HARDCORE PUNK DAN
PEIVBERONTAKAN POLITIS
LEAFLET EDARAN SCREAMING ATA WORD
Autonomous media, for the dissemination of ideas, social
AWORD
issues and information.
Isu politik adalah sesuatu yang
hardcore/punk. kental dengan Subkultur yang muncul dengan membawa spirit pemberontakan "rock n roll". seperti bagaimana bom molotov dan coretan-coretan propaganda saat pemberontakan Paris 1968 yang begitu "rock n roll". Tatanan sistem yang borok telah menghasilkan masyarakat dengan kehidupan yang monoton. sebagai Hardcore punk datang respon kemuakan dari tatanan tersebut.
Kaum muda adalah para individu senantiasa sedang yang berpetualang dengan pemikiran untuk dan perilaku mereka mencerna ide-ide baru. Mereka (kaum muda) mencernasegala sesuatu yang baru dengan gairahnya untuk mengekspresikan diri. Subkultur hc/punk, memungkinkan kaum muda untuk diri membangunkepercayaan untuk mengeksplorasi diri mereka dan menonjolkan sifat manusia yang terlahir bebas. Kemunculan fenomena para pemuda dengan dandanan pakaian yang 'aneh' rambut berwarna-warni dengan meneriakan cacian dengan provokatif sebagai bentuk mereka akan pemberontakan tatanan sistemyang busuk ini. dari Pemberontakan kehidupan masyarakat yang monoton. Sikap membuat politis hc/punk aktivisme gerakan-gerakan bermunculan lewat subkultur tersebut. Kekhawatiran pemerintahan akan kaum muda berontak yang sama seperti khawatirnya para orang tua ketika
melihat anak-anaknya berada dalam barisan demonstrasi.
Geraman Ikonik dari vokalis Sex Pistols, Johnny Rotten, yang berteriak "saya seorang anarkis" yang menurutku sebagai teriakan untuk kembali mendeklarasikan sistem pada perang yang ini. memapankan penindasan Maka, hc/punk memiliki peran revolusioner gerakan dalam seperti kebangkitan anarkisme dimana hc/punk sebagai gerbang aktivitas untuk mendekati anarkis. Ide-ide anarkis membuat lahirnya band-band seperti Crass dengan wacana anti-perang & anti-nuklir, Amebix dengan seruan "No Gods No Master", Anti-flag dengan gagasan anti-kapitalisme nya, Dead kennedys, Subhumans, Citizen fish dan seruan "Destroy globalization" dalam skena lokal oleh Kontrasosial dalam lagu nya WTO (world threatening operation).
skena hc/punk turut aktif dalam menyebarkan isu-isu politis lewat lirik, slogan, atau zine yang menyuarakan kebebasan individu, penentangan terhadap dominasi penguasa, negara, polisi, menolak semakin perbudakan. Tapi ide-ide dalam berkembangnya membuat skena hc/punk propaganda pada isu lain telah mencakup begitu luas, mulai dari hak-hak sampai binatang, atas kesetaraan perjuangan menjadi oposisi gender dan terhadap para konservatif seperti yang dilakukan Bikini kill, Pussy Riot dan G.L.O.S.S.
Seperti di Indonesia, beberapa
dekade ke belakang subkultur ini telah membuat anarkisme kembali berkembang. Pada tahun 1998, kala momen politik sedang memanas beserta kerakusan dan rezim otoriter represifnya menyulut Soeharto, pemberontakan rakyat diberbagai kota. Kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa kota besar. Dalam kemuakan tersebut, skena hc/punk ikut turun dalam gerakan perlawanan massa. Tidak hanya lewat lirik, slogan, dan teriakan di atas panggung, beberapa individu di skena hc/punk juga membentuk sebuah aliansi, mengorganisir aksi jalanan, dan bergabung dengan gerakan-gerakan lain. Mereka terlibat dalam penggulingan rezim Soeharto, menolak dwifungsi abri, menyerukan untuk memboikot pemilu, sampai terlibat dalam aksi radikal seperti perusakan properti kapital.
Ketika sebuah sistem atau tatanan
sosial melihat suatu pergerakan yang menurut mereka berpotensi menjadi ancaman dan dianggap mereka akan menyimpang, bereaksi dengan melabeli gerakan tersebut bertentangan dan dalam 1 stabilitas. mengganggu ruang lingkup hc/punk, ini seperti yang dialami oleh komunitas punk di aceh tahun 2011 silam, yang harus menerima intimidasi dan represifitas aparat hanya karna mereka memilih untuk berbeda dari berpenampilan masyarakat umum.
Namun seiring berjalannya waktu.
industri mulai menyadari bahwa
subkultur ini meski dengan segala idealisme dan kontrofersi di mereka dapat dalamnya, komersialisasi. media dan industri mulai melihat fenomena subkultur anak muda tersebut sebagai sesuatu yang dapat mereka jual.
Menampilkannya di acara musik
televisi, bekerja sama dengan
korporasi, sampai muncul dalam fashion majalah-majalah yang semakin mendorong konsumerisme dalam skena secara tidak hc/punk. yang bertolak belakang langsung inti pemberontakan dengan hc/punk itu sendiri.
Jika black death adalah wabah yang menjangkiti hampir seluruh eropa pada pertengahan hingga mungkin akhir abad ke-14. konsumerisme adalah wabah yang serupa menjangkiti kerangka hardcore-punk dari masa ke masa.
Beberapa individu masih mencoba mencari celah untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu nya adalah dengan gagasan-gagasan yang ada dalam anarkisme yang secara organik memiliki semangat yang sama dalam upaya menihilkan konsumerisme.
Etos DIY menjadi sesuatu yang
radikal kala budaya
mengkonsumsi terusmendorong membeli. untuk orang-orang Lewat sikap politis yang ada dalam nilai-nilai DIY, skena diri hc/punk mempersenjatai
rakitan" "senapan dengan nya. salah pahami, dianggap menutup diri atau mengeksklusifkan diri. mengorganisir mandiri, gigs
rekaman
memproduksi mandiri, Padahal DIY merupakan
dari mendistribusikan zine nya, hingga batas-batas yang dihasilkan menginisiasi gerakan seperti food kehidupan. Kami praktik pun not bombs atau praktek-praktek tidak
menyadari batas-batas ini lainnya yang dapat DIY dianggap dikonsepkan secara rumus.
meredam konsumerisme dan
sebuah
adalah etika yang masuk lebihdalam. kapitalisme dipahami pengertiannya dapat Atau dalam
dalam
bentuknya yang kecil
hanya melalui praktik seperti bagaimana mengurus band kehidupan. Sehingga, pemaknaan sendiri harus tanpa etos Do It Yourself pun Tidak
industri. pada mengemis-ngemis memiliki tafsir yang mutlak. Setiap individu maupun kelompok DIY adalah sikap radikal dimana dapat memaknainya secara bebas.
sebuah otonomi kemandirian, Kendati demikian, inilah yang serta penentangan terhadap kami DIY sejatinya yakini hirarki etos menjadi prioritas hardcore-punk adalah
bagi kami namun tersebut. di !
seringkali pemberontakan politis or
S en u
an dem 0s.
P. &Po1
R. Por
tenemos tra met avance vegede cía fal irup de ia se vterr re. ace de ea nei à en
arzo de 207
mantuvo
à sido cbra
atencla que aú
No es neccsario
pora unifcar
CIčKON
ache se conocerá afviescargado. A dfere
s se han situa tallaba que der totar é de la media de mas del terrorisme “
vés de los á ar.
cadens y algu buidas a ETA y 2 rados de la
er con las simpa-islamista inter etías, porque tiñenVente.
capítudo este nqéc uno de los re 192 muertr negattvos para TVE Atocha). / de la reremonia en
sla de la olitlrd en erGrapo y
terreno
es que ha logresiden-cadena
ncc
aiquier persomba "el re
ta que
comentario dad y elquee
la po y noche. drar ente102.000 espe ría a Telecinco ga
ente activemos nuesisenteneta por k
as 21.00. 13 p
pecha contra él. Qué sp11-b°. Añade qu por qué habia, qsla sobren
cíe un recuentc
At.
É pesado. Es es
presuntos etarra os descreidos inAr tenidos en fecht
w. pero tar
que dem rs
s comunidades. En la parte inferior talle del móvił con Ftr queestá rema. cuentran cuatro lce con este serv nrdo. so directo: Hetaide vini no ha qug tactos y se coloca el os decalles
| revivi | Sah | waadn M |
|---|---|---|
| na ar p repasc | tate | durante decepcior |
eo al pran premio de Can paro y a fórmuia I ha sido l mejor 5.686.000 espectad pa za
y 3.3% de cuota) de este can Bl fátbol y el tormeo de
st este
emplarr de Roland Garros han at Cuato ai cuarto puesto:
a pen anoso
oneradores de coberturs
ATAV
SNARVERISe infornative
xermanecen el quee Congreso deo a memoraforma rindé alas victimas
Le usar. radr radore, y Zi pe cr han sido los príneies W t0 on la ública asi he à uní Desde hoy ya se vende u %. u1 aee el me vil con Firefox OS. Es e rio Open, que cuesta 69 euroe de prepago. Tiene una cás eniol or: Muxiei 33 mezas y uns pentall distre Esttaizen esta ci tenião por la po denamien parrilla. directivo cho que un paf marcha nu de fiasco na pol la hora( rencid za hoy. xniche cto cedo q Gente, ed e obE Tenemos anda terr enta derso Letris noticl
AMMOreseblar
mentos fally toultac