Baca EPUB: feminisme-dan-neo-feminisme

2 bagian · 0.0 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. Table of Contents
  2. Table of Contents
SRI MANGUNSARKORO
Feminisme dan Neo Feminisme
Kacabenggala Editions

Publisher Note

Oleh Sri Mangunsarkoro (dimuat di Warta Harian 18 Maret 1939)

Digitizer Note

This digital edition is a faithful typeset of the printed text, preserving the original layout, spelling, punctuation, and front matter as closely as possible.

All original rights remain with their respective publishers and translators. Where copyright has expired or the material falls under fair use for preservation, the text is reproduced for historical study.

The Kacabenggala Editions are non-commercial and undertaken for study and admiration, shared purely for archival and educational purposes, without commercial intent.

Feminisme dan Neo-Feminisme adalah doea aliran pergerakan perempoean di Europa. Aliran feminisme teroetama mengemoekakan persamaan hak antara laki-laki dan perempoean dalam masjarakat dengan menoentoet kemerdekaan perempoean.

Aliran neo-feminsime mementingkan perbaikan roemah tangga dan perbaikan keiboean. Sebeloem kita menetapkan perbedaan atau persamaannja antara doea aliran ini, lebih dahoeloe kita akan melihat maksoed dan konsekwensinja kedoea-doea aliran itoe.

Kita moelai dengan aliran feminisme. Soeatoe aliran atau tjita-tjita itoe timboelnja karena kekoerangan-kekoerangan jang dirasai pada waktoe itoe. Soedah boekan resia lagi bagi oemoem, bahwa kaoem perempoean merasai koerang mendapat kemerdekaan dalam hidoepnja. Evolutie atau roda kemadjoean tetap berdjalan. Tak seorang poen dapat merintangi perdjalanan evolutie. Napsoe oentoek mengedjar kemadjoean, napsoe oentoek berevolutie terdapat dalam tiap-tiap makhloek. Kesengsaraan atau kehinaan ialah akibat perboeatan kita sendiri, jang tidak sesoeai dengan kemaoean evolutie.

Dilihat dari soedoet evolutie, maka tjita-tjita perempoean ke arah persamaan hak dan kemerdekaan itoe benar dan soedah semestinja. Waktoe timboelnja tjita-tjita aliran feminisme, maka perempoean-perempoean merasai, bahwa kewadjiban keiboean dan keroemah tanggaannja tak membawa kemoeliaan baginja. Herankan kita, kalau timboel revolutie di dalam batin perempoean? Tiap-tiap perubahan hidoep tampaknja tentoe loear biasa, fanatiek. Dengan kesengsaraan dan kehinaan jang dirasai pada hidoepnja dalam roemah tangga, soedah barang tentoe sadja mereka ingin mentjapai kemoeliaan itoe ke lain lapang, jaitoe di loear roemah tangga.

Mereka melihat, bahwa saudara-saudaranja laki-laki dapat berboeat sekehendaknja. Maka soedah seadil-adilnja, kalau kaoem iboe feminis mengedjar kedoedoekan sama dengan saudara-saudaranja laki-laki. Rasa keadilan jang terserang itoe minta dipenoehi. Kalau kaoem iboe feminis meninggalkan kewadjiban roemah tangganja, itoe boekan karena ia senang meninggalkannja. Pikiran kaoem iboe feminis jang baroe diarahkan kepada perbaikan nasib dan kemerdekaan dengan segala kekoeatannja, mendjadi sebab koerangnja perhatian kepada roemah tangga itoe. Apakah kita boleh menetapkan, bahwa kaoem feminis itoe benar-benar loepa dan tidak maoe lagi memperhatikan keiboean dan keroemah tanggaannja?

Menoeroet pikiran kami sendiri, tidak akan ada seorang iboe jang sampai lalai pada kewadjibannja sebagai keiboean dan keroemah tanggaannja, kalau keadaan hidoep tak memaksanja. Ini bertentangan sekali dengan chodratnja si iboe. Kami pertjaja, bahwa dalam kesoenjian, di mana kaoem iboe feminis mengasokan pikiran dan badan atau di mana mereka melihat kekoerangan-kekoerangan dalam ketertiban keloearganja, tentoe akan timboel rasa keiboean dan keroemah tanggaan itoe kembali. Kami tidak pertjaja, bahwa kaoem iboe feminis jang mempoenjai karakter dan rasa pertanggoengan djawab sampai dapat melalaikan kewadjiban keiboean dan keroemah tanggaan itoe dengan gampang sadja.

Ja, memang soekarlah hidoep ini! Boekankah hidoep manoesia selaloe mengandoeng tak kesempoernaan sadja? Mengedjar kebatinan, loepa pada kedoeniawian. Mengedjar kedoeniawian, meloepakan kebatinan. Mengedjar keroemah tanggaan, loepa kemasjarakatan. Mengedjar kemasjarakatan, loepa keroemah tanggaan dan begitoe seteroesnja dengan jang lain-lain djoega.

Perempoean Europa menang dalam perdjoangan kemerdekaan. Mereka dapat mendoedoeki segala tempat-tempat dalam masjarakat. Waktoe laki-laki haroes madjoe berperang (1914-1918) dalam perang doenia, perempoean-perempoean Europa mengganti pekerdjaan laki-laki dalam semoea lapangan. Pada saat itoe kesedaran perempoean Europa mendjadi tebal sekali. Mereka tahoe, bahwa mereka mampoe mendjalankan segala pekerdjaan, jang dahoeloe tertoetoep baginja. Sesoedah perang doenia, timboellah krisis dalam pergaoelan hidoep Europa. Laki-laki jang kembali dari perang itoe tidak dengan gampang-gampang sadja dapat kembali pada tempat pekerdjaannja dahoeloe. Dan karena perempoean-perempoean boeroeh maoe diberi gadjih jang lebih rendah dan pekerdjaannja lebih tertib daripada boeroeh laki2, maka timboellah soeatoe concurrentie jang menimboelkan “broodnijd” dalam doenia perboeroehan Europa.

Soedah barang tentoe banjak keloearga Europa mendjadi koerang terpelihara, kalau perempoean2 banjak sekali jang keloear dari roemahnja oentoek mem boeroeh. Karena hidoep kekeloeargaan berderadjat tinggi itoe dapat mendjadi kekoeatan besar bagi masjarakat, maka Famke, seorang perempoean Belanda (journalist “Zij") memperhatikan keada an ini. Ia mengandjoerkan aliran baroe jang seakan-akan mendjadi tegenwicht dari feminisme. Aliran ini bergelar dengan nama neo-feminisme.

Keiboean kekeloeargaan dan keroemah tanggaan mendjadi tjita-tjita neo-feminisrne. Aliran ini dengan sendirinja mementingkan soal-soal perkawinan dan pekerdjaan dipoesatkan dalam doenia perkawinan itoe djoega. Neo-feminisme mendirikan huwelijksbureau's, dimana candidaat2 temanten diberi pendidikan tentang segala soal jam berhoeboengan dengan perkawinan. Kita lihat, bahwa persamaan dari 2 aliran itoe terletaklah dalam maksoednja akan mempertinggi deradjat kemanoesiaan kaoem iboe. Perbedaannja terletak dalam djalannja. Feminisme mengambil djalan ketinggian deradjat iboe dalam masjarakat pada pertama kalinja. Neo-feminisme memakai djalan ketinggian deradjat iboe dalam keiboean dan keroemah tanggaan pada pertama kalinja.

Bagaimanakah pendapatan kita terhadap 2 aliran itoe?

Kedoea-Meanja ada baik atau djeleknja. Aliran feminisme mendjadikan perempoean2 merdeka, Feminisme mendjadikan kita orang-orang jang tahoe, apa jang kita kemaoei, orang-orang jangberani dan siap menanggoeng risico2 berat dalam hidoep manoesia. Akan tetapi aliran feminisme in sering menimboelkan zakelijkheid dan dorheid dalam hidoep kekeloeargaan, karena dasar dari feminisme itoe perdjoangan. Zakelijkheid dan dorheid dalam kekeloeargaan sering merenggangkan ketjintaan anggauta-anggauta keloearga satoe sama lainnja. Sedangkan dasar kekeloeargaan jang sebagoes-bagoesnja, ialah ketjintaan dan pengorbanan satoe sama lainnja.

Aliran neo-feminisme itoe sangat mementingkan tentang hidoep kekeloeargaan. Oedara keloearga jang harmonisch dan ramah (gezellig) mendjadi tjita-tjitanja. Oedara kekeloeargaan jang penoeh dengan ketjintaan dan harmonie itoe memberi kepoeasan hati. Akan tetapi perempoean menoeroet aliran neo-feminisme itoe tidak disiapkan boeat mempertahankan hidoepnja dalam gelombang hidoep masjarakat jang soekar ini (de harde strijd om 't bestaan). Memang haroes kita akoei, walaupoen kewadjiban roemah-tangga itoe berat, tetapi ketjakapan oentoek mereboet hidoep dalam masjarakat adalah keharoesan bagi tiap-tiap perempoean djoega. Kemerdekaan economie bagi perempoean adalah soeatoe keharoesan oentoek mempertahankan kemerdekaan dirinja, baik dalam roemah tangga, maoepoen dalam masjarakat.

Sekarang kita lihat, bahwa kedoea2 aliran itoe soling memerloekan. Ze vullen mekaar aan en ze hebben mekaar nodig. Tiap-tiap orang tahoe, bahwa hidoep tidak tetap keadaannja. Perempoean jang sekarang baroe mandi dalam kekajaan, karena mendjadi isterinja seorang berpangkat dan hartawan, dengan tiba-tiba perempoean itoe dapat djatoeh miskin semiskin-miskinnja. Mitsalnja karena sisoeami meninggal doenia atau roemahnja habis terbakar. Djika perempoean ini tidak mempoenjai tjoekoep sjarat-sjarat boeat mentjari sesoeap nasi dan tak mendapat pertolongan dari siapapoen djoega, tak mengherankan kalau ia setjara nekat dari kebingoengannja laloe masoek dalam doenia boenga-raja. Ia mendjadi pelatjoer (prostituee).

Maka kesimpoelan kita ialah: tiap-tiap perempoean haroes dapat mengetahoei hidoepnja oentoek memenoehi keboetoehan2 keloearga dan masjarakat bersama-sama.

Dan aliran in roepa-roepanja aliran jang diambil oleh pergerakan perempoean Indonesia dalam oemoemnja. Makin lama tampaknja aliran itoe lebih njata. Dan ini sesoeai benar dengan keboetoehan-keboetoehan dan djiwa masjarakat Indonesia. Kita akan melihat, bahwa perdjalanan pergerakan perempoean Indonesia berlainanlah dengan Europa. Ini menggirangkan hati kita, sebab ini berarti, bahwa pergerakan perempoean Indonesia boekan pergerakan tiroean dari gerakan lain negeri, akan tetapi benar2 gerakan Indonesia jang sedjati.

Bagi pergerakan perempoean Indonesia keloearga dan masjarakat adalah satoe be;aka, sebab kita mendasarkan gerakan kita atas hidoep lahir-batin jang senjata-njatanja.

Hidoep lahir batin tak mengenal batas antara roemah tangga dan masjarakat. Maka dari itoe sjarat-sjarat bagi ketinggian deradjat perempoean, ialah: kemerdekaan batin jang haroes dikoeatkan dengan kemerdekaan keeconomian perempoean!