KONPERENSI AFRIKA- ASIA KEDUA HARUS TETAP KONPERENSI ANTI IMPERIALISME!
AMANAT PRESIDEN SUKARNO PADA PERINGATAN HARI ULANG-TAHUN KE-15 GERWANI
DEPARTEMEN PENERANGAN R.I.
KONPERENSIAFRIKA - ASIA KEDUA HARUS TETAP KONPERENSI ANTIIMPERIALISME!
Amanat Presiden Sukarno pada peringatan hari ulang-tahun ke-15 Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) pada tanggal 8 Djuni 1965 di Istora ,Bung Karno", Senajan, Djakarta
11 745 vbd naod ua 100 jquealun 0.r1 A1 longnnod utas qato autad
TIDAK UNTUK DIDJUAL.BELIKAN
P.J.M. PRESIDEN SUKARNO :
Apa jang paling pokok daripada hasil Konperensi Asia-Afrika di Bandung? Perdjoangan menentang imperialisme, perdJoangan menggugurkan Imperialisme, menggugurkan imperialism in all its forms and manifestations, menggugurkan imperialisme didalam segala bentuk dan manifestasinja. Maka aku berpesan kepada tuan Buatura agar supaja disampalkan kepada Presiden Ben Bella, supaja dipegang tegun hal ini. Konperensi Asia-Afrika Jang kedua harus tętap satu konperensi anti imperialisme, satu konperensi Jang mengga. bungkan semua tenaga anti imperialis di Asla-Afrika ini."
Saudara-saudara sekalian
Djam sepuluh kurang lima-belas menit. Lebih dahulu saja mengutjapkan terimakasih atas utjapan-utjapan selamat kepada diri saja berhubung dengan hari ulang-tahun jang ke-64, jang kemarin-dulu telah saja alami dengan karunia Allah Swt. Hari ulang-tahun ke-64 Bung Karno, hari ulangtahun ke-15 Gerwani. Kata Pak Bandrio sama-sama Gemini, Gemini jaitu perbintangan.
Saudara-saudara, saja mengutjap banjak-banjak terimalasih atas matjam-matjam sumbangan kepada diri saja berhubung dengan ulang-tahun saja itu, atas utjapan-utjapan jang disampaikan kepada saja dengan surat, dengan telegram, jang bertumpuk-tumpuk banjaknja, karangan-karangan bunga jang amat banjak djumlahnja. Semua itu membuat hati saja terharu, semua itu membuat hati saja memandjatkan sjukur kehadirat Allah Swt, bahwa Allah telah memberi umur kepada saja, kemarin-dulu sampai 64 tahun, dan tetap sebagaimana biasa memandjatkan do'a kehadirat Tuhan agar supaja saja diberi oleh-Nja pandjang umur, pandjang umur, dan diberi oleh Tuhan mendjadi manusia jang bermanfaat. Djangan pan- Jjang umur, tetapi manusia djahat, djangan pandjang umur, tetapi manusia jang tiada guna. Do'a saja kehadirat Tuhan ialah supaja diberi pandjang umur, sehat wal'afiat dan mendjadi manusiajangbermanfaat.
Saudara-saudara, berhubung dengan hari ulang-tahun saja ini banjak surat-surat, telegram-telegram jang menjebutkan sebagai berikut: mengutjap selamat kepada Bung Karno atas usia tumbuk". Malah ada jang dengan bahasa Djawa : tumbuk dalem" Jang dimaksudkan dengan tumbuk" ialah 8 x 8. satu windu adalah 8 tahun. Djikalau seseorang manusia mentjapai umur 64 tahun, 64 adalah 8 x 8, maka dikatakan bahwa manusia itu mengalami tumbuk usia," 8 x 8. Kepada kawankawan jang dekat saja berkata, ini adalah salah-wesel, sebab kemarin-dulu itu saja mengalami usia 64 tahun Masehi, sedang jang dimaksudkan dengan tumbuk" adalah 8 windu, windu Djawa, bukan Masehi, tetapi windu menurut perhitungan bulan. Delapan windu, Djawa, 8 x 8 itu dinamakan tumbuk". Djadi, Saudara-saudara, djanganlah ada Saudara-saudara jang mengatakan, bahwa saja kemarin-dulu mengalami tumbuk usia", sebab jang saja alami kemarin-dulu ialah 64 tahun Masehi, 64 tahun matahari, bukan 64 tahun bulan, rembulan.
Dan, Saudara-saudara, saja ini ndak,tumbuk-tumbukan" sebab kebiasaan tumbuk-tumbukan"itu adalah kebiasaan feodal, kraton-kratonan, ndoro-ndoroan. Kalau dihitung 8 x 8 tahun tjandra, tahun bulan, katakanlah tahun Djawa, itu sudah dua tahun jang lalu, kalau dihitung dengan tahun matahari, saja waktu itu umur 62 tahun. Nah itu, 62 tahun matahari lebih sedikit, sama dengan 64 tahun rembulan. Dua tahun jang lalu itu saja mengalami tumbuk" didalam arti 8 x 8 tahun bulan, tapi pada waktu itu tidak saja rajakan; saja ini ndak ,tumbuk-tumbukan," oleh, karena.,tumbuk-tumbukan" itu adalah adat kebiasaan ndoro-ndoro, adat kebiasaan feodal, adat kebiasaan kraton-kratonan, Saudara-saudara. Saja adalah manusia biasa, bahkan saja menjebutkan diri, saja ini adalah dari rakjat djelata
Saudara-saudara,kemarin-dulutatkala saja mengalami ulang-tahun, sebagaimana Saudara-saudara ketahui saja dengansengadja sembunji Dalam suratkabar dikatakan Bung Karnöndelik", sembunji, Bung Karno kok,;ndelik", sembunji. Apa sebabnja? Sebabnja adalah dua, Saudara-saudara. Pertama, saja merasa, maaflah,terlalu berat kalau saja harus menghadapi penghormatan-penghormatan jang sekian banjaknja kepada saja. Ada golongan-golongan jang mau mengadakan aubade anak-anak terhadap kepada saja,— aubade itu njanjian bersama, puluhan ribu anak-anak —, ada jang minta diadakan resepsi di Istana, ada jang mau mengadakan rapat wanita, ada jang mau mengadakan pawai dan lain-lain sebagainja. Saja tadi berkata, saja merasa berat untuk menghaiapi penghormatan-penghormatan jang sekian banjaknja itu. Oleh karena itu dalam mengutjap banjak-banjak terimakasih, saja ndeiik," saja bersembunji, Saudara-saudara. Itu adalah sebab jang pertama.
Sebab jang kedua, saja menghindari segala pendewaan persoon, saja tidak mau didewa-dewakan. Pendewaan seseorang pemimpin, pendewaan seseorang pemuka adalah satu hal jang salah dan oleh karena saja menganggap itu salah dan oleh karena saja melihat ada gedjala-gedjala jang menudju kepada pendewaan kepada diri saja, maka saja mengambil keputusan ndelik," supaja djangan larut-larut, telandjurlandjur pendewaan-pendewaan ini, Saudara-saudara. Saja bukan pemimpin jang harus didewa-dewakan, saja sekadar penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia. Oleh karena itu, Saudara-saudara, maka saja minta maaf kepada Saudara-saudara sekalian dan kepada seluruh Rakjat Indonesia liwat tjorong radio ini, bahwa saja kemarin-dulu telah ndelik". Ada Saudara-saudara tanja, Bung Karnondelik" dimana? Wong namanja ndelik," Saudara-saudara, saja tidak mau kasi-tahu kepada Saudara-saudara, ndelik" dimana. Kalau saja kasitahu kan bukan ndelik" lagi, Saudara-saudara.
Nah, demikianlah pembukaan pidato saja. Sekarang saja tambah. Saja ,ndelik", ndelik", Saudara-saudara, sembunji, tetapi, nah tetapinja, oleh karena saja tahu bahwa pada hari ini saja harus berhadapan dengan Gerwani, saja keluar dari delikan" saja itu, saja keluar dari pendelikan, keluar dari persembunjian dan sebagai kukatakan dihadapan rapat raksasa PKI, — tatkala PKI mengadakan perajaan 45 tahun hari ulang-tahunnja —, saja sekarang berkata : Ora tedeng alingaling, iki Bung Karno, bersama-sama dengan Gerwani. Lha memang, benar sekali jang dikatakan oleh Pak Bandrio tadi, Gerwani berdiri dibarisan paling depan daripada gerakan wanita Indonesia. Benar jang dikatakan Ibu Hurustiati Subandrio tadi, — mana tadi pengatjara, tiap-tiap kali Saudari bilang Hurustatiati Subandrio; Hurustiati Subandrio, bukan Hurustatiati Subandrio—, bahwa Gerwani didalam kalangan gerakan wanita selalu membangunkan geweten, hati nurani, djiwa, roch, jang ingat kepada Amanat Penderitaan Rakjat. Nah, djustru itu, Saudara-saudara, oleh karena saja merasa bahwa saja ini dihidupkan oleh. Allah Swt untuk mengabdi kepada Amanat Penderitaan Rakjat, meskipun saja sembunji, Saudarasaudara, meskipun saja sembunji, saja keluar dari persembunjian untuk berdjumpa dengan Gerwani, Gerwani, gerakan wanita Rakjat jang benar-benar mengabdi kepada pelaksanaan Amánat Penderitaan Rakjat.
Saudara-saudara, Gerwani, ja, Gerwani-lah salah-satu unsur didalam Revolusi kita ini, Revolusi Indonesia, jang telah dengan karunia Állah Swt sája beri sendjata jang maha sakti: Fantjasila, Manipol, Trisakti, Tavip, Berdikari Lima, Saudara-saudara. Pantjasila, Manipol, Trisakti, Tavip, Berdikari, lima ini dipikul oleh Gerwani, didjalankan oleh Gerwani, di perdjoangkan oleh Gerwani, sesuai dengan adjaran jang sudah 'ama aku gemblengkan didalam hati Rakjat, bahwa hidup adalah perdjoangan! Bukan sadja hidup manusia, Saudara-saudara, bahkan bukan sadjá hidup bangsa, tetapi tempohari tatkala aku berpidato dihadapan para dokter pada waktu pe mantjangan tiang pertama daripada rumah-sakit kanker, saja bérkata: Hidup, tiap-tiap hidup, meskipun hidup dari tumbuhtumbuhan, hidup daripada rumput, hidup daripada semut. hidup daripada awan,hidun daripadasegala apa, adalah pada hakekatnja berdjoang, berdjoang, berdjoang, sekali lagi berdjoang. Bangsa jang tidak berdjoang akan tenggelam
Ini tadi jang dikatakan oleh Pak Aidit, Saudara-saudara, mengerti bagaimana mendatangkan barang sesuatu dan djalannja mendatangkan barang sesuatu itu, tak lain tak bukan ialah dengan perdjoangan. Ada wanita, wanita jang, jah, alam pikirannja itu tjuma beras, minjak-tanah, lawuh, uang, ja ada!, bahkan banjak wanita jang hanja berpikir beras, lawuh, bahasa Sundanja deungeun —, gula, kopi, uang dan lain-lain sebagainja, tetapi Gerwani tidak demikian Gerwani menghubungkan sang beras, sang kopi, sang gula, sang garam, sang lombok, sang terasi, dengan idee perdjoangan, jaitu bagaimana bagaimana, sekali lagi bagaimana dapat tjukup beras, tjukup gula, tjukup kopi, tjukup sandang, tjukup pangan, tjukup segala-galanja. Gerwani hubungkan segala sesuatu ini, ja berasnja, ja kopinja, ja gulanja, dengan idee sosialisme, sebab hanja dengan sosialismelah, kita akan mendapat beras tjukup, gula tjukup, kopi tjukup, terasi tjukup; segala-galanja tjukup Dan Gerwani mengetahui pula bagaimana tjaranja mentjapai sosialisme itu; tak lain tak bukan ialah konfrontasi, perdjoangan, perdjoangan jang terus-menerus, Saudara-saudara,— sebagai dikatakan tadi oleh PakAidit—, perdjoangan menentang imperialisme, perdjoangan menentang feodalisme, perdjoangan menentang kapitalisme, perdjoangan menentang segala exploitation de l'homme par l'homme, perdjoangan menentang segala exploitation de nation par nation.
Inilah bedanja Gerwani daripada — kadang-kadang — gerakan-gerakan wanita jang lain-lain. Maka oleh karena itulah, Saudara-saudara, pantas saja memberi penghargaan kepada Gerwani, sebagai unsur jang benar-benar berharga didalam Revolusi kita, Revolusi kita jang sebagai dikatakan oleh Pak Subandrio tadi, adalah Revolusi jang lebih besar daripada revolusi apapun dimuka bumi ini. Revolusi jang sering saja katakan, a summing-up of many revolutions in one generation. Gerwani memikul, mengemban idee, idee, dan
selalu aku berkata, selalu aku berkata, banjak manusia besar, tiap-tiap bangsa mempunjai manusia besar, banjak orang laki-laki besar, banjak wanita besar, tetapi lebih besar daripada laki-laki atau wanita itu adalah idee jang berkobarkobar didalam dadanja. Apa sebab Marx besar? Oleh karena idee didalam kalbu dan pikirannja Marx adalah besar, bahkan idee jang bersemajamdidalamkalbu Marx ini adalah lebih besar daripada Marx sendiri. Apa sebab Lenin besar? Oleh karena idee didalam otak dan hatinja adalah hebat sekali, lebih besar malahan daripada persoonnja Lenin. Apa sebab Muhammad besar ? Oleh karena idee jang bersemajam didalam dada dan pikirannja adalah hebat,maha hebat, lebih besar daripada manusia Muhammad bin Abdullah sendiri. Pendek kata, Saudara-saudara, idee adalah lebih besar daripada manusia jang mengandung idee itu didalam hatinja.
Maka oleh karena itu aku berkata, Saudara-saudara bahwa sesuatu manusia atau sesuatu gerakan, barulah bisa dinamakan besar kalau sesuatu manusia atau sesuatu gerakan itu mengemban didalam hatinja idee jang besar, oleh karena idee adalah lebih besar daripada manusia itu sendiri. Gerwani adalah besar, oleh karena ideenja besar, dan idee itu apa ? Sosialisme Idee itu apa? Perdjoangan. Idee itu apa? Pantjasila. Idee itu apa? Manipol. Idee itu apa? Nasakom. Idee itu apa? Trisakti Idee 'itu apa? Tavip. Idee itu apa? Berdikari. Pendek kata, Saudara-saudara, ideelah jang berkobar-kobar didalam dadanja Gerwani, oleh karena itu Gerwani pantas dinamakan satu gerakan wanita jang besar.
Malahan, Saudara-saudara, kita sebagai bangsa,— kalau kita ingin mendjadi bangsa jang besar —, kita harus mengemban, mengandung idee jang lebih besar daripada bangsa kita sendiri. Dengarkan, bangsa kita adalah besar, Sabang-Merauke, djumlahnja bukan seribu-duaribu, bukan 1 djuta -2 djuta, bukan 10 djuta - 20 djuta, bangsa kita adalah satu bangsa jang terdiri daripada 105 djuta; bangsa kita adalah besar, tetapi bangsa kita hanjalah bisa mendjadi satu bangsa jang besar, djikalau bangsa kita mengandung idee jang lebih besar daripada bangsa Indonesia sendiri. Dan apakah idee itu, Saudara-saudara?
Pantjasila, lebih besar daripada bangsa Indonesia sendiri. Pantjasila sekarang ini mendjalar, meliwati pagar-pagar Indonesia, Pantjasila sekarang ini telah pelan-pelan mendjadi satu universal creed, satu hal jang diakui oleh seluruh dunia. Nasakom, satu idee sebenarnja, idee jang besar. Tetapi sedjak Dasawarsa, Saudara-saudara, Nasakom-pun telah mendjalar meliwati batas-batas Indonesia sendiri. Demikian pula Trisakti. Beberapa hari jang lalu, Saudara-saudara, saja bitjara dengan utusan dari Afrika Selatan. Afrika Selatan kagum kagum, sekali lagi kagum dengan apa jang kita kandung didalam kita-punjà kalbu. Kagum kepada Nasakom, kagum kepada Trisakti: berdaulat dilapangan politik, berdikari dilapangan ekonomi, berkepribadian dilapangan kebudajaan Kagum mereka. Dan idee Trisakti ini sebagai kukatakan, Saudara-saudara,mendjalar meliwati batas-batas, pagarpagarnja Indonesia, satu bukti bahwa idee-idee kita adalah lebih besar daripada bangsa Indonesia sendiri. Inilah jang akan mendjadikan kita bangsa jang besar, bangsa jang dikagumi oleh seluruh bangsa-bangsa didunia, bahkan bangsa jang sekarang mulai diakui sebagai mertjusuar, Saudara-saudara, daripada perdjoangan bangsa-bangsa didunia ini. Maka oleh karena itu, Saudara-saudara, mari kita berdjalan terus, berdjalan terus disegala lapangan.
Satu minggu jang lalu, Saudara-saudara, saja didatangi oleh utusan Presiden Ben Bella, Aldjazair, jang di Aldjazair itu bulan ini akan diadakan Konperensi Asia-Afrika jang kedua. Utusan Presiden Ben Bella — Buatura namanja — tuan Buatura bertanja kepada saja atas-nama Presiden Ben Bella: Bagaimanakah seharusnja Konperensi Asia-Afrika jang kedua ini didjadikan ? Bagaimana seharusnja sifat daripada Konperensi Asia-Afrika jang kedua ini ? Saja mendjawab: Beritahukan kepada Presiden Ben Bella, bahwa Konperensi Asia-Afrika jang kedua harus tetap setia kepada idee daripada Konperensi Asia-Afrika jang kesatu jang diadakan di Bandung pada tahun 1955: Dan apakah idee itu ? Idee Konperensi Asia-Afrika jang kesatu ialah menggabungkan semua tenaga anti imperialisme jang ada di Asia-Afrika ini. Itu idee perdjoangan anti imperialisme, idee untuk menggugurkan imperialisme, dengan djalan menggabungkan tenaga-tenaga anti imperialis dikalangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Lihat Dasasila Bandung, hasil daripada Konperensi Asia-Afrika pertama di Bandung ini. Apa jang paling pokok daripada hasil Konperensi Asia-Afrika di Bandung? Perdjoangan menentang imperialisme, perdjoangan menggugurkan imperialisme, menggugurkan imperialism in all its forms and manifestations, menggugurkan imperialisme didalam segala bentuk dan manifestasinja. Maka aku berpesan kepada tuan Buatura agar supaja disampaikan kepada Presiden Ben Bella, supaja dipegang teguh hal ini. Konperensi Asia- Afrika jang kedua harus tetap satu konperensi anti imperialisme, satu konperensi jang menggabungkan semua tenaga anti imperialis di Asia-Afrika ini.
Maka oleh karena itu.aku berkata,— sebagai djuga kukatakan pada waktu pidato 45. tahun usia PKI —, lebih baik djumlah ketjil, mengenai Konperensi Asia-Afrika jang kedua, daripada djumlah besar jang tidak kompak, djumlah besar jang bermatjam-matjam ragam. Saja ingat, permulaan bulan April tahun 1955, sebelum Konperensi Asia-Afrika pertama dibuka, permulaan bulan April '55, pers imperialis berkata: Hhh, biar mereka berkonperensi, biar, toch itu nanti sematjam teaparty, seperti een thee-partijtje, seperti minum teh bersa ma biar mereka mengadakan Konperensi Asia-Afrika di Bandung toch konperensi itu sekadar seperti bersama-sama minum teh. Permulaan bulan April '55 mereka berkata demikian,tetapi apa jang telah terdjadi, Saudara-saudara, tatkala konperensi ini berdjalan ? Sjukur alhamdulillah, kita dapat menggabungkan tenaga-tenaga jang hadir didalam konperensi itu mendjadi gabungan tenaga anti imperialisme jang maha dahsjat, sehing ga sekarang waktu Konperensi Asia-Afrika kedua akan terdjadi, kaum imperialis sekarang sudah mulai kalang-kabut, mulai takut, mulai chawatir. Bandung demikian hebatnja, apalagi nanti Aldjazair. Apalagi nanti Aldjazair jang mungkin dihadiri lebih banjak negara-negara Asia-Afrika daripada Bandung. Apalagi Aldjazair, jang Aldjazar itu menurut kata Presiden Sukarno adalah satu batu lontjatan lagi kepada A-A-A. Aldjazair ini mendjadi satu batu lontjatan lagi kepada Conefo. konperensi daripada semua tenaga anti imperialis diseluruh dunia.
Nah, maka atas pertanjaan Buatura atas-nama Ben Bella itu ,saja berkata : Ja, kalau ada negara mau keluar, karena misalnja membantu Malaysia"; membantu Vietnam Selatan, membantu Korea Selatan, membantu Israel, membantu negaranegara-atau negeri-negeri atau golongan-golongan manusia jang dibantu oleh imperialis, kalau mereka itu akan keluar dari Konperensi Asia-Afrika kedua, keluarlah, kita akan tetap dengan golongan-golongan jang benar-benar kompak mengadakan perdjoangan anti imperialis. Dan inilah jang nanti akan kami djalankan, insja Allah Swt. Pak Bandrio nanti akan kita kirim lebih dahulu untuk menghadiri Ministerial Conference. Pak Bandrio akan kita kirim lebih dahulu untuk menghadiri Konperensi daripada Perdana-Menteri Perdana-Menteri sebagai nendahuluan daripada Konperensi Asia-Afrika kedua ini, Dan insja Allah, saja sendiri akan berangkat, pergi ke Aldjazair membawa staf jang lengkap. antara lain staf Nasakom. dan bukan sadja staf Nasakom akan saja bawa, Saudara-saudara. insja Allah akan saja bawa staf pembantu-pembantu wanita bagi Presiden Sukarno, tapi betul-betul wanita jang konsekwen mendjalankan perdjoangan anti imperialisme.
Djadi,Saudara-saudara, sedia-sedialah. Sedia-sedialah nanti ada beberapa orang wanita — dengan izin suaminja — jang akan saja adjak ke Aldjazair untuk membantu saja di dalam deliberasi saja didalam Konperensi Asia-Afrika kedua di Aldjazair.
Saudara-saudara, ja, sebagai dikatakan oleh Bung Aidit tadi itu, achirnja, achirnja, achirnja kita ini berdjoang untuk apa? Apakah aku berdjoang untuk diriku sendiri? Apakah engkau berdjoang untuk dirimu sendiri? Apakah engkau berdjoang untuk dirimu sendiri ? Apakah engkau, hé sukarelawati, berdjoang untuk sukarelawati sendiri? Apakah engkau, hé badju merah, berdjoang untuk badju merah itu sadja sendiri? Apakah engkau, engkau jang badju biru, berdjoang untuk jang badju biru sadja sendiri ? Tidak, kita semuanja berdjoang untuk Ibu Pratiwi, kita semuanja berdjoang untuk Ibu kita bersama, Ibu Indonesia, tanah-air kita jang kita tjintai. Amanat daripada Allah Swt kepada kita semuanja, ja wanita, ja laki, ja gerakan laki-laki, ja gerakan wanita, semuanja kita harus mendjundjung tinggi amanat daripada Ibu Pratiwi, semuanja kita harus mendjundjung tinggi amanat daripada penderitaan rakjat, jang memberi amanat kepada kita, jang kita semuanja mendjadi pengemban daripada amanat itu.
Maka oleh karena itu, Saudara-saudara, mari kita berdjalan terus, berdjalan terus, ever onward, never retreat ! Hanja dengan djalan demikianlah, kita bisa sampai kepada tempat jang kita tjita-tjitakan sedari mulanja, jaitu Trisalti : Negara Republik Indonesia jang berdaulat, ekonomi jang berdikari, ekonomi jang adil dan makmur, kebudajaan jang berkepribadian Indonesia jang asli.
Inilah, Saudara-saudara, adjakanku kepada Gerwari H Gerwani, djalanlah terus! Bung Karno selalu serta dengan kamu sekalian.
Terimakasih.
Api nan tak kundJung padam