Baca PDF (OCR): PKI dan AD

25 halaman · 25 halaman diproses dengan OCR· 48807 ms

Daftar isi
  1. ANGKATAN DARAT
  2. (SESKOAD)
  3. 63A2 2 10
  4. Sekedar Pengantar
  5. baik untuk perdjuangan tingkat ini maupun bagi
  6. Oleh karena itu, saja sambut dengan gembira
  7. dimuka SESKOAD ini tentang sesuatu hal jang
  8. katan Kepolisian, Angkatan Udara dan sekarang
  9. Sebelum saja melandjutkan pembitjaraan masa-
  10. kediktatoran, baik militer maupun perseorangan".
  11. isme dengan sendirinja berarti djuga menentang
  12. didalam pidatonja pada tanggal 17 Agustus 1961,
  13. kita djuga mempersatukan tiga aliran besar jang
  14. kita dengan kita. Djangan mempergunakan Pantja
  15. itu, ia adalah orang jang samasekali ta' me-
  16. pada Pantja Sila, atau orang jang .... kepalanja sinting !"
  17. NÅSAKOM dengan Pantja Sila sebagai alat pe-
  18. Tuan Komunisto-phobi berbitjara tentang
  19. menentukan antara keadaan dan fikiran'."
  20. objektif'." (Pengantar Filsafat Marxis, Depagit-
  21. Ketuhanan Jang Maha Esa atau monotheisme (ber-Tuhan satu) dan bukan polytheisme (ber-
  22. an-kenjataan objektif jang terdapat dalam tubuh
  23. tang Pantja Sila, malahan djustru sebagai mate-
  24. me'. Dengan penegasan ini djelaslah, bahwa Pantja
  25. STRATEGI UMUM DAN POLITIK PERTAHANAN
  26. umum Revolusi Indonesia, untuk mendjadikan per-
  27. Oleh karena ini semua, PKI selalu mendjundjung
  28. djata Republik Indonesia haruslah sesuai dengan
  29. anti-feodal dapat merupakan pertahanan jang
  30. Rakjat Indonesia berdjuang dengan meng-
  31. kemerdekaan Nasional jang,penuh itu tidak dapat
  32. Bandung jang anti-imperialisme dan anti-kolonial-
  33. Dalam hubungan ini, saja merasa perlu menjing-
  34. pol jang saja kutip diatas. Hal ini djuga. sudah
  35. RI, terutama sedjak Konferensi A-A jang ber-
  36. ping kenjataan bahwa kaum imperialis AS djuga
  37. rialis Inggris dari negeri itu. Sedangkan Philipina,
  38. tjalon peserta lainnja, sudah dikenal sebagai negara anggota SEATO. Berdasarkan fakta2 ini,
  39. negeri kita, bahwa Maphilindo itu akan mendjadi anak kandungnja SEATO atau neefnja ASA.
  40. Djika demikian halnja, maka seandainja.RI masuk kedalam Konfederasi Maphilindo itu bisa ber-
  41. arti bahwa apa jang telah kita tolak, jaitu untuk
  42. 22724

968 12

PKI dan ANGKATAN DARAT

D.N. AIDIT

PKI DAN

ANGKATAN DARAT

(SESKOAD)

D. N. AIDIT
Menteri/Wakil Ketua MPRS/ Ketua CC PKI

Jajasan_Pembaruan" Djakarta 1963

63A2 2 10

Sekedar Pengantar

Pada tanggal 29 Djuni 1963 Menteri/Wakil Ketua MPRS/Ketua CC PKI D. N. Aidit mem- berikan tjeramah dihadapan para mahasiswa Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD) atas permintaaa Major Djenderal Sudirman, pe- mimpin sekolah tersebut. Tjeramah itu bertemakan Front Nasional dan Pertahanan dan diberi dju- dul Pertahanan Nasional Harus Tunduk Pada Strategi Umum Revolusi Indonesia. Didalam tjeramah itu didjelaskan kesatuan pertahanan nasional dengan front nasional dalam memenangkan Revolusi Indonesia dan, oleh sebab itu, pertahanan nasional harus tunduk pada strategi umum Revolusi Indonesia. Ditegaskan pula betapa pentingnja per- satuan Dwitunggal Rakjat dan Angkatan Bersen- djata, terutama untuk mendjamin terlaksananja pertahanan Rakjat sebagai jang dirumuskan dalam Ketetapan MPRS no. II/1960. Mengingat pentingnja isi tjeramah tsb. maka dengan seizin pentjeramah kami bukukan tjeramah itu dengan nama PKI dan Angkatan Darat rentjana kulit : Int. Instituut nugroho

  • Soc. Geschiedenis .Amsterdam

(SESKOAD)". Semoga penerbitan ini dapat lebih landjut memperkokoh persatuan nasional revolusioner berporoskan NASAKOM dan chususnja lebih memperkuat persatuan Dwitunggal Rakjat dan Angkatan Bersendjata dalam perdjuangan menje- lesaikan Revolusi Indonesia.

PENERBIT Djuli 1963.

Per-tama² izinkanlah saja untuk mėngutjapkan diperbanjak terimakasih atas undangan jang telah disampaikan kepada saja untuk memberi tjeramah dihadapan Sdr². Saja jakin, kita sama² merasa gembira bahwa dinegeri kita, bisa terdjadi peristiwa jang sematjam ini, jaitu bahwa saja sebagai Komunis, dan malahan sebagai Ketua Comite Centralnja, disamping sebagai seorang menteri, diminta untuk memberikan tjeramah di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat. Peristiwa sematjam ini menandai tjiri jang chusus daripada ke- adaan politik dinegeri kita, membedakan Indonesia kita, misalnja, dengan negeri2 SEATO. Ini djuga membuktikan bahwa sudah terdapat dasar jang kuat untuk mempersatukan seluruh potensi Rakjat, termasuk mereka jang terorgaaisasi di- dalam partai² politik dan mereka jang mendjadi anggota Angkatan Bersendjata RI.

TRADISI PERSATUAN SUDAH LAMA Hal ini sebetulnja tidak perlu mengherankan. Tradisi persatuan semua aliran revolusioner sudah dipupuk oleh bangsa kita sedjak sebelum negeri kita merdeka, dan dasar² jang lebih kuat sudah kita letakkan di-hari² Revolusi Agustus

  1. Kitapun telah mengembangkan dasar² ini dan terus akan mengembangkannja. Berkali-kali dalam sedjarah Republik kita, terdjadi kerdjasama jang erat antara Angkatan Bersendjata dengan
    ·5

Rakjat, baik tuntuk menghadapi musuh dari luar maupun untuk menghadapi musuh dari dalam, sehingga semakin kokoh dasar² persatuan ini. Kerdjasama erat itu selalu menghasilkan kemenangan-kemenangan gemilang bagi perdjuangan revolusioner dinegeri kita. Sebaliknja, setiap waktu kerdjasama itu terganggu, maka perdjuangan revolusioner dinegeri kita mengalami kegagalan dan 'kemunduran. Sesudah Manipol lahir dalam tahun 1959, maka kerdjasama ini telah mendapat bentuk² baru, jaitu dídalam berbagai lembaga negara -dan pula didalam organisasi Front Nasional. Saja sendiri sebagai seorang Komunis sudah biasa bekerdjasama dengan wakil² Angkatan Bersendjata didalam Pimpinan MPRS, didalam DPA, didalam Musja- warah Pimpinan Negara, didalam Front Nasional dan diberbagai Panitia Negara. Perkembangan² sematjam ini sangat menguntungkan negeri kita,

baik untuk perdjuangan tingkat ini maupun bagi

haridepan Revolusi kita.

Oleh karena itu, saja sambut dengan gembira

kesempataa antuk mengemukakan pendapat PKI

dimuka SESKOAD ini tentang sesuatu hal jang

saja anggap penting sekali. Dengan kedjadian ini, dari empat Angkatan Bersendjata kita, saja telah diminta berbitjara mengemukakan pendapat² kaum Komunis dihadapan tiga Angkatan, jaitu Ang-

katan Kepolisian, Angkatan Udara dan sekarang

Angkatan Darat. Tema Front Nasional dan Pertahanan" me- mang sewadjarnja dibahas didalam SESKOAD.

Front nasional adalah kantjahnja pertahanan se- dangkan pertahanan jang sedjalan dengan front nasional adalah sjarat bagi perkembangan lebih landjut dari front nasional. Hanja djika dua elemen ini mentjapai penjesuaian jang lengkap serta sa- ling mendukung, dapatlah Revolusi kita mentjapai kemenangannja. SOAL PERTAHANAN SOAL SELURUH RAKJAT

Tema Front Nasional dan Pertahanan"" djuga harus diperhatikan oleh seluruh Rakjat, jaitu ter- utama oleh front nasional sendiri, sebagai hal jang amat pokok. Tidak dapat dibiarkan kalau masalah pertahanan hanja diperhatikan dan dibahas oleh Angkatan Bersendjata, seperti halnja tidak dapat dibiarkan kalau masalah frontnasional hanja diperhatikan dan dibahas oleh partai² politik atau organisasi² massa. Kita harus bergembira bahwa dinegeri kita makin lama makin hilang fikiran jang menghadap-hadapkan sivil dengan militer, Rakjat dengan tentara, dan makin menang fikiran jang ingin mengintegrasikan sivil dengan militer, Rakjat dengan tentara, tanpa mengaburkan pembagi- an pekerdjaan dikalangan Rakjat. Mudah²an, melalui tjeramah² sematjam ini kita bersama-sama dapat membantu.dalam mentjapai integrasi jang lebih lengkap antara front nasional, jang tugasnja jalah untuk menghimpun seluruh potensi Rakjat dalam kesatuan aksi, dengan alat² negara jang bertanggungdjawab atas pertahanan negeri kita.

Sebelum saja melandjutkan pembitjaraan masa-

lah ini, adalah perlu kiranja untuk memberi sedikit pendjelasan tentang istilah front nasional itu sen~ diri. Front nasional bisa diartikan sebagai organisasi seperti jang telah didirikan dinegeri kita se- djak 1960, jaitu jang bernama Front Nasional di- mana sudah terhimpun 20 djuta anggota dari partai² politik, organisasi² massa, Angkatan Ber- sendjata serta perseorangan. Istilah front nasional djuga bisa diartikan sebagai konsentrasi kekuatan Rakjat atau front persatuan nasional. Kalau seluruh Rakjat men- djalankan perdjuangan bersama untuk mentjapai sesuatu tudjuan, untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945, itu sudah merupakan kesatuan aksi jang didjalankan dalam rangka front persatuan nasional sekalipun tanpa bentuk suatu organisasi jang bernama Front Nasional seperti jang kita miliki sekarang. ini. Dalam tjeramah ini saja mempergunakan istilah front nasional dalam arti jang luas dengan sepe- nuhnja mengingat pengalaman²jang sangat kaja jang kita peroleh dalam mendirikan organisasi Front Nasional dan dalam memperkembangkannja sehingga telah mendjadi suatu kekuatan jang dapat memegang peranan jang menentukan dalam perkembangan² lebih landjut dinegeri kita. Tjeramah ini akan saja bagi dalam dua bagian, pertama mengenai Pertahanan dan Revolusi Indonesia, dan kedua mengenai Pertahanan dan Tugas® Internasional Revolusi Indonesia.

I. PERTAHANAN DAN REVOLUSI
INDONESIA

Segala soal politik dan sosial jang mau kita bahas, haruslah kita bahas dalam hubungan dengan Revolusi Indonesia. Tjara lain, tjara jang terpisah dari Revolusi Indonesia, adalah tidak tepat. Pendirian sematjam ini lebih² berlaku bagi pembahasan soal seperti pertahanan, karena tugas pertahanan jalah djustru untuk menjelamatkan dan mensukseskan Revolusi Indonesia. Dan djika kita mau membahas dalam hubungan dengan Revolusi Indonesia, maka kita harus memberikan perhatian jang istimewa pada soal front nasional, karena Revolusi Indonesia adalah Revolusinja seluruh Rakjat jang anti-imperialis dan anti-feodal, dan kekuatan Revolusi jang memang beranekawarna itu hanja akan bisa berkembang djika terdapat front nasional jang djaja. Dengan demikian, front nasional dan pertahanan merupakan satu kesatuan jang takterpisahkan, kedua²nja mempunjai tugas pokok untuk mengabdi- kan diri kepada Revolusi kita. Adalah tidak mungkin samasekali untuk mem- bangun pertahanan nasional djika kekuatan² Rakjat terpetjah, dan oleh karena itu, front nasional merupakan potensi utama untuk pertahanan nasional. Lebih dari itu, dapat kita katakan bahwa pertahanan nasional tidak bisa kuat kalau front nasional tidak kuat. Pengalaman perdjuanġan Rak-

jat Indonesia sedjak tahun 1945 membuktikan ke- benaran prinsip ini. Pada awal Revolusi Agustus kita, kita banjak mengalami kesukaran² dan ke- munduran² jang pada pokoknjadisebabkan karena front nasional kurang kuat atau malahan tidak kuat,walaupun semangat berdjuang Angkatan Bérsendjata serta seluruh Rakjat kita bukan main besarnja. Djikadikatakan front nasional kurang kuat atau malahan tidak kuat, ini tidak berarti bahwa waktu itu belum ada sesuatu jang berbentuk front nasional setjara organisasi. .Dalam masa Revolusi Agustus kita, sudah berkali-kali dapat dibentuk orġanisási jang berbentuk front nasional, tapi organisasi² itu hanja mentjapai kerdjasama dipusat atau diantara para pemimpin dan tidak berhasil dalam mempersatukan. seluruh potensi Rakjat setjara riil. PERTAHANAN NASIONAL HARUS TUNDUK PADA STRATEGI UMUM REVOLUSI INDONESIA

Kalau saja katakan bahwa pertahanan nasional dan front nasional merupakan satu kesatuan jang takterpisahkan, maka ini berarti bahwa pertahanan nasional harus mendjadi satu bagian jang takterpisahkan pula daripada perdjuangan nasional Rakjat kita setjara keseluruhannja, atau dengan kata lain, pertahanan nasional harus tunduk pada strategi umum Revolusi Indonesia. Prinsip ini harus berlaku bagi seluruh Angkatan Bersendjata Republik Indonesia. Dengaņ demíkian, maka bukan

hanja seluruh Angkatan Bersendjata negeri kita harus dipersatukan dengan satu doktrin, jaitu doktrin daripada Revolusi Indonesia, tetapi djuga seluruh Rakjat Indonesia harus dipersatukan dengan satu doktrin jang sama. Strategi umum daripada Revolusi Indonesia sudah dirumuskan setjara lengkap didalam Mani- festo Politik Republik Indonesia dengan pedoman² pelaksanaannja seperti jang telah ditetapkan oleh MPRS didalam dua Sidang Plenonja jang diada- kan dalam bulan November~Desember 1960 dan dalam bulan Mei 1963. Rakjat Indonesia benar² beruntung sekali sudah mempunjai satu pegangan resmi jang merupakan doktrin negara dan jang didukung oleh segenap golongan revolusioner tan- pa perketjualian. Manipol menetapkan dengan sangat djelas bahwa tahap Revolusi Indonesia sekarang adalah tahap revolusi nasional dan demokratis, jaitu nasional karena menentang imperialisme dan kolonial- isme", serta demokratis karena menentang keter- belakangan feodal dan menentang otokrasi atau

kediktatoran, baik militer maupun perseorangan".

(Tubapi, hal, 84). Dengan ditetapkannja sifat nasional dan demokratis dari Revolusi kita, maka sekaligus mendjadi djelas pula kekuatan² sosial daripada revolusi kita. Dalam Manipol djelas dikatakan bahwa kita harus melakukan konsentrasi kekuatan nasional", jaitu kekuatan seluruh Rakjat Indonesia, kekuatan seluruh bangsa jang menentang imperialisme-kolo- nialisme". Menentang imperialisme dan kolonial-

isme dengan sendirinja berarti djuga menentang

feodalisme, karena feodalisme adalah basis sosial daripada imperialisme-kolonialisme. Selandjutnja didjelaskan pula bahwa: Dengan tidak mengu- rangi arti dari klas® dan golongan lain, sebagai- mana sudah sering di-tekan²kan oleh Presiden Sukarno, kaum buruh dan kaum tani, baik karena vitalnja maupun karena sangat banjak djumlahnja, harus mendjadi kekuatan pokok dalam Revolusi dan harus mendjadi soko-guru masjarakat adil dan makmur di Indonesia". (Tubapi, hal. 82). TENTARA KITA ADALAH KAUM TANI BERSENDJATA Mengapa dikatakan, bahwa kaum buruh dan kaum tani adalah kekuatan pokok dalam Revolusi? Ada orang setjara keliru mengira, bahwa ini ditudjukan untuk setjara di-bikin² memberi kedudukan istimewa kepada kaum buruh dan kaum tani, Tidak, ini tidak di-bikin2, ini adalah objektif, ini menentukan orientasi kita dan ini ada hubung- annja dengan haridepan revolusi kita. Kaum buruh mendjadi kekuatan pokok Revolusi oleh karena mereka, berhubung dengan kedudukan sosialnja, adalah jang paling konsekwen berdjuang untuk Sosialisme, jaitu masjarakat jang bersih dari penghisapan atas manusia oleh manusia. Oleh karena kaum buruh paling konsekwen berdjuang untuk Sosialisme, artinja klas ini tidak akan ber- henti berdjuang sebelum hapus segala bentuk penghisapan, maka mereka djuga paling konsekwen berdjuang melawan imperialisme dan sisa²

feodalisme untuk menjelesaikan tahap revolusi sekarang, jaitu tahap nasional dan demokratis jang mutlak harus diselesaikan sebelum dapat memulai dengan membangun Sosialisme. Sosialisme tidak mungkin dibangun dinegara jang tidak merdeka penuh. Kaum tani mendjadi kekuatan pokok Revolusi oleh karena mereka meliputi majoritet jang ter- besar sekali dari Rakjat dan jang tertindas oleh sisa² feodalisme. Oleh karenanja, hakekat daripada Revolusi kita pada tahap sekarang ini adalah revolusi agraria jang bertudjuan membebaskan kaum tani dari penghisapan feodal. Dengan de- mikian mendjadi djelas pula hakekat daripada tentara kita, jaitu kaum tani bersendjata, mereka adalah anak kaum tani atau masih ada hubungan keluarga jang dekat dengan kaum tani. Kaum buruh dan kaum tani adalah soko-guru Revolusi, pendorong madju revolusi bersama-sama dengan Rakjat pekerdja lainnja. Tanpa kaum buruh dan kaum tani tidak mungkin samasekali untuk membangun masjarakat apapun. Ja, tanpa kaum buruh dan kaum tani tidak mungkin ada masjarakat. Bajangkanlah betapa rupanja kita jang ber- kumpul dalam ruangan ini, djika tidak ada kaum tani dan kaum buruh jang memproduksi bahan pangan dan pakaian ! Dasar masjarakat, jaitu pen- tjiptaan kekajaan materiil, adalah hasil tjiptaan kaum buruh dan tani. Merekalah jang menghasilkan sandang-pangan, menghasilkan segala apa jang memungkinkan kita hidup. Sudah tentu kita tidak boleh meremehkan peranan golongan² lain

dalam masjarakat, seperti misalnja kaum keradjin- an tangan,intelektuil, pegawai negeri, anggota angkatan bersendjata dsb. PANTJA SILA ALAT PEMERSATU DAN PROGRESIF

Dengan ditetapkannja sifat serta kekuatan² sosial Revolusi Indonesia seperti demikian, maka mendjadi·djelas pula betapa penting peranan persatuan nasion atau front persatuan nasional sebagai sjarat mutlak untuk kemenangan revolusi kita. Dalam hubungan inilah maka penting peranan azas atau dasar negara kita seperti jang telah di- gali oleh Presiden, Sukarno, jaitu Pantja Sila. Pantja Sila merupakan alat pemersatu dan dengan demikian merupakan alat jang sangat penting dalam menggalang front persatuan nasional untuk mendjamin terlaksananja tuntutan² Revolusi Agus- tus 1945 sampai keakar-akarnja. Menerima Pantja Sila sebagai alat pemersatu berarti menerima ada- nja perbedaan2, karena kalau tiada perbedaan ti- daklah diperlukan alat pemersatu. Saja perlu menekankan hal ini, karena kadang² ternjata bahwa hal ini kurang difahami atau malahan tidak difahami. samasekali sehingga Pantja Sila diusahakan untuk dipergunakan bukan sebagai alat pemersatu, tetapi bahkan sebaliknja, sebagai alat pemetjah-belah. Usaha untuk mempergunakan Pantja Sila sebagai alat pemetjah-belah biasanja mengambil bentuk mentjopoti salahsatu ila dan mengatakan Sila itu sebagai sila jang ,terpenting" atau urat

tunggang"nja Pantja Sila. Padahal sudah djelas se-djelas2nja bahwa istilah Pantja Sila itu sendiri djustru dipergunakan karena semua Sila adalah sama deradjat, sama penting. Istilah seperti ,,Tri-Program", ,,Sapta Dharma" dan ,Dasa Sila" me- nundjukkan bahwa bagian² daripada 'masing² kon- sep itu membentuk satu kesatuan jang tidak boleh ditjopoti atau diprétéli. Soal ini berulang kali ditegaskan oleh Presiden Sukarno. Sedjak semula, jaitu dalam pidato ber- sedjarah jang diutjapkan pada tanggal 1 Djuni 1945, Presiden Sukarno sudah menekankan bahwa Pantja Sila dapat diperas mendjadi tiga, jaitu Tri- sila, dan malahan mendjadi satu, jaitu Eka Sila. Dan apakah itu ? Seperti dikatakan oleh Presiden, s e m u a u n t u k se m u a" atau g o-t o n g ~r o j o n g". Dan gotong-rojong itu apa? Seperti djuga didjelaskan oleh Presiden Sukarno: Gotong-rojong adalah pembantingan- tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, per- djuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat. kepentingan semua, k erin g at semua buat kebahagiaan semua, Holopis-kuntul baris buat ke p entin g an bersama! Itulah Gotong Rojong !" (Tubapi, hal. 38). Tidak hanja itu. Pantja Sila adalah alat pemersatu daripada aliran² pokok jang hidup didalam masjarakat kita jang oleh Presiden Sukarnó di- rumuskan dalam istilah NASAKOM, Djika se- karang sering diusahakan untuk mempergunakan Pantja Sila guna melawan gagasan NASAKOM, maka hal jang demikian sangat berlawanan de-

ngan konsepsi Pantja Sila. Hal ini telah dengan tegas sekali didjelaskan oleh Presiden Sukarno

didalam pidatonja pada tanggal 17 Agustus 1961,

jaitu pidato Resopim dimana dikatakan sbb.: Pantja Sila'adalah alat pemersatu ! Pantja Sila bukan alat pemetjah-belah'! Dengan Pantja Sila,

kita djuga mempersatukan tiga aliran besar jang

bernama Nasakom itu. Djadi djangan mempergunakan Pantja Sila untuk mengadudomba antara

kita dengan kita. Djangan mempergunakan Pantja

Sila untuk memetjah-belah Nasakom, memper- tentangkan kaum nasionalis dengan kaum agama, kaum agama dengan kaum komunis, kaum nasionalis dengan kaum komunis. Siapa jang main® dengan Pantja Sila untuk maksud² pengadudombaan

itu, ia adalah orang jang samasekali ta' me-

ngerti Pantja Sila, atau orang jang durhaka ke~

pada Pantja Sila, atau orang jang .... kepalanja sinting !"

Demikianlah pendjelasan² Presiden Sukarno tentang Pantja Sila sebagai alat pemersatu, sebagai alat pemersatu seluruh kekuatan Rakjat, sebagai alat pemersatu aliran² pokok didalam ma- sjarakat Indonesia, sebagai alat pemersatu daripada kegotongrojongan nasional jang berporoskan NASAKOM. Dengan pendjelasan² ini, mendjadi djelas pula bahwa front persatuan nasional di- negeri kita memang didasarkan dan disemen oleh

NÅSAKOM dengan Pantja Sila sebagai alat pe-

mersatunja. Ada sementara orang jang Komunisto-phobi berkata : Kaum Komunis tidak mungkin menerima

Pantja Sila karena mereka berfilsafat materialisme, sebagai materialis mereka tidak mungkin menerima Sila Ketuhanan Jang Maha Esa. Tentang ini per- nah saja djawab sbb.: ,,Tuan Komunisto-phobi, rupanja tuan pura² lupa bahwa dalam Pantja Sila tidak hanja ada sila Ketuhanan Jang Maha Esa, dan kami tidak setudju main 'urat tunġgang' seperti Hamka, jang mengatakan bahwa Ketuhanan Jang Maha Esa adalah urat tunggang Pantja Sila. Sebab, kalau demikian kaum nasionalis dapat pula mengatakan bahwa sila Kebangsaan adalah urat tunggang Pantja Sila, dan kaum Komunis dapat pula mengatakan bahwa sila Keadilan Sosial adalah turat tunggang Pantja Sila. Kalau sudah demikian apa- lagi artinja Pantja Sila sebagai alat pemersatu? Oleh karena itu kaum Komunis menentang pemré- télan atau pemisahan satu-persatu daripada sila² Pantja Sila. Kalau setudju Pantja Sila terimalah sebagai kesatuan, dan djika demikian ia tidak bisa lain daripada alat pemersatu atau Eka Sila. Go- tong Rojong.

Tuan Komunisto-phobi berbitjara tentang

kaum Komunis jang berfilsafat materialisme. Per- tama² saja bertanja, apakah tuan Komunisto-phobi tahu apa itu filsafat materialisme. Biasanja tidak, karena jang penting bagi kaum Komunisto-phobi bukannja berusaha mengetahui apa isi kata² jang dikeluarkannja, tetapi apa efek kata2 itu dalam usahanja menjerang kaum Komunis. Oleh karena itu mari saja batjakan beberapa kalimat dari buku peladjaran buat kader-bawahan PKI sbb.:

,'Masalah terpokok dari segala persoalan filsafat jalah masalah hubungan antara keadaan dan fikiran. Masalah hubungan antara keadaan dan fikiran adalah per-tama masalah manakah jang primer, manakah jang ada lebih dahulu dan jang.

menentukan antara keadaan dan fikiran'."

'Mengenai masalah terpokok dalam filsafat ini terdapat dua pandangan pokok, jaitu idealisme dan materialisme'." 'Pandangan atau pokok fikiran dan tjara menerangkan atau memahamkan segala sesuatu jang bertolak dari fikiran atau ide adalah idealisme. Idealisme berpendapat bahwa ide primer atau menentukan, sedangkan materi sekunder atau ditentukan'." ,,'Sebaliknja, pandanġan atau pokok fikiran dan tjara menerangkan atau memahamkan segala sesuatu jang bertolak dari keadaan kongkrit, dari materi adalah materialisme. Materialisme adalah pandangan dunia jang bertolak dari kenjataan

objektif'." (Pengantar Filsafat Marxis, Depagit-

prop CC PKI, 1962, halaman 9-10). Djadi, saja ulangi, materialisme adalah pan~ dangan dunia jang bertolak dari kenjataan objektif, tidak bertolak dari fikiran atau ide subjektif. Sekarang bagaimana dengan 5 sila daripada Pan~ tja Sila? Apakah 5 sila itu merupakan kenjataan objektif dari mana kaum Komunis bertitiktolak dalam melakukan segala kegiatannja, disamping masih ada kenjataan² objektif lainnja? Dengan pasti dapat saja djawab, bahwa 5 sila daripada Pantja Śila adalah kenjataan² objektif.

Tidak dapat dibantah bahwa dilihat dari keadaan masjarakat Indonesia dan próses perkem- bangan sedjarah Indonesia, pengaruh agama ada~ lah besar di Indonesia, dan satu kenjataan objektif bahwa dilihat dari segi keagamaan majoritet daripada kaum agama di Indonesia menganut faham

Ketuhanan Jang Maha Esa atau monotheisme (ber-Tuhan satu) dan bukan polytheisme (ber-

Tuhan lebih dari satu). ,Sekarang bagaimana dengan sila² lain, jaitu sila peri-kemanusiaan atau internasionalisme, sila kebangsaan atau nasionalisme/patriotisme, sila kerakjatan atau demokrasi dan sila keadilan sosial atau Sosialisme.? Adanja sila² ini adalah kenjata-

an-kenjataan objektif jang terdapat dalam tubuh

nasion Indonesia. Tidak bisa-lain, sebagai nasion jang terdjadjah dan tertindas, jang diperlakukan dengan tanpa perikemanusiaan, tanpa keadilan dan setjara otokrasi kolonial dan feodal, pada bangsa demikian setjara objektif timbul perdjuangan, un- tuk mentjapai masjarakat baru dimana berlaku norma² perikemanusiaan, dimana diindahkan hak- haknja sebagai nasion, dimana ada demokrasi dan keadilan sosial. Djadi, 5 sila dari Pantja Sila adalah kenjataan² objektif jang kalau kaum Komur.s dan siapa sadja mau sukses dalam pekerdjaannja di Indonesia ha- rus menerimanja dan mengindahkannja. Oleh ka- rena itu kaum Komunis tidak hanja tidak menen-

tang Pantja Sila, malahan djustru sebagai mate-

rialis jang bertitiktolak dari kenjataan² objektif kaum Komunis bisa menerima Pantja Sila dan

memperdjuangkan pelaksanaannja sebagai alat pemersatu segenap potensi nasional jang revolusioner. Jang ditentang oleh kaum Komunis bukanlah Pantja Sila, tetapi perbuatan orang² jang mau memrétéli Pantja Sila dan mau mendjadikannja sebagai alat pemetjah-belah persatuan nasional. Kaum Komunis mengakui bahwa dengan menerima Pantja Sila dimana salahsatu silanja adalah ke-Tuhanan Jang Maha Esa berarti tidak diperboleh- kan adanja propaganda anti-agama di Indonesia. Ini kami terima oleh karena kaum Komunis me- mang tidak mempunjai kepentingan untuk melaku- kan propaganda sematjam itu. Tetapi sebaliknja, kaum Komunis djuga menuntut bahwa dengan adanja sila² lain, di Indonesia tidak boleh dilaku~ kan paksaan beragama, karena ini tídak sesuai dengan rasa perikemanusiaan, rasa kebangsaan, tidak sesuai dengan demokrasi dan keadilan. Pada waktu Rakjat Indonesia belum memiliki program bersama jang berupa Manipol, banjak orang jang suka berbitjara tentang Pantja Sila sebagai 'wadah' dan tentang isi wadah ini dikatakan terserah kepada Rakjat Indonesia. Sekarang se- sudah kita mempunjai Manipol, saja berpendapat, kalau toch mau berbitjara tentang Pantja Sila sebagai 'wadah', isi daripada wadah itu tidak boleh lain daripada Manipol, djadi tidak boleh lain daripada isi progresif dan revolusioner. Ini sesuai dengan apa jang dikatakan oleh Bung Karno dalam pidato 'Tahun Kemenangán' bahwa salahsatu dari 9 wedjangan adalah 'Pantja Sila dan progresivis-

me'. Dengan penegasan ini djelaslah, bahwa Pantja

Sila, disamping merupakan alat pemersatu segenap potensi nasional, djuga harus progresif". (brosur Kursus Rakjat no..3 Patriotisme dan Internasional- isme, penerbitan Departemen Agitprop CC PKI, Djakarta 1962, halaman 41, 42, 43, 44). Djadi djelaslah, bahwa inti Pantja Sila adalah toleransi revolusioner, agar atas dasar ini semua kekuatan revolusioner dapat ditjakup dan dimobilisasi. Hal ini tidak boleh dilupakan kalau kita mau mendjadi- kan Pantja Sila alat pemersatu jang militant dan berguna bagi Revolusi Indonesia. Disamping mendjadi alat pemersatu, Pantja Sila adalah gagasan jang progresif. Hal ini dapat di- lihat dengan djelas dari utjapan Presiden Sukarno didalam pidatonja pada tanggal 17 Agustus, 1962, Tahun Kemenangan, dimana Bung Karno menje- but Pantja Sila dan progresivisme" sebagai salahsatu dari Sembilan Wedjangan. Pada pokoknja wedjangan Pantja Sila dan progresivisme" berarti bahwa Pantja Sila merupakan alat untuk me- menangkan revolusi jang bersifat nasional dan demokratis, jang bersifat anti-imperialis dan anti- feodal serta berperspektif Sosialisme. Pantja Sila samasekali tidak boleh dipakai untuk maksud² re- aksioner dan kontra~revolusioner.

STRATEGI UMUM DAN POLITIK PERTAHANAN

Selandjutnja, kalau kita mau mengerti benar² revolusi Indonesia, kita harus memahami benar² -tentang dua tahap Revolusi Indonesia. Tidak me-

mahami ini sama halnja dengan tidak memahami Revolusi Indonesia. Kita harus memahami dan mejakini benar², bahwa Revolusi Inonesia mempunjai dua tahap. Tahap pertama jalah tahap nasional dan demokratis, dan tahap kedua jalah tahap Sosialis. Soal ini ditegaskan dalam pidato Bung Karno Djarek" jang diutjapkan pada tanggal 17 Agustus, 1960, dan dikembangkan lebih landjut dalam hubungan dengan membitjarakan strategi dasar ekonomi Indonesia, seperti jang ditetapkan didalam Deklarasi Ekonomi (Dekon). Disitu dinjatakan bahwa: Perlu disedari dan difahami bahwa strategi dasar ekonomi Indonesia. tidak da- pat dipisahkan dari strategi umum Revolusi Indonesia", dan bahwa ,Menurut strategi dasar ekonomi Indonesia, maka dalam tahap pertama kita harus mentjiptakan susunan ekonomi jang bersifat nasional dan demokratis, jang bersih dari sisa² imperialisme dan bersih dari sisa² feodalisme. Tahap pertama adalah persiapan untuk tahap kedua, jaitu tahap ekonomi Sosialis Indonesia, ekonomi tanpa penghisapan manusia oleh manusia, tanpa 'exploitation de l'homme par l'homme'" (Dekon, fasal 3). Djuga dinjatakan dengan tegas bahwa Kita sekarang sedang berada dalam tahap pertama Revolusi kita". (Dekon, fasal 4). Strategi umum Revolusi Indonesia tentu berlaku bagi seluruh kehidupan negeri kita. Ia berlaku bu~ kan hanja untuk bidang ekonomi melainkan djuga untuk bidang lain, seperti kebudajaan, hukum, pendidikan, pertahanan, dll.· Seperti sudah saja tegaskan diatas, pertahanan nasional kita harus

unduk pada strategi umum revolusi Indonesia. Strategi dasar ekonomi seperti jang ditetapkan didalam Dekon mempunjai dua konsekwensi jang amat penting untuk didjadikan pegangan dalam setiap tindakan atau langkah pada saat ini dan untuk selandjutnja, jaitu, pertama, bahwa tugas kita pada saat ini bukanlah untuk membangun ma- sjarakat Sosialis melainkan untuk membangun ma- sjarakat nasional dan demokratis, dan kedua, bahwa, oleh karena perspektif revolusi kita adalah Sosialisme dan bukan kapitalisme, maka tidak bo- leh diambil tindakan dalam menjelesaikan tahap pertama ini jang berlawanan dengan perspektif Sosialisme itu. Demikian, Sdr², pokok² mengenai strategi umum revolusi Indonesia dalam hubungannja dengan pertahanan nasional kita. Saja telah sengadja membeberkan masalah ini setjara agak terperintji dan dengan mempergunakan beberapa kali kutipan sebab ini semua mendjadi dasar pegangan bagi kita dalam menentukan doktrin pertahanan nasional dan dalam memahami hubungan antara pertahanan nasional dengan front nasional. Soal pertahanan kita telah memperoleh suatu ketegasan jang singkat tetapi djuga tjukup djelas didalam Ketetapan MPRS No. II/1960 dimana dikatakan sebagai berikut : Politik keamanan/pertahanan Republik Indonesia berlandaskan Manifesto Politik Republik Indonesia beserta perperintjiannja dan berpangkal ke- pada kekuatan Rakjat dengan bertudjuan mendja- min keamanan/pertahanan nasional serta turut

mengusahakan terselenggaranja perdamaian dunia. Pertahanan Negara Republik Indonesia bersifat defensif-aktif dan bersikap anti-kolonialisme dan anti-imperialisme dan berdasarkan pertahanan Rakjat semesta jang berintikan tentara sukarela dan milisi". (Ketetapan MPRS II/1960, Bab II fasal 4, ajat (4) dan (5)). Djuga dikatakan, bahwa Sebagai konsekwensi daripada bentuk dan sifat Keamanan/Pertahanan RI itu, maka Angkatan Perang Republik Inđonesia turut serta menjelesaikan tuntutan® revolusi nasiò- nal dalam bidangnja masing". (Ketetapan MPRS II/1960, Lampiran A, Bab III, ajat 41). Ketetapan MPRS ini merupakan rumusan pertahanan nasional jang memang sesuai dengan strategi umum revolusi kita. Kalau kita renungkan setjara mendalam kata² ,bersikap anti-kolonialisme dan anti-imperialisme dan berdasarkan pertahanan Rakjat semesta jang berintikan tentara sukarela dan milisi", saja rasa bahwa tema tjeramah ini mendjadi djelas sekali. Dasar daripada pertahanan kita adalah pertahanan Rakjat semesta, atau dalam kata lain pertahanan front persatuan nasional, se- dangkan tentara sukarela dan milisi merupakan intinja. Dasar dan inti merupakan satu kesatuan, seperti halnja front nasional dan pertahanan nasional djuga merupakan satu kesatuan. Djika hal ini sudah djelas, maka perlu kita ha- dapi sekarang pertanjaan, jaitu : apakah TNI kita mempunjai sjarat jang tjukup untuk mendjadi inti sematjam ini, jaitu untuk melaksanakan pertahanan nasional jang sepenuhnja sesuai dengan·strategi

umum Revolusi Indonesia, untuk mendjadikan per-

tahanan nasional sebagai bagian jang takterpisah- kan dari front persatuan nasional? Dengan tegas saja djawab pertanjaan ini: Ja, TNI kita benar² mempunjai tjukup sjarat untuk mendjalankan pe- ranan ini, dan oleh karena itu, TNI kita adalah alat Rakjat Indonesia jang sedang berevolusi, alat daripada Revolusi Indonesia jang nasional-demokratis dan berperspektif Sosialisme. TJIRI TNI: ANTI-FASIS, DEMOKRATIS, ANTI-IMPERIALIS DAN BER-TJITA SOSIALISME

TNI kita lahir dalam kantjah perang dunia ke-II, jaitu perang anti-fasis. TNI lahir dengan tugas pertamanja menjapu bersih tentara fasis Djepang dari negeri kita. Djadi, tjiri kepribadian TNI jang utama jalah anti-fasis, anti-kediktatoran, anti-otokrasi. TNI kita lahir dalam kantjah revolusi Rakjat sehingga tjiri kepribadian TNI jang lain jalah kerakjatan atau demokratis. TNI kita lahir dalam kantjah revolusi nasional melawan imperialisme untuk menegakkan dan mempertahan- kan Republik Proklamasi, jaitu kemerdekaan nasional, sehingga anti-imperialisme adalah djuga tjiri kepribadian TNI. Djadi, tjiri kepribadian TNI adalah anti-fasis, demokratis dan anti-imperialis. Karena haridepan Revolusi kita adalah Sosialisme, maka djuga mendjadi tjiri kepribadian TNI: ber-tjita Sosialisme.

Oleh karena ini semua, PKI selalu mendjundjung

tinggi sembojan : Dwitunggal Rakjat dan Ang-

katan Bersendjata". Sembojan ini berarti, bahwa Rakjat Indonesia tak dapat memenangkan Revo- lusinja, membela republik proklamasinja dan me- lengkapkan kemerdekaan nasionalnja tanpa An- katan Bersendjata jàng mengabdi kepada Rakjat dan Revolusi. Dan sebaliknja, Angkatan Bersendjata kita akan kehilangan dasar revolusionernja, melepaskan tjiri² kepribadiannja, djika tidak terus bersatu dengan Rakjat dan Revolusi. Kebenaran sembojan ini dibuktikan dari berba- gai pengalaman, terutama dalam kita menghadapi pemberontakan² kontra-revolusi PRRI-Permesta, DI-TII, dan dalam menghadapi perdjuangan untuk membebaskan Irian Barat dari pendjadjahan Be- landa. Kemenangan² jang telah ditjapai dalam menghadapi antjaman² kontra-revolusi ini dapat ditjapai berkat kerdjasama jang erat antara Angkatan Bersendjata dengan Rakjat, antara pertahanan dengan front nasional. Dasar jang paling kokoh dalam mentjapai ke- satuan antara pertahanan dengan front nasional, antara angkatan perang dengan Rakjat jalah program umum Revolusi Indonesia, jaitu Manipol. Manipol meletakkan dasar² bagi demokrasi terpimpin kita. Malahan Manipol merupakan unsur pimpinan itu sendiri. Sering ada salah-tafsiran tentang apa jang dimaksudkan dengan Demokrasi 'ferpimpin. Salah-tafsiran itu bisa mengambil ben- tuk pengertian bahwa. Demokrasi Terpimpin berarti kediktatoran perseorangan atau kediktatoran militer. Anggapan ini adalah samasekali keliru dan meleset. Demokrasi Terpimpin adalah Demokrasi

jang dipimpin bukan oleh satu orang atau satu angkatan atau satu golongan. Demokrasi Terpim~ pin adalah Demokrasi jang dipimpin oleh program umum revolusi dan karena revolusi kita adalah revolusi seluruh Rakjat melawan imperialisme dan feodalisme, maka program umum itu adalah milik Rakjat dan membela serta memperdjuangkan kepentingan-kepentingan Rakjat. MANIPOL ADALAH DJUGA DOKTRIN ANGKATAN BERSENDJATA KITA

Mengenai hal ini, Presiden Sukarno didalam pidato Resopim telah memberikan pendjelasan sbb.: Negara dan Rakjat sudah menerima Manipol dengan ketetapan MPRS-nja, maka semua warganegara harus dipimpin oleh Manipol. Rakjat sudah dipimpin oleh Manipol, militer djuga harus dipimpin oleh Manipol. Bukan militer atau bedil jang memimpin Manipol tetapi Manipol jang memimpin militer dan bedil!"Penegasan ini adalah bantahan jang paling tepat terhadap fitnahan² kaum imperialis se-akan² Demokrasi Terpimpin kita adalah kediktatoran perseorangan atau kediktatoran militer. Sekaligus penegasan ini mendje- laskan, bahwa doktrin Angkatan Bersendjata kita, sebagai sesuatu jang takterpisahkan dari Revolusi kita keseluruhannja, adalah Manipol. Teori tentang pertahanan nasional harus sesuai dengan strategi umum Revolusi Indonesia tahap sekarang, jaitu revolusi nasional dan demokratis, sedangkan pedoman bagi tiap² Angkatan Bersen~

djata Republik Indonesia haruslah sesuai dengan

teori pertahanan nasional tersebut itu. Hanjalah pertahanan jang bersifat nasional anti-imperialis dan anti-kolonial serta jang bersifat demokratis

anti-feodal dapat merupakan pertahanan jang

mengabdi pada Revolusi Indonesia, Demikian pula tiap² Angkatan Bersendjata Republik Indonesia, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, maupun Angkatan Kepolisian tanpa ke~ tjuali seharusnja tunduk pada teori tentang perta- R hanan nasional tersebut. Sebagaimana sudah dikemukakan, pertahanan nasional Republik Indonesia adalah pertahanan Rakjat, jaitu pertahanan dari seluruh kekuatan front persatuan nasional atau seluruh kekuatan Rakjat revolusioner. Sudah barang tentu pertahanan Rakjat mempunjai tjiri² jang mengabdi pada Rakjat, berdjuang untuk Rakjat dan tendiri dari Rakjat. Kaum Komunis Indonesia selalu menjerukan sembojan : ,,Dwitunggal Rakjat dan Angkatan Bersendjata". Sembojan ini dengan tegas menun- djukkan bahwa kaum Komunis tetap mendjun- djungtinggi pengalaman pertahanan Rakjat selama Revolusi Agustus 1945 tentang pentingnja hu- bungan dan kerdjasama antara Rakjat dan Angkatan Bersendjata sebagaimana dalam kiasan se- ring dinjatakan ,,bagaikan ikan dan air". Oleh karena itu, agar ikan dapat hidup sehat dan ber- kembang. biak, air tidak boleh mengandung tuba atau ratjun. Tuba dan ratjun bagi persatuan nasional jalah perpetjahan dan phobian. Satu ke-

harusan bahwa pertahanan kita mengabdi pada Rakjat, karena tudjuan pertahanan kita sesuai dengan tudjuan Rakjat Indonesia. Tidak ada kepentingan lain ketjuali kepentingan Rakjatlah jang harus diabdi oleh Angkatan Bersendjata kita. Djika ada kepentingan² jang bertentangan dengan keinginan dan aspirasi Rakjat dalam pertahanan, maka djelaslah bahwa pertahanan nasional jang sedemikian bukanlah pertahanan Rakjat. Tidaklah mengherankan bahwa pertahanan Rakjat hanjalah dapat ditjiptakan, dikembangkan dan dikonsolidasi oleh Angkatan Bersendjata jang benar² terdiri dari elemen² Rakjat, Sebagai satu bagian dari kekuatan front nasional, maka Angkatan Bersendjata ada~ lah Rakjat, dan oleh karena itu seharusnja revolusioner. Sebagai perseorangan, anggota Angkatan Bersendjata R.I. pada umumnja adalah anak Rakjat, dan banjak sekali anak kaum buruh dan terutama sekali anak kaum tani, dan oleh karena itu djuga harus revolusioner. Angkatan Bersendjata adalah bagian jang tidak terpisahkan daripada kekuasaan negara. Demikian pula Angkatan Bersendjata Republik Indonesia adalah bagian dari Negara Republik Indonesia. Dengan demikian sebagai alat dari kekuasaan ne~ gara Republik Indonesia, ia adalah pelaksana dari haluan negara Republik Indonesia. Mengingat bahwa haluan negara R.I. adalah Manipol be- serta pedoman² pelaksanaannja, maka Angkatan Bersendjata R.I. tidak bisa lain adalah pelaksana² Manipol dan pedoman² pelaksanaannja. Memang, sekarang Negara R.I. masih terdiri

dari dua aspek. Pertama aspek jang mewakili kepentingan² Rakjat, jang bersifat anti-imperialis dan anti-feodal, dan kedua aspek jang mewakili kepentingan² musuh² Rakjat, jang, bersifat anti-Rakjat. Hal ini dimungkinkan karena masih ada- nja kekuatan² gelap jang setengahmati membela kepentingan musuh² Rakjat. Dari sinilah pentingnja politik Presiden Sukarno mengenai retuling aparatur negara dan prinsip revolusi dari atas dan dari bawah" (Djarek). Meskipun kekuatan jang mewakili kepentingan² Rakjat tiap hari ma- kin bertambah besar, bersamaan dengan itu masih ada kekuatan² jang berusaha, membendung arus Revolusi. Sebagai alat kekuasaan negara, Angkatan Bersendjata Republik Indonesia sebagai ke- seluruhan selaku alat kekuasaan negara jang ber-Manipol, tergolong pada aspek jang mewakili kepentingan² Rakjat, aspek Rakjat. Kalau ada ele~ men-elemen jang tidak tergolong pada aspek Rakjat dalam Angkatan Bersendjata pastilah mereka itu asing dalam Angkatan Bersendjata. Adalah tugas dari semua anggota Angkatan Bersendjata untuk benar² berdjuang difihak Rakjat dan me- lawan setiap usaha kontra-revolusioner. Suatu tjiri lain daripada Angkatan Bersendjata serta pertahanan Republik Indonesia jalah ber- hubung dengan kedudukan geografis Indonesia. indonesia termasuk negeri jang besar dilihat dari luas negerinja dan dari besarnja djumlah pendu- duk. Sebagai negeri kepulauan jang tidak dapat terisolasi dari dunia ramai, karena sjarat²nja jang tidak terbatas untuk mempunjai hubungan laut,

Indonesia merupakan negeri maritim jang luas. Sedjarah Indonesia djuga menundjukkan bahwa pelaut² Indonesia telah mempunjai pengalaman jang kaja dalam mengarungi lautan dan mengada- kan hubungan dengan negeri² lain, seperti Tiong- kok, India, babkan sampai ke Madagaskar. Adalah wadjar apabila Angkatan Bersendjata Indonesia mengembangkan segala potensinja, tidak terbatas pada Angkatan Daratnja, tetapi djuga pada Angkatan Laut dan Angkatan Udaranja. Pertahanan nasional Indonesia sangat ditentukan oleh perkembangan Angkatan Laut R.I. jang mampu menjatukan segala kepulauan Indonesia dan membela keutuhan wilajah Indonesia. Indonesia tidak hanja merupakan negeri maritim jang luas, tetapi merupakan negeri jang memerlu- kan djaring hubungan udara jang luas pula, jang tidak se-mata² disebabkan oleh luasnja hubungan udara, tapi lebih² oleh luasnja hubungan udara diatas negeri jang bersifat kepulauan. Kalau dikatakan bahwa laut antar-pulau telah menghubungkan wilajah Indonesia, maka tidaklah kurang pentingnja djika dikatakan bahwa hubungan uda- ralah jang mampu menghubungkan kepulauan Indonesia sampai ke-daerah² pedalaman. Makaitu peranan Angkatan Udara R.Í. adalah penting se- kali dalam soal pertahanan nasional Indonesia dan chususnja dalam membela keutuhan wilajah Republik Indonesia. Tetapi adalah keliru djika kita meremehkan pertahanan didarat, karena kaum imperialis ingin berkuasa atas tanahair kita bu- kannja dilaut atau diudara, tetapi didaratan di-

mana terdapat kekajaan alam kita jang terbesar dan terdapat Rakjat jang dapat mereka exploitasi. Dengan demikian maka adalah djuga tjiri dari Angkatan Bersendjata R.I. jalah kesatuan dan ko- ordinasi efektif dari empat Angkatan, termasuk Angkatan Kepolisian, dengan tidak bertitikberat pada salahsatu angkatan, jaitu kesatuan dan kor- dinasi efektif antara Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Kepolisian. Usaha untuk meletakkan titikberat pada salahsatu angkatan sadja, tidak akan dapat memainkan pe- ranan sebagai alat kekuasaan jang benar² sesuai dengan kechususan negeri kepulauan Indonesia.

1I. PERTAHANAN DAN TUGAS2 INTER-NASIONAL REVOLUSI INDONESIA

Didalam bagian kedua ini saja ingin memberi beberapa pendjelasan mengenai tugas2 internasio- nal Revolusi Indonesia dalam hubungannja dengan pertahanan nasional kita. Titiktolak kita jang per- tama dalam membahas masalah ini jalah Manipol jang menetapkan tiga kerangka Revolusi Indonesia dimana kerangka ketiga berbunji sbb.: Pembentukân satu persahabatan jang baik antara Republik Indonesia dan semua negara didunia, terutama sekali dengan negara Asia-Afrika, atas dasar hormat-menghormati satu sama lain, dan atas dasar bekerdjasama membentuk satu Dunia Baru jang bersih dari imperialisme dan kolonialisme, menudju kepada Perdamaian Dunia jang sempurna". (Tubapi, hal. 81). Titiktolak kita jang kedua jalah pidato Presiden Sukarno dimuka Sidang Umum PBB tahun 1960 serta Perintjian Garis Besar politik luarnegeri R.I. jang telah ditetapkan oleh DA dalam bulan Dja~ nuari 1960 dan djluga telah disahkan oleh MPRS, dimana dinjatakan sbb.:

Rakjat Indonesia berdjuang dengan meng-

galang persatuan Nasional anti-imperialisme-kolonialisme didalam negeri, sebagai bagian dari-pada perdjuangan untuk kepentingan ummat ma- nusia didunia. Pengabdian kepada perdjuangan

kemerdekaan Nasional jang,penuh itu tidak dapat

di-pisah²kan dengan kerdjasama internasional anti-imperialisme-kolonialisme". (Tubapi, hal. 258). Berdasarkan pendjelasan² ini, maka seperti hal~ nja musuh Revolusi Indonesia adalah imperialisme, demikian pula tugas internasional Revolusi Indonesia pada pokoknja adalah tugas untuk meng- ambil bagian jang aktif dalam perdjuangan anti~ imperialis, anti-kolonialis dan anti-neo~kolonialis. Tugas ini mempunjai dua segi jang masing² mem- pengaruhi pertahanan nasional kita. Disatu fihak berarti, bahwa pertahanan nasional kita harus be- kerdjasama dengan kekuatan² anti-imperialis diseluruh dunia atau front internasional anti-imperialis dan tjintadamai. Difihak lain, berarti bahwa pertahanan nasional kita harus selalu siap untuk membela tanahair kita terhadap serangan² kaum imperialis. ANGKATAN BERSENDJATA KITA ADALAH BAGIAN DARI THE NEW EMERGING FORCES

Seperti sudah berulang kali ditekankan oleh Presiden Sukarno sedjak pidatonja jang diutjap- kan dimuka Konferensi Kepala² Negara Negara Non-Aligned jang diadakan di Beograd, bulan September 1961, Indonesia telah menempatkan diri didalam kekuatan "the new emerging forces" jang sedang berkonfrontasi dengan "the old established forces". Didalam "the new emerging forces" ter~ masuk negara² baru merdeka jang anti-imperialis dan anti-kolonial, negara² kubu sosialis serta kekuatan² progresif lainnja jang terdapat diseluruh

dunia. Penegasan ini berarti, bahwa setiap ke~ menangan jang ditjapai oleh gerakan² atau negara² jang termasuk didalam "the new emerging forces" adalah kemenangan bagi Revolusi kita sendiri, seperti halnja kemenangan² jang ditjapai dalam pro- ses perkembangan Revolusi kita djuga merupakan kèmenangan bagi seluruh kekuatan² baru jang sedang tumbuh itu. Dewasa ini kaum imperialis sedunia jang dike- palai oleh kaum imperialis Amerika Serikat sedang melantjarkan agresi dan intervensi terutama terhadap negara² di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Di Vietnam Selatan, perang jang tak dinjatakan sedang dikobarkan oleh kaum imperialis AS. Me- reka djuga sepenuhnja bertanggungdjawab terhadap pertentangan2 baru jang timbul di Laos se- hingga negeri itu diantjam lagi oleh perang dalam-negeri, Kuba, jaitu negara bebas pertama dibenua Amerika, djuga menghadapi antjaman² terus- menerus dari kaum imperialis Amerika Serikat. Semua perdjuangan ini mendapat sokongan pe- nuh dari Rakjat Indonesia seperti halnja Revolusi Agustus 1945 dan perdjuangan Rakjat Indonesia untuk membebaskan Irian Barat dari kekuasaan kolonialis Belanda djuga telah sepenuhnja di- sokong dan dibantu oleh kekuatan² "the new emerging forces" diseluruh dunia. Sama halnja dengan Revolusi Indonesia, jang musuh nomor satu dan musuh paling berbahaja- nja adalah imperialisme AS, bagi kekuatan² diseluruh dunia jang berdjuang melawan imperialisme dan kolonialisme, imperialisme AS djuga me-

rupakan musuh' nomor satu dan musuh paling ber- bahaja. Angkatan Perang Republik Indonesia, sesuai dengan tugas revolusinja jang anti-imperialis, dju- ga menjokong kerdjasama erat dan saling men~ dukung diantara Rakjat Indonesia dengan Rakjat² lain jang termasuk didalam "the new emerging forces". Dengan mengambil sikap jang demikian, maka hubungan antara pertahanan nasional dengan front nasional tentu mendjadi semakin erat dan kuat. Dalam hubungan ini, saja ingin menjebut ma- salah Konggo dimana angkatan perang kita telah mengambil bagian jang aktif dengan djalan mengirimkan beberapa kali pasukan Garuda. Perdjuangan Rakjat Konggo untuk kemerdekaan nasional dibawah pimpinan pahlawan Patrice Lumumba dalam tahun 1961 telah mentjapai berbagai ke- menangan. Dan sewaktu kaum imperialis. Belgia mengadakan agresi terhadap negara merdeka Konggo jang baru berdiri itu, maka negeri kita dengan tepat memutuskan untuk mengirimkan pa~ sukan-pasukan agar ikut membela perdjuangan anti-imperialis Rakjat Konggo itu. Tetapi, setelah pembunuhan Patrice Lumumba, maka makin lama Konggo makin mendjadi panggung perkelahian antara kaum kolonialis Belgia jang didukung oleh kaum imperialis Inggris dan Perantjis disatu fihak sedangkan difihak lain kaum imperialis AS sedang berusaha keras untuk menguasai negeri jang sangat kaja akan bahan² pelikan itu. Dalam keadaan demikian, sudah tidak ada dasar

anti-imperialis lagi bagi peranan Pasukān Garuda di Konggo sehingga seharusnja sudah ditarik sesuai dengan kedudukan Indonesia sebagai salah- satu negeri "the new emerging forces". Oleh karena itu saja menjambut baik apa jang pernah di- terangkan oleh Djenderal Jani, bahwa Pasukan Garuda akan ditarik dari Konggo. Tak dapat di- biarkan angkatan perang kita terlibat dalam seng- keta antar imperialis, karena tugas internasional- nja adalah melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme dimanapun didunia ini. Seperti telah saja katakan diatas, segi kedua daripada tugas internasional revolusi kita sedjauh mengenai pertahanan nasional, jalah supaja kita selalu siap untuk membela tanahair dari serangan² kaum imperialis. Hal ini tetap mendjadi suatu hal jang aktuil bagi pertahanan nasional kita. Republik Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudera sehingga dengan demikian menèm- pati posisi geografis jang sangat strategis. Kaum imperialis sudah sedjak lama dan terus-menerus berusaha menjeret kita kedalam blok2 militer jang telah lama mereka bangun didaerah dunia ini, terutama SEATO. Tetapi berkat perdjuangan serta kewaspadaan Rakjat Indonesia, maka setiap usaha jang demikian selalu mengalami kegagalan. Bah- kan Indonesia telah dapat berpegang teguh ke- pada tradisi²nja jang anti-imperialis, terutama dalam memperkembangkan kerdjasama jang erat antara negara² Asia-Afrika atas dasar Dasa Sila

Bandung jang anti-imperialisme dan anti-kolonial-

isme.

Tetapi negeri kita masih dikelilingi oleh negara² SEATO, dan kaum imperialis, terutama kaum imperialis AS, tidak pernah menghentikan usaha- nja untuk menjeret Índonesia kedalam blok² mi- liternja. Tjara jang paling tepat untuk menolak usaha² jang demikian jalah terus-menerus menggalang front persatuan nasional didalamnegeri dan terus-menerus menggalang front persatuan internasional anti-imperialis dengan kekuatan² anti-imperialis diseluruh dunia. Usaha neo-kolonialis untuk mendirikan Federasi Malaysia diperbatasan negeri kita djuga merupakan antjaman jang berbahaja sekali terhadap kemerdekaan nasional kita. Perdjuangan Rakjat Kalimantan Utara disamping merupakan perdjuangan heroik untuk membela kemerdekaan nasional Kalimantan Utara jang telah diproklamasikan pada tanggal 8 Desember, 1962, djuga merupakan perdjuangan jang langsung membantu Republik kita dalam hubungan dengan membela kemerdekaan nasional kita, sendiri. Ini merupakan tjontoh jang djelas sekali dari hubungan erat antara tugas internasional Revolusi Indonesia jang bersifat anti-imperialis dengan pertahanan nasional kita sendiri jang pada pokoknja bertugas untuk membela kemerdekaan nasional kita dari serangan² kaum imperialis.

TOLAK MASUK SEATO BAIK DARI PINTU MUKA MAUPUN PINTU BELAKANG

Dalam hubungan ini, saja merasa perlu menjing-

gung usaha² jang sedang didjalankan untuk mendirikan apa jang dinamakan Konfederasi Maphilindo. Dasar satu²nja jang kuat bagi bentuk ker- djasama antara negeri kita dengan negeri² lain, termasuk pula negeri² tetangga kita, jalah dasar² anti-imperialisme dan anti-kolonialisme. Hal ini sudah ditetapkan didalam kerangka ketiga Mani-

pol jang saja kutip diatas. Hal ini djuga. sudah

merupakan' segi utama daripada politik luarnegeri

RI, terutama sedjak Konferensi A-A jang ber-

langsung di Bandung dalam tahun 1955. Sampai sekarang kita belum mengetahui sampai kemana prinsip2° Bandung diindahkan dalam hubungan dengan projek Maphilindo. Jang kita ketahui, Ma- raya, salahsatu tjalon pesertanja, sepenuhnja men- djalankan politik kaum imperialis Inggris, disam-.

ping kenjataan bahwa kaum imperialis AS djuga

sedang berusaha untuk menjingkirkan kaum impe-

rialis Inggris dari negeri itu. Sedangkan Philipina,

tjalon peserta lainnja, sudah dikenal sebagai negara anggota SEATO. Berdasarkan fakta2 ini,

maka beralasan benar timbulnja kechawatiran² di-

negeri kita, bahwa Maphilindo itu akan mendjadi anak kandungnja SEATO atau neefnja ASA.

Djika demikian halnja, maka seandainja.RI masuk kedalam Konfederasi Maphilindo itu bisa ber-

arti bahwa apa jang telah kita tolak, jaitu untuk

masuk SEATO ataupun untuk masuk ASA achir- nja akan dilaksanakan| pula lewat djalan lain. Usaha² untuk menjeret negeri kita kedalam blok² itu melalui pintu muka telah gagal. Hendaknja djangan kita setjara sedar atau tidak masuk dari pintu belakang. Ini saja kemukakan supaja kita lebih waspada. Djika kaum imperialis, terutama kaum imperialis AS, jang sekarang merupakan musuh nomor satu Rakjat Indonesia, berhasil mengepung negeri kita dengan melalui pembentukan Federasi Malaysia atau pembentukan Konfederasi Maphilindo, maka sudah dapat dipastikan bahwa tugas pertahanan nasional negeri kita dalam usaha membela diri ter- hadap serangan² imperialis akan mendjadi lebih berat lagi dan memerlukan kewaspadaan jang lebih tinggi daripada sebelumnja.

III. KESIMPULAN² Sekarang saja sampai pada achir tjeramah saja. Berdasarkan pendjelasan² diatas, maka dapat- lah disimpulkan beberapa tjiri dari Angkatan Bersendjata Republik Indonesia sbb. : Tjiri pertama : Angkatan Bersendjata R.I. adalah anti-fasis, demokratis, anti-imperialis dan ber- tjita2 Sosiaiisme Indonesia. Ia alat untuk mengabdi Revolusi Indonesia, untuk mengubah masjarakat Indonesia dewasa ini mendjadi masjarakat Indonesia jang merdeka penuh dan demokratis se- bagai landasan untuk menudju ke Sosialisme. Makaitu ia mengabdi pada Rakjat, berdjuang un- ruk Rakjat dan terdiri dari Rakjat. Untuk dapat melaksanakan tugas²nja Angkatan Bersendjata

R.I., jang djuga anggota Front Nasional berporos- kan Nasakom, semestinja dipimpin oleh Program Bersama dari Revolusi Indonesia, jaitu Manipol dan pedoman² pelaksanaannja. Manipol adalah djuga doktrin Angkatan Bersendjata kita. Tjiri kedua: revolusi Indonesia adalah bagian dari revolusi sosialis dunia, revolusi untuk men- tjiptakan dunia baru, dunia tanpa l'exploitation de l'homme par l'homme. Kekuatan Rakjat Indonesia bersama dengan kekuatan² Rakjat Asia lainnja, Afrika dan Amerika Latin merupakan bagian jang penting dari kekuatan² baru jang sedang tumbuh dalam melawan imperialisme dan neo-kolonialisme. Mengingat hal ini Angkatan Bersendjata R.I. ada-

lah djuga alat untuk mengabdi perdjuangan besar daripada kekuatan² baru jang sedang tumbuh (the new emerging forces) melawan kekuatan lama jang masih bertjokol (the old established forces), untuk memperdjuangkan kemerdekaan nasional jang penuh, demokrasi, Sosialisme dan perdamaian dunia. Tjiri ketiga: kedudukan geografis Indonesia adalah chusus, karena dikelilingi oleh samudera Pasifik dan samudera Indonesia serta merupakan djembatan antara benua Asia dan Australia dan merupakan negeri kepulauan jang luas dengan djumlah penduduk jang besar. Mengingat hal in. Angkatan Bersendjata R.I. seharusnja mementing- kan kesatuan dan kordinasi jang efektif antara ke- empat Angkatan Bersendjata, jaitu AD, AL, AU dan AK, dengan tidak menitikberatkan pada salah- satu angkatan dan tidak melupakan artipenting Indonesia sebagai negeri maritim dan artipenting hubungan udara sebagai sjarat untuk membela keutuhan wilajah dimana bersemajam nasion Indonesia.

ISI hal. 3 Sekedar Pengantar 5 Tradisi persatuan sudah lama 7 Soal pertahanan soal seluruh Rakjat 9
IPertahanan dan Revolusi Indonesia .....
Pertahanan nasional harus tunduk pada stra- 10
tegi umum Revolusi Indonesia .....
12 Tentara kita adalah kaum tani bersendjata 14 Pantja Sila alat pemersatu dan progresif ... 21
Strategi umum dan politik pertahanan ......
Tjiri TNI : Anti-fasis, demokratis, anti-impe- rialis dan ber-tjita² Sosialisme 25 Manipol adalah djuga doktrin Angkatan Bersendjata kita 27 II Pertahanan dan tugas2 internasional Re- 33
volusi Indonesia .....
Angkatan Bersendjata kita adalah bagian dari
the new emerging forces .... 34
Tolak masuk SEATO baik dari pintu muka maupun pintu belakang III Kesimpulan²

22724

Untuk lebih mendalami soala jang diadjukan di- dalam tjeramah ini, buku D.N. Aidit berikut ini akan sangat membantu:

  • Pilihan Tulisan djilid I (habis)
  • Pilihan Tulisan djilid II ... …. (habis) * Pilihan Tulisan djilid I .. (akan terbit) * Pengantar Etika dan Moral Komunis Rp. 50. * Dekon dalam udjian 120.— *Tentang Marxisme ………Rp. 150. *
    Berani, berani, sckali lagi berani ..... 125.—
  • Hajo, ringkus dan ganjang kontra- revolusi! 40.—

  • " 25.— * PKI dan Polisi .. 30.—
    PKI dan ALRI (SESKOAL) .... (segera terbit)

Pesan pada Jajasan Pembaruan", kotakpos 2522 Djakarta

P.I.R. 294/65