Baca EPUB: Uranium Indonesia dalam Zaman Atoom

3 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. Table of Contents
  2. Table of Contents
SEMAUN
Uranium Indonesia dalam Zaman Atoom
Kacabenggala Editions

Publisher Note

(Kata Pendahuluan)

Karya ini diterbitkan dengan judul Uranium Indonesia dalam Zaman Atoom: Kiamat Bikinan

Uraian2 dalam buku ini pernah dimuat berturut-turut beberapa hari dalam suratkabar2:

1.
Berita Indonesia, Djakarta.
2.
Suara Merdeka, Semarang.
3.
Indonesia Merdeka, Bandjarmasin.

Selain dari pada itu 3 uraian pertama telah diterdjemahkan dalam bahasa Belanda dan dimuat dalam suratkabar Nieuwsgier, Djakarta.

Kepada Redaksi suratkabar2 tersebut, dengan ini sekali lagi saja mengutjapkan banjak terima kasih atas pemberian ruangan untuk uraian2, jang kini terkumpulkan dalam buku ini.

Dalam uraian2 ini, saja membuka latar belakang politik tinggi internasional dan diplomasi serta kegiatan2 subversif dewasa ini dari negeri2 imperialis jang berhubungan dengan usaha2 untuk menguasai sumber2 bahan tenaga atoom (Uranium dan Torium) didunia kita ini, lebih2 dari pada usaha2 untuk menguasai sumber2 minjak tanah.

Bahwa usaha2 itu memperbahajakan hari kelak negeri2 kubu Sosialis dan negeri2 A.A. serta Amerika Latin, teranglah sudah. Maka dari itu negeri2 itu tentu akan dan ada jang sudah mengambil tindakan2nja sendiri untuk menolak bahaja itu.

Adapun guna Tanah-Air dan Bangsa Indonesia tertjinta, saja usulkan usaha2 terbentang dalam uraian2 jang ke 9 dan ke 10, tidak sadja untuk kepentingan langsung bagi Nusa dan Bangsa, tetapi djuga untuk memberikan sumbangan guna kesedjahteraan dan keselamatan semua umat manusia diseluruh dunia dalam waktu dan zaman2 berabad-abad dikemudian hari.

Perumusan soal2 atoom, uranium dan torium setjara ilmu pengetahuan dan filsafat populer modern jang saja tundjukan kepada para pembatja dalam uraian2 ini, semoga dapat mempertinggi pengetahuan dan keinsjafan bangsa kita dalam zaman atoom jang penuh dengan keruwetan2 dan bahaja2 seperti pada dewasa ini.

Sungguh, soal uranium dan torium,—ialah soal jang paling baru timbul djustru dalam pertengahan tahun 1956 diantara baik kaum sardjana ataupun politisi dan para negarawan diseluruh dunia. Para pembatja dapat menjaksikan itu dari uraian2 ke 1, 2 dan 3.

Mengenai uranium dan torium di Indonesia, para pembatja dapat memperoleh gambaran dari uraian2 ke 4 dan ke 5.

Baru sekarang uranium dan torium ditjari orang. Sebelum ledaknja bom atoom atas Hiroshima, orang2,—djuga ahli2 geologi—, sama sekali tidak memperhatikan bahan2 atoom tersebut, dan malahan tidak mengetahui pemetjahan soal2 Chemies uranium dan torium itu. Karena itu dalam berpuluh-puluh uraian dan buku2 dari ahli2 geologi (Belanda dan lain2), jang pernah menjelidiki isi kekajaan bumi Indonesia sampai sebelum perang dunia jang kedua,—sama sekali tidak disinggung adanja bahan2 atoom di Tanah-Air kita ini.

Malahan di Amerika Serikat pun, uranium dan torium sebelum perang dunia jang kedua tidak mendapat perhatian. Ini ternjata dari kutipan berikut: (dari madjalah “U.S. News & World Report”, 28 Desember 1956).

“Until the bomb was found effective, there was little demand for uranium”….. dan lagi: “Vanadium producers got some uranium as a by-product, tosed it aside as a waste material”.

Dalam bahasa Indonesia:

„Sebelum bom (atoom, Sm) diketahui mustadjabnja, uranium sangat tidak dibutuhkan”….. dan lagi: “Para produsen Vanadium mendapat sedikit uranium sebagai biji-product, dan membuang itu kesebelah sebagai bahan jang tak berguna”.

Demikianlah hanja baru sekarang ini, dengan diumumkannja uraian2 saja ini, dibuktikan dimuka umum kekajaan uranium dan torium di Ibu-Pertiwi kita.

Mungkin, bahwa sebelum pengumuman ini, tetapi sesudah peledakan bom atoom dalam tahun 1945, beberapa orang ahli luar negeri mentjari dan menemui uranium dan torium di Indonesia, tetapi mereka berkepentingan untuk „bungkam mulut” sampai terlebih dahulu mereka dapat menguasai Tanah-Air kita dengan segala matjam djalan dan akal, paling sedikit dengan diadakannja perobahan „Mijnbouw-wet” dan kemungkinan „menanam” modal partikelir menurut undang2 baru R.I. ……….!

Semoga para pembikin perobahan dan undang2 baru tersebut dalam Dewan Perwakilan Rakjat (D.P.R.) kita, dan djuga kabinet2 Menteri sekarang dan dikemudian masa waspada dan moga2 mereka menginsjafi kepentingan hidup Bangsa kita, Rakjat dan Ibu-Pertiwi kita jang tertjinta ini.

Djakarta, 14 April 1957.

SEMAUN.



Digitizer Note

This digital edition is a faithful typeset of the printed text, preserving the original layout, spelling, punctuation, and front matter as closely as possible.

All original rights remain with their respective publishers and translators. Where copyright has expired or the material falls under fair use for preservation, the text is reproduced for historical study.

The Kacabenggala Editions are non-commercial and undertaken for study and admiration, shared purely for archival and educational purposes, without commercial intent.

URAIAN PERTAMA

Dewasa ini kita, umat manusia, hidup dalam zaman atoom. Dimulai dengan ledakan bom atoom dari uranium di Hirosima mendjelang selesainja perang dunia jang kedua, maka kini orang dapat membajangkan dahsjatnja bom hidrogeen (zat air) jang intinja djugalah ledakan2 rentetan sekaligus dari atoom2 uranium. Djuga ledakan atoom2 uranium itu kini merupakan tenaga jang paling modern dan terkuat untuk perusahaan2 dengan maksud2 damai guna kebutuhan umat manusia.

Dalam hubungan ini kita harus ingat terudjudnja tenaga atoom jang telah menggerakkan setral-listrik atoom jang pertama di Sovjet Uni, jang disusul dengan sentral sematjam itu dinegeri Inggeris baru2 ini.

Orang dapat menudjum dengan pasti, bahwa tenaga atoom dimasa depan akan merupakan tenaga terpenting jang akan digunakan oleh umat manusia untuk kebahagiaannja.

Dari sudut pengetahuan dan kejakinan itulah,—maka dalam uraian ini ditindjaunja masalah uranium,—bahan mentah dan bahan bakal jang paling penting untuk memperoleh tenaga atoom.

BERAPA BANJAK URANIUM DALAM BUMI?

Karena itu, pertanjaan pertama ialah: Adakah banjak uranium didunia kita ini?

Djawaban atas pertanjaan ini seolah-olah diberikan oleh para ahli atoom Rusia dalam buku “Wistafka po ispolzowanjiu atomnoi energii we mirnich stjeliach” halaman ke-17, sebagai berikut:

„Ada pendapat, bahwa uranium merupakan logam jang djarang adanja. Tetapi pada sesungguhnja ia terdapat dikulit planeet dunia sangat lebih banjak dari pada berbagai logam berharga. Perhitungan mengutarakan bahwa djumlah uranium dikulit planeet dunia ini adalah sangat banjak sekali, sekitar: 2 — 1000.000.000.000.000 ton”.

Djawaban ini sangat umum, dan untuk saja tidak memuaskan.

Kulit planeet dunia kita ini, jaitu bumi, sangat tebal, berpuluh-puluh ribu meter dalamnja.

Kita dapat mengambil minjak tanah dari dalam bumi dengan djalan mengebor sampai 3.000 (tiga ribu) meter, tetapi apakah kita dengan begitu mudah (gampang) djuga dapat mengambil logam uranium dari dalam bumi biarpun 500 meter sadja? Tentu tidak.

Djadi untuk maksud2 konkrit, jaitu mengambil uranium guna kebutuhan umat manusia, kita harus memperhitungkan djumlah uranium jang bisa kita ambil dari dalam bumi kira2 sampai 200 atau 300 meter sadja dengan mengadakan tambang2 modern jang sangat mahal. Untuk sementara waktu kita, umat manusia, terpaksa ambil uranium dari lapisan atasan sadja dari bumi kita.

Mengingat ini, kita harus mengatakan, bahwa djumlah uranium jang dapat diperoleh umat manusia tidaklah banjak seperti djumlah minjak tanah umpamanja, meskipun djumlah uranium pergunaan itu sangat lebih banjak dari djumlah logam emas, bahkan lebih banjak dari pada djumlah logam perak.

URANIUM DI SOVJET UNI

Saja akui, bahwa dalam perbandingan, uranium dapat diperoleh sangat banjak dari bumi lapisan atas di Sovjet Uni, sebab luasnja seluruh wilajah Sovjet Uni adalah 1/6 (seperenam) dari seluruh teritoria (wilajah) sedunia. Dalam pada itu, struktur (susunan bentuk) geologis bumi wilajah Sovjet Uni ada begitu berbagai-bagai, sehingga memang Sovjet Uni dari negerinja sendiri dapat memperoleh uranium sedjumlah jang mentjukupi untuk berpuluh-puluh tahun.

Lagi pula, dengan perspektip, bahwa bagian2 atoom (djuga atoom2 uranium) sesudah petjah-petjahnja atoom dan terpakai tenaganja dari perpetjahan2 itu, dapat disalurkan untuk berkumpul lagi mendjadi atoom2 uranium baru lagi, maka memang tjadangan (reserve) uranium di Sovjet Uni adalah mentjukupi untuk beratus-ratus tahun dimasa depan guna negeri itu. didjurusan ini sardjana2 Sovjet Uni djuga telah banjak berusaha dalam eksperimen2 (pertjobaan2)nja.

Sepandjang pengetahuan saja, sardjana2 Sovjet Uni djuga sedang berusaha untuk membuka perspektip kedua dalam mempergunakan uranium. Ini didasarkan pada kenjataan, bahwa peledakan atoom uranium dalam bom zat-air dapat djuga meledakkan atoom2 zat-air sehingga diperoleh sekaligus: tenaga2 ledakan atoom uranium ditambah dengan ledakan atoom2 zat-air. Inilah jang mendjadikan bom zat-air begitu dahsjat dari pada bom atoom uranium biasa a la Hirosima.

Kini diusahakan oleh para sardjana Sovjet Uni untuk memperlambat ledakan2 sekaligus dari atoom2 demikian, sehingga diperoleh proses ledakan atoom2 lambat-lambat sampai tenaga2 dari ledakan2 lambat-lambat itu dapat digunakan dalam „ketel”2 atoom untuk mendjalankan mesin2 perusahaan dialam damai guna kebutuhan umat manusia di Sovjet Uni.

Djika usaha2 dilandjutkan didjurusan ini, dengan dilaksanakannja experimen2 dalam mentjoba bukan sadja zat-air, tetapi djuga logam2 seperti cobald dan malahan besi atau batu-bara jang terlebih dahulu diolah (chemisch bewerkt), maka tentulah tjadangan uranium di Sovjet Uni itu akan mentjukupi untuk beribu-ribu tahun dimasa depan.

SEKALI LAGI MAAF!

Dengan menulis tentang hal2 diatas, maka saja telah membuka tabir kerahasiaan ilmu pengetahuan Sovjet mengenai atoom dan uranium. Djika karena perbuatan saja ini ada orang2 Sovjet menganggap saja, seorang jang lebih dari pada 30 tahun telah dibimbing sebagai anak Rakjat Sovjet sendiri, telah membuat suatu kesalahan lagi, maka djuga kali ini saja minta maaf pula. Tetapi mudah-mudahan sebagian terbanjak dari kenalan2 saja di Sovjet Uni djuga kali ini mengerti maksud saja.

Maksud saja ialah, agar dunia diluar Sovjet Uni dapat ambil tjontoh dari usaha2 para sardjana atoom dan uranium Sovjet, djika usaha2 itu belum mereka djalankan. Dan dengan demikian agar dunia diluar Sovjet Uni djangan meneruskan aksi2nja untuk merebut-rebut kekuasaan memerintah (langsung atau tidak langsung dengan menggunakan agent2 gelapnja) atas negeri2 bangsa lain, misalnja atas Tanah-Air Bangsaku Indonesia ini, untuk merebut uranium Ibu-Pertiwi kita.

URAIAN KEDUA

URANIUM DI AMERIKA SERIKAT

Dalam uraian pertama, setjara singkat saja telah membuka tabir beberapa kerahasiaan sekitar atoom dan uranium di Sovjet Uni. Sekarang marilah membuka tabir diplomasi dan politik diluar Sovjet Uni mengenai—atoom dan uranium pula. Dalam pada itu saja akan membuka tabir maksud2 saja sendiri……….!

Dalam madjalah Amerika Serikat „U.S. News & World Report” tanggal 28 Desember 1956 halaman 86-87, dimuat suatu „Special Report” jang berkepala: “Now it can be told: uranium is really big”.

Marilah menganalisa laporan istimewa itu. Dari laporan itu dapat dilihat tempat2 bahan uranium lapisan atas bumi di Amerika Serikat. Tempat2 itu tidak begitu banjak, ialah didaerah-daerah (staat2) New Mexico jang menurut taksiran mengandung 2/3 (dua-pertiga) djumlah tjadangan bahan uranium seluruh Amerika Serikat. Daerah Utah mengandung 12,5% dari seluruh tjadangan uranium Amerika Serikat, daerah Colorado hampir 7% dan k.l. 15% tersebar didaerah-daerah Arizona, Wyoming dan Washington. Daerah2 itu terletak dibagian Barat, dipegunungan-pegunungan di Amerika Serikat itu.

Djumlah tjadangan ditaksir ada 60 djuta ton pasir dan batu2 logam jang mengandung uranium. Djika bahan2 mentah uranium itu diolah mendjadi konsentraat2 uranium, maka akan didapat 300 djuta pond, jaitu kira2 150 djuta kg atau hanja 150 ribu ton konsentraat uranium seharga 2.400.000.000 dollar Amerika Serikat (hampir 30.000.000.000 = 30 ribu djuta rupiah Indonesia). Kalau dimuat dikapal sedangan à 15.000 ton, tjukup hanja 10 (sepuluh) kapal sadja untuk mengangkut kekajaan sedjumlah tiga puluh milliard rupiah itu……….!

Untuk mengolah 60 djuta ton pasir dan batu logam jang mengandung uranium itu, di Amerika Serikat terdapat 12 perusahaan pabrik, dengan modal sedjumlah kl. 50 djuta dollar, atau rata2 satu pabrik berdjalan, mempunjai modal hanja 4 djuta dollar (kl. 50 djuta rupiah). Dipotong modal-kerdja, satu pabrik berharga hanja 30-40 djuta rupiah.

Bandingkanlah ini dengan harga pabrik semen di Gresik jang tanpa „modal-kerdja” telah memakan uang kl. 400 djuta rupiah. Dari perbandingan ini orang bisa membajangkan, bahwa pabrik pengolahan pasir dan batu logam uranium adalah ketjil2.

Kembali mengenai uranium Amerika Serikat—Konsentraat uranium itu di Amerika Serikat didjual seharga 8 (delapan) dollar per pond, atau kira2 17-18 dollar = kl. 200 rupiah se-kg.

Disini harus diutarakan, bahwa konsentraat uranium itu belum merupakan uranium murni, sehingga untuk menggunakan konsentraat uranium orang harus mengolah lagi konsentraat itu dalam pabrik2 bom atoom atau bom zat-air, ataupun dalam pabrik2 jang bertalian dengan perusahaan2 tenaga atoom untuk kebutuhan umat manusia setjara damai.

URANIUM DI CANADA

Perkembangan industri uranium Amerika Serikat, jang menurut rentjana umum akan memprodusir kl. 40 djuta pond konsentraat uranium tiap2 tahun mendjelang tahun 1957, memberikan kesimpulan bahwa tjadangan pasir dan logam uranium Amerika Serikat akan mentjukupi hanja untuk paling lama 10 (sepuluh) tahun sadja. Karena itu sudah mulai sekarangpun Amerika Serikat membutuhkan import bahan uranium dari luar negerinja. Dan Amerika Serikat sudah lama mengimport bahan uranium itu dari Afrika dan terutama dari Canada, negeri tetangga Amerika Serikat.

Dalam hubungan ini ada penting mengutip kalimat2 dari „Special Report” itu, jang sesudah saja terdjemahkan berbunji seperti berikut:

„Para pegawai Canada merasa pasarannja untuk sebagian terbesar tergantung dari pada hal, berapakah uranium diperlukan oleh—Amerika Serikat selandjutnja bagi persendjataan. Mereka tidak dapat meramalkan untuk berapa tahun kemudian, apakah akan ada pembelian jang mentjukupi untuk keperluan Canada sendiri dari produksi konsentraat uranium dari pabrik2 jang sedang dibangun. Kini ada usaha2 keras untuk menimbulkan pasaran2 diluar negeri itu untuk pendjualan perlengkapan2 dan uranium Canada itu”. Demikian kutipan itu.

Adapun pasaran2 itu sudah ada, ialah untuk sebagian besar dinegeri tetangga Canada, jaitu negeri Amerika Serikat sendiri.

Tjadangan konsentraat uranium Canada adalah kl. 237 djuta kg, seharga 4,977 milliard dollar Amerika Serikat. Djadi Amerika Serikat dalam mengimport konsentraat uranium Canada berani membajar sampai 21 dollar atau hampir 250 rupiah per-kg. tetapi tjadangan konsentraat uranium Canada itu akan mentjukupi hanja untuk 17 tahun sadja.

INDUSTRI URANIUM DIMASA DEPAN

Dalam hubungan ini kita harus mengerti seruan jang terselip dalam penutup „Special Report” tersebut. Seruan itu terselip dalam kalimat2 seperti berikut.—Dalam pada itu saja tekankan perkataan2 jang menjelipkan seruan itu.

“The uranium industry has more uncertainties in its long-range future than most industries. Yet atomic power, which may one day be the industry’s chief customer, is just beginning to develop. The international market for uranium for reactors is just beginning to develop. Competition among producers, at home and abroad, has not yet become a problem”.

Dan lagi:

“It emerges as an industry that is growing—and growing fast”.

Berikut saja terdjemahkan kalimat2 itu:

„Industri uranium menghadapi ketidak-ketentuan dalam masa depannja dalam djangka pandjang. Tetapi tenaga atoom, jang pada sesuatu waktu akan mungkin mendjadi langganan pokok bagi industri uranium, sedang mulai berkembang. Pasaran dunia untuk uranium bagi reactor2 baru mulai berkembang. Persaingan antara produsen2 uranium dalam negeri dan luar-negeri, belum merupakan suatu masalah”.

Dan lagi:

„Industri uranium (itu) timbul sebagai industri jang berkembang dan berkembang pesat”.

Dibelakang perkataan2 jang saja tekankan itu terselip seruan seperti berikut:

„Hei, kaum produsen uranium, timbulkanlah ketentuan, atau djaminan untuk terus berlandjutnja industrimu dalam djangka pandjang. Ingatlah, langgananmu pada sesuatu waktu akan banjak. Pumpung persaingan diluar negeri belum menimbulkan kesukaran2 (répot2) bagi kamu.

Ingatlah: industri uranium berkembang—dan berkembang pesat. Dahuluilah!”

Demikianlah seruan2 jang terselip itu. Dan kaum producen uranium, kaum modal monopoli Amerika Serikat jang duduk dalam pemerintahan, terutama jang ada di Kemlu dan tempat2 perwakilan Amerika Serikat diluar negeri, jaitu diplomasi Amerika Serikat, insjaf.

Perdjoangan politik dan diplomasi luar negeri Amerika Serikat mulai menjusun dan melaksanakan strategi politik dan diplomasi (termasuk usaha2 main2 mentjampuri urusan negeri2 lain) jang mulai terasa, baik di Seato ataupun dinegeri-negeri Arab dan….. Indonesia.

Isinja, merebut uranium, seperti dahulu dan sekarang djuga masih terus merebut sumber2 minjak tanah.

Tetapi kaum modal monopoli Inggeris mengerti djuga. Mereka mentjoba mempererat hubungan2 ekonomi Commonwealthnja. Djangan sampai kehilangan uraniumnja dari negeri2 Commonwealthnja itu, sebisa-bsia djuga djangan kehilangan uranium dari negeri2 Colombo-plan.

Dimana ada kekalahan2 dalam politik dan diplomasi tinggi (jang terselip-selip), seperti dinegeri-negeri Arab, modal monopoli Inggeris mentjoba mengadakan kompromi dengan modal2 monopoli Amerika Serikat—dengan bersembojan—„Ada musuh umum! Komunis, Komunis,—dari Sovjet Uni!”

Astaga! O, Allah! Ingatkanlah umat manusia dinegeri-negeri Amerika Serikat dan SEATO-nja, serta dinegeri Inggeris dan negeri2 Commonwealthnja serta negeri2 Colombo-plannja, bahwa ada bahaja jang lebih dahsjat dari pada „Komunis”.

PERANG NUCLEAR ATAU DAMAI

Bahaja jang lebih dahsjat dari pada „komunis” itu ialah bahaja perang atoom dan zat-air, bahaja perang nuclear (nucleous).

Dalam menghadapi bahaja jang dahsjat ini, bersatulah lagi dengn Sovjet Uni, seperti pada masa perang dunia jang kedua.

Bersatulah lagi! Dalam bentuk:

Bank Kesedjahteraan Dunia dan Perentjanaan Perekonomian Dunia dalam P.B.B., seperti telah saja usulkan berulang-ulang.

Untuk Sovjet Uni saja doakan:

„O, Allah! Berilah kebidjaksanaan kepada Sovjet Uni untuk mentjari kompromi dengan negeri2 Amerika Serikat dan Inggeris serta kaum mereka, dalam bentuk:

Bank Kesedjahteraan Dunia dan Perentjanaan Dunia dalam P.B.B.”

Alhamduli’llah!!

URAIAN KETIGA

EURATOOM

Dalam uraian jang kedua, setjara singkat saja telah membahas soal2 uranium dari Amerika Serikat, Canada dan Inggeris.

Sekarang marilah menindjau soal2 uranium dari Eropa Barat. Dalam suratkabar Nieuwsgier tanggal 8 Maret 1957 dimuat surat J.H. Ritman dibawah kepala: „Klein Eropa” staat op stapel. Antara lain dalam surat itu dimuat pendapat sebagai berikut:

„Na de mislukking van de Europese Defensie Gemenschap….. is men naar middelen gaan zoeken om het beoogde doel in andere vorm te bereiken, en de plannen voor de Europese markt en Euratoom zijn daarvan het uitvloeisel”.

Disini terlebih dahulu saja terdjemahkan itu:

„Sesudah gagalnja Masjarakat Pertahanan Eropa…… orang lantas mentjari akal untuk mentjapai tudjuannja dalam bentuk lain, dan sebagai hasilnja adalah rentjana2 untuk pasaran Eropa serta atoom Eropa (Euratoom)”.

Djadi „Klein Europa”, jaitu persekutuan Belanda, Belgia, Luxemburg, Perantjis, Italia dan Djerman telah mengambil keputusan bersama (dalam bulan Pebruari jang lalu) untuk mengadakan Euratoom.

Dari sumber2 penerangan lain kita dapat mengetahui, apakah Euratoom itu. Enam negeri tersebut telah berdjandji untuk kerdja-sama dalam membangun perusahaan2 atoom, baik untuk kebutuhan tenaga atoom bagi maksud2 damai maupun untuk membikin dan menggunakan sendjata atoom dan sendjata2 zat-air. Bahan mentah untuk keperluan itu, jaitu uranium, akan ditjari dan diperoleh tidak sadja di 6 (enam) negeri tersebut, tetapi djuga ditanah-tanah djadjahan Perantjis, Italia, Belgia dan Belanda.

Sebagai telah diketahui, didjadjahan Belanda ialah Suriname, Curacao dan….. Irian-Barat Indonesia jang masih berada dalam tjurian Belanda. Selain dari pada itu dengan Westerling2an dan rong2an akan diusahakan lewat B.P.M. dan konsessi2an menurut Undang2 tentang penanaman modal asing jang dalam bulan Maret ini mulai dibitjarakan dalam Dewan Perwakilan Rakjat Indonesia, serta djuga lewat erfpacht2 perkebunan, akan diusahakan diperolehnja bahan2 uranium untuk Euratoom itu.

ROL BESAR PERANTJIS

Mengenai Indonesia, dimaksud untuk desnoods (djika terpaksa) kerdja-sama dengan monopoli2 Amerika Serikat dan Inggeris untuk merebut uranium Indonesia itu.

Untuk Euratoom itu telah didirikan suatu dana sebesar 581 djuta dollar, jaitu dari Perantjis 200 djuta, dari Djerman 200 djuta, dari Belgia 70 djuta, dari negeri Belanda 70 djuta, dari Italia 40 djuta dan dari Luxemburg 1 djuta dollar.

Dari dana sebesar 581 djuta dollar itu Perantjis akan mendapat 510 djuta dollar, sebab Perantjis telah dapat membikin bom zat-air dan sendjata2 atoom jang akan mungkin digunakan oleh persekutuan 6 negeri Eropa Barat itu. Lagi pula Perantjis akan dapat memberikan keahliannja kepada Belanda, Belgia, Luxemburg, Italia dan Djerman untuk membangun perusahaan2 atoom, baik untuk kebutuhan damai ataupun untuk perang nuclear.

Dalam pada itu Perantjis akan memberikan bahan uranium jang akan dikeruk dari pegunungan Aldjazairiah, dan karena itu dalam membandelnja Perantjis untuk menindas gerakan kemerdekaan bangsa Aldjazairiah, maka Perantjis mendapat bantuan setjara tidak langsung dari Djerman, Italia, Belgia, Luxemburg dan Belanda.

Adapun Belanda mendapat 35 djuta dollar dari dana uang Euratoom tadi. Sebagian dari djumlah itu akan dipakai untuk mendirikan pabrik2 konsenstraat uranium di Suriname, Curacao, dan Irian. Selain dari itu akan ada uang untuk bikin „ramé” itu, djuga akan dapat mengangkut sertjara tjuri2 (dengan djalan selundupan) nikkelin jang mengandung uranium dari daerah Sulawesi jang untuk sebagian besar kini ada dibawah kekuasaan bangsa kita, Kahar Muzakar, di Sulawesi itu. Pikir orang2 Belanda: Lumajan! Orang2 Indonesia belum tahu harganja uranium!”

KOMUNIS - ISLAM

Saja, sebagai orang komunis zaman atoom dalam ideologi, tetapi sebagai orang Islam dalam kepertjajan—batin saja—saja jang pertjaja Allah atau God, tidak membentji orang2 Belanda, tetapi djika melihat ketjurangan2 beberapa orang Belanda imperialis, maka saja terpaksa berseru kepada mereka dengan mengutip dalil dari buku Indjil:

„God is rechtvaardig”.—Ingatlah. Ingatlah, saudara2 bangsa Belanda!

Ketjurangan akan dihukum oleh God jang adil itu.

4 POOL URANIUM

Dari uraian2 saja, para pembatja telah mendapat tahu:

1.
Usaha untuk mendapatkan uranium jang pusatnja ada di Sovjet Uni.
2.
Pusat merebut uranium jang ada di Amerika Serikat.
3.
Pusat sematjam itu dinegeri Inggeris.
4.
Pusat sematjam itu dipersekutuan „Eropa-ketjil”.

Setiap pusat itu mempunjai siasatnja masing2, tersendiri. Dalam pada itu,—pusat usaha uranium kubu Sovjet Uni tidak memerlukan berebut uranium diluar kubunja, sebab bumi kubu Sovjet Uni itu sendiri mempunjai sangat banjak bahan uranium jang luasnja adalah 1/4 (seperempat) dari seluruh daerah uranium dunia.

Tetapi 3 pusat usaha uranium (di Amerika, Inggeris dan „Eropa-ketjil”, Euratoom) mendjalankan strategi politik dan diplomasi untuk merebut uranium dari negeri2 jang lemah terhadap mereka. Hal ini tidak boleh tidak tentulah akan terus mempertegang hubungan2 antara negara2 dan memperbesar bahaja perang nuclear.

BAHAJA KEKOSONGAN URANIUM

Bukan itu sadja bahajanja. Djika semua bahan uranium dilapisan atasan bumi dikeruk dan habis terangkut ke 3 pusat perebut itu, dan sesudah itu seluruh negeri2 Asia, Afrika dan Amerika-Latin achirnja kosong dari uranium, maka akan mungkin timbulnja kedjahanaman orang2 rasdiksriminasi.

Didalam perhitungan gelap orang2 itu terbajang tambah djiwa „bangsa-unggul” setiap tahun 1%.

Dalam abad ke-20 djumlah djiwa „bangsa-unggul”, misalnja, adalah 150 djuta orang dan dalam abad ke-25 sudah 5000 djuta orang. Dalam abad ke-20 ini dunia dengan matjam2 bangsa sudah sesak-padat dengan 2500 djuta orang. Lantas dalam otak orang2 sesuatu „bangsa-unggul” mungkin timbul pikiran untuk dalam 500 tahun kelak, membinasakan setjara berangsur-angsur bangsa2 lain jang mereka menamakan sadja: „bangsa2-rendah”. Ialah bangsa2 jang uranium dan toriumnja akan habis dikeruk dan diangkut keluar, dan setjara mudah dapat mereka binasakan dengan sendjata2 nucleous.

Tetapi selamatnja kepandaian membikin sendjata2 nucleous tidak dapat dimonopoli oleh hanja satu bangsa sadja. Karena itu penggunaan sendajata2 nucleous oleh sesuatu pihak akan ditentang oleh pihak lain jang djuga akan menggunakan sendjata2 nucleous pula.

Berhubung dengan itu negara2 Asia, Afrika dan Amerika-Latin harus berdjaga-djaga djangan sampai uranium dan toriumnja habis dikeruk dan diangkut kepool-pool jang manapun, dan bersamaan waktu agar berusaha untuk mendapat ketjakapan akan menggunakan uranium dan toriumnja hanja untuk maksu damai dan agar segala sendjata nucleous dilenjapkan serta dilarang.

Untuk mendapat sukses dalam usaha2 itu, hendaknja diusahakan bersama agar telaksanalah usul2 jang termaktup dalam uraian ke-10.

Harus kita ingati, bahwa perang-atoom, seperti akan saja djelaskan dalam uraian ke-8, akan merupakan kiamat seluruh dunia dengan matjam2 bangsa umat manusia jang gadis2 dan djaka2nja begini tjantik, molek dan bagus2 ini. Ada jang berkulit hitam dengan giginja putih2, ada jang berkulit putih dengan rambut ke-emas-emasan, ada jang berkulit sawo-matang dengan mata hitam jang berkilat-kilat, ada jang berkulit kuning dengan rambut hitam jang sangat menarik itu.

Semua bangsa harus sama2 dipelihara selama berabad-abad sebagai suatu tjiptaan Allah Jang Maha Kuasa, ialah: UMAT MANUSIA.

URAIAN KE-EMPAT

ADAKAH URANIUM DI INDONESIA?

Dalam uraian ke-II dan ke-III, kami telah menundjukkan uranium sebagai latar belakang politik tinggi internasional dari Amerika Serikat, Inggeris dan „Klein Europa” dalam zaman atoom dewasa ini.

Apakah akibatnja politik itu untuk nasib Bangsa dan Negara Indonesia kita sekarang dan dimasa depan?

Akibat itu ada dan terus akan mendalam djika tidak kita insjafi. Untuk menginsjafi itu terlebih dahulu kita harus bertanja: „Adakah uranium dan banjakkah bahan perusahaan atoom itu di Indonesia?”

Oleh beberapa saudara resmi pertanjaan itu didjawab: „Ada! Tetapi blum tahu berapa”.

Dalam uraian ke-empat ini saja akan membuktikan benarnja djawaban dari beberapa saudara resmi itu, dan akan saja tafsirkan banjaknja.

Dalam buku Sovjet jang namanja telah saja sebut dalam uraian pertama, dihalaman ke-13, sesudah saja terdjemahkan dari bahasa Rusia, adalah kalimat sebagai berikut:

„Nast-uran (bahan uranium) berada….. dalam bidji hematit magnetit, dan lain2”.

Adadpun dalam buku „Garis2 Besar Rentjana Pembangunan lima tahun 1956-1960” jang telah diterbitkan oleh Biro Perantjang Negara (R.I.), halaman ke-79, ditulis sebagai berikut:

Bidji hematit-magnetit

Di Sumatera tertjatat adanja 39 tempat, dimana terdapat bidji2 matjam ini. Banjak lapisan2 disebelah Timur Laut dan udjung paling Tenggara dari pulau ini dan disekitar Padang tidak djauh dari pantai, lainnja terlalu djauh…..” (selama belum ada djalanan didarat dan disungai-sungai jang baik,—Semaun).

Di Kalimantan tertjatat 16 tempat. (Belum terselidik didalam rimba2 dan pegunungan dalam,—Semaun).

Dari kutipan2 diatas terbuktilah positip: di Sumatera ada banjak bahan uranium. Demikian djuga di Kalimantan.

BERAPA BANJAKNJA?

Angka2 jang tepat belum ada. Tetapi marilah setjara deduktip dengan membandingkan adanja bahan uranium di Amerika Serikat mentjoba menaksir.

Dalam „Special Report” dari „U.S. News and World Report” tersebut ditulis, bahwa kini terdapat 12 pabrik produksi konsentraat uranium di Amerika Serikat itu. Tetapi sedang dibangun 8 lagi.—Pabrik2 itu telah dan sedang dibangun ditempat2 bahan uranium atau didekatnja. Ini logis. Djadi di 20 tempat sudah tentu, 20 tempat itu mengandung 60 djuta ton bahan uranium jang berisi konsentraat uranium sebanjak 150 djuta kilogram, seharga 2.400.000.000 dollar Amerika Serikat.

Djadi djumlah tempat bahan uranium di Sumatera ada kl. 2 kali lebih banjak dari pada di Amerika Serikat.—Mengingat bahwa Sumatera asalnja vulkanis lebih muda dari pada pegunungan di Amerika Serikat, maka ditaksir, bahwa setiap tempat bahan uranium (bidji hematit-magnetit) di Sumatera mengandung lebih banjak bahan uranium dari pada di Amerika Serikat.

DI SUMATERA 300 MILLIARD

Ini berarti, bahwa di Sumatera ada uranium seharga tidak kurang dari pada 2 x 2,4 milliard dollar, atau kurang lebih 5 milliard dollar Amerika Serikat, jaitu menurut hitungan pasar gelap, 150 sampai 180 ribu djuta rupiah: — (180.000.000.000 rupiah). Ini belum kesemuanja.

Di Sumatera djuga dapat diketemukan uranium didalam fosfaat-uran, asam-uranium, karbonaat-uranium, schist-uranium, pasir albitasi, batu2 dan pasir2 kwartz, bukit2 kapur, bumi batu-bara dan lain2.

Kalau semua ini diperhitungkan, dari Sumatera bisa didapat konsentraat uranium seharga sampai 300.000.000.000 = 300 milliard rupiah (kurs pasar gelap), dan apakah artinja pindjaman 8 milliard rupiah 4 tahun serta obralan matjam2 hadiah 3 milliard rupiah, misalnja?

TEAM AHLI WEDEXRO

Kita telah mengalami, berapa milliard rupiah setiap tahun dapat „diekstrakan” dari minjak tanah Indonesia.

Apakah sekarang orang2 bangsa kita masih bisa didjebak lagi, kali ini dalam soal uranium?

Kita telah mengundang team Wedexro dari Djerman Barat, anggota „Klein Europa”.

Adakah djaminan akan keahlian kontrol bagi benarnja segala laporan? Sudahkah dipikirkan pembentukan sisteem kontrol, atau apakah kita akan memudja-mudja „keahlian geologi” Barat dengan setjara naif pertjaja sadja?

Dan kalau semua ini dipikirkan sebaik-baiknja dari sudut kepentingan Bangsa Indonesia, maka apakah mijnbouw bedrijf (perusahaan matjam2 pertambangan) tidak paling baik didjalankan oleh pegawai negeri jang djudjur, kritis terhadap orang2 dari luar negeri, bidjaksana dan penuh initiatif untuk kepentingan bangsa, rakjat kita jang kini hidupnja begini melarat dan „dikujo-kujo” (diburu-buru) oleh keahlian Barat itu? Apakah tidak ada pegawai negara dari bangsa Indonesia jang bekerdja setia kepada negaranja, Republiknja, dalam perusahaan2 mijnbouw bedrijf Negara sebagai dimaksudkan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945 dan dibajang-bajangkan dalam pembatalan K.M.B.?

TIDAK MENJETUDJUI PENDAPAT Ir. UMAR TUSIN

Dalam hubungan ini saja tidak dapat menjetudjui pendapat Ir. Umar Tusin, Ketua Madjelis Industri,1 dalam simposion jang beliau telah tulis untuk dibatjakan dalam rangka peringatan lustrum jang ke-dua dari Himpunan Mahasiswa di Aula Universitas Indonesia di Djakarta tanggal 10 Maret 1957.

Saudara Umar Tusin menulis: „Jang dapat diperketjil ialah sektor pertambangan dan perindustrian, karena bidang ini dapat diserahkan kepada inisiatif partikelir. Hendaknja fasiliteit kepada inisiatif partikelir ini benar2 diberikan „misalnja kemungkinan kerdja-sama dan pindjaman2 modal dari pihak luar negeri……….”

Sekian saja kutip. Fasiliteit akan pindjaman2 modal dari pihak luar negeri itu biasanja berupa garansi (djaminan) dari Negara R.I. Mengapa tidak Negara sadja jang pindjam? Bukankah Negara jang lebih solied dalam soal pindjam? Kan Negara R.I. tidak mungkin bangkrut!

Sedangkan sudah begitu sering inisiatif partikelir berbentuk N.V.2 bangkrut atau rugi sehingga uang jang N.V.2 itu pernah memperoleh dari kas Negara kabur sama sekali,—berdjumlah berdjuta-djuta rupiah.

Memang, ada djuga perusahaan2 negara rugi, tetapi serugi-ruginja ia toh memberi penghidupan kepada bangsa kita, pegawai dan buruh Negara jang banjak djumlahnja.

Selain dari pada itu, mengapa semua perusahaan2 Negara di Seelandia Baru, Swedia, Sovjet Uni dan banjak negeri jang lain menguntungkan?

Perusahaan2 Negara jang baru2 di Republik kita hendaknja mempergunakan perlengkapan2 jang modern, para ahli luar negeri kalau perlu, tetapi jang boleh dipertjaja, suka dikontrol, dan tidak menganggap dalam hatinja semua orang bangsa kita bodoh. Hendaknja dipilih pegawai Indonesia jang djudjur, bidjaksana biarpun muda, dengan diberi hadiah2 djika perusahaan Negaranja mendapat keuntungan. Hendaknja hadiah2 dari keuntungan diberikan keapda buruhnja djuga. Hendaknja penjelenggaraan perusahaan Negara diatur sungguh setjara efisien dan ada kontrolnja.—Dan dengan semua itu maka keuntungan untuk Negara, Bangsa dan Tanah-Air akan didapat, dan didapat tidak sedikit.

DJUGA SUBCHAN

Saja djuga tidak menjetudjui sesuatu pendapat dari oponent (pendebat) saudara Umar Tusin, jaitu saudara H. M. Subchan Z.E., dari pimpinan Dewan Ekonomi Indonesia Pusat.

Dengan menjetudjui partikelir inisiatif beliau menulis: „Tjalon industrialis…… harus meregistreer pengeluaran obligasi2 partikelir atas rekeningnja sendiri dalam bentuk aan-toonder dengan rente maximaal 6% satu tahun…..”

Jang dimaksud saudara Subchan ialah: menarik “hot money” dalam usaha pembangunan. Tetapi “hot money” akan minta djaminan, sungguhkah ia akan mendapat rente sampai 6%!

Memang, djika dibelakang „tjalon industrialis” itu njata2 akan ada bank atau orang2 jang sungguh kaja benar2, misalnja dari luar negeri—“hot money” itu akan muntjul, mungkin si kaja itu sendiri…..!

Djika memang ada “hot money” jang mentjari rente sampai 6%, mengapa tidak perusahaan Negara sadja jang mengeluarkan obligasi dengan rente sampai 6%? Kan hot-money akan mendapat djaminan lebih tentu, sebab Negara toh lebih bonafide dari pada „tjalon industrialis”….. asal sadja bukan “hot money” sendiri jang membiangkeladeni si „tjalon industrialis” itu!

Mudah2an saudara Subchan menindjau kembali kesimpulan2 nja. Dan menghubungkan soal itu djuga dengan soal uranium.

URAIAN KELIMA

Dalam uraian ke-empat saja telah membuktikan adanja bahan2 uranium di Sumatera dan tafsiran djumlahnja. Di Kalimantan uranium djuga sangat banjak. Hanja sadja menafsirkan seluruh djumlah bahan2 itu di Kalimantan agak sukar, karena hanja sebagian ketjil sadja dari daerah Kalimantan itu jang telah diselidiki setjara geologis dan hanja setjara umum sadja. Daerah Kalimantan jang luasnja 2½ kali daerah pulau Djawa itu penduduknja berdjumlah hanja k.l. 3 (tiga sepertiga) djuta djiwa. Sedangkan pulau Djawa mempunjai penduduk hampir 55 djuta djiwa dan Sumatera jang luasnja daerah k.l. ½ luasnja daerah Kalimantan mempunjai djumlah penduduk k.l. 15 djuta djiwa.

Hampir 200 ribu kilometer persegi hutan dan gunung2 di Kalimantan tidak pernah diselidiki setjara geologis dan malahan hampir2 tidak pernah didatangi oleh seseorang.

Didaerah Kalimantan seluas k.l. 130 ribu kilometer persegi setjara sepintas lalu dan hanja ditempat2 jang tidak sangat djauh dari dusun2 pernah dilakukan penjelidikan geologis. Tetapi meskipun demikian, sudahlah dapat diumumkan dalam buku „Garis2 besar Rentjana Pembangunan lima tahun 1956-1960” halaman 79, bahwa disebagian ketjil daerah Kalimantan itu sudah tertjatat 16 tempat, dimana terdapat bidji2 hematit-magnetit.

Sedemikianlah djumlahnja tempat2 jang mengandung bahan uranium itu. Tetapi djika dikemudian waktu seluruh daerah Kalimantan diselidiki setjara geologis sungguh2, maka tentunja tidak kurang dari pada 100 tempat bahan uranium akan didapat. Djadi dua kali lebih banjak dari pada di Sumatera dan itu akan berharga lebih dari pada 2 x 300 milliard atau 600 milliard rupiah!

Bukan sadja bidji hematit-magnetit jang berisi uranium. Djuga matjam2 bahan logam dan mineraal lainnja berisi uranium dan bahan tenaga atoom lain, jaitu torium. Hanja sadja logam dan mineraal lain itu mungkin mengandung uranium dan torium lebih banjak dari pada minimum. Minimum, jaitu dalam 1.000 ton hanja 6 gram uranium dan 15 gram torium. (Buku Russia “Radioaktifnost” halaman 33 — Semaun). Mungkin djuga bidji besi lateritis mengandung uranium dan torium itu sangat lebih banjak dari pada minimum. Tetapi ini harus diselidiki terlebih dahulu. Dan ada faedahnja untuk menjelidiki itu, sebab didaerah Kalimantan Tenggara terdapat bidji besi lateritis:

1.
Didaerah Dua Selatan, gunung Kukusan .. 170 djuta ton;
2.
Pulau Sebuku ............................ 300 djuta ton;’
3.
Pulau Danawan .............................7 djuta ton;

Djumlah ....................................... 477 djuta ton.

(Angka2 dari buku „Garis2 besar” tersebut, halaman 79 — Semaun).

Adapun di Sulawesi Tengah dan Tenggara, daerah Larona dekat danau Towati, terdapat 370 djuta ton besi lateritis. Selain dari pada itu di Sulawesi terdapat banjak bahan nekel (nekelin). Nekelin itu djuga mengandung banjak uranium dan torium, dan sebuah pabrik kombinaat untuk mengolah bahan nekel tentu akan dapat menghasilkan bijiprodukt uranium dan torium lumajan banjaknja.

Penjelidikan geologis dipulau-pulau Sulawesi, Seram, Halmahera, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores dan lain2 tentu akan dapat membuktikan adanja bahan uranium dan torium sangat banjak, seharga puluhan milliard rupiah lagi.

Djuga dipulau Djawa ada banjak bahan uranium dan torium. Antara lain, dalam buku „Garis2 besar” tersebut, halaman 80-81 ditulis adanja bidji besi titaniferaus jang mengandung butir2 halus ilmenit dan magnitit. Menurut buku Rusia jang saja sebut dalam uraian pertama, bidji logam sematjam ini berisi sangat banjak bahan uranium dan torium jang menguntungkan djika diperusahakan setjara industriil, asal sadja djumlahnja bidji2 itu mentjukupi. Dan ditempat-tempat itu, menurut „Garis2 besar” terdapat 27 djuta ton. Inipun hasil penjelidikan geologis sebelum perang dunia kedua, diwaktu orang tidak dapat menghargai uranium dan torium, sebab bom-atoom di Hiroshima belum meledak…..!

Selain dari pada bidji2 tersebut, di 53 tempat di Djawa dalam batu2 kapur menurut penjelidikan sebelum perang terdapat fosfaat. Dalam buku van Bemmelen „Geology of Indonesia”, tertulis ketika orang2 geolog kuna belum dapat membedakan kalsium fosfaat dan uranium fosfaat, orang menulis sadja seolah-olah fosfaat itu terdapat digua-gua sadja. Tetapi belum lama berselang dengan mata kepala sendiri di Kedung Bunder, dekat Tjirebon, saja melihat fosfaat itu tidak dalam gua2, tetapi malahan djauh dari gua2. Djika kita hubungkan ini dengan tulisan dalam „Garis2 besar” halaman 77 jang mengatakan bahwa, „mendirikan pabrik pupuk dubbel super fosfaat tidak dapat disandarkan pada persediaan karang fosfaat alam dalam negeri”, maka saja ada alasan untuk tjemburu hati terhadap ahli asing jang menulis itu jang dalam tahun2 1955-1956, sesudah Hirosima, agaknja mau menjembunjikan sadja adanja uranium dalam „karang fosfaat alam” (formuliringnja bukan lagi kalsium fosfaat, tetapi fosfaat alam).

Mungkin bahwa fosfaat di Djawa jang terdapat dibatu (bukit) kapur seperti di Kedung Bunder itu merupakan bukan sadja fosfaat dengan tjampuran uranium, tetapi malahan fosforit.

Mengenai fosforit itu dalam buku Rusia jang saja sebut dalam uraian pertama ditulis dihalaman 12 sebagai berikut:

„Dari matjam2 fosfaat dengan tjampuran uranium menarik perhatianlah fosforit, jang membangun tempat kaja dengan kompleks bidji2 bermatjam-matjam logam”.

Dan disekitar Kedung-Bunder dekat Tjirebon itu terdapat lebih dari pada 30 matjam2 logam dan mineraal, ada jang berbentuk debu, pasir dan ada jang berbentuk batu2!

Selain dari pada uranium fosfaat, di Djawa, dekat Pandaan di Djawa Timur, orang djuga bisa mendapat fosforit tjair. Ini djuga mengandung uranium dan torium.

Pendeknja, dipulau Djawanja Bangsa Indonesia kita ini, jang menghuni dari Sabang sampai di Kalimantan, Sulawesi dan Irian Barat, jaitu dipulau Djawa jang memasukkan bermatjam-matjam padjak, diantaranja bea import terbanjak dalam kas atau anggaran belandja R.I., djuga adalah bahan2 uranium dan torium beratus-ratus milliard rupiah, djika kita mengingat, bahwa sebagian terbanjak gunung2 berapi terletak malahan dipulau Djawa ini.

Pada umumnja, di Indonesia ada bahan uranium dan torium seharga ratusan milliard rupiah.

INDONESIA KAJA RAJA, RAKJATNJA HIDUP MELARAT

Bersatulah Rakjat Bangsa Indonesia. Dengan persatuan, kita akan dapat mengusahakan bersama, agar kekajaan tanah-air kita, dapat kita gunakan untuk kesedjahteraan, kebahagiaan Rakjat Indonesia bersama.

URAIAN KE-ENAM

Dalam uraian jang ke-empat dan ke-lima, para pembatja telah mendapat bukti2 beradanja bahan uranium jang sangat banjak dipulau-pulau Indonesia kita ini.

Untuk mengetahui banjaknja bahan uranium setjara tepat, memang perlu dilakukan penjelidikan setjara geologis. Tetapi dewasa ini ada begitu banjak matjam2 perkakas untuk mengetahuinja, sehingga kiranja tjukuplah mendapat kursus paling lama seminggu untuk mendapatkan ketjakapan mempergunakannja berbagai-bagai perkakas itu. Dan untuk menarik faedah dari mempergunakannja matjam2 perkakas itu, kiranja akan tjukup mendapat kursus selama sebulan sadja dalam praktek.

Perkakas2 itu bisa dibeli, baik di Amerika Serikat, Inggeris, Djerman ataupun di Perantjis, dengan mengundang guru kursusnja dari negeri2 jang mendjualnja perkakas2 itu. Hanja sadja jang mendjadi pertanjaan ialah: relakah negeri2 itu mendjual perkakas2 itu dan mengirim guru kursusnja, mengingat bahwa orang2 imperialis dari negeri2 itu berniat merebut bahan uranium kita ini?

Tetapi kiranja, djuga Sovjet Uni akan mau mendjual perkaka2 demikian itu dengan mengirim guru jang djudjur dan rela, mengingat bahwa Sovjet Uni sendiri mempunjai sangat banjak bahan uranium dan selain dari pada itu tidak mengharap timbulnja politik rasdiskriminasi lagi, baik di Amerika Serikat, Inggeris ataupun di „Klein Europa”.

Dewasa ini industri Sovjet memprodusir setjara terus-menerus perkakas2 seperti berikut:

a)
Perkakas untuk mentjatat beradanja dan intensipnja sinar2 radioaktif bahan uranium dan (atau) torium setjara aerogeofisik kompleks. Perkakas sematjam itu dapat dipakai dalam pesawat terbang dan setjara otomatis mentjatat intensipnja (djumlah bersinar radioaktifnja) bahan2 uranium dan torium dibawah pesawat terbang jang dilalui dan dapat mentjatat luasnja daerah magnetis jang mengandung uranium atau torium itu. Dalam pada itu perkakas tersebut sekaligus menundjukkan berapa tinggi terbangnja pesawat terbang jang dipakai untuk penjelidikan itu.
b)
Perkakas pentjatat radioaktif uranium atau torium jang tersembunji dibumi lapisan atas, dengan ditaruhkannja perkakas itu disuatu mobil atau kendaraan lain.
c)
Banjak matjam perkakas untuk dibawa kelapangan-lapangan, pegunungan atau hutan2 termasuk jang universeel atau jang merangkap untuk mengetahui matjam2 logam dan mineraal lain. Djadi uranium dan torium gampang diketahui adanja dan intensipnja oleh bangsa Indonesia sendiri.

Semua itu dapat dipergunakan oleh team2 (rombongan2) penjelidik uranium bangsa Indonesia sendiri sesudah mendapat kursus satu minggu dan satu bulan dalam praktek.

Selain dari pada itu, ada perkakas2 analis uranium jang didasarkan atas bersinarnja uranium pasir, kapur atau batu2 uranium jang ditjari, ditemu dan diperolehnja, baik ditempat terdapatnja ataupun dalam kantor penjelidikan bahan uranium dikota-kota.

Untuk dapat menggunakan segala matjam perkakas „penemu” sinar berwarna dari bahan2 uranium atau torium tersebut, perlu mendapat kursus sampai tiga bulan dalam praktek.

Tetapi Export bahan uranium dan torium, baik jang berupa bidji ataupun jang berupa konsentraat, harus dikuasai oleh Negara kita sendiri, djangan dikuasai oleh orang2 partikelir dari bangsa sendiri ataupun bangsa asing jang manapun, jang pasti akan mentjari keuntungan uang sadja dengan tidak mengindahkan politik bebas negeri kita terhadap luar-negeri dalam djangka pandjang berabad2. Ingatlah soal rasdiskriminasi sebagai telah saja bajangkan.

Selain dari pada itu, dalam uraian ketiga, telah saja buktikan adanja 4 pool penjimpanan bahan uranium (dan torium), jaitu: 1. Sovjet Uni dan kubunja, 2. Amerika Serikat, 3. Inggeris dan 4. Euratoom „Klein Europa”. Makin banjak adanja tjadangan uraium “ready to use” (siap untuk digunakan) digudang-gudang dari 3 pool imperialis, jang untuk sebagiannja mereka akan dapat mengimport dari Indonesia (dan negeri2 jang lemah perkembangannja dalam soal2 atoom dan lain) pun makin besar nafsunja 3-pool imperialis itu untuk membikin matjam2 bom nucleous. Dan akibatnja mereka akan mempunjai banjak sendjata2 demikian, ialah bahwa Sovjet Uni dan kubunja jang tanpa import, sudah mempunjai banjak konsentraat uranium dan torium, tentu terus djuga akan memperbanjak bom2 nucleousnja.

Dalam perlombaan itu mereka akan melakukan makin banjak pertjobaan2 bom2an nucleous, akan tambah sering saling mengantjam dan karena nafsu mereka, maka mereka akan terus tidak memperhatikan keselamatan umat manusia jang sangat menderita dari pertjobaan2 bom-nucleous itu.

URAIAN KE-TUDJUH

Menjambung uraian ke-enam, berikut saja djelaskan tentang matjam2 penderitaan umat manusia dari pertjobaan2 bom nucleous.

Dalam brosur „Kodrat alam baru perekonomian dunia” jang telah diterbitkan di Djakarta dalam bulan April-Mei tahun 1955, telah saja kemukakan pendapat saja, bahwa ledakan bom zat-air di Bikini dalam permulaan tahun 1954 telah mengakibatkan banjak malapetaka air-bah didunia.

„DEELTJES RADIOAKTIF”

Kini, setelah terdapat lebih banjak bahan2 ilmu pengetahuan mengenai ledakan2 atoom, saja akan membuktikan benarnja pendapat itu. Tetapi terlebih dahulu tentang ledakan bom atoom biasa jang telah menimbulkan „deeltjes” radioaktif sangat banjak.

Tentang terus beradanja „deeltjes” radioaktif, telah dibuktikan oleh sardjana atoom Amerika Serikat, Ralph Lapp, jang dalam tahun 1953 menulis buku bernama “The New Force”, the story of atoms and peple. Buku itu djuga telah diterdjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Rusia dan inilah jang telah saja batja. Dihalaman 92 buku bahasa Rusia itu ditulis, bahwa mega (awan) ringan berbentuk tjendawan (djamur) jang telah timbul diatas Hirosima sesudah bom atoom meledeka, mengandung „deeltjes” radioaktif jang berbahaja.

Kita telah tahu, betapa banjaknja orang2 Djepang,—sebagian terbesar anak2—, djauh dari tempat ledakan, telah sakit, ada jang bertahun-tahun, sampai mereka kesemuanja meninggal.

Lebih djauh Ralph Lapp mengatakan, bahwa ketika bom atoom diledakan diatas Bikini dalam tahun 1946, maka semua „deeltjes” radioaktif maha banjak jang disebarkan ole bom itu, tidak menghilang dilangit. Sebaliknja, sebagian terbanjak dari pada itu ada jang tinggal terdapat di Bikini, dan ada jang untuk sementara terbang kelangit dan kemudian djatuh lagi dikapal-kapal jang dikumpulkan disitu, dengan mendjadikan kapal2 itu berbahaja radioaktif.

Dihalaman 159 Ralph Lapp menulis, bahwa benda2 perpetjahan atoom sangat radioaktif, dan dalam pada itu beberapa benda radioaktif tetap bisa mengeluarkan sinar2 radioaktif jang sangat kuat serta keras meresap-resap berbulan-bulan dan malahan bertahun-tahun.

Penderitaan2 sangat banjak menimpa orang, kebanjakan anak2, telah timbul dari ledakan2 bom atoom biasa atas negeri Djepang mendjelang berachirnja perang dunia ke-dua. Tetapi djuga pertjobaan2 bom atoom biasa di Sovjet Uni dan Australia oleh Inggeris telah menjebabkan pula banjak anak2 menderita.

“STRONTUM 90”

Taufan dan angin2 besar bisa memindahkan sebagian dari benda2 radioaktif itu ketempat-tempat djauh dari pusat ledakan bom atoom biasa, dan bagian radioaktif jang dinamakan “strontum 90” (sangat radioaktif) pindah ke-ikan atau ke-tanaman makanan hewan jang daging atau susunja dimakan orang, sehingga “strontum 90” itu masuk dalam tubuh orang sangat banjak, terutama anak2, jang achirnja mereka menderita penjakit tulang dan lain2 penjakit jang menjebabkan mereka tidak bisa hidup lama.

Adapun akibat2 dari ledakan2 bom zat-air adalah sangat lebih dahsjat dari pada akibat2 ledakan bom atoom biasa.

Umum telah maklum, bahwa ketika Inggeris beberapa tahun jang lampau mentjoba bom atoomnja jang pertama dekat Australia, maka sesudah bom atoom itu meledak, lantas diketemukan benda2 gelas (glasstoffen) biasa sebagai salah satu produkt dari ledakan itu. Tetapi dalam ledakan bom zat-air jang lebih hebat dari pada ledakan bom atoom biasa, atoom2 benda gelas itu, seperti djuga atoom benda2 lain, mendjadi petjah2 djuga, sehingga mendjadi „butir2” atau „deeltjes” atoom jang radioaktif dan untuk sebagiannja terus melajang-lajang diangkasa di stratosphere, tetapi kadang2 „tjuilannja” (beratus-ratus kilometer persegi) tertekan oleh kekuatan2 kosmos dari matahari dan planeet2 (bintang2) matahari lain, turun lagi sampai diangkasa dekat kulit bumi dan beredar-edar tertiup oleh angin, berkeliling diseluruh dunia.

BAHAJA AIR-BAH

„Deeltjes gelas radioaktif” itu dalam suasana beda suhu hawa tidak sangat tinggi dari bumi, mendjadi pusat2 berbekunja asap air, sehingga asap air itu mendjadi tetes2 hudjan. „Tjuilan”2 dari awan2 radioaktif tersebut, kini, sesudah pertjobaan bom zat-air Amerika Serikat dalam tahun 1954 di Bikini, dan djuga „tjuilan”2 dari awan2 radioaktif dari ledakan2 bom zat-air Sovjet Uni dan Inggeris sesudah tahun 1954, tertekan kebawah begitu sering, sehingga musim2 tahun, termasuk musim hudjan, dan musim saldju didunia ini mendjadi morat-marit tidak karuan lagi. Malahan sekarang dalam musim kemarau sering ada hudjan, dan tikus2, tidak djadi mati dan kini merupakan gangguan2 tikus dari „Njai Loro Kidul” lebih sering dan lebih hebat lagi bagi pertanian di Djawa dan tempat2 lain, akibatnja menimbulkan penderitaan sangat hebat bagi sangat banjak umat manusia.

Tidak sadja dari sudut kwantiteit dari hudjan semusim2 jang morat-marit itu menjebabkan penderitaan orang, tetapi djuga dari kwaliteitnja. Hudjan2 diseluruh dunia mendjadi begitu lebat, deras, sehingga sesudah tahun 1954 dihampir semua negeri didunia terdjadi kebandjiran2, air-bah, jang lebih sering dan lebih hebat dari pada kapan djuga dalam sedjarah negeri djika dibanding dengan sebelum tahun 1954. Dalam pada itu, baik Amerika Serikat, ataupun Inggeris dan Sovjet Uni tidak terhindar dari bentjana2 air-bah jang demikian itu. Kebandjiran2 serupa itu kini saban tahun mendjadikan rakjat kita di Indonesia—beribu-ribu orang—menderita sehebat-hebatnja.

Harus dikatakan, bahwa djika „deeltjes atoom gelas radioaktif” tersendiri-sendiri mendjadi pusat tetes-air hudjan, maka radioaktifnja bisa hilang meresap dalam atoom2 air hudjan itu, tetapi djika kebetulan merupakan kelompok2 „deeltjes atoom gelas radioaktif”, maka radioaktifnja tidak akan hilang, tetapi meskipun kurang intensipnja, toch terus ada dalam tetes2 hudjan dan saldju2 (sneeuw) jang kini telah disaksikan oleh sardjana2 atoom, baik di Eropa, Amerika dan lain2 daerah. Terutama banjak sardjana fysika, diantaranja dari universitas Rikkyo (Saint Paul) di Tokio, termasuk professor Mitsu Taketani, telah mendapatkan bukti2 jang lengkap.

Dengan demikian sungguh terbuktilah benarnja teori saja, sebagaimana telah saja tulis dalam buku saja „Kodrat Alam” tersebut diatas.

AIR HUDJAN RADIOAKTIF

Djika kwantiteit dan kwaliteit radioaktif dalam tetes2 hudjan itu tidak sangat banjak, maka hal itu bisa menimbulkan djuga penjakit “strontum 90”, dan dalam beberapa hal penjakit ini bisa masuk dalam tubuh anak, malahan waktu masih dikandung dalam perut ibunja, sehingga lahirlah anak2 begitu ketjil dibawah norm, sampai tidak dapat hidup lama. Soal ini sekarang sedang dipeladjari oleh beberapa sardjana Inggeris, dimana baru2 ini telah lahir baji2 dibawah norm itu.

Tetapi sekarang tidak sadja penderitaan2 sebagaimana jang telah saja djelaskan dalam uraian ini telah dan terus dialami oleh umat manusia, bahkan djuga ada penderitaan2 lain.

URAIAN KE-DELAPAN

PENJAKIT POLIO

Ahli2 dokter telah mengetahui, bahwa penjakit polio terkenal sudah lama sebelum ada bom atoom atau bom zat-air. Tetapi apakah mereka memikirkan tentang hubungan antara polio dan pertjobaan2 sendjata nucleous, baik jang untuk sendjata taktis ataupun untuk serangan besar2an dengan bom2 atoom dan bom2 zat-air. Djustru sesudah pertjobaan2 itu maka penjakit polio di Amerika Serikat, Europa, Sovjet Uni dan negeri2 lain pernah mendjadi penjakit massaal bagi anak2 jang berusia 2-6 tahun, dan malahan di Sovjet Uni, sesudah pertjobaan2 sendjata nucleous jang sangat banjak bermatjam-matjam itu, pernah suatu daerah jang luas diumumkan sebagai daerah epidemi polio dengan segala akibat2nja dari pengumuman itu.

Mungkin ada ahli2 dokter jang telah menduga bahwa sifat epidemi itu ada hubungannja dengan pertjobaan2 sendjata nucleous, tetapi mereka tidak berani mengumumkan dugaannja itu agar tidak menggelisahkan umat manusia, terutama karena mereka tidak dapat menemui teori, bahkan hipotese sadja, bahwa hubungan tersebut itu memang ada.

Saja telah menghuni di Sovjet Uni 30 tahun lamanja, tetapi hanja sesudah adanja pertjobaan2 matjam2 sendjata nucleous itu saja mengalami pengumuman epidemi penjakit polio (penjakit lumpuh anak2, dan kalau tidak diobati lekas2, tidak sadja melumpuhkan, tetapi mendjadikan anak2 jang terserang meninggal dunia).

Merenung-renungkan setjara filsafat, sebagai dalam hal ini hubungan air-bah dengan pertjobaan2 sendjata bom zat-air, jang sekarang terbukti benarnja itu, maka dibawah ini saja mengemukakan teori baru mengenai penjakit polio sebagai epidemi, dan sekaligus mengenai asal segala timbulnja penghidupan diair, darat dan angkasa dunia ini berdjuta-djuta tahun sebelum penghidupan itu berkembang mendjelmakan tanaman2 dan segala mahluk tjiptaan Allah, termasuk umat manusia ini.

Bagian2 atau „deeltjes” benda jang radioaktif itu, bertabrakan satu sama lain, dalam proporsi2 jang tertentu berpetjah-petjah lagi, dan dalam perpetjahan itu terbukalah rahasia alam jang paling halus. Petjahnja „deeltjes” radioaktif itu mendjadikan dua matjam „onderdeeltjes”, jang satunja inti jang hidup, baji virus jang dihawa mendapat makanannja sehingga ia mendjadi virus dewasa.

Tabrakan2 „kebetulan” diangkasa, diluar planeet kita, telah mendatangkan sinar2 bermatjam-matjam kosmos diplaneet kita, ada jang kosmos virus dan ada jang kosmos mineraal atau benda chemis. Bermatjam-matjam baji virus, sebagai djuga adanja perpetjahan onderdeeltjes dari bermatjam-matjam atoom (atoom zuurstof, waterstof dan atoom berbagai-bagai mineraal), telah mendjadikan bermatjam-matjam embori dalam air murni dan tanah jang berdjuta-djuta tahun jang lampau dalam beradanja planeet kita pernah mulai timbul dari verkoelingsproses planeet kita dari keadaannja jang dahulunja merupakan raga berapi besar2an, dan tidak mengandung kehidupan, biarpun sesuatu virus jang manapun.

Ilmu pengetahuan manusia, jang oleh Allah Jang Maha Kuasa diberikan kepada umat manusia berbagai2 bangsa ini, djika dalam seratus tahun depan menjelidiki benarnja teori saja mengenai virus itu, dengan didapatnja metode2 untuk memetjahkan „deeltjes radioaktif” tentulah akan dapat „menggugah” baji bermatjam-matjam virus, dan akan dapat memiliki mana jang berfaedah dan mana jang tidak bermanfaat untuk manusia, sehingga akan dapat membikin obat2an, jang memungkinkan umat manusia mempunjai hanja dua anak, satu laki dan satu perempuan. Ini akan perlu, sebab 100 tahun lagi djumlah penduduk planeet kita akan sangat padat, melebihi 5.000 djuta djiwa. Dan agar segala bangsa dapat hidup rukun bersama2 dengan tidak bertimbulnja perang rasdiskriminasi dimanapun, maka sungguhlah obat2an baru itu akan ditemu tjara pembikinannja. Tetapi untuk ini harus ada planning perekonomian dunia dan Bank Kesedjahteraan dunia sebagai saja usulkan.

POLIO DI INDONESIA

Kembali pada baji virus penjakit polio, njatalah sudah, bahwa polio sebagai epidemi telah timbul dibanjak negeri djustru sesudah pertjobaan2 sendjata nucleous.

Penderitaan serupa itu kini djuga mulai timbul makin banjak di Indonesia. Hal ini ternjata dari kabar „Antara” tanggal 8 Maret ini dari Solo, dari mana saja mengutip dari siaran Jajasan Pemeliharaan Anak2 Tjatjad di Surakarta sebagai berikut:

„Polio adalah suatu matjam penjakit jang mempunjai sifat menular dan mempunjai kemungkinan besar di Indonesia akan banjak makan korban”.

Telah saja djelaskan dalam uraian ketudjuh dan kedelapan ini, sebagaimana banjak umat manusia dewasa inipun sudah menderita dari pertjobaan2 bermatjam-matjam sendjata nucleous. Dalam hubungan ini saja mengadjak bangsa saja agar ikut mendjerit-djerit seperti masjarakat Djepang mendjerit2 agar Inggeris djangan meneruskan hasratnja akan mentjoba lagi suatu bom nucleousnja pula. Dan pada umumnja diseluruh dunia agar dihentikanlah setiap pertjobaan sendjata nucleous!

Djika pertjobaan2 sendjata nucleous sudah menimbulkan begitu banjak bentjana dan penderitaan umat manusia diseluruh dunia, maka bagaimanakah akibatnja djika timbul perang dunia jang ketiga, jaitu jang pasti akan perang total sungguh2, tegasnja: perang atoom?

Awan2 radioaktif atau „tjuilan2nja” (lihat uraian saja jang ketudjuh) akan begitu banjak sehingga bukan sadja massaal penjakit strontum 90 dan massaal penjakit polio, dan bukan sadja air-bah2 massaal diseluruh dunia akan diakibatkannja dari prang itu, tetapi djuga akan dibenturkan, ditabrakkannja „tjuilan”2 awan2 radioaktif oleh angin.

Dan tabrakan2 serupa itu akan menimbulkan ledakan2 lebih hebat lagi diluar ledakan2 sendjata nucleous.

Suatu tabrakan satu kali sadja terdjadi agak tinggi diatas bumi kita,—antara „setjuil” awan radioaktif dengan „setjuil” awan radioaktif lain, telah dapat ditjatat baru2 ini oleh seismograp2 Djepang. Ketika peristiwa itu terdjadi, dimanapun didunia ini telah tidak berlaku pertjobaan bom nucleous diwaktu itu.

MERUSAK HAWA

Memang, tabrakan ketjil satu kali tersebut itu mungkin tidak mengakibatkan bentjana dahsjat, tetapi djika terdjadi tabrakan2 (perbenturan2) mega2 radioaktif sekaligus disangat banjak tempat serangka kwantitet jang sangat besar dan kwalitet jang sangat intensip, sebagai akibat ledakan2 sangat banjak bom atoom biasa dan bom zat-air serta bom2 kobald dan lain2,—maka akan berobahlah segala matjam atoom diangkasa dan hawa, jang kita napasi ini. Dan perobahan itu akan merusak paru2 kita, akan tidak memungkinkan untuk memelihara proses perobahan darah ditubuh umat manusia dan segala mahluk setjara normal diseluruh dunia, djuga dinegeri2 jang netral, sebab jang rusak ialah hawa, hawa seluruh dunia. Imbangan zuurstof, koolstof dan azot dihawa dan proses berobah-robah mereka jang morat-marit sangat dahsjat tak tertahan lagi untuk setiap umat manusia, mahluk lain dan tanaman2.

Akan rusaknja hawa itu untuk sebagiannja kita dapat memperbaiki dari proses perobahan atoom jang dibuktikan dalam buku Rusia “Radioaktifnost” halaman 36, dimana tertulis spb: „Sebab waterstof dalam ruangan (ruangan perkakas sardjana besar Rezervord untuk setjara kunstmatig merobah atoom2 sesuatu unsur mendjadi atoom2 unsur matjam lain, Semaun) tadinja tidak ada, maka inti waterstof telah dapat diperoleh hanja dari atoom2 azot jang telah menelan alfadeeltjes. Djika diperhitungkan, bahwa inti azot mempunjai nomer (chemisch, Semaun) urut 7, dan angka massa 14, maka memasukkannja alfadeeltjes dalam inti azot itu telah harus memberikan inti dengan isi sama dengan 9, dan massa 18. Inti serupa ini adalah pada unsur-ftor, tetapi inti itu tidak kokoh dan segera membuang proton.

KIAMAT BIKINAN

Karena itu isi inti dan angka massa itu mendjadi kurang dengan satu, jaitu terbangun inti jang mempunjai isi 8, dan angka massanja 17. Dengan begitu maka setjara dibikin-bikin (kunstmatig) telah didapat izotop zuurstof, jang djarang adanja; adapun sebagian terbanjak atoom2 zuurstof jang terdapat dalam alam mempunjai angka 16. Berobahnja isi itulah berarti berobahnja atoom suatu unsur mendjadi atoom unsur jang lain”.

Dari proses chemisch itu dapat ditarik kesimpulan bagaimana akan terdjadinja kemorat-maritan hawa jang akan berobah sama sekali atoom2nja jang biasanja kita olah dalam paru2 dan darah kita untuk hidup kita ini, djika alfadeeltjes akan demikian hebat banjaknja memasuki atoom2 azot, waterstof dan zuurstof dihawa kita ini. Dan alfadeeltjes itu akan maha banjak diseluruh dunia dari benturan2 awan radioaktif dari perang atoom. Djadi perang atoom akan merupakan kiamat bikin dari kedjahatan orang2 imperialis jang gemar perang itu dengan gembar-gembor mengenap apa jang mereka katakan „bahaja komunis”.

Tetapi Allah Jang Maha Kuasa tjinta umat manusia dan mahluk tjiptaan-Nja.

Ilham seseorang tidak timbul setjara kebetulan sadja. Sekali lagi saja usulkan: Bank Kesedjahteraan Dunia dan Perentjanaan Perekonomian dalam P.B.B.

URAIAN KE-KESEMBILAN

KEARAH PEMBINASAAN?

Dalam uraian ke-tudjuh dan ke-delapan telah saja bentangkan tentang penderitaan umat manusia dari pertjobaan2 sendjata atoom jang asalnja dari uranium itu.

Djuga telah saja djelaskan, akibat binasa untuk segala umat manusia djika ada perang dunia ketiga atau perang nucleous itu.

Hingga kini memanglah usaha2 penggunaan uranium (dan torium) untuk sebagian terbesar diarahkan kepembinasaan itu.

Tetapi permulaannja, penggunaan tenaga atoom dari uranium dan (atau) torium untuk maksud2 damai djuga telah timbul. Selain dari pada penggunaan pelbagai bijproduct jang kini telah digunakan oleh Amerika Serikat, Inggeris dan Sovjet Uni untuk keperluan industri (matjam2 perkakas elektron, penggunaan dalam galvanasi dan lain2), untuk keperluan obat2an dan pertanian serta pengawetan bahan2 makanan, dan djuga untuk keperluan penjelidikan dilapangan ilmu pengetahuan,—maka baru dimulailah penggunaan tenaga atoom langsung untuk keperluan2 guna kesedjahteraan umat manusia. Ini telah dimulai oleh Sovjet Uni jang paling lebih dahulu mendirikan sentrale listrik atoom, dan kemudian disusul oleh Inggeris. Matjam2 bijproduct dari perusahaan listrik atoom itu digunakannja untuk keperluan2 damai pula, tepat seperti penggunaan bijproduct dari perusahaan2 atoom perang.

TUDJUAN2 DAMAI

Sekarang soalnja bagi bangsa kita, prinsip2 jang manakah harus kita pakai dalam mempergunakannja bahan2 uranium Indonesia ini? Lepas dari niat tidak mau perang atoom, kita harus ingat, bahwa negeri2 besar telah djauh mendahului, dan bisa merintangi setjara technis dalam artian umum,—usaha2 jang di Indonesia sekiranja diarahkan untuk mengambil bagian dalam perang atoom, atau dalam usaha2 internasional jang memperbesar bahaja pembinasaan umat manusia.

Dari ini harus timbul prinsip pokok Indonesia, jaitu mengerahkan penggunaan uranium dan torium kita hanja ketudjuan-tudjuan damai, jaitu ketudjuan-tudjuan untuk kesedjahteraan dan kebahagiaan umat manusia, termasuk bangsa, Rakjat kita Indonesia ini.

Dan dari prinsip pokok damai itu, maka harus timbul prinsip2 jang damai djuga, baik didalam lapangan pembangunan dalam negeri ataupun dilapangan politik ekonomi luar negeri (import perlengkapan2 industri uranium dan atoom, serta eksport konsentraat uranium dan torium serta bijproduct2 perusahan uranium dan atoom kita).

Mengenai waktu penggunaan uranium dan torium kita, pun kita harus merentjanakan dengan mengingati beberapa hal jang konkreet:

a.
Mendapat tahu tempat2 uranium kita dan reservenja. Ini akan makan waktu paling tjepat 6 bulan.
b.
Berunding dan mentjapai hasil perundingan dengan beberapa negeri sekaligus (Amerika Serikat, Inggeris, Sovjet Uni dan Djepang) untuk mendapat perlengkapan (mesin2) bagi perusahaan2 uranium dan torium kita. Ini akan makan waktu paling tjepat 6 bulan.
c.
Pelaksanaan rentjana2 pembangunan perusahaan uranium dan torium kita akan makan waktu paling tjepat dalam 8 sampai 10 bulan, sehingga hanja dalam pertengahan tahun 1958 kita akan dapat mengharapkan produksi uranium dan torium itu.
d.
Sebab perusahaan untuk memproduksi konsentraat uranium dan torium sekaligus bisa mendapatkan produksi lain2 (besi dan atau logam serta mineraal lain), maka harus dibangun perusahaan2 kombinaat.

HARUS MERUPAKAN PERUSAHAAN2 NEGARA

Adapun bentuk perusahaannja itu, mengingat sangat vitalnja produksinja dan arah eksportnja jang politis internasional, maka perusahaan2 uranium dan torium haruslah merupakan perusahaan2 Negara jang setjara langsung akan bisa dikontrol oleh Pemerintah kita, oleh pegawai jang djudjur,—baik dari pusat ataupun dari daerah2.

Mengingat, bahwa keuangan Negara kita terbatas, harus dibangun object2 perusahaan kombinaat uranium dan torium jang tidak besar2an, tetapi setjara lekas harus bisa mendapatkan penghasilan untuk Negara dan Rakjat dari perusahaan2 kombinaat Negara itu.

Dalam hubungan ini, saja berpendapat bahwa sebagai langkah pertama kita harus membangun satu sampai lima perusahaan uranium dan torium dalam kombinaat perusahaan rabuk atau pupuk superfosfaat, dengan bahan jang terpenting: fosfaat dan belirang jang ada di Kedung Bundar (Djawa), Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan suatu tempat lagi.

Produksi dari kombinaat itu akan berupa konsentraat uranium, konsentraat torium dan pupuk superfosfaat.

Produksi superfosfaat itu akan dapat mempertjepat bertambahnja produksi padi dan tjadangan2 beras dalam negeri dengan menghemat devisen.

Modal untuk tiap2 kombinaat menurut perhitungan saja, tjukup 60-75 djuta rupiah. Adapun mengenai konsentraat uranium dan torium kita maka pendjualan dan eksport bahan2 atoom itu harus kita salurkan dengan perantaraan P.B.B., agar P.B.B.-lah jang akan memberi nasehat berapa djumlah konsentraat2 itu boleh didjual bersamaan waktu kepada Amerika Serikat, Sovjet Uni, Inggeris, Euratoom, R.R.T., Djepang dan lain2, dengan djandji, bahwa konsentraat2 itu akan digunakan hanja untuk maksud2 damai.

Sekali kita mentjapai taraf perkembangan lebih tinggi, maka kita akan matang untuk membangun reaktor dan perusahaan2 atoom damai sendiri,—lagi sebagai perusahaan Negara berhubung dengan vitalnja perusahaan2 serupa itu. ini akan memperlukan modal lebih besar, tetapi modal besar akan kita peroleh dari pendjualan konsentraat2 uranium dan torium itu.

Rentjana2 praktis tersebut, baik dalam kepentingan dalam negeri, ataupun dalam usaha menjumbangkan ichtiar untuk mentjegah perang nucleous, bersamaan waktu akan dapat memberikan pekerdjaan dengan upah besar kepada beribu2 penganggur dan pemuda kita.

Rentjana2 djangka lebih pandjang, akan kita hubungkan dengan rentjana2 jang akan saja djelaskan dalam uraian jang ke-sepuluh.

URAIAN KE-SEPULUH

Dari rentjana djangka pendek untuk membangun perusahaan2 uranium dan torium Negara R.I. jang bisa dimulai dari tahun 1957 ini, seperti para pembatja telah dapat membajangkan dari uraian saja jang ke-sembilan,—maka djuga dapat dibajangkan, bahwa perkembangan perusahaan2 atoom tersebut dalam djangka pandjang akan bisa dimulai dalam tahun 1959 jang akan datang.

Dalam pada itu, selama waktu sampai tahun 1959, dapat dididik pegawai2 ahli perusahaan itu, dan untuk mulai mendapat keahlian dalam perusahaan2 atoom Negara, guna maksud2 damai selandjutnja.

Lagi pula: kita akan bisa mendapat kemungkinan akan pembangunan reaktor atoom Negara kita sendiri, jang harganja tjukup mahal.

Dalam pada itu kita akan dapat memetik buah dari usaha2 kita untuk berdirinja Bank Kesedjahteraan Dunia dan Perentjanaan Perekonomian Dunia P.B.B.

Dalam hubungan itu berikut, sekali lagi, akan saja djelaskan usul saja mengenai Bank (atau Dana) dan Perentjanaan Perekonomian tersebut, kali ini dalam bentuk thesis.

1.
Dalam permulaan abad jang ke 20, ditindjau dari rangka dunia keseluruhannja, maka semua perusahaan produksi barang2 dagangan (selain dari pada dalam pertanian) jang ketjil2, jang dulu dikerdjakan oleh tiap2 tukang masing2, atau jang kemudian dikerdjakan oleh perusahaan2 ketjil2 sematjam keradjinan2 terkumpul dalam tangan madjikan2 ketjil atau menengah, sudahlah terdesak lenjap oleh produksinja perusahan2 kepabrikan (industri besar2).
2.
Karena itu dilapangan perekonomian Industri dewasa ini sudah habislah umpan2 untuk didesak lenjap oleh perusahaan2 besar2an atau monopoli2.
3.
Akibatnja ini ialah, bahwa setiap peperangan untuk mendjadjah negara lain tidak akan dapat menghasilkan unsur2 kemadjuan perkembangan industri dan perekonomiannja negeri jang menang, seperti dalam abad2, sebelum abad ke 20 ini.
4.
Akibat lain ialah, bahwa kini dalam produksi industri terdapat hanja dua golongan: sedikit madjikan besar dan maka banjak buruh.
5.
Golongan buruh sedunia itu merupakan golongan langganan jang paling besar untuk perdagangan, termasuk perdagangan barang2 produksi industri.
6.
Golongan langganan jang lain ialah golongan pegawai dalam artian umum (mulai lurah, polisi, klerk sampai guru2 besar, tentara, angkatan laut dan udara).
7.
Malahan golongan madjikan, termasuk orang2 kapitalispun, mendjadi langganan.
8.
Golongan langganan jang lain lagi ialah kaum petani.
9.
Maka djumlah semua golongan langganan perdagangan itu kini tidak bisa diperbesar, lain dari pada dalam abad2 sebelum abad ke-20, sewaktu orang2 jang membikin sendiri barang2 kebutuhannja (membatik sendiri, menenun sendiri, bikin matjam2 barang perumahan sendiri2 pula dan sebagainja, sehingga waktu dahulu itu mereka tidak merupakan golongan langganan perdagangan) bisa terdesak perusahaan tangan sendiri dan berobah mendjadi golongan langganan perdagangan produksi industri besar dan pertanian, kini dibanjak tempat pertanian modern dengan banjak buruh dan pegawai pula. Maka selesainja perkembangan sematjam itu dalam rangka seluruh dunia dalam permulaan abad jang ke 20, saja namakan kodrat alam baru perekonomian dunia. Inilah pembukaan adanja kodrat alam baru oleh saja dalam ilmu pengetahuan perekonomian dunia pada umumnja, suatu sumbangan dari seorang bangsa Indonesia.
10.
Adapun tambahnja djumlah langganan itu dapat berdjalan hanja dengan tambahnja penduduk dunia, tetapi terbatas dengan k.l. 1% setahun.
11.
Karena adanja kodrat alam baru tersebut, maka baik matjam2 persaingan ataupun peperangan2, hanja dapat memindah-mindah kemungkinan perkembangan industri, tapi tidak dapat menambah kemungkinan itu dalam rangka sedunia, dan akibat peperangan dapat hanja memperkurangkan djumlah langganan perdagangan serta dapat mempertjepat krisis ekonomi serta memperdalam, memperhebat krisis2 ekonomi itu.
12.
Maka untuk keluar dari dilemma kodrat alam baru itu, satu2nja djalan untuk melandjutkan perkembangan industri dan perekonomian dunia itu ialah senantiasa memperbesar kekuatan membeli dari semua langganan perdagangan, dengan senantiasa memodernisasi dan menambah pembangunan segala matjam perusahaan (industri dan pertanian), sehingga produktivitet (kemampuan membikin barang2 produksi) setiap orang umat manusia senantiasa bertambah dan dengan sendirinja dapat diperbesar upah2 pekerdja, penghasilan2 petani dan lain2, serta djuga dapat dilenjapkannja pengangguran diseluruh dunia, sehingga setjara demikianlah akan dapat diperbesar kekuatan membeli (koopkracht) seluruh djumlah langganan perdagangan atau umat manusia sedunia ini.
13.
Saluran untuk melakukan usaha2 demikian itu serangka seluruh dunia dengan meliputi semua umat manusia, ialah P.B.B. (Perserikatan Bangsa2).
14.
Tjara (metode) jang harus dipakai dalam P.B.B. itu ialah Perentjanaan (planning) Perekonomian Dunia, terselenggarakan oleh komisi terdiri dari wakil2 segala negeri didunia kita ini, atas dasar senantiasa memperbesar kekuatan membeli dari semua langganan perdagangan seluruh dunia.
15.
Alat (middel) untuk melaksanakan tjara tersebut haruslah ada dalam satu Bank Kesedjahteraan Dunia P.B.B., terpimpin oleh Dewan Wakil2 Keuangan segala negeri sedunia, berdasarkan atas:
1)
Uang tabungan semua orang (baik buruh, tani dan lain2 ataupun orang2 kaja millioner) dalam Bank itu dan dalam tjabang2nja dinegeri-negeri sesuainja, dengan mendapat rente sebesar menurut ketentuan Assamble P.B.B.
2)
Uang donasi (derma) dari negeri2 sedunia jang harus diperoleh dari pengurangan persendjataan dan angkatan2 perang, sebesar menurut keputusan2 Assamble P.BB.B., dengan mendjamin pekerdjaan sewadjarnja untuk mereka jang akan dikurangkan dari angkatan2 perang.
3)
Uang rente sebesar menurut keputusan Assamble P.B.B. jang harus dibajar oleh Negara2 pemindjam; pindjaman2 itu untuk pembangunan besar2an dengan dapat membeli segala matjam perlengkapan (untuk gantinja pengurangan produksi pelbagai persendjataan), diseluruh dunia, dlaam rangka planning perekonomian dunia, sebisa2 sesuai claim2 (tuntutan2) dari negeri2 pemindjam. Hal ini mengenai Indonesia pula.

Maka dengan terlaksananja usul2 saja itulah antara lain2pun djuga akan mungkin diperkembangkan perusahaan uranium, torium dan atoom Indonesia untuk Kesedjahteraan Rakjat Indonesia, dan pada umumnja untuk kebahagiaan seluruh umat manusia sedunia.


1Pada waktu uraian ke-4 ini dimuat dalam 3 surat kabar tersebut dalam Kata-Pendahuluan buku ini, Sm.