan?
semua itu milik kita. Kita pun menantinya dengan luas hati
mewah, pusat-pusat perbelanjaan baru, wahana rekreasi Proyek yang sedang berjalan saat ini, misalnya Center penduduk miskin di sekitar lokasi yang dinilai kumuh dan raksasa Trans Kalla, serta gedung perkantoran yang menjulang. Point of Indonesia, menguras anggaran hingga 900 milyar mengganggu estetika dan desain proyek. Ini adalah proses Belum lagi yang tengah berjalan seperti Center Point of diambil APBD Sulawesi Selatan tahun 2009 untuk menjebak para nelayan maupun masyarakat miskin Indonesia, sebuah megaproyek ambisius seluas 157 membiayai ambisi ini. Tahun 2010, ada 20,5 milyar rupiah lainnya untuk menjadi pekerja. merintis pembangunan Privatisasi pesisir pantai ini menghilangkan ruang publik, anjungan Losari, dan rencana proyek besar lainnya seperti jalan dan jembatan menuju lokasi ruang yang seharusnya dapat diakses dan dinikmati secara pembangunan monorel bandara-barombong, Jembatan inti. Hal ini belum termasuk 100 milyar tiap tahunnya yang wa cuma-cuma oleh semua orang. Bahkan ke depan, Kebangkitan, Masjid Terapung, terboom, stadion diambil dari APBN.
olahraga, panorama 'matahari terbenam' yang indah tersebut hanya rumahsakit internasional serta proyek lainnya Sementara proyek lainnya, Reklamasi Losari yang akan didapatkan jika ditukar dengan secarik karcis masuk. yang tentu saja memakan anggaran yang luarbiasa pula. mencakup pembangunan tiga pelataran baru Pantai Losari Semuanya sekejap berdiri kokoh di tengah kota ini. APBD melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar dalam hal lingkungan, sesempurna apapun desainnya Impian untuk menjadikan Makassar sebagai kota dunia, .
dikemas. Masih ingat amblasnya tanah Jakarta yang tidak hanya slogan yang perlahan diwujudkan oleh Dari dua proyek ini saja, total anggaran publik yang dibajak disebabkan tekanan pembangunan? Bukankah kota ini serangkain proyek tersebut. Keikutsertaan Kota Makassar untuk membangun “infrastruktur bisnis orang kaya” di World Cities juga sedang berjalan ke arah yang sama menuju sebuah Summit 2010 di Singapura, Juni lalu makin mencapai 50 milyar rupiah! melangkahkan kota kehancuran? ini menuju impian dunia yang disadur
dari wahana arsitektural negara lain. Mengkonstruksi kota Jumlah ini tentu saja membengkak karena sebelumnya Mari kita kembali pada pertanyaan awal. Apakah benar ini ala Dubai, Singapure, India, Shanghai adalah berita telah banyak proyek-proyek seperti pelebaran jalan, kita menginginkan sebuah Kota Dunia? Menginginkan gembira sebagai pijakan baru peluang investasi. pembangunan jembatan layang (flyover) pun menelan sebuah dunia dimana kita hanyalah bidak-bidak yang anggaran hingga 50 milyar. Sementara itu lebih dari 100 dikendalikan untuk menjaganya tetap berjalan? milyar rupiah anggaran publik juga dihamburkan untuk
dapat membiayai 10.000 gedung sekolah, 15.000 rumah memfasilitasi kapital. layak huni, atau membangun 30.000 puskesmas baru! Kita
Melalui Tetapi apa yang kami paparkan bukanlah semata masalah ilustrasi dan imaji yang futuristik, proyek-proyek berharga, iming-iming masa depan cerah yang tentu saja uang dan anggaran publik yang dihamburkan untuk ini membelalakkan mata kita. Seakan-akan kelak, inilah mesti dipertanyakan.
gubuk dan beton, maka kita perlu memperbesar dan penuh bangga. Di samping itu, makin tertanam pula Dari semua itu, ada pembenaran umum yang dilempar resistensi. Resistensi yang hadir bukan karena watak yang pandangan akan kemajuan masa depan yang diisyaratkan sebagai dasar argumentasi proyek-proyek raksasa ini. (konon) diturunkan secara primordial, namun oleh oleh ramainya megastruktur tinggi menjulang dan kerlap- Bahwa proyek ini akan memberi keuntungan dan kondisi objektif yang harus dihadapi. Resistensi yang tidak kerlip lampunya. pemasukan bagi kas pemerintah demi perbaikan dapat dinilai hanya dari secuil fenomena yang dibentuk Un pelayanan publik, membangun peluang investasi, dan tuk semua impian-impian semu ini, kita patut oleh media massa borjuis dan pendukungnya yang lebih mempertanyakan hal mendasar: Butuhkah kita dengan pembukaan lapangan kerja. Tapi realistis saja, bukankah banyak menggerutu tentang 'kekerasan' dalam sekilas proyek-proyek sejak dulu sistem ini tidak pernah menjawab realitas sosial tersebut? Kepada siapakah sebenarnya tayangan pendek yang menodai citra sebuah kota. diperuntukkan? di masyarakat yang semakin terpuruk? Resistensi yang dimaksud adalah berperang melawan
Ken ketertindasan, kebosanan dan kedangkalan hidup. Hal ini akan menjadi tawaran konkret dibanding proyataannya, ilusi-ilusi tersebut dibangun dengan kontra merampas hak hidup sebagian masyarakat yang bernaung yang ada selama ini yang tak lebih sebagai sebuah Pembuatan 'Kota Dunia' ini telah menyebabkan lenyapnya pertarungan dan mencari penghidupan. Pembangunan CPI misalnya, antar kubu borjuis dan elit politik, yang akses hidup. Pula, dengan begitu mereka telah menuliskan masing-masing disokong oleh legitimasi kaum intelektual dimana tahap awal pembangunannya saja telah masa depan tak layak. Ini berarti jalur yang tersisa hanyalah mengorbankan ratusan nelayan dan pencari kerang yang yang bertugas mengemas secara ilmiah dan menutup melawan. Bukankah kita jauh lebih membutuhkan ruang sehari-harinya menggantungkan hidup di sekitar wilayah setiap celah dan borok proyek ini. hidup ketimbang citra tentang kota damai dan modern Mariso yang kini ditutup dan akan ditimbun itu. Perlahan yang mengilusi?! ][ Salah satu (dan bukan satu-satunya) yang perlu dicermati pula, akses nelayan di seluruh pesisir pantai tersebut akan
semua ini, kita dengan mudah dapat dituduh melawan kepentingan umum atau berkesadaran rendah akan kemajuan kota
dengan melimpahnya anggaran yang dibajak dari dana
ancaman kehilangan sumber kehidupan yang jauh lebih
Jika Mereka Membakar Masa Pastikan Kamu Depanmu Juga Membakar Mimpi Mereka !
Mereka bermimpi untuk memiliki seluruh dunia ini. Seluruhnya! Dan untuk itu, kau harus menyingkir. Apabila kau terus ingin berada disini, maka kau harus menjadi budak-budak hina yang bekerja siang malam untuk menjaga dunia ini tetap berputar.
Mereka bermimpi akan sebuah dunia yang gemerlap, penjilat yang memalukan.
Mer yang diinginkannya. Mengaturnya, mengontrolnya, dan eka ingin melihat semua isi dunia berada dalam menjadikannya seenak perut buncitnya. Mimpi-mimpi para genggamannya. Mengaturnya, mengontrolnya, dan menjadikann bedebah keparat itu adalah akhir dari hari-hari esokmu. ya seperti akuarium yang menyenangkan bagi dunia ini : KAU atau orang-orang kaya dan para politisi Kau harus mengetahui bahwa pada saat orang-orang kaya Para keparat tengik itu mengatakan bahwa hal tersebut menyakitkan --sebagaimana Sisipus dengan batunya, maka menumbuhkan peluang kerja dan distribusi kesejahteraan. kau harus mengambil keputusan untuk menghentikannya. Kontinum www.kontinum.org otonom|anti-hirarki modern dan teratur. Kau yang lusuh harus pindah ke sudutYa, dalam mimpi-mimpi mereka, kau bukanlah apa-apa! sudut dunia yang busuk dan lapuk. Jika tidak, kau harus jadi babu yang bersedia melakukan apa saja. Mereka bermimpi untuk melihat semuanya menjadi seperti penglihatan mereka. Kau harus memilih, siapa yang seharusnya tersingkir dari sundal itu! bedebah dan para politisi begundal itu menyihir lahanlahan kosong, rawa-rawa resapan air, ladang dan sawah, Kau segera harus menentukan akan menjadi seperti apa hutan dan laut menjadi gedung-gedung perkantoran, pusathari-hari esokmu? Merekah dan tumbuh seperti bunga di pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan tempat-tempat musim semi, atau menjadi abu sisa pembakaran yang akan memer Jika mimpi-mimpi mereka pada akhirnya membakar masa angi hidupmu, kebebasanmu, dan keberadaanmu. Dan jalan yang tersisa untuk menghentikannya hanya siang malam untuk menjagai properti mereka, pelayan yang disuruh-suruh, pegaw memastikan bahwa kau juga balas membakar mimpi ai yang menulis dan mengetik untuk bisnis mer mereka. Bakar seluruhnya, jangan sisakan! Dan setelah itu eka, tukang parkir untuk mengatur mobil-mobil lihatlah: kau baru saja menulis sejarahmu, merengkuh konsumen mereka, atau bahkan anjing penjaga yang akan menjarah. Karena masa depan hanya akan berisi dengan apa yang kita
hiburan yang artifisial, ini berarti mereka telah mengirim hilang dibawa angin! tank-tank, senapan dan pesawat pembom untuk
Ini adalah tai! Kamu bukanlah apa-apa. Kamu hanya bisa Sekarang dan bukan besok! memilih menjadi cecunguk dungu, sekuriti yang begadang mengamank hidupmu… an bisnis mereka dari orang-orang lapar yang
Han masukkan ke dalamnya sekarang ! ya bila kau bisa menginjak teman-temanmu, kau bisa
mendapat kedudukan lebih baik untuk menjadi manajer
depanmu, merusak, dan membuatnya menjadi hukuman