Baca PDF (OCR): Api Kartini — No. 7 (1960)

27 halaman · 27 halaman diproses dengan OCR · 13.2 detik

Versi OCR mungkin terdapat kesalahan eja, ketik, tata letak, atau hal terkait tipografi. Untuk ketepatan hasil, silakan merujuk pada dokumen asli.

Daftar isi
  1. Api Kartini
  2. Pembantue:
  3. Uang Langganan:
  4. Tarip illan:
  5. Kontrak:
  6. Keterangan gambar kulit muka:
  7. SURAT DAR! REDAKSI
  8. Dia jang Abadi
  9. Bagaimana
  10. Pendapat
  11. Wawantjara kita beralih. Dari Ibu Hidajat ke..... Nj. Sudarman:
  12. Wawantjara kita teruskan dengan...... Nj. Fransisca:
  13. Nj. Rumamah:
  14. Mengenal Tanahair
  15. Kalimantan
  16. Pulau jang kaja akan sungai
  17. Tiri chusus suku Kalimantan Tengah.
  18. Hak sama disegala lapangan.
  19. Kebiasaan jang tradisionil.
  20. SEKEDJAP MATA
  21. Orangtua djuga
  22. Melihat D.P.R. Gotong-Rojong
  23. ,Taman Pendidikan Anak?"
  24. PERTANJAAN:
  25. DJAWABAN:
  26. Nj. Soedjono Klitren Jogjakarta,
  27. PERTANJAAN
  28. DJAWABAN:
  29. Setiakawan Wanita dari
  30. Gabungan Wanita Demokratis Sedunia:
  31. Gerakan Wanita Belanda:
  32. Wanita Australia:
  33. Wanita Djepang:
  34. TALI PUSAT DAN PUSAT
  35. Oleh : Nj Mawarni
  36. Wanita Perantjis
  37. Heroisme wonita dalam komune
  38. Berita sanasini
  39. Badju
  40. Gaja Tionghoa
  41. MASAKAN
  42. Lambal badjag
  43. Membuatnja:
  44. Membuatnja:
  45. Sambal lada gandaria
  46. Bahannja:
  47. Membuatnja:
  48. Pergedel goreng
  49. Bahannja:
  50. Bumbunja:
  51. Membuatnja :
  52. Rasa Tjemburu
  53. Anakku,
  54. Anakku,
  55. TANAHAIRNJA
  56. Ia baru dua bulan kembali di Djakarta.
  57. Ibu-tirinja ketawa sombong:
  58. DJAWABAN DARI REDAKSI
  59. Sdr. S. Pudjosedjati
  60. 第
  61. Nj. Radjeg Riani
  62. Gianjar, Bali
  63. Nj. Sungkono
  64. Djakarta
  65. RALAT
  66. Sadjak: Kopenhagen - Api Kartini
  67. WISMA E. YUNARA
  68. Djl. Tjiandjur 18 - DJAKARTA
  69. UNTUK MENJAMBUT DASAWARSA LEKRA
  70. 1950 - 17 Agustus - 1960

ApiKartini

No. 7 - Thn. Il DJULI 1960

Torbit sabulan sskali

Api Kartini

Rodeksi:

Maasje Siwi S. Asijsh Tarmini, Parjani Pradono

Penanggungdjawb

Mansje Siwi

Pembantue:

EK. Trimurti, Rukiah Kertapati. Sugiarti Siswadi Mr. Trees Sunite Bulami, Rukmi B. Resobowo, Sit Suratih Sullstyowarni, Sutarni Sudinah, Sartini.

Thustrator : W. Nirahuwa

Alamat Redaksi: Motraman Raya 51, Djakarta Tilp.: Dtn. 753

Alamay Administrasi:

Kramat V/7 Djakarta Tilp.: No. 4430

Uang Langganan:

setahun Rp. 37. enam bulan 19 tigabulan 10 etjeran per ex. a 4.

Api Kartini menerima karangan dari luar, dari slapa sadja jang me. naruh minat. Karangan harus ditik diatas kertas jang tidak timbalbalik. karangon jang tdik dimuat dapat dikirim kemball apabla disertat de ngan perangko.

Tarip illan:

1 patina Rp. 600. pag na 400. 4 pogina 250 pagina 150.

Kontrak:

6 X muat, rabut 10% 12 X mugt, rabat 15%

hai Surat dari Redaksi Dia jang Abadi 2 Bagaimana pendapat mereka Pertjikan Api Kartini Kalmantan — Pulau jang kaja akan sungai 6 Sekedjap Mata Oraigtua djuga pernah berbuat kesalahan 9 Melihat D.P.R. G.R. 10 Taman Pendidikan Anak2 11 Setiakawan wanita darj berbagai negeri 12 Tali pusat dan pusat 13 Kebangkitan wanita Perantjis... 14 Berita dari sana sini 15 Badju gaja Tionghoa 16 Masak-masakan Rasa Tjemburu 19 Kembali ke tanahairnja 20 Djawaban Redaksi 24

Keterangan gambar kulit muka:

NJ. Djanda sewatu menjertai Menteri Pertama Dłanda berkundung d Uni Sovet sedang berasar degn kapal bermotor Marim Gorke, d tertsan Moskow. Dalem gambar tampak Na Duda denga Ludmi Blasova dan kapten kapal S. Turutín.

SURAT DAR! REDAKSI

Sebagaimana biasa Api Kartini setia mengundjungi pembata2nja dengan menadikan rübrik2 sesuai dengan kebutuhan kaum wanita.

Setiap kali nomer terbit, Redaksi berusaha untuk memperbaiki kekurangan2nja dan untuk memenuhi keinginan para pembatja.

Kami gembira atas kiriman sumbangan2 dari saudara2 berupa artikel2, sadjak dsbnja. ini menundjukkan bahwa Api Kartini makin digemari. Dengan adanja kritik dari para pembatja, akan memperbaiki mutu madjałah kita. Sebaliknja kami harap agar para penjumbang djangan lekas putus asa bila tulisannja belum bisa dimuat.

Malahan hendaknja supaja didjadikan pendorong untuk menulis lebih banjak lagi. Tetapi jang tulisannja dimuat djangan tah tepat puas, teruskantah permulaan jang baik ini.

Para pembatja dalam nomer ini kami sadjikan sebuah sadjak sebagai kenangan buat Michiko Kamba sumbangan Sdr Risakotta. Untuk menjambut DPR GR kami adakan wawantjara dengan beberapa anggota wanita jang menjatakan perasaan dan fikirannja dalam melaksanakan Manijesto Politik dan Usdek untuk mentjiptakan masjarakat adil dan makmur. Bagi para ibu dan bapak kami sadjtkán suatu artikel tentang bagaimana seharusnja sikap orangtua terhadap anak2nja terutama agar anak2 kita tetap menaruh kepertjajaan pada ajah dan ibunja.

Dalam ruangan Mengenal Tanahair, saudara2 diadjak menindjau kepulau Kalimantan jang kaja akan sungai dan tradisi jang dimiliki oleh Rakjatnja.

Untuk memperingati Hari Nasional Perantjis 14 Djuli kami perkenalkan kepada pembatja sekelumit tentang kebangkitan wanita Perantjis.

Berhubung dengan dikirimkannja kapal induk Karel Doorman" oleh Pemerintah Belanda ke Irian Barat, wanita berbagai negeri telah menjatakan setiakawannja kepada perdjuangan Rakjat Indonesia dan achirnja kami silahkan saudara2 untuk mengikuti Tjerpen pembantu tetap kita Sdr. Rukiah Kertapati jang berdjudul Kembali ke Tanah air.

Dia jang Abadi

kenangan buat Mtchiko Kamba

didepan kita, michi, kemenangan atau kematian jang menentukan diri pada keabadian

barisan melangkah, barisan tegap menelan kesunjian, membangkitkan kegemilangan berderap

ketika itu gerimis, michi kekerasan mengachiri kekuatan-dan-mati pergumulan mengunjah lumat keberanian — tapi tak henti

dia tergeletak mati dikaki fasis ketika itu masih sadja gerimis tapi perlawanan terasa tiada tertangkis

áisini michiko mati disini mereka bangkit kembali sebab antara mati dan hidup dalam berdjuang selalu abadi pantang tunduk dan perdjuangan tak pernah mati

perlawanan terlalu kukuh tanda semangat jang mendjulang tiada runtuh djangan pedjamkan mata, michi karena kemenangan padamu, abadi dalam perdjuangan jang akan mengangkat kepala bangsamu beribu tahun mendjelang

disinilah mungkin michi tiada lagi tapi disinilah pula terasa djepang akan abadt

Bagaimana

Pendapat

Mereka?

Ibu Ratu Aminah Hidajat:

Dalam keadaan seperti sekarang, dengan dilantiknja DPR- GR ini adalah sudah tepat sekali." — Demikianlah Ibu Hidajat memulai wawantjaranjadengan wartwan Api Kartini" kita. Kemudian dengan penuh kesungguhan melandjutkan: DPR-GR adalah suatu Lembaga jang perlu dalam alam negara jang demokratis. Dengan menunggu segera diadakannja Pemilihan Umum. PJM Presiden Sukarno telah mengatakan, bah wa DPR-GR adalah hanja sebagai suatu alat perdjuangan untuk mentjapai tjita2, untuk melaksanakan amanat penderitaan Rakjat, untuk melaksanaan isi Manifesto Politik dan peng- Usdek-an masjarakat kia. Untuk perdjuangan inilah saja menginginkan agar DPR-GR ini dapat melaksanakan tugasnja sesuai dengan harapan2 Rakjat banjak. Terutama untuk ber-sama2, bergotong-rojong dengan Pemerintah untuk memperbaiki keadaan sekarang. Terutama buat kaum wanita, jang sebetulnja djika diteliti lebih landjut, sebagian besar masih belum benar2 dapat merasakan hasil2 kemerdekaan kita. Mereka itu masih hidup da. lam penderitaan djiwa dan materiil. Mengalami diskriminasi jang praktis mengurangi arti emansipasi kita dan mengalami kekurangan ekonomi. Inilah jang penting untuk mendapatkan perhatian dari seluruh masjarakat. Agar supaja kebahagiaan jang kita tjita2kan itu dapat dirasakan setjara adil oleh seluruh Rakjat. Dan perdjuangan itu sudah tentu djuga tak dapat dipisahkan dengan perdjuaigan untuk perdamaian. Karena kesemuanja ada lah untuk perbaikan dan kebahagiaan nasional dan seluruh umat manusia".

Wawantjara kita beralih. Dari Ibu Hidajat ke..... Nj. Sudarman:

Memang duduk saja di DPR

Sdr. Tieng Suwarni

NJ. Rumamah

GR sebagai fungsioiil wanita ini tidaklah sendirian. Jalah dengan dua orang lagi, Ibu Bahro seorang expert agama Islam dari Pekalongan dan Ibu Sutrasno. Djadi tiga orang jang kesemuanja dari Pimpinan Wanita Demokrat. Sebagai anggota DPR- GR dan sebagai Pemimpin Wa. nita apa jang mendjadi angan? kita pernah saja tulis dalam Sulindo baru2 ini. Jang pada pokoknja agar supaja segera ada perubahan2 baik bagi kaum wanita, jang hakekatnja masih me ngalami kesufitan. Umpamanja sadja soal2 ekonomi, pendidikan. dan perkawinan. Karena itu sudah barang tentu kaum wanita jang duduk dalam DPR-GR ini akan lebth banjak memperhatikan soal2 kebutuhan se-hari2 ini, dan inipun sesuai dengan isi dari Manifesto Politik dan USDEK itu sendiri. Supaja keadilan bisa didjamin, terutama dalam soal perkawinan, maka segera adanja undang2 Perkawinan jang pro gresif adalah perlu sekali. In semua kaum wanita mengharapkannja. Sekalipun pada hakekatnja DPR-GR ini masih ber sifat sementara, sebab madiadakan Pemisih harus lihan Umum lagi, dan kita menghendaki diadakan tepat pa da waktunja, tetapi DPR-GR ini

adalah perlu dan diharapkan agar sebagai suatu alat pelaksanaan tjita2 dapat menunaikan tugasnja dengan sungguh2."

Wawantjara kita teruskan dengan...... Nj. Fransisca:

Saja pikir2....."—Demikian Sdr. Cisca ini memulai pembitja sudah raannja. barang tentu, sebagai orang jang biasa bekerdja dikalangan terpeladjar, saja perhatikan keadaan mereka. Kehidupan mereka memang agak berbeda dgn kehidupan wanita biasa. Ini sudah tentu sebab umpamanja mereka itu wanita2 pegawai dan terutama pegawai2 partikelir. dan mereka itu mempunjai basis pendidikan jang tjukup. Tetapi sebetulnja, sekalipun keadaan sosialnja berbeda dengan wanita tani alau wanita buruh biasa, mereka mempunjai persoalan jang sama. Jalah dengan jang menjangkut masib wanita pada umumnja. Jaitu masih dirasakannja perbedaan2, atau anggapan2 jang sangat litjin sekali untuk melihat kaum wanita itu tidak bisa mendjabat lebih tinggi dari kaum lelaki. Banjak alasan2 dan tjara2 jang didjalankan djika kebetulan kepala bagian, atau ke pala kanłornja itu kaum wanita Tentu sadja tidak semua, tetapi masih banjak dirasakan, terutama dikalangan partikelir. Inilah jang saja anggap, bahwa belum setjara adil kita ini menikmat! hasil2 revolusi kita. Ini saja belum berbitjara tentang kepintjangan2 dan kesulitan jang lain-lain, terutama penderitaan sosial ekonomis bagi waita bu ruh dan tani jang masih hidup terbelakang. Dan, seharusnja kita ini lebih menaruh perhatian lagi kepada soal2 pendidikan anak anak. Terutama sekarang ini sudah saigat dirasakan perlunja penitipan anak2 bagi ibu2 jang bekerdja, demikian djuga Taman Kanak2. Memang hal ini djug berhubungan dengan anggaran belandja PPK. Tetapi bagaimana pun sulitnja Pemerintah djuge harus segera memetjahkanja. Harapan saja, DPR-GR ini supaja dapat ikut serta memetjankan semua kesulitan dan kepentingan dalam melaksanakan Manifesto Politik dan Usdek untuk mentjiptakan Masjarakat jang adil dan makmur."

Demikianlah para pembatja, wawantjara kami landjutkan dqngan seorang wanita tani, jang banjak mempunjai pe ngalaman didesa. Kami berbitjara dengan.......

Nj. Rumamah:

Tidaklah salah djika orang mengatakan bahwa kaum wanita tani adalah golongan wanita jang djumlahnja terbanjak dan hidupnja adalah jang paling terbelakang dan menderita. Dan saja, adalah di-tengah2 mereka itu." — Demikianlah Nj. Rumamah memulai pembitjaraannj sambil membersihka daun sirihnja jang akan di-kinang-nja. Kimi pandang dia, dan ketawalah kami berdua. Kemudian katanja: "..... itulah pokoknja keadaan wanita desa, sekarang saja dengan atas namanja wanita tali itu diangkat oleh Bapak Presiden untuk mendjadi anggota DPR GR, sudah barang tentu agar supaja DPR-GR ini dapat betul2 memenuhi keinginan Rakjat ba njak untuk mentjiptakan masjarakat jang adil dan makmur se-

Tjita2 Kartini untuk mendjadi ngatlah mendalam. Dalam guru sasuratnja kepada Njonja Abendanon pada tgl. 30 September 1901 antara lain bisa dibatja sbb.:

Sepandjang pikiran Bapak, gurulah jang se-baik2nja bagi mendjadi kami, demi kian pulalah sahabat2ku Betawi. Kerdja mendjadi guru itu pada pertimbangannja kerdja jang se-baiknja jang sepantasnja bagiku jang sesuai benar dengan tjita2ku Dan dimanalah pula fjita2ku dapat kusebarkan lebih baik, daripada disekolah mendjadipendidik turunan baru, jang akan mendjadi perempuan dar ibu dikemudian hari. Dalam tangan anaklah masa jang akan datang, dan dalam tangan ibulah anak. jaitu masa jang akan datang itu. Kalau aku djadi pengarang, betul dapat aku bekerdja banjak2 dengan luasnja me wudjutkan tjita2ku dan memadjukan bang. sa kami, sedang kalau aku djadi guru, hanja ketjil lingkungan kerdjaku, tetapi aku dapat mendidik dengan langsung, dan lingkungaı jang ketjil itu boleh djadi mendjadi luas, achirnja mendjadi tjontoh teladan bagi orang, asal sadja tjontoh jang diberikan itu ternjata tiontoh jang baik. Selandiutnja beliau menulis:

"mendjadi guru, sebagai jang ku tjita2kan, bukan mendjadi pengasah pikiran sadja melainkan djuga djadi pembentuk budipekerti, se-hari2an bergaul memelihara anak-anak,...."

Bila aku djadi guru pada sekolah jang djadi tempat tumbangan murid sekali, harusłah aku se-hari2an bergaul memelihara anak2 itu. karena anak2 itu dipertjajakan kepadaku.

luruh anggotanja harus mengadakan kerdjasama jang baik dan bergotong-rojang dalam mengalasi kesulitan2. Dan memang be tul, bahwa dengan mendjalankan prinsip2 musjawarah itu akan bisa ditjapai pengertian jang baik antara seluruh anggota DPR GR dai Pemerintah berdasarkan satu tjita2 jalah untuk melaksanakan Manifesto Politik dan Usdek. Dalam tugas inilah orang harus tidak bisa melupakan kepentingan2 kaum tani chu susnja. Jang dikatakan masjarakat jang adil dan makmur adalah suatu masjarakat jang ketjukupan sandang dan pangannja. Keduanja bisa ditjakup djika ha-

sil2 dalam negeri mentjukupi kebutuhan. Chusus umpamanja soal hasil bumi. Memang kaum fani bisa mendjadi penghasil beras dan palawídja jang dapat mentjukupi kebutuhan nasional, sebab di Indonesia tjukup luas tanahija, subur dan Rakjat Taninja, tjukup njata dika dkata kan Rakjat jang suka kerdja. Dan wanitanja ada kemampuan untuk mendjadi penghasíl dalam usaha memperbaijak produksi. Buktinja sekarang ini umumnja kaum tani bekerdja sedjak mata hari belum terbit hingga djauht malam. Tetapi oleh karena mereka itu umumnja hidup dibawah sjarat2 sosial jang djelek dan kewadjiban Beraflah orang jang djadi keperijajaan, besar pulalah pertanggungan aja. Boleh djadi kauparidang aku melebihlebihkan, tetapi tetaplah pikiranku, bahwa salahlah dan djahatlah pada pemandanganku, aku akan mempergunakan tenagaku untuk mendidik anak2, jang djadi harapan wituk masa jang akan datang, sedang aku tiada tjakap sungguh2 melakukan kewadjiban besar itu, kewadiban jang pada pemandanganku amallah mulia dan sutjinja."

Sekarang sudah banjak sekali wanita meneruskan dan mewudjutkan tjita2 Kartini itu, ialah mendjadi guru, baik di sekolah Rakjat, sekolah Menengah ataupun sekolah Atas.

Pendapatnia bahwa: Guru itu bukan hanja pengasah pikiran sadja, tetapi djuga djadi pembontuk budipekerti anak2, adalah sangat tepatnja. Oleh karena itu harustah mendjadi pemikiran kita bersama, agar para guru dalam alam kemerdekaan nasio nal ini benar2 dapat menanamkan pendidikan kepada anak2 uituk mendjadi patriot? jang sedjati, jang mentjintai tanahair, men- Uintai keadilan dan mentjintai alam, mentjintai persahabatan daci perdamaian. Disamping itu supaja anak2 kita itu menjukai akan bekerdja dan beladjar serta menjukai akan tolong-menolong dan saling membantu.

Tepat pada bulan Djuli — dimajia diselenggarakan Pekan Anak2 Nasional, mika pentinglah kiranja merenungkan tjita2 Kartini seperti diatas untuk dilaksanakan sesuai dirigan haridepan anak2 kita.

TTTTTTTF7TTTTTTTTTTTTTTTTTTT

hidup miskin, keadilan pemilikan tanah belum ada, sehiigga sebagian besar tanab2 dimiliki oleh Tuan2 tanah jang hidup mewah di-desa2 dan di-kota2 besar, tjara penanaman masih primitif se kali. Petani2 kekurangan beaja, bibit jang baik, rabuk, alat2, aturan pengairan jg belum sempurna, dll. Upah kerdja tani ti- čak lajak. Akibatnja semua ke kurangan itu membuat Tuan2- tanah bisa bertindak seperti radja2 ketjil didesa. lintahdarat meradjalela, hasil produksi me rosot, dan kemiskinan semakin meluas, dan membuat tingkat lebudajaan kaum tani tetap terbelakang, dan desa2 tidak ma-

dju. Karena itu nanti dalam mem dan melaksanakan bitjarakan land-reform itu harus betul2 konsekwen untuk kepqitingan Rakjai terbanjak jang miskin. Saja mengharap djika kaum tani akan mendapat perhatian jang chusus dari anggota2 DPR-GR dan Pemerintah."

Sdr.2 pembatja, demikianlan Nj. Rumamah mengeluarka isi hatinja. Sekarang jang terachir kami berbitjara de ngan aktivis buruh wanita, Anggota Dewan Nasional SOBSI jang mempunjai banjak pengalaman sebagai buruh wanita, jalah

Nn. Ting Suwarni:

Beberapa surat telah saja te rima, jalah sedjak diunumkan tentang pengangkatan PJM. Bapak Presiden Sukarno itu. Banjak hal jang tertjantum da- Jam surat2 jang datang dari kaum buruh wanita itu Sudah ten tu soalnja menurut kebutuhan mereka dan berlainan karena ada jang dari perkebunan, pbrik2 dan perusahaan2 dalam kota. Umumnja mengenai sekitar peighidupan mereka, jang dirasakan semakin berat sebagai akibat meningkatnja harga bahan2 kebutuhan hidup se-hari2, kemudian mengenaj djaminan perlindungan kaum buruh wanita jang bekerdja di-perkebunan2 dan perusahaan2. Perlindungan ini tak hanja mengenai djaminan sosial dan ekonomi sadja tetapi / djuga mengenai diskriminasi2 jang masih berlaku. Seperti banjak terdjadi di perusahaan2 partikelir, di BPM, Stanvac dil. ada ketentuan2 djika buruh wanita sudah kawin tidak terpakai lagi. Ada surat edaran Pemerintan jang mendjelaskan bahwa djika suami pegawai wanita itu bekerdja dalam satu djawatan tidak bisa ditingkatkan djabatannja. Dan mereka itu berseru agar nasibnja diperdjuangkan. Djuga ada surat jang mengharap agar DPR-GR nanti dapat memperdjuangkan adanja Undang2 Perkawinan jang baik, agar keadilan rumahtangga dapat terdja, min. Saja merasa, bahwa ba mjak hal jang harus dikerdjakan oleh DPR-GR agar betul? dapat memenuhi harapan dan kepertjajaan jang sudah dilimpahkan kepadanja. Kami djuga sedang mengumpulkan bahan2 jang kiranja berguna untuk peimef,ahan masalah2 jang mendesak dewasa ini. Memang adalah sudah tepat sekali djika kita semua harus menjatukai pikirar dan tindakan untuk melaksana kan Manifesto Politik dan USDEK jang sudah setiap kal. didjelaskan oleh Bapak Presiden itu."

pembatja jang budi- Para man, demikianlah pendapat2 mereka sebagai anggota baru dari DPR-GR jang baru sadja dilantik leh PJM Presiden Sukarno.

Kalimantan jang kaja akan sungai.

Mengenal Tanahair

Kalimantan

Pulau jang kaja akan sungai

DJIKA dahulu saudara pernah mendengar pulau jang disebut Borneo, setelah zaman kemerdekaan pulau itu kita kenal dengan sebutan KALI- MANTAN. Pulau ini adalah jang terbesar diantara pulau2 lain di Indonesia dan ferbagi mendjadi dua bagian. Bagian utara merupakan djadjahan Inggeris, Gan bagian2 Kalimantan Barat, Selatan dan Timur adalah propinsi2 jang termasuk wilajah Republik Indonesia. Achir2 ini djumlah propinsi itu ditambah satu, jaitu dengan adanja Kalimantan Tengah jang ber-ibukota Palangka Raya. Empat propinsi ini luasnja 534.000 kilometer pesegi, berarti 5% kali pulau Djawa dan Madura atau 20 kali lebih besar dari pada negeri jang mendjadjahnja dahulu (Nederland).

Seperti dapat diterka dari namanja, Kalimantan mempunjai baijak sungai, diantaranja jang terbesar-adalah sungai Barito, Kapuas dan Mahakam. Mantan adalah nama pohon jang banijak tumbuh ditepi sungai. Sungai2 disini mempunjai fungsi jang pegiting, sebab merupakan penghubung antara satu kota kekota lainnja, dan karena itu pulalah eksploitasi kekajaan hutan2 lebat, seperti kaju dan rotan jang melimpahlimpah, tidak berdjalan lantjar.

Dapat ditjatat pula. bahwa Kalimantan ada lah satu safunja pulau jang menghasilkan intan batu permata jang sangat igemari oleh kaum wanita dimana-mana.

Tiri chusus suku Kalimantan Tengah.

Seperti halnja dengan pulau2 Indonesia lain. nja, Kalimantanpun mempunjai banjak suku dengan adat kebiasaan jang berlagian. Perke delan dengan suku Kalimantan kami batasi de ngan memberikan sorotan kepada sukn Kaliman tan tengah, suku mana lebih dikenal dengan sebutan suku Dajak, jang boleh pula dikatakan merupakan suku asal dari Kalimanłan.

Perkenalan ini hanja sekedar untuk memberi. kan gambaran kepada pembatja. Api Kartini tentaig kebiasan wanitanja disini jang ditjeri. takan oleh Sdr. W.R. Effendi, sambil menunggu hasil penjelidikan sebuah ekspedisi anthropologi jang dikirim oleh Universitas Indonesia dibawah pimpinan Drs. Avé (mulai permulaan Djuli 1960 ini).

Selama ini apa jang kita dengar tentang suka Dajak adalah orang2 jang biadab, jang baik wa nita mupun laki2nja memakai tjawat" dan di kenal sebagai,de koppensnellers" atau pemenggal leher, sebagaimana dikatakan oleh Mjöberg dan penulis2 kolonial lainnja.

Dalulu pemenggalan leher ini memang dikerdjakan oleh kaum prija, atas permiitaan seorang wanita jang akan mendjadi isterinja. Perbuatan ini dimaksudkan untuk mengukur kesetiaan sang pria jang didjadikan ukuran sampai dimana la dapat mempertahankan isterinja kelak. Wanita Dajak tidak mengenal mahar, jaitu barang? se bagai alat peminang untuk mendapatkan gadis, oleh kareia mereka sudah puas dengan hadiah berupa kepala2 orang, meskipun sekarang hal itu dilakukan hanja setjara simbolis. Jaitu dengan

Foto : Deppen

Wanita Kalimantas berpakaian setjara daezah.

memiidjam kerangka2 dari balai adat jang di. ketuai oleh seorang demang, seorang tua jang diangkat oleh penduduk.

Tjawat bukanlah pandangan jang menundjuk kan kebiadaban, oleh karena menurut suku Dajak, mereka akai dapat bergerak leluasa didalam melakukan pekerdjaan mereka diladang.

Hak sama disegala lapangan.

Berbeda daripada kaum wanita didaerah Kalimantan lainnja, wanita suku Dajak lebih babagia karena dapat mengenjam hak sama diberbagal lapangan, baik didalam kehidupan keluarga mau pun sosial. Wanita disini dapat menentukan sendiri, pria mana jang mereka pilih sebagai suami, sedangkan hak waris tidak lagi mendjadi persoalan seperti jang dialami oleh kaum waniti didaerah lain. Dalam memilih lapangan pekerdjaai mereka pun sama leluasanjadengan temannja pria, meskipun lapangan jang mereka pilih adalah sebagai bidan atau djururawat.

Jang tidak ada perbedaannja antara wanita Kalimantan pada umumnja adalah ketjakapan mereka mengerdjakan home industry" atau keradjinan rumahtangga. Menganjam adalah pekerdjaan jang chas dari wanita Kalimantan. Barang2 hasil karya mereka itu biasaija diberikan sebagai hadiah kepada kekasih dan bagi para orangtua pekerdjaan mereka itu mendjadi ukuran ketjakapan bakal menantu.

Djika saudara pernah melihat hiasan dinding jang dianjam dai seringkali dihiasi dengan manik2 dari berbagai matjam warna, pekerdjaan itu adalah hasil ketekunan wanita Kalimantan, dan kalau saudara ingin mengetahui mana jang buatan wanita Dajak dan manakah jang berasal dari wanita Kalimantan daerah lainnja, maka perbe daan ilu terdapat pada rapat atau djarangnja menjusun manik2nja. Boleh djadi hal ini dibuat karena pertimbangan perongkosan.

Kaum pria Dajak djuga terkenal dalam keradjinan tangan. Tempat rokok dari rotan, talabang" (tameng) dan mandau" (sematjam pedang) sampai ke ikat pinggang mereka, dihias dengan ukiran2 jang indah, jang motif2nja mempunjai arti tersendiri.

Kebiasaan jang tradisionil.

Djika kebiasaan2 lain karena perkembangan sedjarah, seperti pemotongan leher, sudah hapus dari kehidupan suku Dajak, maka kebiasaan jang hingga sekarang masih ada jalah tatou" (ra djah) jang terdapat dileher kaum wanita, sedangkan pada pria ditemui dibetis atau ditangan. Radjah ini menundjukkan suku mereka masíng?. dan biasanja dibuat djika mereka telah akil balig. Irama gendang mendjadi isarat duka atau se-

nangnja suku Dajak. Djika didengar irama jang

famban, ini tanda seorang mendekati adjamja Dan kalau irama itu tjepat, adalah tanda orang telah meninggál. Upatara liwa merupakan kebiasaan untuk membaigkar majat seorang anggata keluarga jang felah meninggal kl. tahun. Kebiasaan mengubur majat, seperti jang kita kenal ditanah Djawa, djarang terdapat sebal kebiasaan mereka adalah menggantnrigkan majat itu diatas pohon. Upatjara tiwah" dilakukan setjara besar2an ,kadang2 berlangsung sampai satu bulan. Pada kesempatan ini berlaku semafjam perplontjoan, jaltu dimana suku jang lebih tiriggi asalnja dapat berbuat sekehendak hatinja terhadap suku jang lebih rendahan. Bersamaan dengan itu dipotonglah beberapa ekor kerbau jang djumlahnja sama dengan banjaknja kambing dan ajam.

Pada achir tiwah" itu maka tulang2 anggota keluarga jang telah meninggal itu disusun rapi dan dimasukkan kedalam rumah ketjil jang bíasanja terdapat didepan rumah dihalaman keluarganja.

Ja, lain ladang lair belalang, lain pula kebíasasn tiap penghuni tanahair kita jang luas ini. Namun semua menudju satu tjita2: Indonesia jang adil dan makmur.

Foto : Deppen

Sungai2 di Kalimantan adalah merupakan laly lintas jang ramai untuk meng. angkut barang hasil produksi.

Para langganan diharap dengan sangat supaja mengirimkan uang langganannja langsung kepada administrasi Api Kartini dengan alamat:

Kramat V/7 Djakarta.

SEKEDJAP MATA

hidup perlu humor

大 1

Salah satu adegan füm Sekedjap Maa

Kali ini kami, penonton sungguh2 mendapat hiburan setelah menonton film Sekedjap Mata, karja Bachtiar Siagian.

Kami mengutjapkan salam penghargaan jang besar kepada bung Bachtiar jang dalam keadaan jang serba sulit sekarang, dengan betul2 sukses membawa kami kedalam suasana humor jang hidup. Pula dalam keadaan jang dari hari kese hari menekan kehidupan kami ini, terutama humor akan membawa kami kepada optimisme hari esok, bagaimanapun gelirnja keadaan jang sedang kami hadapi. Sepandjang film kami diadjak tertawa oleh

bung Hamid Arif, jang dengan sangat lintjah dan sederhana memerankan watak orang jang sangat simpel; dia hidup untuk makan. Persoalan lain tidak begitu penting baginja. Dan soal perut mengaitar dia kepada bermatjam-matjam ragam kehidupan jang dibawakan oleh manusia sepandjang masa. Demikian Sdr. Bachtiar sebagai penjusun tje-

ritera, pemimpin produksi dan pemegang regie menjuguhkan kepada kami serentetai watak manusia jang sekarang ini menghidupi masjarakat dan zaman kami.

Tokoh pedagang, sepekulan, jang diwakili oleh Sdr. Chatir Harro menganggap bahiwa hidup ini haija dikendalikan oleh uang jang dimiliki.

- Tokoh seniman, jang dibawakan oleh Zainal Abidin, menegaskan bahwa pendirian hidup lebih penting. Banjak perhitungai mesti dibuat untuk mempertahankan pendirian hidup dan banjak segi2 kehidupan jang enak, mewah mesti di lalukan. bahkan hinaan orang2 jang beruang dan ketjongkakan harus dihadapi dengan tabah. Pak Ardi dengan sangat sederhana dan ber

sungguh-sungguh menjegarkan gambaran2 kehidupan itu dengan tokoh orang desa jang sederhana dan djudjur. — Mieke Widjaja, mestinja membawakan wa-

tak gadis belasan masih plontjo dalam liku-liku hidup. Sangat kami sajangkan bahwa Mieke ber. main terlalu berkelebihan, dan terlalu ribut, banjak gerak. Bagaimana populernja seorang aktris, tugasija jang primer ialah membawakao peran jang diwakili. Sebagai wanita kami tentu mengharap sukses jang besar bagi Sdr. Mieke Hendaknja kritik ini dianggap koreksi jang sehat.

Selain humor jang segar, perlu kami utarskan disini, penguyigkapan Sdr. Bachtiar Siagian tentang perkawinan paksa jang masih sadja terdjadi didesa-desa. Ápalagi pada waktu kami, kaum wanita sekarang ini sedang memperdjuangkan undang2 perkawinan jang adil, ha! pengungkapan Sdr. Bachtiar sangat penting arlinja. Dan memang kami mengharapkan pendirian jang tegas dari sigadis, bahwa perkawinan paksa dapat diurungkan djika sigadis gigih menentangnja. Meskipun dalam kehidupan jg sebenarnja tidak enteng tanggungannja. Tetapi djika tiap2 gadis dapat menghadapi paksaan itu dengan pendiriannja jang tegas, tentunja ini merupakan suatu kemadjuan mendjadi perdjuangan bagi hal jang sedang mendjadi perdjuangan bagi wanita bersama. Demikian film Sekedjap Mata. telah memberi

kami gambaran sekelumit kehidupan dengan pahit, getir, humor dan kesegaran sehari-hari. Mudah-mudahan film ini merupakan dorongan jang konkrit bagi pemerintah untuk dengan njata dan bersungguh-sungguh membantu kehidupan dan perkembangan perusahaan2 perfilman nasional. Menikmati pengungkapan segi2 kehidupan sendiri pada waktu sekarang lebih baik dari pada mendjadi penonton tara hidup asing jang kurang manfaatnja bagi kami, djika kami sebagai penonton hanja disuruh mengagumi muka2 tjatk dan tara hidup mewah jang sukar kami ketemui dalam hidup kami sendiri.

Orangtua djuga

pernah berbuat

kesalahan

Apakah orangtua djuga membuat kesalahan? Dimata anak2aja jang masih ketjil sudah tentu tidak. Anak ketjil menganggap ajahnja sebagai orang jang paling berani. paling kuat. jang paling pandai (tjakap), - dan ibunja sebagal orang jang paling tjantik. jang paling hebat jang ada didunia ini. la belum mempunjai kritik.

Anak2 kita jang másih ketjil menganggap dunia ini sesuatu jang besar, jang menakutkan, jang aneh baginja, ia memegang tangan ajahnja untuk mendapat bantuan, la mentjari perlindungan dalam pelukan ibu. Tidaklah meng herankan apabila mereka itu menginginkan seorang ajah jang berani, seorang ibu jang setia, jang tabah terhadap segala bahaja dan tidak akan menelantarkan mereka.

Terus terang sadja, — kita tidak sepenuhnja memenuhi harapan2 ini! Sajang-, kita tidak sedemikian berani, sedemikian baik dan sedemikian adil - sebagaimana anggapan anak2 kita. Tetapi, tentu sadja semua itu tidak kita perlihatkan, karena akan membikin mereka takut dan bingung. Bagi kita, tinggal berusaha sedapat muigkin untuk sedikit memadai apa jang mendjadi bajangan anak2 kita jang terkandung dalam hatinja.

Sekalipun demikian, para ibu dan ajah, ada balknja djuga untuk mendidik anak2 kila beladjar meijadari - apabila ia sudah agak besar. jaitu pada waktu sudah harus bersekolah dan bergaul—, bahwa ajahnja jang perkasa dan ibunja jang tiemerlang adalah djuga manusia biasa jang pernah chilaf dan pernah berbuat keliru. Sungguh. tidak ada djeleknja, untuk sekali-kali menuıdjukkan pada mereka setjara terus terang: Lihatlah, ibu dan bapak pernah mengatakan. bahwa anak jang baik selalu bangun djam lima pagi. Tetapi ibu dan bapak sen diri kadang2 djuga segan rasanja, kau tahu sendiri bukan? Baiklah kita sekarang bersamasama berusaha untuk bisa bangun pagi2!"

Apakah dengan demikian ia tetap akan meng hormati ibu dan ajahnja? Ja, barangkali sedikit kurang hormatnja, tetapi sebaliknja ini mendjadi lebih baik! Áiak tidak senang berlagak dan setiap anak mempunjai pembawaan kagum akan kedjudjuran, apakah kita tidak akan mendidik. nja supaja setjara djudjur mengakui kesalahannja? Apabila kita mengakui suatu kelemahan atau kesalahan, ia akan lebih melihat pada ke

beraniaı kita untuk setjara djudjur mengakuinja daripada melihat pada kesalahan itu sendiri. Djuga anak akan merasa lebih senang. apabila ia diadjak ibunja atau ajahnja berbitjara seperti seorang dewasa, -seorang teman, hal ini akan lebih mempererat hubungan antara anak dan orangtua. Dan hal ini akan mendorong anak untuk dengan setjara djudjur mengakui ke kurangan2nja sendiri. Selandjutnja anak akan lebih berusaha untuk memperbaiki kesalahan2 nja, apabila ia tahu bahwa orangtuanja djuga berusaha demikian.

Tetapi, masih ada alasan lain, mengapa kit harus selalu mendjaga, agar anak2 kita mengerti, bahwa kita djuga pernah berbuai salah

Melihat D.P.R. Gotong-Rojong

Mak berkesempatan djuga melihat pelantikan dan melihat rapat DPR GR jang pertama. Wah, lumajan djuga. Wanitanja banjak. Tak lain, mak tjuma mendoa, mudah-mudahan wanita2 ini disamping berdjuang untuk kepentingan umum djuga djangan lupa kepada kepentingan wanita.

Maklum si, sekarang ini kas masih banjak orang2 jang mengira, bahwa kalau wanita banjak tjampurtangan politik, dunia akan djadi brabeh. Makin banjak wanita jang keluar rumah, makin rusak rumahtangga. Mungkin dalil ini benar untuk tuan2 dan njonja2 besar jang serba ketjukupan. Tapi, tjoba sadja, lihat tuh, wanita2 tani, pedagang ketjil di pasar2.... makin banjak dirumah, makin brabeh kendilnja (periuk nasi) karena tak terisi Suami sadja tjari duwit, tidak

tjukup makaı sedari. Habis? Kalau gitu, apa suruh nongkrong sadja?

Makanja, mak senang djuga, lihat wakil2nja ada wanita2nja. Biar mereka buktikan bahwa rumahtangga mereka tetap am bahagía, dan i. dak morat-marit, meskipun ditingga djam diluar rumah. Ja apa bukan? beberapa

Ketjil2, mak rupanja ada jang menganggap K a Ta da kok aneh. Alamatnja didalam sudah ditjap) berbunji.. "minta dengan ormat atas keda- Langan Jang Mulia/Saudara beserta njonja pada hari........

Rupanja jang berkuasa, menganggap, bahwa jang diundang semuanja Laki2. Meskipuı ada janita itu telah madju, telah punja fungsi sen diri, maka dianggap sadja: laki2. Atau, dalam kamus mereka, wanita itu tjuma embel2 sadja. Djadi tidak perlu mengganti tradisi jang sudah ber-abad2 lamanja,bahwa 'wanita swarga nurut". Mengapa surat undangan itu tidak dirubah sa-

dja...mengharap kedatangan saudara suami isteri. kan begini tjukup demokratis????

Wah serem djuga waktu pembukaan sidang R.R.I. lengkap perkakasnja untuk merekam suara. Alat pemotret alat film tidak kuraig leng. kapnja. Sebentar lagi, penduduk tentu akan da pat menjaksikan siapa2 jang djadi anggota2 DPR GR. Siapa2 wanita jang duduk disana. Dan hagi wanita chususnja, tinggal meranti hasil apa jang akan diberikan kepada para wanita Apakah wanita2 sudah boleh lega, bahwa tidak akan ada lagi penjerobot2 kebahagiaan rumahtangga? Apa anak2 sudah akan bisa didjamin makamja, pendidikannja dsb-nja? Tapi.......mak pesan. Djangan hanja menan-

ti sadja. Berbuatlaħ. Sebab, hasil jang akan datang, adalah buah usaha kita sendiri, Mereka jang duduk itu, tjuma mewakilj kita. Akurrr???? Mak Ompreng.

Dan alasaci ini adalah sederhana sekali, — jaitu karena la toh pada suatu waktu akan mengetahui sendiri, apabila la mendjadi besar dan mendjadi kritis, Djika hal ini terdjadi, akibatnja anak akan merasa ketjewa.

Anak jang sudah biasa mengagumi dan patuh terhadap oraigtuanja. kadang2 pada umur 1 atau 12 mendadak membangkang atau beron tak. Pada umur ini anak berpikir sendiri. la lidak lagi menerima begitu sadja, ia mempunjai pendapatnja sendiri: ini adalah hal jang bíasa dalam pertumbuhannja meyidjadi dewasa. Djuga terhadap orangtuanja ia mempunjai

pendapatnja sendiri, ia mulai membandingkan perkataan dan perbuatannja. Hal2 jang sebelum aja sudah dikctahuinja, tetapi jang pada wakiu itu belum dipikirnja, mendadak mempunjai arti baginja. Misainja: ajahnja seorang pegawai, tinggal beberapa hari dirumah untuk pekerdjaannja sendiri, tetapi mengatakan bahwa ia sakit. 10

Ini adalah bohong" pikinnja. la kemudian ingat akan pendidikan ajahnja tentang kedjudjuran" Djadi ajah bukan sadja seorang pembohong le

tapi djuga bermuka-dua," pikirnja marah. Semua hormat terhadap ajahnja lenjap sama sekali. la merasa ditipu ajahnja dai mendjadi marah terhadapnja. Pada saat inilah lahiraja cross-boy" (cross =marah).

Tidak, kita dapat menjelamatkan anak2 kita dari penemuan" jang pahit pada saat jang tidak baik itu. Mereka boleh sadja mengetahui, bahwa ibu dan ajahnja adalah manusia biasa denga kesalahan2 dan kekurangan2nja. Asal sadja kita menundjukkan, bahwa kita mentjoba mengatasi kesalahan2, bahwa kita benar2 berusaha mendjadi orangtua jang berani, tabah dan berbudi luhur sih ketjil. sebagaimana mereka melihatnja pada waktu ma-

,Taman Pendidikan Anak?"

Nj. E. Mardjuki Palembang,

PERTANJAAN:

Saja punja anak perempuan, sekarang mendjelang umur 12 tahun. Persoalan jang saja hadapi sekarang lalah mendjelang akan adanja perobah an pada anak saja tersebut, jaltu "bulanan" per-

tama jaig mungkin tak lama lagi akan dialaminja. Jang saja tanjakan tałah, apakah jong saja lakukan sebagai seorang ibu, kalau anak saja menerima "bulanan" itu. Dibiarkan sadja, ataukah perlu saja djelaskan pada anak?

DJAWABAN:

Sama hainja dengap seorang ibu jang pernah mempersoalkan apakah anaknja jang masih ketjil itu perlu diberitahu tentang baik atau buruknja keadaan jang mengelilingnja, tentang adanja bahaja perang dsb. Dalam mendjawab persoalan ini perlu kita berpegang pada pendirian bahwa tudjuan pendidikan anak2 kita adalah membimbing perkembangan anak supaja la lambat laun dapat berdiri sendiri dan mengambil sikap jang tepat dalam menghadapi berbagai kemungkinan jang dapat menimpa anak dalam kehidupanija. Djadi djelas bahwa sikap "membiarkan" dari seorang ibu adalah salah. Sebelum terdjadi sesuatu

pada diri anak. Ibu wadjib memberitahukan pada anak dengan bidjaksana tentung perobahan jang akai dialami oleh anak. Tentu sadja djangan dengan menakut-nakuti. Selain memberitahunja djuga Ibu periu membantu anak dalam mempersiapkan pakalan (serbet bulanan) jang di perlukacinja, dan memberitahu bagaimana tjara memakainja dsb. Dan jang tak boleh Ibu lupakan ialah mengertikan pada anak bahwa waktu menerima "bulanan" itu kebersihan periu didjaga, karena tidak djarang terdjadi anak memakai sembarang lap sadja (misałnja kaus kaki) bila si Ibu tidak mengertikannja.

Nj. Soedjono Klitren Jogjakarta,

PERTANJAAN

Anak saja umur 6 tahun, maksud saja akan saja masukkan sekolah bulan Agustus jad. ini. Persoalan jang saja mintakan nasehat kepada Ibu2 Redaksi "Taman Pendidikan anak2" ialah, sekolah jang tepat dan baik bagi anak saja ita. Akan saja masukkan di Sekolah Rakjat Negeri jang biásanja ada dikampung2 dan jang dikua-

djungi oleh anakz rakjat umum, tapi saja kewatir djika anak saja bergaul dengan anak2 kampung bisa ketularan matjam2 penjakit dan berbuat kasar seperli blasanja anak2 kampung itu. Akan saja masukkan disekolah partikelir jang biasanja hanja dikundjungi oleh anak2 "prijaji" jang berada, tapi uaig sekolahnja sekarang terlalu mahal.

DJAWABAN:

Dalam membahas jang Ibu adjukan ini, periu kiranja kita tindjau dari hal pertumbuhan djiwa anak. Pertumbuhan djasmani dan rochani (fikiran) anak selain dipengaruhi oleh sifat2 pembawaannja djuga dipengaruhi oleh keadaan2 sekelilingnja. Keadaan sekelilingnja jang mempqngaruhi anak ini terutama ialah keadaan rumahtangga (ajah-ibu dan keluarganja), lingkungan tempat finggal, sekolah dan tidak ini sadja, djuga keadaan masjarakat kita jang luas ini djuga mempengaruhi pertumbuhan anak ki- Jang penting bagi kita para orangtua ialah, bahwa kita harus mendidik anak2 kita untuk menanam dasar2 watak jang baik pada mereka, supaja anak2 lambat laun dapat membeda-bedakan antara jang baik dan jang buruk dan supaja anak2 dengan tegas memilih fihak, ialah memihak pada sifat2 jang baik dan jang benar, serta dengan tegas mereka melawan dan membentji sifat2 jang buruk. Dengan pegangan sendjata ini, meskipun anāk2 kjta tidak setiap saat didampingi oleh pendidiknja, agak dapat selalu mengambil sikap jang tepat dalam menghadapi

matjam2 pengaruh jang ada dalam masjarakat luas ini,

Dalam memilih sekolah bagi putra Ibu, menurut pertimbangan kami ialah: sebaiknja lbu djangan membatasi pergaulainja dengan segolongan orang sadja, jang belum tentu memberi pengaruh2 baik bagi putra Ibu. Anak supaja setjara wadjar dapat bergaul dengan teman2nja jang tentu sadja berasal dari berbagai matjain keluarga. Dalam pergaulan jang luas ini anak kita akan dapat beladjar banjak dari pengalaman2nja. Tentu sadja dalam hal ini orangtua harus inengawasinja dengan bidjaksana dan se lalu memberikan bimbiigan dalam segala hal. Dan djika orangtua tjukup memberi dasar2 jang balk sebagai pegangan anak dalam menghadapi berbagai pengaruh dari luar, anak akan dapat selalu mengambil sikap jang tepat, dap orangtua tak usah kewatir djika anaknja kergaul dengan anak2 lain. Sebaliknja djika orangtua membatasi pergaulan anaknja, jang mendjach korban adalah anaknja sendiri, karena tidak tjukup mendapat pengalaman sehingga merugikan perkembangan anak sendiri.

Demonstrasi Rakjat Belanda menentang dikirimkannja pasukanz militer Belanda ke Irian Banat.

Setiakawan Wanita dari

Berbagai Negeri

Berhubung dengan dikirimkannja kapal induk Karel Doorman oleh pemerintah Belanda ke Irian Barat jang mengantjam perdamaian dan kemerdekaan Indonesia, menimbulkan aksi2 di Indonesia maupun Rakjat diberbagai negeri. Djuga dengan akan singgahnja kapal induk tersebut ke Djepang, Rakjat, Pemerintah dan Parlemen Indonesia menjatakan protesnja. Kaum wanita dari berbagai negeri menjata-

kan protesnja pula dan menjatakun setiakawan pada wanita Indonesia.

Gabungan Wanita Demokratis Sedunia:

GWDS menjokong sepenuhnja dan menjatakan setiakawan terhiadap perdjuangan Rakjat Indonesia dalam menentang pengiriman pasukan2 militer Belanda setjara besar-besaran kepantai Irian Barat.

Kami mengutuk manoevre2 tsb. jang merupakan provokasi agresif terhadap Rakjat Indonesia, jang membahajakan perdamaian Asia Tenggara. Kami jakin bahwa ketetapan perdjuangan seluruh Rakjat Indonesia akan menghasilkan dihormatinja ke utuhan wilajahnja jang akan membuka kemungkinan jang lebih besar untuk kemadjuan tanahair saudara2 dan untuk kehidupan jang baik dan anak2 saudara. Kami harap agar pernjataan ini diteruskan pada

wanita Indonesia jang merupakan penjokong aktif dari wanita seluruh dunia.

Sefelah diterima berita bahwa Pemerintah Belanda akan mengirimkan pasukan ke Irian Barat, maka Gerakan Wanita Belanda (NVB) telah mengirim surat protes kepada Parlemen dan Kabinet Belanda, mengingat pengalaman aksi2 polisionil Belanda jang pernah terdjadi terhadap Indonesia, jang telah memaksa korhan banjak pemuda2 Belanda. 12

Gerakan Wanita Belanda:

NVB menundjukkan bahwa setiap usaba unar dari dunia dan akan an. menimbulkan kegelisa

Keputusan Parlemen Belanda dimana kanu sahkan kaum ibu dan ta damai Dari keterangan Rakjat Belanda jang ljn menteri pertahañan Belanda ternjata balwa soalnja bukan untuk kepentingan Rakjat Belanda atau Irian Barat, tetapi tindakan tsb. pendudak gian dan politik Nato jang agresif jang akan merupakan ha mengakibatkan padjak 200 djuta rupiah Belanda untuk persendjataan. Kenjataan tsb. akan mem. bawa konsekwensi tambahan padjak jang men djadi beban Rakjat Belanda. Selandjutrja NVB mengadjak semua organi-

sasi wanita di Nederland untuk menjatakau

pendapatnja terhadap pengiriman pasukan tsb. Dalam hubungan aksi ini, di Rotterdam telah diadakan petisi dikalangan ratusan kaum burh pelabuhan, setelah diadakan pembitjaraan de ngan kaum ibu dari NVB. Kaum wanita dan ibu Belanda jang tjinta

Wanita Australia:

damai akan tetap berusaha keras, demi kepentingan anak2 Indonesia dan anak2 Belanda jang bersahabat, agar penumpahan darah dapat ditjegah.

Wanita pembantu buruh tambang dari Buli Corrimal Selatan (Australia) menjatakan: Dari semua jang kami peladjari menundjükkan bahwa kami mempeladjari kenjataan dimana Belanda sedang menggerakkan pasukannja ke Irian Barat dan kami menjatakan simpati kepada Rakjat Indonesia, Menghadapi kenjataan ini kami ber harap sebagaimana dalam Australia memperhatikan wanita di lain bagian kenjataan wanita dunía dan akan memprotes atas nama perdjuangan saudara2 untuk melawan agresi".

Wanita Djepang:

Rakjat Djepang jang heroik jang telah meng- D, tuhkan Kishi dan menentang ratifikasi pakta Djepang-Amerika keamanan" Šerikat, dimana Michiko Kamba, mahasiswa wanita telah man d D kelinggalan menundjukkan rasa setiakawannja terhadap Rakjat Indonesia untuk membela per damaian dan kemanusiaan.

Para anggota dari Panitia Persiapan Konferensi Wanita Asia-Airika Djepang dan para wa- Kl dari berbagai profektur (satuan daeraha ja Kongres menghadiri Nasional ke-6 kaum Ibu Djepang mengambil keputusan bahwa mereka bken menjerukan kepada wanita dan penduduk lainnja supaja mulai mengadakan kampanje untuk menentang kundjungan" kapal Belanda itu.

Mereka djuga mengundjungi Kementerian Luarnegeri Djepang dan menuntut dibatalkannja izin kundjungan Karel Doorman": dan 3 kapal perang Belanda lainnja ke Yokohama. Dinjata-

Michiko Kamba mahasiswa Dje. pung jang gügur dalam demonstrasi di Tokyo.

kan djuga bahwa kapal perang Belanda tsb: ikut ambil bagian dalam menindas gerakan pembehasan nasional Rakjat Indonesia dan karena itu harus dihalangi masuknja ke pelabuhan2 Djepang. Bersamaan dengan itu protes tsb. telah disampaikan kepada kedutaan Belanda di Djepang.

TALI PUSAT DAN PUSAT

Oleh : Nj Mawarni

Tidak djarang kita mendengar, lebih2 dari desa2, baji jang belum sampal berumur 10 hari meninggal dengan sakit mendadak panas atau sakit kedjang kedjang. Ini disebabkan antara lain oleh penjakit2 jang dinama kan Sepsis-pusat atau Tetanuspusat.

Bibit penjakit2 ini didapat pada waktu pemotongan tall pusat dengan alat2 jang tidak steril, misalnja gunting jang tidak disteril terlebih dulu atau dengan bilah bambu jang lazim digunakan oleh dukun2 baji dikampung2 jang belum mendapa: pendidikan ilmu kesehatan dari djawatan2 kesehatan.

Tanda2 penjakit Sepsis - pusat jalah:

Baji mendjadi lesu, tak mau menjusu dan seringkali panas demam amat tinggi, adakalanja baji mendjadi biru. Pusatnja kelihatan agak meradanig, sekitarnja agak merah dan bengkak dan kalau ditekan kadang2 keluar nanah sedikit.

Seringkali pada pusat sendiri tidak kelihatan radang, tetapi se sudah baji berumur 5, 6, 7 hari. se-konjong2 tidak mau meijusu, karena otot pengunjah kedjang. mulut sukar terbuka.

Sebentar2 terkedjut, kalau ter dengar sesuatu didekatnja atau oleh tjahaja jang amat terang. Kalau tersinggung sedikit sadja bisa mengakibatkan seluruh badai si baji mengedjang, sambil melengkungkan punggungnja dan kepalanja menekuk kebelakang.

Kedua-dua matjam peijakit ini sangat berbahaja dan mudah menjebabkan meninggainja baji. Karenanja kalau ada tanda2 seperti tersebut diatas segeralan anak itu dibawa ke dokter.

Lebih berbahajanja penjakit tetanus, jalah karena pada penjakit ini baji tidak sanggup menelan disebabkan kedjang (kram pen), maka djarang sekali baji jang terkena penjakit ini dapat tertolong.,

Karena itu untuk mentjegahnja:

Pertama: Pada waktu melahir kan, berusahalah agar bisa ditolong oleh bidan atau dukun baji

jang telah mendapat pendidikan ilmu kesehatan dari djawatan2 kesehatan.

Kedua: Untuk memelihara kesehatan baji selandjutnja:

Sebelum tali pusat kering, sebaiknja kalau memandikan djangailah seluruh badan dimasuk kan didalam air (dilap2 sadja), agar pusat tidak basah, atau kalau mau memasukkannja seluruh badan dalam air, air harus direbus sampai mendidih dulu dan didinginkannja hingga hangat2 kuku.

Dan sesudah dimandikan, pembungkus tali pusat harus diganfi dengan kain kasa (gaas) steril baru jang telah dibasahi dengan alkohol 50% atau spiritus bakar, jang mudah dibeli di-rumah2 obat.

Djika tali pusat telah gugur (puput), pusat itu masih belum kering djuga, tjukuplah dibubuhi dermatol setiap sesudah mandi.

Djangan dilupakan, setiap ibu jang akan memandikan bajinja, tangan harus bersih, sehingga sedikit memungkinkan terdapat infeksi pada pusat bajinja.

Kebangkitan

Wanita Perantjis

Kaom Wanila mengambt hagian da'am Komtune Paris, Barikade di-, la Place Blanche" dipertahankan oeh waaita,

R EVOLUSI Besar menjaksikan wanita Rakjat beraksi. Merekalah jang sekarang tampil didepan. Mereka mengisi bukutjatatan2 dengan penderitaan2, tuntutan2, protes2 dan dikirimkan ke Dewan².

Pada tg. 5 Oktober wanita muda dari Halles bernama Reine Audru menjerukan kepada kaum wanita untuk menuntut ,Roti!" Wanita Rakjat tsb. datang ke Versailles untuk mentjari radja, mereka mengemukakan kesengsaraannja wanita Rakjat, penderitaannja jang tak terhingga, keinginannja mendapat perbaikan. Radja mendengarkánnja dengan hati jang gelisah. Maka ketua Madjelis Nasional jang ikutserta pula pada saat itu, mengambil kesem. patan baik daripada keadaan ini, untuk mendesak kepada radja supaja radja suka menandatangani naskah ,Hak-hak Manusia", jang ran. tjangannja memang telah dibawa. Radja sangat bingung. Rasa hati-ketjilnja memberontak, keangkuhan-tradisinja marah dan bentji, kemuliaan mahkotanja merasa terantjam, sebab menandatangani naskah itu berarti menandatangani vonis-mati kepada hak-radja jang tak terbatas Menandatangani naskah itu berarti membunuh keradjaan mutlak. Tetapi diluar istana berdiri ribuan Rakjat dengan 8000 orang wanita dibagian jang muka, .....menunggu meski. pun hudjan sedang turun dengan hebatnja, .. menunggu telah berdjam djam lamanja, ....... menunggu dengan muka jang seram. Kedjengkelan dan dendam-hati terbatja dimata mereka itu! Apa jang radja hendak perbuat kini? Achirnja apaboleh buat, ia tandatangani nas-

kah itu!Hak-hak Manusia" ia sjahkan. Hakradja jang tidak terbatas ia lepaskan, boleh masuk kelobang kubur .Sungguh suatu detik jang 14

maha-bersedjarah didalam proses anggapan? manusia!

—Hari Kemerdekaan Perantjis —disebutkan hari-kehormatannja kaum lakia, maka 6 Oktober adalah hari kehormatannja kaum wa. nita. Pada tg. 14 Djuli kaum laki² telah menaklukkan Bastille, tetapi wanita pada tg. 6 Oktober telah menaklukkan hak-radja, -telah me. naklukkan keradjaan!

Semakin banjak wanita mengambil bagian dalam kehidupan politik, aktivitet perhimpunan2, mereka pun mengadakan pidato? di Dewan2, disampingnja terdapat kaum laki2 dalam demonstrasia menentang kenaikan harga ba. rang2 kebutuhan hidup. Djadi demonstrasi perhimpunan wanita Republiken jang dipimpin oleh Claire Lacombe, memainkan peranan jang sangat penting dalam pemberontakan populer jang berachir dengan djatuhnja kaum Girodin pada tahun 1793. Banjak wanita memitih mati untuk kehormatan kaumnja dan diakuinja semna hak2 wanita. Mereka disokong oleh djutaan wanita jang bersama-sama kaum laki menealami kesengsaraan, penderitaan jang tak terhingga dan penindasan Tetapi apakah jang didapat dengan keme-

nangan ini buat mereka sendiri ? Sungguh mengetjewakan sekali! Sebab keterangan tentang Hak2 Manusia" jang telah ditandatangani oleh radja itu, tidak berisi satu kalimatpun jang mengatur hak2 wanita! Pada waktu Madjelis Nasional merentjanakan surat-keterangan itu, menjusun kata² jang hendak menentukan hak² manusia didalam negara, memformulir faham² dasar jang akan mendjadi alas2 prinsipiil bagi gedungnja masjarakat dan negara, pada waktu itu wanita diluar pembitjaraan". Masjarakat, negara, politik, dan lain sebagainja, hanjalah buat kaum lelaki sadja.

Tetapi kendatipun demikian, 6 Oktober tetap mengandung arti maha-penting bagi kaum wanita sendiri. Tidakkah pada hari itu kaum wanita Perantjis telah bangkit, telah berani me. mekikkan suaranja sendiri, telah mengambil nasib dalam tangannja sendiri, telah mampu memaksakan kehendaknja, telah berhasil memaksa kepada dunia-ramai supaja tidak meremehkan lagi kepadanja? Sedjak 6 Oktober itu mereka mendjelma mendjadi tenaga2 pendo. rong bagi propaganda revolusioner". Sedjak hari itu mereka sedar, dan bukan sadja mereka lalu mendjadi anggota klub? jang didirikan kaum lakiz, - mereka mendirikan pula perserikatan² wanita sendiri, perserikatan2 wanita jang besar², — perserikafan2-politik-wanita jang pertama didalam sedjarah kemanusiaan! Didalam satu kota sadja, misalnja di Bordeaux perserikatan Amies de la Constitution" mem. punjal anggota 2000 orang dan tjabang Paris sadja dari perserikatan Femmes Republieaines et Revolutionnaires" mempunjai anggota tak kurang dari 6000 orang.

Heroisme wonita dalam komune

Komune Paris jang membangunkan antusiasme dunia adalah halaman jang paling djaja dalam sedjarah Perantjis baik dalam periode kemenangannja dan kemundurannja serta penderitaannja. Kita teringat Mur des Federes" jalah dinding dimana mereka jang bangkit melawan keradjaan dan pendudukan Djerman menemui adjalnja, kita tahu nama2 pemimpin jang djaja.

Heroisme kaum wanita jang memegang peranan pimpinan pada pemberontakan 18 Maret 1871. dan jang tak bisa dilupakan jalal Louise Michiel. Ia adalah seorang guru jang menerdjunkan diri dalam perdjuangan melawan radja. Dengan ribuan wanita lainnja ia berdjuang dalam minggu berdarah. Achirnja ia ditangkap, kemudian dibawa ke Satory, lalu ke Versailles. Ia berumur 26 tahun ketika ja diadjukan kedepan pengadilan. Djawabannja dalam pengadil. an jaitu: Bila kamu bukan pengetjut, bunuh aku". Tetapi mereka tak membunuhnja, ia dibuang ke New Caledonía. Kemudian ia mendapat amnesti dan dikembalikan ke Perantjis, dimana ia kembali mempropagandakan untuk Republik Perantjis jang sosial, adil dan berperikemanusiaan.

Louise Michiel hidup dalam keadaan sukar. Waktu di pembuangan ia terpaksa tak dapat ikutserta dalam rapat2 jang diadakan per.tama? dengan sembunji-sembunji didaerah sekitar Paris, selandjutnja dengan terang2an di Paris sendiri.

Maka kemudian petjahlah perang untuk mengembalikan kekuasaan radja jang gojah. Louise Michiel adalah termasuk ornng2 jang berbaris di djalan? dengan menjerukan perda maian. Sedjak itulah ia diikutsertakan dalam aktivitet2 dalam kehidupan masjarakat

Pada waktu pemerintah mengadakan kudeta. Rakjat mendjawab dengan mengirimkan meriam? pasukan pengawal nasional ke Paris dan demikian lahirlah Komune Louise Michiel adalah diantara mereka jang memanggul senapan untuk mengadakan perlawanan.

Walaupun komune dihantjurkan seperti kun. tjup jang tak mendapat kesempatan untuk berkembang. tragedi jang teraelhir tidak berachir tanpa tanda hidup.

★ 早 第

Berita sanasini

Sebagaimana biasa pada permulaai Djuli adalah Hari Kanak2 Nasional jang diperingati diberbagai tempat dan di ikuti oleh anak2 dengan berbagai pertundjukai, njanjian dsbnja.

Untuk menjampaikan hasil2 Musjawarah Wanita Sedunia jang telah diadakan di Ko penhagen, sekembaliija ditanah air delegasi Indonesia telah menjampalkan kepada massa wanita jang sudah diadakan di berbagai tempat seperti di Djakarta, Surabeja, Solo.

Pada igl. 21 Djuli Nj. Sirimavo Banda ranaike telah disumpah sebagai Perdana Menteri Sallan dan perdana meriteri wanita jang pertama di dunia. Disamping in beliau djuga mendjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Luarnegeri.

Beliau adalah djanda dari mendiang Solomon Bandaranaike, bekas perdana menteri Sailan. Nj. Sirimavo adalah djuga seorang ibu dari 3 anak.

Anggota2 DPR GR jang baru2 ini dilantik oleh Presiden terdapat 26 orang wanita.

Badju

Gaja Tionghoa

PERSAHABATAN tidaklah hanJa m lañar sdiplsmaal da peytukaran miai, deta pi diugs hsa melalas spertukaran" ma kanan, mainan kanaka dan pakstan. Kall anak?, jang lentunje tak ane lazt hagi kebanjakan pemłatja. tetapi monkin ma. sah asing Ajara? mesbuataja Bahan jang hahan: katun hisa dipakal semharang lurík, bahkan berkemlang, kain batik, blatopiun bísa

Model tangkapan

Biasatía jang untuk anako lakia tidak tuingnia berontun ditengaa, dars atas ke bowah ane untuk anake perempuan pa kai penstup" dari kirl kckanan, dan kan. tingnja beruntun dari atas kebawah, didada kanat.

Ékuran lang diberikan disini adalah untuk anak? umur 4 atau 5 taban

Tjura membuatnja : Djahit dula hahurja, dari A de B dan dari A' le B'. Ke mudian D dan C disar bungkan. begitu doga D' dan C. Dialan sial dilakakan dari CD ke F dan C'Di ke F'. Kemudian bagian bawah diseiesalkan dongan hies aerong mulai dari F sampai P" dan bugian bawah depan dari P ke G dan dari F ke G, sekarang hagian leher belakang diberi hies dari À be A' dan leher depan mulal dari A ke H terus ke G, begitu djuga dengan bagian kiri depan mulal dari A' ke H' terus he G' Setelah bagian badan selesal kita dahit, sekarang kita membi. kin krang-lebernja. dengan kain keras didalamaja untuk voering" dan kita da hit mulal dari I melalui J dan K terus ke L. Kemudian pusanskan kraag leher zu dari I ke L pada lobang lehoz.

Biasanja tidak dipakal kantjing dengan mata-itik atau kantin-djepret, melain. kun sematjam kantjing" jang diperbuat dari bies jang didjadikan kantjing-tali

Model bukaan tengah

Tambahlah 1h - 2 cm untuk djahitan pada waktu memotong

44 1P.7 Kanan belakang Kiri belakang 450 2,4 13, 20.5 Kraag leher

ihe E Kanan depan Kirl depan 44 Tjara membuataja ias hia dithat poda pambar. Uotal tadu anasa perempuao, jang memakas pemtup", kanting talinja selain dirtetgaaa druga diperiokan sata dileher dun sata lagi dibalto sebela dalam. Kita tohatah membuat badju gja Tionghoa ini untuk anak? kita. 工 Kantjing tai' uatuk badju perompuan B. Begini membuat lobang kantjing A. Begini jara mem buat kantjing tali Untuk badju laki2 I 17

MASAKAN

Lambal badjag

Bahannja: 5 lombok iris (digiling)

Bumbunja: 10 bawang merah 6 bawang putih 10 kemiri 2 sendok makan serai iris laos sedikit asam gula kelapa daun salam santan % kelapa daun djeruk purut terasi minjak atau mentega garam

Membuatnja:

Bumbu digiling halus2, ketjuali daun2 bumbu. Kemiri digiling djuga, lalu ditjampurkan. Tjampuran ini digoreng dengan minjak, diberi asam. terasi dan daun2 bumbu. Sudah itu beri santan kental, masak sampai keluar minjak.

Pergedel djagung

Bahannja: djagung muda daging atau udang telur

Bumbunja: prei atau silderi di iris bawang merah meritja digiling santan sedikit minjak garam

Membuatnja:

djagung diparut atau digiling, ditjampur dengan bumbu giling, bumbu iris, telur, santan dan garam, lalu digoreng sesendok2. Boleh ditjampur dengan daging atau udang.

Sambal lada gandaria

Bahannja:

gandaria muda lombok merah terasi bawang merah garam

Membuatnja:

Lombok + terasi + bawang + garam digiling. dimasukkan gandaria di tumbuk2, sampai ber tjampur semuanja.

Pergedel goreng

Bahannja:

pond daging pergedel = daging tientjang + gemuk jang di-iris ketjil2. 10 kentang = 1 roti

Bumbunja:

4 bawang merah di iris I bawang putih 1 sendok teh meritja sendok teh pala 2 telur silderi iris sedikit mentega sedikit + garam

Membuatnja :

Bumbu, kentang rebus lumat dan daging diaduk, diberi silderi iris, mentega dan telur. Putih telur jang sebuah ditinggalkan untuk dikotjok penjemir pergedel jang telah dibulatbulatkan, kemudian digoreng. Banjaknja daging atau kentang menurut ke

sukaan masing2 orang.

Rasa Tjemburu

Kadang2 dengan tidak kau sedari, ada perasaan2 jang aneh, jng belum pernah kau rasakan. Perasaan anch itu jalah perasaan fjembuci. perasaan itu, bukan? Tjobalah ingat2, diwaktu pe menimang nimang adikma, kau merasa me dalam merebutkan dapat saingan tjinta kasih go. Terkadang, perasaan itu sangat halus sektli, sehingga hampir2 lidak bisa dinamakan emburu. Misainja demikian: Pada suatu pesta beberapa anak gadis datang mengundjungina. Beberapa mata tertudiu kepada gadis2 jang baro datang tadi. Bisik2 terdengar. Áda jang memudji ketiantikan sigadis A, ada jang memudji s gadis B. ada pula jang memudji sigadis C. Dalam hati kel lmu kau djuga ingia mendapat tempat pudjian diantara pengundjung itu. Kau djuga ingin dikatakan tjantik, luwes, pandai ber dandan, dan sebagainja. Dan.. dalam keadaan jang demikian kau berdiri ditengah-tengah beberapa saingan. Rasa demikian, terkadang ada padamu.

Dan kini suatu perasaan jang lain dari jang dulu2 timbul padamu, setelah kau dewasa, dan setelah kau mentjintai seseorang prija. Menurut logika, menurut pikir, tentu prija jang kau tjinta itu punja hak bebas bergaul dengan slapa sadin. Tetapi, mengapa dalam hatimu timbul rasa tjemas, kalau2 prija itu menjinta orang lain, atau di tjinta oleh orang lain ?Dan dalam hatimu, timbul gambaran2 chajal, wanita kau masukkan black list. Sedapat mungkin laki2 jang kau tjinta itu djaigan terlalu rapat dengan wanita2 jang kau masukkan black list (daftar hitam) itu, bukan? Sekalipun sikap ini kau rahasiakan, akan tetapi. orang jang berperasaan halus dan jang telah punja pengalaman hidup agak lama, akan mengerti bahwa kau punja rasa tjemburu terhadap wanita2 tertentu.

Salahkah, wanita jang mempunjai rasa tenburu demikian itu?

Salah si tidak. Akan tetapi, kalau tak bidjaksana, bisa membawa bahaja. Bisa mematahkin pertjintaan. Tjemburu. dalam ramuan tjinta, adalah laksana garam dalam sajur. Sebenarnja. tjinta tanpa tjemburu, adalah seperti sajur tanpa garam. Tetapi...... awas2 menaruh garam dalam sajur! Djangan terlalu banjak, dan djangan terlalu sedikit. Untuk memberi bumbu jang sewadjarnja, mengharuskan adanja kebidjaksanaan.

Tegasnja .kau oleh punja rasa tjemburu. Akan telapi, heidaklah sangat bidjaksana dalam pelaksanaan. Djangan kau perlihatkan rasa tjem-

burumu itu. Sebab, tjembura jang keterlaluan, Ltu sudah merupakan sata penjakit. jalah penja- Kau tdak pertjaja lagi kekit rasa rendabdiri. pada dirimu sendiri. Kau merasa, atau mengira, bahwa tanpa dia, kau akan tak bisa hidup babagia. Tanpa dia. kau akan kehilangan pembeing djiwa, tanpa dia kae t'dak berarti apa.

Anakku,

Perasaan atao anggapan jang demikiar itu, adalah kliru samasekali Kebahagiaan perkawinan adalah bila harga (nilai djiwa) antara bakal suami dan bakal isteri itu sama beratoja. Tidak ada safu jang lebih unggul, dan tidak ada pula satu jang lebih entong. Sudah barang fentu, dua-duanja tak sama benar. Ada balagian2 jang kurang pada seorang, tetapi ada bahagian2 jang unggul pada seorang. Itulah sebabnja, dua-dua naiti kalau sudah djadi harus saling mengisi. suami isteri.

Tundjukkan bahwa kau punja kepribadian sendiri Kau bukanlah budak. Tetapi djuga bukan penindas. memerintah orang lain. Tundjukkan, bahwa bakal suamimu, adalah "teman" jang sedjadjar denganmu. Djangan kau bersikap seperti pengemis jang meigharapkan tjintakasihnja. Itu andaikata dia menjintidak wadjar! Dan...... taimu hanja karena belaskasihan, suatu ketika suamimu itu akan mengalami hidup kehampaan dalam bahtera perkawinan doiganmu. Dan kelau saat demikian sudah tiba. dia gampang sekali berpindah kepada wanita lain, jang dirasakan memberikan tjinta padanja setjara wadjar. Atau dalam masa kesepian Itu. suamimu akan gampang diambil alih oleh orang lain.

Djangan kau kekang laki2 jang kau tjinta itu. Biarkan dia bergaul dengan siapa sadja. Biarkan dia membanding. Kau hanja boleh mengawasi, agar supaja prija jang kau tjinta itu tidak djatuh kelembah kesengsaraan.

Anakku,

Kalau kau punja kepribadian sendiri, kalau kau punja hargadiri sendiri, tentunja kau tidak aken mendjerit, bila-andaikata menghadapi suatu kedjadian jang tiba2, misalnja sadja, dia memilih orang lain. Sebenarnja, kau malah harus berterimakasih kepada keadaan, karena dia meninggalkanmu sebelum kau kawin dengannja. Sebab apakah bahagianja, orang kawin dengan prija. bila hanja kawin badannja sadja, sedaig hatinja kepada orang lain?

Sampai disini dulu anakku. Lain kali kita bitjara lagi. Bunda.

TANAHAIRNJA

Oleh: S. Ruk Kertapati

Utari terbenam dalam pikirannja sendiri.

Ia melihat keluar liwat djendela. Dikedjauhan itu, hutan jidah membuai, angin deras meniup dan menggojangkan puntjak pohon2 flambojan jang sedang njala berbunga. Daun2 kuning, kelabu dan merah jang telah mqidjadi tua, terbang berkeliling -ja, terbang keliling ber-warna2 serupa dengan pikirannja sekarang ini jang penun dengan ingatan ber-warna2.

Ada suatu jang disembunjikan dalam hatinja. Tapi la tak bisa berbohong. Datangkah ia?" tanjanja. Ah, sebaiknja la tak usah datang. Apa perlunja aku sering berdjumpa dengamja? Siapa tahu, waktu itu memang la sendirían, tapi dikampungnja tentu punja isteri jang melahirkan aaknja setahun satu! kepalanja, lalu ditutupnja mukanja seperti ada ia menggelengkan jang ditakutkan. Tapi aku ingat selalu padanja....." — sam-

bungnja pelahan. Selama ini aku banjak berdjumpa dengan orang2 sematjam dia, tapi tak pernah aku ditenggelamkan dalam serupa ini. Apakah karena matanja jang penuh kesungguhan? Ataukah karena utjapan2nja jang tadjam2 itu ?"— ia kembali menutupi mukanja seperti ada sesuatu jang datang menakutiija.

Ia baru dua bulan kembali di Djakarta.

Ketika pamannja dapat undangan dari istana, dibawanja ia serta mengundjungi resepsi. Selama tudjuh tahun menemañii pamannja diluar negeri, ia tak pernah membajangkan, bagaimana orang? Indonesia sekarang ini. la hanja tahu dari pengalamannja jang sudah liwat, bahwa limabelas tahun jang lalu, bangsa Indonesia adalah orang orang jang paling bersemangat, sederhana, kepingin madju dan ulet berdjuang! Dengan bambu runtjing ditangan kanan dan setjarik bendera ditangan kiri, ia berani menjerbu untuk merebut kebebasannja. Djuga gadis2 temannja sebaja, hampir semua mendjadi gadis pemberani jang gagah. Masih tampak dalam ingatannja, gadis 20

Sutimi, seorang sahabatnja. dengan teriakao merdeka ber-kobar2, ia berani menampar muluj seorang Nika.

Pada saat2 la pergi-mengikuti pamanna ke luar ciegeri, maka terasalah kehampaan dalam dirinja. Ketjillah rasanja, mendjadi orang Indoasia jang tak turut berdjuang terus untuk tanah airnja.

Dilapangan terbang, kefika ia hendak berang. kat pergi, tangan gadis Sutimi, sahabatnja, ditekan dan diremasnja keras2. Dan gadis Sutimi se njum memanaskan hati: Djangan lupa, Ulari! Engkau adalah gadis Indonesia. Lambang kita adalah bambu runtjing dan setjarik bendera. Ke manapun engkau pergi, lambang ini djangan terlupa. Apa jang baik nanti. jang kau peroleh dari sana, berikanlah pada kami, rakjat Índone sia. Kami rakjat pedjuang, adalah orang2 djudjur dan setia......' Demikianlah, utjapar gadis Sutimi ini dibawa-

nja selalu kemana ia pergi, hingga pada saat2 ia pulang kembali ketanah-airnja selama tudjuh nja. tahun berpisah, utapan ini masih terus diingat- Dan — pada saat malam resepsi itu, pada ma-

Iam pesta jang semegah itu, tampaklah olehnja serombongan orang2 besar, orang2 ternama dan para pemimpin, berkumpul berdatangan berpasang2. Utari tertegun ketika melihat mereka dibawal

tjahaja lampu jang bergantungan:Amboi. orang2 Indonesia sesudah merdeka. Alangkan

makmurnia Alangkah makmurnia mereka....." Ia mengerling kepada perhiasan n'onia2 gemuk jang begitu bagus gemerlapan. Pakaian mahal jang meng-kilat2. Wadjah2 litjin jang ter buat dari segala matjam bentuk, dipulasnia be gitu rupa. Tak peduli, apakah nion a ini sudah tua ataukah masih muda. Be-ratus2 pasacig suami-isteri berdialan milir-mudik dengan gaja dan sikap jang sudah dilatih sebelumnja. Sikap dan gaja orang2 jang terpeladjar, kata mereka. Sekali2 mereka tertawa, suatu tawa di-bikin2. suatu tawa jang hania memenuhi sarat2 tata-krama dimalam resepsi. Si isteri tampak tjantik molek.

dan dikupingija dileher bergantungan batu? hiasan jang rmahal ber-warna2, sedang para sua berdampingan dengan mi berdjalan muka gem bira di-bikin2. Badannja dibungkus oleh djas dan tjelaga putih hitam. Bentuk tubuhnja rala2 besar kebagian alas dan ketil kebag ian bawah, seperá seorang anak bentuk badan jang kurang bats rawatan makannja.

Ia lajangkan lagi pandangainja kepada se rombongan gadis2 tjantik jang baru keluar dari belakang istana, gadis2 lang disanggukij bersuntingkan majam2 bunga a Amboi, indahnja mereka "

la berbisik kagadis2 gum. Apakah kerdia jang semolek ini dibelakang istana ?"

Maka teringatlah la pada g gadis Sutimi, sahabatnja, gadis jang pernah menampar mulat se orang Nika pengchianat. Dayn diantara gadis? jang bersuntingkan matjam2 bunga dimalam pesa ini. la lak melihat lagi seorang gadis Sui. mi jang gagah dengan bambu runtjing ditangan kanannja dan setjarik bendera ditangan kirinja. Dimanakah gadis Sutimi sekarang, gad's jang melambangkan Indonesia dengan bamhu runtjing dan setjarik bendera? gad's Hilangkah Sutimi? Dan apakah gadis2 datang molek jang dari belakang istana ini tahu, bahwa sebelum mereka bebas bersolek dan berpesta, di Indonesia ini pernah berdjuang gadis Sutimi jang gagah perwira?

Maka ketika ia asik meng-ingat2 gadis Sui. mi, terdengarlah suara orang bertanja disampingnja, suara orang jang hingga saat ini diingatnja dan ditunggunja suara orang jang men datangkan pertjakapan dengannja begitu baik dan mengesan. Pertjakapan jaig selalu ferulang pelan2, tiada bosan2nja:

Saja lihat, nona seperti orang baru diantara para tamu jang sering datang disini"

Saja baru dua bulan tiiggal disini"

Bagaimana pendapat nona tentang keadaan resta malam in'?"

Mengenai apa? Orang2nja ataukah pestanja?"

Dua2nja"— ia mengedjek.

Utari mqidjadi panas hatinja. Dianggapnja orang ini mau mengudjinja. la mau mendapat angka jang tinggi dimata Utari.

Dua2nja, baik! Baik sekali. Orang2nja sudah madju terpeladjar, dan pestanja sangat mahal!"

Madju dan mahal! Istilah jang sangat tjotjok untuk segolongan mereka jang ada disini sadja".

Kenapa?"— Utari pura2 heran.Masih ada kah golongan lain, selain dari mereka jang ada disini? Bukankah pesta jni sudah mendjadi lam bang kemakmuran Indonesia sekarang? Tidakkah pesta ini menundjukkan, bahwa orang2 Indonesia sekarang sudah madju dan saigat mahal?"—

Dimana nona beladjar tentang orang2 Indo nesia sekarang?"—

Saja belum_pernah beladjar tentang orang? Indonesia sekarang. Saja hanja beladjar tentang

orang2 Indonesia sewaktu panas2nja revolusi." Lata? Dimana nona selama itu?"

Saja turul paman keluar negeri dan menemaninja sampai lama"

Adakah hal2 jang ncia peladjari disana untok bangsa nona jang ditinggalkan?"

Ada. Ini kebetulan mari" sadja soal jang saja ge-

Soal apa jang nona peladjari?"

Soal2 pertanian!

Kini tampak muka orang jang mengadjaknja bertjakap itu berubah. Matanja jang tadjam itu bertjahaja.

Sekarang Utari merasa. bahwa orang inilah jang kini kagum terhadap Utari. Dan Utari mendjadi puas.

Nona tinggal dimana? Bolehkah saja datang ditempat nona?"

Utari mendjadi tjuriga. Ia mesti hati2 daa mengambil sikap. Apakah ia berhadapan dengan seorang buaja baru. seperti djuga buaja2 lainnja jang tiap hari diperkenalkai padanja oleh ibu tirinja?

Tuan mau datang ditempat saja? Apa sebab na?"

Maaf nona, saja telandjur. Kegemaran dan perhatian kita, kebetulan serupa. Sajapun sedang mendalami soal2 pertanian"

Tuan sedang sekolah?"

Tidak. Saja tidak sekolah. Saja sedang beladjar"

Dimana? Apakah chusus mempeladjari soal2 pertanian disalah satu perguruan tinggi?"

Tidak. Saja sedang beladjar dari rakjat!"

Amboi, beladjar dari rakjat. Alangkah indah nja djawaban ini. Utjapan ini adalah utjapan satu2nja jang pernah ia dengar dari seorang kenalan lelaki jang baru didjumpainja. Beladjar dari rakjat" — ia ulangi lagi sekali, dua kali, hingga ber-puluh2 kali setelah ia datang kembali dirumahnja dan hingga saat2 ia terbenam dalam pikirannja sendiri.

Orang itu Junus namanja. Dan sore itu ia menixiggunja.

Datangkah Junus petang ini?" — ia berbisik lagi pelan. la berdjandji, bahwa sore ini ia bakal datang membawa buku dan bahan2 jang mengenai hal2 pertanian. Alangkah gandjilnja.."— ia mengeluh.

Betapa pandangan ibu-tirinja nanti djika melihat Junus datang dengan barang2 serupa itu? Ia tahu, bahwa tamu2 jang datang selama ini kerumah ibu-tirinja, selalu membawa barang2 mahal: piringan2 hitam, bunga anggrek, gaun pesta, atau makanan dan minuman jang aneh2 Ia tak mengerti, mengapa ibu-tirinja berubah sifatnja mendjadi perempuan liar jang tak terkendalikan. Hidupnja dihabiskannja dengan bersolek dan pesta2. Djika pulang larut malam tertjiumlah bau rokok dan minuman jang memuakkan dari mulutnja. Telakanja, belakadan dingan ini dibawanja pula Utari serta, kenalkannja dengan semua teman2 langganannja.

Utari mulai djidjik hidup bersama ibu-tirinja. Maka pada suatu malam, terdjadilah sebuah

pertjakapan runtjing bersama ibu-tirinja: Bibi, sekarang saja sudah kembali dirumah, bekerdja mentjari uang dedan saja sudah bisa ngai gadji jang tjukup. Maka saja minta kepasungguh, hentikanlah da bibi, minta dengan hidup bibi jang keruh serupa sekarang ini. Sederhanakanlah hidup kita. Bibi tak usah pergi kepesta setiap malam, dan tak usah keluar kota setia minggu, dimana segalanja harus memakan oigkos ribuan setiap pergi. Mari bi, demi kepentingan dan kehormatan nama keluarga kita. gantilah tjara hidup bibi. Toh kita bisa hidup sederhana dengan uang jang saja peroleh setiap bulan !"

Apa, Utari? Kau minta apa? Tahukah kau, bahwa kupanggil kau kemari, karena aku ada harapan untuk hidup mewah jang lebih mewah dari sekarang dengan tambah tenaga bantuan seorang lagi? Aku mendatangkan kau disini, maksudku, supaja kau djuga hidup meniru djedjakku. Rupamu tjantik. Dari ketjantikanmu, aku ber-tjita2 mendjadikan rumah ini berubah mendjadi istana jang dikundjungi oleh radja2 uang setiap malam......!"—

Tutup mulutmu, lantjang!"— Utari lupa berteriak. Kau tempatkan aku sedjadjar dengan perempuan djalang sematjam kau, djahanam?? Pergi kau dari sini! Rumah ini adalah rumahku. Aku berhak mengusir kau dari sini, tahu??"

Mata Utari ber-njala2. Ia merasa terhina oleh ibu-tirinja. Selama ini ia mendjaga agar djangan terdjadi perpetjahan dengan ibu-tirinja. la pura2 tak tahu, apa kerdja ibu-tirinja selama ini, apa dia jang sebenarnja. Tapi setelah ternjata bibinja ada tjita2 untuk mengganggu djalan hidupnja, maka bangkitlah amarahnja dan ditondjolkannja harga dirinja.

Ibu-tirinja ketawa sombong:

Utari! Djika kau tak mampu meniru djedjak hidupku, sudahlah. Tapi djangan kau melarang aku hidup seperti ini, dan djangan pula kau seret aku supaja hidup melarat sematjam kau! -ia berkata sambil berdjalan mondar-mandir.

Utari! Tahukah kau, bahwa djika aku menolak pergi pada suatu malam minggu sadja keluar kota, berarti aku kehilangan uang sepulun

ribu ?? Bisakah kau ganti uangku puluh ribu dalam semalam?? sebanjak Hmh, kan sadja suruh aku hidup enak ribu itu sebulan? Kala ngmu jang dus sendiri. Djangan kau seret2 mati, matilal Ketika Utari bangkit hendak

lut ibu-tirinja, ia sudah mel menampar my pergi dan naik kemobil jang sudah lama

annja Sedjak itu tak pernah la ngan ibu-tirinja. Sekali2 bertjakap debelakang dengan sombongnja edjekan da hidup seperti nenek2 serupa uh, apa arlinja melamun Buku, baija buku, batja, tulis2, dirian! Tjs. mampuslah sendiri..

Kadang2 Utari tak tahu lag jang harus ia lakukan terhadap ibu tirinja. dan dari la teringal kepada gadis Sutimi, gadis Sutimi pindah kepada Junus. Dima gadis Sutim sekarang? Apakah tetap la djadi gadis pedjuang ibu-tirinja? Dilihatnja djam sudah

menundjukkan pukul empat sore.

Ia masih terbenam dalam pikirannja sendiri Ketika ia mengintip dari tjelah2 gorden pinta kamar ibu-tirinja, tampak ibu-tirinja sedang ask mengetjat alisnja. Seorang laki2 tua-bangka, te lah lama menuciggu diruang tamu. Waktu Utan liwat didepan orang itu hendak mengambil se buah buku diruang batja, buru2 orang itu bang kit berdiri dan membungkuk hormat di-bikin Ditangannja terpegang seikat besar bunga ang grek jang amat bagus. Sebal Utari melihataja Mau rasanja, buku jang sedang dibawanja u dibantingkan kemuka buaja ini. Biar hantjur luluh tak terlihat lagi.

Dalam sekilas, terbajang lagi gadis Sutimi te gak dengan suaranja jang panas bersemangat: kami rakjat pedjuang adalah orang2 djudjur dan setia!"

Dan sekarang, sore ini, setelah kebebasan itu direbut dengan gagah berani oleh rakjat pe djuang jang djudjur dan sefia, maka tampaklah diruang tamu dalam rumahnja, seorang tuabangka jang dibungkus dengan djas dan dasi ma hal2, sedang berdiri sambil memegang seikat besar bunga anggrek jang akan dihadiahkan ke pada seorang perempuai liar jang sedang asik bersolek mengetjat alisnja. Lalu tampaklah du bajangan dalam igatannja silih-berganti:se seorang laki2 tua-bangka dengan nganija dan selkat bunga anggrek ditangannja. Amboi, ini- Sutimi kah upah untuk gadis2 dan rakjat pe kaang jang djudjur dan setía?? Ketika djam menundjukkan pukul

lima sore, Utari dari tempat bangkitlah duduknja. Ba bisiknja pelahan. Hatinja rángkali ia berdebar.B jarlah kususul kerumahnja."

dinuka katja. la merasa, bahwa ia la berdiri kelihatan lebih (ua daripada ibu-tirinja. Tapi tak k , ibu-tirinja jang agung. sedang seorang jang kenes, seorar ing jang menganggap bahwa hidup suatu majn2. ini hanjalah

la betulkan sanggulnja. Tipis dibedaki mukanja. Badjunja dirapihkan.

uàa bibang. la kepingin tampak manis dimata Junus. Tapi ia takut dikritik. Bukankah ia seorang jang sedang beladjar dari rakjat? Seorang sederhana.....

Di-ulang2nja utjapan itu. Pikirannja penuh dengan segala tanja-djawab tentang Junus dan kegemarainja. Junuslah jang kini mendjadi pu sat.

Dengan menjewa sebuah betja, Utari pergi menudju ketempat Junus. Didepan sebuah gang ketjil la berhenti, lalu masuk berdjalan kaki. Dua tiga rumah sudah dilaluinja, kemudian tibalah ia didepan sebuah rumah jang sederhana.

Maafkan saja. Tak terduga dari semula, bahwa sore ini tiba2 sadja ada pertemuai mendadak dirumah saja. Tadi tak sempat saja memberi tahu kerumah !" — tampak Junus mendjemput Utari kepintu pagar. Sikapnja seperti gugup.

Pertemuan apa? Selamatan ?"—tanja Útari. Bukan. Boleh kau nanti mengikutinja disini sambil duduk2. Sebentar kuselesaikan dulu persiapannja" - ia menjilahkan Utari daduk diruang batja, diantara deretan lemari2 buku jang rapi disusuni buku2.

Setengah djam kemudian, datanglah beberapa teman Junus jang terdiri dari segala matjam umur. Mereka berpakaian sederhana, bermata tadjam dan berwadjah djudjur menjenaigkan.

Útari pindah duduk diruang muka, terpisali dari mereka. Dalam suasana fenuh kesungguhan, mulailah Utari menangkap sepotong2 utjapan mereka:

Apa jang kami kerdjakan, saudara tanja?"—

Kami disana berkumpul dan bertjakap. Tapi alangkah baiknja djika...... ja, djika kami bitjara dengan utjapan2 jang baik atau pendapat2 jang baru. Sajang. búku2 kami hanja sedikit. dan brosur2 jang kami terima sudah ber-kali2 kami batja....

Kawan kelompok kami jang palyig madju adalah saudara Sutimi. Tapi sore ini ia tak dapat datang, karena meigaso dipinggir kota. la glat memimpin aigkatan jang akan datang. la bertukar pikiran dengai anak2 muda. la mem-

batja dan mendjelaskannja untuk mereka. Sajang, pengetahuan kami sendiri belum sedjauh itu.....

Masalah jang per-tama2 mesti kita petjahkan disini, lalah masalah undang pembagian tanah. Ini memang masalah jang hebat. Karena, tanpa undang2 ini, desa dan dunia retani akan berantakai ter-pisah2. Mari, dari masalah ini sadja kita mulai. Bagaimana pendapat saudara?"

Manusia perlu sekali mematahkan semua rantai jang mengikatnja."

Baik sekali. Saudara harus menerangkannja kepada kami degan sedjelas-djelasnja dan kami nanti akan meneruskangija kepada jang lain2!

Dunia djahanam ini telah mentjekam mausia kedalam kukunja jang hitam. Diambilnja oleh nja djiwa2 kami jang ingin hidup dan bebas. Itulah sebabnja maka sampai saat ini, masih ada golongan jang terhisap dan tertindas....."-

Saja tidak dapat mengemukakan pikiran saja dalam bentuk jang baik. Saja akan kemukakan sadja dengan kata2 biasa: manusia mesti dibebaskan dari perbudakan tanah! Saja telah melihat sendiri kekedjaman dari perbudakan itu, Ber-kali2 telah saja saksikan, bagaimana mereka menghadjar dan memukuli kami golongan si budak tanah. Kami hanja berteriak: tanah!! ta. nah!! Tetapi kaki2 kami terbenam dilumpur setinggi dengkul, dan kebahagiaan kami semua lenjap, semua dihisap lagi kedalam lumpur....."

Útari duduk terpesoña mendengarkan pertjakapan mereka sampai hari mendjadi malam. la belum merasa bosan tinggal ditempat itu, ketika Junus mengantarkannja pulang kerumah.

Kapan lagi mereka berkumpul?" — ia ber tanja.

Djika kau suka, baiklah kau datang setiap Sabtu sore ditempatku."

Ada golongan wanitanja?"—

Ada, tapi belum banjak. Seorang diantaranja sudah madju sekali. Sajang, dalam tiga bulan ini ia ditugaskan mengaso didesa untuk beladjar lebih dekat lagi hal2 jang mengqlai rakjat desa."

Siapa dia ?"—

Saudara Sutimi, gadis pedjuang sedjak masa revolusi."—

Utari tergerak hatinja. Ia bersukur, bahwa nama Sutimi masih terdengar baik dikupingnja. Ia tidak mendjadi perempuan liar seperti ibu-tirinja, dan la tidak mendjadi njonja besar jang penuh digantungi batu2 hiasan jang mahal2.

Saja kepingin berkenalan dengannja. Bisakah saja bertemu?"—

Kau harus pergi kedesa !"

Utari terdiam. Suatu rentjana pergi kedesa telah memenuhi pikirannja. Ia ingin membuktikan, Sutimi manakah jang di-pudji2 Junus? Semoga dia adalah gadis Sutiminja, gadis Sutimi si rakjat pedjuang jang djudjur dan setia !

Bumi jang dihangati matahari, masih terlena tidur, ketika Utari berdjalan disebuah djalan ketjil didesa, menudju tempat Sutimi mengaso.

Ditikungan djalan ia bertemu dengan seorang anak lakiz berumur tudjuh tahun. Aak ini kurus, kakinja ketiz dan dibahunja terpikul dua łkat kaju bakar. Air-mukanja mozggambarkan sebuah penderitaan ang mendera tak habis2nja. la tak berbadja, hingga kultnja htam berkelatan, djika tułang rusuknja bergerak karena pikulan kaju-bakarnja.

Utari tertegun melihat anak yi. Inilah lambang Indonesia jáng sesungguh nja. — la berbisik pelahan. Anak ini telah mendjadi kurban segala kekedjaman jang terkumpul diatas bumija sendiri. Segala kesenang an, kemewahan dan kebebasan orang2 jang se dang mabok di-gedung2 dan distana sekarang telah dibeli oleh anak ina dengan pengurbaytan dan penderitaannja setiap hari. Anak ini adalal lambang tanahair Indonesia jang sesunggun rja...

Pertemuan dengan anak pendjual kaju-bakar ini dilandjuikan dengan beberapa pertemuan dengan penduduk desa jang ia lewati, hingga sampallah la kepada pertemuan dengan Sutimi.

Timi!" — teriakan terharu terdengar dari mulut Utari. Tangan Sutimi ditekan dan di-remasnja. Mereka bergelukan.

Aku sudah tahu dari Junus, bahwa kau akan datang kemari. Aku berterima kasih sekali, kad mau memenuhi pesanku dulu sewaktu kau hendak meninggalkan kami keluar negeri."

Tapi aku tak bisa apa2, Timi. Äku tidak pintar seperti kau!" —

Kau tak usah repot2 mendjadi orang jaig pintar. Asal kau ingat kembali kepada rakjat dan mau beladjar dari rakjatmu, kami sudah berbahagia..... Rupamu tidak berubah, Timi! Masih djuga ga-

gah seperti dulu ketika ditanganmu terpegang bambu runtjing dan bendera" Sutimi tertawa menutup mukanja.

"Kau belum kawin, Timi?" — ia bertanija ingin tanu. Sutimi menggeleng sedih.

Anak laki2 si pendjual kaju-bakar tadi lewal didepan mereka. Sutimi berkata: Soal kawin, nantilah kita bitjarakan Iagi djika sempat." Lalu ia menundjuk kepada anak laki2 tadi: Ki ta berdosa, Utari! Kita berdosa, djika kita tak bisa mendjadikan anak itu mendjadi aiak baru jang tidak berdjiwa budah. Ia harus berdjiwa merdeka dan mengetjap dunia kanak2nja deigan se-puas2 hatinja. Ia beserta golongannja, mesti kita robah dan mesti kita kembalikan segala pengurbanannja dengan kebahagiaan jang turun temurun." Ketika si anak laki2 tadi menghilang diantara

rumah2 kaum tani jang gelap, jang terdiam dan mengantuk tertantjap diatas bumi, maka berdirilah Útari bersama Sutimi. Mereka melihat kekedjauhan. Dikaki gunung2 biru itu, hutan indah membuai dan berajun dengan kerasija. Angin meniup deras dan menggojangkan puntjak pohon2 flambojan jang sedang njala berbunga. Daun2 kuning, kelabu dan merah jg telah men- 24

dd diair djernih. Sutimi memanda pelahan berkata: ,Engkau kesamping da jatuhan jang baru dan djarang seekor idapat dapatkan kau..... Kami burung beruntung 13

DJAWABAN DARI REDAKSI

Sdr. S. Pudjosedjati

Semarang

Terimakasih atas kirimannja djak. Hanja sajang So tah menerima lebih bahwa kami le. dulu serupa kiriman sadjak jang saudo

Surat saudara sudah hami terima jng isinja mengoreksi tentang ke rangan satu baris sadjak saudara jang telah dimuat dalam No. . De ngan ini kami menjatakan maaf. Ke. kurangan tsb. disebabkan karena ke lalaian koreksi dan dalam No. 7 ini telah diralat.

第

Nj. Radjeg Riani

Gianjar, Bali

Di medja redaksi telah sampai kiriman saudara lagu: Api Kartini dan sebuah artikel. Kami utjapkan terima kasth dan kini masih timbangan. mendjodi per

Nj. Sungkono

Djakarta

Terimakasih atas kiriman tjerita pendek jang berdjudul Keluarga Hidup Gotongrojong dan kini masih mendjadi pertimbangan Redaksi.

Nj. Bektilestari Purwono Djakarta

Kami telah menerima tjerita pendek saudara jang masih mendjadi per timbangan Redaksi. Terimakasih.

RALAT

Sadjak: Kopenhagen - Api Kartini

No. 3 Th. II 1960 Bai ke-4 seharusna ditambah denga baris ke-3 dari atas: kami lemah da lam kodrat baris ke-4: bertekad dan hasrat. namun kua!

WISMA E. YUNARA

* membikin pakaian wanita dengan made stijl jang paling baru.

* menjediakan alat-alat kusmetika & parfum.

Alamat :

Djl. Tjiandjur 18 - DJAKARTA

UNTUK MENJAMBUT DASAWARSA LEKRA

1950 - 17 Agustus - 1960

Dari Kongres Nasional I LEKRA LAPORAN KEBUDAJAAN RAKJAT (1) ołeh: Joebaar Ajoeb. SITIDJAMILAH olch: Rukiah S. Kertapati. 茶茶茶 KALUNG..... oleh P Tekov PERTARUHAN

SORGADIBUMI SAIDJAH&ADINDA oleh: Sug-arti Siswadi oleh:Multatuli Saduran Bakri Siregar

terdjemahan2 Pramudya Ananta Tur & Kusalah Subagyo Tur.

diterbitkan och: Bagian Penerbitan Lembaga Kebudajaan Rakjat (LEKRA) sudah dapat dipe:an padadistributor:

Jajasan Kebudajaan "S A D A R" Djl. Batutulis XV/12 DJAKARTA

Bergembiralak dengan. SIROP BINTAVIT BANJAKMENGANDUNG VITAMIN Tonicum jang Tonicum tang lerat INDUSTRI PHARMASI T.J.S.D N.V. BINTANG TOEDJOE DJAKARTA BINTAVIT UNTUK ORANG TUA dan ANAK