D.N. AIDIT PILIHAN TULISAN
DJILIDII
Pustaka Dimpos Manalu [email protected] 08126431319;081933400001
Jajasan ,,Pembaruan" Djakarta 1960
TIOTASMC MABLIUT MAHLDY
6
Katapengantar
Pilihan Tulisan D.N. Aidit djilid kedua ini sedianja diterbitkan ber-sama² dengan djilid pertama untuk menjambut Kongres Nasio- nal ke-VI PKI, bulan September tahun 1959. Tetapi berhubung dengan kesulitan2 teknis maka penerbitan djilid kedua diundurkan dan ditudjukan untuk menjongsong 40 tahun PKI pada tanggal 23 Mei 1960.
Seperti jang telah dikemukakan dalam Katapengantar Pilihan Tulisan D.N. Aidit djilid pertama, isi dari djilid kedua ini meliputi masa sedjak tahun 1956, terutama sesudah Sidang Pleno ke-IV CC PKI sampai masa mendjelang Kongres Nasional ke-VI Partai.
Komisi Pilihan Tulisan D.N. Aidit dari CC PKI
Djakarta, Mei 1960
Djangan hentiznja memperbesar pengaruh Harian Rakjat" adalah djudul pidato sambutan Kawan D.N. Aidit jang dizampaikan pada ulang- tahun ke-V Harian Rakjat" pada tanggal 29 Djanuari 1956.
Pidato ini menekankan pentingnja tugas meluaskan penjebaran Ha- rian Rakjat" untuk meng mbangi kemadjuan gerakan kemerdekaan Rak- jat Indonesia. Ini merupakan bentuk terpenting dari pelaksanaan tugas urgen Partai untuk memperkuat front persatuan nasional dan melan- diutkan pembangunan Partai chususnja untuk mempertinggi tingkat ideologi kaum Komun's dan Rakjat pekerdja. Selandjutnja sambutan itu menggarisbawahi suatu keharusan supaja setiap konferensi Partai dari tingkat paling atas sampai paling bawah membitjarakan Harlan Rakjat", terutama mengenai soal memperluag penjebaran dan meng- intensifkan pemasukan uang langganan.
DJANGAN HENTI2NJA MEMPERBESAR PENGARUHHARIAN RAKJAT
Saja merasa berbahagia, karena sebelum saja meninggalkan Tanahair untuk menudju ke Kongres ke-XX Partai Komunis Uni Sovjet saja masih dapat menjampaikan utjapan selamat kepada semua pembatja dan pentjinta Harian Rakjat" berhubung dengan ulangtahun ke-V hariannja.
Memperingati ulangtahun HR" berarti memperingati ulang- tahun harian terbesar ditanahair kita sekarang. Lebih daripada itu, berarti memperingati kemadjuan penting dalam kehidupan persurat- kabaran negeri kita. Bukankah baru untuk pertamakali terdjadi, bahwa sebuah suratkabar jang dimulai dengan oplah hanja bebe- rapa ribu,dan sering mendapat gangguan dari kekuatan reaksioner, dalam waktu 5 tahun telah muntjul sebagai harian terbesar dan jang paling erat hubungannja dengan pembatja dan dengan massa Rakjat pekerdja? Dan djuga, HR" adalah koran jang tegas2 ber- pihak, jang dengan kuat mempertahankan pendirian zelfbedrui- pen" (mengongkosi diri-sendiri), djadi tidak sebagai kebiasaan koran2 partai jang mendjadi ,verliespost" partai jang memilikinja.
Ada dua sebab jang terpenting jang membikin HR" tjepat madju.
Pertama, karena HR" setia pada garis jang tepat, jaitu garis jang disesuaikan dengan tugas urgen PKI, jaitu tugas memperkuat front persatuan nasional dan meneruskan pembangunan Partai. Politik persatuan nasional jang mendjadi isi dan djiwa HR" telah menjebabkan HR" mendapat pembatja jang tidak sedikit dika- langan kaum demokrat dan patriot jang bukan-Komunis. Dalam pembangunan Partai, terutama dalam memelihara dan memperkuat persatuan didalam Partai, HR" sudah mendjadi satu kebutuhan jang mutlak.
Kedua, karena keuletan sebagian besar pekerdja2 HR", mulai dari tenaga redaksi. administrasi saripai kepada agen2. Semuanja
karena kesedaran dan karena diorganisasi oleh comite Partai dipusat dan oleh comite2 Partai jang tersebar diseluruh negeri.
Tetapi satu kenjataan jang sekedjappun tidak boleh kita lupa- kan, jaitu kenjataan bahwa penjebaran HR" sekarang masih djauh ketinggalan djika dibanding dengan kemadjuan gerakan kemerde- kaan Rakjat Îndonesia sekarang. Penjebaran 55.000 exemplar HR" saban kali terbit adalah belum besar artinja djika dibanding dengan djumlah kira2 20 djuta Rakjat Indonesia jang bisa mem- batja, dan masih ketjil djumlah ini djika dibanding dengan lebih dari 6 djuta pemilih PKI dalam pemilihan umum untuk DPR dan untuk Konstituante jl.
Untuk segera membikin agak harmonis antara kemadjuan ge- rakan kemerdekaan Rakjat dengan perkembangan harian sentral- nja, maka tidak ada djalan lain ketjuali dalam waktu jang tidak lama melipatgandakan penjebaran ,HR".
Pelaksanaan tugas meluaskan penjebaran HR" berarti mem- perbesar pengaruh HR". Ini adalah bentuk pelaksanaan jang ter- penting dari tugas Partai, tugas memperkuat front persatuan nasio- nal dan meneruskan pembangunan Partai. Oleh karena itu, sudah pada tempatnja diserukan, bahwa: tidak boleh ada konferensi Par- tai dari tingkat paling atas sampai paling bawah jang tidak mem- bitjarakan HR", terutama membitjarakan soal memperluas penje- baran dan soal mengintensifkan pemasukan uang langganan. Harus disedari benar² bahwa rol HR" banjak tergantung pada oplahnja.
Soal memperbesar pengaruh HR", dan ini terutama dengan djalan meluaskan penjebarannja, mendjadi lebih penting lagi ber- hubung dengan kewadjiban terpenting dalam hubungan dengan melandjutkan pembangunan Partai, jaitu kewadjiban mempertinggi tingkat ideologis kaum Komunis dan massa Rakjat pekerdja. Pelak- sanaan tugas kewadjiban ini akan gagal samasekali djika tidak di- sertai oleh pekerdjaan meluaskan penjebaran HR".
Pada kesempatan jang penting ini, pada tempatnjalah saja djuga menjampaikan beberapa patah kata kepada pekerdja2 ,HR", mulai dari tenaga2 redaksi, administrasi sampai kepada agen2 ,HR". Dibanding dengan tenaga2 redaksi dan administrasi dari koran² partai lain, saudara² hanja mendapat honorarium rata2 50%. Di- banding dengan agen² koran² partai lain saudara2 terpaksa beker-
dja dengan alat2 jang djauh daripada sempurna. Kebanjakan agen2 HR" harus berdjalan kaki dan menempuh djarak jang djauh2, ada kalanja 'melalui bukit², sungai², djalan2 betjek, untuk menjam- paikan HR" kepada langganan. Penderitaan pekerdja2 HR", imulai dari tenaga2 redaksi, administrasi sampai kepada agen², ada- lah sama dengan penderitaan aktivis2 Komunis lainnja. Adalah ke- liru berfikir untuk mengetjualikan diri dari keadaan jang masih berlaku ini. Perbaikan pasti datang, tetapi ia tidak datang sebagai perketjualian. Perbaikan dan kemadjuan HR"itulah perbaikan buat nasib pekerdja2 HR". Getaran perdjuangan kemerdekaan Rakjat harus mendjadi getaran perdjuangan semua pekerdja ,HR", mulai dari tenaga2 redaksi, administrasi sampai kepada agen2. Pekerdja2 HR" adalah orang2 jang berdiri dibarisan paling depan dalam melawan tekanan ideologis dari musuh² Rakjat, terutama dari koran2 mereka.
Dengan HR" jang tersebar lebih banjak kita akan madju lebih tjepat dalam melaksanakan tugas urgen kita, tugas memperkuat front persatuan nasional dan tugas melandjutkan pembangunan Partai.
Hidup Harian Rakjat", Harian Rakjat pekerdja Indonesia.
Djakarta, 29 Djanuari 1956
Artikel Hidup Kongres ke-XX PKUS! ini adalah pidato Kawan D.N. Aldit sebaga ketua delegasi PKI dimuka Kongres ke-XX PKUS jang berlangsung bulan Februari 1956.
Seperti diketahui pengiriman delegasi PKI ke Kongres ke-XX PKUS ini merupakan pengiriman delegasi Partai jang per-tama2 keluarnegeri sesudah dilangsungkannja pemilihan umum di Indonesia untuk DPR dan Konstituante pada achir tahun 1955 dan PKI keluar sebagai salahsatu Partai jang terbesar dengan djumlah pem'lih enam djuta lebih.
Dalam menjambut Rentjana Lima Tahun ke-VI untuk Perkem- bangan Ekonomi Nasional URSS tahun 1955-1960 Kawan Aidit menun- djukkan bahwa Rentjana ini merupakan sumbangan pent'ng untuk per- damaian, demokrasi dan Sosialisme. Dikemukakan pula tentang arti bāntuan Uni Sovjet terhadap perdjuangan Rakjat Indonesia untuk men- tjapai kemerdekaan nasional jang penuh.
Selandjutnja kami muat tulisan berdjudul Kongres ke-XX PKUS jang merupakan sebagian dari Laporan Perlawatan keluarnegeri dalam rangka kunijungannja ke Uni Sovjet untuk menghadiri Kongres ke-XX FKUS serta beberapa negeri sosialis lainnja. Laporan tsb diutjapkan oleh Kawan Aid't dalam tjeramah umum pada tgl. 27 Djuni 1956.
Tentang hasil Kongres ke-XX PKUS dikemukakan oleh Kawan D.N. Aidit beberapa soal jang berhubungan dengan kehantjuran sistim kolonial imperialis, kemungkinan mentjegah perang, bentuk2 peralihan ke Sosialisme diberbagai negeri dan tentang kultus individu.
Ditandaskan oleh Kawan D.N. Aidit bahwa dalam mengolah apa jang dilihat dan didengar diluarnegeri selamanja diusahakan untuk ber- pokokpangkal pada keadaan Rakjat Indonesia dan ditambahkan bahwa beladjar dari Rakjat2 lain adalah sangat perlu, tetapi ia tidak ada guna- nja djikalau tida; akan membawa kemadjuan bagi Rakjat kita sendiri.
HIDUP KONGRES KE-XX PKUS!
Kawan², izinkanlah saja atasnama Comite Central PKI, atas- nama satu djuta Komunis Indonesia dan atasnama semua pemilih PKI dalam pemilihan umum di Indonesia pada 'achir tahun jang lalu mengutjapkan selamat berkongres dan menjampaikan salam jang hangat dan dalam kepada Comite Central dan semua pengun- djung Kongres. ke-XX PKUS.
Adalah satu kehormatan jang besar bagi delegasi PKI untuk mendjadi tamu Kongres PKUS jang besar ini, Partai jang sudah memimpin Revolusi Sosialis Oktober Besar, pembuka zaman baru dalam sedjarah umatmanusia, jang sudah memimpin dan meme- nangkan perdjuangan melawan perbudakan fasis Djerman dan mili- teris Djepang, dan jang sedang memimpin Rakjat Sovjet dalam membangun masjarakat Komunis.
Dilihat dari djaraknja Indonesia adalah djauh dari Uni Sovjet, sedangkan adat-istiadat dari Rakjat kedua negeri ini adalah ber- lainan. Tetapi tudjuan dan perdjuangan jang sama untuk kebebas- an umatmanusia telah mendekatkan Rakjat pekerdja Indonesia dengan Rakjat Uni Sovjet. Tudjuan dan perdjuangan ini pula telah membikin Rakjat pekerdja semua negeri saling mengerti dan saling membantu.
Adanja pengertian inilah jang menjebabkan Rakjat pekerdja Indonesia menjambut dengan hangat putusan Comite Central PKI untuk mengirimkan delegasi kekongres jang bersedjarah ini. Beribu- ribu surat dari kaum buruh, kaum tani, inteligensia dan pemuda Indonesia telah diterima oleh Comite Central PKI jang berisi harapan supaja delegasi PKI menjampaikan utjapan selamat mereka kepada Kongres ke-XX PKUS dan kepada Rakjat Sovjet. Ini ada- lah gedjala jang penting, jang menundjukkan bertambahnja penger- tian Rakjat pekerdja Indonesia terhadap tudjuan dan perdjuangan Partai Komunis dan Rakjat Uni Sovjet. Dengan mempeladjari laporan Comite Central PKUS kepada Kongres ke-XX dan dengan
mempeladjari Petundjuk Kongres. ke-XX PKUS tentang Rentjana Lima Tahun ke-VI untuk Perkembangan Ekonomi Nasional URSS tahun 1956-1960, maka pengertian Rakjat pekerdja Indonesia ter- hadap tudjuan dan perdjuangan Partai Komunis dan Rakjat Uni Sovjet akan banjak bertambah. Rentjana Lima Tahun ke-VI dan pelaksanaannja nanti pasti akan membangunkan perasaan Kagum jang luarbiasa terhadap pekerdjaan pembangunan Rakjat Sovjet. Rentjana Lima Tahun ke-VI akan membikin Rakjat Indonesia lebih jakin lagi tentang keunggulan sistim sosialis daripada sistim kapitalis, tentang kesungguhan dan kedjudjuran perdjuangan Rak- jat Sovjet untuk perdamaian dunia. Pelaksanaan Rentjana Lima Tahun ke-VI ini akan lebih mengeratkan kerdjasama setjara per- saudaraan antara negeri2 dari kubu sosialis, akan meningkatkan kekuatan dan kekuasaan kubu sosialis dan akan membikin perkem- bangan kekuatan tjintadamai diseluruh dunia berdiri diatas basis jang lebih kuat.
Kawan², Indonesia letaknja djauh terpentjil dari negara2 sosialis dan demokrasi Rakjat, dan Indonesia masih berada dalam kepung- an jang rapat dari kekuatan imperialis dunia. Dalam keadaan seperti itu Rakjat Indonesia berusaha terus-menerus untuk mematahkan rantai² jang mengepung dirinja. Segera sesudah perang dunia ke- dua, jaitu menggunakan keadaan jang baik di Asia jang ditjipta- kan oleh kemadjuan jang tjepat dari Tentara Uni Sovjet dan Ten- tara Pembebasan Rakjat Tiongkok dalam mengusir tentara kaum imperialis Djepang dari daratan Asia, dalam bulan Agustus 1945 Rakjat Indonesia mengangkat sendjata, mengambil kemerdekaan didalam tangannja dengan mendirikan sebuah Republik. Republik Indonesia jang masih sangat muda ini harus membela diri terhadap serangan2 tentara imperialis Djepang, Belanda dan Inggeris jang mendapat bantuan penuh dari imperialis Amerika. Adalah peris- tiwa jang takkan terlupakan bagi Rakjat Indonesia, bahwa atas inisiatif wakil Sovjet dalam PBB, masalah Indonesia untuk pertama kalinja dibitjarakan dalam Dewan Keamanan PBB dalam bulan Djanuari 1946. Dengan ini politik Sovjet jang membantu perdju- angan kemerdekaan nasional mendjadi sangat dikenal oleh Rakjat negeri kami. Politik Sovjet ini diteruskan setjara konsekwen sam- pai sekarang; Rakjat Sovjet jang besar memihak Rakjat kami
dalam perdjuangan memasukkan Irian Barat kedalam wilajah ke- kuasaan Republik Indonesia.
Sekarang kemerdekaan Indonesia jang belum penuh itu masih terus-menerus mendapat gangguan dan antjaman dari kaum impe- rialis Belanda dan kaum imperialis lainna. Untuk mempertahan- kan dan menjempurnakan kemerdekaan nasional jang diperoleh- nja dengan mengorbankan putera-puteranja jang terbaik, dan untuk mengambil bagian dalam mengurangi ketegangan inter- nasional, Rakjat Indonesia tidak henti-hentinja mentjari djalan. Dalam bulan April 1955 dilangsungkanlah Konferensi negara2 Asia dan Afrika di Bandung, dimana Indonesia adalah salahsatu dari pengambil inisiatif dan jang mendjadi tuanrumah Konferensi. Sam- butan jang hangat dari Rakjat2 tjintadamai diseluruh dunia, ter- utama sambutan jang hangat dan djudjur dari Rakjat dan Peme- rintah URSS, menambah kejakinan Rakjat Indonesia bahwa per- djuangan untuk kemerdekaan dan perdamaian adalah perdjuangan jang besar, jang tak mengenal batas negeri atau benua dan jang tak terkalahkan.
Kemerdekaan jang belum penuh serta gangguan dan antjaman jang terus-menerus dari fihak kaum kolonialis dan kaum imperialis menjebabkan Rakjat Indonesia belum dapat membangun ekonomi negerinja serta mengembangkan kebudajaan nasionalnja. Kekuasa- an ekonomi kaum imperialis asing jang masih besar atas ekonomi Indonesia menjebabkan Rakjat Indonesia belum dapat mengguna- kan kekajaan negerinja jang besar untuk kepentingannja sendiri. Rakjat pekerdja Indonesia, terutama kaum buruh dan kaum tani, walaupun mereka bekerdja keras dan radjin, masih tetap hidup menderita di-tengah2 kekajaan negerinja jang me-limpah2 dan di- tengah2 alam negerinja jang indah-permai.
Dibawah pimpinan jang ulet dari PKI, Rakjat pekerdja Indo- nesia sekarang berdjuang dengan tidak henti2nja untuk perbaikan nasib melawan penghisapan jang luarbiasa dari kaum kapitalis dan kaum tuantanah. Dalam perdjuangannja untuk kepentingan kaum pekerdja dan untuk memperkokoh persatuan nasional, PKI jang disinari oleh teori Marxisme-Leninisme jang djaja menemukan ke- madjuan²nja.
Untuk perbaikan nasib dan untuk haridepannja jang lebih baik
Rakjat Indonesia membutuhkan kemerdekaan, demokrasi dan per- damaian. Keinginan jang sangat akan semuanja ini djuga dinjata- kan oleh Rakjat kami dalam pemilihan umum pada achir tahun jang lalu; mereka menjambut dengan hangat tiap2 usaha jang di- tudjukan untuk memadjukan perdjuangan kemerdekaan, demokrasi dan perdamaian. Tidak bisa diragukan lagi, bahwa Rakjat Indo- nesia akan menjambut dengan antusiasme jang besar Rentjana Lima Tahun ke-VI sebagai sumbangan baru dari Rakjat Uni Sovjet guna kepentingan perdamaian, demokrasi dan Sosialisme.
Kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia jakin, bahwa Rakjat Uni Sovjet jang heroik dan mempunjai pengalaman revolu- sioner jang kaja, dibawah pimpinan PKUS jang djaja dengan Co- mite Centralnja jang Leninis, pasti akan mentjapai sukses2 dalani melaksanakan Rentjana Lima Tahun jang ke-VI, dalam membangun masjarakat Komunis. Sukses Rakjat Sovjet adalah sukses bagi se- mua orang jang menginginkan keamanan dan perdamaian didunia.
KONGRES KE-XX PKUS
Dalam kesempatan ini saja hanja hendak mengemukakan bebe- rapa soal jang berhubungan dengan kongres ke-XX PKUS.
Kongres ke-XX PKUS ini mendapat perhatian jang luarbiasa besarnja dari semua golongan diseluruh dunia. Belum pernah kong- res PKUS mendapat begitu besar perhatian seperti kongres ke-XX ini. Sampai hari ini, dan saja kira masih akan memakan beberapa waktu lagi, orang tidak habis²nja membitjarakan kongres PKUS. Karena itu apa jang mendjadi putusan kongres ke-XX PKUS men- djadi dikenal orang setjara luas, mendjadi bahan pembitjaraan se- tjara luas sehingga pengaruhnja djuga mendjadi sangat besar.
Kongres ke-XX PKUS telah menjimpulkan pengalaman2 baru tentang hubungan internasional dan pembangunan dalamnegeri. Ia telah mengambil keputusan2 jang penting tentang pelaksanaan jang konsekwen dari politik Leninis, jaitu bahwa negeri2 jang ber- lainan sistim sosialnja dapat hidup berdampingan setjara damai, tentang pengembangan sistim demokrasi Sovjet, tentang ketaatan jang konsekwen pada prinsip pimpinan kolektif Partai, tentang kri- tik atas kekurangan2 dalam Partai, tentang penetapan Rentjana Lima Tahun jang ke-VI jang bertudjuan mengembangkan ekonomi nasional dan lain2.
Dalam kesempatan ini saja ingin mengemukakan beberapa soal jang berhubungan dengan soal kehantjuran sistim kolonial impe- rialis, tentang kemungkinan mentjegah perang dizaman sekarang, tentang bentuk? peralihan ke Sosialisme diberbagai negeri dan ten- tang kultus inividu. Semuanja adalah soal2 jang paling mendapat perhatian dinegeri kita dalam hubungan dengan laporan Comite Central PKUS kepada kongres ke-XX jang diutjapkan oleh Kawan Chrusjtjov.
Tentang Kehantjuran Sistim Kolonial Imperialis
Untuk mengerti soal ini penting kita perhatikan apa jang di- katakan oleh Kawan Chrusjtjov dalam permulaan laporannja menge- nai Kedudukan Internasional Uni Sovjet". Disitu a.l. dikatakan- nja: Muntjulnja Sosialisme dari dalam batas² satu negeri dan per- ubahannja' mendjadi suatu sistim dunia merupakan tjiri utama dari zaman kita. Kapitalisme telah terbukti tak berdaja membendung proses jang mempunjai arti bersedjarah sedunia ini" (1). Pengerti an tentang kenjataan ini sangat membantu kita dalam memaham- kan kedjadian2 penting dizaman kita sekarang. Djadi, Sosialisme tidak lagi terbatas pada satu negeri, tetapi sudah meluas kebanjak negeri didunia.
Kita sama2 mengetahui, bahwa Revolusi Oktober tahun 1917 telah memberikan pukulan jang sangat keras pada sistim kolonial- isme. Dibawah pengaruh Revolusi Oktober Besar tahun 1917 per- djuangan pembebasan nasional dari bangsa2 jang terdjadjah ber- kembang dengan istimewa kuatnja. Perdjuangan bangsa2 terdja- djah ini telah membawa krisis jang mendalam pada seluruh sistim kolonial imperialisme. Dengan muntjulnja Sosialisme mendjadi sis- tim dunia, jaitu tjiri utama dari zaman kita sekarang, maka seluruh sistim kolonial imperialis mengalami krisis jang lebih dalam lagi.
Faktor kekalahan Djerman fasis dan Djepang imperialis dan faktor kemenangan revolusi Tiongkok jang djaja memberikan pu- kulan jang lebih menggojahkan lagi pada sistim kolonial imperialis. Faktor2 ini menundjukkan kekalahan jang sangat berat bagi impe- rialisme.
Negeri2 seperti Indonesia, India, Birma, Mesir, Siria, Libanon, dan beberapa negeri bekas djadjahan lainnja telah mentjapai ke- merdekaan politik. Ini artinja, lebih dari 1.200 djuta Rakjat, atau hampir separoh dari penduduk dunia telah dibebaskan dari per- budakan kolonial dan setengah-kolonial selama 10 tahun jang lalu. Bajangkanlah betapa tjepatnja dan betapa besar sukses jang ditja- pai perdjuangan kemerdekaan melawan kolonialisme di-tahun2 be- lakangan ini. Kita jakin, bahwa kemadjuan jang telah ditjapai oleh bekas negeri2 djadjahan dan setengah-djadjahan jang disebut diatas djuga akan ditjapai oleh sebagian besar negeri dari benua Afrika,
beberapa negeri Asia, Amerika Tengah dan Selatan jang sekarang masih berada dalam keadaan djadjahan atatu setengah-djadjahan, negeri2 jang sampai sekarang masih terus mendjadi embel2 negeri2 imperialis, jang berkewadjiban menjediakan bahan² mentah bagi negeri2 imperialis.
Muntjulnja Sosialisme sebagai sistim dunia adalah sangat mem- bantu kedudukan negeri2 jang baru merdeka, walaupun negeri2 itu tidak termasuk kedalam sistim dunia sosialis. Adanja dunia sosialis jang berindustri, jang menguasai ilmu dan teknik jang madju dan tinggi menjebabkan negeri2 jang baru merdeka tidak perlu me- minta2, tidak perlu me-ngemis2 perlengkapan jang modern untuk pembangunan ekonomi nasional kepada negeri2 bekas penindas mereka. Mereka dapat memperolehnja dari negeri2 sosialis, bebas dari sjarat nolitik atau militer apapun djuga.
Tepat apa jang dikatakan dalam laporan CC PKUS kepada kongres ke-XX jang berbunji: Kenjataan sadja bahwa Uni Sovjet dan negeri2 lainnja dari kubu sosialis itu ada, kesediaan mereka membantu negeri-negeri jang belum madju untuk memperkem- bangkan industri mereka atas sjarat2 persamaan dan saling meng- untungkan sudahlah merupakan perintang besar bagi politik kolo- nial. Kaum imperialis sudah tidak bisa lagi memandang negeri2 jang belum madju se-mata2 sebagai sumber2 potensiil bagi peme- rasan keuntungan2 se-besar2nja. Mereka terpaksa memberikan kon- sesi2 kepada negeri2 itu (2).
Lihatlah, betapa besar artinja sistim dunia sosialis sekarang bagi Indonesia dan negeri2 lain jang baru merdeka. Mau tidak mau, dikehendaki atau tidak dikehendaki, adanja sistim dunia sosialis sudah dan terus akan membantu kedudukan Indonesia dan semua negeri jang baru merdeka dalam menghadapi penipuan² dan inti- midasi2 negeri2 imperialis.
Oleh karena itu adalah kebodohan jang sangat djika dalam kedudukan seperti Indonesia sekarang ada orang jang mau meng- adakan hubungan politik dan ekonomi hanja dengan sebelah fihak. dengan fihak Barat sadja. Ini berarti tidak pandai menggunakan pertentangan2 jang ada didunia sekarang untuk mengembangkan diri sendiri, untuk memperkuat kemerdekaan dan untuk mengem- bangkan ekonomi nasional. Dalam kedudukan Indonesia seperti
sekarang, PKI menjerukan kepada pemerintah Indonesia dan ke- pada siapa sadja jang pantas mendengar seruan ini supaja meng- usahakan agar Indonesia, disamping mempunjai hubungan diplo- matik dan kebudajaan jang normal dengan semua negeri, djuga mempunjai. hubungan ekonomi tanpa mem-beda2kan sistim politik dan sosial, dan tanpa sjarat politik atau militer apapun. Pendek- nja, gunakan pertentangan2 jang ada untuk mengembangkan diri sendiri, untuk mengembangkan Indonesia.
Di Indonesia masih ada orang2 jang takut berhubungan dengan negeri2 sosialis. Sedang Inggeris, Belanda, Perantjis berdagang dengan negeri2 sosialis, djuga Amerika berdagang melalui Hong- kong dengan RRT, di Indonesia masih ada orang2 jang takut.
Kemungkinan Mentjegah Perang Dizaman Sekarang
Kongres ke-XX PKUS telah mendjawab pertanjaan jang pen- ting jang diadjukan oleh ber-djuta2 Rakjat diseluruh dunia, jaitu pertanjaan: apakah perang baru benar2 tak dapat dielakkan, apa- kah umatmanusia jang telah mengalami dua perang dunia jang memusnahkan itu harus djuga mendjalani perang jang ketiga?
Kaum Komunis memang pernah berpendirian bahwa pepe- rangan tak dapat dielakkan selama ada imperialisme. Pendirian ini tepat pada waktu imperialisme merupakan sistim dunia jang me- liputi segala dan pada waktu kekuatan sosial dan politik jang tidak menghendaki perang masih dalam keadaan lemah, buruk organi- sasinja, dan karena itu tak mampu memaksa kaum imperialis untuk meniadakan perang.
Sekarang keadaan sudah lain. Didunia sudah ada kubu Sosial- isme jang telah mendjadi kekuatan jang besar. Dan saudara2 tahu, bahwa negeri sosialis Uni Sovjet hanja membutuhkan waktu 30 tahun untuk mengembangkan industri, jang oleh negeri2 kapitalis ditempuh selama 300 tahun! Didalam Sosialisme kekuatan² per- damaian tidak hanja mendapatkan alat2 moril sadja tetapi djuga mendapatkan alat2 materiil untuk mentjegah agresi. Tambahan pula sekarang sudah ada segolongan besar negeri2 diluar kubu sø- sialis dengan penduduk jang berdjumlah ratusan djuta jang ikut aktif untuk mentjegah peperangan. Gerakan buruh di-negeri2 kapi-
talis dewasa ini telah mendjadi kekuatan jang mahabesar. Gerakan² pembela perdamaian telah timbul dan berkembang mendjadi fak- tor jang perkasa.
Dengan djelas digambarkan dalam laporan Comite Central ke- pada kongres ke-XX bahwa singkatnja kekuatan perdamaian ada- lah sbb.: Uni Sovjet jang dengan setia mendjalankan politik Leninis tentang ko-existensi setjara damai diantara berbagai negeri tak pandang sistim sosial mereka, ditambah dengan negeri2 kubu sosialis di Asia dan di Eropa, ditambah lagi dengan negeri2 Asia- Afrika dan benua2 lainnja jang berkepentingan akan perdamaian. dan diperkuat lagi oleh gerakan2 buruh dan gerakan2 pembela per- damaian di-negeri2 kapitalis jang sudah mendjadi kekuatan jang mahabesar dan perkasa. Lihatlah betapa terpentjilnja sekarang ke- dudukan kaum penghasut perang.
Tetapi apakah dengan ini berarti peperangan dengan sendirinja tidak akan meletus, apakah dengan ini berarti bahwa dasar untuk peperangan sudah tidak ada lagi, dan oleh·karena itu kita bisa mengendorkan kewaspadaan kita terhadap bahaja perang? Sama- sckali bukan ini artinja. Adjaran Leninis jang mengatakan bahwa selama imperialisme masih ada, dasar ekonomi jang melahirkan peperangan tetap ada pula, masih tetap berlaku. Oleh karena itu kewaspadaan harus tetap dipertinggi. Kita harus dengan waspada mengikuti intrik2 dari kalangan2 jang tak menghendaki keredaan ketegangan internasional, harus tepat pada waktunja membongkar nktivitet2 subversif musuh2 perdamaian dan keamanan bangsa2, harus lebih dipergiat pengorganisasian gerakan2 buruh dan gerakan2 perdamaian dunia.
Tentang Bentuk2 Peralihan Ke Sosialisme Diberbagai Negeri
Tentang bentuk2 peralihan ke Sosialisme diberbagai negeri ingin saja bitjarakan dalam hubungan jang kongkrit dengan keadaan di Indonesia. Sudah banjak diadjukan orang pertanjaan kepada PKI: apakah mungkin di-Indonesia peralihan ke Sosialisme ditjapai dengan melewati parlemen? Apakah dengan adanja rumusan ten- tang kemungkinan peralihan ke Sosialisme lewat parlemen seperti jang dimuat dalam laporan Comite Central PKUS kepada kongres
ke-XX berarti, bahwa PKI akan menindjau pendiriannja mengenai perdjuangan parlementer? Tiap2 orang Komunis harus dapat men- djawab pertanjaan2 ini.
Per-tama2 harus disedari bahwa adanja analisa tentang bentuk2 peralihan ke Sosialisme diberbagai negeri dalam laporan CC PKUS berarti membuka perspektif2 baru bagi Partai2 Komunis dan Par- tai2 Buruh jang belum berkuasa. Dinjatakannja bahwa ada ke- mungkinan peralihan ke Sosialisme lewat parlemen telah membuka- kan kemungkinan2 baru bagi Partai2 tsb. untuk menggalang ker- djasama jang lebih baik dengan partai2 demokratis lainnja.
Dalam Program PKI jang disahkan oleh kongres nasional ke-V PKI, bulan Maret tahun 1954, a.l. dikatakan bahwa PKI telah mengambil bagian dan terus akan mengambil bagian jang paling aktif dalam perdjuangan parlementer. PKI, sedar sepenuhnja akan tanggungdjawab politiknja, mendjalankan pekerdjaan parlementer dengan penuh ke-sungguh²an". Ini menundjukkan bahwa PKI tidak memandang parlemen hanja sekedar sebagai forum propa- ganda sadja. Dalam program PKI tsb. djuga dikatakan bahwa perdjuangan parlementer sadja tidaklah tjukup untuk mentjapai tudjuan membentuk suatu pemerintah Demokrasi Rakjat". Ini ada- lah satu kebenaran, karena pekerdjaan PKI bukan pekerdjaan par- lementer sadja, tetapi djuga dan terutama pekerdjaan2 dikalangan kaum buruh, kaum tani, inteligensia dan massa pekerdja serta massa demokratis. PKI tidak mempropagandakan didalam kalang- annja sendiri maupun diluar kalangannja bahwa peralihan ke. So- sialisme harus dengan pertumpahan darah, harus dibarengi dengan perang dalamnegeri.
Djadi, kalau tergantung kepada PKI, maka bentuk jang se- baik-baiknja, bentuk jang ideal dari peralihan ke Sosialisme, jalah bentuk jang damai, bentuk parlementer. PKI memilih djalan damai. karena kaum Komunis memang bukan pembunuh.
Ketika pemerintah Sukiman melemparkan pandji2 demokrasi parlementer dengan Razzia Agustusnja, bukankah PKI dan go- longan2 demokratis lainnja jang memungut pandji² tsb. dan mengi- barkannja kembali? Politik PK1 ini disokong oleh Rakjat dan pemerintah Sukiman jang memperkosa demokrasi parlementer ter- paksa gulung tikar.
Pengalaman di Guyana, pengalaman di Guatemala, pengalam- an di Pakistan Timur dan pengalaman di Indonesia sendiri dengan pemerintah Sukiman, menundjukkan bahwa bukan kaum Komunis, bukan kaum revolusioner, jang tidak mau mentjapai tudjuan poli- tiknja dengan melewati parlemen. Sebaliknja adalah kaum reak- sioner, adalah kaum kepalabatu, adalah kaum komprador dan tuan- tanah jang bersekongkol dengan kaum imperialis, jang ketakutan melihat kemadjuan gerakan Rakjat dan kemadjuan Partai Komu- nis, jang ketakutan bahwa parlemen dan badan2 negara lainnja dapat diberi isi jang benar2 demokratis serta disusun sesuai dengan keinginan Rakjat. Kaum Komunis harus waspada dan harus mem- persiapkan diri dalam segala hal dan pada tiap2 saat agar kaum reaksioner tidak bisa memperkosa parlemen dan bertindak se- wenang2 terhadap Rakjat dan terhadap Partai Komunis.
Sekali lagi, kalau tergantung pada PKI, PKI akan berdjuang dengan tenang untuk mendapat majoritet parlementer jang stabil jang didukung oleh gerakan revolusioner dari proletariat dan dari gerakan seluruh Rakjat pekerdja, jang didukung oleh Partai Komu- nis dan partai2 demokratis lainnja, agar parlemen dapat mendja- min perubahan² sosial jang fundamentil bagi klas buruh dan bagi golongan2 Rakjat pekerdja lainnja.
Selandjutnja saja hendak menekankan, bahwa apapun djuga bentuk peralihan ke Sosialisme, namun faktor jang menentukan dan mutlak jalah pimpinan politik dari klas buruh jang dipimpin oleh pelopernja. Tanpa ini tak akan ada peralihan ke Sosialisme. Per- alihan ke Sosialisme tidak mungkin kalau pimpinan politik ada pada kaum burdjuis atau pada kaum komprador dan tuantanah.
Tentang Kultus Individu
Masalah menentang kultus individu atau pemudjaan perse- orangan mengambil tempat jang penting dalam kongres ke-XX PKUS. Kongres dengan sangat tadjam membahas soal ini, karen? ia merupakan gedjala jang telah menimbulkan banjak kesalahan dalam pekerdjaan dan membawa akibat2 jang buruk dalam kehi- dupan Uni Sovjet selama suatu masa jang pandjang. PKUS telah
mengadakan selfkritik jang berani mengenai soal ini. Kita menjam- paikan salut kepada PKUS!
Sebetulnja persoalan besar ini tidak ruwet bagi Rakjat, djika pers burdjuis tidak menambah bumbu² pada persoalan ini. Soalnja jalah, Kawan Stalin sudah membikin kesalahan besar karena tidak menghidupkan pimpinan kolektif dalam Partai selama masa jang pandjang. Kesalahan Kawan Stalin ini telah dipergunakan setjara pandai oleh bandit Beria untuk menimbulkan kekatjauan2 dalam PKUS dan didalam negara Sovjet untuk mengadakan pembunuhan2 terhadap kader2 Partai dan terhadap kader2 negara, dan disam- ping itu merusak hubungan antara Uni Sovjet dan negeri2 demo- krasi Rakjat, dengan Republik Federasi Jugoslavia dan dengan kaum Komunis Jugoslavia. Sangat menjolok bahwa pers reaksi sengadja menghindari menjebut kedjahatan2 jang telah dilakukan oleh Beria dengan mensalahgunakan nama Partai dan nama Stalin.
Dari selfkritik jang dilakukan oleh PKUS mengenai soal pemu- djaan perseorangan, semua Partai Komunis dan Partai Buruh di- seluruh dunia dapat menarik peladjaran jang penting. Tiap2 Par- tai Komunis mendasarkan diri pada sentralisme-demokratis, men- dasarkan diri pada sistim pemaduan pimpinan kolektif dengan tang- gungdjawab perseorangan, mendasarkan diri pada ketjerdasan massa Rakjat. Sentralisme adalah penting supaja Partai dan gerakan Rak- jat terpimpin dengan baik, tetapi sentralisme tanpa demokrasi bisa berarti kese-wenang2an beberapa orang atau eseorang. Demokrasi adalah penting supaja anggota2 Partai dan Kakjat aktif memper- bintjangkan persoalannja sendiri, tetapi demokrasi tanpa sentralisme, tanpa pimpinan jang memusat, bisa menimbulkan liberalisme, bisa menimbulkan kekatjauan didalam Partai dan didalam gerakan Rak- jat. Oleh karena itu meninggalkan salahsatu berarti bentjana. Me- ninggalkan demokrasi berarti bekerdja tidak mendasarkan diri pada ketjerdasan massa Rakjat, sedangkan meninggalkan sentralisme ber- arti membiarkan massa Rakjat tidak terpimpin dalam perdjuangan- nja.
Bentuk pimpinan jang tertinggi dalam Partai Komunis jalah pimpinan kolektif. Meninggalkan pimpinan kolektif berarti mening- galkan massa, berarti meninggalkan kehidupan praktis, dan akibat- nja menimbulkan fikiran2 dan pcrbuatan2 jang subjektif. Mening-
galkan pimpinan kolektif berarti melanggar sentralisme-demokratis.
Stalin sebagai tokoh pertama dari Partai Komunis Uni Sovjet dan dari negara Uni Sovjet telah membikin kesalahan besar karena dalam memimpin Partai dan memimpin negara ia telah mening- galkan pimpinan kolektif, ia telah tidak bersandar pada sentralisme- demokratis, kesalahan Stalin ini berakibat sangat besar, tidak hanja karena disebabkan kedudukannja jang sangat penting, tetapi djuga karena sudah digunakan setjara pandai oleh Beria.
Saja berpendapat, bahwa memang sudah pada tempatnja dji- kalau Stalin disalahkan oleh kongres ke-XX PKUS. Bukanlah se- suatu jang luarbiasa djika sesuatu jang salah disalahkan. Menjalah- kan jang salah adalah sangat perlu, sekalipun orangnja sudah me- ninggal, agar kesalahan itu tidak diulangi lagi.
Disamping itu saja djuga berpendapat adalah benar djika jang benar dibenarkan. Kelirulah djika jang benar tidak dibenarkan, karena mungkin jang benar itu orang anggap salah. Oleh karena itu saja sependapat dengan kongres PKUS jang tetap mengakui djasa2 Stalin, mengakui Stalin sebagai Marxis jang besar dan me- nundjukkan perbuatan2 Stalin jang benar dan menguntungkan Rakjat Sovjet dan proletariat sedunia. Saja berpendapat bahwa pers burdjuis sangat aktif mengemukakan hanja kesalahan Kawan Stalin, dan tidak hanja itu, mereka juga menambah djumlah dan kwalitet kesalahan2 Stalin sesukanja sendiri. Oleh karena itu saja berpendapat bahwa sudah pada tempatnja djikalau PKUS mem- bikin keterangan jang djelas tentang kebaikan² jang sudah dibikin olch Stalin selama hidupnja disamping menundjukkan kesalahan- nja. Dalam kongres ke-XX PKUS, tentang kebaikan2 Stalin tidal banjak dikemukakan, karena memang kongres itu bukan ditudju- kan untuk mengemukakan kebaikan2 Stalin, tetapi ditudjukan untuk menundjukkan kesalahan2 Stalin supaja kesalahan2 tidak diulangi Jagi olch kaum Komunis. Tetapi ser idah kongres ke-XX selesai dan oleh pers burdjuis banjak persoalan disekitar Stalin jang di- putarbalikkan, jang sengadja ditambah atau dikurangi, maka ke- terangan resmi dari PKUS mengenai kebaikan dan kesalahan Stalin sangat diperlukan. Djika hal ini tidak dilakukan oleh PKUS, maka adalah kewadjiban tiap2 Partai Komunis, djuga kewadjiban PKI,
untuk menerangkannja dalam batas2 kemungkinan jang dipunjai oleh Partai2 tsb.
Saja setudju sepenuhnja dengan pendirian Partai Komuris Tiongkok jang menganggap bahwa tulisan2 Stalin akan masih, seperti selama ini, dipeladjari setjara serius. Semua jang berman- faat didalam tulisan²nja, teristimewa banjak dari tulisannja dalam mempertahankan Leninisme dan dalam menjimpulkan setjara tepat pengalaman Sovjet dilapangan pembangunan, haruslah kita pan- dang sebagai warisan sedjarah jang. penting. Berbuat lain daripada ini akan merupakan suatu kesalahan." (3). Demikian Partai Komu- nis Tiongkok.
Sudah tentu tulisan2 Stalin tidak kita peladjari setjara dogmatis tetapi setjara Marxis. Tulisan² Stalin, sebagaimana djuga tulisan² lain harus kita peladjari dengan kritis.
à
Tulisan ini adalah katasambutan Kawan D.N. Aidit kepada Kongres ie-III Partai Buruh Korea, pada tgl, 25 April 1956, di Pjongjang. Atas nama kaum Komunis dan semua pemilih Palu Arit Indonesia Kawan Aidit mennpaikan salut kepada PBK beserta Rakjat Korea jang heroik jang telaliberhasil memukul mundur agresi militer Amerika dan telah berhasil pula memenuhi Plan Tiga Tahun Pemulihan sesudah perang, serta mentjiptakan sjarat2 bagi pembangunan ekonomi nasional setjara besar2an dan persatuan seluruh negeri, Kundjungan Delegasi PKI jang dipimpin oleh Kawan D.N. Aidit tersebut sebagai delegasi Indonesia jang pertama telah meletakkan dasar bagi terkonsolidasinja persahabatan antara PKI dan PBK serta antara Rakjat Indonesia dan Rakjat Repu- biik Rakjat Demokrasi Korea.
SAMBUTAN TERHADAP KONGRES KE-III PARTAI BURUH KOREA
Per-tama2 izinkanlah saja atasnama Comite Central Partai Konunis Indonesia dan atasnama lebih dari satu djuta anggota Partai Komunis Indonesia menjampaikan salam jang hangat dan mesra kepada semua delegasi Kongres Ke-III Partai Buruh Korea, dan lewat kawan² kepada seluruh Rakjat Korea jang gagahberani dan perwira. Djuga dari sini kami sampaikan salut kami jang se- tinggi2nja kepada putera2 Korea jang terbaik dan kepada anggota2 Tentara Sukarela Rakjat Tiongkok jang gagah-perkasa jang gugur selama Perang Kemerdekaan Tanahair dalam membela kemerde- kaan nasional Korea dan membela perdamaian.
Delegasi Partai Komunis Indonesia merasa mendapat kehor- matan jang besar dapat hadir dalam Kongres Partai Buruh Korea. organisator dan inspirator semua kemenangan Rakjat Korea. Par- tai Buruh Korea adalah Partai sekawan kami jang sedjati dalam memimpin perlawanan terhadap musuh kita bersama, kaum impe- rialis Amerika jang agresif.
Dilihat dalam peta bumi memang ada djarak jang djauh jang memisahkan Indonesia dari Korea. Tetapi semangat internasional- isme proletar jang mendjadi semangat Partai Komunis Indonesia dan Partai Buruh Korea, dan jang mendjiwai Rakjat jang dibawah pimpinannja, telah sangat mendekatkan Rakjat Indonesia dengan Rakjat Korea dalam perdjuangan bersama untuk tjita² jang sama.
Dua hari sesudah bangsa Korea dibebaskan oleh Tentara Uni Sovjet jang gagah-perkasa, Rakjat Indonesia menjatakan kemerde- kaan nasionalnja, jaitu'pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai akibatnja terdjadilah peperangan kemerdekaan melawan tentara imperialis Djepang, tentara imperialis Belanda dan Inggeris, jang semuanja ini mendapat bantuan penuh dari imperialisme Amerika. Dengan demikian terentanglah sebuah benang merah jang meng. hubungkan perdjuangan Rakjat Indonesia dengan Rakjat Korea.
Tidak ada djarak jang djauh, tidak ada lautan dan gunung jang dapat memisahkan perdjuangan kita jang sutji.
Rakjat Indonesia mengikuti perdjuangan Rakjat Korea mela- wan agresi bersendjata kaum imperialis Amerika, sebagaimana mereka mengikuți persoalannja sendiri. Rakjat Indonesia jang tjinta kemerdekaan dan tjinta perdamaian menjambut dengan hangat tiap2 sukses jang ditjapai oleh Tentara Rakjat Korea dan Tentara Sukarela Rakjat Tiongkok, dan mereka mengutuk tiap2 kebiadaban jang diperbuat oleh imperialisme Amerika. Sukses kawan2 adalah sukses kami, dan penderitaan kawan2 adalah penderitaan kami. Tidak terhitung banjaknja resolusi2 jang dibikin oleh kongres2, kon- fcrensi2 dan rapat2 umum dari partai2, organisasi2 buruh, tani, pemuda, wanita Indonesia jang menuntut supaja kaum imperialis Amerika menghentikan agresinja di Korea. Ketika pada tanggal 27 Djuli 1953, sebagai hasil tuntutan Rakjat tjintadamai sedunia ditandatangani Persetudjuan Gentjatan Sendjata, maka para pen- tjinta perdamaian di Indonesia menjambutnja dengan mengadakan rapat2 umum dibawah pimpinan Komite Perdamaian Dunia untuk Indonesia.
Kami menjetudjui sepenuhnja apa jang dinjatakan dalam lapor- an Comite Central Partai Buruh Korea jang diutjakan oleh Kawan Kim Il Sung dalam Kongres ini, jaitu bahwa kemenangan Rakjat Korea dalam Perang Kemerdekaan Tanahair melawan kaum agre- sor bersendjata imperialis Amerika, merupakan satu diantara ke- menangan besar bagi Rakjat2 Asia dalam menentang kolonialisme, dan sangat mendorong Rakjat2 negeri2 tergantung dalam perdju- angan untuk kebebasan dan kemerdekaan. Kami sependapat, bahwa perang Korea telah memberi inspirasi kepada Rakjat2 jang bangun untuk kebebasan dan kemerdekaan nasional melawan kolonialisme.
Dengan bukti jang njata perang Korea telah menerangkan ke- pada dunia, bahwa musuh kita bersama, jaitu kaum imperialis Amerika, bukan tidak ada batas kekuatannja. Kekuatan mereka terang ada batasnja! Sebaliknja, kekuatan Rakjat, sebagaimana sidah dibuktikan oleh Rakjat Korea, tidak mengenal batas! Ber- matjam² bom, termasuk bom gas dan bom kuman sudah mereka tuangkan diatas bumi Korea untuk memusnahkan Rakjat Korea. Tetapi Rakjat Korea tidak musnah karenanja, malahan sekarang.
dibawah pimpinan Partai Buruh Korea, mereka sedang memba- ngun semua lapangan dari negerinja jang kaja dan indah. Diatas runtuhan akibat peperangan, Rakjat Korea sudah mendirikan kota2 dan pabrik² jang serba baru. (1)
Delegasi Partai Komunis Indonesia, setelah mempeladjari lapor- an Comite Central Partai Buruh Korea, mempunjai kejakinan bah- wa Rakjat Korea sedang ada dalam perdjalanan menudju hari gemilangnja. Kami jakin, bahwa Rakjat Korea dibawah pimpinan Partai Buruh Korea. jang sudah terudji dan dengan bantjang tidak mementingkan diri-sendiri dari Uni Sovjet, Republik Rakjat Tiongkok, dan negeri2 demokrasi Rakjat lainnja, pasti akan men- dapat sukses dalam melaksanakan Plan Lima Tahunnja ng per- tama, sebagai dasar dari pembangunan Sosialisme dibagian Utara Republik.
Ketjintaan kami jang tidak terhingga akan kemerdekaan dan persatuan seluruh wilajah negeri kami, membikin kami tidak bisa berbuat lain ketjuali menjetudjui dan menjokong perdjuangan Rak- jat Korea untuk-mempersatukan bagian Utara dan bagian latan. Sebagaimana kami jakin, bahwa Irian Barat, wilajah negeri kami jang sah, jang sekarang masih diduduki oleh kolonialismnda pada satu waktu akan masuk wilajah kekuasaan Republik ndo- nesia, demikian djuga kejakinan kami bahwa akan datang masanja dimana tidak ada satu kekuatan jang dapat mentjegah bersatunja bagian Utara dan bagian Selatan Korea.
Sukses Rakjat Korea berarti sukses bagi kubu Sosialisine dan sukses bagi peluasan daerah perdamaian di Asia.
Pada achir pidato sambutan kami ini, izinkanlah saja menjam paikan sedikit tentang keadaan politik di Indonesia. Berkdju- angan heroik Rakjat Indonesia dan berkat pengaruh kem an2 jang ditjapai oleh kubu Sosialisme dan perdamaian jang dipelopori oleh Uni Sovjet, maka pada achir bulan Maret jang lalu di Indo- nesia terbentuk suatu pemerintah jang programnja agakdju. Pemerintah ini sampai batas2 tertentu mendapat sokonganutai Komunis Indonesia. Mengenai politik luarnegeri, program peme- rintah ini dengan tegas menjatakan akan mendjalankan keputusan Konferensi Asia-Afrika. Kenjataan ini menundjukkan, bahdo- nesia selandjutnja akan mendjadi salahsatu daerah perdamai li
Asia jang penting. Partai Komunis Indonesia akan berusaha dengan sekuat tenaga agar djalan jang benar jang sudah ditempuh dalam politik luarnegeri Indonesia ini, tetap akan mendjadi satu²nja dja- lan jang ditempuh oleh pemerintah dan Rakjat Indonesia.
Semua kenjataan diatas membuktikan bertambah luas dan ber- tambah kuatnja kubu Sosiàlisme dan kubu perdamaian. Kami jakin, bahwa dengan disinari oleh keputusan² jang diambil oleh Kongres ke-XX Partai Komunis Uni Sovjet dalam bulan Februari jang lalu, kemenangan2 jang baru dan penting akan lebih banjak kita tjapai di-hari2 jang akan datang. Kami jakin, bahwa Kongres kawan2 jang djuga disinari oleh keputusan2 Kongres Partai Komunis Uni Sovjet jang bersedjarah itu akan berachir dengan sukses jang besar.
Bersatu Untuk Menjelesaikan Tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 adalah djudul Laporan Umum Kawan D.N. Aidit kepada Sidang Pleno ke-IV CC PKI jang diperluas, jang berlangsung pada achir buian Djuli 1956.
Uraian ini dengan tandas menganalisa masalah2 penting dan pokok dari revolusi Indonesia dan mengadjukan sembojan Menjelesaikan Re- volusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nja sebagai sembojan strategs untuk menjelesaikan revolusi burdjuis-demokratis di Indonesia. Setelah menjimpulkan masalah tiga kekuatan dan tiga konsep dalam hubungan dengan penjelesaian Revolusi Agustus 1945, laporan menegaskan bahwa rienghapuskan imperialisme dan feodalisme adalah konsep Rakjat se- dang mereka2 jang tidak anti-imperialisme dan anti-feodalisme adalah anti-Rakjat, anti-Revolusi Agustus 1945.
Berdasarkan laporan umum ini Sidang Pleno ke-IV CC djuga telah mengambil keputusan bersedjarah untuk memimpin perkembangan Par- tai dengan mengadakan Plan Tiga Tahun Pertama mengenai Pendidikan dan Organisasi. Pelaksanaan Plan ini telah mendjadikan bekerdja dengan plan suatu tjarakerdja dalam Partai jang mempertinggi daja memob! sasi Partai.
BERSATULAH UNTUK MENJELESAIKAN TUNTUTAN2 REVOLUSI AGUSTUS 1945
Hampir satu tahun telah berlangsung sedjak Sidang Pleno ke-III Comite Central dalam bulan Agustus 1955 sampai Sidang Pleno ke-IV Comite Central ini. Politbiro Comite Centra! pernah mempertimbangkan untuk mengadakan sidang pleno Comite Cen- tral dalam bulan November 1955, djadi segera sesudah pemilihan umum untuk Parlemen. Tetapi hal ini tidak mungkin berhubung dengan kesibukan Partai kita dalam menghadapi pemilihan untuk Konstituante. Karena sidang pleno Comite Central tidak mungkin diadakan pada waktu itu, padahal Partai kita menghadapi berbagai masalah penting, terutama jang berhubungan dengan penjimpulan keadaan politik dan keadaan Partai sesudah pemilihan Parlemen dan berhubung dengan penetapan tugas2 Partai dalam menghadapi pemilihan Konstituante, maka dilangsungkanlah dalam bulan No- vember 1955 sidang Politbiro jang diperluas dengan anggota2 Co- mite Central bukan-anggota Politbiro jang bertempattinggal di Dja- karta.
Banjak perubahan jang sudah terdjadi sedjak Sidang Pleno ke-III Comite Central dalam situasi internasional maupun dalam situasi dalamnegeri kita.
Dalam situasi internasional kita melihat proses perkembangan jang sangat tjepat dan akan lebih dipertjepat lagi berhubung de- ngan sukses2 jang ditjapai oleh negeri2 kubu sosialis, dan berhubung dengan perkembangan2 baru dari gerakan kemerdekaan dan gerakan demokrasi, terutama di-negeri2 Asia-Afrika. Kongres ke-XX Partai Komunis Uni Sovjet (PKUS) jang dilangsungkan dalam bulan Februari jl. merupakan pendorong jang penting dalam memper- tjepat perkembangan selandjutnja dari gerakan kemerdekaan, ge- rakan demokrasi dan gerakan perdamaian, serta perkembangan di- segala lapangan di-negeri² kubu sosialis, terutama perkembangan di Uni Sovjet sendiri.
Dalam situasi dalamnegeri kita djuga mengalami perkembang- an² jang menggembirakan sesudah pemilihan umum jang berse- djarah untuk Parlemen dan Konstituante. Usaha2 kaum reaksioner untuk menghalangi perkembangan ini, a.l. dengan ngotot memper- takankan kabinet Burhanuddin Harahap (BH) jang njata meng- adakan tindakan2 anti-demókratis dan melanggar azas2 politik luar- negeri Indonesia jang anti-kolonialisme dan anti-perang, ditentang dengan keras oleh front Rakjat jang luas dan jang berakibat gu- lung tikarnja kabinet BH.
Sebagai pengganti kabinet BH jang reaksioner, jang mula²nja ngotot tidak mau turun panggung pada waktunja, maka berdirilah kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 jang programnja agak madju dan dapat disokong oleh Partai kita. Pada saat2 pembentukan kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 terdjadilah gelombang pasang gerakan Rakjat jang menuntut duduknja orang2 Komunis didalam kabinet. Politik kepalabatu dari sebagian pemimpin2 Masjumi jang menolak turutnja orang2 Komunis dalam kabinet, merupakan penghalang jang terutama bagi pelaksanaan tuntutan Rakjat jang adil ini.
Sudah mendjadi rahasia umum, bahwa Masjumi menerima program jang agak madju dari kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 bukanlah karena sungguh2 setudju pada program tsb., tetapi hanja sc-mata2 agar dirinja tidak terisolasi, supaja mendapat kedudukan dalam pemerintah dan supaja dimana mungkin menghalangi pelak- sanaan bagian2 jang madju dari program pemerintah. Dengan demikian terbentuklah satu kabinet jang programnja agak madju tetapi komposisi dan personalianja tidak mentjerminkan kemampuan dan kedjudjuran untuk melaksanakan program tsb.
Berkat desakan Rakjat dan Parlemen, dan berkat berhasilnja perdjuangan menteri2 jang madju terhadap menteri2 jang reaksio- ner, kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 telah membatalkan seluruh persetudjuan KMB setjara sefihak, sedangkan rentjana kabinet BH adalah tanpa pembatalan apa jang dinamakan piagam ,penjerah- an kedaulatan". Disamping itu, walaupun pembatalan persetudjuan KMB oleh kabinet sekarang belum mempunjai akibat2 jang lang- sung terhadap kedudukan ekonomi dari kaum kapitalis besar Belan- da, tetapi ini adalah lebih baik djika dibanding dengan rentjana pembatalan persetudjuan KMB oleh kabinet BH jang didahului
olch "statement of policy" (pernjataan politik) jang bukan sadja mendjamin keuntungan modal2 imperialis tetapi djuga mengun- dangnja untuk mengadakan penanaman2 baru di Indonesia. Per- istiwa pembatalan persetudjuan KMB oleh kabinet Ali Sastroami- djojo ke-2 membuktikan kebenaran politik jang menuntut pem- batalan persetudjuan KMB jang selama 7 tahun didjalankan oleh PKI setjara konsekwen dan membuktikan kesetiaan Rakjat terhadap tjita2 Revolusi Agustus 1945.
Setia-pada programnja, Partai kita jang pada dewasa ini sudah mendjadi Partai Komunis jang besar, mengambil bagian jang pen- ting dalam mendorong madju politik luarnegeri Indonesia, dalam mengeratkan kerdjasama antara Rakjat2 Asia-Afrika atas dasar anti-kolonialisme dan untuk perdamaian, dan dalam mendorong perkeinbangan situasi dalamnegeri kearah jang menguntungkan Rakjat Indonesia.
Selama dalam waktu hampir satu tahun sedjak Sidang Pleno ke-III Comite Central, Partai kita sudah melakukan banjak peker- djaan dan sudah dapat mengatasi banjak kesukaran, tetapi dalam keadaan seperti sekarang ini masih sangat banjak pekerdjaan jang harus dilakukan oleh Partai kita dan masih banjak kesukaran² jang harus diatasi. Situasi sekarang mendesak supaja Partai kita lebih giat dan lebih sistimatis melakukan pekerdjaan2 jang urgen untuk pelaksanaan tuntutan² politik, ekonomi, dan kulturil dari Rakjat Indonesia serta untuk mendidik anggota2 Partai jang banjak itu agar mereka sungguh2 memiliki ideologi Marxisme-Leninisme, agar mereka senantiasa mengetahui situasi politik negerinja dengan baik dan agar mereka mendjadi elemen jang aktif, jang mempunjai dajatjipta dan jang berdisiplin didalam organisasi Partai. Hanja dengan bekerdja-demikian PKI akan tetap berdiri dibarisan paling depan dalam melaksanakan tuntutan² jang paling mendesak dari massa Rakjat dan dalam melaksanakan tututan2 Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja.
Situasi Internasional dan Dalamnegeri
Sampai kemanakah Rakjat Indonesia dapat mengembangkan kekuatannja untuk mentjiptakan sjarat3 guna melaksanakan tun- tutan2 ekonomi, politik dan kulturil jang paling mendesak dan untuk melaksanakan tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 sampai ke- akar2nja? Ini tergantung pada kebangkitan, persatuan dan per- djuangan Rakjat Indonesia sendiri. Hal jang njata jalah, bahwa situasi internasional dan situasi dalamnegeri memberi kemungkinan jang luas bagi Rakjat Indonesia untuk mengembangkan kekuatan- nja.
Bagaimanakah situasi internasional sekarang?
Untuk mengerti situasi internasional sekarang, laporan Comite Central PKUS kepada Kongres ke-XX sangat membantu kita. Laporan Comite Central PKUS tsb. telah membeberkan dengan djelas beberapa pokok mengenai perkembangan internasional masa- kini, telah menerangkan kepada kita djalannja kedjadian2 inter- nasional sekarang dan telah menundjukkan perspektif bagi masa- depan.
Situasi internasional sekarang sangat dipengaruhi oleh politik Uni Sovjet dan negara2 kubu sosialis jang dengan konsekwen men- djalankan politik Leninis tentang hidup berdampingan setjara damai diantara negara2 jang sistim sosialnja ber-beda2, oleh kebulatan dan kejakinan negara2 kubu sosialis dan gerakan Rakjat tjintadamai diseluruh dunia untuk mewudjudkan dalil bahwa perang mungkin ditjegah dalam zaman sekarang dan oleh kebangunan Rakjat negeri2 djadjahan, setengah-djadjahan dan Rakjat negeri2 jang baru mer- deka.
Masalah dunia dan umatmanusia masakini jang terpenting jalah masalah mempertahankan perdamaian dunia. Terutama berkat ini- siatif jang sangat banjak dari Uni Sovjet untuk menormalkan hu- bungan2 antara negara2, termasuk hubungan antara Uni Sovjet dengan Inggeris, Perantjis dan djuga dengan Amerika Serikat, sekarang tertjipta keredaan tertentu dalam situasi internasional.
Memang benar, bahwa selama masih ada imperialisme dasar
ckonomi untuk timbulnja peperangan masih tetap ada. Hal ini tidak kita bantah. Oleh karena itu, selama masih ada imperialisme, sedikitpun tidak boleh ada kekendoran untuk mempertahankan per- damaian. Kita harus terus mempertinggi kewaspadaan kita, harus aktif mengambil bagian dalam mengawasi dan menggagalkan intrik2 kalangan2 jang tidak menginginkan adanja keredaan ketegangan internasional, kita harus menentang perluasan angkatan2 bersen- djata dari negara2 besar, kita harus menentang dan mengutuk per- tjobaan2 sendjata atom. Ketjaman jang tidak tahu malu dari men- teri luarnegeri Amerika Serikat Dulles dan wakil presiden Amerika Scrikat Nixon baru2 ini terhadap politik netral jang dianut oleh kebanjakan negara2 Asia-Afrika sebagai sesuatu jang immoril" (tidak bersusila) dengan djelas menggambarkan politik Amerika Serikat jang tidak menginginkan adanja keredaan ketegangan inter- nasional.
Tetapi sekarang imperialisme sudah tidak Iagi merupakan sistim dunia jang meliputi segala-galanja. Sekarang sistim sosialis sudah merupakan sistim dunia jang mempunjai alat2 moril dan materiil untuk mentjegah agresi, sedangkan sedjumlah besar negeri2 difuar kubu sosialis jang berpenduduk be-ratus2 djuta dengan giat beker- dja mentjegah peperangan, demikian djuga gerakan buruh dan gerakan Rakjat untuk perdamaian di-negeri2 kapitalis sendiri. Se- muanja ini menundjukkan, bahwa sekarang sudah ada sjarat2 so- sial dan politik untuk mentjegah kaum imperialis mengobarkan peperangan. Kenjataan2 ini memungkinkan ditjegahnja perang dalam zaman sekarang.
Dalam keadaan sekarang dapat kita simpulkan, bahwa timbul- nja front persatuan internasional anti-perang dan anti-kolonialisme adalah merupakan pergeseran demokratis dan progresif jang meng- untungkan perdamaian dan kemerdekaan dan jang mengisolasi politik perang dan politik membela negara2 pendjadjah dari Ame- rika Serikat.
Dalam keadaan demikian, maka kaum imperialis Amerika Se- rikat terpaksa harus mengurangi sifat kepalabatunja, misalnja de- ngan bersedia berunding dengan RRT pada tingkat dutabesar, mengidjinkan djenderal2nja berkundjung ke Moskow, menjetudjui beberapa wakil Rakjat Sovjet berkundjung ke Amerika Serikat,
memberikan bantuan ekonomi" seperti jang sudah ditawarkan kepada beberapa negeri netral, sikap pura2 hendak bersahabat dengan negeri2 Asia, meskipun difihak lain dengan sekuat tenaga mereka berusaha untuk menguasai negeri2 ini lewat persekutuan² militer. Tentang ini djuga dibuktikan oleh konferensi kepala2 peme- rintah dari negara2 Empat Besar jang dilangsungkan pada perte- ngahan tahun jang lalu, konferensi mana telah memberikan sum- bangan2 untuk mengurangi ketegangan internasional dan untuk mempertinggi saling pertjaja dan kerdjasama antara bangsa2 sesuai dengan kehendak Rakjat2 jang tjintadamai diseluruh dunia.
Berdasarkan'keadaan seperti tsb. diatas itulah kita harus melihat dan mengertikan terdjadinja penerimaan jang setjara istimewa oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap Presiden Sukarno dalam kun- djungannja baru2 ini ke Amerika. Adalah satu hal jang bidjaksana bahwa Presiden Sukarno dan pemerintah Indonesia telah meng- gunakan situasi baik ini untuk membela dan memperdjuangkan tuntutan2 demokratis dan perdamaian dari Rakjat Indonesia.
Indonesia adalah salahsatu negara jang paling berkepentingan dengan keredaan ketegangan2 internasional, dengan terdjaminnja perdamaian dunia dan dengan dikalahkannja kekuatan2 kolonial di- manapun djuga didunia. Indonesia adalah salahsatu negara jang samasekali tidak merasa diuntungkan dengan adanja persekutuan² militer seperti SEATO, NATO, Masjarakat Pertahanan Eropa dan Pakt Bagdad jang didirikan dengan paksaan golongan2 jang ber- kuasa di Amerika Serikat. Blok2 militer ini adalah faktor² kekuatan untuk memperuntjing ketegangan internasional, satu hal jang tidak diinginkan oleh sebagian besar negara2 didunia. Bagi Indonesia dan bagi banjak negeri2 lain, memasuki blok militer tidak hanja berarti memperkuat blok perang, tetapi djuga berarti mengorbankan ke- merdekaan.
Dalam keadaan internasional seperti demikian, apakah tugas chusus Indonesia?
Sebagai anggota jang terkemuka dari kerdjasama Asia-Afrika, Indonesia dengan politik luarnegerinja jang madju mempunjai sja- rat2 jang sangat baik untuk turut memperdjuangkan tudjuan2 da- mai, seperti pengurangan persendjataan, pelarangan pertjobaan² sendjata atom, pemasukan RRT kedalam PBB, menjokong per-
djuangan kemerdekaan bangsa2 lain, memadjukan kerdjasama an- tara negara2, mengembangkan kontak2 perseorangan dan pertukar- an delegasi2 serta memadjukan kerdjasama antara organisasi2 Rak- jat seperti jang sudah terdjadi dengan pelaksanaan Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika dalam bulan Djuni jang lalu. Dengan ini- siatif jang lebih banjak dan kegiatan jang lebih besar dilapangan politik internasional, Indonesia tidak hanja akan berdjasa dalam usaha menggagalkan maksud2 perang dari kaum imperialis, tetapi Indonesia djuga akan lebih bisa mendjamin kemerdekaannja dan lebih memungkinkan pembangunan ekonomi nasionalnja.
Dilihat dari sudut politik, kedudukan Indonesia dalam dunia internasional sekarang adalah kuat. Indonesia adalah anggota PBB jang sekarang suaranja tidak bisa diabaikan dan disamping itu Indonesia adalah salahsatu negara jang terkemuka diantara negara² Asia. Hubungan2 diplomatik Indonesia sekarang sudah makin luas dan kundjungan2 pemimpin2 Rakjat dan tokoh2 negara keluar- negeri, termasuk kundjungan presiden Sukarno ke Amerika dan negara2 Barat lainnja jang kemudian akan disusul oleh kundjungan ke-negara2 kubu sosialis, sangat memperkuat kedudukan internasio- nal Indonesia.
Untuk lebih memperkuat kedudukan internasionalnja, Indonesia seharusnja dengan konsekwen melaksanakan putusan2 Konferensi Asia-Afrika di Bandung jang disimpulkan dalam Dasa Sila" (,Sepuluh Prinsip") dan jang sesuai dengan líma prinsip mengenai hubungan2 internasional, jaitu saling menghormati keutuhan wila- jah dan kedaulatan, non-agresi, tidak tjampurtangan dalam urusan² dalamnegeri masing2, memadjukan hubungan2 internasional atas dasar persamaan dan saling menguntungkan serta hidup berdam- pingan setjara damai dan kerdjasama ekonomi.
Ada sementara orang jang mengartikan kedudukan internasio- nal jang kuat hanja penting dalam hubungan dengan tindakan². Indonesia jang bersifat keluar. Sengadja atau tidak sengadja mereka mau memisahkan politik luarnegeri jang madju dengan politik dalamnegeri. Mereka mau bermukadua, keluar madju sedangkan kedalam reaksioner. Politik bermukadua ini ditentang oleh opini umum di Indonesia dan setjara tepat dikatakan oleh Perdana Men- teri Ali Sastroamidjojo dalam konferensi pers tanggal 12 Djuli jl.,
bahwa politik luarnegeri Indonesia jang bebas dan aktif adalah hasil saling pengaruh antara keadaan2 dan kebutuhan2 dalamnegeri serta sifat2 nasional jang chusus jang diprojeksikan atas susunan internasional dari masalah² dunia". Politik luarnegeri dan dalam- negeri memang berbeda, tetapi bukanlah jang dapat dipisahkan.
Kedudukan internasional jang kuat,dari Indonesia per-tama² harus digunakan dalam hubungan dengan tugas memenuhi tun- tutan² ekonomi, politik dan kulturil dari Rakjat Indonesia. Djika kedudukan internasional jang kuat dipadu dengan adanja persatu- an Rakjat didalamnegeri jang djuga kuat, maka Indonesia akan lebih bebas dalam menentukan politiknja jang berguna bagi Rak- jat Indonesia.
Kewadjiban untuk membikin politik luarnegeri Indonesia lang- sung berguna bagi Rakjat dalannegeri akan lebih dapat dipenuhi djika pemerintah Indonesia sungguh² konsekwen mendjalankan hubungan jang normal mengenai politik, ekonomi dan kebudajaan dengan semua negara, tanpa mem-beda²kan sistim politik dan sosial. Hubungan luarnegeri Indonesia jang sekarang pada umumnja masih berat ke-negara2 Barat telah menjebabkan kurang kuatnja dorong- an pemerintah untuk mengembangkan perdagangan dan untuk per- tukaran parta ahli dan peladjar dengan negara2 kubu sosialis. Hal ini merugikan Rakjat Indonesia, chususnja para pedagang, indus- trialis, sardjana dan mahasiswa. Hubungan luarnegeri jang masih berat sebelah ini bertentangan dengan putusanz Konferensi Ban- dung dan tidak sesuai dengan kedudukan Indonesia sehagai peng- anut dan pengandjur politik luarnegeri jang bebas dan aktif.
Salahsatu alasan jang klasik" jang sering dikemukakan oleh kaum reaksioner atau oleh kaum jang bimbang untuk dak ber tindak sesuai dengan keinginan Rakjat, untuk tidak bertindak sesuai dengan tuntutan2 Revolusi Agustus, untuk tidak bertindak terhadap kekuasaan imperialisme Belanda dilapangan politik dan ekonomi, jalah kekuatiran akan mendapat tekanan2 dari Amerika Serikat dan akan adanja serangan bersendjata kaum kolonialis Belanda jang datangnja dari Irian Barat. Kekuatiran ini dengan sangat pandai digunakan oleh kaum imperialis dan oleh kaum reaksioner didalam- negeri, sehingga dengan demikian belum ada satu pemerintah Indo- nesia jang berani mengadakan tindakan2 jang penting dilapangan
ekonomi terhadap imperialisme Belanda. Dengan demikian, ekono- mi Indonesia masih tetap dikuasai terutama oleh kaum kapitalis besar Belanda, perkembangan kebudajaan Indonesia tetap tertekan dan penghidupan Rakjat Indonesia masih tetàp djelek. Alasan klasik", jaitu kuatir akan mendapat tekanan2 dari Amerika Serikat ian kuatir akan adanja serangan bersendjata Belanda, djuga di- gunakan oleh kaum reaksioner untuk membikin takut kaum jang bimbang supaja·menolak duduknja orang2 Komunis dalam satu pemerintahan jang programnja disetudjui oleh PKI. Dengan demi- kian kekuatiran jang tidak beralasan telah menjebabkan perbuatan jang melemahkan persatuan Rakjat didalamnegeri. Padahal dengan persatuan jang kuat didalamnegeri dan dengan kuatnja kedudukan internasional negeri kita, Indonesia akan dapat mengatasi tiap tekanan dari negeri manapun dan akan dapat membebasken Irian Barat.
Singkatnja, pada waktu sekarang adalah mendjadi tugas pen- ting dari Partai kita untuk mendorong agar Indonesia mendjalan- kan politik anti-kolonialisme dan politik perdamaian jang lebih aktif lagi, untuk lebih memperkuat kedudukan Indonesia diantara negara2 didunia, terutama diantara negara2 Asia dan Afrika. Bersamaan dengan itu kaum Komunis harus mendorong agar kedudukan inter- nasional Indonesia jang kuat per-tama2 ditudjukan untuk kepen- tingan Rakjat didalamnegeri, terutama dalam hubungan melikwi- dasi kekuasaan ekonomi kaum kapitalis besar Belanda.
Bagaimana situasi dalamnegeri Indonesia sekarang?
Walaupun sudah hampir 11 tahun sedjak proklamasi kemer- dekaan 17 Agustus 1945, keadaan bagian terbesar dari Rakjat In- donesia masih tetap sengsara, sedangkan difihak lain kaum impe- rialis asing masih terus menguras kekajaan alam Indonesia dan menghisap Rakjat Indonesia. Bagian terbesar kaum tani masih tetap tidak mempunjai atau sedikit memiliki tanah dan tetap men- derita dibawah penghisapan kaum tuantanah. Hanja kaum kom- prador, koruptor, tuantanah dan sebagian ketjil kaum kapitalis nasional dan pedjabat2 pemerintah jang penting jang dapat mena- rik keuntungan buat diri sendiri dalam keadaan sekarang. Kenja- taan² jang pintjang ini telah menjadarkan Rakiat Indonesia bahwa kemerdekaan jang di-tjita2kan belumlah tertjapai. Rakjat Indone-
sia bangun dan mengorganisasi diri kembali untuk meneruskan per- djuangannja, untuk melaksanakan tuntutan2 Revolusi Agustusnja sampai ke-akar²nja, sampai ada manfaatnja untuk bagian jang terbesar dari Rakjat Indonesia. Menangnja kekuatan demokratis dalam pemilihan umum untuk Parlemen dan Konstituante jang lalu, dikutuknja kabinet Burhanuddin Harahap jang reaksioner oleh massa Rakjat jang luas, terbentuknja kabinet Ali Sastroami- djojo ke-2, dibatalkannja persetudjuan KMB jang chianat setjara unilateral, dikutuknja perbuatan² kaum birokrat dan koruptor serta perbuatan orang-orang mesum lainnja oleh massa Rakjat dan oleh pemuda2 Indonesia, makin banjaknja hasil2 jang ditjapai dalam memberantas gerombolan DI-TII dan gerombolan subversif Belan- da, makin ditentangnja tindakan se-wenang2 orang² reaksioner ter- hadap Rakjat, adalah bukti2 jang menondjol akan tumbuhnja ke- kuatan Rakjat Indonesia pada waktu achir2 ini, dan djuga bukti tentang tetap setianja Rakjat Indonesia dan pemuda2 Indonesia pada tjita2 Revolusi Agustus. Dengan Rakjat dan pemuda Indo- nesia jang demikian ini kita meneruskan perdjuangan kita dan menjongsong haridepan kita jang gemilang.
Kaum reaksioner dalamnegeri jang bersekongkol dengan kaum imperialis asing tidak henti²nja berusaha untuk melemahkan ke- kuatan Rakjat Indonesia, terutama dengan djalan mentjegah ada- nja kerdjasama setjara revolusioner antara partai2 Islam, partai2 Nasionalis dan Partai Komunis seperti jang diinginkan oleh bagian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia dan djuga jang dian- djurkan oleh presiden Sukarno. Jang sangat melemahkan kekuatan nasional kita jalah politik anti-Komunis dan anti-persatuan dari orang2 jang berkepalabatu dalam pimpinan partai Masjumi-PSI. Politik kepalabatu ini menimbulkan adanja pelanggaran2 terhadap massa untuk perbaikan nasib dan persatuan serta perlawanan² massa terhadap kaum kapitalis besar Belanda, terhadap gerombol- an DI-TII dan tuantanah, ditindas oleh orang2 reaksioner jang dipengaruhi oleh politik kepalabatu itu. Dengan demikian djelas- lah bahwa politik kepalabatu telah mendjadi penghalang jang pokok bagi perkembangan kekuatan nasional untuk mentjapai ke- merdekaan ekonomi dan kebudajaan jang lebih luas bagi Indone- sia, untuk membebaskan Irian Barat jang merupakan kira2 20%
dari wilajah Republik Indonesia dan untuk menutup samasekali kemungkinan diseretnja Indonesia kedalam blok militer. Dari peng- alamannja sendiri Rakjat Indonesia sampai kepada kesimpulan, bahwa kalau dizaman pendjadjahan kaum kolonialis Belanda ada- lah kekuatan jang langsung menghalangi tertjiptanja persatuan Rakjat dari berbagai aliran politik, maka rol kaum kolonialis Belan- da itu sekarang sudah dioper oleh orang2 berkepalabatu dari ka- langan pimpinan Masjumi-PSI. Hal ini makin lama makin terang dan achirnja pasti akan mendjadi sangat terang.
Tetapi, mengemukakan kenjataan adanja politik kepalabatu fari sebagian pemimpin2 Masjumi-PSI, samasekali tidak berarti bahwa kaum reaksioner jang bersekutu dengan kaum imperialis berhasil dalam tiap2 usaha memetjahbelah persatuan Rakjat dan dalam mempertahankan kekuasaan kaum kapitalis besar asing dan kaum tuantanah. Dalam melaksanakan maksud djahatnja mereka harus berhadapan dengan Partai Komunis Indonesia dan partai2 demokratis lainnja, mereka harus berhadapan dengan Rakjat dan pemuda Indonesia jang sudah tergembleng dalam- Revolusi Agus- tus dan dalam perdjuangan tahun2 belakangan ini dan mereka harus menghadapi massa mereka sendiri jang makin lama makin sedar dan mulai menentang politik reaksioner mereka.
Diluar keinginan kaum reaksioner jang berkepalabatu, dalam bulan Agustus tahun jang lalu telah dilangsungkan kongres per- tama dari Kongres Rakjat Seluruh Indonesia jang menghasilkan sebuah program jang berisi tuntutan2 jang banjak persamaannja dengan tuntutan2 Revolusi Agustus.(1) Djuga diluar keinginan kaum reaksioner jang berkepalabatu, dalam bulan Maret tahun ini telah terbentuk sebuah pemerintah jang programnja memuat tuntutan2 jang paling mendesak dari Rakjat Indonesia. Program Kongres Rakjat dan program kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, walaupun jang satu lebih madju daripada jang lain, ke-dua2nja dapat didja- dikan pegangan dalam perdjuangan se-hari2-Rakjat Indonesia se- bagai program jang sudah disetudjui oleh sebagian besar massa Islam dan massa nasionalis dan oleh seluruh massa Komunis.
Sudah tentu, dua program tsb. diatas, jaitu program Kongres Rakjat dan program kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, bukanlah program jang djika dilaksanakan bisa menjelesaikan tuntutan2
Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Tetapi adalah sesuatu jang tak dapat dibantah, bahwa djika pemerintah Indonesia se- karang konsekwen melaksanakan programnja dan djika partai2, organisasi2 dan perseorangan2 jang sudah menjatakan menerima program Kongres Rakjat dengan konsewen melaksanakan program tsb., maka tidak bisa tidak ia akan membawa Rakjat Indonesia lebih dekat kepada tudjuan Revolusi Agustus jang bersifat nasional dan demokratis. Kaum Komunis Indonesia jang sudah menjatakan persetudjuannja terhadap program Kongres Rakjat dan terhadap program pemerintah Ali Sastroamidjojo ke-2 akan terus bekerdja supaja program ini dilaksanakan.
Demikianlah dengan singkat situasi internasional dan dalam- negeri pada dewasa ini. Situasi internasional dan dalamnegeri sc- karang membukakan kemungkinan jang besar bagi Rakjat Indo- nesia untuk mengembangkan kekuatannja sendiri, untuk memper- kuat persatuannja, untuk melaksanakan programnja jañg madju atau agak madju, untuk dapat bertindak jang lebih menguntung- kan buat Rakjat Indonesia sendiri dilapangan politik luar dan dalamnegeri. dilapangan ekonomi dan kebudajaan.
II
Tiga Kekuatan, Tiga Konsep Dalam Menjelesaikan Tuntutan2 Revclusi Agustus 1945
Pemilihan umum untuk Parlemen dan Konstituante dalan tahun 1955 tidak hanja sudah berachir dengan kemenangan k kuatan demokratis, tetapi djuga telah sangat membantu dalam menganalisa kekuatan2 berbagai klas di Indonesia. Mengetahui k kuatan klas² berarti mengetahui imbangan kekuatan, berarti menge- tahui kekuatan sendiri, kekuatan sekutu dan kekuatan lawan. Dike tahunja hal ini adalah sangat penting untuk menetapkan politik dan taktik Partai dan untuk mengetahui perspektif bagi Partai dan bagi perdjuangan Rakjat kita.
Sesudah pemilihan umum dapat diketahui adanja 3 matjam kekuatan politik di Indonesia jang hampir berimbang besarnja. Kekuatan2 itu jalah:
Pertama, kekuatan kepalabatu, jaitu kekuatan kaum feodal dan kaum komprador jang bersekongkol dengan imperialisme asing. Kekuatan ini masih agak besar.
Kedua, kekuatan progresif, jaitu kekuatan kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil kota dan intelektuil revolusioner. Kekuatan ini sudah agak besar.
Ketiga, kekuatan tengah, jaitu kekuatan burdjuasi nasional dan segala kekuatan patriotik dan anti-kolonialisme lainnja, termasuk tuantanah golongan kiri (agak madju). Kekuatan ini agak besar dan berada diantara kekuatan kepalabatu dan kekuatan progresif.
Dalam hubungan dengan Revolusi Agustus 1945, kekuatan2 diatas menjatakan persetudjuannja pada revolusi tsb. dan menjata- kan kesediaannja untuk melaksanakan tuntutan2 Revolusi Agustus. Sama dalam kata², tetapi sangat berbeda dalam perbuatan. Oleh karena itu hampir sebelas tahun lamanja Rakjat Indonesia dibikin kabur pengertiannja tentang hakekat Revolusi Agustus. Sekarang sudah waktunja untuk melenjapkan kekaburan ini. Ini hanja mung- kin dengan membuka dan membeberkan konsep ketiga kekuatan diatas mengenai penjelesaian tuntutan2 Revolusi Agustus 1945.
Bagaimanakah konsep ketiga kekuatan diatas dalam hubungan dengan penjelesaian tuntutan2 Revolusi Agustus? Atau, lebih tepat, sebelum mendjawab pertanjaan ini: apakah hakekat Revolusi Agus- tus? Apakah hakekat Revolusi Agustus setjara ilmiah?
Revolusi Agustus seperti sudah disebut diatas dan seperti sudah sering diutjapkan oleh pemimpin² progresif Indonesia, adalah revo- lusi jang bersifat nasional dan demokratis. Revolusi ini bersifat nasional karena bertudjuan untuk membebaskan diri dari kekua- saan kaum imperialis asing, dan revolusi ini bersifat demokratis karena anti-feodalisme. Memang adalah kenjataan, bahwa pada permulaan revolusi banjak soal2 jang berhubungan dengan sifat Revolusi Agustus belum diadjukan dan belum dirumuskan, djuga sembojan2 dan tugas2 revolusi ini belum diperlengkapi.
Kita sering mendengar utjapan2 tentang menjelesaikan Revo- lisi 1945". Tetapi kita tidak mendapat keterangan jang djelas ten- tang apa jang harus diselesaikan berhubung dengan Revolusi Agus- tus. Kita djuga sering mendengar utjapan bahwa untuk menjele- saikan Revolusi 1945" kita harus menggalang persatuan nasional
jang revolusioner". Tetapi apakah sebenarnja jang dimaksudkan dengan persatuan nasional jang revolusioner, klas2 dan golong- an2 manakah jang harus dipersatukan, klas2 manakah jang harus mendjadi basis persatuan, klas manakah jang harus memimpin per- satuan, dan apakah jang mendjadi sasaran persatuan nasional jang revolusioner itu? Semuanja ini harus didjawab, harus didjelaskan dan harus mendjadi pengertian Rakjat.
Dalam kesempatan ini saja ingin mengemukakan beberapa ke- njataan jang membuktikan bahwa Revolusi Agustus 1945 adalah revolusi jang bersifat nasional dan demokratis, artinja revolusi anti- imperialisme dan anti-feodalisme, revolusi jang menurut wataknja harus membawa Rakjat kesinggasana kekuasaan.
Kita mengetahui bahwa kira2 satusetengah bulan sebelum prok- lamasi Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Dja: karta diadakan sidang2Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemer- dekaan".(2) Didalam sidang2 ini anggota2 Badan Penjelidik" tsb. mengadakan pidato2 tentang kemerdekaan Indonesia. Banjak di- antara anggota jang berpidato menuruti irama seperti jang diingini oleh balatentara Djepang. Tetapi ada djuga diantara jang tidak seirama, dan malahan bertentangan dengan keinginan pembesar2 Djepang ketika itu. Sangat menarik pidato Bung Karno dimuka ,Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan" pada tanggal 1 Djuni 1945, jang a.l. berbunji sbb.:
Apakah jang dinamakan merdeka? Didalam tahun 1933 saja telah menulis satu risalah, risalah jang bernama 'Mentjapai Indo- nesia Merdeka', maka didalam risalah tahun 1933 itu, telah saja katakan, bahwa kemerdekaan politik, politieke onafhankelijkheid. political independence, tak lain dan tak bukan jalah satu djem- batan, satu djembatan emas. Saja katakan didalam kitab itu, bahwa diseberangnja djembatan itulah kita sempurnakan kita punja masja- rakat". Selandjutnja dikatakan pula: ,,diseberang djembatan, djem- batan emas inilah, baru kita leluasa menjusun masjarakat Indone- sía Merdeka jang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi."
Djadi teranglah, bahwa dengan Indonesia Merdeka" tidak hanja dimaksudkan merdeka dilapangan politik.
Indonesia merdeka jang bagaimana? Tentang ini selandiutnia dikatakan: apakah kita hendak mendirikan Indonesia Merdeka
untuk sesuatu orang, untuk sesuatu golongan? Mendirikan negara Indonesia Merdeka jang namanja sadja Indonesia Merdeka, tetapi sebenarnja hanja untuk mengagungkan satu orang, untuk mem- berikan kekuasaan kepada satu golongan jang kaja, untuk mem- herikan kekuasaan pada saiu golongan bangsawan? Apakah mak- sud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik saudara2 jang bernama kaum kebangsan jang disini, maupun saudara2 jang dinamakan kaum Islam, semuanja telah. mufakat, bahwa bukan negara jang demikian itulah kita punja tudjuan. Kita hendak mendirikan suatu negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan jang kaja — tetapi 'semua buat semua'."
Dari utjapan ini teranglah, bahwa dengan Indonesia Mer- deka" jang dimaksudkan bukan sistim negara jang anti-Rakjat, bukan sistim negara jang mendjamin kemerdekaan bagi kaum impe- rialis dan kakitangannja, bagi kaum kapitalis dan kaum feodal untuk berkuasa dan berbuat se-suka²nja terhadap massaRakjat pekerdja. Kesimpulan ini diperkuat lagi oleh uraian selandjutnja sbb.: Djangan saudara kira, bahwa kalau Badan Perwakilan Rak- jat sudah ada, kita dengan sendirinja sudah mentjapai kesedjah- teraan ini. Kita sudah lihat, di-negara2 Eropa ada Badan Perwakil- an, ada parlementaire democratie. Tetapi tidakkah di Eropa djus- tru kaum kapitalis meradjalela? Di Amerika ada suatu Badan Per- wakilan Rakjat, dan tidakkah di Amerika kaum kapitalis meradja- lela? Padahal ada Badan Perwakilan Rakjat! ........ Kalau kita mentjari demokrasi, hendaknja bukan demokrasi Barat, tetapi per- musjawaratan jang memberi hidup, ja'ni politiek-economische de- mocratie jang mampu mendatangkan kesedjahteraan sosial! Rakjat Indonesia sudah lama bitjara tentang hal ini".
Dalam sidang ,Badan Penjelidik" tsb. Bung Karno djuga ber- bitjara tentang internasionalisme" a.l. sbb. : Kita harus menudju persatuan dunia, persaudaraan dunia. Kita bukan sadja harus men- dirikan negara Indonesia Merdeka tetapi kita harus menudju pula kepada kekeluargaan bangsa2". Tetapi internasionalisme bukan kos- mopolitanisme. Tentang ini dikatakan oleh Bung Karno: djikalau saja katakan internasionalisme, bukanlah saja bermaksud kosmopo- litanisme, jang tidak mau adanja kebangsaan, jang mengatakan
tidak ada kebangsaan, jang mengatakan tidak ada Indonesia, tidak ada Nippon, tidak ada Burma, tidak ada Inggeris, tidak ada Ame- rika, dll.nja".
Pidato tsb. diatas mendapat sambutan hangat dari para ang. gota "Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan". Kemudian ternjata, bahwa pokok2 pikiran jang diadjúkan dalam pidato tsb. banjak jang ditjantumkan didalam UUD Sementara Republik Indonesia tahun 1945.
Djadi, djika pidato Bung Karno tsb. dapat dikatakan mewakili perasaan, fikiran dan hasrat Rakjat Indonesia, dan djika UUD Sementara RI dapat kita anggap sebagai perumusan perasaan, fikiran dan hasrat Rakjat Indonesia ketika akan mentjetuskan Revolusi Agustus 1945, maka, walaupun dengan samar2 dan tidak lengkap dirumuskan sembojan dan tugas revolusi, Revolusi Agus- tus adalah revolusi nasional dan demokratis atau revolusi anti- imperialisme dan anti-feodalisme. Oleh karena itu, setelah menge- tahui bahwa sembojan dan tugas revolusi belum dirumuskan se- tjara lengkap dan setjara ilmiah, maka adalah tugas kaum revolu- sioner untuk memperlengkapi sembojan dan tugas revolusi tsb.
Bahwa Revolusi Agustus memang berwatak anti-imperialisme dan anti-feodalisme dibuktikan pula dengan djelas oleh tindakan² massa diwaktu revolusi itu berlangsung, misalnja tindakan2 jang mendjadikan perusahaan2 penting milik asing sebagai ,milik Repu- blik Indonesia", tindakan menghapuskan pemerintahan perseorang- an dengan membentuk dewan2 jang diberi nama Komite Nasio- nal Indonesia" dan membentuk badan2 keamanan Rakjat sampai ke-desa2, mem-bagi²kan tanah2 perkebunan asing kepada kaum tani dibeberapa daerah, dsb.
Sekarang sampailah waktunja untuk mendjawab pertanjaan tentang konsep tiga kekuatan diatas dalam hubungan dengan penje- lesaian tuntutan2 Revolusi Agustus.
Pengalaman Rakjat Indonesia selama hampir 11 tàhun, dan terutama pada tahun2terachir ini, djelas sekali menundjukkan ada- nja tiga konsep.
Pertama, konsep kaum kepalabatu, jaitu kaum komprador dan feodal, jalah supaja Indonesia dikuasai oleh kaum komprador dan feodal, supaja Indonesia mendjadi satu negara jang hanja bentuk-
nja sadja merdeka, tetapi hakekatnja tunduk kepada imperialisme, membela kepentingan kapitalis2 besar asing dan tuantanah2. Pem- bela2 dari konsep ini, dengan bertameng Revolusi 1945" dan anti-kolonialisme", mendjalankan politik anti-Komunis dan anti- Kakjat jang tidak tahu malu, walaupun mereka tahu bahwa kaum Komunis berdiri dibarisan depan sedjak permulaan dan selama Revolusi Agustus sampai sekarang dalam perdjuangan melaksana- kan tuntutan² Revolusi Agustus.
Kedua, konsep kaum progresif, jaitu kaum buruh, tani, burdjuasi ketjil kota dan intelektuil revolusioner, jang menuntut supaja hak² kaum imperialis dilapangan politik, ekonomi dan kebu'ajaan di- hapuskan; mereka djuga menuntut penghapusan milik feodal atas tanah, supaja diadakan perubahan tanah untuk melaksanakan sem- bojan tanah untuk petani"; semuanja ini sesuai dengan tuntutan² Revolusi Agustus.
Ketiga, konsep kekuatan tengah, jaitu konsep burdjuasi nasio- nal jang mempunjai pertentangan dengan kaum imperialis, kaun komprador dan tuantanah, jalah supaja di Indonesia diadakan per- ubahan2 dengan maksud membela kepentingan sendiri untuk per- kembangan kapitalisme nasional jang menurut mereka sesuai dengan tujjuan revolusi 1945.
Djadi, didalam negeri kita sekarang ada pertentangan2 diantara tiga kekuatan ini, pertentangan jang satu lebih tadjam daripada pertentangan jang lain.
Pada waktu sekarang kekuatan Rakjat, jaitu gabungan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah berusaha untuk memben- tuk negara jang merdeka dilapangan politik dan ekonomi. Tetapi usaha ini ditentang keras oleh klas2 komprador dan feodal jang bersekongkol dengan kaum imperialis jang dengan ngotot berusaha untuk mengubah Indonesia mendjadi negara embe'2, jaitu negara jang hanja dalam bentuknja merdeka, tetapi jang pada hakekat- nja menjerah pada imperialisme.
Kaum imperialis asing tidak hentiznja menusuk-nusuk kaum reaksioner dalamnegeri supaja lebih giat mengadakan intrik2 dan tindakan2 jang anti-Rakiat.
Garis politik PKI dalam menghadapi tiga kekuatan dan tiga konsep penjelesaian tuntutan2 Revolusi Agustus seperti diterangkan
diatas jalah: dengan sekuat tenaga dan dengan tidak djemu2nja mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan te- ngah dan mementjilkan kekuatan kepalabatu.
Apakah dengan garis politik ini berarti bahwa kaum Komunis memukulrata dan menganggap semua anggota dan pemimpin par- tai2 jang mewakili kekuatan kepalabatu, seperti partai2 Masjumi dan PSI, sebagai orang2 berkepala panas jang pikirannja siang dan malam hanja tertudju untuk menghantjurkan kaum Komunis dan meletakkan Indonesia dibawah kekuasaan kaum imperialis asing? Tentu tidak demikian. Ada diantara mereka jang mengatakan dan merasa bahwa mereka hanja anti-Komunis dan tidak pro-impe- rialis; mereka tidak sedar bahwa sikap anti-Komunis, jaitu anti golongan jang paling konsekwen anti-imperialis, berarti mengu- rangi sifat anti-imperialis mereka dan ini sedar atau tidak sedar berarti membantu imperialis. Tetapi disamping itu sebagian besar daripada anggota partai2 ini dan sebagian daripada pemimpin par- tai2 ini adalah berkepala dingin, tidak terlalu menondjolkan kepen tingan sendiri, memandang imperialis asing sebagai lawan bersama dan sampai batas2 jang tertentu tidak berkeberatan untuk beker- djasama dengan kaum Komunis. Dengan orang2 demikian ini kaum Komunis harus bersatu. Kaum Komunis djuga tidak memukulrata anggota2 dan pemimpin² partai2 jang mewakili kekuatan tengah. Diantara mereka tidak sedikit terdapat unsur burdjuasi ketjil dan intelektuil2 revolusioner jang merupakan golongan kiri didalam par- taiz tengah, disamping unsur jang memang benar² mewakili kepen- tingan burdjuasi nasional dan unsur jang tjondong kepada kekuatan kepalabatu. Jang terachir ini merupakan golongan kanan didalam partai tengah.
Satu kenjataan jalah, bahwa didalam partai? jang mewakili kekuatan kepalabatu dan kekuatan tengah terdapat berbagai go- longan, jang pada pokoknja dapat dibagi dalam golongan kiri. tengah dan kanan. Untuk dapat mempersatukan kekuatan jang se-banjak²nja, kaum Komunis harus menganalisa golongan2 tsb agar setiap waktu dapat menentukan sikap jang tepat supaja dapat mempersatukan semua jang bisa dipersatukan, dan supaja jang di- pentjilkan hanja jang benar2 berkepalabatu.
Mungkin ada orang jang bertanja: apa sebabnja kaum Komu-
nis harus bersatu dengan burdjuasi nasional jang bertudjuan me- ngembangkan kapitalisme nasional? Apakah ini tidak berarti me- mupuk mereka jang. kemudian hari akan mendjadi kapitalis? monopoli jang akan membinasakan negeri?
Pada tingkatan keadaan seperti sekarang kaum Komunis Indo- nesia tidak memandang kapitalisme nasional sebagai bahaja. Kita bukan hanja tidak melawan mereka, tetapi malahan kita menuntut kepada tiap2 pemerintah supaja kepentingan pedagang dan indus- ralis nasional dilindungi, diberi proteksi dan fasilitet dalam mela- wan saingan dari kapitalis2 besar asing. Kemelaratan Rakjat Indo- nesia sekarang bukan karena kebanjakan kapitalisme nasional, tetapi sebaliknja, antara lain karena kekurangan kapitalisme nasio- nal dan kebanjakan imperialisme asing. Kaum Komunis Indonesia menjetudjui adanja warganegara2 Indonesia jang madju dilapang- an industri dan perdagangan sebagai hąsil usahanja sendiri, tidak karena mendjadi komprador (agen) kapitalis monopoli asing dan tidak karena korupsi atau karena menggunakan saluran2 birokrasi. Komprador, koruptor dan kapitalis birokrasi adalah anti-nasional dan oleh karena itu harus ditentang oleh seluruh Rakjat Indonesia, djuga oleh kapitalis2nasional.
Kaum Komunis tidak mempunjai kekuatiran bahwa kapitalis jang benar2 nasional dikemudian hari akan mendjadi kapitalis monopoli. Mungkin diantara mereka ada jang mengimpikan hal ini, dan djika ada maka akan tetap tinggal impian belaka, sebab matahari sudah terlalu tinggi untuk sampai bisa mendjadikan, impian ini satu kenjataan. Imbangan kekuatan dunia dan imbangan kekuatan dalamnegeri jang semakin menguntungkan kekuatan pro- gresif sekarang ini mendjamin bahwa sekarang bukan masanja-lagi untuk timbulnja monopoli kapitalis nasional. Tiap2 usaha kearah itu akan mendapat tentangan keras.
Kapitalis nasional mempunjai kemungkinan untuk berkembang dan perkembangan ini sampai batas2 jang tidak merugikan Rakjat akan disokong oleh kekuatan progresif, asal perkembangan ini di- dapat dari perlawanan terhadap imperialis asing dan terhadap feo- dalisme. Dengan kapitalis nasional jang menempuh djalan ini PKI harus bersatu. Kita sedar, bahwa politik ini tidak hanja akan dapat tentangan dari kapitalis besar asing dan agen²nja jang tidak ingin
melihat kaum kapitalis nasional berkembang dengan wadjar, tetapi djuga akan dipersulit oleh kapitalis nasional sendiri jang pura-pura anti-kapitalisme dan anti-penghisapan untuk menutupi penghisapan jang mereka lakukan terhadap kaum buruh.
PKI mendorong sifat progresif, sifat anti-kolonialisme dan anti- feodalisme dari burdjuasi nasional. PKI mengkritik sifat burdjuasi nasional jang setengah², jang tidak konsekwen dan pintjang. Politik anti-Komunisme dan politik memetiahbelah dari golongan sajap kanan burdiuasi nasional jang tempo2 suka tampak, tentu djuga harus dikritik karena perbuatan ini adalah merusak persatuan nasio- nal, persatuan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah. Perlu didjelaskan bahwa kaum Komunis menganggap tidak ada gunanja dan malahan merugikan untuk mengkritik hal2 jang tidak prinsipiil, jang tetekbengek, jang tak mengenai kepentingan Rakjat banjak. Kritik hanja dilakukan kalau sangat perlu.
Djadi djelaslah bahwa konsep daripada PKI dan semua kaum progresif dalam menjelesaikan tuntutan2 Revolusi Agustus jalah: Melaksanakan tuntutan2 Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja, int berarti menghapuskan imperialisme dan feodalisme sampai ke- akar2nja. Ini adalah konsep Rakjat. Berdasarkan konsep ini, mereka jang tidak anti-imperialisme dan tidak anti-feodalisme adalah bukan Rakjat tetapi anti-Rakjat, anti-Revolusi Agustus 1945.
Konsep PKI hanja mungkin dilaksanakan djika ada front per- satuan, djika proletariat mempunjai banjak sahabat. Berdasarkan apa jang diuraikan diatas, ada 2 matjam front persatuan dan 2 matjam sahabat:
1) proletariat dengan kaum tani dan burdjuasi ketiil kota. Ini adalah front persatuan atau persahabatan antara proletariat dengan orang2 jang mempunjai sedikit milik (persekutuan proletariat de- ngan kaum tani dan kaum keradjinan tangan pada umumnja di- sebut persekutuan buruh dan tani).
2) proletariat dengan orang2 jang mengexploitasi. Ini adalah per- satuan atau persahabatan antara proletariat dengan madjikan atau orang2 pemerintah jang mewakili kepentingan burdiuasi nasional.
Berdasarkan analisa tentang pengaruħ* partái2 politik atas massa dinegeri kita, kita memperdjuangkan persatuan massa Islam (dan aliran keagamaan pada umumnja), massa Nasionalis dan massa
Komunis dalam perdjuangan melawan imperialisme dan feodalisme
Berdasarkan analisa tentang klas2 dinegeri kita, kita memper- djuangkan persatuan antara kaum buruh, tani, burdjuasi ketjil kota, kaum intelektuil revolusioner dan burdjuasi nasional, jaitu persatuan antara kekuatan progresif dengan kekuatan tengah.
Inilah kuntji kemenangan daripada konsep Rakjat untuk menje- lesaikan tuntutan2 Revolusi Agustus jang bersifat nasional dan demokratis sampai ke-akar²nja.
III
Politik Partai Komunis Indonesia
Kongres Nasional ke-V PKI antara Iain sudah mensahkan se- buah dokumen jang penting, jaitu Program PKI. Program ini ter- bagi dalam dua bagian. Bagian pertama jalah program umum atau program pokok. Bagian kedua jalah tuntutan PKI kepada peme- rintah Ali Sastroamidjojo (jang pertama), jaitu pemerintah jang ketika program itu dibikin sedang memegang' tampuk kekuasaan. Bagian kedua ini jalah tuntutan2 sekarang, program chusus atau program tuntutan PKI. Program tuntutan ini dibikin berdasarkan Program Umum. Djadi, Program Umum dengan program tuntutan adalah berbeda, tetapi satusamalain ada hubungannja, tidak ter- pisah.
Dengan program umumnja PKI mengemukakan apa jang men- djadi tudjuannja, apa jang diperdjuangkannja dalam seluruh ting- kat revolusi nasional dan demokratis, atau disebut djuga tingkat revolusi burdjuis-demokratis. Pokok2 program umum ini tidak akan berubak selama tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 jang bersifat nasional dan demokratis belum dilaksanakan sampai ke-akar²nja. Djadi, program umum akan tetap mendjadi program PKI selama Demokrasi Rakjat belum mendjadi kenjataan. Program Umum PKI adalah program jang terus-menerus harus dipropagandakan olch kaum Komunis dan simpatisan2 Komunis sampai selesainja pelaksanaan tuntutan2 Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja. Pro- gram Umum PKI adalah program djangka pandjang atas dasar kerdjasama taraf tinggi antara PKI dengan semua partai, dengan
semua golongan dan perseorangan jang demokratis dan patriotik lainnja dalam menjelesaikan seluruh tuntutan Revolusi Agustus.
Tetapi, PKI tidak hanja mempropagandakan program djangka pandjangnja, tidak hanja mempropagandakan program umumnja PKI djuga menundjukkan djalan untuk memetjahkan soal2 kong. krit sekarang. Disamping mempropagandakan program umumnja. PKI mempersatukan Rakjat berdasarkan tuntutan2 politik dan ekonomi jang kongkrit sekarang dan mendjadikan tuntutan kong- krit sekarang sebagai alas untuk bekerdjasama waktu sekarang dengan semua partai, semua golongan dan perseorangan jang demo kratis dan patriotik.
P r o g r a m Um u m
Guna melaksanakan tuntutan'Revolusi Agustus sampai ke-akar2. nja, guna memusnahkan samasekali kekuasaan kaum imperialis asing dan kaum tuantanah, guna membangun Indonesia baru jang merdeka dilapangan politik, ekonomi dan kebudajaan, guna mem- bangun Indonesia jang demokratis, bersatu dan makmur, maka Rakjat Indonesia, PKI dan semua partai, semua golongan dan perseorangan jang anti-imperialisme dan anti-feodalisme sangat membutuhkàn adanja sebuah program bersama jang dibikin atas persetudjuan bersama. Dengan tudjuan memenuhi kebutuhan akan program bersama inilah, PKI dalam Kongres Nasional ke-V men- sahkan sebuah program, program jang tentu sadja masih bisa di- rundingkan dengan partai2 dan golongan2 lain jang menginginkan musnahnja samasekali kekuasaan imperialisme dan feodalisme dari bumi Indonesia sebagaimana jang dituntut oleh Revolusi Agustus kita. Kesediaan PKI merundingkan programnja dengan partai2 dan golongan² lain mengandung arti bahwa PKI, atas dasar perunding- an bersama, bersedia menerima perubahan, menerima pengurangan dan penambahan, tentu sadja dengan tidak mengganggu-gugat inti program, jaitu anti-imperialisme, anti-feodalisme dan melaksanakan perubahan2 demokratis.
Sebagaimana sudah disebut diatas, program bersama demikian dapat dibagi mendjadi dua bagian, jang umum dan jang chusus.
Lebih dulu kita akan membitjarakan program umum dan kemu- dian program chusus atau program tuntutan.
Pendirian pokok kaum Komunis Indonesia mengenai pelaksana- an tuntutan2 Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja adalah sama dengan pendirian bagian terhesar Rakjat Indonesia. Pendirian pokok ini jalah:
Pertama, sistim negara Indonesia tidak seharusnja sistim negara anti-Rakjat jang dikuasai oleh tuantanah dan komprador. Sistim anti-Rakjat, terutama ketika kekuasaan pemerintah Hatta, peme- rintah Natsir, pemerintah Sukiman dan pemerintah Burhanuddin Harahap, telah dibuktikan kebangkrutannja. Sistim jang wadjar jalah sistim negara Rakjat, sistim negara jang sumber kekuasaan- nja ada pada Rakjat, jaitu negara dari Rakjat, oleh Rakjat dan untuk Rakjat", atau jang disebut oleh Bung Karno negara semua buat semua". Negara ini jalah negara front persatuan, jang men- dasarkan diri atas massa dan jang bertudjuan kemerdekaan nasio- nal jang penuh bagi Indonesia. Djadi, teranglah, mengingat ter- belakangnja keadaan ekonomi Indonesia dan mengingat bahwa Rakjat Indonesia masih melawan penindasan imperialisme. dan feodalisme, PKI tidak bermaksud mendirikan diktatur proletariat jang harus melaksanakan perubahan2/sosialis. Hanja negara jang demikian inilah jang mampu mempezsatukan seniua tenaga anti- feodal dan anti-imperialis, jang mampu memberikan tanah dengan (juma-tjunia kepada kaum tani, jang mampu mendjamin hak2 demokrasi bagi Rakjat, jang mampu membela industri dan per- dagangan nasional terhadap persaingan asing, jang mampu mening gikan tingkat hidup materiil kaum buruh, jang mampu menghapus- kan pengangguran dan jang mampu mengembangkan pekerdjaan para sardjana dan seniman. Singkatnja, hanja negara jang demi- kian jang sesuai dengan watak Revolusi Agustus 1945, jang mampu mendjamin kemerdekaan nasional serta perkembangannja melalui djalan demokrasi, kemadjuan dan perdamaian.
Kedua, di Indonesia tidak seharusnja terus dipertahankan satu negara menurut resep demokrasi Barat atau diktatur demokrasi tipe lama. Seperti dikatakan oleh Bung Karno: Kalau kita men- tjari demokrasi, hendaknja bukan demokrasi Barat, tetapi......... demokrasi jang mampu mendatangkan kesedjahteraan sosial". Alas-
an untuk tidak membangun negara demokrasi lama jang dikuasai oleh burdjuasi nasional adalah sangat kuat. Disatu pihak burdjuasi nasional mempunjai kedudukan jang sangat lemah dilapangan ekonomi dan tidak kuat dilapangan politik, sedang difihak lain proletariat Indonesia dengan pemimpinnja PKI telah terbukti mem- punjai kesedaran klas jang tinggi dan terbukti mempunjai kemam- puan jang tiiak bisa diabaikan dilapangan politik, dan mereka memberi pimpinan kepada massa luas kaum tani, burdjuasi ketjil kota, kaum intelektuil revolusioner dan elemen demokratis lainnja. Djadi teranglah bahwa jang dapat mendatangkan kesedjahteraan sosial bukanlah sistim demokrasi lama jang dikuasai oleh burdjuasi, bukan demokrasi menurut resep revolusi Perantjis" (djuga utjap- an Bung Karno dalam ,Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemer- dekaan"), tetapi demokrasi untuk semua golongan Rakjat dan mengenai semua lapangan (politik, ekonomi dan kebudajaan). Sistim demokrasi jang demikian itu jalah demokrasi tipe baru, demokrasi untuk seluruh Rakjat, demokrasi Rakjat.
Hanja dengan mendirikan kekuasaan Demokrasi Rakjat baru ada kemungkinan untuk mengachiri kekuasaan kaum imperialis, tuantanah dan burdjuasi komprador dinegeri kita, dan barulah bisa memulai dengan zaman baru dalam sedjarah kemadjuan Rak- jat kita. Pemerintah demikian ini adalah sangat sesuai dengan tun- tutan bagian terbesar sekali dari Rakjat Indonesia karena, pertama. ia pasti akan mendapat dukungan kira2 20 djuta kaum puruh dengan keluarganja (buruh industri, buruh keradjinan tangan. buruh perkebunan dan golongan buruh lainnja); kedua, ia past! mendapat dukungan dari ber-puluh2 djuta kaum tani dengan ke- luarganja jang merupakan 60 á 70% dari Rakjat Indonesia; ketiga, ia pasti akan mendapat dukungan dari banjak burdjuasi ketjil kota, kaum intelektuil, burdjuàsi nasional, kaum ningrat (bangsawan) jang madju dan e'emen patriotik lainnja.
Ketiga, politik pemerintah Rakjat jang kita perdjuangkan harus menghapuskan kekuasaan imperialis disegala lapangan dan meng- hapuskan penindasan feodal. Tetapi, kita tidak menghendaki ke- kuasaan imperialis asing dan tuantanah diganti dengan kekuasaan burdjuasi dalamnegeri atas Rakjat banjak. Kita ingin semua klas jang anti-imperialis dan anti-feodal sama2 berkuasa, kita ingin
satu sistim politik front persatuan. Inilah sjarat untuk mewudjud- kan Indonesia Mer eka jang bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan jang kaja, — tetapi 'semua buat semua'". Memang adalah aneh dan bertentangan dengan semangat Revolusi Agustus, djika kira2 20 djuta kaum buruh dengan keluarganja dan ber-puluh² djutá kaum tani dengan keluarganja mau disingkirkan dari kekuasaan negara, demikian djuga adalah tidak adil djika kaum burdjuis ketjil kota, kaum intelektuil dan kaum burdjuis nasional jang anti-imperialis dan anti-feodal disingkirkan dari kekuasaan negara.
Keempat, mengenai struktur pemerintah, PKL memperdjuang- kan supaja dipakai sistim demokrasi jang memusat, artinja disatu fihak memberikan kekuasaan tertinggi untuk daerah-daerah kepada DPRD2, sedangkan difihak lain harus ada pemerintah sentral jang kitat, jang mengurus urusan2 umum, jang sepenuhnja tunduk pada DPR. Kekuasaan daerah harús memperkuat kekuasaan pusat dan kekuasaan pusat harus membantu perkembangan demokrasi, ekonomi dan kebudajaan daerah. Pada prinsipnja kita harus dengan teguh mewudjudkan Republik Kesatuan dengan pemerintah² daerah jang demokratis dan otonomi sukubangsa jang luas.
Kelima, tentara dan kekuatan bersendjata lainnja adalah pem- bela jang penting dari negara. Walaupun kaum reaksioner sudah berusaha keras untuk menigubah komposisinja dan mengubah se- mangatnja, tetapi majoritet anggota Angkatan Perang Republik Indonesia sekarang masih tetap bersemangat Revolusi Agustus 1945. Selama peperangan kemerdekaan meiawan tentara kolonial Belanda Angkatan Perang Republik Indonesia telah sehidup semati dengan Rakjat. Oleh karena itu sudah sewadjarnja, bahwa perwira, bin- tara dan bawahan dari Angkatan Perang Republik Indonesia se- karang pada umumnja tetap setia kepada tjita-tjita Revolusi Agus- fus dan berdjuang untuk pelaksanaan tuntutan2 revolusi ini. Oleh karena itu sukarlah membajangkan bahwa Angkatan Perang se- karang setjara bulat dapat didjadikan alat untuk menindas Rakjat, sebaliknja adalah wadjar djika Rakjat mengharapkan agar TNI dan kekuatan bersendjata RI lainnja mendjadi pelindung Rakjat. Selurah Rakjat harus waspada terhadap pertjobaan2 kaum reak-
sioner jang mau mengadu-domba tentara dengan Rakjat dan mau menempatkan suatu Junta Militer diatas pundak Rakjat.
Keenam, mengenai ekonomi. Dibagian atas sudah dikatakan bahwa jang harus ditentang sekarang bukannja industri dan per- dagangan jang diselenggarakan oleh kapitalis nasional, tetapi jang harus ditentang jalah ekonomi imperialis dan feodal. Penghapusan sistim ekonomi imperialis dan feodal adalah djuga sjarat untuk per- kembangan ekonomi kapitalis nasional. Dibawah kekuasaan kaum imperialis dan feodal tidak mungkin kaum kapitalis nasional me- ngembangkan diri setjara wadjar. Kaum Komunis sudah tentu akan lebih mengutamakan ekonomi negara dan membantu ekonomi in- dividuil Rakjat pekerdja, tetapi disamping itu proteksi dan fasilitet harus diberikan kepada kapitalis nasional untuk berkembang dalam batas2 jang ták dapat menguasai kehidupan Rakjat dan negara. Mengenai soal tanah harus dilaksanakan prinsip tanah untuk petani.
Demikianlah pendirian pokok kaum Komunis Indonesia tentang pelaksanaan tuntutan2 Revolusi Agustus. Demikianlah pokok2 pro- gram umum PKI jang setjara lengkap dimuat dalam Program jang disahkan dalam Kongres Nasional ke-V PKI. Sekarang mendjadi djelas bahwa dengan program umumnja PKI telah memperleng- kapi tugas dan sembojan Revolusi Agustus. Sekali lagi perlu di- terangkan bahwa pada waktunja PKI bersedia untuk merunding- kan program ini dengan partai2 dan golongan² demokratis lainnja, dengan pengertian bahwa PKI bersedia untuk menerima perubahan dimana perlu, untuk mengurangi dan menambahnja dengan tudju- an jang satu: menjelesaikan tuntutan2 Revolusi Agustus jang ber- sifat nasional dan demokratis sampai ke-akar²nja.
Berkat sukses perdjuangan Rakjat Indonesia, perdjuangan PKI dan partai2 demokratis lainnja jang ditjapai sedjak Kongres Nasio- nal ke-V PKI bulan Maret 1954 sampai sekarang, ada bagian² dalam program umum PKI jang sudah tidak tepat lagi, misalnja bagian supaja melepaskan Indonesia dari Uni Indonesia-Belanda, supaja mengembalikan MMB dari Indonesia, supaja membatalkan persetudjuan KMB dan supaja ada hakpilih bagi warganegara jang sudah mentjapai umur 18 tahun. Bagian2 jang sudah lewat waktu demikian ini sudah-tentu tidak perlu dipropagandakan lagi, dan sudah tentu pula djika bagian jang dipandang kurang dalam pro-
gram umum ini harus ditambah, sedangkan jang tak begitu tepat harus diperbaiki. Hal ini harus mendjadi perhatian semua anggota dan terutama propagandis2 PKI.
Program Umum ini djika dibanding dengan program masa- depan atau program maximum sistim sosialis dan komunis, adalah program minimum. Tetapi djika dibanding dengan program chusus atau program tuntutan, program umum ini adalah program djang- ka pandjang.
Tunt uta n2 Se karang
Diatas sudah dikatakan, bahwa berdasarkan program unum kita djuga sudah menjusun tuntutan2 untuk waktu sekarang. Pada seluruh tingkat revolusi nasional dan demokratis, pada seluruh masa sebelum tuntutan² Revolusi Agustus diselesaikan sampai ke- akar2nja, program umum kita, program Demokrasi .Rakjat kita, pada pokoknja tidak akan berubah. Sebelum terlaksana tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja kaum Komunis dan simpa- tisan2 Komunis terus akan mempropagandakan program umum kita. Adalah lain halnja dengan program jang bersifat tuntutan. Program tuntutan kita ber-ubah² sesuai dengan perubahan dan per- bedaan keadaan dalam berbagai tingkat ketjil jang berlaku dalam tingkat besar dari revolusi nasional dan demokratis.
Sedjak kita mempunjai program tuntutan seperti jang dimuat dalam Program PKI jang disahkan oleh Kongres Nasional ke-V Partai; kita pernah mengalami keadaan dimana di Indonesia masih ada MMB dan dimana misi militer ini sudah tidak ada lagi, di- mana belum ada dan dimana sudah ada pemilihan umum untuk Parlemen dan Konstituante, dimana Partai menjokong pemerintah (Ali Sastroamidjojo ke-1 dan ke-2) dan dimana Partai beroposisi (terhadap kabinet Burhanuddin Harahap), dimana hak2 demo- krasi sangat sempit dan dimana hak2 ini agak luas, dimana Indo- nesia masih terikat oleh Uni Indonesia-Belanda dan dimana Uni sudah dibatalkan, dimana masih ada persetudjuan KMB dan di- mana sudah tidak. ada lagi persetudjuan jang berat sebelah ini. Perubahan dan perbedaan keadaan menjebabkan kita mengubah program tuntutan kita disana-sini.
Demikian pula tuntutan2 kita berbeda berhubung dengan ke- adaan dimana dan untuk apa tuntutan2 kita adjukan. Tuntutan2 kita jang dikemukakan sebagai program pemilihan umum (Prog- ram Pemerintah Koalisi Nasional) berbeda disana-sini dengan program jang kita perdjuangkan dalam Kongres Rakjat Seluruh Indonesia", demikian djuga tuntutan2 jang kita adjukan kepada kabinet BH jang reaksioner berlainan dengan tuntutan2 jang kita adjukan kepada kabinet Ali Sastroamidjojo jang agak madju.
Walaupun program tuntutan kita ber-ubah2 berhubung dengan keadaan, tempat dan waktu, program umum kita adalah tetap, ketjuali beberapa bagian ketjil jang sudah lewat waktu jang di- anggap tidak perlu dipropagandakan lagi. Program tuntutan kita mengalami perubahan², tetapi ia tetap disusun dengan berpedoman kepada program tuntutan jang sudah disahkan oleh Kongres Nasio- nal ke-V Partai, dan tugasnja djuga tetap jaitu untuk memper- satukan Rakjat dan untuk memenuhi tuntutan² ekonomi dan politik Rakjat jang sangat terbanjak pada tingkat2 ketjil dalam tingkat besar dari revolusi nasional dan demokratis.
0
Berkat hasil2 perdjuangan Rakjat, perdjuangan PKI dan Par- tai2 demokratis lainnja, beberapa bagian dari program tuntutan jang disahkan dalam Kongres Nasional ke-V Partai sudah terlak- sana, misalnja bagian jang mengenai pemilihan umum untuk Kon- stituante, tentang soal melepaskan Indonesia dari Uni In'onesia- Belanda dan tentang mengirim kembali MMB. Tentu sadja bagian² jang sudah lewat waktu ini tidak perlu dituntutkan lagi, sedangkan jang sudah mungkin, walaupun tidak rertjantum dalam Program PKI, supaja dituntutkan dan jang kurang tepat harus dibikin tepat..
Dewasa ini, Rakjat Indonesia berada dalam keadaan sbb.:
(1) Dengan dibatalkannja persetudjuan KMB, Rakjat Indo nesia sudah mendapatkan kemerdekaan politik di 80% wilajah negerinja, sedangkan di Irian Barat jang merupakan 20% wilajab Indonesia belum ada kemerdekaan politik bagi Rakjat Indonesia, karena Irian Barat masih sepenuhnja dikuasai oleh koloniálisme Belanda; dilapangan ekonomi Indonesia masih sangat teibelakang dan smasekali belum merdeka, karena masih bertjokolnja sisa? feodalisme dan masih berkuasanja kaum kapitalis besar asing; negeri2 imperialis jang dipelopori oleh radja2 perang Amerika ber-
usaha keras untuk menarik Indonesia kedalam blok militer; (2) Rakjat Indonesia sangat membutuhkan pérsatuan dan sangat mem- butuhkan pelaksanaan perubahan2 demokratis guna memperluas dan memperkuat persatuan nasional untuk merebut kemerdekaan ckonomi jang lebih besar dari tangan kaum kapitalis besar asing, untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Repu- blik Indonesia dan untuk mentjegah masuknja Indonesia kedalam blok militer; (3) pemimpin2 Masjumi-PSI jang berkepalabatu dan orang2 reaksioner lainnja berusaha untuk memetjahbelah persatuan Rakjat dengan mendjalankan politik diktatur anti-Komunis dan menentang ciadakannja perubahan².demokratis, terutama dengan djalan mempersempit kebebasan2 demokratis untuk Rakjat dan organisasi2 Rakjat, djuga dengan djalan melindungi dan mem- bantu gerombolan DI-TII.
Apakah tuntutan2 PKI dan tuntutan2 Rakjat Indonesia dewasa ini, dalam keadaan² seperti sekarang ini?
Sesuai dengan Program PKI, sesuai dengan perimbangan ke- kuatan dan dengan keadaan jang berlaku sekarang, tuntutan2 di- bawah ini adalah tuntutan2 Rakjat Indonesia jang paling men- desak, adalah tuntutan minimum dan tuntutan jang tepat.
Mobilisasi dan koordinasi seluruh kekuatan nasional untuk mc- rebut kemerdekaan ekonomi jang lebih besar, untuk merebut Irian Barat dan untuk menjelamatkan perdamaian di Asia dan didunia.
Kalahkan politik anti-persatuan dan politik diktatur anti-Komu- nis dari sebagian pemimpin2 Masjumi-PSI untuk pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional dimana ,,4-Besar" (PKI, PNI, NU, Masjumi) dan partai2 lain ikut didalamnja;
Beri kebebasan ¿emokratis jang se-luas2nja kepada Rakjat dan organisasi2 Rakjat dan batalkan semua undang2 jang membatasi kebebasan gerakan patriotik;
Bentuk Undang2 Dasar jang sesuai dengan semangat, djiwa dan sifat Revolusi Agustus 1945;
Djamin semua hak dan kebebasan kaum buruh dan pegawai negeri untuk membela kepentingan²nja jang sah dan batalkan
semua undang2 dan peraturan2 jang bersifat melarang atau mem- batasi hak mogok kaum buruh dan pegawai negeri;
Sokong kaum penganggur dan larang pemetjatan se-wenang2;
Perbaiki keadaan kaum tani dengan mewadjibkan tuantanah2 menurunkan sewatanah, dengan mewadjibkan lintahdarat2 men- daftarkan diri dan menurunkan bunga uang pindjaman, dengan meringankan padjak2 negara dan dengan menghapuskan tunggakan padjak bumi;
Perbaiki nasib buruh tani dan perlindungi hak kaum tani penjewa tanah, beri pindjaman jang berbunga rendah kepada petani² miskin dan bantu petani2 mengorganisasi diri untuk me- ngembangkan produksi pertanian;
Hapuskan setoran² paksa kaum tani, hapuskan sistim pologoro dan rodi serta perbaiki nasib pamongdesa;
Sahkan milik kaum tani atas tanah jang dulunja milik per- kebunan² asing tetapi jang sudah lama dikerdjakan oleh kaum tani, ian larang perampasan tanah tersebut oleh fihak perkebunan asing;
Berikan dan bagikan dengan tjuma2 tanah2 kosong jàng tak dikerdjakan kepada kaum tani tak-bertanah dan tani-miskin;
Djamin hak kaum tani dan organisasi² tani dalam menentukan sewatanah kaum tani jang disewa untuk ditanami rosela, tebu dan tembakau oleh perusahaan asing atau oleh siapapun;
Beli tanah2 partikelir dengan harga dan tjara pembajaran jang ditentukan oleh pemerintah dan bagikan tanah2 sawah dan ladang bekas tanah partikelir itu kepada kaum tani tak-bertanah dan tani- miskin;
Adakan djaminan pasar, perlindungan dan keringanan padjak bagi pengusaha2 ketjil;
Bantu para nelajan dengan modal dan alat penangkap ikan serta perbaiki upah dan turunkan setoran buruhnelajan;
Adakan persiapan² jang pantas dalam melaksanakan transmi- grasi, berikan tanah jang tjukup dan baik serta bantuan kredit dan alat2 kerdja bagi para transmigran;
Tindas dan basmi gerombolan Darul Islam" dan gerombolan2 teroris lainnja;
Beri hak kepada kaum tani untuk dengan latihan dan pimpinan TNI mengangkat sendjata membela diri terhadap gerombolan
Darul Islam" dan gerombolan2 teroris lainnja jang membunuh kaum tani dan jang menghantjurkan desa2;
Beri bantuan kepada kaum pengungsi jang menjelamatkan diri dari gerombolan² teroris;
Adakan perbaikan sjarat hidup bagi para pradjurit dan per- lakuan2 istimewa terhadap pasukan², perwira2 dan anakbuah2 ten- tara jang sungguh2 menindas dan membasmi gerombolan Darul Islam" dan gerombolan2 teroris lainnja;
Djamin pekerdjaan dan pendidikan kedjuruan bagi para bekas pedjuang bersendjata (veteran);
Hapuskan sistim swapradja dan adakan pemilihan2 jang ber- sifat umum, rahasia dan bebas untuk DPRD2 guna mendemokrasi- kan pemerintah provinsi, kabupaten, kota dan desa, adakan perim- bangan keuangan jang adil antara pusat dan daerah serta bantu perkembangan ekonomi daerah dan kebudajaan tiap2 sukubangsa;
Hapuskan semua undang2 dan peraturan2 kolonial (Igo, Igob (dll.) (3) untuk mendemokrasikan pemerintah desa;
Petjat dari djabatan2 pemerintah pengchianat2 bangsa, orang2 reaksioner, penggelap2 dan koruptor2 dan supaja orang2 ini di- hukum, tidak perduli mereka anggota partai pemerintah atau bukan;
Tempatkan pada djabatan² pemerintah orang2 jang bersedia mengabdikan dirinja kepada kepentingan Rakjat;
Adakan hubungan jang baik antara tentara dan Rakjat dan intara perwira dan anakbuah, singkirkan dari ketentaraan peng- chianat2 bangsa, koruptor2 dan elemen2 jang hendak merusak demokrasi parlementer dan mendirikan diktatur militer atau junta militer dinegerikita;
Pertinggi panenan padi dan kapas dengan djalan menentukan kewadjiban2 kepada pemilik2 perkebunan asing untuk menanami sebagian dari kebunnja dengan padi atau kapas, dan dengan dja- lan memberikan bantuan jang berupa bibit, alat2 pertanian, rabuk dan bimbingan teknis kepada kaum tani;
Perluas pembangunan industri nasional dan lindungi industri nasional terhadap persaingan barang2 asing, adakan sistim tjukai jang bersifat melindungi dan kontrol harga barang2 supaja tidak terus membubung;
Konsesi2 tanah untuk pertambangan jang belum digunakan supaja segera ditjabut kembali dan dimana mungkin diusahakan oleh pemerintah sendiri;
Impor dan expor serta perusahaan² penting disegala lapangan harus sepenuhnja dikontrol oleh pemerintah;
Impor untuk keperluan negara dan expor barang2 hasil per- usahaan² negara supaja dilakukan langsung oleh pemerintah;
Plan Lima Tahun pemerintah titak boleh memberatkan beban Rakjat, sebaliknja jang harus diberatkan jalah kapitalis2 besar asing, tuantanah2 dan hartawan2 lainnja;
Djatuhkan hukuman jang berat kepada kakitangan Belanda dan siapa sadja jang melakukan gerakan² subversif dan jang meng- adakan sabotase² di-djawatan2 pemerintah atau di-lapangan2 lain;
Tambah anggaran belandja untuk Kementerian Pendidikan, Pengadiaran dan Kebudajaan", tambah djum!ah sekolah dan gedung2. sekolah, kembalikan gedung2 sekolah jang dinakai untuk keperluan lain, djamin fasilitet2 dilapangan pendidikan bagi murid2 dan mahasiswa, perbaiki nasib guru dan pergiat usaha pemberan- tasan buta-huruf;
Hapuskan pendidikan kolonial serta laksanakan pendidikan nasional jang ilmiah dan kerakjatan;
Djamin kedudukan jang sama bagi wanita dan laki2, dan dia- min para pemuda dan anak2 untuk mendapatkan pendidikan jang bermanfaat;
Adakan kesempatan kerdja jang lebih luas dan perlakuan? isti- mewa terhadap para ahli Indonesia jang dengan sunggub2 beker- dja untuk kemadjuan ilmu dan kebudajaan;
Adakan gedung2 atau rumah2 untuk pertemuan2 para seniman, untuk latihan2 dan pertundjukan2 kesenian:
Perbanjak klinik2 pengobatan dan giatkan pemberantasan pe- njakit jang banjak terdapat dikalangan penduduk;
Batalkan pengakuan atas perdjandjian San Francisco dengan Djepang, tuntut penggantian kerugian jang adil dari Djepang dan lawan persendjataan kembali Djepang, karena ini membahajakan keamanan Indonesia dan perdamaian di Ásia dan Pasifik;
Perhebat perdjuangan pembebasan Irian Barat dengan penju-
sunan kekuatan dalamnegeri dan dengan menarik solidaritet inter- nasional;
Bantu Rakjat Indonesia jang berada di Irian Barat dalam mengorganisasi diri dan dalam semua bentuk perlawanannja ter- hadap pendudukan Belanda di Irian Barat;
Djalankan politik luarnegeri atas dasar mempertahankan per- damaian dunia, laksanakan putusan2 konferensi Asia-Afrika dengan konsekwen dan lawan tiap2 usaha jang mau menarik Indonesia kedalam blok perang dan agresi;
Luaskan hubungan ekonomi dan kebudajaan dengan semua negeri, tanpa memandang perbedaan sistim sosial dan politik, atas dasar kepentingan dan keuntungan bagi Indonesia, serta batalkan embargo keseluruhannja dalam perdagangan dengan Tiongkok.
备
PKI berpendapat bahwa tuntutan2 diatas adalah tuntutan2 jang sepenuhnja bisa dilaksanakan oleh pemerintah Ali Sastroamidjojo sekarang dan oleh pemerintah mana sadja jang menghendaki ban- tuan Rakjat, jang mau menempuh djalan kemerdekaan nasional, demokrasi, kemadjuan dan perdamaian.
Tuntutan2 diatas pada pokoknja adalah sama dengan program chusus atau program tuntutan PKI kepada kabinet Ali Sastroami- djojo jang pertama, tuntutan2 jang dirumuskan dan disahkan dalam Kongres Nasional ke-V PKI. Disana-sini diadakan perubah- an2, diadakan penambahan2 dan bagian2 jang sudah lewat waktu ditiadakan.
Program tuntutan diatas banjak jang sama dengan program kabinet Ali Sastroamidjojo jang ke-2 tetapi diformulasi lebih kong- krit dan disana-sini lebih madju, terutama jang berhubungan dengan tuntutan2 jang mengenai kebebasan2 demokratis, mengenai perbaikan keadaan kaum tani, mengenai pendemokrasian alat? negara dan mengenai tuntutan² perbaikan ekonomi negeri. Menge- nai politik luarnegeri boleh dikatakan hampir seluruhnja sama. Diika sudah ternjata bahwa program pemerintah Ali Sastroami- djojo ke-2 banjak persamaannja dengan tuntutan2 PKI dan tun- lutan2 Rakjat pada dewasa ini, maka sekarang jang terpenting
jalah pelaksanaan program tersebut. Ini banjak tergantung pada kesungguhan fihak pemerintah dalam melaksanakan programnja dan pada kuatnja gerakan Rakjat dan persatuan Rakjat. Sudah tentu pelaksanaan program kabinet Ali Sastroamidjojo akan lebih Iantjar djika dilaksanakan oleh Pemerintah Koalisi Nasional.
Program tuntutan diatas djuga banjak persamaannja dengan program Kongres Rakjat Seluruh Indonesia" jang disahkan oleh Kongresnja jang pertama dalam bulan Agustus 1955. Kong- res ini, sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno, mewakili bagian terbesar dari Rakjat Indonesia dan oleh karena itu Rakjat Indo- nesia supaja tunduk pada putusan2 Kongres Rakjat".
Kenjataan bahwa tuntutan2 PKI sekarang banjak persamaan- nja dengan program kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 dan dengan program jang diputuskan oleh Kongres pertama dari Kongres Rakjat Seluruh Indonesia", membuktikan bahwa tuntutan2 PKI tersebut adalah sesuai dengan suara bagian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia dan dengan opini umum di Indonesia. Oleh karena itu adalah sesuatu jang objektif djika PKI mendjadikan tuntutan² tersebut sebagai alas untuk berunding dan bekerdjasama dengan partai2 lain, dengan golongan² dan perseorangan2 jang anti- kolonialisme, jang demokratis dan patriotik. Djuga adalah objektif djika tuntutan² tersebut didjadikan dasar untuk berunding dalam pembentukan pemerintah, didjadikan tuntutan2 kepada pemerintah jang berkuasa dan didjadikan sembojan2 aksi massa. Bagi Rakjat di Irian Barat tuntutan2 tersebut belum dapat didjadikan sembo- jan aksinja. Soal Irian Barat menghendaki pemetjahan tersendiri, dan disana jang terpenting jalah memperdjuangkan untuk adanja hak2 azasi manusia, seperti kemerdekaan memeluk agama, berke- jakinan, berfikir, memilih tempat tinggal dan surat menjurat, dan memperdjuangkan terwudjudnja hak2 demokrasi seperti kebebasan berbitjara, menulis, berapat, berorganisasi, berpawai, berdemon- strasi dan mogok.
Mengenai beberapa soal dari program tuntutan diatas perlu ada pendjelasan. Dalam mendjelaskan soal2 tersebut kita sekaligus akan mendjawab beberapa pertanjaan jang sering diadjukan ke- pada PKI dan akan mengkritik pendapat2 sebagian orang jang
tidak tepat. Soal2 jang perlu mendapat pendjelasan tersebut ada- lah sbb.:
1. Sikap terhadap kolonialisme Belanda
PKI berpendapat, karena kolonialisme Belanda sudah lama mendjadjah, memeras dan menghina Rakjat Indonesia setjara sa- ngat kedjam dan kurangadjar, seluruh Rakjat Indonesia harus mengambil sikap jang lebih tegas dan lebih keras terhadap kolo- nialisme Belanda daripada terhadap imperialis2 lainnja. Sikap demi- kian ini mendjadi keharusan jang lebih besar lagi berhubung dengan kekuasaan kaum kapitalis besar Belanda jang masih menguasai sebagian besar ekonomi Indonesia, berhubung kaum kolonialis Belanda sampai sekarang masih menduduki 20% wilajah Republik Indonesia, jaitu Irian Barat, dan masih melakukan kegiatan2 sub- versif untuk merobohkan Republik Indonesia. Sudah pada tempat- nja djika Rakjat Indonesia menganggap kaum kolonialis Belanda sebagai musuhnja jang nomor satu, dengan samasekali tidak me- lupakan untuk melawan bahaja jang datang dari kaum imperialis lainnja, terutama Amerika.
Adalah adil dan akan mendapat sokongan penuh dari Rakjat djika pemerintah Indonesia mengambil tindakan jang' keras dila- pangan ekonomi terhadap kaum kapitalis besar Belanda. Pada dewasa ini Rakjat Indonesia, PKI dan partai2 demokratis lainnja menuntut supaja pemerintah Indonesia menghapuskan hutang Indo- nesia kepada Belanda menurut persetudjuan KMB, supaja peme- rintah Indonesia bertindak jang keras untuk mengurangi keuntung- an kaum kapitalis besar Belanda dan untuk membatasi pemindahan (transfer) keuntungan mereka keluarnegeri. Pemerintah harus mengoper semua perusahaan, bank, transpor, listrik dan telekomuni- kasi Belanda dengan tjara dan harga jang ditentukan oleh peme- rintah menurut kemampuan negara. Mengenai tanah2 konsesi untuk perkebunan dan pertambangan jang sekarang sudah habis kontrak- nja, supaja tidak diperpandjang lagi kontraknja dan kebun atau tambangnja supaja dioper oleh pemerintah. Kebun2 Belanda jang tidak dirawat dengan pantas supaja djuga dioper oleh pemerintah. Tanah2 jang sudah dikontrak oleh kapitalis2 Belanda tetapi tidak dikerdjakan supaja diambil oleh pemerintah dan diberikan dengan
tjuma2 kepada kaum tani miskin dan tani takbertanah. Tuntutan2 ini adalah tuntutan² Rakjat jang kuat dalam hubungan merealisasi pelaksanaan pembatalan KMB.
2. Kebebasan2 demokratis untuk Rakjat dan organisasi2 Rakjat
Ini adalah tuntutan terpenting dari PKI kepada tiap2 peme- rintah. Adanja kebebasan2 demokratis tidak hanja penting untuk PKI dan seluruh kekuatan progresif, tetapi djuga penting bagi seluruh bangsa kita. Orang bisa berbitjara tentang perdjuangan untuk merebut kemerdekaan ekonomi jang lebih besar, tentang memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indlonesia, tentang mengalahkan gerombolan2 teror DI-TII dan tentang melaksanakan politik perdamaian, tetapi djika tidak ada kebebasan2 demokratis bagi Rakjat dan organisasi2 Rakjat untuk dapat menjatakan perasaan, fikiran dan hasratnja, maka semua pembitjaraan itu adalah omong kosong. Bung Karno sering menga- takan bahwa politik jalah kekuasaan" dan kewadjiban Rakjat Indonesia jalah "membentuk kekuatan" (,,machtsvorming"). Ba- gaimana kekuatan akan dapat dibentuk kalau kepada Rakjat dan organisasi2 Rakjat tidak diberikan kebebasan2 demokratis jang se- luas2nja. Sembojan Irian Barat harus segera masuk kedalam wila- jah kekuasaan Republik Indonesia" tidak akan ada artinja djikalau Rakjat dan organisasi2 Rakjat tidak diberi kesempatan se-luas2nja memperkuat dirinja dalam organisasi2 dan untuk melatih diri dalam aksi2. Ada sebagian orang jang berfikiran pendek mengira, bahwa pemerintah akan mempunjai kewibawaan djika berani mengerah- kan alat²nja untuk bertindak keras terhadap demonstrasi2 dan aksi2 lainnja dari Rakjat.
Kenjataan², baik diluarnegeri maupun didalamnegeri, mem- buktikan bahwa tidak ada perbuatan tangan besi" terhadap ge- rakan Rakjat jang demokratis jang menguntungkan fihak jang ber- buat. Mulai Hitler sampai Hatta dan Sukiman mengalami kegagal- an dengan politik tangan besi" terhadap Rakjat. Politik tangan besi" hanja memperbesar kebentjian Rakjat kepada tiap2 pemerin- tah jang berbuat demikian, ada ataupun tidak ada Komunis jang memimpin perlawanan Rakjat. Politik tangan besi adalah daja terachir dari suatu penguasa jang bingung dan putus asa.
PKI mengusulkan kepada pemerintah dan pendjabat? peme- rintah supaja dalam menghadapi aksiz Rakjat menempuh djalan berunding. Kehidupan berorganisasi Rakjat Indonesia sudah agak tinggi, oleh karena itu adalah mudah untuk berunding dengan Rakjat lewat pemimpin2 organisasinja.
3. Front Persatuan Nasional
Front persatuan adalah sjarat untuk melaksanakan program tuntutan sekarang dan untuk melaksanakan tuntutan2 Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja. Djuga dalam masjarakat sosialis front persatuan tetap diperlukan jaitu persatuan antara Komunis dan bukan-Komunis. Djadi teranglah, walaupun bagaimana besar dan banjaknja rintangan dari orang2 jang berkepalabatu, terutama dari sementara pemimpin2 Masjumi-PSI, PKI tidak akan henti²nja dan tidak akan djemu²nja bekerdja untuk front persatuan. PKI meng- hargai sembojan jang djuga diandjurkan oleh Bung Karno, jaitu sembojan tentang kerdjasama kaum Agama, Nasionalis dan Ko- munis". Ini adalah sembojan jang tjotjok dengan kebutuhan jang mendesak dari Rakjat Indonesia sekarang, jaitu persatuan. PKI menghormati tiap2 agama, tetapi PKI menentang digunakannja perbedaan agama untuk memetjahbelah persatuan nasional. Front persatuan jang diperdjuangkan oleh PKI bukan front persatuan jang berdasarkan keagamaan atau filsafat, tetapi jang berdasarkan kepentingan bersama seluruh Rakjat Indonesia pada masa jang tertentu.
Sebagaimana sudah dikatakan, kewadjiban PKI sekarang jalah bekerdja keras untuk mengembangkan kekuatan progresif, bersatu lengan kekuatan tengah dan mementjilkan kekuatan kepalabatu. Kaum Komunis tidak membantah bahwa memang ada pertentang- an antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah, terutama antara kaum buruh jang dihisap dengan kaum kapitalis nasional jang meng- hiap, antara PKI dan partai2 burdjuasi nasional. Tetapi adalah keliru djika pertentangan ini dipertadjam. Sebaliknja, PKI berpen- dapat bahwa pertentangan2 jang terdapat diantara kekuatan pro- gresif dan kekuatan tengah, diantara kaum buruh dan kaum kapi- talis nasional perlu dan bisa diselesaikan setjara berunding, setjara saling memberi konsesi, setjara saling menguntungkan. Dengan
demikian dapat ditjegah agar pertentangan antara kekuatan pro- gresif dan kekuatan tengah tidak merugikan persatuan nasional, dan tidak menguntungkan kekuatan kepalabatu, kekuatan musuh² Rakjat, jaitu kekuatan komprador dan tuantanah jang bersekong- kol dengan kaum imperialis.
Kaum Komunis berpendapat bahwa dalam keadaan seperti di Indonesia sekarang jang revolusioner bukan hanja klas proletar, tetapi djuga ada klas2 dan golongan2 lain. Kemerdekaan klas buruh tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada kemerdekaan nasional, ini adalah satu hal jang njata. Disamping itu tiap2 Komunis djuga berkejakinan bahwa front persatuan hanja bisa kuat djika ber- dasarkan persekutuan buruh dan tani dan dipimpin oleh klas buruh. Setengah orang berkeberatan dengan pendirian kaum Komunis ini dan bertanja: Mengapa harus berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan mengapa harus dipimpin oleh klas buruh ?" Front nasional harus berdasarkan persekutuan buruh dan tan; dan harus dipimpin oleh klas buruh, bukanlah keinginan subjektif kaum buruh dan kaum tani, dan bukanlah pula keinginan subjektif kaum Ko- munis. Adalah satu kebenaran bahwa kaum buruh dan kaum tani merupakan bagian jang terbesar dari Rakjat Indonesia dan sebagai klas atau golongan jang samasekali tidak mempunjai kepentingan untuk bersekutu dengan tuantanah dan imperialis. Klas buruh ada- lah klas jang berpandangan djauh, mempunjai semangat tidak mementingkan dirisendiri dan hanja mementingkan kepentingan umum serta paling konsekwen dan berdisiplin. Dalam tiap2 per- djuangan kita membutuhkan pimpinan jang berpandangan djauh, tidak mementingkan dirisendiri, konsekwen dan berdisiplin. Front nasional, kalau tidak mau mengalami kegagalan, djuga harus mem- punjai pimpinan klas jang demikian. Oleh karena itu sewadjarnja- lah pimpinan djatuh pada klas buruh.
Kaum intelektuil revolusioner, tidak perduli dari mana asal klasnja, tidak perduli ia berasal dari burdjuasi nasional atau ning- rat, tidak perduli ia berasal dari burdjuasi ketjil atau proletariat, mereka sama2 bisa mengabdi kepentingan klas buruh, dan djika demikian mereka dimasukkan dalam kategori klas buruh, klas jang mempunjai kewadjiban sedjarah memimpin revolusi.
Burdjuasi ketjil kota, walaupun mempunjai sedikit milik, djuga
termasuk golongan jang menderita dan oleh karena itu merupakan sckutu proletariat jang dapat dipertjaja.
Berbeda dengan klas buruh, kaum tani dan burdjuasi ketjil kota, kaum burdjuis nasional karena hubungan dagang dan hu- bungan2 lainnja merupakan klas dalam front nasional jang terdekat hubungannja dengan kaum imperialis dan tuantanah, walaupun setjara objektif mereka mempunjai sifat anti-imperialisme dan anti- feodalisme. Sebagai klas penghisap, disamping mempunjai perusa- haan dagang dan industri mereka djuga sering memiliki dan menje- wakan tanah, djadi djuga menghisap kaum tani.
Djadi djelaslah, kalau kaum Komunis menginginkan front nasio- nal jang berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan jang dipim- pin oleh klas buruh, samasekali bukan keinginan subjektif kaum Komunis dan samasekali tidak mengandung keinginan menghina burdjuasi nasional atau golongan2 lain diluar kaum buruh ata; diluar kaum buruh dan kaum tani. Sebaliknja, untuk kepentingan burdjuasi nasional sendiri, untuk perkembangan perekonomiannja, penting adanja front nasional jang berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan jang dipimpin oleh klas buruh, karena hanja tront nasional jang demikian jang dapat mengalahkan feodalisme dan imperialisme. Hanja kalau feodalisme dan imperialisme sudah di- kalahkan maka burdjuasi nasional lebih mempunjai kesempatan untuk berkembang dan untuk mengabdikan diri kepada tanahair dan bangsa.
Untuk tidak mempertadjam pertentangan dalam kubu front persatuan, PKI tidak akan bertindak jang merugikan partai2 lain jang demokratis. Tentu sadja djika partai2 tersebut tidak berbuat jang merugikan kubu front persatuan. Kaum Komunis harus pan- dai membatasi diri dalam hal mengkritik utjapan2 dan perbuatan orang2 dari partai2 jang demokratis. Utjapan2 atau perbuatan2 jang mungkin menusuk perasaan, tetapi sifatnja tidak penting, tidak perlu dikritik. Kaum Komunis hanja mengkritik utjapan² atau per- buatan2 jang bersifat memetjah persatuan, memetjah kekuatan massa dan jang menundjukkan ke-ragu2an dalam melaksanakan politik anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Jang penting djuga jalah tjara mengkritik, harus benar2 kena soalnja dan tidak meng- umbar nafsu dan perasaan.
4. Soal tanah dan gerakan tani
Dalam program tuntutan2 sekarang PKI tidak menuntut pen- sitaan atas tanah tuantanah dan pembagian tanah tersebut kepada kaum tani. Pada dewasa ini politik PKI jang terpenting untuk kaum tani jalah politik turun sewa (turun setoran) dan turan bunga. Dengan politik ini, disatu fihak PKI tetap memperdjuang- kan kepentingan kaum tani, tetapi difihak lain memungkinkan ikut- nja sebagian dari tuantanah, jaitu bagian jang agak madju untuk ikut memperkuat front persatuan dalam melawan kolonialisme, untuk ikut merebut kemerdekaan ekonomi jang lebih besar bagi Indonesia dan untuk mempertahankan perdamaian dunia. Tun- tutan turun sewa dan turun bunga adalah tuntutan2 jang sangat mendesak dan sangat adil serta tidak begitu berat untuk dapat dipenuhi oleh tuantanah dengan pensahan pemerintah, asal tuan- tanah dan pemerintah mempunjai sedikit rasa keadilan dan tidak lupa pada djasa2 kaum tani selama Revolusi Agustus dan djasa2 kaum tani sekarang dalam menghasilkan bahan makanan jang ter- pokok, jaitu beras. Djika dipenuhi tuntutan turun sewa dan turur bunga, apalagi djika disertai bantuan2 untuk mengerdjakan tanah dari fihak pemerintah, maka tidak bisa tidak, sedikit atau banjak, akan meringankan penderitaan kaum tani dan ini akan menimbul- kan kegembiraan bekerdja dikalangan kaum tani. Hal ini sangat penting dalam hubungan dengan soal memperbesar produksi beras, soal jang sangat urgen bagi Indonesia sekarang.
Disamping itu PKI djuga memperdjuangkan kenaikan upah bagi buruh tani.
Kaum Komunis Indonesia sudah dan terus akan mengutama- kan pekerdjaan dikalangan kaum tani, jang berarti bekerdja di- kalangan bagian terbesar dari Rakjat Indonesia, berarti memper- erat persekutuan buruh dan tani. Diatas se-gala2nja, djuga dika- langan kaum tani persatuan harus terus-menerus diperkuat.
Sikap PKI terhadap tanah² perkebunan asing jang tidak diker- djakan berbeda dengan sikap terhadap tanah2 tuantanah Indonesia. Pada waktu sekarang, PKI terus akan menuntut supaja tanah² perkebunan asing jang tidak dikerdjakan diambil kembali oleh pemerintah walaupun kontraknja belum habis, dan supaja tanah2
itu diberikan dengan tjuma2 kepada kaum tani tak-bertanàh dan ani miskin. Untuk memperbesar produksi beras dan untuk meri- ngankan beban kaum tani, PKI djuga menuntut supaja tanah2 kosong jang dapat didjadikan tanah2 pertanian dibagikan atau dapat dikerdjakan oleh kaum tani.
PKI akan bekerdja keras untuk mengorganisasi kaum tani dan memimpin kaum tani agar tanah² jang sudah mendjadi milik kaum tani sebagai hasil perdjuangannja terhadap perkebunan asing dan terhadap tuantanah2 lainnja tidak djatuh lagi ketangan tuantanah. Untuk ini PKI akan menghidupkan kerdja gotongrojong dikalang- an kaum tani atas dasar kepentingan bersama dan saling mengun- tungkan serta menuntut adanja bantuan2 pemerintah kepada kaum tani agar dapat mengerdjakan tanahnja lebih baik, dapat mengem- bangkan keradjinan tangan, peternakan dan perikanan.
5. Perekonomian nasional dan Plan Lima Tahun
Dalam program kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 maupun dalam program Kongres Rakjat" ditjantumkan tentang penggantian eko- nomi kolonial mendjadi ekonomi nasional. Ini adalah baik. Tetapi jang lebih penting adalah pelaksanaan program tersebut. Selama ini kita sering menemukan disalahgunakannja perkataan ,ekonomi nasional" oleh sementara orang untuk memperkaja diri dan mem- perkaja partainja dengan merugikan kepentingan nasional, kepen- tingan seluruh bangsa. Orang2 ini menjamakan arti ekonomi nasional" dengan ekonomi kapitalis nasional".
Sebagaimana sudah dikatakan diatas PKI sekarang tidak me- nentang pertumbuhan jang wadjar dari kapitalisme nasional, se- ba'iknja PKI memperdjuangkan supaja kaum kapitalis warganegara Republik Indonesia mendapat proteksi dan fasilitet dari pemerintah dalam melawan saingan kapitalis2 besar asing. Tetapi, seharusnja istilah ekonomi nasional" sekarang diberi arti jang lebih luas, jaitu ekonomi untuk kepentingan seluruh bangsa jang bebas dari kekua- saan kaum kapitalis besar asing, dimana ada djaminan peluasan sektor ckonomi negara dan adanja proteksi dan fasilitet kepada kapitalis2 nasional. Diatas se-gala²nja ckonomi negara harus di- nomorsatukan. Djadi adalah keliru sekali djika untuk kepentingan kapitalis2 nasional digerowoti kekuatan ekonomi negara dengan
melalui saluran2 birokrasi, dengan mendjalankan korupsi, dengan mengobral kredit dari bank negara kepada kawan separtai, pada- hal orang jang mendapat kredit itu belum tentu benar2 pedagang atau industrialis. Djika hal ini diteruskan, maka jang dihadapi oleh Indonesia tidak lain daripada keruntuhan jang lebih dalam.
PKI berpendapat, djika misalnja ada perusahaan penting jang harus ditinggalkan oleh kapitalis asing, maka per-tama2 perusaha- an² penting jang mempengaruhi kehidupan ekonomi nasional harus dioper oleh negara dengan harga dan tjara pembajaran jang di- tentukan negara berdasarkan kemampuan negara. Kalau ini tidak mungkin, maka harus ditempuh djalan milik bersama antara negara dan partikelir dengan tidak usah ada ketentuan bahwa negara harus mempunjai saham jang terbanjak, malahan djika keuangan negara tidak mengizinkan saham negara tjukup dalam bentuk djasa2. PKI berpendapat, bahwa adalah merugikan kepentingan nasional dalam arti tidak memperkuat sektor ekonomi negara, dji- kalau perusahaan2 penting dipegang oleh kapitalis2 nasional, apa- lagi kalau kapitalis2 nasional itu harus mendapat kredit dari negara buat mengoper perusahaan2 asing.
Jang djuga berbahaja jalah usaha²2 sementara orang jang ingin membikin milik2 negara seperti Radio Republik Indonesia, Perusa- haan Film Negara, PTT dll. mendjadi perusahaan partikelir atau setengah-partikelir. Perbuatan ini tidak lain daripada usaha untuk memperlemah sektor ekonomi negara dan mengurangi atau menia- dakan hak kontrol dan pimpinan langsung dari pemerintah. .Usaha ini terang bertentangan dengan semangat dan tudjuan Revolusi Agustus, karena perusahaan2 tersebut ketika revolusi direbut oleh kaum buruh dengan sembojan Milik Republik Indonesia". Kita kuatir kalau usaha mempartikelirkan atau me-jajasankan" djawa- tan2 pemerintah ini akan dilandjutkan dengan mempartikelirkan" atau me-jajasankan" negara.
Pada pokoknja kewadjiban Rakjat Indonesia jalah mentjegah digerowotinja kekuasaan negara atas djawatan²nja atau atas per- usahaan2 jang sudah dimilikinja dan dengan sekuat tenaga mem- perbesar kekuasaan negara atas perusahaan² jang penting dan mem- perluas djawatan²nja. Usaha untuk mempartikelirkan milik2 negara sering diberi alasan supaja dapat menaikkan upah buruh atau
pegawai agar mendekati kebutuhan kaum buruh atau pegawai. Dengan alasan ini diharapkan politik mempartikelirkan milik2 negara akan mendapat sokongan dari kaum buruh atau pegawai. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan kaum buruh haruslah ditjarikan dja- lan lain, jaitu djalan jang tidak hanja memberi pemetjahan untuk satu atau beberapa perusahaan atau djawatan, tetapi untuk seluruh buruh atau pegawai negeri. Kalau satu djawatan bisa dipartikelir- kan, maka ada alasan bagi djawatan2 lain untuk djuga dipartike- lirkan ! Apa djadinja Republik Indonesia kalau semua djawatannja atau bagian² dari djawatannja sudah dipartikelirkan?
Sckarang ada usaha untuk membikin Plan Lima Tahun bagi Indonesia. Tentang ini belum banjak jang diumumkan sehingga bagi kita belum terang apa jang akan dibangun dan dari mana modal akan didapat untuk melaksanakan Plan Lima Tahun ter- sebut. PKI, sebagai Partai jang tidak duduk dalam pemerintah, tidak ikut merentjanakan Plan Lima Tahun ini.
Menurut apa jang sudah dimuat dalam suratkabar2 Plan Lima Tahun diadakan dengan maksud untuk membangun ekonomi nasio- nal. Agaknja dapat dipertjaja bahwa Plan Lima Tahun diadakan untuk membangun ekonomi nasional. Djuga kaum Komunis akan menjokong Plan Lima Tahun djika ditudjukan untuk membangun ekonomi nasional.
Plan Lima Tahun tentu membutuhkan modal. Sekarang timbul pertanjaan: dari mana modal didapat? PKI mengusulkan supaja modal untuk Plan Lima Tahun diambilkan dari keuntungan kapi- talis2 besar așing, dengan djalan mengurangi keuntungan2 mereka lewat undang2 atau peraturan2 pemerintah. Disamping itu tuan- tanah2 dan hartawan2 Indonesia harus diwadjibkan memodali Plan Lima Tahun dengan ber-matjam² bentuk jang harus diatur dalam undang2 atau peraturan2 pemerintah. Djika untuk Plan Lima Tahun harus diadakan pindjaman atau penerimaan bantuan dari luar- negeri, maka PKI dapat menjetudjui asal tanpa ikatan apapun, misalnja tidak seperti jang sudah pernah kita alami dengan pin- djaman dari Eximbank.
PKI djuga mengusulkan supaja Plan Lima Tahun tidak ber- akibat bertambahnja beban Rakjat pekerdja, supaja tidak menim- bulkan padjak2 baru bagi Rakjat pekerdja, sebaliknja Plan Lima
Tahun supaja membuka lapangan2 pekerdjaan baru bagi para penganggur jang sangat banjak itu. Rakjat pekerdja Indonesia pada waktu sekarang sudah tidak sepantasnja lagi mendapat beban2 jang lebih berat diatas pundaknja, karena sekarang sudah terlalu berat. Sebaliknja, kaum kapitalis besar asing, kaum tuantanah dan harta- wan² lainnja sudah sewadjarnja memikul lebih banjak beban negara, karena mereka mendapat keuntungan dari menguras kekajaan alam dan dari menghisap Rakjat negeri ini. Adalah sangat masuk akal djika kaum imperialis, tuantanah2 dan hartawan2 lainnja misalnja diwadjibkan membeli sedjumlah obligasi negara sesuai dengan besar- nja kekajaan masing2 untuk membelandjai Plan Lima Tahun.
Selandjutnja usul PKI jalah supaja Plan Lima Tahun ditudju- kan pada usaha2 persiapan industri berat milik negara, dan supaja dalam hubungan dengan Plan Lima Tahun ini pemerintah mem- buka kesempatan jang se-luas²nja untuk melatih kader2 teknik dengan melatih mereka didalamnegeri atau dengan mengirim mereka keluarnegeri, dengan tidak memandang perbedaan sistim politik dan sosial dari negeri2 tempat pemuda2 kita beladjar.
6. Perdjuangan Parlementer
Kaum Komunis Indonesia sudah lama berpendirian, bahwa djalan jang harus ditempuh oleh Rakjat Indonesia dalam menudju ke Sosialisme tidak harus persis sama dengan djalan2 jang sudah ditempuh oleh Rakjat Rusia, Rakjat Tiongkok atau Rakjat2 negeri2 lainnja jang sekarang sudah mendjadi keluarga kubu Sosialisme. Dalam pidato peringatan ulangtahun PKI jang ke-32 (23 Mei 1952) di Djakarta, jang diutjapkan atasnama CC PKI, a.I. dikata- kan: bahwa tiap2 bangsa akan melalui djalannja sendiri menu- dju ke Sosialisme, berdasarkan perkembangan keadaan nasionalnja. keadaan politik, ekonomi dan kebudajaannja". Djuga dikatakan bahwa klas buruh bisa memenuhi kewadjiban sedjarahnja dalam negara Rakjat jang demokratis,'dimana Dewan Perwakilan Rakjat dan badan2 negara lainnja diperbarui, artinja diberi isi jang benar2 demokratis serta disusun sesuai dengan keinginan Rakjat".
Ada sementara orang jang sampai sekarang måsih berpendirian. bahwa ikutnja Partai Komunis dalam pemilihan umum dan ada- nja fraksi PKI didalam Parlemen hanja sekedar untuk beragitasi
dan berpropaganda sadja. Tetapi, tiap2 orang jang mengetahui pekerdjaan anggota2 PKI didalam Parlemen, baik Parlemen se- bolum pemilihan umum maupun jang sesudahnja dapat menarik kesimpulan bahwa kaum Komunis bekerdja dengan sungguh2 di Parlemen,. tidak hanja mengenai pidato2 dirapat pleno terbuka jang dapat didengar atau dibatja oleh pußlik, tetapi djuga dalam rapat tertutup, didalam rapat seksi2 dan bagian2 kaum Komunis men- tjurahkan perhatiannja untuk memenangkan fikiran2 dan konsep2- nja jang madju. Semuanja ini menundjukkan, bahwa PKI tidak memandang Parlemen hanja sekedar sebagai forum propaganda sadja.
Dalam program PKI jang disahkan oleh Kongres Nasional ke-V PKI bulan Maret tahun 1954 a.l. dikatakan bahwa PKI telah mengambil bagian dan terus akan mengambil bagian jang paling aktif dalam perdjuangan parlementer. PKI, sedar sepenuhnja akan tanggungdjawab politiknja, mendjalankan pekerdjaan parle- menter dengan penuh ke-sungguh²an".
Kaum Komunis menganggap pelaksanaan pemilihan umuni pada achir tahun 1955 sebagai hasil jang penting dari perdjuang- an Rakjat. Demikian djuga anggapan dari seluruh kaum progresif Indonesia.
Seluruh kaum progresif menjatakan dalam berbagai bentuk agar Parlemen baru setia pada tjita2 Revolusi Agustus 1945, dan djika ini terdjadi segala derita Rakjat tidak akan sia2.
Hanja orang2 jang berkepalabatu jang tetap ngotot mengata- kan, bahwa kaum Komunis hanja melihat satu djalan untuk men- tjapai tudjuannja, jaitu peperangan dalamnegeri. Untuk memper- kuat dalilnja, mereka meng-ungkit2 peristiwa Madiun, sesuatu jang sekarang bagi kebanjakan orang sudah djelas duduk perkara jang sesungguhnja. Bukan rahasia lagi bahwa tindakan terhadap kaum Komunis di Madiun dalam bulan September 1948 pada mulanja samasekali tidak berdasarkan putusan Parlemen (BP KNIP), tetapi kemudian sesudah dilakukan pengedjaran2 guna membasmi kaum Komunis, barulah digunakan Parlemen sebagai stempel untuk men- sahkan perbuatan jang sudah dilakukan terlebih dahulu.
Selain daripada itu orang jang sedikit sadja mempunjai ingatan tidak mungkin melupakan peristiwa2 sbb.: Ketika Pemerintah Suki-
man dengan razzia Agustusnja dalam bulan Agustus 1951 melem- parkan pandji² demokrasi parlementer, bukankah PKI dan tenaga2 demokratis lainnja, jang memungut pandji2 tersebut dan mengibar- kannja kembali? Ketika terdjadi peristiwa 17 Oktober 1952, dimana sistim parlementer Indonesia mengalami krisis jang dalam, dengan adanja pertjobaan perebutan kekuasaan dari luar Parlemen, bukan- kah kaum Komunis berdiri dibarisan depan dalam mempertahan- kan sistim demokrasi parlementer ? Politik PKI jang mempertahan- kan sistim demokrasi parlementer mendapat sokongan dari Rakjat, demokrasi dapat diselamatkan, sebaliknja pemerintah Sukiman jang memperkosa demokrasi parlementer terpaksa gulung tikar dan per- tjobaan kaum militeris pada 17 Oktober 1952 mengalami kegagal- an total.
Berhubung dengan adanja dalil tentang kemungkinan peralihan ke Sosialisme lewat parlemen seperti jang dimuat didalam laporan Comite Central PKUS kepada Kongres ke-XX PKUS, maka banjak diadjukan pertanjaan kepada kaum Komunis, apakah mungkin di Indonesia peralihan ke Sosialisme ditjapai dengan tjara damai, dengan lewat parlemen? Tiap2 Komunis harus dapat men- djawab pertanjaan ini.
Per-tama2 harus dikemukakan, b: hwa soal jang dihadapi Indo- nesia sekarang bukanlah soal peralihan langsung ke Sosialisme. Soal Indonesia sekarang jalah soal peralihan dari keadaan sekarang ke- suatu sistim kekuasaan Rakjat jang demokratis, suatu kekuasaan jang dengan konsekwen melaksanakan tuntutan2 Revolusi Agustus 1945, melaksanakan penghapusan kekuasaan imperialisme dan ke- kuasaan feodalisme sampai ke-akar²nja serta mengadakan perubah- an2 demokratis. Apakah mungkin peralihan dari keadaan sekarang kekeadaan seperti jang disebutkan itu berdjalan dengan damai, ber- djalan lewat parlemen?
Mengenai pertanjaan jang terachir ini djawab kaum Komunis jalah: itu adalah satu kemungkinan, dan kemungkinan jang dengan sekuat tenaga harus kita djadikan kenjataan. Djadi, kalau tergan- tung kepada kaum Komunis, maka bentuk jang se-baik2nja, bentuk jang ideal dari peralihan kesistim kekuasaan Rakjat jang demokra- tis, jaitu tingkat persiapan kesistim sosialis, jalah bentuk jang damai, bentuk jang parlementer. Djadi djika tergantung pada kaum Komu-
nis, djalan damailah jang dipilih, karena kaum Komunis memang bukan pembunuh.
Sekarang timbul pertanjaan, -apakah golongan2 dan partai2 lain akan membiarkan peralihan kesistim kekuasaan Rakjat setjara damai, setjara parlementer? Pertanjaan inilah jang harus didja- wab olch partai2 lain sebelum menuduh jang bukan2 terhadap kaum Komunis. Kaum Komunis tidak mengetahui semua jang se- dang difikirkan dan sedang direntjanakan oleh kaum reaksioner, olch karena itu kaum Komunis harus senantiasa waspada dan tidak henti2nja membikin Rakjat waspada terhadap rentjana² busuk kaum reaksioner. Jang sudah terang, kaum reaksioner bermaksud djelek terhadap Rakjat.
Pengalaman di Guyana, pengalaman di Guatemala, pengalam- an di Pakistan Timur dan pengalaman di Indonesia sendiri dengan pemerintah Hatta dan pemerintah Sukiman, menundjukkan bahwa bukan kaum Komunis, bukan kaum revolusioner, bukan kaum pro- gresif jang tidak mau mentjapai tudjuan politiknja dengan mele- wati parlemen. Sebaliknja, adalah kaum reaksioner, adalah kaum kepalabatu, adalah kaum komprador dan tuantanah jang berse- kongkol dengan kaum imperialis jang kuatir melihat kemadjuan2 gerakan Rakjat dan kemadjuan2 Partai Komunis, jang ketakutan bahwa parlemen dan bádan² negara lainnja dapat diberi isi jang benar demokratis serta disusun sesuai dengan keinginan Rakjat. Karena kuatir pada kekuatan Rakjat maka mereka mendjadi nekad, mereka melemparkan pandjiz demokrasi parlementer dan bertindak dengan ,,tangan besi".
Kaum Komunis harus waspada dan harus senantiasa memper- siapkan diri dan mempersiapkan Rakjat disegala lapangan agar kaum reaksioner tidak bisa menghalangi keinginan Rakjat untuk mentjapai perubahan2 sosial jang fundamentil setjara damai, setjara parlementer. Tindakan se-wenang2 kaum reaksioner terhadap Rak- jat dan Partai Komunis hanja dapat dipatahkan dengan kekuatan Rakjat jang lebih besar daripada kekuatan kaum reaksioner dan dengan pimpinan jang teguh dari Partai Komunis jang bersatu dengan partai2 demokratis lainnja.
Satu hal jang sederhana perlu diperingatkan, jaitu, djika kita inigin mengadakan peralihan kekeadaan jang lebih baik setjara
dainai, setjara parlementer, maka per-tama2 parlemennja harus ada. Anak ketjil bisa mengerti, bahwa peralihan lewat parlemen tidak mungkin djika parlemennja tidak ada. Djadi salahsatu ke- wadjiban jang penting dari kaum Komunis, kaum demokrat dan patriot2 sekarang jalah melawan tiap2 kekuatan jang ingin meng- hapuskan Parlemen, melawan pertjobaan2 jang mau membikin Uniang2 Pemilihan jang tidak demokratis dan memperdjuangkan undang2 pemilihan jang lebih demokratis daripada jang sudah kita punjai sekarang.
Dalam Program PKI djuga dikatakan bahwa perdjuangan parlementer sadja tidaklah tjukup untuk mentjapai tudjuan mem- hentuk suatu pemerintah demokrasi Rakjat". Ini adalah satu ke- benaran, karena pekerdjaan PKI bukan pekerdjaan parlementer sadja, tetapi djuga dan terutama pekerdjaan2 dikalangan massa kaum buruh, kaum tani, inteligensia, dan massa pekerdja serta massa demokratis lainnja. Djadi pada pokoknja, pekerdjaan PKI jalah mengubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakjat difihak lain dengan djalan membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa. Inilah sjarat untuk mewudjudkan ke- pertjajaan massa terhadap pimpinan politik klas buruh jang di- pimpin oleh pelopornja, sebagai sjarat mutlak untuk peralihan ke- sistim kekuasaan Rakjat jang demokratis. Selama pimpinan politik ada ditangan burdjuasi atau lebih² djika ditangan komprador dan tuantanah, adalah tidak pada tempatnja untuk mengatakan adanja peralihan kesistim kekuasaan Rakjat atau Sosialisme, walaupun dalam kekuasaan jang sedang berlaku ada parlemen dan ada di- dirikan beberapa industri berat disana-sini.
7. Pemerintah Koalisi Nasional
Dalam rangka program tuntutan sekarang, mengenai bentuk pemerintahan jang diperdjuangkan oleh PKI jalah Pemerintah Koalisi Nasional, jaitu pemerintah demokrasi lama jang agak ma- dju. Keadaan sekarang menempatkan Rakjat Indonesia dalam ke- dudukan sbb.: disatu fihak belum ada sjarat tntuk membentuk pemerintah Rakjat jang demokratis jang bersedia dengan konsek- wen melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja.
tetapi difihak lain PKI dan seluruh kaum progresif tidak suka djika terbentuk pemerintah jang reaksioner. Oleh karena itulah, dalam keadaan sekarang PKI menjetudjui pembentukan suatu pemerintah demokrasi lama jang agak madju.
Diadjukannja sembojan tentang pembentukan Pemerintah Koa- lisi Nasional oleh PKI dalam kampanje pemilihan umum dan waktu pembentukan kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 tidak hanja menunujukkan kesediaan kaum Komunis untuk ikut bertanggung- djawab terhadap segala keadaan di Indonesia ber-sama2 dengan partai2 lain, tetapi ia djuga menundjukkan kesungguhan kaum Komunis dalam memperdjuangkan persatuan nasional.
Diadjukannja slogan tentang pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional, artinja pemerintah dimana duduk kaum Komunis, dipan- dang oleh massa sebagai sesuatu jang tepat dan adil. Pengalaman disekitar pembentukan kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2 menundjuk- kan bahwa slogan tentang pembentukan Pemerintah Koalisi Nasio- nal sudah diterima oleh massa jang luas, tidak hanja massa kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil kota dan intelektuil revolusioner, tetapi djuga slogan ini sudah diterima oleh sebagian dari pemim- pin2 partai2 tengah. Djika dalam pembentukan pemerintah Ali Sastroamidjojo ke-2. kaum Komunis tidak ikut, itu adalah terutama karena politik kepalabatu dari sebagian pemimpin2 Masjumi dan karena intrik2 dari wakil2 kaum imperialis jang ada di Indonesia, djadi bukan karena slogan mengenai pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional tidak tepat.
Umum sudah mengetahui, bahwa walaupun PKI tidak ikut dalam kabinet, tetapi karena program pemerintah Ali Sastroami- djojo ke-2 pada umumnja dapat dikatakan agak madju, maka PKI menjokong pemerintah ini agar ia dapat melaksanakan bagian2 jang madju dari programnja. Ini menundjukkan sifat dari politik PKI jang mendasarkan diri pada prinsip dan tidak pada soal dapat atau tidaknja kursi dalam pemerintahan.
Mungkin ada jang bertanja, apakah hakekat Pemerintah Koa- lisi Nasional jang sekarang diperdjuangkan oleh PKI? Pemerintah Koalisi Nasional jang sekarang diperdjuangkan PKI pada hakekat- nja adalah pemerintah demokrasi lama, tetapi dimana semua klas revolusioner, termasuk proletariat jang diwakili oleh PKI, ikut di-
dalamnja. Tetapi, ikutnja satu atau beberapa Komunis dalam pemerintah tidak mengubah watak demokrasi lama dari pemerin- tah.
Suatu pemerintah bisa dinamakan pemerintah koalisi nasional djika ia memenuhi dua sjarat: (1) program jang mewakili kepen- tingan Rakjat dan (2) semua klas revolusioner ikut didalamnja, termasuk proletariat. Djika tidak memenuhi dua sjarat ini maka bukanlah Pemerintah Koalisi Nasional, pemerintah jang mewakili semua klas revolusioner. Pemerintah koalisi nasional ada dua ma- tjam, jaitu demokrasi baru dan demokrasi lama. Jang dituntut oleh PKI berdasarkan program tuntutan sekarang jalah Pemerintah Koalisi Nasional jang bersifat demokrasi lama, dan jang ditudju PKI berdasarkan Program Umumnja jalah pemerintah koalisi nasio- nal jang berdasarkan demokrasi baru.
Mungkin ada orang jang bertanja: bagaimana sikap PKI selan- djutnja terhadap kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, jang bukan peme- rintah koalisi nasional, karena didalamnja tidak duduk PKI sebagai wakil proletariat, sebaliknja elemen² kepalabatu duduk didalamnja? Sebagaimana sudah dikatakan diatas, PKI dapat menjokong pro- gram kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, tetapi PKI tidak jakin bahwa komposisi kabinet akan dapat melaksanakan programnja dengan sungguh². Oleh karena itu, sikap PKI menjokong kabinet Ali Sas- troamidjojo disertai dengan kewaspadaan jang se-tinggi2nja ter- hadap kemungkinan sabotase dari orang2 berkepalabatu jang duduk dalam pemerintah.
Tidak duduknja PKI dalam kabinet Ali Sastroamidjojo mem- punjai dua arti. Pertama, Masjumi berhasil mentjegah terbentuk- nja persatuan nasional jang lebih kuat dengan tidak bulatnja per- satuan itu ditjerminkan dalam kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2. Kedua, tidak ikutnja PKI dalam kabinet Ali Sastroamidiojo ber- arti, bahwa PKI hanja bertanggungdjawab terhadap Rakiat me- ngenai tindakan2 jang madju dari pemerintah, karena PKI hanja menjokong programnja jang madju. Sedangkan mengenai tindak- an2 pemerintah jang merugikan Rakjat, PKI tidak mungkin diper- salahkan karena PKI tidak duduk dalam pemerintah dan PKI tidak menjokong duduknja orang2 berkepalabatu dalam kabinet.
Bagaimana selandjutnja, apakah PKI akan terus menuntut pem-
bentukan Pemerintah Koalisi Nasional? Ja, pada krisis2 kabinet, PKI akan menuntut terbentuknja Pemerintah Koalisi Nasional, karcna ini adalah sebagian dari perdjuangan PKI untuk memper- kuat persatuan nasional dan menundjukkan kesediaan PKI untuk ikut bertanggungdjawab terhadap semua keadaan Rakjat dan bangsa Indonesia.
Tetapi, tentang ikut atau tidak ikutnja PKI tergantung kepada dua soal: Pertama, Program jang mewakili kepentingan Rakjat; kedua, komposisi kabinet jang sanggup mendjamin pelaksanaan program. Walau diadjak sekalipun, PKI pasti tidak akan mau ikut dalam kabinet jang programnja merugikan Rakjat, dan djuga belum tentu akan ikut dalam kabinet jang meskipun programnja madju tetapi komposisinja tidak mendjamin pelaksanaan program- nja.
Dalam hal tidak ikut dalam kabinet, sikap PKI ada dua ma- ijam. Pertama, PKI menjokong dengan sjarat2 djika programnja madju, tetapi komposisinja tidak mejakinkan akan dapat melak- sanakan program; kedua, jalah beroposisi, djika programnja reak- sioner atau sangat tidak memenuhi tuntutan2 politik dan ekonomi jang paling minimum pada waktu jang tertentu.
8. Masalah sukubangsa dan minoritet keturunan asing
Indonesia adalah negara kesatuan, disamping terdiri dari banjak pulau djuga terdiri dari banjak sukubangsa, ada sukubangsa jang besar dan banjak jang ketjil, mulai dari jang puluhan djuta sam- pai jang hanja beberapa ribu orang. Masalah sukubangsa2 ini harus mendapat pemetjahan. Pemetjahan masalah ini hanja mungkin djika memakai politik haksama bagi semua sukubangsa, tidak per- duli sukubangsa besar atau ketjil.
Pelaksanaan politik haksama bagi semua sukubangsa adalah politik hak otonomi bagi sukubangsa2 dibawah pemerintah pusat jang bersifat kesatuan. Hak otonomi berarti hak mengurus soal2 senliri bagi sukubangsa2, misalnja berhak mengurus soal2 politik dan ekonomi dalam lingkungan sukubangsa masing2, berhak me- makai bahasa masing2 disamping bahasa Indonesia dan berhak mengembangkan kebudajaan masing2. Politik otonomi sukubangsa inilah satu²nja politik jang dapat memetjahkan masalah sukubangsa2.
Kenjataan sekarang menundjukkan, bahwa soal otonomi jang sekarang banjak dibitjarakan bukanlah otonomi jang berdasarkan sukubangsa, akan tetapi berdasarkan daerah administratif dan di- sebut ,,otonomi daerah". Pembagian administratif pemerintahan sekarang pada pokoknja masih meneruskan pembagian administra- tif zaman kolonial dahulu. Dalam rangka program tuntutan2 seka- rang, PKI dapat menjetudjui ,otonomi daerah", djadi belum oto- nomi sukubangsa, asal untuk daerah2 itu diadakan pemilihan DPRD2 setjara demokratis, dan dibentuk DPD2 berdasarkan per- wakilan berimbang. Tetapi ini adalah pemetjahan sementara se- lama belum dapat dibentuk otonomi2 berdasarkan sukubangsa.
Djadi, kita tidak boleh berhenti sampai pada ,otonomi daerah" sadja. Bersamaan dengan menerima ,otonomi daerah", kita harus menjelidiki dan menjimpulkan persoalan² sukubangsa², misalnja soal batas2 daerah dimana sesuatu sukubangsa hidup, soal kesatuan bahasa dan kebudajaan dari tiap2 sukubangsa dsb. Berdasarkan hasil2 penjelidikan dan kesimpulan ini ber-angsur2 kita mendirikan otonomi2 berdasarkan sukubangsa2, sesuai dengan keinginan suku- bangsa2 dan sesuai dengan kepentingan seluruh bangsa.
Dalam memetjahkan masalah sukubangsa kita harus mentjegah timbulnja perasaan tinggihati pada sukubangsa jang besar, kita harus mentjegah sukubangsa-besar-isme. Djuga kita harus mentje- gah sukubangsa jang besar dan jang sudah lebih madju meman- dang rendah sukubangsa² lainnja dan memaksakan keinginannja sckalipun mungkin dengan maksud untuk memadjukan sukubangsa2 Iainnja itu. Pendeknja, tiap2 sukubangsa harus madju dengan tiada paksaan dari sukubangsa lain. Sukubangsa jang sudah madju harus mempunjai perasaan berkewadjiban membantu sukubangsa2 lain, tetapi pelaksanaan kewadjiban ini tidak boleh dengan memaksa. Sukubangsa jang besar harus menghormati sukubangsa² jang ketjil. Djikalau ada kekurangan2 didalam pekerdjaan mengatur negeri maka jang per-tama2 harus mengadakan selfkritik jalah sukubangsa jang besar dan jang sudah madju.
Dikalangan sukubangsa2 ketjil kita harus mentjegah timbulnja sukubangsa-isme sempit, jang sifatnja tidak mau menerima segala sesuatu dari sukubangsa lain. Sukubangsa-isme sempit membikin lambat kemadjuan sukubangsa itu sendiri. Disamping itu suku-
bangsa-isme sempit mudah digunakan oleh kaum imperialis untuk mengadu-domba antara sukubangsa²· dan untuk memetjahbelah persatuan Rakjat Indonesia. Ini berarti memetjahbelah dan sangat memperlemah kedudukan Republik Indonesia jang bersifat kesatu- an. Djuga perasaan merasa ketjil-diri harus ditjegah dikalangan sukubangsa2 tersebut, karena perasaan ini djuga merupakan perin- tang bagi kemadjuan sukubangsa2 jang bersangkutan.
Disamping masalah sukubangsa2 ada lagi masalah lain jang hampir sama persoalannja, jaitu masalah minoritet keturunan asing, misalnja keturunan Arab, Eropa dan Tionghoa. Golongan mino- ritet ini berbeda dengan sukubangsa2, karena minoritet keturunan asing ini walaupun mempunjai bahasa dan kebudajaan sendiri, tetapi tidak mempunjai daerah tempattinggal jang tertentu. Oleh karena itu pemetjahan masalah minoritet keturunan asing lebih sukar. Tetapi ini tidak berarti bahwa soal ini tidak bisa dipetjah- kan. Pemetjahan soal ini djuga hanja bisa dengan politik haksama, jaitu haksama bagi semua warganegara. Djadi soalnja jalah, dengan konsekwen mendjalankan apa jang tertjantum dalam UUD tentang haksama bagi semua warganegara.
Berhubung dengan pemetjahan masalah. minoritet keturunan asing, disatu fihak harus ditjegah timbulnja nasionalisme sempit dikalangan majoritet warganegara ,bumiputera". Jang terachir ini harus menghormati minoritet warganegara keturunan asing. Difihak lain harus dihilangkan rasa superior (tinggi hati) digolongan atas dari minoritet keturunan asing jang dizaman pendjadjahan memang dipupuk oleh kaum pendjadjah untuk dapat diadudomba dengan majoritet bumiputera". Pendidikan patriotisme Indonesia, pen- didikan tjinta tanahair dan tjinta Rakjat Indonesia, harus diper- dalam dan diperluas dikalangan minoritet keturunan asing. Ini tidak berarti bahwa pendidikan patriotisme Indonesia dikalangan warga- negara bumiputera" sudab tidak diperlukan.
9. Masalah kebudajaan, pendidikan dan inteligensia
Masalaħ kebudajaan harus kita kupas dengan pisau jang ber- mata dua. Disatu fihak sasaran kita jalah fikiran jang mau meno lak semua jang datang dari luar dan difihak lain sasaran kit fikiran jang tidak menghargai kebudajaan kuno kita sendiri. Kita
memang harus menolak kebudajaan reaksioner jang datang dari luarnegeri, karena kebudajaan ini tidak ilmiah dan meratjuni fikir- an Rakjat. Tetapi, kebudajaan dari luar jang progresif, jang ilmiah dan kerakjatan harus kita terima se-banjak²nja untuk memadjukan kebudajaan kita sendiri. Dalam menerima kebudajaan asing kita tidak mendjiplak, tetapi mengolah dan menjesuaikannja dengan kebutuhan Rakjat Indonesia. Kebudajaan kuno kita jang progresif, jang ilmiah dan jang kerakjatan harus terus kita kembangkan, tetapi jang reaksioner, jang tidak ilmiah dan tidak kerakjatan, tidak seharusnja kita pupuk dan kita kembangkan. Dalam mene- rima kebudajaan asing dan dalam mengembangkan kebudajaan kuno kita harus kritis. Kita harus mengambil dan mengembang- kan kebudajaan jang sesuai dengan kebutuhan Rakjat dan harus menolak dan tidak melandjutkan jang bertentangan dengan ke- butuhan Rakjat. Tudjuan kita jalah untuk mentjiptakan kebuda- jaan Rakjat Indonesia Baru.
Untuk mentjiptakan kebudajaan Rakjat Indonesia Baru kita banjak membutuhkan pendidik2 dan guru² jang bersemangat ke- rakjatan. Kita membutuhkan banjak sardjana, teknikus, insinjur, dokter, ahli, wartawan, sastrawan, penulis, dalang dan seniman Rakjat serta pekerdja kebudajaan Rakjat lainnja. Permintaan PKI kepada semua pekerdja kebudajaan jalah supaja mereka dengan setia mentjintai tanahair dan Rakjat. Permintaan PKI kepada Rak- jat dan pemerintah jalah supaja menghargai pekerdja2 kebudajaan kita dan menghargai djasa2 mereka. Mereka adalah kekajaan Rak- jat jang berharga. Indonesia baru jang merdeka, bersatu, demokra- tis, madju dan makmur tidak mungkin ditjapai dengan tiada peker- dja² kebudajaan jang bersemangat kerakjatan, sebaliknja pekerdja2 kebudajaan tidak mungkin berkembang dan mekar djika tidak ada Indonesia Baru, dimana Rakjat adalah satu²nja sumber kekuasaan.
Sedjarah perdjuangan Rakjat Indonesia membuktikan bahwa semangat kerakjatan terdapat tjukup besar dikalangan kaum inte- lektuil dan para seniman Indonesia, ini misalnja dibuktikan oleh sedjarah perguruan nasional Taman Siswa" dan Perguruan Rak- jat". Pamong2 perguruan2 ini, jang disamping kaum intelektuil djuga terdiri dari seniman2, tidak hanja menundjukkan bahwa mereka mempunjai semangat kerakjatan jang kuat, tetapi djuga
berani hidup menderita untuk-mendidik-anak2 Rakjat dan untuk memperdjuangkan tjita2 Rakjat.
Salahsatu. pekerdjaan jang terpenting dalam meninggikan ting- kat kebudajaan Rakjat jalah pekerdjaan memberantas butahuruf dikalangan Rakjat jang masih ber-puluh2 djuta djumlahnja dan mengadakan wadjib-beladjar jang tjuma2 sampai tamat Sekolah Rakjat.
IV
Persatuan Dalam Partai Adalah Sjarat Mutlak Untuk Melaksanakan Tugas2 Partai
Dalam bagian pendahuluan laporan ini dikatakan, bahwa se- lama hampir satu tahun sedjak Sidang Pleno ke-III Comite Central, Partai kita sudah melakukan banjak pekendjaan dan sudah dapat mengatasi banjak kesukaran, tetapi dalam keadaan seperti sekarang ini masih banjak pekerdjaan jang harus dilakukan oleh Partai kita dan masih banjak kesukaran jang harus diatasi.
Selama masa tersebut diatas kita sudah mentjapai hasil2 dalam melaksanakan tugas2 jang ditetapkan dalam Sidang Pleno ke-III Comite Central, jaitu tugas memenangkan Partai dan front per- satuan dalam pemilihan umum dan tugas mengembangkan kritik dari bawah serta meninggikan tingkat ideologi Partai. Sukses2 jang sudah kita tjapai ini harus kita anggap sebagai pangkalan dari mana kita bertolak untuk menudju sukses2 baru. Sukses2 jang sudah ditjapai harus kita kembangkan setjara maksimal.
Partai kita sekarang menghadapi pekerdjaan jang tidak kalah beratnja daripada jang sudah kita kerdjakan. Kita harus terus memperbaiki pekerdjaan kita dikalangan kaum tani, menjempurna- kan pekerdjaan dikalangan kaum buruh, bekerdja lebih sungguh2 dikalangan pemuda, wanita, inteligensia dan massa pekerdja lain- nja. Kita harus bekerdja lebih baik didalam Parlemen dan harus lebih pandai mengkordinasi pekerdjaan² parlementer dengan pe- kerdjaan2 diluar Parlemen. Kita harus berdjuang keras untuk memenangkan Partai dan kekuatan2 demokratis lainnja dalam pemilihan untuk DPRD2, kita harus memenangkan konsep kenega- raan Revolusi Agustus 1945 dalam sidang2 Konstituante jang akan
datang.-Diatas se-gala²nja -kita harus memperkuat persatuan nasio- nal dan mengkonsolidasi Partai dilapangan ideologi, politik dan organisasi.
Walaupun berdasarkan hasil² pemilihan Konstituante kekuatan² jang menentang konsep kenegaraan Revolusi Agustus sudah gagal, tetapi bukanlah sudah hilang samasekali kemungkinan bagi kaum reaksioner untuk menentang sifat2 demokratis dan kerakjatan dari Undang2 Dasar Republik Indonesia jang akan dibikin oleh Kon- stituante nanti. Untuk memenangkan didalam Konstituante nanti konsep Undang2 Dasar jang demokratis dan kerakjatan, sesuai dengan semangat dan tudjuan Revolusi Agustus, Partai kita harus bekerdja lebih keras. Panitia PKI Perantjang Konstitusi Republik Indonesia" jang dibentuk dalam Sidang Pleno ke-II Comite Central sudah bekerdja dan sebagian dari hasil pekerdjaannja, jang berupa pokok2 fikiran mengenai Undang2 Dasar Republik Indonesia, sudah dapat kita gunakan sebagai bahan kampanje untuk pemilihan Kon- stituante jang lalu. Tetapi masih banjak jang harus dikerdjakan oleh Panitia ini dalam membantu Comite Central dan seluruh Par- tai kita untuk memenangkan konsep kenegaraan Revolusi Agustus.
Sesudah mengadakan perdjuangan jang berat dan sengit untuk memenangkan Partai dalam dua pemilihan umum jang lalu dan untuk mengatasi berbagai kesukaran, maka kewadjiban kita jang terpenting sekarang jalah memeriksa kembali barisan Partai, men- tjari dan menemukan kelemahan2 Partai agar dapat melikwidasi kelemahan2 itu dan dapat memperbaiki serta memperkokoh Partai.
Partai kita sekarang sudah mendjadi Partai Komunis jang besar jang mempunjai anggota dan tjalonanggota lebih dari satu djuta. Tidak banjak Partai Komunis jang besar didunia,. dan didalam djumlah jang tidak banjak itu termasuk PKI. Seharusnjalah tiap2 Komunis Indonesia merasa bangga dan merasa mendapat kehor- matan mendjadi salahseorang anggota PKI jang besar, Partai jang sedjak berdirinja selalu berdiri digaris paling depan dalam per- djuangan jang adil dari bangsa dan Rakjat Indonesia untuk ke- merdekaan nasional, dalam membela kepentingan se-hari2 dari klas buruh dan seluruh Rakjat pekerdja, dalam menggali dan mengem- bangkan kebudajaan jang tinggi dan tradisi jang revolusioner dari Rakjat Indonesia jang djaja. Kemenangan PKI dalam pemilihan2
umum jang lalu telah mengubah pandangan orang terhadap Partai kita. Sekarang sikap Partai kita mengenai tiap soal diharapkan orang dan diperhatikan orang, sedangkan orang2 jang progresif mengharapkan tuntunan lebih banjak dari Partai kita. Oleh karena itu, mendjadi anggota Partai Komunis jang besar harus diartikan bertambah besarnja tanggungdjawab terhadap bangsa dan Rakjat, bertambah banjaknja pekerdjaan dalam membela kepentingan se- hari2 dari Rakjat, bertambah besarnja keberanian, kewaspadaan. ketabahan, kebidjaksanaan dan keuletan jang harus dimiliki.
Sesudah kita mendjalankan rentjana² peluasan keanggotaan dan organisasi Partai, sehingga Partai kita sekarang mendjadi Partai jang besar, maka pekerdjaan dilapangan organisasi jang sangat mendesak sekarang ini jalah mengkonsolidasi hasil2 rentjana peluas an itu. Kita harus bisa mengorganisasi dan-mendidik anggota2 Par- tai kita jang sudah berdjumlah lebih dari 1 djuta itu. Untuk ini pembagian tiap anggota dalam grup dan menghidupkan grup itu mendjadi sjarat mutlak. Para tjalonanggota jang sudah melalui masatjalonnja dengan baik, harus ditingkatkan mendjadi anggota.
Untuk dapat mengorganisasi djumlah anggota jang sudah banjak itu, dan untuk bisa lebih memenuhi tugas memimpin per- djuangan Rakjat, maka comite2 Partai dengan segala bagian²nja harus lebih diaktifkan dan diperteguh lagi. Untuk ini konferensi2 dan rapat2 anggota untuk memilih anggota2 comite dan kepala grup harus ditepati sesuai dengan Konstitusi Partai dan harus diperguna- kan dengan se-baik²nja. Dengan menepati ketentuan2 dalam Kon- stitusi Partai mengenai konferensi2 dan rapat2 periodik dari comite dan dari grup, maka hal ini sekaligus berarti mengembangkan demokrasi intern Partai dengan lebih baik lagi.
Sebagai sjarat untuk melaksanakan pekerdjaan Partai jang sc- makin luas dan besar ini, maka masalah keuangan mendjadi masa- lah jang lebih penting lagi. Untuk ini pengumpulan uang iuran lharus dikerdjakan dengan lebih rapi lagi, begitu djuga usaha mem- perluas donasi dan usaha2 jang produktif.
Sebagaimana sudah disimpulkan dan ditetapkan dalam Kongres Nasional ke-V tugas2 urgen jang pokok dari Partai sekarang jalah tugas menggalang front persatuan nasional disamping tugas mene- ruskan pembangunan Partai, dua tugas jang satu dengan lainnja
tidak bisa di-pisah²kan. Oleh karena itu adalah sangat penting bahwa Partai kita bersatu fikiran mengenai front persatuan nasio- nal dan meletakkan titikberat pendidikan didalam Partai menge- nai soal ini. Satunja fikiran kita mengenai front persatuan nasional akan sangat membantu dalam meneruskan pekerdjaaz membangun Partai. Perlunja pendidikan tentang front persatuan nasional lebih dirasakan lagi karena masih ada anggota Partai, berhubung dengan berbagai sebab, tidak menjetudjui atau kurang mejakini benarnja politik front persatuan. Ini misalnja dibuktikan oleh siaran Kawan Alimin tertanggal 25 Maret 1956, siaran jang sudah didjawab dan dikritik oleh Sekretariat Comite Central tertanggal 3 Djuli 1956. Tetapi bukanlah karena ada·siaran Kawan Alimin ini maka kita perlu menitikberatkan pendidikan dalam Partai mengenai front persatuan. Ada atau tidak ada siaran Kawan Alimin, pendidikan didalam Partai harus dititikberatkan pada front persatuan, karena kemenangan Rakjat Indonesia adalah tergantung pada berhasilnja penggalangan front persatuan. Tidak ada front persatuan berarti tidak ada kemenangan bagi Rakjat Indonesia. Maka itu kita harus setia pada politik front persatuan nasional jang harus kita lakukan setjara aktif, dengan kesupelan jang maximal dan dengan sopan- santun.
Tetapi Partai kita tidak hanja harus bersatu mengenai front persatuan. Partai kita djuga harus bersatu dalam soal2 Iain. Per- satuan didalam Partai hanja mungkin djika didasarkan atas per- satuan fikiran, persatuan ideologi, jaitu fikiran atau ideologi Marx- isme-Leninisme. Hanja djika ada persatuan fikiran dari or g2 Komunis, barulah ada persatuan jang sungguh2 didalam politik dan órganisasi Partai Komunis, barulah ada persatuan didalam aksi2 Rakjat jang dipimpin oleh Partai Komunis.
Persatuan dalam fikiran tidak djatuh dari langit atau tunbuh dari bumi. Tiap2 Komunis ketika ia disahkan mendjadi anggota PKI memang sudah menerima Konstitusi dan Program Partai, berarti menerima pendirian, pandangan dan metode klas buruh. Tetapi tidak boleh dilupakan, bahwa mereka berasal dari ber- matjam2 klas, bahwa lingkungan keluarga mereka sekarang djuga ber-matjam2 dan bahwa tingkat kebudajaannja serta pengalaman revolusionernja ber-beda2. Maka tidak heran, bahwa masih ter-
dapat dan terus akan tendapat ber-matjam2 fikiran dikalangan kaum Komunis. Djadi soal persatuan dalam fikiran dikalangan kaum Komunis adalah soal pendidikan bagi seluruh anggota Partai Olch karena itulah dalam sidang ini pada tempatnja kita mendis- kusikan dan memutuskan soal2 pokok mengenai pendidikan bag: seluruh anggota Partai, misalnja jang mengenai tingkat2 dan ben- tuk2 pendidikan jang harus diadakan berhubung dengan tidak samanja tingkat kebudajaan dan pengalaman revolusioner anggota2 Partai, berhubung dengan isi pendidikan dan berhubung dengan soal menghubungkan teori Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia. Berdasarkan pengalaman2 kita mengenai pen- didikan dalam Partai dimasa jang lalu dan berdasarkan kemung- kinan2 jang. ada kita membikin rentjana pendidikan kita.
Dalam rentjana pendidikan kita harus dimasukkan soal pen didikan untuk tjalonanggota jang masih butahuruf, soal mendiri- kan Sekolah2 Politik untuk tjalonanggota dan anggota baru jang diselenggarakan oleh Comite Resort, soal mendirikan Sekolah2 Par- tai jang diselenggarakan oleh Comite Central dan Comite Daerah Besar, soal mendirikan Kursus2 Partai jang diselenggarakan oleh Comite2 Seksi dan Subseksi. Demikian djuga soal konferensi2 teori dan seminar2, soal pendidikan untuk kader2 tinggi dan soal mem- peladjari tulisan2 klasik Marxisme-Leninisme.
Comite Central mempunjai pengalaman dalam menjelenggara- kan Sekolah Partai dan comite2 bawahan mempunjai pengalaman tentang menjelenggarakan Kursus2 Partai. Pengalaman2 ini harus disimpulkan dan digunakan untuk memperbaiki pendidikan dalam Partai selandjutnja.
Salahsatu pengalaman dalam menjelenggarakan Sekolah2 dan Kursus2 Partai jalah bahwa matapeladjaran terlalu banjak dan bahwa pendidikan tidak digabungkan dengan tugas2 kongkrit Par- tai. Akibatnja jalah, bahwa kader2 jang tamat Sekolah atau Kursus Partai tidak tahu menggunakan pengetahuan jang sudah mereka terima dalam pekerdjaan mereka se-hari². Oleh karena itu, di- waktu2 jang akan datang matapeladjaran untuk Sekolah dan Kur- sus Partai supaja dibatasi pada jang sangat perlu dan supaja di- hubungkandengan tugas2 kongkrit Partai, misalnja matapeladjaran tentang sedjarah perkembangan masjarakat, tentang soal2 pokok
revolusi Indonesia, tentang pembangunan Partai dan tentang front persatuan nasional. Mengenai soal2 lain jang dianggap perlu bisa diadakan dalam bentuk tjeramah.
Pengalaman jang lain dalam menjelenggarakan Sekolah2 dan Kursus2 Partai jalah, bahwa para pendidik atau propagandis kita tidak memberikan semangat Komunis dan pandangan-dunia Komu- nis kepada para siswa. Dalam klas sering terdapat semangat anak sekolah atau semangat murid, bukan semangat pedjuang revolusio- ner. Hal ini harus diatasi! Sekolah² dan Kursus2 Partai kita bukan mendidik anak2 sekolah atau murid2, tetapi mendidik pedjuang2 revolusioner. Jang terpenting bukannja mengadjarkan huruf dan teks jang bisa dilupakan, tetapi memberikan semangat dan pan- dangan-dunia Komunis jang tidak bisa dilupakan. Pendidikan harus membikin anggota² Partai dalam keadaan bagaimanapun tetap jakin, bahwa djalan revolusioner jang sudah dipilihnja adalah dja- lan jang se-tepat²nja, djalan hidup baru untuk masjarakat barc.
Ada kalanja situasi politik berkembang dengan sangat tjepat dinegeri kita. Dalam keadaan demikian pendidikan tentang situasi kepada seluruh anggota dan tjalonanggota Partai adalah sangat penting. Bahan untuk pendidikan situasi jalah harian2 Partai, reso- Iusi2 serta dokumen2 lainnja dari Partai. Hanja dengan adanja pendidikan tentang situasi anggota2 Partai bisa mengetahui situasi setjara tepat, dan hanja djika mereka mengetahui situasi setjara tepat mereka bisa memberikan pimpinan kepada massa setjara tepat pula. Tjeramah tentang situasi harus mendapat tempat jang chusus didalam Sekolah² dan Kursus2 Partai. Tetapi, pendidikan tentang situasi sadja tentu tidak tjukup, ia harus dihubungkan dengan program umum Partai, karena hanja dengan mengerti program umum Partai tiap2 anggota bisa mengetahui dalam ting- kat revolusi bagaimana ia berada dan kemana revolusi menudju.
Djadi djelaslah, bahwa kita harus dengan rapat menggabung- kan pendidikan Partai engan tugas Partai dalam masa jang ter- tentu. Pendidikan dalam Partai harus dipandang sebagai persiapan ideologis dan sebagai usaha untuk menghilangkan rintangan2 ideo- logis agar tugas Partai dapat dilaksanakan dengan baik. Tjara bela- djar harus dihubungkan dengan praktek, harus dengan konsekwen menentang dogmatisme, karena hanja dengan demikian tiap2 ang-
gota tahu tingkat revolusi dan kemana revolusi menudju.
Mengenai isi peladjaran adalah tidak sama berhubung dengan keadaan2 kongkrit jang berbeda, tetapi hakekatnja adalah tetap, jaitu pendidikan tentang prinsip2 fundamentil Marxisme-Leninisme, dan pendidikan mempertahankan pendirian, pandangan dan meto- de klas buruh. Pendidikan sematjam ini harus dilakukan dengan mengadakan perlawanan terhadap segala matjam ideologi jang tidak sah, misalnja menentang ketjenderungan kekiri dan kekanan dalam front persatuan, menentang ilusi bahwa dengan perdjuangan parlementer sadja tuntutan² revolusi nasional dan demokratis dapat lilaksanakan sampai ke-akar²nja, menentang ideologi tuantanah dan burdjuis dikalangan anggota2 Partai. Semuanja ini dinamakan melaksanakan pendidikan Marxisme-Leninisme dan melaksanakan pendidikan tentang pendirian, pandangan dan metode klas buruh dengan melalui perdjuangan.
Pendidikan harus kita mulai dengan mendidik kader2 tinggi Partai karena mereka adalah tulangpunggung dalam melaksanakan tugas2 Partai. Dengan tiada tulangpunggung jang terdiri dari kader² tinggi Partai jang menguasai prinsip2 fundamentil Marxisme-Lenin- isme, jang mempunjai pendirian, pandangan serta metode klas jang tepat tidak mungkin kita melawan ideologi2 jang tidak sah didalam Partai, tidak mungkin kita mendidik seluruh anggota Partai dan tidak mungkin ada kesatuan dalam Partai dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Disinilah pentingnja Sekolah2 Partai jang diselenggarakan oleh Comite Central dan oleh Comite2 Daerah Besar.
Pada waktu² jang tertentu didalam Partai harus diadakan ge- rakan pembetulan untuk mengatasi fikiran2 burdjuis ketjil jang berkedok Marxisme-Leninisme, fikiran² subjektivisme dan sekta- risme. Gerakan demikian ini harus diikuti oleh seluruh anggota Fartai. Sekarang gerakan demikian itu sedang kita lakukan dengan mempeladjari Keterangan 3 Djuli 1956", jaitu keterangan jang dikeluarkan Sekretariat Comite Central berhubung dengan siaran Kawan Alimin tanggal 25 Maret 1956. Dari gerakan mempelajari Keterangan 3 Djuli 1956" anggota2 Partai dapat menarik pela- djaran betapa berbahajanja djika seseorang anggota Partai terlepas samasekali dari kehidupan praktis massa dan djika seorang anggota
Partai sudah mendjàdi sangat ambisius jang didorong oleh indivi- dualisme jang ber-lebih²an. Djuga dari gerakan ini dapat ditarik peladjaran bagaimana seharusnja anggota Partai mengkritik politik dan pimpinan Partai, peladjaran tentang bahajanja oportunisme kiri dalam penggalangan front persatuan dan peladjaran tentang. tjara menghadapi anggota Partai jang membikin kesalahan. Diwaktu jang lain, sesuai dengan kebutuhan Partai, kita harus mengadakan gerakan pembetulan jang lain.
Dalam hubungan dengan bahaja terlepasnja kehidupan Partai dari massa, waktu sekarang perlu diperingatkan adanja tanda2 di- kalangan fungsionaris2 Partai jang hendak memisahkan pekerdjaan Partai dengan pekerdjaan massa, se-olah2 fungsionaris Partai hanja bertanggungdjawab mengenai pekerdjaan jang se-mata2 peker- djaan Partai", sedangkan pekerdjaan massa dianggap hanja peker- djaan kawan2 jang memimpin organisasi2 massa. Sebaliknja perlu djuga diperingatkan tentang adanja tanda2 dikalangan kader2 Par- tai jang bekendja memimpin organisasi massa, se-olah2 pekerdjaan mereka bisa pisah dari pekerdjaan dan garis politik umum Partai.
Untuk melaksanakan garis politik umum Partai dikalangan massa, maka kader2 Partai jang bekerdja didalam organisasi massa harus sungguh2 berusaha untuk menguasai persoalan2 massa dan untuk memimpin massa. Memang tidak bisa ditjampur-adukkan antara pekerdjaan organisasi Partai dengan pekerdjaan organisasi massa, tetapi tiap2 soal massa adalah soal kaum Komunis, djadi tidak ada apa jang dinamakan se-mata²2 pekerdjaan Partai". Fungsionaris2 Partai, sebagaimana djuga semua anggota Partai harus mau dan harus bisa memetjahkan semua masalah massa jang dibawah pim- pinannja.
Gedjala jang mau memisahkan pekerdjaan Partai dari massa dan jang mau memisahkan pekerdjaan massa dari Partai harus segera dibasmi dengan djalan mengadakan kritik dan selfkritik ten- tang soal ini dalam comite² jang bersangkutan.
Soal lain jang perlu ditjanangkan disini jalah tentang adanja gedjala kekendoran ideologi dikalangan beberapa kader Partai dalam bentuk keinginan memetik hasil perdjuangan Partai dan Rakjat untuk kepentingan sendiri. Mereka mengira, bahwa dalam keadaan jang relatif damai seperti sekarang ini orang2 Komunis
4
bolch mem-bagi2 hasil perdjuangan Partai dan Rakjat untuk ke- pentingan sendiri. Sebagai satu tjontoh, misalnja, adanja kurang pengertian jang bertjampur dengan perasaan irihati atau tidak scnang dari sebagian kader2 Partai mengenai pentjalonan dalam pemilihan Parlemen dan Konstituante, dimana nama mereka tidak ditjantumkan. Karena pengertian dan perasaan jang tidak tepat ini sampai ada jang me-nusuk2 anggota2 Partai lainnja supaja mem- bentji pimpinan Partai jang mereka katakan ,,tidak adil". Pada pokoknja, mereka lupa bahwa mereka adalah anggota Partai klas buruh, mereka lupa bahwa klas buruh adalah berbeda dengan produsen ketjil jang berdasarkan kerdja individuil. Mereka lupa bahwa klas buruh tidak mempunjai alat produksi jang dimiliki per- seorangan, bahwa klas buruh bekerdja setjara terpusat didalam pabrik2, bahwa klas buruh bekerdjasama dan mengadakan pem- bagian pekerdjaan dengan mempunjai tanggungdjawab perseorang- an menurut bagian pekerdjaannja masing-masing, menggunakan mesin-mesin dan mendjalankan produksi setjara kolektif. Dalanm produksi besar-besaran terpeliharalah kebiasaan kaum buruh untuk bersatu, saling membantu, berorganisasi dan berdisiplin. Sebagai anggota Partai klas buruh, tiap-tiap Komunis harus memiliki sifat-sifat klas buruh, jaitu sifat jang tidak mementingkan diri sendiri, mengakui harus adanja pimpinan jang memusat, mengakui perlunja ada kerdja kolektif can pembagian pekerdjaan, perlunja hidup berorganisasi dan berdisiplin. Pendeknja, tiap2 Komunis harus berpandangan djauh, mempunjai semangat tidak mementing- kan diri sendiri dan hanja mementingkan kepentingan umum, dan menuntut pelaksanaan masjarakat Komunis. Kepada kawan2 jang waktu2 belakangan ini mengalami kekendoran ideologi kita meng- harap supaja mereka ingat kembali, bahwa mereka adalah anggota Partai klas buruh. Hal ini lebih penting lagi diingatkan karena di- waktu2 dekat jang akan datang Partai kita akan mengisi tempat2 didalam DPRD2, DPD2 dan kedudukan2 lainnja. Sudah tentu di- masa datang jang djauh ingat akan hal ini adalah lebih penting lagi.
Dalam hubungan dengan pendidikan dalam Partai adalah sa- ngat penting bagi kita untuk memahamkan kesimpulan Kongres kc-XX PKUS mengenai penentangan terhadap pemudjaan perse-
orangan. Memang ada perbedaan jang penting mengenai akibat pemudjaan perseorangan didalam Partai jang sudah memegang kekuasaan negara dan jang belum. Di-negeri2 dimana Partai sudah memegang kekuasaan negara, sudah menguasai alat² keamanan dan alat² negara lainnja, maka kekuasaan seseorang dengan mudah ber- akibat perbuatan se-wenang2 jang luas terhadap kader2 Partai dan terhadap kader2 negara. Tentu tidak demikian halnja dengan Par- tai Komunis jang belum memegang kekuasaan negara, tetapi ini tidak berarti bahwa pemudjaan perseorangan tidak merupakan bahaja buat Partai Komunis jang belum memegang kekuasaan negara.
Dinegeri kita, berhubung. masih kuatnja sisa2 feodalisme can masih luasnja produksi ketjil²an perseorangan, pemudjaan perse- orangan mempunjai tanah jang subur, baik jang datangnja dari massa jang ingin memudja maupun dari tokoh2 jang ingin dipudja. Djika pemudjaan perseorangan terdapat didalam Partai kita, maka ia akan sangat menghambat perkembangan Partai dan perkem- bangan gerakan Rakjat, ia akan menimbulkan birokrasi didalam Part: i, ia akan menimbulkan kese-wenang2an dan akan menekan dajatjipta anggota2 Partai dan massa.
Oleh karena itu, beladjar dari Partai Komunis Uni Sovjet, dalam hubungan pendidikan dalam Partai supaja kita tidak djemu²- nja menekankan bahwa Partai kita harus senantiasa setia pada prinsip sentralisme-demokratis, pada prinsip pemaduan pimpinan kolektif dengan tanggungdjawab perseorangan, bahwa Partai kita harus senantiasa mendasarkan diri pada kesedaran dan ketjerdasan massa Rakjat. Sentralisme adalah penting supaja Partai dan ge- rakan Rakjat terpimpin dengan baik, tetapi sentralisme tanpa demo- krasi bisa berarti kese-wenang2an beberapa orang atau seseorang, bisa berarti menekan dajatjipta massa, Demokrasi adalah penting supaja anggota2 Partai dan Rakjat aktif memperbintjangkan per- soalannja sendiri, supaja dajatjipta massa bisa berkembang, tetapi demokrasi tanpa sentralisme, tanpa pimpinan jang memusat, bisa menimbulkan liberalisme, bisa menimbulkan kekatjauan dalam Partai dan didalam gerakan Rakjat. Djadi djelaslah, bahwa sen- tralisme-demokratis samasekali tidak menjangkal adanja pimpinan, tidak menjangkal adanja peranan perseorangan dan peranan pe-
I
mimpin jang tunduk kepada kemauan kolektif. Tunduk kepada ke- mauan kolektif berarti mengorbankan kepentingan perseorangan djika kepentingan perseorangan ini bertentangan dengan kepenting- an kolektif.
Bentuk pimpinan jang tertinggi dalam Partai Komunis jalah pimpinan kolektif. Meninggalkan pimpinan kolektif berarti mening- galkan garis massa, berarti melemahkan kesatuan dalam organisasi dan ideologi, berarti meninggalkan kehidupan praktis, dan akibat- nja menimbulkan fikiran2 dan perbuatan2 jang subjektif. Mening- galkan pimpinan kolektif berarti melanggar sentralisme-demokratis Partai kita dimasa jang lampau telah mengalami banjak kerusakan² dan telah mendjalankan berbagai kesalahan jang besar sebagai akibat dari ketidaksetiaan kepada prinsip sentralisme-demokratis dan kepada pimpinan kolektif. Dimasa datang akan terdjadi lagi hal demikian djika kita tidak setia kepada dasar sentralisme-demo- kratis dan pimpinan kolektif. Dalam hubungan dengan tjarakerdja kolektif saja anggap penting untuk mengingatkan seluruh Pártai kita pada sebuah kesimpulan jang kita ambil didalam Sidang Pleno ke-III Comite Central jang bunjinja sbb.:
Dalam Sidang Pleno ke-II Comite Central kita menekankan tentang pentingnja tjarakerdja kolektif. Pengalaman kita menun- djukkan bahwa tjarakerdja kolektif baru besar artinja djika disertai olch diskusi² jang kritis. Sjarat untuk dari baik mendjadi lebih baik, sebagai sudah dikatakan diatas, jalah mengamalkan kritik dan selfkritik. Untuk perkembangan Partai klas buruh dan untuk per- kembangan gerakan Rakjat, kritik adalah satu keharusan. Kita harus mengutjapkan "selamat datang' pada tiap2 kritik. Oleh karena itu kita harus mendjalankan safing kritik. Ini tidak hanja bukti bahwa kita kuat, tetapi djuga bukti bahwa kita ingin mendjadi lebih kuat, karena oleh kritik kita mendjadi lebih mampu untuk bekerdja dan berdjuang. Dengan mengamalkan kritik dan selfkritik didalam Partai kepertjajaan Rakjat kepada kita akan mendjadi lebih besar, karena mengetahui bahwa dalam pimpinan Partai duduk orang2 jang mempunjai kesungguhan, jang dengan sungguh² mempeladjari semua persoalan dan mentjarikan pemetjahannja di- lihat dari sudut keharusan dan kewadjiban jang dihadapi oleh se- furuh Rakjat".
Dalam sidang pleno kali ini baik diingatkan, bahwa sampai se karang masih ada comite2 dan fraks:2 Partai jang menganggap bahwa satu²nja sasaran kritik dan selfkritik jalah sifat2 dan ting- kahlaku perseorangan, dan tidak menganggap bahwa sasaran jang utama dari kritik dan selfkritik adalah pekerdjaan kader Partai. Akibat daripada ini jalah, bahwa sering timbul ketegangan2 jang tidak seharusnja diantara kader². Supaja maksuå kritik dan self- kritik tertjapai, jaitu mengoreksi pekerdjaan jang salah dan mem- bikin lebih baik jang kurang baik, maka sclandjutnja kritik dan selfkritik harus terutama disasarkan pada pekerdjaan. Dengan demi- kian kritik dan selfkritik tidak lagi mendjadi barang musiman" jang hanja diadakan kalau ada pemilihan badan pimpinan an kalau ada ketegangan2 dalam sesuatu badan kolektif, tetapi ia benar2 mendjadi satu dengan Partai sebagai satunja kuku dengan daging. Kritik dan selfkritik harus dilakukan dengan tulus-ichlas untuk memperbaiki diri dan membantu kawan memperbaiki diri dengan tudjuan mempersatukan fikiran didalam Partai. Inilah jang kita namakan perdjuangan ideologi didalam Partai jang berpang- kal pada persatuan dan melalui kritik-selfkritik menudju persatuan.
Dengan Partai jang bersatu dalam ideologi, bersatu dalam poli- tik dan organisasi, kita jakin bahwa Partai kita akan dapat melak- sanakan tugas²nja untuk mewudjudkan tuntutan2 Rakjat sekarang dan selandjutnja untuk melaksanakan semua tuntutan Revolusi Agustus, untuk melaksanakan sembojan Hapuskan imperialisme dan feodalisme sampai ke-akar²nja".
Tu'izan Tidak Ada Agresi Sovjet Di Hongaria adalah pernjataan Kawan D.N. Aidit atasnama seluruh anggota PKI terhadap per stiwa berdarah di Hongaria. Pernjataan tersebut mengutuk pemberontakan reiks.oner jang hendak mengembalikan kapitalisme di Hongaria dan jang didalangi oleh imperialis Amerika. Dengan tandas Kawan Aidit nmenjatakan bahwa bantuan Tentara Merah Uni Sovjet bukan agresi, mela nkan bantuan jang tidak mementingkan diri sendiri terhadap per- djuangan jang gagahberani dari klas buruh serta Partai Buruh Hongaria jeng membela hasil2 sosialis di Hongaria. Bersamaan dengan pernja- tnan itu telah dikirimkan pu'a kawat utjapan selamat Kawan D.N. A'dit kepada Kawan Janos Kadar, Sekretaris Pertama Partai Dur. h Hongaria jang telah dapat menindas pemberontakan kontra-re- volusioner tersebut.
TIDAK ADA AGRESI SOVJET DI HONGARIA
Di-tengah2 kesibukan nasional Rakjat Indonesia untuk deiigan sekuat tenaga membantu perlawanan Mesir terhadap invasi militer jang dilantjarkan bersama oleh tiga negara agresor Inggeris, Peran- tjis, Israel, kaum reaksi di Indonesia jang diwakili oleh pemimpin? Masjumi-PSI beserta persnja mulai me-niup2kan hasutan tentang apa jang mereka namakan ,serbuan militer oleh Uni Sovjet" ter- hadap Hongaria. Mereka mengatakan bahwa Uni Sovjet mengada- kan tjampurtangan bersendjata dalam urusan dalamnegeri Horgaria dan bahwa oleh karenanja Uni Sovjet bertindak jang bertentangan dengan prinsip2 konferensi Bandung dan Piagam PBB.
Dengan hasutannja itu kaum reaksi hendak menuduh se-olah2 Uni Sovjet, jang sekarang sepenuhnja berdiri dibelakang pemerin- tah dan Rakjat Mesir, djuga mendjalankan suatu politik kolonial jang hendak mendjadjah bangsa2 lain dan dengan demikian mereka hendak menjamakan politik luarnegeri Uni Sovjet dengan politik luarnegeri Amerika Serikat, Inggeris, Perantjis, dll.
Dalam pada itu mereka djuga mengatakan se-olah2 Persetudju- an Warsawa adalah tidak berbeda dengan pakt² agresif kaum impe- rialis seperti NATO dan SEATO.
Perlu terutama sekali ditegaskan bahwa berbeda dengan politik luarnegeri negara2 imperialis AS, Inggeris, Perantjis, Belanda dll. jang bermaksud mendjadjah negeri2 lain dengan setjara menguasai sumber² ekonomi dan kekuasaan politik dan militer di-negara2 lain tsb. maka politik luarnegeri Uni Sovjet bersifat kerdjasama inter- nasional dan perdamaian dengan semua negara didunia, besar mau- pun ketjil, berdasarkan lima prinsip, jaitu saling menghormati ke- utuhan wilajah dan kedaulatan, non-agresi, non-intervensi dalam urusan dalamnegeri negara2 lain, persamaan dan saling mengun- tungkan dan ko-eksistensi setjara damai.
Lima prinsip ini jang djuga merupakan prinsip2 Bandung, olch negara² anggota Persetudjuan Warsawa telah diterima sepenuhnja
sebagai dasar hubungan antara negara2 didunia (lihat Pernjataan Bersama negara² Persetudjuan Warsawa pada tanggal 28 Djanuari 1956). Dasar hubungan antar-negara ini adalah djuga berlaku se- penuhnja antara Uni Sovjet dan negara2 demokrasi Rakjat ter- masuk Hongaria.
Hubungan antara Uni Sovjet dan negara2 demokrasi Rakjat di Eropa Timur disamping didasarkan atas lima prinsip tersebut diatas djuga didasarkan atas kebutuhan dan tudjuan bersama untuk meim- bela dan mendjaga keselamatan hasil? sosialis jang sudah ditjapai lerhadap maksud2 dan usaha2 kontra-revolusi dari kaum imperialis. Untuk inilah negara2 tersebut telah mengadakan persetudjuan War- sawa pada tanggal 14 Mei 1955.
Pembelaan hasil2 sosialis di-negara2 demokrasi Rakjat terutama sekali bersifat pembelaan militer terhadap intervensi dan agresi ber- sendjata dari negara2 imperialis AS, Inggeris dll., baik dalam ben- tuk peperangan baru di Eropa seperti jang mereka rentjanakan maupun dalam bentuk kegiatan2 teror, sabotase dan usaha² kontra- revolusi lainnja jang mereka djalankan terhadap negara2 demokrasi Rakjat.
Umum sudah mengetahui bahwa pemerintah AS dengan resmi mengorganisasi kegiatan2 agresif anti-negara di-negeri2 ini berdasar- kan keputusan kongres AS dibulan September 1951 jang telah me- njediakan dana sebesar 100 djuta dolar dibawah Mutual Security Act. Maksud pokok dari gerakan imperialis itu adalah untuk menia- dakan hasil2 sosialis jang telah ditjapai di-negeri2 tersebut.
Djadi adalah pemerintah AS dan lain2 negara imperialis jang telah melakukan tjampurtangan dalam urusan dalamnegeri di Hon- garia. Di-negeri² ini pemerintah memang telah melakukan kesalah- an2 dalam mewudjudkan Sosialisme dan sedang melakukan pembe- tulan atas kesalahan² tersebut. Sebagaimana kita lihat dari provokasi2 imperialis di Berlin Timur pada tanggal 17 Djuni 1953 dan di Poznan pada tanggal 28 Djuni 1956, maka djuga di Hongaria kaum imperialis telah menunggangi keadaan ini dan menggunakan- nja untuk maksud² kontra-revolusi.
Dalam intervensinja itu, kaum imperialis telah melakukan ku- deta di Hongaria melalui agen²nja didalam Partai Buruh Honga- ria seperti Imre Nagy jang untuk maksud²nja itu telah mensalah.
gunakan Partai dan Pemerintah untuk memulihkan kembali ke- kuasaan kaum kapitalis dan tuantańah jang sudah digulingkan oleh Rakjat. Hal ini dapat diketahui dari tindakan²nja mendirikan dan mengembalikan kekuasaan partai2 kaum kapitalis dan tuantanah jang didahului dengan memetjat panglima tertinggi Angkatan Pe- rang Hongaria. Ini pada hakekatnja adalah sama dengan agresi AS di Guatemala, hanja dalam bentuk dan tjara jang lain jaitu di Guatemala mereka mengadakan serbuan militer dari luar sedang- kan di Hongaria dari dalam.
Dalam menindas gerakan² subversif imperialis tersebut itu, peme- rintah Hongaria dibawah pimpinan Perdana Menteri Janos Kadat telah menggunakan fasal 4 dari Persetudjuan Warsawa untuk me- minta bantuan militer dari Uni Sovjet tersebut antara lain berbunji seperti berikut:
Dalam hal serangan bersendjata di Eropa terhadap satu atau lebih peserta Persetudjuan ini oleh sebuah negara atau golongan negara jang manapun maka setiap peserta Persetudjuan ini dalam melakukan haknja untuk mempertahankan diri setiara individu atau kolektif sesuai dengan fasal 51 Piagam PBB akan segera membantu negara atau negara2 jang diserang itu baik setjara individu mau- pun atas Persetudjuan dengan peserta Persetudjuan lainnja, dengan segala tjara jang dianggap perlu, termasuk djuga kekerasan sen- djata. Peserta2 Persetudjuan akan segera mengadakan konsultasi tentang tindakan2 jang perlu jang harus diambil oleh mereka ber- sama2 supaja memulihkan dan memelihara perdamaian dan ke- amanan internasional".
Berdasarkan hal tersebut diatas maka bantuan militer Uni Sovjet kepada Hongaria adalah sah dan tidak bertentangan dengan ke- mauan negeri2 jang dibantu. Soalnja adalah membela dan mem- pertahankan hasil2 sosialis. Berdasarkan Persetudjuan Warsawa Uni Sovjet berkewadjiban memenuhi permintaan tersebut dan meng- gunakan pasukan²nja untuk membantu pemerintah dan Rakjat Hongaria untuk mempertahankan negara demokrasi Rakjat jang sudah dibangunkan itu. Djadi, bantuan militer Uni Sovjet adalah dimaksudkan untuk melawan dan menggagalkan aks:2 sabotase dan kontra-revolusi dari kaum imperialis Amerika, Inggeris dll.nia jang hendak menumbangkan kekuasaan demokrasi Rakjat jang sah dan
merestorasi kekuasaan kaum kapitalis dan tuantanah di-negeri² ter- sebut
Djelaslah pula bahwa tindakan2 tentara Uni Sovjet di Polandia dan Hongaria bukanlah suatu agresi jang bermaksud hendak men- djadjah dan menanamkan kekuasaannja sendiri di-negeri2 tersebut melainkan suatu bantuan militer jang bersifat defensif dengan mak- sud menggagalkan intervensi dan agresi bersendjata imperialis ter- hadap negara2 tersebut. Dengan teratasinja keadaan di Hongaria dengan bantuan tentara Uni Sovjet berantakanlah rentjana kaum imperialis untuk membuka dua front peperangan sekaligus, front di Mesir dan front di Eropa Timur (Polandia dan Hongaria).
Ini berbeda sekali dengan penjerbuan tentara Inggeris-Perantjis- Israel terhadap Mesir jang memang merupakan suatu agresi karena ditudjukan untuk menumbangkan kekuasaan Republik Mesir jang merdeka dan berdaulat dan merestorasi kekuasaan Inggeris dan Perantjis atas daerah Terusan Suez. Tidak pernah ada sátu kekua- saan di Mesir jang meminta kedatangan tentara Inggeris-Perantjis- Israel ke Mesir.
Sikap PKI terhadap kedjadian2 ini adalah: menjokong pem- belaan terhadap hasi.2 sosialis dan demokrasi Rakjat di Hongaria jang sekarang sedang dilakukan oleh kaum buruh dan Rakjat di- negeri2 tersebut dibawah pimpinan Partai Buruh Hongaria dengan dibantu sepenuhnja oleh tentara Uni Sovjet. (1)
PKI menjerukan kepada pemerintah dan seluruh Rakjat Indo- nesia agar waspada terhadcp usaha kaum reaksioner jang, sesuai dengan siasat kaum agresor imperialis, memang bermaksud menje- lewengkan perhation don perdjucngan Rakjat Indonesia dari per- lawanan anti-kolonia! Rakjat Mesir terhadap agresi militer dari Ingoeris-Perantiis-Israel.
Dengan ini ternjata bahwa tindakan orang2 reaksioner jang duduk dalam pimpinan Masjumi dan PSI memang sedjalan dan semaksud dengan politik imperialis untuk melemahkan bantuan dan perlawanan Rakjat sedunia kepa'a Rakjat Mesir didalam membela egerinia terhadap agresi Inggeris-Perantjis-Israel. Semua orang tahu bahwa semua negeri kubu sosialis terutama Uni Sovjet, se- penuhnja berdiri dibelakang Rakjat dan pemerintah Mesir!
Djakarta, 6 November 1956
Artikel ini jalah tulisan Kawan D.N. Aidit untuk memperingati genap 30 tahun pemberontakan Rakjat jang heroik jang dipimpin oleh PKI melawan kolonialisme Belanda. Ditandaskan bahwa pemberontakan 12 November 1926 itu, selain merupakan landjutan dari kebiasaan memberontak Rakjat Indonesia terhadap ketidakadilan, adalah pembe- rcntakan nasional jang pertama di Indonesia, pelopor pemberontakan2 nasional anti-imperialisme jang timbul kemudian.
Dalam memberikan arti politiknja d'kemukakan dengan mejakin- kan bahwa pemberontakan 1926 telah meningkatkan kesedaran politik Rakjat Indonesia, terutama kesedaran anti-kolonialisme; bahwa pembe- rontakan itu telah menundjukkan kepada Rakjat Indonesia bahwa ke- kuasaan Belanda bisa dibikin gojah dan bahwa Rakjat Indonesia mampu untuk memberikan perlawanan sampaipun djalan kekerasan; bahwa pemberontakan 1926 telah pula memberikan sumbangan penting bagi perdjuangan Rakjat sedunia melawan imperialisme.
12 NOVEMBER DAN PERDJUANGAN NASIONAL ANII KOLONIALISME
Hari 12 November tahun ini adalah hari pemberontakan nasio- nal anti-kolonialisme jang pertama, pemberontakan 12 November 1926, genap berusia 30 tahun. Pemberontakan 12 November me- rupakan tonggak sedjarah jang penting dalam perdjuangan pem- bebasan Rakjat Indonesia. Ia adalah pemiberontakan nasional jang pertama terhadap kolonialisme Belanda dalam abad ke-20, pem- berontakan pertama dalam zaman imperialisme, zaman dimana kapital-bank dan kapital-industri sudah berpadu mendjadi kapital- finans, pendeknja dimana kaum monopoli sudah menguasai ke- lidupan ekonomi dan politik Indonesia. Ia adalah pelopor pembe- rontakan2 nasional anti-imperialisme jang timbul kemudian.
Tetapi, pemberontakan 12 November bukan pemberontakan Rakjat Indonesia jang pertama kali. Sebelum pemberontakan ini sudah banjak pemberontakan2 lain jang bersifat lokal, baik sesudah orang2 Belanda datang maupun sebelumnja. Rakjat Indonesia ada- lah jang tidak pernah berhenti memberontak terhadap ketidakadi!- an, terhadap tiap2 penghisapan ekonomi dan penindasan politik. Tiap2 pemberontakan jang dilakukan oleh Rakjat Indonesia sedjak zaman perbudakan dahulukala selamanja berachir dengan adanja perubahan² sosial. Pemberontakan 12 November adalah landjutan dari kebiasaan memberontak Rakjat Indonesia terhadap ketidak- adilan dan djuga telah menimbulkan perubahan sosial dalam masja- rakat Indonesia.
Sedjarah Indonesia adalah sedjarah pemberontakan2 Rakjat, sedjarah jang ditulis dengan darah Rakjat dan oleh pahlawan2 pemimpin pemberontakan. Eksploitasi ekonomi dan penindasan politik jang luarbiasa telah membikin kaum tani Indonesia mem- berontak melawan kekuasaan kaum feodal (radja2, bangsawan2 dan punggawa2), seperti misalnja pemberontakan2 terhadap Kera- djaan Mataram ke-I (abad ke-8 dan ke-9). pemberontakan2 ter-
lhadap Keradjaan Kediri (awal abad ke-13) dibawah pimpinan anak petani Ken Arok, pemberontakan2 terhadap Keradjaan Singo- sari (achir abad ke-13), pemberontakan2 dalam Keradjaan Madja- pahit (abad ke-14 dan ke-15) dan pemberontakan2 lainnja. Pem- berontakan2 ini memang hanja berhasil dengan mendjatuhkán radja jang satu dan menaikkan radja jang lain, tidak berakibat πaiknja kaum tani kesinggasana kekuasaan. Tetapi ini tiiak mengungkiri, bahwa pemberontakan2 itu adalah pemberontakan kaum tani. Bukan keinginan subjektif dari radja2 jang tidak puas atau dari pemimpin2 pemberontakan jang menjebabkan timbulnja pemberon- takan², tetapi perlawanan kaum tani terhadap eksploitasi ekonomi dan penindasan2 politik fcodal jang menjebabkan adanja pembe- rontakan². Pemberontakan2 kaum tani gagal, tidak berachir dengan kcmenangan kaum tani dan hanja berakibat pergantian radja be- laka, adalah karena pada waktu itu tidak ada tenaga produktif jang baru, tiak ada hubungan produksi jang baru, tidak ada par- tai politik jang madju dan mampu memimpin kaum tani menudju kemenangan. Tetapi adalah tidak benar djika dikatakan bahwa pemberontakan2 tani jang gagal itu samasekali tidak membawa sekedar kemadjuan sosial. Satu²nja kekuatan sosial jang dapat men- datangkan perubahan keadaan pada waktu itu hanjalah pemberon- takan2 kaum tani.
Dalam tahun 1496 datanglah orang2 Portugis di Indonesia di- bawah pimpinan Vasco da Gama jang bermaksud berdagang dan menjebarkan agama Kristen di Indonesia. Kaum tani Indonesia dibawah pimpinan radja2 Indonesia mengadakan perlawanan sengit terhadap orang2 Portugis. Walaupun kapal2 dan persendjataan orang2 Portugis pada waktu itu adalah djauh lebih unggul.
Pada tanggal 22 Djuni 1596 berlabuhlah armada Belanda ter- diri dari 4 buah kapal ibawah pimpinan Cornelis Houtman di- pelabuhan Banten. Maksud orang2 asing ini datang ke Indonesia mulz2 hanja untuk berdagang, tetapi kemudian menantjapkan kaki- nja dengan menduduki Diakarta (tg!. 4 maret 1621 oleh Belanda dengan resmi dinamakan Batavia). Dari Diakarta Belanda meluas- kan kekuasaannja: tahun 1641 Belanda menguasai Malaka, benteng Portug's di Asia Tenggara, ¿engan demikian Belenda mengontrol selat Malaka; tahun 1667 Belanda menguasai Makassar, dengan
lemikian Belanda mengontrol Indonesia Timur; tahun 1667 Belan- da menguasai pantai Utara pulau Djawa sampai ke Djawa Timur, dengan demikian Belanda menutup keradjaan Mataram dari laut; tahun 1692 Belanda menguasai Banten, dengan demikian Belanda mengontrol pintu Barat Indonesia.
Tetapi, apakah sesudah dalam abad ke-17 Belanda dapat me- ngontrol banjak bagian dari Indonesia berarti Belanda bisa dengan aman melakukan penghisapan ckonomi dan penindasan politiknja? Samasekali tidak, kekuasaan Belanda telah menimbulkan banjak pemberontakan2 dan peperangan2 kemerdekaan seperti jang dipim- pin oleh Sultan Agung Mataram, Sultan Ageng Tirtajasa, Hasan- uddin, Trunodjojo, Untung Surapati, Diponegoro, Si Singamanga- radja, Pattimura, dll. Adalah kurang tepat apa jang sering dikata- kan, bahwa Indonesia pernah 350 tahun didjadjah Belania". Kenjataannja tidak demikian ! Kita mengenal watak2 bangsa kita, sebagai bangsa pedjuang dan pemberani, jang nenekmojangnja kira2 3.500 sampai 4.000 tahun jl. masih mengembara didaratan Asia. Karena tidak mau diperbudak oleh bangsa lain jang menjerbu, nenekmojang kita mentjari tanahair jang baru, pergi menduduki pulau2 di Selatan daratan Asia dan dengan perdjuangan jang sengit dapatlah nenekmojang bangsa Indonesia tanahair jang baru, jaitu Indonesia kita sekarang. Adakah mungkin bangsa jang begini mili- tan, bangsa jang begini pemberani dan begini kuat fisiknja dapat didjadjah oleh bangsa lain selama 350 tahun? Tidak masuk akal, dan memang ti'ak demikian!
Walaupun dalam abad ke-17 Belanda sudah menguasai banjak tempat2 penting di-pantai², tetapi adalah tidak benar djika dikata- kan bahwa pada waktu itu Indonesia sudah ditaklukkan oleh Belanda. Keradjaan Mataram baru menjerah dalam tahun 1749, di Lombok pertempuran penghab:san baru dalam tahun 1895, di Boni tahun 1908, di Bali tahun 1908, di Bandjarmasin tahun 1906. di Djambi tahun 1907, di Riau tahun 1913, di Tapanuli 1907, di Atjeh tahun 1908, dan banjak lagi bukt:2 jang menundjukkan bahwa Indonesia belum menjerah da'am abad ke-17 kepada Be!an- da. Diadi, utjapan bahwa Indonesia pernah diijadjah 350 tahun o'ch Belanda", disamping tidak mengenakkan telinga, adalah djuga tidak ilmiah, tidak tjotjok dengan kenjataan. Memang pedagang2
Belanda mendjatuhkan sauh kapalnja dipantai Utara Banten pada achir abad ke-16, tetapi adalah tidak benar djika pendjadjahan Belanda atas Indonesia dihitung sedjak djatuhnja sauh kapal2 para pedagang ini. Tentang ini sebaiknja direnungkan oleh ahliz sedja- rah kita, karena pengakuan pernah 350 tahun didjadjah Belanda" samasekali tidak mempertjepat proses penghantjuran fikiran2 kolo- nial dan feodal dikalangan sebagian angkatan lama dan membikin angkatan baru memberi nilai jang bukan² terhadap kekuatan kolo- nialisme Belanda dan menánamkan rasa ketidakmampuan bangsa sendiri.
Dengan uraian diatas samasekali bukan maksud saja mau men- dalami soal sedjarah tanahair kita. Saja hanja hendak menundjuk kan bahwa pemberontakan 12 November 1926 bagi bangsa Indo- nesia jang sudah biasa memberontak terhadap ketidakadilan bukan- lah sesuatu jang luarbiasa. Begitu djuga pemberontakan² kemudian. Hanja orang2 Indonesia jang tidak mengenal sedjarah bangsanja dan tidak tahu akan watak2 bangsanja jang merasa kaget dan tidak bisa menerima dalam akalnja pemberontakan tahun 1926. Ber-sama2 dengan Belanda mereka menjalahkan pemberontakan tahun 1926. Ada djuga jang menjalahkan dengan alasan" waktunja belum tiba, oleh karena itu tidak mentjapai hasil dan banjak memakan korban. Mereka menjalahkan PKI, karena PKI, walaupun masih sangat muda usianja, berusaha se-dapat2nja untuk memberikan pim- pinan pada pemberontakan tahun 1926. Djika fikiran orang2 ini diikuti, maka mereka djuga menjalahkan pemberontakan petani di- bawah pimpinan Ken Arok karena pemberontakan ini tidak mem- bawa kaum tani jang memberontak kesinggasana kekuasaan, mereka djuga menjalahkan perlawanan Rakjat dibawah pimpinan Sultan Agung Mataram, Hasanuddin, Surapati, Diponegoro, Pattimura dan pahlawan2 lainnja, karena perlawanan2 ini memakan banjak korban dan tidak membawa Rakjat kesinggasana kekuasaan.
Hanja kaum reaksioner jang menjalahkan pemberontakan Rak- jat! Tiap² pemberontakan Rakjat melawan ketidakadilan, tidak perduli pemberontakan besar atau ketjil, terpimpin baik atau tidak terpimpin baik, mentjapai tudjuan atau tidak mentjapai tudjuan. adalah mendorong kemadjuan sosial, walaupun sedikit ia membawa masjarakat lebih madju dan membawa ketidakadilan lebih dekat
keliangkuburnja. Adalah tukang ngelamun dan tukang omong- kosong jang mengatakan, bahwa pemberontakan baru bisa dibenar- kan djika menurut perhitungan" 100% mesti berhasil. Siapa jang bisa menetapkan pemberontakan 100% mesti berhasil? Tidak ada! Djadi selamanja tidak akan memberontak, djadi pendjadjahan ada- lah abadi bagi orang2 ini. Adalah lebih mentertawakan lagi, bahwa diantara orang2 jang menjalahkan pemberontakan tahun 1926 tidak sedikit jang mengaku dirinja pemimpin Rakjat". Adakah masih hak mereka untuk dinamakan ,pemimpin Rakjat" kalau mereka tidak mampu mentjegah Rakjat memberontak sebelum waktunja tiba dan tahunja hanja menjalahkan Rakjat jang memberontak? Adalah satu kenjataan, bahwa timbulnja pemberontak tidak hanja bergantung pada klas atau klas2 jang memberontak, tetapi banjak djuga bergantung pada klas atau klas2 jang menindas.
Dalam kita mengakui Sultan Agung Mataram sebagai pahlawan dan membenarkan Rakjat jang berdjuang dibawah pimpinannja, dalam kita mengakui Hasanuddin sebagai pahlawan dan membenar- kan Rakjat jang berdjuang dibawah pimpinannja, dalam kita meng- akui Surapati sebagai pahlawan dan membenarkan Rakjat jang berdjuang dibawah pimpinannja, dan banjak lagi tjontoh2 lain, tidak pernah kita meng-hitung2 apakah ketika mereka memberon- tak atau melantjarkan peperangan sudah dipenuhi sjarat2 100% harus berhasil. Pemberontakan² itu objektif adalah benar dan ob- jektif membikin masjarakat lebih madju, dan oleh karena itu tidak ragu2 kita membenarkannja. Kita harus menarik peladjaran dari pemberontakan². Ja, kita djuga mengkritik kekurangan²nja, agar kita bisa memberontak lebih baik dan lebih berhasil, tetapi walau- pun bagaimana kritik kita, walaupun bagaimana besarnja kesalahan dari pimpinan pemberontakan, pada pokoknja pemberontakan2 ter- hadap ketidakadilan tidak mungkin kita salahkan.
Apakah persamaan dan perbedaan antara pemberontakan2 ter- hadap radja2 feodal dan terhadap kekuasaan kaum kapitalis-dagang Belanda sebelum abad ke-20 djika dibanding dengan pemberontak- an 12 November 1926?
Persamaannja jalah, bahwa pemberontakan2 itu adalah adil, melawan ketidakadilan, oleh karena itu semua pemberontakan itu adalah benar.
Beberapa perbedaan: Pemberontakan sebelum orang2 asing datang adalah pemberontakan terhadap kekuasaan kaum feodal (radja2, bangsawan2 dan punggawa2) dengan dipimpin oleh orang2 dari klas feodal sendiri. Pemberontakan2 sesudah orang2 asing da- tang adalah pemberontakan terhadap penghisapan ekonomi dan penindasan politik jang dobel, jaitu dari kaum kolonialis asing dan dari kaum feodal sedangkan pimpinan masih ditangan kaum feodal. Pemberontakan 12November 1926 alalah pemberontakan terhadap penghisapan ekonomi dan penindasan politik jang dobel, jaitu kaum feodal dan kaum kapitalis kolonial, tetapi sudah dengan unsur baru, jaitu pimpinan klas baru, pimpinan proletariat dengan PKI sebagai pelopornja.
Kegagalan pemberontakan 12 November bukanlah karena peng- chianatan pemimpin pembercntakan, seperti jang sering kali ter- djadi dengan orang2 feodal jang memimpin pemberontakan kaum tani. Kegagalan pemberontakan 12 November adalah disebabkan karena masih mudanja klas proletar Indonesia jang mempunjai tugas sedjarah memimpin pemberontakan. Proletariat Indonesia masih muda, lahir ber-sama2 engan industri2 jang didirikan oleh kaum imperialis pada awal abad ke-20. Proletariat Indonesia masih muda dalam se-gala²nja, muda dalam umur, muda dalam organisasi, muda dalam teori dan muda dalam politik. Partai klas proletar ketika petjah pemberontakan 12 November masih baji, baru berumur 6 tahun.
Tetapi walaupun masih sangat muda, proletariat Indonesia tidak mundur dan tidak tjutji-tangan ketika ia dipanggil oleh sedjarah untuk memimpin pemberontakan jang ditimbulkan oleh perasaan tidak puas jang merata dikalangan Rakjat pekerdja, terutama kaum tani Indonesia. Tiap2 Komunis Indonesia wadjib berbangga hati, bahwa Partainja, Partai Komunis Indonesia, adalah Partai jang per-tama2 memberikan didikan anti-kolonialisme setjara praktis ke- pada Rakjat Indonesia.
Pemberontakan 12 November adalah satu tindakan anti-kolo- nialisme pertama jang mempunjai pengaruh setjara nasional atas Rakjat Indonesia. Pemberontakan ini telah menundjukkan kepada Rakjat Indonesia djalan jang benar untuk mengenjahkan kolonial- isme, jaitu djalan kekerasan. Pemberontakan ini telah menundjuk-
kan kepada Rakjat Indonesia bahwa kekuasaan Belanda bisa di- b.kin kalangkabut, bahwa kekuasaan kolonial bisa digojangkan, bahwa kekuasaan ini bukan kekuasaan jang abadi. Pemberontakan 12 November mempunjai arti jang luarbiasa besarnja dalam mening- katkan kesedaran politik Rakjat Indonesia, terutama kesedaran anti- kolonialisme.
Pada waktu sekarang, 30 tahun sesudah pemberontakan 12 November, Rakjat Indonesia dan seluruh Asia-Afrika berada dalam puntjak semangat anti-kolonialisme. Ahli sedjarah bukanlah ah! scjarah jang benar, djika dalam menerangkan semangat anti-kolo- nialisme jang sekarang ini membakar Rakjat dan pemuda Indonesia tidak mengemukakan pemberontakan 12 November sebagai faktor jang penting.
Djakarta, 12 November 1956
Tulisan ini adalah djawaban Kawan D.N. Aidit atas pertanjaan2 disekitar terpilihnja tjalon PKI mendjadi Wakil Ketua IV Konstituante. Hasil pemilihan tsb. membuktikan unggulnja sistim demokrasi jang berdasarkan perwakilan berimbang jang mewakili fikiran2 terpenting jang hidup dalam masjarakat Indonesia dan djatuhnja martabat tokoh2 kepalabatu dimata Rakjat. Adanja wakil PKI untuk pertama kalinja sedjak gagalnja Revolusi Agustus 45 dalam badan pimpinan lembaga2 demokrasi sentral jahg penting sekaligus adalah bukti jang mejakin- kan bahwa kedudukan itu samasekali mungkin dan masuk akal dan merupakan langkah kemenangan kekuatan demokrasi untuk men- dorong situasi revolusioner di Indonesia lebih madju kedepan.
TENTANG KOMPOSISI PIMPINAN KONSTIIUANTE
Berhubung dengan pertanjaan2 jang diadjukan kepada Comite Central PKI dan kepada saja sendiri mengenai komposisi pimpinan Konstituante, maka dengan singkat saja djelaskan sbb.:
. Pada pokoknja kaum Komunis berpendapat bahwa komposisi pimpinan Konstituante sekarang memenuhi hasrat Rakjat banjak, karena mentjerminkan aliran2 politik terpenting jang hidup dida- lam masjarakat Indonesia, seperti aliran Nasionalis, Islam, Komu- nis dan Keristen. Terpilihnja Hadji Njonja Hidajat Ratu Aminah (IP-KI) sebagai wakil ketua V tidak hanja berarti ditjerminkan- nja hasrat golongan2 ketjil dan pedjuang2 bersendjata jang terga- bung didalam IP-KI, tetapi djuga berarti kemenangan tjita² eman- sipasi wanita.
Dalam menghadapi pemilihan pimpinan Konstituante PKI memperdjuangkan tiga tudjuan: (1) supaja jang mendjadi Ketua dari golongan pembela Pantja Sila; (2) supaja komposisi keseluruh- annja merupakan perwakilan berimbang dan golongan pembela Pantja Sila tidak minoritet dan (3) supaja PKI ikut duduk di- dalam pimpinan. Konsep PKI ini ditentang oleh konsep pimpinan Masjumi jang bertudjuan: (1) Ketua dari partai Islam; (2) dalam komposisi keseluruhannja golongan partai2 Islam harus majoritet dan (3) supaja PKI tidak masuk. Hasil pemilihan sepenuhnja se- suai dengan konsep PKI dan partai2 demokratis lainnja, konsep Masjumi mengalami kegagalan.
Berdasarkan tiga tudjuan tersebut diatas PKI menjetudjui sau- dara Wilopo dari PNI mendjadi Ketua Konstituante. Demikian djuga, ketika Masjumi mengadjukan saudara Prawoto untuk men- djadi Wakil Ketua I, PKI memberikan 80 suaranja untuk Masjunii sehingga saudara Prawoto terpilih dengan aklamasi. Ketika NU mengadjukan saudara Hadji Faturrachman Kafrawi sebagai Wakil Ketua II, PKI djuga memberikan 80 suaranja kepada NU sehingga
saudara Faturrachman terpilih dengan aklamasi. Ketika Parkindo mentjalonkan saudara Leimena sebagai Wakil Ketua III, PKI pun memberikan 80 suaranja kepada Parkindo sehingga saudara Lei- mena djuga terpilih dengan aklamasi. Sudah tentu umum meng- harapkan ketika PKI-mengadjukan tjalonnja untuk Wakil Ketua IV (Kawan Sakirman) Masjumi dan NU akan memberikan suara- nja kepada PKI, atau se-kurang2nja abstain, tetapi kenjataannja tidak demikian. Golongan Keristen dan Katolik jang pro Pantja Sila memberikan suaranja kepada tjalon PKI.
Untuk menggagalkan tjalon PKI, supaja PKI tidak duduk dalam pimpinan Konstituante, Masjumi dan parta:2 Islam lainnja memberikan suaranja kepada sosialis" Abidin dari Partai Buruh. Tetapi dalam pemilihan ternjata bahwa Abidin jang didjagokan oleh Masjumi menderita kekalahan. Dengan ini konsep djahat pim- pinan Masjumi untuk mengisolasi PKI mendjadi berantakan sama- sekali. Ini sekaligus berarti kemenangan mutlak konsep PKI atas konsep Masjumi.
Sebagaimana sudah diketahui oleh umum, ketika membitjarakan rantjangan Tjara Memilih Ketua Dan Wakil2 Ketua Konstituante, PKI mengamandemen salahsatu fasal dengan maksud agar pemilih- an Ketua dan Wakil2 Ketua dilakukan sekaligus dan menurut sis- tim suara terbanjak biasa atau suara terbanjak relatif. Amande- men ini ditudjukan untuk mendjamin agar pimpinan Konstituante mentjerminkan semua aliran jang terpenting didalam masjarakat, untuk menghindari dagang sapi" dan ,sikut2an" dalam meng- gunakan demokrasi, supaja pemilihan bisa tjepat dan ongkosnja murah. Djika amandemen PKI ini diterima, maka konposisi pim- pinan Konstituante tidak akan banjak bedanja dengan hasil jang sudah ditjapai sekarang. Tetapi sajang sekali sistim jang mendjamin kerukunan ini-ditolak oleh fihak Masjumi cs, sehingga terdjadilah ,dagang sapi" jang meriah selama pemilihan, dan puntjaknja jalah Masjumi cs. mendjagokan sosialis" Abidin dari Partai Buruh jang hanja mempunjai lima suara untuk melawan tjalon dari PKI jang mempunjai 80 suara didalam Konstituante.
Dengan hasil pemilihan Ketua dan Wakil2 Ketua terbuktilah, bahwa walaupun amandemen PKI ditolak oleh sidang Konstituante, tetapi hasil pemilihan menundjukkan, persesuaian dengan tudjuan
¿mandemen PKI. Dengan ini terbukti keunggulan dari sistim demo- krasi jang berdasarkan perwakilan berimbang dan perwakilan fikir- an:2 terpenting jang hidup didalam masjarakat, jaitu demokrasi jang mendjamin kerukunan antara partai2 dan jang mengindahkan pilihan Rakjat.
Saja dan seluruh kaum Komunis Indonesia mengutjapkan banjak terimakasih kepada fraksi2 besar dan ketjil dari golongan Nasio- nalis, kepada fraksi2 Keristen dan Katolik serta kepada beberapa orang cari golongan partai2 Islam jang sudah memberikan suaranja l.epada tjalon PKI ketika pemilihan Wakil Ketua IV.
Komposisi pimpinan Konstituante jang mentjerminkan kehen- dak bagian terbesar dari Rakjat Indonesia akan membantu melan- tjarkan pekerdjaan Konstituante, karena segala persiapan dari fihak pimpinan sudah dengan memperhatikan dan memperhitungkan fkiran2 jang hidup didalam masjarakat dan dikalangan anggota² p:'eno Konstituante. Hanja orang2 jang berkepalabatu jang merasa dirugikan oleh komposisi pimpinan Konst:uante sekarang.
Desember 1956
Djika pada ulangtahun ke-V HR dalam katasambutannja Kawan D.N. Aidit menekankan pentingnja memperbesar op:ah HR dan menje- rukan agar setiap konferensi Partai tidak melupakan mempersoalkan HR, dalam artikel ini untuk menjambut ulangtahun ke-VI HR dikemu- kakan tentang vitalnja rol HR membantu para organisator, propagandis dan agitator Rakjat untuk mengorganisasi dan memobilisasi Rakjat remperdjuangkan kepentingannja.
Untuk bisa memenuhi tugas tersebut didjelaskan tentang perlunja pend dikan bagi para redaktur HR untuk mengetahui masjarakat Indo- nesia dan soal2 pokok revolusi Indonesia serta tugas2 praktis lainnja.
Disamping itu supaja HR betul2 menijadi sendjata ditangan Rak- jat dan Partai serta demi kesempurnaannja Kawan D.N. Aid't menja- takan sangat dibutuhkannja kritik baik jang datang dari orang2 Ko- munis maupun b::kan Komunis mengenai segala seginja.
HARIAN RAKJAT" SENDJATA DI- TANGAN RAKJAT DAN PARTAI
Per-tama2 izinkanlah saja pada kesempatan ini atas nama Co- mite Central PKI mengutjapkan selamat kepada semua pembatja, semua pekerdja tangan dan pekerdja otak Harian Rakjat.
Enam tahun usia HR berarti 6 tahun HR mengabdi Rakjat Indonesia dan kemanusiaan. Selama itu HR berdiri dibarisan paling depan dalam melawan tekanan2 ideologis dari musuh² Rakjat ter- utama dari koran² mereka. Selama itu HR berdiri dibarisan paling depan dalam membawa tjita2 Rakjat Indonesia, tjita2 ingin hidup bebas dari imperialisme jang mana djuapun, tjita2 ingin hidup dalam Indonesia jang demokratis, tjita2 ingin hidup damai, bersaudara dan bersahabat dengan semua Rakjat dan bangsa didunia. HR telah mendjadi pembantu jang militan dalam melaksanakan dua tugas urgen PKI, jaitu tugas memperkuat front persatuan nasional dan meneruskan pembangunan Partai.
HR penjebar tjita2 Rakjat dan HR pembantu PKI, oleh karena itu madju mundurnja HR sangat tergantung pada kemadjuan ge- rakan Rakjat dan kemadjuan PKI, dan sebaliknja, kemadjuan HR membawa kemadjuan bagi gerakan revolusioner Rakjat an bagi PKI. HR tidak bisa hidup tanpa gerakan revolusioner Rakjat, sebab HR lahir karena dan untuk gerakan Rakjat itu sendiri.
Disinilah perbedaan jang penting antara HR dengan koran2 kanan jang lahir karena dan untuk meladeni kepentingan musuh2 Rakjat, jaitu kaum imperialis, kaum burdjuasi komprador dan kaum tuantanah. Dilihat dari sudut materiil HR lemah djika dibanding- kan dengan koran2 kanan, tetapi HR kuat karena didukung oleh gerakan revolusioner Rakjat. Selama ada gerakan revolusioner Rak- jat Indonesia, maka hak-hidup HR tetap ada. Sedangkan haridepan HR adalah gemilang, sama gemilangnja dengan haridepan Indo- nesia dimana tidak terdapat lagi kaum imperialis, kaum komprador
dan kaum tuantanah jang mendjadi tempat bergantung koran? kanan. HR, Rakjat Indonesia dan PKI berdjuang untuk haridepan jang gemilang ini!
Adalah kebanggaan Rakjat dan adalah sangat dikuatirkan olch musuh2 Rakjat bahwa HR termasuk koran jang tjepat madjunja, baik dalam soal peningkatan oplah, dalam kemampuan berdiri sen- diri, dalam mengatur djaring2 koresponden maupun dalam meme- lihara rubrik²nja. Semuanja ini dapat ditjapai karena pekerdja tangan dan pekerdja otak HR didjiwai oleh dua tugas pokok jang diletakkan oleh Kongres Nasional ke-V PKI, jaitu tugas menggalang front persatuan nasional dan tugas pembangunan Partai. Dalam pesan ulangtahun ke-V HR telah saja kemukakan bahwa ,,Politik persatuan nasional jang mendjadi isi dan djiwa HR telah menje- babkan HR mendapat pembatja jang tidak sedikit dika'angan kaum demokrat dan patriot bukan-Komunis. Dalam pembangunan Partai, terutama dalam- memelihara dan memperkuat persatuan dida!am Partai, HR sudah mendjadi kebutuhan jang mutlak". Pekerdja? tangan dan pekerdja2 otak HR didjiwai oleh dua tugas ini, "dan HR mendjiwai perdjuangan Rakjat dan anggota2 PKI dengan dua tugas pokok ini.
Dalam mengemukakan sukses2 jang sudah titjapai oleh HR seperti diatas, apakah berarti tidak ada kritik dan tidak ada saran jang harus ditudjukan kepada HR? Kawan Njoto sering mengata- kan kepada saja, bahwa salahsatu kesukarannja dalam memimpin HR jalah karena kekurangan kritik dari para pembatja, dari kadei² dan comite2 PKI.
Saja berpendapat bahwa tugas2 HR dalam rangka melaksana- dua tugas urgen iatas adalah berat. Tugas2 HR jang bérat ini tidak mungkin dilaksanakan dengan baik djika tanpa kritik.
Marilah kita periksa betapa besarnja pekerdjaan jang harus dilaksanakan oleh HR. HR harus membantu pekerdjaan organi- sator² Rakjat dalam mengorganisasi massa Rakjat jang luas dalam seribu-satu matjam organisasi dan membantu mengorganisasi ang- gota2 PKI jang sudah sedjuta lebih djumlahnja. HR harus mem- bantu propagandis2 Rakjat dalam mempropagandakan, dalam menerangkan dan mejakinkan setjara tekun dan militan mengenai politik front persatuan sebagai sjarat mutlak untuk perbaikan cko-
nomi, politik dan kebudajaan Rakjat Indonesia. HR harus merang- sang semangat Rakjat dan agitator2 Rakjat untuk mengadjak ber- buat sesuatu atas kesedaran dan untuk kepentingan Rakjat sendiri. Dalam melakukan tugas2 ini masih banjak kekurangan HR hingga tidak djarang HR sampai ditangan pembatja tanpa melakukan tugas sebagai organisator, sebagai propagandis dan agitator kolektif.
Untuk mengatasi kekurangan2 jang penting dan berat seperti disebutkan itu, maka tidak ada djalan lain ketjuali semua redaktur lan koresponden HR harus terdiri dari orang2 jang mengerti benar tentang masjarakat Indonesia, jang tahu benar tentang soal2 pokok dan penting dari revolusi Indonesia, jang se-hari²nja mengikuti dan mengetahui tugas2 praktis jang berhubungan dengan taktik dan organisasi gerakan revolusioner. Tanpa mengetahui semuanja ini tidak mungkin mendjadi redaktur atau koresponden Rakjat jang baik, tidak mungkin HR memenuhi tuntutan² praktis perdjuangan Rakjat Indonesia. Adalah kewadjiban tiap2 redaktur dan korespon- den HR untuk mendidik diri agar mengetahui tentang semuanja ini, dan kewadjiban pimpinan Partai jalah membantu mereka dalam hal ini. Djadi soalnja jalah, pendidikan bagi para redaktur dan koresponden HR.
Dalam pesan ulangtahun ke-V antara lain saja katakan, bahwa tidak boleh ada konferensi Partai dari tingkat paling atas sampai paling bawah jang tidak membitjarakan HR, terutama membitjara- kan soal memperluas penjebaran dan soal-mengintensifkan pema- ukan uang langganan. Harus disedari benar2 bahwa rol HR banjak tergantung pada oplahnja". Hal ini belum dilakukan dengan sung- guh2, masih banjak konferensi Partai jang tidak membitjarakan soal HR, bukan karena HR sudah luas penjebarannja dan sudah inten- if pemasukan keuangannja, tetapi karena comite Partai jang ber- angkutan lupa" mendjadikan soal HR sebagai atjara konferensi, karena kawan² comite tidak melihat djalan keluar untuk meluaskan penjebaran dan pemasukan keuangan HR. Kepada kawan² jang uka lupa" itu ingin saja bertanja: apakah jang bisa dipetjahkan olch Partai kalau soal penjebaran HR dan pemasukan keuangan HR tidak bisa dipetjahkan? Lagi pula bisakah Partai jang modern seperti Partai kita tanpa sedjumlah tertentu jang agak besar pem- batja2 HR jang setia, setia membatja dan setia membajar uang
langganan? Bisakah organisasi basis Partai dan tjabang2 atau ran- ting2 organisasi massa benijalan baik djika pemimpin²nja tidak membatja HR? Bisakah massa diselamatkan dari bahaja ratjun2 koran reaksioner djika HR tidak menjerbu ke-tengah2 massa? Bisa- kah pekerdjaan organisasi berhasil djika massa pekerdja terus-mene- rus diombang-ambingkan dan diratjuni oleh koran² reaksioner jang membawa suara musuh2 Rakjat, suara. kaum imperialis, burdjuasi komprador dan tuantanah? Mau memperbesar Partai, mau men- djadikan gerakan Komunis jang besar mendjadi organisasi Komu- nis jang besar, adalah cmongkosong djika tidak disertai merebut massa kefihak HR. Tentang ini belum tjukup disedari oleh comite² dan pemimpin2 Partai. HR adalah tukang andjangsono jang djitu. Djika seorang kader bisa berandjangsono hanja beberapa djam HR bisa melakukannja lebih lama dan lebih sering dan ia berbitjara teratur kepada para pembatjanja. Tidak ada perkataan lain jang tepat ketjuali perkataan dungu" untuk comite2 dan pemimpin² Partai jang tidak melihat dan menjedari pentingnja HR sebagai pembantunja jang setia dalam pekerdjaannja se-hari2.
Sebagai akibat jang logis dari kurangnja perhatian sedjumlah comite mengenai HR, maka sedjumlah agen HR bukannja men- djadi pembantu dalam menjebarkan HR, tetapi mereka mendjadi penghalang dan beban bagi HR karena hutangnja terlalu banjak. Dengan demikian comite² jang bersangkutan tidak hanja mendjadi- kan comitenja diskredit, tetapi djuga mendjadi penghalang perkem- bangan Partai di-daerah2 lain, karena kematjetan pemasukan ke- uangan HR disatu tempat berarti memberatkan keuangan HR ke- seluruhannja. Sedar atau tidak sedar mereka telah berbuat merugi- kan perdjuangan Rakjat dan Partai, sama dengan perbuatan kaum penghisap.
Rentjana mengenai organisasi dan pendidikan jang diputuskan oleh Sidang Pleno ke-IV CC PKI jang dilangsungkan dalam bulan Djuli jang lalu hanja mungkin berhasil baik djika mendapat ban- tuan setjara sedar dan sungguh2 dari redaktur2, koresponden2 dan semua pekerdija HR. Salahsatu tjiri penting pada awal tahun 1957 dan sebagai pelaksanaan putusan2 Sidang Pleno CC tersebut jalah adanja gelombang naik dalam semangat beladjar kader2 dan ang- gota2 PKI. Di-mana2 didirikan sekolah2 dan kursus2 Partai, sedang-
kan tidak lama lagi sekolah2 politik untuk anggota dan tjalon- anggota akan dimulai. Dengan semangat jang tinggi, jang selama ini belum pernah dialami oleh PKI, kader2 dan anggota2 PKI mempeladjari matapeladjaran2 jang sudah ditetapkan CC PKI. Semangat beladjar jang tinggi ini harus dipelihara. Dalam hal memelihara semangat beladjar ini besarlah seharusnja rol Harian Rakjat".
Selandjutnja izinkanlah saja pada kesempatan ini mengritik pembatja2 Komunis jang tidak mengritik HR. Saja mengerti se- penuhnja, bahwa pekerdjaan Kawan Njoto memimpin HR tidak dibantu oleh pembatja2 Komunis jang tidak mengritik kekurangan HR. Dalam kehidupan Partai Komunis dan dalam kehidupan se- mua tjabang usaha Partai Komunis, kritik adalah sumber hidup. Kita membutuhkan kritik untuk menghidupkan seluruh tubuh Par- tai sebagaimana manusia membutuhkan udara untuk menjambung njawanja.
Kekurangan kritik pembatja² Komunis, terutama kader2 Komu- nis terhadap kekurangan2 HR telah menjebabkan pimpinan HR jang dipimpin Kawan Njoto kekeringan sumber hidup. Oleh karena itu pada kesempatan ini saja menjatakan harapan kepada semua pembatja Komunis supaja lebih banjak memberikan kritiknja ke- pada HR tentang apa sadja, mulai dari isi tulisan2 sampai ketipo- grafi, ja, djuga sampai kedistribusi. Hanja sadja, tiap2 kritik harus disertai dengan usul2 kongkrit untuk mengatasi kekurangan2 jang ada. Ini adalah tjara kritik kita!
Dalam saja menjarankan supaja kritik diperbanjak dari pem- batja2 Komunis, samasekali tidak berarti bahwa HR harus menu- tup pintu untuk kritik orang2 bukan-Komunis. Kritik dari orang2 bukan-Komunis tidak kurang pentingnja dari kritik2 pembatja Komunis. Saja hanja hendak menekankan, bahwa orang2 Komu- nis berkewadjiban mengritik HR sedangkan orang2 bukan-Komunis berhak penuh untuk mengritik HR karena mereka adalah djuga pembatja HR.
Saja jakin bahwa HR akan mentjapai sukses2 jang lebih besar dan gerakan revolusioner serta PKI akan lebih dibantu oleh HR djika saran2 diatas dilaksanakan. Sukses2 bagi HR, inilah jang senantiasa mendjadi harapan CC PKI, mendjadi harapan tiap2
Komunis jang baik.
Hidup Harian Rakjat, sendjata ditangan Rakjat dan Partai! Hidup kemerdekaan nasional, demokrasi dan perdamaian, poli- tik jang mendjiwai dan jang dibela dengan teguh oleh Harian Rakjat!
31 Djanuari 1957
Tu isan ini adalah pidato Kawan D.N. Aidit didalam sidang DPR tanggal 11 Februari 1957 mendjawab keterangan anggota DPR Uan S amsudin (Masjumi) jang mentjoba menutupi maksud2 kontra-revo- 1sicner cari dewan2 partikelir" di S..matera dengan me-njinggungz al Per:st wa Madiun.
Dengan pidato Kawan D.N. Aidit ini masjarakat dapa: mengetahui Cengan lebih djelas lagi hakekat Peristiwa Madiun. suatu provokası reaksi jang dilantjarkan oleh Hatta dan arti pemberontakan kortr:- revoltusioner gerombolan Simbolon dan Ahmad Husein jang satu tahun l:mdian mentjapai pntjaknja dengan diproklamasikannja ,Pemr n ah Eevolusicner Republik Indonesia" di Paiang o'eh gembong2 Mas'umi- SI sepe:t: Sjafruddin Prawiranegara dan Sumitro Djojohadikusumo.
Dengan tulisan ini Rakjat Indonesia sampai zekarang mempunjai Uge dektumen penting tentang Peristiwa Madi:n jaitu: Buka P.:ih ten- tong Pcrztiwa Madiun jang diterbitkan oleh Dapartemen Agitprop PKI, Menggugat Peristiwa Madiun dan Kon,rontasi Poristiwa Ma- di:n (1048) — Peristiwa Sumatera (1956).
KONFRONTASI PERISTIWA MADIUN (1948) — PERISTTWA SUMATERA (1956)
Terlebih dulu saja ingin menjatakan bahwa pemerintah Ali- Idham dalam keterangannja pada tanggal 21 Djanuari dan dalam djawabannja pada pandangan umum babak pertama pada tanggal 4 Februari jl. bisa membatasi diri pada persoalannja, jaitu tentang kedjadian2 di Sumatera dalam bulan Desember 1956. Hal ini dapat saja hargai dan tentang ini kawan²2 sefraksi saja sudah menjatakan pendapat fraksi PKI.
Pada pokoknja pendapat kami mengenai kedjadian2 di Suma- tera dalam bulan Desember tahun jl. adalah sbb.:
Pertama: Kedjadian2 di Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan adalah rentetan kedjadian jang sengadja di- timbulkan oleh sebuah partai ketjil jang kalah dalam pemilihan umum jl. jang berhasil mendalangi sebuah partai besar dan oknum² liar, jang tidak melihat kemungkinan dengan djalan demokratis dapat duduk kembali dalam kekuasaan sentral, dan jang hanja melihat kemungkinan dengan djalan menggunakan saluran partai² lain, dengan djalan mempertadjam pertentangan antara partai2 agama dengan PKI dan PNI, engan bikin²an menimbulkan ke- marahan Rakjat di-daerah2 supaja memberontak terhadap Peme- rintah Pusat, dengan djalan mengadudomba suku satu dengan suku lainnja dan dengan djalan menghasut orang2 militer supaja mem- berontak kepada atasannja.
Kedua: Kedjadian2 tersebut terang sedjalan dan berhubungan dengan rentjana kaum imperialis, jang dipelopori oleh Amerika Serikat untuk menarik Indonesia kedalam pakt militer SEATO. Rentjana² dari pemberontak di Sumatera untuk memisahkan Suma- tera dan Kalimantan dari Pemerintah Pusat dan untuk mendirikan negara sendiri jang mempunjai peralatan sipil dan militer sendiri, jang mempunjai hubungan luarnegeri sendiri, adalah sepenuhnja
sedjalan dengan rentjana Amerika Serikat jang diatur oleh Penta- gon (Kementerian Pertahanan) dan State Department (Kemen- terian Luarnegeri) Amerika Serikat, cleh djenderal2" DI-TII dan oleh aparat2 serta kakitangan2 Amerika Serikat jang ada di Indo- nesia.
Djadi, persoalannja adalah djelas, jaitu kepentingan vital Rak- jat Indonesia disatu fihak berhadapan langsung dengan kepenting- an kaum imperialis asing difihak lain. Dalam hal-ini pemerintah Ali-Idham menjatukan diri dengan kepentingan Rakjat Indonesia, dan oleh karena itu PKI tidak ragu2 berdiri difihak pemerintah dan melawan kaum pemberontak serta aktor2 intelektualisnja.
Demikianlah, kalau mengenai persoalannja. Djelas dimana kami berdiri, dan djelas pula dimana fihak lain berdiri.
Tetapi, disamping pemerintah dapat membatasi diri pada per- soalan jang sedang dihadapi, anggota jang terhormat Udin Sjam- sudin telah mem-bawa2 Peristiwa Madiun, dengan maksud menga- burkan persoalan.
Dalam Soal Peristiwa Madiun Kaum Komunis Adalah Pendakwa
Anggota tersebut telah me-njebut2 Peristiwa Madiun dáiam hubungan dengan Peristiwa Sumatera, antara lain dikatakannji pelopor pemberontakan di Indcnesia ini setelah Indonesia Mer- deka adalah Partai Komunis Indonesia", selandjutnja kaum Ko- munislah jang mendjadi mahaguru pemberontakan" dan bibitnja sudah menular keseluruh Indonesia". Maksud pembitjara tersebut djelas, jaitu supaja dalam soal pemberontakan Kolonel Simbolon dan Letnan Kolonel Ahmad Husein djuga PKI jang disalahkan. Lihatlah, betapa tidak tahu malunja orang mentjari kambinghitam, sama dengan tidak tahu malunja mereka menjalahkan PKI dalam hubungan dengan Peristiwa Madiun.
Saja tidak membantah, bahwa baik Peristiwa Madiun maupun oeristiwa Sumatera mempunjai satu sumber dan satu tudjuan, jaitu brsumber pada imperialisme Amerika dan Belanda dan bertudjuan n1k meletakkan Indonesia sepenuhnja dibawah telapak kaki merka.
Berhubung dengan sebuah statemen Politbiro CC PKI tanggal 13 Sep:ember 1953 saja pernah dihadapkan kemuka pengadian. Dalam sidang pengadilan tanggal 27 Djanuari 1955, dengan ber- pegang pada ajat 3 fasal 310 KUHP jang ditimpakan pada saja, sudah saja njatakan keseiiaan saja kepada pengadilan untuk men:- buktikan dengan saks:2 bahwa Peristiwa Madiun-memang provokasi dan bahwa dalam Peristiwa Madiun tersebut tangan Hatta-Suki- man-Natsir cs. memang berlumuran darah. Dengan ini berarti bahwa Hatta, ketika itu masih Wakil Presiden, harus tampil sebagai saksi berhadapan dengan saja. Kesediaan saja ini, jang djuga di- perkuat oleh advokat saja, Sdr. Mr. Suprapto, tidak mendapat per- setudjuan pcngadilan. Djaksa menjatakan keberatannja akan pem- buktian jang mau saja aijukan dengan saksi². Oleh karcna djaksa menolak pembuktian jang mau saja adjukan, maka djaksa terpaksa mentjabut tuduhan melanggar fasal 310 dan 311 KUHP. Djelaslah, bahwa ada orang2 jang kuatir kalau Peristiwa Madiun ini mcn- djadi terang bagi Rakjat.
Djadi, mengenai Peristiwa Madiun kami sudah lama siap her- hadapan dimuka pengadilan dengan arsiteknja Moh. Hatta. Ini saja njatakan tidak hanja sesudah Hatta berhenti sebagai Wakil Presiden, tetapi seperti diztas sudah saja katakan, djuga kctika Hatta masih Wakil Presiden. Saja tidak ingin menantang siapa², tetapi kapan sadja Hatta ingin Peristiwa Madiun dibawa kepeng- adilan, kami dari PKI selamanja bersedia menghadapinja. Kami jakin, bahwa djika soal ini dibawa kepengadilan bukanlah kani jang akan mendjadi teriakwa, tetapi kamilah pendakwa. Kamilah jang akan tampil kedepan sebagai pendakwa atasnama Amir Sjari- fuddin, putera utama bangsa Indonesia jang berasal dari tanah Batak, atasnama Suripno, Maruto Darusman, Dr. Wiroreno, Dr. Rustam, Harjono, Djokosujono, Sukarno, Sutrisno, Sardjono dan beribu-ribu lagi putera Indonesia jang terbaik dari suku Djawa jang mendjadi korban keganasan satu pemerintah jang dipimpin o'eh burdjuis Minangkabau, Mohamad Hatta. Demikian kalau kita mau berbitjara dalam istilah kesukuan, sebagaimana sekarang banja' digunakan oleh pembelz² kaum pemberontak i Sumatera, hal ja'g sedapat mungkin ingin kami hindari. Ja, kami djuga akan bbi- tjara atasnama perwira2, bintara2 dan pradjurit2 TNI jang was
dalam membasmi Komunis" atas perintah Hatta, karena mcreka djuga tidak bersalah dan mercka djuga adalah korban perang sau- dara jang dikobarkan oleh Hatta.
Dalam pembelaan saja dimuka pengadilan tanggal 24 Februari 1955 telah saja katakān bahwa diantara orang2 jang karena tidak mengertinja telah ikut dalam pengeijaran 'terhadap kaum Komu- nis', tidak sedikit sekarang sudah tidak mempunjai purbasangka lagi terhadap PKI dan sudah berdjandji pada diri sendiri untuk tidak lagi mendjadi alat perang saudara kaum imperialis (dan kakitangan". Alat2 negara sipil maupun militer sudah mengerti bahwa dalam Peristiwa Madiun mereka telah disuruh memerangi saudara² dan teman²nja sendiri.
Sudah mendjadi rahasia umum, bahwa dalam pemilihan úmum untuk Parlemen maupun untuk Konstituante lebih 80% dari ang. gota2 Angkatan Perang memberikan suaranja kepada partai2 demo- kratis, dan 30% dari suara jang diberikan anggota Angkatan Perang adalah diberikan kepada PKI. PSI dan Masjumi hanja mendapat kurang dari 20%, djadi kurang dari suara jang didapat oleh PKI sendiri atau PNI sendiri. PSI jang mempunjai pengaruh disedjum- lah opsir tinggi adalah partai kelima didalam Angkatan Perang, sedangkan Masjumi, karena politik pro DI-nja, adalah partai ke- enam. Dengan ini, saja hanja hendak membuktikan bahwa memu- kul PKI dengan menjembur-njemburkan Peristiwa Madiun adalah tidak merugikan PKI, malahan memberi alasan pada kami untuk berbitjara dan men-dielas2kan tentang Peristiwa Madiun.
Apalagi sekarang, sesudah terdjadi pemberontakan kolonel Sim- bolon di Sumatera Utara dan pemberontakan ,Dewan Banteng" di Sumatera Barat, menggunakan Peristiwa Madiun untuk memy- kul PKI adalah seperti menepuk air didulang, bukan muka PKI jang kena, tetapi muka Masiumi dan PSI sendiri jang sekarang membela pemberontak2 di Sumatera itu dengan matizan.
Hatta Bertanggungdjawab Atas Pentiulikan, Pembunuhan Dan Perang Saudara Tahun 1948
Mari, dalam menilai kebidjaksanaan pemerintah Ali-Idham sec- karang, kita perbandingkan antara kebidjaksanaan pemerintah Hatta
tahun 1948 mengenai Peristiwa Madiun dengan kebidjaksanaan pemerintah Ali-Idham sekarang. Dari hasil penilaian ini saja akan menentukan sikap saja terhadap kebidjaksanaan pemerintah seka-
rang. Peristiwa Madiun didahului oleh kedjadian² di Solo, mula2 dengan pembunuhan atas diri Kolonel Sutarto, Komandan 'TNI Divisi IV, dan kemudian pada permulaan September 1943 dengan pentjulikan dan pembunuhan terhadap 5 orang perwira TNI, jaitu major Esmara Sugeng, kapten Sutarto, kapten Supardi, kapten Suradi dan letnan Muljono. Djuga ditjulik 2 orang anggota PKI, Kawan2 Slamet Widjaja dan Pardijo. Kenjataan bahwa kawan2 jang ditjulik ini pada tanggal 24 September dimasukkan keđalann kamp resmi di Danuredjan, Djokjakarta, membuktikan bahwa pemerintah Hatta langsung tjampurtangan dalam soal pentjulikan2 dan pembunuhan2 diatas. Ini tidak bisa diragukan lagi!
Dalam pidatonja tanggal 19 September 1948 Presiden Sukarno mengatakan bahwa Peristiwa Solo dan Peristiwa Madiun tidak ber- diri sendiri. Ini sepenuhnja benar! Sesudah pentjulikan2 dan pem- bunuhan2 di Solo jang diatur dari Djokja, keadaan di Madiun mendjadi sangat tegang sehingga terdjadilah pertempuran antara pasukan2 dalam Angkatan Darat jang pro dan jang anti pentju- likan2 serta pembunuhan2 di Solo, jaitu pertempuran pada tanggal 18 September 1948 malam. Dalam keadaan katjaubalau demikian ini Residen Kepala Daerah tidak ada di Madiun, Wakil Residen tidak mengambil tindakan apa2 sedangkan Walikota sedang sakit. Untuk mengatasi keadaan ini maka Front Demokrasi Rakjat, di- mana PKI termasuk didalamnja, mendesak supaja Kawan Supardi, Wakil Walikota Madiun bertindak untuk sementara sebagai pedja- bat Residen selama Residen Madiun belum kembali. Wakil Wali- kota Supardi berani mengambil tanggungdjawab ini. Pengangkatan Kawan Supardi sebagai Residen sementara ternjata djuga disetudjui oleh pembesar² militer dan pembesar2 sipil lainnia. Tindakan ini segera dilaporkan kepemerintah pusat dan dimintakan instruksi dari pemerintah pusat tentang apa i:ng harus dikerdjakan selandjutnja.
Nah. tindakan inilah, tindakan mengangkat Wakil Walikota mendjadi Residen sementara inilah jang dinamakan oleh pemerin- tah Hatta tindakan merobehkan pemerintah Republik Indonesia",
tindakan mengadakan kudeta" dan tindakan mendirikan peme- rintah Sovjet".
Kalau dengan mengangkat seorang Wakil Walikota mendjadi Residen sementara bisa dinamakan merobohkan pemerintah Repu- blik Indonesia, bisa dinamakan kudeta dan bisa dinamakan men- dirikan pemerintah Sovjet, nama apakah lagi jang bisa diberikan kepada tindakan komplotan Simbolon dan Dewan Banteng" di Sumatera? Selain daripada itu, djika memang demikian halnja, alangkah mudahnja merobohkan pemerintah Republik Indonesia, alangkah mudahnja mengadakan kudeta dan alangkah mudahnja mendirikan pemerintah Sovjet! Djika memang demikian mudah- nja, saja kira sekarang sudah tidak ada lagi Republik kita, karena nafsu merobohkan Republik sekarang begitu di-kobar²kan dan begitu besarnja disementara golongan terutama dikalangan sebuah partai ketjil jang kalah dalam pemilihan umum jl. Tetapi saja kira, saudara Ketua, merobohkan Republik Indonesia tidaklah begitu mudah sebagaimana sudah dibuktikan oleh kegagalan Simbolon dan oleh makin merosotnja pamor Dewan Banteng", disamping Republik Indonesia tetap berdiri tegak. Apalagi mendirikan peme- rintah Sovjet, tidaklah semudah mengangkat seorang Wakil Wali- kota mendjadi Residen sementara. Rakjat Tiongkok dan Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok jang sudah berdjuang mati²an se- lama ber-puluh2 tahun dibawah pimpinan Partai Komunis Tiong- kok hingga sekarang belum sampai ketaraf mendirikan pemerintah Sovjet, artinja pemerintah sosialis di Tiongkok. Djadi, alangkah bebalnja, atau alangkah men-tjari²nja orang2 jang menuduh PKI merobohkan Republik dan mendirikan pemerintah Sovjet di Madiun dengan mengangkat Wakil Walikota Supardi mendjadi Residen sementara.
Berdasarkan kedjadian pengangkatan Wakil Walikota Supardi mendjadi Residen sementara dan atas tanggungdjawab sepenuhnja dari pemerintah Hatta, maka pada tanggal 19 September 1943 olch Presiden Sukarno diadakan pidato jang berisi seruan kepada seluruh Rakjat untuk ber-sama2 membasmi kaum pengatjau", maksudnja membasmi kaum Komunis dan kaum progresif lainnja setjara djasmaniah. Saja katakan sepenuhnja tanggungdjawab peme- rintah Hatta, karena Hattalah jang mendjadi Perdana Menteri
ketika itu. Tetapi karena Hatta tahu bahwa pengaruhnja sangat ketjil dikalangan Angkatan Perang dan alat2 negara lainnja, apa- lagi dikalangan masjarakat, maka Hatta menggunakan mulut Su- karno dan memindjam kewibawaan Sukarno untuk membasmi Amir Sjarifuddin dan be-ribu2 putera Indonesia asal suku Djawa. Ini, sekali lagi, kalau kita mau berbitjara dalam istilah kesukuan jang sekarang banjak dilakukan oleh pembela2 kaum pemberontak di Sumatera, sesuatu jang sedapat mungkin ingin kami hindari.
Demikianlah, kebidjaksanaan" Hatta sebagai Perdana Menteri dalam menghadapi persoalan2 masjarakat dan persoalan2 politik jang kongkrit. Karena kepitjikannja dan kesombongannja sebagai burdjuis Minang jang ingin melondjak tjepat sampai keangkasa, karena kehausannja akan kekuasaan, karena kepalabatunja, karena ketakutannja jang keterlaluan kepada Komunisme, maka Hatta sebagai Perdana Menteri dengan setjara gegabah mengerahkan alat² kekuasaan negara untuk mentjulik, membunuh dan mengobarkan perang saudara. Orang sering2 salah kira dengan menjamakan sifat kepalabatu Hatta dengan kemauan keras" atau sikap jang kon- sekwen". Tetapi saja jang djuga mengenal Hatta dari dekat ber- pendapat, bahwa sifat kepalabatu Hatta adalah disebabkan karena sempit pikirannja, dan karena sempit pikirannja ia tidak bisa ber- tukar fikiran setjara sehat, tidak pandai bermusjawarah, dan tahu- nja hanja main ngotot", mutung", basmi" dan ,tangan besi". Dan apa akibatnja permainan basmi" dan tangan besi" Hatta? Beribu-ribu pemuda dan Rakjat dari kedua belah fihak jang ber- perang mati karenanja. Seluruh Rakjat sudah mengetahui dari pengalamannja sendiri bahwa semua ini dilakukan hanja untuk melapangkan djalan bagi Hatta buat pelaksanaan Konferensi Medja Bundar dengan Belanda jang langsung diawasi oleh Amerika Seri- kat untuk membikin perdjandjian KMB jang chianat dan jang sudah kita batalkan itu.
Sifat gegabah dari tindakan Hatta lebih nampak lagi ketika ia meminta kekuasaan penuh dari BPKNIP (1), dimana didalam pidatonja dinjatakan bahwa Tersiar pula berita — entah benar entah tidak — bahwa Musso akan mendjadi Presiden Republik rampasan itu dan Mr. Amir Sjarifuddin Perdana Menteri". Lihat- lah betapa tidak bertanggungdjawabnja tindakan Hatta. Ia bertin-
dak atas dasar berita jang sifatnja entah benar entah tidak" bahwa sesuatu ,akan" terdjadi. Ja, Hatta bertindak atas berita jang masih diragukan tentang akan terdjadinja sesuatu. Tetapi, adalah tidak diragukan lagi bahwa tindakan Hatta sudah berakibat dibunuhnja ribuan orang jang tidak berdosa tanpa proses.
Hatta Ingin Berkuasa Sewenang-wenang Lagi
Berdasarkan pengalaman dengan Peristiwa Madiun, dimana Hatta menelandjangi dirinja sebagai manusia jang tidak berperike- manusiaan, maka saja seudjung rambutpun tidak ragu bahwa Hatta, seperti belum lama berselang dimuat dalam koran² pernah meng- utjapkan kepada Firdaus A.N., hanja bersedia berkuasa djika tidak bisa didjatuhkan oleh Parlemen. Kalau mau tahu tentang Hatta, inilah dia! Inilah politiknja, inilah moralnja, inilah se-gala²nja! Jaitu, seorang jang mau berkuasa setjara se-wenang2.
Hatta samasekali tidak menghargai djerihpajah Rakjat jang kepanasan dan kehudjanan antri untuk memberikan suaranja untuk Parlemen kita sekarang. Lebih daripada itu, ia djuga tidak meng- hargai suaranja sendiri jang diberikannja ketika memilih Parlemen ini. Orang jang tidak menghargai orang lain sering kita temukan didunia ini. Tetapi orang jang tidak menghargai suaranja sendiri, ini keterlaluan.
Hatta ingin berkuasa kembali tanpa bisa didjatuhkan oleh Par- lemen, ia mengimpikan masa keemasannja ditahun 1948. Kali ini jang mau didjadikannja mangsa bukan hanja putera2 Indonesia asal suku Djawa dan Batak, tetapi djuga putera2 suku lain, termasuk putera2 suku Minangkabau, karena PKI sekarang sudah tersebar diseluruh Indonesia dan disemua suku. Tetapi, sebelum Hatta sam- pai kesitu, perlu saja peringatkan bahwa dalam tahun 1948 ia hanja berhadapan dengan 10.000 Komunis jang hanja tersebar setjara sangat tidak merata dipulau Djawa dan Sumatera, karena PKI ketika itu dilarang berdiri didaerah pendudukan Belanda. Tetapi sekarang, Hatta harus berhadapan dengan lebih satu djuta Komunis jang tersebar disemua pulau dan disemua suku. Saja perlu menjatakan ini, hanja untuk menerangkan betapa besar akibatnja kalau Hatta bermain "tangan besi" lagi. Dan ........ besipun bisa
patah!
Saja jakin, bahwa tiap2 orang jang mempunjai perasaan tang- gungdjawab tidak ingin terulang kembali tragedi nasional seperti Peristiwa Madiun itu. Dari fihak Partai Komunis Indonesia, seperti sudah ber-ulang2 kami njatakan, dan sudah mendjadi peladjaran didalam Sekolah2 dan Kursus2 Partai kami, kami ingin dan kami jakin bisa mentjapai tudjuan2 politik kami setjara parlementer. Kami akan menghindari tiap2 perang saudara selama kepada kami didja- min hak2 politik untuk memperdjuangkan tjita2 kamī. Tetapi, kalau kepada kami disodorkan udjung bajonet dan didesingkan peluru seperti dalam Peristiwa Madiun, djuga seperti selama peristiwa itu, kami tidak akan memberikan dada kami untuk ditembus bajonet dan ditembus peluru kaum kontra-revolusioner.
Kami kaum Komunis tidak ingin mengganggu siapa2 selama kami tidak diganggu. Kami ingin bersahabat dengan semua orang, semua golongan dan semua partai jang mau bersahabat dan beker- djasama dengan kami untuk haridepan jang lebih baik bagi tanah- air dan Rakjat Indonesia. Walaupun dihadapan kantor pusat Ma- sjumi di Kramat Raja 45, Djakarta, terpantjang dengan djelas papan Front Anti-Komunis", djadi anti kami, anti saja dan anti kawan² saja, tetapi kami kaum Komunis tidak akan ikut gila untuk djuga memantjangkan papan ,,Front Anti-Masjumi", apalagi ,Front Anti-Islam". Kami tidak akan membiarkan 'diri kami terprovokasi oleh pemimpin2 Masjumi ini. Saja pribadi tidak mau diprovokasi cleh kenalan lama saja, saudara Mohamad Isa Anshari, pemimpin akbar Front Anti-Komunis".
Ber-angsur2 Rakjat Indonesia berdasarkan pengalamannja sen- diri mendjadi makin jakin bahwa bukanlah kaum Komunis jang anti-agama, tetapi sebaliknja, sedjumlah pemimpin partai2 agama- lah jang anti-Komunis dan menghasut anggota2nja supaja anti- Komunis.
Rakjat Indonesia sudah mengetahui bahwa dalam soal peme- rintahan kami menginginkan terbentuknja pemerintah persatuan nasional dimana didalamnja duduk 4-Besar, djadi termasuk PKI dan Masjumi, ber-sama2 dengan partai2 lain. Ini akan kami per- djuangkan terus walaupun sampai hari ini saja kira Masjumi belum mau, karena masih mengikuti apa jang dikatakan oleh pemimpin
Masjumi saudara Moh. Natsir dalam muktamar Masjumi di Ban- dung bulan Desember 1956. Dalam muktamar tersebut saudara Moh. Natsir mengatakan antara lain bahwa pimpinan partai Ma- sjumi meletakkan strateginja menghadapi pembentukan kabinet kepada dua pokok pikiran jaitu: (a) Memulihkan kerdjasama antara partai2 Islam. (b) Menggabungkan tenaga2 non-Komunis dalam kabinet, Parlemen dan masjarakat serta mengisolir PKI atau para crypto-Komunis dari kabinet". (Halaman 22 Laporan Beleid Politik Pimpinan Partai Masjumi"). Tjobalah renungkan, bukan persatuan nasional jang mereka adjarkan dan amalkan, tetapi per- petjahan nasional. Mengisolasi PKI adalah identik dengan meng- isolasi ber-djuta2 Rakjat Indonesia. Bagaimana persatuan nasional akan bisa tertjapai dengan sikap jang a-priori sematjam ini. Sikap sematjam ini hanja mempertegang keadaan politik dinegeri kita, dan jang untung bukan bangsa Indonesia, tetapi kaum imperialis asing, jang memang menginginkan peruntjingan keadaan dan per- petjahan didalam tubuh bangsa kita.
Djadi, kapankah semua pemuka bangsa kita akan beladjar dari pengalaman Peristiwa Madiun jang tragis itu, supaja tidak lagi mengulangi kesalahan tindakan dan kebidjaksanaan agar persatuan bangsa kita terpelihara baik, supaja kita tidak gegabah dalam meng- ambil tindakan², apalagi tindakan2 jang bisa berakibat luas? Saja berusaha dan terus akan berusaha untuk menarik peladjaran se- banjak2nja dari pengalaman sedjarah itu.
Kabinet Ali-Idham Ber-puluh2 Kali Lebih Bidjaksana Daripada Kabinet Hatta
Dibanding dengan kebidjaksanaan pemerintah Hatta dalam menghadapi kedjadian di Madiun dalam bulan September 1948, kabinet Ali-Idham sekarang ber-puluh2 kali lebih bidjaksana. Pada- hal kalau melihat kedjadiannja, pengangkatan seorang Wakil Wali- kota mendjadi Residen sementara karena dipaksa oleh keadaan, belumlah apa2 kalau dibanding dengan pengoperan pimpinan peme- intah daerah Sumatera Tengah oleh orang2 Dewan Banteng", jang terang2an direntjanakan terlebih dulu dalam reunie ex-divisi Banteng bulan November 1956, dan jang terang2an sudah pernah
menolak dan menghina perutusan pemerintah pusat jang datang untuk berunding: Apalagi kalau dibanding dengan perbuatan kom- plotan kolonel Simbolon pada tanggal 22 Desember 1956, jang terang2an menjatakan tidak lagi mengakui pémerintah jang sah sekarang. Apalagi, kalau kita ingat bahwa maksud jang sesungguh- nja dari semua tindakan itu jalah untuk memisahkan Sumatera dan Kalimantan dari Pemerintah Pusat, mendirikan negara Sumatera dan Kalimantan serta mengadakan hubungan luarnegeri sendiri. Apalagi kalau diingat bahwa ada maksud2 untuk menjerahkan pulau We di Utara Sumatera kepada negara besar tertentu untuk didjadi- kan pangkalan-perang. Apalagi kalau diingat bahwa semua rentjana itu sesuai sepenuhnja dengan apa jang direntjanakan oleh Penta- gon dan State Department Amerika Serikat, oleh djenderal2" DI- TII dan aparat2 serta kakitangan2 Amerika lainnja jang ada di Indonesia. Djika diingat semuanja ini, maka pengangkatan Wakil Walikota Supardi mendjadi Residen sementara Madiun adalah hanja kinderspel" (permainan kanak2).
Tetapi penamaan apa jang diberikan oleh Hatta kepada kedja- dian2 di Madiun bulan September 1948 dan penamaan apa pula jang diberikan orang kepada perbuatan2 kaum pémberontak di Sumatera pada bulan Desember 1956? Peristiwa Madiun dinama- kan merobohkan Republik Indonesia", dinamakan ,,kudeta", tetapi pemberontakan di Sumatera jang sepenuhnja dan setjara terang2an disokong oleh kaum imperialis asing, terutama kaum imperialis Amerika dan Belanda, mereka namakan ,tindakan konstruktif" demi kepentingan daerah". Saja bertanja: Konstruktif untuk siapa? Untuk kepentingan daerah mana? Memang konstruktif sekali tindakan kaum pemberontak di Sumatera, konstruktif dalam rangka membangun pangkalan2 perang SEATO! Memang untuk kepen- tingan daerah, kepentingan perluasan daerah SEATO! Djadi, samasekali tidak konstruktif untuk Rakjat Indonesia dan samasekali bukan untuk kepentingan daerah Indonesia!
Demikianlah, apa sebabnja saja katakan bahwa mengemuka- kan Peristiwa Madiun dalam keadaan sekarang untuk memukul PKI adalah seperti menepuk air didulang. Bukannja PKI jang ketjipratan, tetapi djustru si-penepuk air jang sial itu. Mengemuka- kan soal Peristiwa Madiun dalam menghadapi Peristiwa Sumatera
sekarang berarti memberi alasan jang kuat untuk mengkonfrontasi- kan kebidjaksanaan jang memang bidjaksana dari kabinet Ali- Idham sekarang dengan kebidjaksanaan jang tidak bidjaksana dari kabinet Hatta, dalam tahun 1948. Djika sudah dikonfrontasikan, maka akan merasa berdosalah oràng2 jang ber-teriak2 ingin melihat naiknja Hatta kembali, ketjuali kalau orang2 itu memang ingin melihat·Hatta sekali lagi mempermainkan njawa umat Indonesia sebagai mempermainkan njawa anak ajam.
Kebidjaksanaan kabinet Ali-Idham dalam menghadapi Peris- tiwa Sumatera sekarang tidak disebabkan terutama karena Ali Sas- troamidjojo seorang Indonesia dari suku Djawa jang toleran, tidak, tetapi karena pimpinan kabinet sekarang terdiri dari orang2 jang mempunjai perasaan tanggungdjawab jang besar. Sukurlah, bahwa ketika terdjadi Peristiwa Sumatera Hatta tidak memegang fungsi dalam pimpinan negara, walaupun saja tidak ragu adanja sang- kutpaut Hatta dengan kedjadian2 itu. Kalau Hatta memegang fungsi penting, apalagi kalau Hatta memegang tampuk pemerintahan, entah berapa banjak lagi korban jāng dibikinnja.
Dalam usaha menjelesaikan Peristiwa Sumatera ada orang2 jang ingin supaja soal kolonel Simbolon diselesaikan setjara adat", supaja soal Dewan Banteng" diselesaikan "setjara musjawarat", setjara potong kerbau" dan dengan menggunakan pepatah dan petitih". Pendeknja, adat, kerbau serta pepatah dan petitih mau dimobilisasi untuk menjelesaikan soal kolonel Simbolon dan soal Dewan Banteng". Sampai2 orang2 jang tidak beradat djuga ber- bitjara tentang penjelesaian setjara adat".
Tetapi, orang2 ini pada bungkam semua ketika Amir Sjarifud- din dengan tanpa proses ditembus oleh peluru atas perintah Hatta. Ketika Amir Sjarifuddin masih ditahan dipendjara Djokja sebelum dibawa ke Solo dan digiring kedesa Ngalian untuk ditembak, tidak ada seorang Batak atau siapapun jang tampil kedepan dan mengata- kan: Mari soal Amir Sjarifuddin kita selesaikan setjara adat tanah Batak", atau Mari soal Amir Sjarifuddin kita selesaikan setjara Keristen".
Saja hanja ingin bertania: Apakah Amir Sjarifuddin jang ber- marga Harahap itu kurang Bataknja daripada kolonel Simbolon sehingga adat Batak mendjadi tidak berlaku bagi dirinja? Saja kira
Amir Sjarifuddin tidak kalah Bataknja daripada orang Batak jang mana djuapun, malahan ia tidak kalah Keristennja daripada ke- banjakan orang Keristen. Amir Sjarifuddin meninggal sesudah ia menjanjikan lagu Internasionale, lagu Partainja, lagu kesajangan- nja, dan ia meninggal dengan Kitab Indjil ditangannja. Amir Sja- rifuddin adalah putera Baiak jang baik, jang patriotik, dan karena itu djuga ia adalah seorang putera Indonesia jang baik. Djadi tidak sepantasnja adat tanah Batak tidak berlaku baginja.
Bagaimana pula halnja ribuan orang Djawa jang didrel tanpa proses atas perintah Hatta itu? Apakah suku Djawa jang menderita dari abad keabad tidak mengenal musjawarat dan tidak mengenal pepatah dan petitih sehingga ketika dilantjarkan kampanje pem- bunuhan terhadap orang2 Djawa selama Peristiwa Madiun tidak ada orang Djawa jang beradat dan tidak ada tjerdik-pandai Djawa jang tampil kedepan untuk menjelesaikan persoalan ketika itu setjara rembugan (musjawarat), setjara adat, dan dengan berbitjara meng- gunakan banjak paribasan (peribahasa), dengan potong sapi, potong kerbau, dan dengan mbeleh wedus (potong kambing)? Ataukah karena pulau Djawa sudah kepadatan penduduk maka pembunuh- an atas orang2 Djawa oleh tangan besi burdjuis Minang Moham- mad Hatta boleh dibiarkan? PKI tampil kedepan untuk kepenting- an de zwijgende Javanen" (,,orang2 Djawa jang berdiam diri") ini, baik mereka Komunis ataupun bukan-Komunis. Ja, djika soal ini dibawa kepengadilan, PKI djuga akan berbitjara atasnama pra- djurit2, bintara2 dan perwira2 dari suku Djawa jang mati karena melakukan tugas membasmi Komunis" jang diperintahkan oleh Hatta. Pradjurit², bintara2 dan perwira² jang mati dalam pertern- puran melawan Komunis ketika itu adalah tidak bersalah, sama tidak bersalahnja dengan Komunis2 jang mereka tembak. Mereka semuanja adalah korban permainan politik perang saudara Hatta. Tidak hanja kami, sebagai pewaris2 dari pahlawan² Komunis dalam Peristiwa Madiun, tetapi djuga keluarga para pradjurit, bintara dan perwira TNI jang disuruh membasmi Komunis" berhak untuk mendakwa Hatta sebagai pembunuh sanak-saudara mereka, djika soal ini dibawa kepengadilan.
Mari sekarang kita lihat bagaimana sikap pemerintah Hatta terhadap perwira jang belum tentu bersalah dalam Peristiwa Ma-
diun, dan bagaimana sikap pemerintah Ali-Idham sekarang ter- hadap opsir2 jang sudah terang bersalah dalam pemberontakan2 di Sumatera.
Pemerintah Hatta dengan tanpa memeriksa lebih dulu kesalah- an mereka terus sadja memetjat perwira2, antara lain jang masih hidup sekarang bekas Djenderal Major Ir. Sakirman, bekas Letnan Kolonel Martono, bekas Major Pramudji, dan banjak lagi. Pada- hal perwira2 ini belum pernah dipanggil untuk menghadap, apa- lagi diperiksa; djadi samasekali tidak ada dasar untuk memetjat mereka. Para perwira jang belum tentu bersalah tidak hanja di- petjat, tetapi banjak djuga jang disiksa diluar perikemanusiaan dan dibunuh tanpa dibuktikan kesalahannja terlebih dahulu.
Sekedar untuk mengetahui bagaimana pembunuhan2 kedjam oleh alat2 resmi ketika itu, bersama ini saja lampirkan 3 buah turunan laporan resmi dan pengakuan resmi tentang, pembunuhan terhadap diri Sidik Aslan dkk. dan terhadap letnan kolonel Dach- lan dan major Mustofía (2). Untuk menghemat waktu tidak saja batjakan lampiran2 ini. Lampiran2 ini saja sampaikan lepas dari penilaian siapa dan bagaimana major Sabarudin, pembuat penga- kuan2 tersebut. Jang sudah terang major Sabarudin bukan simpa- tisan PKI, apalagi anggota PKI.
Kekedjaman pemerintah Hatta selama Peristiwa Madiun ada- lah ber-puluh2 kali lebih kedjam daripada pemerintah kolonial Belanda ketika menghadapi pemberontakan Rakjat tahun 1926. Pemerintah kolonial Belanda masih memakai alasan2 hukum untuk membunuh, memendjarakan dan mengasingkan kaum pemberon- tak, tetapi Hatta sepenuhnja mempraktekkan hukum rimba. Semua- nja ini mengingatkan saja kembali pada tulisan Hatta jang ber- kepala ,14 Djuli", dimuat dalam harian Pemandangan" pada 14 Djuli 1941 dimana antara lain ia menulis tentang Petain, se- orang Perantjis boneka Hitler, sebagai seorang serdadu jang ber- hati lurus dan djudjur". Hanja serigala mengagumi serigala, hanja fasis mengagumi fasis!
Bandingkanlah sikap pemerintah Hatta terhadap kedjadian di Madiun dengan sikap pemerintah sekarang terhadap kolonel Sim- holon jang sudah terang bersalah karena merebut kekuasaan dise- bugian wilajah Republik Indonesia, jang sudah terang melanggar
disiplin militer atau jang oleh Presiden Sukarno/Panglima Tertinggi dalam amanatnja tanggal 25 Desember 1956 dirumuskan tclah ber- buat jang menggontjangkan sendi2 ketentaraan dan kenegaraan kita, dan jang membahajakan keutuhan tentara dan negara kita pula". Kolonel Simbolon hanja diberhentikan sementara sebagai Panglima Tentara dan Teritorium I. Sedangkan terhadap pemim- pin2 pemberontakan militer di Sumatera Tengah sampai sekarang belum diambil tindakan apa2.
Tentu ada orang2 jang mengatakan: ja, karena Panglima Ter- tinggi, Pemerintah dan Gabungan /Kepala Staf Angkatan Perang sekarang tidak mempunjai kewibawaan, maka mereka tidak meng- hukum perwira2 tersebut seperti Hatta dulu menghukum perwira2 jang disangka tersangkut dalam Peristiwa Madiun.
Istilah wibawa" pada waktu belakangan ini banjak diperguna- kan orang dengan masing2 mempunjai interpretasinja sendiri2. Kalau dengan istilah wibawa" jang dimaksudkan jalah kemampu- an pemerintah untuk bertindak, maka terang bahwa pemerintah sekarang sanggup bertindak, sanggup memerintah, artinja mempu- njai kewibawaan. Apakah bukan tanda wibawa dari pemerintah sekarang dengan dapatnja digulingkan keradjaan sehari komplotan kolonel Simbolon dalam waktu jang sangat singkat?
Tanggal 22 Desember 1956 pemerintah memutuskan dan meng- umumkan pemberhentian sementara kolonel Simbolon sebagai Pang- lima TT I dan menjerahkan tanggungdjawab TT I kepada letnan- kolonel Djamin Gintings atau letnan-kolonel A. Wahab Macmour. Dalam waktu hanja empat hari, jaitu pada tanggal 27 Desember 1956 komplotan kolonel Simbolon sudah dapat diturunkan dari keradjaan seharinja. Ini artinja bahwa seruan pemerintah dipatuhi, ini artinja pemerintah mempunjai kewibawaan.
Tentu ada orang2 jang berkata lagi: ja, tetapi itu mengenai Sumatera Utara. Mengenai Sumatera Tengah pemerintah tidak mempunjai kewibawaan. Mengenai ini saja djawab sbb.: Tiap2 orang jang tahu imbangan kekuatan didalam negeri tidak sukar memahamkan, bahwa kalau pemerintah pusat sekarang mau ber- tindak, apalagi kalau mau bertindak serampangan seperti Hatta, maka dengan pengerahan serentak seluruh kekuatan Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, dengan dibantu oleh
massa Rakjat, maka keradjaan Dewan Banteng" djuga hanja akan merupakan keradjaan sehari. Soalnja bukanlah hanja menundjuk- kan kemampuan menggunakan kekuatan seperti jang pernah di- lakukan oleh Hatta, tetapi djuga kebidjaksanaan. Pada pokoknja kami setudju bahwa pemerintah sekarang mengkombinasi kekuatan riilnja dengan kebidjaksanaan. Sikap ini merupakan dasar jang kuat bagi pemerintah, djika pada satu waktu pemerintah harus ber- tindak keras, karena djalan perundingan sudah tidak mempan lagi.
Walaupun kami kaum Komunis pernah diperlakukan setjara kedjam oleh pemerintah Hatta selama Peristiwa Madiun, tetapi kami tidak menjetudjui djika pemerintah sekarang mentjontoh per- buatan Hatta jang gegabah dan tidak bertanggungdjawab itu. Kita semua mengetahui bahwa politik tangan besi" Hatta sepenuhnja menguntungkan kepentingan kaum imperialis asing. Ja, walaupun banjak perwira penganut tjita2 PKI jang dibasmi setjara djasma- niah dalam Peristiwa Madiun, tetapi kami tidak menuntut supaja kolonel Simbolon, letnan-kolonel Ahmad Husein dll. dibasmi setjara djasmaniah. Apalagi kami tahu bahwa banjak opsir2 jang tersang- kut dalam pemberontakan2 di Sumatera adalah karena hasutan² sebuah partai ketjil jang keok dalam pemilihan umum jl. Kami tidak menghendaki penumpahan darah jang disebabkan oleh ke- hampaan kebidjaksanaan.
Djadi apakah jang kami inginkan?
Kami hanja ingin, supaja disiplin militer berdjalan sebagaimana mestinja, supaja hierarchie ketentaraan ditaati dengan patuh, supaja Angkatan Perang tetap setia kepada tjita2 Revolusi Agustus 1945, karena hanja dengan demikian kita dapat membangun Angkatan Perang jang mampu membantu menjelesaikan semua tuntutan Revolusi Agustus 1945. Hanja dengan penegakan tatatertib hukum dalam kętentaraan jang berdjiwa Revolusi Agustus 1945 Angkatan Perang kita akan setia kepada sumbernja, jaitu Revolusi dan Rakjat.
Sebagaimana sudah saja katakan diatas, ada sementara orang berteriak supaja diadakan penjelesaian setjara adat", dengan potong kerbau" dan dengan menggunakan pepatah dan petitih". Tetapi, djika kita tidak waspada, apakah jang tersembunji dibela- kang kata² ini semuania? Tidak lain jalah untuk mentjairkan disi- plin dalam Angkatan Perang kita, untuk mengatjau-balaukan hier-
archie dan tatatertib hukum didalam ketentaraan kita. Saja tidak berkeberatan djika djuga ditempuh djalan setjara adat, kerban2 dipotongi dan segala matjam pepatah dan petitih nenekmojang digali dan dipakai, karena semuanja ini memang warisan dan milik kita sendiri. Tetapi djangan lupa, bahwa semuanja ini hanja- lah faktor tambahan. Jang primer bagi orang2 militer jalah tata- tertib hukum didalam ketentaraan. Kalau tidak demikian lebih baik perwira2 jang bersangkutan menanggalkan epoletnja dan kembali kekampung untuk duduk dalam lembaga2 adat dikampung. Disana- lah barangkali mereka akan menemukan ketenteraman đjiwanja.
Sesudah mengkonfrontasikan Peristiwa Madiun 1948 dengan Peristiwa Sumatera 1956, maka sampailah saja pada kesimpulan, bahwa pemerintah Ali-Idham sekarang ber-puluh2 kali lebih bidjak- sana daripada pemerintah Hatta ketika menghadapi kedjadian2 di Madiun dalam bulan September. 1948. Ini dilihat dari sudut kebi- djaksanaan. Dilihat dari sudut kewibawaan pemerintah Ali-Idham mempunjai kewibawaan, dibuktikan oleh ketaatan alat2nja pada umumnja. Jang tidak mentaati pemerintah sekarang hanja mino- ritet jang sangat ketjil jang sudah diratjuni oleh sebuah partai ke- tjil dan oknum2 liar jang tidak melihat haridepannja dalam demo- krasi, tetapi dalam sesuatu kekuasaan militeris-fasis. Adalah djang- gal dan tidak bertanggungdjawab djika pemerintah Ali-Idham menjerah kepada ambisi partai ketjil dan oknum? liar ini.
Selandjutnja dapat pula ditarik kesimpulan. bahwa adalah per- buatan jang tidak bertanggungdjawab untuk memberi kans sekali lagi kepada Mohammad Hatta, bapak perang saudara, seorang jang karena haus kekuasaan dan pendek akal telah menewaskan beribu- ribu Rakjat dan pemuda, baik orang2 sipil maupun orang2 militer kita jang baik2.
Dwitunggal Tidak Pernah Ada
Sementara orang tentu akan bertanja: Tetapi bagaimana de- ngan dwitunggal"? Per-tama2 perlu saja njatakan bahwa dwitung- gal tidak pernah ada, bahwa dwitunggal hanja ada dalam dunia impian orang2 jang tidak mengerti seluk-heluk sedjarah perdjuang- an kemerdekaan dan sedjarah pentjetusan Revolusi Agustus 1945.
Kalau orang mau tenang dan mau meng-ingat2 kembali pada pertentangan pendapat jang sengit antara Sukarno dengan Partai Indonesia" (Partindo) disatu fihak dan Hatta-Sjahrir dengan apa jang dinamakan Pendidikan Nasional Indonesia" difihak lain, maka orang akan sependapat bahwa dwitunggal jang sungguh2 memang tidak pernah ada. Untuk pertama kali, pada kesempatan ini ingin saja njatakan, bahwa saja sudah lama merasa ikut berdosa karena sudah ambil bagian aktif dalam gerakan memaksa Hatta menandatangani Proklamasi 17 Agustus 1945. Hatta sudah sedjak semula setjara ngotot menentang pentjetusan Revolusi Agustus. Ia menggantungkan kemerdekaan Indonesia sepenuhnja pada rachmat Saikoo Sikikan (Panglima Tertinggi Tentara Djepang di Indone- sia) jang tidak kundjung tiba itu.
Saja merasa lebih2 ikut berdosa lagi ketika membatja pidato Hatta waktu menerima gelar Dr. HC dari Universitas Gadjah Mada" dimana dengan tegas dikatakannja bahwa revolusi harus dibendung. Kalau saja tidak salah Universitas Gadjah Mada" surdah tiga kali memberikan gelar kehormatan, pertama kepada Presiden Sukarno, kedua kepada Hatta dan ketiga kepada Ki Ha- djar Dewantara. Pemberian jang pertama dan ketiga, menurut pen- dapat saja, adalah tepat, karena Universitas Gadjah Mada" jang dilahirkan oleh revolusi memberikan gelar kehormatan kepada orang2 revolusioner, pengabdi2 revolusi. Tetapi pemberian jang kedua, jaitu pada Hatta, maaf, adalah satu kekeliruan jang mung- kin tidak disengadja. Betapa tidak keliru, sebuah universitas jang dilahirkan oleh revolusi memberikan gelař kehormatan kepada se- orang jang ingin membendung revolusi, kepada seorang kontra- revolusioner.
Dwitunggal jang terdiri dari seorang revolusioner dan jang se- orang lagi kontra-revolusioner samasekali bukan dwitunggal. Oleh karena itulah saja katakan, dwitunggal tidak pernah ada, ketjuali didalam dongengan dan impian. Dongengan tentang dwitunggal. inilah jang antara lain telah membikin revolusi kita mendjadi ma- tjet, karena dwitunggal jang di-bikin2 itu, jang heterogin itu, telah membikin kita terdjepit diantara dua kutub, kutub revolusi dan kutub kontra-revolusi. Selama lebih sebelas tahun Rakjat Indone- la sudah ditipu dengan apa jang dinamakan dwitunggal.
Revolusi kita berdjalan terus, semua kekuatan revolusioner harus dipersatukan dan dimobilisasi untuk mengalahkan kekuatan² kontra- revolusioner.
Demikianlah, penilaian saja mengenai kebidjaksanaan pemerin- tah sekarang, sesudah saja mengkonfrontasikan kebidjaksanaan pe- merintah sekarang dengan kebidjaksanaan pemerintah Hatta di- tahun 1948. Saja dipaksa untuk memberikan penilaian setjara ini, karena ada salahseorang anggota Parlemen kita jang dalam peman- dangan umumnja mem-bawa2 Peristiwa Madiun.
Sebagai pembahasan atas tulisan Hatta' jang tidak menjetudjui adanja Konsepsi Presiden Sukarno berikut ini adalah tulisan Kawan D.N. Aidit jang memberikan djawaban setjara tepat dan sekaligus me- nelandjangi kedjahatan Hatta sebagai otak kekuatan reaksi didalam- negeri.
Fakta2 jang mejakinkan antara lain tidak' pernah memprotes ke- giatan subversif, tidak pernah mengutuk pemberontakan kontra-revo- lusioner PRRI"-Permesta, semangat anti-Komunisnja serta sikapnja jang tidak suka akan adanja persatuan nasional merupakan bukti kongkr:t bahwa Hattalah jang sebenarnja mendjadi biangkeladi dalam usaha2 menggagalkan Konsepsi Bung Karno, mendjadi agen kolonialis Belanda dan imperialis Amerika.
Tetapi sedjarah berkembang berlawanan dengan alam fikiran Hiatta. Gagasan Gotongrojong jang mendjadi tjiri dari Konsepsi Presi- den Sukarno semakin tertanam dihati Rakjat hingga perundingan Tampaksiring antara Presiden Sukarno dengan pimpinan partai2 PKI- PNI-NU (tanggal 8-11 Maret 1960) menghasilkan terbentuknja DPR Gotongrojong tanpa Masjumi-PSI. Usaha2 untuk menggagalkan pelak- sanaan Konsepsi Presiden Sukarno jang dikemudikan oleh Hatta sema- kin gagal, bahkan sebaliknja usaha2 untuk melaksanakan Kabinet Go- tongrojong tanpa Masjumi-PSI semakin mendjadi kenjataan.
HATTA BIANGKELADI DALAM MENGGA GALKAN KONSEPSI BUNG KARNO
Dalam harian sosialis kanan Pedoman" tanggal 2 Maret 1957 dimuat sebuah tulisan Hatta jang berkepala Menindjau Konsepsi Bung Karno". Saja merasa perlu membahas tulisan Hatta ini, karena dalam tulisan tersebut Hatta djuga mempersoalkan PKI dan kaum Komunis" dalam hubungan dengan Konsepsi Bung Karno. Hatta jang ketika mudanja banjak memberi djandjiz jang muluk2 kepada Rakjat, misalnja tentang persatuan nasional, ten- tang demokrasi ekonomi, kemakmuran dll., tetapi sekarang nampak dari tulisannja tersebut ia adalah otak" dan tokoh utama dari kubu reaksi didalamnegeri. Dari tulisannja tersebut njata, bahwa Hatta belum puas dengan pembunuhan2 jang sudah dilakukan di- bawah pemerintahnja selama Peristiwa Madiun. Ia masih menjim- pa fikiran untuk menghantjurkan kaum Komunis" atau se- kurang2nja membendung arus Komunis" sebagai tugas sedjarah jang sutji" seperti djuga jang mendjadi ,tugas sedjarah" kaum milioner di Washington, Amsterdam, London, dll.
Dalam tulisan tersebut, untuk membikin pembatjanja mengetjil- kan arti Konsepsi Bung Karno, Hatta pentingkan per-tama2 menim- bulkan purbasangka terhadap Sukarno dan mendjatuhkan prestise Sukarno dengan mengemukakan analisenja" tentang djiwa Bung Karno". Bung Karno disamping seorang politikus dan pemimpin, kata Hatta, adalah seorang jang berdjiwa artis jang ber-kobar2 dalam adanja dan oleh karena itu Bung Karno hidup dalam impian. Sebagai pentjinta seni ia ingin memandang semuanja dalam keindahan, dalam suasana jang harmonis, dalam kesatuan jang bulat. Djiwanja luka melihat keretakan. Sebab itu persatuan mendjadi pokok dan achir dari segala tudjuannja", demikian Hatta. Dengan ini tidak hanja terbukti bahwa Hatta tidak mengerti Su- karno, tetapi sekaligus ia mempertontonkan kekampaan pengertian- nja tentang seniman". Bagi Hatta pukul rata seniman bukan realis,
seniman baginja adalah tukang ngelamun. Dan karena Sukarno berdjiwa seniman, maka Sukarno djuga adalah tukang ngelamun dan dengan sendirinja Konsepsinja adalah tidak realis. Dengan ini Hatta sudah menelandjangi dirinja sendiri sebagai ,,tukang ana- lise djiwa jang mendalam".
Dalam tulisan tersebut Hatta djuga menjatakan tidak setudju- nja dengan usaha Bung Karno mendirikan PPPKI dalam bulan Desember 1927. Hatta tidak setudju karena didalam PPPKI tidak boleh dikemukakan dasar2 jang mengenai pertentangan faham jang prinsipiil diantara anggota2nja, seperti agama dan non-cooperation". Dari sini djelas betapa pitjiknja pengertian Hatta tentang politik persatuan nasional. Ia tidak mengerti atau tidak mau mengerti, bahwa dalam mendjalankan politik persatuan adalah kewadjiban jang mau bersatu untuk mentjari titik² pertemuan dan bukan untuk mentjari titik perbedaan dengan mengemukakan soal2 prinsipiil jang bisa memetjahbelah.
Atas pengertian jang pitjik ini pulalah Hatta dalam tulisannja tersebut tidak menjetudjui adanja kerdjasama dalam kabinet antara partai2 agama, nasionalis dan komunis. Dan lebih pitjik lagilah mereka jang menerima fikiran pitjik ini!
Kata Hatta Bung Karno hidup dalam impian dan inilah, menu- rut Hatta, jang sering menjebabkan Bung Karno ,terbentur dalam realitet, dahulu dan sekarang". Dengan ini mau dikatakannja bahwa djuga Konsepsi Bung Karno sudah terbentur dalam realitet". Apa jang dimaksudkan Hatta dengan realitet" jalah sikap kepalabatu pemimpin2 Masjumi klik Natsir jang setjara ngotot menolak Kon- sepsi Bung Karno, artinja menolak persatuan. Djika ini jang di- namakan rqalitet", maka hanja kaum imperialis asinglah jang menarik keuntungan dari realitet" ini, dan dengan ini djelaslah realitet dari Hatta sendiri!
Setelah mengatakan Bung Karno bukan realis dan Konsepsi Bung Karno adalah lamunan, maka Hatta dalam tulisannja, sebagai seorang realis" sudah tentu, mengusulkan supaja meng-indjak2 UUD dengan membentuk Kabinet Presidentiil dan supaja praktck jang dulu dilakukan di Djokja selama tahun 1948 dapat dihidup- kan kembali. Dengan ini Hatta mau menjatakan bahwa Dewan Nasional tidak perlu dan tjara2 dia membasmi Komunis" tahun
1948, itulah jang tepat. Hatta mengimpikan zaman keemasannja, zaman panen mentjabut njawa orang2 Komunis.
Menurut realis" Hatta Kabinet Gotongrojong hanja bisa dilak- sanakan apabila partaiz jang duduk didalam DPR semuanja sama tudjuannja". Djadi, selama PKI, PNI, NU, Parkindo, Katolik dll. tidak bertudjuan mendirikan Negara Darul Islam seperti tudjuan Masjumi, maka tidak bisa dilaksanakan Kabinet Gotongrojong. Ini- lah realitet" menurut Hatta!
Supaja tidak tertjipta persatuan dan supaja gagal Kabinet Go- tongrojong, maka Hatta sengadja membawa segala sesuatu kesoal prinsipiil dan mengalihkan perhatian dari kenjataan kongkrit se- karang, jaitu kenjataan bahwa Rakjat Indonesia jang bermatjam ragam agama dan kejakinan politiknja seluruhnja adalah anti-kolo- nialisme, tidak suka pada peperangan baru, dan oleh karena 'itu bisa bersatu untuk mempertahankan kemerdekaan nasional, mem- bela Republik Proklamasi dan membela perdamaian dunia.
Dari penolakan Hatta terhadap Konsepsi Bung Karno djelas- lah, bahwa djika persatuan nasional tidak tertjapai, djika Kabinet Gotongrojong gagal, djika keadaan Rakjat tetap djelek seperti se- karang, djika gerakan separatis dan aksi² subversif asing tetap mera- djalela, maka orang Indonesia jang pertama bertanggungdjawab adalah Hatta.
Selandjutnja, agar tidak terbentuk Kabinet Gotongrojong dengan sangat lantjar Hatta membeo fitnahan2 van der Plas dan orang2 State Department Amerika Serikat se-olah2 kaum Komunis disemua negeri lebih mementingkan Uni Sovjet daripada mementingkan negerinja sendiri, se-olah2 kaum Komunis tunduk se-mata2 kepada pimpinan Moskow adalah hukum dasar hidup. Ini dikemukakan Hatta tanpa bukti. Olch karena itu, apakah tidak sebaiknja Hatta memeriksa diri sendiri, bahwa usahanja menggagalkan persatuan Rakjat, dengan menggagalkan Konsepsi Bung Karno adalah bukti jang menjolok dari perbuatan agen kolonialis Belanda dan impe- rialis Amerika.
Hatta ngotot mempertahankan pendirian kolotnja, bahwa demo- krasi mutlak harus dengan oposisi. Hatta menginginkan supaja PKI didudukkan sebagai oposisi sadja. Menurut Hatta, PKI supaja ber- oposisi sadja jang baik dan tegas didalam Parlemen agar a.l. dapat
mentjegah korupsi diantara partai2 pemerintah, dan dengan begitu ikutserta memperbaiki moral politik jang sudah merosot sekarang ini. Djika memang dari PKI diharapkan supaja melakukan tugas jang begitu mulia dalam Parlemen, apa sebabnja dengan tudjuan itu djuga PKI tidak dimasukkan kedalam kabinet? Alangkah kusut- nja fikiran realis jang tidak riil ini!
Kaum reaksioner Indonesia sudah mengerahkan segenap ke- kuatan djasmani dan rohaninja untuk menggagalkan Konsepsi Bung Karno. Djuga Hatta jang merupakan ,otak" kaum reaksioner Indonesia sudah memobilisasi alasan2 ilmiahnja". Tetapi, walau- pun demikian, kebenaran Konsepsi Bung Karno bukannja makin berkurang tetapi makin mejakinkan. Konsepsi Bung Karno adalah scsuatu jang setjara tepat mendjawab problim politik jang urgen jang sekarang dihadapi oleh Rakjat Indonesia. Konsepsi Bung Karno adalah satu kebenaran ilmiah. Djika misalnja Konsepsi ini belum bisa dilaksanakan, atau belum bisa dilaksanakan sepenuhnja pada waktu sekarang, bukanlah karena ia tidak benar, tetapi di- scbabkan oleh faktor lain, jaitu faktor imbangan kekuatan, ter- masuk faktor Hatta dan pemimpin2 Masjumi klik Natsir. Halnja sama sadja seperti tuntutan Indonesia merdeka sekarang" dari Rakjat Indonesia pada zaman pendjadjahan Belanda dulu. Djika pada waktu tuntutan itu dikeluarkan Indonesia tidak segera men- djadi merdeka, bukanlah karena tuntutan Indonesia merdeka se- karang" salah atau tuntutan itu ngelamun, tetapi karena perim- bangan kekuatan jang belum memungkinkan. Sebagaimana Indo- nesia merdeka sekarang" sebagai tuntutan jang adil dan benar kini sudah mendjadi satu kenjataan, demikianlah Konsepsi Bung Karno djuga akan mendjadi satu kenjataan. Oleh karena itu, aksi Rakjat Indonesia jang menuntut dilaksanakannja Konsepsi Bung Karno adalah aksi jang adil dan benar. Oleh karena tuntutan dan aksi2 itu adalah adil dan benar, maka kaum Komunis Indonesia ber- sama2 dengan Rakjat Indonesia akan terus menuntut dan beraksi guna pelaksanaan Konsepsi Bung Karno 100%.
Untuk menakut-nakuti dirinja sendiri pemimpin2 kaum reak- sioner mem-bisik2kan bahwa Konsepsi Bung Karno itu adalah ber- kat bisikan orang2 negeri2 Komunis", negeri2 jang belum berapa lama dikundjungi oleh Bung Karno. Bagi mereka jang mungkin
pertjaja pada bisikan ini perlu diingatkan, bahwa dalam pidato dimuka Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan", kira2 satu setengah bulan sebelum proklamasi 17 Agustus 1945, djadi terang lama sebelum Bung Karno berkundjung ke-negara2 kubu sosialis, dan malahan lama sebelum RRT berdiri, Bung Karno sudah berkata bahwa kita harus mendirikan negara Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan kaja — tetapi 'semua buat semua!'". Sekarang negara ,semua buat semua" mendapat perumusan Kabinet, Gotong- rojong". Djuga dalam pidatonja ini Bung Karno sudah mengata- kan bahwa Kalau kita mentjari demokrasi, hendaklah bukan demo- krasi barat, tetapi permusjawaratan jang memberi hidup, jakni poli- tik-ekonomische democratie jang mampu mendatangkan kesedjah- teraan sosial".
Djelaslah, bahwa Konsepsi Bung Karno adalah bukti kesetiaan Bung Karno pada djandji²nja jang menguntungkan Rakjat, jang diutjapkan ketika bangsa Indonesia akan memasuki Revolusi Agus- tus 1945. Kesetiaan pada djandji jang menguntungkan Rakjat ada- lah penting bagi tiap2 pemimpin jang mau mendapat kepertjajaan dari Rakjat. Dari sudut ini sadja kita kaum Komunis sudah harus menghargai Konsepsi Bung Karno.
Djadi, Konsepsi Bung Karno samasekali tidak ada persamaan- nja, baik dalam isi maupun bentuknja, dengan apa jang dinama- kan Dewan Gadjah", Dewan Banteng", "Dewan Garuda" dan ,,dewan2" kontra-revolusioner lainnja jang sepenuhnja dibangun menurut resep fasis, jang dibikin karena kaum reaksioner sudah tidak pertjaja lagi bahwa dengan djalan demokratis tudjuan politik mereka akan dapat ditjapai. Dewan2" kontra-revolusioner diben- tuk sebagai landjutan gerakan separatis, aksi2 subversif asing dan gerakan meluaskan daerah SEATO, sedangkan Konsepsi Bung Karno adalah untuk memperkuat Republik Indonesia dan untuk melawan tiap2 usaha asing jang ingin merusak kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.
Konsepsi Bung Karno harus terus dipropagandakan sampai kon- sepsi ini terlaksana 100%. Kekuatan Rakjat harus terus disusun dan imbangan kekuatan harus terus diubah — semuanja untuk melaksanakan Konsepsi Bung Karno 100%. Kita lakukan semua-
nja ini, karena dengan ini berarti kita mempersatukan Rakjat dan memobilisasi Rakjat untuk satu konsepsi politik jang menguntung- kan Rakjat. Disamping itu tentu adalah djuga kewadjiban Partai kita untuk mempropagandakan Program Umum Partai, jaitu Pro- gram penjelesaian tuntutan2 Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja. Inilah tugas sedjarah kita, tugas sedjarah Rakjat Indonesia jang tegas bertentangan dengan tugas sedjarah Mohamad Hatta, realis jang tidak riil itu.
Djakarta, 7 Maret 1957
Tulisan Kawan D.N. Aidit berikut ini dimaksudkan untuk memberi- kan pegangan kepada Rakjat dalam menghadapi pelaksanaan berlaku- nja Keadaan Darurat Perang diseluruh wilajah Indonesia termasuk se- mua teritorium perairan wilajah Republik Indonesia.
Disamping memberikan pengertian terhadap siapa sesungguhnja SOB itu ditudjukan keterangan Kawan D.N. Aidit djuga mentjanang- kan kemungkinan pensalahgunaan keadaan darurat perang tersebut oleh orang reaksioner, kaum birokrat, kaum koruptor, kaum penggelap dan elemen2 fasis untuk kepentingan dirinja atas kerugian Rakjat. Ditan- daskan bahwa usaha2 djahat itu hanja bisa digagalkan djika ada kon- trol jang aktif dari Rakjat.
Selandjutnja diserukan pentingnja kerdjasama antara Rakjat pe- kerdja dan Angkatan Perang untuk mentjapai tudjuan positif darl pengumuman keadaan darurat perang itu.
RAKJAT DAN ANGKATAN PERANG HA- RUS BEKERDJASAMA DALAM MENTJAPAI TUDJUAN2 POSITIF DARI KEADAAN DARURAT PERANG
Pada hari Kemis tanggal 14 Maret jl. oleh Presiden/Panglima Tertinggi Sukarno telah dinjatakan seluruh wilajah Indonesia ter- masuk semua teritorium perairan wilajah Republik Indonesia dalam keadaan darurat perang (Staat van Beleg).
Setelah keadaan darurat perang dinegeri kita mendjadi kenja- taan, bagaimanakah seharusnja sikap PKI dan sikap Rakjat pekcr- dja terhadapnja?
Per-tama2 harus kita ketahui apakah jang mendjadi pertim- bangan2 dan apakah jang mendjadi tudjuan2 dari pengumuman keadaan darurat perang ini. Djadi, kita tidak boleh memudahkan persoalan dengan misalnja mengatakan: SOB adalah peraturan bikinan kaum kolonialis Belanda untuk membela kepentingan Be- landa, oleh karena itu harus ditentang oleh Rakjat Indonesia".
Peraturan SOB adalah alat untuk memusatkan segala kekua- saan didalam satu tangan. Soalnja sekarang jalah, ditangan siapa kekuasaan itu dipusatkan. Dizaman pendjadjahan Belanda dulu dengan SOB kekuasaan dipusatkan ditangan Gubernur Djenderal Hindia Belanda, djaidi terang untuk kepentingan kaum kolonialis Belanda. Sekarang ditangan Presiden/Panglima Tertinggi Sukarno, seorang demokrat dan patriot Indonesia, oleh karena itu tudjuan pernjataan keadaan darurat perang seharusnja demokratis dan patriotik. Sampai kemana tudjuan ini dapat ditjapai sangat tergan- tung pada aparat negara jang harus melaksanakannja, terutama pada penguasa² militer pusat maupun idaerah.
Dalam bagian pertimbangan dari Perintah Harian Panglima Tertinggi dikatakan bahwa Pada saat2 keadaan internasional seke- liling kita me-ningkat2, pada saat kegiatan2 subversif asing masih meradjalela di-tengah2 wilajah kita, maka pada saat itu perpetjah-
an2, pertentangan2 antara kita dan kita mengamuk pula. Malah peristiwa2 kup telah ber-tubiz pula terhadap negara dipusat. Peris- tiwa2 pengoperan kekuasaan telah ber-turut2 didaerah".
Setengah djam sebelum Panglima Tertinggi menjatakan keada- an darurat perang, Kabinet Ali-Idham menjerahkan mandatnja kembali kepada Presiden, bukan sebagai akibat dari kekalahan suara di Parlemen tetapi sebagai akibat dari peristiwa2 pengoperan ke- kuasaan di-daerah2 jang anti-demokratis. Ini untuk keduakalinja Sdr. Ali Sastroamidjojo menjerahkan mandat tidak oleh karena oposisi parlementer, tetapi karena obstruksi2 diluar Parlemen, ob- struksi2 jang sedjalan dengan kegiatan2 subversif asing.
Dilihat dari sudut politik pengumuman keadaan darurat perang oleh Panglima Tertinggi adalah- sangat kuat, sedangkan setjara hukum tindakan ini dibenarkan oleh Ketua Mahkamah Agung Mr. Wirjono dan Ketua Parlemen Mr. Sartono.
Dalam Perintah Harian Panglima Tertinggi terang dikatakan bahwa pernjataan keadaan darurat perang ditudjukan antara lain untuk menjelesaikan Revolusi 17 Agustus 1945, untuk menegakkan kembali persatuan nasional, untuk melindungi negara sebagai orga- nisasi perdjuangan Rakjat guna menjelesaikan Revolusi Agustus, untuk memelihara dan menghormati sendi2 negara dan tatatertib negara dan untuk memelihara dan menghormati hierarchi negara. Pada pokoknja, tudjuan pengumuman keadaan darurat perang ada- lah positif, adalah baik! Apakah tudjuan positif ini dapat ditjapai banjak tergantung pada aparat jang mendjalankannja, dan ter- utama sekali pada pribadi2 dalam Angkatan Perang dan pada kon- trol Rakjat sebagai golongan jang paling berkepentingan akan pelak- sanaan tudjuan² positif tersebut.
Oleh karena itu adalah penting sekali bagi pemimpin2 Rakjat, Komunis dan bukan-Komunis, untuk men-djelas2kan kepada Rak- jat apa jang mendjadi alasan² dan tudjuan2 dari pengumuman ke- adaan darurat perang seperti jang dimuat didalam Perintah Harian Presiden/Panglima Tertinggi tanggal 14 Maret 1957. Djuga pen- ting di-djelas2kan amanat Gabungan Kepala Staf dan Perintah Harian KSAD pada hari itu djuga. Hanja djika Rakjat mengertt benar semuanja ini, maka Rakjat dapat aktif mengontrol pelaksa- naan Perintah Harian Panglima Tertinggi.
Mengingat pertimbangan2 diatas maka saja menjerukan kepada seluruh Rakjat Indonesia, terutama kepada Rakjat pekerdja supaja dengan sekuat tenaga mengusahakan adanja kerdjasama dan saling- bantu antara Rakjat dan Angkatan Perang serta aparat negara pada umumnja untuk mentjapai tudjuan2 positif dari pengumum- an keadaan darurat perang oleh Presiden/Panglima Tertinggi Su- karno. Sebaliknja, dengan sekuat tenaga pula tiap2 pensalahguna- an dari keadaan ini oleh orang2 reaksioner, oleh kaum birokrat, kaum koruptor dan kaum penggelap lainnja serta elemen2 fasis harus digagalkan.
Djuga diserukan kepada kaum Komunis dan seluruh Rakjat supaja untuk tudjuan tersebut diatas mengusahakan kerdjasama dan salingbantu dengan perwira2, jang karena tidak mengertinja telah ikut²an dalam perebutan kekuasaan daerah, tetapi sesudah peng- umuman keadaan darurat perang tunduk kembali kepada Panglima Tertinggi, Pemerintah Pusat dan Gabungan Kepala Staf Angkatan Perang.
Keadaan darurat perang bukanlah untuk se-lama²nja. Keadaan harus dinormalkan kembali kalau situasi sudah mengizinkan, ter- utama kalau keutuhan Republik Indonesia sudah kembali dan kalau kegiatan2 subversif asing pada pokoknja sudah dapat dipatahkan.
Pada hari Djum'at tanggal 15 Maret jl. Presiden Sukarno sudah menundjuk seorang formator kabinet baru, jaitu Sdr. Suwirjo. Ini adalah udjian pertama dalam melaksanakan Perintah Harian Pang- lima Tertinggi. Udjian ini akan berhasil baik djika formator Su- wirjo dapat membentuk kabinet jang terdiri dari demokrat2 dan patriot2 jang bertekad kuat untuk mengutuhkan kembali Republik Indonesia dan mematahkan tiap2 kegiatan2 subversif asing. Jang terbaik jalah membentuk Kabinet Gotongrojong sesuai dengan Konsepsi Bung Karno, tetapi kita mengerti bahwa Sdr. Suwirjo akan tertumbuk pada sikap kepalabatu pemimpin² Masjumi klik Natsir.
Hidup kerdjasama dan salingbantu antara Rakjat dengan per- wira2, bintara2 dan para bawahan Angkatan Perang dalam melak- sanakan Perintah Harian Panglima Tertinggi, dalam mengutuhkan kembali Republik Indonesia dan dalam mematahkan semua ke- giatan subversif asing! Djakarta, 17 Maret 1957
Pidato ini adalah uraian Kawan D.N. Aidit berkenaan dengan pe- rajaan. kemenangan buruh sedunia pada tanggal 1 Mei 1957.
Bertentangan dengan propaganda kaum reaksioner, dalam menilai situasi politik, ia menandaskan bahwa perbuatan dewan2 partikelir di- daerah2, korupsi, birokrasi, penjelundupan dan sebagainja, bukánlah krisis, melainkan permulaan terbongkarnja tindakan2 djahat kaum reaksioner jang anti Republik berkat semakin tumbuhnja kekuatan2 Rakjat jang demokratis dan patriotik.
Dalam menghadapi musuh2 jang semakin nekad itu, selandjutnja di- serukan kepada kaum Komunis supaja lebih bersatupadu dengan Rakjat serta lebih giat beladjar teori.
BUKAN KRISIS, TAPI BANDJIR BESAR KEKUATAN DEMOKRATIS DAN PATRIOTIK
1 Mei bukan perajaan biasa, tetapi demonstrasi dan manifes- tasi kekuatan persatuan klas buruh diseluruh dunia dan di-tiap2 negeri. Oleh karena itu adalah keliru sekali sikap sementara Ko- munis Indonesia jang atjuh-tak-atjuh terhadap hari 1 Mei. Sebagai anggota PKI, anggota Partai klas buruh Indonesia, tiap2 Komunis Indonesia harus menjambut tiap2 hari 1 Mei dengan penuh ke- gairahan dan kesedaran, sedar akan kekuatan persatuannja, sedar akan perdjuangannja jang mulia untuk haridepan umatmanusia jang gemilang.
Tentang situasi politik jang urgen di Indonesia sekarang saja sepenuhnja sependapat dengan Presiden Sukarno, bahwa jang ter- djadi di Indonesia bukan krisis jang akan menenggelamkan Indo- nesia. Indonesia tidak akan tenggelam!
Perbuatan dari Dewan2 Partikelir di-daerah2 sekarang, terbong- karnja korupsi2, penjelundupan2, menondjolnja persoalan2 biro- krasi, terbukanja kedok orang2 penggelap, tidak lain daripada per- mulaan penelandjangan se-telandjang2nja dari wadjah dan tubuh kaum reaksioner. Kaum reaksioner waktu2 belakangan ini sudah sukar menjembunjikan kedjahatannja terhadap kekuatan demokra- tis dan patriotik ididalam masjarakat dan didalam Angkatan Perang. Kedok mereka makin lama makin terbuka, dan achirnja mereka akan dibikin oleh keadaan telandjang se-bulat²nja.
Sebagaimana djika ada bandjir atau air-bah maka segala kotor- an jang berupa sampah2, bangkai2 tikus, bangkai2 ajam, nadjis2 dsb., semuanja pada ter-apung2 dipermukaan air dan hanjut. Demi- kianlah sekarang ini, bandjir kekuatan demokratis dan patriotik mulai mendobrak benteng reaksi, dan lihatlah segala matjam kotor- an pada terapung dipermukaan masjarakat dan hanjut, kotoran2
jang berupa Dewan2 Partikelir, korupsi, birokrasi, pemborosan, penjelundupan dan penggelapan2 lainnja. Sampai2 orang2 jang tadi- nja dikira djudjur, dikira malaikat, mendjadi telandjang bulat di- hadapan maśjarakat, bahwa dia sebenarnja tidak lain daripada penumpuk kekajaan untuk kepentingan sendiri, bahwa ia diam2 menjimpan ber-kilo2 mas dan kekajaan² lainnja.
Apakah bandjir kekuatan demokratis dan patriotik itu? Jalah hasil pemilihan umum untuk Parlemen dan Konstituante jl. Jalah pembentukan Parlemen jang sedikit atau banjak mewakili kepen- tingan Rakjat, pembentukan Konstituante jang pasti dapat men- tjegah dilikwidasinja Republik Proklamasi. Jalah pembentukan DPRD2 dan DPD2 Peralihan dimana wakil2 Rakjat jang sedjati ikut duduk. Dan, djangan dilupakan lahirnja Konsepsi Presiden Sukarno, jang tidak lain daripada Konsepsi patriotik, jang men- dapat sokongan luarbiasa dari massa Rakjat jang demokratis dan tjinta persatuan. Melihat perkembangan ini kaum reaksioner di- dalam dan diluarnegeri mendjadi ketakutan, dan menjeringailah mereka dengan wadjahnja jang se-djelek²nja.
Kaum reaksioner jang sekarang berbuat nekad bukanlah me- nundjukkan bahwa mereka sedang dalam keadaan kuat. Sebalik- nja, perbuatan mereka jang busuk, jang mendirikan Dewan2 Par- tikelir, jang melakukan korupsi, penjelundupan, birokrasi dan ber- matjam² penggelapan, adalah menundjukkan kebobrokan mereka dan menundjukkan ketidakmampuan mereka menempuh djalan2 jang normal, jang demokratis parlementer.
Saja bisa menjetudjui utjapan Presiden Sukarno jang mengata- kan bahwa ribut2 disementara daerah sekarang hanjalah gatal2 ketjil". Memang, bagi orang jang memikirkan kepentingan seluruh Indonesia, apalagi orang2 jang ikut memikirkan soal2 dunia, ribut2 disementara daerah sekarang hanjalah ,,gatal2 ketjil". Tetapi ,gatal2 ketjil" ini kalau tidak segera diobati bisa mendjadi infeksi dan mem- bahajakan seluruh tubuh Republik Indonesia dan Revolusi Indo- nesia. Apalagi kalau mengingat keadaan kaum reaksioner jang nekad dan membabibuta.
Dalam keadaan dimana kita menghadapi kaum reaksioner jang makin nekad jang terpenting bagi tiap2 Komunis jalah memper- besar amalnja terhadap Rakjat, lebih mempersatupadukan Partai
dengan Rakjat. Tiap2 Komunis, baik dipusat maupun di-daerah2 sampai ke-desa2 dan kampung2, baik jang duduk dalam Dewan² Pemerintah Daerah maupun tidak, harus bertekad dan bekerdja untuk mendjadi kampiun pembela kepentingan2 Rakjat, sampai kepada kepentingan2 jang se-ketjil²nja.
Kita mempunjai program, kita mempunjai manifesto untuk pemilihan umum, kita mempunjai sembojan2 jang memang tepat dan memang diperlukan dalam perdjuangan, jang mendapat sam- butan antusias dari massa. Tetapi djangan lupa massa tidak tjukup diberi program² dan sembojan2, massa menghendaki bukti bahwa kaum Komunis sungguh2 bekerdja untuk kepentingan mereka. Bahwa kaum Komunis djudjur terhadap mereka. Massa membu- tuhkan perbaikan keadaan, dan kaum Komunis harus membukti- kan bahwa kaum, Komunis berbuat sungguh2 untuk memperbaiki keadaan, walaupun untuk sementara perbaikan keadaan itu ketjil2. an dulu.
Makin sedar massa, makin kritis mereka. Djika massa sudah tinggi kesedarannja, mereka tidak akan mau datang ke-rapat2 jang tidak membitjarakan kepentingan mereka. Saja sepenuhnja mem- benarkan massa jang tidak mau datang ke-rapat2 jang tidak mem- bitjarakan kepentingan mereka itu.
Kaum reaksi masih mempunjai kekuatan, dan mereka masih merupakan benteng, tetapi pasti bukan benteng badja. Massa ada- lah benteng badja! Benteng badja inilah jang harus direbut oleh PKI, dengan djalan lebih mempersatupadukan PKI dengan massa.
Kaum Komunis harus bekerdja dengan berpedoman teori. Tanpa teóri tidak ada pekerdjaan bisa beres. Kaum revolusioner Indonesia sedjak tahun 1908, jaitu tahun berdirinja Budi Utomo, berdjuang untuk mendapatkan teori revolusioner, teori untuk ke- merdekaan Indonesia. Mereka pada waktu itu gagal, karena dalam beladjar mereka berorientasi kepada burdjuasi Barat, padahal bur- djuasi Barat tidak ingin Indonesia mendjadi merdeka.
Setelah PKI berdiri tahun 1920, maka mulailah kaum revolu- sioner Indonesia berorientasi keproletariat Barat, kepada Marx, Engels dan lain² pemimpin kaum proletar. Ini adalah tepat dan tidak akan gagal, karena kaum proletariat, tidak perduli ia nda di Barat atau di Timur, memang menghendaki kemerdekaan bagi
Indonesia dan kebebasan bagi Rakjatnja.
Hampir 37 tahun umur PKI. Selama itu adalah proses per- paduan ilmu Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revo- lusi Indonesia. Partai2 Komunis jang sudah pandai memadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi dinegeri masing2 pasti mendapat kemadjuan2 jang besar dan pasti menang.
Maka itu, kaum Komunis Indonesia harus terus beladjar, tetapi bukan hanja beladjar untuk beladjar sadja, dan samasekali bukan untuk mendjiplak dari luarnegeri. Kita harus memadu kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi kita sendiri, karena kewadjiban kaum Komunis Indonesia adalah untuk memenangkan revolusi Indonesia. Dalam beladjar kita harus ber- pokokpangkal pada kita sendiri, pada keadaan kongkrit negeri kita sendiri, pada ekonomi negeri kita, pada politik negeri kita, pada kebudajaan, paida adat-istiadat dan lain2 sifat chusus negeri kita. Djika ini sudah kita lakukan dengan baik, revolusi Indonesia pasti akan madju lebih pesat. Inilah tanggungdjawab sedjarah kita, kaum Komunis angkatan sekarang.
Djakarta, 5 Mei 1957
Ini adalah pidato Ketua D.N. Aidit dimuka sidang pleno Konstituante pada tanggal 20 Mei 1957. Didjelaskan setjara terang pokok2 pendirian PKI jang harus dimasukkan kedalam Konstitusi Republik Indonesia untuk mendjamin kesatuan bangsa Indonesia.
Setelah mengupas kepribadian bangsa dan negeri Indonesia serta sedjarah perdjuangan konstitusionilnja, ia menjimpulkan bahwa konsti- tusi jang harus disusun bukannja konstitusi negara feodal, negara ka- pitalis ataupun negara proletar, melainkan konstitusi untuk negara ke- punjaan seluruh Rakjat, konstitusi jang setia kepada Rakjat dan Revo- lusi.
UNTUK KONSTITUSI REPUBLIK PROKLAMASI 1945
Per-tama2 sebagai anggota Konstituante izinkanlah saja pada kesempatan pertama kali saja berbitjara dari mimbar ini menjata- kan rasa terimakasih saja jang se-dalam²nja kepada Rakjat Indo- nesia jang sudah memilih saja mendjadi anggota Dewan jang mulia ini. Setia kepada djandji jang telah saja berikan pada Rakjat Indo- nesia dalam kampanje pemilihan anggota Konstituante, sesuai de- ngan djandji saja ketika menerima djabatan sebagai anggota Kon- stituante dan sesuai pula dengan isi pidato Presiden Republik Indo- nesia pada pembukaan Konstituante tanggal 10 November 1956 jang berkepala Susunlah Konstitusi Jang Benar2 Konstitusi Res Publica"(1), sekali lagi saja menjatakan ketetapan hati dan kesung- guhan hati saja untuk ber-sama² semua anggota Dewan ini menju- sun Konstitusi untuk negara Republik Indonesia jang kita prokla- masikan pada tanggal 17 Agustus 1945, satu Konstitusi untuk se- luruh Rakjat Indonesia. Tepat sekali apa jang dikatakan oleh Pre- siden Sukarno pada pembukaan Dewan ini, bahwa negara jang konstitusinja-harus kita susun bukan negara feodal, bukan negara kapitalis, bukan negara proletar ........", tetapi negara milik se- luruh Rakjat dan tudjuannja pun karena itu tidak boleh tidak haruslah keselamatan dan kesedjahteraan seluruh Rakjat"(2).
Sebagai Komunis, saja dan semua anggota fraksi PKI tidak memperdjuangkan Konstitusi negara proletar dalam Dewan ini, tetapi kami djuga tidak akan menjetudjui usaha² untuk menjusun Konstitusi negara feodal atau negara kapitalis, karena ini berten- tangan dengan konsep kenegaraan Revolusi Agustus 1945.
Konstitusi negara feodal atau negara kapitalis sebenarnja buat kita sekarang bukanlah persoalan lagi, karena konsep tentang dua matjam negara ini sudah dikalahkan 12 tahun jang lalu, jaitu di- dalam Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan" (3) jang dibentuk oleh pemerintah militer Djepang pada pertengahan
tahun 1945, djadi pada saat2 kita menghadapi meletusnja Revolusi Agustus 1945. Kalau dibawah antjaman bajonet kaum militeris Djepang konsep tentang negara feodal dan negara kapitalis sudah dikalahkan setjara definitif, maka adalah samasekali tidak masuk ikal kalau pada waktu sekarang, sesudah Republik Indonesia ber-. diri hampir 12 tahun, masih ada orang jang mempunjai fikiran untuk membentuk negara feodal atau negara kapitalis.
Djadi soalnja bagi kita sekarang jalah, bagaimana membentuk Konstitusi untuk sebuah negara jang dilahirkan oleh Revolusi Agus- tus kita, tetapi Konstitusi jang lebih sempurna daripada Konstitusi² Sementara jang pernah atau jang sampai sekarang masih mendjadi pegangan penting dalam kehidupan politik dinegeri kita.
Dengan tidak mengurangi penghargaan saja pada usaha2 Kon- stituante untuk mempeladjari konstitusi negara² lain, dengan tetap menghargai usaha Ketua Konstituante, saudara Mr. Wilopo, jang sudah pergi keberbagai negara untuk mempeladjari persoalan kon- stitusi, saja menjetudjui sepenuhnja apa jang dikatakan oleh Pre- siden pada pembukaan Konstituante ini, jaitu bahwa kita harus menjusun konstitusi jang mempunjai kepribadian, kepribadian bangsa kita sendiri. Djangan dilupakan", kata Presiden Sukarno, bahwa konstitusi jang akan disusun itu adalah untuk bangsa Indo- nesia, pribadi bangsa Indonesia haruslah membajang dalam kon- titusi itu ........" Selandjutnja dikatakan oleh Presiden Sukarno bahwa persoalan Indonesia hanja dapat dipetjahkan dengan for- mule2 Indonesia sendiri" dan kita perlu mempeladjari sendiri dan menjedari sendiri phenomen Indonesia sekarang ini, mempeladjari apa jang hidup di Indonesia sekarang ini dan apa jang tidak hidup di Indonesia sekarang ini" (4).
Djadi, kita tidak hanja harus menjusun konstitusi jang bukan konstitusi negara feodal, dan jang bukan konstitusi negara kapitalis, tetapi kita harus dapat menjusun konstitusi untuk sebuah negara kepunjaan seluruh Rakjat, dan jang dapat mentjerminkan kepri- badian bangsa Indonesia. Untuk menjusun konstitusi sematjam itu kita harus mengerti benar2 keadaan negeri kita, keadaan Rakjat- nja, ekonominja, politiknja, kebudajaannja, sedjarah konstitusional- jsmenja dan segala apa sadja jang berpengaruh pada kepribadian bangsa kita.
Pendeknja, kita harus menjusun konstitusi untuk negara kepu- njaan seluruh Rakjat Indonesia dengan berpokokpangkal pada diri kita sendiri. Dengan ini tidak berarti, bahwa kita harus menutup pintu untuk segala apa jang datang dari luar. Samasekali tidak demikian. Tetapi, segala jang datang dari luar, termasuk apa jang kita dapat dari mempeladjari konstitusi negeri? lain, harus kita terima dengan kritis, sebagaimana djuga kita jang hidup dizaman kini harus kritis dalam menerima peninggalan2 zaman lampau kita, karena kita harus menjusun konstitusi negara kita sendiri dan untuk kita sekarang.
Bangsa Indonesia Berasal Dari Satu Rumpun Bangsa
Di Indonesia sekarang tendapat lebih dari 100 sukubangsa, mulai dari jang berdjumlah puluhan djuta sampai jang hanja bebe- rapa ribu orang.
Dilihat dari sudut sedjarah ribuan tahun jang lalu bangsa Indo- nesia bukanlah penduduk asli Indonesia. Kira2 1.500 tahun sebe- lum Masehi atau kira2 3.500 tahun jl. bangsa Indonesia jang se- karang ini belum ada di Indonesia, mereka masih bertempattinggal di India Belakang (sekarang Indotjina, Muangthai, Burma) dan pada waktu itu namanja bangsa Mon Khmer", jang kini masih terdapat di Tongkin, Muangthai dan Kambodja. Bangsa Mon Khmer" adalah salahsatu tjabang "bangsa Austro-Asia" (bangsa Asia Selatan), sedangkan tjabang2 lainnja jalah tjabang2 ,bangsa Kasi" (Assam) dan ,bangsa Munda" dan bangsa Santali" (India). Bangsa Indonesia adalah salahsatu dari 4 tjabang bangsa Mon Khmer" (tjabang2 lainnja: Melanesia, Polinesia dan Mikronesia). Keempat tjabang dari bangsa Mon Khmer" ini dinamakan bangsa Austronesia" (bangsa pulau2 Selatan).
Djadi, bangsa Indonesia jang sekarang ini walaupun terbagi dalam banjak sukubangsa (termasuk jang di Irian Barat dan Hal- mahera Utara, jang etnologis tergolong bangsa Melanesia" tetapi politis tergolong Indonesia) adalah bangsa jang berasal dari satu rumpun (rumpun ,bangsa Austria", kemudian rumpun bangsa Austro-Asia" dan kemudian lagi rumpun bangsa Mon Khmer jang mempunjai sedjarah jang sangat pandjang dan mengalami
perdjuangan jang berat dalam peperangan2 dan dalam melawan bentjana2 alam.
Karena peperangan dan sebab2 lain, seperti kekurangan ma- kanan, bentjana alam, bandjir besar dan penjakit menular, dengan perahu2 bersajap jang sederhana nenekmojang bangsa Indonesia meninggalkan daratan Asia, makin lama makin djauh. Mereka mengerti tentang pelajaran dan merekà adalah pemberani2, tidak takut mengarungi lautan² jang luas sampai ke Madagaskar, Fili- pina, Kalimantan, Sumatera dan pulau2 Indonesia lainnja. Dengan ber-angsur2 dan ber-bondong2 mereka berpindah ke-pulau2 Selatan, achirnja seluruh pantai Indonesia dari udjung Barat sampai ke- udjung Timur mereka duduki. Mereka se-akan2 balatentara jang menang dan menduduki daerah baru. Ditempat jang baru mereka bebas memilih tempat bertjotjok-tanam, berburu dan meneruskan kebiasaan berlajar. Rumah2 mereka dirikan sepandjang pantai jang mereka duduki.
Djadi, bangsa Indonesia berasal dari satu rumpun bangsa, satu rumpun bahasa dan kebudajaan ketika masih didaratan Asia. Sete- lah sampai di Indonesia mereka ter-pisah2 menurut pulau2, dipisah- kan lagi oleh gunung2, sungai2 dan rawa2 jang besar, mereka men- djadi terisolasi satu dengan jang lainnja. Isolasi alam jang ber-abad² menjebabkan mereka tumbuh dalam keadaan sendiri², tumbuh men- djadi sukubangsa2 dengan bahasa dan kebudajaannja sendiri².
Diantara sukubangsa2 terdapat sukubangsa2 Djawa, Sunda, Ma- dura, Melaju, Atjeh, Minangkabau, Batak, Palembang, Lampung, Dajak, Bandjar, Minahasa, Bugis, Toradja, Makasar, Bali, Sasak, Ambon, Sabu, suku2 Irian Barat dan banjak lagi. Diantara suku- bangsa2 ini, sukubangsa Djawa adalah jang terbesar, kemudian menjusul Sunda, Madura, Minangkabau, Batak, dll. Sukubangsa Mclaju adalah sukubangsa jang paling luas daerah tersebarnja, jaitu dipesisir Timur pulau Sumatera, di-pulau2 antara Sumatera dan Kalimantan dan diseluruh pesisir Kalimantan. Tiap2 sukubangsa mempunjai keistimewaan2 sendiri, mempunjai bahasanja sendiri2, lisamping semuanja menerima bahasa Indonesia, jang dasarnja adalah bahasa Melaju, sebagai bahasa persatuan. Tingkat kebuda- jaan dari sukubangsa2 ini tidak sama, tetapi semuanja mempunjai sedjarah jang sudah tua.
Djadi, bangsa Indonesia adalah bangsa jang terdiri dari banjak sukubangsa, banjak bahasa, dan banjak tingkat kebudajaan, tetapi mereka berasal dari satu rumpun bangsa, bahasa dan kebudajaan. Mereka terpetjahbelah untuk sementara waktu, tetapi dalam proses perdjuangan untuk kemerdekaan nasional dan untuk Indonesia Baru mereka bersatu kembali.
Semua sukubangsa menganggap Indonesia sebagai tanahairnja, merasa berkebangsaan Indonesia, menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan menganggap adanja satu kebudajaan Indonesia disamping kebudajaan sukubangsa2. Jang sangat menarik jalah, bahwa bahasa Indonesia bukan bahasa jang berasal dari sukubangsa jang terbesar. Dalam sedjarah bahasa ini tidak pernah mendjadi bahasa kolonisator, sebaliknja ia adalah bahasa jang mempersatukan lebih dari 100 sukubangsa, ia adalah bahasa libe- rator.
Disamping warganegara2 jang berasal dari berbagai sukubangsa, di Indonesia terdapat djuga beberapa djuta warganegara dari ke- turunan asing seperti keturunan Tionghoa, Eropa dan Arab, masing2 mempunjai bahasa dan kebudajaan tersendiri disamping mengakui bahasa dan kebudajaan Indonesia sebagai kepunjaannja sendiri.
Djadi, ter-petjah²nja bangsa kita dalam suku2 bukanlah sesuatu jang diinginkan oleh nenekmojang kita, tetapi jang untuk sementara tidak bisa kita hindari, karena pada mulanja kita tidak bisa meng- atasi isolasi alam. Saja katakan untuk sementara, karena dengan kemadjuan teknik dan kemadjuan kebudajaan pada umumnja isolasi alam itu lambatlaun akan tidak ada artinja, dan lambatlaun akan tertjiptalah satu bangsa Indonesia jang homogen, walaupun disana- sini masih tetap akan nampak perbedaan2 sebagai akibat isolasi alam jang ber-abad2 lamanja.
Dalam proses kehidupan bangsa kita, sudah ber-kali2 suku- bangsa2 Indonesia dipersatukan dalam keradjaan2 besar, misalnja dalam Keradjaan Sriwidjaja (abad ke-7 sampai ke-14) dan dalam Keradjaan Madjapahit (abad ke-14 sampai ke-15). Disamping segala kebusukan dan kemesumannja, kolonialisme Belanda dengan tidak sengadia telah ikut mengambil bagian dalam mempersatukan sukubangsa2 dinegeri kita dalam perdjuangan menentang kebiadab- an kolonialisme. Tetapi sudah tentu jang kita inginkan sekarang
bukanlah persatuan dibawah pandji2 keradjaan feodal dan bukan pula didalam alam kolonial.
Setia pada sumber kita, jaitu bahwa semua sukubangsa berasal dari satu rumpun bangsa, bahwa semua sukubangsa selama ber- abad? ber-sama2 menderita tindasan kolonialisme dan ber-sama2 pula berdjuang melawan kolonialisme dan sekarang kita ber-sama2 berdjuang untuk Indonesia Baru, maka dalam Konstitusi jang akan kita susun seharusnjalah kita beri tempat jang terhormat kepada unsur kesatuan bangsa jang modern (nasion), jang bersumber pada sumpah pemuda tahun 1928.(5)
Masjarakat Indonesia Sekarang Adalah Setengah-feodal Dan Belum Merdeka Penuh
Perdjuangan nasional revolusioner Rakjat Indonesia jang ham- pir 50 tahun sedjak 1908, jang sudah lebih dari 30 tahun sedjak pemberontakan tahun 1926, jang sudah, hampir 30 tahun sedjak sumpah pemuda 1928 dan sudah lebih 11 tahun sedjak Revolusi Agustus 1945 belum melakukan tugas2 sepenuhnja, jaitu kemerde- kaan nasional jang penuh, perubahan2 demokratis dan perbaikan penghidupan Rakjat. Revolusi Agustus belum selesai sampai ke- akar2nja, oleh karena itu adalah kewadjiban bagi seluruh·Rakjat Indonesia untuk menggenggam dalam tangannja seluruh pertang- gungandjawab guna menjelesaikan Revolusi Agustus sampai ke- akar2nja.
Dengan dibatalkannja perdjandjian KMB jang chianat, maka berartilah bahwa Rakjat Indonesia sudah mendapatkan kemerde- kaan politik di 80% dari wilajah negerinja, sedangkan di Irian Barat jang merupakan 20% dari wilajah Indonesia belum ada samasckali kemerdekaan politik bagi Rakjat, karena Irian Barat masih sepenuhnja dikuasai oleh kolonialisme Belanda. Kemerdekaan politik jang sekarang sudah dimiliki Rakjat Indonesia belumlah ke- merdekaan politik jang penuh dan stabil, tetapi masih setengah2 dan masih terus terantjam oleh kekuatan² reaksiorier. Kaum reak- sioner berusaha keras untuk, membatasi dan menghapuskan kemer- dekaan politik bagi Rakjat.
Bukti jang sangat djelas dari masjarakat Indonesia jang belum
merdeka penuh jalah masih belum merdekanja Indonesia dilapang- an ekonomi. Kaum imperialis (kapitalis2 besar asing) masih ber- kuasa di Indonesia dilapangan ekonomi. Dikehendaki atau tidak dikehendaki oleh pemerintah Indonesia jang mana sadja, deagan kekuatan kaum imperialis dilapangan ekonomi dan dengan mele- wati orang2 bajarannja kaum imperialis djuga ikut menentukan djalannja politik Indonesia. Politik kaum imperialis dilapangan per- ekonomian pada prinsipnja tidak berubah dari waktu Indonesia masih sepenuhnja djadjahan. Mereka meneruskan perusahaan2 mereka jang lama dan mendirikan beberapa jang baru. Dengan demikian mereka dapat setjara langsung menggunakan tenaga buruh Inidonesia jang murah. Dengan demikian pula langsung mereka menekan setjara ekonomi terhadap industri nasional, baik kepunja- an negara maupun kepunjaan kapitalis2 nasional. Dengan demikian kaum kapitalis besar asing menghalangi perkembangan tenaga pro duktif negeri kita. Bank dan keuangan serta barangdagangan2 jang ada didalam kekuasaan kaum imperialis, inilah jang mempunjai kedudukan menentukan didalam kehidupan ekonomi negeri kita dewasa ini. Kedudukannja jang menentukan dilapangan ekonomi memungkinkan kaum imperialis djuga ambil bagian jang menentu- kan dalam kehidupan politik Indonesia.
Disamping kekuasaan ekonomi kaum imperialis asing, di Indo- nesia sekarang masih berkuasa sisa2 feodalisme jang penting dan berat, jaitu: (1) hak tuantanah besar untuk memonopoli milik tanah jang dikerdjakan oleh kaum tani jang bagian terbesar tidak mungkin memiliki tanah dan karena itu terpaksa menjewa tanah dari pemilik2 tanah menurut sjarat2 jang ditentukan oleh tuan- tanah; (2) pembajaran sewatanah dalam udjud barang kepada tuantanah jang merupakan bagian penting dari hasil panen kaum tani dan jang mengakibatkan kemelaratannja bagian terbesar kaum tani; (3) sistim sewatanah dalam bentuk kerdja ditanah tuantanah2. jang menempatkan kaum tani dalam kedudukan hamba; jang ter- achir jalah (4) tumpukan hutang2 jang mendjerat batang leher bagian terbesar kaum tani dan jang menempatkan mereka dalam kedudukan budak terhadap pemilik² tanah.
tani, susutnja pasar dalamnegeri dan tidak mungkinnja industriali- sasi negeri.
Masih bertjokolnja sisa2 feodalisme telah menjebabkan terbela- kangnja teknik pertanian, melaratnja bagian terbesar dari kaum
Penindasan dobel dari imperialisme dan feodalisme telah menje- babkan massa luas dari Rakjat, terutama kaum tani, mendjadi makin lama makin melarat dan sedjumlah besar mendjadi bang- krut, hidup dalam keadaan lapar dan setengah telandjang. Penin- dasan dobel jaitu dari imperialisme dan feodalisme, djuga telah menjebabkan sangat tertekannja perkembangan industri nasional dan kebudajaan nasional.
Demikianlah kesimpulan2 jang dapat kita tarik dari karakteris- tik2 masjarakat Indonesia jang belum merdeka penuh dan jang masih setengah-feodal. Karakteristik2 dan kesimpulan2 ini tidak mempunjai perbedaan hakekat daripada karakteristik2 dan kesim- pulan2 mengenai masjarakat Indonesia sebelum Revolusi Agustus 1945. Ini disebabkan karena Revolusi Agustus tidak diselesaikan dengan melaksanakan dua tugas pokok revolusi sekaligus, jaitu tugas revolusi nasional anti-imperialisme dan tugas revolusi demokratis anti-feodalisme. Dengan tidak diselesaikannja dua tugas pokok ini, maka berartilah bahwa Revolusi Agustus tidak diselesaikan sampai ke-akar²nja, sehingga sampai sekarang imperialisme masih bertjokol di Indonesia, sedangkan basis sosial jang terpenting dari kekuasaan imperialisme, jaitu feodalisme, tidak digulingkan.
Kenjataan seperti jang saja kemukakan diatas, jaitu kenjataan bahwa negeri kita belum merdeka penuh, karena ekonomi negeri kita masih tergantung pada kaum imperialis, dan bahwa negeri kita masih setengah-feodal, karena feodalisme walaupun sudah tidak utuh lagi masih belum dihapuskan, adalah bertentangan dengan konsepsi emansipasi ekonomi dan emansipasi sosial dari Revolusi Agustus 1945, adalah bertentangan dengan Bab Kesedjahteraan Sosial" dalam UUD Republik Proklamasi. Dalam pidato pembuka- an Dewan ini Presiden Sukarno antara lain meminta supaja kita menjusun Konstitusi dimana dengan sekelebatan mata sadja sudah bisa dilihat bahwa Republik kita adalah benar2 Res Publica, ada- lah benar2 Kepentingan Umum jang berarti Kepentingan Bersama. Dilapangan politik kita harus ber-res-publica, dilapangan ekonomi kita harus ber-res-publica, dilapangan kebudajaan kita harus ber- -publica" (6). Saja berpendapat bahwa permintaan Presiden Su-
karno ini sepenuhnja sesuai dengan permintaan bagian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia.
Saja kira, walaupun kita berada dalam negeri jang belum mer- deka penuh dan jang masih setengah-feodal adalah bukan kewa- djiban kita intuk merumuskan Konstitusi negara jang tidak mer- deka penuh dan jang setengah-feodal. Bukanlah kewadjiban kita untuk merumuskan Konstitusi sematjam itu, karena kita tidak menghendaki keadaan jang tidak kita inginkan sekarang ber-larut2, kita menghendaki keadaan jang buruk sekarang dengan lekas di- likwidasi. Tetapi adalah keliru sekali, djika kita ingin melikwidasi keadaan jang buruk sekarang tanpa menjedari keadaan sesungguh- nja dari kita sekarang. Mengetahui karakteristik2 masjarakat kita scbelum kita mengubahnja adalah sjarat mutlak, agar kita tahu apa jang harus kita ubah dan sampai kemana perubahan2 jang mungkin kita lakukan dalam masa jang tidak terlalu lama.
Saja menganggap berguna sekali peringatan Presiden Sukarno dalam pembukaan sidang Konstituante ini, jaitu bahwa ,kita ini hidup dalam alam perpindahan atau transisi: perpindahan dari alam kolonial kealam nasional, perpindahan dari alam perbudakan kealam kemerdekaan politis-ekonomis, perpindahan dari alam ke- marin kealam besok" (7). Selandjutnja dikatakan oleh Presiden Su- karno bahwa Bagi kita bangsa Indonesia, satu bangsa dalam revo- lusi, konstitusi dus harus merupakan satu alat perdjuangan", Kon- stitusi kita harus konstitusi perdjuangan, konstitusi jang memberi arah dan dinamik kepada perdjuangan", dan Konstitusi kita harus mendjawab kepada keperluan² Indonesia pada waktu sekarang dan vaktu dekat jang akan datang" (8).
Ja, kita memang hidup dalam alam transisi, transisi dari alam kolonial kealam nasional! Kita hidup dalam alam ini tidaklah baru sekarang, tetapi sedjak Rakjat kita bangun dan menjusun barisan dalam gerakan kemerdekaan nasional pada awal abad ini, sedjak itu kita sudah hidup dalam transisi dari alam kolonial kealam nasio- nal. Tetapi satu hal jang tidak boleh kita lupakan, bahwa masa transisi ini mempunjai tjiri jang chas sesudah meletus Revolusi Agus- tus, jaitu bahwa pertumbuhan kekuatan pendorong dalam masja- rakat berlangsung dengan lebih tjepat daripada sebelum Revolusi Agustus. Kenjataan ini menundjukkan bahwa tiap2 usaha untuk
mengembalikan Inidonesia kestatus jang lama, jaitu status kolonial dan perbudakan, pasti akan mendapat perlawanan keras dari se- luruh Rakjat Indonesia. Dengan perkataan lain, alam kolonial dan perbudakan sudah pasti tidak mungkin lagi dikembalikan di Indo- nesia, sehingga dengan demikian satu²nja masadepan jang dekat dari Rakjat Indonesia jalah hidup dalam alam nasional jang demo- kratis, jang sepenuhnja bebas dari kekangan imperialisme dan dari tindasan feodalisme.
Djadi, Konstitusi jang harus kita-susun per-tama2 harus meru- pakan penjimpulan pengalaman perdjalanan sedjarah perdjuangan Rakjat Indonesia selama lebih setengah abad belakangan ini, penjim- pulan bahwa Rakjat Indonesia sudah mentjapai taraf tertentu dalam perdjuangan nasionalnja, jaitu taraf sudah meninggalkan alam kolonial dan perbudakan jang lama dan sekarang sedang madju menudju kealam nasional jang merdeka penuh dan jang demokratis. Dengan demikian, Konstitusi jang kita susun adalah djuga Program Perdjuangan nasional kita, pemberi arah dan inspi- rasi pada perdjuangan nasional kita.
Sedikit Tentang Sedjarah Dan Beberapa Pengalaman Kehidupan Konstitusionil Kita
Pendjuangan bangsa Indonesia untuk memiliki sebuah Konsti- tusi, sebuah Undang2 Dasar jang mendjadi sumber semua undang2, bukanlah perdjuangan jang sangat baru. Perdjuangan ini boleh dikatakan sama tuanja dengan perdjuangan modern bangsa Indone- sia untuk mengubah masjarakat Indonesia jang bersifat kolonial dan perbudakan mendjadi masjarakat nasional jang merdeka dan de- mokratis. Ini tidak mengherankan, karena pergerakan nasional kita jang lahir pada awal abad ini mempunjai tugas sedjarah untuk menghantjurkan struktur kolonial jang dipaksakan kepada kita dan sebagai gantinja, mendirikan struktur nasional jang kita susun menu- rut keinginan kita sendiri. Sjarat untuk membangun dan mengatur struktur nasional ini antara lain jalah Undang2 Dasar, jalah Kon- stitusi Negara.
Mula2 tuntutan mengenai Konstitusi tidak begitu djelas di- rumuskan oleh pergerakan kemerdekaan kita. Dalam salahsatu mosi
Budi Utomo, jaitu jang dikeluarkan dalam rapatnja di Bandung bulan Agustus 1915 dinjatakan tentang perlunja ada Parlemen jang berhak membuat undang2. Ini adalah pernjataan, bahwa bangsa Indonesia pada waktu itu pada hakekatnja sudah menolak segala matjam undang2 dan peraturan2 jang bukan bikinannja sendiri. Bangsa Indonesia menginginkan satu perumahan kenegaraan jang dibangun dan diaturnja sendiri. Hal ini sudah terang bertentangan dengan keinginan kaum kolonialis ketika itu, jang ingin terus ,,meng- atur" bangsa Indonesia sebagai sumber keuntungan kolonialisme.
Pada pertengahan bulan November 1918 didirikan sebuah orga- nisasi front persatuan nasional dengan nama Radicale Concen- tratie" jang anggota²nja terdiri dari Serikat Islam, Budi Utomo, Insulinde, Pasundan dan Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV). Segera konsentrasi ini mengadjukan tuntutan kepada peme- rintah Belanda supaja dibentuk sebuah Madjelis Nasional sebagai 'parlemen pendahuluan' untuk menetapkan hukum dasar (grond- wet) sementara. Beberapa minggu kemudian konsentrasi ini meng- adjukan keinginannja, supaja selekas mungkin diadakan parle- men" (9).
Dimulai sedjak tahun2 belasan dari abad ke-20 perdjuangan bangsa dan Rakjat Indonesia untuk memiliki sebuah Konstitusi tidak pernah henti²nja. Konstitusi negara senantiasa mendjadi pro- gram perdjuangan pergerakan politik kemerdekaan nasional Indo- nesia.
Tuntutan terachir kepada pemerintah Belanda supaja dibentuk sebuah Konstitusi jalah pada bulan Februari 1941, jaitu bersama dengan tuntutan Rakjat Indonesia supaja dibentuk Parlemen dan pemerintah jang bertanggungdjawab pada Parlemen. Tuntutan2 ini diadjukan oleh GAPI (Gabungan Politik Indonesia) dimana didalamnja tergabung partai2 politik jang penting ketika itu, jaitu Parindra, Gerindo, Pasundan, Persatuan Minahasa, PSII, Partai Islam Indonesia (PII) dan Persatuan Politik Katolik Indonesia (PPKI). Mengenai tuntutan tentang Konstitusi antara lain dikata- kan, supaja ditetapkan Konstitusi Negara, sedemikian rupanja, sehingga bukan sadja pembangunan politik, tetapi djuga keadaan masjarakat dalam hal sosial-ekonomi, akan berdasarkan demokrasi". Sikap kepalabatu pemerintah kolonial Belanda ketika itu tidak
menjambut baik tuntutan Rakjat Indonesia ini, walaupun Rakjat Indonesia sudah menjatakan kebulatan tekadnja untuk ber-sama2 dengan fihak Belanda melawan penjerbuan kaum militeris Djepang. Akibat dari semuanja ini, Belanda sendiri harus ikut menanggung- nja. Tentara penjerbu Djepang memasuki Indonesia dengan tanpa perlawanan jang berarti dari fihak Rakjat Indonesia.
Selama pendudukan Djepang, jaitu sedjak bulan Maret 1942 sampai bulan Agustus 1945, terutama pada tahun2 pertama, per- djuangan untuk Konstitusi tidak mendapat bentuk2 jang legal. Pada waktu2 terachir dari masa pendudukan Djepang, ketika Dje- pang mendapat pukulan2 berat dari fihak sekutu dihampir semua front peperangan, Djepang membutuhkan lebih banjak pengerahan tenaga, kekajaan dan djiwa Rakjat Indonesia guna kepentingan peperangannja. Untuk mendapatkan ini Djepang mendjandjikan kemerdekaan bagi Indonesia dan sebagai persiapan untuk ini di- bentuklah pada awal tahun 1945 apa jang dinamakan Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan".
Sedar akan maksud Djepang jang tidak djudjur dalam hal mengadakan Badan Penjelidik" tersebut dan jakin bahwa keme- nangan pasti dari demokrasi atas fasisme sudah ada diambang pintu, maka setjara pandai anggota2 Badan Penjelidik Usaha Kemer- dekaan" jang sedikit atau banjak ada bernjala api patriotisme di- dalam dadanja telah berdaja-upaja dan sampai batas2 tertentu ber- hasil mengubah badan boneka bikinan Djepang tersebut mendjadi badan jang benar2 guna persiapan kemerdekaan. Dalam pidatonja tanggal 1 Djuni 1945, Ir. Sukarno, jang pada waktu itu mendapat kesempatan untuk mendjelaskan pendiriannja mengenai Dasar Negara" jang akan dibentuk, telah mengemukakan dasar2 negara. Ternjata bahwa pokok-fikiran Ir. Sukarno tentang dasar2 negara jang dikemukakan dalam Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan" ini banjak jang dimasukkan kedalam Undang2 Dasar Republik Indonesia 1945, misalnja jang mengenai bentuk kesatuan dari negara, jang mengenai tjita2 emansipasi politik, eko- nomi dan sosial dari semua warganegara, dsb.
Sedjak Agustus 1945 sampai sekarang kita telah memiliki 3 Konstitusi, jaitu Konstitusi Republik Indonesia 1945, Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 dan Konstitusi Sementara RI
1950.
Dalam memikirkan soal2 pokok jang akan kita muat dalam UUD RI jang tetap, maka seharusnjalah kita mengambil pela- djaran dari pengalaman2 konstitusionil selama 11 tahun ini.
Dengan menarik peladjarán dari pengalaman mengenai kehi- dupan konstitusionil kita, maka berarti djuga kita mempeladjari pengalaman sedjarah perdjuangan kemerdekaan bangsa dan Rakjat kita, sebab ketiga UUD kita itu sedikit atau banjak memberikan gambaran tentang pasang atau surutnja perdjuangan Rakjat Indo- nesia, terutama perdjuangan revolusioner sesudah proklamasi ke- merdekaan bulan Agustus 1945.
Dalam Konstitusi RI 1945 ada 3 soal pokok jang tertjantum sebagai hasil Revolusi Agustus kita, jaitu (a) soal organisasi negara, (b) soal2 ekonomi dan soal jang merupakan tjita2 dan tuntutan bangsa dan Rakjat Indonesia paila tingkat sedjarah jang tertentu, dan (c) soal hak2 dan kebebasan² dasar manusia.
Sebagaimana kita ketahui, maka dalam UUD RI 1945 ditetap- kan dengan djelas, bahwa negara Indonesia jalah Republik jang berbentuk Kesatuan. Perumusan ini bukanlah disusun atas keinginan atau kemauan seseorang, tetapi ini adalah sesuai dengan kepribadi- an bangsa Indonesia dan merupakan realisasi tjita2 dan kehendak Rakjat Indonesia jang diperdjuangkan selama setengah abad bela- kangan ini. Sebagai akibat persetudjuan KMB, maka UUD RI 1945 diganti dengan UUD RIS jang dalam berbagai hal penting banjak menuruti keinginan kaum kolonialis Belanda dan kakitangan- kakitangannja.
UUD RIS jang chianat ini telah mengubah salahsatu sendi dari negara Republik Proklamasi kita, jaitu negara kesatuan men- djadi negara federal jang bertentangan dengan tjita2 Revolusi Agus- tus 1945. Bentuk federal adalah sepenuhnja pelaksanaan politik kaum kolonialis untuk memetjahbelah persatuan serta keutuhan negara dan bangsa Indonesia.
Sebagai hasil pendjuangan Rakjat menentang Republik Federal Indonesia, maka. UUD RIS tidak mentjapai umur lebih dari 712 bulan, dan sebagai penggantinja lahirlah Republik Indonesia Ke- satuan dengan UUD-nja jang merumuskan kembali bentuk kesatu- an dari Republik kita.
Ketjuali mentjantumkan dasar federasi UUD RIS djuga me- ngandung ketentuan2 jang mengatur sistim perwakilan dua-madjelis jang terang bertentangan dengan tuntutan Revolusi Agustus dila- pangan ketatanegaraan, jang terang bertudjuan untuk melemahkan persatuan bangsa dan Rakjat Indonesia.
Demikian djuga kita telah mengalami bahwa hak2 dan kebe- basan2 dasar manusia serta hak² Parlemen sangat dibatasi oleh UUD RIS.
UUD RI 1950, jang masih bersifat sementara itu, lahir disatu fihak sebagai hasil perlawanan Rakjat terhadap usaha2 kaum reak- sioner untuk melikwidasi hasil2 Revolusi Agustus* dan difihak lain sebagai kesimpulan pengalaman Rakjat Indonesia mengenai masa- lah UUD dan pengalaman konstitusionil, atau dengan perkataan lain : UUDS RI 1950 mengandung isi esensiil dari UUD RI 1945 dan djuga beberapa perumusan jang lebih terperintji, jaitu dengan perintjian lebih landjut mengenai soal hak2 dan kebebasan2 dasar manusia, soal susunan idan tugas alat2 perlengkapan negara, soal pembagian kekuasaan antara DPR, Pemerintah dan Presiden dll.
Djuga dalam hal sistimatik UUDS RI 1950 nampak lebih baik daripada UUD RI 1945.
Ini semuanja tidak berarti, bahwa UUDS RI 1950 tidak mem- punjai kekurangan²nja dan bahwa dalam semua soal UUDS ini lebih baik daripada UUD RI 1945.
Ketentuan dalam UUDS RI 1950 bahwa hakmilik adalah fongsi sosial" telah sangat mengurangi arti fasal 38 UUDS RI jang diambil dari UUD RI Proklamasi pasal 33. Atau dapat di- katakan, berdasarkan kenjataan selama ini, dengan adanja ketentu- an bahwa hakmilik, termasuk hakmilik imperialis, adalah suatu fungsi sosial, maka fasal 38 UUDS RI tidak mungkin dilaksanakan.
Disamping itu djiwa anti-imperialisme dari UUD RI Prokla- niasi jang antara lain nampak dari kenjataan, bahwa hak2 dan kebebasan2 dasarnja hanja berlaku bagi warganegara Indonesia, dalam UUDS RI 1950 tidak begitu menondjol, karena menurut ketentuan dalam UUDS ini, hak2 dan kebebasan2 dasar berlaku untuk semua orang atau penduduk di Indonesia, djadi, djuga ber- laku untuk orang2 asing jang mewakili kenentingan kaum impe- rialis dan kaum kolonialis di Indonesia. Dari sini nampak lagi,
bagaimana kaum imperialis asing lewat kakitangan²nja menjelipkan kepentingan²nja dalam UUDS RI 1950.
Pendeknja, kelemahan2 UUDS RI 1950 telah kita alami sen- diri, jaitu bahwa beberapa fasal. jang penting dan tepat mengenai soal2 ekonomi, sosial, dan kebudajaan tidak dapat dipraktekkan. Sebabnja jalah karena ketentuan² pokok mengenai dasar2 ekónomi, sosial dan kebudajaan jang dioper dari UUD RI Proklamasi dike- biri oleh fasal2 lain jang bersumber pada UUD RIS (KMB). Selain daripada itu fasal2 jang menguntungkan Rakjat jang dioper dari UUD RI Proklamasi tidak didjelaskan dan diperintji lebih landjut serta tidak ditetapkan garis2 besar pelaksanaannja.
Selandjutnja,,masih terdapat kekurangan2 djuga dalam UUD RI Proklamasi dan dalam UUDS RI 1950 dalam memberikan isi kepada masing2 mukadimahnja.
Mukadimah UUD RI Proklamasi maupun mukadimah UUDS RI 1950 belum tjukup menggambarkan, walaupun setjara singkat, sedjarah perdjuangan revolusioner bangsa dan Rakjat Indonesia dalam ber-bagai² bentuk melawan kaum kolonialis dan kaum reak- sioner lainnja.
Demikian pula soal kedaulatan Rakjat belum dirumuskan se- tjara memuaskan dalam kedua UUD itu, karena belum djelas di- gambarkan, bahwa sumber segala kekuasaan adalah ditangan semua golongan dan lapisan Rakjat jang anti-imperialisme dan jang demo- kratis.
Dari pengalaman mengenai kehidupan konstitusionil kita selama hampir 12 tahun ini, maka dapatlah diambil suatu kesimpulan. bahwa UUDS RI 1950 dapat kita djadikan sebagai pedoman untuk merumuskan soal2 pokok serta bagian²nja, idengan tjatatan, bahwa:
tugas alat² perlengkapan negara perlu diperintji lebih lan- (a) djut, sebagai garis besar pelaksanaan ketentuan² pokok mengenai dasar2 negara diberbagai lapangan;
(b) hak2 dan kebebasan2 dasar2 manusia diperintji mendjadi hak2 dan kebebasan serta kewadjiban2 azasi warganegara dan penduduk asing;
(c) soal2 Pemerintah Daerah, terutamà tentang otonomi jang luas, harus lebih djelas dirumuskan, dan
(d) soal baru, misalnja Dewan Nasional sebagai badan pena- sehat Pemerintah, serta Kabinet berdasarkan perwakilan berimbang (Kabinet Gotongrojong), sesuai dengan kepri- badian bangsa Indonesia, sesuai dengan Konsepsi Presi- den Sukarno dan jang mendjadi tuntutan Rakjat pada awal tahun 1957, perlu ditambahkan.
Demikianlah sedikit sumbangan fikiran dari saja dalam diskusi mengenai soal2 pokok jang perlu kita muatkan didalam Konstitusi kita. Perintjian tentang beberapa soal akan dikemukakan oleh kawan2 sefraksi saja dalam sidang jang mulia ini.
Sebelum saja menutup pidato saja ini izinkanlah saja dari mim- bar ini menjampaikan salam kepada hadirin, berhubung dengan Hari 20 Mei, Hari Kebangunan Nasional kita. Pada tanggal 20 Mei 1908, djadi 49 tahun jang lalu, generasi sebelum kita dengan dipelopori oleh Dr. Wahidin. Sudirohusodo jang budiman, telah memulai pekerdjaan jang besar dan mulia. Semoga kita sekarang mendjadi penerus jang sedjati dari pekerdjaan nasional-jang besar dan mulia itu.
Beladjar Lebih Banjak Untuk Lebih memperbaiki Praktek Revo- lusioner Kita! adalah djudul tulisan Kawan D.N. Aidit menjambut u.ang- tahun ke-37 PKI. Tulisan ini menjimpulkan tepatnja orientasi proletariat Indonesía kepada proletariat Barat dalam perdjuangan politik untui pembebasan dan tidak tepatnja orientasi burdjuasi Indonesia kepada bur- djuasi Barat jang sama sekali tidak mempunjai kepentingan akan ke- meráekaan Indonesia dari kolonialisme.
Dikemukakan lebih landjut bahwa pengalaman selama 37 tahun menundjukkan keharusan kita kaum Komunis Indonesia senantiasa bel- pedoman pada Marxisme-Leninisme dalam melakukan pekerdjaan revo- lusioner dengan berpokokpangkal pada diri sendiri, pada kenjataan2 po- litik, ekonomi, kebudajaan, adat-istiadat dan kebiasaan jang ada dise- kitar kita.
BELADJAR LEBIH BANJAK UNTUK LEBIH MEMPERBAIKI PRAKTEK REVOLU- SIONER KITA!
Tanggal 23 Mei tahun 1957 ini kita memperingati ulangtahun ke-37 PKI. Pada hari ini kita tidak hanja memperingati ulang- tahun sebuah Partai besar, tetapi djuga Partai jang mempunjai sedjarah perdjuangan jang revolusioner dan heroik, Partai jang martabatnja bertambah hari bertambah menaik dimata proletariat dan Rakjat Indonesia, Partai jang kegemilangan haridepannja sudah didjamin oleh hukum2 perkembangan masjarakat Indonesia.
Lahirnja PKI 37 tahun jang lalu aidalah peristiwa jang wadjar, karena pada waktu itu sudah ada sedjumlah proletariat Indonesia, sudah ada sedjumlah kaum intelektuil Indonesia jang menerima Marxisme sebagai pandangan-dunia dan pedoman perdjuangan, dan sampai batas2 tertentu proletariat dan Rakjat Indonesia sudah mempunjai kemampuan berorganisasi.
Dengan lahirnja PKI 37 tahun j.l. maka lahirlah didalam masja- rakat Indonesia satu kekuatan baru, jang bibit²nja sudah ada sedjak berdirinja ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereniging) dalam tahun 1914, jaitu kekuatan politik proletariat jang bersekutu dengan klas2 revolusioner lainnja, jang dalam beladjar dari Barat berorientasi kepada proletariat Barat, kepada Marx, Engels, Lenin, dll. Ini bertentangan dengan burdjuasi Indonesia jang sedjak ber- dirinja Budi Utomo tahun 1908 berorientasi kepada burdjuasi Barat, mengambil kaum burdjuis Barat sebagai guru dan tela- dan. Dalam proses dua orientasi ini diudji, dan kenjataan menun- djukkan bahwa berorientasi kepada burdjuasi Barat tidaklah tepat bagi Rakjat Indonesia, karena burdjuasi Barat pada umumnja tidak menginginkan kemerdekaan Indonesia dari kolonialisme.
Pengalaman menundjukkan bahwa tidak sedikit tjerdikpandai Indonesia jang tadinja murid2 burdjuasi Barat menentang guru2nja jang memusuhi kemerdekaan nasional Indonesia dan tidak sedikit pula jang berpindah orientasinja kepada proletariat. Sebaliknja, ber-
tambah hari bertambah terang kebenaran orientasi proletariat Indo- nesia. Proletariat Barat menganggap kemerdekaan nasion, Rakjat dan proletariat Indonesia sebagai kemerdekaannja sendiri.
Adalah bukan sesuatu jang harus dirahasiakan, bahwa prole- tariat Indonesia sedjak ia memasuki gelanggang politik untuk ke- bebasannja sudah berorientasi kepada proletariat Barat. Burdjuasi Indonesia djuga tidak merahasiakan, dan malahan membanggakan, bahwa mereka mempunjai guru2 orang Barat, maksudnja orang2 burdjuis Barat. Dibanding dengan proletariat Indonesia idan seluruh proletariat Timur, proletariat Barat adalah lebih tua umurnja, lebih banjak pengalaman perdjuangannja dan lebih dulu menjimpulkan setjara ilmiah pengalaman2 perdjuangannja.
Djadi, bahwa proletariat Indonesia dan seluruh proletariat Timur berorientasi kepada proletariat Barat adalah sesuatu jang wadjar, sama wadjarnja dengan burdjuasi Indonesia idan seluruh burdjuasi Timur menundjukkan pandangan mata dan otaknja kepada bur- djuasi Barat, karena burdjuasi Barat lebih tua umurnja, lebih banjak pengalaman perdjuangannja dan lebih dulu menjimpulkan peng- alaman2 perdjuangannja.
Perbedaan jang prinsipiil jalah, bahwa burdjuasi Barat pada umumnja bukan sahabat Rakjat Indonesia dalam pendjuangan untuk kemerdekaan nasional, sedangkan proletariat Barat adalah sahabat Rakjat Indonesia jang setia dan tepertjaja. Proletariat Barat tidak mempunjai kepentingan lain terhadap Indonesia ke- tjuali kemerdekaan dan kebebasan jang sepenuhnja, tidak hanja bagi proletariat Indonesia tetapi djuga bagi seluruh Rakjat Indo- nesia.
Setelah meletus Revolusi Oktober Besar tahun 1917 jang me- lahirkan Uni Sovjet, negara sosialis jang pertama, maka proletariat Indonesia mendjadi lebih jakin lagi akan kebenaran orientasinja. Dengan berdirinja Uni Sovjet maka terbuktilah dalam kenjataan, bahwa proletariat bisa memegang kekuasaan negara, bahwa pro- letariat bisa berkuasa tanpa burdjuasi, tetapi sebaliknja belum ada bukti dan tidak akan ada bukti bahwa burdjuasi bisa berkuasa tanpa proletariat.
Tetapi, apakah kalau orientasi proletariat Indonesia sudah tidak meleset terus berarti bahwa kemenangan sudah pasti ditangan pro-
lctariat dan Rakjat Indonesia? Proletariat Rusia membantah hal ini. Proletariat Rusia mengadjarkan, bahwa kemenangan hanja mungkin ditjapai setelah proletariat Rusia, terutama Partai politik- nja mampu memadukan kebenaran umum Marxisme dengan ke- adaan masjarakat Rusia, dengan praktek kongkrit Revolusi Rusia. Lenin idan kaum Komunis Rusia berhasil memimpin revolusi Rusia bukan hanja karena mereka menguasai adjaran2 Marx, tetapi karena mereka mengerti benar2 keadaan dunia jang mereka hadapi dan mengerti benar² sifat² chusus dari negeri dan Rakjat dimana mereka melakukan pekerdjaan revolusioner mereka. Dengan praktek revo- lusionernja dan dengan kesimpulan²nja mengenai keadaan dunia jang dihadapi dan mengenai keadaan2 chusus Rusia, Lenin sudah lebih memperkaja Marxisme. Leninisme adalah kebenaran umum bagi proletariat diseluruh dunia, ia adalah teori dan praktek Marx- isme dizaman imperialisme dan revolusi proletar dunia.
37 tahun PKI pada hakekatnja adalah 37 tahun proses per- paduan Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indo- nesia. Penjakit dogmatisme jang dalam waktu pandjang telah meng- hinggapi pemimpin2 dan anggota2 PKI telah berakibat dibikinnja kesalahan2 dilapangan politik, organisasi dan ideologi. Hal2 ini telah menjebabkan sangat lambatnja proses perpaduan Marxisme-Lenin- isme dengan praktek revolusi Inidonesia. Setelah PKI dibangun kem- bali sesudah mengalami pukulan kontra-revolusi tahun 1948, maka salahsatu perdjuangan jang terpenting didalam PKI jalah perdju- angan melawan dogmatisme.
Pengalaman revölusi2 jang. sudah menang di-negeri2 Timur se- sudah perang dunia ke-2, misalnja revolusi Tiongkok, sangat mem- bantu PKI dalam berperang melawan dogmatisme. Pengalaman revolusi2 jang sukses di-negeri2 Timur ini memberi peladjaran jang sangat banjak pada PKI. Dikalangan kader2 PKI timbul kegairah- an jang sangat besar untuk beladjar dari pengalaman revolusi negeriz Timur jang sukses itu. Tetapi, paida tingkat pertama dalam beladjar dari revolusi negeri2 Timur itu ada ketjenderungan untuk setjara tidak kritis, djadi setjara dogmatis lagi, mengambil oper ke- simpulan² dan dengan setjara tidak wadjar pula memaksakan ke- simpulan revolusi negeri2 Timur jang sudah menang itu supaja djuga berlaku untuk revolusi Indonesia. Se-olah2 problim revolusi
Indonesia sama persis dengan problim revolusi negeri2 Timur lain- nja, se-olah2 tiada sedikit djuapun bedanja dengan revolusi negeri2 Timur jang sudah menang. Padahal tidak ada dua barang jang sama persis, walaupun barang2 itu keluar idari satu pabrik jang banjak menggunakan mesin2 presisi.
Tjepat atau lambatnja kemenangan revolusi Indonesia, sedikit atau banjaknja kesalahan jang kita bikin, bisa atau tidaknja kita mengatasi berbagai kesulitan, sangat tergantung pada kemampuan Partai kita, terutama kader²nja, dalam memadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi di- negeri kita, idi-pulau2 kita, di-provinsi2 kita, di-kabupaten2 kita dan di-desa2 kita, pendeknja dimana sadja Partai kita bekerdja. Dengan berpedoman Marxisme-Leninisme kita melakukan pekerdjaan revo- lusioner kita dengan berpokokpangkal pada diri kita sendiri, pada kenjataan² politik, ekonomi, kebudajaan, adat-istiadat dan kebiasa- an2 jang ada disekitar kita.
Marxisme-Leninisme adalah pedoman, dan pedoman jang sudah diudji kebenarannja. Tetapi pedoman ini akan tidak ada gunanja djika tidak kita pergunakan untuk menerangi keadaan disekitar kita. Keadaan atau kenjataan disekitar kita, itulah jang harus di- djadikan pokokpangkal. Kita tidak boleh bekerdja dengan ber- pokokpangkal pada kemestian2" menurut pengalaman2 ditempat lain. Dengan berpedoman Marxisme-Leninisme dan dengan ber- pokokpangkal pada kenjataan2 jang kita hadapi sendiri, kita harus membikin kemestian2" untuk tiap2 keadaan dan tempat dimana kita berada guna memadjukan gerakan revolusioner kita.
Hanja djika kita radjin mempeladjari Marxisme-Leninisme, pan- dai menggunakannja sebagai pedoman, radjin menjelidiki apa jang sudah terdjadi untuk mendapat peladjaran idaripadanja, maka tahun2 depan dari Partai kita adalah tahun2 jang akan lebih mem- perpadukan Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia.
Terutama mengingat sangat tidak samanja perkembangan eko- nomi, politik dan kebudajaan di-pulau2 dan daerah2 negeri kita, hendaklah kebenaran2 umum mengenai revolusi Indonesia, jaitu hasil analisa idan kesimpulan Marxis-Leninis tentang revolusi Indo- nesia, jang diadjarkan setjara sentral oleh Partai, dipeladjari dengan
sepenuh hati, dan pergunakanlah semuanja itu sebagai pedoman untuk mempeladjari keadaan chusus setempat, dan berdasarkan ini bikinlah langkah2 jang praktis dan pasti dilapangan politik, orga- nisasi dan ideologi, sesuai dengan keadaan setempat.
Djika kita suidah bisa menggunakan Marxisme-Leninisme sesuai dengan keadaan pulau kita masing2, dengan daerah kita masing2, pendeknja sesuai dengan tempat dimana kita melakukan praktek revolusioner kita, maka barulah Partai kita mendjalankan salahsatu prinsip pokok dari Marxisme-Leninisme, jaitu kesatuan teori dengan praktek. Pelaksanaan tugas penting ini, jaitu tugas beladjar Marx- isme-Leninisme dengan sasaran revolusi Indonesia, sangat tergan- tung pada kader2 tinggi dan kader2 menengah Partai kita. Dengan sckuat tenaga harus kita achiri langgam jang keliru selama ini jaitu langgam beladjar teori revolusioner ,,berdjalan senidiri" dan revo- lusi Indonesia ,berdjalan sendiri".
Singkatnja, tahun² jang akan datang haruslah didjadikan tahun² penjelenggaraan setjara besar2an sekolah2 dan kursus2 Partai, penje- lidikan2 mengenai keadaan sekarang dan sedjarah, memperhebat pekerdjaan dilapangan politik dan organisasi. Lewat sekolah2 dan kursus2 Partai beladjarlah tentang logika revolusi kita, tentang sifat2 chusus ekonomi negeri kita, tentang taktik revolusi kita idan tentang apa sadja jang dibutuhkan oleh revolusi kita. Tetapi ingatlah senan- tiasa, bahwa memiliki semua pengetahuan itu tidak dengan sendiri- nja bisa mengubah keadaan negeri kita jang setengah-djadjahan dan sctengah-feodal sekarang. Praktek revolusioner, pekerdjaan revolu- sioner, inilah jang menentukan dalam mengubah keadaan negeri kita. Perbanjaklah praktek, perbesarlah produksi dalam pekerdjaan revolusioner, karena ini berarti menimbun kekuatan jang sangat dibutuhkan oleh Rakjat Indonesia.
Pekerdjaan Partai kita harus kita ratakan keseluruh negeri. Kelemahan Partai disatu daerah atau satu pulau mengantjam ke- sclamatan Partai dan Rakjat di-daerah2 atau pulau² dimana Partai sudah kuat. Di-daerah2 atau pulau2 dimana Partai sudah madju harus dibikin lebih madju lagi, dan di-daerah2 atau pulau2 dimana Partai masih ketinggalan supaja ber-lomba2 mengedjar pulau2 dan dacrah2 jang sudah madju. Tidak boleh ada satu pulau atau satu dacrah jang tidak mengambil bagian dalam perlombaan besar ini.
t
Sekali Lagi Sembojan Tanah Untuk Kaum Tani" adalah djudul tu- Iisan Kawan D.N. Aidit jang dimuat di Harian Rakjat bulan Djuni 1957 jang ditulis untuk mendjawab pemimpin sementara partai jang dalam kampanje pemilihan DPRD (Dewan Perwakilan Rakjat Daerah) mem- fitnah PKI jang menggambarkan se-olah2 PKI tidak setia kepada djandji pelaksanaan sembojan ,Tanah Untuk Kaum Tani".
Dipaparkan oleh Kawan D.N. Aidit bahwa sesuai dengan watak re- volusi Indonesia, jaitu burdjuis demokratis, sebenarnja káum burdjuis mempunjai kepentingan akan terwudjutnja sembojan tersebut. Te- tapi karena mereka disatu fihak tidak berani terhadap tuantanah dan dilain fihak takut terhadap kaum tani dan proletariat, karena me- reka ada hubungan2 tertentu dengan tuantanah atau dikalangan mereka ada jang djuga tuantanah, maka adalah mendjadi kewadjiban PKI untuk memungut pandji2 demokratis anti feodal dan mengibarkannja tinggi2.
Karena adilnja dan sedjalan dengan perkembangan sedjarah tn- tutan revolusi kita kaum Komunis berkejakinan penuh bahwa sembojan itu pasti dapat dilaksanakan.
SEKALI LAGI SEMBOJANTANAH UNTUK KAUM TANI"
Ada pemimpin² sementara partai jang didalam kampanje pemi- lihan DPRD menjatakan se-olah2 PKI tidak setia pada program- nja, tidak setia pada djandjinja jaitu djandji akan melaksanakan sembojan Tanah Untuk Kaum Tani". Disamping untuk memukul PKI didalam kampanje pemilihan DPRD mereka bertudjuan untuk membikin diskredit sembojan Tanah Untuk Kaum Tani". Pokok- nja, mereka tidak suka pada sembojan ini, apalagi pelaksanaan sembojan ini.
Djika jang tidak suka pada sembojan Tanah Untuk Kaum Tani" hanja pemimpin2 partai2 tuantanah dan komprador, tidak- lah mengherankan. Tetapi, jang mengherankan jaitu bahwa jang kut2 membentji sembojan ini jalah tokoh2 dari partai2 burdjuis nasional. Padahal djika mereka mau mengerti dan djika mereka setia pada wataknja sendiri, mereka se-kurang2nja harus ikut mem- propagandakan sembojan Tanah Untuk Kaum Tani", karena pelaksanaan sembojan ini berarti penghapusan sistim feodal jang mendjadi tudjuan tiap2 revolusi burdjuis. Pelaksanaan sembojan ini berarti perkembangan jang demokratis, perkembangan perda- gangan dan industri nasional.
Diantara tokoh2 partai2 burdjuis banjak jang mengira bahwa program anti-feodalisme dan sembojan Tanah Untuk Kaum Tani", adalah program dan sembojan Sosialisme, sembojan Komunis. Pada- hal, sedjarah menundjukkan bahwa program anti-feodalisme dan sembojan Tanah Untuk Kaum Tani" adalah program dan sem- bojan tiap2 revolusi burdjuis, karena dengan pelaksanaan program ini berarti pemberian hakmilik jang berupa aiat produksi (jaitu tanah) kepada kaum tani, djadi bukan penghapusan hakmilik atas alat2 produksi seperti jang terdjadi dalam revolusi sosialis.
Revolusi Amerika tahun 1776, jang dikatakan oleh Lenin se- bagai salahsatu peperangan besar, jang sungguh2 membebaskan,
jang sungguh2 revolusioner" (1) djuga berwatak anti-feodalisme. Revolusi ini tidak hanja telah menegakkan kemerdekaan nasional Amerika, tidak hanja telah menghantjurkan restriksi2 jang diletak- kan oleh Inggeris pada kekuatan² produktif kolonial, tidak hanja telah membebaskan pasar didalamnegeri dan membuka djalan untuk perkembangan jang tjepat dari perdagangan dan industri, tetapi djuga telah menghapuskan sistim sewatanah feodal, telah memberi- kan hak² politik jang terbatas kepada Rakjat, ketjuali kepada budak² Negro.
Revolusi Amerika tahun 1776 berpengaruh atas bagian2 lain dari dunia. Revolusi ini memberi inspirasi kepada Rakjat Perantjis untuk melemparkan tirani feodal dari atas pundaknja, dan ia djuga telah mendorong Rakjat2 Amerika Latin untuk membebaskan diri- nja dari tindakan Spanjol dan Portugal jang bersifat feodal. Revo- lusi burdjuis besar Perantjis tahun 1789 jang mendapat inspirasi dari revelusi burdjuis Amerika berhasil melemparkan kekuasaan feodalisme, sistim tuantanah pada pokoknja dihapuskan, keradjaan diganti dengan Republik.
Djadi, djelaslah bahwa program anti-feodalisme dan sembojan Tanah Untuk Kaum Tani" adalah program dan sembojan revo- lusi burdjuis, bukan program, dan sembojan revolusi sosialis. Tentu timbul pertanjaan: kenapa sementara pemimpin burdjuis Indone- sia menentang keras program dan sembojan ini? Djawabnja jalah: kedudukan politik dan ekonomi jang lemah dari burdjuasi nasional Indonesia membikin mereka tidak berani kepada tuantanah dan takut kepada kaum tani dan proletariat. Atau, diantara tokoh2 partai2 burdjuis terdapat tuantanah2. Atasnama burdjuasi tokoh2 ini membela tuantanah.
Mengingat, bahwa partai2 burdjuis Indonesia tidak tampil de- ngan program tanah jang revolusioner, djadi tidak melakukan tugas sedjarahnja setjara konsekwen sebagai klas burdjuis, maka adalah mendjadi kewadjiban Partai Komunis Indonesia untuk memungut pandji2 revolusi anti-feodalisme jang sudah dilemparkan oleh bur- djuasi itu dan mengibarkannja tinggi2. Kita lakukan ini, karena kita sedar bahwa Sosialisme tidak mungkin dibentuk djika feodal- isme masih bertjokol, djika kaum tani masih sangat melarat. Pem- bangunan ekonomi atau jang lazim dikatakan perubahan dari eko-
nomi kolonial keekonomi nasional tidak mungkin tanpa membebas- kan tenaga produktif di-desa2, dimana sebagian besar Rakjat Indo- nesia bertempattinggal.
Mengenai program agraria kita tidak mengharap jang berlebih- lebihan dari pemimpin2 partai2 burdjuis nasional. Tjukup asal mereka mau menempuh djalan jang sudah ditempuh oleh Thomas Jefferson, salahseorang pemimpin utama Revolusi Amerika tahun 1776. Sjukur kalau mereka suka berbuat jang lebih banjak lagi daripada orang tua jang hidup hampir dua abad jang lalu ini, untuk kepentingan kaum tani dan demokrasi Indonesia.
Kepada-seluruh kaum Komunis saja serukan:
Djangan hiraukan pemimpin2 burdjuasi nasional jang tidak melakukan tugas sedjarahnja. Kita kaum Komunis dan seluruh pro- ↓etariat ber-sama2 dengan kaum tani akan melakukannja untuk mcreka. Ini menundjukkan kematangán kita dalam politik.
Djangan henti2nja mempropagandakan program tanah jang evolusioner, mempropagandakan sembojan Tanah Untuk Kaum Tani". Dengungkan sampai kesemua gubuk kaum tani bahwa pro- gram dan sembojan ini achirnja akan dapat dilaksanakan, karena adilnja dan karena sedjalannja dengan perkembangan sedjarah dan tuntutan revolusi demokratis kita.
Djakarta, Djuni 1957
Tulisan ini adalah analisa Kawan D.N. Aidit tentang hasil semen- tara pemilihan DPRD Djakarta Raya tanggal 22 Djuli 1957. Dari ke- naikan djumlah pemilih PKI disimpulkan bahwa kemenangan PKI itu adalah objektif dan mendjadi bukti jang djelas bahwa Rakjat Indonesia sekarang sedang bergeser kekiri.
Oleh karena itu diperingatkan kepada tiap2 partai jang ingin men- dapat kemadjuan, bahwa djalan jang seharusnja ditempuh jalah djalan persatuan dan demokrasi serta dengan lebih keras lagi menggempur reaksi dan bukannja meleburkan diri kedalam kubu reaksi jang dipimpin Masjumi-PSI jang anti-Rakjat dan jang melawan arus perkembangan masjarakat.
RAKJAT INDONESIA SEDANG BERGESER KEKIRI
Kubu Reaksi Dengan Kombinasi Masjumi-NU-PNI Bukan Keinginan Rakjat Indonesia
Hasil sementara pemilihan DPRD Djakarta tanggal 22 Djuni jl. untuk Empat Besar adalah sbb.: PKI 135.038 (Konstituante 89.699), PNI 123.069 (K. 173.651), NU 101.077 (K. 124.866) dan Masjumi 151.556 (K. 180.348).
Walaupun penghitungan suara belum selesai samasekali, karena masih ada beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) jang belum masuk, tetapi sekarang sudah dapat dipastikan, bahwa diantara Empat Besar hanja PKI jang mendapat kenaikan dalam segala hal, dan kenaikan jang tidak ketjil. Dari Partai No. 4 PKI dalam waktu hanja satusetengah tahun naik mendjadi Partai No. 2, djum- lah pemilihnja naik dengan kira2 45% djika dibanding dengan pemilihan Konstituante (pemilihan satusetengah tahun jl., jang ter- achir sebelum pemilihan DPRD). Djika kieskosien kira2 15.000, maka djumlah kursi PKI dalam DPRD akan naik dengan 50%, jaitu dari 6 kursi mendjadi 9 kursi, walaupun djumlah kursi DPRD jang akan datang (41) kurang daripada DPRD demisioner seka- rang (45).
Hasil pemilihan DPRD jang baru lalu boleh dikatakan sesuai dengan plan jang dibikin oleh Comite PKI Djakarta Raja (CDR), plan jang dibikin berdasarkan diskusi2 mereka jang mendalam de- ngan Comite2 dan kader2 bawahan. Sukses ini menundjukkan ada- nja pimpinan kolektif jang objektif dan realis dari CDR. Oleh karena itu, sukses2 jang sudah ditjapai pasti akan menimbulkan antusiasme jang lebih besar dikalangan anggota2 PKI di Djakarta dan diseluruh negeri, dan sudah tentu harus didjauhi kesombongan dan rasa puas diri sebagaimana kita harus mendjauhi tiap? penja- kit dan ratjun.
Pemilihan DPRD Djakarta Raja tidak hanja mempunjai arti Djakarta se-mata², tetapi djuga mempunjai arti nasional. Per-tama2 kemenangan ini terdjadi diibukota negeri, dan selain itu ia men- dahului pemilihan DPRD2 diseluruh negeri. Oleh karena itu ke- menangan PKI di Djakarta Raja djuga mempunjai arti nasional. Hal ini membikin kaum reaksioner jang dipelopori oleh Masjumi- PSI sangat marah lewat koran2 mereka. Pada mereka sudah ter- bajang pergeseran kekiri dari Rakjat Indonesia diseluruh negeri, dan terbajanglah apa kira2 jang akan mendjadi hasil pemilihan DPRD2 di-daerah2 lain nanti. Dalam menganalise" hasil pemilih- an DPRD Djakarta Raja, koran2 reaksi seperti Indonesia Raja, Abadi, Pedoman, Keng Po, dll. menjebut segala matjam, ketjuali satu kenjataan jang besar dan begitu menjolok, jaitu bahwa Rakjat Indonesia sekarang sedang bergeser kekiri. Walaupun hati ketjilnja sangat mejakini hal ini, tetapi kaum reaksi kuatir sekali kalau ke- njataan ini diketahui setjara luas oleh pengikut2 mereka dan mem- bawa pengikut² mereka djuga tjenderung kekiri.
Fihak Masjumi kuatir benar kalau ketahuan, bahwa banjak pemilih mereka berpindah ke PKI. Untuk menutupi kekuatirannja mereka katakan, kalau toh ada perpindahan dari Masjumi, maka perpindahan itu bukannja ke PKI, tetapi ke NU, atau paling djelek" ke PNI. Ini adalah pernjataan dari mereka jang menutupi kenjataan. Periksalah hasil berbagai TPS, maka akan diketemukan situasi sbb.: pemilih boleh dikatakan tetap, pemilih PNI boleh dikatakan tetap, demikian djuga pemilih NU, tetapi pemilih Ma- sjumi banjak merosot, sedangkan PKI dari nomor 5 atau 4 men- djadi nomor 1. Dalam keadaan demikian ini tidak bisa disangkal bahwa pemilih Masjumi berpindah ke PKI. Periksalah hasil PPS Kebajoran Baru. PKI naik dengan 48%, PNI naik dengan 1,5%, NU hanja turun dengan 3%, sedangkan Masjumi turun dengan 23%. Apakah dengan kenjataan ini masih ada orang jang tidak mau mengakui bahwa banjak pemilih Masjumi sudah pindah men- tjoblos Palu-Arit? Dinamik Rakjat tidak membutuhkan "tussensta- tion" PNI atau NU untuk pergi dari Masjumi ke PKI. Teori tussenstation" ini adalah lamunan, tidak realis, tidak objektif, oleh karena itu tidak mungkin digunakan untuk menghasut PNI dan NU supaja membentji PKI selama kedua partai ini masih realis
dan objektif.
Untuk menutupi kemerosotan2 suaranja, baik fihak Masjumi ataupun PSI mengatakan bahwa Rakjat lesu" atau malas" datang ke TPS. Mereka belum kapok menjalahkan Rakjat. Kenja- taan bahwa pemilih memang kurang jang datang membikin semen- tara orang pertjaja pada analise" mereka. Tetapi benarkah Rakjat lesu? Benar, tetapi bukan lesu terhadap PKI, karena pemilih PKI ternjata bertambah. Djadi apakah arti kelesuan Rakjat ini? Tidak lain jalah tingkat permulaan dari sikap kritis pemilih2 sementara partai jang menentang kepentingan Rakjat atau jang ragu2 mem- bela kepentingan Rakjat. Sikap kritis ini untuk sebagian pemilih sudah lebih tinggi tarafnja, jaitu sudah sampai tingkat kesedaran untuk memilih PKI, sedangkan untuk sebagian lagi baru sampai pada tingkat berdemonstrasi tidak datang ke TPS. Diantara jang ikut berdemonstrasi tidak datang ke TPS ini terdapat djuga bebe- rapa tokoh PSI.
Mereka katakan lagi, bahwa kemenangan PKI jalah karena ,hebatnja kampanje PKI" dan karena ,kedatangan tamu agung Worosjilov". Sebagian daripada kesimpulan ini benar, tetapi se- bagian lagi lamunan. Ia benar karena memang PKI tidak pernah dan tidak akan mengetjilkan arti kampanje dalam pemilihan. Tetapi jang menentukan kemenangan PKI bukan hanja kampanje. AmaI PKI jang kongkrit kepada Rakjat selama ber-bulan² dan ber-tahun², itulah jang mendjadi kuntji dari semua kemenangan PKI.
Karena bersandar kepada massa, kampanje PKI adalah orisinil, kreatif dan tanpa ongkos2 mahal. Tetapi kampanje ini tidak akan banjak artinja djika tidak didahului oleh amal kongkrit jang terus- menerus kepada Rakjat, djika tidak terus-menerus PKI membukti- kan satunja program dan perbuatan Komunis, baik didalam Dewan Perwakilan maupun di-tengah2 massa.
Kedatangan tamu agung Worosjilov memang merupakan de- monstrasi jang besar dari kegagalan politik anti-Sovjet dan anti- Komunis dari kaum imperialis asing dan kaum reaksioner dalam- negeri. Tetapi djangan dilupakan bahwa di-tempat2 jang tidak lang- sung merasakan kedatangan tamu agung karena terpentjilnja tem- pat itu. PKI mendapat prosentase tambahan suara lebih banjak. Ditempat jang terpentjil seperti Pulogadung PKI mendapat kenaik-
an 99%, sedangkan ditempat jang lebih terpentjil lagi seperti Pulau Seribu PKI mendapat kenaikan 385%.
Karena PNI dan NU mengalami kemerosotan suara pemilih, kaum reaksi buru2 menerkam kesempatan jang dikiranja baik ini untuk menarik kedua partai ini kedalam kubu reaksi. Mereka mau djual kojok" se-olah2 djalan menentang arus massa, djalan memu- suhi Rakjat jang selama ini ditempuh oleh Masjumi-PSI adalah obat untuk mentjegah kemerosotan suara dalam pemilihan2 jang akan datang. Kalau benar djalan anti-Rakjat jang mereka tempuh bisa menambah djumlah pemilih, barulah ada kemungkinan bahwa PNI dan NU mau mengikuti djedjak mereka. Tetapi buktinja ada- lah sebaliknja. Djalan jang mereka tempuh sudah terbukti djalan jang tjelaka. Bukankah dengan djalan menentang arus kekiri PSI tidak mendapat suara jang lebih banjak? Bukankah djalan menen- tang arus kekiri jang ditempuh oleh Masjumi adalah djalan kehan- tjuran bagi Masjumi sendiri? Ini dibuktikan oleh angka2 pemilih Masjumi jang merosot dengan deras sebagai berikut: dalam pemi- lihan parlemen di Djakarta Raja Masjumi mendapat suara 200.478. dalam pemilihan Konstituante merosot mendjadi 180.348 suara dan dalam pemilihan DPRD Djakarta Raja baru² ini lebih merosot lagi, jaitu mendjadi 151.556 suara.
Teranglah, bahwa bagi partaiz jang benar2 mau mendapat tam- bahan suara bukanlah djalan Masjumi-PSI jang anti-Rakjat, jang melawan arus perkembangan masjarakat, jang harus ditempuh. Tetapi mereka harus menempuh djalan bersatu dengan Rakjat dan ber-sama2 Rakjat melalui djalan persatuan dan demokrasi meng- gempur kubu reaksi dan pemetjahbelah.
Andjuran koran2 Masjumi-PSI untuk membentuk blok reaksi jang lebih luas dengan kombinasi Masjumi-NU-PNI dengan tudju- an menghantjurkan PKI jang ternjata mendapat kepertjajaan lebih besar dari Rakjat, dengan sendirinja adalah djalan anti-Rakjat, anti-demokratis dan bertudjuan urituk mendudukkan kekuasaan reaksi jang dipelopori oleh Masjumi-PSI. Sedjarah politik dinegeri kita pada tahun2 achir ini belum pernah menundjukkan, bahwa kekuasaan Masjumi-PSI dapat menguntungkan partai2 seperti PNI dan NU, apalagi menguntungkan Rakjat.
Kita berpendapat, bahwa kemerosotan suara jang dialami oleh
PNI dan NU bukanlah karena tidak menempuh djalan reaksi dan perpetjahan jang selama ini ditempuh oleh Masjumi, tetapi sebalik- nja karena kurang teguh menempuh djalan bersatu dengan Rakjat dan ber-sama2 Rakjat melalui djalan persatuan dan demokrasi menggempur kubu reaksi dan pemetjahbelah. Padahal hanja dengan menempuh djalan ini kekuasaan politik kedua partai ini dapat di- dudukkan, sedangkan djalan lain berarti kekuasaan politik Masjumi- PSI dengan korban dari fihak PNI-NU.
Mengenai djalan mana jang akan ditempuh oleh PNI selan- djutnja, adalah penting sekali arti dari peringatan ulangtahun ke- 30 PNI tanggal 3 Djuli jad. di Bandung. Dalam pidato2 ulang- tahun ini kita.sangat mengharapkan adanja ketegasan dari"fihak Dewan Pimpinan Pusat PNI djalan mana jang selandjutnja akan mereka tempuh, terutama dalam menghadapi kenjataan pergeseran kckiri dari Rakjat Indonesia sekarang. Kita mengharap supaja PNI tetap setia pada djalan kiri atau djalan Rakjat, djalan anti-kolo- nialisme dan anti-feodalisme jang digariskan oleh pemimpin2 PNI tigapuluh tahun jang lalu.
Singkatnja, kesimpulan kita jalah bahwa hasil pemilihan DPRD Djakarta Raja menundjukkan pergeseran kekiri dari Rakjat Indo- nesia. Hanja partaiz jang dapat menangkap kenjataan ini, dan mau bersatu dengan Rakjat menempuh djalan persatuan dan demokrasi untuk menggempur kubu reaksi, akan mendapat kepertjajaan Rak- jat. Djalan jang ditundjukkan oleh Masjumi-PSI untuk membentuk kubu reaksi jang diperluas dengan kombinasi Masjumi-NU-PNI adalah djalan jang menentang arus perkembangan jang diinginkan oleh Rakjat, dan ini berarti mengulangi bentjana jang sudah2. Zaman ada difihak mereka jang sungguh², teguh dan berani me- mihak Rakjat!
Djakarta, 27 Djuni 1957
poosalu
Ubah Imbangan Kekuatan Untuk Melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarzio 100% adalah djudul laporan umum Kawan D.N. Aidit kepada Sidang Pleno ke-V CC PKI pada permulaan Djuli 1957. Dalam laporan umum ini antara Iain diuraikan bahwa Kabinet Gotongrojong jang men- djadi inti dari Konsepsi Presiden Sukarno merupakan satu konsep jang mentjerminkan perasaan, fikiran, kehendak dan tuntutan Rakjat jang wadjar dalam membela keutuhan dan mempertahankan kemerdekaan na- sional Republik Indonesia, serta dalam memberikan tjorak demokrasi jang tjotjok bagi masjarakat Indonesia taraf sekarang.
Konsepsi Presiden Sukarno telah membikin sederhana pertentangan jang ada jang membikin garis pemisah antara kekuatan pro-persatuan anti-kolonialisme disatu fihak dan kekuatan anti-persatuan pro-kolonial- isme difihak lain, jaitu garis antara Rakjat jang setudju Konsepsi Pre- siden dan bukan-Rakjat jang menentang Konsepsi Presiden. Oleh karena itu tugas politik jang terpenting sekarang jalah terus mendidik dan me- mobilisasi massa untuk mengubah lebih landjut imbangan kekuatan guna terlaksananja Konsepsi Presiden Sukarno 100%. Terlaksananja Konsepsi Presiden 100% akan berarti suatu lompatan besar didjalan penjelesaian Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja.
UBAH IMBANGAN KEKUATAN UNTUK MELAKSANAKAN KONSEPSI PRESI- DEN SUKARNO 100%!
Kawan2! Sidang Pleno Ke-V Comite Central ini seharusnja sudah diadakan dalam bulan Djanuari jang lalu, tetapi kesibukan seluruh Partai kita, baik dipusat maupun di-daerah2, jang telah menambat sebagian besar anggota2 CC, menjebabkan Sidang Pleno kita tidak dapat dilangsungkan tepat pada waktunja.
Pada tanggal 20 Februari jang lalu telah dilangsungkan rapat Politbiro jang diperluas dengan semua anggota CC jang bertempat tinggal di Djakarta. Dalam Sidang Politbiro jang diperluas ini, jang dihadiri oleh sebagian besar anggota2 CC, telah didiskusikan situasi politik jang sedang berdjalan, terutama jang berhubungan dengan Konsepsi Presiden Sukarno. Sidang dengan suara bulat memutus- kan menjetudjui Konsepsi Presiden Sukarno sebagai sumbangan jang penting dalam menggalang Front Persatuan Nasional dan se- bagai sesuatu jang dapat mendjawab problim politik jang urgen jang dihadapi oleh Rakjat Indonesia sekarang. Tentang Konsepsi Presiden Sukarno akan kita bitjarakan lebih djauh dibagian lain laporan ini.
Disamping kita akan mendiskusikan situasi politik jang terachir, dalam Sidang Pleno ini kita djuga akan menindjau persiapan2 Partai mengenai pemilihan DPRD2 diseluruh negeri (ketjuali Djakarta Raja jang sudah selesai), memeriksa tjara2 pelaksanaan Plan Tiga Tahun Pertama Tentang Organisasi dan Pendidikan jang diputus- Kan oleh Sidang Pleno Ke-IV Comite Central bulan Djuli tahun jang lalu dan memeriksa hasil pekerdjaan Panitia PKI Perantjang Konstitusi Republik Indonesia". Djuga kita akan menindjau sam- pai dimana mungkinnja melaksanakan Konferensi Nasional Wanita Konnis dan Konferensi Nasional Tani dalam waktu jang tidak terlalu lama.
Situasi Politik
Kawan², dalam situasi internasional dan dalamnegeri jang bagai- mana sidang CC kita sekarang dilangsungkan?
Sepuluh bulan jang lalu Sidang Pleno ke-IV CC sudah me- njimpulkan tentang adanja pergeseran2 demokratis dan progresif jang menguntungkan perdjuangan untuk perdamaian dan kemer- dekaan dan jang mengisolasi politik perang dan politik pendja- djahan. Kita mengkonstatasi adanja dan tumbuhnja front persatu- an internasional anti-perang dan anti-kolonialisme.
Periode dari Sidang Pleno ke-IV CC sampai sekarang ditandai oleh kenjataan makin eratnja hubungan dan kerdjasama antara kekuatan² anti-kolonial di Asia dan Afrika dengan negeri2 kubu sosialis, meskipun pemerintah beberapa negara Asia-Afrika, jaitu jang mendjaidi anggota Pakt Bagdad (1), berusaha keras untuk mengingkari prinsip2 dan semangat Konferensi Bandung dan untuk merusak hubungan baik antara negara2 Asia-Afrika satu sama lain dan hubungan antara negara2 ini dengan negara2 kubu sosialis. Kekuatan front persatuan internasional anti-kolonial dan anti-perang tidak hanja tetap terpelihara, tetapi baik di-negeri2 kubu sosialis mau- pun didalam barisan negara2 Asia-Afrika jang anti-kolonial ada perkembangan2 baru dalam usaha memperkuat kedudukan masing2.
Untuk merusak kerdjasama internasional antara negara2, ter- masuk antara negara2 Asia-Afrika dengan kubu sosialis, kaum impe- rialis jang dipelopori oleh Amerika Serikat berusaha untuk mendja- tuhkan prestise negara2 kubu sosialis. Djuga dengan maksud ini kaum imperialis mengadakan agresi jang berbentuk intervensi ber- sendjata dan pemberontakan kontra-revolusi di Polandia dan Hon- garia dalam tahun 1956. Di Polandia agresi imperialis ini bisa lekas digagalkan berkat kewaspadaan dan kebidjaksanaan politik dari Partai Persatuan Buruh Polandia. Tetapi di Hongaria intervensi dan agresi imperialis banjak menimbulkan kerusakan² dan kesukar- an² pada penghidupan dan kekuasaan Rakjat pekerdja. Peristiwa ini kemudian oleh kaum imperialis didjadikan soal besar. Lewat pers dan radio mereka menghasut seluruh dunia dengan tudjuan
untuk merusak hubungan baik jang ada antara Uni Sovjet dengan negara2 lain, terutama dengan negara2 anti-kolonial di Asia-Afrika dan di Amerika Latin. Padahal adalah terang benderang bahwa bantuan militer jang diberikan oleh Uni Sovjet atas permintaan Pemerintah Janos Kadar jang sah guna membela hasil2 sosialis di Hongaria dari intervensi negara2 imperialis adalah sepenuhhja se- suai dengan ketentuan2 dalam Persetudjuan Warsawa" (2) dan sesuai pula dengan semangat Bandung jang anti-intervensi asing.
Berkat ketabahan Rakjat pekerdja Hongaria, berkat bantuan negara2 kubu sosialis dan berkat solidaritet prolętariat internasional, intervensi dan pemberontakan kontra-revolusi i Hongaria dapa: dipatahkan samasekali dan keadaan serta penghidupan normal se- karang sudah mulai pulih kembali: Berlawanan sekali dengan mak- sud jang mau ditjapai dengan intervensi tersebut, jaitu untuk men- djatuhkan prestise negara2 kubu sosialis, terutaima prestise Uni Sov- jet, prestise negara dan Rakjat Sovjet jang telah berkorban untuk kepentingan Sosialisme di Hongaria tidak mendjadi djatuh, tetapi malahan telah mendjadi lebih meningkat dimata negara2 kubu so- sialis dan dimata Rakjat pekerdja diseluruh dunia.
Dengan kampanje djahatnja tentang peristiwa Hongaria kaum imperialis dan kaum reaksioner di-tiap2 negeri sekaligus ber- tudjuan untuk membikin diskredit Partai Komunis di-negeri2 jang bersangkutan. Tetapi kenjataannja adalah djuga sebaliknja. Keme- nangan² gemilang Partai2 Komunis di Italia dan di India dalam pemilihan umum belum berapa lama jang lalu, dan kemenangan PKI jang gemilang dalam pemilihan DPRD Djakarta Raja baru2 ini, adalah bukti jang se-njata2nja dari kegagalan kampanje kaum imperialis.
Sekarang, dengan melalui laporan dari apa jang dinamakan Panitia Hongaria PBB dan dengan menggunakan forum Sidang Umum PBB, kaum imperialis sekali lagi mentjoba untuk mengobar- kan semangat anti-Sovjet" dan anti-Komunis". Sudah dapat dipastikan, bahwa djuga kali ini hasutan ini akan digagalkan oleh kekuatan2 demokratis disemua négeri.
Hubungan dan kerdjasama antara negara² sosialis satu sama lain bukannja mendjadi retak, malahan mendjadi lebih erat dan lebih kokoh. Hal ini telah dinjatakan dengan resmi antara lain
Manalu
oleh Pernjataan² Bersama antara PM Bulganin (Uni Sovjet) dengan PM Cyrankiwitj (Polandia) dan antara PM Bulganin dengan PM Tjou En-lai jang dikeluarkan di Moskow masing2 pada tanggal 18 November 1956 dan 18 Djanuari 1957. Hubungan dan kerdjasama jang makin erat antara negara2 kubu sosialis djuga dibuktikan oleh suksesnja Konferensi Budapes antara Bulgaria, Rumania, Uni Sov- jet, Tjekoslowakia dan Hongaria pada permulaan tahun ini. Makin eratnja kerdjasama dan kokohnja persatuan antara negara2 kubu sosialis berarti makin kuatnja basis front persatuan internasiona! anti-perang dan anti-kolonial.
Besarnja kekuatan2 anti-kolonial di Asia-Afrika dibuktikan ter- utama sekali oleh luas dan banjaknja aksi2 massa di-negeri² ini jang menentang dan mengutuk agresi Inggeris-Perantjis-Israel terhadap Mesir. Di Jordania, Suriah dan Libanon kaum buruh antara lain mengadakan pemogokan umum selama 24 djam setjara serentak. Di Pakistan para mahasiswa, kaum buruh dan massa Rakjat lain- nja, bertentangan dengan politik pemerintah Pakistan, mengadakan demonstrasi² memprotes agresi Inggeris dan menuntut supaja Pakis- tan keluar dari Pakt Bagdad. Di India kaum demonstran mempro- tes Inggeris dan mengadjukan tuntutan supaja India keluar dari Persekemakmuran Inggeris.
Di Irak, dimana berkuasa satu pemerintah boneka dibawah PM Nuri es Said jang sangat memihak Inggeris dan Israel dan memusuhi bangsa² Arab, tidak sadja kaum buruh dan mahasiswa, tetapi djuga anggota2 Parlemen mengadakan demonstrasi2 dan aksi² protes se- tiara besar²an menjokong Mesir dan dengan keras menuntut supaja Irak keluar dari Pakt Bagdad dan supaja pemerintah Nuri es Said turun panggung. Pemerintah Nuri es Said tidak berdaja mentjegah aksi2 Rakjat Irak jang telah menghantjurkan pipa2 dan instalasi2 minjak milik imperialis dinegeri ini, sekalipun ia dengan tjepat dapat bantuan sendjata dari Amerika Serikat untuk mempertahan- kan kekuasaannja. Pemcrintah Irak terang2an telah mengchianati kepentingan bangsa2 Arab, mengchianati kepentingan Rakjat Irak sendiri, dan telah mendjual diri kepada negara Barat jang menge- palai Pakt Bagdad.
Tetapi negara2 Arab lainnja, terutama Mesir dan Suriah, ber- sama2 dengan Rakjatnja tetap setia kepada prinsip2 dan semangat
Bandung dan makin kokoh bersatu dan bekerdjasama melawan agresi imperialis serta membela kemerdekaan dan perdamaian di Timur Tengah.
Dalam soal membantu Mesir dan melawan agresi Inggeris-Peran- tjis-Israel pemerintah Ali Sastroamidjojo jang berkuasa ketika itu dan Rakjat Indonesia mempunjai sikap jang sama, jaitu sikap menjokong Mesir dan menentang agresi kolonial. Demonstrasi2 menjokong Mesir dari massa pemuda, peladjar dan veteran ber- sama² dengan kaum buruh, kaum tani dan golongan2 Rakjat lain- nja merupakan manifestasi anti-kolonialisme jang besar dari Rakjat Indonesia. Pemogokan² jang dilakukan oleh kaum buruh Indonesia di-perusahaan² kaum kapitalis Inggeris dan Perantjis jang ditudju- kan untuk menjokong perdjuangan Rakjat Mesir telah meningkat- kan kesedaran politik kaum buruh dan telah sangat membantu dalam mempertebal semangat persatuan dan solidaritet internasio- nal kaum buruh Indonesia.
Berkat kesedaran politik jang tinggi dari kaum buruh dan Rak- jat Indonesia, pertjobaan2 kaum reaksioner didalamnegeri jang di- pelopori oleh pemimpin2 Masjumi dan PSI untuk mengalihkan per- hatian Rakjat dari soal Mesir ke soal Hongaria" dapat digagal- kan, baik didalam maupun diluar Parlemen.
Sangat menarik perhatian jalah demonstrasi besar²an Rakjat Muangthai dikota Bangkok pada achir tahun 1956, jang tidak hanja ditudjukan untuk membantu Mesir menentang agresi Inggeris- Perantjis-Israel, tetapi jang sekaligus meningkat mendjadi demon- strasi jang menuntut bubarnja pakt militer SEATO. Bukti lain tentang meningkatnja perdjuangan Rakjat Muangthai jalah de- monstrasi ribuan mahasiswa di Bangkok pada awal Maret jang lalu menentang ketjurangan2 jang telah dilakukan oleh Partai Peme- rintah, partai Phibul Songram, dalam pemilihan umum bulan Fe- bruari jang lalu. Desakan2 kekuatan progresif makin lama makin keras supaja Muangthai mendjalankan politik luarnegeri jang bebas, mengadakan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan RRT, melarang pembikinan pangkalan2 perang asing diwilajah Muangthai. Semua ini dilakukan dibawah kekuasaan fasis jang didirikan dengan sendjata Amerika Serikat.
Djuga di Djepang dibawah kekuasaan sendjata Amerika, aksi²
perlawanan Rakjat makin meluas, misalnja aksi² menuntut dihapus- kannja pangkalan² perang Amerika, dihentikannja pertjobaan2 bon A dan H dan dinormalkannja hubungan dagang dan diplomatik dengan RRT. Dalam perdjuangannja ini Rakjat Djepang mentjapai sukses2 jang penting.
Dari kenjataan2 diatas djelaslah bahwa agresi militer imperialis jang dibantu oleh pemerintah2 ,nasional" jang pro-imperialis di- beberapa negeri di Asia dan Timur Tengah terbukti tidak mampu untuk membendung menghebatnja gelombang anti-kolonial dan anti-perang di Asia dan Afrika. Kenjataan2 ini diperkuat oleh de- monstrasi2 anti-Amerika seperti jang terdjadi di Taiwan baru2 ini. Bukti jang sangat menjolok bahwa semangat anti-kolonialisme tidak bisa ditindas dengan kekuatan sendjata.
Front internasional anti-perang dan anti-kolonial ini makin di- perkuat lagi oleh kundjungan2 dan pertemuan² pribadi antara para pemimpin tertinggi dari berbagai negara, dan antara perutusan2 resmi dan tidak resmi seperti misalnja misi parlementer, misi ke- budajaan, misi para ahli, misi dagang dan misi2 persahabatan lain- nja. Kundjungan Presiden Sukarno ke Uni Sovjet, RRT dan negeri² sosialis lainnja beserta pernjataan bersama Indonesia-Uni Sovjet pada tanggal 11 November 1956 (3) merupakan peristiwa dan sumbangan bersedjarah bagi hubungan persaudaraan antara Indo- nesia dengan Uni Sovjet dan bagi perdamaian dunia. Dalam hu- bungan ini penting pula disebut dinormalkannja kembali hubungan αiplomatik antara Djepang dengan Uni Sovjet dan hubungan da- gang antara Djepang dengan RRT dan negeri2 kubu sosialis Iain- nja. Penghapusan embargo terhadap RRT oleh makin banjak negeri adalah djuga tanda makin kuatnja front internasional anti-perang dan anti-kolonial. Semuanja ini penting artinja bagi usaha melawan hasutan2 imperialis dan bagi usaha memperkokoh saling pengertian serta hubungan persaudaraan antara bangsa2 didunia.
Sambutan Rakjat Indonesia jang sangat meriah terhadap kun- djungan Ketua Presidium Sovjet Tertinggi URSS Worosjilov mem- buktikan besarnja semangat tjintadamai dan hasrat persahabatan antara bangsa2 dari Rakjat Indonesia. Ini sekaligus membuktikan kegagalan kampanje anti-Sovjet jang sudah ber-puluh2 tahun di- lantjarkan di Indonesia, dan jang achir2 ini mentjapai puntjaknja
dengan "peristiwa Hongaria".
Disamping makin terkonşolidasinja front persatuan internasional anti-kolonial dan anti-perang, didalam kubu imperialis keadaan menundjukkan perpetjahan dan pertentangan jang makin men- dalam dan jang dalam periode achir2 ini sudah merupakan per- musuhan jang terang2an dan terbuka antara negara2 imperialis satu ama lain, terutama antara Inggeris dan Amerika.
Pada achir2 ini pertentangan jang paling sengit antara Inggeris dan Amerika terdjadi di Timur Tengah. Kegagalan total jang di- alami oleh Inggeris di Mesir merupakan kesempatan jang sangat baik bagi Amerika Serikat untuk mengusir Inggeris samasekali dari daerah minjak jang sangat kaja dan strategis ini. Untuk segera dapat menguasai Timur Tengah dan untuk politik agresifnja terhadap Uni Sovjet, Amerika Serikat membuat apa jang mereka namakan teori kekosongan kekuasaan di Timur Tengah", padahal peme- rintah negara2 Arab beserta lebih dari 70 djuta orang2 Arab di Timur Tengah tidak pernah meninggalkan tanahairnja. Atas dasar ini maka dibuatlah rentjana agresi jang diberi nama Doktrin Eisenhower"(4).
Sekalipun Amerika Serikat sudah dapat menggeser dominasi Inggeris dalam Pakt Bagdad, tetapi pelaksanaan doktrin agresif ini tidaklah begitu mudah. Harian berpengaruh New York Times" telah mengakui bahwa untuk bisa berhasil doktrin membutuhkan okongan Nasser dan sekutu²nja". Padahal ini hanja bisa ditjapai, demikian New York Times, apabila Amerika Serikat melepaskan Israel, sesuatu jang bagaimanapun djuga tidak mungkin terdjadi.
Jordania telah didjadikan sasaran pertama dari pelaksanaan Doktrin Eisenhower. Intrik2 AS dikalangan istana radja Husein dan segolongan opsir2 reaksioner jang dibarengi dengan intimidasi² dan antjaman2 militer oleh armada ke-6 angkatan laut AS jang diperlengkapi dengan sendjata2 atom diwilajah perairan Arab, telah dapat memaksa djatuhnja Pemerintah Nabulsi jang demokratis. Sekarang elemen2 feodal-militeris sedang memimpin kekuasaan fasis (linegeri tersebut. Jordania telah ditarik selangkah lebih dekat ke- pada Pakt Bagdad.
Dalam hubungan dengan perdjuangan anti-kolonialisme, keada- an di Aldjazair sekarang meminta perhatian chusus. Dinegeri ini
sekarang sedang berlangsung suatu perang kolonial setjara besar²an jang dilantjarkan oleh kaum konialis Perantjis. Kebiadaban jang tidak ada taranja ini diselimuti dengan nama gerakan pasifikasi", jang prakteknja sama seperti pembunuhan besar²an jang pernah dilakukan oleh bandit Westerling di Sulawesi Selatan (5). Praktek2 politik Pemerintah Sosialis Perantjis ini mendapat perlawanan luas dan gigih dari gerakan kemerdekaan nasional Aldjazair. Kekuatan anti-kolonialisme diseluruh dunia berkepentingan untuk memenang- kan perdjuangan Rakjat Aldjazair dengan aksi2 solidaritet.
Belakangan ini politik intervensi dan subversif kaum imperialis kelihatan menimbulkan kesukaran2 dalam hubungan antar-negara di Timur Tengah, tetapi ini bukanlah alasan untuk mengatakan bahwa kerdjasama berdasarkan prinsip2 dan semangat Bandung sudah petjah. Kenjataan menundjukkan bahwa masih terdapat tju- kup persamaan kepentingan jang kuat untuk kerdjasama dan meng- adakan hubungan persahabatan atas dasar putusan² dan semangat Bandung. Radja Ibnu Suud dari Saudi Arabia dan Radja Faisal dari Irak misalnja telah bersama menjatakan tetap mendjundjung tinggi putusan² Bandung dan akan terus memelihara persatuan dan solidaritet Arab untuk menghadapi antjaman agresi Israel. Tuntut- an umum sedunia untuk segera menghentikan semua pertjobaan² bom nuklir adalah suatu titik pertemuan jang luas dan riil bagi negeri2 Asia-Afrika. Titik2 pertemuan inilah jang harus diketemu- kan dan dipelihara sebagai dasar bagi Konferensi ke-II Asia-Afrika jang akan datang.
Dalam hubungan dengan soal Timur Tengah perlu ditjatat politik luarnegeri Uni Sovjet jang menundjukkan pengertian dan pembelaan jang djudjur serta tegas terhadap kepentingan bangsa2 Arab. Peringatan keras Uni Sovjet telah dapat dengan segera meng hentikan agresi Inggeris cs. di Mesir dan telah pula dapat memaksa Irak untuk mengurungkan niatnja melakukan agresi militer terhadap Suriah pada achir tahun jang lalu. Uni Sovjet djuga dengan keras menentang ,Doktrin Eisenhower" dan mengusulkan agar negara2 besar ber-sama2 menjatakan tidak akan tjampurtangan dalam soal2 intern Timur Tengah dan menjerahkan persoalannja kepada bangsa2 Arab di Timur Tengah sendiri. Pembelaan setia dan tidak memen- tingkan diri sendiri dari Uni Sovjet terhadap kepentingan nasional
bangsa2 Arab merupakan faktor jang paling kuat dan paling efek- tif dalam menggagalkan réntjana2 agresi imperialis. didaerah ini. Oleh karena itu tidaklah mengherankan, bahwa segala hasutan ten- tang infiltrasi Sovjet" tidak mendapat pasaran di Timur Tengah. Pengalaman bangsa2 Arab sendiri telah membuktikan benarnja utjapan Presiden Nasser jang menegaskan bahwa musuh2 bangsa Arab bukanlah komunisme tetapi imperialisme".
Di Eropa pertentangan antara Inggeris dan Amerika Serikat ber- bentuk perdjuangan sengit untuk merebut seluruh pasar di-negeri2 dibenua ini. Dalam rangka usahanja untuk mempertahankan ke- bebasannja sendiri, Inggeris telah menolak permintaan Amerika Seri- kat untuk menghentikan pembuatan sendjata2 nuklir dan untuk menjerahkannja sadja kepada Amerika Serikat. Untuk memungkin- kan pembiajaan politik persendjataan nuklir ini, dan bertentangan dengan kemauan Amerika Serikat, Inggeris akan mengurangi pasu- kan²nja dibenua Eropa dan dengan ini akan menghemat lebih dari £ 100 djuta setiap tahun. Djadi, rentjana penarikan pasukan2 ini se-kaliz bukanlah didorong oleh maksud2 damai, tetapi didorong cleh kesulitan ekonomi Inggeris dan oleh politik persendjataan nuklir jang setjara lebih aktif didjalankan oleh Inggeris. Penarikan pasukan2 Inggeris tersebut sangat tidak disukai oleh Amerika Serikat, karena Amerika Serikat membutuhkan serdadu2 sewaan bagi rentjana2 agresinja. Dalam rangka politik ini Inggeris dibulan Mei jang barn lalu telah dua kali ber-turut² mengadakan pertjobaan bom zat air buatannja sendiri dipulau Christmas di Samudera Pasifik. Dengan terus terang madjalah Économic Digest", pembawa suara pem- bela² imperium Inggeris dalam Partai Konservatif, mengatakan bahwa sekali kita melakukan pertjobaan bom H, maka Inggeris akan mempunjai kebebasan jang lebih besar didalam persekutuan" (jang dimaksud didalam persekutuan Inggeris dengan Amerika Se- rikat).
Dari pertentangan? antara negara2 imperialis satu sama lain, Djerman Barat banjak mendapat hasil dan sekarang sudah merupa- kan kekuasaan imperialis jang kuat di Eropa. Ini terutama sekali adalah hasil politik Amerika Serikat sesudah perang jang ditudju- kan kepada membangunkan kembali ekonomi dan potensi perang imperialis Djerman. Hasil dari politik ini sekarang jalah, bahwa
njeue
modal Amerika sudah menguasai seluruhnja atau-sebagian per- usahaan2 besar di Djerman Barat sebanjak tidak kurang dari 500 buah. Industri Djerman Barat ini telah didjadikan djembatan bagi kaum monopoli AS untuk meluaskan kekuasaannja atas tjabang2 industri di-negara2 lain di Eropa.
Dalam hubungan ini penting ditjatat penandatanganan Perse- tudjuan Pasaran Bersama Eropa dan Persetudjuan Euratom pada achir-bulan Maret jang lalu oleh enam negara pesertanja, jaitu Djerman Barat, Perantjis, Italia, Nederland, Belgia dan Luxem- burg (6). Persetudjuan2 ini akan lebih mempermudah kelandjutan expansi modal Djerman-idan AS di Eropa Barat dan daerah2 dja- djahan jang dikuasainja. Baik pula diperhatikan bahwa oleh Ne- derland sebagian dari wilajah Republik Indonesia, jaitu Irian Barat, djuga dimasukkan dalam daerah Persetudjuan Pasaran Bersama Eropa ini. Pemerintah Nederland sedang mentjari teman untuk di- adjak meng-exploitasi Irian Barat dan untuk. kemudian diadjak membela kekuasaan kolonial mereka diwilajah tersebut. Sajang bahwa Pemerintah Indonesia sampai kini belum djuga memadju- kan protesnja atas perbuatan Nederland itu.
Melalui Persetudjuan Euratom, imperialis Djerman bisa meng- gunakan potensi kekuatan nuklir Eropa Barat untuk menandingi Inggeris dalam memperlengkapi angkatan perangnja dengan sen- djata2 nuklir.
Dalam situasi demikian, maka telah dilangsungkan sidang De- wan NATO di Bonn pada permulaan bulan Mei jang baru lalu Pers Barat sendiri tentang ini mengatakan bahwa engan sidang Dewan NATO di Bonn ini telah terdjadi pergeseran persekutuar kekuatan didalam NATO, jaitu jang dulu berintikan AS dan Ing- geris, sekarang telah berubah dan mendjadi berintikan Amerika- Djerman Barat.
Di Asia, Amerika terpaksa tidak bisa menentang atau mentje- gah tindakan Inggeris untuk memperlunak embargonja terhadap RRT. Tetapi disamping itu AS makin agresif di Asia.
Pangkalan atom telah didirikan AS dipulau Taiwan, terutama buat peluru2 jang bisa dikendalikan. Ini adalah suatu kekurang- adjaran jang tak ada taranja. Disamping itu, aksi² subversif terus mereka lakukan terhadap negeri² Asia jang tak mau tunduk pada-
nja. Sidang Dewan SEATO di Canberra dibulan Maret jang lalu menundjukkan bahwa jang didjadikan sasaran utama dari kegiatan² subversif dan intervensi SEATO adalah negara2 netral. Di Indo- nesia, Amerika tidak berhasil untuk menaikkan suatu pemerintah jang reaksioner, berkat kekuatan Rakjat jang demokratis, tetapi di Laos intervensi AS telah dapat memaksa djatuhnja Pemerintah Souvana Phouma jang demokratis dan sekarang berusaha keras untuk menaikkan kompradornja sendiri, Sosarith, keatas singgasana kekuasaan negara.
Tetapi bersamaan dengan itu, makin meluap pula amarah dan perlawanan Rakjat Asia terhadap kebiadaban kekuasaan tentara pendudukan Amerika diberbagai negeri seperti Taiwan, Djepang, dan lain². Protes dan aksi2 Rakjat Asia terhadap dilakukannja per- tjobaan² bom zat air. di Pasifik makin meluas. Tuntutan untuk menghentikan pertjobaan bom zat air djuga makin keras kedengar- an di Eropa dan diseluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat sen- diri seperti ternjata diantaranja dari seruan demokratis 2.000 sar- djana AS baru2 ini. Sidang Dewan Perdamaian Dunia di Kolombo baru2 ini adalah sidang jang sangat besar artinja dalam merumus- kan perasaan dan fikiran Rakjat sedunia jang mengutuk sendjata nuklir.
Walaupun fihak negara2 imperialis jang dipelopori oleh Amerika Serikat dengan keras berusaha untuk memperhebat perang dingin dan untuk mentjetuskan perang panas, suasana ingin idamai tetap menguasai dunia sekarang. Usul Uni Sovjet belum lama berselang supaja diadakan penghentian sementara semua pertjobaan bom nuklir selama 2 a 3 tahun terpaksa tak dapat ditolak mentah² oleh Amerika Serikat. Dalam hubungan ini perlu ditjatat dan diikuti dengan tjermat djalannja sidang2 Komisi Perlutjutan Sendjata PBB jang dewasa ini sedang berlangsung di London, dibawah tekanan jang kuat dari gelombang pasang anti-sendjata nuklir diseluruh dunia.
Dengan terpeliharanja dan diperkuatnja front anti-kolonial dan anti-perang diseluruh dunia, maka terbukalah kemungkinan2 baik bagi Rakjat Indonesia untuk lebih mengembangkan perdjuangan nasional guna merealisasi pembatalan KMB, memperbaiki ekonomi negerinja dan memasukkan Irian Barat kedalam kekuasaan Repu-
MaMlu
blik Indonesia.
Harus terus mendjadi perhatian, bahwa dengan diperhebatnja politik imperialis, terutama sekali imperialis AS, untuk meneruskan perang dingin dan djuga meletuskan perang panas, maka kita harus lebih2 waspada terhadap intrik2 dan aksi2 subversif kaum imperialis dan harus berdjuang untuk mematahkan tiap2 usaha tjampurtangan imperialis dalam urusan dalamnegeri Indonesia. Perdjuangan untuk melawan intrik2 dan untuk mematahkan aksi2 subversif asing me- rupakan bagian jang penting dari perdjuangan untuk memper- tahankan kemerdekaan nasional dan perdamaian.
Sumbangan Rakjat Indonesia untuk mempertahankan perdamai- an harus lebih diperbesar. Pemerintah Indonesia harus tetap ber- pegang pada prinsip2 dan semangat Bandung. Gerakan untuk mem- bela perdamaian dunia dinegeri kita harus. diperbaiki, digiatkan dan diluaskan. Soal perdamaian harus didjadikan soal seluruh Rak- jat Indonesia, karena ia langsung mengenai kepentingan seluruh Rakjat, tanpa melihat perbedaan agama, aliran politik dan ke- dudukan sosial.
Bagaimana situasi dalamnegeri Indonesia sekarang?
Dalam Sidang Pleno ke-IV CC telah dikonstatasi adanja 3 ke- kuatan pokok didalam masjarakat Indonesia, jaitu kekuatan kaum kepalabatu, kekuatan kaum progresif idan kekuatan kaum tengah. Djuga dikonstatasi adanja pertentangan jang tadjam antara 3 ke- kuatan ini. Garis politik Partai dalam menghadapi 3 kekuatan ini jalah: dengan sekuat tenaga dan dengan tidak djemu2nja mengem- bangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan mementjilkan kekuatan kepalabatu. Garis ini dengan setia dipegang oleh Partai dalam memimpin perkembangan keadaan dalamnegeri sedjak Sidang Pleno ke-IV CC sampai sekarang. Kebenaran kon- statasi dan garis ini sudah diudji didalam praktek revolusioner Rakjat.
Situasi politik dalamnegeri selama periode jang ditindjau ini ditandai oleh kenjataan² jang menundjukkan perkembangan demo- krasi dan gerakan revolusioner Rakjat, makin bersatunja kekuatan progresif dengan kekuatan tengah dan makin terpentjilnja kekuatan kepalabatu.
Parlemen pilian Rakjat telah menundjukkan kemampuan jang
djauh lebih besar daripada Parlemen Sementara atau Parlemen angkatan berdasarkan persetudjuan KMB bikinan Hatta dan Be- landa. Ini a.l. dibuktikan oleh kenjataan sudah disahkannja dalam bulan Djuli 1956 Undang2 Pembentukan DPRD Peralihan dan DPD Peralihan, jang kemudian disusul dengan pensahan Undang2 Pemilihan DPRD dalam bulan September 1956, pensahan Undang2 Pokok Tentang Pemerintah Daerah dalam bulan Desember 1956, pensahan Undang2 Perimbangan Keuangan dalam bulan Desem- ber 1956 dan pensahan Undang2 Tentang Penjelesaian Perselisihan Perburuhan dalam bulan Maret 1957 sebagai pengganti Undang2 Tedjasukmana jang sangat reaksioner. Berdasarkan Undang2 jang pertama maka dilikwidasilah pemerintahan tunggal atau pemerin- tahan jang samasekali tidak demokratis di-daerah² dan dibentuklah DPRD2 Peralihan dengan DPD2nja jang agak demokratis. Kekua- saan monopoli Masjumi dibanjak daerah dihapuskan.
Terbentuknja DPRD2 Peralihan adalah peristiwa politik jang sangat penting dalam perdjuangan Partai untuk mengembangkan dan mengkonsolidasi demokrasi. Dewan2 Perwakilan tersebut telah mengachiri pemerintah tunggal atau pemerintah jang samasekali tidak demokratis di-daerah². Dari kedudukan jang hanja menerima perintah² dan samasekali tidak berhak ikut tjampur dalam soal2 pemerintahan, dengan melewati wakil-wakilnja, terutama melewati orang2 Komunis, Rakjat mendapat kesempatan untuk ikut menentu- kan dalam soal2 pemerintahan di-daerah2.
Pemilihan DPRD2 merupakan dorongan jang penting bagi kader2 Partai untuk mengenal lebih baik keadaan Provinsinja, Pulaunja, Kabupaten atau Kotanja, sebagai sjarat untuk dapat membikin Manifes Pemilihan jang objektif, realistis dan sesuai de- ngan perasaan serta fikiran massa Rakjat. Mengenal keadaan dae- rah masing2 adalah penting untuk memperbaiki pekerdjaan Partai di-daerah2 jang bersangkutan.
DPRD2 Peralihan merupakan alat jang penting untuk meng- cratkan kerdjasama antara PKI dengan partai2 serta golongan2 lain melewati hubungan2 pribadi para pemimpin setempat dan me- lalui aksi2 bersama mengenai hal2 jang disetudjui bersama didalam dan diluar dewan. Adanja dewan² tersebut membukakan kesempatan bagi Partai untuk membuktikan kepada Rakjat bahwa bagi PKI
program dan perbuatan adalah satu, untuk mengkombinasikan pekerdjaan dikalangan massa dengan pekerdjaan di-dewan², untuk mengkonfrontasikan partai2 dengan para pemilih. Djika wakil2 Partai bekerdja baik di Dewan², kepertjajaan Rakjat kepada Partai akan mendjadi lebih besar, kedok kaum jang ragu membela kepen- tingan Rakjat akan terbuka dan kaum kepalabatu akan lebih ter- pentjil.
Dengan terbentuknja DPRD2 Peralihan dan DPD2 Peralihan tersedialah bagi Rakjat sendjata baru jang dapat digunakan untuk memperkuat persatuannja dan untuk memperdjuangkan kepenting- annja se-hari2. Oleh pengalaman²nja sendiri Rakjat dididik menge- nal siapa wakil²nja jang sedjati dan siapa wakil2 jang palsu, siapa pemimpin jang sedjati dan siapa pemimpin jang palsu, siapa pem- belanja jang berani dan siapa pembelanja jang ragu2, mana partai pembela Rakjat dan mana partai jang anti-Rakjat. Pengalaman2 dengan DPRD2 Peralihan dan DPD2 Peralihan selama ini mem- buktikan bahwa kaum Komunis adalah pembela jang setia dan sungguh2 dari kepentingan Rakjat di-daerah2. Sebaliknja, kaum separatis, termasuk pemimpin2 Masjumi dan PSI, jang ber-teriak2 membela kepentingan daerah" adalah mentjiderai kepentingan Rakjat di-daerah2.
Pembentukan DPD2 Peralihan jang berdasarkan perwakilan berimbang telah mendobrak politik isolasi kaum reaksioner jang dipelopori oleh Masjumi terhadap PKI didalam pemerintahan2 daerah. Terbentuknja pemerintahan2 sematjam ini telah memper- kuat kejakinan Rakjat tentang mungkinnja Kabinet Gotongrojong sebagai jang diinginkan oleh Konsepsi Presiden Sukarno. Semuanja ini membikin Rakjat lebih antusias dalam menghacapi pemilihan DPRD2 jad.
Terbentuknja badan2 legislatif dan eksekutif peralihan, disah- kannja Undang2 Pokok Tentang Daerah Otonomi dan akan di- langsungkannja pemilihan DPRD2 jang baru (di Djakarta sudah berlangsung) telah menimbulkan kegiatan politik dikalangan massa jang luas dan telah meningkatkan kesedaran politik Rakjat. Hal ini sangat dikuatirkan oleh kaum reaksioner, dan oleh karena itu- lah mereka berusaha keras untuk memperlambat terbentuknja DPRD2, untuk membekukan jang sudah ada atau untuk tidak
membentuknja samasekali dengan djalan mengadakan kudeta² mili- tcr seperti jang sudah terdjadi di Sumatera dan Sulawesi.
Dilantiknja Konstituante pada tanggal 10 November tahun jl. serta dipilihnja pimpinan Dewan ini jang boleh dikatakan mentjer- minkan imbangan kekuatan dalam Konstituante tęlah menimbui- kan kepertjajaan jang lebih besar dari Rakjat kepada demokrasi. Perdjuangan jang sengit sedang idihadapi oleh Rakjat Indonesia untuk tersusunnja sebuah Konstitusi jang demokratis, jang mendja- min hak2 Rakjat dan dapat lebih memperkuat persatuan Rakjat. Dalam menghadapi sidang2 Konstituante jad. adalah sangat pen- ting kegiatan Partai untuk menimbulkan antusiasme massa Rakjat dalam menuntut tersusunnja sebuah Konstitusi jang isi dan djiwa- nja sesuai dengan tudjuan Rakjat Indonesia mentjetuskan Revolusi 1945, jaitu Konstitusi negara Republik Indonesia jang bersatu, jang merdeka penuh dan jang demokratis.
Kemadjuan gerakan revolusioner Rakjat djuga dibuktikan oleh naiknja gelombang semangat anti-kolonialisme dikalangan pemuda dan peladjar serta massa Rakjat lainnja dalam bentuk demonstrasi2 anti-subversif asing, dalam bentuk menjokong perdjuangan Rakjat Aldjazair dan melawan perang kolonial Perantjis, dalam bentuk demonstrasi2 dan pemogokan2 menjokong Mesir dan melawani Ing- geris-Perantjis-Israel.
Kuatir akan meluasnja kemadjuan demokratis dan terus naik- nja semangat anti-kolonialisme dan semangat patriotisme Rakjat, maka kaum reaksioner jang dipelopori oleh Hatta, pemimpin2 Ma- sjumi klik Natsir dan pemimpin² PSI berusaha untuk membendung semua kemadjuan ini.
Karena mereka tahu bahwa Parlemen pilihan Rakjat sudah dan akan menghasilkan hal2 jang dapat mendorong perkembangan demokrasi dan kemadjuan gerakan revolusioner, maka kaum reak- sioner berusaha untuk mengetjilkan arti dan mendjatuhkan prestise Parlemen sekarang, sedangkan bersamaan dengan itu mereka me- mudji2 Parlemen Sementara jang sudah tidak ada lagi jang dulu dibentuk berdasarkan persetudjuan KMB dimana duduk kakitangan Belanda lewat dewan2 perwakilan" negara2 bagian bikinan Be- landa.
Karena tidak adanja penghargaan pada Parlemen sekarang.
njeue
artinja tidak adanja penghargaan*pada 40 djuta Rakjat pemilih dan pada alat2 negara jang menjelenggarakan pemilihan, sampai2 Hatta berani mengatakan bahwa Parlemen sekarang lebih djelek daripada Parlemen Sementara, bahwa ia ingin berkuasa asal Par- !emen sekarang tidak berhak mendjatuhkannja, artinja Parlemen sekarang dibekukan. Untuk membekukan Parlemen kaum reaksio- ner mengusahakan terbentuknja Kabinet Presidentiil. Semuanja ini membuktikan bahwa kaum reaksioner dalamnegeri sudah tidak per- tjaja lagi pada sistim demokrasi parlementer, sistim jang pernah mereka ikut perdjuangkan. Kejakinan politik mereka sudah berpin- dah dari demokrasi parlementer kefasisme. Usaha² kaum reaksioner ini sudah tentu ditentang oleh segenap kekuatan demokratis, oleh persekutuan kekuatan progresif dengan kekuatan tengah.
Untuk membendung perkembangan demokrasi, kaum reaksioner dengan segala matjam djalan berusaha memetjahbelah persatuan Rakjat, antara lain dengan djalan mengadudomba suku dengan suku, pasukan tentara jang satu dengan pasukan tentara jang lain, Partai Komunis dan Partai Nasionalis dengan partai² agama, antara pusat dengan daerah, pendeknja antara apa sadja jang bisa mereka adu untuk memetjah kekuatan nasional supaja dapat mendudukkan kekuasaan reaksioner mereka. Bagi mereka tidak ada kerdjasama atau gotongrojong antara sesama bangsa buat mengalahkan kolo- nialisme sampai ke-akar²nja. Bagi mereka jang ada jalah kerdja- sama dan gotongrojong antara mereka dengan kaum kolonialis dan imperialis untuk memetjahbelah dan menguasai Rakjat Indonesia guna kepentingan politik reaksioner mereka.
Sesuai dengan keinginan kaum imperialis luarnegeri, kaum reak- sioner didalamnegeri bekerdjasama dengan kekuatan² subversif asing serta menggunakan orang2 militer jang dibawah kontrol mereka untuk membendung arus demokrasi dan gerakan revolusioner Rak- jat. Kombinasi kekuatan subversif asing dengan kegiatan kaum reak- sioner dalamnegeri dan orang2 militer dibawah kontrol mereka antara lain telah mentjetuskan Peristiwa 13 Agustus 1956", telah menimbulkan pertjobaan kudeta Lubis tanggal 16 November 1956, telah menimbulkan perebutan kekuasaan oleh Dewan Banteng" dibawah pimpinan Letkol Ahmad Husein di Sumatera Barat, telah menimbulkan perebutan kekuasaan oleh komplotan Simbolon di
Sumatera Utara, telah membentuk apa jang mereka namakain Dewan Garuda" di Sumatera Selatan, telah mentjetuskan peris- tiwa 2 Maret 1957 di' Sulawesi Selatan dan telah memproklamasi- kan Provinsi Sulawesi Utara tanpa keputusan Pemerintah Pusat (7). Untuk membenarkan perbuatan2 chianat ini kaum reaksioner me- mobilisasi segala matjam alasan, termasuk alasan2 keagamaan dan adat, disamping alasan2 politik reaksioner mereka.
Dengan tindakan2 destruktif dari kaum reaksioner, baik jang berbadju sosialis, Islam maupun trotskis, maka kekatjauan dalam- negeri makin men-djadi². Dengan demikian maka tidaklah mung- kin ada ketenteraman untuk memperbaiki ekonomi negeri dan untuk menjehatkan aparat2 negara. Dengan demikian kuranglah kesempatan untuk membangun dan mendidik angkatan2 bersen- djata Republik, sebagai sjarat2 jang tidak boleh tidak untuk meng- konsolidasi kekuatan nasional agar lebih mampu menghadapi ke- mungkinan² serangan bersendjata dari fihak negara2 imperialis dan menghadapi aksi2 subversif asing serta gerombolan2 bersendjata DI- TII. Pelaksanaan pembatalan persetudjuan KMB, penjusunan dan pelaksanaan Plan V Tahun Pemerintah jang sedikit atau banjak dapat menguntungkan kepentiagan nasional, pembasmian korupsi tanpa pandang bulu, penjehatan djawatan2 pemerintah, pentjegah- an pemborosan keuangan negara dan usaha2 konstruktif lainnja mendjadi terbengkalai karena perebutan2 kekuasaan lokal jang membahajakan kedudukan Republik Indonesia seperti jang terdjadi di Sumatera dan Sulawesi. PKI ber-sama2 dengan partai2 demo- kratis lainnja menentang dengan keras perbuatan2 kaum pemberon- tak separatis. Sikap tegas PKI ini mendapat simpati jang luas dari massa Rakjat pekerdja dan dari semua pentjinta Republik.
Sudah sedjak semula berdirinja kabinet Ali Sastroamidjojo, di- mana didalamnja duduk menteri2 reaksioner, PKI sudah mentja- nangkan bahwa duduknja menteri2 reaksioner didalam kabinet ini bukannja untuk dengan sungguh2 melaksanakan program pemerin- tah jang sudah disetudjui dengan suara bulat oleh Parlemen, tetapi sebaliknja, untuk mengadakan sabotase2 terhadap pelaksanaan pro- gram pemerintah dari dalam Kabinet. Kenjataan² membuktikan benarnja apa jang ditjanangkan oleh PKI. Dengan adanja men- teri2 reaksioner mereka mengkombinasi kegiatan reaksioner mereka
jang ada didalam dan diluar kabinet, termasuk kegiatan2 separatis dan kegiatan² gerombolan2 DI-TII. Seorang menteri keuangan jang reaksioner, misalnja, telah mendjalankan politik kontjo-sistim untuk menguras keuangan negara dengan mem-bagi2kannja dalam ben- tuk kredit2 kepada anggota2 partai2 tertentu, kepada famili2 atau kenalan² baiknja. Apakah bedanja politik menteri ini dengan politik ,warlords" (radja2 perang) jang ada di-daerah2 dan jang menun- tut idjumlah uang jang besar dari pemerintah pusat, padahal mereka tidak tunduk pada pemerintah pusat? Ke-dua2nja sama berbuat menguras keuangan negara untuk membikin Republik Indonesia mendjadi negara jang bangkrut dan tidak berdaja samasekali. Djika sudah bangkrut dan tidak berdaja, maka menurut fikiran mereka, mudahlah menggiring Republik Indonesia kedalam kandang jang sudah disediakan oleh Amerika Serikat dengan alasan, bahwa poli- tik menggabung keblok AS terpaksa" dilakukan, karena untuk melandjutkan umur Republik, kita harus memindjam uang, dan kalau perlu djuga memindjam kewibawaan dari Amerika Serikat. Bagi kaum reaksioner berlaku sembojan Lebih baik Republik han- tjur-lebur daripada menjerah kepada demokrasi dan kehendak Rak- jat".
Tindakan menguras keuangan negara mereka kombinasikan de- ngan merusak sumber2 keuangan negara dengan kegiatan2 gerom- bolan2 bersendjata mereka, dengan mengorganisasi penjelundupan2, dengan membiarkan birokrasi dan korupsi meradjalela didalam per- usahaan2 negara, dengan mejajasankan, meng-NV-kan dan achir- nja mempartikelirkan 100% pérusahaan2 negara jang kiranja bisa memberi keuntungan jang lumajan, demi keuntungan beberapa gelintir orang jang mereka tempatkan dalam direksi perusahaan2 tersebut. Jang sudah masuk dalam rentjana sementara pendjabat beberapa kementerian antara lain jalah soal mengubah status DKA, PTT, Radio, Pelabuhan, Pelajaran, Perusahaan Soda dan Garam, dan DAMRI. Pelaksanaan daripada rentjana2 ini bertentangan dengan usaha mengubah imbangan kekuatan antara ekonomi nasio- nal dengan ekonomi kolonial. Penggerowotan kekuatan ekonomi Republik Indonesia akan sangat memperlemah kedudukan Repu- blik Indonesia, oleh karena itu harus mendapat tentangan jang kuat dari tiap2 patriot.
Untuk, mentjegah kehantjuran daripada Republik Indonesia adalah sangat penting tindakan Presiden Sukarno mengumumkan Konsepsinja pada tanggal 21 Februari 1957. Demonstrasi², rapat2 raksasa, dan aksi2 lain untuk mendukung Konsepsi Presiden Sukar- no jang terdjadi dibanjak tempat diseluruh negeri, termasuk di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan jang dikuasai oleh kaum pemberontak separatis, adalah manifestasi dari hasrat persatuan jang patriotik dan anti-kolonialisme jang hebat, jang dalam sedja- rah perdjuangan kemerdekaan Rakjat Indonesia hanja dapat di- bandingkan dengan aksi2 Rakjat pada bulan2 pertama memperta- hankan Proklamasi 17 Agustus 1945. Beda jang penting jalah, bahwa pada waktu aksi2 mendukung Konsepsi Presiden Sukarno massa Rakjat sudah dalam keadaan lebih sedar, lebih terorganisasi dan lebih terpimpin, djika dibanding dengan ketika bulan2 per- tama mempertahankan proklamasi kemerdekaan. Aksi2 mendukung Konsepsi Presiden Sukarno merupakan gelombang naik dari sema- ngat anti-kolonialisme massa Rakjat jang luas.
Diumumkannja Konsepsi Presiden Sukarno jang menghendaki terbentuknja kabinet Gotongrojong atau kabinet jang berdasarkan perwakilan berimbang dan terbentuknja Dewan Nasional, serta di- sambutnja Konsepsi ini setjara besar2an dan antusias oleh massa Rakjat beserta alat2 negara, termasuk Angkatan Perang dan Kepo- lisian, merupakan kemenangan besar bagi kekuatan progresif dan front persatuan. Kekuatan jang ditimbulkan oleh pengumuman Konsepsi·ini telah sangat membantu dalam mentjegah pergeseran keadaan kekanan ketika krisis kabinet Ali-Idham, telah sangat mem- bantu dalam memusatkan kekuasaan ditangan Presiden (pernjata- an KDP) dan dalam membentuk kabinet Djuanda (8), semuanja adalah tindakan jang sangat penting untuk mengatasi kekatjauan2 didalamnegeri jang ditimbulkan olch gerakan separatis dan sub- versif asing, untuk membasmi korupsi tanpa pandang bulu, untuk mcnghantjurkan gerombolan DI-TII dan gerombolan2 teroris lain- nja.
Pengumuman Konsepsi Presiden Sukarno telah lebih mendekat- kan kekuatan tengah kepada kekuatan progresif dan telah lebih mementjilkan kekuatan kepalabatn. DPP PNI meniatakan menjo- kong Konsepsi ini, artinja resmi menjetudjui masuknja Komunis
Impnas lpas lu
didalam kabinet, sedangkan hampir disemua daerah ada kerdja- sama antara PKI dan PNI dalam mendukung Konsepsi Presiden Sukarno. Tokoh2 NU, PSII dan Perti banjak jang menjetudjui Konsepsi ini, ada jang menjetudjui sepenuhnja dan ada pula jang menjetudjui hanja sebagian. Didalam partai2 kepalabatu timbul pertentangan antara jang pro dan jang anti-Konsepsi.
Pada tanggal 9 April jl. dilantik oleh Presiden Sukarno kabinet Djuanda, sebagai pengganti kabinet Ali-Idham jang djatuh tidak oleh karena mosi tidak pertjaja di Parlemen, tetapi oleh rongrongan kaum pemberontak separatis dan oleh intrik2 sementara tokoh² reak- sioner didalam partai2 pemerintah. Kabinet Djuanda dibentuk oleh Presiden sendiri dan programnja : 1) Membentuk Dewan Nasional, 2) Normalisasi keadaan Republik, 3) Melandjutkan pelaksanaan pembatalan KMB, 4) Perdjuangan Irian Barat, dan 5) Memper- giat pembangunan.
Kabinet Djuanda bukanlah kabinet Gotongrojong" atau kabi- net jang berdasarkan perwakilan berimbang seperti jang diinginkan oleh Konsepsi Presiden Sukarno. Kegagalan membentuk kabinet Gotongrojong" disebabkan oleh karena sikap kepalabatu dari par- tai Masjumi dan sikap jang bimbang dari partai NU. Walaupun kabinet ini bukan kabinet ,,Gotongrojong", tetapi tudjuan kaum reaksioner untuk membentuk kabinet kanan dengan Hatta sebagai Perdana Menteri mengalami kegagalan total. Lebih daripada itu, karena sikap kepalabatunja Masjumi mendjadi terisolasi samasekali dari kabinet.
Sikap Partai terhadap kabinet Djuanda jalah: menjokong tanpa reserve tindakan2 kabinet jang menguntungkan Rakjat, mengkritik tindakan2nja jang ragu2 dan menentang tindakan2nja jang merugi- kan Rakjat. Titikberatnja jalah menjokong kabinet ini dan djika ada tindakan2 jang terlandjur bertentangan dengan kepentingan Rakjat supaja ditjari penjelesaian setjara berunding agar ber-sama2 mentjari djalan keluar supaja Rakjat tidak dirugikan dan peme- rintah bisa berdjalan terus dengan dukungan Rakjat.
Dibawah kabinet Djuanda, dengan bantuan jang giat dari pim- pinan Angkatan Perang, sedjumlah koruptor2 besar sudah ditahan dan diperiksa. Berbagai komplotan jang mau merobohkan Republik sudah digulung. Keamanan ber-angsur2 mendjadi lebih baik de-
ngan menjerahnja berbagai gerombolan bersendjata di Djawa Barat, Sumatera Timur, Kalimantan dll.
Beberapa soal mengenai pemberontakan militer di-daerah2 sudah mulai diselesaikan, terutama soal2 militer di Indonesia bagian Timur. Penjelesaian ini, walaupun masih ada kesukaran2 jang perlu diatasi, adalah sangat penting artinja bagi penjelesaian keseluruhannja. Tin- dakan penjelesaian ini adalah sangat menggembirakan Rakjat. Demi- kian pula tindakan pemerintah Djuanda jang ber-sama2 dengan Presiden Sukarno sudah menjusun anggota2 Dewan Nasional.
Selama dibawah pemerintah Djuanda ada tanda2 jang menun- djukkan bahwa'situasi politik dan militer akan mendjadi lebih baik. Kekuatan demokratis dan kekuatan revolusioner pada umumnja berkembang, ketjuali dibeberapa tempat mengalami tekanan² karena adanja pensalahgunaan pernjataan KDP, terutama di-daerah2 jang dikuasai oleh kaum pemberontak separatis.
Situasi terachir di-daerah2 jang dikuasai oleh kaum pemberon- tak separatis menundjukkan bahwa djuga disana sedang berkem- bang kekuatan demokratis dan kekuatan revolusioner Rakjat. Ke- kuatan kepalabátu memang masih besar, tetapi kekuatan progresif dan kekuatan tengah serta persatuan antara dua kekuatan ini makin tumbuh.
Walaupun orang seperti Hatta mengadakan pembelaan terhadap Dewan Banteng" dan dewan2 partikelir" lainnja, seolah-olah dewan2" itu berhasil dengan apa jang mereka namakan ,pemba- ngunan daerah", tetapi kenjataan menundjukkan bahwa Rakjat tidak bisa diabui. Kekosongan demagogi tentang pembangunan daerah" dan otonomi daerah jang luas" makin hari makin di- rasakan oleh Rakjat. Oleh karena itu mereka gagal samasekali dalam menarik massa kaum buruh dan kaum tani. Pemogokan umum politik kaum buruh di Sumatera Selatan pada tanggal 18 Maret jl. membuktikan kematangan politik kaum buruh dalam menghadapi kaum pemberontak separatis. Para pegawai negeri di- dacrah2 jang dikuasai oleh kaum pemberontak separatis makin berani menjatakan sikapnja jang tidak setudju dengan kaum pem- berontak. Makin lama makin bertambah djelas, bahwa gerakan2 dewan² partikelir" adalah gerakan jang tidak berakar, jang mula2- nja banjak orang jang meragukannja berhubung mereka untuk se-
Mlu
mentara dapat mengexploitasi setjara maximal ketidakpuasan Rak- jat terhadap keadaan ekonomi negeri jang buruk.
Dengan banjaknja djandji2 jang tidak ditepati dan tidak mung- kin ditepati oleh Dewan Banteng" dan "Dewan Garuda" mem- bikin Rakjat mendjadi kritis terhadap demagogi mereka. Perpetjah- an didalam dewan2 partikelir" makin men-djadiz, djuga perpe- tjahan didalam partai2 dan organisasi2 jang mendukung dewan2" tersebut. Dari dalam dewan2" tersebut dan dari partai² dan orga- nisasi2 pendukungnja timbul sajap kiri jang berorientasi kepada pemerintah pusat. Kekuatan tengah, terutama pemuda²nja, makin berani dan makin mudah diadjak bersatu dengan kekuatan pro- gresif.
Dari kenjataan2 diatas mendjadi djelas, bahwa situasi politik dalamnegeri selama sepuluh bulan belakangan ini ditandai oleh perkembangan demokrasi dan gerakan revolusioner Rakjat, oleh makin berkembangnja kekuatan progresif, makin bersatunja kekuat- an tengah dengan kekuatan progresif dan makin terpentjilnja ke- kuatan kepalabatu.
Pemberontakan2 kaum separatis di-daerah2 adalah merupakan reaksi terhadap kemadjuan demokrasi dan perkembangan gerakan revolusioner Rakjat. Sikap PKI jang tegas melawan kaum pembe- rontak separatis ini telah sangat menaikkan prestise PKI dimata Rakjat. Ini antara lain dibuktikan oleh kemenangan gemilang jang ditjapai oleh PKI dalam pemilihan DPRD Djakarta Raja baru2 ini. Partai2 jang membela kaum pemberontak separatis, atau jang tidak tegas melawan kaum pengchianat ini mengalami kemerosotan jang tidak sedikit.
Dari kenjataan2 bahwa gerakan separatis dan subversif asing jang sudah berupa pemberontakan belum dapat ditindas seluruhnja, terutama jang di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Tapanuli dan Sulawesi Utara harus ditarik kesimpulan bahwa kekuatan kaum imperialis asing jang bersatu dengan kekuatan reaksioner didalam- negeri samasekali tidak boleh diremehkan. Mengingat kenjataan2 ini Partai harus terus-menerus meningkatkan kewaspadaan politik dan organisasinja, meningkatkan keberanian, keteguhan dan mili- tansi anggota²nja.
Sebagaimana sudah terbukti dari politik PKI terhadap pem-
berontakan2 di-daerah², PKI menjetudjui untuk dimana mungkin diadakan penjelesaian setjara berunding, mengingat bahwa diantara jang memberontak ada djuga orang2 jang hanja ikut²an karena naifnja atau karena melihat ada keuntungan materiil bagi pribadi- nja, tanpa ada maksud2 jang sedar untuk menghantjurkan Repu- blik. Tetapi, karena jang duduk dalam pimpinan pcmberontakan, terutama jang berdiri dibelakang kegiatan ini, terang bertudjuan untuk menegakkan kekuasaan politik jang bertentangan dengan azas2 Republik Proklamasi 1945, maka sudah seharusnja Partai kita dan seluruh Rakjat jang patriotik menuntut supaja pemerin- tah Djuanda, dan pemerintah mana sadja jang ingin dapat so- kongan Rakjat, tahu batas dalam menempuh djalan berunding. Sikap tidak tahu batas menundjukkan kelemahan, dan sikap ini akan membikin kekatjauan ber-larut2 sehingga achirnja bértambah berat untuk diatasi.
Dapatnja pemberontakan Kolonel Simbolon di Sumatera Utara digagalkan dalam waktu jang singkat, dan dapatnja kekuatan Ang- katan Perang menggagalkan pertjobaan pembunuhan terhadap Pre- siden Sukarno dan K.J. Worosjilov di Radjamandala, adalah bukti dari kemampuan kekuatan patriotik dalam Angkatan Perang (9). Tindakan jang diambil oleh pemerintah Djuanda dengan bantuan jang sangat besar dari pimpinan Angkatan Perang mengenai per- oalan militer di Indonesia bagian Timur, tidak hanja menundjuk- kan bahwa pemerintah tahu batas, tetapi djuga membuktikan bahwa keadaan dapat diatasi. Perkembangan situasi jang makin baik, ter- masuk situasi di-daerah2 jang dikuasai oleh kaum pemberontak se- paratis, menebalkan kejakinan bahwa keadaan dapat diatasi, asal hak pemerintah tahu batas dalam menempuh djalan berunding.
Dalam rangka mengatasi kesukaran2 didalamnegeri, disamping soal2 militer, soal2 keuangan dan ekonomi meminta perhatian chn- sus dari siapa sadja jang berkemauan baik terhadap Republik, dan terutama sekali dari fihak pemerintah. Dalam hubungan dengan ini kita tidak menuntut jang ber-lebih²an dari pemerintah. Kita hanja menuntut supaja pemerintah dengan sungguh2 melaksanakan salahsatu dari programnja, jaitu melandjutnja pelaksanaan pem- batalan KMB. Kita menuntut kepada pemerintah supaja mengan- bil tindakan² jang menguntungkan Rakjat Indonesia terhadap kaum
npaalu
kapitalis besar Belanda dalam rangka pelaksanaan pembatalan KMB.
Sekarang mendjadi djelas, bahwa sukses pemerintah Djuanda terutama bergantung pada dua hal, pertama pelaksanaan program ,normalisasi keadaan Republik" jang titikberatnja ada pada per- soalan militer, dan kedua pelaksanaan program melandjutkan pelaksanaan pembatalan KMB" jang titikberatnja terletak pada persoalan keuangan dan ekonomi. Djika pemerintah Djuanda men- dapat sukses dalam dua hal ini, maka boleh dikatakan pasti bahwa pemerintah Djuanda djuga akan mendapat sukses dalam melaksana- kan bagian2 lain dari programnja.
Sesuai dengan sikap Partai kita jang pada pokoknja menjokong kabinet Djuanda, adalah kewadjiban seluruh anggota PKI untuk membantu dengan sekuat tenaga pelaksanaan program pemerintah.
Terutama dalam soal mengatasi kesukaran² dilapangan keuang- an dan ekonomi Partai kita harus lebih banjak mengambil bagian, kita harus tampil dengan usul2 jang kongkrit dan realis dan harus terus menuntut supaja pemerintah mempunjai keberanian bertin- dak terhadap kapitalis2 besar Belanda. Dalam menghadapi keadaan keuangan dan devizen negara jang serba sukar sekarang ada baik- nja djika kabinet Djuanda ingat kembali pengalaman politik impor- expor jang sampai batas2 tertentu berhasil memperbaiki keuangan dan devizen negara seperti jang didjalankan oleh kabinet Ali Sas- troamidjojo jang pertama. Politik ini pada pokoknja didasarkan pada prinsip mengontrol dan mengatur impor-expor kita dengan melalui sistim perdjandjian2 perdagangan bilateral dengan negara2 lain, termasuk negara2 kubu sosialis, disamping politik mengadakan hubungan dagang jang langsung tanpa melalui pusat2 transito Si- ngapura dan Nederland. Dengan pelaksanaan dan kontrol jang lebih baik, politik impor-expor ini akan dapat membantu kabinet Djuan- da dalam mengatasi kesukaran keuangan dan devizen sekarang ini. Djika sistim ini didjalankan, jang harus ditjegah oleh kabinet Djuanda jalah praktek2 lisensi istimewa jang memang sangat me- rugikan dan merusak. Karena menguntungkan kepentingan nasional, sistim impor-expor ini dihapuskan oleh kabinet Burhanuddin Hara- hap (BH) dan diganti dengan sistim jang liberal, jang bertentang- an dengan kepentingan Rakjat Indonesia.
II
Konsepsi Presiden Sukarno
Sidang Politbiro jang diperluas pada tanggal 20 Februari 1957 menjatakan persetudjuan pada Konsepsi Bung Karno dan menje- rukan kepada seluruh Rakjat Indonesia supaja dengan sepenuh hati menjokong konsepsi ini dan bekerdja keras untuk pelaksanaannja. Konsepsi Bung Karno adalah adil, demokratis, mendjamin persatu- an dan melawan perpetjahan". Konsepsi Presiden Sukarno adalah konsepsi untuk mempersatukan semua kekuatan jang dapat diper- satukan guna penjelesaian revolusi nasional.
Sebagaimana diterangkan setjara resmi oleh Presiden Sukarno di Istana Negara pada tanggal 21 Februari 1957, Konsepsinja me- ngandung 2 isi pokok, jang pertama mengenai Kabinet dan jang kedua mengenai Dewan Nasional. Mengenai kabinet dikatakan supaja dibentuk kabinet Gotongrojong dimana didalamnja duduk semua partai2 atau fraksi2 didalam Parlemen jang tjukup mempu- njai kiesquotient". Dari sini djelaslah bahwa Konsepsi Presiden Sukarno menghendaki terbentuknja kabinet berdasarkan perwakilan berimbang.
Konsepsi Presiden Sukarno adil, realis dan mendjamin persatu- an, karena Konsepsi ini tidak a priori menolak salahsatu golongan untuk duduk dalam kabinet. Tentang perlunja PKI duduk dalam Pemerintah Pusat dikatakan oleh Presiden Sukarno dalam Konsepsi- nja, bahwa tidak dapat terus-menerus mengabaikan satu golongan jang didalam.pemilihan umum mempunjai suara enam djuta manu- sia" dan adalah satu kenjataan bahwa PKI mempunjai banjak pengikut dikalangan kaum buruh" jang sangat penting untuk pem- bangunan.
Dalam rangkaian usaha menggagalkan Konsepsi Presiden S- karno kaum reaksioner jang dikepalai oleh Hatta dan Natsir mem- fitnah se-olah2 konsepsi ini bertentangan dengan demokrasi. Se-olah2 merekalah demokrat2 sedjati". Padahal Rakjat Indonesia sudah kenal betapa demokratisnja" mereka. Rakjat Indonesia sudah men- punjai pengalaman sendiri, bahwa Hatta dan Natsir adalah tukang meng-indjak2 ¿emokrasi. Djika konsepsi ini benar2 bertentangan
osMalu
dengan demokrasi, maka PKI dan Rakjat pekerdjalah jang per- tama2 dan jang paling berhak untuk menentangnja, karena golong- an ini jang paling membutuhkan demokrasi. Tetapi kenjataannja, kaum buruh dan Rakjat pekerdja lainnja adalah pendukung utama dari konsepsi. Sebabnja jalah, karena Konsepsi Presiden Sukarno tidak menghapuskan demokrasi, tidak mengganggu-gugat sisti Par- lementer dan sistim kepartaian. Sebaliknja Konsepsi ini mengingin- kan demokrasi jang lebih sehat.
Bertentangan dengan Hatta jang mau membekukan Parlemen pilihan Rakjat, Presiden Sukarno mengatakan bahwa Parlemen tetap berdjalan terus dan Parlemen sekarang ini memang. adalah hasil daripada pemilihan umum jang telah didjalankan oleh se- genap Rakjat Indonesia. Tetapi jang hendak kita susun djanganlah kabinet stijl tua sebagai jang kita alami sebelas tahun lamanja, tetapi satu kabinet stijl baru. Kabinet stijl baru jang menteri²nja terdiri daripada orang2 daripada partai2, semua partai2 atau semua fraksi2 didalam Parlemen jang mentjapai kiesquotient" (dikutip dari Konsepsi). Inilah jang dinamakan oleh Presiden Sukarno de- mokrasi gotongrojong" atau "demokrasi terpimpin" dan jang menu- rut Presiden Sukarno sendiri sesuai dengan inti djiwa ikrar pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Tentang Dewan Nasional diusulkan oleh Presiden Sukarno su- paja komposisinja terdiri dari wakil kaum buruh, karena kaum buruh, menurut Presiden Sukarno dalam Konsepsinja, adalah ,,satu golongan fungsionil jang hebat", dari wakil kaum tani, oleh karena kaum tani adalah satu golongan fungsionil jang hebat pula", dari golongan inteligensia, golongan pengusaha nasional, golongan Pro- testan dan Katolik, golongan Islam, golongan pemuda, golongan Angkatan '45, orang jang dapat mengemukakan persoalan2 daerah. Disamping itu diusulkan supaja duduk didalam Dewan Nasional: KSAD, KSAL, KSAU, Kepala Kepolisian Negara, Djaksa Agung dan beberapa menteri jang penting. Kemudian dinjatakan lagi oleh Presiden Sukarno, bahwa djuga wakil seniman dan minoritet warga- negara keturunan asing akan diminta duduk dalam Dewan Nasio- nal. Presiden Sukarno mengusulkan supaja Dewan Nasional dipim- pinnja sendiri. Kewadjiban Dewan Nasional ialah ,,memberi nase-
hat kepada kabinet, nasehat jang diminta atau nasehat jang tidax diminta".
Apa sebabnja kita menjetudjui Konsepsi Presiden Sukarno, arti- nja menjetudjui kabinet Gotongrojong dan Dewan Nasional?
Dalam hubungan dengan kabinet Gotongrojong, Partai kita sudah lama menuntut supaja dibentuk Pemerintah Persatuan Nasio- nal atau Pemerintah Koalisi Nasional sebagai sjarat untuk mem- persatukan seluruh kekuatan nasional dan agar dapat memobilisasi- nja setjara maximal. Dalam Sidang Pleno ke-IV CC bulan Djuli 1956 dengan djelas kita rumuskan salahsatu tuntutan politik kita sbb.: Kalahkan politik anti-persatuan dan politik diktatur anti- Komunis dari sebagian pemimpin Masjumi-PSI untuk pembentukan Pemerintah Koalisi Nasional dimana '4-Besar' (PKI, PNI, NU dan Masjumi) dan partai2 lain ikut didalamnja". Tuntutan ini adalah tuntutan politik tingkat sekarang, tingkat mempertahankan kemer- dekaan nasional dan meluaskan demokrasi. Ini adalah manifestasi dari perasaan, fikiran dan keinginan bagian sangat terbesar dari Rakjat Indonesia sekarang.
Dewan Nasional dapat kita setudjui,·karena dengan adanja Dewan Nasional Presiden akan dapat mendengar setjara langsung perasaan, fikiran dan keinginan massa Rakjat serta membitjarakan semuanja ini setjara kolektif. Sebagai badan penasehat Dewan Nasional akan sangat membantu pekerdjaan pemerintah, terutama dalam mendjaga supaja garis pokok mengenai politik anti-kolonial- isme, politik meluaskan demokrasi dan membela perdamaian dunia tidak mendjadi kabur karena tenggelam dalam detail pekerdjaan² exckutif. Dewan Nasional merupakan alat politik jang baru di- tangan Rakjat dalam perdjuangan anti-kolonialisme, membela de- mokrasi dan perdamaian.
Konsepsi Presiden Sukarno telah menggugah semangat Rakjat setjara besar²an, setjara mendalam dan meluas. Ia djuga telah menarik garis pemisah antara kubu pro-persatuan anti-kolonialisme disatu fihak, dan kubu anti-persatuan dan pro-kolonialisme difihak lain. Konsepsi ini telah membikin sangat djelas siapa sahabat Rak- jat dan siapa musuh Rakjat, siapa mementingkan kepentingan nasional dan siapa memusuhi kepentingan nasional, siapa demokrat dan siapa bukan-demokrat, siapa jang berdjuang untuk persatuan
nanlu
dan siapa pemetjahbelah. Konsepsi ini telah memberikan didikan politik jang sangat besar kepada massa Rakjat. Walaupun belum dilaksanakan, diumumkannja sadja Konsepsi ini telah menimbul- kan pergeseran2 didalam imbangan kekuatan masjarakat. Sebagian besar kekuatan tengah setjara terang2an telah memihak kubu pro- gresif dan didalam partai2 kepalabatu telah timbul keretakan2 jang lebih besar.
Konsepsi Presiden Sukarno adalah begitu masukakal, begitu adil dan begitu demokratis sehingga pernjataan tidak setudju" dari pemimpin2 kepalabatu bisa membikin mereka terisolasi samasekali dari massa mereka sendiri. Oleh karena itu mereka mentjoba me- rumuskan penolakannja dengan kalimat misalnja: Setudju Kon- sepsi Bung Karno, tetapi tanpa PKI" atau Setudju Konsepsi Bung Karno tetapi Hatta harus Perdana Menteri". Ke-dua² perumusan ini pada hakekatnja menolak Konsepsi. Menolak PKI dalam kabi- net berarti menolak prinsip gotongrojong, jang djusteru mendjadi inti Konsepsi. Sjarat supaja Hatta mendjadi PM berarti menolak duduknja PKI didalam kabinet, karena Hatta dengan tegas dan dengan tidak tahu malu menolak PKI.
•Hatta, pemimpin² Masjumi klik Natsir dan tokoh² sosialis kanan tegas mengusulkan supaja dibentuk kabinet Presidentiil jang sudah terang bertentangan dengan UUD Sementara dan bertentangan dengan Konsepsi Presiden jang menghendaki supaja kabinet men- dasarkan diri pada Parlemen. Dengan usulnja ini setjara integral mereka mau menggagalkan Konsepsi Presiden, dan meletakkan dasar untuk suatu pemerintah jang tidak bersendikan Parlemen, jang tanpa kontrol samasekali dari Rakjat.
Ada orang bertanja: Apakah program kabinet Gotongrojong jang diusulkan oleh Presiden Sukarno? Tentang program kabine! memang tidak dibitjarakan dalam Konsepsi. Kita berpendapat se- baiknja Program kabinet tidak ditjantumkan, karena djika ditjan- tumkan sangat mungkin akan mengalihkan perhatian dari oal2 pokok, jaitu soal kabinet Gotongrojong dan Dewan Nasional, ke- soal² program jang dapat dibitjarakan pada kesempatan lain. Tetapi djelas, bahwa seluruh Konsepsi Presiden Sukarno berdjiwakan per- satuan nasional anti-kolonialisme, menghendaki ,agar Bangsa Indo- nesia ini hidup sebagai satu keluarga besar jang merdeka dan ber-
daulat, tidak sebagai keluarga jang terpetjahbelah" (dikutip dari Konsepsi). Jang sudah terang jalah, bahwa djika kabinet Gotong- rojong terbentuk programnja tidak mungkin kurang dari kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2, kabinet jang disokong oleh PKI tetapi tanpa PKI duduk didalamnja. Dengan terbentuknja kabinet Djuan- da, walaupun belum kabinet Gotongrojong, terbukti bahwa pro- gramnja tidak kurang dari kabinet Ali Sastroamidjojo ke-2.
Konsepsi Presiden Sukarno jang berdjiwakan persatuan nasional revolusioner ini terang tidak mengandung unsur jang akan mengu- rangi kebebasan menjatakan pendapat didalam Parlemen, didalam kabinet, didalam Dewan Nasional dan dimana sadja. Lebih dari- pada itu, tentang perlunja ada perbedaan pendapat diakui oleh Konsepsi Presiden dengan mengatakan bahwa perlainan pendapat selalu ada, malahan perlainan pendapat itulah jang membawa kita kepada kemadjuan" dan bahwa daripada pergosokan perlainan pendapat inilah timbul kebenaran". (dikutip dari Konsepsi).
Djadi, Konsepsi Presiden Sukarno samasekali tidak ada per- samaannja, baik isi maupun bentuknja, dengan konsepsi pembela2 Dewan Gadjah", Dewan Banteng", Dewan Garuda" dan de- wan2" kontra-revolusioner jang sepenuhnja dibangun menurut resep fasis, jang dibikin karena kaum reaksioner sudah tidak pertjaja lagi bahwa dengan djalan demokratis tudjuan politik mereka akan dapat ditjapai. Dewan2" kontra-revolusioner dibentuk sebagai landjutan gerakan separatis dan gerakan meluaskan daerah SEATO, sedang- kan Konsepsi Presiden Sukarno adalah untuk memperkuat Repu- blik Indonesia dan untuk melawan tiap2 usaha asing jang ingin merusak kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.
Untuk menakut-nakuti dirinja dan golongannja pemimpin² kaum reaksi mem-bisik2kan bahwa Konsepsi Presiden Sukarno lahir berkat bisikan orang2 negeri2 Komunis", negeri2 jang belum berapa lama dikundjungi oleh Presiden Sukarno. Bagi mereka jang mungkin pertjaja pada bisikan ini perlu diingatkan, bahwa dalam pidato di- muka Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan", kira2 satu setengah bulan sebelum proklamasi 17 Agustus 1945, djadi terang lama sebelum Presiden Sukarno berkundjung ke-negeri2 kubu sosialis, Bung Karno sudah berkata bahwa kita harus mendirikan negara Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik
immmlu
golongan bangsawan, maupun golongan kaja — tetapi 'semua buat semua". Dalam Konsepsi Presiden Sukarno negara semua buat semua" mendapat perumusan kabinet Gotongrojong". Djuga dalam pidatonja ini Bung Karno sudah mengatakan bahwa kalau kita mentjari demokrasi, hendaklah bukan demokrasi Barat, tetapi per- musjawaratan jang memberi hidup, jakni politik-economische demo- cratie jang mampu mendatangkan kesedjahteraan sosial".
Dalam harian2 kanan jang terbit pada awal Maret 1957 di- muat sebuah tulisan Hatta jang berkepala Menindjau Konsepsi Bung Karno". Kita perlu membahas tulisan Hatta ini, karena Hatta, walaupun ketika mudanja memberi banjak djandji2 jang muluk2 kepada Rakjat, misalnja tentang kesediaannja berdjuang untuk per- satuan nasional, tentang demokrasi ekonomi, kemakmuran dll., tetapi sekarang ia disamping terkenal sebagai ,otak" reaksi, djuga menon- djol sebagai tokoh politik jang utama dari kaum reaksioner Indo- nesia dengan dibantu oleh Natsir dan Sjahrir. Dari tulisannja ter- sebut njata, bahwa Hatta belum puas dengan pembunuhan2 jang sudah dilakukan dibawah perintahnja dan atas tanggungdjawab penuh dari pribadinja selama Peristiwa Madiun. Ia masih menjim- pan fikiran untuk menimbulkan perang saudara ·model Peristiwa Madiun, untuk ,menghantjurkan kaum Komunis" atau se-kurang2. nja membendung arus Komunis", ia tetap menganggap tugas impe- rialis ini sebagai tugasnja sendiri. Ia ingin satu kali lagi menum- bukkan kepalanja pada tembok sedjarah.
Dalam tulisan tersebut, untuk membikin pembatjanja mengetjil- kan arti Konsepsi Presiden Sukarno, Hatta pentingkan per-tama² mendjatuhkan prestise Sukarno dengan mengemukakan psiko-ana- lisanja" tentang djiwa Bung Karno". Bung Karno disamping se- orang politikus dan pemimpin, kata Hatta, adalah seorang jang berdjiwa artis jang ber-kobar2 dadanja dan oleh karena itu Bung Karno hidup dalam impian. Sebagai pentjinta seni ia ingin me- mandang semua dalam keindahan, dalam suasana jang harmonis, dalam kesatuan jang bulat. Djiwanja luka melihat keretakan. Sebab itu persatuan mendjadi pokok dan achir dari segala tudjuannja", demikian Hatta. Dengan ini Hatta ingin mendemonstrasikan sifat kekanak-kanakan" dari Sukarno jang tidak dapat membedakan antara alat dan tudjuan. Padahal tidak lain daripada Sukarnolah
jang sering mengatakan bahwa persatuan adalah alat untuk men- tjapai tudjuan. Dengan ini tidak hanja terbukti bahwa Hatta tidak mengerti Sukarno, tetapi sekaligus ia mempertontonkan kepitjikan pengetahuannja tentang ,seniman". Bagi Hatta asal jang bernama seniman bukan realis, sehingga baginja seniman sama dengan tukang ngelamun. Dan karena Sukarno berdjiwa seniman, maka Sukarno djuga adalah tukang ngelamun, dan dengan sendirinja Konsepsinja adalah tidak riil, lamunan belaka. Dengan ini Hatta sudah mem- bikin dirinja telandjang bulat sebagai tukang analisa jang men- dalam"!
Hatta djuga dalam tulisan tersebut menjatakan tidak setudju- nja dengan usaha Bung Karno mendirikan PPPKI, jaitu badan kerdjasama antara partai2 dan organisasi2 politik, dalam bulan Desember 1927. Hatta tidak setudju karena didalam PPPKI tidak boleh dikemukakan dasar2 jang mengenai pertentangan faham jang prinsipiil diantara anggota2nja, seperti agama dan non-cooperation". Dari sini djelas betapa pitjiknja pengertian Hatta tentang politik persatuan. Ia tidak mengerti atau sengadja tidak mau mengerti, bahwa dalam mendjalankan politik persatuan adalah kewadjiban bagi jang mau bersatu untuk mentjari titik2 pertemuan dan bukan mengemukakan soal2 prinsipiil jang bisa memetjahbelah. Atas pengertian jang pitjik inilah Hatta dalam tulisannja tersebut tidak menjetudjui adanja kerdjasama dalam kabinet antara partai2 agama, nasionalis dan Komunis. Dan lebih pitjik lagilah mereka jang menerima fikiran pitjik ini!
Kata Hatta, Bung Karno hidup dalam impian, dan inilah jang scring menjebabkan Bung Karno ,,terbentur dalam realitet, dahulu dan sekarang". Dengan ini mau dikatakannja bahwa djuga Kon- sepsi Bung Karno sudah terbentur dalam realitet". Apa jang di- maksudkan Hatta dengan realitet" jalah sikap kepalabatu pemim- pin Masjumi klik Natsir dan sikap kepalabatu Hatta sendiri jang setjara ngotot menolak Konsepsi Presiden Sukarno, artinja menolak persatuan anti-imperialis. Djika ini jang dinamakan realitet", maka hanja kaum imperialis asinglah jang -menarik keuntungan dari realitet" ini, dan dengan ini djelaslah realitet Hatta sendiri.
Setelah mengatakan Bung Karno bukan realis dan Konsepsi Bung Karno adalah lamunan, maka Hatta dalam tulisannja, sebagai
seorang realis" sudah tentu, mengusulkan supaja meng-indjak2 UUD dengan membentuk Kabinet Presidentiil dan supaja praktek jang dulu dia lakukan di Djokja selama tahun 1948 dapat dihidup- kan kembali. Dengan ini Hatta mau menjatakan bahwa Dewan Nasional tidak perlu dan tjara2 dia membasmi Komunis" tahun 1948, itulah jang tepat. Hatta mengimpikan zaman keemasannja, zaman panen mentjabuti njawa orang2 Komunis dan patriot2 non- Komunis, putera2 Indonesia jang terbaik dari suku Djawa, suku
Batak, suku Madura dll. Menurut realis" Hatta kabinet Gotongrojong hanja bisa dilak- sanakan apabila partai2 jang duduk didalam DPR semuanja sama tudjuannja". Djadi, selama PKI, PNI, NU, Parkindo, Partai Kato- lik dll. tidak bertudjuan mendirikan Negara Darul Islam" seperti tudjuan Masjumi, maka tidak bisa dilaksanakan kabinet Gotong- rojong. Inilah realitet" menurut Hatta! Supaja tidak tertjapai persatuan dan gagal kabinet Gotongrojong, maka Hatta sengadja membawa semua ke-soal2 prinsipiil dan mengalihkan perhatian dari kenjataan kongkrit sekarang, jaitu bahwa Rakjat Indonesia jang bermatjam ragam agama dan kejakinan polit:knja semua adalah anti-kolonialisme, tidak suka pada peperangan baru, dan oleh karena itu bisa bersatu untuk mempertahankan kemerdekaan nasio- nal, membela Republik Proklamasi dan membela perdamaian.
Dari kenjataan2 diatas djelaslah, bahwa djika persatuan nasio- nal belum tertjapai, djika kabinet Gotongrojong belum dapat dilak- sanakan, djika keadaan Rakjat tetap djelek seperti sekarang, maka orang pertama jang bertanggungdjawab adalah Hatta.
Selandjutnja, agar tidak terbentuk kabinet Gotongrojong, dengan lantjar Hatta membeo fitnahan2 van der Plas dan orang2 State Department Amerika Serikat tentang kaum Komunis disemua negeri lebih mementingkan Sovjet Rusia daripada mementingkan negerinja sendiri". Ini dinjatakan Hatta tanpa memberi bukti. Oleh karena itu, apakah tidak sebaiknja Hatta memeriksa diri sendiri, dan menjedari bahwa usahanja untuk menggagalkan persatuan Rakjat, menggagalkan Konsepsi Presiden Sukarno adalah bukti jang menjolok dari perbuatan agen kolonialis Belanda dan imperialis Amerika.
Hatta ngotot mempertahankan pendirian kolotnja, bahwa dalam
demokrasi mutlak harus ada oposisi. Saking sulitnja menghindari kenjataan, bahwa PKI adalah faktor politik jang tidak muagkin diabaikan, Hatta terpaksa menulis bahwa ia menginginkan" supaja PKI didudukkan sebagai oposisi sadja. Menurut Hatta, PKI supaja beroposisi jang baik dan tegas didalam Parlemen agar a.l. dapat mentjegah korupsi diantara partai2 pemerintah, dan dengan begitu ikutserta memperbaiki moral. politik jang sudah merosot sekarang ini. Djika sungguh2 Hatta mengakui hakhidup PKI dan djika memang dari PKI diharapkan supaja melakukan tugas jang demi- kian mulianja dalam Parlemen, apa sebabnja dengan tudjuan jang mulia ini djuga PKI tidak dimasukkan kedalam kabinet, sedang- kan partai2 jang djauh lebih ketjil dari PKI dibenarkan masuk? Alangkah kusutnja fikiran realis jang tidak riil ini!
Kaum reaksioner Indonesia sudah dan terus akan mengerah- kan segenap kekuatan djasmani dan rohaninja untuk menggagalkan Konsepsi Presiden Sukarno. Djuga Hatta jang merupakan otak" kaum reaksioner Indonesia sudah memobilisasi ,,alasan2 ilmiahnja". Walaupun demikian, kebenaran Konsepsi bukannja makin ber- kurang tetapi makin mejakinkan. Kenjataan bahwa konsepsi ini ditentang oleh Hatta dan klik Natsir dalam Masjumi adalah salah- satu bukti bahwa konsepsi ini pasti baik untuk Rakjat Indonesia.
Konsepsi Presiden Sukarno adalah sesuatu jang setjara tepat mendjawab problim politik jang urgen jang sekarang dihadapi oleh Rakjat Indonesia. Konsepsi ini adalah satu kebenaran ilmiah. Djika Konsepsi ini belum bisa dilaksanakan sekarang, atau belum bisa dilaksanakan sepenuhnja sekarang, bukanlah karena ia tidak benar, tetapi disebabkan oleh faktor lain jaitu faktor imbangan kekuatan. Halnja sama sadja seperti tuntutan Indonesia merdeka sekarang" dari Rakjat Indonesia pada zaman pendjadjahan Belanda dulu. Djika pada waktu tuntutan itu dikeluarkan Indonesia tidak se- konjong2 mendjadi merdeka, bukanlah karena tuntutan Indonesia merdeka sekarang" jang salah, tetapi karena perimbangan kekuatan jang belum memungkinkan. Sebagaimana Indonesia merdeka" sebagai tuntutan jang adil dan benar sekarang sudah mendjadi satu kenjataan, demikianlah Konsepsi Presiden Sukarno pasti akan mendjadi satu kenjataan. Olch karena itu, aksi2 Rakjat Indonesi jang menuntut dilaksanakannia Kónsepsi Bung Karno adalah aks2
jang adil dan benar. Oleh karena tuntutan2 dan aksi2 itu adalah adil dan benar, maka kaum Komunis Indonesia ber-sama2 dengan Rakjat Indonesia akan terus. menuntut dan beraksi guna pelaksa- naan Konsepsi Presiden Sukarno 100%.
Konsepsi Presiden Sukarno harus terus dipropagandakan, ke- kuatan Rakjat harus terus disusun dan imbangan kekuatan harus terus diubah sebagai sjarat untuk pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%. Kita lakukan semuanja ini, karena dengan ini ber- arti kita mempersatukan Rakjat dan memobilisasi Rakjat untuk satu Konsepsi politik jang menguntungkan Rakjat. Disamping itu tetap djuga mendjadi kewadjiban Partai kita untuk mempropa- gandakan Program Umum Partai, jaitu Program penjelesaian tun- tutan2 Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja.
Dalam hubungan dengan taktik revolusi Indonesia, Konsepsi Presiden Sukarno mempunjai arti jang sangat penting. Pelaksanaan Konsepsi ini sepenuhnja merupakan lompatan jang besar dalam mentjapai tudjuan strategis dari revolusi, jaitu penjelesaian tuntut- an2 Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja.
Situasi internasional dan dalamnegeri berada difihak Konsepsi Presiden Sukarno. Zaman membantu mereka jang bekerdja untuk realisasi Konsepsi ini!
III
Mengembangkan Pekerdjaan Massa
Kawan2! Dalam Program kita dikatakan bahwa djalan keluar uari situasi jang tidak kita ingini sekarang terletak dalam meng- ubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakjat difihak tain. Djalan keluar terletak dalam membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa, terutama kaum buruh dan kaum tani." Oleh karena itu, disamping pekerdjaan Partai jang banjak ragamnja, dalam keadaan bagaimanapun pekerdjaan Partai jang terpenting adalah tetap, jaitu membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi :nassa. Hal ini dalam kesibukan pekerdjaan organisasi dan pendidikan c-hari² sering dilupakan oleh sementara kader Partai. Apalagi ber-
hubung sekarang Partai kita sedang sibuk melaksanakan Plan Tiga Tahun Organisasi dan Pendidikan. Pelaksanaan Plan ini tidak mungkin berhasil baik djika tidak dipadu dengan pekerdjaan massa.
Kawan2, kita tidak boleh lupa, bahwa pekerdjaan organisasi dan pendidikan Partai tidak mempunjai tudjuan lain daripada untuk memperbaiki pimpinan Partai terhadap massa guna meng- ubah imbangan kekuatan. Djuga tidak boleh lupa, bahwa hanja dengan kekuatan progresif jang besar, 'sebagai hasil dari pekerdjaan massa jang tekun, kekuatan tengah akan dapat ditarik kedalam front persatuan setjara ber-angsur2 dan kekuatan kepalabatu akan makin terisolasi. Djuga untuk pelaksanaan Konsepsi Presiden Su- karno 100% soal mengubah imbangan kekuatan adalah kuntjinja.
1. Massa Kaum Buruh
Dalam kesempatan ini marilah kita memeriksa dalam garis2 besarnja apa2 jang sudah dan jang harus dikerdjakan oleh Partai untuk pekerdjaan mengubah imbangan kekuatan.
Massa kaum buruh atau serikatburuh² pada saat sekarang meng- hadapi a.l. persoalan2 pensalahgunaan KDP, ontslagrecht, peratur- an upah terendah dan peraturan djaminan sosial. Dalam meng- hadapi berbagai soal ini persatuan kaum buruh mengalami kema- djuan2 penting dengan terbentuknja RKS (Rapat Kerdjasama) dan BKS (Badan Kerdjasama) serikatburuh2 dari kalangan kaum buruh negeri dan dari kalangan kaum buruh perusahaan² asing. (10)
Aktivis2 serikatburuh2 revolusioner pada umumnja sudah menjedari benar tentang pentingnja menggalang persatuan buruh dengan melewati aksi2, tetapi mereka masih mengalami banjak ke- sulitan dan harus terus dibantu oleh pimpinan Partai untuk meng- atasinja. Adalah penting sekali, bahwa pada waktu belakangan ini, dalam menggalang kerdjasama antara serikatburuh soal besar atau ketjilnja serikatburuh tidak dipersoalkan lagi. Semua serikatburuh, tidak pandang besar atau ketjil, asal mau bersatu maka dipersatu- kanlah untuk melaksanakan program bersama jang kongkrit.
Menurut pengalaman, ada kalanja suatu serikatburuh memang ketjil kalau dilihat dari 'djumlah anggotanja, tetapi politis rolnja idak bisa diabaikan, dan oleh karena itu penting untuk diadjak
njeue
bersatu didalam aksi². Dengan garis persatuan jang tepat ini, maka tiap2 usaha kaum pemetjahbelah pada pokoknja sudah dapat di- gagalkan dan persatuan kaum buruh mendjadi lebih kuat.
Djika beberapa waktu jang lalu penggunaan hak mogok pada umumnja asing bagi serikatburuh2 pegawai negeri jang tidak ter- gabung dalam SOBSI, maka sekarang, karena pengalaman² jang pahit berhubung tuntutan2 sosial-ekonomi tidak digubris oleh peme- rintah, penggunaan hak mogok tidak asing lagi bagi serikatburuh2 pegawai negeri diluar SOBSI. PGRI, misalnja, sudah mempunjai pengalaman melakukan aksi mogok, sedangkan SSKDN, SB Kem- pen, Persadja (11) dan lain2 sudah pernah mengadakan antjaman2 aksi. Semua ini adalah penting bagi peningkatan kesedaran kaum buruh.
Aksi2 mogok jang bersifat politik, misalnja dalam menjokong Mesir dan melawan Inggeris-Perantjis-Israel telah sangat mening- katkan kesedaran politik kaum buruh dan telah sangat membantu mempersatukan kaum buruh Indonesia serta meningkatkan kese- darannja. Demikian djuga aksi2 kaum buruh dalam melawan UU Darurat No. 16, aksi2 mengenai Irian Barat, aksi2 anti-subversif asing, aksi2 menggagalkan pertjobaan kudeta kolonel Simbolon di Sumatera Utara, pemogokan umum politik melawan kekuasaan kaum pemberontak separatis di Sumatera Selatan, antjaman aksi kaum buruh untuk mentjegah pembentukan kabinet kanan dan 'aksiz lain telah mempersatukan kaum buruh dan meningkatkan ke- sedaran politiknja. Dalam semua aksi ini dapat ditjiptakan front buruh jang luas dan persatuan kaum buruh dengan massa Rakjat lainnja.
Dalam menghadapi tugas2 sosial-ekonomi dan tugas2 politik kaum buruh di-waktu2 jang akan datang adalah sangat penting masalah mempertinggi pengertian dan kesedaran dengan djalan pendidikan, masalah peluasan organisasi kaum buruh keseluruh tanahair, masalah mengkordinasi lebih baik aksi2 kaum buruh, men- tjegah pensalahgunaan KDP, membela kebebasan hak2 serikatburuh2 perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai, memperkokoh persatuan pimpinan serikatburuh2 dengan organisasi2 basis dan dengan massa kaurn buruh. Di-masa2 jang akan datang, sesuai dengan keduduk- annja jang sudah agak kuat, klas buruh Indonesia harus meng-
ambil bagian jang lebih aktif dalam usaha memperkuat solidaritet klas buruh internasional, terutama solidaritet klas buruh Asia-Afrika.
2. Massa Kaum Tani
Dalam perdjuangannja untuk mendapatkan tanah garapan, kaum tani Indonesia sekarang harus berhadapan dengan perkebun- an2 asing, djawatan2 kehutanan dan dengan tuantanah2 bumi- putera.
Terhadap tanah2 perkebunan asing pada taraf sekarang kaum tani hanja menuntut agar dapat menggarap bagian2 tanah perke- bunan jang tidak dikerdjakan atau jang diterlantarkan. Ini adil, tidak hanja dilihat dari sudut bahwa kaum tani harus mempunjai tanah garapan, tetapi djuga dari sudut kebutuhan nasional untuk memperbesar produksi bahan makanan.
Mengenai tanah2 partikelir harus terus diperdjuangkan agar dibeli pemerintah dengan harga dan tjara pembajaran jang. di- tentukan oleh pemerintah, sesuai dengan kemampuan pemerintah. Tanah2 sawah dan ladang bekas tanah² partikelir supaja dibagikan kepada kaum tani tak-bertanah dan tani-miskin.
Mengenai tanah kehutanan kaum tani hanja menuntut supaja dapat menggarap tanah2 jang tidak diperlukan untuk kepentingan hidrologi dan jang tidak diperlukan oleh djawatan kehutanan untuk didjadikan tempat penanaman kaju expor. Kaum tani hanja menun- tut tanah² kehutanan jang memang bisa digarap oleh kaum tani. Kaum tani pada umumnja mengerti bahwa tanah2 jang benar2 diperlukan untuk hidrologi harus dihutankan. Mengenai tanah2 ke- hutanan jang sudah lama ditempati atau digarap oleh kaum tani, akan tetapi kemudian ternjata benar2 diperlukan untuk hidrologi, kaum tani bersedia meninggalkan tanah tersebut setelah ada keten- tuan tempat baru dan beaja pemindahan. Soal hidrologi adalah langsung mengenai kepentingan kaum tani, karena kaum tani sen- diri tidak menjukai terdjadinja tanah longsor dan bandjir. Menge- nai tanah² kehutanan jang benar2 diperlukan untuk ditanami dengan pohon² kaju expor, kaum tani hanja menuntut supaja selama pohon2 itu masih ketjil mereka diperholehkan menanam polowidjo di-sela2 pohon2 itu tanpa sjarat2 jang bersifat pemerasan dari fihak orang2
DiampM lu
tertentu dari djawatan kehutanan. Tuntutan ini tidak merugikan djawatan kehutanan, tetapi terang memberi penghidupan kepada kaum tani dan memperbesar produksi bahan makanan.
Tetapi tuntutan kaum tani jang sederhana dan langsung meng- untungkan kepentingan nasional karena memperbesar produksi bahan makanan, sering tidak dimengerti oleh pedjabat2 setempat dan sering menghadapkan kaum tani dengán alat² kekuasaan peme- rintah setempat, dan sampai2 djuga dengan pemerintah pusat. Karena oleh sebagian pembesar2 pemerintah tuntutan kaum tani jang adil itu tidak dimengerti, disámping memang ada pedjabat2 jang memusuhi kaum tani, maka atas usul Menteri Agraria (dari Partai Katolik Republik Indonesia) oleh pemerintah Ali Sastro- amidjojo kedua telah dikeluarkan Undang2 Darurat No. 1 tahun 1956 jang reaksioner. Menurut Undang2 Darurat jang reaksioner ini, semua pemakaian tanah perkebunan dan kehutanan dianggap pelanggaran hukum, dengan tidak mempertimbangkan bahwa kaum tani memang membutuhkan tanah garapan, bahwa tanah jang di- ambil oleh kaum tani memang dapat diberikan dan bahwa tam- bahnja garapan tanah kaum tani berarti memperbesar produksi. Adalah kewadjiban wakil2 Rakjat di Parlemen dan DPRD2, kewa- djiban gerakan massa Rakjat dan gerakan massa kaum tani chusus- nja untuk menuntut dibatalkannja Undang2 Darurat No. 1/1956 jang reaksioner ini dan menuntut diadakannja Undang2 Agraria jang demokratis.
Aksi2 kaum tani menuntut turunnja setoran dan bunga uang kepada tuantanah, serta aksi2 buruh tani menuntut kenaikan upah pada waktu2 belakangan ini sudah mulai agak meluas. Pada ting- kat permulaan, karena setoran dan bunga uang memang terla!i tinggi, fihak tuantanah sendiri di Djawa dan Sumatera sering ber- pendapat lebih baik meluluskan tuntutan kaum tani daripada ter- djadi ribut2 aksi". Tetapi ada tempat2 dimana tuantanah bersikap kepalabatu dan meminta bantuan alat negara untuk menekan kaum tani jang menuntut turunnia setoran dan bunga uang. Karena sa- ngat adilnja tuntutan kaun tani, tidak selamanja kaum tuantanah kepalabatu berhasil menggunakan aparat negara untuk menindas kaum tani.
Di-daerah2 luar Djawa dan Sumatera, dimana gerakan tani
belum begitu madju dan pengaruh tuantanah masih agak besar tcrhadap alat2 negara, kaum tuantanah masih sering berhasil meng- gunakan aparat negara untuk menindas kaum tani, seperti misai- nja di Sumba, Flores, Makale Rantepao (Sulawesi), dll. Dalam keadaan demikian kaum tani berlawan dengan sengit dan dalam perlawanan ini kaum tani mendapat pengalaman², kesedarannja meningkat dan organisasinja bertambah besar dan kuat. Dalam aksi2 melawan tuantanah organisasi kaum tani mendjadi besar dan dibadjakan!
Untuk mengachiri pemerintahan tunggal di-desa2, maka aksi2 kaum tani menuntut terbentuknja DPR dan Dewan Pemerintah Desa jang agak demokratis lewat pemilihan2 perlu dikembangkan, sebagai langkah penting untuk pembentukan pemerintah otonom tingkat III, jang Undang2nja harus terus diperdjuangkan oleh fraksi PKI didalam Parlemen.
Untuk mendjalankan tugas2 jang makin berat ini mendjadilah lebih penting lagi soal penjelidikan jang teliti mengenai hubungan2 agraria didesa, soal pendidikan politik dan organisasi untuk kader2 tani, soal mendidik banjak kader jang benar2 mengerti persoalan desa dan kaum tani, soal menemukan bentuk2 organisasi jang se- derhana dan bisa memobilisasi massa kaum tani jang luas setjara tjepat, soal meluaskan keanggotaan dan organisasi tani revolusioner, soal memperbaiki pimpinan sentral dari organisasi tani revolusioner, soal mengadakan konferensi2 regional bagi daerah2 jang mempunjai persamaan objek buat tukar menukar pengalaman mengenai aksi2 kaum tani.
Hendaknja tetap mendjadi pendirian segenap anggota Partai kita, bahwa tanpa bagian terbesar kaum tani ikutserta front per- satuan tidak mungkin kuat dan Partai tidak mempunjai sandaran jang bisa dipertjaja.
3. Massa Kaum Wanita
Kegiatan politik jang makin bertambah dari massa Rakjat telah menimbulkan kegiatan pula dalam gerakan massa wanita. Dalam aksi2 anti-kolonialisme dan aksi² membela perdamaian, walaupun belum tjukup banjak, kaum wanita tidak ketinggalan. Tetapi di-
Dialu
samping tuntutan² jang sering bersifat nasional dan umum, sebagai- mana djuga sektor² lain dari massa Rakjat, kaum wanita Indone- sia mempunjai tuntutan²nja sendiri, jang sebenarnja djuga tuntutan seluruh gerakan progresif dan demokratis.
Dalam waktu² belakangan ini massa kaum wanita giat menun- tut hapusnja PP 19 (12), menentang kawin paksa dalam hubungan dengan peristiwa Maisuri", menentang perbuatan mesum jang luarbiasa dari Attamimi, bekerdja dalam Badan Penjelesaian Per- selisihan Perkawinan dan Pertjeraian", bekerdja dalam berbagai lapangan sosial dan pendidikan, dan mempropagandakan serta memperdjuangkan adanja Undang2 Perkawinan jang demokratis.
Untuk melaksanakan tugas2nja seperti diatas adalah penting soal pendlidikan kader2 organisasi wanita, soal pemberantasan buta- huruf dikalangan wanita, soal menemukan bentuk2 organisasi jang sederhana dan militan, soal meluaskan organisasi wanita progresif keseluruh tanahair dan soal menggalang persatuan dikalangan orga- nisasi2 wanita tanpa memandang perbedaan kejakinan agama dan politik, tanpa memandang besar atau ketjilnja organisasi.
Untuk memperbaiki pekerdjaan Partai dikalangan kaum wanita diberbagai provinsi sudah dilaksanakan Konferensi2 Wanita Komu- nis dan dalam waktu jang tidak terlalu lama lagi akan dilangsung- kan Konferensi Nasional Wanita Komunis jang pertama.
4. Inteligensia, Massa Pemuda dan Peladjar
Dalam hubungan dengan pekerdjaan dikalangan inteligensia perlu dikemukakan, bahwa dilapangan kesenian, filsafat dan ilmu kita mentjatat beberapa kemadjuan. Djika 2 a 3 tahun jl. masih banjak di Indonesia ini penganut aliran ,,seni untuk seni", ,filsafat untuk filsafat" dan ilmu untuk ilmu" didalam segala variasinja, sekarang sudah sangat kurang djumlah orang jang menjangkal hubungannja antara kesenian, filsafat dan ilmu dengan kehidupan, dengan Rakjat. Bahkan, sekarang sudah ada pengakuan umum, bahwa kesenian, filsafat dan ilmu itu harus berguna bagi Rakjat. Pendeknja, azas kerakjatan, azas pengabdian kepada Rakjat, sudah mentjapai kemenangannja. Ini adalah berkat pekerdjaan jang tekun dari kader2 intelektuil dan pekerdja2 kebudajaan kita umumnja.
Partai mengharap, hendaknja pekerdja2 kebudajaan kita terus mendjundjung-tinggi azas kerakjatan ini, dan dengan tangkas dan djalan jang mejakinkan, menentang setiap azas jang merugikan Rakjat didalam kesenian, filsafat maupun ilmu. Kemenangan jang sudah ditjapai ini hendaknja mereka amalkan dala wudjud tjip- taan2 jang tinggi nilainja. Dalam hal ini mereka wadjib mendasar- kan diri pada perkembangan kesenian Rakjat, kebudajaan Rakjat umumnja, jang didalam perdjuangan kita achir2 ini membuktikan dajadjuangnja jang besar. Penggalian terhadap kesenian2 kuno kita agar dapat memilih dan mengembangkan kesenian2 jang berguna bagi Rakjat, harus lebih banjak dan lebih sungguh2 dikerdjakan olch seniman2 kita.
Sidang Pleno ke-IV CG mengkonstatasi tentang tetap setianja massa pemuda dan peladjar Indonesia pada tjita2 Revolusi Agustus 1945 dan tentang kegiatan para pemuda dan peladjar menentang perbuatan2 kaum komprador dan kaum koruptor. Periode sesudah Sidang Pleno ke-IV CC membenarkan konstatasi ini dan menun- djukkan perkembangan lebih djauh dari sifat² progresif para pemuda dan peladjar. Inilah keterangannja apa sebabnja golongan pemuda dan peladjar, tentu sadja terketjuali mereka jang sudah diratjuni oleh kaum reaksioner, termasuk golongan jang paling antusias me- njambut Konsepsi Presiden Sukarno, konsepsi jang memberi harap- an kepada mereka akan dapat membawa tanahair menempuh dja- lan baru, djalan persatuan nasional anti-kolonialisme, djalan demo- krasi dan perdamaian, dimana kaum komprador, kaum koruptor dan birokrat tidak bisa meradjalela lagi.
Walaupun sudah ada kemadjuan2 jang ditjapai oleh Partai dalam memimpin dan membantu para pemuda dan peladjar, baik dalam memperdjuangkan kepentingan ekonomi dan kulturil mereka, maupun dalam meningkatkan kesedaran politiknja, tetapi sangat terasa bahwa apa jang sudah dilakukan Partai masih djauh dari- pada tjukup.
Sjarat2 objektif jang baik jang terdapat didalam gerakan pemuda dan peladjar, terutama dalam masa naiknja gelombang semangat anti-kolonialisme, baik jang berbentuk gerakan anti-subversif asing, gerakan menjokong perdjuangan Aldjazair dan Mesir, menjokong Konsepsi Presiden Sukarno atau jang berbentuk apa sadja, belum
Dimanalu
dapat dipimpin, dikonsolidasi dan digunakan sepenuhnja untuk memperbesar kekuatan progresif. Pekerdjaan Partai dikalangan massa pemuda dan peladjar masih banjak jang harus diperbaiki, baik dipusat dan terutama di-daerah². Terutama dalam waktu2 kaum kontra-revolusioner mau memaksakan sistim fasisme, faktor pemuda dan peladjar adalah sangat penting dan menondjol.
Sering terdjadi bahwa anggota2 Comite Partai agak berat se- belah dalam mentjurahkan perhatiannja, jaitu hanja kepada kaum buruh dan tani, dan meremehkan pekerdjaan di-kalangan2 lain, termasuk kalangan pemuda dan peladjar. Mereka belum menarik peladjaran dari pengalaman revolusi2 di-negeri2 djadjahan dan setengah-djadjahan, dari pengalaman revolusi Indonesia sendiri, jaitu bahwa pemuda dan peladjar adalah faktor sangat penting dalam memenangkan revolusi.
Pekan Pemuda jang dilangsungkan di Surabaja pada awal Februari tahun ini adalah sangat penting bagi perkembangan gerakan pemuda dan peladjar kita. Peristiwa ini hendaklah men- djadi dorongan bagi Partai kita untuk bekerdja lebih baik dika- langan pemuda dan peladjar. Organisasi2 kern dan kerdjasama diantara organisasi2 pemuda, organisasi2 kepanduan, organisasi2 peladjar sekolah2 menengah, organisasi2 mahasiswa universitas2 dan akademi2 harus mendapat perhatian penuh ·dari Comite2 Partai. Sjarat2 objektif untuk perkembangan disemua lapangan ini adalah baik. Kaum sosialis kanan jang di-tahun² jang lampau boleh dikata- kan memegang,,monopoli" didalam gerakan peladjar dan mahasiswa. sudah terbukti tidak bisa mempertahankan kedudukannja, karena tidak mampu menundjukkan djalan jang benar, jang sesuai dengan perasaan, fikiran dan tuntutan para peladjar dan mahasiswa jang patriotik, demokratis dan tjinta perdamaian dunia.
Pemuda Rakjat, organisasi pemuda progresif jang organisatoris berdiri sendiri tetapi jang tanpa reserve menerima politik Partai untuk menjelesaikan semua tuntutan Revolusi Agustus sampai ke- akar²nja, harus setjara serius dibantu oleh Partai, terutama dalam soal2 pendidikan dan kesulitan2 praktis jang dihadapi oleh organi- sasi ini. Ada tanda2 bahwa hal ini belum tjukup disedari olch pemimpin2 Partai kita. Problim lain jang djuga sangat penting untuk dipetjahkan jalah problim kerdjasama Pemuda Rakjat de-
ngan organisasi² pemuda lain.
5. Massa Veteran
Salahsatu golongan massa Rakjat jang ratusan ribu djumlah- nja, tetapi jang masih kurang tjukup mendapat perhatian Partai jalah massa veteran, jaitu bekas pedjuang bersendjata. Padahal masalah veteran bukanlah masalah jang baru timbul, dan pula bukanlah masalah jang bisa selesai dalam waktu singkat. Sedjak pemerintah Hatta jang berkedudukan di Djokjakarta 'dulu melaku- kan massa-onslah besar²an terhadap pedjuang2 bersendjata tanpa lebih dahulu menjiapkan badan2 penampungan kaum veteran, masalah veteran sudah timbul. Sampai sekarang belum ada konsepsi resmi untuk memetjahkan masalah veteran setjara integral, walaupun pada achir2 ini memang usaha2 fihak jang berwadjib mengenai veteran mulai memperlihatkan hasil2 jang sedikit kongkrit.
Tuntutan2 kaum veteran pada waktu sekarang a.l. jalah untuk mendapatkan SKBT (Surat Keterangan Bekas Tentara); untuk mendapat hak memakai pakaian seragam dan pangkat terachir pada waktu upatjara2 nasional dan upatjara2 militer, hak men- dapat perawatan dengan tjuma² apabila mereka sakit dan hak bela- djar dengan tjuma2; untuk mendapat uang pemulihan, tundjang- an, pensiun dan onderstand; hak pensiun para penderita tjatjad supaja paling sedikit disamakan dengan hak pensiun bekas2 KNII.. Tuntutan2 ini adalah adil, dan pemerintah jang sedikit mempu- njai kemauan baik pantas memperhatikannja.
Akan tetapi, sampai kemana tuntutan para veteran jang adil itu akan diperhatikan oleh pemerintah, terutama bergantung pada perdjuangan dan persatuan kaum veteran. Oleh karena itulah, sedjak semula politik Partai kita jalah menjederhanakan atau mem- perketjil djumlah organisasi2 veteran, selama fusi belum mungkin. Kaum veteran jang tidak bersatu akan mudah dipermainkan oleh kaum avonturir politik, oleh kaum koruptor dan pendjahat² lain- nja. Demi persatuan kaum veteran ini, Partai kita menjambut dengan gembira kongres organisasi2 veteran tahun 1951 jang telah berhasil memfusikan 149 organisasi2 veteran sentral dan lokal dengan melahirkan Perbepbsi (Persatuan Bekas Pedjuang Bersen-
imalu
¿jata Seluruh Indonesia). Tetapi dengan fusi ini belum berarti semua organisasi veteran sudah dilebur. Haruslah disambut baik sukses jang ditjapai oleh Kongres Veteran Seluruh Indonesiá pada achir Desember tahun jang lalu, jang melahirkan Legiun Veteran Republik Indonesia", Dengan adanja Legiun Veteran" ini ber- artilah lebih sempurna alat kaum veteran untuk memperdjuang- kan tuntutan²nja, dan tidak begitu mudah lagi mereka diperalat oleh kaum aventurir politik, oleh kaum koruptor dan pendjahat2 lainnja.
Masalah veteran akan tetap mendjadi masalah selama masih ada tentara tetap. Pradjurit jang sekarang masih dalam dinas pada waktunja akan mendjadi veteran, Oleh karena itu adalah keliru sekali djika soal veteran tidak mendapat perhatian jang pantas dari fihak jang berwadjib, dari pemuka2 masjarakat, dari kaum Komu- nis.
Kewadjiban Partai kita memimpin massa tidak hanja terbatas pada memimpin massa kaum buruh, kaum tani, wanita, pemuda, peladjar dan veteran. Masih banjak lagi sektor2 lain, seperti kaum seniman, kaum pedagang ketjil, massa miskin kota, kaum nelajan, kaum tukang keradjinan tangan dsb. jang harus dibantu dan di- pimpin oleh Partai dalam perdjuangannja se-hari² untuk mendapat- kan hak2 ekonomi, politik dan kulturilnja. Djuga untuk golongan anggota aparat negara, termasuk untuk pradjurit2 Angkatan Perang, harus lebih banjak perhatian mengenai perbaikan nasib mereka dan agar mereka tetap setia pada Revolusi Agustus 1945, tetap ber- sikap patriotik, demokratis dan anti-kolonialisme. Kedudukan Partai didalam Parlemen harus digunakan se-baik2nja untuk ini.
Semua aparat Partai, baik jang ada didalam organisasi massa, maupun jang ada di Parlemen, DPRD2 dan dimana sadja harus digerakkan untuk mengembangkan pekerdjaan massa dari Partai. Tidak boleh ada satu golongan dari Rakjat jang tidak mendapat jurahan perhatian dari Partai. Inilah sjarat untuk mengubah im- bangan kekuatan jang ada, sjarat untuk pelaksanaan Konsepsi Pre- siden Sukarno 100%, sjarat untuk terbentuknja Kabinet Gotong- rojong dan pemerintah2 daerah jang demokratis.
Plan Tiga Tahun Pertama Mengenai Organisasi Dan Pendidikan
Kawan², soal memperbaiki pimpinan Partai terhadap massa tidak bisa dipisahkan dari sóal memperbaiki Partai sendiri, soal mengkonsolidasi Partai dilapangan ideologi, politik dan organisasi, soal mendjadikan Partai kita Partai jang tersebar merata diselurul negeri dan jang mempunjai karakter massa jang luas. Semua ang- gota harus mengambil bagian dalam membangun Partai jang demi- kian ini.
Putusan Sidang Pleno ke-IV CC tentang Plan Tiga Tahun Pertama Mengenai Organisasi dan Pendidikan sangat membantu dalam membangun Partai jang demikian itu. Adanja plan jang harus dilaksanakan dalam djangka jang agak pandjang, seperti Plan Tiga Tahun kita ini, merupakan pengalaman baru bagi Par- tai kita, dan ternjata pengalaman jang sangat menggembirakan dan sangat baik. Adanja plan ini memberi didikan kepada kader2 Par- tai supaja tidak hanja pandai bekerdja dengan plan2 jang pendek, seperti jang sudah biasa kita lakukan, tetapi djuga bisa dan harus bisa bekerdja dengan plan jang agak pandjang. Plan jang agak pandjang membawa kader2 Partai melihat agak djauh kedepan dalam hubungan dengan perkembangan Partainja, dimana mereka sendiri mengambil bagian dalam memimpin perkembangan itu se- hari2 menudju sasaran plan. Plan Tiga Tahun meliputi banjak soal, dengan titikberat soal2 organisasi dan pendidikan. Plan ini mendidik kader2 Partai bekerdja banjak segi sekaligus dalam djang- ka waktu jang tertentu, jang setjara ber-angsur2 akan membikin mereka tidak berat sebelah lagi dalam mengerdjakan tugas² Partai, akan mendidik mereka supaja tidak bingung djika harus menger- djakan banjak ragam pekerdjaan sekaligus.
Plan Tiga Tahun kita belum lagi berdjalan satu tahun dan kita belum menarik kesimpulan2 mengenai hasil2 plan ini setjara nasio- nal. Jang sudah kita lakukan jalah mengadakan pemeriksaan ter- hadap tjara2 pelaksanaan plan dengan mengadakan diskusi2 jang mendalam dengan hampir semua Comite Partai jang langsung di-
Dmolu
bawah pimpinan Comite Central. Pemeriksaan terhadap tjara2 pelaksanaan plan pada tingkat permulaan pelaksanaan adalah sa- ngat penting artinja agar pengalaman2 jang baik pada permulaan pelaksanaan disesuatu daerah segera dapat disimpulkan untuk di- ratakan keseluruh Partai, sebaliknja kekeliruan2 disesuatu daerah pada awal pelaksanaan segera dapat diperbaiki sehingga kekeliruan2 tersebut tidak perlu diulangi oleh daerah2 lain.
Adanja Plan Tiga Tahun disambut dengan gembira dan antu- sias oleh para anggota dan tjalonanggota Partai jang sudah men- dapat pendjelasan tentang plan ini, terutama- oleh kader2 Partai jang bertanggungdjawab memimpin Comite2 Partai. Dengan ada- nja plan nasional ini seluruh Partai kita sampai kesatuan2 jang terketjil berusaha menjesuaikan diri dengan plan sentral ini, masing2 berusaha membikin plan untuk kesatuannja sendiri dalam rangka plan nasional. Semua mempunjai kejakinan, bahwa pelaksanaan plan ini berarti akan bertambah besarnja kewibawaan dan ber- tambah tingginja martabat Partai, jang djuga berarti kewibawaan dan martabat daripada Rakjat Indonesia.
Pada umumnja Comite2 sudah mampu memperintji plan nasio- nal menurut pembagian kewadjiban dan kemampuan daerah ma- sing2. Umumnja plan sudah diperintji sampai ke Comite Subseksi, dan ada djuga jang sudah sampai ke Comite Resort. Dengan ini berarti bahwà CSS2 dan CR2 jang bersangkutan sudah mempunjai plan chususnja sendiri dalam rangka pelaksanaan plan nasional. Comite² Daerah Besar dan Comite² Pulau sudah mempunjai antjer2 apa jang harus ditjapai untuk djangka waktu tiga tahun, CS2 dan CSS2 pada umumnja sudah memerintji plan daerah besar atau plan pulau lebih djauh, sehingga mereka sudah mempunjai antjer2 apa jang harus ditjapai dalam 6 bulan atau tiga bulan dalam hubung- an melaksanakan seluruh plan. Disana-sini ada tanda2 bahwa se- mentara Comite maših subjektif dalam membikin plan, umumnja plan terlalu besar, diluar kemampuan, disamping ada djuga jang terlalu ketjil.
Plan jang terlalu besar, jang pelaksanaannja diluar kemampuan, berakibat pekerdjaan dikerdjakan dalam suasana ter-buru2, dalam suasana dikedjar hantu", sehingga pekerdjaan dilakukan setjara tjeroboh dan tidak intensif. Djika suasana dikedjar hantu" ini
sudah ada sedjak permulaan pelaksanaan plan, maka sudah terang akan banjak kesalahan2 jang dibikin, Dengan demikian waktu2 kemudian akan banjak dipakai untuk mengoreksi kesalahan2 jang dibikin, dan akibatnja sudah terang bahwa plan tidak akan dapat dipenuhi. Dalam melaksanakan tiap2 plan soal awalan (start) ada- lah sangat penting. Awalan jang benar jang berdasarkan hasil dis- kusi jang mendalam dan matang, dengan sudah memperhitungkan kemampuan para kader bawahan dan massa anggota, dengan di- sertai kepertjajaan penuh pada daja kreatif Rakjat, berartilah bahwa bagian terpenting dari plan sudah dilaksanakan. Bekerdja dengan plan bukanlah berarti bekerdja untuk mentjapai hal2 jang adjaib, jang tidak mungkin ditjapai. Plan adalah pembantu untuk men- tjapai sesuatu jang memang mungkin ditjapai dengan bekerdja setjara teratur.
Ada Comite² jang bekerdja dalam suasana dikedjar hantu", jang dalam masa belum sampai waktunja sudah dua kali melak- sanakan Sekolah Partai, tetapi kedua kali angkatan ini boleh di- katakan gagal. Ini tidak berarti bahwa samasekali tidak ada guna- nja. Formilnja Comite ini sudah berbuat lebih daripada plan, jaitu dua kali angkatan Sekolah Partai dalam tempo jang kurang dari jang sudah ditentukan. Tetapi dalam kenjataannja, Comite ini tidak memenuhi djatah jang harus ditjapainja dalam tempo jang sudah ditentukan. Kita bukan formalis, oleh karena itu kita berpegang pada kenjataan, pada hasil jang sesungguhnja. Comite tersebut sudah tertinggal dalam melaksanakan salahsatu bagian daripada plannja. Tidak hanja itu, Comite ini harus bekerdja keras untuk mengoreksi akibat2 kesalahannja. Comite ini harus menanggung akibat jang djelek terhadap siswa2 lepasan Sekolah Partai jang ter- lalu di-paksa2kan ini, misalnja/ bahwa peladjaran jang didapat tidak mendarah-daging, padahal mereka sudah merasa lepasan Se- kolah Partai; misalnja bahwa mereka merasa tjemas beladjar Marx- isme-Leninisme karena menurut pengalaman mereka dalam Sekolah Partai jang di-paksa2kan itu beladjar Marxisme-Leninisme adalah sangat sukar; misalnja bahwa mereka djuga mengadakan tekanan² kebawah dalam melaksanakan plan jang pelaksanaannja berada dibawah pimpinannja. Sebaliknja, djika plan terlalu ketjil, maka berkuasalah suasana tidak ada apa2" sehingga akibatnja tidak
menimbulkan , suasaná sibuk dan tekun bekerdja" didalam Partai, tidak menimbulkan kegairahan dan daja mobilisasi. Djadi, harus sungguh2 diperhatikan soal awalan dalam pelaksanaan plan,/harus bebas dari suasana dikedjar hantu", harus bebas dari suasana tidak ada apa2", dan hafus ditjiptakan , suasana sibuk dan tekun bekerdja".
Dalam hubungan dengan pelaksanaán plan bukan djarang ter- djadi; bahwa djika Comite2 sedang menghadapi pekerdjaan pen- ting jang datangnja mendadak, plan terlupakan, tersisihkan untuk sementara waktu dan baru teringat kembali sesudah pekerdjaan mendadak itu selesai. Pelaksanaan plan jang ter-putus2 ini sudah tentu tidak dapat dibenarkan, karena pasti akan gagal. Pekerdjaan2 mendadak diluar plan, tetapi penting untuk dilaksanakan agar Par- tai dapat memimpin perkembangan situasi, pasti akan sering ter- djadi. Oleh karena itu semua Comite Partai harus mendjaga agar pelaksanaan plan tidak ter-putus2. Terutama Departemen Organi- sasi CC dan Bagian² Organisasi Comite2 bawahan harus memberi perhatian chusus dalam hal ini.
Dalam hubungan dengan pelaksanaan plan organisasi adalah sangat penting soal pentjurahan perhatian kepada penggrupan ang- gota2 dan tjalonanggota2, kepada penggrupan wanita2 Komunis dan peningkatan tjalonanggota mendjadi anggota. Dalam penggrupan anggota2 perhatian jang besar harus diberikan kepada CR2, agar CR2 mampu berdiri sendiri sebagai badan pimpinan. Harus ada pedoman2 praktis untuk menghidupkan grup, misalnja pedoman jang memuat tentang tjara memilih kepala grup, tentang grup wanita dan grup tjampuran, tentang peningkatan tjalonanggota mendjadi anggota, tentang ketentuan kader2 atasan menghadiri dis- kusi2 grup, tentang perlunja ada instruksi2 dan tjontoh2 praktis dari Conite2 atasan mengenai pekerdjaan jang harus dilakukan, tentang atjara2 diskusi grup jang dapat menarik perhatian anggota2 (umpa- manja tentang salahsatu tulisan didalam koran Partai, tentang si- tuasi). Grup2 harus mengambil bagian dalam aksi2 massa ditem- patnja dan lambatlaun harus ditingkatkan sehingga mampu meng- ambil inisiatif untuk menggerakkan massa dilingkungannja.
Berkat plan organisasi penggrupan anggota2 umumnja sudah berdjalan, walaupun belum merata benar. Sudah disedari oleh
kader2 Partai, bahwa sukses atau tidaknja pekerdjaan dilapangan organisasi banjak bergantung pada soal penggrupan. Pengalaman di-daerah2 dimana berkuasa teror putih, seperti di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan, rol grup adalah sangat penting, disamping bahwa di-daerah2 teror putih ini pekerdjaan organisasi dari Partai harus benar² disesuaikan dengan keadaan setempat.
Dari beberapa laporan dapat diketahui bahwa pernah ada ke- salahan jang serius dalam penggrupan, jaitu jang dilakukan hanja dari belakang medja. Nama2 anggota2 didaerah Resort dikumpu!- kan oleh Comite Resort, di-bagi2 menurut apa jang dikiranja baik dan sesudah selesai pembagian dari belakang medja itu maka di- anggap selesailah penggrupan, dan sampailah waktunja untuk di- laporkan kepada Comite atasan. Kawan² jang bekerdja sematjam ini, jaitu kawan2 formalis ini, samasekali tidak mengorganisasi ang- gota2 Partai. Sebaliknja, mereka membikin ketjewa massa anggota jang ditelántarkan pengorganisasiannja sehingga tidak mungkin ter- pimpin, dan mereka telah berbuat memberikan laporan jang tidak benar kepada Comite2 atasan. Djika masih ada ,organisator2 me- dja" demikian ini hendaklah segera diachiri.
Dalam Plan Organisasi termasuk djuga soal menggiatkan pema- sukan uang iuran dari anggota dan tjalonanggota kepada Comite jang bersangkutan, dan penjetoran iuran jang diterima kepada CSS2, dan oleh CSS2 langsung dikirimkan ke CDB2 dan ke CC, sesuai dengan ketentuan² pembagian. Plan ini sudah mulai berdja- lan, tetapi masih sangat belum merata. Pengertian bahwa sumber keuangan Partai jang utama adalah dari anggota2, masih harus lebih banjak ditanamkan. Umumnja, djika grup sudah benar2 hidup, pemasukan iuran dan sokongan2 sukarela atau sokongan2 wadjib tidak mengalami kesukaran. Apa jang sudah kita mulai ketika kampanje pengumpulan uang untuk dana pemilihan Parle- men jang pertama, jaitu apa jang kita namakan pohon Partai", kebun Partai", ajam Partai", kambing Partai", dsb. harus di- teruskan dan diluaskan sehingga lambatlaun mendjadi tradisi di- dalam Partai kita. Ini tidak hanja merupakan sumber keuangan bagi Partai, tetapi djuga membantu dalam menebalkan semangat Partai, tidak hanja bagi anggota jang bersangkutan, tetapi djuga bagi orang2 disekitarnja, terutama keluarganja.
Dima aaps alu
Pada waktu belakangan ini kita sangat djarang dan tidak ter- atur mengorganisasi kompetisi2 untuk memperbesar prestasi kerdja Partai. Dalam hubungan dengan pelaksanaan Plan Tiga Tahun, kompetisi² harus kita adakan lagi, kompetisi² antara daerah dengan daerah, antara kesatuan dengan kesatuan dan antara anggota de- ngan anggota.
Kawan2, dalam Sidang2 Pleno CC kita jang sudah2 kita telah menekankan tentang pentingnja pimpinan kolektif kalau kita mau imendapat sukses dalam pekerdjaan kita. Pada umumnja Comite2 Partai kita sudah menjelenggarakan pimpinan kolektif. Dalam me- njelenggarakan pimpinan kolektifnja anggota2 Comite telah melaku- kan diskusi² jang kritis, telah melakukan kritik dan selfkritik. Mereka sudah mengutjapkan selamat datang" pada tiap2 kritik, kritik dan selfkritik sudah tidak lagi mendjadi ,barang musiman" dan kritik sudah mengenai sasarannja jang terpenting, jaitu pekerdjaan ma- sing2 anggota kolektif dan pekerdjaan pimpinan kolektif sebagai kesatuan. Pendeknja, Comite2 pada umumnja sudah bekerdja me- nurut apa jang kita andjurkan. Tetapi kenapa pimpinan2 kolektif itu masih ada jang membikin kesalahan2 jang serius dalam me- mimpin pelaksanaan Plan Tiga Tahun? Djika kita selidiki, maka akan kita ketahui bahwa pimpinan kolektif jang membikin kesalah- an serius itu adalah pimpinan kolektif jang subjektif, jang tidak realis dan tidak berdasarkan garis massa. Dalam mereka menetap- kan djatah untuk Plan daerahnja mereka memang sibuk mengada- kan diskusi2, sibuk mengadakan ber-matjam2 rapat. Tetapi dalam diskusi2 mereka tidak memperhitungkan atau sangat kurang mem- perhitungkan fikiran2 dan kemampuan2 daripada kader2 bawahan dan daripada massa anggota. Padahal, bukankah kader2 bawahan dan massa anggota ini jang langsung akan mendjadi pelaksana Plan? Makaitu tidaklah salah djika kita namakan bahwa pimpinan kolektif kawan2 itu adalah subjektif, adalah tidak realis. Djadi, untuk suksesnja Plan dan untuk suksesnja semua pekerdjaan massa daripada Partai, pimpinan kolektif dan garis massa tidak boleh di-pisah2kan, harus dihubungkan setjara erat sehingga mendjadi perpaduan jang laras. Inilah pimpinan kolektif jang objektif dan realis, pimpinan kolektif jang sempurna dan kuat, jang kemampu- an dan kewibawaannja akan terus meningkat.
Demikian beberapa kesimpulan mengenai pelaksanaan bagian organisasi dari Plan Tiga Tahun Pertama.-Pokoknja, plan ini sudah mulai dilaksanakan sebagaimana jang kita inginkan, dengan disana- sini ada pengalaman2 istimewa jang harus dikembangkan, ada ke- salahan2 jang harus diperbaiki dan ada saran2 bařu agar pelak- sanaan selandjutnja lebih baik.
Dalam hubungan dengan pelaksanaan bagian pendidikan dari Plan Tiga Tahun Pertama, kita perlu ber-kaliz lagi menekankan, bahwa pelaksanaan plan ini harus sesuai dengan keputusan Sidang Pleno ke-IV CC. Oleh karena itu harus sungguh2 dipeladjari do- kumen2 Sidang Pleno ke-IV CC, terutama jang berhubungan de- ngan soal pendidikan. Saja kemukakan hal ini, kawan², karena saja mempunjai kesan bahwa hal ini belum tjukup difahamkan, dan kesan ini saja dapat dari kenjataan2 bahwa masih àda kawan². kita jang bertanggungdjawab dengan mudah sadja mengubah tanpa alasan jang kuat ketentuan2 jang diputuskan Sidang Pleno ke-IV CC itu mengenai pendidikan, misalnja ketentuan tentang urutan matapeladjaran untuk Sekolah2 Partai dan Kursus2 Partai, tjara2 menjelenggarakan Sekolah dan Kursus Partai, tjara mengadjar, tjara beladjar dan sebagainja. Djadi, walaupun sudah ada plan dan kawan2 jang bersangkutan mengatakan bahwa mereka melak- sanakan plan pendidikan, tetapi pada hakekatnja mereka bekerdja seperti waktu2 sebelum ada plan. Baiknja, setelah didiskusikan dengan kawan2 jang bersangkutan, segera kawan2 tersebut menge- tahui kesalahan²nja dan kembalilah mereka kepada keputusan Si- dang Pleno ke-IV CC dan kepada plan jang sesungguhnja.
Kawan², soal pendidikan didalam Partai boleh dikatakan sama tuanja dengan umur Partai kita sendiri. Sedjak Partai kita berdiri sudah ada pendidikan didalam Partai. Tetapi pendidikan jang per- nah ada itu tidak tjotjok dengan kebutuhan Partai kita, baik untuk waktu dulu dan apalagi djika sistim pendidikan itu kita pakai untuk waktu sekarang. Djadi, soalnja sekarang bukannja mengadakan pendidikan didalam Partai, tetapi mengadakan pendidikan jang isi dan sistimnja jang tjotjok, jang sesuai dengan kebenaran, kemam- puan dan kebutuhan Partai kita sekarang. Kita harus mensistima- tiskan pendidikan Partai kita agar tertjapai apa jang mendjadi tudjuan kita dengan pendidikan, jaitu supaja pendidikan merupa-
kan persiapan ideologis, agar tugas2 Partai dapat dilaksanakan dengan baik, dengan tanpa rintangan2 ideologi.
Dalam Laporan Umum jang disahkan oleh Sidang Pleno ke-IV CC mengenai pendidikan antara lain dikatakan, bahwa pendidik- an didalam Partai harus dipandang sebagai persiapan ideologis dan sebagai usaha untuk menghilangkan rintangan2 ideologis agar tugas Partai dapat dilaksanakan dengan baik". Djika kawan2 kita ingat akan peringatan ini, maka tidak akan mudah kawan2 kita meng- ambil langkah, misalnja untuk lebih dulu mengadjarkan tentang Pembangunan Partai kepada grup2 mahasiswa Komunis dan kemu- dian menugaskan mahasiswa2 ini mengadjar tentang Pembangunan Partai kepada kader2 bawahan dari Partai, tanpa terlebih dulu memberi peladjaran kepada mereka tentang Sedjarah Perkembang- an Masjarakat dan tentang Soal2 Pokok Revolusi Indonesia. Ini logis, karena bagaimana kawan2 mahasiswa itu akan sungguh2 mejakini tentang pentingnja Pembangunan Partai, djika mereka belum diberi kejakinan bahwa revolusi pada umumnja adalah satu keharusan, adalah sesuatu jang logis, bahwa revolusi Indonesia ada- lah djuga suatu keharusan, djuga sesuatu jang logis, dan djika mereka belum mengetahui tentang taktik dan perspektif daripada revolusi Indonesia? Untuk mengetahui dan mejakini logika dari revolusi pada umumnja, logika dari revolusi Indonesia pada chu- susnja, mereka harus diberi peladjaran tentang Sedjarah Perkem- bangan Masjarakat, sedangkan untuk mengetahui taktik2 dan per- spektif dari revolusi Indonesia mereka harus diberi peladjaran ten- tang Soal2 Pokok Revolusi Indonesia. Malahan akan lebih baik lagi kalau mereka djuga terlebih dulu diberi peladjaran tentang Front Persatuan Nasional, jaitu peladjaran tentang taktik Partai jang ter- penting sekarang, sebelum mereka mendapat peladjaran dan diberi tugas untuk mengadjar tentang Pembangunan Partai. Ini hanja sebagai tjontoh sadja, untuk menundjukkan betapa pentingnja kita memegang teguh urutan dari matapeladjaran untuk Sekolah Par- tai, Kursus Partai dan Sekolah Politik.
Walaupun disana-sini terdapat kesalahan² besar atau ketjil dalam tjara2 melaksanakan Plan Pendidikan, tetapi laporan2 dari hampir semua Comite Daerah Besar dan Comite Pulau menun- djukkan bahwa ada gelombang naik dalam semangat beladjar dan
kegiatan beladjar didalam Partai sesudah Plan Pendidikan mulai dilaksanakan. Plan Pendidikan telah membuka halaman Paru dalam sedjarah Partai kita. Sudah sedjak sekarang dapat kita bajangkan bahwa pelaksanaan jang baik dari Plan Pendidikan akan menda- tangkan pengaruh jang luarbiasa pada perkembangan Partai kita, pada usaha membulatkan fikiran didalam Partai kita, pada politik Partai dan tjara bekerdja Partai. Semuanja ini akan rriendatang- kan sukses² baru bagi Partai dan bagi Rakjat Indonesia dalam per- djuangan untuk melaksanakan Konsepsi Presiden SukarnO sepenuh- nja dan selandjutnja dalam perdjuangan untuk menjelesaikan tun- tutan2 Revolusi Agustus-1945 sampai ke-akar²nja.
Plan Pendidikan tidak. hanja akan memperkuat ideoIogi Partai, tidak hanja akan memperbaiki pekerdjaan politik dan organisasi Partai, pendeknja tidak hanja akan dapat memenuhi kebutuhan² praktis dari Partai pada waktu sekarang, tetapi djuga membikin makin berpadunja teori Marxisme-Leninisme dengan praktek revo- lusi Indonesia. Perpaduan antara Marxisme-Leninisme der1gan prak- tek revolusi Indonesia akan merupakan sumber jang melahirkan ahli² teori dan ahli pendidik jang baik dari Partai kita. Ini merupa- kan faktor jang penting dalam usaha menjempurnakan Partai kita.
Pada umumnja perhatian pada pendidikan untuk kader2 tinggi dan kader² menengah dari Partai sudah agak tjukup. Tetapi pada penjelenggaraan pendidikan untuk massa anggota dan tjalonang- gota, djadi pada penjelenggaraan Sekolah Politik, masih djauh dari- pada tjukup. Massa anggota dan tjalonanggota masih banjak jang merasa belum dipenuhi keinginannja dalam soal pendidikan, pada- hal hasrat untuk mendapat pendidikan dari Partai adalah sangat besar dikalangan massa anggota dan tjalonanggota. Oleh karena itu, disamping meneruskan dan menjempurnakan pendidikan untuk kader2 tinggi dan kader2 menengah dari Partai, di-waktu² jang akan datang harus dipentingkan soal mendidik seluruh anggota dan tjalonanggota Partai. Terbitnja buku Tuntunan Untuk Pemberan- tasan Butahuruf serta Obor Pemberantasan Butahuruf jang ditulis olch sebuah komisi jang dibentuk oleh Sidang Pleno ke-IV CC adalah sangat penting artinja bagi usaha raksasa mendidik massa tjalonanggota jang butahuruf, jang djumlahnja tidak sedikit. Buku ini djuga penting untuk memperbesar kegiatan Partai memberantas
Dimpamaps lu
butahuruf dikalangan massa luar Partai.
Demikian beberapa kesimpulan. tentang Plan Tiga Tahun Per- tama mengenai Organisasi dan Pendidikan. Pokoknja, Plan ini sangat berguna bagi Partai kita, bagi perluasan dan pendalaman pertumbuhannja.
Kawan2, dengan Partai jang makin meluas dan makin ditjintai oleh massa Rakjat karena politiknja jang tepat dan karena ama!- nja kepada Rakjat, dengan kader2 jang terdidik tentang prinsip² fundamentil Marxisme-Leninisme, tentang pendirian klas buruh, tentang pandangan dan metode klas buruh, kita jakin bahwa Par- tai kita akan mampu bekerdja dengan baik untuk Rakjat dan tanahair, untuk perdamaian dan kemanusiaan. Dengan adanja Par- tai jang demikian di-tengah2 Rakjat Indonesia jang besar dan heroik, kita jakin bahwa Konsepsi Presiden Sukarno jang sekarang belum dilaksanakan sepenuhnja, pada waktunja ia pasti akan dapat dilaksanakan, sebagai lompatan jang besar dalam perdjuangan untuk menjelesaikan tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 sampai ke- akar²nja.
Marilah terus kita perkuat persatuan didalam Partai kit. se- suatu jang selama ini dan jang seterusnja akan mendjadi kebang- gaan kita semua, sjarat untuk makin teguhnja persatuan klas buruh, persatuan massa Rakjat pekerdja, persatuan seluruh Rakjat dan persatuan seluruh nasion Indonesia. Persatuan inilah sendjata kita jang ampuh untuk mengubah imbangan kekuatan masjarakat se- bagai sjarat jang tidak boleh tidak untuk pelaksanaan Konsepsi Pre- siden Sukarno, djembatan emas untuk penjelesaian tuntutan2 Revo- lusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nja, untuk haridepan jangbih baik dan lebih indah bagi Rakjat dan tanahair Indonesia. Zaman bersama kita!
Tulisan Masjarakat Indoncsia dan Revolusi Indonesia, jaitu tulisan tentang pengenalan diri" Indonesia, jang disusun oleh Kawan D.N. Aidit, telah disahkan oleh Sidang Pleno ke-V CC PKI, bulan Djuli 1957, se- bagai diktat mengenai ,Soal2 Pokok Revolusi Indonesia" dan merupa- kan bahan peladjaran bagi Sekolah2 Partai.
Tulisan ini tidak hanja memberi pengetahuan dan pengertian jang benar dan lebih mendalam tentang Indonesia dan masjarakat Indonesia, tetapi djuga kedjelasan tentang masalah2 jang penting dan pokok dari revolusi Indonesia, kechususan2 revolusi Indonesia serta perspektifnja. Ia merupakan sendjata ditangan kader PKI dan semua kaum revolusioner Indonesia untuk memahami masalah2 strategi dan taktik2 pokok dari revolusi Indonesia.
nieue
MASJARAKAT INDONESIA DAN REVO- LUSI INDONESIA
Kongres Nasional Ke-V Partai Komunis Indonesia (PKI) jang dilangsungkan dalam bulan Maret 1954 sudah memberi djawaban mengenai semua masalah penting dan pokok dari revolusi Indo- nesia. Tetapi sampai sekarang masih banjak anggota Partai jang belum mengetahui dengan djelas apa jang dimaksudkan dengan ,masalah2 penting dan pokok dari revolusi Indonesia".
Soal2 pokok revolusi kita penting diketahuj. Mengetahui soal2 pokok revolusi Indonesia berarti mengetahui sasaran2 dan tugas2 revolusi Indonesia, kekuatan2 jang mendorongnja, karakternja dan perspektifnja. Untuk mengetahui soal2 pokok revolusi Indonesia, per-tama2 kita harus mengetahui masjarakat Indonesia.
BABI
INDONESIA DAN MASJARAKATNJA
Fasal 1
Kedudukan Geografis Indonesia
Indonesia adalah negeri kepulauan jang terdiri dari ribuan buah pulau ketjil dan besar, dan meliputi daerah daratan seluas hampir dua djuta km2 (luasnja Indonesia kira2 57 Nederland, 5 × Djepang, 31/½2 × Perantjis, 2 × Pakistan). Pulau2 jang pokok ada 5 buah, jaitu Djawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Barat. Djarak antara udjung Indonesia jang paling Timur sampai udjung jang paling Barat kira2 sama dengan djarak antara pantai Timur dan pantai Barat Amerika Serikat, atau kira2 sama dengan djarak antara Kaukasus dan Inggeris.
Indonesia dikelilingi oleh tiga lautan besar, jaitu samudera Pasi-
fik, sámudera India dan lautan Tiongkok Selatan. Ia merupakan djembatan antara benua Asia dan benua-Australia. Dari kenjataan² ini mudah difahamkan mengapa Indonesia sedjak ribuan tahun jang lalu sampai sekarang memegang peranan jang penting dalam lalulintas dunia, dalam ekonomi dan dalam politik dunia.
Sebagai negeri katulistiwa (equator), iklim Indonesia adalah tropik. Temperatur (suhu) Indonesia rata2 26 deradjat Celsius (Djakarta rata2 26,4, Bandung 22,6, Semarang 26,9, Ambon 27,2 deradjat C). Sebagai negeri ·tropik di Indonesia hanja ada dua musim, jaitu musim kemarau dari bulan Maret sampai bulan Sep- tember, dan musim hudjan dari bulan September sampai bulan Maret. Turunnja hudjan tidak sama banjaknja, disatu daerah lebih banjak dari daerah jang lain.
Pulau2 Indonesia tanahnja sangat subur. Pulau Djawa termasuk jang paling subur didunia. Oleh karena itu sudah sedjak zaman dahulukala perladangan dan persawahan banjak dilakukan. Gunung dan bukit, lembah dan ngarai, sungai dan airterdjun banjak ter- dapat di Indonesia. Didalam bumi Indonesia terdapat banjak ma- tjam pelikan. Didalam lautan Indonesia terdapat banjak kekajaan. Ditanah jang subur dan kaja ini, jang lalulintasnja dipermudah oleh lautan2 dan sungai2, nenekmojang bangsa Indonesia berkem- bang biak.
Indonesia termasuk salahsatu negeri jang besar, dilihat dari sudut luas negerinja, maupun dilihat dari sudut besarnja djumlah penduduk. Sebagai negeri jang kaja dan sebagai negeri kepulauan jang menghubungkan 2 benua serta dilingkungi oleh 3 lautan besar, maka ada hal2 jang menguntungkan dan jang merugikan Indone- sia sekarang.
Indonesia diuntungkan oleh kedudukan geografisnja, karena indonesia tidak mungkin terisolasi dari dunia ramai. Indonesia mempunjai sjarat2 untuk sepandjang masa mendjadi negeri jang ramai dikundjungi orang. Indonesia mempunjai sjarat2 jang tidak terbatas untuk mempunjai perhubungan laut jang luas didalam- negeri dan dengan luarnegeri.
Tetapi difihak lain, djika Indonesia sendiri bukan negeri jang kuat, adalah sangat sulit mentjegah desakan² dari kaum penjerang jang sangat berkepentingan untuk menguasai Indonesia jang kaja-
raja. Pantai2 Indonesia jang sangat pandjang sukar didjaga dari serbuan2 militer asing dan dari kauni penjelundup.
Pengalaman Revolusi Agustus 1945 mengadjar kita, bahwa untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia adalah sangat pen- ting rol dari peperangan gerilja. Indonesia tidak memenuhi semua sjarat jang sangat diperlukan untuk peperangan gerilja, misalnja tidak tjukup mempunjai daerah2 luas jang didiami manusia, tidak mempunjai daerah² pegunungan serta hutan2 jang luas dan djauh letaknja dari kota2 dan djalan2 perhubungan. Keadaan mendjadi lebih sukar lagi karena sekarang disekitar Indonesia berderet ben- teng2 imperialis jang berupa tanah2 djadjahan atau setengah dja- djahan. Disebelah Utara ber-deret2 Malaja, Singapura, Muangthai, Vietnam Selatan, Serawak, Kalimantan Utara dan Filipina. Dise- belah Selatan ada Australia dan ada pulau Christmas dan kepulau- an Cocos jang dikuasai oleh Inggeris. Disebelah Timur ada Irian Timur jang dikuasai oleh Australia, sedangkan Irian Barat masih sepenuhnja dikuasai oleh kaum imperialis Belanda. Indonesia se- karang tidak berbatasan dengan negeri jang sudah bebas samasekali dari kekuasaan imperialis. Semua kenjataan ini lebih mengharus- kan kaum revolusioner-Indonesia untuk menempuh djalannja sendiri dalam menjelesaikan revolusi Indonesia.
Peladjaran jang dapat kita tarik dari pengalaman2 Revolusi Agustus 1945 jalah, bahwa di Indonesia dapat dilakukan peperang- an gerilja. Tetapi, karena negeri kita tidak memenuhi semua sjarat untuk peperangan gerilja, maka revolusi kita pada waktu itu akan lebih berhasil djika seandainja dapat dikombinasi setjara baik tiga bentuk perdjuangan, jaitu perdjuangan gerilja di-desa2 (terutama terdiri dari kaum tani), aksi2 revolusioner oleh kaum buruh di-kota2 dan pekerdjaan jang intensif dikalangan tenaga bersendjata musulh.
Fasal 2
Bangsa Indonesia
Penduduk Indonesia pada tahun 1955 berdjumlah lebih dari 84 djuta. Walaupun penduduk Indonesia terdiri dari banjak suku- bangsa, mereka semua merupakan kesatuan, jaitu bangsa Indone-
sia. Bangsa Indónesia termasuk bangsa besar jang ke-6 didunia (1. Tiongkok, 2. India, 3. Uni Sovjet, 4. Amerika Serikat, 5. Dje- pang).
Penduduk Indonesia tersebarnja sangat tidak rata. Pulau Djawa, jaitu pulau jang terketjil dari Lima Besar" (Kalimantan, Irian Barat, Sumatera, Sulawesi dan Djawa), berpenduduk kira2 54 djuta (sudah termasuk penduduk Madura). Sumatera, jang hampir 31/2 Djawa besarnja berpenduduk kira2 12 djuta. Sulawesi jang 11/2 × Djawa besarnja berpenduduk kira2 6 djuta. Kalimantan (bagian Indonesia) jang 4 Djawa besarnja, hanja berpenduduk kira2 3,5 djuta. Selainnja tersebar di-pulau2 Nusatenggara (5,5 djuta) dan di-pulau2 Maluku (0,7 djuta).
Pulau Djawa termasuk salahsatu tempat didunia jang paling padat penduduknja, jaitu kira2 393 orang tiap2 km persegi (tahun 1952), sedang ditempat jang terpadat sampai mentjapai 460 orang tiap2 km persegi (di Djawa Tengah).
Di Indonesia terdapat lebih dari 100 sukubangsa, mulai jang berdjumlah puluhan djuta sampai jang hanja beberapa ribu.
Diantara sukubangsa2 itu terdapat sukubangsa2 Djawa, Sunda, Madura, Melaju, Atjeh, Minangkabau, Batak, Palembang, Lam- pung, Dajak, Bandjar, Minahasa, Bugis, Toradja, Makasar, Bali, Sasak, Maluku, Timor, Sabu, sukubangsa2 di Irian Barat dan banjak lagi. Diantara sukubangsa2 ini, sukubangsa Djawa adalah jang terbesar, kemudian menjusul Sunda, Madura, Minangkabau, Batak dll. Sukubangsa Melaju adalah sukubangsa jang sudah se- djak lama paling luas daerah tersebarnja, jaitu dipesisir Timur pulau Sumatera, di-pulau² antara Sumatera dan Kalimantan dan diseluruh pesisir Kalimantan. Tiap2 sukubangsa mempunjai bahasa- nja sendiri2, disamping semuanja menerima bahasa Indonesia, jang dasarnja adalah bahasa Melaju, sebagai bahasa persatuan. Tingkat kebudajaan sukubangsa2 ini tidak sama, tetapi semuanja mempu- njai sedjarah jang sudah tua.
Djadi, bangsa Indonesia adalah bangsa jang terdiri dari banjak sukubangsa, banjak bahasa, dan banjak tingkat kebudajaan, tetapi mereka berasal dari satu rumpun bangsa, bahasa dan kebudajaan. Mereka terpetjahbelah untuk sementara waktu, tetapi dalam proses perdjuangan untuk kemerdekaan nasional dan untuk Indonesia
nieuesodwn
Baru mereka bersatu kembali. Semua sukubangsa menganggap Indo- nesia sebagai tanahairnja, merasa berkebangsaan Indonesia, meng- anggap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan mengang- gap adanja satu kebudajaan Indonesia disamping kebudajaan suku- bangsa2. Jang sangat menarik jalah bahwa bahasa Indonesia bukan bahasa jang berasal dari sukubangsa jang terbesar. Dalam sedja- rah bahasa ini tidak pernah mendjadi bahasa kolonisator, sebalik- nja ia adalah bahasa jang mempersatukan lebih dari 100 suku- bangsa. Bahasa Indonesia adalah bahasa jang digembleng dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional, ia adalah bahasa libe- rator.
Disamping warganegara2 jang berasal dari ber-bagai2 suku- bangsa, di Indonesia terdapat djuga beberapa djuta warganegara dari keturunan asing seperti keturunan Tionghoa, Eropa dan Arab, masing2 mempunjai bahasa dan kebudajaan tersendiri disamping mengakui bahasa dan kebudajaan Indonesia sebagai kepunjaan sendiri.
Perkembangan ekonomi diberbagai pulau dan daerah adalah tidak sama. Hal ini nampak dalam soal industri, pertanian, apa- lagi dalam transpor, dimana dipulau Djawa telah terdapat djaring2 djalan kereta-api dan mobil jang luas, sedangkan di-pulau2 lain masih sedikit atau samasekali belum ada. Malahan diberbagai pulau dan daerah masih terdapat sisa2 sistimi ekonomi jang lebih terbela- kang. Berdasarkan perbedaan keadaan ekonomi ini, dinegeri kita terdapat·tingkat2 dan tjiri2 perkembangan masjarakat jang tidak sama.
Dilihat dari sudut sedjarah ribuan tahun jang lalu bangsa Indo- nesia sekarang bukanlah penduduk asli Indonesia. Kira2 1.500 tahun sebelum Masehi atau kira2 3.500 tahun jl. bangsa Indone- sia jang sekarang ini belum berada di Indonesia, mereka masih bertempattinggal di India Belakang (sekarang Indotjina, Muang- thai, Birma) dan pada waktu itu namanja bangsa Mon Khmer", jang kini masih terdapat di Tongkin, Muangthai dan Kambodja. ,Bangsa Mon Khmer" adalah salahsatu daripada tjabang bangsa Austro-Asia" (Asia Selatan), tjabang2 lainnja jalah bangsa Kasi" (Asam), ,bangsa Munda" (India) dan ,bangsa Santali" (India). Bangsa Indonesia adalah salahsatu dari 4 tjabang bangsa Mon
Khmer" (tjabang2 lainnja: Melanesia, Polinesia dan Mikronesia). Ke-empat,tjabang dari ,,bangsa Mon Khmer" ini dinamakan bang- sa Austronesia" (bangsa pulau2 Selatan). Bangsa Mon Khmer" bukanlah penghuni asli India Belakang, mereka adalah pendatang dari Junan (Tiongkok Selatan) dan ketika masih di Junan mereka termasuk bangsa Austria" (bangsa Selatan).
Djadi, bangsa Indonesia jang sekarang ini walaupun terbagi dalam banjak sukubangsa (termasuk jang di Irian Barat dan Hal- mahera Utara, jang etnologis tergolong ,bangsa Melanesia" tetapi politis tergolong Indonesia) adalah bangsa jang berasal dari satu rumpun (rumpun bangsa Austria", kemudian rumpun bangsa Austro-Asia" dan kemudian lagi rumpun bangsa Mon Khmer") jang mempunjai sedjarah jang sangat pandjang dan mengalami perdjuangan jang berat dalam peperangan dan dalam melawan bentjana alam.
Kira2 3.500 tahun jang lalu nenekmojang bangsa kita masih mengembara di India Belakang, mereka bertjotjoktanam di-lembah2 sungai Mekong (Indotjina), Irawadi dan Salwin (Birma). Desak- an2 jang kuat dari bangsa2 jang datang dari Utara dan Barat jang menduduki tanah2 mereka, jang merampas dan mengatjau ketenteraman hidup mereka, memaksa mereka harus memilih salah- satu: diperlakukan sebagai budak atau mentjari kediaman lain. Mereka berpendirian lebih baik menjingkir dan hidup merdeka daripada diperbudak.
Karena peperangan dan sebab² lain, seperti kekurangan makan- an, bentjana alam, bandjir besar dan penjakit menular, dengan perahu2 bersajap jang sederhana nenekmojang bangsa Indonesia meninggalkan daratan Asia, makin lama makin djauh. Mereka mengerti tentang pelajaran, tegap2 tubuhnja dan pemberani2. Mereka mengarungi samudera2 raja, ada jang sampai ke Mada- gaskar, Filipina, Kalimantan, Sumatera dan pulau2 Indonesia lain- nja. Dengan ber-angsur2 dan ber-bondong2 mereka berpindah ke- pulau2 Selatan, achirnja seluruh pantai Indonesia dari udjung Barat sampai keudjung Timur mereka duduki. Mereka se-akan2 balaten- tara jang menang dan menduduki daerah baru. Ditempat jang baru mereka bebas memilih tempat bertjotjoktanam, berburu dan meneruskan kebiasaan berlajar. Rumah2 mereka dirikan sepan-
nieueiw sodu
djang pantai jang mereka duduki.
Tetapi pulau2 Indonesia tidaklah kosong ketika nenekmojang bangsa kita tiba. Mereka mendjumpai penghuni asli". Penghuni asli" ini tergolong ras2 Negrito dan Wedda jang sudah ribuan tahun bertempat-tinggal dikepulauan Indonesia. Penghuni asli" ini tidak suka didesak oleh pendatang2 dari Utařa, mereka mula2 mengadakan perlawanan2. Nenekmojang bangsa kità, disamping terpaksa harus mentjari penjelesaian dengan penghuni asli" untuk mendapat tempat-tinggal dan nafkah, mereka djuga harus berdju- ang melawan binatang2 buas, airbah dan lain2. Dibanding dengan penghuni ,asli" persendjataan nenekmojang bangsa kita sudah lebih sempurna, mereka sudah menggunakan sendjata tadjam jang ter- buat dari besi (pisau, lembing, busur panah). Penghuni asli" hanja bersendjatakan sumpit dengan panah ketjil jang berbisa. Nenekmojang bangsa kita sudah pandai bertjotjoktanam, sedang- kan penghuni ,,asli" hidupnja tergantung dari hasil hutan. Setelah ber-abad2 lamanja penghuni asli" dan kaum pendatang dapat hidup bersama, sedangkan jang tetap tidak mau mentjampurkan diri lari ke-tempat2 jang terasing. Pendeknja, nenekmojang bangsa kita mendapatkan tanahair Indonesia tidak begitu sadja, mereka harus berdjuang mati²an, dengan gagahberani mereka harus menga- rungi samudera raja, melawan binatang2 buas, airbah dan lain2.
Bangsa Indonesia jang berasal dari satu rumpun bangsa, satu rumpun bahasa dan kebudajaan ketika masih didaratan Asia, se- telah sampai di Indonesia mereka ter-pisah2 menurut pulau2 dan di-pulau2 di-pisah2kan lagi oleh gunung2, sungai2 dan rawa2 jang besar, mereka mendjadi terisolasi satu dengan jang lainnja. Isolasi alam jang ber-abad2 menjebabkan mereka tumbuh menurut keada- an sendiri2, tumbuh mendjadi sukubangsa2 dengan bahasa dan ke- budajaannja sendiri.
Sesampainja dikepulauan Indonesia nenekmojang bangsa kita meneruskan tjarahidup seperti ketika mereka masih berada dida- ratan Asia, jaitu hidup ber-kelompok2, mendirikan rumah2 diatas tiang berdjadjar ber-hadap2an, bertjotjoktanam, berlajar dan mem- buru. Perkakas2 produksi mereka jang sangat primitif mengharus- kan adanja kerdja jang kolektif. Alat² produksi adalah milik ber- sama, tidak ada penghisapan atas manusia oleh manusia dan semua
1
penduduk berhak atas kekajaan alam. Pada waktu itu belum ada klas2 dalam masjarakat. Mereka memilih pemimpin² desanja, mereka belum mengenal radja jang ditetapkan dari atas dan belum menge- nal kekuasaan negara. Negara tidak dibutuhkan pada waktu itu. Ketertiban masjarakat ketika itu diatur berdasarkan kebiasaan, adat- istiadat, kewibawaan, penghargaan dan kekuasaan jang dimiliki oleh pemimpin2 atau pengetua2. Nenekmojang bangsa kita pada waktu itu hidup dalam masjarakat komune primitif. Restan2 dari masjarakat komune primitif sampai sekarang masih bisa kita temu- kan dinegeri kita, misalnja dalam bentuk milik bersama desa atas tanah, bentuk kebiasaan gotongrojong, sisa2 gens matriarkal (seperti di Minangkabau dan pulau Enggano), sisa2 gens patriarkal (seperti di Batak dan Maluku), dll.
Dengan makin madjunja perkakas produksi dan dengan makin meningkatnja tenaga produktif, maka hubungan produksi jang lama sudah menghalangi perkembangan lebih landjut dari tenaga pro- duktif. Kerdjasama setjara komune primitif sudah tidak tjotjok lagi dengan kemadjuan perkakas2 produksi, pembagian kerdja kemasja- rakatan timbul dan berkembang. Dengan demikian, maka mau tidak mau hakmilik bersama atas alat² produksi perlu diganti de- ngan hakmilik perseorangan. Ternak dan perkakas produksi lain- nja mendjadi milik perseorangan. Tetapi sawah dan tegalan, hutan2 dan padang2 rumput serta pengairan masih milik bersama.
Hakmilik perseorangan atas alat² produksi tertentu dan atas kekajaan perseorangan menimbulkan nafsu untuk mengumpulkan alat2 produksi dan kekajaan se-banjak²nja dari mereka jang mem- punjai kesempatan untuk itu, jaitu mereka jang berkuasa (penge- tua2 jang dibantu oleh panglima2 perang dan pendjabat2 keagama- an). Milik2 umum didjadikan milik sendiri oleh jang berkuasa. Djuga timbul nafsu untuk mengadakan expansi, mengadakan pe- luasan daerah, menaklukkan desa2 lain dan dengan demikian tim- bullah gabungan2 desa jang dikepalai oleh satu pengetua. Pepe- rangan berlangsung dengan tiada henti2nja, karena tiap2 pengetua desa (daerah ketjil) ingin meluaskan daerahnja agar dapat lebih banjak menguasai alat produksi dan kekajaan. Mereka jang dita- wan dalam peperangan tidak lagi dibunuh, tetapi didjadikan budak dan dipaksa bekerdja agar hasil pekerdjaannja dapat dimiliki oleh
nieueIw
golongan jang berkuasa untuk menambah kekajaannja. Mereka jang tenggelam dalam hutang dan tidak dapat membajar hutang- nja djuga didjadikan budak. Tuanbudak2 bebas berbuat segala sesuatu terhadap budak2nja, termasuk bebas memperdjual-belikan dan membunuh budak2nja. Nenekmojang bangsa kita dengan demi- kian memasuki "masjarakat perbudakan.
Perpetjahan dalam masjarakat perbudakan makin lama makin djelas antara dua klas pokok dalam masjarakat, jaitu klas tuan- budak dan klas budak, antara jang berkuasa dengan jang dikuasai. Dengan demikian mulailah perdjuangan klas dalam masjarakat nenekmojang bangsa kita. Kekuasaan pengetua desa makin lama makin besar sampai ia berhak menundjuk penggantinja sendiri (tadinja pengetua dipilih). Daerah kekuasaan dari pengetua2 ini makin lama makin luas, desa jang dikuasainja dan keluarga jang dibawah kekuasaannja makin bertambah banjak. Pengetua2 jang sudah kaja ini kemudian hidup memisahkan diri dari Rakjat, mereka dengan keluarga dan pembantu²nja hidup menjendiri dan bermewah dalam keraton (ke-ratu-an) atau kedaton (ke-datu-an). Disamping sebagai pemimpin, mereka djuga dianggap sebagai wakil nenekmojang jang harus dihormati dan ditaati. Karena adanja per- lawanan2 dari fihak budak, kaum penguasa budak membutuhkan alat untuk menindas perlawanan budak dan untuk menguasai bu- dak. Dengan demikian lahirlah untuk pertama kalinja negara, suatu aparat jang memberikan kekuasaan kepada kaum pemilik budak dan memungkinkan mereka untuk memerintah para budak. Restan² masjarakat perbudakan dinegeri kita masih terdapat diberbagai pulau pada awal abad ke-20 ini, misalnja tuanbudak boleh menju- ruh bunuh budaknja tanpa hukuman, tuanbudak (,,mramba" se- perti dipulau Sumba) berhak atas seluruh hasil dari tanah jang dikerdjakan oleh budak2 (,atta"), anak jang lahir dari perkawin- an budak mendjadi kepunjaan tuanbudak.
J
Tetapi adanja negara ditangan tuanbudak untuk menindas para budak tidaklah menghentikan perlawanan para budak, baik setjara terang maupun tidak. Kerdja perbudakan jang pada mulanja men- dorong kemadjuan tenaga produktif djika dibanding dengan kerdja setjara komune primitif, lama kelamaan terbukti tidak produktif lagi karena orang jang diperbudak tidak mungkin mempunjai minat
atas pekerdjaannja dan oleh karena itu tidak mungkin kreatif,
Sebagian dari orang2 merdeka jang hidup dalam masjarakat perbudakan, jaitu kaum tani dan kaum keradjinan tangan, karena tidak tahan memikul beban untuk beaja peperangan, mendjadi bangkrut dan djatuh mendjadi budak; sebagian melarikan diri ke- tcmpat2 pesisir atau ke-tempat² lain jang tidak bisa didjangkau oleh kekuasaan tuanbudak dan ikut ambil bagian dalam perlawanan terhadap negara budak. Peperangan jang terus-menerus untuk mempertahankan kekuasaan tuanbudak ditambah lagi oleh makin merosotnja produksi serta makin mundurnja perdagangan, menje- babkan kekuasaan perbudakan makin mendjadi lemah dan kebu- dajaan makin mundur.
Kemadjuan tenaga produktif sudah tidak sesuai Iagi dengan hubungan produksi jang berdasarkan perbudakan, masjarakat per- budakan sudah mendjadi belenggu, oleh karena itu achirnja diganti dengan masjarakat feodal. Di Indonesia, terutama Djawa, nenek- mojang bangsa kita memasuki masjarakat feodal kira² sedjak awal tarich Masehi. Dalam masjarakat feodal bekas² budak dapat menger- djakan tanah untuk sendiri" dengan sjarat harus menjetorkan se- bagian jang penting dari hasil kepada tuantanah feodal. Disini pem- bagian antara hasil kerdja-perlu bagi kaum tani dan hasil kerdja- lebih jang dirampas oleh tuantanah feodal mendjadi djelas. Per- tentangan jang pokok dalam masjarakat feodal jalah pertentangan antara tuantanah2 feodal (radja2, bangsawan², pendeta2 dan pung- gawa2) dengan kaum tani. Kekuasaan negara ada ditangan tuan- tanah2 feodal sedangkan jang dikuasai jalah kaum tani. Kedudukan kaum tani sedikit bebas" djika dibanding dengan kaum budak, alch karena itu kaum tani lebih produktif djika dibanding c'engan kaum budak. Pada umumnja kaum tani sudah tidak bisa dibunuh setjara se-wenang2. Kaum tani bukan budak, tetapi hamba dan bekerdja untuk tuan2 feodal dalam bentuk bekerdja tjuma2 (rodi, corvee), menjetorkan bagian jang sangat terbesar dari hasil panen.
Disamping kaum tani, djuga tukang2 keradjinan tangan dan para pedagang termasuk klas2 jang dikuasai dan dirintangi perkem- bangannja oleh feodalisme.
Sedjarah peradaban bangsa Indonesia menundjukkan, bahwa pertanian dan keradjinan tangan sudah berumur sangat tua, bahwa
Indonesia mempunjai filosof2nja sendiri, sardjana², seniman2 besar, ahli2 negara dan ahli2 militernja sendiri. Lama sebelum Masehi, djadi djauh sebelum orang2 Hindu datang, Indonesia sudah mem- produksi setjara besar²an perkakas kerdja dan sendjata jang ter- bikin dari batu dan besi; kalender jang sangat dibutuhkan untuk mengatur pekerdjaan disawah djuga sudah dikenal, sistim irigasi sudah dilaksanakan. Dalam tahun 150 sesudah Masehi ahli ilmu- bumi dan ahli bintang2 bangsa Junani dari abad ke-2 jang ber- nama Ptolomeus menulis, bahwa pulau Djawa sangat subur dan banjak menghasilkan emas (maksudnja barang2 dari emas). Dari masa jang sama kita dapat membatja dalam kitab Hindu (Rama- jana): periksalah dengan teliti Djawadwipa (Djawa) jang mem- punjai tudjuh keradjaan, pulau emas dan pulau perak, dimana ierdapat kemasan2". Tahun 132 dari Djawa dikirim utusan ke Tiongkok jang membawa tanda-keradjaan (zegel) dari emas. Ke- dudukan Indonesia jang berada diantara India dan Tiongkok mem- bikin Indonesia sedjak permulaan Masehi mendjadi pusat perda- gangan dunia. Diterangkan bahwa dalam tahun 414 sesudah Ma- sehi bertolaklah dari Djawa Barat seorang saudagar Tionghoa dengan 200 orang lain lagi, kebanjakannja saudagar2 Hindu, menu- dju Kanton.
Dari kenjataan diatas djelaslah bahwa sudah sedjak sebelum orang asing datang bangsa Indonesia adalah bangsa jang sudah berkebudajaan, djadi adalah tidak benar pendapat orang bahwa bangsa Indonesia baru berkebudajaan sesudah bangsa asing datang untuk mengadjar bangsa Indonesia. Kemudian, sesudah orang2 Hindu datang, timbullah tjandi2 jang megah dan indah, seni-tari dan seni-wajang jang tersohor. Semuanja ini adalah tjiptaan bangsa Indonesia sendiri, kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Keduduk- an orang2 Hindu hanja sebagai pembantu dan penasehat. Dari hasil2 kebudajaan ini djelaslah bahwa sudah sedjak zaman dahulu- kala bangsa Indonesia tidak segan untuk menerima jang baik dari luar, jang berupa fikiran maupun bantuan para ahli tetapi dengan samasekali tidak melepaskan kepribadiannja.
Dalam perdagangan dan politik luarnegeri bangsa Indonesia mempunjai peranan jang aktif dan pandai menggunakan keduduk- an geografis Indonesia jang sangat baik. Politik ini jang telah mem-
bikin Indonesia dimasa lampau mendjadi salahsatu pusat perda- gangan dunia.
Tetapi bangsa, Indonesia tidak hanja terkenal sebagai bangsa jang radjin dan ulet, jang beradab dan berkebudajaan, tetapi djuga terkenal sebagai bangsa. pedjuang dan revolusioner. Sudah sedjak masih didaratan Asia bangsa Indonesia sudah biasa berdjuang. Ketika akan mendapatkan tanahair Indonesia mereka djuga harus berdjuang, demikian djuga untuk mempertahankan tanahairnja dari serangan2 asing. Bangsa Indonesia adalah bangsa jang tjinta merdeka dan bertradisi revolusioner. Hal ini terbukti sampai abad2 belakangan ini, sampai abad ke-20, sampai hari ini. Sedjarah Indo- nesia sedjak zaman dahulukala adalah sedjarah pemberontakan tani, sedjarah pahlawan2, sedjarah revolusi2, sedjarah Rakjat peker- dja. Abad ke-20 adalah abad dimana perdjuangan bangsa Indo- nesia mendapat bentuk2 jang modern, jang pada hakekatnja tidak lain daripada melandjutkan tradisi revolusioner jang sudah belasan abad lamanja.
Fasal 3
Masjarakat Feodal
Walaupun Indonesia adalah negeri jang besar, mempunjai ke- dudukan geografis jang sangat baik, tanahnja sangat subur, pen- duduknja banjak, mempunjai sedjarah kebudajaan jang sudah tua, kaja dengan tradisi revolusioner, tetapi karena berlakunja sistim feodalisme jang sudah lebih dari 1.500 tahun lamanja, sampai sekarang Indonesia masih terbelakang dilapangan ckonomi, politik dan kebudajaan.
Sistim ekonomi dan politik didalam masjarakat feodal Indo- nesia adalah sbb.:
1. Dalam masjarakat feodal ekonominja adalah ekonomi ala- miah, jaitu ekonomi dimana produksi dipakai untuk keperluan sen- diri, bukan produksi untuk didjual atau untuk pasar. Sistim irigas sudah madju sedjak permulaan zaman feodalisme dinegeri kita; ini dibuktikan oleh perintah radja Purnawarman dari keradjaan Taruma Negara (di Djawa Barat, meliputi kira² daerah Djakarta,
nieueial soo
Bogor dan Krawang) dalam abad ke-4 Masehi untuk membikin kanal sepandjang 15 km. Tukang2 keradjinan tangan pasti sudah ada sedjak permulaan zaman ini, karena sudah sedjak sebelum orang Hindu datang orang2 Indonesia sudah pandai membikin barang dari besi, tembaga, kulit penju, tanduk dan emas. Tetapi bárang2 ini bukan dibikin terutama untuk pasar. Pertukaran me- mang sudah ada, jaitu pertukaran diantara penduduk maupun dengan orang luar, misalnja antara radja dan pembesar2 Indone- sia lainnja dengan saudagar2 dari Tiongkok, India dan lain2, tetapi ini tidak bersifat menentukan.
2. Dalam masjarakat feodal jang berkuasa jalah klas feodal jang terdiri dari radja2 jang bertempat-tinggal di keraton², bang- sawan², pendeta2 dan punggawa2 (pegawai², amtenar2). Dasar kekuasaan kaum feodal jalah hakmilik mereka atas tanah dan hak- milik·mereka jang terbatas atas kaum tani. Radja adalah kekuasa- an tertinggi, ia berhak mengangkat pembesar² untuk pemerintahan pusat dan pembesar2 lokal untuk mengurus angkatan perang, peng- adilan, perbendaharaan negara dan gudang2 makanan. Radja² hanja menguasai sebagian ketjil dari daerah kekuasaan setjara lang- sung, sedangkan selebihnja dikuasakan kepada orang2 bangsawan lainnja dan punggawa2 sebagai wakil radja. Waki!2 radja inilah jang berkewadjiban mengumpulkan setoran hasil panen kaum tani untuk keperluannja sendiri dan untuk radja (Pemerintah Pusat). Disamping harus menjetorkan hasil panennja, kaum tani djuga diwadjibkan bekerdja dengan tjuma2 (rodi, corvee) untuk para bangsawan dan punggawa, diwadjibkan bekerdja untuk memba- ngun keraton2 dan tjandi2, untuk membikin saluran2 dan ben- dungan², dan dalam keadaan perang harus mengerahkan segala jang ada padanja, djuga sampai mendjadi pradjurit untuk meme- nangkan peperangan. Sesudah ada tentara tetap, dan ini terutama terdjadi sesudah berdiri keraijaan2 Islam, kaum tani djuga diwa- djibkan mengongkosi tentara, jang digunakan terutama untuk me- nindas kaum tani dan djarang2 untuk melawan serangan musuh dari luar. Atas nama radja para bangsawan dan punggawa men- djalankan kekuasaan pemerintahan, pengadilan dan pembuat un- dang2. Untuk memperdalam ,kebaktian" Rakjat kepada radja, rasa keagamaan dipertebal (misalnja radja Darmawangsa dari abad
ke-10 dan ke-11 memerintahkan kepada para pudjangga keraton untuk menterdjemahkan tjeritera2 wajang dari Mahabarata jang berbahasa Sanskerta kedalam bahasa Djawa Kuno).
Djadi djelaslah, bahwa masjarakat feodal berdasarkan hakmilik tanah oleh tuantanah, sedangkan kaum tani bekerdja sebagai hamba (kaum tani hanggaduh" tanah atau memindjam" tanah untuk dikerdjakan). Tanah jang merupakan alat produksi pokok dalam masjarakat feodal dimiliki oleh tuantanah² feodal: Kaum tani-hamba memang berbeda dengan kaum budak jang dapat dibunuh begitu sadja. Kaum tani pada umumnja tidak dapat dibunuh seperti dalam zaman perbudakan, tetapi mereka bisa diperdjualbelikan.
Negara feodal adalah kepunjaan tuantanah2 untuk memperta- hankan exploitasi feodal mereka. Disamping menderita exploitasi feodal jang berat kaum tani djuga menderita tindasan2 politik. Kaum tani tidak mempunjai hak politik dan tidak mempunjai ke- merdekaan perseorangan, tuantanah berhak memukul dan menjiksa mereka, malahan djuga membunuh mereka, walaupun jang bela- kangan ini tidak lagi umum berlaku.
Kemelaratan dan keterbelakangan dari kaum tani sebagai aki- bat dari exploitasi ekonomi dan penindasan2 politik feodal jang luarbiasa, adalah alasan pokok jang mendjadi sebab ekonomi dan kehidupan sosial negeri kita terbelakang ber-aba:2 djika dibanding dengan negeri2 jang sudah madju sekarang. Dalam masjarakat feo- dal klas² pokok jang mentjiptakan kekajaan dan kebudajaan jalah kaum tani dan tukang2 keradjinan tangan, sedangkan tuantanah dan kliknja (radja2, bangsawan2, pendeta2 dan punggawa2) ada- lah samasekali tidak produktif, sebaliknja mereka menghisap dan menindas golongan jang sangat terbesar dari Rakjat.
Exploitasi ekonomi dan penindasan politik jang luarbiasa telah membikin kaum tani Indonesia memberontak melawan kekuasaan tuantanah seperti misalnja pemberontakan terhadap keradjaan Ma- taram ke-I (abad ke-8 dan ke-9), pemberontakan terhadap kera- djaan Kediri (awal abad ke-13) dibawah pimpinan anak petani Ken Arok, pemberontakan terhadap keradjaan Singasari (achir abad ke-13), pemberontakan² dalam keradjaan Madjapahit (abad ke-14 dan 15), dan lain² pemberontakan kaum tani. Pemberontak- an2 ini memang hanja berhasil dengan mendjatuhkan radja jang
satu dan menaikkan radja jang lain, dengan tidak berakibat per- baikan nasib kaum tani. Tetapi kenjataan ini tidak mengungkiri bahwa pemberontakan2 itu adalah pemberontakan2 kaum tani. Per- lawanan kaufn tani terhadap exploitasi ekonomi dan penindasan2 politik feodal menjebabkan adanja-pemberontakan2. :
Pemberontakan2 kaum tani gagal, tidak berachir dengan ke- menangan kaum. tani dan hanja berakibat penggantian radja2 belaka, adalah karena kaum tani sebagai pemilik2 perseorangan ketjil tidak mewakili hubungan produksi jang baru. Pemberontakan2 meletus setjara spontan karena kebentjian mereka terhadap tuan- tanah, tetapi mereka tidak mampu menjusun program agraria jang revolusioner. Djuga belum ada klas dan partai politik jang madju, jang mampu memimpin kaum tani menudju kemenangan. Djadi, pemberontakan dan peperangan2 tani ketika itu dengan sendirinja berachir dengan kegagalan, sehingga tidak mengubah hubungan ckonomi dan sistim politik feodal. Tetapi, adalah tidak benar djika dikatakan bahwa pemberontakan2 tani jang gagal itu samasekali tidak membawa sekedar kemadjuan sosial. Jang sudah terang, kaum tani mendjadi lebih terlatih dalam berperang dan ada djuga radja² baru jang mereka naikkan keatas tachta terpaksa meringankan atau- pun menghapuskan beberapa bcntuk penghisapan jang paling ke- djam. Pemberontakan2 itu bersifat menentukan dalam melemah- kan dan achirnja akan meruntuhkan samasekali feodalisme.
Fasal 4
Masjarakat Kolonial
Dengan bertambah luasnja perdagangan luarnegeri Indonesia dalam abad ke-14, terutama perdagangan rempah2 dengan Eropa, maka kedudukan kota2 pesisir Indonesia mendjadi sangat penting dan perdagangan dengan Eropa mendjadi lebih penting daripada perdagangan dengan India dan Tiongkok. Rempah2 sangat di- butuhkan oleh apotik2 dan dapur2 orang Eropa. Dalam perda- gangan jang ramai ini Malaka dan Banten memainkan rol jang sangat penting.
Di Malaka dan Banten banjak bertempat-tinggal pedagang
asing, terutama pedagang2 Islam jang datang dari India dan Per- sia, jang mempunjai pengaruh besar atas radja2 lokal. Pedagang2 ini menjediakan barang2 mewah untuk para radja. Mereka djuga mengislamkan radja2 lokal jang beragama Hindu dan mendorong keradjaan2 lokal mendjadi keradjaan Islam jang berdiri sendiri, terpisah dari kekuasaan Maharadja Madjapahit jang berpusat di- pedalaman. Untuk-mendapat pengaruh, saudagar2 Islam itu djuga mengawinkan anak²nja dengan radja2 lokal. Dengan bertambah- nja pengaruh mereka atas radja2 lokal bertambah pula keuntungan mereka dalam perdagangan. Gerakan Islam ini kemudian dipimpin oleh guru2 jang terkenal dengan nama Wali Songo (Wali Sem- bilan).
Dengan makin madjunja perdagangan dunia maka bertambah besarlah nafsu radja2 lokal dipesisir untuk menguasai daerah peda- laman jang berada dibawah·kekuasaan Maharadja Madjapahit. Persatuan radja2 Islam dibawah pimpinan keradjaan Démak mere- but Madjapahit dalam táhun 1521. Perebutan ini adalah akibat dari pertentangan antara keradjaan feodal Islam jang sudah ber- djalin dengan. kepentingan kapital-dagang (saudagar2) melawan keradjaan feodal Hindu jang masih sepenuhnja agraris.
Dalam keadaan terpetjahbelah didalamnegeri, dalam keadaan meruntjingnja pertentangan antara keradjaan2 pesisir jang sudah ambil bagian didalam perdagangan dunia dengan keradjaan peda- laman jang bendasarkan upeti hasil bumi dan pologoro (kebaktian2 feodal), datanglah orang2 Eropa dengan kapal2 dan persendjataan jang lebih sempurna daripada jang dimiliki oleh keradjaan2 Indo- nesia.
Mula2 datanglah orang2 Portugis (1496) dibawah pimpinan Vasco da Gama, jang datang disamping untuk mentjari untung dengan berdagang djuga untuk menjebarkan agama Keristen jang sedang berkembang di Eropa. Untuk mentjapai tudjuannja orang Portugis menggunakan pertentangan² antara keradjaan² -Islam" dengan keradjaan2 Hindu". Untuk melawan serangan orang2 Portugis dan untuk menindas pemberontakan kaum tani serta melawan keradjaan² Hindu, keradjaan² Islam seperti Demak mem- bangun tentara tetap, sesuatu jang tidak dilakukan oleh keradjaan² Hindu.
nieueiwLsodulinFT
Dalam tahun 1512 orang2 Spanjol datang di Tidore dengan 2 buah kapal dari mengelilingi dunia. Di Tidore orang2 Spanjol berusaha memperkuat -kedudukannja dengan mengadakan perse- kutuan dengan radja Tidore jang pada waktu itu sedang berdju- ang melawan orang2 Portugis jang bersekutu dengan radja Ternate. Latarbelakang pertentangan Spanjol-Portugis jalah soal monopoli tjengkçh. Pertempuran2 terdjadi antara orang2 Spanjol dan kera- djaan Tidore disatu fihak dengan orang2 Portugis dan keradjaan Ternate difihak lain, dengan achirnja kekalahan fihak Spanjol. Dalam tahun 1529 orang2 Spanjol meninggalkan Indonesia sesudah menerima ganti kerugian uang 350.000 ,,crusado".
Tentara tetap keradjaan2 Islam lebih baik perlengkapan dan persendjataannja djika dibanding dengan tentara keradjaan2 Hindu jang berdasarkan wadjib-bela-umum kaum petani. Tetapi keung- gulan teknik kapal2 perang dan persendjataan Eropa adalah me- lebihi keunggulan teknik kapal dan persendjataan keradjaan2 Islam. Inilah sebab² pokok jang membikin Angkatan Laut Keradjaan Demak dibawah pimpinan Adipati Unus harus mundur dalam peperangan melawan orang2 Portugis (1513). Bukan karena kurang keberanian, bukan karena kurang semangat dan ketjakapan jang menjebabkan orang2 Indonesia harus kalah, tetapi karena keung- gulan teknik Eropa, dan terutama sekali karena kelemahan² kera- djaan2 Indonesia jang disebabkan oleh perpetjahan.
Tanggal 22 Djuni 1596 berlabuhlah armada Belanda terdiri dari 4 buah kapal dibawah pimpinan Cornelis Houtman dipela- buhan Banten.
Maksud Belanda datang ke Indonesia mula2 hanja untuk ber- dagang. Untuk mengatur perdagangan Belanda di Indonesia diben- tuklah dinegeri Belanda dalam tahun 1602 sebuah perkumpulan dagang bernama VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie — I ersatuan Perkongsian Dagang Hindia Timur). Untuk menguatkan dan mengkordinasi segala usaha Belanda di Indonesia diangkat Gubernur Djenderal (jang pertama tahun 1610) dengan sebuah Dewan Hindia terdiri dari 5 orang. Pada mulanja Belanda sangat sukar bergerak karena harus berhadapan dengan bangsa Portugis jang masih berkuasa di Asia Tenggara dan dengan bangsa Indo- nesia jang masih menguasai laut2 Indonesia.
Untuk mempertahankan monopoli dagangnja atas rempah², VOC dengan kedjam melangsungkan hongitochten" (pelajaran hongi) ke Indonesia bagian Timur (hongi adalah sedjenis kapal jang sangat ladju dan digunakan didaerah Maluku. Mengadakan pelajaran ,,hongi" berarti merampok, merompak dan membinasa- kan musuh). Dengan mengadakan pelajaran ,hongi" ini VOC menjerang, menjiksa, menawan, bahkan membinasakan penduduk di-pulau2 Indonesia bagian Timur, apabila mereka melanggar ke- tentuan2 monopoli VOC. Penduduk pulau Banda hampir binasa samasekali. Tetapi Rakjat Maluku tidak pernah diam menerima nasib terus di-,,hongi". Pada tahun 1635 di Ambon terdjadi pem- berontakan umum jang dipimpin oleh Kakiali melawan kekedjam- an kompeni.
Dalam meletakkan dasar2 kolonialisme Belanda di Indonesia adalah sangat besar djasa J.P. Coen, Gubernur Djenderal jang memulai meluaskan kekuasaannja dengan merebut Djakarta (tang- gal 4 Maret 1621 oleh Belanda dengan resmi dinamakan Batavia) dan mendjadikan Djakarta pusat perniagaan di Asia Tenggara. Dengan demikian perdagangan berpinlah dari tangan keradjaan2 Indonesia dan orang2 Portugis ketangan Belanda. Dari Djakarta Belanda meluaskan kekuasaan keseluruh Indonesia: tahun 1641 Belanda menguasai Malaka, benteng Portugis di Asia Tenggara, tahun 1667 Belanda menguasai Makasar, tahun 1677 menguasai pantai utara Djawa sampai ke Djawa Timur, tahun 1692 mengua- sai Banten. Dengan menguasai Banten dapatlah Belanda mengon- trol pintu Barat Indonesia, dengan menguasai Malaka mengontrol Selat Malaka, dengan menguasai Makasar mengontrol Indonesia Timur dan dengan menguasai pantai Djawa dapatlah Belana menutup keradjaan Mataram (ke-II) dari laut.
Dengan terkurungnja keradjaan Mataram, dengan mengguna- kan pertentangan² jang ada diantara keradjaan2 Islam dengan kera- djaan2 Hindu dan pertentangan2 didalam keradjaan Hindu sendiri, kaum pendjadjah Belanda dengan persendjataan lebih unggul telah memaksa Mataram menjerah dalam tahun 1749.
Dasar penghisapan kolonial VOC, djadi penghisapan dalam periode kapital-dagang berkuasa dinegeri Belanda, jalah sistim padjak tanah jang sangat tinggi (contingenten) dan kewadjiban
nIPUPIALSOC
menjerahkan sebagian hasil dengan harga jang sangát rendah (dwangleveringen). Politik dalamnegeri VOC berdasarkan exploi- tasi organisasi² feodal jang sudah ada. Dengan sistim ekonomi dan politik ini kaum tani menderita dua matjam tindasan, dari radja2 dan dari VOC.
Didaerah kekuasaan VOC hubungan klas jang lama tidak ber- ubah, bedanja hanja pergantian nama radja dengan nama bupati jang diangkat oleh VOC. Bupati2 angkatan VOC ini djika mening- gal dunia umumnja dapat digantikan oleh anaknja jang laki2 jang dianggap tertjakap. Penderitaan kaum tani sangat berat, karena disamping VOC menuntut pembagian maximal dari hasil peng- hisapan, djuga bupati2 memeras Rakjat untuk kepentingan sendiri.
Sistim paksaan dan monopoli VOC menjebabkan rontoknja VOC, karena sistim ini tidak memungkinkan berkembangnja tenaga produktif, memerosotkan ekonomi penduduk, jang berarti meng- antjam keuntungan VOC sendiri. Korupsi meradjalela dikalangan aparat pemerintah, baik oleh orang2 Belanda maupun oleh orang2 Indonesia. Pemberontakan² dan perlawanan kaum tani jang sangat menderita karena dua matjam tindasan terdjadi di-mana2 dalam abad ketudjuhbelas dan kedelapanbelas. Karena sudah tidak meng- untungkan lagi, dalam tahun 1800 VOC dibubarkan dan selandjut- nja negara Belanda memerintah Indonesia setjara langsung (1).
Masa VOC merupakan periode penting dalam penimbunan pri- mitif kapital. Kekajaan2 jang luarbiasa didapat oleh saudagar2 Belanda dengan segala djalan kekedjaman, seperti jang dikatakan oleh Karl Marx:
Sedjarah ekonomi kolonial Belanda — dan negeri Belanda adalah nasion kapitalis jang terkemuka pada abad ke-17 — mem- perlihatkan pengchianatan, penjuapan, penjembelihan dan keke- djian2 jang tiada taranja" (2).
Kekuasaan langsung pemerintah Belanda tidak membawa per- baikan dalam masjarakat Indonesia. Sebaliknja, ketika negeri Be- landa diduduki oleh Perantjis dikirimlah ke Indonesia seorang Gubernur Djenderal jang sangat kedjam, jaitu Daendels (tahun 1808 — 1811). Dibawah Gubernur Djenderal Daendels tentara Belanda diperluas dari 4.000 mendjadi 18.000. Untuk kepentingan strategi militernja Belanda mendirikan benteng2 jang memakan
banjak korban djiwa orang Indonesia. Djuga dibangun djalan-pan- djang kira2 1.000 km, jang menghubungkan udjung Barat dengan udjung Timur dari pulau Djawa, dalam waktu satu tahun lebih se- dikit, dengan pengeluaran uang jang sangat sedikit dan dengan kor- ban manusia Indonesia jang sangat banjak. Padjak tanah jáng tinggi dan penjerahan hasil panen dengan paksaan masih berdjalan terus, malahan ditambah lagi dengan monopoli beras oleh pemerintah dan pendjualan "tanah² partikelir" kepada hartawan2 Eropa dan Tiong- hoa. Penghisapan luarbiasa ini menjebabkan timbulnja pemberontak- an² baru, terutama di Banten dan Tjirebon. Ketika dalam tahun 1811 tentara Inggeris menjerang kedudukan Belanda di Djawa, maka mudah dimengerti mengapa Belanda tidak mendapat bantuan dari Rakjat Indonesia; djuga radja2 dan bupati2 jang ketjewa karena kese-wenang2an Daendels menolak untuk melawan Inggeris.
Selama kekuasaan Inggeris antara tahun 1811 — 1814, Letnan Djenderal Thomas Stamfort Raffles mentjoba melaksanakan prin- sip politik kolonial Inggeris di Djawa atas dasar kepentingan kapital- industri Inggeris jang sedang madju tjepat, politik seperti jang d:- kenalnja di Benggala (India), jaitu politik persaingan bebas jang dilakukan oleh Inggeris terhadap perkembangan kapital-industrinja di India. Inggeris berusaha untuk mengubah sistim ekonomi dan politik Belanda jang bersifat lintahdarat dan perampokan, jaitu tjiri2 sistim: kapital-dagang Belanda, dengan jang lebih tjotjok dengan politik Inggeris jang industrinja sudah madju. Tetapi usaha Inggeris ini tidak banjak hasilnja, karena mereka hanja berkuasa 312 tahun. Kekuasaan Inggeris telah meletakkan beban2 baru diatas pundak Rakjat Indonesia dengan mengadakan monopoli negara atas garam dan dengan mendjual tanah2 partikelir" ber-sama2 dengan hak feodal diatas tanah itu demi keuntungan pembeli dan demi penderitaan kaum tani.
Negara Inggeris mengumumkan bahwa semua tanah adalah ke- punjaan negara (stàatsdomein) dan atas dasar ini menarik padjak tanah tidak kurang dari 2/5 hasil panen jang baik dan 1/4 sampai 1/3 hasil panen tanah jang kurang baik. Politik tanah dari Inggeris djuga telah menimbulkan pemberontakan2 dikalangan kaum tani, eperti misalnja di Banten, Tjirebon, Djokja dan lain2. Keadaan ini memaksa Raffles membeli kembali atasnama negara sedjumlah
nIPIIPIAL
tanah2 partikelir" jang sudah didjualnja.
Setelah dalam tahun 1814 Napoleon kalah, maka tahun itu djuga oleh Inggeris ditandatangani perdjandjian pengembalian kolo- ni2 Belanda, termasuk Indonesia. Dengan demikian Belanda men- dapatkan kembali kekuasaannja di Indonesia. Pelaksanaan pengem- balian ini baru terdjadi dalam tahun 1816.
Perang Dipo Negoro tahun 1825—1830 telah menumpaskan kas negara Belanda dengan F. 20.000.000.—. Djuga perlawanan Belgia terhadap Belanda tahun 1830—1839 mengharuskan negara Belanda mengeluarkan banjak ongkos. Keadaan ekonomi negara Belanda sangat djelek dan mendekati kebangkrutan. Untuk meng- atasi kebangkrutan ini diadakan apa jang dinamakan cultuurstel- sel" (sistim tanam-paksa, 1830—1870).
Cultuurstelsel" adalah kombinasi dari sistim kolonial model VOC, model Daendels dan Raffles. Semua jang paling djahat di- djadikan satu dan diberi nama cultuurstelsel". Menurut sistim ini kaum tani tidak mempunjai kebebasan samasekali. Kaum tani di- wadjibkan menanam tanaman untuk pasar Eropa (tebu, kopi, nila, kapas, tembakau), dan diwadjibkan menjerahkannja kepada peme- rintah kolonial dengan harga jang ditentukan sendiri oleh peme- rintah kolonial.
Dalam prakteknja cultuurstelsel" telah mewadjibkan kaum tani menanami 1/3 sampai 2/s dan ada kalanja seluruh tanahsawah dengan tanaman untuk pasar Eropa. Tenagakerdja jang diperguna- kan untuk tanaman buat pasar Eropa djauh lebih banjak daripada untuk padi. Padjak tanah, termasuk djuga tanah jang harus di- tanami dengan tanaman buat pasar Eropa, dinaikkan. Djika harga hasil tanaman untuk pasar Eropa melebihi djumlah padjak jang harus dibajar petani, maka kelebihannja tidak dikembalikan kepada kaum tani, tetapi sebaliknja kaum tani sering harus mendjual padi- nja jang sudah tidak tjukup itu buat membajar kekurangan padjak tanah. Kegagalan panen adalah mendjadi tanggungan petani, djuga djika gagal karena bentjana alam. Petani harus mengantarkan hasil jang wadjib diserahkannja sampai ke-gudang2 dengan tidak dibajar. Kaum tani harus bekerdja tanpa dibajar untuk pekerdjaan umum dan pembangunan benteng2.
Dalam 40 tahun cultuurstelsel" Belanda dapat mengeduk kira2
ε00 djuta florin (rupiah Belanda), jaitu hampir sama banjaknja dengan jang dapat dikeduk kapital-dagang Belanda selama dua abad dibawah VOC. Tetapi, djumlah jang sama besarnja dalam zaman imperialisme abad ke-20 sebelum krisis tahun 1929 dapat diperoleh kaum imperialis Belanda hanja dalam waktu satu tahun.
Dalam mendjalankan. sistim perampokan cultuurstelsel" kaum feodal berkedudukan sebagai orang perantara, jang djuga menarik upeti2 dan menikmati pologoro untuk dirinja sendiri. Amtenar² dari jang rendah sampai jang tinggi mempunjai tugas2 pribadi jang tidak ada batasnja, sampai2 menjediakan rombongan2 orkes dan gadis2 penari untuk menghibur residen2 selama dalam turnenja. Amtenar2 ini gadjinja sangat ketjil, tetapi dengan menggunakan kedudukannja mereka dapat memperkaja diri dengan hasil kerdja kaum tani jang tidak dibajar.
Penderitaan jang berat menjebabkan meratanja perlawanan dan pemberontakan kaum tani, menjebabkan banjaknja kaum tani jang berpindah dari tempat jang satu ketempat jang lain, walaupun oleh fihak jang berkuasa diadakan peraturan bahwa kaum tani tidak boleh meninggalkan desanja tanpa izin (sistim surat pas). Perlawanan², pemberontakan2 dan perpindahan2 kaum tani ini merupakan faktor jang penting dalam mengobrak-abrik cultuur- stelsel".
Seorang Belanda, Douwes Dekker jang dalam tahun 1856 men- djadi assisten-residen di Lebak (Banten) telah mengeluarkan dalam tahun 1860 bukunja jang terkenal Max Havelaar", jang ditulis dengan nama samaran Multatuli". Dalam bukunja ,Multatuli" mendakwa kolonialisme dan orang2 Belanda sebagai fihak2 jang bertanggungdjawab atas penindasan politik dan penghisapan eko- nomi jang tidak kenal perikemanusiaan dibawah cultuurstelsel". Tulisan2 Multatuli" banjak dibatia oleh kaum intelektuil gene- rasi muda dan pemimpin² gerakan klas buruh jang mulai berkem- bang dinegeri Belanda; ia djuga telah memberi tjanang kepada bur- djuasi Belanda bahwa zaman perampokan model cultuurstelsel" harus diachiri, sudah tidak perlu dan merugikan.
Zaman cultuurstelsel" adalah zaman jang paling dielek bagi kaum tani Indonesia. Semangat memberontak kaum tani tetap tidak bisa dipadamkan, pemberontakan2 terus-menerus tendjadi di-mana2.
nIPIIPIAL
Tetapi sesudah mengalami kekalahan dalam perang Dipo Negoro (1825—1830), kaum feodal jang biasanja ,memimpin" pembe- rontakan kaum tani sudah sepenuhnja menjerah kepada kaum penghisap kolonial dan sudah tidak mempunjai kemauan melawan lagi. Diluar Djawa perlawanan² masih dilakukan, tetapi bagi kaum kolonialis Belanda kedudukan diluar 'Djawa bukan kedudukan jang paling penting. Pada waktu itu pimpinan dari burdjuasi nasionaI atau dari proletariat Indonesia pada pemberontakan2 tani belum mungkin diharapkan.
Perkembangan industri modern dinegeri Belanda adalah terlam- bat, karena Belanda memiliki Indonesia jang sangat kaja. Déngan imemiliki Indonesia mudahlah keuntungan ber-djuta2 mengalir ke- kantong kaum kapitalis Belanda. Baru dalam tahun 1870 oleh pemerintah kolonial diadakan apa jang dinamakan undang2 agra- ria, undang2 jang mendjamin didapatnja tanah di Indonesia untuk kepentingan kapital partikelir Belanda. Dengan undang2 ini ter- bukalah setjara definitif bagi kapital partikelir Belanda untuk ambil bagian didalam penghisapan kolonial. Ini berarti perpindahan dari politik kolonial jang bersifat monopoli dari kapital-dagang kepolitik kolonial ,baru" dari kapital-industri, perpindahan dari sistim mono- poli kesistim persaingan bebas. Masa persaingan bebas jang ber- langsung dari tahun 1870 sampai 1895, ditandai oleh bertàmbah besarnja rol dari bank2 kolonial.
Dalam krisis hebat tahun 1895 sebagian besar dari kapitalis partikelir dinegeri Belanda mengalami kehantjuran, sehingga meng- akibatkan kapital-finans berkuasa penuh. Djadi, zaman kapital- industri jang berdasarkan persaingan bebas tidak lama di Indo- nesia, hanja kira2 25 tahun (1870—1895). Kapital-industri jang berdasarkan persaingan bebas segera disusuli oleh zaman imperial- isme jang dimulai tahún 1895, jaitu zaman dimana kapital-finans, jaitu perpaduan antara kapital-bank dengan kapital-industri, meme- gang monopoli atas kehidupan ekonomi dan politik Indonesia.
Untuk menjelamatkan dan mendjamin haridepan kapital jang diexpor dari Eropa, maka kaum imperialis Belanda melakukan duá tindakan penting: menundukkan seluruh daerah Indonesia, setjara politik dan militer, dan mengadakan penjelidikan2 mengenai ke- mungkinan perkembangan kapital jang tak terbatas. Tindakan kauin
imperialis Belanda ini sesuai dengan perpindahan kapitalisme pra- monopoli ketingkat kapitalisme monopoli, jaitu zaman kekuasaan kapital-finans. Perpindahan ini takterpisahkan dengan makin inten- sifnja perdjuangan kaum imperialis untuk mem-bagi2+dunia. Kapi- tal-finans berusaha pada umumnja untuk merebut tanah se-banjak2- nja dari matjam apa sadja, dimana sadja dan dengan semua dja- lan, karena memperhitungkan sumber2 potensiil akan bahan2 men- tah dan takut ketinggalan dalam perdjuangan sengit untuk men- dapat djengkal2 terachir dari wilajah jang belum dibagikan atau untuk membagi kembali tanah2 jang sudah dibagi.
Untuk menundukkan seluruh Indonesia dibawah kekuasaan Belanda maka dilakukanlah peperangan kolonial besar²an pada achir abad ke-19 dan pada awal abad ke-20 sehingga dapatlah Belanda meluaskan kekuasaannja ke Bali, Lombok, Sumbawa, Dompo, Flores, Bone, Bandjarmasin, Djambi, Riau, Tapanuli, Atjeh, dan lain2. Untuk mendjamin keuntungan jang luarbiasa, pemerintah Belanda mengadakan pemeriksaan dilapangan ilmu tanah, ilmu bumi, ilmu tumbuh²an, ilmu chewan dsb. Djuga adat- istiadat, bahasa, agama, kesenian dan sedjarah sukubangsa2 dipela- djari oleh orang2 Belanda.
Djadi, imperialisme telah menghantjurkan monopoli negara jang berbentuk cultuurstelsel", tetapi bersamaan dengan itu telah men- datangkan monopoli jang baru, jaitu monopoli kapital-finans. Karena kaum imperialis Belanda lemah kedudukannja dalam mili- ter dan tidak mampu sendirian membela Indonesia dengan sen- djata, maka sedjak tahun 1905 kaum imperialis Belanda terpaksa mendjalankan politik pintu-terbuka (opendeur politiek), artinja Indonesia dibuka mendjadi lapangan exploitasi kaum kapitalis dari segala negara kapitalis, terutama negara2 Inggeris dan Amerika. Dengan mendjalankan politik pintu-terbuka kaum imperialis Be- landa memperhitungkan dua keuritungan: 1) berupa kenaikan hasil padjak jang didapat dari perusahaan2 imperialis; 2) berupa pertahanan bersama antara negara2 imperialis untuk melindungi kepentingan²nja di Indonesia, dan bersamaan dengan itu kaum imperialis Belanda djuga dapat mendjalankan politik keseimbangan antara negara2 imperialis agar Indonesia tidak ditjaplok oleh negara imperialis jang lain. Imperialisme telah mengganti perbudakan
model cultuurstelsel" dengan perbudakan model baru" jang antara lain berbentuk poenale sanctie", jaitu peraturan jang ber- isi ketentuan hukuman bagi mereka jang menjalahi kontrak sebagai alat pendjamin tenagakenija murah bagi onderneming2 asing.
Karena dalam zaman sebelum-imperialisme, Indonesia sudah dikuras dan dirusak habis²an, maka imperialisme harus memulai dengan mentjiptakan dasar2 elementer untuk suatu sistim peng- hisapan modern, penghisapan jang lebih intensif dan sistimatis ter- hadap Rakjat dan kekajaan Indonesia. Sudah sedjak permulaan zaman imperialisme pemerintah Hindia Belanda mendjalankan apa jang dinamakan politik ethik" (politik susila"), jaitu politik jang antara lain mengurangi rodi, mereorganisasi dinas2 kesehatan, se- dikit meluaskan irigasi, dan mendirikan sekolah2 rendah, sekolah2 guru normal, sekolah² teknik, sekolah² menengah umum dsb. untuk memenuhi kebutuhan imperialisme akan kaum buruh dan pegawai bumiputera jang murah tetapi berpendidikan.
Dalam zaman imperialis Indonesia merupakan sumber bahan mentah jang murah buat negeri2 imperialis, sumber tenagakerdja jang sangat murah, pasar untuk mendjual hasil produksi negeri2 imperialis dan tempat penanaman kapital asing (Belanda,'Inggeris, Amerika, Djepang, Perantjis, Italia, dan lain²).
Politik kolonial kaum imperialis samasekali bukan untuk mema- djukan industri In'onesia, tetapi untuk memadjukan industri negeri imperialis sendiri. Kaum imperialis menentang se-keras2nja perkem- bangan industri jang luas di Indonesia, dan inilah sebabnja kera- djinan tangan dari Rakjat tidak berkembang mendjadi industri modern seperti jang terdjadi di Eropa.
Perusahaan2 bangsa Indonesia sangat terbatas perkembangan- nja, misalnja hanja meliputi perusahaan menganjam topi, tikar, kerandjang, batik, dan rokok kretek. Jang agak madju jalah per- usahaan2 batik, diantaranja ada jang mempunjai puluhan sampai ratusan kaum buruh. Perusahaan² ini sangat tergantung pada im- portir2 asing jang mendatangkan keperluan2 perusahaan batik. Per- usahaan2 rokok kretek djuga sangat tergantung pada importir2 asing dan mendapat saingan berat dari industri2 rokok Eropa jang mo- dern. Perusahaan2 batik atau rokok kretek jang agak besar umum- nja dimiliki oleh orang2 Arab, Tionghoa dan Eropa.
Industri nasional dizaman imperialis sangat dihalangi oleh poli- tik imperialis untuk berkenalan dengan mesin2 modern. Hal inilah jang terutama menetapkan Indonesia dalam kedudukan jang sangat sukar dalam memenuhi kebutuhannja akan barang2 hasil industri sclama perang dunia ke-2 dan selama revolusi 1945—1948.
Indonesia mempunjai sjarat jang tjukup untuk mendjadi negeri industri jang modern dan kuat, karena Indonesia adalah negeri jang kaja dengan pelikan seperti batubara, besi, minjaktanah, timah, bauxit, mangaan, tembaga, chrom, air-rasa, jodium, aspal, emas, perak, seng, uranium dan lain². Tetapi kaum imperialis tidak mendjadikan Indonesia negeri industri. Kaum imperialis mendiri- kan perusahaan2 pengangkutan seperti kereta-api, mobil dan kapal serta mendirikan pelabuhan2 untuk mengangkut barangdagangan2 jang berupa hasilbumiz tropis, atau untuk memudahkan gerak-gerik militer guna mengontrol dan guna keamanan pendjadjahan mereka. Mereka mendirikan industri2-pembantu untuk keperluan2 reparasi dan untuk mengerdjakan bahan2 mentah buat expor. Industri jang termasuk agak madju jang didirikan oleh kaum imperialis jalah industri pertambangan (minjak, timah, bauxit, batubara, idsb.), pabrik gula, pabrik remeling, pabrik teh, pabrik kopi, pabrik mi- njak-kelapa, penggilingan beras, pabrik tembakau, dsb.
Dengan berkuasanja imperialisme di Indonesia seperti diterang- kan diatas maka masjarakat kolonial Indonesia mempunjai karak- teristik sbb.:
Dasar dari ekonomi alamiah untuk-sendiri (self-sufficing natural cconomy) sudah rusak, artinja produksi sudah ditudjukan untuk pasar, tetapi exploitasi atas kaum tani oleh klas tuantanah — basis sosial dari exploitasi feodal — masih tetap berlaku. Exploitasi ini malahan sudah berdjalin dengan exploitasi kapital asing, kapital komprador dan lintahdarat jang berkedudukan menentukan dalam kehidupan sosial-ekonomi Indonesia. Indonesia jang feodal sudain mendjadi Indonesia jang semi-feodal (3).
Kemungkinan berkembang bagi kapitalisme nasional sangat di- batasi sehingga tidak mempunjai rol jang penting didalam kéhi- dupan politik, ekonomi dan kebudajaan Indonesia. Dalam masa pendudukan Djepang burdjuasi nasional dapat sedikit memperkuat diri, karena orang2 Djepang terpaksa banjak menggunakan tenaga
AIPIDA
mereka sebagai pembantu. Tetapi walaupun demikian, klas bur- djuis nasional Indonesia tetap sangat lemah didalam hal politik, ekonomi dan kebudajaan.
Dalam Indonesia modern kekuasaan radja2 jang otokratis sudah digulingkan, tetapi ini tidak berarti bahwa kaum feodal tidak meme- gang rol dalam kekuasaan kolonial. Kauzn feodal, jaitu kaum bang- sawan dan tuantanah², merupakan alat jang penting ditangan kaum imperialis untuk melangsungkan penghisapan ekonomi dan penin- dasan politik terhadap Rakjat. Kekuasaan kolonial jalah diktatur burdjuasi besar asing dan kaum feodal dalamnegeri. Dengan dik- tatur ini kaum burdjuis asing tidak hanja menguasai sektor2 ke- uangan dan ekonomi Indonesia, tetapi mereka djuga menguasai keadaan politik dan militer Indonesia.
Kaum imperialis-asing djuga menggunakan alat kebudajaan untuk mematahkan semangat perlawanan Rakjat Indonesia. Dengan alat kebudajaan ini mereka menanam rasa rendah-diri dikalangan Rakjat dan men-dewa2kan orang asing dan kakitangannja. Mereka menanamkan rasa tidak mampu pada Rakjat Indonesia, dan men- tjekokkan bahwa segala jang baik dan pandai ada pada orang asing. Mereka tanamkan, bahwa beladjar ke Eropa, terutama ke- negeri Belanda, berarti pangkat, prestise dan harta-benda bagi jang dapat kesempatan.
Penindasan oleh imperialisme dan feodalisme dizaman kekua- saan Belanda, dan lebih² lagi dizaman kekuasaan Djepang, telah membikin Rakjat Indonesia, terutama kaum tani, mendjadi makin lama makin melarat dan kebanjakannja mendjadi bangkrut, hidup dalam keadaan lapar, asing dari perumahan jang pantas dan pakai- an jang tjukup.
Fasal 5
Masjarakat Indonesia Sekarang Adalah Setengah- Djadjahan dan Setengah-Feodal
Sebagai salahsatu puntjak dari pertentangan jang pokok dalam masjarakat Indonesia dizaman modern, jaitu pertentangan antara imperialisme dan nasion Indonesia, maka petjahlah dalam bulan
Agustus 1945 revolusi nasional di Indonesia. Dengan ini bangsa Indonesia mengambil kemerdekaan didalam tangannja sendiri. Dalam revolusi ini dengan gagah Rakjat Indonesia berdjuang me- lawan musuhnja jang terpokok, jaitu imperialisme. Tetapi musuh pokok jang lain, jaitu klas tuantanah feodal, jang merupakan basis sosial jang terpenting bagi kekuasaan imperialisme, tidak diguling- kan. Ini berarti bahwa tenaga pokok revolusi Indonesia, jaitu kaum tani, tidak tjukup dibangunkan dan ditarik kedalam revolusi. Ter- pisahnja pelaksanaan dua tugas pokok, jaitu tugas revolusi nasional anti-imperialisme dan tugas revolusi demokratis anti-feodalisme ada- lah merupakan sebab pokok dari kegagalan revolusi Agustus.
Didalam Program PKI a.l. dikatakan bahwa: Tugas pembe- basan nasional dan perubahan2 demokratis di Indonesia belum lagi terlaksana. Hasrat Rakjat Indonesia untuk mendapatkan kemerde- kaan nasional jang penuh, untuk kebebasan² demokratis dan untuk memperbaiki penghidupannja masih belum terpenuhi".
Selandjutnja Program PKI mengatakan, bahwa Persetudjuan KMB jang ditandatangani oleh pemerintah Hatta dan pemerintah Belanda pada tanggal 2 November 1949 menetapkan kedudukan Indonesia sebagai setengah-djadjahan. Apa jang dinamakan penje- rahan kedaulatan jang terdjadi pada tanggal 27 Desember 1949, sesuai dengan persetudjuan tersebut diatas, adalah bertudjuan untuk menimbulkan lamunan dikalangan Rakjat Indonesia bahwa Indo- nesia telah diberi kemerdekaan jang penuh dan bahwa 'penjerahan kedaulatan' itu adalah 'njata, penuh dan takbersjarat'". Keadaan jang sebenarnja jalah, bahwa dengan penandatanganan persetudju- an KMB pemerintah Hatta merestorasi kekuasaan kaum imperialis Belanda atas ekonomi Indonesia.
Dengan persetudjuan KMB kaum reaksioner Indonesia, jang sepenuhnja berkapitulasi kepada kaum imperialis, berusaha untuk mengekang dan menindas gerakan pembebasan nasional dan gerakan demokratis Rakjat Indonesia. Tetapi, jang terdjadi adalah sebalik- nja! Atas desakan massa Rakjat jang kuat dan luas, maka dalam bulan April 1956 setjara sefihak (unilateral) persetudjuan KMB dibatalkan dan kemudian dijuga hutang" kepada negara Belanda dihapuskan setjara unilateral oleh pemerintah Indonesia. Walaupun tindakan2 ini adalah tindakan2 politik jang penting dan sesuai
MIDIDIALEnN:
dengan semangat anti-imperialisme dari Rakjat jang sedang naik, tetapi ia tidak membawa perubahan jang penting dalam masjara- kat Indonesia.
Dengan dibatalkannja persetudjuan KMB, Rakjat Indonesia pada pokoknja sudah mendapatkan kemerdekaan politik di 80% dari wilajah negerinja, sedangkan di Irian Barat jang merupakan 20% dari wilajah Indonesia belum ada samasekali kemerdekaan politik bagi Rakjat. Irian Barat masih sepenuhnja dikuasai oleh kolonialisme Belanda. Kemerdekaan politik jang sekarang sudah dimiliki Rakjat Indonesia belumlah kemerdekaan politik jang penuh dan stabil, tetapi masih setengah2 dan masih terus terantjam oleh kekuatan2 reaksioner. Kaum reaksioner didalamnegeri jang beker- «ijasama dengan kaum imperialis Belanda, Amerika, dll. berusaha keras untuk membatasi dan menghapuskan kemerdekaan politik bagi Rakjat, dan disamping itu burdjuasi nasional djuga berusaha untuk membatasi kemerdekaan politik bagi klas buruh dan Rakjat progresif lainnja.
Bukti jang sangat djelas dari masjarakat Indonesia jang sete- ngah-djadjahan jalah masih belum merdekanja Indonesia dila- pangan ekonomi. Kaum imperialis (kapitalis2 besar asing) masih berkuasa di Indonesia dilapangan ekonomi. Dengan kekuasaannja dilapangan ekonomi dan dengan melewati orang2 bajarannja kaum imperialis djuga ikut menentukan djalannja politik Indonesia. Mas- kapai2 imperialis seperti B.P.M., Caltex dan Stanvac menguasai minjaktanah dinegeri kita. Perusahaan2 perkebunan asing masih menguasai tanah2 onderneming dan sebagian jang penting dari pengangkutan diatas laut masih dikuasai oleh K.P.M. Perdagangan impor, expor dan perdagangan dalamnegeri masih dikuasai oleh apa jang biasa disebut "Big Five" (,,Lima Besar"), jaitu N.V.2 Internatio, Borsumy, Jacobson van den Berg, Lindeteves-Stokvis dan Geo Wehry. Alat² penting dalam perdagangan seperti transpor se- bagian atau seluruhnja masih dikuasai oleh kapitalis2 besar asing. Bank2 jang besar jang menguasai ekonomi Indonesia séperti Fac- tory, Handelsbank, Escompto, Chartered Bank, Great Eastern Bank dll., adalah kepunjaan kaum kolonialis Belanda dan kaum impe- rialis lainnja (4).
Politik kaum imperialis dilapangan perekonomian pada prinsip-
nja tidak berubah dari waktu Indonesia masih sepenuhnja dja- djahan. Mereka meneruskan perusahaan2 mereka jang lama dan mendirikan beberapa jang baru. Dengan demikian mereka dapat setjara langsung menggunakan bahan2 mentah Indonesia, menggali kekajaan pelikan Indonesia dan menggunakan tenaga buruh Indo- nesia jang murah. Setjara ekonomi mereka langsung menekan in- dustri nasional, baik kepunjaan negara maupun kepunjaan bur- djuasi nasional. Dengan demikian kaum kapitalis besar asing meng- halangi perkembangan tenaga produktif dinegeri kita. Bank dan keuangan serta barangdagangan2 jang ada didalam kekuasaan kaum imperialis inilah jang mempunjai kedudukan menentukan didalam kehidupan ekonomi negeri kita dewasa ini.
Untuk mendjamin keselamatan kapitalnja dan memudahkan exploitasinja terhadap massa luas petani dan golongan2 Rakjat lain- nja, kaum imperialis menggunakan komprador2 dan lintahdarat? untuk membikin djaring2 exploitasi jang menjebar dari pelabuhan2 dagang di-pantaiz jang ramai, dari kota2 sampai ke-desa2 jang terbelakang djauh dipedalaman. Klas komprador adalah kreasi kaum imperialis, pembantu2 mereka dalam mengexploitasi massa luas Rakjat. Kaum kompraidor tidak hanja mengabdi kepentingan satu imperialis, tetapi mereka masing2 melajani kepentingan impe- rialis2 jang tertentu. Untuk mendapatkan kekuatan politik kaum imperialis menempatkan komprador2nja didalam partai2 burdjuis, dan partai2 ini mereka djadikan alat pengabdi mereka jang setia. Dengan menggunakan partai2 burdjuis dan dengan berkedok untuk kepentingan agama" dan ideologi" mereka menggunakan badan2 exekutif dan legislatif serta alat2 birokrasi pemerintahan untuk melajani kepentingan-kepentingan kaum imperialis jang mereka pertuan, untuk memetjahbelah persatuan Rakjat dan untuk meng- halangi perkembangan kekuatan progresif jang dipimpin oleh Partai Komunis.
nIDHDIALEAN
Disamping kekuasaan ekonomi kaum imperialis asing, di Indo- nesia sekarang masih berkuasa sisa2 feodalisme jang penting dan berat, jaitu:
(1) hak tuantanah besar untuk memonopoli milik tanah jang dikerdjakan oleh kaum tani jang bagian terbesar tidak mungkin memiliki tanah dan karena itu terpaksa menjewa
tanah dari pemilik2 tanah menurut sjarat2 jang ditentukan oleh tuantanah;
(2) pembajaran sewatanah dalam udjud barang kepada tuan- tanah2 jang merupakan bagian penting dari hasil panen kaum tani dan jang mengakibatkan kemelartan bagian terbesar kaum tani;
(3) sistim sewatanah dalam bentuk kerdja ditanah tuantanah², jang menempatkan kaum tani dalam kedudukan hamba;
(4) jang terachir jalah tumpukan hutang2 jang mendjerat ba- tangleher bagian terbesar kaum tani dan jang menempat- kan mereka dalam kedudukan budak terhadap pemilik2 tanah.
Masih bertjokolnja sisa2 feodalisme telah menjebabkan terbela- kangnja teknik pertanian, melaratnja bagian terbesar dari kaum tani, susutnja pasar dalamnegeri dan tidak mungkinnja mengindus- trialisasi negeri.
Penindasan dobel dari imperialisme dan feodalisme telah menje- babkan massa luas Rakjat, terutama kaum tani, mendjadi makin lama makin melarat dan sedjumlah besar mendjadi bangkrut, hidup dalam keadaan lapar dan setengah telandjang. Penindasan dobel, jaitu penindasan imperialisme dan feodalisme, djuga telah menje- babkan sangat tertekannja perkembangan industri nasional dan ke- budajaan nasional.
Dalam masjarakat Indonesia modern sekarang, pertentangan antara imperialisme dengan nasion Indonesia dan pertentangan antara feodalisme dengan massa Rakjat jang terbesar, terutama kaum tani, adalah pertentangan2 pokok. Sudah tentu ada perten- tangan2 lain, seperti pertentangan antara burdjuasi dengan prole- tariat, pertentangan antara klas2 reaksioner sendiri dan pertentang- an antara imperialis jang satu dengan imperialis jang lain. Tetapi, walau bagaimanapun, pertentangan antara imperialisme dengan nasion Indonesia adalah pertentangan jang terpokok dari semua pertentangan. Perdjuangan jang meningkat dari pertentangan2 an makin dalamnja pertentangan2 didalam masjarakat setengah-dja- djahan dan setengah-feodal sekarang tidak bisa tidak pasti mem- bawa perkembangan dari gerakan revolusioner. Revolusi Indonesia timbul dan mengembangkan diri atas dasar pertentangan2 jang
ada dan jang makin tadjam didalam masjarakat Indonesia seka- rang.
Demikianlah kesimpulan² jang dapat kita tarik dari karakteris- tik2 masjarakat setengah-djadjahan dan setengah-feodal. Karakteris- tik2 dan-kesimpulan ini tidak mempunjai perbedaan hakekat dari- pada karakteristik2 dan kesimpulan2 mengenai masjarakat Indonesia sebelum Revolusi Agustus 1945. Ini disebabkan karena Revolusi Agustus tidak diselesaikan dengan melaksanakan dua tugas pokok revolusi sekaligus, jaitu tugas revolusi nasional anti-imperialisme dan tugas revolusi demokratis anti-feodalisme.
Dengan belum diselesaikannja dua tugas pokok Revolusi Indo- nesia, maka berartilah bahwa Revolusi Agustus 1945 belum dise- lesaikan sampai ke-akar2nja. Sampai sekarang imperialisme masih bertjokol di Indonesia, sedangkan basis sosial jang terpenting dari kekuasaan imperialisme, jaitu klas tuantanah, belum digulingkan.
BAB II
REVOLUSI INDONESIA
Fasal 1
Gerakan Revolusioner di Indonesia Dalam Abad ke-20
Pemerintah Belanda setjara langsung dan resmi berkuasa di Indonesia mulai tahun 1800, jaitu sesudah pembubaran perkum- pulan dagang Belanda VOC". Sedjak tahun 1800, dengan inte- rupsi kekuasaan Inggeris tahun 1811-1814, sampai diusirnja kekua- saan Belanda oleh balatentara Djepang pada 9 Maret 1942, peme- rintah Belanda setjara langsung dan resmi berkuasa dengan se- wenang2 di Indonesia.
AIBRA
Proses transformasi Indonesia mendjadi sepenuhnja dibawah kekuasaan kolonialisme Belanda adalah sekaligus proses perdjuang- an Rakjat Indonesia melawan kolonialisme Belanda dan kakitangan- nja. Dengan bersusah-pajah pemerintah Belanda memadamkan pemberontakan2 bersendjata Rakjat di Ambon, Djawa, Sumatera,
Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan banjak lagi. Diantara per- lawanan2 jang sengit itu termasuk perang di Maluku dalam tahun 1817 jang dipimpin oleh Pattimura, perang di Djawa tahun 1825- 1830 jang dipimpin oleh Dipo Negoro, perang di Minangkabau tahun 1830-1839 jang dipimpin oleh Imam Bondjol. Perang di Atjeh baru berachir setelah berlangsung terus-menerus selama kira2 40 tahun, jaitu dari tahun 1873 sampai 1913.
Pada permulaan abad ke-20, karena dorongan klas2 baru jaitu klas proletar dan bundjuasi nasional, timbullah bentuk² baru dalam gerakan revolusioner Rakjat Indonesia. Revolusi Rusia tahun 1905 jang dipimpin oleh kaum Komunis Rusia dengan Lenin sebagai pemimpin utamanja sangat berpengaruh pada tumbuhnja bentuk2 baru dari gerakan kemerdekaan nasional Rakjat Indonesia. Revo- lusi Rusia tersebut memberi pukulan pada kekuasaan Tsar Rusia, sehingga sangat melemahkan kedudukannja. Kuatir melihat per- kembangan revolusioner dalamnegeri, Tsar Rusia buru2 mengada- kan persetudjuan damai dengan Djepang, agar dengan demikian dapat memperkuat kedudukannja untuk menghadapi revolusi di- dalamnegeri. Revolusi Rusia tahun 1905 telah mempunjai peranan jang sangat penting dalam membangunkan bangsa2 Asia. Djuga bangsa Indonesia bangun dan klas2 jang tertindas mengorganisasi diri.
Dalam tahun 1905 berdirilah serikatburuh pertama dikalangan buruh kereta-api dengan nama SS-BOND (Staatsspoor-Bond). Dalam tahun 1908 berdiri VSTP (Vereniging van Spoor en Tram- weg Personeel), suatu serikatburuh keretaapi jang militan. Dalam tahun itu djuga sedjumlah orang2 intelektuil di Djawa mendiri- kan organisasi Budi Utomo". Organisasi2 pemuda dan peladjar jang bersifat kedaerahan timbul di-mana2.
Peladjar2 Indonesia dinegeri Belanda dalam tahun 1908 men- dirikan Indische Vereniging" jang dalam tahun 1922 diganti de- ngan nama Indonesische Vereniging", dan dalam tahun:1925 ber- ganti nama lagi mendjadi ,Perhimpunan Indonesia". Perhimpun- an Indonesia" adalah organisasi jang mempunjai karakter politik jang tegas idan menuntut kemerdekaan bagi Indonesia.
Dalam tahun 1911 kaum burdiuis dagang Indonesia mendiri- kan Serikat Dagang Islam", jang dalam tahun 1912 berganti
nama dengan Serikat Islam". Dalam bulan Mei 1914 di Surabaja (idirikan ,Indische Sociaal-Democratische Vereniging" (ISDV, Per- kumpalan Sosial-Demokratis Indonesia), organisasi politik jang per- tama dari kaum Marxis Indonesia. Revolusi Oktober Besar Rusia tahun 1917 sangat berpengaruh pada proletariat-Indonesia terutama pada ISDV. Pada pertengahan bulan November 1918 didirikan sebuah organisasi front persatuan nasional dengan nama Radicale Concentratie" jang anggota²nja terdiri dari Serikat Islam, Budi Utomo, Insulinde, Pasundan dan ISDV. Radicale Concentratie" ini segera menuntut adanja Undang2 Dasar dan Parlemen.
Pada tanggal 23 Mei 1920 ISDV berganti nama mendjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dalam waktu jang singkat pengaruh PKI mendjadi meluas di- kalangan Rakjat jang sedang menderita kemelaratan akibat exploi- tasi ekonomi dan penindasan politik imperialisme Belanda. Krisis makin memuntjak di Indonesia, penghidupan Rakjat makin lama makin merosot dan perlawanan2 Rakjat jang tidak terorganisasi terhadap alat2 pemerintah makin banjak. Dalam keadaan demikian inilah provokasi2 dari pemerintah kolonial Belanda datang ber-tubi2 dalam bentuk pemetjatan terhadap kaum pemogok, penangkapan terhadap kaum tani, pembubaran sekolah2 jang didirikan oleh PKI dan Serikat Rakjat, pelarangan terhadap suratkabar2 kaum buruh, penangkapan terhadap pemimpin2 kaum buruh, dll. Dalam meng- hadapi kaum tani, Belanda membikin gerombolan2 teroris seperti misalnja Sarekat Hedjo". Semuanja ini menjebabkan timbulnja pemberontakan Rakjat pada achir tahun 1926 di Djawa dan awal tahun 1927 di Sumatera terhadap kekuasaan imperialisme Belanda. PKI berusaha dengan sekuat tenaga untuk memberikan pimpinan pada pemberontakan ini. Karena tidak tjukupnja persiapan, karena kurangnja pengalaman dan belum tepatnja politik proletariat Indo- nesia dan Partai politiknja, pemberontakan mengalami kekalahan, PKI di-ilegalkan dan teror putih meradjalela.
Setelah PKI dilarang oleh pemerintah Belanda, burdjuasi nasio- nal Indonesia jang dipelopori oleh kaum intelektuil jang revolu- sioner mendirikan ber-matjam² organisasi dan partai politik, mene- ruskan perdjuangan revolusioner jang sudah dimulai oleh PKI. Dengan mendapat inspirasi dari perdjuangan Rakjat Indonesia jang
revolusioner, dalam tahun 1928 lahirlah Sumpah Pemuda, jaitu kebulatan tekad pemuda Indonesia dari berbagai sukubangsa dan berbagai aliran politik, jang menjatakan bahwa mereka adalah ber- bangsa, berbahasa dan bertanahair satu, jaitu Indonesia. Peristiwa ini sangat penting bagi pembentukan nasion Indonesia. Ini adalah djawab jang tepat pada politik petjahbelah kaum imperialis Belanda.
Laksana halilintar dipanas terik dalam tahun 1933 meletuslah pemberontakan didalam kapalperang Belanda De Zeven Provin- cien", jang selama pemberontakan dipimpin idlan dikemudikan ber- sama2 oleh kelasi2 Indonesia dan Belanda. Bom jang didjatuhkan oleh pemerintah kolonial pada kapal jang memberontak ini tidak berhasil mematahkan semangat dan solidaritet kelasi2 Indonesia dan Belanda. Pemberontakan ini, walaupun kemudian dapat dipadam- kan, telah menjalakan harapan dan kepertjajaan pada kekuatan diri sendiri dihati ber-puluh2 djuta Rakjat Indonesia jang tertindas.
Dalam bulan Maret 1942 kekuasaan Belanda terpaksa angkat kaki dari Indonesia, karena diserbu oleh imperialisme Djepang. Selama pendudukan tentara Djepang, Rakjat Indonesia meneruskan perdjuangan revolusionernja dengan mengadakan sabotase2 di-per- usahaan2 (a.l. menggulingkan keretaapi2 jang mengangkut tentara Djepang, meledakkan bangunan2 penting), mengadakan pemberon- takan2 tani (a.l. di Singaparna, Indramaju dan ditanah Karo), pemberontakan2 dikalangan militer (a.I. di Blitar) dan perlawanan2 dikalangan inteligensia, mahasiswa, pemuda dan peladjar. Segera sesudah diumumkan bahwa Djepang menjerah kalah kepada neger:2 sekutu dalam perang dunia ke-2, Rakjat Indonesia memproklamasi- kan kemerdekaan nasionalnja pada tanggal 17 Agustus 1945 dan mendirikan sebuah Republik.
Republik Indonesia jang masih muda ini harus menghadapi musuh2 jang kuat lan sedang naik prestisenja karena baru kembali sebagai pemenang dari medan perang dunia ke-2, jaitu tentara² Inggeris dan Belanda jang dibantu oleh imperialisme Amerika. Di- samping menggunakan sendjata militer jang djauh lebih baik per- lengkapannja daripada angkatan perang Republik Indonesia, kaum imperialis djuga menggunakan sendjata politik dan diplomasi. Mereka mendirikan negara2 boneka untuk mengepung revolusi Indonesia dan berusaha memetjah kekuatan revolusi dari dalam
dengan menggunakan orang2 reaksioner jang berkedudukan penting didalam Republik.
Dengan intrik2 dan intimidasi2 berhasillah kaum imperialis de- ngan bantuan klik Hatta dalam bulan Djanuari 1948 mengguling- kan pemerintah Repubiik jang revolusioner dan membentuk sebuah pemerintah reaksioner jang dikepalai oleh Hatta, ketika itu Wakil Presiden Republik Indonesia. Pemerintah Hatta inilah jang kemu- dian mendjalankan politik pengedjaran tdan pembunuhan terhadap kaum Komunis dan orang2 progresif lainnja. Sesudah kekuatan revolusioner dapat dipatahkan dalam peristiwa berdarah jang ter- kenal dengan nama Peristiwa Madiun", maka leluasalah peme- rintah Hatta mengadakan kompromi dengan pemerintah Belanda dibawah pengawasan wakil Amerika Serikat. Pada tanggal 2 No- vember 1949 ditandatanganilah oleh pemerintah Hatta dengan pemerintah Belanda persetudjuan Konferensi Medja Bundar (KMB), jang pada hakekatnja tidak lain daripada menetapkan kedudukan Indonesia sebagai negeri setengah-djadjahan.
Perdjuangan nasional revolusioner Rakjat Indonesia jang sudah hampir 50 tahun sedjak tahun 1908, jang sudah lebih dari 30 tahun sedjak pemberontakan tahun 1926, jang sudah hampir 30 tahun sedjak Sumpah Pemuda tahun 1928 dan sudah lebih dari 11 tahun sedjak Revolusi Agustus 1945 belum melakukan tugas? sepenuhnja, jaitu kemerdekaan nasional jang penuh, perubahan? demokratis dan perbaikan penghidupan Rakjat. Revolusi Agustus belum selesai sampai ke-akar²nja. Oleh karena itu, adalah kewa- djiban bagi seluruh Rakjat Indonesia, dan terutama sekali bagi proletariat Indonesia dan PKI, untuk menggenggam dalam tangan- nja seluruh pertanggungandjawab guna menjelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja.
Untuk menghindari atau mengurangi kesalahan² dalam melaku- kan pekerdjaan guna penjelesaian tugas2 Revolusi Agustus sampai rampung samasekali, maka wadjiblah kita mengenal benar2 apakah jang mendjadi sasaran2 revolusi ini? Apakah tugas2nja? Apakah kekuatan2 jang mendorongnja? Apakah watak atau karakternja? Apakah perspektif²nja? Inilah soal2 pokok revolusi Indonesia dan tentang inilah jang akan dibitjarakan dibawah ini.
Fasal 2
Soal2 Pokok Revolusi Indonesia
Berdasarkan analisa bahwa masjarakat Indonesia adalah masja- rakat setengah-djadjahan dan setengah-feodal, maka PKI dalam Kongres Nasionalnja jang ke-V (Maret 1954) telah menetapkan apa jang mendjadi sasaran2 revolusi Indonesia pada tingkat seka- rang, apa jang mendjadi tugas2nja, kekuatan2 pendorongnja, karak- ter dan perspektif²nja. Pengertian jang djelas tentang masjarakat Indonesia adalah sjarat mutlak untuk mengerti semua soal pokok dan penting dari revolusi Indonesia. Salahsatu arti jang terpenting dari Kongres Nasional ke-V PKI jalah, bahwa kongres ini, ber- dasarkan pengertian jang tepat tentang masjarakat Indonesia, telah dapat memetjahkan masalah² pokok dan penting dari revolusi Indo- nesia, jaitu sbb.:
A. Tentang Sasaran2 Pokok atau musuh2 pokok revolusi Indo- nesia pada tingkat sekarang dinjatakan dalam program PKI adalah imperialisme dan feodalisme. Tentang sasaran² pokok revolusi Indo- nesia Program PKI antara lain mengatakan: Selama keadaan di Indonesia masih tetap tidak berubah, artinja, selama kekuasaan imperialisme belum digulingkan dan sisa2 feodalisme belum dihapus- kan, Rakjat Indonesia takkan mungkin membebaskan diri dari ke- adaan melarat, terbelakang, pintjang dan tak berdaja dalam meng- •hadapi imperialisme. Kekuasaan imperialisme dan sisa2 feodalisme tidak akan hapus di Indonesia selama kekuasaan negara dinegeri kita dipegang oleh tuantanah2 dan komprador2 jang berhubungan erat dengan kapital asing karena mereka mau mempertahankan penin- dasan imperialisme dan sisa2 feodalisme dinegeri kita, karena mereka paling takut kepada Rakjat Indonesia".
Dengan menjatakan bahwa sasaran2 pokok revolusi Indonesia adalah imperialisme dan feodalisme, maka berartilah bahwa musuh² pokok Rakjat Indonesia dalam tingkat revolusi sekarang adalah bur- djuasi besar negeri2 imperialis dan klas tuantanah didalamnegeri. Klas2 inilah jang berkomplot menindas Rakjat Indonesia. Karena penindasan oleh imperialisme atas Rakjat Indonesia adalah jang paling kedjam, maka imperialisme adalah musuh jang paling pen-
ting dan paling sengit dari Rakjat Indonesia.
Revolusi Indonesia tidak hanja harus melawan burdjuasi besar negeri2 imperialis dan klas tuantanah didalamnegeri, tetapi djuga harus melawan kaum komprador atau agen² imperialisme asing jang terdiri dari orang2 Indonesia sendiri. Melawan imperialisme asing dengan tidak melawan kaum komprador jang mendjadi kakitangan- nja adalah pekerdjaan sia2, karena kaum imperialis asing tidak akan mungkin berkuasa di Indonesia sekarang djika tidak mempunjai djaring2 kakitangan2 jang diselundupkan di-mana2, seperti didalam pemerintahan pusat dan'daerah, didalam djawatan², didalam badan² ckonomi dan keuangan, didalam partai2 politik, didalam organisasi2 massa, didalam pers, didalam badan2 kebudajaan, universitas², ang- katan perang dan kepolisian, didalam matjam2 panitia resmi dan tidak resmi, didalam badan2 penjelidik, dikalangan keagamaan dan dikalangan gerombolan2 bandit. Diantara agen2 imperialisme asing ini ada jang mempunjai persekutuan kapital dengan kaum kapital besar asing, tetapi ada djuga jang tidak, dan jang demikian ini mendapat bajaran dari dana2 istimewa atau bentuk2 suapan lain- nja dari kaum imperialis.
Djadi teranglah, bahwa revolusi Indonesia mempunjai musuh2 jang masih kuat, jang masih sangat berbahaja, jaitu kombinasi dari kaum imperialis, kaum komprador dan kaum tuantanah feodal jang memandang Rakjat Indonesia sebagai musuhnja. Keadaan musuh2 revolusi Indonesia jang masih kuat ini tidaklah berarti bahwa mereka dalam keadaan berkembang, tetapi sebaliknja, mereka dalam keadaan runtuh dan sekarat. Meskipun demikian, adalah keliru djika kita mengetjilkan kekuatan musuh2 revolusi Indonesia ini.
Karena musuh2 revolusi Indonesia masih kuat, maka perdju- angan untuk mengalahkan musuh2 ini adalah perdjuangan jang sengit, berat dan makan waktu pandjang. Menganggap enteng per- djuangan revolusioner Rakjat Indonesia adalah keliru, demikian djuga adalah keliru menganggap bahwa perdjuangan ini bisa di- lakukan dalam waktu singkat dan dalam suasana jang ter-buru2.
Dalam memimpin perdjuangan Rakjat jang sengit, berat dan makan waktu pandjang ini, kita harus mendjalankan taktik mem- bawa madju perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia dengan pelahan dan ber-hati², tetapi pasti. Dalam melakukan perdjuangan
jang makan waktu pandjang ini, kita harus tidak henti²nja mela- wan dua ketjenderungan, jaitu ketjenderungan² menjerahisme dan avonturisme jang bersumber pada ketidakuletan burdjuis ketjil.
Karena musuh2 Rakjat menggunakan semua bentuk perdjuang- an, maka kita djuga harus pandai menggunakan semua bentuk per- .djuangan. Kita harus pandai menggunakan semua bentuk kegiatán jang terbuka dan legal, jang diperbolehkan oleh undang2 dan per- aturan², oleh kebiasaan2 dan adat-istiadat didalam masjarakat. Si- dang Pleno ke-IV CC PKI antara lain memperingatkan, bahwa kita harus waspada dan harus senantiasa mempersiapkan diri dan mempersiapkan Rakjat disegala lapangan agar kaum reaksioner tidak bisa menghalangi keinginan Rakjat untuk mentjapai perubah- an2 sosial jang fundamentil setjara damai, setjara parlementer". Dengan sendirinja pekerdjaan PKI bukan hanja pekerdjaan par- lementer sadja, tetapi djuga dan terutama pekerdjaan2 dikalangan massa, jaitu massa kaum buruh, kaum tani, inteligensia, dan massa pekerdja serta massa demokratis lainnja. Semua pekerdjaan ini, jang didalam maupun diluar Parlemen, ditudjukan untuk meng- ubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakjat difihak lain. Dalam menggunakan bentuk2 perdjuangan ini, agar tudjuan2 Partai dapat ditjapai, kita harus mendasarkan diri pada prinsip2 keadilan, menguntungkan dan tahu-batas. Jang terpenting bukan- nja besarnja hasil, tetapi bahwa perdjuangan itu berhasil, dan bahwa hasil itu merupakan basis untuk mentjapai hasil2 jang lebih besar dan lebih banjak.
Pendeknja, dalam pekerdjaan menumpuk kekuatan jang makan waktu pandjang untuk mengalahkan musuh2 jang masih kuat, dje- ritan2 jang keras2 dan aksi2 jang keburu nafsu tidak akan mem- bawa revolusi Indonesia kepada penghantjuran sasaran²nja. Keulet- an dan ketekunan bekerdja jang terus-menerus, inilah jang dituntut oleh Partai kita dari tiap2 anggotanja, terutama dari kader2nja.
B. Tentang Tugas2 Revolusi Indonesia dikatakan dalam prog- ram PKI bahwa tugas revolusi Indonesia jalah mentjiptakan peme- rintah Rakjat jang ,,bukannja harus melaksanakan perubahan2 so- sialis melainkan perubahan2 demokratis. Ia akan merupakan suatu pemerintah jang mampu mempersatukan semua tenaga anti-feodal
dan anti-imperialis, jang mampu memberi tanah dengan tjuma? kepada kaum tani, jang mampu mendjamin hak2 demokrasi bagi Rakjat; suatu pemerintah jang mampu membela industri dan per- dagangan nasional terhadap persaingan asing, jang mampu mening- gikan tingkat hidup materiil kaum buruh dan menghapuskan peng- angguran. Dengan singkat, ia akan merupakan suatu pemerintah Rakjat jang mampu mendjamin kemerdekaan nasional serta per- kembangannja melalui djalan demokrasi dan kemadjuan".
Djelaslah, bahwa tugas2 terpenting jalah berdjuang terhadap dua musuh, jaitu mendjalankan revolusi nasional untuk menggu- lingkan kekuasaan imperialisme, musuh dari luar, dan mendjalan- kan revolusi demokratis untuk menggulingkan kekuasaan tuantanah² feodal didalamnegeri. Jang primer dari dua tugas terpenting ini jalah revolusi nasional untuk menggulingkan imperialisme.
Dengan mengatakan bahwa tugas primer jalah menggulingkan imperialisme, tidaklah berarti bahwa dua tugas penting dari revo- lusi Indonesia dapat berdjalan sendiri2. Tidak! Dua tugas penting ini saling berhubungan. Tanpa menggulingkan kekuasaan imperial- isme, kekuasaan klas tuantanah tidak mungkin diachiri, karena imperialisme adalah penjokong jang terpenting dari klas tuantanah. Difihak lain, karena kaum tuantanah feodal adalah basis sosial jang terpenting dari kekuasaan imperialisme atas Indonesia, maka ke- kuasaan imperialisme tidak mungkin idigulingkan tanpa mengguling- kan kekuasaan kaum tuantanah feodal. Jang terachir ini hanja dapat digulingkan djika proletariat mampu membangunkan ke- kuatan pokok dari revolusi, jaitu massa kaum tani, dengan djalan membantu mereka menggulingkan tuantanah2 feodal. Dengan demi- kian djelaslah, bahwa front buruh dan tani anti-feodalisme adalah basis dari front persatuan nasional anti-imperialisme. Djadi, dua tugas pokok revolusi Indonesia adalah berbeda, tetapi bersamaan dengan itu ia djuga saling berhubungan satu dengan lainnja.
Fikiran ingin menjelesaikan revolusi nasional lebih dulu" dan kemudian sesudah revolusi nasional selesai", baru melaksanakan revolusi demokratis anti-feodalisme" adalah fikiran jang keliru dan berbahaja. Fikiran ini keliru dan berbahaja, karena ,,ingin menje- lesaikan revolusi nasional" tanpa memperdjuangkan pembebasan kaum tani dari penindasan sisa2 feodalisme, berarti tanpa menarik
kaum tani kefihak revolusi. Fikiran jang keliru ini pada hakekat- nja didorong oleh maksud supaja kedudukan tuantanah2 feodal tidak diganggu-gugat. Mereka berdalih, bahwa kalau diganggu- gugat kaum tuantanah akan meninggalkan front nasional anti-impe- rialisme dan akan menentang revolusi. Tetapi apakah benar demi- kian? Samasekali tidak benar! Djika fikiran ini diterima maka hasil- nja tidak lain jalah, bahwa fihak tuantanah tetap tidak akan mem- perkuat front nasional setjara sungguh2; sedangkan kaum tani, kekuatan pokok revolusi kita, tidak akan dapat dibangkitkan dan dimobilisasi untuk melawan imperialisme, karena musuh pokok dan langsung dari kaum tani, jaitu kaum tuantanah feodal, tidak di- apa2kan dan tetap bebas melandjutkan penghisapan ekonomi dan penindasan politik terhadap kaum tani. Tanpa membangunkan dan menarik kaum tani kedalam revolusi, tidak mungkin revolusi nasio- nal diselesaikan sampai ke-akar²nja!
Untuk menjelesaikan tuntutan2 Revolusi Agustus sampai ke- akar²nja Partai telah mempunjai Program Umum, jaitu dasar ker- djasama antara PKI dengan semua partai, dengan semua golongan dan perseorangan jang demokratis dan patriotik dalam menjelesai- kan seluruh tuntutan Revolusi Agustus. Disamping mempropaganda- kan program umumnja, PKI mempersatukan Rakjat berdasarkan tuntutan² politik dan ekonomi jang kongkrit sekarang dan men- djadikan tuntutan kongkrit sekarang sebagai alas untuk bekerdja- sama waktu sekarang dengan semua partai, semua golongan dan perseorangan jang demokratis dan patriotik. Tuntutan politik jang urgen untuk sebanjak mungkin mempersatukan Rakjat pada ting- kat sekarang jalah tuntutan pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%, sebagai langkah jang penting dalam mentjapai tudjuan stra- tegis dari revolusi Indonesia, jaitu pelaksanaan Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja.
C. Tentang Tenaga2 Penggerak atau Kekuatan2 Pendorong Revolusi Indonesia ditlalam Program Umum Konstitusi Partai Ko- munis Indonesia (PKI) dikatakan bahwa ,tenaga penggerak revo- lusi Indonesia adalah klas buruh, kaum tani, klas burdjuis ketjil dan elemen2 demokratis lainnja jang dirugikan oleh imperialisme". Semuanja ini merupakan kekuatan progresif dalam masjarakat Indo- nesia. Persoalan kekuatan2 pendorong atau tenaga2 penggerak dari
revolusi jalah persoalan klas² dan lapisan2 manakah didalam masja- rákat Indonesia jang merupakan kekuatan2 jang konsekwen ber- djuang melawan imperialisme dan feodalisme. Problim taktik-taktik pokok revolusi Indonesia hanja bisa setjara tepat dipetjahkan djika ada pengertian jang djelas tentang soal itu.
Program PKI menjatakan bahwa klas buruh, kaum tani, bur- djuasi ketjil dan burdjuasi nasional harus bersatu dalam satu front nasional". Front nasional adalah gabungan antara kekuatan pro- gresif dan kekuatan tengah. Kekuatan tengah pada pokoknja jalah kekuatan burdjuasi nasional.
Dalam Program PKI djuga tikatakan bahwa djalan keluar dari keadaan setengah-djadjahan dan setengah-feodal terletak dalam mengubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, klas tuan- tanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rakjat difihak jang lain. Djalan keluar terletak dalam membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa, terutama kaum buruh dan kaum tani". Dalam Sidang Pleno ke-IV Comite Central (achir Djuli 1956) a.l. dinjatakan, bahwa d).alam masjarakat Indonesia sekarang ada tiga kekuatan, jaitu kekuatan kepala batu, kekuatan tengah dan kekuatan progresif. Selandjutnja dikatakan, bahwa pada waktu sekarang kekuatan Rakjat, jaitu gabungan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah berusaha untuk membentuk negara Indonesia jang merdeka dilapangan politik dan ekonomi. Tetapi usaha ini ditentang keras oleh klas2 komprador dan feodal jang bersekongkol dengan kaum imperialis jang dengan ngotot berusaha untuk mengubah Indonesia mentjadi negara embel2, jaitu negara jang hanja dalam bentuknja merdeka, tetapi pada hakekatnja menje- rah kepada imperialisme. Garis politik PKI dalam menghadapi tiga kekuatan ini jalah: dengan sekuat tenaga dan dengan tidak djemu2. nja mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan mementjilkan kekuatan kepala batu. Pelaksanaan garis politik ini adalah sangat penting dalam mengubah imbangan ke- kuatan didalam masjarakat.
Didalam masjarakat In'onesia sekarang ada klas tuantanah dan klas burdjuis; klas tuantanah lapisan atas dan burdjuasi lapisan atas adalah klas2 jang memerintah. Jang diperintah jalah klas pro- letar, kaum tani dan semua tipe burdjuasi ketjil diluar kaum tani;
semuanja ini merupakan golongan jang sangat terbesar didalam masjarakat Indonesia. Djadi, dapat djuga dikatakan bahwa djalan keluar dari keadaan setengah-jadjahan dan setengah-feodal. di Indonesia jalah mengubah imbangan kekuatan klas2 jang menme- rintah disatu fihak, dan kekuatan klas2 jang diperintah difihak lain.
Sikap dan posisi dari semua klas, baik jang memerintah mau- pun jang diperintah adalah seluruhnja ditentukan oleh kedudukan sosial dan kedudukan ekonominja. Djadi karakter dari masjarakat Indonesia tidak hanja menentukan sasaran² dan tugas2 revolusi tetapi djuga menentukan tenaga² pendorong revolusi. Klas² apakah jang dapat dimasukkan kedalam tenaga² pendorong revolusi Indo- nesia? Untuk mengetahui ini kita perlu menganalisa klas2 jang ada didalam masjarakat Indonesia.
Klas tuantanah jang menghisap dan menindas kaum tani cdan jang lebih banjak menentang perkembangan politik, ekonomi dan kebudajaan dari masjarakat Indonesia daripada memainkan rol jang progresif, bukanlah tenaga pendorong revolusi, tetapi sasaran revolusi.
Klas burdjuis ada jang berwatak komprador dan ada jang ber- watak nasional. Burdjuasi besar jang berwatak komprador lang- sung mengabdi kepentingan² kaum kapitalis besar asing dan oleh karena itu dibikin genl'ut olehnja. Dalam revolusi Indonesia bur- djuasi komprador bukannja tenaga pendorong revolusi, tetapi peng- halang revolusi, oleh karena itu ia adalah sasaran revolusi. Sedang- kan burdjuasi nasional mempunjai dua watak. Sebagai klas jang djuga ditindas o'eh imperialisme dan dikekang perkembangannja oleh feodalisme klas ini adalah anti-imperialisme dan anti-feodal- isme, dan dalam hal ini klas ini merupakan satu (ari kekuatai:2 revolusioner. Tetapi difihak lain, klas ini tidak mempunjai kebe- ranian dalam menentang imperialisme dan feodalisme setjara men- dalam karena dilapangan ekonomi dan politik klas ini lemah dan djuga mempunjai tali-temali dengan imperialisme dan feodalisme. Karakter dobel dari burdjuasi nasional ini menjebabkan kita mem- punjai dua pengalaman l'engan mereka, jaitu pada periode jang tertentu dan sampai batas² jang tertentu klas ini bisa mengambil bagian dalam revolusi melawan imperialisme, me'awan kaum kom- prador dan tuantanah (misalnja dalam Revolusi Agustus), tetapi
dalam periode lain mereka bisa mengekor burdjuasi komprador dan mendjadi sekutunja didalam kubu kontra-revolusi (misalnja dalam Peristiwa Madiun" 1948 dan dalam Razzia Agustus 1951).
Mengenai burtdjuasi Indonesia ini didalam Kongres ke-V PKI, berdasarkan pengalaman2 dalam beberapa periode perdjuangan Rakjat Indonesia (periode 1920-1926, 1935-1945, periode 1945- 1948, periode 1948-1951 dan periode 1951-.....) antara lain di- simpulkan bahwa:
Burdjuasi nasional Indonesia, karena djuga tertekan oleh impe- rialisme asing, dalam keadaan tertentu dan sampai batas2 tertentu, dapat turutserta dalam perdjuangan melawan imperialisme. Dalam keadaan tertentu demikian proletariat Indonesia harus menggalang persatuan dengan burdjuasi nasional dan mempertahankan per- satuan itu dengan sekuat tenaga. Dalam keadaan jang lebih ter-. tentu lagi, djika politik Partai pada suatu waktu hanja ditudjukan kepada sesuatu imperialisme, maka sebagian dari burdjuasi kom- prador bisa djuga merupakan tambahan kekuatan dalam melawan imperialisme jang tertentu itu. Tetapi walaupun demikian, burdjuasi komprador masih tetap sangat reaksioner dan masih tetap bertu- djuan untuk menghantjurkan Partai Komunis, menghantjurkan gerakan proletariat dan gerakan demokratis lainnja.
Karena lemahnja burdjuasi nasional Indonesia dilapangan eko- nomi dan politik, maka dalam keadaan sedjarah jang tertentu bur- djuasi nasional jang wataknja bimbang itu bisa gojang dan meng- chianat. Oleh karena itu proletariat Indonesia dan Partai Komunis Indonesia harus ber-djaga2 akan kemungkinan bahwa dalam keada- an jang tertentu burdjuasi nasional tidak ikut dalam front persatu- an, tetapi dalam keadaan lain lagi mungkin ikut kembali".
Dalam menghadapi sifat gojang burdjuasi nasional Indonesia, perlu diperhatikan, bahwa djustru karena lemah dilapangan eko- nomi dan politik, klas ini tidak begitu sukar ditarik kekiri Ean bisa dibikin mantap berdiri difihak revolusi, asal sadja kekuatan pro- gresif besar dan politik serta taktik Partai Komunis tepat. Dengan demikian kegojangan klas ini adalah tidak fatal, adalah bukan tak terhindarkan. Tetapi sebaliknja, djika kekuatan progresif tidak besar dan politik serta taktik Partai Komunis tidak tepat, burdjuasi nasio- nal jang lemah dilapangan ekonomi dan politik ini mudah lari
kekanan dan memusuhi revolusi.
Burdjuasi ketjil diluar kaum tani, jaitu kaum miskin kota, kaum intelektuil, pedagang2 ketjil, tukang2 keradjinan tangan, nelajan2, pekerdja² merdeka dsb. mempunjai status hampir seperti kaum tani sedang. Mereka djuga menderita tindasan imperialisme, feodalisme dan burdjuasi besar dan saban hari terus didesak kearah kebang- krutan dan kehantjuran. Oleh karena itu mereka merupakan satu dari kekuatan² pendorong revolusi dan merupakan sekutu prole- tariat jang bisa dipertjaja. Mereka hanja bisa mentjapai kebebasan- nja dibawah pimpinan proletariat. Kaum inte'ektuil dan pemud2 mahasiswa tidak merupakan klas didalam masjarakat, tetapi di- tentukan oleh asal-usul kefamiliannja, oleh sjarat2 hidupnja dan oleh pandangan politiknja. Pedagang2 ketjil umumnja mempunjai warung atau toko ketjil tan menjewa beberapa atau samasekali tidak mempunjai pembantu, mereka terus-terusan diantjam kebang- krutan karena penghisapan imperialisme, burdjuasi besar dan lintah- darat2. Tukang2 keradjinan tangan dan kaum nelajan mempunjai alat produksinja sendiri, mereka tidak menjewa atau hanja menjewa satu atau dua orang pembantu. Kaum pekerdja merdeka adalah orang2 dari berbagai lapangan pekerdjaan, seperti dokter dan advo- kat partikelir, mereka bekertija sendiri, tidak menghisap atau sedikit sekali menghisap orang lain. Semua burdjuasi ketjil diluar kaum tani ini umumnja bisa menjokong revolusi dan adalah sekutu jang baik dari proletariat. Kekurangan mereka jalah, bahwa sebagian dari mereka mudah kena pengaruh burdjuasi, oleh karena itu harus ada perhatian chusus dalam hal mengadakan propaganda dan pekerdjaan2 organisasi revolusioner dikalangan mereka.
Kaum tani merupakan 60%-70% dari penduduk Indonesia, merupakan golongan terbesar jang bersama keluarganja berijum- lah ber-puluh2 djuta orang. Kaum tani pada pokoknja terbagi dalam tanikaja, tanisedang dan tanimiskin. Kaum tanikaja memang ada jang menjewakan sebagian dari tanahnja, mendialankan prak- tek lintahdarat, dengan kediam menghisap kaum buruhtani dan wataknja adalah semi-feodal, tetapi disamping itu mereka pada umumnja mengambil bagian sendiri didalam kerja, dan dalam artian ini mereka merupakan sebagian dari kaum tani. Aktivitet produktif mereka akan tetap berguna untuk beberapa waktu jang
akan datang dan mereka djuga bisa membantu perdjuangan anti- imperialisme. Mereka bisa bersikap netral terhadap perdjuangan revolusioner melawan tuantanah. Oleh karena itu kita tidak meng- anggap mereka sebagai tuantanah. Kaum tanisedang setjara eko- nomi berdiri sendiri, umumnja tidak menghisap orang lain dan tidak membungakan uang, sebaliknja mereka menderita penghisap- an dari kaum imperialis, kaum tuantanah dan burdjuasi. Sebagian dari mereka tidak mempunjai tanah jang tjukup untuk dikerdjakan sendiri. Kaum tanisedang tidak hanja bisa memasuki revolusi anti- imperialisme dan revolusi agraria, tetapi djuga bisa menerima So- sialisme. Oleh karena itu mereka adalah tenaga pendorong jang penting dari revolusi dan merupakan sekutu proletariat jang dapat dipertjaja. Sikap mereka terhadap revolusi adalah faktor jang menentukan menang atau kalahnja revolusi, karena kaum tani- sedang merupakan majoritet di-'esa² sesudah revolusi agraria, Kaum tanimiskin ber-sama2 dengan buruhtani sebelum revolusi agraria merupakan majoritet di-desa2 negeri kita. Kaum tanimiskin tidak mempunjai atau tidak tjukup mempunjai tanah untuk dikerdjakan sendiri, mereka adalah kaum semi-proletar didesa, mereka adalah tenaga pendorong revolusi jang terbesar, dan sudah sewadjarnja mereka merupakan sekutu proletariat jang tepertjaja dan merupa- kan bagian pokok tari kekuatan revolusi Indonesia.
Kaum tanimiskin dan tanisedang hanja mungkin mentjapai kebebasannja dengan pimpinan proletariat, dan proletariat hanja mungkin memberikan pimpinan pada revolusi djika sudah meng- adakan persekutuan jang teguh dengan kaum tanimiskin dan kaum tanisedang. Jang kita maksudkan dengan kaum tani" terutama jalah kaum tanimiskin dan tanisedang, jang merupakan djumlah terbesar dari pent'uduk desa. Dalam memimpin perdjuangan Rakjat didesa Partai harus selalu berusaha untuk bisa menarik dan menge- rahkan 90% dari penduduk desa, dan dengan sungguh2 bersandar pada kaum tanimiskin dan buruhtani serta berserikat dengan kaum tanisedang.
Proletariat Indonesia terdiri dari kira2 500.000 buruh industri mot'ern (buruh transpor, pabrik, bengkel, tambang, dll.). Buruh industri ketjil dan keradjinan tangan di-kota² berdjumlah lebih dari 2.000.000. Proletariat agrikultur dan kehutanan serta golongan2
buruh lainnja merupakan djumlah jang besar. Semuanja berdjum- lah lebih dari 6.000.000 atau bersama dengan keluarganja kira2 20.000.000 atau hampir 25% dari seluruh penduduk Indonesia. Disamping proletariat kota dan desa ini, di-desa2 Indonesia ter- dapat ber-djuta2 buruhtani, jaitu penduduk desa jang pada umum- nja tidak mempunjai tanah dań alat2 pertanian serta hidup dari mendjual tenagakerdjanja didesa. Kaum buruhtani merupakan go- longan jang paling menderita tidesa, dan dalam gerakan tani ke- dudukannja sama pentingnja dengan kaum tanimiskin.
Sebagaimana djuga proletariat di-negeri2 lain, proletariat Indo- nesia mempunjai kwalitet jang sangat baik. Pekerdjaannja mem- bikin mereka bersatu dengan bentuk ekonomi jang termadju, mem- bikin mereka mempunjai pengertian tentang organisasi dan disiplin jang kuat, dan karena mereka tidak mempunjai alat produksi sen- diri mereka tidak berwatak individualis, selain daripada itu, karena proletariat Indonesia ditindas oleh tiga matjam penindasan, jaitu imperialisme, kapitalisme dan feodalisme jang sangat kedjam, maka mereka mendjadi lebih tegas dan lebih mendalam didalam perdju- angan revolusioner daripaa klas2 lain. Karena Indonesia bukan- lah tanah subur untuk sosial-reformisme seperti Eropa, maka se- bagai keseluruhannja proletariat Indonesia adalah sangat revolu- sioner, tentu dengan perketjualian sebagian ketjil jang sudah men- djadi sampah. Karena sudah sedjak muntjulnja dipanggung per- djuangan revolusioner proletariat Indonesia sudah dipimpin oleh partai politiknja jang revolusioner, jaitu Partai Komunis Indone- sia, maka proletariat Indonesia setjara politik adalah klas jang paling sadar ditalam masjarakat Indonesia. Karena proletariat Indonesia sebagian besar adalah terdiri dari kaum tani jang bang- krut, maka ia mempunjai hubungan2 jang wadjar dengan kaum tani jang luas, jang memudahkan persekutuannja.
Walaupun proletariat Indonesia mengandung beberapa kele- mahan jang tidak bisa dihindari, seperti misalnja djumlahnja jang ketjil djika dibanding dengan kaum tani, umurnja jang masih muda djika dibanding dengan proletariat di-negeri2 kapitalis dan tingkat kebudajaannja jang masih rendah djika dibanding dengan burdjuasi, proletariat Indonesia mau tidak mau telah mendjadi tenaga pendorong jang pokok dari revolusi Indonesia. Revolusi
Indonesia tidak akan berhasil tanpa pimpinan proletariat Indonesia. Sebagai tjontoh jang belum lama kedjadian, Revolusi Agustus telah mentjapai sukses paa awalnja sebab proletariat sedikit atau banjak sudah setjara sadar mengambil bagian jang penting didalamnja, tetapi kemudian revolusi menderita kekalahan karena rol proletariat didesak kebelakang dan lapisan atas daripada burdjuasi mengchia- rati persekutuan dengan proletariat (,Peristiwa Madiun"), disam- ping karena proletariat Indonesia dan Partai politiknja belum tju- kup mempunjai pengalaman revolusioner. Tanpa proletariat meng- ambil bagian penting tidak ada jang bisa ben jalan beres didalam masjarakat Indonesia. Ini sudah dan terus akan dibuktikan oleh sedjarah dan pengalaman.
Harus mendjadi pengertian bahwa proletariat Indonesia, walau- pun ia merupákan klas jang mempunjai kesedaran politik dan pengertian organisasi jang paling tinggi, tetapi kemenangan revolusi tidak mungkin tertjapai djika tanpa persatuan revolusioner didalam matjam2 keadaan dengan klas2 serta golongan2 revolusioner apa sadja.Proletariat harus menggalang front persatuan jang revolu- sioner. Diantara klas² didalam masjarakat, kaum tani adalah sekutu jang teguh dan tepertjaja dari klas buruh, burdjuasi ketjil kota adalah sekutu jang bisa dipertjaja, dan burdjuasi nasional adalah sekutu didalam periode² tertentu dan sampai batas2 tertentu; demi- kianlah hukum fondamentil jang sudah dan se'ang dibuktikan oleh sedjarah modern Indonesia.
Kaum gelandangan adalah salahsatu hasil dari masjarakat se- tengah-djadjahan dan setengah-feodal, berhubung masjarakat ini- lah jang telah menimbulkan orang2 penganggur di-desa2 dan di- kota2, dan kaum pengganggur inilah jang kemudian hiiup ber- gelandangan, tak tahu apa jang harus diperbuat dan achirnja ter- sesat menempuh djalan jang tidak sah, mendjadi pentjuri², peram- pok2, gangster2, pengemis2, pelatjur2 dan semua tjara hidup atau pekerdjaan2 jang tidak normal. Golongan ini gojang wataknja dan sebagian dari mereka bisa:dibeli oleh kaum reaksioner, sedangkan sebagian lagi bisa memasuki revolusi. Dalam keadaan memasuki barisan revolusi mereka bisa mendjai sumber ideologi dari barisan pengatjau jang berkeliaran dan dari anarkisme didalam barisan revolusi. Mereka mudah dibikin gojang, baik dengan suapan² mate-
riil maupun dengan hasutan² untuk membentji dan merusak sesuatu jang konstruktif. Mereka mudah dihanjutkan oleh adjakan2 dengan kata² jang keras² dan galak². Oleh kaum kontra-revolusioner mereka mudah disuruh mengutjapkan istilah² revolusioner untuk melawan dan merusak Partai klas buruh, gerakan buruh dan gerakan revo- lusioner pa:a umumnja. Oleh karena itu kita harus pandai meng- ubah sifat2 mereka, terutama sifat2 destruktifnja.
Berdasarkan analisa klas dalam masjarakat Indonesia seperti diatas, maka mendjadi djelaslah klas2 dan golongan2 mana jang merupakan sandaran imperialisme dan feodalisme, jaitu klas tuan- tanah dan kaum komprador. Mereka adalah penghalang2 revolusi dan oleh karena itu mereka adalah musuh2 Rakjat Indonesia. Dengan analisa diatas tdjuga mendjadi djelas klas2 dan golongan2 mana jang merupakan tenaga² pokok penggerak revolusi, jaitu klas buruh, kaum tani dan burdjuasi ketjil. Demikian djuga mengenai klas mana jang bisa ikutserta dalam revolusi, jaitu klas burdjuis nasiona!. Oleh karena itu, kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan bur- djuasi nasional adalah Rakjat, dan merupakan kekuatan revolu- sioner, kekuatan front persatuan nasional.
D. Tentang Watak Revo!usi Indonesia dikatakan alam Prog- ram PKI antara lain sbb.: Mengingat terbelakangnja ekonomi negeri kita, PKI berpendapat bahwa pemerintah ini (pemerintah Demokrasi Rakjat) tidak merupakan pemerintah diktatur prole- tariat melainkan pemerintah diktatur Rakjat. Pemerintah ini bukan- nja harus melaksanakan-perubahan2 sosialis melainkan perubahan2 demokratis". Dengan perkataan lain, watak (karakter) revolusi Indonesia pada tingkat sekarang bukanlah revolusi proletar-sosialis, tetapi revolusi burdjuis-demokratis.
Kita dapat menentukan watak revolusi kita setelah kita mengerti keadaan chusus masjarakat Indonesia jang masih setengah-diadjah- an dan setengah-feodal, setelah kita mengetahui bahwa musul:2 revo- lusi Indonesia pa'a waktu sekarang adalah imperialisme dan ke- kuatan2 feodal, bahwa tugas2 revolusi Indonesia jalah menjelesai- kan revolusi nasional dan revolusi demokratis untuk mengguling- kan dua musuh pokok (imperialisme dan feodalisme), bahwa bur- djuasi nasional diuga bisa mengambil bagian didalam revolusi ini dan bahwa apabila burdjuasi besar mengchianati revolusi dan men-
djadi musuh revolusi, pukulan revolusi jang langsung harus tetap ditudjukan lebih kepada imperialisme dan feodalisme daripada ke- pada kapitalisme dan milik perseorangan kaum kapitalis nasional pada umumnja.
Tetapi, revolusi burdjuis-demokratis Indonesia sekarang tidak lagi termasuk jang bersifat umum, bukan lagi termasuk tipe lama jang usang itu, tetapi sudah sesuatu jang spesial, sudah tipe baru. Revolusi burdjuis-demokratis tipe baru ini, disebut djuga revolusi demokrasi baru atau revolusi demokrasi Rakjat. Ia adalah bagian dari revolusi proletar-sosialis dunia jang teguh menentang imperial- isme, jaitu kapitalisme internasional. Dalam zaman sekarang tidak mungkin lagi ada revolusi burdjuis-demokratis jang tidak merugi- kan kaum kapitalis internasional dan jang tidak menguntungkan revolusi proletar dunia jang sudah dimulai dengan Revolusi Sosialis Oktober Besar Rusia tahun 1917.
Revolusi demokrasi Rakjat setjara politik berarti diktatur ber- sama dari klas2 revolusioner atas kaum imperialis, kaum kompra- dor, kaum tuantanah dan kaum reaksioner lainnja, dan menentang transformasi masjarakat Indonesia mendjadi suatu masjarakat di- bawah diktatur burdjuasi seperti jang terdjadi dengan revolusi bur- djuis Perantjis 1789. Setjara ekonomi revolusi demokrasi Rakjat, berarti menasionalisasi semua kapital dan perusahaan kepunjaan kaum imperialis, kaum komprador dan kaum reaksioner lainnja, membagi tanah kaum tuantanah dengan tjuma2 kepada kaum tani, dan bersamaan dengan itu melindungi pada umumnja perusahaan2 perseorangan kapitalis2 nasional dan tidak mengganggu kaum tani- kaja. Bersamaan dengan pada umumnja melindungi perusahaan2 kapitalis2 perseorangan, revolusi demokrasi Rakjat mentjiptakan sjarat2 persiapan untuk Sosialisme. Masa kekuasaan demokrasi Rakjat adalah masa peralihan ke Sosialisme, dan bukan bentuk masjarakat tersendiri jang terlepas dari Sosialisme.
Tingkat revolusi Indonesia sekarang adalah tingkat transisi (per- pindahan) antara pengachiran masjarakat setengah-djadjahan (Irian Barat masih sepenuhnja diadjahan) tdan setengah-feodal dan mendirikan masjarakat sosialis. Proses transisi ini sudah dimulai dengan adanja gerakan2 untuk kemerdekaan nasional pada awal abad ke-20. Salahsatu puntjak dari proses transisi ini jalah Revolu-
si Agustus 1945. Tetapi Revolusi Agustus tidak dapat menunaikan tugas2nja, jaitu menggulingkan kekuasaan imperialisme, musuh dari luar, dan menggulingkan kekuasaan tuantanah2 feodal dida- lamnegeri, karena tdichianati oleh lapisan atas dari burdjuasi dan karena kekurangan pengalaman revolusioner dari proletariat Indonesia.
Dalam tahun 1948 lapisan atas dari burdjuasi Indonesia telah melemparkan pandjiz Revolusi Agustus, mereka mengchianati per- sekutuan dengan proletariat dan berkapitulasi kepada imperialisme. Adalah satu kehormatan dan kebanggaan bagi proletariat, untuk dalam keadaan demikian klas ini tetap setia kepada Revolusi Agus- tus, memungut kembali pandji² revolusi jang telah dilemparkan itu, mengibarkannja tinggi2 dan menjerukan· kepada seluruh Rakjat Indonesia supaja tidak berhenti didjalan, supaja bersatu kembali dan berdjuang terus untuk menjelesaikan tuntutan2 Revolusi Agus- tus sampai ke-akar2nja, untuk merampungkan samasekali revolusi ini, jaitu mengachiri samasekali kekuasaan kaum imperialis dan kaum tuantanah dibumi Indonesia.
Pengalaman dengan Revolusi Agustus dan pengalaman dengan perdjuangan Rakjat Indonesia dalam melawan kolonialisme dan untuk demokrasi di-tahun2 belakangan ini menundjukkan bahwa siapa sadja atau klas mana sadja akan gagal dalam menentukan nasib Indonesia djika meremehkan dan meninggalkan proletariat, meninggalkan kaum tani dan bagian2 lain dari burdjuasi ketjil. Republik demokratis jang diperdjuangkan oleh revolusi Indonesia pada tingkat sekarang hanja mungkin terwudjud djika kaum buruh, kaum tani dan bagian2 lain dari burdjuasi ketjil menempati tem- pat jang menentukan dan memainkan rol jang menentukan. Repu- blik demokratis jang tidak mau gagal haruslah bersandar pa'a per- sekutuan revolusioner dari kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil kota dan Rakjat anti-imperialisme dan anti-feodalisme lainnja.
Pengalaman Rakjat Indonesia menundjukkan bahwa Republik Indonesia dibawah pimpinan burdjuasi tidak mampu mengachiri kekuasaan kaum imperialis dan kaum tuantanah. Hanja dibawah pimpinan proletariat Republik Indonesia bisa mendjadi Republik jang benar2 idemokratis, jang dapat mengachiri kekuasaan kaum imperialis dan kaum tuantanah feodal.
E. Tentang Perspektif Revolusi Indonesia mendjadi terang se- sudah djelas sasaran², tugas2, kekuatan² pendorong dan watak revo- lusi Indonesia pada tingkat sekarang. Dengan mengetahui semua- nja ini maka mendjadi teranglah problim perspektif revolusi Indo- nesia, problim hubungan antara revolusi burdjuis-demokratis dan revolusi proletar-sosialis Indonesia atau antara tingkat sekarang dan haridepan revolusi Indonesia. Karena revolusi Indonesia pada ting- kat sekarang adalah ditandai oleh kebangunan Sosialisme dunia dan kehantjuran kapitalisme dunia, maka tidak bisa diragukan lagi, bahwa haridepan revolusi Indonesia bukanlah kapitalisme, tetapi Sosialisme dan Komunisme. Mau tidak mau, disetudjui atau tidak disetudjui, ditentang atau tidak tditentang, inilah perspektif revolusi Indonesia.
Tetapi apakah perspektif "Sosialisme" dan Komunisme" tidak bertentangan dengan tudjuan revolusi tingkat sekarang jang bukan- nja harus melaksanakan perubahan² sosialis melainkan perubahan² demokratis"? Samasekali tidak bertentangan. Memang, djika hanja dilihat dari satu segi, sesudah kemenangan revolusi demokrasi Rak- jat ekonomi kapitalis akan berkembang sampai batas2 jang tertentu berhubung perintang2 bagi perkembangan kapitalisme akan dising- kirkan. Tetapi hal ini tidak perlu mengagetkan, dan samasekali tidak perlu dikuatirkan. Perkembangan kapitalisme nasional sampai batas2 jang tertentu hanjalah satu segi dari kemenangan revolusi Indonesia. Segi jang lain jalah, bahwa dengan kemenangan revolusi demokratis berarti djuga ada perkembangan faktor2 sosialis seperti pengaruh politik proletariat jang terus bertambah; pimpinan pro- letariat jang makin lama makin diakui oleh kaum tani, inteligensia dan elemen2 burdjuis ketjil lainnja; perusahaan² negara dan kope- rasi2 kaum tani, kaum keradjinan tangan, nelajan dan koperasi2 Rakjat pekerdja lainnja. Semua ini adalah faktor2 sosialis jang men- djadi djaminan bahwa haridepan revolusi Indonesia adalah Sosial- isme dan bukan kapitalisme.
Djika kita sudah tahu bahwa perspektif revolusi Indonesia ada- lah Sosialisme dan Komunisme, maka djelas apa jang mendjadi tugas Partai kita pada tingkat revolusi sekarang dan dikemudian hari. Partai kita mempunjai tugas dobel dalam memimpin revolusi Indonesia. Pertama, dibawah sembojan Menjelesaikan tuntutan2
Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nja" kita merampungkan tugas2 revolusi jang berwatak burdjuis-demokratis; kedua, jaitu se- sudah selesai jang pertama, kita merampungkan tugas2 revolusi jang berwatak proletar-sosialis. Inilah keseluruhan tugas revolusi Indo- nesia. Tiap2 anggota PKI harus siap-sedia untuk menunaikan ke- seluruhan tugas revolusi ini, dan harus bertekad pantang berhenti ditengah djalan. Gerakan revolus:oner Indonesia jang dipimpin oleh PKI adalah gerakan revolusioner jang tidak setengah², tetapi gerak- an revolusioner jang komplit, oleh karena itu ia merangkul dua tingkat revolusi, jang demokratis dan jang sosialis, dua proses revo- lusioner jang berbeda dalam watak, tetapi jang satu dengan lainnja berhubungan. Tingkat pertama jalah persiapan jang diperlukan untuk tingkat kedua, dan tingkat kedua tidak mungkin sebelum tingkat pertama selesai.
Untuk melakukan tugas2 jang besar dan berat tetapi mulia ini, kita harus terus berdjuang untuk mendjadikan Partai kita partai jang meliputi seluruh nasion, jang mempunjai karakter massa jang luas, jang sepenuhnja terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Semua anggota PKI harus mengambil bagian aktif dalam membangunkan Partai demikian ini. Bagi Partai jang demikian ini tidak ada benteng jang ti'ak bisa direbut, baik benteng Republik Demokratis maupun benteng Republik Sosialis.
Mentjoblos Palu-Arit Berarti Mengalahkan Kaum Teroris adalah sembojan jang diserukan Kawan D.N. Aidit da:am pidatonja d'muka Rak'at Semarang tanggal 6 Dj..li 1957 dalam rangka kampanje pemi- lhan DPRD2.
Sete ah mengupas bahwa pelemparan granat jang gagal terhadap kantor CC PKI adalah perbuatan teror musuh2 revolusi jang matagelap untuk membunuh pemimpin2 PKI, Kawan D.N. Aidit menundjukkan bahwa perbuatan itu sekal gus menjatakan kelemahannja. Kepala se- luruh Rakjat Indonesia selandjutn a disertkan agar lebih waspada dan agar tiap teror dikalahkan dengan djalan Rakjat, djalan demokrasi.
MENTJOBLOS PALU-ARIT BERARTI MENGALAHKAN KAUM TERORIS
Saja datang ke Semarang, bukan untuk menambah suara buat PKI, karena suara PKI di Semarang pasti akan tambah, walau- pun saja tidak datang. Saja datang supaja tambahannja lebih besar. Saja tidak sangsi2, bahwa pendirian Rakjat Semarang adalah tetap, jaitu Sekali-Palu-Arit, tetap Palu-Arit", apalagi sesudah Rakjat Djakarta menundjukkan djalan jang benar, djalan Rakjat, djalan kekiri, kepada seluruh Rakjat Indonesia.
Berita pertama jalah berita kemenangan PKI dalam pemilihan DPRD Djakarta Raja baru2 ini. Djalan kekiri, djalan kemenangan Palu-Arit, jang ditempuh Rakjat Djakarta bukan hanja djalan untuk Djakarta, tetapi untuk seluruh Indonesia. Djalan kiri berarti djalan anti-kolonialisme dan djalan demokrasi. Kekiri", inilah dja- waban jang tepat dari Rakjat terhadap kaum kepalabatu dan kaum separatis jang sudah menggerowoti Republik dibeberapa daerah. Djuga kekiri" adalah djawaban jang tepat terhadap orang2 jang bimbang dalam melawan kolonialisme dan membela demokrasi, ter- hadap orang2 dan partai2 jang ngular-kambang, jang ,ikan bukan dagingpun bukan". Rakjat harus memilih djalannja sendiri, dan djalan itu sudah ditundjukkan oleh Ibukota Republik.
Berita kedua jalah tentang pertjobaan pembunuhan terhadap pemimpin² PKI jang gagal. Tidak semua orang suka dan senang melihat PKI madju. Ada orang jang sakit mata dan sakit hatinja melihat pertumbuhan PKI. Mereka tidak suka melihat Rakiat Indo- nesia makin sedar akan hak²nja, makin ladju menempuh djalan anti-kolonialisme dan demokrasi. Kemadjuan Rakjat mereka anggap mempersempit djalan mereka, djalan kekanan, djalan anti-Republik Kesatuan, djalan korupsi, birokrasi, subversi. Mereka mendjadi matagelap, mendjadi kalap, dan achirnja menempuh djalan anti- demokratis, djalan teror. Inilah Iatar belakang penggeranatan ter- hadap kantor CC PKI.
Mereka kira kalau saja mati karena penggeranatan, PKI akan mandek, Rakjat Indonesia akan mudah diseret kekanan. Dalam kekalapannja, mereka lupa mempertimbangkan, bahwa kalau saja mati karena geranat mereka akan lebih dikutuk oleh Rakjat, dan Rakjat akan lebih tjinta pada PKI dan akan lebih jakin akan dja- lan kiri jáng sudah dipilihnja. Saja dan CC PKI menerima ratusan surat, sedjumlah telegram dan puluhan delegasi Rakjat jang me- njatakan solider dengan PKI dan mengutuk kaum teroris. Inilah djawaban Rakjat pada kaum teroris dan kaum kepalabątu.
Ledakan geranat dikantor CC PKI menundjukkan bahwa kaum kontra-revolusioner sudah makin matagelap dan oleh karena itu masih berbahaja, tetapi difihak lain sekaligus peristiwa ini menun- djukkan kelemahan mereka, mereka akan lebih dikutuk lagi oleh Rakjat, mereka akan lebih terisolasi lagi. Saja harap supaja kaum Komunis dan kaum demokratis lainnja lebih mempertinggi kewas- padaan dan lebih memperkuat persatuannja. Teror djangan dibalas dengan teror. Ini samasekali tidak berarti bahwa kita takut.
Tidak aa alasan bagi kaum Komunis untuk takut kepada ke- palabatu jang sudah kalap, jang sudah melakukan praktek teror. Adanja teror kaum kepalabatu membuktikan bahwa kita kuat. PKI dan Rakjat adalah kuat, oleh karena itu kita samasekali tidak mem- butuhkan tjara² teror, ja, kita mengutuk tjara² teror. Kita memilih djplan demokrasi, dan kita jakin bahwa dengan djalan ini kita bisa mentiapai tudjuan kita.
Praktek teror adalah praktek orang jang lemah, jang sudah hilang kepertjajaannja kepada kekuatan sendiri. Rakjat Semarang, Rakjat Djawa Tengah dan seluruh Rakjat Indonesia bertekad bulat- lah untuk mengalahkan kaum kontra-revolusioner, untuk mengalah- kan kaum teroris. Mentjoblos Palu-Arit dalam pemilihan DPRJ) jang akan datang, adalah salahsatu tjara untuk mengalahkan kaum teroris dan untuk memenangkan demokrasi. Teror tidak bisa di- kalahkan dengan teror, tetapi kalahkanlah dengan demokrasi, de- ngan organisasi dan disiplin badja.
Semarang, 6 Djuli 1957
Usaha PKI untuk menggalang front persatuan dengan kekuatan de- mokratis senantiasa mendjadi persoalan praktis se-hari2. Sedikit ten- tang kerdjasama PNI-PKI adalah keterangan Kawan D.N. A dit sebagai reaksi atas pendapat Ketua Umum PNI Suwirjo soal kerdjasama partai2. Keterangan Suw:rjo dinjatakan realis, karena tidak a priori menolak kerdjasama dengan salahsatu partai, menghendaki kerdjasama didasar- kan atas soal2 jang kongkrit dan menegaskan bahwa PNI tetap mem- perdjuangkan pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno.
SEDIKIT TENTANG KERDJASAMA PNI — PKI
Keterangan Sdr. Suwirjo jang dimuat dalam sementara pers tentang kerdjasama partai2, walaupun nampaknja agak oportunis, menurut pendapat saja adalah realis. Saja katakan realis karena Sdr. Suwirjo tidak a priori menolak kerdjasama dengan salahsatu partai, menekankan supaja kerdjasama didasarkan atas soal2 praktis (kongkrit) dan bahwa PNI tetap memperdjuangkan pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno.
Saja berpendapat, bahwa tidak seharusnja PNI a priori ber- oposisi dimana PKI mendapat kemenangan mutlak. Djuga dalam keadaan seperti ini, sebaiknja tetap diadakan kerdjasama atas dasar soal2 kongkrit. Dari fihak PKI, akan mengusahakan, djustru di- tempat2 dimana PKI menang mutlak, supaja kerdjasama antara partai², terutama antara PNI-PKI mendjadi lebih baik. Di-tempat2 dimana PKI mutlak atau leading, PKI senantiasa bersedia merun- dingkan bagaimana selandjutnja harus diatur kerdjasama jang saling menguntungkan antara partai2 demokratis jang mendukung Kon- sepsi Presiden Sukarno.
Selandjutnja baik direnungkan apakah jang selama ini dinama- kan kerdjasama PNI-PKI". Dalam prakteknia ini berarti sokong- an PKI pada kabinet2 jang dipimpin oleh PNI, atau dimana PNI mengambil bagian penting, karena PKI menjetudjui politik kabi- net2 itu. Selama PNI tetap mendjalankan politik anti-kolonialisme dan demokratis PKI tetap akan menjokong kabinet PNI, walau- pun seandainja PNI mengatakan tidak mau bekerdjasama dengan PKI. Tetapi kalau PNI melepaskan politiknja jang wadjar itu, dan kembali menempuh politik anti-demokratis dan anti-Rakjat dari kabinet Sukiman jang dulu disokong oleh PNI, dengan sajang sekali PKI tidak mungkin mcnjokongnja. Dalam keadaan seperti itu, PKI terpaksa sekali lagi berdiri sendiri ber-sama2 dengan se- luruh kekuatan progresif dan demokratis melawan kolonialisme dan
fasisme, melawan pemerintah jang mengabdi sistim² terkutuk ini. Saja tetap berpendapat, bahwa kerdjasama atau tidak kerdja- sama antara PNI-PKI bukan hanja soal anggota2 PNI dan PK1, tetapi soal seluruh Rakjat Indonesia, terutama soal mereka jang membela idemokrasi dan Republik Kesatuan dan soal mereka jang menginginkan supaja konstituante menghasilkan Undang2 Dasar Republik Indonesia jang demokratis.
Djakarta, 13 Agustus 1957
Berikut ini adalah tulisan Kawan D.N. Aidit berkenaan dengan peringatan Ulangtahun ke-12 Revolusi Agustus. Ulangtahun Revolusi Agustus kali ini diadakan dalam situasi dimana kekuatan demokratis dan persatuan sedang berkembang, tetapi difihak lain kaum kontra-revolusioner sudah menempuh djalan2 fasis dan teror, jang djustru menundjukkan ke- leme:annja.
Oleh kawan Aidit ditundjukkan bahwa pelaksanaan sepenuhnja Kon- sepsi Presiden Sukarno adalah merupakan pelaksanaan sistim politik jang sesuai dengan keadaan objektif Indonesia sekarang, sesuai dengan ke- bulatan tekad Rakjat Indonesia, untuk menumpas pemberontakan sepa- ratis dan kaum teroris serta menjelesaikan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nja.
RAKJAT INDONESIA BERTEKAD BULAT UNTUK MENUNAIKAN TUGAS2 REVOLUSI AGUSTUS
Semua Djalan Menudju Ke Pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno
Sebagaimana tahun jang lalu 17 Agustus tahun ini (1957), jaitu ulangtahun ke-12 Revolusi Agustus, diperingati oleh Pemerin- tah dan Rakjat Indonesia setjara besar²an dan meriah.
Peringatan ulangtahun. Revolusi Agustus kali ini ditandai oleh bertambah eratnja kerdjasama Pemerintah dengan Rakjat, jang diwakili oleh organisasi2 massanja. Memang, pada waktu2 belakang- an ini, sedjak diumumkan Konsepsi Presiden Sukarno jang mem- beri tempat terhormat kepada tokoh2 golongan2 fungsionil atau orang2 jang berpengaruh dalam organisasi2 massa untuk duduk dalam Dewan Nasional Republik Indonesia, rol dari organisasi2 massa makin besar didalam kehidupan politik di Indonesia. Baik dalam pelaksanaan berbagai pekerdjaan Pemerintah, maupun di- dalam Dewan Nasional Republik Indonesia jang diketuai oleh Pre- siden Sukarno orang2 jang berpengaruh dalam organisasi2 massa memegang peranan.
Didalam Panitia Negara Peringatan 17 Agustus jang biasanja hanja terdiri dari pegawai2 tinggi Pemerintah, kali ini atas putusan Pemerintah Djuanda djuga duduk orang2 jang berpengaruh di- dalam organisasi2 massa. Dibanjak kota dan desa sekarang berdiri Panitia2 Peringatan 17 Agustus jang pimpinannja terdiri dari wakil Pemerintah setempat dan Empat Besar" (PNI, PKI, NU dan Masjumi) dengan dibantu oleh pemimpin organisasi-organisasi massa.
Selain daripada itu ulangtahun Revolusi Agustus tahun ini tidak hanja diperingati dengan rapat2 dan pidato2, tetapi djuga dengan gerakan jang akan didjalankan segera sesudah tanggal 17 Agustus, jaitu Gerakan Hidup Baru". Gerakan ini diadakan atas nasehat Dewan Nasional Republik Indonesia. Nasehat ini sudah diterima
dan akan didjalankan oleh kabinet Djuanda dengan bantuan Rak- jat. Tudjuan gerakan ini jalah untuk memperbaharui tekad Rakjat Indonesia guna menjelesaikan Revolusi Agustus dan melaksanakan usàha jang kongkrit dilapangan sosial, ekonomi dan politik jang berfaedah bagi Rakjat. Comite Central PKI sudah menginstruksi- kan kepada seluruh anggota PKI supaja mengambil bagian aktif dalam gerakan ini.
关*
Dalam situasi politik jang bagaimanakah ulangtahun Revolusi Agustus ke-12 diadakan?
Dua pemilihan umum tahun 1955, jaitu pemilihan untuk Par- lemen dan Konstituante, merupakan titikbalik dalam kehidupan politik di Indonesia dan mempunjai konsekwensi2 jang banjak dan djauh. Dengan hasil dua pemilihan umum ini lenjaplah pengharap- an kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri untuk setjara legal mendirikan pemerintah kanan jang stabil" dan untuk menju- sun Konstitusi Negara Islam" jang reaksioner.
Hasil dua pemilihan umum tersebut tidak hanja terbatas pada menutup kemungkinan setjara legal membentuk pemerintah kanan jang stabil" dan menjusun konstitusi Negara Islam" jang reak- sioner, tetapi djuga mempunjai kelandjutan2 jang lebih djauh lagi. Prestise PKI dan organisasi² massa pekerdja mendjadi semakin naik sehingga politik kaum reaksioner untuk mengisolasi PKI dan orga- nisasi2 massa pekerdja mendjadi politik jang sangat sulit dilaksana- kan. Rasa keadilan massa mendjadi tersinggung djika PKI dan organisasi2 massa pekerdja ditinggalkan dalam berbagai pekerdjaan jang mengenai urusan umum.
Empat Besar", jaitu penamaan untuk empat partai besar jang menang dalam pemilihan umum, mendjadi istilah jang sangat popu- ler dikalangan Rakjat. Dalam perasaan massa jang luas tidak ada pekerdjaan dapat diselesaikan tanpa PKI jang mendjadi salahsatu dari ,Empat Besar". Dengan demikian, politik mengisolasi kekuat- an progresif jang dipimpin oleh PKI mendjadi politik jang paling tidak masuk akal Rakjat, sebaliknja politik persatuan mendjadı lebih mudah diterima oleh Rakjat. Politik perpetjahan mudah
menimbulkan kemarahan massa.
Hasil dua pemilihan umum tersebut diatas tidak hanja telah memerosotkan prestise" partai Masjumi jang anti-Komunis, tetapi djuga telah mendjatuhkan prestise" partai2 anti-Komunis lainnja, antara lain Partai Sosialis Indonesia dan Partai Murba. Kedua par- tai ini sebelum pemilihan umum menepuk dada sebagai partai jang mempunjai banjak pengikut dikalangan Rakjat, tetapi pemilihan umum telah menelandjangi mereka sebagai partai jang tidak disukai Rakjat. PSI adalah partai anti-Komunis jang menggunakan sem- bojan² kanan untuk memukul kaum kiri, sedangkan Partai Murba adalah partai anti-Komunis jang mengobral sembojan2 ,kiri" untuk memukul kaum kiri. Terhadap kaum pemberontak anti-Republik di Sumatera Barat dan di Sumatera Selatan tjabang2 kedua partai ini di-tempat2 tersebut mempunjai sikap jang sama, jaitu terang2an berdiri difihak kaum pemberontak anti-Republik. Kedua partai ini tidak pernah menjatakan sikap jang terang menentang gerombolan Darul Islam" dan "Tentara Islam Indonesia", jang sudah ber- tahun2 berusaha menghantjurkan Republik Indonesia dari dalam dengan bantuan kaum imperialis, terutama kaum imperialis Belanda dan Amerika.
Dengan dibentuknja Dewan2 Perwakilan Rakjat Daerah dan Dewan2 Pemerintah Daerah berdasarkan hasil2 pemilihan Parle- men, maka dilikwidasilah Dewan2 Perwakilan Rakjat Daerah Se- mentara dan Dewan2 Pemerintah Daerah Sementara tjiptaan men- teri2 Masjumi dimasa jang lampau, dan oleh karena itu pada umumnja dimonopoli oleh Masjumi-PSI dengan disana-sini PNI diikutsertakan, sedangkan PKI-NU tidak mendapat tempat. Seka- rang dihampir semua Dewan Perwakilan Rakjat Daerah, baik di Djawa maupun diluar Djawa duduk orang2 Komunis, dan dise- bagian besar Dewan2 Pemerintah Daerah duduk orang-orang Ko- munis.
Konsepsi Presiden Sukarno lebih memakukan lagi kemenangan kekuatan demokratis dalam pemilihan umum jang lalu, karena Konsepsi ini menginginkan dibentuknja satu pemerintah pusat di- mana partai2 diwakili didalam kabinet berdasarkan djumlah kursi jang dimilikinja dalam parlemen. Walaupun konsepsi ini sekarang belum dilaksanakan sepenuhnja, tetapi ia telah berdjasa dalam
membantu menghimpun kekuasaan demokratis jang sangat diperlu- kan oleh Rakjat Indonesia untuk melawan maksud2 djahat kaum imperialis, dan ini sekaligus berarti mendekatkan perdjuangan Rak- jat Indonesia kepada pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%.
Perkembangan kekuatan demokratis seperti tersebut diatas telah membikin kaum reaksioner kehilangan kepertjajaan pada djalan² parlementer, dan telah membikin mereka mendjadi kalap. Dengan Hatta sebagai tokoh mereka jang terpenting, mereka melakukan berbagai usaha diluar parlemen dan jang bertentangan dengan undang2 untuk menghalangi perkembangan demokratis. Dengan menggunakan rasa kurang puas Rakjat berhubung dengan buruk- nja keadaan ekonomi, jang notabene disebabkan karena perbuatan dan ketidakmampuan mereka sendiri, mereka mengorganisasi pem- berontakan-pemberontakan militer dibeberapa tempat di Sumatera dan Sulawesi.
Di-daerah2 dimana PKI dan PNI merupakan gabungan ke- kuatan demokratis jang besar, seperti di Djawa, Sumatera Utara dan lain² pertjobaan2 pemberontakan mereka dapat dikalahkan. Berkat perlawanan kekuatan demokratis, termasuk elemen² patrio- tik dalam Angkatan Perang, kekuasaan salah seorang kepala pem- berontak, jaitu kolonel Simbolon, dapat digulung hanja dalam empat hari. Di-tempat2 seperti di Sumatera Barat, Sumatera Sela- tan dan Sulawesi Utara mereka mengadakan praktek2 militeris Dje- pang, mereka menangkapi dan menjiksa a la fasis pemimpin2 kaum buruh, kaum tani, kaum veteran dan pemuda serta pemimpin² PKI. Djuga pemimpin2 PNI mereka tangkapi. Elemen2 patriotik dalam Angkatan Perang terus mereka awasi dan djika kira2 akan membahajakan kedudukan mereka, orang2 ini mereka geser keke- dudukan jang tidak penting. Mereka djuga mengadakan kerdja- paksa terhadap Rakjat dengan demagogi untuk pembangunan daerah".
Pada pertengahan tahun ini Hatta mengadakan kampanje de- ngan berkedok ,koperasi". Dia menghasut Rakjat supaja memben- tji demokrasi jang sedang berkembang dan mengadjak Rakjat me- mudji2 perbuatan kaum fasis ditempat kelahirannja, jaitu di Mi- nangkabau (Sumatera Barat). Hatta mengadakan tjelaan2 jang
tadjam terhaidap politik persatuan nasional dan demokratis jang didjalankan oleh Presiden Sukarno dan oleh kabinet Djuanda. Sebagaimana biasa, untuk mengalihkan perhatian massa dari djalan revolusioner jang sudah ditempuhnja dalam melawan imperialisme, jaitu kesatuan aksi massa dan persatuan nasional, Hatta berdema- gogi mengenai "koperasi". Dikatakannja bahwa koperasi" adalah satu²nja djalan keluar untuk menjelamatkan Indonesia dari segala matjam malapetaka. Padahal jang dinamakan koperasi" oleh Hatta dalam prakteknja sering tidak lain daripada perusahaan2 kaum tengah, jang notabene tidak dapat berkembang karena tekanan2 ekonomi dari kaum kapitalis besar asing. Makin lama makin ter- buka mata Rakjat, bahwa koperasi" sudah mendjadi kuda tung- gangan Hatta untuk menjerang politik Presiden Sukarno, untuk menjerang kabinet Djuanda jang didukung oleh kekuatan progresif dan sudah tentu terutama untuk menjerang PKI dan organisasi2 massa jang revolusioner. Pendeknja, untuk menjerang apa sadja jang bersifat madju, demokratis dan patriotik.
Bukan rahasia lagi, bahwa maskapai2 besar asing, terutama mas- kapai2 minjak jang beroperasi di Sumatera, berdiri dibelakang gerakan Hatta. Dengan terang2an Hatta mengandjurkan supaja ada hubungan ekonomi jang langsung antara Pemerintah Daerah, tentu maksudnja jang dikuasai oleh kaum pemberontak, dengan luarnegeri, jang mudah diraba bahwa jang dimaksudkannja jalah negeri2 imperialis. Dengan ini Hatta dan pengikut²nja setjara politik mau memetjahbelah bangsa Indonesia, dan setjara ekonomi mau mengatjaukan ekonomi Indonesia agar dengan demikian diharap- kannja dapat melumpuhkan Pemerintah Pusat jang berkedudukan di Djakarta.
Dengan demikian djelaslah bahwa gerakan Hatta dengan De- wan2 ilegalnja dan warlord2nja (1) tidak lain daripada reaksi ter- hadap perkembangan demokratis dan terhadap sukses2 jang didapat oleh Rakjat progresif Indonesia. Djadi, Dewan2 ilegal jang di-pudji2 oleh Hatta itu pada hakekatnja tidak lain daripada sampah2 dan kotoran2 jang ter-apung2 diatas arus kekuatan demokratis jang sedang mengalir dengan derasnja. Inilah jang dibela oleh Hatta, dan inilah jang ingin ditiadakan oleh Rakjat Indonesia.
Kegiatan kaum reaksioner pada waktu belakangan ini tidak
hanja terbatas pada agitasi2 menentang demokrasi dan merebut kekuatan di-daerah2 dengan kekuatan militer, tetapi djuga sudah meningkat ke-perbuatan² teror jang berupa pelemparan granat ke- kantor CC PKI dan kekantor SOBSI pada tanggal 4 Djuli jang lalu. Pada tanggal 30 Djuli disusuli lagi dengan pelemparan2 gra- nat ke-sasaran2 lain di Djakarta.
Djadi, ulangtahun ke-12 Revolusi Agustus dilangsungkan dalam situasi dimana kekuatan demokratis sedang berkembang, tetapi di- fihak lain kaum kontra-revolusioner sudah menempuh djalan2 jang paling kotor dan paling kasar, djalan fasis dan teror. Ini menun- djukkan bahwa kaum kontra-revolusioner mendjadi semakin ber- bahaja bagi gerakan Rakjat Indonesia dan bagi keutuhan Republik Indonesia, tetapi ini djuga menundjukkan kelemahan mereka karena mereka sudah menempuh djalan² jang dikutuk oleh Rakjat.
Kenjataan bahwa salahseorang kepala pemberontak, kolonel Simbolon, hanja dapat berkuasa empat hari di Sumatera Utara, bahwa pertjobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno dar: Presiden, Worosjilov dapat digagalkan, bahwa soal Indonesia Timur dapat diatasi sehingga didaerah ini sekarang hanja tinggal lagi soal Sulawesi Utara, dan bahwa gerombolan2 kaum subversif dan teroris dapat digulung di Djakarta dan di Bandung, sangat memperkuat kejakinan Rakjat Indonesia, bahwa betapapun sukarnja keadaan, dengan keuletan dan tekad jang kuat semua kesukaran pasti akan dapat diatasi.
Disamping terus berdjuang untuk mengalahkan kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri, berdjuang melawan pemberon- tak2 separatis dan kaum teroris, Rakjat Indonesia dengan tidak henti²nja berusaha mentjari sistim politik jang sesuai dengan sjarat2 sedjarah jang ada sekarang dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
PKI sudah ber-kali2 menjatakan pendiriannja, bahwa kalau ter- gantung pada PKI maka djalan parlementerlah jang dipilih. Selama tjara2 perdjuangan parlementer masih dimungkinkan untuk PKI, maka PKI akan menempuh djalan ini dan jakin bahwa djalan ini bisa menudju kepenjelesaian Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja, menudju kesatu kekuasaan Rakjat Indonesia dalam satu Republik Indonesia jang merdeka penuh, demokratis dan progresif. Sebagai
langkah politik jang penting untuk sampai pada tudjuan strategis ini PKI telah mengusulkan supaja dibentuk Pemerintah Koalisi Nasional dimana Empat Besar" dan partai2 lain duduk didalam- nja, dan jang politiknja mempertahankan kemerdekaan nasional, meluaskan demokrasi dan membela perdamaian.
Presiden Sukarno tidak üenti2nja mentjari sistim politik jang sesuai dengan keadaan objektif sekarang dan dengan kepribadian bangsa Indonesia. Dalam mentjari ini Presiden Sukarno menemu- kan djawabannja seperti jang dimuat didalam Konsepsinja, jaitu Pemerintah Gotongrojong dimana partai2 mendapat djumlah kursi menteri setjara proporsionil berdasarkan djumlah kursi masing2 dalam Parlemen, dan disamping itu dibentuk Dewan Nasional Re- publik Indonesia jang mendjadi penasehat Pemerintah, dimana di- dalamnja duduk djuga tokoh2 dari organisasi2 massa. PKI, PNI serta seluruh kekuatan progresif dan demokratis menjokong kon- sepsi ini. Pelaksanaan sepenuhnja dari konsepsi ini merupakan lang- kah jang penting dalam mentjapai tudjuan strategis Revolusi Indo- nesia, jaitu menjelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja.
Dengan terbentuknja Dewan Nasional Republik Indonesia jang diketuai oleh Presiden Sukarno sendiri, sebagian dari konsepsi Pre- siden Sukarno sudah dilaksanakan. Tetapi jang paling penting dari konsepsi ini, jaitu penggabungan semua kekuatan nasional dalam pemerintah pusat, jaitu kabinet Gotongrojong, belum dilaksanakan. Tugas politik Rakjat Indonesia jang terdekat pada waktu sekarang jalah melaksanakan konsepsi ini sepenuhnja, sebagai sjarat untuk lebih mempersatukan seluruh kckuatan nasional jang sangat dibutuh- kan oleh Rakjat Indonesia dalam perdjuangan untuk mengalahkan imperialis asing, untuk mengembangkan sistim demokrasi, untuk perdamaian dunia dan persahabatan dengan semua negeri dan se- mua Rakjat didunia.
Bahwa Rakjat Indonesia sedang menudju kepelaksanaan Kon- sepsi Presiden Sukarno 100% tidaklah meragukan, dan hal ini dengan djelas dibuktikan oleh hasil2 pemilihan Dewan2 Perwakilan Rakjat Daerah di Djawa baru2 ini. PKI sebagai Partai jang teguh mendukung Konsepsi Presiden Sukarno, artinja teguh mendjalan- kan politik persatuan nasional, mendapat kepertjajaan jang lebih besar dari Rakjat. Ada kemungkinan besar, djika penghitungan
semua suara sudah selesai, bahwa kepertjajaan besar jang diberi- kan Rakjat kepada PKI akan menempatkan PKI sebagai partai per- tama di Djawa. Sebaliknja partai2 jang menentang Konsepsi ini atau jang ragu² melaksanakan Konsepsi ini mengalami kemerosotan suara jang tidak ketjil. Semua djalan menudju kepelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%.
Ini adalah keterangan Kawan D.N. Aidit sekitar hasil2 Musjawarah Nasional jang diselenggarakan oleh Kabinet Karya dari tanggal 10 sam- pai 16 September 1957 di Djakarta.
Tentang resolusi Musjawarah Nasional jang mempunjai tudjuan untuk menormalisasi keadaan Republik dikatakan bahwa ia merupakan satu ke- menangan dari persatuan dan demokrasi atas separatisme dan fasisme.
Diperingatkan oleh Kawan D.N. Aidit selandjutnja bahwa sukses atau tidaknja pelaksanaan putusan2 tersebut sangat tergantung kepada tin- dakan2 tjepat, tepat dan tegas dari Kabinet Karya, terutama dalam hu- bungan dengan pembubaran Dewan2 Partikelir, penjelundupan dàn barter har."
Achirnja diserukan agar Rakjat Indonesia lebih waspada, lebih me- rapatkan barisannja dan lebih teguh lagi membantu Presiden, Kabinet dan Angkatan Perang melaksanakan putusan2 MN jang menguntungkan.
MUSJAWARAH NASIONAL BERACHIR DENGAN KEMENANGAN NASIONAL
Sudah sedjak semula saja menjatakan bahwa PKI menjetudjui diadakannja Musjawarah Nasional. Tentang apakah MN ini ber- achir dengan sukses, dapat saja katakan bahwa MN sudah sukses sedjak adanja kenjataan bahwa Musjawarah ini dikundjungi oleh pembesar2 sipil dan militer dari semua daerah, tanpa perketjualian. Ini menundjukkan kewibawaan Kabinet Karya sebagai pengundang, dan menundjukkan pentingnja peranan Dewan Nasional dalam ke- hidupan politik Rakjat Indonesia, karena Kabinet Karya meng- adakan MN atas nasehat Dewan Nasional.
Mengenai resolusi jang disahkan MN pada tanggal 15 Septem- ber jl. pada pokoknja dapat dikatakan, bahwa resolusi tersebut merupakan kemenangan nasional, ia mengandung unsur2 jang kuat untuk menormalisasi keadaan dan menegakkan hukum di Republik Indonesia. Tetapi normalisasi keadaan dan menegakkan hukum ini banjak tergantung pada putusan panitia militer jàng sampai pada tanggal 16 September ini belum selesai. Djika putusan2 panitia militer sedjiwa dengan putusan2 jang lain, artinja berdjiwakan nor- malisasi keadaan Angkatan Darat, terutama menegakkan hierarchi dan disiplin, maka dapatlah kita katakan bahwa MN sukses se- penuhnja. Memang masih ada putusan2 MN jang harus dibahas setjara mendalam dan diputuskan oleh Parlemen, sebagai satu²nja badan pembuat Undang2, tetapi imbangan didalam Parlemen se- karang tidak akan merintangi pelaksanaan putusan2 MN jang menguntungkan Rakjat dan Republik Indonesia.
Dalam hubungan dengan pelaksanaan putusan2 MN, Kabinet Karya harus bertindak tjepat, tepat dan tegas. Untuk suksesnja pelaksanaan, Pemerintah djangan sampai terlibat dalam perang interpretasi" jang mau diadakan oleh orang2 jang tidak mengingin- kan adanja perdamaian dan ketenangan didalamnegeri kita. Inter- pretasi Pemerintah harus tetap seperti ketika putusan2 MN diru- muskan dan disahkan.
Tindakan Pemerintah jang tjepat, tepat dan tegas terutama diharapkan dalam hubungan dengan pembubaran Dewan2 Parti- kelir jang setjara tidak sah berkuasa di-daerah², dalam hubungan dengan mengachiri perdagangan barter liar dan penjelundupan2 jang sangat merugikan negara, menegakkan hierarchi dan disiplin tentara, dan mengachiri penangkapan² se-wenang2 terliadap pem- bela2 Kabinet Karya di-daerah2 jang dikuasai Dewan2 partikelir. Penilaian terachir daripada Rakjat mengenai manfaat MN bergan- tung terutama pada tindakan2 penjelesaian pemerintah mengenai hal2 tersebut. Adalah sangat bertentangan dengan djiwa Musjawa- rah Nasional, bahwa sedang MN berlangsung di Djakarta, pada tanggal 14 September jang lalu di Palembang diadakan penangkap- an2 baru oleh fihak kekuasaan militer terhadap orang2 jang setia membela Kabinet Karya dan membela keutuhan Republik Indo- nesia.
Mengenai pernjataan bersama antara Presiden Sukarno dan Mohamad Hatta, dimana kedua tokoh ini menjatakan bahwa mereka berkewadjiban mutlak untuk tetap turutserta dengan se- luruh Rakjat, Pemerintah Republik Indonesia serta segenap alat? kekuasaan Negara, membina dan membela dasar2 Proklamasi Ke- merdekaan 17 Agustus 1945 dalam keadaan apapun, saja anggap baik. Malahan akan lebih baik lagi, kalau pernjataan demikian itu djuga diadakan antara tokoh2 dari semua partai, organisasi dan golongan.
Untuk melaksanakan putusan² MN jang menguntungkan Rakjat dan Republik Indonesia, saja menjerukan supaja seluruh Rakjat Indonesia lebih mempertinggi kewaspadaan nasional, lebih merapat- kan barisannja dan lebih teguh membantu Presiden/Panglima T tinggi, Kabinet Karya dan Pimpinan Angkatan Perang Republik Indonesia. Normalisasi keadaan Republik berarti mengkonsolida hasil utama daripada Revolusi Agustus 1945. Oleh karena itu, pekerdjaan ini tidak ringan, tetapi berat dan menghendaki keuletan.
Segenap kekuatan untuk menormalisasi keadaan Republik Indo- nesia!
Djakarta, 17 September 1957
Tulisan berikut adalah keterangan Kawan D.N. Aidit sebagai dja- waban terhadap suara kaum reaksi jang menghendaki supaja PKI di- larang. Didjelaskan oleh Kawan Aidit bahwa usaha2 reaksi itu memang disengadja oleh kaum imperialis untuk memetjahbelah kekuatan revo- lusioner. Usaha jang djahat ini selainnja bertentangan dengan perikema- nusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial dari Pantjasila mem- perlihatkan dengan njata bahwa sembojan anti-Komunisme mereka hanja kelandjutan belaka dari pembelaan mereka terhadap feodalisme, impe- rialisme dan kapitalisme.
MELARANG PKI BERARTI MENENTANG 4 SILA DARIPADA PANTJASILA
Berhubung adanja suara2, walaupun tidak begitu lantang, jang menuntut supaja ada pelarangan terhadap PKI karena katanja Komunisme bertentangan dengan sila pertama Pantjasila dan ke- pribadian Indonesia", saja merasa perlu untuk sekedar memberi pendjelasan tentang ini. Dengan pendjelasan ini sekaligus saja men- djawab pertanjaan-pertanjaan jang banjak disampaikan kepada Comite Central PKI dan kepada saja sendiri tentang soal ini.
Per-tama2 saja berpendapat bahwa suara2 jang menghendaki supaja PKI dilarang samasekali tidak mewakili kepentingan agama manapun atau kepentingan nasional Rakjat Indonesia. Ribut2 supaja PKI dilarang adalah sangat erat hubungannja dengan perang urat- sjaraf jang sengadja dilantjarkan oleh kaum imperialis untuk meme- tjahbelah kekuatan revolusioner Rakjat Indonesia.
Selandjutnja perlu saja kemukakan, bahwa adalah tidak benar bahwa Komunisme mau memaksakan orang meninggalkan ke- Tuhanan jang Maha Esa dan memaksa orang menerima material- isme, sehingga dianggap bertentangan dengan sila pertama Pantja- sila dan kepribadian Indonesia". Jang diinginkan oleh kaum Komu- nis jalah, supaja tidak ada seorangpun jang dipaksa menganut atau dipaksa tunduk pada peraturan2 salahsatu agama. Malahan Konsti- tusi PKI tidak menetapkan, bahwa seseorang harus melepaskan agamanja untuk mendjadi anggota PKI. Dalam soal keagamaan jang kami perdjuangkan jalah supaja soal2 kenegaraan tidak di- tjampur-adukkan dengan soal2 keagamaan. Dalam hal ini kami memang tidak sependirian dengan orang2 jang setjara sah atau tidak sah memperdjuangkan berdirinja Negara Darul Islam, tetapi sebaliknja saja kira kami sefaham sepenuhnja dengan semua nasio- nalis jang sedjati, dengan semua penganut agama Keristen, dengan
sebagian besar penganut2 agama Islam, dengan semua penganut agama Hindu Bali dan agama2 lainnja.
Dalam hubungan dengan kesetiaan pada Pantjasila, saja ber- pendapat bahwa djustru mereka jang menuntut supaja PKI di- larang pada hakekatnja adalah orang2 jang dengan terangzan menolak Pantjasila, terutama menolak 4 sila daripada Pantjasila. Tuntutan melarang PKI adalah bertentangan dengan sila2 peri- kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial.
Mereka jang menuntut supaja PKI dilarang pada hakekatnja menolak sila peri-kemanusiaan, karena sedjak berdirinja 37 tahun jang lalu, djadi lama sebelum Masjumi dan partai2 lain lahir di Indonesia, PKI sudah memperdjuangkan terlaksananja azas2 ke- manusiaan dalam bentuk2 perdjuangan melawan kolonialisme, me- lawan eksploitasi dan mentjiptakan persaudaraan antara sesama manusia. Adalah djuga kenjataan bahwa sampai sekarang PKI tetap memperdjuangkan azas2 kemanusiaan ini.
Mereka pada hakekatnja menolak sila kebangsaan, karena lama sebelum Masjumi dan partai2 lain lahir, PKI sudah berdjuang dibarisan depan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Adalah djuga kenjataan, bahwa untuk kemerdekaan bangsa orang2 Komu- nis djuga telah mendjadi pendorong jang penting daripada prok. lamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, bahwa orang2 Komunis djuga pengambil bagian jang penting dalam melawan tentara kolonial Belanda, dan sekarang kaum Komunis djuga berdiri dibarisan depan untuk menjempurnakan kemerdekaan Indonesia dilapangan politik, untuk kesatuan Republik Indonesia dan untuk kemerdekaan seluruh wilajah Indonesia, serta untuk memerdekakan Indonesia dilapangan ekonomi dan kebudajaan. Djadi, dalam membela ke- pentingan bangsa atau nasion Indonesia, PKI tidak hanja tidak pernah ketinggalan, tetapi ia memang didirikan untuk itu. PKI dalah partai jang tidak hanja nasional dalam omongan, tetapi djuga dan terutama nasional dalam perbuatan.
Mereka pada hakekatnja menolak sila kerakjatan, mereka se- benarnja tidak menerima bahwa sumber segala kekuasaan ada di- tangan Rakjat, karena djustru merekalah jang bertindak diluar bidang Parlemen dan demokrasi. Lama sebelum Masjumi dan par- 12 lain lahir, PKI sudah berdjuang menentang otokrasi kolonial
dan feodal, supaja hak2 demokrasi didjamin bagi Rakjat. Sekarang PKI berdjuang untuk pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%, artinja supaja terbentuk Kabinet Gotongrojong sesuai de- ngan kepribadian bangsa Indonesia, dimana semua partai jang men- tjapai quorum duduk dalam satu kabinet untuk melaksanakan tjita2 Revolusi Agustus 1945. Ini berarti, bahwa PKI berdjuang untuk melenjapkan diktatur beberapa partai besar jang selama ini sering terdjadi. Dari sini mendjadi sangat terang, bahwa PKI djauh lebih demokratis daripada orang2, golongan2 dan partai2 jang menuntut dibentuknja kekuasaan diktatur anti-Komunis, jaitu kekuasaan dik- tatur jang memusuhi lebih dari duapuluh djuta djiwa Rakjat Indo- nesia jang mendjadi pengikut2 PKI sekarang.
Mereka pada hakekatnja menolak sila keadilan-sosial, karena dengan menolak PKI berarti, bahwa mereka menolak Partai jang lama sebelum Masjumi dan partai2 lain lahir di Inconesia, sudah memperdjuangkan adanja pembagian rezeki jang adil (Sosialisme) di Indonesia, dan sampai sekarang PKI dengan teguh meneruskan perdjuangan untuk hapusnja ketidakadilan feodalisme, imperialisme dan kapitalisme. Sebaliknja, dari mereka jang anti-Komunis suara jang menuntut hapusnja ketidakadilan ini tidak begitu kedengaran, malahan ada tanda² jang kuat, bahwa sembojan anti-Komunisme mereka hanjalah kelandjutan belaka dari pembelaan mereka ter- hadap feodalisme, imperialisme dan kapitalisme.
Bagi mereka jang belum mengetahui, adalah baik sekali mem- batja Maklumat Pemerintah tentang Pendemokrasian tanggal 14 November 1945 jang antara lain mengemukakan: Baik Djepang, maupun Belanda bertindak keras terhadap Komunis dan partai2 politik jang menghendaki kemerdekaan se-sempurna2nja" dan bahwa ,Republik Indonesia tidak akan melarang organisasi2 politik selama dasar-dasarnja atau aksiznja tidak melanggar azas2 demokrasi jang sah".
Dari Maklumat Pendemokrasian tersebut djelas sekali bahwa legalitet Partai Komunis Indonesia adalah salahsatu tjiri jang pen- ting dari demokrasi Indonesia, bahwa Partai Komunis Indonesia berdjuang untuk kemerdekaan jang se-sempurna2nja, dan bahwa jang harus dilarang sekarang bukanlah PKI, tetapi djustru partaiz jang bertindak melanggar azas2 demokrasi. Maklumat Pendemo-
krasian ini tidak pernah ditjabut oleh kabinet jang manapun, djuga tidak oleh kabinet Hatta, kabinet Natsir atau kabinet Sukiman. Oleh Perdana Menteri Djuanda Maklumat Pendemokrasian 14 November 1945 ini diingatkan kembali dalam keterangannja di- muka Parlemen pada tanggal 4 Oktober baru2 ini.
Djakarta, 8 Oktober 1957
Revolusi Oktober dan Rakfat2 Timur adalah tulisan Kawan D.N. Aidit menjambut hari jang luarbiasa, hari jang bersedjarah, jaitu genap 40 ta- hun Revolusi Sosialis Oktober Besar tahun 1917.
Tulisan ini ketjuali memberi penilaian bagaimana perkasanja pan- .dangandunia proletar bagi perdjuangan kemanusiaan djuga menundjukkan bagaimana besar pengaruhnja Revolusi Oktober bagi perdjuangan Rakjat di Asia untuk merebut kemerdekaan nasional dari kekuasaan kolonialisme.
Achirnja dalam situasi dimana didunia sekarang semua djalan menu- dju Sosialisme dan Komunisme jang dikumandangkan oleh Revolusi Oktober, Kawan Aidit menekankan chususnja kepada kaum Komunis Indo- nesia untuk mengkombinasi mempeladjari pengaliman revolusi Tiong- kok dan pengalaman perdjuangan parlementer Partai Komunis di Eropa terutama Partai Komunis Perantjis dan Ital'a, sedangkan jang terpan- ting jalah soai mengenakan kebenaran2 umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia sendiri, dengan keadaan? chusus Indonesia.
REVOLUSI OKTOBER DAN RAKJAT2 TIMUR
Empat puluh tahun jang lalu terdjadilah peristiwa besar jang inenggemparkan dunia, jang belum pernah ada bandingannja dalam 'sedjarah umatmanusia, jaitu meletusnja Revolusi Sosialis Oktober Besar. Dentuman meriam jang ditembakkan dari. kapal perang Aurora sebagai tanda mulai menjerbu benteng2 burdjuasi Rusia se-olah2 mendenging ditelinga semua orang. Hirukpikuk menjerbu Istana Musim Dingin se-olah2 hirukpikuk balatentara revolusi jang sedang menjerbu semua benteng reaksi diseluruh dunia. Semuanja ini terdjadi di Rusia, tetapi diseluruh dunia pro- letariat dan Rakjat tertindas lainnja bergembira, bersorak-sorai se- bagai tanda kemenangan ada difihak mereka semua. Semuanja ini terdjadi di Rusia, tetapi diseluruh dunia kaum burdjuis dan tuan- tanah serta semua kakitangannja mengerek bendera setengah tiang, tanda mereka sedang berdukatjita, berkabung.
Revolusi Sosialis Oktober Besar telah mematahkan salahsatu ma- tarantai imperialisme. Sedjak itu untuk selama-lamanja matarantai ini tidak akan bersambung kembali, malahan ini adalah permulaan pemutusan matarantai² jang lain. Peristiwa ini telah membagi dunia mendjadi dua sistim, telah menimbulkan lukaparah pada kapitalisme dunia sehingga ia terus merana, tidak akan sembuh² kembali. Dengan meletusnja Revolusi Oktober mulailah zaman keruntuhan kapitalis- me, dan zaman mulai menudju Sosialisme dan Komunisme.
Revolusi Oktober mempunjai watak istimewa, jang tidak ter- dapat pada revolusi2 sebelumnja. Revolusi2 sebelumnja, termasuk djuga Revolusi Amerika tahun 1776 dan Revolusi Perantjis tahun 1789, hanja berhasil dengan mengganti kekuasaan klas penghisap jang lama dengan kekuasaan klas penghisap jang baru. Djadi sama- sekali tidak menghapuskan penghisapan. Revolusi Oktober telah menimbulkan masjarakat baru diseperenam permukaan bumi dimana penghisapan oleh manusia atas manusia dikutuk dan menurut un- dang2 maupun menurut kenjataan sudah tidak sah lagi. Sedjak me-
letusnja Revolusi Oktober, dunia sudah tidak sépenuhnja lagi di- kuasai oleh kaum penghisap dan penindas.
Revolusi Oktober telah mengubah imbangan kekuatan dunia setjara radikal. Dengan peristiwa ini sedjarah telah menempatkan proletariat Rusia sebagai pelopor proletariat dan Rakjat tertindas lainnja diseluruh dunia dalam perdjuangan mengachiri kekuasaan kaum penghisap dan penindas. Revolusi Besar jang menghapuskan penghisapan dan penindasan ini sudah tentu mempunjai dajatarik jang kuat bagi Rakjat2 jang sudah berabad-abad tertindas dan ter- hina dibawah telapakkaki perbudakan feodal dan kapitalisme kolo- nial di-negeri2 Timur.
Bagi Rakjat negeri2 Timur jang terhisap dan terhina, Revolusi Sosialis Oktober Besar pasti bukan hanja sebagai barang tontonan jang menarik, jang hanja untuk dikagumi dan dipudji-pudji. Re- volusi Oktober berarti pembuktian kebenaran pandangandunia jang baru bagi perdjuangan untuk kemanusiaan. Tepat sekali sambutan pemimpin Rakjat Tiongkok, Kawan Mau Tje-tung, jang mengata- kan, bahwa salvo Revolusi Oktober menjedarkan orang2 progresif diseluruh dunia akan Marxisme-Leninisme, bahwa Revolusi Okto- ber telah membantu orang2 progresif diseluruh dunia untuk me- nerima pandangandunia proletar sebagai alat meramalkan masa- depan suatu nasion dan alat memikirkan kembali masalah-masalah- nja sendiri.
Adalah satu kenjataan, bahwa tidak hanja proletariat negeri2 Timur jang menerima pandangandunia proletar jang dibawa oleh salvo Revolusi Oktober, tetapi sebagian kaum intelektuil revolusio- ner jang sudah muak melihat praktek demokrasi Barat dan jang mempunjai tjukup keberanian untuk terang-terangan memihak pro- letariat, djuga menerima pandangandunia proletar. Kaum intelektuil revolusioner ini mempeladjari dari buku2 dan guru2 orang2 Barat tentang perdjuangan untuk kemerdekaan nasional didunia Barat dan tentang revolusi2 didunia Barat. Tetapi mereka bukan hanja dirintangi untuk mempraktekkan apa jang mercka peladjari, djuga berbitjara dan menulis tentang ini dalam hubungan dengan revolusi dan perdjuangan kemerdekaan nasional negerinja, mereka tidak diperbolehkan. Pengalaman jang pahit dengan kaum imperialis Barat mengadjar sebagian intelektuil revolusioner dinegeri-negeri
Timur untuk mengambil djalan jang sudah ditempuh oleh prole- tariat dan kaum tani Rusia, jaitu djalan menggulingkan kekuasaan kaum penindas dan penghisap setjara radikal.
Oleh karena itulah pada umumnja dinegeri-negeri Timur kaum intelektuil revolusioner tidak hanja pedjuang jang militan melawan kolonialisme dan keterbelakangan feodal, tetapi tidak sedikit di- antara mereka jang mendjadi pelopor penjebar Marxisme-Lenin- isme dan menduduki tempat2 jang memimpin didalam Partai2 Komunis seperti misalnja di Tiongkok, India, Indonesia, Djepang, Vietnam, idan lain². Ini bukanlah sesuatu jang kebetulan. Marxisme- Leninisme adalah ilmu, dan tiap2 ilmu harus dipeladjari, oleh ka- rena itu kaum intelektuil revolusionerlah jang lebih dulu-mempunjai sjarat2 untuk dapat mempeladjari ilmu revolusioner jang baru ini, sedangkan proletariat beladjar ilmu ini pada permulaannja dengan perantaraan mereka.
Sebagai hasil sintese dari gerakan buruh di-negeri2 Timur de- ngan Marxisme-Leninisme Iahirlah dinegeri-negerí Timur Partai2 Komunis. Partai2 Komunis dinegeri-negeri Timur adalah hasil per- paduan kealdlaan2. objektif negeri2 Timur itu sendiri dengan pan- dangandunia jang baru dan sudah terudji kebenarannja, dengan Marxisme-Leninisme. Oleh karena itu tidaklah mengherankan djika Partai2 Komunis jang didirikan di-negeri2 Timur mendapat sam- butan jang antusias dari massa Rakjat pekerdja.
Dapatnja kekuasaan Sovjet menghantjurkan tentara intervensi dari 14 negara imperialis jang dipimpin oleh Winston Churchill, sangat menaikkan prestise Partai² Komunis. Watak Partai2 Komunis jang konsekwen membela kaum tertindas menjebabkan Partai Komunis dinegeri-negeri Timur dalam waktu singkat dapat meng- himpun massa jang luas disekitarnja. Disebagian negeri2 Timur jang paling terbelakang, dimana exploitasi lebih tidak kenal malu dan penindasan lebih tidak berperikemanusiaan lagi, Partai Ko- munis dilarang berdiri.
Dibawah pimpinan atau dibawah pengaruh Partai2 Komunis gerakan kemerdekaan nasional dinegeri-negeri Timur madju dengan langkah2 jang lebih sedar dan Iebih tegap. Kaum Komunis adalah inspirator dan organisator jang sedjati·dari Rakjat2 Timur jang ter- tindas dan terhisap. Dimana-mana dibentuk serikatburuh², serikat-
tani2, organisasi2 pemuda dan peladjar dan organisasi2 lain jang re- volusioner dan ditudjukan untuk melawan kolonialisme dan exploi- tasi. Bendera2 merah jang bersimbulkan palu-arit ditantjapkan di- tengah-tengah benteng2 kaum imperialis jang dengan tidak tahu malu dan tidak mengenal perikemanusiaan sedang melakukan peme- rasan dan penindasan terhadap beratus-ratus djuta manusia jang mendiami koloni2 jang luas dan negeri2 jang tergantung. Kebesaran Marx dan Lenin, keperwiraan proletariat dan kaum tani Rusia di- tjeritakan dari tempat2 ditepi pantai sampai kegunung-gunung, ke- pabrik-pabrik dan pelabuhan², masuk kegubuk-gubuk jang buruk dan gelap dari kaum tani, kaum buruh agrikultur, buruh tambang, buruh pabrik dan lain2.
Dalam menjadari akan keunggulan Marxisme-Leninisme, kaum Komunis dinegeri-negeri Timur tidaklah terus tepat dalam mem- bawakannja dinegeri masing-masing, dalam memadukannja dengan kenjataan objektif ditiap-tiap negeri. Boleh dikatakan semua Partai Komunis dinegeri-negeri Timur, terutama disebabkan oleh karena belum adanja unsur proletariat jang kuat didalam pimpinan Partai² itu, pada permulaannja membikin kesalahan jang pada pokoknja sama, jaitu mendjalankan penjelewengan kekiri jang berakibat mengisolasi Partai dari massa dan mengubah Partai mendjadi sekte. Partai Komunis Indonesia telah sangat dirugikan oleh penjakit ,Komunisme 'Sajap Kiri'" ini. Kesalahan ini telah sangat meng- hambat perkembangan PKI. Tidak hanja perkembangan Partai mendjadi terhalang, tetapi pintu mendjadi terbuka lebar untuk provokasi2 kaum imperialis jang kemudian dengan ganas menghan- tjurkan PKI dan organisasi² massa revolusioner dalam tahun 192G. Djadi PKI hanja mengalami legalitetnja selama 6 tahun, jaitu se- djak didirikannja tahun 1920 sampai tahun 1926. Sedjak tahun 1926 PKI terpaksa bekerdja dibawah tanah dalam situasi jang sangat berat, dan baru dapat kembali kedudukan legalnja ketika meletus Revolusi Nasional bulan Agustus tahun 1945.
Berkat pimpinan jang tepat dari Kawan Mau Tje-tung dan pemimpin2 Partai Komunis Tiongkok lainnja, serta berkat bantuan dari Partai Komunis Uni Sovjet jang kaja dengan pengalaman², perdjuangan terhadap segala matjam penjakit jang timbul dalam masa kanak2 Partai Komunis Tiongkok dapat berlangsung dengan
sistimatis. Dalam keadaan jang sulit bagaimanapun Partai Komunis Tiongkok dapat mengembangkan Marxisme-Leninisme, memper- kaja Marxisme-Leninisme dengan pengalaman2 Revolusi Tiongkok sendiri.
Kawan2 Tiongkok telah dengan tepat melaksanakan nasehat Lenin dalam se: uannja kepada kaum Komunis dari nasion2 Timur pada bulan November 1919, jaitu bahwa kaum Komunis ini dengan bersandar pada teori dan praktek umum dari Komunisme harus me- njesuaikan diri dengan keadaan2 istimewa jang tidak terdapat dinegeri-negeri Eropa dan hendaknja tjakap mengenakan teori dan praktek ini pada keadaan² dimana massa jang pokok adalah tani, dan masalah perdjuangan jang perlu dipetjahkan jalah masalah jang bukan melawan kapital, melainkan melawan sisa2 dari Zaman Tengah. Kemenangan Revolusi Tiongkok tidak hanja sangat meng- untungkan proletariat dan Rakjat Tiongkok, tetapi djuga meng- untungkan proletariat dan Rakjat diseluruh dunia, terutama pro- letariat dan Rakjat negeri2 Timur. Adanja Partai Komunis Tiong- kok jang mempunjai pengalaman² jang kaja dalam usaha mengalah- kan imperialisme dan feodalisme, telah membantu Partai2 Komunis negeri2 Timur untuk menggunakan pengalaman2 itu buat mengana- lisa keadaan dirinja masing2, mengatasi kelemahan²nja masing2, dan dengan demikian mengedjar ketinggalan2 jang disebabkan oleh masasilamnja jang gelap.
Kemenangan revolusi2 dinegeri-negeri Eropa dan Asia sesudah perang dunia kedua, muntjulnja kekuasaan2 demokrasi Rakjat dari revolusi2 ini, menundjukkan bahwa salvo Revolusi Oktober telah disambut oleh salvo2 revolusi2 baru di Barat dan di Timur. Salvo2 ini bukan lagi berfungsi menjedarkan orang2 progresif akan Marx- isme-Leninisme, tetapi telah menundjukkan dengan kongkrit bagai- mana Marxisme-Leninisme dipraktekkan, bagaimana memadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit dari revolusi di-tiap2 negeri, tidak hanja di Eropa tetapi djuga di Timur.
Revolusi Tiongkok adalah tjontoh jang paling terang dari pe- laksanaan dalam praktek dalil2 Marx dan Lenin mengenai politik, strategi dan taktik dari Partai² Komunis dalam revolusi nasional anti-imperialisme dan revolusi demokratis anti-feodalisme di-negeri2
rooueA@nieuewsodno
djadjahan dan tergantung, dan bagaimana selandjutnja melaksana- kan Sosialisme. Kemenangan Rakjat Tiongkok tidak hanja sudah mengubah wadjah Asia, tidak hanja sudah mengubah imbangan kekuatan di Asia setjara radikal, tetapi djuga sudah mengubah wadjah dan imbangan kekuatan diseluruh dunia setjara besar-besar- an, menundjukkan kekalahan jang sangat berat bagi kapitalisme internasional.
Perang dunia kedua tidak hanja sudah berachir dengan menam- bahkan negara2 demokrasi Rakjat kedalam kubu sosialis, tetapi djuga dengan berdirinja negara2 baru jang merdeka dilapangan politik seperti India, Indonesia, Mesir, Birma, Siria, Libanon, Sudan, Gana, Tunisia dan beberapa negeri bekas djadjahan atau bekas negeri tergantung lainnja. Negeri² ini walaupun tidak masuk dalam sistim dunia sosialis, tetapi mereka dapat menarik keuntung- an jang sebesar-besarnja dilapangan politik, ekonomi dan kebudaja- an dari adanja negeri2 sosialis dalam menghadapi pertjobaan² dja- hat dari bekas pendjadjah mereka atau dari negeri2 pendjadjah lainnja. Djika mau, mereka dapat membangun ekonomi nasional- nja dengan bantuan negeri2 kubu sosialis, tanpa meminta-minta kepada negara2 imperialis.
Kemenangan2 Rakjat Asia dalam mengalahkan musuh²nja tidak bisa dipisahkan dari pukulan jang sangat keras jang sudah diberikan oleh proletariat Rusia dengan bantuan kaum tani Rusia dalam Revolusi Sosialis Oktober Besar. Dibawah pengaruh Revolusi Oktober perdjuangan pembebasan nasional dari bangsa2 terdjadjah berkembang dengan istimewa tjepatnja. Tentang ini diakui oleh Presiden Republik Indonesia, Dr. Ir Soekarno jang antara lain mengatakan sebagai berikut: ......... didjiwai oleh kemenangan2 Revolusi Oktober 1917 di Rusia, Rakjat2 Asia makin teguh lagi bersatu dalam perdjuangan melawan kekuasaan kolonial. Kesem- patan jang baik ditimbulkan oleh berachirnja Perang Dunia II, ketika kekuasaan imperialis mendjadi sangat lemah. Sesudah ber- achirnja perang tersebut negara2 merdeka muntjul di Asia. dilahir- kan oleh aksiz politik dan bersendjata" (1). Ini adalah pengakuan jang djudjur dari seorang ahli negara jang bukan-Komunis menge- nai peranan jang objektif dari Revolusi Sosialis Oktober Besar.
Adalah sangat penting bagi semua negeri jang baru merdeka
arti kemenangan Uni Sovjet dalam perang dunia kedua. Tanpa kemenangan Uni Sovjet ini keadaan dunia akan lain sekali daripada jang ada sekarang. Tetapi dengan adanja kemenangan ini sistim imperialisme mendjadi lebih lemah, kedudukan2 kaum imperialis di-negeri2 djadjahannja mendjadi lebih merosot, kekuatan demokrasi dan kemerdekaan diseluruh dunia, termasuk disemua negeri dja- djahan dan negeri2 tergantung, mendjadi bertambah hebat. Bagai- manakah kalau tidak ada Uni Sovjet, atau, bagaimanakah kalau tidak ada Revolusi Oktober jang melahirkan Uni Sovjet? Djika tidak ada Revolusi Oktober, artinja tidak ada Uni Sovjet, dan djika Uni Sovjet tidak menang dalam perang dunia kedua jang lalu, maka kaum reaksioner internasional berada dalam kedudukan jang lebih kuat (daripada sekarang dan tekanan² jang mereka adakan terhadap perdjuangan untuk kemerdekaan dan demokrasi tentu djuga akan lebih keras daripada sekarang. Djika demikian, kemenangan seperti jang sekarang sudah ditjapai oleh Rakjat negeri2 Timur tidaklah mungkin. Djika demikian kita tidak mengenal kubu sosialis jang takterkalahkan seperti sekarang, jang meliputi lebih dari 900 djuta manusia. Kita djuga tidak mengenal negeri2 jang sudah dibebaskan dari pendjadjahan kolonial dan setengah kolonial jang Rakjatnja berdjumlah lebih dari 1.200 djuta atau separoh dari penduduk dunia.
Hukum perkembangan masjarakat telah membikin Revolusi Sosialis Oktober Besar satu sukses, telah menbikin Uni Sovjet me- nang dalam perang dunia kedua jang lalu, telah membikin kubu sosialis jang takterkalahkan mendjadi satu kenjataan, demikian pula telah mendjadikan kenjataan bahwa negeri2 jang baru merdeka terus mengkonsolidasi diri dilapangan politik dan ekonomi dan mendjadikan dirinja kekuatan perdamaian jang penting.
Kongres ke-XX Partai Komunis Uni Sovjet antara lain menja- takan bahwa: Kubu Sosialisme jang perkasa dengan penduduknja jang lebih dari 900 djuta sedang bertambah besar dan semakin mendjadi kuat. Kekuatan2 internnja jang mahabesar, kebaikan-ke- baikannja jang menentukan atas kapitalisme, dari hari kesehari se- makin menampakkan diri. Sosialisme mempunjai dajatarik jang besar bagi kaum buruh, parapetani dan kaum intelektuil dari semua regeri. Ide? Sosialisme memang sedang semakin menguasai hati
seluruh umatmanusia pekerdja" (2). Pernjataan ini sepenuhnja se- suai dengan realitet. Dan ini memang tidak bisa lain. Kalau Revo- lusi Sosialis Oktober Besar dan tjita2 jang dinjatakannja sudah mem- punjai dajatarik jang begitu hebat bagi umatmanusia, dapatlah kita bajangkan bahwa dajatarik itu mendjadi ber-puluh2 atau beratus- ratus kali lebih kuat sesudah ada kelandjutan dari Revolusi Oktober jang berupa Uni Sovjet jang modern dan progresif, jang berupa sukses2 jang ditjapai oleh Uni Sovjet dilapangan ilmu, kebudajaan dan teknik, jang berupa kubu sosialis jang besar dan kuat, jang berupa Tiongkok Rakjat serta Republik2 Demokrasi Rakjat lainnja. Bagi orang2 jang progresif kenjataan2 ini lebih2 lagi menjedarkan mereka akan Marxisme-Leninisme.
Sekarang tidak hanja proletariat negeri2 Timur dan Partai2 Ko- munis jang mempropagandakan kebaikan Sosialisme, tetapi djuga pemimpin² negeri2 Timur jang bukan-Komunis mempropaganda- kan keunggulan sistim sosialis. Adalah bukan kebetulan, tetapi me- mang sesuai dengan kenjataan sedjarah dimana Sosialisme sudah menambat hati beratus djuta Rakjat negeri2 Timur jang djudjur, bahwa orang2 terkemuka Asia seperti Nehru dari India, Soekarno dari Indonesia, U Nu dari Birma, dan lain², berbitjara tentang ke- unggulan Sosialisme dan berusaha dengan tjaranja sendiri mereali- sasi Sosialisme dinegerinja masing2. Dipropagandakannja Sosialisme oleh orang2 terkemuka ini membantu proletariat untuk membikin tjita2 Sosialisme mendjadi tjita2 seluruh Rakjat pekerdja dan semua orang jang progresif. Ja, ada djuga orang2 jang anti-Sovjet, anti- sistim demokrasi Rakjat dan ,anti-diktatur", tetapi orang2 ini tidak dapat membantah bahwa·apa jang sudah dilaksanakan di Uni Sovjet dan sedang dilaksanakan di-negeri2 demokrasi Rakjat adalah bukan kapitalisme, tetapi Sosialisme, sistim jang sudah menambat hati beratus djuta Rakjat negeri2 Timur dan sebagian jang sangat terbesar dari Rakjat diseluruh dunia.
Dalam Laporan CC PKUS kepada Kongres Ke-XX antara lain djuga dinjatakan bahwa: Perebutan majoritet parlementer jang stabil jang didukung oleh gerakan revolusioner dari proletariat dan dari gerakan seluruh Rakjat pekerdja dapatlah mentjiptakan sjarat2 jang dibutuhkan untuk mendjamin perubahan sosial jang fondamentil bagi klas buruh dibeberapa negeri`kapitalis dan negeri2
bekas djadjahan" (3). Tentang kemungkinan mentjapai perubahan sosial jang fondamentil bagi klas buruh di-negeri2 bekas djadjahan sudah dengan sendirinja mendapat perhatian jang sangat besar dari klas proletar dan Partai politiknja di-negeri2 jang bersangkutan. Ini adalah satu djalan baru delam merealișasi ide Sosialisme di- negeri2 Timur, djalan baru jang dimungkinkan oleh keadaan per- imbangan kekuatan dunia jang baru. Semua Partai Komunis di- negeri2 Timur mendiskusikan setjara mendalam pernjataan penting ini.
Mengenai kemungkinan mentjapai perubahan sosial jang fon- damentil setjara damai bagi klas buruh Indonesia, Sidang Pleno Ke-IV CC PKI dalam bulan Djuli 1956 antara lain menjimpul- kan, bahwa ,itu adalah satu kemungkinan, dan kemungkinan jang dengan sekuat tenaga harus kita djadikan kenjataan. Djadi, kalau tergantung kepada kaum Komunis, maka. bentuk jang se-baik2nja, bentuk jang ideal dari peralihan kesistim kekuasaan Rakjat jang demokratis, jaitu tingkat persiapan kesistim sosialis, jalah bentuk jang damai, bentuk jang parlementer. Djadi, djika tergantung pada kaum Komunis, djalan damailah jang dipilin, karena kaum Komu- nis memang bukan pembunuh" (4). Kiranja tidak hanja bagi kaum Komunis Indonesia, tetapi djuga bagi kaum Komunis di-negeri² Timur lainnja dan dimana sadja, djika tergantung pada mereka, djalan damailah jang dipilih.
Pengalaman perdjuangan Rakjat negeri2 Timur menundjukkan bahwa bukanlah kaum Komunis dan Rakjat pekerdja jang tidak mau mentjapai tudjuan politiknja dengan djalan damai, dengan djalan parlementer, tetapi adalah kaum imperialis, tuantanah dan burdjuasi besar dalamnegeri jang membikin tidak mungkin kaum Komunis mentjapai tudjuan politiknja menurut djalan2 demokrasi jang tenang. Bagaimana akan mungkin kaum Komunis menempuh djalan parlementer dalam mentjapai tudjuan2 politiknja, djika sis- tim parlemen jang sedikit demokratis dimana kaum Komunis bisa mengambil bagian dalam pemilihan umum samasekali tidak ada, seperti misalnja sekarang di Birma, Filipina, Malaja, Siam, dise- bagian besar negeri2 Arab, dan negeri2 Afrika dsb.?
Tanda2 jang njata sudah ada bahwa di-negeri2 jang berparle- men dan kaum Komunis dapat mengambil bagian dalam pemilihan
umum, kaum Komunis mungkin mentjapai tudjuan2 politiknja se- tjara parlementer, djadi tanpa perdjuangan revolusioner jang ta- djam. Tanda2 ini dapat dilihat misalnja di India dan Indonesia. Dalam pemilihan umum jang paling belakangan di India, Partai Komunis India mendapat tambahan pemilih jang tidak sedikit, jaitu mendjadi duakali lipat dalam waktu 5 tahun, dan lewat pemilihan umum itu kaum Komunis India sudah dapat memimpin sebuah pemerintah di Kerala, salahsatu negarabagian India (5).
Di Indonesia, dalam waktu hanja satusetengah tahun pemilih2 Komunis meningkat dengan lebih dari dua djuta diseluruh negeri, meningkat dari djumlah 6,1 djuta (angka pemilihan Konstituante pada achir tahun 1955) mendjadi 8,5 djuta (7,5 djuta pemilihan DPRD di Djawa pada pertengahan 1957 dan 1 djuta angka Kon- stituante diluar Djawa, dimana belum diadakan pemilihan untuk DPRD). Dalam waktu satusetengah tahun PKI dari Partai besar nomor 4 melompat mendjadi Partai besar no. 1 untuk seluruh negeri. Demikianlah antara lain tentang adanja tanda2 jang menun- djukkan, bahwa djalan parlementer memang satu kemungkinan, dan kemungkinan jang harus diperdjuangkan dengan sekuat tenaga sehingga mendjadi kenjataan.
Sidang Pleno Ke-IV CC PKI dalam bulan Djuli 1956 antara lain djuga menjatakan, bahwa kaum reaksionerlah jang ketakutan parlemen dan badan2 negara lainnja dapat diberi isi jang benar? demokratis serta disusun sesuai dengan keinginan Rakjat. Karena kuatir pada kekuatan Rakjat maka mereka mendjadi nekad, mereka melemparkan pandji2 demokrasi parlementer dan bertindak dengan 'tangan besi'" (6). Oleh karena itulah kaum Komunis harus senan- tiasa mempersiapkan diri dan mempersiapkan Rakjat disegala la- pangan agar kaum reaksioner tidak bisa menghalangi keinginan Rakjat untuk mentjapai perubahan2 sosial jang fondamentil setjara damai, setjara parlementer.
Di-negeri2 Timur dimana kaum Komunis sekarang tidak men- dapatkan kemungkinan untuk memperdjuangkan tudjuan2 politik- nja setjara parlementer karena watak reaksioner dari pemerintah negeri2 jang bersangkutan, terbentang dua kemungkinan. Kemung- kinan pertama, Partai2 Komunis di-negeri² jang bersangkutan, karena desakan jang kuat dan terus-menerus dari kekuatan demo-
kratis, pada waktunja akan mendapatkan hak2 politiknja sehingga bisa ikut dalam pemilihan2 umum untuk parlemen; kedua, pada waktunja akan timbul perubahan sosial jang fondamentil di-negeri² jang bersangkutan dibawah pimpinan kaum Komunis dan dibarengi dengan perdjuangan klas revolusioner jang tadjam. Kita tidak tau djalan mana jang mau dipilih oleh burdjuasi di-negeri2 jang ber- sangkutan, tetapi kalau tergantung pada kaum Komunis dan kaum progresif lainnja di-negeri2 jang bersangkutan, djalan damailah jang harus ditempuh.
Djadi, Partai Komunis Indonesia sekarang, dan demikian djuga kiranja Partai2 Komunis negeri2 Timur lainnja, harus tjakap me- ngenakan teori dan praktek umum Komunisme pada keadaan di- mana massa jang pokok adalah tani dan masalah perdjuangan jalah melawan sisa2 dari Zaman Tengah. Untuk ini Partai Komu- nis di-negeri2 Timur harus banjak beladjar dari pengalaman² Revo- lusi Tiongkok. Tetapi, dalam hubungan bahwa kaum Komunis Indonesia harus dengan sekuat tenaga berdjuang agar tudjuan2 politiknja dapat ditempuh dengan djalan parlementer, maka kaum Komunis Indonesia harus banjak beladjar dari pengalaman perdju- angan parlementer Partai2 Komunis di Eropa, terutama Partai Ko- munis Perantjis dan Italia. Kombinasi dua pengalaman, pengalam- an revolusioner Tiongkok dan pengalaman parlementer Perantjis dan Italia merupakan bantuan jang sangat penting bagi proletariat dan Rakjat pekerdja Indonesia. Tetapi jang paling penting bagi kaum Komunis Indonesia jalah soal mengenakan kebenaran2 umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia sendiri, terutama jang berhubungan dengán keadaan chusus Indo- nesia sebagai negeri jang terdiri dari ribuan pulau dan bahwa di Indonesia belum ada tradisi perdjuangan parlementer.
Didunia sekarang orang sedang sibuk melaksanakan tjita2 So- sialisme dan Komunisme jang dikumandangkan oleh Revolusi So- sialis Oktober Besar tahun 1917. Kaum Komunis di-tiap2 negeri melakukan itu dengan kesedaran Marxis-Leninis jang terus-menerus makin meninggi, berpedoman pada kesimpulan2 jang terbaharu dari pengalaman2 kaum Komunis sedunia, dengan berpokokpang- kal pada keadaan negeri dan Rakjatnja masing2. Mereka sedang dan masih akan mengalami kesukaran jang tidak ketjil, tetapi di-
banding dengan zaman Lenin, djalan ke Sosialisme sekarang djauh lebih kurang rintangannja. Oleh karena itulah, pelaksanaan Sosial- isme dan Komunisme buat seluruh dunia bukanlah lagi merupakan persoalan bisa atau tidak, tetapi persoalan kapan. Dan masa itu bukanlah masa jang sangat djauh lagi!
Tulisan ini adalah pidato Kawan D.N. Aidit pada malam resepsi ulangtahun ke-12 organisasi Pemuda Rakjat jang berisikan pesan penting kepada seluruh anggota Pemuda Rakjat; Kongres Nasional ke-V Pemuda Rakjat pada bulan Djuli 1956 telah mensahkan Peraturan Dasarnja jang menjatakan Pemuda Rakjat mendjadi pembantu jang setia dan tepertjaja dari Partai Komunis Indonesia. Empat pesan penting Kawan Aidit dalam pidato ulangtahun ini merupakan pegangan untuk melaksanakan kepu- tusan tersebut. Jaitu supaja Pemuda Rakjat setia melaksanakan tugas2 revolusi Indonesia, organisasi jang besar dan terkonsolidasi, radjin bela- djar Marxisme-Leninisme, giat dilapangan kesenian dan olahraga.
PEMUDA RAKJAT HARUS TETAP SETIA KEPADA REVOLUSI AGUSIUS 1945
B c b a s!
Atasnama Comite Central Partai Komunis Indonesia dengan ini saja mengutjapkan selamat kepada Pimpinan Pusat dan semua anggota Pemuda Rakjat berhubung dengan ulangtahun ke-12 orga- nisasi Pemuda Rakjat. Pemuda Rakjat adalah salahsatu organisasi pemuda jang tertua jang lahir sesudah Revolusi Agustus 1945. Lahirnja Pemuda Rakjat, jang mula2 dengan nama PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) pada 10 November duabelas tahun jang lalu, djadi bersamaan dengan Hari Pahlawan, adalah mem- buktikan bahwa Pemuda Rakjat lahir idi-tengah2 hangatnja api Revolusi Agustus 1945.
Pemuda Rakjat adalah anak kandung dari Revolusi Agustus jang heroik, jang anti-imperialisme dan anti-feodalisme, dan jang bertudjuan membentuk masjarakat jang adil dan makmur. Oleh karena itu, sebagai anak jang setia kepada Ibunja, Pemuda Rakjat harus setia kepada Revolusi Agustus dan harus terus berdjuang agar tugas2 daripada Revolusi ini terlaksana dengan baik sampai ke- akar²nja.
Comite Central Partai Komunis Indonesia mengikuti dengan baik perkembangan organisasi Pemuda Rakjat, terutaina pada waktu2 belakangan ini. Kami tahu benar apa jang mendjadi suka dan duka Pemuda Rakjat. Suka dan duka Pemuda Rakjat adalah suka dan duka massa pemuda pada umumnja, massa pemuda buruh dan tani pada chususnja.
Pemuda Rakjat paa waktu² belakangan ini, dalam rangka merealisasi putusan2 Kongres Nasionalnja jang ke-V, mendapat ke- madjuan2 jang penting, terutama dalam usaha menggalang per- satuan pemuda Indonesia, dalam peluasan organisasi, dalam ke- giatan kesenian dan olahraga.
Sebagaimana sudah dinjatakan oleh Kongres Nasional ke-V
Pemuda Rakjat, tiap2 anggota Pemuda Rakjat ingin mendjadi pem- bantu jang setia dan tepertjaja dari Partai Komunis Indonesia. Partai Komunis Indonesia sudah tentu dengan gembira menjambut per- njataan ini, dan merasa dirinja sangat diperkuat.
Tetapi untuk mendjadi pembantu jang setia dan tepertjaja dari PKI ada beberapa ketentuan jang harus dipegang dan dilaksana- kan oleh anggota2 Pemuda Rakjat.
P e r t a m a , Pemuda Rakjat harus tahu benar tentang tugas² po- litiknja. Dilapangan politik Pemuda Rakjat harus berdjuang dengan tekun dan militan guna pelaksanaan tugas2 Revolusi Agustus 1945, jaitu pelaksanaan tugas2 anti-imperialisme dan anti-feodalisme sam- pai ke-akar²nja sebagai sjarat jang tidak boleh tidak untuk men- tjiptakan masjarakat jang adil dan makmur. Masjarakat jang adil dan makmur tidak mungkin dibentuk selama di Indonesia masih ada imperialisme dan feodalisme. Oleh karena itu Partai Komunis Indo- nesia menjambut dengan gembira kegiatan Pemuda Rakjat dalam perdjuangan untuk membebaskan Irian Barat dari imperialisme Belanda, dalam melawan exploitasi kapitalisme asing dan sisa2 feo- dalisme melalui organisasi2 Pemuda Rakjat jang ada di-pabrik2, di- kebun², di-pelabuhan², di-kampung2 dan di-desa2.
Hanja dengan setia melaksanakan tugas2 Revolusi Agustus sam- pai ke-akar²nja, Pemuda Rakjat dapat mendjadi pembantu jang selia dan tepertjaja daripada Partai Komunis Indonesia.
K e d u a, Pemuda Rakjat harus tahu benar tentang tugas2 pokoknja dilapangan organisasi. Dilapangan organisasi Pemuda Rakjat harus meluaskan diri kesegala pendjuru dan kesemua plosok tanahair, harus meluaskan keanggotaannja sehingga benar2 men- djadi organisasi jang massal, harus mentjiptakan hubungan jang erat antara pimpinan dengan massa anggota, harus mengkonsoli- lasi badan2 pimpinan dan organisasi2 basis, dan harus menggalang persatuan jang luas antara Pemuda Rakjat dengan organisasi2 pemuda lainnja tanpa memandang perbedaan agama, kejakinan politik, kedudukan dalam masjarakat dan perbedaan suku.
Hanja dengan organisasinja jang besar dan terkonsolidasi, Pemuda Rakjat dapat mendjadi pembantu jang setia dan teper- tjaja dari Partai Komunis Indonesia.
K et ig a, Pemuda Rakjat harus radjin beladjar, baik beladjar
imnarm
disekolah maupun beladjar diluar sekolah, baik beladjar dengan bantuan guru maupun beladjar sendiri, baik beladjar pengetahuan umum maupun beladjar pengetahuan vak. Adalah bukan anggota Pemuda Rakjat jang baik djika tidak beladjar atau malas beladjar.
Pemuda Rakjat adalah organisasi pemuda revolusioner. Oleh karena itu Pemuda Rakjat harus mempeladjari teori revolusioner, mempeladjari prinsip2 fondamentil Marxisme-Leninisme dan dengan bantuan Marxisme-Leninisme mempeladjari soal² pokok dan segala soal dari Revolusi Indonesia. Tanpa teori revolusioner tidak mung- kin ada aksi revolusioner. Aksi tanpa teori adalah buta.
Dalam beladjar Pemuda Rakjat harus senantiasa menghubung- kan apa jang dipeladjarinja dengan kehidupan praktis. Peladjaran tidak boleh memisahkan Pemuda Rakjat dari kehidupan praktis, dari kenjataan2 se-hari2, dari massa Rakjat.
Hanja dengan radjin beladjar, Pemuda Rakjat dapat mendjadi pembantu jang setia dan tepertjaja dari Partai Komunis Indonesia.
K e e m p a t, Pemuda Rakjat haruslah gembira dan sehat. Oleh karena itu Pemuda Rakjat harus memperlipatgandakan kegiatannja dilapangan kesenian Rakjat dan olahraga. Apa jang sekarang sudah ditjapai oleh Pemuda Rakjat dilapangan kesenian dan olahraga adalah menggembirakan, tetapi ini belum seberapa artinja djika dibandingkan dengan kegiatan2 jang dibutuhkan untuk memenuhi hasrat massa pemuda di-kampung2, di-kebun², di-bengke!2 di-kan- tor2, di-sekolah2, di-pabrik2 akan kesenian dan olahraga. Djadikan- lah kegiatan kesenian dan olahraga sebagai kegiatan se-hari2 jang merata dari Pemuda Rakiat, dan diadikanlah engan ini massa pemuda Indonesia manusia2 jang gembira dan sehat.
Hanja dengan kegiatan jang luarbiasa dilapangan kesenian dan olahraga, artinja dengan mendjadikan dirinja manusia2 jang gem- bira dan sehat, Pemuda Rakjat dapat mendjadi pembantu jang setia dan tepertjaja dari Partai Komunis Indonesia.
Demikianlah pesan² jang perlu saja sampaikan atasnama Comite Central PKI kepada semua anggota Pemuda Rakjat pada hari ulangtahun organisasinja jang ke-12, jang bertepatan dengan Hari Pahlawan kita jang ke-12. Saja jakin, bahwa Pemuda Rakjat mem- punjai kemampuan moril dan fisik, dan mempunjai dajadjuang jang besar, untuk dapat menunaikan pesan2 tersebut, sebagai pelak-
sanaan salahsatu putusan jang terpenting dari Kongres Nasionalnja jang ke-V.
Hidup Pemuda Rakjat, organisasi pemuda jang militan dan heroik, jang dilahirkan dan senantiasa didjiwai oleh Revolusi Agus- tus dan tetap setia kepada tjita² Revolusi Agustus!
Hidup pemuda Indonesia jang djaja, pengawal kemerdékaan nasional Indonesia, pembawa pandji2 demokrasi, kemadjuan dan perdamaian, dan pemilik jang tepertjaja dari haridepan Indonesia jang gemilang!
Bebas!
Djakarta, 10 November 1957
Mari membangun dengan rentiana! adalah djudul pidato Kawan D.N. Aidit didalam Musjawarah Nasional Pembangunan pada tanggal 27 November 1957 di Djakarta.
Diuraikannja bahwa dengan Munas Pembangunan berarti telah di- koreksinja sikap atjuh-tak-atjuh dari pemimpin2 kita diwaktu lampau terhadap masalah2 ekonomi negeri dan mulainja pemeladjaran setjara serius tentang soal kehidupan Republik dan Rakjat.
Selandjutnja setjara kongkrit dan menjeluruh Kawan Aidit meng- adjukan pokok2 pikiran tentang pembangunan ekonomi negeri dengan menandaskan bahwa sekedjappun tidak boleh lupa melikwidasi ekonomi kolonial dan ekonomi feolal sebagai perintang utama pembangunan dan supaja pembangunan itu pada prinsipnja mendasarkan diri kepada alan negeri kita jang kajaraja dan Rakjat kita jang radjin bekerdja.
342
MARI MEMBANGUN DENGAN RENTJANA!
Sdr. Ketua dan para hadirin jang mulia.
Per-tama2 izinkanlah saja terlebih dulu menjatakan rasa terima- kasih atasnama Comite Central Partai Komunis Indonesia kepada Pemerintah jang sudah mengundang kami untuk ikut hadir sebagai peserta didalam Musjawarah Nasional Pembangunan jang pertama kali ini, jang sangat penting.
Saja berpendapat, bahwa walaupun ada kekurangan² jang sukar dihindari didalam mempersiapkan Musjawarah ini, dan bagi para peserta tanpa waktu jang tjukup untuk mempeladjari segala bahan jang disediakan oleh Pemerintah, Munas Pembangunan sekarang adalah sangat penting artinja bagi kehidupan ekonomi dan politik negeri kita. Ini kesempatan untuk pertama kali dimana kita dati seluruh Indonesia dan dari semua golongan serta aliran setjara demokratis dan setjara kekeluargaan berusaha bersama untuk meru- muskan politik pembangunan tanahair kita.
Dengan berlangsungnja Munas Pembangunan ini saja meng- harap dan saja jakin, bahwa kita akan mendapat banjak fakta ten- tang keadaan ekonomi negeri kita sekarang. Berkenaan dengan fakta2 ekonomi negeri kita, akan membikin kita lebih realis dan lebih serius dalam memetjahkan berbagai masalah jang kita hadapi, baik masalah ekonomi sendiri, maupun masalah politik, masalah sosial dan masalah2 Iain. Kenjataan2 ini akan membikin kita men- djadi orang2 jang lebih bertanggungdjawab.
Dengan berlangsungnja Munas Pembangunan ini perhatian Rakjat, dan terutama pemimpin2 Rakjat, akan lebih besar kepada persoalan ekonomi negeri, persoalan jang paling penting jang kita hadapi sekarang. Dimasa lampau mèmang sudah ada segolongan dari bangsa kita jang sudah besar perhatiannja kepada soal2 eko- nomi, tetapi perhatian mereka sangat terbatas. Jang saja maksud- kan jalah golongan pengusaha nasional. Perhatian golongan ini pada umumnja hanja terbatas pada kepentingan ekonomi sendiri atau
golongan sendiri.
Adalah satu kekurangan jang sangat serius, bahwa Rakjat Indo- nesia, walaupun sudah 12 tahun bernegara merdeka, sampai seka- rang masih mempunjai pemimpin2 jang pada umumnja kurang serius memperhatikan persoalan ekonomi negeri, artinja kurang memperhatikan soal kehidupan Republik dan Rakjat. Ketika per- djuangan bersendjata sedang berkobar adalah tepat sekali, bahwa perhatian kita sebagian besar ditudjukan kepada memenangkan perdjuangan bersendjata. Sesudah selesai perdjuangan bersendjata, maka perhatian kita pada umumnja berat sebelah, terlalu besar kepada persoalan² politik dalam dan luarnegeri — jang sudah tentu memang harus mendapat perhatian — tetapi terlalu sedikit kepada persoalan² ekonomi. Djika kita melihat keluarnegeri, maka akan nampaklah bahwa di-negeri2 jang baru merdeka, dan di-negeri2 jang mana sadja jang menginginkan supaja Rakjat menikmati ke- hidupan materiil dan spirituil, sebagian besar dari perhatian peme- rintah dan para pemimpin Rakjat ditudjukan kepada soal2 eko- nomi, mula2 kepada soal2 merehabilitasi keadaan ekonomi jang rusak akibat masalampau dan membikin bangunan2 baru jang paling urgen, untuk kemudian ber-angsur² meluaskan pembangunan sam- pai pembangunan projek2 raksasa. Dengan tidak lebih dulu meng- aldakan penekanan pada pembangunan2 rehabilitasi dan pemba- ngunan2 baru jang paling urgen, jang misalnja memakan waktu 3 tahun, maka pembangunan2 raksasa hanja akan ada didalam impian belaka.
Saja berpendapat, bahwa dalam usaha kita membangun negeri kita sekarang sekedjappun tidak boleh kita lupakan, bahwa adalah kewadjiban kita jang terpenting untuk melemparkan halangan² stra- tegis terhadap pembangunan. Dengan halangan² strategis saja mak- sudkan jalah ekonomi kolonial dan ekonomi feodal jang sekarang masih bertjokol dan jang masih mendjadi tjiri utama ekonomi negeri kita. Tanpa melikwidasi ekonomi kolonial dan ekonomi feodal, akan sia2lah usaha kita meletakkan dasar2 untuk mewudjudkan pemba- ngunan ekonomi negeri jang sesuai dengan djiwa Revolusi Agustus 1945, jang sesuai dengan tuntutan fasal 38 Undang2 Dasar Semen- tara Republik kita.
Demikianlah beberapa diantara penilaian saja setjara umum
mengenai Munas Pembangunan kita sekarang. Djadi, pada saja tidak ada pesimisme dan tidak ada kekuatiran bahwa dengan Munas Pembangunan ini hanja Kabinet Karyalah jang diuntungkan.
Sekarang tibalah bagi saja untuk menjatakan pendapat menge- nai amanat Presiden/Panglima Tertinggi dan mengenai prasaran2 Sdr. Dr. Hatta dan Sdr. Perdana Menteri Djuanda.
Amanat Presiden/Panglima Tertinggi Sukarno pada hari pem- bukaan Munas Pembangunan ini antara lain mengharap dari kita supaja fasal 38 UUD Sementara Republik kita didjadikan bin- tang pimpinan" dalam merentjanakan dan melaksanakan pemba- ngunan nasional kita. Saja sepenuhnja setudju dengan ini. Memang tidak ada djalan lain bagi kita.ketjuali tetap setia kepada Revolusi Agustus 1945, ketjuali membangun masjarakat jang adil dan mak- mur, masjarakat jang berkeadilan sosial, diatas tumpukan pengor- banan dan diatas timbunan kekuatan jang dihasilkan oleh perdju- angan Rakjat Indonesia.
Saja djuga sependapat, bahwa dalam hubungan dengan pelak- sanaan fasal 38 UUD Sementara kita, dalam Munas Pembangunan sekarang paling banjak kita hanja dapat merumuskan garis2 besar dari politik pembangunan kita. Perumusan jang lebih detail tidak- lah dalam Munas Pembangunan ini tempatnja. Oleh karena itu saja setudju dengan usul supaja dibentuk Dewan Perantjang Nasio- nal. Saja hanja hendak menjarankan supaja Dewan Perantjang Nasional itu nanti dalam bekerdja tidåk berpisah dari massa Rakjat jang akan melaksanakan rantjangan jang akan dibuat. Rantjangan tidak akan mungkin objektif dan realis, kalau dalam merentjana- kannja tidak"diikutsertakan ber-djuta2 massa Rakjat pekerdja de- ngan melewati pemimpin2 mereka. Saja mengusulkan supaja para pelaksana ini, dengan diwakili oleh pemimpin2 mereka duduk se- djadjar dengan para ahli kita jang patriotik. Hanja dengan demi- kian hasil Dewan Perantjang Nasional nanti akan realis dan oleh karena itu ada kemungkinan untuk dapat dilaksanakan. Dengan demikian kaum birokrat tidak akan bisa lagi memaksakan rentjana2- nja kepada Rakjat, dengan demikian rentjana2 pembangunan kita tidak lagi digantungkan pada kepentingan orang asing jang mem- butuhkan tempat penanaman modal dinegeri kita, dengan demikian kita mengubah orientasi para perentjana dan kita mendasarkan diri
EURWSOUWIL
kita pada dajakreasi Rakjat kita sendiri. Demikian pendapat dan saran saja mengenai Dewan Perantjang Nasional jang diusulkan oleh Presiden/Panglima Tertinggi.
Mengenai prasaran-Sdr. Hatta, pada pokoknja saja sangat me- njambut. Sdr. Hatta bertanja: siapakah jang harus memegang peranan jang terutama dalam pembangunan perekonomian. Sdr. Hatta mendjawabnja sendiri, bahwa pemerintahlah jang harus memegang peranan. Kesimpulan bahwa Pemerintah jang harus memegang peranan bukan hanja didasarkan pada teori, tetapi djuga dan terutama didasarkan pada pengalaman pahit selama Indonesia merdeka.
Kaum kapitalis kita terlambat lahirnja, ia sudah ketinggalan kereta", kaum kapitalis kita se-kurang2nja satu setengah abad ke- tinggalan dari perdjalanan masa", demikian kata Sdr. Hatta. Saja tidak membutuhkan kata2 lain lagi untuk menerangkan kedudukan kaum kapitalis nasional kita.
Tetapi, saja masih melihat peranan positif jang dapat dimain- kan oleh kaum pengusaha nasional kita, jaitu peranan sebagai pem- bantu Pemerintah dalam membangun ekonomi nasional. Hal ini djuga diakui oleh Sdr. Hatta. Selama ini istilah ekonomi nasional" sering disalahartikan, se-olah2,ekonomi nasional" sama dengan ,,eko- nomi pengusaha2 nasional" atau ,ekonomi kapitalis2 nasional". Se- olah2 kepentingan ekonomi dari kaum buruh, kaum tani, kaum nelajan, kaum tukang ketjil, dsb. tidak termasuk dalam rangka ekonomi nasional.
Saja setudju dengan pendapat Sdr. Hatta jang mengatakan. bahwa tudjuan ekonomi nasional kita mestilah menimbulkan daja- beli Rakjat jang se-besar²nja. Saja tambahkan, bahwa ekonomi nasional kita jalah potensi nasional kita jang terpenting. Djadi, samasekali bukan hanja untuk memperkaja beberapa ratus orang, walaupun saja tidak berkeberatan apa2 bahwa orang2 itu mendjadi kaja, asal tidak dengan melemahkan potensi ekonomi Republik kita.
Djadi, saja setudju supaja kedudukan pengusaha2 nasional kita, semua atau sebagian jang terpenting, diubah kedudukannja. Supaja pengusaha2 nasional atau kapitalis2 nasional kita jang selama ini kelihatannja berdiri sendiri, tetapi pada hakekatnja tidak lebih dari- pada kamerplant" (,,tanaman dalam kamar") jang hanja bisa
hidup djika disirami terus-menerus dengan uang negara, diubah kodudukannja mendjadi pembantu2 jang terhormat dari Peme- rintah.
Mungkin ada pengusaha kita jang merasa kurang mentereng karena ,hanja" mendjadi pembantu Pemerintah. Tetapi kedudukan mereka adalah terhormat karena membantu pembangunan nasional, dan dengan bersatu dengan Pemerintah potensi para kapitalis nasio- nal kita mendjadi lebih kuat dan tidak mudah dikunjah oleh kaum kapitalis asing seperti jang banjak kita lihat selama ini.
Sebagaimana tiap2 kamerplant", kaum kapitalis nasional kita sekarang tumbuhnja tidak wadjar. Begitu tidak wadjarnja, sehingga bukan tidak mungkin bahwa ,kamerplant" ini akan mati semua karena kehabisan air-penjiramnja, karena kas negara kosong.
Dalam prasarannja Sdr. Hatta djuga mengemukakan tentang faktor jang menguntungkan bagi India dan RRT, jalah bahwa ke-dua²nja dapat membangun diatas dasar keuangan negara jang telah stabil. Tidaklah sukar untuk dimengerti, bahwa tidak ada satu Plan, baik djangka pendek atau djangka pandjang, jang dapat ber- djalan dengan baik idjika keuangan negara labil, apalagi djika ke- merosotan nilai uang itu meluntjur deras.
Djadi, dalam hubungan dengan membikin rentjana dan pelak- sanaan Plan pembangunan kita harus bergulat untuk menstabilisasi keuangan kita. Stabilisasi keuangan negara harus sudah dapat kita tjapai dalam rangka pembangunan djangka pendek atau rangka pembangunan dasar kita. Pembangunan djangka pendek jang saja maksudkan ini adalah sjarat mutlak untuk pembangunan djangka pandjang jang diatur dengan Plan2 5 tahun, karena pembangunan djangka pendek inilah jang harus mentjiptakan sjarat2 ekonomi dan sosial untuk pembangunan djangka pandjang.
Saja memahami sepenuhnja pernjataan Perdana Menteri Djuan- da dalam prasarannja tentang pembangunan kedaerahan, jang kata- nja memperlihatkan tendens2 jang membahajakan untuk pem- bangunan nasional Republik Indonesia sebagai satu kesatuan dan satu economic unit" (kesatuan ekonomi).
Perdana Menteri selandjutnja mengatakan, bahwa ,soal kedae- rahan ini terang merugikan ichtiar2 jang amat penting untuk Negara sebagai keseluruhan, misalnja dilapangan industrialisasi terutama
EUEWSOOWN
industri berat, oleh karena dengan menekankan aksen pada pem- bangunan daerah sadja dengan melupakan rangka keseluruhan, kapasitet investasi kita — jang njata terbatas itu — akan hantjur dalam berbagai pekerdjaan2 jang setjara lokal tidak dapat disang- kal pentingnja akan tetapi, dalam prioritet keseluruhannja, diharus- kan. ada batas²nja untuk memungkinkan pemberian prioritet kepada objek2 nasional". Disinilah berlakunja prinsip ketundukan kepen- tingan suku atau daerah kepada kepentingan nasion, sebagaimana halnja ketundukan kepentingan perseorangan kepada kepentingan umum. Saja berpendapat, bahwa djika tidak berpegang pada prin- sip jang sederhana ini, bukan hanja economic unit" (kesatuan ckonomi) jang dibahajakan, tetapi djuga kesatuan nasion bisa di- hantjurkan.
Karena kesatuan ekonomi adalah sjarat jang terpenting dari adanja satu nasion, maka dimanakah lagi tempat nasion kita ber- pidjak djika kesatuan ekonominja sudah dibikin remuk? Djadi, mempertahankan kesatuan ekonomi Indonesia berarti memperta- hankan tetap tegaknja satu nasion Indonesia.
Kepada Pemerintah Pusat saja harap supaja tetap teguh mem- pertahankan kesatuan ekonomi Republik kita, sebagai sjarat terpen- ting untuk mempertahankan kesatuan nasion Indonesia. Tetapi ber- samaan dengan itu supaja Pemerintah Pusat dengan sungguh2 mengikis birokrasi jang tebal melekat pada aparat2 Pemerintah Pusat. Djika birokrasi dapat banjak dikurangi, dan Pemerintah Pusat sungguh2 mengkordinasi pembangunan jang dilakukan oleh berbagai kementerian dan mengkordinasi pembangunan semua dae- rah, maka terbukalah pintu untuk pembangunan nasional negeri kita setjara teratur.
Sekarang sampailah saja pada soal jang terpenting bagi usaha2 pembangunan, jaitu: dari mana modal harus didapat?
Dalam prasaran Perdana Menteri Djuanda di-singgung2 tentang kemungkinan menempuh djalan penanaman moal asing. Dalam hal ini saja berpendapat, bahwa modal kita jang terpenting jalah alam negeri kita jang kaja dan Rakjat kita jang radjin bekerdja. Kita harus mendasarkan pembangunan ekonomi negeri kita pada kekuatan kita sendiri. Pembangunan ekonomi kita tidak boleh meng- gantungkan diri pada luarnegeri, dan samasekali tidak boleh meng-
ikatkan diri pada luarnegeri.
Sasaran penting jang harus kita djadikan modal pembangunan kita jalah perusahaan2 kaum kapitalis Belanda jang sudah tjukup lama menghisap Rakjat Indonesia dan sampai sekarang masih terus menghisap dan membelandjai angkatan perang Belanda di Irian Barat, angkatan perang jang ditudjukan untuk menjerang dan membunuh kita. Sesuai dengan putusan² rapat raksasa Pembebasan Irian Barat pada tanggal 18 November jang lalu dilapangan Ban- teng, saja mendesak kepađa Kabinet Karya, djika Belanda di PBB tetap tidak mau berunding untuk menjerahkan kekuasaan atas Irian Barat kepada Republik Indonesia, supaja segera melaksanakan putusan rapat tersebut, antara lain: agar segera merealisasi penuì pembatalan KMB, agar menasionalisasi perusahaan2 vital Belanda. Melaksanakan putusan tersebut berarti pemerintah setia pada pro- gramnja sendiri, jaitu program mengenai pembatalan KMB.
Dalam soal menolak penanaman modal asing sebagai sumber modal pembangunan, saja sependapat dengan fikiran jang pernah dinjatakan oleh Dr. Hatta dalam bukunja Beberapa Fasal Eko- nomi". Dalam bukunja ini, dihalaman 141 tjetakan 1954, Dr. Hatta antara lain mengatakan bahwa:
Kalau industrialisasi mau berarti sebagai djalan untuk mentja- pai kemakmuran rakjat; mestinja kapitalnja datang dari fihak rakjat atau dari fihak pemerintah. Karena kalau kapital harus didatang- kan dari luar, tampuk produksi terpegang oleh orang luaran. Pedo- man bagi mereka untuk melekatkan kapital mereka di Indonesia ialah keuntungan. Keuntungan jang diharapkannja mestilah lebih daripada jang biasa, barulah berani mereka melekatkan kapitalnja itu. Supaja keuntungan itu dapat tertanggung, maka dikehendaki- nja supaja dipilih matjam industri jang bakal diadakan, dan djum- lahnja tidak boleh banjak. Berhubung dengan keadaan, industri agraria dan tambang jang paling menarik hati kaum kapitalis asing itu. Dan dengan djalan itu tidak tertjapai industrialisasi bagi Indo- nesia, melainkan hanja mengadakan pabrik2 baru menurut keper- luan kapitalis luarnegeri itu sadja. Sebab itu, industrialisasi Indo- nesia dengan kapital asing tidak dapat diharapkan."
Selandjutnja dalam bukunja itu djuga Sdr. Hatta menundjuk- kan djalan lain, jaitu djalan dimana negara memindjam dari luar-
negeri untuk membeajai pembangunan industri jang dilaksanakan oleh Pemerintah. Saja setudju, bahwa djika kita membutuhkan ban- tuan modal luarnegeri supaja tidak berbentuk penanaman modal asing, tetapi berbentuk pindjaman. Soalnja jalah mentjari pindjam- an jang paling menguntungkan, jang paling rendah rentenja, jang paling mudah sjarat²nja, dan jang terpenting jang tidak mengan- dung ikatan politik dan militer.
Sumber modal jang penting lainnja jalah dengan mewadjibkan kaum kapitalis asing, katum pengusaha nasional, kaum tuantanah dan para hartawan lainnja supaja membeli sedjumlah obligasi hegara untuk pembangunan sesuai dengan kemampuan para har- tawan iti..
Denga : singkat, kesimpulan pandangan umum saja jalah sbb.: 1. Saja menjambut baik Munas Pembangunan jang akan mene- tapkan dan merumuskan politik pembangunan kita.
2. Saja menjetudjui adanja Dewan Perantjang Nasional jang ber- tugas membikin plan pembangunan jang sedjiwa dengan Undang2 Dasar Sementara fasal 38, untuk mentjiptakan masjarakat Indonesia jang adil dan makmur, masjarakat jang berkeadilan sosial.
3. Saja mengusulkan adanja Plan Pembangunan Djangka Pendek atau Plan Pembangenan Dasar (misalnja Plan 3 tahun) untuk nentjiptakan sjarat2 ekonomi dan sosial jang diperlukan untuk pelaksaan Plan 5 Tahun Pertama.
4. Saja menjetudjui supaja para pengusaha nasional kita ditempat- kan pada tempat jang terhormat, jaitu sebagai pembantu Pemerin- tah dalam membangun ekonomi dengan djalan mengadakan perusahaan2 tjampuran Pemerintah-Pengusaha Nasional dengan saham terbesar ditangan pemerintah.
5. Saja menjedari bahwa pembangunan ekonomi negeri kita memer- lukan bantuan modal dari luarnegeri, tidak dalam bentuk investasi kapital asing, tetapi sebagai pindjaman negara kita dari negara mana sadja, baik dari negara Barat maupun Timur, dengan sjarat menguntungkan dan tanpa ikatan politik dan militer.
6. Saja mengusulkan supaja ada kordinasi lebih baik, kordinasi antara kementerian, antara pemerintah² daerah dengan pemerin- tah pusat, dan supaja birokrasi diberantas.
1
7. Mendesak supaja Kabinet Karya melaksanakan putusan² rapat umum Pembebasan Irian Barat dilapangan Banteng tanggal 18 November jang lalu, terutama supaja mengambil tindakan² ter- hadap kaum kapitalis besar Belanda sebagai langkah jang penting untuk memodali pembangunan Indonesia.
Sebagai jang terachir izinkanlah saja menjatakan sikap saja ter- hadap saran supaja Bung Karno dan Bung Hatta merealisasi per- njataan bersama tentang kerdjasama mereka. Dalam hal ini, saja tidak mempunjai kepentingan lain ketjuali menginginkan direalisasi- nja kerdjasama tersebut sebagaimana djuga saja ingin direalisasi- nja kerdjasama antara semua tokoh nasional kita.
Soal kerdjasama Sukarno-Hatta adalah penting, sebagaimana djuga pentingnja kerdjasama antara semua tokóh nasional kita. Tetapi djangan kita lupakan, bahwa pada 17 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta bekerdjasama karena ada jang mendorong- nja, jaitu persatuan Rakjat jang kuat pada waktu itu.
Djadi, soal kerdjasama Sukarno-Hatta menurut pendapat saja adalah soal persatuan Rakjat Indonesia. Kerdjasama Sukarno-Hatta haruslah merupakan refleksi dari persatuan Rakjat Indonesia, dan bukan sebaliknja. Oleh karena itu adalah djanggal sekali, bahwa ada orang jang disatu fihak mengandjurkan supaja Sukarno-Hatta bekerdjasama, tetapi bersamaan dengan itu mereka djuga menim- bulkan perpetjahan dikalangan Rakjat. Mereka mengatakan supaja diantara Sukarno-Hatta tidak ada sikap a-priori, tetapi difihak lain mereka sendiri bersikap a-priori terhadap orang atau golongan lain. Mengapa hanja Sukarno-Hatta sadja jang dituntut supaja bersatu, supaja bekerdjasama, dan kenapa tidak kita semua mewadjibkan diri sendiri supaja bersatu, supaja bekerdjasama.
Saja kuatir kalau andjuran persatuan Sukarno-Hatta jang tidak disertai dengan mewadjibkan diri-sendiri untuk menggalang per- satuan jang luas berakibat tidak membaikkan persatuan Sukarno- Hatta dan persatuan Rakjat, sebab lamakelamaan bisa terdjadi, bahwa tiap2 kegagalan dan kematjetan ditumpahkan kesalahannja kepada Sukarno-Hatta dan kepada Rakjat.
Djadi sekali lagi, saja tidak mempunjai kepentingan lain ketjuali supaja direalisasi kerdjasama Sukarno-Hatta dalam bentuk seperti diinginkan oleh kedua tokoh ini dan atas dasar pelaksanaan tjita²
Revolusi Agustus 1945. Saja djuga tidak mempunjai keinginan lain supaja semua tokoh nasional kita bersatu dan bekerdjasama sebagai pentjerminan dari persatuan Rakjat jang besar, dan sebagai pen- dorong untuk persatuan Rakjat jang lebih besar lagi.
Sekian.
27 November 1957
Berikut ini adalah pendapat Kawan D.N. Aidit jang diberikan pada tgl. 4 November 1957 atas permintaan Panitia Aksi Pembebasan Irian Barat mengenai masalah Irian Barat dan tentang djalan jang sebaiknja harus ditempuh djika perdjuangan merebut Irian Barat gagal di PBB.
Kawan Aidit menegaskan bahwa djika djalan lewat PBB gagal, ke- tjuali dengan mengirimkan Angkatan Perang Republik Indonesia untuk merebut Irian Barat djika sjarat2nja sudah matang dan Belanda tidak mau djalan damai, djalan lain jalah dengan langsung memukul sumberz kekajaan keradjaan Belanda jang ada didaerah Republik Indonesia, jaitu perusahaan2 dan kebun2 kaum monopolis Belanda.
Pada tgl. 27 November Panitia Politik Madjelis Umum PBB. mene- rima usul resolusi Indonesia jang mengadjak fihak Belanda berunding ten- tang penjelesaian masalah Irian Barat. Tetapi resolusi ini ditolak pada achir bulan November 1957 oleh Madjelis Umum PBB karena tidak men- dapat sokongan 2/3 suara. Penolakan ini menimbulkan gelombang pasang perdjuangan anti-kolonialisme. Disemua perusahaan dan perkebunan Be- landa diadakan pemogokan selama 24 djam dan kemudian sedjak tgl. 3 Desember 1957 kaum buruh mengambilalih perusahaan2 Belanda.
Dengan demikian Rakjat Indonesia mulai melaksanakan djalan lain sebagaimana ditundjukkan oleh PKI dan memasuki taraf baru per- djuangan anti-kolonialisme.
4
DJIKA IRIAN BARAT GAGAL DI PBB DJALAN LAIN" ADALAH DJALAN KEMENANGAN
Hiduplah dizaman sekarang dengan fikiran zaman sekarang!
Irian Barat merupakan Iebihkurang 20% daripada wilajah Republik Indonesia jang sekarang sedang diduduki oleh tentara pendudukan Belanda. Se-mata2 dan hanja atas dasar kekuatan ten- tara inilah Belanda dapat membangun kekuasaan politiknja di Irian Barat.
Kaum kolonialis Belanda hanja mungkin mempertahankan ke- kuasaan politiknja di Irian Barat selama keradjaan Belanda masih dapat mengongkosi tentaranja disana. Apakah negeri Belanda begitu kajg.sehingga dapat memelihara kekuatan tentara jang besar di Irian Barat? Tidak, negeri Belanda bukan negeri jang kaja. Seba- gian besar uang untuk mengongkosi tentara Belanda di Irian Barat .didapat dari keuntungan kaum kapitalis Belanda di Indonesia. Djadi, kekajaan alam Indonesia dan hasil keringat serta bakat Rak- jat Indonesia digunakan oleh kaum kolonialis Belanda untuk mem- perkuat tentaranja di Irian Barat, tentara jang digunakannja untuk menindas Rakjat dan gerakan kemerdekaan di Irian Barat, dan djika Bełanda menganggap sudah tiba waktunja djuga untuk meme- rangi Republik Indonesia. Ini kelihatannja seperti lelutjon, tetapi ini benar!
N
Rakjat Indonesia sudah tjukup menundjukkan kemauan baik untuk mengachiri pendudukan Belanda di Irian Barat, jaitu dengan menempuh djalan berunding, a.l. dengan melalui PBB. Ini adalah satu djalan. Tetapi, sebagaimana pernah dikatakan oleh Menteri Luarnegeri Dr. Subandrio, masih ada djalan lain. Apakah djalan lain itu?
Djika kita sudah tahu bahwa kekuasaan Belanda di Irian Barat se-mata² dibangun atas dasar kekuatan militer, maka djalan lain itu jalah: bagaimana melemahkan kekuatan militer Belanda di
Irian Barat?
Jang pertama, jalah mengirim sebagian dari Angkatan Perang Republik Indonesia ke Irian Barat untuk memerangi tentara Belan- da disana, djika memang sudah matang untuk ini dan djika Belan- da tetap berkeraskepala tidak mau menjerahkan Irian Barat setjara damai kepada Republik Indonesia.
Jang kedua, jalah memukul sumber2 kekajaan keradjaan Belan- da agar keradjaan Belanda mendjadi tidak mampu lagi mengong- kosi angkatan bersendjatanja di Irian Barat. Untuk ini pemuda2 dan Angkatan Perang Republik Indonesia tidak perlu ke Irian Barat atau ke Nederland, karena sumber2 kekajaan keradjaan Be- landa ada didaerah Republik Indonesia, berupa tambang2, perke- bunan2, bank2, perusahaan2 impor-expor, perusahaan2 transpor, pabrik2, dsb. Djika pemerintah dan Rakjat Indonesia bertindak ter- hadap sumber2 kekajaan keradjaan Belanda ini, maka ini berarti langsung berdjuang untuk Irian Barat. Perdjuangan ini dapat di- lakukan oleh seluruh 'Rakjat Indonesia, terutama oleh kaum burun, kaum tani, kaum pengusaha nasional, para pemuda, dengan ban- tuan Angkatan Perang Republik Indonesia jang patriotik serta dengan persetudjuan dan pimpinan Pemerintah.
Saja berpendapat bahwa aksi pembebasan Irian Barat jang mulai dihangatkan kembali tepat pada hari Sumpah Pemuda tang- gal 28 Oktober jang lalu sudah mentjapai hasil2 sementara, jaitu sampai batas2 tertentu sudah berhasil mempersatukan kekuatan2 patriotik dan menggelorakan semangat untuk merebut Irian Barat. Kaum pengchianat dan musuh2 Indonesia terlalu mem-besar2kan ckses2 jang timbul selama gerakan ini berlangsung. Beberapa tjo- retan-tembok jang kebetulan keliru, atau sengadja dibikin keliru olch pengatjau2, telah mereka gunakan untuk mensahkan pendja- djahan Belanda di Irian Barat, atau se-kurang2nja untuk melemah- kan aksi pembebasan Irian Barat. Mereka katakan bahwa aksi pembebasan Irian Barat Tidak berachlak", dan dengan ini mau mereka katakan, bahwa pendjadjahan Belanda di Irian Barat dan pembunuhan2 oleh tentara Belanda di Irian Barat terhadap patriot2 Indonesia adalah sesuai dengan achlak mereka. Kalau pendjadjah- an dan pembunuhan terhadap kaum patriot jang dimaksudkan dengan achlak, lebih baik Rakjat dan pemuda Indonesia tidak
imposmana
memiliki achlak sematjam itu! Rakjat dan pemuda Indoniesia lebih baik mempertahankan achlaknja sendiri, jaitu achlak tjinta mer- deka, tjinta tanahair dan bersedia berkorban untuk kemerdekaan manusia Indonesia jang ada di Irian Barat.
Partai Komunis Indonesia menjokong sepenuhnja aksi2 pem- bebasan Irian Barat jang sudah dilakukan selama ini. PKI meng- harap dan jakin, bahwa seluruh Rakjat diseluruh Indonesia akan senantiasa siapsedia untuk mengambil bagian dalam aksi-aksi, baik tingkat sekarang, maupun nanti djika aksi2 sudah sampai pada taraf jang lebih tinggi. Bagi Rakjat Indonesia, mengenai Irian Barat sudah tidak ada djalan mundur lagi, satu2nja djalan jalah madju terus sampai Irian Barat masuk kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia.
Pada tingkat sekarang kekuatan harus kita kerahkan untuk menempatkan kaum kolonialis Belanda dalam situasi jang meng- haruskan mereka menerima tuntutan adil Rakjat Indonesia lewat medja perundingan PBB. Djika lewat PBB ini gagal, maka tidak ada djalan lain bagi Rakjat Indonesia, bagi pemuda2 dan patriot2 jang ada dalam Angkatan Perang Republik Indonesia, jalah meng- ambil tindakan jang setimpal sesuai dengan sikap kepalabatu dan kebiadaban Belanda. Dan tindakan itu jalah tindakan terhadap sumber2 kekajaan keradjaan Belanda jang banjak diwilajah Repu- blik Indonesia. Tindakan ini sangat adil, dan malahan belum tju- kup djika kita mengingat kebiadaban kolonialisme Belanda di Irian Barat. Djalan ini pasti didukung oleh seluruh Rakjat Indonesia. Hanja kaum pengchianat dan musuh2 Indonesia jang menentang djalan ini. Djalan ini pasti akan disokong oleh sebagian besar bangsa2 didunia. Oleh karena itu, djalan jang lain daripada djalan berunding ini jang terpaksa ditempuh karena Belanda berkeras kepala, adalah djalan kemenangan bagi Rakjat Indonesia untuk pembebasan Irian Barat.
Dalam hubungan dengan menempuh djalan lain" ini ada orang jang ketakutan setengah mati pada negara2 imperialis, dan saking takutnja mereka tidak berani berbuat apa2 untuk kemerde- kaan tanahairnja dan untuk haridepan jang lebih baik bagi anak- tjutjunja. Orang2 ini memang hidup sesudah perang dunia kedua, tetapi jang hidup bersama zaman ini hanja tubuhnja, fikirannja
masih fikiran orang2 sebelum perang dunia. Ja, malahan ada jang djasmaninja hidup dizaman sputnik, tetapi fikirannja masih fikiran orang2 zaman bedilsundut. Maka mereka buta dan otak mereka beku, dan oleh karena itu mereka mengira bahwa dunia sekarang dan Asia sekarang sama dengan dunia dan Asia sebelum perang, mereka mengira imbangan kekuatan internasional sekarang masih sama seperti sebelum perang. Padahal lihatlah tjontoh: Mesir. Djika kaum nasionalis Mesir sebelum perang seberani sekarang maka mereka akan dilalap oleh Inggeris, Perantjis dll. Tetapi seka- rang, karena jakin akan kekuatan Rakjat dan pandai mengguna- kan imbangan kekuatan dunia jang baru, kaum nasionalis Mesir dapat mengalahkan penjerang2 Inggeris-Perantjis dan djuga Israel jang mendapat perlengkapan sendjata dari Amerika Serikat.
Bagi Indonesia, Asia sekarang adalah Asia dari bangsa2 jang sudah merdeka, jang tidak akan sudi melihat Republik Indonesia jang muda di-indjak2 imperialisme asing karena ini iierarti an- tjaman buat semua bangsa2 Asia. Tiap2 serangan terhadap Indo- nesia tidak hanja akan dilawan matizan oleh Rakjat Indonesia, tetapi sipenjerangnja djuga akan dikrojok oleh semua bangsa di Asia, demi kepentingan Asia sendiri.
Hiduplah dizaman sekarang dengan fikiran zaman sekarang!
Djakarta, 4 November 1957
Jocrooqex@meuewsodwn
Berikut ini adalah wawantjara lengkap Kawan'D.N. Aidit dengan harian Partai Komunis Italia l'Unitá jang telah mengadjukan empat buah pertanjaan. Pertanjaan2 itu mengenai latarbelakang dan sikap PKI ter- hadap perdjuangan Irian Barat, tentang apakah perdjuangan itu didu- kung oleh front nasional, tentang keadaan ekonomi Indonesia sesudah pengoperan perusahaan2 dan kebun2 Belanda, dan jang terachir mena- njakan apa jang mendjadi harapan2 kaum Komunis Indonesia kepada kaum buruh dan Rakjat Italia.
PERDJUANGAN IRIAN BARAT DIDUKUNG OLEH FRONT NASIONAL JANG TJUKUP LUAS
Pertanjaan: Harap saudara suka menerangkan sedikit latar- belakang dari perdjuangan Irian Barat? Bagaimana sikap PKI ter- hadap perdjuangan Irian Barat?
Djawab: Pada tanggal 2 November 1949 oleh pemerintah Hatta (Indonesia) dan pemerintah Belanda ditandatangani Persetudjuan Konferensi Medja Bundar (KMB) jang menetapkan Indonesia sebagai negeri setengah-djadjahan, jaitu negeri jang mempunjai kemerdekaan politik, tetapi kekuasaan ekonomi masih ditangan kaum imperialis, terutama kaum imperialis Belanda.
Sesuai dengan persetudjuan KMB tersebut pada tanggal 27 Desember 1949 Keradjaan Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia, ketjuali di Irian Barat jang merupakan 20% dari wila- jah Indonesia. Djadi, diplomasi bangkrut pemerintah Hatta tidak hanja telah menempatkan Indonesia sebagai negeri setengah-dja- djahan, tetapi djuga membiarkan Irian Barat sepenuhnja didjadjah.
Dengan adanja persetudjuan KMB kaum monopolis Belanda. dengan modal mereka sebanjak 5 a 6 miljard gulden (rupiah Be- landa), tetap mempunjai keleluasaan untuk mengexploitasi kekaja- an alam dan Rakjat Indonesia dengan keuntungan saban tahun lebih dari 1 miljard gulden. Sebagai djaminan untuk keselamatan exploitasinja ini, Irian Barat merupakan pistol jang terus-menerus ditudjukan kepada Republik Indonesia, jang se-waktu2 siap untuk ditembakkan djika kepentingan Belanda didaerah kekuasaan Repu- blik Indonesia terganggu. Irian Barat djuga merupakan pangkalan militer jang penting bagi negara2 imperialis jang dipelopori oleh Amerika Serikat.
Sudah sedjak persetudjuan KMB ditandatangani, PKI menen- tang persetudjuan jang hina ini. Dikuasainja Irian Barat oleh kaum kolonialis Belanda berarti adanja bahaja latent dari serangan mili- ter Belanda terhadap Republik Indonesia. Sampai sekarang soal
Heuewsodwn
Irian Barat sudah 4 kali dibawa kesidang PBB, sedangkan bulan Djuni 1954 pemerintah Ali Sastroamidjojo telah mengirimkan se- buah delegasi tingkat menteri kenegeri Belanda, antara lain untuk mentjari penjelesaian setjara damai mengenai Irian Barat. Perun- dingan Indonesia-Belanda ini tidak mentjapai hasil apa2 karena fihak Belanda tidak sedikitpun memperlihatkan kemauan baik.
Tiap kali Irian Barat akan dibitjarakan dalam Sidang Umum PBB, dan djuga ketika delegasi tingkat menteri akan berangkat ke- negeri Belanda untuk berunding, Rakjat Indonesia menjatakan so- kongan jang penuh, rapat2 diorganisasi dibanjak tempat, resolusi2 dari organisasi2 massa membandjir dan Parlemen memberikan du- kungannja jang penuh kepada delegasi Indonesia. Partai2 dan pemimpin² Indonesia bisa tidak bersesuaian faham mengenai banjak hal, tetapi mengenai Irian Barat mereka adalah satu. Terutama Presiden Sukarno adalah pedjuang jang gigih untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia.
Memenuhi tuntutan jang kuat dari Rakjat Indonesia jang sudah ber-tahun2 dan sebagai protes keras terhadap sikap kepalabatu kaum kolonialis Belanda jang tidak mau menjerahkan Irian Barat kepada Republik Indonesia, pada tanggal 21 April 1956 Parlemen Indonesia dengan suara bulat menerima Undang2 Pembatalan Per- setudjuan KMB. Sedjak itu Rakjat dan Pemerintah Indonesia tidak terikat lagi oleh persetudjuan jang tidak adil ini. Sebagai kelan- djutannja, dalam bulan Agustus 1956 pemerintah Indonesia, ber- dasarkan Undang2 jang diterima dengan suara bulat dalam Parle- men, membentuk provinsi otonom Irian Barat, jang untuk semen- tara pemerintah dan ibukota provinsi ini berkedudukan didaerah provinsi Maluku, jaitu provinsi jang berbatasan dengan Irian Barat.
Walaupun Pemerintah dan Rakjat Indonesia sudah dengan ber- bagai djalan memperingatkan kaum kolonialis Belanda supaja tidak berkepalabatu, tetapi fihak Belanda tidak mengindahkannja. Demi- kian djuga ketika untuk keempatkalinja soal Irian Barat dibitjara- kan di PBB pada achir 1957, fihak Belanda dengan dibantu oleh negara2 imperialis lainnja tetap menolak adjakan Indonesia untuk menjelesaikan soal Irian Barat setjara berunding. Tetapi kali ini lain daripada waktu2 jang sudah. Rakjat dan pemerintah Indonesia sudah bertekad bulat, bahwa djika fihak Belanda tetap tidak mau
berunding dengan pengawasan PBB, maka djalan diluar PBB dan diluar perundingan akan ditempuh.
Menghadapi akan dipungutnja suara di PBB, diseluruh negeri diadakan rapat2 dan bentuk2 lain dari pernjataan perasaan, fikiran dan hasrat Rakjat Indonesia supaja usul penjelesaian setjara damai dari fihak Indonesia diterima oleh PBB. Tetapi kemauan baik Pemerintah dan Rakjat Indonesia. ini ditolak oleh fihak Belanda, Inggeris, Perantjis dan negara2 imperialis lainnja serta pengikut2 mereka di PBB. Amerika Serikat jang sepenuhnja berdiri dibela- kang penolakan ini pura2 bersikap abstain, karena kuatir akan menimbulkan kemarahan Rakjat Indonesia dan dengan demikian merugikan kepentingan Amerika di Indonesia.
Djawaban jang pertama dari Rakjat Indonesia sesudah usul berundingnja ditolak oleh PBB, jalah mengadakan pemogokan se- lama 24 djam disemua perusahaan dan kebun2 Belanda. Kemudian disusul dengan tindakan2 kaum buruh mengoper KPM, perusahaan pelajaran jang terpenting di Indonesia kepunjaan Belanda, jang kemudian disahkan oleh pemerintah serta diluaskan oleh pemerin- tah dengan mengoper semua perusahaan dan kebun2 kepunjaan kaum monopolis Belanda. Dibanjak tempat wakil2 kaum buruh mengambil bagian dalam Dewan Pimpinan dan Dewan Pengawas perusahaan² dan kebun2 jang sudah dioper.
Atas putusan pemerintah konsulat2 Belanda diseluruh Indonesia ditutup, karena lewat konsulat2 ini fihak Belanda mengadakan ke- giatan2 subversif. Orang2 Belanda jang tidak tentu pekerdjaannja dan hidup dari bantuan pemerintah Belanda, jang banjak diantara mereka mengambil bagian dalam gerakan2 subversif, diharuskan meninggalkan Indonesia. Selandjutnja ahli2" Belanda jang ditem- patkan sebagai penasehat2" diberbagai Kementerian dikeluarkan. Tindakan2 ini disambut hangat oleh Rakjat Indonesia, karena me- mang sudah lama Rakjat Indonesia menuntut supaja orang2 Be- landa jang mendjalankan kegiatan2 subversif dan jang memberi naschat?" jang destruktif dikeluarkan dari Indonesia.
Dalam hubungan dengan perdjuangan Irian Barat, PKI tidak henti2nja dan tidak djemu2nja mengorganisasi dan memobilisasi kam buruh dan Rakjat Indonesia untuk dengan teguh menjokong politik pemerintah. PKI dan Rakjat Indonesia jakin, bahwa meng-
usir kekuasaan ekonomi kaum monopolis Belanda dari Indonesia berarti melemahkan politik dan militer Belanda, dan ini djuga ber- arti melemahkan kedudukan politik dan militer Belanda di Irian Barat.
Perusahaan2 dan kebun2 Belanda jang sekarang dikuasai olen Republik Indonesia mempunjai dua alternatif. Jang pertama, djika fihak Belanda bersedia berunding untuk menjerahkan Irian Barat kepada Republik Indonesia, perusahaan2 dan kebun2 Belanda jang vital akan dinasionalisasi, artinja perusahaan2 dan kebun2 itu akan mendjadi milik negara dan kaum monopolis Belanda mendapat bajaran menurut kemampuan keuangan Republik Indonesia. Djika fihak Belanda tidak bersedia berunding, maka perusahaan² dan kebun2 Belanda jang vital akan disita dan didjadikan milik negara.
Sekarang terserah pada fihak Belanda djalan mana jang mau mereka tempuh. Kalau tergantung pada Rakjat Indonesia berun- dinglah djalan jang se-baik2nja, tetapi inisiatif untuk ini harus di- ambil oleh fihak Belanda, karena giliran Indonesia mengambil ini- siatif untuk berunding sudah lewat.
Pertanjaan: Apakah perdjuangan Irian Barat sekarang didu- kung oleh suatu front nasional?
Djawab: Ja, tanpa front persatuan nasional Rakjat Indonesia tidak mungkin mengadakan tindakan² jang berarti terhadap kolo- nialisme Belanda. Sekarang seluruh kekuatan nasional tanpa mem- beda2kan kejakinan politik, ideologi dan agama, bersatu meng- hadapi apa sadja jang akan terdjadi berhubung dengan tindakana jang mungkin diambil oleh pemerintah kolonial Belanda. Kaum buruh, kaum tani, para pemuda, inteligensia, patriot2 dalam Ang katan Perang dll. bahu-membahu berdjuang untuk memperkuat kedudukan Republik Indonesia dilapangan politik, ekonomi dan militer.
Serikatburuh2, organisasi2 tani, organisasi2 pemuda, organisasi wanita dan organisasi2 massa lainnja, baik jang dibawah pimpinan Partai Komunis Indonesia, Partai Nasional Indonesia maupun Par- tai2 Islam, semuanja bersatu dalam Badan² Kerdjasama antara organisasi² massa dengan fihak militer. Hanja sebagian ketjil dari pemimpin2 Partai Islam Masjumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI, sosialis kanan) jang menentang perdjuangan Irian Barat jang
dilakukan oleh Rakjat dibawah pimpinan pemerintah sekarang. Terangzan menentang mereka tidak berani, mereka kuatir terisolasi samasekali dari massa. Mereka tutupi penentangan mereka menge- nai perdjuangan Irian Barat dan pembelaan mereka pada kepen- tingan2 kaum kolonialis Belanda di Indonesia dengan misalnja mengatakan, bahwa pemerintah dalam perdjuangan Irian Barat tidak berentjana" sehingga berakibat Rakjat harus menderita, dan bahwa perdjuangan Irian Barat hanja bisa berhasil djika peme- rintah sekarang diganti dengan ,,pemerintah jang kuat", dán dengan ini dimaksudkannja pemerintah dimana duduk pemimpin2 Masjumi dan PSI.
Djadi, perdjuangan Irian Barat didukung oleh persatuan nasio- nal jang tjukup luas. Jang diperlukan sekarang jalah bentuk orga- nisasi front nasional jang se-tepat²nja. Untuk mengkordinasi semua kegiatan Rakjat dalam perdjuangan Irian Barat oleh Kabinet Djuanda sudah dibentuk organisasi Front Nasional Pembebasan Irian Barat jang diketuai oleh KSAD Djenderal Major A.H. Nasu- tion, sedangkan anggota2 pimpinan lainnja diambilkan dari orga- nisasi2 massa. Ini adalah satu langkah untuk mendapatkan bentuk organisasi front nasional jang se-tepat²nja dalam keadaan Indone- sia sekarang.
Pertanjaan: Pers imperialis me-njiar2kan kabar bahwa ekonomi Indonesia sekarang sudah mendjadi buruk sebagai akibat dioper- nja perusahaan2 dan kebun2 Belanda oleh pemerintah Indonesia. Hal ini tentu tidak benar, tetapi bagaimana keadaan ekonomi Indo- nesia sebenarnja?
5431319:081933400001
Djawab: Perlu diketahui, terutama oleh orang2 diluar Indone- sia, bahwa ekonomi Indonesia belum pernah baik bagi Rakjat dan pemerintah Indonesia. Rakjat Indonesia belum pernah tidak men- derita selama ekonomi Indonesia dikuasai oleh kaum monopolis Belanda dan kaum imperialis lainnja. Dengan diopernja perusaha- an2 dan kebun2 oleh pemerintah Indonesia bukanlah ekonomi Rak- jat Indonesia jang mendjadi buruk, tetapi keuntungan kaum mono- polis Belanda jang terantjam. Pengoperan perusahaan2 dan kebun2 membukakan harapan2 baru bagi kaum buruh dan Rakjat Indo- nesia, apalagi setelah terniata bahwa mereka sendiri sanggup meng- urus perusahaan2 dan kebun2 itu.
Saja tidak membantah, bahwa untuk sementara waktu jang singkat Pemerintah dan Rakjat Indonesia mengalami kesulitan2 berhubung dengan ke-ragu2an sementara orang2 Indonesia sendiri dan berhubung dengan sabotase2 fihak Belanda dan kakitangan2. nja. Tetapi semuanja pasti akan dapat diatasi, karena Rakjat Indo- nesia sudah bertekad untuk mengatasi segala kesukaran dan Rakjat Indonesia mempunjai segala ketjakapan jang diperlukan untuk mengatur kehidupan nasionalnja sendiri.
Tentang tenaga2 ahli dilapangan tehnik dan administrasi me- mang Indonesia masih kekurangan, tetapi adalah satu kenjataan bahwa barisan tenaga ahli Indonesia sudah ada, dan dalam praktek kebanjakan diantara mereka sudah biasa mengerdjakan pekerdjaan2 ahli2 Belanda. Tenaga2 ahli Indonesia dimasa jang lalu tidak bisa menempati kedudukan memimpin didalam perusahaan² dan kebun² Belanda, bukanlah karena mereka tidak tjakap, tetapi karena ke- dudukan2 memimpin itu adalah dimonopoli oleh orang2 Belanda. Dengan diopernja perusahaan² dan kebun² Belanda terbukalah ke- sempatan bagi tenaga2 ahli Indonesia untuk mengembangkan diri tanpa ada halangan. Jang mereka butuhkan sekarang jalah keper- tjajaan jang lebih besar dari pemerintah, pimpinan jang tepat dan penghargaan jang sewadjarnja atas pekerdjaan mereka.
Tentu sadja hubungan ekonomi jang lebih erat antara Indo- nesia dengan negara2 sahabat lebih2 lagi dibutuhkan untuk meng- atasi kesukaran2 ekonomi Indonesia dan untuk mengembangkannja lebih landjut.
Pertanjaan: Apakah harapan2 saudara kepada kaum buruh dan Rakjat Italia dalam hubungan dengan perdjuangan Irian Barat?
Djawab: Saja jakin bahwa kaum buruh dan Rakjat Italia jang bertradisi revolusioner, jang militan dan terorganisasi baik itu, apa- lagi jang dipimpin oleh Partai Komunis Italia, memandang per- djuangan Irian Barat sebagai perdjuangannja sendiri. Mereka tentu menjadari sc-dalam2nja bahwa perdjuangan Irian Barat per-tama2 memang kewadjiban Rakjat Indonesia, tetapi bersamaan dengan itu perdiuangan ini adalah djuga perdjuangan untuk perdamaian dunia.
Dengan membandelnja kaum kolonialis Belanda menduduki Irian Barat, mendjadi djelaslah bahwa Nederland bukanlah hanja negeri bunga2 tulp jang indah, tetapi djuga negeri kaum impe
rialis jang djahat2.
Djika Irian Barat tetap dikuasai kaum kolonialis Belanda, maka pulau jang besar ini pasti akan tumbuh mendjadi pangkalan perang jang penting dari Amerika Serikat dan negara2 imperialis lainnja jang pasti akan membahajakan perdamaian di Asia dan didunia.
Banjak jang dapat dilakukan oleh kaum buruh dan Rakjat Italia djika Belanda berani menjerang Republik Indonesia. Saja jakin bahwa djika kaum kolonialis Belanda sampai melakukan avontur ini, kaum buruh di-pelabuhan2 Italia akan menolak mengangkat barang2 dari dan ke-kapal2 Belanda. Peperangan kolonial, djika Belanda berani melantjarkannja, pasti akan diprotes keras oleh kaum buruh dan Rakjat Italia. Rakjat Italia dan Rakjat Indo- nesia adalah Rakjat2 jang sama2 pernah merasakan pahitnja tin- dasan fasisme, mereka adalah sama2 pedjuang anti-fasis jang gigih, dan oleh karena itu hubungan semangat antara kedua Rakjat ini adalah erat.
Italia adalah negeri jang industrinja djauh lebih madju dari- pada Indonesia. Oleh karena itu, dimasa datang banjaklah jang dapat disumbangkan oleh kaum buruh dan Rakjat Italia, baik jang berupa mesin2 maupun jang berupa ahliz, dalam membangun Indo- nesia Baru dimana Rakjat Indonesia mendjadi tuan dirumahnja sendiri.
Tidak lama lagi akan datang di Indonesia kapal2 perang jang dipesan oleh pemerintah Indonesia kepada Italia. Karena Indone- sia adalah negeri jang terdiri dari ribuan pulau, kapal2 ini adalah sangat penting untuk mendjaga keamanan Indonesia. Rakjat Indo- nesia tahu, bahwa pemesanan kapal2 ini telah menguntungkan se- djumlah kapitalis Italia, tetapi Rakjat Indonesia tidak akan melupa- kan bahwa jang membikin kapal2 ini adalah kaum buruh Italia. Dengan ber-debar2 Rakjat Indonesia menunggu kedatangan kapal2 ini, dan fikiran mereka tertudju pada kaum buruh Italia jang revo- lusioner, radjin dan militan.
Saja mengutjapkan selamat kepada kaum buruh dan Rakjat Italia dan mengharapkan sukses lebih besar bagi perdjuangan mereka jang adil. Kekallah dan bertambah eratlah persahabatan Rakjat Indonesia dengan Rakjat Italia!
Djakarta, 20 Djanuari 1958
Berikut ini adalah pidato sambutan Kawan D.N. Aidit pada ulang tahun ke-VII Harian Rakjat pada tanggal 31 Djanuari 1958. Ulangtahun ini diadakan dalam keadaan perdjuangan anti-kolonialisme dari Rakjat Indonesia telah memasuki taraf baru jang menjebabkan situasi berkem bang dengan sangat tjepatnja. Maka Kawan Aidit mengemukakan per lunja HR disesuaikan dengan situasi baru ini jang turut ditjiptakan oleh HR sendiri. Dalam hal ini ditekankan terutama pentingnja pendidikan dan penggemblengan ideologi terus-menerus bagi semua. pekerdja HR agar bisa tetap berdiri dibarisan paling depan dalam melawan tekanan ideologis dari musuh2 Rakjat dan dalam mempertinggi tingkat ideologi k&um Komunis dan Rakjat.
SESUAIKANHARIAN RAKJAT" DENGAN PERKEMBANGAN SITUASI JANG TJEPAT
Sekarang kita memperingati ulangtahun ke-VII Harian Rak- jat". Saptawarsa HR ini kita peringati dalam situasi dimana proses perkembangan politik dinegeri kita berdjalan tjepat, dimana disatu fihak gelombang gerakan revolusioner anti-kolonialisme sedang me- naik, sedangkan difihak lain kaum reaksioner dalamnegeri sedang sibuk2nja dengan pengchianatan2nja jang baru.
Djika dalam bulan Djanuari tahun ini sangat santar kedengaran suara tentang usaha2 sementara orang jang sedang kalap dan ke- hilangan perspektif untuk mendirikan apa jang dinamakan negara Sumatera" atau ,,negara Indonesia" jang baru di Sumatera, maka ini samasekali bukan bukti bahwa kaum imperialis dan kakitangan- nja dinegeri kita bertambah kuat. Ditariknja John Allison, duta- besar Amerika Serikat, dari Djakarta adalah perlambang kegagalan politik imperialis di Indonesia. Tetapi, digantinja Allison dengan Howard Jones, adalah djuga perlambang, bahwa kegagalan impe- rialis di Indonesia belumlah definitif. Dutabesar2nja bisa datang dan pergi, tetapi politik imperialis Amerika Serikat tetap tidak meng- alami perubahan dasar.
Usaha2 mendirikan ,negara Sumatera" atau negara Indonesia" jang baru di Sumatera menundjukkan kekalapan dan kegelapan kaum reaksioner dalamnegeri dan kaum imperialis asing. Adalah jatu kedunguan untuk berfikir buat bertindak demikian, djika kaum imperialis dan kakitangannja masih melihat kemungkinan untuk merebut kekuasaan sentral setjara parlementer, ataupun setjara extra-parlementer.
Sudah sedjak diumumkannja Konsepsi Presiden Sukarno dalam bulan Februari 1957, konsepsi jang adil dan oleh karena itu men- ilapat sambutan Rakjat jang luarbiasa hangatnja, dan terutama sekali sesudah terbentuknja Kabinet Karya dan Dewan Nasional, kaum reaksioner Indonesia berada dalam keadaan jang sangat sukar
untuk merebut kekuasaan sentral setjara demokratis parlementer. Lebih2 lagi menjulitkan mereka sesudah mereka menelandjangi dir di Konstituante, dimana mereka dengan tandas menjatakan peno- lakannja terhadap dasar negara jang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, jaitu dasar Pantjasila. Dengan ketjaman mereka jang keterlaluan terhadap Pantjasila ini, timbullah pertanjaan: apa- kah masih mungkin mereka mengangkat sumpah atau djandji se- bagai menteri atau pedjabat resmi lainnja dari Republik Indonesia jang berdasarkan Pantjasila? Apakah bukan perbuatan mereka jang keterlaluan ini jang djuga ikut mendorong mereka untuk mendiri- kan negara baru"?
Sebelum kedjadianteror Tjikini" (1) tanggal 30 November 1957 masih ada kemungkinan bagi kaum reaksioner untuk mengua- sai pemerintah sentral dengan tjara2 jang kelihatannja parlementer. Pada waktu itu mereka masih dapat menggunakan posisi mereka jang agak kuat didalam Panitia 7" dan "Panitia 9" Parlemen (2) dan mengkombinasikan kegiatan2 dalam kedua Panitia ini dengan pembunuhan atas diri Presiden Sukarno. Djika seandainja mereka berhasil membunuh Presiden Sukarno, maka terbukalah djalan lebar bagi mereka untuk dengan perantaraan Panitia 9" menun- djuk Presiden baru jang tjotjok dengan kepentingan politik mereka. Disamping itu akan leluasa pulalah mereka, dengan melewati ,Pani- tia 7", merehabilitasi perwira2 jang mendjadi benggol2 gerakan sub- versif.
Tetapi latjur bagi mereka! Rentjana jang sudah diperhitungkan begitu teliti gagal, Presiden Sukarno tidak mati karena teror Tji kini". Kemarahan Rakjat meluap kepada kaum reaksioner. Perwira jang tadinja mau direhabilitasi ternjata adalah biangkeladi teror Tjikini". Prestise kaum reaksioner mendjadi sangat merosot, sebalik nja prestise Presiden Sukarno dan semua kaum revolusioner dan demokrat, prestise partai² revolusioner dan demokratis, menaik tinggi Dalam rangka tindakan alat2 negara terhadap pelaku2 teror Tji kini", organisasi kaum subversif diobrak-abrik dan dalang2 mereka jang belum tertangkap pada bertebaran ke-mana², melandjutkan petualangan mereka dalam situasi jang djauh lebih sukar bag mereka.
Perkembangan situasi sesudah kegagalan teror Tjikini" men
djadi lebih memihak Rakjat dengan naiknja gelombang revolusioner untuk membebaskan Irian Barat dengan dilakukannja pengoperan2 perusahaan² Belanda oleh kaum buruh dan Pemerintah. Ini pelak- sanaan politik djalan lain" atau djalan revolusioner, sebagai dja- waban tepat Pemerintah dan Rakjat Indonesia kepada kaum kólo- nialis Belanda jang berkepalabatu.
Kegagalan perbuatan chianat mereka dalam soal teror Tjikini" dan sikap mereka jang menentang djalan revolusioner jang ditem- puh oleh Kabinet Karya dalam perdjuangan untuk Irian Barat membikin kaum reaksioner mendjadi sangat diskredit, tidak hanja dimata Rakjat, tetapi djuga dimata alat2 negara jang setia pada revolusi nasional Indonesia.
Djadi, tjiri dari situasi sesudah teror Tjikini" jang gagal dan sesudah Rakjat Indonesia menempuh djalan revolusioner dalam per- djuangan pembebasan Irian Barat jalah, bahwa kaum reaksioner bukan hanja tidak mampu merebut kekuasaan sentral setjara par- lementer, tetapi djuga setjara extra-parlementer sudah tidak mung- kin. Satu²nja djalan bagi kaum reaksioner untuk memegang kekua- saan jalah dengan merebut kekuasaan lokal jang dikombinasikan dengan pembunuhan? politik terhadap pemimpin2 politik sentral jang mendapat kepertjajaan Rakjat. Ini adalah satu2nja djalan bagi mereka.
Apakah satu²nja djalan, jaitu djalan perebutan kekuasaan lokal, djalan jang mudah bagi mereka?
Untuk mendirikan negara Sumatera" atau mendirikan negara Indonesia" jang baru di Sumatera mereka harus berhadapan dengan banjak rintangan2, seperti sikap tegas Pemerintah Pusat serta Ang- katan Perangnja jang tidak menjetudjui pengchianatan mereka, per- lawanan massa Komunis, Nasionalis dan massa Islam patriotik di Sumatera sendiri, perlawanan dari alat2 negara sipil jang setia pada sumpah mereka dan perlawanan kaum militer jang setia pada Sapta Marga. Mereka djuga tertumbuk pada kontradiksi2 jang ada didalam tubuh mereka sendiri jang disebabkan oleh perbedaan2 politik, kepentingan ekonomi, agama, suku, dll.
Djadi, bagi kaum reaksioner sekarang masih terbuka satu ke- mungkinan, jaitu perebutan kekuasaan lokal, tetapi kemungkinan ini bukanlah jang mudah didjadikan kenjataan. Dari sini djelaslah.
imposmanal
bahwa situasi politik dalamnegeri, sekarang adalah djauh lebih menguntungkan Rakjat daripada situasi sebelum Konsepsi Presiden Sukarno diumumkan.
Dalam membawa situasi berkembang kearah jang lebih meng- untungkan perdjuangan Rakjat dan dalam menggiring kaum reak- sioner dan kaum imperialis kepodjok atas dasar perbuatan2 mereka jang memusuhi Rakjat Indonesia, adalah sangat besar rol harian2 revolusioner.
Harian revolusioner dan progresif seperti HR menempati tem- pat jang chusus dalam menunaikan tugas jang mulia ini. Pada waktu sekarang, HR tidak berdiri sendiri seperti beberapa tahun jang lalu dalam menjebarkan dan membela politik revolusioner.
Bersamaan dengan meningkatnja perdjuangan revolusioner Rak- jat, meningkat pulalah djumlah harian2 revolusioner. Jang tadinja harian agak kanan, sesuai dengan perkembangan situasi, mendjadi koran jang agak kiri, dan jang tadinja ragu2 sekarang mendjadi koran jang tegas dalam menempuh djalan revolusioner.
Kesedaran politik Rakjat meningkat dengan tjepat. Hal ini nampak djuga dari kenjataan bahwa koran2 kepalabatu mengalami kemerosotan jang deras dan kehilangan banjak simpati umum, sedangkan koran² revolusioner dan progresif laku sebagai pisang- goreng dan prestisenja makin menaik.
HR jang merupakan sendjata ditangan Rakjat dan Partai Komunis Indonesia mengambil bagian penting dalam ikut mengem- bangkan situasi ini. Jang mendjadi soal sekarang jalah, apakah keadaan HR sekarang sudah sesuai dengan situasi baru jang ikut ditjiptakan oleh HR sendiri? Bagaimana penjesuaian HR dibidang redaksi, tipografi, distribusi dll. berhubung dengan perkembangan tjepat ini?
Situasi baru menuntut aparat2 revolusioner jang diperbaharui, agar aparat2 ini dapat memenuhi tugas2 barunja dalam memimpin perkembangan. Seluruh aparat perdjuangan revolusioner, termasuk segala matjam organisasi perdjuangannja, dan termasuk djuga harian2nja, harus menjesuaikan diri dengan perkembangan madju jang tjepat ini. Ja, malahan tiap2 kader revolusioner harus menin- djau diri dan bertanja, apakah dirinja sudah sesuai dengan per- kembangan situasi jang tjepat ini? Taraf baru perdjuangan anti-
kolonialisme sekarang tidak mungkin dilajani dengan baik, tidak mungkin dipimpin dengan baik, djika aparat tetap tidak mengalami perubahan, djika manusia2 pelaksananja tidak mempertinggi ke- mampuan dan ketjakapannja.
Soal pimpinan kolektif, soal penempatan kader pada tempat jang lebih efektif, soal pembagian pekerdjaan jang lebih rasionil, soal perbaikan dalam sistim organisasi, soal pengertian teori revolusioner dan soal kedjernihan ideologi para kader adalah hal2 jang harus diperhatikan dalam penjesuaian semua aparat perdjuangan revolu- sioner Rakjat dengan perkembangan situasi jang berlangsung tje- pat. Pimpinan HR dan semua pekerdja HR harus memperhatikan semuanja ini, agar HR tetap mendjadi sendjata ampuh ditangan Rakjat dan Partai, agar HR tetap berdiri dibarisan paling depan dalam melawan tekanan2 ideologis dari musuh2 Rakjat dan dalam mempertinggi taraf ideologis dari kaum Komunis dan Rakjat.
Pendidikan ideologi bagi para redaktur, koresponden dan semua pekerdja HR harus lebih diperhebat dan dilakukan terus-menerus. Tugas melawan tekanan ideologis dari musuh2 Rakjat dan tugas mempertinggi taraf ideologis kaum Komunis dan massa Rakjat tidak mungkin dipenuhi, djika HR tidak mempunjai staf redaksi dan barisan koresponden jang ideologinja terus-menerus digembleng.
HR bukanlah organ jang dapat dipisahkan dari perdjuangan Rakjat dan Partai Komunis Indonesia. HR lahir didalam perdju- angan heroik Rakjat Indonesia dan penerus jang sedjati dari koran progresif jang militan seperti ,Njala", organ Partai Komunis Indo- nesia dalam tahun 1925. HR adalah satu dan tak terpisahkan dari perdjuangan Rakjat dan PKI. Djalan jang paling tepat bagi HR untuk mengabdikan diri kepada Rakjat terletak dalam kesetiaan- nja berpegang dan berpedoman pada politik Partai Komunis Indo- nesia. Ketjintaan jang hangat kepada Rakjat pekerdja dan kepada Partai Komunis Indonesia adalah sjarat pertama bagi semua peker- dja HR, mulai dari para redaktur, koresponden, zetter, pekerdja teknik, sampai kepada para agen dan loper. Ketjintaan jang hangat ini pasti akan dibalas kembali oleh Rakjat pekerdja dan kaum Komunis Indonesia dengan ketjintaan hangat pula kepada HR dan femua pekerdjanja.
Dalam pesan ulangtahun ke-V, jang djuga saja ulangi dalam
0812643131910819334000
pesan ulangtahun ke-VI, antara lain saja katakan, bahwa tidak boleh ada konferensi Partai dari tingkat paling atas sampai paling bawah jang tidak membitjarakan HR". Harapan ini pada umum- nja sudah dipenuhi. Dan ini tidak hanja penting artinja untuk per- kembangan HR, tetapi djuga besar artinja bagi perkembangan Par- tai sendiri. Dengan demikian sudah tidak diragukan lagi, bahwa soal HR sekarang sudah mendjadi soal seluruh Partai.
Lebih:djauh lagi, soal HR seharusnja bukan hanja soal seluruh Partai, tetapi harus mendjadi soal massa Rakjat pekerdja. Dalam pesan ulangtahun ke-VI antara lain saja katakan, bahwa kritik2 dari orangz bukan Komunis tidak kurang pentingnja daripada kri- tik2 pembatja Komunis". Ini kita pegang teguh. Seminar HR, jang diadakan di Djakarta, Semarang, Medan, Surabaja, Djokjakarta dan tempat2 lain dalam rangka memperingati ulangtahun ke-VII HR, jang ditudjukan untuk memperbaiki HR guna memperbesar sumbangannja kepada perdjuangan Rakjat, adalah bukti. bahwa soal HR adalah benar2 mendjadi soal massa. Ini sekali lagi me- nundjukkan kesungguhan HR memperhatikan kepentingan massa, menundjukkan bahwa HR tidak mempunjai kepentingan lain ke- tjuali kepentingan massa.
Dalam ulangtahun ke-VI HR antara lain saja katakan, bahwa Harus disedari benar2, bahwa soal rol HR banjak tergantung pada oplahnja". Oplah ketjil membikin rol HR ketjil, oplah besar membikin rol HR besar. Hanja dengan oplah jang besar HR dapat melaksanakan tugas menjelamatkan massa dari ratjun2 koran reak- sioner. Djadi, kelirulah fikiran sementara kawan2 jang mengira bahwa soal distribusi HR adalah soal ketjil atau hanja soal untuk mendapat uang belaka.
Soal distribusi HR adalah soal ideologi, soal menjebarkan ideo logi proletar dan melawan ideologi kaum burdjuis dan tuantanah. Besarnja djumlah HR jang disebarkan berarti luasnja penjebaran ideologi proletar, dan ini hanja mungkin djika aparat distribusl HR baik.
Djadi, djuga aparat distribusi HR harus disesuaikan dengan perkembangan situasi jang tjepat, disesuaikan dengan taraf baru dari perdjuangan anti-kolonialisme kita.
Saja jakin, bahwa dengan pimpinan dan bantuan Partai Ko
munis Indonesia dari semua tingkat organisasi, HR akan dapat menjesuaikan diri dengan perkembangan situasi jang tjepat dan akan mampu ikut memberikan sumbangan2 jang penting dalam memimpin perkembangan situasi lebih madju.
Saja mengutjapkan selamat kepada semua pekerdja HR, mulai dari para redaktur, koresponden, pegawai administrasi, karikaturis, zetter, pekerdja teknik sampai kepada para agen dan loper HR. Saja mengharap sukses2 baru bagi semua kawan dan saudara2 ini.
Djundjunglah tinggi kepertjajaan dan kehormatan jang diberi- kan oleh Rakjat pekerdja dan PKI kepada HR untuk mengambil bagian penting dalam melaksanakan tugas2 urgen PKI, jaitu peng- galangan front persatuan nasional jang luas dan pembangunan Partai Komunis Indonesia.
Ambillah bagian jang se-besar²nja dalam melaksanakan tugas2 politik dalam tahun 1958, tugas2 dalam rangka perdjuangan pem- bebasan Irian Barat, jaitu menggulung komplotan2 subversif dan mengusir kekuasaan ekonomi Belanda dari bumi Indonesia.
Berdjuanglah terus dibarisan depan untuk kemerdekaan nasio- nal jang penuh, untuk peluasan hak2 demokratis dan untuk per- damaian di Asia dan didunia!
Kibarkan tinggi pandji2 solidaritet Asia-Afrika, solidaritet Rak- jat2 tertindas diseluruh dunia, dan kibarkan tinggi pandji2 inter- nasionalisme proletar!
Hidup Harian Rakjat!
neuewsodwit
Tulisan ini adalah keterangan pers Kawan D.N. Aidit mengenai sikap PKI terhadap proklamasi PRRI" jang dilakukan pada tgl. 15 Februari 1958 di Padang oleh kaum pemberontak Sjafrudin-Husein cs.
PERLU TINDAKAN TEGAS UNTUK MENTJE- GAH KORBAN RAKJAT JANG BANJAK
Berhubung dengan pertanjaan2 jang ditudjukan kepada Comite Central PKI dan kepada saja sendiri'mengenai sikap PKI terhadap proklamasi daripada apa jang dinamakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia" oleh kaum pemberontak Sjafrudin-Husein cs., dengan ini saja djelaskan, bahwa perbuatan chianat ini adalah pun- tjak dari pengchianatan jang waktu² belakangan sudah biasa dilaku- kan oleh kaum reaksioner dalamnegeri dengan bantuan kaum impe- rialis asing.
Tindakan chianat kaum pemberontak ini tidak hanja sangat melemahkan Republik Indonesia kedalam, tetapi djuga mendjatuh- kan martabat Republik Indonesia diluarnegeri. Dan daérah jang dikuasai oleh kaum pemberontak, sudah dan akan digunakan oleh kekuatan luarnegeri sebagai basis untuk mengobrak-abrik Republik Indonesia. Djadi, dari perbuatan pemberontak Sjafrudin-Husein cs. bukan hanja sebagian dari wilajah Republik Indonesia terantjam, tetapi seluruh wilajah Republik Indonesia berada dalam bahaja serangan musuh jang kongkrit.
Tindakan mereka jang tidak tahu malu supaja semua kedutaan dan konsulat Republik Indonesia diluarnegeri berhubungan dengan pemerintah" pemberontak, dan supaja semua saldo uang Republik Indonesia diluarnegeri dibekukan, dan tindakan mereka melutjuti peleton AURI dilapangterbang Tabing, adalah bukti bahwa tindak- an merusak mereka sudah tidak mengenal batas.
Dalam situasi seperti sekarang tidak ada djalan lain bagi tiap2 Republiken 17 Agustus 1945 ketjuali bersikap dan bertindak jang tegas menjelamatkan Republik Proklamasi. Untuk menghindari korban jang Iebih banjak dari Rakjat jang tidak bersalah, maka ketjuali tegas, tindakan djuga harus tjepat. Tindakan jang lambat dan ragu2 bisa membikin keadaan berlarut-larut, memberi waktu kepada kaum pemberontak untuk mengkonsolidasi diri, membuka
kemungkinan kepada kekuatan asing untuk lebih banjak lagi memberi bantuan kepada kaum pemberontak, dan untuk menimbulkan per- petjahan dan kekatjauan didalamnegeri. Semuanja ini sangat menguntungkan kaum kolonialis Belanda jang sekarang sedang men- tjari djalan untuk memukul Republik Indonesia.
Tindakan lambat dan ragu2 bisa mendjurus kearah perang sau- dara jang berlarut-larut dan memakan korban Rakjat jang banjak. Tindakan tegas dan tjepat memang memakan korban, tetapi jang mendjadi korban jalah kaum pengchianat, dan korban Rakjat bisa dibikin sangat minim.
Dalam situasi seperti sekarang, sikap ragu dan netral" adalah menguntungkan dan membela kaum pemberontak, karena sikap de- mikian ini melemahkan sikap Pemerintah jang tepat dan tegas. Sikap ragu dan netral" adalah menggerogoti kekuatan Pemerintah Pu- sat dan kekuatan revolusioner Rakjat, termasuk putera2 Minangka- bau jang tjinta persatuan bangsa dan Republik Proklamasi 1945.
Terhadap penjokong2 pemberontak supaja diambil tindakan jang djuga tjepat dan tegas. Sebaliknja, semua kekuatan diseluruh negeri jang menjokong sikap Pemerintah Pusat, djadi termasuk kekuatan Rakjat di Sumatera Barat, harus lebih erat dipersatukan dan dimo- bilisasi untuk menghantjurkan kaum pemberontak.
Tidak ada djalan tengah dalam mengatasi mereka jang sudah memberontak dan mendirikan pemerintah sentral" tersendiri. Tidak ada politik hidup berdampingan antara Republik Indonesia dengan pemerintah revolusioner" Sjafrudin jang korup dan chianat.
Djakarta, 17 Februari 1958
.Fase Baru Dan Penjesuaian Organisasi Dengan Situasi adalah laporan umum Kawan D.N. Aidit kepada Sidang Pleno ke-VI CC PKI jang di- langsungkan dari tgl. 31 Maret sampai 3 April 1958 di Djakarta. Laporan unum ini memberikan analisa terhadap fase baru perdjuangan anti-ko- lonialisme Rakjat Indonesia jang ditandai oleh meningkatnja situasi re- volusioner dengan sangat tjepatnja berhubung dengan pelaksanaan peng- hantjuran pemberontakan ,,PRRI-Permesta", kelandjutan pengambilalihan perusahaan2 Belanda dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat (lan penggulungan komplotan subversif Kuomintang.
Kawan Aidit menegaskan bahwa dalam fase baru ini pekerdjaan Partai jang terpenting adalah tetap membangkitkan, mengorganisasi dan memobilisasi massa sebagai sjarat kuatnja front persatuan nasional. Te- tapi agar dapat ditjiptakan tulangpunggung pimpinan jang bulat, militan dan berdisiplin atas gerakan massa, haruslah organisasi Partai disemua tingkat dan tiap2 Komunis menjesuaikan diri dengan situasi. Ini pada hakekatnja berarti mempererat lebih landjut hubungan Partai dengan massa sebagai djaminan untuk dapatnja Partai mengatasi segala per- hoalan jang dihadapi massa.
FASE BARU DAN PENJESUAIAN ORGANI- SASI DENGAN SITUASI
Kawan2! Masa jang kita tindjau dalam Sidang Pleno CC ini adalah masa jang diisi oleh banjak kedjadian2 penting, kedjadian? internasional dan kedjadian2 dalamnegeri.
Sidang ke-VI CC ini kita langsungkan dalam situasi jang kritik, situasi jang bersifat menentukan bagi perkembangan politik selan- djutnja ditanahair kita. Pembasmian kaum pemberontak di Suma- tera Barat dan di Minahasa, jang berpusat di Paelang dibawah pimpinan pengchianat2 Husein-Sjafrudin dkk, djika berhasil dalam waktu jang tjepat akan sangat mendorong perkembangan lebih madju dari situasi revolusioner dinegeri kita. Djika pembasmian kaum pemberontak dapat dilakukan dalam waktu singkat, maka berartilah bahwa kaum reaksioner dan imperialis akan kehilangan basis mereka jang penting, dan tertjiptalah sjarat2 jang lebih baik bagi Rakjat Indonesia untuk melaksanakan Konsepsi Presiden Su- karno 100% dan untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja.
Tetapi sebaliknja, djika penjelesaian tidak dalam waktu jang singkat, keadaan kritik ini akan berachir dengan tambahnja penja- kit kronis jang baru pada tubuh Republik Indonesia, jang dalam masapandjang baru dapat disembuhkan, sebagaimana sudah kita alami dengan gerombolan2 DI-TII selama ini.
Kedjadian2 jang mempunjai aspek2 nasional dan internasional, disamping pemberontakan pengchianat2 Husein-Sjafrudin-Sumitro dkk, jalah pengambilalihan perusahaan2 kapitalis2 besar Belanda oleh Republik Indonesia dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat dan pertjobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno pada tanggal 30 November malam tahun jang lalu. Mengingat sangat pentingnja peristiwa2 ini, pada achir Desember tahun jang Ialu telah dilangsungkan Sidang Politbiro jang diperluas dengan
anggota2 CC jang bertempattinggal di Djakarta untuk membahas situasi politik ketika itu. Sidang ini telah mengeluarkan sebuah per- njataan politik jang penting jang dituangkan dalam bentuk Pesan Tahun Baru Politbiro CC".
Sidang Pleno Comite Central kita kali ini dilangsungkan di- tengah2 kemarahan Rakjat kepada pakt perang SEATO, kepada bandit2 Kuomintang dan kaum imperialis Amerika Serikat jang oleh banjak bukti sudah ternjata aktif tjampurtangan dalam soai? dalamnegeri Indonesia dengan memberi bantuan sendjata kepada kaum pemberontak kontra-revolusioner Husein-Sjafrudin-Sumitro dkk. Demonstrasi dan rapat umum besar Rakjat di Djakarta pada tanggal 16 Maret dan demonstrasi mahasiswa tanggal 25 Maret baru2 ini adalah manifestasi dari semangat baru Rakjat Indonesia dalam perdjuangan anti-imperialisme.
I
Situasi Politik Umum
Selama periode jang ditindjau, jaitu dari pertengahan tahun jang lalu sampai sekarang, nampak djelas kelandjutan proses dua djurusan dalam perkembangan situasi internasional, jaitu disatu fihak konsolidasi dan perluasan terus-menerus dari kubu sosialis, kemerdekaan dan perdamaian, dan difihak lain perpetjahan dan desintegrasi lebih landjut dari kubu imperialis, kolonialis dan pepe- rangan. Keadaan objektif didunia dewasa ini memungkinkan lan- djutnja proses dua djurusan ini.
Politik perang jang agresif dari negara2 Barat tak henti²nja mem-besar2kan perang dingin dan ketegangan2 internasional jang sangat mengganggu keamanan dan ketentraman hidup umatmanu- sia dan sangat mengganggu perhubungan persahabatan dan kerdja- sama jang konstruktif antara bangsa2.
Jang mendjadi biangkeladi utama dari politik perang jang agre- sif adalah kaum monopolis jang menguasai industri² perang raksasa di Amerika dan Eropa. Untuk kepentingan keuntungannja, kaum monopolis dengan melalui pemerintah negara2 imperialis jang di- kuasainja, sekarang sedang mendjalankan politik perlombaan per-
sendjataan nuklir. Ini didjalankan disatu fihak dengan setjara mena- kut-nakuti dunia dengan momok Komunis" dan difihak lain dengan terus berusaha mengesankan se-olah2 Amerika Serikat tetap tidak kalah unggul dilapangan ilmu dan dilapangan persendjataan nuklir, sekalipun hal ini sudah dibantah oleh kenjataan.
Dengan dalih ,bahaja Komunis" ini kaum monopolis Amerika Serikat melakukan diktatur imperialis atas seluruh dunia kapitalis, baik atas negara2 imperialis lainnja di Eropa Barat, jaitu negara² sekutu AS sendiri, maupun atas negara2 lainnja di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Tindjauan kita di-sidang2 CC jang lalu sudah men- djelaskan, bahwa dalam keadaan demikian perlawanan dan pem- berontakan terhadap diktatur kaum monopolis AS terus dilakukan di-mana2. Hal ini mendjelaskan mengapa persekutuan2 imperialis nampaknja sadja kuat tetapi sesungguhnja lemah dan labil.
Bukti jang menondjol dari hal ini adalah sidang puntjak Dewan NATO dalam bulan Desember 1957 di Paris. Kepentingan perang kaum monopolis AS, jang dalam NATO telah dapat berhasil me- maksakan disetudjuinja penempatan peluru2 terkendali di-negeria anggota NATO idi Eropa, ternjata tidak dapat menekan dan mem- bendung hasrat damai dari Rakjat2 Eropa dan kepentingan kelan- djutan hidup negara2 imperialis di Eropa sendiri dalam mengha- dapi diktatur imperialis AS, dengan menerima baik tawaran² damai dari Uni Sovjet. Maksud kaum monopolis untuk melalui Pemerin- tah AS mendjadikan benua Eropa suatu medan perang atom ada- lah bertentangan idengan kepentingan hidup dari Eropa sendiri.
Perlawanan2 didalam kubu imperialis ini terutama dilakukan oleh imperialis Inggeris jang tidak ingin melepaskan dominasinja di- Eropa Barat. Perlawanan jang sedikit atau banjak berhasil dari Inggeris terhadap AS dan jang dilakukannja melalui diplomasi sen- djata nuklir sesudah pertjobaan dipulau Christmas, ternjata dari komunike bersama Eisenhower-MacMillan pada tanggal 25 Okto- ber 1957. Dalam komunike ini, jang merupakan sematjam doktrin Eisenhower-MacMillan, dikemukakan suatu teori tentang saling tergantungnja negara2 anggota NATO satu sama lain dibawah pimpinan kedua negara atom Inggeris dan Amerika. Doktrin jang berisi dominasi dua negara atom ini telah lebih memperuntjing ketegangan2 jang memang sudah ada diantara negara2 NATO;
terutama Perantjis sengit menentang doktrin ini.
Politik nuklir kaum monopolis berakibat sangat memberatkan ekonomi negeri dan kehidupan Rakjat pekerdja. Selama setengan tahun belakangan ini ekonomi AS kembali berada dalam suatu resesi, jaitu jang ketiga kalinja sesudah perang dan jang terburuk sampai kini, jang oleh pers Barat sendiri dikatakan sebagai meng- hadapi masa jang menguatirkan. Betapa artinja resesi kali ini bagi massa Rakjat Amerika dapat kita lihat dari angka² resmi mengenai pengangguran sbb.: Dalam bulan Oktober 1957 pengangguran ber- djumlah 2,55 djuta atau 3,7% dari seluruh tenagakerdja jang djum- lahnja 68,2 djuta. Dalam bulan Djanuari 1958 mendjadi 4 djuta atau 6%, dan pada achir Februari 1958 mendjadi 5,18 djuta atau 7,4%. Ini berarti angka pengangguran naik dengan 100% dalam waktu 4 bulan. Produksi nasional diperkirakan akan turun dengan 4 a 5 miljard dollar: Produksi badja jang sudah turun terus, pada achir Februari 1958 sudah merosot mendjadi. 53% dari kapasitet. Politik agresif kaum monopolis telah merombak samasekali ekonomi AS mendjadi suatu ekonomi perang. Oleh karenanja, usaha untuk mengatasi resesi ekonomi jang sekarang sedang timbul, primer akan tergantung sekali dari ada atau tidaknja pengeluaran negara jang lebih besar lagi, terutama sekali untuk keperluan pembeajaan per- tahanan" AS, dan baru sekunder dari memperbesar kegiatan peng- usaha2 sivil. Keadaan ini berlainan sekali dengan ketika krisis besar tahun 1929-30, jang di AS dapat diatasi dengan memperbesar ke- giatan pengusaha² sivil. Ini berarti bahwa resesi sekarang akan men- dorong kaum monopolis AS untuk lebih agresif lagi dalam politik perangnja.
Jang penting mendapat perhatian Pemerintah dan Rakjat Indo- nesia adalah, bahwa djuga negeri kita dan seluruh dunia kapitalis sudah dan akan terkena oleh resesi ini. Akibatnja bagi negeri kita jalah penurunan jang tidak sedikit dalam perdagangan luarnegeri. Kesulitan ini akan paling terasa oleh negeri2 jang masih terlalu banjak tergantung pada perdagangan dengan AS, termasuk Indo- nesia jang menurut Menteri Luarnegeri Dr. Subandrio 40% dari seluruh ekspornja ditudjukan kepada AS.
Akibat2 resesi AS djuga harus diderita negeri2 kapitalis lain, terutama di Eropa Barat. Di Djerman Barat pesanan² ekspor mero-
TO0W00DEF6TAO-STETELO7TOR
sot sehingga beberapa perusahaan badja sudah terpaksa mengurangi produksinja. Djepang jang sangat mudah terpengaruh oleh. keadaan ekonomi di AS terpaksa mendjalankan politik membatasi impor. India sudah mengalami bertambah buruknja sjarat2 perdagangan jang mengakibatkan kemerosotan harga hasil2 India dipasar dunia. Djuga Republik2 Amerika Latin mengalami kemerosotan dalam harga dan djumlah ekspor hasil2 perkebunan dan pertambangan sebagai àkibat dari resesi di AS. Mengingat bahwa menurut Men- ieri Luarnegeri Dr. Subandrio djuga 40% dari ekspor Indonesia ditudjukan kepada Eropa Barat, maka resesi tersebut akan sangat mempengaruhi keadaan ekonomi Indonesia.
Sebaliknja, Uni Sovjet dan negeri2 kubu sosialis lainnja tidak- 1ah mengenal resesi dan krisis ekonomi. Karena tidak mengenal resesi dan krisis ekonomi, perkembangan ekonomi di-negeri² sosialis ada- lah sangat tjepat. Di Uni Sovjet misalnja, seperti jang dikatakan oleh Kawan Chrusjtjov dalam pidatonja Empatpuluh Tahun Revo- lusi Sosialis Oktober Besar" pada tanggal 6 November 1957, pro- duksi industri Sovjet setjara kasar telah meningkat 33 kali dalam tahun 1957 djika idibanding dengan tahun 1913, sedangkan alat2 produksi menurut perbandingan tersebut meningkat dengan 74 kali. Bagi Amerika, Inggeris dan Djerman dibutuhkan 80 tahun sampai 150 tahun untuk mentjapai kenaikan produksi industri setjara kasar sebanjak 30 kali. Uni Sovjet mentjapai 33 kali kenaikan kasar produksi industri hanja dalam waktu 20 dan 22 tahun, karena hampir 20 tahun dari 40 tahun kekuasaan Sovjet itu diperguna- kan untuk peperangan2 jang dipaksakan kepada Sovjet dan diper- gunakan untuk melakukan pekerdjaan² pemulihan ekonomi dari akibat2 peperangan. Berkat penemuan2 dilapangan ilmu dan teknik, berkat pemakaian mesin dan berkat keadaan kerdja jang lebih baik, produktivitet kerdja di Uni Sovjet meningkat dengan tjepat. Djika dibanding dengan tahun 1913 produktivitet kerdja dalam industri? Sovjet telah meningkat setjara kasar 9,5 kali, sedangkan di Amerika Serikat produktivitet kerdja itu meningkat hanja 2,3 kali. Produk- tivitet kerdja di Uni Sovjet akan terus meningkat dengan makin meningkatnja ilmu dan teknologi. Tingginja tingkat ilmu dan teknik Sovjet djuga dibuktikan oleh kenjataan, bahwa Uni Sovjet adalah negeri jang per-tama2 berhasil membikin a.l. bom H, stasiun ke-
kuatan atom, peluru balistik dan sputnik.
Kemadjuan ilmu dan teknologi, dan dengan ini berarti djuga perkembangan ekonomi, tidak hanja terdapat di Uni Sovjet, tetapi djuga di-negeri2 kubu2 sosialis lainnja. Perkembangan ekonomi di- negeri2 ini berarti kenaikan kemakmuran setjara ber-angsur2 dan terus-menerus bagi Rakjatnja. Ini menjebabkan negeri2 ini merupa- kan suatu pasaran dunia jang stabil dan kaja dan jang sekarang mampu menampung akibat2 resesi jang diderita oleh dunia kapi- talis. Ini berarti bahwa objektif, resesi AS sekarang akan meng- akibatkan makin naiknja perdagangan antara Timur dan Barat, antara Uni Sovjet dan negeri2 sosialis lainnja dengan negeri2 dari dunia kapitalis. Baik kiranja apabila satu2nja alternatif internasio- nal ini disadari betul² oleh Pemerintah dan pemuka2 Rakjat Indo- nesia.
Pemerintah Indonesia akan bidjaksana dan berdjasa kepada Rakjat Indonesia, djika dalam menghadapi situasi ini tidak ragu² mengambil tindakan2 njata dan aktif guna menjelamatkan Indo- nesia dari bahaja akibat resesi ini. Disamping mengubah hubungan dengan AS dan negara2 jang didiktenja mendjadi hubungan da- gang dan kerdjasama ekonomi jang saling menguntungkan serta tanpa ikatan politik maupun militer, Pemerintah Indonesia perlu menjelenggarakan hubungan dagang dan kerdjasama ekonomi de- ngan pasaran dunia sosialis serta menerima baik dan memperguna- kan tawaran2 bantuan ekonomi dan teknik dari negara2 sosialis. Tindakan2 ini akan membuka kemungkinan untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia jang sudah pajah sekarang dan sekali- gus memungkinkan Indonesia untuk menghindarkan diri dari bahaja penanaman modal Amerika Serikat, Djerman Barat dan Djepang jang sudah ber-siap2 untuk menggantikan kedudukan jang berkuasa dari modal Belanda jang sekarang sedang dilikwidasi oleh perdju- angan kemerdekaan Rakjat Indonesia. Adalah sangat naif dan merugikan Rakjat Indonesia politik menolak modal Belanda, tetapi menerima investasi modal Amerika, Djerman Barat, Djepang atau modal asing lainnja. Politik ini sama dengan mengusir matjan dari pintu muka, tetapi memasukkan singa dari pintu belakang. Politik ini adalah politik makelar2 modal asing, jang mengedjar keuntung- an pribadi atas kerugian Rakjat Indonesia. Hanjalah orang2 pandir
jang tidak mau beladjar dari pengalaman jang palit sekarang, jaitu bahwa fihak imperialis AS menjokong kaum pemberontak PRRI" dan ber-siap2 dengan tenteranja untuk menduduki bagian2 dari Sumatera dengan alasan untuk menjelamatkan milik dan warga- negaranja di Sumatera, sebagai akibat penanaman modal Amerika Serikat di Indonesia. Hanja manusia2 keledai jang sesudah peng- alaman pahit ini masih djuga mau menerima investasi modal asing di Indonesia.
Di-tengah2 kampanje perang dingin dan hasutan anti-komu- nis" jang terus-menerus dilákukan oleh kaum monopolis melalui pemerintah negara2 imperialis jang dikuasainja, orang tak dapat menjangkal satu kenjataan internasional jang penting, jaitu bahwa Uni Sovjet tak henti²nja berusaha untuk menggagalkan komplotana perang dan untuk menjelamatkan dunia dari bentjana perang nuklir jang mengantjam. Usul2 dan inisiatif2 damai jang tak ada henti2. nja diadjukan oleh Uni Sovjet seperti usul jang termaktub dalam surat Perdana Menteri URSS, Bulganin, tanggal 10 Desember 1957 kepada berbagai kepala pemerintah negara2 besar, termasuk Pre- siden Eisenhower, tentang mengadakan setjepat mungkin Konfe- rensi Tingkat Tertinggi (KTT) antara Timur dan Barat. Politik damai Uni Soyjet jang terus-menerus ditolak oleh AS makin lama makin mejakinkan dunia, bahwa kaum monopolis merupakan bahaja jang sesungguhnja jang mengantjam keselamatan dan keamanan hidup manusia. Usul2 dan inisiatif2 damai Uni Sovjet selalu meng- halangi rentjana² agresif kaum monopolis. Putusan Uni Sovjet untuk menghentikan setjara unilateral pertjobaan2 sendjata atom dan hi- drogen merupakan sumbangan jang sangat besar bagi usaha mereda- kan ketegangan internasional.
Jang paling mendjadi perintang bagi komplotan perang kaum monopolis dalam situasi jang sudah demikian sulitnja bagi mereka adalah kemadjuan dan hasil2 gemilang Sovjet dilapangan ilmu ruangangkasa seperti jang sudah didemonstrasikan oleh peluntiur- an Sputnik I dan Sputnik II masing2 pada tanggal 4 Oktober dan tanggal 5 November 1957, dan berhasilnja pembuatan peluru ter- kendali antar-benua oleh Uni Sovjet. Kedjadian bersedjarah ini, disamping ber-kali2 kegagalan2 peluntjuran roket2 ruangangkasa oleh AS, sekaligus melenjapkan dongengan tentang keunggulan AS
dilapangan ilmu dan persendjataan nuklir. Hal ini disatu fihak tidak sedikit-mengurangi ketaatan dan kepertjajaan sekutu²nja, dan difihak lain mempertinggi martabat Uni Sovjet dimata negeri2 lain dan membuktikan keunggulan sistim sosialis. Dikalangan jang ber- kuasa di AS sendiri, hal ini menjebabkan timbulnja pertentangan2 baru, disamping mengurangi kesombongan dan Kese-wenang2an militer dari AS terhadap negeri2 lain. Sekarang AS terpaksa harus djuga menjadari, bahwa dalam keadaan ada perang dunia, ia tidak bisa lagi hanja menjuruh bangsa2 lain melakukan peperangan dan bunuh-membunuh, sedangkan AS bertindak sebagai leveransir sen- djata, sebagaimana halnja diwaktu jang sudah2, tetapi ia djuga harus memperhitungkan kemungkinan kehantjurannja sendiri karena serangan2 balasan dari fihak lawannja.
Djawaban jang tidak Iangsung pada usul KTT Uni Sovjet jang diberikan oleh Eisenhower dalam Pesan Tahun Barunja" adalah permulaan dari rentetan usaha untuk menggagalkan terwudjudnja usul KTT tersebut. Dalam Pesan Tahun Barunja" Eisenhower menjatakan bahwa dari djumlah anggaran belandja Djuli 1958 — Djuli 1959, sebesar 74.000 djuta dollar (jang terbesar jang pernah dikeluarkan sebagai anggaran belandja AS dimasa damai), tidak kurang dari 67% akan dipergunakan untuk keperluan militer. Dari jang 67% ini, sebanjak39.779 djuta dollar akan digunakan untuk keperluan2 militer langsung (918 djuta dollar lebih banjak dari tahun jl.), katanja untuk menghadapi bahaja jang makin besar dari Rusia dalam abad permulaan perebutan ruangangkasa". 4
Radja2 sendjata Amerika jang sesungguhnja menguasai peme- rintah Eisenhower sangat berkepentingan untuk menghidupkan terus perang dingin dan djika dapat mentjetuskan perang-panas, teris- timewa pada saat sekarang dimana ekonomi Amerika sedang meng- alami kemunduran. Dalam keadaan dimana Rakjat diseluruh dunia, termasuk Rakjat Amerika sendiri, mendesak agar suasana saling mengerti antara negara2 didunia kembali dipulihkan, maka usul Uni Sovjet jang sesuai dengan tjita2 Rakjat sedunia itu sangat mereka takuti. Perasaan takut ini lahir dalam bentuk diawahan resmi Presiden Eisenhower kepada surat P.M. Bulganin jang meno- lak usul Uni Sovjet dengan mengadjukan usul2 lain jang sama- sekali tidak mengenai hakekat dari usaha meredakan ketegang-
an internasional, jaitu supaja Uni Sovjet dan AS menghapuskan hak veto dalam PBB, hak mana merupakan sendi jang utama dari badan internasional ini. Tanpa hak veto, badan internasional ini berhenti mendjadi badan internasional, karena sepenuhnja akan di- kuasai oleh satu atau beberapa negara besar jang dapat mengum- pulkan suara paling banjak dalam PBB. Dalam suratnja jang lain Eisenhower menulis bahwa AS menolak tawaran Uni Sovjet me- ngenai suatu daerah jang bebas dari sendjata2 nuklir dibenua Eropa".
Sikap kepalabatu pemerintah Eisenhower seperti diatas telah menimbulkan kegusaran serta tentangan jang hebat, tidak sadja dari mereka jang memang selalu berusaha untuk mentjapai per- damaian, tetapi djuga dari negara2 jang tadinja menolak setiap usul damai jang datang dari fihak Uni Sovjet.
Kegusaran serta tentangan2 jang paling keras terdapat di Ing- geris, dimana Rakjat hidup dalam ketakutan jang terus-menerus karena kapalterbang2 AS sering terbang membawa bom2 atom di- atas wilajah negeri Inggeris dan berpangkalan di Inggeris. Dari Sir Robert Boothy, anggota Parlemen Inggeris dari Partai Konservatif sampai ke Bevan, pemimpin oposisi, semuanja mendesak supaja pemerintah Inggeris mempeladjari usul Uni Sovjet dengan sungguh2 dan supaja diterima.
Di Perantjis, bekas P.M. Edgar Faure menambahkan suaranja pada suara ber-djuta2 Rakjat Perantjis jang menghendaki diada- kannja KTT.
Simpati Rakjat sedunia jang makin besar terhadap usul Uni Sovjet serta desakan jang kuat dari fihak negara2 sekutunja sendiri memaksa pemerintah Eisenhower mengubah pendiriannja. Djika tadinja AS mentah² menolak usul Uni Sovjet, sekarang AS dalam prinsip" setudju asal KTT itu didahului oleh konferensi tingkat Menteri Luarnegeri. Siapa sadja jang mengenal Menlu AS, jang tidak lain daripada Foster Dulles, biangkeladi politik perang serta musuh utama dari usaha meredakan ketegangan internasional, tentu- lah akan mengerti bahwa konferensi Menlu2 diusulkan hanja untuk menggagalkan diadakannja KTT.
Desakan2 achir2 ini mendjadi demikian hebatnja sehingga P.M. Inggeris, MacMillan, pun terpaksa mengakui bahwa tidaklah perlu
6
KTT ini didahului oleh sebuah Konferensi tingkat Menlu.
Sekalipun demikian belakangan ini Uni Sovjet telah menun- djukkan kemauan baiknja, menundjukkan ke-sungguh²an jang dalam untuk menghindarkan djalan buntu dalam usaha meredakan ke- tegangan internasional, dengan menjetudjui usul agar diadakan konferensi tingkat Menlu, asal konferensi ini tidak menjimpang dari tudjuan mengadakan KTT dan karenanja harus hanja membitjara- kan komposisi, atjara KTT, tempat dan waktu KTT.
Disaat dimana perlombaan sendjata nuklir sudah mentjapai tingkat jang tinggi, maka diadakannja KTT akan berarti tertjipta- nja suasana anti-persendjataan nuklir jang bisa menudju ketertja- painja penghentian perlombaan sendjata.
Persoalan KTT bagi Rakjat Indonesia bukan merupakan per- soalan jang djauh dari persoalan jang harus dihadapi Indonesia sekarang, sebagaimana fikiran sementara orang. Kepentingan Indo- nesia langsung tersangkut, teristimewa pada saat SEATO sekarang mau mendjadikan negeri2 Asia sebagai pangkalan2 bagi roket2 dan sendjata nuklirnja.
Salahsatu atjara terpenting jang diusulkan untuk dibitjarakan olch KTT jalah persetudjuan tidak saling menjerang antara negara2 pakt NATO dan negara² persetudjuan Warsawa. Tidak sukar untuk dimengerti bahwa andaikata persetudjuan saling tak menjerang ini dapat diwudjudkan, maka NATO, dan sebagai konsekwensinja djuga Persetudjuan Warsawa, tidak mempunjai hak hidup lagi. Dan apa jang berlaku untuk NATO akan berlaku pulalah untuk semua pakt2 militer jang dibangun model NATO seperti Pakt Bag- dad, SEATO dll. Dengan demikian KTT dapat memberi sumbang- an jang besar dalam merintis djalan penghapusan segala matjam pakt militer. Segi ini kurang dimengerti oleh banjak orang dinegeri kita, negeri jang notabene langsung terantjam oleh subversif SEATO. KTT mempunjai 2 segi diantara segi2nja jang lain, jang penting untuk Indonesia. Jang pertama jalah bahwa keredaan ketegangan internasional setjara umum akan memungkinkan Indonesia untuk lebih baik melaksanakan politik luarnegerinja jang bebas dan aktif anti-kolonialisme dan untuk perdamaian. Kedua, dengan berhasil- nia KTT dalam melikwidasi NATO dan Persetudjuan Warsawa akan merintis djalan untuk tertjapainja hal jang serupa dibagian
dunia kita ini, jaitu akan memungkinkan tertjapainja suatu per- djandjian kolektif di Asia sesuai dengan Prinsip2 Bandung", se- hingga dengan demikian akan dapat mengachiri SEATO jang ter- kutuk itu. Adalah sesuai dengan kedudukan Indonesia sebagai salah- satu negeri pengambil inisiatif Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan sesuai dengan perasaan Rakjat Indonesia, bahwa dalam Per- njataan Bersama dengan P.M. Siroky dari Tjekoslowakia dalam bulan Djanuari jl., P.M. Djuanda menjokong ide diadakannja KTT.
Kemadjuan² pesat Uni Sovjet seperti jang sudah diketahui oleh seluruh dunia merupakan suatu konsolidasi jang sangat kuat dari kedudukan dan politik internasional Uni Sovjet. Tanpa Uni Sovjet jang ternjata unggul ini, Amerika Serikat dapat mengadakan inter- vensi dinegeri lain sekehendak hatinja. Tapi untunglah, sekarang bukan zamannja lagi, seperti sudah terbukti dengan pengalaman Siria. Hal ini baiklah diperhatikan oleh Pemerintah dan Rakjt Indonesia jang sekarang sedang menghadapi bahaja intervensi AS.
Sesuai dengan perkembangan dunia pada umumnja, di Asia- Afrika tertjapai konsolidasi jang lebih riil idari kekuatan anti-perang dan anti-kolonial. Berdirinja negara2 merdeka Ghana dan Malaja dan terbentuknja Kabinet baru di Laos, dimana Patet Lao turut serta dalam Pemerintahan sehingga memperkokoh persatuan nasio- nal Laos, adalah merupakan langkah2 madju dari perdjuangan pembebasan bangsa2 di Asia dan Afrika.
Perkundjungan Presiden Sukarno ke India, Mesir, Siria, Jugo- slavia dll. lebih memperkuat lagi konsolidasi kekuatan² positif anti- kolonial.
Negara2 jang berpolitik bebas dalam arti kata tegas2 menentang imperialisme mulai mengambil langkah2 jang djelas dan tegas mem- bela kepentingan nasionalnja dan melawan intervensi imperialis. Mereka bertindak bebas dari paksaan kemauan atau intimidasi imperialis. Mereka semakin sadar bahwa berdasarkan pengalaman mereka sendiri, kawan kuat jang paling tepertjaja dalam perdju- angan melawan kolonialisme dan dalam membangun ekonomi negerinja adalah Uni Sovjet dan negeri2 kubu sosialis. Dalam poli- tik internasional hal ini merupakan suatu faktor jang amat penting dan jang sangat menguntungkan perdamaian dan kemerdekaan.
Semuanja ini membuktikan makin rontoknja sendjata hasutan imperialis tentang momok Komunis" dan tentang superioritet teknik Barat.
Dalam keadaan internasional seperti demikian, adalah wadjar sekali timbulnja perpetjahan jang makin tadjam dikalangan jang berkuasa didunia kapitalis. Menteri Luarnegeri Amerika Serikat, John Foster Dulles, sekarang sudah makin mendjadi sasaran utama dari ketjaman² dan kebentjian umum di Amerika dan Eropa. Badan NATO terpetjah antara golongan jang berkepalabatu jang hendak melantjarkan perang nuklir di Eropa dan golongan jang mengang- gap lebih untung menempuh djalan berunding dan hidup damai antara Timur dan Barat.
Di-tengah² perpetjahan dan desintegrasi lebih djauh dari kubu imperialis, dan sedjalan dengan konsolidasi lebih landjut dari kubu sosialis, kemerdekaan, demokrasi dan perdamaian, dilangsungkan- lah dalam bulan November tahun jang lalu perajaan ulangtahun ke-40 dari Revolusi Sosialis Oktober di Moskow. Sebagaimana di- katakan oleh Kawan Chrusjtjov, perajaan ini telah berkembang mendjadi suatu demonstrasi internasional tentang djajanja ide² per- damaian dan Sosialisme.
Pada waktu berlangsungnja perajaan Revolusi Oktober tersebut, di Moskow diadakan pertemuan antara para wakil Partai2 Komu- his dan Partai2 Buruh dari 12 negeri sosialis dan antara para wakil Partai2 Komunis dan Partai2 Buruh dari 64 negeri. Pertemuan per- tama telah menerima baik sebuah dokumen bersedjarah, jaitu Dekla- rasi, sedangkan pertemuan kedua telah menerima dokumen jang tidak kalah pentingnja, jaitu Manifes Perdamaian. Dalam perte- muan jang mensahkan Manifes, Perdamaian delegasiPartai kita ikut mengambil bagian menjumbangkan fikiran dan ikut menjata- kan persetudjuannja. Kedua pertemuan ini mempunjai-arti sedja- rah, karena ia merupakan kemenangan ideologi dan politik jang besar bagi gerakan Komunis dan klas buruh sedunia, ia merupa- kan kemenangan bagi prinsip2 internasionalisme proletar. Ia djuga telah merumuskan tugas2 pokok kaum Komunis dalam perdjuangan untuk perdamaian, kemerdekaan, demokrasi dan Sosialisme dewasa ini. Dengan telah dilangsungkannja pertemuan2 ini keatdaan akan berdjalan lebih baik!
Dalam keadaan internasional seperti demikian adalah wadjar sekali tumbuhnja kepribadian bangsa² merdeka dari negara² netral di Asia-Afrika jang mendjalankan politik bebas dan aktif anti kolonial dan anti-perang. Konferensi Solidaritet Rakjat Asia-Afrika (KSRAA) pada achir Desember tahun jang lalu di Kairo beserta putusan²nja jang tegas dan madju, adalah manifestasi jang amat penting dari pertumbuhan semangat Bandung jang semakin kuat, dari kekuatan anti-kolonial dan anti-perang di Asia-Afrika. Kon- ferensi Wanita Asia-Afrika (KWAA) di Kolombo dalam bulan Februari tahun ini merupakan sumbangan dalam memperkuat soli- daritet Rakjat2 Asia-Afrika dan memperkuat perdamaian dunia.
Kuatir akan perkembangan lebih djauh dari gerakan pembebas an Rakjat2 di Asia, Amerika Serikat mengadakan kampanje anti- Komunis" setjara besar²an dan lebih meluaskan aktivitet subversif- nja. Terutama perkembangan di Indonesia pada waktu2 belakang- an ini, jang memang ditandai oleh perkembangan tjepat gerakan pembebasan nasional dan oleh makin terisolasinja kekuatan kepala- batu jang mendjadi sandaran kaum imperialis, sangat mengkuatir- kan negara2 imperialis jang dipelopori oleh Amerika Serikat.
Dalam kekuatirannja terhadap perkembangan di Indonesia, negara-negara imperialis sudah tidak segan2, baik dalam utjapan maupun dalam perbuatan, mengadakan intervensi jang kurangadjar dalam urusan dalamnegeri Indonesia. Mereka memberikan sokong an moril jang tidak terbatas dan menjelundupkan perlengkapa? militer kepada kaum pemberontak Husein-Sjafrudin-Sumitro dkk. Mereka mendalangi perbuatan² teror dan sabotase2 ekonomi jang terdjadi diberbagai tempat idi Indonesia. Intimidasi? jang kasar di- lakukan oleh negara2 imperialis dengan mengadakan latihan2 ang- katan perang SEATO setjara besar²an, dimana djuga diikutsertakan Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat dan Armada Ang katan Laut Inggeris jang berpangkalan di Singapura. Dalam rangka kekuatiran ini djuga, dari tanggal 11 sampai 13 Maret telah di- langsungkan sidang Dewan Tertinggi SEATO di Manila dengan dihadiri oleh wakil2 8 negara SEATO, jaitu Amerika Serikat, Ing geris, Perantjis, Australia, Pakistan, Muangthai, Filipina dan Selan- dia-Baru. Dalam pertemuan ini Amerika Serikat dan negara2 Barat anggota SEATO lainnja berusaha untuk membikin mesin pepe-
390 11
rangan baru, jaitu penggabungan persekutuan2 perang NATO, Pakt Bagdad dan SEATO. Mereka mau mendjadikan negeri2 Asia anggota SEATO sebagai tempat memperluas djaringan pangkalan militernja dan sebagai pangkalan roket dan nuklir, sebagaimana halnja sudah terdjadi dengan Korea Selatan dan Taiwan. Soal Indonesia mendapat perhatian chusus mereka, idan jang terpenting bagi mereka jalah bagaimana mendjatuhkan sebuah pemerintah jang sah di Indonesia dan menggantikannja dengan pemerintah jang disokong kaum pemberontak.
Perbuatan2 djahat jang melanggar kedaulatan negara2 lain ini dan jang akan menumpaskan djutaan djiwa orang2 Asia, mereka lakukan dengan dalih untuk membendung bahaja Komunisme". Dan dalih ini pulaláh jang dipakai oleh kakitangan mereka, ter- utama pemimpin2 Masjumi-PSI dan pemberontak Husein-Sjafru- din-Sumitro dkk. untuk menjerang Presiden Sukarno, mendjatuh- kan kabinet Djuanda dan menentang demokrasi jang sedang tum- buh di Indonesia. Dalam hubungan dengan perbuatan² djahat ini djuga, perlu mendapat perhatian sepenuhnja, bahwa kaum impe- rialis Amerika menggunakan bandit2 Kuomintang sebagai salahsatu mesin intervensinja atas Indonesia, dan bahwa achir² ini AS sudah memberi bantuan sendjata kepada pemberontak2 kontra-revolusio- ner di Sumatera Barat dan di Sulawesi Utara.
Tetapi sekarang sudah tidak mungkin lagi untuk menaklukkan Rakjat Indonesia dan Rakjat2 Asia-Afrika jang sudah bangun dan sadar. Pada waktu sekarang sudah tidak mungkin terdjadi satu tindakan intervensi atau agresi jang tidak mendapat perlawanan setimpal. Rakjat Indonesia dan Rakjat2 di-tiap2 negeri Asia-Afrika tidak berdiri sendiri. Asia-Afrika merupakan satu kekuatan kemer- dekaan dan perdamaian jang besar. Dalam soal kemerdekaan dan perdamaian Asia-Afrika jang militan ini mendapat bantuan dan pembelaan sepenuhnja dari kubu sosialis, dimana RRT adalah pe- serta jang besar dan kuat, dan jang dipelopori oleh Uni Sovjet jang keunggulannja tidak ada lagi orang jang menjangsikannja. Kekuatan imperialisme sudah diudji di Korea, Vietnam, Mesir, Siria dll., maka ternjata bahwa kekuatan ini adalah terbatas.
Tiap2 intervensi bersendjata terhadap negeri Asia-Afrika pada dewasa ini akan mendjadi soal dunia. Dan djika sudah mendjadi
soal dunia, Asia mesti menang dan agresor2 mesti lari lintang-pukang dengan luka2 parah. Inilah kejakinan tiap2 patriot Asia-Afrika se- karang. Kejakinan inilah jang mendjiwai pedjuang2 pembebasan bangsa2 Asia-Afrika dan jang membikin kaum agresor berfikir pan- djang sebelum berbuat.
Dalam keadaan internasional seperti demikian, imperialis Belanda beradá dalam kedudukan jang amat sulit dan lemah didalam meng- hadapi ketegasan politik dan tindakan jang tepat dan patriotik dari Rakjat dan Pemerintah Indonesia sekarang. Ini djelas dibuktikan oleh satu kenjataan bahwasanja-Pemerintah Belanda sampai seka- rang tidak mengeluarkan protes atau tindakan jang berarti ter- hadap tindakan2 Indonesia.
Sebaliknja, seperti halnja dengan AS dan Inggeris, djuga di Nederland timbul perpetjahan2 dan pertentangan2 jang makin ta- djam didalam kalangan jang berkuasa, sehingga mulai membahaja- kan kedudukan dan kelangsungan hidup Kabinet Drees jang ber- kepalabatu.
Demikianlah situasi internasional dewasa ini. Sungguh pitjik dan berbahaja anggapan dan sikap sementara orang di Indonesia jang dalam situasi perdjuangan sengit seperti sekarang, disatu fihak tidak menjadari kedudukan internasional jang kuat dari Indonesia serta mengetjilkan kekuatan dan kesanggupan perdjuangan dari Rakjat Indonesia sendiri, dan difihak lain mem-besar2kan kekuatan dan kesanggupan imperialis Belanda jang kerdil, musuh pokok dari bangsa Indonesia sekarang ini. Padahal boleh dikatakan sudah pasti, bahwa dalam keadaan internasional dan dalamnegeri Indonesia sekarang, kaum imperialis Belanda, tanpa bantuan bersendjata Amerika Serikat, tidak akan berani menjerang Indonesia. Dan djika AS memberi bantuan bersendjata kepada Belanda untuk melaku- kan agresinja, maka persoalannja akan mendjadi persoalan dunia, dan AS akan kehilangan se-gala²nja di Indonesia, karena dalam keadaan demikian, tidak bisa tidak Rakjat Indonesia djuga harus bertindak terhadap kepentingan² ekonomi Amerika di Indonesia.
Kaum Komunis Indonesia menjambut baik sikap dan politik luarnegeri Pemerintah Djuanda jang menundjukkan kesungguhan dalam melawan intervensi dan subversi imperialis dan jang menun- djukkan inisiatif2 jang bebas dan patriotik dalam mempertahankan
kedaulatan negara dan dalam menjempurnakan kemerdekaan na- sional Indonesia, chususnja dalam perdjuangan membebaskan Irian Barat.
Adalah mendjadi tugas Partai kita untuk menjokong kebidjak- sanaan politik luarnegeri dari Pemerintah Djuanda dan selandjut- nja untuk terus mendorong madju politik luarnegerinja agar dalam tcori dan praktek sungguh2 aktif untuk perdamaian dan bebas dari pengaruh dan kepentingan asing.
Dalam hubungan dengan menjempurnakan kebidjaksanaan po- litik luarnegeri Indonesia, adalah kewadjiban kaum Komunis dan kewadjiban semua orang Indonesia jang berkemauan baik terhadap Rakjat Indonesia dan perdamaian dunia, untuk senantiasa was- pada agar politik luarnegeri jang bebas dan aktif untuk perdamaian didjalankan dengan sungguh², njata dan djudjur. Bersahabat dan berhubungan setjara normal dengan negara2 sosialis hanja sesudah mengalami kegagalan dengan Barat, bukanlah pelaksanaan jang sungguh², njata dan djudjur dari politik luarnegeri Indonesia jang sudah digariskan oleh Revolusi Agustus 1945. Tradisi politik luar- negeri Indonesia bukanlah berorientasi ke Barat, tetapi ke Timur. Dalam masa2 Revolusi 1945-1948 adalah negara2 Asia-Afrika dan negara2 sosialis jang kuat menjokong Republik Indonesia, sedang- kan hubungan diplomatik Indonesia jang pertama tingkat duta ada- lah dengan Tjekoslowakia. Ketjenderungan berat-sebelah ke Barat agak kuat dikalangan sementara pembesar2 Indonesia.
Rakjat Indonesia sangat membutuhkan pelaksanaan jang sung- guh2, njata dan djudjur dari politik luarnegeri Indonesia, karena jakin bahwa berbagai aspek persoalan dalamnegeri Indonesia, seperti misalnja soal pembangunan ekonomi dan kemadjuan ilmiah, hanja mungkin dapat ditjapai djika ada ke-sungguh²an dan kedja- djuran dalam mendjalankan politik luarnegeri jang bebas dan aktif anti-kolonialisme dan untuk perdamaian.
Dalam menindjau perkembangan politik didalam negeri, Sidang Pleno ke-V CC pada pertengahan tahun jang lalu menekankan ten- tang pentingnja arti pendemokrasian sistim pemerintahan dinegeri
kita, jang ditandai oleh pembentukan Parlemen baru, Dewan Kon- stituante dan Dewan2 Legislatif dan Exekutif di-daerah², serta ten- tang meningkatnja semangat anti-kolonialisme. Kuatir akan me- luasnja kemadjuan demokratis dan terus naiknja semangat anti- kolonialisme dan semangat patriotisme, maka kaum reaksioner jang dipelopori oleh Hatta, pemimpin2 Masjumi klik Natsir dan pemim- pin2 PSI berusaha untuk membendung semua kemadjuan ini", demikian antara lain kita simpulkan dalam sidang tersebut. Perkem- bangan situasi sesudah Sidang Pleno CC tersebut sepenuhnja se- suai dengan kesimpulan kita ini.
Pendemokrasian sistim pemerintahan makin didjalankan diba- wah Kabinet Djuanda dengan sudah dilangsungkannja pemilihan² DPRD2 tingkat I dan II di Djawa dan dibeberapa Provinsi diluar Djawa. Kesedaran massa Rakjat makin meningkat. Disemua Pro- vinsi dan Kabupaten jang sudah melakukan pemilihan DPRD, PKI mendapat tambahan suara, dan umumnja tambahan suara jang tidak ketjil. Analisa tentang hasil pemilihan DPRD di Djakarta, jang menundjukkan bahwa Rakjat Indonesia sedang bergeser ke- kiri, memberi inspirasi kepada kaum Komunis dan Rakjat pekerdja jang paling sedar diseluruh negeri untuk memenangkan Partai Ko- munis Indonesia dalam pemilihan DPRD diluar Djakarta.
Pekerdjaan Parlemen dalam masa jang ditindjau, dimana Fraksi Partai mengambil bagian jang penting, mendapat kemadjuan2 de- ngan disahkannja Undang2 jang agak madju seperti: (1) Persetu- djuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No. 100 me- ngenai upah jang sama bagi buruh laki2 (dan wanita untuk pekerdja- an jang sama nilainja, (2) Undang2 Penghapusan tanah2 partikelir, (3) Undang2 Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia, (4) Undang2 Keadaan Bahaja, (5) Undang2 tentang persetudjuan Perdjandjian Dwikewarganegaraan dengan RRT dan (6) Undang2 Perubahan 'Canon dan Cijns, dengan mana penghasilan Negara bertambah dengan Rp. 80 djuta setiap tahun dan tambahan peng- hasilan Negara ini diambil dari modal besar jang umumnja asing. Parlemen djuga telah meratifikasi Pindjaman R.I. dari URSS se- besar US $ 100 djuta dan meratifikasi Persetudjuan Perdjandjian Perdamaian dan Persetudjuan Pampasan antara R.I. dan Djepang. Selain daripada itu Parlemen dengan suara bulat mengutuk keke-
djaman kaum kolonialis Perantjis dan menuntut supaja gadis pah- lawan Aldjazair, Djamila, dibebaskan dari hukuman mati, (1) Dengan disetudjuinja mosi Abulhajat jang menjetudjui kebidjak- sanaan Pemerintah Djuanda mengenai perdjuangan pembebasan Irian Barat, maka makin terpentjil kedudukan Masjumi-PSI jang tidak menjetudjui mosi ini. Fraksi PKI dalam Parlemen sudah menjiapkan sebuah rantjangan Undang2 Perkawinan jang idemo- kratis, jang akan sangat berguna pada waktu membitjarakan Un- dang2 tersebut dalam Parlemen. Dalam Konstituante fikiran2 sehat mulai mentjapai kemenangan2 untuk mengambil -keputusan2 jang memperkuat Republik Indonesia dan untuk memperbaiki tjaraker- dja Dewan jang penting ini.
Hasil pemilihan DPRD2 diseluruh Djawa dan dibeberapa pro- vinsi diluar Djawa telah membawa perbaikan2 pada komposisi DPRD2 dan DPD2. Pemilihan Kepala2 Daerah oleh DPRD2 telah memungkinkan orang2 jang dipertjajai oleh Rakjat, djadi djuga orang2 Komunis, terpilih sebagai Kepala Daerah menggantikan Gubernur2, Bupati2 dan Walikota2 jang ditundjuk oleh aparat2 birokrasi dari atas. Di Djawa, tidak sedikit orang Komunis atau orang2 jang disokong oleh Komunis terpilih mendjadi Kepala Dae- rah tingkat II. Pendemokrasian sistim pemerintahan ini merupakan langkah penting dalam mengurangi kekuasaan birokrasi sebagai peninggalan zaman kolonial jang oleh kaum reaksioner masih mau dipertahankan terus.
Kemenangan PKI di Kabupaten kepulauan Riau dengan ke- naikan suara 66% dibanding dengan pemilihan untuk Parlemen, dan kemenangan PKI di Provinsi Sumatera Selatan dengan ke- naikan 26%, djuga dibanding dengan pemilihan untuk Parlemen, adalah djawaban kepada kaum reaksi jang suka mengatakan bahwa PKI adalah Partai Djawa". Apalagi kalau diingat, bahwa pemi- lihan DPRD di Sumatera Selatan ini dilangsungkan dalam keadaan dimana pemimpin2 PKI di-kedjar2 dan kampanje pemilihan oleh PKI sangat dibatasi. Kemenangan2 PKI di Kalimantan Selatan dan Timur lebih menegaskan lagi, bahwa bukan hanja di Djawa, tetapi diseluruh Indonesia PKI mendapat kepertjajaan lebih besar dari Rakjat dan bahwa Rakjat Indonesia sedang bergeser kekiri.
Perdjuangan untuk melaksanakan Undang2 No. 1 tahun 1957,
jaitu undang2 jang mengatur pendemokrasian sistim pemerintahan daerah, mengalami berbagai rintangan dari kekuatan2 reaksioner jang masih bertjokol dalam pemerintahan daerah dan terutama dalam Kementerian Dalamnegeri. Dengan dalih mementingkan "keahlian" mereka mempertahankan institut pamongpradja jang birokratis dan sudah bangkrut itu, dan dengan berbuat demikian mereka mentjoba membendung arus demokrasi. Tetapi kekuatan demokratis tidak akan berhenti ditengah djalan. Dengan tanpa ber- maksud membikin pengangguran dikalangan pamongpradja, ke- kuatan demokratis akan terus madju agar institut pamongpradja dilikwidasi dan Undang2 No. 1 tahun 1957 dengan konsekwen dan sepenuhnja ididjalankan, agar demokrasi dapat berkembang dise- luruh negeri. Bekas2 pamongpradja jang masih mau bekerdja se- muanja dapat ditampung didalam pemerintah daerah, apalagi djika kepada pemerintahan daerah sudah diberikan wewenang sepenuh- nja.
Kekuatiran terhadap perkembangan demokrasi dari kaum reak- sioner, dan sampai batas2 tertentu djuga kekuatiran golongan tengah, nampak dari penolakan mereka, walaupun tidak berani terang2an, terhaidap tuntutan jang makin keras·dari massa supaja tjepat dibentuk pemerintah daerah tingkat III, sebagai basis dari organisasi pemerintahan. Mereka kuatir bahwa djika ini dilaksana- kan akan ,,terlalu banjak demokrasi" djatuh ketangan Rakjat. Keberatan2 mereka ini diselimuti dengan alasan karena sukar mengubah adat2 desa jang kolot dalam waktu singkat" dan karena pembiajaan terlalu besar", padahal selama ratusan tahun bukan tidak ada basis organisasi pemerintahan, jaitu pemerintahan2 desa jang feodal dan birokratis, jang biajanja dipikul oleh desa sendiri. Dengan membentuk pemerintahan daerah tingkat III berdasarkan penggabungan beberapa desa, jang kuranglebih meliputi satu ke- tjamatan, maka biajanjapun sebagian besar akan bisa dipikul oleh desa2 sendiri. Bahwa Pemerintah Daerah Tingkat III bisa diben- tuk dan berdjalan sudah sedjak beberapa lama dibuktikan di Pro- vinsi Sumatera Selatan jang dengan Peraturan Daerah telah meng- gabungkan marga2 mendjadi Negeri" dan jang telah memilih DPR Negeri dan Kepala Negeri setjara langsung serta mengatur anggaran belandjanja sendiri.
Musuh2 Rakjat sangat kuatir bahwa dengan kemadjuan demo- krasi ini mereka akan kehilangan kans buat se-lama²nja untuk menguasai pemerintahan sentral. Mereka kehilangan perspektif, tidak pertjaja lagi pada sistim parlementer, dan menggantungkan harapan mereka pada tjara2 extra-parlementer, tjara2 fasis.
Oleh karena itu, disamping masih duduk dalam Parlemen, kaum reaksioner menitikberatkan kegiatan2 mereka diluar Parlemen, mereka menjiapkan pemberontakan2 kontra-revolusioner dengan djalan mengintensifkan pengatjauan lewat dewan2 partikelir seperti Dewan Banteng", "Dewan Garuda" dan "Dewan Permesta", di- mana sementara orang2 militer dipakai sebagai kekuatan pokok mereka. Bersamaan dengan itu mereka mengintensifkan organisasi2 teror dan mendiktekan tindakan2 se-wenang2 seperti penangkapan² dan penjiksaan2 terhadap orang2 Komunis dan orang2 demokratis lainnja. Sabotase2 dilapangan ekonomi dan keuangan dengan me- lakukan barter-liar serta penjelundupan2 mereka pergiat. Dengan semua ini mereka berharap akan dapat dengan mudah menekan Pemerintah Pusat dan Presiden Sukarno supaja tunduk pada ke- inginan mereka, dan djika tidak berhasil maka mereka sudah mem- punjai uang dan sendjata untuk memberontak.
Sebagai hasil pekerdjaan teror mereka pada tanggal 4 Djuli 1957 malam terdjadilah pelemparan granat kegedung CC PKI dan kegedung Dewan Daerah SOBSI Djakarta. Berhubung dengan pelemparan granat didua tempat ini, Pleno Comite Central PKI, jang kebetulan sedang bersidang pada hariz itu, mengeluarkan se- buah resolusi dimana antara lain dinjatakan, bahwa ledakan granat digedung CC PKI merupakan tjanang bagi semua demokrat dan patriot untuk lebih waspada, lebih militan dan lebih bersatu. Tidak berapa lama kemudian, terdjadi lagi penggranatan dibeberapa tem- pat, antara lain dikantor sebuah suratkabar dan rumah perwira TNI. Djuga Gedung CC PKI kemudian digranat untuk kedua- kalinja. Dalam menggulung komplotan teroris jang beraksi ini ter- tangkaplah antara lain Letnan Kolonel Nasuhi, seorang jang ada hubungannja dengan Masjumi dan DI-TII, dan kemudian ternjata bahwa ia adalah djuga kakitangan teroris dan pemberontak Zulkifli Lubis.
Sikap mereka jang anti-demokrasi djuga nampak dari serangan²
mereka jang tidak kenal ampun dan dengan kata² jang kotor ter- hadap Pantja Sila, jang sedjak Republik Indonesia berdiri sudah ditjantumkan dalam Mukaddimah Undang2 Dasar Sementara, jang tadinja ikut mereka propagandakan kebaikannja karena salahsatu azasnja jalah Ketuhanan jang Maha Esa". Pantja Sila ini kemu- dian mereka serang karena salahsatu azasnja jang lain, jaitu ,Ke- daulatan Rakjat" ternjata mendjadi perintang jang besar bagi ke- giatan politik mereka. Mereka tahu, bahwa dengan adanja azas Kedaulatan Rakjat berarti tidak ada alasan bagi mereka untuk menuntut supaja PKI dan organisasi2 revolusioner lainnja dinjata- kan diluar Undang2. Dan mereka tahu pula, bahwa massa luas mulai mempersoalkan kedudukan legal Masjumi-PSI, berhubung dengan banjaknja tokoh2 partai2 ini ikutserta dalam perbuatan² jang. bertentangan dengan undang2, seperti misalnja kerdjasama tokoh² partai² ini dengan DI-TII, dengan perwira² jang sudah ter- sangkut dalam gerakan perebutan kekuasaan setjara kekerasan dan dalam pertjobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno, dan belakangan ini berhubung duduknja tokoh² partai² ini didalam apa jang dinamakan "Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia" jang dikepalai oleh Sjafrudin (Masjumi).
Karena Pemerintah2 jang lalu, termasuk Pemerintah jang di- pimpin oleh Hatta dan jang dikuasai oleh Masjumi-PSI tidak men- demokrasikan Pemerintah2 Daerah, membiarkan birokrasi dan ko- rupsi meradjalela, maka bukanlah pekerdjaan jang sukar bagi kaum oposisi reaksioner untuk menunggangi ketidak-puasan Rakjat buat maksud2 djahat mereka dengan berdemagogi tentang pembangun- an daerah", "dwitunggal" dan sebagainja. Mereka berdemagogi tentang pembangunan daerah", padahal mereka menguras keka- jaan Rakjat di-daerah2 dan uang negara untuk kantong perseorang- an dan untuk fonds pemberontakan mereka. Mereka berdemagogi tentang dwitunggal Sukarno-Hatta", padahal mereka dan Hatta sendiri menentang konsepsi Presiden Sukarno jang bertudjuan mem- persatukan seluruh Rakjat, sedangkan Presiden Sukarno sendiri tetap mempertahankan konsepsi persatuan ini. Dengan demikian mereka dengan sengaldja, untuk kepentingan politik separatis dan subversif, mempertegang hubungan daerah² jang mereka kuasai dengan Peme- rintah Pusat, dan berusaha untuk menarik daerah² lain supaja djuga
menentang Pemerintah Pusat.
Untuk menormalisasi keadaan Republik, sesuai dengan program kabinet Djuanda dan atas nasehat Dewan Nasional berlangsunglah dari tanggal 10 sampai 16 September 1957 Musjawarah Nasional (Munas) di Djakarta dibawah pimpinan Perdana Menteri Djuanda. Berdasarkan pendirian jang sudah kita setudjui dalam Sidang Pleno ke-V CC, supaja dimana mungkin ketegangan² antara daerah2 ter- tentu dengan Pemerintah Pusat diselesaikan dengan djalan berun- ding, karena mengingat bahwa diantara mereka jang tidak puas terhadap Pemerintah Pusat termasuk djuga orang2 jang setjara tidak sedar terseret oleh demagogi kaum separatis dan subversif, maka kita menjetudjui dilangsungkannja Munas.
Tetapi maksud baik dari Pemerintah Djuanda mengadakan Munas ternjata disalahgunakan oleh kaum reaksioner separatis dan subversif. Utusan2 reaksi datang ke Munas bukan untuk bermu- sjawarah buat mentjari djalan keluar agar dapat menormalisasi ke- adaan Republik, tetapi mereka datang dengan' rentjana agar Munas memutuskan melarang PKI, mengganti Dewan Nasional dengan Pre-Senat, membubarkan Kabinet Karya, mengganti pimpinan Ang- katan Darat dan rentjana2 reaksioner mereka gagal.
Demagogi mereka tentang ,,dwitunggal Sukarno-Hatta" didalam Munas berhasil dengan mendjerat batang leher mereka sendiri, dengan ditandatanganinja Pernjataan Bersama Sukarno-Hatta atas desakan Munas. Pernjataan Sukarno-Hatta antara lain berbunji bahwa sesungguhnja Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah hakmilik seluruh Rakjat Indonesia", bahwa Pantja Sila ....... adalah djaminan hakiki bagi seluruh Rakjat Indonesia untuk tetap berkehidupan bebas dan merdeka, adil dan makmur", dan bahwa Sukarno-Hatta berkewadjiban untuk tetap turut serta dengàn se- luruh Rakjat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia serta se- genap alat kekuasaan Negara, membina dan membela dasar2 Prok- lamasi Kemerdekaan 17 Agustus dalam keadaan apapun djuga".
Negara kesatuan seperti jang disebut dalam pernjataan ini sudah terang bertentangan dengan politik separatis dan barter liar mereka. Pernjataan Sukarno-Hatta bahwa Republik Indonesia adalah hak- milik seluruh Rakjat Indonesia", dan pernjataan bahwa *Pantja Sila ........ adalah ijaminan hakiki bagi seluruh Rakjat Indonesia
untuk berkehidupan bebas dan merdeka, adil dan makmur", se- penuhnja bertentangan deńgan kampanje mereka untuk melarang Partai Komunis Indonesia. Dan pernjataan bahwa Sukarno-Hatta berkewadjiban ,"turut serta dengan ........ Pemerintah Republik Indonesia ........ membina dan membela dasar2 Proklamasi Kemer- dekaan 17 Agustus 1945 dalam keadaan apapun", adalah berten- tangan dengan politik mereka jang merong-rong Pemerintah Djuan- da, dan jang belakangan ini memproklamasikan apa jang dinama- kan "Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia". Dan ........ Hatta berdiri difihak pemberontak jang terang2an meng-indjak2 Pernjataan Bersama Sukarno-Hatta serta putusan2 lain dari Munas.
Munas jang.tadinja mereka harapkan dapat didjadikan saluran untuk memukul PKI, memukul Kabinet Djuanda dan memukul Sukarno, berachir dengan pukulan ber-tubi2 pada politik reaksioner mereka, berachir dengan kekalahan total mereka. Kalau ada jang dapat dinamakan hasil bagi mereka jalah pembentukan Panitia 7", jang komposisinja sangat labil sehingga mungkin digunakan oleh kaum teroris dan pemberontak kontra-revolusioner untuk memaksa- kan keinginan2 mereka. Panitia 7" mereka desakkan dengan mak- sud untuk mengadakan ,musjawarah", jang sebetulnja tidak lain daripada musjawarah dengan perwira2 teroris dan pemberontak, seperti Zulkifli Lubis, Nasuhi, Simbolon, Ahmad Husein, Sumual dll. Tudjuan maksimal mereka dengan "Panitia 7" jang memberi amnesti kepada semua perwira teroris dan pemberontak ini dan mengganti pimpinan Angkatan Perang dengan mereka.
Sebagai tantangan terhadap demagogi kaum separatis dan kaum subversif mengenai pembangunan daerah", sesuai dengan program Kabinet Djuanda dan atas nasehat Dewan Nasional, dilangsungkan Musjawarah Nasional Pembangunan (Munap) di Djakarta dari tanggal 25 November sampai 4 Desember tahun jl. Partai kita menjetudjui diadakan Musjawarah ini, karena dengan ini kita melihat kemungkinan untuk menggugah pemimpin2 Rakjat dan terutama kaum Komunis supaja lebih banjak perhatiannja ditudju- kan kepalda soal2 ekonomi negeri, sebagai sjarat jang tidak boleh tidak untuk memetjahkan berbagai persoalan jang pelik jang di- hadapioleh negeri kita sekarang.
Partai kita dan organisasi² massa evolusioner diwakili didalam
Munap ini. Kita datang ke Musjawarah ini dengan konsepsi jang djelas. Dengan tegas kita kemukakan dalam Munap, bahwa pem- bangunan jang sungguh2 tidak mungkin kita lakukan, selama rin- tangan2 strategis belum dilenjapkan, jaitu imperialisme dan feodal- isme. Walaupun demikian kita bersedia bermusjawarah untuk men- tjari djalan buat mengatasi berbagai kesukaran ekonomi jang urgen, untuk merehabilitasi kerusakan2 sumber2 ekonomi sebagai akibat perangdunia dan perang2 kolonial jang lampau, dan dalam batas2 kemungkinan jang ada mengadakan pembangunan sumber² ekono- mi jang baru. Selama Musjawarah, kita dipimpin oleh dua fikiran pokok, jaitu (1) membendung liberalisme jang masih dianut ber- bagai fihak didalam menjusun konsep pembangunan ekonomi, dan (2) menetapkan dasar2 jang positif dan riil untuk pembangunan dengan menekankan kepada realisasi pembatalan KMB dan meng- growoti kekuasaan kapitalis2 besar asing pada umumnja.
Munap dilangsungkan dalam suasana semangat anti-kolonial- isme jang menaik berhubung dengan sedang dibitjarakannja soal Irian Barat didalam PBB. Rakjat Indonesia dan Kabinet Djuanda sudah berkebulatan tekad, bahwa djika soal Irian Barat gagal di PBB, maka Pemerintah akan menempuh djalan lain", djalan di- lnar PBB. Dalam suasana jang demikian ini, dengan tidak tahu malu kaum reaksioner dengan melewati Gubernur Aflus (Masjumi) dari Kalimantan Barat, mengadjukan sebuah resolusi jang isinja supaja Musjawarah menuntut djatuhnja Kabinet Djuanda dan di- gantikan dengan Kabinet Hatta. Resolusi reaksioner ini ditolak oleh Musjawarah, dianggap sangat tidak simpatik karena ditudjukan untuk mendjatuhkan Kabinet jang menjelenggarakan Munap dan jang sedang sengit melawan kolonialisme Belanda dalam hubungan dengan perdjuangan Irian Barat.
Suasana anti-kolonialisme jang memenuhi ruangan Musjawarah telah sangat membantu diterimanja fikiran² jang madju didalam Munap. Rentjana kaum reaksioner supaja dengan bulat² menjetu- djui penanaman modal asing dapat ditjegah, selhingga jang diterima jalah perusahaan tjampuran antara kapital Indonesia dan kapitał asing.Tetapi putusan ini djuga masih membahajakan perkembang- an ekonomi nasional Indonesia, karena, bagi kaum kapitalis besar asing tidaklah sukar untuk mendapatkan komprador Indonesia jang
dapat dipindjam namanja. Selain daripada itu putusan2 jang pen- ting dari Munap antara lain jalah:
Menjetudjui pembentukan Dewan Perantjang Nasional dengan komposisi dimana golongan fungsionil ikut didalamnja; Menetap- kan sektor2 ekonomi jang dikuasai Pemerintah sebagai dasar pem- bangunan selandjutnja; Pemerintah perlu menguasai persediaan barang2 kebutuhan Rakjat jang pokok dan mengadakan distribusi barang2 tersebut, terutama beras kepada pegawai² negeri, alat-alat negara dan kaum buruh disektor produksi, sebagai salahsatu ben- tuk pengendalian harga; Menjetudjui rentjana selfsupporting beras dan bahan makanan lainnja; Menjetudjui sepenuhnja Konsepsi Munas Pelajaran di Tugu dimana ididalamnja sudah termasuk usui² kaum buruh untuk mengatasi kesulitan pelajaran sekarang; Per- luasan perdagangan internasional dengan tidak memandang negeri Barat atau negeri Timur; Ekspor barang2 penting, seperti karet, dikuasai Pemerintah sebagai salahsatu usaha untuk mengatasi ke- sulitan2 akibat BE (BE umumnja ditolak, tetapi karena alasan ke- sulitan teknis dalam penampungan" tidak diadakan perumusan penghapusan BE); Impor barang mewah supaja dihentikan dan politik-impor disesuaikan dengan rentjana produksi dan pemba- ngunan kongkrit didalamnegeri (djadi, misalnja, tidak melaksana- kan impor bebas model Dr. Sumitro jang tidak sesuai dengan ren- tjana pembangunan dalamnegeri); Pembeajaan pembangunan tidak dititikberatkan atas investasi modal asing, tetapi atas dasar peng- galian kekajaan alam, sedang investasi tjampuran dengan asing dengan sjarat² berat buat modal asing, dengan mengeluarkan obli- gasi dan pindjaman wadjib; Kredit2 atas dasar perhitungan bedrijfs- ekonomis dan tidak se-mata2 bank-teknis; Koordinasi perlu diada- kan dalam merentjanakan dan melaksanakan pembangunan daerah dalam kesatuan ekonomi Republik Indonesia; Usaha menambah djam kerdja mendjadi 8 djam sehari dapat digagalkan dan sjarat² djaminan sosial, perbaikan alat2 produksi dan mentjiptakan kegem- biraan bekerdja mendjadi dasar produktivitet kerdja. Pembentukan Dewan Buruh di-perusahaan² belum diterima, tetapi dapat diterima adanja musjawarah antara pimpinan perusahaan dan golongan buruh.
Disamping putusan2 penting ini, jang sesuai dengan usul kita
mengenai politik perekonomian dan program pembangunan urgen, terdapat pula banjak putusan2 lain jang umumnja bersifat penam- bahan dan perintjian jang tidak membawa akibat2 jang akan me- rugikan.
Sangat diperlukan kewaspadaan dalam menghadapi tafsiran² jang keliru atau penjelewengan2 dalam melaksanakan putusan2, ter- utama tentang perusahaan2 tjampuran dengan modal asing, soal warganegara asli dan tidak asli, soal mengatasi defisit Anggaran Belandja negara melalui apa jang dinamakan penghematan, me- ngenai pembeajaan plan pembangunan dengan mengadakan obli- gasi dan pindjaman atau simpanan wadjib.
Djadi, tidaklah pada tempatnja untuk terlalu puas dengan hasil² jang telah ditjapai dalam Munap. Kita masih harus tetap meme- gang inisiatif dalam mempersoalkan pelaksanaan putusan2 jang madju dari Munap Pembangunan.
Dengan singkat, djuga didalam Munap Pembangunan kaum separatis dan subversif tidak berhasil memaksakan program politik- nja dan program ekonominja jang reaksioner.
Kegagalan mereka memaksakan resolusi Aflus untuk mendja- tuhkan Kabinet Djuanda dalam Munap Pembangunan, ditjoba oleh mereka untuk ditebus dengan membentuk sebuah Panitia jang dinamakan Panitia 9" dalam Parlemen. Dalam fikiran mereka Panitia ini bertugas mentjarikan kedudukan jang berkuasa bagi Dr. Hatta, maksudnja suldah tentu kedudukan berkuasa jang sesuai dengan selera politik mereka. Maksud mereka tidak akan begitu kelihatan djika mereka tidak terang2an mengadakan monster-ver- bond untuk mengisolasi PKI, padahal PKI adalah salahsatu fraksi besar dalam Parlemen.
Dalam bulan November tahun jang lalu soal Irian Barat di- bitjarakan untuk ke-empatkalinja dalam PBB. Mendjelang pem- bitjaraan soal Irian Barat di PBB, Rakjat diseluruh negeri diliputi oleh semangat anti-kolonialisme Belanda jang tinggi. Di-mana2 di- organisasi rapat2 umum dan demonstrasi²2 menuntut supaja Irian Barat dimasukkan kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia. Rakjat dan pemerintah sudah bertekad-bulat, bahwa djika pendiri- an Indonesia tidak diterima di PBB, maka djalan lain" atau dja- lan revolusioner akan ditempuh, jang terutama berarti akan diam-
bilnja tindakan terhadap perusahaan2 kapitalis2 besar Belanda. Setelah alda kabar bahwa pendirian Indonesia tidak diterima olch PBB, karena intrik2 imperialis Belanda dan Amerika, pada tanggal 3 Desember tahun jang lalu kaum buruh mulai mengambilalih per- usahaan² besar Belanda, dimulai dengan KPM, jaitu maskapai jang sudah hampir 70 tahun menguasai pelajaran di Indonesia. KPM jang diambilalih oleh kaum buruh kemudian setjarà resmi diambil- alih oleh Pemerintah. Dalam waktu jang tidak lama perusahaan2 kapitalis2 besar Belanda hampir semuanja dioper oleh kaum buruh dan fihak tentara dengan persetudjuan Pemerintah.
Di-tengah2 kesibukan Musjawarah Nasional Pembangunan jang menolak resolusi Aflus, di-tengah2 kesibukan pengambilalihan per- usahaan2 kapitalis2 besar Belanda, sesudah selesai pembentukan Panitia 9", dan djangan dilupakan sesudah ada usul2 kongkrit dari sementara anggota Panitia 7" untuk merehabilitasi Zulkifli Lubis-Simbolon cs jang ketika itu masih sebagai perwira, pada tanggal 30 November 1957 terdjadilah pertjobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno, terdjadilah apa jang sekarang terkenal dengan nama ,teror Tjikini". Adalah kemenangan besar bagi Rak- jat Indonesia, bahwa pembunuhan terhadap Presiden Sukarno ini gagal.
Seandainja teror Tjikini" berhasil alangkah lengkapnja dan djitunja pelaksanaan rentjana mereka. Djika Presiden Sukarno meninggal karena teror Tjikini", Panitia 9" sudah siap untuk menempatkan Dr. Hatta pada tempat Presiden Sukarno, karena dalam keadaan jang demikian bukanlah suatu pekerdjaan jang sukar untuk mendapatkan dukungan majoritet dalam Parlemen dengan intimidasi2 terhadap kaum tengah jang bimbang dan sedang panik. Disamping itu, Panitia 7" sudah siap untuk merehabilitasi perwira2 teroris dan subversif dan untuk mengganti pimpinan Ang- katan Darat dengan perwira2 teroris dan subversif ini. Semuania ini mereka lakukan dalam suasana sedih jang tidak terhingga", karena Presiden Sukarno meninggal dunia. Pada Iahirnja mereka akan kelihatan bersedih bukan kepalang, tetapi dalam hatinja mereka berpesta-ria. Airmata buaja akan membasahi bumi Indonesia. Ben- dera setengahtiang akan mereka perintahkan untuk dikibarkan ber- minggu2 lamanja, sedangkan pidato2 jang mengharukan akan me-
menuhi ruang angkasa, karena Presiden Sukarno meninggal dunia. Tetapi bersamaan dengan itu, apa jang mendjadi tudjuan pokok dari pembunuhan,terhadap Presiden Sukarno pasti akan lekas2 di- djalankan. Presiden baru tentunja segera mengganti Kabinet Djuan- da dengan kabinet jang sesuai dengan tuntutan daerah", dan kaum Komunis, kaum Nasionalis revolusioner dan kaum ulama jang patriotik akan dirazzia dengan dalih jang mereka bikin2 jaitu se- bagai pembunuh2 Presiden Sukarno", sebagai koruptor2 jang menghabiskan uang Negara" dan sebagai pensabot2 pemba- ngunan".
Tetapi ternjata sedjarah tidak bersama mereka. Pun seandainja berhasil membunuh Presiden Sukarno, Rakjat Indonesia pasti tidak akan membiarkan segala sesuatu berdjalan menurut kemauan me- reka. Apalagi setelah rentjana djahat jang sudah idiperhitungkan sangat teliti itu mengalami kegagalan.
Presiden Sukarno tidak meninggal karena teror Tjikini". Ke- marahan Rakjat meluap kepada kaum reaksioner. Perwira2 jang tadinja mau direhabilitasi lewat Panitia 7" ternjata adalah biang- Keladi teror Tjikini".
Prestise kaum reaksioner mendjadi sangat merosot. Sebaliknja prestise Presiden Sukarno dan semua kaum revolusioner dan demo- krat, prestise Pemerintah dan pimpinan Angkatan Perang, prestise partai2 revolusioner dan demokratis, menaik tinggi.
Dalam rangka tindakan alat² negara terhadap pelaku2 teror Tjikini", organisasi kaum subversif diobrak-abrik dan dalang2 me- reka jang belum tertangkap pada bertebaran ke-mana2 untuk melan- djutkan petualangan mereka dalam situasi jang djauh lebih sukat bagi mereka. Takut akan ditangkap, satu demi satu tokoh2 Masju- mi seperti Moh. Natsir, Burhanuddin Harahap, Sjafrudin Prawira- negara dll. meninggalkan Djakarta dan menudju kepusat persiapan pemberontakan, jaitu Padang. Dr. Sumitro dari PSI sudah lebih lama meninggalkan Djakarta karena takut ditangkap oleh alat² negara berhubung ia terlibat dalam perbuatan korupsi besar²an.
Perkembangan situasi sesudah kegagalan teror Tjikini" men- djadi lebih memihak Rakjat dengan naiknja gelombang gerakan revolusioner untuk membebaskan Irian Barat dengan dilakukannja pengoperan2 perusahaan2 Belanda oleh kaum buruh, tentara dan
Pemerintah. Ini pelaksanaan politik djalan lain" atau djalan revo- lusioner sebagai djawaban jang tepat dari Pemerintah dan Rakjat Indonesia kepada kaum kolonialis Belanda jang terus mau men- djadjah Irian Barat.
Kegagalan perbuatan chianat mereka dalam soal teror Tjikini" dan sikap mereka jang menentang djalan revolusioner jang ditem- puh oleh Kabinet Karya dalam perdjuangan untuk Irian Barat membikin kaum reaksioner mendjadi sangat diskredit. Partai2 reak- sioner Masjumi-PSI belum pernah mengalami kedjatuhan prestise seperti sesudah kegagalan teror Tjikini". Massa anggotanja men- djadi gontjang, sebagian meninggalkan partai2 reaksioner ini, se- dangkan sebagian lagi menuntut penindjauan kembali politik atau menuntut penggantian pimpinan. Anggota2 alat2 negara jang pa- triotik makin terbuka matanja, dan tidak mempunjai illusi lagi ter- hadap dua partai kepalabatu ini.
Karena tidak berhasil dalam pekerdjaannja, maka pada tanggal 14 Maret jbl. Panitia 9" telah dibubarkan oleh Parlemen setjara aklamasi. Sedangkan Panitia 7" sudah tidak mempunjai dasar lagi untuk meneruskan pekerdjaannja, karena perwira2 jang dimak- sudkan mau diadjak berunding sudah dipetjat oleh Pemerintah ber- hubung dengan terlibatnja mereka dalam pemberontakan PRRI (Z. Lubis, A. Husein, D. Djambek, M. Simbolon, V. Sumual, J. Somba, Saleh Lahade dll.).
Djadi tjiri dari situasi sesudah kegagalan teror Tjikini" dan sesudah Rakjat Indonesia menempuh djalan revolusioner dalam perdjuangan pembebasan Irian Barat jalah, bahwa kaum reaksioner sekarang bukan hanja tidak mampu merebut kekuasaan sentral se- tjara parlementer, tetapi djuga setjara extra-parlementer sudah tidak mungkin. Setjara parlementer tidak mungkin, selama partai2 tengah tetap anti-kolonialisme dan menentang intervensi asing seperti se- karang. Setjara extra-parlementer djuga tidak mungkin, selama Ang- katan Perang pada umumnja tetap patriotik dan melawan inter- vensi asing.
Satu²nja djalan bagi kaum reaksioner untuk merebut kekuasaan sentral pada waktu sekarang jalah dengan lebih dulu merebut ke- kuasaan lokal, dan mengkombinasikan kekuasaan lokal ini dengan pembunuhan2 politik terhadap pemimpin2 politik sentral jang men-
dapat kepertjajaan Rakjat. Djadi, walaupun teror Tjikini" telah gagal, kaum kontra-revolusioner tidak akan menghentikan usaha2 mereka untuk membunuh Presiden Sukarno seperti ternjata dari interviu M. Natsir, Ketua Umum Masjumi, kepada koresponden De Volkskrant", dimana antara lain dikatakannja bahwa ia "Tidak akan kembali ke Djakarta sebelum Sukarno lenjap". Djuga hal ini ternjata dari usaha2 kaum kontra-revolusioner untuk membunuh Presiden Sukarno ketika beliau bertetirah di Pakistan dan Djepang. Disamping usaha2 membunuh pemimpin2 Rakjat, kaum kontra- revolusioner djuga mengkombinasikan kekuasaan lokalnja dengan intimidasi2, dengan intervensi2 imperialis dan dengan sabotase2 ckonomi. Ini adalah satu²nja djalan bagi mereka.
Apakah djalan satu²nja itu, jaitu djalan perebutan kekuasaan lokal, djalan jang mudah bagi mereka?
Untuk mendirikan dan mempertahankan ,,negara Sumatera" atau pemerintah pusat" di Sumatera Barat mereka harus ber- hadapan dengan ·banjak rintangan2, seperti dengan sikap tegas Pemerintah Pusat serta Angkatan Perangnja jang menentang peng- chianatan mereka, perlawanan massa Komunis, Nasionalis dan massa Islam patriotik di Sumatera Barat sendiri, perlawanan dari alat² negara sivil, termasuk polisi dan mobrig, jang setia pada sum- pah mereka, dan perlawanan anggota2 Angkatan Perang jang setia pada sumpah pradjurit dan pada tjita2 Revolusi Agustus 1945. Mereka djuga akan terbentur pada kontradiksi2 jang ada didalam tubuh mereka sendiri jang disebabkan oleh perbedaan2 politik, pem- bagian redjeki, agama, suku, dll.
Djadi, sesudah kegagalan ,teror Tjikini" bagi kaum reaksioner masih terbuka satu kemungkinan, jaitu perebutan kekuasaan lokal, dengan tudjuan mendjatuhkan pemerintah sentral, tetapi kemung- kinan ini tidaklah mudah untuk didjadikan kenjataan. Dari sini djelaslah, bahwa situasi politik dalamnegeri sesudah kegagalan ,teror Tjikini" dan sesudah Rakjat dan Pemerintah Indonesia menempuh djalan revolusioner dalam perdjuangan Irian Barat adalah djauh lebih menguntungkan Rakjat daripada situasi sebelumnja.
Sebagai puntjak kegiatan2 kaum separatis dan subversif, pada tanggal 10 Februari 1958, Ahmad Husein jang ketika itu masih Letnan Kolonel, mengeluarkan ultimatum, jang pada pokoknja
menuntut supaja Kabinet Djuanda bubar dalam waktu 5 24 djam. Sebelum ultimatum ini, Perdana Menteri Djuanda telah memberi keterangan dalam rapat pleno Parlemen, jaitu pada tang- gal 3 Februari tentang kegiatan2 disekitar pembentukan ,,negara Sumatera" dan pembentukan ,,Pemerintah Pusat Baru Republik Indonesia" jang kedudukannja di Sumatera. Dalam hubungan de- ngan ini P.M. Djuanda djuga menerangkan tentang adanja rapat rahasia di Sungai Dareh,·kota ketjil diperbatasan antara Sumatera Barat dan Djambi, jang dihadiri oleh Z. Lubis, M. Simbolon, Dahlan Djambek, Ahmad Husein, Moh, Natsir (Masjumi), Su- mitro Djojohadikusumo (PSI), dll.
Ultimatum jang keras dari Ahmad Husein tersebut sebenarnja menundjukkan kelemahan mereka, dan membuktikan bahwa mereka sudah tidak berdaja mendjatuhkan pemerintah setjara sentral dengan djalan parlementer dan extra-parlementer. Selain daripada itu bukanlah rahasia, bahwa kekuasaan komplotan Ahmad Husein makin hari makin keras mendapat tentangan dari massa Rakjat dalam bentuk perlawanan tertutup dan terbuka, dalam bentuk sabotase2 dan demonstrasi2. Diberbagai tempat di Sumatera Barat telah diadakan demonstrasi2 menentang kekuasaan Dewan Ban- teng" dari klik Ahmad Husein. Adalah sangat mengharukan bahwa demonstrasi2 massa ini diikuti oleh banjak wanita, dan disementara tempat malahan dipelopori oleh wanita2. Para wanita jang gagah- berani ini kemudian ditangkap oleh kenpetai2 Ahmad Husein. Keteguhan hati dan keberanian wanita2 Minangkabau ini telah mendjadikan mereka teladan bagi wanita Indonesia dan bagi Rak- jat Indonesia umumnja, bagaimana seharusnja bersikap, bertindak dan berlawan terhadap kekuasaan fasis.
Ultimatum Ahmad Husein dikeluarkan sesudah dia mendapat djaminan dari fihak SEATO, bahwa akan segera ada pengakuan terhadap pemerintah jang akan diproklamasikan dan akan diberi bantuan² sendjata untuk melawan Pemerintah Pusat. Ahmad Hu- sein dkk. tahu, bahwa sebagian besar perwira, bintara dan bawahan jang ada didalam resimennja tidak menjetudjui perbuatannja.
Djadi, djelaslah, bahwa tindakan nekad kaum kontra-revolu- sioner tidak terutama didasarkan pada kekuatan dalamnegeri jang memihak mereka, tetapi terutama pada bantuan2 luarnegeri. Dari
sini sadja sangat djelas kelihatan watak dari gerakan Husein-Sjafru- din dkk.
Lima hari kemudian, ultimatum ini diikuti oleh pembentukan apa jang dinamakan ,Pemerintah Revolusioner Republik Indone- sia" (PRRI) dengan dikepalai oleh Sjafrudin (Masjumi), dan di- mana djuga duduk a.l. Burhanudin Harahap (Masjumi), M. Sim- bolon (,Dewan Gadjah"), Dr. Sumitro (PSI), dan Saleh Lahade (,,Dewan Permesta").
Mereka menempuh idjalan satu²nja jang masih terbuka bagi mereka, jaitu merebut kekuasaan setjara lokal, dengan beromong- kosong se-olah² mereka adalah pemerintah pusat jang berwenang diseluruh Indonesia. Mereka mengangkat wakil2 diluarnegeri, meme- rintahkan bank2 diluarnegeri untuk membekukan devisen pemerin- tah Republik Indonesia, memerintahkan pada perusahaan2 asing supaja membajar padjak pada mereka dan tidak pada Pemerintah Pusat, memerintahkan kedjaksaan² diseluruh Indonesia supaja mem- bebaskan semua tahanan SOB ketjuali kaum Komunis, djadi supaja membebaskan orang DI-TII jang ditahan, dan tindakan2 lain lagi.
Tindakan kaum pemberontak ini, disatu fihak disambut dengan kegembiraan jang besar oleh kaum imperialis Amerika, Belanda, Inggeris, dll. Kaum imperialis mengira bahwa tindakan kaum pem- berontak akan dapat membendung arus gerakan kemerdekaan nasio- nal jang sedang madju di Indonesia, akan menghantjurkan Repu- blik Indonesia dengan didahului oleh djatuhnja kabinet Djuanda. Mereka mengira bahwa bagian terbesar dari Provinsi2 diluar Djaw. akan memihak pemberontak, sebagian dari Djawa se-kurang2nja bersikap ,netral".
Difihak lain, tindakan kaum pemberontak memproklamasikan pemerintah pusat" sendiri telah menimbulkan kemarahan jang sangat besar dikalangan Rakjat. Dengan pengchianatan tingkat tingginja ini Husein-Sjafrudin dkk. telah menelandjangi diri sen- diri, sehingga orang2 jang tadinja tidak mengerti atau ragu ter- hadap perbuatan2 chianat mereka mendjadi terbuka matanja dan menentang mereka.
Persatuan dwitunggal, jaitu Rakjat dengan Tentara, dalam bentuk2 Badan2 Kerdjasama Pemuda-Militer, Buruh-Militer, Tani- Militer, Wanita-Militer dll., dan kemudian dalam bentuk Front
Nasional Pembebasan Irian Barat" jang diketuai oleh KSAD, Djen- deral Major A.H. Nasution, makin bertambah erat dan makin pen- ting artinja. Perbuatan Husein-Sjafrudin dkk., disamping mengun- tungkan imperialis2 Amerika, Inggeris dll., langsung membantu kaum kolonialis Belanda jang beralda dalam sengketa dengan Republik Indonesia mengenai Irian Barat.
Perlu diingatkan, bahwa sebelum apa jang dinamakan PRRI" diproklamasikan, jaitu ketika Presiden Sukarno akan berangkat teti- rah keluarnegeri, Ketua Umum PSI Sutan Sjahrir menjiarkan kabar bohong dengan mengatakan bahwa selama Presiden Sukarno di- luarnegeri PKI akan merebut kekuasaan. Dengan diproklamasikan- nja PRRI" terbuktilah, bahwa utjapan Sjahrir ini se-mata2 di- tudjukan untuk menutupi maksud kaum kontra-revolusioner mere- but kekuasaan setjara tidak sah.
Sikap Pemerintah Djuanda jang tegas menghadapi kaum pem- berontak, jang dibenarkan dan disokong penuh oleh Presiden Su- karno, mendapat dukungan massa luas jang belum pernah didapat oleh pemerintah jang mana sadja sesudah kedaulatan Republik Indonesia diakui oleh dunia. Gerakan revolusioner dari kaum buruh, tani, pemuda, mahasiswa, wanita dan veteran mengalami perkem- bangan2 baru, baik dilapangan organisasi, dalam kesedaran politik, maupun dalam militansi. Dari kalangan kaum intelektuil hanja se- bagian ketjil jang bersikap pasif terhadap kaum pemberontak, sedang bagian jang terbesar mengutuk kaum kontra-revolusioner. Jang terang2an menjatakan berdiri difihak pemberontak kontra- revolusioner hanja beberapa gelintir orang.
Sikap Pemerintah Djuanda jang realis dan tegas, adalah bukti bahwa Pemerintah bukan hanja bisa berunding, tetapi djuga tahu batas dalam menempuh djalan berunding djika djalan ini ternjata disalahgunakan dan tidak diinginkan oleh fihak lain.
Ketegasan sikap Pemerintah jang didukung sepenuhnja oleh Angkatan Perang dan oleh gerakan massa Rakjat jang sangat luas serta tinggi semangat dan dajadjuangnja, dengan dibantu oleh si- tuasi internasional sekarang jang sangat menguntungkan Indonesia, adalah djaminan bahwa kaum pemberontak dapat dibasmi dalam waktu jang tidak lama.
Hasil2 gemilang dari operasi Angkatan Perang di Sumatera
Tengah pada pertengahan bulan Maret baru2 ini- adalah berkat ketegasan sikap Pemerintah, jang menimbulkan dajadjuang jang tinggi pada para pradjurit dan sambutan jang hangat dari massa Rakjat. Inilah pula sebabnja maka pemberontakan kontra-revolu- sioner dibawah pimpinan W.F. Nainggolan di Medan pada tanggal 16 Maret jl. dapat disapu bersih dan dihalau dari kota Medan pada tanggal 17 Maret.
.Selama Pemerintah bersikap realis dan tegas, Pemerintah akan dapat menguasai keadaan, disintegrasi Republik akan dapat ditje- gah, dan inilah sjarat utama untuk menutup pintu buat intervensi. Situasi politik dan militer di Atjeh, di Sumatera Selatan dan di Sulawesi Selatan harus terus-menerus diikuti dengan kewaspadaan dan dengan kesiap-sediaan untuk melikwidasi kaum pemberontak kontra-revolusioner djika sampai kedjadian seperti di Medan pada tanggal 16 Maret baru² ini. Perhatian chusus djuga harus ditudju- kan pada usaha² kakitangan Zulkifli Lubis jang sedang dengan kuat berusaha untuk mengubah imbangan kekuatan dalam militer di Djawa Barat dan Djakarta, dengan maksud mentjiptakan sjarat2 baru untuk perebutan kekuasaan sentral setjara langsung. Kegiatan2 DI-TII di Djawa pada waktu2 belakangan ini, baik jang berupa kegiatan bersendjata maupun kegiatan politik dan organisasi meru- pakan satu rentetan dengan kegiatan kaum pemberontak PRRI" dan ditudjukan langsung kepada Pemerintah Pusat. Untuk men- djamin kedudukan Pemerintah Pusat semua kegiatan ini harus di- hantjurkan.
Untuk lengkapnja, sikap jang realis dan tegas dari Pemerintah djuga harus ada dilapangan perekonomian, terutama jang mengenai beras dan kebutuhan hidup se-hari2 lainnja dari Rakjat, karena musuh2 Republik djuga giat menimbulkan kekatjauan dilapangan ini. Sabotase² dilapangan ekonomi dilakukan oleh orang2 reaksione: dalamnegeri, jang terutama bekerdjasama dengan bandit2 Kuomin- tang dan menggunakan alat2 negara jang makan suap.
Dalam situasi seperti jang kita alami sekarang, untuk tetap mempertahankan Republik Indonesia jang mendjundjung azas2 demokrasi, adalah kewadjiban Partai kita untuk dengan ulet, dengan kegiatan jang berlipatganda dan dengan menempuh seribu- satu djalan terus mengembangkan kekuatan progresif dan memper-
luas serta mengkonsolidasi persatuan nasional, mempertinggi daja- djuang dan kewaspadaan Rakjat diseluruh negeri.
II
Bukan Komunis Dan Anti-Komunis, Tetapi Demokrasi Dan Anti-Demokrasi, Nasional Dan Anti-Nasional
Dalam Sidang Pleno Ke-IV Comite Central pada pertengahan 1956 kita telah menganalisa kekuatan klas2 dan telah menjimpul- kan, bahwa dinegeri kita pada tingkat sedjarah sekarang ada tiga matjam kekuatan politik jang masing2 mempunjai konsepsinja sen- diri². Kekuatan kepalabatu, jaitu kaum komprador dan feodal, ber- tudjuan untuk membikin Indonesia mendjadi satu negara jang hanja bentuknja sadja merdeka, tetapi pada hakekatnja tunduk pada impe- rialisme, membela kepentingan2 kapitalis2 besar asing dan tuan- tanah2. Kekuatan progresif, jaitu proletariat dan Rakjat pekerdja lainnja, bertudjuan untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Kekuatan tengah, jaitu burdjuasi nasional, djuga bertudjuan untuk menjelesaikan tuntutan2 Revolusi, tetapi dengan maksud agar terbuka kesempatan untuk perkembangan kapi- talisme nasional.
Kekuatan progresif dan kekuatan tengah merupakan kekuatan nasional dan demokratis, anti-imperialisme dan anti-feodalisme, djadi merupakan kekuatan revolusioner. Sedangkan kekuatan ke- palabatu adalah kekuatan anti-nasional dan anti-demokrasi, ber- sekutu dengan imperialisme dan feodalisme, djadi kekuatan reak- sioner.
Garis politik Partai dalam menghadapi.tiga kekuatan ini jalah, mengembangkan kekuatan progresif, bersatu dengan kekuatan te- ngah, dan mementjilkan kekuatan kepalabatu. Dengan garis politik ini Partai mengembangkan kekuatannja sendiri, mempersatukan kekuatan nasional dan demokratis, serta melawan kekuatan anti- nasional dan anti-demokrasi. Sedjak pertengahan tahun 1956 garis politik ini telah mendjiwai dan memimpin kegiatan² politik Partai kita. Hasilnja sckarang jalah, bahwa kekuatan progresif makin ber- kembang, persatuan nasional makin teguh dan kekuatan kepala-
batu makin terpentjil.
Dalam hubungan dengan garis politik tersebut, Partai kita sudal berpengalaman, bahwa pelaksanaannja sangat tergantung pada luas atau sempitnja kemerdekaan politik jang dimiliki proletariat dan Rakjat pekerdja lainnja. Oleh karena itulah kita berkesimpulan bahwa adalah tugas umum Partai untuk mempertahankan, meng- konsolidasi dan memperluas kemerdekaan politik atau demokrasi politik.
Mengembangkan kekuatan progresif dan menggalang persatuan antara kekuatan progresif dan kekuatan tengah, atau menggalang front persatuan nasional atau front demokrasi, hanja dapat leluasa djika proletariat dan Rakjat pekerdja lainnja memiliki kemerdekaan politik, djika demokrasi·politik dapat dipertahankan, dikonsolidasi dan diperluas. Ini berarti terbukanja kesempatan bagi Partai untuk melakukan propaganda dan agitasi, untuk mengadakan tjeramah2 dan rapatumum2 massa, untuk melakukan penjebaran² pamflet2, brosur² dan buku², untuk membantu kaum buruh dan kaum tani, pemuda dan peladjar serta golongan2 Rakjat lainnja dalam menun- tut kepentingan2 ekonomi, politik dan kulturil mereka, ini berarti bahwa kita mendapat keleluasaan untuk mengorganisasi dan men- didik proletariat serta Rakjat pekerdja lainnja, untuk menarik per- hatian djutaan massa kepada tuntutan2 Partai dan program Partai, kepada politik melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100%", dan selandjutnja politik menjelesaikan tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nja".
Djadi, perdjuangan disekitar kemerdekaan politik adalah per- djuangan terpenting dan tersengit antara tiga kekuatan diatas di- dalam masjarakat kita sekarang.
Kekuatan kepalabatu berusaha dengan sekuat tenaga supaja kemerdekaan politik bagi Rakjat pekerdja, terutama bagi prole- tariat dan PKI dihapuskan. Mereka berusaha supaja demokrasi" hanja berlaku untuk mereka, sedangkan Rakjat pekerdja, terutama proletariat dan PKI, menurut mereka tidak sepantasnja diberi demokrasi. Inilah keterangannja mengapa mereka giat membentuk erganisasi2 anti-Komunis a.l. Front Anti-Komunis" (FAK), Ge- rakan Bersama Anti-Komunis" (GEBAK) dan Lembaga Anti- Komunis Republik Indonesia" (LAKRI) jang menuntut supaja
PKI dan organisasi² massa jang progresif dilarang. Inilah keterang- annja mengapa kaum reaksioner mengorganisasi Muktamar Alim Ulama di Palembang dalam bulan September tahun 1957, jang putusannja a.l. mengadjukan tuntutan jang sama dengan tuntutan FAK dan GEBAK. Dan inilah pula keterangannja mengapa orang2 Komunis dan pemimpin2 progresif lainnja ditangkapi, dimasukkan kedalam pendjara dan disiksa di-daerah² jang dikuasai oleh Dewan Banteng", Dewan Permesta" dan "Dewan Garuda", jaitu di Su- matera Barat, Minahasa dan Sumatera Selatan. Dibelakang per- buatan2 fasis ini berdirilah pemimpin2 Masjumi-PSI, baik setjara terang2an maupun setjara sembunji2. Pemimpin2 Masjumi-PSI de- ngan bantuan petualang2 politik lainnja dan petualang2 militer ber- usaha keras untuk menghapuskan kemerdekaan politik bagi Rakjat pekerdja, terutama bagi proletariat dan pelopornja jang militan, jaitu PKI.
Doctor Hatta dalam pidatonja baru² ini di Djokjakarta menga- takan, bahwa kaum Komunis tidak boleh duduk dalam pemerin- tah karena kaum Komunis tidak ber-Tuhan. Dr. Hatta tidak menga- takan supaja hak2 politik kaum Komunis harus dirampas, tetapi baginja tjukuplah untuk setjara a-priori menempatkan kaum Komu- nis sebagai oposisi. Ini adalah bentuk lain dari pernjataan anti- demokrasi dan anti-nasional. Walaupun tidak terang2an dikatakan supaja hak2 politik kaum Komunis dirampas, tetapi konsekwensi dari pendirian a-priori ini jalah menolak duduknja Komunis dalam kabinet, walaupun seandainja kaum. Komunis mendapat kepertja- jaan majoritet dari nasion, artinja mendapat lebih dari separoh kursi didalam Parlemen. Djadi, hakekat dari pendirian Dr. Hatta jalah a-priori menentang majoritet dari nasion, dan ini berarti anti-Kedau- latan Rakjat, anti-demokrasi, anti-nasional. Menentang majoritet nasion tidak bisa lain daripada anti-nasional. Mereka selalu meng- gunakan propaganda murah ,,tidak ber-Tuhan" karena mereka tidak mampu membantah kebenaran politik PKI setjara politik dan pengetahuan. Mereka sengadja tidak mau mengerti, bahwa soal ber-Tuhan atau tidak ber-Tuhan adalah soal pribadi, sedangkan soal Kedaulatan Rakjat adalah soal seluruh Rakjat ber-sama2, soal nasional.
Dengan sembojan berdjuang melawan Komunisme", sembo-
jan jang sepenuhnja mereka oper dari kaum imperialis, kaum ke- palabatu djuga giat berusaha menarik elemen² nasionalis kanan untuk ikut bersama mereka memasuki arus "Anti-Komunisme", tentu tanpa mengatakan bahwa dengan ini mereka meng-indjak2 azas Kedaulatan Rakjat. Sebaliknja mereka katakan, bahwa dengan melawan Komunisme" mereka djuga berdjuang untuk Kedau- latap Rakjat", untuk demokrasi" dan untuk kebebasan umat- manusia".
Sebagian dari kaum nasionalis, jaitu elemen kanan dari kekuat- an tengah ini, ikut terseret oleh sembojan anti-Komunisme" dari pemimpin2 Masjumi-PSI jang diilhami oleh politik luarnegeri negara2 imperialis jang dipelopori oleh Amerika Serikat.
Tentang watak burdjuasi nasional jang tidak konsekwen dalam mendorong kemadjuan demokratis dalam tingkat revolusi burdjuis- demokratis, mengingatkan kita kepada apa jang ditulis oleh Lenin dalam tahun 1905, a.l. sbb.: Kedudukan jang ditempati burdjuasi sebagai klas didalam masjarakat kapitalis tidak boleh tidak menje- babkannja tidak konsekwen didalam revolusi demokratis. Keduduk- an jang ditempati proletariat sebagai klas memaksanja mendjadi konsekwen demokratis. Burdjuasi menoleh kebelakang, takut pada kemadjuan demokratis, jang mengantjam akan memperkuat pro- letariat. Proletariat tidak kehilangan sesuatupun ketjuali belenggu- nja, tetapi dengan bantuan demokrasi mereka akan memperoleh seluruh dunia" (2).
Djuga pengalaman kita menundjukkan, bahwa burdjuasi nasio- nal Indonesia sangat kuatir kalau2 terlalu banjak demokrasi" dja- tuh ketangan proletariat dan ketangan Rakjat pekerdja pada umum- nja. Inilah latarbelakang dari persetudjuan² tukang kelontong jang suka dilakukan oleh elemen2 nasionalis kanan dengan kekuatan² kepalabatu tdibelakang lajar pembentukan kabinet, dibelakang lajar Undang2 dan Peraturan2 Pemerintah jang reaksioner, dibelakang lajar pemilihan Kepala Daerah, pimpinan DPRD, dsb. Inilah pula latarbelakang dari kerdjasama elemen2 nasionalis kanan dengan kaum reaksioner di Sumatera Utara dalam mentjetuskan Peristiwa Siantar" bulan September 1957 (3). Dengan perbuatan ini mereka harap dapat menghalangi perkembangan kekuatan progresif, dapat mentjegah agar demokrasi djangan ,,terlalu banjak" djatuh di-
tangan Rakjat pekerdja. Akibat dari persetudjuan tukang kelontong ini telah sangat melemahkan kekuatan demokratis dalam Angkatan Darat di Sumatera Utara, dan inilah sebabnja mengapa sampai bisa terdjadi perebutan kekuasaan di Medan oleh kakitangan PR- RI" jang dikepalai oleh W.F. Nainggolan pada tanggal 16 Maret jl.
Kedudukan burdjuasi nasional sebagai klas didalam masjarakat kapitalis membikin mereka berdansa diantara kekuatan progresif dan kekuatan reaksioner, diantara kekuatan revolusioner dan kontra- revolusioner.
Diberbagai tempat, setjara terbuka atau tertutup diadakan per- setudjuan2 tukang kelontong antara kaum burdjuis kepalabatu dengan elemen2 nasionalis kanan untuk membendung Komunis- me", untuk menjelamatkan pulau Djawa dari bahaja merah" dan untuk keselamatan dunia bebas". Dengan melewati persetudjuan2 rendah ini, disedari atau tidak disedari, elemen² nasionalis kanan meninggalkan garis politik umum dari kaum nasionalis pada umum- nja. Mereka meninggalkan garis anti-imperialisme dan demokrasi, dan ikutlah mereka hanjut dalam arus imperialisme dan anti-demo- krasi, arus anti-pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%, anti- pelaksanaan jang njata dari tjita2 Revolusi Agustus 1945. Ja, se- bagai kelandjutannja mereka menentang Pantja Sila jang salahsatu azasnja jalah Kedaulatan Rakjat (Souverenitet ada pada Rakjat) Singkatnja, sembojan ,anti-Komunisme" pada tingkat sedjarah negeri kita sekarang tidak lain daripada sembojan untuk memetjah- belah persatuan nasional, sembojan untuk melemahkan perdjuangan anti-kolonialisme jang sedang meningkat dan sembojan untuk meng hantjurkan demokrasi.
Djadi, dengan ikutnja elemen2 nasionalis kanan dalam arus ,,anti-Komunisme" pada hakekatnja mereka mengchianati kepen- tingan kaum nasionalis sendiri. Karena, bukankah kaum nasionalis jang sedjati djuga membutuhkan tergalangnja front persatuan nasio- nal untuk mengalahkan imperialisme, dan bukankah kaum nasio- nalis jang sedjati membutuhkan demokrasi untuk menggalang per- satuan nasional dan melawan feodalisme? Bukan untuk Sosialisme jang menghapuskan hakmilik mereka atas alat2 produksi, tetapi untuk perkembangan kapitalisme nasional jang mendjadi idam²an terbuka atau terpendam dari mereka. Kapitalisme nasional tidak
mungkin berkembang selama di Indonesia masih bertjokol kapitalis2 besar asing dan sisa2 feodalisme. Djadi, politik mengundang modal asing masuk kedalamnegeri bukanlah politik nasionalis, tetapi poli- tik komprador.
Dengan mengadakan persetudjuan² tukang kelontong dengan burdjuasi reaksioner, orang2 nasionalis kanan bukannja mendorong madju kekuatan revolusioner, tetapi menariknja mundur, orang2 nasionalis kanan bukannja revolusioner, tetapi reaksioner.
Djadi, walau bagaimanapitn ditutup-tutupi, politik anti-Komu- nisme" pada tingkat sedjarah sekarang pada hakekatnja adalah politik anti-demokrasi dan anti-nasional. Dan politik ini samasekali bertentangan dengan ketjenderungan umum Rakjat Indonesia se- karang, dengan perasaan dan fikiran Rakjat Indonesia sekarang. Rakjat Indonesia samasekali tidak tjenderung pada anti-Komu- nisme, tidak tjenderung pada anti-demokrasi dan anti-nasional.
Bentuk lain dari politik anti-demokrasi, jalah politik burdjuasi jang sudah kehilangan akal, jaitu politik pembubaran partai², Poli- tik ini diametral bertentangan dengan Konsepsi Presiden Sukarno jang demokratis, bertentangan dengan tudjuan Revolusi Agustus 1945 dan bertentangan dengan ketjenderungan umum Rakjat Indo- nesia dan dari Rakjat diseluruh dunia sekarang. Burdjuasi jang kehilangan akal dan berkepala panas ini berdjual kojok, se-olah2 kalau semua Partai sudah dibubarkan segala sesuatu akan berdjalan beres karena pemerintah tidak bisa diganggugugat oleh Rakjat lewat partai2. Menurut mereka, politik mereka didasarkan atas peladjar- an dari keadaan di Mesir". Dalam beladjar dari Mesir" mereka hanja mengambil jang sedap buat mereka, jaitu pembubaran par- tai2, tidak perduli enak atau tidak buat Rakjat jang akan diten- patkan dibawah suatu kekuasaan jang tidak bisa diganggugugat etjara demokratis. Dalam beladjar dari Mesir" mereka tidak mengambil jang baik buat Rakjat, misalnja politik luarnegeri Mesir jang tegas anti-imperialisme. Mereka buta atau pura2 buta tentang perbedaan perkembangan keadaan ekonomi dan politik di Mesir dan di Indonesia. Tiáp usaha mengimitasi Mesir setjara tidak kritis akan dirasakan oleh Rakjat Indonesia, jang sudah sedjak awal abad ini mendapat pendidikan demokrasi, sebagai perkosaan terhadap hak2 azasi Rakjat, dan oleh karena itu pasti akan mendapat ten-
tangan Rakjat.
Politik pembubaran partai2 tidak bisa diartikan lain daripada meratakan djalan untuk suatu kekuasaan se-wenang2, suatu kekua- saan fasis, jang kalau ini terdjadi akan lebih memupuk perbuatan² birokrasi, korupsi dan perbuatan2 anti-Rakjat lainnja oleh segelintir petualang. PKI bersama dengan Rakjat Indonesia akan menentang dengan sekuat tenaga politik orang2 jang pendek fikiran dan ber- kepala panas ini, politik jang membuka kemungkinan lebih besar untuk kegiatan2 extra-parlementer dan kup, ja, politik jang meng- undurkan djam sedjarah perdjuangan kemerdekaan Rakjat Indo- nesia dengan setengah abad. Kaum Komunis dan Rakjat Indonesia tetap pada kejakinannja, bahwa se-djelek2 demokrasi dalam pelak- sanaannja, demokrasi tetap lebih baik daripada fasisme.
Dalam Sidang Pleno ke-V CC kita telah memberi penilaian jang tepat tentang perkembangan demokrasi dinegeri kita sesudah terbentuknja Parlemen pilihan Rakjat, Konstituante, dan terben- tuknja DPRD2 Peralihan serta DPD2 Peralihan jang dibentuk ber- dasarkan perwakilan berimbang. Kita katakan, bahwa berkat ada- nja semua ini Rakjat Indonesia mendapat sendjata2 baru untuk memperkuat persatuannja dan untuk memperdjuangkan kepenting- an2nja se-hari2.
Dalam Sidang Pleno CC tersebut antara lain kita simpulkan, bahwa Pembentukan DPD2 Peralihan jang berdasarkan perwakil- an berimbang telah mendobrak politik isolasi kaum reaksioner jang dipelopori oleh Masjumi terhadap PKI didalam pemerintahan? daerah. Terbentuknja pemerintahan2 sematjam ini telah memper- kuat kejakinan Rakjat tentang mungkinnja Kabinet Gotongrojong sebagai jang diinginkan oleh Konsepsi Presiden Sukarno. Semuanja ini membikin Rakjat lebih antusias dalam menghadapi pemilihan DPRD2 jang akan datang". Ini berarti peluasan kemerdekaan poli- tik Rakjat, ini berarti peluasan demokrasi politik.
Kesimpulan Sidang Pleno ke-V CC jang dikutip diatas sepenuh- nja sesuai dengan kenjataan sekarang. Dalam pemilihan2 DPRD2 tingkat I dan II memang Rakjat antusias, ini dibuktikan oleh ke- naikan2 besar jang ditiapai oleh PKI, baik di Djawa maupun di- luar Djawa. Di-tengah2 kegiatan2 subverstif dan kegiatan2 extra- parlementer lainnja jang reaksioner, dimana pemimpin2 Masjumi-
PSI banjak tersangkut, PKI dan partai2 demokratis lainnja tetap sctia pada djalan demokrasi parlementer.
Hasil suara sementara PKI untuk DPRD2 tingkat II di-daerah2 jang sudah mengadakan pemilihan (Djawa, Sumatera Selatan dan Riau) berdjumlah kira2 7.760.000. Hasil suara untuk Parlemen di-daerah2 jang belum mengadakan pemilihan DPRD tingkat II berdjumlah 504.300. Djadi, andaikata pemilih PKI di-daerah2 jang belum melangsungkan pemilihan DPRD tidak bertambah, dan ini satu hal jang tidak mungkin, pemilih PKI diseluruh negeri seka- rang sudah berdjumlah 7.760.000 tambah 504.300, atau 8.264.300. Mengingat bahwa suara untuk partai2 besar lainnja turun, maka berartilah bahwa PKI dalam waktu kira2 dua tahun dari partai No. 4 sudah mendjadi partai No. 1 untuk seluruh negeri. Ini ber- arti, bahwa dibanding dengan suara PKI dalam pemilihan umum untuk Parlemen jang berdjumlah 6.176.900, PKI mengalami ke- naikan paling sedikit 8.264.300 minus 6.176.900, atau 2.087.400, atau kenaikan dengan 34% untuk seluruh negeri. Kenaikan ini adalah bukti bahwa politik Partai Komunis Indonesia sudah makin diterima oleh massa Rakjat jang makin luas. Ini berarti bahwa kaum Komunis berdjuang untuk tudjuan jang baik. Hasil pemi- lihan DPRD2 di Djawa, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur lebih memperkuat kedudukan PKI dan kekuatan demokratis didalam dan diluar DPRD2.
Kenaikan2 suara PKI pada umumnja sesuai dengan rentjana Comite2 PKI setempat dan rentjana Comite Central. Ini adalah bukti, bahwa Partai kita sampai batas2 tertentu sudah mempunjai pimpinan jang objektif dan realis. Pimpinan jang demikian in: ada- lah djaminan penting bagi perkembangan PKI jang lebih baik.
Kenaikan2 suara PKI dalam pemilihan DPRD2, baik di Djawa maupun diluar Djawa, adalah bukti hidup bahwa Rakjat Indonesia tidak sedjalan dengan keinginan kaum imperialis jang dipelopori oleh Amerika Serikat, tidak sedjalan dengan keinginan pemimpin2 Ma- sjumi-PSI, tidak sedjalan dengan keinginan kaum pemberontak separatis Husein-Sjafrudin dkk., tidak sedjalan dengan keinginan Dr. Hatta dan dengan keinginan kaum nasionalis kanan. Rakjat Indonesia sedjalan dengan PKI, dengan kaum nasionalis revolu- sioner, dengan Konsepsi Presiden Sukarno, dengan Revolusi Agus-
tus 1945, dengan demokrasi dan dengan kepentingan nasional Indo- nesia. Rakjat Indonesia sekarang sedang bergeser kekiri, menjesuai- kan diri dengan perkembangan diseluruh dunia sekarang jang djuga sedang bergeser kekiri.
Oleh karena itu, tugas mempertahankan, mengkonsolidasi dan memperluas kemerdekaan politik bagi Rakjat Indonesia adalah tugas jang harus diamalkan dengan sungguh2 oleh tiap² orang jang mengutamakan kepentingan nasional, jang mengabdi Rakjat dan mengabdi pada demokrasi. Terutama proletariat Indonesia harus memberikan sepenuh hatinja pada pekerdjaan memperluas demo- krasi, karena sebagaimana dikatakan Lenin dengan bantuan demo- krasi mereka akan memperoleh seluruh dunia".
Perdjuangan untuk meluaskan kemerdekaan politik atau meluas- kan demokrasi berarti mentjiptakan sjarat untuk setjara baik meng- hubungkan kegiatan parlementer dengan aktivitet massa, untuk setjara ber-angsur2 mentjapai kemerdekaan ekonomi. Perdjuangan untuk meluaskan kemerdekaan politik berarti mentjiptakan sjarat2 untuk mendemokrasikan seluruh kehidupan Rakjat, untuk setjara damai melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100% dan selan- djutnia setjara damai pula melaksanakan tuntutan² Revolusi Agus- tus 1945 sampai ke-akar²nja. Demikianlah kalau tergantung pada kaum Komunis.
Dengan Bertindak Radikal Terhadap Kekuatan Ekonomi Belanda Rakjat Indonesia Memasuki Taraf Baru Perdjuangan Anti-Kolonialisme
III
Perdjuangan untuk memasukkan Irian Barat kedalam kekuasa- an Republik Indonesia adalah perdjuangan jang mendapat dukung- an massa jang sangat luas, karena ia adalah perdjuangan untuk menjelamatkan dan mengutuhkan wilajah negara Republik Indo- nesia. Selama*Irian Barat, jaitu lebih dari 20% dari wilajah Repu- blik Indonesia, masih dikuasai oleh kaum kolonialis Belanda, selama itu keamanan Republik Indonesia terantjam terus-menerus, wilajah Republik tidak utuh, dan tidak ada seorang Indonesiapun jang ber-
fikiran sehat senang dengan keadaan ini.
Ada diua aliran dikalangan orang2 Indonesia mengenai perdju- angan memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan R.I., jaitu aliran reaksioner dan aliran revolusioner.
Kaum reaksioner, jang djumlahnja sangat ketjil, berpendirian bahwa djika bangsa Indonesia menginginkan supaja Irian Barat masuk kedalam wilajah kekuasaan R.I., maka, mengingat bahwa Indonesia berada didalam ,daerah pengaruh AS", Indonesia harus masuk lebih dulu kedalam blok Amerika, dan kemudian dengan sendirinja Amerika akan mengambil Irian Barat dari tangan Belanda dan menjerahkannja kepada Republik Indonesia. Dari sini djelas- lah, bahwa orang2 reaksioner ini ingin memperluas dan memper- kuat pendjadjahan atas Indonesia, tidak hanja di Irian Barat tetapi diseluruh Indonesia, tidak hanja didjadjah oleh imperialisme Be- landa, tetapi oleh imperialisme Amerika dan Belanda ber-sama2. Karena kepentingannja di Eropa, berhubung dengan NATO dan lain² kepentingan militer dan politiknja, Amerika tidak akan begitu sadja menjingkirkan Belanda dari Indonesia, walau di-sembah2 bagaimanapun oleh pemimpin2 Masjumi. Lagi pula, bagi orang2 Indonesia jang berfikiran waras soalnja bukanlah pergantian pen- djadjah, tetapi penghapusan pendjadjahan diseluruh wilajah Indo- nesia.
Ada lagi orang2 reaksioner jang mau menipu Rakjat dengan mengatakan, bahwa perdjuangan memerdekakan Irian Barat seka- rang tidak penting, karena di Irian Barat hanja ada hutan2, rawa2 dan sarang2 malaria. Apa gunanja kita mempunjai Irian Barat, kata mereka, toh kita tidak bisa memakmurkan Rakjat daerah itu, karena kita sendiri belum makmur. Nanti, katanja, kalau di-daerah2 jang sudah dikuasai Republik Indonesia Rakjatnja sudah makmur, barulah kita berdjuang untuk membebaskan Irian Barat. Diantara orang2 jang mempropagandakan fikiran sematjam ini termasuk Dr. Hatta. Orang2 ini bukan hanja tidak mempunjai perasaan patriot- isme, lebih daripada itu, mereka memberi kesempatan kepada Be- landa untuk memperkuat diri supaja lebih mampu menjerang Repu- blik Indonesia. Dengan perkataan lain orang2 reaksioner ini bukan berada difihak Rakjat Indonesia, tetapi difihak kolonialisme Belan- da. Mereka adalah pengchianat! Kalau benar di Irian Barat hanja
ada hutan2, rawa2 dan sarang2 malaria, mengapa kaum imperialis Belanda, dengan dibantu oleh kaum imperialis Amerika, begitu ngotot mempertahankan pendjadjahannja di Irian Barat? Anak sekolah sekalipun tahu bahwa Irian Barat kaja dengan pelikan, bahwa Irian Barat penting buat pertahanan seluruh Indonesia, dan ....... bahwa di Irian Barat hidup sebagian dari Rakjat Indonesia jang ditindas oleh kolonialisme Belanda.
Kaum revolusioner, jang djumlahnja sangat besar, menganggap djalan lewat PBB dan djalan² perundingan lainnja adalah djalan2 jang perlu ditempuh untuk mendapatkan penjokong se-banjak²nja, dan menumbuhkan kekuatan jang se-besar²nja, baik didalam mau- pun diluarnegeri, agar fihak Belanda pada suatu waktu dapat di- paksa tunduk kepada tuntutan² Rakjat Indonesia jang adil. Kaum revolusioner tidak akan menempuh djalan berunding djika djalan berunding akan mendjauhkan Irian Barat dari kekuasaan Republik Indonesia, atau djika djalan berunding jang ber-larut2 akan mele- mahkan potensi nasional Republik Indonesia. Menempuh djalan berunding harus ada batasnja. Kalau tidak tahu batas dalam me- nempuh djalan berunding, maka inisiatif akan pindah ketangan lawan.
Dikalangan kaum revolusioner terdapat dua golongan, jang kon- sekwen dan jang bimbang. Jang konsekwen menginginkan supaja diambil tindakan radikal terhadap kekuasaan ekonomi Belanda jang ada didaerah R.I., djika fihak Belanda tidak mau berunding atas dasar penjerahan Irian Barat kepada R.I. Jang bimbang kuatir akan tindakan radikal, karena takut, bahwa bersamaan dengan tin- dakan radikal akan timbul kebangkitan jang radikal pula dari ke- kuatan massa Rakjat pekerdja jang dipelopori oleh proletariat.
Sebelum soal Irian Barat dibitjarakan dalam PBB dalam bulan November tahun jl., sudah tiga kali soal ini dibitjarakan dalam PBB, dan dalam tahun 1954 Pemerintah Ali Sastroamidjojo djuga sudah mengirimkan delegasi dibawah pimpinan Menteri Luarnegeri Sunarjo ke Nederland untuk antara lain mendapatkan penjelesaian soal Irian Barat setjara damai. Saban kali wakil Indonesia akan berangkat ke PBB, demikian djuga ketika delegasi Sunarjo akan berangkat ke Nederland, Rakjat Indonesia memberikan dukungan- nja, baik didalam maupun diluar Parlemen. Tetapi perundingan
di PBB selalu berachir dengan keketjewaan Rakjat, karena senan- tiasa tidak tertjapai suara jang tjukup untuk menjuruh Belanda berunding dengan fihak Indonesia, djadi samasekali belum sampai pada soal status apa jang harus diberikan kepada Irian Barat se- bagai hasil perundingan. Djuga delegasi Sunarjo tidak mentjapai hasil apa2.
Kegagalan² dalam usaha membawa Belanda kemedja perun- dingan, disatu fihak mendjengkelkan Rakjat Indonesia, tetapi di- fihak lain telah memperkuat persatuan Rakjat anti-kolonialisme Belanda. Irian Barat jang dikuasai oleh kaum kolonialis Belanda dengan maksud untuk melemahkan kekuatan Rakjat Indonesia, ber-angsur² telah berbalik mendjadi sesuatu jang mempersatukan dan jang memperkuat persatuan Rakjat Indonesia. Menghadapi kenjataan ini, kakitangan kolonialis Belanda dan imperialis Amerika didalamnegeri tidak tinggal diam. Saban kali soal Irian Barat mau dibawa keforum PBB, selalu terdjadi peristiwa dalamnegeri jang bersifat pukulan terhadap pemerintah jang akan membawa soal Irian Barat kedalam PBB, seperti misalnja mosi tidak pertjaja, ke- onaran2 dalamnegeri, dsb.
Dalam bulan November tahun jl. soal Irian Barat dibawa untuk ke-empat kalinja keforum PBB. Kali ini oleh Pemerintah Djuand4. Lain dari biasa, kali ini Pemerintah sudah siap menempuh djalan lain" djika disidang PBB mengalami kegagalan lagi. Sikap Peme- rintah ini sesuai dengan sikap revolusioner Rakjat Indonesia. Dja- lan lain" bagi Rakjat Indonesia tidak lain daripada djalan Rakja, djalan revolusioner.
Rakjat Indonesia jang revolusioner adalah realis. Kaum kolo- nialis Belanda hanja mungkin menguasai Irian Barat selama mereka dapat mengongkosi tentaranja disana, membiajai gerombolan2 ber- sendjata dan gerakan2 subversif lainnja. Negeri Belanda dapat mengongkosi tentaranja di Irian Barat karena negeri Belanda men- dapat keuntungan dari penanaman modal, terutama penanaman modal kapitalis2 besar Belanda di Indonesia. Dengan perkataan lain, kekajaan alam dan keringat Rakjat Indonesia selama ini telah di- gunakan untuk memperkuat kedudukan tentara Belanda di Irian Barat, untuk menindas gerakan kemerdekaan Rakjat di Irian Barat, untuk membiajai gerombolan2 bersendjata dan gerakan2 subversif
iainnja didaerah Republik Indonesia, dan semuanja ini sebagai per- siapan untuk menjerang Republik Indonesia.
Djadi, langkah jang kongkrit dan efektif jang dapat dilakukan eh Rakjat dan Pemerintah Indonesia, djika Belanda tidak mai: berunding untuk menjerahkan Irian. Barat kepada Indonesia, jalah bertindak radikal terhadap kekuasaan ekonomi kaum kapitalis besar Belanda, bertindak terhadap kekuasaan Belanda diberbagai tjabang transpor, di-pertambangan2, perkebunan², bank2, perusahaan² im- por-ekspor, pabrik2, dsb.
Mendjelang pembitjaraan di PBB, pada Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1957 Badan Kerdjasama Pemuda-Militer (BKSPM) mulai menghangatkan aksi pembebasan Irian Barat. Dengan ini mulailah gelombang naik perdjuangan anti-kolonialisme Belanda jang lebih tinggi daripada ketika menghadapi pembitjara- an Irian Barat di PBB pada tahun jang sudah2. Kaum pengchianat dan kaum reaksioner menentang gerakan pembebasan Irian Barat jang makin hari makin menggelora ini. Aksi pemuda2 menulisi gedung2 milik Belanda mereka tjela, misalnja oleh Ketua Umum Masjumi, Moh. Natsir, dikatakan sebagai perbuatan orang jang tidak berachlak". Padahal mereka samasekali tidak berkata se- suatu, apalagi mentjela achlak" kaum kolonialis Belanda jang mengangkangi Irian Barat. Aksi menulisi gedung2 milik Belanda bukanlah aksi anak ketjil. tetapi aksi jang sangat berguna untuk mentjapai kesatuan fikiran dan tindakan dikalangan kaum buruh, pemuda dan militer, supaja tidak keliru sasaran dalam aksi² jang lebih tinggi selandjutnja, seperti aksi mogok 24 djam disemua per- usahaan Belanda pada tanggal 2 Desember 1957 dan pengambi!- alihan perusahaan2 Belanda jang dimulai pada tanggal 3 Desember dengan pengoperan KPM.
Kaum reaksioner djuga mengintimidasi dengan kemungkinan intervensi asing. Mereka katakan bahwa negeri Belanda dengan di- bantu oleh sahabat²nja Amerika, Inggeris dll. akan menjerang Indo- nesia djika perusahaan2 Belanda diambilalih. Dengan intimidasi2 ini, Rakjat Indonesia bukannja mendjadi takut, malahan makin berteguh hati dan makin mengenal musuh2 kemerdekaan negerinja, jaitu bahwa disamping kaum imperialis Belanda, djuga kaum impe- rialis Amerika dan Inggeris adalah musuh kemerdekaan Indonesia.
Sesudah KPM diambilalih, maka menjusullah pengambilalihan perusahaan2 Belanda lainnja: perusahaan2 perdagangan, pabrik2, kebun², bank², perusahaan2 transpor, dll.
Dengan pengambilalihan perusahaan2 Belanda oleh kaum buruh, sekali lagi proletariat Indonesia menundjukkan rol pelopornja jang gagahberani dalam perdjuangan nasional untuk kemerdekaan tanah- air dan kepentingan seluruh nasion. Kaum buruh mengambilalih perusahaan2 imperialis bukan untuk kepentingannja sendiri, tetapi untuk diserahkan kepada Republik Indonesia jang pemerintahnja belum pemerintah klas buruh. Semuanja ini dilakukan oleh. prole- tariat Indonesia dengan resiko2 jang besar, resiko dibunuh, dipetjat dari pekerdjaan, dihukum dsb. Untuk kepentingan nasional prole- tariat melakukan semuanja ini tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri.
Kaum reaksioner mentjela tindakan radikal proletariat sebagai tindakan anarki", karena tindakan ini, katanja, akan melumpuii- kan ekonomi Indonesia". Dalam suasana revolusioner omongkosong demikian ini tentu tidak laku. Djuga dalam keadaan biasa fikiran reaksioner demikian ini tidak luas pasarannja dikalangan Rakjat Indonesia jang patriotik. Anak ketjil sekalipun dapat menimbang, bahwa djika kekuasaan ekonomi Belanda diserang oleh Rakjat Indo- nesia, dan serangan itu kena sasarannja, tidak mungkin ekonomi Indonesia jang mendjadi lumpuh". Mereka jang memutarbalikkan kenjataan ini adalah orang2 jang hidup dalam alam fikiran, bahwa ckonomi Indonesia adalah ekonomi Belanda, karena Indonesia ke- punjaan Belanda, dan mereka adalah pembela²nja. Kalau tidak demikian, mengapa kaum kapitalis Belanda jang diserang, tetapi mereka jang berteriak kesakitan?
Dalam kesibukan kaum buruh mendaulat" madjikan2 Belanda, kaum tengah, jaitu golongan jang bimbang dalam barisan revolu- sioner, mulai menampakkan kekuatirannja terhadap kebangkitan gerakan revolusioner kaum buruh jang menurut mereka bisa me- nimbulkan hal2 jang tidak diinginkan", dan menampakkan watak mereka jang individualis, jang mau mengambil keuntungan bagi diri sendiri dari hasil keringat dan hasil perdjuangan kaum buruh dan seluruh Rakjat, sebagaimana sudah biasa mereka lakukan. Kekuatiran dan watak individualis dari kaum tengah ini merupa-
kan sasaran bagi kaum reaksioner untuk didorong kekanan sampai memusuhi tindakan² revolusioner dari kaum buruh.
Kaum bimbang dalam barisan revolusioner, jaitu kaum tengah, berada dalam situasi jang sulit menghadapi massa kaum buruh dan Rakjat jang sedang bertindak revolusioner, Membiarkan keadaan sebagaimana adanja tidak mungkin, karena ini berarti membiarkan kekuatan progresif berkembang tanpa rintangan. Terang2an menja- lahkan tindakan kaum buruh dan Rakjat akan menempatkan mereka sendiri pada kedudukan jang sama dengan kaum reaksioner, dau ini berarti akan ditinggalkan oleh massa mereka sendiri. Oleh karena itu, satu²nja jang masih dapat mereka lakukan, jalah sedapat mung- kin membatasi tindakan2 radikal kaum buruh supaja prestise klas buruh tidak meningkat tinggi dan supaja tidak terlalu banjak" tjampurtangan kaum buruh dalam urusan² perusahaan2 jang sudah diambilalih. Ikut tjampurtangan kaum buruh jang ,terlalu banjak", seperti misalnja dengan pembentukan Dewan2 Buruh setjara demo- kratis, berarti akan mengurangi arti alat kekuasaan birokrasi dan akan merintangi kese-wenang2an dalam menempatkan dari atas pimpinan2 perusahaan² jang sudah dioper.
Disamping itu, kaum bimbang dalam barisan revolusioner djuga sudah mulai me-lihat2 perusahaan2 jang sudah diambilalih jang capat didjadikan milik perseorangan mereka. Oleh karena itu se- benarnja mereka membentji sembojan ,milik Republik" jang ber- kumandang selama aksi2 pengambilalihan perusahaan2 Belanda. Bagi kaum buruh sembojan milik Republik" berarti bukan milik Belanda, dan pemindahan milik ini adalah penting. Sedangkan bagi kaum tengah jang individualis milik Republik" berarti bukan milik mereka pribadi, dan ini berarti tidak menguntungkan mereka. Politik kaum tengah membatasi langkah2 kaum buruh ini sudah tentu disambut oleh kaum reaksioner dan didorong supaja mendjadi politik memusuhi kepentingan klas buruh.
Dalam situasi meruntjingnja pertentangan dengan kolonialisme Belanda, kaum bimbang tidak dimungkinkan untuk berhubungan langsung dengan madjikan2 Belanda dalam rangka membatasi lang- kah2 kaum buruh dan dalam rangka mengambil keuntungan² pri- badi. Satu2nja jang dapat mereka lakukan jalah dengan meng- gunakan Pemerintah jang mereka kuasai, dan sesudah semua dja-
tuh ditangan Pemerintah soalnja akan mendjadi mudah bagi mereka.
Djadi, pengambilalihan perusahaan2 setjara resmi oleh Pemerin- tah mempunjai dua segi. Pertama, dengan tindakan ini kaum tengah bermaksud untuk membatasi langkah2 kaum buruh, agar kaum buruh tidak ,,terlalu banjak" tjampurtangan dalam penguasaan per- usahaan2, sehingga dikemudian hari masih ada harapan, dengan menggunakan kekuasaan Pemerintah, untuk mengoper perusahaan² ketangan perseorangan. Dengan be-rebut² untuk memiliki perusa- haan² ini kaum tengah tidak memperkuat sektor ekonomi negara, tetapi mengutamakan kepentingan pribadi, dan disini bertemu ke- pentingan kaum tengah dengan kepentingan kaum reaksioner, dan pertemuan kepentingan ini bisa mendjadi landasan dari politik reaksioner bersama. Segi lain, jaitu segi baiknja, pengambilalihan setjara resmi oleh Permerintah berarti melegalisasi tindakan2 radikal kaum buruh. Oleh karena pengambilalihan perusahaan oleh Peme- rintah mempunjai segi jang positif, jaitu melegalisasi tindakan2 radikal kaum buruh, maka tindakan Pemerintah ini harus disambut baik. Ini adalah tindakan patriotik, walaupun dibalik itu ada mak- sud2 untuk membatasi langkah2 madju kaum buruh. Olch. karena itu pula kita menjambut baik instruksi KSAD, Djenderal Major A.H. Nasution, tanggal 13 Desember 1957 supaja semua Penguasa Militer di Indonesia mengambiloper dan mengadakan pengawasan penuh setjara langsung atasnama Pemerintah R.I. terhadap semua perusahaan Belanda.
Politik madju Pemerintah mengambilalih perusahaan2 kapitalis2 besar Belanda belum sepenuhnja didjalankan oleh pendjabat2 di- beberapa daerah, sehingga di-daerah2 tersebut perusahaan2 Belanda belum diambilalih. Sikap pendjabat2 sivil dan militer jang demikian ini berarti sabotase terhadap politik Pemerintah Pusat dan terhadap instruksi KSAD.
Dari analise diatas djelaslah, bahwa adalah wadjar timbul per- djuangan antara kaum revolusioner jang sedjati dengan kaum bim- bang dan individualis. Kaum revolusioner sedjati menuntut supaja perusahaan2 jang sudah diambilalih tetap mendjadi milik Repu- blik dimana kaum buruh mengambil bagian dalam pengawasan dan pimpinan perusahaan² dengan maksud agar produksi herdjalan lan-
tjar dan digunakan untuk kepentingan umum dengan diatur oleh Pemerintah. Sedangkan kaum bimbang dan individualis dalam barisan revolusioner akan berusaha agar perusahaan2 jang mereka ingini djatuh ketangan perseorangan mereka, dan kaum buruh kembali sebagaimana sebelum pengambilalihan, dan jang berubah hanja madjikannja sadja, dulu kapitalis2 besar Belanda nanti bur- djuasi Indonesia.
Singkatnja, burdjuasi nasional sudah dan akan berusaha mem batasi langkah2 madju kaum buruh, tetapi adalah tergantung pada kaum buruh bisa atau tidaknja langkah2 madjunja itu dibatasi. Kaum buruh tidak pernah dan tidak akan menggantungkan nasib- nja pada burdjuasi. Dirintangi atau tidak dirintangi oleh burdjuasi, kaum buruh dengan pimpinan Partainja akan terus berdjuang menghalaukan segala rintangan dalam pengabdiannja kepada se- luruh nasion.
Pada tanggal 3 Desember 1957 Politbiro CC PKI telah menge luarkan sebuah pernjataan jang pada pokoknja menjambut tindak- an2 kaum buruh jang gagahberani dan sikap pemerintah jang tepat mengoper perusahaan2 Belanda dalam rangka perdjuangan pembe- basan Irian Barat. Dalam pernjataan ini diterangkan bahwa kita pasti akan menang dalam menghadapi Belanda dan kawan²nja djika Rakjat Indonesia lebih bersatu, lebih berani, lebih waspada dan lebih berdisiplin.
Bagaimanakah selandjutnja dengan perusahaan Belanda jang sudah dioper? Menurut pendirian kaum revolusioner bagi kaum imperialis Belanda sekarang terbuka dua kemungkinan: perusaha- an2 jang sudah dioper akan dinasionalisasi, djika fihak Belanda mau berunding dan menjetudjui Irian Barat diserahkan kepada Repu blik Indonesia, atau akan disita, djika fihak Belanda tetap berkeras kepala tidak mau berunding untuk menjerahkan Irian Barat.
Djadi, apapun jang akan terdjadi, mau atau tidak mau Belanda berunding, kaum imperialis Belanda tidak lagi akan mendapat ke dudukan istimewa dilapangan ekonomi seperti masa2 lampau.
Sikap PKI tentang berachirnja untuk se-lama²nja kedudukan istimewa modal Belanda ini sesuai dengan pendirian Pemerintah seperti jang diterangkan oleh P.M. Djuanda ketika beliau pada achir Desember tahun jang lalu mendjawab tulisan Dr. Hatta jang
pada pokoknja menjalahkan tindakan Pemerintah mengambilalih perusahaan² Belanda. Satu kali Rakjat Indonesia mengajunkan lang- kah menjerang kedudukan ekonomi Belanda, sebagai usaha untuk melemahkan kedudukan politik dan militer Belanda, maka berachir- lah untuk se-lama2nja hak2 istimewa Belanda dilapangan ekonomi dibumi Indonesia.
Pendirian kaum reaksioner terhadap sikap kaum revolusioner tersebut adalah terang, jaitu mereka mengharamkan" sikap itu, karena menurut anggapan mereka merampas milik orang lain" jang dilarang oleh semua hukum". Dikalangan kaum tengah ter- dapat djuga fikiran supaja perusahaan2 Belanda dikembalikan djika Belanda mau berunding, djuga djika tidak atas dasar penjerahan Irian Barat kepada R.I. Fikiran ini melemahkan posisi Republik Indonesia.
Tindakan2 kaum buruh dan Rakjat Indonesia serta sikap Peme- rintah Indonesia adalah sangat adil, sepenuhnja sesuai dengan hasrat Rakjat Indonesia untuk membebaskan diri dari kekuasaan ekonomi asing dan membangun perekonomian nasionalnja sendiri, dan ini sesuai pula dengan taktik melemahkan potensi ekonomi dan militer Belanda untuk memaksanja menjerahkan Irian Barat kepada Repu- blik Indonesia. Ini sepenuhnja sesuai dengan program Kabinet Karya, terutama jang mengenai pelandjutan pelaksanaan pemba- talan persetudjuan KMB dan penerusan perdjuangan-merebut Irian Barat.
Tindakan mengambilalih perusahaan2 kapitalis2 besar Belanda olch Pemerintah didukung sepenuhnja oleh massa kaum tani jang luas. Penguasaan perusahaan² perkebunan dan pertanian oleh Pe- merintah memberikan kemungkinan kepada Pemerintah untuk melaksanakan plan memperbesar produksi bahan2 ekspor sebagai sumber devisen negara dengan mengikutsertakan tenaga2 ahli, kaum buruh dan kaum tani dalam perentjanaan dan pelaksanaan sesuai dengan putusan2 Munap. Disamping itu terbukalah kemungkinan lebih besar bagi Pemerintah untuk memenuhi tuntutan² kaum tani seperti misalnja, mensahkan tanah2 bekas perkebunan2 Belanda jang sudah dikerdjakan kaum tani sebagai milik kaum tani, membagikan tanah² perkebunan jang terlantar dan tanah² perkebunan jang tidak diperlukan untuk perkebunan modern kepada kaum tani, merun-
dingkan dengan kaum tani mengenai besarnja sewatanah kaum tani untuk tanaman tebu atas dasar saling menguntungkan, dsb. Dipe- nuhinja tuntutan2 kaum tani ini akan membawa perbaikan bagi nasib kaum tanimiskin dan tani tak-bertanah serta merupakan tin- dakan penting dalam rangka program Pemerintah untuk memper- besar produksi bahan riakanan.
Apakah arti+dari pengoperan perusahaan2 imperialis Belanda oleh kaum buruh jan kemudian diresmikan oleh Pemerintah? Mengenai ini dalam Pesan Tahun Baru Politbiro CC diterangkan shb. :
Pertama, bahwa kaum buruh dan Rakjat Indonesia menemu kan kembali kekuatannja sendiri jang pernah dimilikinja selama Revolusi Agustus 1945. Kaum buruh dan Rakjat Indonesia djuga mendjadi mengenal kekuatan jang tidak terbatas dari Rakjat dise- luruh dunia, sampai2 Rakjat pekerdja Nederland, dan terutama Rakjat2 Asia-Afrika serta Rakjat2 kubu sosialis, solider dengan Rak- jat Indonesia. Djika Belanda berani menjerang dengan kekuatan militernja, Rakjat2 ini akan tampil untuk berbuat sesuatu guna memenangkan Rakjat Indonesia dan mengalahkan kaum kolonialis Belanda.
Kedua, bahwa Rakjat Indonesia mendjadi mengenal kekuatan jang terbatas dari musuhnja. Ini telah lebih mejakinkan Rakjat Indonesia bahwa kekuatan kaum imperialis Belanda dkk. bukan- lah sesuatu jang tidak bisa dikalahkan".
Tindakan2 penting jang diandjurkan oleh PKI supaja segera dilakukan oleh Pemerintah mengenai perusahaan² Belanda jang sudah dioper adalah: (1) segera melantjarkan djalannja produksi dan memberantas tiap bentuk sabotase dari manapun datangnja; (2) untuk mengatasi kesulitan impor-ekspor, perdagangan luar- negeri harus diluaskan dengan negeri mana sadja, tanpa meman- dang perbedaan sistim politik dan ekonomi, dan tanpa ada sjarat² politik dan militer; (3) pemerintah harus betul2 waspada terhadap manipulasi peredaran barang, terutama beras, jang digunakan oleh kaum imperialis dan kakitangannja didalamnegeri untuk mendja- tuhkan Pemerintah dan menggagalkan perdjuangan Irian Barat dan perdjuangan mengusir kekuasaan ekonomi Belanda.
Untuk mentjegah sabotase, untuk memperbesar produksi dan
meningkatkan kwalitet produksi, adalah bidjaksana sekali menurut pandangan Partai kita, djika Pemerintah berpegang teguh pada prinsip mengikutsertakan kaum buruh dalam dewan2 pimpinan dan dewan2 pengawasan dari perusahaan2 dan dari semua pekerdjaan produksi. Lebih bidjaksana lagi, djika untuk ini Pemerintah djuga menjetudjui pembentukan Dewan2 Buruh untuk tiap2 perusahaan, dan menjelesaikan tuntutan2 sosial-ekonomi kaum buruh setjará lebih baik daripada sebelum terdjadinja pengambilalihan. Pelaksa- naan prinsip2 ini merupakan djaminan utama bagi keselamatan dan kemadjuan produksi nasional jang kita kehendaki.
Tindakan2 mengambilalih perusahaan2 kapitalis2 besar Belanda oleh kaum buruh tidak hanja telah meningkatkan martabat kaum buruh sebagai klas dimata nasion Indonesia, tetapi djuga telah mengangkat setingkat lebih tinggi perdjuangan nasional Rakjat Indonesia. Mengenai jang belakangan ini dinjatakan dalam Pesan Tahun Baru Politbiro CC PKI sbb.:
Taraf perdjuangan anti-kolonialisme dimana Rakjat Indone- sia menemukan kembali kekuatannja sendiri, mengetahui terbatas- nja kekuatan imperialisme Belanda dan kawan2nja, sedangkan sasar- an perdjuangan langsung mengenai kepentingan ekonomi imperialis Belanda, menundjukkan adanja peningkatan penting dari kesedar- an Rakjat Indonesia, dan semuanja ini berarti bahwa Rakjat Indo- nesia sudah memasuki taraf baru dari perdjuangan anti-kolonial- isme. Taraf ini sangat penting artinja dalam perdjuangan Rakjat Indonesia menjelesaikan tuntutan2 Revolusi Agustus 1945".
Tindakan mengambilalih perusahaan2 kapitalis2 besar Belanda untuk diserahkan kepada Republik Indonesia, adalah tindakan jang sangat penting dalam perdjuangan klas buruh Indonesia untuk merebut peranan pelopor dalam perdjuangan nasional pada ting- kat sekarang.
Dalam meneruskan perdjuangan menjerang kedudukan ekonomi Belanda dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat dan meneruskan pelakşanaan pembatalan persetudjuan KMB, semen- tara orang terus-menerus diganggu oleh pertanjaan: apakah mung- kin Belanda menjerang setjara militer? Tidak seorangpun: jang dapat mendjawab pertanjaan ini dengan tidak mungkin", karena apa gunanja Belanda menempatkan tentaranja di Irian Barat, apa
gunanja kapal2 perang dan meriam2 dikirim dari negeri Belanda ke Irian Barat, apa gunanja kapalselam² Belanda mondar-mandir di- lautan teritorial Indonesia, apa gunanja Pemerintah Inggeris mem- biarkan pangkalan Singapura digunakan oleh kapal perang Belanda, dan apa gunanja pemberontakan kontra-revolusioner dilakukan oleh orang2 Indonesia jang terang tidak menjetudjui politik pemerintah melikwidasi kekuasaan ekonomi Belanda dalam rangka perdjuangan Irian Barat?
Djadi, kemungkinan fihak Belanda mengadakan serangan setjara militer tetap ada, oleh karena itu kerdjasama Rakjat dengan Ten- tara harus terus dipererat, dan kewaspadaan nasional harus terus dipertinggi. Tetapi, kemungkinan serangan militer tidak besar se- lama keadaan dalamnegeri pada pokoknja dapat dikuasai oleh Pe- merintah Pusat. Oleh karena itu, untuk mendapat alasan" buat intervensi bersendjata, maka kaum imperialis akan terus memper- hebat gerakan subversifnja dengan menimbulkan dan memperkuat gerakan² separatis, mengadakan sabotase2 dilapangan ekonomi. mengorganisasi gerombolan² teror, dsb.
Dalam perdjuangan untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia adalah sangat penting rol Badan² Kerdjasama antara berbagai golongan Rakjat dengan fihak militer, dan rol Front Nasional Pembebasan Irian Barat. Tepat sekali apa jang dikatakan oleh KSAD, Djenderal Major A.H. Na- sution waktu pelantikan Front ini, bahwa tugas Front ini jalah untuk mengusir kolonialis Belanda dan kakitangannja dari bumi Indonesia, baik jang berbentuk potensi ckonomi maupun gerom- bolan. Selandjutnja, dikatakan, bahwa tugas utama front ini jalah untuk menindas gerakan musuh jang berselimut disegala golongan kita, menindas gerakan subversif, membasmi gerombolan sampai ke-akar²nja dan mempertahankan serta mempertegak negara Indo- nesia jang berbentuk kesatuan.
Dengan demikian djelaslah, bahwa pada tingkat sekarang per- djuangan untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekua- saan Republik Indonesia berarti perdjuangan untuk melikwidasi kekuasaan ekonomi kapitalis2 besar Belanda, menggulung gerakan subversif dan ber-djaga2 untuk menghadapi kemungkinan serangan bersendjata militer Belanda. Sjarat utama untuk suksesnja perdju-
angan ini jalah, adanja persatuan nasional jang luas dan kuat, dan adanja kerdjasama jang erat antara dwitunggal, jaitu Rakjat dan Tentara. Dajadjuang dan semangat berlawan Rakjat harus terus ditingkatkan, dan peningkatan akan tjepat djika kepada Rak- jat, didjamin kebebasan demokratis jang se-luas²nja.
IV
A. Menjesuaikan Badan Pimpinan Partai Dengan Perkembangan Situasi Revolusioner Jang Tjepat
Dalam Sidang Politbiro Comite Central jang diperluas dengan anggota2 CC jang bertempat tinggal di Djakarta pada achir tahun jang lalu, dalam menganalisa situasi ketika itu, antara lain dikata- kan bahwa Rakjat Indonesia sudah memasuki taraf baru dari per- djuangan anti-kolonialisme.
Situasi negeri kita sesudah teror Tjikini" jang gagal dan se- sudah Rakjat Indonesia menempuh djalan revolusioner dalam per- djuangan pembebasan Irian Barat jalah, bahwa kaum reaksioner bukan hanja tidak mampu merebut kekuasaan sentral setjara par- lementer, tetapi djuga setjara extra-parlementer. Pertjobaan mereka untuk berkuasa dengan memproklamasikan apa jang dinamakan PRRI" dengan menjeret kekuasaan asing masuk setjara tidak sah kedalam wilajah Republik Indonesia, sedjak sekarang sudah dapat dipastikan djuga akan mengalami kegagalan. Ini berarti bahwa kaum kepalabatu sudah berada dalam kedudukan jang lebih ter- pentjil.
Untuk perkembangan jang lebih menguntungkan bagi Rakjat Indonesia, pekerdjaan Partai jang terpenting adalah tetap, jaitu membangkitkan, mengorganisasi dan memobilisasi massa sebagai sjarat untuk kuatnja front persatuan nasional. Ini berarti bahwa kita tidak boleh henti²nja memperbaiki pekerdjaan Partai dika- langan massa kaum buruh, kaum tani, massa pemuda dan pela- djar, kaum wanita, kaum inteligensia, kaum veteran, kaum miskin kota dan kaum nelajan. Pekerdjaan front persatuan jang tidak dengan pekerdjaan massa ini, apalagi djika tidak dengan pengga- langan front persatuan buruh dan tani, bukan pekerdjaan front
persatuan jang sedjati.
Tetapi kawan2, gerakan massa jang luas tidak akan tahan lama, tidak dapat ditudjukan kepada sasarannja jang tepat dan tidak dapat ditingkatkan ketaraf jang lebih tinggi, djika gerakan massa jang luas itu tidak mempunjai tulangpunggung, tidak mem- punjai pimpinan jang kompak, militan dan berdisiplin. Adalah kewardjiban kita untuk mentjiptakan pimpinan gerakan massa jang demikian ini.
Singkatnja, kita harus menjesuaikan Partai kita dengan· fase baru perdjuangan anti-kolonialisme, dengan situasi revolusioner jang berkembang tjepat. Terutama menjesuaikan Badan2 Pimpinan Partai, sebagai langkah permulaan untuk menjesuaikan seluruh Partai kita dengan situasi baru. Ini wadjib kita lakukan djika kita mau mendjadikan Partai kita mampu memimpin perkembangan situasi lebih madju, djika kita tidak mau membuntut dibelakang perkembangan.
Hakekat dari penjesuaian Partai kita dengan situasi revolusioner jang berkembang tjepat, jalah lebih mengeratkan hubungan Partai kita dengan massa. Eratnja hubungan Partai dengan massa, mam- punja Partai memetjahkan segala persoalan jang dihadapi oleh massa, adalah sjarat bagi kita untuk dapat mengatasi segala per- soalan.
Kita menjesuaikan Partai dengan perkembangan situasi dengan maksud supaja tidak ada persoalan massa jang tidak terdjawab atau terpetjahkan oleh Partai. Oleh karena itu penjesuaian diri sudah tentu tidak terbatas pada Badan2 Pimpinan sadja, tetapi se- luruh Partai kita, ja, seluruh organisasi revolusioner, harus menje- suaikan diri. Tetapi jang per-tama2 harus menjesuaikan diri jalah Badan² Pimpinan dan kader2 tinggi dari Partai. Inilah jang mem- beri teladan dalam seluruh kehidupan Partai kita, dan inilah sjarat supaja seluruh Partai kita dan seluruh organisasi revolusioner Rak- jat menjesuaikan diri dengan perkembangan situasi revolusioner jang tjepat.
Penjesuaian Badan2 Pimpinan dengan situasi baru harus kita lakukan mulai dari CC sampai kepada Comite2 jang paling bawah. Kita harus senantiasa bertanja dan harus'memberikan djawaban jang djudjur tentang apakah Comite2 kita sudah dalam keadaan
mampu memimpin perkembangan situasi: Ja, kita masing2 harus bertanja dan mendjawab sendiri pertanjaan, apakah diri kita ma- sing2 sudah menjesuaikan diri dengan situasi baru, apakah diri kita masing2 sudah mendjadi anggota Comite, anggota Departemen, anggota Biro, anggota Bagian, anggota fraksi Partai dalam Parle- men dan Konstituante serta DPRD, anggota redaksi Harian dan madjalah Partai, anggota fraksi organisasi massa jang se-baik²nja? Ataukah masih ada kekurangan2 dan kesalahan2 jang harus kita atasi dan perbaiki? Bagaimanakah dengan pekerdjaan politik dan organisasi kita, dan. bagaimanakah dengan peladjaran teori dan peningkatan ideologi kita? Apakah kita sudah dengan sungguh2 memetjahkan kesulitan² ekonomi dan sosial jang diderita oleh massa dewasa ini, terutama jang diderita oleh massa kaum buruh, kaum tani dan kaum miskin kota? Sampai kemana kita sudah memper- teguh persatuan nasional dengan tetap bersandar pada persekutuan buruh dan tani? Apakah kita masing2 sudah melakukan apa jang diwadjibkan oleh Konstitusi Partai kepada kita? Apa jang diwa- djibkan oleh Plan III Tahun Partai pada kita? Apa jang ditugas- kan se-hari2 oleh Partai kepada kita?
Kita mulai dengan memeriksa pimpinan central Partai kita. Diantara dua Kongres, Partai kita dipimpin oleh CC. Sekarang, sesudah Partai kita mendjadi Partai jang besar dan pekerdjaan Partai sudah mulai sangat banjak, maka terasa sekali bahwa djum- lah anggota CC terlalu sedikit. Tetapi tentang penambahan djum- lah anggota CC baru dapat kita petjahkan dalam Kongres Nasio- nal Partai jang akan datang.
Menurut Konstitusi Partai, selama masa antara dua rapat Pleno CC, Politbiro merupakan Badan Pimpinan Pusat dari Partai dan memimpin semua pekerdjaan Partai. Sedangkan Sekretariat CC melakukan pekerdjaan harian CC. Ini adalah tepat dalam keadaan dimana pekerdjaan Partai belum sangat banjak dan perkembangan situasi tidak begitu tjepat. Tetapi berhubung dengan pekerdjaan Partai sudah mulai sangat banjak dan perkembangan situasi ada- lah tjepat, sedangkan Politbiro tidak bisa sering2 mengadakan rapat, maka tidak djarang bahwa Sekretariat CC tidak hanja harus menger- djakan pekerdjaan harian dari CC, tetapi djuga dipaksa oleh ke- adaan untuk mengambil oper rol Badan Pimpinan Pusat Partai.
Akibatnja jalah, bahwa djika pekerdjaan harian berdjalan dengan baik, maka pekerdjaan pimpinan mendjadi terlantar. Atau scbalik- nja, djika pekerdjaan pimpinan berdjalan dengan baik, maka peker- idjaan harian mendjadi terlantar. Kesimpulannja, ke-dua²nja, jaitu pekerdjaan pimpinan dan pekerdjaan harian, tidak berdjalan se- bagaimana mestinja. Ini artinja, bahwa pimpinan central Partai, djika tidak segera ada perbaikan, akan tidak mampu mendjawab persoalan massa jang makin bertambah banjak dan makin kompleks.
Untuk mengatasi kepintjangan dalam pimpinan central seperti tersebut diatas, maka perlulah dipertimbangkan oleh Sidang Pleno CC sekarang ini untuk memilih Dewan Harian Politbiro, badan jang melakukan pimpinan selama masa antara dua sidang Polit- biro berdasarkan garis2 jang sudah ditetapkan olch CC dan Polit- biro. Dengan demikian Sekretariat CC, sesuai dengan Konstitusi Partai, benar2 hanja mengerdjakan pekerdjaan harian CC dengan dibantu oleh Departemen2, Biro2, Staf Sekretariat CC dan lain2 Badan pembantu jang dibutuhkan. Dewan Harian Politbiro dike- tuai oleh Ketua Politbiro, jaitu Sekretaris Djenderal CC. Sekre- tariat CC dipimpin oleh seorang Kepala dengan satu atau dua orang wakil Kepala.
Selain daripada itu, untuk menjempurnakan djalannja pimpin- an baik oleh CC maupun oleh Comite2 Daerah Besar, perlu puia kiipertimbangkan soal mengurangi rangkapan pekerdjaan anggota2 CC, anggota2 Dewan Harian CDB2 dan kader2 lainnja dari Partai jang sudah terlalu banjak pekerdjaannja. Pengurangan rangkapan ini berarti pula, bahwa promosi kader harus dilakukan setjara inte- gral. Tidak merangkap samasekali tentu tidak mungkin, dan tidak baik untuk perkembangan kader. jang bersangkutan sendiri. Untuk dapat melakukan promosi2 setjara tepat Comite2 jang bersangkutan harus benar2 mengenal kader2 jang berada dibawah pimpinannja.
Soal promosi kader tentu akan membawa Comite2 jang ber- sangkutan terbentur pada soal keuangan. Djika organisasi Partai tidak berdjalan dan politik Partai tidak meresap dikalangan massa sebagaimana mestinja, soal keuangan tidak akan terpetjahkan, djuga walaupun tidak ada promosi kader. Djadi, masalah keuangan, jang memang timbul dalam hubungan dengan promosi² kader, tidak bisa dipetjahkan tanpa ditindjau dari sudut politik dan organisasi. Djika
sesuatu belum berdjalan beres, dan oleh karena itu tidak diadakan promosi², dan tidak dipetjahkan soal keuangan dari sudut politik dan organisasi, maka ini alamat bahwa Comite jang bersangkutan bukan hanja tidak akan madju, tetapi akan terus merosot, karena uang untuk ongkos hidup kadei- jang bekerdja penuh untuk Partai tidak akan datang dari langit.
Sikap sementara CDB2 jang terlalu takut mempromosi kader, dalam situasi sekarang sangat merugikan. Ini bisa menimbulkan ketidakpuasan sementara kader dan berakibat bahwa makin banjak pekerdjaan jang tidak mampu diselesaikan oleh CDB2 jang ber- sangkutan. Kelandjutannja jalah, bahwa CDB2 jang bersangkutan akan tidak mampu mendjawab segala persoalan massa. Didalam Partai kita sekarang terdapat banjak kader muda, jang kurang ber- pengalaman tetapi umumnja mempunjai kesetiaan besar pada Par- tai dan Rakjat pekerdja, umumnja gesit bekerdja dan tanpa me- mentingkan diri sendiri. Dengan pimpinan jang baik dari Comite², promosi kader2 muda ini tidak mempunjai arti lain ketjuali arti baik, menguntungkan Partai dan gerakan massa.
Soal lain jalah soal mengeratkan hubungan antara CC dengan Comite2 jang langsung dibawahnja. Untuk ini, atas usul Departe- men Organisasi dan diputuskan oleh Politbiro sudah dibentuk ber- bagai Biro Kepulauan sebagai badan pembantu Sekretariat CC, dan sudah dibentuk Comite2 Pulau jang tidak lagi berhubungan dengan salahsatu CDB, tetapi langsung berhubungan dengan CC icwat Biro2 Kepulauan. Dengan pembentukan Biro2 Kepulauan dan pembentukan Comite² Pulau jang langsung dibawah CC, pim- pinan CC dapat dirasakan lebih njata oleh CDB2 dan Comite2 Pulau jang bersangkutan.
Tetapi pembentukan Biro Kepulauan dan Comite2 Pulau sadja belum tjukup untuk mengeratkan hubungan CC dengan Comite2 jang langsung dibawahnja. Mengirim wakil CC se-waktu2 atau mendetasir petugas2 dari CC untuk membantu setjara Iangsung pekerdjaan Comite jang langsung dibawahnja, dan memanggil wakil2 Comite2 bawahan untuk melaporkan situasi dan pekerdjaan Partai didaerah jang bersangkutan kepada CC, adalah sangat di- butuhkan untuk mengeratkan hubungan antara CC dengan Comite² jang langsung dibawahnja. Kader2 jang membawa laporan dari
bawah ke Comite atasannja, baik pada tingkat CC maupun pada tingkat Comite bawahan, harus dibiasakan diterima oleh badan pimpinan setjara kolektif, djadi tidak oleh perseorangan.
Hubungan dari atas turun kebawah, dan dari bawah naik keatas" ini harus kita lakukan dengan tekanannja pada hubungan dari atas turun kebawah". Turun kebawah" bukan hanja sekedar menindjau atau sambil lalu berhubung dengan ada rapat umum dimana wakil Comite atasan berbitjara, tetapi harus berarti menjer- tai untuk beberapa waktu dalam memetjahkan kesulitan2 jang di- hadapi oleh Comite jang bersangkutan dan dengan tjermat men- dengarkan kritik2 dari bawah untuk disaring dan ditimbang mana jang tepat dan mana jang tidak tepat agar dapat mengambil lang- kah2 perbaikan. Dengan demikian ini dapatlah dihindari, bahwa CC mengidealisasi Comite2 jang langsung dibawahnja, mengira bahwa semuanja sudah berdjalan menurut petundjuk2 jang sudah diberikan oleh CC, mengira bahwa keadaan intern Comite jang bersangkutan kompak dan mampu bertindak keluar dalam mendja- lankan politik Partai, padahal djauh panggang daripada api. Dengan memberikan bantuan langsung jang dibutuhkan itu, pim- pinan CC kepada Comite2 bawahannja akan lebih terasa dan lebih njata.
Lebih2 lagi pentingnja soal mengeratkan hubungan antara CDB2 dan Comite2 Pulau dengan CS2, antara CS dengan CSS2, antara CSS2 dengan CR2. Wakil2 atau petugas2 CDB dan Comite Pulau untuk Comite2 bawahannja, terutama Comite2 bawahan jang lemah, adalah sangat vital untuk meratakan perkembangan Partai, sebagai sjarat untuk meratakan kekuatan dan militansi Partai. Per- hatian besar harus ditjurahkan pada pekerdjaan membantu Grup2 dan Resort2 Partai agar setjara ber-angsur2 organisasi2 basis Partai dapat mengambil bagian jang aktif dalam aksi2 massa setempat dan selandjutnja mengambil inisiatif2 untuk menggerakkan massa dilingkungannja. Program pemilihan umum Partai setempat supaja benar2 didjadikan program aksi Rakjat se-hari2 dan djangan hanja dikeluarkan dalam kampanje pemilihan sadja.
Dengan eratnja hubungan antara Comite2 atasan dengan Co- mite2 bawahan maka akan lebih terdjaminlah kebulatan fikiran dan kesatuan tindakan Partai kita, akan terdjaminlah djalannja disiplin
didalam Partai, akan terdjaminlah djalannja pimpinan dan djalan- nja pekerdjaan harian Partai.
Dalam hubungan dengan menjesuaikan diri dengan perkem- bangan situasi revolusioner jang tjepat, djuga penting soal menor- malisasi kehidupan dan pekerdjaan Comite2, Departemen2, Biro2, Bagian2, Staf2 Sekretariat dll. organisasi Partai. Terutama jang di- maksudkan jalah supaja rapat2 periodik berdjalan, pembagian pe- kerdjaan lebih rasionil, pelaksanaan putusan2 dikontrol, pengalam- an2 disimpulkan dan pengalaman jang baik tjepat dikembangkan.
Dengan mendjalankan semuanja ini kita memperkuat Badan² Pimpinan Partai, baik pimpinan central, maupun pimpinan2 ba- wahan. Ini berarti kita menjesuaikan diri dengan fase baru per- djuangan anti-kolonialisme, dengan perkembangan situasi revolu- sioner jang tjepat. Ini berarti kita menjediakan tulangpunggung jang kuat bagi gerakan massa jang luas jang sekarang sedang bang- kit. Dengan demikian ini dapat dilaksanakan metode memimpin jang lebih tepat, jaitu pemaduan seruan umum Partai dengan tun- tunan kongkrit dan pemaduan pimpinan dengan massa.
Kita harus mejakini se-dalam²nja, bahwa tanpa memperkuat badan2 pimpinan Partai, berarti tidak menjesuaikan diri dengan perkembangan situasi, berarti membiarkan gerakan massa jang luas tanpa tulangpunggung, dan dengan demikian berarti bahwa ge- rakan massa jang luas dan jang sedang bangkit sekarang tidak akan tahan lama, tidak dapat ditudjukan kepada sasarannja jang tepat dan tidak dapat ditingkatkan ketaraf jang lebih tinggi.
Kita harus mendjadikan Partai kita dan gerakan massa kita satu tubuh perkasa, jang berdiri tegak dan menatap kedepan, karena mempunjai tulangpunggung jang kuat. Untuk ini kita memperkuat seluruh badan pimpinan Partai dan memperkuat seluruh tubuh Partai kita.
B. Dengan Langkah2 Jang Lebih Tegap Melaksanakan Plan III Tahun Pertama Partai
Pelaksanaan Plan III Tahun Pertama Mengenai Organisasi dan Pendidikan sudah berdjalan hampir dua tahun. Djadi, masih ada setahun lebih sedikit waktu untuk melaksanakan Plan ini.
Pada pokoknja selama hampir dua tahun jang sudah lewat, Plan ini berdjalan sebagaimana mestinja. Ketjuali dibeberapa tem- pat, seluruh Partai berada dalam kesibukan melaksanakan Plan ini. Belum pernah Partai kita dalam semangat jang tinggi dan merata dalam melaksanakan pekerdjaannja seperti dalam melaksanakan Plan III Tahun ini.
Terutama pelaksanaan Plan mengenai pendidikan menimbulkan antusiasme dan kegembiraan didalam Partai. Bagian pendidikan dari Plan III Tahun kita merupakan tranfusi darah segar didalan tubuh Partai kita. Ini dirasakan oleh seluruh kader dan anggota Partai jang aktif mengikuti kehidupan Partai.
Dalam hubungan dengan pendidikan, seminar2 tentang ber- bagai masalah pada tingkat CC dan sementara CDB dalam tahun ke-2 Plan sudah berdjalan. Mengenai seminar ini perlu ditekankan tentang pentingnja seminar2 tentang ekonomi berhubung sekarang banjaknja menondjol soal2 ekonomi. Konferensi2 teori, gerakan untuk mempeladjari buku2 klasik, gerakan PBH, pendidikan untuk orang2 progresif diluar Partai dan penerbitan madjalah2 Partai oleh CDB2 belum berdjalan dengan baik. Pembatjaan roman2 revolu- sioner pada umumnja berdjalan, tetapi terbentur pada kekurangan buku.
Apakah kelemahan kita dalam pelaksanaan Plan III Tahun?
Dilihat dari pimpinan central jalah, bahwa ketika Plan III Tahun Pertama dibikin, kita tidak membentuk Biro Plan III Tahun jang bertugas untuk memimpin pelaksanaan Plan ini setjara central. Pim- pinan central daripada pelaksanaan Plan praktis dikerdjakan oleh Departemen Organisasi (Bagian Penuntun). Dengan demikian tentu tidak mungkin berdjalan dengan baik. Pertama, karena Plan ini tidak hanja mengenai soal2 organisasi, tetapi djuga mengenai soal2 lain, terutama soal2 pendidikan. Kedua, Departemen Orga- nisasi sudah tjukup banjak pekerdjaan rutinenja, sehingga tidak mungkin mentjurahkan sebagian besar perhatiannja kepada pelak- sanaan Plan, seperti misalnja mengontrol supaja laporan2 tentang pelaksanaan Plan datang periodik kepada CC, membatja semua laporan, menganalisa laporan2 dan dengan persetudjuan Politbiro memberi petundjuk2 supaja Plan berdjalan lebih baik kepada Co- mite2 jang memerlukan petundjuk atau kepada seluruh Comite
jang dibawah pimpinan CC. Mengingat ini semua adalah perlu sidang CC kita kali ini mempertimbangkan untuk membentuk Biro Plan III Tahun, agar pelaksanaan Plan selandjutnja berdjalan lebih lantjar.
Ada beberapa kekurangan penting lain jang- perlu dikemuka- kan disini dalam hubungan dengan pelaksanaan Plan.
Pertama, belum semua Comite jang dibawah pimpinan CC se- tjara periodik melaporkan pelaksanaan Plan didaerahnja. Pada umumnja CC mengetahui tentang pelaksanaan Plan jang agak leng- kap dari Iaporan Sekretaris CDB dalam rapat Pleno atau Konte- rensi CDB. Atau dari laporan2 lisan, sebagai djawaban atas per- tanjaan CC pada anggota pimpinan CDB.
Kedua, masih ada Comite2 atau kader2 Partai jang berpen- dapat bahwa Plan III Tahun Pertama dalam soal organisasi hanja mengenai pendaftaran kembali dan pengorganisasian anggota dalam Grup, sedangkan mengenai pendidikan hanja mengenai sekolah2 dan kursus2 Partai. Peningkatan dari tjalon mendjadi anggota masih banjak jang dilalaikan, demikian djuga perintjian tugas² jang harus dikerdjakan oleh fraksi2 organisasi2 massa dalam rangka pelaksana- an Plan III Tahun, peluasan anggota jang berentjana untuk dae- rah2 jang memerlukannja, dan sampai sekarang umumnja belum merentjanakan peluasan anggota untuk mentjapai djatah jang sudah ditetapkan buat seluruh negeri dalam tahun terachir Plan. Akibat dari tidak diadakannja peluasan anggota untuk daerah jang me- merlukan, maka terdjadilah dalam pemilihan DPRD jl. bahwa untuk banjak daerah djumlah pemilih tidak seimbang dengan djum- lah anggota Partai. Ada kabupaten jang djumlah anggota Partai hanja 4.000 sedangkan pemilihnja 120.000. Kurangnja djumlah anggota Partai ini berarti bahwa stabilitet pemilih Partai tidak ter- djamin.
Mengenai bagian pendidikan untuk selandjutnja, disamping meneruskan pelaksanaan sekolah2 dan kursus², supaja ada perhatian pada pelaksanaan jang lebih merata dari seminar2, PBH, konfe- rensi2 teori, gerakan mempeladjari buku² klasik, pendidikan untuk orang2 progresif diluar Partai dan penerbitan2 madjalah2 Partai olch CDB2. Penerbitan roman² revolusioner harus diperbanjak. Mengenai pendidikan diminta perhatian chusus pendidikan untuk
anggota2 Partai jang duduk didalam Dewan2 Perwakilan dipusat dan didaerah, untuk jang mendjadi anggota2 DPD2 dan jang men- djadi Kepala2 Daerah. Agar pekerdjaan mereka di Dewan2 Per- wakilan dan di-pemerintahan2 daerah tidak mengetjewakan massa anggota dan pemilih, n:ereka harus benar2 mendjadi teladan pedju- ang revolusioner. Untuk ini mereka harus mendapat didikan teori dan ideologi jang terus-menerus dan chusus dari Partai. Lingkung an mereka mengharuskan Partai memperhatikan chusus pendidikan politik dan ideologi mereka.
Ketiga, bahwa Plan kita djuga mengenai soal keuangan, jaitu tentang pemasukan iuran, usaha2 produktif dan donasi. Umumnja anggota2 mau membajar iuran, tetapi masih banjak Comite2 jang bersangkutan jang ,ogah" menarik iuran, karena kurang telaten dalam mengumpulkan djumlah uang jang ketjil2. Selain daripada itu masih ada djuga Comite jang tidak menjampaikan bagian dari Comite atasan, tentu dengan alasan banjak sekali.
Ke-empat, selain jang sudah dikemukakan diatas, Plan kita djuga meliputi soal peluasan CSS dan CR, meliputi soal mengatur konferensi2, soal kantor Partai, soal pekerdja-penuh (fulltimer), sonJ inventaris Comite, dsb.
Berhubung masih ada bagian2 dari Plan III Tahun jang belum berdjalan sebagaimana mestinja, maka adalah kewadjiban seluruh Comite untuk memeriksa kembali bagian2 mana jang mendjadi bagiannja jang belum dilaksanakan atau belum dilaksanakan dengan baik, agar waktu jang masih ada dapat digunakan untuk mengedjar segala kekurangan dalám pelaksanaan Plan. Djangan dibuang waktu jang masih ada untuk memenangkan Plan III Tahun Pertama Partai!
Dalam rangka pelaksanaan Plan III Tahun kita, marilah kita tugaskan kepada diri kita masing2 dan kita serukan kepada seluruh anggota Partai kita supaja menjambut hari ulangtahun Proklamasi RI pada tanggal 17 Agustus 1958 dengan pelaksanaan rentjana bahwa di Djawa semua CR sudah melaksanakan Sekolah2 Politik untuk anggota² baru dan tjalonanggota2 Partai. Untuk luar Djawa sambutlah tahun baru 1 Djanuari 1959 dengan semua CR sudah melaksanakan Sekolah² Politik. Untuk keperluan ini CC segera akan menerbitkan buku peladjaran untuk Sekolah Politik.
Djadikanlah tahun terachir Plan III Tahun Pertama sebagai tahun konsolidasi Grup2, Resort dan semua Comite Partai.
Segeralah adakan keseimbangan antara djumlah anggota dan pemilih Partai. Luaskan organisasi2 massa, terutama organisasi2 buruh, tani, pemuda dan wanita sebagai sjarat terpenting untuk perluasan keanggotaan Partai.
Sambutlah Kongres ke-VI Partai jad. dengan melipatgandakan keanggotaan Partai setjara berentjana, dengan mengkonsolidasi organisasi2 Partai, dan dengan kegiatan2 jang besar dilapangan kebudajaan.
Kalahkan Konsepsi Politik Amerika merupakan ringkasan pidato Kawan D.N. Aidit pada peringatan Hari 1 Mei 1958 dikantor CC PKI. Dalam pidato ini ditjanangkan usaha2 keras kaum imperialis Amerika jang, setelah mengalami kegagalan dengan pemberontakan ,PRRI-Per- mesta", berusaha untuk menggantikan kabinet Djuanda dengan kabinet rmenurut keinginan mereka, jaitu kabinet Masjumi-NU kontra PNI-PKI atau kabinet Masjumi-NU-PNI kontra PKI, jang maksudnja mengisolasi PKI. Ditekankan oleh Kawan Ait bahwa konsepsi politik ini adalah kon sepsi perpetjahan nasional dan pasti ditentang oleh Rakjat Indonesia.
Achirnja ditandaskan bahwa djika perlu perubahan kabinet, maka satu2nja djalan untuk keselamatan Indonesia pada tingkat sekarang jalah Kabinet Gotongrojong menurut Konsepsi Presiden Sukarno.
KALAHKAN KONSEPSI POLITIK AMERIKA SERIKAT
Pada penutup Manifesnja jang terkenal, jaitu Manifes Partai Komunis, jang untuk pertamakalinja diterbitkan di London dalam tahun 1848, Karl Marx dan Friedrich Engels menjerukan Kaum buruh semua negeri, bersatulah!". Seruan singkat ini, telah mem- beri inspirasi kepada klas buruh diseluruh dunia, dimulai dengan klas buruh Eropa dan Amerika untuk mempersatukan diri dan memperhebat aksi²nja melawan kapitalisme.
Ketika Kongres Internasionale di Paris dalam tahun 1889 mene- tapkan hari 1 Mei 1890 sebagai hari menuntut turunnja djamker- dja dan menuntut adanja undang2 sosial, adalah djuga didjiwai olch seruan bersatu dari Marx.
Sekarang hari 1 Mei sudah mendjadi hari kemenangan dan hari demonstrasi persatuan kaum buruh diseluruh dunia. Djuga kaum buruh Indonesia merajakan hari kemenangan ini, artinja ambil bagian tdalam demonstrasi persatuan serta kekuatan klas buruh sedunia.
Dalam Marx menjerukan supaja kaum buruh semua negeri ber- satu, Marx tidak mem-beda2kan kaum buruh, baik karena agama- nja, kejakinan politiknja, kebangsaannja, kedudukan sosialnja mau- pun karena lain²nja. Semua kaum buruh harus bersatu! Semangat mempersatukan semua kaum buruh, inilah jang mendjiwai kita kaum Komunis Indonesia dalam mempersatukan kaum buruh Indo- nesia.
Otak Orang2 Jang Djudjur Sudah Tidak Menerima Kapitalisme Lagi
Dunia kita sekarang ditandai oleh berdirinja dan makin kuat- nja kekuasaan2 negara jang dipimpin oleh klas buruh, dan ditan- slai oleh makin madju dan makin berkuasanja gerakan kemerdeka-
an nasional, dimana kaum buruh merupakan kekuatan penggerak jang utama.
Penduduk dunia jang sekarang berdjumlah kira2 2.700 djuta, 1000 djuta diantaranja terdapat dinegeri-negeri kubu sosialis, jaitu negeriz dimana klas buruh, jang bersatu dengan kaum pekerdja lainnja, sudah mendjadi tuan atas negerinja, sudah memegang ken- dali pemerintahan. 700 djuta adalah penduduk negeri2 jang baru merdeka dan anti-imperialisme, dimana klas buruh berdiri dibarisan paling depan dalam mempertahankan dan mengkonsolidasi kemer- dekaan nasional. Tinggal hanja 400 djuta penduduk negeri2 kapi- talis seperti Amerika, Inggeris, Perantjis, Italia dll., tetapi djuga di- negeri2 ini kekuatan dan persatuan kaum buruh sudah membikin tidak enak tidur kaum kapitalis monopoli. Kubu sosialis, kemerde- kaan nasional dan perdamaian makin hari makin bertambah kuat, sedangkan kubu imperialis dan peperangan makin merosot marta- batnja" dan makin bertambah lemah kekuatannja.
Sekarang tjita2 Sosialisme djuga sudah masuk kedalam fikiran inteligensia jang djudjur dan patriot2 diluar klas buruh dan Rakjat pekerdja lainnja. Kapitalisme sudah tidak mempunjai pasaran lagi didalam otak orang2 jang djudjur didunia.
Sukses2 Sosialisme didunia dibidang ekonomi, politik, sosial, ilmu, kebudajaan dan militer telah mengangkat martabat klas buruh di- mana sadja mereka berada, sebaliknja telah membikin orang2 jang djudjur dan berfikir sehat muak dan mengepalkan tindjunja melihat kapitalisme dengan akibat²nja.
Kaum imperialis sekarang bukan hanja sudah ter-kentjing2 ber- hadapan dengan Sosialisme dan Rakjat2 jang gigih berdjuang untuk kemerdekaan nasional, tetapi mereka sudah ter-kentjing2 sebelum masuk kakus. Hanja orang2 jang berfikir menurut norma2 abad jang lalu jang tidak merasakan dan tidak mengerti tragedi impe- rialisme sekarang.
Kita Berada Didjalan Jang Benar
Perkembangan gerakan buruh dinegeri kita sekarang, ditandai oleh persatuan kaum buruh Indonesia jang makin luas, ditandai oleh makin berkembangnja serikatburuh2 revolusioner, oleh Badan
Kerdjasama SB2 Pemerintah dan Badan2 Kerdjasama SB2 modal asing, oleh kerdjasama semua vaksentral, oleh kerdjasama SB2 dengan organisasi2 Rakjat lainnja, dan oleh kerdjasama kaum buruh dan golongan Rakjat lainnja dengan Angkatan Perang Republik Indonesia. Ini mengingatkan kita kembali kepada Revolusi Agustus. Ini adalah pendjelmaan kembali dari semangat Revolusi Agustus. Ini menundjukkan bahwa kita berada didjalan jang benar kembali, djalan Revolusi Agustus!
Hari 1 Mei tahun ini dirajakan bersama oleh panitia2 dimana ikutserta semua vaksentral, tidak pandang apakah, jang dipimpin oleh Nasionalis, Komunis, orang2 dari partai2 Islam atau partai2 Agama Iainnja. Demonstrasi persatuan kaum buruh ini merupakan teladan untuk partai² politik demokratis, untuk lebih memperkuat persatuan nasional kita. Saja menjerukan atasnama CC PKI, supaja teladan jang diberikan oleh kaum buruh Indonesia ini direnungkan oleh partai2 politik demokratis agar persatuan nasional mendjadi. lebih kuat.
Patriotisme Mendjadi Sempurna Karena Internasionalisme
Hari 1 Mei tahun ini dirajakan dimana Menteri Perburuhan dan Kabinet Karya mengandjurkan supaja kaum buruh terus ber- djuang untuk mengkonsolidasi kemerdekaan nasional, supaja kaum huruh Indonesia lebih memperkuat persatuannja dan supaja kaum buruh Indonesia tidak hanja diliputi oleh semangat bersatu didalam- negeri, tetapi djuga harus bersatu ergan kaum buruh negeri2 Asia- Afrika dan dengan kaum buruh diseluruh dunia.
Andjuran2 fihak resmi ini merupakan palu-godam jang dihen- takkan diatas kepala kaum sovinis burdjuis atau kaum nasionalis sempit, jang dalam bagian kedua dari abad ke-20 ini, jang dalam zaman dimana Sosialisme sudah mendjadi sistim dunia, masih suka muntjul dengan politik rasial, anti-warna kulit atau anti lain²nja jang menundjukkan kesempitan fikiran. Klas buruh Indonesia se- bagaimana djuga klas buruh di-negeri2 lain akan berdjuang terus melawan sovinisme burdjuis ini, karena ini adalah basis ideologi fasisme, adalah anti-buruh, anti-Rakjat dan oleh karena itu ter-
kutuk.
Tetapi, peringatan 1 Mei kita tahun ini mempunjai segi jang lain dari internasionalisme, jaitu segi patriotisme. Hari 1 Mei tahun ini kita peringati dengan semangat jang tinggi untuk mengalahkan imperialisme, untuk merebut Irian Barat, untuk menumpas kaum pemberontak ,PRRI", untuk menggulung kegiatan² subversif asing, menggulung komplotan bandit2 Kuomintang, untuk memperbesar produksi di-perusahaan² milik negara, dsb. Ini membuktikan bahwa internasionalisme kita berdiri diatas bumi jang njata, jaitu bumi patriotisme. Ini membuktikan bahwa kita bukan kaum nihilis nasio nal atau kaum kosmopolitan, jang karena internasionalismenja" mengingkari kepentingan nasional, mentjemoohkan tjinta tanahair Kita menentang mereka, jang karena ideologinja", atau karena humanismenja", atau karena ,,agamanja" tidak berpidjak pada bumi jang njata, bumi patriotisme. Kita bukanlah warga-dunia jang tidak punja tanahair. Nihilisme nasional dan kosmopolitan isme adalah ideologi imperialis, untuk mengebiri perdjuangan nasio nal Rakjat2 terdjadjah dan tergantung.
Internasionalisme kita adalah internasionalisme jang berpidjak pada bumi, bumi patriotisme. Patriotisme kita mendjadi sempurna karena internasionalisme kita. Patriotisme kita bukan sovinisme bur djuis atau nasionalisme sempit.
Perspektif Sesudah "PRRI" Ditindas
Awal Revolusi Agustus dan pengambilalihan perusahaan2 Belan da dalam rangka perdjuangan Irian Barat penuh dengan bukti bahwa kaum buruh adalah patriot2 scdjati. Bukanlah pemilik2 saham dan direktur2 NV, dan bukanlah kaum burdjuis liberal jang meng ambilalih perusahaan2 itu, tetapi kaum buruh.
Hari 1 Mei tahun ini kita peringati dalam suasana dimana ke kuatan nasional kita sebagian besar sedang dikerahkan untuk meng hantjurkan kaum pemberontak PRRI". Pada waktu sekarang sudah banjak orang jang memikirkan: apa sesudah PRRI" di kalahkan. Kita sebenarnja kurang suka membitjarakan: apa se sudah PRRI" dikalahkan. Kita lebih senang berfikir dan berbuat untuk setjepat mungkin mengalahkan PRRI". Tetapi karena soal
perspektif sesudah PRRI" dikalahkan sudah mendjadi pembitjara- an para politisi dinegeri kita, sudah mendjadi persoalan kementerian² luarnegeri negeri2 imperialis, maka kita djuga harus memikirkan soal ini.
Djadi apakah perspektif keadaan sesudah pemberontak PRRI" ditindas?
Sebelum saja mendjawab pertanjaan ini perlu saja mengulangi, bahwa sedjak PRRI" diproklamirkan pada tanggal 15 Februari 1958 kaum Komunis Indonesia sudah berkejakinan, bahwa pem- berontak kontra-revolusioner ini pasti dapat ditindas asal Pemerin- tah bertindak tegas, tjepat dan dengan kekuatan jang djauh lebih besar daripada kekuatan kaum pemberontak. Kejakinan ini timbul karena kepertjajaan kita akan kekuatan Rakjat dan kemampuan Angkatan Perang Republik Indonesia. Ternjata hal ini tidak meleset, kehantjuran kaum pemberontak hanja tinggal menunggu waktu sadja, asal kita terus bendjuang melawan pemberontak dan kewas- padaan terus ada pada kita.
Ada orang2 bertanja kepada saja, bagaimana mengenai per- satuan nasional sesudah PRRI" dikalahkan?
Setjara objektif dan djika tergantung kepada Rakjat Indonesia, persatuan nasional sesudah PRRI" ditindas akan bertambah kuat, martabat kabinet Djuanda akan lebih meningkat, keadaan dalam Angkatan Perang Indonesia akan bertambah baik sehingga ter- bukalah kemungkinan untuk mengkonsolidasi kemerdekaan nasional Indonesia, untuk pembangunan dilapangan ekonomi. Sebaliknja, politik petjahbelah akan lebih dibentji oleh Rakjat, ,prestise" kaum imperialis, kaum reaksioner dalamnegeri dan semua partai jang menjokong PRRI" akan sangat merosot.
Konsep Politik Kaum Imperialis Amerika Sesudah "PRRI" Hantjur
Tetapi, kita djuga mengetahui bahwa kaum imperialis luar- negeri dan kaum reaksioner dalamnegeri tidak akan berdiam diri. Sementara pers Amerika misalnja sudah berani menulis, bahwa metjara militer kaum pemberontak memang kalah, tetapi setjara politik mereka menang karena tuan Hatta akan mengganti keda-
dukan Perdana Menteri Djuanda.
Kita djuga mengetahui,. bahwa kaum imperialis Amerika, disam- ping sudah tidak mempunjai harapan2 terhadap kemampuan kaum pemberontak, sekarang sangat giat mengusahakan adanja perubah- an politik di Indonesia sesudah PRRI" dikalahkan, perubahan politik jang sudah tentu langsung bertentangan dengan keinginan Rakjat Indonesia.
Kaum imperialis Amerika Serikat mempunjai konsepsi untuk menggantikan kabinet Djuanda dengan kabinet Masjumi-NU dan menempatkan PNI-PKI sebagai oposisi. Djika ini tidak berhasil, maka diusahakan terbentuknja kabinet Masjumi-NU-PNI dengan menempatkan PKI sebagai oposisi. Dengan tindakan2 ini kaum imperialis Amerika dan kakitangannja didalamnegeri mentjoba me- metjahbelah kekuatan nasional Rakjat Indonesia. Dengan ini mereka harap akan dapat mengembalikan prestise" Masjumi, jang berarti pula mengembalikan prestise" PSI, sebagai sjarat untuk memper- kuat kedudukan kaum imperialis sendiri.
Disamping itu kaum imperialis Amerika djuga akan mendekati golongan2 militer, termasuk golongan jang sekarang menumpas pemberontak "PRRI", dan menggunakan golongan2 militer untuk menekan Presiden Sukarno supaja menjetudjui kabinet jang mereka inginkan. Djika semuanja ini berhasil, maka tertjiptalah sjarat2 untuk menekan perkembangan gerakan progresif dan nasionalis, untuk mengganti pimpinan Angkatan Perang Republik Indonesia dengan perwira2 kepertjajaan mereka, untuk meluaskan gerombolan DI-TII dan untuk memperkuat kolonialisme di Irian Barat. Dengan demikian tertutuplah kemungkinan bagi Rakjat Indonesia untuk mengkonsolidasi kemerdekaan nasional Indonesia dan untuk mem- bangun ekonomi negerinja.
Tetapi säja jakin, bahwa blauwdruk atau konsepsi politik kaum imperialis Amerika, baik jang pertama, jaitu kombinasi Masjumi- NU, maupun jang kedua, jaitu kombinasi Masjumi-NU-PNI akan mendapat tentangan sengit dari Rakjat Indonesia dan dari pemim pin2 Indonesia jang realis. Konsepsi politik ini adalah konsepsi per- petjahan nasional, konsepsi politik ini tidak mungkin mentjiptakan perdamaian nasional jang diperlukan untuk menindas habis gerom- bolan DI-TII, untuk menggulung komplotan2 subversif asing, untuk
mengusir djauh intervensi asing, untuk membebaskan Irian Barat dan untuk pembangunan ekonomi.
Dalam situasi sekarang tidak seorangpun patriot Indonesia sudi meliliat pemimpin2 Masjumi dan PSI jang sudah memimpin pem- berontakan PRRI" atau se-kurang2nja tidak menghukum pembe- rontakan PRRI" duduk dalam putjuk pemerintahan. Djuga orang seperti Hatta jang menentang perdjuangan pembebasan Irian Barat dan jang sudah memberi sokongan moril jang sangat besar kepada kaum pemberontak PRRI" bukan seorang jang dapat diterima oleh majoritet Rakjat Indonesia untuk memegang kémudi peme- rintah Indonesia. Rakjat Indonesia tidak akan suka tdiperintah oleh orang2 pro-Amerika, karena sebagaimana dikatakan dalam statemen Perdana Menteri Djuanda tanggal 30 April jl., Amerika telah ter- bukti membantu sendjata kepada kaum pemberontak PRRI". Hanja orang gila, jang suka menerima konsepsi politik Amerika Serikat, baik jang pertama maupun jang kedua. Tetapi orang gila tidak banjak di Indonesia.
Sesudah "PRRI" Hantjur Persatuan Nasional Lebih2 Lagi Dibutuhkan
Kita tidak boleh menutup mata, bahwa dikalangan mereka jang sekarang melawan kaum pemberontak ada orang2 naif, jang mengira bahwa djika PRRI" sudah dikalahkan kaum reaksioner atau kaum kanan sudah dikalahkan samasekali, dan oleh karena itu persatuan nasional sudah tidak diperlukan lagi, dan persatuan dengan kaum kanan untuk menindas gerakan revolusioner sudah mendjadi urgen. Ini samasekali tidak sesuai dengan kenjataan.
Ketika belum ada pemberontakan PRRI" kita sudah berdju- ang untuk berbagai tudjuan jang sama, untuk membebaskan Irian Barat, untuk memusnahkan gerombolan DI-TII, untuk menggulung subversif asing, untuk pembangunan ekonomi negeri dsb. Semuanja ini masih harus kita lakukan, terutama sesudah "PRRI" dihantjur- kan. Dalam situasi sekarang, semua persoalan ini hanja dapat di- laksanakan djika kaum Komunis mengambil bagian aktif ber-sama2 kaum Nasionalis dan kaum Agama jang patriotik. Djika tidak demi- kian, Indonesia akan mendjadi makanan empuk bagi kaum impe-
rialis dan bagi kauim reaksioner dalamnegeri.
Pendeknja, sesudah PRRI" dihantjurkan bukanlah harus di- ikuti oleh memetjahbelah potensi nasional, tetapi persatuan nasional lebih2 lagi dibutuhkan oleh Rakjat Indonesia.
Produksi Perusahaan2 Negara Harus Diperbesar, Selama Politik Pemerintah Anti-Imperialisme
Dalam perajaan 1 Mei tahun ini, Menteri Perburuhan Kabinet Karya djuga menekankan tentang pentingnja memperbesar pro- duksi. Mengenai ini, sikap PKI sangat djelas. Sedjak diambilalihnja perusahaan2 Belanda dalam rangka perdjuangan Irian Barat, PKI dengan suara jang lantang menjerukan kepada kaum buruh, ter- utama kaum Komunis jang bekerdja di-perusahaan² jang diambil- alih itu, supaja mengambil bagian jang aktif dalam memperbesar produksi. Seruan ini tidak sia², kaum buruh memang berusaha untuk memperbesar produksi idan untuk mentjegah sabotase di- perusahaan².
Selama Republik Indonesia diperintah oleh pemerintah jang anti-imperialisme, jang mempunjai kemauan baik terhadap Rakjat Indonesia, adalah kewadjiban kaum Komunis dan kaum buruh untuk memperbesar produksi di-perusahaan² negara, karena ini ber- arti memperkuat pemerintah jang disokong oleh kaum Komunis dan kaum buruh.
PKI tidak pernah dan tidak akan menjerukan untuk memper- besar produksi perusahaan-negara, djika pemerintah Republik ber- ada ditangan agen2 imperialis, ditangan orang2 jang tidak bersaha- bat dengan kaum buruh dan Rakjat Indonesia, karena memper- besar produksi dalam keadaan demikian berarti memperkuat peme- rintah jang anti-Rakjat dan djika pemerintah jang demikian ini kuat maka pukulan jang dihantamkan kepada Rakjat Indonesia djuga akan kuat, dan penderitaan Rakjat akan lebih bertambah hebat.
Sikap PKI Terhadap Agresi Amerika Serikat
Statemen Perdana Menteri Djuanda dan pidato Presiden Su-
karno di Bandung pada tanggal 3 Mei jl., menegaskan bahwa Rakjat Indonesia sekarang bukan lagi hanja menghadapi impe- rialisme Belanda sebagai musuh resmi, tetapi djuga menghadapi imperialisme Amerika Serikat. Tepat sekali, bahwa Presiden Su- karno tidak lagi berbitjara tentang intervensi, tetapi sudah tentang agresi. Kenjataannja memang agresi, baik oleh Amerika Serikat, maupun oleh begundalnja Kuomintang.
Saja sekali lagi menegaskan, bahwa Partai Komunis Indonesia tidak akan melantjarkan propaganda mensita atau menasionalisasi perusahaan2 Amerika Serikat di Indonesia, selama negeri ini tidak memberikan bantuan sendjata kepada kaum kolonialis Belanda atau kepada kaum pemberontak untuk menjerang Republik Indonesia.
Djadi, kalau Amerika Serikat tidak segera menghentikan bantu- an sendjatanja kepada kaum pemberontak PRRI" maka PKI akan melantjarkan propaganda tentang mengambilalih perusahaan2 Ame- rika Serikat di Indonesia. Dan djika ini terdjadi, pengalaman se- perti jang sudah dialami oleh perusahaan2 Belanda akan dialami djuga oleh Amerika Serikat.
Bahwa Amerika memberi bantuan politik kepada Belanda dan kepada kaum pemberontak, kaum Komunis Indonesia anggap biasa buat Amerika, dan bisa diladeni setjara biasa pula. Tetapi bantuan sendjata bukan soal biasa, dan obatnja hanja satu: ambilalih per- uahaan2 Amerika Serikat, djika tidak segera dihentikan. Diambil- alih atau tidak diambilalih, toh Amerika Serikat sudah mengada- kan agresi terhadap Republik Indonesia.
Perfahankan Terus Kabinet Djuanda, Atau Bentuk Kabinet Gotongrojong Menurut Konsepsi Presiden Sukarno
Achirnja saja menjampaikan salam kepada kaum buruh jang tidak dapat merajakan hari 1 Mei setjara meriah karena masih berada di-daerah2 jang masih dikuasai oleh kaum pemberontak, baik di Sumatera Barat maupun di Minahasa. Saja djuga menjam- paikan salam CC PKI kepada anak2 kaum buruh dan anak2 Rak- jat dalam Angkatan Perang Republik Indonesia jang karena tugas- nja membasmi pemberontak tidak dapat ikut merajakan hari | Mei.
Selandjutnja saja mengadjak seluruh Rakjat Indonesia, untuk dengan semangat hari 1 Mei tahun ini, jaitu semangat persatuan kaum buruh, persatuan kaum buruh dengan golongan2 Rakjat lain- nja, persatuan Rakjat dengan Angkatan Perang. dan dengan Peme- rintah, melaksanakan tugas2 terdekat, jaitu tugas2:
1. Mengalahkan kaum pemberontak PRRI" sampai ke-akar2. nja, artinja mengalahkan kaum pemberontak "PRRI" jang diikuti dengan menghantjurkan sumber2 kekuatannja, jaitu gerombolan DI-TII, komplotan bandit2 Kuomintang, kaum teroris kakitangan Lubis, gerakan subversif asing, dan kakitangan2 imperialis lainnja.
2. Mengalahkan konsepsi politik Amerika Serikat, baik jang pertama, jaitu kabinet kombinasi Masjumi-NU kontra PNI-PKI, maupun jang kedua, jaitu kabinet kombinasi Masjumi-NU-PNI kontra PKI karena konsepsi ini ditudjukan untuk memetjahbelah kekuatan nasional Rakjat Indonesia. Demikian djuga harus dilawan tiap2 pertjobaan Amerika Serikat menggunakan tokoh2 dalam Ang- katan Perang Republik Indonesia untuk menekan Presiden Sukarno.
Djika tergantung pada PKI, sesudah PRRI" dihantjurkan, kabinet Djuanda sebaiknja terus dipertahankan, selama politiknja tetap ditudjukan untuk mengkonsolidasi kemerdekaan nasional dan untuk perdamaian dunia. Tetapi, djika toh mau dirongrong terus dan mau didjatuhkan, maka satu2 gantinja jalah Kabinet Gotong- rojong menurut Konsepsi Presiden Sukarno. Untuk keselamatan Indonesia pada tingkat sekarang djalan lain tidak ada.
Berikut ini adalah tanjadjawab lengkap antara Istvan Kende, warta. wan luarnegeri suratkabar Népszabadság (harian Partai Buruh Sosialis Hongaria) dengan Kawan D.N. Aidit di Djakarta. Tanjadjawab ini telah dimuat dalam Népszabadság tanggal 8 Mei 1958.
SESUDAH PEMBERONTAKANPRRI" DI- KALAHKAN PERSATUAN NASIONAL LEBIH2 LAGI DIPERLUKAN
Pertanjaan: Bagaimana perspektif keadaan sesudah pemberon- takan PRRI" ditindas? Apakah menurut pendapat Saudara per- satuan nasional Rakjat Indonesia akan bertambah kuat sesudah itu?
Djawab: Sebelum saja menerangkan pendapat kami mengenai perspektif sesudah pemberontakan PRRI" ditindas perlu saja njata- kan, bahwa sedjak PRRI" diproklamasikan pada tanggal 15 Fe- bruari 1958 kami sudah berkejakinan bahwa pemberontakan kon- tra-revolusioner ini pasti dapat ditindas, dan perang-saudara setjara besar2an dapat dihindari asal Pemerintah bertindak tegas, tjepat dan dengan kekuatan jang djauh lebih besar daripada kekuatan kaum pemberontak. Kami djuga berkejakinan bahwa intervensi bersendjata asing setjara terang2an dapat dihindari djika Pemerin- tah sentral dapat menguasai keadaan dálamnegeri. Ternjata bahwa perkiraan kami tidak meleset, dan sekarang kehantjuran kaum pem- berontak hanja menunggu waktu sadja, walaupun untuk menghan- tjurkan seluruh kekuatan pemberontak masih menghendaki tjurah- an perhatian jang besar, baik dari Pemerintah dan Angkatan Perang Republik Indonesia, maupun dari seluruh Rakjat.
Sesudah PRRI" selesai ditindas, setjara objektif persatuan nasional seharusnja bertambah kuat, prestise kabinet Djuanda akan Iebih meningkat, keadaan dalam Angkatan Perang akan bertambah haik sehingga terbukalah kemungkinan2 baru untuk mengkonsoli- dasi kemerdekaan nasional Indonesia dan untuk pembangunan di- lapangan ekonomi. Sebaliknja prestise" kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri akan mendjadi lebih merosot lagi.
Tetapi kami mengetahui bahwa kaum imperialis luarnegeri dan kaum reaksioner dalamnegeri tidak akan berdiam diri. Sementara pers Amerika misalnja sudah berani menulis, bahwa setjara militer kaum pemberontak memang kalah, tetapi setjara politik mereka
akan menang, karena kata mereka tuan Hatta akan menggantikan kedudukan PM Djuanda. Kami djuga mengetahui bahwa kaum imperialis Amerika; disamping sudah tidak mempunjai harapan lagi terhadap kaum pemberontak, sekarang sangat giat mengusahakan perubahan politik di Indonesia jang langsung bertentangan dengan keinginan Rakjat Indonesia dan keinginan Presiden Sukarno. Kon- sepsi mereka jalah mengganti kabinet Djuanda dengan kabinet Masjumi-NU dan menempatkan PNI-PKI sebagai oposisi. Atau, djika ini tidak berhasil, membentuk kabinet Masjumi-NU-PNI jang ditudjukan untuk memukul PKI. Dengan tindakan² ini mereka ber- harap akan dapat mengembalikan prestise" Masjumi, jang berarti pula mengembalikan prestise" PSI, sebagai sjarat untuk meng- angkat kembali kedudukan kaum imperialis jang sudah sangat me- rosot di Indonesia.
Disamping itu kaum imperialis Amerika djuga mendekati go- longan2 militer dan menggunakan golongan2 militer untuk mene- kan Presiden Sukarno supaja menjetudjui pembentukan kabinet sebagaimana mereka inginkan. Djika semuanja ini berhasil maka tertjiptalah sjarat2 untuk menekan perkembangan gerakan progresif dan nasionalis, untuk mengganti pimpinan Angkafan Perang dengan perwira2 kepertjajaan mereka, untuk meluaskan gerombolan2 DI- TII dan untuk memperkuat kolonialisme di Irian Barat. Dengan demikian tertutuplah kemungkinan bagi Rakjat Indonesia untuk mengkonsolidasi kemerdekaan nasional dan membangun ekonomi negerinja.
Tetapi saja jakin bahwa konsepsi politik kaum imperialis Ame- rika tersebut akan mendapat perlawanan² sengit dari Rakjat Indo- nesia dan dari pemimpin²nja jang realis. Tidak seorangpun patriot indonesia jang sudi melihat pemimpin2 Masjumi jang sudah ter- libat dalam Teror Tjikini" untuk membunuh Presiden Sukarno, jang sudah memberontak atau se-kurang2nja tidak menghukum pemberontak PRRI" duduk didalam pemerintahan. Djuga orang seperti Hatta jang menentang perdjuangan pembebasan Irian Barat, jang setjara terang2an memberi sokongan moril kepada pemberon- tak dan jang sudah ditjalonkan oleh teroris untuk djadi Presiden djika Presiden Sukarno dapat mereka bunuh, bukanlah seorang jang dapat diterima oleh Rakjat Indonesia untuk memegang ke-
mudi Pemerintah Indonesia.
Saja memang tidak menutup mata, bahwa dikalangan semen- tara pemimpin2 Indonesia sekarang ada orang2 jang naif, jang mengira bahwa djika PRRI" sudah dikalahkan berarti, kaum reaksi sudah dikalahkan samasekali dan karena itu persatuan nasional sudah tidak diperlukan lagi. Ini adalah tidak sesuai dengan kenja- taan, dan ini adalah sepenuhnja sedjalan dengan keinginan dan dengan konsepsi kaum imperialis AS.
Dengan kalahnja PRRI" samasekali tidak berarti bahwa kaum reaksi sudah dikalahkan samasekali. Selama masih ada kaum impe- rialis, kaum reaksi masih mempunjai kekuatan dan se-waktu² masih dapat menimbulkan kerugian2 besar bagi Rakjat Indonesia. Selain daripada itu perdjuangan untuk membebaskan Irian Barat, untuk menghantjurkan samasekali gerombolan2 DI-TII, untuk pemba- ngunan ekonomi negeri, untuk mengkonsolidasi kemerdekaan Indo- nesia dilapangan politik dan ekonomi, untuk semuanja ini persatu- an nasional adalah sjarat mutlak.
Saja jakin, walaupun akan mengalami berbagai rintangan dan kesulitan, sesudah kaum pemberontakPRRI" ditindas samasekali, persatuan nasional akan bertambah kuat dan segala konsepsi politik jang bukan konsepsi Rakjat Indonesia hanja akan tinggal diatas kertas sadja.
Pertanjaan: Apa jang mendjadi tjiri2 chusus kerdjasama semua kekuatan nasional di Indonesia dan bagaimana keterangan Saudara mengenai dipasangnja gambar Presiden Sukarno di-kantor2 organi- sasi² massa progresif?
Djawab: Kami tidak hentiznja berusaha menggalang kerdja- sama antara Partai Komunis, partai2 Nasionalis, partai2 Islam dan partai2 agama lainnja. Pada tingkat daerah kami mentjapai hasil jang lebih baik djika dibanding dengan kerdjasama pada tingkat nasional. Tapi, walaupun setjara formil kerdjasama nasional sangat sukar kami tjapai, tetapi djika ada soal2 penting mengenai tanah- air, misalnja perdjuangan untuk membebaskan Irian Barat, melawan kegiatan2 subversif asing, melawan pakt2 militer jang mau menje- ret Indonesia, melawan pertjobaan² bom A dan H, melawan pem- berontakan PRRI" dII., selamanja ada tindakan bersama antara partai2, ketjuali Masjumi dan PSI, baik setjara nasional maupun
setjara daerah.
Dikalangan organisasi2 massa jang dipimpin oleh orang2 Komu- nis, orang2 nasionalis, 'dan orang2 dari partai2 agama kerdjasama pada waktu2 belakangan ini mendapat kemadjuan2, dan jang chas jalah bahwa dalam kerdjasama2 ni ikutserta setjara aktif fihak militer seperti misalnja dalam Badan Kerdjasama Buruh-Militer, Badan Kerdjasama Pemuda-Militer, Tani-Militer, Wanita-Militer dll. Badan2 kerdjasama ini merupakan suatu kekuatan penggerak dalam perdjuangan anti-kolonialisme. Terutama sesudah terbentuk- nja Front Nasional Pembebasan Irian Barat jang praktis merupa- kan koordinator dari semua Badan² Kerdjasama ini. Didalam Badan2 Kerdjasama ini orang2 nasionalis, orang2 dari partai2 agama, orang2 Komunis ber-sama2 dengan perwira2 Angkatan Perang Republik Indonesia bisa duduk bersama untuk memetjahkan soal2 kongkrit.
Mengenai dipasangnja gambar Presiden Sukarno di-kantor2 organisasi2 massa progresif bagi Rakjat Indonesia bukanlah sesuatu jang aneh, karena Presiden Sukarno sekarang adalah tokoh nasional kami jang djuga berdiri dibarisan depan dalam mempersatukan semua partai dan golongan untuk melawan kolonialisme, dalam perdjuangan untuk ko-eksistensi setjara damai antara negara², dan untuk Indonesia jang demokratis, adil dan makmur.
Pertanjaan: Apakah ada kekuatan2 luarnegeri jang mendalangi pemberontakan PRRI"? Mengapa menurut pandangan Saudara Indonesia begitu penting bagi kaum imperialis?
Djawab: Djangankan kami orang2 politik, anak2 sekolah Indo- nesia mengetahui dan jakin bahwa dibelakang kaum pemberontak PRRI" berdiri kekuatan asing. Bagi Rakjat Indonesia kegiatan Amerika Serikat dalam membantu kaum pemberontak PRRI" se- djak persiapan pemberontakan ini sampai sekarang adalah terang seperti siang tanpa awan. Wartawan "London Chronicle" Arslan Humbaraci, lebih mendjelaskan hal ini dalam laporannja sesudah kembali dari daerah operasi di Sumatera Tengah, jang ditudjukan untuk menentang djurubitjara kementerian luarnegeri AS, Lincoln White, jang dimuat dalam harian Merdeka" pada tanggal 30 April 1958. Dalam tantangan terbuka kepada tuan Lincoln White wartawan Arslan Humbaraci antara lain mengatakan:
Dapatkah tuan Lincoln White menjangkal bahwa:
1. Tiga kapal AS:
a. "Steel Executive" tanggal 16 November 1957,
b. "Steel Fabricator" tanggal 23 Djanuari 1958, dan
c. "Steel Director" tanggal 28 Djanuari 1958 telah membawa sendjata untuk pemberontak? Bahwa sendjata ini berasal langsung dari depot tentara AS di AS dan bahwa sendjata² itu dibongkar dipelabuhan Dumai dari Caltex, Sumatera, ber-sama2 dengan muatan buat Bechtel Co, satu kongsi aan- nemer jang bekerdja buat Caltex? Saja dapat, seandainja diperlukan, untuk mengumumkan perintjian2 dari sendjata2 itu, dan dalam berbitjara atas nama sendiri, saja ingin me- nambahkan bahwa saja tidak se-naif itu untuk mempertjajai djawaban bahwa sendjata2 itu dimaksudkan untuk Missi Militer Amerika di Bangkok dan bahwa (dalam masing2 persoalan) sendjata2 itu telah diambil dengan paksa oleh letnan pemberontak Sukur Wahid.
Dapatkah tuan Lincoln White menjangkal bahwa:
2. Kaum pemberontak telah diberitahu tentang waktu-dan tempat dropping sendjata oleh se-kurang2nja seorang, atau mungkin pula dua orang Amerika jang berhubungan dengan Caltex dan selalu mengadakan kontak dengan Simbolon sebagai jang bela- kangan ditandaskan kepada saja pribadi tanggal 24 April, di Sumatera Barat, oleh seorang jang malam itu datang dari go- longan pemberontak? Dia sendiri menampung ke-empat2 drop- ping dilapangan terbang Tabing dan dua dropping lain di Diambak, kira2 2 kilometer dari Lubukalung.
..Dapatkah tuan Lincoln White menjangkal bahwa:
3. Keenam pesawat udara — 4 bomber dan 2 pemburu Mustang jang dimiliki pemberontak sekarang di Sulawesi Utara adalah dilever oieh rezim Taipeh, bahwa pangkalan utama dari pesa wat itu adalah Manila dan bahwa ia datang di Menado untuk membongkar muatannja (pesawat2 pembom) dan melaksanakan misinja atas daerah Indonesia setelah mendarat di Davao dan bahwa baik Formosa maupun Philipina mau melakukan kegiat an2 seperti itu kalau bertentangan déngan keinginan AS?"
Dalam pernjataan pada tanggal 30 April Perdana Menteri Djuanda dengan tegas mengatakan, bahwa fihak pemerintah mem-
punjai bukti² jang tjukup mengenai bantuan Amerika kepada kaum pemberontak.
Bantuan AS kepada kaum pemberontak PRRI" bukan sesuatu jang mengherankan, karena sudah sedjak lama AS memasukkan Indonesia-kedalam-,,garis pertahanannja". Dalam rangka persiapan perangnja, Indonesia adalah sangat penting bagi kaum imperialis baik dilihat dari sudut strategi militer maupun dilihat dari sudut hasil2 Indonesia jang berupa- minjak, karet, aluminium, bauxiet, timah dsb. Selain daripada itu kekuasaan imperialis atas Indonesia berarti melemahkan matarantai jang penting dalam kerdjasama negara2 Asia-Afrika. Dengan demikian djelaslah bahwa Indonesia tidak hanja sadja penting bagi kaum imperialis, tapi lebih2 bagi negara2 Asia-Afrika jang berdjuang untuk kemerdekaan nasional dan bagi perdamaian di Asia dan didunia. Oleh karena itu, tiap pertjobaàn kaum imperialis untuk menguasai Indonesia tidak hanja ditentang oleh Rakjat Indonesia, tetapi djuga oleh Rakjat2 Asia- Afrika dan Rakjat jang tjintadamai diseluruh dunia.
Pertanjaan: Bagaimana kekuatan PKI sekarang ini dan bagai- mana harapan2 PKI untuk pemilihan Parlemen kedua? Andaikata PKI menang, pemerintah jang bagaimanakah jang dikehendaki oleh PKI?
Djawab: PKI sekarang merupakan faktor penting dalam mem- pertahankan dan mengkonsolidasi kemerdekaan nasional Indonesia. Hal ini sudah dibuktikan dalam ber-kali2 Indonesia menghadapi serangan2 dari luar maupun pertjobaan2 kudeta dan pemberon- takan2 dalamnegeri. PKI jang sekarang beranggota lebih dari 1 djuta sudah dapat menghimpun 8.2 djuta pemilih. Faktor jang penting untuk mempertahankan dan mengkonsolidasi kemerdekaan nasional Indonesia ini dipergunakan oleh kaum imperialis urtuk menakut-nakuti mereka jang lemah batin dengan apa jang mercka namakan bahaja Komunis". Otjehan tentang bahaja Komunis" ini dimamahbiak oleh kaum reaksi dalamnegeri dan ditelan oleh sementara nasionalis kanan. Dengan ini kaum imperialis Amerika berharap memetjahbelah persatuan nasional dalamnegeri dan mem- bikin berantakan potensi nasional.
Kaum imperialis berbuat se-olah2 kepentingannja adalah sama dengan kepentingan kaum nasionalis dan kepentingan pemimpin2
partai2 agama di Indonesia dan mengadjak mereka membentuk front bersama untuk melawan Komunisme. Dengan demikian sekali- gus kaum imperialis memerosotkan kedudukan kaum nasionalis dan pemimpin2. partai2 agama dimata Rakjat Indonesia.
Dalam ketakutannja pada demokrasi·jang sedang tumbuh di Indonesia, kaum imperialis mengadjak kaum nasionalis dan pemim- pin2 partai agama untuk menunda pemilihan untuk Parlemen jang kedua dengan membajangkan bahwa pemilihan umum tersebut akan membikin PKI menguasai majoritet kursi dalam Parlemen. Pada- hal, pemilih2 jang tadinja memberikan suaranja kepada Masjumi, sesudah partai ini mengalami kemerosotan ,prestise" jang sangat karena pemimpin²nja ikut dan mendjadi pemimpin2 pemberontak- an, bukanlah akan berpindah per-tama2 mendjadi pemilih PKI, tetapi sebagian besar akan berpindah mendjadi pemilih PNI atau NU selama kedua partai ini teguh dalam mempertahankan kemer- dekaan nasional Indonesia dan dalam melawan pertjobaan2 inter- vensi asing. PKI memang djuga akan mendapat tambahan suara dari pemilih2 Masjumi karena PKI djuga berdiri dibarisan paling depan dalam mengalahkan kaum pemberontak PRRI", disamping perdjuangannja jang terus-menerus untuk perbaikan nasib Rakjat pekerdja.
Tetapi, walaupun keadaan sangat menguntungkan bagi NU, PNI, PKI dalam pemilihan Parlemen kedua, suara pemilih bukan- lah sesuatu jang dapat disunglap. Saja berpendapat bahwa djuga dalam pemilihan Parlemen nanti tidak akan ada satu-partaipun jang dapat menguasai majoritet dalam Parlemen, djuga PKI tidak terketjuali. Berdasarkan inilah dan berdasarkan penjelidikan2 jang mendalam mengenai pergeseran² imbangan kekuatan didalam ma- sjarakat, maka kami tidak memperdjuangkan lebih daripada 25% dari suara pemilih.
Sebagai hasil pemilihan Parlemen jad. PKI tidak memperdju- angkan lebih dari apa jang diperdjuangkan sekarang, jaitu pem- bentukan Pemerintah Koalisi Nasional atau Pemerintah Gotong- rojong" jang berdasarkan perwakilan berimbang sesuai dengan Konsepsi Presiden Sukarno jang tersohor itu. Saja berpendapat bahwa hanja Pemerintah jang demikianlah dapat menghimpun ke- kuatan nasional se-besar²nja untuk mempertahankan dan-mengkon-
solidasi kemerdekaan nasional, untuk pembebasan Irian Barat, untuk penghantjuran total gerombolan² DI-TII, untuk perbaikan nasib Rakjat pekerdja dan untuk pembangunan ekonomi negeri. Dengan demikian Indonesia akan mendjadi faktor jang lebih penting dalam perdjuangan untuk perdamaian dunia, dan chususnja dalam kerdja- sama antara negara2 Asia-Afrika.
Pertanjaan: Apa jang mendjadi harapan Saudara bagi Rakjat Hongaria?
Djawab: Sebagaimana sudah diketahui, ketika di Hongaria ter- djadi pemberontakan kontra-revolusioner jang didalangi kaum impe- rialis Amerika dalam bulan Oktober tahun 1956, kaum Komunis Indonesia tidak pernah sedikitpun ragu bahwa pemberontakan itu pasti dapat diatasi dan Hongaria tetap mendjadi anggota keluarga kubu sosialis jang penting.
Pemberontakan kontra-revolusioner di Indonesia sekarang di- dalangi oleh tangan jang sama, jang dalam tahun 1956 mendalangi pemberontakan kontra-revolusioner di Hongaria. Pada waktu se- karang kami djuga jakin, bahwa Rakjat Hongaria dibawah pim- pinan Partai Buruh Sosialis akan terus madju dalam membangun Sosialisme dinegeri jang indah dan Rakjatnja jang berbakat itu. Kami jakin, bahwa Rakjat dan kaum Komunis Hongaria mengerti dan menjokong perdjuangan Rakjat Indonesia. Atas semua ini kami mengutjapkan terimakasih kami.
Ini adalah tanjadjawab lengkap antara Georg Krausz. wartawan Neues Deutschland (harian Partai Persatuan Sosialis Djerman) dengan Kawan D.N. Aidit di Djakarta dan dimuat dalam harian tersebut pada tgl. 22 Mei 1958.
PERBUATAN AGRESI AMERIKA SERIKAT AKAN SANGAT MERUGIKAN AMERIKA SERIKAT SENDIRI
* Kaum Imperialis Sangat Berkepentingan Untuk Melemahkan Persatuan Nasional Rakjat Indonesia
* Kaum Buruh Indonesia Akan Terus Menjokong Kabinet Djuan- da Selama Kabinet Ini Setia Pada Programnja
* Investasi Modal Asing Membuka Pintu Untuk Tjampurtangan Asing Lebih Banjak
* Terimakasih Kepada RDD Berhubung Bantuan Pabrik Gula Di Djokja
Pertanjaan: Perkembangan politik apakah dapat diharapkan akan terdjadi di Indonesia sesudah kaum pemberontak di Sumatera ditumpas dan sesudah pengawasan negara atas milik Belanda di- realisasi? Peranan apakah jang dipegang oleh klas buruh dalam mendjamin perkembangan kemerdekaan nasional Indonesia?
Djawab: Sesudah kaum pemberontak di Sumatera ditumpas, Pemerintah, Angkatan Perang dan Rakjat Indonesia masih mem- punjai tugas2 berat, misalnja menumpas kaum pemberontak di Sulawesi, menghantjurkan gerombolan DI-TII, menggulung gerak- in subversif asing dan membebaskan Irian Barat. Semuanja ini hanja bisa dilakukan djika didalamnegeri ada persatuan nasional jang kuat. Adalah kewadjiban kaum Komunis dan kaum progresif lainnja untuk tidak henti²nja memperkuat front persatuan nasional.
Djuga untuk tetap dikuasainja perusahaan² milik Belanda oleh Negara dan untuk pembangunan ekonomi persàtuan nasional di- butuhkan.
Oleh karena itu kaum imperialis, terutama kaum imperialis Belanda dan Amerika Serikat sangat berkepentingan untuk mele- mahkan persatuan nasional Rakjat Indonesia, teristimewa dengan
djalan mendjatuhkan kabinet Djuanda dan menggantikannja dengan kabinet kanan. Tetapi hal ini pasti akan ditentang keras oleh Rak jat Indonesia, dan kaum buruh Indonesia akan tetap berdiri di- barisan paling depan dalam menentang usaha2 kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri ini.
Kaum buruh Indonesia akan terus menjokong kabinet Djuanda selama kabinet ini setia pada programnja jang anti-imperialisme dan jang mendjamin perkembangan demokratis didalamnegeri. Se- lama pemerintah ini mendjalankan politik jang demikian, kaum buruh Indonesia akan membantu dengan sekuat tenaga untuk memperbesar produksi di-perusahaan2 negara.
Pertanjaan: Bagaimana akibat2 dari intervensi militer Amerika jang membantu kaum pemberontak seperti didjelaskan oleh Pre- siden Sukarno serta Pemerintah Indonesia, terhadap politik luar- negeri Indonesia, terhadap hubungan antara Indonesia dan AS, terutama dalam hubungan kapital minjak Amerika jang bekerdjn di Indonesia? Kesimpulan2 jang bagaimanakah ditarik oleh klas buruh Indonesia dan Partainja, Partai Komunis Indonesia dari intervensi Amerika?
Djawab: Sesuai dengan pendapat Presiden Sukarno saja lebih setudju dipergunakan perkataan agresi mengenai tindakan2 orang? Amerika dan Kuomintang jang sudah membom berbagai tempat dibahagian Timur Indonesia. Saja berpendapat bahwa perbuatan agresi Amerika Serikat ini akan Jebih mempersatukan Rakjat Indo- nesia, dan mempersatukan Rakjat dengan Pemerintah Indonesia, untuk membela politik luarnegeri Indonesia jang bebas dan aktif. Perbuatan agresi Amerika Serikat ini akan sangat merugikan Ame- rika Serikat sendiri, sebab dengan ini Amerika Serikat membangkit- kan semangat anti Amerika dikalangan Rakjat Indonesia jang luas, dan sudah tentu akan merenggangkan hubungan antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat.
Djika agresi Amerika Serikat dan bantuan sendjatanja jang terang maupun tidak terang pada kaum pemberontak tidak dihenti- kan segera, maka kepentingan ekonomi Amerika Serikat di Indo- nesia, termasuk kepentingan minjaknja, akan dipersoalkan oleh Rakjat Indonesia.
Kami sampai pada kesimpulan bahwa agresi Amerika Serikat
terhadap Indonesia telah membikin Amerika Serikat mendjadi mu- suh kami dan musuh pokok Rakjat Indonesia, disamping kaum imperialis Belanda. Ini diluar kemauan kami dan kami tahu bahwa ini menambah berat perdjuangan kami. Tapi kami djuga jakin, bahwa dengan dibantu oleh Rakjat2 progresif dan tjintadamai di- seluruh dunia, kemenangan akan ada pada Rakjat Indonesia.
Pertanjaan: Bagaimana penilaian saudara mengenai pemilihan umum jang direntjanakan akan berlangsung pada bulan September 1959 dalam hubungan dengan perkembangan demokrasi di Indonc- sia jang lebih landjut?
Djawab: Per-tama2 kami harus melawan usaha2 berbagai go- longan jang bermaksud menunda pemilihan umum ini karena penundaan berarti perampasan hak2 Rakjat jang sudah dimilikinja berdasarkan Undang2 Pemilihan Umum Republik Indonesia. Menu- rut perkiraan kami pemilihan umum jang akan datang akan ber- achir dengan kemenangan partai2 jang aktif dan sungguh² melawan kaum pemberontak PRRI" dan melawan intervensi dan agres; asing. NU, PNI dan PKI pasti mendapat tambahan suara dan ini berarti kemenangan demokrasi atas partai2 kanan seperti Masju- mi dan PSI.
Tapi suara Rakjat bukanlah sesuatu jang dapat disunglap oleh salahsatu partai besar. Oleh karena itu adalah tidak benar bah:va dalam pemilihan umum jang akan datang akan ada Partai jang dapat menguasai majoritet dari kursi Parlemen. Untuk pernilihan jang akan datang PKI memperdjuangkan tidak lebih daripada 25% dari semua suara. Djika perkiraan ini mendjadi kenjataan, maka perkembangan demokrasi akan lebih baik di Indonesia, dan ini merupakan djaminan jang sangat penting untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dan untuk pembangunan ekonomi negeri.
Sebagai hasil dari pemilihan umum jang akan datang PKI tidak memperdjuangkan lebih daripada apa jang sekarang sedang diperdjuangkan, jakni terbentuknja Pemerintah Koalisi Nasional atau pemerintah Gotongrojong seperti jang dimaksudkan oleh Kon- sepsi Presiden Sukarno.
Pertanjaan: Setelah saja mengundjungi beberapa negeri di Asia Tenggara saja mendapat kesan bahwa dalam hal kesadaran nasio-
nal, kegiatan² serta tekad massa Rakjat jang luas dalam melawan penghisapan serta penindasan kolonial dalam bentuk apapun dan merealisasi kemerdekaan nasional jang penuh, diantara negara2 Asia Tenggara Indonesia adalah paling madju dan berada dibarisan terdepan dari perdjuangan tersebut karena Rakjat Indonesia telah mengambil langkah menentukan dalam melikwidasi kedudukan eko- nomi tuan2 kolonial Belanda. Menurut pendapat saja hal ini hanja dapat dimungkinkan karena klas buruh di Indonesia telah dengan sedar mengambil bagian aktif dalam perdjuangan kemerdekaan nasional. Apakah penilaian saja tepat menurut pendapat saudara?
Djawab: Saja tidak mengetahui setjara mendalam keadaan di- negeri2 Asia Tenggara lainnja, oleh karena itu sukar untuk meng- adakan perbandingan. Tetapi bahwa kesadaran nasional Rakjat Indonesia dan kegiatan2 serta tekad massa Rakjat adalah tinggi dalam melawan penghisapan serta penindasan kolonial, memang satu kenjataan. Hal ini dapat dimengerti, karena Rakjat Indonesia mendapatkan kemerdekaan nasionalnja dengan djalan revolusi ber- sendjata jang sangat banjak memberikan didikan politik kepada Rakjat, dan ditambah lagi bahwa sekarang klas buruh Indenesia sudah mentjapai kemadjuan2 tertentu dilapangan organisasi dan politik, dan Rakjat Indonesia mendapat pengaruh jang tidak ketjil artinja dari gerakan2 Rakjat dan demokrasi di Asia-Afrika dan di- dunia.
Pertanjaan: Apakah tepat djika dikatakan bahwa politik PKI sekarang ini terutama ditudjukan untuk melakukan segala sesuatu. melalui penghimpunan segala kekuatan nasional jang sungguh2 pro- gresif kedalam Front Nasional Rakjat Indonesia untuk menjelesai- kan Revolusi Nasional 1945 jang demokratis dan jang ditjetuskan untuk melikwidasi kekuasaan kolonial? Apakah melikwidasi sisa2 feodalisme dilapangan ekonomi Indonesia djuga merupakan seba- gian dari Revolusi Nasional jang demokratis itu? Bagaimana sikap kaum tani terhadap masalah tersebut?
Djawab: Kewadjiban kaum Komunis sekarang tidak hanja menghimpun segala kekuatan jang sungguh2 progresif, tetapi djuga dengan sekuat tenaga berusaha menarik kekuatan tengah kedalam gerakan² revolusioner. Sukses Revolusi Indonesia banjak tergantung pada berhasil atau tidaknja menarik kaum tengah kedalam revolusi
untuk menjelesaikan Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Ini berarti menjelesaikan tugas2 anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Kaum tani Indonesia sepenuhnja menjokong revolusi demokratis, tapi Partai kami belum tjukup bekerdja untuk membangunkan serta memobilisasi kaum tani. Hal ini akan diperbaiki di-masa2 jang akan datang.
Pertanjaan: Bagaimana sikap dari kaum buruh Indonesia jang terorganisasi dalam serikatburuh dan terutama majoritetnja jang progresif dan jang dipimpin oleh Partai Komunis-mengenai masa- lah pembangunan ekonomi Indonesia dewasa ini?
Djawab: Kaum buruh Indonesia jang terorganisasi dalam seri- katburuh, terutama golongan² progresif jang dipimpin oleh PKI setjara dalam menjedari bahwa kaum buruh Indonesia tidak boleh bersikap pasif terhadap pembangunan ekonomi, walaupun kekuasa- an politik sekarang belum ada didalam tangannja. Kaum buruh Indonesia memperdjuangkan adanja plan pembangunan ekonomi untuk merehabilitasi kerusakan2 ekonomi jang disebabkan oleh perang dunia jang lalu dan oleh dua kali perang kolonial, serta untuk meletakkan dasar2 buat mengindustrialisasi Indonesia.
Mengenai kekurangan modal kami berpendapat bahwa peme- tjahannja tidak dengan djalan investasi modal asing, karena hal ini akan membikin Indonesia tetap tergantung dalam lapangan ekonomi dan membuka pintu untuk tjampurtangan asing lebih banjak dalam persoalan2 dalamnegeri Indonesia, sebagaimana halnja sudah ter- bukti dengan desakan Amerika Serikat jang keras untuk mendarat- kan tentaranja seperti baru2 ini guna menjelamatkan" minjaknja di Sumatera.
Kekurangan modal harus diatasi dengan memperbesar produksi bahan expor dari perusahaan2 milik negara dan mendjual barang2 expor ini ke-negeri2 jang suka membelinja dengan harga jang paling tinggi, tanpa membedakan sistim sosial dan ekonomi. Dari hasil expor ini Indonesia dapat mengimpor, ketjuali bahan2 konsumsi, djuga barang2 modal untuk memulai industrialisasi Indonesia.
Djuga pindjaman dari luarnegeri tanpa ikatan² politik dan mili- ter dapat berguna dalam usaha memulai industrialisasi Indonesia. Dalam soal mengatasi kekurangan tenaga2 ahli Indonesia harus mendidik ahli²nja sendiri didalamnegeri naupun dengan mengirim
orang2 Indonesia keluarnegeri, dan dengan menerima-bantuan² tenaga2 ahli dari negeri2 mana sadja asal orang2 itu benar2 -ahli dan berkemauan baik terhadap Rakjat Indonesia.
Pertanjaan: Apakah Partai Komunis Indonesia mempunjai per- spektif, bahwa diharidepan jang dekat atau lebih djauh, revolusi anti-kolonial jang demokratis dari Rakjat Indonesia dapat setjara berangsur-angsur dan setjara damai beralih mendjadi revolusi sosialis?
Djawab: Kami berkejakinan bahwa perspektif Revolusi Indo- nesia jalah Sosialisme. Tetapi Sosialisme hanja bisa ditjapai djika kami berhasil dalam melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja, jaitu melaksanakan revolusi nasional dan demo- kratis. Djika tergantung pada kaum Komunis Indonesia semuanja ini harus berlangsung dengan djalan damai dan setjara ber-angsur².
Pertanjaan: Sudilah Kawan Aidit menjampaikan kepada klas buruh Djerman, melalui "Neues Deutschland" apa jang masih di- anggap penting untuk disampaikan?
Djawab: Pada dewasa ini kaum buruh dan Rakjat Indonesia mempunjai kepentingan² jang sama dengan kaum buruh dan Rak- jat Djerman dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan nasional dari antjaman kaum imperialis jang dipelopori oleh Ame- rika Serikat. Djuga kita sama2 berdjuang untuk mempersatukan seluruh negeri dibawah satu pemerintah jang progresif. Rakjat Indo- nesia berdjuang untuk memasukkan Irian Barat kedalam kekuasaan Republik Indonesia sedangkan kaum buruh serta Rakjat Djerman berdjuang untuk mempersatukan Djerman bagian Timur dengan Djerman bagian Barat. Saja jakin bahwa kedua Rakjat besar ini, Rakjat Indonesia dan Rakjat Djerman akan mentjapai maksud2 ini, karena ini adalah kehendak Rakjat, dan dunia jang tjinta ke- merdekaan dan tjintadamai menjokongnja.
Kami mengutjapkan banjak terimakasih kepada Pemerintah dan Rakjat Republik Demokrasi Djerman jang sudah membantu Indo- nesia dalam membangun pabrik gula di Djokjakarta, ibukota Indo- nesia ketika Revolusi Agustus 1945. Kami jakin bahwa di-masa2 datang industri Republik Demokrasi Djerman jang tinggi beserta ahliznja akan merupakan sumbangan jang besar bagi pembangunan Indonesia jang modern, disamping kekajaan alam Indonesia akan
merupakan sumbangan jang besar pula bagi perkembangan ekono- mi RDD.
Dengan demikian kedua negeri kita ber-sama2 dengan negeri2 lain akan menunaikan tugas sedjarahnja, jaitu mentjiptakan dunia damai dimana kesedjahteraan dan keadilan mendjadi milik semua orang.
Djakarta, 22 Mei 1958
Wanita Komunis Pedjuang Untuk Masjarakxt Baru adalah djudul pidato pembukaan Kawan D.N. A'dit pada Konferensi Nasional ke-I Wanita Komunis jang dilangsungkan di Djakarta dari tgl. 26 Mei sampai 31 Mei 1958. Pidato ini memberi anal'sa dan arah jang tepat bagi perdjuangan emansipasi wanita, menerangkan tugas2 wanita Ko. raunis Intonesia sebagai anggota barisan pelopor dalam membangun masjarakat baru dan tak-terpisahkannja perdjuangan emansipasi jang sungguh2 dari perdjuangan seluruh Rakjat untuk kemerdekaan nasional jeng penuh.
Tulisan ini mempunjai peranan penting bukan sadja bagi kader2 wanita tapi djuga bagi semua anggota Partai terutama kawan2 Comite Partai untuk memahami dan melaksanakan politik PKI jang memberi. kan perhatian chusus kepada masalah mengorganisasi dan meningkatkan kesedaran politik massa wanita.
WANITA KOMUNIS PEDJUANG UNTUK MASJARAKAT BARU
Izinkanlah saja pada kesempatan pembukaan Konferensi' Nasio- nal ke-I Wanita Komunis ini menjampaikan beberapa patah kata tentang Konferensi ini sendiri, tentang apa wanita Komunis itu dan tentang tugas2nja.
Per-tama² penting diingat bahwa Konferensi ini bukan Konfe- rensi organisasi massa wanita, ini adalah Konferensi Partai. Ini perlu saja ingatkan, karena banjak diantara kawan2 adalah aktivis organisasi massa wanita. Pengalaman masih banjak menundjukkan bahwa bagi kebanjakan kawan2 masih sukar menempatkan diri se- tjara tepat didalam rapat2 Partai dan didalam rapat2 organisasi massa wanita. Padahal djika penempatan ini tidak tepat, maka bisa merugikan ke-dua2nja, baik rapat2 Partai maupun rapat2 organi- səsi massa wanita. Djadi, sekali lagi, konferensi kita sekarang ada- lah konferensi Partai jang chusus membitjarakan tentang wanita Komunis dan tentang tugas2nja.
Konferensi Nasional Wanita Komunis ini adalah jang pertama kali diadakan oleh Partai kita. Konferensi ini dilangsungkan sesudah melalui persiapan2 jang boleh dikatakan lumajan. Sebagai persiap- an konferensi ini dibanjak daerah telah diadakan konferensi2 wanita Komunis tingkat ketjamatan, kabupaten dan provinsi. Banjak hal2 jang sudah dibahas dalam konferensi2 ini, terutama jang berhu- bungan dengan atjara konferensi, jaitu tentang menghidupkan grup wanita dan meluaskan keanggotaan Partai dikalangan wanita, dan untuk memperbesar aktivitet gerakan wanita guna memenangkan Partai dalam pemilihan Parlemen ke-2. Berhubung dengan persiap- an2 jang sudah dilakukan itu saja jakin, bahwa pembahasan kedua atjara ini selama konferensi akan berhasil dengan baik.
Tetapi dalam konferensi2 jang sudah dilangsungkan di-daerah2 saja kira belum dibahas soal2 jang sangat penting, jaitu tentang apakah sebenarnja wanita Komunis itu dan apakah tugas2nja.
Wanita Komunis Harus Memiliki Kepribadian Tipe Baru
Wanita Komunis Indonesia adalah anggota wanita dari Partai Komunis Indonesia. Mereka mempunjai hak2 dan tugas² jang sama seperti kawan2 lelaki.
Oleh karena itu adalah tidak benar djika kegiatan wanita2 Komunis hanja terbatas pada kegiatan2 dikalangan massa wanita sadja. Konferensi2 Wanita Komunis harus membitjarakan tema2 umum dan problim² umum jang berhubungan dengan kegiatan2 Partai kita keseluruhannja dan untuk menemukan alat dan bentuk pekerdjaan jang memungkinkan Partai kita, terutama wanita2 Ko- munis, agar lebih efektif dalam memberikan sumbangan untuk memetjahkan problim² politik, jang bertalian dengan perkembang- an politik negeri kita keseluruhannja.
Tetapi djika demikian, mengapa harus kita adakan Konferensi Partai jang chusus untuk wanita2 Komunis? Dinegeri seperti negeri kita sekarang, dimana massa wanita pada umumnja masih berada dibawah terompah kaum reaksioner, sehingga mereka djauh dari kehidupan politik, sehingga mereka takut dan mempunjai gambar- an jang bukan² tentang Komunisme dan oleh karena itu menerima sadja hubungan2 jang lama, hubungan2 perbudakan, maka soal meningkatkan kesedaran berorganisasi dan kesedaran politik massa wanita harus mendapat perhatian chusus dari Partai. Konferensi2 Wanita Komunis akan sangat membantu Partai kita dalam mem- berikan perhatian chusus kepada masalah mengorganisasi dan me- ningkatkan kesedaran politik massa wanita.
Bagi negeri kita, dimana massa wanita pada umumnja masih terbelakang seperti diterangkan diatas, adanja kira2 100.000 wanita Komunis sekarang, adanja puluhan ribu gadis2 anggota Pemuda Rakjat jang sepenuhnja berfihak pada Partai kita, dan adanja ratusan ribu anggota organisasi massa wanita jang bersahabat de- ngan Partai kita berkat kegiatan anggota² Partai didalamnja, ada- lah gedjala2 jang tidak mungkin dianggap sepi lagi dan ini tidak bisa lain daripada telah membawa sekedar perubahan dalam struk- tur masjarakat kita. Ini berarti bahwa sudah ada kekuatan madju jang mulai besar dikalangan massa wanita Indonesia, kekuatan massa
wanita jang menolak hubungan² perbudakan, dan jang sudah aktif berdjuang untuk adanja pembaruan dalam masjarakat Indonesia. Djadi, ada kwalitet baru di-tengah2 massa wanita Indonesia, kwa- litet jang madju dan terus tumbuh meluas dan meninggi.
Wanita Komunis adalah wanita jang inteleknja, kemauan dan perasaannja berkembang se-luas2nja dan se-dalam²nja. Wanita jang demikian itu mentjurahkan inteleknja tidak hanja pada pembeber- an kekurangan² masjarakat sekarang, tidak hanja pada bagaimana masjarakat sekarang tersusun dan bagaimana ia berkembang, tetapi djuga pada persoalan bagaimana hárus bekerdja untuk mem- bangun masjarakat baru. Tentang masjarakat baru jang kita per- djuangkan pada tingkat revolusi Indonesia sekarang, dan tentang perspektif revolusi Indonesia, dengan djelas sudah diuraikan dalam Program Partai kita dan diadjarkan dalam Sekolah2 dan Kursus2 Partai kita. Demikian tentang intelek wanita Komunis.
Bagaimana mengenai kemauan jang harus dimiliki oleh wanita Komunis? Kemauan wanita Komunis haruslah begitu rupa sehingga dapat memberi dorongan untuk bersatu, untuk beraksi dan beker- dja guna melenjapkan sebab2 jang membikin manusia hidup tidak berbahagia di-negeri2 kapitalis.
Perasaan wanita Komunis adalah adil, suka mempertimbang- kan segala sesuatu dengan se-baik²nja, solider dan ingin adanja persatuan semua manuşia jang hidup dari bekerdja, dan dalam bekerdjasama serta berdjuang bersama ingin membangun dunia damai jang berdasarkan penghargaan terhadap sesama manusia dan terhadap kerdja.
Fikiran, kemauan dan perasaan ini harus saling mengisi, saling bantu dan merupakan kesatuan. Ini menimbulkan kepribadian tipe baru jang membedakan diri wanita Komunis dari wanita burdjuis pada umumnja, Wanita burdjuis mungkin luarbiasa dalam kebe- ranian dan ketjakapan tetapi tidak memiliki kepribadian tipe baru.
Dengan kepribadian tipe baru, wanita Komunis akan mampu mendjelaskan kenapa keadaan seperti sekarang dan bagaimana ke- adaan dapat diubah; akan mampu membangun dan mendjiwai organisasi jang terdiri dari orang2 jang menuntut penghargaan atas hak2nja, jang membela kepentingan2nja, jang berdjuang untuk demokrasi dan untuk memperbaharui dunia; akan mampu mem-
bangunkan rasa solider dan persaudaraan, membangkitkan sema- ngat tdan kegairahan dalam perdjuangan jang luas jang madju kedepan menudju pembaruan masjarakat dan perdamaian dunia
Kewadjiban Partai kita jalah mendidik wanita2 jang berkepri badian tipe baru ini.
Wanita2 jang berkepribadian tipe baru, jaitu wanita2 Komu- nis, dalam mempersoalkan emansipasi wanita tidak seperti wanita burdjuis, jang biasa hanja membikin penjesalan2 kuno jang tidak ada isinja seperti misalnja kaum pria tidak mempunjai perhatian pada pekerdjaan dikalangan wanita", atau kaum pria tidak mau memberi kebebasan kepada kaum wanita". Se-olah² kaum pria jang mendjadi sasaran dari perdjuangan untuk emansipasi. Penjesalan ini bukan hanja tidak ada gunanja, tetapi membikin sasaran per djuangan untuk emansipasi wanita, jaitu feodalisme, imperialisme dan kaum reaksioner, mendjadi terlepas dari serangan. Pendeknja, penjesalan² atau umpatan² demikian tidak pernah dan tidak akan mempunjai arti, selama hal ini tidak dirumuskan setjara kongkrit sebagai hasil pemikiran setjara matang, jang bersumber pada orien- tasi politik jang madju, jang disertai dengan kegiatan2 organisasi dan pekerdjaan2 jang kongkrit. Perdjuangan untuk emansipasi wanita tidak akan mentjapai tudjuannja dengan umpatan dan penjesalan, tetapi harus dengan kerdja. Tiap2 problim, djadi djuga problim emansipasi wanita dengan aspek2nja jang banjak itu, harus disinari dari semua seginja agar mendapat pemetjahan jang tepat
Adalah kewadjiban Partai kita, djadi djuga dan terutama ke wadjiban wanita2 Komunis untuk dapat menjinari semua problim perdjuangan wanita untuk emansipasi dan untuk Indonesia dan dunia baru dari semua segi, agar semua problim dapat dipetjahkan
Untuk memiliki kemampuan ini, adalah mendjadi sjarat mut lak bagi tiap2 wanita Komunis untuk ber-lomba2 dengan kawan2 nja jang lelaki beladjar teori Marxisme-Leninisme, sendjata kita jang ampuh, jang tidak ada soal takterpetjahkan olehnja. Mendjadll kewadjiban semua Comite Partai untuk memberi perhatian jang chusus mengenai pendidikan ideologi, politik dan teori bagi kawan? wanita. Pekerdjaan ini mungkin akan lebih berhasil dengan meng adakan Sekolah2 Politik dan Kursus2 Partai chusus untuk kawan? wanita.
Dengan adanja kira2 100.000 wanita Komunis, sudah dapat kita katakan bahwa sekarang kita sudah mulai mempunjai barisan pe- lopor gerakan wanita jang rapat barisannja didalam Partai kita, jang sudah dan sedang mengembangkan kepribadian tipe barunja, barisan pelopor jang diperlukan oleh siapa sadja jang berdjuang untuk emansipasi dari semua wanita. dan untuk kemadjuan seluruh masjarakat.
Wanita Komunis Harus Berhubungan Erat Dengan Massa Wanita
Tetapi djangan lupa bahwa barisan pelopor berhenti mendjadi pelopor djika ia terlepas dari suatu pasukan, djika ia tidak ber- hubungan dengan bagian² lain dari pasukan. Pelopor hanjalah pelopor, djika ia merupakan bagian dari suatu pasukan, djika a berhubungan dengan bagian2 lain dari pasukan. Pelopor jang meng- isolasi diri dari pasukan akan kehílangan hubungan dengan induk pasukan, dimana sipelopor merupakan bagian daripadanja, akan berhenti mendjadi pelopor karena ia kehilangan sjarat untuk itu. Pelopor harus senantiasa berhubungan dengan pasukan.
Djadi, wanita jang termasuk dalam barisan pelopor dari klas buruh dan semua pekerdja, djika ia mau dianggap sebagai pelopor, haruslah berhubungan erat dengan massa luas dari massa wanita buruh, tani dan burdjuasi ketjil, dan djuga dengan kaum wanita jang tidak termasuk pekerdja tetapi jang djuga berdjuang untuk emansipasi wanita dan- pembaruan masjarakat.
Gerakan wanita Indonesia dapat kita katakan timbul bersamaan dengan kebangkitan nasional Rakjat Indonesia. Boleh dikatakan semua partai politik jang banjak berdiri sedjak awal abad ini mem- punjai perhatian dan mendorong berdirinja organisasi2 wanita. Djuga Partai kita sudah sedjak berdirinja mempunjai perhatian pala gerakan wanita dan mendorong berdirinja organisasi2 wanita jang madju.
Tetapi, sebelum Revolusi Agustus 1945 perkembangan organi- sasi² wanita sangat terbatas, tuntutan²nja umumnja tidak djauh dan tidak mempunjai karakter massa jang luas. Sekarang kemadjuan hesar sudah tertjapai dalam menjedarkan kaum wanita tentang
hak²nja dengan terbentuknja organisasi2 wanita jang berdjuang untuk emansipasi dan untuk pembaruan masjarakat Indonesia. Ini berarti, bahwa massa wanita Indonesia sampai batas2 tertentu sudah bangun.
Dengan adanja organisasi2 wanita jang berdjuang untuk eman- sipasi dan pembaruan masjarakat dapatlah kita katakan bahwa kaum wanita Indonesia sudah mendjedjakkan kakinja kedalam ke- hidupan politik jang kolektif dan aktif, mereka sudah mendesakkan supaja suara mereka didengarkan dan supaja tuntutan2 mereka di- penuhi, mereka mulai mempunjai pengaruh jang tertentu tentang djalannja perkembangan.
Menurut pendapat saja perdjuangan untuk emansipasi kaum wanita Indonesia sekarang adalah sungguh². Pada pokoknja per diuangan untuk emansipasi jang sungguh² ini sekarang adalah sbb. Disatu fihak perdjuangan untuk hak2 wanita, artinja untuk men dapatkan persamaan hak setjara juridis dengan laki2 dan untuk pelaksanaan jang njata dari persamaan hak ini dengan tertjiptanja tjara-hidup jang baru. Difihak lain perdjuangan melawan keseng- saraan, untuk tingkat hidup jang lebih baik, untuk pekerdjaan dan upah sama dengan tidak memandang perbedaan wanita atau laki, baik bagi massa luas dikota maupun didesa. Dua aspek dari per djuangan ini merupakan kesatuan dan dengan demikian djelaslah bahwa gerakan untuk emansipasi wanita adalah bagian terpenting dari perdjuangan keseluruhannia untuk pembaruan jang demokra tis dari masjarakat Indonesia. Dari sini djuga dielas, bahwa gerak an jang sungguh² untuk emansipasi wanita tidak bisa dipisahkan dan merupakan bagian dari perdjuangan untuk demokrasi, kemer dekaan nasional jang penuh, untuk perdamaian dunia dan untul melawan penindasan kapital.
Kita tidak boleh lupa, bahwa perdjuangan untuk emansipail wanita mempunjai karakternja sendiri dan banjak aspek2nja, hingga kegiatan organisasi2 massa wanita walaupun mempunial dasar jang sama dan umum, perlu mempuniai tendensi mem-bag dirinja dalam berbagai bentuk gerakan² jang kongkrit buat tudjuan bagian dan tudjuan2 spesifik. Wanita2 dari berbagai lapisan masja rakat dan dari berbagai kategori sosial bisa mempunjai kepenting an2 jang ber-beda2 samasekali. Tetapi dari ragam jang banjak inl
kita senantiasa harus mengemukakan elemen jang terpenting, elemen jang dapat mempersatukan mereka dalam perdjuangan untuk eman- sipasi.
Oleh karena itu kita menganggap perlu adanja sebuah federasi dari organisasi² wanita Indonesia jang didirikan atas dasar tuntutan untuk emansipasi, dan kita djuga menganggap perlu adanja sebuah organisasi wanita Indonesia jang besar jang bersatu-padu, jang keanggotaannja tersebar diseluruh Indonesia- dan jang melakukan banjak tindakan² untuk kepentingan massa wanita, untuk keluarga- nja dan anak²nja, dan jang bentuk-bentuk kegiatannja bermatjam ragam. Bentuk permulaan organisasi jang demikian ini sudah ada, kebanjakan wanita2 Komunis termasuk didalamnja. Kita harus terus • memberikan sumbangan kita pada kegiatan organisasi ini, terutama untuk memberikan karakter massa jang lebih luas kepadanja, dengan menghilangkan semua jang bisa membikin sempit crganisasi mass. ini dan agar keanggotaannja mendjadi ber-djuta2.
Dengan segenap enersi kita, kita harus bekerdja didalam orga- nisasi ini, agar ia terus tumbuh, agar ia mendapatkan bentuk2 baru untuk pekerdjaannja, agar ia benar2 mendjadi organisasi dari majoritet wanita Indonesia jang'terorganisasi dan bersatu disekitar pandji² emansipasi wanita.
Apakah tjukup tersedia sjarat² untuk mentjiptakan organisasi wanita Indonesia jang besar sematjam itu? Sjaratnja tjukup, jaitu bahwa massa wanita Indonesia, oleh karena perdjuangannja untuk emansipasi, jaitu perdjuangan untuk hak2 wanita dan tuntutan2 ekonomi Rakjat pekerdja, tidak bisa lain daripada memberikan sumbangan baru jang penting pada perdjuangan untuk pembart:an demokratis dan politis dari masjarakat Indonesia.
Djika kita berhasil mentjiptakan sebuah organisasi massa wanita jang besar, jang anggotanja ber-djuta2, maka kita akan lebih mem- perkuat gerakan keseluruhan dari massa pekerdja Indonesia, jaitu kekuatan jang akan mengadakan perubahan2 jang mendalam dari pandangan politik Rakjat negeri kita.
Pada waktu sekarang Partai kita terus madju dengan tuntutan² untuk mengadakan perubahan jang mendalam dalam politik Indo- nesia, baik jang mengenai politik luarnegeri maupun politik dalam- negeri. Djika tergantung pada kita, kita ingin supaja semuanja ini
dapat berlangsung dalam ketenangan, baik ketenangan diluarnegeri maupun didalamnegeri. Sjarat untuk ini jalah adanja gerakan massa luas jang militan, terpimpin dan berdisiplin, sedar benar2 akan per- ubahan politik jang ingin ditjapainja. Untuk ini besarlah arti dari gerakan wanita pada umumnja, organisasi massa wanita jang besar dan kaum wanita Komunis pada chususnja.
Dalam melaksanakan tugas Partai menarik lebih besar massa wanita kedalam Partai; jang memang harus sungguh² kita lakukan, adalah luar biasa pentingnja arti dari pekerdjaan jang harus di- lakukan oleh wanita2 Komunis dikalangan massa wanita pekerdja, dan djuga adalah luarbiasa pentingnja arti dari pekerdjaan wanita? Komunis dikalaħgan berbagai sektor massa wanita pekerdja seperti, misalnja, massa wanita dari berbagai aliran agama.
Jang mendjadi penghalang terbesar bagi pekerdjaan Partai di- kalangan kaum wanita pekerdja jalah masih berkuasanja fikiran² kolot jang mengira bahwa keadaan jang buruk sekarang adalah sudah ditakdirkan dan tidak bisa diubah lagi. Fikiran kolot ini tidak hanja terdapat dikalangan kaum wanita, tapi djuga dikalangan kaum lelaki.
Kewadjiban Partai kita jalah tidak henti²nja menanamkan ke- jakinan pada massa Rakjat pekerdja, terutama kaum wanitanja, bahwa keadaan jang buruk sekarang adalah bikinan tangan² manu- sia, bikinan kaum tuantanah, kaum kapitalis dan penguasa² jang reaksioner; dan menanamkan kejakinan bahwa manusia, massa manusia, jang hidup dari kerdjanja, djika mereka mengorganisasi diri dan bertindak bersama akan mampu mentjiptakan situasi baru, situasi jang lain daripada sekarang, dan akan mampu membangun Indonesia baru dan dunia baru. Tentang dunia baru, dimana tidak ada lagi penghisapan oleh manusia atas manusia, dimana emansi- pasi wanita sudah ditjantumkan dalam undang2 dan dilaksanakan dalam kenjataan, dimana masjarakat sudah diperbaharui sama- sekali, sekarang bukanlah impian lagi, tetapi sudah mendjadi kenja- taan disebagian dari dunia kita dimana lebih dari sepertiga dari umatmanusia, jaitu seribu djuta orang sudah mendjadi penghuni dunia baru.
Kita kaum Komunis selamanja harus berkejakinan, bahwa pe- kerdjaan dikalangan wanita adalah satu diantara elemen2 térpen-
ting dari politik dan dari pekerdjaan Partai kita, dan bahwa peker- djaan dikalangan wanita mempunjai karakter jang spesifik dan oleh karena itu harus dilakukan dengan tjara dan organisasi jang spesi- fik pula. Inilah sebabnja maka ada persoalan bekerdja dikalangan wanita, berpropagania dikalangan wanita, persoalan petugas2 chu: sus untuk gerakan wanita, persoalan kader2 wanita dan grup-grup wanita.
Grup2 wanita didalam Partai kita bukan hanja harus tetap di- pertahankan, tetapi harus kita perbanjak dan kita tingkatkan ke- mampuannja. Pekerdjaan grup2 wanita kita tidak boleh hanja ter- batas sampai pada pekerdjaan dikalangan wanita. Ia harus meng- ambil bagian dalam semua kegiatan Partai, sebab ini adalah satu diantara sjarat2 untuk memperbesar kemamnuan kawan2 wanita, untuk mempertinggi tingkat kesedarannja dan untuk memperbaiki aksi²nja. Mengambil bagian dalam semua kegiat:n Partai adalah djuga berlaku bagi wanita2 Komunis dalam badan² pimpinan dan đalam organisasi2 Partai lainnja.
Sebelum saja mengachiri pidato sambutan saja ini ingin saja kemukakan bahwa di-masa2 jang lalu kita kurang tjukup mempo- pulerkan aktivis2 wanita kita dan kita belum tjukup baik meladeni mereka. Padahal mereka adalah pedjuang2 kita jang berani, jang memberikan apa sadja jang ada padanja untuk pekerdjaan Partai di-desa², di-kebun², di-pabrik2, di-kamnung2 dsb. Di-masa2 datang kita harus berusaha supaja mereka lebih dikenal. Harus mendjadi djelas bagi semua orang, bahwa merekalah pekerdia2 jang ulet untuk hak2 kaum wanita dan untuk kepentingan el:onomi massa Rakjat pekerdja, bahwa mereka adalah pekerdja2 untuk salahsatu tugas Partai jang terpenting.
Jang terachir, saja mintakan persetudjuan kawan2 agar untuk waktu dekat jang akan datang kita melaksanakan penarikan puluh- an ribu wanita lagi kedalam Partai kita. Selandjutnja saja meng- harap bantuan kawan-kawan dalam memperkuat organisasi2 massa wanita dan aksi²nja untuk emansipasi bagi wanita, untuk perubah- an sosial dan politik dari masjarakat Indonesia dan untuk per- damaian dunia.
Saja jakin, bahwa Konferensi Nasional ke-I Wanita Komunis ini merupakan permulaan jang baik dalam usaha Partai mentiipta-
kan barisan pelopor jang mampu dari gerakan wanita Indonesia, dan dalam mentjiptakan organisasi massa wanita jang besar jang anggotanja ber-djuta2.
Hidup wanita Komunis!
Djakarta, 26 Mei 1958
Dua artikel berikut adalah pidato Kawan D.N. Aidit jang diutjapkan dihadapan Kongres ke-XI Partai Komunis Tjekoslowakia tanggal 20 Djuni 1958 dan pidato didepan para aktivis Partai Komunis Tjekoslowakia di Praha tanggal 26 Djuni 1958.
Selain menjampaikan salam Rakjat Indonesia, dikemukakan bahwa suksesnja pembangunan Sosialisme Rakjat Tjekoslowakia menundjukkan Sosialisme bisa dibangunkan baik dinegeri jang madju maupun jang ter. belakang. Selandjutnja ditandaskan betapa merusaknja pendirian pemim- pin2 Liga Komunis Jugoslavia bagi gerakan Komunis sedunia, kubu so sialis dan gerakan kemerdekaan nasional. Karena itu perdjuangan mela- wan revisionisme disamping melawan penjelewengan2 lain seperti dogmatisme dan sektarisme adalah perdjuangan jang terpenting bagi se- mua Komunis sekarang.
PIDATO SAMBUTAN DIHADAPAN KONG RES KE-XI PARTAI KOMUNIS TJEKOSLOWAKIA
Atasnama Comite Central Partai Komunis Indonesia, atasnama lebih dari 1.000.000 Komunis Indonesia dan atasnama 8.200.000 pemilih PKI, delegasi kami menjampaikan salam jang se-hangat². nja kepada semua peserta Kongres ke-XI. Partai Komunis Tjeko- siowakia, dan lewat kawan2 kepada semua Komunis dan Rakjat pekerdja Tjekoslowakia.
Delegasi PKI menjampaikan salut jang se-tinggi²nja atas suk- ses2 Rakjat pekerdja Tjekoslowakia dalam membangun Sosialisme dibawah pimpinan jang bidjaksana dari Partai Komunis Tjeko- slowakia. Selama beberapa hari sebelum Kongres ini dimulai dele- gasi kami sudah berkundjung ke Ostrawa, Bratislava dan Brno. Belum banjak jang kami lihat. Tetapi apa jang sudah kami lihat, seperti antusiasme Rakjat menjambut hasil2 pembangunan sosialis, seperti pembangunan besar2an dilapangan perindustrian dan peng- koperasian pertanian jang didjalankan oleh Rakjat pekerdja Tjeko- slowakia dengan semangat jang tinggi, mejakinkan kami bahwa djuga dalam penjempurnaan pembangunan sosialis Partai Komu- nis dan Rakjat pekerdja Tjekoslowakia pasti akan mendapat hasil jang gemilang.
Rakjat Indonesia langsung berkepentingan akan suksesnja pem- bangunan sosialis di Tjekoslowakia, sebagaimana djuga akan sukses- nja pembangunan sosialis di-negeri2 sosialis lainnja. Kebangkrutan sistim kapitalis, jang waktu2 belakangan ini ditandai oleh depresi ekonomi, terutama di Amerika Serikat, telah membikin lebih sukar keadaan ekonomi Indonesia jang memang sudah sukar itu. Keada- an ini lebih mengharuskan Rakjat Indonesia untuk mentjari dan menemukan sahabat² jang bisa dipertjaja dalam mengatasi kesukar- an2 ekonomi negerinja, dan sahabat2 itu tidak lain daripada negeri2
sosialis.
Di-tengah2 Rakjat pekerdja Tjekoslowakia membangun Sosial- isme, Rakjat Indonesia dengan kesungguhan dan kegembiraan ber- djuang untuk dapat mengikuti irama zaman, belum untuk mem- bangun Sosialisme, tetapi buat mentjiptakan sjarat2 politik untuk itu.
Kaum imperialis Amerika dengan budak²nja berusaha memaksa Rakjat Indonesia menjanjikan lagu jang sumbang, jang tidak se- irama dengan zaman kita, zaman kemadjuan gerakán progresif disemua front. Untuk ini mereka mengorganisasi gerombolan² teroris buat membunuh pemimpin2 PKI dan orang2 revolusioner lainnja, sampai2 kepada pertjobaan pembunuhan terhadap Presiden Su- karno. Mereka mengorganisasi pemberontakan2 diwilajah Republik Indonesia, memberi bantuan sedjumlah besar sendjata2 modern dan mengirim instruktor2 militer untuk membantu kaum pemberontak. Semuanja ini ditudjukan untuk.mendjatuhkan pemerintah jang sah jang didukung oleh Rakjat pekerdja Indonesia, dan selandjutnja untuk mematahkan gerakan progresif di Indonesia.
Tetapi, sedjak 17 Agustus 1945 Rakjat Indonesia sudah memilih djalan kemerdekaan nasional dan tidak akan ada satu kekuatan didunia jang dapat memaksa Rakjat Indonesia memilih djalan lain. Sebaliknja, dengan kemerdekaan nasional jang sudah dimilikinja, Rakjat Indonesia mematahkan kekuatan pemberontakan kontra- revolusioner. Rakjat Indonesia berdjuang terus untuk dapat meme- gang nasib sepenuhnja dalam tangannja sendiri, sebagai sjarat untuk mengadakan perubahan fundamentil dalam masjarakat Indo nesia. PKI dan Rakjat pekerdja Indonesia menjadari bahwa per- djuangan ini adalah berat, ber-liku2 dan masih akan menghadapi banjak kesulitan.
Tetapi, dengan semangat patriotisme jang tinggi, dan dengan semangat internasionalisme proletar dan tjintadamai seperti dimuat dalam Deklarasi an Manifes Perdamaian Partai2 Komunis dan Partai2 Buruh di Moskow bulan November tahun iang lalu, kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia akan terus berdjalan dengan langkah2 jang tegap, seirama dengan langkah2 barisan front revolusioner dunia.
Kami mengharap Kongres Kawan2 jang penting ini akan men-
dapat sukses jang se-besar²nja, sebagai djaminan untuk suksesnja penjempurnaan pembangunan sosialis di Tjekoslowakia, sebagai sumbangan bagi negeri2 jang perkembangan ekonominja masih ter- belakang dan untuk memperkuat kubu perdamaian dan Sosialisme.
Hidup Partai Komunis Tjekoslowakia, pemimpin jang sedjati dari. Rakjat pekerdja Tjekoslowakia!
Hidup dan abadilah persahabatan Rakjat Indcnesia dan Rakjat Tjekoslowakia!
Hidup perdamaian dan Sosialisme, hidup Marxisme-Leninisme jang djaja!
PIDATO DIDEPAN 8000 AKTIVIS PARTAI KOMUNIS TJEKOSLOWAKIA DI PRAHA
Per-tama2 atasnama delegasi PKI kekongres ke-XI Partai Ko- munis Tjekoslowakia, saja mengutjapkan banjak terimakasih ber- hubung dengan kesempatan jang diberikan kepada saja untuk ber- bitjara dihadapan rapat umum ini.
Atasnama Comite Central, semua Komunis dan pentjinta Par- tai Komunis Indonesia saja menjampaikan salut dan mengutjapkan selamat berhubung dengan sukses Kongres ke-XI Partai Komunis 'Tjekoslowakia baru2 ini.
Sudah terang, bahwa suksesnja Kongres ke-XI Partai Komunis Tjekoslowakia, per-tama2 tentu mempunjai arti jang sangat penting dan menentukan bagi penjempurnaan pembangunan Sosialisme di Tjekoslowakia. Apa jang injatakan dalam laporan CC jang disam- paikan oleh Sekretaris Pertama CC Partai Komunis Tjekoslowakia, Kawan Antonin Novotni, jang kemudian dimuat dalam putusan kongres, bahwa sukses2 sudah ditjapai dalam pembangunan Sosial- isme dan tugas sekarang adalah penjempurnaan pembangunan So- sialisme di Tjekoslowakia, adalah sepenuhnja benar.
Dengan antusiasme Rakjat pekerdja jang besar, dengan pim- pinan Partai Komunis Tjekoslowakia jang mempunjai persatuan ideologi jang kuat, dengan kerdjasama jang erat antara negara2 sosialis, dengan sokongan gerakan Komunis diseluruh dunia dan terutama dengan bantuan Uni Sovjet, kami jakin bahwa kesem- purnaan pembangunan Sosialisme di Tjekoslowakia akan mendjadi kenjataan dalam waktu jang tidak lama.
Tjekoslowakia jang sekarang sudah merupakan salahsatu negeri jang termadju didunia, merupakan sendjata ditangan proletariat sedunia dalam melawan propaganda kaum reaksioner, jang menga- takan bahwa gerakan Komunis tidak bisa berkembang dinegeri jang industrinja sudah madju dan tingkat hidup Rakjatnja sudah tinggi.
Dengan sukses2 pembangunan Sosialisme di Tjekoslowakia, maka terbuktilah bahwa Tjekoslowakia jang industrinja sudah madju dan tingkat hidup Rakjatnja sudah tinggi, merupakan salahsatu benteng Komunisme jang terkuat.
Djadi, gerakan Komunis sudah terbukti bisa berkembang di- negeri2 jang industrinja belum madju idan tingkat hidup Rakjatnja masih rendah, dan djuga dinegeri jang industrinja sudah madju dan tingkat hidup Rakjatnja sudah tinggi. Djadi, gerakan Komu- nis bisa berkembang dimana sadja. Tergantung pada bagaimana mengembangkan gerakan ini!
Kongres ke-XI Partai Komunis Tjekoslowakia tidak hanja pen- ting buat klas buruh dan Rakjat Tjekoslowakia. Sempurnanja pem- bangunan Sosialisme di Tjekoslowakia berarti bertambah kuatnja kubu Sosialisme dan perdamaian dunia, berarti bertambahnja sjarat2 bagi negeri2 sosialis untuk membantu memadjukan negeri2 jang ekonominja masih terbelakang, dan jang sekarang lebih menderita lagi sebagai akibat depresi ekonomi Amerika Serikat.
Selain darip da itu Kongres ke-XI Partai Komunis Tjekoslo- wakia dihadiri cleh 54 Partai Komunis dari semua benua, jang menjatakan kejakinannja akan sukses jang lebih besar dan soli- daritetnja pada Partai Komunis dan Rakjat pekerdja Tjekoslowakia, jang menjatakan kebulatan tekad dalam membela persatuan gerak- an Komunis sedunia, jang dasar²nia sudah lebih diperkuat dengan adanja putusan2 Kongres ke-XX Partai Komunis Uni Sovjet, dan kemudian dengan adanja Deklarasi dan Manifes Perdamaian se- bagai hasil diskusi Partai2 Komunis bulan November tahun 1957.
PKI menjetudjui sepenuhnja pokok2 fikiran mengenai gerakan Komunis sedunia jang diputuskan oleh Kongres ke-XX PKUS, dan lalam Sidang Plenonja bulan April 1958 CC PKI menerima se- penuhnja Deklarasi dan Manifes Perdamaian. Ini berarti bahwa PKI tidak menjetudjui dan melawan revisionisme jang dipropagan- dakan oleh pemimpin2 Liga Komunis Jugoslavia.
Dalam usahanja untuk memetiah gerakan Komunis sedunia, kaum imperialis menjebarkan kebohongan, se-olah2 PKI mengambil sikap lain daripada sikap jang sudah diambil oeh Partai2 Komu- nis seperti PKUS, PK Tiongkok, PK Tjekoslowakia dll. terhadap kongres Liga Komunis Jugoslavia bulan April jl. Dikatakan oleh
mereka se-olah2 PKI mengirimkan delegasi kekongres Liga Komu- nis Jugoslavia tersebut.
Sebelum kami menerima Rentjana Program jang akan dibitjara- kan dalam kongres Liga Komunis Jugoslavia tersebut memang kami bermaksud mengirimkan delegasi, karena kami tidak mengira bahwa pemimpin2 Liga Komunis Jugoslavia sudah begitu djauh dari gerakan Komunis sedunia. Tetapi sesudah kami mendapat dan mempeladjari Rentjana Program Liga Komunis Jugoslavia, kami memutuskan tidak mengirim delegasi dan hanja mengirim penin- djau, sebagaimana djuga jang dilakukan oleh Partai2 Komunis lain, Setelah penindjau kami pulang dan memberikan laporan tentang apa jang dilihat didalam dan diluar kongres, maka kami mendjadi iebih jakin, bahwa memang tidak sepantasnja PKI mengirim dele- gasi kekongres Liga Komunis Jugoslavia.
Kaum Komunis Indonesia tidak mempunjai kepentingan untuk memusuhi pribadi pemimpin² LKJ, dan kami tidak bermaksud ntuk mentjampuri soal2 intern LKJ. Tetapi kaum Komunis Indo- nesia, ber-sama² dengan kaum Komunis negeri2 lain, tidak hanja berhak, tetapi berkewadjiban melawan dengan sengit usaha siapa sadja, baik jang datangnja dari luar maupun dari dalam gerakan Komunis, jang hendak memetjahbelah gerakan Komunis sedunia.
Memetjahbelah gerakan Komunis sedunia seperti jang dilaku- kan oleh pemimpin2 LKJ, baik dilapangan ideologi maupun politik, tidak hanja akan melemahkan gerakan Komunis sedunia dan kubu sosialis, tetapi djuga melemahkan seluruh gerakan progresif, seluruh gerakan untuk kemerdekaan nasional dan gerakan perdamaian dunia.
Dalam kesempatan ini saja tidak akan mengupas revisionisme pemimpin LKJ dari segi teori. Saja hanja hendak mengemukakan beberapa persamaon antara kaum reaksioner di Indonesia dengan kaum revisionis Jugoslavia.
Kaum sosialis kanan dan kaum reaksioner lainnja di Indonesia mempropagandakan, bahwa dengan makin banjaknja kontrol negara, maka kapitalisme sudah tidak berbahaja lagi, bahwa kapitalisme sekarang bukan monopoli lagi dan sudah mendjadi kapitalisme rakjat" berhubung dengan saham2 sudah dipegang oleh lebih banjak orang. Oleh karena itu, kata mereka, djangan melawan kapitalisme, djadikanlah kapitalisme sahabat, panggillah se-banjak2.
nja penanaman modal asing ke Indonesia.
Padahal turun-temurun Rakjat Indonesia sudah berpengalaman, bahwa kapitalismelah jang membikin mereka sengsara dan terdja- djah, bahwa kārena ada penanaman modal asinglah maka Indo- nesia sekarang kurang bebas dalam mendjalankan politiknja, bahwa karena adanja kekuasaan' kapitalisme monopolilah maka Indonesia terus-menerus terantjam oleh intervensi bersendjata, dan baru2 ini bukan lagi antjaman, tetapi kongkrit kaum imperialis jang dipelo- pori oleh AS mengorganisasi pemberontakan didalam negeri Indo- pesia dan memperlengkapi kaum pemberontak kontra-revolusioner dengan sendjata2 modern, dengan instruktor2 militer, kapalterbang2 heserta pilot2nja. Inikah kapitalisme jang ber-angsur2 mau diubah mendjadi Sosialisme itu? Kenjataan di Indonesia jalah, bahwa kapi- talisme monopoli, djika tidak dilawan dengan sengit, bisa mengubah Indonesia jang sekarang merdeka mendjadi djadjahan kembali dan mendjadi pangkalan perang bagi pakt militer SEATO.
Oleh karena itulah politik revisionis pemimpin2 LKJ tidak hanja mengisolasi mereka dari gerakan Komunis sedunia, tetapi lambat- laun, djika tidak diubah, akan mengisolasi mereka djuga dari gerakan perdamaian dunia dan gerakan kemerdekaan nasional jang sekarang sedang bangkit dengan hebatnja di Asia-Afrika dan Ame- rika Latin.
Tidak perlu mendjadi Komunis, seorang patriot non-Komunis dinegeri jang baru merdeka atau negeri jang masih terdiadjahpun tahu bahwa kapitalisme monopoli adalah sumber bentjana dan tidak ada djalan ketjuali mengadakan perlawanan sengit terhadapnja.
Bertentangan dengan fikiran revisionis pemimpin2 LKJ, jang memberi hati kepada kapitalisme monopoli, pada achir tahun jang lalu Rakjat dan pemerintah Indonesia telah mengambil oper per- usahaan2 kaum imperialis Belanda. Hanja kaum imperialis dan budak2nja orang Indonesia jang tidak setudju dengan tindakan ini. Tindakan Rakjat Indonesia dapat sokongan dari kaum Komunis dan Rakjat pekerdja sedunia.
Pemimpin2 LKJ berfikiran bahwa dibeberapa negara, seperti misalnja di AS klas buruh dapat berkuasa dan sampai kepada Sosialisme tanpa partai klas buruh. Fikiran ini tidak hanja ber- akibat melutjuti sendjata klas buruh jang terpenting dinegeri-negeri
jang bersangkutan, tetapi djuga sedjalan benar dengan kehendak kaum kapitalis monopoli jang tidak mau melihat adanja Partai Marxis-Leninis. Dengan. pernjataannja ini pemimpin LKJ telah berdjasa besar pada kaum kapitalis monopoli, dan telah mengambil bagian penting dalam menjambung umur kapitalisme jang sudah sekarat, dan dengan demikian ikut memperlemah gerakan Komu- nis dan gerakan kemerdekaan nasional sedunia.
Di Indonesia hanja elemen2 fasis jang mau meniadakan rol PKI. Seorang non-Komunis jang djudjur, jang patriotik, seluruh Rakjat pekerdja jang berdjuang untuk hak2 politiknja, mengakui pentingnja rol dan perlunja ada PKI, baik dalam perdjuangan melawan imperialisme dimasa lampau dan sekarang, maupun dalam mentjiptakan masjarakat baru di Indonesia. Tidak lain daripada Presiden Sukarno sendiri jang menjatakan dalam konsepsinja teu- tang perlunja PKI mengambil bagian dalam pemerintah djika Indonesia benar2 mau membangun masjarakat baru.
Dengan demikian sekali lagi mendjadi djelas, bahwa fikiran revisionis pemimpin2 LKJ tidak hanja mengisolasi mereka dari gerakan Komunis sedunia, tetapi djuga akan mengisolasi mereka dari gerakan kemerdekaan nasional jang sedang mendobrak dengan kerasnja restan2 benteng kapitalisme dunia jang masih tinggal se- karang.
Jang lebih keterlaluan Iagi jalah bahwa LKJ mempersamakan sadja politik luarnegeri kubu sosialis dengan politik luarnegeri negara2 kapitalis. Mereka mempersamakan sadja politik luarnegeri Uni Sovjet, jang sedjak berdirinja sampai sekarang berdjuang untuk perdamaian dunia dan menjokong perdjuangan semua Rakjat untuk kemerdekaan nasional, dengan politik luarnegeri negara2 imperialis jang dipelopori oleh Amerika Serikat, jang sedang aktif memper- siapkan perang dunia baru dan memusuhi perdjuangan kemerde- kaan nasional.
Adalah sangat tragis djika seorang Komunis tidak bisa mem- bedakan antara Sosialisme dan kapitalisme, dan karena itu tidak bisa melihat perbedaan antara politik luarnegeri kedua kubu ini Saja kira tidak perlu sescorang mendjadi Komunis untuk dapat membedakan politik luarnegeri kedua kubu ini. Ketika Republik Indonesia jang merdeka baru2 ini diantjam dengan serangan ber-
sendjata besar²an oleh kaum imperialis jang dipelopori oleh Ame- rika Serikat, adalah negara2 sosialis Idan terutama Uni Sovjet dan RRT jang tanpa ragu2 menjatakan sikap sepenuhnja berdiri di- fihak Rakjat dan pemerintah Indonesia.
Selain daripada itu, saban orang mengerti, bahwa di-tengah2 kaum imperialis jang dipelopori oleh AS mempersiapkan perang dunia baru, adalah Uni Sovjet dengan kerdjasama jang erat dengan negeri² sosialis lainnja, serta bahu-membahu dengan semua Rakjat jang tjintadamai, dengan sekuat tenaga berusaha untuk mentjegah perang dunia jang baru. Belum berapa lama ini Uni Sovjet setjara sefihak telah menghentikan pertjobaan sendjata-atom dan hidrogin, dan telah menjerukan agar AS dan Inggeris mengikuti djedjak jang telah ditempuh oleh Uni Sovjet itu.
Sekali lagi saja katakan, bahwa revisionisme pemimpin2 LKJ tidak hanja mengisolasi mereka dari gerakan Komunis sedunia, tetapi djuga djika tidak segera diubah, akan mengisolasi mereka dari gerakan perdamaian dan kemerdekaan nasional dari Rakjat sedunia.
Djelaslah bahwa perdjuangan melawan revisionisme, disamping melawan penjelewengan2 lain seperti dogmatisme dan sektarisme, adalah perdjuangan jang terpenting bagi semua kaum Komunis sekarang. Perdjuangan melawan revisionisme sekarang tidak kalah pentingnja daripada perdjuangan Lenin melawan Internasionale ke-II. Gerakan Komunis mendjadi kuat sekarang karena Lenin ber- hasil mematahkan, dalil2 Internasionale ke-II dan Partai2 Komunis diseluruh dunia melakukan perdjuangan praktis melawan pengchia- natan terhadap Marxisme ini. Dan kita, kaum Komunis masa se- karang akan dibadjakan dalam perdjuangan melawan revisionisme. Ini adalah pasti. dan pernjataan Partai2 Komunis didalam Kongres ke-XI Partai Komunis Tjekoslowakia baru2 ini adalah satu dari banjak bukti akan kepastian ini.
Dengan mendapat inspirasi dari kaum révisionis, kaum reak- sioner diberbagai negeri berusaha untuk mengalihkan perhatian dari perdjuangan melawan imperialisme kepada perdjuangan antara Rakjat dengan Rakjat dengan me-ngobar2kan sovinisme. Di Indo- nesia sovinisme sudah agak lama tidak ada pengaruhnja, tetapi helakangan ini dihidupkan kembali untuk menimbulkan perten-
tangan dikalangan Rakjat pekerdja Indonesia. Oleh karena itu segi jang terpenting dari perdjuangan ideologi. klas buruh Indonesia sekarang jalah melawan sovinisme. Kaum revisionis sangat berdjasa dalam me-ngobar²kan sovinisme di Indonesia, jang berarti telah membikin lebih. berat perdjuangan klas buruh Indonesia.
Indonesia tidaklah berbatasan dengan salahsatu negeri sosialis, dan masih dilingkungi oleh negeri imperialis seperti Australia, oleh tentara imperialis di Irian Barat, oleh negeri2 djadjahan dan se- tengah-djadjahan jang merupakan benteng dari imperialisme. Indo- nesia adalah kira2 15.000 km dari Tjekoslowakia. Tetapi, walau- pun demikian, dalam perdjuangan melawan imperialisme jang di- kepalai oleh kaum monopolis AS, dan sekarang dapat bantuan pen- ting dari kaum revisionis, klas buruh dan seluruh Rakjat Indonesia tidak pernah berketjil hati dan tetap penuh kejakinan bahwa ke- menangan achir pasti difihak mereka. Optimisme dan kejakinan ini bukanlah tidak beralasan. Bukan hanja kebenaran hukum perkem- bangan masjarakat jang menjatakan bahwa semua bangsa akan merdeka, bahwa Sosialisme pasti datang diseluruh dunia, tetapi kenjataan kongkrit bahwa kekuatan progresif makin berkembang di Indonesia, bahwa sebagian besar bangsa2 sudah merdeka atau tidak lama lagi akan mendapat kemerdekaannja, dan bahwa So- sialisme sudah mendjadi sistim dunia jang makin hari makin kuat dan makin unggul dibanjak lapangan, adalah sumber optimisme dan kejakinan Rakjat Indonesia akan kepastian kemenangannja.
Di Indonesia sekarang sudah ada Partai Komunis dan gerakan buruh jang tidak mungkin diabaikan lagi dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi dan kebudajaan.
Pemerintah Indonesia sekarang bukan pemerintah jang dipimpin oleh klas buruh, tetapi bukan pemerintah jang reaksioner. PKI menjokong politik pemerintah sekarang, baik politik dalamnegerinja maupun politik luarnegerinja.
Rakjat Indonesia sedang dan masih akan baniak menghadapi kesulitan2 dalam mempertahankan dan menjempurnakan kemerde- kaan nasionalnja. 20% dari wilajah Republik Indonesia dimana ber- diam lebih dari satu djuta Rakjat Indonesia, jaitu Irian Barat masih dikangkangi oleh kaum kolonialis Belanda jang disokong oleh AS. Kaum pemberontak kontra-revolusioner pada pokoknja memang
sudah dipatahkan kekuatannja, tetapi gerombolan2 bandit masih terus melakukan operasinja, disedjumlah desa2 Indonesia, jang ber- akibat terganggunja produksi pertanian, pembunuhan terhadap kaum tani dan pembakaran atas rumah² kaum tani. Selain daripada itu, masih banjak kesulitan dilapangan ekonomi berhubung masih berkuasanja modal monopoli asing di Indonesia, belum tjukupnja digali kekajaan dari dalam bumi Indonesia jang banjak itu, belum adanja pembangunan industri jang berarti dan berhubung dengan perdagangan luarnegeri Indonesia jang masih beratsebelah dengan negara2 Barat.
Partai Komunis dan partai2 demokratis lainnja beserta semua orang jang berhaluan madju di Indonesia tidak henti2nja mentjari djalan untuk mengatasi kesulitan2 jang dihadapi oleh Rakjat Indo- nesia. Berbagai bentuk front persàtuan kami tempuh untuk mem- persatukan seluruh kekuatan Rakjat, dan untuk mengeratkan ker- djasama antara Rakjat, Angkatan Perang dan Pemerintah. Dalam menggalang kerdjasama antara bangsa2, baik dilapangan politik, ekonomi maupun lainnja, Rakjat dan Pemerintah Indonesia seka- rang tetap setia patda 5 prinsip koeksistensi dan 10 dasar (Dasa- sila) Konferensi Bandung.
Sebagaimana sudah saja katakan diatas, ada djarak jang djauh antara Indonesia dan Tjekoslowakia. Djuga Indonesia dengan banjak negeri lain adalah berdjauhan. Tetapi semua ini mendjadi dekat, baik karena kemadjuan tehnik maupun karena 5 prinsip koeksistensi dan Dasasila Konferensi Bandung jang tersohor itu, dan terutama sekali karena internasionalisme proletar kita. Sukses Rakjat disesuatu negeri adalah sukses Rakjat2 negeri2 lain. Sukses Rakjat Tjekoslowakia dalam pembangunan dan penjempurnaan Sosialisme, adalah djuga sukses Rakjat Indonesia. Djuga sukses kami adalah sukses para saudara dan kawan2.
Hidup dan abadilah persahabatan Rakjat Indonesia dan Rakjat Tjekoslowakia!
Hidup Partai2 Komunis dan Partai2 Buruh diseluruh dunia, pembawa pandji2 Marxisme-Leninisme jang kreatif dan djaja!
Hidup dan bertambah unggullah kubu Sosialisme jang dipelo- pori oleh Uni Sovjet!
Berikut ini dimuat wawantjara Kawan D.N. Aidit dengan harian Népszabadság pada tanggal 7 Djuli 1958 ketika ia dari tgl. 2 Djuli 1959 mengundjungi Republik Rakjat Hongaria selama enam hari.
KEGAGALAN KONTRA-REVOLUSI LEBIH MEMPERKUAT SOSIALISME DIHONGARIA
Pertanjaan: Apakah kesan2 dan pendapat kawan selama kawan berada di Hongaria?
Djawab: Saja datang di Hongaria tidak dengan fikiran akan melihat tanda2 keadaan jang masih katjau di Hongaria, karena saja tahu bahwa kekuatan kaum kontra-revolusioner sudah lama dipatahkan; bahwa di Hongaria ada pemerintah jang stabil di- bawah pimpinan Partai klas buruh jang lebih kuat daripada se- belum kontra-revolusi bulan Oktober 1956. Satu minggu saja di Hongaria dan berkesempatan berbitjara baik dengan pemimpin2 tertinggi Rakjat Hongaria, termasuk dengan Janos Kadar jang ke- bidjaksanaan pimpinannja sudah kami kenal dari tulisan²nja, mau- pun dengan kader2 biasa dari Partai Buruh Sosialis Hongaria, dengan buruh2 industri berat dan ringan, dengan anggota² koperasi pertanian dan dengan pemuda2. Saja tidak hanja merasa bahagia karena tidak datang dengan fikiran akan melihat tanda2 keadaan jang katjau, berhubung dengan tanda2 itu memang tidak ada, tapi djuga diliputi kekaguman betapa tjepatnja kaum kontra-revolusioner dapat digulung dan kekuasaan Rakjat dapat dipulihkan kembali dan sekarang djauh lebih kuat daripada sebelum kontra-revolusi.
Walaupun keanggotaan Partai Buruh Sosialis Hongaria sekarang hanja kira² separoh daripada sebelum kontra-revolusi, tetapi daja- djuangnja berlipatganda, karena anggota jang ada sekarang ada- lah saringan sehabis melakukan perdjuangan jang berat, beratu dalam fikiran dan perbuatan membela kemurnian Marxisme-Lenin- isme dan diktatur proletariat.
Orang boleh berbitjara tentang kesalahan² kaum Komunis di Hongaria dan kaum Komunis tidak akan menjembunjikannja, tetapi Sosialisme madju terus di Hongaria. Penghasilan nasional jang di- dapat dari perindustrian sudah merupakan bagian jang terbesar dari penghasilan, hal jang tidak demikian sebelum pembebasan. Sistim
tuantanah sudah tidak. mungkin kembali, karena kaum tani tidak akan mau menjerahkan sedjengkal dari tanahnja kepada tuantanah. Djaminan sosial bagi kaum buruh dan tingkat. kebudajaan Rakjat bukanlah bandingan dengan sebelum pembebasan. Dengan demi- kian gagallāh semua usaha kaum imperialis, jang dengan pemberon- takan kontra-revolusi bulan Oktober 1956 jang gagal, masih men- tjoba mengambil keuntungan dengan mengatakan bahwa peristiwa Oktober itu terbuktilah kesalahan dari sistim sosialis dan diktatur proletariat. Sebaliknjalah jang benar, jaitu bahwa kegagalan kontra- revolusi telah lebih memperkuat Sosialisme dan diktatur proletariat, telah lebih menènggelamkan diri mereka dalam kebangkrutan sis- tim kapitalisme dan diktatur burdjuisnja.
Sebagaimana umumnja orang datang ke Hongaria dengan fikir- an akan melihat keindahan kota Budapest dan alam Hongaria, saja- pun datang dengan fikiran demikian pula. Djuga dalam hal ini saja tidak diketjewakan. Dan alangkah bodohnja dan miskinnja djiwa pelarian2 politik Hongaria, jang meninggalkan tanahairnja jang indah dengan tidak tentu nasibnja sekarang dan haridepannja. Sedangkan bagi mereka jang setia pada tanahair, harikini dan hari- depannja sudah terdjamin, jaitu hidup bahagia dinegeri jang indah.
Pertanjaan; Soal2 apakah menurut kawan jang dapat memper- erat persahabatan antara Rakjat Hongaria dan Rakjat Indonesia?
Djawab: Perdjuangan revolusioner Rakjat Hongaria bukan tidak dikenal oleh Rakjat Indonesia. Berdirinja Republik Sovjet Hongaria tahun 1919 berpengaruh atas perkembangan revolusioner di Indo- nesia, pemimpin revolusioner Hongaria seperti Bela Kun terkenal di Indonesia, terutama dikalangan kaum revolusioner Indonesia ang- katan tua.
Sekarang Rakjat Indonesia jang sudah mempunjai Republik jang merdeka memerlukan banjak sahabat didunia dalam mempertahan- kan kemerdekaan nasionalnja jang terus-menerus diantjam oleh pakt agresi SEATO jang dikendalikan oleh Amerika Serikat, dan dalam pembangunan ekonomi negerinja. Rakjat Indonesia dengan pemerintah Djuanda dan Presiden Sukarno sekarang dengan gigih berdjuang untuk perdamaian dunia, untuk keredaan ketegangan internasional, penghentian pertjobaan bom A dan H.
Menurut fikiran saja ada sjarat2 jang baik untuk mempererat
hubungan politik, ekonomi dan kebudajaan antara Indonesia dan Hongaria. Tentu ada rintangan2 jang harus diatasi, tetapi sedjarah menuntut adanja hubungan jang makin erat antara kedua negeri itu.
Pertanjaan: Apakah menurut kawan pengaruh dari hukuman mati jang didjatuhkan pada Imre Nagy atas perkembangan politik di Indonesia?
Djawab: Kaum imperialis dengan lewat budak2nja tentu sudah mem-besar²kan hal ini, sudah memuat berita² sensasi dengan huruf2 tebal dalam suratkabar² kanan Indonesia sebagai ,kekedjaman" dik- tatur proletariat. Tetapi tidak akan lebih daripada itu, Rakjat Indo- nesia jang baru sadja mengalami pemberontakan kontra-revolusioner jang diorganisasi dan dipersendjatai oleh kaum imperialis Amerika Serikat, tahu benar apa artinja kontra-revolusi djika tidak ditindas dengan kekerasan. Beladjar dari kaum kontra-revolusioner Hongaria baru2 ini kaum kontra-revolusioner Indonesia djuga telah mem- bakar hidup2 ratusan patriot jang gigih berdjuang membela Repu- blik Indonesia.
Tuntutan hukuman mati oleh penuntut umum pengadilan atas 3 orang teroris jang sudah mengadakan pertjobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno pada achir tahun jang lalu, membikin hukuman mati untuk pemimpin kontra-revolusi seperti Imre Nagy mendjadi tidak sukar untuk dimengerti atau se-kurang2nja tidak menimbulkan tentangan Rakjat Indonesia.
Tulisan ini adalah pidato Kawan D.N. Aidit dihadapan Kongres ke-V Partai Peratuan Sosialis Djerman tanggal 12 Djuli 1958.
Q
HIDUP PPSD, PEMIMPIN SEDJATI RAKJAT REPUBLIK DEMOKRASI DJERMAN!
Izinkanlah saja atasnama Comite Central, atasnama Iebih dari satu djuta Komunis Indonesia tdan 8.200.000 pemilih Partai Ko- munis Indonesia menjampaikan salam persahabatan kepada semua peserta Kongres ke-V Partai Persatuan Sosialis Djerman (PPSD), dan lewat kawan2 kepada seluruh Rakjat pekerdja Republik Demo- krasi Djerman (RDD) jang tjintadamai, patriotik, progresif dan gagahberani.
Dari lubuk hati kami jang se-dalam²nja dan se-murni²nja kami menjatakan ikut bergembira dan mengutjapkan selamat berhubung sukses2 jang sudah kawan2 tjapai dalam menjelamatkan dan meng- konsoliiasi kedaulatan RDD dan dalam pembangunan Sosialisme.
Di-tengah2 antjaman2 baru terhadap penlamaian dari imperial- isme Djerman dengan tuan²nja kaum monopolis Amerika Serikat, RDD adalah salahsatu faktor perdamaian jang terpenting. Oleh karena itu, sudah seharusnja djika kaum Komunis dan seluruh kaum progresif didunia mengharapkan sukses2 jang lebih besar bagi PPSD dalam memimpin Rakjat RDD membangun Sosialisme.
Permainan api jang dilakukan oleh pemerintah Adenauer jang lewat Perdjandjian Paris memasukkan Djerman Barat kedalam NATO dan kemudian menjetudjui tentara Djerman Barat diper- senjatai dengan sendjata2 atom bukan hanja antjaman untuk RDD dan Eropa, tetapi adalah antjaman bagi seluruh umatmanu- sia. Rakjat Indonesia melihat dalam politik atom pemerintah Ade- nauer sekarang sebagai politik jang langsung mengantjam kepen- tingannja, karena pemerintah Adenauer adalah partner pemerintah Belanda dalam NATO, sedangkan pemerintah Belanda sekarang masih mendjadjah 20% dari wilaiah sah Republik Indonesia, jaitu Irian Barat. Oleh karena itu adalah djuga pada tempatnja, diika Rakiat Indonesia menuntut sunaia Djerman Barat menghentikan politik atomnja, meninggalkan NATO dan mentjiptakan hubungan normal antara dua negara jang ada di Djerman sekarang.
Benar sekali apa jang dikatakan oleh Kawan Walter Ulbricht dalam referatnja kepada kongres ini, jaitu bahwa makin kuatnja kubu sosialis dan politik perdamaiannja telah menguntungkan lebih landjut pergerakan2 nasional anti-imperialis. Ini djuga dibuktikan oleh perkembangan2 di Indonesia.
PKI sekarang adalah partai terbesar di Indonesia. Dibawah pimpinannja Rakjat pekerdja Indonesia berijuang mati2an untuk mempertahankan kemerdekaan nasional, meluaskan hak2 politik Rakjat, memperkuat gerakan perdámaian dan untuk perbaikan nasib Rakjat pekerdja.
Pemerintah Indonesia sekarang bukan pemerintah jang dipim- pin oleh klas buruh, tetapi djuga bukan pemerintah reaksioner. PKI menjokong politik anti-imperialis dan demokratis pemerintah ini. Sebagai hasil kerdjasama kaum buruh dan Pemerintah, pada achir tahun jang lalu dan permulaan tahun ini perusahaan2 ke- punjaan kaum monopolis Belanda sudah diambilalih oleh Pemerin- tah Indonesia, karena pemerintah Belanda keras kepala tidak. mau menjerahkan wilajah sah Republik Indonesia, Irian Barat, kepada Republik Indonesia. Djika pemerintah Belanda tetap tidak meng- ubah pendiriannja, maka semua perusahaan ini akan dikonfiskasi.
Kaum imperialis jang dipelopori Amerika Serikat tidak senang melihat perkembangan di Indonesia. Selurúh dunia sudah tahu hahwa dibelakang pemberontakan kontra-revolusioner bulan Fe- bruari jang lalu berdiri Amerika Serikat. Rakjat, Angkatan Perang dan Pemerintah Indonesia tidak mau tunduk pada keinginan Ame- rika Serikat dan mengadakan perlawanan jang tidak kenal takut. Berkat persatuan dan perlawanan Rakjat, dan berkat bantuan Rak- jat2 Asia-Afrika, bantuan klas buruh internasional dan negara2 sosialis jang dipelopori oleh Uni Sovjet, kaum pemberontak kontra- revolusioner sekarang pada pokoknja sudah dapat dikalahkan. Ini berarti kekalahan besar bagi Amerika Serikat dan budak2nja.
Sesudah pemberontakan kontra-revolusioner berachir dengan malapetaka bagi kaum imperialis Amerika Serikat sendiri, Amerika Serikat berusaha untuk menjelamatkan kaum pemberontak dan untuk menjelamatkan mukanja sendiri dengan mengadakan intrik2 politik untuk mengganti atau se-kurang2nja mengadakan perubahan dalam Pemerintah Indonesia. Tetapi apa jang terdjadi? Presiden
Sukarno dan pemimpin2 Rakjat Indonesia setudju diadakan per- ubahan, dan achir bulan Djuni jl. sūdah diadakan reshuffle dalam kabinet, tetapi jang samasekali bertentangan dengan keinginan Amerika Serikat dan kaum reaksioner dalamnegeri. Pemerintah. Indonesia sekarang mendapat dukungan lebih kuat, baik didalam parlemen maupun dikalangan massa Rakjat.
Pengalaman sudah mengadjar Rakjat dan Partai Komunis Indo- nesia, bahwa kesukaran jang bagaimanapun besarnja pasti dapat diatasi djika didalam negeri ada persatuan nasional jang kuat, ada persatuan Rakjat pekerdja dan persatuan klas buruh jang kuat, dan ada persatuan dikalangan kaum Komunis sendiri.
Pengalaman lain jalah, bahwa intervensi imperialis hanja dapat dipatahkan djika ada koordinasi dari semua kekuatan anti-impe- rialis diseluruh dunia. Oleh karena itu kaum Komunis Indonesia harus setia pada internasionalisme proletar, harus mendjadi anggota keluarga jang baik dari keluarga Komunis sedunia jang sekarang berdjumlah 33 djuta.
Kami bisa mendjadi anggota jang baik dari keluarga Komunis sedunia djika kami adalah patriot2 jang terbaik dari negeri kami. Patriotisme kami hanja bisa sempurna djika kami setia pada inter- nasionalisme proletar. Kurang kesetiaan pada internasionalisme pro- letar bisa membikin kani mendjadi sovinis jang busuk. Oleh karena itu, revisionisme jang dipropagandakan oleh pemimpin2 Liga Ko- munis Jugoslavia adalah berbahaja. Revisionisme tidak hanja ber- tentangan dengan internasionalisme proletar, tetapi djuga berten- tangan dengant patriotisme sedjati. Revisionisme adalah sendjata ditangan kaum imperialis untuk memetjahbelah gerakan buruh dan selantijutnja untuk melemahkan gerakan kemerdekaan nasional.
Sebagai penutup sambutan singkat ini saja serukan:
Hidup solidaritet Rakjat2 kubu sosialis dengan Rakjat2 negeri² kapitalis, negeri2 tergantung dan djadjahan!
Hidup gerakan Komunis sedunia jang dipimpin oleh adjaran2 Marxisme-Leninisme jang djaja dan takterkalahkan!
Hidup PPSD, pemimpin jang sedjati daripada Rakjat RDD jang tjintadamai, demokratis dan progresif!
Hidup persahabatan Rakjat Indonesia dan Rakjat Djerman!
Hidup kubu sosialis jang dipelopori oleh Uni Sovjet!
Wawantjara jang berikut diberikan oleh Kawan D.N. Aidit kepada wakil Buletin Luarnegeri Partai Komunis Aldjazair pada tanggal 24 Djuli 1958 di Berlin.
SEMUA PARTAI DI INDONESIA BERSATU MENJOKONG PERDJUANGAN RAKJAT ALDJAZAIR
Pertanjaan: Sedjak hampir 4 tahun Rakjat Aldjazair melaku- kan perdjuangan bersendjata untuk kemerdekaan nasionainja. Bagai- mana Kakjat Indonesia mengikuti perdjuangan tersebut?
Djawao: Dalam menjokong perajuangan kemerdekaan nasionai Rakjat Aldjazair semua partai ai Inaonesia bersatu, mulai Partai Komunis Indonesia jang kiri sampai pada partai Masjumi jang paing kanan. Karena Kakjat Indonesia sendiri sedang berdjuang mempertahankan kemerdekaan nasionalnja dari intervensi asing, dan berdjuang untuk membebaskan 20% dari wilajah negerinja, jaitu Irian Barat, perdjuangan kemerdekaan nasional Rakjat Aidja- zair mudah dimengerti oien Rakjat Indonesia dan merasa ada per- samaan nasib. Oieh karena itu Rakjat Indonesia mengikuti dari dekat perdjuangan kemerdekaan Rakjat Aldjazair.
Pertanjaan: Bagaimana Rakjat Indonesia membantu Rakjat Aldjazair datam perdjuangannja?
Djawab: Bentuk jang paling sederhana jalah mempopulerkan perdjuangan Rakjat Aldjazair dengan tuiisan2 dalam suratkabar2 dan dengan membandjini kedutaan Perantjis dengan tuntutan² su- paja menghentikan aksiz militernja dan mengakui kemerdekaan nasional Rakjat Aldjazair. Tuntutan² kepada kedutaan Perantjis ini ditakukan oleh pimpinan partai2 dan organisasi2 massa buruh, tani, pemuda dll., baik oleh pimpinan sentral maupun lokal, dan atas putusan rapat² uinum.
Djuga demonstras; dan rapat umum solidaritet dengan Rakjat Aldjazair pernah diadakan diibukota Republik, Djakarta. Parlemen Indonesia djuga mengambil bagian dalam menuntut kemerdekaan untuk Aldjazair.
Kegiatan jang besar dari Rakjat Indonesia dalam hubungan dengan menjokong perdjuangan kemerdekaan nasional Aldjazair
telah timbul dalam aksi menuntut pemerintah Perantjis supaja membatalkan hukaman mati bagi pahlawan Djamila ckk. Nama Djamila sangat terkenal di Indonesia, dan gambarnja diberi tem- pat jang terhormat di-rumah2 buruh dan tani Indonesia.
Pertanjaan: Bagaimana sumbangan chusus PKI untuk mem- bantu perdjuangan tersebut diatas?
Djawab: Kader2 PKI terutama bertugas memberi pendjelasan tentang perdjuangan Rakjat Aldjazair kepada kaum buruh dan kaum tani Indonesia. Rol klas buruh dan Partai Komunis Aldja- zair, sebagai kekuatan progresif jang konsekwen melawan imperial- isme, dan jang penting adanja tidak boleh disangsikan untuk seka- rang dan haridepan Rakjat Aldjazair, didjelaskan oleh Partai Ko- munis Indonesia kepada Rakjat pekerdja Indonesia.
Tanjadjawab ini adalah antara Kawan D.N. Aidit dengan madjalah Deutsche Aussenpolitik pada tanggal 26 Djuli 1958 di Berlin dalam rangka kundjungannja ké Republik Demokrasi Djerman dari tgl. 9 sampai 31 Djuli 1958 untuk menghadiri Kongres ke-V Partai Persatuan Sosialis Djerman. Tanjadjawab ini chusus berkisar pada masalah penting jang di- hadapi oleh seluruh Rakjat Djerman, jaitu masalah mempersatukan kem- balj negerinja.
KONFEDERASI ADALAH SATU2NJA PEME TJAHAN POLITIK JANG OBJEKTIF BAGI DJERMAN
Pertanjaan: Apakah menurut pendapat Saudara suatu Konfe- derasi kedua negara Djerman adalah suatu pemetjahan politik jang memenuhi tuntutan perdamaian di Eropa?
Djawab: Kenjataan şekarang jalah bahwa Djerman terbagi dalam dua negara, jaitu Republik Demokrasi Djerman (RDD) dan Republik Federasi Djerman (RFD), masing2 dengan sistim politik dan sosial jang sangat berbeda dan telah mengalami selama 12 tahun perkembangan jang berlainan samasekali. RDD dengan ke- kuasaan klas buruh dan tani dan dengan sistim Sosialismenja, se- dangkan RFD dengan kekuasaan kaum kapitalis monopoli dan tuantanah2 besar. RDD adalah anggota dari kubu sosialis, sedang- kan RFD adalah anggota pakt militer NATO jang agresif. Kenja- taan2 ini tidak mungkin dibantah oleh siapapun.
Kenjataan lain jalah bahwa Djerman adalah satu nasion. Se- bagai nasion Djerman mempunjai kebudajaan jang tinggi, mem- punjai banjak tokoh2 dilapangan politik, ilmu, kebudajaan dan kesenian jang diakui kebesarannja oleh seluruh dunia. Isi hati Rakjat Djerman tidak bisa lain, jalah ingin adanja Djerman jang bersatu, tidak terbagi dalam dua negara seperti sekarang. Djika sekarang Djerman belum bersatu, bukanlah karena keinginan Rak- jat Djerman, dan bukanlah untuk se-lama²nja.
Djadi, bahwa Djerman akan mendjadi satu kembali bukan soal, karena biar bagaimanapun Rakjat Djermanlah jang pada achirnja akan menentukan dan akan menang, sesuai dengan per- kembangan diseluruh dunia sekarang jang menudju kemenangan semua Rakjat atas imperialisme dan semua kaum penindas.
Soalnja sekarang jalah, djalan manakah jang se-baik²nja untuk membikin Djerman bersatu kembali?
Djika fikiran kaum kapitalis monopoli dan tuantanah2 besar di
Djerman Barat untuk mempersatukan" Djerman dengan mentja- plok RDD dengan kekuatan militer dilaksanakan, maka pasti akan menimbulkan kekatjauan diseluruh Djerman, dan akan ditentang keras oleh Rakjat Djerman seńdiri, tidak hanja Rakjat Djerman di RDD, tetapi djuga jang di RFD. Perbuatan mentjaplok ini adalah perbuatan imperialis dan fasis, oleh karena itu tidak hanja akan ditentang oleh negara2 sosialis, tetapi djuga oleh semua Rak- jat dan negara jang tjintadamai dan demokratis. Kaum buruh dan kaum tani Djerman jang sekarang berkuasa atas nasibnja sendiri, jang sudah mendjadi tuan atas semua kekajaan negerinja dan atas semua hasil kerdjanja, pasti akan mengadakan perlawanan gigih atas pentjaplokan jang kurangadjar ini..
Djuga tjara lain untuk mempersatukan tanpa melalui proses jang dibutuhkan untuk itu, akan sia2 dan akan berakibat sebalik- nja. 12 tahun pendidikan sosialis di RDD dan 12 tahun kekuasaan kaum kapitalis monopoli dan tuantanah2 besar di RFD tidak mung- kin dianggap tidak ada selama ini.
Djadi, satu2nja djalan bagi mereka jang ingin melihat Djerman satu kembali, per-tama2 harus mengakui adanja dua negara Djer- man dan harus mengambil sikap politik jang sesuai dengan peng- akuan ini. Peniatuan kedua negara ini harus melalui kerdjasama dulu dalam hal² jang dapat dikerdjakan bersama. Oleh karena itu, bentuk konfederasi antara RDD dan RFD adalah sutu²nja peme- tjahan politik bagi Djerman, jang paling masuk akal dan lambat- laun akan mendjadi kejakinan politik bagian jang sangat besar dari Rakjat Djerman.
Konfederasi antara dua negara Djerman hanja dapat berarti mengabdi perdamaian di Eropa djika konfederasi ini adalah kon- federasi jang-demokratis dan tjintadamai. Djerman bersatu tidak otomatis mengabdi perdamaian! Zaman kekuasaan fasis Hitler, Djerman adalah satu, tetapi pada waktu itu Djerman adalah tenaga penggerak jang pokok dari perang dunia kedua. Oleh karena itu, usul supaja konfederasi dengan sjarat RFD keluar dari NATO, dan dengan sendirinja RDD djuga keluar dari Pakt Warsawa ada- lah sangat penting dan malahan merupakan inti dari konfederasi.
Berdasarkan kenjataan² diatas, adalah keliru sekali fikiran se- mentara pemuka² negara² netral, jang dalam kata²nja ingin melihat
Djerman bersatu, tetapi dalam prakteknja hanja mengadakan hu- bungan diplomatik dengan RFD sadja. Djuga keliru fikiran jang mengira, bahwa djika Djerman sudah bersatu perdamaian dengan sendirinja sudah terdjamin di Eropa.
Hanja mengadakan hubungan diplomatik dengan RFD, djadi tidak mengadakan hubungan diplomatik dengan RDD, berarti men- stimulasi semangat mentjaplok RDD dengan kekerasan sendjata jang memang ada dikalangan kaum kapitalis monopoli dan tuantanah² besar di Djerman Barat, berarti memperkuat kedudukan kaum. fasis jang memegang pos2 penting di Djerman Barat, seperti misalnja djenderal Speidel. Politik ini adalah bertentangan dengan politik anti-imperialis dan anti-fasis dari negara2 netral.
Penjatuan, Djerman akan sangat dibantu djika makin banjak negara², termasuk negara² netral, jang mengadakan hubungan di- plomatik dengan RDD. Tindakan ini tidak hanja membantu penja- tuan Djerman, tetapi djuga satu persiapan jang penting supaja konfederasi Djerman nanti mendjadi konfederasi jang demokratis dan tjintadamai, dan satu pukulan terhadap semangat mentjaplok dikalangan penguasa di Djerman Barat jang berbahaja itu.
Kekuatiran negara² netral, bahwa dengan mengadakan hubung- an diplomatik dengan RDD akan menimbulkan kesukaran² ekonomi bagi dirinja sudah terbukti tidak beralasan. RFD memutuskan hu- bungan diplomatik dengan Republik Federasi Jugoslavia, tetapi hubungan dagang samasekali tidak berkurang. Walaupun RFD tidak mengakui RDD, tetapi ada perhubungan dagang jang ramai antara RFD dengan RDD, meliputi 400 djuta dolar. Dalam Pekan Raja Leipzig jang terachir RFD membuka pameran jang terbesar, walaupun RFD tidak mengakui RDD. Ini hanja beberapa bukti sadja, tetapi sudah tjukup untuk menerangkan, bahwa RFD haus pasar untuk hasil2 industrinja.
Tetapi, jang terpenting bagi negara2 netral jalah, bahwa mereka harus setia pada politik netralnja dan pada politik anti-imperialis dan anti-fasisnja jang djuga dianut oleh RDD.
Djadi, konfederasi antara kedua negara Djerman adalah suatu pemetjahan politik jang mengabdi perdamaian di Eropa dan di- dunia, hanja djika konfederasi ini demokratis dan tintadamai. Rak- jat Indonesia berkepentingan akan adanja konfederasi jang demi-
kian ini, agar tidak ada lagi orang seperti Speidel jang mengepalai tentara NATO, jang berarti djuga mengepalai tentara kolonial Belanda jang sebagian sekarang menduduki Irian Barat dan masih menjiapkan diri untuk mengadakan serangan terhadap Republik Indonesia. Djuga supaja tidak lagi terdjadi, bahwa Djerman Barat mendjadi panigkalan kekuatan angkatan perang Amerika Serikat untuk kepentingan agresinja, seperti jang terdjadi sekarang dengan agresi Amerika Serikat terhadap Libanon. Djuga supaja Djerman tidak untuk ketiga-kalinja mendjadi pentjetus perang dunia jang akibatnja sudah sama2 kita ketahui.
Tulisan ini adalah pidato sambutan Kawan D.N. Aidit pada malam perkenalan dan peresmian berdirinja Jajasan Universitas Rakjat" (UNRA) pada tanggal 25 September 1958 di Djakarta.
Dalam pidato ini dikemukakan bahwa beda dengan universitas serta sekolah tinggi lainnja, UNRA mengadjarkan ilmu2 dengan sasaran me- nielesaikan Revolusi Agustus. '45 sampai ke-akar2nja, disamping ia ter. buka bagi pemimpin2 serikatburuh2, organisasi2 tani dan organ:sasi2 massa lainnja. Dengan demikian UNRA memenuhi kebutuhan urgen dari Revolusi Indones'a dan mengambil bagian penting untuk mengachiri pengertian jang simpang-siur tentang Revolusi Indonesia.
UNIVERSITAS RAKJAT" SEBAGAI SUM. BANGAN UNTUK MENJELESAIKAN REVO- LUSI AGUSIUS SAMPAI KE-AKAR2NJA
Atasnama CC PKI saja menjampaikan utjapan selamat kepada para pengurus berhubung dengan berdirinja Universitas-Rakjat".
Saja sudah membatja tudjuan dan rentjana2 usaha ,Universitas- Rakjat". Mengenai tudjuannja dikatakan: Untuk mengembang- kan ilmu pengetahuan dikalangan Rakjat sebagai sjarat jang pen- ting untuk meninggikan tingkat kebudajaan Rakjat dan untuk lebih mempertebal semangat patriotik dikalangan Rakjat".
Dari tudjuannja tersebut nampaklah, bahwa berusaha memadu- kan ilmu dengan patriotisme, mendjadikan ilmu mengabi kepada politik membela tanahair, mendjadikan ilmu mengabdi kepada praktek2 revolusioner. Tudjuan ini, djika dipegang teguh oleh para pengurus dan para pengikut, akan mendekatkan UNRA kepada Rakjat dan selandjutnja akan mendjadikan salahsatu kegiatan revo- lusioner dari Rakjat.
Revolusi Agustus (1945) kita adalah revolusi jang berhenti di- tengah djalan, sedjak adanja kompromi antara pemerintah Hatta dengan kaum imperialis Belanda pada achir tahun 1949 dengan persetudjuan kaum imperialis Amerika Serikat. Maksu saja, Revo- lusi Agustus kita memang telah melahirkan Republik Indonesia dan sampai batas-batas tertentu telah memberikan kemerdekaan politik kepada Rakjat Indonesia, tetapi revolusi ini tidak sampai dapat menimbulkan perubahan2 fondamentil didalam masjarakat kita. Dilapangan ekonomi, kękuasaan ekonomi imperialis dan sisa2 ekonomi feodal pada pokoknja masih berkuasa. Malahan, bela- kangan ini kekuasaan ini mau diperkuat lagi dengan adanja Un- dang2 Penanaman Modal Asing.
Kita masing2 mengetahui, bahwa siapa jang berkuasa dilapang- an ekonomi ia djuga berkuasa dilapangan politik dan kebudaiaan. Ada sementara orang mentjoba membantah dan mengatakan, bahwa
Indonesia dilapangan politik dan kebudajaan sudah merdeka se- penúhnja. Tetapi ini dibantah oleh kenjataan se-hari Kenjataan bahwa Anggaran Belandja Republik kita masih tergantung dari padjak2 jang didapat dari adanja modal asing di Indonesia mem- bikin pemerintah mentdjalankan segala usaha supaja modal asing tidak pergi dari Indonesia, dan malahan supaja modal asing Iebih banjak datang ke Indonesia. Dan kelandjutan lebih djauh ialah, bahwa walaupun sudah diketahui pasti bahwa Amerika Serikat berdiri sepenuhnja dibelakang kaum pemberontak PRRI-Permesta, dan bahwa maskapai² minjak Amerika Serikat berada difihak kaum pemberontak kontra-revolusioner, tetapi tidak ada tindakan politik jang diambil oleh pemerintah Indonesia terhadap mereka jang memihak kaum pemberontak kontra-revolusioner ini. Malahan ada orang2 jang merasa harus lebih banjak mendjual senjum pada Duta- besar Amerika Serikat, Jones, dan kapitalis2 minjak, lebih banjak berbitjara tentang anti-Komunisme" jang memang sangat sesuai dengan selera kaum imperialis Amerika Serikat, agar kaum impe- rialis Amerika Serikat setjara sukarela tidak meneruskan sokongan- nja kepada PRRI-Permesta dan suka menanam modal-lebih banjak di Indonesia.
Kalau sekarang masih laku Hollands-denken", seperti fikiran anti-Komunisme dan rasialisme, bukanlah sesuatu jang kebetulan, tetapi memang masih mempunjai dasar ekonomi jang masih kuat, jaitu ekonomi jang pada hakekatnja masih sama sadja seperti di- zaman kolonialisme Belanda dulu.
Presiden Sukarno, dengan segala kemauan baiknja terhadap Rakjat Indonesia dan terhadap umatmanusia sering mengemuka- kan tjita2nja tentang penghapusan penghisapan atas manusia oleh manusia, tentang penghapusan exploitation de l'homme par l'hom- me". Tetapi, apakah realisasi dari politik Presiden Sukarno jang madju ini? Belum lama berselang, penerimaan Undang2 Penanam- an Modal Asing. Ini sama artinja dengan melandjutkan exploita- tion de l'homme par l'homme" di Indonesia!
Demikianlah beberapa tjontoh, sekedar untuk membuktikan bahwa adanja kekuasaan ekonomi asing dinegeri kita membikin Rakjat Indonesia terikat dilapangan politik, dan membikin Indo- nesia negeri jang belum merdeka penuh. Kita sekarang mempunjai
Presiden dan Perdana Menteri, jang sedjarah perdjuangannja mem- buktikan bahwa mereka mempunjai kemauan baik terhadap Rakjat Indonesia, jaitu Presiden Sukarno dan Perdana. Menteri Djuanda. Tetapi kekuasaan ekonomi asing lebih kuat daripada kemauan baik putera2 Indonesia jang baik hati ini.
Tentang keterikatan dilapangan kebudajaan tidak kalah menjo- loknja. Boleh dikatakan semua orang mengakui tentang buruknja akibat film², buku² dan madjalah2 tertentu dari negeri2 kapitalis, terutama dari Amerika Serikat. Tetapi, kalau sudah diingat bahwa dari impor barang2 ini sekian uang padjak bisa masuk kas negara, dan negara memang butuh uang, maka tidak semua orang berani mengatakan bahwa impor film², buku2 dan madjalah2 tertentu itu harus distop. Djadi, pembitjaraan tentang memelihara moral anak² kita, seperti mentjegah pergaulān pemuda-pemudi sekolah jang di- luar batas, tentang membasmi crossboys, dsb., mendjadi kurang artinja, karena dikalahkan oleh kebutuhan negara akan uang2 padjak. Djuga pembitjaraan2 dan perdebatan2 dalam konferensi2 tentang meningkatkan kebudajaan nasional mendjadi kurang arti- nja, karena putusan2nja banjak jang tidak bisa dilaksanakan.
Kita berbitjara tentang memadjukan pendidikan teknik, tetapi berapa banjak sudah pemuda² tamatan sekolah teknik jang mengang- gur karena tidak ada tempat bekerdja berhubung tidak adanja pembangunan industri setjara besar2an. Dan karena ini djuga, sekarang mulai ada dikalangan insinjur2 muda kita jang ber-tjita2 bekerdja di-pabrik2 berat, tambang2 dan stasion2 hidro-elektrik ke- punjaan negara, jang mendjadi kesal karena sesudah mereka lulus udjian insinjur mereka ditempatkan dibelakang medja tulis, dididik mendjadi orang2 birokrat!
Berapa banjak pula guru² jang sudah tamat sekolah guru ter- paksa mendjadi penganggur, dan ini terdjadi di-tengah2 butahuruf jang masih banjak, ditengah puluhan ribu anak2 Indonesia jang tidak kebagian tempat di-sekolah2 rendah dan menengah.
Pendeknja dengan tidak adania perubahan fondamentil dila- pangan ekonomi dan politik, kita tidak bisa berbitjara tentang revo- lusi kebudajaan. Kita bisa berbitjara tentang revolusi kebudajaan hania sebagai kelandjutan dari revolusi dilapangan ekonomi dan politik. Tetapi, seperti sudah diterangkan diatas, djustru revolusi
dilapangan ekonomi dan politik ini belum terdjadi, perubahan fon- damentil dikedua lapangan ini tidak sampai dilahirkan oleh Revo lusi Agustus.
Saja tidak menutup mata, bahwa Revolusi Agustue sudah meng- adakan beberapa perubahan jang madju, tetapi perubahan2 ini tidak mengubah dasar2 masjarakat kita. Ekonomi imperialis dan restan² dari ekonomi feodal masih bertjokol. Politik resmi dari peme- rintah2 Indonesia jang ada sampai sekarang bukanlah menghapus- kan kedua peninggalan zaman lampau ini sampai ke-akar²nja. Pada- hal penghapusan dari dua hal ini sampai ke-akar²nja adalah tun- tutan Revolusi Agustus 1945.
Sebagaimana sudah saja kutip tadi, tudjuan UNRA ialah mengembangkan ilmu pengetahuan dikalangan Rakjat ........... untuk lebih mempertebal semangat patriotik dari Rakjat. Djadi, ingin menjebarkan ilmu dan mengadjak Rakjat mempeladjari ilmu dengan bersasaran, dan sasarannja ialah pengabdian kepada tanah- air.
Kalau kita berbitjara tentang pengabdian kepada tanahair, ten- tang patriotisme, maka seharusnjalah kita berbitjara tentang sesuatu jang riil dan kongkrit. Saja berpendapat, kalau kita tjinta kepada tanahair, tjinta patria, tjinta Indonesia, maka jang kita tjintai bukanlah hanja pohon² njiurnja jang melambai ditepi pantai, atau panorama ketika matahari sedang naik atau hendak turun diantara bukit², atau gunung2, tetapi jang kita tjintai adalah semuanja, dan diatas segala-galanja Rakjatnja, terutama Rakjat pekerdjanja. Apa- kah artinja Indonesia tanpa Rakjat, terutama tanpa Rakjat peker- dja? Tanpa Rakjat pekerdja Indonesia tidak ada!
Bagi saja, Indonesia adalah tanahair jang indah. Tapi keindah- an ini mendjadi tidak komplit, karena Rakjat Indonesia, jaitu isi Indonesia jang paling terhormat, masih tertindas, karena masih ada imperialisme dan feodalisme. Ja, keindahan ini baru komplit, kalau samasekali sudah tidak ada lagi penghisapan, sudah tidak ada lagi exploitation de l'homme par l'homme", dimana sudah terdapat manusia2 Indonesia jang sehat2, jang gembira dan mempunjai rasa persahabatan jang dalam dengan umatmanusia sedunia.
Kalau kita berpokokpangkal pada Rakjat, maka patriotisme kita tidak bisa lain harus terutama mengabdikan diri kepada Rakjat.
Pada waktu sekarang, mengabdikan diri kepada Rakjat berarti ber- sama2 Rakjat menghapuskan kekuasaan musuh2 Rakjat dari Indo- nesia, dan musuh2 Rakjat itu jalah imperialisme dan agen²nja serta tuantanah2. Ini berarti kita menjelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja.
Mempertebal semangat patriotik dikalangan Rakjat berarti mem- pertebal semangat untuk menjelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja.
Saja jakin, djika UNRA bekerdja dengan sasaran Revolusi Indonesia, dengan sasaran penjelesaian Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja, maka UNRA akan bermanfaat bagi Rakjat dan revo- lusi.
Sekarang ini banjak pengabdi2 Revolusi, baik didalam Partai2, dalam Pimpinan organisasi2 massa, dikalangan para pemuda dan pelardjar, dan dikalangan alat2 negara jang ingin mengabdikan diri lebih baik kepada revolusi. Tetapi mereka terhalang dalam kemau- an baiknja ini, karena mereka tidak bekerdja dengan ilmu² revo- lusioner jang dibutuhkan. Mereka akan dapat melipatgandakan hasil pekerdjaan revolusioner mereka, djika mereka dibekali dengan ilmu2 revolusioner. Adalah kewadjiban UNRA untuk membekali mereka dengan jang mereka butuhkan ini.
Tentu ada orang jang bertanja: mengapa masih diperlukan UNRA, bukankah sekarang sudah banjak Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi dsb.? Kepada orang2 jang bertanja ini saja ber- tanja kembali: apakah diantara Universitas2, Sekolah2 Tinggi, Aka- cemi2 dsb. ada jang mengadjarkan ilmu2 dengan sasaran menjele- saikan Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja? Tidak bukan?
Lagi pula apakah Universitas2, Sekolah2 Tinggi, Akademi2 dsb. itu terbuka bagi pemimpin2 serikatburuh², organisasi² tani dan orga- nisasi2 massa lainnja, jang bukan karena kesalahannja tidak mampu dimasá mudanja menduduki bangku sekolah menengah dan seka- rang tidak mampu mengeluarkan banjak uang? Djuga tidak, bukan?
Oleh karena itu, UNRA ini sangat diperlukan, tidak hanja di- ibukota Republik, tetapi djuga disemua ibukota Provinsi, dan kota2 penting lainnja, dimana sudah ada sjarat2nja, seperti guru, tempat dsb.
Kepada para pengurus UNRA saja sarankan supaja dalam
menjusun matapeladjaran tidak lupa mentjantumkan matapeladjar- an2 tentang Sedjarah Perkembangan Masjarakat, tentang Sedjarah Indonesia, tentang Sosial-Ekonomi Indonesia, tentang Revolusi Indonesia dan bahasa Indonesia. Tentu djuga diperlukan matapela- djaran2 lain, sesuai dengan'kebutuhan- dari perdjuangan Rakjat untuk kebebasannja, tetapi mengenai jang saja sebutkan ini supaja benar2 tidak dilupakan, karena sangat erat hubungannja dengan tugas2 menjelesaikan Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja.
Djadi djelasnja, bahwa UNRA didirikan untuk memenuhi ke- butuhan jang urgen dari Revolusi Indonesia. Saja mengharap agar UNRA mendjadi tempat bagi semua patriot Indonesia, disamping untuk mempeladjari ilmu² revolusioner, djuga mendjadi tempat di- mana banjak dipersoalkan tentang revolusi Indonesia. Dengan demi- kian, UNRA mengambil bagian jang penting untuk mengachiri pengertian jang bersimpang-siur, atau sengadja dibikin bersimpang siur, tentang Revolusi Indonesia. Pengertian jang tepat tentang Revolusi Indonesia merupakan persiapan ideologis jang penting untuk memenangkan Revolusi Indonesia sampai ke-akar²nja.
Pada waktu sekarang, menjelesaikan Revolusi Indonesia sampai ke-akar²nja berarti mengachiri samasekali kekuasaan imperialisme dan feodalisme, dan mendirikan kekuasaan Rakjat sebagai sjarat untuk mendjadikan Indonesia negeri jang merdeka penuh, demo- kratis, makmur dan madju.
Kepada seluruh Rakjat Indonesia saja serukan untuk membantu segala usaha UNRA dan untuk menuntut peladjaran di UNRA. Ini adalah Universitasmu! Kepada para sardjana patriotik saja mengharapkan bantuan fikiran dan tenaganja sebagai guru, pena- sehat atau apa sadja bagi UNRA. Dalam UNRA Rakjat menun- tut peladjaran dari para sardjana dan intelektuil mereka, dan Rak- jat akan sangat berterimakasih kepada mereka.
Hidup UNRA, tempat menggembleng kader2 jang dengan tulus hati dan penuh gairah mengabdikan diri kepada tugas2 patriotik, jang terpenting, jaitu penjelesaian tugas2 Revolusi Agustus sampai ke-akar2nja.
Jang berikut adalah pernjataan Kawan D.N. Aidit jang mendjelas. kan sikap PKI jang mendukung ide Demokrasi Terpimpin sebagai satu2- nja dJalan pada saat ini menudju pelaksanaan Konsepsi Presiden Su- karno 100%.
MENDUKUNG DEMOKRASI TERPIMPIN ADALAH POLITIK JANG PALING REVOLUSIONER!
Waktu belakangan ini banjak pertanjaan diadjukan kepada PKI apa sebabnja maka PKI menjokong ide Demokrasi Terpimpin.
Per-tama2 perlu saja terangkan, bahwa sokongan PKI terhadap ide Demokrasi Terpimpin bukan hanja sekedar sokongan formalitet karena ide ini datangnja dari Presiden Sukarno, tetapi sokongan PKI timbul dari kejakinan politik jang sudah difikirkan setjara matang.
Kemampuan demokrasi liberal sudah diudji dalam praktek ke- hidupan politik Indonesia, dan ternjata bahwa sistim jang setjara sedjarah dan setjara dunia sudah bangkrut ini, djuga tdi Indonesia tidak mampu memetjahkan berbagai masalah penting jang dihadapi oleh Rakjat Indonesia. Rakjat Indonesia sudah melihat bahwa sis- tim ini adalah inherent atau satu dengan korupsi dan birokrasi jang samasekali tidak disukai dan ditentang oleh Rakjat Indonesia.
Kaum kanan jang paling reaksioner, setelah melihat gelagat bahwa mereka tidak dapat lagi memperalat demokrasi liberal, sudah sedjak djauh hari berusaha menutupi ketidak-mampuan sistim ini dengan pertjobaan merebut kekuasaan politik dengan djalan extra- parlementer untuk mentjiptakan sistim pemerintah fasis jang ber- bentuk junta-militer. Gagal pertjobaan ini dipusat, mereka tjoba dengan mendjagokan tokoh2 militer dibeberapa daerah untuk mere- but kekuasaan politik setjara lokal sebagai alat untuk menekan* Pemerintah Pusat supaja bertekuk-lutut. Dengan pemberontakan kontra-revolusioner PRRI-Permesta" pada awal tahun 1958 tokoh² Masjumi-PSI dapat mendjadikan·dirinja radja2 sehari" di Suma- tera Barat dan Sulawesi Utara, berkat bajonet2 orang2 militer jang sepaham dengan mereka dan berkat dorongan tdan bantuan negara² imperialis jang dikepalai oleh Amerika Serikat.
Tetapi, meskipun tokoh2 reaksioner dan petualang dari PRRI- Permesta" telah mengalami kegagalan, kaum reaksioner dan petua- lang politik masih tjukup banjak dinegeri kita, dan masih ada tuan Hatta untuk didjadikan alat guna pertjobaan menundukkan Rakjat Indonesia, baik dengan djalan membentuk kabinet reaksioner seperti jang sudah dinjatakan oleh Dr. Sukiman (Masjumi). maupun dengan mendirikan diktatur-militer atau diktatur-perseorangan.
Kebangkrutan sistim demokrasi liberal dimata Rakjat Indonesia tidak terdjadi dalam keadaan dimana imbangan kekuatan antara Rakjat Indonesia dengan imperialis dan tuantanah sudah memung- kinkan Rakjat Indonesia mengatasi krisis politik ini dengan men- tjiptakan kekuasaan Rakjat, jaitu kekuasaan politik .dimana kedau- latan sepenuhnja berada ditangan Rakjat, dan dimana musuh2 Rakjat ditjabut samasekali hak2 politiknja.
Dalam situasi jang demikian ini sangat penting artinja ide Demo- krasi Terpimpin dari Presiden Sukarno. PKI menerima Demokrasi Terpimpin dengan pengertian bahwa jang diterimanja adalah demo krasi, dan demokrasi jang tidak liberal. Segi positif dari Demokrasi Terpimpin jalah, disatu pihak anti-diktatur-militer dan diktatur- perseorangan, dan dipihak lain anti-liberalisme. Anti-liberalisme di- lapangan politik, tidak bisa diartikan lain ketjuali pelaksanaan Kon- sepsi Presiden Sukarno 100%, jaitu pembentukan kabinet Gotong- rojong berdasarkan perwakilan berimbang dan tanpa ,dagang sapi". Anti-liberalisme dilapangan ekonomi tidak bisa diartikan lain ke- tjuali anti "free fight liberalism" dilapangan ekonomi, dan ini ber- arti mengutamakan sektor negara untuk memimpin sektor partikelir. Segi2 positif dari Demokrasi Terpimpin harus dikembangkan dan ditudjukan untuk pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%. Demokrasi Terpimpin dan Konsepsi Presiden Sukarno adalah satu kesatuan, jang pertama adalah djalan untuk mentjapai jang kedua.
Mengenai pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno lewat Demo- krasi Terpimpin, baik diingat pengalaman jang lampau, jaitu bahwa pelaksanaan tjita2 jang baik tidak mungkin digantungkan pada par- tai2, golongan2 dan orang2 jang memang tidak berkemauan baik. Djika mau sukses, tidak ada djalan lain, bahwa Konsepsi Presiden Sukarno harus dilaksanakan diantara partai2, golongan2 fungsionil dan orang2 jang menjetudjuinja. Mereka jang menolak Konsepsi
Presiden Sukarno dan menolak Demokrasi Terpimpin adalah anti- persatuan nasional, pro-liberalisme atau pro-diktatur-militer dan dik- tatur-perseorangan. Adalah tidak masuk akal samasekali djika tjita2 jang baik, jang terkandung didalam Konsepsi Presiden Sukarno dan dalam Demokrasi Terpimpin digantungkan pelaksanannja pada mereka jang menolaknja.
Tentu ada orang bertanja: siapakah jang memimpin Demo- krasi Terpimpin? Menurut fikiran saja, jang memimpinnja jalah Presiden Sukarno (Bung Karno), tidak sebagai diktator, tetapi se- bagai tdemokrat, jang tetap mengindahkan sistim kepartaian dan hak2 Parlemen, tetapi jang setjara konsekwen melikwidasi sifat2 liberal dari sistim demokrasi parlementer ini. Hak2 tertentu harus diberikan kepada Presiden Sukarno sebagai pemimpin pelaksanaan Demokrasi Terpimpin sehingga Demokrasi Terpimpin dapat dilak- sanakan, djika tidak demikian maka Demokrasi Terpimpin akan mendjadi omongkosong belaka.
Sementara orang bertanja, apakah kedjadian2 di Pakistan dan Mungthai tidak ada pengaruhnja terhadap perkembangan di Indo- nesia. Pengaruhnja tentu ada, terutama dikalangan orang2 jang tidak berpikiran pandjang, dikalangan petualang2 dan dikalangan orang2 jang suka meng-indjak2 hak2 azasi Rakjat. Tetapi baiklah diketahui, bahwa ini bukan keinginan Rakjat Indonesia dan pemim- pin2 Rakjat Indonesia. Kesedaran politik Rakjat Indonesia sudah tjukup tinggi untuk tidak menerima Pakistan dan Muangthai seka- rang sebagai model. Usaha2 kaum petualang untuk mendiskredit- kan kehidupan politik jang demokratis dan mendiskreditkan partai2 politik setjara integral tidak akan mungkin berhasil, selama Rakjat Indonesia masih ingat, bahwa lama sebelum ada petualang2 ini partai² sudah berdjùuang dan menderita untuk kemerdekaan nasio- nal Indonesia. Selain daripada itu, tiga tahun setengah diktatur- militer Djepang sudah tjukup bagi Rakjat Indonesia untuk meno- lak pertjobaan kearah itu sekali lagi, tidak perduli dari pihak mana- pun datangnja.
Satu²nja djalan untuk mengalahkan diktatur-militer alau dikta- tur-perseorangan disatu pihak, dan mengalahkan liberalisme dilain pihak, jalah pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno, dan satu2nja djalan kearah ini jalah Demokrasi Terpimpin.
Dengan gembira saja menjerukan kepada kaum buruh, seluruh Rakjat pekerdja Indonesia dan semua orang jang berkemauan baik, baik sivil maupun militer, supaja mendukung djalan jang sudah di- tundjukkan oleh Presiden Sukarno, jaitu djalan Demokrasi Terpim- pin untuk menudju kepelaksanaun Konsepsi Presiden Sukarno. Buat saat ini djalan lain untuk Indonesia tidak ada. Buat sekarang ini- lah politik jang paling revolusioner.
Djakarta, 24 Oktober 1958
Tulisan berikut adalah pernjataan Kawan D.N. Aidit pada Ulang. tahun ke-30 Hari Sumpah Pemuda pada tgl. 28 Oktober 1958.
SEMANGAT SUMPAH PEMUDA HARUS- LAH SEMANGAT UNTUK MELAKSANA- KAN DEMOKRASI TERPIMPIN DAN KONSEPSI PRESIDEN
Hari Sumpah Pemuda 30 tahun jl. merupakan tonggak sedja- rah jang penting dalam usaha membentuk nasion Indonesia jang modern dan besar. Pekerdjaan membentuk satu nasior Indonesia jang sudah dimulai pada awal abad ke-20 adalah satu pekerdjaan raksasa, mengingat bahwa negeri kita adalah seluas djarak antara negeri Inggeris dan pegunungan Kaukasus, terdiri dari ribuan pulau dan lebih dari seratus sukubangsa.
Dalam pekerdjaan raksasa membentuk nasion Indonesia jang besar dan modern, Sumpah Pemuda mempunjai rol jang sangat besar, karena sumpah ini telah memakukan apa jang mendjadi sjarat2 satu nasion, seperti wilajah, bahasa, tjiri² persamaan kebu- dajaan untuk seluruh Indonesia. Semuanja dinjatakan setjara suka- rela, dengan semangat jang tinggi melawan-imperialisme Belanda dan ketjintaan jang hangat pada tanahair. Ini adalah deklarasi patriotik jang bermutu tinggi.
Sekarang dimulai dengan hari Kebangunan Nasional dalam tahun 1908, dan setelah melalui Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia sudah mendjadi satu nasion jang modern dan besar, dan sudah duduk sedjadjar dengan nasion² merdeka lainnja. Djadi, hikmat jang dapat kita petik dalam mem- peringati Sumpah Pemuda jalah, bahwa dalam keadaan bagaimana- pun dan diatas se-gala²nja kita adalah satu nasion, tidak perduli apa agama, kejakinan politik dan golongannja. Nasion kita adalah nasion jang bendjuang, anti-imperialisme, patriotik dan demokratis.
Hari Sumpah Pemuda dapat kita djadikan landasan untuk mem- perkuat dan mengisi kemerdekaan kita, asal kita tetap setia, pada semangat dan djiwa Sumpah Pemuda, jaitu tjinta persatun nasio-
nal, anti-imperialisme, patriotik dan demokratis. Berdasarkan se- mangat inilah saja berpendapat, bahwa ulangtahun ke-30 Sumpah Pemuda akan besar manfaatnja djika kita peringati dengan mem- bulatkan tekad buat melaksanakan Demokrasi Terpimpin dibawah pimpinan Presiden Sukarno (Bung Karno) sebagai sjarat untuk pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100%. Ini berarti bahwa kita sungguh tetap setia pada tjita2 jang terkandung dalam Sumpah Pemuda, jaitu persatuan nasional anti-imperialisme, patriotisme dan demokrasi.
Tulisan ini adalah Laporan Politik Kawan D.N. Aidit didepan sidang Pleno ke-VII CC PKI jang diperluas dengan Sekretaris2 CDB jang bukan anggota CC. Sidang Pleno jang terachir sebelum Kongres ini berlang. sung dari tgl. 19 sampai tg1. 21 November 1958 dan merupakan persiapa.. pol:tik jang terpenting untuk suksesnja Kongres Nasional ke-VI PKI.
Laporan menganalisa sebab2 kebangkrutan demokrasi liberal di Indo- nesia dan tdengan tegas menjimpulkan pahwa sekalipun ide Demokrasi Terpimpin jang ditjetuskan oleh Presiden Sukarno bukan Demokrasi Rakjat, tapi ia adalah Demokrasi jang anti-liberalisme dan djuga anti- dikta:ur militer atau diktatur perseorangan. Oleh karena itu seharusnja ia lebih mendjam'n hak2 demokrasi bagi Rakjat dan sedjauh mungkin membatasi kebebasan musuh2 Rakjat, untuk menudju pelaksanaan Kon- sepsi Presiden Sukarno 100%.
Achirnja dalam pelaksanaannja serta guna perkembangan situasi lebih landjut, diserukan agar kaum Komunis lebih waspada, lebih mem- perkuat persatuannja send'ri, lebih mempererat persattcan dengan massi Rakjat, lebih berdisiplin dan lebih giat beladjar ilmu Marxisme-Len:nisme
BERSATU MENEMPUH DJALAN DEMO- KRASI TERPIMPIN MENUDJU PELAK- SANAAN KONSEPSI PRESIDEN SUKARNO 100%
Sidang Pleno ke-VII Comite Central jang diperluas dengan Sekretaris² Comite2 Daerah Besar jang bukan anggota CC ini kita langsungkan untuk mendiskusikan dan mensahkan bahan2 jang akan diadjukan kepada Kongres Nasional ke-VI Partai pada per- tengahan tahun jang akan datang. Bahan2 itu disiapkan oleh Polit- biro untuk kita diskusikan berupa Rentjana Tesis Daripada Lapor- an Umum CC PKI Jang akan Diadjukan Kepada Kongras Nasio- nal ke-VI Partai", ,Rentjana Perubahan Program PKI" dan "Ren- tjana Perubahan Konstitusi PKI". Sidang CC kali ini merupakan persiapan politik jang terpenting dari Kongres Nasional ke-VI kita.
Walaupun untuk mendiskusikan dokumen2 tersebut sudah me- minta banjak waktu dan fikiran kita, tetapi Politbiro masih merasa perlu mengadjak kawan2 untuk mendiskusikan dan menentukan sikap terhadap berbagai persoalan politik luar dan dalamnegeri jang penting2 jang kita hadapi sekarang.
*
Sidang Pleno ke-VI CC telah menjimpulkan bahwa perkem- bangan situasi internasional menundjukkan semakin kokohnja kubu Sosialisme, semakin kuatnja gerakan untuk kemerdekaan dan per- damaian, dan sebaliknja semakin retak dan lemahnja kubu impe- rialisme, kolonialisme dan perang. Kedjadian² dunia dalam masa sesudah Sidang Pleno ke-VI Comite Central hingga sekarang ini masih tetap membenarkan konstatasi diatas. Peristiwa2 internasional memperlihatkan kepada kita kebangkrutan imperialisme jang hen- dak ditjoba diatasi oleh kaum kapitalis monopoli dengan mendja-
lankan politik kekuatan dan dengan lebih memperkeras diktatur jang telah mereka djalankan baik dinegerinja sendiri maupun di- negeri2 lain jang mereka kuasai.
Sifat jang semakin agresif dari politik luarnegeri negeri2 impe- rialis, terutama sekali AS, jang didasarkan atas politik kekuatan dan perang dingin dibuktikan oleh intervensi2 bersendjata jang mereka lakukan di Timur Tengah, di Asia Timur dan di-bagian² lain dari dunia serta kudeta² dan pertjobaan² kudeta dibeberapa negeri Asia pada waktu2 belakangan ini. Politik agresif imperialis ini, disatu fihak telah membawa dunia ketepi djurang peperangan dunia dan difihak lain telah menimbulkan pertentangan2 jang semakin tadjam antara Rakjat dan pemerintah AS sendiri, antara AS dengan teman- temannja sendiri dalam persekutuan² militer mereka, terutama de- ngan Inggeris dan Perantjis, antara negeri2 imperialis dengan negeri² djadjahan dan dengan negeri² netral jang tidak masuk dalam blok" apapun.
Memang, antara kepentingan2 serta harapan2 bagian terbesar umatmanusia dan rentjana2 sekelompok ketjil kaum monopolis be- serta kakitangannja terdapat djurang jang lebar dan dalam.
Rakjat sedunia menghendaki lenjapnja kolonialisme, lenjapnja ketegangan2 internasional dan terpeliharanja perdamaian dunia. Sesuai dengan hasrat2 umatmanusia ini, negeri2 kubu sosialis dengan dipelopori oleh Uni Sovjet mendjalankan politik ko-existensi setjara damai dengan penuh inisiatif. Lain daripada itu negeri2 kubu so- sialis tidak mengalami keretakan, sebaliknja persatuan dan kebulatan mereka semakin (kokoh dan teguh. Achir2 ini dunia dikedjutkan oleh perkembangan madju melompat di Tiongkok Rakjat, baik dalam industri, pertanian, kebudajaan maupun pertahanan. Lebih2 Iagi dunia dikedjutkan oleh angka2 djatah Partai Komunis Uni Sovjet tentang perkembangan perekonomian Rakjat, jang mendja- min bahwa dalam waktu 15 tahun Uni Sovjet sudah akan melam- paui AS dalam segala lapangan. Persatuan negeri2 sosialis adalah persatuan jang monolit karena bersemenkan internasionalisme pro- letar. Dua pertemuan penting antara negeri2 ini jang diadakąn di Moskow dalam bulan Mei tahun ini (1958) sekali lagi membukti- kan kebulatan persatuan tersebut.
Pertemuan jang pertama diadakan pada tanggal 20-23 Mei
adalah pertemuan antara wakil2 Partai² Komunis dan Partai2 Buruh dari negara2 jang mendjadi anggota Dewan Salingbantu Ekonomi, jang telah menjusun dan mensahkan saran2 serta langkah2 mengc- nai kerdjasama ekonomi jang lebih madju dan lebih baik diantara negeri2 kubu sosialis. Pertemuan ini selandjutnja memberikan per- hatian istimewa pada soal memadjukan sumber² bahan mentah dan tenaga listrik serta pada soal mempergunakan segala apa jang paling baru ditjapai dilapangan teknologi. Perhatian chusus diberikan pada kebutuhan kordinasi jang lebih besar dan pada spesialisasi dilapang- an permesinan jang akan memungkinkan pelaksanaan massa-pro- duksi setjara besar²an serta modern dan jang akan sangat mengu- rangi biaja produksi.
Pertemuan lain adalah Sidang Komite Politik Konsultatif dari Perdjandjian Warsawa jang diadakan pada tanggal 24 Mei dimana Uni Sovjet dan negeri2 kubu sosialis lainnja a.l. memutuskan untuk mengurangi kekuatan2 bersendjata mereka dengan 419.000 orang. Pasukan2 Uni Sovjet jang berada di Hongaria berdasarkan Per- djandjian Warsawa itu akan dikurangi dengan 1 divisi lagi selama tahun 1958 dan jang berada di Rumania djuga akan ditarik mun- dur dalam tahun² ini.Selandjutnja pertemuan ini memutuskan untuk mengadjukan usul perdjandjian tidak saling menjerang de- ngan NATO. Djelaslah bahwa putusan² jang diambil oleh Per- djandjian Warsawa ini adalah sesuai dengan hakekat dari perse- kutuan itu, jalah bahwa Perdjandjian Warsawa bukanlah suatu persekutuan militer jang didasarkan atas kepentingan untuk agresi seperti NATO, Pakt Bagdad, SEATO dan persekutuan2 militer imperialis lainnja, tetapi adalah persekutuan dari negeri2 jang tjinta- damai, jang bertudjuan se-mata2 defensif dan untuk ber-sama2 ber- djuang memelihara perdamaian dunia dan keamanan internasional.
Pertemuan2 di Moskow ini mempunjai arti sedjarah jang pen- ting sekali bagi usaha untuk memperteguh persatuan negeriz kubu sosialis jang dengan tetap mendjalankan politik Leninis memelihara perdamaian dunia dan hidup berdampingan setjara damai antara negeri² jang mempunjai sistim politik dan ckonomi jang ber-beda2. Pertemuan2 ini menundjukkan sekali lagi bahwa Sosialisme adalahi sistim sosial jang paling mampu bertindak sebagai kampiun dalam membela kepentingan2 fondamentil dari djutaan Rakjat dan jang
sanggup memetjahkan problim2 jang mendesak dan jang mengenai haridepan umatmanusia.
Sebagaimana diterangkan diatas proses makin meruntjingnja pertentangan2 dikalangan kaum imperialis sendiri terus berlangsung dengan hebatnja. Hal ini dibuktikan oleh pertentangan² jang tadjam antara Amerika-Inggeris disatu fihak dengan Perantjis dan Djer- man Barat difihak lain jang merasa sangat dirugikan oleh keduduk- an memimpin dari AS-Inggeris dalam NATO. De Gaulle malahan sampai menulis surat terbuka jang menuntut dibentuknja tritung- gal" dalam pimpinan NATO, sesuatu jang sangat ditentang, baik oleh AS-Inggeris maupun oleh negara2 NATO lainnja, termasuk Djerman Barat sendiri dan djuga Italia. Disamping itu persekutuan NATO ini sangat digontjangkan oleh pertentangan jang fondamen- til antara Inggeris dan Eslandia dan antara Inggeris dan Junani. Teranglah bahwa persatuan NATO jang di-agung2kan oleh kaum imperialis hanjalah persatuan jang retak dan penuh dengan perten- tangan2.
Di-negeri² Amerika Latin semangat anti-AS makin meluas se- bagai akibat dari politik imperialis jang didjalankan oleh AS di- negeri2 ini. Diplomasi dolar" mereka jang hakekatnja jalah mere- but dan mengexploitasi se-maximal2nja sumber2 ekonomi negeri2 tetangga AS jang di Selatan, menimbulkan perdjuangan jang kuat untuk kemerdekaan ekonomi. Ini djelas bisa kita lihat di Argen- tinia, Brazilia, Chili, Mexiko, dll. Kenjataan menundjukkan bahwa perdjuangan untuk kemerdekaan ekonomi ini terdjalin erat dengan perdjuangan Rakjat menggulingkan rezim² diktatur dari djenderal2 jang mewakili kepentingan2 kaum komprador-feodal serta kaum monopolis AS.
Kaum imperialis djuga mendapat pukulan keras oleh revolusi jang meletus di Irak pada tanggal 14 Djuli tahun ini, revolusi jang telah menutup suatu zaman jang penuh dengan kegelapan dan penindasan serta membuka suatu kehidupan baru bagi Rakjat Irak. Revolusi jang gagahberani ini telah membikin Pakt Bagdad men- djadi tanpa Bagdad. Revolusi ini merupakan gelombang pasang baru dari revolusi2 nasional di Timur.
Takut akan kebangkitan bangsa2 Arab di Timur Tengah lebih landjut, kuatir akan terganggunja kepentingan mereka akan minjak
dan dengan maksud mempertahankan kolonialisme serta mendjamin Timur Tengah ·sebagai perbentengan mereka untuk mengadakan serangan2 agresif terhadap Uni Sovjet dan negeri2 kubu sosialis lainnja, maka imperialis AS dan Inggeris dengan menggunakan berbagai dalih jang mentertawakan melakukan agresi jang kasar dan kotor terhadap Libanon dan Jordania segera sesudah Rakjat Irak berhasil menggulingkan monarki dari radja Faisal dan bekas Perdana Menteri Nuri Es Said.
Perkembangan terachir di Afrika, dimana telah diproklamasikan berdirinja Pemerintah Sementara Republik Aldjazair di Afrika Utara dan Republik Guinea di Afrika Barat — ke-dua²nja bekas djadjahan Perantjis — menundjukkan lagi makin kokohnja ketetap- an hati Rakjat2 Afrika dalam perdjuangan menghantjurkan kolonial- isme dan untuk pelaksanaan sepenuhnja semangat dan putusan2 Konferensi Bandung. Tidak ada satu kekuatanpun jang dapat melemahkan ketetapan hati Rakjat2 ini!
Ketetapan jang kokoh dan tak tergojahkan dari Uni Sovjet, RRT dan negeri2 kubu sosialis lainnja untuk dengan peringatan? keras serta tindakan2 lain membendung agresi dan mempertahan- kan perdamaian dunia, dan kemarahan serta protes2 umatmanusia sedunia jang mengutuk agresi imperialis, semua inilah jang telah meruntuhkan rentjana2 imperialis untuk mengadakan perang kilat di Timur Tengah dan jang memaksa mereka melepaskan sementara rentjana2 agresif mereka di Timur Tengah jang akan membawa akibat² djauh itu. Ini merupakan suatu kemenangan besar dari ke- kuatan² perdamaian.
Komunike Bersama Chrusjtjov-Mau Tje-tung jang dikeluarkan pada tanggal 3 Agustus 1958, tidak sadja mendemonstrasikan bahwa dalam masalah² intervensi dan agresi terhadap negeri2 Asia-Afrika Uni Sovjet bersatuhati dengan RRT, tetapi lebih dari itu, jalah bahwa seluruh kubu sosialis tetap erat bersatu pada tiap saat dunia langsung dihadapkan pada bahaja perang baru oleh agresi2 dan intervensi3 imperialis. Komunike Bersama Chrusjtjov-Mau Tje-tung membikin Rakjat sedunia lebih siap dan waspada dan bersamaan dengan itu merupakan peringatan keras pada alamat mereka jang berkuasa di Barat, teristimewa AS, betapa besar, kokoh dan kuat- nja kubu sosialis jang bersatu ini, dengan sumber material dan
tenaga manusia jang tak terbatas, dengan ekonomi jang paling madju serta ilmu dan teknologi jang sangat tinggi.
Kaum imperialis AS mentjoba mengalihkan perhatian dunia dari pelaksanaan resolusi Sidang Istimewa Madjelis Umum PBB agar pasukan2 AS segera ditarik mundur dari Libanon. Melalui petualangannja disekitar masalah Selat Taiwan AS mempertegang kembali situasi dunia di Asia bagian Timur. Dengan membantu klik Tjiang Kai-sjek jang mentjoba menahan putaran roda sedjarah untuk mentjegah pembebasan jang wadjar dari kepulauan Kuimoi, Matju, Penghu dan pulau2 lainnja di Selat Taiwan termasuk Tai- wan sendiri oleh RRT, kaum imperialis AS mendjalankan agresi terhadap RRT. Tetapi tak pernah kedudukan kaum imperialis AS begitu terpentjil sendirian seperti dalam masalah Selat Taiwan ini. Sifat kepalabatu mereka jang mengingkari rol RRT sebagai negara besar, tanpamana masalah2 dunia tidak bisa dipetjahkan sebagai- mana mestinja, dan sifat mereka jang tidak mau melihat kenjataan bahwa RRT adalah salahsatu kekuatan raksasa jang mampu meng- hadapi dan melawan perang agresi, perang nuklir dan roket sekali- pun pasti akan membawa akibat2 jang merugikan dan mentjelaka- kan mereka sendiri.
Peringatan² seperti diatas, kutukan² dari bagian terbesar umat- manusia jang tidak menjukai kolonialisme, intervensi dan agresi imperialis, ditinggalkannja AS sendirian oleh negara2 Barat lainnja dalam petualangannja sekitar Selat Taiwan ini, merupakan faktor2 jang meniebabkan AS sampai kini tidak berani mentjiptakan perang baru di Asia ini. Sekarang, berkat tuntutan dunia jang kuat dan perlawanan² Rakjat setempåt, tentara pendudukan Amerika Serikat dan Inggeris sudah terpaksa angkatkaki masing2 dari Libanon dan Jordania. Sedangkan masalah Selat Taiwan sekarang tidak lagi ber- fungsi mengalihkan perhatian dunia dari Timur Tengah ke Asia bagian Timur seperti jang diinginkan AS, tetapi sudah berfungsi menambat kekuatan2 militer AS jang berarti mengurangi tekanan AS terhadap negeri2 anti-imperialis di Asia-Afrika, dan berfungsi memobilisasi Rakjat RRT dalam memperkuat pertahanan negeri- nja dan dalam memperbesar produksi.
Belakangan ini mendjadi makin djelaslah maksud politik kaum imperialis AS mengenai masalah Taiwan ini. Taiwan hendak mereka
djadikan djadjahannja jang permanen sebagaimana tampak dalam Komunike Bersama Dulles-Tjiang Kai-sjek. Dulles sekarang harus mengakui bahwa menjerbu daratan RRT tidaklah mungkin. Karena- nja ditjiptakannjalah teori Dua Tiongkok", jaitu bahwa disam- ping RRT ada Taiwan jang ,sah". Hendak kemana dibawa oleh teori ini tidaklah sukar untuk difahami kalau kita tahu akibat2 dari adanja Dua Koreá", Dua Vietnam" dan Dua Djerman". Kita sendiri sudah mengalami akibat2 dari usaha2 AS untuk mengada- kan Dua Indonesia". Provokasi2 menudju peperangan baru jang dilakukan oleh boneka2 imperialis seperti Syngman Rhee, Ngo Din Diem dan Adenauer merupakan sumber² jang permanen dari pepe- rangan2 baru.
Kaum imperialis bukanlah kaum imperialis djika mereka tidak penuh dengan segala matjam akal busuk untuk melakukan tipuan². Dalam melakukan politik memusuhi kubu sosialis dan mengintimi- dasi negara2 Asia non-sosialis seperti Republik Indonesia, kaum imperialis AS telah memperoleh teman setia dalam diri perdana menteri Djepang Kishi, Josidanja AS jang kedua. Dengan tidak menghiraukan samasekali kepentingan Rakjat Djepang, dengan mentjiderai keputusan2 Bandung, Kishi tanpa malu2 bersedia untuk dipergunakan AS guna memelopori pembentukan pakt militer baru. jakni NEATO (North East Asia Treaty Organisation), persekutuan militer dari negeri2 boneka imperialis AS, jaitu Korea Selatan, Dje- pang dan Taiwan.
Disamping NEATO sebagai alat untuk membendung hasrat2 kemerdekaan nasional serta perdamaian dunia dari Rakjat2 negeri Asia Timurlaut ini, kaum imperialis djuga membentuk apa jang mereka namakan Armada ke-V di Samudera Hindia, sekalipun se- luruh dunia sudah tahu akan kedjahatan Armada ke-VI dan ke-VII AS, jang lebih djahat dari segala badjaklaut disepandjang zaman didjumlah mendjadi satu. Armada jang berpangkalan ribuan mil djauhnja dari AS ini terang tidak ditudjukan untuk membela per- batasan wilajah AS. Maksud sesungguhnja dari Armada ke-V ini semakin djelas kalau kita lihat dalam hubungan SEATO dan NEATO, jaitu untuk dipakai sebagai kekuatan tekanan dan inter- vensi, terutama sekali terhadap Indonesia dan Birma.
Kishi selandjutnja dalam mendjalankan politik militerisasi Dje-
pang telah berusaha mengubah undang2 kepolisian Djepang dengan maksud menindas kaum buruh dan gerakan demokratis di Djepang, merampas hak² azasi Rakjat Djepang dan mengubah Djepang men- djadi suatu negara polisi. Bahaja tumbuhnja militerisme dan tekan- an² politik atas Rakjat Djepang ini semakin terasa șeriusnja karena djustru politik ini ditempuh pada saat berlakunja penindasan nasio- nal Djepang oleh AS.
Berdasarkan kenjataan2 diatas, kaum Komunis Indonesia se- penuhnja berdiri dibelakang seruan Partai Komunis Djepang kepada semua Partai Komunis dan Partai Buruh sekawan untuk menjokong perdjuangan Rakjat Djepang menggagalkan rentjana2 pemerinta Kishi jang merupakan antjaman bagi perdamaian di Asia dan dise- luruh dunia, merupakan rintangan bagi hubungan persahabatan Djepang dengan negeri2 tetangganja, termasuk negeri kita, dan jang akan menjeret Djepang kedalam petualangan jang djahat. Satu kali dibawah telapakkaki militerisme Djepang sudah tjukup bagi Rakjat Indonesia dan Rakjat2 Asia lainnja.
Sebaliknja RRT menundjukkan kegiatan jang serius untuk mere- dakan ketegangan internasional. Ini dibuktikan oleh tindakan pena- rikan mundur tentara sukarela Tiongkok dari seluruh wilajah Repu- blik Rakjat Demokratis Korea sekalipun keamanan di Asia masih terantjam oleh kegiatan2 imperialis seperti diatas.
Politik perang jang diwudjudkan dalam kegiatan2 NATO, SEATO, NEATO dan persekutuan2 militer lainnja, jang dinama- kan oleh Dulles politik tepi perang" ternjata telah dihukum oleh Rakjat Amerika sendiri sebagaimana terbukti dari hasil pemilihan umum untuk Kongres dan Senat dimana partainja Dulles, Partai Republiken, mengalami kekalahan jang besar. Walaupun tanpa ada harapan bahwa dengan memberikan suara kepada Partai Dc- mokrat nasib dan kehidupan mereka akan lebih baik daripada se- karang, tetapi Rakiat AS telah menjatakan bahwa mereka tidak menjukai politik Eisenhower-Dulles jang menimbulkan kebentjian sangat besar dari Rakjat diseluruh dunia.
Masalah penghentian pertjobaan2 sendjata2 nuklir setjara uni- versil adalah masalah jang dewasa ini menarik perhatian jang serius diseluruh dunia. Tindakan unilateral Uni Sovjet menjetop pertjo- baan2 nuklirnja telah mendapat sambutan gembira serta rasa puas
dan lega dari Rakjat sedunia. Rakjat disemua benua mengharap dan mendesak agar kedua negara atom lainnja, jaitu AS dan Ing- geris, mengikuti tjontoh jang sudah diberikan oleh Uni Sovjet itu. Tetapi harapan Rakjat diseluruh dunia telah sangat diketjewakan oleh AS dan Inggeris. Dengan tak menghiraukan seruan-umatmanu- sia sedunia agar udara tidak terus-menerus diratjuni oleh debu radioaktif, mereka tetap melangsungkan pertjobaan² nuklir mereka. Dapatlah dimengerti dan adalah dengan sendirinja masukakal kalau Uni Sovjet setelah 6 bulan lamanja menghentikan pertjo- baan² nuklirnja itu terpaksa memulai kembali pertjobaan2 nuklir- nja, djustru untuk memaksa negeri2 imperialis supaja mau ber-sama2 menghentikan pertjobaan2 nuklir setjara total. Penghentian pertjo- baan² nuklir tidak hanja untuk kepentingan keamanan Uni Sovjet dan negeri2 kubu sosialis, tetapi djuga untuk kepentingan negeri² ketjil dan negeri2 lainnja jang bukan negeri-atom.
Dari uraian singkat diatas djelaslah, bahwa tanpa Uni Sovjet jang bisa menandingi negara2 atom AS dan Inggeris, kaum impe- rialis akan bertindak sesukahatinja terhadap negeri2 Asia-Afrika jang berdjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan jang penuh, dan terhadap negeri2 lain jang lebih lemah daripada mereka. Se- djarah sudah membuktikan bahwa berkat adanja Uni Sovjet jang kuat maka tindakan2 dan rentjana2 agresif kaum imperialis bisa digagalkan, dibendung ataupun dihambat pelaksanaannja, seperti misalnja agresi terhadap Mesir, Libanon, Jordania dan rentjana agresi terhadap Siria dll. Tindakan Uni Sovjet itu menguntungkan keamanan, perdamaian dan kehidupan manusia diseluruh dunia. Ini adalah kenjataan, suka atau tidak suka pada Uni Sovjet. Untuk dapat melihat kenjataan ini orang tidak perlu mendjadi Komunis, jang diperlukan hanja kedjudjuran dan keberanian mengakui ke- benaran.
Uni Sovjet kini terus berdajaupaja dengan gigih untuk men- desak AS dan Inggeris menjetop pertjobaan2 nuklir mercka, tidak untuk setahun atau untuk waktu tertentu sadja, tetapi untuk se- lama²nja. Kesungguhan serta kedjudjuran Uni Sovjet dalam usaha ini dinjatakan dengan djelas dalam sidang Komite Politik Pertama Madjelis Umm PBB jang selama minggu2 belakangan ini telah mengadakan perdebatan mengenai masalah perlutjutan sendjata,
termasuk dihentikannja pertjobaan2 nuklir dengan segera dan tanpa sjarat. Dihadapan bagian jang terbesar dari umatmanusia sedunia, AS dan Inggeris telah ditelandjangi sebagai musuh perdamaian dan sebagai komplotan-jang tidak menjukai perlutjutan sendjata. Achir- nja, karena tekanan² jang keras dari AS terhadap delegasi2 negara2 tergantung kepadanja, termasuk negara2 sekutu AS jang tergabung dalam pakt2 militer agresif dan negeri2 Amerika Latin, maka sidang Komite Politik Pertama MU-PBB menjetudjui dengan 49 pro, 9 kontra dan 23 abstain, sebuah resolusi jang membatasi dirinja dengan usul menangguhkan pertjobaan2 nuklir selama Konferensi Djenewa jang diadakan pada tanggal 31 Oktober.
Dengan kenjataan diatas, djelaslah bahwa bahaja radiasi tetap diperbesar oleh ketidaksediaan negara2 atom AS dan Inggeris untuk menghentikan pertjobaan2 nuklir. Maka sudah semestinjalah apa- bila seluruh Rakjat Indonesia ber-sama2 dengan Rakjat negeri2 lain jang tjinta perdamaian, kemadjuan dan kehidupan, melangsungkan dengan lebih intensif gerakan perdamaian dunia dan gerakan me- nentang pertjobaan2 nuklir. Suksesnja Bulan Perdamaian" baru2 ini jang ditudjukan untuk mempopulerkan putusan2 Kongres Stock- holm dan Konferensi Dunia ke-IV anti bom A dan H di Tokio, merupakan sumbangan jang penting dari Rakjat Indonesia dalam perdjuangan umatmanusia untuk perdamaian. Simpati dan sokong- an2 jang diberikan Presiden dan Pemerintah Indonesia selama Bulan Perdamaian" merupakan demonstrasi kebulatan tekad Rak- jat dan Pemerintah Indonesia dalam memelihara perdamaian dan melawan imperialisme. Kegiatan² sematjam ini masih harus lebih banjak dan lebih luas dilakukan dinegeri kita. Soal perdamaian harus mendjadi soal seluruh Rakjat kita, gerakan perdamaian harus tumbuh mendjadi gerakan massa jang sangat luas. Dengan mem- perkuat gerakan perdamaian berarti kita memperkuat kemerdekaan nasional kita. Kaum Komunis Indonesia harus berdiri dibarisan paling depan dalam gerakan perdamaian, karena ini berarti meme- lopori perdjuangan untuk kemanusiaan dan kemerdekaan tanahair.
Peristiwa² internasional lainnja jang mendjadi perhatian dunia adalah peristiwa bertjokolnja diktatur militer de Gaulle di Peran-
tjis dan kudeta² militer kontra-revolusioner di Pakistan dan Muang- thai.
Di Perantjis de Gaulle· berhasil berkuasa sebagai kelandjutan dari kudeta militer di Aldjazair jang direntjanakan oleh burdjuasi Perantjis jang paling reaksioner dengan bantuan beberapa koman- dan militer. Ini bukan tanda kekuatan, melainkan tanda kelemahan burdjuasi Perantjis. Mereka sudah terpaksa menempuh djalan extra- ordiner (se-wenang2) untuk berkuasa.
Adalah karena semakin tjepatnja pertumbuhan kekuatan2 per- damaian dan kemadjuan, maka kaum imperialis mentjoba mem- perkuat" kedudukannja jang sudah gojah itu dengan mengekang kebebasan2 demokratis, me-niup2 sovinisme dan mempertjepat per- siapan2 perang2 agresifnja.
Karena krisis2 hebat jang dialami oleh burdjuasi maka mereka tidak sanggup lagi untuk berkuasa melalui djalan demokrasi jang di-masa2 silam merupakan dasar dari prestise mereka. Dalam saat krisis ekonomi dan politik dimana kekuasaan dan kepentingan mereka terantjam maka burdjuasi menempatkan orang2 fasis de Gaulle di Perantjis.
Burdjuasi Perantjis telah menundjukkan ketidakmampuan mc- reka mengatasi krisis2 jang mereka hadapi a.l. mengenai peranig Aldjazair jang sedjak 1 November 1954 berketjamuk, jang tidak memungkinkan Perantjis untuk mentjapai kemenangan. Rakjat Perantjis sendiri semakin lama semakin kuat menentang perang kolo- nial Perantjis di Aldjazair ini.
Dengan tudjuan mentjegah adanja perdamaian di Aldjazair melalui perundingan2 dan untuk melangsungkan terus perang kolo- nial ini, kaum extremis kolonial dengan djenderal2 pemberontak fasis jang duduk dalam apa jang dinamakan Komite Keamanan Umum" mentjiptakan kudeta militer di Aldjazair. Mereka selan- djutnja memaksakan suatu diktatur fasis di Perantjis untuk mene- kan Rakjat. Untuk ini mercka paksakan berdirinja pemerintahan de Gaulle.
Pemerintah de Gaulle jang merupakan hasil dari kekerasan, intimidasi serta intrik2 politik lainnja itu bekerdja tanpa supervisi parlemen. UUD jang ada diganti dengan jang baru jang dalam sedjarah Republik Perantjis merupakan UDD jang paling reaksio-
ner, UUD jang berwatak monarkis. Dengan djalan ini kaum reak- sioner hendak menindas kebebasan² demokratis, memiliterisasi semua lapangan kehidupan dengan maksud 'mentjegah Rakjat Perantjis menghimpun diri dalam perdjuangan untuk mentjapai tuntutan2 ekonomi dan politik mereka dan untuk dihentikannja perang Al- djazair.
Rezim de Gaulle telah berusaha membekukan demokrasi di Perantjis dan membuka djalan bagi fasisme, bagi diktatur dan teror setjara terbuka dari kapital monopoli.
Sebagaimana halnja di-negeri2 lain djuga di Perantjis, pekerdja- an kaum soska adalah mengatjau dan mengchianat. Dalam menaik- kan diktatur de Gaulle kesinggasana kekuasaan kita harus sekali lagi melihat peranan mengchianati demokrasi dari kaum soska Perantjis. Sekretaris Djenderal Partai Sosialis Perantjis Guy Mollet, karena pengabdiannja kepada kaum kápitalis monopoli telah dianugerahi kedudukan menteri dalam pemerintahan de Gaulle.
Pengchianatan pemimpin² soska Perantjis telah membuka mata massa anggota dan massa pengikut Partai Sosialis Perantjis akan kepalsuan pemimpin2 mereka, dan telah lebih mengeratkan hubung- an mereka dengan kaum Komunis dan seluruh kekuatan progresif dalam perdjuangan melawan de Gaulle.
Peranan sangat reaksioner dan mengatjau dari kaum soska ini kita lihat djuga di Birma, dimana mereka dibawah pimpinan U Kyaw Nyein, U Ba Shwe merongrong pemerintah U Nu jang akan madju itu dan dengan melalui gerombolan2 teror, jang di Birma terkenal dengan nama ,Pyusawthi2", mereka hendak men- tjegah perkembangan dalamnegeri kearah tertjapainja perdamaian nasional antara semua kekuatan demokratis dan revolusioner, sebagai sjarat utama bagi Birma untuk melakukan pembangunan ekonomi- nja. Keadaan jang demikian ini akan berarti hilangnja kesempatan untuk mendapat keuntungan jang se-banjak2nja bagi diri mereka sendiri. Itulah sebabnja mereka berusaha untuk menimbulkan kudeta pada tanggal 23 September jang lalu, tetapi dapat digagalkan karena kewaspadaan Rakiat dan pemerintah Birma jang dipimpin oleh Perdana Menteri U Nu.
Di Pakistan dan Muangthai dengan beruntun telah terdjadi pula kudeta2 militer. Tudjuan dari kudeta2 militer ini samasekaii
tidak untuk melenjapkan kekalutan dalamnegeri jang diakibatkan oleh politik ekonomi jang bangkrut dari mereka jang berkuasa se- belum kudeta terdjadi. Ayub Khan jang telah mendesak Iskandar Mirza, demikian pula Sarit Thanarat jang masing2 dengan tjara² sangat kasar telah meng-indjak2 hak2 azasi Rakjat Pakistan dan Muangthai jang masih tinggal sedikit itu serta menindas setjara kedjam gerakan patriotik dari Rakjat jang rindu akan kebebasan dan kesedjahteraan. Keterangan2 politik jang mereka berikan me- nundjukkan bahwa dengan diktatur itu mereka bertudjuan untuk mendjamin tetap terpeliharanja dengan baik kepentingan ekonomi dan militer imperialis, tetap selamatnja pakt2 militer jang semakin kuat ditentang oleh massa Rakjat jang luas dikedua negeri itu.
Timbulnja diktatur2 militer di Pakistan dan Muangthai menun- djukkan bahwa dikedua negeri ini sedang tumbuh gerakan revolu- sioner Rakjat. Hal ini menimbulkan kekuatiran golongan2 jang paling reaksioner sehingga mereka terpaksa bertindak lebih extra- ordiner. Sekarang kekuatan Rakjat di-negeri2 ini belum tjukup besar untuk mentjegah diktatur militer. Tetapi Rakjat dikedua negeri ini tidak akan dapat dikalahkan untuk se-lama²nja. Revolusi Irak adalah bintang pimpinan bagi mereka.
Betapapun kuasanja diktator2 itu sekarang, tetapi situasi inter- nasional dewasa ini tidaklah sama. dengan situasi diwaktu sebelum perang, disaat diktator2 Hitler dan Mussolini berkuasa di Djerman dan Italia. Imbangan kekuatan dunia dewasa ini menguntungkan fihak demokrasi dan merugikan kaum reaksioner dan fasis. Oleh karena itu sedjak sekarangpun sudah dapat dibajangkan bahwa demokrasi pasti akan menang, djuga di Perantjis, di Pakistan dan Muangthai, dan dimana sadja.
Rakjat Indonesia jang tidak mengenal tradisi fasisme dan mili- terisme, tetapi pernah mengalami kekedjaman diktatur militer Dje- pang, tidak mungkin memberikan dukungannja pada diktatur² se- matjam ini. Simpati dan solidaritet jang se-dalam²nja dari klas buruh dan seluruh Rakjat Indonesia jang demokratis tertudju pada klas buruh Perantjis, pewaris sedjati dari Komune Paris, serta pada
seluruh Rakjat Perantjis jang berdjiwa demokratis, berdjiwa kemer- dekaan, persamaan dan persaudaraan. Simpati dan solidaritet se- dalam²nja dari Rakjat Indonesia tertudju pada Rakjat Pakistan dan Muangthai jang dengan segala derita dan pengorbanannja pasti akan berhasil menggulingkan kekuasaan dikta'ur2 ini untuk kemer- dekaan, demokrasi dan perdamaian. Revolusi Irak adalah tjontoh jang sangat baik bagi semua Rakjat jang hidup dibawah diktatur burdjuasi jang sangat reaksioner dan kurangadjar.
Demikianlah dengan singkat situasi internasional dewasa ini. Tugas Partai dalam menghadapi situasi dunia jang sedemikian ini jalah mentjiptakan kerdjasama jang lebih intensif antara semua kekuatan patriotik guna mendorong Pemerintah untuk lebih mem- perkuat front internasional anti-kolonial dan anti-perang. Kita menginginkan dan memperdjuangkan agar Pemerintah Indonesia terus konsekwen membantu perdjuangan kemerdekaan bangsa?, mengadakan langkah2 didalam dan diluar PBB supaja tertjipta per- setudjuan internasional antara AS, Inggeris Jan Uni Sovjet tentang penghentian pertjobaan2 sendjata nuklir dengan segera, tanpa sjarat dan untuk se-lama²nja. Djuga supaja Pemerintah Indonesia mela- wan setiap intervensi dan subversi asing, melawan pengkonsolidasian serta perluasan pakt² militer agresif, dan selandjutnja menuntut pem- bubarannja. Semuanja ini untuk keselamatan demokrasi dan kemer- dekaan Republik kita, untuk keamanan Asia, untuk persahabatan antara bangsa² dan untuk perdamaian dunia.
Djika dibandingkan dengan keadaan ketika kita melangsungkan Sidang Pleno ke-VI CC pada bulan Maret tahun ini dan dengan keadaan ketika kita melangsungkan Konferensi Nasional ke-III Par- tai dalam bulan Djuni tahun ini djuga, situasi dalamnegeri sudah ber-angsur² mendjadi baik. Kaum pemberontak kontra-revolusioner PRRI-Permesta" pada pokoknja sudah dapat dihantjurkan berkat sikap Presiden Sukarno, Pemerintah, partai² demokratis, Angkatan Perang dan seluruh Rakjat Indonesia jang gagahberani. Tetapi dengan ini tidak berarti bahwa pada pokoknja kekuatan imperialis sudah dikalahkan. Imperialisme masih tetap merintangi kemadjuan
Rakjat Indonesia dan masih tetap mengantjam keutuhan, kedau- latan dan kemerdekaan Indonesia.
Sebagaimana sudah kita njatakan dalam berbagai dokumen Par- tai, kewadjiban kaum Komunis dan Rakjat Indonesia jang terpen- ting pada waktu sekarang jalah menjelesaikan dua kontradiksi pokok, jaitu kontradiksi antara nasion Indonesia dengan imperialisme dan kontradiksi antara kaum tani dengan tuantanah. Kontradiksi jang terpokok dewasa ini jalah jang pertama, jaitu antara nasion Indo- nesia dengan imperialisme.
Dibawah ini kita akan mengupas kontradiksi jang terpokok, jang pada waktu sekarang berbentuk kontradiksi antara ·Rakjat Indonesia dengan .sisa2 kolonialisme Belanda, dengan intervensi dan subversi Amerika Serikat dan dengan subversi Kuomintang. Bentuk2 kongkritnja antara lain berupa kontradiksi antara Rakjat Indonesia dengan pendudukan kolonialis Belanda di Irian Barat, dengan kekuasaan ekonomi Belanda, dengan PRRI-Permesta", dengan DI-TII, dengan gerakan illegal Zulkifli Lubis, dengan gerak- an subversif KMT dan dengan sabotase2 imperialis dan kakitangan- nja dilapangan ekonomi dan kebudajaan. Inilah kontradiksi2 jang kongkrit jang meminta penjelesaian pada waktu sekarang. Kegiat- an2 ini adalah bentuk2 jang paling menondjol pada waktu sekarang jang dilakukan oleh musuh2 Rakjat Indonesia, jaitu imperialisme. Kekuatan2 jang paling reaksioner ini merupakan satu kesatuan dalam merongrong keutuhan, kedaulatan dan kemerdekaan Indo- nesia, dalam usaha menundukkan Rakjat Indonesia kebawah tela- pakkaki imperialis. Oleh karena itu seluruh Rakjat Indonesia, jaitu semua orang Indonesia jang menentang kegiatan² imperialis dalam bentuk²nja jang kongkrit ini, harus dipersatukan.
n
Rakjat Indonesia sudah mengambil langkah² untuk menjelesai- kan kontradiksinja dengan imperialisme Belanda di Irian Barat dengan djalan memperkuat perdjuangan pembebasan Irian Barat; kontradiksi dengan kekuasaan ekonomi Bclanda dengan djalan mengambilalih dan kemudian menasionalisasi perusahaan2 kolonial Belanda; kontradiksi dengan PRRI-Permesta" dan dengan DI- TII dengan mengadakan operasi2 militer dengan bantuan Rakjat; kontradiksi dengan gerakan Lubis dengan djalan lebih mempertinggi kewaspadaan nasional; kontradiksi dengan KMT dengan djalan
membubarkan organisasi illegal ini dan mengambilalih perusahaan² serta menghentikan kegiatan² mereka. Demikian antara lain lang- kah2 jang sudah diambil, tetapi masih lebih banjak lagi langkah2 jang harus diambil, diperbaiki dan dibikin lebih intensif, sehingga penjelesaian dapat ditjapai sepenuhnja.
Disamping itu kita djuga mengetahui bahwa masih ada kegiat- an2 kongkrit lain dari kaum imperialis, misalnja usaha2 fihak AS untuk mempengaruhi golongan² dalam masjarakat kita supaja mau mengadakan junta militer, dan dengan ini berarti mendjatuhkan kabinet Djuanda jang patriotik. Sedjalan dengan keputusan Seksi Asia Tenggara dari Kementerian Luarnegeri (State Departement) Amerika Serikat, maka pada waktu² belakangan ini pemimpin² Masjumi sangat giat melantjarkan kampanje untuk membubarkan kabinet Djuanda. Dengan djatuhnja kabinet Djuanda dan diganti- kannja dengan kabinet dimana mereka duduk, mereka mengharap akan dapat merehabilitasi kaum pemberontak PRRI-Permesta" dan dengan demikian berarti men-sia2kan samasekali korban jang banjak jang sudah diberikan oleh APRI dan Rakjat dalam mem- basmi kaum pemberontak. Djuga fihak imperialis Inggeris tidak berdiam diri, dan dimana mungkin mereka djuga berusaha men- dapat keuntungan2 dari pertentangan² jang ada di Indonesia. Ke- giatan2 jang berbahaja dari kaum imperialis ini harus kita hadapi dergan sungguh² dan dengan kewaspadaan jang se-tinggi²nja.
Tetapi, bagaimanapun djuga banjaknja dan ruwetnja kontra- diksi jang ada, baik kontradiksi2 jang sudah terbuka maupun jang masih tertutup, pada hakekatnja semuanja adalah tjermin dari kon- tradiksi antara Rakjat Indonesia dengan imperialisme. Karena impe- rialisme adalah musuh terpokok Rakjat Indonesia, maka kontra- diksi2 ini harus diselesaikan dengan perdjuangan jang sengit dan tidak mengenal ampun. Untuk melakukan ini seluruh Rakjat Indo- nesia harus dipersatukan dalam persatuan anti-kegiatan2 imperialis jang kongkrit seperti sudah disebutkan diatas. Djadi, hakekat dari kontradiksi2 jang disebutkan diatas adalah kontradiksi antara Rak- jat dengan musuh2 Rakjat, dan bukan antara Rakjat dengan Rakjat.
Kontradiksi antara Rakjat dengan imperialis, artinja dengan musuh terpokok dari Rakjat, harus diselesaikan dengan kekerasan,
dan dimana perlu dengan kekerasan sendjata. Penjelesaian dengan kekerasan sendjata sudah dilakukan oleh Rakjat Indonesia terhadap PRRI-Permesta" dan terhadap DI-TII. Ini adalah tepat, djika tidak maka kontradiksi2 ini tidak akan selesai2.
Dalam masjarakat kita tidak hanja ada kontradiksi antara Rak- jat dengan musuh2 Rakjat, tetapi djuga ada kontradiksi2 dikalang- an Rakjat sendiri, misalnja antara kaum buruh dengan kapitalis nasional, antara kaum tani dengan tuantanah jang anti PRRI- Permesta" dan anti DI-TII, antara kekuatan progresif dengan ke- kuatan tengah, antara Partai Komunis dengan partai2 anti-imperiaris lainnja, antara Rakjat pekerdja dengan penguasa2 sipil dan militer, antara Rakjat pekerdja dengan Pemerintah, dan kontradiksi2 lain. Kontradiksi2 ini adalah kontradiksi2 jang tidak pokok, kontradiksi2 jang terdapat dikalangan Rakjat jang harus dipersatukan melawan musuh terpokok, jaitu imperialisme. Oleh karena itu penjelesaian- nja tidak harus dengan kekerasan, tetapi harus setjara damai, dengan perundingan jang demokratis, saling mejakinkan dan saling menguntungkan. Kontradiksi2 ini terdapat diluar maupun didalam Parlemen. Kontradiksi2 dikalangan Rakjat ini harus dapat diselesai- kan setjara tepat agar tidak merugikan kepentingan Rakjat, dan tidak menguntungkan musuh Rakjat.
Adalah kewadjiban kaum Komunis untuk dapat membedakan antara pertentangan jang pokok dengan jang tidak pokok. Kaum imperialis dan kaum kepalabatu dalamnegeri, dengan melewati koran2nja, intrik²nja, hasutan²nja, fitnahan²nja dan dengan djalan? lain, berusaha untuk mentjampuradukkan kedua pertentangan ini supaja fikiran Rakjat mendjadi katjau, supaja Rakjat bertentangan dengan Rakjat dan supaja sebagian dari Rakjat menganggap musuh Rakjat sebagai kawan. Dengan demikian mereka berharap akan dapat memetjah front Rakjat melawan imperialisme dan dapat memperkuat front musuh Rakjat, front imperialis.
Untuk memperkuat front imperialis mereka berusaha untuk menarik bagian2 tertentu dari Rakjat kefihak mereka. Mereka me- nakut-nakuti dengan momok Komunis" agar sebagian dari Rak- jat, terutama pemimpin2 dari kekuatan tengah, menganggap kaum Komunis atau kaum kiri pada umumnja sebagai musuh. Bersamaan dengan itu Nasionalis2 jang tidak mau tunduk pada keinginannja,
seperti misalnja Presiden Sukarno, mereka nobatkan mendjadi Ko- munis" supaja djuga dianggap sebagai ,momok". Mereka perten- tangkan antara kaum Nasionalis dengan kaum Agama jang patrio- tik, dan antara kedua golongan ini dengan kaum Komunis. Djuga mereka pertentangkan antara Rakjat pekerdja dengan Angkatan Perang jang patriotik. Ja, mereka djuga berusaha mempertentang- kan Presiden Sukarno dengan pimpinan Angkatan Perang dan ke- kuatan2 patriotik lainnja. Mereka timbulkan suasana saling tjuriga- imentjurigai dikalangan Rakjat, agar dengan demikian, menurut harapan mereka, sebagian dari Rakjat dapat melupakan ketjuriga- ännja pada kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri.
Dalam hubungan dengan luarnegeri kaum reaksioner djuga ber- usaha mengatjaukan fikiran Rakjat. Mereka usahakan agar sebagi- an dari Rakjat Indonesia memandang negeri2 sosialis terutama pelo- pornja, jaitu Uni Sovjet, sebagai musuh, padahal semua negeri sosialis, tanpa perketjualian, sepenuhnja berada difihak Rakjat Indo- nesia dalam soal perdjuangan membebaskan Irian Barat, dalan melawan kegiatan& intervensionis asing dan dalam usaha mengatasi kesulitan2 Indonesia dilapangan ekonomi. Sebaliknja, mereka men- tjoba mejakinkan sebagian dari Rakjat Indonesia supaja suka meng- anggap negara² Barat sebagai sahabat, padahal semua negara Barat jang penting2, tanpa perketjualian, memihak Belanda dalam soal Irian Barat dan memihak AS ketika negara ini mengadakan inter- vensi dalam urusan dalamnegeri Indonesia.
Dalam keadaan jang sudah ruwet dan dibikin lebih ruwet lagi oleh kaum kepalabatu ini, kaum Komunis tidak boleh sampai di- ruwetkan. Adalah kewadjiban orang2 Komunis untuk senantiasa membikin terang bagi dirinja sendiri dan terang bagi Rakjat, bahwa kontradiksi jang terpokok pada waktu sekarang adalah pertentangan antara Rakjat Indonesia dengan imperialisme, antara nasion Indo- nesia dengan kekuatan reaksioner asing: Hanja dengan teguh ber- pegang pada pendirian ini, dan pandai menghubungkan tiap2 bèn- tuk kongkrit dari kontradiksi² dengan pendirian pokok ini, kita dapat mulai melangkah setjara benar dalam menjusun seluas mungkin persatuan Rakjat Indonesia. Dengan demikian tertjiptalah sjarat untuk menjelesaikan setjara baik kontradiksi dikalangan Rakjat dan menjelesaikan kontradiksi antara Rakjat dengan imperialis, apapun
bentuknja, dengan menguntungkan fihak Rakjat. Sjarat jang paling penting untuk dapat menjelesaikan kontradiksi² ini setjara tepat ter- letak dalam kemampuan Partai kita sendiri, dalam kebesaran dan kekuatannja, dalam ketepatan politik dan langgamkerdjanja.
*
Soal politik dalamnegeri lainnja jang penting jalah soal krisis demokrasi liberal.
Adalah logis bahwa sebagai reaksi terhadap kolonialisme Belan- da dan terhadap militerisme Djepang dulu, Rakjat Indonesia me- nuntut adanja demokrasi, jang maksudnja tidak lain jalah demo- krasi liberal. Ini antara lain dinjatakan oleh tuntutan ,Indonesia Berparlemen" dizaman pemerintah Hindia Belanda dekat sebelum perang dunia ke-II. Djuga logis, bahwa sesudah Republik Indo- nesia diproklamasikan, demokrasi ini jang ditjoba untuk dilaksana- kan. Bagi kita kaum Komunis, tidak meragukan lagi bahwa demo- krasi, walaupun demokrasi liberal, adalah lebih baik daripada kolo- nialisme atau fasisme. Oleh karena itu sebelum perang dunia ke-II kita menjokong dengan gigih tuntutan Indonesia Berparlemen" dan sekarang kita bekerdja dengan sungguh2 dan se-baik²nja di- dalam Parlemen dan DPRD2.
Pada saat2 pandji2 demokrasi parlementer sudah dilemparkan oleh sebagian burdjuasi jang paling reaksioner, seperti misalnja ketika terdjadi Razzia Agustus Sukiman, tahun 1951, Partai kita memungut pandji2 demokrasi ini dan mengibarkannja tinggi2. Djuga ketika kaum sosialis kanan (PSI) mentjoba mengadakan perebutan kekuasaan setjara militer pada tanggal 17 Oktober 1952, dan ke- mudian ditjoba lagi oleh Zulkifli Lubis dengan sokongan Masjumi- PSI, Partai berdiri dibarisan paling depan melawan usaha2 untuk memfasiskan sistim pemerintahan ini dan mengibarkan tinggi2 pan- dji² demokrasi parlementer. Dengan demikian Partai kita dan par- tai2 demokratis lainnja beserta seluruh Rakjat Indonesia berhasil mentjegah keruntuhan Republik proklamasi. Dalam hal ini besarlah djasa Presiden Sukarno sebagai seorang demokrat jang revolusioner.
Tetapi, adalah sudah sedjak semula kita berpendirian bahwa demokrasi liberal bukanlah sistim jang dapat memetjahkan persoal-
an2 pokok Rakjat Indonesia, baik dibidang politik, ekonomi mau- pun kebudajaan. Demokrasi liberal setjara dunia dan setjara sedja- rah memang sudah bangkrut. Sekarang Rakjat Indonesia sendiri langsung mengalami, bahwa djuga setjara Indonesia demokrasi libe- ral tidak dapat memetjahkan persoalan2 dan tuntutan² pokoknja. Sistim ini sudah terbukti tidak dapat memetjahkan tuntutan² urgen Rakjat Indonesia untuk mempersatukan seluruh kekuatan nasional, untuk mengusir kekuasaan ekonomi asing, untuk membangun eko- nomi nasional dan untuk mengembangkan kebudajaan nasional.
Tetapi, ini tidak membantah bahwa demokrasi burdjuis, demo- krasi parlementer atau demokrasi liberal tetap lebih baik daripada fasisme, daripada diktatur militer atau diktatur perseorangan.. Dik- tatur² sematjam ini adalah lebih terbelakang, dan hakekatnja sudah dihukum oleh Revolusi Perantjis tahun 1789. Diktatur2 ini pada hakekatnja sama dengan sistim politik dizaman perbudakan dan feodal, dimana Rakjat tidak mendapat djaminan samasekali atas hak2 azasi dan hak2 demokrasinja, walaupun hanja dalam Undang2. Oleh kaum burdjuis jang sudah tidak mampu lagi menjelimuti ke- diktatorannja dengan demokrasi liberal, sistim kekuasaan seseorang atau satu klik ketjil orang biasa digali kembali dari zaman jang usang, seperti jang. sudah dilakukan oleh Hitler di Djerman, oleh Mussolini di Italia, dll. sebelum perang dunia ke-II. Seluruh dunia sudah mendjadi saksi dari kehantjuran sistim usang jang diberi badju baru ini. Sekarang kenjataan sematjam ini atau mirip dengan ini kita lihat Iagi di Perantjis de Gaulle, di Pakistan Ayub Khan dan di Muangthai Sarit Thanarat. Untuk membela kepentingan- nja, kaum burdjuis jang paling reaksioner berusaha mengundurkan djam sedjarah.
Adalah tidak mengherankan, bahwa soal mengundurkan djam sedjarah ini djuga ada pengaruhnja dikalangan sementara petua- lang2 politik, pentjari2 kedudukan dan dikalangan kaum reaksioner dinegeri kita. Dengan tidak malu² mereka ngomong tentang keter- belakangan" Indonesia karena sudah didahului oleh de Gaulle di Perantjis, oleh Ayub Khan di Pakistan dan oleh Sarit Thanarat di Muangthai. Mereka bernafsu untuk ,mendjawab" krisis demokrasi liberal dinegeri kita dengan fasisme, dengan diktatur militer atau diktatur perseorangan. Mereka mau berdiri dibarisan depan dalam
keterbelakangan! Mereka mau,mengatasi" ketidak-mampuan de mokrasi liberal dengan ketidak-mampuan jang lebih tidak mampi lagi, dengan fasisme. Djadi, mau kemana orang2 ini? Mau hiduj sebentar se-puas²nja, sesudah itu mati buat se-lama²nja! Mereka tidak mau beladjar dari pengalaman Faisal dan Nuri Es Said dar Irak!
Tjepatnja kebangkrutan demokrasi liberal di Indonesia disebab- kan oleh dua proses. Pertama, proses kesedaran Rakjat Indonesia sendiri, jang berdasarkan pengalamannja sendiri melihat bahwa demokrasi liberal identik dengan korupsi, birokrasi dan ketidak- mampuan dalam memetjahkan persoalan² pokok Rakjat Indonesia. Kedua, karena agitasi dari promotor2 junta militer dan elemen2 fasis lainnja.
Kesedaran Rakjat Indonesia akan ketidak-mampuan demokrasj liberal, seperti jang sering ditjerminkan oleh Presiden Sukarno, ter- djadi dalam keadaan dimana krisis politik ini belum dapat diatasi dengan Demokrasi Baru atau Demokrasi Rakjat, jang sudah terudji dapat memetjahkan persoalan2 pokok jang dihadapi oleh Rakjat, baik di Eropa maupun di Asia. Djadi, situasinja sekarang jalah, bahwa demokrasi liberal sudah diskredit dan Demokrasi Rakjat belum ada sjarat²nja, bahwa kaum fasis ber-siap2 dengan konsep diktaturnja, sedangkan Rakjat dengan gigih mempertahankan hak2 politiknja.
Dalam situasi jang demikian ini, jang tidak ada ketentuan ini, sangat penting arti dari ide Presiden Sukarno mengenai Demokrasi Terpimpin, jang isi pokoknja jalah anti-liberalisme dan anti-diktatur militer atau diktatur perseorangan. Pokoknja jalah demokrasi, meski- pun bukan Demokrasi Baru, tetapi demokrasi jang anti-liberalisme. Presiden Sukarno menamakannja Demokrasi Indonesia". Demo- krasi Terpimpin, sebagai hasil perdjuangan Rakjat, harus mendja- min demokrasi lebih luas bagi Rakjat dan harus mampu mem- batasi hak2 politik dari musuh2 Rakjat. Djika dilaksanakan sesuai dengan pernjataan2 Presiden Sukarno, Demokrasi Terpimpin akan dapat memetjahikan. persoalan2 urgen jang dihadapi oléh Rakjat Indonesia, jaitu persatuan nasional dan sampai batas²2 tertentu pem- bangunan ekonomi dan perbaikan nasib Rakjat. Oleh karena itu Partai menjokong ide Demokrasi Terpimpin dari Presiden Sukarno
dengan penuh kesedaran dan berdjuang dengan gigih untuk me- wudjudkannja.
Ada hal2 jang dapat melemahkan ide Demokrasi Terpimpin jang dengan sungguh2 harus dihindari oleh semua pentjinta Demo- krasi Terpimpin. Antara lain jalah, bahwa ide ini mungkin ditung- gangi oleh petualang2 dan spekulan2 politik, oleh partai2, golongan2 atau orang2 jang dalam pemilihan² umum tidak mendapat keper- tjajaan Rakjat. Jang demikian ini dapat menimbulkan kesan, se- olaha Demokrasi Terpimpin diadakan untuk mereka jang tidak mungkin menang menurut tjara2 demokratis. Djadi, Demokrasi Ter- pimpin bukan untuk direalisasi menurut keinginan Presiden Su- karno, tetapi sekedar untuk memenuhi ambisi sementara orang jang politis sudah bangkrut. Kesan demikian ini harus dihindari. Nilai dari ide Demokrasi Terpimpin akan djatuh djika dengan
ide Demokrasi Terpimpin ada orang bermaksud untuk mengguna- kannja sebagai saluran atau batu lontjatan buat membubarkan par- tai2 dan membunuh kehidupan politik Rakjat jang mulai berkem- bang sedjak tahun 1908. Dengan demikian bisa menimbulkan kesan se-olah2 Demokrasi Terpimpin hanja sekedar sebagai persiapan untuk suatu diktatur militer atau diktatur perseorangan. Kesan ini djuga harus dihindari.
Agar ide Demokrasi Terpimpin tetap kuat dan tidak menimbul- kan sedikitpun ke-ragu²an Rakjat Indonesia, maka ada sjarat² jang perlu dipenuhi, jaitu sbb.:
Pertama, Demokrasi Terpimpin harus ditudjukan untuk men- djamin kehidupan politik jang demokratis dan sehat bagi Rakjat Indonesia, dan untuk mempersatukan seluas mungkin Rakjat Indo- nesia. Dengan perkataan lain, Demokrasi Terpimpin setjara politik berarti merealisasi Konsepsi Presiden Sukarno 100%, chususnja untuk membentuk Kabinet Gotongrojong berdasarkan perwakilan berimbang, sebagai pentjerminan utama dari persatuan seluruh ke- kuatan anti-imperialisme dinegeri kita. Dilapangan ekonomi Demo- krasi Terpimpin harus berarti pengutamaan ekonomi sektor negara, sebagai sjarat untuk dapat memimpin perkembangan seluruh eko- nomi negeri dan untuk menggerowoti kekuasaan modal monopoli asing.
Kedua, pimpinan pelaksanaan ide Demokrasi Terpimpin harus
ada pada diri Presiden Sukarno, sebagai pentjetus ide Demokrasi Terpimpin dan Konsepsi Presiden, dan sebagai seorang demokrat jang sudah diudji keberaniannja dalam menolak pengangkatannja mendjadi diktator oleh kaum militeris ketika peristiwa 17 Oktober 1952. Sebagai konsekwensi pendirian ini, maka kepada Presiden Sukarno harus diberikan hak istimewa untuk menurut tjara-tjara jang demokratis dan berdasarkan Undang2 mengisi sebagian dari keanggotaan Parlemen dengan patriot² jang mendapat kepertjajaan Rakjat.
Demokrasi Terpimpin dan Konsepsi Presiden Sukarno adalah sendjata Rakjat Indonesia untuk memperkuat persatuannja dalam melawan imperialisme. Untuk memperkuat persatuan nasional, demokrasi bagi Rakjat harus lebih diperluas dan bagi musuh² Rakjat harus dipersempit. Djika ini terlaksana maka lompatan penting akan terdjadi dalam usaha Rakjat Indonesia menjelesaikan sama- sekali kontradiksinja dengan imperialisme.
Pada kesempatan ini adalah pada tempatnja djika Partai sekali lagi menjatakan sikapnja terhadap kabinet Djuanda. Sampai se- karang tidak ada alasan untuk mengubah sikap Partai menjokong kabinet ini. Sokongan PKI terhadap kabinet Djuanda adalah so- kongan jang ichlas dan kritis, jaitu: menjokong politiknja jang ma- dju tanpa reserve, mengkritik politiknja jang ragu2 supaja mendjadi madju, dan menentang politiknja jang merugikan Rakjat. Pclitik menjokong kabinet Djuanda samasekali tidak bertentangan deugan tuntutan PKI supaja Kabinet Gotongrojong dilaksanakan, karena pelaksanaan Kabinet Gotongrojong tidak harus melalui krisis kabinet Djuanda, tetapi bisa dengan mereshuffle dan menambah beberapa menteri dalam kabinet ini.
Kabinet Djuanda sesudah direshuffle berprogram : membentuk Dewan Perantjang Nasional, menormalisasi keadaan Republik In- donesia, melandjutkan pelaksanaan pembatalan KMB, perdjuang an Irian Barat dan mempergiat pembangunan. Kelima program ini kita sokong dan dengan sekuat tenaga kita bantu untuk melak- sanakannja.
Mengenai pembentukan Dewan- Perantjang Nasional (DPN), undang2nja sudah disahkan oleh Parlemen. Sekarang tarafnja ada- lah pembentukan Dewan ini. Mengenai ini kita harus ingat, bahwa
Rakjat mempunjai harapan2 terhadap Dewan ini, terutama karena Presiden Sukarno menaruh harapan jang besar pada kemampuan Dewan ini. Oleh karena itu, kita harus berusaha supaja Rakjat tidak diketjewakan, dan dalam hal ini jang terutama harus diper- hatikan jalah komposisi keanggotaan dan pimpinan dari Dewan ini. Tentang ini sering ditekankan hanja pada soal keahlian, sedangkan keahlian masih sering disamakan sadja dengan titel kesardjanaan atau lamanja bekerdja dalam birokrasi2 pemerintahan. Penekanan pada sjarat2 jang demikian ini tentu sadja tidak tepat. Seseorang jang bertitel atau jang sudah lama duduk dalam birokrasi pemerin- tahan belum tentu ahli, dan djika memang ahli apakah ia ahli dalam bekerdja untuk kepentingan Rakjat Indonesia? Maka itu, kita mengusulkan supaja setiap anggota Dewan ini adalah ,ahli dan patriot". Kita menuntut supaja sebanjak mungkin diangkat orang2 ahli jang diusulkan oleh organisasi2 massa, terutama organisasi2 kaum buruh dan kaum tani. Soal pembentukan DPN supaja disatu fihak tidak didjadikan gelanggang dagang sapi" diantara partai2 Pemerintah, tetapi difihak lain djuga tidak didjadikan tempat per- mainan kaum intrigan, petualang politik dan tukang2 tjari keduduk- an. Jang tidak kalah pentingnja jalah, bahwa DPN diadakan untuk membuat bagan ("blue print") masjarakat jang adil dan makmur, seperti jang sudah sering dinjatakan oleh Presiden Sukarno.
Mengenai program menormalisasi keadaan Republik Indonesia, kabinet Djuanda pada umumnja menundjukkan ke-sungguh²annja. Keadaan RI ber-angsur2 mulai mendjadi normal, walaupun masih banjak kesukaran2 jang harus diatasi. Berkat dilaksanakannja garis dwitunggal Rakjat dan Tentara", jaitu garis ,Rakjat bantu Ten- tara dan Tentara bantu Rakjat" atau Salingbantu Rakjat dan Ten- tara", dibidang operasi militer telah ditjapai hasil2 jang menggem- birakan. Tetapi, difihak lain, sesudah kaum pemberontak kontra- revolusioner dikalahkan kebebasan politik Rakjat tidak tjepat di- pulihkan. Dalam menjelesaikan kontradiksi dengan kaum pembe- rontak biasanja tidak dibikin selesai samasekali karena para pen- djabat sering dikendalikan oleh maksud2 politik membendung per- kemibangan kekuatan progresif jang sebenarnja merupakan motor penggerak Rakjat dalam gerakan penghantjuran kaum pemberon- tak. Disebabkan maksud² jang demikian itu, maka pemerintah tidak
tjukup teguh melaksanakan prinsip memobilisasi Rakjat dalam usaha menghantjurkan kaum pemberontak kontra-revolusioner. Ini nam- pak dengan djelas pada kenjataan, bahwa sistim jang dipakai oleh pemerintah sekarang pada uinumnja jalah sistim perang sefihak, jaitu perang jang pada pokoknja hanja dilaksanakan oleh pemerin- tah dengan Angkatan Perangnja tanpa tjukup mengikutsertakan Rakjat. Sedangkan difihak lain, kaum pemberontak mengerahkan setjara maximal Rakjat jang dapat ditipu oleh mereka. Sebagai aki- batnja maka operasi2 militer dari fihak pemerintah belum sepenuh- nja mentjapai hasil2 sebagaimana jang diharapkan, bahkan ada tanda2 jang menundjukkan bahwa keadaan ini, djika sistim ini tidak dirubah segera, bisa berakibat kaum pemberontak kembali dalam kedudukan berinisiatif, halmana nampak pada penjerangan2 jang dilakukan oleh kaum pemberontak terhadap beberapa kota di Su- matera Barat jang telah dibebaskan. Djuga disebabkan maksud2 untuk membendung kekuatan progresif, pemerintah tidak tjukup memberikan perhatian bagaimana membangkitkan perlawanan Rak- jat di-daerah² jang masih dikuasai oleh kaum pemberontak, sehingga usaha² mereka untuk mengkonsolidasi diri kembali tidak dapat di- gagalkan. Djadi, politik mémbendung kekuatan progresif sama sadja dengan politik melemahkan dajadjuang Rakjat dan memperpan- djang nafas kaum pemberontak. Perdjuangan membasmi kaum pem- berontak adalah usaha jang tidak ketjil jang se-kali2 tak mungkin hanja disandarkan kepada kekuatan bersendjata sadja dan tak mungkin hanja dilaksanakan oleh sedjumlah ketjil orang sadja. Djika sedjumlah ketjil orang itu memaksakan diri untuk melaksana- kannja, maka mereka tentu akan mengalami kegagalan. Pemerin- tah jang benar² bertekad bulat untuk membasmi pemberontak sam- pai ke-akar²nja harus bersandar kepada massa Rakjat. Dan ini hanja mungkin dengan memobilisasi Rakjat dan dengan memberi- kan kebebasan2 demokratis kepada Rakjat, disamping tidak mem- berikan kebebasan demokratis kepada musuh² Rakjat.
Dilapangan ekonomi tindakan menormalisasi keadaan RI meng- hendaki perhatian jang lebih serius lagi. Kita mengusulkan supaja pemerintah tidak ragu2 memegang dalam tangannja sendiri expor dan.impor bahan² penting, supaja pemerintah menguasai seluruh bahan2 keperluan se-hari2 dari Rakjat agar bahan2 ini tidak didjadi-
kan alat spekulasi dan agar kebutuhan Rakjat jang urgen dapat terdjamin. Sedapat mungkin harus diusahakan supaja harga bahan2 kebutuhan se-hari2 Rakjat ber-angsur2 turun, atau se-kurang2nja tidak makin naik. Tindakan terhadap kaum spekulan, koruptor, penjelundup dan tukang sabot ekonomi supaja diintensifkan. Menor- malisasi keadaan RI harus diartikan menumpas sisa2PRRI-Per- mesta" dan DI-TII sampai ke-akar²nja, menjapu bersih sel2 KMT, memulihkan hak2 politik Rakjat, memperbaiki keadaan ekonomi negeri dan memperbaiki penghidupan Rakjat.
Mengenai program melandjutkan pelaksanaan pembatalan KMB dan perdjuangan Irian Barat sebenarnja adalah satu, karena masih didjadjahnja Irian Barat oleh kolonialisme Belanda adalah djuga akibat politik kapitulasi jang didjalankan oleh Dr. Hatta berdasar- kan persetudjuan KMB. Pelaksanaan program2 ini mendapat ben- tuk² jang njata setelah dilakukan pengambilalihan perusahaan2 kolo- nialis Belanda jang akan dinasionalisasi. Tindakan menasionalisasi perusahaan2 Belanda ini adalah tindakan jang madju, dan tidak di- ragukan mendapat șokongan jang kuat dari Partai. Dalam hubung- an dengan ini Partai kita berpendirian, bahwa kemungkinan peng- gantian kerugian hanja dapat dibitjarakan sesudah Irian Barat dengan djalan perundingan masuk kedalam kekuasaan RI, sedang- kan pembajaran kerugian harus menurut kemampuan keuangan Ri dan dalam djangka waktu jang dianggap baik oleh RI. Djika Irian Barat terpaksa direbut dengan kekerasan, berhubung kepalabatunja Belanda, maka soal penggaztian kerugian tidak mendjadi persoalan, dan perusahaan² tersebut berstatus perusahaan² jang disita dan di- nasionalisasi. Tetapi dengan tindakan menasionalisasi perusahaan2 kolonialis Belanda belumlah berarti bahwa kontradiksi antara Rak- jat Indonesia dengan kepentingan imperialis Belanda di Indonesia sudah diselesaikan. Hal ini antara lain dinjatakan oleh Menteri Luarnegeri Subandrio di Washington baru2 ini, dimana fihak Be- landa masih dapat mengadjukan tuntutan²nja sampai djuga mem- bawa persoalannja kepengadilan. Tetapi, walaupun kedudukan per- usahaan2 ini masih menggantung, dan baru akan ada kepastian se- sudah Irian Barat dibebaskan, kita berpendapat bahwa selama per- usahaan2 ini dikuasai oleh pemerintah seharusnjalah benar2 diguna- kan untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia berdasarkan
sembojan pimpinan patriotik, pertinggi produksi, tjegah sabotase, perbaiki nasib buruh". Untuk suksesnja kegiatan produktif ini, kaum buruh harus sungguh² diikutsertakan dalam perentjanaan pro- duksi dan pengawasan pelaksanaannja.
Selandjutnja kita berpendapat bahwa untuk membebaskan Irian Barat semua djalan harus ditempuh, baik lewat PBB maupun luar PBB: Tapi jang teřpenting jalah, bahwa Republik Indonesia harus terus memperbesar kekuatan pertahanannja dan terus mempersatu- kan serta memobilisasi Rakjat, terutama di-daerah² jang berdekatan dengan Irian Barat.
Mengenai pelaksanaan program menggiatkan pembangunan, Rakjat telah dibikin sangsi dan ketjewa oleh Undang2 Penanaman Modal Asing. Undang2 ini membukakan pintu Indonesia untuk nasuknja dan diperkuatnja pengaruh politik, ekonomi dan kebuda- jaan negeri2 imperialis.
Imperialișme jang tidak mungkin menjukai pembangunan Indo- nesia telah diundang masuk kedalam negeri kita untuk meneruskan peranannja dalam merusak ekonomi, mengatjaukan politik dan mem- bendung perkembangan kebudajaan Indonesia. Undang2 Penanam- an Modal Asing adalah saluran legal bagi kaum imperialis untuk mendapatkan agen2 dan untuk memupuk agen²nja. Oleh karena itu, untuk melantjarkan pembangunan ekonomi dan dalam rangka menentang subversi asing dilapangan politik dan kebudajaan, PKI menuntut supaja Undang2 Penanaman Modal Asing ini dibatalkan oleh pemerintah.
Dalam hubungan dengan pembangunan ekonomi kita ingin me- njarankan kepada pemerintah Djuanda supaja hubungan dagang luarnegeri Indonesia harus diperluas atas dasar saling menguntung- kan dan terutama ditudjukan kepada negeri2 jang memang ingin melihat pembangunan ekonomi Indonesia dan mampu memberikan bantuannja. Negeri2 ini tidak lain jalah negeri2 sosialis, jang eko- nominja sudah madju dan kemampuannja sudah terbukti. Hanja dengan menempuh djalan ini kita dapat mendatangkan barang2 modal untuk kepentingan industri kita, terutama industri guna meng- olah sendiri bahan2 mentah jang dihasilkan oleh Indonesia. Peme- rintah supaja djuga mendatangkan bahan2 baku guna keperluan industri dalamnegeri. Devisen jang dihasilkan oleh maskapai² minjak
asing supaja dikuasai oleh pemerintah dan digunakan untuk melan- tjarkan pembangunan ekonomi dan untuk menjehatkan keuangan negara.
Dalam hubungan dengan sikap Partai terhadap kabinet Djuan- da perlu dianalisa setjara chusus kemungkinan2 tentang perkem- bangan2 kabinet Djuanda sesudah memperoleh hasil2 tertentu dalam perdjuangan mengembalikan Irian Barat dan dalam menindas sisa2 pemberontakan kontra-revolusioner PRRI-Permesta".
*
Keadaan chusus jang harus kita perhatikan sekitar pemerintah Djuanda adalah masih tetap berlakunja kekuasaan militer berdasar- kan Undang2 Keadaan Bahaja. Selama hampir setahun, kekuasaan militer telah memperlihatkan segi2 positifnja, terutama di-daerah2 bergolak. Akan tetapi ada djuga segi2 negatifnja, jang djika tidak segera diachiri bisa ber-larut2 dan bisa menutupi segi2 jang positif dari kekuasaan militer itu. Mengenai segi negatif ini jang sangat serius jalah mengenai pengekangan hak2 demokrasi bagi Rakjat, seperti larangan untuk melangsungkan rapat2 politik, termasuk rapat2 partai2 jang melawan pemberontakan kontra-revolusioner; larangan mogok, termasuk mogok di-perusahaan2 kaum imperialis jang me- njokong pemberontak; tindakan2 jang merugikan kaum tani dalam perdjuangan perbaikan nasib dan dalam memperbesar produksi bahan makanan; dan larangan2 lain jang sangat mengekang per- kembangan gerakan demokratis dan progresif.
Segi jang lain dari kekuasaan militer jang djuga tjukup serius jalah soal mentjegah tjampurtangan sementara perwira dalam per- soalan perekonomian, keuangan dan politik pemerintahan, Djika bekas2 perwira Ahmad Huscin, M: Simbolon, V. Sumual dan per- wira2 pemberontak lainnja memulai dengan mengadakan petualang- an dilapangan ekonomi dan politik jang bukan bidangnja, dan mengachiri petualangannja dengan pemberontakan kontra-revolusio- ner, maka adalah tidak tepat djika perbuatan mereka jang sudah bersalah ini ditiru oleh perwira2 lain, padahal mereka menentang kaum pemberontak kontra-revolusioner.
Pada waktu² jang diperlukan Rakjat dengan segala senang hati
bersedia memberikan kekuasaan sampai balfas2 tertentu kepada Ang- katan Perang, selama kekuasaan ini tidak disalahgunakan. Dengain sekuat tenaga harus kita tjegah timbulnja kontradiksi jang tidak perlu atau kontradiksi jang tadjam antara Rakjat dan Angkatan Perang, dan hal2 jang mungkin menudju kearah pertadjaman kon- tradiksi itu harus didjauhi. Tjampurtangan jang makin mendalam dari sementara perwira dilapangan perekonomian dan keuangan memudahkan orang jang bersangkutan mendjadi kapitalis nasional, jang umumnja bergerak dilapangan perdagangan sehingga sangat tergantung hidup-matinja pada kaum kapitalis monopoli asing jang sampai sekarang menguasai perdagangan dinegeri kita. Tergantung dalam soal ekonomi membikin seseorang djuga tergantung dilapang- an politik. Pendeknja, tjampurtangan sementara perwira jang makin mendalam dilapangan perekonomian dan keuangan dapat menim- bulkan demoralisasi, dapat melahirkan warlord2" dan merupakan antjaman terhadap kemurnian Angkatan Perang RI jang patriotik.
Dengan sukses2 jang sudah ditjapainja, prestise kabinet Djuanda meningkat, baik dimata Rakjat Indonesia maupun dimata negara2 sahabat diluarnegeri. Prestise ini akan terus meningkat selama kabi- net ini tetap menempuh djalan kemerdekaan nasional, demokrasi dan kemadjuan bagi Indonesia, selama kabinet ini mampu men- djalankan politik jang sesuai dengan keinginan Rakjat banjak, mampu mengendalikan semua aparatnja guna pelaksanaan pro. gramnja dan mampu sampai batas2 tertentu mengadakan perbaik- an nasib Rakjat.
PKI tetap akan menjokong dan mempertahankan dengan sekuat tenaga kabinet Djuanda selama kabinet ini tidak menghalang-halangi kegiatan gerakan kemerdekaan nasional dan gerakan demokratis.
Dengan tidak menghalang-halangi, dan malahan.membantu ke- giatan gerakan kemerdekaan nasional dan gerakan demokratis, ber- arti bahwa kabinet Djuanda memperkuat kedudukannja sendiri dan berdjasa pada perdjuangan Rakjat menudju Indonesia jang mer- deka penuh dan demokratis, menudju pelaksanaan tugas2 pembe- basan nasional dan perubahan2 demokratis.
Sekianlah dengan singkat situasi luar dan dalamnegeri jang perlu mendapat perhatian kita. Pada pokoknja dilapangan politik luar- negeri kita harus lebih sungguh² lagi melandjutkan politik perdamai-
an dan anti-kolonialisme, memperkuat front internasional anti-perang dan anti-kolonial. Dilapangan politik dalamnegeri kewadjiban kita jalah menjelesaikan semua bentuk kontradiksi antara Rakjat Indo- nesia dengan imperialisme dan kontradiksi2 dikalangan Rakjat Indo- nesia sendiri setjara tepat, memperdjuangkan peluasan hak² politik bagi Rakjat dan perbaikan tingkathidup Rakjat.
Perkembangan selandjutnja dari situasi sangat tergantung pada kegiatan orang2 Komunis dan semua .orang progresif dan demo- kratis. Untuk perkembangan lebih landjut dari situasi, kaum Komu- nis harus lebih memperkuat persatuannja sendiri, terus-menerus menjesuaikan organisasinja dengan perkembangan situasi, lebih mempererat persatuannja dengan massa Rakjat jang luas, terutama dengan massa kaum buruh dan kaum táni, lebih berdisiplin dan lebih mendidik diri dalam ilmu Marxisme-Leninisme. Dengan Par- tai jang demikian ini kita akan lebih mampu menggalang front per- satuan nasional, mementjilkan lebih landjut kekuatan kepalabatu. Dengan demikian Partai dapat terus memegang pandji2 pelopor dalam perdjuangan untuk, kemerdekaan nasional jang penuh dan untuk demokrasi, untuk persahabatan antara bangsa2 dan perdamai- an abadi.
Mari kita berdjuang terus, mempersatukan seluas mungkin Rak- jat Indonesia, menempuh djalan Demokrasi Terpimpin menudju pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno. 100%!
Mari kita berdjuang terus membela hak2 ekonomi dan hak² poli- tik Rakjat!
Mari kita berdjuang terus memperkuat front internasional anti- perang dan anti-kolonial!
Berikut ini adalah djawaban lengkap Kawan D.N. Aidit atas per- tanjaan2 jang diadjukàn oleh koresponden ,HR" mendjelang peringatan ulangtahun ke-30 Pergerakan Wanita Indonesia pada tgl. 22 Desember 1958. Pertanjaan2 itu menanjakan tentang penila'an Kawan Aidit menge- nai gerakan wanita Indonesia dewasa ini serta pendapatnja tentang di. djadikannja hari 22 Desember Hari Ibu jang resmi; tentang apakah ia mempunjai kekuatiran akan meluasnja gerakan feminis di Indonesia dan apa harapannja berkenaan dengan Hari Ibu itu.
MADJULAH TERUS GERAKAN WANITA INDONESIA UNTUK EMANSIPASI DAN MASJARAKAT BARU
22 Desember Memang Hari Ibu Dan Harus Diresmikan
Gerakan wanita Indonesia sudah sedjak 30 tahun jang lalu telah berada didjalan jang benar, dan djalan jang benar ini sampai se- karang tetap ditempuh oleh gerakan wanita kita. Apa sebab saja katakan demikian?
Sedjak Kongres Wanita Indonesia tanggal 22 Desember 1928 di Djokjakarta, gerakan wanita Indonesia telah merupakan bagian jang takterpisahkan dan tidak ingin memisahkan diri dari gerakan kemerdekaan nasional jang revolusioner dan umum. Sedjak itu suka dan duka gerakan kemerdekaan nasional djuga mendjadi suka dan duka gerakan wanita Indonesia. Sedjak itu sudah nampak, bahwa gerakan wanita Indonesia tidak dipimpin oleh fikiran jang pitjik, jang ingin supaja gerakan wanita mendjadi gerakan wanita se- mata2, terpisah dari gerakan nasional jang umum.
Kenjataan bahwa gerakan wanita Indonesia mendjadi bagian jang takterpisahkan dari gerakan nasional jang umum bukanlah sesuatu jang sukar difahamkan. Negeri kita sebagai negeri jang di- tindas oleh imperialisme, dan dimana gerakan revolusioner adalah kuat dan mempunjai tradisi jang lama dan dalam, bukan hanja tidak subur untuk aliran sosial-demokrasi dalam gerakan buruh, tetapi djuga merupakan tanah jang kering bagi gerakan feminis, jaitu gerakan wanita jang mau memisahkan diri dari gerakan nasio- nal jang umum.
Oleh karena itu saja berpendapat bahwa hari 22 Desember memang Hari Ibu dan sudah sepantasnja Pemerintah Indonesia meresmikannja.
Walaupun memang ada usaha² sedjak Iama untuk memisahkan gerakan wanita Indonesia dari gerakan kemerdekaan nasional jang
umum, saja tidak mempunjai kekuatiran, karena usaha2 ini pasti akan gagal.
Apalagi sekarang, dengan adanja organisasi2 wanita jang ber- djuang untuk emansipasi dan pembaruan masjarakat Indonesia, dapatlah kita katakan bahwa kaum wanita Indonesia sudah men- djedjakkan kakinja kedalam kehidupan politik jang kolektif dan aktif. Walaupun banjak organisasi wanita dinegeri kita, baik jang dipengaruhi oleh aliran agama maupun politik, tetapi setjara ber- sama2 dan aktif gerakan wanita kita sudah dan sedang mendesak- kan supaja suara mereka didengarkan dan supaja tuntutan² mereka dipenuhi. Suara mereka dan desakan mereka mulai mempunjai pengaruh jang tertentu mengenai djalannja perkembangan masja- rakat.
Saja berpendapat bahwa perdjuangan wanita Indonesia untuk emansipasi sekarang adalah perdjuangan jang serius, ini ditandai oleh hal2 sbb.: Disatu fihak gerakan wanita kita berdjuang untuk hak2 wanita, artinja untuk mendapatkan persamaan hak setjara juridis dengan laki2 dan untuk pelaksanaan jang njata dari per- samaan hak ini dengan tertjiptanja tjarahidup baru jang anti-feodal dan anti-penindasan. Difihak lain gerakan wanita Indonesia mela- wan kemelaratan, melawan teror kenaikan harga, berdjuang untuk tingkathidup jang lebih baik, untuk pekerdjaan dan upah sama dengan tidak memandang perbedaan wanita atau pria.
Dua aspek dari gerakan wanita Indonesia ini merupakan ke- satuan, dan dengan demikian djelaslah bahwa gerakan wanita Indo- nesia untuk emansipasi merupakan bagian jang terpenting dari per- djuangan keseluruhannja untuk pembaruan jang demokratis dari masjarakat Indonesia.
Saja berharap supaja gerakan wanita Indonesia tetap setia pada tradisinja jang gemilang, jaitu, dengan bersatu disekitar pandji2 emansipasi wanita berdjuang terus untuk Indonesia Baru jang demo- kratis dan perdamaian dunia jang abadi.
KONGRES KE-XX PKUS
1. N.S. Chrusjtjov, Laporan Comite Central Partai Komunis Uni Sovjet kepada Kongres ke-XX Partai, Penerbitan Jajasan ,Pembaruan" th. 1956, hlm. 8. 2. Idem, hlm. 32.
3. Brosur Lagi Tentang Pengalaman Sedjarah Diktatur Proletariat, Penerbitan Jajasan ,Pembaruan" Djakarta th. 1957, hlm. 19.
SAMBUTAN TERHADAP KONGRES KE-III PARTAI BURUH KOREA 0
1. Setelah kembali ketanahar, Kawan Aidit memberikan laporan clari perlawatannja keluarnegeri dalam tjeramah umum pada tgl. 27 Djuni 1956. Mengenai kebiadaban dan kebuasan tentara Ame- rika di Korea ditjeritakan a.l.:
Sepandjang djalan kareta-api Antung-Pjongjang. jang pan- djangnja lebih-kurang 400 km kita melihat kiri dan kanan banjak lobang2 bekas djatuhan bom (bomkraters), terkadang kita melihat 10 sampai 15 lobang dalam satu menit disebelah kiri ian kanan dja- lan kereta-api. Terkadang kita melihat penduduk desa sedang be- rama2 menimbun lobang2 bekas djatuhan bom untuk memperluas tanah pertanian mereka, dan terkadang lagi kita melihat anak2 se- dang memantjing dipinggir lobang bekas djatuhan bom jang penuh air sehingga merupakan telaga ketjil. Dari banjaknja bekas2 dja- tuhan bom ini sadja sucah dapat kita bajangkan betapa biadab dan buasnja tentara Ameriks dalam memerangi Rakjat Korea jang tidak bersalah.
Kebiadaban dan kebuasan Amerika mendjadi lebih terang lagi setelah kita melihat sendiri bekas2 bombardemen atas kota Pong- jang dan setelah kita mendengar keterangan bahwa dikota Pjong- jang sebelum dihantjurkan oleh Amerika terdapat kira2 500.000 pen- ducluk iang bertemna: tinggal di-k'ra2 100.000 rumah besar dan ketjil. Sesudah bombardemen jang dilakukan siang dan malam oleh Amerika terhadao Pjongjang meka menurut tjatatan, sesudah gen- tjatan end a'a di Piengang tinggat nnluhan buah rumah jang utuh. Sesulah gentjatan sendjata pada bulan Djuli tahun 1953 Rakjat Korea membangun kembali kota Piongjang, ko!a pahlawan mereka. Sekarang, 3 tahun sesudah gentjatatan sendiata, kola Pjongjang hampir pulih kembali, rumah2 baru banjak di:Trikan dan gedung2 jang indah dan besar namnak disana-sini. Dinga sudah dibangun stadion baru jang besar. Bukit Moran Bong, bukit kesajangan Rak-
jat Korea, terutama penduduk Pjongjang, jang letaknja dikota Pjongjang, jang selama perang digundul oleh bom2 napalm Ame- rika sekarang sudah dihidjaukan kembali dan didjadikan tempat bertamasja penduduk ibukota sementara Republik Rakjat Demo- kratis Korea............"
Selandjutnja Kawan Aidit mentjeritakan bahwa olen tentara Rakjat Korea telah didirikan suatu Museum Peringatan Perang jang halamannja seluas 4.200 m2, terdiri dari 9 buah bangunan, mempu- njai lebih dari 50 buah ruangan dan terdiri dari 20 seksj. Seluruh bangunan untuk museum ini didirikan hanja dalam waktu kira2 100 hari. Dalam seksi IV museum ini dipamerkan sedjarah perang pembebasan melawan agresi Amerika. Tentang ini Kawan Aidi! mengemukakan beberapa tjatatan sebagai berikut.
Dalam seksi Pahlawan dari museum'ini kita melihat lebih- kurang 800 foto pahlawan2 Korea dan ber-puluh2 foto pahlawan Pasukan Sukarela Rakjat Tiongkok. jang paa tanggal 25 Oktober 1950 menjeberangi sungai Jalu untuk memberi bantuan kepada Rak- jat Korea, untuk melaksanakan sembojan 'Lawan Amerika, bantu Korea', sembojan PKT jang sangat populer dikalangan Rakjat Tiongkok dan Rakjat Korea. Disamping foto2 dipamerkan djuga pakaian, sendjata, buku2 dsb. jang dipakai oleh para pahlawan ter- sebut ketika mereka djatuh dalam menunaikan kewadjibannja. Pa- meran demikian ini, memberikan kesan jang dalam bagi tiap2 jang melihatnja, ia menanamkan rasa tjinta kepada pahlawan tanah. air, rasa tjinta kepadia tentara Rakjat dan menanamkan semangat pengorbanan jang besar.
Dalam museum ini djuga dipertundjukkan bagaimana pelak- sanaan sistim pertahanan dibawah tanah selama perang melawan agresi Amerike. Kita dapat melihat tjontoh2 terowongan jang di- bikin didalam gunung seperti aslinja, demikian djuga tjontoh2 ru- mahsakit, asrama tentara dan ruangan rapat dalam asrama jang dibikin didalam gunung dengan penerangan dan ventilasi jang tju- kup. Adalah karena sistim pertahanan dibawah tanah ini maka bom2 kuman, napalm dan bom2 lainnja jang dahsjat tidak berdaja dalam menundukkan tentara dan Rakjat Korea. Tidak hanja tenta- ra Rakjat Korea, tetapi djuga ber-djuta2 Rakjat Korea hidup di- dalam gua2 untuk menghindarkan diri dari pemboman Amerika jang tidak habis2nja. Soal mempertahankan dan merebut bukit atau gunung adalah soal jang menentukan dalam peperangan di Korea. Menguasai buk't berarti menguasai tempat jang penting untuk ber. tahan dan untuk menjerang. Bulan Agustus tahun 1951 saban hari 30.000 sampai 40.000 bom didjatuhkan oleh pesawat udara Amerika. Sampai sekarang djika kita berkeliling dengan mobil Korea Utara kebanjakan bukit2 dan gunung2 masih pada gundul karena bombar- demen, dan terdapat banjak lobang2 bekas djatuhan bom. Sebuah bukit jang tadinja bernama 'Bukit 1.211' sehabis pemboman men- djadi 11 meter lebih pendek. Sekarang bukit itu dinamakan 'Bukit 1.200'. Bajangkan bagaimana bisa bertahan djikalau tentara Rakjat tidak menguasai bukit2 dan mendjalankan sistim pertahanan diba- wah tanah.
,Sebuah tjontoh lagi: pertempuran di 'Bukit 351', sebuah bukit dekat laut. Bukit tersebut selama 2 tahun dibangun oleh musuh se-
bagai benteng, tetapi kemudian dapat direbut oleh tentara Rakjat Korea. Sesudah direbut bukit jang merupakan benteng itu dibedili dari laut oleh armada Amerika. 20.000 shell (peluru2 meriam) di- tembakkan pada bukit tersebut dari laut, tetapi musuh tidak ber- hasil menduduki kembali 'Bukit 351'."
Kepahlawanan Rakjat Korea bukan hanja nampak dari museum tapi djuga dari kenjataan2 diluar museum. Kawan Aidit mendjelas. kan bahwa:
Selama peperangan kemerdekaan melawan agresi Amerika se- luruh Rakjat mengambil bagian jang aktif. Djika serangan sedang dahsjat ada kalanja mereka tidak bisi turun kesawah disiang hari, maka merekapun menanami sawahnja dimalam hari. Dalam ke- adaan demikian, siang mendjadi malam can malam mendjadi sang. Rakjat Korea terutama wanita2 Korea sangat senang berpakaian putih, djuga diwaktu mereka bekerdja disawah. Kebiasaan mema- kai pakaian putih di-tengah2 sawah tentu tidak baik d masa pe- rang. Oleh karena itu dalam waktu perang kemerdekaan melawan Amerika pemerintah mengeluarkan larangan memakai pakaian pu- tih dilapangan terbuka. Di-lapangan2 terbuka trdak hanja manusia harus mengkamuflase dirinja dengan daun2an dan ranting2 tetapi djuga sapi dan kuda harcs dikamuflase.
Jang sangat menarik perhatian jalah bahwa dibagian Utara daripada Korea banjak terdapat pabr.k2 dibawan tanah, bukan hanja pabrik2 ringan, te.ap pabrak2 jang mengnasukan mesin2 besar, se- peri mesinz untuk membor, memoubut dan mengetam badja. Pa- brik2 demikian d.dirikan dalam gunung2 batu. Daiam ruangan di- dalam gnung batu jang lebarnja 10 m dan pandjangnja 4v-50 m, dengan penerangan dan ventilasi jang baik, ki-a tidak merasa ber- ada unlam gunung, apalagi ketika saja berkundjung kesana masih daiam suasana perajaan 1 Mei, sehingga didalam pabr.k didalam gunang itu banjak kelihatan karanganz bunga Tjindali, bunga ke- tjintaan Rakjat Korea, d.samping karangan2 bunga Sakura, bunga jang djuga banjak terdapat di Korea. Banjak dian:ara mesin2 be- rat jang terdapat dalam pabrik tersebut penuh ciengan lobang2 be- kas tembakan jang d.lakukan oleh musuh ketika mesin2 tersebut dalam transportasi ke-pabrik2 dibawah gunung. Jang djuga menarik perhatian jalah bahwa dihampir tiap2 mesin terdapat bangku2 tem- pat berd'ri buruh Korea ketika mengendalikan mesin tersebut. Bang- ku2 tersebut diperlukan karena mesin2 tersebut dibikin unt:k orang2 Eropa oleh pabrik2 Uni Sovjet atau negeri2 Demokrasi Rak- jat dài Eropa. Orang2 Erona lebih tinggi ukuran badannja djika d- banding dengan orang2 Korea.
Saja menganggap perlu untuk mentjeritakan suatu hal lagi. Dinegeri kita atau djuga di-negeri2 lain, dj:ka kita bitjara tentang djembatan,-maka tidak bisa lain djembatan itu adanja diatas air. Selama perang melawan agresi Amerika tentara dan Rakjat Korea memb'kin djembatan jang lain, jaitu djembatan dibawah air. Mereka lakukan ini setelah mendapat banjak pengalaman bahwa djem- batan2, disamping djalan kereta-api, adalah p&ing diintjer oleh pe- sawat2 pembom Amerika. Dengan membikin djembatan jang seaik't dibawah air maka dari kapal udara djembatan2 itu tidak dapat di-
dihat, tetapi tjukup baik untuk dipakai buat menjeberang tentara dan segala alat2 perangnja, termasuk alat2 jang berat."
Kawan Aidit seterusnja mentjeritakan bagaimana Rakjat Korea tidak henti2nja membangun negerinja dan mengembangkan kehi- dupan kulturil. ........... Dalam peperangan jang dahsjat mereka terus membangun negerinja dengan mentirikan industri2 berat dan ringan. Didalam soal pembangunan ini adalah sangút penting ban- tuan jang berupa mesin2 dan ahli2 dari Uni Sovjet dan negeri2 De- moitrasi Rakjat di Eropa, bantuan jang diberikan engan tidak meng- harapkan keuntungan jang berupa apapun. Dalam hal memberikan bantuan kepada Rakjat Korea, RRT tidak hanja memiberi bantuan materiil, tetapi djuga memberikan darah dan djiwa putra2nja jang terbaik, anggota dari Pasukan Sukarela Rakjat Tiongkok jang ber- djuang bahu-membahu dengan Rakjat Korea.
,Selama peperangan melawan agresi Amerika kehidupan kul- turil berdjalan terus. Mereka membikin teater2 dibawah tanah, di- dalam gunung atau bukit. Mereka menjanji dan menari didalam teater2 dibawah tanah, seiangkan diatasnja berdentuman bom2 jang didjatuhkan oleh Amerika, Rombongan2 sandiwara, muslk dan balet nasional tetap setia mengundjungi front2, walaupun dihudjani oleh pelor dan bom. Buku2 politik dan buku2 kesusasteraan terus mene- mani pradjurit2, djika tidak ditjetak iatas kertas biasa, maka bu- ku2 tersebut ditulis diatas kulit2 kaju. Para pradjurit membikin alat2 musik dari logam bekas petjahan bom atau dari p:pa2 jang didapat dari rontokan kapal terbang musah. Sadjak2 dan-lagu2 pe- muijaan terhadap tanahair ditulis diatas kertas atau kulit kaju dan ditempatkan didinding asrama dibawah tanah."
Achirnja, sebagai kesan singkat tentang Rakjat Korea. Kawan Aidit menjatakan: Korea adalah negeri pahlawan, tetapi adalah su- kar untuk menemukan pahlawan perseorangan di Korea, karena se- mua Rakjat adalah pahlawan, tua-muda, lelzki dan wanita. Djika ada orang Korea jang mendapat gelar pahlzwan, maka ia adalah dwitya-pahlawan (double hero), djika ada orang Korca mendapat gelar dwitya-pahlawan, maka ia adalah tritya-pahlawan."
TIDAK ADA AGRESI SOVJET DI HONGARIA
1. Segera setelah kemenangan Rakjat Hongaria d'bawah pimpinan Par- tai Buruh Hongaria atas pemberontakan kontra-revolus'oner, Kawan D.N. Aidit atasnama kaum Komunis Indonesia mengirimkan kawat utjapan selamat pada tgl. 6 November 1956 kepada Kawan Janos Kadar, Sekretaris Pertama Partai Buruh Hongaria. jang ketika Itu merangkap Perdana Menteri Pemerintah Buruh dan Tan Revolu- sioner Hongaria jang dibentuk pada tgl. 4 November 1956.
Bunji kawat tersebut lengkapnja jalah:
Kaum Komunis Indonesia mengutjapkan selamat kepada Rak- jat Hongaria jang telah dapat menindas kontrarevolusioner jang terang2an mau mengembalikan kapitalisme di Hongaria. Dengan kemenangan Rakjat Hongaria atas komplotan Nagy jang dikendali- kan oleh kaum imperialis Amerika, maka terdjaminlah kembali
usaha2 Sosialisme, kemerdekaan nasiona] dan demokrasi bagi Rak- jat Hongaria dan berantakanlah usaha kaum imperialis membikin front peperangan kedua disamping front Mesir. Kemenangan Rakjat Hongaria memperkuat perdjuangan menggagalkan agresi Inggeris- Perantjis di-negeri2 Arab. Untuk kemenangan Rakjat Hongaria ini kami sepenuhnja menjokong politik pemerintah Hongaria jang me- minta bantuan angkatan perang Uni Sovjet. Dengan ini untuk kedua kalinja tentara Uni Sovjet membantu Rakjat Hongaria membebas- kan diri, pertama ari kekuasaan kaum fasis dan kedua dar kom- plotan Nagy jang diorganisasi kaum imperialis Amerika."
KONFRONTASI PERISTIWA MADIUN (1948) — PERISTIWA SUMATRA (1956)
1. BPKNIP — singkatan dari Badan Pekerdja Komite Nasional Indo- nesia Pusat, suatu badan jang mengerdjakan pekerdjaan se-hari2 Komite Nasional Indonesia Pusat jang berfungsi melaksanakan we- wenang per-undang2an dan ikut menetapkan garis besar haluan ne- gara ber-sama2 Presiden. Didirikan paia tgl. 22 Agustus 1945 dan beranggota 25 orang. Pada tgl. 15 Februari 1950 semua anggota badan ini mendjadi anggota Dewan Perwakilan Rakjat.
2. Laporan jang dilampirkan jalah:
I. Verslag Proses Verbaal pembunuhan Sidik Aslan dkk. serta Letnan Kolonel Dachlan dan Major Mustofa ikk. dari TNI Bataljon 38/Divisi I.
II. Pengakuan Major Zainul Sabarud'n. komandan Bataljon 38 TNI mengenai pembunuhan terhadap Sidik Aslan dkk.
III. Pendjelasan mengenai II.
LAMPIRAN I
Tentara Nasional Indonesia Divisi I Bataljon 38.
No. : C.S. 1948.
Hal : verslag proses verbaal.
Sifat : rahasia.
Sekedar lapuran/riwajat
I. Pada tanggal 5 Mei 1948 kami selaku komandant CPM (Corp Pulisi Militer) Pusat Djokjakarta. gedetacheerd Djawa Timur termasuk dalam formatie Regimen TJO- KROBIROWO Divisi I. pimpinan langsung dibawah P.T. Majoor Sabarudin.
II. Pada bulan Agustus 1948. kami mendjabat sebagai com- mandant LS. Divisi I. NAROTOMO. Ianggung dibawah
pimpinan Plm. Div. I. (G.M.D.T.) dengan mandaat no. 176/ Plm. Sec. 48 dan merangkap sebagai kepulisian didetache- ment CPM 206 mandaat no. 70/Pol. 49 dan cdt. C.I.S. dari Bataljon 38 (Sabarudin).
III. Madiun affair tg. 19-9-1948, maka kami mendapat tugas sebagai kepulisian disjahkan/diketahui oleh Cdt. CPM det. 602/Let. Kol. Surachmad, sehingga pentjabutan kembali mandaat tersebut dalam bulan November tahun 1948.
Kediri/Madiun affaire :
Pada tanggal 19-9-'48 kami menerima tugas kewadjiban dari P.T. Cdt. bat. 38 jalah sebagai C.I.S., dan kepúlisian : agar seluruh anggauta F.D.R. dan Pesindo Brigade 29, me- nerima tugas langsung dari Det. CPM. 602/Let. Kol. Su- rachmad.
a. menangkap .seluruh anggauta F.D.R./Pesindo brig. 29 dan wanita Kowani.
b. seluruh anggauta P.K.I. dan Kaum Buruh Gula.
Ketegasan :
I. Mengingat kami selaku perintah jang patuh dari pim- pinan maka kami mau tidak mau harus mendjalankan sebagai semestinja, sehingga mulai perintah tsb. mela- kukan penangkapan orang2 tsb. diatas dengan beleid kami sendiri jalah sebagai pelindung.
II. Djumlah penangkapan 1.k. ada dua puluh orang jang terdiri dari kaum buruh gula Pesantren jaitu : sdr. Su- karno, sdr. Subandijono, sdr. Suminar dan Let. II Su- narjo idari Brigade 29 serta beberapa orang pegawai dari pabrik Pesantren.
III. Dalam tempo dua puluh empat djam (sehari semalam) semua anggauta tsb. jang kami tahankan di Dandangan kami lepaskan kembali setjara teratur serta mendapat su- rat pengesjahan bebas.
IV. Sedangkan disalah seorang diantaranja ialah sdr. Su- karno kami beri surat mandaat/kuasa untuk kembali ke- pabrik gula mendjabat sebagai kepala dari Buruh sebagai sediakala.
Keadaan dalam tahanan CPM Det, 602
Majoor Sujatmo :
Pada tanggal 29 bulan 9-1948, kapten Sugito dan Let. 1 Sampurno mengirim surat kepada kami, agar kawan2 dari Pesindo/B. 29 (F.D.R. P.K.I.) lebih kurang 7 orang supaja diambil oleh kepulisian Bat. 38 supaja:
a. Segera mengadakan pembunuhan terhadap dirinja alm. Sidik Aslan cs.
b. Bertanggung djawab penuh kepada C.P.M. (kapten Sugito dan Letn. I Sampurno dan disjahkan oleh Let. Kol. Surachmad dalam melakukan pembunuhan ter- sebut).
Kesimpulan :
I. Sebenarnja P.T. Bat. Cdt. 38 dalam perintahnfa kepada kami supaja meminta anggauta2 dari Pesindo/F.D.R. dan B. 29.
II. Guna mempersendjatai lebih landjut (sesuai dengan pengumuman jang disiarkan oleh Pangl. Div. I. Kol. Sung- kono) đalam surat kabar ,,dasar2 memperbaiki kembali."
Ketegasan :
Ketegasan P.T. Kom:" Bat, 38, sebagaimana tindakan dan suruhan dari CPM sama sekali tidak mau mendjalankan serta menolak akan meiakukan pembunuhan tersebut.
T:ndakan CPM det. 602:
I. Lebih kurang pada tgl. 11-10-'48 alm. Sidik Aslan cs. di- angkut ke Besuki (Kediri) oleh CPM dengan truk.
II. Mendengar berhubung alm. Sidik Aslan dibawa ke Besuki, maka Cdt. Bat. 38 ikut mempersaksikan ,bagaimana ke- kedjaman CPM terhadap sdr.2 tsb.".
III. Pengikut2 dari Cdt. Bat. 38 adalah beberapa orang anggau- ta dari B. 29 sebagai chauffeur, sdr. Djamal dan sdr, Dul.
Pembuauhan :
a. Pembunuhan dilakukan oleh seorang sergeant CPM (jang lupa namanja) dengan setjara baris zonder berbadju. b.
Kuburan2 alm. Sidik Aslan adalah di Besuki.
C. Segala proses verbaal pembunuhan tsb. adalah ditangan Inspecteur Pul. kl. 2 sdr. Saimin dan Let, I Sampurno.
d. Pembunuhan2 tersebut sebagai saksi jang njata jalah ang- gauta bawahan alm. Sidik Aslan sendiri jang ikut mem- persaks kannja (sdr. Djamal dan Dul) dari B. 29.
e. Selain dari pembunuhan tsb, menurut keterangan inspec- teur pulisi kl. 2 sir. Saimin, djuga pembunuhan terhadap dirinja P.T. Kol. Munadji dan beberapa orang lainnja (jing tidak diterangkan kepada kami lebih landjut).
Sekitar penahanan Pt. Let. Kol. Cdt, Ba. 29 Dachlan dan Majoor Mustoffa :
1. Oleh Pt. Majoor Sabarudin : mengingat kekedjaman2 CPM maka Let. Kol. Dachlan dan Majoor Mustoffa ditetapkan dirumah Let. Kol. Surachmai untuk sementara waktu.
2. Berhubung dari fihak CPM sangat menaruh sentiment ke- pada B. 29 (Dachlan cs) maka diserobot dirumah Let. Kol. Surachmad seria dianiaja meliwati dari batas kemanu- siaan, sehingga kepala mereka berdua petjah dan keluar otaknja, kdengan tidak sadar akan dirinja lagi. Setelah penganiajaan tsb. dilakukan maka ditempatkan dirumah sakit Semampir Kediri.
3. Beberapa waktu kemudian setelah Dachlan-Mustoffa di- bawa-kerumahsakit maka pada malamnja sekira djam 7 malam Pt. Let. Kol, Dachlan dan Mjr. Mustoffa kita bawa
ke Ngantang ditempat jang dingin. Beberapa hari kemu- dian sdr. tersebut dirawat dirumah Pt. Mjr. Z. Sabaruddin Kediri Djl. Weringin 11 sehingga sehat kembali.
4. Setelah sehat maka Mjr. Mustoffa mendapat mandaat di- sjahkan oleh Komd. Bat. 38 serta berdjandji akan mengum- pul seluruh anggauta B. 38 (Z. Sabaruddin).
5. Organisatoris — Administratif Technis jang bertanggung djawab Pt. Bat. Comi Sabaruddin.
1. Seluruh anggauta Kowani ditahan di Balai Pradjurit, lebih kurang sebanjak 60 orang. Didalam anggauta Kowani ter- masuk beberapa orang dari CC PKI Madiun jang kini ber- ada Bat. 38 (sebagai saksi).
Anggauta Kowani :
2. Berhubung dalam tawanan anggauta Kowani selalu ter- ganggu oleh CPM pada waktu siang/malam, pula kese- hatannja kurang sehat, maka semua anggauta Kowani ka- mi lepaskan kembali dengan tidak disetudjui oleh CPM.
3. Selang diantaranja seorang Kowani (Sulastri) bagian ma. sjarakat mendapat mandaat sebagai anggauta pembantu Bat, 38.
Pengesjahan/pengangka'an Bat, 38 (Sabaruddin) pada tg1, 10 November '48 oleh Panglima Div. I. di Pesantren :
1. Pada tanggai 10 November '48 djam 10.00 pagi Bat. 38 Div. I. disjahkan oleh Panglima Div. I/Sup. Mil. Djawa Timur serta menjampaikan amanat2 kepada seluruh ang- gauta Bataljon, serta ikut pula Let. Kol. Surachmad.
2. Dalam amanat Panglima Div. I. tersebut adalah sebagai berikut:
a. Bat, 38 Div. I. Pimpinan Mjr. Sabaruddin kami sjah- kan. (Sesuai dengan perintah Pangiima Tertinggi Presiden Rep. Indonesia) mulai ini hari tgl. 10 Novem- ber 1948, serta segala kesalahan2 dihapuskan. Bat. Sa- baruddin adalah sebagai plopor dari seluruh Bat. di Djawa Timur.
b. berdjuang terus serla mengembalikan djiwa 17 Agus- tus 1945 serta memelihara semangat 10 Nov. '45 seterusnja.
c. mendjaga/membersihkan segala sifat opportunig atau jang berkepala dua dalam kesatuan 38.
d. Kami selaku Pangl. Div. I/G.M.D.T. mengesjahkan Bat. 38 sebagai plopor seluruh Djawa Timur serta te- rus berijuang (sesuai dengan djiwa Agustus 1945).
Sentimen dari beberapa kesatuan CPM/Brg. Surachmad :
Setelah selesai beberapa minggu, pengesjahan Bat. 38 ma- ka timbul ketjurigaan2 dari CPM dan Brg. S terhadap Bat. 38 (Sabaruddin) termasuk djuga dalam, F.D.R. berhubung:
a. Melindungi/melepaskan anggauta2 FDR/PKI, Pesindo dan
B. 29.
b. Memperhebat/memperkuat mempersendjatai anggauta2 B. 29 dan FDR.
c. Tiiak mau melakukan pembunuhan terhadap dirinja alm. Sidik Aslan cs.
Ajat diatas ini diperkuat pula oleh Let. Kol. Surachmad sehingga makin lama makin djauh diantara Let. Kol. Surach- mad dan.Bat. 38 sehingga djatuhnja Kediri dalam tempo se- singkat2nja. Kediri djatuh terlebih lagi tuduhan2 terhadap Bat. 38 bertambah hebat dsb; sehingga Blimbing affair selesai.
Demikian lapuran/verslag ini dengan sebenarnja.
Demi Rakjat, demi Negara Republik Indonesia, kami ber- sumpah dan membubuh tandatangan dengan saksi2 setjukup- nja.
NB. Berhubung dengan Blimbing affair, maka segala proses verbaal kurang lengkap melainkan menurut peringatan kami dan kami perbuat hari ini tanggal 1 Novembei 1949.
Tentara Nasional Indonesia Bataljon 38/Div. I. Commandant Contra Spionase. ttd. H. Maladi alias Idrus.
Maj. Z. Sabaruddin.
Pro. Jth. Btl. Kdt.
1. Untuk diketahui oleh segenap keluarga FDR/Pesindo enz. 2.
Archif sebagai document.
Keterangan tambahan :
1. Untuk lebih djelas kami persilahkan kepada P.T. mjr. Z. Sabaruidin selaku Komd. Bat/38. Saksi2: a.
saksi2 dari anggauta B. 29 Sdr. Djamal dan Sdr. Dul.
b. Inspecteur Polisi kl. II Sdr. Saimin.
c. Anggauta CC PKI.
d. Segenap anggauta Kepolisian C.I.S. Bat. 38.
e. Komd. Brg. Bat. 29 Pt. Let. Kol. Dachlan dan Majoor Mustoffa bag. masjarakat.
f. Wanita Kowani/sdr. Sulastri, Kemasan Gg. II/65 Kediri.
g. Kepala Buruh Gula Sukarno dan sdr. Subandijono Pe- santren.
h. Anggauta pengawal mobil, Mochamad.
Dengan sebenarnja dengan tiada mengurangi/melebihi me- nurut sumpah pada waktu menerima djabatan.
Noot : Keterangan lain2 dari jang bersangkutan.
Selesai.
Diturun Untuk ke II kalinja tgl. 19-3-'55.
LAMPIRAN II
Tentara Nasional Indonesia Divisi I Bataljon 38" (SABARUDDIN)
Tgl. 3 Djanuari 1950.
P E N G A K U A N
No. 325/Cdt/49/I.
Kami Commandant Bataljon 38 dari Tentara Nasional Indonesia D visi I, Majoor ZAINUL SABARUDDIN:
dengan mengingat akan sumpah selaku;
a. Angkatan Perang Republik Indonesia;
b. Anggota Central Commando Geurilla Pembela Pro- klamasi;
c. Pemuda Republik Indonesia ;
DEMI ALLAH,KEPENTINGAN NEGARA, PERDJUANGAN DAN PERSATUAN"
Bahwasanja pembunuhan (Snelrecht) jang didjatuhi ter- hadap sdr.2 :
1. alm. SIDIK ASLAN;
2. 3. MURSID;
3. ANWARI; ..
4. MUNADJI; 1,
5. ACHLIJAN; s.
6. ISMANGIL. 1
No. 1, 2, 3, 4, 5, dan 6, telah mendjalani hukuman tembak (executie) pada tgl. 11 Nov. 1948 didesa Besuki (Modjo) pada djam 15.00 jang dilakukan/diker!jakan oleh;
a. Luitnan I. SUDARMO.
b. LUITNANT I. HARIBOWO. ke-dua2nja dari Corps Polisi Militer Djawa di Kediri jang di- pimpin oleh (atas perintah) Majoor SUJATMO, Commandant C.P.M. dan dikuati oleh Commandant Comando Militer Kare- sidenan Keiri Luitnant Kolonel Raden SURACHMAD.
Pengakuan ini kami lakukan dihadapan jang bersangkutan, untuk ditudjukan kepada:
a. Siaran chabar bohong jang dikeluarkan disekitar Wo- nosalam oleh sdr. Gatot Sugyanto;
b. Memelihara persatuan jang consequent mentjapai Ke-
merdekaan sesuainja Prolamasi 17 Agustus 1945 ;
c. Mentjegah perpetjahan diantara sesama Patriotten jang tetap meneruskan perdjuangan, chusus dari Organisasi PESINDO ;
Dengan keterangan bahwa saksi jang pertama mengeta- hui dan melihat pembunuhan ini ažalah sdr. Djamal, bekas chauffeur Cdt. Brigade 29 Luit. Kol. DACHLAN, sewaktu itu mendjabat chauffeur kami.
Pengakuan ini dibuat dengan sebenarnja dengan ta' me- lebihi atau mengurangi serta mengingat akan hak2 jang ada pada kami selaku Commandant Bataljon umumnja, warga ne- gara chususnja.
Selesai.
Dikeluar : Mosbat.
Pada tanggal: 4 November 1949
Djam : 10.00
Commandant (MAJOOR ZAINUL SABARUDDIN)
LAMPIRAN III
TENTARA NASIONAL INDONESIA DIVISI I BATALJON 38 (SABARUDIN)
Surat-Pengakuan No. 326/Cdt/49/I.
Kami, Commaniant Bataljon 38 Tentara Nasional Indone- sia Divisi I, Majoor zaaul Sabaruddin dengan menginga. akan sumpah seiaku Angkatan Perang Repubik Indones.a, pada tangga! 4 November 1949 dihadapan jang bersangkutan nuerr- berikan/mengeluarkan sesuatu PENGAKUAN, ,DatI ALLAH, KEPENTINGAN NEGARA, PERDJUANGAN DAN PERSA- T'UAN" atas PEMBUNUHAN (Snelrecht) dalam pembersihan Madiun-affaire terhadap pemuka2 dari Front Demokrasi Rak- jat dan Commandanten dari Brigade 29 dengan tudjuan dan pengertian chusus untuk:
a. memel hara dan mendjaga perpetjahan antara sesama Patriot Bangsa dari segala aliran dan partai, untuk men- tjiptakan sesuatu bolwerk keki.atan jang rieel dan compact menudju kearah Proklamasi 17-8-1945.
b. menjapu bersih infiltrators dari fihak reaksioneren jang menghendaki perpetjahan diantara sesama Patriot untuk kepentingan Belanda serta kaki tangannja jang telah ber- tachta dikalangan kita: sebagai tertera dibawah ini: SIAPA PEMBUNUH ALM. SIDIK ASLAN, MURSID, MUNADJI, ACHJAN DLL.?
Paža tgl. 11 November 1948 pada djam 15.00 hari itu, saja jang diikuti oleh chauffeur saja, bernama Djamal ialah bekas chalffeur dari Luit, Kol. Dachlan, berada di Besuki, oleh ka-
rena mengetahui akan adanja executie jang didjalankan oleh C.P.M. Kediri. Tertarik hati-saja, oleh karena jakin, bahwa pembunuhan jang dilakukan itu tidak diadakan pengusutan jang teliti oleh fihak C.P.M. sesuainja Negara Hukum, apa lagi djika melihat sampai dimana pengertian Recht (hukum) sesuai Negara Demokrasi jang dimengerti oleh C.P.M. itu. Setelah ,,diperiksa" menurut tjara jang diluar hukum, hampir tiada berpakaian, tangan dan leher diikat, patriot2 Rakjat ini digiring ketempat, pembunuhan oleh Pemerintah Hatta.
Pada hari itulah tampak oleh saja 7 Pahlawan Revolusi pertama dari Surabaja, ialah alm. Sid'k Aslan, Mursid, Achijan, Anwari, Ismangil dan dua pemuda jang tak saja ke- nal, diberdirikan masing2 dihadapan satu lobang jang akan mendjadi penutupan riwajat Pahlawan2 itu.
Pakaian2 dari mereka itu diperintahkan membuka, sehing- ga mereka hanja bertjelana pendek dan kutang sadja. Alm. Mursid jang pada waktu dalam keadaan berpuasa dengan se- buah botol berisi air ditangannja diperintahkan berdiri dimu- ka lobang jang ditetapkan mendjadi tempatnja.
Pembunuhan ini dilakukan oleh C.P.M. dibawah pimpinan Luitenant I Sudarmo (sekarang Commandant sector Tiron, Ba- rat sungai Brantas Kediri) dan Luitenant I Haribowo, Cdt. mobil trup C.P.M. beserta anakbuahnja satu regu lengkap. Pembunuhan ini dilakukan eigenhandig oleh kedua opsir terse- but diatas. Kenjataan inilah membawa saja kearah protest ter- hadap Cdt. CMKKK Let. Kol. Surachmad dan Majoor Sujatmo Cdt. C.P.M. Djawa Timur, bahwa tindakan sematjam itu ada. lah tindakan meliwati hak2 selaku alat Negara dan Pemerin- tahan jang lahir dari revolusi ini.
Tuntutan saja, saja adjukan kepada Panglima Divisi de. ngan menuntut pembebasan semua anggola Pes'ndo dan bri- gade 29 jang ditawan di Kediri dan menjerahkan mereka ini pada Bataljon ,,S" untuk didjadikan anggota dan kedua, be- trokken Officieren jang ternjata tersangkut paut dengan Pe- ristiwa Madiun itulah jang seharusnja dituntut dan dihukum. Jang berhak mengadili mereka jang tersangkut paut itu jalah. sesuatu commisi jang ditetapkan oleh Panglima Divisi serta segala hukuman mati harus terlebih dahulu disetudjui dan di- perintahkan oleh Panglima Divisi I selaku Gubernur Militer Djawa Timur. Perlu agaknja saja kemukakan disini beberapa keterangan jang dapat dimengerti sesama Patriot Bangsa da- lam mengadakan kanalisasi lawan dan kawan, Reaksioneren dan Patriotten.
Betul bahwa Madiun-affaire itu menjeret Bataljon ,S" da- lam melakukan perang sesama saudara, akan tetapi sesuatu bukti mendjadi kenjataan dan sedjarahlah kelak dapat me- ngetahui nanti, bahwa dalam gerakan ini tidak ada SATU orang dari Bataljon S" jang gugur. Malahan sendjata2 jang saja dapati di Dungus itu, tertera tulisan2 ,Untuk kawan2 se- nasib dari Surabaja". Pula kembalinja Bataljon 38 dari Madiun itu adalah pada bulan September 1948 sebelum Madiun seluruh- nja selesai, oleh karena tudjuan saja ke Madiun itu hanja SEN-
DJATA. Betul diantara kawan2 Patriot Pesindo dan ini hing- ga kini sają rasai, bahwa mungkin pada diri saja masih ter- simpan benih SENTIMEN ATAU DENDAM, akan tetapi saja selaku Pemuda jang miengerti se-dalam2nja arti dari pada re- volusi tetap mempunjai pendirian, bahwa soal tahun 1945 dan tahun 1946 jang menimpa organisasi PTKR tidak mendjadi ukuran bagi saja, oleh karena saja jakin dalam alam dan masa pantjaroba diwaktu itu, tiap2 Pemuda itu terdorong oleh pe- rasaan HEROISME jang murni, jang pula berdasarkan ini, dapat dibelokkan kearah jang salah oleh Pemuda2 politik jang kenamaan jang dalam hakekatnja hanja seorang avonturier dan reaksioner belaka.
Saja kembali ketuntutan tersebut diatas : Tuntutan ini mendapat tamparan hebat dari Let. Kol. Surachmad dengan mengeluarkan penjelidikan terhadap organisasi Bat. saja de- ngan motto: Hubungan apa Sabarudin dengan F.D.R. ?
Almarhum Achjan. Kawan seperdjuangan saja darl Sidoardjo.
Saja kenal ia selaku pegawai S.S., sebagai kawan main bola, dan terutama saja mengetahui dasar dan tudjuan per- djuangannja. Djika saja ingat sesuatu siasat jang saja rentja- nakan ber-sama2. dengan Let. Kol. Dachlan dan Achjan jang dengan disaksikan dengan sdr. Suroto selaku orang bekas ke- pala staf Brig. 29 pada bulan Djuni dan Djuli 1948 untuk menghantjurkan STC Kediri jang dip'mpin oleh majoor SUHUD. Suatu bukti kelak dalam sedjarah nanti akan mem- bukanja, bahwa sewaktu saja menggojangkan kota Kediri de- ngan penjerbuan terhadap CPM dan STC Kediri itu, Brig. 29 memberikan bantuan sepenuhnja pada Bat. 38 berupa moreel dan materieel. Ini suatu kenjataan.
Majoor Achjan, pada waktu dirawat dirumah sak't Kediri oleh karena siksaan jang dilakukan oleh CPM, telah saja da- tangi dan saja pesan padanja, sabarlah, satu kesempatan akan saja ambil untuk mengeluarkannja. Hari itu djuga ia diambil oleh majoor Banuredjo Kom. C.M.K.K.K. dan dipindahkan ke- markas C.M.K.K.K. Isteri Alm. Achjan mendatangi saja untuk meminta pertolongan. Setelah ini saja uruskan dengan majoor Banu, maka pada malam hari itu djuga sdr. Alm. Achjan di- pindahkan ketempatnja jang tak saja ketahui.
Berkenaan dengan Let. Kol. Dachlan dan Majoor Mustoffa (Ex. Syodantyo).
Sepulang saja dari Madiun, maka terdapat oleh saja bah- wa sdr. ini telah berada dirumah sakit, oleh karena pukulan jang diberikan oleh CPM dibawah perintah Sudarmo dengan kąrabijn, sehingga menjebabkan dua sdr. ini mendapatkan lichte hersen-schudding dan otaknja keluar. Seketika itu djuga dua sir. itu saja angkut keluar dari rumah sakit dan mera- wat ia sendiri dirumah saja di Ringinsirah 11. Kediri. Kebe- basan untuk menemui keluarganja saja berikan malah ru- mah saja itu dapat diibaratkan rumah mereka sendiri. Jang berkepentingan dapatlah memadjukan pertanjaan2 terhadap isteri2 mereka sampai dimana kebenaran keterangan saja ini.
Sesuatu niatan jang timbul dari fihak saja ialah : untuk me- merdekakan uan memperdjuangkan mereka kembali di- kalangan2 bataljon 38. Perlu saja terangkan disini mengenai kedudukan Let. Kol. Dachlan.
Sewaktu saja dipanggil pemerintah Rep. Indonesia di Djokja dan djuga oleh Panglima Djawa Kol: Nasution, maka saja-didesak oleh pemerintah untuk menjerahkan Dachlan oleh karena ini jang melakukan pengchianatan sesuainja decreet Presiden untuk memulai dengan pembers'han di Madiun. Oleh karena saja jakin, bahwa Djokja adalah pusat pemimpin2 jang birokratis dan haluannja agak kebarat, maka saja memadju- kan suatu sangsi sanggup menjerahkan Dachlan djika PEME- RINTAH MENJERAHKAN AMIR SJARIFUDDIN PADA KAMI ANAK2 DJAWA TIMUR. Berdasarkan pemerintah ti- dak dapat memenuhi sangsi saja itu, maka Dachlan tetaplah berada pada saja.
Pada tanggal 17 Desember 1948 djam 20.00 datanglah pe- rintah dari Gub. Militer tertanda Let. Kol. Sungkono, untuk menjerahkan Let. Kol. Dachlan pada staf Gub. Mil. dengan antjaman : djika tidak mentaati perintah ini akan diambil tin- dakan pada diri saja. Sdr. Dachlan saja beritahukan dan dia- pun mengatakan : Sdr. Sabarudin, serahkanlah saja pada Sung- kono, agar segala sesuatu dapat saja djelaskan duduknja per- kara dengan setjara djudjur dan djantan.
Maka pada malam itu, berpisahlah kita dan saja jakin ke- mana Dachlan akan dipergikan.
Sdr. Mustoffa, sewaktu tgl. 19 Dec. 1948 mulai dengan peperangan, maka kesempatan ini jang tepat sekali bagi saja melepaskan ia dan memberikan mandaat pada Mustoffa selaku anggauta staf operatief dengan pangkat kapiten dari Batalion 38 dengan tugas tertentu ialah: Bertanggung djawab atas mengkonsolideer semua anggauta2 Brig 29 dan mewudjudkan satu kekuatan jang rieel. Memelihara tetapnja activitet gerilja didalam dan diluar kota Kediri. Sendjata2 dapat diperoleh de- ngan jalan melutjuti semua bersendjata jang ternjata mela- rikan atau mendjauhkan d'ri dari pertempuran. Mandaat ini sengadja saja berikan untuk dapat dimengerti oleh kawan se- sama patriot bahwa bajangan peristiwa PTKR tidak ada lagi pzda saja dan mentjegah kembali tangkapan dan perlutjutan2 jang pada waktu sudah hendak dilakukan kembali oleh Ba- taljon Hadji Machfud CPM MOB. BRG. Polisi, dan CMKKK diatas perintah Komd. Surachmad. Dengan tugas inilah sdr. Mustoffa dapat tetap in peil houden gerakan2 kita sehingga dapat menguasai posisi jang kuat disekitar Kediri. Mustoffa memimpin staf operatief Bat. 38 Sector Keliri, hingga tang- ga] 19-2-1949 sesuainja peristiwa Belimbing jang terkenal dan jang menimpai kedudukan dan organisasi Bat. 38 dan hantjur- nja pertahann kota Kediri, dan memasuki Bat. Munas'r di Djombang hingga kini.
Pada sdr. Mustoffa lebihlah djelas lagi jang bersangkutan dapat keterangan untuk memeriksa sampai dimana kebenaran keterangan dan pengakuan saja ini.
Selandjutnja mengenai lain2 kawan jang masih ditahan oleh CPM dibui Kediri pada bulan December 1948, maka saja dapat memberi keterangan jang saja peroleh dari Let. I Su- darmo sendiri di Belimbing pada tanggal 9-2-1949 sbb.:
Pada waktu Belanda memulai doorstootnja pada tanggal 19 Dec. 1948, maka CPM melepaskan beberapa orang dari Kediri jang mereka anggap tak bersalah atau barangkali me. mang tiada waktu untuk memeriksa atau pula karena panik.
Sisa daripada mereka jang tetap ditawan, adalah se- djumlah 130. Pengakuan jang saja dapati dari Let. I Sudarmo tersebut, ialah diantara orang 130 itu terdapat kolonel Mu- nadji, Komd. Alri kesatuan 8. Selandjutnja ia menerangkan, bahwa tgl, 20-21 Dec. '48 maka sedjumlah 130 orang ini di- basmi dengan executie, djuga didaerah Besuki (Modjo) jang turut mengerdjakan pembunuhan setjara besar2an ini terdapat seorang Djepang, anggota CPM bernama:'Moh. Djaman.
Saja fikir dengan pengakuan ini dapatlah kepada kawan2 setudjui didjernihkan atau disapu segala infiltrator dari fihak jang memang menghendaki perpetjahan, agar tetap ter- peliharanja perdjuangan kita seterusnja. Keterangan ini atau pengakuan ini saja berikan dengan tidak melebihi atau me- ngurangi, dengan mengingat sumpah2 selaku pemuda jang bertanggungijawab atas Rep. Indonesia dalam perdjuangan revolusi kita pada umumnja.
Tetapi sebaliknja ini saja agak merasa menjesal dan ke- tjewa atas pelaporan2 jang disiarkan setjara langsung atau- pun tidak langsung pada kawan2 seperdjuangan dari Pesindo didaerah Wonosalam dan sekitarnja, siaran provokasi mana konon kabarnja disiarkan oleh sdr. Gatot Subjanto, salah satu anggota staf I dari Pesindo jang berani mengakui bahwa pembunuhan Alm. Sidik Aslan cs. saja jang melakukan de- ngan meminumi darah para korban itu.
Kepada organisasi Pesindo dan terutama kepada keluarga mereka jang mendjadi korban itu, saja serukan: bahwa siaran ini adalah sesuatu siaran jang sangat berani disiar- kan, sehingga meliwati batas2nja dan bahwa slaran-ini mau tižak mau hendaknja dipertanggung djawabkan pula. Sesuatu sangsi jang hendak saja kemukakan, apakah siaran ini tidak dikeluarkan oleh seorang infiltrator dari fihak lawan jang menjelundup diorganisasi Pesindo ? Karena selama pe- rang ini sebetulnja telah terbentuk dua blok jang kuat dalam pendirian dan perdjuanganja. Fihak reaksioner dan fihak koa- sekwen Radikalen. Masing2 blok ini mempunjai kekuatan jang agak seimbang. Untuk memetjahkan atau menghantjur- kan blok Radikal. agar tertjapai tjita2 negara jang menjim- pang dari proklamasi, maka djalan lain tidak ada lagi dari- pada djalan pemetjah-belahan blok itu dengan djalan mema- suki infiltrator2nja. Sebab empat tahun sudah tjukup bagi tiap2 pemuda jang mengetahui dan mengetjapkan per- djuangan kita selama itu, bahwa perdjuangan atau revolusi kita ini telah dibawa kearah vaarwater imperialis kapitalis barat dan bangsa sendiri jang bertachta dipemerintah Repu-
blik dan berkedok Nasionalis asli. Ingat dan waspadalah sdr.2 Saja selaku anggota Central Komandan Gerillia Pembela Pro- klamasi (GPP) tjukup mengetahui sudah pait getir per- djiangan kita bersama. Dan pengorbanan jang sia2 itu tju- kup sudah memperlemah kita setjara langsung maupun tidak langsung. Hendaknja pula diingat, bahwa konsekwensi saja dalam memperdjuangkan tjita2 bersama, saja tidak terikat pada tucht dari tentara jang ditetapkan dari atasan, tetapt terikat pada tucht proklamasi 17-8-'45. Belimbing affairs tju- kup sudah membuka chalajak ramai jang berdjiwa asli Re- publiken, kemana hendak saja bawa perdjuangan Bat. 38, dan kemana pula hendak saja bawa rakjat pada umumnja.
Sdr. jang bertanggung djawab atas organisasi Pesindo!.
Lihat dan pelaijarilah se-dalam2nja peristiwa2 di Selatan (Lodojo) dan sekitar Ponorogo jang terdjadi pada bulan2 ter- achir ini sesudah gentjatan. Gentjatan ini membawa akibat menggentjet kita sendiri, Pembersihan didaerah selatan Blitar jang aktif dilakukan oleh Mobile Brigade Polisi. dengan ban- tuan penuh dari Bataljon Sikatan jang menjebutkan sekarang namanja Bataljon S (harap awas) dan Bataljon Sobiran ¿ari Tulungagung, jang kesemuanja ini perintah dari Let. Kol. Surachmad dan andjuran dari Cdt. SWK. III di Wonokerto daerah Malang, jalah Majoor Moechlas Rowi, terlhat ba- jangan2 bahwa'jang dimaksudkan ,,pembersihan" ini adalah mempunjai backing party dan kepentingan Belanda dengan menuiuh membersihkan ,,kaum Merah" (progressief-patriot- ten). Ketahuilah sdr.2 Patih Gufawan, Majoor Natak telah mendjadi korban pada bulan September 1949 jang baru lalu ini oleh kaum Si Pembersih! Sesuatu figuur jang tjakap dan jang dibutuhkan oleh masjarakat dengan pendirian jang ko- koh tegas.
Tjukup sudah/pengakuan saja tertera diatas, dan bermo- hon saja dengan sangat dan hormat terhadap organisasi Pe- sindo, untuk segera membersihkan suasana sekitar pengakuan saja ini. Suatu saksi untuk memperkuat pengakuan saja ini, dapat saja keluarkan seljara pampletten op roneo (surat edaran) dengan tandatangan saja, untuk membuktikan pem- bunuhja itu, jalah satu consequentie dari fihak bataljon 38 dengan pasti akan timbulnja persengketaan dan pertikaian kedalam jang tidak kita inginkan.
Sekian pengakuan saja dan siap sedia pula untuk satu saat menundjukkan kuburan2 dari pada mereka di Besuki itu.
Sekali Merdeka tetap Merdeka. Vide et crede. Selesai!
Dikeluarkan : Mosbat Pada tanggal: 4 November 1949 Djam :10.00
Commandant (Majoor Zainul Sabarudin)
1. Lihat brosur: Susunlah Konstitusi jang benar2 Konstitusi Res Publica, Penerbitan Kementerian Penerangan R.I. th. 1956. Res Publica — kata-asal Republik" jang berarti kepentingan umuni. Seruan Bung Karno untuk menjusun Konstitusi Res Publica dimak- sudkan guna menjusun Konstitusi jang benar2 mewakili kepentingan Rakjat baik dalam politik, ekonomi, sosial dan-kebudajaan dan bu- kannja Konstitusi negara Islam atau negara federasi. 2. Idem, hlm. 160.
3. Lihat keterangan no. 2 pada tulisan Bersatulah Untuk Menjelesaikan Tuntutan2 Revolusi Agustus 1945.
4. Brosur Susunlah Konstitusi jang benarz Konstitusi Res Publica, Penerbitan Kementerian Penerangan R.I. th. 1956, hlm. 13.
5. Sumpah Pemuda tahun 1928 — Ikrar jang ditjetuskan oleh Kongres Pemuda pada tgl. 28 Oktober 1928 di Djakarta jang menegaskan bahwa Indonesia ber-tanahair, ber-bangsa dan ber-bahasa satu. Semua ini adalah peresmian dan pengakuan terhadap nasion Indo- nesia jang sudah lahir sedjak awal abad ke-XX. 6.
Brosur Susunlah Konstitusi Jang benar2 Konstitusi Res Publica Penerbitan Kementerian Penerangan R.I. th. 1956, hlm. 20. 7. Idem, hlm. 15.
8. Idem, hlm. 16.
9 Mr. A.K. Pringgodigdo, Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia Penerb'tan Pustaka Rakjat. hlm. 13.
SEKALI LAGI SEMBOJAN TANAH UNTUK KAUM TANI
1. W.I. Lenin, Surat kepada kaum buruh Amerika.
UBAH IMBANGAN KEKUATAN UNTUK MELAKSANAKAN KONSEPSI PRESIDEN SUKARNO 100%!
1. Pakt Bagdad — persetudjuan dan blok militer agresif jang dibikin oleh Amerika-Inggeris guna memetjahbelah negeri2 Arab dengan đalih ,Anti Komunis". Didirikan di Bagdad (ibukota Irak) pada bu. lan November th. 1955 dengan anggota2nja: Inggeris, Turki, Iran. Pakistan dan Irak. Walaupun Amerika Serikat tidak resmi mendja anggota Pakt tersebut, tapi ia adalah pengandjurnja dan mempu- njai pengaruh besar terhadap segala keputusannja. Setelah terdjadi revolusi 14 Djuli di Irak jang menggulingkan kekuasaan Radja Faisal II dan mendirikan Republik Irak merdeka, maka Irak keluar dari Pakt Bagdad sehingga membikin berantakan Pakt Bagdad. 2.
,Persetudjuan Warsawa" — persetudjuan jang diadakan oleh nege- ri2 Uni Sovjet, Polandia, Republik Demokrasi Djerman, Tjekoslowakia. Ruman'a, Hongaria, Bulgaria, Albania pada tgl. 14 Mei 1955 di War- sawa dengan tudjuan untuk saling membela dan mendjaga kese-
iamatan hasil2 sosialis jang telah ditjapai terhadap antjaman kontra- revolusioner kaum imper:alis, lewat NATO dan-pakt agresif militer imperialis lainnja.
3. Pernja!aan Bersama Indonesia-Uni Sovjet — Sebagai pelaksanaan pernjataan bersama Indonesia-Uni Sovjet dalam lapangan kerdjasa- ma perdagangan telah disetudjui pemberian kredit Uni Sovjet ke- pada Indonesia sebesar $ 100.000.000 dengan pembajaran dalam 12 tahun serta bunga 2½%. Kredit ini untuk membeajai 5 projek pertambangan a.l. di Ombilin, Towuti, Muara Tewe, Buton dan Malili.
4. Doktrin Eisenhower" — jalah doktrin tentang agresi dan kolonial- isme Amerika terhadap negeri2 Arab dengan dalih ,,bantuan ekono- mi dan militer guna menjelamatkan kemerdekaan negeri2 Timur Tengah dari kegiatan subversif komunisme internasional", teori ke- kosongan" karena kekalahan militer Inggeris-Perantjis di Mesir. Doktrin ni disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tgl. 9 Maret 1957 dengan beaja sebesar 200 djuta dollar untuk tahun 1957. Doktrin ini sepenuhnja mentjerminkan kepentingan kaum monopolis minjak AS di Timur Tengah. 5.
Westerling di Sulawesi Selatan — peristiwa pembunuhan massal oleh seorang Kapten tentara kolonial Belanda bernama Westerling terha- dap Rakjat disekitar Makasar, Palopo, Bontain dll. pada tgl. 11 De. sember 1946. Tudjuannja ialah untuk memudahkan pembentukan Negara Indonesia Timur a la Van Mook. Kuranglebih 40.000 orang telah mendjadi korban. 6.
Persetudjuan Pasaran Bersama Eropa dan Persetudjuan Euratom — dua persetudjuan jang ditaniatangani di Roma pada tgl. 25 Maret 1957 oleh enam negara Eropa Barat, anggota NATO. jaitu Djerman Barat, Perantjis, Italia, Nederland, Belgia dan Luxemburg.
Persetudjuan Pasaran Bersama Eropa — resminja bernama Persetudjuan Pembentukan Masjarakat Ekonomi Eropa" (,,Treaty Establishing The European Economic Community") pada pokoknja berisi penentuan2 bahwa dalam periode peralihan selama 12 sam- pai 15 tahun semua rintangan perdagangan diantara negeri2 peserta sudah harus dihapuskan. Persetudjuan ini sesungguhnja adalah per- setudjuan diantara monopol2 mas'ng2 negeri dan memungkinkan negeri jang paling kuat ekonominja (djadi, sebenarnja kaum mono- polis negeri itu) untuk memaksakan kehendaknja pada peserta2 jing lebih lemah. Atas tekanan Amerika Serikat, persetudjuan ini meru- pakan kompromi jang terutama menguntungkan kaum monopolis Djerman Barat.
Persetudjuan Euratom — resminja Persetudjuan Pembentukan Ma- sjarakat Tenaga Atom Eropa" (..Treaty Establishing The European Atomic Energy Community") untuk mengadakan organisasl terbatas jang bersifat monopoli-negara guna mengintensifkan pekerdjaan da- lam lapangan tenaga nuklir. Setjara formil, maksud Euratom jalah untuk memusatkan penggunaan tenaga atom untuk tudjuan2 industri jang damai. Tetapi sesungguhnja pembentukannja ditudjukan untuk memusatkan usaha2 sekelompok negeri2 kapitalis Eropa Barat jang mendjadi anggota NATO pada penggunaan tenaga atom dalam la- pangan militer. Pembentukan Euratom merupakan dasar ekonomi untuk memperlengkapi angkatan perang NATo dengan sendjata?
7.
atom. Berkat persetudjuan ini monopoli2 Djerman Barat memperoleh kesempatan takterbatas untuk membuat sendjata2 atom.
,Peristiwa 13 Agustus 1956" — pertjobaan penahanan oleh klik mi- liter Kol, Zulkifli Lubis atas diri Menteri Luarnegeri Ruslan Abiul- gani dari kabinet Ali ke-II jang pada waktu itu hendak pergi ke London guna menghadiri konferensi tentang masalah Terusan Suez. kudeta Lubis tgl. 16 Noveiber 1956 — pertjobaan perebutan ke- kuasaan di Djakarta oleh Kol. Zulkifli Lubis dengan djalan menge- rahkan Pasukan RPKAD (Resimen Pendidikan Komando Angkatan Darat) dari Bandung ke Djakarta dengan maksud mengepung dan melutjuti APRI jang ada di Djakarta.
perebutan kekuxsaan oleh ,,Dewan Banteng" — terdjadi pada tg!. 20 Desember 1956 dengan diopernja pimpinan pemerintah daerah Sumatera Tengah seljara sukarela dari tangan Gubernur Ruslan Mui- johardjo (Masjumi) ketangan Let. Kol. Ahmad Husen sebagai ketua ,Dewan Banteng" jang sekarang dikenal dengan ,,PRRI". ,,Dewan Banteng" ini diproklamas.kan oleh anggota2 ex-divisi Banteng di Sumatera Tengah dalam reuninja tgl. 20-24 November 1956.
perebu.an kekuasaan oleh komptotan Simbolon — terdjadi pada tg1. 22 Desember 1956 dengan pengumuman Panglima TT I Kol. M. Sim- bolon di Medan, jang membentuk Dewan Gadjah" dengan beberapa opsir bekas divisi Gadjah dan menjatakan bahwa Pemerintah Suma. tera Utara telah melepaskan hubungan dengan Pemer.ntah Pusat dan diopernja kekuasaan diwilajah TT I oleh M. Simbolon tsb.
8
,,Dewan Garuda" — dibentuk oleh apa jang menamakan diri ,,Kongres kaum adat Sumatera Selatan tanggal 15-17 Djanuari 1957" di Paiembang jang terdiri dari elemen2 feodal, federal dan semen- tara perwira aktif serta beberapa eksponen veteran jang a.l. menun- tut supaja Prof. Hazairin, seorang feodal federal, dangkat sebagai gubernur Sumatera Selatan. Dengan kedok membela kepenlingan daerah", Dewan ini melakukan kegiatan separatis,
peristiwa 2 Maret 1957 — pengoperan kekuasaan diwilajah Koman- do Daerah Pengamanan Sulawesi Selatan dan Tenggara (KDPSST) oleh Let. Kol. V. Sumual dan Saleh Lahade dan diumumkannja Pr pinsi Sulawesi Utara jang mem sihkan diri dari Pusat dan jang se- karang dikenal dengan Permesta".
Krisis Kabinet Ali-Idham — penjerahan mandat oleh Perdana Men- teri Ali Sastroami2jojo (Kabinet ke-XVI) pada tgl. 14 Maret 1957 kepada Presiden Sukarno karena tidak dapat mengatasi peristiw kudeta di-daerah2.
KDP — singkatan dari Keadaan Darurat Perang diseluruh wilaja Negara R.I. jang dinjatakan oleh Presiden Sukarno pada tg 14 Maret 1957.
Kabinet Djuanda — suatu Zaken Kabinet Darurat Extra Parlementer jang dibentuk oleh formator Dr. Ir. Sukarno paia tgl. 9 April 1957 dengan Ir. Djuanda sebagai Perdana Menterinja. Program Kabinet ini ialah: 1. Membentuk Dewan Nasional
2. Normalisasi keadaan Republik
3. Mejandjutkan pelaksanaan pembatalan KMB 4.
Perdjuangan Irian Barat
5. Mempergiat pembangunan.
9. Radjamandala — suatu tempat ketjil jang menghubungkan djalan raja Bogor — Bandung, dimana pada tgl. 10 Mei 1957 telah dipusat- kan kl. satu bataljon gerombolan DI-TII untuk mentjoba mengha- dang rombongan Presiden Sukarno dan Presiden Worosilov dalam perdjalanannja ke Bandung. Dengan dihantjurkannja kl. satu kompi DI-TII oleh Angkatan Perang jang patriotik setelah pertempuran sengit maka usaha pembunuhan tersebut telah dapat digagalkan. 10.
RKS — singkatan dari Rapat Kerdja Sama, suatu bentuk persatuan jang berhásil menjatukan buruh2 pegawai negeri dalam membela ke- pentingannja se-hari2. Atas inisiatif SOBSI, RKS dibentuk pada tanggal 22 Mei 1954 di Djakarta. Anggotanja mula2 32 organisasi dan sekarang kl. 75 organisasi terdiri dari SOBSI, GSBI dan banjak se- kali SB2 non-vaksentral jang beranggota 100.000 orang lebih. Pada tgl. 2 Desember 1956 dikalangan SB2 modal asing kemudian diben- tuk RKS SB modal asing. Bentuk kegiatan RKS jalah pengiriman delegasi2 jang dipimpin setjara bergiliran (menurut abdjad) berda- sarkan tuntutan kongkrit jang ber-sama2 telah disetudjui sebelum- nja kepada Pemerintah dan madjikan.
BKS — singkatan dari Badan Kerdja Sama, seperti diatas, teruta- ma dikalangan serikatburuh dan serikatsekerdja pegawai negeri di- beberapa lingkungan kementerian jang biasa disebut BKS-sekemen terian.
11. PGRI — singkatan Persatuan Guru Republik Indonesia dan didiri- kan pada tgl. 24 Nopember 1945, dengan anggota kl. 70.000 orang. SSKDN — Sarekat Sekerdja Kementerian Dalamnegeri. SB Kempen — Sarekat Buruh Kementerian Penerangan.
Persadja — Persatuan Djaksa.
12. PP 19 — singkatan dari Peraturan Pemerintah no. 19 jang a.1. me- muat fasal bahwa pensiun seorang suami pegawai jang meninggal boleh diambil oleh isterinja jang ke-berapa sadja, djika ia berpoligami. Dengan demikian sebenarnja peraturan tsb. telah melegalisasi po- ligami di Indonesia.
peristiwa Maisuri" — peristiwa larinja seorang gadis bernama Maisuri disesuatu tempat di Sumatera Selatan, karena dipaksa kawin oleh orang tuanja dengan lelaki jang ia tidak sukai. Pengadilan telan mendjatuhkan hukuman enam bulan kepadanja.
Altamimi — seorang keturunan Arab jang ber-sama2 4 temannja telah memperkosa seorang gadis dibawah umur sampai mati seketika itu djuga. Peristiwa ini terdjadi pada th. 1957 d: Lawang daerah Malang. Atas desakan massa Attamimi dihukum 14 tahun pendjara.
MASJARAKAT INDONESIA DAN REVOLUSI INDONESIA
1. Sedjak dibubarkannja VOC tahun 1800, Indonesia mulai didjadjah setjara langsung oleh pemerintah Belanda dan masjarakat Indone- sia jang tadinja bersifat merdeka dan feodal mendjadi masjarakat kolon.al dan feodal.
2. Lihat K. Marx, Kxpital, djilld I, penerbitan Balai Penerbitan Bahasa Asing, bahasa Inggeris, th. 1958, halaman 752. 3.
Sedjak berkuasanja imperialisme Belanda di Indonesia pada tahun
1895, dimana ekonomi kapitalis telah merusak ekonomi feodal, maka mas'arakat Indonesia kemud.an mendjadi masjarakat kolonial dan setengah-feoial.
4. Sebagai akibat pengambilalihan perusahaan2 Belanda tgl. 3 Desem- ber 1957 oleh kaum buruh dan Rakjat Indonesia dalam rangka per- djuangan Irian Barat, perusahaan2 tsb. setjara resmi diambilalih oleh Pemerintah RI, te.api statusnja sampai sekarang mas h menggantung. Nama2nja telah di-Indonesianisasikan, tapi isinja hakekatnja masih tetap seperti dulu.
RAKJAT INDONESIA BERTEKAD BULAT UNTUK MENUNAIKAN TUGAS2 REVOLUSI AGUSTUS
1. Dewan2 ilegal — dewan2 separatis jang didirikan oleh klik2 militeris kon.ra-revolus.oner dengan tudjuan menghantjurkan negara Repu- biik Indonesia, seperti Dewan Gaijah, Dewan Banteng, Dewan Ga- r..da. Lihat djuga keterangan no. 7 pada tulisan Ubah Imbangan Ke- kuatan Untuk Melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100%! Warlord — jang dimaksud disini ialah ,radjaperang2" Indonesia jang terdiri dari orang2 militer jang melakukan pemberontakan separatis kontrarevolusioner guna menghantjurkan Republik Proklamasi jing didahului dengan penjelundupan2 dan barter2 gelap untuk memper- kaja diri sendiri.
REVOLUSI OKTOBER DAN RAKJAT2 TIMUR
1. Lihat brosur Dr. Ir. Sukarno, Revolusi Oktober dan Kebangunan
Rakjat Asia, Penerbitan Jajasan Pembaruan" tahun 1957, hlm. 10. 2. Lihat brosur N.S. Chrusjtjov, Laporan Comite Central Partai Komu- nis Uni Sovjet kepada Kongres ke-XX Partai, Penerbitan Jajasan Pembaruan" th, 1956, hlm. 54. 3 Idem, hlm. 55.
4. Lihat buku ini hlm. 78.
5. Kerala — suatu negara-bagian India. Dalam pemilihan umum pada bulan Djanuari 1957, meskipun mendapat rintangan2 hebat dari Pe- merintah Nehru (Partai Kongres), Partai Komunis telah keluar se- bagai pemenang mutlak. Angka2nja sbb.: Partai Komunis 33 kursi
Kongres 23 ”
" Sosialis praja 3
a” Liga Muslimin
3 Dengan hasil pemilihan umum ini, maka untuk pertama kalinja wakil PK India (EMS Namboodiripad) mendjai Perdana Menteri Peme- rintahan di Kerala. Pada achir tahun 1959, Pemerintah ini dibubar- kan dengan kekerasan oleh Pemerintah Nehru, karena takut akan makin besarnja pengaruh PK India. Lihat buku ini hlm. 79.
6.
SESUAIKAN HARIAN RAKJAT" DENGAN PERKEMBANGAN SITUASI JANG TJEPAT
1. teror Tjikini" — peristiwa penggranatan oleh gerombolan teroris jang dipimp n oleh bekas Kol. Zulkifli Lubis, Nasuhi dll. terhadap diri Presiden Sukarno jang sedang menghajiri perajaan anak2 se- kolah Rakjat Tjikini pada tgl. 30 November 1957. Sebelum ni telah terd'adi pelemparan granat djuga terhadap gedung CC PKI, Sobsi dll. dengan tudjan guna membunuh pemimpin2 PKI dan organisasi pro- gresif lainnja.
Usaha djahat ini telah gagal dan mengakibatkan 9 anak2 jang tak ben_osa meninggal dan puiuhan anak2 lainnja menderita tjatjad se- umur hidup. Atas kedjahatannja itu Pengadilan Negeri mendjatuh- kán hukuman mati kepada biangkeladi2 teror tersebut.
2. ,Panitia 7" — panitia jang dibentuk oleh Musjawarah Nasional de- ngan tugas mengutuhkan Angkatan Perang jang terdiri dari 7 orang jaiiu Pres.den/Panglima Tertinggi Sukarno, Moh. Hatta, Menteri Pertahanan Djuanda, Wakil P.M. III Dr. J. Leimena, Menteri Ke- sehatan Dr. Azis Saleh, Sultan Hamengku Buwono dan KSAD Djen. Maj. A.H. Nasution. Tetapi dalam pelaksanaannja putsan ini telah disalahgunakan oleh sementara pejabat militer untuk bermusja- warah" dengan kaum pemberontak. Usaha ini tidak berhasil dan kemuüian dibekukan karena diantara orang2 militer jang akan di- rehabilitasi tersangkut dalam ,,teror Tjikini".
Panilia 9" — panitia ad hoc Parlemen jang d'ketuai Ahem Erning- pradja jang dibentuk berdasarkan usul resolusi Mr. Memed Tarumi- hanija dkk jang diterima dengan aklamasi oleh Parlemen pada tgl. 29-11-1957. Tugasnja ialah untuk mentjarikan bentuk2 kerdjasima antara Sukarno dan Hatta jang sebagaimana diketahui telah gagal.
FASE BARU DAN PENJESUAIAN ORGANISASI DENGAN SITUASI
1. Djamila — nama lengkapnja Djamila Bourheid, seorang gadis pah- lawan kemerdekaan Rakjat Aldjaza'r jang akan dihukum mati ka- rena d.tuduh tersangkut dalam peristiwa peledakan bom bulan Djuli 1957. A:as protes Rakjat jang tjintadamai seluruh dunia, hukuman mati jang sedianja akan iilakukan pada tgl. 7 Maret 1958, terpaksa diubah men jadi seumur h dup.
2. W.I. Lenin, Dua Taktik Sosial-Demokrasi didalam Revolusi Demo- kratis, Penerbitan Jajasan ,,Pembiruan" tahun 1957, hlm. 54.
3. ,Peristiva Siantar" — perlutjutan dan penangkapan terhadap OPD (Organisasi Pagar Desa) bulan September 1957 di Sumatera T mr dan pergeseran koman:an dan kepala s'af Res. II TT. I. Kekuatan Res. II dan OPD tersebut merupakan tulangpunggung kekuatan Saptamarga ketika menghantjurkan perebutan kekuasaan klik Sim- bolon. Kontradiks:2 jang terdapat di Sumatera Timur waktu itu ada- lah: kontradiksi antara kekuatan Saptamarga dan klik Simbolon ; kekuatan jang menghendaki S:matera Utara te:ap satu provins' dan elemen2 jang hendak mendjadikan Sumatera Timur provinsi tersen- diri lepas dari Sumatera Utara, dimana kekuatan feodal, burdjuasi
kanan dan AVROS (Algemene Veren'ging van Rubber Cultuur On- dernemingen ter Ooskust van Sumatra) berdiri d belakangnja. Usaha2 reaksi jang hendak memperpolitikkan Peristiwa Siantar" tersebut untuk memukul seluruh kekuatan progresif bisa digagalkan berkat kewaspadaan dan kokohnja kekuatan progresif di Sumatera Utara, hingga keutuhan kekuatan Saptamarga b'sa d'pertahankan.
DAFTAR PENGGOLONGAN ARTIKEL
Soal² Pokok Revolusi
hlm. 583
Eersatulah Untuk Menjelesaikan Tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 ..... 32 12 November Dan Perdjuangan Nasional Anti-Kolonialisme ... 104 Tentang Komposisi Pimpinan Konstituante .... ……112 Konfrontasi Peristiwa Madiun (1948) — Peristiwa Sumatera (1956) …… ……123 Hatta Biangkeladi Dalam Menggagalkan Konsepsi Bung Karno 143 Rakjat Dan Angkatan Perang Harus Bekerdjasama Dalam Men- tjapai Tudjuan2 Positif Dari Keadaan Darurat Perang ........ .. 150 Bukan Krisis, Tapi Bandjir Besar Kekuatan Demokratis Dan Patriotik ....... ……154 Untuk Konstitusi Republik Proklamasi 1945 159 Beladjar Lebih Banjak Untuk Lebih Memperbaiki Praktek Revolusioner Kita! .. 176 Sekali Lagi Sembojan Tanah Untuk Kaum Tani" 182 Rakjat Indonesia Sedang Bergeser Kekiri .... 186 Ubah Imbangan Kekuatan Untuk Melaksanakan Konsepsi Pre- siden Sukarno 100%! …… 192 Masjarakat Indonesia Dan Revolusi Indonesia ............. 247 Mentjoblos Palu-Arit Berarti Mengalahkan Kaum Teroris ...... 301 Rakjat Indonesia Bertekad Bulat Untuk Menunaikan Tugas2 Revolusi Agustus ......... ..307 Melarang PKI Berarti Menentang 4 Sila Daripada Pantjasila 319 Revolusi Oktober Dan Rakjat2 Timur ........ ……3224 Pemuda Rakjat Harus Tetap Setia Kepada Revolusi Agustus 1945 ..... …337 Mari Membangun Dengan Rentjana! 342
Djika Irian Barat Gagal di PBB, Djalan Lain" Adalah Djalan Kemenangan ..... 353 Perdjuangan Irian Barat Didukung Oleh Front Nasional Jang Tjukup Luas .... 358 Perlu Tindakan Tegas Untuk Mentjegah Korban Rakjat Jang Banjak .. .. 374 Fase Baru Dan Penjesuaian Organisasi Dengan Situasi ....... 377 Kalahkan Konsepsi Politik Amerika Serikat ..... 444 Perbuatan Agresi Amerika Serikat Akan Sangat Merugikan Amerika Serikat Sendiri ...... ……464 Wanita Komunis Pedjuang Untuk Masjarakat Baru ....... 472 Universitas Rakjat" Sebagai Sumbangan Untuk Menjelesaikan Revolusi Agustus Sampai Ke-akar²nja .......... 511 Mendukung Demokrasi Terpimpin Adalah Politik Jang Paling Revolusioner ... ……518 Semangat Sumpah Pemuda Haruslah Semangat Untuk Melak- sanakan Demokrasi Terpimpin Dan Konsepsi Presiden ..... ……523 Bersatu Menempuh Djalan Demokrasi Terpimpin Menudju Pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100% 526 Madjulah Terus Gerakan Wanita Indonesia Untuk Emansipasi Dan Masjarakat Baru ..557 Pembangunan Partai Djangan Henti2nja Memperbesar Pengaruh Harian Rakjat" 8 Bersatulah Untuk Menjelesaikan Tuntutan2 Revolusi Agustus 1945.. 32 12 November Dan Perdjuangan Nasional Anti-Kolonialisme ... 104 Harian Rakjat" Sendjata Ditangan Rakjat Dan Partai ..... 116 Bukan Krisis, Tapi Bandjir Besar Kekuatan Demokratis Dan Patriotik... …154 Beladjar Lebih Banjak Untuk Lebih Memperbaiki Praktek Revolusioner Kita! . 176 Ubah Imbangan Kekuatan Untuk Melaksanakan Konsepsi Pre- siden Sukarno 100%! .......... Masjarakat Indonesia Dan Revolusi Indonesia ...... 192 ……247
Mentjoblos Palu-Arit Berarti Mengalahkan Kaum Teroris ..... 301 Melarang PKI Berarti Menentang 4 Sila Daripada Pantjasila 319 Mari Membangun Dengan Rentjana! ............. 342 Sesuaikan Harian Rakjat" Dengan Perkembangan Situasi Jang Tjepat .... ……366 Fase Baru Dan Penjesuaian Organisasi Dengan Situasi ....... 377 Wanita Komunis Pedjuang Untuk Masjarakat Baru ......... 472 Bersatu Menempuh Djalan Demokrasi Terpimpin Menudju Pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100% 526 Front Persatuan Nasional Djangan Henti2nja Memperbesar Pengaruh Harian Rakjat" ... 8 Bersatulah Untuk Menjelesaikan Tuntutan2 Revolusi Àgustus 1945 …… 32 12 November Dan Perdjuangan Nasional Anti-Kolonialisme ... 104 Tentang Komposisi Pimpinan Konstituante ................112 Harian Rakjat" Sendjata Ditangan Rakjat Dan Partai ........ 116 Hatta Biangkeladi Dalam Menggagalkan Konsepsi Bung Karno 14.3 Rakjat Dan Angkatan Perang Harus Bekerdjasama Dalam Men- tjapai Tudjuan2 Positif Dari Keadaan Darurat Perang …. ……150 Bukan Krisis, Tapi Bandjir Besar Kekuatan Demokratis Dan Patriotik ....... ……154 Untuk Konstitusi Republik Proklamasi 1945.. 159 Beladjar Lebih Banjak Untuk Lebih Memperbaiki Praktek Revolusioner Kita! ........ 176 Sekali Lagi Sembojan Tanah Untuk Kaum Tani". 182 Rakjat Indonesia Sedang Bergeser Kekiri ........... ……186 Ubah Imbangan Kekuatan Untuk Melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100%! ....... ……192 Masjarakat Indonesia Dan Revolusi Indonesia ..... … 247 Mentjoblos Palu-Arit Berarti Mengalahkan Kaum Teroris ..... 301 Sedikit Tentang Kerdjasama PNI-PKI ...... .…. 304 Rakjat Indonesia Bertekad Bulat Untuk Menunaikan Tugas2 Revolusi Agustus ........... .. 307 Musjawarah Nasional Berachir Dengan Kemenangan Nasional 316
585
Melarang PKI Berarti Menentang 4 Sila Daripada Pantjasila 319 Mari Membangun Dengan Rentjana! ...... ….342 Perdjuangan Irian Barat Didukung Oleh Front Nasional Jang Tjukup Luas ........ …. 358 Sesuaikan Harian Rakjat" Dengan Perkembangan Situasi Jang Tjepat …….… ……366 Perlu Tindakan Tegas Untuk Mentjegah Korban Rakjat Jang Banjak …. 374 …… Fase Baru Dan Penjesuaian Organisasi Dengan Situasi ...... 377 Kalahkan Konsepsi Politik Amerika Serikat .….. 444 Sesudah Pemberontakan PRRI" Dikalahkan Persatuan Na- sional Lebih2 Lagi Diperlukan ....... 455 Universitas Rakjat" Sebagai Sumbangan Untuk Menjelesaikan Revolusi Agustus Sampai Ke-akar²nja ........ 511 Mendukung Demokrasi Terpimpin Adalah Politik Jang Paling Revolusioner ..... 518 Semangat Sumpah Pemuda Haruslah Semangat Untuk Melak- sanakan Demokrasi Terpimpin Dan Konsepsi Presiden ..... … 523 Bersatu Menempuh Djalan Demokrasi Terpimpin Menudju Pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100% 526 Madjulah Terus Gerakan Wanita Indonesia Untuk Emansipasi Dan Masjarakat Baru .....557
Gerakan Massa
Sekali Lagi Sembojan Tanah Untuk Kaum Tani" ...... 182 Pemuda Rakjat Harus Tetap Setia Kepada Revolusi Agustus 1945... 337 Mari Membangun Dengan Rentjana! .. 342 Universitas Rakjat" Sebagai Sumbangan Untuk Menjelesaikan Revolusi Agustus Sampai Ke-akar²nja ........ 511 Semangat Sumpah Pemuda Haruslah Semangat Untuk Melak- sanakan Demokrasi Terpimpin Dan Konsepsi Presiden .. 523 Madjulah Terus Gerakan Wanita Indonesia Untuk Emansipasi Dan Masjarakat Baru .. ....557
Prinsip² Internasionalisme Proletar Dan Solidaritet Internasional
Hidup Kongres ke-XX PKUS! 12 Kongres ke-XX PKUS 17 Sambutan Terhadap Kongres ke-III Partai Buruh Korea ...... 27 Tidak Ada Agresi Sovjet Di Hongaria ......... 99 Revolusi Oktober Dan Rakjat2 Timur ... 324 Pidato Sambutan Dihadapan Kongres Ke-XI Partai Komunis Tjekoslowakia ..... 483 Pidato Didepan 8000 Aktivis Partai Komunis Tjekoslowakia Di Praha ......... 487 Kegagalan Kontra-revolusi Lebih Memperkuat Sosialisme Di Hongaria ...... 495 Hidup PPSD, Pemimpin Sedjati Rakjat Republik Demokrasi Djerman! ...... 499 Semua Partai Di Indonesia Bersatu Menjokong Perdjuangan Rakjat Aldjazair ...... 503 Konfederasi Adalah Satu2nja Pemetjahan Politik Jang Objektif Bagi Djerman ...... 506
587
ISI
him. 589
Katapengantar ........... 7 Djangan Henti2nja Memperbesar Pengaruh Harian Rakjat" Hidup Kongres ke-XX PKUS ! ......... 12 Kongres ke-XX PKUS ... 17 Sambutan Terhadap Kongres ke-III Partai Buruh Korea ..... 27 Bersatulah Untuk Menjelesaikan Tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 32 Tidak Ada Agresi Sovjet Di Hongaria ..... ……. 99 12 November Dan Perdjuangan Nasional Anti Kolonialisme ... 104 Tentang Komposisi Pimpinan Konstituante ...... .112 Harian Rakjat" Sendjata Ditangan Rakjat Dan Partai ...... 116 Konfrontasi Peristiwa Madiun (1948) — Peristiwa Sumatera (1956) ......... ……123 Hatta Biangkeladi Dalam Menggagalkan Konsepsi Bung Karno 143 Rakjat Dan Angkatan Perang Harus Bekerdjasama Dalam Mentjapai Tudjuan2 Positif Dari Keadaan Da- rurat Perang ....... 150 Bukan Krisis, Tapi Bandjir Besar Kekuatan Demokratis Dan Patriotik ...... . 154 Untuk Konstitusi Republik Proklamasi 1945 .. ... 159 Beladjar Lebih Banjak Untuk Lebih Memperbaiki Praktek Revolusioner Kita ! .... 176 Sekali Lagi Sembojan Tanah Untuk Kaum Tani" .182 Rakjat Indonesia Sedang Bergeser Kekiri .. .. 186 Ubah Imbangan Kekuatan Untuk Melaksanakan Konsepsi Presiden Sukarno 100%!......... 192 Masjarakat Indonesia Dan Revolusi Indonesia .......... 247 Mentioblos Palu-Arit Berarti Mengalahkan Kaum Teroris ...... 30! Sedikit Tentang Kerdjasama PNI-PKI ..................... 304
Rakjat Indonesia Bertekad Bulat Untuk Menunaikan Tugas2 Revolusi Agustus ............ ……307 Musjawarah Nasional Berachir Dengan Kemenangan Nasional 316 Melarang PKI Berarti Menentang 4 Sila Daripada Pantjasila 319 Revolusi Oktober Dan Rakjat2 Timur ...... 324 Pemuda Rakjat Harus Tetap Setia Kepada Revolusi Agustus 1945 ... ………337 Mari Membangun Dengan Rentjana! ... ... 342 Djika Irian Barat Gagal Di PBB, Djalan Lain" Adalah Dja- lan Kemenangan ........ …..353 Perdjuangan Irian Barat Didukung Oleh Front Nasional Jang Tjukup Luas .... ……358 Sesuaikan Harian Rakjat" Dengan Perkembangan Situasi Jang Tjepat ......... 366 Perlu Tindakan Tegas Untuk Mentjegah Korban Rakjat Jang Banjak ..... 374 Fase Baru Dan Penjesuaian Organisasi Dengan Situasi ........ 377 Kalahkan Konsepsi Politik Amerika Serikat ................ 444 Sesudah Pemberontakan PRRI" Dikalahkan Persatuan Na- sional Lebih2 Lagi Diperlukan .......... 455 Perbuatan Agresi Amerika Serikat Akan Sangat Merugikan Amerika Serikat Sendiri ............. …464 Wanita Komunis Pedjuang Untuk Masjarakat Baru ...... 472 Pidato Sambutan Dihadapan Kongres ke-XI Partai Komunis Tjekoslowakia .. 483 Pidato Didepan 8000 Aktivis Partai Komunis Tjekoslowakia Di Praha ........ ……487 Kegagalan Kontra-revolusi Lebih Memperkuat Sosialisme Di Hongaria .... ……495 Hidup PPSD, Pemimpin Sedjati Rakjat Republik Demokrasi Dierman! .... 4499 Semua Partai Di Indonesia Bersatu Menjokong Perdjuangan Rakjat Aldjazair .......... ... 503 Konfederasi Adalah Satu²nja Pemetjahan Politik Jang Objektif Bagi Djerman ......... ……506
Universitas Rakjat" Sebagai Sumbangan Untuk Menjelesaikan Revolusi Águstus Sampai Ke-akar²nja ........ 511 Mendukung Demokrasi Terpimpin Adalah Politik Jang Paling Revolusioner ...... ……518 Semangat Sumpah Pemuda Haruslah Semangat Untuk Melak- sanakan Demokrasi Terpimpin Dan Konsepsi Presiden ........ ...523 Bersatu Menempuh Djalan Demokrasi Terpimpin Menudju Pelaksanaan Konsepsi Presiden Sukarno 100% 526 Madjulah Terus Gerakan Wanita Indonesia Untuk Emansipasi Dan Masjarakat Baru .............. 557 Keterangan-keterangan ....... 560 Daftar penggolongan artikel .... 583
R A L A T
Halaman 19, baris 14 dari bawah : ....negeri2 itu (2), semestinja: ....negeri2 itu." (2) Halaman 35, baris 2 dari bawah: ....tututan2...., semestinja: ....tuntutan².... Halaman 63, baris 17 dari atas : dll.) (3) untuk...., semestinja: dll. (3)) untuk.... Halaman 79, baris 23 dari atas : benar demokratis...., semestinja : benar2 demokratis.... Halaman 186, baris 2 dari atas : ....tanggal 22 Djuli 1957, semesti nja: ....tanggal 22 Djani 1957.... Halaman 217, baris 3 dari bawah: ....sudah meri-, semestinja: ....sudah mem-.
Rp. 65,—
1 Rp. 65,—