Baca PDF (OCR): Disease 2

2 halaman · 2 halaman diproses dengan OCR · 3.1 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. KUNCI DAN PINTU
  2. HASRAT KEMARIN DAN TINTA HARI INI
  3. DISEASE#2
  4. IMAGE OF OUR SELVES
  5. BORED & BORING
  6. SPIRITUALITAS

KUNCI DAN PINTU

Jalan itu tetap sama. Tetap dalam keringat yang sama. Menjijikan memang. Tapi inilah dunia yang ada.

Bagiku itu nasi, bagimu edukasi. Yang setiap hari kami cari. Di jalan, juga mimpi-mimpi. Dengan canda dungu kami berbagi.

Berhitung dengan keringat jalanan Sebenarnya aku pegang kunci itu. kunci dari pintu menuju jalan yang berbeda. Tapi aku terlalu sungkan dan ter-belenggu. Memang barisanku ter-bungkam budaya.

Yang berwarna, dan hitam, dan putih. Aku tetap jenuh ter-mangu. Materi alas an satu-satunya. Dan aku tak pernah tau apa yang ku' mau.. Belajar dari budaya tv. bukan buku yang seperti mereka baca.. Apa aku... aku bukan... aku terlalu diam, diam bersama mimpi-mimpi tanpa realisasi.

Kini tetap seperti dulu. Hanya wajah yang mulai bau makam... Siapa malaikatku?... Anjing?... Aku tak butuh pahlawan Hanya keras yang aku pelajari. Membosankan memang. dan, stagnan.

Tolong beri aku hasrat Tuhan-ku, dari kain. botol dan bensin Siapa yang akan menyalakan-nya?.

DISEASE CAN SPREADING THE SYMPTOMS FROM THESE CONTENTS OF DISEASE... THE SYMPTOMS DISEASE

HASRAT KEMARIN DAN TINTA HARI INI

Tanah pinggiran itu berkata tentang dunia, "Dunia ini sudah sesak dengan aroma setan." Sedang gedung-gedung tinggi itu berkata, "Dunia ini semerbak harum surga dan bersayapkan sayapnya para malaikat."

Yang manakah dunia kita?...

Januari,2007

DISEASE#2

Gratis untuk dikonsunsi khalayak yang berpikiran terbuka. (For critics and every words, please send to [email protected]).

DISEASE SUPPORTS THE NEVER GROW UP CAMPAIGN the Never Grow Up campaign encourage parents and young adults to stay young in mind by understanding children basic needs of attention and respect...

SEPERTI PENGETAHUAN YANG MENULAR... SEPERTI PENYAKIT YANG BERPENGETAHUAN... DISEASE...

IMAGE OF OUR SELVES

Apa yang ada di benak kita ketika melihat seseorang dengan penampilan... ya. pake sepatu Doc.Mar... setelan-nya edan pula. Kita pasti (ya untuk scene ini... ngerti lah) terperangah sejenak dan pasti berkata "anjriit keren pisan" Tapi menurut saya imej seperti itu nggak bener-bener keren. maksudnya bukan sejatinya keren. Hal itu nampaknya menurut pandangan saya. itu hanya penghakiman melalui aplikasi kata-kata yang sangat sempit. Mengapa?. karena kekerenan itu sejatinya timbul dari dalam diri kita atau kata keren-nya dalam sisi internal kita... ke-kerenan itu sendiri bersifat subjektif pula. sebab setiap orang punya versi yang berbeda tentang ke-kerenan akan imej tersebut.

Lagi lagi menurut saya... imej seseorang bukan terletak pada style yang ia pakai ataupun pada kekayaan yang ia punya untuk meng-aplikasi segalanya agar imej seseorang keren. tetapi keren itu bisa timbul dari sisi internal tadi. yang saya yakini sebagai intelektualitas dan kepribadian Sebab dengan intelektualitas yang lebih. seseorang dapat menimbulkan sisi keren apapun dalam wujud apapun. Dan apabila seseorang sudah mempunyai daya konstruksi untuk itu dia memeng keren... tentunya menurut versi saya juga dong

Dengan apa yang kita perbuat hanya untuk membangun imej dengan style. saya lebih setuju dengan orang yang membangun imej dengan baca buku. Baca buku menurut saya keren (akan saya lanjutkan tentang buku dan televisi pada edisi selanjutnya) daripada imej kita terbangun oleh budaya sinetron yang busuk itu. Ah tapi ini tergantung pada kalian semua sebab saya percaya akan kehidupan yang lebih baik Bagi saya toh. imej itu akan ber-evolusi mengalami bentuk yang lebih keren. kenapa tidak? Karena memang kita seharusnya memberi yang terbaik untuk hari esok dan seterusnya. Kelihatan-nya sepele sih... tapi coba renungkan. Kita hidup untuk terus lebih baik bukan untuk lebih buruk.

Nah... jadi buat apa kita susah-payah bermodis-modis ria. berlucu-lucu ria. dan juga capecape nga-gaya. kalau itu semua ternyata hanya untuk menimbulkan keren yang 'nggak keren'. Tanpa itu semua kita memang udah keren dari sananya. tinggal kita aja yang buat keren itu tetap 'keren gak? Atau hanya mau keren yang 'gak keren'? Itu semua tergantung kalian

MY OPINION IS NOT ALWAYS TRUE FOR YOU ALL... THIS IS MY CHOICE AND THIS IS MY WAY ABOUT THIS... FOR ME THIS IS TRUE, AND FOR YOU???...

BORED & BORING

Seperti kata yang mempunyai makna, dalam gelap dan terang jiwa ini.

Dengan sentuhan estetika yang bermuara, pada nalar, pada alam bawah sadar,yang tersenyum dan tetap menyendiri.

Semua kehendak nampaknya nyala dan padam,oleh waktu juga oleh logika, yang diperkosa rintihan dan kekangan.

Setuju dan tidak setuju itu ada pada dirimu. Mau dibawa kemana hasratmu? Rupanya semua itu ada di dirimu, kalian dan juga diriku.

Pada muara dirimu atau cubluk kesengsaraan yang siap menelanjangi-mu?

Aku bersandar pada kebebasan, kebebasan yang terkadang terdesak. Dan sejatinya kebebasan itu juga terdesak dan ditunjuk oleh matimu. Beruntunglah kalian yang bermuara pada kebebasan, kebebasan yang bersyarat yang juga untuk mati.

Untuk hidup, untuk mati...

Dan terserah, dan tenggelam, dan semua kembali pada kalian.

SPIRITUALITAS

Spiritualitas adalah renungan,renungan yang menyemesta,menyatu dengan alam dan berkarya dengan alami. Seperti ruangan yang serba putih dan kesemuanya diisi, diisi oleh ketenangan jiwa... Jiwa yang berserakan seperti layaknya berak.

Kesemuanya murni, namun tidak berarti suci...

Spiritualitas bisa berarti dosa... Dosa yang berpahala, seperti malaikat bermuka iblis...

Spiritualitas itu hampa namun berisi. Diisi dengan ketenangan pikiran.. Pikiran yang sepenuhnya sadar.. Dalam alam bawah sadar.