Baca PDF (OCR): Leburnja Keraton Atjeh

74 halaman · 10 halaman diproses dengan OCR· 5687 ms

Daftar isi
  1. BIBLIOTHEEK KITLV
  2. 0262 7204
  3. 056630468
  4. 6UKU SARKAWJ-MEDAH < >, > tfe V
  5. Djnruda
  6. ffliiuiij.il Strata Jtjrl)
  7. OLEfi: >
  8. I voo*
  9. Penerbit: Toko Buku SARKAWI Metlan.
  10. Tjilakim : Pertatna pada iahwn 19Ji2
  11. DaUm harian Atjeh SinbuK Kedua pada tahun 19^6
  12. Dalavi Mingguan Pahlawan.
  13. RATA SAMBUTAN
  14. BUKAN TENAGA JANG TIDAK ADA.
  15. Kutaradja, achir Agustus 191(9.
  16. 1 ^ '
  17. Fasal I.
  18. GADIS ISTANA.
  19. . »i. *%#»»?• •• ^,-jai^. ..'••'• .-•r--'---,'-.i«.';..'!_ '. Jut-y '• ' ' - • ^rfeiJJpHjSwi Demi dilajangknn matanja berkediling, tiba2 bertemulah pandangannja itu dengan Aminah. Mula2 segenap persendiaft • nja agak kaku, hatbija terasa berdebar-debar." Dalam pada itu Aminah makdn nadk darahnja. Sesa'at demikian ibagaikan ha- /,'• lilintar. petjali tengah malam Aminah berkata: „Hai orang - - muda. Mengapakah selantjang ini benar tuan mendjeldjak tempat jang terlarang ini ?" .•.'•'• • Tersentak sedjenak perasaan anak muda itu, demi sua- r;1;-; ra tegiiran bergenia ketelinganja. Ia ja.kihr kalau bukanlah ra-"-i^ h tu istana, tentu tidak sebangga itu benar da mengeluarkan ;, tegurannja. Anak muda itu merasa menjesal, mehjesal karena ,tL.'..-. terpidjak tempat jang terlarang. „Paduka tuan puteri!" serunja dengan suara jang seakan- : akan mintak dikasihani.. • •/._'. • „Sajn, bukan iuan puteri!" Sahut Aminah dengan lan- lang djua. Demi utjapan dtu berldering iketelinga Nja' Aid, ia merasa bimbang, dengan siapakah ia berhadapan kini; dengan biti .:. perwarakah atau dengan bintang mahligaikali ? Kebimbangan "g c;: : didalam kaltounja berdjuang dengan hebatnja melawan keper- ;•. tjajaannja, kudian ia jakin l.erhadapan dengan puteri isitana,, .-•'/.•. bintang mabligai. -ti ,,Mesldpun kata paduka bukan; tetapi idzinlcanlah hamba menjcbub paduka tuani puteri!" Aminah diam sadja itidak menjahut, wadjahnja masih mengandung mega kemarahannja, Kemudian Nja' Ali menjambung lagi: „Hamba merasa salah paduka tuan puteri, sebab itu djatuhkanlah hukuman apa Be- ^. kalipun kepada haniba, rela hantba menerimanja". Suara itm. dikolqarlcnnnja dengan perasaan terharu, didalam djaliaan kata2nja; djelaslah membuktikan, ia seorang pemuda jang bo- rahii bertanggung djawaib atas perbuatannja dan siap meneri- ina scgala hukuman jang dddjatuhkan kcpadanja., „Orang mudal" ' „Paduka tuan puteri!" sahut Nja'AH dengan saju, ' % „Lain kali!," dcimilkian Aminah melandjutkan perkataan- »jfi. „djikalau raendjedjak tempat2 jang belum pernah didk- tangi, poriksailah baik2, apakah tempst jang'dipidjak itu daa- ":'•• rah terlarang atau bukan?. < Serangkai dengan perkataan jang achir ini, laksana se- bilah scmbilu jang menjajat-njajatkan hulu hatlnja. Tetapi LEBURNJA KERATON ATJEH
  20. S\,. -~
  21. LEBURNJA KERATON ATJEH 9
  22. ^1S LEBURNJ A KERATON ATTEH
  23. LEBURNJA KERATON ATJEH ill
  24. LEBURNJA KERATON ATJEH
  25. LEBURNJA KERATON ATJEH
  26. ***#£\i \ in - - - - $£&— •—''
  27. Fasal H., 1
  28. BEftEBUTKAN MADU '?
  29. 16 LEBURNJA KERATON ATJEH
  30. ...T->*
  31. Fasal III.
  32. LEBURNJA KERATON ATJEH
  33. LEBURNJA KERATON ATJEH 25
  34. LEBURNJA KERATON ATJEH
  35. .......
  36. SHJANG BALAIRUNG SARI.
  37. :i',,Kami panggil Teuku2, Teungku2, serta orang patut2 da-
  38. LEBURNJA KERATON ATJEH 2T
  39. 28 LEBURNJ A KERATON ATJEH
  40. LEBURNJA KERATON ATJEH 2 9
  41. 30 LEBURNJA KERATON ATJEH
  42. LEBURNJA KERATON ATJEH
  43. Fasal V.
  44. SEBIKANOI DAN PANGLIMA
  45. 32 LEBURNJA KERATON ATJEH
  46. LEBURNJA KERATON ATJEH {;:33i
  47. 34 LEBURNJ A KERATON ATJEH
  48. LEBURNJA KERATON ATJEH 3 5 '
  49. -Sri f£*Z<. W^M'^0^[J^t!^^^
  50. 38 LEBURNJ A KERATON ATJEH!
  51. LEBURNJA KERATON ATJEH .39
  52. didunia ini; jang dapat menjetudjui keangkaraan jang dem.kiaji.i
  53. sampai tjita2nja, akan b^tiggalah' rasii'hati pengchinnat tanah air,
  54. hambarVan, dan^hempkngan"jahg sebesar2nja dari tentera, dan, rakjaj:,
  55. tempik kedua belah pih'ak.-m'ehggemasawang lapang.r,,.^.^. dan
  56. dengan pasifk¥rinjaV;jahgI;:tefkettal'gagah perkasa-, • 1
  57. jberbakti kejia'da' buhclS"iPertiw1rijavPedang daun jang-digeagr
  58. JBtigbetuahv.IamelompatioMpa'F' flatTeaW tewipab ketempat';.jangj; lain.i-sambil
  59. ja;..f;dOiggaf.Mgerj»agaknia mata memandang, demi pedangnja m£n.jamba.&.kej}.a.la-se>
  60. ,baiTO?&. £&&'!&& ito«i n\ci« f,tm-2 xi^ttbS san5 livbr^S
  61. atas, • lalu.;PJe,nd.erarrjangl.t;dak >^^^H.'^ nHJ?|^JM)^^.^i7'
  62. 42 LEBURNJ A KERATON ATJEH
  63. LEBURNJA KERATON ATJEH 43:
  64. penjelidikan kepada orang2 bersalah dalam.-pertempuran-.ini,
  65. ifiit'-'Ruangan Itu sunji :Ji..:..:.•.•.:.-..•,. v >• mvbe'KV,TO:>
  66. itu::tstpetjari^tviaY,,S'udahkaH'tertdhgkap S di: Tahir dan:Malila;? tanja
  67. pengaruhnja liepada.beb'etapa qrang2; o'esar dalani istana' ini dan
  68. kesua afiffi aas -", «* ~ »' y-*****
  69. Lama nian aku mendjadi murid Tengku Tji' Di Tiro, aáin
  70. masing2, sedang mendendangkan gentanja. Kesep'an malam makin menghibau keberahian mereka, kesunjian waktu makin
  71. dectA d n z md aen meeab
  72. LEBURNJA-KERATON ATJEH 645
  73. F a s a 1 VII.
  74. Spyok^qbagai^pembantu Swieten membal.k-balik kembali bendelan2 rahsia. ieutang
  75. befnani'atcUku'Ama'ti'Teiiiadap.nama ini Spy.ck lama memandang.
  76. dapat berhasil.'Lalu'd-kirimkanuuLusan rahsianja kfl,,Mpuraksa.
  77. berdirinja:satu2jN.egara,.mestilajigblongan2 pengchiHite'-inl.'idibasmi tsehabterthabifMija., tidak boleh
  78. :Barang siapa jang tidak mau-mengataalkanvpe-riiitah agama-, ia-
  79. mereka mengadakan permusjawara.tan itu>>tentera-< Belanda-i-Herus
  80. 'AS;-..LEBURNJA,KERATON ATJEH
  81. LEBURNJA KERATON ATJEH 4 3
  82. 50. LEBURNJ A KERATON ATJEH
  83. LEBURNJA KERATON ATJEH • 5 j
  84. 62 LEBURNJA KERATQN ATJEH
  85. LRBURNJA KERATON ATJEH 5S
  86. LEBURNJA KERATON ATJEH 5 5
  87. m LEBURNJ A KERATON ATJEH
  88. 56 LEBURNJ A KERATON ATJEH
  89. LEBURNJA KERATON ATJEH '59'
  90. V-V-..
  91. '88 LEBURNJ A KERATON ATjiSH
  92. LEBURNJA KERATON ATJEH
  93. 64 LEBURNJ A KERATON ATJEH

BIBLIOTHEEK KITLV

0262 7204

056630468

6UKU SARKAWJ-MEDAH < >, > tfe V

•-—*iK£*5£:Jii

Djnruda

SAHAANATGUIR

(11.1se)0-t

ffliiuiij.il Strata Jtjrl)

OLEfi: >

A. M I ALA
Tjitakan; %

I voo*

Kel } I** ^•MUCW^ ' |

Penerbit: Toko Buku SARKAWI Metlan.

i- •• • ^nKW^.ifwM»w"*^^—..r^fH-r" "i 11 ^ i t nwffpwr'n^" •"> j<

19872391

V .

s •'•-..,.

Tjilakim : Pertatna pada iahwn 19Ji2

DaUm harian Atjeh SinbuK Kedua pada tahun 19^6

Dalavi Mingguan Pahlawan.

RATA SAMBUTAN

BUKAN TENAGA JANG TIDAK ADA.

Dari rhvajat berdiri dan rpbohnja Negara2 Islam, George Zaidan mendjalin berpuhih2 djilid roman sedjarah, jangdigambarkan dldalanwja dengan lufcisan jang indah dan njata peristiwa2 jang terdjadi didalam 2Ve- gara Islam: kebesaranmja dan Icedjajaannja, keroboJiatt dun sefyab2nja.

Apabila kita memberi pertimbangan kepada rommt sedjarah, bukan sadja mnsti ditmdjau dari sudut kein- dahan dan kesenian bahasa, teiapi jang terutama hams dipandang dari djurusan isi dan tendenznja. Roman sedjarah „Leburnja Keratpn Atjeh" tjiptaan saudara: Andi .Miala, menurnt hemat saja, dapat kedu- *dukan jang istimewa dalam dunia perpustakaan Indone** sia Barn. -I

*Sekalipun buku ini diksaan Meliterisme Djepang, teiapi ia sedikit'pun tidah terpengaruh oleh anasir2 „Asia Timur Raya" malahan „Dai To A" itu dipergunakan nntuk membangkitkan se- mangat kesedaran, dalam djhva bangsanja, dengan luM$- an sedjarah jang i/ndah dalam bukunja ini.

Apaibila -roman sedjarah ini, jang sedang dimuat bertkrut-turut dalam harian Atjeh Sinbun, oleh bebe. rapa golohgan memadjukan keb&ratan, sehingga oleh Tyokan Atjeh disuruh h-entikan petwrbitannja, tidaklah heron kita, karena didaiamnja dilukiskan dengan sete- i rang2nja peristiwa pendjualan Tanah Air jang dilakulcan oleh bebcrapa famili kaum feodal.

Penerbifannja terpaksa dihentilcan, pengarangnjfo *disuruh bernrusan dengan Kenpeitai, jang ketika itu bet-** sama-sama dengan saja bekerdja pada'Svdang Penga.

£«»•-'-•». ~*f-i«-

Beberapa. lama kope roman sedjarah ini oleh pengarangnja dengan hatj2. Setelah „Leburnja Keraion Atjeh" dibatja tammat, terasalah leburnja Keraiton Ailjeh bukan karena tenaga tidak lagi, tetapi .karena sebahagian dari bangsaioan Atjeh sendiri tetah mendjadi pengchianat Tanah Air, djuga oleh karena perpetjahan jang hendak memperebuil- kan kekuasaan Roman ini, akan dapat hidup terus dalam Perpusta- kaan Indonesia Merdeka .. • '

Kutaradja, achir Agustus 191(9.

A. H A 8 J M Y.
ft

;. • **

1 ^ '

\ '

Fasal I.

GADIS ISTANA.

Kroeeng Daroi, mengalir dengan perlahan-lahan dengan. seninja, melalui istana Sultan Alaidin Mahmud Sjah, membe- lah itanah Keraton Atjeh, tempat peradju.rit2 Serambi Mekkah berdjaga-djaga. 'Tepi pantainja jang lanldai tempat piiteri2; istana simbur menjimbur pagi petang, tempat .gahara istana bertjengkerama, tempat kembang2 mahligai melepaskan pan- dangannja arah pegunungan jang indah djelita itu suatu ta- man Puteri Iskandar Muda bermandja bersuka ria. Petang kian lama kian mengandjur surut pula perlahan-lahan, makin sesa'at tjahaja kekuning-kuningan jang diham-; burkan oleh sang surya kian pudar. Lukisan keindahan bibir angkasa barait, apefca pelangi warnanja, puspa rupa tjoraknja sungguh penaka magneet penarik hati sekalian insan penghuni,

  • bumi ini. Laksana sutera biru jang litjin halus, buah djaMn&n djari jang menirus dengan benang2 kuning dewangga, disela- ngi2 kain lembajung, sehingga tak ubahnja bagaikan perma- dani buatan Mesir lama, demikianlah amsalnja lukir.an. tepi ala/m ba,rat sepetang iitu. Segala biduan2 istana dewasa itu, telah selesai mandi, bintang2 penghias mahligai telah semua- nja pulang. Pantai jang indah itu disibak-sdbak djua oleh alun- kerisbal jang 'asjik berdendang hilir, dari padanja melahirkaa kesunjian hati dan kesepian djiwa. Agaknja karena ingin men- damaiikan¹ perasaan kalbu, Aminah masih mandi seorang diri- nja, tidak serta pulang dengan gahara2 istana tadi. Ami.iah, • v gadis istana dara jang djelita itu, jang mempunjai suara. penaka buluh perlndu, jang pernah memabukkan beberapa pangiima dan pahlawan, pengawal istana dan orang2 besar, karena gelombang njanjinja dlikala petang dan pagi menden-- •dangkan penghuni listana. Beberapa banjak orang2 ternama dalam Negara telah terpesona. dengan komerduan suaranja,'
    !

'lah tidak terhitung berapa djumlahnja pengiring2 Baginda • Sultan jang menggilai gadis itu. * •. • Penga.ruh suara, jang didjalinkan oleh lagu2 jang mere-Bep kedalam djiwa, dalam gubahan roman jang idjombang,' pastilah akam menggontjangkan setiap artja djiwa insani, hat-' ia adang hantjur lebur remuk berdeorai. Benarlah sebagad kal,

iEBURNJA KERATON ATJEH :

" -^-^T^JsE

Pernah anak muda2 didalnm dstana, berdo'a-do'a waktu le- kas sore, karena bila 'lah petang ia akan dibuai oleh lagu2 d'endam berahi. Bila 'lah petang mereka minitak supaja le- kas pagi, sebab bila matahari terbit mereka' akan dibuaikan

  • oleh dendangan schi. P'. Meskipun Aminah telah mendjadi penaka purnama istana jang gonierlnpan, dirindui oleh pungguk2 didahan kaju, na-. mun, be.lumlah seorang djua mentjoba untungnja, melamarkan- uja pada Seri Baginda...i -• Kadang2 dibuatnja bunji air berdentum-dentum dengan tangannja jang lcir.ah gemalai dtu, sehingga buihnja berter- bangan penaka kembang tjempaka jang berd&rai gugur dari ^carangannja. Sesudab pvias ia mandi, puas hati dan djiwanja, ;puas sulrma dan knlbu remadjanja dengan perlahan-lahan se-
  • kali, ia mender?* bordird dipantai lanlJai sambil membuang pandangannja arah kenirmala barat. Kain itipis bagaikan tjer.
    , min halusnja, menutupi lutut hingga dadanja jg bidang, dipe- ras-perasnja djua dengan djarinja jang halus tirus itu Sebelum tjaliaja suirya lenjap dari permukaan bumi, purnama telah menghamburkan nurnja jang indah berdandan. Dari djauh kcdengaran berderap-derap bunji telapak kuda berlard berlar i djua, kian ea'at derapan itii kian dje- las, kian dekat achiraj a sampai kotempat dtu. Seorang pcmuda jang masih remadja, rupanja tangkas, pada bibirnja Benantiasa beirmadn senjuman, melompat dari kudanja,,cambil menghc.li binatang itu ketepi pttititai. Agaknja ia hendak member! minuman kepada kudanja jan.rv kellhntcn torengali-engah itiu Molih^t kepada pemuda itu jang nampaknja sedikit 3e- mi.h, serta 'tudinja jang begiiu pajah, adalah menundjukkau la datang dari djauh Aminah mfemandang kelakuan pemuida itu, dengan wadjah jang mengandung kemarahan, karena pemuda itu telah me- langgar tempat biti2 perwara berauka-riya taman rajtu istana berbeka-beka, Alangkah angkuhnja anak muda itu.

. »i. *%#»»?• •• ^,-jai^. ..'••'• .-•r--'---,'-.i«.';..'!_ '. Jut-y '• ' ' - • ^rfeiJJpHjSwi

Demi dilajangknn matanja berkediling, tiba2 bertemulah pandangannja itu dengan Aminah. Mula2 segenap persendiaft • nja agak kaku, hatbija terasa berdebar-debar." Dalam pada itu Aminah makdn nadk darahnja. Sesa'at demikian ibagaikan ha- /,'• lilintar. petjali tengah malam Aminah berkata: „Hai orang - - muda. Mengapakah selantjang ini benar tuan mendjeldjak tempat jang terlarang ini ?" .•.'•'• • Tersentak sedjenak perasaan anak muda itu, demi sua- r;1;-; ra tegiiran bergenia ketelinganja. Ia ja.kihr kalau bukanlah ra-"-i^ h tu istana, tentu tidak sebangga itu benar da mengeluarkan ;, tegurannja. Anak muda itu merasa menjesal, mehjesal karena ,tL.'..-. terpidjak tempat jang terlarang. „Paduka tuan puteri!" serunja dengan suara jang seakan- : akan mintak dikasihani.. • •/._'. • „Sajn, bukan iuan puteri!" Sahut Aminah dengan lan- lang djua. Demi utjapan dtu berldering iketelinga Nja' Aid, ia merasa bimbang, dengan siapakah ia berhadapan kini; dengan biti .:. perwarakah atau dengan bintang mahligaikali ? Kebimbangan "g c;: : didalam kaltounja berdjuang dengan hebatnja melawan keper- ;•. tjajaannja, kudian ia jakin l.erhadapan dengan puteri isitana,, .-•'/.•. bintang mabligai. -ti ,,Mesldpun kata paduka bukan; tetapi idzinlcanlah hamba menjcbub paduka tuani puteri!" Aminah diam sadja itidak menjahut, wadjahnja masih mengandung mega kemarahannja, Kemudian Nja' Ali menjambung lagi: „Hamba merasa salah paduka tuan puteri, sebab itu djatuhkanlah hukuman apa Be- ^. kalipun kepada haniba, rela hantba menerimanja". Suara itm. dikolqarlcnnnja dengan perasaan terharu, didalam djaliaan kata2nja; djelaslah membuktikan, ia seorang pemuda jang bo- rahii bertanggung djawaib atas perbuatannja dan siap meneri- ina scgala hukuman jang dddjatuhkan kcpadanja., „Orang mudal" '

„Paduka tuan puteri!" sahut Nja'AH dengan saju, ' % „Lain kali!," dcimilkian Aminah melandjutkan perkataan- »jfi. „djikalau raendjedjak tempat2 jang belum pernah didk- tangi, poriksailah baik2, apakah tempst jang'dipidjak itu daa- ":'•• rah terlarang atau bukan?. < Serangkai dengan perkataan jang achir ini, laksana se- bilah scmbilu jang menjajat-njajatkan hulu hatlnja. Tetapi

LEBURNJA KERATON ATJEH

t_—.

Gfculis i,tu tegak tidak dapat berkata-kata lagi, tertdiri um- pama patung, liBannja tiada sajiggup menghamburkan mara- han lagi. ' ' "''.' ' '• J . • Dalam. hatinja timbul keinginan hendalc memberL am'pu- nan, tetapi, betapakah tjara ia menjusun kata-katanja supaja mendjadi serangkai kalimat? Entah pesona apa jang dibuat oleh anak muda ijtii kepadanja, sehingga beberapa sa'at anak perawan itu timbul tenggelam dalam gclombang chajal. Lama ' keadaannja demikian, tadak disedarinja, ia sedang berhadap- an dengnn seorang pemuda jang baik hati, lebih2 lagi ia tidak dnsjaf bahwa ia masih berpnkaian mandi. Perasaan marah lalu bertukar dengan rasa kasihan, bersama-snma itu seren- ' tak tdmbullah suatu suara djiwa jsng nvaha, halus kudus, wa- lokin ia tidak sanggup' melahirkannja dihadapan anak muda
itu ........;.
Dengan keaiJaan gugup sambil menjembunjikan perasaan hatinja jang sutji itu, ia lalu berkata dengan lemali lembut: „.Ia, faja ampuni tuan sekali.illi, tapi saja ingin bertanja dari

  • manakah "titan da tang ?" „Dari Gigieng- paduka tuan puteri", sahut Nja'Ali dengan lemah lembut. > Arah kemanakah tudjuan perdjalanan tuan?" „Ingin menghaaap Duli Baginda, paduka tuan puteri". ,,'Menghadap Baginda Sultan?" Aminah mendesak seakan- akan ia henBak lekas mengetahui, apakah hadjat anak muda itu bertemu dengan Baginda. Apakah gerangan keperluan tuan? Bolehkah saja mengetahuinja sedikit?" A „Tidak ada halangan paduka tuan puteri, kalau paduka * tuan puteri sudi mendengarkannja." "* „Tetapi i.' oran g muda, segan saja menerima pang- gilnn tuan, dengan sebutan ituan puteri, karena saja-, tidak
  • berhak memakai gelaran itu, tetapi panggilkan sadjalah nama eaja ..••• Aminah. " ..DJHi.ii paduka tuan puteri bernama Aminah?" Nja' Alt '• termemm:T sesa'at, itcrkenang ia, kepada tjerita2 pengawal2. istana bahwa dalam singgasana Sultan Atjeh ada seorang dara "jang romannja djombang djelita bernama. Aminah. Ia mem- pun jai suara jang maha merdu jang telah pernah merusakkan.
  • hati. panglima2 jang besar2 didalam Keimaharadjaan Atjeh.
    LEBURNJA KERATON ATJEH

S\,. -~

tf.rli, -•^••'

„Kalau begitu, idzinkan saja menjebutkan paduka saudari Aminah sadja!" ..Tcrima knsih orang muda!" djawab Aminah dengan pe- rasaiannja jang terharu, sambil mclajangkan sehetai senjum bibirnja jang bagaikan dielima merkah dftu. Hanja baru untuk pertama kali Nja' Ali menerima lajangan sehelai senjum Su- dan tjukup menggontjangkan piala hatinja. Pemuda ihana sekailpun akan tertawan dengan pandangan matanja, jang di- selang-selangi oleh senjum-senjumanmja jang manis, mak a adalah Nja' Aid tormasuk salah seorang diantara ratusan orang jang telah tertawan. .' \ I ,,Dan tjeritakanlah, apakah maksud tuan menghadap Baginda ? Setelah menarik nafas pandjang, sambil menekur seakan- akan membajangkan kesedihan jang tiada terhingga, Nja' Ali berkata: „Dilaut telah terdjadi pertempuran antara kapal2 pengawal kita dengan kapal2 Bedanda." „Djadi ? " tanja Aminah. ,,Djadi kapal-2 Belanda dengan tjara membabi buta telah melepaskan fce'm.bakan2nja arah kepantai sehingga banjak pen- duduk pantai jang telah tewas. Pertempuran makin berlang- sung .terns, ada dim kapal Belanda jang telah terbakar dan..." Anak muda itu melompat dengan tangkas keatas kuda- nja, sambil mematju dengan lantjarnja. Aminah tegak terhe- ran-heran, mrroandang kelakuan anak muda itu. Dituruti ku- da toerlari dengan mata jang djernih itu; sambil membajangkan perasaan ketjewa jang sebesar.-besarnja. Rupanja orang muda itu menudju pendopo, pin/tu gerbang masuk keistana. Sesudah ia menjatakan maksudnja kepada peradjurit2 pengawal dipendopo itu, maka iaipun dibolehkan masuk menghadap Baginda Sultan. Baru sadja ia duduk dihadapan Baginda de- tangkas. Ia membawa suatu berita keributan dilaut kepada h'i Baginda Sultan. Baru sadja ia' duduk dihadapan Baginda de -> ngan sopannja, lalu ia mulai berkata: „Ampun DuH Tuanku. Patik ini bernama Nja' Ali, adalah se«rang pemimpin salah satu kapal pengawal Negara Atjeh, a

LEBURNJA KERATON ATJEH 9

2 Belanda, Tuanku." 2 Belanda? Tjeritakanlah terus!"

leruskan tjeriteranja : ,,Siang tadi lima Ijferlajar beriring-iringan mengadakari pe- sekftar Selat Malaka. Tatkala matahari telnh Ijon-Barat, didapati sekumpulan besar kapal-kapal BelarTdaVjang diduga meneruskan pelajarannja kepulau Dja- wa. Diwaktu kapal pengawal kita memberi tahukan kepada mereka, bahwa armada2 mereka musti diperiksa lebih dahulu, dengan semena-miena mereka melepaskan beberapa tembakan meriam. Sekali lagi pemimpln kapal pengawal kita memberi tahukan, bahwa luvmi sekedar memeriksa sadja, dtupun didjawab dengan tembakan meriam beberapa kali lagi. Karena itu .kapal2 pengawal kita lalu membalas tembakan mereka achirnja terdjadilah pertempuran jang BBUgat hebat. Sesudah magh rib, ternjata 2 diantara kapa!2 Belanda telah terbakar hangus. Sekianlah berita dan iriilah surat" kuasa dari Laksamana Muda."

Nja' Ali anenjerahkan surat itu kepada Perdana Menteri. Setelah Perdana Menteri membatjanja, dimana Laksamana Muda, meminta keputusan apakah pertempuran diteruskan ataupun djangan. Keputusan dtu musti segera didjawab oleh menteri Angkatan Laut. Orang2 besar jang turut didalam rua-' ngan istana itu itermenung, sedahg Baginda Sultan merah pa- dam mukanja. Dalam..keadaan itu Perdana-Menteri bersabda-
lah:....;
1 ,',Malam ini djuga di'adakan Sidang Balairung Sari". •'•': „Ja, demikianlah djua hendaknja", djawab Baginda Sultan. Perdana Menteri jang dibantu oleh beberapa Menteri jang lain dengan sibuk dan sigap mengadakan persed'aan, untuk melangsungkan sidang Balairung Sari disa'at itu djuga. Kare-

  • na kerdja sama jang rapat sekali diantara Menteri2 jang ada, meskipun tidak lengkap dihadiri oleh beberapa Menteri, maka Sidang Balairung Sari jang luar biasa, telah sanggup dilang- sungkan setelah seperempat djam kraiudian. Sidang itu ber- djalan dengan hangat sekali, panas laksana api, achirnja telah kersldang klra2 seperempat djam pula, maka Sidang Balairung SaripUn member} kuasa kepada Menteri Angkatan Laut untuk menggempur tei-us armada2 tentera Belanda jang melanggari aturan2 Laut Atjeh.

    ^1S LEBURNJ A KERATON ATTEH

Keputusan tersebut tidaklah dinjatakan dengan maklumat perang terhadap Belanda, melainkan dipandang sebagai suatu kerusuhan sadja. Balairung Sari memberi kuaga pula kepada Nja' Ali membawa perintah itu kepada LaksaJnana Muda Ga- bungan Armada2 Pengawal, bahwa dengan setiap kernrngkinan keganasan tentera Belanda musti dibcri hukuman jang setim- pal. Kerusuhan2 Selat Malaka, bukan hanja sekali itu ter-., djadi, bahkan hamplr setiap bulan ada, sebab tentera Belanda jang telah memusatkan kedudukatinja dipulau* Djawa selalu • memantjing-mantjing kerusuhan dengan Tentera Laut Atjeh,' dan setelah habis pertempuran mereka mengirimkan nota ke- ** .pada madjikannja ..TENTERA LAUT ATJEH MEROMPAK DISELAT MALAKA". Ada kalanja dalam pertempuran itu. mereka d beri bantuan oleh Kapal2 Inggoris, meskipun dengan menaikkan bendera Belanda ditiang kapslnja. Kekedjian politik pendjadjahannjaMnilah maka orang2 besar di Atjeh tetap menga.mbil kesimpulan, bahwa tentera Belanda pada suatu kali, nanti akan mengadakan serangan setjara besar2an ke Atjeh untuk menduduki Tanah Rentjong. Dalam hati setiap anak Atjeh telah tertanam bahasa Belanda, sedang berusaha hendak t melakukan sesuatu kekedjian politik. Kehendak politiknja itu mustilah dibasmi habis2an bila mereka mentjoba menduduki tanah Atjeh.

Perasaan itu kian lama kian hidup dalam perbendaharaan. hati setiap ummat Atjeh jang- mentjintai Negaranja jang dja-v. ja itu Malam itu djuga Nja' Ali balik kembali menudju pantaij • Gigieng, sebab disanalah terdjadi pertempuran, diiringi oleh seorang Panglima jang remadja, Teuku Panglima Him namanja, ' termasuk bilangan orang2 besar pengiring Sultan. Bersama dengan orang muda inilah, Nja' Ali mematjit kudanja dengan Ian-. tjar. Baru beberapa langkah kuda mereka berlari keluar istana,, kedengaranlah suara seorang perempuan sedang bernjanji de-. ngan rajuan kata2nja jang maha merdu, seakan-akan suara dari firdaus, dihejnbusi oleh nasim sutji dikala adam sedang nman diam. Demik anlah lajaknja suara dara itu bergema ber-.. alun seloka berbuaibuai dibawah angkasa jang sedang tjerah.. bermandi tjahaja bulan. Seakan-akan terhentl laiknja kuda. berlari, demi nafiri senandung itu menggema sawang.. Dengan tjara pura2 tidak tabu, Nja' Ali memadjukan per- tanjaannja kepada Paiiglima Him: „Slapakah agaknja perempuan jang bernjaaiji itu dalam !stana?" sambil menjeritaKkan'

LEBURNJA KERATON ATJEH ill

m

•/ •- Setelah menoleh sedjenak kcbelakang, Panglima Him men- djawab: „Gadis istana, Aminah namanja. Tahukah saudara, dlalah seorang dari singgasana jang mempunjai roman bagai bulan empat belas. Dialadi jang senantiasa mendendangkan njanjinja jang mu- luk merdu, jang menjebabkan tiap-tiap hati penghuni istana iai merasa terhibur. Sampai disini, Panglima bangsawan Itu terhenti dari ber- tjeritera seakan-akan hatinja terllndung oleh awan jang meng- gelapkan perasaannja. Ia terhenti dan terdiam „Keluarga Bagindakah ia gerangan ? tanja Nja' Ali. ,,Iai adalah seorang puteri Panglima, Pengapit Sultan!" Setelah ajahnja meninggal dunia, maka ia diambil oleh Baginda didjadikan gadis istana dipa'ndang penaka puterinja sendiri, selaku kentjama singgasana. Ia dikasihi oleh Baginda .. Sultan dari mulut sampai kehatinja demikian pula oleh Permai eurinja. Ia adalah Puteri kesajangannja, diantara puteri2 jang lainnja, dalam istana ini. Ia " Kembali sekali lagi Panglima muda itu terhenti bitjaranja,' hatinja seakan-akan hampa dan beku. Ka- •lau bukan karena tjahaja bulan jang samar-samar itu, centu akan djelas terlihat gurisan dikeningnja penaka pertandaan jang menjebabkan kata2njai terputus tadi, bajangan rohani jg terkandung didalam hatinja kedu a kuda jang di- tunggangi oleh dua pemuda itu, berlari djua dengan kentjang- nja dibawah sinar purnama. Apakala kuda itu tidak berlari dengan setjepat-tjepatnja, pastilah tentera Belanda terah lebih banjak mengorbankan dj'.wa penduduk pantai kita, sebaD sa-: saran merekai jang sangat membabi buta. Bulan dilangit, se- bentar-bentar terlindung oleh awan2. jang bergumpal-gumpal, jang menandakan sedjenak lagi had akan hudjan. Kedua merekai membawa selembar surat perintah, terUntuk kepada Lak- tsamana Muda Gabungan Armada Pengawal, perintah supaja memberi perlawanan jang sesengit-sengitnja, selaras huku- mannja derigan kelantjangan Belanda, jang telah melakukan . pelanggaran berulang kali di Selat Malaka atas Tentera2 Laut Atjeh. Setelah berdjalan sekian lama, tibalah kedua mereka; kepajntai Gigieng dimana beribu-ribu rakjat telah keluar dengan bersendjata lengkap, siap menanti perintah untuk mela-

LEBURNJA KERATON ATJEH

kuan tentera Belinda. Dan kebuasa n itu mustl- lah dilawani oleh rakjat Atjeh dengan tjaia kosatria. Nja' All lalu naik kejaut menjampaikan keputusaai Sidang Balairung Sari kepada Laksamana Muda, jang disambut oleh Laksamana Itu dengan muka jang berseri-seri. Maka Tentera laut Atjeh pun lalu melakukan serangannja setjara besar2an. Dalam per-, tempuran hingga waktu itu, 4 kapal Belanda telah tenggelanv 2 hangus setelah maghrib, kerugian dipihak Atjeh hanja satu kapal Pengawalnja jang terbakar. J Nampaknja armada2 Atjeh tidak bisa bertahan lebih lama "lagi, karena serangan2 tentera Belanda itu makin diperhebat. Karena itu Laksamana Muda memerintahkan supaja rakjat se-i kalian di Gigie'ng mestilah memberikan bantuan. Rakjat Atjeh jang mempunjai darah pahlawan jamg memang sedjak tadi telah siap sedia, demi mendengar perintah, lalu berebut-rebutaa.. naik ke laut dengan perahu, tongkang dan biduk. Apa sadja jang dapat dipergunakan mereka untuk memba- wa dirinja ketengah-tengah gelanggang pertempuran diguna-' kan dengan setjepat mungkin untuk memberi bantuan, hatta- ada jang berenang dengan tidak memikirkan mati lagi. Rcn- tjong Atjeh dan'pedang daun idjuk •) gemerintjing bekerdja dileher musuh tatkala beberapa perahu rakjat dapat melem-^ parkan tenteranja kedalam salah satu kapal Belanda. Rentjong saktl jang bertuah, jaing telah dipergunakan oleh orang Atjeh diwaktu menaklukkan Djohor dan.Malaka, mema-. tahkan keagungan Imperialis Portugis dan Inggefis baikpun Belanda dan telah dipandang sebagai sendjata jang sanggup 1

memperlindungi pulau Sumatera dari keangkaraan Barat diza-, man Iskandar Muda Mahkota Alam. Rentjong itu pula jang • telah pernah menjemangatkan pahlawan2 laut jang gagah be- rani-menjeberang kenegara2 besar, mendjadi utusan Kaimaha- radjaan kita dewasa itu. Karena itu sekali-kali dalam djiwa rakjat tidak terlintas perasaan mengundurkan diri, perasaan menjerah Kebuasan, dibalas dengan kebuaaan, keangkaraan dibalas dengan keangkaraan, sehingga sebeltlm

*)• Pedang daun idjuk, bentuknja serupa dengan daun idjuk. terkenal benar dalam Sedjarah Atjeh, tetapi tidak menga- tasi Rentjong.

LEBURNJA KERATON ATJEH ' < la .";'i: i i

. "fcja....! Bena r orang Atjeh adalah rakjat Indonesia jang
^bcrani, berani menentang keangkaraan, walau dari manapun ilatangnja, tidak mengindahkan dari luar dan dalam. Kalau. bnkanlah orang Atjeh mempunjai semangat keberanian, manakah mungkin mereka meudirikan satu Kemaharadjaan besar diabad ketudjuh belas dipulau Sumatera. Kalau -bukan orang Atjeh berdarah kesatria; manakah mereka berani menjeberang lautan besar2 sampai ke Eropah; kenegeri China diwindii ba- hari. Seluruh dunia mengetahui, dewssa itu.kedjajaan Atjeh telah tiba kepuntjaknja. Berdasar kepada demikian, maka rakjat Atjeh telah sanggup mempertundjukkan kekerasan sema- ngatnja, menentang pelanggaran tentera Belanda, sehingga dalam waktu jang singkat sisa2 armadanja melarikan diri Kemudian setelah peristiwa itu berlaku keadaan negara Mian biasa sadja, tiada suatupun berHbah dari sediakala, mes- kipun Tentera Laut mereka mempcroleh kemenangan jang gl- lang gemilang. Memang bagl djiwa rakjat kemenangan adalah soal biasa, karena sebelum itu sedjarah Atjeh tiada pernah menuliskan KITA KALAH. Nja' Ali berdjasa besar dalam per- tempuran itu, sehingga ia diangkat mendjadi Laksamana Muda ke II dari Gabungan Armada Pengawal Negara Atjeh. Tetapi hanja beberapa lama sadja ia dapat mendjabat pangkatnja jang baru itu, kemudian atas perintah Sulthan ia diangkat mendjadi Pttngl ma Muda dari Tentera Pengawal Sulthan di Keraton.

P !

LEBURNJA KERATON ATJEH

•' 1

***#£\i \ in - - - - $£&— •—''

Fasal H., 1

:

BEftEBUTKAN MADU '?

Tengah hari tepat.........
i _ Angkasa terang benderang, tidak bersaput sehelai awan-. pun, sedikitpun ta' bermega, seh'ngga radja tjahaja leluas.i memantjarkan s.eminarnja kehutala. Puntjak Seulawah Djan-- tan, tegak dengan djajanja mendjulang nirmala, bebas melepaskan hasrat, tidak terlindung dengan suatu apapun, Pohon2- an tunduk meraju dltfmpa panas jang njala itu, sekar suhun-- nja banjak tidak berseri lagi. putukZrija jang memberi haraoan' untuk kesemarakan hidupnja'dihari nanti, 'lah banjak jang laju, kembang2nja jang bersela-sela diantara daun2nja ja.ng> telah kuning kering, turut berderai lepas dari kelopaknja. ,Inilah akibatnja musim kemarau, inilah hasilnja pabila^nirmala tidak meritjurahkan hudjan rahmatnja. Air Kroeeng Daroi,. hanja tinggal beberapa djengkal dalamnja lagi, sehingga ka-_ rena kedjernihannja itu, djelas nampaknja batu2nja be:tabuc... Kerat.on dan istananja, sunji senjap belaka, bagaikan pegai*»- dialahkan garuda. Kemana Tjut Aminah gadis jang mimgil itu, tidak memperdengarkan njanji seninja lagt, kemana sua-, ranja jang merdu itu, kenapa tidak dilagukannja agar kehe- ningan dunia petjah semuanja, kesunjian maya bergema ,...,

Tidak, ia tidak hendak berlagu, karena Duli Sjah AI*-urt, lagi sedang beradu melepaskan lelah, sebab sedjak pagi Ba- ginda sibuk menjelesaikan beberapa so'al jang bersangkut dengan negara dalam Sidang Balairung Sari ..' Diberanda belakang ia duduk seorang dirinja, menjelesai-r kan kain sulamannja. Dengan tjara jang hemat tjermat, djari-' nja jang lentik2 itu ber'main menari diatas kain lembajung, sambil sekali2 menjentik dengan udjung djarumnja, memper- indahkan sulamannja. Selagi djari djelita itu 'asjik dengan sulamannja disan a dipendopo, kei'hatan Touku Amat sedang bertjakap-tjakap dengan peradjitrit pengawal istana, Ehtah apa jang dipertjakapkan mereka itu disitu, lidaklah da- pat diketahui benar, hanja setelah itu kel-hatan bangsawan' tersebut, telah meninggalkan pengawal tadi, menudju arahiktf- istana. Setelah beberapa depa ia berdjalan, diTajVingkahlaii pandangnja sedjenak kebelakang, kebetulan pengawal'tad:

LEBURNJA KERATON ATJEH

m

VW«»* * - • nmsarf,*

/

pill Si. ' Matanja awaa memperhatlkan segala sesuatu dalam iata- aa, tetapi tiada suatu hatipun dapat mehduga kalbu Teuku Amat, istlmewa la adalah seorang jang disegani karena ke- -\ pertjajaan Duli Sjah Alam kepadanja dan ia senantiasa be'r- ' nda disamping Baginda. Hanja pengawal tadi sadja jang se- lalu- memperhatikan gerak geriknja sehari itu, bagaikan ada sesuatu rahasia jang tersembunji" dibalik hati mereka, sehing- ga ia dituruti dengan ekor matanja, sampai2 hilang keballk istana Tatkala ia melangkahkan kakinja masuk keseiambi be- lakang, ia tertegun beberapa sa'at, demi Tjut Aminah ter- paadang olehnja. Dara itu tidak ihsjaf bahwa dlrinja sedang diamat-amati oleh sepasang mata anak muda bangsawan dengan penuh gairat dan rasa 'asjik. Karena tidak disedarinja, \ pekerdjaannja itu diteruskan djuga sebagai biasa sambil bibir- nja bergerak2 bernjanji halus. Rambutnja jang ikal keriting Tjerombak laksana danau tenang diganggu baju pagi, sedang kulitnja jang putlh litjin, halus umpama hambal belud- ru, gubahan Junani lama, pinggangnja ramping itu, penaka pa- uing jang dipahatkan oleh pelukis2 Mesir purba, sudahlah tjukup menggojangkan iman Teuku Amat, bangsawan muda tempat Sulthan Aladin Mahmud Sjah menumpahkan segala kepertjajaannja. Teuku Amat, masih tegak sebagai patung da-m lam simpanan artja, tidak bergerak sed'kitpun djuga agaknja- kalbunja, sedang ddamun \pesona ketjantikan kom- bang istana itu

Setelah beberapa lamanja terbarihg dilautan asjik demikian, rupanja ia sendiri tidak menjedari berapa waktu ia su-

  • dah berbuat demikian, lalu ia siuman, tetapi penaka seorang jg baru bangun dari tidurnja; merasa' birigung dan kaku, ta' ten- tu apa jang harus dibuatnja." Perlahan-lahan digerakkan langkahnja, mendekat rapat kesamping bidadari itu, dan ta-
    , agannja mendjemah ombak rambut Aminah, jang sedang di- atainkan pawana. Demi tangannja terasa pada Tjut Aminah, lalu ia terkedjut..; ja, terkedjut sangat bagaikan disengat kala djeugking

16 LEBURNJA KERATON ATJEH

  • .••;r--,. 1.. *i* g __

nja dipanah oleh sfinaran mata bunga Keraton Atjeh. Ia mentjoba tersenjum, tetapi senjumnja kaku tidak mengandung. ' madu. Ditjoba menentang dara perwara Itu, walakin matanja alah, seakan-akan tidak bersinar lagi t Denga n keadaan gugup, ia mentjoba berkata: ,,Sunji be- •' na r istana sekali ini!".. „Benarlah Ampon! Maklum bukan, masa sedang | v. menempuh mUsin kemarau! sahut Tjut Aminah dengan tjepat, !. lal u ia menekur menjudahi pekerdjaannja. Anak muda itu memberanikan dirinja, lalu tukasnja lagi : ,.',' ) ,,Bilaka h hudjan akan tiba ?" •Kembali sunji sen jap, tidak ada kata jang berdjawab, jang membela kesunjian itu, seh'ngga bila ada djarum djatuh I'" djela s kedengaran gemaannja Sebcntar kemudian, sesunjian itu petjah pula oleh djawa- ban Tjut Aminah: ,,Hudjan diturunkan Tuhan sesudah bumi i ' semesta, kering semata". (; j. Tju t Aminah tersenjum, setelah utjapan itu selesai di : | ' utjapkannja, matanja jang laksana bintang kala itu menen- •-

  • ' tang pemuda jang duduk bersimpuh dihadapannja, senjumnja itu disambut oleh pemuda bangsawan itu dengan senjum pula, - j, sehingg a kemudian masing2 mengulum senjumnja ja,. dewasa itu, alangkah indahnja pipl gadis itu, berlesung pipit. '
    „Alangkah mcnderitanja bumi Tuhan ini, kalau sesuntuk ''

y. masa, langit t'dak menuruni hudjannja?" tukas anak muda • itu, sambil menggamit matanja.
,,Ja, alangkah beratnja kandungan mega, kalau sepan-, djang masa air jang dikandungkannja itu: tidak d peroleh izin untuk mentjurahkan kebumi?" gad's itu mendjawab utjapan '. Teuk u Amat dengan tjepat. „Mega tidak bcgitu menderita, djika diband'ngkan dengan ^ penderitaan jang ditanggungkan oleh bumi", demikian anak muda tu .membalas kata", sehingga kaju2an jang muda rcma- dja jang mempunjai harapan untuk mcnghasilkan buahnja di- bari kemudian, telah banjak jang laju, djuga terhitung jang ! telah mati ! " fc „Tetapi Ampon harus maklum, bahwa bukan selamanja, kalau hudjan mentjurahkan dirinja mendapat akibat jang ba-t
ik bagi bumi, dan ........." •. -,
Djelas terasa dalam bathinnja sendiri dengan tjepat pula-. -. i a mentjoba menjembunjikan perasaannja itu, sehingga tidak naendjadi kentara kepada Teuku Amat. ' - .,

*r ** LEBURNJA KERATON ATJEH IT-

ngakibatkan rusak dunla da n da n kalau Tjut Aminah audi menjcbut permohonanku, ja itula h hanja pengharapan jang kutumpahkan padamu", demikian pemuda Itu melahirkan perasaan hatinja, ja, barangkali telah lama di-. pendamkan dalam dadanja, bagaikan gupung Merapi memen- dam belerangbang. Djelmaan perasaannja itu, seakan-akan terhambur dengan tidak tersengadja. " <,. Benarlah; kalau perasaan sutji, hanja terblt karena d.iet- maah sadja, bila perasaan indah, hanja tertjipta pada sa'at- nja djua. Demikianlah tjaranja Teuku Amat mendjelmakan perssa- an sutj nja, ja, perasaa n bathinnjn. Selagi pemuda itu mengukur2 perasaan bathinnja, dlkalft itulah djiwa perawan itu bagaikan sekerat sabut sedang di- perma : n-mainkan oleh gelombang sarnudera. Lautan bath'nnja berombak, berdjuang menjerunj? karangI 1i Hanja baru sekali itu selama hidupn.ja, ia mendengar utjap H an kasih mesra diutjapkan dihadapannja bertc.rang-ternngan. ja, hanja baru sekali selama hajatnja bcrcnang-dalam samudera berahi, ia mcndengarkan utjapan seorang pemuda dengan perasaan halus sutji. Benar dalam bathinnja telah p«rnah ber- dendang lagu kas'h sajang, tetapi hatinja ditahan, dadanja di- tekan supaja perasaan itu djangan bergelora djua. Sesud.ih be- berapa lamanja demikian, maka Aminah memetjahkan kesu- njian lagi: „Manakan sudi Ampon menjambut peruntungan hamba dagang jang hina ini, dan bukankah Ampon aman hi- dup dengan isteri dan putera Ampon scndiri jang montok itu?" „Perkara itu hanja ma'nan bibir belaka, Aminah, sedang dasarnja tidak begtfu. Telah, mendjadi rekaku, telah sckian masa berahi terpendam dalam kalibuku, tetapi. pada sa'at ini baru ada kesempatan untuk kulimpahkan keharibaanmu, kalau2 ia b ! sa mendapat sambutan jang selnjaknja .". Tjut Aminah terdiam diri. Wadjahnja merah padam/pe- naka sungai darah ditimpa panas terik, namun menambah ke- tjantikannja berlipat \ganda. Sunji kembali mangan itu

  • i.Tidak, Amnon, tidak dapat hamba dagang melarat ini
    menerima limpahan jang begitu berat". Demikian perawan itu memetjahkan kesepian, dengan suaranja jang terharu.
    ,,Aminah ja, kesuma istana......... !.
    , Djangan sekali-kall engkau pertjaja kepada utjapan2 mu- kt uanis, karena dari kelemahan kaia2nja itu adalah b-jkti

LEBURNJA HERATON ATIEU. A

.: ..•:.

: nja mereka bersuami isteri itu, lahirlah seorang putera; itu " ia, jang sekarang diberi gelar dan pangkat Teuku Panglima; Him". "; % Tjut Aminah, tidak menjahut sepatah djuapun se- bingga sunji kembali. Bunga Keraton tcrkenang pula akan tjeritera2 jang diri.wajatkan Teuku Panglima Him kepadanja. pada hari2 jang lain. Kembali terbajang bagaimana bangsa,--;?. .. • i-v "wan Panglima itu, mentjeriterakan keturunan Teuku Amat,,; '*4v jang berasal dari bangsa Habsji. Entah jang ditjeriterakan Teuku Panglima Him itu dusta belaka, tidaklah dapat diduga - - ** perawan itu. Dua tjeritera itu, bclum "boleh dipandang benar. dan djuga bulum boleh dipandang dusta, karena kedua mereka. • sama2 hendak morebut sepiala madu. Begitulah adatnja dunia. ini, demiklanilali ulahnja insani, djilcn. hendak mcmperolch se- suatu maksurl, tidak segan2 menghasut, supaja saingannja dja-, tuh rubuh.dilanda binasa.. ' "'-.'•• Lebih parah lagi, kalau hal jang sematjam ini bersenan- dung dalam bathin orang2 besar, bernjanji dalam djiwa raga .harapan2 tanah air. Akan runtuhlah keagungan, akan punah- lah kesentosaan, rubuh pulalah kemakmuran, djika seseorang itu mempuhjai perasaan kedirian, semangat tamak, karerta hendak memperolleh kejaklnan, tidak merasa sajang kepada teman handai jg didjatuhkannja, tidak merasa terbit air mata kese- ••]••. -y.

'' LEBURNJA KERATON ATJEH .' '. 19N •.

  • •'-'•'• • -.

    ...T->*

- L

dihannja melakukan pekerdjaan2 jang terkutuk. Ah, alangkah kedjamnja dunia ini, aduhal alangkah durdjunanja maja- pada ini. -, Pjatuh mendjatuhkan adalah penjakit masjarakat jang sangat berbahaja, dan kalau ini Sudan meradjalela, adalah ba- t jangan keruntuhan satu2 keagungan dizaman nantl. Tj!ta2" tidak akan tertjapai, kalau perpaduan mendjadi petjah sehagai ini, untuk mengharapkan sesuatu. Pohon beringin jang besar2 sebentar sadja tumbang, kendati dihembus oleh angin b'asa manakada segala urat2nja. tidak seia lagi mempertahankan ke- semarakan batangnja. Rumah batu besar2 jang tinggi men- djulang mega seketika sadja lebur binasa, apablla perpaduan kekuatan telah lerai. Berdasar kepada filsafat ini mendjadilah Tjut Aminah bimbang, bimbang tegak dipersimpangan djalan, ragu menggerakkan langkah kedjalan mana Berdenting pukul 3 petang, baharulah Duli S.iah Alam ba- ngun beradu, menjebabkan usla pertemuan mereka, jang seorang menghilang keluar Keraton, sambil diperhatikan oleh pengawal gerbang, ja, jang seorang lagi lenjap kebalik tabir pintu

. du a buah tjadangan jang serupa udjudnja, se- akan-akan dua kitab tjiptaan dua orang pudjangga, jang serupa haluannja, demikianlah peristiwa itu terkembang dalam kenangannja. Meskipun malam telah larut, namun matanja.. tidak hendak terpedjam sedikit djugapun. Terbang melajang dengan bebas, amsal elang mengulik '••";•;;•:tinggi, tidak ada jang menghalangi kemerdekaannja merawang

  • -'•'< diangkasa luas, demikian pulalah kenangan perawan itu, mem- bubung mentjakar mega. Tiada satu penghambat keleluasaannja, tiada sebuah penarung kebebasannja, penuh merdeka ia. berfikir dan berchajal. Keleluasaannja itu menerawanglah menemud tempat2 sutji samadhi, tempat2 arwah mulia bertachta, gUa2 pertapa ber- sunji diri, chs.jalannja menjelami lubuk2 seni dalain lautan ke- indahan. Ia seorang kaum Hawa jang masuk bilangan lemah, •} lemah anggota dan djiwa, demikian kata orang sedjak dahulu. ^ Karena kelemahan perempuan itu, selalulah teidapat dalam ka- i mus djiwanja perkataan menjerah meskipun penjerahannja itu hanja-karena paksaan lahir sadja, eeaasg bathinnja scdikitpuiv tidak merldainja. Tjut Aminah, termasuk djuga salah seorang perempuan jang lemah, tetapi hanja lahirnja sadja ia demikian,. bathinnja kuat sebagai djiwa seorang Serikandi.
    -» • j

26 I ' LEBURNJA KERATON ATJEH '

.••.* "

Kedua tjadangan jarfg diminta supaja ditela'ahnja itu, te- ;^v- lah diputuskan, tidak akan diterimn, karena kedua mereka se-. dang djatuli mendjatuhi antara seorang dengan lainnja. Djadi sekarang Tjut Aminah, gadis rupawan itu, tidak berbimbang rasa Ingi, bukan berdiri dipcrsimpangan djalan Tetapi oleh karena telah mendjadi sifat bagi dirinja, urituk menolak mentah2, dipandang sebagai perbuatan manusia jang rendah budi pekertinja, tjadangan itu bukan ditolak, tidak djuga diterimanja istimew a perasaan djiwa mudanja semata-mata telah tertumpah kepada seorang Panglima Muda dari Tentera Pengawal Sulthan jait u Nja' Ali, fang lazim disebutkan gelarannja Panglima Muda Ali. Ia hukan seorang bangsawan hanja seorang Pemuda rakjat biasa sadja... Sedjak pertemuannja mula pertama ditepi pantai Kroeeng Da- roi, pada beberapa masa jang terkebelakang, dima-sa ia sedang melepaskan hasrat hatinja memandang keindahan tamasja pe- tang, dimana ia telah melemparkan amarahnja kepada pemuda jang baik hati itu, sedjak itulah hatinja tertambat, darah be- rahinja tersirap, berdebar bagaikan ombak dilaut buas, ber- gulung menggunung-gunung umpama djeladerl dlsamudera api. Pemuda itu aduha i hanj a pemuda itu sadja jang dikenangkannja, meskipun hanja baru sekali itu mata berpadu. Masih berdenging rasanja, pada pendengarannja. betapa pahlawan itu kala memohonkan ampun padanja :. 'lembut meraju, bagaikan suara dewa kajangan bertjumbu ber- beka dengan dewi gahara, demikian lainnja suara muda rema- dja itu Masi h belum terputus dalam ingatannja, ba—.-, gaimana tangkasnja kesatria muda itu melompat keatas pela-; na kuda tunggangannja sambil mematju dengan tjepatnja. Rasakan, ia masih berdiri djuga pada pantai landai Kroeeng Da- roi, tertjengang terngang a memandang teruna itu, ja .-. rasakan masih pada sa'at itu djua mata-nja me— nuruti arah kemana'tudjuan kuda Nja' Ali berlari. Semuanja djelas terbajang pada pandangannja laksana segulung gambar hidup dari penghidupannja, berputar didepan matanja Ja, ia adalah penaka sepiala madu jang sedang mendjadi rebutan orang2 besar dalam istana. Sementara itu, matanja perlahan-lahan terpedjam da n iapun lenalah

"•i>:

LEBURNJA KERATON ATJEH 21. '•

I .

Fasal III.

PBSURUII PEMERINXAI! BELANDA •;;

. Negara Serambi Mekkah sedang d liputi mega bahagia Seri Baginda Sulthan 'Alaidin Mahmud Sjah, duduk dlat.is 'singgasananja mengemudikan Negara". Kebidjaksanaan Duli Sjah Alam memang diakui oleh orang2 besar dalam nogeri, oleh Ulama2, Oeleebalang2, tjerdlk pandai dan sebagainja. Karena ke'arifan Baginda, Negara. Atjeh dewasa itu maisih sanggup menjambung sedjarah abad ketudjuh belas, abad jang maha tjemerlang bagi kebangunan umat Indonesia. Karena ketjer- dikan Bagindalah, sehingga ditanah Rentjong tumbuh dengan < t suburnja sepohon batang tjinta, jang daun rimbunnja mem- perlindungi umatnja dari pelbagai marabahaja. Pohon terse- but mempunjai ribuan tjabang kasihnja. Pada tjabang terse- bait bersela keluhuran rakjat, dibawah rimbiinannja bernaung kemul'aan wathan, dan dibalik daun2annja bergenia njanjian margasatvva mendendangkan lagu perdamaian dan kesentosaan. Kasih mengasihi, tjita-mentjintai, antara satu lapisan dengan golongan lain, antara satu kasta dengan tingkatan lain men je-, - babkan pohon jangkuat tinggi tadi mengliasilkan buahnja jang lazat jaitu per3atuan jang mendjadi lambang dari pada seka-Han kemuliaan. Perpaduan tensiga jang lerdapat dialas persada tanah Iskandar Muda dewasa. itu sungguh mendjadi suatu dja- aninan keluhurannja jang abadi.

Dipelosok-pelosok desa kcl.halan para ulama jang bersor- ban putih menghadapi. peladjaran2nja, menanam semangat ke Tuhanan. sambil djari2nja raenghitung-hitung tasbih. Dari se- genap pendjuru Indonesia, datanglah berduj'un-dujun peladjiir2 meugundjungl negcrl Atjeh pusat. pengetuhuun Islam dewas-i itu

1 Dlsamplng itu, nampak pula kepala2 rakjat, giat membim- bing anak buahnja kedjadan kesentosaan, menuntun mendaki; ( gunung bahagia, bagaikan tseorang. ajah memimpin anaknja sendlri, dgn teliti dan seksama. Sungguh kepala2 rakjat dewasa ' itu, la untuk rakjat; bukan rakjat untuk dia. sebab itu tidak- lah pernah antara rakjat dengan kepalanja berdjelma perasaan

22 LEBURNJ A KERATON ATJEH ,.^-v« t j = .t^~:.i,rm»

l! > Baling tidak mempertjajai. Rakjat patuh kepada kcpalanja te- * ,topi kepalanja djuga patuh kepada rakjatnja. Ia tidak pernah:- menindas rakjatnja, tidak pernah melakukan keganasan dani kelala'.an terhadap penduduk, sebab kepala rakjat dewasa itu insjaf, mendjadi.kepala bukan untuk kepentingan diri sendiri,. hanja semata2, untuk kepentingan orang banjak.

Akan aman terus mcncrus .,Tanah Semangat Wadja" itu,. bilamana sedjarah ini t'ada putusnja bersambung-sambung.. ' • dan akan rusuhlah berzaman-zaman, kalau kepaia2 rakjat ha— ilja arif penindis, hanja tjakap menindas. Para petanl jang senantiasa mendampingkan punggungnja. dibawah terikan sjamsu, t dak pernah bosan dan lalai meng— hasilkan rfiakauan2 rakjat. sehingga. dewasa itu Negara Atjeh- terkenal makmur..; ''.. ..

  • Tidak pernah terdengar gemaan tjemooh dan sipongang-
    upat tjela, jang merendahkan antara satu golongan dengan go— i ' longan jang lain |'.'. Dikal a itu Duli Sjah Alam sedang duduk memper.bintjang— kan keamanan Negara dan kesentosaan rakjat disalah"satu Si- angan istana. Berseri-seri wadjah Baginda, demi didengarnja; rakjat dalam aman sentosa; diutjapkan oleh mamandanja Per- i dana Menteri. Alangkah gembiranja Baginda, alangkah leganja

  • dada Duli, demi mengetahui, bahwa tjita2 jang beliau tanam-
    l; ka n telah berbuah. Sedang Baginda berhasrat memperkatakan situasi Negara, tiba2 masuklah Panglima Dalam, dan. memberi .'.'. ' hormat. .-

„Apa chabar Panglima Dalam?" sapa Baginda Sulthan. Dengan air muka jang kurang djernih, Panglima Dalam; lalu mendjawab: ,,Chabar baik sadja Duli Sjah Alam!" sahut- nja dan menjerahkan seputjuk surat bersarung, terbalut dengan kain kuning, lalu beliaupun menjambung perkataannja: ,,Surat.' ini diantarkan oleh Sidi Tahir pesuruh pemerintah ,Belanda. ,. ** diminta sampaikan kehadapan Duli. Sjah Alam, pesuruh mani, ki-ni menanti keputusan di rumah Panjang."

** Ser i Baginda menjerahkan surat Itu kepada Perdana Menteri, jang langsung dirobek sampulnja, bunjinja kira2 denuV
kian : .-...... • ...,-..

LEBURNJA KERATON ATJEH

•WWPWHWWI'fMM If « \ '|*m'

' • : -,; <- ' • ••••; • - • • •,,. ,' • Disembahkan kehadapati j.m.m. Seri Baginda Sulthan Alaidin Mahmud Sjah: bertachta diatas sing- .,. gasnn a Keradjaan Atjeh dan ta'luk djadja- hannja bersemajam

• v- d i. Keraton Kutaradja.

Duli Sjah Alam jang mulia ! Dengan segala hormat dan chidmad patik Gubernur Djen- deral Hindia Belanda di Betawi mempersembahkan kehadai>an Duli Sjah Alam j.m.m. sebagai tersebut d.bawah ini : Berhubung dengan kemusjkilan2 jang dideritai oleh anak2 kapal jang hilir mudik di Selat Malaka, maka patik ulangi lagi permohonan patik, jaitu atas limpah Kurnia Duli Sjah Alam agar supaja kepada mereka dapat kiranja Duli Sjah Alam anu- gerahkan perlindungan. Perlindungan jang patik pohonkan Itu ialah atas limpah kurnia Duli Sjah Alam dapat kiranja kapal2 mereka Dull Sjah Alam iznkan berlabuh dipulau Nasi dan pulau Weh. Dengan djalan begini perhubungan antara keradjaan Belanda dengan Atjeh mendjadi bertambah rapat dalam ar- tian Persaudaraan dan perdagangan. Berhubung dengan kapal2 itu ta' menentu siang atau ma- lam tibanja; maka perlulah patik sembahkan permohonan jang kedua; jaitu atas kemuliaan dan limpah kurnia Daulat Tuanku Sjah Alam, sudi kiranja memberi izin kepada patik untuk mem- buat menara api dipulaii2 tersebut, jaitu pulau Nasi dan pi'lau Weh. Dipuntjaknja kelak akan dikibarkan bendera keradjaan Belanda dan djuga bendera keradjaan Atjeh bersama-sama. Atas limpah kemuraban hati Duli Sjah Alam mengabulkan per- ' mohonan patik itu, ta' dapatlah rasanja patik hulas aelama- lamanja. hanja patik berharap moga2 selamat sentosalah D:ui- lat Sjah Alam serta keradjaan Daulat Sjah Alam dikurniakan Tuhan. PATIK GUBERNUR HINDIA BELANDA.

Baginda Sultlian Alaidin Mahmud Sjah; tnerali padarn dur- djanja, menaudakan amarahnja terhadap kolantjangun bangsa Belanda itu. Beliau telah tahu bagaimana politik bangsa itu jang disebutkan POLITIK PULA LABU ATAU BELANDA

24 LEBURNJA KMtATON ATJEH

1

Dua malam jang silam Langit tjerah nilakandi, purnama raya, puteri angkasa. itu menaburkan nurnja jang gcimorlapan, sehingga majapada seakan-akan berenang dalam samudera tjahaja jang maha luas. Biiitan,»2 laksana bunga tjempaka jang sedang mcngembang, menambah keindahan alam dewasa itu. Kesepian clan kesunjian jang sekali-kali dipetjahkan oleh njanji-seni burung2 jang ber- lindung dibalik daun tcrsusun, bertambah gontainja langkah ke dua insan jang sedang berdjalrm perlahan-lahan dibawah ke- samaah tjahaja lhidungan rimbun. Keindahan Alam Atjeh dewasa itu, menggentarkan tali perasaan mereka lebih2 tatkala mereka menoleh arah gunung Seulawah, lambang kebanggaan keradjaan Negara Rentjong. Awan2 tipis penaka sutera2 bua- tan negeri Pyramide, membalut puntjaknja, sehingga ta' ubah- nja bagai dara pingitan turun bermandi dipetang hari :.;. Ah, alangkah indahnja Negara Rentjong l.hat- lsh, kaju2an njaman berdesir dikipasibaju aduhai, de- ngarlah ditepi tubir air terdjun menjaju seni menje- babkan sekalian insan tcrtambat djiwanja. Makin lama, kedua insan itu makin djauh, kian sesa'at kian sajup menghilang keda'.am kampung. Berpajungkan daun2 kelapa jang tumbuh rapat2 itu, merek a terns berdja- lan. Setelah beberapa lamanja mereka mendjalani djalan jang IF berbelit-belit dalam kampung itu, achirnja tibalah mereka pa- da salah sebuah rumah seorang bangsawan jang elok bentuk- nja diantara rumah2 dikampung Meuraksa.. Rumah jang sedang bersamadhi dalam pelukan sinar ge- IV mllang itu, diketuk tiangnja perlahan-lahan. Setelah berulang kail dilakukan demikian, turunlah seorang laki2, jang berpe- ngawakan ketjil pendekV Melihat kepada pengawakannja, ia masih muda

LEBURNJA KERATON ATJEH 25

- 1

Masing2 mereka bernama, Sidi Taliir, Malila dan Teuku Amat. Dua orang jang tersebut duluan pura2 mempakan pesu- ruh, akan tetapi adalah mata2 rahasia Belanda, jang kerdjnnja mengintip-intip pertahanan Negara Atjeh dan mentjoba mem-. pengaruhl orang2 besar istana terutama Panglima2 dan Menteri2. Mereka berdjalan djuga, seakan-akan menudju satu tu- djuan jang mendjadi idamnn mereka Sidi Tahir dan Mai.la, telah berdaja sedapat mungkin, un- tuk merobohkan Negara Atjeh, sehingga hampir sekalian ke- kuatan Negara Rentjong masuk buku tjatetannja. Bagi ilmu peperangan dan kepentingan dalam pertempuran so'al pertnha- nan dan rahsia militer sangat pent'ng sekali, sehingga apablla rahasia pertahanan telah dapat ditjium oleh satu2 hidung se- plon, pastilah negara itu akan menemui kerubuhannja, kelu- hurannja petjali berderai baga kap ratna putus karangnja. Karena itulah, makanja Sidi Tahir dan Malila bekcrdja segiat2 nja. Sebagai basil dalam pekerdjaannja ia telah sanggup mem- pengaruhi Teuku Amat seorang Menteri dalam Balairung Sari jang baru diangkat sadja

' i

-..

LEBURNJA KERATON ATJEH

.......

Ti'i I VT'

SHJANG BALAIRUNG SARI.

Baginda bersemajam diatas singgasananja Balairung Sari, tempat pertemuan orang2 besar dsdana Negara, tempat mengambil keputusan dalam sesuatu komus-Ilihatan jang akan didjalankan untuk meluhurkan nama" rak- jat, kelihatan penuh hadir lengkap dengan para Menteri, Hulu-. balang, Panglima2 dan orang jang patut2. Diantaranja hadir Perdana Menteri, Tgk. Qadhi Qudlah utusan2 dari Sagi XXIT Mukim, Sagi XXV Mukim, Sagi XXVI Mukim, Loeeng Bata„ Meuseudjid Raya, Meuraksa, Tgk. Qadli Malikul Adil, Teuku Amat, Teuku Panglima Him, dan djuga hadir Pembesar Bala- tentera Pengawal Sulthan, Panglima Muda Ali. Udara dalam pertemuan itu mendjadi panas, berapi-api bagaikan belerang- dikandung gunung merapi. Keadaannja senjap belaka, ma— sing2 'asjik dengan fikiran sendiri mengumpulkan ingatan un—. tuk menghadapi sidang jang luar biasa itu. Kesenjapan jang-hening itu, dibelah oleh gemaan sabda Duli Baginda: ,,Wahat sekalian Menteri2 Oeleebalang2", demikian Baginda. memular Sabdanja dengan suara jang berapi-api. ;

:i',,Kami panggil Teuku2, Teungku2, serta orang patut2 da-

lam Negara kemari, karena kami hendak be-rmusjawarat dalam. suatu masaalah jang maha penting. Telah berkali2 utusan pe— rnerintah Belanda datang kemari, meminta supaja pulau Nasf dan pulau Weh kami serahkan kedalam kekuasaannja, akan te- tapi tjadangan itu senantiasa kami tolak. Baru2 ini datang pu- lalah wakil Belanda menjembahkan sekali lagi surat permoho- nannja jang paling baru. Isi surat itu biarlah kami perdengar- kan kepada hadir n sidang madjelis jang mulia." Baginda mem-, beri isjarat kepada Perdana Menteri, untuk membatja surat., tersebut. Hening sadja keadaan dalam sidang itu demi surat Itu bergenia dibatjakan Perdana Menteri. Seorangpun tiada be- :

rani membulia suara, manakala surat itu sudah habls dibatjakan. Kemudian Baginda bersabda kembali: „Mentcrl2, Oeleebalang2 dan orang patut2 serata madjelis! Pemerintah Belanda meminta pulau Nasi dan pulau Weh, untuk melabuhkan kapaKT nja dan disana akan dikibarkan bendera Alam Peudeueng jaitu

LEBURNJA KERATON ATJEH 2T

P«Saa2,.si h^sa

Bagaimanakah pertJmbangan Mentori2, Teuku2, Tcngku2 - dan orang patut2 serata madjelis, dalam'1ml ini?" habis Baginda bersabda, ruangan sidang ketn bali sunji, seorang manuslapun belum mengeluarkan pendapat- nja, agaknja mereka masing2 sedang memutar otak, menim- bang buruk baiknja pendapat akan disembahkan kebawah Duli Sjah Alam. Sedjenak kemudian berdirilah Teuku Amat, Menteri Muda itu dengan hftrmat dan ta'zimnja, lalu berkata: „Duli Sjah Alam jang maha madia, harap patik diampunkan! Pada hemat patik, tiadalah agaknja keberatan besar menjerahkan pulau2 itu, ka- rena sebagai tersebut dalam surat tadi, dengan djalan demikian akan bertambah rapat persaudaraan kita dengan merska. Tentang pengibaran bendera, kelak kita perundingkan lagi, asal sadja tjadangan itu telah sudi kita lerima. Duli Sjah Alam, patik mohon diampunkan!" Setelah mengutjapkan utjapannja itu, jang barangkali pikiran tempelan dari Sidi Tahir dan Ma- lila, mata2 Belanda jang telah berhasil menambatkan hati Teuku Amat dengan ringgit, memberi hormat lalu duduk. Sebentar sadja sa'at bersilih, madjulah utusan Loeeng Ba- ta, lalu berkata: „Duli Sjah Alam, mohon patik diampunkan! Menurut hemat patik, belum pernah dalam sedjarah bersua, satu gadis dua suami satu negerh dua bendera., Bendera jang akan dikibarkan bangsa Belanda itu bersama bendera kita, adalah mendatangkan aib jang tidak dapat kita kikis seuimur ma- sa turun temurun sampai kepada anak tjutju kita. Satu keaiban besar bagi kita. Baginda!" Kemudian ia surut kebelakang sesudah ia memberi hormatnja. Kembali hening bening sidang jang madia Itu" *... ,,Daulat Tuanku, demikian Perdana Menteri memulai ^em- bitjaraannja sesudah ia memberi hoimatnja pula," permintaan bangsa Belanda sebenarnja adalah satu tipu muslihat, hendak merampas negara kita. Kalau tipu muslihat ini, tidak dapat mereka idjalankan, tentu mereka akan menghasut rakjat kita su- paja berbantahan sesamanja. dan djuga bila tidak berhasil demikian, tentulah mereka akan mempengaruhi beberapa orang2 besar kita, dengan memberi suapan uang jang banjak, guna mengganggu ketenteraman keradjaan Duli Sjah Alam dan me- mudahkan musuh menjerang. Pada homat patik, tjadangan bangsa Belanda itu, perlu kita tolak mentah2. Orang jang men- tjintai bangsanja dan tanah aimja tentu akan menjepak ta-

28 LEBURNJ A KERATON ATJEH

•!.),

Sidang itu makin lama makin berapi, demi utjapan Perdana Menteri itu bergema dengan hebatnja. Sedjenak kemudian, setelah Perdana Menteri itu duduk kembali, lalu Bagindapun ber- ', sabda: „Kami telah mendengar buah pikiran mamanda Perdana Menteri dan kini kami ingin mendengar buah pikiran Tgk Qa- dhi Qadlah." Beliau bangkit bendiri memberi sumbanganiija. ,,Duli Sjah Alam patik mohon diampunkan. Menurut ilmu patik, pantang pada agama kita menerima " tjadangan bangsa Belanda Itu¹. Kita tengok dari djurusan ke » Islaman, njatalah pekerdjaan menerima tjadangan itu, melang-'* gar perintah agama karena tindjauan politik jang telah didja-:' lankan dinegeri lain senantiasa merugikan penduduknja. Oleh sebab itu menurut pikiran patik, tjadangan jang sebagai itu, pada sa'at ini djuga kita tolak mentah2 bangs a Be-. landa musuh agama kita ! ' Akan berdosa Duli Sjah Alam, hari Achirat Tuhan akin -menghukum, bila laimaran itu Tuanku terima dengan seme-. ' na-mena. Patik mohon diampunkan!" .', Qadli Qadlah itu surat kebelakang setelah ia memberi hor- ' matnja kepada Sulthannja, dan duduk kembali pada tempat-; nja.. '.. ,. Sun^ sen jap tidak bergema Teuku Amat merali padam warna mukanja, demi mende- ngarkan buah pikiran orang2 tjerdik pandai dan pemuka2 jarig';_ lainnja. Njatalah bahwa ia telah dialahkan oleh sekalian mere-, ka. Dadanja bagaikan ditikam oleh kris berbisa kala menerl-. ma tiap2 utjapan mereka jang panas2. Dua tiga orang patut2 mengerling kepadanja, jang senantiasa menekur. itu. Baginda lalu meminta pikiran utusan dari sagi XXII Mukim. Daulat Tuanku Sjah Alam, patik mohon diampunkan! Djikalau orang Ia4n2 telah mau menjerah- mentah kehormatan bangsa dan ta-

LEBURNJA KERATON ATJEH 2 9

sumpah ....'. inilah c.angnja," sambil imenokok dadanja,.
jang akan membela bang, a dan tanah airnja, jang berkorban untuk kemuliaan agama ian bangsa Dul i Sjah Alam! Biarlah Duli Sjah Alam, kami mat! bergelimang darah. dlmedan pertempuran, sebagai seorang kesatrya, asal peta negara Atjeh tetap tidak dapat dikojak-kojakkan oleh bangsa Belanda. « ,;DiIee baroij hantom njang ka, aneuek dara dua lakoe„ dlee baroee hantom njang ka dua radja saboh nangroe. # ) Saja setudju dengan pendapat utusan Loceng Bata, sepen- dapat dengan keputusan tidak mau menerima tjandangan Belanda jang laknst itu. Di3amping itu, saja siap sedia bila sadja : diminta oleh pengorbanan untuk imempertahankan nama tanah. air. Sekianlah patik berdjandji dihadapan Duli Sjah Alam, patik mohon diampunkan! Sedjenak kemudian bangunlah utusan Loe eng Bata kembali, memberi sumbangannja. Setelah memberi hormat, maka udjarnja: „Duli Sjah Alam!, Kalau dihulu sana Teuku panglima Sagi XXII mukim jang akan membela nama ' agama dan bangsa serta kemuliaan DuH Sjah Alam, maka di- hilir sini inila h orangnja utusan Loeeng Bata jang akan menggenggamkan hulu kelewang untuk mempertahankan keluhuran tanah pusaka serta kemuliaan Dull Sjah Alam dari nodaan bangsa Belanda. » Sekianlah sadja sum pah patik jang akan patik laksanakan dimedan pertempuran kelak". Kemudian berturut-turutlah Menteri2, OeIeebalang2 dan orang patut2 silih berganti memberikan pemandangannja, dian- taranja banjak sekali jang setudju untuk menolak tawaran Belanda itu dengan mentah. Tanah air kita, tidak perlu men- djadi tawaran Belanda. Kita masih sanggup menjusun Negara merdeka, dengan tjara jang tenteram, sekalipun dalam men- djalankan kewadjiban itu Tentera2 LaUt kita terpaksa bertem- pur sekali-kali dengan pengatjau laut, terutama Belanda. „Hari ini, kami telah mendengar buah pikiran Menteri2, Teuku2, Tengku2 dan orang patut2 sekalian, terutama pemandangan mamanda Perdana Menteri dan pemandangan Tengku Qadhi Qadlah. Sebagai keputusannja;, S'dang Balairung Sari memutuskan: „Kami tidak menjotudjui permintaan pemerinfah'

*); Sedjak dahulu belum bersua". Seorang gadis dua suami, Sedjak dulu belum berada, Dua bendera, satu Negeri.

30 LEBURNJA KERATON ATJEH

,0$gj

. „Segala titah patik djundjung!" demikian Perdana Menteri memberi djawabannja. ,,Kepada Panglima-Muda Ali", demikian Baginda menjam- bung -utjapannja kembali," jang telah kami angkat sebagai Panglima Muda dari tentera Pengawal Sulthan dan jang ber- hak menguasai sekal'an Balatentera Keraton Atjeh, supaja me- ngirimkan utusannja kepada Teuku Sjhi' Di Tiro, membawa pesan kami, supaja belau bersiap untuk bertempur melawan; serangan musuh jang mesti akan tiba",. ,)Segala titah patik djundjung!" djawab Panglima Muda itu dengan jakinnja, ,,tetapi biarlah patik sendiri mendapatkan belia~u menjampaikan pesan ini!" demekian Panglima Muda itu menjudahkan utjapannja. •' „Itu terserah atas kebidjaksanaan Panglima Muda Ali sendiri asal sadja pertahanan Keraton dalam terdjaga balk". „Segala titah patik djundjung! kata Panglima Muda Ali itu. „Nah, dalam sidang jang mulia ini, kita telah memutaukan, bahwa permntaan pemerintah Belanda. kami tolak, dan apa- bila kita telah berani berumah ditepi pantai, usah takut dilang- gar pasang!". „Segala titah patik djundjung!" bergema utjapan itu ke- luar, jang diutjapkan bersama-aama oleh anggota2 sidang, pe- mih bersemangat, hanja Teuku Amat sadja jang kehhatan wa- djahnja putjat ..,

LEBURNJA KERATON ATJEH

i '^

Fasal V.

SEBIKANOI DAN PANGLIMA

Karena hatinja tjemburu kepada Teuku panglima Him, pada persangkaannja Tjut Aminah gadis rupawan itu, telah me- numpahkan kasih hatinja kepada Panglima tersebut, menje- babkan Teuku Amat sedia melakukan,pekerdjaan serong, hendak mendjualkan tanah airnja kepada bangsa Belanda, ingin melihat peta bumi tempat la dilahirkan d kojak dan dimdai oleh bangsa itu kemudian hari. Ah, kalau hati jang tidak mempunjai pedoman, perasaan-jang tidak mempunjai kesutjl- an, sehingga hanja lantaran iseorang perempuan sadja ia hendak menodai lembaran sedjarah negaranja, tempat bangsmvja berlondjak ria, tanah pultera puterinja bermandja beka. Melihat sadja Keraton dan istana usah disebutkan melihat wadjah Baginda, ia telali mulai djidjik, tak ubahnja pada pan* dangannja ini sebagai satu tempat jang bernadjis. Hal ini tidak kentara, itetapi laksana ikan menjelam dalam kolam, air tidak berandjak, menarik rambut dalam tepung, tepung djangan terserak rambut djangan putus dan berbagai lagi amsal- nja jang dapat didjadikan kata umpama dalam hal ini. Pe- ranan jang dimainkan itu, gelap bagi orang lain, bahkan ia dipertjajai sebagai b'asa sadja, meskipun pa'da hari Sidang Balairung Sari ia telah pernah mentjoba memberi sumbangan- nja jang mematahkan semangat rapat, tetapi orang belum tabu hatinja jang telali bcrkisar itu. '•'*•'. Perhubungannja dengan Sidi Tahir dan Malila, makin ber- tambah erat, sehingga ia telah pernah bersumpah dihadapan kedUa mata2 rahsia Belanda ituj bahwa sedapat mungkin akan dlberikan pertolongan kepada tentera Belanda, andai kata me- reka telah mendarat. Ia akan mendjalankan kemuslihatannja, hendak mengat jaai keamanan rakjat dengan segera, akan ditanamnja dihati rakjat biblt permusuhan tcrhadap Sultan dan anti terhadap pemuka2 rakjat. Manakala usahanja telah berhasil, dalam sebentar wakltu sadja, Negara Atjeh jang begitu masjhur kedjajaannja, sebentar isadja bisa gulung tikar Setelah Atjeh alah, meskipun Tjut Aminah bintang istana itu, telah mendjadi milik seseorang, hatta mendjadi kembang taman hati Teuku Panglima Him sekalipun, akan dirnbutnja

32 LEBURNJA KERATON ATJEH

punjai kekuasaan kepadanja. akan .djscrahkan lielak'i'patfg'kat jang besar, sehingga.ia akan mendjabat djabatan^'jang oer|>e-' •ngaruh luas, baiiknn. lebih luas lag! daji peiigariili'Sulthu.-'Ia "akaivberkuasa dibawah penilikanGubernur Belanda,; kuaffeiija •melebihl kuasa Sulthan Alaidin:Mahmud Sjah., Dimatanja' ter- bajang, orang banjak akan vmengnngkat\tahga.nnjri sertitftak -kepadanja, karena d'dadanja .tergantung BINTANG ^TAN-

  • DJUNG. -'. Ja, Bintang Tandjung:jang .'pertama;"kali,./uhtufc menghormati djasa2 pengchianat-ditanah, Atjeh,,akan teriekat
  • didada Teuku Amat. .•. ::..j:., ;. .:•: i;..- ;;-\ '• ......'-'" '.•'•'• Berbagairbagai ehajalan. memperigaruhi'.kenarig-kenang- "hja, terpikir- olehnja akan. djandii' bangsa Belanda," :.tu,.sekihg- •ga kadang2'beberapa djam; ia;diKlnLi£rmehu^ •bul tenggelam sadja dalam gejpmbang djan.djj2."., Matanja" mk- kin njalang memandang cha jalap ..dj.andijl2 Be.lan'da^. beijiiraiu diawang pikirannja, padahal sebeharnja la telali rabun ta''da- pa't melihat lagi tanah tumpah darahnja. Hatinja maklu te- d rang me.mi.kirkan pangkat agung jang akan.diserahkan bangsa
  • Belinda, .itetapi jang.sebetuinja ^tlnjJa^lHH.nte^tfHik; dapat i, memperbedakan -lagi antara tjinta' bangsa^cKmgart'musiih. Tb- : linganja .telah; pekak disumbat oleh dehaangan Sidi Tahir fang; /datang pagi petang kerumahhja, bahkbn i^lkjagl'denil'^iCT- •dengnr:l.ig:u2 jang merdu jang ^hia^i^^M^fi^\W^:.t^J-tan. jk, d samping chajalahnja itu b'Qrdiri.'y/adjah
    : Amindh pu- teri istana jang dirindui oleh orangZ be'"ar Keraton': An.Iai- kan Aminah tidak rola menjambijt .kasihnja nanti, paksaan
    akan berlaku atas binti Hawa liu.....;.,..,'.;",' ,i '„'"..'--
    Dalam pada ia sedang ilerpesona.dengan perasaan hatinja, diseluruh Negara telah lengkap. dibahguhkaij peftaIVanan2 jang; kukuh, pendjagaan pantai jang;'rapi sehingga tidak" akan mu- dah dialahkan. Dari Teuku :Sji' DJL.Tiro, iDuli Sjah Alam menerima djawaban, bahwa beliau beser.ta dengan- 'alim u!a- ma jang lainnja telah siap sedia, berdiri dibe'.akang Baginda. untuk mempertahankan Negara Atjeh dari;.' serangan bangsa Belanda. Bilamana bangsa Belanda.mentjoba mendarat, beliau ukan mengerahkan perang Sabil; memb'asmi penjerang itu dengan ha,ti jang sultji bersih. ' • ,i: "'•' ' :: ' ''-'•'"; :: ** Kemana-mana telah. tersiar'kabar bahwa'Aijeh rakjatnja siap akan menghadapi peperangan;-meskr sampai' satu abad sekalipun., .,. :- •.. ,, .-.- ,,Tanah Atjeh dapat •.diperinltahkan, dap dilakiukkan Belanda setelah 'alim ulama,- dan rakjat serta. UIeebalang2nja> melajang djiwanja", demikian Teuku; ^Sji'.:jfclt; Tire; menguntji

LEBURNJA KERATON ATJEH {;:33i

t«jR) : '.. "

mengalami peperangan jang sehebat-hebatnja Puteri2 Atjeh jang Itelah seklan lama dilatih memegang tombak, diadjar mempergunakan pedang daun idjuk, telah siap sedia untuk bertempur digarisan muka bersama dengan ten- *tera laki2. Dari Teuku Sjl' Di Tiro, Baginda menerima be- berapa rangkum sja'ir gubahannja, jang disalln keberibu-rlbu kertas diedarkan kesegenap rakjat dan tentera

Pada suatu malam kira2 pukul 12, ketlka Panglima Muda Ali memeriksa pengawal2 jang sedang berdjaga-djaga, terde- ngarlah olehnja sebuah suara dari dalam istana, suara seorang perempuan bernjanjl dengan amat iseninja. Rasakan hanjut perasaannja dibawa arus sja'ir itu, smembuat djiwa halusnja mengilir bersama alunan. lagu, demikianlah perasaannja demi genta njanji itu bergema :

Djakc rakan bek takdoeek le, Djak prang kaphe poh Beulanda,

  • Be' tatakot darah He, Beudoh sare Ituha muda. .Menjo meunang ban meupoee le, " ,• - Seunang hate mangat djaroee, Adat mate pih meusampe, Tapoh kaphe bila nanggroe. Raja phala oeroe page# - Bidadari saboh sapo, Rupa tjeudah nan ek pike, • • ', Aneuek dada bandum putroe. Bah le tinggai ma sidara, Oeroe doedoe na geunantoe, Geubri putroe tjeudaih rupa., Lam sjeureuga ng6n meuligoS.

    34 LEBURNJ A KERATON ATJEH

Biat, sagai Itjedaih rupa, •- .;-.,,' • Lhcueii njan tuha kendo asoe.. • '••'•*"•

Bah kcueh doedoe lam sjemeuga, Aneuek dara keudjoedo droii, Sampai kasad pue' njang hawa Deungon poetroe lam meuligoe *)

Sja'ir perdjuangan jang didendangkan oleh gadis istana itu membangunkan perasaan perdjuangan, menggerakkan hati jang mati dan menghidupkan kalbu jang laju untuk memberi- is kan sumbangan dharma kepada Ibui Tanah Air. Setelah sja'ir- | nja habis dinjanjlkannja sunjilah kemala malam jang sepi itu, | kesunjian mana dipetjahkan oleh siulan seni margasatwa di-,.'|- dahan kaju, ditingkah oleh rajuan pungguk jang merlndui bu- | Ian bersela diranting-ranting ketjll. Dengan gontai berdjalah- ' 1 lah pahlawan itu dari suatu tempat ketempat lain, niemeriksa.ji pengawal2 Keraton. Semangat perdjuangannja marak' njala,.; dihidupkan djiwanja oleh alunan madah Sititi Aminah. Dalam £' malam jang samar2 kabur itu, dibelakang mahligai, nampaklalt ;. sebuah bajang2.; '. 'V Bajang2 itu diperhatikan dengan tjermat sekali, sehingga ;' dapat dikenalnja. Sekonjong-konjong selagi mata Pahlawan .;

*) Maksudnja dalam bahasa Indonesia : Mengandjurkan pe- perangan melawan Belanda, karena ia musuh agama dan tanah air. Kalau kita menang, alangkah ni'matnja rasa, senang hati tenteram djiwa, tetapi manakala kita tiwas, kelak dalam sjurga akan mendapat kesenangan jang ber- limpah-limpah disamping bidadari2 jang tjantik molek. \/y}%S

n.:
Dalam hikajat Perang Sabil gubahan Tengku Sjihl' Di : ;.h> f Pante Koeloe, banjak dibitjarakan hal2 ini; dengan kalta2 I •'._-, jang hidup sehingga sanggup menjerbakkan djiwa jang;; mala. Rakjat Atjeh sangat terharu mendengarkan su- ,. sunan kata2 jang sebagai itu, gerangsang badannja akan mendjadi-djadi kafir Belanda dimatanja hanja semut. Dizaman Belanda, siapa jang menjimpan hikajat ini; usab. (; disebut membatjanja akan mendapat hukuman. Pada achii, ' jjendjadjahan maha kedjam Djepang, dimulai djuga men- tjurigai buku hikajat ini, berhubung pemberontakan2 rak-; jat dibeberapa tempat di Atjeh, terutama di Baju dan di Pandrah. Dizaman sekarang, hikajat2 jang berhubungan dengan Perang Sabil boleh mendjadi batjaan uraum,

  • .'•' :-,. '

    LEBURNJA KERATON ATJEH 3 5 '

itu menurutinja, darahnja tor3rap,-,ka.rena:;gadJs.4tU; terdjatuh. kakinja tergantung dengan batu.'- ' .-i-,.»r; j;-;.:, ,-*(}»' Tjepat sebagai kilat," dibangumkannjai dara,.itu ja, dewasa itu bertemulah pandang mereka jan g se- lama ini sama2 memendanikah suatuiiperasaah'j&rig sutjl murni. Mula2nja gadis itu berasa nialuV karena tubuhrija'-telah ter- djamah oleh Panglima;'^u., 'kelagi^.terbudjur 'dlturiah, tetapi perasaan kemalu-maluannja sebentar' Ihi sadja¹ llelah hilang ' "terbang diembiis oleh. baju dendam berahi, perasaan segunnja; sedjenak' itU pula ditelan oleh: lautanjdaman. jang telah ber- *.masa-masa. ,: Demikianlah-'bilamana tjinta jang dikatakan,/m- .M 'akanmelaliirkan'semarigatM-sutji dan.piJrtemuan'.sutji,;d.a- " lam niaha sekalipun Panglima Miida Ali jang sekian.iama:,mp- "'mendam,'' riridu berahi ^jang telah' bermasa-.masa diumhang- ^'ambingkan gelombahg;tjinta; : dewhsa itmgeldra .h ai'-in jabber-IdMO&r, dengan Beneba^-hebate^^nUiW ,, -SUi?'tir..' !>«<•«< ,u.:

f.' De.iigan' nafas'"jarig kembahg^kempis,- peraw.au<-istana,,itu
r.mengutjapkaii terima kasinhjapada'Nja' Ali dengansuara jang Vjembut meraju...i^.:..
! ,, ' lf! .:!-/ : '; : ! »' J s '> t,w ;;' ;!: -L- »»»•[ 'Terima: kaslhnja 'tu.'u^'djawab'rilelv NjaLAlu i,„-Sa3a,.,be,r- huat karena kewadjiban". •'.' • '••••! tri Utidlv, il *V** k .'.'.''bibawali¹ liliaungarf J '.E¹jaktaWal'a ..jang:isunji,;.BelagJ: tanah T^eff berada daWhH suasa'tta¹ jang; getttihg disaka'kan oleh-.rl- buan bintang2, dihiburi oleh pelbagai gelombang njanji 'alam *' iiiaianl' jang nak meniifun ;-'Tjut : -Aminah;!aielafazkan sumpah- " nja' dihadapan Panglima. Muda Ali,'. bahwa.hatinja,. kalbunja, '^djiwanja; ,seluruh : "tubuhnja: mendjadi. milik Pangliina Muda Ke- ' P ;Mtori'itU. ''-Sn'mpah itU'-flisarobut oleh-anak muda. tersebut de- -ngan sumpalmja' 1 djua;'bahwa seluruh djiwa nja,. djas.man'nja daiti; rohaninja harija berhak dipunjai..o.lQh ^jut^Aniihah' sadja. p; ' 1 Djandji2'sumpah" itu idiiringijdjaga.-.den'gan. perkataan -'N^a' : Ali: \,Kalau; kakanda..telah digej?irkan pahlawan, maka

  • berhaklah adirida dlsebutkan.; Serikandiii:-wanita,. jang satu2nja ", berdjuang
    : 'untuk Pcrtiwi'.'. ii:-j i .:- (tar: A rw.;l'<:»1 ' • - najla ;gedjak itu'perhub'ungan,inemka;ma.lun seh(ari makin kuat ''bagaikan' djalirtaU. sUtera wad ja::- 'Tjut-. Aminah, sangat berun- ''itungmempei'oleh -Panglima Muda AIL sebagai,.dahan.tempat "'bersela dihariinanti,-demikian djuga FJanglma Muda. .itu lebih •f-'berbahagia mempcroleh; gadis istana., sebagai penjamhuk dji- -%anja dalam -perdjuangan.; • .Kasih: mereka kasih sutji, kasih h-jang tiada mengharapkan sesuatu-, selain dari kasih jang se- /i-'mata-mata tcrbitdari djiwa jang. kudus, ,. ..', _ ... ;._.<, Tjinta mereka: tjinta.lmurni,, tjinta -jang tidak bergantung kepada benda

$£ ;J;!,.,-,;—-i—^—i• • •. i ,-.• * i 36 LEBURNJ A KERATON ATJEH

i:;,tf.!tifP.i <<>..(; iv.w-ij r.f.nnui v.f.-tin±. \sj: n;iEi •-.< •• •! i;«»anis,/ i is; ij,. '.'ituic L't' .i'i;:;-:F ritij •..N»if!c.u i,v.- > n.i: i i-Fasal VI.:-. :.OMf--wf?-»i- ri-rtii-. iiufts./j; ,-:i:>.'..'. ritunwftiO'jfi t;;."i>:!••). irUmt -.ii^aiiBiiin mi'v i>iElVT;PU, lliRA'N:i,(0!i;l r.viuit;. vibnlf:' H!»iiH»cntttu«; «i%it»l Vf!>r: --,;;/ i)i' ,uur rujfciwHmq ! •'''' Surat'balasaiv; Sultlian-kepada rPemerintah :.B,e.landa,...^jah££ erfB^hftah' oleh PangllmrDalamkepadarSidbTahir^ang se-. gera menjampa kan kepada madjikannja dikapal ..;,Citadei, yan.^ Antwerpen". Pada ;tanggal 24 Maret 1873, Komisaris Belanda F-N/'-Nieuwenhuizen'- jaiig telah ditetapkan -qleh G.G. pada ar- ' tikel 1 ..Piittisan rahasa'!tanggalr&i*Maret .1873.,untuk mengirim satu angkatan Belanda jang semata-raais: untuk mendja- dj^h., Negara. Atjeh mengirim lagi suratnja kepada Sulthan, i ma^ksudnja,,,antara. Iain2,' Belanda'm'ehjati&gjlh' kareria>-rakjat I

A.^j^'..^^^^Xaead^$i^kaUi: ;Stirat " itu'dibalas GlSti**. Sulthan, pjjaksud pendjagaan panitai' jang
; demikian' hebat • iJH3 * lah. karen'a, kapal jang ditumpangi'.Kom'saris berlabuh•'ue'kat-' ':• tepi ltu,^ahwa 24 kali¹ dlbunjikatn bi'erlam pemberiaH liomnat tj tetapi sekaiipuii tiada mendapat djawabah dari r Belanda: /M " adalah menundjukkan bahwa bangsa Belanda' semata^mata datang ke Atjeh untuk nielakukan suatu kekedjiahnj^ meman- tjing-mantiing supaja pertempuran terdjadi. Kedjadian in^ -1? .sek'alii'.tidak dapat diima>fkah bleh'peri kemahusiaattj; ienlh2 ! > .'. oleh/peri' kemanusiaan jang terkanduhg dalam-' dada 'rakjatfj jang mer'd'eka sebagai rakjat Atjeh/ '''-•'•- •'•
.:i»'3A no*«r,

"*' Ke'tik'a surat balas'anitu tiba kepada mereka, didalam ma-, na suatu barispun tiada terdapat djawaban'menUrut jang di-T maksudvniaka,.Komisaris.mengambil,keputusan dan mengirim-. kanm.,aWumflt,perang.kepad,a,^ maklumat itu demikian : ..J,..,. ,.,,.. ,./,. ^.j.nl,.. ;r:

-Sri f£*Z<. W^M'^0^[J^t!^^^

u . ,, J^missaris "Guberpem^h.- darif.'Hini:iji,'.^y^. m^imb^ng.:',^,.'-'^.,;' ^V^."' .'.!. ."/..',,•. ',,',l^m- ,'i"'.^'.',1 \,-,:-r. .., r)r,^ahwa,.a^as .Guberp,emen,,Hindia Bel^nda^t.erietak^kejWa^;, djibanv uptiik melinduhgi ketenteramah^ umum,, .perdag'ahga&j dan, j)'elajaran^ dikepulauan HJudja Timur, darjl ;rintangan2, bafa^, wa perkara itu oleh perselisihan sama sehdirinja dari"permasup"j » ban. apitara negeri2 jang.takluk ^ada. keradjiaan,;Atjeh d.aijj' be- berapa d^ji.^pa/ianli^be^ ..

L^T4^N^i.ifflI^TON;AT^JE|£ f " " "'".Z% .' •

„bahwa Sulthan tiada memberi penerangan dalam suratnja, tertanggal 22 bulan ini dan tanggal 24 berlkutnja; „bahwa kesimpulan dari itu tidak lain, Atjeh memberi., malu kepada Gubernemen Hindia-Belanda. ... „bahwa pemerintah dari keradjaan itu, telah melanggar -perdjandjlan pada 30 Maret 1857 dengan Gubernemen Hindia Belanda tentang perdagangan, perdamaian dan persahabatan, „memaklumkan perang kepada Sulthan Atjeh atas nama Pemerintah Hindia Belanda.

m ' 1. Tertull s diatas kapal „Citadel van Antwerpen" berlabuh dihadapan Atjeh Besar, pada hari Rabin 26 Maret 1873.

Maklumat perang pemerintah Hindia Belanda itu telah sampai ketangan Sulthan, dan Balairung Saripuh mengadakan sidang jang luar biasa. Setelah membatja, dan menlmbang isi maklumat Itu, lalu sidang memutuskan, Negara Atjeh memutuskan hubungan perdjandjian politlk, ekonomi dan millter dengan pemerintah Hindia Belanda serta sedia berperang.. l

Dikuala Atjeh

  • Hari Sabtu tanggal 29 Maret 1873. Pada hari itulah, kapal ,.Citadel van Antwerpen", kapal jg
    ditumpangi oleh Komissaris Hindia Belanda Itu, dengan kedjamnja telah melepaskan beberapa tembakan meriam arah Kra i -ton Atjeh. Ah, alangkah kedjamnja tentera Belanda, bangsa jang hendak mengepakkan sajap pendjadjahannja keseluruh Tanah Air kita Indonesia. Dewasa itu, Belanda betul2 mengetahui, bila ia tidak men-, ••-•., djadjah satu golongan bangsa jang masih merdeka diudjung,, Utara pulau Sumatera, njatalah pendjadjahannja di Indonesia ini senantiasa terantjam. *? ! Rakjat Atjeh dengan Negaranja jang merdeka, sedjak tanggal 29 itu mulai menerima nasib sebagai bangsanja di Dja- " •wa, di Selebes, di Borneo dan Maluku dan lain2. Ah, Belanda maha kedjam. Hari ini, hari tembakannja jang pertama dilepaskan kedarat, tidak sekall-kali dapat di- lUpakan oleh rakjat jang mentjintai tanah airnja, pada kebua- san imperialisme Belanda itu. Masih tenuis ditiap-tiap kening anaik Atjeh, dendaman hati terhadap Belanda sampai duhia • kiamat •. i Meskipun demikian buasnja Belanda melakukan sewenang- wenangnja, tetapi Sulthan Atjeh masih dalam keadaan sabar, ternjata pada tanggal 30 Maret. Komissaris Hindia Belanda 1

38 LEBURNJ A KERATON ATJEH!

." ' '. •. •.....'.' •

menerima seputjuk surat dari Sulthan, isinja: „Djangan iir»- aakkan negeri kami". Meskipun surat itu telah diterimanja, Belanda terns roe- nerus melakukan kekedjamannja, melcpaskan tembakan2nja dengan buas •Sebclum ia melakukan keganasannja, lebih dahulu ielalv dirembukkan dengan mata2nja jang berkel'aran dl negeri Atjeh, serta diadakan musjawaraj; dengan beberapa orang peng chianat tanah air Karena tjita-tjitanja tidak lalu sadja sebagaimana dike- hendaki, lalu atas keputusan Komissaris Hindia Belanda, jang tjukup mendapat hak dari G.G. J. Loudon, Atjehpun diserang- lah. Setelah mendapat kebenaran dari Panglima Agung Kerten-*- teraan Atjeh jang disetudjui oleh Seri Sulthan, maka Belanda .. jang telah meiepaskan tembakan2nja jang berapi-rapi, meriam2 memuntahkan pelurunja bagaikan hudjan turun diangkasa, se-, napan-senapan bekerdja dengan segiat-giatnja, rakjat Atjehpun memberi perlawananlah dengan sehebat-hebatnja, karena Atjeh bukanlah landasan tempat palu Belanda meradjalela. Dibeberapa plhak Atjeh mendjadi barisari penjerang pula. Dengan mempergunakan kapal2 laut sendiri, perahu2, tongkang2 dan sampan2, tentera dan rakjat jang bekerdja sama berebut- •• rebut an naik ke. laut untuk menghantjur leburkan tentera pen-. ' djadjah jang buas itu. Jang tidak muat dalam sampan, mereka;^ berenang menghadang gelombang jang menggunung dahsjat,'! tidak memperdulikan mara bahaja jang maha perkasa, Iypa maut akan ditempuh, demlkianlah tentera Atjeh dengan setje-. pat-tjepatnja membinasakan musuh2nja dalam kapal. - Sepasukan tentera Atjeh, jang hanja dengan berenang sa-- dja, telah dapat naik kedalam sebuah kapal dibantu oleh pa- sukan2 jang berperahu sehingga terdjadilah pertarungan jang sehebat-hebatnja. Demikianlah terdjadl pertempuran jang pe~, nuh dengan semangat, rakjat Atjeh memberi perlawanan .seda- : pat-dapatnja, tetapi achirnja, Belanda mendapat djuga kesem- patan mendarat. Didaratkan 169 opsir dan 3200 serdadu bawahan, dibawau pimpinan Major Djenderal J.H.R. Kohler dibantu oleh Koloncl

E.C. van Daalen. ^emimpin barisan pertahanan kita terpaksa mengundtnrkaa
m dirinja sehingga Kuta Meugatpun turut rubuh dilanda sepatn _ berduri bangsa Belanda. Demi ia telah mulai mendarat, ketfka • sa'at itu djuga menodai sedjarah peradaban dan kesopanaai anak negeri. Tidak terhitung rumah2 jang dibakar, talcan tfs^- kira kampung2 jang musnah, sehingga anak2 ketjilpun ;futng.

LEBURNJA KERATON ATJEH .39

.-....I,,..... r> „
tidak berdo3a mendjadi korban'kebiiasan nlereka. :;.r: ••.•-<:•;_• Ah, alangkah buasnja tentera Belanda; alangkah kedjanw.. ;#1. njakelakuan'mereka. Tidak'ada satu peradaban bangsjipmi

didunia ini; jang dapat menjetudjui keangkaraan jang dem.kiaji.i

Sedjarah negeri Atjeh telah dinodai oleh tinta kotor penzali.ro-; pcnzalim mereka. Ak,a'h se'hahglab hatl-orang'jang telali

sampai tjita2nja, akan b^tiggalah' rasii'hati pengchinnat tanah air,

jang telah mendjuaf mental bum!!tempat ia dilahirkan, Me-t reka tersenjum dan mereka gemblra, demi melihat bangsanja. senJiiri mati'bsrgelimpahgan'berlumur darah, sebagai-kcrban kebuasan tentera'musuhr-J*; karena mereka mengharap,diharL
Baptj Bintang Tahdjurig dan-pangkat jang....jj.j
.besar..,..-...>.r .. r Balatefltera'Beianda?itu,'jang senantiasa mendapat

hambarVan, dan^hempkngan"jahg sebesar2nja dari tentera, dan, rakjaj:,

Atvjeh, telah'tiba k'e Blah'g Padang• sesudah• melalui Meuraksa. dap.^t'ubiiran Pandjahg,'setelah memberi, pengorbanan.jang serri ljcsar-besar'nja. Dari sinl-' mereka menjerbu-ke Mesdjid.Raya,, dimana Parigliina'Mesdjid Raya-:memperlihatkan darah-..kesat-, riaahhja jahg' hjaia merak, sehingga-sekitar itu;raendiadi,lah mfdan. pertempuran jarig'sedahsjat-dahsjatnja. Pekik dan,

tempik kedua belah pih'ak.-m'ehggemasawang lapang.r,,.^.^. dan

mak'h iania'makin" serif. MJC; ••>.-:-..-.•''.-arris..';;,:•..-;rv;' ..'pisana'sihi'iiampaft-"mahusia2 jang rub.uh dilanggar pelu-.
Jrii, ja?.'..'.":.'...'."'.'"jan* rubuh.-?.. i, i.:.:rubuhlah; jang.;djatuh;,.....„,.
djatuhlah,.sedang^jdhg masih sadja bisa.bergerak/.me.rangka'k iiendali: membinaisakari-musuhnja. Karena tentera Atjeh berqleh kemundurah;:disVif-Pa"ngllma Muda.Ali: memberi.bantuan

dengan pasifk¥rinjaV;jahgI;:tefkettal'gagah perkasa-, • 1

panglima.: ^hd\ri,tambil^tegarisa.'rf-depani berdjuang,mati2anj.; tjdak me-, TJgJnai Telaivdanbosahv berdltarma untuk tanah airnjs>,

jberbakti kejia'da' buhclS"iPertiw1rijavPedang daun jang-digeagr

••:djuk>„ gain ftltangaimjaTtelab merah kelihatan :borlui»iHMHM;ah-,f!antab Tberapafitepiilk Bolain'da"jaiig'telah dimakannj*.5ffj:-,.-..(i>:^.•>*•• dv : • •.:<3'^gknja tidfik'^erhltun:^ berapa djiwa telah melajnpgdcilam pertempuran itu, sebagai hasil sendjatanja

JBtigbetuahv.IamelompatioMpa'F' flatTeaW tewipab ketempat';.jangj; lain.i-sambil

menmntjuhg sia'da-jang-menglialarigin

ja;..f;dOiggaf.Mgerj»agaknia mata memandang, demi pedangnja m£n.jamba.&.kej}.a.la-se>

iorang-opsif Belahtla."Darah': jang!baga•'fcan--.kesum.ti, ifei, mc-man-.- ftjaf Tak'saha air: iriantjUfJ-demikepalaMja: ir.Ct: becfcJeraUda.r},

,baiTO?&. £&&'!&& ito«i n\ci« f,tm-2 xi^ttbS san5 livbr^S

•'-r-'-Set&lalTr'pahiawahBTrtadaldtu;sampai.-keieugft;h-tengah.-mu.- anifi,lalu-beft^dlatedtKigBib;-Majoor jius•> DjendDr-idiKobler-jj-n- "","',,lBUttt Harl^ttB bettemit deagan--.katt.(::hai-,;KelUen,! Apa

benarkah engkau-bernama Kohler.?" tauja anak. muda, itu ip.m
biimehgahgkat pedangnja.i..,.t:.:.<-.i;-..... ,..c .._.,. ,,:i,.,.,.,...,,.i' '.
Majoor djenderal itu jang sedang 'usjik menilmpin te'ntff ITLf rarija, demrrrtendengar perkataan pahlawan i,tu,.iavsepknn-akan terkedjut. •« '<^ f ".-.:.:•-m-n-. •• .-;. .; r.i--.:n- trJ¹ ^'vt-i-Mf "'- '„Ja' : .'.':-.' r :'.•.-!" sahutnja;, -„inilah,. Major. Djendera^ Kphleri Djadi engkau mau-apa,?" tanjanja. denganfrTFfluS^-'.n-.V ,v,.i -i ,.Hendak memperkenal.kan. pedangkudpngfft.l^liermii. Hal • bangsa jang buas!" sahut anak muda i'tu dengaij s.emanga'f jkri^, berapi-api..Major Djenderal, jang,mempunjai 'seman^at itiR itu'.' putjat.pasi dan hatinja bimbahgT Jraapf sebag^ieqiaiig^Ma-^ joqr Djenderal jang telah .dipertjaja^anjoj.eh p^mer^hfah'n^a Un-f. tuk'memimpinjpertempuran,.itu,; dengan, s.ejcu^-kuatnj^ia'm^n-^ tjoba .menghilangkan perasami. .was-wash^a, Uu^.' -.' } L. .• n;;i,jBarangkali, sebelum ^ngkau .seriipat^nVelaplaskaJi'^aftgan'2 muj engkauvlebih dahuiu, mampus,rl^ai',,aim}f,iniuda! ,r ' ^ i::,/K3Jaufjtu sadja, hanja utjapanra.y.itp, bprge^ialah^en^katt'
haijKPbJertnntuk mati...rM.,,,„...,.,..!,;. 'n^^Zf,'' '^.-V
--.[Lalu terdjadilah pergulefanjang sei-u. Panglima Muda AJty

s.ebagai.'Panglima Perang iaajr.-bertahskuns dja.w.ab atas k^se- lamatam.-Kerabop. Atjeh dang-Kohler. jang bertan nundjukkan ketjakapannja,.
- i!.,.K?.rena.it,u,1.perdJuangap seorangr,l^wan s^oran^.j jQakln bertamba,h hebat>:.£aj ubahnja. sebagai dua..ekpr. Hari^mau; dj'an- tan-hertempurdRadapgbelalang,,hajc^jur^umpUfopajah anaiijj. kaju-demjki.anr.}ajknja₁.k^ .-,; Jfada, su.g.t,u;k^jij dimapat Pangl^mja ^u^a^li.mendapa^ke^- spmpatan jang scbalk--bai|cnja, ppdjangnja telap,'mer^aki^;
u | ' ta-f

atas, • lalu.;PJe,nd.erarrjangl.t;dak >^^^H.'^ nHJ?|^JM)^^.^i7'

nj^k.eidala,m;.barj.san, tepter,aiija,,^.f.,,,,,,.'...,,', ,',.'. ',.'fi|j. 'j, **.„„.' •-,;.i-Tetapi-k£r

japg^ngh^bi|ant) ,.;; '• ,., " -,,,..J ' ^'i .ite .,,; ^efldjid.. Ra/a.clan pekarangapnja, telah,..djdudutof rmusuh. Mosdjid. tpmpaj; umat Isla^mejaliukan^iba^^^

?J« PJWU^a j^^idjiRay.ay•^iftP a ^?^»^°^-^ u ' ( se^Sal $i- ,,ra..,gu? m^mperin^tijfi^tjapigo^;^,^^}!,^}^..- imuigft 1^a^ak^n^Kphfer.(^ppm,(,|frj„_mifr ,,rffrm. ,,-,„,„/.„„,. A-

LIEBURNJAJ K^RATpN AT^fH ~4 £

pipi Setelah Mesdjid Raya diduduklnja, mereka mentjoba me- ngumpulkan tenteranja untuk menerdjang Keraton „Keraton akan diserang Dull Sjali Alam!" demikian °er- dana Menteri memberikan keterangannja kepada Seri Sulthan, „dan kalau boleh biarlah Duli jang Mulia meninggalkan Kraton ini buat sementara".

  • ,,Mamanda, kami bukan sadja bdjaksana memimpin nega-
    ra diwaktu aman, tetapi akan tetap mendjadi pemimpin pula sedang peperangan berkdbar-kdbar. Kami sendiri akan iang sung memmpin peperangan, bila tentera Belanda menjerang Kraton ini," demikian kata Baginda kepada memandanja, se- sehlngga Perdana Menteri itu kemalu-maluan. Benar keesokan harinja, tentera Belanda jang telah berpusat dl Mesdjid Raya lalu menjerang Kraton Atjeh. Disinilah peradjurlt2 Atjeh mem \; perlihatkan darah pahlawannja, mempertahankan Mahkota Atjeh memperlihatkan darah pahlawannja, mempertahankan Negaranja disin i putera-putera Rentjong menun- djukkan kesaktian pedang dan Rentjongnja. Asap mesiu jang keluar dari ribuan laras senapang, mengepul dan perpadu, lalu naik perlahan2 dengan maraknja keangkasa, • hasrat hendak berarak bersama mega jang lainnja Perdjuangan itu selain dipimpin oleh beberapa orang2 besar ketenteraan dalam tiap-tiap pendjurunja masing2, djuga tidak ketinggalan Panglima Muda Ali sendiri tampil kemuka. Maka terdjadilah pertarungan jang sehebat2nja, terdjadilah pertempuran jang sedahsjat-dahsjatnja. Tempik dan sorak kedua be- lah pihak, bagaikan halilintar petjah tengah hari. Beberapa orang Opsir Belanda menjerbu kemuka sambil memekik dengan suaranja jang serak, menjuruh tenteranja menjerbu melanda bangsa Atjeh. Letusan meriamnja disambut oleh putera2 Atjeh dengan letusan meriam djuga, deruraan senapangnja djuga mendapat sambutan jang selajaknja. Melihat demikian besar- nja kemenangan jang ditemui oleh peradjurit2 Atjeh, maka sebagai air pasang telah tiba waktunja surut, demikianlah Belanda dipukul mundur, hlngga kutjar katjir. Semangatnja hi- lang, umpama embun ditimpa panas. Selagl pertempuran sedang mendjadi-djadi, Panglima Muda Ali telah djatuh tersitng- kur dilanda peluru tentera Belanda. Demi ia djatuh, seorang opsir Belanda madju hendak me- mantjung dengan pedangnja, tetapi tjepat sebagai kilat seorang opsir muda tampil menjambut leher opsir Belanda jang malang

42 LEBURNJ A KERATON ATJEH

Beberapa waktu lamanja, pahlawan muda itu dalam ke-. adaan pingsan, anak muda pembelanja tadi itu berusaha. dengan sedapat-dapatnja. agar ia shiman. Usaha pembelanja ini berhasil, dan demi daun matanja bergerak, berserilah wadjah- nja, bahwa pemuda jang telah memberi pembelaannja kepada- nja itu tidak la'n dari buah hatinja sendiri menjamar sebagai laki2, turut bertempur disamping dirinja. Tjut Aminah Mem- ber! isjarat supaja ia djangan berkata-kata, agar penjakitnja lekas baik. Isjarat itu dituruti oleh pahlawan itu Pasukan musuh jang telah dipukul mundur oleh tentera Atjeh lalu surut ke Mesdjid Raya, dan karena serangan tentera Atjeh bertalu-talu, maka undur pulalah mereka ke Oelee-Lheue, setelah membakar Mesdjid Raya lebih dahulu. Kekala- : hannja dimuka Keraton, jang meninggalkan 6 bangkai opsir. tingginja, tidak terhitung djumlah bangkai2 serdadunja dan jang luka2 parah, menjebabkan mereka terusir sampai kelaut kembali. Sisa2 serdadu musuh disamak habis oleh tentera. Atjeh, djedjaknja disapuh bersih semuanja. Dengan ini, ten- tei-a Belanda jang kedjam itu telah diberi hukuman jang se- timpal oleh orang Atjeh, tidakkah dengan peristiwa sekali ini mendatangkan keinsjafan bagi bangsa mereka ? Panglima Muda Ali, membuka matanja perlahan-lahan. Malam telah larut benar, istana sunji senjap: hatta kamar tempat ia dirawat. Penjakitnja telah agak berkuran.g sedikit. Luka tempat peluru lalu, sudah mulaj nampak sembuh. Demi daun matanja terkuak, dilajangkanlah berkeliling kamar itu seikan- akan ada jang ditjarinja. Kemudian dengan membajangkan rasa ketjewa matanja ditutupkannja kembali. Hanja beberapa sa'at sadja matanja tertutup, lalu terbuka pula. Dadanja di-
usapkannja dengan tangannja jang masih lemah itu <....
lalu mata jang tjekung itu terpedjamlah pula lagi ... „Tjut Aminah!" serunja, demi matanja dibukanja kembali dimana terlihat olehnja gadis itu berada disampingnja. Tjut Aminah puteri jang baik hati itu bekerdja siang malam, tidak mengenal le'tih dan pajah berusaha merawat Panglima Muda All. Benar apa jang telah dikatakan dan didjandjikan kepada Panglima itu pada suatu malam jang beriwajat, bahwa ia sudi sehidup semati dengan tambatan djiwanja itu sedia sehina se- malu dalam tiap sesuatu, dibuktikannjalah dengan pekerdj'a- annja dalam perawatan ini '

LEBURNJA KERATON ATJEH 43:

•; ;i'iii*^ia

'-."Djarang, sekali bertemu, perempuan jang mempunjai hati -emas'sobagai Tjut Aminah, sudi. meladeni'orang. la|n dengan.
berpajah-pajah.. X-.-..•.,,,...,.,'','.'.''... ^^;..','
r;jr<,,,,'•'],/,;,.'rn -^>iKalau: puteri2 kita telah banjak mempunjai hati, sebagai dara mahligai ini, adalah bajangan keluhuran Negara.makin nalk.'.'.u'.:.'.'^;,karena.-ketulus(in hati wanita,..djiwa, negeri",, ka-''
t a budiman.' iwy« •.<;,-....•,•.•.,-.....,..,'.,,,.,,.V-...,,.',,
',,3al kakarida!": sahut Aminah dengan saju. Kemudian he-, ning kembali,"tidak'bergema sedikitdjuapum i: tub • i:--: "'n;,Kakahdapuh-telah banjak menanam budi kepadaadinda!;"; demikian"Aminah menjahut dengan terharu., budi i,Agaknjar kakanda tidak sakan i terbajar oleh saja selama hajatkul". •-•>:».-.' '• :'Beteiah'ia menertangkan pikirannja, laid Panglima Muda Ali menjela'perkataan Tjut Aminah:,;Dimanakah tentera Be-^ landa ber'sarang'kini?" Dalam pertanjaari'iriij terbaja'rig pads. air mukartja semangat perdjuangahiija masih berkobai'-kbbar'
'.Hi' •',....;• 1... r',.-•• •,• •;•-.. /»s,•, rtj. I i-.-il'li-.'
telah.dipukul mundur sampai kelaut, kanda?" J' ri*-.„Kini -sekarang negeri, telah,aman.kembali,..Aminah?",'., .,;„Dj.adi, ..,„Benar,, tetapi tentera kka sedang bekerdja. keras.in^inry r basmi sisa2 musuh serta kaki tangannja.,jang, ma3i.h,disini"r -'•*,;Apa maksudmu dengan.perkataan itu, adindaT.','.-.,,-.•,..- ;i i,Ja,-kakanda, tentera.-kita--sedang giat melakukan

penjelidikan kepada orang2 bersalah dalam.-pertempuran-.ini,

jang: jang toerchianat kepada. Negara Atjeh!",,,,.,;,-,,<-.«,,•,,;-•• •',r,'-TjUtrAminah diamkembali-.;.:.;.-.-;..;.-.-.-^. •• • r-r-W mtmitf; •.•;iUipartglima Muda Allpun terdiam pula.w«.-.>?...(.-jv.i-.ii. i.

ifiit'-'Ruangan Itu sunji :Ji..:..:.•.•.:.-..•,. v >• mvbe'KV,TO:>

«enjap.;; '''•':Hanja bebe'rapai'sa'at'sadja demikian'kesunjiah'

itu::tstpetjari^tviaY,,S'udahkaH'tertdhgkap S di: Tahir dan:Malila;? tanja

Phngliniaitu:<'" •'!;i'-'"'» <••„«« ^vu,ri>.. ujitfTm t.• •-••>: UKT' " :„itillMh';jang sedang ditjarikan r'tetapi chabarhja kedua me-- reka telah dlbawaitekapaf 6leh fteiitera*'m'u'suh!"" sahdt' Amlhahi .'ah! f. M-S av,-','-*;.'•••••>'t •-••', lift,'A?i'V'.aft-u:.i-i:x >'>' ,.„Ja, meskipun demik an, mereka telah dapat menanam

pengaruhnja liepada.beb'etapa qrang2; o'esar dalani istana' ini dan

nauttgkin pertempuran' "jahg; berkobar-ikdbar akan :terdjadi'pada rt,an :u; ::w

kesua afiffi aas -", «* ~ »' y-*****

..:iuiv i.'V.-r.M'~. :••'-i.'-fi'r i.-?.::^')!-/ :.i:. w--ftni: r':''J-.i-.il'."''!-'^. tfyaq&kMrW1 kakanda.tahu,?"..,.,.,.,,.,-j.,,.,,.,.,',, v> t;i,h.. ,adinda!'.',,.,,.„,.',.,'„.„;.,...--j.^.-'- ^,Uf,,^k.u/meHdapatJ:irasatr'; ..",._..Abjli', firasat ge«£nga».kekisihlf^,|a{,r H(}Jar darsf. itu, djua; dengan,^aju mesra f^^!M^^Ufffi|^jeit'|^a't^h.ajajka- slh BajaagnJaC-' "-.^, 'HM4„;„.,,„' mB u L fi|alM 44,., LEBURNJA.IJJiHlATpN/ATjIEHa

^'

Lama nian aku mendjadi murid Tengku Tji' Di Tiro, aáin

da!" dibibirnja bergelut sehelai senjum berahi. Kedua mereka sama2 tersenjum, agaknja kasih sajang jang terpendam didjiwe

masing2, sedang mendendangkan gentanja. Kesep'an malam makin menghibau keberahian mereka, kesunjian waktu makin

H:/IN
membelai suhun asmara ......
Malam makin melarut djua..........
311 16nnanat e5a7 tpjasb an dattA. -S0mq dec tedaastad kvi erru 8r lriqA -16ma2-a qabaom cal2a4 eteasief hestsho aac en stotasi ae schs taial mat Hab an atbea had 81 amaea acamas erocen. dertA. inela dalo mbol datemoeg laed a 0828021 81u ca0uy? ctma abnstea nelannateg teanense h.andatme mqb detA tan imeq Szpsem acs m A aloxcab etal tefnadal datneed neasebmeg nsdmem ana daità maaemadamal dsem s76.eM sanzm ad naadea nat etatemue eibaey aetas uteca tedeccenmaee saasidea Lbta-aletmied mwws ao ci Nae cagnat tme c medete mehsta.n8 leysmsintteqe ctcosmem aaof 000 16 120103 a216541cuaoom tntat nh suel datta ad alma Av cames g acsd csanusa nedmem tod abom suis aal duizae csz casaneane Mdu soqmet cet noan ca eastod daboe decA aadslam land sanemed 1saaaa 7 emetartna: ses tateni masd cnb nartbatbae S taamre'd nes arctrea aireb

dectA d n z md aen meeab

mukoa darates ard qatenan nod aab amegeod ceendov aoam 2a moea ad eta

107.0.
1e asi dabe ao tom ga0 .47ea95. a ibangb anderr eaa daitem ardebatoo, de aonso Lnen matal MAt reaqotnet diiazn m dou a1

s em .p. 1 611002127
na7d894 a42590 2 ad dam aqee
01 hab tqo 0F No.c s.dn. 27422378.28...16m 80694546

2n t aletedua ubabrek emuo iatutm angadsa vba 720 stacumsa del eq dnta aensvad ubetta nes e -ne dted caddansat ada zcoc anoa kcaniqmim aaen dove anv 7 isbasts datohtd cat oletre sav lagt

LEBURNJA-KERATON ATJEH 645

F a s a 1 VII.

MBNEBUS.MAH)

Tentera Belanda jang hendak mentjoba mendjadjah bumi Atjeh itu, disapu bersih dari daratannja hingga tanggal 23 April 1873 sisa2nja kembali ke Djawa berangkat dari pang- kalannja pada tanggal 10 Mei 1873, setelah mendapat kebenar- an dari pemerintah agungnja.Djadi tentera itu hanja dilzinkan oleh 'alam Atjeh mendjedjak buminja selama 18 hari sadja. : Kakalahan itu membawa malu besar bagi pemerintah Hindia Belanda kepada tuannja di Nederland. Dewasa itu rakjat Atjeh dapat membuktikan lagi, bahwa semangat peninggalan Iskandar Muda Mahkota Alam, jang mendjadi pemimpin dari Kemaharadjaan Atjeh jang memberi perlindungan keseluruh Sumatera dan sebagian besar Semenandjung Malaka masih bernjala-njala sehingga dapat membakar suatu nafsu pendjadjahan dari suatu bangsa. Semangat perwira turun temurun jang membentji imperialisme jang ditanam sedjak Balatentera Atjeh laut dan darat menghalau pcndjadjahan Portugis di Djo- hor, memberi kenjataan bahwa setiap zaman, Atjeh sedia ber- tempur untuk menggilingkan kaum penakluk dan kaum modal. - Malahan Atjeh sedjak abad ketudjuh belas telah mengerti dan insjaf, kaum imperialisme dan modal sangat berbahaja bagi dunia kemanusiaan bilamana tjita2 pendjadjahan dan panin- dasan tidak dibasmi. Karena keinsjafan itulah, rakjat Atjeh menetapkan keputusan dalam dadanja, bahwa kafirlah hukum- nja bagi kaum jang mengganggu kebebasan beragama dan ber- negara, jang mendjadi ratjun bati set'ap dunia beradab dan so- pan. Karena itu rakjat Atjeh sekali lagi memutuskan djandji dalam hatinja, bahwa tiap tjita2 kaum pendjadjahan mestilah dilenjapkan dari permukaan bumi. Semangat ini adalah hati dari tiap2 rakjat Atjeh

Karena pemerintah Hindia Belanda merasa malu, maka me rekapun mengirimkan ekspedisi jang kedua, dengan sembojan menebns malu. Balatentera ini dibantu oleh 40 opsir dan 4000 serdadu sukarela di negeri Belanda, sehingga mendjadi djum- lah semuanja 385 opsir dan 78S2 serdadu bawahan. Untuk pe- mimpinnja, sebagai panglima mereka diserahkan kepada djendral van Swleten dan Luitenan djendral V. van Spyck, bekas

46 LEBURNJ A KERATON ATJEH .-,•'*',.

komandan tentera darat dan anggota luar biasa dari Raad van State. Pada tanggal 12 November 1873 pasukan ini bcrangkat ke Atjeh dan setelah terdjadi pertempuran hebat dengan tentera pantai Atjeh, mereka sempat melakukan pendaratannja di Udjung Batee' Tungkop pada tanggal 9 Desember Dibawah plmpinan Panglima Perang Tuanku Ahmad, :en- tera dan rakjat Atjeh menjambut sekali lagi kedatangan tentera Belanda itu. Perlawanan jang sehebat-hebatnjapun ter- djadilah. Tiap sedjengkal bumi Atjeh dimiliki tentera Belanda, penuh berlumuran dengan darah, dan tiap Atjeh menjerahkan setapak tanah alrnja; berartl Belanda mestl melangkah2 ribuan majat serdadunja. Semangat rakjat Atjeh jang menjala marak ini, memusingkan pikiran Sivieten dan Spyek, panglima tentera pendaratan Belanda itu. Karena kegugupannja, Swieten menjerahkan satu surat kepala Pangl'ma Tentera Atjeh jang diwadjibkan bertahan di Oedjong Batee, antara pudjian jang berlebih-lebihan, menulis: „Orang Belanda tidak akan viengubah agama Islam bahkan menolongnja". • • Pudjian dan djandji2 ini bukanlah bisa melemahkan semangat perdjuangan rakjat, karena rakjat di Atjeh adalah rakjat jang merdeka. Atjeh sendiri bisa sanggup memudji agama- nja, Atjeh sendiri bisa menolong meluhurkan agama Islamnja di tanah airnja sendiri jang merdeka. Karena itu pihak Bala- tentera: Atjeh memberi djawabari: „Orang Atjeh tidak kalah dengan budjukayi dan lidah manis". Semangat perdjuangan jang berkobar-kobar dan bernja- la-njala dalam tiap2 hati putera merdeka ini, merobahkau se- kalian rantjangam m'.liternja jang telah diatur lebih dahulu oleh pihak Belanda. Rantjangannja, untuk melakukan perang kilat dan hendak menaklukkan dengan tjepat karena pertahanan rakjat sudah hafal mendjadi kadjiannja; adalah salah sematamata. Rantja- ngan jang salah ini melambatkan gerakan mereka. Perdjua-

  • ngan rakjat dengan tjara bergerilja, senantiasa mengetjutkan hati serdadu2 Belanda jang njata sedikitpun tidak mempunjai keberanian, sehingga bukan sedikit diantara serdadu2 musuh itu banjak jang meninggalkan medan perang, melarikan diri.
    f Mak a t'nggallah serdadu2 jang keras hatinja, tinggallah serdadu2 jang tidak bisa, meloloskan dirinja lagi. Demikian, ke- madjuan tentera Belanda mendjadi tertaha n Sidang Ketenteraan Belanda, jang dipimpin oleh panglima Swieten setelah menimbang dan memutuskan: Atjeh dapat di~ alahkan dengan bantuan pengchianatnja.

  • LEBURNJ
    *** .'-••'•'.-•*•-'-** A KERATON-ATJEH 4 7 •:
    .

'''"'-' Kareha'ke'putusan IhPmenjebabkan

Spyok^qbagai^pembantu Swieten membal.k-balik kembali bendelan2 rahsia. ieutang

pehdaraian'pertama'jang lalu kerAtjeh. Diantara.pama?: peng- "chiahat''4'J-5''o'rang-,'"teida.pat'ija'ng.terbesar, :piengaruhnja

befnani'atcUku'Ama'ti'Teiiiadap.nama ini Spy.ck lama memandang.

seakan-akan' dgh;p6rantar««n; nsima inilah-rantjangannja

dapat berhasil.'Lalu'd-kirimkanuuLusan rahsianja kfl,,Mpuraksa.

' SemalHm*malnman;!haUada<,,5daiam (ijarig''ber'njala-'njaH1 'tiegeri.">Meskip'uri'-'bagaim'a'na.-kuatnja ^pertahanan, tjukup, de- ' iigan alat-'sehdjata jangihuitechirvilengkap'.dengan peradju- •,:i'it2 jang ga'galV'-ber∋ ia akan sadja, tumbangdalam,sekalika: '' kkiaui put'eraHaiirih^a gnja'simdiri mendjadi;peng<;.binnat. ilie^ AMa Uhfuk0mfehe'g\ihkan,

berdirinja:satu2jN.egara,.mestilajigblongan2 pengchiHite'-inl.'idibasmi tsehabterthabifMija., tidak boleh

"^iilggal1 tiu,iliiM.:kep,ada'i.tur.unannaa.ia: mem- tiiihUrulinja(!karena, "'•punjai'flarsilij.-'dan'-darah-. itivtsewaktu^waktn;itkan--berdebur "-kembhli.i''-Agama Jfilamj-men'entukan hukivmnjnv; ser.upa-..dengan •'•'orang^murtad/bolehdlbunuh terusclinlalsegalahartapusakanja. 'vNegara A'tjeh dehgaiV segenap:'rakjat beragama :rmenga-Islnmr v -pakah mereka tdak1 mendjalankant perintah agamanJairJtU.

:Barang siapa jang tidak mau-mengataalkanvpe-riiitah agama-, ia-

--pUh-akan dihukumril-eh Tiilinns:jang-.Mahaku^iga.-'Tetapi Atjeh "dewasa llu'.biikah tidak.mengindah hukum2 Tuhan; melainkan J tjara sipengchianat itu? bekerdjai.sa.ngahilitjijinjn.i-.:.ri-XA.-.H,-i

flidbO&U :!,';.; i;..u'j,!).•<".-»«; ::,-..!.;, i:; p a;in: :•:.{;.-:.!>lj5:'n|,11 J.?. fapan-.;;:;..'..<•;:.:,;ii...i'.lama Spyckt menatap:-wadjah.Teuku.-Pang- •olima: Hm.s.Dalam hatinja teriintas,::kalau Kohler'.sanggup1.,me- •nawah. hatii1Teuku Amat mendjadi kaki tangannja,-Spyck.pun 1adalah orangjang luar biasa, jang-sanggup mempunjai mata- •mata'irahsia;jang 1tidak.-ditjari-tjari melainkan datang dengan I sendirinjai;.Sedjak-pukul 7 nialam.iPanglima Him datang.

mereka mengadakan permusjawara.tan itu>>tentera-< Belanda-i-Herus

'AS;-..LEBURNJA,KERATON ATJEH

.; • ~**r-~ —.—-— • "-ir — •-•••-•-••--••-—• • •••-''

menerus menggempur benleng Lambhoeek, jang ibarat wadja kuatnja. ' Asap serutu suguhan Spyck, jang dihembuskan oleh Teuku Panglima Him menerawang perlahan-lalian keudara, diihuti oleh asap tjerutu Spyck sendiri, akan mendjadllah snksi scumur masa bahwa sedjak malam itu Teuku Panglima Him mendjadi pengchianat besar bagi Negara: Atjeh. Asap jang perlahan-lahan naik menerawang sawaug, akan berpadu dengan tedja-tedju jang berarak-arak seluruh tjakra- wala, kelak mentjerilerakan kepada sekalian manusia jang.hi- dup dibawah kolong langit ini dari zaman kezaman, bsihwa Spyck pada malam itu telah menerima Panglima H in seoagai kaki tangannja, untuk mengchianati Kemaharadjaan Atjeh, Sungguh 'alam dewasa itu mendjadi saksi Selagi mereka sedang tertawa besar2, dewasa itulah Teuku .Amat tiba pula ciiiringi oleh dua orang utusan jang mentjari- nja Teuk u Amat memberi hormat dengan ta'zim- nja, lalu Panglima itu menjilakan ia duduk. Baru ia tiba: di- pintu, hatinja terus tertanja-tanja, demi melihat perobajiau wadjali Teuku Panglima Him. Teka-teki dalam kalbunja mendjadi-djad', apakah Panglima Himpun djuga mendjadi pegowui ketenteraan Bel and-t se- bagai dia? Tanda tanja besar ini lenjap, setelah ia disugukan niinu- man dan tjerutu, istimewa karena, kesepian ruangan dipetjah-, kan oleh suara Panglima Belanda itu: „Tuankah bernama Teuku Amat?" I „Benar ! " ,,Dahulu kalau saja tidak salah, tuan ada membuat periiu- bungan dengan Djenderal Kohler, bukan ?" Baru sadja; perkataan itu lepas dari mulut Spyok, Teuku Panglima Him ternganga, gelombang perasaannja mengguriurag dan berdjuang dengan pantai hatinja, antara ombak perdjpin- pakan itu lahirlah suara hatinja: „Rupanja sedjak dahulu Teuku Amat in! telah mendjadi pegavjai Belanda.".. Pertanjaan ini lama disahut oleh Teuku Amat, karena fail- da tanja besar jang timbul terhadap Teuku Panglima Him be- lum terdjawab oleh hatinja. Spyck Panglima Belanda ini, rupanja lebih 'arif akan isi hati Teuku Amat dewasa itu, lalu menegaskan: ,,Panglima H'm ini, djuga pegawai kita!" Man tidak mau, meskipun diliputi oleh selajang peranaan segan, Teuku Amat terpaksa mendjawab: ,,Ben,?ir, saja ada membuat perhubungan dengan orang Belanda," lalu iapun rneai perlihatkan surat keterangannja kepada pembesar Belanda itu.

LEBURNJA KERATON ATJEH 4 3

  • 1 ••.•••IMIIIII H I ini.i.iH. i dimn gil i,, HWHHIIIIMW"""^'^ " "•li"1 iMiiiiiw>i)Pii|ii' •

pul da n menegaskan: „Saja undang tuan kemari, untuk mengadakan perembukan tentang pendaratan tentera, kami ke Atjeh ini!" ' „Ja, tuan besar!" sahut Teuku Amat, bangsawan penghia- nat itu. ,,Sebelum kami menduduki seluruh tanah Atjeh ( ? peng.) hendak kami ketahui lebih dahulu dari tuan sendiri, bagaimana #. jan g sebenarnja pikiran rakjat tentang hal ini!'' Dengan segan Teuku Amat mendjawab: ,,Rakjat Atjeh sebahaglan besar menjukainja, tuan!" „Oh, begitu ? " tanja Spyck. ,,Ja, tuan besar!" Spyck jang telah lama mengenal tentang bentuk rakjat Atjeh dengan perantaraan tulisan2 dari pelawat2 kemari, tentu tidak akan mentah2 mempertjajai pengakuan Teuku Amat, malahan la telah sempat menarik satu kesimpulan bahwa dji- wa Teuku Amat benar2 dapat dipertjajai sebagai seorang pe- gawai Belanda. „Kalau begitu, atas pertolongan tuan bersama Panglima Him ini, saja pertanggungkan kewadjiban untuk memudahkan tentera Belanda melakukan kewadjibannja disini." ,,Kami bersedia, tuan besar!" serentak suara pengchianat itu terhambur dari mulutnja. Rupanja mulai sa'at itu mere- ka telah sedjiwa. ,,Dalam pertempuran merebut benteng Lamboeek, teniera kami telah mulai pajah, karena benbagai daja jang kami tjo- bakan, belum memberi hasil jang baik. Djadi rantjangan kami 4 tela h mulai rusak," kata pembesar Belanda itu dengan suara ketjewa. Setelah utjapan itu diuljapkannja, kelihatanlah ia termenung Kemudian tukasnja lagi: ,.Rantjangan merebut Keraton Atjeh tentu akan lebih rusak lagi, manakala kami berlama- lama dalam mengalahkan benteng Lamboeek ini." Sementara itu kedua pengchianat tanah air itu memut'ar- otaknja, memikirkan bagaimanakah bentuk rantjangan dise- rahkan kepada tentera Belanda itu, untuk memudahkan pen- dudukan atas benteng Lambuek dan menduduki Keraton Atjeh. Senupa murid2 sekolah menghadapi pertanjaan gurunja, jang berlomba-lomba berpikir untuk memberi djawaban jang benar, demikianlah lajaknja dua pengchianat ulung itu menghadapi soalan madjikannja. Setelah sekian masa memutar otak. Teuku Amat berkata: ,,Untuk menduduki benteng Lamboeek, hendaklah kampung2 disekitarnja dibakar lebih dahulu.

50. LEBURNJ A KERATON ATJEH

..-o';' *r** *_^». -. »

Lama, pembesar tentera Belanda itu termenung berpikir, '• kemudian dengan tegas membenarkan pendapatan Teuku Amat. Entah beberapa kali bahu Teuku Amat ditepuk-tepuk oleh Letnan Djenderal itu, tiadalah dapat dihitung lagi, karena ia 'asjik dibuai gelombang kegirangan. ,,Dalam soal pertama ini saja sangat setudju dan akan saja djalankan. Tetapi bagaimanakah soal meleburkan Keraton Sulthan?" ,,Dalam soal pertama ini saja sangat setudju dan akan saja djalankan. Tetapi bagaimanakah soal meleburkan Keraton Sulthan?" Teuku Panglima Him jang ternjata murid jang tertinggal, i dengan soal jang kedua Ini ia mentjoba mentjapai punten jang / bagus, sebab itu dipergunakan otaknja dengan agak terburu- 'buru lalu tukasnja dengan gugup: ,,Tuan besar! Untuk mele-, burkan Keraton Sulthan tidak adalah suatu djalanpun, selain- menangkap pahlawannja, dan diantaranja jang terpenting se- kali, ialah Panglima Muda Ali". Setelah ia mengutjapkan prrka taan itu, iapun diamlah, mendjadilah ruangan kemah markas itu hening sepi Letnan Djenderal Belanda itu belum membenarkan perkataan Teuku Panglima Him, agaknja ia sedang dihanjutkan oleh arus gelombang pikirannja. Teuku Amat bersenang hati, membenarkan setudju, tetapi hatinja ingin mengetahui, apakah rah- sia jang terlindung diibalik Teuku Panglima Him, sehingga ia hendak mendjahati Panglima Muda Ali? Inilah jang mendjadi dasar pertarungan dalam hatinja, inilah jang menerbitkan pe- luh dinginnja. Apakah sebabnja? Hanja perkataan itu sadja ' jang benulang-ulang timbul tenggelam dalam sukmanja. Ke- < bimbangan itu lenjap sebentar setelah Spyck menegaskan per- kataannja: „Ja, saja setudju! Tetapi untuk menangkapinja bu- kan perkana mudah." ,,Itulah jang semudah-mudahnja tuan besar, saja sanggup melakukannja." Panglima Him bangsawan peluluk itu berkata dengan sangat garang, serasa-rasa dalam hatinja ada sebuah tjita-tjitanja jang telah tertjapai. „Bagaimana pikiran Teuku Amat?" tanja Spyck. Pengchianat ini hanja. mengangguk sadja. ,,Nah kalau begitu kami akan mendjalankan pembakaran, sedang Teuku Amat mesti melakukan kewadjiban sendiri, se-

LEBURNJA KERATON ATJEH • 5 j

***** Achirnja Muslihat jang didjalankan Teuku Amat, jaitu masuk uete- ngah-tengah tentera Atjeh dl benteng Lamboeek itu dengan me ngatakan: „Lebih baik benteng ini dikosongkan, karena tentera Belanda akan mengadakan serbuan besar2an", mendapat hasil. jang kurang baik. Tiap tentera Atjeh tidak mau pindah dari benteng itu, selain mati sjahid bersama leburnja bentengnja kenangan seumur masa Meskipun usaha Teuku Amat untuk mengatjau balaukan •pikiran pemimpin Tentera Atjeh itu tidak berhasil, namun Belanda telah membakar sekitar kampung itu dengan kedjam dan bengis. Alangkah sajunja tangisan anak2 jang tidak bersalah demi kampung mereka habis terbakar? Orang2 perenipmin jg sedang mengandung terpaksa mendukung barang2nja sekadar terbawa dengan anak2nja jang masih ketjil, membawa lnri ke- tempat jang aman supaja djangan dilanda oleh kebuasan tentera Belanda. Air mata kesedihan mengalir laksuna air man- tjur Aduhai, kekedjaman Belanda sekali ini mendjadi kenang- kenang-kenangan seumur masa Achirnja setelah pembakaran itu selesai dilakukan, nja- talah benteng Lamboeek tidak bisa mendapat bantuan lagi dari luar, terutama makanan, hingga pada tgl. 25 Desember joitii setelah 31 hari mereka mendarat, benteng Lamboeek-pun d^a- tuhlah

62 LEBURNJA KERATQN ATJEH

Petang hari Tjut. Aminah bermuram durdja, penaka angkasa mengan- dung hudjan Dewasa itu musuh sedang menggempur sebuah benteng de- kat Lamgugob Dahsjat nian, gemaan letusan mcriam dan deruman sena- •pang terdengar kekupingnja. Pada pemandangannja bermain aneka peristiwa jang telah ditempuhnja. „ keselamata n Keraton dan kemegahan Mah- kota Atjeh hanja bergantung kepada kebidjaksanaanmu, adin- da!" ,,Mcngapa kakanda sampai mengatakan demikian, bukan- kah keselamatan semata-mata bergantung kepada semangat bangsa dan peradjurit kita?" ,,Benar, Aminah, tetapi ketahuila h bahwa dji- ka engkau sudi Iberkorban tidak mungkin Atjeh ini akan ru- btih!" „Mana alnsannja, kakanda?", '

  • „Aku telah mendapat firasat, bahwa Teuku Amat dan
    Panglima Him adalah kaki tangan Belanda jang sangat berba- haja bagi keselamatan tanah air kita!" „Merekai berchianat, maksudmu, kekasihku ?". ,,Benarlah, ja telah berchianat, karena engka u djuga da n hasil pertaima dari usahanja jang terku- tuk itu djatuhlah benteng Lamboeek", djawab Panglima Muda Ali dengan tegas. i Tjut Aminaih tertjengang-tjengang, sebab belum diketa- haiinja sampai di'mana maksud perkataan, k'ekasihnja itu, lalu- udjarnja : .' „Tidakkah.Baginda mengetahui hal ini?" ,,Seorangpun belum dapat mentjium baunja, hanjalah saja hanjalah kekasihmu seorang ini, jang telah maklum semuanja!".

  • „Djadi, apakah sebabnja bertaut dengan saja, kakanda?"
    .,-,.:.......... kedua mereka, sama2 mentjintai dirimu. Pada
    m'ulanja Teuku Amat menaruh tjemburu kepada Panglima Him, disangfcanja engkau telah raenumpah kasihmu kepada Panglima

LRBURNJA KERATON ATJEH 5S

l saj a dengan engkau mempunjai hubungan jang rnpat, sehingga hatinja mentjemburuhi Teuku Panglima Him terpiitus sama sekali. Sedang Teuku Panglima Him lebih dahulu mengetahui perhubungan kita, Aminah!"
,,0oh, .....! " keluh dara itu.
,|Djadi, Aminah," kata Panglima itu dengan saju, „engkau j ! haru s berkorban untuk kepentingan tanah air. Tanah air kita. dewasa ini, meminta tenagamu ..! " ,,Ja, saja bersedia kakanda!" ' „Tjinta jang engkau tumpahkan untuk dirikiu tjabutilah atas nama tanah air kita dan tumpahkanlah tjinta itu untuk Ibu Pertiwimu, artinja atas nama Tanah Air perhubungan kita hari ini kita uraikan, berilah kasih sajangmu itu kepada Teuku Amat supaja Mahkota Kemaharadjaan kita terpelihara." Saju nian suara Pahlawan itu keluarnja, suara jg terbit dari djiwa jang imentjintai bumi tempat ia mula2 dimandikan. Muram wa- djah Tjut Aminah demi utjapan itu berdering, hatinja katjau buntjah. Kalbunja bergelora, penaka sebuah putjuk arus dengan sebuah putjuk arus sedang berpadu, sehingga terdjadilah per- djumpakan jang maha hebat. Untuk mentjintal tanah air, ber-
kobarlah hatta dengan njawa kasibmu.... demikia n sua-
ra dalam kalbunja dewasa itu.

-. „Tida k kakanda saj
a hendak berdharma unbuk tanah air, tetapi saja tidak ingin memenuhi angan2 sipengchia-

  • i na t itu. Biarlah saja mati berlumuran darah dimedan pertem- puran, biarlah dada saja berlobang2 ditembusi peluru dan biarlah djiwa saja melajang sekali gus ja, untuk memenuhi permintaan jang sebagai itu, hati saja tidak mau me- ridhainja : ,i Petan g kian turun sehingga tjahaja samar2 telah menabur djagat. Ia masih djuga duduk termemung, memikirkan masaa lah itu. Rasa -ierbajang djua Panglima Muda Ali, tjabang tempat ia bersela, duduk dihadapannja
    Dewasa itu, kenangannjaterbang melajang-lajang keang- kasa lepas mentjari-tjari dlmanakah. kekasihnja itu sekarang, adakah telah mendjadi tawanan, adakah telah sjahid berlumur darah perdjuangan. Dan waktu itu, lalulah disislnja Teuku Amat darahnj a mendjadi tersirap, rasa kebentjiannja bertambah-tambah. Sedapat mungkin pemuda itu menundjiiik- kan senjumannja kepada Tjut Aminah, jang disambut oleh dara. itu dengan senjum dibuat-buat :

j. .„Ampun!" udjar dara itu.

54- LEBURNJ A KERATON ATJEH

„Saja ingin hendak bertemudengan Ampon dibawah empat mata!" „Pabilakah, Aminah ?" ,,Nunti tcngah malam !" ,,Kalau begitu baiklah!" kata Teuku Amat, lalu berlalulah ia dari tempat itu, sambil membawa beberapa teka-teki jang pelik2 '.. ' •.

Tengah malam tepat Alam keliling sunji sen jap foelaka... Sedjurus kemudian, orang jang dinantikan sedjak tadi telah berdiri dihadapannja, sambil berkata: „Agaknja telah pe-, nat engkau menantiku, Aminah?" ,,Meskipun lelah, djika untuk menanti kakanda, tiadalah terasa", djawab Aminah dengan utjapan jang menandakan ia bersuka tjita. Alangkah amannja perasaan Teuku Amat demi mendengar utjapan jang menandakan ia bersuka tjita. Alangkah amannja perasaan Teuku Amat demi mendengar utjapan gadis itu demikian, palda hal selama hajatnja kata2 jang se- bagai itulah jang dinanti-nantikan. Ombak djiwanja bergclo- ra, kasih sajangnja terlimpah penuh kepada gadis itu. Hu- djan telah berbalik kelangkit, pikirnja. Tjita2ku telah sampai. Kasih jang kutanamkan sekian masa, rupanja baru sekarang mengembang subur berbagal-bagai impian jang men- tjakar langit terlintas dalam pandarigan bangsawan pengchla* , hat, pada sa'at jang sekedjap itu. \ „Ap a maksudmu, Tjut Aminah?" „Hendak menjerahkan diriku keharibaanmu, kakanda!" ,/Djangan Aminah, kelak engkau ketjcwa!" Teuku Amat mentjoba menampik. ,,Telah masak kupikir, bahkan telah tjukup kutimbang. bahwa tidak ada lain Idahan tempat daku bergantung, celain abang sendiri. Tak ada bumi lain tempat daku berpidjak, kalau sentana bumi jang mendjadi impianku selama ini menam- piknja", udjar gadis itu dengan sajunja. Lupalah laut, hilanglah daratan, bimbang tidak tjemas- pun bukan, demikianlah lakunja Teuku Amat berenung dalam' gelora lautan dendangan. Tildak ingatkah engkau kepada Panglima Muda Ali?" tanja bangsawan itu. Djika bukanlah malam itu gelap serciata, akan nampaklah berapa besarnja pe- rubahan air muka Tjut Aminah dewasa perkataan bangsawan

LEBURNJA KERATON ATJEH 5 5

„Supaja tjita2ku hendak hldup diaisi kakanda aman ten- teram!" „Oh begitu, Aminah?" ...'. " „Jalah kakanda!" sambil ia mercbahkan dirinja kehari- baan anak muda itu. Rasa difirdaus Id'jua anak muda itu ber- j »da, demi rambut jang ikal "beralun itu terbuai atas pong- kuannja. Ja, bangsawan itu telah mabuk dengan dendangan Aminah. „Sudah djahannamkah la sekarang, kekasihku?" „,Barangkali hanja menunggu hari besok sadja, ia akan dibunuh!" djawab Teuku Amat dengan tiada disedarnja. „Inl tentu ia dalam perangkap orang Belanda, bukanla-h demikian abangku ?" * I • „Ja, sekarang dalam terungku serdadu kompeni, di Lamboeek", djawabnja. "'.'.,, • Dalam keadaan mereka sedang memapar isi dadanja ma- sir^, sekonjong-konjong berdirilah 6 orang peradjurit pe-. 1 )| ngawal Istana jang iengkap dengan alat sendjatflnja. De--; „. ngan tidak berkata pandjang, Teuku Amat dalam masa seke- •djap itu diseret, beberapa sa'at kemudian berscmajamlah ia dalam terungku Malam itu pula Tjut Aminah, Serikandi tanah air itu ber- djalah mcnjamar seorang dirinja hendak mendapatkan keka- wihn'ja dalam tawanan kompeni Bdauda. Mendjelang beberapa •waktu lagi. fadjar hamp'r mendjelma, tibalah ia ke Lamboeek, Markas Besar Tentera. 'Belanda, tempat djantung ha- ' tinja ditawan. Dengan semangat jang bernjala-njala, masuk- lah ia kedalain kawaJlan serdadu Itu. Demi maksudnja dikata- kan kepada. pengawal di-situ, jaitu hendak berdjumpa dengan Letnan Djenderal Spyck, iapiuv d iringi oleh dusi orang pengawal, dibawa menghadap. Panglima Tentera Belanda, jang •telah begitu larut malam belum tidur lagi, monerlma ia dengan i Taooaah tamali. Setelah diperkenaikan dirinja, ia adalah isteri Teuku.Amat, lalu dinjatakan kedatangannja itu untuk mene-

  • rangkan bahwa Teuku Amat hampir iberlvasil mengaljau balau- jkan pertahanan Keraton, dan kalau sedjak Ini Teuku Amat agak djarang datang kemarkas besar itu, djanganllah sampai diherankan oleh Spyck. ,Mula2nja agak ragu djuga Panglima Perang Belanda itu menerima warta hegitu2 sadja, tetapi se-

    m LEBURNJ A KERATON ATJEH

. Dalam dadanja'senantiasa,bersenandung, kalau Panglima Muda Ali tidak dapat dilepaskan pada malam itu, alamat Keraton Atjeh akan lebur sebab dengan tidak adanja ia seorang, tidaklah ada lagi perflimpin jang setjakap itu. Setelah penat ia mengedari kemah2 mereka, maka dibawah aepohon rambutan terbajanglah sebuah tubuh terikat dengan erat kebatang pohon itu. Demi didekatinja tidaklah lain dari Panglima Muda Ali sendiri. Dua Prang serdadu pengawalnja tertidur njenjak didekat Panglima itu. Rupanja selama dalam tawanan ia telah letih dan lesu karena seharl-harian tidak diberi minum dan makan. Diisjaratkan kepadanja oleh dara Itu supaja djangan beraua- j ra, isjarat itu diturutinja dengan patuh. Sekedjap itu sadja, Panglima Muda Ali itu telah bebas kembali, lepas .sebagai seekor burung terbang diudara, untuk- menjampaikan hasjrat hatinja; l a akan -kembali ketengah-; tengah tenteranja sebagai seorang pahlawan jang benar2 ber- hasrat membela tanah airnja. Kedua teruna itu berpimpin tangan, berdjalan dibawah tjahaja gi'lang langit, pulang ke- dalam Keraton. Alam mengutjapkan terima kas : hnja ',

LEBURNJA KERATON ATJEH 5T
'

„Bagaimana asal mulanja sehingga kakanda sampai ter- djerat?" Sambil tersenjum, Panglima Muda Ali itu mendjawab : „Karena mendjalankan kewadjiban", sahutnja dengan tenang. „Tjoba kakanda terangkan!" ,.Petang itu sudah terniat dihatl saja hendak mendahului Teuku Panglima Him untuk menldapatkan letnan djenderal Belanda itu. Saja lalu menjamar pergi dengan tidak memberi tahukan kepada siapapun, karena menurut hematku, kalau pe- ngorbananku sekali ini tidak berhasil benteng dekat Lamgoegob jang sedang dalam kepungan itu, mesti djatuh. Ingin hatiku hendak mendjalankan kemuslihatan untuk memb'nasakan Letnan Djenderal itu, tetapi rupanja sebelum langkah saja ber- gerak, perangkap lebih dahulu terkembang dan saj a termasuklah. Saja mendjadi orang tawanan. Bagi dirl saja tidak mendjadi satu sebab untuk menumpahkan air mata. De- mi mata saja melihat kebuasan serdadu2 Belanda melakukan keganasannja terhadap orang2 kampung jang tidak bersalah
......... anak2 perawan dilakukan dengan tjara jang menjolok
mata pahlawan 2 jang tertawan dltuangkan air panas kedalam kerongkongannja ja, ibu2 jang sedang mengan- dung dibadah perutnja disitulah disitulah Aminah, air mata saja memertjik keluar. Mata saja, seumur hidup be- lum pernah melihat kedjadian jang begitu ngeri. Inikah kiranja peradaban Belanda jang akan ditanam disini untuk mendjadi suatu peradaban baru bagi rakjat Atjeh, kalau ia sanggup memerintah disini nanti? Akan bandjirlah bumi Atjeh ini dengan aliran air mata rakjat, apakala Belanda mengemlbangkan sajap pendjadjahannja. disini. Tetapi apa hendak saja katakan, karena saja sendiripun tidak dapat ber- gerak dalam ikatan. Sekalian pemandangan jang maha ngeil itu, saja pedjam- kan dalam lipatan daun mata saja. Kelantjangan serdadu2 Belanda itu telah tjukup membuktikan bahwa ia pada suatu sa'at nanti mesti membajar keangkaraannja dengan darah dan djiwanja sendiri. Meskipun kepada saja telah dikatakan, pagi2 besoknja saja akan menutup mata, akan dibunuh mati, tidak- lah mendjadi satu halangan besar bagi diri saja I*»#. ,

56 LEBURNJ A KERATON ATJEH

Karena tidak mungk'.n dipertahankan lagi, maka benterig- dekat Lamgoegob itupun djatuhlah Riwajat keagungannja telah tammat dilanda oleh sepatu berduri tentera Belanda sambil meninggalkan kesan dan bekas jang tidak nimlah dillipakan oleh seumumnja rakjat di Atjeh,. Bampai2 keach'r abad dari terkembangnja dunia
Puaslah hati keangkaraan, senanglah hati kebuasan..........
Suatu lukisan riwajat, merupakan dendam tak habis............

6 Januari-1874 Hari ini sekali-Jjali tidak mudah dilupakan oleh putera.. puteri Rentjong, karena pada hari inilah bangsa Belanda men- duduki kembali Mesdjid Raya dan memusatkan tenteranja hen- dak menjerangnja ke Keraton. Sebelumnja tempat ibadat itu djatuh, pehgonbanan besar telah dimintanja, menjebabkan Belanda terpaksa membnjar- beribu-ribu serdadunja mendjadi korban tentera dan rakjat..; Atjeh. Bumi tempat terdjadinja pertarungan itu, djika seka- rang dapat berkata-kata tentu akan mendjadi saksi, bahwa. djatuhnja Mesdjid Raya, bukanlah diserahkan mentah2 oleh ^ putera2 tunah semangat, melainkan lebih dahulu tanah sekl- tarnja mendjadi lautan darah. Kendati demikian kukuhnja., pertahanan, dan sekalipun demikian besarnja pengorbanan^V., namun djatuh djatu h djua, sebaib adjal tidak bisa di-- tolak.. ,\ Pada tanggal ini djuga Belanda berhasil menawan Pantai Perak. Djatuhnja kedua tempat ini, kemadjuan tentera,Belanda hanja ± 4 K.M. sadja selama kurang sebulan sedjak dari pantai pendaratannja. -" ,,. h, Dikening tiap rakjat berbekas peristiwa ini iSuatu buatan sedjarah, penaka pedoman bagi pentjiptaf, hari kemudian »««. ,; K 7 Djanuari ' : Keraton mendjadi gempar, karena. seorang pengchianat. tanah air jang selama ini dalam terungku, telah melepaskan di-: -. rinja dengan tiba2. Ja, Teuku Amat kaki tangan tentera Be-r landa itu telah minggat. Djedjaknja tidak berbekas. Agak- nja ia telah masuk kedalam barisan tentera Belanda untuk melindungi dirinja... Dewasa itu penjakit kolera telah meradjalela. Chabarnja penjakit ini sengadja d'ibawa oleh tentera Belanda, jaitu dengan
djalan melepaskan tikus jang mempunjai penjakit itu..,,....: •

LEBURNJA KERATON ATJEH '59'

V-V-..

Sultan seorang dua jang mendjadi korbannja. Karena desakan •beberapa orang2 besar, Sulthan lalu pindali ke Loeengbata, kemudian ke Pagar Ajer. Sebahagian besar alat sendjata dan perlengkapan lainnja /turut dibawa, sebagai persiapan perang gurilja jang akan ber- laku puluhan tahun. Sungguh Belanda, telah menulis halaman sedjarah Atjeh dengan buas sekal i

  • Suatu kenang2an, jang mendjadi goresan riwajat untuk
    .-seumur masa.... ' *-*

12 Djanuari Dari Pantai Perak ke Koetagunongan djauh djaraknja kira-kira 750 m, malah lebih dekat lagi dari kedudukan tentera- nja di Mesdjid Raya, akan tetapi Belanda harus melewatl n- feuan rangkaian majat serdadunja lebih dahulu, selama per- tempuran hcbat aeminggu. Koetagunongan tertawan setelah peradjurit2 Atjeh mem- hori korbanan jang maha besar. Pertahanan ini sangat penting artinja, sebagai bangunan pelindung pertahanan di Atjeh jang djaraknja kurang lebih 100 m. sadja lagi.

  • Namun demikian, oleh Panglima Muda Ali tidak pernah
    dikuatiri akan kelemahan pertahanan Keraton Sulthan. Suatu •suratan keadaam gambaran kepahlawanan patriot2 tanah air,

  • penaka pendjelmaan hakikat nur semangat sedjuta rakjat Atjeh, 13 Djanuari
    i: Hari djatuhnja Koeta Alam')) Djatuhh'ja Koeta Alam ini bukanlah diserahkan begitu sadja, tetapi djatuhnja setelah rakjat dan tentera mengadakan perdjuangan jang sehebat-hebatnja menghadapi kebuasan tentera Belanda. Bagsii mana sekalipun dipertahankan, tetapi karena Teuku Amat dan Teuku Panglima Him bekerdja lebih ra- 'pi dikalangan tentera Belanda, Koeta Alam jang djaja itu Hebur dan binasa. Tiap rakjat tidak akin dapat melupaka*' dosa sipengchiana't Suatu hakikat sedjarah jang selalu berhasil menghantjur- kan kebesaran sesuatu bang'sa '•;

'*) Mcnuimt sualu keterangau, aotelah Keraton djatuh bnru- lah Koota Alsun ini lebur.

'88 LEBURNJ A KERATON ATjiSH

•^^^mtjjyi

Demikianlah satu persatu .djatuhnja benteng2 jang mem~ perllhdungi Keraton Atjeh. Setelah benteng ini lenjap oleh kebuasan tentera Belanda, lalu mereka mengumpulkan segala kekuatannja, hendak me- njerang Keraton, untuk meleburkan tempat tegaknja Mahkota Kemaharadjaan Atjeh. Segala pasukannja, telah diatur dengan tel.ti sekali supaja penjerangan jang sekali ini untuk meruntuhkan Keraton djangan sampai kandas sebagai tempo hari. Pengchianat2 negeri hilir mudik, bekerdja siang malam. segiat-giatnja mentjahari djalan serta berdaja upaja, agar Pusat Pimplnan Kemaharadjaan Atjeh mudah dialahkan. Lem- toaran using kerlas hitungan besar, ringgit dan rupiah ber- dering berbunji jang d suapkan kepada pengchianat2 itu, me- njebaibkan mereka lupa kepada tanah airnja dan nasib bang- sanja dikemudian hari. Akan bm-iaalah satu2 negeri, djika putera2nja jang serupa ini dibiarkan hidup dalam negeri itu.; Rupanja pengaruh uang lebih utama didunia ini, pengaruhnja dapat .menutup segala kekurangan dan denga n penga- '.ruhnja dapat mentjapai tjita2 jang tinggi. Mereka jangdji- wanja telah tersepuh dengan benda, jang telah bertul s dilem-
baran hatinja dengan tuinak,......,.. lupaiah daratan '.,'lu-
palah lautan lupaia h baugsanja dan lupaiah agama— ....,
Matanja gelap tertutup dengan awan uang. Telinganja tu- li, pekak tersumbat dengan guluugan-uang kertas, Suuranja. tertahan, serak karena gerintjing ringgit Berdasar kepada itu tcguhlah hati panglima2 perang Belanda, bahwa Keraton mesti dapat d taklukkan. Keraton tempat putjuk kemegahan Atjeh melambai damai pasti akan lc- bur. Bendera Alam Peudeueng, jaitu bendera kebangsaan Atjeh jsng telah pernah dipantjakkan dip.isnt kota.Djohoi- dan Malaka, jang telah pernah dikibarkan ditiap-tiap iibu re- •' geri daerah2 di Sumatera, tanda mereka beilindung dibawah- nja ja, bendera jang pernah mengetjutkan hati Jacobus I ditanah Inggeris, jang telah pernah mendebarkan darah Re- publ.k dinegeri Belanda, jang telah pernah mengharukan hati Sulthan Mustafa I di Turki, sewaktu duita2 Keradjaan Atjeh jang diutus oleh Sulthan Iskandar Mahkota Alam berkundjung kesana ja, bendera jang berkibar di Siam, di Mekah,. di India dan di Tiongkok, k'ni akan gugur dari udjung tiing- nja mendjadi lebur dan binasa. Akan hantjurlah hati rakjat Atjeh kalau sentana bendera itu lebur, akan terbitlah air mata darah sepandjang zaman kalau kain jang setjarik itu diko- iak-kojakkan Belanda Bendera jang akan mengalnml suatu nasib jang maha se-

LEBURNJA KERATON ATJEH

-vr "dih dalam.sedjarah kemerdekaan Negaranja, kini masih berkibar dengan djajanja dipuntjak istana Sulthan, lunglai ge- malai ditiap-tiap puntjak benteng pertahanan, istimewa dipuntjak Markas Ketenteraan Keraton, Atjeh. Lambaiannja jang aman dimainkan baju berkusu, itulah gerangan jang me- narik minat bangsa Belanda hendak mendatangi Negara Atjeh. Meskipun ia didjatuhkan, meski ia dikojak-kojak dengan tjara jang maha hina, namun ia akan terus menerus hidup dalam tiap2 djiwa raga bangsa Atjeh, hidup dan berkibar se- pandjang zaman sambil menjerukan: „Bangsa Belanda dengan "buas menghinakan bangsa Atjeh". Ia tetap berkibar dengan megahnja dalam tiap2 dada pa- triot bangsa., sebagaimana dahulu telah pernah berkibar ewak tu membuat sedjarah jamg maha gemilang di Asia Tenggara Penjerangan ke Keraton disambut dengan segala kemung- kinan oleh sekalian peradjurit2 Atjeh. Tangisan dan rintihan orang jang dilanggar peluru tidak dapat dibajangkan. Letusan meriam bergema dengan dahsjatnja kesawang. Pedang2 daun idjuk melajang-lajang, menjambar kesana kemari dengan nge- rinja mentjari santapannja. Gegap gempita memetjah kehe- "ningan dunia, demikianlah keadaan dalam pertempuran sekali itu. Kadang2 tentera Belanda mengandjur surut karena ke- kurangan alat sendjata dan serdadunja sebab banjak sekali jang tewas tetapi hanja sebentar nlan demikian, kemudian bagaikan air bandjir turun digunung, begitulah umpamanja mereka mendapat bantuan dari bslakang. Kapal2 perang jang

  • mengangkut serdadu dun sebagainja bekerdja slang malam, karena tiap mereka bergerak berarti satu depa bumi Aj:jeh dapat ditaklukkannja. Dalam perdjuangan jang maha dahujat dtu, tiba2 pemimpin pertahanan Keraton, jaitu Panglima Muda Ali ja.sg sangat disegani musuh, djatuh tersungkur dilanda peluru. Salah seorang dari pasukan TENTERA SERIKANDI jang turut mempertahankan Keraton madju dan membangun- kannja. Rupanja ia telah sangat letih. Dengan pertolongan beberapa orang jang lain ia dapat dibawty-masuk kedalam suatu ruangan istana Perang makin mendjadi-djadi Diatas pan.gkuan Tjut Aminah terletak kepala Panglima T>Juda Ali sedang diusap-usap dengan tangannja jang lembut itu. Setelah beberapa sa'at demikian, achirnja Panglima itu membuka matanja, lalu berkata: ',,Sa'at melihat dunia jang paling achir telah terbajang pada ruang mataku, adinda! Aku merasa bangga adinda, karena aku mati sebagai seorang Panglima ditengah-tengah medan pertempuran. Hanja suatu sadja
  • — I ..!•! • • I.I .. I-II — I — I -,..-•..,.,, I ,.I. • |., • i n,,, | _ •62 ' LEBURNJ A KERATON ATJEH

Hanja itulah adinda, jang kukesalkan da n nanti di- hari achirat hari jang lebih sutji kita bertemu. Dunia hanja kepalsuan belaka, adinda ! "
Tjut Aminah menangis tersedu-sedu dengan sedihnja....;...
Nja' Radja, kaki tangan Teuku Panglima Him dan Teuku Amat lalu membuka pintu belakang istana, kira2 pukul 10 malam bertepatan dengan malam Rabu pada 23 Djanuari 1873 *) Pintu jang telah dibukakan sipengchianat itu memberi peluang kepada tentera Belanda .untuk menjerbu kedalam. Belanda memperoleh kemenangannja atas Keraton setelah Rak- jat dan Tentera Atjeh bertahan lebih 10 hari dalam padang perang jsing lebih sempit, untuk memperlindungi daerah dja- rak antara pangkalan musuh. dengan Keraton jang hanja ±- 100 m. sadja. Beberapa orang pembesar tentera Belanda jang diiringi serdadu2nja dipimpin oleh Panglima Him lalu tiba ketengah- tengah ruangan Keraton. Disalah satu ruangan, nampak kepada Panglima Him, Tjut Aminah sedang memangku Panglima Muda Ali. Demi mata Serikandi ini tertudju kepadanja, lalu mendjadilah Panglima ini kak u ta tentu apa jang di- buatnja. ..Pengchianat tanah air ! " seru Aminah dengan nja- ringnja. Panglima itu menjambut utjapan Anrnah dengan tcrtawa besar, tertawaan jang dibuat-buatnja untuk menutup malunja. Kemudian, dengan gaja badan jang tidak mempunjai rasa ke- manusiaan lagi, ia mendekati Aminah sambil bertanja: „Sia- pakah dalam pangkuanmu ini, Aminah?" ,,Senanglah hatimu kini, tjita2mu untuk meleburkan tanah airmu telah sampai". Tjut Aminah berkata dengan sedihnja tetapi mengandung lahar semangat. Kemudian masuklah lagi sepasukan serdadu Belanda jang dib'mbing oleh Teuku Amat, hingga tiba ke- ruangan itu. Teuku Amat memandang peristiwa itu dengan terhoran- heran

*) Keesokan harinja pukul 12 siang, Keraton djatuh seluruh- nja ketangan Belanda.

LEBURNJA KERATON ATJEH 6 .'/

ivi'!.7 • •''•;.' ,,Kau pula Teuku Amat", kata Tjut Aminah demi matanja terpandang kepada bangsawan pendjual negeri itu, „jafig telah menodai tanah! Atjeh ini dengan kebuasan bangsa Belanda?", Panglima Muda Ali membukakan matanja perlahan-lahan ' - memandang pasukan serdadu musuh itu. Dalam tjahaja matanja masih terpanjar sinar keberanian, semangat jang njata merah kemudia n matanja dipedjamkannja kembali. -Se- '. luruh tubuhnja lemah lunglai tidak berdaja, hanja tenaganja kadar menanti tibanja tangan mulaikalmaut sadja. ,J3jangan banjak tjakap lagi, Tjut Aminah!" sela Teuku >-• Panglima Him. Sekonjong-konjong sebagai harimau kehausan darah, de- mikian lajaknja Ser'kandi itu berontak ... dan pedang daun idjuknja menjambar kepala Teuku Panglima Him hingga pu- tus. Dua orang opsir tinggi Belanda djuga tersungkur, ber- tjerai kepala dari badannja. Darahnja berhamburan, melaut dilantai Sekedjap itu djua, dua letusan senapan berbunji, pelur.u- nja menembus dada Serikandi Muda itu,.., badannja lemah Junglai, ia djatuh keatas dada kekasihnja, tempat ia. mentjurahkan suara dj.wanja selama ini. Ses'a'at kemudian, mende- rum pula letusan, untuk menamatkan riwajat pahlawan Panglima Muda Ali.dari sedjarah hidupnja. Dua tubuh jang ber- lumuran darah terkapar diatas lantai istana Melihat peristiwa jang mengandung pilu itu- berlalulah Teu .' " ku Amat dari ruangan tersebut keluar Keraton sambil mem- -; -•• bawa hati jang remuk radam. Ia berdjalan dengan langkah.

  • jang gontai, dibawah tjahaja bulan sabit 5 Zulhidjdjah-1290 dipimpin oleh djiwa jang remuk terharu, arah ke Selatan, makin lama makin djauh hingg a hilang dalam pandangan orang. Setelah ia djauh sajup2 sampai, dilenggongkan mata-*
    •' ., nja sekali lagi kebelakang, seakan-akan mentjurahkan isi ha- tinja jang penghabisan, tetapi wadjahnja tidak terang lagi, karena tjahaja samar2 kabur... ^ula n sabit hampir teng- gelam Sabit bulan mentjeritakan, setengah abad rakjat Atjeh memberikan perlawanannja.

Typ: „Sj. Tapanuli" Medan. Isinjct diluar tanggungan pentjetak

64 LEBURNJ A KERATON ATJEH