Baca PDF (OCR): Tegakkan PKI jang Marxis Leninis

157 halaman · 157 halaman diproses dengan OCR· 244228 ms

Daftar isi
  1. JANG MARXIS-LENINIS
  2. TEGAKKAN PKI 110
  3. JANG MARXIS-LENINIS
  4. UNTUK
  5. MEMIMPIN REVOLUSI DEMOKRASI RAKJAT
  6. eser BUA DE
  7. T- II
  8. 3 0 AU6.1979
  9. SAR ATUX
  10. AUTEX
  11. OMUTELT OAMBersatulah Rakjat Indonesia,ng
  12. -oms sartrU nie9sobaI
  13. ber" dengan dilantjarkannja teror putih
  14. IV. KIBARKAN TINGGI2 PANDJI
  15. MARXISME-LENINISME,FI-
  16. KIRAN MAO TJETUNG: MA-
  17. DJU TERUS DIATAS DJALAN REVOLUSI!DJUNDJUNG TINGGI
  18. BEAI EAIIN A TAIA
  19. I 50 oxidt linlotO)
  20. dapat lagi memainkan peranan dalammemberikan dorongan jang luarbiasa
  21. tarbeebtasob dsdn kaehadelireM
  22. stnemsl-oaisnsBri iszegot agolesbhealanirou-sm
  23. BI O ORT eetiakawan itu
  24. a8er foM SSutmrsfnbgot
  25. jang akan datang PtraMarxis-Leninis lebih luas dan lebih besar kmbekerdja keras untuk
  26. mh harapan² terbaik dari Partai²
  27. asel estaugA TI dogrsT Darntakibat dari teror putih jang luarbiasa
  28. prinsip2 dan bentuk² organisasi jang
  29. UUPBH jang hanja sedikit mengun-
  30. lagi bebas mengembangkan ilmunja.
  31. kian telah mengetahui pula tugas²
  32. lam²nja bahwa musuh jang dihadapi oleh revolusi jang akan datang adalah
  33. lui, tetapi dengan menempuh kembali
  34. Djawa Tengah, 17 Agustus 1966
  35. sing² baik setjara kolektif maupun
  36. gian tanah milik tuantanah kepada
  37. tuan nasional selama berlangsungnja
  38. lah terutama front persatuan dengan
  39. jang dipersendjatai dengan teori Marx-
  40. sasi PKI, sehingga setiap orang jang
  41. rat keanggotaan barisan pelopor klas buruhditinggalkansamasekali.
  42. garis politik menempuh djalan damai.
  43. terus bersatu dengan burdjuasi nasio-
  44. djadi djelas ditjerminkan dalam organisasi dengan adanja Plan 4 Tahun
  45. Jang dipentingkan bukan lagi pendi-
  46. atas, dan kader² bawahan tingkat lan- djutan pertama. Untuk keperluan ini
  47. pangan organisasi inilah, maka dalam
  48. terus berlangsung dikalangan pimpin-
  49. Kader² daerah apabila melihat ke-
  50. "kemodernan", "kebesaran"Komunis baik dalam kehidupan Partai maupun
  51. dalam kehidupan pribadi. Pimpinan Partai tidak mendengarkan kritik² jang djudjur dari kawan² tertentu,
  52. tetapi menganggap kritik² itu sebagai
  53. "keterbelakangan", "tidak mengguna-
  54. kan fasilitet setjara maksimal untuk
  55. Demikianlah setjara pokok garis po-
  56. litik jang salah jang berkuasa dalam
  57. Partai telah diikuti oleh garis jang salah
  58. dilapangan organisasi jang merusak
  59. sampai ke-akar²nja liberalisme dila-
  60. pangan organisasi dan sumber ideologi jang melahirkannja. PKI harus di-
  61. tai jang demikian itu harus memiliki
  62. revisionisme modern; politik: memiliki
  63. DJALAN KELUAR
  64. Partai disemua tingkat dan kemudian
  65. Partai diwaktu jang lalu dan mengenai
  66. ketiga Partai telah kehilangan banjak kader jang mempunjai pengalaman
  67. Meskipun demikian, apabila telah di- tjapai kebulatan fikiran mengenai kesalahan² pokok Partai diwaktu jang
  68. lalu dan djalan baru jang harus ditempuh, dari kader² jang kini masih ada,
  69. njak kesulitan, inilah satu²nja djalan
  70. guh²mendjadi milik Rakjat Indonesia.
  71. adalah djuga matjan kertas. Nampak-
  72. dan sedang menudju keruntuhannja. Kelemahan kaum imperialis, chususnja
  73. imperialis AS ditundjukkan oleh keti- dak-mampuan mereka menundukkan Rakjat Vietnam jang heroik dan ke-
  74. tidak-mampuan mereka membendung
  75. gelombang perdjuangan anti-imperial-
  76. Ditindjau dari strategi, kaum impe-
  77. Djawa Tengah, September 1966
  78. 5) Lenin, Imperialisme Tingkat Tertinggi
  79. Kapitalisme.
  80. 14) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji
  81. menganggap bahwa diktatur proletariat di
  82. 21) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji
  83. 23) Lenin, Dua Taktik Sosial Demokrasi
  84. para perantau Tionghoa telah memberi-
  85. jang telah disebutkan itu, kekuatan
  86. negeri lainnja dengan diktatur burdjuis, mengganti sosialisme dengan kapi-
  87. revisionis modern ini samasekali tidak
  88. bang revolusi dunia. Sebaliknja, peran- an djahat dan kontra-revolusioner klik
  89. revisionis modern Uni Sovjet kini sudah makin tertelandjangi dihadapan Rakjat²
  90. tjuran total jang akan dialami oleh imperialisme djuga pasti dialami oleh
  91. pembantunja jang paling setia, jaitu
  92. samasekali, Fikiran Mao Tjetung jang
  93. nundjuk djalan bagi Rakjat² revolu-
  94. Tjetung memantjarkan inspirasi jang
  95. untuk memenangkan Revolusi Demo-
  96. November 1967
  97. berhubung dengan bangkrutnja indus-
  98. sional, melawan ketjenderungan²nja
  99. Untuk membangun Indonesia Baru
  100. jang madju, bebas dan demokratis, jai-
  101. Politik
  102. tuantanah feodal, kapitalis-birokrat
  103. (2) Setiap warganegara, laki² dan

TEGAKKAN PKI

JANG MARXIS-LENINIS

UNTUK MEMIMPIN REVOLUSI DEMOKRASI RAKJAT INDONESIA

LIMA DOKUMEN PENTING POLITBIRO CC PKI

TEGAKKAN PKI 110

JANG MARXIS-LENINIS

UNTUK

MEMIMPIN REVOLUSI DEMOKRASI RAKJAT

INDONESIA Lima Dokumen Penting Politbiro CC PKI

eser BUA DE

MAORSTZMA

DITERBITKAN OLEH DELEGASI CC PKI SEPTEMBER 1971

T A

T- II

XUTVU KUTIPAN KATA2 BEMIN MM KETUA TE I MAO TJETUNG I 72831 pansg nmio nml Tugas inti-pokok dan bentuk D orioI tertinggi dari revolusi jalah me- rebut kekuasaan politik dengan INT. INSTITUUTkekuatan bersendjata, meme-SOC. GESCHIEDENIS tjahkan masalah dengan perang.

3 0 AU6.1979

AMSTERDAM

IN E DE RL BE BETE

SAR ATUX

KATA PENGANTAR

AUTEX

lima tahun dikeluarkannja do-

OMUTELT OAMBersatulah Rakjat Indonesia,ng

dengan sendjata ditangan madju tak gentar menggulingkan dan menghantjurkan diktatur fasis Suharto-Nasution.Lima Dokumen

Program Partai Komunis² Indonesia Untuk Demo- eakkannjkrasi Rakjat Indonesia Mao Tjetung didalam PKI, setelah Han gerakan revolusioner Indonesia Aita pukulan² jang amat berat peristiwa Gerakan 30 Septem- agan dilantjarkannja teror putih kedjamnja oleh rezim militer- asscto-Nasution jang melaksana-

KATA PENGANTAR

Tepat lima tahun dikeluarkannja dokumen Otokritik Politbiro CC PKI jang berdjudul Tegakkan PKI Jang Marxis-Leninis Untuk Memimpin Revolusi De- mokrasi Rakjat Indonesia, pada bulan September 1971, Delegasi CC PKI menerbitkan kumpulan Lima Dokumen Penting Politbiro CC PKI. Kumpulan dokumen ini berisi bahan²

-oms sartrU nie9sobaI

jang mentjerminkan perkembangan di- nianoba aoł tegakkannja garis Marxis-Leninis-Fi- kiran Mao Tjetung didalam PKI, setelah PKI dan gerakan revolusioner Indonesia menderita pukulan² jang amat berat sesudah peristiwa"Gerakan 30 Septem-

ber" dengan dilantjarkannja teror putih

jang amat kedjamnja oleh rezim militer- fasis Suharto-Nasution jang melaksana-

AS. kan perintah madjikannja imperialisme Dua dokumen jang dikeluarkan sebe- lum Otokritik Politbiro CC PKI, jaitu Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei 1966 dan Statement Politbiro CC PKI 17 Agustus 1966, menundjukkan mulai se- darnja PKI akan kesalahannja jang serius dalam memimpin revolusi Indonesia. Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei 1966 jang berdjudul: Djundjung Tinggi Nama DanKehormatan Komunis! menegaskan keharusan melaksanakan kritik-otokritik dengan membangkitkan kritik dari bawah, dari anggota² Partai dan semua golongan revolusioner Indonesia, untuk menganalisa dan menjimpulkan pengalaman dan kesalahan² Partai. Statement Politbiro CC PKI 17 Agustus 1966 jang berdjudul: Menem- puh Djalan Revolusi Untuk Mewudjud- kan Tugas² Jang Seharusnja Dilaksana- kan Oleh Revolusi Agustus 1945 berisi kritik-otokritikmengenaikesalahan² ii

jang dilakukan PKI dimasa jang lalu jang menjangkut masalah² fundamentil revolusi Indonesia serta merumuskan tugas² mendesak jang harus dipenuhi PKI. Lahirnja Otokritik Politbiro CC PKI merupakan titikbalik dalam sedjarah PKI. Ia dilahirkan sebagai hasil perdjuangan dua garis didalam Partai, me- lalui kritik-otokritik jang mendalam se- tjara Marxis-Leninis. Otokritik Politbiro CC PKI telah membawa PKI kem- bali kedjalan revolusi. Ia mempunjai arti besar jang mendjangkau djauh bagi PKI dan revolusi Indonesia. Dengan mengkoreksi kesalahan² garis lama jang oportunis-revisionis dan menjimpulkan pengalaman² PKI selama periode 1951- 1965, Otokritik Politbiro CC PKI mengi- barkan tinggi² Pandji Merah Besar Fi- kiran Mao Tjetung dan menundjukkan djalan jang harus ditempuh oleh PKI jaitu djalan perdjuangan bersendjata berdjangka pandjang, suatu djalan dari iii

desa mengepung kota, membangun desa² Indonesia jang terbelakang mendjadi daerah² basis revolusioner jang madju dan merupakan benteng² revolusi jang perkasa. Otokritik Politbiro CC PKI merumuskan Tripandji Baru PKI untuk memenangkan Revolusi Demokrasi Rakjat Indonesia, jaitu: “Pandji pertama, pembangunan partai Marxis-Leninis jang bebas dari sub- jektivisme, oportunisme dan revision- isme modern. "Pandji kedua, perdjuangan Rakjat bersendjata jang hakekatnja perdjuangan kaum tani bersendjata untuk revolusi agraria anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh. "Pandji ketiga, front persatuan revolusioner atas dasar persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh." Tripandji Baru PKI ini jang sesuai dengan Marxisme-Leninisme-Fikiran Mao Tjetung, telah dan akan memain- iv

kan peranan jang penting dalam me- mimpin revolusi Indonesia. Dua dokumen jang dikeluarkan sesu- dah Otokritik Politbiro CC PKI, jaitu Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei 1967 dan Program Partai Komunis Indonesia Untuk Demokrasi Rakjat Indonesia, adalah dokumen² jang mempertegas dan memperkuat garis² jang telah ditetap- kan oleh Otokritik Politbiro CC PKI. Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei 1967 jang berdjudul: Kibarkan Tinggi² Pandji Marxisme-Leninisme-Fikiran Mao Tjetung: Madju Terus Diatas Djalan Revolusi!, setjara tegas menjatakan sikap PKI terhadap Fikiran Mao Tjetung, Marxisme-Leninisme zaman sekarang, sebagai ideologi dan dasar teori jang membimbing seluruh Partai dan jang akan mendjamin ke- menangan revolusi Indonesia. Pesan tersebut djuga menandaskan sikap PKI dalam perdjuangan melawan revision- isme modern jang dikepalai oleh klik

renegat revisionis Uni Sovjet, menjam- but dengan gembira kemenangan² Revolusi Besar Kebudajaan Proletar di Tiongkok jang telah mengkonsolidasi Tiongkok Sosialis sebagai benteng revolusi dunia jang paling kokoh dan ter- pertjaja.bkas Program PartaiKomunis Indonesia UntukDemokrasi Rakjat Indonesia (November 1967) adalah program revolusioner Marxis-Leninis. Program baru PKI ini menggariskan strategi revolusi Indonesia dan dengan erat mentjeng- kam tesis Ketua Mao, bahwa "Kekuasaan politik lahir dari laras senapan" dan bahwa "Tugas inti-pokok dan ben- tuk tertinggi dari revolusi jalah mere- but kekuasaan politik dengan kekuatan bersendjata, memetjahkan masalah dengan perang". Program baru PKI dengan djelas dan tandas mengemukakan tiga sendjata utama revolusi dan men- djelaskan saling hubungannja untuk mengalahkan musuh² revolusi.bomeai vi

Dokumen² jang dikeluarkan oleh Politbiro CC PKI ini, menundjukkan bahwa pada periode 1951-1965, PKI belum menguasai dan belum mengguna- kan pendirian, pandangan dan metode Marxis-Leninis dalam memadukan ke- benaran umum kedalam praktek kong- krit revolusi Indonesia, sehingga mem- buat kesalahan² serius garis oportunis- revisionis dan karena itu revolusi untuk sementara mengalami kegagalan. Sete- lah sedar dari kesalahannja, PKI setjara Marxis-Leninis melakukankritik-oto- kritik, bertekad bulat menempuh djalan revolusi, memimpin rakjat Indonesia dalam perdjuangan untuk melaksana- kan Revolusi Demokrasi Rakjat di Indonesia. Dokumen² Politbiro CC PKI ini meru- pakan seruan kepada kaum Komunis Indonesia, kaum buruh, kaum tani, kaum intelektuil revolusioner serta se- mua kekuatan patriotik dan revolusioner jang anti-imperialis dan anti-feodal vii

supaja bersatupadu untuk menghan- tjurkan rezim militer-fasis Suharto jang telah mengchianati kepentingan nasio- nal rakjat Indonesia. Ia merupakan garis jang djelas dan tepat bagi PKI untuk memimpin perdjuangan bersendjata menggulingkan rezim militer-fasis Suharto dengan menggalang front persatuan revolusioner jang luas, suatu front persatuan jang berbasiskan perse- kutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Dengan berpedoman pada garis² revolusioner Otokritik Politbiro CC PKI, dibawah pimpinan PKI rakjat Indonesia telah mulai melantjarkan perdjuangan bersendjata dipedesaan kepulauan Indonesia, melantjarkan serangan kepada musuh² rakjat, alat² kekuasaan rezim militer-fasis Suharto jang mewakili kepentingan imperialisme, kapitalisme-bi- rokrat dan komprador serta feodalisme. Dengan dimulainja perdjuangan bersendjata ini, massa buruh, tani, intelektuil viii

revolusioner dan seluruh rakjat revolusioner Indonesia mendjadi semakin djelas akan djalan jang harus ditempuh untuk perdjuangan pembebasan rakjat Indonesia. Berbeda dengan anggota² PKI jang setia pada Otokritik Politbiro CC PKI September 1966 jang Marxis-Leninis, dan berbeda dengan rakjat revolusioner Indonesia, kaum renegat revisionis Indonesia jang didalangi oleh revisionis modern Uni Sovjet menentang Otokritik Politbiro CC PKI September 1966 dan menentang perdjuangan bersendjata dan perang rakjat menurut adjaran Fikiran Mao Tjetung jang di- pimpin oleh PKI sekarang. Mereka mentjapnja sebagai "avonturisme" dan me-nakut²i rakjat dengan kengerian perang. Kaum renegat ini pasti akan di- gilas oleh perdjuangan revolusioner bersendjata rakjat Indonesia. Dalam melaksanakan garis jang tepat dengan menempuh djalan revolusi ber- ix

sendjata, kita tidak terelakkan meng- hadapi berbagai matjam kesulitan, tetapi semua itu hanjalah merupakan rintangan² diatas djalan kemadjuan jang pasti dapat diatasi. Sebagaimana ditandaskan oleh Program baru PKI: "Djalan pembebasan bagi Rakjat Indonesia hanjalah melalui revolusi bersen-
djata.... Djalan ini tidak mudah,
pandjang, ber-liku², berat dan pelik. Akan tetapi hanja inilah djalan satu²nja kepembebasan. Djalan lain tidak ada dan tidak mungkin ada". Kesulitan² jang kita hadapi sekarang adalah kesulitan² dalam mentrapkan garis jang tepat, jang mempunjai perspektif kemenangan revolusi. Pesan Comite Central Partai Komunis Tiongkok kepada Comite Central Partai Komunis Indonesia berkenaan dengan ulangtahun ke- 50 PKI 23 Mei 1970 dengan tepat menja- takan: "Meskipun revolusi Indonesia dewasa ini mengalami kesulitan², akan tetapi ini hanja untuk sementara, dan x

kesulitan² itu pasti dapat diatasi. Par- taiKomunisTiongkok jakinbenar, bahwa setelah Partai Komunis Indo- nesiamenjimpulkanpeladjaran²jang berat pada masa lampau, dan dengan memadukankebenaran umum Marx- isme-Leninisme kedalam praktek kong- krit revolusi Indonesia, seluruh Partai bersatu erat untuk ber-sama² meng- hadapi musuh, setjara teguh tak ter- gojahkan menempuh djalan 'Kekua- saan politik lahir dari laras senapan' serta berpegang teguh pada pedoman berdiri diatas kaki sendiri dan ber- djuang tak kenal susah-pajah, bersan- dar sepenuhnja kepada massa, setjara luas dan mendalam membangkitkan dan mengorganisasi massa, terutama massa tani, Partai Komunis Indonesia pasti dapat mentjapai kemenangan terachir." Adalah sangat penting bagi setiap Komunis dan rakjat revolusioner Indonesia untuk lebih landjut mempeladjari, mendalami, 19mempropagandakan dan xf

ISI melaksanakan dengan konsekwen garis² revolusioner Otokritik Politbiro CC PKI. Otokritik Politbiro CC PKI adalah milik klas buruh dan rakjat revolusioner Indonesia. Dengan dibimbing oleh Marx- isme-Leninisme-Fikiran Mao Tjetung dan berpedoman pada Otokritik Politbiro CC PKI, kaum Komunis dan rakjat revolusioner Indonesia melantjarkan perdjuangan berdjangka pandjang untuk menggulingkan rezim militer-fasis Suharto serta menegakkan kekuasaan Demokrasi Rakjat di Indonesia, bahu- membahu dengan kaum Marxis-Leninis wan dan rakjat revolusioner sedunia mela-musuh bersama imperialisme, sosial-imperialisme dan kaum reaksio- ner berbagai negeri. DELEGASI CC PKI September 1971 xii

NAMA

I. DJUNDJUNG TINGGI DAN KEHORMATANKOMU-NIS! (Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei
1

1966)
II. MENEMPUH DJALAN REVOLUSI UNTUK MEWUDJUDKAN TUGAS2 JANG SEHARUSNJA DILAKSANAKAN OLEH REVOLUSI AGUSTUS 1945 (Statement Politbiro CC PKI 17 Agustus 1966) 27 III. TEGAKKAN PKI JANG MARXIS-LENINIS UNTUK MEMIM-PIN REVOLUSI DEMOKRASI RAKJAT INDONESIA (Otokritik Politbiro CC PKI September 1966)

IV. KIBARKAN TINGGI2 PANDJI

MARXISME-LENINISME,FI-

KIRAN MAO TJETUNG: MA-

DJU TERUS DIATAS DJALAN REVOLUSI!DJUNDJUNG TINGGI

NAMA DAN KEHORMATAN

1967)(Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei
KOMUNIS! 215

V. PROGRAM PARTAI KOMUNIS (Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei 1966) INDONESIA UNTUK DEMO-KRASI RAKJAT INDONESIAJogjakarta, 23 Mei 1966 (November 1967)
241

XUTMU

BEAI EAIIN A TAIA

I 50 oxidt linlotO)

(1 rpe)

KEMBANGKAN KRITIK DARI BAWAH DANFIKIRAN KRITIS DARI ANGGOTA!

Pada tanggal 23 Mei 1966 ini genaplah usia PKI 46 tahun. Berbeda dengan tahun² jang lalu ulangtahun Partai kali ini kita peringati dalam keadaan jang amat sulit bagi kaum Komunis dan kaum revolusioner non-Komunis, diba- wah mengamuknja teror putihke- kuatan kanan jang dibenggolioleh klik djendral Nasution-Suharto jang se- lama 7 bulan ini telah melakukan kekedjaman dan keganasan jang tak ada taranja disepandjang sedjarah Indonesia dalam zaman modern ini. Organisasi PKI dan organisasi² revolusioner lain- nja menderita kerusakan jang amat berat. Tidak kurang dari 200.000 orang

Komunis termasuk pimpinan² utama mereka dan orang² progresif non-Komunis telah dibunuh setjara kedjam. Tidak kurang dari 300.000 orang lainnja sedang didjebloskan dalam tahanan dengan mengalami berbagai siksaan djas- mani dan rohani. Ber-puluh² ribu ke- luarga kehilangan mata pentjaharian mereka. Namun demikian kaum Komunis dan simpatisan²nja jang militan tidak melupakan memperingati hari kelahiran Partainja jang mereka tjintai dandjundjungtinggiitu.Didalam pendjara² dan kamp² tahanan, di-tem- pat² dimana mereka terhindar dari teror dan penangkapan, ja, diatas kuburan² kawan² jang belum lagi ditumbuhi rum- put, kita peringati hari kelahiran PKI ini sebagai peristiwa sedjarah jang pen- ting dalam perdjuangan klas buruh dan Rakjat Indonesia untuk mentjapai ke- dan sosialisme. merdekaan nasional penuh, demokrasi

Hari ini kita menundukkan kepala untuk memberi hormat kepada kawan² Komunis dan pentjinta² Partai dari se- gala angkatan, jang dengan ichlas telah mengorbankan djiwanja dalam perdjuangan besar Rakjat Indonesia untuk kemerdekaan dan kebebasan dan untuk tjita² Komunisnja.Dengan chidmat kita berdjandji untuk dengan sepenuh hati dan djiwa meneruskan djedjak djuang mereka, untuk mengubah duka derita ini mendjadi tekad djuang jang tak kundjung padam. Djurubitjara² kekuatan kanan Indonesia berhubung dengan hasil² teror biadab jang telah mereka tjapai jang antara lain berupa pembunuhan ratusan ribu Komunis termasukapemimpin² utama mereka, pendjeblosan ratusan ribu lainnja dalam pendjara, pemetjatan dari djabatan² sipil dan militer apa jang mereka namakan anasir² “G-30-S" dan pernjataan pembubaran PKI, dengan puas mengira bahwa PKI tidak akan

dapat lagi memainkan peranan dalammemberikan dorongan jang luarbiasa

kehidupan politik. Bahkan dengan som-besarnja kepada perdjuangan kemerde- bongnja mereka mengatakan bahwakaan dan pembebasan nasional Rakjat² PKI dan Marxisme-Leninisme tidak mempunjai hak hidup di Indonesia. Akan tetapi sedjarah telah membuktikan dan akan terus membuktikan bahwa penindasan jang bagaimanapun kedjamnja dalam zaman sekarang ini tidak mungkin membasmi Partai Komunis dan adjaran² komunis. Sedjak lebih dari satu abad jang lalu, ketika Gerakan Komunis mulai berkem- bang di Eropa, kaum reaksioner dunia telah bersatu untuk menindasnja. Tetapi djangankan mematikannja, men- tjegah perkembangannjapun mereka tidak berhasil. Gerakan Komunis mentjapai kemenangan setingkat demi setingkat dan selama satu abad lebih sedikit telah berhasil membebaskan ra- tusan djuta Rakjat diberbagai negeri membangun dari penindasan kapitalisme dan sudah sosialisme, sertatelah

Asia, Afrika dan Amerika Latin. Lahirnja PKI 46 tahun jang lalu adalah sesuai dengan proses perkembangan sedjarah dunia, dan sesuai dengan kebutuhan serta sjarat² objektif dari perkembangan perdjuangan klas buruh Indonesia. Kemenangan Revolusi Sosialis Oktober Besar di Rusia tahun 1917 telah memberikan peladjaran kepada kaum Marxis Indonesia jang ketika itu berhimpun dalam Perhimpunan Sosial Demokrat Hindia (PSDH), bahwa klas buruh Indonesia untuk bisa benar² merupakan kekuatan politik jang sang- gup memimpin perdjuangan Rakjat Indonesia untuk mentjapai kemerdekaan dan sosialisme, harus mempunjai Partai tipe baru jaitu Partai Komunis Indonesia. Partai politik seperti Perhimpunan Sosial Demokrat Hindia tidak lagi memenuhi kebutuhan objektif per-

djuangan klas buruh Indonesia. Demi- kianlah kebenaran umum Marxisme-Leninisme berpadu dengan gerakan re- volusioner klas buruh Indonesia mela- hirkan PKI. Seperti djuga sedjarah perkembangan Partai² Komunis negeri² lain didunia ini, sedjarah perkembangan PKI selama 46 tahun merupakan suatu masa jang penuh dengan pergolakan, masa per- djuangan sengit jang tak putus²nja melawan berbagai kekuatan reaksioner dari luar dan dari dalamnegeri dan djuga berdjuang melawan musuh² dari dalam Partai. Bagi kaum imperialis Belanda dan kaum militeris-fasis Djepang pada masa jang lalu, maupun bagi kaum imperialis AS dewasa ini dan bagi kekuatan²reaksionerdidalamnegeri, PKI merupakan suatu kekuatan jang paling mereka takuti, karena paling membahajakan kepentingan mereka. Oleh karena itu baik kaum imperialis Belanda, kaum militeris-fasis Djepang,

kaum imperialis AS maupun kekuatan² reaksioner dalamnegeri senantiasa mengadakanpersekongkolanuntuk mentjari kesempatan menghantjurkan PKI. Ber-kali² dalam perlawanan jang tak henti²nja itu PKI mendapat pukulan² jang berat. Ber-kali² djatuh korban dari barisannja jang terdiri dari kader²- nja jang terbaik termasuk pemimpin² utamanja. Tetapi setiap kali PKI mendapat pukulan, ia selalu bangkit kem- bali dengan kekuatan jang lebih besar sesudah memperbaiki kesalahan²nja. Ketika pemberontakan bersendjata Rakjat Indonesia jang dipimpin oleh PKI untuk menggulingkan kekuasaan kolonial Belanda pada tahun 1926 mengalami kekalahan, pemerintah kolonial Belanda telah melakukan pe- nindasan jang kedjam terhadap orang² Komunis dan simpatisan²nja serta me- njatakan PKI sebagai partai terlarang. Apakah PKI telah mati dengan menga- muknja teror putih jang pertama itu?

Tidak! PKI tetap hidup dan terus melakukan perdjuangan melawan impe- rialisme dan antek²nja. Pada tahun 1935 untuk kedua kalinja pemerintah kolonial Belanda memukul PKI. Tetapi kaum Komunis jang dapat selamat dari penangkapan meneruskan perdjuangan ber-sama² dengan patriot² lainnja dalam front anti-fasis.Dan dalam masa pendudukan militeris-fasis Djepang PKI dengan gigih melakukan perlawanan terhadapnja. Dalam masa pendudukan kaum militeris-fasis Djepang ini PKI mendapat pukulan jang berat lagi. Banjak korban djatuh ter- diri dari kader² dan pemimpin² utama Partai.Tetapi djuga PKI tidak mati. Kaum Komunis jang selamat dan Komunis² muda jang lahir dalam perdjuangan melawan teror fasis Djepang terus melakukan perdjuangan melawan fasis, dan bersama dengan kekuatan² patriotik lainnja mereka telah memain- kan peranan aktif dalam mendorong

terdjadinja proklamasi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945, dan ke- mudian aktif mengambil bagian dalam perdjuangan bersendjata membela RI Proklamasi terhadap serangan bersendjata Belanda. Pada tahun 1948 pemerintah reaksioner Hatta jang berkom- plot dengan imperialis AS melakukan teror putih setjara besar²an dan kedjam terhadap PKI. Kali ini PKI djuga ke- hilangan pemimpin² utamanja. Tetapi PKI bangkit kembali dan berkembang sesudah dengan aktif mengambil bagian dalam perang kemerdekaan kedua. Pada tahun 1951 pemerintah reaksioner Sukiman mentjoba melakukan teror putih lagi terhadap PKI tetapi telah berachir dengan kegagalan total. Disamping mengalami pukulan² dalam ukuran nasional itu organisasi² PKI setempat djuga mengalami pukulan² berat dari kaum reaksioner dalamne- geri seperti teror DI/TII, PRRI/Per- mesta, dsb. Semuanja telah terbukti

tidak bisa membinasakan PKI. Bahkan dalam waktu 14 tahun terachir PKI berkembang meluas keseluruh negeri dengan keanggotaan lebih dari tiga djuta orang. Selama masa itu PKI tidak sadja memainkan peranan penting dalam membasmi pemberontakan² kontra- revolusioner didalamnegeri, tetapi djuga memainkan peranan penting dalam menggagalkan politik imperialis AS jang hendak menguasai Indonesia. Pengalaman sedjarah ini membuktikan bahwa sekali PKI berdiri akan tetap tak ter- tumbangkan, walau prahara jang paling hebat sekalipun menjerangnja. Sekali sedjarah telah melahirkan PKI, ia akan tetap berdiri sampai selesainja pelaksa- naan tugas sedjarah jang dipikulkan diatas pundaknja, jaitu memimpin pro- letariat Indonesia untuk membebaskan nasion, membangun sosialisme dan ko- munisme. Sumber hidup PKI jang tak termatikan adalah klas buruh dan Rakjat pekerdja Indonesia itu sendiri.

Kini sekali lagi PKI mengalami udjian. Kekalahan "Gerakan 30 Septem- ber" telah dipergunakan oleh kekuatan² kanan jang dibenggoli oleh klik djendral Nasution-Suharto untuk melantjarkan teror putih jang ketiga, sesudah PKI mengalami masa perdjuangan jang re- latif damai dalam waktu jang tjukup pandjang bagi suatu negeri jang belum merdeka penuh dan setengah-feodal. Sekali lagi timbul pertanjaan apakah sekali ini PKI djuga akan bangkit kembali dengan kekuatan jang lebih besar? Berdasar hukum² objektif perkem- bangan masjarakat Indonesia, berdasar pengalaman sedjarah, samasekali tidak meragukan bahwa PKI bukan sadja akan dapat bangkit kembali dengan kekuatan jang lebih besar, tetapi djuga pasti akan berhasil memimpin klas buruh dan Rakjat Indonesia untuk menghantjurkan kekuasaan golongan kanan Indonesia jang disokong oleh kaum imperialis jang dikepalai oleh im-

perialis AS, dan akan berhasil mengan- tar Rakjat Indonesia memasuki zaman baru jang bebas dari penindasan imperialisme dan sisa² feodalisme. Kekuatan kanan Indonesia jang di- benggoli oleh klik djendral kanan AD Nasution-Suharto sekarang memang sedang berada dalam kedudukan jang unggul dalam perbandingan dengan kekuatan Rakjat. Mereka sudah men- tjapai kemenangan dan sedang menjempurnakan kemenangannja. Akan tetapi ini bukan kedudukan jang abadi, bah- kan bukan kedudukan jang sesuai dengan keharusan sedjarah. Jang mendjadi keharusan sedjarah adalah keadaan jang sebaliknja, jaitu kaum imperialis dan semua kekuatan reaksio- ner akan kalah dan Rakjat akan me- nang. Keharusan sedjarah ini akan mendjadi kenjataan melalui perdjuangan keras. Dengan perdjuangan jang keras, ulet, berani dan pandai dari kaum Komunis untuk membangkitkan dan

mengorganisasi kembali massa Rakjat terutama kaum buruh dan tani keadaan pasti dapat dirubah, kekuatan Rakjat pasti dapat menggantikan kedudukan jang kini ditempati oleh kekuatan golongan kanan. Faktor² objektif baik setjara interna- sional maupun setjara nasional akan membuktikan bahwa golongan kanan jang kini sedang menjempurnakan ke- menangannjamempunjai kelemahan² jang fatal, jang menjebabkan pada achirnja mereka pasti dapat dikalahkan. Jang mendjadi sandaran utama untuk menegakkan kekuasaan golongan kanan —seperti makin hari makin banjak buktinja— adalah imperialisme, terutama imperialisme AS. Akan tetapi de- wasa ini imperialisme bukan lagi kekuatan jang dapat mendjadi tiang pe- njangga jang teguh dari kekuatan² reak- sioner di-negeri² jang menjandarkan dirinja kepada kaum imperialis. Di In- dia misalnja "bantuan" imperialis AS

tidak dapat membebaskan negeri ini dari tjengkeraman krisis ekonomi jang makin mendalam, dan dengan demikian tidak bisa menolong kedudukan kaum reaksioner jang berkuasa di India. Di Vietnam Selatan bukan sadja "bantuan" uang, bahkan sampaipun dua pertiga dari tentara agresor AS jang berada di Asia Tenggara dengan persendjataan jang paling modern langsung melaku- kan perang agresi terhadap Rakjat, toch tidak bisa menolong kedudukan klik reaksioner rezim Saigon dari keruntuh- annja dan tidak akan dapat mentjegah Rakjat Vietnam Selatan membebaskan dirinja dari tjengkeraman imperialisme dan kaum reaksioner dalamnegeri. Demikian djugalah halnja di Laos, Muang- thai dan pasti djuga di Indonesia. Dengan kekuasaan jang sepenuhnja berada ditangan golongan kanan jang mewakili kepentingan kaum imperialis, kapitalis-birokrat, burdjuasi komprador dan tuantanah, maka tidak ada ke-

mungkinan bagi terdjaminnja kepentingan² jang paling pokok klas² anti-imperialis dan anti-feodal, jaitu kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil kota dan burdjuasi nasional. Kontradiksi jang semakin tadjam akan terdjadi an- tara klas² anti-imperialis dan anti-feodal didalamnegeri dengan kekuatan kanan jang mewakili kepentingan kaum imperialis dan klas² penghisap besar didalamnegeri. Didalam kubu klas² penghisap besar itu perdjuangan untuk sa- ling merebut kekuasaan akan terdjadi pula dengan sengitnja.Semua ini adalah faktor² objektif setjara interna- sional dan nasional jang merupakan ke- lemahan² fatal kekuatan golongan kanan jang memungkinkan mereka dika- lahkan. Sampai dimana kemungkinan² itu akan dapat mendjadi kenjataan tergantung pada kemampuan faktor subjektif, jaitu tergantung pada kemampuan PKI untuk meneruskan pimpinan perdjuang-

an revolusioner kaum buruh dan kaum tani. Oleh karena itu tugas mendesak jang dihadapi oleh kaum Komunis Indonesia dewasa ini jalah bersama- an dengan membangun kembali PKI jang mengalami kerusakan berat, djuga membangkitkan kembali dan mengor- ganisasi massa Rakjat terutama kaum buruh dan kaum tani, dan atas dasar persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh menggalang front persatuan dengan kekuatan² demokratis lainnja untuk melawan kekuasaan golongan kanan jang merupakan sandaran imperialisme.PKIharus mendidik Rakjat Indonesia bahwa satu²nja djalan untuk membebaskan diri dari hidup jang serba pintjang, dari kesengsaraan dan kehinaan, jalah menggulingkan kekuasaan golongan kanan jang mewakili kepentingan² imperialisme dan klas² penghisap besar dalamnegeri, dan men- dirikan kekuasaan Rakjat, kekuasaan Demokrasi Rakjat, jaitu diktatur demo-

kratis dari kaum buruh, kaum tani dan elemen² demokratis lainnja. Hanja kekuasaan inilah jang akan mampu mem- bersihkan sampai ke-akar²nja imperialisme dan sisa² feodalisme serta menjapu bersihkapitalis-birokrat,komprador dan segala elemen² korup lainnja, dan dengan demikian mendatangkan peru- bahan nasib jang sungguh² bagi Rakjat. Tugas² tersebut adalah berat, pelik dan penuh bahaja. Tetapi hanja itulah satu²nja djalan bagi setiap Komunis untuk bisa memenuhi kewadjibannja. Adalah mendjadi kejakinan kita bahwa setiap Komunis jang sedar akan tugas sedjarah jang dipikulkan diatas pun- daknja senantiasa menghasratkan diri- nja akan dapat menunaikan tugas itu se-baik²nja, dan dengan demikian men- djundjung tinggi nama dan kehormatan Sedjarah perkembangan PKI selama 46 tahun djuga merupakan perdjuangan jang tak putus²nja untuk dapat meme-

gang teguh kebenaran umum Marxisme-Leninisme dan mempraktekkannja setjara tepat berdasar kondisi² kongkrit masjarakat dan revolusi Indonesia. Pengalaman mengadjarkan bahwa me- megang teguh kebenaran umum Marxisme-Leninisme dan kemudian mempraktekkannja berdasar kondisi² kongkrit masjarakat dan revolusi Indonesia ha- nja mungkin apabila kader² PKI, teru- tama kader² jang paling bertanggung- djawab dalam pimpinan Partai, mem- punjai pengertian jang se-tepat²nja, pengertian jang tidak sepotong² dan sistimatis, jang praktis dan tidak abstrak tentangMarxisme-Leninisme,dan menggunakannja untuk menganalisa masalah² kongkrit jang diadjukan oleh kehidupan masjarakat Indonesia. Pe- nafsiran jang subjektif, jang berat se- belah, jang dangkal dan kesombongan burdjuis ketjil merintangi bagi tertjapainja pengertian jang sistimatis ten- tang Marxisme-Leninisme, merintangi

tertjapainja pengertian teori jang praktis dan tidak abstrak, dan karena itu menjebabkan terdjadinja kesalahan² dibidang politik dan organisasi. Kenjataan bahwa kekuatan² kontra- revolusioner dalam waktu singkat telah berhasil memukul dengan menimbulkan kerusakan² berat pada PKI mengharus- kan kepada kita jang masih bisa mene- ruskan perdjuangan revolusioner ini untuk melakukan kritik dan otokritik sebagai satu²nja tjara jang tepat untuk bisa menemukan kekurangan² dan kesalahan² baik dibidang teori, politik dan organisasi, dan kemudian memperbaiki- nja. Kita jakin bahwa dengan melakukan kritik dan otokritik setjara tepat, jaitu dilakukan setjara djudjur, ichlas, bebas dari ambisi² burdjuis ketjil dan dengan tudjuan untuk memperbaiki pengabdian kepada Rakjat dan tanahair baik selaku perorangan maupun setjara kolektif, Partai kita akan ber-angsur² keluar dari keadaan sulit dewasa ini.

Dalam perdjuangan untuk membela Marxisme-Leninisme, PKI merupakan salahsatu Partai jang aktif melawan revisionisme modern Chrusjtjov jang untuk sementara waktu telah menimbulkan kerugian² besar bagi perdjuangan proletariat internasional untuk sosialis- me dan bagi perdjuangan pembebasan nasional Rakjat² jang sedang berdjuang melawan kolonialisme lama maupun baru. Dalam hubungan dengan perdjuangan melawan revisionisme modern, PKI telah mentjanangkan bahwa kemenangan² jang diperoleh dalam perdjuangan jang relatif damai jang ber- langsung dalam waktu pandjang, me- mudahkan timbulnja revisionisme modern jang antara lain berupa timbulnja fikiran jang mengira bahwa mengalah- kan kekuasaan imperialisme dan klas² reaksioner dalamnegeri dapat ditjapai dengan djalan parlementer setjara damai atau melalui penggerowotan kekuasaan mereka setjara ber-angsur².

Fikiran² demikian itu djuga bisa mun- tjul dari mereka jang tidak tahan meng- hadapi keadaan jang sangat sulit jang sedang dialami oleh Partai dan gerakan revolusioner Rakjat pada umumnja. Oleh karena itu Partai kita harus terus mengibarkan tinggi² pandji anti-revisionisme modern. Disamping itu Partai harus terus-me- nerus berdjuang melawan ketidak-sa- baran burdjuis ketjil jang mendjurus keavonturisme.Partai harus melaku- kan usaha² jang intensif untuk mengikis habis subjektivisme jang dalam se- djarah Partai kita telah menimbulkan kesalahan²baikoportunismekanan maupun oportunisme kiri. Perdjuangan melawan subjektivisme tidak boleh kita anggap ketjil dalam Partai kita meng- ingat masjarakati Indonésia jang merupakan lautan burdjuisi ketjil merupakan sumber utama bagi subjektivisme dan masih rendahnja taraf pengertian teori

daripada anggota dan kader² Partai pada umumnja. Kepada kawan² jang karena rasa tanggungdjawabnja jang besar dewasa ini melandjutkan pimpinan Partai di- berbagai tingkat, kita berharap agar berusaha keras untuk mengembangkan fikiran kritis dari anggota2, mengembangkan kritik dari bawah, walaupun dalam keadaan jang amat sulit. Pada kesempatan memperingati ulangtahun ke-46 Partai ini, kita me- njampaikan utjapan terimakasih jang se-besar²nja atas segala simpati dan setiakawan dari Partai² sekawan. Per- njataan² simpati dan setiakawan itu lebih meneguhkan kejakinan akan tak terkalahkannja Gerakan Komunis baik didunia maupun di Indonesia. PKI jakin bahwa di-hari² jang akan datang setiakawan dari Partai² Marxis-Leninis sekawan akan lebih luas dan lebih besar lagi. PKI akan bekerdja keras untuk memenuhi harapan² terbaik dari Partai²

Marxis-Leninis sekawan untuk mengalahkan kekuatan reaksioner di Indonesia jang mendapat sokongan penuh kaum imperialis terutama imperialis AS. Marilah kita ubah duka derita ini mendjadi tekad jang membadja untuk mengalahkan sekali dan se-lama²nja kaum reaksioner didalamnegeri! Hidup Marxisme-Leninisme ideologi pembebas Rakjat sedunia! Hidup Rakjat Indonesia jang gagah- perwira! Djajalah PKI! POLITBIRO CC PKI Jogjakarta, 23 Mei 1966

dompadatrneaswedn aiades pobaIubgeer.astsuA naddsls dureaadsghosoantsdabaenkagant armmdeamandejaalsheqmide

tarbeebtasob dsdn kaehadelireM

stnemsl-oaisnsBri iszegot agolesbhealanirou-sm

Pada

omgsgughstksrahobaispniak terimakasbaiia9g

MDdatse- kwan. Per-

BI O ORT eetiakawan itu

jakiman aken tak

a8er foM SSutmrsfnbgot

Indonesia. PKI

jang akan datang PtraMarxis-Leninis lebih luas dan lebih besar kmbekerdja keras untuk

mh harapan² terbaik dari Partai²

MENEMPUH DJALAN REVOLUSI UNTUK MEWUDJUDKAN TUGAS2 JANG SEHARUSNJA DILAKSANAKAN OLEH REVOLUSI AGUSTUS 1945

(Statement Politbiro CC PKI 17 Agustus 1966)

Djawa Tengah, 17 Agustus 1966 organi- dan orang² reyolusioner dan nokrat, terutama PKI dan orang" munis.Sedjarah Indonesia dalam an:modern belum pernah menjak- meradjalelanja teror kontra-re- oner jang kebiadabannja hanja disetarafkan dengan Naziisme seperti jang selama hampir satu ni dipraktekkan oleh kekuatan² jang urenggoli oleh djendrala reaksio-Akan tetapi betapapun ganas

Rakjat Indonesia memperingati ulang- tahun ke-21 Revolusi Agustus 1945 kali ini dalam keadaan berkuasanja kontra-revolusi jang dibenggoli oleh djendral² kanan AD Suharto-Nasution. Tenaga²penggerak revolusi sedang mengalami kemunduran besar, sebagai

asel estaugA TI dogrsT Darntakibat dari teror putih jang luarbiasa

kedjam dan ganasnja terhadap organi- sasi²dan orang²revolusioner dan demokrat, terutama PKI dan orang² Komunis.Sedjarah Indonesia dalam zaman modern belum pernah menjak- sikan meradjalelanja teror kontra-revolusioner jang kebiadabannja hanja dapat disetarafkan dengan Naziisme Hitler, seperti jang selama hampir satu tahun ini dipraktekkan oleh kekuatan² jang dibenggoli oleh djendral² reaksio- ner AD. Akan tetapi betapapun ganas

dan biadabnja kontra-revolusioner mengamuk, mereka tidak akan dapat mematikan elan revolusi klas buruh, kaum tani dan tenaga² penggerak revolusi lainnja. Perkembangan dalam beberapa bulan terachir ini menundjukkan, bahwa kri- sis, jaitu keadaan jang paling sulit jang dialami oleh gerakan revolusioner dalam menghadapi pukulan kontra-revolusi seperti ketiadaan ketegasan pimpinan, berantakannja organisasi, kepa- sifan dalam menghadapi mengamuknja teror, dsb, pada pokoknja telah dilalui. Setapak demi setapak kaum revolusioner dan demokrat mengorganisasi diri kembali dan melakukanperlawanan terhadapdiktaturmiliterdjendral² reaksioner AD Suharto-Nasution.iaSe- muanja ini dilakukan didalam keadaan jang sulit dan berat, dibawah antjaman teror jang tak henti²nja.qiBetapa tak terpatahkansemangatlogrevolusioner Rakjat Indonesialiqstet nsA .AA 1

PKI, jang menurut keharusan sedja- rah menempati kedudukan sebagai pe- lopor klas buruh dan semua kekuatan revolusioner di Indonesia, bukan sadja mulai membangun kembali organisa- sinja dari kerusakan² jang amat berat, tetapi djuga, berkat dilakukannja kritik dan otokritik dikalangan pimpinan dan seluruh Partai, telah mulai menempuh kembali djalan jang benar, djalan revolusi jang diterangi Marxisme-Lenin- isme. Kaum revolusioner memperingati Hari 17 Agustus kali ini dalam keadaan jang amat sulit, tetapi dengan fikiran jang terang mengenai djalan jang harus ditempuh untuk mewudjudkan tugas² jang seharusnja dilaksanakan oleh Revolusi Agustus 1945. Revolusi Agustus 1945 itu sendiri, walaupun gagal men- tjapai tudjuan objektifnja, merupakan suatu peristiwa dan pengalaman sedja- rah jang sangat penting.Revolusi Agustus 1945 telah membangkitkan ke-

sedaran politik Rakjat Indonesia dalam taraf jang tidak mungkin ditjapai dalam keadaan tidak ada revolusi.Ia telah membangkitkan keberanian ber- djuang Rakjat.Ia telah memberikan peladjaran proletariat Indonesia dan PKI, tentang kewadjiban² jang harus dipenuhi untuk memikul tugas sedja- rahnja sebagai pemimpin perdjuangan pembebasan Rakjat Indonesia.Tidak ada tjara jang lebih tepat untuk mem- peringati Hari 17 Agustus 1945 ketjuali dengan menarik peladjaran² dari pa- danja, terutama dari sebab² kegagalan- nja.

MENGAPA REVOLUSI AGUSTUS 1945 GAGAL MENTJAPAI TUDJUAN OBJEKTIFNJA? Berdasar sjarat² objektif, karena Indonesia pada waktu itu negeri djadjah- an dan setengah-feodal, maka Revolusi Agustus 1945 berwatak burdjuis de-

mokratis dengan dua tugas, jaitu meng- usirimperialismedariIndonesia, membebaskan seluruh nasion, dan me- demokratis, laksanakanperubahan² menghantjurkan sampai ke-akar²nja sisa² feodalisme, membebaskan kaum tani dari penindasan feodal tuantanah asing dan pribumi. Revolusi Agustus 1945 menurut ke- harusan sedjarah bukan revolusi burdjuis demokratis tipe lama, jang tugas- nja melikwidasi sisa² feodalisme untuk membuka djalan bagi perkembangan kapitalisme. Revolusi Agustus 1945 terdjadi dalam zaman keruntuhan kapitalisme, zaman revolusi proletar sosialis dunia, zaman peralihan dari kapitalisme kesosialisme dan komunisme jang dimulai sedjak Revolusi Sosialis Okto- ber Besar 1917.k Oleh karena itu Revolusi Agustus 1945 mendjadi bagian dari revolusi proletar sosialis dunia. Ia adalah revolusiburdjuis demokratis tipe baru. Kemenangan revolusi bur-

djuis demokratis tipe baru setjara sempurna berarti memberikan sjarat bagi pelaksanaan revolusi sosialis. Oleh karena itu haridepan Revolusi Agustus 1945 adalah sosialisme dan komunisme. Tenaga penggerak Revolusi Agustus 1945 adalah klas buruh/proletariat, kaum tani, dan burdjuis ketjil diluar kaum tani.Segi anti-imperialisme Revolusi Agustus 1945, jang menondjol padapermulaannjamemungkinkan dimobilisasinjagolongan²penduduk Indonesia jang amat luas. Bukan sadja burdjuasi nasional jang dalam batas² tertentu anti-imperialisme dan anti- feodalisme, tetapi djuga elemen² patrio- tik lainnja termasuk tuantanah patrio- tik, telah ikut atau membantu dalam perang kemerdekaan melawan imperialis Belanda. Akan tetapi tidak semua klas dan golongan jang telah ikut dalam melawan agresi imperialis Belanda pada awal revolusi mempunjai tudjuan jang

sama dalam mengisi kemerdekaan Indonesia jang akan diperoleh sebagai hasil revolusi melawan imperialisme itu. Klas² penghisap, termasuk djuga burdjuasi nasional tidak mempunjai tudjuan lebih djauh daripada memper- tahankan dan mengembangkan kepen- tingan² klasnja. Oleh karena itu klas² ini tidak mempunjai tudjuan untuk membebaskan Rakjat Indonesia dari segala bentuk penghisapan. Kaum komprador seperti Hatta, Sjah- rir dan pemimpin² Soska lainnja serta pemimpin² Masjumi dan sebangsa- nja samasekali tidak mempunjai tjita² untuk Indonesia jang merdeka penuh dan demokratis. Sudah sedjak permu- laan Revolusi Agustus mereka senantia- sa berusaha untuk menggagalkan revolusi dengan mengadakan kompromi² jang reaksioner dengan imperialis Belanda. Mereka adalah pengchianat² revolusi.

Burdjuasi nasional, karena wataknjamewakili kekuatan produksi baru di jang bimbang dalam melawan imperia-Indonesia. Ia adalah klas jang paling lis, ketika revolusi mengalami kekalah-madju, paling revolusioner, memiliki an demi kekalahan, dan kekuatan² revolusi mendjadi semakin lemah telah ikut burdjuasi komprador mengchianati revolusi. Kaum tani, jang merupakan bagian terbesar dari penduduk Indonesia dan paling ditindas oleh sisa² feodalisme, adalah tenaga pokok revolusi. Menurut wataknja, Revolusi Agustus 1945 seharusnja adalah revolusinja kaum tani, revolusi jang membebaskan mereka dari penindasan sisa² feodalisme. Tetapi kaum tani hanja akan mentjapai kebe- basannja dengan pimpinan proletariat. Dan hanja apabila proletariat telah dapat berpadu dalam persekutuan jang teguh dengan kaum tani, maka ia dapat memimpin revolusi mentjapai keme- nangan. Klas buruh atau proletariat Indonesia, walaupun djumlahnja ketjil, tetapi

kesedaran organisasi dan disiplin jang kuat. Sebagai klas jang tidak mempu- njai milik jang harus dipertahankan dalam zaman kapitalisme, maka klas buruh adalah klas jang paling konse- kwen dinegeri kita dalam melawan imperialisme dan sisa² feodalisme. Klas buruh adalah klas jang paling "sepi ing pamrih", dan jang bertudjuan untuk menghapuskan segala bentuk penghi- sapan dan penindasan. Oleh karena itu- lah klas buruh menduduki tempat sebagai pemimpin perdjuangan pembe- basan Rakjat Indonesia. Revolusi Agustus 1945 seharusnja dipimpin oleh klas buruh Indonesia. Mengkarakterisasi watak klas dari burdjuasi dan proletariat dalam revolusi burdjuis demokratis, Lenin menga- takan bahwa "Kedudukan jang ditem- pati oleh burdjuasi sebagai klas dida-

lam masjarakat kapitalis tidak boleh tidak menjebabkan tidak konsekwen didalam revolusi demokratis. Keduduk- an jang ditempati proletariat sebagai kias memaksanja mendjadi konsekwen demokratis. Burdjuasi menoleh kebe- lakang, takut pada kemadjuan demokratis, jang mengantjam akan mem- perkuat proletariat. Proletariat tidak kehilangan suatupun ketjualibeleng- gunja, tetapi dengan bantuan demokrasi mereka akan memperoleh dunia" (Lenin, Dua Taktik Sosial Demokrasi Dalam Revolusi Demokratis). Pimpinan klas buruh atas revolusi burdjuis demokratis diwudjudkan dengan djalan klas buruh harus menggalang front persatuan revolusioner dengan semua klas dan golongan anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Di- antara klas² dan golongan anti-imperialisme anti-feodalisme di Indonesia, kaum tani adalah sekutu jang paling terpertjaja dari klas buruh. Oleh

karena itu persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh merupa- kan dasar daripada front persatuan revolusioner itu. Burdjuasi ketjil di- luar kaum tani adalah sekutu klas buruh jang dapat dipertjajai. Dan burdjuasi nasional adalah sekutu dalam periode tertentu dan dalam batas² tertentu. Untuk bisa mempersatukan dan me- mimpin klas² anti-imperialisme dan anti-feodalisme, klas buruh harus mempunjai program dan taktik jang tepat jang mendjadi pedoman djalannja revolusi dan jang disetudjui oleh sekutu²nja, harus mempunjai organisasi jang kuat dan harus mendjadi teladan dalam melaksanakan tugas² nasional. Dalam hal program jang tepat sangat penting artinja program agraria revolusioner untuk menggalang persekutuan buruh dan tani. Dalam hal taktik jang tepat sangat penting artinja mengua- sai berbagai bentuk perdjuangan,

prinsip2 dan bentuk² organisasi jang

dan dalam revolusi, chususnja revolusi Indonesia menguasai bentuk perdjuangan bersendjata, jang bersatu dengan dan mendapat dukungan kaum tani. Semuanja ini hanja dapat dipe- nuhi apabila proletariat mempunjai partai politiknja sendiri, jaitu Partai Komunis Indonesia, jang sepenuhnja dipimpin oleh teori revolusioner Marx- isme-Leninisme, jang bebas dari segala matjam oportunisme. Pengalaman Revolusi Agustus 1945 menundjukkan bahwa PKI sebagai pelopor klas buruh Indonesia belum dapat menduduki tempat sebagai pe- mimpin perdjuangan pembebasan Rakjat Indonesia. PKI memasuki Revolusi Agustus 1945 tanpa persiapan² jang baik. Sangat lemahnja dibidang teori dan kurangnja mengenal keadaan kongkrit masjarakat Indonesia menjebabkan PKI belum dapat merumuskan sifat² revolusi dan tugas²nja, program, taktik² dan sembojan² revolusi serta

tepat. Martabat PKI jang tinggi dika- langan Rakjat Indonesia jang diperoleh berkat keperwiraan dalam melawan imperialisme pada masa pendjadjahan Belanda dan Djepang, tidak dapat men- djelmakan kepemimpinan PKI atas Revolusi Agustus 1945. Kelemahan teori dan ketidak-mam- puan melakukan analisa kongkrit atas situasi kongkrit dunia dan Indonesia, telah menjebabkan PKI tidak mampu menggunakan kesempatan jang sangat baik, jang diberikan oleh Revolusi Agustus 1945 untuk memperbaiki ke- kurangan²nja. PKI tidak memimpin setjara konsekwen perdjuangan bersendjata melawan imperialis Belanda, tidak mengembangkan peperangan geril- ja jang bersatu dengan gerakan demo- kratis kaum tani sehingga mendapat sokongan penuh dari kaum tani, sebagai satu²nja djalan untuk mengalahkan perang agresi imperialis Belanda. Se-

baliknja PKI malahan menjetudjui dan mendjalankan politik kompromi reak- sioner dari kaum Soska Sjahrir; PKI tidak menggalang persatuan buruh dan tani dengan memimpin perdjuangan anti-feodalisme di-desa², dan atas dasar persekutuan buruh dan tani menggalang front persatuan dengan semua kekuatan demokratis lainnja; PKI tidak memperkuat diri, tetapi malah menenggelamkan peranannja sendiri. Inilah sebab jang telah membikin Revolusi Agustus 1945 tidak berdjalan sebagai mestinja, tidak dapat mentjapai kemenangan jang menentukan, dan achirnja gagal dalam mentjapai tudjuan objektifnja. Kesedaran akan kekurangan² dan kesalahan2, dan usaha² untuk mengem- balikan revolusi pada djalannja jang benar, jang dikemukakan didalam Resolusi Politbiro CC PKI Djalan Baru Untuk Republik Indonesia pada bulan

Agustus 1948 tidak dapat lagi mentje- gah kegagalan revolusi. SOAL POKOK DARI SETIAP REVOLUSI ADALAH SOAL KEKUASAAN NEGARA Bagi setiap orang revolusioner, apa- lagi Komunis adalah merupakan sjarat mutlak untuk memahami kebenaran dalil bahwa “soal pokok dari setiap revolusi adalah soal kekuasaan negara". Tidak memahami kebenaran dalil ini tidak mungkin mendjadikan seseorang peserta jang sungguh² sedar. Karena revolusi dalam arti jang kongkrit adalah penggulingan kekuasaan klas penindas, atau perebutan kekuasaan negara dari tangan klas penindas oleh klas² tertindas dengan djalan kekeras- an. Klas² tertindas, untuk membebas- kan dirinja dari penindasan dan peng- hisapan tidak ada djalan lain ketjuali melakukan revolusi, jaitu dengan ke-

kerasan menggulingkan klas penindas dari kekuasaan negara, atau dengan kekerasan merebut kekuasaan negara. Sebab negara adalah alat jang ditjip- takan oleh klas jang berkuasa untuk menindas klas jang dikuasai. Tetapi bagi suatu revolusi Rakjat jang sungguh² dalam zaman modern sekarang ini tidaklah tjukup hanja dengan merebut kekuasaan dari tangan klas² penindas, dan menggunakan kekuasaan jang direbutnja itu. Marx mengadjarkan bahwa penghantjuran mesinnegarakemiliteran-birokrasi adalah "sjarat pendahuluan daripada setiap revolusi Rakjat jang sungguh²" (Lenin, Negara Dan Revolusi). Suatu revolusi Rakjat jang sungguh² dapat dikatakan mentjapai kemenangan jang menentukan apabila telah menjelesai- kan sjarat pendahuluan itu, dan bersa- maan dengan itu membentuk alat kekuasaan jang samasekali baru jang bertugas untuk menindas dengan keke-

rasan dan tak kenal ampun perlawanan klas penindas jang telah digulingkan. Apakah jang seharusnja dilakukan oleh Revolusi Agustus 1945 mengenai kekuasaan negara? Sebagai sjarat pendahuluan Revolusi Agustus 1945 seharusnja menghantjur- kan mesin negara kolonial beserta segala aparaturnja jang dibangun untuk mempertahankan kolonialisme atas Indonesia, dan bukannja sekedar pe- mindahan kekuasaan ketangan RI. Revolusi Agustus 1945 seharusnja mendi- rikan negara jang samasekali baru, negara jang dikuasai bersama oleh klas² anti-imperialisme dan anti-feodal- isme dibawah pimpinan klas buruh. Inilah jang dinamakan negara De- mokrasi Rakjat. Sebagai alat revolusi nasional dan demokratis, negara De- mokrasi Rakjat harus mendjalankan diktatur, menindas dengan kekerasan sendjata dan tak kenal ampun musuh² revolusi (imperialis, beserta kompra-

dornja dan tuantanah feodal), jang sesudah digulingkan pasti mengadakan perlawananberlipatganda.Kepada Rakjat, jaitu kepada kekuatan² pendu- kung revolusi negara itu harus memberikan kebebasan demokratis se-luas²nja. Oleh karena itulah negara sedemikian itu disebut diktatur Demokrasi Rakjat. Revolusi Agustus 1945 hanja dapat dikatakan mentjapai kemenangan jang menentukan, apabila berhasil memben- tuk negara diktatur Demokrasi Rakjat. Karena hanja negara jang demikian itulah jang dapat mendjamin diusirnja samasekali imperialisme dan dilikwi- dasinja samasekali sisa² feodalisme, dan dengan demikian mengantarkan Rakjat memasuki Indonesia Baru jang merde- ka penuh dan demokratis, menudju ke- sosialisme. Tetapi dalam keadaan pimpinan revolusi tidak berada ditangan prole- tariat, maka "sjarat pendahuluan" dari Revolusi Agustus 1945, jaitu penghan-

tjuran mesin negara kolonial, tidak dilakukan sebagaimana mestinja. Kekuasaan negara jang dilahirkan bukan- lah diktatur Demokrasi Rakjat. Ikutnja orang² Komunis dalam pemerintahan dan bahkan ketika kabinet dipimpin oleh orang Komunis, tidak memberikan watak kepada RI sebagai negara Rakjat, karena alat² birokrasi kolonial tidak dihantjurkan setjara total dan diganti dengan alat² jang samasekali baru jang ditjiptakan oleh dan untuk mengabdi revolusi. Orang² jang dji- wanja sudah berdaki, berkarat sebagai pengabdi² kekuasaan kolonial tidak disingkirkan dari alat² kekuasaan negara. Di-desa² kekuasaan politik masih berada ditangan penguasa² feodal. Usa- ha untuk menghapuskan pemerintahan perseorangan dengan membentukKo- mite² Nasional Indonesia (KNI) Desa mengalamikegagalan. Tidak djarang aksi² Rakjat untuk menghantjurkan samasekali mesin birokrasi kolonial, se-

perti "pendaulatan" terhadap penguasa² djahat, pendemokrasian pemerintah daerah termasuk penghapusan swa- pradja di-daerah² tertentu, ditindak dengan kekerasan oleh kekuasaan RI dengan dalih sebagai “anarki", "hantam kromo", "mendirikan negara dalam negara” dsb. Dengan tidak adanja pimpinan klas buruh, maka RI tidak bisa tidak adalah negara jang dikuasai oleh burdjuasi, dimana proletariat ikut serta. Negara jang watak klasnja demikian tidak da- pat mendjadi alat Revolusi Agustus

  1. Tanpa diktatur Demokrasi Rakjat Revolusi Agustus 1945 tidak mem- punjai alat untuk mengalahkan mu- suh²nja, dan karena itu tidak mungkin menjelesaikan tugasnja, jaitu member- sihkan sampai ke-akar²nja imperialisme dan sisa² feodalisme. Pengunduran diri setjara sukarela kabinet jang dipimpin oleh Komunis pada tahun 1948 telah membuka ke-
    sempatan se-luas²nja bagi djatuhnja kekuasaan negara ditangan burdjuasi reaksioner jang dipimpin oleh Moh. Hatta, jang mengchianati Revolusi Agustus 1945 dengan melakukan teror putih dalam Peristiwa Madiun, sebagai pendahuluan dari pemulihan kepentingan² imperialis Belanda melalui perse- tudjuan KMB jang hina, jang mendja- dikan Indonesia negeri setengah-dja- djahan dan setengah-feodal. Sedjak itu RI samasekali bukan alat untuk menjelesaikan Revolusi Agustus 1945, te- tapi merupakan alat ditangan burdjuasi komprador dan tuantanah Indonesia untuk melindungi kepentingan imperialisme dan mempertahankan sisa² feodalisme, serta untuk menindas Rakjat terutama buruh dan tani jang ber- djuang melawan imperialisme dan sisa² feodalisme. Watak kekuasaan negara jang anti-Rakjat itu dibuktikan dengan terang oleh penindasan terhadap hak² demokrasi, antara lain larangan mogok

bagi kaum buruh dan pengusiran dengan kekerasan sendjata kaum tani jang menduduki tanah² perkebunan imperia- lis. Alat kekuasaan negara jang ter- penting, jaitu tentara jang dilahirkan oleh Revolusi Agustus 1945, jang telah mengalami pembersihan elemen² Ko- munis dan revolusioner lainnja melalui "rasionalisasi" dan terutama melalui teror putih Peristiwa Madiun, telah disesuaikan lebih landjut dengan watak klas negara jang sudah berubah men- djadi pendjamin kepentingan imperialisme dan klas² reaksioner dalamnegeri, dengan memasukkan elemen² tentara boneka jang dibentuk oleh Belanda dan pengaruh Misi Militer Belanda. Kebangkitankembaliperdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia dalam meneruskan perlawanan terhadap pe- nindasan imperialisme dan sisa² feodal- isme sesudah persetudjuan KMB telah mendapatkankemenangan²politik tertentu, kemenangan² bagian atau re-

form, dengan mengurangi sifat anti- demokratisnja kekuasaanburdjuasi. Reform² politik tertinggi jang pernah ditjapai oleh perdjuangan Rakjat Indonesia adalah adanja pemerintah jang dalam batas² tertentu memberikan kebebasan demokratis kepada Rakjat, dalam batas² tertentu menindas pembe- rontakan dan aksi² kontra-revolusioner lainnja dari kekuatan² kanan didalam- negeri seperti RMS, DI/TII, PRRI/Per- mesta dll, atas desakan Rakjat meng- ambil tindakan terhadap kepentingan ekonomi imperialisme dan membatasi masuknja pengaruh kebudajaan impe- rialis, mendjalankan politik luarnegeri anti-imperialisme, dan memberi kesem- patan pada wakil proletariat untuk ikut dalam pemerintahan tetapi tidak me- megang kekuasaan riil. Akan tetapi salahlah apabila mengira bahwa adanja pemerintah jang sedemi- kian itu berarti suatu perubahan fun- damentil watak klas kekuasaan negara.

Djuga tidak tepat untuk menganggapfundamentil kekuasaan negara, jaitu bahwa fakta² seperti tersebut diatas menandakan lahir dan berkembangnja suatu aspek jang mewakili kepentingan Rakjat atau aspek pro-Rakjat dalam kekuasaan negara. Kesalahan sedemi- kian itu, seperti jang diformulasi dalam "teori dua aspek" dalam kekuasaan negara, menganggap bahwa dengan fakta² seperti disebutkan diatas, maka dalam negara RI terdapat dua aspek, jaitu aspek anti-Rakjat jang terdiri dari klas² komprador, kapitalis-birokrat dan tuantanah disatu fihak, dan "aspek pro-Rakjat" jang terdiri terutama dari burdjuasi nasional dan proletariat difi- hak jang lain. Menurut "teori dua aspek" ini di Indonesia bisa terdjadi keadjaiban, jaitu bahwa negara bukan lagi merupakan alat penindas klas jang berkuasa terhadap klas lainnja, tetapi bisa mendjadi alat jang dikuasai ber-sama oleh klas penindas dan klas² tertindas. Dan pengubahan setjara

lahirnja kekuasaan Rakjat, dapat ditja- pai setjara damai dengan mengembang- kan "aspek pro-Rakjat" dan melikwi- dasi ber-angsur² "aspek anti-Rakjat". "Teori dua aspek" dalam kekuasaan negara adalah suatu kesalahan berat se- belah atau subjektif dalam pentrapan filsafat Marxis-Leninis chususnja adjaran tentang kontradiksi, dan merupakan pengingkaran terhadap adjaran Marxis-Leninis mengenai negara dan revolusi, jang antara lain mengatakan bahwa "negara adalah alat kekuasaan dari klas tertentu jang tak dapat di- damaikan dengan antipode-nja (klas jang berlawanan dengannja)"; bahwa “Bentuk² negara burdjuis adalah sa- ngat beraneka ragam, tetapi isi pokok- nja adalah sama; semua negara itu, apapun bentuknja, dalam analisa tera- chir tidak dapat tidak kediktaturan burdjuasi", bahwa "penggantian negara burdjuis"... "tidak mungkin tan-

pa suatu revolusi kekerasan" (Lenin, Negara Dan Revolusi). Dalam kekuasaan negara memang ada kontradiksi antara burdjuis komprador dan tuantanah jang pro-imperialis disatu fihak dengan burdjuis nasional jang dalam batas² tertentu anti-imperialis dan demokratis dilain fihak. Tetapi adanja kontradiksi itu tidak mengubah kedudukan negara sebagai alat penindas daripada klas² jang ber- kuasa dilapangan ekonomi. Berhubung dengan pukulan² jang dilakukan oleh kekuatan² revolusioner dan demokratis terhadap kekuatan kanan, terutama dengan penghantjuran kekuatan² bersen- djata kontra-revolusioner seperti DI/TII, PRRI/Permesta dll, burdjuasi nasional jang dalam batas² tertentu anti-imperialis dandemokratis itu, dengan sokongan Rakjat sampai pada batas tertentu dapat mendesak burdjuis komprador dan tuantanah dalam kekuasaan negara. Keadaan demikian ditundjukkan

oleh terbentuknja pemerintah jang da- la batas² tertentu anti-imperialis dan demokratis. Dengan maksud untuk mempertahankan kedudukandalam menghadapiburdjuis komprador dan tuantanah, burdjuis nasional berkepen- tingan menarik sokongan jang semakin besar dari Rakjat. Dan untuk ini, sampai pada batas jang tidak membahaja- kan kepentingan klas mereka, mereka bersedia memberi konsesi politik kepa- daproletariat dengan memasukkan wakil² proletariat, jaitu orang² Komunis, dalam kedudukan jang tidak lang- sung memegang kekuasaan negara jang menentukan. Komunis bukannja tidak diperboleh- kan setjara prinsip ikut serta dalam pemerintah burdjuis demokratis, tetapi tidak untuk memperkuat diktatur burdjuis, melainkan untuk membela kepentingan² jang bebas dari klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnja, untuk mempertjepat kesedaran Rakjat bahwa

kekuasaan burdjuis tidak mungkin mendjamin kepentingan pokok Rakjat. Menurut teori tentang kontradiksi, berhubung dengan masuknja wakil² proletariat dalam pemerintah, adalah benar analisa bahwa didalam kekuasaan negara terdapat kontradiksi antara burdjuis komprador, kabir dan tuantanah disatu fihak, merupakan kekuatan pro- imperialisme dan sisa² feodalisme (segi anti-Rakjat), dengan burdjuis nasional dan proletariat difihak jang lain (segi Rakjat atau segi pro-Rakjat), akan te- tapi tidak boleh dilupakan bahwa djuga menurut teori tentang kontradiksi dalam kekuatan Rakjat terdapat pula kontradiksi.Burdjuasi nasional adalah satu segi, dan proletariat adalah segi jang lain: satu sama lain merupakan dua segi jang berkontradiksi dalam apa jang disebut "segi Rakjat" atau “segi pro-Rakjat". Kwalitet apa jang disebut “segi Rakjat" atau “segi pro-Rakjat" itu diten-

tukan oleh segi mana — proletariat atau burdjuasi nasional — jang berkuasa didalam kontradiksi. "Segi Rakjat" akan betul² setjara representatif mewakili kepentingan Rakjat, apabila segi proletariat jang berdominasi, sesuatu hal jang tidak mungkin tertjipta didalam kerangka kekuasaan negara burdjuis. Kenjataan jang berdominasi dalam "segi Rakjat" adalah burdjuasi nasional, maka "segi Rakjat" atau "segi pro-Rakjat" itu tidak lain adalah kekuatan burdjuasi nasional dan tidak dapat di- katakan mewakili kepentingan Rakjat, jang hakekatnja adalah buruh dan tani. Djadi mengharap akan terdjadinja suatu perubahan fundamentil dalam kekuasaan negara, mengantar Rakjat pada singgasana kekuasaan, melalui keme- nangan “aspek Rakjat" terhadap “aspek anti-Rakjat" menurut pola "teori dua aspek" dalam kekuasaan negara adalah suatu chajal belaka. Rakjat hanja akan mentjapai. singgasana kekuasaan mela-

lui revolusi bersendjata dibawah pimpinan klas buruh menggulingkan kekuasaan burdjuasi komprador, kabir dan tuantanah jang mewakili kepentingan imperialisme dan sisa² feodalis- me. "Teori dua aspek" dalam kekuasaan politik dalam praktek adalah melenjap- kan kebebasan proletariat dalam melak- sanakan front persatuan dengan burdjuasi nasional, meleburkan kepentingan proletariat kedalam kepentingan burdjuasi nasional, menempatkan proletariat sebagai embel² burdjuasi nasional. Untuk mengembalikan proletariat pa- da kedudukannja sebagai pemimpin perdjuangan pembebasan Rakjat Indonesia, adalah mutlak perlu mengkoreksi kesa- lahan “teori dua aspek" dalam kekuasaan politik, dan melempangkan fikiran jang keliru mengenai filsafat Marxis-Leninis tentang negara dan revolusi.

DJALAN UNTUK MENTJAPAI INDONESIA BARU JANG MERDEKA PENUH DAN DEMOKRATIS Revolusi Agustus 1945 dalam arti jang kongkrit seharusnja adalah perebutan kekuasaan dari tangan imperialis asing, penghantjuran mesin negara kolonial setjara total dan pembentukan kekuasaan negara jang samasekali baru, jaitu diktatur Demokrasi Rakjat dibawah pimpinan klas buruh. Dalam arti jang kongkrit, Revolusi Agustus 1945 hanja berlangsung selama 3 tahun jaitu dari tahun 1945 sampai 1948. Revolusi Agustus 1945 setjara definitif menga- lami kegagalan samasekali ketika kekuasaan negara sepenuhnja djatuh di- tangan burdjuasi reaksioner, dan digu- nakan untuk menindas tenaga² peng- gerak revolusi. Djadi tahun² sesudah 1948, Indonesia tidak lagi berada dalam revolusi. Ini tidak berarti bahwa perdjuangan revo-

lusioner Rakjat Indonesia mendjadi ber- henti. Tidak! Perdjuangan revolusioner itu terus berlangsung, tetapi ini bukan revolusi. Tudjuan² langsung jang mendjadi tuntutan perdjuangan bukanlah perubahan² revolusioner, bukan pendje- bolan sampai ke-akar²nja sistim masja- rakat lama jaitu imperialisme dan sisa² feodalisme, tetapi reform² dibidang ekonomi maupun dibidang politik. Ada- lah suatu kekeliruan jang semestinja tak usah terdjadi bahwa tidak sedikit dika- langan kaum revolusioner Indonesia di- masa jang lalu jang ikut tenggelam dalam permainan kata² "revolusi belum se- lesai", dan merasa se-olah² terus berada dalam suasana berlangsungnja revolusi. Sesudah terdjadinja Revolusi Agustus 1945 Indonesia bukan lagi negeri dja- djahan.Akan tetapi tidak berarti bahwa Indonesia sudah merupakan negeri jang merdeka penuh jang bebas samasekali dari imperialisme, baik dibidang ekonomi, politik dan kebudajaan.

Pengambilalihan perusahaan² imperialis jang pernah dilakukan oleh. Pemerintah RI atas desakan Rakjat samasekali belum melikwidasi kekuasaan imperialisme dibidang ekonomi. Dengan melalui berbagai djalan dan dengan bantuan komprador²nja, kaum imperialis terutama imperialis AS tetap dapat melaku- kan penghisapan terhadap Rakjat Indonesia. Lagi pula, karena jang berkuasa bukan Rakjat, maka pengambilalihan perusahaan² imperialis tidak mengubah kedudukan perusahaan² tersebut mendjadi perusahaan² milik Rakjat— melalui penguasaan oleh negara —, dan karena itu tidak dapat memperbaiki penghidupan Rakjat, chususnja kaum buruh jang bekerdja dalam perusahaan² jang bersangkutan. Sebaliknja, pengambilalihan perusahaan² imperialis itu telahmelahirkankapitalis²-birokrat, baik dari kalangan sipil maupun dan terutama dari kalangan militer, jang

achirnja merupakan komprador² imperialis. Selain itu Indonesia djuga belum merupakan negeri jang benar² demokratis, bebas dari sisa² feodalis, baik dibidang ekonomi, politik dan kebudajaan. Sistim tuantanah jang mendjadi dasar penghisapan feodal atas kaum tani belum dihapuskan; dan demikian djuga sistim pemerintahan otokrasi jang merupakan kekuasaan politik feodal masih tetap berdjalan di-desa². Singkatnja, sesudah terdjadi Revolusi Agustus 1945 Indonesia merupakan negeri jang belum merdeka penuh atau masih setengah-djadjahan dan setengah-feodal. Jang memerintah di Indonesia bukanlah Rakjat, tetapi lapisan atas klas burdjuis dan tuantanah. Hanja sebagian ketjil orang² Indonesia dari ka- langan klas jang memerintah jang sudah dapat menikmati kemerdekaan. Sedangkan Rakjat, terutama kaum buruh dan kaum tani jang paling ba-

njak memberikan pengorbanan selama Revolusi Agustus 1945 masih hidup di- bawah penghisapan dan penindasan im- perialisme dan sisa² feodalisme, dan karena itu masih djauh dari kemerdekaan dan kebebasan. Berkuasanja diktatur militer djendral² kanan AD Suharto-Nasution dengan komplotannja sekarang ini, jang terdiri dari klas² kapitalis-birokrat, komprador dan tuantanah, bukan sadja tidak akan mengurangi penghisapan im- perialisme dan sisa² feodalisme atas Rakjat Indonesia, tetapi bahkan akan lebih mengintensifkan penghisapan itu. Seperti telah dibuktikan oleh kenja- taan, untuk menegakkan kediktaturan- nja atas Rakjat Indonesia, djendral² kanan AD Suharto-Nasution dengan komplotannjasedangmenjandarkan diri sepenuhnja atas "bantuan" negeri² imperialis jang dikepalai oleh AS. Atas desakan imperialis AS, negeri2 imperialis jang memberi "bantuan" kepada In-

donesia telah membentuk apa jang di- sebut "Klub Tokio". Didalam “Klub Tokio" ini sedang difikirkan tjara² jang lebih efektif dalam memberi "bantuan" ekonomi kepada Indonesia, bukan dari sudut kepentingan Rakjat Indonesia, akan tetapi dari sudut kepentingan negeri² imperialis jang memberi "bantuan", chususnja imperialis AS, supaja melalui "bantuan" ekonomi Indonesia dapat "diselamatkan" dari "antjaman Komunis" (batja diselamatkan dari re- volusi jang akan menghantjurkan kapi- tal negeri² imperialis di Indonesia). Pembentukan"Klub Tokio" tidak lain adalah suatu usaha imperialis internasional jang dikepalai oleh imperialis AS, untuk ber-sama² menetapkan tjara² jang lebih efektif mendjalankan neo- kolonialisme di Indonesia. Kenjataan ini tidak akan dapat ditu- tupi dengan pemberian nama jang in- dah² jang dikreasi oleh kaum reaksioner dalamnegeri dan kaum imperialis inter-

nasional, seperti "bantuan dari negeri² jang madju industrinja", "bantuan ekonomi atas dasar saling menguntung- kan", "dengan bantuan luarnegeri mempertjepat berdikari", dsb, dsb. Tidak! Samasekali tidak! Kenjataan akan tetap berbitjara, bahwa di Indonesia, dibawah kekuasaan diktatur militer djendral² kanan AD Suharto-Nasution dengan komplotannja dan dengan bantuan imperialis internasional jang dikepalai AS, sedang dibangun neo-kolo- nialisme! Oleh karena itu dibawah kekuasaan diktatur militer djendral² kanan Suharto-Nasution dan komplotannja, Rakjat Indonesia tidak akan mungkin bebas dari penderitaan lahir dan batin, dari hidup jang serba pintjang. Be-ribu² kaum buruh telah mendjadi korban pemetjatan se-wenang², dan jang masih bekerdja bukan sadja meng- alami penderitaan jang semakin berat karena upahnja sangat djauh dibawah

kebutuhan hidupnja, tetapi djuga men- derita karena di-indjak²nja kebebasan demokratis. Nasib jang sama djuga dia- lami oleh pegawai² negeri. Dibawah diktatur militer djendral² kanan AD Suharto-Nasution dan komplotannja, bukan sadja UUPA dan

UUPBH jang hanja sedikit mengun-

tungkan kaum tani tidak dilaksanakan, tetapi bahkan hasil² jang sudah ditjapai berkat perdjuangan kaum tani banjak jang dirampas kembali oleh tuantanah dengan kekerasan, dan akan makin banjak lagi kese-wenang²an tuantanah terhadap kaum tani didjalankan dibawah lindungan kekuasaan sendjata. Kaum intelektuil demokratis tidak

lagi bebas mengembangkan ilmunja.

Apa jang digembar-gemborkan tentang "kebebasan mimbar" tidak lain adalah kebebasan menjebarkan ilmu untuk kepentingan imperialisme dan klas² penghisap besar dalamnegeri. Para mahasiswa dan peladjar tidak tente-

ram mengikuti kuliah dan peladjaran. Sedangkan para sastrawan dan seniman Rakjat tidak lagi bebas mentjipta, karena segala sastra dan seni jang meng- abdi Rakjat ditindas, dan hanja sastra dan seni dekaden matjam Manikebu dan sebangsanja jang anti-revolusioner itu jang diberi kebebasan. Dibawah diktatur militer djendral² kanan AD, djuga pengusaha ketjil dan pengusaha nasional, baik dilapangan industri maupun perdagangan, meng- hadapi haridepan jang suram. Karena masjarakat Indonesia masih setengah-djadjahan dan setengah-feo- dal, karena penindasan imperialisme dan sisa² feodalisme atas Rakjat Indonesia belum dilenjapkan, dan bahkan sedang diperketat oleh diktatur militer djendral² kanan AD dan komplotannja bersama dengan kaum imperialis in- ternasional, maka ini berarti bahwa sebab²jangmenimbulkanrevolusi jang wataknja sama dengan Revolu-

si Agustus 1945, jaitu revolusi burdjuis demokratis tipe baru, masih tetap ada. Ini berarti bahwa pada ketika jang baik pasti terdjadi lagi suatu revolusi di Indonesia, dan bahwa hanja dengan djalan revolusi inilah Rakjat Indonesia akan membebaskan dirinja dari penindasan dan penghisapan imperialisme dan sisa² feodalisme, mem- bangun Indonesia Baru jang merdeka penuh dan demokratis, menudju ke- sosialisme. Djika kita mengatakan bahwa Rakjat Indonesia pasti akan mengadakan revolusi sekali lagi jang wataknja sama dengan Revolusi Agustus 1945, apakah ini berarti bahwa revolusi jang pasti akan terdjadi lagi itu sama sepenuhnja dengan Revolusi Agustus 1945? Kontradiksi pokok dalam masjarakat Indonesia sekarang masih sama dengan kontradiksi pokok ketika terdjadi Revolusi Agustus 1945, jaitu imperialisme dan sisa²feodalisme berkontradiksi

dengan massa Rakjat jang menghendaki kemerdekaan penuh dan demokrasi. Sistim imperialisme dan setengah-feo- dal dipertahankan oleh kaum imperia- lis beserta kompradornja dan tuantanah, berlawan dengan klas buruh, kaum tani, burdjuis ketjil dan dalam batas² tertentu djuga burdjuis nasional jang hendak menghapuskan sistim imperialisme dan sisa² feodalisme. Djadi sasaran revolusi masih tetap, jaitu imperialisme dan sisa² feodalisme. Klas² jang mendjadi musuh revolusi adalah pada pokoknja tetap, jaitu im- perialis, komprador, kapitalis-birokrat dan tuantanah, dan tenaga² penggerak revolusipun tetap, jaitu klasburuh, kaum tani dan burdjuis ketjil. Akan tetapi perdjuangan antara sasaran² revolusi dengan tenaga² penggerak revolusi mengalami perubahan² tertentu. Tugas jang paling utama dari Revolusi Agustus 1945 pada waktu itu adalah merebut kekuasaan dari tangan

kaum imperialis asing (imperialis Dje- pang), dan karena imperialis Belanda berusaha dengan perang agresi untuk mengembalikan kolonialisme atas Rakjat Indonesia, maka Rakjat Indonesia melawannja dengan mendjalankan pe- rangkemerdekaan.Dalamkeadaan demikian,maka kontradiksiseluruh negeri kita dengan imperialisme Belanda merupakan kontradiksi pokok, dan kontradiksi antara berbagai klas dalamnegeri termasuk antara tuantanah dengan kaumtani ditempatkan pada kedudukan jang dibawahkan oleh kontradiksi pokok itu. Pada ketika itu tepat untuk mengatakan bahwa tugas menggulingkanimperialismeadalah primer dari dua tugas urgen jaitu menggulingkan imperialisme dan sisa² feodalisme. Sesudah terdjadinja Revolusi Agustus 1945 di Indonesia tidak ada lagi kekuasaanpolitik imperialis setjara langsung (ketjuali di Irian Barat sebe-

lum dibebaskan).Sedjak kegagalan Revolusi Agustus 1945 kekuasaan poli- tik dinegeri kita berada ditangan klas² reaksioner dalamnegeri, jaitu burdjuasi komprador dan tuantanah.Dan dalam periode dasawarsa terachir ini lahir klas reaksioner baru jaitu kapitalis-birokrat. Diantara mereka banjak ber- asal dari perwira² AD jang memperoleh kedudukan mereka melalui SOB jang praktis hingga sekarang ini dipertahan- kan. Kapitalis²-birokrat jang mendjadi komprador² imperialis, terutama imperialis AS itulah jang sekarang mendjel- makan dirinja dalam diktatur militer djendral² kanan AD Suharto-Nasution dengan komplotannja.Dalam keadaan demikiantidak tepat untuk mengatakan“menggulingkanimperialisme" adalah primer dari dua tugas urgen, jaitu menggulingkan imperialisme dan sisa² feodalisme. Sesudah kaum imperialis tidak setjara langsung memegang kekuasaan po-

litik di Indonesia, maka kepentingan² politik mereka diwakili oleh burdjuis komprador, kabir dan tuantanah jang memegang kekuasaan negara RI. Oleh karena itu hanja dengan menggulingkan kekuasaan klas² reaksioner dalamnegeri itulah dapatdiwudjudkan setjara njata penggulingan imperialisme dan sisa² feodalisme. Inilah tugas primer revolusi Indonesia tingkat sekarang! Tanpa melihat perbedaan sjarat² objektif pada waktu terdjadinja Revolusi Agustus 1945 dan sesudahnja, dan tetap berpegang teguh pada sembojan “"menggulingkan imperialisme" adalah primer,ketikaimperialismetidak memegangkekuasaanpolitik setjara langsung dinegeri kita, adalah salah. Kesalahaninitelahmengakibatkan terkekangnja perkembangan aksi² revo- lusioner kaum buruh dan tani untuk tuntutan² politik dan ekonomi mereka, karena kontradiksi klas² didalamnegeri diharuskan tunduk pada perdjuangan

bersama “menggulingkan imperialisme", jang sebenarnja tidak mempunjai sa- saran kongkrit ketjuali pembebasan Irian Barat, pengambilalihan perusa- haan² imperialis dan politik luarnegeri jang anti-imperialis. Semuanja ini te- lahbanjakmemperkuat kedudukan burdjuasi daripada memperkuat kedudukan tenaga² penggerak revolusi, jai- tu kaum buruh, kaum tani dan burdjuis ketjil. Djadi perbedaan antara Revolusi Agustus 1945 dengan revolusi jang akan terdjadi lagi dinegeri kita adalah terletak dalam hal dari tangan siapa kekuasaan negara direbut oleh Rakjat. Revolusi Agustus 1945 merebut kekuasaan negara dari tangan imperialis asing, sedang revolusi jang akan da- tang merebut kekuasaan negara dari tangan klas²reaksioner dalamnegeri. Oleh karena itu kontradiksi antara klas² reaksioner dalamnegeri jang memegang kekuasaan negara disatu fihak

dan Rakjat dilain fihak akan sangat menondjol dan tak terdamaikan. Revolusi jang akan datang tetap berhakekat revolusiagraria,jaitupembebasan kaum tani dari penindasan sisa² feo- dalisme dengan menghapuskan sistim tuantanah. Bersama dengan itu revolusi djuga akan melakukan tindakan² anti-imperialis Rakjat Indonesia dewasa ini mengha- dapi diktatur militer djendral² kanan Suharto-Nasution dan komplotannja, pendjelmaan daripada kekuasaan klas² jang paling reaksioner dinegeri kita. Dibawah rezim jang bersifat fasis, jang telah merampas samasekali hak² de- mokrasidan hak² azasi Rakjat ini, tidak ada kemungkinan bagi Rakjat Indonesia untuk melakukan aksi² poli- tik dan ekonomi setjara damai, jang tidak mengalami penindasan dengan kekerasan sendjata. Ketiadaan demokrasi bagi Rakjat, penindasan dengan kekerasan sendjata

setiap gerakan revolusioner dan de- mokratis, tidak bisa tidak memaksa seluruh Rakjat untuk mengangkat sendjata guna membela hak²nja. Perdjuangan Rakjat bersendjata melawan kontra-revolusi bersendjata tak terelakkan dan merupakan bentuk perdjuangan terpokok revolusi jang akan datang. Hanja melalui djalan perdjuangan bersendjata inilah Rakjat Indonesia akan dapat menggulingkan kekuasaan kontra-revolusioner jang bersendjata seba- gai sjarat untuk mewudjudkan hasrat mereka jang telah diperdjuangkan se- lama ber-puluh² tahun, jaitu kemerde- kaan dan kebebasan. Tak terelakkannja djalan perdjuangan bersendjata untuk mengalah- kan kontra-revolusi bersendjata itu disedari bukan sadja oleh kaum Komunis, tetapi djuga oleh kaum revolusioner non-Komunis. Meskipun demikian perlu untuk memperingatkan bahwa perdjuangan bersendjata untuk menga-

lahkan kekuasaan kontra-revolusi bersendjata itu, sebagai revolusi tidak boleh dilakukan setjara avonturisme militer, dengan djalan putsch jang terpi- sah dari kebangkitan massa Rakjat. Kaum revolusioner sedikitpun tidak boleh meninggalkan prinsip bahwa Rakjatlah jang membebaskan mereka sendiri. Meninggalkan prinsip ini pasti berachir dengan kekalahan. Karena hakekat revolusi Indonesia tingkat sekarang adalah revolusi agraria kaum tani, maka hakekat perdjuangan bersendjata Rakjat Indonesia adalah djuga perdjuangan bersendjata kaum tani untuk membebaskan diri dari penindasan sisa² feodalisme. Perdjuangan bersendjata melawan kontra-revolusi bersendjata tak mungkin tahan lama dan achirnja pasti kalah apabila tidak berhakekat perdjuangan bersendjata kaum tani melaksanakan revolusi agraria. Dan perdjuangan bersendjata kaum tani melaksanakan revolusi agra-

ria hanja dapat mentjapai kemenangan sepenuhnja, sungguh² akan membebaskan kaum tani dari penindasan sisa² feodalisme, apabila dilakukan dengan pimpinan proletariat, bukan sadja menggulingkan kekuasaan tuantanah di-desa², tetapi menghantjurkan selu- ruh kekuasaan kontra-revolusi dalam- negeri jang dewasa ini diwakili oleh diktatur militer djendral² kanan Suhar- to-Nasution dan komplotannja.

KESIMPULAN

Dengan mempeladjari kembali soal² pokok dari pengalaman Revolusi Agus- tus 1945 kita dapat menarik kesimpulan² jang sangat penting bagi proletariat Indonesia dan PKI sebagai pelo- pornja dalam menghadapi tugasnja jang akan datang, jaitu memimpin Revolusi Demokrasi Rakjat sebagai djalan satu²nja untuk mewudjudkan has-

rat seluruh Rakjat Indonesia jang tak dapat dilaksanakan oleh Revolusi Agustus 1945, jalah mentjapai Indonesia Baru jang merdeka penuh dan demokratis. Kesimpulan² itu adalah sebagai berikut:

(1) Revolusi Agustus 1945, sebagai
revolusi burdjuis demokratis tipe baru, jang mempunjai tugas menghantjur- kan imperialisme dan sisa² feodalisme sampai ke-akar²nja, hanja bisa mentjapai kemenangan apabila dipimpin oleh proletariat. Untuk mewudjudkan pim- pinannja atas revolusi burdjuis demokratis tipe baru itu, proletariat pertama- tama harus bersekutu dengan kaum tani, dan atas dasar persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh, menggalang front persatuan revolusioner dengan klas² dan golongan revolusioner lainnja. Proletariat dapat me- lakukan kewadjibannja sebagai pemim- pin front persatuan revolusioner apabila

mempunjai program dan taktik jang tepat, jang mendjadi pedoman bagi djalannja revolusi dan diterima oleh se- kutu²nja, mempunjai organisasi jang kuat dan mendjadi teladan dalam men- djalankan tugas² nasional. Dalam hal program jang tepat sangat penting artinja program agraria revolusioner untuk menggalang persekutuan buruh dan tani; dalam hal taktik jang tepat sangat penting artinja menguasai bentuk per- djuangan jang pokok, jaitu perdjuang- an bersendjata jang bersandar pada dukungan kaum tani. Semuanja itu hanja bisa dipenuhi apabila proletariat mempunjai partai politiknja sendiri, jaitu PKI, jang sepenuhnja dipimpin oleh teori revolusioner Marxisme-Lenin- isme, jang bebas dari segala matjam oportunisme.

(2) Sjarat bagi pelaksanaan sepe-
nuhnja tugas Revolusi Agustus 1945 bukan merebut kekuasaan negara dari

tangan imperialis asing dan memindah- kan kekuasaan itu ketangan RI, tetapi harus menghantjurkan seluruh mesin negara kolonial dan mendirikan negara jang samasekali baru, jaitu diktatur Demokrasi Rakjat, jang merupakan kekuasaan bersama klas² anti-imperial- isme dan anti-feodalisme dibawah pimpinan klas buruh. Diktatur Demokrasi Rakjat sebagai alat revolusi burdjuis demokratis tipe baru, harus me- nindas dengan kekerasan dan tak kenal ampun semua musuh revolusi, dan mendjamin hak² demokrasi jang se- luas²nja bagi Rakjat. Karena tidak di- pimpin oleh proletariat, Revolusi Agustus 1945 tidak menjelesaikan sjarat tersebut sebagaimana mestinja. Mesin negara kolonial tidak dihantjurkan samasekali. RI jang dibentuk bukan diktatur Demokrasi Rakjat, tetapi repu- blik burdjuis. Pentrapan jang salah dari teori ten- tang kontradiksi dan penjimpangan dari

adjaran² Marxisme-Leninisme mengenai negara dan revolusi telah mendjerumus- kan pimpinan PKI pada "teori dua aspek" dalam kekuasaan negara jang oportunis.

(3) Pembebasan Rakjat Indonesia
dari penghisapan dan penindasan im- perialisme serta sisa² feodalisme hanja dapat ditjapai melalui djalan revolusi jang pasti akan terdjadi lagi, jang ber- watak sama dengan Revolusi Agustus 1945, jaitu revolusi burdjuis demokratis tipe baru. Tugas terpenting dari revolusi jang akan datang jalah menghantjurkan kekuasaan kontra-revolusioner dalamnegeri jang dewasa ini diwakili oleh diktatur militer djendral² kanan Suharto-Nasutiondan komplotannja, melalui perdjuangan bersendjata. Perdjuangan bersendjata mengalahkan kontra-revolusi bersendjata akan mentja- pai kemenangan apabila berhakekat perdjuangan bersendjata kaum tani

melaksanakan revolusi agraria. Dan perdjuangan bersendjata kaum tani melaksanakan revolusi agraria hanja akan dapat mentjapai kemenangan pe- nuh apabila dilakukan dengan pimpinan proletariat menghantjurkan kekuasaan semuakekuatankontra-revolusioner dalamnegeri.

(4) Tugas² jang dihadapi oleh Par-
tai untuk memimpin dan memenang- kan Revolusi Demokrasi Rakjat, jalah: Pertama, meneruskan pembangunan kembali PKI jang Marxis-Leninis, bebas dari segala matjam oportunis, teguh melawan subjektivisme dan revisionis- me modern; bersamaan dengan ini meneruskan pekerdjaan membangkitkan kembali, mengorganisasi dan memobili- sasi massa, terutama kaum buruh dan kaum tani. Kedua, bersiap memimpin perdjuangan bersendjata djangka pan- djang jang mendjadi satu dengan revolusi agraria kaum tani di-desa². Keti-

ga, menggalang front persatuan dengan semua kekuatan jang melawan diktatur militer djendral² kanan AD Suharto-Nasution, atas dasar persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Inilah Tripandji Partai untuk Revolusi Demokrasi Rakjat. Demikianlah kita telah menarik pela- djaran mengenai soal² pokok dari Revolusi Agustus 1945, dan dengan demi-

kian telah mengetahui pula tugas²

pokok jang kita hadapi di-hari² jang akan datang. Kita menjedari se-da-

lam²nja bahwa musuh jang dihadapi oleh revolusi jang akan datang adalah

seluruh kontra-revolusioner dalamnegeri jang dibenggoli oleh djendral² kanan AD Suharto-Nasution, dan mereka ini mendapat bantuan kaum imperialis terutama imperialis AS. Tetapi kitapun menjedari se-dalam²nja bahwa revolusi Indonesia jang akan datang adalah revolusi jang dikehendaki oleh bagian

jang amat luas dari Rakjat Indonesia, jang telah mendapat peladjaran jang tak ternilai harganja dari Revolusi Agustus 1945. Seperti djuga Revolusi Tiongkok jang besar, Revolusi Vietnam jang djaja, Revolusi Korea dan Revolusi Kuba jang menang dan semua revolusi di-negeri² setengah-djadjahan dan setengah-feodal, Revolusi Indonesia mem- punjai tenaga pokok jaitu kaum tani, jang seperti dikatakan Lenin "sanggup mendjadi pembela sepenuh-hati dan jang sangat radikal dari revolusi demokratis", asal sadja proletariat sanggup memberi pimpinan jang tepat, maka “kaum tani tidak boleh tidak akan mendjadi benteng revolusi dan republik, karena hanjalah revolusi jang menang sepenuhnja jang dapat memberikan ke- pada kaum tani segala sesuatu dila- pangan reform² agraria — segala sesuatu jang diingini petani², jang mereka impi²kan, dan jang benar² mereka bu-

tuhkan, untuk keluar dari lumpur, dari setengah perhambaan, dari kegelapan, penindasan dan perbudakan" (Lenin, Dua Taktik Sosial Demokrasi Dalam Revolusi Demokratis). Kita djuga sedikitpun tak akan lupa, bahwa proletariat internasional, baik jang sudah berhasil membebaskan diri dan nasionnja, maupun jang sedang berdjuang untuk membebaskan dirinja, semua Rakjat jang berdjuang melawan imperialisme adalah sekutu Revolusi Indonesia jang akan datang. Dan bahwa imperialis AS, biangkeladi kontra- revolusi dunia itu, meskipun mendapat bantuan dari kaum revisionis modern model Chrusjtjov, sedang menghadapi bentjana kekalahan jang memalukan dan tak terelakkan di Vietnam. Kita tahu bahwa tugas jang kita ha- dapi adalah berat, pelik dan penuh ba- haja, tetapi kesedaran baru jang lahir kembali dan ditempuhnja kembali dja-

lan revolusi memberikan daja hidup Hantjurkan diktatur militer djendral² dan daja djuang jang tak terpatahkan! kanan AD Suharto-Nasution dan kom- plotannja! Kita tak dapat mengukur betapa pan-Hidup Rakjat Indonesia! djang djalan jang masih harus kita la-Djajalah Partai dan Negeri!

lui, tetapi dengan menempuh kembali

djalan revolusi membikin harapan akan POLITBIRO CC PKI kemenangan bukan lagi impian! Kita djuga tahu bahwa djalan jang

Djawa Tengah, 17 Agustus 1966

kita lalui bukan djalan jang bertabur bunga, tetapi kitapun tak ragu bahwa hanja melalui djalan ini bunga² merah mawar akan mekar mewarnai kehidup- an baru jang bebas dan demokratis! Marilah dengan sebulat hati kita se- rahkan segenap kemampuan jang ada pada kita untuk memenuhi panggilan tugas jang mendatang, menggulingkan kekuasaan diktatur militer djendral² kanan AD Suharto-Nasution, pemimpin dari kontra-revolusioner dalamnegeri, sebagai pembuka djalan ke Indonesia Baru, bebas dari imperialisme dan sisa² feodalisme!

TEGAKKAN PKI JANG MARXIS-LENINIS UNTUK MEMIMPIN REVOLUSI DEMOKRASI RAKJAT INDONESIA

(Otokritik Politbiro CC PKI September 1966)

Djawa Tengah, September 1966

Dalam Statement Politbiro CC PKI menjambut ulangtahun ke-46 Partai, antara lain dinjatakan "Kenjataan bah- wa kekuatan² kontra-revolusioner dalam waktu singkat telah berhasil me- mukul dengan menimbulkan kerusak- an² berat pada PKI, mengharuskan kita jang masih bisa meneruskan per- djuangan revolusioner ini untuk mela- kukan kritik dan otokritik sebagai satu²nja tjara jang tepat untuk bisa me- nemukan kekurangan² dan kesalahan² baik dibidang teori, politik dan organi- sasi, dan kemudian memperbaikinja". Malapetaka jang telah menimbulkan kerugian berat kepada PKI dan gerakan revolusioner Rakjat Indonesia sesudah terdjadi dan gagalnja "Gerakan 30 September" telah menjingkap tabir jang dalam waktu tjukup lama menu-

tupi kelemahan² berat PKI. Pimpinan PKI telah mendjalankan avonturisme, jaitu dengan mudah sadja tanpa meng- indahkan ketentuan² organisasi meli- batkan diri kedalam "Gerakan 30 September" jang tidak berdasarkan kese- daran dan kejakinan jang tinggi massa Rakjat.Dan karena itu telah menje- babkan terpentjilnja Partai dari massa Rakjat. Sebaliknja sesudah kalahnja "Gerakan 30 September" pimpinan Partai mendjalankan garis oportunisme kanan, jaitu menjerahkan nasib Partai dan gerakan revolusioner pada kebi- djaksanaan Presiden Sukarno. Ini adalah puntjak kelemahan² dan kesalahan² berat PKI baik dibidang ideologi, politik dan organisasi. Politbiro menginsjafi akan tanggung- djawabnja jang paling besar dalam hal kelemahan² dan kesalahan² berat dalam Partai selama ini. Oleh karena itu Politbiro sangat memperhatikan dan menghargai se-tinggi²nja kritik² setjara

Marxis-Leninis dari kader² dan anggota² serta kritik² setjara djudjur dari simpa- tisan² Partai jang dinjatakan dengan berbagai tjara. Politbiro bertekad untuk melakukan otokritik setjara Marxis-Leninis, mengamalkan adjaran Lenin dan teladan Kawan Musso dalam melakukan kritik dan otokritik setjara Marxis-Leninis. Lenin mengadjarkan bahwa "Sikap sesuatu partai politik terhadap kesalahannja sendiri adalah salahsatu tjara jang penting dan terper- tjaja untuk mengukur kesungguhan partai itu dan bagaimana ia dalam prak- tek menunaikan kewadjiban² terhadap klasnja dan Rakjat pekerdja. Terus terang mengakui kesalahan, menjelidiki sebab²nja, menganalisa keadaan jang telah menimbulkan, dan dengan teliti mendiskusikan tjara² untuk memper- baikinja, itulah tanda suatu partai jang serius; itulah tjara ia harus menundjuk- kan kewadjiban²nja, itulah tjara ia harus mendidik dan melatih klas, dan ke-

mudian massa"1)(digaris-bawahi oleh Lenin)a brsi nust Pada bulan Agustus 1948, Kawan Musso telah memberikan teladan dalam Politbiro CC PKI untuk melakukan kritik dan otokritik setjara bebas, setjara Marxis-Leninis, terhadap kelemahan² dan kesalahan² berat PKI selama tahun² berlangsungnja Revolusi Agustus 1945. Berkat kritik dan otokritik jang tidak kenal ampun terhadap kelemahan² dan kesalahan² itu, telah ditemukan djalan keluar jang bertudjuan untuk menegak- kan kembali PKI sebagai pelopor klas buruh Indonesia, mengembalikan tradisi baik PKI pada waktu sebelum dan selama Perang Dunia Ke-II dan untuk membikin PKI memperoleh hegemoni dalam pimpinan revolusi.2) Perdjuangan intern-Partai dalam pembangunan kembali PKI jang men- derita pukulan berat dalam "Peristiwa Madiun" dan pelaksanaan Djalan Baru

(Resolusi Politbiro CC PKI Agustus

1948) telah melahirkan Politbiro baru pada tahun 1951. Pengalaman sampai dengan terdjadinja “Gerakan 30 Sep- tember"1965 menundjukkan, bahwa Politbiro jang dipilih pada tahun 1951, dan jang terpilih kembali oleh CC Partai hasil Kongres Nasional Ke-V dan Ke-VI, bukan sadja tidak berhasil me- laksanakan Koreksi Besar Musso, tetapi telah melakukan penjelewengan² serius dari Marxisme-Leninisme. Sebagai aki- batnja, PKI tidak dapat memenuhi tu- gasnja dalam sedjarah, sebagai pelopor klas buruh dan pemimpin perdjuangan pembebasan Rakjat Indonesia. Mengingat beratnja kelemahan² dan kesalahan² jang melibat seluruh Partai, Politbiro memandang perlu untuk me- njusun analisa jang lengkap, supaja se- tiap anggota Partai dapat mempeladjari se-baik²nja dan supaja dapat mentjegah terulangnja kembali kelemahan² dan

kesalahan² jang sama dimasa datang. Tetapi dalam keadaan meradjalelanja teror putih jang paling ganas dan paling kedjam dari diktatur militer djendral² kanan AD Suharto-Nasution sekarang ini, tidak mudah untuk melakukan kritik dan otokritik se-lengkap²nja itu. Untuk mentjukupi keperluan jang men- desak, perlu lebih dulu dikemukakan soal² jang pokok dibidang ideologi, politik dan organisasi, untuk didjadikan pegangan mempeladjarikelemahan² dan kesalahan² Partai dalam gerakan pembetulan fikiran sekarang ini. Dengan segala kerendahan dan ketu- lusan hati Politbiro menjadjikan otokritik ini. Politbiro mengharap kepada setiap anggota Partai untuk mengambil bagian aktif dan kritis dalam mendis- kusikan kelemahan² dan kesalahan² pimpinan Partai dan berusaha sekuat tenaga untuk menjempurnakan Otokritik Politbiro CC PKI ini, dengan mena- rik peladjaran² dari pengalamannja ma-

sing² baik setjara kolektif maupun

setjara perorangan. Politbiro mengharap supaja tiap anggota Partai berpe- gang teguh pada garis "persatuan — kritik — persatuan" dan"menerima peladjaran dari jang sudah² supaja lebih waspada dikemudian hari; mengobati penjakit untuk menjelamatkan sisakit', agar dapat mentjapai dua tudjuan, jaitu kedjernihan dalam ideologi dan persatuan diantara kawan²"3). Dengan berpe- gang teguh pada pedoman jang tepat ini Politbiro jakin bahwa setiap anggota Partai akan mengambil bagian dalam gerakan mempeladjari dan mengatasi kelemahan² serta kesalahan² ini dengan tekad untuk membangun kembali PKI jang Marxis-Leninis, memperkuat persatuan dan solidaritet Komunis, mempertinggi kewaspadaan ideologi, politik dan organisasi serta mempertinggi se- mangat djuang untuk mentjapai keme- nangan.

POKOK2 KELEMAHAN DIBIDANG IDEOLOGI Resolusi Djalan Barudalam me- kesalahan² nundjukkan sebab utama prinsipiil dilapanganorganisasi dan politik PKI dalam1 masa Revolusi Agustus mengatakan: "Politbiro ber- pendapat, bahwa kesalahan² prinsipiil tsb diatas terutama disebabkan karena lemahnja ideologi Partai". Kelemahan²dan kesalahan² berat jang diderita oleh Partai dalam periode sesudah tahun 1951 tidak bisa tidak djuga bersumber pada kelemahan² ideologi, terutama pada pimpinan Partai. Kelemahan ideologi ini bersumber dari asal klas burdjuis ketjil dan kurangnja menguasai Marxisme-Leninisme. Lenin mengadjarkan bahwa "tanpa teori revolusioner, tak mungkin ada gerakan revolusioner", dan bahwa "peranan pe- djuang pelopor itu dapat dilakukan ha- nja oleh partai jang berpedoman kepada

teori jang paling madju"4). Pengalaman kaum Komunis Indonesia membenarkan sepenuhnja adjaran Lenin itu. Kelemahan² dan kesalahan² berat jang telah menjebabkan PKI tidak dapat meme- nuhi tugasnja sebagai pelopor klas bu- ruh Indonesia, oleh karena pimpinan Partai bukan sadja tidak berhasil me- madukanteorirevolusionerdengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, tetapi bahkan telah menempuh djalan jang terlepas dari pedoman teori jang paling madju. Pengalaman itu menun- djukkan bahwa PKI belum berhasil memperoleh pimpinan inti jang terdiri dari elemen² proletar, jang sungguh² memiliki pengertian jang se-tepat²nja tentang Marxisme-Leninisme, pengertian jang sistimatis dan tidak sepotong², pengertian jang praktis dan tidak abs- trak. Partai kita mempunjai kelemahan² ideologi jang mempunjai akar sedjarahi jang lama, jaitu subjektivisme.Dasar

sosial ideologi subjektivisme adalah klas burdjuis ketjil. Indonesia adalah negeri burdjuis ketjil, dimana perusahaan² pe- milik ketjil sangat banjak, terutama pertanian perseorangan. Partai kita di- lingkungi oleh klas burdjuis ketjil jang sangat besar, dan banjak anggota Partai berasal dari klas ini. Tidak bisa tidak fikiran² dan kebiasaan² burdjuis ketjil terbawa masuk kedalam Partai. Metode berfikir burdjuis ketjil adalah subjektif berat sebelah dalam menin- djau masalah². Tidak bertolak dari kenjataan objektif, dari imbangan ke- kuatan klas² jang objektif, tetapi dari kemauan subjektif, perasaan subjektif dan angan² subjektif. Subjektivisme inilah jang mendjadi sumber ideologi kesalahan² dogmatisme atau empirisis- me dibidang teori, oportunisme kanan atau oportunisme "kiri" dibidang poli- tik dan liberalisme atau sektarisme dibidang organisasi, jang pernah terdjadi dalam Partai kita.

Dalam masa pelaksanaan Djalan Baru terdjadi perdjuangan dalam Partai kita melawan subjektivisme. Akan tetapi perdjuangan itu ternjata belum berhasil mentjabut sampai ke-akar²nja ideologi subjektivisme. Ini terbukti dari penga- laman Kongres Nasional Ke-V Partai. Dalam Kongres ini telah dilakukan kri- tik jang tadjam terhadap subjektivisme jang merupakan perintang pelaksanaan Resolusi Djalan Baru. Tetapi bersama- an dengan itu Kongres telah membikin kesalahan jang sama dengan menerima Manifes Pemilihan Umum PKI, jang mengadjukan program untuk memben- tuk Demokrasi Rakjat melalui Pemilihan Umum. Ini adalah pernjataan dari oportunisme “kiri" dan kanan sekali- gus. Ditindjau dari segi program jang terlalu djauh, melampaui apa jang bisa ditjapai berdasarkan sjarat² objektif adalah merupakan kesalahan"kiri". Tetapi ditindjau dari djalan fikiran bah- wa Demokrasi Rakjat akan dapat di-

tjapai melalui pemilihan umum, djadi setjara damai, adalah merupakan kesalahan kanan. Dalam periode sesudah tahun 1951, subjektivisme tetap tumbuh, makin la- ma makin besar dan melahirkan oportunisme kanan jang berpadu dengan pengaruh revisionisme modern jang ter- djadi dalam Gerakan Komunis Interna- sional. Ini merupakan benang hitam oportunisme kanan jang mendjadi tjiri pokok kesalahan² PKI dalam periode tersebut. Tumbuh dan perkembangan kelemahan² serta kesalahan² itu oleh karena faktor² sebagai berikut: Pertama, tidak dihidupkannja tradisi kritik dan otokritik setjara Marxis-Leninis didalam Partai terutama didalam pimpinan Partai. Salahsatu tjontoh adalah mengenai penggantianManifes Pemilihan Umum PKI. Setelah diketa- huibahwaManifesPemilihan Umum itu salah, segera ditjabut dan diganti dengan program jang lain, jaitu untuk

Pemerintah Koalisi Nasional.Tetapi tindakan itu tidak disertai dengan kritik dan otokritik setjara luas dan dalam mengenai sumber ideologi dari kesalahan itu, untuk mendjaga "prestise pimpinan". Oleh karena itu tindakan mengganti Manifes Pemilihan Umum dengan program untuk Pemerintah Koalisi Nasional masih belum mengikis sikap oportunis menghadapi Pemilihan Umum dalam rangka demokrasi bur- djuis. Mengenai soal ini lebih landjut akan kita kupas dibelakang. Gerakan² pembetulan fikiran atau gerakan beladjar jang kadang² diadakan oleh Partai kurang dilaksanakan dengan serius dan konsekwen, kurang disimpul- kan setjara baik, dan tidak diikuti dengan tindakan² organisasi jang diperlu- kan.Gerakan² beladjar lebih banjak ditudjukan kepada bawahan dan boleh dikatakan tidak pernah ditudjukan untuk melakukan kritik dan otokritik dikalangan pimpinan. Kritik dari ba-

wah tidak diberi saluran jang baik, bah- kan ditekan. Tidak dihidupkannja tradisi kritik dan otokritik setjara Marxis-Leninis didalam Partai, terutama didalam pimpinan Partai disatu fihak, dan lemahnja teori kader² Partai pada umumnja difi- hak lain menumpulkan daja kritis dan kewaspadaan ideologi kader² Partai pada umumnja, dan chususnja kader² pimpinan. Kedua, menjusupnja pengaruh ideologi burdjuis jang melalui dua djalan, jai- tu pada waktu Partai menggalang front persatuan dengan burdjuis nasional, dan pemburdjuisan diri dikalangan kader² terutama pimpinan setelah men- dapatkan kedudukan² didalam lembaga² pemerintahandansemi-pemerintah. Makin banjaknja kader² Partai duduk dalam lembaga² pemerintahan dan semi-pemerintah dipusat dan daerah menimbulkan "lapisan kaum buruh jang diburdjuiskan” dan ini merupakan

“saluran² jang sebenarnja bagi reform- isme"5). Keadaan demikian itu tidak terdapat pada masa sebelum Revolusi Agustus 1945. Ketiga, revisionisme modern mulai menjusup kedalam Partai ketika setjara tidak kritis Sidang Pleno Ke-IV CC Kongres Ke-V menerima laporan jang membenarkan garis Kongres Ke-20 PKUS, dan mendjadikan garis "mentja- pai sosialisme setjara damai melalui djalan parlementer" sebagai garis PKI. Djalan damai sebagai salahsatu tjiri revisionisme modern ini telah lebih dipa- kukan lagi dalam Kongres Nasional Ke-VI PKI dengan ditjantumkannja dalam Konstitusi Partai kata² bahwa "adalah suatu kemungkinan bahwa sis- tim Demokrasi Rakjat sebagai tingkat peralihan kesosialisme di Indonesia di- tjapai dengan djalan damai, djalan parlementer. PKI dengan sekuat tenaga berdjuang untuk mendjadikan kemungkinan ini suatu kenjataan".Garis revi-

sionis ini bahkan diperkuat kembali dalam Kongres Nasional Ke-VII dan tidak pernah dikoreksi, walaupun ketika itu Partai kita sudah sedar bahwa pimpinan PKUS sedjak Kongres Ke-20 telah menempuh djalan revisionisme modern. Dalam menghadapi revisionisme modern pimpinan PKUS, pimpinan PKI jang sudah sangat terikat oleh perseku- tuan dengan burdjuasi nasional, telah mengambil sikap jang tidak tegas. Sikap itu diambil terutama dari segi menjela- matkan kepentingan persekutuannja dengan burdjuasi nasional, dan bukan dari segi kepentingan jang bebas dari proletariat. Meskipun pada tahun² be- lakangan pimpinan PKI mengetjam ber- bagai garis revisionisme modern pimpinan PKUS, dan dari sikapnja ini PKI mendapat tempat terhormat dalam ba- risan kaum Marxis-Leninis sedunia, tetapi masih tetap memelihara hubungan baik dengan pimpinan PKUS, dan pe-

ngaruh revisionisme dalam Partai tidak dikikis samasekali. Pengalaman PKI memberikan peladjaran bahwa sikap mengetjam revisionisme modern PKUS tidak berarti bahwa PKI sendiri otomatis sudah bebas dari kesalahan² oportunisme kanan jang sama dengan jang dilakukan oleh kaum revisionis modern. Pengalaman PKI memberi peladjaran bahwa revisionisme modern, bahaja terbesar dari Ge- rakan Komunis Internasional, adalah djuga bahaja terbesar bagi PKI. Revisionisme modern bukan "bahaja jang laten tetapi tidak akut"6), melainkan bahaja jang kongkrit dan telah menimbulkan kerusakan² berat pada PKI dan menimbulkan kerugian besar bagi ge- rakan revolusioner Rakjat Indonesia. Oleh karena itu samasekali tidak boleh meremehkan bahaja revisionisme modern dan harus dilakukan perdjuangan tak kenal ampun terhadapnja. Sikap tegas melawan revisionisme modern di-

segala bidang hanja dapat dilakukan setjara efektif apabila Partai kita me- ninggalkan garis “memelihara persaha- batan dengan kaum revisionis modern". Adalah satu kenjataan bahwa PKI, disatu fihak mengetjam revisionisme modern pimpinan PKUS, tetapi difi- hak lain djuga mendjalankan kesalahan² revisionis, karena merevisi adjaran² Marxisme-Leninisme tentang perdjuangan klas, negara dan revolusi. Selain itu, pimpinan PKI bukan sadja tidak mengadakan perdjuangan dibidang teori terhadap aliran² revolusioner lain jang bisa menjesatkan proletariat seper- ti jang diadjarkan oleh Lenin"), tetapi malahan setjara sukarela memberikan konsesi² teori. Pimpinan PKI telah me- njamakan tiga komponen Marxisme jaitu materialisme filsafat, ekonomi politik dan sosialisme ilmu, dengan "tiga komponen adjaran Bung Karno"; hen- dak mendjadikan Marxisme sebagai ideologi klas buruh milik nasion jang

didalamnja terdapat klas² penghisap jang bermusuhan dengan klas buruh.

POKOK2 KESALAHAN DIBIDANG POLITIK

Kesalahan² oportunisme kanan dibidang politik jang kita tindjau ini meli- puti tiga persoalan, jaitu (1) djalan untuk mentjapai Demokrasi Rakjat Indonesia, (2) masalah kekuasaan negara dan (3) pelaksanaan front persatuan na- sional. Oportunisme kanan dibidang politik, menampakkan dirinja pertama-tama dan terutama mengenai djalan damai atau djalan revolusi untuk mentjapai Demokrasi Rakjat di Indonesia sebagai tingkat peralihan kesistim sosialis. Sa- lahsatu perbedaan dan pertentangan azasi antara Marxisme-Leninisme dengan revisionisme baik klasik maupun modern adalah djustru terletak pada soal djalan mentjapai sosialisme. Marx-

isme-Leninisme mengadjarkanmen- tjapai sosialisme melalui djalan revolusi proletar dan untuk negeri² djadjahan, setengah-djadjahan dan setengah-feodal seperti Indonesia melalui tingkat Revolusi Demokrasi Rakjat lebih dulu. Se- dangkanrevisionismemengchajalkan mentjapai sosialisme melalui djalan da- mai. Bagaimanakah proses terdjadi dan berkembangnja kesalahan mengenai soal ini? Selama masa 15 tahun sedjak tahun 1951, PKI telah menempuh perdjuangan legal dan parlementer. Menggunakan bentuk perdjuangan legal dan parlementer adalah salahsatu tjara jang ha- rus digunakan oleh partai proletariat revolusioner dalam keadaan dan sjarat² tertentu sebagaimana didjelaskan oleh Lenin dalam karjanja Komunisme "Sajap Kiri", Penjakit Ke-kanak²an. Menolak menggunakan bentuk perdjuangan parlementer pada saat per-

djuangan itu diperlukan, dan bermain dengan revolusi ketika sjarat²nja belum tersedia, adalah salah. Perdjuangan parlementer sebagai bentuk perdjuangan legal jang dilaku- kan oleh Partai pada tahun 1951 pada pokoknja adalah benar, sesuai dengan sjarat² objektif pada waktu itu. Keadaan objektif waktu itu jalah bahwa gelombang revolusi sedang surut, tena- ga² penggerak revolusi belum bangkit kembali, bagian besar Rakjat jang se- belum Revolusi Agustus belum pernah mengalami kemerdekaan politik masih menaruh harapan pada demokrasi bur- djuis. Pada tahun² permulaan periode terse- but Partai mentjapai hasil² tertentu dalam perdjuangan politik maupun dalam pembangunan partai. Hasil jang pen- ting dalam masa itu jalah dirumuskan- nja soal² pokok revolusi Indonesia. Telah dirumuskan bahwa revolusi Indonesia tingkat sekarang adalah revolusi

burdjuis demokratis tipe baru, jang tu- gasnja melikwidasi imperialisme dan sisa² feodalisme serta membangun sis- tim Demokrasi Rakjat sebagai tingkat peralihan kesosialisme. Tenaga² peng- gerak revolusi adalah klas buruh, kaum tani dan burdjuis ketjil, tenaga pimpin- annja jalah klas buruh dan kekuatan massa utamanja jalah kaum tani. Telah dirumuskan pula bahwa burdjuasi na- sional adalah kekuatan revolusi jang bimbang, jang dalam batas² tertentu dan pada waktu tertentu bisa memihak revolusi, tetapi pada waktu jang lain bisa mengchianati revolusi. Partai dju- ga telah merumuskan bahwa klas buruh, untuk dapat memenuhi kewadjib- annja sebagai pemimpin revolusi Indonesia harus menggalang front persatuan revolusioner dengan semua klas dan golongan revolusioner lainnja, atas dasar persekutuan buruh dan tani di- bawah pimpinanklas buruh.

Tetapi, suatu kekurangan jang sangat penting, jang dikemudian hari merupa- kan penjelewengan oportunisme kanan atau revisionisme, jalah, bahwa Partai belum mentjapai persatuan fikiran jang se-djernih²nja mengenai usaha² pokok, bentuk perdjuangan pokok revolusi Indonesia. CC Partai pernah mendiskusi- kan masalah ini setjara garis besar, tetapi untuk waktu² selandjutnja tidak pernah membitjarakan setjara menda- lam sehingga memungkinkan ditjapainja pengertian tunggal jang se-tepat²- nja, sebagai sjarat untuk ditjapainja pengertian tunggal dan tepat diselu- ruh Partai. Adalah suatu kesalahan besar bagi suatu partai jang memikul tugas sedja- rah memimpin revolusi seperti PKI, tidak mendjadikan masalah usaha² pokok, bentuk perdjuangan pokok revolusi Indonesia sebagai persoalan seluruh Partai, melainkan hanja persoalan se- bagian ketjil dikalangan pimpinan dan

kader² tertentu Partai. Dengan demi- kian fikiran majoritet dalam Partai telah dipasifkan mengenai masalah jang maha penting bagi revolusi itu. Revolusi Indonesia, walaupun pimpin- annja adalah klas buruh, tetapi massa- nja jang terutama adalah kaum tani. Karena ketjilnja djumlah klas buruh Indonesia, maka metode² perdjuangan klas buruh jaitu pemogokan umum jang merupakan pelopor kebangkitan tenaga² penggerak revolusi lainnja jang kemu- dian meningkat kepemberontakan bersendjata, seperti jang terdjadi dalam revolusi burdjuis demokratis Rusia 19058), tidak dapat mendjadi bentuk perdjuangan pokok atau metode revolusi Indonesia. Revolusi Tiongkok telah memberikan peladjaran tentang bentuk perdjuangan pokok revolusi dinegeri djadjahan, setengah-djadjahan dan setengah-feodal, jaitu perdjuangan Rakjat bersendjata melawan kontra-revolusi bersendjata.

Sesuai dengan hakekat revolusi adalah revolusi agraria, maka hakekat perdjuangan Rakjat bersendjata itu adalah perdjuangan bersendjata kaum tani dalam revolusi agraria dibawah pimpinan klas buruh. Praktek revolusi Tiongkok pertama-tama adalah merupakan pen- trapan Marxisme-Leninisme berdasar kondisi² kongkrit Tiongkok. Bersamaan dengan itu ia djuga mengungkapkan hukum umum bagi revolusi² Rakjat dinegeri² djadjahan, setengah-djadjahan dan setengah-feodal. Revolusi Indonesia, untuk sampai ke- pada kemenangan jang penuh harus djuga menempuh djalan revolusi Tiongkok. Ini berarti bahwa revolusi Indonesia tak terelakkan harus mendjalan- kan bentuk pokok perdjuangan Rakjat bersendjata melawan kontra-revolusi bersendjata, jang hakekatnja adalah revolusi agraria bersendjata kaum tani dibawah pimpinan proletariat.

Revolusi agraria jang mendjadi hake- kat revolusi Indonesia tingkat sekarang bukanlah reform agraria model bur- djuasi jang hanja membuka djalan bagi perkembangan kapitalisme didesa. Revolusi ini akan membebaskan buruhtani, tanimiskin dan tanisedang dari penindasan feodal tuantanah asing maupun pribumi dengan mensita tanah tuantanah dan membagikannja setjara tjuma² kepada buruhtani dan tanimiskin orang-seorang sebagai hak milik perseorangan. Revolusi demikian hanja bisa menang djika dilakukan dengan bersendjata dibawah pimpinan klas buruh. Revolusi ini tidak dapat dipaksa- kan dari luar. Ia akan terdjadi berda- sarkan kesedaran dan kejakinan jang tinggi dari kaum tani, jang diperolehnja berkat pengalaman perdjuangan mere- ka sendiri dan pendidikan klas buruh. Djelaslah bahwa dalam keadaan sja- rat² revolusi belum tersedia kewadjiban PKI baik melalui pekerdjaan politik,

pekerdjaan agitasi-propaganda dan pekerdjaan organisasi harus mendidik se- luruh anggota, klas buruh dan kaum tani mengenai bentuk perdjuangan pokok revolusi Indonesia itu. Segala bentuk pekerdjaan legal dan parlemen- ter harus diabdikan kepada usaha² atau bentuk perdjuangan pokok itu dan sa- masekali tidak boleh merintangi proses mematangnja perdjuangan bersendjata. Pengalaman selama 15 tahun jang la- lu, memberi peladjaran bahwa dimulai dari tidak tegas² menjangkal djalan da- mai dan kurang berpegang teguh pada hukum umum revolusi di-negeri² djadjahan, setengah-djadjahan dan setengah-feodal, PKI makin lama makin tenggelam dalam perdjuangan parle- menter dan bentuk² perdjuangan legal lainnja. Pimpinan Partai bahkan telah mendjadikan bentuk² perdjuangan itu sebagai bentuk pokok perdjuangan un- tuk mentjapai tudjuan strategi revolusi Indonesia. Legalitet Partai bukan di-

pandang sebagai salahsatu tjara perdjuangan pada waktu tertentu dan dalam keadaan tertentu, tetapi didjadikan prinsip dan bentuk² perdjuangan lain- nja harus mengabdi pada prinsip itu. Sampaipun ketika kontra-revolusi bu- kan sadja sudah merampas legalitet Partai, tetapi djuga sudah merampas hak² kemanusiaan orang² Komunis, "legalitet" itu masih hendak dipertahan- kan dengan sekuat tenaga. Seperti telah disebutkan dimuka, "djalan damai" mulai dipakukan dalam Partai ketika Sidang Pleno Ke-IV CC PKI (1956) mensahkan dokumen jang menerima garis revisionisme modern Kongres Ke-20 PKUS. Dalam keadaan garis revisionis sudah dipakukan keda- lam Partai tidaklah mungkin ada garis strategi dan taktik jang tepat, jang Marxis-Leninis. Perumusan garis strategi dan taktik² pokok Partai, dimulai dengan kekaburan antara "djalan damai" atau "djalan revolusi bersendjata",

jang dalam proses perkembangan achir- nja "djalan damai" jang berkuasa. Dalam sjarat² demikian itulah diru- muskan Garis Umum PKI melalui Kongres Nasional Ke-VI (1959), jaitu "Meneruskan Penggalangan Front Per- satuan Nasional Dan Meneruskan Pembangunan Partai Untuk Menjelesaikan Tuntutan² Revolusi Agustus 1945". Ber- dasarkan garis umum Partai itu dite- tapkan sembojan "Mengibarkan Tripandji Partai", jaitu (1) Pandji Front Nasional,(2) Pandji Pembangunan Partai dan (3)Pandji Revolusi Agustus 19459). Garis umum tersebut dimak- sudkan sebagai djalan menudju Demokrasi Rakjat Indonesia. Pimpinan Partai berusahauntuk mendjelaskan bahwa Tripandji Partai berarti tiga sendjata utama untuk me- menangkan Revolusi Demokrasi Rakjat jang, seperti dikemukakan oleh Kawan Mao Tjetung adalah "suatu Partai jang berdisiplin baik dipersendjatai dengan

teori Marxisme-Leninisme, mengguna- kan metode otokritik dan erat ber- hubungan dengan massa Rakjat; sua- tutentara dibawah pimpinan Partai jang sedemikian itu; suatu front per- satuan dari semua klas dan golongan revolusioner dibawah pimpinan Partai jang sedemikian"10). Sendjata utama kedua berarti perdjuangan Rakjat bersendjata melawan kontra-revolusibersendjatadibawah pimpinan Partai. Ini hendak diganti oleh pimpinan Partai dengan sembojan "mengibarkan Pandji Revolusi Agustus 1945". Memang didjelaskan bahwa "Pandji Revolusi Agustus memakukan arti penting daripada penggunaan peng- alaman² perdjuangan selama Revolusi Agustus 1945" dan "bahwa dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia, adalah sangat penting rol daripada peperangan gerilja"11),akan tetapi dalam praktek tidak ada usaha kedju- rusan itu.

Untuk membuktikan bahwa djalan jang ditempuh bukan “djalan damai" jang oportunis itu, pimpinan Partai selalu mengatakan tentang adanja dua kemungkinan, jaitu kemungkinandjalan damai dan kemungkinandjalan tidak damai; dan bahwa makin baik Partai bersiap menghadapi kemungkinan djalan tidak damai, makin terbuka kemungkinan djalan damai. Tetapi perkataan²demikian itu sebenarnja djustru menundjukkan adanja dualisme mengenai djalan jang ditempuh oleh pimpinan Partai.Dengan demikian ke- pada anggota² Partai, klas buruh dan massa Rakjat pekerdja selalu ditanam- kan harapan akan djalan damai jang sebenarnja tidak ada. Dalam praktek pimpinan Partai bu- kannja mempersiapkan seluruh barisan Partai, klas buruh dan massa Rakjat menghadapi kemungkinan djalan tidak damai. Bukti jang se-djelas²nja adalah tragedi jang paling menjedihkan sesu-

dah terdjadi dan gagalnja "Gerakan 30 September". Dalam waktu singkat kon- tra-revolusi telah dapat membunuh dan menangkap ratusan ribu Komunis dan orang² revolusioner non-Komunis dalam keadaan pasif, serta melumpuhkan or- ganisasi PKI dan ormas² revolusioner. Keadaan demikian pasti tidak akan terdjadi seandainja pimpinan Partai tidak menjimpang dari djalan revolusi. PimpinanPartaimengemukakan bahwa "Partai tidak boleh mendjiplak teori perdjuangan bersendjata diluar- negeri, tetapi harus mendjalankan Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perdjuangan(MKTBP)12),jaituperdjuangan gerilja didesa (terutama terdiri dari buruhtani dan tanimiskin); aksi² revolusioner oleh kaum buruh (terutama buruh transport) di-kota²; dan peker- djaan intensifdikalangankekuatan bersendjata musuh".Pimpinan Partai mengkritik sementara kawan, karena dianggapnja dalam beladjar dari peng-

alaman perdjuangan bersendjata Rakjat Tiongkok hanja melihat persama- an²nja. Sebaliknja pimpinan Partai mengemukakan perbedaan² sjarat jang harus diperhitungkan, sehingga kesim- pulannja jalah bahwa metode jang chas bagi revolusi Indonesia adalah "MKTBP". Menggunakanpengalamannegeri² lain setjara dogmatis adalah salah. Tetapi menolak menggunakan pengalaman negeri lain jang telah terudji kebenarannja sebagai salahsatu teori revolusi Rakjat adalah djuga salah. Lenin mengadjarkan bahwa "suatu gerakan jang mulai disebuah negeri jang muda dapat berhasil baik hanja djika ia mengolah pengalaman negeri² lain setjara kritis dan mengudjinja setjara bebas"13). Kenjataan membuktikan bahwa "teori MKTBP" bukan hasil pengolahan pengalaman setjara kritis dari negeri lain jang dipadu dengan praktek

kongkrit Indonesia, sehingga merupakan salahsatu teori revolusi jang chas Indonesia; ia bukan metode jang chas Indonesia. Revolusi Rusia tahun 1905 seperti diterangkan oleh Lenin dalam Kuliah Tentang Revolusi 1905 adalah merupakan kombinasi daripada pemogokan² kaum buruh, perdjuangan anti- feodal kaum tani di-desa² dan pembe- rontakan tentara, dengan pemogokan buruh sebagai pelopornja. Revolusi Tiongkokdjugamengkombinasikan perang agraria revolusioner, pekerdjaan di-desa² dan kota² jang diduduki oleh musuh dan pekerdjaan dalam kekuatan bersendjatamusuh,dengan perang agraria revolusioner sebagai bentuk pokoknja. “Tiga bentuk perdjuangan” jang ha- rus dikombinasi, masing² dipimpin bukan menuruti djalan revolusi, tetapi menuruti “djalan damai". Perdjuangan kaum taniuntuk melawan penghisapan dan penindasan sisa² feodalisme, apa-

bila mendapat pimpinan jang tepat tidak bisa tidak pasti berkembang kearah bentuknja jang tertinggi jaitu revolusi agraria untuk membebaskan kaum tani dari penindasan tuantanah. Perdjuangan ini hanja mungkin mentjapai keme- nangan sempurna apabiladilakukan dengan bersendjata dibawah pimpinan PKI. Tetapi pimpinan Partai tidak memusatkan pimpinannja kearahper- kembangan perdjuangan tani jang se- makin tinggi dan mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan jang bisa terdjadi. Ketika mulai ada kebangkitan aksi² sefihak kaum tani jang langsung melawan tuantanah pribumi, bukannja di- kembangkan kearah bentuknja jang lebih tinggi, tetapi telah dibelokkan dengan dilantjarkannja berbagai gerakan lainnja jang tidak bersifat melawan tuantanah, seperti Gerakan Kebudajaan Baru (GKB), Gerakan 1001 Dan Naik Produksi dan Gerakan Membasmi Ti-

kus. Sudah tentu, bagi gerakan tani revolusioner tidak salah untuk melan- tjarkan kegiatan menaikkan produksi, membasmi hama dan menaikkan taraf kebudajaan kaum tani. Tetapi semua ini harus mengabdi tudjuan pokok gerakan tani revolusioner, jaitu revolusi agraria anti-feodal.Oleh karena itu tidak semestinja dinilai demikian ting- ginja sehingga membelokkan arah gerakan tani revolusioner mendjadige- rakan reformis. Dikota, walaupun penderitaan hidup kaum buruh makin berat, tetapi karena tidak mendapat pimpinan jang semestinja, aksi² kaum buruh jang mempunjai arti politik makin lama makin berku- rang.Memang pernah terdjadi aksi² kaum buruh jang kelihatannja besar dan mempunjai arti politik penting, jaitu pengambilalihan perusahaan² imperialis Belanda, Inggris dan Belgia. Tetapi hasil jang sebenarnja dari aksi itu hanja memberikan keuntungan ke-

pada segelintir kaum kabir, dan tidak memperbaiki samasekali penghidupan kaum buruh jang bersangkutan. Ke- tjuali itu, karena pimpinan Partai me- mandang bahwa perusahaan² imperialis jang dikuasai oleh pemerintah RI se- bagai milik nasional, maka aksi² kaum buruh selandjutnja telah ditekan. Se- baliknja banjak dilakukan kegiatan, baik oleh Serikat Buruh setjara lang- sung maupun melalui Dewan² Perusahaan jang ditudjukan untuk memper- besar produksi, menjehatkan djawatan, memperbaiki ekonomi dll jang tidak memperbaiki nasib kaum buruh dan tidak mempertinggi semangat revolusioner kaum buruh. Berpangkal pada pendirian jang salah bahwa "Angkatan Bersendjata RI bu- kanlah angkatan bersendjata jang re- aksioner"i4), maka soal "bekerdja di- kalangan kekuatan bersendjata musuh" diartikansebagai"mengintegrasikan alat² negara jang penting dengan Rak-

jat",atau“mengeratkanhubungan dwitunggal Rakjat dan Angkatan Bersendjata". Ini berarti mengintegrasi- kan alat kekerasan klas² penindas de- nganklas²tertindas.Kesalahan demikianterdjadikarenapimpinan Partai mengingkari adjaran Marxisme-Leninisme tentang negara, memandang RI bukan negara burdjuis dan Angkatan Bersendjata RI bukan alat negara burdjuis.Pimpinan Partai melupakan kenjataan bahwa Angkatan Bersendjata RI setjara keseluruhan, walaupun dila- hirkan olehRevolusi Agustus, tetapi sedjak revolusi itu gagal dan kekuasaan negara djatuh sepenuhnja ditangan burdjuis reaksioner, dengan sendirinja mendjadi alat kekuasaan klas jang menguasai negara itu. Asal klas dari para bintara dan tamtama jang banjak dari anak² kaum buruh dan kaum tani memang dapat merupakan elemen jang memihak Rakjat. Tetapi hal ini tidak mengubah kedudukan angkatan ber-

sendjatasetjarakeseluruhansebagai alat negara jang mengabdi kepenting- an klas jang berkuasa. Untuk memenuhi tugas sedjarahnja jang besar, berat, tetapi mulia, jaitu memimpin revolusi Rakjat anti-impe- rialisme, anti-feodalisme dan anti- kapitalisme-birokrasi,kaumMarxis-Leninis Indonesia harus tegas meninggalkan djalan damai jang revisionis itu, meninggalkan“teoriMKTBP"dan mengibarkantinggi²pandjirevolusi RakjatbersendjataSepertidjuga pengalaman revolusi Rakjat Tiongkok jang djaja, kaum Marxis-Leninis Indonesia harus menggalang daerah basis revolusioner;merekaharus“mem- bangun desa² jang terbelakang mendjadi daerah basis jang madju, terkonsoli- dasi, mendjadi benteng² revolusioner jang besar setjara militer, politik, eko- nomi dan kebudajaan"15). Bersamaan dengan mengurus masalah jang paling pokok ini, kita harus pula

melakukan bentuk² perdjuangan jang lain; perdjuangan bersendjata tidak akan madju djika tidak dikoordinasi dengan bentuk² perdjuangan lainnja.

Garis oportunisme kanan pimpinan Partai djuga ditjerminkan dalam sikap- nja mengenai negara, chususnja negara RI.Marxisme-Leninisme mengadjar- kan bahwa “negara adalah suatu alat kekuasaan klas, suatu alat untuk me- nindas klas jang satu oleh klas lainnja”; bahwa "bentuk² negara burdjuis sung- guh sangat bermatjam-ragam, tetapi hakekatnja adalah sama... diktatur burdjuasi” dan bahwa “"penggantian negara burdjuis oleh negara proletar" (di Indonesia melalui negara Demokrasi Rakjat — Politbiro) "tidak mungkin tanpa revolusi kekerasan"16). Berdasarkan adjaran Marxisme-Leninisme tentang negara itu, maka se-

djak gagalnja Revolusi Agustus 1945, tugas PKI seharusnja mendidik klas buruh dan Rakjat pekerdja Indonesia untuk mengerti setjara djelas watak klas negara RI sebagai diktatur burdjuasi. PKI harus membangkitkan ke- sedaran klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnja bahwa perdjuangan untuk kebebasan mereka tak terelakkan akan sampai kepada keharusan "penggantian negara burdjuasi" oleh negara Rakjat dibawah pimpinan klas buruh, melalui "revolusi kekerasan". Tetapi pimpinan PKI telah mendjalankan garis oportunis jang menimbulkan ilusi dikalangan Rakjat terhadap demokrasi burdjuis. Perkembangan garis oportunis mengenai negara itu adalah sebagai berikut: Dalam rangka mendjalankan taktik menarik kembali burdjuasi nasional ke- dalam front persatuan nasional, PKI telah menjokong pemerintah Wilopo (permulaan tahun 1952) dan pemerintah² RI sesudah pemerintah Wilopo—

ketjuali pemerintah Burhanudin Hara- hap dari Masjumi — jang programnja agak madju. Dengan sikapnja itu PKI dapat menarik burdjuis nasional dalam front persatuan dan mentjegah terben- tuknja pemerintah² reaksioner. Tetapi didalam kelandjutannja PKI telah mendjalankan praktek jang meninggalkan kedudukannja sebagai partai proletar jang bebas terhadap pemerintah burdjuis. PKI telah tidak menunaikan tugasnja setjara penuh dalam menelan- djangi kebangkrutan demokrasi burdjuis. Lebih² lagi ketika PKI meng- gunakan pemilihan umum dan per- djuangan parlementer bukan untuk mempertjepat keusangan parlementerisme setjara politik, tetapi malahan memperkuat parlementerisme. PKI menghadapi pemilihan umum parlemen jang pertama dengan program untuk membentuk Pemerintah Koalisi Nasional, jaitu suatu pemerintah front persatuan dari elemen² demokratis ter-

masuk kaum Komunis. Dengan programnja untuk pemilihan umum itu, PKI mendjalankan kesalahan seperti jang dilakukan oleh kaum demokrat burdjuis ketjil dan oportunis, jang oleh Lenin dikatakan "mendesakkannja ke- pada Rakjat faham jang salah bahwa pemilihan umum 'didalam negara mo- dern'" (batja didalam negara burdjuis — Politbiro) "benar² dapat menentukan kehendak majoritet dari Rakjat peker- dja dan mendjamin pelaksanaannja"17). Tuntutan pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional mendjadi program tuntutan PKI, jang kemudian mendapat bentuk pada tuntutan pembentukan Ka- binet Gotong-Rojong berporoskan Nasa- kom. Dengan mendjadikan pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional sebagai tuntutan politik terpenting, telah me- nanamkan ilusi bahwa dibawah kekua- saan diktatur burdjuasi, tanpa adanja kekuatan bersendjata dibawah pimpin- an Partai, mungkin dilahirkan suatu

pemerintah front persatuan dari ele- men² demokratis termasuk kaum Ko- munis sesuai dengan rasa keadilan Rakjat, dan jang akan mempermudah tertjapainja tudjuan² strategi. Kampa- nje untuk menuntut Kabinet Gotong-Rojong berporoskan Nasakom telah mendesak kebelakang propaganda ten- tang negara Demokrasi Rakjat, dan dengan demikian merintangi perkem- bangan kesedaran revolusioner klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnja. Puntjak penjelewengan pimpinan Par- tai dari adjaran² Marxisme-Leninisme mengenai negara adalah lahirnja "teori dua aspek dalam kekuasaan negara RI". Sesudah lahirnja "teori dua aspek", maka hanja dalam pembi- tjaraan mengenai negara setjara umum sadja masih agak dipegang dalil² Marxisme-Leninisme.Tetapidalam membitjarakansoalnegarasetjara kongkrit, jaitu negara RI, maka dalil²

Marxisme-Leninisme itu tidak berlaku samasekali. "Teori dua aspek" memberikan pan- dangan mengenai negara dan kekuasaan negara sebagai berikut: "Susunan ekonomi (basis) masjarakat Indonesia sekarang masih kolonial dan setengah-feodal. Tetapi disamping itu djuga terdapat perdjuangan Rakjat untuk melawan sistim ekonomi tersebut, dan berdjuang untuk ekonomi jang nasional dan demokratis.. "Kenjataan² dari basis ini tertjermin djuga dalam bangunan atas, termasuk djuga dalam kekuasaan negara, chusus- nja dalam kabinet. Dalam kekuasaan negara tertjermin kekuatan jang melawan sistim ekonomi kolonial dan feodal disamping kekuatan jang mem- bela imperialis, sisa² feodalisme, kaum kapitalis-birokrat dan kaum kompra-
dor....
"Kekuasaan negara RI, ditindjau sebagai satu kontradiksi merupakan

kontradiksi antara dua aspek jang saling berlawanan. Aspek pertama: aspek jang mewakili kepentingan² Rakjat (diwudjudkan oleh sikap dan politik jang madju dari Presiden Su- karno jang didukung oleh PKI dan go- longan² Rakjat lainnja). Aspek kedua: aspek jang mewakili musuh² Rakjat (diwudjudkan oleh sikap dan politik dari kekuatan kanan atau kepalabatu). Aspek Rakjat telah merupakan aspek pokok, dan memegang peranan memim- pin dalam kekuasaan negara RI"18). "Teori dua aspek" djelas merupakan penjelewengan oportunisme atau revi- sionisme, karena mengingkari adjaran Marxisme-Leninisme bahwa"negara adalah suatu alat kekuasaan klas tertentu jang tidak dapat didamaikan dengan antipodenja (klas jang berlawanan de- ngannja)"19). Tidak mungkin RI dikua- sai bersama oleh Rakjat dan musuh² Rakjat

Dalam masjarakat Indonesia memang terdapat kekuatan² jang berdjuang me- lawan sistim ekonomi kolonial dan setengah-feodal jaitu klas buruh, kaum tani, burdjuis ketjil dan dalam batas² tertentu djuga burdjuasi nasional. Akan tetapi menganggap bahwa kekuatan² itu mempunjai konsepsi jang sama untuk “ekonomi nasional dan demokratis" adalah salah. Ada dua konsepsi jang berlainan satu sama lain, jaitu konsepsi burdjuasi nasional dan konsepsi proletariat. Diselubungi dengan nama apa sadja, seperti "ekonomi nasional dan demokratis", “ekonomi terpimpin", dsb, konsepsi burdjuasi nasional tidak lain menghendaki per- kembangan kapitalisme dalamnegeri se- tjara penuh. Konsepsi proletariat adalah untuk ekonomi Demokrasi Rakjat jang ber- arti: nasionalisasi semua kapital dan perusahaan imperialis, komprador dan kaum reaksioner lainnja serta pemba-

gian tanah milik tuantanah kepada

kaum tani setjara tjuma². Ini adalah ekonomi peralihan kesosialisme jang hanja mungkin diselenggarakan sesu- dah berdirinjadiktatur Demokrasi Rakjat, jaitu kekuasaan bersama klas² anti-imperialis dan anti-feodal dibawah pimpinan proletariat. Dalam ekonomi Demokrasi Rakjat sektor sosialis, jaitu perusahaan² vital jang dimiliki oleh negara Rakjat memegang pimpinan dalam seluruh kehidupan ekonomi negeri. Sebelum terbentuk kekuasaan Demokrasi Rakjat, perdjuangan Rakjat dibi- dang ekonomi tidak mungkin melahirkan susunan ekonomi Demokrasi Rakjat. Pengambilalihan perusahaan² imperialis dan adanja perusahaan² negara dibawah kekuasaan RI tipe lama, tidak, melahirkan sektor sosialis dalam ekonomi, karena perusahaan² negara tersebut tidak mendjadi milik Rakjat jang diurus oleh negara Rakjat, tetapi djatuh ketangan kaum kabir. Demikian

djuga UUPA samasekali tidak membe- baskan kaum tani dari penindasan dan penghisapan sisa² feodalisme. Meniadakan perbedaan konsepsi burdjuasi nasional dan konsepsi proletariat, dan menjatukannja dalam perumusan "ekonomi nasional dan demokratis", tanpa mempersoalkan keharusan ter- bentuknja kekuasaan Demokrasi Rakjat lebih dulu, berarti ditinggalkannja pendirian klas proletar dan penjerah- an kepada burdjuasi. Djelaslah bahwa lahirnja konsepsi ekonomi seperti "De- klarasi Ekonomi" (Dekon) tidak berarti bahwa kekuatan klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnja jang berdjuang melawan ekonomi kolonial dan sete- ngah-feodal sudah ditjerminkan dalam kekuasaan negara. Unsur Demokrasi Rakjat tidak mungkin tumbuh dalam kekuasaan negara jang mewakili kepen- tingan imperialisme dan sisa² feodalisme.

Dalam kekuasaan negara RI memang terdapat kontradiksi, jaitu kontradiksi antara kaum komprador dan elemen² tuantanah jang mewakili kepentingan imperialisme dan sisa² feodalisme disa- tu fihak, dengan burdjuasi nasional jang dalam batas² tertentu anti-imperialisme dan anti-feodalisme difihak lain. Tetapi kedudukan burdjuasi nasional dalam kekuasaan negara tidak dapat dikatakan mewakili kepentingan Rakjat, dan oleh karena itu tidak dapat dinamakan segi Rakjat dalam kekuasa-Kontradiksi demikian itu an negara. tidak akan menghasilkan perubahan watak klas negara setjara fundamentil. Duduknja pemimpin² Partai dalam pemerintahan baik dipusat maupun di- daerah djuga tidak dapat diartikan ber- ubahnja kwalitet segi jang diduduki burdjuasi nasional mendjadi segi Rakjat. Karena gabungan kekuatan burdjuasi nasional dan proletariat bukan- nja dipimpin oleh proletariat, tetapi

dipimpin oleh burdjuasi nasional. Kedudukan pemimpin² Partai dalam pe- merintah jang tidak memegang kekuasaan riil itu, adalah sebagai konsesi politik dari burdjuasi nasional jang memerlukan sokongan dari Rakjat dalam kontradiksi menghadapi burdjuasi komprador dan dalam batas² tertentu djuga dengan kaum imperialis. Burdjuasi nasional dengan sokongan massa Rakjat jang dipimpin oleh PKI dalam batas² tertentu dapat mendesak burdjuasi komprador dalam kekuasaan negara. Keadaan itu ditundjukkan oleh adanja tindakan² politik pemerin- tah RI seperti pembatalan KMB, pem- bebasan Irian Barat, diterimanja Undang² Perdjandjian Bagi Hasil, Undang² Pokok Agraria, politik penghantjuran kekuatan bersendjata kontra-revolu- sioner DI/TII, PRRI/Permesta, diterimanja Manipol dan Dekon, politik luar- negeri anti-imperialis, dll.

Pimpinan Partai jang sudah terdje- rumus kedalam lumpur oportunisme menilai peristiwa² itu terlalu tinggi, jaitu bahwa “aspek Rakjat" telah me- rupakan aspek pokok, dan memegang peranan memimpin dalam kekuasaan negara RI. Se-olah² Rakjat Indonesia sudah dekat dengan akan lahirnja kekuasaan Rakjat.Dan karena menganggap bahwa kekuatan burdjuasi nasional dalam kekuasaan negara adalah benar² sebagai "aspek Rakjat", maka pimpinan Partai telah berbuat se-gala²- nja untuk membela dan mengembang- kan "aspek Rakjat" itu. Pimpinan Partai sudah benar² meleburkan diri dalam kepentingan burdjuasi nasional. Djelaslah bahwa pimpinan Partai telah menggunakan teori tentang kon- tradiksi dalam kekuasaan negara setjara subjektif. Ketjuali itu dengan menganggap kedudukan burdjuasi nasional sebagai segi Rakjat dalam kekuasaan negara RI dan Presiden Su-

karno sebagai pemimpinnja, berarti menganggap bahwa burdjuasi nasional mampu memimpin revolusi burdjuis demokratis tipe baru. Ini bertentangan dengan keharusan dan kenjataan sedja- rah. Pimpinan PKI mengatakan bahwa "teori dua aspek" samasekali tidak sama dengan "teori perubahan struk- tur"20) dari pemimpin² Partai Komunis Italia jang revisionis itu. Tetapi baik setjara teori maupun berdasar kenjataan praktek tidak ada perbedaan an- tara kedua “teori" itu. Ke-dua²nja ber- tolak dari djalan damai mentjapai sosialisme, ke-dua²nja mengchajalkan perubahan setjara ber-angsur² perim- bangan intern dan susunan negara; ke-dua²nja sama² menolak djalan revolusi dan ke-dua²nja sama² revisionis. "Teori dua aspek" jang anti-revolusi itu djelas dinjatakan dalam keterangan bahwa "Perdjuangan PKI mengenai kekuasaan negara jalah mendorong

supaja aspek pro-Rakjat makin besar dan bisa berdominasi, sedangkan ke- kuatan² jang anti-Rakjat dikeluarkan dari kekuasaan negara"21). Oleh pimpinan Partai djalan jang anti-revolusi itu bahkan dinamakan djalan "revolusi dari atas dan dari bawah".Dari atas berarti bahwa PKI harus mendorongkekuasaan negara untuk melakukan tindakan² revolusioner guna mengadakan perubahan² dalam personalia dan aparatur negara. Sedang dari bawah berarti membang- kitkan, mengorganisasidan memobili- sasi Rakjat untuk mentjapai perubahan² tersebut?2). Sungguh suatu fantasi jang luarbiasa! Pimpinan Partai tidak beladjar dari kenjataan bahwa Konsep- si Presiden Sukarno tentang pemben- tukan Kabinet Gotong-Rojong (Pemerintah Koalisi Nasional tipe lama) sudah delapan tahun sedjak diumum- kan, belum pernah dan tidak ada tan- da² akan dilaksanakan, walaupun terus

dituntut. Apalagi perubahan kekuasaan negara! Lenin memang pernah menundjuk- kan terbukanja kemungkinan"aksi dari atas", jaitu ketika terdapat kemungkinan mengambilbagian dalam pemerintah revolusionersementara mendjelang revolusi Rusia tahun 1905. Ketika itu adalah periode dari pergo- lakan² politik dan revolusi² telah mu- lai23). Apabila tidak mungkin bertindak dari atas menurut Lenin harus dilaku- kan tekanan dari bawah, dan untuk itu proletariat harus dipersendjatai. Djelaslah betapa bedanja situasi dan sjarat² jang diadjukan Lenin tentang terbukanja kemungkinan “aksi dari atas" dan sjarat² “aksi dari bawah" dengan situasi dan sjarat² di Indonesia tentang "revolusi dari atas dan dari bawah". Jang satu diadjukan dalam situasi revolusioner, jang lain diadjukan bukan hanja dalam situasi relatif da- mai, tetapi djuga setjara oportunis.

“Teori dua aspek" adalah sama de- ngan pemutarbalikan Kautsky terhadap Marxisme tentang negara. Kautsky se- tjara teori tidak menjangkal bahwa negara adalah alat kekuasaan klas. Jang dikaburkan atau dihilangkan oleh Kautsky jalah"bahwa pembebasan klas tertindas tidaklah mungkin bukan hanja tanpa revolusi jang keras, tetapi djuga tanpa penghantjuran aparat kekuasaan negara jang ditjiptakan oleh klas jang berkuasa... »24). Untuk membersihkan diri dari lum- pur oportunisme, Partai kita harus membuang “teori dua aspek dalam kekuasaan negara" dan menegakkan kem- bali adjaran² Marxisme-Leninisme tentang negara dan revolusi.

tuan nasional selama berlangsungnja

Revolusi Agustus 1945. Kaum Komunis telah lalai mengadakan front persatuan nasional sebagai sendjata revolusi nasional terhadap imperialisme25). Dalam periode sesudah tahun 1951, masalah menggalang front persatuan nasional ditetapkan sebagai salahsatu tugas urgen Partai. Bahkan Kongres Nasional Ke-V PKI menetapkan bahwa menggalang front persatuan nasional merupakan tugas urgen kedua. Garis ini tetap diteruskan dalam Kongres Nasional Ke-VI Partai dan seterusnja. Front nasional ditempatkan sebagai soal pertama dalam "Garis Umum" Partai atau pandji pertama dari Tri- pandji Partai. Ini menundjukkan ba- gaimana pimpinan Partai menilai front persatuan nasional. Dari "melalaikan" pada tahun 45-an, berubah mendjadi menomer-satukan front persatuan nasional.

Salahsatu kesalahan penting jang dikoreksi dalam Djalan Baru adalah kelalaian PKI menggalang front persa-

Kongres Nasional Ke-V Partai pada pokoknja telah memetjahkan setjara teori tentang front persatuan nasional. Telah dirumuskan bahwa persekutuan buruh dan tani adalah basis dari front persatuan nasional. Mengenai burdjuis nasional, berdasar pengalaman Revolusi Agustus telah ditarik peladjaran bahwa klas ini bersikap bimbang. Dalam keadaan tertentu burdjuasi nasional ikut dan berfihak kepada revolusi, dan dalam keadaan lain ikut burdjuasi komprador memukul tenaga² pengge- rak revolusi dan mengchianati revolusi (provokasi Madiun dan menjetudjui persetudjuan KMB). Berdasarkan sikap bimbang burdjuasi nasional ini telah dirumuskan sikap jang harus di- djalankan oleh PKI, jaitu harus senan- tiasa berusaha menarik burdjuasi nasional kefihak revolusi, tetapi harus djuga ber-djaga² kemungkinan burdjuasi nasional mengchianati revolusi. PKI harus mendjalankan politik ber-

satu dan berdjuang terhadap burdjuasi nasional. Meskipun demikian, oleh karena ke- lemahan ideologi subjektivisme belum terkikis dari dalam Partai, chususnja dalam pimpinan Partai, maka Partai kita telah terseret dalam kesalahan jang makin lama makin dalam, sehing- ga achirnja Partai kehilangan kebebas- an dalam front persatuan dengan burdjuasi nasional. Kesalahan ini telah mengakibatkanPartai dan proletariat ditempatkan sebagai embel² burdjuasi nasional. Prosesberkembangnja kesalahan² dalam melaksanakan front persatuan nasional dapat dikemukakan setjara ringkas seperti berikut. Bersamaan dengan dilakukannja pem- bangunan kembali Partai pada tahun 1951, dilakukanlah usaha² untuk menarik kembali burdjuasi nasional kefihak Rakjat. Dengan menggunakan kontra- diksi antara burdjuasi nasional dengan

burdjuasi komprador, Partai berhasil menarik burdjuasi nasional ber-angsur² kefihak Rakjat. Ini dimulai pada wak- tu perdjuangan melawan razzia Agus- tus Sukimandan perdjuangan untuk mendjatuhkanpemerintah Sukiman, jang berhasil dengan terbentuknja ka- binet Wilopo. Ketika itu dan untuk tahun² berikutnja Partai masih lemah dan persekutuan buruh dan tani belum tergalang.Djadi front persatuan dengan burdjuasi nasional tergalang dan berkembang tidak diatas dasar jang kuat, jaitu persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Pimpinan Partai menilai terbentuknja front persatuan dengan burdjuasi nasional membukakan kemungkinan² bagi perkembangan dan pembangunan partai dan bagi pekerdjaan partai jang terdekat, jaitu menggalang persekutuan buruh dan kaum tani anti-feodal- isme26).Daripenilaian inilah lahirnja kesimpulan bahwa menggalang front

persatuan nasional adalah tugas urgen pertama PKI. Dalam kesimpulan ini tersirat pengertian bahwa jang diarti- kan front persatuan nasional itu ada-

lah terutama front persatuan dengan

burdjuasi nasional. Dalam keadaan belum tergalangnja persekutuan buruh dan tani setjara kuat, front persatuan dengan burdjuasi nasional dapat berlangsung terus oleh karena dua sebab, pertama, karena dalam kontradiksinjamenghadapi burdjuasi komprador, burdjuasi nasional memerlukan sokongan dari klas buruh; kedua, karena Partai memberikan sokongan jang diperlukan itu tanpa me- nimbulkan kechawatiran akan mengan- tjam kedudukan burdjuasi nasional. Tergalangnja front persatuan dengan burdjuasi nasional melahirkan peme- rintah jang dalam batas² tertentu men- djalankan politik anti-imperialis dan memberikan sedikit kelonggaran kepa- da PKI dan organisasi² massa revolu-

sioner. Keadaan ini memang agak baik untuk mengembangkan Partai, chususnja di-desa² untuk menggalang persekutuan buruh dan tani. Sjarat untuk menggalang persekutuan buruh dan tani setjara politikpun sudah ada, jaitu adanja program agraria revolusioner. Tetapi dalam bekerdjasama dengan burdjuasi nasional ini kelemahan² ideologi dalam Partai, chususnja dalam ka- langan pimpinan Partai telah berkem- bang, mendapat pengaruh dari ideologi burdjuis melalui kerdjasama itu. Ber- kembangnja kelemahan ideologi dalam Partai menjebabkan makin lama Partai makin kehilangan kebebasan dalam front persatuan dengan burdjuasi nasional. Partai terlalu banjak memberi konsesi² kepada burdjuasi nasional sam- pai menghilangkan peranan memimpin- nja setjara bebas. Salahsatu wudjud hilangnja kebebasan Partai dalam front persatuan dengan burdjuasi nasional adalah peni-

laian dan sikap pimpinan Partai terhadap Bung Karno. Pimpinan Partai tidak bersikap bebas terhadap Bung Karno, selalu menghindari pertentang- an dan sebaliknja selalu menondjol- kan persamaan atau persatuan Partai dengan Bung Karno. " Umum melihat tidak ada politik Bung Karno jang tidak disokong oleh PKI. Sam- paipun tanpa melalui perdjuangan pimpinan Partai menerima pengakuan Bung Karno sebagai Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin aspek Rakjat" dalam kekuasaan negara RI. Dalam tulisan² dan dalam pidato² pemimpin² Partai banjak dikemukakan bahwa apa jang dilakukan oleh PKI ketjuali berdasar adjaran Marxisme-Leninisme djuga berdasar "adjaran Bung Karno", bahwaPKI mengalami perkembangan pesat karena melaksanakan ide Bung Karno tentang persatuan Nasakom; dan bahkan konsepsi sistim Demokrasi Rakjat Indonesia itupun sesuai dengan

pokok² fikiran Bung Karno jang dike- mukakan dalam pidato Lahirnja Pan- tjasila (1 Djuni 1945)27). Dengan de- mikian pimpinan Partai tidak mendi- dikkan kepada klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnjatentang keharusan pimpinan revolusi berada ditangan pro- letariat dan partainja, jaitu PKI. Pimpinan Partai membanggakan bahwa lahirnja Manipol berarti perdju- angan Rakjat Indonesia jang gigih di- bawah pimpinan PKI telah berhasil membawamassa jang luasuntuk mengakui kebenaran Program PKI. Dan karena itu melaksanakan Manipol setjara konsekwen adalah sama halnja dengan melaksanakan Program PKI28). Tertjapainja suatu program bersama untuk front persatuan adalah baik; dalam arti ini lahirnja Manipolpun mem- punjai arti jang baik, sebab sampai batas² tertentu mempersatukan fikiran berbagai klas dan golongan anti-impe- rialis mengenai bagian² tertentu dari

soal² revolusi Indonesia. Tetapi tidak- lah benar bahwa lahirnja Manipol dengan penegasan²nja berarti pengakuan massa luas terhadap kebenaran Program PKI. Sebab hanja bagian² tertentu sadja dari Program Partai jang sama dengan Manipol. Kaum Komunis tidak boleh naif, menganggap klas² lain jang bukan ter- masuk tenaga² penggerak revolusi dengan mudah menerima Program PKI. Mereka menerima bagian² jang ter- masuk dalam program tuntutan Partai, jang sekiranja memang sesuai dengan kepentingan mereka.Sedang jang tidak sesuai, misalnja mengenai peranan memimpin klas buruh, mengenai program agraria revolusioner, dll tidak mereka terima. Terhadap bagian² jang sudah mereka terima itu- pun tidak ada djaminan akan dilaksa- nakan. Dalam pada itu kaum reaksio- ner jang masih berdominasi dalam ke- kuasaan negara menerima setjara mu-

nafik Manipol untuk menjesuaikan diri dengan arus keadaan. Oleh karena itu betapapun dilaksanakan setjara konsekwen Manipol tidak akan sama dengan Program PKI. Djadi menjatakan bahwa melaksanakan Manipol setjara konsekwen sama dengan melaksanakan Program PKI berarti bukan Program PKI jang diterima oleh burdjuasi, me- lainkan program burdjuasi nasional jang diterima oleh PKI dan menggan- tikan Program PKI. Pengorbanan prinsip dalam front persatuan dengan burdjuasi nasional berkembang lebih djauh lagi dengan ditjantumkannja apa jang dinamakan “Garis Umum Revolusi Indonesia" jang dirumuskan "Dengan front persatuan nasional jang bersokoguru buruh dan tani, berporoskan Nasakom dan berlandaskan idiil Pantjasila, menjele- saikanrevolusinasional-demokratis menudju Sosialisme Indonesia"29).Apa jang dinamakan "Garis Umum Revo-

lusi Indonesia" ini samasekali tidak berbau revolusi. Karena dari tiga sjarat untuk memenangkan revolusi jaitu partai Marxis-Leninis jang kuat, per- djuangan Rakjat bersendjata dibawah pimpinan Partai dan front persatuan nasional, hanja tinggal front persatuan nasional sadja. Inipun bukan lagi front persatuan nasional revolusioner, karena tidak dipimpin oleh klas buruh, tidak berlandaskan persatuan klas buruh dan kaum tani dibawah pimpinan klas buruh, tetapi berlandaskan Nasakom. Dikatakan bahwa tanpa poros Nasakom front persatuan nasional sama dengan roda tanpa as, jang pasti tidak bisa berputar30). Pimpinan Partai mengatakan bahwa sembojan"kegotong-rojongannasional berporoskan Nasakom tidak mungkin mengaburkan isi klas dari front persatuan nasional"31). Pernjataan ini tidak benar, karena partai² politik diluar partai klas buruh terutama mewakili

burdjuasi nasional, komprador, kabir dan tuantanah. Karena partai² komprador jaitu Masjumi dan PSI telah di- larang, maka kaum komprador dan tuantanah mentjari saluran kedalam partai² atau organisasi lainnja baik jang beraliran Nasionalis maupun Aga- ma. Djadi isi klas Nasakom adalah klas buruh, burdjuasi nasional, dan bahkan terdapat elemen² komprador, kabir dan tuantanah. Teranglah bahwa mendjadikan Nasakom sebagai po- ros bukan sadja mengaburkan isi klas dari front persatuan nasional, tetapi mengubah samasekali arti front persatuan nasional revolusioner mendjadi persekutuan klas buruh dengan semua klas, termasuk klas² reaksioner atau kolaborasi klas. Kesalahan tersebut harus dibetulkan. Partai harus membuang "Garis Umum Revolusi Indonesia" jang salah itu dan harus kembali pada konsepsi jang be- nar jaitu front persatuan nasional re-

volusioner berbasiskan persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Pengorbanan prinsip dalamfront persatuan dengan burdjuasi nasional djuga disebabkan karena Partai tidak melakukan setjara tepat analisa kongkrit atas situasi kongkrit. Dalam tulis- an Masjarakat Indonesia Dan Revolusi Indonesia (MIRI) (jang disahkan oleh Sidang Pleno Ke-V CC PKI, bulan Djuli 1957 sebagai diktat peladjaran bagi sekolah² partai) dikatakan bahwa menggulingkan imperialisme adalah tugas primer dari dua tugás urgen menggulingkan imperialisme dan sisa² feodalisme.Garis demikian ini djuga terdapat dalam dokumen² Partai lainnja dengan berbagai variasi, seperti "udjung tombak dewasa ini ditudjukan terhadap musuh terpokok jaitu imperialisme"32), bahwa “kontradiksi pokok di Indonesia dewasa ini jalah kontradiksi antara Rakjat Indonesia disatu fi-

hak dengan kaum imperialis difihak lain"33).Dari pandangan jang salah mengenai keadaan kongkrit jang demi- kian itulah lahirnja sembojan “menem- patkan kepentingan klas dibawah kepentingan nasional"34) jang diambil setjara dogmatis dari sembojan kaum Komunis Tiongkok jang tepat pada waktu memobilisasi perlawanan terha- dap agresi imperialis Djepang. Kesalahan itu tidak memungkinkan Partai menggalang persekutuan buruh dan tani jang kuat dan terkonsolidasi, meskipun pengaruh Partai meluas ke- desa². Sebab dibawah sembojan jang salahmenggulingkanimperialisme adalah tugas primer", maka semua kontradiksi diantara klas² didalamnege- ri, termasuk kontradiksi antara tuan- tanah dengan kaum tani diharuskan tunduk pada "kontradiksi pokok dengan kaum imperialis". Sesudah Revolusi Agustus 1945 jang gagal itu, ketjuali di Irian Barat, kaum

imperialis tidak memegang kekuasaan politik setjara langsung di Indonesia. Kekuasaan politik di Indonesia berada ditangan kaum komprador dan tuanta- nah jang mewakili kepentingan imperialisme dan sisa² feodalisme. Di Indonesia djuga tidak sedang terdjadi agresi imperialis. Dalam keadaan de- mikian, djika tidak ada kesalahan² politik PKI, maka kontradiksi antara klas² reaksioner jang berkuasa dengan Rakjat akan berkembang mendjadi ta- djam dan merupakan kontradiksi pokok di Indonesia. Tugas primer revolusi Indonesia adalah menggulingkan kekuasaan klas² reaksioner dalamne- geri jang djuga mewakili kepentingan kaum imperialis, chususnja imperialis AS. Dan hanja dengan djalan itulah dapat dilakukan penggulingan setjara njata imperialisme dan sisa² feodalisme. Mengkoreksi kesalahan² Partai dalam front persatuan dengan burdjuási

nasional tidak berarti bahwa sekarang Partai tidak perlu menggalang persa- tuan dengan klas ini. Selama susunan ekonomi Indonesia masih kolonial dan setengah-feodal, selama itu tetap ada lapisan dari klas burdjuis jang mengalami tindasan dari imperialisme dan mengalami hambatan² dari sisa² feodalisme. Lapisan dari klas burdjuis itu jalah burdjuasi nasional jang dalam ba- tas² tertentu anti-imperialisme dan sisa² feodalisme. Atas dasar persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh, Partai harus berusaha untuk menarik klas burdjuis nasional untuk memihak revolusi. 宗

Demikianlah pokok² kesalahan opor- tunisme kanan PKI dibidang politik jang berkembang kerevisionisme dan mentjapai puntjaknja mendjelang ter- djadinja “Peristiwa 30 September".

Pada waktu penjelewengan kekanan telah menjeluruh dan sempurna, mun- tjullah ketjenderungan lain jang berla- wanan, jaitu ketjenderungan "kiri". Ketjenderungan "kiri" ini berupa pe- nilaian jang ber-lebih²an terhadap kekuatan Partai, klas buruh dan Rakjat pekerdja, mem-besar²kan hasil² per- djuangan Rakjat serta meremehkan kekuatan² kaum reaksioner. Situasi politik dalamnegeri ketika itu memang mulai menundjukkan ada- nja ketegangan². Aksi² Rakjat menda- patkan kemenangan² politik, misalnja: pemboikotanfilmAS;pengusiran "Peace Corps" AS; tindakan terhadap Ampai dan Bill Palmer; larangan terhadap Manikebu; pengambilalihan perusahaan² Inggris; pembubaran BPS dan Partai Murba; aksi menentang agresi AS terhadap Vietnam makin mendapat dukungan luas.Diberbagai daerah mulai terdjadi aksi² sefihak

kaum tani untuk memenangkan tuntutan turun sewa. Sebagai reaksi terhadap kemenangan² perdjuangan Rakjat itu, kaum reaksioner dalamnegeri dengan berkomplot dengan kaum impe- rialis AS djuga meningkatkan aktivi- tetnja, menimbulkan provokasi² terhadap kaum buruh dan tani, menjebar- kan dokumen palsu, dsb. Tesis 45 Tahun PKI disatu fihak menegaskan bahwa: "Kaum kapitalis-bi- rokrat bukan sadja makin memperbu- ruk keadaan ekonomi Indonesia dewasa ini, tapi djuga berusaha merebut ke- kuasaan politik dengan djalan kudeta". Difihak lain menegaskan bahwa "Per- lawanan jang makin meningkat dari Rakjat Indonesia terhadap imperialisme, feodalisme dan kekuatan kontra-revolusioner didalamnegeri, menundjukkan bahwa dewasa ini telah terdapat situasi revolusioner jang makin menandjak deusdb dan mematang dinegeri kita".

Menurut Lenin situasi revolusioner atau periode revolusioner adalah saat² apabila "'bangunan atas' jang lama telah meretak dari atas sampai keba- wah, apabila aksi politik jang terbuka difihak klas² dan massa jang mentjip- takan bangunan atas baru untuk diri mereka sendiri telah mendjadi suatu kenjataan.. ."35). Dibanding dengan apa jang dikatakan Lenin itu, situasi politik di Indonesia ketika itu, dengan terdjadinja aksi² ambilalih perusahaan² Inggris, demonstrasi² anti- imperialis dan anti-kabir jang terdjadi ber-turut² diibukota dan kota² besar lainnja belum dapat dikatakan sudah mentjapai taraf situasi revolusioner, apalagi "situasi revolusioner jang makin menandjak dan mematang". Tuntutan² berbagai aksi jang puntjaknja adalah demonstrasi² itu pada hakekat- nja masih dalam rangka tuntutan ba- gian atau reform. Sedangkan dikalang- an kaum tani sebagai kekuatan utama

revolusi Indonesia tingkat aksinja ma- sih belum tinggi dan belum luas. Apa jang dianggap tiap hari ada ribuan aksi di-desa², adalah tidak njata, sebab aksi² petisi tertulis, perbaikan saluran air dll dihitung dalam mendjumlah aksi. Aksi² jang langsung melawan tuantanah pribumi belum banjak dan belum merata. Kesimpulan tentang "situasi revolusioner jang makin mematang" tidak lain adalah karena metode berfikir jang mendjadikan kemauan subjektif, perasaan subjektif dan angan² subjektif sebagai kenjataan. Pimpinan Partai takut melihat kenjataan jang berlainan dengan kemauan subjektifnja. Pimpinan Partai tidak senang kalau Comite² daerah dan badan² Partai lainnja mela- porkan kenjataan bahwa tingkat per- kembangan aksi² massa belum seperti jangsudah disimpulkan. Akibatnja untuk menjenangkan kemauan subjek-

tif pimpinan dikemukakan taksiran jang ber-lebih²an mengenai aksi² massa, chususnja aksi tani. Pimpinan Partai berusaha mening- katkan "situasi revolusioner jang makin mematang itu" mendjadi "revolusi". Ini dikemukakan dalam Statement Politbiro CC PKI, 17 Agustus

  1. Dalam Statement itu diserukan bahwa kaum Komunis harus bekerdja lebih keras "guna mengembangkan situasi revolusioner sekarang ini sampai kepada puntjaknja", supaja Rakjat "dapat mentjapai bukan sadja kemenangan² jang lebih besar lagi, tetapi djuga kemenangan² jang fundamentil". Inilah puntjak kesalahan jang lain, jang "kiri", jang telah menjeret pimpinan Partai kedalam avonturisme dan telah menimbulkan bentjana besar ba- gi Partai dan gerakan revolusioner pa- da umumnja.

KESALAHAN2 POKOK DIBIDANG ORGANISASI Garis politik jang salah jang berkua- sa dalam Partai, tidak boleh tidak ten- tu diikuti oleh garis organisasi jang salah pula. Makin lama dan makin dalam berkuasanja garis politik jang salah dalam Partai, makin besar pula kesalahan² dibidang organisasi, makin besar kerugian² jang ditimbulkannja. Oportunisme kanan jang merupakan garis politik salah Partai dalam periode sesudah tahun 1951, diikuti oleh penje- lewengan kekanan pula dilapangan organisasi, jaitu liberalisme dan legalis- me. Garis liberalisme dibidang organisasi menampakkan diri pada ketjende- rungan untuk mendjadikan PKI suatu partai jang beranggota se-banjak²nja, suatu organisasi jang longgar, jang di- namakan partai massa. Masalah apa- kah Partai Komunis perlu mempunjai

keanggotaan jang se-banjak²nja (partai massa), atau keanggotaan tidak perlu banjak² asal kwalitetnja tinggi (partai kader), merupakan persoalan bagi Partai² Komunis diberbagai nege- ri. Mula² dengan melalui plan peluas- an anggota dan organisasi PKI me- nempuh garis untuk mendjadi partai massa. Tetapi pada tahun² belakangan ini dinjatakan bahwa PKI adalah partai massa dan partai kader sekaligus. Dengan partai massa dimaksudkan keanggotaan jang banjak dan pengaruh luas serta dalam dikalangan massa. Dengan partai kader dimaksudkan keanggotaan partai jang dipersendjatai dengan Marxisme-Leninisme jang merupakan elemen² aktif dan memimpin dikalangan massa. Bagaimana seharusnja partai Marxis-Leninis diorganisasi, bagaimana seharusnja sifat² partai Marxis-Leninis itu, sudah dibentangkan setjara djelas oleh Lenin dan Stalin. PKI telah meng-

ambil intisari dari sifat² partai Marxis-Leninis dengan mentjantumkan dalam Konstitusinja bahwa "PKI adalah barisan depan dan bentuk organisasi klas jang tertinggi daripada proletariat Indonesia". Sesungguhnja, bukanlah soal jang harus diperdebatkan apakah suatu Partai Komunis (Marxis-Leninis) harus merupakan partai massa atau partai kader. Ke-dua²nja tertjakup dalam sifat² partai jang intisarinja telah di- tjantumkan dalam Konstitusi PKI itu. Kepeloporan Partai dalam klas buruh hanja bisa dipenuhi apabila disatu fi- hak Partai merupakan barisan jang pa- ling depan dari seluruh barisan klas buruh dan difihak lain ia tak terpisah dari seluruh barisan klas buruh. Stalin mendjelaskan arti kepeloporan Partai sebagai berikut: "Partai harus menjerap semua elemen terbaik dari klas buruh, pengalaman mereka, semangat revolusioner mereka, peng-

abdian mereka jang tak mementingkan diri untuk proletariat. Tetapi untuk betul² mendjadi pelopor, Partai harus dipersendjatai dengan teori revolusioner, dengan pengetahuan hukum² gerakan, dengan pengetahuan hukum² revolusi. Tanpa ini ia tidak akan dapat mengarahkan (direeting) perdjuangan
proletariat, memimpin proletariat....
Partai harus berdiri pada barisan ter- depan klas buruh; ia harus melihat lebih djauh dari klas buruh; ia harus memimpin proletariat, dan tidak menge- kor gerakan spontan"36). Tulisan Stalin itu djelas menundjukkan sjarat² jang harus dipenuhi oleh suatu partai Marxis-Leninis untuk me- menuhi fungsinja sebagai partai pelopor klas buruh. Sjarat² itu djuga djelas menundjukkan bahwa anggota partai bukanlah sembarang orang dari kalangan klas buruh, bukan sembarangan orang revolusioner, tetapi adalah elemen² terbaik dari kalangan klas buruh,

jang dipersendjatai dengan teori Marx-

isme-Leninisme. Tidak semua orang darikalanganklasburuhmemenuhi sjarat untuk mendjadi anggota partai. Dalam arti ini partai Marxis-Leninis adalah partai kader. Stalin djuga mendjelaskan bahwa "Partai tidak dapat hanja mendjadi barisan pelopor. Bersamaan dengan itu ia harus mendjadi barisan klas, ba- gian daripada klas, berhubungan erat dengannja melalui semua nadi² dari hidupnja. Perbedaan antara pelopor dan badan utama klas buruh, antara anggota² partai dan orang non-Partai, tak dapat lenjap sampai klas² lenjap;.... Tetapi Partai akan berhenti mendjadi partai bila perbedaan ini di- perluas mendjadi tjelah, bila ia mengu- rung dirinja dalam rumah kerang dan mendjadi dipisahkan dari massa non-Partai. Partai tidak dapat memimpin klas bila ia tidak berhubungan dengan massa non-Partai, bila tak ada ikatan

antara Partai dengan massa non-Partai, bila massa itu tidak menerima ke- pemimpinannja"37) (digaris-bawahi me- nurut aslinja — Politbiro). Keterangan Stalin tersebut menun- djukkan keharusan partai Marxis-Leninis memiliki karakter massa. Karena kepeloporan Partai hanja bisa diwu- djudkan apabila Partai dapat bersatu- padu dan mendapat sokongan dari massa non-Partai. Dan sokongan massa hanja bisa diperoleh Partai, apabila ia dapat mengambil sikap jang tepat terhadap Rakjat dan dengan tjara² jang tepat memimpin Rakjat, apabila ia dapat membela kepentingan² Rakjat disegala lapangan, pertama-tama dila- pangan politik. Djelaslah bahwa karakter massa Partai atau sifat Partai massa bukan pertama-tama ditandai oleh djumlah anggota jang banjak, melainkan ditandai pertama-tama oleh eratnja hubung- an Partai dengan massa, oleh garis

politik Partai jang membela ke- pentingan massa Rakjat, atau di- tandaiolehdilaksanakannjagaris massa Partai. Dan garis massa Partai ini hanja dapat dipertahan- kan apabila sjarat² kepeloporan Partai dipegang teguh, apabila anggota² Partai terdiri dari elemen² terbaik dari proletariat jang dipersendjatai dengan Marxisme-Leninisme. Oleh ka- rena itu membangun partai Marxis-Leninis jang berkarakter massa tidak mungkin tanpa mengutamakan pendidikan Marxisme-Leninisme. Dalam waktu beberapa tahun bela- kangan ini, PKI telah menempuh garis pembangunan partai jang menjalahi prinsip² Marxisme-Leninisme dilapang- an organisasi. Setelah berhasil me- luaskan anggota dan organisasi melalui plan² djangka pendek, Partai telah melaksanakan ber-turut² Plan 3 Tahun Pertama (Organisasi dan Pendidikan), Plan 3 Tahun Kedua (Pendidikan dan

Organisasi) dan mulai Plan 4 Tahun (Tentang Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi). Melalui plan² djangka pendek, Plan 3 Tahun Pertama dan Kedua, PKI telah meluas keseluruh ne- geri, ke-pulau² dan sukubangsa² diselu- ruh Indonesia, dengan keanggotaan le- bih dari 3 djuta orang. Ini adalah sua- tu hasil jang besar. Tetapi bersamaan dengan itu makin tumbuh liberalisme dalam Partai. Wa- laupun Plan 3 Tahun Kedua dinjata- kan mementingkan pendidikan ideologi, tetapi dalam praktek tetap di-te- kan²kan pada peluasan anggota dan organisasi. Plan peluasan anggota telah dilaksanakan tanpa mengindahkan kemampuan organisasi untuk mengurus anggota² baru dan mendidiknja. Ka- rena mengedjar djumlah jang ditetap- kan dalam plan, maka pelaksanaan peluasan anggota telah berdjalan dengan melanggar ketentuan² Konstitusi Partai. Begitu dibikin longgarnja organi-

sasi PKI, sehingga setiap orang jang

menjatakan setudju terhadap Program PKI diterima mendjadi anggota. Tidak djelas lagi bedanja anggota partai dengan anggota organisasi massa jang

berada dibawah pimpinan Partai. Sja-

rat keanggotaan barisan pelopor klas buruhditinggalkansamasekali.

Peluasan keanggotaan partai setjara liberal itu tidak bisa dipisahkan dengan

garis politik menempuh djalan damai.

Dengan keanggotaan partai jang besar dimaksudkan untuk memperbesar pe- ngaruh Partai dalam front persatuan dengan burdjuasi nasional. Dan dengan Partai jang makin besar, dengan

terus bersatu dengan burdjuasi nasio-

nal, maka dapatlah ditjapai imbangan kekuatan jang memungkinkan menga- lahkan kekuatan kepalabatu samase- kali. Kepentingan djalan damai men-

djadi djelas ditjerminkan dalam organisasi dengan adanja Plan 4 Tahun

Partai.

Jang dipentingkan bukan lagi pendi-

dikan dan latihan kader² Marxis-Leninis untuk persiapan revolusi, untuk bekerdja di-tengah² kaum tani meng- galang basis² revolusi, tetapi pendidik- an intelektuil untuk melajani keper- luan pekerdjaan front persatuan dengan burdjuasi nasional, dan untuk mengisi berbagai kedudukan didalam lembaga² negara jang diperoleh berkat kerdjasama itu. Sembojan "mengin- tegrasikan diri setjara total dengan kaum tani" mendjadi omongkosong sadja.Jang dipraktekkan bukan me- ngirim kader² terbaik ke-desa², tetapi menarik kader dari desa kekota, dari daerah kepusat. Agar supaja martabat PKI tinggi dimata burdjuis dan dihormati sebagai partai orang² terpeladjar, maka menu- rut Plan 4 Tahun semua kader tinggi Partai diwadjibkan menamatkan pen- didikan tingkat akademi, kader² mene- ngah Partai tingkat sekolah landjutan

atas, dan kader² bawahan tingkat lan- djutan pertama. Untuk keperluan ini

banjak akademi, perguruan dan kur- sus² didirikan. Begitu dalamnja inte- lektualisme sudah menguasai pimpinan Partai, sehingga semua tokoh Partai dan tokoh gerakan rakjat, diharuskan membuat 4 buah karangan (skripsi) untuk mendapat gelar sardjana Marxis. Makin dalam Partai terperosok keda- lam lumpur oportunisme kanan atau revisionisme, makin hilang pula kewaspadaan organisasi, berkembanglah legalisme dalam organisasi. Pimpinan Partai telah kehilangan prasangka klasnja terhadap kepalsuan demokrasi burdjuis. Seluruh kegiatan Partai me- nundjukkan se-olah² begitu pastinja djalan damai itu. Pimpinan Partai tidak membangkitkan kewaspadaan massa anggota akan bahaja serangan kaum reaksioner jang terus-menerus mentjari kesempatan. Karena legalisme dila-

pangan organisasi inilah, maka dalam

waktu singkat kontra-revolusi telah berhasil melumpuhkan PKI setjara organisasi. Liberalisme dalam organisasi telah merusak prinsip demokrasi intern-Partai, merusak pimpinan kolektif dan menumbuhkan pimpinan dan kekua- saan perseorangan, otonomisme, jang memupuk tumbuhnja kultus individu. Jang dipraktekkan bukan lagi sentral- isme-demokrasi, jaitu demokrasi jang dipusatkan, jang harus berdjalan atas dasar garis massa, memadukan pimpinan dengan massa, tetapi komandoisme atas dasar kemauan dan kepentingan subjektif pimpinan. Setjara formil, ketentuan² demokrasi intern-Partai, ketentuan² prinsip pimpinan kolektif bukannja ditiadakan samasekali. Dan setjara formil keputusan² badan² pimpinan diambil dengan suara bulat. Akan tetapi bersamaan dengan itu tidak dja- rang pula diambil keputusan² tanpa melalui badan² pimpinan Partai jang

seharusnja kompeten. Tjara jang sa- lah, jang bertentangan dengan prinsip² Marxis-Leninis itu telah berdjalan antara lain disebabkan oleh faktor² seba- gai berikut: Pertama, kesalahan organisasi, chu- susnja dalam tjara kerdja, jang mem- berikan kesempatan kepada pimpinan Partai untuk membangun saluran² tersendiri diluar kontrol Politbiro dan CC. Hal ini menjebabkan badan pimpinan Partai jang kompeten seperti Politbiro tidak ditempatkan pada tempat jang semestinja, tidak didjadikan tempat untuk memetjahkan segala soal urusan Partai dan revolusi. Melalui saluran² tersendiri itu pimpinan dapat mengambil langkah² politik dan organisasi termasuk penempatan kader, dan tidak djarang Politbiro hanja mensahkan langkah² jang sudah diambil oleh pimpinan itu, atau mempertimbangkan se- suatu soaldengan pengetahuanjang

kurang lengkap dan mendalam menge- nai persoalannja. Kedua, adanja sikap kurang kritis baik dalam Politbiro, CC maupun badan² Partai lainnja terhadap pimpinan. Sudah mendjadi kelaziman, apa jang dikatakan pimpinan dianggap benar, dan tanpa melalui pendiskusian dan pemikiran jang mendalam, dilaksana- kan. Sikap kurang kritis itu antara lain djuga disebabkan karena lemahnja teori, jang menjebabkan kurang kuatnja landasan untuk menjangkal pendapat pimpinan bila dirasa pendapat itu keli- ru. Pada beberapa tahun belakangan, sesudah Partai menjusun grup pekerdja teori, maka pemimpin² Partai pada u- mumnja makin terpisah dari persoalan² teori. Djika ada diskusi jang menjang- kut persoalan teori, boleh dikata hanja pekerdja teori sadjalah jang mengambil bagian aktif. Ketjuali itu djuga ada kekurangan keberanian dalam menja-

takan sikap jang tidak menjetudjui garis pimpinan. Ketiga, dalam Partai telah ditanam- kan kepertjajaan jang mem-besar²kan segi persatuan-bulat Partai. Se-olah² tak ada lagi perbedaan fikiran mengenai soal² prinsip. Karena itu dipan- dang sebagai sesuatu jang tidak normal bila ada perbedaan prinsip dengan pimpinan. Suasana demikian itu telah me- nimbulkan keengganan bagi kader² Partai untuk menjatakan setjara terbuka dan bebas fikiran dan perasaan- nja mengenai garis pimpinan jang di- pandang tidak tepat. Sekalipun tidak setjara terbuka dan bebas serta tidak dinjatakan dalam forum² kolektif Partai, sebenarnja terdapat sedjumlah kader jang tidak menjetudjui garis poli- tik dan organisasi pimpinan Partai jang oportunis atau revisionis itu. Akan tetapi fikiran dan perasaan kader² itu tidak mendapat tanggapan setjara baik dari pimpinan. Kekurangan kebebasan

menjatakan fikirandan perasaan kader² djuga dipengaruhi oleh adanja po- litik penempatan kader jang "pilih ka- sih" dan dalam batas² tertentu adanja isolasi terhadap kader² tertentu. Dalam keadaan liberalisme mengua- sai garis organisasi Partai, maka tidak mungkin dilaksanakan langgam kerdja Partai, jaitu "memadukan teori dengan praktek, berhubungan erat dengan massa dan melakukan otokritik". Dan tidak mungkin djuga dilaksanakan me- tode memimpin jang intinja adalah memadukan pimpinan dengan massa, jang harus dilaksanakan dengan atasan memberi tjontoh kepada bawahan. Jang terdjadi bukan lagi pemaduan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, tetapi mengkompromikan adjaran² Marxisme-Leninisme dengan pandangan burdjuasi; mensistimatis- kan serta mengembangkan pandangan dan teori burdjuasi; dan atasnama

sembojan“meng-IndonesiakanMarx- isme",“mengembangkanMarxisme-Leninisme setjara kreatif", mengubah Marxisme-Leninisme. Garis berhubungan erat dengan massa, memadukan pimpinan dengan massa, memang hanja dapat diwudjud- kan apabila dilaksanakan dengan kon- sekwen pengintegrasian diri dengan massa Rakjat, terutama dengan kaum buruh, buruhtani dan tanimiskin. Dan dalam melaksanakan garis ini atasan harus memberi tjontoh kepada bawah- an. Akan tetapi tidak demikian jang terdjadi. Banjak kader Partai, terutama kader² tinggi Partai, lebih chusus lagi jang memiliki ketjakapan² untuk memenuhi kebutuhan pekerdjaan di- berbagai lembaga pemerintah dan semi-pemerintah, telah mentjapai taraf hidup jang djauh berbeda dari kaum buruh dan Rakjat pekerdja umumnja. Mereka telah menikmati fasilitet² se-

perti jang diperoleh pedjabat² tinggi pemerintah. Dalam Partai bahkan telah berlaku konvensi, bahwa pemimpin² Partai dan pemimpin² organisasi massa revolu- sioner dipusat maupun didaerah harus mempunjai rangkapan djabatan resmi, supajamendapat tambahanotoritet, supaja tidak hanja mendjadi tokoh Partaitetapidjuga tokoh berbagai golongan, tokoh nasional atau tokoh Rakjat sedaerah. Dengan berlakunja konvensi ini banjak pemimpin² Partai maupun ormas jang kegiatannja sebagian besar ditjurahkan dalam lembaga² pemerintahan dan semi-pemerintah. Ini mengakibatkan berkurangnja perhatian jang ditudjukankepada kehidupan Partai, baik dibidang ideologi maupun organisasi Di-daerah²danterutamadipusat tjara hidup sebagian pemimpin² Partai tidak lagi menjesuaikan diri dengan massa Rakjat jang masih menderita,

tetapi menjesuaikan diri dengan bur- djuasi. Ini semua dilakukan dengan predikat “sesuai dengan kebesaran Partai", “mempertinggi martabat Partai", "meninggalkan tjara kuno", dsb. Bah- kan diantara pemimpin² Partai sudah ada jang djatuh kemoral bedjat burdjuis jang menodai moral Komunis. Dalam suasana seperti tersebut di- atas tidak mungkin dilaksanakan peng- integrasiandenganmassaRakjat jang paling menderita. Seruan² "basmi puas diri", “djadilah Komunis jang baik dan lebih baik lagi", "pendidikan keluarga Komunis", dsb, tidak lebih daripada tabir asap untuk menutupi kemunafikan dan kemerosotan moral dikalangan pimpinan Partai. Seruan² itu memang tidak ditudjukan kepada pimpinan. Se-olah² kader² diluar pimpinan sadjalah jang melakukan per- buatan² jang tidak sesuai dengan moral Komunis. Bersamaan dengan seruan² itu “tjara hidup burdjuis"

terus berlangsung dikalangan pimpin-

an Partai.

Kader² daerah apabila melihat ke-

pusat bukannja menemukan keteladan- an tentang kesederhanaan Komunis baik dalam kehidupan Partai maupun kehidupan pribadi, tetapi menemukan keteladanantentang"kemewahan",

"kemodernan", "kebesaran"Komunis baik dalam kehidupan Partai maupun

dalam kehidupan pribadi. Pimpinan Partai tidak mendengarkan kritik² jang djudjur dari kawan² tertentu,

tetapi menganggap kritik² itu sebagai

"keterbelakangan", "tidak mengguna-

kan fasilitet setjara maksimal untuk

kepentingan Partai dan Rakjat", "tidak meninggikanmartabatPartai",dsb, dsb.

Demikianlah setjara pokok garis po-

litik jang salah jang berkuasa dalam

Partai telah diikuti oleh garis jang salah

dilapangan organisasi jang merusak

prinsip² partai Marxis-Leninis, merusak

sendi² organisasi Partai jaitu sentralis- me-demokrasi, merusak langgam ker- dja dan metode memimpin Partai. Untuk menegakkan PKI sebagai partai Marxis-Leninis harus dibongkar

sampai ke-akar²nja liberalisme dila-

pangan organisasi dan sumber ideologi jang melahirkannja. PKI harus di-

bangun kembali sebagai partai tipe Lenin, partai jang dapat memenuhi tugasnja sebagai barisan depandan bentuk organisasi klas jang tertinggi dari proletariat Indonesia, partai jang memikul tugas sedjarah memimpin massaRakjatIndonesia untuk me- menangkan revolusi anti-imperialisme, anti-feodalismedananti-kapitalisme- birokrasi menudju kesosialisme.Par-

tai jang demikian itu harus memiliki

sjarat² ideologi: dipersendjatai dengan teori Marxisme-Leninisme dan bebas dari subjektivisme, oportunisme dan

revisionisme modern; politik: memiliki

program jang tepat termasuk program

agraria revolusioner, menguasai ma- salah² strategi dan taktik revolusi Indonesia — menguasai bentuk perdjuangan pokok jaitu perdjuangan tani bersendjata dibawah pimpinan proletariat dan bentuk² perdjuangan lainnja, dan pandai menggalang front persatu- an revolusioner dari klas² dan golong- an² anti-imperialisme dan anti-feodalis- me berbasiskan persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh; organisasi: kuat dan berakar dalam dikalangan massa Rakjat, terdiri dari anggota² Partai jang terpertjaja, ber- pengalaman dan terbadjakan, dan men- djadi teladan dalam mendjalankan tugas² nasional. Pembangunan kembali Partai dewasa ini kita lakukan dalam keadaan ber- kuasanja rezim teror kontra-revolusioner jang paling kedjam dan paling ganas. Legalitet Partai dan hak² kema- nusiaan orang Komunis sudah diram- pas samasekali. Oleh karena itu Partai

harus disusun dan bekerdja sepenuhnja setjara ilegal. Dalam bekerdja sepenuhnja setjara ilegal, Partai harus pandai menggunakan setjara penuh kesempatan² jang dimungkinkan untuk melakukan kegiatan² setjara legal se- suai dengan keadaan, melakukan tjara² jang dapat diterima oleh massa untuk membangkitkan perdjuangan massa dan memimpinnja setingkat demi setingkat keperdjuangan jang lebih tinggi. Sudah terang bahwa dalam keadaan Partai harus sepenuhnja bekerdja setjara ilegal, tidak mungkin dilak- sanakan setjara penuh sentralisme- demokrasi Partai, terutama demokrasi intern-Partai. Dalam keadaan demiki- an setiap badan pimpinan Partai harus berusaha keras untuk mengetahui dan mengurus setjara tepat fikiran dan perasaan anggota² Partai. Untuk itu harus didjalankan dengan konsekwen

langgam kerdja, metode memimpin dan pimpinan kolektif Marxis-Leninis. Dalam membangun kembaliPKI jang Marxis-Leninis perhatian jang se- besar²nja harus ditjurahkan untuk membangun Partai di-desa², mengga- lang basis² revolusi. Tugas membangun kembali partai Marxis-Leninis seperti tersebut diatas adalah pekerdjaan jang berat dan penuh bahaja serta memakan waktu lama, karena itu harus didjalankan dengan berani, tekun, teliti, sabar dan ulet.

DJALAN KELUAR

Setelah mengetahui kelemahan² dan kesalahan² Partai dalam periode se- sudah tahun 1951 seperti telah diben- tangkan dimuka, dan jang telah me- nimbulkan kerusakan² berat pada PKI dan gerakan revolusioner Rakjat In-

donesia, djelaslah bahwa tugas mende- sak jang dihadapi oleh kaum Marxis-Leninis Indonesia dewasa ini, pertama jalah membangun kembali PKI sebagai partai Marxis-Leninis jang bersih darisubjektivisme,oportunisme dan revisionisme modern. Untuk membangun kembali partai Marxis-Leninis sedemikian itu, kader²

Partai disemua tingkat dan kemudian

anggota² Partai, harus mentjapai kebulatan fikiran mengenai kesalahan²

Partai diwaktu jang lalu dan mengenai

djalan baru jang harus ditempuh. Sebagai akibat pukulan teror putih

ketiga Partai telah kehilangan banjak kader jang mempunjai pengalaman

lama dalam pekerdjaan Partai dan pekerdjaan gerakan massa revolusioner.

Meskipun demikian, apabila telah di- tjapai kebulatan fikiran mengenai kesalahan² pokok Partai diwaktu jang

lalu dan djalan baru jang harus ditempuh, dari kader² jang kini masih ada,

akan dapat ditegakkan setapak demi setapak pimpinan jang stabil disemua tingkat, jang akan sanggup memenuhi tugasnja memimpin Partai dan Rakjat Indonesia mengatasi kesulitan demi kesulitan selama meradjalelanja kontra- revolusi dan surutnja gelombang revolusi, serta membawa madju setindak demi setindak perdjuangan Rakjat, dan achirnja, memimpin pasang gelombang revolusi jang pasti datang. Untuk mentjapai kebulatan fikiran itu perlu diadakan gerakan pembetulan fikiran diseluruh Partai. Dengan gerakan pembetulan fikiran kita ber- maksud untuk mengubah fikiran jang salah dimasa lampau mendjadi fikiran jang benar. Untuk dapat menempuh djalan jang benar adalah mutlak harus meninggalkan djalan jang salah. Tidak mungkin menempuh djalan jang benar apabila djalan jang salah tidak diting- galkan samasekali.

Dalam situasi dewasa ini tidak mu- dah untuk mentjapai kebulatan fikiran mengenai semua kesalahan dimasa jang lalu sampai pada soal jang se- ketjil²nja. Tetapi jang mutlak perlu jalah kebulatan fikiran mengenai soal² jang pokok seperti jang dibentangkan didalam otokritik ini. Tanpa memahami masalah² pokok itu, seseorang ka- wan tidak akan dapat mengambil ba- gian didalam memikul tugas besar, berat tetapi mulia, jaitu menegakkan partai Marxis-Leninis Indonesia sebagai djaminan adanja pimpinan jang terper- tjaja atas Revolusi Demokrasi Rakjat Indonesia. Sebagaimana telah dianalisa dimuka, kesalahan² oportunis dan revisionis dilapangan politik dan organisasi Partai jang kita koreksi ini bukan hanja hasil dari sjarat² sosial dan sedjarah pada masa dasawarsa terachir sadja, tetapi djuga mempunjai akar jang lebih djauh lagi, pada sjarat² sosial dan sedjarah se-

djak berdirinja Partai kita. Oleh karena itu samasekali tidak boleh ada anggap- an bahwa soalnja sudah beres setelah dilakukan kritik dan otokritik ini. Djika ideologi subjektivisme belum dilikwidasi dari dalam Partai, apalagi djika masih ada didalam pimpinan Partai, selama itu Partai tidak akan terhindar dari kesalahan² oportunisme kanan atau oportunisme "kiri", karena Partai tidak akan mungkin menganalisa situasi politik setjara tepat dan tidak akan mungkin memberikan petundjuk kerdja setjara tepat pula. Adalah pertama- tama mendjadi kewadjiban pimpinan dan kader² Central, kemudian pimpinan dan kader² Daerah disemua tingkat untuk dengan segala daja dan sepenuh-hati memerangi subjektivisme. Subjektivisme hanja dapat dilawan setjara efektif dan dilikwidasi apabila seluruh Partai ditingkatkan kemam- puannja untuk membedakan antara ideologi proletar dengan ideologi bur-

djuis ketjil, serta dikembangkannja kri- tik dan otokritik. Meningkatkan ke- mampuan seluruh Partai untuk mem- bedakan antara ideologi proletar dengan ideologi burdjuis ketjil hanja mungkin ditjapai dengan memperdalam pendidikan Marxisme-Leninisme. Partai harus mendidik anggota²nja untuk mentrapkan metode Marxis-Leninis dalam menganalisa situasi politik dan menilai kekuatan² klas jang ada, sehingga tidak dilakukan analisa dan penilaian jang subjektif. Partai harus membawa perhatian para anggotanja kepada penelitian dan mempeladjari keadaan sosial dan ekonomi sehingga bisa menentukan taktik² perdjuangan danmetode kerdjanja,membantu anggota²nja sehingga memahami bahwa tanpa penelitian sjarat² aktuil mereka akan terdjerumus kedalam fantasi. Timbulnja kesedaran atas kesalahan² Partai diwaktu jang lalu merupakan sjarat jang sangat baik untuk mema-

hami djiwa revolusioner Marxisme-Leninisme. Oleh karena itu kaum Marxis-Leninis Indonesia harus beru- saha dengan sekuat tenaga untuk mengatasi kesulitan² jangditimbulkan oleh teror putih dewasa ini bagi usaha² mempeladjari Marxisme-Leninisme. Pengalaman perdjuangan Partai se- lama masa² jang silam menundjukkan betapa pentingnja bagi kaum Marxis-Leninis Indonesia jang bertekad untuk mempertahankanMarxisme-Leninisme dan melawan revisionisme modern, untuk selain mempeladjari adjaran² Marx, Engels, Lenin dan Stalin, djuga setjara chusus mempeladjari fikiran² Mao Tjetung, jangtelah berhasil setjara tjemerlang dalam mewarisi, memper- tahankan dan mengembangkan Marxisme-Leninisme sampai kepuntjaknja pada zaman sekarang. PKI hanja akan dapat mengibarkan tinggi² pandji Marxisme-Leninisme apa- bila bersikap tegas dalam melawan re-

visionisme modern jang dewasa ini ber- pusat pada grup pimpinan PKUS. Melawan revisionisme modern tidak mungkin dilakukan sambil terus memelihara persahabatan dengan kaum revisionis modern. PKI harus meninggalkan sikap- nja jang salah mengenai hubungan dengan kaum revisionis modern dimasa jang lalu.Kesetiaan terhadap interna- sionalisme proletar hanja mungkin di- wudjudkan dengan sikap jang tak kenal ampun dalam melawan revisionisme modern, karena revisionisme modern merusakinternasionalisme proletar, mengchianati perdjuangan proletariat dan Rakjat tertindas seluruh dunia. Dalammembangun kembali Partai, kaum Marxis-Leninis Indonesia harus mengarahkan perhatiannja untuk men- tjiptakan sjarat² guna memimpin revolusi agraria kaum tani bersendjata, jang akan merupakan bentuk pokok perdjuangan untuk memenangkan Revolusi Demokrasi Rakjat Indonesia. Ini

berarti bahwa perhatian terbesar harus ditjurahkan untuk membangun kembali organisasi² Partai didesa. Perhatian terbesar harus ditjurahkan untuk me- metjahkan masalah membangkitkan, mengorganisasi dan memobilisasi kaum tani dalam revolusi agraria anti-feodal. Pengintegrasian Partai dengan kaum tani terutama dengan buruhtani dan tanimiskin harus sungguh² diwudjud- kan. Karena hanja melalui pengintegrasian inilah Partai dapat memimpin kaum tani, dan kaum tani akan sanggup mendjadi benteng Revolusi Demokrasi Rakjat jang tak terkalahkan. Sebagai akibat pukulan teror putih ketiga, organisasi² Partai didesa pada umumnja mengalami kerusakan lebih berat, sehingga bekerdja didesa lebih sukar dan lebih berat. Tetapi ini tidak mengubah kebenaran hukum bahwa Revolusi Demokrasi Rakjat Indonesia kekuatan utamanja adalah kaum tani, dan daerah basisnja adalah desa. De-

ngan bertekad bulat se-gala²nja untuk massa Rakjat, kaum Marxis-Leninis Indonesia pasti dapat mengatasi kesulitan² jang berat itu. Dengan sepenuhnja per- tjaja kepada massa, bersandar kepada massa, kaum Marxis-Leninis Indonesia pasti dapat mengubah desa² Indonesia jang terbelakang mendjadi benteng² revolusi jang besar dan terkonsolidasi baik setjara militer, politik dan kebu- dajaan. Kaum tani Indonesia paling berke- pentingan atas Revolusi Demokrasi Rakjat. Karena hanja revolusi inilah jang akan membebaskan mereka dari hidup jang terbelakang dan serba pin- tjang sebagai akibat penindasan feodal. Hanja revolusi inilah jang akan mem- berikan kepada kaum tani sesuatu jang di-idam²kan disepandjang hidup dan untuk hidupnja, jaitu tanah. Oleh karena itu betapapun berat dan ber- liku²nja, kaum tani pasti menempuh

djalan revolusi untuk tanah dan kebe- basan. Djelaslah bahwa tugas kedua kaum Marxis-Leninis Indonesia sekarang jalah mentjiptakan sjarat² jang diperlukan bagi revolusi agraria bersendjata kaum tani dibawah pimpinan proletariat. Djika kaum Marxis-Leninis Indonesia berhasilmembangkitkan, mengorga- nisasi dan memobilisasi kaum tani untuk melakukan revolusi agraria anti-feodal, maka terdjaminlah kepemim- pinan klas buruh atas Revolusi Demokrasi Rakjat, dan terdjamin pula kemenangannja. Meskipun demikian, Partai harus tetap berusaha untuk menggalang front persatuan revolusioner dengan klas² dan golongan² anti-imperialisme dan anti- feodalisme lainnja. Atas dasar perseku- tuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh, Partai harus berusaha menarik kaum burdjuis ketjil kota dan golongan² demokratis lainnja, dan harus

pula menarik burdjuasi nasional sebagai sekutu tambahan dalam Revolusi De- mokrasi Rakjat. Sjarat objektif dewasa ini memungkinkan digalangnja front persatuan revolusioner jang luas. Diktatur militer djendral² kanan AD Nasution-Suhartotidaklainadalah pendjelmaan kekuasaan klas² jang pa- ling reaksioner didalamnegeri, jaitu burdjuasi komprador, kapitalis-birokrat dan tuantanah. Klas² reaksioner dalam- negeri jang dibenggoli oleh klik djendral² kanan AD mendjalankan diktatur terhadap Rakjat Indonesia, bertindak sebagai andjing pendjaga kepentingan imperialisme terutama imperialisme AS di Indonesia. Oleh karena itu ber- kuasanja diktatur militer djendral² kanan AD pasti memperhebat penindasan dan penghisapan imperialisme dan feo- dalisme atas Rakjat Indonesia. Diktatur militer djendral² kanan AD hanja mewakili kepentingan minoritet jang sangat ketjil dan menindas majori-

tet jang sangat besar Rakjat Indonesia. Oleh karena itu diktatur militer djendral² kanan AD pasti mendapat perlawanan dari massa Rakjat luas. Diktatur militer klik djendral² kanan AD djuga tidak mewakili massa pradjurit dari Angkatan Bersendjata RI. Oleh karena itu perlawanan terhadap diktatur militer djendral² kanan AD djuga timbul dari kalangan pradjurit. Djelas- lah bahwa dalam perdjuangan untuk menghantjurkan diktatur militer djendral² kanan AD terdapat kemungkinan menggalang front jang sangat luas. Situasi sekarang berbeda dari situasi pada waktu teror putih kedua (provo- kasi Madiun). Sekarang tidak seluruh kekuatan tengah ikut bersama kontra-revolusi memukul kekuatan² penggerak revolusi. Sajap kiri kekuatan tengah karena djuga mendjadi sasaran pukulan kontra-revolusi, melakukan perlawanan. Makin lama makin luas golongan tengah jang melawan diktatur militer djendral²

kanan AD. Partai harus terus menggalang front persatuan dengan kekuat- an ini. Djadi tugas urgen ketiga jang dihadapi kaum Marxis-LeninisIndonesia adalah menggalang front persatuan revolusioner dengan klas² dan golong- an² anti-imperialis dan anti-feodal atas dasar persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Dengan demikian djelaslah bahwá untuk memenangkan Revolusi Demokrasi Rakjat, kaum Marxis-Leninis Indonesia harus mengibarkan tinggi² Tripandji Partai jaitu: Pandji pertama, pembangunan partai Marxis-Leninis jang bebas dari subjek- tivisme, oportunisme dan revisionisme modern. Pandji kedua, perdjuangan Rakjat bersendjata jang hakekatnja perdjuang- ankaum tanibersendjata untuk revolusi agraria anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh.

Pandji ketiga, front persatuan revolusioner atas dasar persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Demikianlah Politbiro telah melaku- kan otokritik atas kelemahan²dan kesalahan² berat Partai dalam periode sesudah tahun 1951 jang telah menim- bulkan kerugian² berat pada Partai dan seluruh gerakan revolusioner. Tugas² jang dihadapi kaum Marxis-Leninis Indonesia amat berat. Mereka harusbekerdjadalamkeadaandi- kedjar² teror jang paling ganas dan paling kedjam jang tak ada taranja dalam sedjarah. Akan tetapi kaum Marxis-Leninis Indonesia tidak ragu² bahwa dengan mengkoreksi kesalahan² Partai pada masa jang telah lalu, mereka kini sedang menempuh djalan jang benar, djalan Revolusi Demokrasi Rakjat. Betapapun pandjang, ber-liku² dan ba-

njak kesulitan, inilah satu²nja djalan

menudju ke Indonesia Baru jang bebas dan demokratis, Indonesia jang sung-

guh²mendjadi milik Rakjat Indonesia.

Untuk mana harus berani menempuh djalan pandjang. Kaum Marxis-Leninis dan kaum revolusionerIndonesiaberdasarkan pengalamanperdjuangannjasendiri tidak ragu² akan kebenaran tesis Kawan Mao Tjetung, bahwa kaum imperialis dan kaum reaksioner adalah matjan kertas. Nampaknja sadja mereka menakutkan,tetapisebenarnjamereka lemah.Ditindjau dari pandangan jang djauhRakjatlahjang sesungguhnja kuat. Diktatur militer djendral² kanan AD jang kini berkuasa adalah djuga matjan kertas.Nampaknja sadja mereka kuat dan menakutkan. Tetapi mereka sebenarnja lemah, karena tidak didukung bahkan ditentang oleh Rakjat, dan didalamnja sendiri penuh dengan kontradiksi, saling berebut rezeki dan kekuasaan. Kaum imperialis, terutama imperialis AS jang mendjadi sandaran diktatur militer djendral² kanan AD

adalah djuga matjan kertas. Nampak-

nja sadja mereka kuat dan menakutkan, tetapi sebenarnja mereka lemah

dan sedang menudju keruntuhannja. Kelemahan kaum imperialis, chususnja

imperialis AS ditundjukkan oleh keti- dak-mampuan mereka menundukkan Rakjat Vietnam jang heroik dan ke-

tidak-mampuan mereka membendung

gelombang perdjuangan anti-imperial-

isme Rakjat sedunia, termasuk di AS sendiri jang sedang menerdjang dengan dahsjat.

Ditindjau dari strategi, kaum impe-

rialis dan kaum reaksioner lainnja adalah lemah, dan karena itu kita harus meremehkannja. Dengan meremehkan musuh setjara strategi dapat ditimbul- kan keberanian untuk melawannja dan kejakinan untuk mengalahkannja. Ber- samaan dengan itu, kita harus mengin- dahkan musuh, memperhitungkan se- penuhnja kekuatan mereka didalam

taktik, dan tidak melakukan tindakan² avonturir terhadap mereka. Sekarang kita berada dalam zaman dimana imperialisme sedang mengalami keruntuhan setjara total, dan sosialisme sedang menudju kemenangan diseluruh dunia. Tidak ada kekuatan jang dapat mentjegah keruntuhan total imperialisme dan kaum reaksioner lain- nja, dan tidak ada kekuatan jang dapat menahan kemenangan sosialisme diseluruh dunia. Diktatur militer djendral² kanan AD sebagai andjing pendjaga kepentingan imperialisme di Indonesia djuga tak akan dapat menghindarkan diri dari keruntuhannja. Pembunuhan dan penjiksaan setjara kedjam dan biadab terhadap ratusan ribu Komunis dandemokratdan jangsampai sekarang terus mereka lakukan, tidak akan dapat membendung kebangkitan dan perlawanan Rakjat beserta kaum Komunis. Sebaliknja, segala kekedjam- an dan kebiadaban itu pasti menim-

bulkan perlawanan setimpal dari Rakjat. Kaum Komunis akan menebus pengorbanan ratusan ribu kawan itu dengan tekad untuk lebih baik lagi mengabdi pada Rakjat, revolusi dan Partai. Kaum Marxis-Leninis Indonesia jang sedang menderita pukulan teror putih ketiga menjatakan rasa terimakasih jang se-dalam²nja atas solidaritet kaum Marxis-Leninis seluruh dunia. Solidaritet itu meneguhkan kejakinan kaum revolusioner Indonesia tentang tak terpisahkannja perdjuangan pembebasan nasional mereka dengan perdjuangan proletariat internasional Kaum Marxis- untuksosialisme. Leninis Indonesia berusaha sekuat te- naga untuk memenuhi harapan² terbaik kaum Marxis-Leninis sedunia, untuk dengan teguh mempertahankan Marx- isme-Leninisme dan melawan revi- sionisme modern, bekerdja lebih baik untuk pembebasan Rakjat dan negeri-

dimana tiada penindasan dan penghi- sapan oleh manusia atas manusia lainnja. Marilah kita bersatupadu menempuh djalan revolusi, jang diterangi oleh adjaran² Marxisme-Leninisme, djalan bagi pembebasan proletariat dan Rakjat Indonesia menudju kesosialisme. POLITBIRO CC PKI

Djawa Tengah, September 1966

nja serta untuk revolusi proletar se- dunia. Kaum Marxis-Leninis Indonesia jang bersatupadu dalam fikiran dan bertekad untuk menempuh djalan revolusi, dengan pertjaja sepenuhnja pada Rakjat, bersandar pada Rakjat, bekerdja dengan berani, tekun, teliti, sabar, ulet dan waspada, pasti akan dapat meme- nuhi tugas sedjarahnja, memimpin Revolusi Demokrasi Rakjat, menghan- tjurkan diktatur militer djendral² kanan AD dan membangun kekuasaan jang samasekali baru, jaitu diktatur Demokrasi Rakjat. Dengan diktatur Demokrasi Rakjat, jaitu kekuasaan ber- sama klas² dan golongan² anti-impe- rialis dan anti-feodal dibawah pimpinan klas buruh, Rakjat Indonesia akan me- lenjapkan sampai ke-akar²nja imperial- isme dan sisa² feodalisme serta membangun masjarakat baru jang bebas dan demokratis, menudju kesosialisme

KETERANGAN

1) Lenin, Komunisme "Sajap Kiri", Pe-
njakit Ke-kanak2an.

2) Djalan Baru Untuk Republik Indonesia
(Resolusi Politbiro CC PKI, Agustus 1948).

3) Mao Tjetung, Laporan Pada Sidang
Pleno Ke-7 CC Ke-VI PKT, 1945. (Tjatatan Penerbit: Sumber dari kutipan tersebut adalah Mao Tjetung, Peladjaran Kita Dan Situasi Dewasa Ini, pidato Kawan Mao

Tjetung didepan rapat kader tinggi di Jénan, tanggal 12 April 1944).

4) Lenin, Apa Jang Harus Dikerdjakan?

5) Lenin, Imperialisme Tingkat Tertinggi

Kapitalisme.

6) D.N. Aidit, Djadilah Komunis Jang Baik Dan Lebih Baik Lagi.
7) Lenin, Apa Jang Harus Dikerdjakan?
8) Lenin, Kuliah Tentang Revolusi 1905.
9) D.N. Aidit, Laporan pada Sidang Pleno
Ke-2 CC Kongres Ke-VI PKI.

10) Mao Tjetung, Pilihan Tulisan2, Edisi
Inggris, Djilid IV.

11) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji
Revolusi.

12) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji
Revolusi.

13) Lenin, Apa Jang Harus Dikerdjakan?

14) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji

Revolusi.

15) Mao Tjetung, Revolusi Tiongkok Dan
Partai Komunis Tiongkok, Edisi Inggris.

16) Lenin, Negara Dan Revolusi.
17) Lenin, Negara Dan Revolusi.
18) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji
Revolusi

19) Lenin, Negara Dan Revolusi.
20) Pemimpin Partai Komunis Italia

menganggap bahwa diktatur proletariat di

Italia dapat dibentuk bukan melalui revolusi proletar dengan menghantjurkan me- sin negara burdjuis, tetapi melalui peru- bahan ber-angsur² dalam struktur negara, dengan menggunakan UUD Italia dan dengan tjara parlementer.

21) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji

Revolusi.

22) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi² Pandji
Revolusi.

23) Lenin, Dua Taktik Sosial Demokrasi

Dalam Revolusi Demokratis.

24) Lenin, Negara Dan Revolusi.
25) Lihat Djalan Baru Untuk Republik In-
donesia (Resolusi Politbiro CC PKI, Agus- tus 1948).

26) D.N. Aidit, Peladjaran Dari Sedjarah
PKI (Pidato ulangtahun ke-40 PKI).

27) Laporan Politik D.N. Aidit pada Si-
dang Pleno Ke-4 CC Kongres Nasional Ke-V PKI.

28) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji
Revolusi.

29) D.N. Aidit, Laporan kepada Sidang
Pleno Ke-4 CC PKI, Mei 1965.

30) D.N. Aidit, Laporan Umum kepada
Kongres Ke-VII PKI (1962).

31) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji Revolusi.
32) D.N. Aidit, Pidato pada Konferensi
Tani Ke-I PKI.

33) D.N. Aidit, Kibarkan Tinggi2 Pandji Revolusi. 3í) D.N. Aidit, Laporan pada Sidang Ple-
no Ke-2 CC Kongres Ke-VI PKI.

35) Lenin, Dua Taktik Sosial Demokrasi
Dalam Revolusi Demokratis.

36) J.W. Stalin, Masalah² Leninisme.
37) J.W. Stalin, Masalah² Leninisme.
KIBARKAN TINGGI2 PANDJI MARXISME-LENINISME, FIKIRAN MAO TJETUNG: MADJU TERUS DIATAS DJALAN REVOLUSI! (Pesan Politbiro CC PKI 23 Mei 1967) 23 Mei 1967

Pada tanggal 23 Mei 1967 ini Partai Komunis Indonesia jang kita djundjung tinggi dan kita tjintai berusia 47. tahun. Untuk kedua kalinja hari jang berse- djarah bagi revolusi Indonesia ini kita peringati dalam keadaan masih mera- djalelanja kelaliman kekuasaan kontra- revolusioner jang dibenggoli oleh klik militer-fasis Suharto-Nasution.Akan tetapi dibanding dengan satu tahun jang lalu, ketika kita memperingati hari ulangtahun ke-46 Partai, kini keadaan telah agak lebih baik. Partai kita dan gerakan revolusioner Indonesia berada dalam proses kebangkitan kembali, se- dang madju selangkah demi selangkah tetapi pasti diatas djalan revolusi. Pem- bangunan kembali PKI dan kekuatan revolusi tidak sadja berlangsung di Djawa, tetapi djuga di Sumatra, Kali-

mantan, Sulawesi, dikepulauan Nusa Tenggara dan Maluku. Sedangkan ke- kuatan kontra-revolusi menghadapi kesulitan² berat didalam maupun diluar negeri, dalam bidang politik maupun dalam bidang ekonomi jang tidak akan mungkin mereka atasi. Satu tahun jang lalu, bertepatan dengan ulangtahun ke-46 Partai, di- bawahpengedjaran terorfasis jang paling biadab dan buas, Politbiro CC PKI telah mentjapai kebulatan hati untuk melakukan otokritik, mengkoreksi kesalahan² berat Partai dalam periode sesudah tahun 1951 sampai tahun 1965.Politbiro berkejakinan bulat, bahwa dengan mengkoreksi kesalahan² Partai diwaktu jang lalu dan mendiskusikan tjara² untuk mengatasi kesalahan² itu PKI tidak akan bisa di- basmi meskipun mengalamiserangan teror putih jang paling buas dan paling besar disepandjang sedjarah. Otokritik Politbiro CC Partai itu kemudian di-

susun dalam satu ichtisar jang disiarkan pada bulan September 1966. Berkat dilakukannja otokritik setjara Marxis-Leninis itu, PKI jang telah berantakan ber-angsur² berhasil ditegakkan kem- bali sebagai partai Marxis-Leninis. Bahaja perpetjahan jang serius jang akan lebih merugikan gerakan revolu- sioner Indonesia dapat ditjegah. Dengan dilakukannja kritik dan otokritik setjara Marxis-Leninis, maka PKI jang dalam djumlah, setjara kwantitet mengalami kemunduran, setjara kwalitatif telah mengalami kemadjuan jang sangat penting. Lahiriah PKI menjusut, tetapi setjara hakiki sedang berkembang kem- bali. Meskipun dengan Otokritik Politbiro CC PKī itu belum semua soal jang menjangkut pengalaman sedjarah Partai dan revolusi Indonesia sudah di- djernihkan samasekali — sesuatu jang tak mungkin dilakukan dalam waktu jang begitu pendek— akan tetapi telah berhasil ditjapai djalan keluar dari ke-

gelapan, jaitudenganditetapkannja Tripandji Partai (baru) jang merupakan 3 sarana utama untuk memenangkan Revolusi Demokrasi Rakjat. Kritik dan otokritik setjara Marxis-Leninis didalam Partai telah mengubah duka derita kaum Komunis dan Rakjat revolusioner Indonesia mendjadi tekad djuang jang tak kundjung padam. Dengan tekad menuntut balas atas ke- matian dan siksaan ratusan ribu kawan² seperdjuangan,kaum Komunisdan Rakjat revolusioner Indonesia bangkit daritanah,memungutkembalidan mengibarkantinggi²pandjimerah Marxisme-Leninisme dan madju dengan ketetapan hati kerevolusi ber- sendjata. Dengan mengkoreksi kesalahan² opor- tunis dan revisionis,kaum Marxis-Leninis Indonesia telah menjatukan diri dalam barisan kaumMarxis-Leninis sedunia. Kaum Marxis-Leninis Indonesia hati bertaut hati dengan kaum

Marxis-Leninis seluruh dunia jang se- dang mengkonsolidasi barisannja dan meneruskan perdjuangan besar²an ter- hadap revisionisme modern jang dibeng- goli oleh klik pimpinan Partai Komunis Uni Sovjet. Bagi kaum Marxis-Leninis dan setiap orang Indonesia jang meng- hasratkan kemerdekaan dan kebebasan, melawan klik revisionis Uni Sovjet adalah mutlak perlu, karena klik revisionis Uni Sovjet bersama dengan im- perialis AS telah menegakkan rezim militer-fasis Suharto-Nasution jang me- ngepalai pendjagalan atas ratusan ribu Komunis dan patriot Indonesia. Dalam proses kebangkitan kembali Partai dan gerakan revolusioner Indonesia ini kesulitan², rintangan², pukulan² kontra-revolusi masih terus-menerus kita hadapi. Bahkan pada achir tahun 1966 terdjadi pukulan² baru jang berat jang dilantjarkan oleh kaum kontra-revolusioner dengan bantuan segelintir pengchianat Partai. Pukulan² baru pada

achir tahun jang lalu itu telah menim- bulkan kerugian² besar pada Comite Central dan Comite Partai Djakarta Raja. Partai kita telah kehilangan lagi tenaga² pimpinan Central antara lain Kawan² Sudisman, Anwar Sanusi, Djokosudjonodan tenaga² pimpinan Djakarta Raja. Akan tetapi bagaimana- pun banjaknja rintangan dan kesulitan, betapapun beratnja pukulan² baru, ke- njataan membuktikan bahwa semuanja itu tidak dapat mentjegah kebangkitan kembali Partai dan gerakan revolusioner Indonesia jang telah menemukan kembali pedoman revolusi. Bagaimanakah keadaan kontra-revolusi dewasa ini?Kemenangan kekuatan kontra-revolusi Indonesia, keunggulannja terhadap kekuatan revolusi bukan- lah karena kekuatan kontra-revolusi Indonesia sedang dalam perkembangan menaik. Hal itu terdjadi karena kekuatan revolusi jang dipimpin oleh PKI mengalami kemerosotan besar, sebagai

akibat kesalahan oportunis dan revisionis Partai kita jang telah memung- kinkan kekuatan kontra-revolusi mem- berikan pukulan berat terhadap PKI dan gerakan revolusioner Indonesia. Kemenangan kekuatan kontra-revolusi Indonesia ini, keunggulannja terhadap kekuatan revolusi adalah bersifat se- mentara. Ia terdjadi dalam situasi di- mana kekuatan kontra-revolusi seluruh dunia sedang menudju kehantjuran se- tjara total. Sandaran kekuatan kontra-revolusi Indonesia adalah rapuh. Di- dalamnegeri, kekuatan kontra-revolusi Indonesia bersandar pada sistim sosial jang sudah lapuk, jaitu sisa² feodalisme jang berlawanan sepenuhnja dengan massa Rakjat Indonesia jang sangat luas. Keluar, kekuatan kontra-revolusi Indonesia bersandar pada imperialis AS dan mendapat sokongan dari klik pimpinan revisionis Uni Sovjet. Sandaran keluar inipun bukannja sandaran jang

kokoh melainkan djuga sandaran jang lapuk. Sesudah 18 bulan berkuasa, kekuatan kontra-revolusi Indonesia jang dibeng- goli oleh klik militer-fasis Suharto-Nasution kini menghadapi kesulitan² jang ber-timbun² dan tak akan mungkin mereka atasi. Dalam pertjobaan mengatasi krisis ekonomi dan keuangan jang semakin parah, rezim militer-fasis Indonesia menempuh dua djalan, per- tama, melipatgandakan padjak² jang mentjekik leher Rakjat serta melakukan pemetjatan² massal setjara se-wenang² pegawai perusahaan² negara, perusahaan² dagang negara dan instansi² pemerintah lainnja, kedua, mengemis "bantuan" kredit dari negeri² imperialis. Bersamaan dengan itu rezim militer-fasis Indonesia memberikan kesempatan se-luas²nja kepada kapitalis monopoli asing terutama dari AS untuk menanam kapitalnja dilapangan industri, agraria dan perdagangan. Dengan demikian re-

zim militer-fasis Indonesia telah men- djual kepentingan nasional Indonesia kepada kaum imperialis, terutama imperialis AS, mendjadikan Indonesia djadjahan model baru kaum imperialis AS. Djalan jang ditempuh oleh klik golongan kanan Indonesia ini samase- kali tidak akandapat mengatasi kesulitan² jang mereka hadapi. Sebaliknja djalan itu hanja akan lebih memper- dalam krisis ekonomi dankeuangan, membangkrutkanpengusaha nasional dan ketjil,memperluas pengangguran dan makinmemerosotkan daja-beli Rakjat. Oleh karena itu pasti menimbul- kan perlawanan jang sangat luas dari kaum buruh, kaum tani, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional patriotik, pendek- nja dari seluruh lapisan Rakjat. Rezim militer kanan Indonesia, dalam rangka pengabdian kepada madjikannja jaitu imperialis AS, dan untuk menga- lihkan perhatian umum dari kesulitan² besar jang mereka hadapi telah men-

djalankan politik anti-Tiongkok dan anti-Tionghoa.Mereka telah melaku- kanpenindasan dan penganiajaan besar²an dan amat sangat kedjam terhadap para perantau Tionghoa. Penindasan rasialis jang tak ada taranja itu telahmenimbulkan perlawanan adil dan gagah-berani dari para perantau Tionghoa. Perlawanan gagah-berani

para perantau Tionghoa telah memberi-

kan pukulan berat terhadap rezim militer-fasis Indonesia dan telah menimbulkan kesulitan² baru, chususnja dibidang ekonomi. Penindasan rasialis setjara besar²an itu telah menimbulkan kutukan keras Rakjat revolusioner Indonesia dan Rakjat revolusioner se- dunia.Rakjat Indonesia menjatakan simpati jang dalam terhadap kaum perantau Tionghoa jang teraniaja. Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok telahlamamendjalinpersahabatan militan. Persahabatan militan Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok tidak

akan dapat dirusakkan oleh penindasan rasialis besar²an terhadap para perantau Tionghoa jang didjalankan oleh rezim militer kanan Indonesia.Sebaliknja, persahabatan itu pasti semakin diper- kokoh dalam perdjuangan bersama me- lawan kelalimanrezimmiliter-fasis Indonesia dan imperialis AS. Selain menghadapi kesulitan² seperti

jang telah disebutkan itu, kekuatan

kontra-revolusi djuga menghadapi tim- bulnja kontradiksi² didalam kubunja sendiri, suatu kontradiksi antara klik² reaksioner untuk salingberebut ke- kuasaan, baik dibidang politik maupun dibidang ekonomi. Kontradiksi itu ka- dang² berkembang mendjadi tadjam. Ketjuali itu, krisis ekonomi dan keuang- an telah mengakibatkan makin mera- djalelanja korupsi, penjelundupan dan pemerasan jang dilakukan oleh alat² rezim militer kanan Indonesia.Semua ini telah memperdalam kebentjian mas- sa Rakjat jang luas terhadap rezim ini.

Perkembangan situasi politik dalam-negeri achir² ini menundjukkan bahwa sjarat² objektif jang menguntungkan revolusi sedang berkembang, dan kekuatan kontra-revolusi mulai mengha- dapi kesulitan² jang ber-angsur² mengu- rangi keunggulannja. Rezim militer- fasis Suharto-Nasution dengan segala tindakan reaksionernja, mentjiptakan penggali² liang kubur mereka sendiri. Sjarat² objektif jang menguntungkan revolusi Indonesia djuga terdapat dalam perkembangan situasi internasional. Ke- dudukan dua kekuatan besar jang merupakan segi² dalam kontradiksi po- kok dunia dewasa ini adalah bahwa sosialisme sedang madju kekemenang- an diseluruh dunia dan imperialisme sedang menudju kehantjuran total. Pada saat² mendjelang kematiannja, imperialisme mendapatkan pembantu djahatnja nomer satu, jaitu klik revisionis modern Uni Sovjet. Klik revisionis modern Uni Sovjet mentjoba

menahandjalannjarodasedjarah. Mereka telah mengganti diktatur pro- letariat di Uni Sovjet dan sedjumlah

negeri lainnja dengan diktatur burdjuis, mengganti sosialisme dengan kapi-

talisme. Dengan berkoordinasi dengan imperialis AS dan kekuatan² kontra-revolusi lainnja diseluruh dunia, klik revisionis modern Uni Sovjet berusaha mentjegah Rakjat² seluruh dunia me- nempuh djalan pembebasan dan sosialisme. Akan tetapi usaha² djahat klik

revisionis modern ini samasekali tidak

akan dapat menahan pasang naik gelom-

bang revolusi dunia. Sebaliknja, peran- an djahat dan kontra-revolusioner klik

revisionis modern Uni Sovjet kini sudah makin tertelandjangi dihadapan Rakjat²

revolusioner seluruh dunia. Kehan-

tjuran total jang akan dialami oleh imperialisme djuga pasti dialami oleh

pembantunja jang paling setia, jaitu

klik revisionis modern Uni Sovjet.

Proses kehantjuran total imperialisme jang tak terelakkan ditundjukkan oleh kenjataan, bahwa di-negeri² Asia, Afri- ka dan Amerika Latin jang mendjadi sumber hidup imperialisme itu, revolusi² pembebasan nasional sedang madju menerdjang benteng² imperialisme. Rakjat² revolusioner dibanjak negeri sedang mengangkat sendjata me- lakukan perang rakjat sebagai satu²nja djalan kepembebasan. Imperialis AS jang mendjadi benggolan imperialisme dunia dan semua kekuatan reaksioner dan gelap, menderita pukulan² berat jang terus-menerus memperlemah ke- kuatannja. Kemenangan²gemilang perang rakjat jang dilakukan oleh Rakjat Vietnam dalam melawan agresi imperialis AS untuk membela tanahair, dengan djelas menundjukkan bahwa imperialis AS sedang menghadapi ke- runtuhannja. Sukses² besar Revolusi Besar Kebudajaan Proletariat Tiongkok adalah

peristiwa terbesar internasional jang mempunjai arti bersedjarah jang besar. Dengan dipimpin oleh Fikiran Mao Tjetung jang djaja, Rakjat Tiongkok jang telah mentjapai sukses² gemilang dalam Revolusi Besar Kebudajaan Proletariat, membersihkan kaum revisionis modern penempuh djalan kapitalis dari dalam Partai Komunis Tiongkok, badan² negara dan bidang kebudajaan, telah memperkokoh Tiongkok Sosialis sebagai benteng revolusi dunia jang paling per- kasa dan paling terpertjaja. Rakjat revolusioner Indonesia bersama dengan Rakjat² revolusioner seluruh dunia ber- sorak-sorai menjambut kemenangan besar Rakjat Tiongkok dan Fikiran Mao Tjetung. Fikiran Mao Tjetung telah menjelesaikan serentetan masalah teori dan praktek perdjuangan klas dalam masjarakat sosialis, mendjamin peng- konsolidasian diktatur proletariat dan sistim sosialis serta mentjegah restorasi kapitalisme. Dengan demikian Fikiran

Mao Tjetung telah mengembangkan Marxisme-Leninisme ketarafjang baru

samasekali, Fikiran Mao Tjetung jang

merupakan puntjakMarxisme-Leninisme dalam zaman sekarang, adalah pe-

nundjuk djalan bagi Rakjat² revolu-

sioner sedunia untuk mentjapai kebe- basan dan sosialisme. Fikiran Mao

Tjetung memantjarkan inspirasi jang

tak kundjung kering bagi perdjuangan² Rakjat² tertindas, merupakan pedoman besar kaum Marxis-Leninis seluruh du- nia dalam perdjuangan besar²an melawan revisionisme modern. Kaum Marxis-Leninis Indonesia tidak ragu² me- nerima Fikiran Mao Tjetung sebagai puntjak Marxisme-Leninisme zaman sekarang, dan berkeras hati untuk mem- peladjari serta menggunakannja sebagai sendjata jang ampuh dalam perdjuangan pembebasan Indonesia, jang djalan- nja setjara tak terelakkan harus me- nempuh perang rakjat seperti jang

telah ditundjukkan oleh Kawan Mao Tjetung. Demikianlah situasi internasional de- wasa ini jang dengan singkat dapat di- katakan baik bagi revolusi dan tidak baik bagi kontra-revolusi. Dalam me- nindjau kedudukan kekuatan revolusi dan kedudukan kekuatan kontra-revolusi, untuk mempersendjatai Rakjat Indonesia dengan keberanian dan ke- pandaian berdjuang melawan musuh jang untuk sementara unggul,kita harus berpegang teguh pada tesis Kawan Mao Tjetung tentang watak dobel dari imperialisme dan semua kaum reaksioner. Mereka adalah matjan sesungguhnja dan sekaligus djuga matjan kertas. Disatu fihak, kekuatan kontra-revolusi Indonesia adalah matjan sesungguhnja jang telah mem- bunuh ratusan ribu orang. Akan tetapi bersamaan dengan itu terdjadilah proses jang akan mengubah keadaan. Rakjat revolusioner Indonesia melakukan per-

djuangan balas-berbalas terhadap penin- dasan kontra-revolusioner. Melalui per- djuangan revolusioner pantang me- njerah dibawah pimpinan Partai Komunis Indonesia—dan hanja melalui per- djuangan inilah — kekuatan kontra-revolusi Indonesia akan berubah men- djadi matjan kertas, dan achirnja di- hantjurkan samasekali. Semua tindakan rezim militer-fasis Indonesia merupa- kan bahanbakar bagi berkobarnja perla- wanan Rakjat. Pada suatu ketika ia pasti akan menjala dan berkobar mem- bakar seluruh kekuatan kontra-revolusi. Faktor² objektif dalamnegeri dan faktor²objektif internasional jang menguntungkanrevolusiIndonesia hanja akan benar² efektif apabila faktor subjektif, jaitu Partai kita mampu menggunakannja setjara tepat. Partai kita telah menetapkan Tripandji Partai (baru) jang meletakkan tugas² besar dan mendesak jang harus dilaksanakan dengan konsekwen. Melaksanakan de-

ngan konsekwen tugas² jang diletakkan dalam Tripandji Partai berarti mentjip- takan sjarat² subjektif untuk memim- pin revolusi. Pada kesempatan mem- peringati ulangtahun ke-47 Partai ini, marilah kita lebih membulatkan tekad untuk lebih mensukseskan pelaksanaan tugas² besar dan mendesak jang tertjan- tum dalam Tripandji Partai. Kita harus mempergiat pelaksanaan tugas² pembangunan kembali Partai Komunis Indonesia sebagaipartai Marxis-Leninis sesuai dengan prinsip² umum pembangunan partai dewasa ini, jalah mengabdi perdjuanganbersen- djata, menitikberatkan pekerdjaan di- desa dan bekerdja dibawahtanah. Kita harus meneruskan mengikis habis sisa² kesalahan oportunis dan revisionis dengan membongkar akar ideologinja dan melenjapkan sjarat² bagi pertumbuhan- nja, mengikis semangat individualisme dan mengembangkan semangat ichlas berkorban untuk kepentingan Rakjat

dan Partai. Untuk itu kita harus lebih ber-sungguh² mempeladjari, menguasai dan mempraktekkan Marxisme-Leninis- me, Fikiran Mao Tjetung. Kita harus bekerdja lebih baik lagi untuk membangkitkan dan memimpin perdjuangan massa melawan penindasan politik dan penghisapan ekonomi, dan terutama sekali untuk membangkitkan danmemimpin perdjuangan bersendjata atau perang rakjat sebagai satu²- nja djalan kepembebasan. Kita harus bekerdja lebih baik lagi untuk menggalang front persatuan re- volusioner dengan semua kekuatan jang melawan imperialisme AS dan melawan rezim militer-fasis Indonesia. Kita harus mempersatukan massa Rakjat jang luas jang mendjadi korban politik reak- sioner rezim militer-fasisSuharto-Nasution. Dengan melaksanakan setjara konse- kwen tugas² dalam Tripandji Partai, kita akan memiliki 3 sendjata utama

untuk memenangkan Revolusi Demo-

krasi Rakjat Indonesia, jaitu pertama, partai Marxis-Leninis jang merupakan inti pimpinan revolusi, kedua, kekuatan bersendjata Rakjat dibawahpimpinan Partai sebagai bentuk organisasi utama revolusi dan front persatuan revolu- sioner dibawah pimpinan Partai sebagai pendjelmaan dari semua kekuatan revolusi Indonesia. Pada hari jang mulia ini kita menun- dukkan kepala untuk memberi hormat dengan chidmat kepada ratusan ribu kawan seperdjuangan jang telah gugur setjara mulia dengan mendjundjung tinggi nama dan kehormatan Komunis. Kita memakukan djandji untuk menun- tut balas atas keguguran mereka. Den- dam kesumat ratusan ribu Komunis berpadu dalam satu tekad untuk meng- hantjurkan rezim militer-fasis Suharto-Nasution. Hutang darah kaum reak- sioner Indonesia harus mereka bajar dengan darah!

Dari tengah² kechidmatan peringatan hari jang bersedjarah bagi Partai dan revolusi Indonesia ini, Politbiro menjampaikan salam hangat dan simpati jang mesra kepada kawan² jang men- derita siksaan biadab dalam pendjara² rezim militer-fasis Suharto-Nasution. Kita berharap dan jakin bahwa sema- ngat Komunis kawan² tetap menjala, dan akan menimbulkan kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan dan mengalahkan berbagai matjam derita. Perdjuangan gagah-perwira kawan² dalam mengatasi seribusatu matjam kesulitan dan melawan siksaan pasti akan menembus dinding² pendjara dan meng- inspirasi perdjuangan kawan² diluar pendjara. Salam dan simpati jang sama kita tudjukan kepada kawan² anggota ke- luarga Komunis jang dengan teguh menghadapi berbagai matjam penderi- taan. Kita berharap dan jakin bahwa di- saat² menghadapi banjak kesulitan itu -238

kawan² pasti meneguhkan setiakawan, karena dengan teguhnja setiakawan kita, berbagai kesulitan itu pasti dapat diatasi. Kepada kawan² jang sedang berada diluar tanahair, kita menjampaikan harapan dan kejakinan bahwa kawan² akan bekerdja lebih keras lagi, melak- sanakan segala sesuatu untuk revolusi Indonesia dan untuk tjita² agung komunisme. Marilah kita bulatkan tekad, mengi- barkan tinggi² pandji Marxisme-Lenin- isme, Fikiran Mao Tjetung, madju terus diatas djalan revolusi! Hidup dan djajalah Marxisme-Lenin- isme, Fikiran Mao Tjetung! Hidup dan djajalah Partai Komunis Indonesia!

POLITBIRO CC PKI

23 Mei 1967

PROGRAM PARTAI KOMUNIS INDONESIA UNTUK DEMOKRASI RAKJAT INDONESIA

November 1967

KATA PENGANTAR Otokritik Politbiro Comite Central Partai Komunis Indonesia telah meng- kritik se-keras²nja kesalahan oportunis dan revisionis pimpinan Partai dalam masa antara tahun 1951-1965. Inti po- kok kesalahan Partai selama masa itu jalah tidak mendjalankan prinsip Marx- isme-Leninisme tentang revolusi, jaitu perebutan kekuasaan politik dengan kekuatan bersendjata. Kesalahan oportunis dan revisionis itu tertjermin pada Program Partai, baik jang disahkan oleh Kongres Ke-V (1954), lebih² sesudah diadakan peru- bahan oleh Kongres Ke-VI (1959) dan Kongres Ke-VII (1962). Program jang disahkan oleh Kongres Ke-V berbitjara tentang perlunja

"mengganti pemerintah tuan² feodal dan komprador dan mentjiptakan pemerintah Demokrasi Rakjat", bahwa "perdjuangan parlementer sadja tidak- lah tjukup untuk mentjapai tudjuan membentuk suatu pemerintah Demokrasi Rakjat" dan bahwa "Djalan keluar terletak dalam mengubah imbang- an kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakjat difihak lain. Djalan keluar terletak dalam membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa, terutama kaum buruh dan tani". Akan tetapi program itu samasekali tidak berbitja- ra tentang keharusan merebut kekuasaan politik melalui perdjuangan ber- sendjata. Tanpa perdjuangan bersen- djata tidak mungkin mengubah im- bangan kekuatan seperti dinjatakan dalam program itu, tidak mungkin ada djalan keluar bagi Rakjat Indonesia, ti-

dak mungkin mentjapai kekuasaan Demokrasi Rakjat. Kongres Ke-VI Partai telah memper- dalam kesalahan dengan memasukkan garis revisionisme modern Chrusjtjov, jaitu peralihan setjara damai, kedalam Program Partai. Dikatakan bahwa "Klas buruh bisa memenuhi kewadjib- an sedjarahnja dalam negara jang demokratis, dimana parlemen dan badan² lainnja diperbaharui, artinja diberi isi jang benar² demokratis serta disusun sesuai dengan keinginan Rakjat", bahwa djalan damai atau djalan parlementer "adalah suatu kemungkinan dan kemungkinan jang dengan sekuat te- naga harus kita djadikan kenjataan". Garis revisionisme modern telah lebih dipakukan oleh Kongres Ke-VII Partai kedalam Program Partai. Program Partai jang lama terdiri da- ri "Program Umum" jaitu program untuk Demokrasi Rakjat, dan "Program Tuntutan" jaitu tuntutan² jang dipan-

dang mungkin dilaksanakan oleh pemerintah² burdjuis tertentu sebelum terbentuknja pemerintah Demokrasi Rakjat."Program Tuntutan" disusun berdasarkan pandangan bahwa "PKI tidak mengambil sikap jang satu dan sama terhadap pemerintah² sebelum terbentuknja pemerintah Demokrasi Rakjat", dan bahwa "dalam keadaan tertentu Partai beroposisi terhadap pemerintah dan berseru kepada massa untuk menggulingkannja, dalam keadaan lain Partai menjokong pemerintah dan dalam keadaan jang lain lagi turut dalam pemerintah". Program Kongres Ke-VI djuga mengatakan "PKI berpendapat, bahwa Program Tuntutan ini paling baik dilaksanakan oleh suatu pemerintah gotong-rojong (pemerintah koalisi nasional— Politbi- ro). Tetapi sekalipun pemerintah belum gotong-rojong, selama ia berpendirian anti-kolonial dan madju, ia mempunjai

sjarat²untukmemenuhituntutan² mendesak Rakjat Indonesia". Dari pandangan jang didjadikan da- sar untuk menjusun "Program Tuntutan" jang merupakan bagian tak ter- pisahkan dari Program Partai itu dje- las menundjukkan garis politik oportunis mengenai kekuasaan negara.Pemerintah² sebelum terbentuknja pemerintah Demokrasi Rakjat tidak bisa lain ketjuali pemerintah burdjuis; ia merupakan alat kekuasaan klas burdjuis dan klas feodal dalam mendjalankan diktatur terhadap klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnja. Garis politik itu telah menimbulkan ilusi dikalangan Rakjat bahwa kekuasaan burdjuis dalam zaman krisis umum kapitalisme masih mungkin memberikan perbaikan penghidupan kepada Rakjat.Garis politik oportunis itu telah menghalangi tumbuhnja kese- daran dikalangan klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnja tentang perlunja mengganti diktatur burdjuis dengan

diktatur Rakjat dibawah pimpinan klas buruh melalui revolusi dengan kekeras- an. Sebaliknja ia telah ikut menegak- kan kekuasaan burdjuis jang sudah menghadapi krisis ekonomi dan politik. Djelaslah bahwa Program Partai se- djak Kongres Ke-V Partai adalah program oportunis dan revisionis. Karena itu, Politbiro memandang perlu dan memutuskan untuk mengganti Program Partai jang lama dan revisionis itu dengan Program Partai jang baru, program revolusioner Marxis-Leninis. Kewadjiban Partai dewasa ini adalah memobilisasi massa Rakjat untuk meng- gulingkan dengan kekuatan bersendjata diktatur fasis Suharto-Nasution, dan mendirikan diktatur Demokrasi Rakjat, dibawah pimpinán klas buruh.Sesuai dengan kewadjibanPartai itumaka ketjuali menundjukkan djalan revolusi bersendjata untuk mentjapai Demokrasi Rakjat, program baru ini meniadakan apa jang dinamakan program tun-

tutan.Dengan meniadakan program tuntutan tidak berarti bahwa Partai tidak perlu memimpin perdjuangan reform berbagai golongan massa Rakjat. Partai akan senantiasa memasukkan perdjuangan reform sebagai bagian daripadaaktivitet² revolusionernja. Tetapi perdjuangan reform tidak akan membebaskan massa Rakjat dari pe- nindasan dan penghisapan. Djalan ke- perbaikan hidup jang sungguh², djalan bagi terpenuhinja kepentingan² pokok massa Rakjat seperti kemerdekaan politik, pangan, sandang dan perumahan, adalah perdjuangan bersendjata meng- gulingkan kekuasaan imperialisme, feo- dalisme dan kapitalisme-birokrasi jang berpusat pada rezim fasis Suharto-Nasution. Politbiro menjampaikan program ini kepada kaum buruh, kaum tani, kaum intelektuil revolusioner, kaum pengusaha ketjil, kaum nelajan, pengusaha nasional patriotik dan golongan² de-

mokratis lainnja, untuk didjadikan pe- doman dalam perdjuangan revolusioner membebaskan diri dari penindasan dan penghisapan imperialisme, feodalisme dan kapitalisme-birokrasi, untuk meng- gulingkan diktatur fasis Suharto-Nasution. Kepada setiap anggota Partai, Politbiro mengharapkan agar dengan berani dan tekun mempropagandakan program ini dikalangan massa Rakjat se-luas²- nja, sehingga program ini mendjadi milik massa dan dilaksanakan dengan konsekwen oleh massa. Politbiro berseru kepada setiap anggota Partai untuk mendjadi pedjuang² revolusioner jang gagah-berani, militan dan sedar, mendjadi teladan dikalangan Rakjat dalam melaksanakan program ini. POLITBIRO CC PKI November, 1967

1 INDONESIA SEKARANG ADALAH NEGERI DJADJAHAN MODEL BARU IMPERIALIS AMERIKA SERIKAT DAN SETENGAH-FEODAL Pada bulan Agustus 1945, Rakjat Indonesia bangkit melakukan revolusi. Rakjat Indonesia mengangkat sendja- ta, merebut kekuasaan dari tangan imperialis fasis Djepang dan kemudian melakukan perang kemerdekaan mela- wan agresi imperialis Belanda jang di- bantu oleh imperialis Inggris dan Amerika Serikat. Revolusi Agustus 1945 adalah suatu revolusi jang didjalankan oleh massa Rakjat jang luas untuk mentjapai Indonesia jang merdeka pe- nuh dan demokratis.

Akan tetapi Revolusi Agustus 1945 tidak dapat mentjapai tudjuan objektif- nja, jaitu Indonesia jang merdeka pe- nuh dan demokratis, Indonesia jang berdasar Demokrasi Rakjat sebagai peralihan ke Indonesia jang sosialis. Revolusi Agustus telah berachir dengan kegagalan, karena tidak adanja pimpinan klas buruh dan karena pengchia- natan burdjuasi reaksioner Indonesia. Partai Komunis Indonesia sebagai pelopor klas buruh Indonesia jang ha- rus memikul tugas sedjarah memimpin revolusi Indonesia, belum dapat me- menuhi tugas sedjarahnja. PKI mema- suki Revolusi Agustus 1945 dalam keadaan masih sangat lemah dibidang ideologi, politik dan organisasi. PKI belum menguasai prinsip Marxisme-Leninisme tentang revolusi dan sangat kurang mengenal keadaan kongkrit masjarakat Indonesia. Ketiadaan pimpinan klas buruh menjebabkan Revolusi Agustus tidak mendjalankan tugas

pendahuluan jang seharusnja dilaksa- nakan, jaitu menghantjurkan mesin negara kolonial sampai ke-akar²nja dan membentuk kekuasaan politik revolu- sioner dibawah pimpinan klas buruh. Kekuasaan jang dilahirkan oleh Revolusi Agustus bukan kekuasaan Demokrasi Rakjat, melainkan kekuasaan burdjuasi. Turut sertanja orang² Komunis dalam pemerintahan pada tahun 1945-1947, dan terbentuknja pemerintah koalisi jang dipimpin oleh Komunis pada bulan Djuli 1947 sampai Djanua- ri 1948, tidak memberi watak Demokrasi Rakjat kepada Republik Indonesia, karena PKI mendjalankan politik oportunis, karena elemen² komprador tetap menduduki tempat² penting dalam pemerintah, dan alat² birokrasi kolonial tidak dihantjurkan setjara total dan tidak diganti dengan alat² kekuasaan jang samasekali baru. Tanpa membentuk kekuasaan Demokrasi Rakjat, Revolusi Agustus tidak dapat me-

lenjapkan imperialisme dan feodalis- me. Revolusi tidak mendjalankan perubahan agraria jang radikal jang membebaskan kaum tani dari penindas- an feodal. Karena itu, kaum tani jang merupakan kekuatan massa utama revolusi tidak dapat dimobilisasi mendja- di benteng revolusi jang tak terkalah- kan. Revolusi Agustus 1945 setjara pasti mengalami kegagalan, ketika burdjuasi reaksioner jang dikepalai oleh Mohamad Hatta berhasil merebut sepenuhnja kekuasaan negara pada tahun 1948, dan dengan didikte oleh imperialis AS mendjalankan teror putih terhadap kaum Komunis dan pedjuang² pa- triotik lainnja. Klik reaksioner jang dikepalai oleh Mohamad Hatta berka- pitulasi sepenuhnja terhadap imperialis Belanda. Pada tanggal 2 November 1949, pemerintah reaksioner Indonesia jang dikepalai oleh Mohamad Hatta menandatangani persetudjuan KMB

(Konferensi Medja Bundar), suatu persetudjuan jang melegalkan kembali hak² istimewa kaum imperialis Belanda dilapangan politik, ekonomi, militer dan kebudajaan. Kekuasaan burdjuasi reaksioner jang dikepalai oleh Mohamad Hatta telah mendjadikan Indonesia sebagai djadjah- an model baru imperialis Belanda. Sedangkan Irian Barat, jang merupakan seperlima wilajah Indonesia sepenuhnja masih diduduki olehimperial- isme Belanda. Rakjat Indonesia meneruskan perdjuangan untuk kemerdekaan nasional jang penuh dan untuk perubahan de- mokratis. Berkat perdjuangan Rakjat Indonesia jang tak kenal menjerah, pemerintah burdjuis reaksioner Hatta, Masjumi-PSIdidjatuhkan.Lahirlah pemerintah burdjuis, jang berkat te- kanan²gerakan revolusioner Rakjat terpaksa dalam batas² tertentu mendjalankan politik anti-imperialis dan agak

demokratis. Persetudjuan KMB achir- nja dibatalkan, dan kekuasaan imperialis Belanda digerowoti. Akan tetapi, karena kekuasaan negara berada ditangan klas? burdjuis dan feodal, maka Rakjat Indonesia tetap berada dibawah penindasan dan peng- hisapanimperialisme dan feodalisme. Pemerintah burdjuis Indonesia masih tetapmemberikan kesempatan kepada kaum imperialis untuk merampok ke- kajaan dan menghisap Rakjat Indonesia. Dengan bantuan kakitangannja dalam kekuasaan negara Republik Indonesia, kaum imperialis AS mengganti kedudukan imperialis Belanda di Indonesia dibidang ekonomi. Kaum imperialis AS sudah sedjak la- ma berusaha untuk menguasai Indonesia jang sangat penting bagi penanam- an kapital monopolinja, karena Indonesia kaja akan sumber² alam dan ba- han mentah serta tenaga jang murah, dan sebagai pasar buat barang dagang-

annja. Selain itu imperialis AS djuga sangat memerlukan Indonesia dari segi militeruntuk melaksanakan politik agresinja terhadap Rakjat² di Asia Tenggara dan terutama untuk menge- pung dan mengagresi Tiongkok Sosialis jang merupakan benteng revolusi du- nia jang paling terpertjaja. Untuk mentjapai keinginan djahat- nja itu imperialis AS tak henti²nja berusaha menghantjurkan gerakan revo- lusioner Indonesia,menghantjurkan Partai Komunis Indonesia dan menggu- lingkan pemerintah² Indonesia jang ti- dak mau tunduk sepenuhnja dibawah perintahnja. Keinginan djahat imperialis AS itu terlaksana, sesudah golongan kontra- revolusioner Indonesia jangdibenggoli oleh klik militer golongan kanan Suharto-Nasution,dengan mendjadikan "Peristiwa 30 September" sebagai da- lih, merebut kekuasaan negara sepenuhnja. Klik militer kanan Suharto-Nasu-

tion jang mendjadi kakitangan imperialis AS itu mendirikan diktatur fasis jang teramat kedjam. Diktatur fasis jang mewakili klas² kapitalis-birokrat, komprador dan tuantanah ini, ditegak- kan dengan bajonet dan melakukan te- ror terbuka setjara besar²an dan paling biadab terhadap kaum Komunis dan pedjuang² patriotik lainnja. Berkua- sanja rezim militer-fasis Suharto-Nasution merupakan masa jang paling gelap bagi bangsa Indonesia dalam waktu 22 tahun terachir ini. Rakjat Indonesia menderita penindasan dan pemerasan jang tak ada taranja. Dalam waktu jang singkat sedjak rezim militer-fasis Suharto-Nasution ber- kuasa, Indonesia telah didjadikan dja- djahan model baru imperialis AS. Per- usahaan² imperialis jang diambilalih Rakjat telah dikembalikan kepada pe- miliknja. Telah dibuat undang² jang memberi djaminan² istimewa kepada kaum imperialis untuk merampok dan

menguras setjara besar²an kekajaan Indonesia, dan untuk melakukan peng- hisapan jang berat terhadap Rakjat Indonesia. Semua sumber alam dan kekajaan Indonesiaseperti minjakbumi, logam, hasil² tambang lainnja, hasil² hu- tan, perkebunan, perikanan laut, per- tanian dan tjabang² industri besar maupun industri ringan telah diserah- kan untuk dieksploitasi oleh kaum kapitalis monopoliasing terutama AS. Untuk lebih melantjarkan perampokan setjara besar²an atas kekajaan Indonesia, kaum kapitalis monopoli asing di- beri kesempatan se-luas²nja untuk membuka tjabang² bank mereka di Indonesia. Kaum imperialis AS, dalam men- tjengkeram ekonomi dan keuangan Indonesia,ketjuali melalui penanaman kapitalnja dalam berbagai tjabang industri, djuga melalui berbagai matjam apa jang dinamakan bantuan ekonomi dan keuangan, baik setjara langsung

maupun melalui apa jang dinamakan organisasi dana internasional, bank² internasional,dan teristimewa“Dana Moneter Internasional". ImperialisDjepang, jangmengambil bagian sangat aktif dan besar dalam merampok kekajaanIndonesiadjuga merupakan saluran imperialis AS untuk mentjengkeram Indonesia. Anggar- an pendapatan rezim militer-fasis Suharto-Nasution, ketjuali tergantung pada berbagai matjam padjak didalamne- geri, djuga tergantung pada kredit da- ri negara² imperialis dan klik revisionis Uni Sovjet, Rezim fasis Indonesia jang setjara ekonomi dan keuangan tergantung pada imperialis AS, dengan setia mendjalankan politik luarnegeri dan politik militer jang mengabdi strategi-sedjagat imperialis AS untuk mempertahankan dan memperhebat penindasan kolonial atas Rakjat diberbagai negeri.Tjiri² pokok politik ini jalah anti-Rakjat,

anti-Komunis dan anti-Tiongkok. Dalam rangka politik anti-Tiongkok rezim fasis Suharto-Nasution mendjalankan penindasan dan penganiajaan ra- sialisbesar²anterhadapperantau Tionghoa di Indonesia. Selama Indonesia ditjengkeram oleh imperialisme, ia akan tetap mendjadi negeri jang terbelakang. Imperialisme tidak menghendaki Indonesia mendjadi negeri jang madju dan jang hidup dengan berdiri diatas kakinja sendiri. Oleh karena itu, imperialisme selama- nja berkepentingan untuk mempertahankan berlangsungnja hubungan pro- duksi feodal di-desa². Feodalisme ada- lah basis sosial kolonial imperialisme dalam mendjalankan penindasan dan penghisapan kolonial di Indonesia. Sisa² feodalisme di-desa², seperti mo- nopoli tanah oleh tuantanah, sewata- nah jang berwudjud barang atau ker- dja, hutang² jang menempatkan kaum tani dalam kedudukan budak terhadap

lintahdarat dan tuantanah, kerdja-rodi, pologoro dll masih tetap berlaku. Di- desa² seluruh Indonesia tetap berlang- sung kekuasaan politik feodal jang oto- kratis dan anti-demokratis, kekuasaan politik jang mewakili tuantanah dan melindungi sistimpenindasandan penghisapan feodal atas kaum tani. Ketjuali sistim feodal dan klas tuantanah feodal jang mendjadi sokoguru- nja, penindasan kolonial model baru imperialis AS atas Rakjat Indonesia di- djalankan dengan dukungan burdjuasi komprador dan birokrat. Burdjuasi komprador dan birokrat jang kini memegang kekuasaan politik di Indonesia dan jang mendjadi kakitangan imperialis AS itu, terutama terdiri dari klik perwira² militer kanan, jang sedjak ber-tahun² lamanja, dengan menggu- nakan kekuasaan militer SOB, jang dinjatakan berlaku pada tahun 1958, menjerobot kekuasaan dalam perusahaan² kapital monopoli asing jang

diambilalih oleh Rakjat. Melalui kekuasaan militer dan birokrasi mereka telah memperkaja diri dan menjusun kekuatan ekonomi. Mereka dengan tjepat telah tumbuh mendjadi kapitalis2 besar, dan bersama dengan kaum kapitalis monopoli asing mereka me- nguasai perusahaan² industri dan per- dagangan jang vital. Klas kapitalis-birokrat dari klik militer-fasis Suharto-Nasution jang memegang kekuasaan politik, sekaligus mendjadi komprador imperialis AS. Mereka merupakan bu- dak² jang dengan setia melajani kepen- tingan² kaum imperialis AS. Selama Indonesia belum bebas dari imperialisme, feodalisme dan kapitalis- me-birokrasi, Rakjat Indonesia akan tetap hidup dalam keadaan melarat, terbelakang dan serba pintjang. Wa- laupun Indonesia adalah negeri jang subur, kaja akan sumber² alam dan Rakjatnja radjin bekerdja, tetapi Rakjat Indonesia terus-menerus menderi-

ta kekurangan pangan, sandang dan perumahan. Bagian besar Rakjat Indonesia hidup dalam keadaan setengah kelaparan, dan bahkan dibanjak daerah pedesaan sering terdjadi bentjana kelaparan jang menjebabkan kematian be-ribu² sampai ber-puluh² ribu orang. Indonesia terus-menerus ditjengke- ram oleh krisis ekonomi dan keuangan jang makin lama makin parah. Pemerintah burdjuis Indonesia jang silih berganti, ber-kali² mengadakan tindakan² apa jang dinamakan memperbaiki ekonomi dan mentjegah inflasi. Akan tetapi tak ada satupun pemerintah burdjuis Indonesia jang berhasil memperbaiki ekonomi dan keuangan. Semua tindakan itu hanja menimbulkan kesu- litan² baru jang lebih berat bagi Rakjat. Sedang keadaan ekonomi semakin lama semakin bobrok, inflasi terus-menerus meradjalela, harga barang² dan tarif² terus membubung tinggi, ni- lai rupiah terus-menerus turun dan da-

ja-beli Rakjat dari hari kehari merosot. Dibawah kekuasaan rezim militer-fasis Suharto-Nasution, malapetaka jang lebih besar daripada di-waktu² jang lalu menimpa massa luas Rakjat Indonesia. Upah riil kaum buruh semakin merosot, kesempatan kerdja semakin sempit

berhubung dengan bangkrutnja indus-

tri² dalamnegeri. Pemetjatan setjara besar²an kaum buruh didjalankan dalam perusahaan² dan djawatan² pemerintah reaksioner. Dengan demikian djumlah penganggur semakin bertam- bah besar. Kaum tani nasibnja lebih djelek daripada dimasa jang lalu. Semakin besar djumlah kaum tani jang kehilangan tanah-garapan.Hasil²perdjuangan kaum tani jang hanjasedikit meringan- kan beban penderitaan hidup jang amat berat seperti pelaksanaan Un- dang² Perdjandjian Bagi Hasil dan Un- dang² Land-reform burdjuis, telah di- rampas kembali oleh rezim fasis Su-

harto-Nasution. Disamping tetap mengalami penindasan dan penghisapan feodal, kaum tani mendapat beban baru berupa kenaikan padjak jang men- tjekik leher, ber-matjam² sokongan paksa dan paksaan beragama. Semakin sulitnja penghidupan kaum tani didesa menjebabkan semakin besarnja djumlah penduduk desa jang pergi kekota untuk mentjoba mentjari lapangan hidup baru. Tetapi karena dikota lapangan kerdja semakin sempit maka aki- batnja semakin besar djumlah orang gelandangan jang tak mempunjai tem- pattinggal dan pekerdjaan di-kota². Kaum burdjuis ketjil, seperti tukang keradjinan tangan, pedagang ketjil dan golongan penduduk miskin kota jang luas djuga semakin berat hidupnja. Lapangan usaha mereka semakin sempit, mengalami perlakuan se-wenang² dari penguasa² reaksioner, dibebani berbagai matjam padjak jang tak terpi-

kulkan dan semakin banjak jang bang- krut usahanja. Hidup jang semakin berat djuga dia- lami oleh kaum buruhnelajan dan ne- lajanmiskin.Mereka tetap mengalami penindasan hubungan kerdja feodal dari djuragan² dan mengalami pemeras- an dari penguasa² reaksioner. Demi- kian pula nasib nelajansedang. Burdjuasi nasional, bukan sadja tidak mampu mengembangkan usahanja, tetapi djuga tidak mampu memperta- hankan kedudukannja terhadap saing- an dari kapitalis monopoli asing jang mendapat perlindungan istimewa dari rezim fasis Suharto-Nasution, dan djuga terhadap berbagai peraturan jang menggentjet pertumbuhan industri nasional. Kekuasaan klik militer-fasis djuga telah menimbulkan kerusakan² hebat dilapangan pendidikan. Teror fasis jang telah menimbulkan korban puluh- an ribu guru dan intelektuil revolu-

sioner telah menimbulkan krisis serius dilapangan pendidikan.Kekurangan guru, dan kekurangan gedung sekolah semakin besar, dan akibatnja bertam- bah besar pula djumlah anak² jang tidak bisa bersekolah. Anak² kaum bu- ruh, kaum tani dan golongan Rakjat pekerdja lainnja lebih sukar lagi untuk bersekolah, berhubung dengan makin mahalnja biaja dan makin tingginja harga alat² sekolah. Kebudajaan imperialis AS jang be- rupa film, batjaan, musik dan lain², jang merupakan sendjata untuk meru- sak semangat serta moral Rakjat, chu- susnja generasi muda, dimasukkan ke Indonesia setjara besar²an oleh rezim fasis Suharto-Nasution. Dibawah kekuasaan rezim fasis, kaum intelektuil,sastrawandanseniman revolusioner mengalami penderitaan hidup materiil dan spirituil jang berat. Mereka samasekali tidak mempunjai

kebebasan mentjipta dan mengembang- kan daja tjiptanja. Demikianlah rezim militer-fasis Suharto-Nasution, jang mendjadi kakita- ngan imperialis AS dan sekutu klik pimpinan revisionis Uni Sovjet, telah mendjadikan Indonesia, negeri ribuan pulau jang indah, subur dan kaja akan sumber² bahan mentah itu sebagai ne- raka besar bagi Rakjat Indonesia. Di- ataskesengsaraanber-puluh²djuta Rakjat Indonesia,sedjumlahketjil pengchianat² bangsa, pendjual² kepen- tingan nasional seperti benggolan² rezim fasis Suharto-Nasution, kapitalis- birokrat, komprador, tuantanah² feodal, djendral² danpedjabat² tinggi sipil jang korup, menikmati hidup mewah bersama dengan kaum kapitalis mono- poli asing. Djalan apakah jang harus ditempuh oleh Rakjat Indonesia untuk membe- baskan diri dari penindasan dan peng- hisapan?

II DJALAN PEMBEBASAN BAGI RAKJAT INDONESIA Diktatur fasis Suharto-Nasution adalah kekuasaan politik daripada klas² kapitalis-birokrat,kompradordan tuantanah, jang mengabdi sepenuhnja kepada imperialisme AS. Oleh karena itu, untuk mewudjudkan hasrat Rakjat membebaskan diri dari penindasan dan penghisapan imperialisme, feodalisme dan kapitalisme-birokrasi, diktatur fasis Suharto-Nasution harus dihantjurkan samasekali. Ini adalah tugas primer revolusi Indonesia sekarang. Revolusi Indonesia tingkat sekarang adalah revolusi burdjuis demokratis jang mendjadi bagiandari revolusi proletar sosialis dunia, atau Revolusi Demokrasi Rakjat. Tudjuan revolusi jalah membangun Indonesia Baru jang bebas dan demokratis, Indonesia jang berdasar Demokrasi Rakjat, sebagai

tingkat peralihan kemasjarakat sosialis dan komunis. Kekuatanpenggerak revolusi Indonesia adalah klas buruh, kaum tani, klas burdjuis ketjil dan ele- men demokratis lainnja, dengan klas buruh sebagai pemimpinnja dan kaum tani sebagai kekuatan pokoknja. Revolusi Indonesia akan dapat men- tjapai tudjuan objektifnja hanja apa- bila klas buruh dan partai pelopornja, jaitu Partai Komunis Indonesia, dapat memenuhi kewadjibannja sebagai pe- mimpin revolusi. Pengalaman Revolusi Agustus 1945 memberi peladjaran, bahwa karena klas buruh dan partai pelopornja — PKI — tidak dapat memenuhi kewadjibannja sebagai pemim- pin revolusi, maka pimpinan revolusi djatuh ditangan burdjuasi, dan revolusi mengalami kegagalan. Untuk dapat mendjalankan kewadjibannja memimpin revolusi, klas buruh dan PKI harus pandai memimpin per- djuanganbersendjata.Pengalaman

Rakjat Indonesia, baik selama Revolusi Agustus 1945 maupun dalam masa 17 tahun sesudah gagalnja Revolusi Agustus, teristimewa dalam masa dua tahun belakangan ini, mengadjarkan bahwa untuk menggulingkan kekuasaan kaum imperialis, tuantanah, kapitalis-birokrat dan komprador, Rakjat harus melaku- kan perdjuangan bersendjata. Teror putih berdarah jang amat kedjam jang meradjalela sedjak dua tahun jang la- lu, telah menjedarkan kaum Komunis dan Rakjat revolusioner Indonesia akan kebenaran dalil Marxis-Leninis, Fikiran Mao Tjetung bahwa "Kekuasaan politik lahir dari laras senapan", dan bahwa "Tugas inti-pokok dan ben- tuk tertinggi dari revolusi jalah merebut kekuasaan politik dengan kekuatan bersendjata, memetjahkan masalah dengan perang". Klik militer kanan Indonesia jang di- benggoli Suharto-Nasution, melalui laras senapan telah merebut kekuasaan

politik dan mendirikan diktatur fasis jang kekedjamannja tak ada taranja. Untuk mengalahkan penindasan bersendjata dari diktatur fasis ini, Rakjat Indonesia harus mempersendjatai diri, membentuk kekuatan bersendjata Rak- jatdanmelakukanperangrakjat. Hanja melalui perang rakjat, Rakjat Indonesia akan memperoleh kebebas- annja Pengalaman berdarah dengan terbu- nuhnja ratusan ribu Komunis dan pe- djuang patriotik lainnja memberikan peladjaran jang tak boleh dilupakan untuk se-lama²nja, bahwa djalan revi- sionis, jaitu peralihan setjara damai atau setjara parlementer, jang didjadja- kan oleh klik pimpinan révisionis Uni Sovjet dan jang dalam 14 tahun lama- nja ditempuh oleh pimpinan Partai jang lama, adalah djalan jang menda- tangkan bentjana bagi kaum Komunis, bagi Rakjat dan bagi revolusi. Kaum Komunis dan Rakjat revolusioner In-

donesia harus dengan konsekwen mem- bersihkan barisannja dari ratjun dja- hat revisionisme modern jang telah mendjerumuskanrevolusiIndonesia kedalam kegagalan jang serius, dan dengan tekad jang se-bulat²nja madju tak gentar diatas djalan revolusi bersendjata. Perdjuangan bersendjata Rakjat Indonesia pada hakekatnja adalah perdjuangan bersendjata kaum tani diba- wah pimpinan klas buruh. Karena per- kembangan ekonomi dan politik jang tidak sama di Indonesia sebagai negeri neo-kolonial dan setengah-feodal, karena kekuatan kontra-revolusi berpusat di-kota² besar, karena kekuatan utama revolusi adalah kaum tani dan karena kekuatan kontra-revolusi relatif lemah dipedesaan, maka revolusi Indonesia akanmentjapai kemenanganpenuh diseluruh negeri melalui kemenangan setempat demi setempat, melalui pem- bebasanpedesaandaripenindasan

feodal, melalui pembentukan kekuasaan politik revolusioner dipedesaan, dengan desa mengepung kota dan achir- nja membebaskan kota², menghantjur- kan seluruh kekuasaan kontra-revolusi dan membentuk kekuasaan politik revolusioner diseluruh negeri. Pembebas- an Rakjat Indonesia tidak dapat ditja- pai melalui djalan avonturisme militer, jaitu melalui putsch atau kudeta militer. Djelaslah bagi setiap Komunis dan putra dan putri Indonesia jang meng- hasratkan kebebasan, tugas² utama dan mendesak revolusi adalah membang- kitkan, mengorganisasi, mempersendja- tai dan memobilisasi massa Rakjat, membangun desa Indonesia jang terbe- lakang mendjadi daerah² basis revolusioner jang madju dan merupakan ben- teng² revolusi jang perkasa, terkonso- lidasi dilapangan politik, militer, ekonomi dan kebudajaan.

Untuk memimpin revolusi Indonesia, ketjuali haruspandaimendjalankan perdjuangan bersendjata, klas buruh dan PKI harus djuga pandai menggalang front persatuan daripada semua klas dan golongan revolusioner anti- imperialisme, anti-feodalisme, dan anti- kapitalisme-birokrasi. Perdjuangan bersendjata dan front persatuan revolusioner adalah dua sendjata utama jang harus dikuasai oleh PKI. Tanpa menguasai dua sendjata utama ini PKI tidak akan bisa memenuhi kewadjiban- nja memimpin revolusi. Perdjuangan bersendjata jang dipimpin oleh PKI bisa terisolasi dan dikalahkan, apabila tidak disertai dengan penggalangan front persatuan dari semua klas dan golongan revolusioner. Sebaliknja front persatuan tidak mempunjai arti apa², djika tidak untuk perdjuangan bersendjata. Klasburuhpertama-tamaharus menggalang persekutuan dengan kaum

tani, karena kaum tani adalah kekuat- an pokok revolusi dan sekutu jang terpertjaja dari klas buruh. Persekutuan klas buruh dan kaum tani adalah basis front persatuan revolusioner. Terbentuknja persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh, merupakan djaminan bagi kepemimpin- an klas buruh atas revolusi, dan men- djamin akan kemenangannja. Meski- pun demikian, klas buruh masih harus menggalang front persatuan dengan klas burdjuis ketjil diluar kaum tani dan elemen² demokratis lainnja. Klas burdjuis ketjil adalah sekutu klas buruh jang bisa dipertjaja. Terhadap klas burdjuis nasional, klas buruh harus mendjalankan politik ber- satu dan berdjuang. Selama klas ini tidak mengchianati revolusi, klas buruh harus menggalang front persatuan de- ngannja. Bersamaan dengan itu harus melakukan perdjuangan dengan tegas melawan sifat² bimbang burdjuasi na-

sional, melawan ketjenderungan²nja

untuk berkapitulasi terhadap musuh, dan melawan usaha²nja untuk merusak barisan klas buruh sendiri dan merusak front persatuan. Demikianlah djalan revolusi jang harus ditempuh dan sarana² jang harus dipenuhi oleh Rakjat Indonesia untuk membebaskan dirinja dari penindasan dan penghisapan imperialisme, feodalisme dan kapitalisme-birokrasi.

II

POKOK2 PROGRAM DEMOKRASI RAKJAT

Untuk membangun Indonesia Baru

jang madju, bebas dan demokratis, jai-

tu Indonesia jang berdasarkan Demokrasi Rakjat sebagai tingkat peralihan kesosialisme, PKI mengadjukan pokok² program sebagai berikut:

Politik

(1) Menghantjurkan sampaike-
akar²nja seluruh mesin negara diktatur fasis Suharto-Nasution jang meru- pakan wakil umum imperialis AS, klas

tuantanah feodal, kapitalis-birokrat

dan burdjuis komprador, dan memben- tuk diktatur Demokrasi Rakjat. Diktatur Demokrasi Rakjat Indonesia adalah kekuasaan bersama klas buruh, kaum tani, kaum burdjuis ketjil kota, kaum intelektuil revolusioner serta go- longan² demokratis lainnja, jang dida- sarkan atas persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinanklas buruh. Diktatur Demokrasi Rakjat Indonesia adalah alat ditangan Rakjat Indonesia untuk melindungi kepentingan² funda- mentilnja, membersihkan sampai ke- akar²nja imperialisme, feodalisme dan kapitalisme-birokrasi,untukmemba- ngun masjarakat Indonesia jang bebas dan demokratis menudju kesosialisme.

(2) Setiap warganegara, laki² dan

wanita, tidak pandang suku dan asal keturunan, mempunjai hak sama. Negara mendjamin se-luas²nja hak² azasi Rakjat seperti hak berorganisasi, bera- pat, berdemonstrasi, menjatakan pen- dapat baik setjara tertulis maupun setjara lisan, hak memilih maupun dipi- lih, dan mendjamin kemerdekaan bera- gama.Negara mendjamin pekerdjaan dan pendidikan bagi Rakjat.Klas² reaksioner jaitu tuantanah, kapitalis- birokrat, kapitalis-komprador dan peng- chianat² bangsa lainnja tidak mendapat kebebasandemokratis seperti Rakjat. Kepada semua musuh revolusi ini, negara mendjalankan diktatur. Djabat- an² negara dan aparatur negara tidak boleh diduduki olehelemen² reaksioner.

(3)Pemerintahandalamnegeridi- djalankan atas prinsip jang mendjamin pengokohan kekuasaan Rakjat dan pe- laksanaan sentralisme-demokrasi. Pe-
merintah mendasarkan diri atas massa Rakjat, dan Rakjat berhak mendjalankan pengawasan atas djalannja peme- rintahan.

(4)Hubunganantarapemerintah
pusat dan daerah didjalankan atas da- sar prinsip² sentralisme-demokratis. Kepada sukubangsa² diberikan hak otonomi jang luas. Pemerintah daerah harus memperkuat pemerintah pusat, dan pemerintah pusat membantu dan membimbing pemerintah daerah.

(5) Sistim pertahanan negara dida-
sarkan atas pertahanan Rakjat setjara total. Seluruh Rakjat memikul kewa- djiban untuk membela tanahair dan kekuasaan Rakjat dari antjaman agresi imperialis dan anasir² kontra-revolu- sioner lainnja. Disamping tentara tetap, negara mempersendjatai Rakjat dan menjelenggarakan milisia Rakjat. Tentara Rakjat adalah alat diktatur Demokrasi Rakjat jang terpenting, jang la-

hir dari Rakjat dan harus mengabdi- kan diri sepenuhnja kepada Rakjat.

(6) Pemerintah mendjalankan poli-
tik luarnegeri jang konsekwen anti-imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, menggalang dengan aktif front internasional anti-imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, me- njokong dengan konsekwen perdjuang- an pembebasan Rakjat² seluruh du- nia, memperkuat persahabatan dengan negara² sosialis dan Rakjat² revolusio- ner sedunia, membatalkan persetu- djuan² jang dibuat oleh pemerintah reaksioner Indonesia dengan negara² imperialis jang merugikan bangsa Indonesia.

Ekonomi

(7) Melenjapkan kekuasaan kapital
monopoli asing, tuantanah feodal, kapitalis-birokrat dan komprador dibidang ekonomi, dan membangun ekonomi De-

mokrasi Rakjat, jaitu ekonomi peralih- an kesosialisme dimana tidak ada penghisapan manusia oleh manusia. Se- mua sumber kekajaan alam dikuasai negara. Perusahaan² monopoli asing dan pribumi, atau perusahaan² jang terlalu besar untuk diurus setjara swasta seperti bank2, keretaapi, tele- komunikasi, penerbangan, perhubungan laut dan maritim dan lain²nja, dikuasai dan diselenggarakan oleh negara. Perusahaan imperialis AS dan imperialis lainnja jang setjara langsung me- musuhi revolusi, beserta kekajaannja jang ada di Indonesia, perusahaan² dan kekajaan kapitalis-birokrat dan komprador serta pengchianat² bangsa lainnja, disita tanpa ganti kerugian dan di- djadikan milik negara.

(8) Negara melindungi dan mem-
bantu perkembangan industri nasional swasta dalam batas² jang tidak me- nguasai kehidupan Rakjat ataumen- djadi monopoli.

(9) Hubungan agraria dan pertanian setjara feodal dihapuskan. Semua tanah milik tuantanah asing maupun pri- bumi disita tanpa ganti kerugian, dan dibagikan kepada buruhtani dan tani- miskin setjara tjuma², orang seorang dan sebagai milik perseorangan. Tanah² perkebunan jang bertehnik mo- dern dan djuga tanah hutan dikuasai oleh negara, Tanah dan milik lain tani- kaja tidak disita. Tanah dan milik lain tanisedang dilindungi. Sistim rodi, po- logoro dan beban² feodal lainnja dihapuskan. Pemerintahan desa diseleng- garakansetjarademokratis.Hutang kaum tani dan nelajan kepada lintah- darat dan tuantanah dihapuskan.Negara memberi bantuan kredit murah dan djangka pandjang kepada kaum tani untuk membangun dan mengem- bangkan koperasi pertanian, dan mela- kukan usaha² untuk memodernisasi dan mekanisasi pertanian.Negara menje- lenggarakan transmigrasi dengan men-
djamin tanah sebagai milik perseorangan para transmigran dan bantuan lainnja jang diperlukan. (10) Dengan menggunakan semua tenaga dan sumber dalamnegeridan atas dasar berdiri diatas kaki sendiri, mentjiptakán sjarat² untuk mengindus- trialisasi negeri sebagai dasar masja- rakat sosialis. Mengatur upah mini- mum jang lajak bagi kaum buruh dan pegawai negeri. Mengatur sistim kerdja jang mendjamin kesehatanuntuk pekerdjaan tambang dibawah tanah dan industri² lain jang mengganggu ke- sehatan. Mengadakan sistim djaminan sosial atas biaja negara dan kapitalis dalam hal sakit, tjatjad, pengangguran dan hari tua. Melarang kerdja anak². Melenjapkan penghisapan setengah- feodal dibidang perburuhan seperti sistim kenek, sistim kontrak dll. Menje- lenggarakan kontrol jang keras atas harga barang² dagangan.

Kebudajaan (11) Kebudajaan Demokrasi Rakjat adalah kebudajaan baru jang anti-im- perialisme,anti-feodalisme dan anti- kapitalisme-birokrasi. Sastra, seni dan ilmu harus mengabdi kaum buruh, tani dan pradjurit TentaraPembebasan Rakjat. (12) Sistim pendidikan dan penga- djaran didasarkan atas perevolusioner- an fikiran, menanamkan semangat tjinta Rakjat, tjinta tanahair dan tjinta kerdja.Memadukan pendidikan teori dengan kerdja badan dalam praktek produksi. Mengadakan kewadjiban be- ladjar dengan tjuma² bagi anak² laki² maupun perempuan sampai umur 13 ta- hun. (13) Semua sukubangsa berhak me- makai bahasa daerahnja di-sekolah², pengadilan dandimana sadja,disam- ping menggunakan bahasa Indonesia

sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. (14) Negara mendjamin kesehatan Rakjat, memberantas penjakit Rakjat dan penjakit menular. 求 Demikianlah pokok² program jang akan dilaksanakan oleh diktatur Demokrasi Rakjat, sebagai hasil kemenangan revolusi diseluruh negeri meng- gulingkan diktatur fasis Suharto-Na- sution Di-tempat² dimana revolusi telah mentjapai kemenangan dan kekuasaan politik revolusioner telah didirikan, pokok² program seperti tersebut diatas harus dilaksanakan dengan disesuaikan dengan sjarat² kongkrit setempat dan tingkat kesedaran Rakjat jang bersang- kutan.n818U2 PKI berpendapat bahwa djalan pem- bebasan bagi Rakjat Indonesia hanja-

lah melalui revolusi bersendjata seper- ti dikemukakan dalam program ini. Djalan ini tidak mudah, pandjang, ber- liku², berat dan pelik. Akan tetapi hanja inilah djalan satu²nja kepembe- basan. Djalan lain tidak ada dan tidak mungkin ada. Diktatur fasis Suharto-Nasution adalah kekuasaan klas² jang paling reak- sioner dan paling lapuk dan sedang menudju kehantjuran total. Imperialis AS jang mendjadi madjikan rezim fasis Suharto-Nasution serta klik revisionis Uni Sovjet jang mendjadi pembantu setianja, djuga kekuasaan jang lapuk dan sedang menudju keruntuhannja setjara total. Semua kekuatan reaksio- ner dan gelap itu hanjalah matjan ker- tas belaka. Sebaliknja klas buruh, kaum tani, kaum intelektuil revolusioner, klas burdjuis ketjil kota dan kekuatan² revolusioner lainnja adalah kekuatan jang perkasa, jang menghadapi haridepantjerlang-tjemerlang.

Revolusi Indonesia mempunjaiseku- tu jang amat luas diseluruh dunia. Proletariat internasional dansemua Rakjat revolusioner jang berdjuang melawan penindasan berdiri difihak Rakjat Indonesia. Proletariat dan Rakjat Tiongkok jang besar, jang diper- sendjatai dengan Fikiran Mao Tjetung jang tak terkalahkan dan jang kini telah membangun benteng revolusi dunia jang paling terpertjaja berdiri te- guh difihak Rakjat Indonesia, dengan konsekwen menjokong revolusi Indonesia. Diktatur militer-fasis Suharto-Nasution dan imperialisme AS pasti dapat dikalahkanuntukse-lama²njadan Rakjat Indonesia pasti mentjapai ke- menangan, karena djalan revolusi Indonesia diterangi oleh bintang kedjora Marxisme-Leninisme, Fikiran Mao Tjetung. Partai Komunis Indonesia berseru kepada kaum buruh, kaum tani, kaum

intelektuil revolusioner, kaum nelajan, kaum pengusaha ketjil, kaum pengusaha nasional patriotik, kepada setiap orang Indonesia laki² dan wanita dari semua sukubangsa jang berkemauan baik untuk bersatupadu melakukan re- volusi bersendjata menggulingkan diktatur militer-fasis, sebagai pembuka djalan kekehidupan baru jang bebas dan demokratis menudju kesosialisme. Kehidupan baru jang merdeka dan bebas, jang madju, bahagia, makmur dan sedjahtera harus kita rebut dengan re- volusi, dengan sendjata. Bersatulah Rakjat Indonesia, dengan sendjata ditangan madju tak gentar menggulingkan dan menghantjurkan diktatur fasis Suharto-Nasution.