Baca EPUB: menindjau-lekra-tjabang-malang-dari-dekat

2 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. Table of Contents
  2. Table of Contents
SRD. PUTERA HARAPAN
Menindjau Lekra Tjabang Malang dari Dekat
Kacabenggala Editions

Publisher Note

Tulisan ini diterbitkan di majalah Suropati edisi No. 14, Th. I, 30 Mei 1954.

Melalui Alfian Widi Santoso, kami mendapat salinan edisi majalah ini dari koleksi milik Redi Murti.

Digitizer Note

This digital edition is a faithful typeset of the printed text, preserving the original layout, spelling, punctuation, and front matter as closely as possible.

All original rights remain with their respective publishers and translators. Where copyright has expired or the material falls under fair use for preservation, the text is reproduced for historical study.

The Kacabenggala Editions are non-commercial and undertaken for study and admiration, shared purely for archival and educational purposes, without commercial intent.

Kawan2, sedianja memang telah lamalah aku berkehendak menuturkan kepada kawan2 kalian tentang keadaan LEKRA Tjabang Malang dari dekat. Tetapi kiranja baru kinilah aku dapat memenuhi kehendakku itu.

Tentu sadja bahwa maksud pertama-tama tjeriteraku ini hendak memberikan sekedar pengalaman2 dan peladjaran2 jg dapat kusaksikan sendiri dari dekat, agar dengan demikian bisa kawan ambil mana jg baik dan kawan singkirkan mana jg kurang baik. Dan apabila dalam tjeriteraku ini nanti kukemukakan beberapa sukses jg dialami LEKRA Tjabang Malang, ini bukan berarti, bahwa aku menepuk dada sebagai kesombongan terhadap kawan2. Sama sekali tidak.

Jang terang, disinilah akan kita pergunakan saling tukar menukar pengalaman. Tentu sadja kawan, disamping segi2 positief djuga segi2 negatief-nja akan kukemukakan kepada kalian. Inilah watak jg sewadjarnja dari kita, jg mempunjai kepentingan dalam lapangan kebudajaan: Seni dari Rakjat, oleh Rakjat dan untuk Rakjat.

Nah kawan2, baiklah kumulai tjeriteraku.

LEKRA Tjabang Malang sebenarnja sudah hampir dua tahun berdiri. Mungkin hal ini sudah banjak kawan2 jg mengetahui atau mendengarnja. Lebih2 bagi kawan2 Buruh jang pernah mengikuti Konggres2 Organisasinja di Kota Dingin ini, tentu mereka akan mengenal dari dekat Pekerdja2 Kebudajaan jg tergabung dalam LEKRA Tjabang Malang. Tidak djarang kawan, LEKRA ikut menjemarakkan dan meramaikan dalam Resepsi2 Konggres. Hari2 Nasional dll. Demikian pula didalam menghadapi pekerdjaan Kemanusiaan, jaitu didalam membantu korban Gunung Merapi baru2 ini, LEKRA pun tampil kemuka untuk ikut menjumbangkan baktinja dengan djalan mengadakan seni dramanja selama dua malam berturut-turut. Dan ternjata, bahwa usaha ini mendapat sukses djuga.

Kawan2, kini LEKRA Tjabang Malang-pun djuga menghadapi sesuatu jang sebenarnja hal ini sudah usang, sudah basi dan sangat kawak timbulnja. Dan apakah itu kawan? Tidak lain hanja FITNAHAN2, EDJEKAN2, dongeng2an palsu jg dilimpahkan kepada LEKRA. Dikatakan oleh mereka jg tidak menjenangi berkembangnja Kebudajaan Rakjat: LEKRA „KOMUNIS”, LEKRA „KIRI”, „MERAH” dan jaa…masih igauan lagi jang mereka lontarkan. Dan aku jakin pula, bahwa kawan2 kalian djuga mengalami keadaan jang sedemikian ini.

Jaa kawan, tentu sadja kita tidak boleh main „kaju”, artinja melajani fikiran2 dari manusia2 jang sudah kehabisan akal itu. Tetapi sebaliknja kita djuga tidak boleh tinggal diam. Semua fitnahan mesti kita tangkis, dengan djalan menundjukkan kebenaran2 kita kepada Rakjat, terutama mereka itu.

Aku tidak mengerti lagi kawan, djalan fikiran jang bagaimana jang mereka pakai itu. Ada perkataan membela Rakjat dikatakan Komunis. Ada mentjintai Perdamaian dikatakan Komunis. Ah, aku tidak hendak memperpandjang membitjarakan otak2 manusia jag sudah keblinger itu. Bolehlah kawan merumuskan djalan fikiran mereka itu dengan dalil2 Aldjabar.

Mari kawan kuteruskan tjeriteraku.

Keanggotaan LEKRA Tjabang Malang kini sudah mendekati djumlah seratus lima puluh orang. Kalau dibandingkan dengan 4 a 5 bulan jg lalu, berarti peningkatan 2½ atau tiga kali. Mereka ini 80% terdiri dari para Peladjar. Sedang jang 20% terdiri dari kawan2 Buruh, Pemuda, Bekas2 Pedjuang dll. Hampir 50%nja djumlah ini adalah saudara2 Puteri.

Baiklah kusebutkan beberapa tokoh jang kini mengemudikan djalannja organisasi. Secretaris Umumnja dipegang oleh Sdr2: ROESLAN dan SOERADIMARTASANDJOJO. Dan seksi2nja: Bung KANDANG MARSOEDI Secretaris seksi seni Tari dan drama, Bung MANAN seni suara, dan dibantu oleh AKTIVIS2 lainnja jang merupakan Dewan Harian k.l. 15 orang.

Seksi2nja meliputi: Seksi seni drama, seni tari, seni suara, seni lukis/rupa, Seni Sastera. Dari sekian seksi2 ini jang tampak mundur jalah seksi seni lukisnja. Tetapi dengan didapatnja uang subsidi dari Kotapradja sebanjak Rp. 500,- maka persiapan mengaktifkan seksi tsb. sudah ada, bahkan sudah mulai berdjalan. Dan jang paling tampak kemadjuannja: Seni suara, drama dan tari.

Hingga kini LEKRA Tjabang Malang sudah mentjiptakan lima tari2an. Antara lain: Tari Angkara Murka, Tari topeng (jang terkenal dengan Tari MOLIMO = Djawa: maling, melatjur, minum, madat dan main), tari revolusi, tari pentjak Front Nasional, Tari Pemuda Sedar. Sedang lain2nja sedang dalam latihan2 dan gubahan2.

Sedang tari2an Daerah, Tari2an Wajang Orang Lekra Tjabang Malang mempunjai banjak Tjabang2nja.

Seni suara, meliputi segala tjabang matjam lagu2, dari klasik sampai kepada Mars2 Perdjuangan Rakjat, dari njanjian2 Indonesia sampai kepada njanjian2 Djawa. Ini sangat memungkinkan terus mendapat sukses, disebabkan makin banjaknja anggota2 jang berbakat sekali kepada lagu2 Indonesia dan Djawa. Sukses ini ditambah dengan tergabungnja ORKES „GEMA DERITA” kedalam Lekra semendjak bulan ini. Demikianlah Orkes „SUARA MUDA” jang sangat erat sekali hubungannja dengan Lekra, memungkinkan lebih tjepatnja perkembangan dalam seni suara. Malahan dalam 1 MEI baru2 ini, barisan koornja lebih baik kalau dibandingkan dengan jang sudah2. Ini menundjukkan bahwa Lekra makin hari bisa mengkonsolidasi diri utk mengabdikan dirinja kepada Kebudajaan Rakjat.

Kawan, Aktor2 dan Aktris2-pun djuga sudah mempunjai, walaupun djumlahnja tidak besar; PELAWAK-pun djuga sudah punja jang lebih baik dan kongkrit kalau dibandingkan dengan 6 a 7 bulan jang lalu. Baiklah kukenalkan kepada kawan2 kalian. Mereka adalah Bung DJONNY dan Bung IBNU. Bolehlah kawan, apabila kalian menindjau kotaku perlukan bertemu dengan mereka. Dan jang penting kawan, pelawak kita itu bukan pelawak ala Hollywood.

Dalam seni sastera banjaklah tunas-tunas muda jang mempunjai daja tjipta jang tinggi. Hanja segi negatifnja mereka kurang berlatih, kurang berani, sehingga dajatjipta itu agak terpendam dalam fikirannja. Memang kawan inilah kesukaran jang dihadapi jaitu tidak adanja pendidik dalam lapangan Sastera ini. Oleh sebab itulah kawan, kita butuhkan pendapat kawan2 bagaimana tjara mendidik mereka dalam lapangan ini. Dan kuharapkan sorgalah pendapat kalian itu.


Penulis2 jang banjak mengisi Ruangan Kebudajaan Suropati.

Dari kiri kekanan: A.M. Adinda, Hadi dan Rumambi.


Deklamator2 sangat djauh kurangnja. Ada beberapa tetapi merupakan membatja belaka, djadi tidak disertai gerak/mimik atau gaja bahasa jang tinggi. Sedang pada umumnja tunas2 muda ini menggemari kepada Sadjak2 Bung IRMANI, HADI, KLARA AKUSTIA dan tulisan2 Kawan SAMANDJAJA, ANNA MARIA, A.M. DINDA, IDAH dkk.

Disamping beberapa seksi2 ini, LEKRA djuga mempunjai tenaga peresensi film, antara lain Bung SOERADI sendiri. Djuru dekor dan lampu, sekalipun sederhana, djuga punja. Mereka adalah Bung OEI ING TIEN, Bung DIKAM dkk-nja.

Demikianlah kawan mengenai Tjabang2 keseniannja. Marilah kita menindjau ke intern organisasinja,

Dalam rapat anggota ditentukan, bahwa uang pangkal ditetapkan Rp. 1,- tiap anggota. Sedang uang iuran Rp. 0,50 untuk anggota jang sudah berpenghasilan dan Rp. 0,25 untuk anggota2 Peladjar. Usaha keuangan jang permanent tidak ada. Maka sudah tidak mengherankan, bahwa kasnja selalu tidak pernah melebihi Rp. 100,-.

Keuangan kadang2 didapat dari kelebihan malam2 kesenian Resepsi2. Tjaranja jang mestinja pekerdjaan itu harus dikerdjakan oleh orang luar dengan mengeluarkan beaja, tetapi pekerdjaan ini dikerdjakan sendiri setjara kolektif oleh anggota-anggota sendiri, dan dengan demikian uang post untuk ongkos-ongkos itu bisa dimasukkan kas organisasi. Inilah kesetiaan mereka. Dasar jang mereka pakai jalah KOLEKTIVISME. Kita ketahui dari mengatur dekorasi dan segala2nja tidak usah memakai tenaga luar. Dengan djalan inilah maka antara anggota satu dan satunja lebih erat perhubungannja.

Hal jang mengherankan lagi jalah, bahwa segala sesuatu dari menentukan atjara2 Kesenian sampai kepada menentukan program kerdja, dari memilih suatu njanjian sampai kepada merentjanakan/mentjiptakan sesuatu tari mesti diadakan pembitjaraan dalam rapat anggota. Rapat Pengurus Harian boleh dikata tidak pernah. Memang kawan hal ini terlalu demokratis, sehingga sentral figuur jang mestinja bisa mengemudi djalannja organisasi kurang mendapat gezag. Tetapi sekalipun demikian, hal ini se-akan2 sudah mendjadi kebiasaan Lekra Tjabang Malang. Dan memang masih demikianlah kehendak dari para anggota. Tentu sadja kawan, bahwa hal2 ini ada segi2nja jang baik dan ada pula jang kurang baik.


Tari Mazurka (Hongaria), ditarikan oleh Kiok Hwa, seorang anak Indonesia. Penari-ketjil ini adalah murid S.M.P. Katholik.


Inventaris sangat kejil. Jang dipunjai: Harmonica lima, Badju perempuan 7 a 8, alat2 lampu dan materiaal jang ketjil2 lainnja. Dan kini kabarnja mempunjai rentjana untuk membeli sebuah lajar muka. Mudah2anlah rentjananja berhasil. Buah-buah lukisan kini masih agak banjak, jang kebanjakan sekarang mendjadi milik Sarekat Buruh-buruh. Dahulu malahan pernah mengadakan eksposisi/lelangan gambar kepada umum bekerdja sama dengan Angkatan Pelukis Muda. Sekarang usaha ini masih dalam perbaikan, jang dengan itu akan lebih eratnja pekerdjaan bersama. Dan memang sudah ada kepastian, bahwa para Pelukis-pelukis di Malang jang kebanjakan tergabung dalam Angkatan Pelukis Muda itu akan menjatukan dirinja dengan LEKRA. Sekali lagi sukses-lah usaha jang baik ini.

Program jg kini mendjadi probleem umum bagi setiap anggota LEKRA Tjabang Malang jalah:

1). Mengusahakan keuangan guna ulang tahunnja jg kedua pada nanti bulan Djulu j.a.d. Rentjana itu kalau memang memungkinkan, akan mengadakan demonstrasi melukis dan tjabang2 kesenian lainnja.

2). Kalau rentjana diatas tidak berhasil, direntjanakan paling tidak mengadakan Pers-Konferensi mengenai funksi Kebudajaan Rakjat atau rentajan jg lebih besar mengadakan tjeramah umum tentang Kebudajaan Rakjat, jang mungkin mendatangkan Pusat atau dari Lekra Surabaja. So’al hasilnja baiklah kita tunggu sadja.

Inilah jang mendjadi idam-idaman mereka semua. Lebih landjut hampir semua anggota menanti-nantikan bilakah diadakan Kongres LEKRA se Indonesia, dengan demikian akan segera dapat mewudjudkan organisasi jang satu, jang kuat dan jang lebih besar lagi.

Nah kawan, inilah tjeriteraku tentang LEKRA Tjabang Malang. So’al lain2 jang mungkin ada padaku hendak kutjeriterakan pada waktu jang lain. Adapun alamatnja: LEKRA Tjabang Malang, Djl. Oro-oro Dowo nr. 19, Tilp. 838 Malang, atau Kajutangan 2a, Panti Pemuda.

Malang, Mei 1954.