Baca PDF (OCR): Marxisme Ilmu dan Amalnya

51 halaman · 51 halaman diproses dengan OCR· 97783 ms

Daftar isi
  1. MARXISME
  2. ilmu dan amalnja
  3. Njoto
  4. Press
  5. Djakarta, Desember 1962
  6. W134156
  7. Marxisme Sebagai Ilmu
  8. 9) Surat Marx kepada F. Lassalle.
  9. teorinja jang besar tentang evolusi, Marx adalah se-
  10. kaligus seorang orang dari bibliotik dan laboratorium
  11. jang lebih luas lagi, dari bibliotik masjarakat, dari
  12. patkan pengetahuan mereka untuk mengabdi umat-
  13. jang disebut ,,teori Verelendung" itu lebih mengenai
  14. Mengenai filsafat Marxisme, seperti diketahui, ber-
  15. Sumbangan Hegel jang terpenting adalah sistim dia-
  16. sendiri, jang materialis dalam pendekatannja pada
  17. gedjala alam, masih seorang idealis dalam konsepsi- nja mengenai gedjala sosial, gedjala masjarakat. Se-
  18. Ada jang menjangsikan apakah filsafat Marxisme
  19. 27) Friedrich Engels, ,Perang Tani di Djerman".
  20. Filsafat Proletariat
  21. 5) Pearson & Anderson, ,USA —second class power?"
  22. 20) Depagitprop CC PKI, ,,ABC Politik", tjetakan ke-
  23. diambang pintu materialisme dialektik, dan berhenti
  24. sebelum materialisme histori". 29)
  25. dan konsekwen itu, kaum materialis dari abad jang
  26. Kapitalisme berarti bahwa produksi bersifat sosial
  27. rang, jaitu ekonomi semi-feodal dan semi-kolonial,
  28. Dilapangan industri dan perburuhan, Pemerintah
  29. Sosialisme Indonesia
  30. Membitjarakan Sosialisme Indonesia berarti mem-
  31. banjak orang jang menjatakan dirinja anti-kapital-
  32. masih orang menamakan dirinja pro Sosialisme"
  33. tanpa mengetahui apa Sosialisme jang sebenarnja itu. Apa akibat dari ketidakdjelasan soal ini?Akibat-
  34. setjara populer dan massal inilah saja kira salah-
  35. kan perumusan seorang profesor linglung, melainkan
  36. kita djumpai dengan bahasa jang terang, bahwa Sosialisme Indonesia adalah Sosialisme jang disesuaikan
  37. suaikan ...." dsb, tetapi jang disesuaikan itu adalah
  38. nja jang kita sebut lukisan Indonesia tentáng gunung
  39. jang patriotik dan tjakap. Bukankah Presiden Sukarno
  40. orang jang bahkan merasa lebih Belanda daripada
  41. gariskan keharusannja rituling", dan tentulah Reso-
  42. sihkan segala aparat dari pentjoleng".
  43. Sosialisme bukanlah suatu sistim ekonomi semata.
  44. ekonomi, ja sistim politik, ja sistim kulturil, ja ma-
  45. Djepang masih di Indonesia sini, Bung Karno-ke-
  46. artinja kesedjahteraan bersama jang se-baik²nja".
  47. Karno djuga mengandjurkan ,tjara jang tidak onver-
  48. draagzaam, jaitu dengan tjara jang berkebudajaan !"
  49. rangkan bahwa perspektif Revolusi Indonesia tak
  50. penuh, bersih dari imperialisme dan jang demokra-

KAUM BURUH SEMUA NEGERI, BERSATULAH!

MARXISME

ilmu dan amalnja

(paparan populer)

Njoto

HR

Press

Djakarta, Desember 1962

W134156

101 /mc. kepada penerus² Revolusi Agustus

Sekedar Pengantar Kawan Njoto, Wakil Ketua II CC PKI, anggota Dewan Redaksi Harian Rakjat, telah memberikan kuliah² mengenai berbagai segi Marxisme didepan parasiswa dan undangan Universitas Rakjat dan Universitas Indonesia. Dengan persetudjuannja dan untuk menjambut ulangtahun ke-XII Harian Rukjat, empat diantara kuliah itu: Marxisme sebagai ilmu, Filsafat Protetariat, Ekonomi Sosial's dan Sosialisme Indonesia, kami bukukan dengan nama MARXISME ilmu & amal- nja. Dengan pilihan itu maka buku ini mentjakup ke- tiga bagian Marx sme, jaitu Filsafat, Ekənomi Politik dan Sosialisme. Usaha membukukan keempat kuliah ini terutama cidorong oleh permintaan serta pertanjaan jang di- terima Dewan Redaksi Harian Rakjat tentang berbagai permasalahan Marxisme. Semoga penerbitan ini dapat pula sekedar membantu memperluas pengertian tentang Marxisme dan dengan begitu memnberikan sumbangan untuk lebih memperkokoh Front Nasional jang berporoskan Nasakom sebagai sjarat mutlak untak menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 Penerbit Djakarta, Desember 1962.

Marxisme Sebagai Ilmu

Paparan ini tidak mempunjai pamrih untuk mem- bentangkan Marxisme dan sifat ilmiah Marxisme setjara luas, apalagi setjara lengkap. Hal ini djuga tidak mungkin, karena untuk ini Marxisme itu,terlalu luas, sedang ruang kita terlalu sempit; djuga pengetahuan saja tentang Marxisme masih terbatas. Djadi, paparan ini bersifat hanja dan se-mata" sebagai introduksi, sebagai pengantar. Baiklah saja mulai dengan suatu salahfaham. Masih sadja ada orang jang mengira bahwa Marxisme itu hanjalah suatu adjaran politik. Kuranglebih 20 tahun jang lalu, djadi sebelum Pe- rang Dunia II, sebuah madjalah Katolik berbahasa Perantjis, Archives de Philosophie 1), menulis tentang Marxisme sbb.: ,,Suatu pandangan jang sempit akan memberikan suatu tindjauan jang palsu dan sesat. Marxisme bu- kanlah suatu tjara dan rantjangan pemerintahan sadja, djuga bukan suatu pemetjahan teknis untuk ma- salah perekonomian, bukan pula suatu pendirian

1) ,Archives de Philosophie", penerbitan istimewa, penerbitan no. XVIII.

jang bolakbalik atau suatu sembojan dalam suatu pi- dato jang mengharukan. Ia menjebutkan dirinja suatu tafsiran jang luas tentang manusia dan sedjarah, ten tang machluk dan masjarakat, tentang alam dan Tuhan; suatu sintese umum, menurut teori dan praktek, pendek kata, suatu sistim jang menjeluruh." Demikianlah, pengakuan madjalah Katolik tersebut bahwa Marxisme adalah suatu sistim jang menjeluruh", hakekatnja sama benar dengan jang dikatakan Lenin bahwa Marxisme itu ,,komplit dan harmonis".2) Mengapa Lenin mengatakan bahwa Marxisme itu komplit dan harmonis"? Karena Marxisme ,,memberi djawaban pada masalah² jang sudah diadjukan oleh ahlifikir umatmanusia jang terkemuka".3) Seperti kita semua tahu, ahlifikir² umatmanusia jang terkemuka itu sudah sedjak be-ribu²tahun jang lalu mengadjukan pertanjaan².jang bersifat fundamentil, bersifat pokok sekali. Misalnja, salahsatu diantara pertanjaan mereka itu jalah ,apakah keadilan itu?". Marxisme mendjawab pertanjaan ini dengan merumus- kan bahwa keadilan jalah suatu keadaan dimana peng- hisapan atas manusia oleh manusia tiada lagi. Dan djawaban Marxisme tidak berhenti pada perumusan teori ini. Marxisme djuga menundjukkan djalan bagai- mana mentjapai keadilan itu. Jaitu: melalui revolusi sosialis mendirikan masjarakat jang tidak berklas.

2)Lenin : Tiga sumber dan tiga bagian Marxisme", termuat didalam Lenin tentang adjaran² Karl Maro", Jajasan ,,Pembaruan" 1955, hal. 5.
3)Sama, hal. 6.
Marxisme djuga tidak berhenti disini. Marxisme, melalui revolusi Rusia tahun 1917, menjelenggarakan keadilan itu didalam praktek jang senjatanja. Pertanjaan² fundamentil lainnja seperti misalnja ,,apakah kemerdekaan itu?", ,apakah kebenaran itu?", apakah tudjuan hidup jang se-mulja²nja?", dsb., djuga didjawab setjara jang sama, jaitu: dibeberkan hakekatnja, ditundjukkan djalan mentjapainja, dan di- selenggarakan didalam praktek. Hal ini, djika ditindjau dari lahirnja karja Marx dan Engels Manifes Partai Komunis 4) sudah berlangsung 110 tahun, sedang djika ditindjau dari lahirnja negara sosialis jang pertama, jaitu Republik Sovjet, sudah berlangsung 41 tahun. ,,Ensiklopedia Indonesia" jang diterbitkan dibawah pimpinan redaksi Prof. Dr. Mr. T.S.G. Mulia sampai menerangkan begini : ,Dimasa sekarang Marxisme adalah teori jang pen- ting sekali artinja: ± 1/3 dari dunia kita sekarang merupakan masjarakat jang berdasarkan ideologi
Marxisme ..... selain dari itu sebagian besar dari
gerakan kaum buruh di Eropa dan Asia berupa partai² politik dan serikat sekerdja jang berpegang pada adjaran² Marx".5) Kita, jang sudah mendjadi biasa oleh keadaan dimana sudah ada 33 djuta orang Marxis didunia dan

4)Batja ,Manifes Partai Komunis"; penerbitan Jajasan ,Pembaruan", Djakarta.
5) Ensiklopedia Indonesia", N.V. Penerbitan W. van Hoeve, Bandung — s'Gravenhage, djilid II, hal. 901.

dimana Sosialisme sudah tegak dari tepisungai Elbe di Djerman sampai ketepisungai Jalu di Korea, kita terkadang sudah tidak memikirkan lagi bagaimana semua itu bisa terdjadi. Tetapi kalau orang memikirkan bagaimana semua itu bisa terdjadi, orangpun biasanja tidak bisa membebaskan diri dari rasaheran. Orang Komunis, jang tadinja hanja dua — jaitu Karl Marx dan Friedrich Engels — sekarang sudah mendjadi 33 djuta, dan Sosialisme jang tadinja tidak ada sama- sekali, sekarang sudah tegak dari Elbe sampai ke Jalu! Lagipula, Sosialisme itu sudah mentjapai hasila jang demikian madjunja, sehingga mendapatkan peng- akuan di-mana. Seperti diakui oleh Menteri Muh. Yamin, balet jang terbaik didunia adalah balet Sovjet. Dari Olimpiade di Melbourne, Sovjet keluar sebagai pemenang pertama. Djuara tjatur sedunia, kali ini Smislov, kali lain Botwinnik, ke-duanja orang Sovjet. Ketika baru² ini sebuah djuri internasional memilih film jang terbaik sepandjang zaman, pilihan djatuh pada film Patjomkin", film karja sutradara Sovjet Eisenstein, Dilapangan pendidikan, seperti diakui oleh Allan Dulles, Sovjet menghasilkan setiap tahunnja 4 kali lebih banjak insinjur daripada Amerika Serikat. Dilapangan militer, jang menemukan bom hidrogin pertama dan peluru balistik antarbenua pertama adalah Sovjet. Dilapangan ilmu, satelit buatan jang pertama kali berhasil adalah sputnik Sovjet. Sekarang, produksi pertanian, terutama padizan jang tertinggi diseluruh dunia dilahirkan oleh sawah Tiongkok.

Semua ini tentu membuat orang berfikir, sekalipun seseorang tidak suka pada Marxisme. Mungkinkah semua ini terdjadi seandainja Marxisme itu bukan suatu ilntu? Didalam kehidupan ilmiah, teori itu selalu menem- pati kedudukan jang sangat penting. Tetapi djika sesuatu teori tidak terudji .oleh praktek, apalagi djika sesuatu teori itu bertentangan dengan praktek, apalah harga teori sematjam itu. Tentang hal ini Prof. Tjan Tju-som mengatakan didalam Kuliah Umumnja dua pekan jang lalu : ,akal sadja belum tjukup untuk me- wudjudkan Iimu pengetahuan. Seharusnja akal itu ber- sandar kepada fakta", jakni kepada kenjataan jang ada diluar kita-baik jang bersifat kebendaan mau- pun kedjadian — jang semuanja tidak bergantung dari tjita" kita sadja, dan jang kenjataannja dapat disaksi- kan dan dibuktikan djuga oleh orang lain. Fakta ini- lah jang harus menentukan apakah tjara kerdja akal kita betul atau salah, jang harus membuktikan bahwa akal kita tidak hanja bekerdja dengan sembarang sadja".6) Fakta Sosialismelah jang sekarang memberikan pembenarannja atas teori Sosialisme, atas teori Marxisme. Untuk memberikan pelukisan jang lebih djelas tentang sifat ilmiah Marxisme, saja ingin mengemukakan

6) Prof. Dr. Tjan Tju-som, Kuliah Umum Ilmiah di- depan Universitas Rakjat Djakarta" beratjara Tugas Ilmu Pengetahuan", Djakarta 5 Desember
1958.

tjarakerdja pentjipta Marxisme, jaitu Karl Marx, jang tahun ini kebetulan kita peringati ulangtahun jáng ke-140 dari harilahirnja dan ulangtahun jang ke-75 dari hariwafatnja. Tidak mung n Marx sampai pada kesimpulan* jang ilmiah, sekirakja tjarakerdjanja tidak ilmiah. Friedrich Engels, sahabat Marx jang paling akrab dan pentjipta-serta adjaran Marxisme, pernah menga- takan begini : ,,Sebagaimana Darwin menemukan hukum perkembangan alam organik, decnikian pula Marx menemukan hukum perkembangan sedjarah manui- sia".7) Pembandingan Marx dan Darwin ini kiranja tidak bisa kita lalukan begitu sadja. Dan sesungguhnja, ba- njak hal² jang menarik dalam hubungan kedua orang zeni ini. Marx dan Darwin hidup sezaman. Pada tahun 1848 Marx ber-sama Engels menjelesaikan karja mereka jang termasjhur, ,,Manifes Partai Komunis", dan se- puluh tahun kemudian Darwin menjelesaikan karjanja jang besar "The Origin of Species". Kemudian Marx menjelesaikan bukunja ,,Kapital". Buku² ini sudah di- batja oleh ber-puluh² djuta orang dan be-ratus² djuta orang lagi masih akan membatjanja, tanpa seorangpun jang sanggup dan jang perlu mengadakan perubahan. karena isi daripada buku² itu adalah kebenaran ilmiah. Darwin dan Marx bekerdja dengan sjarat jang ber-beda²: Darwin berada, Marx melarat. Darwin dan

7)/ Friedrich Engels, pidato didepan makam Karl Marx.
Marx djuga bekerdja dilapangan jang ber-beda: Darwin menjelidiki dunia tumbuh'an dan dunia chewan, Marx menjelidiki dunia manusia. Tetapi ke-duanja sampai pada kesimpulan jang pada pokoknja sama mengenai perkembangan dan hukum perkembangan. Darwin menamakan buku Marx ,Kapital" itu meng- olah ,,soal jang dalam dan penting"8), sedang Marx — jang bukannja tidak mempunjai kritiknja terhadap Darwin— menganggap buku Darwin ,sangat penting dan memnbantu saja sebagai dasar ilmualam bagi per- djuangan klas didalam sedjarah".9) Bagaimana Marx dan Darwin sampai pada kesimpulan² jang begitu penting dan begitu tinggi mutu kebenarannja? Mereka sama menempuh tjarakerdja jang ilmiah, jang seperti dikatakan Marx selalu mempunjai 5 ting- katan:

  1. penjelidikan,
  2. pertjobaan, atau experimen,
  3. pentjatatan,
  4. perenungan, dan
  5. penjimpulan, atau penggeneralisasian. Marx adalah benar² seorang sardjana. Seperti djuga
    Darwin, Marx adalah seorang orang bibliotik, seorang orang laboratorium. Tetapi sedangkan Darwin boleh dikatakan hanja seorang orang bibliotik dan hanja seorang orang laboratorium, darimana dia menjusun

8) Surat Darwin kepada Marx.

9) Surat Marx kepada F. Lassalle.

teorinja jang besar tentang evolusi, Marx adalah se-

kaligus seorang orang dari bibliotik dan laboratorium

jang lebih luas lagi, dari bibliotik masjarakat, dari

laboratorium masjarakat. Marx bukan hanja seorang sardjana, dia seorang pemimpin revolusioner, jang seperti dikatakannja sendiri, tidak puas dengan hanja menafsirkan dunia, tetapi menafsirkan dunia d a n merombaknja. 10) Mengenai ilmu dan sardjana, Marx selalu mengatakan : Ilmu tidak boleh mendjadi kesukaan dirisendiri. Mereka jang beruntung mampu mentjurahkan dirinja kepada pengudian ilmu harus jang per-tama² menem-

patkan pengetahuan mereka untuk mengabdi umat-

manusia. Bekerdjalah untuk umatmanusia".11) Kata Marx ini kiranja tidak memerlukan pendje- lasan apapun. Marx tentu mempunjai kebahagiaannja didalam pekerdjaan ilmiahnja, bahkan, djika ia me- nemukan kesimpulan² dari hasil penjelidikannja, ke- gembiraannja seperti kegembiraan botjah. Tetapi kegembiraan ini, kebahagiaan ini, bukan karena dia mengudi ilmu, melainkan, karena dia mengudi ilmu untuk umatmanusia. Untuk kepentingan pekerdjaan ilmiahnja, Marx mempeladjari sedjumlah tjukup banjak bahasa, lebih daripada tjukup barangkali, untuk seseorang pada umur dia ketika itu. Dia bisa mengarang dalam bahasa

10) Karl Marx, Duabelas Tesis tentang Feuerbach.
11)Dikutip oleh Paul Lafargue, didalam Reminis- cences of Marx".
Djerman, bahasa Inggris dan bahasa Perantjis dengan sama bagusnja dan sama bersihnja dalam tatabahasa. Tentang bahasa jang dia fahami : dia membatja Dante dalam bahasa Italia dan membatja Demokritos dalam bahasa Junani, dia mengerti bahasa Belanda dan bahasa Hongaria, bahasa Denmark dan bahasa Spanjol. Dan ketika dia berusia 50 tahun, dia merasa masih tjukup muda untuk mulai mempeladjari bahasa Rusia, dan 6 bulan kemudian dia sudah pandai menikmati sjair2 Pusjkin dan novel² Gogol dalam bahasa aslinja. ,Bahasa asing", kata Marx, adalah sendjata dalam perdjuangan hidup". 12) Selaiń bahasa, djuga buku-sudah tentu — mendjadi sendjata Marx dalam pekerdjaan dan dalam perdjuangan hidupnja. Tidak djarang dia kurang makan roti, tetapi tidak pernah dia kurang makan batjaan. Bukunja dirumah tjukup banjak, buku jang dia him- pun dengan teliti selama beberapa puluh tahun. Tetapi kemana sadja dia datang, ke Berlin atau Lordon, ke Amsterdam atau Paris, banjak sekali dia mengguna- kan waktu untuk mendjeladjahi" isi bibliotik dari museun². di-kota tsb. Ada sardjana² jang hampira mendjadi budak daripada buku. Marx lain samasekal. Dia pernah mengatakan begini : Buku adalah budak- ku, dan dia harus mengabdi aku sekehendakku".13) Inilah sebabņja mengapa Marx tidak menjusun buku didalam lemaribukunja menurut ukuranbesarnja atau 8

12) Sama.
13) Sama.

ukurantebalnja, djuga tidak menurut serinja, melainkan menurut isinja, sesuai dengan kebutuhan peker- djaannja. Barangsiapa membatja kumpulan karangan Marx, tahulah dia bahwa Marx bukan hanja besar perhatian- nja pada soal masjarakat, tetapi djuga besar perhati- annja pada ilmualam pada umumnja, pada matemati- ka, pada biologi. Tetapi sebagian sangat terbesar dari waktunja digunakannja untuk penjelidikannja dila- pangan ekonomi, Karjautamanja jang monumental itu, Kapital", adalah hasil pekerdjaan selama 40 tahun. Ada baiknja kalau saja mentjatat disini suenbangan Indonesia pada kelahiran ,,Kapital". Kalau karjautama Darwin "Origin of Species" mendapatkan diantara bahan²nja jang penting laporan mengenai fauna dan flora Maluku, Kapital" Marx mendapatkan bahan²nja pula dari penghisapan VOC di Maluku dan dari susun- an pedesaan di Djawa dan Bali. 14) Demikianlah beberapa gambaran dari kehidupan ilmiah dan dari tjarakerdja ilmiah Karl Marx. Banjak jang sudah dikatakan tentang Marx dan masih banjak jang bisa dikatakan tentang Marx. Satu hal tidak ingin saja melangkauinja: bahwa Marx itu seorang zeni, kiranja tak ada jang menjangsikannja; jang perlu di- tjatat jalah bahwa zenialitetnja itu bukan bisikan wahju", melainkan hasil dari pekerdjaan jang luar- biasa, keuletan, ketekunan, ketelitian dan ketadjaman otak.

14)Karl Marx, Kapital".
Untuk mengachiri penggambaran tentang tjarakerdja ilmiah Marx, baiklah saja kutip apa jang dikatakan oleh Paul Lafargue tentang dia: Tidak hanja dia tidak akan mendasarkan diri pada fakta jang be- lumn sepenuhnja dijakininja, dia tidak akan memper- kenankan dirinja berbitjara tentang sesuatu sebelum dia mempeladjarinja dalam². Dia tidak pernah mener- bitkan satupun karja dengan tidak ber-ulang² menin- djaunja kembali sampai dia menemukan bentuknja jang se-tepat nja. Dia tidak pernah muntjul didepan umum tanpa persiapan setjukupnja".15) Kenıbali saja sekarang kepada salahfaham jang saja sebutkan pada awal paparan ini. Mengapa Marxisme itu tidak tepat djika dianggap sebagai adjaran politik sadja? Mengapa Marxisme itu dikatakan suatu sistim jang menjeluruh, jang lengkap dan harmonis? Marxisme mempunjai 3 bagiannja jang tidak ter- pisah kan satusamalain. Jaitu adjaran tentang: ekonomi politik, filsafat dan sedjarah. Ekonomi politik Marxis, seperti umum tahu, ber- sumber pada adjaran* ekonomi politik klasik Inggris, terutama dasar² teori nilai kerdja jang diletakkan oleh Adam Smith dan David Ricardo. Berpegangan pada dan melandjutkan setjara konsekwen teori ini, sambil menjelidiki ,,hukum gerak ekonomi masjarakat mo- dern" 16), Marx sampai pada kesimpulannja jang men- djadi batupertama teori ekonomi Marx" 17) jaitu teori

15)Paul Lafargue, Reminiscences of Marx".
16)Karl Marx, Katapengantar Kaptal" djilid I.
17)Lenin, Karl Marx".

nilailebih. Dari batupertama inilah Marx membangun teorinja bahwa krisis umum kapitalisme itu tak terhindarkan, bahwa kapitalisme itu didalam dirinja sendiri ,mengandung dan menjimpan satu hukuman mati" 18), dan bahwa mau tak mau sistim kapitalisme harus menjingkir dari panggung sedjarah untuk mem- berikan tempat pada sistim jang baru jaitu Sosialisme. Revolusia sosialis, mula² di Rusia, kemudian di Eropa Timur, dan jang terachir di Tiongkok, adalah pem- benaran jang se-adil²nja dari teori Marxis. Ketika Kapital" baru sadja terbit, penerbitnja membajar honorarium jang begitu ketjilnja kepada Marx, se- hingga kata Marx sendiri honorarium itu tidak tjukup buat membeli rokok jang diisapnja selama dia me- njelesaikan ,,Kapital". Sekarang ,Kapital" sudah ,,di- bajar" setjara se-adilnja, karena tidak kurang dari sedjarah sendiri jang membajar honorarium -berupa Sosialisme jang meliputi 1.000 djuta penduduk dunia! Ada sekarang orang mengatakan, bahwa ekonomi politik Marxis itu memang sesuai untuk ,kapitalisme klasik" tetapi tidak tjotjok lagi untuk kapitalisme zaman sekarang". Tentu, kapitalisme itu tidak mandek sadja. Sekarang ada kapitalisme kerakjatan", ,kapitalisme terorganisasi", ,kapitalisme berentjana" dan entah kapitalisme² apa lagi. Tetapi satu hal sebetulnja tidak berubah, jaitu: dia tetap kapitalisme. Kita tjukup membatja suratkabar harian, maka kita batjalah

18)Henry Lefebvre, Marxisme", Pustaka Rakjat, Djakarta 1956, hal. 12.
hampir saban hari : Amerika terkena resesi, pengang- guran meningkat, harga² naik, upah riil merosot-tidakkah semua ini membuktikan bahwa Marxisme tetap benar? Sedjarah bukan meralat, tetapi memper- kuat Marxigne. Lawan² Marxisme mentjoba menggambarkan bahwa Marxisme dulu ilmiah, sekarang tidak lagi ilmiah". Tetapi djalannja sedjarah membuktikan bahwa bukan Marxisme jang sudah tidak ilmiah lagi, melainkan bantahan mereka. Ada lagi jang mengatakan bahwa Marxisme itu ,hanja tjotjok buat Eropa, tidak buat negeriz lain". Baiklah saja singkat sadja: apakah Vietnam, Korea, Mongolia dan Tiongkok itu Eropa? Satu lagi ingin saja singgung dalam saja membi- tjarakan ekonomi politik Marxis ini, jaitu apa jang selalu disebut oleh pentjeramah bukan-Marxis. Mereka itu selalu mengatakan bahwa salahsatu bagian jang penting dari ,,teori Marxisme" jalah apa jang mereka sebut ,teori Verelendung", ,,teori pemeiarat- an". Dengan ini mereka mentjoba menggambarkan bahwa kaum Marxis itu ,,gandrung kemelaratan", karena dari ,,kemelaratan"lah akan lahir kemenangannja. Bahwa haridepan itu miliknja,kaum melarat" dan bukan miliknja kaum kaja", ,,kaum kapitalis", ini tak perlu dipersengketakan. Tetapi kaum Marxis gan- drungkemelaratan"? Kita tjukup mengingat bahwa jang membela kenaikan upah, jang membela perbaik- an nasib pada umumnja, baik bagi kaum buruh, kaum tani maupun kaum pekerdja lainnja, adalah tidak lain daripada kaum Marxis, dan bahwa lawan² Marxisme

biasanja menentang perbaikan nasib itu, sehingga apa

jang disebut ,,teori Verelendung" itu lebih mengenai

mereka daripada mengenai kaum Marxis.

Mengenai filsafat Marxisme, seperti diketahui, ber-

sumber pada filsafat klasik Djerman jang mentjapai puntjaknja pada dua nama : Hegel dan Feuerbach.

Sumbangan Hegel jang terpenting adalah sistim dia-

lektikanja, jang karena berdiri diatas landasan jang idealis, telah dirombak oleh Marx dan ditegakkan diatas landasan jang sebaliknja, jaitu materialisme. Se- dang sumbangan Feuerbach jang terpenting adalah kritiknja terhadap idealisme Hegel. Tetapi Feuerbach

sendiri, jang materialis dalam pendekatannja pada

gedjala alam, masih seorang idealis dalam konsepsi- nja mengenai gedjala sosial, gedjala masjarakat. Se-

sudah hal inipun dirombak oleh Marx, maka seperti dikatakan oleh Friedrich Engels ,idealisme diusir dari tempat pengungsiannja jang terachir, jaitu filsafat sedjarah".19) Filsafat Marxis adalah universil, karena ia berlaku baik bagi pendekatan pada gedjala" alam, pada masjarakat, dan pada alam pikiran.

Ada jang menjangsikan apakah filsafat Marxisme

itu memang meliputi djuga filsafat alam. Dutabesar Indonesia di Moskow, Mr. Alexander Maramis mengatakan kepada saja setengah tahun jang lalu, bahwa ilmu di Uni Sovjet itu madju, lebih madju dari didunia Barat. Pembuktian untuk hal ini tidak diperlukan, karena ketika kami bertjakap-tjakap,

19) Eriedrich Engels, Anti-Dühring", hal. 32.
Sputnik III baru sadja diluntjurkan, Orangpun tentu berpikir : mengapa ilmu, ilmualam maupun ilmu-sosial di Uni Sovjet lebih madju daripada di Barat? Kalau saja diminta mendjawab pertanjaan ini, saja akan mendjawab : karena sardjana² di Uni Sovjet berpikir dengan metode materialisme dialektik dan his- tori, dengan filsafat Marxis. Sekarang mengenai adjaran Marxisme tentang sedjarah. Seperti diketahui, ia bersumber pada sosialisme chajaliah seperti jang diwakili dalam tulisan² Simon, Fourier dan Owen. Kalau, sosialisme chajaliah mendambakan Sosialisme dengan djalan dan tjara jang tidak mendjamin datang- nja Sosialisme, misalnja dengan djalan mendirikan ,,koloni²", dengan mengunpulkan ,,dana" dari kaum kapitalis, dsb., Sosialisme Marxis menundjukkan hukum perkembangan kapitalisme dengan menundjukkan bahwa perdjuangan klaslah motor atau lokomotif daripada sedjarah, dan oleh sebab itu gerakan revolusioner klas buruh adalah satu²nja djalan menudju ke Sosialisme. Baiklah saja ambil satu tjontoh bagaimana orang bisa memandang djauh kemuka, djika filsafat dan konsepsisedjarahnja filsafat dan konsepsi sedjarah Marxis. Ditahun 1913, ketika pemuda² kita tidak se- dikit. jang berorientasi ke Barat dan beladjar ke Barat, Lenin mengatakan: Eropa jang terbelakang dan Asia jang madju". 20) Kata Lenin ini tentu sadja, ketika

20) Lenin, Gerakan pembébasan nasional di Timur", hal. 61.

itu, terasa seperti orang jang berenang melawan arus disungai jang deras. Sudah 45 tahun berlalu sedjak kata Lenin itu, dan apa kenjataan dunia kita sekarang? Eropa jang madju dan Asia jang terbelakang ataukah Eropa jang terbelakang dan Asia jang madju? Sedjarah memang berdjalan menurut hukum dia- lektik :-Eropa jang tadinja madju, sudah berbalik mendjadi terbelakang, dan Asia jang terbelakang, sudah berbalik mendjadi madju. Dulu, imperialisme mengobrakabrik negeri Asia, sekarang kebangkitan Asia jang mengobrakabrik imperialisme! Inilah jang dikata- kan oleh Mau Tje-tung : ,Angin Timur mengalahkan angin Barat". 21) Dan ini sudah diramalkan oleh Lenin 45 tahun jang lalu. Tetapi tidak ada ramalan bisa ter- wudjud, djika ramalan itu bukan ramalan ilmiah. Demikianlah, dengan singkat dan bersahadja saja telah mentjoba memaparkan beberapa pokok teori dan praktek Marxisme sebagai ilmu. Untuk menjimpulkan paparan jang seperti saja kata- kan dimuka tadi tidak punja pamrih untuk merupakan lebih daripada suatu introduksi belaka, saja akan mem- berikan definisi atau batasannja apa Marxisme itu, atau seperti jang sekarang dikenal di-mana², Sosialisme ilmiah atau Marxisme-Leninisme. Marxisme-Leninisme adalah ,ilmu tentang hukum perkembangan alam dan masjarakat, tentang revolusi

21) Mau Tje-tung, tulisan didalam ,Hongqi" no. 1, Peking 1958.
massa tertindas, tentang kemenangan Sosialisme, tentang pembangunan masjarakat Komunis".22) Makin hari makin banjak sardjana², sardjana² bur- djuis sekalipun, jang memahami sifat ilmiah Marxisme, walaupun tidak semua mereka menerima dan menje- tudjuinja. Meskipun demikian, di Indonesia dewasa ini kita melihat kenjataan, bahwa Marxisme sebagai ilmu bukan sadja tidak diadjarkan di-sekolah² tinggi; kita masih melihat kenjataan, bahwa ada gurubesar jang menjebut nama Marxpun segan.Kita mendjumpai buku² peladjaran filsafat, tanpa menjehut nama Marx sedikit- pun, atau kita mendjumpai buku² ekonomi, jang ka- laupun menjebut Marx menjebutnja dalam 5 atau 10 baris sadja. Barangkali jang dirugikan oleh hal ini per-tama bukan Marxisme, melainkan kemadjuan ilmu keseluruhannja. Untuk menembus keadaan ini pulalah kiranja. mengapa didirikan Universitas Rakjat" dan mengapa salahsatu matapeladjarannja jang pokok adalah Ekonomi Politik Marxis. Mereka jang tidak mengakui Marxisme itu suatu ilmu biasanja mentjoba memerosotkan Marxisme dengan menjebutnja suatu dogma". Terhadap sebutan ini saja tak usah mengadjukan bantahan Marxis, dan bantahannja jang non-Marxis akan saja pindjam dari Jawaharlal Nehru jang me-

22) Polititjeskii Slowar", dibawah pimpinan redaksi Prof. B.N. Ponomarjov, Tjetakan II, Moskow 1958, hal. 337.

njatakan didalam Otobiografi"nja, sbb. : seluruh nilai Marxisme dalam pendapat saja terletak dalam ketiadaannja akan dogmatisme, dalam tekanannja pada pandangan dan tjara pendekatan tertentu, dan dalam sikapnja untuk beraksi". 23) Didalam bukunja jang lain, "The Discovery of India", Nehru menulis : ,,Suatu studi tentang Marx dan Lenin melahirkan pengaruh jang megah pada pikiran saja dan membantu saja untuk memandang sedjarah dan masalah" dewasa ini dalam sorotan baru". 24) Jang lain lagi jang tidak mengakui Marxisme sebagai ilmu menuduh Marxisme itu tidak objektif, tidak bertolak dari objektivitet, dan mulai dengan ,,dalila jang a priori", kemudian men-tjotjok²kan" keadaan objektif pada ,,dalil² jang a priori" itu. Perkenankanlah saja sekarang memindjam utjapan Presiden Sukarno, jang pada 5 Djuni tahun ini menjatakan : Marxisme jang se-benarnja, berdiri diatas analisa jang objektif",. 25) Dengan mengingat kata Bung Aidit bahwa ,,Berkat adjaran² Marx, kita generasi sekarang makin dekat pada kebebasan seluruh umatmanusia" 26), dan dengan mengingat pesan Friedrich Engels bahwa ,,sedjak So-

23)Nehru, Autobiography", hal. 592.
24)Nehru, ,The Discovery of India", 1946, hal. 13.
25)Sukarno, Kursus tentang Pantjasila di Istana Ne- gara, 5 Djuni 1958, brosur Kementerian Penerang- an no. 29, hal. 6.
26)D. N. Aidit,Perdjuangan dan adjaranKarl Marx", hal. 5.
sialisme mendjadi ilmu, diapun harus diperlakukan sebagai ilmu pula, jaitu dipeladjari" 27), baiklah saja menguntji introduksi jang tidak seberapa ini dengan membandingkan nasib adjaran Marx dengan nasib adjaran Giordano Bruno, filosof Renaisans jang hidup diabad ke-XVI itu. Seperti parasaudara tentunja mak- lum, karena Giordano Bruno tampil membela dan me- ngembangkan teori Copernicus bahwa bumilah jang mengelilingi matahari, sedangkan teori resmi geredja pada waktu itu menjatakan sebaliknja, matahari jang mengelilingi bumi, dia dibakar hidup² oleh geredja. Bruno mati, tapi teorinja hidup terus. Semasa hidupnja Marx ditjertja, diedjek, difitnah, dihina oleh seluruh dunia burdjuis. Sekarang, 75 tahun sedjak wafatnja Karl Marx, teorinja bukan sadja hidup terus, tetapi jang paling hidup diantara sekalian teori jang hidup.

27) Friedrich Engels, ,Perang Tani di Djerman".

Filsafat Proletariat

Djika ditanjakan apa filsafat proletariat itu", biasanja tjepat kita menerima djawab: ,,dialektika". Ter- lalu sering filsafat ini disebut tidak menurut namanja jang lengkap, materialisme dialektik dan histori, me- lainkan dialektika" sadja. Dan kalau ditanjakan ke- mudian apa dialektika itu", biasanja kitapun tjepat menerima djawab : ,tese, antitese, sintese" atau ,segala sesuatu menurut keadaan, tempat dan waktu". Tetapi apa arti jang sebenarnja dari semua itu, bagaimana dasarnja, bagaimana keterangannja dan bagaimana keharusan pentrapan atau pengenaannja, djarang sekali kita dengar, dan kalaupun ada kita mendengarnja belum tentu keterangan itu benar. Sukar sekali, djika tak hendak dikatakan tak mung- kin, untuk memberikan introduksi tentang filsafat materialisme dialektik dan histori dalam satu kali kuliah. Tetapi saja jakin, bahwa kian hari akan kian banjak propagandis filsafat proletariat di Indonesia sini, karena hanja dengan populernja filsafat pembaruan itu- lah usaha pembaruan masjarakat Indonesia dipermudah. Saja kira lewatlah sudah masa ketika materialisme dialektik dan histori ibarat ,,tamu baru jang belum banjak punja kenalan" dimasjarakat Indonesia. Materialisme dialektik dan histori kini sudah mendjadi

warganegara Indonesia jang bukan sadja sudah umum diakui keabsahannja, tetapi makin hari makin diterima kepemimpinannja, karena metodenja jang revolusioner, karena pandangannja jang djauh kemuka, dan karena petundjuk²nja jang selalu dibenarkan oleh djalannja sedjarah. Bahwa ada kelompok penduduk jang tidak mau mengakui hakhidup ,warganegara" tsb. dan bahkan tak mau menegursapa, ini lumrah, sama lumrahnja seperti diantara penduduk sesuatu kampung ada orang sombong jang tak mau kenal tetangga dan tak mau kenal kepala RT maupun RK. Ada ketikanja jang universitas bukan sadja tidak mengadjarkan Marxisme, bahkan menjebut Marxisme sadjapun enggan. Saja pribadi tidak bersedihhati djika Marxisme diperseteru oleh profesor tertentu; saja akan sangat bersedihhati seandainja Marxisme diperseteru oleh Rakjat pekerdja. Tetapi samasekali tidak demikianlah halnja! Ketika masih múdabelia, jaitu ketika berusia 32 ta- hun, Bung Karno menulis tentang Marxisme, bahwa ,walaupun teorinja sangat sukar dan berat bagi kaum pandai, maka amat gampanglah teorinja itu dimengerti oleh kaum jang tertindas dan sengsara, jakni kaum melarat-kepandaian jang berkeluh-kesah itu".1) Tidakkah' kedengarannja seperti djanggal : ,,sangat sukar dan berat bagi kaum pandai" tapi ,amat gam- pang dimengerti oleh kaum jang tertindas dan seng-

1) Dr. Ir. Sukarno, ,Dibawah Bendera Revolusi".

sara?" Jang djanggal bukanlah Marxisme, jang djanggal djuga bukan kesimpulan Bung Karno tsb. — jang djanggal kiranja jalah mereka jang tidak mengerti semua ini! Bung Aidit pernah ditanja pendapatnja, bagaimana djika Marxisme diadjarkan di-universitas². Djawab Bung Aidit : lebih baik djangan, ketjuali djika jang mengadjarnja .orang2 Marxis sendiri.2) Marxisme, seingat saja, bukannja belum pernah diadjarkan di-universitas di Indonesia. Ketika ada gurubesar filsafat pada Universitas Indonesia, jaitu seorang gurubesar Belanda, prof. Beerling namanja, Marxisme ada diadjarkan djuga, sekalipun tak sampai seper- sepuluh dari peladjaran tentang existensialisme. Djum- lahini bukan jang terpenting — jang terpenting jalah bagaimana Marxisme itu diadjarkan! Saja tahu bahwa ada mahasiswa jang mengikuti kuliah prof. Beerling karena sungguh ingin mengenal apa Marxisme itu se benarnja. Kasihan mahasiswa jang djudjur itu, karena mempeladjari Marxisme dari seorang Beerling meng- ingatkan saja kepada jang pernah dikatakan, filosof Turki jang terkenal, Al Farabi, jang hidup kuranglebih antara tahun², 870 dan 950 Masehi, jaitu : ,,seorang orang ingin melihat punggungnja pada tjermin : djika dia taruhkan tjermin didepan matanja dia gagal melihat punggungnja; djika dia taruhkan sitjermin didepan punggungnja, itupun tak bisa dilihatnja". 3)

2)D.N. Aidit, Tjeramah didepan Konferensi Diplomata RI untuk negara A-A.
3) Al Farabi, Tentang Konsepsi".
Saja ingin memperingatkan: pendeknja, kalau mau beladjar betjotjoktanam, beladjarlah dari kaum tani, djangan dari tukang batu! Di Amerika, warganegaranja tidak usah banjak berpikir. Redaktur² dan terutama penulis pocket-books
.... Dalam
sudah berpikir buat pembatjanja" bibliotik saja misalnja, diantara kuranglebih 70 buku filsafat jang saja punjai, terdapat pula buku filsafat keluaran Amerika, a.l. ,,Philosophy made easy" (,,Filsafat dibikin gampang") dan ,Philosophy for pleasure" (.,Filsafat buat senang"). Ada lagi Philosophy — an outline-history with questions and answers" (,Filsafat sedjarah-garisbesarnja dengan tanja-djawab"), ka- rangan prof. John Bentley, jang setelah saja batja dari depan kebelakang dari belakang kedepan, sepatah kata- pun tak menerangkan Marx dan Marxisene. Tetapi su- dahlah, mungkin profesor itu merasa hina untuk me- njebut Marx. tapi apa jang ditulisnja misalnja mengenai Socrates? Pada halaman 9 buku itu ditulis bahwa Socrates ,mukanja buruk, pakaiannja seram-Makaitu tak usahlah kita tertjengang pangan". djika murid Amerika itu, seperti Harian Abadi" al- marhum, mengira Bung Aidit ,orang Malaja, bukan orang Indonesia" atau seperti, seorang diplomat mem- bilang R.A. Kartini ,seorang penjanji ulung". Ada satu'segi jang sangat menarik perhatian dari mereka itu praktis. Kantora kehidupan Amerika mereka praktis, perdagangan mereka praktis, dapur mereka praktis. Suasana serba praktis inilah jang pada umumnja menuntun usaha* teoritisasi mereka, sehingga

saja kira tidaklah saja me-lebih²kan djika saja me- ngatakan bahwa apa jang begitu dipudja oleh Nietsche. jaitu ,kedangkalan"4) kini menjuasanai kehidupan ilmiah di Amerika Serikat. Menurut Drew Pearson dan Jack Anderson, tertinggalnja Amerika Serikat oleh Uni Sovjet dibidang ilmu sebabnja adalah : sedang Uni Sovjet sibuk dengan ruang angkasa", Amerika Serikat sibuk dengan ruang parkir". 5) Ini bukannja tak ada hubungannja dengan filsafat, karena seperti kita semua tahu, di Djakarta sini ada tuanbesar dan njonjabesar" jang berpandangan : ,,biar tak punja ru- mah, asal punja míobil". Kalau saudara" bertanja apa filsafat itu, pandangan tuanbesar dan njonjabesar ini- lah salahsatu tjontoh pernjátaan filsafat. Filsafat hidup proletariat dibandingkan dengan filsafat hidup burdjisasi memang sangat bertentangan. Proletariat tahu bahwa tanpa kebebasan buat semua tidak adalah kebebasan buat diri orang-seorang. Seba- liknja, burdjuasi beranggapan bahwa djika dirinja tidak bebas maka kebebasan itu sendiri tidak ada. Filsafat hidup ini dinjatakan dalan sikap mereka dalam perdjuangan. Perdjuangan proletariat adalah untuk men- tjapai kebebasan buat semua, dan djika buat tjita² ini dirinja sendiri harus berkorban sampaipun berkorban njawa, kaum proletar menempuhnja dengan ichlas. Se- baliknja, burdjuasi .,berdjuang" buat kebebasan diri sendiri, tetapi untuk kebebasan diri sendiri ini djangan-

4) Dikutip dari J. Plessen, ,Inleiding tot het denken van J. P. Sartre".

5) Pearson & Anderson, ,USA —second class power?"

kan korban djiwa, korban hartabendapun mereka liat, alot. Sebagai tambahan, ada baiknja saja sebutkan di- sini, bahwa siburdjuis jang begitu mementingkan dirinja sendiri itu biasanja berumnur pendek dan matinja sering dikarenakan sakitdjantung atau tekanan darah- tinggi, sedang siproletar jang begitu tak mementingkan diri sendiri djarang tertimpa penjakit jang aneh dan kalaupun mati biasanja mati karena kerdjaberat dan penderitaan akibat tindasan kapitalisme. Kerdja sipró- letar memang selalu kerdja berat, tapi hal ini ada untungnja siproletar bekerdjabadan, sehingga ba- dannja terlatih, berkembang dan sehat, sesuatu jang harus dirii oleh siburdjuis! Terhadap filsafat proletariat siburdjuis suka melem- parkan kritik tentang tidak adanja kebebasan individu". Tapi apa jang dimaksudkannja dengan kebebasan individu" sebenarnja ? Seperti dikatakan Marx dan Engels dalam .,Manifes Partai Komunis", ,manusia idaman" burdjuasi itu adalah ,,manusia jang hanja terdapat didalam dunia gelap chajalan filsafat sadja"6) dan tidak terdapat dalam kenjataan. Betapa tidak ! Apakah siburdjuis sendiri bebas? Sarapanpun mereka sudah tergantung dari kokinja ! Tjita proletariat adalah suatu masjarakat jang bebas, bukan sadja bebas dari imperialisme dan feodal- isme, tetapipun bebas dari setiap penghisapan oleh manusia atas manusia, sehingga individu seorang akan

6)Karl Marx & F. Engels, Manifes Partai Komunis", hal. 87.

bebas pula, dan pada gilirannja perkembangan bebas dari setiap orang mendjadi sjarat bagi perkembangan bebas dari semuanja".7) Bukanlah maksud saja untuk menggunakan kesem- patan ini untuk suatu uraian teoritis tentang apa dasar² dan hukum* materialisme dialektik dan histori. Saja sudah sangat gembira djika saja tidak gagal me- ngemukakan pendapat² saja tentang kedudukan filsafat proletariat dalam kehidupan sosio-politik di Indonesia dewasa ini serta peranan jang sedang dan akan di- mainkannja dalam perdjuangan pembaruan masjarakat Indonesia, dengan disana-sini memberikan ilustrasi jang membuktikan objektifnja· dalila filsafat Marxis. Seperti. diketahui, materialisme adalah konsepsi filsafat Marxis, sedang dialektika adalah metodenja. Tentang materialisme ingin saja mengingatkan para- haslirin kepada keterangan Lenin, bahwa materialisme itu ,mengandung didalam dirinja sikap berpihak". Len'n menambahkan bahwa ,filsafat dewasa ini sama berpihaknja seperti filsafat 2.000 tahun jang lalu". Hal ini sebenarnja terangbenderang seperti matahari: adakah dizaman perbudakan filsafat jang tidak memihak pawangbudıkdan tidak memihak kaum budak, adakah dizaman feodalisme filsafat jang tidak memihak tuan² feodal dan tidak memihak kaum tani, adakah dizaman kapitalisme filsafat jang tidak memihak burdjuasi dan tidak memihak proletariat, adakah di Indonesia seka- rang misalnja filsafat jang tidak memihak imperialisme dan tidak memihak Rakjat, tidak memihak feodalisme,

7)sama, hal. 81.
tidak memihak demokrasi, tidak memihak kapitalisme, tidak memihak Sosialisme? Saja kira ,filsafat non-klas" demikian itu, kalau ada, seperti jang pernah dikatakan Lenin tentang ,politik non-klas",,betul patut dimasukkan kedalam kurungan dan dipertontonkan disamping kangguru Australia".8) Dan apa dialektika itu ? Filosof demokrat revolu- sioner Alexander Herzen pernah mengatakannja dengan baik sekali : .dialektika ádalah aldjabarnja revolusi".9) Sesungguhnja, seseorang akan kebingungan dan tersesat didalam revolusi, djika dia tak kenal dialektika. Dialektika bukan hanja suatu teori ihmiah, tetapi djuga suatu metode pengenalan dan pedoman untuk aksi. Pengetahuan tentang hukum umum perkembangan memungkinkan untuk menganalisa masa- silam, untuk memahami setjara tepat apa jang sedang berlaku dimasakini dan untuk melihat masadepan. Makaitu dialektika adalah suatu metode pendekatan untuk penjelidikan dan untuk aksi praktis berdasar- kanhasil² penjelidikan itu".10) Banjak kritik ditudjukan terhadap filsafat Marxis, tetapi sangat sedikit kritik jang beralasan. Ambillah misalnja kritik terhadap Marxisme, jang dilantunkan orang dalam sidang" Konstituante bebe- rapa tahun .jang lalu. Terlebih dulu saja meminta per- hatian parahadirin, bahwa ketika itu jang diperdebat-

8) W.I. Lenin, ,,Nasib sedjarah adjaran Karl Marx".
9)A. Herzen, Selected Phulosophical Works".
10),Fundamentals of Marxism-Leninism", hal. 69.

kan adalah bukan Marxisne, melainkan antara Islam dan Pantjasila, sehingga, oleh karenanja, kritik² ter- hadap Marxisme di-tengah² perdebatan mengenai Islam dan Pantjasila itu lebih bersifat menjukarkan daripada memudahkan penjelesaian, dan maka dari itu kritik² itu umumnja bersifat politik, dan bukan filsafat. Apa kritik itu? Penghapusan keluarga", hak bersama atas kaum wanita", ,penghapusan agama dan moral", penghapusan kemerdekaan individu" dan sebangsa- nja 11) satu-persatunja kritik² tua jang sudah lebih dari satu abad umurnja dan jang satu-persatunja s u- d a h didjawab dengan gamblang oleh Marx dan Engels, pendiria Sosialisme ilmiah, dalam karjautama mereka Manifes Partai Komunis". Kaum Komunis terusterang sadja kagum akan pengritik jang selama lebih satu abad tidak bosan²nja memamahbiak rumput tua itu! Jang mengenai kaum Komunis sendiri, kaum Komunis tidak punja keuletan" memamahbiak seperti itu, dan makaitu bersikap meremehkan sadja kritik" tak ber- alasan itu, sebab, kritik²" itu lebih radikal disapu oleh peristiwa² sedjarah daripada oleh agitprop kaum Marxis. Jang memang perlu², seperti ,alasan'" Moh. Isa Anshary, Moh. Natsir dan Kasman Singodimedjo telah kami djawab seperlunja. 12) Kita ambillah kritik" jang lain. Lembaga Kader" Katolik belum lama ini menerbitkan sebuah brosur ketjil, Masjarakat baru" namanja, jang adalah ,Ich- tisar Quadragesimo Anno". Sekalipun Ensiklik Paus

11) Konstituante, Risalah Perundingan".
12) Njoto, PKI dan Pantjasila'.
itu sudah 30 tahun jang lalu disiarkan, tetapi penjiaran ichtisarnja dalan bahasa Indonesia djustru saat² sekarang, sesudah Manipol, sangat menarik perhatian. Dalam brosur ketjil itu ditulis a.l.: ,Sangat sedih me- mandang kelalaian orang jang membiarkan sistim komunis disiarkan di-mana". Alangkah banjaknja orang jang ,,lalai" itu — diseluruh dunia sudah lebih dari

1.000.000.000 orang dan di Indonesia sadja lebih dari
8.000.000 pemilih paluarit haruslah digolongkan pada kaum jang ,lalai" itu! Saja katakan sangat menarik perhatian penjiarannja djustru sesudah Manipol ini, karena Manipol, seperti kita semua maklum, mengharuskan ,konsentrasi semua kekuatan nasional", dan bersamaan waktu mengharuskan pentjegahan ,perpe- tjahan nasional". 13) Lebih² lagi, berdasarkan Manipol itu dan dengan kekuatan Penpres 7 satunja partai Marxisdi Indonesia, jaitu Partai Komunis Indonesia, telah diakui sebagai partai jang sah, dan ini berarti bahwa partai tsb. bersama partaia demokratis lainnja, seperti didjamin didalam ,Djarek" didjamin hak hi- dup, hak bergerak, hak perwakilan"nja. 14) ,Kritik"lain lagi adalah dalam nada keluhan, be- gini : ,,Apa boleh buat, PKI sudah diakui sah, karena PKI menerima Pantjasila; sekarang PKI harus mem- buktikandengan djalan mendjalankan sila keTuhanan Jang Maha Esa". Pengritik² itu rupanja tak punja ke- sempatanmendengarkan keterangan Ketua PKI Bung Aidit, jang sesudah menjatakan bahwa ,,tiapa sila dari-
13) Manifesto Politik R.I."
14) Dr. Ir. Sukarno Djalannja Revolusi Kita."

pada Pantjasila, dilihat dari sudut agama (sila ketuhanan jang maha esa), dilihat dari sudut patriotisme (sila kebangsaan), dilihat dari sudut humanisme (sila kemanusiaan), dilihat dari tjita politik (sila kedaulatan Rakjat) dan dilihat dari tjita sosial (sila keadilan sosial) adalah dianut oleh majoritet daripada Rakjat Indonesia", mengatakan bahwa .kaum Komunis jakin bahwa sikap ini (sikap menerima Pantjasila) bukan hanjá tidak bertentangan dengan Marxisme, tetapi inilah sikap Marxis jang tepat". 15) Kaum Komunis tentu sadja bersedia dan sudah mendjalankan sila ,,ketuhanan jang maha esa", jaitu sesuai dengan ..Lahirnja Pantjasia", dengan .tjara jang b e r k e a d a b-an", jaitu hormat-menghormati satu sama lain", 16, dan sesuai dengan ..Membangun Dunia kembali" mengakui pada orang la'n ..hak untuk pertjaja kepada Jang Maha Kuasa"...Bahkan mereka jang tidak pertjaja kepasa Tuhanpun, karena toleransinja jang mendjadi pembawaan", mengakui hak tsb. 17) Sekali lagi, kaum Komunis tentu sadja bersedia dan sudah mendjalankan sila ,ketuhanan jang maha esa", tetapi kita semua, baik golongan politik, Nasakom, maupun golongan karja, sivil dan militernja, harus pula bersamaan wak- tu mendjalankan ke-empat sila lainnja, jaitu .kebangsaan" atau .patriotisme", .perikemanusiaan" atau internasionalisme", kedaulatan Rakjat" atau ,,de- mokrasi", dan ,,keadilan sosial" atau .penghapusan

15) D.N. Aidit, wawantjara pers. 28 Agustus 1958.
16)Ir. Sukarno, ,Lahirnja Pantjasila", hal. 20.
17) Dr. Ir. Sukarno, Membangun dunia kembali".
exploitasi oleh manusia atas manusia". Sehubungan dengan inilah djika ditahun 1957 Bung Aidit menegas- kan bahwa ,,melarang PKI berarti menentang 4 sila daripada Pantjasila". 18) Achirnja, kritik" seperti jang suka dilantjarkan oleh Moh. Hatta, St. Sjahrir dan sebangsanja, jang menamakan Marxisme itu .usang". karena alasan jang sederhana, bahwa Marxisme lahir kuranglebih sete- ngah-abad sebelum pentolan itu lahir. Sungguh hebat alasan" ini, karena Mark dan Engels usang", sedang Machiavelli atau Nietsche tidak usang !" Baiklah saja tan bahkan, bahwa jang memimpin pelaksanaan Pian 7 tahun besaran d Uni Soyjet sekarang. jaitu Nikita Chrusjtjov, dan jang memimpin revolusi jang gilanggemilang di Tiongkok, jaitu Mau Tje-tung, adalah penganut: filsafat Marxisme, dan bukan penganut .sosialisme kerakjatan" ataupun kapitalisme kerakjatan" jang sungguh tak banjak bedanja it... Kalau filsafat mereka usang, buat apa tuan begitu ke- bingungan menghadapi mereka dan buat apa tidak mengabaikan sadja mereka? Atau silahkanlah mengabaikan 2.000.000 Komunis Indonesia, karena mereka
ini toh hanja penganut" filsafat jang usang"......
Kemarin saja membatja kawat dari Washington, bahwa Senat Amerika Serikat telah menjetudjui per- mintaan Presiden Kennedy akan otorisasi sebanjak

1.784.300.000 dolar untuk tahun depan untuk .menge-
djar Sovjet Rusia...... dalam usaha seperti kapal
ruangangkasa dengan manusia, satelit komunikasi

18) D.N. Aidit, Pilihan Tulisan", djilid II, hal. 139.

dan mengusahakan peluntjuran² kebulan, termasuk kemungkinan mendarat dan kembali". 19) Suatu ambisi jang tidak bisa dikatakan ketjil, bahkan menimbulkan kekaguman. Tetapi apakah ,mengedjar Sovjet Rusia" itu akan terdjadi ? Mengingat filsafat jang umumnja dianut oleh sar- djana² roket Amerika Serikat dan mengingat sistin sosial jang berlaku di Amerika dewasa ini, maka saja lebih tjenderung untuk meramalkan, bahwa tertjetjer- nja AS dari URSS dalam hal peroketan bukannja akan kian lama kian sedikit, melainkan kian lama akan kian djauh. Kenapa? Karena pertjobaan Sovjet selama ini bukan hanja telah menghimpun sedjumlah banjak bahan tentang susunan dan sifat tatasurja kita, tetapi dan ini jang terpenting-karena kerdjasama sar- djana dan kaum buruh dan golongan² Rakjat lain di Uni Sovjet itu menjelidiki lebih landjut setjara sek- sama bahan itu dengan pisau analisa filsafat material- isme dialektik dan histori. Ini memungkinkan mereka untuk mengenal hakekat materi setjara lebih mendalam dan senantiasa lebih mendalam. Jang saja maksudkan dengan pisau analisa" filsafat proletariat adalah metode dialektikanja, dan sekali ber- bitjara tentang ini ada baiknja kalau saja bandingkan serba sedikit metode ini dengan metode jang lain jang non-dialektik. Hamka misalnja, filosof Islam jang menulis tjepat dan banjak itu, sekali menulis bahwa suatu garis paralel atau garis sedjadjar se-lamanja tak akan

19) Associated Press", 28 Djuni 1961.
bertemu". Ini adalah logika formil. Sebab apakah dapat dipertahankan dalil bahwa garis paralel se-lamanja tak akan bertemu"? Sampai batas tertentu ja, tetapi lebih djauh dari batas itu dalil itu harus diritul. Sebab, sesuatu garis paralel bisa merupakan sebagian sadja dari dua garis lengkung atau dua ling- karan, sehingga ke-dua garis itu bukan sadja tidak ,tak akan" bertemu, melainkan bisa dan pasti bertemu. Ketika masih hidup, Masjumi tjabang Malang me- ngeluarkan brosur kampanje pemilihan umum. Dalam brosur itu dikemukakan sembojan jang meminta ke- pertjajaan pemilih kepada Masjumi, dengan mengata- kan bahwa ,,kalau Masjumi berkata ja maksudnja ja, kalau tidak maiksudnja tidak". Sembojan jang gagah inipun tidaklah lebih daripada logika formil. Sebab se- sungguhnja, setiap ja" harus sekaligus ,tidak" dan setiap ,tidak" harus sekaligus ja". Mari saja ambil misal jang sederhana. Apakah saudara mau kemerde- kaan? Ja! Apakah saudara mau pendjadjahan? Tidak! Entah kalau buat Masjumi almarhum itu ,,kemerdeka- an japendjadjahanpun ja".. Demikianlah, buat dialektika adalah sangat penting untuk bertanja pada setiap hal untuk siapa". Misalnja, pada suatu hari kita diberitahu bahwa situasi politik baik". Kita harus segera bertanja : baik buat siapa— buat Rakjat atau buat musuh Rakjat ? Be- gitupun kalau misalnja ada orang berkata : produe- tion share itu menguntungkan". Baiknja kita buru² bertanja : menguntungkan buat siapa buat Indonesia atau buat sikapitalis asing ?

Untutk menerangkannja setjara lain : segala sesuatu punja dua segi. 20) Hal jang baik tentu ada tidak baiknja, hal jang tidak baik tentu ada baiknja. Dalam buku ABC Politik" diberikan misal begini : ,Revolusi Agustus mengalami kegagalan. Tentu hal ini negatif. Tetapi segi positifnja djuga ada. Djustru karena kita mengalami kegagalan Revolusi Agustus, maka men- djadi tahu bagaimana harusnja memimpin revolusi- apa² jang boleh dikerdjakan dan apa" jang tidak boleh dikerdjakan. Kita djadinja tahu teori revolusi". 21) Pendeknja, metode dialektik samasekali tak bisa dipersatukan dengan metode beratsebelah, metode melihat segala sesuatu dari satu segi sadja, metode dialektik jang melihat segala sesuatu dalam salinghu- bungannja samasekali tak' bisa dipersatukan dengan metode melihat segala sesuatu sepotong dan berdiri sendiri; metode dialektik jang melihat segala sesuatu dalam geraknja, dalam perubahan dan perkembangan- nja, samasekali tak bisa dipersatukan dengan metode melihat segala sesuatu dalam kemandekannja, dalam ketetapannja, dalam kelanggengannja. Tjernisevski pernah menulis dalam ,Hubungan estetik seni dengan realitet", begini : Kita katalkan : 'Orang Rus ini berbitjara bahasa Perantjis lebih baik dari orang Perantjis', sekalipun kita tidak berpikiran untuk membandingkannjadengan orang Perantjis sesungguhnja, tapi membandingkan-

20) Depagitprop CC PKI, ,,ABC Politik", tjetakan ke-

II hal. 11. sama, hal. 12.

21)
nja hanja dengan orang Rus lainnja jang mentjoba berbitjara bahasa Perantjis. Ia memang djauh lebih baik bahasa Perantjisnja dari mereka itu, namun djuga djauh lebih buruk daripada'orang Perantjis. Hal ini diterima sebagai hal jang wadjar oleh setiap orang jang tahu persoalannja, tetapi banjak orang bisa ter- sesat oleh kalimat jang ber-lebihan". 22) Tjara mempersoalkan masalah ini benar sekali. Marx dan Engels menulis dalam ,Manifes Partai Komunis": ,Obrolan tentang pendjualan dan pembelian bebas ini, dan segala 'kata gagah' lainnja dari burdjuasi mengenai kemerdekaan pada umumnja, mempunjai arti, djika ada, hanja djika dibandingkan dengan pendjualan dan pembelian terbatas, dengan pedagang terbelenggu dari Zaman Tengah, tetapi tidak mempunjai arti djika dipertentangkan dengan penghapusan setjara Komunis atas pendjualan dan pembelian, atas sjarat produksi burdjuis, dan atas burdjuasi itu sendiri". 23) Satu metode lagi dari dialektika adalah perubahan kwantitet kekwalitet". Buat filsafat non-dialektik hukum ini terasa aneh dan asing barangkali, toh hukum ini sederhana seperti kebenaran itu sendiri. Prof. Bernal menerangkannja dengan bersahadja: Djika sebuah atom hanja bisa berpaut dengan satu

22)
N.G. Tjernisevski, ,Hubungan estetik seni dengan realitet", terdjemahan Samandjaja, Bagian Pener- bitan LEKRA, 1961, hal. 129-130.
23) Marx & Engels, ,Manifes Partai Komunis", hal. 72.

atom lainnja, hasilnja adalah gas. Djika ia berpaut dengan dua atau tiga, hasilnja adalah zat padat jang
berserat...... Djika dengan empat, zat padat kristal
jang keras seperti berlian. Djika dengan lebih dari empat, logam". 24) Atau ambillah tjontoh jang barangkali lebih terang : kita 'kenal tablet jang bernama ,obat tidur". Dalam kwantitet atau djumlah satu à dua tablet, obat tidur itu obat tidur, tetapi dalam kwantitet 10 tablet misalnja, obat tidur berubah kwalitenja, sifatnja, mendjadi ,,obat mampus". Kwalitet seseorang dalam kehidupan umumnja, per- djuangan chususnja, suka kita sebut dengan sebutan penakut", ,pemberani" dan ,,serampangan". Adakah dia hubungannja dengan sesuatu kwantitet ?Inipun terang, sebab, jang mengambil kwantitet risiko terlalu sedikit, dialah pengetjut; jang mengambil risiko jang memadai, dialah pemberani; dan jang mengambil risiko terlalu banjak, dialah serampangan. Ketua PKT Mau Tje-tung dalam Pilihan Tulisan"- nja djilid IV menulis: Setiap kwalitet menjatakan dirinja, dalam kwantitet tertentu, dan tanpa kwantitet tak mungkin ada kwalitet. Hingga sekarang banjak diantara kawan kita belum djuga mengerti bahwa mereka harus memper- hatikan segi kwantitatif dari halihwalnja — statistik pokok, prosentase pokok serta limit² (batas²) kwan-
titatif jang menentikan kwalitet halihwal....... Dalam

24) Prof. J.D. Bernal, The freedom of necessity", hal. 353-354.
semua gerakan massa kita harus melakukan penjeli- dikan dan analisa pokok tentang djumlah penjokong aktif, lawan dan kaum netral dan tidak boleh memu- tuskan soal² setjara subjektif dan tanpa dasar".25) Ditahun 1948 Moh. Hatta berpikiran PKI bisa kuhantjurkan"dan diapun bertindaklah. Ketika itu djumlah kaum Komunis Indonesia kurang dari 10.000. Sekarang — siapa tahu ! — mungikin Hatta masih berpikiran ,,PKI bisa kuhantjurkan". Tjuma, kiranja tak ada djeleknja kalau tuan Hatta mengingat, bahwa kwantitatif PKI sudah lain. Djumlah barisannja sekarang hampir 2.000.000. Kalau misalnja tuan Hatta berpendapat, sesuai dengan filsafat idealisnja, bahwa kwantitet itu tak ada sangkutpautnja dengan kwalitet, sehingga 2 djuta Komunis dan 10 ribu Komunis
,sama sadja", terserah..... kami akui hak tuan untuk
berpikir dan bertindak bebas, dengan sjarat, bahwa tuanpun hendaknja mengakui hak kami untuk berpikir dan bertindak bebas. Adalah pula pemahaman tentang hukum perubahan kwantitet kekwalitet" jang menjebabkan Marx dan Engels menulis bahwa proletariat ,tidak sadja ber-
tambah djumlahnja...., kelkuatannja bertambah besar
dan ia semakin merasakan kekuatan itu" 26) dan Lenin Kemenangan akan datang pada kaum jang tertindas,

25) Mau Tje-tung, ,Selected Works", djilid IV, hal. 379-380.
26) Marx & Engels, ,Mantfes Partai Komunis", hal. 61.

karena dengan merekalah kehidupan, kekuatan djum- lah, kekuatan massa". 27) Sedikit tentang hukum ,negasi daripada negasi". Istilah ,,negasi" ini, jang mula dipakai Hegel untuk melukiskan digantikannja sesuatu bentuk keadaan oleh jang lain, oleh lawannja, kemudian dipakai oleh Marx dan Engels, dengan diberi arti materialis. Kata Marx, dalam lapangan apapun ,tak ada perkembangan jang tidak menegasi bentu'k keadaan jang mendahului- nja". 28) Kalau kita ambil sedjarah umatmanusia sebagai misal, njatalah bahwa permilikan bersama di- masjarakat primitif telah ditiadakan, dinegasi oleh lawannja, jaitu permilikan perseorangan, dan bahwa kemudian, dalam masjarakat Sosialis, sebagai negasi daripada negasi" itu muntjul kembali permilikan bersama; tetapi dalam bentuk dan tingkat serta mutu jang lebih tinggi. Begitupun kalau kita ambil sedjarah Indonesia sebagai misal. Tadinja Indonesia ini merdeka, kemudian kemerdekaan itu ditiadakan, dinegasi oleh lawannja, jaitu pendjadjahan, dan sebagai ,,negasi daripada negasi" itu muntjul kembali kemerdekaan, tetapi dalam bentuk, tingkat dan mutu jang lebih tinggi. Perlu diingat, bahwa tidak ada negasi jang penghabisan ! Lenin pernah memperingatkan, djangan "kita berdiri

27) Lenin, Polnoe SobranieSotjinenii", djilid 28. hal. 364.
28) Marx, Die Moralisierende Kritik uad die Kritiste- rende Moral", hal. 303-304.

diambang pintu materialisme dialektik, dan berhenti

sebelum materialisme histori". 29)

Materialisme histori, seperti diketahui, adalah pen- trapan atau pengenaan materialisme dialektik kealam sedjarah manusia. Sebelum Marx, materialis jang integral, harmonis

dan konsekwen itu, kaum materialis dari abad jang

lalu umumnja mendjadi naif dalam hal jang mengenai sedjarah manusia. Seperti halnja Hegel, Marx memandang sedjarah manusia sebagai suatu proses jang menuruti hukum perkembangan dan tidak tergantung dari kemauan manusia; seperti halnja Hegel, Marx memandang segala gedjala dalam timbul. dan tenggelamnja, dalam kela- hiran dan kelenjapannja; seperti halnja Hegel, Marx- pun mengusahakan dan menemukan sumber tunggal dari segala aksi dan interaksi kekuatan sosial. Tetapi sedang Hegel menganggap sumber tunggal itu suatu ,djiwa universil", Marx tahu bahwa dia itu tak lain daripada Rakjat, Rakjat pekerdja. Marx menundjuk- kan bahwa bukan kemauan manusia, melainkan perkembangan tenaga produktif materiillah jang menen- tukan djalannja sedjarah dan bahwa Rakjatlah satu²- nja pentjipta sedjarah. Inilah kesimpulan terpenting dari materialisme histori. Untuk kembali kepada Herzen, mengapa dia me- namakan dialektika itu ,aldjabarnja revolusi"?.

29) Lenin, Memperingati Herzen", Jajasan Pembaru- an, 1960, hal. 5.

Karena hanja dengan dialektikalah, dialektika materialis sudah tentu, seseorang, sesuatu golongan atau sesuatu klas dapat memegang kemudi di-tengah² ge- lombang revolusi jang meng-gebu² me-metjah me- mukul dan dengan pandangan jang djernih serta ta- ngan jang teguh memegang kemudi itu kearah jang benar. Saja tidak berbitjara tentang musuh² revolusi, jang pikirannja begitu statis, begitu kolot, begitu tak tahu zaman, sehingga misalnja sesudah Revolusi Agustus- pun masih berani berkolaborasi dengan imperialisme Belanda. Seandainja komprador itu sedikit sadja tahu hukum sedjarah lihatlah, saja menuntut terlalu ba- njak dari komprador²! nistjajalah mereka, kalau- pun djiwanja berfihak imperialisme, tidakkan melaku-
kan kolaborasinja terangzan..... Saja berbitjara ten-
tang kekuatan sosial revolusi, jang seperti kita semua maklum, pada awal semua revolusi selalil terdiri dari beberapa klas dan golongan, sehingga pandangannja tentang. revolusipun ber-beda². Tepat-tidaknja pandangan sesuatu klas atau golongan, djauh-tidaknja pandangan-kemukanja, hala ini disamping ditentukan oleh kepentingan klas dan golongan itu sendiri, untuk sebagian jang sangat penting ditentukan oleh dikuasai- tidaknja oleh klas atau golongan itu metode dialektika. Bahwa proletariat adalah maestronja dialektika, ini disebabkan oleh kebenaran sederhana, bahwa filsafat materialisme dialektik dan histori itu sesungguhnja filsafat klas proletar. Buat revolusi Indonesia sekarang, hal ini berarti

djawaban atas pertanjaan : klas manakah jang mampu memetjahkan krisis ekonomi jang berlangsung, dan lebih dari itu --klas manakah jang mampu memimpin revolusi sampai terselesaikannja tugas²nja dan ter- tjapainja tudjuannja sampai ke-akarnja. Permasalahan revolusi samasekali tidak mudah dan tidak sederhana. Hanja dengan sendjata filsafat jang benar revolusionerlah permasalahan revolusi itu bisa didjawab dengan tepat. Bung Aidit selalu mengandjuikan; pakailah metode Marxis-Leninis dalam menganalisa situasi politik dan dalam menghitung kekuatan klas. Dengan demikian kita menentang analisa dan perhitungan setjara sub- jektif. 30) Kalau proletariat Indonesia bekerdja buat mengga- lang persekutuan buruh dan tani dalam artikata jang se-benarnja daň berbasiskan persekutuan itu meng- galang front persatuan nasional, mengembangkan kekuatan progresif dan mementjilkan kekuatan kepala- batu, suatu taktik jang telah men pai hasilc jang njata, taktik ini sepenuhnja hasil n nakai ,metode Marxis-Leninis dalam menganalisa situasi politik dan dalam nienghitung kekuatan klas". Presiden Sukarno, seperti jang beliau katakan sendiri, bukan seorang filosofis materialis", 31) tetapi beliau bukan seorang jang samasekali asing didunia

30)D.N. Aidit, ,Djalan ke Demokrasi Rakjat bagi Indonesia". Dr. Ir. Sukarno, .Jo sanak jo kadang malah jen
31) mati aku sing kelangan".

dialektika, dan ntakaitu ketika mengadjukan Kon- sepsi Presiden" mengatakan : Daripada pergosokan perlainan pendapat inilah timbul kebenaran".32) Garis besar daripada haluan negara" jaitu Manipol RI, jang merumuskan ,persoalan pokok revolusi Indonesia", jaitu kewadjiban revolusi Indonesia, kekuatan sosialnja, sifatnja, haridepannja serta musuh²nja, adalah hasil daripada ,pergosokan perlainan pendapat" itulah. Sesuatu sistim filsafat" tertentu tidaklah lain daripada pernjataan intelektuil dari zamannja", 33) kata Plechanov, sekalipun bisa djuga pernjataan dari aspek tertentu sadja dari sesuatu zaman. Kalau Pantjasila digolongkan suatu ,sistim filsafat" diapun djadinja pernjataan intelektuil" dari zaman kita sekarang atau darisaspek tertentu dari zaman kita. Makaitu mudah menimbulkan pertanjaan bahwa ada seseorang ataupun sesuatu golongan jang menamakan dirinja ,Pantjasilais", tetapi — sekalipun autor Pantjasila sendiri setjara autentik menjatakan ,kalau Pantjasila tulen harus setudju Nasakum"bersite- gangleher menolak dan menentang Nasakom. Penilaian terhadap mereka itu bisa diberikan dari sudut Pantjasila sendiri, tak usah dari sudut materialisme dialektik dan histori. Satu fakta jang sekalipun pahit harus kita tjatat adalah, bahwa diantara pendukunga Pantjasila

32) Dr. Ir. Sukarno. Menjelamatkan Republik Pro- klamasi", 21 Februari 1957.
G. Plechanov, Selected Philosophical Works",
33) Volume I, hal. 457.
terdapat kekuatan jang madju, kekuatan jang bim- bang, tetapi djuga kekuatan jang kolot, sekalipun ,kolot modern". Dalam pers luarnegeri, terutama pers kuning, ma- tjam² djulukan jang diberikan kepada PKI. Ada jang menamakan PKI ,,maestro besar dalam taktik", ada jang menamakannja ,Botwinniknja politik", tetapi baiklah saja bukakan suatu rahasia, jaitu ketidak- luarbiasaan PKI : PKI bukannja terdiri dari dewa² dari dongengan, PKI terdiri dari manusia biasa, hanja sadja jang berfilsafat materialisme dialektik dan histori, jang kenal dan mengenakan ,,aldjabarnja revolusi". Prof. Bertrand. Russel, jang berpendapat bahwa adjaran Marx ,,berisi elemen² kebenaran jang sangat penting" dan jang ,,telah mempengaruhi pandangan saja sendiri tentang perkembangan filsafat", 34) me- ngritik Marx, jang kata beliau, ,,ditindjau se-mata² sebagai filosof" adalah terlalu praktis, terlalu banjak terlibat dalam masalah² zamannja".35) Suatu metode jang tidak bisa dipertahankan dari Bertrand Russel jalah, bahwa dia menindjau Marx ,,se-mata sebagai filosof". Disinilah perbedaannja, ja, per- tentangannja jang seperti bumi dan langit antara Marx dan filosof burdjuis, sebelum maupun sesudah Marx. Filsafat Marx bukan hanja menerangkan dunia, tetapi merombak dunia. Dan Marx sendiri bukan seorang ,se-mata" filosof", dia tidak mungkin seorang ,se-mata² Prof. Bertrand Russel, History of Western Phi-

34) losophy", hal. 813.
35) sama, hal. 816.

Ekonomi Sosialis

filosof", Marx adalah filosof, ekonom, historikus, po- litikus, ja, ahlistrategi, revolustoner. Marx terlalu praktis"? Asal Bertrand Russel ingat sadja, bahwa terlalu banjak filosof — entahlah apa- kah Bertrand Russel sendiri termasuk — jang terlalu tidak praktis, terlalu meng-awang, terlalu kabur, terlalu ber-tele, terlau tak ada gunanja. Marx terlalu banjak terlibat dalam masalah² za- mannja"? Memang, ada filsafat jang hanja membitjarakan zaman sebelum-Masehi, ada filsafat jang hanja membitjarakan achirat, ada filsafat jang terutama membitjarakan zaman kini, djadi bersifat kontempo- ranitet atau kekinian. Marxisme, filsafat proletariat, tergolong jang terachir ini. Inilah kiranja sebabnja mengapa merombak dunia" itu tidak tinggal dalil Marx, tetapi mendjadi praktek revolusioner, di Eropa, di Asia, di Afrika, di Amerika Latin, di-mana². Perkenankanlah saja menguntji uraian ini dengan djawaban atas sebuah pertanjaan: dapatkah filsafat proletariat dipeladjari dan dimiliki oleh massa ? Saja mendjawab pertanjaan ini dengan positif, 'karena se- perti dikatakan Bung Aidit : Marx-Engels-Lenin men- tjiptakannja untuk proletariat dan Rakjat pekerdja pada umumnja".

Memaparkan ekonomi sosialis adalah sesuatu jang sekaligus sukar dan mudah. Sukar, karena ia suatu teori ilmu, tetapi mudah, karena ia djuga suatu praktek, suatu teori jang sudah dipraktekkan. Dan praktek ini bukan suatu experimen, ia suatu pelaksanaan jang ileniah, dan jang sudah mentjapai hasila jang stabil. Hasil ini bukan hanja ditjapai di Uni Sovjet, jang luas- nja seperenam permukaan bumi, hasil ini djuga sedang ditjapai ditanah luas jang membentang dari Berlin sampai ke Hanoi, dari Tirana sampai ke Pjongjang, jang meliputi hampir semiljard djiwa manusia. Se- karang ini, ekonomi sosialis bukan hanja dapat difikir- kan dan dibajangkan, ia sudah dapat diraba dan di- rasakan. Tetapi memaparkan ekonomi sosialis, teori dan prak- teknja, didalam satu kali tjeramah, adalah sesuatu jang hampir tidak mungkin. Oleh sebab itu paparan ini tidak akan lebih daripada sekedar pengantar. Paparan ini, sesuai dengan permintaan jang diadjukan oleh wakil para mahasiswa kepada saja, akan saja bagi mendjadi tiga bagian : sedikit tentang teori ekonomi sosialis, sedikit tentang praktek ekonomi sosialis, dan haridepan bagi Indonesia.

Sedikit tentang teori ekonomi sosialis Per-tama perlu diingat, bahwa Sosialisme itu bukan suatu ideal jang subjektif. Ia lahir bukan per-tama" karena disukai atau diinginkan orang. Ia lahir sebagai resultat jang objektif dari sedjarah ekonomi kapitalis, disukai atau tidak, diinginkan atau tidak. Sebagaimana diketahui, jang pertama sekali menerangkan sifat objektif Sosialisme ini jalah Karl Marx. Tetapi adjaran² Marx bukannja djatuh dari langit,ia lahir sebagai kelandjutan jang langsung dari wakil² terbesar Sosialisme klasik Perantjis, filsafat klasik Djerman dan ekonomi klasik Inggris. Demikianlah, adjaran ekonomi Marxisme adalah salahsatu dari tiga bagian jang komponen didalam Marxisme. Ekonomi Marxisme, — batudasarnja jalah adjaran tentang nilailebih. Tentang teori nilailebih, jang dasarnja adalah teori nilai kerdja ini, tidak sedikit ekonom² jang dengan salah menggambarkan se-olah² Marxlah penemu- nja jang per-tama². Tjukup djika kita ingat, bahwa Adam Smith maupun David Ricardo sudah mengemu- kakan teori nilai kerdja, bahkan djuga teori nilailebih. Marx mèlandjutkan adjaran mereka, melandjut- kannja setjara d'alektis dan konsekwen. Dimana letak perbedaan antara adjaran ekonomi Marxis dengan kebanjakan adjaran² ekonomi lainnja? Perbedaannja terutama terletak dalam kenjataan, bahwa, sedang kebanjakan ekonomi lainnja melihat hu- bungan antara barang dan barang, Marx melihat hu- bungan antara manusia dan manusia.

Kita semua tahu bahwa adjaran" Marx tentang ekonomi politik didjelaskannja didalam buku-standardnja ,Kapital". Marx sendiri menerangkan bahwa ,tudjuan achir karangan ini jalah mengungkapkan hukum gerak ekonomi dari masjarakat modern", artinja, masjarakat kapitalis. Djadi, Marx memahami dan mengungkapkan adanja hukum jang menguasai gerak ekonomi masjarakat. Kesimpulan inì berhasil ditarik olehnja, karena pan- dangannja pandangan materialis — jaitu : menanggap segala sesuatu menurut adanja —, dan karena metode- nja dalam menjelidiki segala sesuatu itu metode dialektik. Peluasan materialisme dialektik pada masjarakat dan sedjarahnja itu, jang didalam literatur modern galib disebut materialisme histori, didjelaskan oleh Marx didalam bukunja ,,Kritik atas Ekonomi Politik". Kapitalisme, jang dasarnja adalah milik perseorang- an atas alat produksi, berarti akumulasi kapital, dan akumulasi kapital berarti: akumulasi kekajaan bagi kaum kapitalis dan akumulasi kemelaratan bagi kaum pekerdja. Sebab, akumulasi kapital timbul dari nilailebih, jaitu tenaga kerdja jang tidak dibajar. Oleh sebab itu, sebagaimana diterangkan oleh Marx, tidak ada persamaan kepentingan antara kaum kapitalis dan pekerdja, kepentingan mereka diametral ber- tentangan. Dan makaitu, sebagaimana kemudian di- tegaskannja pula, melalui perdjuangan klas kaum pekerdja harus menghapuskan sistim kerdja upahan, jaitu sistim kapitalisme.

Kapitalisme berarti bahwa produksi bersifat sosial

sedangkan konsumsi individuil, sedangkan Sosialisme berarti bahwa produksi bersifat sosial, tetapi djuga konsumsi bersifat sosial. Satu²nja djalan jang me- mungkinkan hal ini jalah mendjadikan alat² produksi dari milik perseorangan mendjadi milik masjarakat. Inilah langkah jang njata kearah Sosialisme. Tetapi bagaimana kita dapat merumuskan Sosialisme dengan singkat dan tepat? Saja meminta perhatian bahwa terlalu sering orang bukannja mendjelaskan, melainkan mensimplifikasikannja. Perumusan² seperti segala sesuatu milik bersama", atau ,samarata sama- rasa", samasekali tidak menggambarkan persoalannja jang sesungguhnja. Marx dan Engels memberikan perumusan jang sederhana tetapi tepat tentang Sosialisme, jaitu: Setiap orang bekerdja menurut kesang- gupannja, setiap orang menerima menurut hasilkerdja- nja. Dengan perumusan ini djelaslah perbedaan antara Sosialisme dengan kapitalisme, tetapi djuga antara Sosialisme dengan Komunisme, sebab, Komunisme berarti : Setiap orang bekerdja menurut kemampuannja, setiap orang menerima menurut kebutuhannja. Bahwa perùmusan tentang Sosialisme tersebut bukan hanja sesuatu jang dapat dipraktekkan, tetapi djuga sesuatu jang tahan udji, sedjarah 37 tahun Uni Sovjet mendjadi buktinja. Bagaimana Sosialisme dilaksanakan di Uni Sovjet, dan bagaimana ia kini diusahakan di-negara² Demo- krasi Rakjat?

Sedikit tentang praktek ekonomi sosialis Berdirinja Republik Sovjet dimulai dengan pensitaan milik tuantanah dan milik kapitalis, memberikan tanah jang sudah dinasionalisasi untuk dikerdjakan oleh kaum tani dan mengexploitasi pabrik dan perusahaan² lainnja oleh negara. Kemudian, melalui Politik Ekonomi Baru, beralih kepelaksanaan Rentjana 5 Tahun jang pertama, disusul oleh jang kedua, ketiga, dan seterusnja. Dilapangan pertanian terdjadi proses ko- lektivisasi setjara besarran, djuga proses pembentukan perusahaan pertanian negara, sedangkan dilapangan industri dilakukan industrialisasi, jang tentang ke- luasan maupun ketjepatannja, tak ada taranja didalam sedjarah. Demikianlah, dari negeri agraris jang terbelakang sekali, Rusia dan wilajah lain jang tergabung didalam URSS, berubah mendjadi negeri industri klas satu. Dalam hubungan ini perlu diingat langkah historis Lenin, jang melakukan elektrifikasi setjara besaran, sehingga sekarang ini, tidak ada satu tempatpun di- seluruh Sovjet jang tidak berlistrik. Lenin ketika itu mengadjukan perumusan, bahwa Komunisme itu jalah: Sistim Sovjet plus elektrifikasi seluruh negeri.

H.G. Wells, historikus dan pengarang Inggris jang
terkenal, sesudah mendengar rentjana itu dari mulut Lenin sendiri, sepulangnja ke Inggris mengatakan : Lenin— pelamun di Kremlin". Tetapi sedjarah, di- mana kita sekarang hidup, membuktikan bahwa Lenin bukan pelamun, bahwa bukan Lenin jang pelamun!

Orang boleh setudju ataupun tidak setudju kepada sistim Sovjet, tetapi kenjataan Sovjet jang sudah sedjak sebelum perang ternjata jalah, bahwa sistim itu berhasil melenjapkan penjakit sosial jang sudah tua sekali, jaitu pengangguran, bahwa sistim itu memberi kepada setiap orang kemungkinan untuk memilih sendiri djabatan jang disukainja, dan dengan demikian mengembangkan bakata dan ketjakapannja. Basis ekonomi sosialis ini ternjata berhasil mentjiptakan ke- hidupan kebudajaan dan moral jang baru, bukan hanja tanpa pelatjuran, tetapi djuga tanpa penjakita sosial jang lain. Kedjadian² terachir dilapangan ekonomi di Uni Sovjet jang mempunjai sifat spesifik jalah, pertama, bahwa sesudah industrialisasi setjara besar an pada periode jang lampau, sekarang ini sambil menerus- kan industrialisasi sudah dapat dilakukan pelúasan produksi barang konsumsi, dan kedua, bahwa sedjak tahun 1947 pada tiapª tahun bisa dilakukan penurunan harga² barang, sehingga dibandingkan dengan tahun 1940 penghasilan rata kaum pekerdja Sovjet sekarang mendjadidua kali lipat, bukan penghasilan no- minal, tetapi penghasilan riilnja. Didalam pers peng- umuman tentang penurunan² harga jang sudah 7 kali itu memang tidak banjak bagi pers kapitalis jang negerinja bukannja mengalami penurunan tetapi ke- naikan harga, kenjataan itu rupanja dianggap sangat tidak menjenangkan!, tetapi siapa jang da- tang ke Uni Sovjet bukannja dengan purbasangka melainkan dengan hati jang lapang, tentu akan me-

lihat kemadjuan jang terdjadi. Prof. Wertheim, jang tentunja bukan seorang jang asing bagi paramaha- siswa, sepulangnja dari Moskow, Tbilisi dan Leningrad baru² ini, didalam artikelnja jang berkepala "Drieste- dentocht"menamakan keadaan disana "redelijk welva- rend". "De winkels zijn al stukken voller dan enkele jaren geleden, de prijzen zijn van jaar tot jaar ver- laagd en de mensen verdringen zich om hun kooplust te bevredigen", *) kata beliau. Ketika saja sendiri di Uni Sovjet dua tahun jang lalu, selalu dan di-mana² saja mendengar dari direktur² pabrik atal kolchoz, dekan universitas maupun kepala laboratorium, pernjataan sbb.: ,Djangan sdr. lihat jang baik sadja, lihat djugalah jang belum baik, tetapi kami berusaha keras untuk melenjapkan hal² jang belum baik itu, dan kritik serta saran sdr. akan sangat berguna bagi kami". Prof. Wertheim djuga dengan djudjur mentjeritera- kan, bagaimana djika dibandingkan dengan Nederland harga" textil di Uni Sovjet masih lebih mahal, tetapi bagaimana transport, buku", dan sewarumah ,,djauh lebih murah", sedangkan pertolongan pengobatan gratis seluruhnja. Saja tidak djarang mendjumpai buku tentang ekonomi jang, meskipun ditulis ditahun 1954, meremeh-

*) Toko" sudah djauh lebih penuh daripada bebe- rapa tahun jang lalu, harga dari tahun ketahun diturunkan dan orang² ber-djedjal² untuk meme- nuhi nafsubelinja".

kan kenjataan² Sovjet tersebut, dan kadang² bahkan tidak membitjarakannja sebaris djuga. Seseorang jang serius didalam kehidupan ilmu, tentu tidak akan me- namakan buku² sematjam itu ,,objektif". Berbitjara tentang buku² ekonomi, saja teringat akan seorang ekonom terkenal, jang oleh paramaha- siswapun tentu bukannja tidak dikenal, jaituJohn Maynard Keynes, jang buku utamanja berkepala "The General Theory of Employment, Interest and Money". Keynes menulis ditahun 1925 : "Marxian Socialism, must always remain a portent to the historians of Opinion — how a doctrine so illogical and so dull can have exercised so powerful and enduring an influence over the minds of men, and, through them, the events of history". *) Memang, bagi tidak sedikit orang, Sosialisme Marxis itu suatu keanehan, suatu tekateki. Tetapi sebetulnja, ia tak perlu merupakan tekateki, djika orang tidak bersikap meremehkan terhadapnja. Adalah suatu kenjataan, bahwa betapa "illogical"dan betapa "dull" sekalipun ia dikatakan, Sosialisme mempunjai kekuatan, dan bukan ,kekuatan jang biasa, melainkan kekuatan jang melebihi kekuatan ekonomi jang ada sebelumnja.

Sosialisme Marxis, tentu selalu merupakan ke- *3 anehan bagi ahlia sedjarah berfikir bagaimana suatu adjaran jang begitu tidak logis dan begitu tumpul bisa hidup begitu kuat dan mempunjai pengaruh atas fikiran manusia, dan melalui me- reka, atas peristiwa' sedjarah.

Salahsatu keberatan Keynes jalah bahwa sistim sosialis itu dikatakan tidak èfisiên". Ketua "Gosplan" (Biro Perantjang Negara) Sovjet, Maxim Saburov, ketika memperingati ulangtahun ke-37 Revolusi Okto- ber pada 7 November baru ini a.l. menerangkan, bahwa tahun ini produktivitet kerdja didalam industri Sovjet naik dengan 7%. Kenaikan jang sudah sekian puluh kalinja. Seandainja, sistim sosialis tidak mempunjai èfisiènsi, bagaimana hal ini akan mungkin! Tetapi kalau dikatakan bahwa èfisiènsi sosialis itu, bukan orisinil Sovjet, itu benar. Dan jang pertama-tama mengakui dan menerangkan hal ini adalah tidak lain dari Stalin sendiri. Didalam bukunja Dasara Lenin- isme", ketika mengandjurkan gaja kerdja Leninis, Stalin memberikan batasan bahwa gaja kerdja Leninis itu tjirinja jalah : semangat revolusioner Rusia di- kombinasikan dengan èfisiènsi Amerika. Dalam kenjataan ini djuga tersimpul kesediaan kaum Komunis, dalam hal ini kaum Komunis Sovjet, untuk beladjar dari segala hal jang baik, dari manapun asalusalnja, dan klas manapun jang melahirkannja. Dengan penguasaan atas hukum² perkembangan ekonomi, dan dengan bersendjatakan gaja kerdja se- perti disebutkan diatas, kaum Komunis Sovjet telah berhasil mengembangkan dajakreatif massa pekerdja negerinja sedemikian rupa, sehingga pembangunan Sosialisme mentjapai sukses. Sosialisme, jang berarti susunan ekonomí sonder krisis, sonder overproduksi, sonder onderkonsumsi, dan djuga sonder defisit dida- lani budget.

Perkenankanlah saja mengutip Keynes sekali lagi. "On the economic side", kata Keynes, '"I cannot per- ceive that Russian Communism has made any contri- bution to our economic problems .of intellectual interest or scientific value".*) Saja mendjadi bertanja : tidak ada sumbangannja kepada permasalahan intelektuil dan ilmu? Menjatakan demnikian sama halnja dengan mengatakan bahwa Sosialisme Sovjet itu nol besar. Tetapi ka- lau ia nol besar, mengapa ia — disamping begitu di- sukai — begitu ditakuti sekarang ini?! Bahwa adjaran Keynes itu reaksioner, hal ini diakui sendiri oleh salahseorang penganutnja jang setia, Profesor Dudley Dillard, mahaguru pada University of Maryland, jang mengatakan bahwa adjaran" Keynes ,dalam hakikinja konservatif dan ditudjukan untuk ~ mempertahankan status quo". Keynes memang terangan mempertahankan kapitalisme, dia hanja mau membuang ,,segi moralnja" jang diakuinja ,,tidak berperikemanusiaan". Tetapi bagaimana ini mungkin, padahal seluruh kapitalisme, dari telapak kakinja sampai keudjung rambutnja, ada- lah tak bermoral! Keynes menolak milik perseorangan atas alat produksi ditiadakan. Apakah ini sematjam reinkarnasi adjaran Sismondi jang mentjegah produksi

*) Disegi ekonomi, saja tak dapat menganggap bahwa Komunisme Rusia telah memberikan sesuatu sumbangan kepada masalah² ekonomi kita jang bersifat intelektuil atau bernilai ilmu.

ketjil²an berkembang mendjadi produksi besar²an? Tetapi jang demikian itu bertentangan dengan hukum ekonomi, bertentangan dengan hukum masjarakat! Sifat revolusioner kapitalisme, sebagaimana ditegas- kan oleh Lenin didalam bukunja, "Karakterisasi atas Romantisme Ekonomi", djustru terletak dalam ke- hebatan kemadjuan dajaproduksinja. Hanja sadja, ke- hebatan kemadjuan dajaproduksi ini, tenaga produktif kapitalisme ini, pada suatu waktu pasti terbentur pada hubungan produksi jang berlaku, sehingga, mau tak mau, perombakan masjarakat tentu berlangsung. Sebelum mengachiri bagian tentang praktek ekonomi sosialis di Uni Sovjet ini, baiklah saja kutip tulisan Stalin jang terachir, jaitu bukunja ,Masalah² Ekonomi Sosialisme di URSS", jang memberikan de- finisi tentang hukum pokok ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis. Hukum pokok ekonomi kapitalis, diterangkan oleh Stalin, jalah pendjaminan laba-maximal kapitalis dengan djalan penghisapan, pemerasan dan pemelaratan bagian terbesar Rakjat dari negeri jang bersangkutan, dengan djalan pendjadjahan dan perampokan setjara teratur terhadap bangsa negeri lain, terutama negeri² jang terbelakang, achirnja dengan djalan pepe- rangan² dan militerisasi ekonomi, jang dipakai untuk menjelamatkan laba² maximal. Sebaliknja, hukum pokok ekonomi sosialis, diterangkan oleh Stalin, jalah pendjaminan dipenuhinja setjara maximal kebutuhan² materiil dan kulturil jang senan- tiasa meningkat dari seluruh masjarakat, dengan dja-

lan pertumbuhan jang terusmenerus dan penjempur- naan terusmenerus dari produksi sosialis atas dasar teknik jang lebih tinggi. Dengan definisi Stalin ini djelaslah apa jang ditudju masjarakat Sovjet sekarang, masjarakat jang sedang mengalami peralihan dari Sosialisme ke Komunisme. Sesudah Perang Dunia II j.l., di Eropa maupun di Asia sedjumlah negeri membebaskan dirinja dari pe- nindasan kapitalisme, dan menempuh djalan Sosialisme. Tetapi perdjalanan itu mengambil bentuk jang chusus, bentuk peralihan, jang sudah lazim disebut Demokrasi Baru atau Demokrasi Rakjat. Negeria itu jalah Polandia, Tjekoslowakia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Albania, sebagian dari Djerman, dan di Asia Tiongkok, Korea dan Vietnam. Djuga disemua negeri ini, krisis² ekonomi sudah mendjadi bagian dari se- djarah jang silam, djuga disemua negeri ini pengang- guran tak ada lagi, djuga disemua negeri ini anggaran² belandjanja menundjukkan aktiva. Padahal negara baru itu baru berumur 10 tahun, Republik Demokrasi Djerman dan Republik Rakjat Tiongkok bahkan baru 5 tahun. Agar lebih dekat dengan persoalan² kita di Indonesia, baiklah sebagai tjontoh saja ambil sadja Tiongkok. Negeri ini selama ber-abad², ketjuali ditindas oleh kaum tuantanah, djuga dikuasai oleh imperialis beberapa imperialis, dan bukan hanja satu. Keadaan ini menjebabkan bahwà, berbeda dengan di Rusia sebelum 1917, tidak semua burdjuasi Tiongkok reaksi- oner. Bahkan, ketjuali burdjuasi komprador, boleh di-

bilang seluruh burdjuasi nasional Tiongkok, apalagi burdjuasi ketjiinja, ditindas oleh imperialisme asing, dan oleh sebab itu berkepentingan untuk ber-sama² dengan kaum buruh dan kaum tani melawan imperialisme asing. Dengan demikian perdjuangan klas di Tiongkok bersifat perdjuangan nasional, perdjuangan seluruh bangsa untuk mentjapai kemerdekaan nasional. Kekuatan anti-imperialis ini, sebagaimana dite- rangkan oleh Mau Tje-tung, terdiri dari empat klas, jaitu kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional. Sebagai basisnja jalah, klas buruh dan kaum tani jang bersekutu ber-sama² melawan feodalisme. Djadi, perbedaan antara Revolusi Rusia dan Revolusi Tiongkok jalah, bahwa jang pertama langsung menudju ke Sosialisme, sedangkan jang belakangan menudju keekonomi nasional, ekonomi Demokrasi Rakjat. Di Tiongkok sekarang perusahaan² kapitalis asing jang bukan Amerika, dan bukan Kuomintang, djadi misalnja Inggris, Portugis, dll. terus diperkenan- kan. Apalagi kaum kapitalis nasional! Dan mereka jang sudah pernah ke Tiongkok, termasuk Presiden Universitas Indonesia, Prof. Bahder Djohan, tentu mengetahui bahwa perusahaan² kapitalis nasional itu tidak hanja tetap hidup, tetapi hidup dengan lebih terdjamin, baik mengenai pasar maupun mengenai labanja. Bagi mereka jang belun tahu, mungkin hal ini kedengaran aneh, tetapi — itulah Demokrasi Rakjat!

Ini tidak berarti, bahwa di Tiongkok sekarang hanja ada ekonomi kapitalis sadja. Tidak! Disana ada beberapa sektor ekonomi, termasuk sektor ekonomi ko- peratif dan bahkan sektor sosialis, a.l. industri berat di Tungpei, dulu Mantjuria. Kalau bagi kaumn kapitalis nasional Demokrasi Rakjat itu begitu menguntungkan, apalagi bagi kaum buruh! Bagi kaum tani, rasanja saja tak perlu menerangkan dengan pandjang-lebar apa artinja perubahan agraria jang meliputi beberapa ratus djuta kaum tani itu. Bagi kaum tani, kemerde- kaan itu per-tama berarti tanah. Pesatnja kemadjuan ekonomi Demokrasi Rakjat Tiongkok a.l. terbukti dari produksi tenagalistriknja, jang tahun ini mentjapai angka 10.800.000.000 djam kilowat — 2,5 kali tahun 1949, batubara 81.990.000 ton

.. 2,6 kali 1949, badja 2.170.000 ton — 13,7 kali 1949, semen 4.730.000 ton — 7,2 kali 1949, dsb., dsb. Angka² ini diamb:l dari laporan Pemerintah RRT jang diutjap- kan oleh P.M. Tjou En-lai pada 23 September 1954 j.l. Produksi pertanianpun, berkat perubahan agraria, meningkat tjepat. Sebagaimana kita sekalian maklum, Tiongkok dari negeri kelaparan pengimport beras, sekarang mendjadi negeri tidak kelaparan pengexport beras! Kalau ditahun 1950 padjak jang dibajar kaum tani merupakan 29,6%, tahun ini sudah turun mendjadi 13.4%, sehingga, berkat segala usaha itu, di- bandingkan dengan tahun 1950 dajabeli kaum tani meningkat dengan 76%. Bagainana pengaruhnja se- mua ini dilapangan kebudajaan, dapat dilihat dari djumlah mahasiswa jang beladjar: ditahun 1949
276.000 orang, sekarang - 2.588.000 orang, hampir 10 kali lipat dalan masa 5 tahun! Kiranja tjukuplah sudah gamnbaran singkat jang saja berikan mengenai RRT sebagai salahsatu tjontoh Demokrasi Rakjat. Sampailah saja pada persoalan kita sendiri, persoalan Indonesia.
Haridepan Indonesia Tidak ada seorangpun ditanahair kita ini jang tidak mengetahui bahwa negeri kita ditjengkam oleh krisis ekonomi jang berat. Ini diketahui oleh buruh maupun pedagang, mahasiswa maupun seniman. Ini diketahui oleh PKI, diketahui Pemerintah, diketahui oposisi. Hanja pandangan, mengenai dan djalan keluar untuk krisis itu jang menundjukkan perbedaan² pendapat. Bagaimana menurut PKI ekonomi sosialis akan di- laksanakan di Indonesia? Oleh Kongres Nasional ke-V PKI bulan Maret 1954

j.l. disimpulkan, bahwa jang wadjib kita tudju di Indonesia sekarang bukanlah Sosialisme, melainkan Demokrasi Rakjat. Kemarindulu, hal ini ditegaskan sekali lagi oleh Bung Aidit didalan djawabannja atas interviu Tillman Durdin, koresponden"New York Times". Atas perta- njaan ,sistim apakah jang diperdjuangkan oleh Par- tai Komunis untuk Indonesia pada tingkat kemadjuan negeri sekarang?", Bung Aidit mendjelaskan : Dalam tingkat kemadjuan ekonomi Indonesia seperti seka-

rang, jaitu ekonomi semi-feodal dan semi-kolonial,

PKI memperdjuangkan suatu sistim jang akan meng- hapuskan sisa feodalisme dan kolonialisme di Indonesia. Sistim ini kami namakan sistim Demokrasi Rakjat". Sekarang timbullah persoalan : apakah Dęmokrasi Rakjat Indonesia akan sama dengan Demokrasi Rakjat Tiongkok ? Djawabnja bisa saja njatakan: sama dan tidak 2 sama. Sama bahwa ke-dua²nja anti-imperialis dan anti-feodal, sama bahwa ke-dua²nja akan mentjiptakan kekuasaan koalisi beberapa klas, sama bahwa ke-dua²- nja akanmembangun ekonomi nasional. Tetapi tidak sama karena Tiongkok dan Indonesia tidak sama. Tiongkok dulu terutama didjadjah oleh imperialisme Amerika jang dikatakan demokratis", sedangkan Indonesia didjadjah oleh imperialisme Belanda jang terkenal berdjiwa tukang-warung. Sistim tuantanah di Tiongkok dan di Indonesiapun ber-lain²an. Di Tiongkok berlangsung perdjuangan bersendjata terusmene- rus jang kuranglebih 40 tahun lamanja, disini tidak. Belum lagi saja sebutkan perbedaana kebudajaan, adat- istiadat, dll. antara kedua negeri tersebut. Oleh sebab itu kalau ada seseorang jang menama- kan dirinja Komunis tetapi mau menjelesaikan masalah Indonesia denganmain djiplak sadja, entah mendjiplak Uni Sovjet atau mendjiplakTiongkok, maka dia itu lebih menjerupai Pak Tolol daripada Komunis. Perdjuangan Komunisme tidak bisa diselesaikan oleh

dan makaitu tidak membutuhkan plagiator² jang tidak berfikir. Masalah Indonesia hanja dapat dipetjahkan dengan djalan Indonesia, dengan tjara Indonesia, dengan gaja Indonesia. Inilah sebabnja Bung Aidit didalam Kongres PKI j.l. memberikan laporan jang me- nundjukkan Djalan ke Demokrasi Rakjat bagi Indonesia. Demokrasi Rakjat jang spesifik Indonesia!, inilah jang kita tudjù. Demikianlah, kalau jang mengira kaum Komunis itu main mendjiplak sadja bukan seorang jang me- namakan dirinja Komunis, tetapi seorang jang anti-Komunis, maka ,,kritik" itu sendiri menandakan ke- tiadaan berfikir. Ini tidaklah mengherankan, karena
biasanja, kritikus" itu sendiri jang plagiator .....
Tetapi mungkinkah krisis ekonomi Indonesia jang sudah dalam ini diatasi? Mungkinkah keadaan jang katjau sekarang ini diatasi? Mungkinkah Demokrasi Rakjat didirikan di Indonesia? Kalau di Mongolia, negeri jang tandus tanahnja dan jang hanja kita kenal domba dan gembalanja, Sosialisme mungkin, mengapa di Indonesia tidak! Indo- nes'a kita jang kajaraja ini! Hanja sadja, bagi Indonesia, Sosialisme itu akan melalui Demokrasi Rakjat, harus melalui Demokrasi Rakjat. Ini bukan disebabkan oleh alasan² subjektif, ini dibawa oleh watak dan keadaan kongkrit negeri kita. Didalam Program PKI terdapat bagian jang men- djelaskan perlunja mentjapai kemerdekaan nasional jang penuh dan perubahan² demokratis.

Bab ini dimulai dengan kalimat sbb.: Pemerintah Demokrasi Rakjat akan merupakan suatu pemerintah jang samasekali baru djika diban- dingkan dengan semua pemerintah² jang ada sebelum- nja. Ia akan merupakan suatu pemerintah jang menda- sarkan dirinja atas massa. Ia akan merupakan suatu pemerintah jang tudjuan- nja jalah kemerdekaan nasional jang penuh. Ia akan merupakan suatu pemerintah front persa- tuan nasional, jang dibentuk atas dasar persekutuan kaun buruh dan kaum tani dibawah pimpinan klas buruh. Mengingat terbelakangnja ekonomi negeri kita, PKI berpendapat bahwa pemerintah ini harus tidak merupakan pemerintah diktatur proletariat melainkan pemerintah diktatur Rakjat. Pemerintah ini bukannja harus melaksanakan perubahan sosialis melainkan perubahan² demokratis. Ia akan merupakan suatu pemerintah jang mampu mempersatukan semua tenaga anti-feodal dan anti-imperialis, jang mampu memberi- kan tanah dengan tjuma" kepada kaum tani, jang mampu mendjamin hak demokrasi bagi Rakjat; suatu pemerintah jang mampu membela industri dan per- dagangan nasional terhadap persaingan asing, jang mampu meninggikan tingkat hidup materiil kaum buruh dan menghapuskan pengangguran. Dengan sing- kat, ia akan merupakan suatu pemerintah Rakjat jang mampu mendjamin kemerdekaan nasional serta per- kembangannja melalui demokrasi dan kemadjuan". Demikianlah dengan sederhana dan saja kira

tjukup djelas dinjatakan didalam Program PKI apa jang dimaksudkan dengan Pemerintah Demokrasi Rakjat di Indonesia. Selandjutnja untuk mentjapai kemerdekaan nasional, Program tersebut menekankan pentingnja mem- batalkan persetudjuan KMB dan mensita serta me- nasionaligasi semua pabrik, bank, perkebunan, alats pengangkutan, tambang, maskapai² dagang dan per- usahaan lainnja kepunjaan kaum pendjadjah Belanda. Kemudian, dilapangan hubungan agraria dan per- tan'an Pemerintah Demokrasi Rakjat akan melakukan pensitaan semua tanah tuantanah, asing maupun bumi- putera, dan mem-bagikannja dengan tjuma2 dan se- bagai milik perseorangan kepada kaum tani, pertama- tama kepada kaum tani tak bertanah dan kaum tani miskin. Pemerintah Demokrasi Rakjat tidak akan mensita tanah² kaum tanikaja dan akan melindungi tanah kaum tanisedang. Pemerintah Demokrasi Rakjat akan menghapuskan rodi, pologoro dan perbudakan-perbudakan feodal lainnja, menghapuskan hutang² kaum tani, nelajan dan tukang keradjinan tangan kepada tuantanah dan lintahdarat, sebaliknja akan mem- berikan kredit pandjang jang gampang dan murah kepada mereka, membantu kaum tani memperbaiki dan memperbaharui sistim irigasi dan menjelenggarakan dengan ber-angsur pemindahan sukarela sebagian penduduk dari pulau² jang padat penduduknja (ter- utama pulau Djawa) ke-pulau² lainnja dengan dja- minan tanah, alat: bekerdja, alata kesehatan dan kredit jang tjukup.

Dilapangan industri dan perburuhan, Pemerintah

Demokrasi Rakjat akan melindungi industri nasional terhadap persaingan barang asing, mengadakan sistim tjukai jang bersifat melindungi, mengembangkan industri nasional dan mempersiapkan sjarat untuk industrialisasi negeri dengan menggunakan semua tena- ga dan sumber² negara. Selandjutnja akan menetap- kan upah minimum jang mendjamin penghidupan jang berperikemanusiaan bagi kaum buruh dan pegawai, mengadakan kerdja 6 djam sehari untuk kaum buruh tambang dibawah tanah dan industri² lain jang meng- ganggu kesehatan, mengadakan liburan se-kurangnja 14 hari setahun dengan upah penuh, mengadakan dja- minan² sosial lainnja atas biaja negara dan kaum kapitalis, mendjamin upah sama untuk pekerdjaan sama bagi kaum wanita, melarang pekerdjaan jang meng- ganggu kesehatan untuk wanita dan anak², mendjamin perkembangan bebas bagi serikatburuh², dan mengadakan kontrol keras atas harga² barang. Program ini kiranja tak memerlukan pendjelasan lagi. Tetapi agar tak terdjadi salahtafsir, perkenan- kanlah saja'mendjelaskan sedikit lagi tentang dua hal. Pertama tentang pensitaan tanah, dan kedua tentang pensitaan perusahaan² kapitalis milik Belanda. Sistim tuantanah atas tanah bukan hanja suatu anachronisme, ia djuga sangat tidak adil. Ber-djuta" kaum tani jang membasahi tanah itu dengan keringat- nja, tidak memilikinja dan dengan demikian tak me- ngenjam hasilnja, sedangkan sedjumlah ketjil tuantanah, jang samasekali tidak bekerdja mengolah tanah²

itu, djustru jang memilikinja dan menerima hasilnja. Dilihat dari sudut humanisme, hal ini samasekali tidak adil untuk diteruskan, ia tidak berperikemanusiaan, sedangkan dilihat dari sudut produktivitet, sistim tuantanah itu mengekang tenagakerdja didesa jang sungguh tidak terhitung kerugiannja. Ketjuali semua ini, perubahan agraria, jaitu pemindahan milik tanah dari tangan tuantanah ketangan kaum tani, adalah perlu sekali untuk sendi industrialisasi negeri. Dengan tidak mempunjai tanah atau mempunjai tanah jang kurang sekali, khum tani rendah sekali dajabelinja, dan dengan kaum tani — artinja 70% dari Rakjat kita jang rendah sekali dajabelinja, industrialisasi tidak akan lebih daripada fraseologi jang tidak berisi. Mengenai pensitaan perusahaan² kapitalis milik Belanda, inipun tidak bisa lain, baik dilihat dari sudut keadilan maupun dilihat dari kebutuhan negara untuk melaksanakan ekonomi jang berentjana, memenuhi kebutuhan" Rakjat, mengontrol harga, dll. Tentang jang pertama, mungkin orang bertanja : mengapa PKI menghendaki milik individuil atas tanah? Bukankah ini mengingkari prinsip Sosialisme, prinsip kolektivisasi pertanian? PKI berpendapat bahwa milik perseorangan atas tanah adalah satu²nja dja- lan jang tepat, pertama karena inilah jang dikehendaki oleh kaum tàni, dan kedua karena kolektivisasi pertanian itu harus dilakukan atas dasar sukarela. Peng- alaman di Uni Sovjet maupun di Tiongkok menundjuk- kan, bahwa kesukarelaan adalah satu²nja dasar jang digunakan dalam mengkolektivisasikan pertanian.

Nantinja, kaum tani kita jang mendapat tanah se- bagai milik individuil, akan menjedari sendiri dari pengalaman mereka sendiri, bahwa sistim kolektif itu lebih efisien, lebih produktif, lebih efektif, dan maka- itu lebih menguntungkan bagi mereka. Kewadjiban negara jalah menjediakan bantuan jang tjukup untuk kolektivisasi nanti a.l. alat pertanian jang modern dan konsultasi untuk teknik pertanian jang modern. Tentang jang kedua, mungkin orang bertanja : mengapa perusahaan Belanda sadja jang disita? Djawabnja sederhana sadja : karena Belandalah, imperialisme Belandalah musuh kita nomor satu. Se- dangkan mengenai perusahaan² besar termasuk mas- kapai² minjak, kepunjaan negeri lain (artinja lain daripada Belanda), sebagaimana djuga ditanjakan oleh wartawan Tillman Durdin dan didjawab oleh Bung Aidit kemarindulu: hanja akan disita dan dinasionali- sasi djika negeri² tersebut memberi bantuan sendjata kepada Belanda untuk melawan Republik Indonesia. Demikianlah dengan singkat sudah saja bentangkan djalan Indonesia menudju ke Demokrasi Rakjat. Sistim ini tidak akan memungkinkan lagi adanja djurang antara rentjana dan kenjataan, sehingga- seperti selama ini-kertas berbagai rentjana tidak pernah mentjapai lebih daripada kertas. Sistim ini alkan mendjamin bahwa rentjana jang kita bikin setjara objektif, akan dapat kita laksanakan didalam praktek. Plan² Lima Tahun Sovjet misalnja, terkenal bukan sadja karena plan² itu bisa dilaksanakan, tetapi dilaksanakan didalam waktu jang lebih singkat.

Dari uraian diatas ini djuga mendjadi djelaslah, bahwa s stim ekonomi Demokrasi Rakjat akan meng- ubah samasekali perletakan titikberat. Selama ini, ekonomi kita jang agraris ini terutama didasarkan atas ekonomi export, atas pendjualan hasila bumi kita kepasar dunia, jang begitu tergantung dari konjunktur² dan gelombang lain didalam perdagangan dunia. Titikberat seterusnja harus diletakkan pada home market, pada pasar dalamnegeri, artinja, pada kepentingan jang langsung dari Rakjat kita sendiri. Baik RRT maupun negara² Demokrasi Rakjat di Eropa Tcnur umumnja, mentjapai sukses didalam pembangunan ekonominja dan didalam memadjukan negeri- nja, karena politik ekonomi mereka didasarkan atas home market. Bahwa politik ini tidak hanja baik tetapi djuga praktis, sudah terbukti sekarang, dan ke- baikannjapun sudah terbukti dari kenjataan, bahwa sesudah kehutuhan pokok Rakjat negeri sendiri mulai dipenuhi, tugas internasional, jaitu memadjukan perdagangan dengan negeri manapun, atas dasar per- samaan dan saling-menguntungkan, djuga bisa dipenuhi. Achirnja, saja tak mau lalai untuk meminta per- hatian tentang besarnja peranan kaum inteligensia didalam pembangunan ekononi nasional, ekonomi Demokrasi Rakjat ini. Memang ada orang" radikalis jang mengira se-akan² pembangunan Demokrasi Rakjat itu bisa dilakukan oleh kaum buruh sadja, dan menganggap bahwa kaum intelektuil tidak usah turut, sebab mereka itu toh

Sosialisme Indonesia

burdjuis. Orang radikalis begini ini bukan Komunis, ia lebih menjerupai Don Kisot jang tak tahu kemana kintjirangin berputar. Adalah Lenin sendiri, jang lebih dari 30 tahun j.l. menegaskan, bahwa Sosialisme itu tidak bisa dibangun dengan orang jang tidak ada, bahwa ia hanja bisa dibangun dengan orang jang se- sungguhnja ada, ada didalam masjarakat, djadi ter- masuk kaun inteligensia. Bahkan, dengan ini dapat saja terangkan kejakinan kaum Komunis: Demokrasi Rakjat, apalagi Sosialisme, tidak bisa dibangun dengan tidak ikutsertanja kaum inteligensia. Ikutserta mereka bukan hanja ber- guna, tetapi perlu sekali, conditio sine qua non. Itulah sebabnja mengapa PKI, didalam menggalang persa- tuan nasional tidak pernah melupakan, bahkan me- naruhkan minat jang sangat besar, kepada ikutsertanja golongan ineligensia. Singkatnja, Demokrasi Rakjat bagi Indonesia adalah mungkin, dan mendjadi kewadjiban kita bersama- lah untuk mengubahnja dari kemungkinan mendjadi keharusan, dari tjita' mendjadi kenjataan.

Membitjarakan Sosialisme Indonesia berarti mem-

bitjarakan haridepan Revolusi Indonesia. Manifesto Politik RI mengatakan dengan djelas ,haridepan Revolusi Indonesia bukanlah menudju ke- kapitalisme, dan samasekali bukan menudju kefeodal- isme ... haridepan Revolusi Indonesia adalah masja-
rakat adil dan makmur, atau ..... Sosialisme Indo-
nesia". Perumusan Manipol tentang haridepan Revolusi ini hanja dapat difahami dengan tepat, bila orang me- mahami dengan tepat pula apa itu kapitalisme, apa itu feodalisme, dan apa itu Sosialisme. Hal ini perlu saja tekankan karena sampai sekarang masih terlalu

banjak orang jang menjatakan dirinja anti-kapital-

isme" dan ,anti-feodal", tetapi tidak tahu apa se- sungguhnja kapitalisme itu, djuga tidak tahu apa se- sungguhnja feodalisme itu. Begitupun terlalu sering

masih orang menamakan dirinja pro Sosialisme"

tanpa mengetahui apa Sosialisme jang sebenarnja itu. Apa akibat dari ketidakdjelasan soal ini?Akibat-

nja ber-matjam². Ada orang jang menganggap Uni Sovjet misalnja ,imperialis", imperialis merah", dan RRT djuga ,,imperialis", ,imperialis kuning", padahal

Uni Sovjet dan RRT adalah djelas negara" jang bukan sadja anti-imperialis, tetapi sudah sosialis. Sebaliknja ada orang jang menganggap misalnja Burma itu suatu negeri ,sosialis", hanja karena kaum sosialis pernah memegang pemerintahandisana, padahal Burma itu, tidak beda dengan Indonesia, India dan banjak negeri lainnja, adalah negeri jang belum merdeka penuh dan masih setengah-feodal. Perkara Burma ini belum se- berapa. Ada malahan orang² jamg mengira keradjaan Inggris itu negeri sosialis", djuga karena jang me- merintah disana pernah ,,Labour Party" jang sering disebut sebagai partai ,Sosialis" itu. Lelutjon ini dja- dinja sudah tidak lutju lagi! Pertama, dimanalah di- duniaada keradjaan jang sosialis"! Djika keradjaan² pada sosialis, Lenin dulu tak perlu repot memimpin Revolusi 1917, sebab Rusia ketika itu toh sudah Rusia
tsar, Rusia keradjaan ..... Lagipula agak sukar memn-
bajangkan bahwa seorang Elisabeth atau seorang
Hirohito atau seorang Juliana bisa ,sosialis" ....
Nederland djuga pernah diperintah oleh Partij van den Arbeid, partai ,sosialis". Tetapi apakah dengan be- gitu Nederland djadi sosialis? Adalah pemerintah ,,sosialis" Nederland itu jang ditahun 1947 melantjar- kan perang kolonial terhadap kita! 115 tahun j.l. Karl Marx dan Friedrich Engels menerangkan kepada kita supaja ber-hati² dengan sosialisme, sebab, demikian Marx dan Engels, selain sosialisme proletar, djuga ada ,sosialisme burdjuis, ketjil",sosialisme burdjuis", bahkan ,sosialisme feodal". Dengan pengalaman Inggris dan Nederland diatas maka kita harus menam-

bahkan bahwa selain ,sosialisme keradjaan" itu masih ada lagi .,sosialisme kolonial"! Matjam lain dari kekisruhan mengenai sosialisme" adalah kenjataan bahwa ada orang jang sendirinja seorang kapitalis tetapi memaklumkan diri ke-mana² sebagai orang ,,anti-kapitalis". Kalau ditanja ,la sau- dara ini apa?", tjepat dia mendjawab: ,saja kapitalis non-kapitalis", atau malahan, ada jang bengal dengan mengatakan : ,saja kapitalis marhaen", ,.saja kapitalis murba" atau saja ,kapitalis djelata". Sung- 1 guh kapitalis djenaka! Ada kekisruhan matjam lain lagi. Bulan j.l. pernah saja lihat di Djember sini sembojan jang mengatakan se-akan" ,,tjiri chusus landreform Indonesia adalah non-komunis dan anti-kapitalis". Perkara ,non-komunis" baiklah saja tidak beri kcmentar sekarang, karena komentarpun sebetulnja berkelebihan. Tjobalah kitatjamkan : landreform adalah redistribusi atau pembagian kembali tanah dengan djalan memberikan milik individuil kepada kaum tani. Inilah landreform jang tepat, dan landreform ini disokong selain oleh golongan lain, djuga dan barangkali terutama oleh, kaum Komunis Indonesia. Djadi soal non atau tidak non komunis tidak mendjadi soal samasekali. Sekarang, apakah landreform Indonesia itu benar harus anti-kapitalis? Dari persoalan ini djelas bahwa masih ada orang jang tak tahu bedanja kapitalisme dari feodalisme. Sasaran landreform adalah feodalisme, tuan², dan bukan kapitalisme! Tentu bagi kita ada persoalan menghapuskan samasekali ,,konsesia kolonial

atas tanah", tetapi jang dipersoalkan oleh Undang² Pokok Agraria adalah tanah kelebihan pada tuantanah bumiputera, tuantanah feodal, Presiden Su- karno menerangkan didalam ,Djarek" bahwa landre- form itu tudjuannja mengachiri penghisapan feodal setjara ber-angsur"". Kita lihatlah betapa kisruhnja soal djadinja, djika pengertian kapitalisme dan Sosialisme tidak djelas. Ada jang setudju dengan Sosialisme ilmiah, ada jang tidak menjetudjuinja. Tetapi kita sudah sekali hidup dalam abad ilmu, abad atom dan nuklir, sputnik dan kapalruangangkasa, dan bukan lagi dalam abad tachajul atau mistik. Kita menjuruh anak kita pergi kesekolah menuntut ilmu, tidakkah aneh djika kita bapak²nja menghindari ilmu? Djuga pengertian harus ilmiah, termasuk pengertian² tentang kapitalisme, feodalisme dan Sosialisme. Untuk menjebarkan ilmu

setjara populer dan massal inilah saja kira salah-

satu tudjuan utama UNRA. Benar UNRA bukan suatu institut universiter, tetapi mutu ilmiah akan tetap di- djaga tinggi dalam UNRA dan tudjuan mendekatkan ilmu kepada Rakjat atau mendekatkan Rakjat kepada ilmu, kiranja adalah suatu tudjuan ilmiah jang serasi dengandenjutnadi zaman. Demikianpun tudjuan me- niadakan djurang antara teori dan praktek, terutama teori revolusioner dan praktek revolusioner. Apakah Sosialisme Indonesia itu dan bagainana harusnja dia kita selenggarakan? Saja ingin memulai dengan suatu logika jang se- derhana tetapi keras: Sosialisme adalah Sosialisme.

Djuga ini bukannja tak ada gunanja saja tekankan, sebab ada jang mengartikan ,Sosialisme Indonesia" itu hanja dari sudut kechususan², keistimewaan², per- lainan, dan malahan pertentangan² dengan Sosialisme lain". Pembela ,Sosialisme istimewa" ini biasa- nja mengatakan : ,Sosialisme Indonesia bukan Sosialisme Sovjet, bukan Sosialisme Tiongkok, bukan Sosialisme Kuba". Saja tjuma kuatir djangan jang di- maksudkan oleh mereka adalah bahwa Sosialisme
Indonesia itu bukan ..... Sosialisme!
Kechususan Sosialisme Indonesia tentu sadja ada, tetapi apakah ada kechususan djika tak ada keumum- an? Apakah ada jang chusus djika tak ada jang umum? Kita ambilkan misal ini: Simin manusia chusus". Tetapi setjap kita tahu, bahwa tidak akan ada itu manusia Simin, djika tak ada manusia pada umumnja. Lagipula, sekalipun Simin itu manusia chusus, tetapi dia toh manusia djuga : kepalanja satu, tangannja dua, kakinja dua, melihal bukan dengan telinga melainkan dengan mata, berfikir bukan dengan punggung melainkan dengan otak, dsb. Sebab, sekira- nja Simin itu berfikir tidak dengan otaknja, saja kira kita tidak akan berkata Simin itu manusia chusus", melainkan Simin itu manusia abnormal, atau bahkan bukan manusia samasekali! Oleh sebab itu-Sosialisme adalahSosialisme. Sosialisme Indonesia adalah Sosialisme Indonesia; dia bertjorak Indonesia, tetapi dia Sosialisme.

E. Utrecht S. H., ketika sebagai sesama anggota
Dewan Pertimbangan Agung ber-sama² saja meng-

adakan indoktrinasi Manipol ke Nusatenggara, meru- muskan soalnja sbb. : Sosialisme Indonesia adalah Sosialisme jang diindonesiakan, atau Indonesia jang disosialiskan". Saja kira perumusan sardjana ini bu-

kan perumusan seorang profesor linglung, melainkan

perumusan jang .objektif benar. Mari kita kembali kepada Manipol, dan disitu akan

kita djumpai dengan bahasa jang terang, bahwa Sosialisme Indonesia adalah Sosialisme jang disesuaikan

dengan kondisi² jang terdapat di Indonesia, dengan alam Indonesia, dengan Rakjat Indonesia, dengan adat- istiadat, dengan psikologi dan kebudajaan Rakjat Indonesia". Kita perhatikanlah : Sosialigme jangdise-

suaikan ...." dsb, tetapi jang disesuaikan itu adalah

tetap Sosialisme, dia harus tetap Sosialisme. A Saja ingin mengambil tjontoh jang lain : apa misal-

nja jang kita sebut lukisan Indonesia tentáng gunung

Himalaja? Saja kira, ini berarti sebuah lukisan gunung Himalaja jang dikerdjakan oleh seorang pelukis Indonesia, dan jang menggunakan gaja Indonesia, peng- olahan Indonesia, visi Indonesia. Tetapi saja kira se-Indonesia²nja lukisan Himalaja dia tidak boleh me- njunglap bentuk Himalaja hingga' mendjadi seperti gunung Argopuro atau Raung! Sosialisme adalah suatu susunan sosial atau sistim masjarakat jang berdasarkan pemilikan bersama atas alat produksi. Saja minta perhatian: atas alat² produksi. Djadi, bukan atas rumah dan pekarangan tem- pattinggal, bukan atas medjakursi, buku², tempattidur, sepeda, dsb. Dalam Sosialisme proses produksi ber-

langsung setjara sosial, demikianpun hasilnja dike- njam setjara sosial. Ini berarti, bahwa Sosialisme itu bukan kapitalisme, jang produksinja berlangsung sosial (kalau tidak ada kaum buruh jang banjak itu tidak akan ada produksi kapitalis !) tetapi hasil²nja masuk kekantong sikapitalis sadja, djadi a-sosial. Sosialisme tidak boleh disederhanakan mendjadi sama rata sama rasa", dimana orang jang bekerdja berhak makan dan orang jang tidak bekerdja djuga berhak makan, atau dmana siradjin mendapat presis sama dengan simalas. Sebaliknja, dalam Sosialisme hanja jang bekerdjalah jang berhak makan, sedang jang tidak bekerdja tidak berhak atas makan. Begitupun, simalas tak akan mendapat sebanjak siradjin. Kian radjin akan kian ba- njaklah pendapatannja. Seperti dikatakan oleh Karl Marx: dalam Sosialisme manusia bekerdja menurut kemampuannja dan mendapat menurut prestasi atau hasilkerdjanja. Pendeknja, Sosialisme adalah masjarakat tanpa"exploitation de Il'homme par l'homme", tanpa penghisapan oleh manusia atas manusia, seperti berulangkali dinjatakan oleh Bung Karno. Demikianlah sifat umum jang pokok dari Sosialisme, djuga dari Sosialisme Indonesia. Bung Aidit su- dah pernah memperingatkan : djanganlah Sosialisme Indones'a" itu diartikan Sosialisme jang begitu chu- susnja", sehingga kata sifat Indonesia" mendjadi berarti dengan penghisapan oleh manusia atas manusia", sehingga Sosialisme Indonesia" berarti Sosialisme dengan penghisapan"! Kalau ada Sosialisme dengan penghisapan", pastilah d'a bukan Sosialisme

samasekali, pastilah dia bukan masjarakat jang adil dan makmur. Sebab, penghisapan itu bukan keadilan, dan dengan penghisapan tidak mungkin ada kemakmuran. Maksud saja kemakmuran buat semua, sebab, kemakmuran buat s:penghisap tentu sadja bisa. Tamua dari Eropa, jang datang ke Asia dengan ber- kundjung dulu ke India, baru ke Indonesia, banjak jang mengatakan kepada saja: Indonesia ini saja lihat relatif makmur". Makmur bagaimana?", tanja saja. Djawabnja: dibandingkan dengan Ind'a". Me- mang, saja sendiri sudah 3-4 kali ke Indla. Orang mati menggeletak dipinggir djalan, jang disini hanja ter- dapat dizaman fasisme Djepang dan jang sesudah Republik merdeka Hampirs tak pernah kita djumpai, di Ind'a sana masih gedjala se-haria. Toh P.M. Jawa- harlal Nehru menamakan India itu suatu ,negeri sosialis". Ketika saja tanja kepada teman India saja jang baik, Bupesh Gupta, ,Sosialisme India itu Sosialisme matjam apa", teman saja itu mendjawab ,Sosialisme dengan kemiskinan"! Bahwa ,Sosialisme" itu tidak' selalu Sosialisme, dan bahwa ada matjam ,,Sosialisme" jang sesungguhnja bukan Sosialisme, djuga bisa kita saksikan dari ke- djadian beberapa waktu j.l. didunia Arab. Presiden Gamal Abdel Nasser, seperti diketahui, setjara pandai telah memasukkan Siria kedalam gabungan dengan Mesir, kedalam Republik Persatuan Arab". Presiden Nasser memaklumkan bahwa RPA adalah negeri ,Sosialis", jang berazaskan ,,Sosialisme a la Arab". Beberapa waktu kemudian, setelah Rakjat Siria, mulai

buruhnja sampai burdjuasinja, mengalami apa artinja berada didalam RPA, mereka memilih kembali djalan menentukan-nasib-sendiri dengan merenggutkan diri dari Mesir dan mendirikan kembali Siria merdeka. Republik Siria ini kemudian memaklumkan Sosialisme" djuga : Sosialisme sedjati". Nah, kita lihatlah, ,Sosialisme" ditentang oleh ,Sosialisme", Sosialisme a la Arab" ditentang oleh ,Sosialisme sedjati". Di Indonesia ini ada jang mengira bahwa Sosialisme itu akan terselenggara djika kita melakukan Indonesianisasi". Ini djugalah sebetulnja jang dilakukan di Mesir. Menurut Ali Sabri, menteri Mesir jang tugas- nja mendampingi Presiden, disana dilakukan apa jang disebutnja Arabisasi" atau bahkan Mesirisasi". Bahwa Indonesianisas." sadja belum berarti per- bailkan, hal ini dapat diterangkan dari dua sudut. Per- tama, siapa jang mengadakan Indonesianisasi" itu; kedua, si a p a orang Indonesia jang ditugaskan menggantikan kedudukan² orang /asing. Fasal siapa jang menugaskan, djuga siapa jang ditugaskan ini, penting sekali. Pada suatu hari diberitahukan kepada anggota Parlemen kita, bahwa pada tanggal sekian djam sekian akan datang wakil² dari ,,BPM-Shell", Anggota² Parlemen sudah mengasah bahasa Inggris- nja, tahu² jang muntjul orang berkulit sawomatang, bermata hitam, berambut hitam. Inilah Indonesianisasi" oleh BPM-Shell". Djuga apabila jang menugas: kan Indonesianisasi" itu fihak Indonesia, termasuk Pemerintah Indonesia, belumlah tentu bahwa jang ditugaskan dalam Indonesianisasi" itu orang Indonesia

jang patriotik dan tjakap. Bukankah Presiden Sukarno

ber-kali² mentjanangkan tentang masih adanja orang² ,Blandis", orang jang ,Hollands-denken", dan bukankah kita dalam masjarakat terkadang mendjumpai

orang jang bahkan merasa lebih Belanda daripada

si Belanda"? Ja, djika seandainja setiap ,,Indonesia- nisasi" sudah beres, tentulah Manipol tidak perlu meng-

gariskan keharusannja rituling", dan tentulah Reso-

pimtidak perlu menggariskan keharusannja member-

sihkan segala aparat dari pentjoleng".

Sosialisme bukanlah suatu sistim ekonomi semata.

Dia suatu sistim sosial jang menjeluruh. Dia ja sistim

ekonomi, ja sistim politik, ja sistim kulturil, ja ma-

lahan sistim militer. Dalam pidatonja 1 Djuni 1945, jaitu Lahirnja Pantja Sila" jang diutjapkan tatkala kaum militeris-fasis

Djepang masih di Indonesia sini, Bung Karno-ke-

tika itu-belum Presiden RI — a.l. berkata : Djikalau kita memang betul² mengerti, mengingat, mentjinta Rakjat Indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini, jaitu bukan sadja per- tetapipun diatas lapangan
samaanpolitik....
e k on o mi kita harus mengadakan persamaan,

artinja kesedjahteraan bersama jang se-baik²nja".

Dalam pidato itu djuga jang. sangat saja andjurkan untuk dipeladjari sungguh² oleh setiap Manipolis, Bung

Karno djuga mengandjurkan ,tjara jang tidak onver-

draagzaam, jaitu dengan tjara jang berkebudajaan !"

Apakah hakekat Sosialisme dilapangan ekonomi, dilapangan politik kebudajaan?

Prinsip Sosialisme dilapangan ekonomi sudah saja bentangkan tadi, sekalipun setjara tjekak-aos. Bagai- mana bisa ada Sosialisme" jang pemilikan alat pro- duksinja tidak bersifat sosial, sedang UUD '45 pun menggariskan pada pasal 33-nja ,Perekonomian di- susun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Tjabang produksi jang penting bagi Negara dan jang menguasai hadjat hidup orang banjak dikuasai oleh Negara. Bumi dan air dan kekajaan alam jang terkandung didalamnja dkuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk kemakmuran Rakjat se-besar- nja". Kalau dalam UUD '45 sudah demikian, apapula dalam Sosialisme nanti. Dilapangan politik Sosialisme haruslah berarti ke- kekuasaan politik ditangan Rakjat, dalam arti jang se-sungguh²nja, kedaulatan Rakjat jang bukan hanja sembojan tetapi kenjataan. Majoritet terbesar Rakjat dinegeri kita adalah kaum buruh dan kaum tani. Oleh sebab itu wadjarlah apabila mereka, kaum buruh dan kaum tani itu, jang harus mengurusi dirinja sendiri dan mengurusi urusan kenegaraan umumnja. Djika tidak ada ini, maka pastilah akan terdjadi apa jang dikatakan Jean Jaures seperti jang dikutip oleh Bung Karno dalam Pidato ,,Lahirnja Pantja. Sila", jaitu : Wakil kaum buruh jang mempunjai hak politik itu didalam parlemen dapat mendjatuhkan minister. Ia seperti radja! Tetapi didalam dia punja tempat bekerdja, didalam pabrik,sekarang ia mendjatuhkan minister, besok dia dapat dilemparkan kedjalan raja, dibikin werkloos, tidak dapat makan suatu apa".

Djika seperti jang dikatakan Jean Jaures dan Bung Karno ini masih terdjadi, itu tandanja masjarakat masih berada dalam susunan kapitalis, betapapun demokratisnja, dan belum berada dalam susunan So- sialis! Manipolpun sudah menetapkan bahwa ,,Revo- lusi Indonesia harus mendirikan kekuasaan Gotong-Rojong, kekuasaan demokratis jangdipimpin oleh hikmah kebidjaksanaan, jang mendjamin terkonsentrasinja seluruh kekuatan Nasional, seluruh kekuatan Rakjat". Dalam mendefinisikan ,seluruh kekuatan Nasional" ini Manipol mengatakan : ,,seluruh Rakjat Indonesia dengan kaum buruh dan kaum tani sebagai kekuatan pokoknja". Djadi: kekuasaan Gotong-Rojong
....jang mendjamin terkonsentrasinja seluruh ke-
kuatan Nasional, seluruh kekuatan Rakjat ..... dengan
kaum buruh dan kaum tani sebagai kekuatan pokoknja. Argumentasi bagi garis Manipol ini bahkan sudah diberikan Bung Karno 17 tahun j.l. dalam pidato jang saja tak djemu² menjebutkannja, jaitu Lahirnja Pan- tjasila", jang a.l. berbunji : Djikalau saja peras jang lima (Pantja Sila) mendjadi tiga, dan tiga mendjadi satu, maka dapatlah saja satu perkataan Indonesia jang tulen, jaitu perkataan 'Gotong-Rojong'. Negara Indonesia jang kita dirikan haruslah negara G o t o n g- Rojong! Alangkah hebatnja!Negara Gotong-Ro jong!" Demikianlah Bung Karno merumuskan tjita²nja. Tidaklah perlu saja berikan redenasinja, ten- tulah Sosialisme Indonesia dilapangan politik sedikit- nja harus mendjalankan azas Sukarno tentang kene- garaan ini.

Bagaimana Sosialisme Indonesia dilapangan kebu- dajaan? Ketika pemuda² revoiusioner jang bekerdja illegal dizaman Djepang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia mendatangi Sutan Sjahrir di-hari² Agustus 1945, Sjahrir mengatakan bahwa Indonesia belum matang" buat merdeka, bahwa ,paling sedikit dibutuh- kan 5 tahun sampai Rakjat Indonesia bisa merdeka". Melihat keadaan jang belum baik sekarang ini, mungkin ada orang jang akan berkata ,kalau begitu Sjahrir betul djuga sudah 16 tahun lebih kita merdeka, kita belum bisa membereskan ekonomi dan soal² lain". Fikiran begini adalah fikiran berbahaja sekali! Se- belum kita bitjarakan ekonomi beres atau tidak beres, per-tama² dan diatas se-gala²nja harus kita persoal- kan: kalau Proklamasi 17 Agustus 1945 ditunda apa- kah sekarang ini akan ada Republik Indonesia! Saja tak tau apa akan djadinja Indonesia ini dalam hal begitu, tetapi kalaupun tidak Djepang atau Belanda mendjadjah kita kembali, maka imperialis lain seperti Inggris, Amerika, Perantjis, Belgia, Portugal dan Djerman Barat, kalau tidak salahsatu daripadanja mendjadjah kita, semuanja mendjadjah kita ber-sama². Sehingga, Indonesia ini merupakan suatu polikoloni, mendjadi adjang pendjadjahan kolektif oleh kaum imperialis, mungkin langsung, mungkin pula dengan bendera ,,PBB" seperti halnja di Korea Selatan atau Konggo sekarang. Bung Karno, dalam pidatonja — izinkanlah saja mengutipnja lagi Lahirnja Pantja Sila" berkata: ,Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Sovjet Rusia Merdeka, telah mempunjai

Dnieprpetrovsk, dam jang mahabesar disungai Dniepr? Apa ia telah mempunjai radio-stasion, jang menjundul angkasa? Apa ia telah mempunjai kereta api tjukup, untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap² orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Sovjet Rusia Merdeka tela h dapat membatja dan menulis? Tidak, tuan² jang terhormat. Diseberangdjembatan emasjang diadakan oleh Lenin itulah, Lenin baru mengadakan radio-stasion, baru mengadakan sekolah- an, baru mengadakan creche, baru mengadakan Dnieprpetrovsk! Maka oleh karena itu saja minta ke- pada tuan² sekalian, djanganlah tuan² gentar didalam hati, djanganlah mengingat bahwa ini dan itu lebil dalu harus selesai dengan ndjelimet, dan kalau sudah
selesai, baru kita dapat merdeka ..... apakah saudara²
(sekarang) akan menolak serta berkata : mangke rumijin, tunggu dulu, minta ini dan itu selesai dulu, baru kita berani menerima urusan negara Indonesia
Merdeka?..... Didalam Indonesia Merdeka kita
menjehatkan Rakjat kita, walaupun misalnja tidak dengan kinine, tetapi kita kerahkan segenap masjarakat kita untukmenghilangkan penjakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. Didalam Indonesia Merdeka kíta melatih pemuda kita agar supaja mendjadi kuat, didala m Indonesia Merdeka kita menjehatkan Rakjat se-baik²nja". Demikianlah Bung Karno 17 tahun j.l. Sekarang, sudah ada plan buat memberantas butahuruf sampai tahun 1964, dan Ma- nipolpun mengatakan bahwa kita bergerak tidak karena 'ideal' sadja, kita bergerak karena ingin tjukup

makanan, ingin tjukup pakaian, ingin tjukup tanah, ingin tjukup perumahan, ingin tjukup pendidikan, ingin tjukup meminum seni dan kultur — pendek kata kita bergerak karena ingin perbaikan nasib didalam segala bagian"nja dan tjabangnja". Dan saja kira Presiden Sukarno tidak salah, bila beliau berkata kemudian dalam Manipol itu pula bahwa ,Perbaikan nasib ini hanjaiah bisa datang seratus prosen, bilamana masjarakat sudah tidak ada lagi kapitalisme dan imperial- isme", djadi, bilamana sudah terselenggara masjarakat sosialis. Demikianlah ,,Sosialisme jang disesuaikan dengan kondisi jang terdapat di Indonesia" itu ti d a k mungkin berarti diingkarinja tjiria umum Sosialisme, se- perti penghapusan penghisapan .oleh manusia atas ma-
nusia, perbaikan nasib ..... 100% dsb. Mengingkari
sifat² chusus Sosialisme Indonesia berarti bahwa ia bukan sesuatu jang bersifat Indonesia; mengingkari sifat² umum Sosialisme Indonesia berarti, bahwa ia bukan Sosialiśme samasekali. Kechususannja harus di- introduksikan, tetapi keumumannja harus dipertahan- kan. Beginilah dan hanja beginilah kita bisa berbitjara tentang Sosialisme Indonesia. Apakah Sosialisme sebagai perspektif Revolusi Indonesia itu terdjamin akan tertjapai? Ketua CC PKI dan Ketua Dewan Kurator UNRA, Bung Aidit mene-

rangkan bahwa perspektif Revolusi Indonesia tak

mungkin lain daripada Sosialisme, karena revolusi Indonesia pada tingkat sekarang adalah ditandai oleh kebangunan Sosialisme dunia dan kehantjuran kapi-

talisme dunia". Ini dinjatakan Bung Adit dalam buku- nja Masjarakat Indonesia dan Revolusi Indonesia", jang oleh ahlisedjarah dan kepala Arsip Negara, Drs. Moh Ali dinamakan suatu buku sedjarah modern In- donesiajang tegas". Tentang djaminan akan tertja- painja perspektif revolusi itu, Bung Aidit dalam buku- nja tsb. menundjukkan, bahwa benar revolusi nasional-demokratis akan menjingkirkan perintang bagi perkembangan kapitalisme, benar kapitalisme nasional sampai batas² tertentu akan berkembang, tetapi ini hanja satu segi dari masalahnja, sedang segi lainnja adalah bahwa akan ada djuga perkembangan f a k- tor:sosialis seperti pengaruh politik proletariat jang makin lama makin diakui oleh kaum tani, inteli- gensia dan elemena burdjuasi ketjil lainnja; perusahaan-perusahaan negara dan koperasi² kaum tani, kaum keradjinan tangan, nelajan dan koperasi² Rakjat pe- kerdja lainnja. Semua ini adalah faktor sosialis jang mendjadi djaminan bahwa haridepan revolusi Indonesia adalah Sosialisme dan bukan kapitalisme". Bagaimana sekarang menjelenggarakan se-baik²nja Sosialisme Indonesia itu? DalamAmanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana", jangse- perti djuga ,Djarek" dan Membangun Dunia Kem- bali" oleh MPRS telah disahkan sebagai pedoman pe- laksanaan Manipol, Presiden Sukarno dengan keras mengritik disatu fihak golongan ,,evolusionis", karena teori jang demikian itu adalah salah", dan difihak lain golongan melompat" atau fasen-sprong", karena "teori jang demikian itupun tidak benar". Saja me-

njokong kritik terhadap disatu fihak ,,evolusionisme" dan difihak lain ,fasen-sprong" ini, karena jang pertama akan berarti penjelewengan kekanan, oportunisme kanan atau reformisme, sedang jang kedua akan berarti penjelewengan ke,,kiri", oportunisme kiri" atau radikalisme. Baik jang pertama maupun jang kedua akan membikin perdjuangan mandek didjalan, Sosialisme tidak tertjapai dan revolusi gagal. ,Evolusionismne" berarti tidak mengganti sarana² lama dengan sarana² baru, berarti tidak mendjebol kekuasaan lama dan mendirikan jang baru, berarti ,,sumonggo dawuh" dan ,monggo kerso" serta ,sen- diko dalem" alias menjerahisme. Perdjuangan harus revolusioner, dan tidak evolusioner, tidak reformis. ,Fasen-sprong" berarti melompati apa jang tidak boleh dilompati, jaitu fase revolusi nasional-demokratis, berarti memimpikan jang tidak², berarti anti-realis, alias avonturisme. Perdjuangan harus objektif dan tidak subjektif, tidak atjak²an atau awuraan. Kita sekarang berada dalam fase revolusi nasional dandemokratis, artinja, revolusi melawan imperialisme dan melawan feodalisme. Fase revolusi ini tidak boleh kitatakuti, dia harus kita tempuh. Fase ini djuga tidak boleh kita lompati, dia harus kita tempuh. PerintjianDjarek" menegaskan : Djelaslah, ada dua tudjuan dan dua tahap Revolusi Indonesia : Pertama, tahap mentjapai Indonesia jang merdeka

penuh, bersih dari imperialisme dan jang demokra-

tis — bersih dari sisa" feodalisme. Tahap ini masih ha-
rus diselesaikan..... Kedua, tahap mentjapai Indonesia

ber-Sosialisme Indonesia, bersih dari kapitalisme dan dari 'exploitation de l'homme par l'homme'. Tahap ini hanja bisa dilaksanakan dengan sempurna setelah tahap pertama sudah diselesakan seluruhnja". Bisakah difikirkan perumusan jang lebih gamblang daripada ini? Baiklah saja bahas tahap pertama, jang disatu fihak tak boleh ditakuti dan difihak lain tak boleh dilompati itu. Mengapa sasaran revolusi kita sekarang imperialisme dan feodalisme? Ini mudah di- fahami, djika orang suka mengingat, bahwa 20% dari wilajah tertjinta kita, jaitu Irian Barat, masih di- duduki kaum imperialis. Djuga djika diingat, bahwa sebagian penting dari perekonomian kita, terutama mi- njak, masih dikuasai oleh kapital imperialis BPM-Shell, Stanvac dan Caltex. Andaikata kapital imperialis sudah tidak ada lagi di Indonesia, tentulah Manipol tidak mengantjam ,semua modal Belanda, ter- masuk jang berada dalam perusahaan² tjampuran, akan habis tamat riwajatnja samasekali dibumi Indonesia". Andaikata kapital imperialis sudah tidak ada lagi di Indonesia, tentulah Manipol tidak mengantjam modalmonopoli asing jang bukan Belanda a'kan diperlakukan sama dengan modal jang asalnja dari negeri Belanda", artinja djuga dibikin ,habis tamat riwajatnja samasekali dibumi Indonesia". Anti-evolusionisme berarti harus melaksanakan ketentuan Manipol ini. Djika sebaliknja, djika ketentuan² Manipol ini tidak didjalankan dan djika kita tidak membikin habis tamat riwajatnja kapital imperialisme asing dibumi Indonesia, maka kita sesungguhnja

sedar atau pun tak sedar — mendjalankan evolusionisme, mendjalankan reformisme atau oportunisme- kanan, kita sesungguhnja mendjadi takut kepada ke- menangan revolusi! Demikian jang mengenai imperialisme. Jang mengenai feodalismepun demikian pula. Andaikata feodalisme sudah habis, tentulah tidak ada perlunja dibikin Undang² Bagihasil dan Undang Pokok Agraria atau undang" landreform. Ja, andaikata feodalisme sudah hab'stentulah ,Djarek" tidak menegaskan bahwa Revolusi Indonesia tanpa landreform adalah sama sadja dengan gedung tanpa alas, sama sadja dengan pohon tanpa batang, sama sadja dengan omong besar tanpa isi", tentulah ,,Djarek" tidak menegaskan bahwa melaksanakan landreform berarti melaksanakansatu bagian mutlak dari Revolusi Indonesia", dan tentulah Djarek"tidak menegaskan bahwa ,tanah tidak boleh mendjadi alat penghisapan". Djarek" tidak hanja berhenti disini. Se-akan kuatir kalau politik land- reformnja tidak akan dituruti oleh golongan² tertentu, makaPresiden Sukarno dalam Djarek" itu djuga menegaskan : ,,Gembar-gembor tentang Revolusi, So- slalisme Indonesia, Masjarakat Adildan Makmur, Amanat Penderitaan Rakjat, tanpa melaksanakan Landreform, adalah --gembar-gembornja tukang pen- djual obat di Pasar Tanah Abang atau di Pasar Se- nen"! Djelaslah, bahwa anti-evolusionisme harus berarti setudju dan melaksanakan landreform. Djika tidak setudju, dan tidak mendjalankan landreform, maka

disedari atau tidak orang sudah mendjalani evolusionisme, reformisme atau oportunisme kanan, orang sudah takut kepada kemenangan revolusi. Pendeknja kita harus awas" terhadap oranga jang revolusi yes, landretorm no" atau ,revolusi okay, menghabisi riwajat kapital imperialis tunggu dulu". Di Sumatera Utara agak sering terdjadi orang berang- kat keluarnegeri, pulang memakai djubah dan kupjah hadji, padahal dia tidak ke Mekah, tjuma ke Singapu-
ra.... inilah jang di Medan disebut ,lebai Singapura"
mereka lebai palsu. Begitulah tidak semua orang jang menjebut dirinja ,revolusioner" adalah sesung- guhnja revolusioner-ada djuga revolusioner palsu, ada revolusioner gadungan! Saja sudah menguraikan perkara ,evolusionisme" didalam praktek. Bagaimana fasen-sprong" didalam praktek? Fasen-sprong" tidak mau tahu akan revolusi nasional dan demokratis. ,,Fasen-sprong" mau langsung ke Sosialisme, sekalipun sjarat untuknja belum ter- sedia. Fasen-sprong" mengobrak-abrik pengusaha² nasional dan ,pengusaha² ketjil, tetapi membiarkan pengusaha² imperialis seperti BPM-Shell, Stanvac, Caltex dan Unilever. Mereka lebih hebat daripada Sosialisme dengan kemiskinan"— mereka mau Sosialisme dengan imperialisme"! Terhadap masalah tanah, fasen-sprong" tak mau ambil perduli terhadap perlunja pemilikan perseorang- an oleh kaum tani atas tanah: mereka mau langsung

pengkoperasian pertanian" atau jang tak kalah se- ringnja, mereka mau ,menisionalisasi tanah". Djelaslah, bahwa ,fasen-sprong" sebetulnja tak lain daripada sabotase terhadap revolusi. Bagaimana hubungannja antara tingkat revolusi jang pertama dengan tingkatnja jang kedua? Bung Aidit dalam karjanja .Masjarakat Indonesia dan Revolusi Indonesia" menulis bahwa ,,dua tingkat revolusi, jang demokratis dan jang sosialis (adalah) dua proses revolusioner jang berbeda dalam watak, tetapi jang satu dengan jang lainnja berhubungan. Tingkat pertama jalah persiapan jang diperlukan untuk tingkat kedua, dan tingkat kedua tidak mungkin sebelum tingkat pertama selesai". Menjelesaikan ,,tingkat pertama" bukan hanja berarti menjelesaikan tugas ekonominja jang pokok², terutama terhadap kapital imperialis dan monopoli tuan- tanah atas tanah. Menjelesaikan ,tingkat pertama" harus berarti djuga djkerdjakannja hal jang mende- sak sekali, seperti mcmpraktekkan dan bukan hanja menjerukan sembojan merombak ekonomi kolonial mendjadi ekonomi nasional". Djika penghasilan negara terutama didapat dari padjak, langsung maupun tak langsung, djika padjak² jang sudah ada dinaikkan dan padjak baru diadakan, dan djika tarif: transport, te- lekomunikasi, dsb. dinaikkan, djuga djika harga mi- njak, gula dllnja dinaikkan, dan djika sebaliknja per- usahaan" negara tidak memberikan sumbangan jang sepertinja kepada kas negara, apalagi djika karena belum diberantasnja jang dikatakan Presiden Sukarno

dalam Manipol ,,sjaitan korupsi" dan ,sjaitan garuk- kekajaan hantam kromo" maka semua ini menanda- kan sembojan ,.merombak ekonomi kolonial mendjadi ekonomi nasional" baru sembojan jang diserukan dan belum sembojanjang dipraktekkan. Ketika memasuki tahun ke-2 Manipol, Presiden Sukarno berkata : ,,kita harus dengan lebih tegap me- langkah untuk setjara konsekwen melaksanakan Manipol dan dalam tahun ke-2 Manipol-Usdek ini kita harus sungguh 'aanpakken' soal retooling ini benar" Kita sekarang sudah berada ditahun ke-3 Manipol, tahun batas bagi pelaksanaan triprogram kabinet, bagi kabinet sendiri, bagi keadaan bahaja djuga. Djika dalam tahun ke-2 Presiden Sukarno sudah begitu menekankan mutlaknja melaksanakan setjara konsekwen Manipol dan 'aanpakken' soal retooling benar", apa- lagisekarang ditahun ke-3 Manipol ini! Beberapa patah kata tentang Pantjasila. Harus dje- las bagi siapapun, bahwa Pantjasila itu sesuatu ke- utuhan integral jang tidak boleh di-renggut satu² sila- nja dari silaª lainnja, dan bahwa Pantjasila itu alat pemersatu. Djika Pantjasila di-renggut², maka bisa nanti atasnama ,kebangsaan"misalnja orang menentang ,ketuhanan jang maha esa"atau atasnama ,ketuhanan jang maha esa" atau ,kemerdekaan beragama" misalnjaorang menentang,kedaulatan Rakjat" atau ,,demokrasi". Sosialisme dimanapun didunia mendjamin kemerdekaan beragama. Sosialisme Indonesia tak terketjuali. Sdr. KDH Sudjarwo dengan tepat mengandjurkan Pantjasila setjara ilmiah setaraf de-

ngan interpretasi pentjiptanja" jaitu Bung Karno. Me- mang kalau kita bertolak dari Lahirnja Pantja Sila", pidato 1 Djuni 1945 Bung Karno jang sudah banjak saja kutip itu, dalam membitjarakan sila Ketuhanan Jang Maha Esa" Bung Karno menekankan ,hormat- menghormati satu sama lain", ,jang berkeadaban", ,jang berkebudajaan", jang tida'k onverdraagzaam", dan dengan tegas beliau kemudian berkata : ,segenap agama jang ada di Indonesia sekarang ini akan men- dapat tempat jang se-baik²nja". UUD '45 dalam fasal 29 jang mengenai Ketuhanan Jang Maha Esa" me- negaskan bahwa ,negara mendjamin kemerdekaan tiap² penduduk untuk memeluk agamanja masing² dan untuk beribadah menurut agamanja dan kepertjajaan- nja". Dalam ,,Djarek" Presiden Sukarno menggasak hantu kebentjian" dan membela ,,toleransi politik". Dan dalam ,Membangun Dunia Kembali" atau pidato PBB-nja jang terkenal itu Presiden Sukarno mene- rangkan bahwa sila ,,Ketuhanan Jang Maha Esa" dalam Pantjasila berarti ,,hak untuk pertjaja", bukan kewadjiban untuk pertjaja kepada Tuhan, dan ber- katalah Presiden : .bangsa saja meliputi orang jang menganut berbagai matjam agama : ada jang Islam, ada jang Kristen, ada jang Budha dan ada jang tidak menganut sesuatu agama". Kemudian Presiden me- nundjukkan bahwa ,bahkan mereka jang tidak pertjaja kepada Tuhanpun" diliputi oleh ,toleransi". Per- njataan Presiden ini tepat sekali, karena sesungguhnja .jang tidak menganut sesuatu agama" atau jang tidak pertjaja kepada Tuhanpun" adalah bangsa In-

donesia-mereka Rakjat Indonesia. Dan tentulah kita semnua belum lupa pada tjanang jang dipukul Presiden dalam Resopim", bahwa Pantjasila adalah alat pe- mersatu, bahwa Pantjasila tidak boleh didjadikan alat pemetjahbelah, dan bahwa barangsiapa mendjadikan Pantjasila alat pemetjahbelah, sesungguhnja dia itu dalam istilah Presiden Sukarno sendiri ,sinting". Sampailah saja sekarang pada alat jang terpenting, jang terbaik, dan jang satunja untuk menjelenggara- kan Sosialisme Indonesia m elalui penjelesaian fase pert ma, fase revolusi nasional-demokratis, jaitu persatuan nasional. Persatuan nasional ini dengan Nasakom sebagai porosnja, bukan hanja sesuatu jang sudah resmi dan makaitu harus dituruti mutlak oleh setiap warganegara dari golongan politik maupun karja, sivil maupun militer, tetapi diapun sjarat jang tak boleh tidak djika kita mau menjelesaikan tuntutan-tuntutan revolusi '45 dengan perbuatan dan tidak dengan lipservice" atau lamis bibir" sadja. Presiden Sukarno mengatakan dalam Resopim" bahwa menolak Nasakom berarti bertentangan dengan UUD '45, dan dalam Djarek" beliau berpesan bangsa kita harus menggembleng dan menggempurkan p e r s a- t u an daripada segala kekuatan² revolusioner, menggembleng dan menggempurkan 'de samenbun- deling van alle revolutionaire krachten in de natie'." Demikianlah setjarapokok² Sosialisme Indonesia ilmu dan amalnja: ilmu dan amal pengachiran peng- hisapan oleh manusia atas manusia. Saja andjurkan kepada. parasiswa UNRA dan parapeminat lainnja

jang mau memperdalam soainja -- supaja mempela- djari buku Bung Aidit ,Sosialisme Indonesia dan sjarat-sjarat pelaksanaannja". Penegasan saja sebagai kesimpulan : tanpa persatuan nasional dengan kaum buruh dan tani sebagai icekuatan pokoknja dan Nasakom sebagai porosnja, takkan ada pelaksanaan Manipol setjara konsekwen. sedang tanpa pelaksanaan Manipoi setjara konsekwen. takkan ada Sosialisme Indonesia.

ISI hlm. MARXISME SEBAGAI ILMU.

Kuliah didepan Universitas Rakjat, Djakarta. 19 Desember 1958 ...

FILSAFAT PROLETARIAT. Kuliah didepan Universitas Rakjat, Djakarta. 26
29 Djuni 1961 ....

EKONOMI SOSIALIS. Kuliah didepan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Djakarta. 51 12 Desember 1954 ...

SOSIALISME INDONESIA. Kuliah didepan Universitas Rakjat, Djember. Maret 1962