Daftar Isi
•Pengantar......................................................... 4 •Revolusi Rusia.................................................. 12 •Pengantar versi online..................................... 35 •1917................................................................. 37 •1918................................................................. 102 •1919................................................................. 151 •1920................................................................. 167 •1921................................................................. 204 •Epilog............................................................... 221 •Kesimpulan...................................................... 232
Kaum Bolshevik vs Kontrol Pekerja
Maurice Brinton
Penerjemah Yerry
Edisi Pertama Awal 2015 Dicetak 2015
Penerbit Daun Malam
Hak cipta bebas dan merdeka. Setiap makhluk dianjurkan dan dinasehatkan untuk mengkopi, mencetak, menggandakan, menyebar isi serta materi-materi di dalamnya.
tampak tak mungkin atau istilah ini digunakan untuk lebih menutupi sesuatu ketimbang ingin menyampaikan sesuatu.
Kami berharap bisa menghilangkan sejumlah kebimbangan dengan mengingat kembali, dalam tahapan sejarah yang kritis, bahwa para pembela konsep kontrol kaum pekerja bertentangan satu sama lain. Dengan mengingat dan melihat kembali siapa yang menang, mengapa mereka menang, dan apa akibat dari peristiwa itu.
Kembalinya kita pada akar sejarah yang kontroversial tidak dimotivasi oleh kecanduan akan kepercayaan kepada arsip atau pemihakan pada hal-hal yang bersifat emosional (batin). Gerakan revolusioner di Inggris berbeda dengan yang ada disejumlah negeri di Eropa, tak pernah begitu peduli teori dan lebih melandaskan diri pada pengalaman empiris. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan “alami-rasakan lalu pertimbangkan”. Hal ini suatu ketika membantunya terhindar dari tenggelam di rawa-rawa spekulasi metafisik, tapi biaya keseluruhan dalam hal kejernihan dan konsistensi sangatlah besar. Tanpa adanya pemahaman yang jernih atas tujuan dan kekuatan-kekuatan (termasuk kekuatan ideologis) yang menghambat kemajuan -sedikitnya pemahaman tentang sejarah perjuangan revolusionercenderung menjadi gerakan segala dan tanpa arah. Tanpa adanya kejelasan perspektif, kaum revolusioner cenderung terperosok ke dalam jebakan atau dibelokkan ke lorong gelap. Kemungki-
Pengantar Asli dari Solidarity
Pamflet ini memiliki dua tujuan utama yang saling berhubungan. Tujuan pertama adalah menyampaikan fakta baru tentang diskursus “kontrol” kaum pekerja yang berlangsung pada masa itu. Sedangkan tujuan kedua adalah mengupayakan sebuah analisis baru tentang nasib revolusi Rusia.
Diskursus tentang kontrol kaum pekerja sekali lagi diperbincangkan. Nasionalisasi dan kekuasaan “Partai Kelas Pekerja” baik variannya maupun jenisnya di barat dan timur telah nyata gagal. Bentuk-bentuk ini tidak memuaskan harapan dan perkiraan masyarakat umum atau memberikan mereka keleluasaan untuk memutuskan kondisi hidup. Fakta ini telah menciptakan ketertarikan baru pada persoalan-persoalan kontrol kaum pekerja. Begitu juga dengan gagasangagasan yang dalam konteksnya berbeda. Kondisi ini merupakan pandangan paling umum pada permulaan abad ke-20.
Pembicaraan dan diskusi tentang kontrol kaum pekerja terjadi hampir di semua golongan masyarakat, baik yang sepaham maupun yang berseberangan. Mulai dari kaum Liberal Muda (Young Liberals) dan kalangan Buruh sayap kiri (Partai Labour Inggris - ed), pejabat serikat pekerja yang telah lelah dan kaum “Trotskyis” dari segala jenis hingga kaum anarko sindikalis dan Marxis libertarian. Fakta ini menandakan satu dari dua hal. Orang-orang ini memiliki tujuan sama yang berdasar basis regional dan nasional. Mereka memutuskan (dengan memungkinkan otonomi yang semaksimal mungkin bagi unit-unit lokal) mengenai apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksinya. Keadaan lain yang mungkin terjadi adalah dimana keputusan-keputusan mendasar diambil dari tempat lain, dari luar, yakni Negara. Negara bisa saja menggunakan Partai, atau lewat organisme lain yang tidak memiliki akar yang dalam dan terlibat langsung dalam proses produksi itu sendiri. Pemisahan para produsen dari alat-alat produksi (dasar dari segala masyarakat kelas) terus dipertahankan. Dampak menindas dari bentuk pengaturan semacam ini segera mewujudkan dirinya sendiri. Hal ini pasti terjadi, seberapapun besar keinginan dari agen yang menjalankan proses tersebut, dan apapun langkah-langkah yang coba dibuat (atau tidak dibuat) untuk pengambilan keputusan/kebijakan yang disampaikan dari waktu ke waktu untuk diratifikasi atau diubah.
Terdapat beberapa kata yang jelas menggambarkan dua persoalan ini. “Mengelola” adalah menginisiasi keputusan sebagai individu atau kolektif yang berdaulat, dengan sepenuhnya memahami segala fakta-fakta relevan. “Mengontrol” adalah mengawasi, menginspeksi atau meneliti keputusan yang diinisiasi oleh yang lain. “Kontrol” berhubungan dengan pembatasan kedaulatan atau paling mungkin, keadaan kekuasaan ganda. Dimana sejumlah orang menentukan tujuan, sementara yang lain melihat langkah-langkah apa yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan.
nan yang sebenarnya mudah dihindari jika mau sedikit menengok kembali pada pengetahuan masa lalunya.
Kebingungan mengenai kontrol kaum pekerja (sekurang-kurangnya di Inggris) sebagian karena masalah terminologis. Dalam pergerakan di Inggris (maupun dalam lingkup yang lebih kecil dalam bahasa Inggris) pembedaan yang tajam atau jelas, kadang digunakan di antara kata “kontrol” dan “manajemen”, fungsi-fungsi yang di dalamnya banyak terdapat kesempatan untuk tumpang tindih, namun biasanya cukup bisa dibedakan. Di buku-buku politik bahasa Prancis, Spanyol atau Rusia dua istilah terpisah (controle dan gestion, control and gerencia, kontrolia and upravleniye) sebagian dipakai secara berturut-turut, atau secara keseluruhan bagi dominasi produsen didalam proses produksi. Dengan refleksi sesaat saja, bisa terlihat jelas mengapa seseorang harus membuat pembedaan ini.
Dua keadaan yang mungkin terjadi, segera timbul dalam pikiran, disatu sisi kelas pekerja (kolektif produsen) bertanggung jawab atas seluruh keputusan mendasar. Mereka melakukannya secara langsung, melalui organisme yang dipilihnya sendiri, mereka identikkan dengan diri mereka secara keseluruhan atau dengan mereka yang merasa bahwa lembaga itu dapat mendominasi secara total (Komite-komite Pabrik, Dewandewan Pekerja, dan sebagainya). Lembaga-lembaga ini terdiri atas delegasi yang dipilih dan dapat dicopot setiap saat, yang mungkin tersusun secara federasi dan proletariat) diapresiasikan dalam tipe tuntutan yang berbeda-beda, dirumuskan lebih atau malah kurang jernih. Ide-ide berbeda mengenai kontrol dan figur manajemen, menonjol dalam kontroversi ini. Tidak seperti Humpty Dumpty, kita tidak bisa membuat kata-kata sesuai arti yang telah kita pilih sebelumnya.
Gerakan revolusioner itu sendiri hanyalah salah satu kekuatan di dalam arena sosial ini. Baik kita ingin maupun tidak dan apakah hal ini ditanggapi dengan baik ataupun tidak, kebanyakan gerakan revolusioner dilahirkan dengan etos, tradisi, dan konsepsi organisasional Bolshevisme. Dan di dalam Revolusi Rusia khususnya antara tahun 1917 dan 1921 permasalahan kontrol pekerja versus manajemen pekerja semakin melebar. Dari tahun 1917 hingga 1921 permasalahan administrasi industri merupakan indikator yang sangat sensitif dari pertentangan prinsip-prinsip mengenai bagaimana membentuk tatanan sosial baru. Hal tersebut yang menjadi titik perhatian dan terus menerus provokatif terhadap konflik sesungguhnya yang terjadi di antara berbagai kelompok komunis.1 Harus pula ditekankan, di antara kelompok Bolshevik dan berbagai tendensi di dalam gerakan revolusioner, bahwa beribu kaum revolusioner gugur dan ratusan ribu dipenjara selama memperjuangkannya.
Kebanyakan orang yang memasuki gelanggang pergerakan revolusioner saat ini tidak akrab dengan kontroversi-kontroversi ini. Suatu sikap yang tak seharusnya untuk urusan semacam ini. Klarifikasi menjadi
Secara historis, kontroversi mengenai kontrol pekerja cenderung pecah tepat saat di mana kondisi kekuasaan ganda secara ekonomi terjadi.
Seperti juga semua bentuk kekuasaan ganda, kekuasaan ganda ekonomi secara esensi tidak stabil. Ia akan berkembang menjadi sebentuk konsolidasi kekuasaan birokratik (dengan kelas pekerja menjalankan kontrol yang makin dan semakin kecil) atau ia akan berkembang menjadi “manajemen pekerja” dengan mendesakkan kelas pekerja mengambil alih semua fungsi manajerial. Sejak tahun 1961, saat “Solidarity” mulai mendukung manajemen “pekerja” di dalam produksi, kelompok-kelompok lain sudah mulai menyerukan “kontrol langsung pekerja”, “kontrol sepenuhnya pekerja, dan lain-lain. Begitu banyak kekurangan yang diakui secara diam-diam mengenai rumusan-rumusan yang diterima sebelumnya.
Rasanya picik jika memandang permasalahan ini murni dari sisi linguistik, perdebatan terminologis atau doktrinal semata. Kita mesti membayar tebusan baik terhadap masa lalu maupun masa kini. Kita tidak muncul dari alam politik ketiadaan. Kita adalah bagian dari tradisi libertarian revolusioner dimana konsep-konsep ini memiliki arti mendalam. Dan kita tidak hidup di ruang politik kosong. Kita hidup di dalam konteks historis yang spesifik, yang di dalamnya sebuah perjuangan konstan sedang berlangsung. Di dalam perjuangan ini kepentingan-kepentingan yang saling berlawanan dari berbagai strata sosial yang berbeda (borjuis, birokrasi, sendiri hal-hal mendasar terkait masalah produksi). b). Seakan-akan mereka dan doktrin Leninis yang mereka ikuti selalu mendukung tuntutan seperti ini, atau seakan-akan Leninisme selalu melihat kontrol pekerja adalah pondasi universal yang valid bagi sebuah tatanan sosial baru, ketimbang hanya sekedar sebuah slogan yang akan digunakan untuk tujuan-tujuan manipulatif, untuk tujuan-tujuan khusus dan sangat terbatas secara konteks sejarah.2
Masalah swakelola bukanlah sesuatu yang esoterik (emosional dan batiniah). Diskusi-diskusinya —dalam istilah-istilah paling tajam– bukanlah sesuatu yang sektarian. Swakelola justru menjadi tujuan utama dari revolusi zaman kita. Soal ini pun akan mensahkan munculnya pamflet semacam yang anda baca ini. Studi mengenai periode ini (Russia pada tahun 1917- 1921) betapapun memiliki implikasi yang lebih dalam, ia dapat menyediakan dasar bagi sebuah analisis baru soal takdir yang dialami Revolusi Rusia, sebuah tugas yang akan segera kita masuki.
sangat esensial, tetapi di sini muncul persoalan baru. Kemiskinan metodologis, ahistoris (pada saat itu bahkan anti-intelektualitas) di antara begitu banyak kaum revolusioner yang memang mempunyai pengetahuan atas apa yang sebenarnya terjadi merupakan rintangan tragis yang pertama. Ini adalah salah satu ironi dari situasi hari ini, karena yang lainnya (warisan sisa-sisa Bolshevisme) yang berbicara paling nyaring mengenai “pentingnya teori” dan “belajar sejarah” menjadi yang paling banyak menutupi (jika sejarah para pendahulunya benar-benar digali) dan mereka-lah yang paling banyak merugi (jika sebuah sejarah alternatif yang cukup lengkap muncul menantang kepercayaan kaku mereka).
sesuatu yang secara politis tidak canggih (yakni, bahwa kaum pekerja harus menentukan bagi diri mereka 11 10
Sejumlah kebingungan mengenai “kontrol pekerja” tak ada sangkut paut terminologis ataupun ketidakacuhan mengenai kontroversi di masa lalu. Itu disengaja. Saat ini contohnya, seseorang bisa menemukan para Leninis atau Trotskyis garis keras dan kawakan (dalam Liga Pekerja Sosialis - Socialist Labour League -, Kelompok Marxis Internasional - International Marxist Group - atau pada “kepemimpinan” dari Sosialisme Internasional - International Socialism - contohnya) yang mengadvokasi kontrol pekerja tanpa perlu mengedipkan mata. Mencoba mengeruk keuntungan dari kebingungan yang melanda pergerakan, orang-orang ini berbicara soal “kontrol pekerja” seakan-akan seperti:
a). mereka benar-benar serius dengan kata-kata ini,
“kekuatan politik” tidak serta merta “dihapus” menjadi bukti utama dan acuan bahwa tidak ada hal mendasar yang benar-benar muncul.3 Kelompok semacam Partai Sosialis Inggris Raya (SPGB -Socialist Party of Great Britain) menarik kesimpulan yang hampir mirip meski mempersalahkan kenyataan bahwa sistem kerja upahan tidak dihapus. Sebagian besar rakyat Rusia tidak mendapat keuntungan apa-apa dengan mendengarkan sudut pandang SPGB (sebagaimana dikatakan juru bicara yang sepatutnya dihukum oleh Komite Eksekutifnya sendiri) dan tidak pula mencari cara memenangkan posisi mayoritas Parlementer disejumlah lembaga-lembaga yang ada di Rusia saat itu.
Dari segala sisi, semua orang menggunakan Revolusi Rusia dengan sebuah pandangan yang diintegrasi ke dalam isi propaganda mereka masing-masing. Peristiwa itu hanya menyisakan aspek-aspek yang secara kebetulan menguatkan analisis historis mereka sendiri atau resep mereka untuk masa kini. Hal baru apapun jika kelihatannya bertolak belakang dengan teori yang mapan atau keluar dari kategori yang telah dibangun, telah dengan sangat sistematis “dilupakan”, dikerdilkan, disimpangkan, ataupun ditolak.
Setiap upaya untuk menguji ulang pengalaman penting tahun 1917-1921, pasti membangkitkan penolakan. Reaksi pertama akan datang dari aparat “apparatchiks” yang selama bertahun-tahun telah mempertahankan organisasi-organisasi
Revolusi Rusia
Sebuah undangan untuk menemukan cara pandang berbeda atas apa yang terjadi di Rusia pada tahun 1917 dan setelahnya, adalah sebuah undangan untuk disalah pahami. Jika pertanyaan yang diajukan dan metodologi yang disarankan ternyata berbeda dengan yang digunakan saat ini, proposal tersebut hampir bisa dipastikan akan menjadi beban. Sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya kesalah pahaman adalah jalan hidup kaum kiri tradisional, bagi mereka tidak ada hal yang paling menyakitkan ketimbang sebuah gagasan baru.
Selama kurun waktu 50 tahun terakhir segala organisasi kiri yang ada telah merinci sebuah mitologi menyeluruh (dan bahkan seluruh anti-mitologi) mengenai Revolusi Rusia. Kaum penyembah parlemen, Sosial-Demokrat, melihat “kekeliruan Bolshevisme” ada dalam “praktek-praktek anti demokratisnya”. Dosa utamanya menurut mereka adalah pembubaran Dewan Konstituate. Gerakan Komunis dengan beragam aliran (Stalinis, Trotskyis, Maois, dan lain-lain), bicara soal kebanggaan Revolusi Oktober yang Sosialis, serta maha dashyat. Mereka mengagung-agungkan dan mempopulerkan pencapaian awal ini tetapi di saat yang sama berbeda dalam penyikapan soal apa yang terjadi kemudian setelah peristiwa itu, mengapa hal itu terjadi dan terhadap siapa saja hal itu terjadi. Bagi kaum anarkis kenyataan bahwa Negara atau kepada yang lain? Dan hingga sejauh mana ideologi yang dominan menang, memaksa kelas pekerja tunduk pada musuh yang diakuinya, sebuah Partai yang mengklaim, berbicara “atas namanya”?.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini adalah sebuah tugas besar yang dikepung dengan banyak jebakan tersembunyi. Salah satu bahaya yang dihadapi seseorang yang mencoba menganalisa dengan tidak berperasaan periode heroik Revolusi Rusia adalah bahaya akan identifikasi ke belakang dengan tendensi ini itu atau individu-individu yang aktif dalam percaturan politik (sebagai contoh, Osinsky, Kollontai, Maximov, Makhno atau Miasnikov). Ini hiburan politik tanpa tujuan. Hal ini dapat dengan cepat menuntun keadaan pikiran, di mana kebalikan dari pencarian ini untuk memahami wacana besar dari peristiwa-peristiwa (yang merupakan sebuah perenungan yang relevan) seorang revolusioner akan menemukan dirinya menanyakan hal-hal seperti “apa yang seharusnya dilakukan pada saat itu atau waktu itu?”; “apakah tindakan ini atau itu prematur?”; “siapa yang benar pada kongres ini dan itu?”; dan sebagainya. Kita berharap untuk bisa menghindari perangkap ini. Sebagai contoh, kita mempelajari perjuangan Oposisi Pekerja melawan kepemimpinan Partai (pada tahun 1920 dan 1921) ini bukanlah permasalahan mengambil keberpihakan. Ini masalah memahami kekuatan-kekuatan apa yang sedang berkonflik. Sebagai contohnya, motivasi (ideologi dan pembatasan lain) dari mereka yang menantang arus birokratisasi seluruh aspek dari kehidupan sosial?
“revolusioner” (serta ideologi “revolusioner”) dari ancaman subversif dan pembaruan. Bagaimanapun juga, penolakan akan muncul di dalam pemikiran kaum militan yang tulus dan menjalani politik revolusioner sejati. Di sini, seseorang tidak sedang bertarung melawan penolakan psikologis yang sederhana, tetapi dengan sebuah fenomena yang jauh lebih mendalam, yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui alasan bahwa ini terjadi karena pengaruh dan peran berbagai unsur “kepemimpinan”. Jika kaum militan biasa mendapat kesulitan memahami arti sepenuhnya dari sejumlah permasalahan yang muncul diawal-awal Revolusi Rusia, dikarenakan persoalan-persoalan ini adalah beberapa hal di antara yang paling penting dan sulit (jika bukan yang terpenting dan tersulit) yang pernah dihadapi kelas pekerja. Kelas pekerja menciptakan revolusi yang melampaui dan tidak hanya sekedar menggantikan personil-personil politik ditingkatan atas. Ia mampu merampas kepemilikan alat-alat produksi kelas sebelumnya (karena hal itu secara mendalam mengubah relasi kepemilikan yang ada). Namun, hingga seluas mana ia mampu? bahkan untuk melampaui apa yang sudah dicapainya ini? Hingga tingkat apa ia mampu atau telah siap untuk merevolusi relasi produksi? Apakah ia berkeinginan untuk menghancurkan struktur penguasa yang diwujudkan dan diabadikan oleh relasi produksi di dalam segala masyarakat kelas? Hingga sejauh apa ia mempersiapkan diri untuk mengatur produksi (dengan demikian juga seluruh masyarakat), atau hingga sejauh mana ia condong untuk mendelegasikan tugas ini
Pola dimana para produsen tidak mendominasi alat produksi tetapi sebaliknya “dipisahkan dari mereka” dan dari hasil produksi tenaga kerjanya. Di segala masyarakat kelas, produsen berada diposisi subordinat terhadap mereka yang mengatur proses produksi. Pengelolaan produksi oleh pekerja —menyiratkan sebagaimana yang dijalankannya, sebuah dominasi total produsen atas proses produksi– bagi kami bukanlah perkara yang sepele. Ini adalah inti dari politik kami. Hanya dengan jalan ini relasi kuasa otoritarian (pemberi perintah, penerima perintah) di dalam produksi dapat dilampaui dan sebuah masyarakat komunis atau anarkis, diperkenalkan.
Kami juga berpandangan bahwa alat-alat produksi dapat dipindah-tangankan (sebagai contoh diserahkan dari tangan pribadi kepada sebuah birokrasi, yang secara kolektif memilikinya) tanpa mengubah secara besar-besaran relasi produksi. Di bawah keadaan seperti ini dan apapun status formal dari properti tersebut masyarakat masih akan hidup di bawah sebuah masyarakat kelas. Karena produksi masih dikelola oleh sebuah agen di luar para produsen itu sendiri. Relasi properti, dengan kata lain, tidak mesti mencerminkan relasi produksi. Mereka mungkin dapat digunakan untuk menyamarkannya dan faktanya memang seringkali seperti itulah yang terjadi.4
Analisis seperti ini, saat ini diterima cukup luas. Usaha yang belum dilakukan hingga sekarang adalah menghubungkan sejarah Revolusi Rusia dengan ke-
Bahaya lain (atau bentuk lain dari bahaya yang sama) mengancam mereka yang mencoba peruntungannya di dalam bidang ini untuk pertama kalinya, namun masih dibingungkan oleh mitologi resmi. Ini adalah bahaya terjerat ke dalam legenda yang justru ingin dihancurkan seseorang. Mereka, sebagai contoh, mencoba “meruntuhkan” Stalin (atau Trotsky, atau Lenin) bisa secara sukses mencapai tujuan sementaranya. Tetapi kesuksesan mereka itu diperoleh dengan tebusan tidak melihat, merasakan atau mencatat hal-hal baru yang mendasar di masa itu: aksi otonom kelas pekerja yang sepenuhnya ingin memperbaiki kondisi keberadaannya. Kita berharap untuk menghindari jebakan ini. Jika kita mengutip dalam porsi tertentu pernyataan individu yang terkenal, itu dilakukan karena mereka merupakan contoh ideologi-ideologi yang pada tahapan sejarah tertentu, mengawal tindakantindakan dan pemikiran manusia. Lebih jauh lagi, sepanjang menuturkan kejadian-kejadian ini, satusatunya cara yang serius untuk membeberkan apa yang dikatakan dan dilakukan kaum Bolshevik adalah dengan menjelaskan peran sosial ucapan dan aksi mereka.
Kita sekarang mesti menyatakan premis-premis metodologi kita. Kami berkesimpulan bahwa “relasi” produksi —hubungan dimana individu-individu atau kelompok-kelompok masuk ke dalam proses produksi kesejahteraan– merupakan pondasi dasar setiap masyarakat. Sebuah pola relasi produksi tertentu merupakan bilangan pembagi dari segala masyarakat kelas.
dengan lega melihat para pemimpin Revolusi tidak akan “beranjak lebih jauh dari sekedar nasionalisasi” dan berkenan membiarkan relasi pemberi perintah/ penerima perintah tetap tak terjamah di dalam industri dan di tempat lain. Benar bahwa bagian-bagian terbesar dari kaum borjuis berjuang habis-habisan untuk mengembalikan propertinya yang hilang. Perang Sipil adalah urusan yang berkepanjangan dan berdarah. Namun beribu-ribu kaum borjuis kecil lain, yang melalui kebiasaan dan budaya, kurang lebih cukup dekat dengan para borjuis ini segera ditawari kesempatan untuk masuk kembali ke “benteng pertahanan kaum revolusioner” lewat pintu belakang sebagaimana terjadi di zaman dulu dan menduduki kembali posisi mereka sebagai manajer proses tenaga kerja di “Negara Pekerja”. Mereka mengambil kesempatan yang tak terduga ini dengan penuh semangat. Mereka berbondong-bondong bergabung dengan Partai atau memutuskan untuk bekerjasama dengan mereka yang secara sinis mendukung segala ucapan Lenin atau Trotsky dalam hal mendukung “disiplin kerja” atau “manajemen satu orang”. Dengan segera banyak yang ditunjuk (dari atas) untuk memimpin posisi penting dibidang ekonomi. Bergabung dengan “elit” administrasi-politik baru, di dalamnya partai menjadikan diri sebagai inti-benihnya, bagian “tercerahkan” dan memiliki ketrampilan teknologi, “kelas yang dirampas” dengan cepat mengembalikan kedudukannya yang dominan di dalam relasi produksi.
19 18 keahlian dan kekuasaan otoritas untuk dapat memutuskan banyak perkara dalam bidang perindustrian. Tidaklah aneh ketika kaum borjuis bernapas
seluruhan kerangka konseptual ini. Di sini kita hanya menandai garis besar dari pendekatan seperti ini.5 Terlihat dalam pendekatan ini Revolusi Rusia mewakili sebuah upaya tanpa kesuksesan kelas pekerja Rusia untuk memutus relasi produksi yang makin menindas. Perlawanan massal pada tahun 1917 terbukti cukup kuat untuk menghancurkan supremasi politik kaum borjuis (dengan menghancurkan pondasi ekonomi yang didirikan: kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi). Perlawanan ini mengubah sistem relasi kepemilikan yang ada. Namun tak terbukti cukup mampu (meskipun usaha-usaha yang heroik telah dilakukan ke arah ini) untuk mengubah relasi produksi otoritarian yang menjadi karakteristik masyarakat kelas. Bagian dari kelas pekerja (mereka yang aktif di dalam gerakan Komite Pabrik) tentunya mencoba mempengaruhi Revolusi di arah ini. Namun upaya mereka gagal. Penting untuk menganalisa sebab-sebab kegagalan ini dan melihat bagaimana para tuan baru menggantikan para tuan lama.
Kekuatan apa yang dipakai untuk mengadu mereka-mereka yang tengah mengupayakan sebuah perubahan total kondisi kehidupan industrial? Pertama, tentu saja, kaum borjuis. Kaum borjuis akan kehilangan segalanya di dalam aksi kebangkitan sosial seperti ini. Dihadapkan dengan manajemen pekerja, mereka terancam tidak hanya kehilangan kepemilikan atas alat-alat produksi tetapi juga kemungkinan kedudukan istimewa di dalam bentuk dominasi mengembalikan “hukum dan ketertiban”, dalam hukum dan ketertiban industri yang mengkonsolidasikan kembali relasi produksi otoritarian, yang dalam waktu singkat dapat sangat terguncang.
Mengapa Partai berbuat seperti ini? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini kita akan memerlukan analisa yang jauh lebih menyeluruh terhadap Partai Bolshevik dan relasinya terhadap kelas pekerja Rusia daripada yang kita dapat lakukan disini. Sekali lagi, seseorang harus menghindari baik mitologi (“Partai Bolshevik yang agung”, “senjata yang diciptakan Lenin”, “ujung tombak revolusi”, dan sebagainya) dan antimitologi (“Partai sebagai perwujudan totalitarianisme, militerisme, birokrasi, dan sebagainya”). Sepenuhnya berusaha untuk lebih memahami daripada mengutuk atau membentak. Ditataran superfisial baik ideologi Partai dan prakteknya dengan teguh berakar pada keadaan historis spesifik dari kekaisaran Rusia, pada dekade-dekade awal abad 20. Ilegalitas dan pengejaran sebagian bisa menjelaskan (meski ini bukan untuk menjustifikasi) struktur organisasi Partai dan konsepsinya mengenai relasi Partai dengan kelas.6 Apa yang semakin sulit dipahami adalah kenaifan kepemimpinan Bolshevik yang sepertinya tidak melihat bahwa kepemimpinan tersebut seakan-akan tidak mengantisipasi efek buruk dari tipe organisasi dan tipe hubungan seperti ini dengan kelas pekerja, tidak terelakkan bahwa hubungan seperti ini akan membawa pengaruh terhadap sejarah Partai dikemudian hari.
Kedua, Gerakan Komite Pabrik mesti berurusan dengan tendensi-tendensi tak bersahabat dari golongan sayap “kiri” seperti Menshevik. Kaum Menshevik berulang kali menekankan bahwa revolusi harus berhenti ditahapan demokrasi borjuis dan tak boleh ada usaha-usaha lebih jauh dari para pekerja untuk mengelola produksi. Segala upaya ini ditolak dengan label “anarkis” dan “utopis”. Di tempat-tempat yang ada partai Menshevik, di sana mereka terbukti memberikan rintangan serius bagi Gerakan Komite Pabrik, tapi perlawanan mereka terantisipasi, lebih prinsipil, dan konsisten.
Ketiga, dan yang jauh lebih sulit untuk diraba adalah sikap kaum Bolshevik. Antara bulan Maret dan Oktober kaum Bolshevik mendukung pertumbuhan Komite Pabrik, kemudian berubah melawannya dengan keras pada minggu-minggu akhir tahun 1917, mencoba untuk menggabungkan gerakan ini ke dalam struktur serikat pekerja baru, cara yang sekedar untuk mengebiri gerakan ini. Proses yang sepenuhnya digambarkan dalam pamflet ini, akan memainkan peran penting untuk mencegah meningkatnya tantangan terhadap relasi produksi kapitalis menjadi lebih mematikan. Sebaliknya kaum Bolshevik menyalurkan energi yang disemburkan antara bulan Maret dan Oktober ke dalam sebuah pembantaian dan kekuasaan politik kepada kaum borjuis dengan sangat sukses (dan terhadap relasi kepemilikan sebagai dasar kekuasaan kaum borjuis). Ditingkat ini revolusi berjalan “sangat sukses”. Namun kaum Bolshevik juga telah dengan sukses tidak mau mewakili massa untuk siap berperang. Ia tak mampu mencari solusi yang lebih baik daripada mengultimatum Soviet: untuk segera mengadopsi program-program Sosial-Demokratik atau dibubarkan. Seluruh Soviet Petersburgh termasuk rombongan pekerja-pekerja dari Partai Bolshevik juga, mengacuhkan ultimatum ini tanpa mengedipkan mata.”8
Broue, salah seorang pembela Bolshevisme yang cukup mumpuni, telah menulis bahwa “mereka-mereka yang tergabung dalam Partai Bolshevik hanya sepakat dengan Soviets dalam melihat kasus yang paling baik, Soviet sebagai alat tambahan Partai...baru dihari-hari terakhir Partai ditemukan bahwa ada peran yang dapat dimainkan di dalam Soviet-soviet yang menyediakan ruang untuk meningkatkan pengaruh Partai dengan tujuan agar dapat memimpin massa”.9 Perasalahannya dikemukakan di sini secara singkat. Kader-kader Bolshevik melihat dirinya sebagai pimpinan revolusi. Setiap gerakan yang tidak diciptakan oleh mereka atau independen dari kontrol mereka hanya akan memicu kecurigaan.10 Sering kali malah dikatakan kaum Bolshevik sendiri terkejut dengan berdirinya Soviet-soviet: eufimisme ini jangan sampai mengecohkan kita. Reaksi kaum Bolshevik bahkan memiliki makna lebih dalam lagi daripada sekedar “terkejut”, ia merefleksikan keseluruhan konsep dari perjuangan revolusioner, keseluruhan relasi antara pekerja dan kaum revolusioner. Tindakan-tindakan massa Rusia sendiri, sejak jauh hari pada tahun 1905, telah mengutuk sikap Bolshevik ini sebagai sikap ketinggalan zaman.
Saat menulis perihal sejarah awal munculnya partai, tokoh Bolshevik paling ortodoks, Trotsky, menyatakan:
“kebiasaan khusus...mesin politik telah dibentuk sejak masa-masa bawah tanah. Birokrat revolusioner muda sudah muncul sebagai sebuah tipe tersendiri. Kondisi konspiratif, jujur saja, menawarkan kesempatan kecil untuk melaksanakan formalitas-formalitas demokrasi seperti pemilihan dengan akuntabilitas, dan kontrol. Namun tak diragukan lagi, orang-orang yang duduk di Komite mempersempit batasan-batasan ini lebih jauh, daripada yang sebenarnya dibutuhkan. Mereka bersikap lebih kejam dan keras terkait dengan pendirian kaum pekerja revolusioner daripada kepada diri mereka sendiri, lebih suka mendominasi bahkan dalam urusan-urusan yang sangat menuntut pentingnya meminjamkan telinga yang sabar untuk mendengar suara massa. Krupskaya mencatat bahwa, seperti halnya di dalam tubuh komite-komite Bolshevik, demikian juga di Kongres-kongres Partai sendiri, hampir tidak ada seorang pekerja. Kaum intelektual mendominasi. Orang-orang yang duduk di Komite, tulis Krupskaya, biasanya merupakan orang-orang yang sangat percaya diri...sebagaimana biasanya dia tidak mengakui demokrasi internal di dalam Partai...tak ingin ada inovasi...tak ingin dan tak mau tahu bagaimana cara beradaptasi dalam menghadapi kondisi yang berubah dengan cepat”. 7
Apa yang terjadi di kemudian hari ini, pertama kali menampakkan dirinya ditahun 1905. Soviet muncul di sejumlah tempat.
“Komite Bolshevik Petersburg pertama kali ketakutan akan inovasi dan bertingkah layaknya perwakilan yang maju untuk dapat mendukungnya. Tidak ada keraguan bahwa pada saat itu dukungan ini luas dan asli, tetapi pekerja-pekerja ini tidak punya kontrol atas Partai. Kepemimpinan partai secara teguh berada di tangan kaum profesional revolusioner. Bisa dikatakan hal ini tidak terelakkan. Sebuah pers klandestin dan penyebarluasan propaganda hanya dapat dijalankan secara berkala oleh kaum militan yang terus menerus bergerak dan pada saat itu dipaksa untuk mencari suaka ke berbagai tempat di luar negeri. Seorang pekerja hanya dapat menjadi kader dengan syarat dia harus berhenti bekerja dan menempatkan diri sepenuhnya di bawah belas kasihan Partai, yang nanti pada gilirannya, Partai akan mengirimnya pada misi khusus, ke kota ini dan itu. Aparat Partai berada di tangan kaum revolusioner spesialis. Kontradiksinya adalah kekuatan hidup nyata yang memberikan kekuatan bagi Partai tidak bisa mengontrolnya. Sebagai sebuah lembaga, Partai sepenuhnya menghindari kontrol dari kelas pekerja Rusia. Masalah-masalah yang dihadapi Revolusi Rusia setelah tahun 1917 tidak mampu memecahkan kontradiksi ini, justru memperuncingnya. Sikap Partai pada tahun 1917 dan setelahnya merupakan produk sejarahnya. Inilah yang menyebabkan betapa sia-sianya berbagai usaha yang diciptakan untuk Partai oleh berbagai kalangan oposisi antara tahun 1918 hingga 1921. Mereka gagal memahami bahwa setiap premis ideologi (hegemoni yang telah ditakdirkan melingkup Partai) menuntun pada kesimpulan tertentu di dalam prakteknya.
25 24 Partai Bolshevik tercabik-cabik oleh sebuah kontradiksi yang dapat menjelaskan segala tindak tanduknya sebelum dan sesudah tahun 1917. Kekuatannya terletak pada pekerja-pekerja yang berpikiran
Pemisahan antara kaum Bolshevik dan massa akan terkuak lagi selama tahun 1917. Hal tersebut untuk pertama kalinya disaksikan pada Revolusi Ferbruari, sekali lagi pada saat kemunculan “Tesis April”, kemudian terakhir selama bulan Juli.11 Partai berulangkali mengakui bahwa telah melakukan “kesalahan” baik pada tahun 1905 ataupun 1917. Namun ini tidak menjelaskan apa-apa. Seharusnya ditanyakan apa yang membuat kesalahan ini terjadi? Dan seseorang bisa menjawabnya hanya bila mereka mengerti tipe kerja-kerja yang dijalankan kader-kader Partai, sejak penciptaan Partai hingga saat Revolusi Rusia terjadi. Pemimpin Partai (mulai dari mereka yang berada di dalam Komite Sentral hingga mereka-mereka yang bertanggung jawab terhadap kelompok-kelompok lokal) telah ada, akibat dari berbagai kondisi perjuangan melawan Tsarime dan konsepsi organisasi mereka, dalam situasi dimana mereka menciptakan kontak yang lemah dengan gerakan pekerja yang nyata. “Seorang agitator pekerja” tulis Lenin,
“seorang yang menunjukkan bakat cukup menjanjikan tidak seharusnya bekerja di dalam pabrik. Kita harus membantu agar dia dapat hidup melalui dukungan Partai... untuk segera bergerak bawah tanah”.12
Tidaklah mengherankan jika kader-kader Bolshevik dari kalangan kelas pekerja yang tinggal sedikit itupun segera kehilangan kontak dengan kelasnya.
dan memberi sebuah perlawanan serius. Gerakan ini tak mampu mengambil kesimpulan atas pengalamannya dan pencatatan mengenai itu sangat berserakan. Tak mampu menyatakan tujuannya (swakelola oleh pekerja) dalam kerangka yang jelas dan positif, tak terelakkan jika kemudian sesuatu yang lain mengambilalih kekosongan itu. Dengan keadaan kaum borjuis yang berantakan tak karuan, kelas pekerja belum mampu dengan kuat dan sadar untuk memaksakan solusi atas masalah-masalah yang merobek-robek masyarakat, kemenangan Bolshevisme dan birokrasi menjadi tak terelakkan.
Analisa terhadap Revolusi Rusia menunjukkan bahwa dengan membiarkan sebuah kelompok khusus yang terpisah dari kelas pekerja itu sendiri untuk mengambil alih pengelolaan produksi membuat kelas pekerja kehilangan segala kemungkinan, bahkan untuk mengontrol alat-alat yang memproduksi kesejahteraan. Pemisahan kerja produktif dari alat produksi menghasilkan sebuah masyarakat yang ekspolitatif. Lebih jauh, ketika sebuah lembaga seperti Soviet tidak lagi dapat dipengaruhi oleh kaum pekerja biasa, rezim yang berkuasa tak dapat lagi disebut rezim Soviet. Apalagi dengan membayangkan rezim ini dapat mencerminkan kepentingan kelas pekerja. “Pertanyaan paling mendasarnya adalah: Siapa yang mengelola produksi setelah tergulingnya kaum borjuis?”, seharusnya menjadi pusat setiap diskusi serius mengenai sosialisme. Slogan-slogan lama (penghapusan borjuis = negara kaum pekerja) yang dipopulerkan secara tak terhitung
Namun hal-hal seperti ini tidak mendorong analisa lebih jauh. Pada tingkat yang lebih dalam, konsepsi organisasi seperti ini dan bentuk hubungan dengan massa semacam ini, mencerminkan adanya pengaruh ideologi borjuis yang tak mau diakui di dalam pikiran mereka-mereka yang tanpa kenal lelah mencoba menumbangkan masyarakat borjuis. Konsep bahwa masyarakat mesti dibagi menjadi “pemimpin” dan “orang-orang yang dipimpin”, gagasan bahwa ada orang yang dilahirkan untuk memimpin sementara yang lain tak dapat mengembangkan diri melampaui sejumlah tahap, telah ada sejak lama dan menjadi asumsi tak terucap dari setiap kelas penguasa di dalam sejarah manusia. Saat kaum Bolshevik menerimanya, hal ini menunjukkan betapa tepatnya Marx saat dia menyatakan bahwa “ide-ide yang dominan disetiap tahapan sejarah, adalah selalu saja ide-ide kelas penguasa”. Dihadapkan dengan sebuah tipe organisasi “efisien” yang terjalin rapi, dan berdiri dengan ide seperti ini, menjadi tidak terlalu mengherankan jika Komite-komite Pabrik yang berkembang di Rusia semasa revolusi tak mampu menjalankan Revolusi hingga ketahapan akhir.
Hal terakhir yang dihadapi Komite adalah sesuatu yang inheren di dalam gerakan Komite itu sendiri. Meskipun sejumlah individu telah menunjukkan kejernihan pikiran yang luar biasa, dan meskipun Gerakan Komite mewakili bentuk tertinggi perjuangan kelas yang dicapai pada tahun 1917, gerakan ini secara keseluruhan tak mampu memahami apa yang terjadi pada dirinya hidup di Petrograd pada tahun 1917. Tidak juga itu hanya berarti sekedar mempertahankan, walaupun hal-hal penting yang telah dimenangkan oleh kelas pekerja dalam melawan setiap usaha kelas borjuis untuk merampasnya kembali. Apa yang secara langsung dimaksudkan dengan “mengambil kekuasaan” adalah bahwa keseluruhan kelas pekerja akhirnya menyadari kemampuannya untuk mengelola produksi dan masyarakat serta mengorganisir menuju tujuan akhirnya.
tidak bisa diartikan sebagai sebuah kudeta semi-militer, yang dijalankan oleh sekelompok minoritas, sebagaimana sudah tampak jelas bagi banyak orang yang 29 28
Tulisan ini bukanlah sebuah sejarah ekonomi yang terjadi di Rusia antara tahun 1917 hingga 1921. Tulisan ini yang dianggap paling mampu menunjukkan sebuah kronologi industrial tertentu. Dalam banyak kejadian fakta-faktanya yang akan berbicara sendiri. Di beberapa bagian, kami mengambil kesempatan untuk membeberkan pandangan kami sendiri, khususnya saat kami merasa bahwa semua protagonis di dalam perdebatan historis yang akbar telah keliru, atau terjebak dalam sistem gagasan yang mencegah mereka untuk lebih menghargai makna dari peristiwa yang sedang berlangsung. Peristiwa-peristiwa seperti tahapan Perang Sipil hanya disebutkan untuk menunjukkan sejumlah kontroversi dalam konteks menuntaskan berbagai tuduhan, bahwa bermacam langkah yang sebagaimana telah dipaparkan diambil “sebagai akibat Perang Sipil”.
Mungkin akan ada keberatan, bahwa disepanjang jalan penceritaan, tekanan lebih dititik-beratkan pada
oleh kaum Leninis, Stalinis dan Trotskyis terasa tidak lagi mencukupi.
Pada tahun 1917 kaum pekerja di Rusia menciptakan organ (Komite Pabrik dan Soviet) yang berpotensi memastikan pengelolaan masyarakat oleh kaum pekerja sendiri. Namun Soviet beralih ke tangan fungsionaris Bolshevik. Sebuah aparat negara yang terpisah dari massa dengan cepat tersusun kembali. Kaum pekerja Rusia tidak berhasil menciptakan sebuah institusi baru yang mampu mengatur baik kehidupan industri maupun sosial. Tugas ini diambil alih oleh orang lain, oleh kelompok yang kemudian mengambil ini menjadi tugas khususnya. Birokrasi mengatur proses kerja di sebuah negeri dimana kaum birokrat menjadi tuan dari semua lembaga politik negeri.
Semua ini kembali membutuhkan sebuah evaluasi yang serius terhadap sejumlah konsep dasar. “kuasa pekerja” tidak dapat diidentikkan atau disamakan dengan kekuasaan Partai sebagaimana yang diulangulang oleh kaum Bolshevik. Di dalam perkataan Rosa Luxemburg, kekuasaan pekerja mesti diimplementasi oleh kelas, bukan oleh minoritas, yang mengelola segala hal atas nama kelas pekerja. Hal itu mesti muncul dari keterlibatan aktif massa, tetap di bawah pengaruh langsung, tunduk kepada kontrol seluruh populasi, dan dihasilkan lewat peningkatan kesadaran politik rakyat. Mengenai konsep “pengambilan kekuasaan” hal itu
(sebagaimana Deutscher) hanya jubah tipuan yang canggih. Terdapat pula alasan lain untuk mengungkap material ini. Lima puluh tahun setelah revolusi dan jauh sesudah isolasi dibuka, sistem birokrasi di Rusia jelas hanya sedikit mengandung kemiripan dengan model Komune Paris (delegasi dipilih dan dapat dipecat setiap saat, tak ada yang menerima lebih dari upah pekerja biasa dan lain-lain). Nyatanya struktur sosial Rusia hampir tidak diantisipasi di dalam seluruh kerangka teori Marxis. Karenanya terlihat jadi lebih relevan mengutip pernyataan para pemimpin Bolshevik pada tahun 1917 yang membantu untuk menentukan evolusi Rusia daripada pernyataan lain seperti pidato pemimpin Hari Buruh (May Day), selamanya tetap tinggal di ranah retorika.
Catatan:
Pada 14 February 1918, Rusia meninggalkan kalender Julian, dan mengadaptasi kalendar Gregorian yang dipakai di Eropa Barat. 1 Februari menjadi 14 Februari. Sistem penanggalan lama ditinggalkan. Sistem penanggalan baru yang kemudian dipakai.
Teks ini didasarkan pada pamflet yang dipublikasi oleh Solidarity (di Utara London) 123 Lathom Road, London, E.6
berbagai perjuangan yang terjadi di dalam Partai daripada aksi-aksi jutaan massa yang demi satu alasan atau alasan lain tak pernah bergabung dengan Partai, atapun mereka yang sejak awal dapat melihat secara lebih jelas hal apa yang akan diupayakan oleh Partai. “Dakwaan” ini benar namun celaan juga hampir tidak bisa dihindari. Aspirasi banyak orang, keraguan, ketidak-sukaan, harapan, pengorbanan, keinginan mereka untuk mengubah kondisi keseharian hidup, dan perjuangan mereka merupakan faktor pembentuk sejarah yang setara derajatnya dengan resolusi-resolusi kongres Partai atau pidato para pemimpin Partai. Namun kegiatan yang tak memiliki aturan maupun undang-undang, tak ada mimbar atau para pelakon, inilah yang hampir sepenuhnya dibungkam oleh sejarah. Sebuah kesadaran akan kondisi ini, betapapun parahnya, tidaklah akan mengembalikan material yang telah hilang. Sebuah esai seperti ini seringkali terkendala masalah dokumentasi. Massa menciptakan sejarah, namun mereka tidak mencatatnya. Hampir semua orang yang menuliskan sejarah biasanya lebih peduli kepada penyembahan para leluhur dan pembenaran masa lalu ketimbang penyajian fakta yang berimbang.
Tuduhan lain juga diciptakan. Kutipan-kutipan langsung dari Lenin dan Trotsky tidak akan disangkal namun akan dinyatakan bahwa kutipan telah “dipilih” dan bahwa ada banyak “hal lain” juga yang mereka katakan. Kembali lagi, kami “bersalah”. Namun kami tekankan bahwa ada cukup hagiographers (Penulis cerita-cerita orang suci -ed) yang “obyektifitas”nya juga belum menciptakan organ-organ yang penting untuk ini”. (L. Trotsky. What Next? Vital Questions for the German Proletariat, 1932)
(3) Satu contoh kasus analisis yang terlalu menyederhanakan nasib revolusi Rusia bisa ditemukan di dalam tulisan Voline Nineteen Seventeen (Freedom Press, 1954). “Partai Bolshevik, sesudah berkuasa, menetapkan dirinya sebagai yang mutlak berkuasa. Mereka dengan cepat rusak. Mereka mengorganisir diri sebagai kasta istimewa. Dan kemudian menggilas, memperbudak kelas pekerja dan mengeksploitasinya di bawah bentuk baru, di bawah kepentingan-kepentingan Partai sendiri”.
(4) Untuk diskusi lebih lanjut mengenai konsep ini –dan seluruh implikasinya– lihat “Les rapports de production en Russie” oleh P. Chaulieu, di dalam publikasi No. 2 (Mei-Juni 1949) Socialisme ou Barbarie. Meskipun konsep tersebut mungkin mengagetkan bagi banyak kaum “Marxis”, sangat menarik menemukan bahwa Engels telah menyadarinya. Di dalam suratnya kepada Schmidt (27 Oktober, 1890) dia menulis: “Dalam sebuah negara modern, hukum tidak hanya mesti disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan menjadi alat ekspresinya, namun mesti juga menjadi ekspresi internal yang koheren bukan karena kontradiksi di dalamnya, menjadi sesuatu yang kosong. Dan dalam rangka mencapai ini, refleksi kondisi ekonomi yang sesuai kenyataannya semakin pudar. . . Refleksi hubungan ekonomi sebagai prinsip-prinsip hukum selalu merupakan sesuatu yang kocar-kacir”. (Marx Engels - Selected Correspondence, pp. 504-5)
(1) R. V. Daniels. The Conscience of the Revolution, (Harvard University Press, 1960), p. 81.
(2) Tidak semua tendensi Trotskyis mempraktekkan penipuan seperti itu. Beberapa adalah kaum reaksioner yang ambigu. Contohnya K. Coates dan A. Topham menyatakan “Kelihatannya masuk akal bagi kami untuk berbicara soal kontrol pekerja untuk menunjukkan pelanggaran batas yang agresif dari Serikat Pekerja (sic!) mengenai kekuasaan manajemen, dalam kerangka kapitalis dan swakelola pekerja untuk menunjukkan usaha-usaha untuk mengelola sebuah tananan ekonomi yang di-sosial-kan secara demokratis. (Industrial Democracy in Great Britain, Macgibbon and Kee, 1968, p. 363.) Trotsky sendiri cukup terus terang. Meskipun tidak membiarkan kontrol pekerja menjadi sebuah fungsi yang dapat dilaksanakan serikat pekerja, dia cukup mampu membedakan antara ‘kontrol’ dan ‘manajemen’. “Bagi kami slogan kontrol itu terikat dengan periode kekuasaan ganda di dalam produksi yang berkaitan dengan transisi dari rezim borjuis ke proletariat...Dalam bahasa seluruh umat manusia lewat kontrol dipahami sebagai pengawasan dan penge-check-kan oleh lembaga atas kerja lembaga lain. Kontrol bisa jadi sangat aktif, otoritatif, dan merangkul semua. Namun tetap ia adalah kontrol. Ide utama dari slogan ini adalah hasil dari rezim transisi di dalam industri, saat kapitalis dan para administratornya tak dapat lagi mengambil satu langkahpun tanpa seijin kaum pekerja, tetapi di sisi lain, ketika kaum pekerja belum lagi...memperoleh teknik manajemen,
Pengantar untuk versi online
Kaum Bolshevik lawan Kuasa Pekerja merupakan pamflet menakjubkan yang ditulis Maurice Brinton yang memaparkan bagaimana perjuangan dalam menjalankan tempat kerja sesaat setelah lahirnya Revolusi Rusia. Tulisan yang anda baca ini, tidak hanya meluluhlantakkan “sejarah” romantis kaum Leninis mengenai hubungan kelas pekerja dan partai mereka selama tahun 1917 hingga 1921 namun tulisan dalam pamflet ini juga menyediakan sebuah pondasi untuk memahami mengapa revolusi Rusia gagal. Dari pemahaman ini mengalir kemungkinan-kemungkinan alternatif mengenai organisasi revolusioner dan 26 tahun setelah materi ini ditulis, mungkin saja justru akan menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk saat ini. Untuk alasan inilah teks ini layak disebarluaskan, dan kami mendorong kawan-kawan sekalian untuk menghubungkan pranala dan mengunduhnya.
Tulisan dalam pamflet ini discan dan dijadikan HTML (Hyper Text Markup Language) (diunggah kedalam bentuk website, -ed) oleh beberapa anarkis untuk memperingati 79 tahun Revolusi Rusia pada tahun 1996. Pengarang asli teks ini bukanlah seorang anarkis, dia bergabung dalam kelompok sealiran “Solidarity” dan “Socialism or Barbarism” (Prancis) yang merupakan kelompok Marxis libertarian. Teks ini discan dari edisi tambahan tahun 1975 terbitan Black & Red (Detroit) addition. Sejauh yang kita mengerti Solidarity sudah tidak eksis lagi, alamat yang dicantumkan pada
(5) Bahwa suatu analisa semacam ini mungkin dikemukakan dengan sangat baik di dalam pamflet pendek “Notes pour une analyse de la Revolution Russ”e (n.d.) oleh J. Barrot. (Diperoleh dari Librairie “La Vieille Taupe”, I rue des Fosses-St. Jacques, Paris 5).
(6) Keduanya secara eksplisit dipaparkan dalam teori (c.f. Lenin: What is to be done dan One step forwards, two steps back) dan di dalam praktek Bolshevisme, antara tahun 1901 dan 1917.
(7) L. Trotsky. Stalin (London, 1947), h. 61. Kongres yang dimaksud adalah Kongres Partai Ketiga (April 25 - May 10, 1905).
(8) L. Trotsky. ibid., pp. 64-65.
(9) P. Broue. “Histoire du Parti Bolshevik”. (Editions de Minuit, Paris 1963), p. 35.
(10) Sikap yang sama ditemukan juga di dalam Partai sendiri. Sebagaimana Trotsky sendiri berkata, kali ini dengan nada menyetujui “ketetapan harus mencerminkan ketidakpercayaan yang dikelola pemimpin terhadap para anggota-anggotanya, sebuah ketidakpercayaan yang mewujudkan diri dalam kontrol yang waspada dari atas terhadap seluruh Partai”. I. Deutscher, The Prophet Armed. O.U.P. 1954), p. 76.
(11) Tidak, kami tidak mengatakan bahwa penumbangan secara militer Pemerintahan Sementara mungkin dilakukan pada bulan Juli. Kami hanya sekedar menekankan betapa jauhnya jarak Partai dengan apa yang diinginkan massa.
(12) Lenin. Sochineniya, IV, 441.
Kaum Bolshevik Vs Kontrol Pekerja 1917
Februari
Pemogokan dan kerusuhan akibat kelangkaan roti pecah di Petrograd. Demonstrasi jalanan yang penuh kemarahan terhadap Pemerintah. Tentara yang dikirim untuk memulihkan keadaan, justru berbaikan-baikan dengan para demonstran. Soviet muncul kembali di sejumlah kota, untuk pertama kali sejak tahun 1905.
27 Februari
Tsar Nicholas II turun tahta. Pembentukan Pemerintahan Sementara (Pangeran Lvov sebagai Perdana Menteri).
Maret
Komite Pabrik dan Tempat Kerja,1 Dewan Pekerja dan Dewan para sesepuh muncul di setiap pusat industri besar di Rusia. Sejak awal, tuntutan para buruh ini tidak dibatasi hanya soal kenaikan gaji dan pengurangan jam kerja namun mereka menentang hak-hak istimewa yang dimiliki kaum manajerial. Dalam banyak kejadian, penyebab Komite Pabrik didirikan karena pemilik pabrik atau sang manajer pabrik telah melarikan diri selama huru hara di bulan Februari. Banyak dari mereka yang kemudian kembali
teks asli untuk mengontak mereka adalah Solidarity (North London) 123 Lathom Road, London, E.6
Revolusi Rusia yang secara keseluruhan berlangsung dari tahun 1905 sampai 1917, terus menjadi salah satu periode sejarah akbar perjuangan untuk kemerdekaan kelas pekerja melawan kelas kapitalis. Saat ini, Leninisme akhirnya mati, saatnya bagi kaum anarkis dan kaum komunis libertarian lain untuk menyelamatkan pelajaran-pelajaran positif dan negatif dari revolusi akbar ini dari penyimpangan baik dari sayap kanan maupun kiri. Buku ini merupakan sumbangan berharga bagi upaya lebih lanjut untuk menulis sejarah sesungguhnya dari revolusi tersebut.
Perdagangan dan Industri mengumumkan “persoalan tuntutan 8 jam kerja tak dapat dipecahkan hanya dengan kesepakatan kedua belah pihak, antara pekerja dan majikan, sebab hal tersebut merupakan permasalahan kepentingan negara”. Pertarungan besar pertama Komite Pabrik berpusat pada isu ini.
Delapan jam kerja segera diterapkan di Petrograd, baik dengan persetujuan yang penuh keengganan para pengusaha atau secara sepihak oleh para pekerja. “Pengakuan” tersebut terbukti lebih sulit diterapkan, baik oleh pengusaha maupun negara mengakui adanya ancaman terhadap diri mereka dari bentukbentuk organisasi buruh ini.
2 April
Konferensi Penjajakan Komite Industri Perang, bersidang atas insiatif pekerja Departemen Artileri. Konferensi ini mengumumkan hal yang pada saat itu merupakan “acuan paling maju” dari Komite Pabrik yang ada. Paragraf ke 5 hingga 7 dari pernyataan menetapkan:
“Dari Komite Pabrik-lah mesti keluar segala instruksi perihal organisasi internal pabrik (yaitu, petunjuk yang menyangkut berbagai hal seperti jam kerja, upah, mempekerjakan dan pemutusan kerja, hari libur, dan lain-lain). Manajer pabrik akan mendapat pemberitahuan soal ini...
lagi dan diperbolehkan menempati posisinya semula, dengan syarat mesti menerima keberadaan Komite Pabrik. “Proletariat” tulis Pankratova* ”tanpa persetujuan legislatif, bergerak serempak menciptakan semua organisasinya sendiri: Soviet Perwakilan Pekerja, serikat pekerja, dan Komite Pabrik“.2 Sebuah tekanan kelas pekerja yang dahsyat tengah berkembang di seluruh Rusia.
*Anna Mikhailovna Pankratova bergabung dengan Partai Bolshevik pada tahun 1919 semasa menjadi mahasiswi di Universitas Odessa. Ia menulis sejumlah buku menyangkut sejarah gerakan pekerja di Rusia dan kemudian menjadi seorang Profesor di Universitas Moskow dan Akademi Ilmu Sosial. Di tahun 1952, ia dipilih menjadi anggota Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet dan di tahun-tahun berikutnya menjadi editor utama jurnal partai Voprosii Istorii (Permasalahan Sejarah). Ia meninggal tahun 1957.
dan “Pengesahan” beberapa Komite Pabrik. Kebanyakan para majikan lain menolak mengikuti kesepakatan itu. Sebagai contohnya pada 14 Maret, Komite 39 38
Terbit sebelum masa pemutar-balikkan sejarah secara sistematis, pamflet mengenai Komite Pabrik mengandung hal-hal yang menarik. Walau demikian pandangan dan visinya sangat terbatas karena sokongannya akan dua asumsi dasar Bolshevik: (a) “bahwa peran Komite Pabrik berakhir bersamaan dengan surutnya gelombang revolusioner atau dengan kemenangan Revolusi” dan (b) “tuntutan serta aspirasi yang muncul dari kalangan kelas pekerja dirumuskan, dan diberi muatan ideologis dan ikatan organisasional melalui Partai...Perjuangan kontrol kaum pekerja berjalan di bawah kepemimpinan Partai, yang telah memperbolehkan (sic!) kaum proletariat mengambil kekuasaan politik dan ekonomi”.
10 Maret
Tanda-tanda kepatuhan resmi pertama kali datang dari organisasi pengusaha, dalam jumlah besar. Kesepakatan ditandatangani antara Komite Eksekutif Soviet Petrograd dan Asosiasi Pengusaha Manufaktur, menjamin 8 jam kerja disejumlah perusahaan
Namun demikian, kaum pekerja hanya menunjukkan sedikit perhatian saja terhadap ketentuan-ketentuan di dalam undang-undang. “Mereka mengomentarinya, dengan cara mereka sendiri, soal undang-undang 23 April...Di tiap pabrik, mereka menentukan acuannya sendiri, dengan terus menerus memperluas hak-hak prerogatif mereka dan memutuskan apa yang dikerjakan perwakilan mereka, menurut hubungan antar kekuatan di tiap-tiap masalah.”4
Lenin menulis: “Langkah-langkah semacam nasionalisasi tanah, perbankan dan sindikat bisnis kapitalis, atau paling kurang pendirian secepatnya kontrol Soviet Perwakilan Pekerja atas semua itu (langkah yang dalam segala hal tidak akan secara langsung “memperkenalkan sosialisme”) harus sepenuhnya dituntut dan jika memungkinkan diperkenalkan dengan cara-cara revolusioner “. Langkah-langkah ini “sangat mungkin secara ekonomi” dan tanpa hal-hal itu “tidak mungkin menyembuhkan luka-luka perang dan mencegah munculnya kehancuran”.5
Ide dasar Lenin adalah kontrol pekerja sebagai sebuah “tali kekang kapitalis” dan “suatu alat mencegah keruntuhan”. Ide ketiga segera pula ditambahkan, hal yang berulangkali muncul dalam banyak tulisan Lenin dari periode ini adalah kontrol pekerja sebagai “pembuka jalan nasionalisasi”. Sebagai contoh: “Kita harus segera mempersiapkan Soviet Perwakilan Pekerja, Soviet Perwakilan Pegawai Perbankan dan sebagainya, untuk meneruskan ke tahapan yang lebih tinggi, mengadaptasi langkah-langkah yang dapat dijalankan
Segala pegawai administrasi (manajemen dari segala tingkatan dan para teknisi) mendapat penugasan dengan sepengetahuan Komite Pabrik yang pada gilirannya mesti memberitahu para pekerja mengenai keputusannya pada saat pertemuan besar buruh seluruh pabrik atau melalui komite lantai kerja...
Komite Pabrik mengendalikan aktivitas manajerial dalam bidang administrasi, ekonomi, dan teknis... wakil-wakil pekerja di dalam Komite Pabrik mesti disediakan, sebagai informasi, segala dokumen resmi manajemen, anggaran produksi, dan detil mengenai setiap item barang yang masuk atau yang keluar dari pabrik... “3
7 April
Penerbitan Tesis April, segera setelah Lenin kembali ke Petrograd dari luar negeri. Ia menyebutkan soal Kontrol Pekerja hanya pada Tesis ke 8: “Tugas mendesak bagi kita bukannya “memperkenalkan sosialisme”, namun membawa produksi sosial dan distribusi produk...di bawah kontrol Soviet Perwakilan Pekerja”.
23 April
Pemerintah yang baru terbentuk harus membuat konsesi lisan. Mereka menyetujui undang-undang yang sebagian “mengakui” Komite namun dengan hati-hati membatasi pengaruhnya. Persoalan-persoalan pokok diserahkan kepada “kedua pihak yang bersangkutan” dengan kata lain tak ada kewajiban hukum bagi para pengusaha untuk berurusan langsung dengan Komite.
yang baru:
“Partai berjuang bagi republik pekerja dan buruh tani yang lebih demokratis, yang di dalamnya polisi dan tentara tetap dihapuskan sepenuhnya dan digantikan oleh seluruh rakyat yang dipersenjatai, oleh milisi semesta. Semua pejabat tidak hanya bisa dipilih namun juga dapat ditarik kembali kapan saja atas permintaan mayoritas pemilihnya. Semua pejabat, tanpa terkecuali, akan dibayar sesuai tarif yang tidak melebihi upah rata-rata pekerja cakap”.
Pada saat yang sama Lenin juga menuntut “partisipasi sepenuhnya (penekanan saya -pen) oleh pekerja dalam mengendalikan urusan-urusan perusahaan” yang dapat diwujudkan “lewat sebuah dekrit yang hanya memerlukan satu hari untuk menyusunnya”.8 Konsep “partisipasi pekerja” mesti diperkenalkan lewat cara-cara legislatif (yaitu dari atas) yang tidak diragukan lagi memiliki asal usul yang jauh dari belakang.
29 Mei
Konferensi Komite Pabrik Kharkov. Dalam hal tertentu propinsi ini lebih maju dibanding Petrograd dan Moskow. Konferensi Kharkov menuntut agar Komite Pabrik menjadi “organ revolusi...yang bertujuan mengkonsolidasikan kemenangan”. “Komite Pabrik mesti mengambil alih produksi, mempertahankannya, dan mengembangkannya. Komite mesti memperbaiki tingkat upah, mengawasi kesehatan, mengendalikan kualitas teknis produk-produk, menetapkan seluruh peraturan internal pabrik dan menentukan langkah penyelesaian segala perselisihan.”9 Beberapa delega-
untuk menggabungkan seluruh bank ke dalam satu bank nasional tunggal, yang akan diikuti dengan penciptaan kontrol Perwakilan Soviet Pekerja atas bank dan sindikatnya serta proses nasionalisasi mereka”.6
Mei
Semakin banyak lagi pengusaha yang mesti “berurusan dengan” Komite Pabrik. Media Borjuis melancarkan kampanye massif terhadap kebijakan 8 jam kerja sehari dan Komite. Mereka juga mencoba untuk mempermalukan pekerja di mata para prajurit sebagai kaum yang malas, rakus, tak berguna, dan menuntun negeri ke arah kehancuran karena tuntutannya yang “berlebihan”. Media kaum pekerja dengan sabar menjelaskan sebab utama dari stagnasi industri dan kenyataan sesungguhnya mengenai kehidupan kelas pekerja. Atas undangan berbagai Komite Pabrik, delegasi tentara dikirim untuk “memeriksa” situasi di garis belakang. Lalu mereka secara terbuka bersaksi bahwa yang dikatakan kaum pekerja merupakan hal yang sebenarnya.
17 Mei
Dalam koran Pravda, Lenin secara terbuka mendukung slogan kontrol pekerja, dengan menulis bahwa “para pekerja mesti menuntut diwujudkannya dengan segera kontrol, secara nyata dan tanpa kecuali, oleh pekerja itu sendiri”.7
20 Mei
Lenin menelurkan draft bagi sebuah program Partai
Delegasi lain, Naumov, menyatakan bahwa “dengan mengambil alih kontrol atas produksi ke tangan kita, kita belajar mengenai aspek praktis dan meningkatkannya hingga ketingkat produksi sosialis masa depan”.11 Di sini, kita masih berada jauh dari anjuran mengenai “efisiensi” manajemen satu orang yang diusung partai Bolshevik serta praktek penunjukkan dari atas yang mereka jalankan hingga hari akhir revolusi.
Konferensi tersebut secara luas dihadiri berbagai kalangan. Bahkan, M.I. Skobelev, Menteri Perburuhan pada Pemerintahan Sementara memberi pidato di acara itu. Sumbangannya sangat menarik, semacam antisipasi dari kemungkinan apa yang akan dikatakan kaum Bolshevik sebelum tahun 1917 berakhir. Skobelev menekankan bahwa:
“pengaturan dan pengendalian industri merupakan tugas negara. Terhadap kelas tertentu, khususnya kelas pekerja, terletak tanggung jawab untuk membantu negara dalam kerja organisasionalnya”.
Ia juga menetapkan bahwa “pengalihan perusahaanperusahaan ke tangan rakyat pada saat ini tidak akan membantu Revolusi“. Pengaturan industri merupakan kewenangan Pemerintah, bukan kewenangan Komite Pabrik. “Komite akan lebih melayani masalah pekerja dengan menjadi unit di bawah kendali jaringan serikat pekerja seantero negeri”.12
Pandangan senada juga dipaparkan oleh Rozanov, salah seorang pendiri Serikat Pekerja Professional.
si lain, selain Bolshevik bahkan mengusulkan Komite harus segera mengambil alih pabrik dan menjalankan semua fungsi manajerial.
30 Mei - 5 Juni
Konferensi Penuh Pertama Komite Pabrik Petrograd. Konferensi dilaksanakan di Istana Tauride, di dalam aula pertemuan yang sama dimana tiga bulan sebelumnya Duma Negara (Parlemen) bersidang. Paling kurang setengah dari Komite yang hadir berasal dari sektor industri mesin. “Pidato panjang berbunga-bunga kaum borjuis telah digantikan dengan sumbangan “wakil-wakil” yang terus terang, kontribusi sederhana, dan biasanya ringkas, yang baru saja meninggalkan peralatan kerja mereka atau mesin mengekspresikan untuk pertama kalinya di muka umum, mengekpresikan kehinaannya, kebutuhan kelas dan kebutuhan mereka sebagai manusia”.10
Delegasi Bolshevik menempati posisi mayoritas. Meski kebanyakan sumbangan mereka berpusat pada kebutuhan untuk memperkenalkan kontrol pekerja sebagai cara untuk “mengembalikan tatanan” dan “mempertahankan produksi”, pandangan lain juga disuarakan. Nemtsov, seorang pekerja pabrik baja, anggota Bolshevik mengungkapkan bahwa,
“jalannya pabrik-pabrik saat ini semata-mata berada di tangan manajemen yang lebih tinggi..Kita harus memperkenalkan prinsip-prinsip pemilihan. Untuk menilai kerja...kita tidak butuh keputusan para pengawas. Lewat pengenalan prinsip pemilihan kita dapat mengontrol produksi.”
Minggu-minggu berikutnya menjadi saksi pertumbuhan Komite Pabrik yang sangat pesat. Dimanapun mereka cukup kuat (baik sebelum ataupun setelah Revolusi Oktober, saat mereka bergandengan dengan Soviet lokal). Komite “dengan berani menyingkirkan pihak manajemen dan mengambil kontrol langsung gedung atau pabrik mereka masing-masing”.15
16 Juni
Kongres Pertama Soviet Seluruh Rusia.
20-28 Juni
Sebuah konferensi serikat pekerja yang dilangsungkan di Petrograd menyepakati sebuah resolusi yang menetapkan bahwa “serikat pekerja, membela hak-hak dan kepentingan pekerja upahan...tidak bisa disandangkan pada dirinya hanya sebagai fungsi adminstratifekonomi dalam produksi”.16 Komite Pabrik diberikan peran harus memperhatikan “undang-undang yang melindungi buruh harus dipatuhi dan perjanjian kolektif yang ditandatangani oleh serikat pekerja harus juga dipatuhi”. Komite Pabrik menjalankan tugas mengajak seluruh pekerja perusahaan masuk ke dalam serikat pekerja. Mereka mesti “bekerja untuk memperkuat dan memperluas serikat pekerja, membantu persatuan aksi perjuangan” dan “meningkatkan otoritas serikat pekerja di mata pekeja yang tidak terorganisir”. 17
Konferensi ini didominasi oleh kaum Menshevik dan Sosial-Revolusioner yang kuatir mengenai kehadiran Komite Pabrik. Mereka mengekspresikan ini dengan
Penekanan bahwa “fungsi Komite Pabrik hanya untuk sementara saja” dan “Komite Pabrik mestilah terdiri dari elemen dasar serikat pekerja” dikritik dengan tajam. Namun tepatnya inilah peranan yang akan ditugaskan terhadap Komite Pabrik dalam beberapa bulan ke depan lewat praktek Partai Bolshevik. Bagaimanapun, pada tahapan ini, Bolshevik bersikap kritis terhadap ide-ide tersebut (serikat pekerja sebagian besar masih berada di bawah pengaruh Menshevik).
Pidato Lenin pada konferensi mengandung isyarat halhal yang akan terjadi kemudian. Ia menjelaskan bahwa kontrol pekerja bermakna “bahwa mayoritas pekerja mesti memasuki segala lembaga yang bertanggungjawab dan pekerja administrasi mesti memberikan laporan mengenai tindakannya kepada organisasi pekerja yang paling berwenang”.13 Dengan “kontrol pekerja” secara jelas Lenin membayangkannya sebagai sebentuk “administrasi” ketimbang manusia pekerja itu sendiri.
Resolusi terakhir, didukung oleh 336 delegasi dari sekitar 421 delegasi yang hadir, menyatakan bahwa Komite Pabrik “organisasi perjuangan, yang dipilih berdasar demokrasi seluas mungkin dan dengan sebuah kepemimpinan kolektif”. Tujuan mereka adalah “penciptaan kondisi kerja baru”. Resolusi menyerukan bagi “organisasi produksi dan distribusi yang dikontrol penuh oleh pekerja” dan mewujudkan “posisi mayoritas kaum proletar di segala lembaga yang memiliki kewenangan eksekutif”.14
Penting pada tahapan ini menjelaskan peranan serikat pekerja sebelum dan sesudah Revolusi Februari.
Sebelum tahun 1917 serikat pekerja relatif tidak mempunyai peran penting dalam sejarah perburuhan Rusia. Industri di Rusia masih sangat muda. Di bawah sistem Tsar (paling kurang hingga awal abad 20) organisasi serikat pekerja dipaksa bergerak ilegal dan dikejar-kejar.
“Dalam menindas gerakan serikat buruh, kekaisaran Tsar secara tidak sadar telah menaruh sebuah hadiah bagi organisasi politik revolusioner...Hanya pekerja dengan pemikiran politis, yang bersedia membayar atas keyakinan mereka dengan penjara dan pengasingan, yang mau bergabung dengan serikat pekerja dalam keadaan seperti ini...padahal di Inggris Partai Buruh dibentuk oleh serikat pekerja. Serikat pekerja di Rusia sedari awal membawa kehadiran mereka dalam bayangan gerakan politik.”19
Analisis ini benar adanya dan lebih jauh lagi memiliki makna yang lebih dalam dari yang mungkin di sadari oleh Deutscher. Serikat pekerja Rusia pada tahun 1917 mencerminkan perkembangan yang khas dari gerakan kelas pekerja Rusia. Di pihak lain, serikat pekerja berfungsi menyediakan bantuan bagi partai-partai politik, yang mempergunakan mereka untuk tujuan perekrutan dan sebagai massa dalam menjalankan berbagai strategi-taktik.* Di pihak lain gerakan serikat pekerja, lahir kembali dalam artian sebenarnya setelah bulan Februari 1917, diusung ke muka oleh pekerja yang
mengusung ide bahwa Komite mesti dipilih berdasarkan daftar yang telah dirumuskan oleh serikat pekerja.
Sikap Bolshevik disajikan dalam Konferensi ini oleh Glebov-Avilov, dengan menyarankan untuk melaksanakan kontrol pekerja, “komisi pengontrol ekonomi” mesti dihubungkan kepada pusat administrasi serikat pekerja. Komisi ini dibentuk dari anggota-anggota Komite Pabrik dan akan bekerjasama dengan serikat di tiap perusahaan. Komite Pabrik tidak hanya memainkan “fungsi kontrol” bagi serikat-serikat pekerja namun juga secara keuangan tergantung kepada serikat pekerja.18
Konferensi tersebut menggagas sebuah Dewan Sentral Serikat Pekerja Seluruh Rusia, di dalamnya wakilwakil dipilih dengan perbandingan kekuatan berbagai tendensi politik dari delegasi yang hadir pada waktu Konferensi.
Pada tahapan ini Bolshevik bagai menunggangi dua kuda, berupaya memperoleh keuntungan dominasi pengaruh di dalam serikat buruh maupun di Komite Pabrik. Mereka tidak menampik, dalam takaran yang cukup besar bersilat lidah untuk mengejar tujuan ganda ini. Serikat pekerja yang berada di bawah pengaruh kuat Menshevik, kaum Bolshevik akan mendorong perolehan otonomi yang besar bagi Komite Pabrik. Di dalam serikat pekerja yang berada di bawah kendalinya sendiri, mereka tidak antusias menyangkut masalah tersebut.
“Selama bulan-bulan pertama tahun 1917 keanggotaan serikat pekerja berkembang dari beberapa ribu hingga kisaran satu juta...Namun peranan serikat pekerja dalam kenyataannya tidak sesuai dengan kekuatannya secara angka...Pada tahun 1917 pemogokan tidak pernah mencapai skala dan kekuatan yang pernah mereka miliki pada tahun 1905... Keruntuhan ekonomi Rusia, inflasi yang melambung tinggi, kelangkaan barang-barang konsumsi, dan seterusnya, membuat perjuangan mendapatkan “roti dan mentega” biasa (baca: ekonomis –penerj) terasa tidak masuk akal. Sebagai tambahan, ancaman mobilisasi menaungi para calon pemogok. Kelas pekerja tidak berada dalam suasana hati untuk berjuang bagi keuntungan ekonomi terbatas dan perubahan separuh-separuh. Seluruh tatanan sosial Rusia berada di tiang sula”.20
*Di sini kami tidak “menampik” kenyataan bahwa serikat pekerja telah dipengaruhi partai politik. Kami juga tidak mengusung sesuatu yang menyederhanakan seperti “menjauhkan politik dari serikat pekerja”. Kami sekedar menggambarkan keadaan sebenarnya di Rusia tahun 1917, dengan pandangan untuk menaksir kadar maknanya dalam perkembangan dari Revolusi Rusia.
Juni - Juli
Usaha gigih kaum Menshevik sepenuhnya untuk menempatkan Komite Pabrik di bawah serikat pekerja. Upaya ini secara sukses dilawan oleh sebuah aliansi sementara, kaum anarkis menolaknya di tingkat prinsipil dan kaum Bolshevik bertindak atas dasar pertimbangan taktis.
Gerakan Komite Pabrik otonom menemukan perkembangan tertinggi dan ekspresi yang paling militan di
lebih berpendidikan: pimpinan dari berbagai serikat pekerja menggambarkan dominasi pengaruh suatu elit intelektual, yang pada mulanya lebih memilih Menshevik dan Sosial Revolusioner, namun kemudian dimenangkan dalam tingkat berbeda-beda, oleh Bolshevik.
Penting untuk disadari bahwa sedari awal revolusi, serikat pekerja secara ketat dikendalikan oleh organisasi politik yang menggunakan mereka untuk mendapatkan dukungan bagi berbagai aksi mereka. Hal ini menjelaskan betapa mudahnya dikemudian hari Partai dapat menyelewengkan serikat pekerja. Hal tersebut juga membantu kita memahami kenyataan bahwa serikat pekerja (dan masalah mereka) seringkali terbukti menjadi medan peperangan dimana perbedaan politik di antara pimpinan Partai dipertarungkan berkali-kali. Mempertimbangkan fakta bahwa keseluruhan perkembangan Partai sebelumnya (termasuk struktur terpusat yang ketat dan konsep organisasi yang hirarkis) cenderung memisahkan dirinya dari kelas pekerja, seseorang dapat memahami betapa berat kartu yang ditumpuk melawan setiap ekspresi otonom atau bahkan untuk menyuarakan aspirasi kelas pekerja. Dalam cara tertentu mereka menemukan ekspresi yang lebih bebas di dalam Soviet ketimbang di Partai atau serikat pekerja.
Meski begitu keanggotaan serikat pekerja meningkat dengan cepat setelah bulan Februari. Para pekerja memanfaat kekebasan yang baru saja dimenangkan.
berbicara mengenai kesulitan-kesulitan Soviet Pusat Komite Pabrik, menghubungkannya “ketingkatan kaum pekerja sendiri”. Komite Pabrik enggan untuk membebaskan anggotanya bekerja di Pusat”. Sejumlah Komite Pabrik “menahan partisipasinya di Soviet Pusat karena dominasi Bolshevik di dalamnya”.24 V. M. Levin, anggota Bolshevik lain mengeluh bahwa pekerja “tidak bisa membedakan antara konsep kontrol dan konsep memiliki”.25
Pada konferensi kedua menyetujui sejumlah besar anggaran dasar, yang mengatur kerja komite, kewajiban manajemen (sic!), prosedur pemilihan Komite, dan sebagainya.26 ”Segala Ketetapan Komite Pabrik“ dinyatakan wajib “bagi administrasi pabrik, demikian juga bagi pekerja dan pegawai hingga suatu saat ketetapan tersebut dihapuskan oleh Komite sendiri, atau oleh Soviet Pusat Komite Pabrik”. Komite akan bertemu secara teratur selama jam kerja. Pertemuan diadakan pada hari yang ditentukan sendiri oleh Komite. Anggota Komite tetap menerima bayaran penuh dari pengusaha selama berada dalam urusan Komite. Pemberitahuan kepada personil administrasi yang bertugas agar mempertimbangkan dengan matang untuk membebaskan anggota Komite Pabrik dari kerja sehingga yang bersangkutan dapat memenuhi kewajibannya kepada Komite. Dalam masa di antara pertemuan, anggota terpilih Komite Pabrik menempati sebuah kantor, di dalam pabrik, dimana mereka dapat menerima informasi dari pekerja dan pegawai. Adminstrasi pabrik menyediakan dana “untuk peme-
dalam industri mesin.21 Hal ini khususnya lebih relevan untuk menjelaskan langkah drastis yang terpaksa ditempuh kaum Bolshevik di tahun 1922, untuk membubarkan seluruh organisasi independen pekerja mesin.
26 Juli – 3 Agustus
Kongres Partai Keenam. Milyutin menyatakan: “Kita akan mendaki puncak gelombang ekonomi gerakan pekerja dan kami akan mengubah gerakan spontan ini menjadi gerakan politik melawan kekuatan negara berkuasa saat ini”.22
7 – 12 Agustus
Kongres kedua Komite Pabrik seluruh Petrograd, Sekitarnya dan Provinsi-provinsi Tetangga, diadakan di Institut Smolny.
Konferensi memutuskan bahwa 1/4% upah dari seluruh pekerja yang hadir mesti disumbangkan untuk mendukung “Soviet Pusat Komite Pabrik”, dengan demikian membuatnya independen secara keuangan dari serikat-serikat buruh.23 Para anggota pendukung Komite Pabrik melihat pendirian “Soviet Pusat” ini dengan perasaan bercampur baur. Di satu sisi mereka merasakan kebutuhan untuk saling berkoordinasi. Di sisi lain mereka menginginkan koordinasi ini dilaksanakan dari bawah, oleh mereka sendiri. Banyak pekerja curiga dengan motif kaum Bolshevik, dari merekalah inisiatif “Soviet Pusat” yang didirikan secara birokratis bermula. Anggota Bolshevik, Skrypnik, memiliki hak untuk “untuk membubarkan komitekomite”. (Inilah sikap kaum Borjuis di bulan Augustus 1917, bukan sikap Trotsky, di bulan Agustus 1920! Lihat Agustus 1920).
Dengan sponsor Pemerintah “konsultasi dengan anggota-anggota” perusahaan perkeretaapian” diadakan pada 10 Agustus di Moskow, keadaan perkeretaapian yang parah dikait-kaitkan dengan keberadaan Komitekomite Perkeretaapian,
“Menurut penyelidikan yang dijalankan pada pertemuan para Menajer Kereta Api, 5531 pekerja telah dinominasikan untuk berpartisipasi dalam Komite ini di 37 jalur utama. Orang-orang ini telah dibebaskan dari segala tanggungjawab pekerjaannya. Pada basis dari rata-rata 2,000 rubles, bisnis kecil ini telah membebani Pemerintah dengan biaya 11 juta rubles. Dan ini hanya menyangkut 37 dari 60 jalur utama....“27
Pada saat yang bersamaan Struve, ideolog dan ekonom terkemuka borjuis, menulis “sama seperti di bidang kemiliteran penghapusan jabatan perwira oleh para prajurit membawa kehancuran tentara (sebab hal ini secara tidak langsung menjadi sebuah pengesahan terhadap pemberontakan yang bertentangan dengan dasar kelahiran Tentara itu sendiri), demikian juga di bidang ekonomi: penggantian kekuasaan manajerial oleh manajemen pekerja secara tidak langsung mengakibatkan kehancuran tatanan dan kehidupan ekonomi normal dalam perusahaan”.28
liharaan Komite dan pelaksanaan urusan-urusan mereka”. Komite Pabrik memiliki “kontrol atas komposisi administrasi dan hak untuk memecat mereka yang tidak mampu menjamin hubungan normal dengan pekerja atau mereka yang tak cakap karena alasan lain”.
“Semua personil administrasi pabrik hanya boleh menjalankan tugasnya atas sepengetahuan Komite Pabrik, yang pada gilirannya mesti mengumumkan hal ini (sic!) pada Pertemuan Umum seluruh pabrik atau melalui per-departemen atau komite lantai kerja”.
“Organisasi internal” pabrik (waktu kerja, upah, hari libur, dan sebagainya) juga ditentukan oleh Komite Pabrik. Komite Pabrik memiliki media sendiri dan “memberitahu pekerja serta pegawai perusahaan menyangkut resolusi mereka dengan mencantumkan pengumuman pada tempat yang mencolok”. Tetapi, sebagaimana yang diingatkan secara realistis oleh anggota Bolshevik, Skrypnik, dalam konferensi “kita tidak boleh lupa ini semua bukanlah keadaan normal yang ditetapkan Pemerintah. Merekalah platform kita, di atas dasar itulah kita akan berjuang”. Dasar tuntutan itu adalah “hak revolusioner yang lazim”.
Agustus
Sebuah kampanye dilancarkan Pemerintahan Sementara terhadap “Komite Pabrik” di bidang perkeretaapian. Kukel, Wakil Menteri bidang Kelautan, mengusulkan penerapan undang-undang darurat untuk sektor perkeretaapian dan pembentukkan komisi yang pemecahan itu di manapun juga. Para petani, ambil alih tanah-tanah dan tempatkan itu dalam pengaturan komite-komitemu. Para pekerja, lanjutkan merebut dan menempatkannya dalam pengaturan organisasi sosialmu sendiri di mana saja yang terlihat di pertambangan dan di bawah permukaan tanah, perusahaanperusahaan dan penciptaan segala macam, kerja dan pabrik, dan tempat kerja dan mesin”.
Beberapa saat kemudian, publikasi No. 15 dari majalah yang sama mengajak pembacanya untuk
“segera mulai mengelola kehidupan sosial dan ekonomi negeri di atas landasan yang baru. Kemudian semacam “kediktatoran kerja” akan mulai tercapai, dengan lebih mudah dan alamiah. Masyarakat akan belajar, sedikit demi sedikit, untuk melakukannya.”
Selama masa ini terjadi sejumlah pemogokan penting (pekerja penyamakan kulit dan tekstil di Moskow, pekerja permesinan di Petrograd. Pekerja perminyakan di Baku, dan pekerja tambang di Donbas)
“Ada ciri yang sama dalam berbagai perjuangan ini: para pengusaha telah siap untuk membuat konsesi melalui peningkatan upah namun mereka menolak mengakui satupun hak-hak Komite Pabrik. Pekerja sedang berjuang...telah siap untuk berjuang hingga akhir yang menyedihkan, tidak terlalu mempersoalkan peningkatan upahnya dibanding masalah pengakuan organisasi pabriknya.”29
Salah satu tuntutan utamanya adalah pengalihan ke-
Tak lama sesudahnya dalam bulan yang sama, sebuah Konferensi Pengusaha diselenggarakan di Petrograd. Pertemuan ini mendirikan Persatuan Asosiasi Pengusaha. Fungsi utama organisasi baru ini digambarkan oleh presidennya, Bymanov, sebagai “penghapusan campur tangan Komite Pabrik di dalam masalah-masalah yang merupakan fungsi manajerial”.
11 Agustus
Terbitan pertama dari Golos Truda, diterbitkan di Rusia di bawah bendera Perserikatan Propaganda Anarko-Sindikalis.
25 Augustus
Golos Truda, dalam artikel yang terkenal berjudul “Masalah Jam Kerja”, menulis :
“Kami katakan pada pekerja, petani, prajurit, dan kaum revolusioner Rusia: lebih dari apapun jua, teruskan revolusi. Terus mengorganisir diri lebih kokoh dan mempersatukan organisasi baru yang kalian bentuk: komunemu, serikatmu, komitemu, sovietmu. Lanjutkan, dengan ketegaran dan kesabaran, selalu dan di manapun berpartisipasi lebih dan lebih luas lagi dan secara lebih dan lebih efektif lagi dalam kehidupan ekonomi negeri, lanjutkan dengan menaruh ke dalam tanganmu, yaitu ke dalam tangan organisasimu, semua sumber bahan mentah dan semua peralatan yang sangat diperlukan untuk pekerjaan kalian. Lanjutkan Revolusi. Jangan sungkan-sungkan dalam menghadapi pemecahan masalah kekinian yang mendesak. Ciptakan organisasi yang diperlukan untuk mencapai kerja pekerja menjadi wewenang pemilik perusahaan. Pemerintahan Sementara, saat ini sepenuhnya telah waspada atas pertumbuhan Komite Pabrik, dan berusaha mati-matian untuk membatasi kekuasaannya.
Anggota Menshevik, Kolokolnikov, menghadiri konferensi sebagai perwakilan Menteri Perburuhan. Ia membela Surat Edaran itu. Ia menjelaskan bahwa surat edaran tersebut tidak menghapus kontrol buruh untuk mengkontrol hak mempekerjakan dan pemutusan kerja...namun hanya hak untuk membuat hak menerima dan memecat. “Sebagaimana yang kemudian dilakukan kaum Bolshevik, Kolokolnikov mendefinisikan kontrol sebagai pengawasan atas kebijakan, berbeda dengan hak untuk menciptakan kebijakan”.32
Dalam konferensi ini seorang pekerja yang bernama Afinogenev menekankan bahwa “semua partai tak terkecuali Bolshevik, memikat kaum pekerja dengan janji akan menciptakan Kerajaan Tuhan di bumi ratusan tahun dari sekarang...Kami tidak butuh peningkatan dalam waktu ratusan tahun tapi saat ini, segera.”33 Konferensi yang hanya berlangsung dua sesi, memutuskan akan berupaya untuk secepatnya menghapuskan surat edaran.
14 September
Penyelenggaraan Konferensi Demokratik yang disponsori pemerintah. Menekankan bahwa tugas Komite
pada Komite, hak untuk mempekerjakan dan pemutusan kerja. Ketidak-memadaian “undang-undang” 22 April sekarang mulai disadari secara luas. Tuntutan agar Soviet mengambil alih kekuasaan mulai bergema. “Selama perjuangannya bagi “konstitusi pabrik” kelas pekerja mulai menyadari kebutuhan dirinya untuk mengatur produksi”.30
28 Agustus
Konferensi Ketiga Komite Pabrik. Pada 4 Desember, surat edaran lain dari Menteri Perburuhan menyatakan hak untuk mempekerjakan dan memutuskan 59 58
Menanggapi meningkatkannya kampanye dalam terbitan-terbitan kaum Borjuis terhadap Komite Pabrik dan “anarkisme kelas pekerja” Menteri Perburuhan kalangan Menshevik, Skobelev, mengeluarkan “Surat Edaran No.41” yang terkenal, surat tersebut melarang pertemuan Komite Pabrik selama jam kerja (“sebab perlu untuk mencurahkan segala energi dan setiap detiknya untuk kerja keras”). Surat edaran tersebut mengijinkan pihak manajemen memotong upah pekerja atas waktu yang hilang selama menghadiri pertemuan-pertemuan Komite. Inilah yang terjadi saat Jenderal Kornilov berbaris menuju Petrograd, dan “ketika pekerja bangkit, mengancam, untuk membela Revolusi tanpa mengacuhkan, apakah mereka melakukankan hal itu selama waktu kerja atau tidak“.31
September
Partai Bolshevik memenangkan posisi mayoritas baik di soviet-soviet kota Petrograd maupun kota Moskow.
10 September
mengkaitkan slogan tersebut dengan kediktatoran proletariat, dan selalu menempatkannya dibagian terakhir, dengan cara demikian kita membuat ide negara yang ada di dalam pikiran kita lebih terang... Jika negara proletarian yang kita maksudkan (yaitu kediktatoran proletariat) maka kontrol pekerja menjadi sebuah akuntansi (tekanan sesuai aslinya) produksi dan distribusi barang-barang se-nasional yang sangat tepat dan cermat, mencakup semua, hadir di manamana”.
Dalam pamflet yang sama Lenin menjelaskan tipe “aparatus sosialis” (atau kerangka kerja) dimana fungsi akuntansi (kontrol pekerja) akan dijalankan.
“Tanpa bank-bank besar, sosialisme tidak mungkin akan terwujudkan. Bank besar adalah semacam “aparat stabil” yang kita butuhkan bagi perwujudan sosialisme dan yang kita peroleh dari apa yang telah diciptakan kapitalisme. Permasalahan kita di sini tinggal memangkas apa-apa yang telah sempurna namun terciprat noda kapitalistik dan membuatnya lebih besar, lebih demokratis lagi, dan lebih menyeluruh lagi...”
Sebuah bank tunggal negara yang besar, yang memiliki cabang di setiap distrik pedesaan dan di setiap pabrik itu saja sudah mencakup sembilan per sepuluh aparat sosialis”.
Menurut Lenin tipe aparat seperti ini akan mempermudah “pembukuan umum negara, akuntansi produksi dan distribusi barang negera”, dan akan menjadi “sesuatu yang alamiah, bisa dikatakan demikian, dari
Pabrik “pada dasarnya berbeda” dari serikat pekerja. Kaum Bolshevik menuntut 25 kursi dalam Komite Pabrik. (Jumlah itu sama dengan jumlah kursi yang dialokasikan pemerintah kepada serikat-serikat buruh.)
26 September
Lenin menulis “Pemerintah Soviet mesti segera memperkenalkan ke seluruh negara, kontrol pekerja atas produksi dan distribusi”. “Kegagalan menciptakan kontrol semacam ini...kelaparan dan bencana dengan dimensi yang tak terkira mengancam negeri dari minggu ke minggu”.34
Selama beberapa pekan keinginan para majikan untuk mengunci pabrik semakin meningkat, hal ini sebagai upaya untuk menghancurkan kekuatan Komite. Antara Maret hingga Agustus 1917, 586 perusahaan yang mempekerjakan kurang lebih 100,000 pekerja ditutup,35 terkadang karena kehabisan bahan bakar atau bahan mentah namun sering kali sebagai upaya yang disengaja oleh pengusaha untuk menghindari meningkatnya kekuatan Komite. Salah satu fungsi dari kontrol pekerja dilihat sebagai upaya mengakhir praktek semacam ini.
1 Oktober
Publikasi karya Lenin “Can the Bolsheviks retain State power?” Bagian tertentu pada teks ini membantu seseorang memahami banyak kejadian setelahnya.
“Saat kita mengatakan kontrol pekerja, kita selalu mengacu pada situasi saat itu, dan bulan-bulan setelah revolusi. Ia membayangkan sebuah periode dimana di dalam “negara pekerja”, kaum borjuis masih memegang kepemilikan formal dan manajemen efektif atas sebagian besar aparat. Negara baru, dalam perkiraan Lenin, tidak akan mampu segera mengambil alih industri. Akan ada periode transisi, dalam masa itu kapitalis mesti dipaksa untuk bekerjasama. “Kontrol pekerja” dilihat sebagai alat pemaksa itu.
10 Oktober
Konferensi Keempat Komite Pabrik Petrograd dan daerah sekitar.
Masalah utama yang diagendakan adalah pertemuan pertama Konferensi Komite Pabrik Seluruh Rusia.
13 Oktober
Golos Truda menyerukan bagi “kontrol pekerja, yang menjangkau seluruh operasi pabrik, kontrol nyata dan bukan dibuat-buat, kontrol atas peraturan kerja, penerimaan dan pemecatan, jam kerja, upah, dan prosedur manufaktur”.
Komite Pabrik dan Soviet muncul di setiap tempat pada tingkat yang fenomenal. Pertumbuhannya dapat dijelaskan lewat kondisi tanggung jawab yang sangat radikal yang dihadapi kelas pekerja. Soviet dan Komite jauh lebih intim berhubungan dengan kenyataan sehari-hari ketimbang serikat pekerja. Karenanya mereka terbukti jauh lebih efektif sebagai
63 62 untuk mencegah penguncian pabrik) dan keinginannya yang berulang-ulang untuk “membuka pembukuan” (sebagai cara untuk mencegah sabotase)
kerangka sebuah masyarakat sosialis”. [seluruhnya penekanan Lenin.]
Tak ada yang menentang pentingnya memelihara catatan yang dapat diandalkan namun saat Lenin mengindentifikasi kontrol pekerja di dalam “Negara pekerja”, dengan fungsi akuntansi (yaitu, memeriksa pelaksanaan dari kebijakan yang diambil pihak lain), hal itu sangatlah menyengat pikiran. Tidak ada satu barispun di dalam tulisan-tulisan Lenin dimana kontrol pekerja disamakan dengan pengambilan keputusan yang fundamental (yaitu dengan prakarsa kebijakan) menyangkut produksi (berapa banyak yang diproduksi, bagaimana memproduksinya, dengan biaya berapa, atas biaya siapa, dan sebagainya).
Sejumlah tulisan Lenin yang lain dalam masa ini mengulangi kembali pertanyaan bahwa salah satu fungsi kontrol pekerja adalah untuk mencegah sabotase oleh birokrat yang lebih tinggi dan fungsionaris.
“dan untuk karyawan lebih tinggi...secara kasarnya, kita mesti memperlakukan mereka seperti kita memperlakukan kaum kapitalis. Mereka, seperti kaum kapitalis, akan menunjukkan perlawanan...kita mungkin berhasil dengan bantuan kontrol pekerja membuat perlawanan yang semacam itu gagal”.36
Gagasan Lenin akan kontrol pekerja (sebagai cara
“Sesungguhnya Lenin dan para pengikutnya tetap teguh menjunjung konsepsi Marxis menyangkut negara terpusat. Meski begitu, tujuan terdekat mereka bukanlah menyiapkan kediktatoran proletar terpusat, namun mendesentralisir seluas mungkin negara borjuis dan ekonomi borjuis. Hal ini merupakan kondisi bagi kesuksesan revolusi. Karena itulah dalam lapangan ekonomi, Komite Pabrik, organ di lapangan, serikat pekerja merupakan instrumen pergolakan yang paling manjur dan mematikan. Maka serikat pekerja dipindahkan ke belakang layar...”40
Mungkin inilah pernyataan yang paling terus terang, mengapa pada tahapan ini Bolshevik mendukung kontrol pekerja dan kendaraan organisasionalnya, Komite Pabrik. Hari ini hanya orang yang bebal atau mereka yang mau ditipu yang masih dapat membohongi diri dengan percaya bahwa kekuatan proletarian, dalam permasalahan produksi pernah menjadi pendirian atau tujuan Bolshevisme.
17 – 22 Oktober
Konperensi Pertama Seluruh Komite Pabrik se-Rusia, dikumpulkan oleh Novy Put (Jalan Baru) sebuah koran yang “sangat kuat dipengaruhi oleh bentuk anarkosindikalisme baru, meski tak seorangpun anarko-sindikalis yang menjadi pengurusnya”.41
Menurut sumber-sumber Bolshevik di kemudian hari, dari 137 delegasi yang hadir pada konferensi ini, 86 Bolshevik, 22 Sosial-Revolusioner, 11 anarko-sindikalis, 8 Menshevik, 6 “Maximalis” and 4 “non-partai”.42
penyambung lidah bagi aspirasi mendasar rakyat.
Selama periode ini propaganda ide-ide libertarian dilakukan secara mendalam.
“Tak satupun surat kabar yang ditutup, tidak sehelai pamflet atau buku dirampas, tidak satupun arak-arakan atau pertemuan massa dilarang...Benar bahwa pemerintahan waktu itu tidak menolak untuk habis-habisan berhadapan dengan kaum Anarkis dan Bolshevik. Kerensky berulangkali mengancam akan “membakar mereka semua dengan besi panas”. Namun pemerintah tak punya kekuatan, sebab bandul Revolusi berada dalam ayunannya yang penuh”.37
Seperti telah ditunjukkan, kaum Bolshevik pada tahapan ini masih mendukung Komite Pabrik. Mereka melihatnya sebagai ”gada” yang akan memukul kapitalisme, organ perjuangan kelas yang diciptakan kelas pekerja di dalam arenanya sendiri.38 Mereka juga melihat slogan “kontrol pekerja” sebagai sesuatu yang mampu meruntuhkan pengaruh kaum Menshevik dalam serikat-serikat buruh. Namun kaum Bolshevik sedang “terseret oleh sebuah gerakan yang dalam banyak hal memalukan bagi mereka, namun sebagai sebuah kekuatan pendorong utama revolusi, tidak bisa tidak, mereka mesti menyokong”.39 Selama pertengahan tahun 1917, dukungan Bolshevik bagi Komite Pabrik hingga sedemikiannya sehingga kaum Menshevik menuduh mereka “membuang” marxisme dan mengambil anarkisme.
pekerja merupakan sebuah bentuk organisasi yang dipaksakan entah dari mana. Komite Pabrik lebih dekat dengan mereka”.
Kembali kepada tema yang telah muncul berkali-kali ia juga menekankan bahwa “Komite Pabrik merupakan sel masa depan...Merekalah, dan bukan negara, yang sekarang akan mengelola”.46
Lenin pada tahapan ini melihat Komite Pabrik teramat penting...sebagai alat untuk membantu Partai Bolshevik merebut kekuasaan. Menurut Ordzhonikidze ia menegaskan
“kita mesti mengubah pusat gravitasi kepada Komite Pabrik. Komite Pabrik mesti menjadi organ insureksi. Kita mesti mengganti slogan dari “Semua Kekuasaan untuk Soviet”, kita mesti menyerukan “Semua Kekuasaan untuk Komite Pabrik”.47
Sebuah resolusi disepakati dalam konferensi yang mengumumkan bahwa “kontrol pekerja di dalam batas-batas penugasan yang diberikan oleh konferensi kepadanya hanyalah mungkin di bawah penguasaan politik dan ekonomi kelas pekerja”. Pertemuan juga memperingatkan untuk melawan aktivitas “terisolir” dan “disorganisasi” dan mengungkapkan bahwa “penguasaan pabrik oleh pekerja dan pengoperasiannya untuk keuntungan pribadi bertentangan dengan tujuan proletariat.48
Kaum Bolshevik sedang berada diambang perebutan kekuasaan, dan sikap mereka terhadap Komite Pabrik sudah mulai berubah. Shmidt, yang di masa depan menjabat sebagai Komisaris Perburuhan di dalam pemerintahan Lenin, menggambarkan apa yang terjadi di banyak tempat.
“Sewaktu Komite Pabrik didirikan, sebenarnya Serikat Pekerja belum lagi hadir. Komite Pabrik mengisi kekosongan ini”.43
Pembicara lain dari kalangan Bolshevik memaparkan
“tumbuhnya pengaruh Komite Pabrik secara alamiah muncul sebagai buah organisasi ekonomi terpusat dari kelas pekerja seperti serikat pekerja. Hal ini tentunya merupakan perkembangan yang tak normal yang dalam prakteknya menuntun pada akibat-akibat yang tidak diinginkan “.44
Sebuah pandangan lain digaris-bawahi delegasi asal Odessa. Pandangan tersebut menerangkan “Komisi Kontrol tidak hanya sekedar menjadi komisi pemeriksa namun menjadi sel masa depan, yang bahkan saat ini tengah mempersiapkan dirinya bagi pemindahan produksi ke tangan pekerja “.45 Seorang pembicara anarkis mengungkapkan
“serikat pekerja ingin mengganyang Komite Pabrik. Tak ada rasa ketidakpuasan masyarakat terhadap Komite Pabrik, sebaliknya terdapat kekecewaan terhadap Serikat Pekerja. Bagi kaum pekerja, serikat gereja dan keturunan bangsawan dipindah-tangankan pemeliharaannya kepada petani.
3 November
Publikasi di koran Pravda akan “Draft Dekrit mengenai Kontrol Pekerja” yang dikerjakan Lenin.51 Ini disediakan bagi “pengenalan kontrol pekerja di dalam produksi, gudang, pembelian dan pejualan segala macam produk dan bahan mentah dalam segala industri, perdagangan, pertanian dan perusahaan lain yang mempekerjakan tak kurang dari 5 orang pekerja dan karyawan atau dengan pemasukan tak kurang dari 10,000 rubles per tahun”.
Kontrol Pekerja “akan dijalankan oleh seluruh pekerja dan karyawan di perusahaan yang bersangkutan secara langsung jika perusahaan cukup kecil sehingga memungkinkan hal tersebut berjalan, atau melalui delegasi yang segera akan dipilih dalam pertemuan massal. Delegasi yang dipilih akan “memiliki akses ke seluruh pembukuan, dokumen, seluruh gudang, stok material, peralatan, dan produk, tanpa terkecuali”.
Dalam kenyataannya, ketentuan-ketentuan yang baik sekali dan seringkali dikutip ini, hanya mendaftar dan mensahkan apa yang telah dicapai dan diterapkan di banyak tempat oleh kelas pekerja dalam langkah-langkah perjuangannya pada bulan-bulan sebelumnya. Terhadap semua ini turut diikuti oleh tiga ketentuan buruk. Menakjubkan bahwa hal-hal ini tidak begitu dikenal. Dalam praktek ketentuan ini segera menia-
25 Oktober
Penggulingan Pemerintahan Sementara Kerensky. Proklamasi dari Dewan Komisaris Rakyat (Sovnarkom) selama sesi persidangan Kongres Kedua Soviet Seluruh Rusia.
26 Oktober
Pada Kongres Kedua Soviet Seluruh Rusia, juru bicara Bolshevik menyatakan:
“Revolusi telah dimenangkan. Seluruh kekuasaan telah dialihkan kepada Soviet-soviet...undang-undang baru yang berkenaan dengan masalah pekerja akan diumumkan dalam beberapa hari. Salah satu hal terpenting adalah yang berurusan soal kontrol pekerja terhadap produksi dan pengembalian industri ke dalam kondisi normal. Pemogokan dan demonstrasi diharamkan di Petrograd. Kami meminta kalian untuk menghentikan segala pemogokan menyangkut masalah-masalah politik dan ekonomi, kembali bekerja dan menjalankannya prilaku yang setertibnya...setiap orang kembali ke tempatnya semula. Cara terbaik untuk mendukung Pemerintahan Soviet saat ini adalah dengan menjalankan kerja masing-masing”.49
Tanpa terlihat mengedipkan kelopak matanya Pankratova dapat menulis bahwa “hari pertama kekuasaan kaum pekerja dihantarkan masuk lewat seruan ini dan pengumuman resmi pemerintah tentang jenis pabrik yang baru”.50
Publikasi Dekrit Pertanahan. Tanah para bangsawan, biasa? Dekrit Kontrol Pekerja dengan segera terbukti, di dalam prakteknya, tak sebernilai seperti kertas dimana ia dituliskan.*
*Adalah agak tidak jujur bagi mereka-mereka yang seharusnya mengetahui lebih banyak (lihat artikel T. Cliff di Labour Worker bulan November 1967) berseloroh tentang dekrit kontrol pekerja ini sebagai sesuatu yang seakan-akan tidak pernah sejak dulu dan sekarangpun dikehendaki berlaku semacam itu.
9 November
Dekrit pembubaran soviet yang berada di Komisariat Rakyat Pos dan Telegrap.52
Konsep kontrol pekerja telah menyebar di antara anggota Pegawai Negeri. Sebuah soviet Pegawai telah mengambil kendali Komisariat Rakyat (sic) Pos dan Telegrap dan yang lainnya juga telah terbentuk di Markas Besar Angkatan Laut. Pada 9 November, sebuah seruan dikeluarkan oleh Kementrian Komisariat Rakyat menyimpulkan “Saya nyatakan bahwa tidak ada yang dinamakan kelompok atau komite persiapan administrasi Departemen Pos dan Telegrap yang dapat merampas fungsi yang dimiliki kekuasaan sentral dan saya sebagai Komisaris Rakyat “.53
14 November
Lenin mengharapkan “draft anggaran dasar mengenai Kontrol Pekerja” yang ditulisnya disahkan, dengan hanya sedikit perubahan, oleh Komite Eksekutif Sentral Soviet Seluruh Rusia (V.Ts.I.K. —Vserossiiskii tsentral´nyi ispolnitel´nyi komitet–) dan oleh Dewan Komisaris Rakyat (Sovnarkom). Kenyataannya propos-
dakan ciri-ciri positif yang ada pada ketentuan sebelumnya. Ia menetapkan (pasal 5) bahwa ”keputusan delegasi yang dipilih pekerja dan karyawan terikat secara hukum mengikat atas pemilik perusahaan namun keputusan itu bisa “dibatalkan oleh serikat buruh dan kongres” (penekanan kami -pen). Inilah dengan tepatnya nasib yang menimpa keputusan delegasi pilihan pekerja dan karyawan: serikat pekerja terbukti menjadi perantara utama dimana Bolshevik mencoba mematahkan kekuatan otonom Komite Pabrik.
Draft Dekrit juga menekankan (pasal 6) bahwa “segala perusahaan negara yang penting” semua delegasi yang dipilih untuk menjalankan kontrol pekerja “bertanggungjawab kepada negara untuk memelihara aturan tegas dan disiplin untuk melindungi properti”. Perusahaan “yang penting bagi negara” diartikan (pasal 7) —dan hal ini sangat bernada familiar bagi kaum revolusioner– “semua perusahaan yang bekerja untuk maksud-maksud pertahanan, atau dengan suatu cara berhubungan dengan produksi benda-benda yang diperlukan bagi hajat hidup orang banyak” (penekanan kami -pen). Dengan kata lain semua perusahaan dapat dinyatakan oleh Negara Rusia sebagai “penting bagi negara”. Delegasi dari perusahaan-perusahaan seperti itu (yang dipilih untuk menjalankan kontrol pekerja) sekarang dibuat bertanggungjawab kepada otoritas yang lebih tinggi. Lebih jauh, jika serikat pekerja (telah cukup birokratik) dapat “membatalkan” keputusan anggota-anggota delegasi, kekuatan nyata apa di dalam produksi yang dimiliki anggota-anggota dewan Komisaris Rakyat pada 15 November dan disebarkan hari berikutnya. Milyutin, yang mempresentasikan dekrit revisi dihadapan V. Ts. I.K. menjelaskan secara apologis “kehidupan menguasai diri kita” dan menjadi sangat mendesak “untuk mempersatukan ke dalam satu kesatuan aparat negara yang solid, kontrol pekerja yang tengah dijalankan di lapangan”. “Legislasi (undang-undang) kontrol pekerja yang mestinya secara logis cocok untuk dimasukkan ke dalam kerangka kerja sebuah ekonomi terencana, terlebih didahului pengaturan di dalam rencananya sendiri”.56 Tak ada pengakuan yang dapat secara jelas yang mendeskripsikan betapa besar tekanan dari bawah dan kesulitan yang dialami kaum Bolshevik dalam upaya mereka mengkanalisasi gerakan kontrol pekerja.
Dalam dekrit yang diubah, 8 poin yang diusulkan Lenin sebelumnya, sekarang meningkat menjadi 14 poin.57 Dekrit baru tersebut dimulai dengan pernyataan cerdik bahwa: “Demi kepentingan suatu peraturan ekonomi nasional terencana”, pemerintah yang baru “mengakui otoritas kuasa pekerja diseluruh bidang ekonomi”. Tetapi mesti ada hirarki organ pengawas yang jelas. Komite Pabrik akan “diijinkan” tetap menjadi organ kontrol di perusahaan masing-masing. Tetapi masing-masing Komite akan bertanggung jawab terhadap suatu “Dewan Regional Kontrol Pekerja”, yang pada gilirannya tunduk pada “Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia”.58 Komposisi dari organ tertinggi ini akan diputuskan oleh Partai.
alnya menimbulkan diskusi yang panas dan dikritik baik dari kubu kanan maupun kiri. Lozovski, seorang aktivis serikat buruh Bolshevik, menulis:
“Bagi kami, kelihatannya unit kontrol dasar hanya boleh bertindak di dalam batasan-batasan sangat teliti yang telah ditentukan oleh organ pengendali yang lebih tinggi. Namun kawan-kawan yang condong pada desentralisasi kontrol pekerja menekankan independensi dan otonomi organ-organ yang lebih rendah, sebab mereka merasa bahwa massa sendirilah yang akan mewujudkan prinsip kontrolnya”.54
Lozovski percaya bahwa
“organ yang lebih rendah mesti membatasi aktivitasaktivitas mereka dalam batasan-batasan yang telah ditetapkan lewat instruksi yang digagas Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia. Kita mesti mengatakan dengan jelas dan pasti, hingga pekerja di berbagai perusahaan tidak menelan ide bahwa pabrik merupakan milik mereka”.
Meski terjadi protes yang panas dari anggota-anggota dan setelah hampir dua minggu kontroversi sebuah “kompromi” dimasukkan di dalamnya, serikat pekerja yang sekarang menjadi “pemenang aturan, displin, dan kecendrungan sentralisasi dalam produksi yang tak disangka-sangka”55 jelas telah memenangkan situasi. Teks yang baru diadopsi oleh Komite Eksekutif Sentral Soviet Seluruh Rusia (V.Ts.I.K.) pada 14 November (dengan 24 suara melawan 10), disahkan ulang oleh skala nasional. Bahkan representasi kecil Komite Pabrik merupakan sebuah konsesi taktis pihak Lenin dan berbagai kejadian dengan segera memperlihatkan bahwa para pemimpin dalam pemerintahan Rusia dalam waktu yang tidak lama menerima ancaman potensial terhadap hegemoni Partai dan para pendukungnya di dalam serikat pekerja. Partai harus bekerja. “Mereka-mereka yang telah membual soal kontrol kaum pekerja dan berkeinginan untuk “memperluas”- nya sesungguhnya terlibat dalam sebuah upaya yang mahir untuk menertibkan dan membuatnya tidak berbahaya dengan mengubahnya ke dalam suatu institusi publik berskala besar, yang tersentral”.60
Propaganda kaum Bolshevik, pada tahun-tahun berikutnya, terus saja mengulang-ulang tema bahwa Komite Pabrik bukanlah instrumen yang tepat untuk mengorganisir produksi dalam sebuah skala nasional. Deutscher sebagai contohnya, mengklaim bahwa sejak kelahirannya, “karakteristik anarkis Komite membuatnya merasa bahwa setiap Komite Pabrik menginginkan menjadi pengambil keputusan terpenting dan terakhir atas semua hal yang mempengaruhi pabrik, hasil akhirnya, persediaan bahan mentah, kondisi kerjanya, dan sebagainya..., dan memberi perhatian sangat kecil pada kebutuhan industri secara keseluruhan”.61 Tetapi dalam kalimat Deutscher berikutnya, dia mengungkapkan,
“beberapa minggu setelah pergolakan (revolusi Oktober) Komite Pabrik berupaya membentuk organ-
Serikat buruh secara besar-besaran terwakili di strata menengah dan lebih tinggi dari piramida “kontrol pekerja terlembaga” yang baru ini. Sebagai contoh Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia terdiri dari 21 “wakil”: 5 dari Komite Eksekutif Pusat Soviet Seluruh Rusia, 5 dari Eksekutif Dewan Serikat Buruh Seluruh Rusia, 5 dari Asosiasi Insinyur dan Teknisi, 2 dari Asosiasi Agronomis, 2 dari Dewan Serikat Buruh Petrograd, 1 dari masing-masing Federasi Serikat Buruh Seluruh Rusia yang anggotanya tak lebih 100,000 anggota (2 utusan Federasi jika jumlahnya melebihi ini)... dan 5 dari Dewan Komite-komite Pabrik Seluruh Rusia! Kebanyakan Komite Pabrik yang berada di bawah pengaruh anarko-sindikalis benar-benar dan sepenuhnya telah “dikerdilkan”.
Hari-hari sudah berlalu ketika Lenin menyatakan “sumber kekuasaaan bukanlah dari sebuah hukum yang sebelumnya dibahas dan disahkan parlemen, namun bersumber atas prakarsa langsung massa dari bawah, dalam lokalitas mereka terdapat ungkapan populer, “perampasan” seketika.59
Pernyataan tersebut di dalam dekrit “Dewan Komite Pabrik Seluruh Rusia” bermakna bahwa berdampingan dengan struktur “resmi” organ “kontrol pekerja” struktur lain tetap hadir, yang hampir tak terelakkan saling bertolak belakang: organ piramid yang mewakili Komite-komite Pabrik. Ini juga memperlihatkan bahwa gerakan Komite Pabrik masih mencoba untuk mengkoordinasikan aktivitasnya ke dalam tercipta akibat perang dan perlawanan dari kelas majikan (yang diwujudkan dalam sabotase atau desersi perusahaan mereka) secara jelas dibuat sangat mendesak untuk memperkecil ataupun jika mungkin menghapuskan perjuangan yang tak perlu “antar Komite Pabrik” seperti perjuangan untuk bahan baku atau bahan bakar yang langka. Jelas dibutuhkan untuk mengkoordinir aktivitas Komite-komite pada suatu skala yang luas, suatu kebutuhan yang juga dipahami oleh banyak orang yang paling aktif dalam pergerakan Komite-komite. Hal yang patut dicatat disini bukanlah mengenai suatu pembedaan fungsional yang penting telah ditemukan di antara berbagai organ kekuatan kelas pekerja (Soviet, komite pabrik, dan lainnya) atau suatu definisi harus dicari seperti apa tugas lokal dan apa tugas nasional atau regional. Prosedur semacam ini mungkin saja telah —kemungkinan sudah bisa ditentukan oleh Kongres Komite Pabrik yang pernah dirancang. Hal terpenting adalah perbedaan pola hirarkis telah dikembangkan dan dipaksakan dari luar, lewat sebuah agen selain dari para produsen itu sendiri.
Seorang juru bicara Bolshevik menguraikan situasi, dari kacamata kaum yang sekarang tengah berkuasa: “daripada normalisasi secepatnya produksi dan distribusi, daripada mengambil langkah-langkah yang akan menuntun ke arah sebuah organisasi masyarakat sosialis, kami menemukan suatu praktek yang mengingatkan kembali cita-cita kaum anarkis akan suatu komune produktif yang otonomis”.62 Pankratova menceritakan hal tersebut lebih terus terang lagi :
isasi nasionalnya sendiri, yang dimaksudkan untuk mengamankan kediktatoran ekonomi mereka. Sekarang, Partai Bolshevik menyerukan kepada serikat pekerja untuk menyumbangkan layanan khusus bagi Negara Soviet yang baru lahir, untuk mendisiplinkan Komite Pabrik. Serikat buruh hadir secara tegas untuk melawan upaya Komite Pabrik untuk membentuk organisasi nasionalnya sendiri. Mereka mengagalkan pertemuan yang direncanakan, Kongres Komite Pabrik Seluruh Rusia dan menuntut ketundukan total pihak Komite-komite”.
Prasyarat penting agar Komite-komite dapat mulai mengerjakan tugas nasional dan regional federasi mereka secara regional dan nasional. Hal ini adalah kemunafikan nan menjulang dari kaum Bolshevik modern yang menyalahkan Komite di antara tahun 1917-1918 dengan menunjukkan hal itu sebagai perhatian parokial sementara Partai dengan segala kekuatannya mencegah komite-komite untuk berfederasi dari bawah, dalam suatu cara yang otonom. Setelah runtuhnya Pemerintah Sementara, “Soviet Pusat Komite Pabrik” yang didirikan Bolshevik berantakan dengan cepat, secepat ia didirikan. Pusat Revolusioner dari Komite Pabrik, sebuah badan yang terinspirasi semangat anarkis yang sudah berjalan untuk beberapa bulan lamanya tak pernah berhasil menggantikannya, karena terlalu banyak rintangan yang diletakkan dalam alur langkahnya.
Beberapa komentar dikemukakan dalam hubungannya terkait perkembangan ini. Disorganisasi yang kelas pekerja untuk bergerak kepada penguasaan total atas kondisi kehidupannya. Koran pekerja metal menulis bahwa “kelas pekerja secara alamiah...harus menduduki tempat terpenting di dalam produksi dan terutama dalam organisasinya...segala produksi di masa datang akan...menyatakan suatu cerminan kehendak dan pemikiran kaum proletar”.65 Sebelum bulan Oktober, kontrol pekerja umumnya mengambil sifat yang pasif, mengamati. Komite pekerja sekarang menjalankan suatu peran yang makin penting di seluruh manajemen di berbagai perusahaan. “Selama beberapa bulan menyusul Revolusi, kelas pekerja Rusia menikmati suatu derajat kebebasan dan suatu pemahaman kekuasaan yang mungkin unik dalam sejarahnya”.66
Sayangnya hanya terdapat sedikit saja informasi mendetil mengenai periode paling menarik ini. Data yang tersedia pada umumnya datang dari sumber (baik pihak borjuis maupun pihak birokratis) yang dasarnya sangat membenci gagasan manajemen pekerja dan semata-mata berusaha ingin membuktikan hal-hal yang “tidak efektif” dan “tidak praktis” dari proses ini. Sebuah catatan menarik mengenai apa yang terjadi di Penyulingan Minyak Nobel telah diterbitkan.67 Hal ini menggambarkan kecenderungan mendasar dari kelas pekerja ke arah manajemen pekerja dan permusuhan yang muncul dari lingkaran Partai. Contoh lain tidak diragukan lagi akan akan bermunculan.
“Sepanjang masa transisi seseorang harus menerima aspek negatif kontrol pekerja yang merupakan tidak hanya sekedar metode perjuangan antara kapital dan kerja. Tetapi sekali kekuasaan telah beralih ke tangan kaum proletariat (yaitu ke dalam tangan partai. - M.B.) praktek Komite Pabrik yang bertindak seolah-olah merekalah pemilik pabrik-pabrik itu menjadi praktek anti-proletariat”.63
bulan November 1917 dengan terang-terangan memberi sanksi resmi terhadap dorongan yang memacu 79 78
Bagaimanapun juga hal-hal ini jauh di atas kepala kebanyakan kaum pekerja. Mereka menerima propanganda Bolshevik tentang kontrol pekerja apa adanya. Mereka tidak melihatnya sebagai “sesuatu yang sementara (transisional)” atau sebagai suatu “tahap menuju metode lain untuk normalisasi kehidupan ekonomi”.64 Bagi mereka hal itu bukan hanya alat memerangi sabotase ekonomi dari kelas yang berkuasa atau suatu semboyan taktis yang tepat, yang diputuskan di dalam kepanitiaan sebagai sesuatu yang “sesuai” untuk tahap “mengembangkan revolusi” saat ini. Bagi massa, “kontrol pekerja” merupakan ungkapan cita-cita mereka yang paling dalam. Siapa yang akan menjadi bos di pabrik? Secara instinktif mereka merasakan bahwa yang mengatur produksi akan mengatur semua aspek dari hidup sosial. Perbedaan yang halus antara “kontrol dan manajemen” yang sepenuhnya menyepelekan massa. begitu disadari Bolshevik.* Kesalahpahaman ini akan membawa akibat yang berdarah.
Dekrit mengenai Kontrol Pekerja yang dikeluarkan
Pembentukan Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia oleh Partai Bolshevik jelas-jelas sebuah upaya untuk memotong gerakan Komite-komite. Upaya itu terbukti sebagian saja yang berhasil. Komite Pabrik meneruskan agitasi mereka. Namun suara mereka, dibungkam lewat alat-alat administratif, dan hanya menimbulkan gema yang sayup-sayup terdengar di dalam Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia yang didominasi oleh orang-orang yang dipilih Partai.
Di bulan Januari 1918, Riazanov menyatakan bahwa badan tersebut hanya pernah mengadakan pertemuan sekali (dan sejak Mei 1918 tidak pernah lagi bertemu). Menurut sumber yang lain mereka “berupaya mengadakan pertemuan” namun tidak dapat mengumpulkan kuorum.69
Apa yang pasti dari hal tersebut adalah Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia tak pernah benar-benar berfungsi. Sulit untuk mengatakan apakah hal ini disebabkan boikot dan gangguan sistematis dari partai Bolshevik, dengan ketiadaan pemahaman dari kaum revolusioner non-Bolshevik mengenai apa yang sebenarnya terjadi atau apakah hal ini karena kelemahan yang sesungguhnya dari gerakan tersebut, yang tak mampu menerobos keluar dari lingkup ketat birokratik yang tengah memenjarakannya dengan cepat. Ketiga faktor ini mungkin memiliki peranannya masing-masing.
*Tidak seperti kebanyakan kaum anarkis saat ini, kebanyakan kaum anarkis di masa itu justru telah paham perbedaannya. Voline (op. cit., p. 77) mengatakan: kaum anarkis menolak slogan “kontrol produksi” yang kabur, dan penuh kabut. Mereka mendukung perampasan yang progesif sesegera mungkin dari industri swasta oleh organisasi produksi kolektif”.
28 November
Pertemuan organ Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia yang baru didekritkan.
Ketidaksepakatan sebelumnya muncul kembali.68 Wakil fraksi Bolshevik di dalam serikat pekerja, Larin , menyatakan bahwa:
“serikat buruh mewakili kepentingan kelas secara keseluruhan sedangkan Komite Pabrik hanya mewakili kepentingan tertentu. Komite Pabrik sudah semestinya harus tunduk pada Serikat Pekerja.”
Zhivotov, juru bicara gerakan Komite Pabrik, menyatakan:
“Dalam Komite Pabrik kami mengelaborasi instruksi yang datang dari bawah, dengan pandangan untuk memeriksa bagaimana hal itu bisa diterapkan pada industri secara keseluruhan. Ini adalah petunjuk dari lantai kerja, dari kehidupan itu sendiri. Ini adalah satusatunya instruksi yang benar-benar memiliki makna. Mereka menunjukkan kemampuan Komite Pabrik, dan arena itu mesti dimunculkan ke muka dalam diskusi mengenai kontrol pekerja.”
Komite Pabrik merasa bahwa :
“kontrol merupakan tugas dari komite di setiap lembaga. Komite-komite di tiap-tiap kota kemudian mesti bertemu...dan kemudian mendirikan koordinasi (koordinasi bersama - ed) pada tingkat regional.”
termasuk Bukharin, Larin, Sokolnikov, Milyutin, Lomov dan Shmidt. Lepas dari kepemimpinan “kiri”-nya badan yang baru ini “menelan” Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia sebelum ia sempat berjalan. Langkah ini secara terbuka diakui oleh Bolshevik sebagai gerakan ke arah “statisasi (penegaraan -ed)” (ogosudarstvleniye) otoritas ekonomi. Efek dari pembentukan Vesenka adalah membungkam lebih lanjut suara Komitekomite Pabrik. Seperti yang dituliskan Lenin beberapa minggu kemudian, “kita beranjak dari kontrol pekerja ke penciptaan Dewan Tertinggi Ekonomi Nasional”. 73 Fungsi Dewan ini dengan jelas adalah untuk “menggantikan, menyerap, dan meniadakan mesin kontrol kaum pekerja.”74
Suatu proses sekarang dapat dipilah-pilah, dimana sisa pamflet ini akan mencoba untuk menguraikan benang yang makin terpilin. Ini merupakan suatu proses yang terarah, dalam periode 4 tahun saja, dari kebangkitan luar biasa gerakan Komite Pabrik (suatu pergerakan yang secara implisit dan terang-terangan secara tegas berusaha untuk mengubah relasi produksi) ke arah berdirinya dominasi tak terkalahkan lewat suatu agen yang birokratis dan monolitik (Partai) terhadap segala aspek kehidupan ekonomi dan politik. Agen ini tidak didasarkan pada produksi, kekuasaannya hanya melambangkan terus berlangsungnya pembatasan otoritas pekerja di dalam proses produksi. Ini tentunya secara tidak langsung mengukuhkan hubungan hirarkis di dalam proses produksi, karena itu pengukuhan terhadap masyarakat kelas.
28 November
Dekrit pembubaran Soviet di Markas Besar Angkatan Laut.70
5 Desember
Keluarnya dekrit pembentukan71 sebuah Dewan Ekonomi Tertinggi (Vesenka) yang kepadanya telah ditugaskan untuk menyelesaikan “suatu rencana organisasi kehidupan ekonomi negeri dan sumber daya keuangan pemerintah”. Vesenka akan “mengarahkan kepada tujuan akhir yang seragam” aktivitas semua otoritas ekonomi yang ada, lokal maupun pusat, termasuk di antaranya Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia.72 Vesenka akan “dilekatkan dengan Dewan Komisaris Rakyat” (Lembaga yang sepenuhnya diisi anggota-anggota Partai Bolshevik).
Komposisi Vesenka cukup jelas. Ia terdiri atas beberapa anggota Dewan Kontrol Pekerja Seluruh Rusia (secara tidak langsung suatu bujukan bagi Komite Pabrik), perwakilan besar-besaran seluruh Komisariat yang baru dan sejumlah tenaga ahli, yang dicalonkan dari atas dalam “kapasitas konsultatif”. Vesenka akan mempunyai struktur ganda: a). “pusat” (Glavki) didesain untuk berurusan dengan sektor-sektor industri yang berbeda, dan b). organ regional: “Dewan Ekonomi nasional lokal” (Sovnarkhozy).
Pada mulanya kaum Bolshevik sayap “kiri” menjadi mayoritas di posisi-posisi terkemuka dalam Vesenka. Ketua pertamanya Osinsky dan biro pengaturannya meski apapun juga yang dikatakan para pemimpinnya. Ini adalah pelajaran penting dari Revolusi Rusia.
Masalah dapat dilihat dengan cara lain. Pendirian Vesenka menghadirkan sebuah peleburan yang parsial dalam posisi otoritas ekonomi dari pejabat serikat buruh, pendukung setia partai dan “tenaga ahli” yang dicalonkan oleh “negara pekerja”. Tetapi ini bukanlah tiga kategori sosial yang mewakili para pekerja. Mereka adalah tiga kategori sosial yang telah memperoleh fungsi managerial, yaitu telah mendominasi para pekerja di bidang produksi. Karena sejarah mereka masing-masing kelompok terdahulu, dengan alasan yang berbeda, telah sedikit terpisah dari kelas pekerja. Peleburan mereka meningkatkan separasi ini. Hasilnya adalah sejak tahun 1918 dan seterusnya, Negara yang Baru (walaupun secara resmi digambarkan sebagai negara “pekerja” atau Republik Soviet dan meski umumnya didukung oleh massa dari kelas pekerja sepanjang Perang Sipil) faktanya bukanlah suatu institusi yang diatur oleh kelas pekerja.*
Jika seseorang dapat memahami makna yang tersirat (dan tidak dibutakan dengan kata-kata bombastis seperti “negara pekerja” dan “perspektif sosialis”, yang hanya mencerminkan kesadaran palsu yang sangat lazim ketika itu) catatan Pankratova berikut mengenai apa yang dipertaruhkan dengan pembentukan Vesenka adalah hal yang paling informatif: “Kita memerlukan”, dia berkata,
Langkah pertama dari proses ini adalah penundukan Komite Pabrik terhadap Dewan Pekerja Seluruh Rusia di mana serikat pekerja (mereka sendiri kini telah betul-betul di bawah pengaruh Partai) begitu banyak diwakili. Tahap kedua yang seketika hampir mengikuti yang pertama adalah penyatuan Dewan Pekerja Seluruh Rusia ke dalam Vesenka, bahkan lebih berpihak lagi pada serikat pekerja, namun juga berisikan calon yang langsung ditunjukkan negara (yaitu Partai). Vesenka untuk sementara di ijinkan mempertahankan kepemimpinan komunis “kiri”. Sebentar kemudian, kaum “kiri” ini digeser. Kemudian suatu kampanye terus-menerus diluncurkan untuk menahan kekuasaan serikat pekerja, sekalipun dengan cara tidak langsung dan kadang simpang siur, lembaga masih tetap dapat dipengaruhi oleh kelas pekerja. Hal tersebut penting sekali untuk menggerus kontrol serikat pekerja karena serikat pekerja memiliki hubungan dengan produksi dan menggantinya dengan otoritas orang-orang yang langsung ditunjuk negara. Para manajer dan administrator ini, hampir semua ditetapkan dari atas, secara berangsur-angsur membentuk basis birokrasi baru.
Tiap langkah akan mendapat perlawanan, namun di setiap pertempuran akan hilang. Setiap waktu kemajuan terlihat berada dalam gengaman kekuatan “proletarian” baru. Dan setiap kekalahan mempersulit kelas pekerja untuk secara langsung mengatur produksi, yang pada dasarnya mengubah relasi produksi. Sebelum hubungan produksi bisa diubah, revolusi belum bisa benar-benar dianggap mencapai tujuan sosialis-nya, kaum anarkis antara “pergerakan massa” ke “kediktatoran negara” namun memahami bentuk yang spesifik dari relasi kekuasaan yang baru yang berkembang pada titik sejarah tertentu.
(Permulaan) Desember:
Penerbitan karya Lenin, Negara dan Revolusi (yang telah ditulis beberapa bulan sebelumnya). Dalam karya teoritis utama ini sedikit disinggung soal kontrol pekerja dan pastinya tak ada identifikasi sosialisme dengan “manajemen pekerja dalam produksi”. Lenin berbicara dalam istilah yang lebih abstrak mengenai “pergantian yang cepat, sehingga semua memenuhi fungsi kontrol dan pengawasan, bahwa semua orang menjadi ‘birokrat’ untuk sementara waktu, sehingga tak seorangpun bisa menjadi ‘birokrat’”.
Ini merupakan bagian dari retorika libertarian Bolshevisme pada tahun 1917. Tetapi Lenin, seperti biasanya, menempatkan kaki pijakannya tetap di tempatnya yang sama. Ia menunjukkan seperti apa tepatnya halhal tersebut di dalam praktek. Perkembangan kapitalisme menciptakan “prasyarat ekonomi” yang membuatnya sangat mungkin, segera, semalam setelah menggulingkan kaum kapitalis dan birokrat, untuk menggantikan mereka dalam kontrol distribusi dan produksi, dalam kerja memelihara pembukuan tenaga kerja dan produk-produknya oleh pekerja bersenjata, oleh seluruh rakyat bersenjata”.
“Akuntansi dan kontrol yang diperlukan untuk ini semua telah sepenuhnya disederhanakan oleh kapitalisme sehingga mereka sudah menjadi operasi yang sangat sederhana soal mengecek, merekam dan
“suatu format organisasi yang lebih efisien dibanding Komite Pabrik dan suatu alat yang lebih fleksibel dibanding kontrol pekerja. Kita harus menghubungkan manajemen dari pabrik-pabrik baru dengan prinsip perencanaan ekonomi tunggal dan kita harus melakukan itu dalam hubungan dengan perspektif sosialis Negara Pekerja yang masih muda...Komite Pabrik kurang terampil dan berpengetahuan teknis... Tugas ekonomi maha besar menyangkut periode transisi ke arah sosialisme mengharuskan adanya penciptaan organisme tunggal untuk menormalkan ekonomi dalam skala seluas negara. Kaum proletariat memahami ini. [Ini adalah harapannya, jika sekiranya ada. - M.B.]. Melepaskan Komite Pabrik dari mandat yang diterimanya, yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhankebutuhan ekonomi baru, para pekerja menyerahkan otoritas mereka kepada organ yang baru diciptakan, Dewan Ekonomi Nasional.”
Dia menyimpulkan dengan suatu kalimat pemberitahuan: “Komite Pabrik Petrograd, yang pada bulan Mei 1917 telah memprolamirkan kebutuhan akan kontrol pekerja, dengan suara bulat menguburkan gagasan tersebut dalam Konferensi Keenam”.75
Peristiwa-peristiwa sesudah itu menunjukkan bahwa meski ini semua adalah tujuan dan perspektif dari kepemimpinan Partai, hal-hal ini justru jauh dari penerimaan anggota-anggota Partai kebanyakan, apalagi oleh massa, dimana atas nama merekalah Partai mendasari haknya untuk berbicara.
Nilai utama dari pamflet ini adalah di dalamnya menguraikan bagaimana “kontrol pekerja” dapat dengan cepat diperluas ke dalam “manajemen pekerja”. Baik dalam pandangan Lenin –maupun si pengarang ( meski judulnya demikian)– terdapat suatu kebingungan antara “kontrol dan manajemen”. Lenin dulunya mendukung “kontrol pekerja” dan seluruh prakteknya, setelah revolusi, justru menolak upaya manajemen pekerja sebagai sesuatu yang “prematur”, “utopis”, “anarkis”, “berbahaya”, “tak dapat ditolerir” dan lain lain. Akan menjadi tragis jika bias ahistorisisme dan anti-teoritis banyak dari gerakan libertarian hari ini membiarkan kaum militan anyar jatuh ke dalam jebakan yang kuno atau memaksa mereka kembali mengambil jalan yang hanya menuntun ke jalan buntu atau paling sial suatu arena kekalahan yang sebelumnya.
“Manual” tersebut memberi sejumlah usulan konkrit bagi Komite Pabrik. Masing-masing Komite harus menyiapkan empat komisi pengawas, yang “berhak mengundang kehadiran teknisi dan (orang) lain yang memiliki kapasitas konsultatif” (sungguh demikian banyak kepalsuan yang disebarluaskan bahwa Komite Pabrik tidak siap untuk berhubungan dengan kaum teknisi atau spesialis dalam pekerjaan mereka).
Fungsi dari 4 komisi adalah: a). organisasi produksi; b). mengembalikan produksi dari model produksi perang; c). dukungan bahan baku; dan d). persediaan bahan bakar. Proposal dikembangkan dengan cukup
mengeluarkan kuitansi, dimana seseorang yang dapat membaca dan menulis dan siapa saja yang mengetahui empat peraturan pertama perhitungan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian - penj) dapat melaksanakannya”.76
Tidak disebutkan siapa yang akan memprakarsai keputusan dimana rakyat jelata kemudian akan ‘”diperiksa” dan “dicatat” massa. Negara dan Revolusi mencantumkan ungkapan yang menarik: “Kita menginginkan revolusi sosialis dengan sifat manusia sebagaimana yang ada sekarang, dengan sifat manusia yang tidak melepaskan sub-ordinasi, kontrol, dan manajer”.77
Tahun 1917 menyaksikan pergolakan sosial yang luar biasa. Tetapi adalah suatu mimpi utopis untuk berasumsi bahwa sosialisme bisa dicapai tanpa bagian terbesar populasi memahami dan menginginkannya. Pembangunan sosialisme (tidak sama dengan perkembangan kapitalisme, yang dengan aman dapat diserahkan kepada kekuatan-kekuatan pasar). Sosialisme hanya dapat terwujud dengan kesadaran-diri dan tindakan kolektif dari massa mayoritas.
*Itu bukan masalah penyeimbangan posisi, sebagaimana yang dipahami
Desember
Penerbitan “Manual praktis untuk implementasi Kontrol Pekerja atas Industri” yang terkenal oleh Dewan Pusat Komite Pabrik Petrograd. Hal yang memperbesar kejengkelan anggota-anggota Partai adalah materi ini dibagikan secara luas hingga ke pinggiran kota Petrograd.
tidak harus dilihat dalam arti sempit dari perubahan lembaga tapi dalam arti seluas mungkin: yang bergerak dalam bidang yang sebelumnya didominasi oleh orang lain . Kontrol harus bergabung ke dalam manajemen .
Dalam praktek, implementasi kontrol pekerja mengambil berbagai bentuk, di berbagai belahan Rusia. Hal ini sebagian ditentukan oleh kondisi-kondisi lokal, terutama tingkat resistensi yang ditunjukkan oleh bagian yang berbeda dari kelas majikan. Di sejumlah tempat majikan telah dirampas dengan cepat, “dari di bawah”. Di tempat lain mereka hanya tunduk terhadap suatu jenis pengawasan “kontrol”, yang dipegang Komite Pabrik. Tidak ada model yang ditentukan sebelumnya untuk diikuti. Berbagai praktek dan eksperimen pada mulanya menjadi tema diskusi yang panas. Ini bukanlah suatu pemborosan waktu, seperti yang kemudian dituduhkan. Mereka harus dilihat sebagai hal yang penting oleh siapa saja yang menerima bahwa kemajuan menuju sosialisme hanya dapat terjadi melalui (self-emancipation) pembebasan mandiri kelas pekerja. Sayangnya diskusi ditetapkan untuk segera berakhir.
13 Desember
Isvestiya menerbitkan “Intruksi Umum mengenai Kontrol Para Pekerja sesuai dengan Keputusan 14 November”. Terbitan ini dikenal sebagai “KontraManual’ dan menghadirkan ekspresi akhir sudut pandangan kaum Leninis.*
detil. Dalam “Manual” ditekankan bahwa keseluruhan kontrol “kaum pekerja” bukan hanya persoalan mengambil persediaan bahan baku dan bahan bakar (c. f. tulisan Lenin: “Sosialisme adalah inventarisasi; setiap kali kamu mengambil persediaan batangan besi atau sepotongan kain, itu adalah sosialisme”).78 Tetapi kontrol pekerja berhubungan erat dengan pengubahan bahan baku di dalam pabrik, dengan kata lain keseluruhan proses kerja yang berpuncak pada produk jadi.
“Komisi produksi” harus dipercaya menjalankan tugas untuk membangun hubungan yang diperlukan antara bagian yang berbeda dalam pabrik, dari mengawasi kondisi permesinan, memberi saran dan mengatasi berbagai infisiensi di dalam pabrik atau kilang, menentukan koefisien penghisapan pada setiap bagian, menentukan berapa maksimum jumlah lantai kerja, dan berapa jumlah pekerja pada setiap lantai kerja, menyelidiki penyusutan mesin dan bangunan, menentukan alokasi kerja (dari jabatan administrator ke bawah) dan bertanggung jawab akan masalah terkait keuangan dari pabrik itu.
Penulis ”Manual” mengumumkan bahwa mereka berniat menggabungkan Komite Pabrik ke dalam Federasi Regional dan pada gilirannya menjadi suatu Federasi Seluruh Rusia. Dan untuk memastikan agar tidak ada kesalahpahaman, mereka menekankan bahwa :
“kontrol pekerja terhadap industri, sebagai bagian dari kontrol pekerja atas keseluruhan kehidupan ekonomi, selama beberapa minggu. Bahkan pada tingkatan lokal Komite Pabrik digabungkan dengan aparat serikat pekerja.
“Komisi pengawas di setiap pabrik merupakan badan eksekutif dari ‘bagian pengendalian distribusi’ dari federasi serikat pekerja lokal. Aktivitas komisi pengawas harus dibuat menyesuaikan dengan keputusan dari organ yang serikat pekerja”.
Fakta bahwa “instruksi umum” dikeluarkan dalam waktu dua minggu sejak pendirian Vesenka dengan jelas menunjukkan garis yang sistematis mengenai cara berpikir Lenin dan kaki tangannya. Mereka mungkin saja “benar” atau mungkin telah “keliru”. [Ini tergantung pada gagasan setiap orang mengenai bagaimana masyarakat ingin diwujudkan.] Tetapi kemudian akan sangat menggelikan dengan mengklaim, seperti juga yang sangat banyak kaum Leninis lakukan hingga hari ini, bahwa pada tahun 1917 kaum Bolshevik benar-benar telah berjuang bagi kelas pekerja secara penuh, total dan untuk mengontrol langsung pabrik-pabrik, tambang, tanah-bangunan atau perusahaan lainnya dimana mereka bekerja, yaitu bahwa mereka berjuang demi swakelola pekerja.
Pada empat bagian pertama menguraikan organisasi kontrol pekerja di pabrik-pabrik dan pemilihan komisi pengawas. Lima bagian selanjutnya menetapkan hak dan kewajiban komisi pengawas ini, menekankan fungsi yang akan mereka jalankan serta mana yang tetap menjadi hak istimewa manajer-pemilik. Bagian 5 menekankan bahwa Komisi Pengawas memainkan suatu peran nyata dalam pengelolaan perusahaan, sepanjang peran ini terbatas untuk membantu menyelesaikan petunjuk-petunjuk yang dikeluarkan agen Pemerintah Pusat “yang secara khusus diberi kepercayaan dalam pengaturan kegiatan ekonomi dalam skala nasional”. Bagian 7 menyatakan :
“hak untuk mengeluarkan perintah berkenaan dengan manajemen, jalan dan fungsi perusahaan tetap berada di tangan para pemiliknya. Komisi pengawas tidak mengambil bagian dalam pengelolaan perusahaan dan tidak bertanggungjawab dalam hubungan dengan fungsi tersebut. Tanggung jawab ini juga tetap berada dalam kuasa pemilik pabrik”.
Bagian 8 menetapkan bahwa komisi tidak mengurusi masalah-masalah yang berkenaan dengan keuangan, semua hal itu merupakan hak istimewa Lembaga Pemerintah Pusat. Bagian 9 secara rinci melarang komisi mengambil alih dan mengatur perusahaan. Meski demikian mereka berhak “memunculkan tuntutan pengambil-alihan perusahaan ke Pemerintah, melalui perantara organ kontrol pekerja yang lebih tinggi”. Bagian 14 mencantumkan secara tertulis apa yang telah lama dipikirkan para pemimpin Bolshevik
“Percobaan penyensoran, penghancuran surat-surat kabar, penghapusan kebebasan beragitasi bagi partai-partai sosialis dan demokratik bagi kami sama sekali tidak bisa diterima. Penutupan suratsurat kabar, kekerasan terhadap para pemogok, dan sebagainya, membuat perih luka yang terbuka. Telah terlalu banyak jenis ‘tindakan’ seperti ini pada masamasa sekarang di dalam memori rakyat tertindas Rusia dan ini dapat mendorong ke arah suatu analogi yang mematikan bagi kekuasaan Soviet”.
Bahwa anggota terkemuka Partai perlu berbicara dengan cara seperti ini yang merupakan dakwaan nyata betapa tersebar-luasnya praktek ini. Metode inilah yang digunakan Partai dalam mengatasi perbedaan, tidak hanya dengan lawannya, kaum borjuis, tetapi juga terhadap kaum oposisi yang bersuara nyaring di dalam pergerakan kelas pekerja sendiri. Penarikan kartu jatah roti, menghilangkan hak sah untuk mendapat rangsum, yaitu hak untuk makan. Individu yang dirampas kartu jatahnya dipaksa untuk memperoleh makanan dengan diam-diam di pasar gelap atau lewat cara ilegal lainnya. Tuduhan perbuatan “Kejahatan melawan negara” kemudian digunakan sebagai alat sah untuk “meredam” mereka.
Seperti itulah atmosfir Partai, serikat pekerja, dan massa non partai (secara halus diuraikan sebagai “unsur-unsur borjuis”), kemudian debat akbar di bulan Januari 1918 akan berlangsung.
20 Desember
Jurnal resmi terbitan serikat buruh Professional’ny Vestnik (Suara Serikat Pekerja) mempublikasi sebuah “Resolusi menyangkut Serikat Pekerja dan Partai Politik”. “Tanpa mengubah diri menjadi organ independen dari perjuangan politik, menjadi partai politik independen atau pelengkap bagi mereka, serikat pekerja takkan bisa tetap bersikap acuh tak acuh terhadap masalah-masalah yang dikemukakan oleh perjuangan politik proletariat”. Setelah penyederhanaan yang dangkal ini, resolusi menukik kembali ke bumi. “Menggabungkan takdir mereka secara organisasional dengan suatu partai politik, serikat pekerja, sebagai organisasi perjuangan kelas proletariat, harus mendukung slogan dan taktik politik dari partai proletariat tersebut, yang pada saat ini mendekatinya dengan solusi mengenai tugas historis daripada yang lain, dsb....
Dalam terbitan yang sama jurnal tersebut memuat sebuah artikel dari anggota Bolshevik, Lozovsky, dia memprotes kebijakan Bolshevik yang menindas lewat kekerasan, pemogokan-pemogokan kelas pekerja melawan pemerintahan baru Bolshevik. “Tugas baru bagi serikat pekerja dan kekuasaan Soviet adalah mengisolasi elemen borjuis yang memimpin pemogokan dan sabotase, namun isolasi tidaklah bisa dicapai semata-mata melalui cara-cara mekanis, dengan penangkapan, sensor, mengkapalkan mereka ke garis depan medan perang atau dengan perampasan kartu jatah roti”:
(1) Fabrzavkomy: kependekan dari frabrichno-zavodnye komitety.
(2) A.M. Pankratova. Fabzavkomy Rossil v borbe za sotsialisticheskuyu fabriku (Komite Pabrik Rusia dalam perjuangannya menuju pabrik sosialis). Moskow, 1923, h.9. Bagian-bagian yang terpenting dari dokumen ini dipublikasikan pada bulan Desember 1967 (No. 34) dikeluarkan dalam jurnal berbahasa Prancis, Autogestion (nomor halaman mengacu pada versi Prancis).
(3) ibid., pp. 12-13.
(4) ibid., p. 12.
(5) V.I. Lenin. Tasks of the Proletariat in our Revolution. Selected Works, vol. VI, p.62
(6) V.I. Lenin. Political Parties and Tasks of the Proletariat. ibid., p. 85-6.
(7) V.I. Lenin. Materials on Revision of Party Programme. ibid., pp. 116-117
(8) V.I. Lenin. Ruin is Threatening. ibid., p. 142.
(9) I. Kreizel. Iz istorii profdvizheniya g. Kharkova v 1917 godu
(Mengenai sejarah Gerakan Serikat Pekerja di Kharkov tahun 1917). Dirujuk oleh Pankratova (op. cit., p.15). Kharkov, 1921
(10) A. Pankratova, op. cit., p.19.
(11) ibid., p.19.
(12) Pervaya rabochaya konferentsiya fabrichnozavodskikh komitetov, (Konperensi Pertama Pekerja Komite-komite Pabrik) Petrograd, 1917.
(13) V.I. Lenin, Sochineniya, XX, 459.
(14) S. O. Zagorsky, State Control of Industry in Russia
23 Desember
Dekrit pendirian jaringan kerja Dewan Ekonomi Nasional daerah (Sovnarkhozy) di bawah pengawasan Vesenka.
“Tiap Sovnarkhoz daerah diharapkan (menjadi) replika mini Vesenka di Pusat. Dibagi menjadi 14 bagian bagi cabang-cabang produksi yang berbeda dan berisi perwakilan dari lembaga lokal dan organisasi lokal...”
Tiap Sovnarkhoz dapat mendirikan “unit lebih kecil dengan memasukkan organ-organ kontrol pekerja terkait yang telah berdiri”. Apa yang telah diciptakan adalah departemen ekonomi sentral dengan kantorkantor lokal”.79 paling berguna mengenai Komite Pabrik. (24) ibid., p. 190. (25) ibid., p. 171. (26) Ini digambarkan dengan sangat detil dalam Okt. Rev. i Fabzavkomy. (27) A. Pankratova. op. cit., p.25. (28) ibid., p.25. (29) ibid., p.29. Dan katanya pekerja yang “hanya mampu sampai kepada kesadaran serikatpekerjaisme”. (30) ibid., p. 36. (31) Novy Put (New Path), October 15, 1917, Nos. 1-2. Novy Put merupakan organ penerbitan dari Soviet Pusat Komite-komite Pabrik. (32) F.I. Kaplan, Bolshevik Ideology. (P. Owen, London, 1969), p. 83. (33) 0kt. Rev. i Fabzavkomy, II, 23 (34) V.I. Lenin. The Aims of the Revolution, Selected Works, VI, p. 245-6. (35) V. P. Milyutin. Istonya ekonomicheskogo ruzvitiya SSSR, 1917-1927 (History of the Economic Development of the USSR), Moscow and Leningrad, 1927, p. 45. (36) V. I. Lenin. op. cit., pp. 265-7. (37) G. P. Maximoff. Syndicalists in the Russian Revolution. (‘Direct Action’ pamplet No. 11), p. 6. (38) A. Pankratova. op. cit., p. 5. (39) E. H. Carr. The Bolshevik Revolution (Penguin Edition). II, 80. (40) I. Deutscher, op. cit., pp.15-16.
during the War. (New Haven, 1928), pp. 174-5. (16) Tretya vserossiiskaya konferentsiya professionalnykh soyuzov: Rezolyutsii prinyatiya na zasedaniakh konferentsii 20-28 Iyunya / 3-11 Iyulya 1917 g. (Konperensi Ketiga Serikat Pekerja se-Rusia: Resolusi diadopsi pada sesi-sesi Konperensi 20-28 Juni / 3-11 Juli, 1917). Petrograd, n.d., p.18. (17) ibid., para 6. (18) ibid., p.323. (19) I. Deutscher, Soviet Trade Unions. (Royal Institute of International Affairs, London, 1950), pp. 1-2. (20) ibid., p.13. (21) Lihat Statistik dari pemogokan politis dalam V. L. Meller’s dan A. M. Pankratova’s Rabocheye dvizheniye v 1917 godu (The Workers’ Movement in 1917), pp. 16., 20. Also M. G. Fleer’s Rabocheye dvizheniye v godu voiny The Workers’ Movement in the War Years), Moscow 1925, pp. 4-7. (22) Shestoi s’yezd RSDRP (b): Protokoly. (The Sixth Congress of the RSDWP (b): Protocols [1917]) Moscow: IMEL, 1934, p.134. (23) Oktyabrskaya revolutsiya i fabzavkomy: materiali po istorii fabrichno-zavidskikh komiteov (The October Revolution and the Factory Committees: materials for a history of the Factory Commitees). Moscow 1927- 1929. 3 vols. I, pp. 229, 259. Jilid ini (untuk selanjutnya diacu sebagai Okt. Rev. i Fabzavkomy) adalah sumber
(15) R. V. Daniels. The Conscience of the Revolution. (Harvard University Press I960), p. 83.
(62) I.I. Stepanov-Skvortsov. Ot rabochego kontrolya k rabochemu upravleniyu (Dari kontrol pekerja ke manajemen pekerja), Moskow, 1918. (63) A. Pankratova. op. cit., p.54. (64) ibid., p. 54. (65) N. Filippov. Ob organizatsii proizvodstva (Mengenai organisasi produksi), Vestnik metallista (The Metalworker’s Herald), Januari 1918, pp. 40,43. (67) Voline. Nineteen-Seventeen. (Freedom Press, 1954), pp. 139-145. Bagian pengalaman pribadi Voline sangat layak untuk dibaca. (68) see D. L. Limon, op. cit., p. 74. (69) E. H. Carr Op. cit., II, p. 75, fn. 3. (70) Sobraniye Uzakonenii 1917-1918, No. 4, art 58. (71) ibid., No. 5, art 83. (72) Natsionalizatsiya promyshlennosti v SSSR: sbornik dokumentov i materialov, 1917-1920 gg (Nasionalisasi industri di USSR: dokumen dan bahan material yang dikumpulkan) Moskow, 1954. p. 499. (73) V. I. Lenin. Sochineniya, XXII, 215. (74) E. H. Carr. op. cit., II, p. 80. (75) A. Pankratova. op, cit., p. 59. (76) V. I. Lenin. Selected Works vol. VII, pp. 92-93. (77) ibid., p. 47. (78) Pidato 4 November, 1917 kepada Soviet Pekerja dan Prajurit Petrograd. (79) E. H. Carr, op. cit. II, pp. 82-83.
(66) P. Avrich. The Russian Anarchists, (Princeton, 1967), p.162.
(41) G. P. Maximoff. op. cit., p.11-12. (42) Okt. Rev. i Fabzavkomy, II, 114. (43) ibid., II, p. 188. (44) ibid., II, p. 190. (45) ibid., II, p. 180. (46) ibid., II, p. 191. (47) G.K. Ordzhonikidze. Izbrannye statii i rechi 1911- 1937 (Artikel dan pidato pilihan) Moskow, 1939. p.124. (48) A. Pankralova. op. cit., pp.48-49. (49) ibid., p.50. (50) ibid., p.51. (51) V. I. Lenin Selected Works. vol. VI, pp. 410-411. (52) Sobraniye Uzakonenii 1917-18. (Collection of Statutes 1917-18) No. 3, art. 30. (53) E. H. Carr. op. cit., II, p. 77, fn. 1. (54) A. Lozovsky. Rabochii Kontrol (Workers’ Control). Socialist Publishing House, Petrograd 1918, p. 10. (55) E. H. Carr. op. cit., p. 73. (56) Protokoly zasedanii V Ts I K 2 sozyva (1918), p. 60. (57) Lihat apendiks vol. XXII dari karya Lenin Sochineniya. Juga artikel oleh D. L. Limon mengenai ‘Lenine et le Controle Ouvrier’ terbit Desember 1967 mengenai Autogestion. (58) Sbornik dekretov i postanovlenii po narodnomu khozyaistvu (25 oktyabrya 1917 g - 25 oktyabrya 1918 g), Moskow 1918, pp. 171-172. (59) V. I. Lenin. Selected Works vol. VI, pp. 27-28. (60) E.H. Carr. op. cit., p.75. (61) I. Deutscher. op. cit., p.17.
lebih detil. Di sinilah dipertaruhkan masa depan kelas pekerja Rusia untuk beberapa dekade ke depan.
Menurut Lozovsky (seorang aktivis Serikat Pekerja pro-Bolshevik) “Komite pabrik benar-benar berkuasa layaknya pemilik dan tuan. Sehingga selama tiga bulan setelah revolusi, dalam tingkat yang cukup berarti independen dari organ-organ besar yang mengontrolnya”.2
Maisky, yang saat itu masih berpihak ke kubu Menshevik, mengatakan bahwa dalam pengalamannya “tak hanya beberapa dari kaum proletariat namun hampir seluruh proletariat, terutama di Petrograd, yang seakan melihat kontrol pekerja sebagai sebuah kemunculan kekaisaran (tsarstvo) sosialisme”. Ia mengeluhkan bahwa di antara para pekerja “ide sosialisme melekat bersama ide kontrol pekerja”.3 Delegasi Menshevik lain menyesalkan kenyataan bahwa “gelombang anarkis dalam bentuk Komite Pabrik dan kontrol pekerja telah menyapu gerakan Pekerja di Rusia”.4 D. B. Ryazanov* seorang yang baru pindah ke kubu Bolshevik, sepakat dengan kaum Menshevik dalam masalah ini dan menyatakan bahwa Komite Pabrik “sedang melakukan aksi bunuh diri dengan masuk menjadi elemen struktural serikat pekerja”.5
Segelintir delegasi anarko sindikalis yang datang ke Kongres menyatakan “berjuang dalam sebuah pe-perangan yang menyedihkan untuk menjamin otonomi Komite-komite...Maximov2 * menyatakan bahwa dirin-
Kaum Bolshevik vs Kontrol Pekerja 1918
6 Januari
Pembubaran Majelis Konstituate. Detasemen yang membubarkan Majelis, dipimpin seorang pelaut Kronstadt anarkis, Zheleznyakov, yang tengah memimpin Pengawal Istana Tauride. Dia mengusir ketua Majelis, Victor Chernov dari kursinya sambil berkata dengan tegas: “petugas jaga sudah lelah”.1
7 – 14 Januari
Kongres Pertama Serikat Pekerja Seluruh Rusia berlangsung di Petrograd.
Dua tema utama mendominasi Kongres tersebut. Bagaimana hubungan antara Komite Pabrik dengan Serikat Pekerja? Dan hubungan serikat pekerja dengan negara Rusia yang baru? Di tahap ini, sejumlah delegasi merasakan hubungan yang dekat antara kedua pertanyaan tersebut. Walau demikian masih sedikit kalangan yang melihat bagaimana resolusi atas pertanyaan pertama yang berpihak pada serikat pekerja dan kepada negara baru “pekerja” akan segera mengebiri Komite-komite pekerja yang nyatanya tanpa bisa dicegah mengurangi sifat proletarian dari rezim baru ini. Argumen yang dibahas dalam Kongres ini mencerminkan hal yang sangat penting dan akan kita kaji pusat pengaturan, panduan dan hanya melalui pusat semacam ini kehidupan industrial negeri terorganisir”.11
Berbicara atas nama anggota-anggota Komite Pabrik, seorang delegasi Belusov, melancarkan serangan tajam atas pemimpin-pemimpin Partai. Mereka terus menerus mengkritik Komite “karena tidak bertindak menurut kebijakan dan peraturan” namun kemudian mereka gagal untuk menghasilkan suatu rencana mereka sendiri yang koheren. Mereka hanya omong saja.
“Kesemuanya ini hanya akan membekukan kerja lokal. Apakah kami secara lokal akan diam saja, menunggu dan tidak melakukan apa-apa? Hanya dengan itulah kami takkan membuat kesalahan. Hanya mereka yang tak mengerjakan apa-apa yang tak membuat kesalahan”. Kontrol pekerja yang nyata merupakan pemecahan bagi dis-integrasi ekonomi Rusia. “Satu-satunya jalan yang tersisa bagi pekerja adalah mengambil alih pabrik-pabrik dan mengelolanya”.12
Kegairahan dalam Kongres mencapai klimaksnya kala Bill Shatov4 * menandai serikat pekerja sebagai “mayat hidup” dan mendesak agar kelas pekerja “mengorganisir diri di tempat masing-masing dan menciptakan Rusia baru, yang merdeka, tanpa Tuhan, tanpa Tsar, dan tanpa para bos serikat pekerja”. Saat Ryazanov memprotes omongan Shatov mengenai serikat pekerja, Maximov bangkit membela rekannya, menepis keberatan Ryazanov, yang digambarkannya sebagai
ya dan kawan-kawan anarko-sindikalis “menjadi ‘lebih Marxis’ ketimbang Menshevik ataupun Bolshevik sebuah pernyataan yang menimbulkan kegemparan besar di dalam gedung pertemuan”.6 Tidak diragukan, ia menyinggung pernyataan Marx bahwa pembebasan kelas pekerja mesti diciptakan oleh kelas pekerja sendiri.3 *
Maximov mengajak para delegasi untuk mengingat “bahwa Komite Pabrik, organisasi yang diperkenalkan langsung oleh kehidupan kaum pekerja sendiri dalam kancah Revolusi, merupakan organisasi yang paling dekat dengan kelas pekerja, lebih dekat ketimbang serikat pekerja”.7 Fungsi Komite tidak lagi hanya sekedar menjaga dan meningkatkan kondisi para pekerja. Mereka juga berupaya menggapai posisi yang menentukan dalam industri dan ekonomi. “Sebagai anak kandung revolusi, Komite akan menciptakan bentuk produksi dengan dasar yang baru.”8 Serikat Pekerja “yang telah terkait dengan hubungan ekonomi lama semasa Tsar sudah kadaluarsa dan tak dapat mengambil tugas ini “.9 Maximov telah mengantisipasi “sebuah pertentangan yang besar antara kekuasaan negara di pusat dengan organisasi-organisasi yang (terutama) berisikan para pekerja yang banyak ditemukan di dalam lokal masing-masing”.10
“Tujuan kaum proletariat adalah saling menghubungkan segala aktivitas, segala kepentingan lokal, guna menciptakan pusat tetapi bukan sebuah pusat yang mengeluarkan dekrit dan peraturan, namun sebuah dalam tangannya tugas utama pengorganisir produksi dan mengembalikan kekuatan produksi negeri yang sedang melemah”.15 (Dalam babak selanjutnya, kaum Bolshevik kembali harus berjuang mati-matian untuk melepaskan fungsi-fungsi ini dari serikat pekerja dan menempatkan rapat-rapatnya ke dalam tangan orangorang yang diangkat Partai. Bahkan tuntutan Partai pada Januari 1918 ini kembali dan sekali lagi dimentahkan di hadapan para pemimpin Bolshevik sampai masa tiga tahun ke depannya. Hal ini akan dibahas di bagian selanjutnya).
kaum Bolshevik mendesak “organisasi serikat pekerja, sebagai organisasi kelas proletariat yang tersusun menurut prinsip-prinsip industrial, mengambil ke 107 106
Kongres dengan mayoritas kaum Bolshevik yang melimpah, memutuskan untuk mengubah Komite Pabrik menjadi organ serikat pekerja.16 Kaum Menshevik dan delegasi Sosial-Revolusioner memberikan suara yang sama dengan kaum Bolshevik, untuk sebuah resolusi yang menyatakan bahwa “sentralisasi kontrol pekerja merupakan tugas serikat pekerja”.17 “Kontrol pekerja’’ dijabarkan sebagai “instrumen yang dengan itu rencana ekonomi universal harus berdampak secara lokal”.18 ”Secara tidak langsung hal ini mengharuskan penerapan gagasan standarisasi di dalam lingkup produksi”.19 Patut disayangkan jika kaum pekerja percaya terhadap hal-hal yang melebihi sekedar istilah-istilah ini. “Hanya karena para pekerja salah memahami dan keliru menerjemahkan arti kontrol pekerja, hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak hal itu”.20 Apa yang dimaksudkan Partai soal kontrol pekerja di-
pernyataan para intelektual bertangan halus yang tak pernah bekerja, tak pernah berkeringat, dan tak pernah merasakan hidup. Delegasi anarko sindikalis yang lain, Laptev, mengingatkan hadirin bahwa revolusi telah diciptakan “bukan hanya oleh para intelektual, namun juga oleh massa”, karena itu menjadi penting sekali bagi Rusia untuk “mendengarkan suara kelas pekerja, suara dari bawah”.13
Resolusi anarko-sindikalis menyerukan bagi “kontrol pekerja yang nyata, menolak penguasaan oleh negara”, serta menuntut agar “organisasi produksi, transportasi, dan distribusi segera dialihkan ke tangan rakyat tertindas, bukan kepada negara atau semacam mesin pegawai negeri yang dibentuk oleh salah satu musuh kelas” dikalahkan. [Kekuatan utama anarko-sindikalis berada di antara pekerja tambang Distrik Debaltzev di Don Basin, pekerja pelabuhan dan pekerja pabrik semen Ekaterinodar dan Novorossiysk serta di antara pekerja kereta api kota Moskow]. Di dalam Kongres mereka mendapat jatah 25 delegasi (atas dasar satu delegasi untuk tiap 3.000 - 3.500 anggota).14
Pemerintahan baru tak menggubris segala pernyataan mengenai perluasan kekuatan Komite. Mereka dengan jelas mengenali serikat pekerja dengan kekuatan yang “lebih stabil” dan “kurang anarkis” (yaitu sebuah kekuatan yang dapat dikontrol dari atas) yang di dalamnya untuk sementara waktu dapat memberi fungsi administrasi ke dalam industri. Karena itulah
Ketika Komite-Komite telah “menelan” ide ini, serikat pekerja akan berfungsi sebagai agen perantara, dengannya kontrol pekerja perlahan-lahan diubah menjadi kontrol negara.
Ini bukanlah diskusi permasalahan yang abstrak. Dasar kontroversi ini, apa yang menjadi pertaruhannya adalah seluruh konsep sosialisme: kekuasaan kaum pekerja melawan kekuasaan partai yang bertindak atas nama kelas pekerja. “Jika para pekerja berhasil mempertahankan kepemilikan mereka atas pabrik-pabrik yang mereka ambil alih, jika mereka menjalankan pabrik-pabrik ini sendiri, jika mereka menganggap revolusi hampir selesai, jika mereka sampai menganggap sosialisme telah terbentuk maka tak akan dibutuhkan lagi kepemimpinan revolusioner Partai Bolshevik”.24
Perdebatan sengit yang mewarnai isu-isu seputar Komite Pabrik sebenarnya menguak tabir lain.
“Meski kaum Bolshevik menjadi mayoritas di dalam Konferensi Komite-komite Pabrik seluruh Rusia yang Pertama dan meskipun mereka mampu memaksa perwakilan-perwakilan Komite Pabrik tunduk pada resolusi konferensi ini, mereka tidak dapat mendesakkan resolusi yang melawan Komite Pabrik...Komite Pabrik menerima kepemimpinan Bolshevik hanya sebatas jika perbedaan mengenai mengenai tujuan akhir tidak diungkit-ungkit”.25
Kongres Pertama Serikat Pekerja juga menjadi saksi betapa panasnya kontroversi mengenai hubungan
paparkan lebih mendetil. Hal itu bermakna, antara lain (inter alia), bahwa :
“bukanlah kompetensi organ-organ kontrol pekerja yang lebih rendah untuk mengurusi fungsi kontrol keuangan...mesti diserahkan pada organ kontrol yang tertinggi, kepada aparat manajemen yang lebih tinggi, kepada Dewan Ekonomi Tertinggi Nasional. Dalam hal keuangan segalanya mesti diserahkan kepada organ kontrol pekerja yang lebih tinggi.21 Agar kontrol kaum pekerja bisa berguna secara maksimal bagi kaum proletariat, sangat penting untuk mencegah kontrol dipecah-pecah. Pekerja dari masing-masing perusahaan semestinya tidak dibiarkan mengambil keputusan akhir mengenai masalah-masalah yang menyentuh keberlangsungan perusahaan”. 22
Banyak langkah re-edukasi dibutuhkan dan ini akan dipasrahkan pada “komisi pengawas ekonomi” serikat pekerja. Mereka yang mesti menanamkan ideide Bolshevik mengenai kontrol pekerja tersebut ke dalam barisan pekerja:
“Serikat pekerja harus dengan cermat menguasai pasal mengenai Komite Pabrik dalam lingkup kontrol, menjelaskannya melalui para delegasinya di pabrikpabrik dan lantai kerja bahwa kontrol atas produksi bukan berarti pengambilalihan perusahaan ke dalam tangan pekerja dari perusahaan bersangkutan, bahwa hal itu tidak sama dengan sosialisasi (membaginya bersama -ed) dalam hal produksi dan pertukaran.”23 bukan hanya negara “pekerja” namun juga “negara pekerja dan petani” dan lebih jauh, sebuah negara “birokratik yang sedang merosot”.
Pandangan Bolshevik, yang didukung Lenin dan Trotsky serta disuarakan oleh Zinoviev, bahwa serikat pekerja mesti tunduk pada pemerintah, meskipun tidak meleburkan diri ke dalamnya. Netralitas Serikat secara resmi yang dicap sebagai ide “borjuis”, adalah sebuah anomali dalam sebuah negara pekerja.28 Resolusi yang disetujui Kongres secara jelas menyatakan ide dominan ini:
“Serikat pekerja memanggul beban utama dalam mengorganisir produksi dan merehabilitasi kekuatan ekonomi negeri yang tercerai-berai. Tugas paling mendesak mereka salah satunya adalah berpartisipasi dengan semangat ke semua badan sentral di semua lembaga-lembaga utama yang ditugaskan untuk mengatur hasil produksi, dalam organisasi kontrol pekerja (sic!), dalam pendaftaran dan distribusi tenaga kerja, dalam organisasi pertukaran antara kota dan desa...berjuang untuk mencegah sabotase dan menerapkan kewajiban umum untuk bekerja...”
“Saat mereka berkembang serikat pekerja harus dalam proses revolusi sosialis seperti saat ini, menjadi organ kekuatan sosialis, dan dengan demikian mereka harus bekerja dalam koordinasi dan tunduk kepada badan-badan lain untuk mewujudkan prinsip-prinsip baru...kongres menyakinkan bahwa akibat dari proses yang sudah bisa dibayangkan sebelumnya, serikat pekerja tak terelakkan akan bertransformasi menjadi
serikat pekerja dengan negara. Kelompok Menshevik mengklaim bahwa revolusi yang tengah terjadi hanya bisa mengantarkan kepada sebuah republik borjuis demokratik serta ingin mempertahankan otonomi serikat pekerja dalam hubungannya dengan negara Rusia baru. Sebagaimana dijelaskan Maisky : “Jika kapitalisme tetap utuh, tugas yang dihadapi serikat pekerja di bawah kapitalisme tetap tidak berubah”.26 Yang lain juga merasa bahwa kapitalisme akan kembali mempertegas otoritasnya dan serikat pekerja tidak harus melakukan sesuatu yang akan melemahkan kekuatannya. Martov mengemukakan pandangan yang lebih canggih:
“Dalam situasi yang bersejarah ini ‘katanya’, pemerintahan tidak hanya mewakili kelas pekerja semata. Secara de facto dia merupakan administrasi yang berhubungan dengan massa tertindas yang heterogen, dengan elemen proletarian dan non-proletarian bersama-sama. Karenanya dia tidak dapat mengambil kebijakan ekonomi yang berpihak secara konsisten dan dengan jelas mengekspresikan kepentingan kelas pekerja.”27
Serikat pekerja dapat melakukan ini. Karenanya serikat pekerja harus mempertahankan tingkat independensi terhadap negara baru. Hal yang menarik adalah dalam perdebatannya di tahun 1921 dengan Trotsky yang sayangnya sudah sangat terlambat Lenin menggunakan argumen yang hampir mirip. Ia menekankan perlunya kaum pekerja untuk mempertahankan diri melawan negara “mereka sendiri”, yang didefinisikan komite pabrik dan hubungannya dengan serikat pekerja) adalah untuk memainkan peran yang penting dalam perkembangan peristiwa-peristiwa selanjutnya. Ia akan membuktikan seberapa besar “fakta obyektif sejarah” sebagai “penghacuran” dan “atomisasi kelas pekerja” yang disebabkan oleh Perang Sipil (di kemudian hari). Pada kenyataannya, dapat dikatakan bahwa sikap kaum Bolshevik terhadap Komite Pabrik (dan menyepelekan harapan besar Komite-komite yang mewakili ratusan ribu kaum pekerja ini) menimbulkan atau mempertebal sikap apatis dan sinisme di kalangan kelas pekerja, dan menyumbang banyak bagi absenteeisme (sikap dan pencarian penyelesaian pribadi atas masalah sejati yang merupakan masalah sosial, sesuatu yang selalu didengung-dengungkan kaum Bolshevik). Di atas segalanya yang penting adalah untuk menekankan bahwa kebijakan yang diambil kaum Bolshevik berkenaan dengan Komite dan Serikat yang telah kita dokumentasikan dengan detil telah dibahas dua belas bulan sebelum terbunuhnya terbunuhnya Karl Liebknecht dan Rosa Luxemburg, yaitu sebelum kegagalan revolusi Jerman yang tak bisa diubah itu. Sebuah peristiwa yang biasanya digunakan untuk “membenarkan” dari langkah-langkah yang ditempuh penguasa baru Rusia.
15 - 21 Januari
Kongres Pertama Pekerja Tekstil Seluruh Rusia di Moskow.
Bolshevik dalam posisi mayoritas. Kongres mendeklarasikan “kontrol pekerja hanya langkah tran-
organ negara sosialis. Partisipasi di dalam serikat pekerja, bagi semua orang yang bekerja di setiap industri, menjadi kewajiban mereka vis-a-vis negara”.
Kaum Bolshevik tidak secara bulat menerima pandangan Lenin mengenai masalah ini. Sementara Tomsky, juru bicara utama mereka dalam urusan-urusan serikat pekerja, mengemukakan “kepentingan-kepentingan kelompok pekerja perbagian harus tunduk kepada kepentingan keseluruhan kelas”29 sebagaimana kebanyakan kaum Bolshevik, dia dengan keliru memaknainya sebagai hegemoni Partai Bolshevik. Anggota lain, Ryazanov berpendapat bahwa, “sepanjang revolusi sosial yang mulai mengeliat di sini tidak bersatu dengan revolusi sosial di Eropa dan seluruh dunia...proletariat Rusia...mesti bersiaga dan tidak sekalipun meletakkan senjatanya...ia mesti mempertahankan organisasi serikat pekerjanya.”30
Menurut Zinoviev, ”independensi serikat pekerja di bawah sebuah pemerintahan pekerja tidak berarti apa-apa kecuali menerima hak untuk mendukung ‘pelaku sabotase’”. Meski terdapat hal-hal tersebut, Tsyperovich, seorang aktivis serikat pekerja Bolshevik terkemuka, mengusulkan bahwa Kongres meratifikasi hak serikat pekerja tetap menggunakan aksi mogok untuk melindungi hak anggotanya. Bagaimanapun juga resolusi tersebut tetap kalah.31
Sebagaimana dapat diperkirakan sikap dominan dari Partai yang mendominasi (dalam hubungan dengan dan akhirnya menetap di Chicago, Amerika. Meninggal tahun 1950. Dia mengarang berbagai tulisan tentang Anarkisme dan masalah teror yang dijalankan oleh kaum Bolshevik (The Guillotine at Work, 1940).
3* Menarik untuk dicatat bahwa seorang Marxis terkemuka semacam Rosa Luxemburg telah menyatakan, saat pendirian Partai Komunis Jerman bulan Januari 1919, bahwa serikat pekerja telah ditakdirkan untuk lenyap dan digantikan oleh Dewan Buruh, delegasi tentara, dan Komite Pabrik. Bericht uber die Verhandlung des Grundungparteitages der KPD (1919), hal. 16, 80).
4 * Vladimir Shatov lahir di Rusia, bermigrasi ke Kanada dan USA. Pada tahun 1914 secara sembunyi-sembunyi mencetak ulang 100,000 kopi pamflet terkenal Margaret Sanger mengenai pembatasan keluarga dengan pengontrolan kelahiran. Bekerja sebagai buruh pelabuhan dan percetakan. Bergabung dengan IWW (International Workers of the World - sebuah serikat pekerja dengan kecenderungan anarko-sindikalis di Amerika Serikat). Di kemudian hari membantu menerbitkan Golos Truda, organ mingguan anarko-sindikalis dari Gabungan Pekerja Rusia di Amerika Serikat dan Kanada. Kembali ke Petrograd di bulan Juli 1917 dan “menanam kembali Golos Truda di ibu kota Rusia”. Setelah itu menjadi anggota Komite Militer Revolusioner Petrograd dan perwira pada Tentara Merah Kesepuluh. Tahun 1919 ia memainkan peranan penting dalam mempertahankan kota Petrograd terhadap Yudenich, Jenderal Borjuis….kemudian tahun 1920 menjadi Menteri Transportasi pada Republik Soviet Timur Jauh. Hilang dalam penangkapan besar-besaran yang dijalankan Stalin antara 1936 hingga 1938.
23 - 31 Januari Kongres Ketiga Soviet Seluruh Rusia
Februari Bolshevik mendekritkan nasionalisasi tanah.
3 Maret
Penandatangan Perjanjian Damai Brest - Litovsk. Dekrit yang dikeluarkan oleh Vesenka menjelaskan fungsi manajemen teknis di dalam industri. Setiap pusat administratif akan menunjuk seorang komision-
sisional ke dalam organisasi produksi dan distribusi yang terencana”.32 Serikat pekerja mengadopsi statuta baru dengan menyatakan “sel paling bawah komite pabrik memiliki tanggung jawab untuk menerapkannya di masing-masing perusahaan, segala dekrit serikat pekerja”.33 Bahkan pentungan besarpun diayunkan. Saat berbicara di hadapan Kongres, Lozovsky mengatakan “jika patriotisme lokal setiap pabrik bertentangan dengan kepentingan seluruh proletariat, kami tanpa syarat tak akan segan-segan mengambil berbagai langkah (penekanan saya -M.B.) untuk menindas tendensi yang membahayakan kaum pekerja”.34 Dengan kata lain, Partai dapat memaksakan konsepsinya atas kepentingan kelas pekerja, bahkan ketika itu melawan keinginan kaum pekerja itu sendiri.
*D. B. Ryazanov seorang sarjana Marxis terkenal sebagai sejarawan International Workingmen’s Association (Internationale Pertama) di kemudian hari menjadi pendiri Institut Marx - Engels di Moskow dan menerbitkan biografi Marx dan Engels.
2 * Gregori Petrovich Maximov lahir tahun 1893. Lulus sebagai agronomis di kota Petrograd tahun 1915. Bergabung dengan gerakan revolusioner saat masih mahasiswa. Pada tahun 1918 bergabung dalam Tentara Merah. Ketika kaum Bolshevik menggunakan Tentara untuk tindakan polisional dan melucuti pekerja, ia menolak mematuhi perintah dan diancam hukuman mati oleh pemerintahan Bolsevik namun solidaritas dari serikat pekerja baja menyelamatkan hidupnya . Menyunting surat kabar anarko sindikalis Golos Truda (Suara Pekerja) dan Novy Golos Truda (Suara Pekerja Baru). Ditangkap 8 Maret 1921 selama perlawanan massa di Kronstadt. Dibebaskan tahun itu juga menyusul sebuah aksi mogok makan yang dilakukannya, namun bebas hanya dengan intervensi delegasi pekerja-pekerja Eropa yang menghadiri Kongres Internasional Serikat Pekerja Merah. Kemudian ia mencari perlindungan ke luar negeri. Di Berlin, Jerman ia mengelola dan menyunting surat kabar kaum Sindikalis Rusia di pengasingan, Rabotchi Put (Jalan Kaum Pekerja). Di kemudian hari Maximov pergi ke Paris, Prancis apa yang masih tersisa darinya) dan mengubahnya -di bawah nama glavki (komite pimpinan) atau tsentry (pusat) ke dalam organ administrasi yang tunduk pada arahan dan kontrol Vesenka. “Komite Pimpinan” industri kulit (Glavkozh) didirikan pada Januari 1918. hal ini kemudian dengan cepat diikuti oleh komite-komite kertas dan gula, dan oleh “pusat” sabun dan teh. Ini semua, bersama-sama dengan Tsentrotekstil telah ada pada bulan Maret 1918. Mereka “hampir tidak diterima oleh dasar yang telah diletakkan sebelum revolusi tanpa kolaborasi dengan kaum managerial dan staf teknis. . . Sebuah kepentingan komunitas yang tak terucapkan dapat dideteksi antara pemerintah dan kaum industrialis yang lebih moderat dan peka untuk membawa sejumlah keteraturan dalam produksi.”36
Hal ini memunculkan pertanyaan dengan muatan cukup teoritis. Kaum Marxis biasanya mengemukakan bahwa kaum revolusioner tidak bisa dengan serta merta mengambil alih lembaga politik masyarakat (parlemen dan sebagainya) dan menggunakannya untuk kepentingan-kepentingan yang berbeda (yaitu memperkenalkan sosialisme). Mereka selalu mengklaim lembaga politik baru (soviet) harus diciptakan untuk menyalurkan realitas kekuatan kaum pekerja. Namun, mereka biasanya akan langsung terdiam jika menanggapi pertanyaan apakah kaum revolusioner dapat “merampas” lembaga kekuatan ekonomi borjuis dan menggunakannya untuk tujuantujuan mereka sendiri atau apakah ini semua juga
er (yang merupakan wakil pemerintah dan pengawas) dan dua direktur (satu dari teknisi dan satu administratif) untuk menangani setiap perusahaan dibawah pengawasannya, Direktur teknis hanya akan diperintah oleh komisioner pemerintah atau oleh “Pengarah Utama” dalam bidang keindustrian. (Dengan kata lain hanya “direktur administrasi” yang memiliki semacam kontrol dari bawah).
industrial. Selama setengah tahun 1918, Vesenka secara perlahan-lahan mengambil alih badan ini (atau 117 116
Dekrit tersebut meletakkan prinsip bahwa “perusahaan yang telah dinasionalisasi oleh kontrol pekerja atau dijalankan melalui penyerahan segala dokumen deklarasi dan kebijakan dari setiap Pabrik atau Komite Lantai Pekerja, atau komisi kontrol Dewan Administrasi Ekonomi untuk disetujui”. “Tidak lebih dari setengah keanggotaan Dewan Administrasi Ekonomi merupakan pekerja atau karyawan”.35
Selama bulan-bulan di awal tahun 1918, Vesenka mulai membangun dari atas, “kesatuan administrasi” segenap industri. Polanya cukup informatif. Selama tahun 1915 dan 1916, pemerintahan Tsar mulai membangun badan sentral (kadang disebut “komite” dan kadang disebut “pusat”) yang mengatur aktivitas industri yang memproduksi komoditi-komoditi langsung maupun tak langsung yang diperlukan untuk perang. Pada tahun 1917, badan-badan sentral ini (utamanya terdiri dari perwakilan industri yang bersangkutan dan menjalankan fungsi pengatur yang tak jelas karakternya) telah menyebar hampir di setiap bidang produksi jelas bahwa kaum “kiri” diposisi jajaran atas administrasi bukanlah pengganti kontrol dari anggota-anggota pekerja di tingkatan produksi.
26 Maret
Isvestiya Komite Sentral Eksekutif Seluruh Rusia mempublikasi Dekrit (dikeluarkan oleh Dewan Komisaris Rakyat) mengenai “sentralisasi manajemen kereta api”. Dekrit ini menghapus kontrol kaum pekerja atas perkeretaapian dianggap sebagai “syarat yang sangat diperlukan untuk pengembangan kondisi sistem transportasi”.39 Dekrit ini juga menekankan urgensi penerapan “disiplin buruh besi” dan “manajemen individual” di perkeretaapian dan pemberian kekuasaan “diktatorial” ke Komisariat Jalur Komunikasi. Klausul 6 menyatakan perlunya memilih individu-individu untuk menjabat sebagai “eksekutif administratif teknis” di setiap lokal, distrik atau pusat perkeretaapian daerah. Individu-individu ini akan “bertanggung jawab sebagai Komisariat Jalur Komunikasi milik Rakyat”. Mereka menjadi “perwujudan keseluruhan kekuasaan diktatorial kaum proletar di setiap pusat perkeretaapian yang bersangkutan”.40
30 Maret
Trotsky, yang diangkat sebagai Komisaris Urusan Militer setelah perjanjian Brest - Litovsk, dengan cepat mengorganisir ulang Tentara Merah. Hukuman mati karena ketidaktaatan di depan regu tembak diberlakukan kembali. Demikian juga, secara perlahan-lahan, gerakan hormat, baju seragam berbeda, tempat ting-
harus dihancurkan semua, dan kemudian digantikan oleh sebuah lembaga yang baru, yang mewakili sebuah perubahan mendasar dalam hubungan produksi. Kaum Bolshevik pada tahun 1918 jelas telah memilih pilihan pertama (lihat cat. 41) Bahkan di dalam jajaran keanggotaannya sendiri, pilihan ini menimbulkan kecurigaan hingga seluruh energi akan diarahkan untuk “penguatan dan pengembangan kapasitas produksi, kondtruksi organik, yang melibatkan untuk melanjutkan penolakan relasi produktif kapitalis dan bahkan merestorasi sebagian relasi ini”.37
6 - 8 Maret
Kongres Ketujuh Partai
Perdebatan panas selama Kongres yang sangat singkat ini difokuskan pada penandatanganan Perjanjian Damai Brest - Litovsk.
14 -18 Maret
Kongres Keempat Soviet Seluruh Rusia.
Maret
Kaum komunis “Kiri’ (Osinsky, Bukharin, Lomov, Smirnov) ditendang dari posisi pimpinan di Dewan Ekonomi Tertinggi karena sikap mereka terhadap Brest - Litovsk dan diganti oleh kaum “moderat” seperti Milyutin dan Rykov.38 Langkah-langkah segera diambil untuk menopang otoritas manajerial, mengembalikan disiplin pekerja dan menerapkan insentif upah di bawah pengawasan organisasi-organisasi serikat pekerja. Seluruh episode ini memperlihatkan dengan bagi peningkatan produktifitas yang melewati standar yang sudah ditetapkan, diperbolehkan sampai ukuran tertentu jika digunakan untuk peningkatan produktifitas tanpa membuat para pekerja kelelahan”. Akhirnya jika “kelompok tertentu dari kaum pekerja” menolak untuk tunduk di bawah disiplin serikat, mereka dapat dikeluarkan dari serikat pekerja “disertai segala konsekuensi yang muncul akibat dari putusan itu”.43
11 - 12 April
Detasemen bersenjata Cheka menyerbu 26 pusat kegiatan anarkis di Moskow. Pertempuranpun pecah antara agen-agen Cheka dan pasukan Pengawal Hitam (Milisi Bersenjata Anarkis - ed) di Biara Donskoi. Empat puluhan anarkis terbunuh ataupun terluka berat, sebanyak 500 anarkis ditahan.
20 April
Isu kontrol pekerja sekarang dibicarakan luas di dalam Partai. Komite Distrik Leningrad mempublikasi terbitan pertama Kommunist (sebuah jurnal teoritis komunis kiri yang diedit oleh Bukharin, Radek and Osinsky, bergabung kemudian Smirnov). Terbitan kala itu berisi tulisan para editor “Tesis Situasi Saat ini”. Terbitan itu menolak ”kebijakan perburuhan yang menanamkan disiplin di antara kaum pekerja di bawah bendera “disiplin diri”, pengenalan kerja diluar jam kerja, upah potongan, dan memperpanjang jam kerja harian”. Dalam terbitan itu menyatakan bahwa “pengenalan displin kerja yang berhubungan dengan restorasi
121 120 kerja dan pekerja dari bidang bersangkutan”. Penggunaan upah potongan “untuk meningkatkan produktifitas kerja” mulai diakui. Dinyatakan bahwa “bonus
gal berbeda dan berbagai hak-hak istimewa bagi kaum perwira.* Bentuk-bentuk organisasi yang demokratis, termasuk pemilihan perwira oleh dewan-dewan prajurit dengan cepat dihilangkan. “Basis pemilihan”, tulis Trotsky, “secara politik tak berguna dan secara teknis tak membantu dan sudah disingkirkan lewat dekrit”.41 N. V. Krylenko, satu dari wakil komisaris Urusan Militer dipilih buruh setelah Revolusi Oktober, mengundurkan diri dari Lembaga Pertahanan karena muak42 sebagai akibat dari langkah-langkah Trotsky ini.
*Selama bertahun-tahun di dalam literaturnya, kaum Trotskyis menolak wajah reaksioner Tentara Merah ini dan menyebutnya sebagai sesuatu yang terjadi “di bawah Stalinisme”. Faktanya, langkah-langkah ini pertama kali ditentang oleh Smirnov di Kongres Partai Kedelapan pada bulan Maret 1919.
3 April
Dewan Sentral Serikat Pekerja mengeluarkan pengumuman pertama yang detil mengenai fungsi serikat pekerja dalam hubungannya dengan “disiplin kerja” dan “insentif”.
Serikat pekerja harus ”mencurahkan segala usahanya untuk meningkatkan produktifitas kerja dan secara konsisten menciptakan pondasi disiplin kerja yang tak tergoyahkan di pabrik-pabrik dan lantai-lantai kerja”.
Setiap serikat harus mendirikan sebuah komisi “untuk memperbaiki norma produktifitas pada setiap bidang komisaris yang ditunjuk dari atas untuk memerintah dia bekerja?”
Terbitan kedua dari koran ini mengandung komentar bernada propetik dari Osinsky:
“Kami berjuang untuk pembangunan masyarakat proletarian lewat kreatifitas kelas pekerja itu sendiri, bukan lewat dekrit para kapten industri...Jika kaum proletar sendiri tidak mengetahui bagaimana menciptakan persyaratan yang diperlukan bagi organisasi kerja sosialis, tak seorangpun yang dapat melakukan untuknya dan tak seorangpun yang dapat memaksa mereka melakukannya. Tongkat pemukul yang diangkat melawan kaum pekerja, akan jatuh ke tangan kekuatan sosial yang berada di bawah pengaruh kelas sosial lain atau di bawah kekuasaan soviet; namun kekuasaan soviet saat itu terpaksa mencari dukungan melawan proletariat dari kelas lain (yaitu petani) dan dengan cara itu ia akan hancur sebagai kediktatoran proletariat. Sosialisme dan organisasi sosialis akan diciptakan oleh kaum proletariat sendiri, atau takkan pernah tercipta sama sekali, sesuatu yang lain akan tercipta adalah kapitalisme negara”.46
Lenin bereaksi sangat tajam. Diikuti umpatan-umpatan sebagaimana biasanya. Pandangan Komunis sayap ‘kiri’ dianggap “sesuatu yang hina”, ”sebuah pengingkaran atas praktek-praktek komunisme”, “kemah para desertir kaum borjuis kecil”. (47) Kaum sayap kiri dianggap telah “diprovokasi oleh Isuvs (Menshevik) dan para Judas kapitalisme”. Sebuah kampanye dengan
manajemen industrial kapitalis tak akan dapat meningkatkan produktivitas kerja”. Langkah ini justru akan “melenyapkan inisiatif kelas (proletar -ed), aktivitas dan organisasi kaum proletariat. Ia mengancam bakal memperbudak kelas pekerja. Ia akan mempertinggi ketidakpuasan di kalangan tak maju demikian juga di kalangan proletariat yang berpikiran maju. Dalam rangka memperkenalkan sistem ini dihadapan kebencian yang meluap saat ini di antara kaum proletariat melawan kalangan “tukang sabotase kapitalis”, Partai Komunis harus menyandarkan diri pada kalangan borjuis kecil, melawan kaum pekerja”.
Hal itu akan “merusak dirinya sendiri sebagai partai kaum proletariat”.
ditulis Lenin (dalam buku Negara dan Revolusi) bahwa setiap koki harus belajar mengelola negara. Tetapi apa yang terjadi saat setiap koki memiliki seorang 123 122
Terbitan pertama koran ini juga berisi peringatan serius dari Radek: “Jika Revolusi Rusia ditumbangkan lewat kekerasan sebagai bagian serangan balik kaum borjuis, revolusi dapat bangkit kembali seperti seekor burung phoenix; namun bila ia kehilangan karakter sosialis dan karena itu mengecewakan massa pekerja, kekalahan ini akan berdampak sepuluh kali lebih buruk bagi masa depan Russia dan revolusi internasional”.44 Terbitan yang sama juga memperingatkan soal “sentralisasi birokratik, kekuasaan berbagai komisaris, hilangnya independensi soviet-soviet lokal dan praktek penolakan akan suatu tipe negara komunis yang dikelola dari bawah”.45 “Itu semua sangat baik”, Bukharin menunjukkan, “untuk mengatakan sebagaimana yang
Partai dan pernyataan-pernyataan pemimpin Partai. Lenin yang menetapkan nada, dan para letnan organisasinya menyeret para anggota partai ke dalam barisan”. (49)
Banyak orang di gerakan revolusioner tradisional akan sepenuhnya sangat akrab dengan metode-metode ini!
28 April
Artikel Lenin dalam “Tugas-tugas Mendesak Pemerintahan Soviet” diterbitkan dalam Isvestiya, organ Komite Sentral Eksekutif Seluruh Rusia. “Langkahlangkah dan dekrit-dekrit” diserukan untuk “meningkatkan disiplin kerja” yang merupakan “prasyarat bangkitnya ekonomi”. (Di antara langkah-langkah yang disarankan adalah pengenalan sistem kartu untuk pencatatan produktivitas masing-masing pekerja, penciptaan peraturan pabrik di setiap perusahaan, membangun kantor standar hasil kerja untuk menetapkan hasil kerja tetap setiap pekerja dan pembayaran bonus bagi peningatan produktivitas.)
Jika, Lenin pernah merasa potensi yang berbahaya dari proposal-proposal ini, dia tidak pernah menyebutkannya. Betapapun, tak perlu sebuah imajinasi besar untuk melihat dalam diri para penekan tangkai pena ini, (yang mencatat “produktifitas masing-masing buruh”) dan dalam diri para juru tulis (yang menjaga “biro standar hasil kerja”) sebagai elemen embrio sebuah birokrasi baru.
segera dilontarkan di Leningrad yang memaksa penerbit Kommunist memindahkan publikasinya ke Moskow, di sana koran ini muncul lagi, pertama di bawah bantuan Organisasi Partai Regional Moskow, setelah itu menjadi corong ‘tak resmi’ dari lingkaran kawankawan se-gagasan saja. Setelah kemunculan terbitan pertama dari koran ini, sebuah Konferensi Partai Leningrad yang penuh kebencian menghasilkan posisi mayoritas untuk Lenin dan “menuntut penganut Kommunist mengakhiri keberadaan organisasinya yang tersendiri”. (48)
Demikianlah nasib hak-hak faksionalisasi, ini tahun 1918! (yakni jauh sebelum Kongres ke-10 melarang adanya faksi - tahun 1921)
Selama bulan-bulan berikutnya kaum Leninis berhasil memperluas kontrol organisasi mereka ke daerahdaerah yang pada awalnya mendukung sayap ‘kiri’. Di akhir bulan Mei, daerah yang di dominasi organisasi Partai proletarian di daerah Ural yang dipimpin Preobrazhensky, dan Biro Regional Moskow telah dimenangkan balik oleh pendukung kepemimpinan Partai. Terbitan Keempat dan terakhir Kommunist (Mei 1918) mesti diterbitkan sebagai koran faksional sembunyi-sembunyi. Penyelesaian dari isu-isu yang penting, yang akan mempengaruhi keseluruhan kelas pekerja secara mendalam, tidak dengan :
“diskusi, persuasi, atau kompromi, tetapi dengan kampanye penuh tekanan di organisasi-organisasi Partai, yang didukung berondongan cacian penuh kekerasan di dalam media asli) para pemimpin proses kerja”. (51)
Tuntutan ketundukan “tanpa bertanya”, sepanjang sejarah, telah disuarakan oleh tak terhitung kaum reaksioner, yang telah berupaya memaksakan ketaatan atas mereka-mereka yang ditundukkan untuk memaksaakan semacam ketaatan terhadap mereka yang memegang otoritas. Di sisi lain, sikap kritis (dan kritikdiri sendiri), merupakan tanda seorang revolusioner sejati.
Mei
Burevestnik, Anarkhia, Golos Truda dan terbitan and terbitan berkala anarkis lain ditutup. Preobrazhensky, menulis peringatan di koran Kommunist “Partai segera harus memutuskan hingga taraf apa kediktatoran individual akan diperluas, dari bidang kereta api dan cabang-cabang ekonomi ke dalam Partai itu sendiri”. (52)
5 Mei
Penerbitan “Sayap Kiri Kekanak-kanakan dan Mentalitas Borjuis Kecil”. Menolak pandangan-pandangan Kommunist sebagai “penjual kata-kata kekacauan”, “yang memamerkan frase yang terdengar tinggi”, dan sebagainya. Lenin berupaya menjawab beberapa hal yang di sampaikan sayap kiri komunis. Menurut Lenin “kapitalisme negara” bukanlah sebuah bahaya. Ia, sebaliknya, sesuatu yang menjadi tujuan:
“Jika kita memperkenalkan kapitalisme negara dalam jangka waktu kira-kira 6 bulan, kita akan meraih sebuah sukses be-
Lenin bahkan melangkah lebih jauh. Dia menulis: “Kita mesti membicangkan upah potongan dan menerapkannya ke dalam praktek . . . kita mesti membicangkan penerapan sistem Taylor yang ilmiah dan progresif (50) . . . . Republik Soviet mesti dengan harga apapun mengadopsi segala pencapaian yang bernilai dari ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ini. . . Kita mesti mengorganisir di Rusia studi dan pendidikan sistem Taylor”.
Hanya “kesadaran lemah dari wakil-wakil borjuis kecil” yang melihat di dalam dekrit perekereta-apian yang baru-baru saja dikeluarkan “yang memberikan kepemimpinan individu kekuasaan diktatorial” semacam “penyimpangan dari prinsip bersama, dari demokrasi, dan dari prinsip-prinsip lain pemerintahan Soviet”.
“Pengalaman kesejarahan yang tak dapat disangkal telah menunjukkan bahwa kediktatoran individu seringkali merupakan kendaraan, saluran dari kediktatoran kelas-kelas revolusioner”
“Industri mesin skala besar yang merupakan sumber produktif material dan pondasi sosialisme meminta sebuah semangat persatuan ketat dan absolut . . . Bagaimana persatuan yang ketat dapat jamin? Dengan penyerahan kehendak ribuan orang kepada kehendak satu orang”.
“Ketundukan tanpa bertanya (penekanan sesuai naskah aslinya) kepada satu kehendak sangatlah diperlukan bagi kesuksesan proses kerja yang berdasar pada industri mesin skala besar .... hari ini tuntutan Revolusi, sesuai kepentingan sosialisme, bahwa massa secara tanpa bertanya menurut kepada kehendak tunggal (penekanan sesuai naskah terbitan aslinya (53) tulisan Lenin saat itu berisikan kalimat menarik: ”Tugas kita adalah mempercepat hal ini agar lebih cepat dari saat Peter mempercepat pengadopsian westernisme kaum barbarian Rusia, dan tidak meninggalkan penggunaan metode barbar untuk melawan barbarisme”. Ini mungkin satu-satunya referensi kekagumannya terhadap kebijakan Tsar di dalam semua karya Lenin. Saat mengutip bagian ini tiga tahun kemudian, Lenin mengakui mengambil referensinya soal Peter the Great. (54)
“Serupa dan lewat jalan yang sama”, Lenin melanjutkan, “menuntun dari kapitalisme borjuis kecil yang berkembang di Rusia tahun 1918 ke kapitalisme skalabesar dan ke sosialisme, melalui stasiun perhentian sementara yang sama yang disebut akuntansi nasional dan kontrol atas produksi dan distribusi”. Perlawanan terhadap kapitalisme negara, di bulan April 1918, adalah (menurut Lenin) “bertarung dengan angin”. (55) Tuduhan bahwa Republik Soviet terancam oleh “evolusi ke arah kapitalisme negara” tidak akan “memprovokasi sesuatu kecuali tawa Homeric”. Jika seorang pedagang mengatakan padanya bahwa telah terjadi perbaikan di sejumlah rel kereta api “pujian semacam itu bagi saya seribu kali lebih berguna ketimbang dua puluh resolusi komunis”. (56) Saat membaca kalimatkalimat di atas, sangat sulit di mengerti bagaimana sejumlah kamrad bisa tetap menjadi ‘leninis’ dan di saat bersamaan mengklaim bahwa masyarakat Rusia adalah sebuah bentuk kapitalisme negara terkutuk. Meski begitu, beberapa orang tetap mampu melaku-
sar dan sebuah jaminan pasti bahwa dalam waktu setahun sosialisme akan bercokol dengan kuatnya dan akan menjadi tak terkalahkan di negeri kita”.
“Secara ekonomi, kapitalisme negara jauh lebih hebat tak terukur dari sistem ekonomi saat ini … kekuatan soviet tidak perlu takut terhadap hal ini, karena Negara soviet adalah sebuah negara dimana kekuatan pekerja dan kaum miskin dijamin” (karena sebuah ‘Partai Pekerja’ memegang kekuasaan politik).”
Keseluruhan total persyaratan yang dibutuhkan sosialisme” adalah “teknik kapitalis skala besar berdasar atas kata-kata terakhir di dalam sains modern . . . yang tak dapat dibayangkan tanpa organisasi negara yang terencana, yang membuat jutaan orang menuju kepada ketaatan ketat akan sebuah standar tunggal produksi dan distribusi” dan “kekuasaan negara proletariat”. [Penting untuk mencatat bahwa kekuasaan pekerja di dalam produksi tidak disebutkan sebagai satu dari ‘prasyarat sosialisme’.] Lenin melanjutkan dengan menunjukkan bahwa di tahun 1918, “dua bagian sosialisme yang tidak berhubungan sosialisme hadir selayaknya dua ekor ayam masa depan di dalam sebuah cangkang imperialisme internasional”. Di tahun 1918, Jerman dan Rusia merupakan perwujudan, masing-masing dengan “kondisi ekonomi, produktif dan sosial untuk sosialisme di satu sisi dan kondisi politik di sisi lain”. Tugas kaum Bolshevik adalah “mempelajari kapitalisme negara Jerman, dan tidak bersusah payah menirunya”. Mereka seharusnya tidak “mengelak mengadaptasi metode-metode diktatorial untuk mempercepat penyalinannya”. Dalam siapa yang memegang kekuasaan negara. (58) Argumen bahwa Rusia merupakan negara pekerja karena menasionalisasi alat produksi baru kemudian dipakai Trotsky di tahun 1936! Saat itu, dia tengah berusaha keras mendamaikan pandangannya bahwa ‘Uni Soviet harus dibela’ dengan pandangannya bahwa “Partai Bolshevik bukan lagi sebuah partai pekerja”.
24 Mei - 4 Juni
Kongres Dewan Ekonomi Regional Seluruh Rusia Pertama di Moskow. “Parlemen Ekonomi” ini dihadiri lebih kurang 100 delegasi pemegang hak voting (dan 150 delegasi tak memiliki hak suara) yang dipilih dari Vesenka, ‘glavki’ dan centres, dari Sovnarkhozy daerah maupun lokal dan dari serikat-serikat pekerja. Kongres di ketuai Rykov seorang dengan “rekor tanpa cela dan pendapat tak bias”. (59) Lenin membukanya dengan permohonan “disiplin kerja” dan penjelasan panjang soal pentingnya kebutuhan untuk mempekerjakan ‘spetsy’ (kaum spesialis) yang dibayar tinggi. Osinsky tetap berpendirian teguh akan pentingnya demokratisasi industri. Dia memimpin serangan terhadap ‘upah potongan’ dan ‘Taylorisme’. Dia didukung Smirnov dan sejumlah delegasi provinsi. Kaum “oposisi” meminta pengakuan dan penuntasan nasionalisasi industri yang telah digagas Komite Pabrik dan menyerukan pendirian sebuah otoritas ekonomi nasional yang berlandaskan dan mewakili organ-organ perwakilan kontrol pekerja. (60) Mereka menyerukan bagi “sebuah administrasi pekerja . . . tidak hanya dari atas tetapi dari bawah”
kannya.
Benar-benar terang dan jernih dari bahasan di atas (dan dari bagian kalimat-kalimat lain yang ditulis di masa itu) bahwa ‘sifat proletar’ rejim dilihat oleh hampir seluruh pemimpin Bolshevik terkait erat dengan sifat proletarian Partai yang telah mengambil alih negara. Tak satupun dari mereka melihat sifat proletarian rejim di Rusia sebagai, terutama sekali dan krusial, bergantung pada dijalankannya kekuasaan kaum pekerja pada tingkatan produksi (yaitu manajemen produksi oleh kaum pekerja). Harusnya ini akan dengan sangat jelas sekali bagi mereka, sebagai Marxis, bahwa jika kelas pekerja tidak menguasai kekuatan ekonomi, kekuatan ‘politik’nya tidak terjamin dan faktanya akan dengan cepat merosot. Para pemimpin Bolshevik melihat organisasi produksi kapitalis sebagai sesuatu yang, di dalam dirinya, netral secara sosial. Ia bisa bisa saja dipakai untuk tujuan-tujuan buruk (seperti ketika kaum borjuasi menggunakannya dengan tujuan akumulasi pribadi) atau tujuan yang baik (seperti saat negara ‘pekerja’ menggunakannya “untuk manfaat banyak orang”). Lenin menuliskannya secara blak-blakan. “Sosialisme” katanya, “tidak lain dari monopoli kapitalis negara yang diciptakan untuk kepentingan seluruh rakyat”. (57) Apa yang salah dalam mode produksi kapitalis, dalam kacamata Lenin adalah, bahwa mereka melayani kaum borjuis di masa lalu. Mereka sekarang akan digunakan oleh Negara Pekerja dan dengan demikian menjadi “satu dari prasyarat sosialisme”. Semuanya tergantung soal pemberian bonus. Sebuah “iklim beropini ketimbang sebuah kebijakan yang tetap dalam arah pembentukan”. (64)
25 Mei
Pertempuran antara pasukan pemerintah dengan tentara legiun Czech di daerah Ural. Pemberontakan Anti Bolshevik di sepanjang Siberia dan Rusia Tenggara. Dimulainya perang sipil skala besar dan mulainya intervensi Sekutu. [Bagi mereka yang ingin mempersalahkan Perang Sipil untuk praktek-praktek anti proletariat kaum Bolshevik dapat melakukannya di titik ini.]
28 Juni
Dewan Komisaris Rakyat, setelah duduk semalaman, mengeluarkan Dekrit mengenai Nasionalisasi Umum yang menyangkut seluruh perusahaan industrial dengan kapital di atas satu juta rubles. Tujuan dekrit ini adalah “sebuah perjuangan yang menentukan melawan disorganisasi produksi dan pasokan”. Sektorsektor yang terpengaruhi, yang saat ini aset-asetnya di deklarasikan menjadi milik Republik Soviet Federal Sosialis Rusia, adalah industri-industri pertambangan, metalurgi, tekstil, elektrik, perkayuaan, rokok, resin, kaca, dan tembikar, kulit dan semen, semua pabrik bertenaga uap, barang-barang lokal dan rel kereta api swasta, bersama dengan sejumlah industri kecil lain. Tugas untuk “mengorganisir administrasi perusahaanperusahaan yang di nasionalisasi” dipercaya” sebagai “urusan yang mendesak” kepada Vesenka dan cabang-
sebagai landasan ekonomi bagi rejim baru. Lomov, dalam permohonannya bagi perluasan kontrol pekerja yang lebih masif, memperingatkan bahwa
“sentralisasi birokratik. . . mencekik kekuatan-kekuatan negeri. Massa telah terlepas dari kehidupan, kekuatan kreatif di segala bidang ekonomi kita”.
Dia mengingatkan Kongres bahwa kalimat Lenin mengenai “belajar dari para kapitalis” berkaitan dengan kalimat kaum Marxis palsu dekade 1890an (dan kaum borjuis saat ini), Struve. (61) Di sana kemudian berlangsung satu episode yang dapat menggaris bawahi seluruh diskusi dan melambangkan berbagai sudut pandang yang ada. Sebuah sub komite dari Kongres menelurkan sebuah resolusi yang meminta dua per tiga perwakilan di dalam dewan manajemen perusahaan-perusahaan industrial mesti dipilih dari kalangan pekerja. (62) Lenin menjadi sangat marah terhadap “kebijakan bodoh” ini. Di bawah bimbingannya sebuah Sesi Pleno Kongres ‘mengkoreksi’ resolusi dan mengeluarkan dekrit bahwa tidak lebih dari satu per tiga personil manajerial dari perusahaan industri yang mesti dipilih. Pengelolaan komite-komite akan disatukan ke dalam struktur hirarkis nan kompleks yang telah disampaikan sebelumnya yang memiliki hak veto di dalam Dewan Ekonomi Tertinggi (Vesenka) yang didirikan pada Desember 1917. (63) Kongres secara resmi mendukung sebuah resolusi dari Dewan Sentral Serikat Pekerja yang menegaskan prinsip “produktifitas tetap, yang pasti sebagai timbal balik upah yang terjamin”. Ia menerima pelembagaan kerja potongan dan alat-alat produksi, segera setelah revolusi Oktober. Ini bukan karena ada keinginan untuk melakukan tawarmenawar politik dengan kaum borjuis tetapi karena taksiran Lenin yang terlalu rendah akan kecakapan teknologi dan kedewasaan administratif kaum proletariat, sebuah kedewasaan yang yang seharusnya bisa segera diuji segera ketika semua bidang industri secara resmi di nasionalisasi. Hasilnya telah menimbulkan situasi yang sangat kompleks dimana sebagian industri telah di nasionalisasi ‘dari atas’ (yakni lewat dekrit Pemerintah Pusat) yang lain ‘dari bawah’ (yakni saat para pekerja mengambil alih perusahaan yang telah di tinggalkan para pemiliknya yang lama) dimana di beberapa tempat lain para pemilik lama masih berkuasa di dalam pabrik-pabriknya meski dibatasi di dalam kebebasan mereka mengambil tindakan atau otoritas oleh gangguan komite-komite pabrik. Kritzman, satu dari teoritisi komunisme ‘kiri’ yang cakap telah mengkritik masalah ini sedari awal. Dia mengacu pada dekrit 14 November 1917 mengenai ‘Kontrol Pekerja’ sebagai “langkah setengah-setengah, karenanya tak dapat terealisir’.
“Sebagai sebuah slogan kontrol pekerja secara tersirat pertumbuhan namun dengan kekuatan proletariat yang tak cukup. Ini menyiratkan ekspresi sebuah kelemahan, yang masih mesti di menangkan, di dalam gerakan kelas pekerja. Para majikan tidak akan menjalankan bisnis mereka dengan satu tujuan, mendidik kaum pekerja soal bagaimana menjalankan bisnis mereka. Sebaliknya kaum pekerja merasa benci dengan para kapitalis dan melihat tak beralasan men-
135 134 kontroversi pahit antara komunis ‘kiri’ dan kaum Leninis. Lenin telah menolak kebijakan nasionalisasi total
cabangnya. Namun hingga Vesenka mengeluarkan instruksi spesifik menyangkut setiap perusahaan yang masuk dalam dekrit “perusahaan tersebut akan dianggap sebagai sewaan secara gratis bagi pemilik lama, yang akan melanjutkan untuk membayar keuangannya dan mengambil pendapatan dari usaha ini”. (65)
Pemindahan resmi dari tiap-tiap perusahaan ke negara dengan mudah di transaksikan.Berjalannya kembali fungsi-fungsi manajerial oleh orang-orang yang di angkat akan butuh waktu sedikit lebih lama, namun proses ini juga akan selesai dalam waktu beberapa bulan. Kedua langkah ini telah di percepat di bawah ancaman intervensi asing. Perubahan di dalam hubungan kepemilikan telah dengan sangat berlangsung secara mendalam. Dalam hal ini sebuah revolusi mendalam telah terjadi. “Sebagaimana Revolusi telah menyebarkan Perang Sipil, demikian juga Perang Sipil makin memperhebat Revolusi”. (66) Namun sejauh menyangkut perubahan mendasar di dalam hubungan produksi, Revolusi sudah selesai. Periode ‘perang komunisme’ sekarang dimulai akan melihat kelas pekerja kehilangan kekuatan kecil yang telah ia nikmati di dalam produksi, selama beberapa minggu 1917 dan beberapa minggu pertama 1918.
4 - 10 Juli
Kongres Kelima Soviet seluruh Rusia.
Selama setengah masa pertama dari tahun 1918, masalah-masalah ‘nasionalisasi’ telah menjadi subyek saat itu hanya merupakan sebuah revolusi ‘borjuisdemokratik) kemudian hari menulis: “Dengan segera terbukti bahwa dalam masa revolusi sosial, sebuah monarki konstitusional di dalam setiap tempat usaha (yakni para bos yang lama, namun hanya menjalankan kekuasaan terbatas. M.B.) adalah tak mungkin dan bekas majikan betapapun ruwetnya struktur sebuah perusahaan modern adalah gerigi roda tak berguna”. (69) Perpecahan muncul belakangan di antara kaum komunis ‘kiri’. Radek mencapai persetujuan dengan kaum Leninis. Dia bersiap untuk menerima ‘managemen satu orang’ secara prinsip (sebuah hal yang tak terlalu sulit bagi seorang nonproletariat?) karena saatnya kini hal itu akan diterapkan dalam konteks dekrit nasionalisasi besar-besaran Juni 1918. Dalam pandangan Radek, dekrit-dekrit ini akan membantu ‘pondasi proletariat rejim.’ Bukharin juga berpisah dari Osinsky dan bergabung dengan kembali bergabung dengan kelompok Leninis. Namun Osinsky dan para pendukungnya tetap melanjutkan membentuk sebuah tendensi oposisional: kaum ‘demokratik sentralis’ (begitu disebutnya karena oposisi mereka terhadap “sentralisme birokratik” kepemimpinan Partai). Mereka melanjutkan kerja agitasi soal manajemen pekerja di dalam produksi. Ide-ide mereka, dan kelompok komunis ‘kiri’ awal akan memainkan peranan penting dalam pembentukan, kelompok Oposisi Pekerja, dua tahun kemudian.
Dengan Perang Sipil dan Perang Komunisme, masalahmasalah ini, untuk sementara, menjadi terkaburkan.
gapa mereka mesti secara sukarela tetap tereksploitasi”. (67)
Osinsky, seorang komunis ‘kiri’ lain, menekankan aspek lain. “Nasib slogan kontrol pekerja”, tulisnya
“adalah hal yang paling menarik. Dilahirkan dengan maksud untuk melucuti musuh, ia gagal ketika berusaha untuk mengubah dirinya ke dalam sebuah sistem. Dimana, meskipun segalanya telah ia penuhi, isinya diubah sepenuhnya dari apa yang awalnya telah di pertimbangkan. Ia mengambil bentuk sebuah kediktatoran desentralisasi, dari penundukan kapitalis, secara individu per individu, oleh berbagai organisasi kelas pekerja yang bekerja secara independen satu dengan yang lain . . . Kontrol Pekerja sejak awal ditujukan untuk menundukkan para pemilik alat-alat produksi. . . Namun kebersamaan ini segera terasa tak bisa di toleransi. Keadaan kekuasaan ganda antara para manajer dan kaum pekerja segera menuntun pada runtuhnya perusahaan. Atau dengan cepat berubah ke dalam kekuasaan total kaum pekerja tanpa pengesahan dari kekuasaan pusat”. (68)
Kebanyakan tulisan-tulisan kaum komunis kiri di masa itu menekankan tema bahwa nasionalisasi alat-alat produksi di masa awal semestinya bisa menghindarkan kondisi ambigu ini. Perampasan total kepemilikan para kapitalis akan memungkinan untuk meneruskan proses dengan serta merta dari ‘kontrol pekerja’ ke ‘manajemen pekerja’ melalui medium sejumlah organisme sentral yang mengatur keseluruhan ekonomi yang telah dimiliki secara sosial. Menarik bahwa Lozovsky, meski pada waktu itu dengan keras melawan pandangan komunis ‘kiri’ (karena ia merasa bahwa revolusi dari bawah (dengan delegasi yang di pilih dan dapat di ganti kapan saja) memisahkan dirinya dari merekamereka yang peranannya mereka klaim atas namakan.
Periode ini menyaksikan kejatuhan besar produksi, karena berbagai faktor yang dengan sangat baik telah di gambarkan di tempat lain. (71) Kesulitan ini seringkali ditelah di bebankan juru bicara Partai terhadap pengaruh ide-ide bidaah anarko-sindikalis. Kesalahan tentu saja telah diperbuat tetapi apa yang menjadi batu sandungan dalam membangun sebuah gerakan baru sekarang kini dikaitkan dengan kejahatan yang melekat pada setiap upaya para pekerja untuk mendominasi produksi. ”Kontrol pekerja atas industri yang dijalankan oleh Komite Pekerja dan Lantai Kerja” tulis salah seorang juru bicara pemerintah “telah memperlihatkan apa yang bisa kita perkirakan jika rencana kaum anarkis benar-benar terwujud”. (72) Upaya kontrol dari bawah sekarang secara sistematis ditindas. Partisipan-partisipan di dalam Komite-komite Pabrik mencoba melawan tetapi perlawanan mereka dengan mudah dikalahkan. (73) Kepahitan dan keputusasaan berkembang di antara bagian-bagian dari proletariat (dan ini bukan bagian-bagian ‘terbelakang’). Faktor semacam ini mesti diperhitungkan tapi kadang di dalam diskusi mengenai merosotnya produksi, dan meluasnya usaha yang menjurus pada ‘aktivitas-aktvitas antisosial’ yang menjadi karakteristik tahun-tahun ‘perang komunisme’.
25 Agustus - 1 September
Hanya ada sedikit hasil produksi untuk dikontrol.
“Isu-isu di tahun 1918 betapapun hanyalah tertunda. Mereka tidak bisa dilupakan, berterima kasih atas kerja kritisisme kelompok komunis ‘kiri’. Segera setelah terjadi jeda militer, kaum oposisi sayap kiri telah siap kembali untuk menyuarakan pertanyaan fundamental yang menyangkut sifat sosial dari rejim Soviet”. (70)
Agustus
Titik tertinggi ofensif Volga oleh kaum Putih.
Perang Sipil sangat mempercepat sentralisasi ekonomi. Sebagaimana pengetahuan akan praktek-praktek kaum Bolsevik dari masa-masa sebelumnya, dengan mudah dapat di duga bahwa ini akan menjadi proses sentralisasi yang sangat birokratik. Seluruh ekonomi Rusia ‘di organisir ulang’ di atas basis semi-militer. Perang Sipil cenderung untuk mengubah segala industri besar ke dalam pemasok kebutuhan Tentara Merah. Hal ini membuat persoalan industrial menjadi persoalan strategi militer. Adalah berharga, pada tahap ini, untuk menunjukkan bahwa kami ragu jika ada warisan intrinsik desentralisasi sebagaimana dikemukakan sejumlah orang dari kalangan anarkis. Komune Paris, sebuah Kongres dari Soviet-soviet (atau komite penjaga tempat kerja atau komite pemogokan sebagai analogi yang lebih terkini) adalah sangat terpusat namun cukup demokratik. Feodalisme di pihak lain adalah desentralisir dan sangat birokratik. Pertanyaan kuncinya adalah apakah aparat ‘tersentral’ di kontrol sungguh-sungguh atas kesengsaraan manusia . . Namun pemisahan masyarakat ke dalam pekerja dan kaum administrator secara tak terelakkan muncul dari sentralisasi otoritas. Tidak mungkin sebaliknya. Sekali fungsi manajemen dan kerja telah terpisah (hal yang pertama akan dijalankan kelompok kecil “ahli” dan yang kedua oleh massa tak terdidik) segala kemungkinan akan akan naiknya martabat dan munculnya kesetaraan telah dihancurkan. (75)
Dalam edisi terbitan yang sama Maximov menolak mentah-mentah kaum ‘Manilov’ (76) di dalam kelompok anarkis dan menyebutnya sebagai
“romantis visioner yang merindukan utopia pastoral, yang tak sadar kekuatan kompleks di tempat kerja dalam dunia modern. Saatnya berhenti membayangkan Era Keemasan. Saatnya mengorganisir dan bertindak. Karena prinsip yang realisistik ini Maximov dan para anarko-sindikalis dengan kejam diserang sebagai para pengkhianat Judas anarko-sindikalis oleh tendensi lain di dalam gerakan anarkis. (77)
Agustus 1918
Dekrit pemerintah menetapkan komposisi Vesenka menjadi 30 anggota yang di nominasikan oleh Dewan Sentral Serikat-serikat Pekerja Seluruh Rusia, 20 di nominasikan oleh Dewan Ekonomi Regional Nasional (Sovnarkhozy) dan 10 di nomonasikan oleh the Sentral Eksekutif Soviet Seluruh Rusia (V.Ts.I.K.). Urusan Vesenka diserahkan kepada sebuah Presidium dari 9 anggota, yang Presiden dan Deputinya dinomi-
Kongres Pertama Anarko-Sindikalis seluruh Rusia bersidang di Moskow. Resolusi industri menuduh pemerintah
“mengkhianati kelas pekerja dengan penindasan kontrol pekerja dengan lebih gemar pada alat kapitalis semacam manajemen satu orang, disiplin kerja, dan mempekerjakan insinyur dan teknisi borjuis. Dengan meninggalkan Komite-komite Pabrik anak tercinta revolusi pekerja yang akbar demi ‘organisasi-organisasi mati’, serikat pekerja, dan dekrit-dekrit pengganti dan membatasi demokrasi industrial, kepemimpinan Bolshevik telah menciptakan sebuah monster ‘kapitalisme negara’, binatang raksasa birokratik, yang secara menggelikan disebut sosialisme”. (74)
Volny Golos Truda (The Free Voice of Labour) didirikan sebagai pengganti Golos Truda (ditutup bulan Mei 1918). Koran baru ini pun ditutup setelah mengeluarkan terbitan ke-empat (16 September, 1918). Ini berisikan sebuah artikel menarik dari ‘M. Sergven’ (?Maximov) berjudul Arah Revolusi. Artikel ini
“memuat perpindahan menakjubkan dari tulisan kutukan biasa soal kaum Bolshevik Pengkhianat Kelas Pekerja. Lenin dan pengikutnya tidak serta merta merupakan kaum sinis berdarah-dingin yang, dengan kelicikan Machiavellian, telah merencanakan struktur sebuah kelas baru sebelumnya, untuk memuaskan napsu keuasaan pribadi mereka. Cukup mungkin bahwa mereka di motivasi oleh sebuah kepedulian
Dekrit Pemerintah menegaskan pengaturan ini bahwa tak boleh ada lembaga lain selain Vesenka “yang dalam kapasitasnya bertugas sebagai organ sentral untuk mengatur dan mengorganisir seluruh bidang produksi di dalam Republik” memiliki hak untuk menyita perusahaan industrial. (80) Perlunya menyebarkan dekrit ini menujukkan bahwa soviet lokal, atau mungkin bahkan Sovnarkhozy lokal telah melakukan langkah-langkah terlarang itu.
6-9 November
Kongres Keenam Soviet Seluruh Rusia.
25 November - 1 Desember Kongres kedua Anarko-Sindikalis seluruh Rusia bersidang di kota Moskow.
Desember
Sebuah dekrit baru menghapuskan Sovnarkhozy regional dan mengakui Sovnarkhozy provinsi sebagai “organ eksekutif Vesenka”. Sovnarkhozy lokal menjadi ‘seksi ekonomi’ dari komite-komite eksekutif di masing-masing soviet lokal. ‘Glavki’ akan mendapatkan organ subordinatnya sendiri di kantor pusat provinsi. Hal ini sepenuhnya mencerminkan sebuah langkah selanjutnya ke arah kontrol tersentral dari setiap cabang industri di seluruh negeri oleh glavk atau centre di Moskow, di bawah otoritas tertinggi Vesenka. (81)
Kongres Dewan Ekonomi Regional Seluruh Rusia yang Kedua.
nasi oleh Dewan Komisaris Rakyat (Sovnarkom) dan yang lain oleh V.Ts.I.K. Presidium secara resmi harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang diputuskan dalam pertemuan bulanan dari seluruh 69 anggota Vesenka. Namun segera ia mengurus lebih banyak dan lebih banyak lagi kerja. Setelah musim gugur 1918 pertemuan penuh Vesenka tidak lagi digelar. Ia menjadi sebuah departemen negara. (78)
Dalam kata lain dalam setahun saja setelah kaum Bolshevik mengambilalih negara, relasi produksi (yang sempat terguncang sebentar di saat-saat meningkatnya gerakan massa) telah berbalik kembali menjadi pola otoritarian klasik yang nampak di segala masyarakat kelas. Kaum pekerja telah dicabut dari segala otoritas pengambil keputusan yang bermakna di dalam urusan-urusan yang mereka paling peduli.
28 September
Pemimpin serikat pekerja Bolshevik Tomsky mendeklarasikan pada Kongres Pertama seluruh kaum Komunis Perkeretaapian Seluruh Rusia bahwa “adalah tugas kaum Komunis untuk pertama-tama menciptakan sebuah serikat pekerja rapi di dalam industri mereka masing-masing, kedua, untuk memiliki organisasi ini dengan kerja-kerja yang tanpa lelah, ketiga untuk mengambil kepemimpinan dalam organisasi-organisasi ini, keempat memecat seluruh organisasi non-proletariat, dan kelima membawa serikat ke dalam pengaruh komunis”. (79)
Oktober
Catatan Kaki
(1) P. Avrich. op. cit., p. 156. (Several secondary references given.)
(2)Pervy vserossuski s’yezd professionalnykh soyuzov, 7 - 14 yanvarya 1918 . (Kongres Pertama Serikat Pekerja Seluruh Rusia, 7 - 14 Januari, 1918), Moskow 1918, p. 193. (Selanjutnya diacu sebagai Kongres Serikat Pekerja pertama.)
(3) ibid page 212
(4) ibid page 48.
(5) ibid., p. 235.
(6) P. Avrich op cit p.168
(7) Kongres Serikat Pekerja pertama p.85
(8) ibid., p. 239.
(9) ibid., p. 215
(10) ibid., p. 85
(1l) ibid., p. 85.
(12) ibid - , p - 221
(13) P. Avrich op. cit., pp. 168-169
(14) G. P. Maximov. op. cit., pp. 12 - 13.
(15) Quoted by A. S. Shlyapnikov, Die Russischen Gewerkshaften (Serikat-serikat Pekerja Rusia), Leipzig,
Molotov menganalisa keanggotaan 20 ‘glavki’ dan ‘centres’ terpenting. Dari 400 orang, lebih 10% merupakan bekas majikan atau wakil para majikan, 9% teknisi, 38% pejabat berasal dari berbagai departemen (termasuk Vesenka) . . . dan sisanya 43% pekerja atau perwakilan organisasi pekerja termasuk serikat pekerja. Manajemen produksi secara mendasar berada di tangan orang-orang “yang tak memiliki hubungan dengan elemen-elemen proletariat di dalam industri”. ‘Glavki’ mesti dianggap sebagai “organ yang dengan cara apapun sesuai dengan diktator proletariat”. Mereka yang mengarahkan kebijakan adalah kaum “perwakilan majikan, teknisi, dan kaum spesialis”. (82) “Adalah tak terbantahkan bahwa birokrat soviet di tahun-tahun awal ini adalah para mantan penguasa, bekas anggota cendekiawan borjuis atau kelas pejabat masa lalu, dan membawa bersama mereka banyak dari tradisi birokrasi Rusia lama”. (83)
(45) Kommunist No. 1. Tesisy o tekushchem momente (tesis mengenai situasi terkini), h. 8. (49) R. V. Dsnids, op. cit, p. 87. (50) Sebelum revolusi Lenin menolak Taylorism sebagai ‘perbudakan manusia oleh mesin’. (Sochineniya XVII, 247 - 8). (51)V I Lennin Selected Works Vol VII, PP. 332 - 3, 340 - 2. (52) Kommunist No. 4. (53) V. I. Lennin. Sochineniya XXII, 516 - 517. (54) IBid., XXVI, 326 (55) V. 1. Lenin. Selected Works, vol. Vll, pp. 36(K6. (56) E. H. Carr. op. cit., II, 100. (57) V. I. Lenin. ‘The threatening catastrophe and how to fight it” (58) For a fuller analysis of this concept of means and ends and of what it is to be led see Paul Cardan’s ‘From Bolsheviks to Bureaucracy’ Solidarity Pamphlet No. 24 (59) E. H. Carr. op cit., II, 101 footnote 4 (60) Osinsky, in Trudy pervogo vsrossiiskogo s’ yezda sovetov narodnogo khozyaistva (Proceedings of the first All - Russian Congress of Economic Councils) Moscow, 1918, pp. 61 - 64. (61) ibid., p.75 (62) ibid., p. 65 (63)Polozheniye ob upavlenii natsionalizirovannymi predpriyatiyami (Regulations for the Administration of Nationalised Enteprises), ibid., pp 477 - 478 (64) E. H.Carr. op. cit., II, pp. 119 - 120.
147 146 (44) K. Radek. ‘Posle pyatimesyatsev’ (Setelah lima bulan), Kommunist No. 1, April 1918, pp. 3 - 4.
1920. (In German.) (16) Kongres Pertama Serikat Pekerja, h. 374 (17) ibid., pp. 369 - 370. (18) ibid.. p. 369. (19) ibid., p. 192. (20) ibid., p. 230. (21) ibid., p. 195. (22) ibid., p. 369. (23) ibid Adopted Resolution p. 370. (24) F. Kaplan op. cit, p. 128. (25) ibid., p. 181. (26) First Trade Union Congress, p.11 (27) ibid., p. 80. (28) ibid., p. 364. (29) ibid., preface. (30) ibid., p. 27. (31) ibid., p. 367. (32) Vsesoyuzny syczd professionalnykh soyuzov tekstilshchikov i faorichnykh komitetov (Moscow 1918), p. 8. (33) ibid., p. 5. (34) ibid., p. 30. (35) Sbornik delcretov ipostanovlenii po narodnomu, Khozyaisvu (1918), pp. 311 - 315 (36) E. H. carr. op. cit., II, 86 - 87. (42) N V. KRylenko. AutobioGraphy in Ency. Dict. XLI - 1, Apendix, p. 246. (43) Narodnoye Khozyaisto No.2, 1918, p.38
(41) L. Trotsky. ‘Work, discipline, Order’, Sochinenlya, XVII, pp. 171 - 172.
(83) E. H. Carr. op cit., II, 190
(65) ibid, II, p. 105. (66) R. V. Daniels. op. cit., p. 92. (67) I Larine and L Kritzman Wirtscaftsleben und Wirtscaftlicher Aufbau in Soviet Russland, 1917 - 1920 Hamburg, 1921, p.163 (In German) (68) N. Osinsky. ‘O stroitelstve sotsialisma’ (‘The building of Socialism’) Moscow 1918, p. 35 et seq. (69) A. Lozovsky ‘the Trade Unions in Soviet Russia’. (All - Russian Central Council of Trade Unions, Moscow, l920,) p. 654. (70) R. V. Daniels. op. cit., p. 91. (71) See for instance I Deutschcr The Prophet Unarmed O.U.P. 1959 pp. 1 - 14. (72) I. I. Stepanov - Skortsov op cit., p.24. (73) M. Dobb. Soviet Economic development since 1917, New York, 1948, pp. 89 - 90. (74) P. Avrich. op. cit., p. 191 (75) ibid., pp. 192 - 3. (76) Manilov was a day - dreaming landowner in Gogol>s Dead Souls. (77) PAvrich. op. cit., pp. 196 - 197 (78) E. H. Carr. op. cit., II,180. (79) Vserossiiskay konferentsiyr A zheleznodorozhnikov komunistov (Kongres Pertama seluruh kaum Komunis Perkeretaapian Seluruh Rusia), Moskow 1919, p 72. (80) Sbornik dekretov i postanovlenii po narodnomu khozyistvu (1920), ii, 83. (81) E. H. Carr. op cit., II, 183 (82) trudy vtorogo vserossiiskogo s’yezda sovetov
narodnogo Khosyaistva (n.d.) (Second All Russian Congress of Regional Economic Councils) p.213 149 148
Kaum Bolshevik vs Kontrol Pekerja
16-25 Januari
Kongres Kedua Serikat Pekerja Seluruh Rusia
Sepanjang tahun 1918, serikat pekerja memainkan peran yang sangat penting dalam masalah administrasi industrial. Hal ini meningkat secara besar-besaran saat pemerintah, yang khawatir industri swasta tak mampu memenuhi kebutuhan Tentara Merah, mempercepat program nasionalisasi, “mulanya sebagai masalah mi - liter ketimbang kebijakan ekonomi”. (1) Apa yang dise - but Lenin “fungsi negara” serikat pekerja meningkat sangat cepat. Anggota Partai di dalam kepemimpinan serikat pekerja (seperti ketua Dewan Pimpinan Serikat Pekerja Seluruh Rusia) menikmati kekuasaan yang cu - kup di perhitungkan.
Walau demikian, hubungan antar pemimpin serikat pekerja dengan anggota-anggotanya jauh dari de - mokratis. ”Dalam prakteknya semakin besar serikat pekerja memangku fungsi administrasi dalam birokrasi manajerial yang konvensional, semakin birokratik-lah di dalam Partai dan para wakilnya. Namun meski telah terjadi perubahan besar dalam kekuasaan ke arah munculnya birokrasi, organisasi, dan kesadaran kelas pekerja masih cukup kuat untuk melakukan konsesi verbal dengan Partai dan pemimpin serikat pekerja. Komite-komite Pabrik yang otonom saat ini telah benar-benar remuk tapi kaum pekerja masih berjuang untuk mengamankan posisi mereka di dalam serikat pekerja. Mereka berusaha keras melindungi sisa-sisa koyakan kekuasaan mereka.
Kongres Kedua Serikat Pekerja “menyetujui pengaturan dimana serikat pekerja telah menjadi agen rekrutmen militer, melayani persediaan, organ penghukum dan lain-lain”. (5) Tomsky contohnya menunjukkan
“bahwa ketika serikat pekerja yang menetapkan upah dan kondisi kerja, pemogokan tidak lagi dapat mentolerir. Adalah perlu untuk melihat detailnya.”
Lenin bicara mengenai “stratifikasi yang tak terelakkan atas serikat pekerja”. (Kapsul yang dibalut perbicangan soal fungsi serikat pekerja untuk mendidik kaum pekerja dalam seni administrasi dan mengenai negara yang pada akhirnya “melenyap”.) Lozovsky, yang telah meninggalkan Partai berbicara atas nama golongan internasionalis independen melawan kebijakan Bolshevik di dalam persoalan serikat pekerja.
Sebuah resolusi diloloskan yang menuntut “status res-
mereka”. (2) Seorang delegasi Kongres, Chirkin, sebagai contohnya mengungkapkan, “meskipun di hampir kebanyakan daerah telah terdapat lembaga-lembaga yang mewakili gerakan serikat pekerja, lembaga-lembaga ini tidak dipilih atau dengan suatu cara mendapat pengesahan; jika sebuah pemilihan di laksanakan dan individu yang terpilih di anggap tidak sejalan dengan Dewan Sentral atau penguasa lokal, pemilihan akan dibatalkan sesukanya dan individu yang bersangkutan akan diganti oleh individu lain yang lebih patuh terhadap administrasi”. (3) Delegasi lain, Perkin, mengecam peraturan baru yang mensyaratkan perwakilan yang di utus organisasi kaum pekerja ke Komisariat Perburuhan mesti disetujui terlebih dulu oleh Komisariat.
“Jika dalam sebuah pertemuan serikat pekerja kami memilih seseorang sebagai komisaris yakni jika kelas pekerja diijinkan mengekspresikan pilihannya seseorang akan berpikir bahwa individu ini akan diperbolehkan mewakili kepentingan kami di dalam Komisariat, akan menjadi komisaris kami. Tapi, tidaklah demikian. Meski faktanya bahwa kami telah menunjukkan keinginan kami keinginan kelas pekerja itu sendiri komisaris yang kami pilih masih harus di konfirmasi terlebih dulu oleh otoritas. . . Kaum proletariat dipersilahkan menjalankan hak untuk mempermalukan dirinya. Dipersilahkan memilih wakilnya namun kekuasaan negara, melalui haknya untuk mengesahkan pemilihan atau tidak, memperlakukan perwakilan kami seenaknya sendiri”. (4)
Serikat pekerja dan badan-badan lain karena persoalan itu semakin di kontrol oleh negara, yang kini berada secara eksklusif di tangan segelintir orang-orang
2-7 Maret Kongres Pertama Komitern (Internasionale Ketiga).
18-23 Maret
Kongres Partai Kedelapan.
Daerah Ukraina dan Volga sekarang telah kembali dikuasai Tentara Merah. Sebuah periode yang relatif stabil berlangsung. Masih di tahun itu juga, gerak maju pasukan Denikin dan Yudenich berturut-turut mengancam Moskow dan Petrograd.
Sebuah gelombang kritisisme kiri menyentak ke permukaan dalam Kongres Kedelapan terhadap kecendrungan ultra sentralis. Sebuah program Partai yang baru di diskusikan dan diterima. Poin 5 dari “Bagian Ekonomi” menyatakan bahwa :
“aparatus organisasional dari industri yang telah ambil alih harus didasarkan terutama pada serikat pekerja. . . Partisipasi sesuai dengan hukum-hukum Republik Soviet dan mempraktekkan di setiap lokal dan organ sentral dari administrasi industrial masing-masing. Serikat pekerja mesti meneruskan konsentrasi senyatanya di tangan mereka (penekanan saya) keseluruhan administrasi ekonomi, sebagai satu unit ekonomi. Partisipasi serikat pekerja di dalam pengelolaan ekonomi dan kekuatan mereka untuk menyeret massa luas ke dalam kerja semacam ini menjadinya sebagai metode utama perjuangan melawan birokratisasi aparat ekonomi.” (10)
Paragraf terkenal ini memicu kontroversi yang cukup panas beberapa tahun ke depan. Kubu konservatif di
mi mesti diberikan untuk hak istimewa administratif serikat pekerja”. Ia berbicara mengenai “me-negarakan”(ogosudarstvlenie) menjadikan serikat pekerja sebagai organ negara, “karena fungsi mereka yang meluas dan bersatupadu dengan mesin administrasi dan kontrol negara atas industri”. (6) Komisaris Perburuhan, V. V. Shmidt, menerima bahwa “bahkan organ Komisariat Perburuhan mesti terdiri atas aparatus serikat pekerja”. (7) (Di tahap ini keanggotaan serikat pekerja diperkirakan sekitar 3,500,000 anggota. Tadinya 2,600,000 pada waktu Kongres Pertama Serikat Pekerja, Januari 1918, dan 1,500,000 pada Konperensi Juli 1917). (8)
Kongres Kedua akhirnya membentuk sebuah Eksekutif yang memiliki otoritas penuh di antara Kongres. Dekrit pembentukan organ Eksekutif ini menyatakan “bersifat memaksa bagi semua serikat pekerja yang berada di bawah juridiksinya dan setiap anggota dari masingmasing serikat pekerja tersebut”:
‘Pelanggaran atas dekrit dan insubordinasi kepada mereka ketidaktundukan dari pihak serikat pekerja akan menuntun pada dikeluarkannya mereka dari keluarga serikat proletariat “. (9)
Hal ini bermakna menempatkan posisi serikat pekerja di luar satu-satunya kerangka kerja legal dimana rejim Bolshevik memperbolehkan serikat pekerja hidup.
Dalam program dinyatakan bahwa “metode produksi sosialis hanya bisa diamankan atas dasar disiplin yang bersahabat dari pekerja”. Ia menugaskan serikat pekerja “sebagai pemain utama untuk menciptakan disiplin sosialis yang baru”. Poin 8
“menyatakan serikat pekerja mesti mengesankan kepada kaum pekerja kebutuhan akan bekerja sama dengan dan belajar dari teknisi borjuis dan kaum spesialis dan mengakhir ketidakpercayaan “ultra radikal” mereka atas kedua kaum tersebut. . . Kaum pekerja tidak dapat membangun sosialisme tanpa sebuah periode kerjasama dengan intelejensia borjuis . . . Pembayaran gaji yang tinggi dan bonus kepada kaum spesialis borjuis merupakan sebuah sanksi. Ini adalah penebusan yang mesti dibayar Negara proletarian muda kepada teknisi dan ilmuwan yang dibesarkan secara borjuis atas jasa mereka yang tak bisa disepelekan”. (13)
Di sini kita tidak bisa sepenuhnya masuk secara mendalam ke dalam diskusi peran para ‘spesialis’ setelah revolusi. Masalah ini bukanlah masalah yang unik Rusia saja, meskipun kondisi spesifik perkembangan Rusia tak diragukan lagi secara khusus ditandai dengan perceraian antara teknisi dan pekerja industrial. Pengetahuan khusus soal-soal teknis jelas diperlukan oleh Dewan pekerja, tetapi tidak terdapat alasan mengapa mereka-mereka yang memiliki pengetahuan itu menemukan diri mereka berada dipihak borjuis. Pengetahuan ini tidak berdiri pada dirinya sendiri, memaksa seseorang untuk memaksakan keputusan atau
dalam Partai merasa itu sudah berjalan terlalu jauh. Ryazanov mengingatkan bahwa Kongres “kita mesti menghindari birokratisasi hingga keseluruhan serikat pekerja . . . melepaskan setiap haknya di dalam administrasi produksi”. (11) Di pihak lain, kaum Bolshevik yang memberikan suara bagi dimasukkannya Komite Pabrik ke dalam struktur serikat pekerja dan yang terlambat melihat kesalahan jalan yang mereka pilih berpegang erat pada klausa ini sebagai sebuah benteng terakhir, berusaha untuk mempertahankan ide tersebut melawan segala pelanggaran menembus birokrasi Partai. Deutscher (12) menggambarkan ‘Poin 5’ yang terkenal tersebut sebagai sebuah “keplesetan lidah sindikalis yang dilakukan kepemimpinan Bolshevik dalam suasana hati terisi penghargaan sejati terhadap serikat pekerja untuk karya-karya yang ditunjukkan mereka selama Perang Sipil”. Dia menggambarkan bagaimana Lenin dan pemimpin Bolshevik yang lain “segera harus banyak-banyak menjelaskan untuk mengugurkan janji-janji yang diserahkan dengan khusyuk dan otoritatif kepada serikat-serikat pekerja”. Interprestasi tersebut dipertanyakan, bukan kebiasaan Lenin “terpeleset” lidah (sindikalis ataupun yang lain) atau terpengaruh oleh pertimbangan semacam “suasana hari” sebagai pertimbangan. Adalah lebih layak jika relasi kekuasaan yang terungkap di dalam Kongres tersebut hanya sebuah cerminan muram dari sikap kelas pekerja di luar Partai memaksa kepemimpinan Bolshevik untuk menelan kembali kalimat yang di ucapkan. Klausal ini bagaimanapun di lingkupi oleh sejumlah hal lain, sebagian membatalkannya.
eksploitasi, sebagai musuh. Orang-orang yang ingin mereka usir dari kehidupannya. Bertanya kepada pekerja, pada tahapan ini, untuk mengembangkan sikap “seimbang” untuk mengakui majikan lama sebagai “direktur teknis” yang baru, spesialis yang tak bisa dipinggirkan’ adalah hal yang besar untuk dimintakan kepada kaum pekerja. Pada detik-detik dimana mereka sadar akan peran sejarah dan kekuatan sosial mereka pada saat ketika pada akhirnya mereka percaya pada diri mereka, mereka menjalankan otonomi mereka. Adalah hal yang besar meminta mereka untuk mengakui ketidakmampuan mereka, kelemahan, ketidakcakapan mereka dan ini wilayah dimana mereka sangat sensitif, bidang yang telah melingkupi mereka sehari-hari sedari kecil: bidang produksi.
Birokratisasi Partai sendiri memancing kegusaran dalam Kongres. Osinsky menyatakan: “Adalah penting untuk mendaftarkan kaum pekerja ke dalam Komite Sentral dalam skala luas; penting untuk menghadirkan, dalam jumlah yang cukup menentukan, kaum pekerja di sana, dalam rangka proletarianisme Komite Sentral”. (15) [Lenin akan tiba kepada kesimpulan yang sama pada tahun 1923, pada masa yang disebut Lenin Levy !] Osinsky mengusulkan bahwa Komite Sentral diperluas dari 15 anggota menjadi 21. Bagaimanapun, usul tersebut sangat naif, mengharapkan bahwa menghadirkan kaum proletar ke dalam eselon mesin administrasi yang lebih tinggi bakal bisa mengantikan kenyataan bahwa kelas pekerja saat ini telah kehilangan kekuasaan di tingkatan produksi yang dalam wak-
menikmati keuntungan material.
Masalah ini telah secara mendalam di diskusikan di dalam sejumlah terbitan tetapi hampir semua selalu dalam kerangka manfaatnya secara kasar atau “masalah mendasar” yang tak bisa diubah. Implikasi teori hanya baru-baru ini saja di gali. Menurut Limon (14) persoalan manajemen sebagian hanyalah masalah teknis. Namun keadaan sejarah dimana kelas pekerja mesti terpaksa menjalaninya membuatnya sekonyong-koyong nampak bagi mereka sebagai sebuah tugas sosial dan politik. Pada kenyataan sehari-hari, di tingkatan nyata dan manusiawi, kaum pekerja di masa revolusi sosialis hampir tak bisa mengelak untuk memandang kaum teknisi dan spesialis sebagai mahluk manusia (yang hanya secara kebetulan memiliki pengetahuan teknologis) tetapi secara khusus sebagai agen eksploitasi manusia terhadap manusia lain.
Dunia kapitalis merupakan sebuah fetisisme, dimana hubungan antara pribadi cenderung lenyap dibalik hubungan kebendaan. Tetapi pada saat massa memberontak terhadap keadaan ini, mereka menerobos melewati kabut tebal ini. Mereka melihat melampaui hal tabu “kebendaan” untuk bergandengan dengan manusia lain. Bersama mereka yang hingga saat ini selalu “dihargai” dalam segala kesucian yang mengasingkan yang dikenal sebagai kepemilikan pribadi. Sejak saat itu kaum spesialis, manager atau kapitalis, apapun hubungan teknis dan personalnya kepada perusahaan, tampak bagi pekerja sebagai penjelmaan
April
Puncak serangan Kolchak di Ural.
Juni
Dekrit untuk memperkenalkan ‘buku aturan kerja’ bagi pekerja di Moskow dan Petrograd.
Oktober
Puncak serangan Jenderal Denikin di Rusia Selatan, sementara itu Jenderal Yudenich menggempur ke arah kota Petrograd.
Masa penempatan angggota sebagai sebuah cara untuk membungkam kritik yang memalukan mulai dijalankan dengan sungguh-sungguh. 161 160
2-4 Desember
Konferensi Partai Kedelapan.
Konferensi Partai Kedelapan menyelesaikan sebuah statuta yang secara kaku mendefinisikan hak dan kewajiban sel-sel partai (fraksi atau fraktsya) dan mengelaborasi sebuah skema penuh perhitungan untuk mengamankan peran kepemimpinan Partai di dalam semua organisasi. “Anggota serikat pekerja Komunis mestilah menjadi pertama-tama Komunis baru kemudian anggota serikat pekerja, dan lewat sikap disiplinnya dia memampukan Partai memimpin serikat pekerja.” (17) Ketika Partai melorot kualitasnya ‘kepemimpinan’ ini memainkan peran yang makin buruk.
5-9 Desember
Kongres Ketujuh Soviet se-Rusia (Terdapat dua Kon-
tu singkat pernah dipegangnya.
Turunnya kejayaan Soviet juga dibicarakan dalam Kongres. Soviet-soviet tidak lagi memainkan sebuah peran aktif di dalam produksi dan hanya sedikit peran di dalam masalah lain juga. Lebih dan lebih banyak keputusan yang diambil oleh anggota Partai yang bertugas di dalam ‘aparatus Soviet’. Soviet-Soviet telah menjadi sekedar organ ratifikasi (stempel karet). Tesis Sapronov dan Osinsky yang mengusulkan Partai tidak semestinya “memaksakan kehendaknya atas Soviet” - ditolak dengan meyakinkan.
Pemimpin Partai membuat konsesi kecil terhadap keseluruhan masalah ini. Tetapi proses memperketat kontrol, baik di dalam Partai dan di dalam ekonomi secara keseluruhan, berlanjut tanpa jeda. Kongres Kedelapan membentuk Politbiro, Orgbureau, dan Sekretariat, yang secara teknis hanyalah sub komite dari Komite Sentral. Tetapi dengan segera meraup kekuasan besar. Konsentrasi otoritas pengambil keputusan telah mengambil sebuah langkah besar ke depan. ‘Disiplin Partai’ diperkuat. Kongres memutuskan bahwa setiap keputusan haruslah ditaati. Hanya setelah ini upaya banding ke organ yang terkait Partai diperbolehkan. (1*)
“. . . Seluruh urusan penempatan anggota pekerja Partai berada di tangan Komite Sentral. Keputusannya mesti mengikat setiap orang”. (16)
dikemudian hari dibangun kaum Trotskyis dan kelompok lainnya hingga ke persoalan bahwa ‘Trotsky mungkin telah keliru dalam masalah militerisasi kerja’ tetapi Lenin telah selalu menentang rencana itu. Hal ini tidak benar. Lenin akan menentang Trotsky atas permasalahan ini 12 bulan kemudian, di akhir tahun 1920, sebagaimana akan di gambarkan sebentar lagi.) Usulan Trotsky menuai “banjir protes”. (21) Dia di cemooh anggota partai, kaum administrator, dan anggota serikat pekerja di dalam Konferensi. (22) Sebuah komentar mungkin diperlukan pada tahapan ini, menyangkut sikap kaum revolusioner mengenai ‘langkah drastis’ yang dibutuhkan untuk penyelamatan Revolusi. Sepanjang sejarah, massa selalu siap sedia memberi pengorbanan yang besar setiap saat ketika mereka merasa sebuah hal mendasar menjadi taruhannya. Bagaimanapun, masalahnya bukanlah, mendiskusikan apakah saran ini atau itu terlalu “drastis” atau tidak. Masalahnya adalah mengenali darimana suatu kebijakan berasal. Apakah itu di tetapkan oleh sebuah lembaga yang di kontrol dari bawah? Atau apakah hal itu di ambil oleh sejumlah organisme yang di angkat sendiri dan mengabdikan diri kepada dirinya sendiri yang tercerabut dari massa? Pada tahapan ini, anggota Partai yang menolak langkah-langkah yang di ajukan seperti berada dalam sebuah kontradiksi buntu. Mereka menolak ketetapan-ketetapan pimpinan Partai tanpa sepenuhnya menyadari betapa luasnya konsep organisasional mereka sendiri telah menyumbang terhadap apa yang sedang terjadi terhadap revolusi. Hanya sejumlah anggota Oposisi Pekerja di tahun 1921 (dalam
gres sejenis di tahun 1917 dan empat di tahun 1918). Resolusi dikeluarkan berpihak terhadap sistem manajemen kolektif industri. (18) Dalam Kongres, Sapronov menyerang ‘glavki’ yang tak populer, dengan menyatakan bahwa mereka mewakili sebuah usaha untuk menundukkan “organisasi oleh departemen organisasi soviet-soviet, sistem birokratik ke dalam sistem demokratik.” Pembicara lain menyatakan bahwa jika rakyat ditanya “apa yang seharusnya dihancurkan setelah kehancuran Denikin dan Kolchak, 90% akan menjawab: glavki dan pusat-pusat’. (19)
16 Desember
Trotsky menyerahkan kepada Komite Sentral Partai ‘Tesis mengenai transisi dari keadaan perang ke situasi damai’ (menyoal secara khusus “militerisasi kerja”), yang pada saat itu, tidak berniat melangkah lebih jauh. (20) Keputusan yang paling mendasar, mempengaruhi kondisi hidup material dari jutaan pekerja biasa Rusia, mesti pertama-tama di diskusikan dan di putuskan di belakang pintu tertutup, oleh para pimpinan Partai. Keesokkan harinya, koran Pravda, di bawah editor Bukharin, mempublikasi tesis Trotsky ‘tanpa sengaja’ (dalam kenyataannya ini merupakan bagian dari kampanye mendiskreditkan Trotsky). Bagi mereka yang dapat melihat masalahnya lebih dalam, keseluruhan episode merupakan gejala ketegangan yang terjadi di saat bersamaan di dalam Partai.
Pada tahap ini, Lenin dengan sepenuh hati mendukung proposal Trotsky. (Keseluruhan mitologi yang
(1) I. Deutscher. op. cit., h. 25
(2) Waldemar Koch. Die Bolshevistischen Gewerkshaften, Jena 1932, h. 81-82.
(3) Vtoroi vserossiiski s’yezd professionalnykh soyu?ov stenograficheski otche? (laporan stenografik Kongres Serikat Pekerja Kedua Seluruh Rusia), Moskow, Pers Sentral Serikat Pekerja, 1919, I, 34. (Karenanya diacu sebagai Kongres Kedua Serikat Pekerja).
(4) Ibid., h. 103.
(5) I. Deutscher. op. cit., h. 26.
(6) Kongres Kedua Serikat Pekerja I, 97
(7) ibid., h. 99
(8) Zinoviev. Desyaty s’yezd RKP (b): Protokoly (Kongres Kesepuluh RCP (b): Protocols). Moscow. IMEL, 1933. (Karenanya disebut sebagai Kongres Kesepuluh Partai.) h.188.
(9) Second Trade Union Conrress I, 127
(10) Vosmoi s’yezd RKP (b): Protokoly (The Eighth Congress of the RCP (b): Protocols). Moscow. IMEL, 1933. (Henceforth referred to as Eighth Party Congress.) Resolutions, I, 422.
(11) ibid., h. 72
(12) I. Deutscher. op. cit., h. 29.
(13) ibid., h. 31.
(14) D.L. Limon. op. cit., h. 79
(15) Osinsky, Kongres Partai Kedelapan, h. 30, 168.
16) Eighth Party Congress. Resolutions, 1, 444.
(17) 1. Deutscher. op. cit., h. 33.
(18) Preohrazhensky. Devyaty s’yezd RKP (b): Protokoly. (Kongres Kesembilan RCP (b): Protocols) Moscow,
derajat tertentu) dan Kelompok Pekerja Myasnikov di 1922 (dalam tingkat yang lebih luas) mulai memahami realitas baru ini.
27 Desember
Dengan persetujuan Lenin, pemerintah membentuk Komisi Kewajiban Kerja, dengan Trotsky (yang masih menjabat sebagai Komisaris Perang) sebagai presiden.
*Sebuah gaung menyedihkan, hampir lima puluh tahun kemudian, ditemukan dalam ‘Perspectives for I.S.’, di ajukan pada bulan September 1968 oleh Komite Politik International Socialism. Poin 4 berbunyi “Cabang-cabang mesti menerima arahan dari Pusat, kecuali jika mereka secara mendasar berbeda pendapat dengan mereka, dalam kasus semacam ini mereka mesti mencoba mencapai persetujuan dengan mereka, secara bersamaan meminta debat terbuka atas urusan tersebut”.
Kaum Bolshevik vs Kontrol Pekerja
Januari
Runtuhnya kekuatan kelompok Putih di wilayah Siberia. Blokade pemerintah Inggris, Prancis dan Italia terhadap Rusia di cabut.
Sebuah dekrit di keluarkan Sovnarkom untuk mengatur kerja secara umum “untuk menyediakan bagi industri pertanian, transportasi, dan cabang-cabang ekonomi nasional lain, tenaga kerja berdasarkan sebuah ekonomi terencana”. Setiap orang dapat serta merta di panggil untuk sekali waktu atau secara periodik mengerjakan berbagai bentuk pekerjaan (di bidang pertanian, pembangunan, membangun jalan, penyediaan pangan atau cadangan makanan atau bahan bakar, membersihkan timbunan salju, mengangkut barang-barang dan “langkah-langkah untuk mengatasi akibat-akibat bencana publik”). Di bagian sisi yang menakjubkan dari dokumen tersebut bahkan mengungkapkan bahwa “menyesalkan kehancuran aparatus polisi yang lama yang memiliki pengetahuan bagaimana melakukan pencatatan warga, tidak hanya
IMEL, 1934. (Henceforth referred to as Ninth Party Congress.) p. 72 (19) E.H. Carr. op. cit., h. 184 (20) 1. Deutscher. ‘The Prophet Armed’, h. 487. (21) ibid., h.492. (22) ibid., h.492.
Februari
Konferensi Regional Partai di Moskow dan Kharkov menyatakan menolak “manajemen satu orang”. Demikian juga sikap faksi Bolshevik di dalam Dewan Sentral Serikat Pekerja seluruh Rusia (ARCCTU) dalam pertemuan bulan Januari dan Maret. (4) Tomsky, seorang aktivis serikat buruh terkemuka dan anggota ARCCTU menyajikan “Tesis” (‘Persoalan Tugas Serikat Buruh’) yang diterima meski mengandung kritik atas pandangan-pandangan Lenin dan Trotsky.
Tesis Tomsky menyatakan bahwa :
“prinsip mendasar yang mengawal kerja di berbagai lembaga yang memimpin dan mengelola ekonomi tetap pada prinsip yang saat ini hadir; manajemen kolektif. Hal ini mesti di terapkan sejak Presidium dari Vesenka hingga ke bawah ke manajemen di tingkat pabrik. Hanya manajemen kolektiflah yang dapat menjamin partisipasi massa non partai yang luas, melalui medium serikat buruh”. Meski demikian masalah tersebut masih dilihat dari sudut pandangan kegunaan ketimbang sebuah prinsip mendasar. “Serikat buruh menurut Tomsky merupakan ‘organisasi yang paling kompeten dan berkepentingan dalam urusan merestorasi kekuatan produksi negeri dan fungsi sebenarnya”. (5)
Penerimaan tesis Tomsky dengan mayoritas cukup besar menandai titik tertinggi kaum oposisi, di dalam Partai, terhadap pandangan-pandangan Lenin. Resolusi tersebut meski demikian tak juga memadamkan perbedaan yang ada. Kedua belah pihak menyadari hal ini. Ancaman yang lebih serius kepada kepemimpi-
di kota-kota namun juga di desa”. (1)
12 Januari
Pertemuan Dewan Pusat Serikat Pekerja Seluruh Rusia.
Dalam pertemuan ini faksi Bolshevik, Lenin and Trotsky bersama-sama menerima militerisasi kerja. Hanya dua dari 60 lebih anggota Bolshevik di pucuk pimpinan serikat buruh mendukung sikap mereka. “Sebelumnya, tak pernah Trotsky atau Lenin berhadapan dengan penentangan dan penolakan”. (2)
10-21 Januari
Kongres Dewan Ekonomi Ketiga.
Saat berpidato di hadapan peserta Kongres Lenin menyatakan:
“prinsip kolegial (manajeman kolektif) . . . menampilkan sesuatu yang bersifat belum sepurna, yang diperlukan pada tahap awal, saat di butuhkan untuk membangun sebuah hal yang baru . . . Transisi ke kerja praktek yang terhubung dengan otoritas individual. Inilah sistem yang mana lebih dari pada yang lain menjamin pengunaan yang terbaik dari sumber daya manusia”. (3)
Meski ada penyataan ini, oposisi terhadap pandangan Lenin dan Trotsky secara perlahan menguat. Kongres mengadopsi sebuah resolusi yang lebih condong pada pengelolaan kolektif di bidang produksi.
dalam begitu banyak masalah lain bahwa pertimbangan kaum sentralis-lah yang menjadi sangat dominan. Mereka mengajukan sebuah resolusi, yang disetujui oleh organisasi partai di Moskow, yang berakibat hingga “di setiap urusan, disiplin Partai mesti di dahulukan di banding disiplin kepada serikat pekerja masing-masing”. (7) Di pihak lain, Biro Wilayah Selatan ARCCTU meloloskan sebuah resolusi tentang otonomi bagi anggota Partai di dalam serikat pekerja mirip yang di gagas oleh organisasi induknya dan berhasil di loloskan pada Konferensi Partai Keempat Ukraina.
Maret
Kongres Pekerja Industri Makanan Kedua Seluruh Rusia (di bawah pengaruh sindikalis) bertemu Moskow. Mencemooh rejim Bolshevik karena membuka jalan bagi “pengaruh tanpa batas dan tanpa kendali atas proletariat dan buruh tani, sentralisme yang mengerikan hingga ke titik absurd . . . menghancurkan segala yang hidup, spontan, dan merdeka di dalam negeri”. “Yang disebut diktator proletariat dalam kenyataannya merupakan kediktatoran terhadap proletariat oleh Partai dan bahkan oleh perseorangan”. (8)
29 Maret-4 April
Kongres Partai Kesembilan.
Perang Sipil untuk saat ini hampir sepenuhnya di menangkan. Rakyat mendambakan untuk dapat merasakan, pada akhirnya, buah dari revolusi. Namun Kongres justru di bayangi oleh berlanjutannya dan meluasnya ke dalam masa damai, metode-metode perang
nan Partai datang dari upaya para penentang Partai di wilayah industri untuk membangun sebuah pusat kekuatan yang independen, dari wilayah itu mereka kemudian mengontrol organisasi Partai di serikatserikat buruh. Friksi telah berkembang antara Partai dengan otoritas serikat pekerja mengenai penugasan anggota-anggota Partai ke kerja-kerja serikat pekerja. Fraksi Partai di dalam Dewan Sentral Serikat Pekerja Seluruh Rusia, didominasi kaum “kiri”,
“mengklaim memiliki otoritas langsung terhadap anggotaanggota Partai di berbagai serikat pekerja industrial. Tak lama berselang menjelang Kongres Partai ke-9, fraksi Partai di dalam ARCCTU mengeluarkan sebuah resolusi yang menegaskan klaim ini, dengan membuat seluruh fraksi Partai di dalam serikat buruh secara langsung berada di bawah fraksi Partai di ARCCTU, ketimbang kepada organisasi Partai secara geografis. Hal ini sungguh-sungguh menciptakan sebuah Partai di dalam Partai, sebuah badan semi otonom yang mencakup sebuah jumlah yang cukup menentukan dari anggota Partai. . . Keberadaan sebuah sub bagian partai akan berlawanan dengan prinsip sentralis, belum lagi prospek di dominasi oleh kalangan kiri penentang kepemimpinan Lenin . . . Tak dapat di elakkan penolakan yang terjadi atas permintaan otonomi serikat buruh di dalam Partai akan di tolak dan saat resolusi tersebut di ajukan kepada Orgbureau demikianlah yang terjadi”. (6)
Seluruh episode tersebut memiliki akibat lanjutan yang menarik. Berhadapan dengan konflik antara demokrasi dan sentralisme, kaum ‘demokratik sentralis’ membuktikan dalam masalah ini demikian juga
Taylorisme”. (10) Dalam hubungan dengan manajemen industri kegemaran utama Lenin dan Trotsky di curahkan pada subyek ‘efisiensi ekonomi’. Seperti halnya kaum borjuis (sebelum dan sesudah jaman mereka) Lenin dan Trotsky mengidentikkan ‘efisiensi’ dengan manajemen perseorangan. Meski demikian, mereka menyadari bahwa ini akan menjadi pil pahit untuk di telan para pekerja. Karena itu masalah ini mesti di jalankan dengan hati-hati.
Resolusi resmi secara halus menyatakan :
“manajemen tunggal dalam tingkat apapun tidak akan membatasi atau melanggar hak-hak kelas pekerja atau “hakhak” serikat buruh, karena kelas buruh dapat menjalankan kekuasaannya melalui satu bentuk atau bentuk lainnya, sesuai dengan keadaan teknis yang ada. Kelas penguasa secara keseluruhan (sekali lagi di samakan dengan Partai - MB.) yang dalam setiap kasus “menunjuk” orang untuk tugastugas manajerial dan administratif”. (11)
Alasan ini hanya pembenaran. Kaum pekerja belum lagi lupa betapa pada Kongres Serikat Pekerja Pertama (Januari 1918) sebuah resolusi menyatakan bahwa “merupakan tugas kontrol kaum pekerja untuk meng akhiri otokrasi dalam bidang ekonomi sama seperti saat menghabisinya di bidang politik”. (12)
Berbagai pola manajemen industri segera di gariskan. (13) Saat mengagas semua ini sangat di ragukan baik Lenin dan Trotsky di bebani oleh pertimbangan-pertimbangan doktrinal sebagaimana yang terjadi terhadap orang-orang seperti para teoritisi komunisme
komunisme (pengerahan tenaga kerja, pemaksaan arahan kerja, penjatahan ketat barang-barang konsumsi, upah barang, penyitaan produksi pertanian dari kaum tani sebagai ganti pajak). Persoalan yang paling kontroversial adalah ‘militerisasi tenaga kerja’ dan ‘manajemen satu orang’ di dalam industri. Proposal yang di ajukan ke Kongres bisa di lihat sebagai mewakili pandangan Lenin dan Trotsky menyangkut periode pembangunan kembali industri.
Dalam persoalan perburuhan, pandangan Trotsky sepenuhnya di pengaruhi oleh pengalamannya semasa menjabat sebagai Komisaris Perang. Batalion-batalion yang menunggu untuk di demobilisasi telah di gunakan, dalam skala besar-besaran, untuk kerja kehutanan, dan kerja lain. Menurut Deutscher “itu hanya satu langkah mempekerjakan batalion pasukan bersenjata sebagai batalion pekerja, dari organisasi sipil menjadi unit-unit militer”. (9) “Kelas pekerja” ujar Trotsky di hadapan Kongres
“tak boleh di biarkan berkeliaran di seluruh daratan Rusia. Mereka mesti segera di terjunkan ke sana dan ke sini, diperintah laksana prajurit”. “Pemaksaan kerja akan mencapai tahapan intensitas yang paling tinggi selama periode transisi dari kapitalisme ke sosialisme”. “Desertir dari kerja mesti di kumpulkan menjadi batalion yang di hukum atau di masukkan ke dalam kamp konsentrasi”.
Dia mendukung “upah insentif bagi pekerja-pekerja yang efisien” “persaingan kerja sosialis” dan membicarakan “perlunya mengadopsi esensi progresif sistem
(budaya “militer-soviet”, budaya “sipil-soviet” dan gerakan serikat pekerja yang telah “menciptakan lingkup budayanya sendiri”). Adalah semena-mena untuk menerapkan ke semua lingkup budaya suatu metode tertentu (seperti militerisasi) yang hanya cocok bagi salah satu dari budaya itu. (17) Ini kasus yang jelas mengenai seseorang yang tertangkap di dalam jebakan yang di siapkannya sendiri.
Di dalam masalah ‘manajemen satu orang’ kaum Sentralis Demokratik juga mengambil posisi yang tidak jelas. Sebuah resolusi, yang telah mereka tentukan sebelumnya pada Konferensi Sementara Partai Moskow menjelaskan posisi mereka secara singkat.
“Persoalan sistem kolegial (manajemen kolektif) dan otoritas individu bukan permasalahan prinsip namun sebuah permasalahan praktis. Ia mesti diputuskan pada setiap kasus berdasarkan masing-masing situasi”. (18)
Sementara dengan tepat menangkap bahwa manajemen kolektif memiliki di dalam dirinya nilai implisit mereka telah gagal mengenali bahwa relasi antara manajemen (individual atau kolektif) dan merekamereka yang mengelolanya. Masalah nyatanya adalah dari manakah manajer ‘satu orang’ atau ‘kolektif’ memperoleh otoritas.
Lenin tidak siap berbagi konsesi dalam permasalahan otonomi serikat buruh. “Partai Komunis Rusia dalam situasi apapun tidak bisa menyetujui bahwa kepe-
“kiri”, Kritzman, yang mengenalkan manajemen kolektif sebagai “pencapaian tersendiri dan khusus, kaum proletar . . . yang membedakannya dari kelas-kelas sosial lain . . . prinsip-prinsip paling demokratis dalam berorganisasi”. (14) Sejauh ini dia telah memaparkan sebuah pandangan prinsipil mengenai masalah yang dinyatakan oleh Trotsky bahwa manajemen kolektif merupakan “Ide kaum Menshevik”.
Pada Kongres Kesembilan, Lenin dan Trotsky ditentang dengan keras oleh kaum Sentralis Demokratik (Osinsky, Sapronov, Preobrazhensky). Smirnov, yang terang-terangan melampaui masanya, mempertanyakan jikalau manajemen satu orang merupakan sebuah ide yang baik mengapa hal ini tidak di praktekkan di Sovnarkom (Dewan Komisaris Rakyat). Lutovinov, pemimpin pekerja metal, yang memainkan peran penting dalam perkembangan Oposisi Buruh di akhir tahun, menekankan bahwa :
“kepala penanggung jawab di tiap cabang industri haruslah serikat produksi. Dan penanggung jawab keseluruhan industri semata-mata haruslah Dewan Sentral Serikat Pekerja seluruh Rusia dan bukan hal-hal sebaliknya”. (15)
Shlyapnikov menyebut dengan terang-terangan mengenai tiga pilar “pemisahan kekuasaan” antara Partai, soviet-soviet dan serikat pekerja. (16) Berbicara sebagai utusan Sentralis Demokratik, Osinsky menyepakati ide-ide Shlyapnikov. Dia telah mengamati sebuah “pertarungan antar sejumlah kebudayaan”
diri mereka kepada masalah-masalah disiplin kerja, propaganda dan pendidikan kaum pekerja”. (25) Untuk menghindari kambuhnya tendensi ‘independen’ di antara pemimpin-pemimpin serikat pekerja yang terkenal berpihak pada proleriat, Bukharin dan Radek dipindahkan ke Dewan Sentral Serikat Pekerja Seluruh Rusia untuk mewakili kepemimpinan Partai dan terus mengawasi berjalannya ARCCTU. (26)
mengintervensi secara langsung manajemen industri“ dan bahwa “Komite Pabrik mesti mendedikasikan 177 176
Keseluruhan arah ini terang-terangan berlawanan dengan semangat keputusan-keputusan yang diambil satu tahun sebelumnya, di Kongres Partai Kedelapan dan secara khusus poin 5 yang sangat terkenal dari Bagian Ekonomi dari Program Partai tahun 1919. Di sana digambarkan dengan cukup jelas betapa akan sangat rentannya posisi kelas pekerja nantinya, segera setelah ia dipaksa melepaskan kekuatan nyatanya, kekuasaan yang tadinya pernah dipegangnya di dalam produksi, digantikan dengan pertukaran samar-samar - kekuasaan politik telah terwakilkan oleh kekuasan Partai “miliknya”. Langkah-langkah politik yang di anjurkan Lenin dengan penuh semangat di ikuti. Di akhir 1920, dari 2051 perusahaan penting dari data-data yang tersedia, 1783 telah berada di bawah ‘manajemen satu orang’. (27)
Pada Kongres Partai Kesembilan terlihat pula perubahan menyangkut rejim di dalam Partai. Kongres menjadi terbuka terhadap serangan protes mengenai masalah ini. Komite lokal Partai (setidaknya berbentuk
mimpinan politik saja yang menjadi milik Partai dan kepemimpinan ekonomi di tangan serikat pekerja”. (19) Krestinsky menolak ide Lutovinov dengan menyebutnya sebagai “kesuraman sindikalis”. (20) Atas anjuran Lenin Kongres meminta agar serikat-serikat buruh “menjelaskan kepada lingkaran kaum kerja secara luas bahwa pembangunan kembali industri hanya dapat dicapai melalui sebuah transisi pembatasan maximum administrasi kolektif dan dengan secara perlahan memperkenalkan manajemen individual kepada unit-unit produksi”. (21) Manajemen satu orang akan diterapkan di seluruh lembaga mulai Badan Usaha Milik Negara hingga pabrik-pabrik perseorangan. “Prinsip-prinsip pemilihan mulai sekarang di ganti dengan prinsip penunjukkan”. (22) Manajemen Kolektif merupakan sebuah “utopia”, “tidak praktis” dan “merugikan”. (23) Kongres juga menyerukan untuk sebuah perjuangan “melawan kaum bodoh yang sombong. . . elemen demagogis . . .yang berpikir bahwa kelas pekerja dapat memecahkan persoalan-persoalan tanpa harus meminta tolong kepada kaum spesialis borjuis di jabatan-jabatan terkait”:
“Tidak akan ada tempat di kalangan Partai sosialisme ilmiah bagi elemen demagogis yang memainkan berbagai prasangka di antara bagian-bagian terbelakang dari kaum pekerja”. (24)
Kongres yang ke Sembilan secara khusus memutuskan bahwa “tak satu pun serikat pekerja yang boleh dalam struktur internal Partai.
April
Trotsky di ganjar dengan di angkat sebagai Komisariat Transportasi demikian juga untuk jabatan Pertahanannya. “Politbureau menawarkan untuk mendukungnya habis-habisan terhadap setiap tindakan yang diambilnya, seberapapun kerasnya”. (30) Mereka-mereka yang mengayuh mitos soal adanya penolakan leninis terhadap metode-metode Trotsky di tahapan ini, tolong catat.
6-15 April
Kongres Serikat Pekerja Ketiga Seluruh Rusia.
Trotsky menyatakan bahwa “militerisasi perburuhan . . . adalah; metode mendasar yang tak bisa di elakkan bagi organisasi kekuatan kerja kita” . . .
“Apakah benar bahwa pemaksaan kerja selalu tidak akan produktif? . . . Ini merupakan prasangka liberal paling celaka dan menyedihkan: perbudakan juga produktif”. . .
«“perbudakan kerja paksa . . . pada masanya, merupakan sebuah fenomena yang maju”.
“Kerja . . . diwajibkan untuk seluruh negeri, wajib untuk setiap pekerja, adalah dasar sosialisme”.
“Upah . . . tidak mesti dilihat dari kacamata mengamankan eksistensi perorangan masing-masing pekerja” tetapi harus “menghitung kesadaran dan efisiensi kerja tiap pekerja”. (31) Trotsky menekankan bahwa
demokratis) di bikin tunduk terhadap ‘departemen politik’ lokal yang dibentuk secara birokratis.
“Bersama pelembagaan lembaga-lembaga seperti ini segala aktivitas politik di dalam pabrik, industri, organisasi atau lokal ke daerahan di bawah juridiksi mereka ditempatkan di bawah kontrol yang ketat dari atas. . . Inovasi ini . . . yang diambil dari Tentara . . . di desain untuk menyalurkan propaganda hingga turun ke kalangan bawah ketimbang mengalirkan pendapat ke atas”. (28)
Umbar janji manis dilakukan lagi di tengah seruan untuk persatuan. Baik di Kongres maupun di tahun yang sama
“kaum pembangkang membuat kesalahan dengan memusatkan perhatian dalam upaya mengganti ulang lembaga-lembaga politik di tingkat atas, untuk mengganti bentukbentuk kontrol politik atau memperkenalkan orang-orang baru untuk kepemimpinan, justru membiarkan sumber daya kekuasaan relatif tak terpengaruh . . . Organisasi, yang secara naif mereka percayai, merupakan senjata paling efektif melawan birokrasi”. (29)
Kongres Kesembilan akhirnya memberi Orgbureau (yang dibentuk setahun sebelumnya dan beranggotakan 5 anggota Komite Sentral) hak melaksanakan pemindahan dan penempatan anggota-anggota Partai tanpa perlu berkonsultasi dengan Politbureau. Sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya dan terus terjadi berulangkali kemunduran dalam kebijakan industri bergandengan tangan dengan perubahan mundur di bawah otoritas manajerial, disiplin pekerja, upah insentif, manajemen ilmiah kepada bentuk-bentuk organisasi kapitalis industri dengan manajer borjuis yang sama, dibatasi hanya oleh Negara yang memiliki hak penguasaan atas kepemilikan”. (34)
Seorang profesor kalangan ‘putih’ yang mencapai kota Omsk di musim gugur 1919, dari Moskow melaporkan bahwa
“pada pusat-pusat dan glavki duduk para bekas atasan dan pejabat-pejabat dan para pelaku bisnis. Seorang pengunjung dengan tanpa persiapan secara pribadi mengenai baik dunia industri dan perdagangan akan kaget melihat bekas pemilik suatu pabrik kulit yang megah duduk di Glavkozh, bekas bos manufaktur di Pusat organisasi tekstil, dan seterusnya.” (35)
Di bawah keadaan ini itu tidak mengagetkan bahwa kesatuan palsu yang dicapai pada Kongres Kesembilan beberapa bulan sebelumnya tidak dapat bertahan. Sepanjang musim panas dan gugur perbedaan pendapat mengenai isu-isu semacam birokrasi di dalam Partai, hubungan serikat buruh dengan Negara, dan bahkan sifat kelas dari Negara itu sendiri menajam. Kelompok-kelompok Oposisi bermunculan di hampir segala tingkat. Di hari-hari kemudian di tahun yang sama (setelah selesainya perang Polandia-Rusia) ketidakpuasan yang selama ini ditekan muncul dengan terbuka. Di musim gugur otoritas Lenin mendapat tantangan makin serius dibanding masa-masa sebelum-
pemaksaan, pengawasan ketat dan militerisasi perburuhan bukanlah sekedar langkah-langkah darurat saja. Negara pekerja secara normal memiliki hak untuk memaksa setiap penduduknya untuk menjalankan suatu kerja, setiap waktu sesuai keinginannya. (32) Dengan sepenuh hati, fillosofi kerja Trotsky menguatkan kebijakan praktis perburuhan Stalin di tahun tiga puluhan.
Dalam Kongres ini secara luas Lenin membual bahwa ia telah mendukung manajemen satu orang sejak semula. Dia mengklaim bahwa di tahun 1918 dia “menunjukkan pentingnya pengakuan otoritas diktatorial dari satu orang dengan tujuan menjalankan ide Soviet” (33) and mengklaim bahwa pada tahapan ini “tidak ada perdebatan dalam hubungan mengenai masalah ini (soal manajemen satu orang).” Penekanan yang terakhir ini jelas-jelas tidak benar sekalipun jika referensi seseorang di batasi hanya untuk anggotaanggota Partai. Dokumen-dokumen Kommunist tersedia untuk membuktikan hal itu!.
Juni-Juli
Di pertengahan 1920 tidak ada perubahan secuilpun menyangkut kerasnya kenyataan hidup kelas pekerja Rusia. Bertahun-tahun dalam perang, perang sipil, dan perang-perang intervensi dari negeri lain, dibarengi dengan kehancuran, sabotase, kekeringan, kelaparan, dan tingkat kekuatan produkstif rendah, membuat perbaikan material menjadi sulit. Tetapi bahkan visinya sekarang telah menjadi kabur. Di “Soviet” Rusia tahun 1920, pekerja industri telah “tertundukkan lagi
“Prinsip kerja wajib bagi kaum Komunis sesuatu yang tak perlu ditawar lagi .. . satu-satunya pemecahan bagi kesulitan ekonomi yang dipandang sesuai, baik dari sudut pandang prinsip dan praktek adalah memperlakukan seluruh penduduk negeri sebagai cadangan tenaga kerja yang penting - cadangan yang tak ada habis-habisnya - dan dengan memperkenalkan aturan yang tegas ke dalam kerja pencatatan, mobilisasi, dan pemanfaatannya. (39)
“Pengenalan kewajiban kerja adalah sesuatu yang tak terpikirkan tanpa penerapan, hingga tingkatan kurang atau lebih, metode-metode militarisasi kerja”. (40)
“Serikat pekerja harus mendisiplinkan para pekerja dan mengajari mereka untuk menempatkan kepentingan produksi di atas kebutuhan dan tuntutan diri mereka sendiri”.
“Negara Pekerja yang masih muda ini memerlukan serikat pekerja bukan untuk keperluan perjuangan bagi kondisi kerja yang lebih baik ini merupakan tugas organisasi sosial dan negara secara keseluruhan, namun serikat pekerja mesti mengatur kelas pekerja untuk tujuan-tujuan produksi”. (41)
“Adalah sangat keliru untuk mencampur-adukkan masalah supremasi proletariat dengan masalah siapa yang duduk dalam dewan pekerja sebagai pimpinan teratas di dalam pabrik. Kediktatoran proletariat di ungkapkan dengan penghapusan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi, di dalam supremasi atas seluruh mekanisme soviet dengan kekuasaan kolektif kaum pekerja (sebuah eufimisme Partai - M.B.) dan bukannya dalam bentuk dimana di jalankannya pengelolaan langsung atas perusahaan-perusahaan ekono-
nya, sejak munculnya gerakan komunis “kiri” di awal 1918.
Juli
Publikasi karya klasik Trotsky ‘Terrorisme dan Komunisme (hanya berselang sebelum Kongres Kedua Komunis Internasional). Karyanya ini memberi pandangan Trotsky yang paling matang, jelas, dan bentuk yang tidak ambigu mengenai organisasi perburuhan ‘sosialis’.
“Organisasi buruh di dalam esensinya merupakan organisasi masyarakat baru: setiap bentuk historis dari suatu masyarakat pada pondasinya adalah sebuah organisasi kerja”. (36)
“Penciptaan sebuah masyarakat sosialis berarti mengorganisir massa pekerja di atas pondasi baru, adaptasi mereka terhadap pondasi dan usaha pendidikan ulang mereka, dengan tujuan yang tidak berubah yaitu peningkatan produktifitas kerja”. (37)
“Upah, di dalam bentuk uang dan barang, mesti di bawa sedekat mungkin dengan produktifitas seorang pekerja. Di bawah kapitalisme kerja potongan dan penilaian, aplikasi dari sistem Taylor dan sebagainya bertujuan untuk meningkatkan eksploitasi pekerja dengan memeras keluar nilai lebih. Di bawah produksi sosialis, kerja potongan, bonus, dan lain-lain memiliki tujuan peningkatan volume produk sosial . . . para pekerja yang bekerja lebih dari yang lain untuk kepentingan umum mendapat hak untuk menerima produksi sosial yang lebih besar secara kuantitas ketimbang mereka yang tak becus dan tak mau diatur.”. (38)
jatuh ke dalam kompas Tsektran. Trotsky di tunjuk mengepalainya. Dia memerintah Tsektran menurut garis aturan ketat militer dan birokratik. “Politbiro sangat jauh mendukungnya, sebagaimana yang pernah dijanjikan”. (45) Kereta api mulai berjalan kembali. Namun harga bagi citra Partai yang rusak tidak bisa di hitung. Mereka-mereka yang bertanya, mengapa, di akhir tahapan selanjutnya, Trotsky tak mampu memobilisasi massa untuk mendukung perjuangannya, di dalam aparatus, melawan birokrasi ‘Stalinis’ mesti merenungkan fakta-fakta ini.
22-25 September
Konferensi Partai Kesembilan.
Zinoviev membacakan laporan resmi atas nama Komite Sentral. Sapronov menyajikan sebuah laporan kaum minoritas atas nama kaum ‘Demokratik Sentralis’ yang turut hadir. Lutovinov berbicara atas nama Oposisi Pekerja yang baru terbentuk. Dia menyerukan penyusunan segera lembaga-lembaga demokrasi proletariat secara besar-besaran, penolakan total terhadap penunjukan terjadi terhadap posisi-posisi yang dipilih lewat pemilihan, dan pemecatan elemen-elemen kariris di dalam Partai yang sekarang masuk berbondong-bondong. Dia juga meminta Komite Sentral mundur dari aksi intervensi besar-besaran dan terus menerus ke dalam kehidupan serikat-serikat buruh dan soviet.
Para pemimpin harus mundur sejenak. Zinoviev menghindari untuk menjawab keluhan yang paling
mi tertentu”. (42)
“Saya beranggapan jika saja perang sipil tidak menjarah organ-organ ekonomi kita terutama yang paling baik, paling independen, paling di berkahi dengan inisiatif, tidak di ragukan lagi kita sudah memasuki jalan manajemen satu orang di bidang adminitrasi ekonomi jauh lebih cepat dan lebih kurang menyakitkan”. (43)
Agustus
Karena Perang Sipil dan faktor-faktor lain yang jarang disebutkan seperti sikap pekerja kereta api terhadap rejim ‘baru’, kereta api di Rusia secara nyata berhenti berfungsi. Komisaris Transportasi, Trotsky, telah mendapat kekuasaan darurat yang luas untuk menguji coba teori-teorinya mengenai ‘militarisasi buruh’. Dia memulainya dengan menempatkan pekerja kereta api dan pekerja-pekerja perbaikan di bengkel di bawah UU darurat. Saat serikat pekerja menolak hal ini, dia dengan mudah mengusur pemimpinannya dengan dukungan penuh dan persetujuan kepemimpinan Partai.
“Menunjuk yang lain, yang ingin menuruti kehendaknya. Dia mengulangi prosedur ini di serikat-serikat pekerja transportasi lain”. (44)
Awal September
Pembentukan Tsektran (Lembaga Administrasi Pusat Perkereta-apian). Sepenuhnya gagasan Trotsky, lembaga ini di ciptakan sebagai hasil dari fusi di bawah paksaan Komisariat Tranportasi, serikat buruh Kereta Api, dan organ-organ Partai di bidang kereta api. Keseluruh sistem transportasi kereta api dan perairan menolak maka mereka harus “di goncang-goncangkan” sebagaimana nasib para pemimpin Serikat Buruh Kereta Api. Kata-kata ‘bersayap’ telah di titahkan!
14 November
Jenderal Wrangel mengungsi ke daerah Crimea. Berakhirnya Perang Sipil.
November
Konferensi Sementara Partai wilayah Moskow
Kelompok oposisi di dalam Partai terlihat makin meningkat dengan cepat. Pembentukan kelompok Oposisi Pekerja, kaum Demokratik Sentralis, dan kelompok Ignatov (sebuah faksi di Moskow yang sangat dekat beraliansi dengan Oposisi Pekerja dan kemudian bergabung dengannya) telah mengamankan 124 kursi delegasi di Konferensi melawan 154 pendukung Komite Sentral. (47)
8-9 November Sidang Pleno Komite Sentral.
Trotsky mengajukan sebuah ‘rancangan tesis awal’ yang di beri judul ‘Serikat Pekerja dan Peranannya di Masa Depan’ di publikasikan kemudian pada 25 Desember dalam bentuk yang agak di ubah sebagai pamflet, ‘Peran dan Tugas Serikat Pekerja’. “Perlu untuk segera melanjutkan re-organisasi serikat pekerja yaitu memilih pemimpinnya” (Tesis 5). Mabuk kemenangan, sekali lagi Trotsky mengancam untuk “mengoncang-goncang” berbagai serikat pekerja seb-
penting. Sebuah resolusi di loloskan yang di dalamnya menekankan perlunya “kesetaran yang penuh di dalam Partai” dan menolak “dominasi jajaran keanggotaan Partai oleh birokrat-birokrat yang memiliki kekuasaan istimewa”. Resolusi ini menginstruksikan kepada Sentral Komite untuk melanjutkan melalui “rekomedasi-rekomendasi” ketimbang penunjukkan dari atas dan berhenti melasanakan “pemindahan kedispilinan karena alasan-alasan politis”. (46)
Biarpun ada konsesi verbal dari kepemimpinan, melalui juru bicaranya Zinoviev, berhasil membuat Konferensi September ini menerima pembentukan Komisi Kontrol Tengah dan Wilayah. Proses ini memainkan peranan yang penting dalam proses birokratisasi lebih jauh Partai saat kader-kader yang telah lama menjabat (Dzerzhinsk! Preobrazhensky and Muranov) di gantikan antek-antek Stalin.
Oktober
Penanda tanganan Perjanjian Damai dengan Polandia
2-6 November Konferensi Kelima Seluruh Serikat Buruh Rusia.
Trotsky menunjukkan paralelisme antara serikat dan organ administratif, yang bertanggung jawab atas meningkatnya kebingungan, harus di tiadakan. Hal ini hanya mungkin dilakukan dengan mengubah serikat pekerja (professionalny) menjadi serikat produksi (proizvodstvenny). Jika kepemimpinan serikat pekerja
(54)
“Militarisasi serikat pekerja dan militarisasi transportasi membutuhkan secara internal, militarisasi secara ideologis”. (55)
Di kemudian hari, Stalin mengambarkan Trotsky sebagai “bapak para birokrat”. (56) Saat Komite Sentral kembali menolaknya:
“sebuah layanan sipil kompeten, yang terorganisir secara hirarkis akan bermanfaat. Rusia menderita bukan dari kelebihan tetapi karena ketiadaan sistem birokrasi yang efisien”. 189 188
“Trotsky mengungkapkan kekesalannya kepada Lenin dan anggota-anggota lain soal betapa seringnya mereka mendebat dirinya secara pribadi . . . karena bertindak kejam dan mengabaikan pertimbangan demokrasi. Adalah plin-plan . . . untuk berpura-pura di hadapan publik bahwa mereka mempertahankan prinsip demokrasi melawan dirinya”. (57)
7 Desember
Dalam sidang pleno Komite Sentral, Bukharin telah menyiapkan sebuah resolusi menyangkut “demokrasi industrial”. Istilah ini sengaja membuat jengkel Lenin. Terjadi “plesetan omongan”, “frase-frase tipu muslihat”, “membingungkan”, “hal-hal selintas tak jelas”.
“Industri selalu di butuhkan. Demokrasi tak selalu di butuhkan. Istilah ‘demokrasi industri’ membangkitkan sejumlah gagasan yang sama sekali keliru”. (58)
“Hal itu dapat di mengerti untuk menolak kediktatoran dan manajemen individu”. (59)
agaimana ia telah “mengoncang mereka-mereka yang ada di serikat transportasi”. (48) Apa yang diperlukan adalah “untuk menganti para agitator yang tak bertanggung jawab (sic !) pemimpin serikat pekerja yang berpikiran produksi”. (49) Tesis Trotsky di ajukan ke pemungutan suara dan kalah dengan perbandingan yang suara tipis, 8 banding 7. Lenin kemudian “terangterangan memisahkan diri dari Trotsky dan membujuk Komite Sentral melakukan hal serupa”. (50) Sebuah resolusi alternatif dari Lenin kemudian berhasil di sepakati dengan suara 10 banding 4. Resolusi tersebut menyerukan untuk “mereformasi Tsektran”, mendukung “bentuk-bentuk militerisasi kerja’ (51) dan menyatakan bahwa “Partai mestilah mencoba mendidik dan mendukung . . . sebuah tipe serikat pekerja baru, para organisator ekonomi yang energik dan imajinatif yang akan mendekati masalah-masalah ekonomi tidak dari sudut pandang distribusi dan konsumsi tetapi dari sudut pandang perluasan produksi”. (52) Yang disebut terakhir merupakan pandangan yang cukup dominan. ‘Kesalahan’ Trotsky’s adalah dia terseret kesimpulan logis dari masalah yang sedang terjadi. Namun Partai butuh kambing hitam. Pleno kemudian “melarang Trotsky berbicara dihadapan publik terkait masalah hubungan serikat pekerja dan Negara”. (53)
2 Desember
Trotsky, dalam pidatonya di Sidang Pleno Tsektran yang lebih luas menyatakan bahwa :
berbeda soal serikat perkerja yang telah berkembang di dalam Partai dan yang saat ini tidak dapat lagi ditutupi untuk di bicarakan di antara para anggota. Tingkat oposisi yang telah terbangun melawan kebijakan Partai dapat terukur dari isi pidato yang disampaikan Zinoviev:
“Kami akan membangun kontak yang lebih intim dengan massa kelas pekerja. Kami akan mengadakan pertemuanpertemuan di barak, di kamp-kamp kerja, dan pabrik. Massa pekerja kemudian akan . . . memahami bahwa bukanlah sebuah lelucon saat kami menyatakan sebuat era baru telah dimulai, bahwa segera setelah kami bisa bernafas lega kembali kami akan menyerahkan pertemuan-pertemuan politik kepada pabrik-pabrik . . . Kami ditanya apa yang kami maksudkan dengan demokrasi pekerja dan petani. Saya jawab: tidak lebih dan tak kurang dari apa yang kami maksudkan pada tahun 1917. Kami akan menerapkan kembali prinsip-prinsip pemilu dalam demokrasi pekerja dan petani. . . Jika kami telah mencabut hak-hak mendasar yang paling demokratis pekerja dan petani, saatnya kita mengakhiri keadaan ini”. (62)
Kepedulian Zinoviev atas masalah demokrasi tidak memberi dampak berarti, dengan motivasi faksionalisasi (itu merupakan bagian kampanye untuk mempermalukan Trotsky). Pada saat itu orator publik untuk mencari bahan lelucon dapat dengan mudah mencarinya dengan secara hati-hati memakai cuplikan dari pidati Zinoviev mengenai hak-hak demokratis. (63)
“Tanpa bonus barang-jasa dan dewan pendisiplinan ini hanya akan menjadi omong kosong”. (60)
Oposisi paling kuat terhadap skema ‘militerisasi kerja’ Trosky datang dari bagian Partai yang memiliki akar mendalam di serikat pekerja. Beberapa dari anggota Partai hingga saat ini tidak hanya mendominasi Dewan Serikat Pekerja namun “juga pihak yang paling di untungkan dari doktrin tanggung jawab otonom serikat pekerja”. (61) Dalam kata lain, sebagai birokrat serikat pekerja. Dari elemen inilah, Oposisi Pekerja terbangun.
Saat ini, bagaimanapun, aparatus politik-ekonomi terkemuka agak berbeda dari yang kita lihat muncul pada tahun 1918. Hanya dalam waktu 2 tahun, aparat Partai telah memegang kontrol politik yang tak terbantahkan atas Negara (melalui soviet yang terbirokratisasi). Ia juga berhasil memegang kontrol sepenuhnya atas aparat ekonomi (melalui pejabat-pejabat serikat pekerja dan para manajer industri yang ditunjuk dari atas). Berbagai kelompok tersebut telah memperoleh kemampuan dan pengalaman yang di butuhkan untuk menjadi kategori sosial dengan fungsi yang khusus untuk mengatur Rusia. Penggabungan di antara hal-hal tersebut tak terelakkan.
22 - 29 Desember
Kongres Kedelapan Soviet Seluruh Rusia diadakan di Moskow. Acara ini memberikan sebuah kesempatan bagi publik untuk mengungkapkan pandangan yang orang-orang Pusat hingga organisasi Regionalnya, secara tanpa syarat membimbing sebagaimana sebelumnya keseluruhan sisi ideologis serikat pekerja”. (65)
Lenin menekankan bahwa serikat tidak menjadi instrumen Negara. Asumsi Trotsky bahwa serikat tidak lagi perlu untuk membela kaum pekerja karena Negara saat ini adalah negara pekerja adalah keliru. “Negara kita berada dalam situasi dimana seluruh proletariat mesti membela dirinya sendiri: kita (sic) harus menggunakan organisasi pekerja ini untuk membela pekerja dari keadaan-keadaan mereka dan untuk mempertahankan negara kita oleh kaum pekerja”. (Kata-kata yang di tebalkan seringkali di hilangkan ketika kalimat terkenal ini di pakai sebagai kutipan.)
Menurut Lenin, militerisasi tidak boleh dianggap sebagai fitur permanen dari kebijakan perburuhan sosialis. Persuasi harus digunakan demikian juga pemaksaan. Sementara adalah normal (sic!) bagi negara untuk mengangkat pejabat dari atas (sebuah perjalanan yang sangat, sangat jauh dari pernyataan yang direkam di bawah judul 20 Mei 1917 - M.B.) akan sangat membantu jika serikat pekerja-pun melakukan hal yang sama. Serikat Pekerja dapat memberikan rekomendasi untuk posisi administrasi-ekonomi dan mesti bekerjasama di dalam perencanaan. Mereka harus memeriksa, melalui departemen khusus, kerja dari administrasi ekonomi.
Penyesuaian tingkat-pengupahan mesti diserahkan
30 Desember
Pertemuan gabungan fraksi Partai di Kongres Kedelapan Soviet, dari anggota Partai pada Dewan Sentral Serikat Pekerja Seluruh Rusia diadakan di Teater Bolshoi, Moskow, mendiskusikan ‘masalah serikat pekerja’. Seluruh protagonis utama telah bersiap untuk mengemukakan kasus-kasus masing-masing. Berbagai sudut pandangan, sebagaimana telah dinyatakan di dalam pertemuan (atau di jabarkan di dalam artikel yang di tulis pada saat itu atau dalam beberapa minggu) dapat di simpulkan sebagai berikut: (64)
Trotsky dan khususnya Bukharin kemudian mengamandemen proposal awal mereka dalam rangka menyusun sebuah blok di dalam Kongres.
Bagi Lenin serikat pekerja merupakan “cadangan kekuatan bagi kekuasaan negara”. Mereka akan menyediakan sebuah basis sosial luas “bagi kediktatoran proletar yang dijalankan Partai”, sebuah basis yang diperlukan di negeri yang mayoritasnya kaum tani. Serikat pekerja menjadi “penghubung” or “sabuk transmisi” antara Partai dan massa pekerja non-Partai. Serikat pekerja tidak bisa menjadi otonom. Mereka tidak bisa memainkan peran independen baik dalam inisiatif atau implementasi kebijakan. Mereka harus secara kuat di pengaruhi pemikiran Partai dan akan menjalani pendidikan politik sejalan dengan garis yang di tentukan partai. Dengan cara ini mereka akan menjadi “sekolah komunisme” bagi 7 juta anggotanya. (*) Partai yang bertindak sebagai guru. “Partai Komunis Rusia, dari dari para komisaris politik. Setelah suatu upah pokok minimum telah di tetapkan bagi semua pekerja, diadakan sebuah ‘kompetisi kejutan’ (udarnichestvo) antara pekerja di dalam produksi.
Pandangan Bukharin telah berkembang secara cepat. Apa yang sekarang ia dukung adalah sebuah usaha untuk membangun sebuah jembatan di antara pandangan resmi Partai dan Oposisi Pekerja. Mesti ada “demokrasi pekerja dalam produksi”. “Mem-pemerintah-kan serikat pekerja” harus berjalan bersamaan dengan “men-serikat-kan negara”.
“Batasan logis dan historis” (dari proses ini) “tidak akan menjadi penenggelaman serikat-serikat oleh negara proletariat, tetapi pelenyapan kedua kategori serikat maupun negara dan penciptaan sesuatu hal ketiga yang baru: masyarakat yang di organisir secara komunistik”. (69)
Lenin menyambar platform Bukharin dengan menyebutnya sebagai “sebuah perpisahan penuh dengan komunisme dan transisi ke posisi sindikalisme”: (70)
“Ia merusak kebutuhan akan Partai. Jika serikat pekerja, sembilan dari sepuluh anggotanya adalah pekerja nonPartai, di angkat menjadi manajer industri, apa lagi gunanya Partai kemudian?”. (71)
“Jadi kita telah ‘jadi dewasa’ “, dia menambahkan secara tak senang, “dari sebuah ketidak sepakatan kecil menjadi Sindikalisme, menandakan sebuah perpisahan penuh dengan komunisme dan perpecahan yang
Dewan Sentral Serikat Pekerja seluruh Rusia. Dalam hubungan dengan pengupahan egalitarianisme Oposisi Pekerja harus ditentang. Kebijakan upah telah di desain sebagai alat untuk “meningkatkan produktivitas”. (66) Anggota-anggota Partai harus “cukup fasih mengenai prinsip-prinsip di Smolny. Sekarang, setelah 3 tahun, mereka telah memiliki segala macam dekrit dari berbagai sisi soal permasalahan produksi”. (67)
“Keputusan atas militarisasi kerja, dan sebagainya, telah tak terbantahkan dan tidak ada perlunya mencabut kata-kataku yang menertawakan tentang referensi demokrasi yang di ciptakan oleh mereka yang menantang keputusan ini . . . kita mesti memperluas demokrasi dalam organisasi-organisasi pekerja tetapi mendewakannya . . . “ (68)
Trotsky menegaskan kembali kepercayaannya bahwa “transformasi serikat pekerja ke dalam serikat-serikat produksi . . . menyodorkan tugas terbesar di era kita”.
“Serikat-serikat harus secara permanen menaksir anggotaanggota mereka dari sudut produksi dan mesti selalu memiliki sebuah karakterisasi yang penuh dan setepat-tepatnya akan nilai produktif setiap pekerja”.
Lembaga-lembaga terkemuka serikat pekerja dan administrasi ekonomi mesti memiliki antara satu per tiga dan setengah anggota mereka untuk sepakat dalam rangka menyudahi antagonisme di antara mereka. Teknisi dan administrator borjuis yang telah menjadi anggota penuh sebuah serikat di beri hak untuk memegang kedudukan manajerial, tanpa pengawasan perwakilan serikat pekerja di berbagai lembaga kontrol. “Tidak ada satu orang pun yang di tunjukkan untuk jabatan ekonomi-administrasi tanpa persetujuan serikat-serikat pekerja”. Para pejabat yang di rekomendasikan secara resmi dari serikat-serikat pekerja akan tetap mempertanggung jawabkan sikap mereka terhadap serikat-serikat, yang juga memiliki hak untuk menarik mereka dari kedudukan mereka sewaktuwaktu. Program tersebut terkulminasi di dalam tuntutan mereka akan sebuah ‘Kongres Produsen seluruh Rusia’ yang bersidang untuk memilih manajemen sentral dari keseluruhan ekonomi nasional. Kongres Nasional dari serikat-serikat yang berbeda juga sekaligus untuk memilih manajemen untuk berbagai cabang ekonomi. Manajemen lokal dan regional akan di bentuk oleh lokal konferensi serikat pekerja lokal, sementara manajemen dari suatu pabrik akan berasal dari Komite-komite Pabrik yang akan tetap menjadi bagian dari organisasi serikat pekerja. . . “Dengan jalan ini” Shlyapnikov menegaskan, “akan tercipta kesatuan kehendak yang sangat penting dalam organisasi ekonomi, dan juga sebuah kemungkinan yang nyata bagi pengaruh insiatif massa pekerja yang lebih luas atas organisasi dan pembangunan ekonomi kita”. (74) Terakhir namun bukan yang paling akhir Oposisi Pekerja mengusulkan sebuah revisi radikal terhadap kebijakan pengupahan di dalam semangat egalitarian yang ekstrim: upah berbentuk uang akan secepatnya akan di ganti penghargaan barang-jasa. Di dalam Partai, dalam tahapan ini adalah jelas pada bahu Oposisi Pekerja-lah, jatuh tugas berat untuk mempertahankan
tak terhindarkan di dalam Partai”. (72) Serangan lain Lenin atas pandangan Bukharin bisa ditemui di dalam artikelnya yang terkenal yang mencela Trotsky. (73)
Pandangan-pandangan Oposisi Pekerja dibawa ke pertemuan di Moskow oleh Shlyapnikov, seorang pekerja metal (dan kemudian di kembangkan secara maju lagi oleh Kollontai dan yang lainnya). Secara eksplisit dan implisit pandangan-pandangan ini mendalilkan dominasi serikat pekerja atas negara.
“Oposisi Pekerja tentu saja mengacu pada ‘Poin 5’ dalam Program tahun 1919 dan mendakwah kepemimpinan Partai melanggar janjinya kepada serikatserikat pekerja . . . kepemimpinan Partai dan lembaga-lembaga pemerintah dalam 2 tahun terakhir telah secara sistematis mempersempit lingkup kerja serikat pekerja dan menguranginya hingga nol pengaruh kelas pekerja . . . Partai dan otoritas ekonomi, telah dipenuhi oleh kaum teknisi borjuis dan elemen non-proletar lain yang memperlihatkan permusuhan terbuka terhadap serikat pekerja. . .Perbaikannya adalah mengkonsentrasi manajemen industri ke tangan serikat-serikat pekerja”.
Transisi tersebut mesti berlangsung dari bawah ke atas. “Di tingkat pabrik, Komite-komite Pabrik mesti mendapatkan kembali posisi dominan yang dulu”. (Serikat-serikat pekerja Bolshevik menghabiskan waktu lama hingga dapat tiba ke sudut pandang ini ! - M.B.) Kaum Oposisi mengajukan usulan harus lebih banyak
(2) ibid., h. 493. (3) V. I. Lenin. Pidato dalam Konggres Ketiga Dewan Ekonomi, Sochineniya XXV, h. 17. (4) E. H. Carr. op. cit., II, 193. (5) Tomsky. Ninth Party Congress ‘Zadachi prosoyuzov’ (Tugas dari Serikat Pekerja). Appendix 13, h. 534. (6) R. V. Daniels, op. cit., h. 126. (7) Kongres Partai Kesembilan. Tesis Komite Sementara Moskow dari R.C.P. Appendix 15, h. 542. (8) Vmesto progammy: rezolyutsii I i II vserossiiskikh konferentsii anarkho - sindikalistov (Berlin 1922), h. 28. (9) I. Deutscher, Serikat Pekerja Soviet, h. 36. (10) L. Trotsky. Sochineniya (works), vol. XV, h. 126. (16) ibid., h. 564, n32. (17) ibid., h. 123 - 4.
(1) Sobraniye Uzakonenii, 1920. No 8, Art. 49. Juga Treti vserossiiski s’yezd professionalnykh soyuzoz (Kongres Ketiga Serikat Pekerja seluruh Rusia), 1920, I, Plenumi, h. 50-51. (Karena itu diacu sebagai Kongres Serikat Pekerja Ketiga).
11) Kongres Partai Kesembilan, h. 128
(12) Kongres Pertama Serikat Buruh h. 269-72,
(13) I. Deutscher, op. cit. h. 35.
(14) L. Kritzman Geroicheski period russkoi revolyutsii (Periode Heroik dari Revolusi Rusia, Moskow dan Leningrad, 1926, h.83.
(15) Kongres Partai Kesembilan, pp. 254-55.
(18) ibid., h 571, n75
(19) ibid., ‘To the organisations of the R.C.P. (b) on the
gagasan revolusioner Negara dan Revolusi, dengan penghargaan atas otonomi dan keikutsertaan demokratik massa di dalam fungsi-fungsi pengambilan keputusan ekonomi. Menurut angka-angka yang diberikan Zinoviev di Kongres Partai Kesepuluh, keanggotaan serikat adalah 1,5 juta di bulan Juli 1917, 2,6 juta di bulan Januari 1918, 3,5 juta tahun 1919, 4,3 juta di 1920, dan 7 juta di tahun 1921.
(34) R. V. Daniels, op. cit., p. 107. (36) L. Trotsky, ‘Terrorism and Communism’. Ann Arbor edition, 1961, p. 133. (37) ibid., p. 146. (38) ibid., p. 149. (39) ibid., p. 135. (40) ibid., p. 137. (41) ibid., p. 143. (42) ibid., p. 162. (43) ibid., p. 162-3. (44) I. Deutscher, The Prophet Armed, pp. 501-502 (45) ibid., p. 502 (46) Isvestiya of the Central Committee. October 12 1920. (47) Kongres Kesepuluh Partai, h. 829, note 2. (48) I. Deutscher, op. cit. pp. 502-503 (49) I. Deutscher, Sovier Trade Unions, p. 41. (50) I. Deutscher, The Prophet Armed, pp. 502-503. (51) V. I. Lenin, Selected Works, vol. IX, p. 30. (52) G. Zinoviev, Sochineniya (Moscow 1924-6), VI, 599 - 600. (54) ibid., p. 503. (55) L. Trotsky, Sochineniya, XV, pp. 422423. (56) J. Stalin, Sochineniya, Vl, p. 29.
201 200 Department and ILP Information Committee), November 1920. British Museum (Press Mark: 0824-bb-41).
(35) G. K. Gins Sibir, Soyuzniki, Kolchak (Peking. 1921) ii, 429
(53) I. Deutscher, op. cit., pp. 5n2-503. This sanction was to be lifted by the Central Committee, at its meeting of December 24, which also decided that the whole matter ought now to be openly discussed.
question of the agenda of the Party Congress.’ Appendix 2, h.474
(20) Pravda, March 12, 1920
(21) Ninth Party Congress. Po voprosu o professionalnykh soyuzokh i ikh organizatsii (On the question of the trade unions and their organisation) Resolutions: I, 493.
(22) ibid., ‘Serikat Buruh dan Tugas-tugasnya’ (Tesis Lenin). Appendix 12, h. 532
(23) ibid., h.26, 28
(24) ibid.
(25) Pada Kongres Kesebelas tahun 1922, Lenin mengatakan bahwa segala otoritas di dalam pabrik mesti dikonsentrasikan di tangan manajemen. . . Di bawah keadaan ini segala intervensi langsung oleh serikat buruh dalam pengelolaan perusahaan dianggap pasti membahayakan dan tidak ijinkan. (Resolutions I, 607, 610-612)
(26) V.I. Lenin. Kongres Partai Kesembilan, h. 96.
(27) L. Kntzman, op. cit., p. 83.
(28) R. V. Daniels , op. cit., p. 114
(29) ibid., pp. 115, 117.
(30) I. Deutscher. The Prophet Armed, p. 498.
(31) Treti vserossiiski s’yezd professionalnykh soyuzov: stenograficheski otchet (Third All-Russian Congress of Trade Unions: stenographic report) Moscow 1920, pp.
87-97. (Henceforth referred to as Third Trade Union Congress.)
(32) I. Deutscher. op. cit., pp. 500-507
(33) Trade Unions in Soviet Russia (Labour Research
(66) I. Deutscher, Soviet Trade Unions, p. 51
(67) V.I. LENIN, SELECTED WORKS, COL IX, P.6.
(68) ibid., p. 76
(69) Bukharin. Kongres Partai Kesepuluh. O zadachakh i strukture profsoyuzov (On the tasks and structure of the Trade unions). Appendix 16, p. 802.
(70) V. 1. Lenin. Selected Works, vol. IX, p. 35.
(71) ibid., p. 36. (72) V.I. Lenin Krsis partii (The crisis in the party) (73) V.I. Lenin ‘Once again on the trade unions, the present situation and the mistakes of comrades Trotsky and Bukharin’. Selected Works, vol. IX, pp. 40-80 (74) Shlyapnikov. Tenth Party Congress. Organizatsiya narodnogo khozyaistva i zadachi soyuzov’ (The organisation of the economy and the tasks of the unions). Speech of December 30, 1920. Appendix 2, pp. 789 - 793.
(57) I. Deutscher, op. cit., p. 503.
(58) V. I. Lenin Selected Works vol. IX, p. 12.
(59) ibid., p. 53.
(60) ibid., p. 26.
(61) R. V. Danieis, op. cit., p. 125
(62) Vosmoi vserossiiski s’yezd sovetov: stenograficheski otchet (Eighth All-Russian Congress Of Soviets: stenographic report), Moscow 1921, p. 324.
(63) L. Schapiro. Tlle Origin of the Communist Autocracy, Praeger, New York, 1965) p. 271.
(64) Kesimpulan ini didasarkan pada catatan mendetail Deutsche dalam ’Serikat Buruh Soviet’ (h. 42-52). Dalam proses diskusi Pra-Kongres sejumlah besar faksi-faksi dan kelompok muncul, masing-masing dengan pandangan, dan ‘tesis’ atas serikat pekerja. Perbedaan di antara sejumlah kelompok sangat halus sebenarnya, dan hampir semua kelompok mengacu pada banyak prinsip yang sama hingga kadang kala obyek dari perdebatan terlihat hampir tak nyata. Hanya 3 usul yang akhirnya disajikan di dalam Kongres: (Platform Sepuluh) milik Lenin, usul Trotsky - Bukharin dan usul Oposisi Pekerja. Deutscher menunjukkan bahwa sebuah perbandingan di antara usul-usul ini cenderung untuk mengabur ketimbang menyajikan isu-isu yang coba di pahami Kongres karena alasan-alasan taktis, pengarang masing-masing usulan memasukkan kalimat-kalimat usulan dari lawan-lawan mereka dan karenanya membuat kabur setiap perbedaan”.
(65) Tenth Party Congress. O roli i zadachakh profsoyuzov (Soal peran dan tugas Serikat Pekerja). Resolutions, I, 536-542 ff.
ini terbukti dilanggar dengan keji. Di dalam Kongres, Kollontai membeberkan bahwa sirkulasi pamplet yang mereka terbitkan dengan sengaja telah dihambat. (4)
14 Januari
Penerbitan ‘Platform 10’ (Artem, Kalinin, Kamenev, Lenin, Lozovsky, Petrovsky. Rudzutak, Stalin, Tomsky and Zinoviev). Dokumen ini memberi bentuk akhir terhadap tesis Lenin yang dipakai di dalam Kongres.
16 Januari
Pravda mempublikasikan platform Bukharin, yang dipandang Lenin sebagai “puncak disintegrasi ideologis”. (5)
21 Januari
Dalam sebuah artikel di Pravda yang mempersoalkan krisis di dalam Partai, Lenin menulis:
“Sekarang kita menambah ke dalam platform hal-hal berikut: kita mesti memerangi kerancuan membingungkan dari elemen-elemen yang tak bersuara kalangan Oposisi yang menolak habis-habisan segala ‘militerisasi ekonomi’, menolak bukan hanya ‘metode penunjukkan’ yang telah berlaku hingga hari ini, namun segala penunjukkan. Dalam analisa terakhir ini berarti menolak peran kepemimpinan Partai dalam hubungan dengan massa non-Partai. Kita mesti memerangi penyelewengan sindikalis yang akan membunuh Partai jika tidak sepenuhnya di sembuhkan”.
Beberapa waktu kemudian Lenin menulis bahwa “penyelewengan sindikalis menuntun pada runtuhnya
Kaum Bolshevik vs Kontrol Pekerja
Januari
Kampanye resmi untuk persiapan Kongres ke-10, dilancarkan Komite Partai Petrograd yang berhaluan Leninis garis keras (di bawah kepemimpinan Zinoviev). Bahkan sebelum kongres berlangsung, sejumlah langkah administrasi telah diambil untuk memastikan kekalahan pihak Oposisi. Beberapa langkah ini sangat luar biasa sehingga Komite Partai kota Moskow suatu ketika mengeluarkan sebuah resolusi terbuka yang mengecam organisasi di Petrograd “karena tidak menaati aturan mengenai perdebatan yang layak. (1)
13 Januari
Komite Partai Moskow menolak “kecenderungan organisasi di Petrograd yang mendaulat diri sebagai pusat bagi persiapan Kongres Partai”. (2) Pendukung Leninis menggunakan organisasi partai di Petrograd sebagai basis untuk menekan keseluruhan Partai. Komite Moskow meminta Komite Sentral “menjamin distribusi materi dan pembicara yang tak berat sebelah . . . sehingga setiap pendapat terwakili”. (3) Rekomendasi
Segala gempuran politik yang dilancarkan Oposisi Pekerja. Kini, hanya tersisa sedikit dokumentasi yang mencukupi mengenai tendensi ini. Informasi mengenai gerakan mereka terutama justru datang dari sumber-sumber Leninis. (9) Serangan ganas terhadap Oposisi Pekerja mengindikasikan bahwa mereka memperoleh dukungan cukup besar di kalangan pekerja di pabrik-pabrik dan hal ini membangkitkan peringatan serius di dalam kepemimpinan Partai. Shlyapnikov, (Komisaris Buruh pertama), Lutovinov dan Medvedev, pemimpin pekerja metal merupakan juru bicara terkenal dari tendensi ini:
“Secara geografis mereka terkonsentrasi di bagian-bagian Rusia-Eropa Sebelah Tenggara: daerah lembah sungai Donet. Daerah Don dan Kuban dan Provinsi Samara di Volga. Di Samara, Oposisi Pekerja mengontrol organisasi Partai di tahun 1921. Sebelum Partai digoyang di Ukraina, di akhir 1920, kaum Oposisi memenangkan simpati mayoritas pekerja di seluruh Republik ini. Titik kuat yang lain ada di provinsi Moskow, dimana Oposisi Pekerja memperoleh hampir seperempat suara Partai dan di kalangan serikat buruh metal di seluruh negeri”. (10)
Saat Tomsky meninggalkan politik serikat buruh dan bergabung kembali dengan pihak Lenin di tahun 1921, dia “menjelaskan” gerakan Oposisi Pekerja dalam kaitan dengan ideologi industrialisme dan sindikalisme pekerja metal. (11) Perlu di ingat bahwa pekerja-pekerja metal yang inilah yang menjadi tulang punggung Komite Pabrik di tahun 1917.
kediktatoran proletariat”. (6) Dengan kata lain kekuatan kelas pekerja (‘diktator proletariat’) menjadi tak mungkin jika ada kaum militan di dalam Partai Komunis yang berpikir bahwa kelas pekerja mesti lebih memiliki kekuasaan di dalam produksi (‘penyimpangan sindikalis’). *
Di sini Lenin mengambil posisi yang sangat jelas dalam persoalan “kekuasaan Partai” atau “kekuasaan kelas”. Dia dengan tidak ragu-ragu memilih yang pertama tak ragu untuk merasionalkan pilihannya dengan menyamakan antara keduanya. Namun dia berjalan lebih jauh lagi. Dia tidak hanya menyamakan ‘kuasa kaum pekerja’ dengan kekuasaan Partai. Dia menyamakan hal tersebut dengan ide kepatuhan terhadap pemimpin Partai!
24 Januari
Pertemuan Fraksi Komunis di dalam Kongres Kedua Serikat Pekerja Tambang. Kiselev, seorang pekerja tambang, melontarkan persetujuannya dengan ideide Oposisi Pekerja, memperoleh 62 suara melawan 137 suara yang sepakat pada platform Leninis dan 8 untuk Trotsky. (7)
25 Januari
Pravda menerbitkan “Tesis dalam persoalan Serikat Pekerja” yang di tulis Oposisi Pekerja. Alexandra Kollontai menerbitkan ‘Oposisi Pekerja’ yang mengembangkan ide yang sama di tingkatan teoritis. (8)
sebuah organ birokratik tanpa sebuah otoritas. . . Ia telah melenyapkan semua inisiatif lokal dan menciutkan seluruh kerja politik ke tingkatan sekedar masalah koresponden kesekretariatan”. (13) Di luar Partai, hal yang lebih keras makin santer terdengar.
17 Maret
Pemberontakan Kronstadt.
Peristiwa penting yang menghasilkan efek mendalam pada Kongres yang dibuka beberapa hari kemudian dianalisa secara mendalam. (14)
8-16 Maret
Kongres Partai Kesepuluh
hubungan tidak saja dengan massa namun juga dengan kaum pekerja politis yang aktif. Ia telah menjadi 209 208
Ini terbukti merupakan salah satu pertemuan yang paling dramatis di dalam keseluruhan sejarah Bolshevisme. Namun argumen-argumen yang di pergunakan dan pertempuran yang terjadi di sana hanyalah sebuah bayangan palsu mengenai betapa dalamnya krisis di dalam negeri secara keseluruhan. Pemogokan pecah di Petrograd di akhir Februari dan penduduk Kronstadt mengangkat senjata. Kedua hal ini tidak lain merupakan bagian yang paling terlihat dari puncak es ketidaksukaan dan ketidakpuasaan.
Sejak awal hingga akhir, kaum aparatus sepenuhnya menguasai Kongres. Sebuah atmosfir menjurus ke histeria, hal yang belum pernah di lihat pada pertemuanpertemuan kaum Bolshevik merasuki sepanjang prosesnya. Sekarang sangat penting bagi kepemimpinan Partai untuk menekan kaum Oposisi yang entah dis-
Februari
Selama masa diskusi pra-Kongres fraksi Leninis menggunakan sebaik-baiknya Komisi Kontrol yang baru terbentuk. Mereka memastikan pengunduran diri Preobrazhensky dan Dzerzhinsky (yang dihakimi terlalu “lunak” karena berhubungan baik dengan Oposisi Pekerja dan terhadap kalangan Trotskyis dan menggantikan mereka dengan apparatchiks yang lebih keras seperti Solts, yang melanjutkan mencaci maki kepemimpinan Partai yang terbelah karena kelemahannya dalam membatasi kaum ‘ultra kiri’. Kaum Leninis melancarkan kampanye yang berisik dan memainkan tanpa henti tema-tema persatuan dan bahaya dari dalam yang mengancam Revolusi. Kembali dan kembali lagi, mereka berlindung pada kultus pribadi seorang Lenin. Segala tendensi lain diberi cap “kontra revolusiner”. Mereka sukses memperoleh kontrol atas mesin Partai, bahkan di daerah-deaerah dengan tradisi panjang mendukung Oposisi.
Begitu ‘sukses’ sehingga beberapa dari ‘kemenangan’ menciptakan keraguan serius soal apakah kemenangan tersebut tidak diperoleh lewat cara yang curang. Pada 19 Januari sebagai contohnya, sebuah konferensi Partai di daerah Armada laut Baltik dikatakan telah memberikan 90% suara kepada kaum Leninis. (12) Namun dalam dua atau tiga minggu kemudian sebuah Oposisi Armada Kapal terbangun dan dan di dalam pamflet yang di distribusikan secara luas dinyatakan:
“Departemen Politik Armada Baltik telah putus
“Partai wajib mempertahankan kediktatorannya . . . sekalipun kebimbangan sementara melanda bahkan di antara kelas pekerja. . . Kediktatoran tidak mendasarkan diri momen yang terberi dalam prisip-prinsip formal sebuah demokrasi buruh. . . “.
Serangan militer atas Kronstadt dimana lebih dari 200 delegasi Kongres telah turut berpartisipasi di barengkan dengan pembantaian verbal yang masif terhadap Oposisi Pekerja dan tendesi serupa. Meski anggotaanggota terkemuka Oposisi bertempur melawan kaum Kronstadt (karena mereka masih memegang ilusi mengenai ‘peran kesejarahan Partai’ dan karena mereka masih terjebak di dalam loyalitas organisasional lama), Lenin dan pemimpin Partai lain sepenuhnya sadar akan kedekatan antara kedua gerakan ini. “Keduanya menyerang kepemimpinannya karena telah melanggar semangat revolusi, yang telah mengorbankan cita-cita egalitarian dan demokratis di atas altar kemanfaatan dan kecondongan pada hal-hal birokratik berikut kekuasaan bagi dirinya sendiri”. (17)
Dalam hubungan dengan isu-isu riil, tuntutan mereka juga saling bertumpukkan di beberapa masalah. Kaum Kronstadt di antaranya banyak merupakan mantan anggota Partai yang membelot telah menyatakan bahwa
“Republik Soviet Sosialis hanya mungkin menjadi kuat saat administrasinya dimiliki kelas tertindas, diwakili oleh serikat-serikat pekerja yang diperbarui . . Berkat aturan dari Partai yang berkuasa saat ini, serikat buruh tidak mungkin memiliki kesempatan untuk menjadi organisasi kelas yang
adari atau tidak dan entah di inginkan atau tidak menjadikan dirinya penyambung lidah dari semua aspirasi frustrasi ini. Di atas segalanya adalah penting untuk mencoreng citra kaum Kronstadt sebagai sebuah gerakan yang mencoba mempertahankan prinsip-prinsip Revolusi Oktober melawan kaum komunis - gagasan mengenai ‘revolusi ke-3’ — yang justru dinyatakan oleh pejuang Kronstadt. “Kami berjuang” kata kaum pemberontak “demi kekuasaan kaum pekerja yang sejati sementara si tangan penuh darah Trotsky and Zinoviev yang sesak kekenyangan dan segala rombongan mereka penyembah kekuasaan Partai. . . “(15)
“Untuk pertama kalinya kaum Kronstadt telah mengibarkan panji-panji pemberontakan Revolusi Ketiga kaum tertindas. . . Kaum otokrasi sudah jatuh. Dewan Konstituate telah mundur ke daerah-daerah pelosok. Sekarang kaum komisaris (komisarisokrasi) sedang runtuh. . . “(16)
Dalam Kongres Trotsky memusatkan serangannya pada Oposisi Pekerja.
“Mereka tampil dengan slogan yang berbahaya. Mereka telah menjadikan prinsip-prinsip demokrasi barang pemujaan. Mereka telah menempatkan hak kaum pekerja untuk menetapkan perwakilannya melampaui Partai. Seakan-akan Partai tidak berhak menancapkan kediktatorannya, sekalipun jika kediktatoran Partai tersebut untuk sementara bertentangan dengan semangat demokrasi pekerja saat ini!”
Trotsky berbicara mengenai “hak kelahiran yang bersejarah Partai”.
utama. “Jika kita musnah” ujar Lenin secara tertutup mengatakan :
“adalah lebih penting untuk menjamin garis ideologi kita dan memberi pelajaran bagi penerus kita. Hal ini tidak pernah boleh dilupakan, bahkan di dalam situasi yang paling tak berpengharapan”. (22)
Berakhir sudah bulan madu 1917 yang singkat. Hilang sudah retorika macam ‘Negara dan Revolusi’. Darinya muncul kerangka perpecahan Internasional Pertama. Kejahatan utama kaum Oposisi adalah elemen-elemen di dalamnya (dan yang lebih khusus lagi di antara orang-orang pinggirannya semacam Myasnikov dan Bogdanov) mulai mengeluarkan pertanyaan yang sangat aneh. Dengan agak canggung dan meraba-raba sejumlah orang mulai mempertanyakan keutamaan Partai, sifat kelas Negara Rusia. Selama kritisisme hanya berkenaan soal “perubahan bentuk dan penyimpangan birokratik atau bahkan dari partai itu sendiri, partai masih dapat menerimanya (bahkan kenyataannya telah menjadi cukup terlatih dalam bidang ini!). Namun saat mulai meragukan hal-hal yang sama sekali mendasar hal itu tak dapat di toleransi.
Ancaman ini serius, sekalipun pada saat itu hanya secara implisit terbersit di dalam pemikiran gerakan Oposisi. Tesis Ignatov telah memperingatkan akibat yang akan terjadi dari “masuknya massa strata borjuis dan borjuis kecil ke dalam jajaran Partai kita” dan kelas di kombinasikan dengan “kekalahan yang diderita oleh kelas proletar selama Perang Sipil”. (23) Namun mun-
murni”. (18)
Ketika turun ke soal fetisisme terhadap serikat pekerja, bahasanya menjadi sama.
Kongres dibuka dengan pidato Lenin yang sengit yang menyerukan untuk loyal kepada Partai dan menolak Oposisi Pekerja sebagai ancaman terhadap Revolusi. Kaum Oposisi merupakan kaum borjuis kecil”, aliran “sindikalis”, “anarkis” yang tercipta sebagian oleh masuknya elemen-elemen ini ke dalam Partai, elemen-elemen yang belum sepenuhnya mengadopsi pandangan dunia komunis”. (19) (Pada kenyataannya alasan kemunculan kaum Oposisi justru sangat berbeda. Mereka merupakan reaksi basis proletar di dalam Partai atas masuknya gerombolan semacam itu.) Argumentasi dasar kaum Oposisi tidak dihadapi secara mendalam. Argumen yang berbeda dari makian yang dikeluarkan, sering membingungkan. Sebagai contoh, kaum Oposisi Pekerja selain (a) “benar-benar kontra-revolusioner”, dan (b) “secara obyektif kontrarevolusioner”, mereka juga dianggap sekaligus “terlalu revolusioner”. Tuntutan mereka “terlalu maju” dan bahwa Pemerintahan Soviet mesti harus berkonsentrasi untuk mengatasi keterbelakangan budaya massa. (20) Menurut Smilga, tuntutan ekstrim (dari Oposisi Pekerja) menganggu upaya Partai dan menimbulkan harapan di tengah kaum pekerja yang hanya akan menyisakan kekecewaan. (21) Tetapi, yang paling penting, tuntutan posisi Pekerja keliru dengan memakai cara (anarko-sindikalis)-nya itu. Inilah kelaknatan yang lain. Ia menekankan bahwa “emansipasi kelas pekerja merupakan tugas kelas pekerja itu sendiri”(26) dan bahwa “kaum Komunis tidak membentuk kelompok terpisah, dari kelompok-kelompok kelas pekerja”. (27) Dakwah yang disampaikan Lenin ini kenyataannya bukan ‘Marxisme’ tetapi Leninisme kasar dari ‘What is to be done?’ (yang ditulis tahun 1902), Leninisme yang telah menegaskan bahwa kelas pekerja yang dibiarkan dengan alatnya sendiri hanya akan mampu membangun sebuah kesadaran serikat pekerja-isme dan hanya bisa memiliki kesadaran politik dengan injeksi dari luar, oleh ‘mesin ilmiah’ cendekiawan borjuis kecil. * Di pikiran kaum Bolshevik, Partai merupakan perwujudan kepentingan bersejarah dari kelas Proletariat terlepas kelas tersebut memahami hal itu ataupun tidak dan apakah kelas tersebut menginginkannya atau tidak. Dengan premis-premis seperti ini, setiap tantangan terhadap hegemoni partai apakah di dalam bentuk aksi atau hanya di dalam pikiran sudah setaraf dengan ‘pengkhianatan’ terhadap Revolusi, sebuah pemerkosaan terhadap sejarah.
‘Persatuan’ menjadi tema utama yang menjalar ke segala arah selama kongres berlangsung. Memperoleh ancaman entah dari luar dan “ancaman” dari dalam, tidak membutuhkan hal yang sulit bagi kepemimpinan untuk memperoleh persetujuan terhadap langkahlangkah Draconian yang akan diambil. Inipun masih di tindaklanjuti dengan pembatasan lebih jauh kepada anggota-anggota partai. Hak membentuk fraksi dihapuskan.
culnya satu hal membawa ke hal lain. Segera setelah berakhirnya Kongres, Bogdanov dan Kelompok Kebenaran ‘Pekerja’ menyatakan bahwa revolusi telah berakhir dengan “kekalahan mutlak kelas pekerja”. Mereka menyalahkan
“birokrasi, bersama dengan orang-orang pendukung Kebijakan Ekonomi Baru (NEP) yang telah menjadi kaum borjuis baru, yang bergantung pada eksploitasi pekerja dan mengambil keuntungan atas keadaan dis-organisasi kaum pekerja. Dengan jatuhnya serikat buruh ke tangan birokrasi, kaum pekerja menjadi lebih tak berdaya lagi”.
“Partai Komunis . . . setelah menjadi Partai penguasa, partainya kaum terorganisir dan pemimpin dari aparatus negara dan kehidupan ekonomi berbasis kapitalis . . . telah sepenuhnya kehilangan hubungannya dan komunitas dengan kaum proletariat”. (24)
Pemikiran seperti ini mengancam hal yang paling dasar dari rejim Bolshevik dan dengan kejam telah dihapus dari pikiran rakyat pekerja.
“Marxisme mengajarkan kepada kita” kata Lenin,
“bahwa hanya partai politik dari kelas pekerja yaitu Partai Komunis, yang memiliki kedudukan untuk menyatukan, mendidik, mengorganisir . . . dan mengarahkan segala segi dari gerakan kaum proletariat dan dengan demikian seluruh massa pekerja. Tanpa hal ini kediktatoran proletariat tak memiliki makna apapun”. (25)
Tentu saja ‘Marxisme’ juga mengajarkan hal yang
Sentral pada saat genting ini mengambil langkah-langkah paling keras terhadap kawan-kawan terbaik, jika dipandang perlu”. (29) Sikap ini, atau lebih lagi tepat mentalitas ini [Partai tidak mungkin salah dalam relasinya dengan kelas. Komite Sentral tak mungkin keliru dalam relasinya terhadap Partai] akan menjelaskan banyak dari peristiwa-peristiwa di masa akan datang. Hal ini secara sungguh-sungguh akan menjerat leher ribuan kaum revolusioner yang jujur. Hal ini juga membantu seseorang untuk mengerti secara lebih baik penyangkalan di hadapan publik yang dilakukan Trotsky di tahun 1927 bahwa Lenin pernah meninggalkan testamen politik, dan ‘pengakuan’ dari para Pengawal Bolshevik Tua selama Pengadilan Moskow di tahun 1936-1938. Partai, sebagai institusi, telah di berhalakan. Ia sekarang melambangkan keterasingan manusia dalam kaitannya dengan politik revolusioner. Dalam hubungan dengan perubahan politik ini atau yang lebih tepat munculnya apa yang telah selalu menjadi pokok-pokok dari Bolshevisme ‘diskusi’ yang terjadi dalam konferensi tak terlalu berarti. Karenanya mereka dengan sengaja telah ditinggalkan hingga waktu terakhir. Masih beroperasi di dalam kerangka ‘Partai’ Perepechko, anggota dari Oposisi Pekerja, mengindentifikasi birokratisasi (dalam Partai) sebagai sumber perpecahan antara otoritas Soviet dan aparatus soviet secara keseluruhan dan massa pekerja yang lebih luas. (30) Medvedev mendakwa Komite Sentral “penyimpangan ke arah ketidakpercayaan kekuatan kreatif kelas pekerja dan berkonsesi dengan kasta borjuis kecil dan borjuis”. (31) Untuk mengimbangi
“Kongres menetapkan pembubaran secepatnya kelompokkelompok tanpa terkecuali yang telah mendasarkan diri mereka atas satu dan lain platform . . . ketidakpatuhan untuk melaksanakan keputusan dari Kongres ini akan menuntun pada dikeluarkan segera dan tanpa syarat dari Partai”. (28)
Sebuah ketentuan rahasia soal hak disipliner tak terbatas diberikan kepada Komite Sentral, termasuk mengeluarkan anggota dari dalam Partai dan bahkan dari Komite Sentral sendiri (untuk hal ini dua per tiga suara akan diperlukan.)
Langkah-langkah ini, yang merupakan sebuah titik balik organisasional dalam sejarah Bolshevisme, didukung secara menyeluruh. Namun bukan tanpa perasaan kuatir. Karl Radek menyatakan:
“Saya merasa bahwa sebuah aturan telah didirikan yang memunculkan perasaan ketidakpastian di antara kami, terhadap siapa aturan ini akan diberlakukan. Ketika Komite Sentral dipilih, kawan-kawan dari kalangan mayoritas menyusun sebuah daftar yang memberikan mereka kontrol. Setiap kawan telah mengetahui bahwa hal ini diterapkan pada permulaan perpecahan di dalam Partai. Kami tidak mengetahui . . . apa komplikasi yang mungkin muncul. Kawan yang mengusulkan aturan ini berpikir aturan ini merupakan pedang untuk melawan kawan-kawan yang berpikiran berbeda. Meski saya juga memberikan suara terhadap resolusi ini, saya merasakan bahkan aturan ini mungkin bakal berbalik melawan kami”.
Menekankan bahayanya situasi yang dihadapi partai dan negara, Radek menyimpulkan “biarkan Komite delegasi telah pulang, Lenin membuat proposal terkenalnya menyangkut Kebijakan Ekonomi Baru (NEP). Dia mengusulkan pergantian sebuah “pajak jasabarang” untuk pemaksaan perampasan gandum dari para petani, salah satu hal yang paling dibenci dalam ‘perang komunisme’. Pemerintah akan mengakhiri kontrol atas pasokan gandum, yang akan berimplikasi pada, munculnya perdagangan gandum. Proposal penting ini diikuti oleh sumbangan pemikiran para hadirin selama empat kali sepuluh menit. Laporan resmi mengenai Kongres ke-Sepuluh di tulis dalam 330 halaman, di antaranya, hampir 20 halaman lebih di dedikasikan untuk NEP! (36) Perhatian utama Kongres jelas ada di tempat lain!
Di hari akhir Kongres, diakhir sebuah sesi, tanpa diskusi sebelumnya di dalam Partai dan setelah sejumlah 219 218
Pengetatan internal sekarang berlanjut menjadi pembalasan. Sebuah resolusi di desakkan yang menyatakan bahwa “tugas mendesak Komite Sentral adalah pemberlakuan secara ketat keseragaman di dalam struktur komite-komite Partai”. Keanggotaan Komite Sentral diperbesar dari 19 ke 25. 5 orang itu akan mendedikasikan diri mereka sepenuhnya kepada kerja Partai (khususnya komite-komiteinsi dan menghadiri Konferensi provinsi yang berkunjung ke ke daerah dan menghadiri Konferensi Partai di daerah). (37) Komite Sentral yang baru segera menerapkan sebuah perubahan radikal di dalam komposisi Sekretariat. Kaum Trotskyists (Krestinsky, Preobrazhensky dan Serebriakov), di hakimi karena dukungan mereka yang hangat-hangat kuku di garis Leninis, di turunkan
tendensi ini dan memelihara semangat Proletarian di dalam Partai, Oposisi Pekerja mengusulkan “setiap anggota Partai wajib hidup dan bekerja selama tiga bulan dalam setiap tahun sebagai proletarian atau petani biasa, terlibat dalam kerja fisik”. (32) Tesis Ignatov menyerukan agar minimal dua per tiga dari setiap lembaga Partai berisikan kaum pekerja. Kritisisme terhadap kepemimpinan lebih pahit dari tahun-tahun sebelumnya. Seorang utusan menciptakan kegemparan saat menyebut Lenin sebagai “chinovnik yang paling senior” (nama hirarki birokrasi zaman Tsar). (33) Para pemimpin memainkan permainannya lamanya. Resolusi yang panjang mengenai serikat buruh, ditulis oleh Zinoviev di sahkan dengan suara 336 melawan 50 (sepakat dengan Trotsky) dan 18 (sepakat dengan Oposisi Pekerja). (34)
“Zinoviev mengambil langkah pahit di dalam dokumen dengan mengklaim sebuah kelanjutan dari doktrin serikat pekerja . . . dinyatakan oleh Kongres Serikat Pekerja Pertama dan di dalam program Partai tahun 1919. Ini merupakan alat yang telah lama di kenal untuk menyemburkan tabir asap orthodoksi untuk menutupi pengalihan yang sedang berlangsung.” (35)
Dokumen yang bicara banyak mengenai ‘demokrasi buruh’ diteruskan dengan penekanan pada dalam istilah yang tak setara bahwa partai akan memandu semua kerja serikat pekerja.
Epilog
Mei 1921
Kongres Serikat Pekerja Metal se-Rusia.
Serikat buruh ini telah membuktikan diri sebagai tulang punggung perjuangan tahun 1905. Serikat ini telah dimenangkan oleh kaum Bolsheviks sejak 1913. Ia telah menghidupi Komite-komite pabrik dan menyediakan banyak jiwa untuk detasemen-detasemen Pengawal Merah. Saat ini dengan terpengaruh secara mendalam oleh ide-ide Oposisi Pekerja. Pemimpinnya, Medvedev, merupakan anggota aktif kaum Oposisi. Cengkramannya dalam serikat mesti di patahkan.
Pada Kongres pekerja Metal, Komite Sentral Partai menyerahkan kepada fraksi Partai di serikat sebuah daftar para kandidat yang di rekomendasikan menduduki jabatan kepemimpin serikat buruh (sic !). Para delegasi-delegasi pekerja Metal memberi suara melawan daftar ini, demikian juga fraksi Partai di dalam serikat (dengan suara 120 melawan 40). Setiap tekanan yang dapat di bayangkan kemudian mesti ditanggung mereka semua. Kelompok oposisi mesti di hancurkan. Komite Sentral Partai menyepelekan suara banyak orang dan mengangkat sebuah komite pekerja Metal sendiri. (40) Cukup sudah bicara soal ‘delegasi yang dipilih dan dapat diganti’. Di pilih oleh keanggotaan serikat pekerja dan dapat diganti oleh kepempinan Partai!
dari keanggotaan Komite Sentral sekaligus. Perubahan radikal juga terjadi di Orgbureau dan pada komposisi jumlah organisasi Partai secara lintas daerah. (38)
Keadaan ‘Disiplin’, ‘keamanan’ di terapkan di segala tingkat. “Perubahan organisasional di tahun 1921 merupakan kemenangan mutlak bagi Lenin, kaum Leninis, dan filosofi kaum Leninis dalam kehidupan Partai”. (39) Partai tadinya menghendaki tujuan sekarang menghendaki juga kesemua alat-alatnya.
Tetapi ada juga material yang memiliki nilai meragukan. Edisi pertama bahasa Rusia dari pamflet ‘What is to be done’ menampilkan di sisi paling depan katakata Lasalle yang terkenal: ‘‘Partai memperkuat diri dengan membersihkan dirinya sendiri”.
di tubuh fraksi. Ryazanov dilarang untuk selamanya dilarang bersentuhan dengan kerja-kerja serikat pekerja. 17-25 Mei Kongres Serikat Pekerja se-Rusia Keempat. 223 222
Sebuah komisi khusus, dikepalai Stalin, didirikan untuk “menyelidiki sikap-sikap Tomsky”. Penyelidikannya selesai, di putuskan untuk menegurnya atas “kelalaian jahat” yang parah (karena membiarkan Kongres mengemukakan keinginannnya sendiri). Tomsky dibebaskan dari fungsinya di Dewan Serikat Pekerja seluruh Rusia. Terhadap fraksi Partai, mereka ‘sudah berbicara’ untuk membalikkan keputusan di hari sebelumnya. Tidak ada catatan mengenai bagaimana nasib ratusan delegasi lain yang memilih mendukung resolusi ini. Tapi siapa peduli? Di 1917 ia telah menyatakan bahwa “setiap koki mesti belajar mengelola Negara”. Di tahun 1921, Negara sudah sangat jelas cukup kuat untuk memerintah setiap koki!
Untuk mendiskusikan peran serikat pekerja dalam, sektor swasta, sektor baru yang dikenakan sanksi oleh NEP. Tomsky sebagai presiden Dewan Sentral Serikat Pekerja seluruh Rusia, dipercaya Komite Sentral Partai untuk menyiapkan ‘tesis’ yang layak dan memastikan hal itu diterima pertama oleh fraksi Partai dan kemudian oleh Kongres secara keseluruhan. Segalanya berlangsung dengan mudah hingga mendapat suara 1,500 votes berbanding 30, Kongres juga menyetujui sebuah langkah yang terlihat ofensif yang di ajukan Riazanov atas nama fraksi Partai, yang menimbulkan sebuah skandal besar. Bagian utama dari resolusi ini menyatakan: “personil terkemuka gerakan serikat pekerja mesti dipilih di bawah panduan umum Partai, tetapi mesti membuat usaha khusus untuk membiarkan metode normal demokrasi proletarian, khususnya di dalam serikat pekerja, dimana pemilihan kepemimpinan mesti diberikan kepada kaum serikat pekerja sendiri”. (41)
Komite Sentral sangat meradang. Mereka menerjang Kongres bagai sejuta ton bongkahan. Tomsky, yang bahkan tidak mendukung resolusi yang tidak lazim ini, mendapatkan diri ditarik sebagai wakil Komite Sentral di dalam Kongres. Dia di ganti oleh kaum serikat pekerja yang terkemuka semacam Lenin, Stalin dan Bukharin yang bertugas untuk mengerus perpecahan seperti itu atau karena (sebagaimana yang dilakukan penerima manfaat dari sebuah masyarakat yang sama seperti di Rusia) adalah kepentingan mereka untuk tetap bersikap demikian.
Fakta bahwa begitu banyak orang yang telah menghabiskan demikian panjang umur hidupnya di dalam gerakan sosialis mengetahui hanya begitu sedikit mengenai periode ini tidaklah begitu mengagetkan. Dalam derasnya antusiasme sebuah ‘kemenangan revolusi sosialis’ 1917, hampir tak terelakkan bahwa sudut pandangan bahwa para pemenanglah yang menjadi satu-satunya pihak yang di dengar. Selama bertahun-tahun satu-satunya alternatif adalah ratapan pura-pura kaum sosial-demokrasi atau kegeraman terbuka kaum kontra revolusioner. Suara oposisi libertarian-revolusioner terhadap Bolshevisme telah benar-benarnya dan di bekap.
“Vae victis” dikatakan Brennus dari Gaul tahun 390 BC saat dia mengacungkan pedangnya yang berat ke atas timbangan yang menimbang berat uang tebusan, untuk mengakhiri pengepungan atas kota Roma.”Mengejek orang-orang (mereka) yang telah mampus” telah menjadi cara menghakimi sejarah sepanjang waktu. Inilah sebabnya begitu sedikit hal yang kita dengar mengenai para revolusioner yang tidak menunggu hingga tahun 1923, namun semenjak awal 1918, melihat arah gerak masyarakat Rusia dan menyatakan keberatannya, seringkali dengan tumbal kehilangan hidup. Mereka, dan memori akan mereka, dilenyapkan dalam kebangkitan
Kesimpulan
Peristiwa-peristiwa yang digambarkan di pamflet ini memperlihatkan bahwa di dalam hubungannya dengan kebijakan industrial ada hal terang-benderang dan hubungan yang tak terbantahkan antara apa yang terjadi di bawah Lenin and Trotsky dan praktek-praktek Stalinisme di kemudian hari. Kita tahu banyak dari kalangan revolusioner kiri merasa pernyataan ini sulit untuk diterima. Betapapun kami yakin bahwa setiap pembaca yang jujur mendekati fakta-fakta yang disuguhkan pasti akan sampai kepada kesimpulan yang sama. Semakin seseorang membongkar fakta-fakta dari periode ini , semakin sulitlah untuk menentukan atau bahkan melihat “teluk” yang di duga memisahkan apa yang terjadi semasa Lenin dari apa yang terjadi kemudian. Pengetahuan sesunguhnya akan fakta-fakta juga membuat semakin mustahil untuk menerima sebagaimana warga Jerman lakukan bahwa keseluruhan peristiwa yang terjadi sebagai sesuatu yang “secara historis tak terhindarkan” dan “telah dibatasi secara obyektif”. Ideologi dan praktek kaum Bolshevik merupakan sesuatu yang penting dan seringkalli menjadi faktor menentukan di dalam pertimbangan dalam perhitungan, di setiap tahapan kritis dari periode kritis ini. Sekarang saat fakta-faktanya semakin tersedia, me-mistifikasi diri sendiri akan masalah ini tak lagi memungkinkan. Jika seseorang yang telah membaca halaman-halaman ini tetap ‘bingung’ itu tak lain karena mereka memang tetap ingin berada di keadaan saat ini makin dilihat sebagai masalah dominasi manusia atas lingkungan hidupnya dan atas lembaga-lembaga yang diciptakannya sendiri untuk memecahkan tugas-tugas yang dihadapinya. Akankah manusia tetap mengontrol para ciptaannya atau mereka akan mendominasi manusia? Di dalam pertanyaan-pertanyaan ini terkandung hal yang lebih mendasar lagi mengenai ‘kesadaran palsu’ manusia, mengenai demistifikasi manusia dalam hubungannya atas pengelolaan ‘komplesitas’, soal mengembalikan kepercayaan diri kepada dirinya sendiri, kemampuannya untuk menjamin kontrol atas otoritas yang di delegasikannya, dan soal pengambil-alihan kembali segalanya yang telah diambil kapitalisme dari dirinya. Juga secara implisit dalam pertanyaan ini adalah bagaimana melepaskan potensi yang sangat kreatif di dalam setiap dari kita dan memanfaatkannya kepada tujuan yang telah kita pilih bagi diri kita.
Dalam perjuangan mencapai tujuan-tujuan ini Bolshevisme akhirnya akan dipandang sebagai sebuah penyimpangan yang mengerikan, pakaian terakhir yang dikenakan ideologi borjuis saat ia sedang di tumbangkan hingga akar-akarnya. Penekanan Bolshevisme atas ketidakmampuan massa mencapai sebuah kesadaran sosialis melalui pengalaman mereka sendiri hidup di bawah kapitalisme, rumusannya soal sebuah struktur ‘partai pelopor’ hirarkis, dan ‘sentralisasi untuk melawan kekuatan negara borjuis yang tersentralisir’, pernyataannya menyangkut ‘hak sejarah’ bagi mereka yang telah menerima sebuah visi masyarakat terten-
birokratik dalam dekade-dekade berikutnya, yang secara eufimisme digambarkan sebagai ‘pembangunan sosialisme’.
Hanya sejak tahun-tahun belakangan, saat buah ‘kemenangan’ revolusi mulai di tuai (di Hongaria, Ceko, Slowakia, dan banyak tempat lain) keraguan yang meluas mulai muncul dan pertanyaan sesungguhnya akhirnya mulai di tanyakan. Baru sekarang, kerja-kerja serius mulai di dedikasikan kepada sifat alami dari kebusukan (tindak-tanduk Bolshevik dalam relasinya terhadap produksi) dan perhatian di arahkan ulang kepada peringatan dari masa lalu dari mereka-mereka yang ‘mampus’. Materi-materi berharga dalam jumlah besar dari tahun-tahun pembentukan masih butuh dikembalikan kepada gerakan revolusioner, pemilik sahnya.
Lima puluh tahun setelah Revolusi Rusia, kita dapat melihat dengan fokus yang makin tajam sejumlah masalah yang pernah dengan sangat panas di perdebatkan antara tahun 1917 dan 1921. Kaum libertarian revolusioner di tahun 1917, bertindak sejauh yang mereka mampu. Namun sekarang kita dapat berbicara dari pengalaman yang nyata. Hongaria di 1956 dan Prancis di tahun 1968 telah menyoroti permasalahan masyarakat kapitalis birokratik modern dan memperlihatkan sifat alami dari oposisi revolusioner yang mereka timbulkan, baik konteks Timur dan Barat. Hal-hal yang tidak relevan dan tidak pasti telah tersapu bersih. Pertanyaan-pertanyaan kunci pada masa kita adalah
(1) L. Trotsky. Tenth Party Congress Otvet petrogradskim tovarishcham (Answer to the Petrograd comrades). pp. 826-827, note 1.
(2) ibid., p. 779, Appendix 6.
(3) ibid.
(4) A. Kollontai. Tenth Party Congress, p. 103.
(5) V, 1. Lenin. Selected Works, vol. IX, p 35
(6) ibid, p. 57.
(7) ibid, p. 79.
(8) Teks lengkap tersedia sebagai Solidarity Pamphlet No 7. (price 3/6, post free)
(9) See for instance K. Shelavin’s Rabochaya oppozitsiya (The Workers Opposition), Moscow 1930
(10) R. V. Daniels, op. cit., p.127
(11) Tomsky. Tenth Party Congress pp. 371-372.
(12) Pravsa, January 27, 1921
(13) Quoted in A.S. Pukhov ‘Kronshtadtski myatezh v 1921 g.’ (The Kronstadt revolt of 1921), Leningrad 1931, p. 52. Ida Mett’s pamphler on ‘The Kronstadt Commune’ gives a good idea of the ‘disaffection’ rampant in Petrograd at the time.
(14) For useful documentration, see Solidarity Pamphlet No. 27’ ‘The Kronstadt Commune’, by Ida Mett (3/- post free) and Kronstadt 1921 by Victor Serge (9d. post free).
(15) Isvestiya vremennogo revolyutsionnogo komiteta (News of the Provisional Revolutionary Committee), March 10, 1921.
(16) ibid., March 12, 1921.
(17) R.V. Daniels, op. cit., p. 145-6
tu (dan masa depannya) dan menyatakan hak untuk mendiktekan visinya ini atas semua yang lain jika perlu di bawah todongan senapan, kesemuannya ini akan dikenali sebagai apa mereka sebenarnya: usaha terakhir masyarakat borjuis untuk memasukkan ulang visi sakralnya kepada para pemimpin dan memimpin, dan mempertahankan relasi sosial otoritarian di keseluruhan aspek kehidupan manusia.
Agar dapat bermakna revolusi yang akan datang haruslah libertarian secara mendalam. Ia akan mendasarkan diri pada asimilasi nyata seluruh pengalaman Rusia. Ia harus menolak untuk menukar sekelompok penguasa dengan penguasa lain, satu rombongan penghisap dengan rombongan penghisap lain, sekelompok pendeta dengan jenis pendeta yang lain, sekelompok pemuja otoritarianisme dengan kelompok lain, atau ortodoksi ketat ke ortodoksi lain. Ia harus mencabut semua solusi palsu itu yang merupakan bentuk-bentuk perwujudan sisa-sisa keterasingan manusia. Sebuah pemahaman yang nyata dari Bolshevisme mesti menjadi bumbu penting di setiap revolusi yang bertujuan melampaui segala bentuk keterasingan dan mistifikasi-diri. Saat masyarakat lama rontok baik borjuis dan birokrasi mesti dikubur dibawah reruntuhannya. Akar dari mana mereka tumbuh harus dimengerti. Pada tugas besar inilah, revolusi masa mendatang akan menemukan kekuatannya dan inspirasi dari pengalaman berjuta-juta orang, baik di Timur maupun Barat. Jika hal itu bisa terbantu sekecil apapun dari adanya buku ini, usaha kami telah cukup berharga.
(39) ibid., p. 152.
(40) Isvestiya Ts. K. No. 32 1921, pp. 34. See also Schapiro, op. cit, pp. 323
(41) Ryazanov. Eleventh Party Congress. pp. 277-8. Also Schapiro, op. cit., pp. 324 - 325.
(18) News of the Provisional Revolutionary Committee March 9. (19) Tenth Party Congress. ‘O sindikalistskom i anarkhistskom uklone v nashei partii’ (On the syndicalist and anarchist deviation in our party). Resolutions I, 530. (20) ibid., pp. 382-383. (21) ibid., p. 258. (22) Trotsky. Letter to friends in the USSR, 1930. (Trotsky Archive T 3279). (23) Tenth Party Congress (Ignator Theses). (24) N. Karev. O gruppe “Rabochya Pravda” (On the ‘Workers Truth’ Group). Bolshevik, July 15, 1924, pp. 31 ff. (25) Tenth Party Congress Resolutions I, 531 (26) K. Marx and F. Engels. Manifesto of the Communist Party. Selected Works, Moscow (FLPH), 1958, vol. 1, p. 28. (27) ibid., p. 46. (28) No footnote 28 in original!! (29) Radek. ibid., p. 540. (30) ibid., p. 93. (31) ibid., p. 140. (32) ibid., ‘Resolution on Party organisation proposed by the Workers Opposition.’ p. 663 (33) Yaroslavsky, ibid., reporting statements by Y. K. Mlonov. (34) ibid., p. 828, n.l. (35) R. V, Daniels, op. cit., p.156. (36) L. Schapiro. op. cit., p. 308. (37) Tenth Party Congress Resolutions, pp. 522-526. (38) R. V. Daniels, op. cit., p. 151-152.
“For us, as revolutionaries, meaningful action is whatever increases the confidence, autonomy, initiative, participation, solidarity, egalitarian tendencies and self-activity of the masses, and whatever assists in their demystification. Sterile and harmful action is whatever reinforces the passivity of the masses, their apathy, cynicism, differentiation through hierarchy, alienation, reliance on others to do things for them, and the degree to which they can therefore be manipulated by others, even those acting on their behalf.”(About Ourselves - Maurice Brinton, 1923-2005)
“Bagi kami, sebagai revolusioner, sebuah tindakan yang bermakna adalah segala sesuatu yang meningkatkan kepercayaan diri, otonomi, partisipasi, kecenderungan egaliter, dan kemandirian dari massa, dan segala sesuatu yang membantu dalam upaya demistifikasi mereka. Tindakan yang tak berguna bahkan berbahaya adalah segala sesuatu yang makin menguatkan kepasifan massa, apatis, sinisme, yang makin membedakan diri mereka berdasar hirarki, alienasi, bergantung pada orang lain untuk mengerjakan halhal yang terkait hidup mereka sendiri, dan karena itu menjadikan mereka mudah ditipu oleh orang lain, sekalipun oleh orang-orang yang katanya datang untuk membela mereka”. (About Ourselves - Maurice Brinton, 1923-2005)