Publisher Note
Artikel ini dimuat dalam majalah Djawa Baroe, edisi No. 5 Th. I, pada 1 Maret 1943.
Digitizer Note
This digital edition is a faithful typeset of the printed text, preserving the original layout, spelling, punctuation, and front matter as closely as possible.
All original rights remain with their respective publishers and translators. Where copyright has expired or the material falls under fair use for preservation, the text is reproduced for historical study.
The Kacabenggala Editions are non-commercial and undertaken for study and admiration, shared purely for archival and educational purposes, without commercial intent.
Ketoea Moeda Toean
Drs. Moh. Hatta
9 Maret adalah hari jang hidoep dalam kenang-kenangan orang sekarang. Pada tanggal itoe, setahoen jang laloe, ra’jat Indonesia mengalami roeboehnja imperialisme Belanda di Indonesia. Kegembiraan ra’jat diwaktoe itoe tidak alang-kepalang, Toea dan moeda menoendjoekkan terima kasihnja kepada Balatentara Dai Nippon, jang melepaskannja dari pendjadjahan jang 340 tahoen lamanja. Hindia Belanda kembali kepada sedjarah. Sedjarah Indonesia bermoela dengan boekoe baroe, jang akan menoeliskan kissah hidoepnja dalam persekoetoean bangsa-bangsa sekeloearga di Asia dengan dasar kema’moeran bersama.
Perang Timoer Raja beloem lagi selesai, masih dilakoekan dengan hebat. Tetapi kepertjajaan akan mendapat kemenangan achir ada! Kepertjajaan itoelah mendjadi pokok segala kemoengkinan. Orang Asia telah lama memimpikan „Asia boeat Asia”. Impian jang selama itoe sekarang akan didjadikan realiteit, soeatoe boekti jang njata. Oentoek mentjapai realiteit itoe segala bangsa dalam lingkoengan Asia Timoer Raja akan berdjoeang dengan segiat-giatnja.
Bagi Tanah Djawa—demikian djoega bagi daerah Indonesia lainnja—sedjarah setahoen kebelakang ini adalah sedjarah pembangoenan. Tidak sedikit jang haroes dibangoenkan dan dibangoenkan kembali. Teroetama haroes dibangoenkan kembali segala jang diroesak oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan „politik boemi angoes”. Tetapi jang lebih berat lagi ialah oesaha membangoenkan masjarakat baroe, jang dikerdjakan dengan tegas, dibawah pimpinan Pemerintah Balatentara Dai Nippon.
Djika tidak dengan pimpinan Pemerintah, tentoe oesaha pembangoenan itoe tidak akan tjepat mendapat hasil. Demikian djoega, djika ra’jat sendiri tidak toeroet bekerdja dengan segiat-giatnja.
9 Maret 2603 moelai berdjalan gerakan „Poesat Tenaga Ra’jat” jang maksoednja „membantoe dan menjokong Dai Nippon oentoek mentjapai kemenangan achir dalam peperangan Asia Timoer Raja serta memoedahkan djalannja Pemerintahan Balatentara, membangoenkan soeatoe masjarakat baroe jang mendjadi soeatoe anggota jang koeat dalam lingkoengan kema’moeran bersama di Asia Timoer Raja”.
9 Maret 2603 adalah permoelaan gerakan ra’jat memikoel satoe kewadjiban membantoe Pemerintah mengedjar tjita-tjita jang moelia dan ikoet serta dalam oesaha pembangoenan masjarakat.
Marilah bekerdja dengan hati tetap dan semangat gembira!