Baca PDF (OCR): DJ - K Albrecht

20 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 291 ms

Daftar isi
  1. Bagian 2
  2. Bersama Katherine Albrecht
  3. INTRODUCTION
  4. Wawancara Dilakukan Pada Musim Gugur 2003 dan Januari 2004, Via Telepon.
  5. Derrick Jensen : Apakah RFID ini?
  6. DJ : Bagaimanakah chip-chip ini bekerja?
  7. DJ : Pasti sangat menyenangkan.
  8. Dan siapakah yang menginginkan untuk mengetahuinya?
  9. DJ : Bagaimana?
  10. Begitulah prediksi saya.
  11. DJ : Kita tidak memilikinya, sebenarnya.

Resistance Against Empireadalah sebuah buku rilisan PM Press (California, 2010), berisi sekumpulan interview atau wawancara yang dikerjakan oleh Derrick Jensen bersama sepuluh orang yang secara aktif terus berusaha untuk dapat membongkar dan menyingkapkan segala mekanisme penjajahan peradaban dunia modern serta memberikan analisa mendalam tentang akibat atau konsekuensi yang mungkin timbul darinya.

Kesepuluh orang aktivis ini, memberikan sebuah dakwaan yang tajam dan pedas atas segala praktek ketidakadilan serta ketidaksetaraan yang menjadi landasan terus beroperasinya sistem kapitalisme pada peradaban dunia ini. Ramsey Clark mendeskripsikan satu sejarah panjang invasi atau penyerangan-penyerangan militer yang terjadi di dunia, Alfred McCoy memberikan sebuah penggambaran detail tentang hubungan yang terjadi antara aktivitas yang dilakukan oleh CIA dengan meningkatnya jumlah perdagangan heroin di pasaran dunia, Stephen Schwartz melaporkan carut-marut pembiayaan persenjataan nuklir, juga Katherine Albrecht yang mengusut dan menyingkap horor yang terjadi akibat aktivitas memata-matai, mengawasi, atau penjagaan setiap penduduk yang dilakukan oleh banyak negara-negara modern di dunia. Penelusuran-penelusuran atas praktek kekuasaan global ini sangat penting untuk terus diinformasikan, dalam rangka untuk memberikan sebuah ajakan bagi kita untuk turut-serta melakukan sebanyak mungkin aksi perlawanan.

Projek penerjemahan ini dikerjakan serta dirilis sewaktu-waktu secara berseri, disesuaikan dengan bab-bab atau topik perbincangan

yang terjadi di dalam buku.

Projek penerjemahan buku ini didedikasikan bagi seluruh masyarakat yang tertindas di manapun mereka berada, orang-orang yang

dipinggirkan atas nama pembangunan pusat-pusat perdagangan dan perkantoran birokrasi yang hanya berfungsi untuk menyejahterakan

segelintir kelas borjuasi (kaya), bagi orang-orang terbuang yang bersatu dengan tanpa memandang ras, agama, gender, maupun

kelompok, untuk mereka yang berani mengangkat kepala demi diri mereka sendiri dan membangun solidaritas bersama melawan

kebrutalan aparatus polisi dan militer juga negara dan hukum yang berdiri di belakangnya.

Bagian 2

Hidupkan kembali semangat perlawanan demi sebuah perubahan yang berarti, sebuah hidup yang tidak semata-mata hanya untuk

sekedar bertahan hidup. sebuah masyarakat dimana masing-masingWawancara Derrick Jensen diri kita dapat memegang kendali sepenuhnya atas hidup dan

kehidupan kita sendiri.

Bersama Katherine Albrecht

Semua materi yang ditulis (dan kemudian diaplikasikan berdasarkan) dalam / dari penerbitan terjemahan ini dikerjakan dengan tanpa ijin dari penulis, editor, ataupun pemilik hak cipta. Tak ada hak cipta yang dihargai. Seluruh isi dan materi terbitan ini dapat direproduksi dan ditransformasikan dalam dan dengan segala cara dan bentuk.

[email protected] hantammassa.blogspot.com

"Yang kemaren tiangnya kurang panjangan dikit tuh, jadi gak nyampe kan.." "Iya sih, ntar sore kita cari tiang yang panjangan. Btw, kalo misalnya kita punya kamera yang bisa terbang sendiri gitu enak kali ya, yang model-model radio kontrol gitu, kan lucu bisa dibawa kemana-mana, diarahin kemana-mana." "Wah iya tuh. Enak banget bisa dibawa kemana-mana. Gak usah pake tiang-tiangan lagi kan.."

"Trus dia punya baling-baling juga jadi bisa terbang, kaya helikopter gitu.." "Hahaa.. Pasti setiap kamar mandi di kompleks ini bisa kita intipin pake kamera itu. Mau kamar mandinya di depan, di belakang, ato di lantai sepuluh juga kalo mau kita bisa nyampe ke sana.."

“Eahaahaaa.. Asik banget tuuuhhh.... Peengeenn dyeehh..."
"Eh, btw, trus emang kita ini mau ngapain ngintip-ngintipin orang-orang gitu?" "Eee.. Asik aja kali yaa.." "Atau.. Kalo enggak.. Kita ini sakit kali yah..??!" "EEE?? SAKIT??! Maksud kamu?!"

  • -Sebuah potongan dialog pendek pada satu scene atau adegan dari sebuah sandiwara khayalan klasik, yang berjudul "Ci Luk Baa", episode "I Still Know What You Did Every Last Summer In The Bathroom.”

    INTRODUCTION

Pada akhirnya, sama sekali tidak ada yang gratis. Peradaban ini berjalan berdasarkan aktivitas pengubahan segala bentuk kehidupan (“bahan baku mentah”, atau “sumber daya”) menuju kematian: produksi bagi keuntungan atau profit. Semua ini adalah kenyataan sebagaimana halnya dengan telepon-telepon selular sebagaimana halnya dengan panel-panel surya sebagaimana halnya dengan televisi sebagaimana halnya dengan kertas karton sebagaimana halnya dengan pesawat F-16. Bahan-bahan baku mentah selalu datang dari suatu tempat. Dan di sana selalu ada banyak konsekuensi atau akibat atas proses pengerukan serta pengambilalihan bahan-bahan mentah tersebut.

Konsekuensi yang terutama dan mendasar tersebut untuk sebagian besar tidaklah ditanggung oleh mereka-mereka yang menggunakan dan memanfaatkan produk-produk tersebut, lebih sedikit lagi yang ditanggung oleh mereka yang membuat, merakit, dan menghasilkan produk-produk tersebut. Akan tetapi konsekuensi yang terbesar harus ditanggung oleh mereka-mereka yang telah tercuri kemakmurannya serta tereksploitasi. Kekuasaan imperium menggunakan jalan kekerasan (atau juga dengan ancaman kekerasan) untuk mendapatkan segala yang mereka kehendaki, dari berbagai bentuk kehidupan dan tenaga kerja manusia atau budak-budak non- manusia sampai anak-anak kuda, batu bauksit, serta minyak. Tentu saja, alasan atau tujuan pokok dari imperium ini adalah untuk mengeruk sebanyak mungkin sumber bahan-bahan baku mentah serta mengeksploitasi seluruh sumber daya yang ada, dan berikut pemindahalihan segala konsekuensi yang ditimbulkannya kepada pihak-pihak lain.

Buku ini membongkar serta menjabarkan banyak hal tentang konsekuensi-konsekuensi yang muncul akibat praktek imperium dan seluruh metode yang digunakan untuk menyelenggarakan dan memaksakan undang-undang atau hukum yang mereka sahkan untuk mengeruk dan mengekspolitasi. Anuradha Mittal menjabarkan tentang banyak efek yang mungkin muncul atas kolonialisme atau penjajahan dan akibat perdagangan global atas terjaminnya keamanan sumber pangan. Juliet Schor, Katherine Albrecht, dan juga Christian Parenti mendiskusikan beberapa mekanisme represi yang terjadi di dalam negeri, sebagaimana ketika setiap warganegara akan mendapatkan terlalu banyak beban kerja, terus diawasi dan dijaga ketat, dan dijebloskan ke dalam penjara. J.W. Smith menjelaskan bagaimana kekuasaan imperial ini dimulai dengan terjadinya proses monopoli pertanahan dan berakhir dalam satu situasi ekonomi global yang berbasiskan pada kontrol yang sangat ketat dan masif.

Suara-suara tersebut, bersama-sama dengan yang lainnya di dalam buku ini, secara bertubi-tubi mengkomparasikan sebuah dakwaan yang serius melawan kekuasaan imperium yang menyebabkan planet kita ini tersandera hingga pada nafsu keserakahannya yang keji. Kekuasaan imperium ini tidak mengecualikan apapun, dan tak seorangpun, dalam rangka mengejar suatu, tujuan atau sasaran paling penting dan mendasar: profit, atau keuntungan. Langkah pertama untuk dapat membebaskan diri kita sendiri dari jerat penjajahan tersebut adalah dengan membongkar dan menyingkapkan segala mekanisme penjajahan yang mereka gunakan beserta segala akibat atau konsekuensi yang mungkin timbul darinya. Dan langkah berikutnya adalah melawannya.

Katherine Albrecht adalah direktur CASPIAN (Consumers Against Supermarket Privacy Invasion and Numbering), sebuah organisasi yang didirikannya pada tahun 1999 dengan tujuan untuk memberikan pelayanan advokasi atau dukungan kepada konsumen atas permasalahan adanya gangguan atau pelanggaran hak atas kerahasiaan privasi atau kebebasan konsumen oleh toko-toko pengecer (retail). Katherine dihargai secara meluas atas meningkatnya kesadaran publik mengenai Radio Frequency Identification (RFID) melalui kampanye-kampanye “Boycott Benetton” dan “Boycott Gillette” bersama CASPIAN, serta dengan pengorganisiran protes-protes, kemunculan-kemunculannya di depan publik, dan juga lewat interview atau wawancara-wawancara yang tak terhitung jumlahnya di berbagai media.

Albrecht juga secara meluas dikenali sebagai salah seorang ahli yang terkemuka di dunia dalam hal hak-hak privasi konsumen. Dia juga telah banyak memberikan kesaksian di depan Federal Trade Commission, di depan badan pembuat peraturan perundang-undangan negara di California, European Commission, dan juga Federal Reserve Bank, tambahan juga dengan banyaknya wawancara yang dilakukan di depan ribuan televisi, radio, dan media cetak. Usaha serta pengabdiannya telah banyak diliput dan ditampilkan di CNN, NPR, CBS Evening News, Business Week, London Times, dan banyak lagi. Executive Technology Magazine baru-baru ini menggelari Katherine sebagai “kemungkinan adalah seorang yang paling banyak berbicara secara blak-blakan tentang hak privasi di negara ini,” dan majalah Wired memanggilnya sebagai seorang “Erin Brockovich”-nya RFID.

Albrecht memiliki gelar pra-sarjana di bidang pemasaran internasional dan sebuah gelar master atau ahli di bidang teknologi instruksional. Saat ini dia sedang menyelesaikan gelar doktornya di bidang edukasi atau pendidikan di Harvard University, dimana dia menuliskan sebuah disertasi tentang psikologi konsumen dan permasalahan hak privasi (consumer psychology and privacy issues).

Wawancara Dilakukan Pada Musim Gugur 2003 dan Januari 2004, Via Telepon.

Derrick Jensen : Apakah RFID ini?

Katherine Albrecht : RFID adalah singkatan dari Radio Frequency Identification (“RF” untuk Radio Frequency dan “ID” untuk Identification, sebagaimana dalam penyebutan “ID card”). RFID merupakan suatu sistem pelacakan barang-barang kebutuhan konsumen yang baru yang terdiri atas kepingan-kepingan atau chips komputer berukuran sangat kecil sekali—ukuran ini dalam beberapa kasus hanya sebesar butiran pasir atau debu—yang terhubung dengan antena-antena mini yang dapat mentransmit atau mengirimkan informasi dari jarak jauh. Pihak perindustrian ingin menamakannya sebagai Smart Tags atau “improved bar codes”. Tapi kami menyebutnya sebagai Spy Chips.

Konsorsium atau perkongsian internasional yang mengembangkan teknologi ini ingin menggunakan chip-chip berukuran kecil ini untuk dapat menomori dan melacak setiap objek fisik di seluruh penjuru planet ini. Jelas dan tak pelak lagi, rencana ini mempunyai dampak atau implikasi yang sangat besar bagi kepentingan privasi.

DJ : Bagaimanakah chip-chip ini bekerja?

KA : Secara khusus label RFID mendapatkan sumber tenaganya dari energi yang dikirimkan kepadanya melalui udara oleh suatu perangkat pembaca di satu lingkungan di sekitar label-label tersebut. Secara mandiri, sebuah label RFID yang pasif tidaklah benar-benar mengerjakan apapun hingga dia mendapatkan kontak atau terhubung dengan sebuah perangkat pembaca atau pendeteksi yang menyorotkan atau memancarkan suatu bentuk energi elektromagnetik (yang akan anda dan saya sebut sebagai “gelombang radio”). Energi ini dijemput, dibawa dan diteruskan oleh antena label tersebut dan kemudian dipancarkan secara terus-menerus menuju chip, yang mana dia akan menyorotkan atau memancarkan balik nomor identifikasi-nya yang dirancang secara khusus. Seakan chip ini akan mengatakan, “Saya di sini. Saya adalah chip dengan nomor 304862,” dan seterusnya.

Sistem penomoran yang ingin mereka aplikasikan pada chip-chip ini disebut sebagai EPC, yang kepanjangannya adalah Electronic Product Code. Ini juga berhubungan dengan UPC, atau Universal Product Code, yang pada saat sekarang ini telah digunakan sebagai bar-code (kode-kode digital, berisi suatu informasi tentang satu produk tertentu, hanya bisa dibaca dengan suatu perangkat baca tertentu, nampak secara kasat mata berupa deretan garis-garis atau batangan, biasanya selalu ada tercetak di kemasan bagian belakang suatu produk -ed). Chip ini sendiri akan memiliki kapasitas sebesar sembilan puluh enam bits, yang mana akan menyediakan cukup ruangan bagi banyak kombinasi-kombinasi yang telah diprogram secara khusus untuk dapat menomori setiap produk yang diproduksi di planet ini sekitar paling sedikit selama seribu tahun. Tergantung pada metode matematis mana yang anda kehendaki, ada cukup banyak angka yang secara unik dan khusus dapat digunakan untuk mengidentifikasikan setiap butir padi atau setiap butir pasir di planet ini.

Alasan yang dikemukakan adalah untuk memungkinkan setiap item untuk dapat diidentifikasi atau dikenali serta dilacak pada titik manapun di sepanjang rantai suplai atau persediaan item-item produk. Sistem tersebut dapat diaplikasikan pada hampir semua item produk—dari pena ballpoint sampai pasta gigi hingga apapun lainnya. Setiap item produk akan mempunyai informasi atau keterangan khusus miliknya sendiri yang sudah dikodifikasikan ke dalam satu buah chip yang ditempel atau ditanamkan secara fisik pada produk tersebut.

DJ : Anda tidak sedang mengatakan tentang setiap kaleng minuman Coke yang mempunyai identifikasi Universal Product Code yang sama, benar?

KA : Bukan, ini berbeda. Sekarang ini semua kaleng-kaleng minuman Coke mempunyai nomor bar-code yang sama. Tetapi dengan RFID, setiap kaleng Coke akan memiliki secara mandiri kode khususnya sendiri, yang dapat dilacak, berbeda dengan setiap kaleng minuman Coke yang lainnya. Begitu juga halnya yang akan terjadi pada setiap sweater, setiap pasang sepatu-sepatu, setiap ban kendaraan, bahkan pada setiap lembar kertas uang dolar. Yang mana akan berarti bahwa dimanapun di sana terdapat perangkat-perangkat pembaca atau pendeteksi, barang tersebut...

DJ :... dan lebih luas lagi siapapun yang memakai atau mengenakan atau membawanya...

KA :... dapat dilacak. Benar sekali. Dan rencananya untuk perangkat pembaca ini akan menjangkau area-area yang sangat luas dan jauh. Mendukung impian, dengan bahasa mereka, sebuah “jaringan yang dapat menembus secara global” atas jutaan perangkat-perangkat penerima di sepanjang keseluruhan rantai persediaan barang—di bandara, pelabuhan laut, sepanjang jalan-jalan raya, pusat-pusat distribusi, gudang-gudang barang, toko-toko eceran, dan juga di dalam rumah. Ini akan memperkenankan, identifikasi berkelanjutan dan terus-menerus serta pelacakan atas item-item barang fisik ketika mereka berpindah dari satu lokasi tempat ke tempat lainnya, memungkinkan bagi perusahaan-perusahaan untuk menentukan di mana saja semua produk-produk mereka berada atau ditempatkan di sepanjang waktu. Seorang eksekutif di perusahaan International Paper mengatakan dengan terus-terang, “Kami akan menempatkan sebuah label frekuensi radio ID (RFID) pada semua yang bergerak di rantai persediaan barang di Amerika Utara.” Tujuan terbesarnya adalah bagi RFID untuk menciptakan, sebagaimana mereka yang berada di balik ini mengatakan, satu “dunia yang terhubung secara fisik” yang mana setiap item jenis barang di planet ini dinomori, diidentifikasi, dikatalogkan, serta dapat dilacak.

Teknologinya sudah ada tersedia untuk membuat proyek ambisius ini jadi satu kenyataan. Usaha menciptakan sistem global ini diuraikan oleh para penanggung jawab serta para penyokongnya sebagai “lebih ke arah politik daripada masalah teknologi.” Para pendukungnya mengharapkan adanya sambutan serta penerimaan di seluruh penjuru dunia atas teknologi-teknologi yang dibutuhkan dan akan digunakan untuk membangun infrastruktur bagi proyek ini dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Teknologi tersebut digunakan dengan maksud untuk menggantikan teknologi yang diterapkan pada bar-code, jadi kita harus membicarakan sedikit lebih banyak tentang hal itu. Terdapat tiga cara dimana RFID memiliki perbedaan dengan bar-code. Seperti yang saya katakan, tidak seperti bar-code, dimana nomor-nomor UPC pada kaleng minuman Coke anda akan sesuai atau sama dengan nomor-nomor pada kaleng minuman Coke saya, setiap kaleng minuman Coke yang menggelinding keluar pada jalur perakitan di pabrik akan menghasilkan nomor identifikasi yang khusus dicetak untuknya sendiri. Yang menjadi perhatian serta kekhawatiran di sini adalah bahwa ketika anda membayar sekaleng minuman Coke itu, nomor ID khusus miliknya tersebut akan terhubungkan dengan nama anda pada database atau pusat data di toko tersebut. Hal ini sudah terjadi dan dijalankan pada saat ini. Kapanpun anda membayar dengan menggunakan sebuah kartu kredit (credit-card), kartu ATM, ataukah dengan menggunakan cek, pihak toko akan merekam informasi tentang siapa diri anda beserta setiap jenis barang yang baru saja anda beli, dan informasi tersebut terhubung dan digabungkan bersama informasi yang serupa lainnya dari banyak toko-toko ke dalam satu bentuk database raksasa. Kemudian sekarang bayangkan di samping merekam informasi bahwa anda baru saja membeli sekaleng minuman Coke, seperti yang mereka lakukan saat sekarang ini, toko tersebut merekam juga informasi secara eksak, pasti, dan spesifik tentang kaleng-kaleng minuman Coke yang mana yang telah anda beli. Database pada toko tersebut akan menjadi sistem registrasi raksasa yang dapat melintasi referensi atau keterangan-keterangan atas pemilik setiap macam jenis barang fisik yang telah dibeli di atas planet ini. Semua barang yang anda miliki dapat saja dihubungkan secara spesifik pada anda di dalam sebuah database.

Jika anda menarik hal tersebut lebih jauh lagi ini akan berarti bahwa setiap item barang di dunia dapat dipungut lalu di-scan atau dipindai dan diamati dan kemudian setiap pemilik barang tersebut akan dapat diidentifikasi. Sehingga jika sebuah kaleng bekas minuman Coke jatuh tergelincir keluar dari truk pengangkut sampah dalam perjalanannya menuju ke tempat pembuangan akhir lalu seseorang memungutnya, mereka dapat memindai kaleng tersebut dan kemudian anda bisa saja mendapatkan sebuah surat yang dikeluarkan secara otomatis berisi suatu tuntutan atas tindakan mencemari dan mengotori lingkungan. Atau juga seseorang dapat mencuri kaleng minuman Coke tersebut dan meletakkannya sedemikian rupa pada sebuah adegan atau lokasi tindak kriminal dan kemudian anda akan mendapatkan sebuah ketukan pada pintu depan anda yang menanyakan tentang apa yang anda kerjakan tadi malam. Ini juga bisa berarti bahwa ketika anda memberikan seseorang sebuah hadiah, jalur atau rantai kepemilikan atas barang tersebut dapat terlacak. Jika anda memakai sebuah jam tangan yang dihadiahkan pada anda oleh mantan teman kencan anda, begitu anda berjalan melewati suatu pintu anda bisa saja teridentifikasi melalui benda-benda yang anda beli dan hubungan mantan pacar anda dengan anda juga bisa disimpulkan berdasarkan atas sesuatu apa yang anda bawa atau kenakan yang ter-registrasi atau telah terdaftar atas nama dia.

DJ : Jadi bila saya memiliki apapun jenis barang yang saya beli, jika saya mengenakan pakaian yang diproduksi di pabrik, saya bisa saja dilacak pada setiap waktu dan kesempatan?

KA : Benar. Anda bisa terlacak dan dikenali lewat benda-benda apapun yang anda bawa atau kenakan. Suatu saat ketika kita beranjak meninggalkan bentuk penggunaan uang tunai (kartal/cash) yang sifatnya anonimous atau tanpa identitas kepemilikan untuk setiap transaksi, yang mana akan benar terjadi dalam waktu yang sesegera mungkin jika kita tidak berhati-hati dalam hal ini, akan menjadi sangat tidak mungkin untuk melakukan satu transaksi pembelian dengan tanpa teridentifikasi. Dan alasan mereka menginginkan anda untuk dapat teridentifikasi adalah karena mereka menginginkan untuk dapat melacak apapun benda-benda yang anda beli, dan terutama mereka ingin melacak serta mengawasi anda.

Cara ke dua dimana sistem pelabelan RFID berbeda dengan bar-code ialah bahwa mereka dapat dibaca dan dipelajari dari jarak jauh, tepat melewati menembus barang atau benda-benda yang secara normal kita andalkan untuk memprotek atau melindungi privasi kita, seperti tas punggung atau ransel, atau tas belanja, atau juga sebuah koper. Gelombang-gelombang radio berjalan secara virtual tak kasat mata melewati material atau benda apapun, kecuali besi metal yang tebal atau air. Telah ada terbentuk serta tertanam di dalam kepala kita suatu dasar, fundamental, masuk di akal sehat secara umum, suatu gagasan terhadap tubuh manusia tentang sesuatu hal yang menciptakan privasi—bahwa jika anda tidak dapat melihat atau menemukannya, anda tidak akan tahu tentang hal tersebut. Jika saya memiliki sesuatu yang privat bagi saya pribadi—sebuah buku yang sedang saya baca misalnya yang saya tidak ingin anda tahu tentangnya, sebuah bungkusan paket berisi beberapa kondom di dalamnya, satu cadangan dari sepasang pakaian dalam, atau apapun lainnya yang saya tidak ingin untuk diperlihatkan kepada dunia—saya bisa menyimpannya ke dalam dompet atau kantong saku saya. Dan orang-orang tidak akan tahu apa yang ada di dalam sana. RFID mengubah hal tersebut, sebab secara esensinya dia mampu menciptakan suatu bentuk penampakan atau pencitraan sinar-x (laser) sehingga siapapun orang yang memiliki akses terhadap teknologi ini dapat mengetahui apa yang coba saya sembunyikan. Hal tersebut sangat berlawanan dengan intuisi secara umum dan orang-orang terkadang memiliki saat-saat yang sulit untuk memahami bahwa bisa saja ini dilakukan pada diri mereka.

Secara keseluruhan hal ini juga melontarkan gagasan tentang perizinan atau persetujuan. Benda-benda ini dapat dibaca dari suatu kejauhan, menembus struktur kain, tanpa sepengetahuan atau persetujuan anda. Akan sangat dimungkinkan bahwa setiap pintu keluar-masuk yang anda lewati telah dilengkapi dengan sebuah perangkat baca yang akan melakukan inventarisasi atau membuat suatu daftar segala apa saja yang sedang anda kenakan dan anda bawa saat itu. Dan anda tidak akan pernah menyadari bahwa hal tersebut sedang berlangsung. Sangat dimungkinkan sekali bahwa setiap bangku taman dimana anda sedang duduk di atasnya—mereka ini benar-benar pernah membicarakan tentang hal menempatkan atau penempelan benda-benda ini pada perkakas mebel atau furnitur—akan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi diri anda beserta segala yang ada di dalam kotak makan siang anda.

Pada titik ini orang-orang selalu bertanya-tanya, siapakah pihak-pihak yang menginginkan untuk melakukan hal-hal ini dan terlebih mengapa mereka melakukannya? Para peneliti di MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang membangun dan mengembangkan teknologi ini sedang mengerjakannya bagi suatu konsorsium atau sekumpulan korporasi-korporasi multinasional serta agensi-agensi pemerintahan yang membiayai mereka. Mereka menghabiskan waktu selama tiga tahun dan biaya jutaan dolar. Dan tentu saja sekarang ketika RFID telah benar-benar eksis menjadi satu kenyataan, penggunanannya secara cepat mulai bermekaran di benak dan pikiran orang-orang. Lihatlah siapa yang memiliki ketertarikan pada teknologi-teknologi tersebut. Apakah Departemen Pertahanan (Defense Department) memiliki ketertarikan yang utama di hati anda? Bagaimana dengan Wal-Mart?

Ada hal atau cara ke tiga dimana RFID tidak akan sama dengan bar-code. Sepanjang sepengetahuan yang saya dapatkan bahwa tidak ada dampak atau akibat yang serius terhadap kesehatan dari aktivitas pemaparan terhadap cahaya yang dikeluarkan oleh perangkat pembaca bar-code dan pemindai laser kecuali jika anda membelalakkan mata sembari menatap langsung secara terus-menerus pada sinar laser tersebut. Tetapi di sana kemungkinan ada beberapa kekhawatiran akan permasalahan-permasalahan kesehatan sehubungan dengan adanya aktivitas pemaparan atau pemborbardiran secara terus-menerus oleh energi elektromagnetik RFID yang dipancarkan dari perangkat-perangkat pembacanya. Bahkan hari ini jika anda pergi ke dalam toko-toko Target tertentu untuk membeli DVD-DVD dengan label-label RFID yang telah disematkan atau dilampirkan di sana anda bisa berdiri di dekat sebuah rak yang di sana dia akan memborbardir diri anda dengan energi elektromagnetik.

Para penyokong dan pendukung teknologi ini mengatakan bahwa sama sekali tidak ada resiko-resiko gangguan kesehatan di sana, yang mana bahwa ini tidak akan lebih berbahaya ketimbang berada berdekatan dengan sebuah perangkat radio FM biasa. Nah, di sini mereka ini tidak tulus juga sebenarnya, sebab banyak dokumen-dokumen internal mereka mengungkapkan bahwa mereka telah menghubungi para ilmuwan serta badan atau komite-komite pemerintahan dari berbagai negara di seluruh dunia untuk menanyakan atau meminta laporan penelitian terakhir yang mereka lakukan, opini-opini atau hipotesa, serta hukum-hukum berkenaan dengan hal energi elektromagnetik. Yang kemudian banyak bermunculan adalah sebuah penyimpangan secara luas akan bentuk opini atau pemikiran-pemikiran yang meliputi bahwa apakah teknologi ini adalah benar aman ataukah tidak. Konklusi atau kesimpulan pokok yang dikeluarkan oleh para ilmuwan di Auto-ID Center adalah, “Kita tidak tahu, dan kemungkinan kita harus mengadakan penelitian yang sedikit lebih banyak lagi.” Sangat mengagumkan. Saya pikir mereka memang harus mengadakan penelitian yang sedikit lebih banyak lagi. Tapi hal tersebut sama sekali bukanlah sebuah standar pada jalur industri, dan dalam pada itu mereka tetap melanjutkan pengerjaan penggodokan untuk ke depannya. Bahkan dengan adanya pengakuan diri mereka sendiri bahwa mereka masih membutuhkan penelitian lebih banyak lagi, mereka menginginkan untuk menempatkan benda-benda beserta teknologi ini literal secara harfiah dimana-mana. Efek atau akibat-akibat apakah yang dimiliki dan kemudian akan ditimbulkan kepada wanita hamil dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan serta para manula atau orang-orang tua?

Bagaimana dengan kita yang lainnya juga? Apakah kita menginginkan untuk secara konstan diperiksa dan diselidiki secara terus-menerus dengan gelombang-gelombang elektromagnetik di sekeliling kita yang mencari apapun yang dapat menyediakan bagi pihak mereka segala informasi berkenaan dengan diri pribadi kita semua? Ini bukan hanya mengerikan, bahkan hal ini kemungkinan besar juga akan sangat berbahaya. Bagaimana dengan kita yang lainnya juga? Apakah kita menginginkan untuk secara konstan diperiksa dan diselidiki secara terus-menerus dengan gelombang-gelombang elektromagnetik di sekeliling kita yang mencari apapun yang dapat menyediakan bagi pihak mereka segala informasi berkenaan dengan diri pribadi kita semua? Ini bukan hanya mengerikan, bahkan hal ini kemungkinan besar juga akan sangat berbahaya.

DJ : Siapakah pihak yang berada di balik ini semua?

KA : Di tahun 1999, satu grup atau kelompok yang dinamakan Auto-ID Center (dan itu adalah “auto” untuk automatic (otomatis), bukan automotive (otomotif)) dibentuk di Massachusetts Institute of Technology untuk menciptakan bentuk RFID yang sekecil mungkin, seefisien mungkin dan cukup murah untuk dapat melabeli segalanya. Ini adalah sebuah bentuk partnership atau kerjasama antara Gillette, Procter & Gamble, serta pihak MIT, dan berikutnya akan tercatat dalam hitungan seratusan korporasi-korporasi terbesar di dunia dan pihak departemen-departemen di pemerintahan sebagai “members“ atau “para anggota”. Termasuk di dalamnya perusahaan-perusahaan mafufaktur atau perakitan produk seperti Philip Morris, Coca-Cola, Kimberly Clark, Johnson and Johnson, dan Kraft; dan juga toko-toko retail atau pengecer seperti Wal-Mart, Target, Home Depot, dan jalur mata rantai Inggris Tesco. International Paper, yang membungkus dan mengepak barang-barang yang dijual di seluruh negeri ini, adalah pihak sponsor, dan begitu juga UPS. Dari dalam pihak pemerintahan anda akan mendapati Department of Defense (Departemen Pertahanan) dan U.S. Postal Service (Kantor Pelayanan Pos A.S.), dan lebih jauh saat sekarang ini, Homeland Security (Keamanan Dalam Negeri). Banyak para pemain besar berdiri di balik teknologi ini.

Pada tahun 2001 gerombolan ini mengepung kota Tulsa, Oklahoma, untuk melihat apakah mereka bisa melacak objek-objek yang telah dilabeli dengan RFID. Gillette, Wal-Mart, dan Tesco telah menginstal atau memasang rak-rak yang secara khusus memiliki kemampuan untuk membaca tag atau label RFID yang sudah tertempelkan pada paket-paket kemasan pisau cukur. Rak-rak tersebut mengambil foto-foto para pembeli ketika mereka mengambil barang tersebut dari rak. Pihak European Central Bank (Bank Sentral Eropa) serta pihak pemerintahan Jepang keduanya bekerjasama atas satu rencana besar untuk dapat menanam atau mengikatkan label RFID ke dalam uang kertas—uang cash atau tunai—sehingga akan dimungkinkan untuk dilacak sebagaimana halnya kartu kredit, dan dengan demikian tidak akan lagi menjadi anonimous atau tanpa identitas kepemilikan. Hitachi Europe telah mengembangkan sebuah chip berukuran sangat kecil, sekitar 0.3 mm kuadrat dan juga tipis seperti sehelai rambut manusia, untuk dapat dimuat atau diselipkan ke dalam selembar uang kertas. Dan produksi massal atas chip-chip tersebut telah dimulai.

DJ : Dengan cara seperti apakah proyek RFID ini akan mulai dilepaskan?

KA : Para penyokong sering memberikan pernyataan bahwa teknologi yang diterapkan pada RFID telah ada di sekitar kita sejak World War II (Perang Dunia II), ketika itu digunakan dengan maksud untuk dapat membedakan pesawat-pesawat perang milik musuh dengan pesawat-pesawat rekan sendiri. “Ini adalah teknologi yang sudah lama ada, tak ada yang perlu diperhatikan secara khusus di sini, dan berjalan berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat banyak,” mereka bilang. Adalah sangat lucu dan menggelikan bagaimana para teknolog-teknolog akan selalu mencoba bahkan untuk hal atau benda-benda yang paling tak patut seakan menjadi terkesan lumrah akan keberadaannya dan biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari—atau secara permanen dikubukan—dengan mengatakan “Oh, hal itu? Itu kan sudah ada selamanya.” Dan kemudian kebanyakan dari kita akan membeli dan mengkonsumsinya.

Ini adalah sebuah fenomena yang penting untuk disikapi. Saya teringat balik beberapa tahun silam menyaksikan sebuah tampilan foto tentang telinga manusia yang dapat terbentuk secara sempurna tumbuh keluar dari belakang seekor tikus yang hidup. Saya sangat terkejut dan seakan ruangan dimana saya berada saat itu berputar-putar memusingkan. Saya kemudian segera menghubungi seorang kawan saya dan mengatakan bahwa kita harus segera melakukan sesuatu mengenai hal ini. Bagaimana mungkin kita akan membiarkan dan mengijinkan para ilmuwan untuk menciptakan sesosok makhluk yang ganjil dan nampak seperti monster? Ketika saya bertemu dengannya, kawan saya itu mengatakan, “Saya tidak bisa mempercayai bahwa kamu baru sekarang ini menyaksikan foto tersebut. Ini telah lama ada selama bertahun-tahun. Ke mana saja kamu ini?” Menakjubkan sekali, respon yang dia berikan tersebut segera membuat saya terdiam saat itu juga; semua kegeraman serta kemarahan saya digagalkan di situ. Dan ketimbang merasakan suatu kemarahan, saya merasa bodoh—sangat bodoh, kemudian terkalahkan hancur-hancuran. Kenapa? Bagaimana mungkin masyarakat kita menggiring kita untuk mengubah kehangatan, kehidupan yang sehat digantikan secara keji dengan sebuah kronis, dimana-tidak-ada-yang-bisa-kita-lakukan-terhadap-nya, kesakitan yang menahun dan tak akan sembuh yang membunuh karakter atau kejiwaan makhluk hidup?

moc.li a mg @assa mmat nah :i mak i gnubuhgne m asi b cod/f dpi sr ev nakt apadne mkut n U. kit sir etili matr es gnane w- gnane wes gnay naasaukek padahr et t akar aysa ml at ot nakudnutr et ek

Pengalaman saya dalam memperhatikan industri RFID telah memberikan saya bagian jawabannya. Trik kotor yang dilakukan para teknolog tersebut adalah dengan meyakinkan kita bahwa kita hanya dapat melawan terhadap segala sesuatu yang memang benar-benar baru di dunia ini. Jika sesuatu telah ada, hadir dan beredar selama beberapa waktu, implikasi atau artinya adalah bahwa orang-orang yang lain telah lama menerima kehadiran serta keberadaannya (atau dengan demikian mereka menginginkan anda agar banyak merenung dan memikirkannya). Pada titik tersebut, siapapun orang yang menentang serangkaian fakta atau keterangan-keterangan atas suatu bentuk pengembangan teknologi dapat dihilangkan dengan menjadikan dia sebagai orang yang “ketinggalan jaman” (meskipun hal itu jarang-jarang dan tergantung kasusnya), atau juga dengan tuduhan menyebarkan alasan atau paham-paham yang menyimpang tentang sesuatu yang telah lama hadir dan mulai menetap dan dimapankan di depan opini publik (meskipun sesuatu hal tersebut sebenarnya juga sangatlah jarang untuk benar-benar ada).

Hal ini berbahaya karena ini berarti bahwa pihak industri bisa saja secara diam-diam menggelincirkan atau mencangkokkan sesuatu yang asing ke dalam kehidupan di dunia ini dan tidak menyebut atau mengatakan sesuatu tentang ini selama bertahun-tahun, di luar pubilkasi dan pengumuman-pengumuman serta hanya akan diketahui dan dipahami oleh segelintir orang-orang tertentu saja di pihak industri. Ketika beberapa orang biasa kemudian secara kebetulan menemukan sesuatu tentang hal itu, hasil kekejian mereka itu akan segera dipindah atau dialihkan dan kemudian pihak industri akan membuat laporan-laporan yang menahan dan melumpuhkan dan kemudian berkata, “Oh, tolonglah, teknologi tua itu? Ini telah lama hadir dan beredar di sekitar kita selama bertahun-tahun di berbagai zaman. Ke mana saja anda ini?” Kemudian dengan tiba-tiba saja seorang diri anda akan berada pada pihak yang harus bertahan dan membela diri.

Akan tetapi tidak seperti ini kasusnya dengan perlawanan atau penentangan terhadap RFID. Kami telah menemukan dan mengetahui tentang hal ini pada tahap-tahap awal permulaan perencanaan beberapa tahun lalu, ketika saya menghadiri suatu pertemuan-pertemuan di Auto-ID Center dan mendengarkan langsung dari tangan pertamanya, di balik pintu-pintu yang tertutup rapat, tentang apa yang sedang mereka bangun dan kembangkan. Ini pastilah memusingkan dan telah membuat frustasi orang-orang yang berada di balik RFID bahwa kalimat atau pernyataan standar “Oh, tolonglah, mari janganlah kita mengulang-ulang kembali hal usang itu” tidak akan mempan pada situasi sekarang ini, yang mana saya pikir mengapa kemudian mereka mencoba untuk memolesnya menjadi telah lama hadir dan

gnay naasaukek padahr et t akar aysa ml at ot nakudnutr et ek
atr es nahar sapek nad, naayadr ebkadit ek ,l at ot nani ksi mek
, na mar usek il aucek aggni hes,r at el or p napudi hek kepsa al agesl ort nogne matr es i sa wagne mt at ek ar aces ar agen ana m haubes -r ab nagned asi sr et nakr ab maggne mr aseb nai gabes i ni l evo N ai suna m gnar oes gnay ada i d,r etil at ot t akar aysa m. ayngnakal eb nai gabr ehel i d edoc nakr ab maggne m, ot natr a H naka kadit anas i d
. E. R hel o gnacnari d ,) 4002 r eb mese D( aud- ek nakat ec
kut nur evo C. akat su P gnat ne B hel o nakti br eti d, gnaput a m i S
gnudnaL .ll e wr Oegr oe Gayr ak, 4891l udujr ebl evonr evocr ab ma G hel o nakha mej r eti d ai senodnI. sh B i si d E

beredar selama enam puluh tahun.

Ketika itu tidak mempan juga, mereka ganti membalik taktik dan memulai mengatakan bahwa oposisi atau penentangan terhadap RFID ini adalah terlalu dini atau prematur mengingat bahwa teknologi ini adalah terlalu baru untuk dapat dihakimi. Ini menggembirakan. Ketika anda merespon lebih awal semenjak permulaan anda seperti sedang “jumping the gun (melompat ke arah senjata)” tetapi jika anda menunggu bahkan selama sepersekian detik setelahnya, anda sepertinya sedang “beating a dead horse (memukuli seekor kuda yang telah mati)”. Mereka telah memasang dan mengatur permainannya sehingga tidak akan pernah ada waktu yang baik untuk dapat mengkritisi teknologi.

nanat at

Dan sehubungan dengan kasus RFID, adalah gila dan tak masuk akal untuk mengatakan bahwa tanggal waktu keberadaannya ditarik kembali mundur hingga pada masa Perang Dunia II dengan pengertian apapun. Aplikasi atau penggunaan iklan dagang yang pertama kali yang diumumkan atas benda berupa label EPS yang dikatakan kecil, efisien, serta pasif ini juga berbicara tentang waktu yang sekarang ini, yakni datang dan hadir pada November tahun 2002, ketika perusahaan Gillette mengumumkan bahwa mereka akan segera membeli 500 juta produk berupa label tersebut dari sebuah perusahaan bernama—dan saya tidak sedang membual atau melebih-lebihkan—Alien Technology,

DJ : Saya sedikit kebingungan tentang teknologi tersebut. Apakah perbedaan antara sebuah chip dengan sebuah tag atau label?

KA : Itu adalah sebuah pertanyaan yang bagus, semenjak banyak orang juga memiliki kebingungan yang sama tentangnya. Sebuah tag atau label RFID adalah sebuah unit combo (gabungan) yang terdiri dari sebuah kepingan kecil chip RFID dan sebuah antena dimana chip tersebut akan terkait-hubungkan. Saat anda sedang membicarakan tentang RFID, secara hampir mirip sebenarnya anda sedang membicarakan tentang sebuah tag atau label ini, semenjak tidak satupun kepingan chip atau tidak juga sebuah antena sendirian dapat melakukan banyak hal. Chip ini adalah berupa kepingan atau lempengan berukuran sangat kecil berbahan dasar dari silikon, semacam tablet atau lapisan biskuit yang sangat tipis, sebuah chip komputer yang dapat berukuran sekecil butiran pasir. Pada saat sekarang ini ukuran yang paling kecil adalah mu (micro-farad) chip keluaran perusahaan Hitachi dengan ukuran yang hanya 0.3 milimeter kuadrat. Website resmi Hitachi memuat sebuah gambar perbesaran dari butiran padi dengan sebuah noda atau bintik hitam yang sangat kecil di permukaannya—itulah mu chip. Jadi chip-chip ini bisa berukuran sangat-sangat kecil sekali.

Chip ini berisi data, tetapi untuk dapat mengkomunikasikan data tersebut dari suatu jarak di kejauhan chip ini harus terkait dan terhubungkan pada sebuah antena. Antena ini sendiri secara tipikal terbuat dari sepotong besi metal yang datar (meski juga mereka melakukan banyak eksperimen atau percobaan dengan menggunakan bermacam-macam bahan material lainnya). Antena ini didesain untuk dapat menjemput dan membawa serta memperkuat setiap gelombang energi elektromagnetik di suatu ruangan yang telah disorotkan atau dipancarkan pada antena tersebut dari sebuah perangkat pembaca atau pendeteksi RFID. Perangkat baca ini memancarkan suatu aliran energi secara terus-menerus untuk semakin memperlebar kesempatan terjadinya suatu hubungan dengan sebuah label RFID yang berada di dalam jangkauannya. Jika gelombang dari perangkat baca tersebut menyentuh serta mendeteksi adanya sebuah label RFID, antena pada label tersebut akan menjemput, membawa dan meneruskan gelombang aliran energi itu dan menstimulasi chip untuk memancarkan data yang dimilikinya kembali kepada perangkat pembaca. Begitulah bagaimana caranya semuanya ini bekerja. Dan seperti itulah dari mana “jaringan perangkat-perangkat pembaca yang dapat menerobos dan menembus dengan skala global” yang mereka maksudkan datang mewujudkan diri. Sebuah perangkat baca dapat ditempatkan hampir di mana saja. Mereka dapat dipasangkan di setiap pintu keluar-masuk, dijalinkan ke dalam serat karpet, dan tersembunyi di bawah lantai ubin. Mereka dapat ditempelkan ke dalam

lapisan aspal di jalanan. Mereka bahkan pernah membicarakan tentang penempatan perangkat-perangkat ini ke dalam kulkas atau lemari pendingin dan juga lemari obat-obatan di rumah-rumah kita.

Senyampang chip-chip RFID berukuran sangat kecil, dan mereka harus terhubungkan dengan antena-antena, yang mana ini akan membuat label-label tersebut akan berukuran sangat lebih besar. Label terkecil yang sudah pernah saya lihat dengan bermacam jangkauan ukuran adalah mungkin seukuran ibu jari saya. Kebanyakan berukuran lebih lebar lagi. Tetapi para peneliti bekerja ke arah-arah pengubahan suatu paket kemasan produk itu sendiri untuk menjadi antenanya. Saya pernah menceritakan bahwa International Paper, sebagai contoh, mampu meletakkan sebuah label RFID di antara lapisan-lapisan papan karton sehingga seorang konsumen tidak akan tahu bahwa label itu ada di sana. Satu perusahaan bernama Flint Ink telah mengembangkan sebuah antena yang diaplikasikan dengan cara disemprotkan atau dipercikkan di permukaan suatu bidang berbahan dasar besi metalik yang terlihat sangat mirip seperti tinta. Mereka dapat meletakkan chip kecil itu di atas permukaan suatu bahan yang terlihat berwarna kelabu, lalu melapisi atau menutupnya dengan paket kemasan tinta yang seperti biasanya dan anda bahkan tidak akan pernah melihatnya.

Dan juga, anda tahu bagaimana banyak paket kemasan produk sekarang ini, terutama produk-produk dari Procter & Gamble, menggabungkan sebuah lapisan foil (kertas perak/timah) yang berkilauan pada permukaan karton kemasannya? Mereka sedang mengusahakan untuk membuat hal itu dapat berfungsi sebagai sebuah antena RFID yang aktif secara penuh, juga. Hal ini berarti bahwa chip RFID tersebut dapat berada di manapun pada paket kemasan dan akan sangat sulit untuk ditemukan sebagaimana sebutir pasir atau debu yang sangat kecil. Ini bisa saja sebenarnya menjadi sebuah titik pada huruf “i” pada cetakan di bagian belakang kemasan dan anda tidak akan pernah mengetahuinya. Untungnya, hari ini kebanyakan label-label RFID yang ada cukup besar untuk dapat terlihat, tetapi itu akan segera berubah sewajarnya dalam waktu dekat.

Kita harus juga membicarakan tentang jangkauan jarak baca atas label-label tersebut—seberapa dekatnya anda harus berada untuk dapat membacanya. Sebagian terbesar dari label-label yang paling murah yang akan diproduksi secara massal besar-besaran untuk menggantikan bar-code bergantung pada energi yang dipancarkan dari perangkat baca seperti yang baru saja saya jelaskan. Mereka ini disebut sebagai label-label “pasif” karena secara pasif mereka menunggu sebuah perangkat pembaca untuk mengatakan kepada mereka apa yang harus dilakukan. Jangkauan jarak baca mereka dibatasi hingga pada suatu jarak tertentu antara beberapa inci hingga dua puluh atau tiga puluh kaki. Tetapi anda dapat menyematkan sebuah baterai pada sebuah label RFID dan menciptakan apa yang disebut sebagai sebuah label “aktif”. Ini mampu meningkatkan jangkauan jarak baca hingga jarak yang jauhnya luar biasa. Pada kenyataannya, dengan satu baterai yang cukup kuat, anda dapat menyorotkan atau memancarkan suatu informasi bermil-mil jauhnya.

Baterai-baterainya bisa bermacam-macam ukuran, sungguh, terlebih sebuah baterai yang lebih kuat pada umumnya juga akan berarti satu jangkauan jarak baca yang lebih panjang. Tantangannya adalah untuk mendapatkan baterai-baterai yang cukup kecil dan semurah mungkin sehingga akan dapat digunakan secara meluas. Terobosan terakhir adalah sebuah baterai yang dicetak, dengan rata, dengan ketebalan kurang dari satu milimeter yang sanggup untuk digunakan untuk memberi tenaga pada label-label aktif. Ini terlihat mirip sekali dengan stiker berbahan perekat, dan anda dapat membelinya dalam bentuk gulungan. Pihak perusahaan yang membuat baterai-baterai ini menyarankan untuk membangunnya ke dalam kartu-kartu kredit dan meletakkanya “dengan hati-hati” pada kemasan kotak-kotak sereal. Dapatkah anda bayangkan kotak cornflake anda menyorotkan informasi tentang anda ke seluruh komplek atau blok rumah anda?:

DJ : Mengapa mereka melakukan hal-hal ini?

KA : Well, seperti yang dikatakan oleh co-director Auto-ID Center pada sebuah wawancara bagi BBC (dan saya menafsirkannya), “Di masa lalu, rantai atau rangkaian aliran barang menuju toko-toko adalah seperti seseorang yang lengan tangannya berakhir pada sikunya, dengan pada itu kita sama sekali tidak memiliki jangkauan untuk dapat benar-benar mengetahui tentang semuanya. Akan tetapi sebuah toko yang diperlengkapi dengan teknologi RFID akan menjadi seperti sebuah sistem yang gugup dan gelisah yang memperpanjang serta mengulurkan semuanya ke bawah hingga mencapai pucuk atau ujung-ujung jari-jemari.” Saya pikir itu adalah suatu gambaran yang hidup, gamblang, jelas, dan tepat sekali. Tentakel-tentakel ini, jari-jemari ini, memang menjangkau hingga pada setiap aspek mengetahui dimanakah setiap produk dan benda-benda berada.

DJ : Sekali lagi, mengapakah mereka melakukan ini?

KA : Sebenarnya ada dua kelompok yang berbeda berkenaan dengan apakah yang mereka akan kerjakan dengan RFID. Satu pihak menginginkan untuk menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan keamanan dengan cara menempatkan label-label RFID pada setiap dokumen-dokumen identitas kita, di setiap pintu perlintasan di gedung-gedung, bahkan ke dalam daging di tubuh kita sehingga akan mempermudah untuk melakukan pelacakan atas kedatangan serta kepergian orang-orang dan untuk meyakinkan bahwa hanya orang-orang dengan label “authorized” sajalah yang akan mendapatkan akses terhadap area-area serta informasi tertentu. Pihak yang lainnya menginginkan untuk menggunakan teknologi ini pada rantai aliran suplai persediaan barang—di gudang-gudang, pusat-pusat distribusi dan pabrik-pabrik perakitan—sehingga mereka dapat terus memantau serta melacak setiap inventori atau daftar barang-barang sewaktu barang tersebut ada dalam kepemilikan mereka. Tentu saja, dengan perwujudan secara fisik atas item atau objek-objek tersebut pertanyaan yang muncul adalah, apa yang akan terjadi ketika kita membeli barang-barang tersebut? Akankah mereka masih bisa dipantau dan dilacak? Begitulah adanya dua kelompok tersebut, melacak anda dan melacak apapun yang anda miliki, masing-masing bergabung disatukan dengan yang lainnya. Dengan kata lain, tujuannya adalah pengawasan serta penjagaan total, terhadap anda dan keseluruhan aspek hidup anda.

Saat ini saya sedang duduk di serambi belakang rumah saya. Saya melihat sebuah kolam renang di seberang sana, sebuah hammock (tempat tidur gantung), sebuah keranjang yang digunakan untuk menyimpan bunga. Saya juga melihat kursi-kursi yang terbungkus plastik. Ketika dulu saya membeli barang-barang tersebut mereka telah memiliki bar-code dengan sistem UPC. Kemudian tak satupun dari mereka yang masih memiliki bar-code itu lagi karena saya telah menarik hingga lepas stiker-stiker bar-code tersebut dan membuangnya. Di dunia yang baru dimana anda akan mempunyai chip-chip RFID di samping juga bar-code, RFID tidak akan dilekatkan sebagaimana plastik stiker-stiker bar-code, tetapi malahan akan ditekankan atau ditanamkan ke dalam plastik kemasan atau dijalinkan ke dalam setiap item barang saat proses pengemasannya di pabrik-pabrik. Setiap satu jenis barang di serambi belakang rumah saya ini kemungkinan besar akan masih tetap mengandung sebuah chip RFID dan akan dapat dibaca serta dipantau dari seberang halaman rumah saya.

Dan lagi chip ini sebenarnya secara kasat mata tidak mudah rusak dan tidak dapat dihancurkan. Mereka mampu bertahan terhadap panas matahari, mereka bisa melewati mesin cuci dan mesin pengering. Mereka telah mulai dikenakan pada seragam-seragam milik orang-orang, dan dapat bertahan selama bertahun-tahun melewati proses pencucian serta pengeringan pada temperatur tinggi menggunakan mesin-mesin buatan pabrik industri dengan tanpa mengalami masalah sama sekali. Mereka sulit untuk disembunyikan atau diluputkan dari pelacakan serta sekaligus hampir tidak mungkin bagi orang awam untuk dapat mendeteksi keberadaannya. Jadi apakah anda menginginkan benda-benda ini ada di dalam pakaian anda?

Tetapi ada sesuatu yang bahkan memiliki nilai lebih besar untuk dipertaruhkan di sini. Suatu gambaran yang saya tangkap dengan jelas dan gamblang serta dapat dinyatakan yang melingkupi RFID adalah bahwa dia ini sangatlah boros dan butuh banyak sekali sumber tenaga (power-hungry) serta merupakan suatu kekuatan bersifat negatif yang juga bersifat memaksa. Dan saya tidak hanya berbicara tentang RFID saja. Saya membicarakan tentang keseluruhan kultur atau peradaban ini, atas keseluruhan impulse atau dorongan yang menghancurkan planet kita dan sangat merugikan bagi manusia serta makhluk hidup lainnya di manapun. RFID tak terelakkan, tak terhindarkan, adalah titik selanjutnya atas suatu bentuk kultur atau suatu budaya yang sifatnya mengawasi semuanya, mengetahui semuanya, mengontrol semuanya, dan kemudian menghancurkan semuanya. Dalam satu intensitas teknologi RFID ini mengindikasikan adanya suatu mindset atau tatanan pola pemikiran. Bahwa RFID pada hakekatnya adalah peradaban yang kemudian akan menghancurkan semuanya tersebut.

Saya baru-baru ini melakukan satu diskusi mengenai hal ini bersama suami saya. Dia mengatakan, “Kamu tahu, Katherine, teknologi ini pada dirinya sendiri bukanlah kejahatan. Ini hanya akan menjadi jahat ketika kamu mengkombinasikannya dengan peradaban ini.”

Saya bilang, “Apa yang kamu maksudkan? Teknologi ini jelas-jelas buruk dan mengerikan sekali.”

Dia merespon, “Nah, bagaimana jika teknologi ini dapat diterapkan dalam situasi yang penuh perdamaian (freedom-loving), pemerintahan yang terbatas (limited- government), pada satu bentuk negara libertarian, yang bebas? Bagaimana kamu dapat menggunakannya?”

DJ : Saya akan mengatakan bahwa sebuah pemerintahan dengan bentuk semacam itu tak akan pernah ada, semenjak maksud dan tujuan primer yang terutama dari pemerintahan adalah untuk menyediakan banyak kekuatan otot sehingga memungkinkan bagi kaum yang kaya untuk mencuri segala sumber daya dari kaum yang miskin dan dari tanah-tanah; untuk melindungi kaum kaya dari kekejaman pemberontakan yang dilakukan kaum yang termiskinkan; dan lebih jauh, tepatnya adalah untuk merasionalisasi bentuk-bentuk kontrol yang sedang kita bicarakan ini. begitulah, saya pikir saya paham apa yang dia maksud.

KA : Saya mengatakan, “Baiklah, mungkin kamu bisa menaruh label-label RFID pada semua polisi-polisi jadi kamu akan tahu ketika mereka berdatangan di dekatmu. Atau semua agen-agen pemerintahan akan dipaksa untuk memakai perangkat-perangkat ini sehingga kamu bisa bilang ketika mereka mungkin akan menekan atau memata-matai dirimu.” Poinnya adalah bahwa anda akan menggunakannya dengan cara yang berkebalikan. Anda akan menggunakannya untuk melindungi dan menjaga kemerdekaan. Anda akan menggunakannya untuk meminimalisir kekuasaan dari mereka yang akan memegang dan menggunakan terlalu banyak kekuasaan tersebut.

DJ : Alasan yang tidak dapat terjadi di sini adalah bahwa keseluruhan peradaban kita berdasar pada adanya ketidakberimbangan atas kekuasaan ini. Begitulah kekuatan dari Panopticon yang dikonsep oleh Jeremy Bentham. Ini adalah desain suatu penjara dimana setiap sel-sel akan disinari serta disoroti dari sebuah menara pusat yang sangat tinggi, dengan demikian maka tak ada sudut dan celah dimana para penjaga tak dapat melihatnya. Sel-sel akan selalu dijaga agar tetap terang benderang dan menara penjaga selalu dijaga agar tetap gelap gulita. Dengan begitu pengawasan serta penjagaan akan selalu dimungkinkan, dan tak akan pernah untuk dapat diperiksa atau diuji. Dan proses ini berjalan hanya satu arah. Tentu saja Panopticon ini bukan hanya sebuah desain untuk sebuah penjara, tetapi lebih untuk keseluruhan tatanan masyarakat.

KA : Itulah mereka—dan saya pikir mereka itu salah—yang berpikir bahwa jawaban bagi sedemikian banyak pengawasan serta penjagaan yang ketat adalah dengan melakukan lebih banyak lagi pengawasan serta penjagaan. David Brin, contohnya. Dia menulis sebuah buku yang telah diterbitkan dimana banyak orang nampaknya akan setuju dengan apa yang telah dikatakannya di sana bahwa jika mereka akan mengamati kita maka kita perlu untuk mengamati balik mereka. Solusi yang dinyatakannya nampak seakan bahwa jika anda dengan sesuatu cara membuat kehidupan semua orang kaya menjadi transparan, dan juga pemerintah transparan, sehingga setiap hal yang setiap orang lakukan dapat diketahui oleh setiap orang lainnya, maka di sana tidak akan ada lagi satu kesempatan bagi penyalahgunaan kekuasaan.

DJ : Itu jelas sekali adalah suatu hal yang tolol. Bukan hanya ketika dia mengabaikan segala yang kita tahu tentang dinamika-dinamika kekuasaan, tetapi...

KA :... Tetapi bahkan jika hal ini hanya memilki sedikit kemungkinan baginya untuk menciptakan sebuah tatanan dunia yang saya tidak yakin bahwa kebanyakan dari kita akan menginginkan untuk tinggal di dalamnya.

DJ : Kenapa tidak? Apa ruginya dengan mempunyai banyak chip dimana-mana? Jika anda tidak mempunyai sesuatupun untuk disembunyikan, siapa yang akan ambil peduli? Jikapun semua yang anda kerjakan adalah membeli barang dari toko-toko Safeway dan Albertson—selama anda bukanlah seorang bandar obat-obatan terlarang—mengapa anda memperhatikan serta memperdulikan tentang apakah disana ada chip pada lembaran uang?

KA : Saya merasakan bulu kuduk saya meremang setiap kali saya mendengar pernyataan seperti itu. Tetapi kemudian saya mendapatkan sebuah respon tanggapan yang jelas dan tepat: jika saya tidak mempunyai sesuatupun untuk disembunyikan, kenapa anda memata-matai saya? Jika saya tidak melakukan sesuatupun hal yang salah, tinggalkan saja saya sendirian.

DJ : Tetapi mereka kan tidak membuat diri anda sebagai sasaran! Ini tidaklah personal. Teknologi ini hanya akan diletakkan ke dalam pakaian dalam anda.

KA : Saya bisa menjawabnya dari beberapa perspektif. Pertama, ijinkan saya menjawabnya menggunakan penelitian doktoral saya di bidang psikologi. Penyelidikan-penyelidikan yang ada telah menunjukkan beberapa hal yang menarik tentang hal privasi dan psikologi manusia. Satu yang menarik adalah bahwa sekitar 25 persen dari masyarakat akan menentang adanya pelanggaran atau gangguan privasi dan akan berjuang melawannya untuk membela, melindungi serta menjaga otonomi pribadi mereka. Kemudian 25 persen yang lain dengan sikap yang berlawanan berada pada posisi terakhir dari sebaran spektrum ini, menyambut baik atas ide bahwa mereka akan diawasi dan kehilangan otonomi mereka. Mereka ini adalah pihak yang mengatakan, “Letakkan sebuah kamera di dalam kamar mandi saya, letakkan sebuah kamera di dalam toilet saya, bawa saja ke sini, saya bisa menerimanya.” Dan kemudian ada 50 persen di posisi tengah yang mereka ini sifatnya sangat praktis, dan yang mengatakan, “Tunjukkan apa yang ada di dalamnya untuk saya. Di mana letak kebaikan, manfaat, atau keuntungannya? Di mana letak bahaya atau kerugiannya?” Prosentase tersebut belumlah berubah, bahkan dengan adanya pengembangan teknologi terbaru. Penemuan yang lainnya bahkan jauh lebih menarik. Pembelajaran secara terus-menerus telah menunjukkan hasilnya bahwa ketika anda mengambil privasi orang lain—ketika anda memberikan kesan pada mereka bahwa mereka dapat saja diamati kapan pun pada setiap waktu—bahkan jikapun mereka tidak sedang melakukan sesuatu yang “salah”, dan bahkan jika pengamatan tersebut menurut dugaan dilakukan dengan secara lunak dan ramah, orang-orang akan berakhir pada kondisi yang benar-benar menderitakan semacam suatu penyakit syaraf atau ketakutan. Dan kemudian mereka akan berakhir dengan berubah semakin menjadi paranoid.

Satu alasan sebuah penjara Panopticon menjadi sangat efektif adalah bahwa ketika anda tidak dapat mengetahui kapan serta di mana anda sedang diamati, benak dan pikiran anda akan memainkan tipuan atau ilusi-ilusi pada diri anda sendiri dan kemudian anda akan mulai menemukan atau menciptakan skenario-skenario pengawasan serta penjagaan bagi anda sendiri. Manusia adalah, suka atau tidak, makhluk-makhluk dengan kemampuan sosial yang sangat tinggi. Dengan secara baik dan sempurna kita akan terbiasa atau dapat menyesuaikan diri dengan cara sebagaimana orang lain mempercayai kita. Dan ketika kita tidak pernah memiliki sebuah kesempatan pun untuk sekedar, membiarkan rambut kita tergerai lepas lurus ke bawah, melepaskan kancing atas baju kita, atau apapun yang kita lakukan untuk bersantai mengendurkan urat saraf dan bersenang-senang ketika kita tahu bahwa kita tidak sedang diawasi, kita akan mulai menjadi sinting. Jadi pengawasan serta penjagaan yang dilakukan dengan secara konstan dan terus-menerus bukan hanya akan menjadi sebuah permasalahan dengan alasan-alasan yang secara jelas dan nyata adalah politis dan filosofis, terlebih hal ini juga benar-benar adalah sebuah permasalahan bagi alasan serta pertimbangan psikologis atau psikiatris kejiwaan: akan menjadi sangat tidak menyehatkan ketika secara konstan dan terus-menerus dijaga dan diawasi.

Kita telah mulai menyaksikan banyak tentang itu. Saya mendapatkan banyak panggilan telepon dari orang-orang yang meyakini bahwa mereka telah mengalami implantasi atau ditanamkan pada tubuhnya dengan suatu perangkat-perangkat pendengaran oleh pihak pemerintah, atau pemerintah sedang berbicara di dalam kepala mereka...

DJ :... yang dalam beberapa cara bahkan lebih langsung dibandingkan televisi...

KA : Ha, tepat sekali. Atau mereka mengatakan bahwa para alien telah menanamkan sesuatu ke dalam diri mereka. Disumbang pengawasan serta penjagaan yang mana saat sekarang ini telah menjadi sebuah karakteristik atas cara atau pola kehidupan kita, dan berdasar pada banyaknya efek atau akibat-akibat yang telah diketahui yang ditimbulkan oleh adanya aktivitas pengawasan serta penjagaan yang dilakukan secara konstan tersebut pada kondisi psikis kejiwaan orang-orang, saya pikir dengan mudah kita dapat mengharapkan untuk menyaksikan banyak dan lebih banyak lagi hal tersebut.

DJ : Anda menggunakan kata “paranoid” semenit yang lalu, tetapi sebetulnya, disumbangkan atas cara bagaimana teknologi bergerak...

KA : Tak ada sesuatupun sekarang ini yang berada di luar dalam hal kemungkinan, atas syarat-syarat bagi terjadinya penyalahgunaan. Dan itulah sebenarnya permasalahannya.

DJ : Dengan dikatakannya semua hal itu, saya bisa juga mendengar di dalam kepala saya argumen-argumen yang berlawanan: apakah anda ingin agar anak anda diculik dan tak akan pernah ditemukan kembali? Nah, tempatkan sekeping kecil chip pada leher anak anda. Dan saya sudah pernah mendengarkan begitu banyak orang yang mengatakan pada saya, “Baiklah, chip-chip yang dipasangkan pada manusia mungkin adalah ide yang buruk, tetapi anda tahu, anak-anak saya baru saja mendapatkan

mendapatkan surat ijin mengemudi (driver's license) mereka, jadi mungkin akan bagus untuk meletakkan chip tersebut pada surat ijin mengemudi ini.” Mari pergi kembali pada alasan mendasar yang selalu dilemparkan keluar oleh para penyokong serta para pendukung ide tentang pengawasan serta penjagaan menyeluruh atas dunia semesta ini: “Jika anda tidak sedang melakukan sesuatupun yang salah, maka tidak akan ada apapun yang perlu untuk dikhawatirkan.” Apa yang salah dengan hal tersebut?

KA : Pertanyaan yang harus selalu dipertanyakan tentang ini adalah, siapakah yang memutuskan tentang apa yang baik atau apa yang buruk? Siapakah yang memberikan pada orang-orang di balik pola skema atau segala rencana busuk ini hak untuk membuat pilihan-pilihan tersebut bagi kita semua? Sering kali ketika kita percaya bahwa kita telah diberikan sebuah pilihan, maka kita mengingkarinya dan membohongi diri sendiri. Ketika orang mengatakan, “Jika anda tidak sedang melakukan sesuatupun yang salah, maka tidak akan ada apapun yang perlu untuk ditakutkan” mereka sebenarnya sedang mengatakan, “Jika anda tidak sedang mengerjakan sesuatu yang melawan kehendak atau kemauan mereka yang ada pada kekuasaan, maka tidak akan ada apapun yang perlu untuk ditakutkan.” Yang mana adalah hal yang sangat berbeda secara keseluruhan.

Ada saat-saat dimana selayaknya tidak melaksanakan sesuatu yang telah dititahkan kepada anda, karena melaksanakan apa yang telah dititahkan pada anda adalah untuk melaksanakan segala sesuatu yang sangat buruk sekali. Pikirkan tentang menyembunyikan Anne Frank di loteng rumah anda. “Well, jika anda tidak sedang melakukan sesuatupun yang salah, maka anda tidak perlu untuk menyembunyikan sesuatu, serta tidak akan ada apapun yang perlu untuk ditakutkan.” Nah, apakah salah untuk menyembunyikan dia beserta keluarganya? Untuk tidak menyembunyikan mereka dengan baik, yang mana adalah dengan beberapa cara yang terjadi, adalah akan menyebabkan dirinya dan seluruh keluarganya menjadi korban pembunuhan oleh para psikopat utusan negara. Atau bagaimana dengan kisah the Underground Railroad? Jika saja Harriet Tubman tidak melakukan sesuatu yang salah, dia tidak akan mempunyai sesuatu untuk disembunyikan. Tetapi Harriet Tubman telah melawan aturan hukum dengan menolong menyelamatkan banyak budak-budak serta membantu mereka untuk dapat melarikan diri. Dia membawa banyak opiate atau opium, atau jenis obat yang mengandung candu, dan dia membawa serta sebuah senjata. Opium tersebut digunakan untuk menenangkan orang-orang yang dia angkut di perjalanan untuk berjaga-jaga jika mereka terlalu ketakutan sehingga akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan, dan senjata tersebut digunakan untuk menembak mereka jika mereka tidak berhenti berteriak histeris dan membahayakan yang lainnya. Ini adalah kisah seseorang yang pernah beroperasi dan melakukan banyak sekali pelanggaran atas sesuatu yang saat itu akan kita sebut sebagai hukum, dan masih saja dia mengerjakan banyak hal-hal yang menakjubkan melewati saat-saat yang mengerikan. Dan sekarang saat ini dalam peninjauan kembali dia telah tertuliskan pada buku-buku teks sekolahan di tingkat empat sebagai seorang pahlawan.

Jika suatu kekuasaan adalah bersalah, terkadang melawan kekuasaan tersebut adalah justru hal yang benar untuk dilakukan.

Ada beberapa contohnya. Sebuah grup atau kelompok pendukung legalisasi atas marijuana baru-baru ini menempatkan beberapa poster iklan pada kendaraan bus- bus umum, kemudian beberapa pembuat perundang-undangan mencoba untuk membuat mereka berhenti melakukan aksi tersebut dengan cara membuat aksi menempatkan poster atau iklan yang mempromosikan aktivitas ilegal tersebut sebagai sebuah aksi kriminal dan melawan hukum. Anda ingat, pernah ada suatu waktu ketika adalah ilegal bagi wanita atau perempuan untuk memberikan suara dalam suatu pemilihan umum, saat itu para perempuan tidak mempunyai hak pilih, sehingga semua aktivitas yang mengkampanyekan ide tentang hak pilih bagi kaum perempuan yang dilakukan oleh para perempuan saat itu adalah merupakan pelanggaran terhadap hukum atau undang-undang tentang hak pilih tersebut. Menempatkan sebuah poster yang mengatakan, “Kami kaum perempuan mempunyai hak untuk memberikan suara, respectfully, please,” adalah sebuah aksi kriminal.

Kita telah sampai pada satu titik di peradaban ini dimana bahkan sebuah permintaan bagi perubahan, atau untuk penghilangan suatu aturan pembatasan atau pelarangan yang mencekik—pikirkan tentang usaha atau percobaan untuk mengakhiri pemisahan—telah menjadi sebuah tindakan kriminal di dalam dan atas diri tindakan tersebut sendiri. Sebuah upaya sederhana untuk dapat mengedukasi atau mendidik orang lain, untuk melihat serta membuktikan bahwa status quo tidak dapat dirubah, akan menjadi sebuah kegiatan kriminal.

Siapa coba yang memberikan m e r e k a i j i n u n t u k d a p a t memperlakukan kita semua dengan cara seperti ini?

Pada beberapa hari terakhir ini saya memikirkan banyak sekali hal tentang persoalan perijinan ini. Saya mengerjakan beberapa hal bersama seorang reporter untuk sebuah laporan cerita tentang b a g a i m a n a k o r p o r a s i d a n pemerintahan secara khusus mengumpulkan beberapa tipe-tipe informasi tertentu dengan suatu cara yang seharusnya mereka tidak melakukannya, semisal dalam suatu cara ketika orang-orang sama sekali tidak memiliki pengertian atau ide apapun ketika mereka memberikan suatu informasi-informasi untuk suatu tujuan atau alasan A dan ternyata ini malah digunakan bagi suatu tujuan atau alasan B. Telah ada ratusan contoh-contoh tentang itu. Sekarang, sebagai contoh, para pedagang dapat menggunakan telepon selular anda untuk mengidentifikasi anda begitu anda berjalan memasuki sebuah pertokoan. Ini telah dituliskan di majalah Wired edisi Desember. Pertokoan-pertokoan tersebut dapat memiliki perangkat-perangkat pembaca yang kecil yang akan mengambil informasi

yang ada pada telepon selular anda. Pertokoan-pertokoan tersebut dapat kemudian menghubungkan informasi tersebut dengan rekaman-rekaman yang ada pada telepon selular anda, yaitu rekaman-rekaman yang pernah anda berikan pada perusahaan telepon selular sebagai bagian dari service atau pelayanan penjualan mereka, dan menggunakannya untuk dapat mengidentifikasi anda, serta untuk mengidentifikasi cita rasa-cita rasa potensial anda berikut informasi lainnya tentang anda, dan menggunakannya untuk memasarkan beragam produk-produk pada diri anda pribadi.

Apakah anda sudah mengetahui bahwa hari ini untuk bisa mendapatkan sebuah telepon selular anda harus memberikan nomor jaminan sosial (social security number) milik anda? Mengapa mereka memerlukan itu? Suami saya berusaha untuk melakukan pembayaran di muka sejumlah beberapa ratus dolar sehingga pihak perusahaan tidak perlu mengkhawatirkan tentang sejumlah panggilan bertubi-tubi ke Zimbabwe yang perlu dilakukannya, tetapi pihak perusahaan telepon selular tetap saja meminta satu nomor jaminan sosial atau mereka tidak akan memberikan sebuah telepon. Tetapi suami saya menolak untuk memberikannya, dan beberapa orang akan mengatakan bahwa suami saya itu gila, paranoid: “Apa yang akan dilakukan perusahaan telepon selular dengan nomor jaminan sosial milik anda?” Tetapi seperti apa yang sudah sering kali terjadi, hal apapun yang semenjak pertama kali nampak paranoid akan berakhir dengan tepat seperti itu.

Hal tersebut adalah benar bukan hanya dengan telepon-telepon selular tapi juga dengan banyak sekali barang dan hal-hal lainnya. Jika anda ingin untuk menghidupi hidup anda dimana anda tidak sedang diawasi secara konstan dan dijaga secara terus-menerus—dan dimana sebetulnya anda tidak akan terus terpaku pada setiap langkah—anda harus menjalani kehidupan anda hampir sebagai seorang yang terbuang atau terusir dari masyarakat.

Seperti kemarin ketika saya harus beradu argumen dengan seorang praktisi medis berkenaan dengan persoalan ini. Rupa-rupanya bagi satu standar praktis perawatan saya diharuskan untuk melakukan tes darah X. Saya berpikir, “Saya mungkin tahu lebih banyak dibandingkan yang anda tahu tentang potensi pelanggaran privasi yang akan mengikuti saya setelah saya menjalani tes darah X.” Saya mengatakan, “Tahukah anda bahwa di sana ada tempat penyimpanan genetik atas darah keseluruhan orang-orang yang telah dikumpulkan dari tes darah seperti ini?” Dia menatap saya seperti saya akan meledak, dan mengatakan, “Saya tidak dapat melanjutkan untuk menjadi praktisi medis bagi anda kecuali anda menyetujui untuk melakukan tes-tes ini. Dan saya bilang, “Maka seharusnya kita dapat membicarakan tentang hal tersebut, karena saya tidak akan melakukan tes ini.”

Siapa yang memberikan permisi atau perijinan kepada mereka untuk mengumpulkan data semacam ini? Jika saya mendapatkan suatu tes darah untuk alasan-alasan yang legitimate, sah dan logis, hak apa yang mereka miliki untuk menaruh darah saya ke dalam suatu bank data genetik untuk alasan yang siapa-tahu-akan-ada-apa pada akhirnya.

DJ : Ini membuat saya memikirkan sebuah baris kalimat dari satu dokumen “Rebuilding America's Defenses (Membangun Kembali Pertahanan Amerika),” yang dikeluarkan oleh Project for a New American Century (Projek Bagi Abad Baru

Amerika), sebuah organisasi yang meliputi Vice President (Wakil Presiden) Dick Cheney, Secretary of Defense (Sekretaris Pertahanan) Donald Rumsfeld, saudara dari presiden Jeb Bush, dan juga Paul Wolfowitz, yang secara umum mereka ini dipertimbangkan sebagai dalang atau otak di balik invasi atas Irak, dimana para penyusunnya menyatakan bahwa “Bentuk lebih lanjut atas perang biologis yang memiliki kemampuan untuk dapat “menarget” suatu genotip (genotype), atau tipe genetis tertentu, dapat merubah bentuk peperangan biologis dari wujud teror menjadi bentuk peralatan yang berguna secara politis.”

KA : Jadi bukankah ini akan sangat dapat membantu mereka untuk dapat mengetahui bukan hanya perwujudan susunan genetik atas orang-orang yang hidup di tanah negeri-negeri yang memiliki sumber daya atau bahan baku mentah yang menumpuk di atas atau terkandung dibawahnya, tetapi juga untuk memiliki fenotip (fenotype) dan informasi tentang susunan darah dari orang-orang yang menolak untuk masuk ke dalam barisan, dari mereka yang terus menggelinding dan berdecit-decit berisik, dari barisan paku-paku yang menolak untuk dapat dipukul masuk? Apa yang membuat mereka berbeda dari banyak orang-orang lainnya? Bagaimana dengan 25 persen masyarakat yang tidak ingin untuk dapat dijaga dan diawasi itu? Adakah sesuatu di dalam tampilan fisik jasmani mereka? Dan jika memang demikian, dapatkah kita—mereka yang ada di kekuasaan—melakukan sesuatu untuk “memperbaiki” dan “membetulkan”-nya?

Pada beberapa titik akan dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasikan mereka yang rela untuk tunduk versus pemberontak semenjak dari dalam rahim kandungan. Bayangkan jika suatu hari nanti ini akan menjadi bagian dari suatu panel standar pengecekan darah pre-natal yang akan diaplikasikan pada ibu-ibu yang akan melahirkan. Di sana akan muncul pertanyaan-pertanyaan: “Siapa yang akan mau menjadi bagian anggota yang diterima atas satu masyarakat? Siapakah yang kemungkinan akan membuat sedikit terlalu banyak permasalahan bagi struktur kekuasaan?” Tentu saja itu tidak akan diutarakan secara seperti itu. Malah ini akan menjadi seperti. “Siapa yang akan menjadi anti sosial? Siapa yang akan menjadi sebuah ancaman bagi susunan masyarakat, bagi orang-orang tua mereka, serta bagi diri mereka sendiri?”

Jadi, siapa yang memberi mereka permisi atau ijin? Saya tidak. Bagaimana dengan anda?

Oh, ada sesuatu yang baru saja saya baca hari ini. Ini juga pernah dimuat di majalah Wired. Mereka mengutip tentang Paco Underhill, orang yang mendirikan sebuah perusahaan bernama EnviroSell, yang telah menggunakan piranti perlengkapan rekam untuk memata-matai orang-orang di Denny's (semacam kedai atau resto) sementara mereka sedang membaca menu dan menyewa seorang pembeli gadungan untuk berpura-pura akan membeli sesuatu di pertokoan sedangkan mereka sebenar-benarnya hanya sedang merekam dan mengumpulkan informasi tentang para pembeli lainnya. (Mereka terlihat mirip seperti normalnya orang biasa padahal bukan!) Website miliknya memilki sebuah FAQ (Frequently Asked Questions, Pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan) dengan berisi pertanyaan-pertanyaan seperti, “Tidakkah ini ilegal untuk merekam dalam bentuk suara dan video atas orang-orang tanpa permisi atau persetujuan dari mereka?” Jawaban yang

diberikan adalah, “Oh, tidak, kebanyakan orang akan berpikir seperti itu, tapi ini benar-benar legal.” Dengan jelas ada sebuah mis-persepsi (kekeliruan dalam menanggapi atau memahami suatu hal) di sini, bahwa sebagian besar dari kita percaya bahwa adalah ilegal untuk dengan diam-diam dan secara rahasia melakukan perekaman video dan audio atas orang di ruang-ruang umum seperti tempat duduk di restoran-restoran (semacam Denny's). Underhill menyatakan—dan saya harus mengatakan bahwa dia melakukannya hampir dengan amat gembira—bahwa ketika anda berada di area atau ruang-ruang publik, anda mempunyai sebuah ekspektasi untuk dapat dilihat dan didengar. Dan dengan demikian untuk dapat direkam juga. Pertanyaan yang lain pada website yang sama: “Tidakkah orang-orang akan melihat dan diberitahu tentang adanya kamera-kamera di sekitar mereka?” Jawaban yang diberikannya: “Kebanyakan orang akan sedemikian intens dan asyik dengan aktivitas berbelanja mereka sehingga mereka akan mengacuhkan adanya kamera-kamera, dan jika mereka memang menyadari adanya kamera di sekitar mereka, mereka hanya akan berpikir bahwa kamera-kamera tersebut adalah bagian dari sebuah program pencegahan shoplifting (pengutilan atau pencurian barang dari toko).” Dia juga mengatakan, “Adakalanya anak-anak akan melihat dan menyadari adanya kamera di sekitar mereka.” Anak-anak adalah satu-satunya yang cenderung untuk awas akan hal tersebut, dan berani menunjuk serta menyatakannya.

Dan bukankah memang begitu adanya seperti yang sudah seringkali terjadi, bahwa anak-anak adalah satu-satunya yang menyadari dan menunjukkan apa yang sakit dari masyarakat anda? Anak-anak akan menatapmu dan mengatakan, “Mom, saya tidak mengerti kenapa ini bahwa sepertinya saya menjadi sejenis hewan atau binatang-binatang dan karena itu boleh-boleh saja untuk melakukan eksperimen atau percobaan-percobaan atas mereka. Saya sangat bingung sekali. Jelaskan itu pada saya, Mom.” Dan pada umumnya orang-orang dewasa akan meresponnya dengan, “Oh, jangan pergi bermain ke sana, Junior.” Mereka menyikat habis semuanya. Mereka membungkam anak-anak dengan tidak memberikan penjelasan apapun. Anak-anak ini hanya mendapatkan muka yang merah padam dari orang tua mereka sehingga akan menjadi sedemikian tidak nyamannya dan beranjak menggeserkan diri kaki demi kaki. Karena mereka ini belum menyerap dan meresapi kegilaan yang ada di masyarakat, sehingga hanya anak-anaklah yang seringkali mampu untuk merasakan dari dalam hati nuraninya akan apa yang secara fundamental salah atau secara mendasar tidak beres dengan masyarakat.

DJ : Yang mana hal ini niscaya adalah satu alasan bagi semua aktivitas pengawasan dan penjagaan ketat yang diberlakukan di banyak sekolah hari-hari ini. Sudah sangat jelas bagi saya bahwa alasan serta tujuan yang terutama atas aktivitas tersebut sesungguhnya hanyalah supaya anak-anak dapat menjadi terbiasa akan aktivitas pengawasan serta penjagaan yang ada di mana-mana di sekitar mereka, sehingga mereka tidak akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan semacam tadi. Ini tak ada hubungannya dengan apakah seseorang akan pergi mengendap-endap menyelinap masuk ke dalam kafetaria untuk mencuri daging atau makanan.

KA : Aktivitas ini mengabdi serta melayani sebuah tujuan yang sangat kuat di baliknya. Pada topik tersebut, ada sebuah spot toko di banyak mall atau pusat perbelanjaan di Amerika, sebuah perusahaan perdagangan publik besar yang

mencetak banyak uang, dengan nama “Build-A-Bear.” Toko-toko ini memiliki mesin-mesin yang dapat membangun banyak boneka Teddy Bear sementara anak-anak menontonnya. Mesin-mesin tersebut melontarkan bagian-bagian tubuh dan menyusunnya di udara, memasukkan, menjahit pada lengannya, dan seterusnya. Anak-anak diandaikan untuk membentuk sebuah ikatan hubungan seumur hidup dengan beruang-beruang ini. Karena poin tujuannya adalah untuk mandapatkan banyak uang melalui anak-anak ini, toko-toko tersebut tentu saja menjual banyak sekali aksesoris atau pernak-pernik.

Seorang teman pergi ke salah satu dari toko-toko tersebut baru-baru ini, dan menunjukkan bahwa toko kemana dia pergi tersebut adalah bersebelahan dengan sebuah toko binatang peliharaan yang menjual anak-anak anjing yang hidup. Dia mengatakan, “Apa bedanya? Anak-anak anjing yang hidup itu datang dengan aksesoris serta pernak-pernik untuk anak anjing, dan Build-A-Bear datang dengan aksesoris serta pernak-pernik beruangnya yang aneh.” Semua ini saling terkait di dalamnya.

Saya membawa topik tentang Build-A-Bear karena kita sedang membicarakan tentang bagaimana peradaban ini mengkondisikan anak kecil untuk menerima dan mengalami adanya aktivitas pengawasan secara konstan serta penjagaan yang terus-menerus di lingkungan mereka. Ketika anak anda berada pada fase atau tahap final pembuatan Build-A-Bear miliknya, penjaga toko memasukkan sebuah tag atau label ID dengan bar-code ke dalamnya. Di dalam. Benar-benar tertanam di dalam sana. Dan penjaga toko tersebut berkata kepadanya, “Ini karena kamu benar-benar mencintai serta menyayangi beruang kamu, dan kamu tidak pernah menginginkan untuk kehilangan beruang kamu, dan jika saja kamu pernah kehilangan beruang kamu, dan seseorang menemukannya, kita bisa memindai label kecil ini, dan membawa kembali beruang kamu kepadamu di rumah! Kita akan mengisikan formulir registrasi (yang sangat detail), yang akan berisi tentang siapakah kamu, dan tanggal lahir kamu dan di mana kamu tinggal. Ini adalah seperti sebuah sertifikat atau akta kelahiran bagi beruang kamu! Bukankah ini sangat menakjubkan!” Tentu saja dengan keadaan suasana seperti ini saya tidak dapat membayangkan ada banyak anak-anak kecil yang akan mengatakan tidak pada perangkat pelacakan—sebuah ID yang ditanamkan—di dalam boneka beruang mereka.

Saya membayangkan anak-anak perempuan kecil ini suatu saat nanti dalam perjalanannya, ketika mereka ada di dalam rumah sakit setelah melahirkan seorang bayi, dan saya membayangkan seseorang mengatakan pada mereka, “Nah, anda pernah menyayangi Build-A-Bear milik anda, dan jika anda mencintai Junior kecil di sini, anda akan menginginkan untuk tetap dapat memantau dia, juga. Bagaimana jika dia nanti mengalami penculikan? Jika anda mencintai serta menyayangi anak anda, anda seharusnya menempatkan sebuah RFID yang ditanamkan ke dalam dirinya.”

DJ : Saya yakin anda sangat menyadari bahwa telah ada banyak orang yang secara suka-rela menanami diri mereka sendiri dengan banyak chip sehingga mereka tidak perlu membawa banyak kartu kredit.

KA : Ya, sayangnya, atau sialnya, implan tersebut sudah mulai ada di sini. Sehingga pesannya adalah bahwa jika anda menyayangi anak anda, anda akan menanami dirinya dengan sebuah perangkat pelacakan. Akan tetapi bagaimana jika anda menentang adanya perangkat-perangkat pelacakan tersebut dengan alasan bahwa mereka ini tidak manusiawi? Atau jika agama atau kepercayaan yang anda peluk melarangnya? Atau juga untuk alasan-alasan apapun lainnya? Implikasinya adalah bukan hanya berarti anda tidak menyayangi anak anda sendiri, tetapi ini berarti anda adalah seorang pembunuh. Ada sebuah headline dari ID-Tech EX terbitan bulan ini: “Kelompok-kelompok Pendukung Privasi dengan Darah di Tangan Mereka.” Dan ini satu kutipannya, “Jangan pernah lupakan bahwa para pendukung privasi mempunyai beberapa kelompok kawanan yang sangat kotor dan menjijikkan. Mereka yang menginginkan adanya jaminan yang salah atas hak ini akan menghasilkan, pengembalian-pengembalian produk atas transaksi-transaksi yang curang, para pencuri atau maling, pembajakan dan penyelundupan, pembunuhan orang-orang dengan obat-obatan farmasi yang palsu, dan pencurian bayi-bayi dari rumah sakit, sebagai contohnya. A.S. memiliki kasus dua puluh lima ribu ibu / bayi yang saling tertukar di rumah sakit-rumah sakit setiap tahunnya. Haruskah kita menolong para pencuri bayi ini dan tak melakukan apapun terhadap kesalahan-kesalahan dari para staff pegawai yang mengakibatkan hal ini? Yang perlu digarisbawahi untuk diingat: bahwa anda mengenali orang-orang dari perusahaan yang menjaga mereka. Dan ketika mereka mencari momen bagi naiknya popularitas mereka, para pendukung privasi ini membantu banyak orang yang tidak jelas dan sangat bisa dipertanyakan. Tentu saja mereka memiliki banyak argumen serta alasan yang valid dalam beberapa kasus dan perkara-perkara yang sifatnya minoritas, tetapi ada sedikit, jika memang ada, contoh-contoh yang benar-benar konkrit atas penyalahgunaan privasi dengan RFID yang semestinya sudah dicegah dan dihindari.”

Jadi, sekarang, saya adalah seorang yang menggalang konspirasi bersama para pencuri bayi? Ini sama sekali gila dan tak masuk akal. Tetapi ide bahwa orang-orang yang peduli tentang hak-hak privasi ingin melihat bayi-bayi orang-orang lain untuk diculik adalah apa yang akan mereka katakan pada gadis-gadis belia tersebut yang saat ini masih berusia tujuh atau delapan tahun yang menyaksikan label-label ID kecil tertanamkan di dalam boneka-boneka teddy bear mereka.

Mari kita perhatikan hal tuduhan atas kasus pencurian bayi ini. Masalahnya, kata mereka, adalah bahwa ada dua puluh lima ribu ibu / bayi yang saling tertukar setiap tahunnya. Tetapi mengapa sehingga anda akan mempunyai dua puluh lima ribu ibu / bayi yang saling tertukar setiap tahunnya? Ini karena mereka semuanya berada di dalam unit-unit produksi industrial yang kita sebut sebagai rumah sakit-rumah sakit tersebut, mendongkel serta mengkerangkeng bayi-bayi yang dengan sesegera mungkin telah dipisahkan dari ibu-ibu mereka dan meletakkannya ke dalam tangki- tangki penjaga bersama banyak sekali bayi-bayi lainnya. Dapatkah anda bayangkan ada budaya dan peradaban lainnya yang melakukan seperti ini? Bagaimana bisa secara memungkinkan anda mengacak dan mencampur seorang bayi dengan bayi lainnya? Bagaimana mungkin bayi-bayi dibawa pergi ke suatu tempat dimana mereka bisa saja teracak dan saling tertukar di sana? Bagaimana bisa kita sebagai sebuah peradaban telah menuju pada satu titik semacam ini? Anda memiliki bayi anda, anda memegang dan menjaga bayi anda, anda menyayangi bayi anda, anda tidur bersama

bayi anda, anda membuai bayi anda, bayi anda tidak akan pernah terlepas dari penglihatan atau pengawasan anda. Kenapa bayi saya akan dapat hilang atau tercampur dengan bayi-bayi milik orang lain?

Di dalam satu sistem dengan sebuah mindset atau pola pikir yang mengarahkan pada dua puluh lima ribu ibu / bayi untuk saling tertukar, bisa saja akan masuk akal untuk kemudian menanami bayi anda dengan satu perangkat pelacak. Di luar sistem ini, semua tindakan ini secara mengejutkan serta mengerikan adalah sangat gila dan tak masuk akal.

Mengapa seperti ini bahwa orang-orang ini muncul dengan solusi-solusi yang menyeramkan yang meletakkan beban serta kesusahan pada pundak kita untuk memecahkan permasalahan yang pernah mereka ciptakan sendiri sejak dari awal mula?

DJ : Pertanyaan yang terus saya pertanyakan adalah: Siapakah yang harus bertanggung jawab? Kritik-kritik atas teknologi yang telah dilakukan bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa teknologi mengarah pada adanya diskusi atau pembahasan-pembahasan semacam ini—bukan atas kehendak orang-orang atau masyarakat, bukan atas kesehatan ruhaniah ekologis, tetapi teknologi itu sendiri serta kehendak atau dorongan kepentingan untuk mengontrol.

KA : Ada sebuah pola yang berjalan mundur ke belakang pada peradaban ini. Yang saya tahu sebagian dari persoalan tersebut saat ini adalah bahwa secara efektif tidak ada pergerakan dari para konsumen di negeri ini, dan maka dari itu tak ada seorangpun yang mendorong adanya suatu bentuk kontrol dari para konsumen ini sendiri. Memang ada banyak tangan yang memeras dari sisi jurnalis, tetapi—dan seseorang dapat membawa saya untuk menegur dan menyampaikan hal ini sebab mereka mudah-mudahan melihat diri mereka sendiri sebagai bagian dari satu gerakan konsumen—pergerakan konsumen di negeri ini secara merata memang telah mati. Sisi di mana saya sedang mencoba untuk lakukan adalah untuk membangkitkannya.

Sangat mengherankan bagaimana banyaknya perbedaan yang terjadi antara hari ini dengan gerakan-gerakan konsumen di tahun 1970-an. Kembali pada tahun-tahun tersebut, berterimakasihlah pada tindakan serta langkah-langkah yang pernah diambil oleh Ralph Nader dan pada adanya iklim penguatan bagi wewenang yang dimiliki warga negara secara politis, ada banyak sekali gerakan konsumen dengan skala besar di negeri ini. Baru saja kemarin saya membaca sebuah buku dari sekitar tahun 1976, tentang apakah anak sulung anda sebaiknya hadir saat terjadi kelahiran anak anda yang baru. Ini sebuah buku yang sangat bersemangatkan atmosfer 1970- an, berisikan dengan hal-hal yang sangat dirasakan oleh komunitas yang ada pada saat 1970-an itu. Buku ini sangat bagus dan menyenangkan sekali sebenarnya, tapi tentu saja sudah ketinggalan jaman.

DJ : Pasti sangat menyenangkan.

KA : Tepat sekali. DI situ ada semacam perasaan bahwa, jka kita semua mampu saling bergandengan tangan dan saling mencintai serta menyayangi satu sama lain maka semuanya akan baik-baik saja. Tetapi poinnya adalah bahwa di dalam buku

tersebut dituliskan sebuah bab tentang konsumerisme. Apakah hubungan antara konsumerisme dengan apakah anak anda sebaiknya hadir pada saat kelahiran anak anda yang lain? Nah, ini adalah sebuah bab pendek yang wajib hadir dari semua yang berasal dari tahun 1970-an, ide atau pemikiran bahwa anda adalah seorang konsumen, bahwa adalah uang anda yang digunakan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan anda, membayar biaya kelahiran bayi anda. Anda harus mendapatkan wewenang untuk itu semua. Dan itulah poin atau maksudnya: semua ini adalah tentang penguatan atas hak wewenang. Semua ini adalah tentang bangkit berdiri untuk menuntut hak-hak anda. Anda seharusnya tidak mendapatkan tekanan dari para penyedia layanan perawatan kesehatan, sebab andalah konsumennya, dan maka anda adalah raja di sini.

Dengan mindset atau pola pikir yang lazim dan umum tersebut, maka akan sangat sulit sekali bagi pelacakan RFID serta hal-hal kejam lainnya untuk dapat terjadi, bukan hanya atas adanya regulasi atau aturan dan hukum perundang-undangan, tetapi karena masyarakat memilki sebuah pendirian kuat atas adanya hak wewenang dan pemutusan aturan apa yang akan dipakai, dan sebuah pengertian atau pemikiran yang sehat tentang, “Apa meksud anda, anda akan melakukan hal X? Anda tidak memilki hak sama sekali untuk melakukan hal X karena sayalah konsumennya di sini dan sayalah rajanya.”

Di tahun 1970-an setiap universitas besar mempunyai sebuah departemen pendidikan konsumen. Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di seluruh negeri memilki mata pelajaran tentang konsumerisme. Saat itu banyak sekali buku-buku teks tentang konsumen yang memiliki panduan program yang didesain secara sederhana dan mudah untuk mengevaluasi semuanya.

Kita semua di generasi kita sekarang ini, yang hanya dapat menangkap ekor atau sisa dari semua itu, umumnya tidak menyadari tentang betapa kuat dan berartinya pergerakan tersebut. Meski begitu kebanyakan mayoritas standar-standar yang pada saat sekarang ini digunakan untuk melindungi para konsumen mendapatkan tempatnya dari saat itu. Sayangnya bagi kita yang hidup saat sekarang ini, pada saat itu tak satupun dari teknologi-teknologi yang keji ini telah ada atau hadir. Sehingga inilah kita berjalan pincang berdampingan dengan sebuah pengertian atau pemahaman atas dunia konsumen yang membawa kita kembali pada tahun 1978. Semenjak saat itu kemudian tak ada lagi yang telah dilakukan untuk dapat menegur atau melakukan kritik atas adanya paksaan dengan penggunaan kekerasan serta ketidakseimbangan kekuasaan dan penyalahgunaan segala sesuatu secara palsu dan kejam yang telah banyak terjadi.

DJ : Kemana anda melihat semua hal ini akan dikedepankan?

KA : Jawaban saya biasanya tergantung pada apakah anda bertanya pada saya di saat mood saya sedang baik ataukah buruk. Saya telah menerima dua ratusan ribu email-email dari banyak sekali orang di seluruh dunia (kebanyakan dari mereka berasal dari A.S.), dan surat-surat ini mengungkapkan sejumlah besar perasaan ketidaksenangan atau ketidakpuasan. Ini terasa seperti ketika dedaunan mulai berdesir menggemerisik dan udara dengan cara tertentu mulai terasa tepat seperti sebelum anda akan mengalami sebuah badai besar. Desiran dan suara-suara gemerisik ini saling melintasi bidang-bidang politik, agama atau religi, serta ideologi

yang sebelumnya anda pikir tidak akan mungkin untuk saling dilintasi. Dan mereka semuanya mengatakan hal yang sama: bahwa sesuatu harussegera dilakukan, atau kita semua akan diterjang malapetaka. Saya mendapatkan surat-surat dari banyak pengacara hukum, para profesor, banyak sekali petani, pelajar-pelajar, dari semua orang.

Kita semua merasakan bahwa kita sedang berada di tepian atau ujung sesuatu, tapi apa?

Orang-orang atau masyarakat sungguh tidak senang dengan bagaimana cara segala sesuatu berjalan. Tentu, di sana akan ada golongan yang cukup besar orang-orang yang terlupa dan yang akan selalu terlupa dan akan terus terlupa melintasi setiap periode sejarah dan melewati setiap terjadinya perubahan sosial. Tetapi mereka bukanlah orang-orang yang akan membuat sesuatu dapat terjadi. Orang-orang yang akan membuat sesuatu dapat terjadi sedang merasakan suatu kebutuhan untuk melakukan perubahan itu sekarang ini.

Jadi akan berujung ke manakah sesuatu yang sedang berjalan ini?

Well, jika kita tidak melakukan suatu perubahan, dipastikan akan ada sebuah kamera pada setiap kamar mandi, sebuah label RFID pada tangan setiap orang. Dan kita akan segera menuju suatu kondisi dimana pengawasan secara total serta penjagaan secara menyeluruh benar-benar terjadi. Ke sanalah kita semua akan meluncur. Dimana setiap kata yang anda ucapkan dapat diperdengarkan, baik ketika anda sedang berada di dalam mobil anda, di tempat kerja, di telepon, atau ketika anda sedang memiliki satu momen yang intim bersama pasangan (suami atau istri) anda. Semua itu akan menjadi sebuah buku yang benar-benar terbuka lebar bagi orang-orang yang ingin mengetahuinya.

Dan siapakah yang menginginkan untuk mengetahuinya?

Mereka-mereka yang memiliki perangai atau watak otoriter, mereka-mereka yang mempercayai bahwa jika apapun datang dari satu otoritas, maka pastilah benar. C.S. Lewis memiliki cerita bagus tentang ini pada salah satu bukunya, tentang seseorang yang bekerja pada sekolah-sekolah milik pemerintah yang kemudian datang kepadanya dan mengeluh, “Para atasan itu sangat gila, mereka memberikan mandat-mandat birokratis yang tidak relevan kepada kita yang dapat mencampuri dan mengganggu kerja kita. Ini buruk dan tak menyenangkan sama sekali. Mereka semua adalah segerombolan orang aneh yang haus kekuasaan. Tak satupun yang mereka perintahkan mempunyai hubungan dengan pekerjaan yang kita lakukan.” Beberapa bulan kemudian, C.S. Lewis menjumpai orang ini lagi dan menanyakan kepadanya bagaimana keadaannya setelah itu. Orang ini mengatakan, “Oh, saya mendapat promosi kenaikan jabatan. Semuanya baik-baik saja sekarang.”

Hal-hal seperti itu adalah keseluruhan bagian terbesar dari masyarakat kita yang akan merintih dan banyak mengeluh serta mengomel tentang struktur kekuasaan jika mereka tidak sedang berada pada posisi atas pada struktur ini, tetapi solusi yang mereka lakukan adalah dengan cara merangkak terus memanjati jalan naik mereka untuk bisa berada pada posisi paling atas. Sama sekali bukan dengan cara memperbaiki atau merubah adanya relasi kekuasaan ini. Saya pikir itulah yang sedang kita hadapi dan kita lawan. Mereka-mereka ini adalah orang-orang yang

selalu bersikap baik-baik saja dan patuh pada indoktrinasi yang terjadi di sekolah-sekolah umum serta pada bentuk-bentuk formalitas lain yang membuat orang untuk terus berpikir serta bertingkah laku sesuai jalan atau cara-cara yang telah diakui dan diperbolehkan secara sepihak oleh kekuasaan.

DJ : Ada banyak cara bagaimana peradaban ini membuat kita untuk tetap berada dalam satu garis barisan. Beberapa tahun yang lalu saya sedang berada di sebuah bandara udara, dan seorang pihak sekuriti atau keamanan, wanita, memasukkan tangannya ke dalam celana pendek saya. Saya menanyakan tentang apa yang sedang dia kerjakan. Dia merespon, “ Ini demi keamanan anda serta keamanan orang-orang yang lain.” Saya berkata, “Anda memasukkan tangan anda ke dalam celana saya tidak akan membuat seseorangpun lebih aman.” Dia berkata, “Penerbangan adalah sebuah hak istimewa (privilege), bukanlah sebuah hak keadilan (right). Jika anda tidak menyukai ini, tetaplah tinggal di rumah.” Saya mulai untuk menyangkalnya, dan kemudian dia bergerak memberi isyarat kepada seorang polisi di dekat situ. Saya sedang mempunyai jadwal penerbangan yang harus saya kejar, sehingga saya harus menentukan pilihan: saya bisa saja membikin suatu kegaduhan atas perlakuan tersebut, atau persetan dengan semuanya asal saya bisa keluar dari Austin, Texas. Akhirnya saya terbang keluar dari Austin, Texas.

KA : Begitulah bagaimana semua ini akan berjalan. Para pemilik kartu atau kupon-kupon makanan dipaksa untuk memberikan informasi yang sebenarnya tidak mereka inginkan untuk diberikan—informasi yang tidak relevan atau tidak ada hubungannya dengan proses penukaran kupon tersebut—dan jika mereka berkeras untuk menolak, maka akan dikatakan pada mereka, “Kupon-kupon makanan adalah program sukarela. Jika anda tidak menginginkan untuk memberikan informasi, jangan menggunakannya.” Kenapa anda harus meratapi tentang keharusan untuk memberikan nomor jaminan sosial milik anda untuk bisa mendapatkan sebuah telepon selular? Ya jangan memakai telepon selular. Tak seorangpun yang menodongkan senjata pada kepala anda dan memaksa anda untuk membuat sambungan telepon. Tetapi apa anda memperhatikan bagaimana susahnya kemudian untuk menemukan sebuah telepon pra-bayar (pay-phone) akhir-akhir ini?

DJ : Jadi ya jangan menelepon. Menelepon adalah sebuah hak istimewa (privilege), bukanlah sebuah hak keadilan (right).

KA : Okay, jadi saya sama sekali tidak akan menelepon, saya sama sekali tidak akan mendapatkan perawatan kesehatan, saya tidak akan pergi ke toko untuk mendapatkan bahan makanan saya, saya tidak akan bepergian.

Begitulah bagaimana sistem bekerja. Kemanapun anda pergi anda harus tunduk dan patuh atau mengorbankan kemampuan anda untuk melakukan X. Dan terkadang kemampuan anda untuk melakukan X tersebut adalah sangat kritis dan penting sekali, seperti kemampuan anda untuk membeli makanan. Ke sanalah kita akan menuju.

Keseluruhan hal tentang makanan ini menarik. Saya ingin mengatakan pada anda tentang sebuah prediksi atau perkiraan yang pernah saya buat beberapa tahun ke belakang mengenai kartu atau kupon-kupon klub makanan tersebut. Saya mengatakan bahwa pada beberapa titik akan ada sebuah kelangkaan pada suplai persediaan makanan, dan mereka yang berada pada kekuasaan akan menggunakan kesempatan ini untuk memberikan mandat atau memerintahkan suatu sistem untuk mencatat semua pembelian atau pembelanjaan makanan di negara ini. Beginilah saya katakan bagaimana kemudian semuanya akan diputar atau dimainkan. Akan ada banyak penyakit atau ancaman racun pada persediaan makanan. Pada titik tersebut, kupon-kupon pembelian makanan akan dikeluarkan dan diperkenalkan sebagai juru selamat.

DJ : Bagaimana?

KA : Orang-orang yang telah “mendaftarkan” permintaan pembelian mereka atas item atau jenis makanan X yang sudah bebas racun dengan cara memindai sebuah kupon pembelian akan dinotifikasi dan kemudian bisa mendapatkan barang pembelian mereka keluar dari lemari penyimpanan makanan atau peti es untuk kemudian dapat digunakan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri beserta anak-anak mereka. Kemungkinan akan ada sejumlah besar profile atau riwayat kasus atas banyak orang yang mati, baik disebabkan mereka tidak menggunakan sebuah kartu atau kupon sehingga mereka membeli atau berbelanja makanan yang tidak berada di dalam database, atau—mainkan biola anda di sini—disebabkan mereka telah berbelanja di satu toko yang tidak memiliki sebuah kartu atau kupon, dan sehingga mereka tidak memiliki opsi atau pilihan untuk mendaftarkan terlebih dahulu pembelian makanan mereka. Dan bukankah peradaban kita ini memang semuanya sebenarnya adalah tentang pilihan ini, kita akan katakan. Masyarakat berada pada posisi belas-kasihan dari toko-toko yang kadaluarsa yang tidak memiliki segala infrastruktur untuk melaksanakan aturan baru tentang kupon-kupon pembelian tersebut, sehingga kita membutuhkan dukungan dana dari dewan perwakilan rakyat untuk membantu melengkapi semua toko ini dengan teknologi penyelamat- kehidupan tersebut. Dan tentu saja pertama-tama ini akan bersifat opsional. Dan dibiayai sepenuhnya oleh para pembayar pajak.

Segera setelah orang-orang dapat menggunakan program sukarela ini, mereka yang menolaknya akan mulai diserang dengan stigma sebagai orang tua yang buruk. Apa? Anda membeli makanan dan tidak mendaftarkannya di pusat data (recall database)? Anak anda bisa mati! Ketika 90 persen masyarakat berpartisipasi (dan omong- omong, lebih dari 75 persen orang-orang sekarang ini berpartisipasi mengikuti program-program registrasi atau pendaftaran pembelian makanan di toko-toko grosir) anda secara mudah bisa katakan bahwa mereka yang 10 persen yang tidak berpartisipasi telah menempatkan anak-anak mereka pada posisi yang sangat berresiko. Mereka sangatlah tidak Amerika. Mereka tidak memiliki kepedulian. Ini berarti kita membutuhkan hukum yang mengatakan, “Anda tidak akan dapat membeli makanan kecuali anda mengidentifikasi diri anda sendiri. Kami ingin mengetahui apa yang anda makan. Kami ingin mengetahui siapakah diri anda. Kami ingin mengetahui di mana anda tinggal serta bagaimana untuk dapat mengkontak atau menghubungi anda.” Membeli makanan secara anonimous, tanpa identitas, akan menjadi sebuah kejahatan atau tindakan kriminal.

Begitulah prediksi saya.

Kemudian beberapa hari kemarin saya mendapatkan panggilan telepon dari seorang reporter AP (Associated Press) yang mengatakan, ”Kami telah mendengar bahwa anda melakukan perlawanan menentang adanya kartu-kartu loyalitas yang dikeluarkan oleh supermarket (supermarket loyalty cards). Tetapi bagaimana anda dapat berargumen melawan penggunaan kartu-kartu tersebut untuk menarik kembali daging-daging sapi yang telah terinfeksi penyakit sapi gila?” Ini berkenaan dengan adanya sebuah penundaan kasus hukum di Seattle yang secara persisnya adalah—sebuah keluarga menggugat satu rantai grosir bahan makanan besar yang mengatakan bahwa mereka harus menggunakan database kartu pembelian yang sering dilakukan untuk dapat menarik kembali produk mereka. Jadi begitulah ini telah dimulai.

Jawaban saya? Saya mengatakan pada reporter tersebut hal yang sama yang pernah saya katakan tentang skenario yang terjadi pada kasus penculikan atau perampasan bayi-bayi: Mereka-mereka yang ada pada kekuasaan menciptakan kekacauan ini, dan kemudian mereka mengharapkan kita untuk menyerahkan privasi kita untuk “memecahkan” masalah ini. Kenapa harus ada penyakit sapi gila di negeri ini? Jenis praktek-praktek apakah yang dikerjakan di dalam pabrik-pabrik peternakan yang mengarah pada produksi daging sapi yang mengandung racun dan penyakit? Kenapa saya harus menyerahkan kemampuan saya untuk mendapatkan makanan secara anonimus sehingga mereka dapat melanjutkan praktek-praktek perindustrian mereka yang mengerikan ini? Jika saya tidak turut berpartisipasi mengatasi kekacauan yang mereka perbuat dengan sesuatu cara saya distigmakan menjadi tidak Amerika (un-American), tidak patriotis, tidak suka menolong, tidak sesuatu.

Okay, baiklah, saya tidak masalah dengan mereka yang meregistrasi atau mendaftarkan setiap potong apapun yang saya makan. Dan senyampang mereka mengerjakan ini, mereka dapat juga melekatkan sebuah kamera di kamar tidur saya. Bukankah saya tidak memiliki sesuatupun untuk saya sembunyikan?

Anda melihat hal ini berulang kali lagi dan lagi dan lagi.

Ingat satu artikel yang pernah saya sebutkan tentang para pendukung hak privasi yang dikatakan mempunyai kawan-kawan orang-orang yang asing, dimana dengan suatu cara kita sedang bersatu dan berserikat dengan para kriminal? Siapakah para kriminal yang sebenar-benarnya di luar sana hari ini? Jika anda ingin berbicara tentang para kriminal, mari kita bicara tentang orang-orang serta organisasi-organisasi yang sedang kita lawan dan kita hadapi ini.

DJ : Mari kita pergi kembali ke awal mula semua ini dikedepankan.

KA : Untuk menyimpulkan semua ini, dimana kita sedang dihadapkan dengan tanpa perubahan yang drastis adalah kontrol yang menghisap secara total, di bawah kekuasaan otoritarian yang terpusat secara ekstrim yang mungkin saja akan menjadi global. Itulah titik akhirnya jika kita semua tidak berhati-hati. Dan kita sekarang memilki peralatan-peralatan teknologi yang tersedia untuk dapat mencari serta mengamati dimana saja ada kekuatan bagi kekuasaan tersebut.

DJ : Kita tidak memilikinya, sebenarnya.

KA : Kita sebagai individual saja mungkin tidak, tetapi sebagai satu spesies kita telah menciptakan kekuatan yang besar dan bukan main banyaknya. Dan ketika kekuatan tersebut telah tercipta, orang-orang jahat bertendensi untuk dapat mencarinya untuk lebih lanjut dapat mewujudkan tujuan-tujuan mereka yaitu menumpuk serta menimbun kekayaan dan mengontrol orang-orang yang lain. Untuk dapat memahami sirine panggilan kekuasaan, renungkan tentang sebuah cincin di dalam Lord of the Rings. Sekali ketika cincin tersebut berada di luar sana, isyarat yang diberikannya sangatlah menarik dan tak tertahankan. Cincin Ini bisa saja begitu memaksa sehingga bahkan orang-orang yang baik pun harus waspada dan menjauh darinya untuk menjaga agar tidak berubah menjadi jahat dan rusak.

Tetapi kita dapat terus melawan penyalahgunaan kekuasaan yang kejam ini dan merubah sistem yang ada. Ini secara pasti telah dan sedang dilakukan sebelumnya. Di sepanjang sejarah masyarakat dan banyak orang-orang telah secara periodik merebut dan merenggut lepas kekuasaan dari tangan orang-orang yang jahat untuk dapat mengembalikan tatanan masyarakat mereka pada jalur kemanusiaan yang sebenarnya.