Baca EPUB: perkembangan-dan-gedjala-dalam-kesusasteraan

2 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. Table of Contents
  2. Table of Contents
LUTHFIE RACHMAN
Perkembangan dan Gedjala dalam Kesusasteraan
Kacabenggala Editions

Publisher Note

Artikel ini pertama kali dimuat pada bulan Februari 1953 dalam majalah Pudjangga Baru, No. 8, Th. XIV. Salinan artikel ini berasal dari lampiran skripsi yang ditulis Fransiska Domas Ngantini di Universitas Sanata Dharma tahun 1999.

Digitizer Note

This digital edition is a faithful typeset of the printed text, preserving the original layout, spelling, punctuation, and front matter as closely as possible.

All original rights remain with their respective publishers and translators. Where copyright has expired or the material falls under fair use for preservation, the text is reproduced for historical study.

The Kacabenggala Editions are non-commercial and undertaken for study and admiration, shared purely for archival and educational purposes, without commercial intent.

Kepada, Uliek Rooswithaku Langkai.

Kekasih waktu itu.....

KEMBALI kita temukan perdjalanan pertumbuhan hidup kesusasteraan pada hidup kehidupan dan penghidupan pada kekinian, manusia organisatie, manusia pentjiakngorak, adalah tong kosong!

Pertumbuhan alun dasar kesusasteraan bukan organisatie minta pendapat, bukan politik lontong minta djotos, maka timbullah bersama pertumbuhan ini anasir dalam kesusasteraan achir2 ini.

Revolusi membawakan hasrat kandungan meletus dengan timbulnja tunas2 lagi sasterawan2, maka pada hasilnja sasterawan itu mentjoba memberikan gambaran tjorak tentang ke-HAL jang maha penting, manusia jang ditarik jang langkah gerak dan atau digerakkan kearah tudjuan2 jang baru.

Bukan murid jang menentukan, tapi gurulah memastikan, inilah sejarah bangsat! Jang demikian membawakan debaran hati keketjewaan menunggu putusan dihari besok.

Demikian revolusi Indonesia mewudjudkan gedjala2 jang tak sedikit hasilnja, manusia banjak tingkah, manusia banjak mentjuri, manusia banjak dojan perempuan, dan perempuan senang keluar malam: Kita teropong sedjenak sembari makan pisang goreng masalah ini minta dibahas, dan kalau revolusi Mexico jang mengamuk dalam tahun 1920 itu pun meninggalkan kesannja dalam kehidupan kesusasteraan Mexico. Bertambah tertjantum pertempuran2 dan kedjadian2 sosial itu dalam ingatan, pada perasaan manusia agung terasa keperluannja bagi segolongan pengarang2 jang tertentu guna mengiakkan dan menutur katakan tjiri2 kedjadian itu atas dasar sedjarah dan hukum estetika.

Demikianlah maka sedjalan dengan ini kita kenali siapa Idrus dan Surabajanja, kita kenali Pram dan Keluarga Geriljanja, penuh tjatji, umpatan jang tak minta pendapat. Bukan murid menentukan garis2 ini, tapi gugurlah jang mendjatuhkan palugondam tak terbantah, adalah sedjarah!

Memang tiap pertarungan dalam revolusi, tiap perobahan jang ditimbulkan oleh alam pidjakan kasih, selalu memabwakan hidup kesusasteraan masing2, kedjadian jang dibentuk menurut garis2 dan atau pengalaman si-pentjiptanja, sendu tangis bukan gadis minta diraju, adalah gadis minta didjotos! —Tiap perobahan membawakan bentuk persoalan, jang demikian makanja pada sekarang ini masih dibatja orang dengan senang hati, karena ia selalu meninggalkan rasabuah jang pahit dan jang keburu dipetik dengan kekerasan, buah jang ditjuri oleh hasrat, dan bungamekar menjembur bauwangi, memberikan gairat manusia hidup dan nafsu, tapi tangkai bunga jang berduri, adalah satu kesombongan! gadis diam aju, apidjinak, tapi mahal bitjara, achirnja membawa keruntuhan diri, pandangan dan keinginan masih bisa kita tjegah, tapi gadis diam dan bunga apik bertangkai duri kita biarkan beberapa malam, achirnja laju kesendirian, adalah gedjala kesombongan! jang dibuatnja sendiri.

Kini timbullah djaman romantik dalam kesusasteraan, jang terkuat dengan kiakkan jang disebabkan oleh aliran2 politik masa organisatie jang beraneka bentuk dan mengantjam dikanan keliling! Adalah momok besar minta derita lebih lama. Tidaklah mengherankan bahwa pedjuang2 serta gadis2 sering mentjari semangat perdjuangan pada buku2 revolusi. Dengan ini orang sempat mendengarkan lagu desingan peluru, tapi sering pula lagu2 ini dihentikan oleh kesunjian dan kematian. Waktu berbagai tingkat revolusi mulai terdjalin kedalam kesadaran, sebagai akibat daripada nafsu jang timbul dari bawah sadar untuk melihat sedjarah mendjadi kenjataan. Sebagai keinginan untuk mendjelaskan arti kenjataan itu, sebagai usaha untuk mengemukakan gambaran jang dibikin tentang kehidupan jang pahit dan berlumuran darah. Keinginan telah terpenuhi oleh pengarang2 roman sekarang. Tiadalah semua pengarang2 ini mempunjai pandangan jang kritis terhadap kedjadian dalam revolusi, malahan mentjotjokan dirinja kepada djiwa golongan jang dihormati. Tapi mereka dapat menghargai bahan2 manusia hidup dan gedjala2nja. Untuk suatu gambaran dalam ke-HAL ini dengan baik, adalah suatu pekerdjaan jang berat. Pengarang2 sekarang tidak sadja harus mengatasi alat2nja jang sukar didekati, bahasa2 daerah, pemandangan liar, manusia2 jang belum dikenal lahir bathinnja, adalah kesukaran tempat dimana manusia belum punja pengertian siapa sasterawan itu, siapa-siapa mengapa dan untuk siapa, ini adalah suatu ke-HAL minta derita lebih lama. Tapi kita harus berani mengatasi perlawanan bathinna, adalah kesukaran tempat dimana manusia belum punja pengertian siapa sasterawan itu, siapa-apa mengapa dan untuk siapa, ini adalah suatu ke-HAL minta derita lebih lama. Tapi kita harus berani mengatasi perlawanan bathin jang berupa pengalaman kata kesusasteraan. Kesusasteraan jang timbul baru atau bersamaan djuga memenuhi sjarat2 dalam ke-HAL kepentingan pertama dan sikap kedjiwaan jang estetis. Kalau roman jang muntjul bersamaan sedjalan dengan alam tersebut, memberikan dan atau menguraikan sebuah soal, ke-HAL jang seperti keadaannja dimana drama2 Parandeilo banjak menjinggung perasaan semua orang. Kita kenali jang tanpa pendapat membawa perkenalan. Kepada HAL siapa-apa-mengapa dan untuk siapa minta senjuman manis.