Baca EPUB: sumbangan-mahasiswa-dan-tjendekiawan-indonesia-di-amerika-serikat

2 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. Table of Contents
  2. Table of Contents
SOEDJATMOKO
Sumbangan Mahasiswa dan Tjendekiawan Indonesia di Amerika Serikat
Kacabenggala Editions

Publisher Note

Karya ini memiliki judul lengkap: Sumbangan Mahasiswa dan Tjendekiawan Indonesia di Amerika Serikat terhadap Pembangunan Politik, Ekonomi, dan Ilmu Pengetahuan di Indonesia.

Karya ini merupakan pidato Soedjatmoko, yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat, di depan peserta kongres Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) ke IV. Kongres tersebut diselenggarakan di San Francisco pada 21 Juni 1968.

Digitizer Note

This digital edition is a faithful typeset of the printed text, preserving the original layout, spelling, punctuation, and front matter as closely as possible.

All original rights remain with their respective publishers and translators. Where copyright has expired or the material falls under fair use for preservation, the text is reproduced for historical study.

The Kacabenggala Editions are non-commercial and undertaken for study and admiration, shared purely for archival and educational purposes, without commercial intent.

PEMBUKAAN

Saudara-saudara sekalian,

Kalau saja tidak salah ingat, kali ini adalah untuk kedua kalinja, bahwa saja memperoleh kesempatan untuk berbitjara dihadapan Organisasi Saudara-saudara sekalian. Saja kira pada tahun 1963 saja memperoleh kesempatan untuk pertama kalinja untuk berbitjara dihadapan salah satu tjabang dari Organisasi Saudara-saudara sekalian. Sajang sekali, bahwa pada waktu itu pemuntjulan saja dihadapn Organisasi Saudara menimbulkan akibat jang menjedihkan bagi Organisasi Saudara-saudara sekalian. Kalau saja tidak salah, akibat langsung dari pemuntjulan saja dihadapan PERMIAS pada waktu itu ialah timbulnja perpetjahan didalam tubuh Organisasi Saudara, dan akibat tak langsung ialah timbulnja keretakan antara DPP PERMIAS dengan Saudara-saudara jang memprakarsai tjeramah saja untuk PERMIAS pada waktu itu. Mudah2an kehadiran saja ditengah-tengah Saudara sekalian sekarang ini, tidak akan menimbulkan akibat jang serupa.

Kali ini Saudara-saudara meminta saja untuk membahas masalah sumbangan jang dapat diberikan oleh mahasiswa dan tjendekiawan Indonesia jang sedang beladjar di Amerika Serikat terhadap pembangunan ekonomi dan politik Indonesia.

TUGAS MAHASISWA INDONESIA DI AMERIKA SERIKAT DALAM RANGKA PEMBANGUNAN DI INDONESIA

Menurut pendapat saja, ada beberapa tjara jang dapat Saudara tempuh untuk maksud ini. Salah satu tjara ialah, bahwa Saudara-saudara turut memikirkan setjara aktif tjara-tjara pemetjahan jang kiranja akan dapat dikenakan terhadap masalah-masalah penting jang sedang dihadapi oleh negara dan bangsa kita dewasa ini. Djadi sekalipun setjara physik Saudara-saudara sekarang ini terpisah dari persoalan-persoalan jang sedang berlangsung ditanah air, tetapi setjara psychis Saudara-saudara selalu dapat melibatkan diri kedalam usaha-usaha untuk menjelesaikan masalah-masalah nasional tadi. Dan dalam hubungan ini usaha jang Saudara lakukan sekarang ini, ialah menjelenggarakan Seminar tentang masalah penanaman modal asing di Indonesia, merupakan suatu usaha jang sangat berguna.

Saja kira masih banjak lagi masalah-masalah serupa itu jang dapat Saudara pikirkan dengan baik-baik selama Saudara ada di Amerika Serikat ini. Disini Saudara-saudara tjukup mempunjai waktu, kontak dengan sumber-sumber pengetahuan, dan kesempataa untuk memikirkan setjara mendalam dan sungguh-sungguh tjara-tjara jang kiranja dapat kita tempuh untuk memetjahkan masalah-masalah fundamentil, masalah-masalah djangka pandjang jang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara kita dewasa ini.

Pada hemat saja tidaklah tjukup apabila dalam tingkat perkembangan negara kita dewasa ini Saudara-saudara hanja pulang ketanah air sebagai experts dalam bidang spesialisasi tertentu, tanpa mempunjai pengertian jang tepat mengenai kondisi-kondisi masjarakat dimana Saudara-saudara akan mengetrapkan keahlian Saudara-saudara. Apabila Saudara-saudara betul-betui ingin menjumbang fikiran, tenaga, dan keahlian Saudara bagi pembangunan tanah air kita dewasa ini, maka perlu Saudara memahami masjarakat Indonesia dalam tingkat perkembangan historis jang sedang didjalaninja sekarang ini. Saudara-saudara mesti memahami masalah-masalah dan rintangan-rintangan jang menghambat dan menghalangi proses perkembangan politik dan ekonomi dinegeri kita. Hambatan-hambatan dan rintangan-rintangan sematjam ini hanja akan dapat Saudara pahami melalui studi jang tekun tentang masjarakat dan sedjarah Indonesia dan melalui perenungan atau refleksi jang dalam dan sungguh-sunggh disamping bidang keahlian Saudara.

Dilihat dari sudut ini tidaklah memadai, tidaklah mentjukupi, apabila Saudara memandang kewadjiban Saudara selama beladjar dinegeri ini sekedar sebagai suatu tugas pribadi untuk menjelesaikan studi Saudara masing-masing. Apa jang perlu Saudara lakukan ialah menghubungkan usaha Saudara masing-masing dinegeri ini dengan keseluruhan masalah-masalah nasional dewasa ini, dengan tudjuan-tudjuan serta sasaran-sasaran perdjoangan bangsa kita, dan dengan nilai-nilai serta tudjuan-tudjuan Saudara sendiri dalam hubungannja dengan tudjuan serta tjita-tjita nasional kita.

Pesatnja perobahan sosial dewasa ini, berkat perkembangan dibidang ilmiah, lebih menandaskan pentingnja proses pergantian generasi dewasa ini. Oleh sebab itu sangat pentinglah bagi setiap generasi baru untuk memiliki kesadaran akan misi historis dari generasinja.

Muntjulnja suatu generasi baru merupakan suatu kedjadian jang sangat penting didalam perkembangan suatu masjarakat, terutama dinegara-negara jang masih baru. Tentunja Saudara-saudara menjadari pula, bahwa dewasa ini di Indonesia suatu generasi baru sedang berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjatakan kehadirannja ditengah-tengah masjarakat Indonesia. Pada diri saja tidak ada keragu-raguan, bahwa Saudara-saudara sekalian, baik karena umur, maupun karena pendidikan, merupakan sebagian dari generasi baru tadi. Perdjuangan generasi baru ini merupakan pula perdjuangan Saudara-saudara sekalian.

Perdjuangan umum jang sedang dilakukan oleh generasi baru Indonesia dewasa ini ialah merumuskan misi historisnja setjara njata dan djelas. Sumbangan Saudara-saudara terhadap perdjuangan umum generasi baru ini akan dapat memperkaja kehidupan generasi Saudara dan akan menambah kemampuan generasi Saudara. Dengan pemikiran-pemikiran jang mendalam tentang masalah-masalah pokok jang sedang dihadapi oleh masjarakat kita dewasa ini akan mungkinkah bagi generasi Saudara, generasi muda, untuk menetapkan misalnja, untuk menetapkan dharma baktinja setjara tjepat dan tepat.

Misi generasi muda sekarang ini agaknja ialah modernisasi, pembangunan dan demokratisasi. Tetapi bagaimana misi umum ini harus diolah, harus diterdjemahkan setjara lebih spesifik sehingga dapat didjelmakan sebagai tudjuan-tudjuan dan program-program jang lebih spesifik untuk mentjapai modernisasi, pembangunan dan demokratisasi tadi, adalah suatu kewadjiban Saudara-saudara sekalian. Saudara-saudaralah jang akan harus memerintji misi umum tadi mendjadi program-program operasionil jang lebih spesifik.

PEKERDJAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA DEWASA INI: HAMBATAN-HAMBATAN DAN MASALAH-MASALAH DASAR

Kiranja penting sekali bagi kita sekalian untuk menjadari, bahwa pertumbuhan dan perkembagan suatu bangsa bukanlah semata-mata suatu fungsi dari kemampuan teknokratik jang kita peroleh dari keahlian kita masing-masing. Pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa adalah suatu proses jang melingkupi segenap bidang kehidupan kemanusiaan, baik setjara individuil, maupun setjara kolektif. Djika dalam taraf perkembangan kita dewasa ini, kita ingin bekerdja setjara efektif, ingin menemukan suatu sumber kekuatan jang dapat mengalahkan segenap frustrasi jang kita hadapi sekarang ini—ialah frustrasi-frustrasi jang tak dapat kita elakkan dan untuk sementara akan tetap mendjadi bagian dari kehidupan kita—, maka merupakan suatu keharusan bagi kita sekalian untuk memiliki suatu pengertian umum tentang masjarakat dan sedjarah kita didalam beraneka bidang kehidupan kemanusiaan jang sedang kita djalani sekarang ini. Diatas pengertian umum ini harus kita susun suatu pedoman tentang pola perdjalanan sedjarah kita dewasa ini. Hanja dengan tjara demikianlah akan terbuka kemungkinan bagi kita untuk terus bekerdja dengan harapan jang tetap penuh mengenai masa depan kita dan dengan kekuatan jang tak kundjung surut untuk tetap menunaikan pekerdjaan jang harus kita selesaikan. Sedjarah kita menundjukkan, bahwa idealisme dan semangat sadja belumlah mentjukupi untuk membangun negara kita. Telah kita alami dan kita saksikan sendiri akibat-akibat jang buruk sekali jang ditimbulkan oleh pengabaian setjara sengadja terhadap kapasitas rasionil jang dimiliki oleh perdjuangan nasional kita. Berdasarkan pengalaman kita dimasa jang lampau itu dapatlah kita simpulkan, bahwa apa jang kita perlukan dewasa ini ialah suatu kombinasi dari tiga unsur:

1.
pengetahuan atau keahlian;
2.
idealisme; dan
3.
pengetahuan jang mendalam tentang masjarakat kita sendiri.

Djadi djika Saudara-saudara ingin pulang kembali ke Indonesia sebagai putera bangsa jang telah tjukup mempersiapkan diri untuk berdjuang bagi pembangunan Indonesia, maka Saudara-saudara harus pulang tidak hanja sekedar berbekalkan suatu keahlian tertentu, tetapi disamping keahlian itu Saudara-saudara harus memiliki pula suatu pengertian umum tentang proses modernisasi dan tentang kondisi-kondisi masjarakat Indonesia dewasa ini. Dan terhadap kemampuan teknokratis serta orientasi sosial-historis ini perlu Saudara tambahkan tekad pengabdian pribadi jang tulus dan ichlas terhadap perdjuangan kita dewasa ini.

Kemadjuan serta pembangunan di Indonsia ternjata berdjalan setjara lebih lambat daripada jang kita harapkan. Sebagai akibat dari proses kemadjuan dan proses pembangunan jang terlampau lambat tadi, timbullah bermatjam-matjam kesulitan di Indonesia, diantaranja ialah kesulitan untuk mendapatkan pekerdjaan jang sesuai dengan keinginan-keinginan kita. Dalam menghadapi kesulitan-kesulitan sematjam ini, pada umumnja kita tjenderung untuk segera merasa putus asa, tjenderung untuk menanggalkan sama sekali tindjauan kemasa depan, dan tjenderung untuk mengabaikan kenjatan bahwa negara kita sedang ada ditengah-tengah gelora sedjarah. Sebagai tjendekiawan jang dilatih untuk menghadapi segenap tantangan setjara rasionil, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mendjauhkan diri dari ketjenderungan sematjam ini. Dengan mempergunakan kemampuan rasionil dan perbendaharaan intelektuil kita, kita akan dapat melihat, bahwa apa jang terdjadi dinegeri kita ialah suatu rentetan explosi dari energi baru jang sangat kreatip, jang sebagai suatu phenomena sedjarah sedikit sekali dapat kita saksikan dinegeri-negeri lain dalam djangka waktu jang sedemikian pendeknja. Pada hemat saja, revolusi kita itu sendiri merupakan ekspresi utama dari energi kreatip jang saja maksudkan tadi. Kini kita mengalami pendjelmaan jang kedua dari energi kreatip tadi, jang dimulai pada tahun 1965. Muntjulnja angkatan ’66 merupakan manifestasi baru dari energi kreatip tadi. Bagi saja peristiwa ini merupakan suatu pertanda sedjarah jang amat penting: ialah bahwa dalam menghadapi berbagai djenis masalah jang telah sekian lamanja merongrong masjarakat kita, sebagai bangsa kita tetap mampu untuk mempertahankan tekad dan harapan untuk merobah kondisi kita, dan mampu pula untuk mengutjapkan tekad dan harapan tadi dalam bentuk usaha jang segar dan militant.

Dalam pengertian saja, salah satu alasan terpenting mengapa kita mengalami kematjetan dan kelamabatan dalam usaha kita untuk memperbaiki keadaan negeri kita menudju kemadjuan bukanlah karena kita tidak memiliki “potentials”. Kita tjukup memiliki “manpower”, kita tjukup memiliki kepandaian serta ketrampilan, dan kita tjukup memiliki sumber-sumber kekajaan alam. Apa jang tidak kita miliki ialah tenaga-tenaga dalam djumlah jang mentjukupi untuk menggabungkan semua jang kita miliki tadi kedalam suatu kombinasi baru jang kreatip. Dan ini adalah salah satu pekerdjaan Saudara-saudara. Saudara-saudaralah jang harus berusaha sekuat tenaga untuk mentjiptakan kombinasi sematjam ini. Saja berharap dengan sungguh-sungguh, bahwa Saudara-saudara akan memikirkan bentuk partisipasi Saudara kedalam usaha bersama ini, untuk mengubah potensialitas jang kita miliki tadi mendjadi suatu realitas.

Keadaan kehidupan sehari-hari di Indonesia dewasa ini tidak terlalu subur untuk pemikiran mengenai masalah-masalah fundamentil jang dihadapi oleh bangsa dan negara kita. Hampir setiap orang di Indonesia dewasa ini terbenam setjara sangat dalam didalam persoalan-persoalan sehari-hari jang harus diselesaikannja dengan segera. Dalam pola kehidupan jang sedemikian itu, sungguh-sungguh diperlukan suatu kekuatan dan usaha jang hampir-hampir melampaui batas kesanggupan manusia untuk tidak melupakan masalah-masalah djangka pandjang tadi. Di Amerika Serikat ini pada umumnja kita hidup dalam suatu pola kehidupan sehari-hari jang lebih baik, jang kurang menekan sifatnja dibandingkan dengan kehidupan sehari-hari jang harus dialami oleh sebagian besar terbesar dari Saudara-saudara kita di Indonesia. Oleh sebab itu saja kira tidak akan berlebihanlah kalau saja njatakan, bahwa Saudara-saudara disini ada dalam keadaan jang lebih menguntungkan untuk memikirkan masalah-masalah nasional kita setjara fundamentil. Kalau Saudara kehendaki, disini Saudara dapat berusaha untuk menembus masalah-masalah permukaan dan menjentuh masalah-masalah dasar jang tersembunji dibalik soal-soal politik dan ekonomi sehari-hari di Indonesia. Kalau Saudara kehendaki pula, disini Saudara dapat berusaha untuk dalam pemikiran Saudara menjentuh masalah-masalah nasional jang paling strukturil dan normatif sifatnja. Masalah-masalah itu berkisar pada ekonomi-politik (pol. economy), pembinaan lembaga-lembaga demokrasi pada umumnja dan chususnja dalam usaha pembangunan ekonomi, autonomi daerah, pembinaan lembaga-lembaga antar-golongan dan sebagainja.

Harapan saja ialah, bahwa kesempatan ini Saudara pergunakan sebaik-baiknja, bahwa Saudara mempergunakan permukiman Saudara dinegeri ini untuk mempersiapkan diri kearah pemikiran setjara fundamentil terhadap masalah-masalah nasional kita. Kesanggupan Saudara untuk turut memetjahkan sebagian dari persoalan nasional kita setjara fundamentil tadi akan turut menentukan berhasil atau gagalnja bangsa Indonesia dalam mengedjar tjita-tjitanja.

PEMBANGUNAN INDONESIA SEBAGAI TITIK ORIENTASI DALAM MENENTUKAN LAPANGAN STUDI

Saja kira diantara Saudara-saudara ada sebagian jang karena berbagai pertimbangan dan usaha memperoleh kesempatan untuk tinggal lebih lama dinegeri ini dan menempuh studi kearah gelar Ph.D. Dalam hubungan ini saja kira penting sekali bagi Saudara-saudara tadi untuk menjadari, bahwa kewadjiban Saudara disini dan sekarang ini bukanlah sekedar bekerdja keras untuk memperoleh gelar Ph.D. tadi. Pada pendapat saja, kegunaan Saudara-saudara sebagai experts bagi Indonesia kelak akan bertambah, djika pada waktu jang sama Saudara-saudara memperhatikan pula logika dasar (“the basic logic”) dan struktur dari disiplin atau bidang spesialisasi jang Saudara peladjari. Menurut pendapat saja, jang akan menentukan nilai Saudara sebagai seorang expert bagi masjarakat Indonesia bukanlah semata-mata deradjat spesialisasi serta kesempurnaan akademis dari pengetahuan jang Saudara kuasai—jaitu menurut ukuran teknologis dan keilmuan di Amerika Serikat—melainkan terutama arti atau “relevance” dari ilmu jang Saudara peladjari bagi masalah-masalah jang dewasa ini terdapat di Indonesia. Djikalau Saudara-saudara tidak menginginkan status “unemployed intellectual” atau “tjendekiawan tunaguna” sekembali Saudara kelak ke Indonesia, maka apa jang harus Saudara lakukan selama permukiman Saudara dinegeri ini ialah memperkembangkan gagasan-gagasan mengenai tjara-tjara jang akan dapat Saudara pergunakan kelak untuk mengamalkan pengetahuan chusus Saudara-saudara itu bagi pemetjahan masalah-masalah di Indonesia. Berdasarkan pertimbangan ini saja berpendapat, bahwa apa jang harus Saudara lakukan sekarang sebagai persiapan ialah meng-orientasikan diri setjara umum kepada persoalan-persoalan pokok jang terdapat di Indonesia dan mentjari tjara-tjara penjelesaian jang akan harus dikenakan terhadap persoalan-persoalan pokok tadi. Dengan demikian, pemilihan jang harus Saudara lakukan mengenai djenis bidang studi jang akan Saudara terdjuni tidak dapat dilakukan tanpa didasarkan atas pemikiran-pemikiran mengenai kegunaan atau “applicability” bidang studi tadi bagi masjarakat Indonesia dalam taraf perkembangannja dewasa ini, serta pertimbangan-pertimbangan tentang bentuk-bentuk kelembagaan atau “Institutional settings” jang terdapat di Indonesia, jang akan harus Saudara lalui untuk mengamalkan keahlian Saudara kelak.

Bukanlah maksud saja untuk mengatakan, bahwa pilihan Saudara-saudara itu semata-mata harus ditentukan oleh tingkat perkembangan ilmiah jang tertjapai di Indonesia dewasa ini. Jang saja maksud ialah, bahwa sementara Saudara-saudara mempersiapkan diri untuk mendjadi tenaga-tenaga ahli jang akan turut membangun serta memodernisasikan Indonesia dikemudian hari melalui pengabdian imiah dan akademis, apa harus Saudara lakukan ialah memikirkan, bagaimana idee-idee serta teknik-teknik jang Saudara peladjari disini akan tetap dapat diterima oleh dan dipergunakan setjara konstruktip dalam masjarakat Indonesia, sekalipun idee-idee serta teknik-teknik tadi di Indonesia kelak harus dipisahkan dari bentuk-bentuk intelektualitas, kemasjarakatan, serta kelembagaan jang serba sempurna jang terdapat dinegeri ini. Djadi dalam usaha untuk menguasai suatu bidang spesialisasi, Saudara-saudara harus berpedoman kepada kenjataan, bahwa apa jang harus Saudara lakukan kelak di Indonesia ialah mempergunakan ilmu jang Saudara peladjari disini untuk setjara kontiu memadjukan ilmu dan kehidupan akademis jang ada sekarang ini di Indonesia. Jang penting untuk Saudara perhatikan dalam hubungan ini ialah, bahwa selisih dalam taraf perkembangan antara bidang spesialisasi jang Saudara peladjari disini dengan tjabang ilmu jang akan Saudara bina kelak di Indonesia harus Saudara perhitungkan setjara realistis.

Saja tekankan hal ini, karena pada saat ini saja mendapatkan kesan bahwa sebagai akibat dari ketiadaan orientasi umum terhadap masalah-masalah jang terdapat ditanah air dewasa ini, diantara mahasiswa-mahasiswa kita jang paling tjakap terdapat ketjenderungan untuk memilih mata peladjaran jang paling sulit, jang paling madju, jang paling “sophisticated”, semata-mata atas dasar pertimbangan-pertimbangan pribadi, jaitu untuk mentjapai kepuasan pribadi dan untuk mendjawab tantangan pribadi. Tetapi perlu kiranja saja peringatan disini, bahwa atas dasar pertimbangan jang demikian serta dengan sikap dasar jang demikian, sukses jang akan Saudara peroleh tidak akan mendjamin, bahwa dalam masjarakat Indonesia kelak Saudara akan memperoleh sukses pribadi jang serupa. Menurut pengamatan saja, ketakutan akan ketiadaan kemungkinan untuk memperoleh sukses pribadi sematjam ini di Indonesia telah mendjadi sebab utama bagi sekelompok mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat ini untuk bersikap skeptis terhadap masjarakat Indonesia, dan berdasarkan sikap ini menjusun berbagai alasan untuk tidak kembali ke Indonesia. Dalam hubungan ini ingin saja peringatkan pada Saudara-saudara sekalian, bahwa pada achirnja jang merupakan batu udjian bagi Saudara dalam kedudukan Saudara sebagai seorang tjendekiawan ialah apakah Saudara berhasil mendjadikan diri Saudara penguasa atau “master” dari pengetahuan jang Saudara peladjari. Selama Saudara tidak berhasil untuk berkembang kearah ini, selama Saudara masih mendjadi budak atau “slave” dari pengetahuan Saudara, selama itu pula Saudara belum dapat dikatakan berhasil untuk mengubah diri Saudara mendjadi seorang insan ilmiah jang diperlukan oleh pembangunan dan modernisasi Indonesia.

Kepada Saudara-saudara jang pada waktu ini belum memperoleh kesempatan untuk mentjapai gelar Ph.D ingin saja sampaikan beberapa pesan.

Saudara-saudara tidak perlu ketjewa dengan nasib Saudara sekarang ini. Asal Saudara tetap berusaha setjara sungguh-sungguh, kelak kesempatan untuk mengedjar Ph.D itu pasti akan datang. Kalau Saudara harus pulang sebelum Saudara berhasil mentjapai gelar Ph.D., maka situasi inipun dapat Saudara pergunakan setjara menguntungkan untuk pertumbuhan Saudara pribadi. Keuntungan jang pasti dapat Saudara temukan dalam situasi ini ialah bahwa berkat perpisahan fisik jang tidak terlampau lama dengan Indonesia ini, djarak atau “gap” jang terdapat antara perkembangan jang terdjadi di Indonesia dengan alam pikiran Saudara akan dapat diperketjil. Dengan demikian tjara berpikir Saudara akan berakar pada problematik jang terdapat di Indonesia. Selandjutnja hal ini berarti, bahwa pada kesempatan untuk mentjapai gelar Ph.D. kelak, Saudara akan lebih dapat menjusun suatu program studi jang akan dapat memberikan kepada Saudara suatu djenis keahlian jang dapat me-maksimal-kan nilai Saudara pribadi bagi keperluan pembangunan di Indonesia. Dengan demikian saja rasa perasaan ragu-ragu dan chawatir akan masa depan Saudara di Indonesia kelak tidak akan Saudara alami.

Inilah, menurut pendapat saja, keuntungan jang dimiliki oleh mereka jang pada waktu ini belum mendapat kesempatan untuk terus beladjar sampai taraf Ph.D.

Soal lain jang ingin saja singgung pula dalam hubungan dengan hal ini ialah sifat relasi jang harus Saudara bina kelak dengan teman-teman sedjawat Saudara di Indonesia, ialah hubungan Saudara-saudara dengan mereka jang tidak pernah mendapat kesempatan untuk beladjar diluar negeri. Sepulang Saudara ke Indonesia kelak Saudara akan harus bekerdja sama dengan kawan-kawan jang pengetahuannja dan ketjakapan akademisnja mungkin tidak semodern dan se-halus pengetahuan dan ketjakapan Saudara. Adalah tugas Saudara kelak untuk membantu kawan-kawan jang kurang beruntung tadi mengatasi hambatan-hambatan jang diletakkan atas diri mereka oleh keadaan mereka ditanah Air. Adalah tugas Saudara untuk membantu kawan-kawan tadi mentjapai tingkat perkembangan ilmiah jang lebih dewasa, seperti jang Saudara kenal dinegeri ini. Kesediaan Saudara untuk melakukan hal ini merupakan djalan satu-satunja bagi Saudara untuk dapat diterima dengan baik dan ichlas oleh teman-teman jang diluar kemauan dan kesalahan mereka harus selalu tinggal di Indonesia. Inilah djalan satu-satunja bagi Saudara untuk tidak akan diperlakukan sebagai saingan-saingan jang tidak dikehendaki. Dan ini pulalah djalan satu-satunja bagi Saudara-saudara untuk dapat diterima oleh teman-teman di Indonesia sebagai sumber kekuatan ilmiah jang segar dan kreatip, jang telah lama mereka nantikan dan dambakan.

Penting untuk Saudara-saudara sadari dalam hubungan ini, bahwa kawan-kawan sedjawat Saudara jang terus-menerus ada ditanah air ini mungkin tidak memiliki konsep-konsep jag halus serta teknik-teknik jang madju jang sangat diperlukan untuk pertumbuhan informasi ilmiah. Tetapi sekali-kali tidak boleh Saudara lupakan, bahwa mereka itu memiliki bahan pengetahuan baku, memiliki “raw scientific materials”, jang setelah diolah dengan mempergunakan konsep-konsep jang halus serta tjara-tjara analisa jang madju seperti jang Saudara-saudara peladjari dinegeri ini akan menghasilkan sedjumlah informasi ilmiah jang baru, jang akan memperdalam tilikan kita serta memperhalus pemahaman kita terhadap sifat perkembangan masjarakat Indonesia dewasa ini. Saja jakin, bahwa pengolahan setjara terus-menerus terhadap bahan baku ilmiah jang telah dikumpulkan oleh teman sedjawat Saudara di Indonesia tadi dengan mempergunakan konsep-konsep serta tjara-tjara analisa jang modern seperti jang Saudara peladjari disini akan menghasilkan suatu arus informasi ilmiah jang tak kundjung surut.

Disamping itu perlu Saudara perhatikan pula, bahwa teman-teman sedjawat Saudara jang ada di Indonesia telah memupuk sesuatu jang tidak Saudara miliki sebagai akibat dari perpisahan physik Saudara-saudara dari segenap persoalan dan pergolakan jang terdjadi di Indonesia. Hal ini ialah: kemampuan untuk ber-operasi setjara efektif didalam tata-suasana (“situational settings”) seperti jang sekarang ini terdapat di Indonesia. Dan dalam soal ini saja kira perlu bagi Saudara-saudara untuk bersikap djudjur dan rendah hati terhadap kawan-kawan Saudara jang ada di Indonesia dan djuga terhadap diri Saudara sendiri, jang dapat Saudara utjapkan dengan setjara ichlas meminta dan menerima bimbingan dari teman-teman di Indonesia tadi dalam mempeladjari tjara kerdja jang efektif bagi Indonesia dewasa ini.

Sekarang ingin saja kemukakan sesuatu mengenai hubungan antara apa jang Saudara peladjari disini dengan perkembangan kehidupan perguruan tinggi di Indonesia.

Pikiran ini timbul pada saja setelah saja lihat di Indonesia adanja beberapa pengadjar di-universitas-universitas Indonesia jang setelah memperoleh pendidikan diluar negeri memberikan kuliah-kuliah dengan materi dan dalam bentuk jang sama seperti jang mereka terima di Amerika Serikat. Saja kira dengan berbuat sedemikian itu, mereka telah melakukan sesuatu jang kurang baik bagi Indonesia. Menurut pendapat saja tidaklah tjukup apabila setelah Saudara-saudara kembali ke Indonesia kelak, Saudara-saudara hanja meneruskan sadja apa jang telah Saudara peladjari disini. Soal jang paling penting ialah, bahwa Saudara-saudara memperkembangkan kapasitas untuk menghubungkan apa jang telah Saudara peladjari disini dengan masalah-masalah jang sebenarnja terdapat di Indonesia. Dalam merentjanakan bahan-bahan peladjaran jang akan Saudara berikan dan dalam menjusun bahan-bahan peladjaran itu hendaknja Saudara-saudara mulai atau bertolak dari masalah-masalah dasar jang terdapat di Indonesia. Jang penting bagi pembinaan kehidupan perguruan tinggi di Indonesia bukanlah substansi dari pengetahuan jang Saudara peladjari disini, melainkan kapasitas Saudara untuk mengupas masalah-masalah baru jang muntjul dari peneropongan jang modern, dan selandjutnja mengembangkan pengetahuan baru dari kumpulan-kumpulan masalah tadi melalui penggunaan kemahiran-kemahiran ilmiah jang telah Saudara pupuk selama Saudara beladjar dinegeri ini.

Saja kira penting sekali bagi Saudara-saudara untuk menjadari, bahwa dalam bidang pengetahuan sosial terutama tjorak dan struktur pengetahuan jang telah diadjarkan kepada Saudara-saudara pada universitas-universitas di Amerika mengandung hubungan jang erat dengan sedjarah serta perkembangan masjarakat dimana pengetahuan tadi dikembangkan. Penting pula untuk Saudara-saudara sadari, bahwa pre-okupasi serta batas-djangkauan dari perkembangan suatu ilmu tidak dapat dipisahkan dari masalah-masalah njata jang terdapat didalam masjarakat dimana ilmu tadi dibesarkan. Djika kita menjadari hal ini, maka akan mungkinlah bagi kita untuk memperkembangkan suatu “kesadaran tentang ke-nisbi-an”, suatu “sense of relativity”, dan memperkembangkan pula suatu tilikan historis jang didasarkan atas pemahaman tentang hubungan jang ada antara perkembangan suatu ilmu dengan perkembangan suatu masjarakat. Kemampuan sematjam ini akan memungkinkan kita untuk membebaskan diri dari belenggung substansi ilmu jang mengikat daja pikiran kita. Djanganlah sekali-kali kita lupakan, bahwa apa jang sekarang ini merupakan sesuatu jang baru, jang modern, jang “up-to-date”, akan mendjadi sesuatu jang usang dimasa depan. Dalam keadaan sematjam ini jang paling penting untuk kita peladjari bukanlah terutama substansi dari ilmu itu sendiri, melainkan metode-metode penelahaan tertentu jang harus kita tempuh untuk menindjau, merumuskan, menganalisa, dan menjelesaikan masalah-masalah jang njata. Kapasitas ilmiah seperti inilah jang harus Saudara-saudara bawa ke Indonesia dan jang harus Saudara trap-kan pada masalah-masalah jang terdapat dinegara kita. Djadi sekali-kali bukanlah pemindahan ilmu setjara substantif dari Amerika Serikat ke Indonesia jang merupakan pekerdjaan utama bagi Saudara-saudara.

Dalam hubungan ini ingin saja kemukakan suatu hal lain lagi, jang sebenarnja agak terletak diluar soal penentuan bidang studi jang Saudara peladjari dinegeri ini. Hal ini ialah soal pengembangan atau penumbuhan “etos” atau gairah untuk menggali kebenaran. Kalau kita perhatikan sedjarah pertumbuhan beberapa perguruan tinggi atau universitas ternama didunia ini akan kita ketahui, bahwa satu hal utama jang membuat perguruan-perguruan tinggi atau universitas-universitas tadi mendjadi pusat-pusat kegiatan ilmiah jang dinamis dan jang memungkinkan mereka memantjarkan pengaruh jang kuat terhadap perkembangan ilmu dan teknologi, ialah kebulatan tekad dari perguruan-perguruan tinggi atau universitas-universitas tadi sebagai lembaga sosial, kulturil, dan ilmiah untuk selalu mentjari kebenaran. Disamping itu faktor jang penting pula ialah ketekunan mereka untuk selalu memperbesar kapasitas mereka untuk memperdjuangkan kebulatan tekad tadi setjara gigih dan tak kenal kompromi. Banjak sedikitnja tradisi ini dapat Saudara temukan dinegeri ini. Dan kalau kita perhatikan keadaan perguruan tinggi kita di Indonesia, akan kita ketahui, bahwa tradisi dan semangat sematjam ini masih harus kita pupuk. Djadi pada hemat saja, satu sumbangan pokok jang akan dapat Saudara berikan terhadap pembinaan perguruan tinggi di Indonesia ialah pemupukan tradisi dan semangat ini di Indonesia, jang dapat Saudara lakukan kelak setelah Saudara kembali ke Indonesia. Tjara jang paling baik jang dapat Saudara tempuh untuk mentjapai hal ini ialah mentjeburkan diri sepenuhnja kedalam tjara hidup jang mengabdi kepada kebenaran ini selama Saudara masih berada di Amerika Serikat, dan kelak mengamalkan hasil pertumbuhan dan perkembangan Saudara pribadi didalam soal ini kepada pertumbuhan perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut pendapat saja, terlepas dari pertimbangan-pertimbangan lain, “etos” serta kebulatan tekad sematjam ini merupakan salah satu sendi utama jang diperlukan setjara mutlak oleh setiap perguruan tinggi untuk memperkembangkan dirinja mendjadi hati nurani atau “conscience” dari djamannja, atau setjara lebih umum lagi untuk mendjadi hati nurani atau “conscience” dari kemanusiaan. Pertumbuhan universitas-universitas Indonesia kearah ini akan merupakan bantuan jang sangat penting kearah perkembangan masjarakat Indonesia mendjadi suatu masjarakat terbuka (“open society”), mendjadi suatu masjarakat jang dinamis, jang akan mampu bergerak dan berkembang atas kekuatan sendiri. Tanpa sumbangan sematjam ini dari pihak universitas sebagai salah satu sumber perikemanusiaan di Indonesia, saja chawatir, bahwa dalam keadaan kita sekarang ini tjita-tjita untuk membina masjarakat jang terbuka dan dinamis tetap akan mendjadi angan-angan belaka.

Akibat lain jang dapat kita bajangkan akan muntjul sebagai kelandjutan dari pertumbuhan sematjam ini ialah, bahwa dengan tjara ini dapat kita harapkan setjara realistis, bahwa pada suatu ketika masjarakat Indonesia pada umumnja dan masjarakat perguruan tinggi Indonesia pada chususnja akan berhenti untuk mendjadi konsumen semata-mata dari perbendaharaan pengetahuan kemanusiaan, dan akan mampu mendjadikan dirinja sebagai penjumbang, sebagai “contributor” terhadap perkembangan perbendaharaan pengetahuan universil. Peralihan status dari konsumen ke-produsen atau penjumbang dalam pertumbuhan ilmu ini merupakan suatu tudjuan jang masih harus dikedjar dengan sekuat tenaga oleh Indonesia. Dan dalam usaha kita bersama untuk merealisasikan aspirasi nasional ini Saudara-saudara sebagai tjendekiawan Indonesia jang sedang mendadar diri di Amerika Serikat ini mempunjai peranan jang sangat penting. Saja kira hal ini dapat Saudara pahami sepenuhnja dan kesadaran ini, apabila Saudara pergunakan tanpa kekenesan pribadi, tanpa ketjenderungan untuk pemudjaan diri, akan merupakan suatu sumber kekuatan utama dalam pengabdian Saudara kelak terhadap pembangunan masjarakat Indonesia.

Dalam pada itu hendaknja Saudara-saudara sadari pula, bahwa sekembali Saudara kelak ke Indonesia mungkin Saudara-saudara akan mendapat tantangan dan hambatan dalam usaha Saudara untuk memadjukan perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan konsepsi pokok tentang perguruan tinggi sebagai pusat ilmu, pentjari kebenaran, dan hati nurani kemanusiaan seperti jang telah kita bitjarakan tadi. Berdasarkan pengalaman-pengalaman jang telah lampau djanganlah Saudara-saudara membius diri dengan chajalan, bahwa idea-idea Saudara dalam soal ini akan diterima dengan mudah dan dengan tangan terbuka oleh masjarakat Indonesia. Untuk tudjuan sesutji inipun Saudara-saudara akan harus berdjuang. Dan efektivitas perdjuangan Saudara-saudara dalam hal ini tidak hanja akan ditentukan oleh tingkat keahlian serta pengetahuan umum Saudara-saudara, tetapi akan ditentukan pula oleh sikap Saudara-saudara terhadap kawan-kawan sedjawat di Indonesia. Efektivitas perdjuangan Saudara-saudara dalam soal ini akan ditentukan oleh kemampuan Saudara-saudara untuk menumbuhkan ikatan-ikatan persahabatan serta kerdjasama kolegial dengan kawan-kawan sedjawat di Indonesia. Disamping itu, sampai batas tertentu, efektivitas perdjuangan Saudara dikemudian hari dalam soal ini akan ditentukan pula oleh kesanggupan Saudara untuk memupuk suatu pola kerdjasama kolegial diantara tjendekiawan-tjendekiawan Indonesia jang sedang menghirup ilmu di Amerika Serikat ini. Pada hemat saja pemupukan kelompok kerdja, pemupukan “teams”, diantara Saudara-saudara sendiri selama Saudara-saudara masih beladjar di Amerika Serikat ini akan merupakan suatu persiapan jang penting bagi pengabdian Saudara kelak di Indonesia. Kalau Saudara-saudara selama di Amerika Serikat ini berhasil membina diri sebagai suatu kelompok kerdja, sebagai “team” jang kelompok, jang mempunjai orientasi ilmiah jang pada dasarnja serupa (“similar”), maka sukses sematjam ini menurut pendapat saja akan merupakan suatu persiapan jang sangat penting kearah sukses jang serupa, dalam pengabdian Saudara kelak di Indonesia.

Djadi tugas Saudara-saudara sekalian selama di Amerika Serikat ini bukanlah sekedar mengedjar tjita-tjita pendidikan setjara pribadi, melainkan disamping itu mendjadi keharusan pula bagi Saudara-saudara untuk mempersiapkan diri bekerdja bersama setjara kolektif-kolegial.

ASPEK-ASPEK POLITIS DARI PEKERDJAAN PEMBANGUNAN INDONESIA DEWASA INI

Baiklah kita bitjarakan sekarang aspek politis dari pekerdjaan pembangunan jang harus kita lakukan di Indonesia. Saja menjadari, bahwa bagi sebagian dari tjendekiawan Indonesia, aspek politis ini merupakan suatu masalah jang sangat sensitif sifatnja. Disamping itu ada pula sekelompok tjendekiawan jang menganggap masalah ini sebagai suatu hal jang “irrelevant”, jang tidak ada hubungannja dengan pekerdjaan pembangunan. Dalam hubungan ini baiklah kita ingat, bahwa hingga sekarang ini ketiadaan sistem politik jang stabil di Indonesia telah merupakan salah satu hambatan utama dari pekerdjaan pembangunan.

Oleh karena itu saja berpendapat, bahwa pembahasan mengenai masalah pembangunan di Indonesia tidak akan memberi tilikan jang mendalam tanpa menjinggung aspek politis seperlunja. Persoalan jang kita hadapi sekarang ini ialah sampai dimana sistem politik jang berlaku di Indonesia sekarang ini memungkinkan dilakukannja pekerdjaan pembangunan setjara sungguh-sungguh.

Dalam hubungan ini perlu kiranja kita akui setjara terus terang adanja kenjataan, bahwa diantara Saudara-saudara ada jang mempunjai rasa was-wasa atau kechawatiran dan kesangsian jang serius mengenai peranan kalangan militer di Indonesia. Hal ini dapat saja fahami sepenuhnja. Setjra pribadi sajapun ingin segera melihat terbentuknja suatu pemerintahan sipil. Tetapi dalam menghadapi masalah ini djanganlah sekali-kali kita dihanjutkan oleh emosi kita. Pihak militer sekarang ini memegang kekuasaan bukanlah karena mereka dengan sadar telah merentjanakan dan mempersiapkan diri untuk keadaan sekarang ini. Menurut pendapat saja, pada dasarnja keadaan sekarang ini terdjadi sebagai akibat dari kelemahan azasi jang terdapat dikalangan politik sipil.

Dalam keadaan jang kita hadapi seperti sekarang ini, apakah jang dapat dilakukan oleh para tjendekiawan jang mempunjai kejakinan politik tertentu untuk turut memperbaiki sistem politik di Indonesia?

Adalah suatu hal jang wadjar bagi saja apabila diantara Saudara-saudara ada jang datang ke Amerika Serikat ini dengan afiliasi serta lojalitas politik terhadap salah satu organisasi politik jang ada di Indonesia sekarang ini. Hal ini sama sekali tidak akan merisaukan hati saja, dan dalam pandangan saja keadaan sematjam ini merupakan salah satu dari hak-hak azasi manusia Saudara jang akan saja hormati sepenuhnja. Kehidupan pribadi saja sendiri telah saja pertaruhkan untuk mempertahankan dan mendjundjung tinggi hak azasi manusia ini. Apa jang saja chawatirkan ialah tjara jang akan Saudara pergunakan kelak untuk menjatakan kejakinan politik Saudara-saudara. Saja akan merasa sangat sedih, apabila setelah Saudara-saudara selesai beladjar di Amerika Serikat kelak dan kembali ke Indonesia, Saudara-saudara akan dikuasai oleh perasaan-perasaan sjak-wasjangka, tjuriga dan ketakutan irrasionil dalam tindakan-tindakan politis dan non-politis Saudara-saudara sebagai tjendekiawan-tjendekiawan Indonesia modern. Pada hemat saja perasaan-perasaan sjak-wasjangka, tjuriga dan ketakutan irrasionil tadi selama ini selalu mendasari perpetjahan politik di Indonesia dan merupakan alasan utama bagi impotensi politik jang telah berlangsung sekian lamanja di Indonesia. Apabila Saudara-saudara sebagai tjendekiawan jang mempunjai kejakinan politik tertentu masih djuga dikuasai oleh perasaan-perasaan tadi, baik didalam tindakan-tindakan politis, maupun didalam tindakan-tindakan non-politis Saudara, maka bagaimanapun sempurnanja pengetahuan dan keahlian Saudara, saja kira kegunaan pengetahuan dan keahlian Saudara tadi akan sangat berkurang karenanja. Apa jang ingin saja lihat ialah bahwa mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, jang mempunjai kesempatan lebih baik untuk merenungkan setjara lebih tenang sifat masalah-masalah dasar jang terdapat di Indonesia, akan mampu untuk membebaskan dirinja dari ikatan-ikatan garis-garis pemisah politik di Indonesia jang saja sebutkan tadi. Dan selandjutnja apa jang saja harapkan adalah bahwa mereka akan mampu untuk menumbuhkan suatu ketjakapan untuk memandang djauh kedepan menembus tirai-tirai jang setjara arbitrer dan konvensionil selalu diletakkan oleh praktek-praktek politik jang pitjik. Dimasa-masa jang lampau sering kali terdjadi di Indonesia bahwa afiliasi dan lojalitas politik jang setjara sutji diberikan oleh seorang anggauta kepada kelompoknja disalah-gunakan oleh pelaku-pelaku utama dalam pertjaturan politik Indonessia untuk saling bertengkar dan untuk merongrong kedudukan orang lain. Afiliasi dan lojalitas politik sampai sekarang masih terlampau banjak dipergunakan untuk memupuk ketegangan antar-golongan.

Untuk kepentingan pembangunan nasional setjara keseluruhan saja kira keadaan sematjam ini harus segera kita ubah. Afiliasi dan lojalitas politik harus kita pergunakan positif dan kreatip untuk kepentingan pembangunan nasional. Saja kira pendirian semtajam ini akan merupakan suatu perubahan radikal dalam tata-pergaulan politik Indonesia. Saudara-saudara sebagai bagian dari generasi baru dalam pertjaturan politik Indonesia mempunjai kewadjiban untuk turut mengubah modus-modus politik kita. Saudara-saudara mempunjai kewadjiban untuk turut memasukkan kedalam tata-kehidupan politik Indonesia suatu ketaatan jang konstant terhadap kepentingan nasional, jang dapat mengatasi tudjuan-tudjuan jang sempit dari setiap kelompok. Masa depan bangsa kita bergantung kepada kapasitas kita untuk menumbuhkan dan memupuk tjara-tjara berpolitik jang konstruktif seperti ini. Tanpa pertumbuhan sematjam ini sistim politik kita sekarang ini akan mengantarkan kita kesuatu djalan buntu dan kehidupan politik kita akan mendjadi lebih eksplosif.

Berdasarkan pandangan tadi saja berharap, bahwa kehidupan kolektif Saudara-saudara sebagai mahasiswa Indonesia, baik didalam maupun diluar organisasi Saudara-saudara, tidak akan merupakan perluasan dan kelandjutan dari kechawatiran, pre-okupasi, ketakutan, serta sjak-wasjangka jang kini terdapat di Djakarta dan ditempat-tempat lain di Indonesia. Saja berharap, agar ketegangan antar-golongan jang ada selama ini dipergaulan politik di Indonesia tidak diteruskan dalam kehidupan politik para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Sebaliknja apa jang perlu kita lakukan untuk peremadjaan kehidupan politik di Indonesia ialah memupuk keberanian untuk berfikir sendiri, keberanian untuk, melalui pemikiran mengenai berbagai persoalan di Indonesia, memperkembangkan tjara-tjara peneropongan jang baru, pemikiran-pemikiran jang baru untuk menemukan tjara-tjara penjelesaian jang baru. Hanja dengan tjara seperti inilah Saudara-saudara akan dapat pulang ke Indonesia kelak dengan penuh kepertjajaan, bahwa Saudara-saudara mempunjai sesuatu jang baru, jang akan dapat Saudara sumbangkan kepada Indonesia untuk memperbesar kapasitas politis bangsa Indonesia. Sebaliknja, apabila Saudara-saudara di Amerika Serikat ini masih sadja meneruskan praktek-praktek politik jang telah usang, masih sadja memprojeksikan kedalam masjarakat mahasiswa ketjurigaan tradisionil jang telah sekian lamanja menandai kehidupan politik di Indonesia, maka menurut anggapan saja tindakan ini akan merupakan suatu tindakan jang paling tidak bidjaksana jang dapat Saudara lakukan sebagai seorang tjendekiawan. Tindakan seperti jang saja lukiskan tadi akan merupakan tindakan merusak jang paling jang dapat Saudara lakukan sebagai seorang tjendekiawan kepada pertumbuhan bangsa kita.

Kita semua ingin menumbuhkan suatu masjarakat demokratis di Indonesia. Tetapi dalam pemikiran saja salah satu prasjarat jang harus kita penuhi untuk mentjapai tudjuan ini ialah adanja kesadaran pada kita sekalian, bahwa bukan hanja pemerintah sadja jang merupakan kekuatan utama untuk membentuk masjarakat demokratis dan untuk mewudjudkan pembangunan di Indonesia. Selama kita, sebagai rakjat, masih beranggapan, bahwa hanja pemerintahlah jang merupakan satu-satunja sumber kepandaian dan kekuatan untuk mentjapai tudjuan kita tadi, selama itu pula saja kira tudjuan untuk membentuk masjarakat demokratis Indonesia dan tudjuan untuk membangun masjarakat Indonesia akan tetapi merupakan angan-angan jang sukar ditjapai. Tudjuan-tudjuan tadi hanja dapat kita tjapai dengan memperpadukan kekuatan pemerintah dengan kekuatan-kekuatan masjarakat jang terletak diluar sektor pemerintah. Dan Saudara-saudara, dalam kedudukan Saudara sebagai mahasiswa sekarang ini, merupakan salah satu kekuatan utama dari kelompok kekuatan masjarakat jang terletak diluar sektor pemerintah tadi. Saja kira hal ini penting sekali untuk Saudara sadari. Penting sekali bagi Saudara-saudara untuk menjadari hakekat peranan jang dimainkan oleh kekuatan-kekuatan masjarakat diluar sektor pemerintaha tadi.

Pembinaan demokrasi didalam konteks situasi Indonesia sekarang ini dalam pemikiran saja terutama berarti pemupukan kekuatan-kekuatan sosial diluar sektor pemerintah. Dengan demikian akan dapat ditjiptakan suatu imbangan jang sehat dan kreatip antara pemerintah dan masjarakat. Hal inipun merupakan salah satu tanggung djawab Saudara-saudara sekalian. Dalam menunaikan peranan inipun Saudara-saudara harus merasa bangga, karena peranan ini merupakan suatu sumber jang dapat menimbulkan rasa “self-respect”, “self-reliance” pada diri Saudara-saudara dan dapat menimbulkan pula kapasitas untuk memetjahkan masalah-masalah jang Saudara hadapi atas kekuatan Saudara-saudara sendiri.

HUBUNGAN ANTARA PERMIAS DENGAN KBRI

Pada kesempatan ini pada tempatnja kiranja kalau saja kemukakan pula beberapa persoalan mengenai hubungan Saudara-saudara sekalian dengan Kedutaan Besar R.I. Dimasa jang lampau Perhimpunan Mahasiswa Indonesia telah menganggap dirinja, dan membolehkan dirinja dipakai, sebagai suatu alat pemerintah, dan chususnja suatu alat Kedutaan Besar R.I. Menurut anggapan saja, hal ini merupakan suatu kekeliruan besar. Dan kekeliruan sematjam ini dapat merusak potensialitas dan tudjuan sesungguhnja dari Organisasi Mahasiswa Indonesai disini. Menurut pendapat saja adalah suatu hal jang penting pula bagi pemerintah Indonesia untuk mengusahakan, agar para mahasiswa tidak mendjadi pembeo dan budak-sukarela belaka dari apapun jang kebetulan sedang mendjadi kebidjaksanaan pemerintah. Jang lebih diperlukan oleh pemerintah adalah partisipan-partisipan jang mempunjai pengertian penuh terhadap program jang sedang dilaksanakan, dan bukan pembeo-pembeo dan budak-budak-sukarela jang bekerdja tanpa pengertian. Mendjadi kepentingan pula dari bangsa dan pemerintah Indonesia, bahwa di Amerika Serikat ini terdapat kelompok mahasiswa Indonesia jang mempunjai keberanian untuk mengemukakan pendapatnja. Selama kita masih tetap dikuasai oleh hambatan-hambatan jang lama, jang tidak memungkinkan seseorang jang masih muda untuk menentang pendapat seseorang jang lebih tua atau untuk berbeda pendapat dari seseorang jang kebetulan lebih tua atau untuk berbeda pendapat dari seseorang jang kebetulan menduduki posisi jang lebih tinggi dimasjarakat, selama itu pula kita tidak mendajdi dewasa sebagai bangsa. Dan karena kita telah bertekad untuk membina suatu bangsa jang bebas, karena kita telah bertekad untuk menegakkan kebebasan di Indonesia, karena kita telah bertekad untuk membina suatu masjarakat demokratis jang terbuka di Indonesia, jang akan kita tegakkan berdasarkan kematangan dan kedewasaan warga-warganja, maka penting sekali bahwa Saudara-saudara sebagai mahasiswa tidak sadja memperkembangkan kapasitas Saudara-saudara sendiri, tetapi disamping itu memperkembangkan kemampuan untuk berpikir sendiri setjara bebas dan memupuk djuga keberanian untuk mengutarakan fikiran Saudara setjara bebas dan bertanggung djawab, lepas dari siapa jang kebetulan menduduki pos Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat ini. Ingin saja djelaskan disini, bahwa selama saja mendjadi wakil pemerintah Indonesia di Amerika Serikat ini saja akan menganggap PERMIAS sebagai suatu organisasi mahasiswa jang otonom, sebagai suatu badan jang dapat mengurus dirinja sendiri, jang setjara bertanggung djawab dapat memimpin mahasiswa-mahasiswa Indonesia dalam melindungi kepentingan-kepentingan mereka dan dalam memperkembangkan potensi umum mereka.

Pendapat-pendapat politik pribadi Saudara bukan urusan saja. Saudara-saudara harus dapat meng-artikulasikan pendapat-pendapat Saudara tadi, berani mempertahankan pendapat Saudara dan berani memikul segala tanggung djawab dan konsekwensinja. Djika kita menghendaki suatu masjarakat jang demokratis kita harus bersedia untuk membitjarakan pendapat kita setjara terang-terangan, untuk mempertahankan pendapat kita setjara terbuka, dan untuk bertukar pikiran dengan mereka jang kebetulan tidak sepaham dengan kita. Dan dalam hal sematjam ini saja harapkan, bahwa Saudara mempersiapkan diri setjukupnja selama Saudara ada di Amerika Serikat ini, sehingga sepulang Saudara ke Indonesia kelak Saudara akan dapat menjumbangkan tenaga dan pikiran Saudara kepada pembinaan dan perkembangan dari potensi demokratis bangsa Indonesia. Hak-hak azasi manusia menginginkan agar setiap orang dapat mengemukakan pendapat pribadinja, baik mengenai hal-hal jang bersifat politis maupun mengenai hal-hal jang bersifat non-politis. Hak-hak azasi ini saja hormati, bukan sadja terhadap Saudara-saudara mahasiswa tetapi djuga terhadap para anggauta staf saja sendiri.

Saja berharap, agar Saudara-saudara memperhatikan hal ini dalam hubungan serta komunikasi Saudara-saudara dengan anggauta staf saja. Saja berharap, agar Saudara dapat berhadapan dengan dan berbitjara kepada para anggauta staf saja bukan hanja dalam kedudukan resmi mereka sebagai wakil-wakil pemerintah Indonesia, melainkan djuga dalam kedudukan mereka sebagai rekan warganegara dari negara Indonesia. Pengakuan saja terhadap hak-hak azasi sipil Saudara untuk membentuk pendapat sendiri dan untuk mengutarakan pendapat tadi sebaliknja menuntut dari Saudara pengakuan terhadap kewadjiban untuk bertanggung djawab terhadap pendapat jang Saudara bentuk dan Saudara njatakan. Pada achirnja tidak boleh kita lupakan, bahwa apa jang dapat saja lakukan hanjalah mengakui dan menghormati hak azasi Saudara, sedangkan mengenai kewadjiban untuk mempertanggung djawabkan utjapan-utjapan dan tindakan-tindakan jang telah Saudara lakukan, hanja Saudara-saudara sendirilah jang dapat menunaikannja dengan sebaik-baiknja.

Saja kira sudah tjukup djelas dari apa jang saja katakan sampai sekarang ini, bagaimana pentingnja kedudukan Saudara sebagai potensi nasional dalam anggapan saja bagi masa depan negara kita, baik sebagai kelompok, maupun sebagai individu. Dengan demikian adalah logis, bahwa didalam pemikiran saja beserta para anggauta staf saja, kami dari pihak Keduataan Besar mempunjai kewadjiban untuk selalu membantu Saudara-saudara apabila Saudara-saudara menghadapi persoalan-persoalan serta kesulitan-kesulitan jang tidak dapat Saudara petjahkan sendiri. Saja kira kontak jang lebih erat lagi diantara kita sangat diperlukan dan sepandjang sumber-sumber keuangan Kedutaan Besar memungkinkannja, saja bermaksud untuk menjelenggarakan kundjungan jang periodik bagi anggauta-anggauta staf Kedutaan Besar kewilajah-wilajah dimana terdapat sedjumlah besar mahasiswa Indonesia. Disamping itu saja kira akan berguna djuga apabila diantara kita dapat kita selenggarakan suatu komunikasi setjara tertulis, misalnja dalam bentuk surat edaran jang diterbitkan setjara periodik. Ingin saja tegaskan disini, bahwa Saudara-saudara tidak perlu merasa ragu-ragu untuk menulis kepada kami apabila Saudara mempunjai persoalan jang tidak dapat Saudara petjahkan sendiri.

PENUTUP

Achirnja, sebagai penutup ingin saja njatakan disini harapan saja, agar berdasarkan pengutaraan pikiran jang telah saja sampaikan tadi Saudara-saudara sekalian akan dapat memperkirakan, betapa besar nilai Saudara sebagai individu dan sebagai kelompok bagi

1.
perkajaan tenaga kerdja tingkat tinggi di Indonesia;
2.
pertumbuhan kapabilitas ilmiah bangsa Indonesia;
3.
perwudjudan modernisasi di Indonesia; dan
4.
pembinaan demokrasi di Indonesia.

Nilai jang terdapat pada diri Saudara dan peranan jang akan harus Saudara lakukan ini harus Saudara sadari sepenuhnja. Dalam pada itu harus pula Saudara sadari, bahwa Saudara harus berdjuang sangat keras untuk mendjadikan peranan jang melekat pada diri Saudara sebagai akibat dari keadaan di Indonesia dan kedudukan Saudara sekarang ini sebagai mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat suatu kenjataan dalam kehidupan Saudara kelak di Indonesia. Perdjuangan jang akan harus Saudara lakukan kelak di Indonesia merupakan suatu perdjuangan jang berat. Perdjuangan itu akan meminta ketabahan jang luarbiasa dari Saudara, apabila Saudara ingin melakukannja setjara berhasil. Oleh sebab itu menurut pendapat saja penting sekali bagi Saudara-saudara untuk memupuk ketabahan mental ini, selama Saudara-saudara masih ada di Amerika Serikat ini. Pemupukan kesadaran jang realistis mengenai nilai Saudara pribadi bagi masjarakat Indonesia, pemupukan ketjakapan-ketjakapan jang relevant, pemupukan rasa pengertian jang mendalam tentang apa jang sedang dan mungkin akan terdjadi, pemupukan kepertjajaan terhadap kemampuan diri sendiri—semua ini akan merupakan unsur-unsur jang memperbesar ketabahan mental jang saja maksudkan tadi.

Perdjuangan jang harus kita lakukan untuk membangun Indonesia masih akan berlangsung dalam waktu jang lama. Untuk dapat memberikan sumbangan jang berarti kepada perdjuangan itu, tidak pada tempatnja apabila Saudara-saudara memikirkan masa depan Saudara hanja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tentang karier dan security pribadi belaka. Saja kira akan merupakan suatu langkah jang salah, apabila Saudara-saudara menempatkan soal security pribadi diatas dan didepan soal perdjuangan nasional. Sebaliknja, rasa tenteram dan sentosa itu dalam suasana masjarakat Indonesia dewasa ini dan dimasa depan hanja akan Saudara peroleh, apabila Saudara sepenuhnja melibatkan diri dalam arus perdjuangan nasional itu.

Demikianlah sumbangan jang dapat saja berikan kepada Saudara-saudara untuk memberikan arti kepada kehidupan Saudara-saudara sebagai mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat ini. Saja tidak memberikan djawaban-djawaban terhadap persoalan-persoalan jang mungkin Saudara hadapi dewasa ini. Saja sekedar membuka bidang orientasi dan mengemukakan harapan-harapan saja tentang diri Saudara-saudara. Dan harapan saja jang terachir ialah, agar setelah Saudara-saudara berhasil menjelesaikan tugas beladjar Saudara di Amerika Serikat ini seperti jang dirumuskan didalam program pengiriman Saudara, Saudara-saudara akan tjepat-tjepat pulang ketanah air dengan kesadaran jang penuh mengenai nilai Saudara sebagai seorang individu bagi pembangunan Indonesia, jang dilandasi oleh suatu rasa “self-respect” dan kebanggaan diri jang djudjur dan djernih.

Sekian dan terima kasih!