Serie NNO.HarganjaI 1.25
TJERITERA
INTIPAN MASA SOELTAN
'ABDOE'LHAMID
oléh
A. F. IMRAN.
DIKELOEARKAN OLEH
BALAI -POESTAKA
1922.
DRUKKERIJ VOLKSLECTUUR WELTEVREDEN.
RDUCRO. UITV
PENDAHOELOEAN.
-Adapoen toedjoean dan kehendak jang teroetama mengarang
dan mengadakan tjeritera-tjeritera itoe,ialah : ( 1). Mendidik dan melatih diri dan'akal boedi.
(2). Membaikkan dan mengélokkan kelakoean dan perangai.
(3).Mengetahoei‘adat-isti‘adat dan lembaga orang atau bangsa asing.
(4). Meloeaskan pengetahoean dalam bahasa (logat) dan pela- djaran tentang karang -mengarang
.
(5).Menghiboerkan dan menjenangkan hati dan fikiran. Adapoen jang pertama,kedoea dan jang ketiga,ialah karena didapati dalam tjeritera -tjeritera itoe pengadjaran dan teladan jang baik dan bagoes, jang patoet ditiroe dan diteladani,demikian poela lawannja jang kedji dan djahat, jang wadjib didjaoehi dan ditakoeti; didapati didalamnja betapa‘adat-isti‘adat dan lembaga orang atau bangsa dan negeri asing, betapa djadinja orang jang baik, ‘adil,toeloes dan loeroes hati d.l.l.s.b.
dan betapa poela djadi dan kesoedahannja orang jang doerdjana, djahat, béngkok -hati, pembentjana dan sebagainja. Akan jang keempat ialah karena dalam tjeritera-tjeritera itoe kita dapati berbagai -bagai atoeran dan karang -karangan dan banjak kata -kata jang tiada diketahoei,maka oléh karena banjak membatja dan memperhatikannja bertambahlah pengetahoean kita dan kita ketahoeilah kata -kata jang pelik -pelik itoe. Jang kelima tiada berkehendak pada keterangan lagi,karena telah njata. Oléh kelima perkara itoe,maka hendaklah pembatja-pembatja memperhatikan dan mengamat -amati isi karangan atau tjeritera jang dibatja itoe serta memperlihatkan dan memikirkan semoea perkara jang berlakoe daň jang terseboet didalamnja, hingga seolah -olah terlihat dan terpandang hendaknja jang
| seolah -olah | ||
|---|---|---|
| itoe oléh | kedoea | ;kemoedian |
| élok, | dan | |
| goena | boekoe -boekoe |
demikian mata toean -toean pilihlah, mana jang baik dan hendaklah diambil dan mana jang djahat dan kedji hendaklah ditinggalkan didjaoehi. Oléh karena besar tjeritera -tjeritera itoe, djadilah orang -orang Barat beroesaha menjiarkan tjeritera diantara bangsa dan tanah airnja, hingga tiada koerang madjoenja pemberita -pemberita ( soerat-soerat chabar) dinegeri itoe,karena itoe kita dapatilah pada tiap -tiap bangsa Barat itoe bilangan riboe boekoe -boekoetjeritera dalam bahasanja masing -masing dan diterbitkannja pada tiap -tiap hari dan minggoe. Dalam bahasa Melajoepoen telah ada djoea boekoe-boekoe tjeritera, tetapi kebanjakan tjeritera déwa, mambang,hantoe Intipan masa Soeltan'Abdoe'lhamid.
dan lain-lain sebagainja jang meroesakkan'akal dan mengo- torkan fikiran,hati dan i'tikad. Tjeritera -tjeritera jang bergoena dan jang dimadjoekan bangsa Barat,ialah semoeajang berkenaan dengan keadaan dan kehidoepan manoesia dan bangsa dalam doenia ini, betapa orang djadi moelia dan tinggi, bagaimana baik dan kesenangan orang jang bersih dan loeroes hati,dan jang berkelakoean jang élok dan terpoedji, betapa kebesaran dan kesenangan orang jang terpeladjardan berkepandaian,demikian poela betapa ke-
| dan | , | poela | betapa |
|---|---|---|---|
| , penipoe | , | , | |
| ,. | poela | ||
| pada itoe, | poela betapa | ' dan | adat-isti‘adat |
soedahan dan kesoesahan pendengki pentjoeri pembentjana, peminoem dan betapa ketjelakaan dan kepajahan meréka itoe Lain dari diterangkan betapa soeatoe bangsa seperti didapati senang berbaha- gianja orang jang berkasih -kasihan dan bertolong -tolongan atau orang jang bertjinta-tjintaan, jang terbit dari perasaan jang moelia dan hati jang bersih dan djernih, jangkesoedah- annja djadi sehidoep,semati dan sedaging. Demikian poela didapati betapa kedjatoehan dan kedjadian orang jangmenoe- roet hawa -nafsoe dan kemaoean sétan. Maka jang lebih banjak didapati dalam tjeritera -tjeritera itoe ialah peri hal kehidoepan laki isteri dan keloearga, betapa soepaja meréka senang dan sentosa,dan apa kewadjiban tiap-tiap soeami dan isteri,atau tiap -tiap anggota keloearga itoe. Ringkas perkataan,bahwa dalam tjeritera-tjeritera itoe didapati semoea pengadjaran dan teladan jang baik. Saja amat gemar dan ingin kalau tersiar diantara bangsa kita dan pada segenap negeri kita tjeriteradan pengadjaran jang bergoena itoe, seperti didapati pada bangsa Barat,dan bangkit dan madjoe bangsa kita seperti kemadjoean meréka itoe poela, hingga djadilah kita kebilangan,moelia, tinggi, berbahagia dan merdehéka! Moela-moela saja bermaksoed akan menjeboetkan dalam pendahoeloeanini perkara -perkara jang berkenaan dengan keadaan dan kedjatoehan bangsa kita, tetapi oléh karena gendala dan alangan jang besar, saja tahanlah péna saja;sebab itoe baiklah tjita-tjita saja itoe saja toeliskan kelak dalam pendahoeloean tjeritera lain jang akan diterbitkan dibelakang ini. Inilah saja hadapkan moela -moela kehadapan Boemipoetera- koe, tjeritera(Intipan masa Soeltan'Abdoe'lhamid ) dengan harapan : moga-moga disamboet oléh bangsakoe dengan soeka. hati dan mendatangkan faédahlah ia hendaknja.
Cairo, 1 Mei 1915.A. F. I.. SAMBAS.
I.
Pada soeatoe malam boelan December achir tahoen 1900, adalah empat orang berkoempoel dalam seboeah bilik dikota Paris (iboe negeri Perantjis) sambil berbisik -bisik dengan bahasa Toerki,dan diroeang tengah jang dimoeka bilik itoe ada poela seorang pelajan bangsa Perantjis jang berdiri mendjaga bilik itoe serta memperhatikan orang datang; ia tiada mengerti tjakap meréka barang sepatahpoen. Poekoel 11, ialah masa jang ditentoekan bagi kedatangan seorang moeda dan bagi berbitjara; keempat meréka menanti akan dia; poekoel11berboenji,masoeklah pelajan itoe menjatakan,bahwa orang moeda itoe soedah datang,dan merékapoen menjoeroehnja masoek. Setelah ia masoek dan doedoek,berkatalah seorang dari pada keempat meréka,demikian : „ Kami amat bersoeka hati atas toean menepati djandji dengan haloes,maka kami harap toean djaga dan loeloeskanlah perkara perkoempoelan kita ini dengan tjermat dan dirahsiakan benar-benar." Sahoetnja:,, Siapakah jang berani memetjahkan rahasia perkoempoelan,kalau ia sendiri seorang dari pada anggotanja ? Djika diboeatnja, nistjajalah ia menghantarkan dan mentjampakkan dirinja sendiri kedalam kebinasaan! " Kata temannja : „ Itoe tiadalah'kan mendjadi koentji rahasia perkoempoelan! Telah didapati didalamnja beberapa orang anggota jang tiada setia dan amat pembentjana; disoeap oléh Soeltan dengan emas dan pérak maoelah ia,dan dioeraikan- njalah rahasia perkoempoelannja dan dibentjanakannja segala anggotanja.Setengah meréka poela, pengintip dan mata-mata gelap,masoek kedalam perkoempoelan kita dengan maksoed hendak mengetahoei lahir dan batin perkoempoelan itoe." Sahoetnja :,, Berlindoenglah kepada Allah dari pada si pembentjana dan pengchianat itoe.Saja mengakoe bahwa mahkota Soeltan Abdoe'lhamid sendiri ta' kan dapat pembeli apa jang termateri didalam hatikoe,setelah saja bersoempah hendak memboeang djiwa pada djalan jang saja djalani ini.Adapoen intipan 29
Sampai disitoe tjakapnja dipotong oléh temannja, katanja: „Hingga sekarang ini toean beloem bersoempah dengan soempah jang sepertiitoe. Adakah toean kehendaki soempah jang toean soempahkan ketika toean masoek dalam perkoempoelan ini ?" Sahoetnja: Boekan! Tiadalah saja kehendaki soempah itoe, dan boekan poela jang tadi, hanja saja kehendaki soempah jang
saja soempahkan atas diri saja, semendjak beberapa tahoen. ” Manakala didengar oléh keempat orang temannja itoe,maka bertanja-tanjalah seorang akan seorang, soempah apakah jang dikehendaki orang moeda itoe? Kata seorang dari padanja: ,, Nampaknja adalah pada teman kita ini soeatoe toedjoean jang lain dari pada toedjoean perkoempoelan kita; apakah ia gerangan?" Kata anak moeda itoe : „ Wahai,toean -toean!djanganlah kiranja toean-toean menjangka bahwa toedjoean saja lain dari pada toedjoean perkoempoelan,demi sebenar -benarnja ia itoe amat bersetoedjoe dengan toedjoean perkoempoelan!" Kata jang lain:,,Toean tahoe,bahwa oendang-oendang perkoempoelan kita ini,hendaklah toedjoeannja dipersoetjikan dan dilebihkan dari pada semoea toedjoean, hingga dari pada toedjoean diri sendiripoen." Sahoetnja:,, Adapoen toedjoean perkoempoelan itoe diatas segala toedjoean,itoe mengandoeng beberapatilikan,karena pada saja ada toedjoean jang mahabesar hampir diatas dari pada toedjoean perkoempoelan;dalam pada itoepoen saja telah menerima,bahwa toedjoean perkoempoelan diatas dari pada tcedjoean diri sendiri." Maka keempat orang itoepoen tertjenganglah seraja berkata seorang dari padanja, katanja: „Agaknja orang moeda ini maoe mempergoenakan kekoeatan dan nama perkoempoelan oentoek menjampaikan kehendaknja sendiri, sedang kewadjiban anggota -anggotanja memboeang njawa dan diri bagi menjampaikan kehendak perkoempoelan;ia hendak mendjadikan perkoempoelan itoe sendjata ditangannja, pada halnja ia jang haroesmen- djadi sendjata ditangan perkoempoelan.""Njatalah bahwa per-
kara telah terbalik! Wahai ...... Sampai disitoe orang
moeda itoepoen memotong tjakap itoe, katanja: „ Ja, saja maoe mendjadikan perkoempoelan perkakas jang menjampaikan toedjoean,akan tetapi boekannja toedjoean saja sendiri,karena saja sedia memboeang njawa saja bagi toedjoean jang saja toedjoei.Sekiranja toedjoean perkoempoelan ini tiada setoedjoe dengan toedjoean saja, nistjaja tiadalah saja masoek dan tjampoer dalam perkoempoelan ini,dan tiada saja permoedah- kan djiwa dan njawa saja dengan toeloes dan tetap hati. Maka sebenarnja saja perkakas ditangan perkoempoelan,dan perkoempoelan itoe perkakas ditangan kekoeasaan jang membawa saja kepada toedjoean itoe." Bertambah -tambahlah héran dan bingoeng keempat orang itoe,akan tetapi telah agak bertjampoer dengan kepertjajaan seraja berkata seorang dari padanja, katanja:,,Apakah toedjoean toean jang melebihi toedjoean perkoempoelan?!!! Tiadalah saja kira bahwa akan ada poela soeatoe toedjoean
5 10
jang lebih tinggi dari pada toedjoean tjinta kepada tanah air!" Sahoet orang moeda : „Saja ta' ada mengatakan,bahwa kehendak dan toedjoean saja lebih tinggi dan lebih moelia dari pada tanah air, hanja tanah air itoelah jang teroetama kepada saja,demikian adanja,karena soempah jang telah saja soempahkan dahoeloe amat berat, jaïtoe moelaï dari saja tahoe men- tjeraikan ketjil dari pada besar.Sekarang telah sampai masa kewadjiban saja menoenaikannja. Dari baikoentoeng,maka toedjoean saja dengan toedjoean perkoempoelan itoe amatlah setoedjoe dan searah, dengan begitoe, djadilah saja beroesaha bagi soeatoe perkara, tetapi oedjoednja doea, seperti pepatah Melajoe :,,sambil menjelam minoem air." Kata temannja:,, Nampaknja₉₉ toean tiada maoe menjatakan kehendak dan toedjoean toean." Sahoetnja:,,Akan toean-toean ketahoeilah kelak !" Kata temannja:,,Tiada mengapa kepada kami 99 kalau toean semboenjikan,akan tetapi ... Sahoetnja:,, Djanganlah toean-toean takoet dan bimbang, karena saja berkait dengan doea toedjoean jang mendjadi satoe ( senjawa, seoedjoed), dan djika saja lepaskan jang satoe,tiadalah dapat saja melepaskan jang lain,maka apa djoea jang saja sempoernakan sampailah kepada toedjoean perkoempoelan." Kata temannja:,, Maoekah toean bersoempah,bahwa sanja toedjoean toean itoe tiada menjalahi toedjoean perkoempoelan ?" Sahoetnja: „ Ja, saja bersoempah!" Kata temannja: „ Kalau sekiranja aloeran perkara -perkara beroebah dan toedjoean toean menjalahi toedjoean perkoempoelan, apakah toean perboeat dan soempah manakah toean oerai ?" Ketika itoe diamlah ia sedjoeroes,berfikirdengan apa ia mesti sahoeti. Setelah itoe berkatalah ia : „ Bahwa sanja saja pertjaja akan kedoea toedjoean itoe tiada'kan bertjerai dan beroebah,akan tetapi karena toean -toean tiada mengetahoei toedjoean saja, djadi terpaksalah saja menerima pertanjaan toean -toean dan menjahoetinja, jaïtoe apabila demikian adanja, njatalah bahwa takdir telah mengalahkan saja,dan saja serahkanlah ketika itoe diri saja kepada kebinasaan, soepaja tiada saja oerai dan petjahkan toedjoean dan rahasia perkoempoelan. " Kata temannja:,,Toean bersoempahkah atas jang demikian ?" Sahoetnja: „ Ja, bersoempah!" Maka keempat orang itoepoen toléh -menoléhlah,dan moeka masing-masing berseri -seri menoendjoekkan telah pertjaja dan bersetoedjoe; ketika itoe berbangkitlah semoeanja dan jang pertama membatja boenji soempah,dan orang moeda itoe me-
noeroetkan serta mengoelang-oelangnja tiga kali,demikian boenjinja: „ Demi Allah jang mahabesar dan dengan kemoeliaankoe, bahwa sanja saja akan mendjoendjoeng dan mendjalankan perintah perkoempoelan kami, bagaimanapoen djoea adanja,dan djika lemah saja dari padanja maka saja serahkanlah diri saja kepada kebinasaan, soepaja djangan saja mendatangkan perboeatan jang menjalahi toedjoeannja." Setelah itoe doedoeklah masing-masing diatas koersinja,dan seorang dari padanja berkata :,, Sesoenggoehnja perkoempoelan telah bersetoedjoe dan membenarkan toean pergi ke Istamboel (Constantinopel) dan mengizinkan toean masoek kedalam lingkoengan ( golongan) polisi, soepaja toean beroesaha kelak mengadakan tjawangnja ( 1) disana. Tiadalah tersemboenji bagi toean bahwa pada sekeliling toean ada kepajahan,kesoekaran dan kebinasaan; pengintip dan mata -mata gelap ada dikiri kanan toean;karena itoe hendaklah toean djaga dan berhati-hati atas serba serbi, djangan toean bertjakap melainkan setelah difikir dan ditimbang,dan djangan toean pertjaja akan seseorang melainkan setelah toean oedji dan ketahoei segala sifat lembaganja; djika Allah memoedahkan bagi toean mendjawat sesoeatoe djawatan dilingkoengan mata-mata gelap, tiadalah mengapa toean berdiri atas keperloean toean dengan sempoerna, sebagaimana ditoentoet oléh djawatan itoe, soepaja orang-orang lain djangan menaroeh sjak wasangka kepada toean. Kami tiadalah lalai dari pada mengirim teman-teman kita kelak oentoek pembantoe dan peniroe perboeatan toean. Hendaklah toean beroesaha akan memasoekkan meréka kedalam golongan toean, soepaja tegoeh dan koekoeh perkoempoelan kita." Kata anak moeda itoe :,,Tidakkah toean -toean sangka,kalau tetap dan loeroes dalam djawatan itoe mendatangkan wasangka ?" Kata temannja :,,Tentoe sekali! Karena itoe hendaklah toean boeat sebagaimana teman-teman toean perboeat,dan hendaklah toean bersoenggoeh-soenggoeh djadi pengintip soepaja girang dan soeka hati Soeltan! Tiada mengapa toean binasakan setengah orang-orang seperti diperboeat oléh semoea pengintip- pe- ngintip; dengan begitoe dapatlah toean kepertjajaan dari pada Soeltan dan pembesar;dalam pada itoepoen,hendaklah toean hati-hati dan tjermat memelihara dan mendjaga saudara dan teman-teman toean anggota perkoempoelan.Sanja kepala pekerdjaan perkoempoelan tiadalah akan dimoelaï,sebeloem siap dan tegoeh persediaan dan perdiriannja. Alas pekerdjaan,
tjabangnja.
minta soepaja diramaikan anggota perkoempoelan dalam djawatan -djawatan keradjaan, hingga kebanjakan dari padanja ditangan kita hendaknja ketika itoe dapatlah kita
| ; | sempat | dan | |||
|---|---|---|---|---|---|
| . | |||||
| , | , | ||||
| . | |||||
| bersekoetoe | - | ||||
| setengah | pada | , | |||
| boleh | lepas | pada | kegoegoeran | dan | |
| memboeang | pada |
memperboeat jang kita kehendaki Adapoen sekarang ini maka hendaklah tiap -tiap anggota perkoempoelan menoeroet djalan jang berlakoe meski intipan sekalipoen soepaja kekallah ia dalam djawatannja Tiada tjedera kiranja kalau anggota -anggota perkoempoelan kita dengan pegawai pegawai keradjaan menjem- belih dari jang teraniaja karena kerajaan itoe tiada dari aniaja melainkan dengan setengah dari pendoedoeknja dan isinja."
Setelah itoe toean jang bertjakap itoepoen mengeloearkan soerat dari dalam kotjéknja,laloe berkata :,, Nah,inilah sepoetjoek soerat kepada saudara kita Chalil Effendi Hilmi,akan sampai kepadanja dengan pos Perantjis,dan bila diterimanja, tahoelah ia akan kedatangan toean,dan boléhlah ia memoedahkan djalan bagi toean. " Ketika itoe anak moeda itoepoen membatja soerat itoe,dan setelah selesai bertjakaplah ia, katanja: „,,Saja lihat kata,,rahasia " ada tertoelis dalam soerat ini doea kali; saja takoet kalau -kalau soerat ini didapati orang lain,maka dari pada kata jang beroelang itoe dapatlah ia mengetahoei toedjoean kita."
Kata temannja: „Oedjoed kami menoeliskan perkataan itoe doea kali, soepaja pertjaja saudara kita Hilmi,bahwa soerat itoe dari pada kita datangnja,dandjika diperhatikan isinja, tiadalah didapati soeatoe perkataan jang akan mendatangkan sjak hati orang asing,bahasa kata,,rahasia " itoe menoendjoekkan perkoempoelan gelap. " Dengan segera anak moeda itoe mengambil goentingan pewarta (soerat chabar) ,seraja berkata :,,Tiadakah tjoekoep goentingan ini oentoek berfaham-fahaman? Dan kitaboeang sadja kata rahasia itce ?" Sahoetnja :„ Ja, tjoekoep oentoek toean doea orang,akan tetapi tiadalah ia menjoenggoehkan,bahwa ia dari perkoempoelan,karena boléh djadi orang asing menoelis demikian dari pihak perkoempoelan kita dan ia pertandingkan dengan namanja, dengan begitoe maka tiada djaoehlah dari pada tipoean; karena itoe mestilah diadakan didalam soerat ini kata rahasia."
Maka anak moeda itoepoen soeka dan setoedjoelah,laloe berkata :,,Benarlah,toean !" Maka kata toean jang bertjakap tadi kepada anak moeda itoe :,, Pada toean sekarang adalah tiga poetjoek soerat atau tanda oentoek mengenal saudara kita Hilmi Effendi; pertama
| pandai -pandai | mendatangkannja | |||
|---|---|---|---|---|
| , | toean; | toean | . | |
| . | ||||
| oléh | moeda | itoepoen | sebelah | |
| itoe,laloe | . moeda; | . | itoe, dan | |
| , |
kata rahasia hendaklah dalam pertjakapan dengan tiada ketara Kedoea soerat ini maka hendaklah toean pinta kepadanja, dan ketiga goentingan soerat chabar ini " Kemoedian anak diambil goentingan disimpannja Setelah poelanglah masing-masing ketempatnja Adapoen nama anak itoe ialah Sadik Effendi Nizami, bangsa Toerki keadaannja peri halnja demikian poela ajah boendanja akan pembatja ketahoeilah kelak.
II.
Sebeloem poekoel sembilan pagi, pada soeatoe perhentian keréta api di Paris adalah seorang moeda dan seorang perawan berdjalan -djalan dimoeka keréta api jang siap akan berangkat kesebelah timoer; kedoeanja itoe bertjakap-tjakap dan terkadang-kadang tertawa -tawa. Dimoeka keréta itoe djoega,ada doea orang perawan jang amat élok parasnja dan masih moeda belia tengah bertjakap-tjakap poela,akan tetapi seorang dari padanja, mendengar tiada mengerti dan berkata tiada mengetahoei,karena matanja merenoeng kedoea anak moeda, jaïtoe laki -laki dan perawan tadi, demikian poela hati dan fikirannja.Nampaknja perawan itoe amat tjemboeroe dan gembira, hingga moekanja mendjadi mérah padam warnanja. Kedoea perawan itoe laloe lalang dimoeka anak moeda dan kekasihnja itoe,seolah-olah tiada memandang dan mengenal akan dia,dan tiada mengetahoei keadaan dan perboeatannja. Begitoelah poela anak moeda dan perawan kekasihnja itoe perboeat,ketika kedoea perawan jang terseboet laloe lalang dimoekanja.Sedjoeroes lontjéngpoen berboenjilah menjatakan keréta akan berangkat. Ketika itoe segeralah penoempang- penoempang naik kekeréta, masing-masing mendoedoeki tempatnja. Demikian poela anak moeda itoe,naik kekeréta seraja mendjengoek dari djendéla dan memberi selamat tinggal kepada kekasihnja. Seorang dari pada kedoea perawan itoepoen naik poela kedalam keréta anak moeda itoe, tetapi doedoek dalam bilik jang lain, jang berhampiran dengan bilik anak moeda itoe,dan men- djengoeklah poelaia dari djendéla mengoetjapkan selamat tinggal kepada temannja jang keloeh kesah dan tjemboeroe dan gembira itoe.
Sebentar antaranja bergeraklah keréta,dan kedoea perawan-poen berdjabat tangan dan bertjioem-tjioeman tiga empatkali, akan tetapi mata perawan jang gembira dan tjemboeroe itoe merenoeng anak moeda dengan perawannja;bertambah-tam- bah panas hatinja ketika ia melihat kedoeanja itoe berpeloek dan bertjioem-tjioeman!
| itoe | moeda | ||
|---|---|---|---|
| salam | dengan | kepada | „ |
| loepa | !! | ||
| oléh |
Kemoedian dari pada maka anak itoepoen memberi sekali lagi perawannja atau kekasihnja itoe, seraja berkata njaring: Roemah makan Inggeris, djangan" Perkataan itoe didengar perawan jang tjemboeroe,dan djatoeh kepadanja seperti benih djatoeh ketanah jang soeboer. Setelah berdjalanlah keréta maka pemandangan perawan jang tjemboeroe itoe kepada temannja tiadalah
| lepas-lepas | ||
|---|---|---|
| kedoea | sapoe pada | . poelang; |
| seorangpoen | , | |
| moeda | . | |
| ,seolah-olah | , |
serta belah pihaknja mengibarkan tangannja ber- pandjangan, hingga keréta lenjap dari pemandangan Ketika itoe iapoen memalingkan moekanja hendak maka tiada dilihatnja disitoe lain dari pada perawan anak tadi,ia berdiri seolah-olah menanti akan dia Maralah perawan itoe hingga dekat kepada perawan jang berdiri ingin hendak berdjalan bersama-sama akan tetapi kedoeanja tiada sadar,melainkan setelah hampir ber- tempoeh dan berlanggar. Ketika itoe berhentilah kedoeanja,
| merékapoen | . | ||
|---|---|---|---|
| : ,,Ma'aflah | ,toean | ||
| ,dan nama | :,,Nama | . | . |
| : „ : ,, Sebesar-besar | dengan | toean | |
| : | ,, | ||
| : ,, | toean | ||
| :,,Takoetkah | toean | ? |
dan moeka mérah Maka kata perawan jang tjemboeroe, saja ingin hendak berkenalan dengan toean saja nona Ismat " Kata temannja saja nona Berni " Ismat Adakah diantara toean Sadik Nizami persaudaraan atau perhandaian ?" Berni persaudaraan. " Kata Ismat Apakah ia ?" Berni Mengapa tanja ?” Ismat mengatakannja " Berni :,,Tidak,tidak !" Ismat :,,Kalau begitoe katakanlah!"
| ,, Ketahoeilah | itoe | |||
|---|---|---|---|---|
| ! | panas | , | ||
| ,laloe | : ,, : „, Saja | |||
| ; panas | dengan | seberapa | ||
| : ,, Adakah | toean | |||
| ? | , | ' soeka | , toean |
Berni : bahwa Nizami kekasih saja." Wah sangatlah dan bérang Ismat akan tetapi ditahannja berkata Toean tertipoe dan terlantjoeng!" Kata Berni dengan keras kata toeanlah jang tertipoe dan teperdaja karena sesoenggoehnja Nizami itoe kekasih saja !" Ismat menahan hatinja boléh,maka katanja kehendaki bahwa ia bertjinta kepada toean Boléh djadi ia sekarang ta kepada saja,dan ia menoendjoekkan tjintanja kepada toean hanja soepaja mem- bérangkan saja boekan karena kasih kepada!"
Kata Berni:,,Toean tertipoe !" Ismat :,, Apakah toean kehendakkan ?"
| saja | bentji | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| : „ | dan | ! | |||
| : „ Bagaimana : ,, | toean | ||||
| toean | . | , | |||
| : „ | : „ | panas | !", betoel |
Berni : „ Ia kasih akan dan akan toean!" Ismat mengetahoei dan pertjaja akan jang demikian ?"
Berni Ia sendiri jang mengatakan sekalian perkara jang berlakoe diantara dengan dia Itoelah keterangan bahwa ia bentji kepada toean dan kasih akan saja." Ismat tiada lagi koeasa menahan dan radangnja,laloe berkata dengan keras Bahwa engkau ini penipoe Maka Bernipoen tertawa gelak-gelak mengolok-olokkan Ismat, seraja berkata Tiadalah saja seperti toean katakan karena sesoenggoehnja perkataan saja itoe benar dan,dan inilah tjintjindari padanja tjengkeram perdjandjian diantara kami." Ketika itoe memantjarlah kebérangan Ismat laloe mendjerit, katanja: „Engkaulah jang meroesakkan dia,hai bangsat!"
Kata Berni :,, Saja membaikkan perasaannja,karena semendjak ia mengenal akan saja,ia ketahoeilah kedoengoeannja kasih dan tjinta akan toean,dan terasa oléhnja bahwa ia telah mengangkat hatinja dari pelembahan keatas singgasana kemoeliaan." Sampai disitoe bertambah -tambahlah panas dan bérang Ismat, hingga tiada tahoe ia lagi bagaimana hendak menjahoeti perkataan itoe; kesoedahannja berkatalah ia demikian :,, Bahwa engkau djenaka, hai bedebah! Dan telah engkau roesakkan dia;akan tetapi djanganlah engkau kira bahwa engkau dapat mengoebah hatinja dari padakoe."
Maka nona Bernipoen tertawa gelak-gelak poela memperma- inkannja, seraja berkata :,,Boekanlah saja jang mengoebahnja, melainkan ia sendiri,dan tiadalah saja tahoe bahwa toean ada didalam doenia ini sebeloem saja berkasih -kasihan dengan dia,dan sebeloem kami bertegoeh -tegoehan djandji dan menoendjoekkan kesetiaan masing -masing; lagi poelaia telah mentjeriterakan semoea perboeatan dan pertambatannja jang dahoeloe,maka saja ketahoei bahwa ia kasih akan toean ialah dalam boeta dan semata -mata teperdaja,kemoedian manakala ia boeka matanja, didapatinjalah akan kesalahan dan kedoengoean dirinja,karena itoe amatlah ia menjesal. " Bernjala kemarahan dan kebérangan si tjemboeroe itoe seperti api,laloe memaki dan menista :,, Engkau soendal,bedebah dan bangsat !" Sahoetnja: „Djanganlah memaki dan menista,karena tiada bergoena.29' Kata Ismat : „ Koekatakan engkau bedebah,soendal dan
bangsat! Tiadalah akan engkau tjapai dari padanja seoedjoeng koekoepoen." ,,Ha,ha,ha !" demikianlah tertawanja nona Berni.,, Soedah saja terima dari padanja sebentoektjintjin dan seriboe tjioem, beberapa kali tjioem saja terima tadi dihadapan toean,lihatlah ini gambarnja;tiada berapa lamanja lagi maka mendjadilah tjita-tjita kamiitoe, ja'ni sekalian kepoenjaannja(toeboehnja, njawanja dan hatinja)bagikoe,karena ia sekarang telah djadi toenangankoe,hendaklah engkau loepakan dia karena ""
,,Pak,tak!"boenji tampar Ismat kemoeka nona Berni,karena sesampainja tjakap Berni itoe pada,,karena" tiadalah tertahan lagi hati Ismat,dan gelaplah penglihatannja,keloe lidahnja laloe dipotongnja tjakap nona Berni dengan tempéléng, hingga mérah moeka nona itoe dan memantjar darah dari moeloetnja; ketika itoe baharoelah nona'Ismat berkata,katanja: „Selagi akoe hidoep,tiadalah akan engkau tjapai sedikitpoen dari padanja !" Seketika itoe djoega larilah ia dengan segera. Adapoen nona Berni.itoe tiadalah sadar akan dirinja beberapa lamanja;kemoedian dirasanjalah bahwa giginjaseolah -olah petjah dan berhamboeran,dan dilihatnja darah mengalir dari moeloetnja;ketika itoe baharoelah ia ingat hendak memanggil mata-mata,akan tetapi apa goenanja lagi karena'Ismat telah lenjap, seperti kelenjapan bajang-bajang dari pada tjahaja. Kemoedian poelanglah ia. Tentoelah pembatja akan bertanja -tanja, mengapakah maka nona Ismat amat tjemboeroe dan panas dan goesar kepada nona Berni ? Ialah karena dia toenangan dan kekasih toean Sadik Effendi Nizami itoe. Sebabnja maka Nizami tiada menegoer dan mempedoelikan dia,dan ia ambil nona Berni seolah-olah kekasihnja betoel, ialah karena hendak mendoega hatinjadan nakal serta bergoerau. Tiada ia ketahoei bahwa pergoerauan jang sematjam itoe amat mentjederakan dirinja seperti akan pembatja ketahoei kelak. Pembatja tentoelah tahoe poela,bahwa Ismat itoe dari bangsa Toerki asalnja,karena namanja jang demikian adalah menoendjoekkan tanah airnja itoe. Adapoen teman nona Ismat jang dalam perdjalanan bersama-sama dengan toean Nizami itoe, namanja nona Saloem,disoeroeh oléh Ismat mengikoet Nizami, soepaja menjelidiki dan mengetahoei rahasia dan pertambatannja dengan nona Berni. Setelah ia ketahoei,toeroenlah ia pada perhentian keréta api jang lain,dan poelang ke Paris mendapatkan temannja Ismat;
apa-apa pendapatannja dalam perdjalanan itoe adalah seperti terseboet dalam bab jang akan datang.
III.
Poekoel lima petang hari itoe,nona Ismat pergi kekantor pos jang dekat dari roemahnja; moekanja mérah padam oléh karena sangat radang dan gembira,dan otaknja senantiasa berfikir,tiada ia menoléh dan memandang kekiri dan kekanan, melainkan ketika mendengar soeara nona Saloem memanggil- njalah ia terkedjoet dan menoléh kepadanja, seraja berkata : ,, O,nona Saloem? Toean telah kembali?" Saloem :,,Ja, saja poelang dengan segera,karena pekerdjaan saja telah selesai;kemanakah toean,wahai Ismat ?" Ismat :,, Kepos jang dekat ini sadja." Saloem :,, Saja hendak keroemah toean." Ismat :,, Seketika djoea saja kembali." Saloem :,, Kalau begitoe saja menanti dibilik toean." Ismat :,,Baiklah!" Tiada berapa lama antaranja Ismatpoen kembalilah dari kan- torpos dan didapatinja nona Saloem ada diroemahnja,bertjakap-tjakap dengan iboenja;kemoedian Ismat dan Saloem masoeklah kedalam biliknja dan pintoepoen ditoetoepkannja. Setelah itoe maka kata Saloem:,, Saja datang sekarang ini karena hendak mentjeriterakan semoea pertjakapan saja dengan toean Nizami dalam kereta api tadi, jaïtoe amat penting sekali." Kata Ismat : „Apakah ia ?" Saloem:,,Saja doedoek,dengan toean Nizami didalam seboeah bilik dan bertjakap-tjakap sepandjang djalan. " Mendengar demikian berdebar-debarlah hati nona Ismat, laloe bertanja, katanja:,,Betapakah demikian ?" Saloem :,,Ia datang kebilik saja dan doedoek disisi saja. " Ismat :,, Mengapa?Apakah katanja?" Saloem :,,Tiadalah koerang djalan oentoek berkenalan,karena saja moedahkan baginja jang demikian." - Ismat :,,Ja,betoel." Saloem :,, Kemoedian berlakoelah pertjakapan kami tentang perkara toean." Ismat :,,Ja, apakah katanja ?" Saloem :,,Saja lihat toean amat soesah, apakah gerangan sebabnja ?" Ismat :,,Amat!Njatakanlah keringkasan pertjakapan toean kedoea!"
Maka Saloempoen tertawa, seraja berkata :,, Demi sesoeng- goehnjaia amat kasih dan tjinta akan toean !" Ismat :,,! doea."
| Doesta | Ia berlidah | ||
|---|---|---|---|
| : ,, ,, Djanganlah | ! | doea. | |
| toeloes | toean | . | |
| : ,, ,, | ? |
Saloem : toean mengoebah hati dan fikiran,ia amat dan kasih kepada" Ismat Nona Berni " Saloem : Ia mempermainkan nona itoe soepaja toean bérang. " Ismat :Tjintjin jang ada padanja ?" Saloem :,,BoekantjintjinNizami." Ismat :,, Saja telah melihattjintjinitoe didjarinja. " Saloem:,,Boekan dari padanja;Nizami tiada pernah memberi Berni apa -apa lain dari pada tjioem; tjioem itoe mémang moedah diberikan oléh tiap -tiap orang moeda kepada perawan-perawan dengan tjoema -tjoema ." Kata Ismat :,,,Berni sendiri jang mengatakan,bahwatjintjin itoe dari padanja. " Saloem :,,Bohong, djanganlah dibenarkan!" Ismat :,,Ja Toehankoe!Apa toean kirapada gambar?" Saloem :,,Gambar apa?" Ismat :,,Gambar Nizami ada padanja dan iaperlihatkan kepada saja. "
Saloem :,,Tiada soekar iadapat mentjoeri gambar itoe dari padanja.Sekiranja benar ia diberinja, apatah salahnja?" Ketika itoe Ismatpoen berdjalan-djalan poelang pergi dalam biliknja dengan amat keloeh kesah, seraja berkata : Toehan-,, koe! Ah,Saloem!Pertjajakah toean akan dia?" Maka kata Saloem :,,Dengan segala kepertjajaan!Dengarlah saja habiskan oeraian pertjakapan kami! "
Ismat :,,Dengan nama Allah,biarlah nanti baharoe toean tjeriterakan, dan katakanlah sekarang, betapa toean pertjaja dan menjoenggoehkan bahwa iatiada bertjakap main -main dengan toean. " Saloem :,,Ketika saja hendak toeroen dari keréta api pada
| jang kedoea | dengan | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| , | dan | kepada | |||
| -besar | , toean | ,dan | , | pada | |
| ; dan katanja | menoelis, mengakoe, | soesah : ,, | toean | ampoen Saloem | . |
| ; | dan toean | tahoe. | , | ada |
perhentian,ia harap dan minta kepada saja sebesar harapan soepaja saja lekas berdjoempa dengan toean akan menetapkan hati iamerasa,bahwa perboeatannja itoe amat keras dan telandjoer lebih dari mesti ia hendak soerat kepada toean bila iatiba di Constantinopel salah dan minta " Mendengar demikian naiklah darah kekepala Ismat dan djadilah iaseperti orang gila hingga hati nona memandanginja,maka katanja Perkara ini amatlah pelik tiada saja mengerti bahwa pertjakapan saja itoe amat berbekas kepada Katakanlah apakah jang
pada toean ? Demi sesoenggoehnja saja lihat perkara toean ini seperti teka- teki jang tiada dapat diterka." Maka Ismatpoen mendjerit:,, Tjelakakoe, malangkoe! Wah, alangkah beroentoengnja saja kalau toean katakan tadi ketika kita berdjoempa dekat kantor pos, nistjaja tiadalah sia-sia dan telandjoer perboeatan saja." Saloem amat soesah dan bingoeng,laloe bertanja:,,Hai sau- darakoe,Ismat, apakah jang telah berlakoe?" Kata Ismat : 39Wahai!Apatah hendak dikata lagi karena barang telah terlepas !" Saloem :,, Dengan nama Allah, apakah jang telandjoer? Katakanlah !" Ismat :,, Toehankoe!Apatah goenanja perkataan lagi." Ketika itoe keloeh dan kesah Ismat semakin djadi,dan berdiri dan doedoek ia selakoe orang gila,kemoedian terlintas didalam hatinjasoeatoe fikiran;maka katanja kepada Saloem : ,,Nantilah disini sebentar,Saloem!Saja hendak pergi kekantor pos akan menjelesaikan soeatoe pekerdjaan, sekedjap saja kembali." Maka pergilah Ismat menoedjoe kekantor pos;setelah sampai, dipintanjalah kepada pegawai pos mentjahari soerat jang ter'alamat kepada kepala polisi di Constantinopel, djika dapat hendaklah dikembalikan kepadanja. Maka ditjarilaholéh pegawai itoe,akan tetapi tiadalah sekali-kali bersoea lagi;kemoedian ia melihat djam, seraja berkata :,,Tentoe soerat itoe telah terkirim dengan keréta api jang berangkat poekoel enam sekarang." Setelah itoe poelanglah Ismat dan poetoeslah pengharapannja serta hilang boedibitjaranja,selakoe orang gila. Kemoedian berkatalah ia dalam hatinja : ,,Terhoenoes pedang dari saroeng- nja! Wah,wah,amatlah djahat oentoengkoe! Bertemoe kedjahatan dengan kebaikan,atau kemalangan dengan toeah,akan tetapi kedjahatan dan kemalangan djoealah jangloeloes dan menang. Ketika akoe berdjoempa dengan Saloem, djika Allah menoendjoeki dia biar bertjakap barang sepatah djoea tentang hal itoe, nistjaja saja lambatkanlah mengirim soerat itoe hingga selesai pertjakapannja. Toehankoe,amatlah gelap kehendakmoe!" Setelah tiba ia diroemahnja,maka berkatalah ia kepada Saloem ,katanja:,,Pelik sekali,Saloem!Sepatah kata sadja toean. toetoerkan tadi ketika kita berdjoempa didjalan, nistjaja lepaslah ia dari pada bahaja jang mahabesar. " Saloem terkedjoet mendengar katanja, seraja bertanja: ,,Sepatah kata apa dan bila ?" Ismat : „ Kalau toean katakan kepada saja tadi ketika berdjoempa didjalan,bahwa toean membawa tjakap Sadik Nizami,.
nistjaja tiadalah saja pergi kepos mengantarkan bahaja jang besar." Kata Saloem :,,Dari mana saja boléh mengetahoei jang demikian ?" Kata Ismat Benar benarlah Dosa kema-
| : „ | , | ,toean | ! | itoe dosa |
|---|---|---|---|---|
| dosa | . selakoe | |||
| , | ||||
| : „ | apa | , | : „ | |
| ! | bedebah | dan |
langan saja;boekan orang lain " Maka iapoen menangis dan meratap boedak ketjil, hingga soekar nona Saloem hendak menghiboerkannja apalagi ia tiada mengetahoei kehendak dan kemalangannja itoe. Kemoedian iapoen bertanja katanja Apakah kemalangan itoe,hai Ismat ?" Sahoet Ismat Bahwa sanja kemalangan jang amat besarlah adanja Dan sesoenggoehnja si soendal Berni itoelah pangkal kemalangan ini,karena ialah jang mendjadikan saja bérang,marah dan goesar kepada Nizami, hingga tiada tertahan hati saja lagi sekadar menanti kedatangan toean,laloe saja toelis bentjana kepada kepala polisi di Constantinopel, saja terangkan bahwa Nizami itoe seorang dari pada anggota perkoempoelan,,Toerkia Moeda", jang tiada ta'loek dan djatoeh kedalam tangan keradjaan,melainkan djadi makanan Bosphorus. ( 1) Mendengar demikian sangatlah terperandjat nona Saloem, maka katanja: „ Tidaklah saja sangka sampai begitoe kedjahatan toean!" Sahoet Ismat :,, Tiadalah saja doerdjana dan djahat,dan pe- meriksaanlah kelak jang akan melepaskan Nizami,karena saja mengetahoei betoel,bahwa ia boekan anggota perkoempoelan itoe; tambahan poela keradjaan disana, meskipoen amat keras, tiadalah lekas pertjaja sadja pada pemeriksaan hingga teraniaja orang jang tidakberdosa. Tiadalah kehendak saja memboeat bentjana itoe akan mendjahanamkan dia,sekali-kali tidak,melainkan sekadar hendak menjiksanja sedikit sadja, membalas perboeatannja,karena saja pertjaja bahwa ia bentji akan saja dan soeka akan orang lain.Siapakah diantara segala kekasih jang tidak tjemboeroe ? Dan tjemboeroean manakah kalau telah bersangatan jang tiada' kan terbalik mendjadi dendam dan kedjahatan? Adapoen sekarang ini tiadalah saja tahoe apa jang mesti saja boeat akan melepaskannja dari pada kedjahatan dan bahaja itoe." Sahoet Saloem dengan pantas:,,Kirim kawat dengan segera, soeroeh ia kembali ke Paris dengan setjepat -tjepatnja. Tentoe Sadik tiba di Constantinopel sebeloem sampai soerat toean ke-
(1) Bosphorus, nama selat jang menghoeboengkan laoet Hitam dengan Marmora, disisinja terletak kota Constantinopel, dan disitoe adalah seboeah roemah tempat menggantoeng orang jang bersalah
tangan polisi, dengan begitoe dapatlahia menerima kawat toean dan ia boléh berangkat kemari sebeloem polisi mengetahoeinja." Kata Ismat :,,Fikiran toean itoe amat baik,akan tetapi saja tidak tahoe dan tidak koeasa hendak menjeboetkan apa-apa dalam kawat itoe karena semoea kawat diperiksaï oléh pengintip-pengintip Soeltan. Apakah hendak saja toelis soepaja ia terpaksa kembali kesini dan djangan mendatangkan wasangka meréka itoe ?" Kata Saloem : „ Katakan kepadanja begini: Boenda kakanda meninggal,lekaslah kembali ke Paris !" Kata Ismat : „ Akan tetapi boendanja telah lama meninggalkan doenia." Sahoet Saloem :,,Elok sekali! Kalau begitoe tentoe ia mengerti akan boenji kawat itoe,bahwa ada perkara jang amat besar,lebih besar dari pada kematian emaknja; dengan demikian tentoelah ia kembali seketika itoe djoea." Kata Ismat :,, Benarlahfikiran toean itoe dan sangatlah bersetoedjoe dengan fikiran saja.Sekarang ini djoea saja kirim dan loesa ia terima, jaïtoe sehari sebeloem soerat bentjaħa itoe sampai ketangan polisi." Setelah itoe kedoea perawan itoepoen bertjerai -tjerailah, Saloem poelang keroemahnja dan Ismat pergi kekantor pos memoekoel kawat kepada Nizami sebagaimana jang terseboet. Soenggoehpoen demikian tiadalah senang hati Ismat dan datanglah kepadanja waswas dan takoet, hingga tidak tidoer ia semalam -malaman itoe memikirkan betapa djalan biar boléh melepaskan kekasih dan toenangannja itoe dari bentjananja dan kebinasaan jang akan menimpanja. Kemoedian ia tetapkanlah akan pergi ke Constantinopel,dan ia sendiri hendak melepaskannja disana,karena sepandjang fikirannja bahwa Sadik Nizami tiada akan poelang ke Paris dan pada keesokan harinja berangkatlah ia kesana dengan keréta api jang berangkat petang, jaïtoe setelah berpesankan kepada Saloem temannja apa-apa jang perloe.
IV.
Baiklah kita tinggalkan dahoeloetjeritera Sadik Nizami dan kekasihnja Ismat,dan marilah kita pergi ke Constantinople, mempertjakapkan jang berlakoe disana tentang perkara jang berkenaan dengan tjerita kita ini.
Didalam masa itoe adalah di Constantinopel seorang-orang Haléb ( 1), Saijid Chalid Al-' Azili namanja. Ia dahoeloe djadi pegawai (kaim -makam) disana,kemoedian dipetjat dan ditoeroenkan dari pada djawatannja dengan tiada diketahoeinja apa tegalnja. Maka pergilah ia ke Constantinopel, mohon dikembalikan kepada djawatan dan pangkatnja itoe. Padanja adalah seorang handai jang rapat, jaïtoe seorang diantara pembesar keradjaan,dan ialah jang menolongnja didalam hal jang demikian,akan tetapi tiadalah loeloes dan berkenan. Manakala pembesar handainja itoe telah bising dan poe- sing oléh hal dirinja itoe,maka pada soeatoe hari berkatalah ia kepadanja, katanja:,,Tiadalah saja lihat djalan jang boléh menjampaikan kehendak dan angan-angan toean lain dari pada memperhambakan dirikepada baginda Soeltan dan berchidmat akan dia dengan chidmat jang besar." Maka sahoet Chalid :,,Chidmat apakah jang boléh saja boeat bagi baginda penghoeloekita ?" Pembesar :,,Disini pekerdjaan amat banjak,boléh dikerdja- kan oleh orang jang lemahdan déna.Betapakah poela seorang besar seoempama toean tiada'kan koeasa memperboeat soeatoe dari padanja ?" Ketika itoe Chalid memandang akan temannja seolah -olah bertanja,maka kata pembesar:,,Bahwa sesoenggoehnja adalah seteroe doeli baginda amat banjak. ” Sahoetnja:,,Ja,betoel." Kata pembesar: „ Doeli baginda amat girang hendak mengetahoei siapakah meréka itoe." Sahoetnja:,,Ja,benar !" Pembesar : „, Ah,tidakkah koeasa toean menoendjoekkan seorang dari pada mereka ?" Sahoetnja :,, Siapakah jangkoeasa mengetahoei seteroe-seteroe seri baginda,karena meréka seperti moesoeh didalam selimoet." Pembesar :,, Toendjoekkan sadja siapapoen diantara manoesia ini." Chalid :,, Barangkali ia soetji,boekan seteroenja." Pembesar :,,Kalau pemeriksaan dapati ia tiada bersalah dan boekan seteroenja, dilepaskanlah akan dia,karena seri baginda itoe'adil." Saijid Chalid memandang akan pembesar itoe dengan tertje-. ngang, •maka kata pembesar itoe :,,Apa?Apa lagi toean toenggoe ?" Chalid :,, Saja menanti perintah hati saja. "
1). Haléb nama seboeah negeri di Syria: djadi orang Haléb jaïtoe orang jang berasal dari negeri itoe. Intipan masa Soeltar'Abdoe'lhamid 2
Pembesar :,, Toenggoelah,nantilah !" Setelah ia berfikir sebentar,maka bermohonlah ia hendak poelang dengan tjitaakan berdjoempa lagilaloe berangkat. Kira -kira sedjam kemoedian dari pada itoe,kembalilah ia keroemah pembesar tahadi dengan tersenjoem,laloe berkatalah temannja :,, Diharap baik." Maka sahoetnja :,,Ja,baik!Saja telah berboeat chidmat kepada baginda,chidmat jang besar." Pembesar :,, Apakahia ?" Chalid : „ Pada saja ada seorang teman dan handai, jaïtoe saudagar jang bernama Chalil Effendi Hilmi. Pembesar :,,ja." Chalid :,,Hari ini saja lihat ia dihadapan pintoe kantor pos Perantjis dan ia memboeka soerat jang diterimanja. Manakala dilihatnja saja datang, disimpannjalah soerat itoe kedalam kotjéknja dan ditegoernja saja dengan tersenjoem,kemoedian diadjaknja saja pergi kekedainja dan doedoeklah saja dengan dia, hingga saja poelang tiada ia batja soerat itoe. " Pembesar :,,Baik sekali !" Chalid :,, Maka pergilah saja dari sini tadi kepada Kadri Bey, dan saja tjeriterakan jang demikian kepadanja. ” Pembesar itoe berkata kepadanja dengan keras, katanja : ,, Betoellah toean ini keledai!" Chalid :,,Mengapa toean mengataï saja ?" Pembesar :,, Mengapa toean sampaikan kepada Kadri Bey, dan apa halnja dengan perkara itoe ?" Chalid :,,la mata -mata rahasia (gelap)." Pembesar :,, Saja tahoe akan jang demikian itoe. " Chalid : „Djika begitoe apa poela ?” Pembesar :,, Toean jangberboeroe,ia jang mendapat da- gingnja dan beroentoeng. " Chalid :,,Apakah jang sajaboeroe?" Pembesar :,,Boekantah telah saja katakan bahwa toean ini keledai ?" Mendengar demikian mérahlah moeka Saijid Chalid kemaloe- maloean,laloe berkata : „Apakah kesalahan dan kedoengoean saja,toean? Dan tiadakah mesti perkara itoe disampaikan kepadanja ?" Pembesar : „ Rahasia gelap disampaikan kepadanja? Betoellah toean bodoh!" Maka Saijid Chalidpoen ternganga dan tertjengang,tiada terkata -kata. Kata pembesar: „Apa jang toean nanti dari pada perboeatan Kadri Bey ?" Chalid :,,Ia tangkap akan Hilmi Effendi Chalil." Pembesar : „Apa jang diperboeatnjasebeloem itoe ?"
Chalid :,,Apa ?" Pembesar :,,Ia sampaikan kebawah doeli baginda,kemoedian baharoe ia tangkap ." Maka Saijid Chalidpoen bertepoek tangan, seraja bertanja: ,,Bolehkah saja menjampaikannja teroes kebawah doeli baginda ?" Kata pembesar :,, Mengapatidak ?" Chalid :,, Betapakah boléh demikian ?" Pembesar :,, Toean toelis keterangan jang tjoekoep,dan ki- rimkan dalam boengkoesnja jang poetih kekeraton seri baginda,dan djangan ditoelis'alamatnja." Chalid :,, Setelah itoe apa lagi ?" Pembesar :,, Seri baginda Soeltan nistjaja akan memanggil toean dan ia tanjaï toean dengan landjoet tentang perkara itoe, kemoedian apabila didapatinja amat penting,tentoelah dianoe- gerahinja toean entah pangkat jang tinggi, siapa tahoe."
| itoepoen | ||
|---|---|---|
| :,,Tiadalah | tahoe | |
| : | ,, | |
| ! | ||
| : „ | ' apa | , |
Maka Saijid Chalid itoepoen menarik nafas pandjang, seraja berkata saja akan djalan itoe !" Pembesar Kalau begitoe soeatoepoenta' ada jang dapat toean kerdjakan " Chalid Ta akan saja dapat kelak perboeroean jang lain." Setelah itoe poelanglah ia keroemahnja dengan ketjéwa,
Pada djam itoe djoea adalah doea orang pegawai polisi dikedai Chalil Effendi Hilmi memeriksa segala soerat-soeratnja dan mengambil mana jang menjamarkan dia,laloe disoeroehnja Hilmi itoe menoetoep kedainja dan pergi kekantor polisi. Tiadalah koeasa Hilmi Effendi hendak membantah dan terpaksalah ia menoeroet perintah itoe,laloe pergi bersama-sama dengan kedoea pegawai polisi itoe kesana, jaïtoe setelah kedainja disita dan diambil semoea soerat -soeratnja.Sesampainja kesana, iapoen dimasoekkan kedalam bilik tahanan, didjagaï oléh beberapa orang pendjoerit. Pada tengah malam dibawalah Hilmi itoe kekantor pemeriksaan Nazim Pasha. Menteri polisi memeriksaï dia.Setelah
| doedoek | , | : „, Siapakah | |||
|---|---|---|---|---|---|
| namamoe | : ,, :,, Orang ,, ,, : ,, : ,, Engkau | poeloeh | . .oesiamoe | ?. |
doedoek dihadapannja,maka kata menteri itoe : „, Siapakah ?" Sahoetnja Chalil Hilmi " Menteri mana engkau ?" Sahoetnja : Orang Haléb " Menteri : Berapa tahoen " Sahoetnja Empat lima tahoen " Menteri berbinikah?"
| 20 | ||
|---|---|---|
| :,, Tidak | . | |
| : ,, Apakah | ||
| : „ | . | |
| : | pesan | |
| : | . | |
| : ,,Tidakkan ,, | ||
| :,, | pesan | ? |
| ,, | ! | |
| : ,, | seseorang | |
| : |
Sahoetnja! Hamba boedjang" Menteri pekerdjaanmoe ?" Sahoetnja Berniaga kain -kain " Menteri,,Dari mana engkau dan beli barang-barang?" Sahoetnja,,Dari sini,dari goedang-goedang" Menteri engkau pesan dari Eropah ?" Sahoetnja : Tidak !" Menteri Tidak engkau dari Paris " Sahoetnja : Sekali -kali tidak " Menteri Tidakkah engkau kenal akan di Paris ?" Sahoetnja :,,Tidak!" Menteri,,Tiadakah engkau kenal akan seorang Toerki di Paris ?" Sahoetnja :,,Tiada !" Hilmi menjahoet selamanja dengan pantas,dan tiada takoet dan segan. Setelah itoe maka kata menteri :,,Tiadakah datang kepadamoe soerat dari Paris atau dengan pos Perantjis ?" Sahoetnja :,,Ja,ada."
| ,, | ,. | ||
|---|---|---|---|
| : ,, | soerat-soerat | ||
| : „ : ,, | ' ada |
Menteri Siapa mengirimi engkau dari Paris? ” Sahoetnja Ta datang soerat dari Paris kepada saja. " Menteri Kalau begitoe dari mana datangnja soerat-soerat itoe ?" Sahoetnja :,, Terkadang -kadang datang dari seorang handai hamba orang Haléb di Amérika, namanja Salim al-'Aik dan ia selaloe mengirim soerat dengan djalan Marseille,karena itoe sampai kepada saja dengan pos Perantjis." Menteri :,, Mengapaia boeat begitoe ?" Sahoetnja:,, Karenaia pertjaja mesti tiba." Menteri : „ Adakah padamoe soerat kiriman dari padanja ?” Sahoetnja:,,Ja, ada !" Menteri :..Mana ""ia ?" Sahoetnja :,, Dalam soerat-soerat saja jang telah diambil dikedai saja." Menteri :,,Tiadakahhari ini engkau mendapat soerat dari Paris ?" Sahoetnja :,,Ja, ada !" Menteri :,, Manaia ?" Sahoetnja:,,Dalam soerat-soerat saja jang telah diambil dari dalam kotjék saja.” Ketika itoe menteripoen mengambil soerat jang terletak dihadapannja,laloe dioendjoekkannja kepadaHilmi Effendi,seraja berkata : Inikah dia ?" Sahoetnja :,,Ja,itoelah. " Maka menteri itoepoen menjoeroehnja membatja soerat itoe dengan njaring,demikian boenjinja:
Paris,.....
Kehadapan saudara jang moelia Chalil Effendi Hilmi.. Dengan hormat hamba perma'loemkan,bahwa beberapa hari lagi akan tiba di Constantinopel seorang handai dari pada pihak kami,dan ia pergi ketempat toean,maka kami harap akan toean tolonglah ia dalam hal mendjalankan perniagaannja; dengan begitoe toean djadikanlah kami bersoeka raja,dan Allah ta'ala memelihara akan toean. Saudara tocan SALIM HAFIZ.
Setelah itoe dilipatnjalah soerat itoe laloe dipoelangkannja kepada menteri;maka kata menteri kepadanja: „, Siapakah Hafiz itoe?" Sahoet Hilmi :,, Seorangpoen ta' adajang saja kenal orang jang bernama Hafiz." Menteri :,, Mengapa ia kenal akan dikau ?” Sahoetnja:,,Saja tidak mengerti." Menteri :,, Siapakah orang jang engkau tanti ?” Sahoetnja : ,, Saja tiada menanti seorang djoeapoen." Menteri :,,Kalau begitoe apa fikiranmoe tentang soerat kiriman ini ?" Sahoetnja:,, Saja senantiasa héran dan bingoeng memikir- kannja." Menteri :,, Tidakkah terlintas dalam hatimoe soeatoe perkara tentang hal itoe ?" Sahoetnja :,,Sekali -kali tidaklah tersangka-sangka oléh saja, bahwa ada seorang jang tiada saja kenal akan bergoerau dan berboeat bentjana atas diri saja dengan soerat jang sematjam itoe. Maka orang 99 jang demikian, gila dan doengoelah pada pemandangan saja.' Menteri :,, Siapa seteroemoe?" Sahoetnja:,, Seorangpoentiada. " Kemoedian menteri itoepoen mengambil goentingan soerat chabar Perantjis jang terkirim bersama-sama soerat tadi, seraja bertanja:,,Tahoekah engkau bahasa Perantjis ?" Sahoetnja :,,Tidak sepertinja. " Menteri : „Apakah engkau lihat didalamnja? ” Sahoetnja:,, Sajalihatpada moekajang pertama warta ketjoerian jang berlakoe di Paris dan pada moeka jang lain pemberi tahoean." Menteri :,,Apakah kehendaknja mengirim goentingan ini ?” · Sahoetnja:,, Tiadalah saja tahoe." Setelah itoe Hilmipoen memberikan goentingan itoe kepada menteri polisi itoe kembali. Maka menteri itoepoen menaroehnja.
didalam boengkoes soerat itoe;kemoedian dipanggilnja pegawai polisi ( opas ). Seketika masoeklah empat orang mendjem- poetHilmi akan dimasoekkan kedalam pendjara,dan tinggallah ia didalamnja menderitaï siksa sengsara.
V..
Djam poekoel sembilan pagi pada soeatoe hari sesoedah Hilmi Effendi terpendjara adalah seorang-orang bertanja diroemah makan Inggeris,kalau -kalau diroemah makan itoe ada seorang moedajang bernama Sadik Nizami. Maka kata pengoeroes roemah makan itoe :,,Ia datang kemarin malam, saja kira ia sekarang ini ada dibiliknja. " Sahoet orang itoe : „, Saja harap toean toendjoekkan biliknja kepada saja,karena saja ingin hendak berdjoempa dengan dia. " Sebentar lagi masoeklah orang itoe kedalam bilik Nizami, laloe mengenalkan dirinja, katanja: „,Nama saja Nadjmoe'd- din Effendi,dan saja disoeroeh oléh Chalil Effendi Hilmi mo- honkan toean datang keroemahnja." Kata Sadik Nizami :,, Betapakah boléh toean tahoe saja ada disini?" Nadjmoe'ddin:,,Ia soeroeh saja mentjahari toean pada segenap roemah makan,dan saja telah tjahari diroemah makan. jang lain. Roemah makan ini ialah jang keempat saja naiki dan masoeki;toean Hilmi Effendipoen djoea mentjahari toean sekarang diroemah-roemah makan jang lain." Maka Nizamipoen soekatjitalah seraja berkata : „, Sajapoen telah mengangan -angan hendak melawatnja kekedainja hari ini." Nadj.:,,Kedainja telah ditoetoepnja dan perniagaannja telah diperhentikannja baharoe ini,oléh karena itoe perloelah kami mentjari toean, soepaja djangan toean penat menanja-nanja- kannja karena toean dagang disini." Niz.:,,Mengapa ia perhentikan perniagaannja?" Nadj.,,Karena labanja tiada sebanding dengan djerihnja." Niz.:,,Djadi apa jang akan diperboeatnja sekarang ?" Nadj.,, Barangkaliia ingin hendak mendjawat djawatan pada salah soeatoe golongan keradjaan. Boekantah njata kepada toean,bahwa ia patoet dantjakap bagi jang demikian, apalagi ada padanja oepaja jang boléh menjampaikan maksoednja itoe." Niz.:,,Bagoes sekali!" Nadj.:,,Silakanlah kita berdjalan,karena tentoelah Hilmi Effendi sekarang telah menanti diroemahnja."
Niz.:,,Marilah kita makan dan minoem dahoeloe sebeloem pergi mendapatkan dia. " Nadj.:,,Baiklah!Saja toeroet toean." Setelah itoe kedoeanjapoen keloearlah dan naik keréta menoedjoe roemah Chalil Effendi Hilmi ( menoeroet pengakoean Nadjmoe'ddin dan persangkaan Nizami).
Pada masa itoe Kadri Bey ketoea polisi gelap adalah didalam seboeah roemah pada seboeah kampoeng Boemipoetera. Roemah itoe ketjil, tetapi berhamparkan permadani jang amat élok,dan ta' ada orang didalamnja lain dari pada ia berdoea dengan seorang djanggi(orang hitam ) jang tiada mengetahoei bahasa Toerki lebih dari pada lima enam patah, tetapi pandai memasak dan melajan. Kadri Beydoedoek didalam bilik perdjoempaan seorangdiri membalik -balik kertas -kertas dan membatjanja serta mengamat-amati kertas itoe,seolah -olah hendak mengetahoei apa benar oedjoed jang terseboet didalamnja. Sedang ia berfikir,masoeklah djanggi tadi mengatakan Nadjmoe'ddin Effendi dan seorang moeda telah datang. Setelah menjimpan soerat-soerat kedalam kotjéknja,maka keloearlah ia keroeang tengah roemah itoe; didapatnja Nadjmoe'ddin dan seorang moedajang élok telah hadir disitoe; maka kata Nadjmoe'ddin kepadaKadri Bey seraja menghadapkan Nizami : ,,Inilah Sadik Nizami Effendi. " Kemoedian berkatalah poela ia kepada Nizami sambil menoendjoek Kadri Bey:,,Inilah Chalil Effendi Hilmi jang menanti kedatangan toean." Maka Kadri Beypoen berdjabat tangan dengan Nizami seperti lakoe doea orang jang telah berkenalan dan bersahabat karib,kemoedian masoeklah kedoeanja itoe kedalam bilik perdjoempaan. Adapoen Nadjmoe'ddin Effendi masoeklah kedalam bilik jang disebelah bilik Kadri dan Nizami itoe,doedoek dihadapan médja toelis jang telah tersedia diatasnja péna,kertas dan tinta. Kedoea bilik itoe dipertalikan oléh seboeah pintoe jang bertoe- toep; ia dapat mendengarkan pertjakapan kedoea meréka dari tempat itoe, tetapi Nizami tiada dapat menampak dia. Doedoeklah Nadjmoe'ddin mendengar dan menoeliskan semoea pertjakapan Nizami, sedang orang moeda itoe tiada sadar. Kata Kadri Bey: „ Nizami Effendi!Sangatlah soekatjita saja atas kedatangan toean." Sahoet Nizami : „ Allah ta'alalah jang mengetahoei akan hambanja dan bahwa saja, sekiranja tiada bertjinta akan menemoei handai jang pengasih dan saudara jangtoeloes seperti toean,
wahai Hilmi Effendi, nistjaja tidaklah saja berani mengoendjoengi kota jang besar ini." Kad.:,,Pertjajalah toean bahwa saja ini ialah sahabat toean jang pengasih, penjajang dan saudara toean jang toeloes,tidak lalai dari pada menolong toean dan menjampaikan kehendak toean. " Maka Nizamipoen tersenjoem, seraja berkata :,, Kalau demikian haraplah toean perlihatkan kepada saja soerat jang toean terima tentang keadaan saja." Kad.:,,Adakahtoean salah sangka kepada saja,hai Nizami?" Niz.:„Toeanpoen tahoe bahwa oendang -oendang perkoempoelan menoentoet demikian." Kadri Bey tertawa, seraja berkata :,,Tiadakah kata (rahasia ) jang kita toetoerkan pada permoelaan pertjakapan kita tahadi menghilangkan sangka-sangka toean?" Niz.:99,Tiada ia hilangkan melainkan sepertiganja sadja, wahai Hilmi Effendi." Ketika itoe Kadri Beypoen memberikan soerat jang terkirim kepadanja dan dibatjalah oléh Nizami dengan chidmat,kemoedian dikembalikannja kepada Kadri Bey, seraja berkata : „, Baharoe hilang doea pertiga, tinggal lagi sepertiga bahagian." Kata Kadri Bey:,, Saja telah menghilangkan doea pertiga bahagian,tiadakah patoet saja minta kepada toean, menghilangkan sepertiga jang tinggal ?" Sahoet Nizami :,,Benarlah kata toean itoe,hai Hilmi Effendi. Saja tidak mengélak dari pada jang benar;toean djoega patoet menaroeh wasangka kepada saja seperti saja." Setelah itoe iapoen mengeloearkan goentingan pewarta dari dalamkotjéknja, seraja meminta goentingan jang lain kepada Kadri Bey. Maka Kadri Bey berikanlah kepadanja sehelai goentingan pewarta jang telah pembatja ketahoei pada bahagian jang laloe,dan diambillah oléh Nizami laloe dipertemoekan- nja dengan goentingan jangada padanja,maka didapatinja sesoeai dan bertemoe betoel, hingga djadilah seperti sehelai.
| sesoeai | bertemoe | betoel | , | sehelai | . |
|---|---|---|---|---|---|
| semoea | : ,,, toean | ! ,dan | . | ||
| . |
Maka kata Nizami Ja jaBenarlah ia goentingan pewarta jang terkirim kepada inilah sebelahnja Hilanglah sekarang wasangka dan benarlah bahwa toean Chalil Effendi Hilmi " Kata Kadri Bey: „,,Sekarang djadilah kita doea berhandai dan sekawan." Niz.:,,Doeasaudara dalam satoe koempoelan dan satoe toedjoean." Kad.:,,Kita ingin akan kelebihan dan menghantjoerkan kerendahan. " Niz.:,,Kelebihan kita jaïtoe menegoehkan perkoempoelan kita dan merobohkan kelélaan dan penganiajaan dan mendiri-
kankerajaan jang teratoer dan merdehéka,sama rata dan sama rasa oléhnja semoea orang dimoeka oendang-oendang. " Merasalah Kadri Bey bahwa sendi-sendinja bertjerai-berai ketika mendengar perkataan jang ditjakapkan Nizami dengan keras dan bersoenggoeh-soenggoeh dan dengan lantjar dan pé- tah itoe,kemoedian berkatalah ia: „, Dipohonkan kepada Allah ta'ala, moga-moga ia akan menolong dan mengoeasakan kita dalam pekerdjaan jang benar ini." Kata Nizami :,,Tiada lagi berkehendak akan menjeboet nama jang mahabesar (Allah)pada pertjakapan kita ini, soepaja djangan keloear dan terboeka kelak kata rahasia." Kad.:,,Benarlah,toean!Tinggal lagi saja hendak tahoe apakah jang dapat saja tolong akan toean ?" Niz.:,,Harap saja akan toean moedahkan djalan oentoek berkenalan dengan Kadri Bey. Tiadakah toean berkenalan dengan dia ?" Kad.:,,Sajakenal benar akan dia,demikian poelaia akan dakoe,akan tetapi tiadalah dapat kiranja saja memperkenalkan toean dengan dia." Niz.:,,Pada persangkaan toean, perkenalan dan perhandaian toean tidak begitoe rapat,dan toean ada menaroeh sjak wasangka kepadanja ?" Kad.:,,Toeanpoen tahoe,bahwa tiadalah koeasa seseorang hendak mempertjajaï temannja dikota kerajaan ini." Niz.:,,Djadi tiadalah toean koeasa memperkenalkan saja dengan dia ?" Kad .:,, Dalam pada itoepoen saja boléh memperkenalkan toean dengan dia, tetapi apakah kehendak dan angan-angan toean padanja? ” Niz.:,,Saja inginhendak masoek golongan barisan polisi dan saja dengar kebebasannja dalam pemerintahan amat besar." Maka Kadri Beypoen berfikir sebentar,kemoedian berkatalah ia:,, Apakah gerangan sebabnja maka toean ingin akan djawatan jang amat soekar dan pajah itoe ?" Sahoet Nizami : „ Hilmi Effendi! Boekanlah jang demikian kehendak dan keinginan saja,melainkan kehendak perkoempoelan kita." Kad.:,,Apakah goenanja bagi perkoempoelan ?" Niz.:,,Menjiarkan anggotanja dalam kekoeasaan." Kad.:,,Kemoedian apa poela ?" Niz.:,,Apabila tjoekoep dan ramai anggotanja dalam golongan kekoeasaan dan kebebasan, dapatlah ia memperboeat apa-apa kehendaknja. ” Kadri Bey :,, Bagoes sekali! Adakah anggotanja dalam golongan polisi lain dari pada toean?" Niz.:,,Saja kira tidakada."
Kad.:,,Kalau begitoe toeanlah jangmoela -moela mengoer- bankan njawa bagi perkoempoelan!" Ketika itoe njarislah Nizami lemah dan terhenti, djika sekiranja ia tiada berani dan keras hati, nistjajamoendoerlah ia; kemoedian berkatalah ia dengan tiada ngeri, katanja: „, Saja tidak takoet dan tidak segan dan tiadalah jang mengetahoei jang didalam hati manoesia,melainkan Allah!" Kad.:,,Tidakkahtoean tahoe,bahwa rahasia itoe apabila lepas kepada seorang,ta'dapat tiada berpindah kepada jang kedoea, kemoedian kepada jang ketiga dan keempat,kesoedahannja tersiar dan petjah?Djangan -djangan poela saja lebih chawatir dari pada toean !" Niz.:,,Tiadalah akan petjah rahasia kita !"
| Maka | Kadripoen | tertawa | seraja | ||
|---|---|---|---|---|---|
| , | , | :,,Toean | |||
| dalam | satoe | ||||
| - itoe | : „ | semoea | . | ||
| ada | |||||
| ⚫ | seteroekoe | , | ! | ||
| , | semoea ada | . soempah |
berkata tanggoeng- kah rahasia ini tidak akan terboeka,bila ramai anggotanja golongan jang dan bila berlampauan perlombaan diantara meréka hendak mendjabat pangkat jang tinggi atau karena lain lain ?"
Sahoet Nizami Akan tetapi meréka dalam bahaja, karena tiadalah akan petjah rahasianja" Kad.:,,Djangan-djangan diantara meréka jang berkata
· ketika ia kedalam kebinasaan ( ataskoe Artinja dan diatas djatoeh sekalian kebinasaan Toehankoe) binasa seorang binasa ” Niz.:,,Boekantah jang besar jang telah meréka soempahkan ?"
Maka Kadripoen tertawa gelak -gelak mempermain -mainkan
| ,,Nampaknja | ||
|---|---|---|
| ,, | seorangpoen | |
| toean | . | toean |
| , | memboeang | . |
| soeatoe | kesoesahan | |
| toean menoeroet |
Nizami; kata Nizami itoe : toean koerang pertjaja!" Sahoet Kadri Bey: Karena tiada saja lihat jang kepertjajaannja seperti Saja takoet akan di- binasakan meréka jang djahat dan doerdjana " Niz.:,,Bagaimanapoen saja mesti njawa." Kad.:,,Djaditoean hendak berkenalan djoea dengan Kadri Bey,meski akon mendjadi sekalipoen ?" Niz.:,,Tentoe sekali !" Kad.:,,Baiklah saja perkenalkan dengan seorang pegawai chazanah radja dan saja oesahakan soepaja toean dapat mendjabat pekerdjaan dalam golongan itoe." Niz.:,,Boekanlah djawatan itoe kemaoean dan toedjoean saja,karena saja dengan koernia Allah adalah dalam kelimpahan dan kesenangan." Kad.:,,Toean beroesaha dalam chazanah itoe sebagaimana kehendak toean dalam golongan polisi." Niz.:,,Tidak,tidak!Djanganlah toean oebahkan dan poetar
haloean dan angan-angan saja,karena dalam tjita -tjita itoe ada tersemboenji kehendak saja sendiri." Maka terdiamlah Kadri Bey;kata Nizami poela: „Apa,soe- karkah bagi toean akan memperkenalkan saja dengan Kadri Bey dan memintakan saja djawatan kepadanja ?" Sahoet Kadri Bey:,,Tidak!" Nizami:,,Kalau begitoe baiklah toean perdjoempakan saja dengan dia ?" Kad.:,,Lebihdahoeloe saja mesti berdjoempa dengan dia akan menentoekan apabila saja boléh membawa dan memper- djoempakan toean ." Nizami:,,Baiklah! Bila saja mesti datang kemari ?" Ketika itoe Nizamipoen berangkat hendak poelang, tetapi dipegang oléh Kadri Bey, seraja katanja:,,Toean disini djamoe kami dan telah saja sediakan seboeah bilik bagi toean." Kata Nizami :,, Sesoenggoehnja toean amat moelia dan baik hati,wahai Hilmi Effendi!Tetapi kalau toean biarkan saja tinggal diroemah makan, djadilah toean lebih moelia dan baik. ”
| , | toean | dan | . | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| : | „ | , | ! | ' | ada | |||
| . | ||||||||
| dan | ||||||||
| : ,, | soeka | soeka | toean -toean | -djinakan | soedi | dengan |
Kadri Bey Tidak tidak Roemah ini lapang dan ta orang jang tinggal didalamnja lain dari pada saja dan Nadjmoe'ddin Effendi Adakah konon gendala dan alangan djika toean menigaï kami kita tinggal bersama -sama ?" Nizami Saja sekali kalau menerima saja bermalam disini dan berdjinak saja. " Kad.:,,Diantara orang jang bertolan dan berhandai tidak sehaloes itoe benar;beroebah djoeakah lagi lahir dan batin toean terhadap kepada saja ?" Niz.:,,Kalautoean-toean soeka mendjadikan saja djamoe sehari doea,kelebihan jang besarlah itoe bagi toean! Dan saja terima dengan senang hati asalkan toean-toean terima poela kelak djempoetan saja." Kad.:,,Boekanlah itoe perkara djamoe,melainkan kami soeka sekali djikatoean tinggal disini selama toean bersenang hati dan soeka bertjampoer gaoel dengan kami." Nizami :,, Benarkanlah saja bertjakap "" dengan kebebasan Perantjisdan... Kadri Bey memotong tjakapnja, katanja:,,Atas permintaan saja,toean biarkanlah perkara itoe tinggal dibelakang dahoeloe, karena saja perloe meninggalkan toean sebentar;soeroehlah kelak Nadjmoe'ddin Effendi mengambil barang -barang toean dari roemah makan dan soeroeh bawa oléhnja kemari. " Setelah itoe Kadri Beypoen memanggil Nadjmoe'ddin. Setelah itoe keloearlah ia dari sitoe dan Sadik Nizamipoen tinggallah bertjakap -tjakap dengan Nadjmoe'ddin Effendi.
VI.
Tiada sampai sedjam sesoedah itoe adalah Kadri Bey dihadapan Soeltan'Abdoe'lhamid menjembahkan keterangan peme- riksaannja, jaïtoe sebagaimana jang terseboet dalam bahagian jang laloe. Baginda Soeltan membatja keterangan itoe beberapa kali, sedang moekanja sekali mérah dan sekali soeram. Kemoedian bersabdalah ia kepada Kadri Bey, titahnja: „ Nizami sekarang dalam pendjara?" Sembah Kadri Bey:,, Harap diampoen,Nizami dalam tempat jang lebih sempit." Sabda Soeltan :,,Dimana ?" Sembahnja: „ Dalam seboeah roemah, didjaga oléhNadj- moe'ddin seorang mata-mata gelap." Sabda Soeltan : „Engkau menipoe akan dakoe." Sembahnja:,, Harap diampoen! Patikmenipoediri patik sebeloem menipoe doeli baginda." Titah Soeltan :,,Hendaklah dimasoekkan dia kependjara lebih dahoeloe dan diperiksa dengan haloes." Sembahnja: „,,Harap diampoen! Dalam toetoepan tiada ia akan mewartakan sebagaimana jang telah dinjatakannja itoe; sekarang ia tidak tahoe bahwa ia dalam genggeman patik.' ""
Sabda Soeltan :,,Bilapoela baharoe ditoetoep?" Sembahnja:,,Bila kita selesai dari pada mengeloearkan rahasia jang didalam hatinja. " Maka Soeltan'Abdoe'lhamidpoen berfikirsedjoeroes dan bersabda :,,Engkau ketimpaan,hai Kadri !" Sembahnja: „Harap diampoen! Patik ketimpaanlah! " Sabda Soeltan :,,Njawanja atau djiwamoe!" Sembahnja: „Njawanjadan njawa patik teboesan doeli baginda." Sabda Soeltan :,,Tentoelah ada pertambatannja denganHilmi jang chianat itoe !" Sembahnja :,,Insja Allah ada!" Sabda Soeltan :,,Hilmi mesti diperiksaï dihadapan kita. " Sembahnja :,,Nistjajalah demikian !" Sabda Soeltan :,,Demikian djoea Nizami." Sembahnja :,,Tentoe sekali !" Sabda Sceltan :,, Setelah itoe baharoelah oepahmoe." Sembahnja:,, Tjoekoeplah oepah hamba limpah dan kasihan doeli baginda." Titah Soeltan : „ Keloearlah sekarang ini dan datanglah kelak denganNizami. " Setelah itoe Kadripoen bermohon poelang laloe keloear.
Sehari kemoedian dari pada Nizami tiba di Constantinopel jaïtoe pada petang ia djadi djamoe Kadri Bey atau dengan terang dikatakan :pada petang ia tertangkap dan terkoeroeng itoe adalah seorang perawan Perantjis diroemah makan Inggeris bertanjakan kalau -kalau ada bilik kosong oentoek diséwanja. Sedang ia bertjakap -tjakap dengan pengoeroes roemah makan itoe, datanglah poela seorang-orang bertanja kepada pengoeroes itoe, katanja:,,Kemarin datang kesini seorang moeda nama Sadik Effendi Nizami,boekankah begitoe ?" Maka pengoeroes itoepoen memboeka boekoe nama penoem- pang (djamoe -djamoe),kemoedian katanja: „ Ja,betoel! Ia tinggal dibilik no. 16." Sahoetnja: „Haraplah toean berikan kepada saja barang-barangnja; nah,ini kartjisnja dan ini séwa biliknjaoentoek doea malam." Katapengoeroes:,,Ia tidoer disini hanja semalam sadja; mengapa dibajar séwa doea malam ?” Sahoetnja:,, Ta'apa! Ambillah séwa doea malam,karena ia tidak mengatakan,bahwa ia hendak meninggalkan roemah ma- " poekoel sebagaimana boenji peratoeran " kan sebeloem satoe.' Kata pengoeroes :,,Terima kasih banjak. " Kemoedian dipang- gilnjalah seorang pelajan, disoeroehnja mengambil barang-barang Nizami dan menjerahkan dia kepada orang itoe. Adapoen perawan Perantjis itoe manakala mendengar semoea perkataan itoe,toeroenlah dengan segera,dan diserah- kannja semoea barangnja kepada pelajan roemah makan serta disoeroehnja simpan dalam bilik jang diséwanja. Kemoedian ia séwa keréta koeda dan naik kedalamnja, seraja menjoeroeh koesirnja mengikoet keréta orang jang mengambil barang Nizami itoe. Tentoe pembatja ketahoei,bahwa orang laki-laki itoe ialah Kadri Bey dan perawan Perantjis jang bersoenggoeh-soenggoeh mengikoet akan dia itoe ialah nona Ismat. Ia toeroet djedjaknja karena ia dengar nama Nizami dan barang -barangnja itoe. Baiklah namanja kita tinggalkan dahoeloe dan kita seboet- kan sadja,, nona." Kalakian apabila soedah sampailah keréta itoe kepada soeatoe simpang,maka berkatalah koesir kepada nona itoe "" :,, Saja takoet kalau -kalau kita disangka orang... Sahoet nona :,, Disangka mengapa ?" Koesir:,,Tidakkah toean tahoe siapa orang jang kita ikoeti, jang doedoek dalam keréta itoe ?" Nona :,,Tidak !" Koesir :,, IalahKadri Bey." Nona :,,Djika ia Kadri Bey, bagaimana ?" Koesir:,,Ia ketoea mata -mata gelap."
Nona :,, Engkau soekakah akan dia ?" Maka sahoet koesir,sambil tertawa : „Agaknjatoeaningin dan tjinta akan dia." Nona :,,Boléh ajadi. Ikoetlah dia !" Maka koesirpoen mematjoe koedanja,sambil berkata :,,Toean hendak mentjapai bintang dilangit !" Nona : „Engkau ta' tahoe barang sedikitpoen akan kekoeasaan dan kepandaian perempoean. " Koesir:,,Ja,toean! Boléh "" djadi saja tidak tahoe,akan te-
tapi .......
Nona :,,Tidak tetapi dan tidak poela jang lain! Lekaslah ikoet sebagaimana koekehendaki!" Sjahdan maka digertaklah oléh koesir itoe koedanja, sehingga keréta itoe seperti angin kentjangnja mengedjar keréta Kadri Bey itoe.Beberapa lamanja dengan hal jang demikian,maka keréta ketoea mata-mata gelap itoepoen berhentilah dihadapan seboeah roemah jang bagoes, patoet akan tempat kediaman kepala polisi;disitoe toeroenlah Kadri Bey,laloe masoek keroemah itoe. Adapoen akan keréta nona itoe berhentilah dekat simpang dan bertanjalah ia kepada koesir, katanja: „ Itoekah roemahnja ?" Sahoet koesir : „, Saja kira itoelah!" Nona :,,Antarkan dakoe kekedai kopi orang koelit poetih." Maka dibawalah nona itoe kesitoe,dan sementara itoe ditanjakannja kepada koesir itoe nama djalan dan nomor roemah Kadri Bey,laloe ditoeliskannja.
VII.
Kira -kirapoekoel sembilan pada hari itoe djoea maka nona jang terseboet tadi berdirilah dimoeka biliknja diroemah makan Inggeris, seraja memboeka-boeka pintoe bilik itoe dengan anak koentjinja, tetapi tidak terboeka.Sedang ia memoetar- moetar koentji itoe maka datanglah seorang perempoean Toerki jang berpakaian tjara Boemipoetera Toerki benar,laloe memboeka biliknja jang berhadapan dengan bilik nona itoe. Sebentar antaranja terboekalah pintoe bilikperempoean Toerki itoe, sedang pintoe bilik nona masih terkoentji. Maka kata perempoean itoe dengan bahasa Perantjis:,, Setengah dari pada koentji-koentji roemah makan ini tiada dapat diboeka dengan moedah sadja,sebab itoe marilah saja memboekakan toean." Sahoet nona:,,Terima kasih banjak !"
Ketika itoe maralah perempoean itoe laloe memoetar koentji pintoe bilik nona itoe dan sebentar itoe djoea terboekalah. Maka nona itoepoen tertawalah, seraja berkata :,, Begitoelah pelajan roemah makan memboekanja dengan pantas!Saja tidak tahoe rahasia koentji itoe." Perempoean:,, Nampaknja toean baharoe disini. ” Nona :,, Baharoe dinegeri ini, boekannja disini sadja." Peremp.:,,Beloem pernahkah toean kenegeri ini ?" Nona :,,Inilah jang moela-moela sekali." Peremp.:,,Soedahkah toean berkeliling negeri ?" Nona :..Baharoe 99sedikit." Peremp.:,,Bagaimanakah toean lihat ?" Nona :,, Sesoenggoehnja amat permai dan élok!" Peremp.:,,Amat ?" Kedoeanja itoe bertjakap -tjakap dimoeka pintoe;maka kata
| saja | bertjakap- | |||
|---|---|---|---|---|
| ,, Silakanlah | doedoek | |||
| . | toean | , | ||
| . | ||||
| ,, | soedi | toean soeka | ! | |
| . | , menoetoep itoe perempoean | ada perempoean, | . dan ,doedoeklah : ,, Silakanlah | |
| : | ; | , ' | .sedap | |
| ,, Baiklah | toean | , !” | bersekoetoe | . |
| . | perempoean | : „, | ||
| : ,, | . | |||
| „. | begitoe | , | beloem kepada | toean. |
| . | ||||
| :. | ? | |||
| .. | tahoe | , | ||
| : | , | . |
nona : masoek kebilik tjakap " Peremp.:,,Tetapisilakan kebilik saja karena saja ingin hendak merokok " Nona : Tidakkah merokok disini ?" Peremp.:,,Dengan segala hati Akan tetapi marilah kebilik saja sadja karena rokok saja disitoe " Maka nona itoepoen pintoenja kembali masoeklah kedoeanja kedalam bilik Toerki itoe; setelah pintoe bilik itoe dikoentjinja dari dalam meréka itoe Setelah itoe oléh Toerki itoe diambillah rokoknja dan dihadapkannja kepada nona itoe katanja merokok !"
Nona,,Terima kasih banjak saja ta biasa " Peremp.:,,Tjobalah barang sekali barangkali " Nona : saja tjoba soepaja saja dengan ' toean dalam kesoekaan Setelah itoe kedoeanjapoen merokoklah sambil bertjakap-tjakap Maka kata Toerki Bila toean tiba disini ?” Nona Hari ini " Peremp.: Kalau toean melihat Constantinopel"
Nona :,,Telah saja lihat djoega sebahagian ketjil" Peremp.:,,Akan saja perlihatkan kelak sekalian jang élok didalamnja " Nona,Toean diam disinikah " Peremp.:,,Sedjoeroes sadja Saja tidak berapa harikah • saja tinggal " gerangan akan disini Nona,,Kalau begitoe toean boekan orang sini "
Sahoetnja: „ Tidak! Kalau saja orang negeri ini tiadalah saja akan bermalam diroemah makan." Nona :,,Telah banjak pertanjaan saja; haraplah djangan goesar. " Sahoetnja: „ Ta' apa!Tanjalah!" Nona : ,,Toean dari mana ?" Sahoetnja:,, Saja dari Salonica,tiba disini soedah beberapa hari, saja menantikan soeami saja. Ia djadi pahlawan (officier) dalam bala tentera Arménia;ia akan tiba disini dalam boelan ini, tetapi saja tidak tahoe bila gerangan,boléh djadi besok atau minggoe dimoeka ataupoen dalam doeatiga minggoe lagi, Allah ta'alalah jang tahoe,karena perintah tentera tidak tentoe betoel." Nona : „Diharap kesedjahteraannja." Sahoetnja:,, Terima kasih banjak.Saja beloem tahoe toean dari mana ?" Nona :,,Saja dari Paris." Sahoetnja :,,Dari Paris ?" Nona :,,Ja,dari Paris." Katanja: „ Paris iboe sekalian negeri;tentoe sekali Constantinopel tidak bagoes pada pemandangan toean." Nona :,,Terbalik!sesoenggoehnja saja telah djemoe akan keélokan Paris hingga djadilah saja girang dan ingin akan keélokan negeri jang lain,teroetama sekali Constantinopel, karena,mesti baharoe sebabagian ketjil jang saja lihat, dapatlah saja memastikan,bahwa negeri ini lebih élok dari pada Paris." Katanja: toean soeka."
| ,,Agaknja | mengembara | |||
|---|---|---|---|---|
| : | soeka | . | ||
| ,, Tidak | ! | |||
| . : „ O, | ' | seoempama | toean | |
| ,, Mengapa | . | |||
| : ,, | ada | pada toean | . | |
| : ,, Boekanlah | . | |||
| „ | apa | poela ? | goeroe | |
| ., | . :,, Apa | |||
| ,, Karena | beloem | |||
| toean | ||||
| , | , | , | : ,, | |
| haloes | boedi | . |
Nona : Melainkan saja hendak mentjahari pekerdjaan " Katanja ta patoet ini pergi kemari hendak mentjahari kerdja " Nona : tidak patoet ?" Sahoetnja Tidak tandanja" Nona saja kehendaki kerdja roemah " Peremp.: Kerdja " Nona : ,,Seperti djadi dajang radja atau djadi poeteri- poeterinja atau seoempamanja" Peremp.:,,Itoepoen tidak patoet bagi toean " Maka nona itoe tertawalah seraja berkata sebabnja maka tidak patoet ?" Sahoetnja : pernah saja dengar poeteri mendjadi dajang poeteri dan saja lihat boekanlah sebarang orang hanja seorang toean poeteri boekankah demikian ?" Maka tersenjoemlah nona itoe seraja berkata Itoe menoendjoekkan bahasa toean "
Perempoean Toerki:,, Mémang itoelah persangkaan saja,karena saja lihat roman dan paras toean seperti poeteri. Boekankah toean seorang poeteri jang memperlindoengkan diri ?" Nona : „Djanganlah toean héran; sesoenggoehnja saja dahoeloe senang dan berada,akan tetapi kemalangan menimpa saja hingga terpaksa saja beroesaha dan mentjahari makan oentoek diri sendiri." Baharoe hingga itoe perkataannja maka ditoetoepkannjalah. tangannja kepipinja jang élok dan djernih itoe dan diletakkannja sikoenja keatas médja,selakoe orang jang sangat berdoe- katjita, ingat dan terkenang akan kesenangan, kekajaan dan kemoeliaan dahoeloe ,jang telah hilang !! Setelah sedjoeroes maka kata perempoean Toerki, seraja menoendjoekkan piloe dan doeka : „Saja rasa bahwa pertanjaan saja meloekakan dan memiloekan toean,maka haraplah saja akan ampoenan toean." Maka nona itoepoen menoléh kepadanja, seraja berkata :, Tidak!Sebenarnjalah perkataan toean itoe amat menghiboerkan hati saja.Saja amat berkehendak akan handai jang toeloes dan moelia seperti toean,akan tempat saja mengadoekan peri keadaan saja,serta tempat memohon pertolongan biar ia soedi membaikkan dan mentjarikan saja penghidoepan. Itoepoen djika tidak mendjadi keberatan atasnja." Sahoet perempoean itoe : „ Tiadalah saja lalai dan léngah akan menolong toean,dan saja sedia akan memperhambakan diri kepada toean selagi saja koeasa. " Nona :,,Wah! Tiadakah kiranjatoean ketahoei berapa besarnja soekatjita saja dapat berkenalan dengan toean, apalagi saja dapati pada toean perangai dan boedi bahasa jang amat moelia dan terpoedji." Sahoetnja dengan tersenjoem:,,Ta' dapat tidak toean ini amat lemboet dan baik hati, hingga toean katakan dan tjakap- kan tjakap itoe.Tetapi saja kira toean tiada tjenderoeng kepada saja,melainkan karena toean sebatang kara dan daganglah disini,maka toean berkata demikian." Mendengar perkataan jang seperti itoe terkedjoetlah perawan Perantjis itoe,laloe berkata dengan lemah lemboet dan merdoe soeara : „ Boléh djadi tadi begitoe halnja. Adakah alangannja bagi toean?" Sahoetnja :,,Sekali -kali tidak!Hanja saja kehendaki, djanganlah hendaknja barang jang toean njatakan itoe jang mentjondongkan hati toean kepada saja." Nona :,, Berlindoenglah saja kepadaAllah atas soekatjita dan toeloes dan ichlas hati saja kepada toean,serta karena menghampirkan diri kepada toean tersebab oléh soeatoe toedjoean. Meski benar sekalipoen,bahwa oléh sebab saja sebatang kara Intipan masa Soeltan'Abdoe'lhamid.
dan daganglah maka saja soeka dan toeloes kepada toean,akan tetapi djika tidakada pada pertjampoeran dengan toean barang jang menarik saja lain dari pada boedi bahasa dan kebaikan toean,adakah boléh saja menjorongkan diri saja kepada toean? Barangkali toean sangkakan,bahwa saja poera -poera berboeat soeka dan kasih akan toean "" ialah karena toedjoean dan kehendak …………….. Maka perempoean Toerkipoen memotong perkataan nona itoe sambil menoendjoekkan hérannja, katanja : „, Apakah toedjoean dan kehendak toean?" Nona :,,Barangkali poedji dan perkataan saja tadi menoendjoekkan saja sangat berkehendak akan bantoean dan pertolongan toean, sehingga engganlah toean hendak mengasihani saja !" Sahoetnja:,, Mahasoetji dari pada jang demikian! Tiadalah sekali -kali terlintas dalam hati saja;demi sesoenggoehnja sangatlah soekatjita saja,kalau saja dapat menolong toean. Adakah akan koeasa saja menolong atau memboeat barang sesoeatoe oentoek toean ?" Nona :,, Pertolongan dan anoegerah jang besarlah bagi saja, kalau toean dapat menoendjoekkan kepada saja soeatoe keloearga jang baik, soepaja saja mengadjar anaknja berbahasa Perantjis seorang
| ataupoen | jang patoet | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| , seoempama | : ,, Tiadalah | perempoean soeka | , itoe | , | dan soedi |
menerima saja djadi dajangnja ." Sahoetnja saja toean menjeboet- njeboet perkara hendak mendjadi hamba sahaja karena manoesia jang toean ini sepatoetnja mempoenjaï akan dia ! Ja, barangkali patoet djoea sedikit bagi toean djadi pengadjar dan pendidik anak radja -radja,atau anak orang besar -besar !" Nona,,Terima kasih banjak akan pekerti bahasa
| : | dan | boedi |
|---|---|---|
| . | , | . pada |
| . | , | |
| . |
toean itoe Saja soeka kalau dapat djawatan itoe " Sahoetnja :,, Saja disinipoen dagang seperti toean dan tiada berapa jang saja kenali keloearga-keloearga jang pikiran saja patoet toean adjari anak-anaknja Toean patoet sekali mengadjar poeteri radja -radja atau anak pembesar karena meréka boléh membajar gadji jang besar Saja harap toean akan bersenang hati,karena saja bésok hendak moelaï mentja- harikan toean djawatan hingga dapat." Nona :,,Terima kasih banjak akan pertolongan toean itoe !
| dapatpoen | , | ||
|---|---|---|---|
| itoe doedoek | selakoe | ||
| ; | toean | . | :,, Haraplah |
Meski sekiranja tiada toean saja amat bersoeka-tjita djoega. " Setelah itoe diamlah kedoeanja seraja berfikir, sedang perawan Perantjis termenoeng orang jang menaroch tjinta berahi maka kata temannja toean djangan goesar,karena pertanjaan jang hendak saja hadapkan ini barangkali mengetjilkan hati "
| ,, | , | |||
|---|---|---|---|---|
| . toean | oeang | |||
| ! | - poendi seberapa, | oeang | ;soedi ! | ; |
| poen | soedi | , | , dalam | , |
Sahoet nona : Silakanlah toean bertanja dan tiadalah saja akan bergoesar hati " Katanja: „Barangkali sangat ingin akan beroléh. Nah inilah poendi saja apalah kiranja toean mengambilnja banjak toean kehendaki kita telah bersaudara wang saja wang toeanlah Dalam pada itoe-kalau tiada toean menerima pemberian saja maka terimalah dia dengan nama memindjam dan kembalikan nanti bila toean ada dalam kelapangan meski masa jang lama sekalipoen. " Ketika itoe berbangkitlahia laloe mengoendjoekkan poendi- poendinja,akan tetapi ditolak dan dipoelangkan oléh nona itoe dengan lemboet, seraja berkata : „,,Sangatlah moelia dan baik hati toean! dan amatlah élok perboeatannja! Demi sesoenggoehnja saja amat soeka, tetapi sekali -kali tidaklah saja soedi menerimanja." Kata temannja : „ Ambillah! Ambillah!" Nona :,, Dengan kelebihan toean,adalah pada saja oeang tjoekoep akan belandja beberapa boelan.Saja mohon terima kasih banjak." Maka berangkatlah perempoean Toerki, seraja berkata : „ Kalau begitoe,soedilah toean minoem barang sepiala ( setjangkir) arak (whisky) ,soepaja hilang soesah toean!" Nona : Boedi bahasa dan perkataan toean itoe telah menghilangkan doeka nestapa dan soesah saja.Tjoekoeplah bagi saja jang demikian. " Sahoetnja:,,Tiadalah mengapa kiranja minoem sepiala doea. " Setelah itoe iapoen mengeloearkan doea boeah piala dan botol whisky, laloe minoemlah kedoeanja sambil bertjakap-tjakap. Demikianlah senantiasa kedoeanja minoem hingga mérah padam warna pipinja seperti boenga mawar jang baharoe kem- bang dan pertjakapan merékapoen ta' adalah perhentiannja lagi, semakin lama semakin mendjadi beserta dengan riangnja,kesoedahannja bertjakaplah mereka dengan tidak berfikir dan keloearlah apa-apa jang terlintas dalam hati masing-masing; oentoenglah djoea nona itoe tiada banjak minoem, tiap-tiap ditoeangi, ditoempahkannja kelantai, sehingga ia tidak maboek melainkan djadi lebih ber'akal.Adapoen pertjakapan kedoea meréka itoe adalah seperti terseboet dibawah ini : Kata perempoean Toerki : „,Tadi toean ada dikedai kopi orang poetih,boekan ?" Sahoet nona : „ Benar." Katanja :,,Tidakkah toean lihat sesoeatoe disitoe ?" Nona :,, Melihat apa ?" Kataperempoean Toerki sambil tersenjoem:,, Memandang barang jang menjoekakantoean."
| ,,Seperti | apa ? | |||
|---|---|---|---|---|
| : | „ | . | ||
| : ,, Pemandangan | , | |||
| : | ,, Saja | . | ||
| : „ | ||||
| : | „ | ,tentoe | toean | ada |
| . | ||||
| : | , |
Nona : " Katanja Pemandangan jang élok " Nona apa kedai kopi ?" Katanja lihat toean amat djenaka " Nona tertawa seraja berkata Djenaka?" Katanja Barangkali melihat orang moeda-moeda disana " Nona,,Jasaja lihat amat banjak !" Katanja:,,Tidakkah toean berkenan akan seorang dari pada meréka itoe ?" Nona :,,Semoeanja élok,molék!” Katanja: „ Tidakkah seorangpoen jang mengoesik dan mengganggoe akan toean ?" Nona :,,Tidak !" Katanja tidak me-
| Nampaknja | mengindahkan | |||
|---|---|---|---|---|
| : „ | toean. | dan | ||
| ,,, soenggoeh soeatoe mendoega | seorangpoen : ,,, | ! ,laloe mengakoe | toean, : ,, !, | toean ada. ada |
mandang seorang djoeapoen" Nona : Ja Benarlah kata bahwa saja tidak menoléh kepada!" Katanja : ,,Kalau begitoe tentoelah dalam diri tersemboenji kebimbangan. " Maka nonapoen tertawa berkata Sesoenggoehnja toean dapat dalam hati manoesia !" Maka perempoean Toerkipoen tersenjoemlah seraja berkata dengan njaring Ha telah Katakanlah " Nona :,,Tidaklah saja lindoengkan bahwa saja melihat seorang jang mentjondongkan hati sają kepadanja. " Katanja :,,Disana ?" Nona :..Tidak !" Katanja: „ Dimana poela ?” Nona :,,Dalam kerétanja." Katanja: „ Adakan ia bertjakapdengan toean ?" Nona :,,Tidak pernah ia melihat saja." Katanja:,, Apalah goenanja kalau begitoe ?" Nona :,,Saja telahtahoe akan namanja." Katanja :,,Dari pada siapa ?" Nona : ,,Koesir keréta jang saja séwa menoendjoekkan namanja dan roemahnja kepada saja." Katanja: „Siapa namanja ?" Nona :,,Kadri Bey. " Katanja:,, Kepala polisi gelap ?" Nona :,,Benar,ia itoelah !" Katanja:,,Ia itoekah jang toean tjintaï ?" Nona :,,Amat sangat!" Katanja : ,, Ah! héran sekali !" Nona :,, Mengapa ?" Sahoetnja :,, Mengapa!"
Nona : „ Ja, apa sebabnja maka toean "" katakan héran ?” Sahoetnja:,, Karena ia... Nona :,,Apa?Tidakkah ia élok?" Sahoetnja:,,Elok, tetapi tiadakah toean wasangka dan takoet-takoetan akan dia?" Nona :,,Mengapa saja akan takoet -takoetan kepada orang jangseélok itoe?" Sahoetnja:,,Toean tidak tahoe! Sekali-kali djanganlah toean hampiri dia!" Nona :,,Héran benar! " Sahoetnja: „Tidak héran akan jang demikian,karena telah banjak perawan -perawan jang disembelih dan ditjederakannja sebeloem toean. " Nona :,,Kalau begitoe, banjaklah roepanja peri keadaannja jang toean ketahoei. " Sahoetnja:,,Banjak sekali! Doea poeloeh lima tahoen jang telah laloe iatinggal berdekatan roemah dengan kami; saja ketika itoe masih ketjil, tapi hingga sekarang saja ingat djoea akan perboeatan dan semoea warta peri hal ihwalnja jang amat menakoeti. " Nona : „Doea poeloeh lima tahoen jang telah laloe?" Sahoetnja:,,Ja,soedah doea poeloeh lima tahoen lamanja sampai sekarang. " Nona :,,Berapakah oesia toean dan'oemoernja?" Sahoetnja:,, Oesianja lebih 40 tahoen dan'oemoer saja ada kira kira-empat poeloeh tahoen. " Nona : Tidaklah,, saja benarkan. " Sahoetnja:,,Toean bébas,soeka membenarkan,benarkan,dan soeka mendoestakan,doestakan!" Nona :,, Sajalihat toean masih moeda,demikian poela dia, tiadalah lebih kiranja dari pada tiga poeloeh lima tahoen! " Sahoetnja:,,Sebenarnjalah seperti saja katakan. " Maka diamlah nona itoe sedjoeroes sambil termenoeng,dan perempoean Toerki itoepoen menoeang anggoer dan minoem. Kemoedian berkatalah nona itoe,katanja: Ia,, amat djahat dan doerdjana?" Sahoetnja :,,Benar, djahat sangat!Segala kedjahatannja sedjak dari dahoeloe hingga sekarang, saja ingat semoeanja. " Nona :,,Djadi bagaimana pada pemandangan toean?" Sahoetnja: „Wah, pertjakapan kita ini telah melarat (ber-larat -larat). " Nona : „Kalau toean hendak melindoengkan tjeriteranja,tidaklah saja paksa toean akan mengoerainja djoega. " Sahoetnja :,, Saja lindoengkan tjeritera itoe dari pada orang kepada, 99
lain; tetapi toean ti.........
Nona :,,Begitoekah, pertjaja benar toean kepada saja? ”
Sahoetnja: „Kepertjajaan saja amat besar akan kemoeliaan dan boedi pekerti toean." Nona :,, Itoelah tanda dan keterangannja bahwa hati toean amat toeloes!" Sahoetnja : ,, Dengarlah tjeritera orang itoe(Kadri Bey) jang tiada berhati kasih;moedah-moedahan dapatlah kiranja tjeritera itoe memalingkan hati toean dari pada mentjintaï dan mengasihinja : Dahoeloe dinegeri Salonica adalah soeatoe keloearga (kaoem ) bangsawan Toerki jang moelia dan kenamaan. Dalam kaoem itoe ada seorang anak perawan bernama Hikmat,amat tjantik dan élok parasnja dan terdidik dan terpeladjar, perangai dan boedi bahasanjapoen amat terpoedji. Diantara keloearga itoe dengan Kadri Bey adalah soeatoe pertalian jang telah terdjadi sedjak dari ketika ketjilnja hingga besarnja; oléh karena hal jang demikian,maka bébaslah ia selaloe mengoendjoengi meréka dan dipertjajaï seperti anggota kaoem itoe poela. Dalam pada itoe Kadri Bey selaloe beroesaha hendak mendjatoehkan perawan itoe kedalam perangkap kasihnja,dan dengan kepandaiannja dan tipoe dajanja jang amat banjak, soeka dan tjintalah perawan itoe akan dia. Senantiasalah kedoeanja itoe berkasih -kasihan hingga beberapa tahoen lamanja,moedah-moedahan tiadalah terdjadi perkara jang kedji dan terlarang,karena perawan itoe amat tegoeh iman dan kese- tiaannja,takoet akan Toehan, apalagi ia berharap akan kawin.
Dalam masa itoe keloearga perawan itoepoen merasa dan tahoelah bahwa anaknja bertjinta-tjintaan dengan Kadri Bey, laloe meréka djaga dan sekatlah diantara kedoeanja;akan tetapi hanja jang nampak dan jang terang sadja,karena jang gelap Allah ta'ala sendirilah jang boleh menjekatnja. Hikmat semakin lama semakin kasih dan tjinta akan kekasihnja dan mengangan-angan hendak kawin,meski ajah boendanja tidak berkenan dan soeka sekalipoen. Maka oléh Kadri Bey dipoedjoek dan ditjoemboenjalah perawan itoe dengan perkataan jang sedap dan manis,dan dinja- takannjalah betapa kasih dan tjintanja, hingga hilang boedi bitjara perewan itoe laloe menjerahkan diri kepada kekasihnja dan rebah keatas ribaannja, loepa akan Allah, loepa akan doenia, loepa akan maloe dan tiada takoet akan binasa dan goegoer ! Apakah jang ia takoetkan lagi,karena djandji Kadri Bey
| tegoeh | ? | |
|---|---|---|
| , | ||
| goep | dan | ! |
telah hendak kawin Dan djika Kadri Bey meroesakkan dia hanja meroesakkan isterinjalah apalagi ia telah sang- melepaskan segala bahaja tjedera Berapa besarnja hati Kadri Bey melihat hal jang demikian
dan betapa poela perboeatannja,tiadalah sanggoep saja mengoeraikan dia kepada toean,melainkan timbanglah sendiri. Kemoedian dari pada itoe adakah Kadri Bey menepati djandjinja dan soeka kawin dengan dia? Tidak,tidak!Hanja mendjaraklah ia dari padanja,dan tiap-tiap kali diminta oléh perawan jang malang itoe akan kawin, ada-ada sadja padanja gendala dan alangan, seraja bertang- goeh,demikianlah ia mendjaoehkan diri dari padanja sedikit-sedikit, kesoedahannja ditinggalkannjalah sama sekali,dan enggan hendak mendjadikan dia isteri." Sampai disitoe nona itoepoen menarik nafas pandjang,laloe berkata sambil menista :,,Toehankoe! Amatlah djahat dan bangsatnja!Apakah kehendaknja dengan begitoe ?" Sahoet perempoean Toerki itoe : „Apa poela lagi lain dari pada djahat dan kerendahannja? Tidak saja pandjangkan tjeriteranja maka perawan itoepoen boentinglah,laloe lari dari roemah keloearganja melindoengkan tjela dan maloenja jang amat sangat itoe,karena ta' terlihat lagi oléhnja moeka manoesia." Mendengar jang demikian gementarlah toeboeh nona itoe oléh sebab ngeri dan takoet;maka kata temannja: ,,Maka keloearganjapoen segeralah mentjahari dia; beberapa lama antaranja tahoelah meréka,bahwa ia ada di Eropah.Ajah- .anda boendanja meminta soepaja ia kembali poelang,tidaklah ia maoe, kesoedahannja meréka tinggalkan dan sia-siakanlah, tinggallah ia disana dengan anaknja;iapelihara,didik dan adjar anak itoe dengan soenggoeh dan sempoerna ." Kata nona :,,Bahwa sesoenggoehnja jang demikian ialah kedjahatan jang amat besar dan dosajang mahabesar adanja! Anak siapakah ia ?" Sahoetnja :,,Anakanda'Ali Pacha Ramek, jang dahoeloenja kerap kali mendjawat djawatan besar; iapoen amat disegani orang." Nona :,,Dimanakah anakandanja Hikmat beserta tjoetjoenja itoe sekarang ?" Sahoetnja :,, Saja kira ia di Paris dan saja dengar,bahwa namanja telah dioebahnja dengan Adli. Tidakkah toean kenal akan perempoean jang bernama Adli disana ?" Ketika itoe gementarlah toeboeh nona itoe, hingga njaris ia bertoetoer mengatakan ada dan kenal, akan tetapi ia tahan lidahnja,dan diamlah ia sebentar termenoeng,kemoedian katanja :,, Apakah jang toean ketahoei tentang hal ihwalnja sekarang ini?" Sahoetnja:,, Soeatoepoen tiada saja tahoe,hanja beberapa tahoen jang laloe ajahandanja jang amat pintar dan bidjaksana itoe mengadjar dalam seboeah sekolah tinggi disana; boléh djadi ia tinggal dengan dia,karena seorang dari kenalan kami
berdjoempa dengan kedoeanja dan ia katakan kepada kami setengah dari pada wartanja.Adapoen sekarang tidaklah saja tahoe dimana adanja dan betapa halnja. Kalau toean ke Paris harap saja akan toeantjari diadan tocan toelis soerat kepada saja apa -apa halnja."
Nona : 99Insja Allah ta'ala akan saja boeatlah demikian." Kemoedian berfikirlah ia sebentar dan katanja : „,Tidaklah saja sangka akan sampai begitoe djahat dan kerasnja Kadri Bey itoe!Apakah toean lihat balasan perboeatannja jang amat keras dan djahat itoe ?" Sahoetnja : ,,Manakala terboeka kedjahatannja itoe,larilah ia, takoet kalau -kalau keloearga perawan itoe menoentoetkan béla anaknja,dan membinasakan dia, tetapi sebab oentoeng soerat-annja tidak lama dapatlahia mendjawatdjawatan besar dalam golongan keradjaan,maka djadilah ia jang menjoesahkan dan menjempiti'Ali Pascha Ramek, hinggaiameninggal. Demikianlah matinja Paschaitoe, sedang dari dalam hati dan toeboehnja tiada hilang bisa dan pedih perboeatan, kedjahatan dan kerendahan Kadri itoe."
Nona :,,Tiadakah tjoekoep soedah baginja memboenoehnja- wa perawan itoe hingga tidak dapat ia memandangkan moekanja kehadapan manoesia ?" Sahoetnja :,, Barangkali tjoekoep baginja jang demikian,kalau'Ali Pascha tiada hendak membalas dendam dan membinasakannja;ia dahoeloe menghalau akan dia seperti menghalaukan seteroejangsebesar -besarnja,akan tetapi oléh karena Kadri Bey mendapat kelimpahan dan kebesaran dari jang mahamoelia baginda Soeltan, hingga dipertjajaïnja,maka tegoeh dan lepaslah ia dari pada bahaja seteroenja'Ali Pascha Ramek itoe, kemoedian dapatlah ia membentjanakan dan mendjatoehkan Pascha itoe."
Kata nona :,,Tidakkah Kadri Bey mengetahoeisesoedah itoe akan perawan jang malang itoe dan anaknja ?" Sahoetnja: „ Tidaklah saja kira,bahwa ia tahoe lain dari pada larinja bersama anaknja ke Eropah itoe sadja. Setelah itoe tidaklah diketahoeinja soeatoepoen dari hal kedoeanja, hingga menjeboet namanjapoen ia tiada maoe dan tidak soeka, karena itoe seboléh -boléhnja berdjaoeh dirilah ia dari pada mendengar wartanja." Nona : Tiadakah iatolong kedoeanja dengan oeang dan seoempamanja ?" Mendengar pertanjaan jang demikian tertawalah perempoean Toerki itoe, seraja berkata : „,, Hm, scoempamaKadri Bey maoe mengirimi dan memberinja belandja ? Adakah toean sangka,bahwa seékor binatang jang pandai bertoetoer itoe
(Kadri Bey) akan ada menaroeh hati kasihan,rahim dan sajang seperti manoesia sedjati ?" Nona :,,Toehankoe! Amatlah boesoekhatinja !" Kata perempoean Toerki : „ Kalau Hikmat (perawan itoe ) beserta dengan anaknja datang kepadanja, pada fikiran toean meréka akan didjoempaïnja dan disamboetnja dengan sepertinja? Tidak ! Tentoe sadja dihinakannja dan direndahkannjalah meréka itoe." Nona :,,Tiadakah toean sangka,bahwa ia akan berboeat demikian hanja karena hendak melindoengkan ketjelaan dan kedjahatannja? Akan tetapi,kalau ia dapat berkoempoel dengan kedoeanja dan kedjahatan atau ketjelaan itoe dapat tertoe- doengi selamanja,tiadakah kiranja ia akan menaroeh kasihan dan akan menjamboet meréka dengan baik ?" Sahoetnja:,, Sajakira,tiadalah ia akan berboeat demikian !" Nona : ,,Tentoelah ia kasihani, sekoerang -koerangnja kasihan akan anaknja ." Sahoetnja:,, Sekali -kali tiadalah saja sangka demikian, pada Bey 29
karena tiadalah Kadri hati manoesia......
Hingga itoe,baiklah kita tinggalkan kedoeanja tengah bertjakap -tjakap dan marilah kita perhatikan poelaKadri Bey.
VIII.
Poekoel malam adalah Kadri Bey Sadik Nizami ber-
| 11 | dan | |||
|---|---|---|---|---|
| : „ | ! | . | ||
| toean, | toean : ,, | doea |
tjakap-tjakap didalam roemah jang telah pembatja ketahoei Maka kata Sadik Nizami Hilmi Effendi Apakah jang telah selesai diantara dengan Kadri Bey ?" Sahoet Kadri Bey Saja telah berdjoempa dengan dia kali dan telah saja katakan kepadanja peri hal toean dan kehendak dan telah ditoelisnja nama toean dalam boe- koenja. "
N.:,,Boekankah telah saja katakan,bahwa saja ingin ber-
djoempa dan berkenalan dengan dia ?"
K.:,,Telah saja katakan kepadanja begitoe."
N.:,,Apakah sahoetnja ?"
K.:,,Toeantahoe,bahwa seoempamaKadri Bey tidak lapang
waktoe baginja akan goena mendjoempaï orang. "
N.:,,Haraplah saja, soepaja toean boeat perdjandjian dengan
dia akan menemoei saja."
K.:,,Mengapa seperloe itoe benar toean hendak berdjoempa
dengan dia? Boekankah kehendak toean soepaja ditentoekan djadi mata -mata gelap ?"
N.:,,Ja!"
K.:,,Hendaklah toean bersenang hati,karena meski toean
mendjoempaï dia atau tidak sekalipoen,toean akan mendjawat djawatan itoe djoega."
N.:,,Iamesti saja djoempaï lebih dahoeloe!"
K.:,,Héransekali perkara toean ini !"
N.:,,Tidakhéran. Tidakkah patoet saja melihat orang jang
bakal djadi kepala saja ?"
K.:99Boléh toean lihat kelak setelah toean memegang dja-
watan toean. "
N.: „ Héran sekali! Tidak haroeskah saja berdjoempa dengan
dia ?"
K.:,,Haroes, tetapi soekar,karena jang saja katakan kepada
toean tadi."
N.:,,Ja,soekar, tetapi boléh."
K.: „ Ja,boléh, tetapi pajah. ”
N.:,,Djadi pada pertimbangan toean, pajah atas toean akan
mendjoempakan saja dengan dia ?"
K.: „Pajah diatas orang jang banjak pekerdjaan,karena
orang jang dalam pangkat besar banjak soesah,ia takoet dan wasangka akan tiap -tiap orang,karena itoe ia mestimengeloe- arkan barang apa jang ada dalam hati orang.Saja takoet, apabila toean berdjoempa dengan dia kelak, dapat ia mengeloearkan rahasia jang dalam hati toean, apalagi toean beloem mengetahoei akan keselidikan Toerki, hingga djatoeh toean kedalam perangkap dengan tiada toean sadar. Oléh karena itoe lebih baik toean berdjaoeh diri dari padanja sementara toean beloem mengerti akan keadaan dan keselidikan orang sini."
N.:,,Djanganlahtoean takoet akan diri saja,karena hati
saja laoet dalam jang tidak boléh didoega, seperti Kadri Bey ta' kan dapat mengadjoeknja!” Mendengar demikian tertawalah Kadri Bey, seraja berkata : ,,Toean sangka begitoe ?" Sahoet Nizami :,, Sangka saja benar,akan toean lihat kelak!"
K.: „Apakah jang akan saja lihat? Tidakkah toean tahoe,
bahwa toean pengintip dan disekeliling toean djoea banjak pengintip memperhatikan gerakan dan perboeatan toean dan mendengar perkataan dan boenji hati toean?Saja takoet akan petjah rahasia perkoempoelan kitapada soeatoe masa dengan tiada toean ketahoei atau sadar. "
N.:,,Héransekali!Apalah pertambatan rahasia perkoem-
poelan dengan perdjoempaan saja dengan orang itoe ?"
K.:,,Boléh djadi ia bertanja kepada toean tentang perkara
jang tidak toean ketahoei.Apakah toean boeat, djika toean tidak sedia akan menjahoeti pertanjaan dan pertjakapannja? Betapakah boléh lepas toean dari pada tergelintjir ?"
N.:,,Bagaimanapoen ia menanjaïsaja lamoen rahasia per-
koempoelan tiadalah akan keloear !"
K.:,,Boléh djadi ia pinta toean bertjakap dengan sifat toean
meminta pekerdjaan, dengan apa toean mesti sahoeti ?" Nizami berfikir sebentar,kemoedian katanja: „,Biarlahia bertjakap dan bertanja dengan sekehendak hatinja.”
K.:,,Oempamanja ia tanja : Kenalkah toean akan Salim Hafiz
Effendi di Paris ?"
N.:,,Kenalkah ia akan dia ?"
K.:,,Sajata' tahoe; barangkali ia ada mendengar -dengar
kabar peri halnja dan ia tahoe bahwa Salim Hafiz itoe anggota dalam perkoempoelan."
N.:,,Salim Hafiz sekarang ketoea perkoempoelan di Paris;
tidakkah toean tahoe ?" Kadri Bey tertawa gelak gelak seraja berkata Ha ha
| -, | : „, ,ha | , ! | |
|---|---|---|---|
| Soedah. | ,tentoe ! seboet | 99, | |
| dan | . ' |
toean sahoeti begitoe dihadapannja demikian poela Itoelah jang saja takoetkan "
N.:,,Tidak!Hanja saja dihadapan toean sekarang kita disini sedjahtera dari pada mata dan telinga orang
K.: „Barangkali Nadjmoe'ddin Effendi sekarang mendengar-
nja; betapakah maka toean katakan kita sentosa dari pada pendjaga?"
N.:,,Ta'apa,boekankah ia anggota perkoempoelan kita
djoega ?"
K.:,,Sekalipoen ia anggota, tetapi adakah toean berkenalan
dengan dia seperti anggota ?”
N.:,,Kamiberkenalan dengan kata rahasia."
K.:,,Tidakkahtoean lihat,bahwa toean lalai dan telédor ?
Djangan goesar,karena saja tiada mengatakan jang demikian, melainkan sebab djaga dan takoet akan petjah rahasia perkoempoelan."
N.:,,Ta'apa Saja maoe tahoe katakan saja
| ! | apa sebab | toean | |
|---|---|---|---|
| toean | , | toean | |
| ,, sedang | dahoeloe | toean | |
| ,toean. | ! | toean | |
| toean |
'lalai dan telédor ?"
K.:,,Karena berpada dengan kata rahasia sadja akan
berkenalan dengan dia apalagi tidak disoeroeh berdjoempa dengan dia dengan saja tidak berpada demikian melainkan dengan tiga tanda menoeroet oendang-oendang!"
N.:,,Benarlah Tetapi tiada memperkenalkan
saja dengan dia ”
K.:,,Sepatoetnja tadi kehendaki jang demikian kepada
saja."
N.:,,Adakah tjedera dan alangannja sekarang ?"
K.: „ Tidak!Tetapi saja beri ingat toean, djanganlah mem-
perboeat jang seoempama itoe lagi. Adakah toean katakan kepadanja rahasia perkoempoelan?"
N.:,,Hampirsemoea perkara telah saja oeraikan kepadanja
karena ia saja lihat tiada mengetahoei sesoeatoe apapoen djoea. peri hal kehendak perkoempoelan di Paris. Karena itoe saja fikir perloelahditerangkan kepadanja, soepaja ia tahoe dengan
| jang | ketjede- | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| soenggoeh | - soenggoeh | . | pada | |||
| .: „ | 'apa toean | , | kepada | , | - itoe, |
soenggoeh-soenggoeh. Adakah pada demikian raan ?" K Ta karena ia saudara kita akan tetapi sekali kali djanganlah menjerah sadja tiap -tiap saudara jaïtoe berkenalan dengan dia hanja dengan kata rahasia, sebaik-baiknja hendaklah dengan perhoeboengan anggota jang lain jang telah toean kenal betoel seperti saja,karena boléh djadi ada diantara pengintip-pengintip jang mengetahoei kata rahasia,maka ditipoenja toean, ataupoen sampai kepada seorang jang boekan anggota dengan tidak sengadja,boekankah toean teperdaja ?"
N.:,,Seandainja saja dapati dalam seboeah negeri jang tiada
saja kenal seorangpoen dari pada anggota itoe,kemoedian dengan tiba -tiba saja kenal tersebab oléh kata rahasia itoe,bahwa ia anggota, apakah saja mesti boeat?"
K.:,,Hendaklah toean pandai -pandai dan djaga,dan angsoer
sedikit-sedikit berkenalan dengan dia dan djangan ia toean beri lebih banjak dari jang toean ambil dari padanja.”
N.:,,Benarlah,toean!"
| ,toean | ||
|---|---|---|
| oléh | toean | |
| satoe | ||
| , | soeka |
K.:,,Besar hati saja karena lekas menerima ke-
benaran, itoe kelebihan jang soekar didapat pada kebanjakan orang tetapi saja lebih kalau toean djaga dan tjermat."
N.:,,Insja Allah, saja akan tjermat dan djaga.”
K.:,,Marilah kita mengoelangi pertjakapan kita tadi. Seki-
ranja Kadri Bey menanjakan Salim Hafiz, apakah djawab toean ?"
N.:,,Tentoe sadja saja katakan tidak kenal."
K.:,Sekiranja ia tahoe akan dia,atau ia tahoe bahwa toean
kenal akan dia dan diketahoeinja poela ada pertambatannja dengan toean,tidakkah jang demikian membangkitkan wasang- kanja atas toean ? Ketika itoe tiada lepas toean dari pada bahaja."
| „. | , ' apa | ||
|---|---|---|---|
| , semoea | |||
| .: „ | .poela | , betapa | pengetahoean |
N.: Kalau begitoe ta saja katakan kenal."
K.:,,Kalau iatanjakan apa jang toean ketahoei tentang
peri halnja."
N.:,,Sajaoeraikan halnja jang tiada bersangkoetan
dengan perkoempoelan" KDjika ia tanjakan toean tentang Toerkia -Moeda jang dikepalaïnja?"
N.:,,Sajakatakan, saja tidak tahoe bahwa ia kepala per-
koempoelan itoe atau lain-lain sebagainja.
K.:,,Djikalau katanja tiada patoet tcean ta ' mengetahoei
perkara jang gah dan kenamaan di Paris- "
N.:,,Saja katakan, saja tidak tahoe lain daripada namanja. ”
K.: „ Kalau ia tanjakan, siapa diantara anggota perkoem-
poelan itoe jang toean kenali ?"
N.:,,Adakah sampai begitoe ia menjempiti saja ?"
K.:,,Tentoe sekali !"
N.:,,Kalau begitoe, pandailah saja menjahoetinja."
K.: „ Pada pertimbangan saja,toean tidak tahoe apa-apa,
djika pandai sahoetilah pertanjaan itoe !"
N.:,,Sahoetnja telah saja katakan, jaïtoe saja tidak tahoe
apa -apa tentang perkara itoe."
K.:,, Bagaimana toean dapat mengetahoei perkoempoelan
itoe, djika seorangpoen dari pada anggotanja tiada jang toean kenali;itoe tidak patoet sekali !"
N.:,,Sajatahoe,oléh membatja pemberita."
K.: Pemberita ada menjeboetkan nama ketoea -ketoeanja,
baik. Kalau diseboetnja seorang dari pada meréka jangtoean kenal dan ia tanjakan peri halnja, apakah djawab toean ?" Maka Nizamipoen diamlah;kata Kadri Bey poela:,, Mengapakah toean diam ?"
N.:,,Dengan sesoenggoehnja saja katakan kepada toean,
kalau begitoe haloes pertanjaannja, sajapoen akan mendja- wabnja dengan amat tjermat dan hati -hati."
K.: Toean ta' kan lepas dari pada pertanjaan janghaloes
dan soelit."
N.:,,Tiadalah saja akan djatoeh!"
K.: „Djika dicelang-oelangnja pertanjaan jang toean ingkar-
kan dan jang toean akoei beberapa kali, hingga toean ragoe betapakah djadinja ?"
N.:,,Mengapa ia akan bertanja demikian ?"
K.: „ Keliroe itoe djatoeh atas tiap -tiap orang, hingga atas
Kadri Bey sendiripoen;semoea orang landasan pertanjaan, teroetama toean,si peminta djawatan."
N.:,,Saja lihat toean menjempiti djalan saja. "
K.:,,Karena saja tahoe,Kadri Bey akan memperboeat de-
mikian."
N.:,,Allah mengoetoeki akan dia!apakah olah ?" Kadri Bey tertawa mendengar koetoek itoe dan ia hitoeng
koernia dari pada penghoeloenja jaïtoe Soeltan,maka katanja: ,,Tiadalah oepaja lain dari pada mendjaoehinja.Sajafikir,hendaklah toean serahkan sadja kepada saja akan mengoeroes perkara toean, hingga toean mendjadi polisi gelap kelak dengan tiada mendjoempaï dia, tjoekoeplah saja sadja menjatakan segala kebaikan toean, soepaja terhindarlah toean daripada perangkapnja.Djika toean telah mendjadi mata -mata gelap,
hendaklah toean djaoehkan diri toean dari padanja, djangan
| hendak | perkara | jang perloe | ||
|---|---|---|---|---|
| menemoei | ' ada | ; | ||
| ' oesah | berhoeboeng | dahoeloe | , toean, | ada soeatoe |
| perloe | . | . |
menemoei dia djika ta' ada;toean ta berdjoempa dengan dia bila hal jang dengan pekerdjaan melainkan toean sembahkanlah teroes kepada baginda Soeltan "
N.:,,Berdjoempa dengan dia sekali "
K.:,,Tidak!tjoema -tjoema sadja."
N.:,,Tidak tjoema-tjoema,melainkan besar faédahnja. ”
K.: „Mengapa tidak mendjaoehinja
| toean | maoe | ?” | ||
|---|---|---|---|---|
| koeasa. | ||||
| ! | dengan toeboeh | . | koeasa, | : „ |
| toean | selesai perkoempoelan | ! ? | ||
| ! | , | |||
| toean | . apa | poela |
N.:,,Tidak "
K.:,,Héran sekali Apa sebabnja maka tidak?"
N.:,,Karena keperloean saja dia "
" Maka gementarlah sedikit Kadri Bey katanja Keperloean apakah ?"
N.:,,Akanketahoei bila "
K.: „ Adakah ia kehendak "
N.:,,Boekan Kehendak perkoempoelan tidak lain melain-
kan jang telah ketahoei "
K.:,,Kalau begitoe, keperloean lagi ?"
N.:,,Boekan bagi perkoempoelan. "
K.:,,Bagi siapa poela ?"
N.:,,Biarlah kita tinggalkan perkara itoe."
K.:,,Nizami! Toean menakoeti dan menipoe saja !"
N.:,,Dengan apa ?"
K.:,,Sekarang tiadalah saja sangka toean anggota perkoem-
poelan; tentoe toean mata -mata gelap! Ah!Saja telah djatoeh kedalam perangkap!" Maka Nizamipoen tertawa gelak -gelak, hingga kedengaran kedjalan raja;kata Kadri Bey dengan soenggoeh : „, Toean tertawa?Sesoenggoehnja toean penipoe! Katakanlah benar-benar, djangan toean permainkan djiwa saja !"
N.:,,Soenggoehkahtoean wasangka akan saja ?"
K.:,,Tentoe sekali !"
N.:,,Loepakahtoean akan perdjoempaan kita ?"
K.:,,Boléh djadi toean mengetahoei tanda -tanda itoe dan
toean boekan anggota."
N.:,,Soerat dan goentingan pemberita ?"
K.: „ Boléh djadi toean tjoeri dari orang lain,dan toean
boekan Nizami Effendi, hanja toean seorang asing jang kenal akan Nizami dan ia terangkan keperloeannja kepada toean, kemoedian toean boenoeh akan dia atau toean bentjanakan,dan toean ambil sekalian barangnja; siapa tahoe ?" Kadri Bey bertjakap dengan bersoenggoeh-soenggoeh benar roepanja dan poera-poera ngeri,takoet dan soesah.
N.:,,Senangkanlah hati toean, djangan takoet, saja inilah
Nizami,boekanlah saja pemboenoeh atau pembentjana!Saja tidak mengerti mengapa toean wasangka kepada saja ?"
K.:,,Karena saja lihat toean ada menjimpan rahasia dan
toedjoean lain. Telah saja tjoba hendak mengetahoeinja dengan haloes, jaïtoe saja oempamakan Kadri Bey bertanja begitoe begini.Sajaboeat demikian soepaja saja tahoe adakah toean mengetahoei semoea perkara dan rahasia perkoempoelan dan bagaimana dan apa sebabnja maka ia kirim akan toean kemari ? Maka saja dapati toean berpaling kedjalan lain dan keinginan toean tiada lain dari pada hendak mendjoempaïnja sadja;karena itoe saja takoet toean djatoehkan saja kedalam tangannja.'
N.:,,Boeanglah persangkaan jang sematjam itoe,akan saja
terangkan kepada toean semoea perkara hingga toean bersenang hati lebih dari pada kesenangan hati saja dan tiadalah akan saja semboenjikan seperkarapoen,karena saja pertjaja akan toeloes toean kepada perkoempoelan dan kepada saja. ”
K.:,,Kalau begitoe katakanlah!"
N.:,,Perkara itoe tertentoe bagi saja sendiri."
K.:,,Jaïtoe perkara jang menjebabkan toean perloe mene-
moei Kadri Bey ?"
N.: „ Ja, saja oelang sekali lagi perkara itoe tertentoe bagi
saja sadja,boekan bagi perkoempoelan,karena itoe harap biar toean semboenjikan dan simpan djangan lepas kepada orang lain."
K.:,,Bagaimanapoen djoea rahasia itoe tiadalah'kan lebih
besar dari pada rahasia perkoempoelan. "
N.:,,Tidaklah kiranja akan toean boekakan,karena ia lebih
moelia dan lebih besar dari pada rahasia perkoempoelan. Ini rahasia saja sendiri,tiada haroes toean boekakan hingga kepada Nadjmoe'ddin Effendipoen."
K.:,,Tidakkahsoedah toean katakan kepadanja ?”
N.:,,Tidak,tidak! Toean seorang sadja jangtahoe."
K.:,,Ta' apa,hendaklah toean bersenang hati! Katakanlah!
Rahasia apakah itoe ?"
N.:,,Saja terpelihara dan terdidik jatim,tiada saja ketahoei
siapa bapa saja.Semendjak saja pandai bertjakap selaloelah saja tanjakan kepada emak saja siapa ajahanda dan keloearga saja,maka sahoet boenda bahwa meréka mati semoeanja kena awar jang keras dan tinggallah ia sendiri boenting." Adapoen Kadri Bey mendengarkan perkataannja itoe dengan hati-hati dan tjermat benar serta merasa piloelah ia dalam hatinja;maka katanja:,,Ja,soedah itoe ?"
N.:,,Sajasenantiasa menanjakan keloearga saja, tetapi
tiadalah saja mendapat keterangan jang benar serta menjenangkan hati hingga saja besar. Iboe saja tiada pernah berhati soeka,melainkan selaloe ia sajoe dan beriba hati, kerap kali
benar ia menangis dengan diam -diam.Atjap kali saja hiboer- kan, tetapi tiadalah terhiboer;karena itoe sajapoen amat doeka dan kasihan kepadanja.Saja tahoe, tentoelah ada padanja soeatoe rahasia jang tiada boléh diboekakannja kepada saja;maka beroesahalah saja hendak mengetahoei rahasia itoe sebeloem djiwanja melajang,karena saja lihat'adjalnja telah hampir." Maka berdebar -debarlah hati Kadri Bey,beroebah warna moekanja dan beringinlah ia hendak mengetahoei nama iboe anak moeda itoe, akan tetapi karena ia takoet akan ketara, berkatalah ia, katanja: „,Tahoekah toean akan rahasia itoe ?"
N.:,,Adapoeniboe saja terbaring sakit diatas katilnja, ja‘ni
menanggoengkan penjakit jang membawa maoetnja itoe. Ketika itoe saja beroesia dibawah 20 tahoen,karena itoe dapatlah saja memelihara dan membelanja dengan sepertinja dan sempoerna, tiada saja djaoeh dari padanja. Karena itoe sangatlah ia kasih sajang kepada saja;dalam pada itoe sekali-kali tiadalah pergi dari padanja barang jang menjiksanja jaïtoe kepedihan dan loeka hatinja itoe, seperti saja dapati. Pada masa itoe sajapoen pergi menangis kepadanja,dan bertanja dengan lemah lemboet demikian :,, Boendakoe,emakkoe,iboekoe dan djoendjoeng- ankoe!Sesoenggoehnja saja sekarang telah besar, saja hendak mengetahoei siapa ajah dan keloearga saja,selama ini boenda semboenjikan,tiada maoe boenda mengatakannja kepada anakanda hingga sekarang ini,karena itoe anakanda sjak akan perkara boenda. Kalah boenda tidak mengatakan siapa ajahanda, keloearga dan sanak saja,maka tahoelah saja bahwa anakanda ini anak dapat atau anak gampang." Maka emak sajapoen berkatalah :,,Bohong,doesta!Sesoenggoehnja ajahmoe dahoeloe ada, namanja seperti namamoe;ia ada mempoenjaï seorang seteroejang amat djahat dan doerdjana,ia ingin dan soeka kepadakoe,karena itoe ia boenoeh. akan ajahmoe dan lepas ia dari tangan Pemerintah. Manakala akoe tahoe,dan sampai wartanja kepadakoe, djatoehlah kedalam hatikoe seperti petir,dan betapa soesah dan doekakoe jang bertjampoer dengan panas dan gembira,tidaklah dapat diroepakan." Setelah itoe sajapoen bertanja siapakah moesoeh dan pemboenoeh ajahanda itoe ? Maka sahoetnja: „Koesimpan dan koelindoengkan dia dari padamoe hingga sekarang ini,karena akoe tiada hendak menjatakannja sebeloem engkau bersoempah kepadakoe,bahwa engkau mesti mencentoetkan béla ajahanda boendamoe! Dahoeloe engkau masih ketjil,tiada patoet menanggoeng soempah jang demikian,karena itoe tiadalah koeterangkan. Kini engkau telah besar dan berakal, terpeladjar dan terpelihara dengan sem-
poerna,boléh meneroeskan apa -apa kehendak, djadi maoekah anakanda bersoempah akan menoentoetkan béla ajahanda boendamoe kepada pemboenoch ajahmce dan pentjelakakan emakmoe ?" Maka senanglah hati Kadri Bey sedikit,laloe katanja: ,, Bersoempahkah toean dihadapannja?"
N.:,,Sesoenggoehnja tidaklah sabar saja lagi, sehingga be-
loem selesai tjakapnja itoe sajapoen bersoempahlah demikian : ,,Disaksikan oleh Allah ta'ala, malaékatnja dan oléh semoea nabi dan rasoelnja,demi Allah tiada saja berikan hati saja kepada seorang perawan,sebeloem saja memboenoeh akan si pemboenoeh ajahkoe.Djiwa dibalas dengan djiwa dan toeboeh dibalas dengan toeboeh!"
K.:,, Sesoenggoehnja soempah itoe amat besar; siapakah
katanja pemboenoeh ajah toean itoe ?"
N.:,,Ialah jang saja ingini hendak mendjoempaïnja,hai
Hilmi Effendi." Mendengar perkataan itoe gementarlah sendi dan toeboeh Kadri Bey, tetapi ditahannja dan berkatalah ia dengan berpa-Jah -pajah akan menoendjoekkan,bahwa ia tidak mengindahkan jang demikian, katanja:,, Siapakah toean kehendakkan ?"
N.:,,Siapatah lagi lain dari padaKadri Bey ?"
K.:,,Boendatoeankah mengatakan bahwa si pemboenoeh
itoe Kadri Bey ?"
N.: „ Ja,Kadri Bey itoelah pemboenoehnja!"
K.: „Barangkali ia kehendaki orang lain.”
N.:,,Tidak,tidak! Ia itoelah jang dikehendakinja,karena
telah saja oesoeli dan periksa benar -benar;Kadri Bey kepala polisi gelap itoelah dia.'
K.:,,Saja mengetahoei perangai dan kehidoepan Kadri Bey;
saja pertjaja,bahwa tidak pernah ia memboenoeh orang lain dari pada orang -orang jang djadi koerban intipannja."
N.:,,Sajalihat toean melindoengkan dia !"
K.:,,Sekali-kali tiada!Saja takoet toean tersalah memboe-
noeh orang lain jang tiada berdosa,dan pemboenoeh ajahanda toean lepas."
N.:,,Tidak,tidaklah saja tersalah,karena saja telah tahoe
betoel akan jang demikian; saja kira tiada seorang djoeapoen seperti boenda mengetahoei moesoehnja." Soenggoehpoen begitoe kesoenggoehan Nizami,kekallah Kadri Bey menjangka bahwa Nizami itoe tersalah dan jang
dikehendaki boendanja itoe orang lain. Ia tidak takoet karena Nizami dalam genggamannja, lagi poela tidak bersendjata; maka katanja dengan tersenjoem:,,Kalau begitoe, tetaplah toean hendak memboenoeh Kadri Bey ?"
N.:,,Ja!Apalagi perawan telah menarik hati saja;maka
Intipan masa Soeltan'Abdoe'lhamid.
sebeloem bersangatan tjinta dan kasih saja kepadanja,hendaklah lebih dahoeloe saja menoenaikan djandji saja dengan emak saja (Allah ampoenkan dosanja), soepaja dapatlah saja menepati djandji saja dengan kekasih saja itoe; saja tidak akan bersenang hati sebeloem menoentoetkan béla ajahanda."
K.:,,Kalau begitoe toean kemari
boekan karena mengerdjakan kehendak perkoempoelan, hanja karena kehendak toean sendiri,sebab itoe saja pertjaja bahwa toean tidak loeroes dan toeloes hati."
N.:,,Toean menganiaja saja dengan demikian,karena toe-
djoean saja searah dan setoedjoe dengan toedjoean perkoempoelan, saja kira akan djadi pertolongan besarlah bagi perkoempoelan kalau saja hilangkan kepala polisi itoe."
K.:,,Perkoempoelan mengirim toean boekan karena itoe,
melainkan karena kehendak lain."
N.:,,Jaïtoe mengadakan tjawangnja dalam golongan kera-
djaan ?"
K.:,,Ja."
N.:,,Tidakkahtoean kira bahwamemboeangKadri Bey itoe
dari djalan, djadi peretas djalan kesana ?”
K.:,,Ja, tetapi toean telah memakai nama perkoempoelan
akan goena toedjoean lain."
N.:,,Tidak!Saja katakan kepada perkoempoelan,bahwa saja
ada empoenja toedjoean sendiri, tetapi ia tidak periksa habis, hanja ia benarkan saja meloeloeskan kedoea toedjoean itoe dengan tiada mengetahoei apakah ia ?"
K.:,,Baik!Tetapi betapakah boléh toean memboenoehnja,
karena ia lebih koekoeh dan tegoeh dari pada bénténg, apalagi Israil ditangannja."
N.:,,Sajatahoe jang demikian soekar, tetapi dengan sabar
tidaklah pajah dan soekar. "
K.:,,Sabar tidakmengoebah moestahil!" Maka Nizamipoen menggojang kepalanja,serta berkata : ,, BetapakahKadri Bey koeasa menjoeroeh Israil mentjaboet
njawa ?"
K.:,,Karena ketinggian pangkatnja sekarang.”
N.:,,Pangkat itoe boléh dirampas."
K.: 29.,Toean berniat hendak merampas pangkat itoe dari pa-
danja ?"
N.:,,Saja ambil Israilitoe dari padanja,kemoedian saja soe-
roeh mentjekik léhérnja hingga mati." Mendengar demikian Kadri Beypoen oendoer kebelakang,
| oendoer | ||
|---|---|---|
| sendi | seolah -olah | ; |
| oléh | , | |
| ,, Sesoenggoehnja |
serta merasa toelangnja bertjerai -berai dan moekanja poetjat seperti moeka orang mati akan tetapi tiadalah kelihatan Nizami karena tjahaja tiada terang. Maka katanja : djika dapat toean merampas
djawatannja, nstjaja dapatlah toean memboenoehnja dengan
tetapi.....
"" senang,akan
N.:,,Tetapi apa ?"
K.:,,Adakahtoean sangka,toean akan sedjahtera sadja
hingga toean mengambil djawatannja?”
N.:,,Akan toean lihat."
K.:,,Akan kita lihat."
N.:,,Kalau begitoe soekalah kiranja
toean hendak memper- djoempakan saja dengan dia,dan tiada toean enggan. "
K.:,,Boekannja saja jang enggan,melainkan keadaannja
jang melarang. Dalam itoepoen djika tiada boléh tiada mesti djoea berdjoempa,maka akan saja perdjoempakanlah bagaimana djalanpoen. "
N.:,,Ja, saja mesti berkenalan dengan dia dan menemaninja
serta menghampirkan diri kepadanja, hingga saja djadi saudaranja atau lebih hampir lagi,karena itoelah sendjata jang dipergoenakan pegawai -pegawai keradjaan akan memerangi temannja.Saja mesti mempergoenakan sendjata jang demikian oentoek melawan moesoeh saja itoe,meski sendjata itoe sendjata jang amat rendah dan déna; kepada orang lain ta' kan saja pergoenakan sendjata itoe,melainkan kepadanja sadja, karena ia seorang moesoehjang doerdjana,rendah, bangsat dan tjelaka !" Tiadalah nista dantjertja itoe memedihkan hati Kadri Bey, karena djiwanja lebih mahal dari pada kemoeliaan baginja!!
IX.
Poekoel delapan pagi hadirlah Kadri Bey dihadapan baginda Soeltan;maka baginda itoepoen membatja oeraian pemeriksa-
| dengan | tjermat | titahnja | ||
|---|---|---|---|---|
| . | selesai | |||
| moeda | . | |||
| , apa | ||||
| ! | :,, Akoe : „ | ” | sesoeatoe | . |
| : ,,Tentoe.,. | , | betoel | sesoeatoe |
annja amat Setelah maka : ,,Anak itoe mesti diperiksaï dihadapankoe "
K.:,,Patikdibawah perintah sadja kehendak doeli ba-
ginda patik djoendjoeng." Titah baginda sendiri menanja akan dia "
K.:,,Patik " Sabda baginda Inikah sadja jang dapat engkau keloearkan
dari dalam perbendaharaan hatinja ?
K.:,,Hidoeplah baginda! Adakah tinggal lagi?" Baginda ia tahoe akan gerak dan diam
,, Toerkia-Moeda" maka hendaklah kita keloearkan segala jang diketahoeinja "
K.:,,Tiadalah patik kira ia menjemboenjikan ke-
pada patik karena ia sangka patik saudaranja dalam perkoempoelan "
Sabda baginda: „Engkau tiada pada kedoedoekan pemeriksa,karena itoe tiada dapat engkau mengeloearkan segala jang dalam hatinja."
K.:,,Tetapi telahia njatakan segala perkara hingga
rahasia dirinja sendiripoen. Kalau kita tanja seperti menanja orang salah, nistjajalah ia ta' kan mengakoe apa-apa." Sabda baginda:,,Telah kita ketahoei kebanjakan dari pada rahasianja,karena itoe tiadalah koeasa ia melindoengkan jang lain." Kadri Bey diam dan Soeltan'Abdoe'lhamidpoen berfikir sebentar,kemoedian bersabda poela ia :,,Ia sekarang dalam pendjara ?"
K.:,,Tidak! Ia masih djadi djamoe patik
." Baginda Soeltan terperandjat laloe bersabda :,, Hingga bila engkau nanti? Menanti ia lari atau sadar akan diri dan hal ihwalnja ?"
K.: „ Ia seperti kambing dalam kandang,makan,tiada tahoe
bahwa ia digemoekkan oentoek disembelih. Patik menghadap sekarang akan menerima perintah dari pada doeli baginda akan menghelanja dengan tiada melaloei toetoepan. "
Titah baginda:,,Hendaklah bawa ia kemari,karena kita hendak mengetahoei sekalian rahasia Toerkia -Moeda!"
K.:,,Hidoeplahdoeli baginda!Sesoenggoehnja Toerkia-Moeda
namanja besar dari pada jang dinamakan. Tidak sejogianja. baginda hati-hati akan dia,hamba -hamba doeli baginda jang dipertjajaï adalah djaga dan memboeang njawa bagi memelihara kehidoepan seri baginda,dan tidaklah meréka lalai menghalau akan moesoehnja seperti koetjing memboeroe tikoes. Maka hendaklah seri baginda bersenang hati." Mendengar itoe moerkalah Soeltan, seraja bersabda : „, Engkau chianat !" Maka Kadri Beypoen terkedjoet dan₉₉geroen, seraja menjembah :,, Harap diampoen……………………. Sabda baginda :,,Ja, soenggoeh engkau penipoe!"
K.:,,Patik memboeang njawa patik bagi kesentosaan seri
baginda."
Sabda baginda: „ Doesta!Engkau perketjilkan perkara Toerkia -Moeda dihadapan kedoea matakoe, soepaja akoe tiada menoléh kepadanja dan engkau rajoe akan dakoe dengan perkataan jang manis -manis dan sedap soepaja akoe lalai dan telédor, achirnja...
K.:,,Djikaseri padoeka baginda lalai,maka hamba sahaja
seri padoeka selamanja djaga,dan meréka seperti sekawan kambing ditengah padang jang tiada beroempoet,bila toemboeh dimakannja seketika itoe djoea. "
Sabda baginda:,,Akoe gembalanja, maka tidaklah haroes bagi gembala itoe lalai !!"
K.:,,Perintahseri baginda patik djoendjoeng diatas kepala
patik. " Titah baginda:,,Hendaklah pendjarakan Nizami dari sekarang ini !"
K.:,,Tentoe kiranja dalam pendjara toenggal." Sabda baginda:,,Tidak!"
K.:,,Harap diampoen,adalah dosanja itoe amat besar ma-
soek pangkat jang pertama. " Sabda baginda: „,,,Ta Ta'' apa apa,, hendaklah masoekkan dia kedalam toetoepan orang banjak hingga diperiksa."
K.: „Harap diampoen;ia telah mengakoe segala perkara,
sebab itoe lajak benarlah baginja pendjara Bosphorus;mohon dibenarkan soepaja ia dipendjarakan dalam pendjara gelap." Sabda baginda:,,Telahkita katakan mesti ditoetoep dalam toetoepan biasa hingga diperiksaï,dan hendaklah selaloe senangkan hatinja soepaja ia tahoe bahwa mengakoe itoe membawa kepada ampoenan." Kadri Bey tertjengang dan héran mendengar perintah baginda itoe dan timboellah pikiran dalam hatinja: „ Amatlah doengoe Soeltan ini!Sangkanja ia akan dapat mengeloearkan rahasia Nizami lebih dari pada jang telah saja keloearkan ?" Kemoedian maka sembahnja:,,Tentoelah ditoetoep." Titah baginda:,, Hendaklah, ditoetoep bersama -sama dengan orang lain!Barangkali ia maoe menjatakan setengah dari pada perkara -perkara itoe kepada teman -temannja. " Kata Kadri Bey dalam hatinja : „Apakah jang hendak dinjatakannja lagi?Sedangkan rahasianja sendiripoen telah diterangkannja!" Maka sembahnja: „, Perintah baginda telah patik djoendjoeng." Titah baginda :,,Hendaklah masoekkan kedalam toetoepannja itoe beberapa orang pengintip, jang diboeat selakoe orang toetoepan, barangkali meréka dapat mengeloearkan sisa -sisa rahasianja itoe."
K.:,,Hidoeplah seri padoeka baginda !" Setelah itoe iapoen bermohon poelang.
X.
Kira -kirapoekoel satoe hari itoe, pergilah Kadri Bey keroe-
mah jang telah pembatja ketahoei jaïtoe toetoepan Nizami Effendi.Saja kata toetoepannja,karena meskipoen ia boléh
keloear,tiadalah ia merdehéka dan bébas,sebab Nadjmoe'ddin Effendi mesti bersama-sama dengan dia dan berpoeloeh orang mata -mata disekelilingnja dan mengikoet djedjaknja. Kadri Bey datang tertawa dan memaniskan moekanja dengan diboeat-boeat dan disamboet oléh Nizami, seraja berkata : „ O, Hilmi Effendi! Baik, insja Allah!"
K.:,,Moedah-moedahan."
N.:,,Tcean berdjoempa dengan Kadri Bey."
K.:,,Ja, saja berdjoempa dengan dia."
N.:,,Toeanseboetkah saja ?"
K.:,,Ja, saja seboet."
N.:,,Apa katanja ?"
K.: „Ditanjakannja kepada saja apakah maksoed toean hen-
dak berdjoempa dengan dia? Nama toean telah ditoeliskannja didalam boekoe peringatannja."
N.:,,Apakata toean kepadanja ?"
K.:,,Sajakatakan bahwa toean beringin hendak berdjoempa
dengan dia akan berkenalan;kemoedian saja terangkanlah ke-
| seorang | jang terpeladjar | |
|---|---|---|
| ; | , | |
| . ” | ||
| ? | ||
| . | ||
| soeka, | , | ada |
| pada | . |
padanja bahwa toean anak moeda terdidik,bestari, tjakap dan sebagainja péndéknja segala kebaikan toean habis saja tjeriterakan kepadanja
N.:,,Apakah katanja"
K.:,,Ia terdjaga dan soeka berdjoempa dengan toean "
N.:,,Baikbenar ! Bilakah?"
K.: „Djangan terlaloe hai Nizami karena saja
menaroeh sjak wasangka Kadri Bey"
N.:,,Apa sebabnja ?"
K.:,,Karena saja minta dengan koeat hendak memperdjoem-
pakan toean dengan dia,maka djadilah ia merasa koeatir,laloe menanjakan peri hal toean dengan bermatjam -matjam pertanjaan jang menoendjoekkan ia ada menaroeh sjak wasangka kepada toean." Ketika itoe berdebarlah hati Nizami dan hilang sedikit ke- soekaannja itoe;maka katanja: „ Toean kira begitoe ?"
K.:,,Boekankah persangkaan saja sedjak dari dahoeloe lagi
demikian ?"
N.:,,Apakah tanjanja ?"
K.:,,Ia bertanjakan tarich kehidoepan toean, dan saja
terangkan dengan hémat lagi tjermat."
N.:,,Tiadakah toean tersalah ?"
K.:,,Pada pikiran saja tiadalah saja tersalah atau terge-
lintjir; hanja saja takoet kalau -kalau iawasangka akan kita kedoea."
N.: „Djanganlah takoet, perkenalkanlah saja dengan dia dan
serahkan perkaranja kepada saja;toean pandangilah kelak bagaimana saja melakoekannja ."
K.:,,Saja lihattoean amat pertjaja akan diri sendiri, sedang
hingga sekarang ini beloem nampak lagi oléh saja bagaimana djalannja toean hendak menipoe dan berfikir. "
N.:,,Akantoean lihat;bila berdjoempa ?"
K.: „ Malam hari poekoel sembilan. "
N.: „ Baik!Diroemahnja?"
K.:,,Tidak! Melainkan dikantornja."
N.:,,Baik,baik! Kalau begitoe hendaklah toean kemari se-
beloem waktoe itoe."
K.:,,Mengapa ?"
N.:,,Soepaja kita pergi bersama -sama.”
K.: 99Pergilah toean dengan Nadjmoe'ddin. "
N.:,,Mengapa toean tidak hendak bersama-sama dengan
kami ?"
| K.:,,Karena | saja berdjandji | |||
|---|---|---|---|---|
| dengan | sebeloem | |||
| ada | ||||
| toean | . | |||
| . | ||||
| , ' | ||||
| „ | begitoe, | ! poelang | .! |
dia, sedjam masa itoe soedah hendaknja saja disana,dan ia telah tahoe bahwa akan datang kelak dengan Nadjmoe'ddin Effendi Saja kira tentoe toean akan melihat saja disana "
N.:,,Baiklah ta apa !"
K.: Kalau tinggallah Disana sadja kita bertemoe "
N.:,,Selamat djalan !" Setelah itoe Kadri Beypoen dan tinggallah Nizami
dengan Nadjmoe'ddin Effendi menanti waktoe pertemoean itoe.
XI.
Sebeloem poekoel delapan malam hadirlah seorang perawan Perantjis,Ismat,dalam bilik perdjoempaan diroemah Kadri Bey, jaïtoe diroemah jang lain dari pada roemah toetoepan Nizami. Sjahdan setelah Kadri Bey doedoek dihadapannja,maka berkatalah perawan itoe kepadanja dengan bahasa Perantjis : ,,Toean!Saja harap soedikiranja toean mendengar tjeritera lama, saja ingin mentjeriterakannja kepada toean.” Hati Kadri Bey berdebar -debar dan moekanja soeram,maka katanja :,,Saja takoet kalau -kalau toean akan menghilangkan waktoe saja dengan tjeritera itoe, apalagi bila tjeritera itoe tiada goenanja kepada seseorang." Ismat :,,Tjeritera itoe amat bergoena bagi toean. "
K.:,,Kalau begitoe saja dengarlah." Is.:,,Dengarlah!Ingatkah toean akan perkara dan perboe-
atan toean jang berlakoe kira -kira 20 tahoen jang telah laloe?" Anggota dan sendi Kadri Bey gementar,laloe bertanja: ,,Perkaraapa ? "
| ,, Semoea | dalam | |||
|---|---|---|---|---|
| . | ||||
| .: „ | , | ! | ||
| . ,, | tahoe, | toean | ' |
Ismat : perkara toean jang terdjadi masa itoe " KSaja tidak ingat lagi katakanlah perkara apakah itoe ?" Is Ingatlah toean akan Hikmat anaknja Ali Pasha Ramek ?"
K.:,,Saja ingin hendak siapa?" Is.:,,Tidak perloe toean mengetahoei saja, tetapi perloe
toean menjatakan ingat atau tiada ?”
K.:,,Itoetiada perloe kepada saja atau kepada toean seka-
lipoen!" Ketika itoe berangkatlah ia, tetapi ditahan oléh Ismat,katanja:,,Saja harap akan toean indahkan saja,toean koeat saja lemah; saja hendak mewartakan perkara jang penting, perloe bagi toean."
| saja | tjerita | bagi | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| .: „ | , | 'perloe | ||||
| , | soeka | ; | ||||
| .,, | , selesai | perloe, | toean | , | toean | |
| ,. | itoe | toean | , | : | ||
| ,, Saja | , toean | . | , | |||
| .,, Benar | toean | , | , toean | toean penakoet | ! |
K Telah katakan bahwa itoe ta
saja dan saja tidak mendengarnja ma'aflah !" Is Kata saja amat dan bergoena hendaklah dengarkan hingga kemoedian pandang dan timbanglah dan ketika baroelah katakan bergoena atau tidaknja " Kadri Bey berkata sambil menggéléngkan kepalanja katanja merdehéka djika tiada saja hendak mendengarnja tiadalah merendahkan " Is merdehéka tetapi djika tiada hendak mendengarnja njatalah bahwa Tiadalah saja sangka toean demikian,karena itoe dengarlah !" Kadri Bey héran melihat keberanian dan kekerasan Ismat itoe,maka katanja:,, Saja lihat toean ingin akan kemarahan orang jang tiada pemarah dan gagah berani, hingga perkataan
| , | pada | santoen |
|---|---|---|
| , | toean penakoet. | , soenggoeh |
| , | ! |
toean berlampauan amat keloear dari sopan. " Is.,,Saja tiada berlampauan dan tidak keloear dari pada garis sopan santoen tetapi oléh karena djadilah toean pandang tjakap saja melewati batas Kalau toean gagah berani dengarlah tjeritera ini "
K.:,,Saja takoet kalau-kalau diri toean kena geletar oedjoeng
tjeritera itoe." Is.,, Saja tidak takoet atau ngeri akan dia dan ta'enggan mati, djanganlah toean biarkan saja sampai mengatakan,bahwa saja lebih berani dari pada toean, meskipoen toean ber-
koeasa dan....
K.: „Apakah jang hendaktoean katakan ?" Is.,,Ingat tidak toean akan Hikmat ?"
K.:,,Ingat! Kemoedian ?" Is.:,,Ingatlahtoean akan hidoep pertjintaan toean kedoea
dahoeloe?"
K.:,,Sekali-kali saja tidak kasih dantjinta
Is.,,Haroes toean tiada bertjinta kepadanja, tetapi tidaklah haroes toean menidakkan kasih dan tjintanja kepada toean !"
K.:,,Haroes demikian." Is.:,,Tidakkoeasa poela toean menidakkan,bahwa dia ber-
temoe dengan toean dalam gelap."
K.:,,Ja,dahoeloe ia perboeat demikian. " Is.:,,Dahoeloe ia boeat karena menoeroet kehendak dan
kesoekaan toean dan karena takoet akan ajahanda boendanja."
K.:,,Iaboeat dahoeloe dengan kehendaknja sendiri." Is.:,,Ja,dahoeloe toean koeasa mendjaoehinja, djika
toean ingin ""
tiada dan soeka ....
K.: „ Héran sekali! Pemerintahkah toean?"
Is.:,, Boekan, hanja saja si pertjerita."
K.:,,Sajatahoe akan tjerita itoe. " Is.,,Tiada toean ketahoei semoeanja,dan dengarlah hingga
oedjoengnja,karena mestilah toean ketahoei,meski dengan ringkas sekalipoen.Saja katakan teroes terang toeanlah jang menghéla perawan itoe dengan tali jang tegoeh, jaïtoe tali tjinta dan kasih !"
K.:,,Iasendiri jang menghéla dirinja."
| ketempat | mengélok | |||
|---|---|---|---|---|
| . | , | |||
| ,, | bersoenggoeh | , - soenggoeh | ! | |
| loes, | sedap. | , | , memegang | |
| pada |
Is Kalau toean membélok lain dari
pada djalannja nistjaja tiada ia terhéla dan djika tidak toean berdjandji dengan hendak kawin dengan dia nistjaja tiadalah akan ia berserah diri Djika tiada toean boedjoek dan tipoe dengan segala perkataan jang ha- manis dan nistjaja tiadalah ia akan teperdaja dan djatoeh,meski ia lemah sekalipoen karena ia dalam pemeliha- raan keloearganja Djika toean betoel djandji,nistjaja ia pelihara akan dirinja hingga lepas dari ikatan ajahanda boendanja. Tidak tjoekoep jang demikian,maka toean mintakan kepada radja tjinta atau sétan, soepaja sétan djahanam itoe mendjatoehkan perintah akan menjoeroeh perawan itoe toendoek dan menjembah toean. Maka toendoeklah ia dengan perdjandjian toean, hingga djadilah ia menoeroet kata dan dibawah tangan toean dan dapatlah toean memboeat dan menjampaikan kehendak toeanjang djahat dan kedji itoe
hingga ....... Jang amat ganas dan kedjam sekali,
setelah poeas hawa nafsoe toean,maka toean djaoehi dan toean tinggalkan dia, melenjapkan diri toean dari padanja seperti seorang djahat jang takoet akan Pemerintah. Ha,ha!Mengapa toean diam sekarang ini ? Saja tiada merendahkan toean atas barang jang telah laloe itoe,karena perawan itoe lebih moelia dan baik dan tiadalah ia bergantoeng kepada toean,setelah ia ketahoei djahat dan chianat toean,melainkan larilah ia membawa tjela dan kehinaan itoe."
K.:,,Telah saja ketahoei jang demikian. "
Is...Ja,telah toean ketahoei dan tiada toean maoe mendjadikan dia isteri soepaja tertoetoep ketjelaannja.Barangkali sedianja akan ada djoega kebaikannja bagi toean,kalau toean diamkan dan lindoengkan sadja tempatnja bersemboenji;akan tetapi toean tidak berpada dengan chianat dan kedjahatan toean jang terseboet,laloe toean katakan poela tempatnja itoe kepada keloearganja, hingga ia terpaksa lari ketempat jang lebih djaoeh. Itoelah poela jang menambah-nambah djahat dan dosa toean!"
K.:,,Lekaslah,hai... terangkan
boeah dan oedjoeng
| tjeritera itoe | " | ||
|---|---|---|---|
| .,, | begitoe | , | maoe |
| . | |||
| , | |||
| . | , | , |
! Is.,,Kalaubegitoe,toean maoe tahoe akan boeah dan oedjoengnja sadja"
K.:,,Perloe saja dengar semoeanja bagaimanapoen adanja! " Is Tahoekah,, toean bahwa tatkala keloearganja hampir
mengetahoei rahasianja,ia laridengan anaknja itoe,( ja,lebih baik saja katakan teroes terang anak toean ) ke Eropah,lari
| oentoeng | . | |||
|---|---|---|---|---|
| . | ||||
| .,, | ! | mengoebah | ||
| ' | ? perloe | . | ||
| .,,Tentoe | begitoe | perloe menoetoep | , | ,; |
| tahoe |
membawa nasibnja jang malang itoe "
K.:,,Sajatelah tahoe " Is Baik Tahoekah toean bahwa ia namanja
dengan Adli "
K.:,;Tidak saja mengetahoei itoe " Is sekali tidak! Ah sebenarnja perloe ka-
rena dengan ia ketjelaan toean poela barangkali toean tiada apakah jang terdjadi atas dirinja masa itoe?" Setelah berkata demikian diamlah Ismat dan Kadri Beypoen tiada menjahoet, tetapi tersenjoem sambil merokok dan memandang akan asap rokoknja. Setelah itoe maka kata Ismat : ,,Iadahoeloe bekerdja mendjadi toekang djahit (mengambil oepahan) akan penghidoepi dan pembelandjaï anak toean dan dirinja. " Bila Kadri Bey mendengar kata,,anak toean "itoe seramlah boeloe badannja. Maka kata Ismat poela:,,Kemoedian iama- soekkan anak toean itoe kesekolah dan iabekerdja siang malam oentoekbiajanja.Begitoelah tiada iamerasa senang dan lapang sekedjappoen dan tiada iatelédor dan lalai dari pada mendidik dan meninggikan anaknja, hingga djadilah iaseorang jang terpeladjar dan berpengetahoean. Setelah itoe Hikmat
(Adli') itoepoen meninggalkan doenia,mati,setelah menderita
sengsara dan kemalangan dan setelah menjesal dan mengakoe kesalahan kepada Toehannja. Wahai, soenggoehpoen iatelah menghadap kehadirat Toehan jang pengasih dan pengampoen, dan dapat ia menoedoengi maloenja dari pada manoesia, tetapi dendamnja kepada toean tidaklah mati!Saja katakan,boekanlah iamenoetoep maloe dan ketjelaannja sadja, tetapi menoe-
doengi maloe dan ketjelaan toean djoega, dengan terpaksa. Sekarang kalau toean maoe menjesal, dapatlah kiranja toean lakoekan dengan sesal jangsebenar-benarnja,karena toean telah teroerai dari pada ikatan, dengan kematian Hikmat, tetapi toean masih terikat dengan ikatan jang lebih koekoeh, jaïtoe anak toean."
K.:,,Toeankatakan tadi,ia telah besar, terpeladjar dan
berpengetahoean." Is.,,Ja,betoel ia terpeladjar dan tiada berharap akan pertolongan orang lain, hanja boléh djadi toean berkehendak kepadanja."
K.:,,Saja tidak berharap dan berkehendak kepadanja." Is.,, Saja tahoe betoel akan jang demikian, tetapi adakah
toean tiada berkenan hendak memandangnja ?" Maka diamlah Kadri Bey dan iapoen amat keloeh kesah, berperang hatinja dengan dirinja. Maka kata Ismat poela:,, Mengapa toean tiada menjahoet ? Takoetkah toean akan dia ? Djanganlah takoet,karena ia tiada tahoe bahwa ia anak diloear nikah !" Kata Kadri : „Djadi maksoed toean,ia sjak bahwa sają ajahnja betoel ?" Is.,,Tiada djoeaia tahoe bahwa toeanajahnja."
K.:,,Kalau begitoetoeaningin soepaja ia tahoe ?" Is.:,,Kalautoean tiada
berkehendak ia mengetahoei hal itoe,ta' apa,toean merdehéka.”
K.:,,Kalau begitoe apa poela?" Is.,,Tidakkah maoe toean mengenalnja ?"
K.:,,Apa perloenja ?" Is.:,,Barangkali ia berkehendak akan toean."
K.:,,Taditoean katakan,ia tiada mengharapkan orang lain,
melainkan memadakan dirinja sahadja, mengapa poela maka ia berkehendakkepada saja? Ia maoe oeangkah ?" Is.,, Sekali -kali tidak!"
K.: „Djadi mengapa ia berkehendak kepada saja ?”
Is.,,Soeltan'Abdoe'lhamid berkehendak kepada toean, tiadalah héran kalau anak toean berkehendak kepada ajahandanja." Seram boeloe dan ramboet Kadri Bey ketika mendengar nama Soeltan,maka katanja:,,Tiadakah toean takoet menjeboet nama seri padoeka baginda ?" Is.,, Tiadalah saja seboet dengan kedjahatan,dan ampoenlah karena tiada saja sertaï dengan kata,,seri padoeka" atau ,,doeli baginda."
K.:,,Katatoean bahwa seri baginda berkehendak kepada
saja; sesoenggoehnja saja ini hambanja jang dipertjajaïnja dan memboeang djiwa bagi kesentosaannja.”
Is Tidakkah benar jang saja katakan itoe ?"
| . | ,, | |||
|---|---|---|---|---|
| , | ! | oléh | ||
| . : | ,,, ! | koeasa | memboeat | |
| ! | ||||
| ! | ||||
| doea | ||||
| . | ,. | , ! selesai ! | atas ! tahoe | toean toean ?" |
K.:,,Diam Sesoenggoehnja karena perkataan toean
itoe patoetlah dipenggal kepala toean !" Is Ja karena balasan orang jang berkata benar dipenggal kepalanja Toean jang diperboeat baginda."
K.:,,Hai,.Tinggalkanlah pertjakapan jang
demikian Boekankah toean sekarang ini menghantarkan ke- diri kita kepada kebinasaan ?" Is,,Ha ha ha Toean takoet diri sendiri,boekan atas saja Saja tiadalah ngeri "
K.:,,Soedah kiranja tjeritera Is.:,,Belcem Saja maoe apakah kehendak toean ten-
tang anak toean itoe ?"
K.:,,Dimana ia sekarang ?" Is.,,Disini,di Constantinopel ini!”
K.: „ Disini? di Constantinopel?"
Is.,,Ja, disini !"
K.:,,Dimana?" Is.,,Telah toean lihat kerap kali,dan malam ini toean lihat
poela sebagaimana biasa." Mendengar itoe seram boeloe Kadri Bey dan bergegar toeboehnja, hingga ia bangkit berdiri dengan tiada terasa,maka katanja:,, Sajalihat dimana ?" Is.,,Njawanja, djiwanja dalam genggaman toean."
K.:,,Siapatoean maksoedi? " Is.,,Héran sekali!Saja kira toean telah tahoe."
K.: „Betapa boléh saja mengetahoeinja ?”
Is.,, Siapa orang jang didalam genggaman toean ?"
K.:,,Banjak!Siapakah toean maksoedi ?" Is.:,,Orangmoedajang toean tangkap dan ia tiada sadar
dan tidak tahoe;anak moedajangtoean boedjoek dan anak moeda jang menjangka,bahwa toean handainja jang sebaik-baiknja, temannja dan saudaranja."
K.:,,Toehankoe Sadik Effendi Nizami "
| ! | ? | |||
|---|---|---|---|---|
| . | ,scedah | toean | menaroeh poelang | kedoea |
| selakoe | . | |||
| béla boenoeh | kepada kepada | selaloe : „ | , toean | , |
Is,,Ha ketahoei akan dia !" Ketika itoe Kadri Beypoen tangannja
kedalam kotjéknja dan berdjalan pergi dalam bilik itoe orang gila Maka terlintas didalam hatinja tjakap Nizami jang dipintaï iboenja bersoempah akan menoentoetkan ajahnja Kadri Bey dan tahoelah ia ketika itoe akan kehendak emak Sadik Nizami jaïtoe menjoeroeh mem-ajahnja jang mengchianat dan mentjelakakannja. Mengertilah ia akan kehendak Hikmat jang dalam koeboer itoe. Adapoen Ismat mengawasi Kadri Bey itoe,kemoedian maka katanja Tahoekah sekarang bahwa ia berkehendak toean ?"
Kadri :,,Wahai, pedang telah djatoeh diléhérnja!" Is.,,Saja tidak mengerti,hai Kadri Bey."
K.:,,Sajakatakan teroes terang,ia telah berpindah
dari tangan saja ketangan Israil." Kata Ismat :,,Benarlah kata saja toean penakoet !" Diamlah Kadri Bey,dan peloeh telah bersimbah dimoekanja,tiada lagi ia mengerti akan jang didengarnja dan tiada tahoe apa jang hendak dikatakannja. Maka kata Ismat kepadanja :,,Tiap-tiap bahaja adalah pemboeangnja,dan tiadalah ada gendala toean." Kadri : „Mengapa tidak toean katakan dari dahoeloe?" Is.:,,Tiada dapat saja lakoekan,melainkan sekarang ini."
K.:,,Tiada dapat saja hendak berboeat apa -apa lagi
." Is.:,,Kalau begitoe njatalah toean hendak menjempoerna- kan dosa dan kedjahatan toean, jaïtoe setelah toean memboenoeh emaknja,.hendak poela toean memboenoeh anaknja!" Setelah itoe berangkatlah ia hendak poelang,maka kata Kadri Bey:,,Tiadakah toean maoe menerangkan siapa toean ?" Sahoet Ismat :,,Saja hati toean!" Kemoedian segeralah ia keloear dan Kadri Beypoen menjoeroeh kawannja mengikoet Ismat kemana perginja,dan tinggallah ia seorang diri dalam bilik itoe berdjalan poelang pergi selakoe orang gila;maka pada ketika itoe bangkitlah pepe- rangan diantara hati dandirinja. Maka kata hatinja :,,Wahai ta' akan ada ia didoenia ini lagi, sedjam lagi berpindahlah anak moedajang disajangi itoe ketangan Israil." Diri :,, Djanganlah marah, hai hati! Karena saja tiada koeasa lagi berboeat apa-apa." Hati :,, Saja toentoetkan béla darahnja kepadamoe hingga keachirat. " Diri:,,Apakah dosakoe?" Hati :,,Rakoes dan loba!Engkau maoe hidoep;dan engkau soeka anakmoe mati,asal engkau hidoep dengan senang." Diri : „Tjelakakoe!Djanganlah engkau pertakoet -takoeti dan antjam akan dakoe,hai hati !" Hati :,,Diri!djangan dipotong tjakapkoe!" Diri:,,Apa jang terlintas padamoe?" Hati :,,""Moedahkan djalan lari bagi anakmoe." Diri:,,Tentoe kita kedoea binasa dan mendapat bahaja jang besar."
Hati :,,Kita laridengan dia.” Diri:,, Engkau maoe,kita lari meninggalkan kebesaran,kemoeliaan, kesenangan dan harta,dan lari dengan kepapaan menoedjoe kemalangan dan ketjelakaan?" Hati : „ O,itoe lebih moedah dan lebih baik bagikoe dari pada
menderita sengsara dan mengenangkan anak kita jang berloe- moer darah dan kojak mengojak dalam Bosphorus.' Diri :,, Lama -kelamaankitaloepa akan dia." Hati :,,Tiadalah akan loepa hingga kiamat." Diri:,,Akoe mesti loepa bila dalam kemoeliaan berdaradjat tinggi." Hati :,,Nah,tidakkah engkau ketahoei,bahwa engkau amat loba? Koetoek Allah ta'ala atasmoe !" Diri :,,Tjis,diam!Sesoenggoehnja engkau penakoet." Hati :,, Engkau jang penakoet dan djahat,karena engkau takoet akan kemalangan dan kesengsaraan setelah meninggalkan kemoeliaan." Diri: „Apa jang akan kita perboeat djika tiada dapat kita lari ?" Hati :,,Tiada lebih baik dari pada mati,kemoedian hidoeplah kita dengan senang." Diri :,, Sesoenggoehnja engkau gila,karenå ta' ada orang jang hidoepdoea kali." Hati :,,Bahwa sanja engkau kafir! Taroehlah,tiada ada siksa diachirat seperti persangkaanmoe jang sesat itoe; tetapi tiadakah tjoekoep siksaan kita dalam doenia?Ketjil dan rendah lebih baik dari pada siksa dan sengsara." Diri :,,Tjakap kosong! Masa ini masa kasih dan sajang. " Hati :,,Diri! Anak kita itoe sesoekoe dengan kita, djika sajang akan dia, sajanglah kita akan hidoep dan landjoetlah kesenangan kita dan kesenangan hidoep kita." Diri :,, Siapa tahoe ia anak kita betoel? Taroehlah,ia anak kita,akan tetapi boekan anak,melainkan jang dipelihara dan dididik oléh iboe bapanja." Hati : „ Ah,ah,ah!Engkau penganiaja!" Diri :,,Engkau bodoh doengoe,tiada berfikiran. Diam! Diam!" Sampai disitoe berhentilah pertengkaran hati dengan dirinja itoe,karena kawannja datang mohon bertjakap. Maka kata Kadri Bey kepadanja: „, Kemana perawan itoe pergi ?" Sahoet orang itoe :,,Keroemah oetoesan ( pembesar) keradjaan Perantjis." Maka kata Kadri dalam hatinja: „ Kalau begitoe tentoe ia perempoean Perantjis;maka ia seberani itoe benar,tentoelah karena ia bersandar kepada keradjaannja; tetapi apakah sebabnja maka ia bersoenggoeh-soenggoeh benar atas perkara Sadik Nizami itoe dan dari manakah ia mengetahoei tjeriteranja ?" Adapoen jang pertama dapatlah didjawabnja dengan moedah, jaïtoe tentoelah Nizami itoe kekasihnja,akan tetapi tiadalah ia dapat mendjawab pertanjaan jangkedoea. Setelah itoe iapoen melihat djamnja,maka didapatinja telah
hampir poekoel sembilan, jaïtoe masa perdjoempaan dengan Nizami sebagaimana jang telah didjandjikan;seketika djoea keloearlah ia dengan segera.
XII.
Pada malam itoe djoea djam poekoel 7.45' adalah Sadik Effendi Nizami bertjakap -tjakap dengan Nadjmoe'ddin Effendi dalam bilik roemah jang telah pembatja ketahoei itoe. Bilik itoe pada tingkat jangkedoea; padabilik itoe ada djendéla menghadap kedjalan.Djalan itoe lengang,tiada ada orang laloe lalang disana, seperti pada djalan-djalan raja jang lain. Kedoeanja itoe doedoek dekat djendéla itoe. Sedang ia bertjakap-tjakap djatoehlah kehadapan Nizami seboeah goeloengan kertas dari loear djendéla,maka diambillah oléh Nizami laloe diboekanja, dilihatnja bertoelis dengan bahasa Perantjis,demikian artinja: „ Toean dalam genggaman seteroe,hendaklah djaga!” Maka Nadjmoe'ddinpoen mendekatkan koersinja kepada Nizami, seraja memandang kertas itoe dan bertanja: „Apa ini ?" Maka Nizamipoen memperlihatkan kertas itoe. Setelah dibatja oléh Nadjmoe'ddin,maka katanja: „Siapakah penoelisnja ?" Maka kata Nizami sambil termenoeng: „ Tiadalah saja tahoe, tetapi saja ragoe akan toelisan ini,sebab orang jang seperti ini toelisannja,tidak ada disini,ia ada di Paris." Tentoe pembatja tahoe,bahwa jang dikehendaki Nizami itoe ialah kekasihnja,Ismat,dan tiada terlintas didalam hatinja, bahwa Ismat mengikoet akan dia dan beroesaha hendak melepaskannja dari moesoehnja. Nadjmoe'ddin telah mengambil kertas itoe dari Nizami dengan haloes, dan ia perhatikan dan amat-amati toelisannja; maka katanja kepada Nizami :,, Saja tahoe akan toelisan ini; tentoe penoelisnja mentjampakkan dia dari loear djendéla dengan maksoed akan mendjagakan saja.Barangkali ia mengetahoei kehendak toean,hai Nizami Effendi! Kehendak toean jang diketahoeinja,tiada kami ketahoei hingga sekarang ini." Maka Nizamipoen menoléh kepada Nadjmoe'ddin dengan héran, seraja bertanja: „Apakah maksoed toean,hai Nadjmoe'ddin Effendi ?" Kata Nadjmoe'ddin: „ Nizami Effendi!Djanganlah goesar, karena djika kita tiada djaga dan djahat sangka, nistjaja kita djadi makanan Bosphorus.'
Nizami hampir marah dan bérang,laloe berkata : „Apa kata toean ? Toean wasangka kepada saja ?" Nadj.:,,Ja, sekiranja tiada, nistjaja tiadalah kertas ini ditjampakkan orang akan mendjagakan dan mengingatkan saja." Niz.:,,Dari pada saja ?" Nadj.:,,Agaknja dari pada toeanlah,karena saja tahoe akan Hilmi Effendi telah lama,dan saja dapati ia benar,toeloes dan boléh dipertjajaï!" Niz.: „Mengapa tidak toean katakan,bahwa saja jang diberinja ingat ?" Nadj.:,,Karenatoean tidak tahoe akan penoelisnja.Adapoen saja maka tahoe betoel,karena penoelis soerat ini handai dan kenalan saja jang rapat,ia seorang pahlawan (officier); tentoe- ia mendjagakan saja dari pada seteroejang bersaroeng atau meroepakan dirinja seperti handai. Kalau toean pengintip atau mata-mata gelap, ingatlah! kita masih moeda." Nadjmoe'ddin bertjakap dengan bersoenggoeh-soenggoeh roepanja,akan tetapi ia tertawa didalam hatinja: „Adapoen Nizami amatlah goesar dan ketjil hatinja,lebih ketjil lagi dari pada hati jang ditoendjoekkan oléh Nadjmoe'ddin,karena itoe seboléh -boléhnja ia hendak menghilangkan persangkaan Nadjmoe'ddin jang djahat itoe,maka katanja:,, Sesoenggoehnja saja amat héran akan persangkaan toean itoe, sedang toean mengetahoei saja betoel -betoel!"
Sahoet Nadjmoe'ddin:,,Jang didalam hati,Allah ta'ala sadja mengetahoeinja." Niz.:,,Loear dalam telah toean ketahoei." Nadj.:,,Siapa tahoe ?" Ni.: „ Kalau begitoe,adakah jang saja lindoengkan kepada toean ?" Nadj.,, Saja tidak menempelak toean, djikatoean lindoengkan rahasia toean sendiri,karena setengah rahasia tertentoe kepada seseorang,tiada menjinggoeng orang lain,maka tiadalah haroes dipaksa ia menjatakannja." Terlintas dalam hati Nizami ketika itoe rahasia dan kehendaknja jang dinjatakannja kepadaKadri Bey. Maka katanja: ,, Kalau begitoe toean sangka saja………………….. ""
Nadj.,,Karena haroes toean adabertjita-tjita djahat kepada kami, siapa tahoe ?" Niz.:,,Ah, Nadjmoe'ddin! Toean merendahkan dan menghi- nakan saja." Nadj.,, Djanganlah goesar,karena saja berkata benar dan sekali -kali tidak merendahkan toean !" Niz.:,,Saja bersoempah kepada toean,bahwa sanja saja baik dan tjita -tjita saja sempoerna adanja."
Maka Nadjmoe'ddinpoen diam poera-poera tiada pertjaja akan perkataan Nizami. Maka kata Nizami poela :,, Tidakkah toean benarkan ?" Nadjmoe'ddin tiada djoega menjahoet,laloe Nizami berkata poela: „ Toean masih menjangka saja djahat?Apakah lagi jang toean kehendaki tentang keterangan kebenaran saja ?" Nadj.:,,Toean tidak dapat menjenangkan hati saja,sebeloem toean dapat mengoeraikan arti kertas ini;ia toelisan handai saja jang rapat dan didalamnja pendjagaan dari pada bahaja jang besar, terangkanlah!" Niz.:,,Barangkali ia bergoerau dan nakal. " Nadj.,,Di Constantinopel ini bergoerau dengan seoempama ini ? Tidak patoet!" Niz.:,,Toean katakan ia handai toean, pergilah periksa dan tanjakan kepadanja!” Nadj.:,,Toean kira moedah saja pergi kepadanja? Dari mana saja akan tahoe, apa jang hendak meréka perboeat diatas diri saja ditengah djalan ?" Niz.:,,Saja tidak tahoe melainkan seperkara. ” Nadj.:,,Apakah ia ?" Niz.:,,Jaïtoe,bahwa saja baik niat dan saja seperti toean-toean ketahoei tiada koeasa melindoengkan sesoeatoe;kalau toean benarkan,benarkan,kalau tidak, apa soeka toeanlah. Djika toean dan Hilmi Effendi selaloe menjangka saja djahat dan berdendam,maka diam dengan toean amat pajah dan soekar,karena itoe haraplah saja,akan toean benarkan saja poelang keroemah makan tempat saja dahoeloe." Nadj.:,,Tiadalah saja bermaksoed hendak mengetjilkan hati toean dan tiadalah kami berkehendak soepaja toean keloear dari sini,karena menjoesahkan kami,tidak,tidak!Saja terpaksa berdjaga dan berlakoe penakoet,karena toeanpoen tahoe akan perkara mata -mata gelap dan intipan disini." Maka Nizamipoen panas dan bérang, seraja berkata : „ Boekanlah saja mata -mata gelap atau si pengintip!" Nadj.:,, Betoel,dan saja pertjaja akan kebenaran toean, hanja saja héran akan perkara soerat ini." Niz.:,,Sajapoen djoega seperti toean,héran dan bingoeng. Adakah Hilmi kenal akan penoelis soerat ini ?" Nadj.:,,Oh, kedoeanja itoe bersahabat rapat !" Niz.:,,Kalau sedjak tadi toean katakan begitoe, berapalah baiknja." Nadj.,, Djadi persangkaan toean bagaimana ?" Niz.:,,Saja kira tentoelah Hilmi, jang dimaksoedinja." Nadj.:,,Betapakah demikian?" Niz.:,,Toeantahoe,bahwa Hilmi Effendi kerap kali termasoek dalam perkara -perkara dengan pegawai keradjaan;ta' Intipan masa Soeltan Abdoe'lhamid.
dapat tiada sahabatnja itoe mendjagakan dia dari pada salah seorang handainja jang djahat." Nadj.:,,Toean sangkaiamendjagakannja dari pada Kadri Beykah ?" Niz.:,,Tiada saja sangka begitoe,karena Kadri Bey baik dan soeka akan dia." Nadj.:,,Begitoelah poela jang saja tahoe, apalagi Hilmi itoe amat tjermat." Niz.:,,Toean tidak tahoe, barangkali ada disana orang lain jang menaroeh dendam kepadanja." Nadj.:,,Berat persangkaan saja seperti kata toean itoe,karena saja tahoe,bahwa ada pertambatan Hilmi Effendi dengan seseorang, saja ada menaroeh wasangka kepadanja." Niz.: „Djika benar begitoe,boekanlah wadjib lekas memberinja tahoe ?" Nadj .:„ Akan kita lihat ia ditempat Kadri Bey." Niz.:,,Sekarang telah hampir waktoe berdjoempa;marilah, Nadjmoe'ddin Effendi,kita pergi !" Nadj.:,,Marilah!" Setelah itoe keloearlah kedoea orang itoe,laloe naik keréta menoedjoe kekantor.Kadri Bey.Adapoen Nadjmoe'ddin Effendi
| menoedjoe | . | ||
|---|---|---|---|
| , | moeda | ||
| itoe, | itoe, | ;, | |
| , | itoe, | , | |
| . |
tertawalah dalam hatinja karena dapat menipoe anak dan membalikkan perkara jaïtoe ditoedoehnja Nizami sedang jang benar Nizamilah hendaknja menoedoehnja de- itoe dan membalikkan perkara jaïtoe ditoedoehnja Nizami jang malang itoe
XIII.
Setelah tiba keréta Nizami dan Nadjmoe'ddin Effendi dibalai penangkapan (pemeriksaan) toeroenlah kedoeanja itoe dari atas keréta itoe laloe masoek melaloei barisan tentera. Nizami berdjalan dengan manis moeka dan mengangkat kepala,menoendjoekkan soekatjitanja, seperti orang akan bertemoe dengan kekasihnja.Barangkali ia sadjalah jang tidak ngeri laloe dihadapan tentera jang mengangkat pedang bertjaboet itoe. Maka masoeklah Nizami kedalam kantor itoe teroes kebilik pemeriksaan; didalamnja adalah Kadri Bey jang ditemanioléh kira -kira 4-5orang pendjoerit. Setelah masoek maka maralah Nadjmoe'ddin kemédja Kadri Bey, seraja berkata kepada Nizami : „ Inilah toean Kadri Bey." Adapoen Kadri Bey tiadalah memandang kepada jang datang itoe dan hilanglah manis moekanja sebagaimana biasa dilihat oléh Nizami. Nizami tertawalah, seraja berkata :,,Amboi,Hil-
mi Effendi ! Sangat soeka kami akan toean menanti disini. Beloem datangkah Kadri Bey ?" Kata Kadri Bey: „ Doedoeklah diatas koersi jang dihadapan toean itoe !" Kata Nizami dengan tersenjoem:,,Hilmi Effendi ! Tidak patoet saja lihat toean mendjawat pangkat mata -mata gelap, karena itoe tinggalkanlah pangkat ini dan djanganlah toean permainkan komidi jang tiada moedah bagi toean. ” Maka kata Nadjmoe'ddin: „Pandanglah dibelakang toean, dan ketahoeilah bahwa toean sekarang didalam roemah pemeriksaan dan jang dimoeka toean itoe ialah toear Kadri Bey !" Maka Nizamipoen menoléh kebelakang dan dilihatnja ada enam orang pendjoerit dibelakangnja;maka tahoelah ia,bahwa orang jang dihadapannja, jang disangkakannja Hilmi Effendi itoe,ialah Kadri Bey jang berkoeasa dan ditakoeti,dan sebenarnja Nadjmoe'ddin berkata demikian tidaklah bergoerau; maka diamlah ia mengingatkan sekalian perkara jang berlakoe dalam beberapa hari,ketika ia tinggal seroemah dengan moesoehnja jang disangkakannja teman dan handai jangtoeloes dan loeroes itoe. Selang itoe berkatalah Kadri Bey kepada Nadjmoe'ddin,katanja:,, Doedoeklah,hai Nadjmoe'ddin,dan toeliskanlah pemeriksaan !". Ketika itoe baharoelah Nizami sadar akan dirinjadan tahoelah ia soedah,bahwa ia didalam tangan moesoehnja dan ingatlah ia akan kertas jang ditjampakkan orang kepadanja itoe; maka katanja kepada Nadjmoe'ddin:,,Mari kertas jang toean ambil dari pada saja tadi!" Maka oléh Nadjmoe'ddinpoen diambillah soerat itoe dari kotjéknja,laloe dioendjoekkannja kepada Kadri Bey. Setelah dibatjanja, ditaroehnjalah dalam soerat -soerat jang dimoekanja. Kemoedian berkatalah ia kepada Nizami dengan tiada mengangkat kepala dan pemandangannja :,, Siapa nama toean ?" Sahoet Nizami :,,Nama saja ? Seolah-olah toean tidak tahoe! Tidaklah terlintas didalam hatikoe,bahwa toean djahat,doerdjana dan penipoe, sebagai tiada saja sangka ada dalam doenia. bangsat dan bedebah seperti engkau sekarang !"
K.:,,Sahoetlah, siapa namamoe !" Niz.:,,Tidak goena bertjakap kosong,boeatlah apa engkau
soeka, hai bedebah!"
K.:,,Inilah jang saja kehendaki memboeatnja sekarang,
jaïtoe menanja toean,katakanlah siapa nama toean!"
N.:,,Namakoe,,Israil " jang hendak memoetoeskannjawa-
moe, hai bedebah!” Kadri Bey diam sebentar,kemoedian katanja: „,,Sebaik -baiknja toean djawab dan djangan menghilangkan masa sia-sia,
karena mestilah toean ditanjaï menoeroet oendang-oendang. "
N.:,,Katakanlah apa engkau soeka,hai tjelaka; engkau
tahoe akan namakoe dan asalkoe !"
K.:,,Nama toeanSadik Nizami,boekan ?"
N.:,,Engkautahoe akan jang demikian, apa goenanja engkau
bersiasat lagi,hai bedebah! Dan perboeatlah apa jang hendak engkau boeat. " Kata Kadri Bey kepada Nadjmoe'ddin:,,Toelislah semoea jang demikian." Moeka Nizami mérah padam warnanja,karena sangat panas dan bérang hatinja,maka katanja kepada Nadjmoe'ddin: „Djanganlah engkau toelis!Apa goena menoelisnja? Sebab kalau dihadapkan kepada jang berpangkat lebih tinggi, sajapoen sedia akan menjatakan semoea perkara,dimoeka siapapoen djoea;karena itoe djanganlah engkau penat menoelisnja." Kata Kadri Bey: „Siapa ajahmoe ?”
N.:,,Engkautahoe akan dia,hai anak gampang!Engkau
jang memboenoehnja sebeloem akoe diperanakkan; mengapa engkau bertanja lagi ?" Kadri Bey bertanjakan ajahnja itoemenoeroet oendang-oendang pemeriksaan, tetapi ia seolah-olah loepa akan dirinjaitoe ajah Nizami. Soenggoeh poen begitoe amatlah ia merasa pedih ketika menoetoerkan pertanjaan itoe, hingga rasa kena tikam dengan keris hatinja. Maka diperkeraskannja hatinja hingga bertoetoer djoega ia, tetapi tidaklah dapat dipadaminja njala api moekanja ketika mendengarkan perkataan Nizami itoe;maka bingoenglah ia,ta' tahoe akan barang jang mesti diboeatnja.Menjoeroeh Nadjmoe'ddin melampaui pertanjaan dan djawabannja itoe atau bagaimana ? Tetapi Nadjmoe'ddin telah selesai dari pada me- noeliskannja dengan pantas, hingga tidak sempatia berfikir lagi. Kemoedian tetaplah fikiran Kadri Bey hendak meneroeskan pertanjaan itoe,karena ia tahoe,tentoe didapatnja kelak djawaban penoetoep djawaban jang pertama,maka katanja poela :,, Siapa ajahmoe ?"
N.:,,Tidakkah telah koekatakan akoe tiada mengetahoeinja ?"
K.:,,Tidakkahemakmoe mengatakan namanja ?"
N.: „ Ja, ja!katanja engkaulah pemboenoehnja !"
K.:,,Kalau begitoe katakanlah namanja !"
N.:,,Diam,diamlah!Djangan bertanja lagi, soepaja djangan
bertambah maki nistakoe." Mendengar demikian Kadri Beypoen hendak berlepas dari
| pada pertanjaan | dioebahnja | pertanjaannja | katánja | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| itoe emakmoe | ,laloe | , | : |
,,Siapa nama?" Ketika itoe berbangkitlah Nizami hendak meneradjang Kadri
Bey,akan tetapi ditahan oléh keenam pendjoerit di-
| itoe | dan | ||
|---|---|---|---|
| pada | ; | ||
| , | |||
| . | , | ||
| , : satoe ,, | : „ seboet ! | poela,. | , |
doedoekkannja kembali tempatnja maka kata Nizami : ,, Berani engkau menjeboet emakkoe jang bersih hai binatang ! Engkaulah jang menjiksa dan mentjelakakannja Diam diam !
Kalau tidak .... " Kemoedian menoléhlah poela
ia kepada pendjoerit serta katanja Kamoe hai penakoet,enam orang lawan!" Maka kata Kadri Bey Katakanlah namanja !"
N.:,,Telah koekatakan djangan engkau akan dia hai
kotor dan nadjis !"
K.:,,Hendaklah engkau katakan Boekankah namanja
Hikmat?"
N.:,,Engkau tahoe akan namanja,hai koetoek;Hikmat itoe
boekan namanja, mengapa engkau poera-poera tiada tahoe ?"
K.:,,O,kalau begitoe namanja'Adli,boekan ?"
N.:,,Djika engkau mengetahoei namanja, mengapa engkau
bertanja djoega? Telah koekatakan diam,diam, djangan engkau seboet dan kotorkan namanja dengan moeloetmoejang bernadjis itoe,karena ia bersih dan soetji."
K.:,,Dimana engkau diam ?"
N.:„Pertanjaan apakah ini,hai bodoh, doengoe?Apa
pedoelikau dengan kediamankoe?Sekarang akoe dalam tanganmoe.Apa sadja hendak engkau boeat, perboeatlah, kependjara atau kepenggantoengan,marilah,marilah,tiada akoe takoet dan ngeri !"
K.:,,Saja boekan pemerintah jang akan memoetoeskan bitja-
ra toean; saja disini pemeriksa,karena itoe hendaklah djawab segala pertanjaan dan bila toean dihadapan pemerintah,baharoelah toean tolak akan toedoehan atas diri toean itoe sebagaimana kehendak toean; djanganlah banjak tjakap kasar dan keras, sebab jang demikian koerang baik." Kadri Bey berkata dengan lemboet dan haloes, soepaja sedjoek hati Nizami jang panas dan gembira itoe, tetapi sia-sia sadja,karena Nizami menjahoet dengan keras poela, katanja: ,,Engkau sétan; akoetahoe,bahwa akoe tiada akan sampai kehadapan pemerintah dan tiada akan lepas dari pada kedoea tanganmoe,karena itoe tiadalah akoe akan menjahoet."
K.:,,Perkataan toean itoe salah; djanganlah diboeat-boeat
dosa, soepaja toean dibébaskan, mengapa tidak'kan menjahoet ?"
N.:,,Engkautahoe akan djawabankoe, djanganlah bertanja
lagi, poetoeskanlah bitjarakoe!"
K.:,,Engkau sangka akoe berdendam kepadamoe?"
| akoe | kepadamoe | ? | |
|---|---|---|---|
| memboenoeh | ma ', | ||
| memboenoeh | !, | ||
| . |
N.: „Orang jang bapa dan mentjelakakan
ingin poela hendak anakandanja Nah kerdja- kanlah, soepaja senang dan tetap hatimoe "
K.:,, Engkau salah sangka dan é'tikadmoe tiada benar,
tidaklah koeasa engkau mengganggoe akan "
| dakoe | . | ||
|---|---|---|---|
| akoe. | koeasa doea | ,, |
N.:,,Tentoe sekarang tiada
karena engkau telah menang. Akoe dalam tangan pentjoeri kedoeanja tidak tersoela dengan"
K.:,,Djangan banjak tjakap kosong, djawablah
dimana engkau diam !"
| N.:,,Akoe | menjahoet | djangan | |
|---|---|---|---|
| maoe | , boendamoe | ? | |
| selesai. | panas, | , | sebeloem beradoe |
tidak bertanja!"
K.:,,Masih hidoepkah ajah " Tiadalah terperikan dan gembiranja hati Nizami!
Tiadalah tertahan lagi oléhnja hingga Kadri Bey dari pada menoetoerkan pertanjaan itoe, melompatlah iakehadapan Kadri itoe hampir moekanja,dan tangannjapoen segera menindjoe moeka Kadri Bey dengan deras Setengah dari pada pendjoerit itoe hendak memegang tangannja dan Kadri Bey berbangkit mengélakkan poekoelnja, tetapi sekalian itoe tiada bergoena lagi,karena tangannja telah djatoeh kemoeka dan moeloet Kadri dan darahpoen telah mengalir. Demikianlah Nizami memoekoel Kadri Kadri dengan berani dan pantas, hingga terperandjat dan tertjenganglah Nadjmoe'ddin dan segala jang hadir, karena beloem pernah didengar seperti itoe dalam tarich pemeriksaan. Setelah itoe Nizamipoen laloe doedoek,dan darahnja mengalirlah dengan kentjang disegenap oerat dalam toeboehnja;maka katanja: ,,Telah koekatakan, djangan engkau seboet ajah boendakoe, mengapa engkau tiada mengerti ?" Adapoen Kadri Bey masoeklah kebilik lain membasoeh darah moeloetnja,dan doedoeklah ia sedjoeroes didalamnja menangis seorang dirinja seperti boedak ketjil;boekan karena kesakitan, melainkan ialah karena piloe dan sedih;kemoedian kembalilah ia kebilik pemeriksaan laloe bertanja kepadaNizami dengan lemboet, katanja:,, Saja harap toean djawablah segala pertanjaan itoe, meski dengan amat ringkas sekalipoen,karena kami hendak menoetoep pemeriksaan sebeloem tengah malam."
Kata Nizami:,,Toetoeplah sekarang, toetoeplah poela moe- loetmoe,karena tiadalah akoe akan menjahoet sepatahpoen, dan barang siapa jang menimpang perkarakoe ini hendaklah
lekas memoetoeskannja. " Maka kata Kadri Bey: „ Hendaklah didjawab,hai Nizami Effendi!"
Maka Nizamipoen mendjerit dan memekik, katanja: „ Tidak-
kah engkau mengerti,hai binatang;telah koeterangkan beberapa kali,bahwa akoe tidak akan menjahoet !" Kemoedian iapoen menoléh kepada pendjoerit jang dibelakang, katanja : ,,Bawalah akoe ketempat jang telah kamoe sediakan !"
Maka merékapoen memandang Kadri Bey seolah -olah bertanja;maka kata Kadri Bey:,,Bawalah!" Seketika itoe djoea dimasoekkan oranglah ia kedalam toetoepan.
XIV.
Baiklah kita tinggalkan dahoeloe Sadik Nizami didalam pendjara,dan marilah kita tjeriterakan Ismat jang amat beroesaha dan berdaja oepaja dalam perkara Nizami itoe, hingga termasoek ia kedalam perkara -perkara orang lain,karena berharap akan dapat djalan jang boléh menolongnja akan melepaskan kakasihnja itoe. Telah pembatja ketahoei,bahwa ia pergi dari roemah Kadri Bey keroemah oetoesan keradjaan Perantjis dan diterangkannja kepada oetoesan keradjaan Perantjis itoe akan kehendak dankerdjanja,serta mohon pertolongan dan pemeliharaannja. Telah diketahoeinjalah soedah dari pada pegawai -pegawai oetoesan itoe, bagaimana djalan intipan dan penangkapan Kadri Bey dan betapa poela berdengar soearanja oléh doeli Soeltan. Lain dari pada itoe banjak lagi perkara jang perloe-perloe, jang telah deketahoei oléh Ismat itoe. Setelah ma'loemlah ia,bahwa Nizami telah dalam tangkapan Kadri Bey dengan tiada sadar,beroesahalah ia hendak berdjoempa dengan kekasihnja itoe, tetapi tiada dapat.Betapakah boléh,karena roemah tempat Nizami itoe dipagar dan diling- koengi oléh mata-mata gelap dan pengintip, djika ia masoek atau hampir sadja kesitoe nistjaja djatoehlah ia kedalam tangan meréka. Dengan pandainja dapatlah ia mentjampakkan kertas per- ingatan ketika Nizami dan Nadjmoe'ddin bertjakap-tjakap itoe, tetapi tiada bergoena,karena Nizami tiada terdjaga dan per- sangkaannja dibalikkan oléh Nadjmoe'ddin! Ismat selaloe berdjalan -djalan dan berkeliling roemah itoe dan selaloe mengikoet djedjak dan gerak Kadri Bey,sekali dengan berpakaian tjara Perantjis dan sekali lagi tjara Toerki. Manakala dilihatnja Nadjmoe'ddin membawa Nizami kebalai pemeriksaan,maka diikoetinjalah dari djaoeh dengan seboeah keréta.Sesampainja kesitoe tahoelah ia,bahwa Nizami baroe akan sadar dan ingat akan dirinja didalam tangan seteroe,akan tetapi apalah goenanja lagi,karena ia telah dalam perangkap.Betapa keloeh kesah Ismat dan betapa sedih hatinja tiadalah dapat diperikan. Ia tiada djaoeh dari sitoe,serta memperhatikan apa jang berlakoe,toeroen naik dari atas ke-
rétanja, dan poelang pergi kepintoe balai itoe; gelisah sadja
| ' tentoe | apa | , | . | |
|---|---|---|---|---|
| , | dan | soeatoe | ||
| , | : ,, : | toetoepan | ! | |
| : ,, ! | . |
ia,ta jang akan diboeatnja Ketika dilihatnja Kadri Bey dan Nadjmoe'ddin telah keloear tetapi Nizami tiada tampak maka tersiraplah darahnja timboel pertanjaan dalam hatinja Kemanakah ia ?" Tentoe sadja seorang pintar dan tjerdik seperti Ismat dengan lekas dapat mem- peroiéh djawabnja jaïtoe ia dalam Maka katanja Mestilah akan koelepaskan bagaimana djalan dan dajapoen " Setelah itoe kembalilah ia keroemah makan Ketika ia hendak masoek kebiliknja,maka terlihat oléhnja seorang perawan memandang akan dia dari balik pintoe bilik jang bertentangan dengan biliknja itoe. Pintoe bilik itoe terboeka sedikit sadja, kira -kira bergoena akan penjilik orang datang atau laloe lalang dimoekanja. Tingkat itoe tertentoe bagi perempoean sadja. Manakala djatoeh pemandangan Ismat kepada perawan itoe,terlintaslah dalam hatinja hendak menegoernja, apalagi ia mémang soeka dan perloe bertjakap -tjakap dengan tiap -tiap orang jang ada mengandoeng perkara jang bergoena baginja. Maka iapoen memberi hormat seraja berkata dengan bahasa Perantjis,katanja :„ Selamat malam,nona!" Maka sahoet perawan itoe dengan bahasa Toerki :,, Malam toean baik,nona!" Maka Ismatpoen mara kepada perawan itoe, seraja berkata :,,Kita sekarang berdekatan." Sahoet perawan:,, Ampoenlah, saja tidak berapa tahoe akan bahasa Perantjis,karena itoe haraplah bertjakap dengan bahasa Toerki;tidakkah toean mengetahoeinja ?" Kata Ismat :,,Saja tahoe bahasa Toerki haloes,itoelah bahasa ajahanda boenda saja." Sahoetnja: „ O! Kalau begitoe toean asal Toerki. " Is.: „ Ja, saja perawan Toerki.” Sahoetnja:,, Tetapi saja lihat toean seperti perempoean Eropah." Is.:,,Karena saja sedjak dari ketjil tinggal di Eropah. " Katanja: „Saja dengki akan toean,karena melihat keélokan Eropah.Dinegeri mana toean diam ?" Is.,,Di Paris." Katanja:,,Di Paris? Toean amat bertoeah !" Kedoeanja itoe bertjakap-tjakap dimoeka pintoe dan perawan Toerki itoe roepanja telah djinak dan ta'sjak lagi kepada Ismat,laloekatanja poela: „, Silakan masoek,kita doedoek bertjakap -tjakap. " Sahoet Ismat :,, Sekarang soedah poekoel sepoeloeh, barangkali toean maoe tidoer." Sahoetnja :,,Tidak,tidak!Saja tidak mengantoek;kalau
toean begitoe poela, saja soeka bertjakap-tjakap dan berdjinak-djinakan dengan toean." Is.,,Saja tidak mengantoek seperti toean." Sahoetnja:,, Kalau begitoe,silakanlah!" Maka masoeklah kedoea orang perawan itoe, ditoetoepnja pintoe,laloe doedoek berhadapan dimoeka médja. Kemoedian perawan itoepoen memboeka kotak rokok, sedang Ismat merenoeng akan dia;maka tampaklah oléhnja dalam kotak itoe sepoetjoek soerat ter'alamat kepadaKadri Bey; maka iapoen bimbanglah dan ingin hendak mengetahoei isinja, karena itoe tetaplah fikirannja hendak mengambil soerat itoe dengan djalan apapoen djoea,sebab besar pengharapannja soerat itoe akan berfaédah besar baginja. Maka termenoenglah ia memikirkan bagaimana boléh mengambilnja. Ia ingin hendak mengetahoei apakah pertambatan perawan itoe dengan Kadri Bey? Daripada siapakah soerat itoe?Apa sebabnja maka soerat itoe ada padanja ? Maka perawan itoepoen menghadapkan rokok, seraja berkata :,,Silakan merokok!" Maka disamboetlah oléh Ismat sambil memohon terima kasih,laloe kedoeanjapoen merokoklah dan bertjakap -tjakap. Kata Ismat :,, Soedahlamakah toean disini ?" Sahoetnja: „ Tidak! Baharoe petang ini." Kata Ismat :,, Tentoe kiranja toean dahoeloe disini." Sahoetnja:,, Saja datang ke Constantinopel ini dengan ajahanda -boenda saja soedah 10 tahoen dan kami tinggal disini kira -kira seboelan, tetapi saja tidak dapat melihat negeri dan keélokannja,karena saja dahoeloe tidak bébas dan selamanja dibawah perintah.Sekarang saja telah bébas dan merdehéka, karena itoe inginlah saja hendak bersoeka-soeka sementara lagi moeda ini." Is.,,Tentoe dapat toean perboeat sekarang apa-apa jang tiada dapat toean lakoekan dahoeloe ketika dalam pendjagaan keloearga toean." Tertawalah perawan itoe seraja berkata : ,,Toean sangka baharoe sekali ini saja merokok?Saja diroemah merokok djoega, tetapi dengan berlindoeng,karena djika dilihat olehajah- anda -boenda, nistjaja dilarangnja." Mendengar demikian Ismat tersenjoem,dan ia tahoe bahwa temannja itoe tjenderoeng kepada permainan dan kesoekaan; maka katanja sambil tertawa :,,Saja maksoedi rokok dan lainnja." Temannjapoen tertawa poela seolah-olah tahoe akan jang di- dalamhatinja,maka katanja:,, Apakah maksoed toean dengan lainnja ?" Is.,,Seperti minoem. Tidakkah toean soeka minoem ?"
Temannja tertawa gelak -gelak, seraja berkata : „, Roepa- roe-
| panja | penjoeka | bergoerau | ||
|---|---|---|---|---|
| dan soeka | . | |||
| . | ,soeka | , | ' | |
| pada kesedapan | !, | segala | ||
| ? : ,, | , | |||
| .,, | , | |||
| kesoekaan | ! | |||
| . |
toean dan soeka. Tidakkah toean peminoem ?" Is,,Jasaja minoem mengapa saja ta kan minoem, sekalian orang minoem Mengapa saja akan mendjaoehkan diri saja dari kalau orang haroes dan soeka bersedap -sedap " Sahoetnja Saja tidak mengerti mengapa haroes bagi laki-laki dan tiada haroes bagi perempoean ?" Is Jasaja djoega tiada mengerti,lain dari pada aniaja jang mengharoeskannja Saja katakan,bila ada waktoe bagi permainan dan hendaklah kita pergoenakan dengan segera, djangan dilalaikan " Sahoetnja :,, Saja amat soeka hendak minoem; kerap kali saja dan teman-teman saja minoem dengan berlindoeng. Maoekah toean minoem sekarang ?" Kata Ismat :,,Kalau toean berkenan maka saja lebih beringin, soepaja dapat saja bersekoetoe dengan toean dalam kesoekaan; saja lihat perangai dan ketjenderoengan hati kita amat sebanding,karena itoe baiklah kita poeaskan kesoekaan kita malam ini !"
Temannja: „ Itoelahjang saja tjinta! Kalau be....
""
Ismat laloe memotong tjakapnja, katanja: „ Kalau begitoe, tiga atau empat menit lagi, saja kembali kemari." (Ia telah berangkat maoe keloear). Temannja:,,Kemana toean pergi ?" Ismat :,,Kebilik saja." Temannja:,,Hendak mengambil minoeman ?" Ismat :,,Ja !" Sahoetnja :,, Djangan, saja akan memanggil pelajan roemah makan akan disoeroeh pergi membelikannja minoeman itoe, doedoeklah, djangan toean bersoesah pajah poela." Is.,,Itoe tidak patoet!Saja jang mengadjak minoem,mesti saja jang mengadakan minoeman !" Temannja:,,Demi Allah, djanganlah toean ambil!" Ismat :,, DemiAllah,mestilah saja ambil,doedoeklah,biar saja keloear sebentar sadja." Tadi temannja telah memegangnja, tetapi manakala dilihatnja Ismat koeat hendak keloear, dilepaskannjalah seketika dan keloearlah ia memanggil pelajan,laloe disoeroehnja membeli rokok dan anggoer dan champagne dan mengambil doea boeah piala.Sedjoeroes datanglah pelajan itoe membawa jang terseboet,maka diterimalah oléh Ismat laloe dibawanja masoek kedalam bilik temannja dan ditoetoepnjalah pintoe. Maka kedoeanjapoen minoemlah sambil bertjakap -tjakap;maka kata temannja:,,Nampaknja toean amat soeka minoem."
Kata Ismat :,,Tidak soeka benar, tetapi djika berteman dengan orang jang haloes'adatnja seperti toean, sedaplah saja minoem, mendjadikan pertjakapan lebih haloes dan sedap poela. O,telah pandjang pertjakapan kita, sedang sebelah menjebelah beloem tahoe akan nama temannja!Siapa nama toean ?" Sahoetnja :,,Nama saja Na'imah. ” Kata Ismat :,,Nama amat élok, sepadan dengan jang dinamakan ! Nama saja Hoesna." Na'imah :,,Nama toeanpoen amat bagoes." Biarlah Ismat menamaï dirinja Hoesna, tetapi kita baiklah. memanggilkan namanja jang sedjati sadja. Maka katanja kepada Na'imah : „Saja kira toean dari Armenia."
| ,, Tidak ! | . | |
|---|---|---|
| . | ||
| , | . | |
| .,, Saja | , soenggoeh | . |
Na'imah :,, Tidak ! Saja datang dari Salonica." Is,,Disanakah toempah darah toean ?" Na.:,,JaSalonica itoelah tanah air saja" Is djoega berasal dari Salonica " Na.:,,Soenggoeh ?” Is.:,,Ja!" Na.:,,Siapalah jang toean kenal di Salonica ?" Is.:,,Ketika kamikeloear dari negeri itoe saja masih ketjil." Na.:,,Tidakkah toean kenal akan seorangpoen ?" Is.:,,Tidak, hanja saja kenal setelah itoe akan Kadri Bey." Na.:,,Toean kenal akan Kadri Bey ?"
| saja | kepada | saja | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| .,, | betoel | soeka | . | |||
| . | ! | , | dan | …… | "" | |
| . | oléh | ! | beloem, | . ” | , | |
| . | , soeatoe | |||||
| ada | itoe | oléh ,teroes | .; |
Is Ja,kenal dan ia sangat " Na.:,,Apakah jang disoekaïnja pada toean ?" ,,Semoea, Is Pandai berani élok... Na.:,,Adakah ia demikian djoea ?" Is,,Tentoe sekali Tidakkah toean kenal ?" Na.:,,Saja tahoe akan dia, tetapi pernah berdjoempa ia sahabat rapat saudara ajahanda saja Adapoen pertjakapan jang demikian ialah pertjakapan tengah minoem Ismat tidak berapa minoem karena tiap-tiap ditoeangi ditoempahkannja kedalam tempat air jang dibelakangnja dengan tidak dilihat Na'imah Akan Na'imah itoe tiap -tiap pialanja ditoeangi dimi- noemnja seketika djoega seolah -olah orang jang ketagihan apabila telah kosong poela,laloe ditoeangi oléh Ismat, dengan begitoe tidak lama peninglah kepalanja,kemoedian maboek dan hilang'akalnja hingga berkata dengan tidak berfikir lagi dan terbongkarlah sekalian jangada didalam dadanja. Maka kata Ismat : „ Adakah kiranja pertambatan toean dengan Constantinopel ?" Na.:,,Ja, ada! (Ia menjahoet dengan tersenjoem ). Is.:,,Na'imah!Saja lihat toean anakanda orang besar dan berpangkat."
Na.:,,Mengapa toean sangka begitoe ?" Is.,, Saja lihat pada roman dan air moeka toean." Sebenarnja Ismat mengetahoei jang demikian,ialah karena pertambatannja denganKadri Bey sebagaimana jang dinjatakan oléh soerat jang dilihatnja dalam boengkoesan Na'imah tadi. Kata Na'imah :,,Toean pandai'ilmoe firasat." Is.,,Tiadakah saja benar ?"
Na.:,,Ja,benar!Saja djoega pandai'ilmoe firasat, saja
katakan toean seperti saja." Is.:"", Tidak! Firasat toean salah,wahai,saudara jang moelia !"
N.:,,Saja benar,kalau roman dan air moeka menoendjoekkan
bangsa,karena saja lihat roman toean seperti roman poeteri." Ismat tertawa gelak -gelak, seraja berkata :,,Saja sekarang bermegah dengan bangsa jang disangka." Na.:,,Saja kira toean melindoengkan bangsa toean,Hoesna! " Is.,,Tidak!Hanja jang saja katakanitoe benar,karena ajah saja dahoeloe seorang pahlawan (officier) jang kena aniaja dan lari ke Eropah."
Na.: „Djangan goesar saja bertanja, siapa ajahanda toean? Barangkali saja kenal." Is.,, Saja pertjaja bahwa toean tidak kenal,karena nénék- anda saja berasal dari Armenia.Adapoen ajah saja ialah seorang pahlawan jang bernama Hasan Bey Djamal." Na.:,,0,kalau begitoe tiadalah saja kenal.Siapakah jang menganiajanja?" Is.,, Tiada tersemboenji pada toean betapa selidikan dan pemerintahan negeri kita." Na.:,,Mengertilah saja! Wahai,Toehankoe! Bilakah baharoe lepaskita dari pada pemerintah jang aniaja ini?" Kemoedian katanja poela:,, Saja kira toean boléh dipertjajaï,Hoesna !" Maka sahoet Ismat dengan soeka karena maksoednja akan sampai:,, Djanganlah toean takoet,karena saja telah risau dan bentji akan pemerintahan ini, seperti toean djoea." Dalam pada itoe Na'imah telah sadar,bahwa pertjakapan seoempama itoe terlarang,karena itoe berkatalah ia:..Biarlah kita tinggalkan pertjakapan itoe !" Sahoet Ismat : „ Ja,kita tinggalkan karena kita tiada tahoe dimana bersemboenjinja mata -mata gelap,akan tetapi kita "" disini dalam kesentosaan,melainkan kalau toean .. Maka Na'imahpoen tertawa, seraja berkata :,, Melainkanka- lau toean takoet,kalau -kalau saja mata-mata gelap ?" Is.,,Tidak,tidak!Saja pertjajabetoel akan toean,toean mahasoetji dari pada jang demikian,dalam itoe tiadalah perloe
bagi saja selidikan dan perkara negeri, karena saja perempoean jang tidak masoek bilangan orang Toerki lagi,melainkan telah termasoek orang Perantjis." Na.:,,Djangan goesar saja bertanja, apa jang toean perboeat disini ?" Is...Saja beroesaha hendak mengadjar anak-anak pembesar, itoepoen djika dapat.” Na.:,,Mcedah-moedahan telah toean dapat." Is.,, Saja harap lekas dapat; barangkali Kadri Bey maoe menolong saja dalam hal jang demikian. ” Na.:,,Ja,ia boleh menolong toean!Apakah kata toean, djika toean mengadjar anaknja ?" Is.,,Itoe haroes dalam angan -angannja,karena telah di- djandjikannja kepada saja akan memilik hal itoe." Na.:,,Baikbenar;amatlah baik hati Kadri Bey !" Is.,,Itoelah jang menambah soeka saja kepadanja. Tentoe toean akan melihatnja." Na :,,Ja,tentoe." Is.: „Harap saja, soepaja toean ingatkan dia atas perkara saja itoe. " Na.Dengan soekatjita,dan saja akan minta soepaja ia terpaksa memberi toean djawatan.”
Is.,,Terima kasih banjak!Nampaknja toean penoendjoek besar kepadanja." Na.:,,Amat!meskipoenia beloem mengetahoei akan diri saja;ia handai jang rapatoléh saudara ajahanda saja.” Is.,, Saja kira saudara ajahanda toean wakil pemerintah." Na.:,,Dahoeloe wakil pemerintah, tetapi telah dipetjat." Is.,,Betapa boléh terpetjat,Kadri Bey ada menolongnja ? Héran sekali !" Na'imah menggojang kepala sambil minoem dan kedoea matanja terbelalak oléh karena perboeatan arak,maka katanja: ,,Seteroe kami amat banjak dan perkasa,Hoesna!Tetapi insja Allah kami akan lebih perkasa dan banjak poela." Is.,,Saudara ajahanda toean,wakil pemerintah dimana dahoeloe?" Na. Ia dahoeloe memerintah di Salonica." Is.,, Memerintah di Salonica ?" Na.:,,Ja! Tidakkah toean mendengar nama Kamil Pasha ?"
Is.,,Ja, saja ada mendengarnja.” Na.:,,Ialahsaudara ajahanda saja. Ia amat berkoeasa dan perkasa dahoeloe;kemoedian timboel Chalid Bey seorang jang tidak patoet djadi wakil pemerintah, membentjanakannja, maka dengan bentjana dan asoetannja baginda petjatlah akan dia, digantinja dengan si pembentjana itoe."
Is.,, Héran sekali!Betapakah seoempama Chalid Bey itoe boléh menggantikannja?" Na.:,,Betapa fikiran toean tentang pemerintahan jang koe- scet dan béngkok itoe ?" Is.,,Tiadakah koeasa Kamil Pasha membalikkannja dari koersi pemerintahan?" Na'imah berkata dengan panas hati, katanja: „ Kalau kami maoenistjaja kami bangkitkan hoeroe-hara dan roesoeh dalam keradjaan seketika djoea,karena disekeliling saudara ajahanda ada perkoempoelan jang tiada ternilai banjak orangnja. " Is.,,Kalau begitoe mestilah kebenaran poelang ketempatnja. Djika Kadri Bey mengoeraikan bagaimana kedoedoekan Kamil Pasha dan Chalid Bey kebawah doeli baginda, nistjaja dikem- balikannjalah Kamil Pasha kepada djawatannja." Na'imah :,,Baginda tahoe akan kedoeanja "" dengan seterang-terangnja,akan tetapi………………. Hingga itoe terhentilah pertjakapannja,dan matanjapoen pedjam,tiada dapat bertoetoer lagi kerena sangat maboek; maka kata Ismat :,,Toean hendak mengatakan,si pengasoet dan pembentjana itoe laloe asa sadja dalam keradjaan ini ?” Na'imah :,,Tidak djoea begitoe, tetapi doeli baginda amat awas dan mengira,bahwa sekalian orang pengasoet adanja, hingga lepas ia daripada bahaja meréka itoe. Ia djadikan pendjawat, tetapi dibawah pendjagaan mata-matanja.Adapoen saudara ajahanda saja tidaklah maoe mendjawat pangkat balasan tipoe dan asoetan. " Ismat :,, Begitoelah diperboeat oléh orang jang moelia hati! Apakah daja oepaja keradjaan jang tinggi dan koeat,bila didoedoeki oleh pengasoet dan rendah pengetahoeannja, sedang orang pandai-pandainja lemah? ” Na'imah :,, Berlindoeng kepadaAllah;tidaklah sekali-kali kami lemah,karena kebanjakan isi negeri menjebelah kepada kami dan menjembah ajahanda (Kamil Pasha) serta menista si bangsat jang meradjaléla itoe." Ismat :,,Toean tahoe,bahwa pengasoet-pengasoet dan pembentjana itoe, meskipoen sedikit, kerap kali menang dan madjoe perboeatannja, hingga dapat meréka mengalahkan orang baik -baik dan bangsawan -bangsawan, jang banjak mempoenjaï penolong;demikianlah adanja sekarang. Dari itoelah saja
| selaloe | mengeloeh | . | ||
|---|---|---|---|---|
| ! | ! berpoeloeh | - poeloeh | ||
| peroesoeh | ! | kebebasan dengan | , pengasoet panas | seolah-olah |
dan berhati risau " Na'imah : ,,Tiadalah meréka akan menang Demi Allah,tidak, tidak Bila dilihat baginda kelak riboe berbangkit melawan keradjaan baharoelah ia tahoe, bahwa keradjaan dan akan hilang dan lenjap " Na'imah bertjakap keras dan ia
seorang panglima jang hendak menjerboe moesoehnja atau mengojaknja. Maka kata Ismat sambil menggeramkan dan memanaskan hatinja:,,Benarlah,toean! Karena djika baginda diantara doea bahaja tentoedipilihnja jang lebih ringan dan ketjil." Na'imah :,,Ia tentoe tahoe,bahwa hoeroe -hara di Salonica. mesti merajap keseloeroeh Macedonia." Ismat :,,Ja,mesti ia tahoe! Ketika itoe tahoelah ia akan kebebasan dan kekoeasaan Kamil Pasha." Arak telah membongkar segala jangada didalam dada Na- ‘imah,maka katanja: „Baginda mesti meminta pertolongan kepadanja akan memadamkan hoeroe-hara itoe,ketika itoe baharoelah' Abdoe'lhamid memboeat apa-apa jang diperintahkan oleh saudara ajahanda saja." Ketika itoe Na'imah bertjakap semakin keras dan njaring, hingga Ismat takoet kalau -kalau terdengar keloear. Toeak telah meloepakannja bahwa ia di Constantinopel, negeri jang tidak haroes didjadikan tempat bertjakap -tjakap tentang selidikan. Maka kata Ismat :,, Alangkah baiknja,kalau Kadri Bey menjembahkan perkara itoe kebawah doeli baginda, soepaja ia mengerti akan kesempitan dan kepajahannja dan boléh ia memperbaikinja sebeloem djatoeh dan roentoeh." Na'imah : „ Tidak,tidak! Ia tiada mengerti akan jang demikian selagi beloem didengarnja,bahwa Salonica telah siap dan kemas,karena ia pertjaja akan dirinja boléh memadamkan roesoeh dengan bala tenteranja jang disana.Djikasatoe bala tentera sadja di Salonica,maka pendoedoeknja dan djadjah- annja dapat mengadakan sepoeloeh bala tentera jang tjoekoep lengkap dengan sendjatanja,dan sekaliannja telah bersoempah dengan nama saudara ajahanda saja." Ismat :,,Kalau demikian adanja,mestilah Kamil Pasha akan menang." ,,Pertjakapan "" Na'imah : ini dalam rahasia ... Tatkala itoe oendoer mara ia sebentar,kemoedian katanja: ,,Pertjajakah saja akan toean?" Ismat :,, Héran sekali!Betapakah maka toean menjangka begitoe ? Adakah toean mengira saja tipis‘akal, hingga hilang kepertjajaan toean akan saja ?" Na'imah :,,Tidak!Sesoenggoehnja saja pertjaja,bahwa toean sempoerna‘akal,dan toean menjebelah kepihak perkoempoelan kami, djika benar toean soeka kepada Kadri Bey." Ismat :,,Ja,tentoe!Apa kata toean tadi ?" Na'imah : „Saja loepa; apakah kata saja tahadi ?" Maka dilihat Ismat temannja telah sangat maboek, hingga takoet ia kalau -kalau tiada dapat berkata -kata lagi,karena itoe segeralah dioelangnja pertjakapan temannja, katanja: „ Toean
katakan tadi,bahwa saudara ajahanda toean akan membangkitkan roesoeh dan hoeroe -hara di Salonica !" Na'imah : „ Ja, tetapi ia menanti perintah Kadri Bey pada masa jang berkenaan." Ismat :,,Itoelah fikiran jang benar ! Adakah Kadri Bey menjoeroeh bangkitkan sekarang ini ?" Na'imah :,,Itoelah jang hendak saja ketahoei. ” Ismat :,, Kalau begitoe tentoe toean akan melawatinja.” Na'imah :,,Ja,malam ini." Ismat :,,Baik sekali!Bagoes benar !" Tetapi Ismat berkata dalam hatinja:,,Tiadalah akan engkau lihat,hai doengoe,akan Kadri Bey malam ini,kemoedian katanja: „Pertjajakahtoean akan dia ?” Na'imah : „Siapakah lagi jang akan saja pertjajaï lain dari padanja ?" Ismat :,, Bagaimana ia akan mengetahoei toean,Na'imah?"
Na'imah :,,Soerat jang......
Na'imah tiada koeasa lagi meneroeskan pertjakapannja,karena telah sangat maboek dan mengantoek;maka digoentjang- lah ia oléh Ismat sambil berkata :,,Na'mah! Na'imah! Toean mengantoekkah ?"
Sahoetnja: „ Ja,sa …………….ja…………….me.......
ri......sa...... ja...... le...... mah. "
Kata Ismat dalam hatinja:,,Kalau ia moentah tentoe ia akan sadar dan tiada lalai lagi serta ingat akan dirinja,karena itoe baiklah saja angkat keatas randjangnja, soepaja disangka- nja bahwa ia tidoer seperti biasa." Ketika itoe diangkatnjalah Na'imah dan dibaringkannja di- ataskatilnja dan ditjaboetnja kedoea sepatoenja dan diseli- moetinja baik -baik,laloe tertidoer seperti bangkai hingga djaga pada keésokan harinja. Setelah itoe Ismatpoen memboeka boengkoesan Na'imah dengan pantas dan perlahan -lahan mengambil soerat jang ter- 'alamat kepada Kadri Bey; kemoedian iapoen menoléh kian kemari mentjahari pakaian Na'imah;setelah tampak oléhnja laloe diambilnja. Kemoedian diketjilkannjalah lampoe hingga ta' oebah roepanja seperti seboeah bintang dilangit pada malam jang gelap goelita. Soedah itoe iapoen keloear dan dikoentjinja pintoe dari loear;maka masoeklah ia kedalam biliknja bersalin pakaian dengan pakaian Na'imah. Ketika itoe hari telah léwat poekoel satoe tengah malam. Setelah siaplah semoeanja,keloearlah ia,kemana toedjoeannja akan pembatja ketahoei kelak pada bahagian jang akan datang.
XV.
Kira -kira poekoel 1,30′ léwat tengah malam,adalah orang mengetoek pintoe perempoean diroemah Kadri Bey. Maka keloearlah seorang hitam memboekanja, jaïtoe pendjaga pintoe itoe;ketika itoe masoeklah seorang perempoean jang berpakaian tjara Toerki hendak menghadap Kadri Bey. Tentoelah pembatja tahoe,bahwa perempoean itoe ialah Ismat kekasih Nizami. Katapenoenggoe pintoe: „Saja tidak berani menjampaikan toean kepada Kadri Bey,karena sekarang telah léwat tengah malam." Sahoet Ismat :,,Meski bagaimanapoen djoea pajahnja,mestilah saja mendjoempaïnja,karena amat perloe." Pendjaga: „Saja tiada tahoe bagaimana akan menjampaikan permintaan toean kepadanja,karena saja mendjaga pintoe perempoean disini,dan tiada boléh sampai kebiliknja, djika saja tidak laloe dari bilikperempoean;itoe tiada haroes bagi saja." Ismat:,,Akoe tahoe demikian;ketoeklah pintoe perempoean dan katakan kepada meréka, saja terpaksa mendjoempaï Kadri Bey tengah malam ini." Pendjaga: „Mengapa tidak toean ketoek pintoe lain ?" Ismat :,,Tidakkah engkau lihat akoe perempoean ? Dan ia tidak boléh masoek dari pintoe laki-laki ?" Pendjaga:,, Saja tidak berani mengetoek pintoe perempoean!" Kata Ismat :,,Saja berani." Ketika itoe Ismatpoen maralah kepintoc,laloe diketoeknja. pintoe itoe dengan perlahan -lahan;maka pendjaga itoe melarang akan dia, tetapi tidak diindahkannja,ketika itoe terdengarlah soeara dajang dari dalam, katanja: „ Ada apa,Ahmad Agha ?” Kata Ismat :,,Boekalah pintoe, soepaja saja katakan. " Maka amatlah héran dajang itoe mendengar soeara perempoean laroet tengah malam itoe,karena sepandjang pengetahoeannja seorangpoen ta' ada disitoe,lain dari pada pendjaga pintoe itoe. Maka katanja: „Siapa toean?" Ismat :,, Saja hendak menghadap Kadri Bey sekarang ini, sampaikanlah kepadanja. " Dajang :,,Katakanlah dahoeloe siapa toean ?" Ismat :,,Tidak perloe kakak mengetahoei nama saja;katakanlah sadja kehendak saja kepadaKadri Bey." Dajang:,, Saja tidak koeasa menjampaikannja,karena sekarang telah hampir dinihari." Ismat :,,Boekalah pintoe soepaja saja katakan. " Dajang :,,Dimana Ahmad Agha ?" Ismat :,,Disini! Ahmad Agha,mari!" Ahmad Agha mara kemoeka, seraja berkata : „,Sajadisini!" Intipan masa Soeltan Abdoe'lhamid.
Ketika itoe dajang itoepoen memboeka pintoe dan Ismat masoek dengan segera, hingga terpaksa dajang itoe menoe- toepkan pintoe itoe kembali dan memegang akan Ismat,serta bertanja : „ Hendak kemana ?"
| : | ||
|---|---|---|
| ,, Soedah | , | |
| . ” baoe | moeloet | |
| , | : ,,Nampaknja | |
| , | !, | : „ |
Ismat : saja katakan bahwa saja mesti bertemoe dengan Kadri Bey sekarang ini Tatkala itoe tertjioemlah arak dari Ismat oléh dajang itoe karena itoe maka katanja toean maboek kembalilah dari sini " Maka Ismatpoen marah seraja berkata Boekanlah djawatan kakak mengataï saja,kakak disini ialah pelajan jang mesti mendjoendjoeng perintah,karena itoe hendaklah kakak katakan kepadaKadri Bey,kalau tidak nistjaja kakak binasa kelak."
| dajang | djalan | ||
|---|---|---|---|
| ésok | itoepoen | : ,,, | ada itoe |
| ,,Tiada | , |
Maka itoepoen takoet, katanja:,,Tiadalah ada bagi saja sekarang akan mengoendjoenginja karena baiklah datang sadja." Ismat : mengerti saja akan jang demikian bangoen- kanlah isterinja." Dajang :,,Ah,tiadalah saja berani!" Telah pembatja ketahoei apa -apa jang berlakoe diantara
| pada | Setelah | ||
|---|---|---|---|
| itoe | . | ||
| toetoepan | , | ||
| dan | soesah | dan piloe |
Kadri Bey dengan Sadik Nizami malam itoe. Nizami dikoeroeng dalam kembalilah Kadri Bey keroemahnja dengan doekatjita rawan jang amat sangat, hingga tiada dapat ia hendak memedjamkan matanja,melainkan tinggallah ia dalam biliknja bergelap -gelap,
| djalan | berbaring | |||
|---|---|---|---|---|
| doedoek | ,. | - sitoe. | perempoean | itoe, |
| ; | ||||
| kesebelah | itoe, ,, : ,, | perempoean toean.. | : „, | ? |
| „,, | malam | , perloe, |
sekali sekali berdjalan dan kemoedian dengan gelisah Demikianlah halnja hingga terdengar oléhnja pertengkaran jang perlahan -lahan dibilik karena biliknja dekat dari Maka iapoen mendjengoek serta dilihatnja Ismat bertengkar dengan dajang maka iapoen maralah seraja bertanja Siapa ini " Sahoet dajang : Seorang datang kemari dengan kasar hendak menghadap " Kadri Bey Marilah ia kemari " Ketika itoe Ismatpoen maralah kepadanja serta berbisik katanja : Saja datang dari Salonica ini djoea berdjoempa dengan toean.'""
Kata Kadri Bey:,,Ikoetlah saja!" Maka Ismatpoen mengikoetnja hingga kekamar toelisnja, laloe masoek. Maka Kadri Beypoen melaboehkan semoea tirai
| masoek. | semoea | ||
|---|---|---|---|
| . | itoe doedoeklah | doedoeklah ' | . |
djendéla dan memasang lampoe jang apinja tiada kelihatan dari loear Setelah ia dimoeka médja toelisnja dan Ismatpoen disisinja,sekira -kira moekanja jang bertoedoeng itoe tidak kan kena tjahaja lampoe Maka katanja
kepadaKadri Bey dengan bahasa Toerki: „Saja inilah Na'imah anak saudara kandoeng Kamil Pasha." Kadri Bey :,,Saja amat soeka atas kedatangan toean,hai Na'imah!" Pembatja masih ingat,bahwa Ismat keloear setelah mengambil soerat dari dalam kotak Na'imah dan memakai pakaiannja; pembatja ingat poela,bahwa ia dahoeloe telah berdjoempa dan bertjakap denganKadri Bey tentang perkara Nizami.
Kadri Bey tiada kenal lagi akan dia ialah karena : ( 1) Dahoeloe ia lihat Ismat berpakaian tjara orang poetih dan pada masa itoe tjara perempoean Toerki;maka dengan demikian tiadalah ia dapat mengenalnja,sebab roepanja amat berlainan. ( 2) Pelita tidak terang benar dan moekanja bertoedoeng.
(3) Dahoeloe bertjakap dengan bahasa Perantjis dan ketika itoe dengan tjakap Toerki; boenji soeara ketika bertjakap dengan kedoea bahasa itoe amat berlainan,karena itoe tiadalah djoega dapat ia mengenalnja dengan mendengarkan soearanja itoe. (4)Katanja ia datang dari Salonica dan anak saudara Kamil Pasha,dan dahoeloe ia dari Paris; tentoe sadja tiada terlintas dalam hati Kadri Bey,bahwa iaperempoean jang seorang itoe djoea. (5) Iasedang soesah,hati dan fikirannja tidak senang.Ringkasnja banjaklah djalan jang menjebabkan Kadri Bey tidak dapat mengenalnja. Maka kata Ismat :,,Tentoe kiranja toean mengehendaki keterangan.
K.:,,Kalauada,bertambahlah pertjaja saja." Is.,,Inilah soerat dari pada saudara ajahanda." Maka diambillah oléh Kadri Bey laloe dibatjanja. Setelah
itoe diamlah ia tiada berkata -kata sedjoeroes lamanja,karena terlintas dalam hatinja perkara anaknja Sadik Nizami. Semalam itoe ia memikirkan daja oepaja mana jang akan dapat melepaskannja. Maka katanja didalam hatinja:,,Inilah soeatoe djalan jang baik akan goena melepaskan Nizami dengan tiada menempoehkan dirinja kepada kebinasaan." Pada fikirannja,bahwa perkara jang dibawa Na'imah itoe ialah peretas djalan akan melepaskan anaknja Nizami. Ia terme- noengberfikir dan Na'imah atau Ismatpoen menanti apa jang akan dikatakannja,karena itoe tiadalah ia berkata -kata sebe-
| loem | oléh | .,,Tahoekah | toean | ,ada | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| itoe, | pembantoe | ?. | ||||
| . ,, | seoempama | moesoeh | ||||
| maoe, | . | pada, | ||||
| . |
loem ditanja oléh Kadri Bey.,,Tahoekah toean,ada atau tiadanja Chalid Bey mempoenjaï jang besar dan banjak" tanja Kadri Bey sambil mengangkatkan kepalanja
Is Pembantoenja hanja jang saudara ajahanda dan pengikoet meréka itoe "
K.:,,Sajaadakah pembantoenja dari pihak isi
negeri ? Terangkanlah dengan sebenar-benarnja soepaja djangan kita teperdaja "
Is.:Tentoe ada padanja pembantoe, tetapi amat sedikit djika dibandingkan dengan pembantoe saudara ajahanda saja."
K.:,,Baiksekali! Dahoeloe sajafikir ta' ada Chalid Bey ber-
pembantoe." Is.:,,O,tidak! Ia ada berpembantoe, tetapi kebanjakan pen- doedoek negeri jang memihak kepada saudara ajahanda. Adapoen jang disebelah Chalid Bey ialah pembesar-pembesarjang dihampirnja, sedang saudara ajahanda ta' hendak mendekati meréka itoe."
K.:,,Tentoetoean tahoe akan apa jang terseboet dalam
soerat ini. " Pembatja ma'loem,boekan,bahwa Ismat itoe amatlah hémat dan tjermat atas segala perkataannja dan dengan seboléh- boléhnia ditoendjoekkannja,bahasa iamengetahoei akan isi soerat itoe,meski tiada diboeka dan dibatjanja sekalipoen,soepaja djangan datang wasangka Kadri Bey kepadanja;karena itoe maka katanja : „ Ja, saja tahoe, tetapi soerat itoe tiada saja batia, barangkali ada didalamnja perkara jang tiada saja ketahoei."
Kadri Bey :„,,Apakah jang toean ketahoei ?" Ismat:,,Saja tahoe bahwa saudara ajahanda sedia akan memerintahkan orangnja memboeat roesoeh hingga tiada ter-padamkan oléh Chalid Bey."
K.:,,Bilaia hendak berboeat demikian ?" Is.,, Sekarang djoea,kalau toean maoe !" Kadri Bey berfikir sebentar kemoedian bertanja, katanja:
,,Djika telah bangkit hoeroe-hara, dapatkah ia memadamkannja?" Is.:,,Toean tahoe,bahwa sekalian meréka mendjoendjoeng perintahnja."
K.:,,Saja beringin hendak mengetahoei adakah koeasa ia
memadamkan hoeroe -hara itoe, apabila telah melarat kesana kemari ?" Is.: „Saja tiada mengerti, mengapa mesti begitoe,hai Kadri Bey ?"
K.:,,Tentoe sekali toean tiada mengerti.Saja takoet ia tidak
dapat memadamkan,bila bangkit roesoeh diantara Makedonia. " Is.:,,Mengapa poela hendak kita padamkan lagi,kalau hoeroe-hara itoe kehendak dan toedjoean kita ?"
K.:,,Hoeroe-hara itoe kehendak kita hanja oentoek semen-
tara sadja!Saja tiadamaoe kita memikoel keberatan hoeroe-hara itoe dan tiada koeasa akan memadamkannja." Is.:,,Keberatan itoe terpikoel oléh saudara ajahanda saja sendiri." Maka Kadri Beypoen tertawa menoendjoekkan tiada mengin-
| , | : ,, Adakah | toean | ||
|---|---|---|---|---|
| .. ,, | ada soeatoe begitoe toean, | ', ' | . | , toean |
dahkan perkataan temannja itoe,maka katanja menjangka bahwa saja tiada akan ditimpa bahaja itoe ?" Is,,Apakah djadinja ?"
K.:,,Telah saja katakan toean ta kan mengerti hingga
Kamil Pashapoen djoea tiada mengerti karena dalam angan-angan saja jang mesti kita toeroet " Is Kalau kami tiada mengerti akan djalan dan kehendak apalagi djika tiada bersetoedjoe haloean dengan haloean saudara ajahanda saja."
K.:,,Roendingan jang telah kami persetoedjoekan tidak ber-
goena lagi,karena roendingan saja jang sekarang ini lebih baik dari pada itoe." Is.:,,Baikbenar!Bagaimana kehendak toean baiklah toean oeraikan kepada saudara ajahanda saja;dan menoeroet tilikan dan kehendak toean atas semoea gerakan dan perboeatan."
K.: „ Perkara jang mesti saja ketahoei jaïtoe perkara me-
madamkan roesoeh,koeasa atau tidak, hingga bagaimanapoen besarnja." Pembatja ingat,bahwa Ismat banjak mendapat keterangan dari Na'imah jang telah maboek itoe,sebab itoe senanglah ia menjahoeti sekalian pertanjaan Kadri Bey,seolah -olah ia Na- 'imah betoel. Maka katanja:,,Saja kira tentoe toeanpertjaja akan kekoeasaan ajahanda (Kamil Pasha) atas orang -orangnja, karena djika ia katakan berdiri,berdirilah meréka itoe dan djika disoeroehnja doedoek,doedoeklah meréka dengan tiada bertanjakan sebab karenanja lagi. ”
K.:,,Tetapi djika orang lain berbangkit bersama -sma orang
jang dibawah perintahnja dilakoekannja"
| apakah | jang dapat | |
|---|---|---|
| , | ? | |
| 1) | ||
| , poela | ; | |
| ! | • |
Is.,,Menoeroet alasan filsafat ( dan mantik ( 2)apabila diam pokok atau kepala diam tjawangnja atau ékornja demikian poela roesoch itoe Orang jang kemoedian dan mengikoet dalam hoeroe-hara tiada boléh berboeat sekehendak hatinja,kalau pembangkitnja telah diam dan berhenti,tambahan poela kekoeasaan saudara ajahanda itoe ada pada seloeroeh dan diloear djadjahan sebagaimana toean tahoe."
K.:,,Sajatiada berkenan ia bergerak dan berbangkit, djika
ia tiada pertjaja benar akan dirinja,bahwa ia koeasa akan memperboeat demikian !" Ismat.:,,Tentoe! Boléh toeanisjaratkan itoe kepadanja!"
K.:,,Baik! Kemoedian dari pada roesoeh itoe berbangkit,
hendaklah ia nanti warta dari pada saja atau dari pada soe-
| soe- | ||
|---|---|---|
| seboléh | -boléhnja |
roehan saja,dan hendaklah ia bangkitkan
1). philosofie.
2). logica =redeneerkunde.
roesoeh itoe sampai orang -orangnja enggan melakoekannja lagi. " Ismat :,,Ia boléh berboeat begitoe. Toean maoe ia mengadakan roesoeh sekarang djoeakah ?"
K.:,,Tidakada salahnja djika dimoelaïnja sekarang
dengan berangsoer-angsoer, soepaja berhasil maksoed kita dengan tiada berlelah pajah!" Ismat:,, Bagoes benar !"
K.:,,Kalau begitoe hendaklah ia mengerti dan ingat,
bahwa tiap-tiap perintah jang datang kepadanja,sia -sia adanja djika tiada dari pada tangan saja sendiri." Ismat :,, Tentoe,akan tetapi boléhkah keloear perintah lain dari pada perintah toean?"
K.:,,Boléh djadi keloear perintah dengan tiada setahoe saja
." Ismat :,, Kalau begitoe tentoe sadja tiada didjalankannja."
K.: „ Ja,tentoe tidak."
Maka kata Ismat dengan poera-poera tiada mengerti: „Betapa ia boleh mengetahoei perintah itoe datang dari pada toean atau tidaknja?"
K.:,,Nampaknja toean tidak memperhatikan tjakap saja." Ismat :,, Apa kehendak toean ?"
K.:,,Sajatidak mengatakan perintah terbit dari pada saja,
melainkan saja katakan dari pada tangan saja.” Ismat : ,,Kalau begitoe betapa ia boleh tahoe,bahwa dari pada tangan toean atau dari pada tangan orang lain datangnja ?"
K.:,,Perintah ta''kan keloear dari pada tangan orang lain." Maka Ismatpoen memboeat-boeat bodoh dan tiada tahoe,
soepaja terpaksa Kadri Bey menoeliskan sekalian jang dimintanja sampaikan kepada Kamil Pasha tentang perkara roesoeh itoe, soepaja djatoeh Kadri Bey kedalam perangkapnja. Maka ' katanja: „ Kalau begitoe moedah sekali, jaïtoe djika datang perintah kepadanja,tahoelah ia,bahwa perintah itoe dari pada toean."
K.: „ Ah,héran benar!Begitoekah toean sampaikan kepa-
danja ésok ?" Ismat :,,Ampoenilah!Saja tiada mengerti lain dari pada koelit pertjakapan toean itoe, woedjoednja kelamlah bagi saja.”
K.:,,Tiadakah haroes perintah datang teroes kepada saudara
ajahanda toean?" Ismat mengerti akan maksoednja, tetapi poera-poera tiada mengerti,maka katanja: „ Dari siapa?"
K.:,,Ah!Pertanjaan apaini ?" Ismat memboeat-boeat bingoeng dan diam. Maka kata Kadri Bey: ,,Tidakkah akan keloear perintah dari
pemerintah agoeng?" Ismat : „ Ja, ja, mengertilah saja sekarang !"
K.:,,Tinggal seperkara lagi." Is ia ?"
| .,, Apakah | "" | |||
|---|---|---|---|---|
| . ' | ||||
| .,, Saja | perloe | toean | , | |
| : „ | .. | tahoe | toean |
K.:,,Boléh djadi saja sendiri pergi kesana Is fikir tidak pergi sendiri karena apa
jang boléh toean perboeat bersama saudara ajahanda,koeasalah ia sendiri melakoekannja"
K.:,,Begitoelah jang saja kehendaki dantjitaï." Ismat Tiada mengapa Saja tiada tahoe bahwa demikian
kehendak toean,karena itoe saja héran dan bingoeng."
K.:,,Tentoe sadja toean tiada,karena tidak tahoe
akan garis kehendak saja dengan seterang -terangnja." Is.:,,Kalau begitoe saja patoet tiada mengerti.Saja takoet saudara ajahanda saja tiada mengerti poela dan salah pengertian hingga terhéla kita kedalam bahaja. " Kadri Bey:,,Itoelah jang saja takoetkan. " Is.,, Kalau toean maoe mengoeraikan garis kehendak toean, tiadalah kita akan menaroeh takoet soeatoepoen lagi. "
K.: „ Tiadalah perloe mengoeraikan kehendak saja itoe ke-
padanja.Tjoekoep ia ketahoei tiga perkara. ( 1) Hendaklah ia koeasa memadamkan roesoeh,bila melarat dan mendjalar kesana kemari atau bila kita kehendaki. ( 2) Djangan ia tahan dorong peroesoeh-peroesoeh, djika ia tiada menerima perintah dari tangan saja atau dari pada oetoesan saja. ( 3)Saja mesti pergi kesana,dan djangan dipadamkannja hoeroe-hara sebeloem saja tiba,meski ia telah menerima seriboe perintah sekalipoen. "
Ismat :,, Walaupoen perintah dari tangan toean ?"
K.:,,Dalam waktoe jang demikian sekali -kali tiadalah akan
datang perintah dari tangan saja, tetapi datang teroes.' Ismat :,,Kalau perintah datang teroes artinja toean akan datang ?" Maka Kadri Beypoen mengeloeh, seraja berkata :,,Nampaknja toean berfilsafat lebih dari pada mestinja.Djika saudara ajahanda toean memadakan filsafat toean sadja, nistjaja akan terperosoklah kita kedalam lembah tjelaka perboeatan kita sendiri."
Ismat :,,Telah saja tjaboet kepertjajaan saja dari diri saja, · hai Kadri Bey."
K.:,,Djangan goesar! Toean tahoe bahwa perkara ini amat
besar,tiada boléh dipermoedah atau salah pengertian. " Ismat :,,Benarlah kata toean itoe. Kalau toean toeliskan barang apa kehendak toean itoe nistjaja ia mengerti betoel."
K.:,,Tiadakoeasakah toean menerangkan dengan moeloet
sadja kepadanja ?” Ismat :,, Apa salahnja, djikatoean boeat sadja sepoetjoek
soerat kepadanja. Toelisan itoe menerangkan dengan njata dan mendjaoehkan salah pengertian jang kita takoeti itoe. "
K.:,,Hendaklah toean sampaikan kepadanja tiga perkara
jang telah saja katakan tadi. " Ismat :,,Jang toean katakan tadi boekanlah keterangan garis kehendak toean,karena itoe saja takoet kalau -kalau saudara ajahanda saja tiada pertjaja akan perkataan saja,istiméwa poela garis baharoe jang tiada dimoepakatkan dari dahoeloe, dan kalau ia tiada pertjaja, tinggallah kita ditempat kita dan tjoema -tjoema saja kemari,karena ia seperti toean poela,takoet akan salah pengertian; djadi pada tilikan saja teroetamalah kiranjatoean oeraikan kepadanja dengan soerat sekalian perkara dan toedjoean toean itoe. Bila dilihatnja,tentoe sadja ia berkenan dan setoedjoe,tentoe toean sepakat dan sekata. "
K.:,,Mémang!Sekiranja tiada, nistjaja saja tiada maoe ber-
sekoetoe dalam perkara jang amat besar ini." Is.,,Kalau begitoe tiadalah jang melarang toean menoelis- kannja,entah kalau -kalau toean tiada pertjaja akan dia,ta' tahoelah saja."
K.:,,Mahasoetji dari pada jang demikian !" Is.,,Kalau begitoe baiklah toean boeat soerat." Maka Kadri Beypoen berfikir sebentar,kemoedian katanja:
„ Baiklah, saja toelis. Bila toean maoepoelang?" Is.: „ Esok pagi saja berangkat ke Salonica. "
K.:,,Bagoes! Dimana toean bermalam ?" Is.,,Saja tinggal diroemah makan Salonica."
K.:,,Tidakkahtoean takoet akan pengintip dan mata -mata
gelap disana ?" Is.: „ Tidak,karena saja telah mendjaga sekalian perkara, apalagi saja tiba petang ini."
K.:,,Kalau begitoe biarlah saja menoelis sebentar. " Is.,, Silakanlah !" Maka. Kadri Beypoen menoelislah sedang Ismat menéngok
dengan kedoea matanja dan membatja toelisan itoe. Setelah selesai dan dilipatnja diberikannjalah kepada Ismat, seraja berkata :,, Bagaimana toean poelang sekarang ?" Is.:,,Dengan keréta koeda."
K.:,,Saja takoet kalau-kalau orang salah tampa akan toean." Is.,,Tidak,karena keréta tiada menanti saja dimoeka pintoe
melainkan berdjalan-djalan kian kemari dan tiap -tiap lima enam menit laloelah ia disini." Kata Kadri Bey:,, Bagoes benar! Tahoekah toean,bahwa njawa saja dalam tangan toean?" Is.,,Darah dandjiwa saja didalamnja djoea." Maka Kadri Beypoen tertawa, seraja berkata :,, Saja soeka-
tjita akan keberanian toean, diharap Allah memeliharakan toean." Is.:,,Allah menolong dan memelihara akan toean,hai penolong jang benar !" Ketika itoe berbangkitlah ia hendak poelang, seraja berkata : ,,Ah, saja amat dahaga,boléhkah kiranja saja mohon setegoek air ?" Kata Kadri Bey: „O, boléh benar,nantilah sekedjap saja mengambilnja ." Setelah itoe iapoen keloear mengambil air dan tatkala ia telah terlindoeng, Ismatpoen segera mengambil soerat jang dibawanja dari Kamil Pasha oentoek Kadri Bey jang terletak diatas médja itoe,dan seketika itoe djoea disimpannjalah dalam badjoenja.Dengan begitoe dapatlah ia mengambil soerat itoe dan balasannja dari Kadri Bey, kemoedian berdirilah ia dimoeka pintoe menanti Kadri Bey membawa air.Setelah datang diminoemnjalah hingga hampir habis,kemoedian Kadri Beypoen berdjalan mengantarnja sampai kemoeka pintoe perempoean. Maka pendjagapoen segera memboeka pintoe dan keloearlah Ismat dengan perlahan -lahan.Adapoen Kadri Bey tinggallah dibalik pintoe;setelah didengarnja boenji keréta Ismat berdjalan,baharoe ia masoek. Adapoen Ismat kembalilah keroemah makan Inggeris tempat iamenoempang itoe dan masoeklah ia kebiliknja bersalin pakaian. Kemoedian maka diboekanja pintoe bilik Na'imah dan diletakkannja pakaian perempoean itoe pada tempatnja ber-moela. Na'imah ketika itoe sedang tidoer lelap. Pagi-pagi sebeloem Na'imah bangoen, Ismatpoen keloearlah laloe pindah keroemah makan jang lain. Adapoen akan Na'imah, apabila ia sadar dan didapatinja. soerat telah hilang dan temannja tiada lagi disitoe,timboellah takoetnja akan kena bahaja,laloe kembali dengan tiada mendjoempaï Kadri Bey, dan tahoelah ia,bahwa ia teperdaja dan akan mendapat moerka. Ketika itoe baharoelah ia men- tjertja dirinja dan arak,karena minoeman itoelah jang menjebabkan sia-sia pekerdjaannja.
XVI.
pada malamnja dike-
| Sebeloem | poekoel | sepoeloeh | keésokan | , |
|---|---|---|---|---|
| seboeah oleh beberapa | doedoek | laloe,, sedang | ||
| itoe ada | poela doea | . |
loearkanlah Sadik Nizami dari dalam toetoepannja dibawa dengan keréta ketempat jang tiada diketahoeinja di- iringkan orang tentera jang berkoeda disebelah kanannja Kadri Bey dan dikiri kanan keréta orang tentera pengawal berkoeda
Nizami tidak tahoe kemana ia dibawa. Teroes keliang lahad atau kependjara gelap dan aniaja. Tengah perarakan itoe berdjalan,maka laloelah seboeah keréta jang lain, hampir melanggar keréta Nizami;ketika itoe terdengarlah oléh Nizami dan Kadri Bey soeara perempoean jang didalam keréta itoe berkata kepada temannja dengan bahasa Perantjis,demikian artinja :,,Soedah saja katakan, djangan toean berkata apa-apa;sebab itoe djanganlah sekali -kali toean menerangkan soeatoepoen!" Perkataan itoe seolah-olah samboengan tjakap jang telah laloe, tetapi terdengar dengan terang, sedanglain dari pada itoe tidak kedengaran lagi. Bahasa Perantjis seperti bahasa kita :tjakap kepada perempoean dan laki-laki sama sadja,karena itoe katanja (Djanganlah sekali -kali toean menerangkan soeatoepoen) itoe, kepada Nizamilah woedjoednja, ja'ni akan mengadjari dan mengingat- kannja. Adapoen Nizami merasa,bahwa ia telah mendengar soeara jang berkata itoe kerap kali dan amat disoekaïnja, tetapi tiadalah terlintas dihatinja, orang jang empoenja soeara itoe ada di Constantinopel,karena itoe tiadalah diindahkannja. Kadri Bey ingat dan kenal akan soeara itoe, ja'ni soeara perempoean Perantjis(Ismat)jang datang keroemahnja mentjeritakan peri hal -ihwalnja dengan boenda Nizami dan kesoe-
| mengabarkan | perkara | jang | tiada | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| , | oedjoed | perempoean | ||||
| pada | , | . | ||||
| ; | ||||||
| ada | ||||||
| hoekoeman | , | |||||
| : oléh | ,, Hendaklah | atas semoea | ||||
| , | : „, | , |
dahannja diketahoeinja, karena itoe tahoelah ia,bahwa oedjoed perempoean itoe berkata demikian ialah akan memberi ingat Nizami karena bersangkal itoe boléh melepaskannja dari hoekoem jang berat Sebenarnja tiada salah sangka Kadri Bey itoe,karena jang berkata itoe benarlah Ismat adanjaia memberiingat kekasihnja. Kadri Beypoen djoea ingat hendak melepaskan atau meringankan anaknja karena itoe dibisiknjalahNi- zami, katanja engkau bersangkal perkara !" Maka Nizami dikoetoeki dan dinistanjalah Kadri Bey itoe, seraja berkata dalam hatinja Saja tidak mengerti akan perkataan si doerdjana ini perkataannja itoe terbalik karena sekarang ia menghéla saja kepada kebinasaan dan bahaja ." Sjahdan tiada lama antaranja tibalah perarakan itoe ditempat jang ditoedjoei dan berhentilah dimoeka pintoe gerbang; maka Kadri Beypoen toeroen dari atas keréta laloe menjoe- roehkan Nizami mengikoet dia dan masoeklah kedoeanja melaloei pintoe gerbang itoe; dihadapannja adalah beberapa orang serdadoe,demikian poela dikiri kanannja dan dibelakanguja, semoeanja memegang senapang jang berlembing pada oedjoengnja; lembing itoe dipersilang -selikan meréka diatas kepalanja.
Begitoelah Nizami berdjalan ditengah -tengah tentera dan tiap-tiap selangkah ia melangkahkan kakinja berkatalah ia didalam hatinja:,,Israil semakin hampir menghélakan saja kelaoet api !" Berdjalanlah kedoeanja masoek kepintoe besar, hingga sampai kekeraton;maka naiklah kedoeanja kekeraton itoe laloe masoek kedalam soeatoe bilik besar jang amat permai dan élok, beroekirkan pelbagai oekiran dan gambar, berhamparkan permadani jang indah dan mahal harganja. Setelah itoe maralah kedoeanja kepada soeatoe tangga,maka didapatinja disisi tiap-tiap anak tangga itoe berdiri doea orang serdadoe pengawal memegang pedang bertjaboet. Setelah naik dan sampai ketingkat jangkedoea,masoeklah kedoeanja keroeangan jang terbesar dan terlebih élok dan bagoes dari pada bilik -bilik jang lain; dilihatnja poela dalam roeangan itoe ada sekoempoelan tentera berdiri dan beratoer seperti tempat doedoekjang boendar dimoeka pintoe. Maka Kadri Beypoen masoek kedalamnja bersama -sama Nizami. Setelah masoek maka didapatinja ditengah-tengah roeangan itoe seboeah lemari pakaian. Beserta kedoeanja masoek poela doea orang tentera memegang pedang terhoenoes. Setelah meréka didalam roeangan itoe,maka kedoea tentera itoepoen menjoeroeh Nizami memboeka pakaiannja; moela-moela Nizami enggan, tetapi karena disoeroeh oléh meréka itoe dengan keras, terpaksalahia menoeroet. Seorang dari pada tentera itoe memboeka lemari itoe serta mengambil sepersalin pakaian jang bersoelam, jangbeloem pernah dilihat oléh anak moeda itoe,dan disoeroehnja pakai, laloe dipakainja; demikian poela dipakainja songkok jang bersoelam. Setelah itoe meréka itoepoen keloear dari sitoe menoedjoe pintoe bilik lain. Sebeloem tiba dipintoe itoe maka pengawal menjoeroeh Nizami merapatkan kedoea tangannja kedadanja dan mengangkat serta menghadapkan kedoea tapak tangannja kemoeka,selakoe orang menjembah,dan disoeroehnja perboeat demikian hingga keloear kelak, djika ia oebahnistjaja dipan- tjoeng léhérnja seketika itoe djoea. Nizami amat bingoeng dan héran akan perintah jang amat gandjil itoe dan tiadalah ia tahoe akan dapat melepaskan dirinjakah jang demikian atau akan membinasakannja;maka didjoendjoengnjalah perintah itoe dengan boeta toeli. Setelah itoe diboekalah pintoe itoe dan merékapoen masoek kedalam roeangan jang lain. Maka didapatinja roeangan itoe amat loeas dan élok,terhias dengan pelbagai perhiasan jang permai dan indah, berhamparkan hamparan jang élok dan jang mahal harganja.Ringkasnja kalau tinggal Nizami didalamnja
barang sehari memperhatikan perkakas dan keélokannja,nistjaja tiadalah ia akan koeasa mentjeriterakannja kelak dengan sempoerna. Tjoekoeplah kita terangkan,bahwa keélokan dan perkakas dan permainja roeangan itoe tidak koerang dari pada jang di- kiaskan dalam tjeritera seriboe satoe malam! Ditengah -tengah roeangan itoe adalah terdiri seboeah singgasana jangkeemasan dekat sematjam médja, jang berpatoeng tengah membatja kitab diatasnja,dan disisinjaada poela soeatoe benda jang seperti djendéla. Semoea itoe nampak oléh Nizami seperti bajang -bajang,karena ia berdiri djaoeh dari pada benda itoe. Pada kiri kanan pintoe itoe,disebelah dalam ada berdiri doea orang pahlawan jang memakai badjoe tentera jang seélok- éloknja dan seorang pahlawan lain, jang pakaiannja menoendjoekkan tinggi pangkat dan besar djawatannja. Sekalian meréka tegak dan ditengah -tengahnja berdiri Nizami, lakoenja seperti jang dinjatakan tahadi. Meréka itoe menghadap ke- singgasana. Sjahdan keloearlah Kadri Bey dari roeangan itoe,dan kemoedian kembali poela memegang seboeah kitab, jang laloe dikembangnja serta bertanja kepada Nizami, katanja: „Siapa namamoe?" Nizami tiada menjahoet sekali -kali! Maka kata Kadri Bey poela:,, Hendaklah engkau sahoeti sekarang, djangan takoet!" Itoepoen tiada poela disahoetinja,laloe ditempoehi oléh Kadri Bey sebentar, seraja berkata :,, Kalau engkau tiada menjahoet, disiksa sekarang djoea !" Ia diam,tiada menjahoet djoega. Ketika itoe maralah seorang pegawai (pahlawan ) besar, seraja berkata : „Djanganlah takoet dan djawablah segala pertanjaan itoe seperti engkau ketahoei. Tiada apa -apa.Tetapi djika engkau tiada menjahoet boléh djadi berat hoekoemanmoe."
Kata Nizami : „Apakah goenanja pertanjaan jang demikian ? Tiada sekali -kali perloe bagi pemeriksaan." Pegawai:,, Pertanjaan itoe menoeroet oendang-oendang,mesti didjawab. " Nizami :,, Sajatilik tiadalah perloe bertanja dengan tiada bergoena, apalagi orang itoe (Kadri Bey) mengetahoei nama saja, mengapa soeka memboeang-boeang waktoe ?"
Ketika itoe berboenjilah lontjéng dengan perlahan -lahan, tidak diketahoei Nizami dari mana datangnja.Barangkali dari sebelah singgasana,dan seketika djoea keloearlah Kadri Bey sebentar,kemoedian datang poela,laloe bertanja:,, Mengapa engkau datang kemari (Constantinopel)?" Nizami tiada menjahoet,dan Kadri Bey mengoelang perta-
| 93 | ||
|---|---|---|
| , | ; | |
| itoe | ||
| :,, | maoe | ( |
njaan itoe tetapi Nizami diam djoega maka kata pegawai: ,,Toean kira pertanjaan tiada bergoena djoeakah?" Nizami Saja tidak orang ini Kadri Bey) menanja akan saja." Ketika itoe lontjéngpoen berboenji dan keloearlah Kadri Bey sebentar,kemoedian kembali seperti diperboeatnja tahadi. Setelah itoe diberikannja kitab jang ditangannja kepada pegawai. Maka pegawai-itoepoen bertanja :,, Mengapa engkau datang ke Constantinopel?" Niz.:,,Hendak mendjawat djawatan mata-mata gelap atau intipan." Peg.:„Apa kehendakmoe dengan djawatan itoe?" Niz.:,,Hendak hidoep seperti sekalian pendjawat." Peg.:,,Mengapa tiada engkau minta djawatan pada golongan jang lain ?" Niz.:,,Djabatan apa djoeapoen jang saja minta dan toean bertanja demikian djoega, nistjaja saja sahoeti dengan djawab jang tahadi,karena itoe tiadalah bergoena pertanjaan itoe. Saja harap toean bertanjakan apa -apa jang dikehendaki lain. dari pada itoe." Ketika itoe lontjéng berboenji poela dan keloearlah pegawai itoe; sebentar antaranja kembalilah ia,laloe bertanja: „ Tahoekah engkau akan perkoempoelan Toerkia-Moeda ?" Niz.:,,Ja!" Peg.:„Apa jang engkau ketahoei dari padanja ?" Niz.:,,Sajatahoe,itoelah perkoempoelan jang ingin dan gemar memperbaiki pemerintahan Toerki." Peg.:,,Memperbaiki apa jang digemarinja?" Niz.:,,Memperbaikisemoeajang roesak dalam pemerintahan dan kerajaan." Peg.:„Apakah jang roesak didalamnja?" Niz.:,,Didalamsemoea golongan pemerintahan ada keroe- sakan,dan koesoet. ' Peg.:,,Bagaimana kehendaknja memperbaikinja?" Niz.:,,Ia pinta kepada keradjaan. " Peg.:,,Dengan djalan mana ia minta ?" Niz.:,,Dengan djalan apa djoea jang boléh." Peg.:,, Engkau seorang dari pada anggotanjakah?" Niz.:,,Ja."
Ketika itoe peloeh Nizami telah berlinang-linang dimoekanja, karena itoe iapoen mengangkat tangan hendak menjapoenja, akan tetapi sebeloem sampai tangan itoe kemoekanja dipegang- lah oleh seorang pengawal jang dikanannja, seraja menjoeroehnja memperboeat sebagaimana tahadi,dan djika tiada nistjaja dipenggal léhérnja seketika djoea.
Kemoedian pegawai itoepoen bertanja poela, katanja: „ Dimana poesat perkoempoelan itoe ?" Niz.:,,DiParis." Peg.:,,Siapa anggota -anggotanja?” Niz.:,,Tidakakan saja terangkan lain dari pada diri saja sendiri; djanganlah toean bertanjakan meréka!" Peg.:,,Mesti engkau terangkan." Niz.:,,Saja telah bersoempah tiadaakan menjeboet dan menerangkan nama meréka,tiadalah saja akan mengoerai soempah saja." Peg.:,,Siapa menjoeroeh engkau bersoempah ?" Niz.:,,Oendang-oendang perkoempoelan. " Peg.:,,Engkau masih djadi anggotanjakah? " Niz.:,,Ja,masih." Peg.:„ Hendaklah engkau katakan siapa-siapa anggotanja. ” Niz.:,,Moestahil saja akan mengatakannja.' ""
Peg.:,,Kalau engkau katakan boléh djadi engkau diampoeni, karena itoe katakanlah!" Niz.:,,Sajatiada berdosa hingga diampoeni." Peg.:,,Kalau tidak engkau katakan,disiksa sekarang djoea !" Niz.: „ Nah,inilah saja,siksalah!" Ketika itoe berboenjilah lontjéng dan keloearlah pegawai sebentar,kemoedian kembali poela kepada Nizami, seraja bertanja:,,Tidakkah engkau bagoeskan dan berkenan akan perintah sekarang ?" Niz.:,,Perintah tiada tjela atau tertjela, tetapi jang tjela atau tertjela ialah pemerintah ( keradjaan), karena semoeanja roesak dan katjau bilau;kalau ia baik dan senonoh saja bagoeskanlah perintah -perintahnja." Peg.:,,Tiadakah engkau takoet akan dia ?" Niz.: „ Akan siapa ?" Peg.:„ Tiadakah engkau takoet akan seri padoeka baginda ?" Niz.:,,Sajatiada takoet melainkan Allah." Ketika itoe berboenjilah lontjéng dan pergilah pegawai itoe, kemoedian kembali poela kepada Nizami, seraja bertanja : ,, Apakah jang hendak engkau perboeat ?" Niz.:,,Sajaberkehendak soepaja dilepaskan,karena saja tiada bersalah." Peg.:,,Apakah jang hendak engkau lakoekan disini ?" Niz.:,,Beroesaha mentjahari penghidoepan. " Peg.:,,Disini?" Niz.:,,Ja, djika saja dibébaskan." Peg.:,,Tiadakah engkau hendak lari ?" Niz.Mengapa saja hendak lari ?" Peg.:,,Kalau keradjaan tiada membenarkan engkau bekerdja disini, apakah engkau perboeat?"
| 95 | ||
|---|---|---|
| , | . | |
| dahoeloe | . | |
| . | ||
| ,beloem | . | |
| ? |
Niz.:,,Sajatiada lari,melainkan keloear dari sini " Peg.:,,Kalau engkau keloear kemanakah ?” Niz.:,,Ke Paris, tempat saja " Peg.:,,Apakah engkau perboeat disana ?" Niz.:,,Bekerdjadan mentjahari penghidoepan " Peg.:,,Adakah engkau djadi anggota perkoempoelan lagi ?" Niz.:,,Sajamasih anggotanja keloear " Peg.:,,Tiada maoekah engkau meninggalkannja " Niz.:,,Kalau saja dapati tiada bersetoedjoe dengan fikiran saja,tentoe saja keloear dari padanja." Ketika itoe kedengaran boenji lontjéng dan keloearlah pegawai itoe,kemoedian kembali,laloe menjoeroeh Nizami keloear dari dalam bilik itoe dengan berdjalan belakang sebagaimana diperboeat oléh meréka itoe,dan masoeklah sekaliannja kedalam roeangan tempat Nizami bersalin pakaian. Setelah itoe kembalilah meréka dari maligai (keraton )jang besar itoe seperti masoeknja tadi poela, jaïtoe laloe dibawah sendjata diantara barisan tentera hingga tiba dikeréta;maka naiklah Nizami keatas keréta itoe,doedoek disebelah kiri Kadri Bey dan kembalilah angkatan itoe sebagaimana datangnja, tetapi tiada ketoetoepan Nizami jang tahadi lagi,melainkan ketempat lain,akan pembatja ketahoei kelak. Sebeloem tiba perarakan itoe ditempat itoe laloelah poela keréta doea orang perempoean jang bertjakap -tjakap ketika berdekatan dengan keréta Nizami tadi; roepanja hendak masoek kedalam kota maligai itoe. Tentoe pembatja tahoe,bahwa perempoean itoe ialah Ismat kekasih Nizami.Adapoen temannja tiadalah kita ketahoei,boléh djadi nona Saloem handai dan temannja jang terseboet pada permoelaan tjeritera ini. Kemanakah toedjoean Ismat dan apakah kehendaknja masoek kedalam kota itoe, sedang hari telah léwat poekoel sepoeloeh malam ?
XVII.
Telah kita njatakan,bahwa sedjoeroes kemoedian dari pada keloearnja Nizami dan Kadri Bey dari maligai Soeltan'Abdoe'lhamid,keréta Ismat masoek kedalam kota dari pintoe perempoean. Setelah sampai kemoeka maligai,berhentilah keréta itoe dan toeroenlah dari dalamnja Ismat jang memakai pakaian tjara perempoean Toerki dan maralah iakepada seorang tentera pendjaga, seraja berkata :,,Saja hendak menghadap seri
padoeka baginda sekarang djoea,tersebab oléh soeatoe perkara jang terlaloe perloe dan penting." Pengawal:,,Tiadakah toean takoet?Siapa toean?Sekarang telah poekoel sepoeloeh léwat. " Ismat :,, Djanganlah banjak tjakap, saja soedah mengatakan, saja perloe menghadap seri padoeka baginda sekarang ini." Bingoenglah pengawal itoe,tiada ia tahoe apa hendak diboeatnja,akan tetapi ia berkata kepadanja:,, Baiklah toean poelang sadja dan siang hari ésok baharoe persembahkan penga- doean toean." Is.:,,Saja katakan perloe menghadap sekarang. ” Peng.:,,Toean tiada tahoe, apa toean maoe ?" Is.:,,Sajatahoe, sampaikanlah kepada seorang Agha." Peng.:,,Saja takoet akan dipenggal kelak léhér toean." Is.:,,Tiada mengapa, saja gemar djoea hendak menghadap- nja,meski saja akan dibawa dengan terbelenggoe sekalipoen !" Lekaslah, tjepatlah!" Ketika itoe berpindahlah wartanja ketempat perempoean-perempoean seperti kilat,kemoedian sampai kepada Nadir Agha, jaïtoe ketoea sekalian Agha itoe;maka disoeroehnja seseorang kepada Ismat akan menanjaï apa kehendaknja. Manakala dilihat oléh Ismat maka iapoen mara kepadanja, seraja berkata :,, Sesoenggoehnja saja harap toean persembahkan kepada seri padoeka baginda,bahwa saja hendak menghadap- nja karena perkara jang amat besar." Soeroehan :,,Tiadakah boléh dinanti hingga bésok siang ?" Is.:,,Tidak! Mesti sekarang djoea." Soeroehan :,,Tiadakah balasan jang demikian,
| ? toean | tahoe | |
|---|---|---|
| boenoeh | , | sedia |
| , | soeka | |
| , | ||
| soeroehan |
kalau perkara itoe ketjil " Is.,,Tahoe, jaïtoe dan saja menerimanja, akan tetapi saja pertjaja bahwa baginda akan kelak dengan jang saja persembahkan karena itoe lekaslah sampaikan. " Maka segeralah itoe menjampaikan warta itoe dan sebentar itoe djoea rioehlah diperdalaman, hingga terpaksa Nadir Agha mempersembahkannja kebawah doeli baginda
| Baginda | perawan | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| . | perempoean | : „ ! | itoe | |||
| ' | mengetahoei | , | pada | |||
| ada | , | |||||
| , | ||||||
| ! | , | |||||
| sedap | senang sesoeatoe | asoetan | ' | satoe | , | ada., |
Soeltan Maka titah Hendaklah dibawa sekarang keroeangan" Soeltan Abdoe'lhamid telah bahwa perawan itoe perkara jang penting hendak dipersembahkannja dan tentoelah perkara itoe berkenaan dengan keradjaannja hingga ia sangka bahwa kekal keradjaannja ditangan perawan itoe Amatlah dan Soeltan Abdoe'lhamid kalau orang mempersembahkan dan bentjana kepadanja Djika tiada sampai kepadanja dalam hari sadja
dikiranja bahwa mata-matanja lalai, léngah dan telédor pada djawatannja! Maka soesah dan takoetlah ia akan goegoer perintahnja. Sjahdan sebentar kemoedian dari pada terbitnja perintah baginda tahadi,hadirlah seloesin serdadoe akan mendjaga dan membawa Ismat kebalai perempoean, berdjalan dibawah lembing jang dioedjoeng senapang. Disana ia disamboet oléh empat orang perempoean,laloe dibawanja kedalam soeatoe bilik jang amat permai, jang dibawah pendjagaan pengawal-pengawal;meréka itoe mendjaga dia seperti mendjaga seékor harimau,boekan seperti mendjaga seorang perempoean atau seékor mendjangan. Didalam bilik itoe Ismat disoeroeh bersalin pakaian dengan pakaian jang telah tersedia baginja. Maka dikenakannjalah dengan segera dan dimintanja soerat-soerat jang ada didalam badjoenja; setelah soerat-soerat itoe diperiksa baik-baik oléh pengawal itoe,karena takoet kalau-kalau ada Israil tersemboenji didalamnja,laloe diberikan merékalah kepada perawan moeda itoe.
Setelah itoe berdjalanlah keempat perempoean itoe membawa Ismat kedalam soeatoe bilik jang besar dan amat permai dan élok. Setelah sampai maka disoeroehnja Ismat berdiri dekat pintoe. Ditengah -tengah bilik itoelah Soeltan'Abdoe'lhamid berse- majam diatas singgasana. Maka iapoen bertitah menjoeroeh bawa Ismat kepenghadapannja. Ketika itoe maralah meréka menghadapkan Ismat,kira-kirasepoeloeh hasta djaraknja dari pada baginda;kemoedian diperintahkan poela oléh baginda, soepaja keempat meréka itoe pergi kebelakang;maka merékapoen moendoerlah sambil menjembah. Tangan Soeltan selamanja dalam kotjéknja memegang péstol. Maka sabdanja kepada Ismat :,, Siapa engkau ?" Ismat :,, Harap diampoen,doeli baginda, patik mohon kesedjahteraan beberapa menit, soepaja patik persembahkan sekalian perkara,dan bagi seri padoeka baginda titah perintah. " Soelt.:,,Bertjakaplah sekarang!" Is.:,,Maoekah seri padoeka baginda membeli sebahagian besar dari pada keradjaan ini dengan seorang patjal toeankoe?" Soelt.:,,Tjakapkanlah perkara jang hendak kaupersembah- kan itoe." Is.:,,Seri padoeka baginda! Patik berharap dan bermohon soedi apalah kiranja seri baginda mengampoeni seorang patjal toeankoejang telah terhoekoem hoekoeman itoe telah tersalah
-soepaja patik persembahkan
rahasia dan perkara jang amat penting dan besar, jang tiadatoeankoė ketahoei;rahasia Intipan masa Soeltan'Abdoe'lhamid.
itoe akan menjebabkan hilang dan goegoernja sebahagian besar dari pada keradjaan seri padoeka baginda.' Soelt.:,,Tiada haroes atasmoe mensjaratkan apapoen! Lekaslah katakan !" Is.,,Harap diampoen,adalah njawa patik tiada berharga bagi patik,maka seri baginda boléh memilih : akan mengekal- kannjakah soepaja toeankoe dapat mendengar rahasia besar jang tiada seri baginda ketahoei,atau akan melenjapkannjakah soepaja lenjap rahasia itoe bersama-sama dengan dia. ” Soelt.:,,Kalau begitoe lekaslah katakan!"
| patik | jang | |
|---|---|---|
| ! | ||
| kedoea | , | |
| toeankoe | , socatoepoen | , |
| boenoeh | . |
Is.: „Djoendjoengan mahamoelia! Nah,inilah njawa patik diantara tangan seri baginda perboeatlah apa sadja kehendak patik sedia menerimanja dan patik tizda akan menerangkan kalau tiada seri baginda berdjandji hendak mengampoeni patjal toeankoe jang telah terhoekoem itoe " Soelt.:,,Siapakah ia ?" Is.:,,Ialah jang baharoe keloear dari hadapan seri baginda dan telah dikirim kepintoe mati." Soelt.:,,Siapakah ia ?" Is.: ..Sadik Nizami. " Ketika itoe Soeltan'Abdoe'lhamidpoen memoekoel lontjéng, dan seketika maralah empat orang perempoean;maka titah baginda:,,Hendaklah ambil perempoeanini dan bawa kepada Nizami ( Bosphorus )." Laloe meréka menarikkan Ismat hendak dikeloearkan,akan tetapi Ismat berdatang sembah, sembahnja: „Harap diampoen, bahwa njawa kedoea patik tiada berharga dan tiada mengoe- rangkan bilangan ra'jat seri baginda, tetapi djika kami hilang nistjaja hilanglah poela keradjaan baginda." Mendengar sembah jang demikian bertitahlah baginda menjoeroeh tinggalkan Ismat;maka merékapoen moendoer kebelakang dan tinggallah Ismat dihadapan Soeltan. Maka sabda seri baginda: „Orang jang engkau pohonkan ampoen itoe berdosa dan bersalah besar." Is.,,Ia soetji daripada kesalahan. " Soelt.,,Ia telah mengakoe kesalahannja dengan lidahnja sendiri." Is...Ia berdoesta dan bohong." Soelt.,,Tiada seorangpoen menoedoeh dirinja." Is.:,,Meréka memaksanja berbohong." Soelt.:,,Tiada seorangpoen memaksanja. " Is:,, Dipandangnja tiada ada djalan lepas lagi,laloe dilebihkan dan dipilihnja mati berani dari pada mati penakoet, djadi ditoedoehnja dirinja."
Soelt.Baginda Soeltan adil, djika terang kebersihannja nistjaja tiada dihoekoemnja." Is.: „Harap diampoen, sesoenggoehnja ia tiada bersalah,dan patik jang membentjanakannja. ” Soelt.:,,Mengapa poela maka engkau pintakan ampoenan?" Is.:,,Karena ia kekasih patik." Soelt. „Mengapa maka engkau bentjanakan?” Is.,, Karena patik lihat ia kasih kepada perawan lain,laloe patikpoen tjemboeroe,kemoedian patik ketahoeilah, bahwa ia masih kasih dan tjinta akan patik,laloe patikpoen menjesal, karena itoe beroesahalah patik hendak melepaskannja. Maka oleh sebab baik oentoeng dan toeah patik, dapat patik mengetahoei asoetanjang amat besar dengan oesaha patik;karena itoe patik tiliki dan fikirlah hendak membeli njawanja itoe kepada seri padoeka baginda dengan mengoeraikan dan menjatakan asoetan dan perkara itoe.Bagaimanapoen djoea besarnja doerhaka dan kesalahan Nizami dan djahat kehendaknja tiadalah sampai seoedjoeng koekoe asoetanjang patik ketahoei. Seri baginda boléh memilih : hendak mengekalkan djiwa kedoea patik soepaja mengetahoei rahasia itoe,atau me- nolakkan patikkedoea keliang lahad soepaja tertanam serta patik rahasia itoe." Soelt. ""Engkau tahoe apa balasannja,kalau rahasia itoe doesta?" Is.: Patik tahoe akan balasannja, jaïtoe boenoch." Soelt..,Telah kita ampoeni kekasihmoe Nizami itoe." Is.,,Patik pertjaja akan perkataan seri baginda." Soelt.:,,Kalau begitoe katakanlah rahasia itoe." Is.:,, Harap diampoen,soedi apalah kiranja seri baginda mengelocarkan perintah dengan toelisan dan mengirimnja sekarang ini. sebeloem ia (Nizami) diboenoeh." Soelt.:,,Ia tiada akan diboenoeh sebeloem tengah malam." Is.,,Iarap diampoen,soedi apalah kiranja seri padoeka mengoerniakan soerat ampoenan itoe kepada patik. ” Ketika itoe Soeltan'Abdoe'lhamidpoen menjapoe alisnja dan moerka, seraja bersabda : „Engkau ini nampaknja biadab, berani mensjaratkan jang demikian,seolah -olah tiada ada kepertjajaan akan dakoe." Kemoedian ditekannja kantjing lontjéng,sebentar maralah empat orang perempoean kepadanja,maka titahnja:,,Antar- kanlah perawan ini ke Bosphorus !" Maka sembah Ismat :,, Harap diampoen,wahai seri padoeka baginda, njawa patik tiada berharga kepada patik dan kepada seri padoeka jang mahamoelia baginda;akan tetapi keradjaan padoeka jang mahamoelia harganja amat mahal dan besar. Tidakkah doeli baginda maoe membelinja dengan sepotong
kertas jang bertoelis dengan perintah baginda mengampoeni- nja ?" Titah Soeltan kepada keempat perempoean itoe :,, Tinggalkanlah dia !" Maka tinggallah ia dan Soeltanpoen bersabda poela: „, Tiadakah engkau katakan ?" Ismat : „ Patik menghadap ini karena hendak menjembahkannja, tetapi patik pohonkan lebih dahoeloe soerat ampoenan, soedi apalah kiranjatoeankoe menganoegerahkannja kepada patik ." Soelt.:,,Tiadakah engkau pertjaja akan djandjikoe?" Is.,,Kalau patik tiada pertjaja nistjaja tiadalah bergoena bagi patik soerat ampoenan itoe,karena tiadalah seorangpoen jang koeasa melarang seri baginda mengambilnja balik,demikian djoega tiada seorang djoeapoen koeasa melarang seri baginda, djika seri baginda hendak memboenoeh patik setelah mendengar rahasia jang patik simpan itoe." Soeltan :,, Kalau begitoe mengapa engkau pohonkan sekarang ini djoea ?" Is.,, Karena patik gemar hendak mengantarkannja dengan tangan patik sendiri, soepaja djadilah kelepasan anak moeda itoe tersebab oléh tangan patik, seperti tertangkap dan ter- boenoehnja djoea oléh karena tangan patik. " Soeltan,, Héran sekali! Adakah diantara manoesia, seorang kekasih jang sampai begini ?" Setelah itoe iapoen menoelis soerat ampoenan itoe diatas setjarik kertas,kemoedian ia tekan kantjing lontjéng; maka maralah seorang perempoean kehadapannja sambil menjembah,dan disamboetnja kertas itoe laloe diberikannja kepada Ismat. Maka diterimalah oléh Ismat serta dibatjanja,kemoedian dilipatnja dan disimpannja. Maka sabda Soeltan :,, Sekarang katakanlah dan terangkanlah!" Is.,,Seri padoeka baginda kenal akan Kadri Bey? ” Soelt.,, Kepala mata -mata gelap ?" Is.:,,Patik !" Soelt.:,,Ialah seorang diantara segala hambakoe jang toeloes." Is.:,,Tahoekah baginda,bahwa ia berasal dari Salonica ?" Soeltan :,,Tahoe betoel." Is Tahoekah baginda,bahwa ia handai dan teman Kamil Pasha jang doeli baginda djadikan wakil pemerintah Salonica dahoelce?" Soelt.:,,Kadri Bey membaiki dan merapati dia dengan pe- rintahkoe. " Is.:,,Bagoes! Tahoekah baginda bahwa sekeliling Kamil
Pasha ada bala tentera jang amat ramai, semoeanja Boemipoetera ?" Soelt.:,,Tahoe,itoelah sebabnja maka koepetjat ia dari pada djawatannja dan Kadri Beylah jang memberi léhérnja kelikir dan ia héla (toentoen)." Is.:,,Jang sebenarnja kelikir Kadri Bey ditangannja.' Soelt.:,,Betapakah demikian ?" Is.,,Diantara kedoeanja itoe ada perseiaan dan permoepakatan." Soeltan Abdoe'lhamid terdjaga, seraja bersabda :,, Permoe pakatan ? Apakah ia ?" Is.: „Kedoeanja telah sepakat hendak membangkitkan hoeroe -hara di Salonica dan pada segenap Makedonia." Soelt.:,,Engkau pendoesta!" Is..,Tidak, selamanja patik benar,dan djika patik ta' ada, nistjaja doeli toeankoe lihatlah dalam minggoe ini hoeroe -hara jang besar." Soelt.:,,Apakah engkau perboeat oentoek memadamkannja ?” Is.,,Patik persembahkan dan sampaikan asoetan dan permoepakatan itoe;maka pengetahoean seri padoeka baginda akan hal ihwal itoe tjoekoeplah oentoek memadamkannja.” Soelt.:,,Bagaimana engkau dapat mengetahoei jang demikian ?" Is.:,,Patik djadi oetoesan diantara kedoeanja dengan tiada diketahoeinja." Soelt.:,,Betapakah demikian ?" Is.:,,Itoe tiada perloe seri baginda ketahoei, hanja jang mesti diketahoei jaïtoe roesoeh telah dimoeka pintoe." Soelt.,,Engkau mengada-ada." Is.,, Sekali -kali tiada,karena kedoeanja telah bersetoedjoe dan sepakat pada soeatoe djalan." Soelt.:,,Tjeritakan dengan terang,lekas!" Is.:,,Jaïtoe Kamil Pasha memerintahkan orang -orangnja berbangkit memboeat roesoeh dan hoeroe -hara akan melawan keradjaan dan mengadakan katjau -bilau. Ketika itoe Kamil Pasha berdiam diri.Apabila melarat dan mendjalarlah roesoeh itoe pada segenap Makedonia, nistjaja lemahlah Chalid Bey,wakil pemerintah Salonica itoe,hendak memadamkannja, meski bagaimanapoen djoea besar kekoeatan dan kekoea- saannja." Soelt.:,,Bahwa engkau ini pendoesta,karena tiadalah Kadri Bey dan Kamil Pasha berani memboeat pekerdjaan jang amat besar itoe. Ketahoeilah, djika tiada engkau oendjoekkan keterangan jang tjoekoep nistjaja koepenggal léhérmoe!" Is.: Harap diampoen,tiadalah kiranja keterangan jang lebih njata dari pada toelisan dan tanda tangan kedoeanja;
djika seri baginda perbandingkan toelisan kedoeanja itoe dengan toelisannja jang. ada pada seri padoeka baginda, nistjaja seri padoeka ketahoei dan dapatilah kebenaran patik.” Laloe Ismat mengambil soerat jang dari pada Kamil dan Kadri Bey itoe serta berbangkit hendak menjembahkannja kehadirat Soeltan. Maka sabda baginda:,,Tempatmoe!" Kemoedian ditekannja lontjéng dan tampillah seorang perempoean mengambil kedoea poetjoek soerat itoe dari pada Ismat dan disembahkannja kehadirat Soeltan;maka dibatjalah oléh baginda soerat itoe dengan perlahan -lahan,demikian boenjinja:
Salonica pada......
Padoeka jang moelia Kadri Bey. Kiriman saja ini ditanggoeng sampai kepada toean dari tangan anak saudara saja, jang saja pertjajaï.Saja pertjaja poela,bahwa ia soedi memboeang njawa oentoek memelihara dan mendjaganja.Saja pandang tiadalah jang lebih baik dari pada berkirim soerat kepada toean dengan tangannja sendiri, karena djatoehnja sjak wasangka amat sedikit pada perempoean. Saja tiadakoeasa lagi melihat perintah dan kelélaan si bangsat itoe (Chalid Bey); djika sekiranja tiada permintaan toean hendak berlambat -lambat, nistjaja telah saja poetoeskanlah perkara itoe. Bala tentera telah berkeroemoen dan berkoempoel pada sekeliling saja,meréka tiada sanggoep dan sabar lagi menanti, tetapi saja sabarkan djoea sementara menanti perintah dari pada toean sebagaimana permoepakatan kita akan melepas kekoeatan (bala tentera) kita jang amat besar itoe.Saja sekarang menanti tilikan toean atas atoeran dan djalan jang patoet dan berkenaan.Saja harap akan toean terangkan dengan sempoerna dan baik, soepaja sesoeai oedjoeng dengan pang- kalnja. Toean mengetahoei akan bahagian toean kelak dari pada peroléhan jang telah soenggoeh itoe,dan tiadalah kiranja tersemboenji bagi toean,bahwa dengan tidak roesoeh dan hoeroe-hara tiadalah boléh baik perkara Jangtoeloes KAMIL. Balasannja : Constantinopel pada Padoeka jang moelia Kamil Pasha dengan kesenangannja. Lebih dahoeloe saja oetjapkan djanganlah kiranja kita berkirim -kiriman soerat tentang perkara ini,melainkan hendaklah
kita kirim sadja menjebelah jang
| soeroehan | ( oetoesan | ) sebelah | ||
|---|---|---|---|---|
| . | , roesoeh | , | ||
| ! | ||||
| - | ||||
| . |
(1). toean,
2). toean roesoeh
pintar dan bidjak sehingga boléh ia dioempamakan soerat kiriman Toean boléh memoelaï pekerdjaan itoe dari sekarang ini dengan sjarat : Hendaklah pertjaja benar bahwa toean koeasa memadamkan itoe bila dikehendaki,meski bagaimanapoen djoea besar dan melaratnja Pada fikiran saja, apabila hoeroe hara itoe telah bernjala dan bangkit, nistjajalah akan melarat dan besar ( Djanganlah padamkan itoe,meski datang kepada toean beberapa perintah, djika boekan dari pada tangan saja sendiri datangnja.
(3).Djika saja beroléh kesempatan akan pergi kepada toean hendak memadamkan hoeroe-hara,maka djanganlah toean tjampoer memadamkannja,meski datang kepada toean seriboe perintah sekalipoen! Kirimlah soeroehanjang lebih pintar dan mengerti dari pada Na'imah, kepadanjalah kelak saja beri tahoekan, sempatkah saja datang kesana atau tidak. Saja gemar hendak keloear dari dalam toetoepan saja sekarang; saja telah poeas dan djemoe!
KADRI.
Sjahdan setelah selesai Soeltan'Abdoe'lhamid dari pada membatja kedoea soerat itoe,maka bersabdalah iakepada Ismat, katanja:,, Engkau Na'imah anak saudara Kamil Pas- hakah ?" Ismat :,,Boekan, hanja patik memakai saroeng atau mendjelma djadi Na'imah sedjak tengah malam kemarin,dan patik
| patik | padanja | |||
|---|---|---|---|---|
| , | sesoedah; | |||
| . | ||||
| : ,, | kedoea | |||
| . | ||||
| : „, | kedoea | |||
| ,, Amat | ! | |||
| : ,, | soedi | padoeka | ||
| apa | ||||
| , |
maboeki dia itoe ambil dari soerat Kamil Pasha itoe kemoedian patikpoen memakai badjoe Na- 'imah laloe pergi menghadap Kadri Bey. Ia tiada kenal akan Na'imah sedjak dari dahoeloe " Soeltan Begitoelah dapat engkau mengambil poetjoek soerat ini " Ismat Tiadakah poetjoek soerat itoe keterangan jang njata ?" Soeltan : tjoekoep " Ismat Kalau begitoe apalah kiranja seri baginda memerintahkan jang patik kehendaki sekarang. Inilah soerat ampoenannja soedikah toeankoe mengoerniakan- nja kepada patik atau mengambilnja kembali ?"
| ,, Baginda | ||
|---|---|---|
| , ,akoe | . | |
| oléh | , laloe kepada | . : |
Soeltan : Soeltan tidak merombak perintah dan kehendaknja melainkan berikanlah soerat itoe sebentar kepadakoe karena hendak menambah perkataannja sedikit " Maka Ismatpoen mara menjembahkan soerat itoe dan diterimalah Soeltan ditoelisnja tambahan itoe Setelah itoe dikembalikannja poela Ismat,sambil bersabda ,,Kemanakah engkau dengan kekasihmoe ésok ?" Ismat :,,Dalam kapal jang berangkat ke Marseille atau Napels."
| Pergilah | kesedjahteraan | djangan | ||
|---|---|---|---|---|
| : ,, | dengan | dan | ||
| ! | ||||
| : ,, | kedoea | |||
| , | , | ; | ||
| : ,, | beberapa | kepada | seboeah, | |
| , | ||||
| . | perempoean |
Soeltan kembali lagi kemari " Ismat Patik telah bertobat." Kemoedian Soeltanpoen menekan lontjéng seketika maralah keempat perempoean tahadi serta menjembah maka titah baginda Bawalah perawan ini keréta keradjaan dikawali oléh pengawal dan hendaklah meréka itoe dibawah perintahnja antarkan dia kemana dikehendakinja" Maka Ismat dan keempat itoepoen menjembah laloe moendoer hingga kepintoe. Soeltan telah memberi meréka isjarat,memerintahkan membawa Ismat menghadap permaisoeri,maka merékapoen mengerti;maka kata seorang dari pada mereka itoe kepada Ismat : „ Tiadakah toean hendak menghadap padoeka permaisoeri seri baginda ?" Maka sahoet Ismat dengan soeara jang njaring:,,Tiadalah kiranja jang mahamoelia baginda berkenan akan jang demikian !" Soeltan' Abdoe'lhamid telah berdjalan dari singgasananja mendekati meréka, hingga terdengarlah oléhnja perkataan Ismat itoe;maka iapoen bertitah :,, Djanganlah kamoe sempiti dia !" Maka Ismatpoen menjembah, seraja berkata : „ Bahwa sesoenggoehnja seri baginda amat pengasih dan penjajang!" Soeltan :,, Tiadakah maoe engkau mendjawat djabatan disini ? Keradjaan amat berkehendak kepada perempoean jang pintar dan bidjak, pandai dan berani seoempamamoe." Ismat :,,Patik memperhambakan dirikepada keradjaan seri baginda dan mendjoendjoeng semoea perintahnja dimana djoea patik ada." Setelah itoe keloearlah sekalian meréka itoe masoek kedalam bilik pakaian,maka Ismatpoen bersalin pakaianlah dengan pantas; kemoedian berdjalanlah ia diantara barisan tentera pengawal dibawah mata lembing hingga sampai kepintoe maligai. Disitoe keréta Soeltan telah siap menantikan dia,laioe dipinta soepaja ia naik dan masoek kedalamnja.
XVIII.
KESOEDAHAN.
Sjahdan naiklah Ismat kedalam keréta Soeltan dan berdja-
| perarakan | tetapi | ||
|---|---|---|---|
| , | soenggoeh poekoel | poen 12 | |
| malam, | memboenoeh |
lanlah itoe dengan segera deraslarinja keréta itoe, pada perasaan dan pemandangan Ismat amat lambat djoea adanja,karena hari telah hampir tengah djadi waktoe akan Nizami ta' tinggal lebih dari pada setengah djam lagi;maka Ismat menjoeroeh sais (koesir) mematjoe koedanja dengan tangkas dan keras hingga djangan terlambat dari pada masa pemboenoehan itoe. Maka seperti riboetlah larinja keréta jang dihéla oléh doea pasang koeda itoe. Keréta itoe berlari dengan amat deras menoedjoe seboeah roemah lama (toea) jang mengandjoer ke Bosphorus. Manakala sampai berhentilah keréta dimoeka roemah itoe dan toeroenlah Ismat dengan segera, begitoe poela seorang dari pada pengawal itoe, laloe masoek kedalam roemah itoe; ketika itoe hari telah poekoel doea belas léwat tiga menit. Maka Ismatpoen poetjat dan keloeh kesah dan kelam kaboet perasaan hatinja. Adapoen jang kerdjadalam roemah itoe, jaïtoe empat orang pertanda dan Kadri Bey dan pegawai (pahlawan ) besar jang membawa Nizami dan membelenggoenja dahoeloe dengan belenggoe besijang berat;kemoedian doedoeklah meréka itoe menantikan tengah malam. Akan Kadri Bey pada malam itoe kena sakit kepala ( pening) jang amat keras dandoedoek seorang diri didalam soeatoe bilik. Tatkala hampir poekoel doea belas Nizamipoen dibawa kete- laga jang bertali dengan Bosphorus,dan disitoe disoeroeh ia berdiri. Setelah itoe pahlawan besar itoepoen menjoeroeh memanggil Kadri Bey. Sedjoeroes kembalilah soeroehan itoe mendapatkan dia,menjatakan bahwa Kadri Bey sangat sakit,tiada koeasa mengha- dapi keramaian itoe ! Maka pahlawan itoepoen pergi sendiri kepada Kadri Bey, maka katanja :,,Moestahil mengoeroeskan perintah,kalau toean tiada doedoek menghadapinja." Kadri Bey: „ Ah, saja amat sakit tiada koeasa berangkat." Pahl.:,,Saja tiada koeasa meloeloeskan perintah sendiri dan tiada menanggoeng,karena djika seri baginda tahoe,bahwa ada seorang diantara kita tiada menghadapinja, nistjaja ia menaroeh sjak wasangka kepadakita dan djatoehlah bahaja jang besar diatas kita." Kadri Bey:,,Toehankoe, apa hendak diboeat !" Setelah itoe iapoen berangkat dengan pahlawan itoe pergi
kemoeloet Bosphorus jangselaloe menelan bangkai orang jang tiada berdosa,kemoedian diikatkannja Nizami pada takal jang tergantoeng diatas telaga itoe dan poentjanja jang lain ter- goeloeng pada soeatoe djentera. Maka doea orang dari pada pertanda itoepoen memoetar djentera itoe,maka seketika djoea tergantoenglah Nizami terajoen -ajoen diatas moeka telaga;ketika itoe djenterapoen di- poetar balik mengoeloertali itoe,maka Nizamipoen teroeloer- lah kedalamnja dengan berangsoer-angsoer, hingga hilang dari pada pemandangan. Masa itoe Kadri Bey telah mengedjamkan matanja,tiada koeasa memandang akan dia! Tiba-tiba melompatlah Ismat beserta doea orang pengawal dan berteriak dengan senjaring -njaring soearanja, katanja: ,, Tarik, angkat,ambil dia kembali atas perintah baginda,hai pemboenoeh jang tjelaka !" Ketika itoe tali telah hampir habis dari goeloengannja dan terlepas poentjanja dari djentera mengikoet Nizami kemoeloet Bosphorus. Maka dilompatilah oléh Ismat djentera itoe,laloe dipegangnja poentja tali itoe dengan kedoea belah tangannja; maka poentja tali itoepoen terlepas dari djentera dan Ismat terhéla keatas dan tergantoeng, hingga sampai ketakal,disitoe tertahanlah. Ia ternaik dan tertoenda ialah karena Nizami jang tergantoeng dipoentja jang lain lebih berat dari padanja. Manakala ia tergantoeng dan terajoen-ajoen itoe, mendjerit dan berte- riaklah ia, katanja :,,Tjelaka, tjelaka,kamoe sekalian,hai pemboenoeh! Mari, tolonglah akan dakoe mengnéla tali ini !" Maka kedoea pertanda itoepoen menarik tali jang teroeloer itoe, hingga djadilah Ismat dekat kepadamoeka telaga;Kadri Bey laloe menarik dan mengambil dia. dan didirikannja ditepi telaga. Maka disimpoelkan merékalah tali itoe kepada djentera, oléh Ismat dengan kedoea belah tangannja serta ditolongi oléh kedoea pertanda tadi. Masa itoe pahlawan besarpoen bertanja kepada Ismat,katanja:,,Manakah perintah jang toean bawa ?” Ismatpoen laloe mengeloearkan soerat ampoenan dari kotjéknja, dioendjoekkannja kepada Kadri Bey;setelah diterimanja laloe dibatjanja,demikian boenjinja :
,,Baginda Soeltan telah mengampoeni Sadik Nizami."
'ABDOE'LHAMID.
(Tambahan) : ,, Dan minta Kadri Bey sekarang ini djoea dibawa dengan terbelenggoe."
A.
Ketika itoe doedoeklah Kadri Bey diatas seboeah koersi, moekanja poetjat, toeboehnja bergegar dan menggeletar,sambil mengamat-amati Ismat;maka kenallah ia dan tahoe,bahwa ia telah berdjoempa dan bertjakap dengan dia doea kali,sekali dengan berpakaian tjara Perantjisdan sekali dengan berpakaian tjara Toerki,léwat tengah malam mendjelma djadi Na- 'imah oetoesan dan anak saudara Kamil Pasha. Tatkala itoe pahlawanpoen telah membatja soerat perintah itoe,maka diperintahkannjalah pertanda menghéla Nizami dengan djentera serta ditolongi oléh Ismat hingga terangkat dan nampak oléhnja toeboeh Nizami; dengan segera berlari -larilah ia kepada kekasihnja Nizami itoe, jang tergantoeng dimoeka telaga; maka ditariknja kekasihnja itoe hingga berdjedjak kakinja ketanah,laloe diceraikannja ikatannja dengan segera, serta menoleh kepada Kadri Bey, katanja: „ Hai mati hati,boekalah belenggoe anakmoe itoe,lekas boeang!!" Maka segeralah Kadri Bey mengerdjakan perintahnja seolah-olah soeatoe perkakas jang boléh dipergoenakan dengan sekehendak jang empoenja. Adapoen Nizami,setelah lepas dari pada belenggoe dan ikatannja itoe, memandanglah kepada Ismat selakoe orang bisoe dan hilang akal. Maka kata Ismat kepadanja: „ Kakanda,kekasihkoe,Sadik, bangoenlah dan koetoekilah adinda karena adinda inilah jang mendjatoehkan kakanda kedalam telaga ini; kemocdian bersjoekoer dan mohon kasihlah akan adinda,karena adindalah jang melepaskan kakanda sekarang daripada mati dan terboenoeh." Maka Nizamipoen mendjerit, seraja berkata :,, Ismat,Ismat, adindakoe,kekasihkoe dan tjahaja matakoe,bahwa sesoenggoehnja kakanda bertjinta dan ingat akan adinda sampai kepada masa separoeh toeboeh kakanda terbenam dalam air Bosphorus, soepaja kakanda pindahkan dan bawa boeah toe- toer dan seboetan itoe kenegeri jang baka ( achirat )." Kemoedian berbangkitlah ia laloe memeloek dan mentjioem Ismat beberapa menit, sedangair mata berlinang -linang dipipi kedoeanja,oléh karena sangat sockanja. Maka kedoeanjapoen memoedji dan bersjoekoer akan Allah jang melepaskan dan memeliharakannja dan mengembalikan djiwanja. Adapoen akan orang jang ada disitoe tertjengang héran-
| dan | ||
|---|---|---|
| kedoea | itoe, | seorangpoen |
| seolah -olah | . | |
| , | menoléh | kepada |
| : „ | ||
| oentoek | dan bedebah |
lah melihat keadaan moeda teroena tiada terkata -kata dalam mimpi lakoenja Setelah selesai dari pada berpeloek-peloekan menjapoe air matanja masing -masing maka Nizamipoen Kadri Bey dan berkata kepada Ismat, katanja Apakah jang adinda sediakan si pembentjana si ini ?”
Ismat :,,Telah adinda teboes kakanda dengan ajah kakanda !" Nizami :,, Apakah maksoed adinda ?" Ismat :,,Maksoed adinda,akan Kadri Bey itoe ialah ajahanda kakanda,dan dengan dialah adinda teboes diri kakanda.' Maka Nizamipoen memandang kepada Kadri Bey dengan pandang seékor harimau jang lapar,maka katanja: „Djanganlah adinda roesakkan djasa adinda itoe,hai kekasihkoe Ismat,karena tiadalah patoet jang seperti dia itoe bapakkoe!" Ismat : ,.Sesoenggoehnja ialah ajahanda kakanda,dan akan terboenoeh ganti kakanda. " Nizami :,,Teboesan itoe amat ketjildan moerah, ja adinda!” Sjahdan maka ditangkap dan dibelenggoelah Kadri Bey laloe dibawa kependjara,kemoedian kehadapan Soeltan'Abdoe'l- hamid. Maka doedoeklah ia semalam-malaman itoe dengan tiada merasa tidoer barang sekedjappoen. Adapoen Sadik Effendi Nizami dan kekasihnja Ismat itoe pergilah dengan berpimpin tangan kekeréta;setelah naik,berdjalanlah keréta itoe menoedjoe roemah oetoesan (gezant) keradjaan Perantjis. Pada keesokan harinja berangkatlah kedoeanja ke Marseille dengan kapal Perantjis,dan dari sitoe pergi ke Paris dan tinggallah disana dengan kesenangan berkasih -kasihan. Didalam perdjalanan Ismatpoen mentjeritakan semoeajang berlakoe, sedang Nizami mendengarkan perkataannja itoe dengan soeka mesra, katanja:,, Sesoenggoehnja pekerjaan adinda amat besar,dan perboeatan itoe patoet beroléh berdjoeta poedji dan sjoekoer, apalagi itoelah tanda jang soenggoeh menoendjoekkan kasih dan toeloes hati adinda kepada kakanda. Bertoeah dan berbahagialah kakanda mendapat isteri seperti adinda ini! Kakanda mengakoe kesalahan atas perboeatan kakanda dahoeloe;maka kakanda harap djanganlah adinda goesar dan berdendam dan haraplah akan diampoeni." Ketika itoe iapoen mentjioem tangan Ismat dengan mesra, maka kata Ismat :,,Njawa dan toeboeh adinda bagi dan milik kakanda; jangsoedah itoe,soedahlah, djangan dikenang lagi, dan pohonkanlah kepadaAllah soepaja djangan kita bertjerai hingga keachirat !"
TAMMAT.