Baca PDF (OCR): 2023-Hasil Survei Pengeluaran Buruh di 4 Sektor Industri dan 4 Provinsi

51 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 953 ms

Daftar isi
  1. Hasil Survei Pengeluaran Rumah Tangga Buruh di 4 Sektor Industri dan 4 Provinsi
  2. Komite Hidup Layak (KHL)
  3. Metodologi Penelitian
  4. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.
  5. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.
  6. Rentang Pendapatan Responden.
  7. Responden Berdasarkan Status Kerja.
  8. 52,49%.
  9. Jumlah Tanggungan Hidup Berdasarkan Status Pernikajan Lajang/Belum Menikah.
  10. PENGELUARAN JENIS KONSUMSI MAKANAN
  11. Total Pengeluaran dari 181 Responden Jenis Pengeluaran Konsumsi Makanan dari Empat Industri.
  12. Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Manufaktur, Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan.
  13. Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Manufaktur, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali.
  14. Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Perkebunan (Sawit), Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
  15. Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Ojek Online, Kota Sukabumi.
  16. Tabel Perbandingan Pola Jenis Pengeluaran Konsumsi Makanan, Jumlah Responden, Lokasi Penelitian, dan Jenis Industri.
  17. Catatan Pengeluaran Makanan.
  18. PENGELUARAN JENIS KONSUMSI NONMAKANAN
  19. Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Manufaktur, Kabupaten dan Kota Tangerang.
  20. Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Manufaktur, Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan.
  21. Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Perkebunan (Sawit), Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
  22. Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Pertambangan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Selatan.
  23. Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Ojek Online, Kota Sukabumi.
  24. Tabel Perbandingan Pola Jenis Pengeluaran Konsumsi nonmakanan, Jumlah Responden, Lokasi Penelitian, dan Jenis Industri.
  25. Catatan Pengeluaran Jenis Nonmakanan.
  26. Total Rata-Rata Pengeluaran Makanan dan Nonmakanan Secara Umum dan Per Sektor Industri.
  27. Tanggung Jawab Negara Pada Urusan Publik!
  28. Rata-Rata biaya Pengeluaran Penitipan atau Pengasuhan Anak/Lansia Per Wilayah dari 18 Responden.
  29. Rata-Rata Biaya Pengeluaran PAM/PDAM/Jenis Air Prabayar atau Pascabayar dari 55 Responden Per Wilayah.
  30. Dari 55 responden
  31. Rata-Rata Biaya untuk Kesehatan Per Wilayah dari 181 Responden.
  32. Rata-Rata Pemakaian BBM untuk Kendaraan Bermotor Per Wilayah dari 181 Responden.
  33. Rata-Rata Pemakaian Listrik Per Wilayah dari 181 Responden.
  34. Biaya Pengeluaran untuk Pendidikan di dari 97 Responden di 4 Sektor Industri.
  35. Siasat Bertahan Hidup Rumah Tangga Buruh: Berutang!
  36. Siasat Bertahan Hidup Buruh di Empat Industri
  37. Keluarga Buruh Dijerat Utang!
  38. Rata-Rata Pengeluaran Utang dari 181 Responden
  39. Siasat Bertahan Hidup: Memperpanjang Waktu Kerja dengan
  40. Bekerja Sampingan!
  41. Memperpanjang Jam Kerja Melalui Kerja Sampingan
  42. Jenis-Jenis Pekerjaan Sampingan dari 39 Responden
  43. Pendapatan dan Jam Kerja Ojol
  44. Rata-Rata Upah dan Jam Kerja Ojol
  45. CATATAN TEMUAN HASIL SURVEI 1
  46. CATATAN TEMUAN HASIL SURVEI 2
  47. “Dalam jangka panjang, keadaan ini berbahaya bagi kelangsungan generasi
  48. keluarga buruh. Kualitas hidup buruh terus menurun demi menopang pertumbuhan
  49. ekonomi yang menjadi ambisi pemerintah.”
  50. Kokom Komalawati, Koordinator Komite Hidup Layak

Hasil Survei Pengeluaran Rumah Tangga Buruh di 4 Sektor Industri dan 4 Provinsi

Komite Hidup Layak (KHL)

Tanggal 29 November 2023

Metodologi Penelitian

  • Komite Hidup Layak telah melakukan survei dan diskusi terfokus bersama 181 responden, pada 18 September 2023 hingga 18 Oktober 2023 di tiga Kota dan delapan Kabupaten di empat provinsi. 1) Provinsi Jawa Barat survei dilakukan di Kota Sukabumi;
    2) Provinsi Banten di Kota dan Kabupaten Tangerang; 3) Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Klaten, Grobogan, Boyolali, Sukoharjo serta Kota dan Kabupaten Semarang;
    4) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali dan Buol. Di empat sektor industri: Manufaktur, Pertambangan, Perkebunan, dan Gig Economy (Ojol).
  • Sebanyak 89 jenis pertanyaan diajukan dengan diantaranya: 12 jenis komponen pengeluaran makanan dan 77 komponen jenis pengeluaran non-makanan.
  • Survei menggunakan metodologi sampel yang ditentukan (purposive sampling). Responden yang dipilih berasal dari pengurus atau anggota dari serikat buruh dan buruh yang tidak berserikat.
Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.
  • Responden dari Industri Gig Economy (Ojek Online roda dua), Kota Sukabumi.
  • Responden Industri Manufaktur berasal dari Kota Tangerang, Kota Semarang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Boyolali.
  • Responden industri perkebunan berasal dari Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
  • Responden industri pertambangan berasal dari Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.

Sebanyak 48,07% adalah responden perempuan.

Sementara responden laki-laki sebesar 51,93%.

Rentang Pendapatan Responden.

Rentang pendapatan terbesar yakni 43,09% responden berada pada skala Rp 2 juta - 3 juta rupiah. Dengan rata-rata pendapatan per bulan sebesar Rp 3.240.696,01

Responden Berdasarkan Status Kerja.

Jumlah responden terbesar dengan status kerja buruh tetap (PKWTT) dengan prosentase

52,49%.
Jumlah Tanggungan Hidup Berdasarkan Status Pernikajan Lajang/Belum Menikah.

Dari 4 sektor industri, tiga sektor diantaranya memiliki 35 (19,3%) responden lajang/belum menikah dengan

tanggungan hidup. Rata-rata tanggungan dari 35 responden di tiga sektor yaitu 3 orang.

PENGELUARAN JENIS KONSUMSI MAKANAN

Total Pengeluaran dari 181 Responden Jenis Pengeluaran Konsumsi Makanan dari Empat Industri.

TOTAL PROSENTASE PENGELUARAN RATA-RATA JENIS PENGELUARAN MAKANAN SELURUH SEKTOR INDUSTRI DARI 181 RESPONDEN PENGELUARAN TOTAL DARI 181 PENGELUARAN RESPONDEN

7.10 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis makanan jadi atau yang dibeli selama 1
Rp83.980.000 19,89% Rp463.978 bulan

7.2 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis daging selama 1 bulan Rp60.410.000 14,31% Rp333.757
7.11 rata-rata pengeluaran untuk tembakau selama 1 bulan Rp55.820.000 13,22% Rp308.398
7.1 rata-rata pengeluaran makan untuk beras dalam 1 bulan terakhir Rp55.057.500 13,04% Rp304.185
7.4 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis sayur-sayuran dan kacang-kacangan selama
Rp34.342.000 8,13% Rp189.735 1 bulan

7.9 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bumbu-bumbuan selama 1 bulan Rp25.213.000 5,97% Rp139.298
7.3 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis telur selama 1 bulan Rp23.893.600 5,66% Rp132.009
7.5 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis buah-buahan selama 1 bulan Rp22.800.000 5,40% Rp125.967
7.7 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bahan minuman dalam 1 bulan Rp20.030.000 4,74% Rp110.663
7.12 rata-rata pengeluaran tempe atau tahu selama 1 bulan Rp15.127.000 3,58% Rp83.575
7.8 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis air mineral seperti air galon/air mineral
Rp14.489.200 3,43% Rp80.051 kemasan selama 1 bulan

7.6 rata-rata pengeluaran makan untuk minyak goreng dalam 1 bulan terakhir Rp11.045.800 2,62% Rp61.027
Grand Total Rp422.208.100 100,00% Rp2.332.641

Dari 181 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi makanan sebesar Rp2.332.641 di empat industri (manufaktur, tambang, perkebunan, dan ojek online), khususnya dari empat provinsi Indonesia (Baten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah), lima pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:

  • Jenis makanan jadi sebesar 19,9% atau Rp83,980,000
  • Jenis daging sebesar 14,31% atau Rp60,410,000
  • Jenis tembakau/rokok sebesar 13,22% atau Rp55,820,000
  • Jenis beras sebesar 13,04% atau Rp55,057,500
  • Jenis sayur-sayuran dan kacang-kacangan sebesar 8,13% atau Rp34,342,000
Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Manufaktur,
Kabupaten dan Kota Tangerang.
KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI MANUFAKTUR, KOTA DAN TOTAL PENGELUARAN PROSENTASE PENGELUARAN RATA RATA PENGELUARAN
KABUPATEN TANGERANG KELOMPOK MAKANAN KELOMPOK MAKANAN DARI 30 RESPONDEN
7.10 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis makanan jadi atau yang dibeli selama 1
bulan Rp31.564.000,00 34,68% Rp1.052.133,33
7.11 rata-rata pengeluaran untuk tembakau selama 1 bulan Rp12.782.000,00 14,05% Rp426.066,67
7.2 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis daging selama 1 bulan Rp7.992.000,00 8,78% Rp266.400,00
7.1 rata-rata pengeluaran makan untuk beras dalam 1 bulan terakhir Rp7.637.500,00 8,39% Rp254.583,33
7.4 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis sayur-sayuran dan kacang-kacangan
selama 1 bulan Rp7.308.000,00 8,03% Rp243.600,00
7.5 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis buah-buahan selama 1 bulan Rp4.724.000,00 5,19% Rp157.466,67
7.8 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis air mineral seperti air galon/air mineral
kemasan selama 1 bulan Rp4.356.000,00 4,79% Rp145.200,00
7.9 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bumbu-bumbuan selama 1 bulan Rp4.250.000,00 4,67% Rp141.666,67
7.7 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bahan minuman dalam 1 bulan Rp3.547.500,00 3,90% Rp118.250,00
7.3 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis telur selama 1 bulan Rp3.369.200,00 3,70% Rp112.306,67
7.12 rata-rata pengeluaran tempe atau tahu selama 1 bulan Rp1.883.000,00 2,07% Rp62.766,67
7.6 rata-rata pengeluaran makan untuk minyak goreng dalam 1 bulan terakhir Rp1.589.000,00 1,75% Rp52.966,67
Grand Total Rp91.002.200,00 100,00% Rp3.033.406,67
adalah: ● Jenis makanan jadi sebesar 34,7% atau Rp 31.564.000. ● Jenis daging sebesar 8,8% atau Rp 7.992.000 ● Beras sebesar 8,4% atau Rp 7.637.000 Dari 30 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi makanan sebesar ● Jenis tembakau/rokok sebesar 14,0% atau Rp 12.787.000 ● Jenis sayur-sayuran dan kacang-kacangan sebesar 8,0% atau Rp 7.308.000 dan Jaring/Jala Ikan), khususnya Kabupaten dan Kota Tangerang, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar Rp3.033.406,67 di industri manufaktur (Alas Kaki
Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Manufaktur, Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan.
KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI MANUFAKTUR, KOTA DAN KABPATEN SEMARANG, KABUPATEN GROBOGAN 7.10 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis makanan jadi atau yang dibeli selama 1 bulan 7.1 rata-rata pengeluaran makan untuk beras dalam 1 bulan terakhir 7.2 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis daging selama 1 bulan 7.11 rata-rata pengeluaran untuk tembakau selama 1 bulan 7.9 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bumbu-bumbuan selama 1 bulan
TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN PROSENTASE PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN RATA RATA PENGELUARAN DARI 32 RESPONDEN
Rp11.340.000,00 17,75% Rp354.375,00
7.4 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis sayur-sayuran dan kacang- kacangan selama 1 bulan 7.5 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis buah-buahan selama 1 bulan 7.3 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis telur selama 1 bulan 7.7 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bahan minuman dalam 1 bulan 7.12 rata-rata pengeluaran tempe atau tahu selama 1 bulan Rp10.181.500,00 15,93% Rp318.171,88
Rp7.024.000,00 10,99% Rp219.500,00
Rp6.848.000,00 10,72% Rp214.000,00
Rp5.318.000,00 8,32% Rp166.187,50
Rp5.120.000,00 8,01% Rp160.000,00
7.8 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis air mineral seperti air galon/air mineral kemasan selama 1 bulan 7.6 rata-rata pengeluaran makan untuk minyak goreng dalam 1 bulan terakhir Grand Total Dari 32 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi makanan sebesar khususnya Kabupaten dan Kota Semarang serta Kabupaten Grobogan, sebesar adalah: ● Jenis makanan jadi sebesar 17,7% atau Rp 11.340.000. ● Beras sebesar 15,9% atau Rp 10.181.500 ● Janis daging sebesar 11,0% atau Rp 7.024.000 ● Jenis tembakau/rokok sebesar 10,7% atau Rp 6.848.000 ● Jenis bumbu-bumbuan sebesar 8,3% atau Rp5.318.000,00 Rp4.220.000,00 6,60% Rp131.875,00
Rp3.750.000,00 5,87% Rp117.187,50
Rp3.186.000,00 4,99% Rp99.562,50
Rp2.858.000,00 4,47% Rp89.312,50
Rp2.030.000,00 3,18% Rp63.437,50
Rp2.026.000,00 3,17% Rp63.312,50
Rp63.901.500,00 100,00% lima Rp1.996.921,88 Rp1.996.921,88 di industri manufaktur (Garmen), pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni
Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Manufaktur, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali.
KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI MANUFAKTUR KOTA DAN KABUPATEN KLATEN, SUKOHARJO, DAN BOYOLALI 7.10 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis makanan jadi atau yang dibeli selama 1 bulan 7.11 rata-rata pengeluaran untuk tembakau selama 1 bulan 7.4 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis sayur-sayuran dan kacang- kacangan selama 1 bulan 7.1 rata-rata pengeluaran makan untuk beras dalam 1 bulan terakhir
TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN PROSENTASE PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN RATA RATA PENGELUARAN DARI 30 RESPONDEN
7.2 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis daging selama 1 bulan 7.3 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis telur selama 1 bulan 7.5 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis buah-buahan selama 1 bulan
Rp11.960.000,00 21,08% Rp398.666,67
Rp7.456.000,00 13,14% Rp248.533,33
Rp7.060.000,00 12,44% Rp235.333,33
7.9 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bumbu-bumbuan selama 1 bulan 7.8 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis air mineral seperti air galon/air mineral kemasan selama 1 bulan 7.12 rata-rata pengeluaran tempe atau tahu selama 1 bulan 7.7 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bahan minuman dalam 1 bulan Rp6.966.500,00 12,28% Rp232.216,67
Rp4.312.000,00 7,60% Rp143.733,33
7.6 rata-rata pengeluaran makan untuk minyak goreng dalam 1 bulan terakhir Rp4.054.400,00 7,15% Rp135.146,67
Rp3.540.000,00 6,24% Rp118.000,00
Rp3.102.000,00 5,47% Rp103.400,00
Grand Total Dari 30 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi makanan sebesar sebesar adalah: ● Jenis daging sebesar 35,1% atau Rp24.796.000. ● Jenis makanan jadi sebesar 11,8% atau Rp8.328.000 ● Jenis sayur-sayuran dan kacang-kacangan sebesar 10,2% atau Rp7.212.000 ● Jenis tembakau/rokok sebesar 8,3% atau Rp5.868.000 ● Jenis telur sebesar 7,2% atau Rp5.056.000 Rp2.725.200,00 4,80% Rp90.840,00
Rp2.480.000,00 4,37% Rp82.666,67
Rp1.904.000,00 3,36% Rp63.466,67
Rp1.175.000,00 2,07% Rp39.166,67
Rp56.735.100,00 100,00% khususnya Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni Rp1.891.170,00 Rp1.891.170,00 di industri manufaktur (Garmen),
Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Perkebunan (Sawit), Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI PERKEBUNAN, KABUPATEN BUOL TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN PROSENTASE PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN RATA RATA PENGELUARAN DARI 25 RESPONDEN
7.1 rata-rata pengeluaran makan untuk beras dalam 1 bulan terakhir 7.11 rata-rata pengeluaran untuk tembakau selama 1 bulan 7.9 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bumbu-bumbuan selama 1 bulan
7.2 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis daging selama 1 bulan
7.7 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bahan minuman dalam 1 bulan Rp14.120.000,00 32,93% Rp564.800,00
7.6 rata-rata pengeluaran makan untuk minyak goreng dalam 1 bulan terakhir Rp6.836.000,00 15,94% Rp273.440,00
7.3 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis telur selama 1 bulan Rp4.895.000,00 11,41% Rp195.800,00
7.4 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis sayur-sayuran dan kacang- kacangan selama 1 bulan 7.5 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis buah-buahan selama 1 bulan 7.12 rata-rata pengeluaran tempe atau tahu selama 1 bulan 7.10 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis makanan jadi atau yang dibeli selama 1 bulan Rp3.340.000,00 7,79% Rp133.600,00
Rp3.218.000,00 7,50% Rp128.720,00
Rp2.088.000,00 4,87% Rp83.520,00
Rp1.896.000,00 4,42% Rp75.840,00
7.8 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis air mineral seperti air galon/air mineral kemasan selama 1 bulan Grand Total Rp1.860.000,00 4,34% Rp74.400,00
Dari 25 responden total rata-rata pengeluaran khususnya kelapa sawit, lima ● Beras sebesar sebesar 32% atau Rp 8.400.000. ● Jenis tembakau/rokok sebesar 17,3% atau Rp 4.536.000 ● Jenis bumbu-bumbuan sebesar 11,7% atau Rp 3.085.000 ● Jenis bahan minuman sebesar 7,1% atau Rp 1.863.000 ● Jenis daging sebesar 6,8% atau Rp 1.780.000 Rp1.640.000,00 3,82% Rp65.600,00
Rp1.380.000,00 3,22% Rp55.200,00
Rp940.000,00 2,19% Rp37.600,00
Rp672.000,00 1,57% Rp26.880,00
Rp42.885.000,00 dalam 1 bulan pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar 100,00% untuk jenis Rp1.715.400,00 konsumsi makanan dalam 1 bulan sebesar Rp1.715.400,00 di industri perkebunan, yakni sebesar adalah:
Kabupaten Morowali. KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI PERTAMBANGAN, KABUPATEN MOROWALI 7.10 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis makanan jadi atau yang dibeli selama 1 bulan 7.11 rata-rata pengeluaran untuk tembakau selama 1 bulan 7.4 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis sayur-sayuran dan kacang- Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Pertambangan,
kacangan selama 1 bulan 7.1 rata-rata pengeluaran makan untuk beras dalam 1 bulan terakhir
7.2 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis daging selama 1 bulan 7.3 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis telur selama 1 bulan 7.5 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis buah-buahan selama 1 bulan TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN PROSENTASE PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN RATA RATA PENGELUARAN DARI 31 RESPONDEN
Rp11.960.000,00 21,08% Rp385.806,45
Rp7.456.000,00 Rp7.060.000,00 13,14% 12,44% Rp240.516,13 Rp227.741,94
7.9 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bumbu-bumbuan selama 1 bulan 7.8 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis air mineral seperti air galon/air mineral kemasan selama 1 bulan 7.12 rata-rata pengeluaran tempe atau tahu selama 1 bulan 7.7 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bahan minuman dalam 1 bulan Rp6.966.500,00 12,28% Rp224.725,81
Rp4.312.000,00 7,60% Rp139.096,77
7.6 rata-rata pengeluaran makan untuk minyak goreng dalam 1 bulan terakhir Rp4.054.400,00 7,15% Rp130.787,10
Rp3.540.000,00 6,24% Rp114.193,55
Rp3.102.000,00 5,47% Rp100.064,52
Grand Total Dari 31 responden total rata-rata pengeluaran khususnya Kabupaten Morowali, lima ● Beras sebesar 21,08% atau Rp11.960.000,00 ● Jenis tembakau/rokok sebesar 13,14% atau Rp7.456.000,00 ● Jenis bumbu-bumbuan sebesar 12,44% atau Rp7.060.000,00 ● Jenis bahan minuman sebesar 12,28% atau Rp6.966.500,00 ● Jenis daging sebesar 7,60% atau Rp4.312.000,00 Rp2.725.200,00 4,80% Rp87.909,68
Rp2.480.000,00 4,37% Rp80.000,00
Rp1.904.000,00 3,36% Rp61.419,35
Rp1.175.000,00 2,07% Rp37.903,23
Rp56.735.100,00 dalam 1 bulan pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar 100,00% untuk jenis Rp1.830.164,52 konsumsi makanan sebesar Rp1.830.164,52 di industri pertambangan, dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:
Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Industri Ojek Online, Kota Sukabumi.
KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI GIG ECONOMY, KOTA SUKABUMI 7.10 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis makanan jadi atau yang dibeli selama 1 bulan 7.11 rata-rata pengeluaran untuk tembakau selama 1 bulan 7.1 rata-rata pengeluaran makan untuk beras dalam 1 bulan terakhir 7.2 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis daging selama 1 bulan 7.3 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis telur selama 1 bulan
TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN PROSENTASE PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN RATA RATA PENGELUARAN DARI 33 RESPONDEN
Rp18.648.000,00 20,6% Rp565.090,91
7.4 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis sayur-sayuran dan kacang- kacangan selama 1 bulan 7.7 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bahan minuman dalam 1 bulan 7.5 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis buah-buahan selama 1 bulan 7.12 rata-rata pengeluaran tempe atau tahu selama 1 bulan 7.9 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis bumbu-bumbuan selama 1 Rp15.750.000,00 17,4% Rp477.272,73
Rp12.252.000,00 13,6% Rp371.272,73
Rp10.946.000,00 12,1% Rp331.696,97
Rp5.288.000,00 Rp5.162.000,00 5,8% 5,7% Rp160.242,42
bulan 7.8 rata-rata pengeluaran makan untuk jenis air mineral seperti air galon/air mineral kemasan selama 1 bulan 7.6 rata-rata pengeluaran makan untuk minyak goreng dalam 1 bulan terakhir Grand Total Rp156.424,24
Rp4.898.500,00 5,4% Rp148.439,39
Rp4.696.000,00 5,2% Rp142.303,03
Dari 33 responden Online), khususnya Kota Sukabumi, lima ● Jenis makanan jadi sebesar 20,6% atau Rp18.648.000 ● Jenis tembakau/rokok sebesar 17,4% atau Rp15,750,000 ● Beras sebesar 13,6% atau Rp12,252,000 ● Jenis daging sebesar 12,1% atau Rp10,946,000 ● Jenis telur sebesar 5,8% atau Rp5.288.000 Rp3.944.000,00 4,4% Rp119.515,15
Rp3.556.000,00 3,9% Rp107.757,58
Rp2.796.000,00 3,1% Rp84.727,27
Rp2.473.800,00 2,7% Rp74.963,64
Rp90.410.300,00 total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi makanan sebesar 100,00% pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar Rp2.739.706,06 Rp2.739.706,06 di industri Gig Economy (Ojek dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:
Tabel Perbandingan Pola Jenis Pengeluaran Konsumsi Makanan, Jumlah Responden, Lokasi Penelitian, dan Jenis Industri.
No Jenis Industri Jumlah Responden Lima Jenis Pengeluaran Terbesar Lokasi Kabupaten/Kota
1 Industri Manufaktur 31 orang Jenis makanan jadi; Jenis daging; Beras; Jenis tembakau; Jenis sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Kota dan Kabupaten Tangerang
2 Industri Manufaktur 32 orang Jenis makanan jadi;Beras; Janis daging; Jenis tembakau/rokok; Jenis bumbu-bumbuan. Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan
3 Industri Manufaktur 30 orang Jenis daging; Jenis makanan jadi; Jenis sayur-sayuran dan kacang-kacangan; Jenis tembakau/rokok; Jenis telur Kabupaten Klaten
4 Industri Perkebunan 25 orang Beras; Jenis tembakau/rokok; Jenis bumbu-bumbuan; Jenis bahan minuman; Jenis daging. Kabupaten Buol
5 Industri Pertambangan 31 orang Beras; Jenis tembakau/rokok; Jenis bumbu-bumbuan; Jenis bahan minuman; Jenis daging. Kabupaten Morowali
6 Industri Ojek Online 33 orang Jenis makanan jadi; Jenis tembakau/rokok; Beras; Jenis daging; Jenis telur. Kabupaten Sukabumi
Catatan Pengeluaran Makanan.
  • Dari 181 responden pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar, yaitu: pertama, konsumsi untuk makanan jadi dengan 19,3%; Kedua, jenis makanan daging dengan 14,7%; Ketiga, beras dengan 13,7%; Keempat, jenis tembakau atau rokok dengan 13,7%; Kelima, adalah sayur-sayuran dan kacang-kacangan sebesar 7,5%.
  • Jenis makanan jadi menjadi pengeluaran terbesar untuk karakter industri manufaktur di dua provinsi Jawa Tengah dan Banten, serta industri Ojek Online. Jenis pengeluaran ini membedakan dengan pola konsumsi di dua industri: Perkebunan dan Pertambangan.
  • Jenis konsumsi beras merupakan konsumsi terbesar di dua karakter industri pertambangan dan perkebunan. Hal ini memungkinkan dipengaruhi oleh lokasi daerah industri terpencil. Alasan lainnya, ketergantungan dari industri layanan jasa makanan siap saji, masih belum sebesar daerah perkotaan atau wilayah pulau Jawa.

PENGELUARAN JENIS KONSUMSI NONMAKANAN

Pengeluaran dari 181 Responden untuk 10 Jenis Konsumsi Nonmakanan (total 77 komponen) dari Empat Industri (Manufaktur, Pertambangan, Ojek Online, Perkebunan) dan Empat Provinsi Indonesia. RATA-RATA PENGELUARAN DARI 181 RESPONDEN Rp897.858,0 Rp454.143,6 Rp419.762,4 Rp394.453,0 Rp373.363,7 Rp282.596,7
NO KELOMPOK PENGELUARAN JENIS NON-MAKANAN 8.16.1 rata-rata biaya yang dapat keluarkan untuk tabungan/arisan yang nantinya akan dikeluarkan di masa depan dalam 1 bulan terakhir 8.11.2 rata-rata pengeluaran biaya untuk kirimin ke rumah tangga lain dalam 1 bulan terakhir 8.15.10 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada bank dalam 1 bulan terakhir. 8.2.1 rata-rata pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor dalam 1 bulan terakhir TOTAL PENGELUARAN PROSENTASE TOTAL PENGELUARAN
1 8.14.8 rata-rata biaya pembelian kendaraan untuk transportasi dalam 1 bulan Rp162.512.300,0 12,89%
2 8.15.9 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada koperasi/komunitas arisan dalam 1 bulan terakhir. Rp82.200.000,0 6,52%
3 8.8.8 rata-rata pengeluaran uang transport pendidikan dan uang jajan dalam 1 bulan terakhir Rp75.977.000,0 6,02%
4 8.17.1 rata-rata biaya pengeluaran untuk acara perkawinan seperti sewa tempat, penghulu, jasa penyelenggaraan, ongkos perias, dsb selama 1 bulan. Rp71.396.000,0 5,66%
5 8.1.2 rata-rata biaya sewa rumah dalam 1 bulan terakhir Rp67.578.833,3 5,36%
6 8.15.7 rata -rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada pinjaman online semacam Julo, Paylater, Shopee Pay Later, Kredivo, dan sebagainya dalam 1 bulan terakhir. … Grand Total Rp51.150.000,0 4,06%
7 Rp47.091.000,0 3,73% Rp260.171,3
8 Rp44.425.000,0 3,52% Rp245.442,0
9 Rp42.920.333,0 Rp39.496.000,0 3,40% 3,13% Rp237.128,9
10 181 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi non-makanan (manufaktur, tambang, perkebunan, dan ojek online), khususnya dari empat provinsi Indonesia (Baten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah), pengeluaran konsumsi untuk jenis non-makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah: ● Tabung atau arisan sebesar 12,90% atau Rp162,512,300 ● Pengiriman atau transfer antara rumah tangga 6,52% atau Rp82,200,000 ● Pembayaran hutang bank sebesar 6,03% atau Rp75,977,000 ● Pembelian kendaraan bermotor sebesar 5,67% atau Rp71,396,000 ● Pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor sebesar 5,36% atau Rp67,578,833 … Rp1.261.031.562,9 sebesar Rp218.209,9
… 100,00% … Rp6.967.025,2
Dari lima Rp6.967.025,2 di empat industri
Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Manufaktur, Kabupaten dan Kota Tangerang.

SUM of TOTAL PROSENTASE TOTAL NO KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI MANUFAKTUR, KOTA DAN KABUPATEN TANGERANG DARI 30 RESPONDEN KELOMPOK NON PENGELUARAN KELOMPOK NON PENGELUARAN PENGELUARAN RATA-RATA MAKANAN MAKANAN 1 8.16.1 rata-rata biaya yang dapat keluarkan untuk tabungan/arisan yang nantinya akan dikeluarkan di masa depan dalam 1 bulan terakhir Rp30.140.000,00 9,56% Rp1.004.666,67 2 8.6.3 rata-rata biaya pembelian obat baik dengan resep dokter, non resep, atau obat tradisional dalam 1 bulan terakhir. Rp26.683.200,00 8,47% Rp889.440,00 3 8.15.10 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada bank dalam 1 bulan terakhir. Rp25.837.000,00 8,20% Rp861.233,33 4 8.11.2 rata-rata pengeluaran biaya untuk kirimin ke rumah tangga lain dalam 1 bulan terakhir Rp19.600.000,00 6,22% Rp653.333,33 5 8.14.8 rata-rata biaya pembelian kendaraan untuk transportasi dalam 1 bulan Rp18.341.666,67 5,82% Rp611.388,89 6 8.15.9 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada koperasi/komunitas arisan dalam 1 bulan terakhir. Rp14.923.000,00 4,74% Rp497.433,33 7 8.9.1 rata-rata biaya untuk pulang kampung dalam 1 bulan Rp13.762.500,00 4,37% Rp458.750,00 8

8.15.7 rata sebagainya dalam 1 bulan terakhir. -rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada pinjaman online semacam Julo, Paylater, Shopee Pay Later, Kredivo, dan
Rp12.546.000,00 3,98% Rp418.200,00 9 8.8.8 rata-rata pengeluaran uang transport pendidikan dan uang jajan dalam 1 bulan terakhir Rp11.890.000,00 3,77% Rp396.333,33 10 8.12.1 rata-rata pengeluaran biaya belanja pakaian jadi untuk untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 bulan terakhir Rp10.024.000,00 3,18% Rp334.133,33 … … … … … Grand Total Rp315.137.190,00 100,00% Rp10.504.573,00

Dari 30 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi non-makanan sebesar Rp10.504573,00 di industri manufaktur (Alas Kaki dan Jaring/Jala Ikan), khususnya Kabupaten dan Kota Tangerang, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis non-makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:

  • Tabungan atau arisan sebesar 9,56% atau Rp30.140.000
  • Pembelian obat sebesar 8,47% atau Rp26.683.200
  • Pembayaran hutang bank 8,20% atau Rp25.837.000
  • Pengiriman atau transfer antara rumah tangga sebesar 6,22% atau Rp19.600.000
  • Pembelian kendaraan bermotor sebesar 5,82% atau Rp18.341.667
Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Manufaktur, Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan.
NO KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI MANUFAKTUR, KOTA DAN KABUPATEN SEMARANG, KABUPATEN GROBOGAN DARI 32 RESPONDEN SUM of TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK NON MAKANAN PROSENTASE TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK NON MAKANAN RATA-RATA PENGELUARAN
8.15.10 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada bank dalam 1 bulan terakhir. 8.17.1 rata-rata biaya pengeluaran untuk acara perkawinan seperti sewa tempat, penghulu, jasa penyelenggaraan, ongkos perias, dsb selama 1 bulan. 8.1.6 Pemeliharaan rumah dan perbaikan ringan selama 1 bulan 8.16.1 rata-rata biaya yang dapat keluarkan untuk tabungan/arisan yang nantinya akan dikeluarkan di masa depan dalam 1 bulan terakhir
1 8.15.9 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada koperasi/komunitas arisan dalam 1 bulan terakhir. Rp19.509.000 8,79% Rp609.656
2 8.8.3 rata-rata biaya SPP/UKT dan iuran komite sekolah/POMG dalam 1 bulan terakhir. Rp16.900.000 7,62% Rp528.125
3 8.2.1 rata-rata pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor dalam 1 bulan terakhir Rp13.863.333 6,25% Rp433.229
4 8.8.8 rata-rata pengeluaran uang transport pendidikan dan uang jajan dalam 1 bulan terakhir Rp11.412.000 5,14% Rp356.625
5 8.12.1 rata-rata pengeluaran biaya belanja pakaian jadi untuk untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 bulan terakhir Rp11.403.000 5,14% Rp356.344
6 8.4.1 rata-rata pengeluaran rekening telepon, pulsa, dan internet dalam 1 bulan terakhir Rp11.384.000 5,13% Rp355.750
7 Rp10.360.000 4,67% Rp323.750
8 Grand Total Rp10.260.000 4,62% Rp320.625
9 Rp7.620.000 3,43% Rp238.125
10 Rp7.278.000 3,28% Rp227.438
… Rp221.923.500 … 100,00% … Rp6.935.109

Dari 32 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi non-makanan sebesar Rp6.935.109 di industri manufaktur (Garmen), khususnya Kabupaten dan Kota Semarang serta Kabupaten Grobogan, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis non-makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:

  • Pembayaran hutang bank sebesar 8,79% atau Rp19.509.000.
  • Pesta perkawinan sebesar 7,62% atau Rp16.900.000
  • Pemeliharaan rumah dan perbaikan ringan sebesar 6,25% atau Rp13.863.333
  • Tabungan atau arisan sebesar 5,14% atau Rp11.412.000
  • Pembayaran hutang koperasi atau komunitas arisan sebesar 5,14% atau Rp11.403.000
Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Manufaktur, PROSENTASE TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK NON MAKANAN 46,70% 8,31% 4,45% 3,20% 2,72% 2,22% 2,11% 1,55%
Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali. KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI MANUFAKTUR KOTA DAN KABUPATEN KLATEN, SUKOHARJO, DAN BOYOLALI DARI 30 RESPONDEN 8.16.1 rata-rata biaya yang dapat keluarkan untuk tabungan/arisan yang nantinya akan dikeluarkan di masa depan dalam 1 bulan terakhir 8.17.1 rata -rata biaya pengeluaran untuk acara perkawinan seperti sewa tempat, penghulu, jasa penyelenggaraan, ongkos perias, dsb selama 1 bulan. 8.15.10 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada bank dalam 1 bulan terakhir.
NO 8.2.1 rata-rata pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor dalam 1 bulan terakhir 8.12.1 rata-rata pengeluaran biaya belanja pakaian jadi untuk untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 bulan terakhir 8.5.4 rata-rata pengeluaran barang kecantikan selama 1 bulan SUM of TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK NON MAKANAN RATA-RATA PENGELUARAN
1 Rp104.390.000 Rp3.479.667
2 Rp18.583.333 Rp619.444
3 8.4.1 rata-rata pengeluaran rekening telepon, pulsa, dan internet dalam 1 bulan terakhir Rp9.946.000 Rp331.533
4 8.14.8 rata-rata biaya pembelian kendaraan untuk transportasi dalam 1 bulan Rp7.160.000 Rp238.667
5 8.15.9 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada koperasi/komunitas arisan dalam 1 bulan terakhir. Rp6.075.000 Rp202.500
6 8.8.8 rata-rata pengeluaran uang transport pendidikan dan uang jajan dalam 1 bulan terakhir Rp4.953.000 Rp165.100
7 Rp4.725.000 Rp157.500
8 Grand Total Rp3.458.333 Rp115.278
9 Rp3.336.000 1,49% Rp111.200
10 Rp3.290.000 1,47% Rp109.667
… Rp223.548.908 … 100,00% … Rp7.451.630

Dari 30 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi non-makanan sebesar Rp7.451.630 di industri manufaktur (Garmen), khususnya Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:

  • Tabungan atau arisan sebesar 46,91% atau Rp104.390.000.
  • Pesta perkawinan sebesar 8,35% atau Rp15.916.667
  • Pembayaran hutang bank sebesar 4,47% atau Rp9.946.000
  • Pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor sebesar 3,22% atau Rp6.060.000
  • Pembelian pakaian jadi anggota keluarga sebesar 2,73% atau Rp5,555,000
Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Perkebunan (Sawit), Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

SUM of TOTAL PROSENTASE TOTAL NO KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI PERKEBUNAN, KABUPATEN BUOL DARI 25 ORANG KELOMPOK NON PENGELUARAN KELOMPOK NON PENGELUARAN PENGELUARAN RATA-RATA MAKANAN MAKANAN 1 8.15.9 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada koperasi/komunitas arisan dalam 1 bulan terakhir. Rp13.020.000 17,02% Rp520.800 2 8.15.10 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada bank dalam 1 bulan terakhir. Rp8.185.000 10,70% Rp327.400 3 8.2.1 rata-rata pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor dalam 1 bulan terakhir Rp8.125.000 10,62% Rp325.000 4 8.8.8 rata-rata pengeluaran uang transport pendidikan dan uang jajan dalam 1 bulan terakhir Rp4.957.000 6,48% Rp198.280 5 8.8.3 rata-rata biaya SPP/UKT dan iuran komite sekolah/POMG dalam 1 bulan terakhir. Rp4.390.000 5,74% Rp175.600 6 8.12.1 rata-rata pengeluaran biaya belanja pakaian jadi untuk untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 bulan terakhir Rp3.558.000 4,65% Rp142.320 7 8.15.11 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada teman/keluarga/tetangga dalam 1 bulan terakhir. Rp3.085.000 4,03% Rp123.400 8 8.11.2 rata-rata pengeluaran biaya untuk kirimin ke rumah tangga lain dalam 1 bulan terakhir Rp2.350.000 3,07% Rp94.000 9 8.17.1 rata-rata biaya pengeluaran untuk acara perkawinan seperti sewa tempat, penghulu, jasa penyelenggaraan, ongkos perias, dsb selama 1 bulan. Rp2.308.333 3,02% Rp92.333 10 8.15.8 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada rentenir perorangan dalam 1 bulan terakhir. Rp2.100.000 2,74% Rp84.000 … … … … … Grand Total Rp316.587.190 100,00% Rp12.663.488

Dari 25 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi non-makanan sebesar Rp12.663.488 di industri perkebunan, khususnya kelapa sawit, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:

  • Tabungan atau arisan sebesar 9,52% atau Rp30.140.000
  • Pembelian obat sebesar 8,43% atau Rp26.683.200
  • Pembayaran hutang bank 8,16% atau Rp25.837.000
  • Pengiriman atau transfer antara rumah tangga sebesar 6,16% atau Rp19.600.000
  • Pembelian kendaraan bermotor sebesar 5,79% atau Rp18.341.667
Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Pertambangan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Selatan.
NO KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI PERTAMBANGAN, KABUPATEN MOROWALI DARI 31 RESPONDEN SUM of TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK NON MAKANAN PROSENTASE TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK NON MAKANAN RATA-RATA PENGELUARAN
8.11.2 rata-rata pengeluaran biaya untuk kirimin ke rumah tangga lain dalam 1 bulan terakhir 8.1.2 rata-rata biaya sewa rumah dalam 1 bulan terakhir 8.14.8 rata-rata biaya pembelian kendaraan untuk transportasi dalam 1 bulan 8.16.1 rata-rata biaya yang dapat keluarkan untuk tabungan/arisan yang nantinya akan dikeluarkan di masa depan dalam 1 bulan terakhir
1 8.15.7 rata -rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada pinjaman online semacam Julo, Paylater, Shopee Pay Later, Kredivo, dan sebagainya dalam 1 bulan terakhir. 8.15.10 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada bank dalam 1 bulan terakhir. 8.9.1 rata-rata biaya untuk pulang kampung dalam 1 bulan 8.12.1 rata-rata pengeluaran biaya belanja pakaian jadi untuk untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 bulan terakhir 8.2.1 rata-rata pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor dalam 1 bulan terakhir Rp41.650.000 20,31% Rp1.343.548
2 Rp22.745.000 11,09% Rp733.710
3 Rp19.546.333 9,53% Rp630.527
4 Rp9.500.000 4,63% Rp306.452
5 Rp7.525.000 3,67% Rp242.742
6 8.15.11 rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada teman/keluarga/tetangga dalam 1 bulan terakhir. Rp6.950.000 3,39% Rp224.194
7 Rp6.725.000 3,28% Rp216.935
8 Grand Total Rp6.577.000 3,21% Rp212.161
9 Rp6.135.000 2,99% Rp197.903
10 Rp5.950.000 2,90% Rp191.935
… Rp205.091.094 … 100,00% … Rp6.615.842

Dari 31 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi non-makanan sebesar Rp6.615.842 di industri pertambangan, khususnya Kabupaten Morowali, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:

  • Pengiriman atau transfer antara rumah tangga 20,31% atau Rp41.650.000
  • Biaya sewa rumah sebesar 11,09% atau Rp22.745.000
  • Pembelian kendaraan bermotor 9,53% atau Rp19.546.333
  • Tabungan atau arisan sebesar 4,63% atau Rp9.500.000
  • Pembayaran hutang online (pinjol) sebesar 3,67% atau Rp7.525.000
Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Industri Ojek Online, Kota Sukabumi.

SUM of TOTAL PROSENTASE TOTAL NO KELOMPOK PENGELUARAN JENIS MAKANAN INDUSTRI GIG ECONOMY, KABUPATEN SUKABUMI DARI 33 ORANG KELOMPOK NON PENGELUARAN KELOMPOK NON PENGELUARAN PENGELUARAN RATA-RATA MAKANAN MAKANAN 1 8.2.1 rata-rata pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor dalam 1 bulan terakhir Rp31.305.000 14,40% Rp948.636 2 8.14.8 rata-rata biaya pembelian kendaraan untuk transportasi dalam 1 bulan Rp19.085.000 8,78% Rp578.333 3 8.8.8 rata-rata pengeluaran uang transport pendidikan dan uang jajan dalam 1 bulan terakhir Rp13.144.000 6,05% Rp398.303 4

8.15.7 rata sebagainya dalam 1 bulan terakhir. -rata biaya yang dikeluarkan untuk membayar hutang kepada pinjaman online semacam Julo, Paylater, Shopee Pay Later, Kredivo, dan
Rp12.299.000 5,66% Rp372.697 5 8.11.2 rata-rata pengeluaran biaya untuk kirimin ke rumah tangga lain dalam 1 bulan terakhir Rp11.510.000 5,30% Rp348.788

8.15.6 rata-rata biaya yang untuk mendapatkan atau mempertahankan pekerjaan (susuk, pesugihan, bayarin preman makan di terminal, atau biaya
6 beli makan/minum di warimindo pada kasus Ojol, dan pada kasus perkebunan seperti memberikan barang berupa gula/kopi untuk mandor, dsb) Rp7.284.000 3,35% Rp220.727 dalam 1 bulan terakhir. 7 8.4.1 rata-rata pengeluaran rekening telepon, pulsa, dan internet dalam 1 bulan terakhir Rp6.947.000 3,20% Rp210.515 8 8.16.1 rata-rata biaya yang dapat keluarkan untuk tabungan/arisan yang nantinya akan dikeluarkan di masa depan dalam 1 bulan terakhir Rp6.910.300 3,18% Rp209.403 9 8.1.2 rata-rata biaya sewa rumah dalam 1 bulan terakhir Rp6.333.000 2,91% Rp191.909 10 8.8.3 rata-rata biaya SPP/UKT dan iuran komite sekolah/POMG dalam 1 bulan terakhir. Rp6.115.000 2,81% Rp185.303 ... … … … … Grand Total Rp217.363.131 100,00% Rp6.586.762

Dari 33 responden total rata-rata pengeluaran dalam 1 bulan untuk jenis konsumsi non-makanan sebesar Rp 6.586.762 di industri Gig Economy (Ojek Online), khususnya Kota Sukabumi, lima pengeluaran konsumsi untuk jenis makanan terbesar dalam 1 bulan yakni sebesar adalah:

  • Pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor 14,40% atau Rp31.305.000
  • Pembelian kendaraan bermotor sebesar 8,78% atau Rp19.085.000
  • Biaya transportasi pendidikan dan uang jajan anak sekolah 6,05% atau Rp13.144.000
  • Pembayaran hutang online (pinjol) sebesar 5,66% atau Rp12.299.000
  • Pengiriman atau transfer antara rumah tangga sebesar 5,30% atau Rp11.510.000
Tabel Perbandingan Pola Jenis Pengeluaran Konsumsi nonmakanan, Jumlah Responden, Lokasi Penelitian, dan Jenis Industri.
No Jenis Industri Jumlah Responden Lima Jenis Pengeluaran Terbesar Lokasi Kabupaten/Kota
1 Industri Manufaktur 30 orang Tabungan atau arisan; Pembelian obat untuk kesehatan; Pembayaran hutang bank; Pengiriman atau transfer antara rumah tangga; Pembelian kendaraan bermotor. Kota dan Kabupaten Tangerang
2 Industri Manufaktur 32 orang Pembayaran hutang bank; Pesta perkawina n; Pemeliharaan rumah dan perbaikan. ringan; Tabungan atau arisan; Pembayaran hutang koperasi atau komunitas arisan Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan
3 Industri Manufaktur 30 orang Tabungan atau arisan; Pesta perkawinan; Pembayaran hutang bank; Pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor; Pembelian pakaian jadi anggota keluarga. Kabupaten Klaten
4 Industri Perkebunan 25 orang Tabungan atau arisan; Pembelian obat untuk kesehatan; Pembayaran hutang bank; Pengiriman atau transfer antara rumah tangga; Pembelian kendaraan bermotor. Kabupaten Buol
5 Industri Pertambangan 31 orang Pengiriman atau transfer antara rumah tangga; Biaya sewa rumah; Pembelian. kendaraan bermotor; Tabungan atau arisan; Pembayaran hutang online (pinjol) Kabupaten Morowali
6 Industri Ojek Online 33 orang Pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor; Pembelian kendaraan bermotor; Biaya transportasi pendidikan dan uang jajan anak sekolah; Pembayaran hutang online (pinjol); Pengiriman atau transfer antara rumah tangga. Kabupaten Sukabumi
Catatan Pengeluaran Jenis Nonmakanan.
  • Dari 181 responden pengeluaran konsumsi untuk jenis non-makanan terbesar: pertama, tabung atau arisan sebesar 23,8%; kedua, pengiriman atau biaya transfer antara rumah tangga 12,3%; ketiga, pembayaran hutang bank sebesar 11,6%; keempat, pembelian kendaraan bermotor sebesar 10,1%; kelima, pemakaian BBM untuk kendaraan bermotor sebesar 7,7%.
  • Pengiriman atau transfer antara rumah tangga menjadi salah satu dari lima pengeluaran konsumsi non-makan terbesar. Pengeluaran ini ada di Industri manufaktur (Tangerang), pertambangan, dan ojek online. Hal ini menunjukkan, bahwa ketiga sektor industri atau daerah tersebut terdapat banyak buruh transmigran.
  • Jenis pengeluaran tabungan atau arisan menjadi salah satu pengeluaran terbesar dari 5 jenis pengeluaran non-makanan. Jenis pengeluaran ini terdapat di tiga daerah industri manufaktur dan pertambangan.
  • Salah satu jenis pengeluaran terbesar adalah pembayaran hutang bank atau pinjaman online (industri kapital keuangan). Pengeluaran tersebut berada di keempat sektor industri dan seluruh wilayah lokasi penelitian (4 provinsi). Hal ini menunjukan, bahwa upah buruh tidak mampu mencukupi kebutuhan. Dengan begitu, sebagian besar rumah tangga buruh terjerat hutang melalui industri kapitalisme finansial.

Total Rata-Rata Pengeluaran Makanan dan Nonmakanan Secara Umum dan Per Sektor Industri.

Total dan Rata-Rata Pengeluaran Jenis Konsumsi Makanan Per Sektor. TABEL 1. TOTAL DAN RATA-RATA JENIS PENGELUARAN MAKANAN PER SEKTOR
NO 1 2 3 4 5 6 Dari JENIS INDUSTRI Industri Gig Economy Industri Manufaktur Industri Manufaktur Industri Manufaktur Industri Perkebunan Industri Pertambangan 181 responden Rp2.332.641,44 per bulan. LOKASI DAERAH INDUSTRI Jawa Barat (Kota Sukabumi) Banten (Kota dan Kabupaten Tangerang) Jawa Tengah (Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali) Jawa Tengah (Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Grobogan) Sulawesi Tengah (Kabupaten Buol) Sulawesi Tengah (Kabupaten Morowali) Grand Total di empat sektor industri total TOTAL PENGELUARAN KELOMPOK MAKANAN Rp90.410.300,00 Rp91.002.200,00 Rp77.274.000,00 Rp63.901.500,00 Rp42.885.000,00 Rp56.735.100,00 Rp422.208.100,00 rata-rata pengeluaran JUMLAH RESPONDEN 33 30 30 32 25 31 181 konsumsi RATA-RATA PENGELUARAN MAKANAN DALAM 1 BULAN DARI 181 RESPONDEN Rp2.739.706,06 Rp3.033.406,67 Rp2.575.800,00 Rp1.996.921,88 Rp1.715.400,00 Rp1.830.164,52 Rp2.332.641,44 makanan sebesar
TABEL 2. TOTAL DAN RATA-RATA JENIS PENGELUARAN NONMAKANAN PER SEKTOR Total dan Rata-Rata Pengeluaran Jenis Konsumsi Nonmakanan Per Sektor.
SUM of TOTAL RATA-RATA PENGELUARAN
NO JENIS INDUSTRI LOKASI DAERAH INDUSTRI PENGELUARAN KELOMPOK NON MAKANAN JUMLAH RESPONDEN NONMAKANAN DALAM 1 BULAN DARI 181 RESPONDEN
1 Industri Gig Economy Jawa Barat (Kota Sukabumi) Rp217.363.131 33 Rp6.586.762
2 Industri Manufaktur Banten (Kota dan Kabupaten Tangerang) Rp316.587.190,00 30 Rp10.552.906,33
3 Industri Manufaktur Jawa Tengah (Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali) Rp223.548.908 30 Rp7.451.630
4 Industri Manufaktur Jawa Tengah (Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Grobogan) Rp221.923.500 32 Rp6.935.109
5 Industri Perkebunan Sulawesi Tengah (Kabupaten Buol) Rp76.517.740 25 Rp3.060.710
6 Industri Pertambangan Rp6.967.025,21 per bulan. Sulawesi Tengah (Kabupaten Morowali) Grand Total Rp205.091.094 Rp1.261.031.562,92 Dari 181 responden di empat sektor industri total rata-rata pengeluaran konsumsi 31 181 Rp6.615.842 Rp6.967.025,21 nonmakanan sebesar
Total Rata-Rata Biaya Hidup Pengeluaran Makanan Ditambah Non-Makanan RATA-RATA PENGELUARAN MAKANAN DALAM 1 BULAN DARI 181 RESPONDEN Rp2.739.706,06 Rp3.033.406,67 Rp2.575.800,00 Rp1.996.921,88 Rp1.715.400,00 Rp1.830.164,52 Rp2.332.641,44 RATA-RATA PENGELUARAN NONMAKANAN DALAM 1 BULAN DARI 181 RESPONDEN Rp6.586.762 Rp10.552.906,33 Rp7.451.630 Rp6.935.109 Rp3.060.710 Rp6.615.842 Rp6.967.025,21
NO JENIS INDUSTRI Industri Gig Economy Industri Manufaktur Industri Manufaktur dari 181 Responden dari 4 Sektor. TABEL 3. TOTAL KEBUTUHAN HIDUP (MAKAN + NON-MAKANAN) SETIAP SEKTOR INDUSTRI LOKASI DAERAH INDUSTRI Jawa Barat (Kota Sukabumi) Banten (Kota dan Kabupaten Tangerang) Jawa Tengah (Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali) Jawa Tengah (Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Grobogan) Sulawesi Tengah (Kabupaten Buol) Sulawesi Selatan (Kabupaten Morowali) TOTAL SELURUH SEKTOR keluarga buruh adalah Industri JUMLAH RESPONDEN TOTAL RATA-RATA KEBUTUHAN HIDUP (MAKANAN DAN NONMAKANAN) PER RUMAH TANGGA PER SEKTOR SELAMA 1 BULAN
1 33 Rp9.326.467,59
2 Industri Manufaktur 30 Rp13.586.313,00
3 Industri Perkebunan 30 Rp10.027.430,28
4 Industri Pertambangan 32 Rp8.932.031,25
5 25 Rp4.776.109,61
6 31 181 Rp8.446.006,25 Rp9.299.666,65
Kebutuhan sesungguhnya pengeluaran terkecil adalah dua Perkebunan, kali lipat upah Kabupaten Buol minimum kabupaten sebesar Rp4,776,109.61 (UMK). Biaya dan biaya

pengeluaran tertinggi adalah Industri Manufaktur, Banten (Kota dan Kabupaten Tangerang) sebesar Rp13.586.313,00.

Rata-Rata Tanggungan Hidup. Rata-Rata Pengeluaran Makan dan Nonmakan Per Wilayah Industri,
Jumlah Rata-Rata Rata-Rata Pengeluaran Rata-Rata Pengeluarakan Total Rata-Rata Pengeluaran Makanan
Jenis Industri Lokasi Industri Responden Tanggungan Hidup Kelompok Makan Selama 1 Bulan Kelompok Non- Makanan Selama 1 Bulan Ditambah Non- Makanan Selama 1 Bulan
Industri Gig Economy Kota Sukabumi 33 3,8 Rp2.739.706,06 Rp6.586.761,53 Rp9.326.467,59
Industri Manufaktur Kabupaten Boyolali 2 1,5 Rp2.179.500,00 Rp6.009.000,00 Rp8.188.500,00
Industri Manufaktur Kabupaten Grobogan 8 1,4 Rp1.881.875,00 Rp3.221.666,67 Rp5.103.541,67
Industri Manufaktur Kabupaten Klaten 27 1,8 Rp2.615.185,19 Rp7.713.666,36 Rp10.328.851,54
Industri Manufaktur Kabupaten Semarang 12 3,7 Rp1.889.083,33 Rp6.252.250,00 Rp8.141.333,33
Industri Manufaktur Kabupaten Sukoharjo 1 2,0 Rp2.305.000,00 Rp3.261.916,67 Rp5.566.916,67
Industri Manufaktur Kabupaten Tangerang 27 3,1 Rp3.026.488,89 Rp11.258.170,62 Rp14.284.659,51
Industri Manufaktur Kota Semarang 12 2,7 Rp2.181.458,33 Rp10.093.597,22 Rp12.275.055,56
Industri Manufaktur Kota Tangerang 3 2,0 Rp3.095.666,67 Rp4.205.527,78 Rp7.301.194,44
Industri Perkebunan Kabupaten Buol 25 3,0 Rp1.715.400,00 Rp3.060.709,61 Rp4.776.109,61
Industri Pertambangan Kabupaten Morowali 31 1,9 Rp1.830.164,52 Rp6.615.841,73 Rp8.446.006,25
Grand Total orang dengan 181 total kebutuhan hidup rata-rata sebesar Rp9.299.666,65. 2,7 Dari 181 responden, rata-rata mereka menanggung tanggungan hidup di dalam rumah tangga sebesar Rp2.332.641,44 Rp6.967.025,21 Rp9.299.666,65 2,7

Tanggung Jawab Negara Pada Urusan Publik!

Rata-Rata biaya Pengeluaran Penitipan atau Pengasuhan Anak/Lansia Per Wilayah dari 18 Responden.
Lokasi Industri Responden Memiliki Biaya Pengasuhan Anak/Lansia dalam 1 Bulan Rata-Rata Biaya Pengasuhan Anak/Lansia dalam 1 Bulan
Kota Sukabumi 1 Orang Rp800.000
Kota Tangerang 1 Orang Rp800.000
Kabupaten Grobogan 1 Orang Rp800.000
Kabupaten Tangerang 10 Orang Rp793.350
Kabupaten Boyolali 2 Orang Rp500.000
Kabupaten Klaten 3 Orang Rp466.667
TOTAL 18 Orang Rp885.194

Rata-rata pengeluaran untuk biaya pengasuhan dalam 1 bulan adalah Rp 885.194 dari 18 responden.

Rata-Rata Biaya Pengeluaran PAM/PDAM/Jenis Air Prabayar atau Pascabayar dari 55 Responden Per Wilayah.
Dari 55 responden

rata-rata pengeluaran air PAM/PDAM/jenis air prabayar atau pascabayar untuk biaya pengasuhan dalam 1 bulan adalah Rp 107.734,73.

Rata-Rata Biaya untuk Kesehatan Per Wilayah dari 181 Responden.

Rata-rata pengeluaran untuk biaya untuk kesehatan dalam 1 bulan dari 181 responden adalah Rp380.192,17.

Rata-Rata Pemakaian BBM untuk Kendaraan Bermotor Per Wilayah dari 181 Responden.

Rata-rata pemakaian BBM untuk kendaran bermotor dalam 1 bulan dari 181 responden adalah Rp394.453,04.

Rata-Rata Pemakaian Listrik Per Wilayah dari 181 Responden.

Rata-rata pemakaian listrik dalam 1 bulan adalah Rp 115.456,39 per bulan dari 181 responden seluruh sektor industri.

Biaya Pengeluaran untuk Pendidikan di dari 97 Responden di 4 Sektor Industri.

Rata-rata pengeluaran untuk biaya pendidikan dalam 1 bulan adalah Rp1.183.023,45 per bulan dari 97

responden di seluruh sektor industri.

Siasat Bertahan Hidup Rumah Tangga Buruh: Berutang!

Siasat Bertahan Hidup Buruh di Empat Industri

Agar keberlangsungan hidup rumah tangga kelas buruh bergerak, maka empat jenis siasat hidup: memobilisasi anggota rumah tangga untuk bekerja di sektor lainnya, memperpanjang jam kerja, dan berhutang, bahkan hingga menjual aset kepemilikan harta benda menjadi keputusan sebagian besar responden dalam survei ini.

***Catatan:** Penghitungan kategori mengikuti lembur dikecualikan dari responden industri Gig Economy. Sehingga total responden pembagi hanya 148 responden. Sebab, di dalam proses kerja Gig Economy tidak ada sistem lembur.

Keluarga Buruh Dijerat Utang!

Dari 181 responden terdapat 139 orang atau 76,8% memiliki beban utang dari layananan keuangan. Setidaknya, setiap rumah tangga memiliki lebih dari satu jenis utang. Rata-Rata pengeluaran untuk utang sebesar Rp 1.466.316,55 dalam 1 bulan.

Rata-Rata Pengeluaran Utang dari 181 Responden
Jenis Industri Industri Perkebunan Industri Pertambangan Industri Gig Economy Industri Manufaktur Lokasi Industri Kabupaten Buol Kabupaten Morowali Kota Sukabumi Kabupaten Boyolali
Industri Manufaktur Kabupaten Sukoharjo Jumlah Responden Punya Beban Hutang RataHutang -Rata Biaya Pengeluaran dalam 1 Bulan
Industri Manufaktur Kota Tangerang 23 Rp1.147.391,30
Industri Manufaktur Kabupaten Grobogan 21 Rp1.257.285,71
Industri Manufaktur Kabupaten Semarang 22 1 Rp1.285.181,82 Rp270.000,00
Industri Manufaktur Kabupaten Klaten 1 Rp500.000,00
Industri Manufaktur Kota Semarang 2 Rp762.500,00
Industri Manufaktur Kabupaten Tangerang 4 Rp1.187.500,00
TOTAL 11 21 9 24 139 Rp1.525.090,91 Rp850.428,57 Rp2.621.111,11 Rp2.395.041,67 Rp1.466.316,55

Porsi berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga rata mengeluarkan biaya Rp 1.466.316,55 atau setara dengan 45,25% dari total pendapatan responden.

Siasat Bertahan Hidup: Memperpanjang Waktu Kerja dengan

Bekerja Sampingan!

Memperpanjang Jam Kerja Melalui Kerja Sampingan

Agar kebutuhan hidup keluarga buruh cukup, sebanyak 21,5% atau 39 orang dari total responden mengatakan memiliki pekerjaan sampingan.

Jenis-Jenis Pekerjaan Sampingan dari 39 Responden

Jenis pekerjaan sampingan terbanyak adalah berdagang, kedua adalah jasa antar barang atau orang.

Pendapatan dan Jam Kerja Ojol

Rata-Rata Upah dan Jam Kerja Ojol
NO Jenis Kategori Jam Kerja Jumlah Jam Kerja Total Upah Rata-Rata Kotor Ojol
1 Rata-Rata Jam Kerja Per Hari Ojol 14.9 Jam Rp 95.272,73
2 Rata-Rata Jam Kerja Per Minggu 104.6 Jam Rp 666.909,09
3 Rata-Rata Jam Kerja Per Bulan 418.3 Jam Rp 2.667.636,36

Jam kerja menurut standar perburuhan adalah 160 jam kerja per bulan, sementara Ojol memiliki jam kerja sebesar 418,3 jam per bulan. Nilai ini setara dengan 2,5 bulan buruh bekerja pada industri apapun kecuali Ojol.

CATATAN TEMUAN HASIL SURVEI 1
  1. Teori pertumbuhan mengasumsikan masyarakat harus konsumtif. Ironisnya, konsumsi yang tinggi ini harus ditopang dan dilayani oleh ekonomi hutang. Karena konsep pertumbuhan ekonomi mengandalkan konsumsi masyarakat dalam skala yang tinggi, beberapa indikator jenis makanan diserahkan ke mekanisme pasar, beberapa di antaranya: industri makanan jadi, pendidikan, kesehatan, dan jenis-jenis pengeluaran nonmakanan lainnya.
  2. Sementara, siasat bertahan hidup rumah tangga buruh didominasi dengan cara menahan laju pengeluaran sementara melalui tabungan berbentuk arisan. Di sisi lain, arisan juga merupakan utang. Dengan begitu, teori pertumbuhan ekonomi merupakan kerangka pendekatan yang rapuh. Sebab, ekonomi rumah tangga harus digerakan dengan mekanisme hutang.
  3. Besarnya jenis pengeluaran nonmakanan berarti buruh hidup dengan cara konsumtif; suka berfoya-foya; apalagi tuduhan tidak pandai mengatur keuangan. Karena yang dibeli oleh buruh adalah jenis barang yang dapat menunjang pekerjaannya, seperti sepeda motor untuk keperluan bekerja, memperbaiki tempat tinggal agar buruh dapat beristirahat dan bekerja dengan layak.
  4. Di industri Ojek Online pengeluaran terbesar ada di pembelian BBM, Kendaraan Bermotor, dan Kuota. Ketiga jenis ini merupakan sarana produksi kerja yang melekat di dalam aktivitas reproduksi tenaga kerja buruh. DI sisi lain, ketiadaan kepastian pendapatan dan potongan jasa penggunaan aplikasi sebanyak 20 persen, serta biaya jasa aplikasi lainnya, membuat sebagian besar Ojol terjerat utang.
  5. Kualitas transportasi publik di indonesia sebagian besar buruk dan tidak merata, maka buruh memutuskan untuk membeli transportasi sendiri.
CATATAN TEMUAN HASIL SURVEI 2
  1. Waktu kerja yang panjang menandakan bawah hari ini rumah tangga buruh mengalami kesulitan untuk menyajikan makanan sehat sendiri, oleh karena itu pembesaran biaya makan siap saji menjadi pilihan. Sementara, itu waktu kerja panjang juga semakin meningkatkan seseorang mengalami resiko penyakit akibat kerja dan tingginya angka kekerasan dan pelecehan berbasis gender Hal ini berdampak terhadap pengeluaran konsumsi kesehatan lebih besar.
  2. Pengeluaran untuk biaya pengasuhan anak atau lansia juga besar. Rata-Rata biaya pengeluaran sebesar Rp
    878.441 per bulan. Hal ini harus menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan fasilitas penitipan anak.
  3. Komersialisasi pendidikan merupakan salah satu pangkal masalah membengkaknya biaya rumah tangga buruh. Selain pendidikannya bersifat komersil, kualitas pendidikan pun memburuk. Pemerintah semestinya menjamin pendidikan gratis dan berkualitas.
  4. Memburuknya kehidupan buruh di empat sektor ini, yaitu manufaktur, gig economy, pertambangan dan perkebunan merupakan bukti kuat bahwa penyelenggara abai terhadap hak konstitusional warga negara untuk mendapatkan kesejahteraan.
  5. Di industri perkebunan ada jenis pekerjaan yang disebut ‘buruh tempel’. ‘Buruh tempel’ merupakan jenis buruh yang diajak oleh buruh lain agar mencapai target pekerjaan di perusahaan. ‘Buruh tempel’ bekerja seperti buruh biasa tapi tidak mendapat jaminan apapun dari perusahaan karena upah dan keselamatannya ditanggung oleh buruh yang membawanya. Sehingga buruh tersebut tidak memiliki jaminan keselamatan kerja, sosial, dan pendapatan apapun.

“Dalam jangka panjang, keadaan ini berbahaya bagi kelangsungan generasi

keluarga buruh. Kualitas hidup buruh terus menurun demi menopang pertumbuhan

ekonomi yang menjadi ambisi pemerintah.”

Kokom Komalawati, Koordinator Komite Hidup Layak