NOA TTAVIP
TAVIP
Presiden Sukarno Politbiro CCPKI
D.N. Aidit
TELUK TONKIN
- Agam Wispi
PRAHA
HR. Bandaharo
BINYG MNAMRAH
BINTANG MERAH
Madjalah teori dan politik Marxisme-Leninisme Dewan Redaksi : Njoto, Sudisman, P. Pardede, B.O. Hutapea
POLITIK POLITBIRO CC PKI: Dengan semangat Agustus '45, 3
| bersatu dibawah bendera Revolusi! | hal. | |
|---|---|---|
| D. N. AIDIT: Madju terus dengan semangat Banteng | (TAVIP) Merah melaksanakan TAVIP! | hal. 48 hal. 49 |
| AGAM WISPI: Berita dari Teluk Tonkin | hal. 50 | |
| HR. BANDAHARO: Praha | hal. 51 | |
| BUKU BARU | hal. 56 |
PRESIDEN SUKARNO: Tahun "Vivere Pericoloso" hal. 5 POLITBIRO CC PKI: Peladjari dan Propagandakan pidato Tavip!
KEBUDAJAAN
DARI REDAKSI
17 Agustus 1964. Republik Indonesia memasuki tahun ke- 20nja dan Manipol tahun ke-6nja. Makaitulah Bintang Merah nomor ini nomor istimewa, nomor TAVIP. Dalam nomor ini, pertama-tama, jang kita sadjikan jalah amanat 17 Agustus 1964 Presiden Sukarno Tahun Vivere Pericoloso" (TAVIP). Kemudian menjusul Statement 17 Agustus 1964 Politbiro CC PKI dan Instruksi Politbiro CCPKI ten- tang TAVIP. Pada tanggal 19 Agustus 1964, Ketua CC PKI, Kawan D.N. Aidit, mengutjapkan pidato pada peringatan Hari Proklanasi 17 Agustus 1964, jang diselenggarakan oleh Comite PKI Djakarta, dikantor CC PKI, dan jang dihadiri oleh para kader PKI di Djakarta. Singkatan pidato itu kita sadjikan pula dalam nomor ini. Dengan demikian memadailah kiranja pemuatan bahan² disekitar 17 Agustus 1964. Agresi Amerika Serikat terhadap Republik Demokrasi Viet- nam pada tanggal 4 Agustus 1964 di Teluk Tonkin telah me- rangsang Kawan Agam Wispi untuk menggubah Berita dari Teluk Tonkin. Achirnja, dalam ruangan Kebudajaan pula kita sadjikan sadjak HR Bandaharo Praha.
DENGAN SEMANGAT AGUSTUS '45, BERSATU DIBAWAH BENDERA REVOLUSI!
Dengan 17 Agustus kali ini kita memasuki tahun ke-20 Republik dan tahun ke-6 Manipol. Tjukuplah sudah pengalaman kita perdapat, tjukuplah sudah pahit- getir perdjuangan kita rasakan. Ini tidak berarti bahwa perdjuangan tidak akan menuntut lagi penderitaan dan pengorbanan. Sebaliknja! Tetapi ini harus menjedarkan kita bahwa kita tidak boleh lagi ,,main experimen", main tjoba²", tetapi harus ber-sungguh² menempuh djalan keluar sedjati bagi masalah² Revolusi kita. Ini berarti bahwa kita harus meninggalkan ,main tambalsulam" dan harus berani menempuh djalan revolusioner sedjati, djalan Manipol konsekwen. Situasi sekarang, nasional maupun internasional, sangat menguntungkan ofensif Manipolis. Belum pernah imperialisme dunia jang dikepalai oleh AS begitu terdjepit seperti sekarang. Terutama Komunike Bersama Johnson-Tengku membikin AS dikutuk tudjuh turunan oleh Rakjat² Malaja-Singapura, Kaitara dan Indonesia. Agresi biadabnja baru² ini terhadap RDV meresmikan kedudukan dan nasib historis imperialisme AS sebagai musuh nomor satu dan terbesar dari Rakjat² sedunia, termasuk Rakjat Indonesia. Di Amerika Latin AS baru² ini melakukan tindakan² agresi lagi terhadap Kuba, dan di Afrika terhadap Konggo. Di Indonesia baik kaum imperialis Inggris maupun AS melakukan subversi dan inter- vensinja dengan bantuan kaum kontra-revolusioner dalamnegeri. Tetapi semua kekalapan ini hanja mentjambuk aksi² anti-AS sedunia untuk mentjapai puntjak² baru, seperti a.l. perdjuangan bersendjata di Vene- zuela dan Columbia, di Konggo dan Anggola, di Vietnam dan Korea, dll. Dalamnegeri situasi djuga sangat menguntungkan Rakjat dan sangat merugikan musuh² Rakjat, sangat menguntungkan kaum Manipolis dan sangat merugikan kaum Manipolis-munafik. Persatuan nasional berpo- roskan Nasakom bertambah kokoh, kebangkitan sokoguru² Revolusi jaitu kaum buruh dan kaum tani menggelombang pasang, Demokrasi Ter- pimpin sebagai sistim lengkap dengan sistim kepartaiannja ternjata tahan- udji dihadapan serangan² liar kaum munafik, dan Front Nasional sebagai penghimpun segenap kekuatan revolusioner makin terkonsolidasi. Hanja dibidang ekonomi masih terdapat kemerosotan, jang terutama disebabkan oleh — djuga akibat kegiatan kaum munafik — penjelewengan² baru dari Dekon. Djuga disebabkan oleh tidak dilaksanakannja landre- form setjara konsekwen.
Asal sadja kita setia kepada tjita² Revolusi Agustus, djadi setia kepada sumber kita sendiri, maka tak ada alasan bahwa kita akan gagal, malahan sebaliknja, segala alasan mempertandakan bahwa kita bisa, pasti dan akan menang. Setia kepada tjita² Revolusi Agustus berarti: Dibidang politik setia kepada UUD '45, kepada Manipol dan semua pedoman pelaksanaannja, dan chusus dibidang politik luarnegeri kepada Konferensi Bandung, Membangun Dunia Kembali" dan keputusan² MMAA II. Dibidang ekonomi setia kepada Amanat Pembangunan Presiden", kepada Pola Pembangunan Nasional Semesta Berentjana ta- hap I dan kepada Dekon. Djuga dibidang militer dan kultur kita harus setia kepada Program Umum Revolusi jaitu Manipol. Kesetiaan inilah tempattegak kita — dibawah bendera revolusi! Kita harus menegakkan azas patriotik kita bebas dibidang politik, berdiri diatas kaki sendiri dibidang ekonomi, dan berkepribadian dibidang kebudajaan — inilah semangat Banteng! Kobarkan terus perdjuangan menunaikan tugas revolusi nasional kita mengganjang imperialisme dunia jang dikepalai oleh AS beserta projek neo-kolonial mereka Malaysia"!- Kobarkan terus perdjuangan menunaikan tugas revolusi demokratis kita mengganjang sisa²-feodalisme jaitu tudjuh setan desa jang mengung- kung Indonesia dalam keterbelakangan! Hajo ganjang dan ringkus kaum subversif asing dengan kakitangannja kaum kontra-revolusioner dalamnegeri! Dengan semangat Agustus '45, bersatu dibawah bendera revolusi! Djakarta, 16 Agustus 1964. Politbiro CC PKI
TAHUN ,,VIVERE PERICOLOSO"
(TAVIP) /Presiden Sukarno Saudara-saudara sekalian! an-djawab tentang hasil-kerdja Pemerintah, - sekarangpun ti-Hari ini 17 Agustus 1964. dak, meski saja sendirilah seka-Tiap 17 Agustus mempunjai rang Kepala Pemerintah itu, Per- arti-pentingnja sendiri, signifi- dana Menteri Pemerintah Repu- cance-nja sendiri jang chusus. blik Indonesia. Diantara bulan² jang duabelas Saja tidak berkata, bahwa ha- itu, Agustus adalah jang terke- sil-kerdja Pemerintah itu tidak ramat bagi kita. Amerika dan setjara berkala harus diberitahu-Perantjis mengkeramatkan bulan kan kepada Rakjat, - sama-se-Djulinja, Tiongkok dan Sovjet- kali tidak! —, tetapi saja berpen-Unie bulan Oktobernja, - kita dapat, bahwa kita lebih baik mengkeramatkan bulan Agustus, mempergunakan mimbar lain un- bulan Proklamasi. Dan seirama tuk itu, daripada podium seka- dengan gemuruhnja ombak-se- rang ini, jaitu misalnja mimbar djarah, maka tiap² 17 Agustus MPRS, mimbar DPR-GR, mim- mempunjai tjiri-chasnja sendiri, bar Dewan Pertimbangan Agung, gemanja sendiri, arti-pentingnja atau mimbarnja rapat²-dinas, dan sendiri. sebagainja, 17 Agustus 1945 saja memba-Podium sekarang ini, podium tjakan Proklamasi Kemerdekaan. 17 Agustus, bagi saja adalah Po-Kemudian daripada itu, delapan- dium Rakjat, Podium Revolusi, belas kali 17 Àgustus saja telab Podium Perdjoangan, - Podium memberikan ,amanat-tahunan". Kiprah-Tekadnja Bangsa! Po-Sekarang, 17 Agustus 1964, buat dium ini saja pergunakan seba- kesembilanbelas kalinja saja mem. gaitempat-pertanggungan-dja- berikan ,,amanat-tahunan" itu. wab atas djalannja Perdjoangan Seialu saja memberikan ama-Bangsa sebagai satu keseluruhan. nat tentang Revolusi Indonesia, Podium ini saja pergunakan se- tentang perdjoangan Rakjat In- bagai tempat dialoog Sukarno- donesia, bahkan memberikan pribadi dengan Sukarno Pemim- gambaran tentang perdjoangan pin Besar Revolusi, tempat dia-Ummat Manusia! loognja Sukarno-Pemimpin Be-Saja memang dengan sengadja sar Revolusi dengan Rakjat In- tidak memberikan pertanggung-
jang ber-Revolusi, tetapi djuga donesia jang ber-Revolusi. Bahkan saja berkata: inilah berdialoog dengan seluruh Ummat Manusia jang djuga dalam podium tempat dialoog Kita de-Revolusi. Bagaimana djalannja ngan Kita, tempat dialoognja 103 Revolusi kita ini? Bagaimana ma-Cjuta Rakjat dengan Revolusi. Kita semua harus memberi per-dju-mundurnja Revolusi kita ini? Bagaimana gatuknja" derap- tanggungan-djawab!: Kita se- iramanja Revolusi kita ini de- mua!, ~ baik Pemerintah, maupun lembaga2-Negara, maupun ngan derapmu, hai Ummat Manusia diseluruh muka bumi? Dan golongan²-karya, maupun per-selalu, dalam memberikan ,,stock- seorangan², — kita semua, si Da- opname" jang demikian itu, hati dap, si Waru, si Suta, si Naja. saja ber-gantia terharu-gembira si Tuminem, si Fatimah, - apa- danterharu-sedih, ber-ganti² lagi saja, jang oleh kamu semua telah ditundjuk mendjadi Pe-mongkok-senang dan mengkeret- mimpin Besar Revolusi! Tetapi ketjewa, - mongkok-kagum dalam melihat titik2-gemilang da- saja tandaskan sekali lagi: Kita lam djalannja Revolusi kita ini. semua bertanggung-djawab, kita mengkeret-ketjewa dan kadang² semua, ja engkau situkang betja. ja engkau sibadju militer, ja eng-mengkeret-tjemas kalau melihat kau situan pegawai, ja engkau penjeléwéngan² jang dapat mem- sikaum buruh, ja engkau sikaum bahajakan djalannja Revolusi ki- tani, ja engkau si mBok Kromo ta itu. Pendek-kata saja selalu memberikan balans dari Revolusi diléréng gunung. ja engkau, terutama sekali engkau!, jang kita itu, pasang-surutnja dan menjebut dírimu pemímpin Rak-pasang-naiknja, dentam-madju- jat. nja dan geram-deritanja Revolu- sí kita itu. Sebab, djangan lupa: Revolusi Pada tiap 17 Agustus saja me- kita masih terus berdjalan, dan bukan sadja berdjalan, tetapi ha-ngadjak saudara² menoleh kebe rus bertumbuh, dalam arti peng-lakang sedjenak. Lihat! Hai sau- luasan, bertumbuh dalam arti pe-dara²! Lihat! Peristiwa² dibela- mekaran konsepsia, sesuai dengan kang kita ini, peristiwa² dimasa tuntutan zaman, sesuai dengan jang lampau, merupakan pela- tuntutan Amanat Penderitaan djaran bagi kita semua, peladjar-Rakjat, sesuai dengan tuntutan an agar djalannja Revolusi dapat The Universal Revolution of dipertjepat, peladjaran agar jang Man. pahit-getir tidak diulangi lagi. Karena itulah, maka tiap kali Dan selandjutnja djuga selalu saja bezdiri diatas Podium 17 saja lantas mengadjak Rakjat Agustus ini, saja bukan sadja ber-untuk melihat kemuka: selalu saja lantasmemberikan djurusan, dialoog dengan Rakjat Indonesia
memberikan arah, memberikanAdakah sedjarah pernah ber- direction selandjuinja, dalamhenti? Revolusi Indonesia pun menghadapi masalah² jang akanberdjalan terus. Revolusi Indo- datang. nesia tidak akan berhenti. Impe-Peladjaran dari pengalaman rialisme akan hantjur-lebur, an- jang sudah, dan djurusan untuk djing dan serigala akan bung- jang dimuka, dua hal itu adalah kem, tetap Revolusi Indonesia penting-maha-penting dalam Re akan berdjalan terus, dan akan volusi jang sedang berdjalan, menang! Di Djokjakarta, ditahun Revolusi jang pada hakekatnja'48, tatkala imperialisme sedang adalah satu perdjalanan, satu menggempur Republik Indonesia, proces, satu gerak. Apalagi bagi di Djokjakarta ditahun 1948 itu. satu Revolusi jang sedang dike-dibawah sinar kelip²nja sebuah pung seperti Revolusi kita seka-lilin, saja pernah menulis, bahwa rang ini, satu Revolusi jang hen-Revolusi Indonesia adalah ,,ra- dak dihantjurkan orang, satu Re-zende inspiratie van de Indoné- volusi jang harus mempertahan-sische geschiedenis", inspirasi kan kepalanja diatas samudera dentam-berdentam-gegap-gempi- subversi dan intervensi dari fi-ta daripada Sedjarah Indonesia hak imperialis dan kolonialis, siapakah dapat mematikan satu Revolusi jang harus menje-Sedjarah, siapakah dapat mema-Jamatkan badannja dan djiwanja tikan Revolusi Indonesia, inspi- dari serangan² jang maha-dahsjat rasi dentam-berdentam-gegap-dari segala djurusan, dari gempita daripada Sedjarah itu? luar, dari dalam, dari kanan, dari Ja, kuulangi: Revolusi Indone- kiri, dari atas, dari bawah. Ke-sia berdjalan terus, dan Revolusi adaan jang demikian itu kita ala-Indonesia akan menang. Tetapi mi, udjian demikian itu kita lalui! toh, kita harus waspadal Kita Gempuran imperialis ber-tubi2. harus tahu apa jang kita perbuat. andjinga dan serigala² sekeliling Dengan memindjam perkataan kita menggonggong dan menga-Thomas Carlyle, kita harus wijs auk-auk! Tapi Revolusi Indonesiavan tevoren". Karena itu kita harus berdjalan terus, dan me-harus mengambil peladjaran dari mang berdjalan terus! Gempuran pengalaman² jang telah sudah, imperialis kita lajani, gonggong-menetapkan arah dan djurusan an andjing dan serigala tidak bagi masa jang akan datang. Pe- kita réwés. Kita tidak takut apa²! ngalaman² jang telah sudah, ba-Djanganpun gonggongan andjing. gaimana pahit dan getirnja pun, suaranja gelédék dari angkasa harus memberi inspirasi kepada tidak membuat berdiri sehelaipun kita untuk menetapkan arah-jang bulu-roma kita! tetar, djurusan- -tepat, bagt Ja! Sedjarah berdjalan terus. masa jang akan datang. Tidak
menundukkan sungai Yang Tse se-kal² pengalaman pahit boleh Kiang dengan rasa romantik mematahkan kitapunja hati. Pe-Dan tiada Revolusi dapat mem- ngalaman pahit harus mendjad bangun setjara hebat, kalau den- tjambuk, — malahan inspirasi ka- tamnja pembangunan itu tidak taku tadi!, untuk mengadakan dirasakan oleh Rakjatnja seba- koreksi dan untuk menetapkan gai romantik. Revolusi adalah djalan jang tepat, dan madju terus rantai kedjadian² memukul dan diatas djalan jang tepat itu! dipukul, rantai kedjadian² meng-Tahukah saudara², bahwa saja gempur dan digempur, rantai ke anggap serangan militer Belanda diadian mendjebol dan memba- jang pertama dan serangan mili- agun. Memukul dan dipukul, ter Belanda jang kedua atas tu- menggempur dan digempur, men. buhnja Republik Indonesia dulu djebol dan membangun, per- itu sebagai Romantiknja Revolusi? Itupun saja tuliskan dalam ganti²an ini harus dirasakan se- tahun '48.bagai irama romantiknja Revo-Tiada Revolusi dapat benar² lusi. Dengarkanlah apa jang saja bergelora, kalau Rakjatnja tidak tulis dalam tahun 1948 itu, wak mendjalankan Revolusi itu de-tu Djokjakarta dikepung musuh: ngan anggapan Romantik. Tiada Negara Indonesia dalam ba-Revolusi dapat mempertahankanhaja. Memang bahaja ini adalah djiwanja, djikalau Rakjatnja ti-satu fase, satu tingkat, dalam dak bisa menerima serangan mu-'usaha kita mendirikan satu ne- suh sebagai romantiknja Revo-gara jang merdeka. Djustru oleb lusi, dan menangkis seraagan karena proklamasi kemerdekaan musuh dan menghantam hantjur- kita adalah satu kedjadian jang lebur kepada musuh itu sebagatidak konstitutionil, djustru oleh romantiknja Revolusi. Tiada Re-karena tindakan kita memerdeka- volusi dapat tetap bertegak ke kan Indonesia adalah satu tin- pala, djikalau Rakjatnja tidak se- dakan jang revolusioner, maka dia mendjalankan korbanan² jangtidak boleh tidak Negara Indo. perlu, dengan tegak kepala pula, nesia harus melalui satu fase bahkan dengan mulut bersenjum. dalam bahája". Tidakkah selalu karena menganggap korbanan saja sitirkan utjapan, bahwa ta' itu romantiknja Revolusi. Dan- pernah sesuatu kelas melepaskan ton pergi keguillotine dengan ra- kedudukannja jang berlebih de- sa romantik, Rizal pergi ketem. ngan sukarela? Revolusi bu- pat eksekusi dengan rasa romantik, pedjoang² Rusia menggempur kanlah sekedar satu kedjadian" belaka, bukanlah sekedar satu musuh di Stalingrad dengan rasa romantik, Rakjat R.R.T. dalam gebeurtenis". Revoiusi adalah djumlah ber-djuta² sebagai semut satu proces, Puluhan tahun ka-
dang². berdjalan proces itu. ~berikan dan segala pukulan jang Pasang-naik dan pasang-surut kita terima, adalah iramanja per- akan kita alami ber-ganti². pa-djoanigan, iramanja Revolusi. sang-naik pasang-surut itulah Memukul, - hajo berdjalan te- jang dinamakan iramanie Revo ras! Dipukul, ~ hajo berdjalan lusi. Tetapi gelora samudera ti-terus!" Dentamnja Revolusi, jang dak berhenti, gelora samudera kadang² berkumandang pekik- berdjalan terus!" sorak, kadang² bersuara djerit-Iramanja Revolusi! Iramanja pedih, sebagai satu keseluruhan Revolusi! Ja, anggapan inilah kita dengarkan sebagai satu nja. jang membawa saja kepada ang. njian, satu simfoni, satu gita, lak- sana dentumnja gelombang sa gapan Romantiknja Revolusi Romantiknja perdjoangan saja mudera jang bergelora pukul-me pribadi pula. Tetapi terutama se-mukul membanting dipantai, kita kali romantiknja perdjoangan na-dengarkan sebagai satu gita ke- sional, romantiknja perdjoangan pada Tuhan jang amat dahsjat ummat-manusia dalam the Uni-Rasa romantik-perdjoangan a- versal Revolution of Man, ro-dalah sumber kekuatan abadi mantiknja tiap² perdjoangan be-daripada Perdjoangan. Oerkracht sar jang revolusioner. Mahabe-daripada perdjoangan! Kalau ti. sarlah Tuhan jang telah memberi-dak ada rasa romantik-perdjo- kan rasa romantiknja-perdjoang-angan itu, sudah lama kita re- an itu kepada saja, tatkala saja muk-redam, sudah lama kita se sebagai pemuda, dengan physik perti tjatjing-mati ter-indjak.? duduk diatas tikar, dibawah si-Apa jang tidak kita alami sudah nar kelip²nja lampu tjempor, me-sekali lagi: apa jang tidak kita ngadakan dialoog mental dialam alami sudah,- en toh kita masih luar-djasmani dengan pedjoang²-berdiri tegak, en toh kita masih besar pelbagai bangsa,. dengan belalak mata, bahkan kita makin ahli²-pikir segala bangsa jang kuat, makin sentausa, makin he- mengemudikan djalannja sedja. bat derap-langkah kita mengge- rah. Maka sesudah saja, sebagai tarkan bumi? Aksi militer Belan- hasil dialoog mental itu, mentja- da kesatu?; aksi militer Belanda pai kejakinan bahwa tiada per- kedua?: pengchianatan P.R.R.I.?; djoangan besar dapat terseleng- pengchianatan Permesta?; penje- gara tanpa rasa romantiknja per-léwéngana jang disengadja untuk djoangan, maka saja tidak ber- mendjatuhkan demokrasi terpim- henti² mentransferkan rasa ro- pin?; sabotase internasional oleh mantik-perdjoangan itu kepada kaum imperialis?; subversi dan Rakjat Indonesia. Segala pasang- intervensi jang litjin tapi ber-tu- naik dan pasang-surutnja perdjo. bi²?; kepungan terang²an dengan angan, segala pukulan jang kita
basis² militer imperialis?; sabo-jang hebat tetapi tidak lurus-li- tase ekonomis jang amat lihay tjin sebagai Boulevard Champs sekali?; pemasangan bénténg im-Elysées dikota Paris, atau News. ky Prospect dikota Leningrad. perialis jang bernama Malaysia" Pengertian dan kepertjajaan dus: dengan anték imperialis jang ber- bahwa Revolusi adalah satu pro- nama Tengku Abdul Rachman? héhé semua itu kita anggap ces pandjang jang dinamis (arti- nja: bergerak), dengan segala sebagai bag:an sadja daripada iramanja Revolusi, semua itu kita pukul dan dipukulnja, tetapi terus naik, (inilah dialektika), satu terima dengan rasa romantiknja Revolusí, - semua itu kita ga-proces pandjang jang harus di- djalankan terus-menerus dengan njang dengan romantiknja Revo- ulet dan tekad ,ever onward, no lusi. retreat". Karena romantik inilah, kita Saja tandaskan sekarang seka. tidak remuk; karena romantik li lagi: dus: Revolusi minta tiga inilah, kita makin kuat; karena sjarat mutlak: romantik, dinamik, romantik inilah, kita malahan dialektik. Romantik, dinamik, dan berderap terus, Ja Romantik Per- dialektik jang bukan sadja ber- djoangan, oerkracht (sumber sarang didada pemimpin, teta. abadi) dari kekuatan Perdjoang pi romantik, dinamik. dialek- an, oerkracht dari ketahanan Per- tikjans menggelora diselu- djoangan, oerkracht dari kekuat- ruh hatinja Rakjat, roman an idil, oerkracht dari kekuatan tik, dinamik dan dialektik jang batin! Oerkracht jang memberi- mengelektrisir sekudjur badannja kan kcijintaan kepada semua ke-Rakjat dari Sabang sampai Me- pahlawanan, oerkracht jang mem- rauke. Tanpa romantik jang me- bangkitkan kepcitjajaan kepada ngeiektrisir seluruh Rakjat itu, diri sendiri, oerkracht jang mem-Revolusi ta' akan tahan. Tanpa berikan pengertiau kepada per- dinamik jang laksana mengkran. lunja dinamikanja dan dialekti- djingankan seiuruh Rakjat itu, kanja Revolusi. Oerkracht jang Revolusi akan mandek ditengah memberikan kepertjajaan bahwa djalan, Tanpa dialektik jang ber-Revolusi bergerak-terus dan ha- sambung kepada angan² selurub rus bergerak-terus, dan bahwa Rakjat itu, Rakjat ta' akan ber-Revolusi bergeraknja terus itu satu dengan rising demandsnja melalui djalan pukul dan dipukul Revolusi, dan Revolusi akan pe- gempur dan digempur, djalan pa lan² ambles dalam padang-pasir, sang dan djalan surut, djalan so. nja kemasa-bodohan, seperti ka- rak dan djalan djerit, djalan la dang² ada sungai ambles-hilang rus dan djalan liku, djalan turun dalam gurun²-pasir sebelum ia kemudian naik, turun, tetapi ke. mentjapai samudera lautan. mudian naik, naik, naikl Djalan
Karena itu maka kita harus telah mengganjang ber-kali² per. memasukkar: tomantik, dinamik tjobaan² kaum imperialis itul dan dialektik Revolusi itu dalam Dan sekarang, Revolusi Indo dada kita semua, kita pertumbuh. nesia jang ta' dapat mereka ga- kan, kita gerakkan, kita gem njang itu, telah mendjadilah satu bléngkan daiam dada kita semua realitas bagi mereka, satu kenja. sampai ke-puntjak²nja kemampu. taan jang ta' dapat mereka pung an kita, agar Revolusi kita dan kiri atau mereka hapus. Revolusi Revolusi Ummat Manusia dapat Indonesia telah mendjadi satu bergerak'terus, menghantam dan fait accompli bagi lawan dan bagi nembangun terus, mendobrak se-kawan, satu fait accompli bagi gala rintangan jang direntjana-dunia, satu gunung-karang-sa- kan dan dipasangkan oleh pihak rang-petir di-tengah² samudera- imperialis dan kolonialis. perdjoangan Ummat Manusia Adakah revolusi tanpa tiga sja-untuk mendirikan satu Dunia Baru tanpa exploitation de rat-mutlak itu tadi? Ada! Tetapi l'homme par l'homme" dan tanpa revolusi jang tanpa romantik, di- ,exploitation de nation par na. namik; dialektik massal, revolusi tion". jang hanja didorong oleh impuls perseorangan, ambisi pribadi dari Apa sebabnja? Karena seka. se-orang², atau rasa-sakit-hati-rang Revolusi Indonesia sedjak pribadi sebagai dinamik dari ke-1959 telah kembali mendjadi satu kuatan, - revolusi jang demikian Revolusi Rakjat jang berroman- itu hanjalah merupakan sekadar tik, berdinamik, berdialektik. Itu revolusi istána" sadja, satu lah sebabnja Revolusi Indonesia palace-revolution", jang seka-sekarang mendjadi gunung-karang muntjul, besok sudah hilang rang-sarang-petir" bagi perdjo- kembali. Revolusi jang demikian angan ummat Indonesia dan um. itulah jang sering ditunggangi mat manusia diseluruh muka bu- oleh kaum imperialis! Revolusi mi. jang demikian itulah jang sering Ja, pernah kita melepaskan ro. dibuat oleh kaum imperialis, de- mantik itu. Pernah kita melepas. ngan mengadakan ,coup", pem- kan dinamik itu, Pernah kita me- bunuhan pemimpin, dan lain se- lepaskan dialektik itu. Waktu bagaaja. Djuga di ludonesia ka- itu ialah sebelum tahun 1959. Pa. um imperialis kadang² mentjobs da waktu itu pemimpin² kita ba- hendak mengadakan revolusi njak jang kena tjekokan liberal. jang demikian itu, dengan mak-Pada waktu itu banjak pemim- sud hendak mematikan Revolusi kita! Tetapi kita selalu waspadal pin² kita njeléweng. Pada waktu Rakjat Indonesia alhamdulillah itu banjak partais kita pada gila. selalu waspadal Rakjat Indonesia an. Pada waktu itu banjak pemu-
ka kita jang keblinger dengan lama makin djauh op drift, naktn ilmu² á la Rotterdam atau à la lama. makin kléjar-kléjor, makin Harvard. Pada waktu itu banjak lama makin tanpa arah, bahkan makin lama makin masuk lagi berkelujuran zg. pemimpin²" dalam lumpurnja muara ,,exploi- jang dalam tubuhnja tidak ada satu tétés darahpun revolusioner. tation de l'homme par l'homme" Pada waktu itu terdjadilah pem. dan ,,exploitation de nation par berontakan² jang mendurhakai nation". Dan Sedjarah akan me. Revolusi. Pada waktu itu Roman-nulis: disana, antara benua Asia tiknja Revolusi, Dinamiknja Re-dan benua Australia, antara La- volusi, Dialektiknja Revolusi se-utan Teduh dan Lautan Indonesia, adalah hidup satu bangsa, perti dikentuti oleh pemimpin²" sematjam itu. Djadinja? Revolusi jang mula² mentjoba untuk hidup kembali sebagai Bangsa, achirnja Indonesia mendjadi satu revolusi kembali mendjadi satu kuli dian- jang oleh seorang Belanda dina- tara bangsa², — kembali mendja- makan ,,revolutie op drift", arti- ¿i een natie van koelies, en een nja ,revolusi jang kintir kekanan dan kekiri". koelie onder de natjes". Sungguh Maha Besarlah Tuhan, jang Saja pada waktu itu tjemas membuat kita sadar kembali, se- sekali. Tjemas sekali! Tetapi belum kasip". Alhamdulillah, sebelum kasip, Demíkian kataku pada 17 kita banting setir", kearah dja-Agustus tahun jang lalu. lan Revolusi jang asli. Stop ke-Ja, memang benar sebelum ta. gila²an! Stop penjéléwéngan! hun 1959 Revolusi-kita pernah Kembali ke Undang² Dasar '45! embali keromantika. dinamika. op drift". Pernah kléjar-kléjor. dialektika Revolusi! Kembali ke-Pernah kintir tanpa arah. Pernah keblinger puter². pada Amanat Penderitaan Rakjat! Kembalil Kembali! Ini Ma-Dan itu karena apa? Karena nipol! obor perdjalananmu! Ini banjak pemimpin kita, - malah USDEK!, tunggak ingatanmu! terutama sekali pemimpin² jang Bajangkan kalau umpama ti-memakai titel mr, atau dr, atau dak lekas² kita banting-setirl ir lho! tidak mengarti arti da-Bajangkan kalau tidak lekas² ripada Revolusi Modern dalam kita kembalikan Rakjat kepadabagian kedua dari abad ke-XX. romantik, dinamik, dialektiknjajaitu zamannja imperialisme mo-Revolusi! Bentjana tentu ta' akan dern dan kapitalisme monopool. Merdeka, pemimpin-pemimpinitu, ada batasnja! Kehantjuran Revo- mengira bahwa revolusi hanjalah: lusi diambang pintu! Saja pada merebut kemerdekaan, menjusun waktu itu berkata dalam pidato Pemerintah Nasional, mengganti 17 Agustus tahun jang lalu: pegawai asing dengan pegawai Barangkali kita akan makin 12:
bangsa sendiri, dan seterusnja: me par l'homme dan exploitation de nation par nation! Bagaimana menjusun segala sesuatunja me-Revolusi jang demikian ini mau nurut tjontoh² Barat jang tertulis dimandekkan dengan kata bahwa dalam merekapunja textbooks, ,revolusi sudah selesai"? Bagai-Malah kita ditjekoki oleh pemim- mana Revolusi demikian ini da. pin² sematjam itu, bahwa ,revo- pat didjalankan-terus tanpa ro. lusi sudah selesai", dan bahwa mantik, tanpa dinamik, tanpa di- ,kolonialisme-imperialisme sudah alektik? mati"! Nah, apa jang saja tjeritakar Revolusi sudah selesai", — ka diatas ini adalah pengalaman be ta mereka itu! Dengan itu, maka berapa tahun jang lalu: hampir romantiknja Revolusi hendak di- sadja kita keblinger samasekali matikan. Dinamiknja Revolusi hampir² sadja kita ,op drift" sa- hendak dimatikan. Pada hal kita masekali, hampir² sadja kita ma- harus berkata: Kobar²kanlah te- ti-kutu samasekali, kalau kita rus romantiknja Revolusi, sam- tidak lekas² banting setir kedja- pai Amanat Penderitaan Rakjat lan-benar kembali -, dan dengan terlaksana!/ Gempa²kanlah terus itu memberi kembali kepada Re- ¿inamiknja Revolusi, sampai volusi Indonesia iapunja Roman-Amanat Penderitaan Rakjat ter- tik, iapunja Dinamik, iapunja laksana! Tarikkan keatas terus, Dialektik. ledakkan keatas terus, lebih ting-Dengan korreksi banting-setir gi lagi, lebih tinggi lagi, dialek- itu, kita kembali beri kepada Re tiknja Revolusi, sampai terlaksa. volusi Indonesia iapunja djurus- na Amanat Penderitaan Rakjat an, iapunja arah, iapunja Direc. Indonesia dan Amanat Penderi- .tion. taan Rakjat seluruh dunia, sesuai Karena itulah maka pada per- dengan tuntutan zaman! Marilah mulaan pidato ini saja bitjara kita semua sadar, bahwa Revo- tentang pengalamandimasa jang lusi kita adalah satu Revolution lampau, dan djurusan untuk masa of Rising Demands"! jang akan datang. Sebagai Pe. Revolusi kita bukan sekadar mimpin Besar Revolusi, saja per- mengusir Pemerintah Belanda gunakanlah Podium 17 Agustus dari Indonesia. Revolusi kita me- ini sebagai Podium jang utama. nudju lebih djauh lagi daripada Saudara²! Tahun ini adalah itu. Revolusi Indonesia menudju tahun 1964. Hari ini adalah 17 tiga kerangka jang sudah terke-Agustus 1964. Menangkapkah nal. Revolusi Indonesia menudju saudara simbolik dari 17 Agus- kepada Sosialisme! Revolusi In. tus 1964 ini? Menangkapkah. donesia menudju kepada Dunia saudara²? Baru tanpa exploitation de l'hom-
Ja, aku masih ingat dengan se-Ingat! 17 Agustus 1959 saja djelas²nja situasi pada waktu mempidatokan Manipol! Dus 17 expulsion stage"nja Manipol Agustus 1964 adalah genap lima itu. Djiwa bangsa Indonesia keti- tahun umurnja Manipol! 17 Agus- ka itu, kataku tempohari, seperti tus sekarang ini adalah Pantja ter-kojak², ter-belah², ter-robek². Warsanja Manipol! Aku katakan didalam penemuan Pantja Warsa! Selama lima ta. kembali Revolusi kita" jang hun ini Manipol itu digembleng kemudian diterima oleh segenap olch hantaman²nja palugodam bangsa Indonesia, oleh partai²- sedjarah. Dan oleh karena badja politiknja, oleh organisasi²-mas-Manipol itu bukan badja semba- sanja, oleh Angkatan Bersendja- rangan badja, maka djauh dari- tanja, oleh aparat Negara selu- pada patah, djauh daripada han- ruhnja, oleh tokoh² dan putera²- tjur, Manipol itu malahan ter- nja jang terkemuka, ja, oleh bukti tahan-udji se-tahan²nja,- segenap Bangsa Indonesia, seba- ja. Manipol terbukti badja gem. gai Manipol/Garis Besar Haluan blengan dari kwalitet jang se-Negara/Program Umum Revo- tinggi²uja! lusi Indonesia-aku katakan: Aku masih ingat dengan se- segala kegagalan², segala kese- djelas²nja akan situasi gawat ta- ratan². segala kematjetan² dalam nah air kita ketika Manipol lahir. usaha² kita jang kita alami da-Ja, »lahir" aku katakan, karena lam periode survival dan invest- sesungguhnja, seperti hainja Pan- ment itu, tidak se-mata disebab- tjasila itu bukan tjiptaanku pri. kan oleh kekurangan² atau keto- badi melainkan aku sekedar lolan² jang inhaerent melekat ke- menggalinja dari buminja Ibu pada bangsa Indonesia sendiri, Pratiwi -, demikianpun Manipo .tidak disebabkan oleh karena itu bukan tjiptaanku pribadí, bangsa Indonesia memang bang-Manipol lahir dari kandungannja sa jang tolol, atau bangsa jang Ibu Sedjarah. Sedjarahlah ibunja bodoh, atau bangsa jang tidak Manipol djabangbajinja, sedang. mampu apa²-tidak!, segala kan Rakjat Indonesia jang pro- kegagalan, keseratan, kematjetan gresif-revolusioner adalah bidan. itu pada pokoknja adalah dise- nja. Adapun Sukarno? Sukarno babkan oleh karena kita, senga- paling² bidan-kepala, paling² dja atau tidak sengadja, sedar ,hoofdverpleger", dan sekalipun atau tidak sedar, telah menjelé- kelahiran itu kelahiran jang susah wéng dari Djiwa, dari Dasar, pajah, sekalipun kelahiran itu ha-dari Tudjuan Revolusi!". rus melalui tangverlossing, tetapi Maka dengan Manipol itulah sjukur alhamdulillah kelahiran itu aku dan kita sekalian, kataku selamat, dan bajínja seg=r-bugar tadi, membanting setir, menjeru- sehat-walafiat.
ngai² di Amerika Selatan dan me kan stop! stopi kepada segala pe- njusuri pantai² di Oseania. njeléwéngan, dan menetapkan te- kad untuk, melangsungkan Re-Sekarang tak perlu lagi kita mem-buang2erergi memperde- volusi pada ril jang seharusnja, serta melangsungkan Revolusi itu batkan apakah Manipol itu benar terus, terus, terus sampai pada atau salah, baik atau buruk, me- achirnja, terus sampai kemenang-nguntungkan atau merugikan an jang se-penuh²nja, jaitu suatu Memang, sekalipun majoritet ter-Indonesia Baru, suatu Indonesia besar dari Rakjat kita serta-mer- ta mendukung Manipol, tetapi jang adil dan makmur, suatu In- pada waktu lahirnja, Manipol ki- donesia jang Sosialis, tjiptaan ta- ta masih mengalami édjékan ngan dan otak Bangsa lndonesia tjertjaan², tjelaan², bahkan ma- sendiri. ki²an. Saja masib membiarkan Inilah sebabnjā ketika aku me- maklumkan Manipol aku kata-keadaan itu sampai setahun la- kän, ja, aku katakan dengan pan-manja: ketika suratkabar² oposisi-kanan masih saja tolerir. keti. dangan-kemuka jang kumiliki ketika itu, bahwa ,,1959 menduduki ka partai² oposisi-kanan masib tempat jang istimewa dalan se-saja biarkan sambil saja amati, saja íkuti, saja awasi. Tetapi da.
djarah Revolusí kita..... 1959
sar mereka kaum reaksioner! Me- menduduki tempat jang istimewa reka mengira bahwa pembiaran dalam sedjarah Perdjoangan Na- saja itu tanda daripada keletiah.
sional kita, satu tempat jang
an. Lalu mereka makin lama má- unik!". kin tak bisa mengendalikan dirı Sekarang, siapa oranghja jang lagi, makin gila²an sa'kersa²nja tidäk terpengaruh oleh pengaruh. Terompet mereka, jaitu pers ku- nja Manipoll Kalau ia progresii. ning, me-raung² se-suka²nja, ber- siapa orangnja jang tidak diha. selangseling dengan ledakan ngati oleh hangatnja Manipol? granat dan tembakan pistol, ma-Dan kalau ia reaksioner, siapa lahan mitraljur, dari darat dan orangnja jang tidak basah-kujup. dari udara, jang ditudjukan ke- kebes² dan lari tunggang-lang- pada diri saja, tetapi jang sesung. gang oleh semprotannja Manipoli guhnja tertudju kepada demokra-Manipol bahkan tidak hanja si dan kemerdekaan itu sendiri. menggelorakan persada nusanta. Djangankan pertjobaan² jang di- ra Indonesia dari Sabang di Ba. perhitungkan kalau² saja kelim. ratlaut sampai Merauke diudjung pé" Degitu, sedangkan montjong Tenggara,- Manipol djuga meriam diarahkan ketempat saja, mempunjai kumandangnja dike- tetapi saja, berkat lindungan Tu- lima² benua dibola bumi:di-pung- han, tetap tenang. dan saja tolak gung² Himalaja sampai di-belan- apa jang harus ditolak. jaitu tara² Afrika, mendjeludjuri su-
reaksioner itu, maka aku mem- main fasiszan. Tetapi setahun se- sudah Manipol, jaitu ketika aku bajangkan bahwa kaum jang pro- gresif-kiri tentu semakin jakin memaparkan Djalannja Revolusi akan kebenaran Manipol, kaum Kita (Djarek), aku tegaskan bah. jang berdiri ditengah atau jang wa kita tidak boleh setengah² cleh orang Inggeris"disebut ,,mid. dan bahwa ,,berdasarkan moral revolusioner dan moralnja Revo. dle-of-the-roaders" bisa melihat kebenaran politikku, sedang ka- lusi, maka Penguasa wadjib meng- hantam membasmi tiap² kekuasa-um jang kanan tentu mendjadi an, asing maupun -tidak asing. tidak berani lagi untuk terangan pribumi ataupun tidak pribumi. memusuhi Manipol. Ja, tidak be- jang membahajakan keselamatan rani terang2an memusuhi Mani- atau berlangsungnja Revolusi. pol, karena takut kepada pen- djara, atau takut kepada Rakjat. Maka kunjatakanlah suara hat Dari sinilah asalmula muntjulnja Rakjat jang menuntut keadilan dan demokrasi, bahwa partai² re-Manipolis bermuka-dua: Mani- aksioner Masjumi dan P.S.I. ada-polis-munafik, Manipolis-palsu, lah terlarang, maka kuperintah-Manipolis-gadungan! Maka aku kan pulalah sedjumlah suratka-peringatkan didalam Djarek" bar kuning jang suka awur²an, itu: Salah satu tjiri daripada djuga terlarang. Tindakan² ini orang jang betul² revolusioner objektif memperkuat dan mem. ialah satunja kata dengan per- persehat Persatuan Nasional. buatan, satunja mulut dengan tindakan". Aku djelaskan djuga Dan djangan dikira bahwa ketika itu tentang ,tiga golong- manusia Sukarno ini manusia an-besar revolutionnaire krach- jang ,weruh sadurunging wina- rah". Djangan dikira Sukarno ten" jang Dewa² dari Kajang- memiliki ilmu gaib jang begini-anpun tidak bisa membantah ke- begitu! Tidak! Manakala aku me. njataan ini". dan bahwa dus ,.sa- menbundeling daripada tiga go- ramalkan hal ini atau hal itu, ra- malanku itu aku dasarkan pada longan-besar revolutionaire krach- pemahamanku atas hukum² ob. ten itu adalah keharusan dalam perdjoangan anti-imperialisme jektif sedjarah masjarakat. Ka- laupun ada ,,ilmu gaib" jang ku-dan kapitalisme". Aku waktu itu miliki, itu adalah karena aku ke-berkata: Kita tidak boleh men- nal Amanat Penderitaan Rakjatderita penjakit Islamo-phobi, atau karena aku kenal situasi, dan ka-Nationalisto-phobi, atau Komu- rena aku kenal ilmu jang kompe-nisto-phobi", dan ,,saja memban- tent jaitu Marxisme. Maka padating tulang mempersatukan se- waktu aku memerintahkan pela. mua tenaga revolusioner", ,,mem- angan partai² dan surat-kabar² banting tulang mempersatukan
semua tenaga NASAKOM!" aku tahu dasarnja munafík (aku Apakah ramalanku itu salah?tjukup sering bertemu dengan Tidakkah keunudian ternjata bah-orang² demikian) aku bertanja "va memang ada kaum jang mulut-didalam hati: Apa sebetulnja jang uja kumat-kumit dengan Manipolmembikin mereka begitu mem- tetapi prakteknja mensabot Ma-bandel dan berkepalabatu? Apa- nipol? Kaum jang mulutnja kumat-kah jang memberanikan mereka kumit dengan Pantjasila tetapimembikin penafsiran² jang se- praktek²nja mensabot Pantjasila? mau²nja atas pidato²ku? Apakah Kaum jang mulutnja kumat-kumit mereka mengira bahwa apa² jang dengan Nasakom tetapi praktek². mereka utjapkan didepan umum nja mensabot Nasakom? Dan ka-itu tidak sampai ketelingaku? lau aku mengetjam mereka itu, ti-Apakah mereka mengira aku tidaklah karena aku mengada-nga-dak membatja koran, tidak me- da, tidaklah karena aku mau ,,me-ngikuti siaran² Radio dan Tele- rusak persatuan", seperti jang visi? Apakah mereka mengira dituduhkan setengah orang ter-bahwa apabila mereka main bi- hadap diriku. Tidak! Djustru me-sik² dan pas-pis-pus dalam per- reka itulah jang merusak persa-temuan² jang konspiratif, tidak tuan, dan djustru tindakanku me-ada diantara jang diadjak kons- ngetjam mereka itulah menjela-pirasi itu jang setia kepada Pe- matkan persatuan! Sebab, persa-mimpin Besar Revolusi, dan me- tuan kita bukan persatuan asal laporkan segala sesuatunja kepa- persatuan, persatuan kita adalah da Pemimpin Besar Revolusi? persatuannja tenaga² revolusio-Aku tahu, sebelum aku meng- ner. Maka sungguh menggelikan utjapkan pidatoku jang sekarang bahwa ada orang² jang mengaku-ini, komplotan² itu sudah mem- nja ,,menjebarkan adjaran Su-bitjarakan seperti kaum impe- karno", tetapi mengandjurkan ha-rialis sudah membitjarakan nja ,,samenbundeling van alle apa gerangan jang akan dipida. krachten" sadja. Lihatlah! - bu-tokan oleh Sukarno siahli-dema- kan samenbundeling van alle gogi itu?". Ja, mereka mengédjék revolutionnaire krachten", tetapi aku sebagai ,,ahli-demagogi". Te. mereka sekadar mengatakan ,sa-tapi, dengan édjékannja itu me- menbundeling van alle krachten"! reka sebenarnja bukannja menipu orang lain,- mereka sebe-Jang dikorup ,hanja" perkataan revolusioner, artinja, jang diko-narnja menipu diri mereka sendiri! Mereka tidak pertjaja kepa- rup adalah djustru djiwa dari pa- da édjékan² mereka sendiri, ini da djiwa adjaran Revolusi! terang! Sebab kalau mereka per-Kadang² kalau aku duduk se- tjaja, kalau aku memang hanja orang diri, atau djuga kalau aku berhadapan dengan orang² jang seorang -,ahli-demagogi" sadja,
17.
Apa jang bisa aku katakan? kenapa kalían takut kepada pi-Aku hanja mau mengaiakan ini: dato2ku jang toh tjuma dema. kalian menghina Rakjat Indone- gogi"? Neen Meneer, kalian ta- sia, kalian meréméhkan kesedar- kut akan kebangkitannja massa an politik Rakjat Indonesial Se- jang tentu sadja beraksi atas an- bab, orang boleh mentjibirkan djuran²ku untuk ber-massa-aksi! bibir bahwa Revolusi Indonesia Kalian takut kepada Rakjat, se- belum menjelesaikan tugas ini bab kalau Rakjat tahu bahwa ka- atau belum merampungkan kewa- lian munafik, tentu kalian akan djiban itu, tetapi orang tidak bisa diganjang oleh Rakjat! meng-enak²kan diri, orang can Katakanlah aku .,ahli-dema. never draw comfort dari anggap- gogi", katakanlah aku ahli- an bahwa Rakjat Indonesia bisa fraseologi", tetapi jang pasti ia- ditundukkan! Di Amerika-Latip lah aku bukan ahli-pura². Su- kudéta jang satu bisa disusul oleh karno tidak pernah ,schijnheilig". kudéta jang lain, terkadang tan-Salah satu tuntutan bagi kaum pa ikut-sertanja samasekali Rak- revolusioner adalah sifat terus terang, sifat berani mengatakan jat dalam aksi² itu. Di Afrika pergolakan sekarang memang hebat, apa jang harus dikatakan, ,men- tetapi pergolakan itu boleh dibi. dumuk" apa jang harus ,,didu- lang baru mulai. Ditetangga kita muk", Inilah sebabnja aku seka. jang menjebut dirinja Malay. rang sinjalir terang²an adanja kaum jang plintat-plintut atau sia", boneka? imperialis masih plungkar-plungker dengan Mani. bisa menongkrongi singgasana kekuasaan. Tetapí-di Indonesia pol, kaum jang pertentang-per- -ini bukan menjombongkan diri ténténg dengan Manipol. Dan ada Rakjatnja sudah banjak ma- djuga kaum jang mau mengagul- agulkan" atau ,,melanggengkan kan garam perdjoangan, sudah djasanja", kaum jang ,membu-banjak berpengalaman, se-tidak². nja pengalamannja sudah sangat sungkan dada". Ja, memang ada lumajan, sedang tingkat kesedar- orang² jang kepalanja mendjadi an maupun tingkat keterorgani- besar, sangat besar sampai² ham: pir petjah, jang menjangka bahwa sasian kaum buruh dan kaum ta- nasib Indonesia ini .,ada didalam ninja amat tinggi. Apa sadja jang tidak sudah kita alami! Pengadil- tangannja", jang mengira Indo: nesia "tak bisa hidup tanpa me. an kolonial, bui kolonjal, poenale- reka". jang menganggap dirinja sanctie, tanah-pembuangan, tiang-Presdir" Republik, jang meng penggantungan? Sudah! Militeris- harap² ja, aku terang²an sa: me fasis? Sudah! Agresi² koloniali dja ,kalau Sukarno mati, biar Sudah! Intervensi dan subversi aku djadi Presiden atau Radja imperialis? Sudah! Kontra-revolusi? Sudah! Dan dalam melawan
Indonesia"....
kap jang tepat terhadap kawan segala kemaksiatan itu kita meng- dan terhadap lawan Revolusi; kombinasikanakal" dengan Kedua, Revolusi jang benar² okol", taktik² perdjoangan de-Revolusi bukanlah ,revolusi is- ngan penjusunan kekuatan, ker- tana" atau revolusi pemimpin," dja legal dengan kerdja illegal. melainkan Revolusi Rakjat; oleh perang gerilja dengan perang sebab itu, maka Revolusi tidak frontal, diplomasi dengan kon- boleh main atas" sadja, tetapi frontasi. Rakjat jang punja penga- harus didjalankan dari atas dan laman begini dibalik punggungnja, dari bawah; Rakjat gembléngan matjam ini tak Ketiga, Revolusi adalah simfo- mudah dikalakkan, Rakjat otot- ninja destruksi dan konstruksi, kawat-balung-wesi matjam ini simfoninja pendjebolan dan pem- tak bisa dikalahkan! Di Indone- bangunan, karena destruksi atau sia jang Rakjatnja adalah Rakjat pendjebolan sadja tanpa kon- badja-tempaan-badja-gembleng- struksi atau pembangunan adalah an ini, hanja usaha² jang pro- sama dengan anarchi, dan seba- gresif sadjalah jang bisa berhasil. liknja; konstruksi atau pemba-Sedang usaha², langkah² dan ngunan sadja tanpa destruksi aksi² jang bertentangan dengan atau pendjebolan berarti kompro- hukumnja sedjarah bukan sadja mi, reformisme; bisa gagal, tetapi pasti gagal.Keempat, Revolusi selalu punja Pasti gagal! Jo opo ora, Rék!tahap²nja; dalam hal Revolusi Pasti gagal! Kalau mau berenang kita: tahap nasional-demokratis dilautan, orang harus tahu hu- dan tahap Sosialis. tahap jang kumnja laut! Örang bisa bunuh pertama meretas djalan buat jang diri dengan menentang hukumnja kedua, tahap jang pertama harus laut, tetapi orang tidak bisa mem- dirampungkan dulu, tetapi sesu- bunuh hukumnja laut! Orang tak dah rampung harus ditingkatkan bisa membunuh hukum Sedjarah. kepada tahap jang kedua; ini-orang tak bisa membunuh hukumlah dialektik Revolusi; Revolusi! Kelima, Revolusi harus punja Apa hukum² Revolusi itu? Hu-Program jang djelas dan tepat, kum² Revolusi itu, ketjuali garis- seperti daiam Manipol kita meru- besar romantika, dinamika, dia- muskan dengan djelas dan tepat. lektika jang sudah kupaparkan
(A) Dasar/Tudjuan dan Kewa-
tadi, pada pokoknja adalah: djiban² Revolusi Indonesia; (B) Pertama, Revolusi mesti punja. Kekuatan² sosial Revolusi Indo. kawan dan punja lawan, dan l:e- nesia; (C) Sifat Revolusi Indone- kuatan² Revolusi harus tahu sia- sia; (D) Haridepan Revolusi In- pa kawan dan siapa lawan: ma- donesia; dan (E) Musuh² Revo- ka harus ditarik garis-pemisah lusi Indonesia. Dan seluruh ke- jang terang dan harus diambil si.
bidjaksanaan Revolusi harus setia njang si-12 sjaitan". Didalam Djarek aku mengganjang segala kepada Program itu; Keenam, Revolusi harus punja phobi²an dan sikap munafik. Didalam Resopim aku mengganjang sokoguru jang tepat dan punja sikap² jang méntjla-méntjlé. Di- pimpinan jang tepat, jang berpan. dalam Takem aku masih meng- dangan djauh-kemuka, jang kon- ganjang ,orang² jang dalam per- sekwen, jang sanggup melaksana-
kataan mengikuti.... akan teta-
kan tugas² Revolusi sampai pada pi dalam praktéknja bertentangan achirnja, dan Revolusi djuga ha-dengan Manipol-Usdek". Dan rus punja kader²nja jang tepat tahun jang lalu, didalam Gesuri pengertiannja dan tinggi sema-aku mengganjang lagi phobi²an ngatnja. disamping djuga sikap³ jang serba Demikianlah hukum² Revolusi. keblinger. Saja sendiri tak pernah ragu² Toh masih sadja ada orang bahwa Revolusi kita akan me- jang menuduh Sukarno ,memi- nang. Betapa saja akan ragu! Bu-hak". Sukarno pilih kasih". Su- kan sadja sesudah Manipol, bah-karno memihak? Memihak siapa? kan bukan sadja sesudah Prokla-Kalau terhadap imperialisme, feo- masi, tetapi sedjak aku masih mu-dalisme dan musuh² Revolusi da dan mentjeburkan diri keda-umumnja, ja!, memang Sukarno lam kantjah perdjoangan kemer-memihak, memang Sukarno pilih dekaan, sedjak detik itu aku tak kasib, jaitu memihak kepada Rak- pernah ragu². Malahan, aku men-jat dan memihak kepada Revo- tjeburkan diri kedalam kantjah lusi itu sendiri. Tidakkah per- perdjoangan itu karena aku tidak nah aku berkata, bahwa Re- ragu². Jaitu karena kejakinan!, volusi ta' mungkin uncommitted, kejakinan akan adilnja tjita² ke-artinja, bahwa Revolusi harus merdekaan nasional, kejakinan selalu committed, jaitu memihak? akan Sosialisme, kejakinan bah-Sekali lagilja!/Kalau terhadap im- wa tjita² Revolusi itu bisa, pasti perialisme, terhadap feodalisme, dan akan menang. terhadap musuh² Revolusi umum-Tetapi sudahbarang tentu ka-nja, memang aku pilih kasih, me- um peragu selalu sadja ada, se-mang aku memihak, karena ta' perti djuga kaum munafik selalu mungkin aku mengasihi imperia- sadja ada, dan seperti kaum chia-lisme dan feodalisme, ta' mung- nat selalu sadja ada. Inilah-sebab-kin aku mengeloni anték²impe- nja aku tak bosan²nja memper-rialismedan feodalisme,dan oleh ingatkan akan segala bahaja jang sebabitu,aku pilih kasih,dan ka setjara latent mengantjam Revo-sihkutertudju kepada Rakjat, ke- lusi kita. pada si Marhaen, si Sarinah, si Didalam Manipol aku mengga-Djelata, si Proletar, si kaum ,jang
hapan ke I dan chusus dibidang terhina dan lapar"." Aku dikatakan menguntungkan ekonomi lahirnja Dekon; Kelima, Pembangunan Angkat- salalisatu golongan sadja dari an- an Bersendjata jang bukan main tara keluarga besar nasional kita hebatnja. Angkatan Darat' kita ini? Djawabku disini djuga: Ja, aku menguntungkan salahsatu nggegirisi" kaum imperialis. Angkatan Laut kita megah dan golongan sadja, jaitu-golongan kuat. Angkatan Udara kita ta' revolusioner! Aku ini sahabatnja kaum Nasionalis, kaum Nasiona-ada tandingannja diseluruh Asia Tenggara. Angkatan Kepolisian lis jang revolusioner! Sahabatnja kita up-to-date. Kita ber-missiles kaum agama, kaum agama jang dan ber-rocket. Malahan kita se- revolusioner! Aku ini sahabatnja karang sudah bisa bikin kita' pu- kaum Komunis, karena kaum Ko- nja jet sendiri! munis adalah kaum jang revolu- ini kemenangan² kita didalam sioner. Malahan, seperti kukata- negeri. Apa kemenangan² kita kan beberapa waktu jang lalu di jang bersangkut-paut dengan luar Istora Senajan aku adalah sa- negeri? habatnja kaum jang paling revo-Pertama, Asian Games IV. lusioner! konfrontasi terhadap IOC, dan Ada baiknja rasanja karena jang terpenting: Ganefo I; di-tengah² kita masih ada kaum Kedua, MMAA II, dan disam- jang sinis, jang pesimis, jang fa-pingnja djuga KWAA, Sidang talis, jang defaitis untuk men-Eksekutii KPAA, Sidang Per- djumlahkan hasil²-perdjoangar siapan KIAA, dan FFAA III; kita jang pokok² sadja. Ketiga, pemupukan setiakawan Hasil² kita, kemenangan² kita A-A serta penggalangan keku- ~ sekali lagi-jang pokok² sa. atan New Emerging Forces; dja, adalah: Keempat, terbentuknja front Pertama, pembebasan Irian Ba. internasional jang luas anti-,,Ma- rat;jaysia", dan menggeloranja Dwi-Kedua, penumpasan kontra-re-kora. volusi bersendjata; Siapa jang berani mengatakan Ketiga, konsolidasi dan per-bahwa kemenangan² ini adalah kemenangan² jang ketjil? Siapa luasan persatuan nasional, anta. jang tidak bisa mengerti bahwa ra lain melalui Front Nasional, kemenangan² ini sedikit-banjak-
M.P.R.S., D.P.R.-G.R., D.P.A., dan lain² jang disusun atas dasar nja adalah kemenangan² jang pu.
nja ukuran sedjarah, jang histo- kegotong-rojongan nasional ber- ris? Siapa jang tidak mengerti poroskan NASAKOM; Keempat, Pola Pembangunan begitu, dia benar² adalah orang jang tolol! Nasional Semesta Berentjana ta-
Disamping pokok jang sajatet, kerevolusioneran! Misalnja: sebutkan tadi, masih banjak ke-semua orang tahu bahwa aku ini madjuan² lain jang djuga penting² penggemar senirupa, baik patung² sekali, tetapi jang terlalu banjak lukisana, maupun jang lain². Aku. lebih suka lukisan samudera jang untuk sajasebutkan semuanja, misalnja pentjabutan SOB, jang me-gelombangnja me-mukul² meng- nandakan bahwa kita kuat, ada-gebú², dari pada lukisan sawah nja UUPA-UUPBH, digantinja jang adem-ajem-tentrem, .kadyo Tjaturtunggal dengan Pantjatung-siniram banju waju sewindu la- wasé". Kalaupun sawah, aku pi- gal, digantinja Paran dengan Ko- trar, dan sebagainja dan sebagai-lih lukisan sawah jang padinja- nja. pun mengombak dan anginnja bertiup. Kalau aku pilih lukisan Saja perlu tekankan positifnja hasila kita ini, karena, tanpa me-portret, kupulih portret jang ada njedari hal ini, tak mungkin kita apinja, ada dajanja, ada greng- mengkonsolidasi dan mengem-seng-nja. Lihatlah Patung Sela- bangkan diri. Untuk mengkonso-mat Datang didepan Hotel Indo- nesia, lihatlah Patung Pembebas- lidasi harus ada jang dikonsoli- dasi, dan untuk mengembangkan an di Lapangan Banténg, lihatlah Patung Trikora (Pemanah) dide. harus ada jang dikembangkan. pan Istana Merdeka-semuanja Dan jang harus kita konsolidasi dan harus kita kembangkan itu dinamis, semuanja vital, semuanja laksana men-deru²! sesungguhnja ada! Hanja jang bodoh sadja jang tak tahu bahwa Jang aku harap adalah agar se- kita ini banjak madju, hanja jang mua fihak jang berdiskusi, ber- ndablek sadja jang tak mau tahu polemik dan berdebat itu mela- bahwa kita banjak madju. kukannja demi persatuan, bukan Achir² ini udara politik dine-demi perpetjahan, demi pelaksa- naan Manipol, bukan untuk pe- geri kita diliputi oleh diskusi ini njrimpungan Manipol. dan diskusi itu, polemik ini dan Pertama sekali ada polemik ten- polemik itu, perdebatan ini dan tang sistim pendidikan, jang ta- perdebatan itu. Apakah gedjala dinja dimulai dengan tuntutan ini baik atau buruk? Ia buruk kalau ia melemahkan persatuan na-meritul Menteri PDK dan mem- batalkan Pantjawardhana. Da- sional. Tetapi ia baik kalau ia lam sistim Demokrasi Terpimpin memperkuat persatuan nasional.. maka Presiden, jang djuga Per-Dasar aku ini memang orang dinamis! Aku tidak suka kepada dana Menteri mengangkat pem- ketenangaa jang beku dan mati, bantu²nja sendiri. Saja setudju. aku tidaksukakepadakeularkam-setudju sekali kepada social con- bangan, jang kusukai ialah dina-trol disamping social support dan mika, vitalitet, militansi, aktivi-social participation. Saja sebagal
terawan², ahli2, bahkan empu². penjambung lidah Rakjat bersedia mendengarkan pendapat² dan sa-jang bisa kita banggakan. Di RRT Ketua Mao Tse Tung ber- ran² Rakjat. Dan kalau memang ada diantara pembantu² saja jang sembojan ,,Biar seratus bunga anti-Manipolis atau Manipolis-mekar bersama". Disini aku ber- munafik, ataupun jang main-mata sembojan: Biar melati dan ma- dengan kaum kontra-revolusio-war dan kenanga dan tjempaka ner, kaum reaksioner, kaum pe-dan semua bunga mekar-bersama metjah-belah dan kaum kapitalis ditamansari Indonesia! Saja ka- birokrasi Menteri² atau djugatakan semua bunga, - bukan la-Menko² sematjam itu memang lang, bukan rumput-pahit, bukan patut diritul, dan insja 'Allah aku kemladéan, bukan ganggeng! Ada polemik tentang kebudaja- zonder ampun akan meritulnja. Tetapi tentang Menteri²/Menko* an. Tentang kebudajaan, pendi-jang Manipolis, tergantung kepa-rianku sudah djelas: Berantaslah da saja apakah mereka saja per-segala kebudajaan asing jang gila²an! Kembalilah kepada kebu- lukan sebagai pembantu atau tidak. Mengenai masalah pendi-dajaan sendiri. Kembalilah ke- dikan, saja sudah meminta DPA pada kepribadian sendiri. Ga- memberikan nasehatnja jang se-njanglah Manikebu, sebab Manikebu melemahkan Revolusi! suai dengan alam fíkiran saja. Kemudian ada polemik tentang Pantjawardhana memang sistim pendidikan jang telah saja restui. partai² politik: Memang didalam Manipol aku berbitjara tentang Adapun pengchususan² dalam melaksanakan sistim itu, ada.sjaitan multyparty system", tetapi tak pernah aku memusuhi pengchususan Pantjadarma, ada pengchususan Islam, ada peng-partai² politik-an sich, bukan sa- chususan Katolik, ada pengchu-dja karena aku tahu akan djasa susan Protestan, ada pengchusus-partai² politik itu sedjak sebelum an Buddha, ada pengchususan perang, malahan aku sendiri per-Hindu-Bali, ada pengchususan nah mendirikan partai politik, Pantjatjinta, dan sebagainja, hal pernah mendjadi pemimpin partai politik. Adalah partai² politik ini memang diperkenankan, asal itu pulalah jang ikut mempersiap- dasarnja dan isi-moralnja Pan-Tidak kan dan kemudian mengemban tjasila-Manipol-Usdek. Revolusi. Jang tidak aku sukai pertjuma bahwa lambang nasio- adalah partai² politik jang reak- nal kita Bhinneka Tunggal Ika! sioner, dan mereka itu sudah kita Aku ingin bahwa dari ke-bhine- bubarkan. Jang tidak aku sukai ka-tunggal-ikaan itu lahir ide², adalah djuga praktek² jang me- konsepsi², kreasi² jang hebat se- nunggangi partai² politik untuk hebat²nja, dan lahir pula putera², memperkaja diri atau untuk me- patriot², sardjana², seniman², sas-
lampiaskan ambisi² perseorangan perti kukatakan didalam Ma- jang lobatama. Dengan dibubar-nipol, jang harus diritul adalah kannja dua partai² politik reak-.semua alat² perdjoangan: badan sioner dan dengan tak dipenuhi-exekutif, jaitu Pemerintah, kepe- nja sjarat² Penpres 7 dan Perpres gawaian, dan lain sebagainja, 13/1959 oleh partai² lainnja, ma-vertikal dan horizontal, badan le- ka tinggallah 10 partai politik. gislatif, jaitu DPR; semua alat jang bukan sadja absah, tetapi kekuasaan Negara-Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkat- djuga didjamin hak-hidup dan hak-perwakilannja. Sudah tentu. an Udara, Polisi; alat² produksi kalau dikemudian hari diantara 10 dan alat² distribusi; organisasi² partai itu ada jang menjeléwéng. masjarakat-partai² politik, badan² sosial, badan² ekonomi". ada jang mendjadi anti-Manipol atau mendjadi Manipolis-muna. Partai² politik, seperti djuga DPR dan beberapa lainnja. su- fik, atau sudah parah penjakit dah diritul, tetapi rituling belum Presiden/Panglima phobi²nja, lagi selesai! Bukan sadja dita-Tertinggi tak akan ajal untuk hun 1959, tetapi sekarangpun djuga membubarkan partai jang saja berkata: djaga²lah se- demikian! Terhadap oknum² jang muanja akan díritul, semuanja lewat partai² politik menggendut- akan diordening' dan herorde- kan kantong sendiri akan diambil ning"! Sebab, rituling itu bu- tindakan jang tegas. Tetapí tidak kan sesuatu jang untuk didjalan hanja jang lewat partai² politik kan sekali pukul-djadi, bukan! sadjal Djuga jang menggendut-Rituling itu terus-menerus, tak kan kantong sendiri lewat djem. henti²nja dan takkan ada achir- batan²" lain, apakah PDN atau PN atau BPU atau departemen nja, kadang² rituling ketjil, ka- ini atau djawatan itu, djuga me-dang-kadang rituling bezar,kadang-kadang ritulingjang amat reka ini akan diambil tindakan besar. Kalau didalam Gesuri ku- tegas. Jang ber-ulang² saja tekan- katakan Revolusi adalah satu kan adalah penjederhanaan, bu- réntétan-pandjang dari satu kon- kan pembubaran partai². Sepert pernah saja njatakan melalui wa frontasi kelain konfrontasi", ma- kil PerdanaMenteri/Menter: ka bisa djuga kukatakan: Revo-Luar Negeri Subandrio, saja ber-lusi adalah satu réntétan-pandjang dari satu rituling kelain ri- pendapat partai² politik diperlu. kan untuk penjelesaian Revolusi. ling! Rituling² itu bukan kemau-Sudah tentu, partai² politik an subjektifku, melainkan kehen-Partai-par-daknja hukum Sedjarah dan hu. jang Pantjaslais! Manipolis-kum Revolusi. Aku pada saat inf tai politik jang sudah puas pada rituling penje-Usdekis! Partai2 politik jang NASAKOM.Se-derhanaan jang telah kuadakan bergelora
terhadap partai² politik. Jang ku-mutlak dari Revolusi Indonesia". minta adalah agar partai² politik,revolusi Indonesia tanpa land- itu, scperti kuandjurkan didepanreform adalah sama sadja dengan
Kongres Purwokerto PNI, me-.... omong-besar tanpa isi", dan
langsungkan kompetisi Manipo-.djangan hadapi dia (landre- lis! Siapa jang lebih banjak dan form) dengan Komunisto-phobi"? lebih baik berbuat untuk TanahKenapa? Kenapa? Kaum tani itu air dan Revolusi, siapa jang lebih objektif membutuhkan tanah ga- banjak dan lebih baik berbuatrapan, karena kalau tidak meng- untuk persatuan nasional revolu-garap, tidak mengolah tanah, me- sioner, siapa jang lebih konsek-reka bukan petani. Kaum tani itu wen mengerahkan massa Rakjat wataknja ,,ngukuhi" tanah gara- untuk mengganjang imperialisme, pan — sedumuk batuk senjari bu- kolonialisme, neo-kolonialisme mi. Kaum tani itu memang kaum dan feodalisme, ~ siapa jang jang sederhana, bersahadja, tetapi unggul dalam kompetisi manipo-orang akan ketjélé kalau mengira lis itu, dialah partai jang djempol. kaum tani kita itu ,,tukang nu-Lalu ada polemik tentang pe-rut" atau tukang nerimo" sá- laksanaan UUPA-UUPBH, teru-dja. Kaum tani adalah penghasil tama tentang aksef (aksi sefihak) pangan kita: beras, polowidjo, kaum tani. Terlebih dulu saja djagung, sajurmajur, bahkan dju- akan mendjawab pengritik² saja, ga daging, telur, buah²an, dan jang menganggap saja telah ber-lain. Tetapi kaum tani itu me- buat keterlaluan" dengan men-ngalami penghisapan dobel: peng- dudukkan kaum tani sebagai sa-hisapan dari feodalisme, dan lahsatu sokoguru revolusi, bersa-penghisapan dari kapitalisme. ma dengan kaum buruh. Tukang² Kalau kita mau membaharui In- kritik itu rupanja begitu terpisah-donesia, kalau kita mau memo- nja dari hidupnja kaum tani, se-dernisasi Indonesia, tak boleh ti- hingga tak tahu mereka apa jang dak kita harus memperhatikan mendjadi watak kaum tani itu. nasib kaum tani. Seperti kukata-Djarek mengetjam kan didalam Resopim: ,mengerti Kenapa orang² jang djiwanja memang Amanat Penderitaan Rakjat ber-objektif ingin menegakkan kapi-arti mempunjai orientasi jang te- talisme dan feodalisme"? Kenapapat terhadap Rakjat". Sudah di-Djarek menegaskan tanah tidak tahun 1927, perhatikan!: 1927! boleh mendjadi alat penghisapan" didalam artikelku didalam Su- dan menggariskan ,,tanah untuk luh Indonesia Muda" jang ber-tani! Tanah untuk mereka jang djudul Dimanakah tindjumu?". betul² menggarap tanah?" Kena-ketika membahas .,problim agra- pa Djarek itu menggariskan pula ris" dan .terdjadinja kepabrikan" landreform itu ,satu bagian jang (industrialisasi). maka kita per-
dilaksanakan di Djawa-Madura- tjaja, bahwa menurut hukum Bali. Untuk daerah² lain saja alam, kepabrikan itu pastilab masih bisa menunggu sampai 1 á datang". Sekarang saja tegaskan. 2 tahun lagi. Saja peringatkan bahwa sjarat untuk industriali- bahwa UUPA, djuga UUPBH sasi adalah dibebaskannja tenaga itu, adalah undanga progressif produktif didesa, dan ditingkat- bikinan kita sendiri! Saja tidak kannja dajabeli kaum tani, kare- mau mendengar édjékan se- na tani itulah achirnja ,pasaran" akan² ,Undang2 nasional itu di- bagi barang² hasil industri itu. adakan untuk tidak dilaksana-Inilah sebabnja didepan Deper- kan". Maka dari itu saja perin- nas pada 28 Agustus 1959, hanja tahkan kepada sekalian pedjabat 11 hari sesudah permakluman jang ada hubungannja dengan Manipol, saja katakan ,Didalam pelaksanaan UUPA untuk segera taraf pertama perlu kita perhati-mengadakan perundingan² de- kan masjarakat desa, karena desa ngan kaum tani. Seorang Hakim adalah landasan dari masjarakatdi Klaten baru² ini mengatakan: negara kita". Dan inilah pula se-Sadjaké Panitia Landreform iki babnja pada waktu pentjangkul- perlu dislentik". Djangan² nanti an pertama Gedung Pola 1960, kaum tani djuga menjlentik pe- jang saja komandokan adalah pedjabat² jang nguler-kambang! Se. laksanaan landreform! Saja tahukali lagi: UUPA harus segera bahwa sudah dilakukan usaha²selesai di Djawa-Madura-Bali, untuk melaksanakan landreform sedang untuk daerah² diluarnja itu, tetapi terus terang sadja: saja saja beri waktu -1 sampai 2 tahun belum puas! Banjak saja terimalagi. laporan² tentang keseratan², ke-Apalagi sekarang, kita sudah matjetan2, malahan tentang sabo-menegakkan azas berdiri diatas tase² terhadapnja. kaki sendiri dibidang pangan. Menteri Pertanian ketika itu malahan saja ingin jang kita ini sudah mendjandjikan waktu 3 se-tjepat²nja tidak lagi mengim- tahun buat Djawa-Madura-Bali. port beras. Ini bukannja tak ada dan 5 tahun buat daerah² diluar-konsekwensinja. Konśekwensinja ialah peningkatan produksi pa- nja. Sekarang kita sudah ditahur ke-4. Pendeknja, setiap usahs ngan, dan pemímpin² organisasi² untuk mendobrak kematjetan tani sudah mengatakan kepada saja setudjui, termasuk prakarsa saja, bahwa kalau UUPA dan Menter Kehakiman untuk mem-UUPBH dilaksanakan maka ter- bentuk Pengadilan² Landreform. tjiptalah sjarat² jang diperlukan Sebab, saja sudah tidak sranti. untuk peningkatan produksi pangan itu. Didalam APP' sudah saja sudah tak bisa menunggu làgi: UUPA harus segera selesai aku katakan: Sebagai manusia,
akan melaksanakan Keputusar petani djuga mempunjai harapan, MPRS tentang Otonomi tingka dan mempunjai pula rasa gem-III. bira dan rasa ketjewa. Kaum tan harus jakin bahwa dia bzkerdja Kepada jang biasa makan nasi untuk masadepannja". Sekarang 2 á 3 kali sehari saja serukan: saja berseru kepada kaum tuan Ubahlah menumu, tjampurlah tanah dan semua sadja jang pu-makananmu dengan djagung. nja tanah-lebih daripada jang di-tjantel, ketela-rambat, singkong, kerdjakannja sendiri, supaja me. ubi, dan lain². Hanja ini jang ku- reka djuga mempunjai sedikit pe-minta-mengubah menu, jang tidak akan merusak kesehatan- rasaan. Anak² kita bertempur menjabung njawa digaris depan mu. Bandingkanlah permintaanku ini dengan pesanku kepada pe mengganjang Malaysia, kaum muda-pemudi kita jang sekarang buruh dan pegawai² ketjl harus berada digaris depan untuk me- mengurangi makan beras, mbok kalian djuga berkorban sedikit njerahkan segenap raganja, dji- dengan mengadakan bagihasil ka perlu djuga segenap djiwanja. kepada urusan kemerdekaan, ke- panénan jang lebih baik buat penggarap, dan membagikan ta-pada pengganjangan neo-kolonia- nah-lebih kalian kepada pengga-lisme".,Malaysia". Nah, bagaimana sekarang de- rap, jang nota bene bukan dengan tjuma-tjuma, tetapi dengan ngan konfrontasi kita terhadap Malaysia" itu? Tidak bisa kita kompensasi jang harus dibajar oleh bapak-bapak dan ibu-ibu sekarang ini membitjarakan,Ma- tani. Negara kita tidak merampas laysia" tanpa membitjarakan si- tuasi di Asia Tenggara dan di- milik-tanah siapapun! Sedjengkal- seluruh Asia umumnja. Tidak pun tak ada jang dirampas ber- bisa, saja katakan, karena Asia dasarkan UUPA! Semuanja diba-Tenggara sekarang ini se-benar² jar! Djangan kita teperdaja oleb kampanje-bisik²nja kaum reaksio-nja sedang mendjadi pusat-té- léngnja kontradiksi² dunia. Kon. ner jang meugatakan. bahwa land- tradiksi antara Sosialisme dan reform itu ,menjempitkan pemi- kapitalisme terdapat dibagian likan tanah". Batjalah kembali dunia sebelah sini itu dalam ben-Djarek disana tegas kukata- tuk² jang tadjam. Djuga kontra- kan, bahwa ,,Landreform berart diksi antara kerdja dan kapita memperkuat dan memperluas pe- (arbeid en kapitaal). Kontradik. milikan tanah untuk seluruh Rak- si jang didalam Gesuri kunama. jat Indonesia terutama. kaum kan innerlijke conflicten" dari. tani". pada imperialisme dunia. Apalagi Saja setudju dengan gagasan kontradiksi antara bangsa jang mentjabut dan.membatalkan IGO baru merdeka, bangsa² terdjadjah dan IGOB, dan insja 'Allah saja
dahulu kala, ialah, bahwa siapa- dan setengah-terdjadjah, dengan pun, si a p a p u n. jang mela- imperialisme, - di Asia Tengga- wan'imperialisme adalah objektif ra sinilah kontradiksi itu paling seorang revolusioner. Dalam per- tadjam, Lagipula, kontradiksi ini, gerakan kemerdekaan kita ada jang penjelesaiannja berarti me- intelektuil² disamping kaum pro- motong garis-hidup imperialisme letar, ada elemén² ningrat disam- dunia, adolah kontradiksi jang ping kaum tani, tetapi selama me- paling genting, paling menentu- kan, didunia kita dewasa ini. reka melawan imperialisme, selama itu mereka revolusioner. De-Disampingku sekarang ini, tu- mikian djugalah gambaran di rut menjaksikan ulangtahuą Re-Asia ini seluruhnja, malahan dju- volusi Agustus (jang berarti pula ga di Afrika dan di Amerika La- menjaksikan tekad dan semangat tin. Demikianlah maka Kaisar revolusioner Rakjat Indonesia) Hailé Selasie bahu-membah: sahabat²ku: Kepala Negara Ke- dengan Madibo Keita dan Ben radjaan Kambodja Pangeran No-Bella, dengan Sekou Touré, de- rodom Sihanouk, dan Wakil dari ngan Nkrumah, dengan Jomo Perdana Menteri Republik Rak-Kenyata, dengan Gamal Abdel jat Demokrasi Korea Kim Il Nasser. Demikianlah maka Arbenz Sung. Perdana Menteri Kim ll Guzman bergandengan tangan Sung sendiri se-kunjung² ta' da- dengan Cheddy Jagan, dengan pat datang, karena gentingnja ke-Fidel Castro, - Bolivarnja abad adaan didaerah Utara kita ini. ke-XX inil Ja, demikianlah maka Tapi lihat: Tamu² -kami ini: Jang Sukarno mendjadi comrade in satu seorang Pangeran, jang satu arms"nja Ayub Khan dan Siri- seorang Marxis-Leninis. Biarlah mavo Bandaranaike, comrade in kaum imperialis melihat kepada armsnja Ne Win dan Macapagal, kami bertiga: jang seorang Pa. comrade in armsnja Ho Chi ngeran, jang seorang lagi Mar-Minh dan Mao Tse-Tung, com- xis-Leninis, jang seorang lagi pe. rade in armsnja Norodom Siha- rasan Nasakom, tetapi ke-tiga². nouk dan Kim Il Sung! nja patriot, ke-tiga²nja melawan Didepan pengadilan kolonial imperialisme! Adalah jang aneh di Bandung 34 tahun jang lalu disini? Tidak! Malahan seandai- saja katakan: Perebutan kekua- nja tidak ada imperialisme, ba- saan di Tiong'kok inilah kini men- rangkali kami bertiga ini tidak djadi njawa persaingan antara muntjul bersama dipodium seka- belorong² imperialisme itu, pere- rang ini. Ja, imperialisme ituieh butan kekuasaan di Tiongkok sesungguhnja jang melahirkan kini mendjadi pokok politik luar kami² ini, jang mendjadikan ka. negeri Djepang, Amerika dan mi² ini, jang membentuk kami² ini. Memang pendirianku sedjak Inggeris". Tidak sampai 20
katakan kepada Nj Prof. Ngu- tahun sedjak pidato saja itu, Tiongkok mendjadi bebas, mentjam-yen 'Thi Bint. dla: Front Pembe- basan Nasional Vietnam Selatan pakkan kekuasaan imperialis darı do'a saja, agar Rakjat Vietnam negerinja, dan Rakjat Tiongkok mendjadilah tuan atas rumah dan segera bersatu kembali dalam ke- nasibnja sendiri. Sekarang bukan merdekaan. Dan serangan Ameri- sadja Tiongkok Rakjat sudah ka atas Vietnam Utara sekarang membangun Sosialisme di Asia, inipun, kami kutuk dengan se-ke- ras²nja. Dan akupun mendoakan tetapi djuga Korea Rakjat dan Korea lekas bersatu kembali da- djuga Vietnam Rakjat, jang Ke- lam kemerdekaan. tua DPR"nja, Truong Chinh, Tetapi apakah dengan bebasnja wakilnja ,,Paman Ho", djuga ha. Irian Barat, Republik Indonesia dir dalam perajaan hari ini. Hari sudah aman dan bebás dari an- ini saja njatakan kepada seluruh tjaman² imperialis? Tidak, djauh dunia, bahwa tidak ada sjaitan, daripada itu! Malaysia" masih tidak ada djin, tidak ada demit jang bisa menghalangi Korea. dipasang", didepan pintu R.I., Malaysia" masih membentang Vietnam, Kambodja dan Indone- dimuka rumah Republik Indonesia bersahabat dan bersatu dalam sia, sebagai andjing-pendjaganja perdjalanannja menudju Dunia imperialisme. Pakta² militer jang Baru tanpa exploitation de l'hom- ada diseputar kita baru² ini pun me par l'homme! ikut² pula membitjarakan soal Korea, Vietnam dan Indonesia kita, tapi zonder seizin kita! Kita sama² membebaskan diri dari im- dikepung terang²an oleh kaum im. perialisme dibulan Agustus 1945. perialis dari segala djurusan! Kemudian ber-sama² pula kami. Tetapi kita tidak gentar, kita bertiga mengalami agresi² kolo- tidak takut! Memang, saudara², nial kaum imperialis, - Belanda di djangan gentar, djangan takut! Indonesia, Perantjis di Vietnam. Berdjalanlah terus, hantamlah te-Amerika di Korea. Tetapi kami rus, ganjanglah terus ,Malaysia" tak pernah gentar, kami tak sudi djual kepala. Karena itu kami be-itu meski ia ditolong dan diban- tu oleh sepuluh imperialis sekali- rikan perlawanan dimana kami harus berikan perlawanan. De-pun! Di Kambodja aku menjaksikan ngan perdjoangan jang prinsipiil sendiri bagaimana suatu negara dan konsekwen inilah maka Irian imperialis jang besar mentjoba Barat berhasil kita bebaskan ta- meng-gertak² Pemerintah Kam- hun jang lalu. Tetapi Irian Ba- bodja jang ketjil, dan melakukan rat"nja Korea dan Irian Barat" segala usaha untuk menunduk- nja Vietnam, jaitu bagian² Selatan kan Kambodja itu. Tetapi dasar mereka, kini belum lagi bebas. Pangeran kita ini Pangeran Pa-Beberapa waktu jang lalu saja
triot Besar: Beliaupun, seperti tive War" atau De Heimelijke kita, menerima tantangan impe-Oorlog", maka geriljawan² tani di Vietnam Selatan itu, terutama rialis itu dengan Ini dadaku di Delta. Mekong, jang .,mem- mana dadamu!" Beliaupun, se- persendjatai dengan sendjata² AS perti kita, menerima tantangan imperialisme itu dengan ,Go to jang paling modern dan dilatih, hell with your 'aid'!". se-tidak²nja setjara ta' langsung, oleh instruktor² AS, tergolonglah Di Laos kaum imperialis meng. indjak² Persetudjuan Djenewa pedjuang² gerilja jang paling berpengalaman didunia". Barang-dengan seenak perutnja sadja, se- akan² sudah ta' ada norma² lagi kali kaum imperialis boleh meng- dalam hubungan² internasional. hibur dirinja sendiri dengan ke- se-akan² sudah ta' ada lagi atur. njataan bahwa se-tidak²nja me- an², se-olah² ta' ada moral! Atau reka dikalahkan oleh bukan sem- barang gerilja, tetapi oleh gerilja- memang begitulah moral"nja wan² jang benar² djempolannja imperialisme! Saja berkata: Ha. geriljawan! nja kalau kaum imperialis meng Sekarang Amerika malah me- hentikan tjampur-tangannja di- njerang Vietnam Utara! Rakjat sana, hanja kalau mereka mena. Vietnam sudah barang tentu rik semua tentaranja dari sana akan melawan mati²an, sebagai- hanja kalau mereka menghormati mana mereka dulu melawan ma-Persetudjuan Djenewa, baru su- ti²an kepada serangan² imperia- atu Pemerintah jang benar² ne- tral, bersatu dan demokratis bisa lisme Perantjis. Simpati kita tan- dibentuk di Laos itu. Dan me-pa tédéng-aling² berada difihak mereka itu. Ta' habis²nja saja njambut usul Pangeran Soupha- katakan, bahwa tjampurtangan nouvoung: kalau perundingan di- luar negeri di Asia ta' akan da- antara tiga golongan Laos (kiri, pat memetjahkan persoalan² Asia. netralis dan kanan) mau dise Sukarno-Macapagal telah dengan lenggarakan di Djakarta, - si- labkan, kita akan senang! tegas mengatakan bahwa soal² Di Vietnam Selatan, nasib jang Asia harus diselesaikan oleh bangsa² Asia sendiri. Asian tempohari dialami oleh djendera Lattre de Tassigny kini rupanja problems to be solved by Asians themselves!" Sebaiknja semua ten. sedang menimpa djenderal² lain tara² asing di Asia itu harus ke- djenderal² dari negara jang lain tetapi jang nasibnja kiranja se luar sadja dari Asia, pulang ke- tali-tiga-wang. Menurut kores negerinja masing²! Sebab-musababnja kita hendak ponden perang berbangsa Aus mengganjang .Malaysia", sudah tralia jang terkenal, Wilfrec Burchett, jang bukunja baru² in, sering saja naparkan dimuka saja batja, berdjudul ,The Fur-umum. Peng-indjak²an Manila-
muran"nja kolonialisme, itu tan-Agreement oleh Tengku, kepalsu- danja kolonialisme tulen, itu bukan penjelidikan-Michelmore, ge- gabahnja U Thant atas dasa: tinja kolonialisme mentah² dan Michelmore itu, fait accompl: telandjang. Pe:lawanan di Malaja-Singa- proklamasi Malaysia" pada 1€ September 1963 sebelum .,penje pura hari ini belum hebat, bukan lidikan" selesai, dan lain² seba. karena Rakjat tak mau melawan, gainja, sudah tjukup luas saja pi tetapi karena mereka habis di- datokan di-mana². Tetapi jah tindas setjara bengis, kedjam, masih djuga ada fihak jang be. biadab oleh kaum kolonialis Ing- lum mengerti mengapa Republik geris dengan abdidalem²nja se-Indonesia as a matter of principle perti Tengku, seperti Razak, se- berkonfrontasi terhadap .,Malay. perti Kai Boh, seperti Gazali, dan sia" dan masih sadja ada jang lain² sebagainja. Laginja, kalau dengan tjara ini atau tjara itu hari ini perlawanan itu belum he- memberikan sokongannja kepada bat, siapa berani bilang bahwa neo-kolonialisme Malaysia" itu. besok dia tidak akan hebat? Li-Saja membatja misalnja baru² hatlah pedjoang2 Kalimantan ini lampiran salah satu badan Utara, jang sedjak Proklamasi 8 Desembernja tahun 1962 melaku-PBB, dan disana dikatakan ,per kan perdjoangan bersendjata jang capita income" dari penduduk bekerdja sama dengan sukarela-Malaysia" itu lebih tinggi" da. wan² Indonesia, dan jang benara ripada di Indonesia. Ber-matjam mengkalangkabutkan strategi dan memang tjaranja orang membatja taktik² militer Inggeris dan an- statistik! Kalau statistik PBB itu ték²nja. didjual kepada orang² jang bodoh Merdeka-tidaknja sesuatu ne- dan goblok, tentu sadja ia bisa la. geri, selain bisa dilihat dari ku. Tetapi kepada kita! Dikata- struktur ekonominja, dari politik kan: Penduduk" Malaysia"? dalam dan luar negerinja, dan se-Penduduk jang mana? Ja, pendu- bagainja, djuga bisa dilihat dar: duk jang mana? Penduduk pribu- mikah? Penduduk djelata Melaju-kwalitet penguasa²nja. Negeri jang diperintah oleh komprador kah? Berapa puluh prosen dari imperialis ta' mungkin negeri jang national income" itu jang ditja. merdeka! Ambillah misalnja Kong plok'oleh radja² Melaju dan ka- go. Kalau tempo hari kita pergi pitalis² Kuomintang, dan bebera- ke Konggo, dan kita lihat jang pa prosén sadja jang mendjad berkuasa disana Patrice Lumum. bagiannja Rakjat Melaju dje- ba. jang bukan sadja bukan kom- lata? Lagipula, kalau ada Ke- prador, tetapi seorang patriot makmuran" tetapi tidak ada ke- besar, maka itu sudah pertanda merdekaan dan tidak ada demo. Konggo merdeka. Tetapi kalau krasi, maka itu namanja ,,kemak-
risiko akan kehilangan se-gala². sekarang kita kesana dan fernja- nja, tidakkah lebih baik bagi Ing- ta Tsombé jang berkuasa, - se- geris untuk memahami perobah- bangsa dulu Kartalegawa atau an" dan pergolakan² jang sedang dr. Mansjur -, orang gila mana terdjadi dibagian dunia ini? Pe- mau pertjaja negerı itu merdeka? merintah Inggeris pernah berun-Tengku Abdulrachman adalah ding dengan Azahari. Alangkah tulen anték imperialis jang demi- baiknja apabila sekarang Peme- kian itulah. Anték imperialis, se- rntah Inggeris membuka lagi pe- perti baru² ini kunjatakan dide- rundingan dengan Azahari, dju- pan Kongres IPPI. Waduh sua- rubitjaraRakjat Kalimantan ranja, gelédék kalah dengan su-Utara itu! ara Tengku! Dengan angkuh ia Achirnja saja harus mengutjap- berkata: Malaysia is there to kan beberapa patah pula keala- stay, whether you like it or not. ma: pemerintah Amerika Serikat. Take it, or leave it!" (..Malaysia Ini diluar kemauan saja, dan sesudah ada, orang senang atau andainja tidak ada Komuniké tidak senang. Kalau senang, teri-Besama Johnson-Tengku, maka malah. Kalau tidak senang, biar- kata² saja ini ta'kan pernah saja kanlah"). Sama sombongnja de- utjapkan. Hasrat bersahabat ngan suara antéka jang lain. Ta- dari fihak Indonesia terhadap .. Se-baik² nasib anték, na-Amerika Serikat sudah djelas se- ibnja tidaklah lebih daripada nasib anték! Lupakah kita kepa-kali. Bahkan sesudah pertjobaan pendaratan Armada ke-VII ke da Syngman Rhee jang kemudi-Pakanbaru, bahkan sesudah pem- an dikorbankan" oleh tuan²nja? boman² oleh Alan Pope, bahkan Lupakah kita kepada Ngo Dien sesudah penghinaan² oleh Averey
Diem, jang kemudian direlakan"
Brundage, bahkan sesudah ting- oleh madjikan²nja? Untuk mema- kahlaku jang tak patut dari kai expresi Amerika: anték² itu Michelmore, Pemerintah Repu- seperti ,,paper tissues which one blík Indonesia,masih bersedia me- uses once and then throws maafkan kedjadian² itu. Tetapi away". ,,Dipakai satu kali sadja. seperti baru² ini diterangkan oleb kemudian dibuang lagi sebagai Wakil Perdana Menteri/Men- sampah". teri Luar Negeri Subandrié Kepada Pemerintah Inggeris soal hubungan RI-AS tidak se- ingin saja andjurkan untuk ber- mata² bergantung kepada Repu- sikap agak realistis. Kalau Sultan blik Indonesia, soalnja djuga ber-Bruneipun tak mau tunduk kepa- gantung dan terutama bergan- da Malaysia", apa lagi Rakjat² tung kepada Pemerintah Ameri-Kalimantan Utara! Daripada me- ka Serikat. Sudahkah Pemerin- neruskan penindasan terhadap tah Amerika Serikat berfikir Rakjat Kalimantan Utara dengan
Tetapi, maaf, tuan² - dalam ber-kalia sebelum membubuhkan hal ,,Malaysia" kami ta' bisa me- tandatangannja kepada Komuni- nerima kompromi, apalagi kom- ké Bersama Johnson-Tengku jang promi jang tidak manis terhadap penuh dengan kata² hostile, kata² kita ini. Tidak mungkin persaha- permusuhan, terhadap Republik batan dengan Republik Indonesia Indonesia itu? Sudahkah mereka disatunafaskan dengan persaha- memikirkan akan akibat²nja? T batan dengan Malaysia"! Apa- dakkah mereka ingat akan kear. lagi, djika diteliti kalimata dan fan-tua, bahwa menjakiti hati kata² dan semangat Komuniké adalah mudah tetapi menjembuh-Bersama Johnson-Tengku itu! To kannja adalah sulit? Dengan pe- be frank; neither the wording no: rasaan berat saja harus mengata- the spirit is friendly! Baik kata². kan, bahwa Komuniké Bersama nja maupun semangatnja, tidak-Johnson-Tengku itu benar² ke- lah manis. terlaluan. Benara diluar batas! Tetapi saja tandaskan disini, Pemerintah Amerika Serikat se- bahwa kami tidak gentar oleh harusnja menarik peladjaran dari Komuniké Bersama Johnson- politiknja selama ini jang meng-Tengku itul Kami hanja mau me- utamakan Taiwan daripada Ti. nandaskan, bahwa, kalau sampal ongkok. Tepat 40 tahun jang lalu buruk hubungan RI-AS, maka se- administrasi Calvin Coolidge me- bab²nja tidak terletak pada Re- ngakui Uni Republik² Sovjet So publik Indonesia, seperti buruk- sialis. Kenapa 40 tahun sesudah nja hubungan Kambodja-Ameri- itu administrasi Amerika Serikat ka Serikat, sebab²nja pun tidak belum djuga mau mengakui RRT.terletak pada Kambodja. Pange. dan masih mempreferir Taipeh ran Norodom Sihanouk sendiri daripada Peking? Sekarang de baru² ini menulis kepada Redaksi ngan Komuniké Bersama John-Time", Amerika: What do son-Tengku itu malahan admi-you reproach me witn, exac:ly? nistrasi Johnson mempreferirNot to have abased myself be-
Malaysia" daripada Republik fore the dollar? To have succeed.
Indonesia. ed, where so many others in this Saja tahu apa alasan jang akan troubled region have failed? mereka berikan! Tempohari, ke-With providing my enslaved tika kita melantjarkan Trikora, Asian brethren with a 'bad exam- ple' by my pride, patriotism and mereka mengatakan ,baik Be landa maupun Indonesia sahaca independence? With placing the interests of Washington after kami". Sekarang diwaktu Dwi- those of my country?" (.,Karena kora ini, tentulah mereka menga apakah sebenarnja kalian men- takan baik Malaysia maupun Indonesia sahabat kami". tjela saja? Karena tidak mau
baharui hubungan-hubungan ka- menghinakan diri dihadapan dol- lar? Karena telah berhasil, se-mi dengan Belanda. Dari fihak dang begitu banjak orang lain di-kami, kami menundjukkan tjukup kesediaan dan kemauan baik, se- daerah jang keruh ini telah ga- gal? Karena mémberikan 'teladan lama hubungan baik itu diletak- kan diatas dasar persamaan de- jang buruk' bagi saudara² Asia cadjat. Kami bukan bangsa pen- jang diperbudak, teladan dengan dendam, kami bukan bangsa jang kehormatan, patriotisme dan ke- merdekaan? Karena menempat-berhati batu, tetapi djanganlah sekali-kali melukai hati kami la- kan kepentingan² Washington dibelakang kepentingan² negeri gi. Saja kira ta' bisa dibajangkan saja sendiri?") sikap jang lebih masuk-akal dari pada sikap kami ini! Ada lagi satu tjontoh: Tjukup banjak sikap pemerintah Peran-Seperti saja njatakan didepan PBB: ,Kami tidak berusaha mem- tjis jang ta' saja setudjui, tetapi pertahankan dunia jang kamike- orang, bagaimanapun, toh ha- nal; kami berusaha membangun rus mengakui bahwa djenderal De Gaulle mendjalankan politik suatu dunia jang baru, jang lebib
baikl .... Seluruh dunia ini me-
jang ada mengandung realiteits- zin. Pembukaan hubungan diplo-rupakan suatu sumber tenaga matiknja dengan RRT, usulnja Revolusi jang besar, suatu gu- dang mesiu revolusioner jang untuk menetralisasikan Vietnam amat luas"! Selatan, dan inisiatif²nja jang lain membuktikan adanja pemikiran Saudara-saudara! Masih ba- jang lain, membuktikan adanja njak persoalan-persoalan jang ha- rus kita tanggulangi, soal-soal na- pemikiran jang tidak konventio- nil. Seperti dikatakan oleh René sional maupun internasional. Ter-Dabernat dalam Le Combat"; utama penanggulangan ekonomi De Gaulle has launched a fron-masih menuntut banjak peluh-ke- ringat dari kita. tal attack against the wall of si- lence, of conformity, of habit" ... MMAA II, sebagai pengem-Sesungguhnja, sedjak Perang bangan daripada konperensi Ban-Dunia II terlalu sering. bahkan dung, telah merumuskan dengan baiknja keharusan setiap negara hampir selalu, pemerintah² kapi-Asia-Afrika untuk berdiri diatas talis jang non-AS seperti dikung- kaki sendiri dalam ekonomi, be- kung oleh tembok kebungkeman (tidak membantah), tembok ke-bas dalam politik, berkepribadian seragaman (tak berani lain), dan dalam kebudajaan. tembok kebiasaan (tak pernanSaja teringat akan apa jang di- setjara orisinil mengorientasi ke katakan Perdana Menteri Kim Il Asia atas dasar baru). Sung ditahun 1947: ,,In order to Lihat! Kami sekarang memper-build a democratic state, the foun-
Saja minta saudara-saudara se- dation of an independent econo- kalian membantu usaha ini. 'Se- my of the nation must be estab-
lished ..... Without the founda-lain melaksanakan UUPA-UU-
tion of an independent economy. PBH, selain membasmi hama ti- kus dan hama-hama lain, selain we can neither attain indepen- dence, nor found the state, nor memberantas segala pemborosan, subsist". segala pentjoleng-pentjoleng ke- kajaan negara dan segala penga- .Untuk membangun satu Ne- tjau-pengatjau ekonomi— kalau gara jang demokratis, maka satu perlu dengan menembak mati me- ekonomi jang merdeka harus di- reka itu!~, maka saja minta bangun. Tanpa ekonomi jang saudara-saudara berkorban pula merdeka, ta' mungkin kita men- diatas lapangan makanan ini. tjapai kemerdekaan, ta' mungkin Produksi beras kita sebenarnja kita mendirikan Negara, ta' sudah tjukup! Tetapi kenapa kita mungkin kita tetap hidup". harus membuang devizen 120 á Sekarang Korea-nja Kim Il 150 djuta dollar tiap-tiap tahun Sung sudah sepenuhnja meme-untuk membeli beras dari luar tjahkan masalah sandangpangan, negeri? Kalau $ 150.000.000 itu produksi padinja sadja 400 kg kita pergunakan untuk pemba- lebih per kapita pertahun, dan ngunan, alangkah baiknja hal itu! dari negara agraris-industril se-Tambahlah menu-berasmu de- karang Korea Kim Il Sung sudah ngan djagung, dengan ubi, de- mendjadi negara industriil-agra- ngan lain-lain! Djagung adalah ris. Inilał kondisinja, maka Ko- makanan sehat, katjang adalah rea itu setjara politik maupun ke- makanan sehat! Tjampur menu- budajaan tidak tergantung kepa. mu, tjampur menumu! Saja sen- da siapapun. diri sedikitnja seminggu sekali Indonesia tak mau berdiri dibe- makan djagung, dan badanku, Iakang! Indonesia mau berdiri lihat!, adalah sehat. Marilah kita dibarisan depan dalam mereali- berkorban sedikit, sebagaimana sasikan azas MMAA II itu! Darikita sukarelawan-sukarelawati sinilah keterangannja mengapa, djuga sedia berkorban! sekalipun saja tahu banjak kesu-Tjiri dari ekonomi kolonial litannja untuk berdiri diatas kaki tempohari adalah ketergantung- sendiri dalam hal sandang-pa- an dalam banjak hal, termasuk ngan, saja sudah bertekad untuk pangan, dan sebaliknja jang di- setjepat mungkin tidak mengim- port beras lagi. utamakan oleh ekonomi kolonial adalah bahan-bahan export. Sedjak 17 Agustus 1964 ini umumnja bahan mentah. Dekon saja menghendaki kita tidak akan membikin kontrak baru lagi pem-menghendaki perombakan eko- belian beras dari luar-negeri! nomi kolonial itu! Dekon dengan R
tegas amenggariskan bahwa per-pembubaran ,,Malaysia". tanian itu dasar, dan industri itu Belakangan ini djuga ada dis- tulangpunggung. kusi mengenai nation-building Seperti sudah saja katakan di-dan character-building. Kita se- depan tadi, maka perobahan per-mua boleh bergembira bahwa se- tanian atau perobahan agraris itu telah ,,PRRI-Permesta" kita tum- merupakan sjarat bagi kepabri-pas, sukuisme-daerahisme-provin- kan", jaitu bagi industrialisasi. sialisme sudah sangat berkurang. Inilah redenasinja. Inilah rationja, Djuga sesudah rasialisme 10 Mei mengapa didalam Djarek kukata-tahun jang lalu kita tindak, maka kan bahwa keputusan untuk me-rasialisme itu → sékalipun masih ngadakan Landreform itu diliputi latent tidak akut lagi. Seperti oleh semangat,foreseeing saudara-saudara sekalian tahu, ahead", jaitu semangattelah,me-jang selalu saja impi-impikan ada- lihat lebih dahulu". Sebaliknja: lah kerukunan Pantjasilais-Mani- menolak landreform, jang dalam polis dari segala sukubangsa, se- djangka pandjang bérarti pula gala agama, segala aliran politik, menolak industrialisasi, menanda-segala kepertjajaan. Kerukunan kan pandangan jang tjupet, jang dari segala suku, artinja terma- tjétek, jang sempit, jang dang-suk suku-suku peranakan atau kal, jang bodoh! keturunan asing, - Arabkah dia, Europakah dia, Tionghoakah dia, Mengeñai perusahaan-perusa-Indiakah dia, Pakistankah dia, haan modal Inggeris jang telah jahudikah dia. Untuk mentjapai diambilalih oleh kaum buruh dan kini mulai dikuasai oleh Peme-ini saja mengandjurkan integrasi rintah, baíklah saja tegaskan bah. maupun asimilasi kedua-duanja. Djuga dalam hal ini kita ta'k bisa wa pada dasarnja dan pada achir- sekedar memenuhi keinginan-ke- nja tidak boleh ada modal ímpe- rialis jang beroperasi dibumi In inginan subjektif kita. Kita harus donesia. Modal imperialis jang tahu hukum-hukumnja! Ta' bisa masih beroperasi disini harus tun-misalnja kita djangankan 1-2 duk sepenuhnja kepada per-un-generasi, 10 generasipun ta' bisa dang-undangan nasional Indone-~ meniadakan rahang Batak", sia. Modal ex-Inggeris itu akan atau ,sipit Tionghoa", atau,,man- dikuasai sepenuhnja oleh Peme-tjung Arab", atau lidah Bali", rintah. Sudah tentu prosedurnja atau ,kuninglangsat Menado". bisa ber-matjam-matjam, bisa na stau ikal Irian", dan sebagainja. sionalisasi dengan kompensasi Memang bukan ini jang mendja- bisa djuga konfiskasi tanpa kom-di soal! Jang mendjadi soal ialah: pensasi. Djalan mana jang akan bagaímana membina kerukunan, harus ditempuh, ini bergantung membina persatuan, membina pada sikap Inggeris terhadap Bangsa, diantara semuanja, dan
dari semuanja. Untuk mentjapai tenaga revolusioner-progressit hal ini, maka disamping tiap-tiap tergabung dalam KAA itu. Per- suku memberikan sumbangan-djoangan berarti menghimpun sumbangan positif, tiap-tiap suku sebanjak mungkin tenaga dalam djuga harus menerima sumbang-perdjoangan itu. Djuga dalam an² dari suku-suku lain. Pendek-perdjoangan anti-imperialisme. nja, semua suku harus menginte-negara-negara Asia-Afrika ha- grasikan diri mendjadi satu ke-rus mengusahakan ,samenbun- deling van alle revolutionnaire luarga besar Bangsa Indonesia. Kebhinnekaan harus terus kita krachten". Saja mengharap, bah- bina, karena djustru kebhinneka-wa soal peserta Konferensi A.A. an inilah unsurmendjadikan ke-tidak menimbulkan perpetjahan dalam kalangan kekuatan-ke-Ekaan. Bhinneka tunggal ika ha- kuatan revolusioner-progressif. rus kitafahami sebagai satu ke- satuan dialektis!Jang terpenting Saja akanysangat prihatin meli- adalah mengikis-habis sisa-sisa hat perpetjahan dikalangan blok revolusioner-progressif, oleh ka- rasialisme. Oleh sebab itulah saja rena hal itu merugikan solidari- perintahkan kepada Pengadilan tas kekuatan-kekuatan jang me- untuk mempertjepat pemeriksaan nentang koloníalisme dan impe- perkara-perkara rasialisme, jang rialisme. Saja sungguh-sungguh hanja membikin mahu kita sadja minta perhatian dari semua ke- sebagai bangsa, Tentang peker- kuatanrevolusioner-progressif, 'djaan LPKB, jang setahun jang djangan sampai perbedaan pen- lalu saja restui dengan pesan supaja terutama memberantas dirian dikalangan mereka, merugikan kepada perdjoangan-umum phobi²an, saja akan sempur- menggempurkolonialisme-impe- nakan susunannja dengan me- rialisme itu! NASAKOMkan pimpinannja, di-Mengenai ,KTT non-blok", daerah-daerah maupun dipusat. saja tak merasa perlu menambah-Dalampada.itu sajasedikitketje- kan apa-apa lagi sesudah state- wa bahwa LPKB belakangan ini ment Wakil Perdana Menteri/ ikut² tjampur dalam urusan² jang Menteri Luar Negeri Subandrio bukan bidangnja,seperti koperasi, didepan DPR-GR jang saja se- pariwisata, danlain?. Saja dulu tudjui sepenuhnja. Saja gembira pernah-mendjewerFNPIB kare- sekali menjaksikan bahwa persa- na mengurusi totalisator, - la mbok LPKB menarik peladjaran tuan negara-negara Afrika sema- dari peringatan sajaitu! kin tergalang, dan saja menjam- but-baik keputusan KTT mereka Mengenai soal-soal internasio- baru-baru ini, jang, sesuai de nal, jang terpentingerasanja ada- lah KAA II jang akan datang. ngan mandat jang diberikan oleh MMAA II, menetapkan Aldjazair Kita senang sebanjak mungkin
sebagai tempat KAA II fahun de-politik, ekonomi, kultur dan mi- pan. liter mentjapai kemenangan-ke-Ja, pohon Semangat Bandung menangan dari hari kehari padə akarnja sudah semakin masuk-skala internasional, Angan-angan tanah! Daunnja semakin rindang! Indonesia untuk mengadakan Bunganja semakin semarak! Bu-Konferensi New Emerging For- ahnja semakin banjak dan lezat! ces, jaitu Conefo, dengan demi-Solidaritas Asia-Afrika sudah kian meningkat akan mendjadi bertambah kokoh, dan ini meru-realitet, meski bagaimanapun fi- hak imperialis akan menghalang- pakan gunungkarang jang mem- bikin kandasnja setiap pertjoba-halangínja! Arus Sedjarah ta' da. an reaksioner dan kontra-revolu-pat dibendung oleh siapapun dju- sioner dari nekolim". (Ini sing-ga. tidak oleh dewa-dewa dika- katan Djenderal Yani untuk neo-jangan sekalipun! Memang ada pokal jang ma- kolonialisme, kolonialisme dan tjam-matjam dari kaum imperia- imperialisme). lis itu: di Brazilia pemerintah Bukan sadja solidaritas Asia-Goulart mereka gulingkan; ter-Afrika kian kokoh, tetapi djuga hadap Kuba terus-menerus mere-
solidaritas nefo, solidaritas New
ka lantjarkan serangan-serangan; Emerging Forces, jang meling- di Konggo mereka dudukkan kupi tritunggal negara-negara Tsombé: ke Asia Tenggara mau sosialis, negara-negara jang barumereka tumplekkan seperempat-
merdeka, dan kekuatan progresifdjuta tentara asing. Tetapi semua
di-negara-negara kapitalis, soli-ini bukanlah arus-pokok Sedja- daritas Nefo inipun makin men-rah! Semua ini adalah arus-balik
djelma, makin tumbuh, makin ko:sedjarah, jang dus hanja berwa-
koh. Ketika saja menkoreksi te-tak sementara, dan ta'kan tahan ori ,,tiga kekuatan dan kekuatan akan sérétannja arus-jang-pokok. ketiga", dan melantunkan teoriPasti ia akan hanjut, pasti ia akan nefo kontra oldefo, ada orang-tenggelam! Pasti!, seperti pasti-orang, malahan ada sebagian di-nja matahari terbit-lagi dihari antara kawan-kawan kita sen-besok! diri, jang tidak segera mengerti-Brazilia dibegitukan, Kuba di-
nja, dan mengira bahwa teori begitukan, Konggo dibegitukan,
nefo itu tidak ada isinja". Da-sebagian dari Asia Tenggara di-
begitukan,saja peringatkan sar mereka orang-orang jang ta'
mempunjai penglihatan sedjarah! kepada kaum imperialis manapun:
Orang-orang jang ta' mempu-djangan mendjamah wilajah Re- publik Indonesia, d i a n g a n njai Historis Inzicht! Sekarang bukan sadja Ganefo I sukses be-men d j a m ah! Pemerintah dan Rakjat Indonesia ta' akan sar, tetapi offensif ncfo dibidang
membiarkan sedjengkalpun tanan atas pandjimu ,NASAKOM" tumpah-darahnja diindjak oleh dan sekali lagi .NASAKOM", musuh! Djanganlah kalian tjoba-kembangkanlah daja-initiatif dan daja-kreatifnja massa Rakjat, ter- tjoba mengganggu Banténg Indo. utáma massa Rakjat jang terorga- nesia! Dilain tempat kalian toh nisasi dan jang bernaung diba- sudah kuwalahan menghadapi wah pandji²nja Front Nasiona!. rakjat-rakjat jang membela ta-Kepada sukarelawan-sukarela- nah-airnja, apalagi kalau kalian wan dan sukarelawati-sukarela- menghadapi 103 djuta Rakjat In- wati kukomandokan, agar menu- donesia jang bersemangat Ban- naikan segala tugas nasional- téng. dan menghadapi AL-AU- patriotikmu dengansemangat AD-AK Indonesia jang terkuat berkorban jang setinggi-tinggi- di Asia Tenggara, jang berkobar- "nja, dan agar memberikan andil kobar semangat patriotiknja, jang jang se-besar-besarnja kepada bersama Rakjat sudah pernah perdjoangan besar, kepada per- mengusir tentara Djepang, me- djoangan sutji kita mengganjang ngusir tentara Inggeris, mengusir neo-kolonialisme Malaysia"! tentara Belanda, dan sudah per-Kepada seluruh Rakjat, kepada nah menghantam remukrendam-Angkatan Bersendjaía, kepada hantjur-lebur DI-TII" dan PR- semua alat negara, kepada se-RI-Permesta" dengan semua be- mua alat Revolusi. kuserukan un- gundal-begundalnja! tuk merapatkan bárisan, senan-
Ja, saudara-saudara, kita ini
tiasa siap-siaga dan bersatu di- sekarang sedang dikepung! Te- bawah Bendera Revolusi. Jal di- tapi kepadamu, kepada segenap bawah Bendera Revolusi, bukan bangsaIndonesia kuserukan, dibawah bendera kompromi atau agar mengasah dan terus menga- bendera liberal, dibawah Bende- sah keris tjinta-tanahairmu, mem- ra Revolusi Indonesia, Revolusi pertadjam dan terus memperta- kita, Revolusi demokrasi-sosialis, djam rentjong kewaspadaanmu, Revokusi jang harus kita gelora- menempa dan terus menempa go- kan terus, Revolusi jang harus dam persatuanmu. Kita mempu- makin madju dan makin inemun- njai Manipol, kita miempunjai tjak! Pantjasila, sendjata ampuh per-Karena itu kita harus mendja- satuan revolusioner Indonesia. ga djangan Revolusi kita itu mati. Gunakanlah sendjata ini untuk Karena itu sembojan kita jalah mentjegah setiap perpetjahan na-RESOPIM. Ja!, Revolusi, sekali sional,dan konsentrasikanlah lagi Revolusi! Tadi telah kukata- segala kekuatan nasional. Achiri- lah segala phobi-phobian, hen-kan: Beri ia romantik. Beri ia di- tikanlah djegal-djegalan dan namik. Beri ia dialektik. Djangan srimpung-srimpungan, tulislah di-ia mandek. Teruslah ia madju!
Teruslah ia Revolusi! Teruslah makan unsur Revolusi itu, romantikkah, dinamikkah, dia- ia progressif. Keprogressifan ada- lektikkah, progressifitetkah, ke- lah sjarat-mutlak bagi sesuatu merdekaankah, kegotong-rojong-Revolusi Modern diabad ke XX. ankah, ke Nasakomankah, - se-Ingat! Revolusi kita adalah Revolusi diabad XX, bukan revo-mua itu harus hidup dikalangan lusi diabad XVII! Rakjat, berkobar-kobar didalam Segala apa jang saja sebagai kalbunja Rakjat, berdentam-den-Pemimpin Besar Revolusi pimpin-dentam didalam fikirannja Rak- kan kepada Revolusi, adalah pen-jat, mengelektrisir sekudjur tu- buhnja Rakjat. tjerminan daripada progressifitet-Rakjat Indonesia harus sadar- nja Revolusi Indonesia. Tidak ada satu hal dalam pimpinan saja politik dan sadar-revolusi. Sa- itu jang konservatif, tidak ada dar! Ja, Sadar! Rakjat Indonesia satu hal jang mandek", tidak harus politiek bewust dan Revo- ada satu hal jang tidak-progres-lutie bewust. Seluruh Rakjat! sif. Seluruh Rakjat! Semua! Si Da-Unsur-unsur keprogressifan itu dap dan si Waru! Semua harus terdapatlah disemua lapisan ma-politiek bewust, semua harus Re- sjarakat Indonesia. Ada dikalang-volutie bewust. Dengan meniru an Agama. Ada dikalangan na-perkataan Lenin, maka tiap-tiap sionalis. Ada dikalangan sosialis-kokipun harus mengerti politik komunis. Bukan? Agama meng- dan mengerti revolusi hidup hendaki kemerdekaan dan ke- dalam politik dan hidup dalam adilan.Nasionalis IndonesiaRevolusi. menghendaki socio-nasionalisme Sjukur Alhamdulillah! Demi- dan socio-demokrasi. Sosialis-ko- kian itulah memang Bangsa Indo- munis menghendaki kemerdeka- nesia! Bewust! Bewust! Sadar! en dan sosialisme. Ketiga-tiganja Ia tidak masa-bodoh. Ia tidak se- dus mengandung keprogressifan. perti rumput. Ia selalu .gito-gito, Karena itu, maka NASAKOM lir gabah dén interi". Kalbunja adalah keharusan-progressif da- senantiasa bergelora. Pikirannja ripada Revolusi Indonesia. Siapa selalu bergerak. Djiwanja senan- anti NASAKOM, ia tidak pro- tiasa.,krandjingan".Krandjingan gressif! Siapa anti NASAKOM, seperti ditiup Malaekat!Kran- ia sebenarnja adalah memintjang- kan Revolusi, mendingklangkan djingan dengan tjita-tjita. Kran djingan dengan idee. Krandjing-Revolusi! Siapa anti NASAKOM, ia tidak-penuh-revolusio-an dengan tudjuan perdjoangan. ner, ia bahkan adalah historis Krandjingan dengan kemerdeka- kontra-revolusioner! an. Krandjingan dengan idee ma-Dan segala apa jang saja na-sjarakat adil dan makmur. Kran-
kitapunja social force. Dan Dia- djingan dengan hapusnja ,exploi- lektik adalah sumber kekuatan tation de l'homme par l'homme. konsepsi kita, ~ sumber rasiona-Krandjingan dengan lenjapnja lisasinja Revolusi kita, daja-tjip. exploitation de nation par na- tanja Revolusi kita. tion". Krandjingan dengan bentjı Ada seorang perdana-menteri mati-matian kepada imperialisme dari Negara Asing berkata ke- dan kolonialisme. Krandjingar pada saja: .How can your coun- dengan hidup berdjoang. Kran. try subsist, you have no big in- djingan, ja krandjingan, maka ka. dustry in your country!" ,Bagai- rena itulah ia selalu sibuk dalam aksi. mana negeri tuan bisa hidup te- rus, tuan ta' mempunjai industri Karena tulah Revolusinja Re- berat dalam negeri tuan!". volusi jang berromantik. Revolu. Maaf saja berkata: Alangkah si jang berdinamik. Revolusi jang berdialektik. bodohnja tuan Perdana Menteri ini! Ia mengira bahwa hidup se-Karena itulah Revolusi Indo. suatu bangsa tergantung dari nesia adalah satu Revolusi jang technik dinegeri itu, tergantung onstervelijk," satu Revolusi dari industri dinegeri itu. jang ta' dapat mati dan ta' akan No Sir! Hidupnja sesuatu mati. The Indonesian Revolution is a deathless Revolution! bangsa tergantung dari vrijheids- bewustzijn bangsa itu, kesedaran Because the Indonesian Revolution is a Revolution of everybody kemerdekaan bangsa itu, dan hidupnja sesuatu Revolusi ter- of the people. And freedom is. 2 deathless cause, and social justice gantung dari Revolutie bewust- zijn bangsa jang berrevolusi itu, is a deathless cause". kesedaran berrevolusi dari bangsa Ini pernah kukatakan diluar TAEbenarnja! itu. Tidak dari technik. Tidak negeri.Alangkah dari industri. Tidak dari pabrik Alangkah tepatnja! Dengan ro- atau kapalterbang atau. djalan mantik jang menghikmati selarub aspal. Rakjat, dengan dinamik jang Saja tidak berkata bahwa kita menggegap-gempitakan selurub tidak memerlukan technik. Saja Rakjat, dengan dialektik jang me- sendiri beberapa tahun jang lalu ngaktifkan seluruh-alam-fikiran telah berkata bahwa kita memer-Rakjat, maka Revolusi Indonesia lukan technical skill, memerlukan benar-benar satu Revolusi-tan- technical and managerial know- pa-mati. Benar-benar satu de- how. athlessRevolution". Romantik Apalagi dalam dunia modern adalah sumber-kekuatan-abad: kita,-Oerkracht kita, katakv sekarang ini! Dunia abad ke-XX! Bukan dunia abad bedil-sundutl tadi. Dinamik adalan sumber ke Tetapi toh, lebih-lebil dari tech- kuatan sosial kita, ia adalab
nical skill itu, kita memerlukan Orang-Orang-Besar-Gémbong-djiwa bangsa, djiwa merdeka, Konsepsi". djiwa berrevolusi. Kita memerlu-Dalam masa naiknja kapitalisme nja, dalam masa Kapitalismus im kan kemampuan Konsepsi-kon-Aufstieg, mereka mempunjai gém- sepsi, dan keuletan-perdjoangan bong-gémbong seperti Disraeli untuk melaksanakan, merealitet- kan konsepsi-konsepsi itu. dan Bismarck dan Gambetta. Da. lam. masa megap-megapnja kapi-Apa gunanja kita setjara buta talismenja, dalam masa Kapitalis- mengoper teknik dunia Barat. mus im Niedergang, mereka mem- kalau hasilnja pengoperan itù punjai gémbong-gémbong seperti hanjalah sátu negara dan masja. Mussolini dan ristler. Sekarang, rākjat á la dunia Barat sadja? calam masa "Uuiversal Revolu-Kalau hasilnja pengoperan itu tion of Man" ini, ~ they have hanjalah satu negara-copie dan nobody. Mereka tidak mempu- satu masjarakat-copie á la Bara: njai pemimpin jang ternama, ti- sädja, satu negara-copie dan dak mempunjai gémbong jang satu masjarakat-copie dengan ber. berkonsepsi; tidak mempunjai Le- isikan segala penjakitnja exploita- ader dengan letter L. jang besar. tion de l'homme par l'homme? Apa Tidak mempunjai Konseptor jang gunanja, kalau pengoperan itu suaranja pantas didengarkan oleh lidak mendatangkan pemenuhan seluruh ummat manusia dari se- dari segala isi Amanat Penderi- gala bangsa, segala warna-kulit, täan Rakjat? Apa gunanja, kalau segala agama. Misalnja, — maaf pengoperan itu tidak mendatang-saja sebutkan satu misal lagi: kan realisasi tjita-tjita: gemah ri-Dulu Amerika saja namakan "the pah loh djinawi, tata tentrem Centre of an idea". Sekarang kerta rahardja? saja tidak bisa lagi menjebutkan Di Amerika Serikat senditiAmerika "the centre of an idea". simbol dari kemadjuan technik Karena itu hai Bangsa Indone- simbol dari kemadjuan materiil sial, dalam Revolusi kita ini, dja- jang berlimpah-limpah, orang ada nganlah kita mentjari kepelopor- jang berkata: "there is a virtual an mental pada orang lain. Tja- despair among many who look rilah kepeloporan mental itu pada beyond material success to thediri kita sendiri. Tjari sendiri lnner meaning of their lives". Ar. konsepsi-konsepsimu sendiri! Su- tinja: tidak puas dengan hanjadah baraug tentu fihak lain, ter- sukses materiil belakä. utama sekali fihak imperialisme. Negara-negara-Barat jang me. selaiu mentjoba mentjekokkan mang gembong-gembong dila-alam-tikiannja kedalam hati dan pangan technik itu, sekarang ti-kepala kita, - dengan mereka- dak ada satu pun jang mempunjai punja propaganda, dengan mere-
kapunja perpustakaan-perpusta-kifa iní sekarang tidak lagi kaan, dengan merekapunja film-diréméhkan oleh lawan, diang- film, dengan merekapunja pene-gap sepi oleh lawan, atau di- trasi kebudajaan, dan lain-lain anggap sebagai satu kegilaan" sebagainja, ~ dan berapa kaum oleh lawan. Karena itu, saja tak intellektuil kita tidak terkena tje-heran bahwa lawan semakinber- ichtiar untuk mematahkan Revo- kokan diam-diam ini?, - berapa professor-professor kita dan sar-lusi kita ini, makin mengepung djana-sardjana kita tidak masihrevolusi kita ini dengan segala ngglenggem dalam merekapunja tipu-daja dan subversi, makin textbooks bikinan Rotterdamgila-gilaan mendjelék-djelékkan atau Utrecht atau Harvard atavRevolusi kita ini. Saja berbesar Cambridge? — saja ulangi: sudah hati, bahwa sekarang ini seluruh telinga lawan dipasang untuk barang tentu fihak lain selalu mendengarkan pidato Pemimpin mentjoba mentjekokkan alam. Besar Revolusi Indonesia pada fikirannja kedalam hati dan otak hari ini. kita, tetapi, djadilah Bangsa jang Besar jang tidak mendjiplak, Untuk didengar oleh telinga djadilah mertju-suar jang gemi-lawan itu, saja sekarang dengutig- lang bersinar sendiri, susunlat kan lagi apa jang sudah saja ka- kitapunja konsepsi-konsepsi atas takan berulang-ulang: "Go to hell with your Indonesia going dialektik Revolusi kita sendiri. Freedom to be free, freedom to to economic collapse"! Go to hell be free! - freedom to be free dengan omonganmu bahwa In- djuga dialam konsepsi sendiri donesia akan binasa ekonomis. Dan dengan dialektik kita itu Go to hell! Psy-warmu tidak mempan! Psy-warmu kami ang-selalu tingkatkanlah konsepsi kønsepsi Revolusi kita itu men. gap gonggongan andjing. Berpu- luh-puluh kali engkau bilang In- djadi setingkat dan seirama de- donesia dibawah pimpinan Su- ngan dialektiknja Sedjarah Um- karno ákan ambruk, akan collap- mat Manusia jang sekarang dju ga sedang bergelora dan berbang se, akan hantjur, tetapi psy-warmu tidak mempanl Tahun ang kit. Djikalau tidak, kita nanti d lalu mereka ,,meramalkan" bahwa ganjang, dilindas mendjadi gle Indonesia permulaan tahun 1964 pung oleh dialektiknja Sedjaral Ummat Manusia itu. akan ambruk ekonomis. Tetapi Saudara-saudaral Saja berbe permulaan 1964 Indonesia tidak sar hati bahwa Revolusi kita in ambrukl dan sekarang mereka ber-sekarang sudah berupa gunung kata lagi bahwa nanti bulan Ok- karang-realitet bagi kawan tober jang-akan-datang-ini.Indo- dan bagi lawan. Saja ber-nesia akan ambruk, - akan "col besar bati bahwa Revolusi lapse", Go to hell! Indonesia tidak
adalah perdjoangan, perdjoang- akan ambruk, - Insja Allah, Indonesia tidak akan ambruk! an, sekali lagi perdjoangan, per-. Patjeklik 1962 dan patjeklik djoangan jang bersajap razende 1963 tidak membuat Indonesia inspiratie, perdjoangan jang ber- kendaraan gegap-gempitanja aksi ambruk ekonomis, apalagi 1964. Rakjat untuk memetjahkan kesu- dimána panén kita dimana-mana berhasil baik, - Indonesia tidar litan-kesulitan jang merintang di- tengah djalan, perdjoangan jang akan ambruk! Of course, sudah barang ten-achirnja mentjapai kemenangan- tu, kita masih menghadapi kesu-achir jang gilang-gemilang, jaitu litan-kesulitan disegala bidang. terlaksananja Amanat Penderita- an Rakjat. sebagaimana semua negara- negara-dalam-revolusi mengha-Ja, saja katakan lagi, memang dapi kesulitan-kesulitan, apa-ada kesulitan-kesulitan, tetapi kesulitan-kesulitan itu akan kita lagi kita, jang baru sadja delapan petjahkan bersama, that's tahun dapat bekerdja memba. what the Revolution is for!, ngun, - lima tahun jang pertama kesulitan-kesulitan itu akan kita kita pergunakan untuk physical revolution, lima tahun lagi kemu-ganjang, - that's what the Revolution is for, and — we can dian kita pergunakan untuk sur- take it! Inilah romantiknja Revo- vival of course, sudah barang lusi! Inilah dinamiknja Revolusil tentu, kita menghadapi dan ha-Siapa jang tidak memiliki roman- rus memetjahkan kesulitan-kesu- iknja Revolusi, siapa jang tidak litan, - tetapi gobloklah orang memiliki dinamiknja Revolusi, kalau ia berkata bahwa Indonesia akan ambruk. sudah, djangan ikut Revolusi, ma-No Sir!, kami tidak akan am-suk sadja dikandang kambing, bruk! Besama-sama Rakjat Indo-ngempeng susu sadja dari téték sikambing itu! nesia, kita akan petjahkan segala kesulitan-kcsulitan itu, bersama-Batja Manipol, batja semua sama kita akan ganjang segala pidato-pidato saja jang dulu, dan kesulitan-kesulitan itu. That's benang-merah jang mendjeludjur what the Revolution is for! Dju-semua pidato-pidato saja itu ia- stra ituiah tugas Revolusil: me-lah: perdjoangan, perdjoangan, kesulitan-kesulitan, metjahkan sekali lagi perdjoangan, dan bahwa Revolusi adalah perdjoangan. melinjapkan segala rintangan-rintangan. Inallaha la yu ghoyiru ma bika- umin, hatta yu ghoyiru ma biam-Revolusi bertugaskan dan me- fusihim". Tuhan tidak merobab mang berada untuk memetjahkan nasibnja sesuatu bangsa, sebelum kesulitan-kesulitan. Revolusi bu- bangsa itu merobah nasibnja sen- kanlah njanjian kerontjong Mo- diri". Firman Tuhan inilah gita- ritsko angler-angleran, Revolusi
agar kita kuat menghantam-re- ku. firman Tuhan inilah harus men ijadi pula gitamu: Berdjoang, mukredam semua musuhnja Revolusi. berusaha, membanting tulang, me-Ja, Subversi musuh masih amat meras keringat, mengulur-ulur-Lihaynja berdjalan terus! Salah kan tenaga, aktif, dinamis, me- satu usaha mereka ialah meng- raung, menggelédék, menggun- tur, - dan selalu sungguh-sung-gremeti orang-orang munafik! guh, tanpa kemunafíkan, ichlas Menggremeti orang-orang jang kurang teguh kemanipolannja berkorban untuk tjita-tjita jang dan kurang teguh ke-USDEKan- tinggi. Hai Manipolis, - dja- nja, untuk misalnja mengadakan ngan Manipolis munafik! Hai USDEKis. — djangan USDEKis coup" kepada pemerintah Sukarno, jang olehnja dinamakan munafik! Hai Sosialis, djangan .badjingan keparat" biang-kela-Sosialis munafik! Hai Nasakomis, di Manipol dan biang-keladi US-
- djangan Nasakomis munafik!
DEK itu. Dan mereka sudah be-Penjakit-busuk dari semua per- berapa kali meramalkan bahwa djoangan jalah kemunafikan! Ke- nanti bulan ini atau bulan itu Su- munafikan adalah sumber dari karno akan dicoup, Sukarno akan segala kelemahan. Sumber perpe- djatuh. Sukarno ,,tidak akan ada tjahan. Sumber reformisme. Sum- lagi". Bukti-bukti tertulis tentang ber kompromis. Sumber revisio- nisme. Sumber rontoknja roman-hal-hal sematjam ini adalah dita ngan saja! Tetapi, Allahu Akbar, tik, dinamik, dan dialektik. Sum-Tuhan Maha Besar, saja masih ber pengchianatan. Sumber sega- berada dimuka saudara-saudaral la kerling-kerlingan main-mata dengan musuh. Saja masih berada dimuka sau-Tjelakalah sesuatu Revolusi dara² sebagai Presiden Republik Indonesia, sebagai Panglima Ter- jang disarangi oleh orang munafik. Karena itu, djebollah kemu. tinggi Angkatan Bersendjata, se- nafikan dimana ada, tendang-ke-bagai Perdana Menteri Pemerin- luarlah kemunafikan dari segala tah, sebagai Penjambung Lidah pendjuru! Rakjat Indonesia, sebagai Pe- mimpin Besar Revolusi. Saja ma-Tendang-keluar orang-orang sih berada demikian, karena per- jang berkepala dua. Bersihkan, lindungan Tuhan Jang Maha bersih-sutjikan Manipol, sutjikan Kuasa, dan karena kesetiaan Usdek, sutjikan Sosialisme kita, Rakjat kepada Manipol, kepada sutjikan Revolusi kita, sutjikan USDEK, kepada Pantjasila, ke-Revolusi kita ini dari segala pe- pada segala garis-besar pimpinan njakit-penjakit-busuk jang meng- saja dalam Revolusi kita ini. Ka- hinggapinja. Sutjikan ia dari se- lau Rakjat umpamanja tidak se gala kemunafikan! Sutjikan, ko- tudju kepada pimpinan saja itu, tjok-bersih tubuh kita sendiri,
sudah lama saja diganjang kali sesudah saja pada 17 Agus- oleh Rakjat itu sendiri. tus membatjakan Amanat kepada Saudara-saudara jang berha. Rakjat, sesudah saja masuk kem- bali ke Istana Merdeka, saja se- dapan dengan saja di Lapangar lalu duduk termenung beberapa Merdeka ini, dan saudara-sauda. -menit, - pertama untuk menja- ra jang mendengarkan pidato takan s,..urku kepada Tuhan, saja ini diseluruh peloksok tanah kedua untuk menikmati kekagu- air, - saudara-saudara semua manku atas Bangsaku Indonesia. merasa gembira memperingati Engkau Bangsaku Indonesia, hari ulang tahun Proklamasi Ke. engkau, jang sedang berrevolusi merdekaan. Dengan tekad daru dalam tubuh bangsa sendiri, dan dan dengan kekuatan segar, di- engkau pula, jang sedang berre- tambah dengan alam-fikiran jang volusi untuk merobah keadaan lebih dewasa karena telah meng- seluruh ummat manusia! Allahu unjah-merenungkan segala peng akbar,- alangkah uletmu, alang- alamar.-pengalaman jang dibela- kah tinggi daja-tahanmu! Alang- kang kita, dan mengunjah-mere kah tegap-tegas derap-langkah. nungkan segala djurusan jang mul Dengan Rakjat seperti eng- harus kita tempuh, kita kini me- kau itu aku-bisa dengungkan ke- masuki tahun ke XX dari pada seluruh muka bumi pekik-per-Kemerdekaan kita. Pesanku ke- djoangan kita jang berbunji ,Kepadamu ialah, sebagai telah ku- merdekaan ~ Sosialisme-Du- pesankan kepadamu dahulu:.,Me. nia Baru", dan aku bisa gelédék. ngalirlah, hai sungai Revolusi In- kan dalam telinganja semua im- donesia, mengalirlah ke Laut, dja- perialis dimuka bumi: ini dada- 'nganlah mandek, sebab dengan ku, mana dadamu!" Dan aku bisa mengalir ke Laut itu, kamu setia ulangi apa jang pernah kukata- kepada sumbermu"l kan diluar negeri: "The Indone-Djeiasnja sekarang pesanku itu sian People can take everything ialah: mengalirlah, hai sunga for the sake of Revolution". Re-Revolusi Indonesia, mengalirlah volusi Indonesia bisa mengga- dengan kekuatannja romantikmu njang segala apa sadja jang di- dan ketangkasannja dinamikmu tmpakan kepadanja! kearah djurusan jang didjelma-Saudara-saudara sering mem- kan oleh dialektik Revolusi, me- berikan gelar-keagungan kepada ngalirlah, djangan mandek, sebab ku, ~gelar ini gelar itu ~, bah- dengan mengalir kearah djurusar kan mengangkat aku sebagai Pe- jang didjelmakan oleh dialektik. mimpin Besar Revolusi. Sebalik- mu itu, maka engkau setia kepa- nja, aku mengutjap sjukur kepada Amanat, jang Penderitaan da Tuhan, bahwa aku ditundjuk Rakjat telah berikan kepadamul Bagi saja sendiri, - tiap-tiap untuk memimpin perdjoangannja
Indonesia ini, aku berani mening Bangsa Indonesia ini, suatv katkan Revolusi Indonesia itu Bangsa jang djiwanja Djiwa Be- mendjadi satu Revolusi jang be- sar, suatu Bangsa jang ulet lak. nar-benar multicomplex, aku be- sane badja, suatu Bangsa jang mempunjai daja-tahan (incasse-rani memimpinnja, aku berani ringsvermogen) jang luar biasa men-senapatiinja, karena aku merasa mampu untuk dengan cidlo suatu Bangsa jang dapat bersi kap ramah-taraah-lemah-lembut Tuhan meningkatkan segalatena- tetapi djuga kalau disakiti atat ganja, meningkatkan segala fikir- diserang dapat .mengamuk" lak annja, menggegap-gempitakan se- sana Banténg! Tiap-tiap 17 Agus-gala romantik dan dinamiknja, segala tus kekagumanku kepadamu se-mendentam-dentamkan lalu makin bertambah, tiap-tiap hantaman-hantamannja, mengge- 17 Agustus aku merasa melihat legarkan segala pembantingan bahwa Revolusi Indonesia me-tulangnja, mengangkasakan sega- mang satu Revolusi Maha Besa: la daja kreasinja, menempa-meng- jang mengedjar satu Idee, — Idet gcmbléng segala otot-kawat-ba-Besar, ja'ni melaksanakan Ama lung-wesinjal nat Penderitaan Rakjat Indone Sungguh: Kamu bukan bangsa sia, dan Amanat Penderitaan rjatjing, kamu adalah Bangsa ber- kepribadian Banténg! Rakjat diseluruh muka bumi, Daa Hajo, madju terus! Djebol te- tiap-tiap 17 Agustus aku maku rus! teguh kejakinanku: Revolusi In Tanam terus! Vivere perico- donesia adalah Revolusi tanpa- loso! mati, Revolusi Indonesia past Ever onward, never retreat! akan menang! Kita pasti menang! Dengan Rakjat seperti Rakja
(Amanat 17 Agustus 1964).
PELADJARI DAN PROPAGAÑDAKAN PIDATO TAVIP!
Politbiro CC PKI menjetudjui sepenuhnja isi dan semangat pidato ulangtahun ke-19 Republik Indonesia jang diutjapkan olch Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1964 jang berdjudul Tahun Vivere Pericoloso" (TAVIP). Berhubung dengan itu Ketua CC PKI, D. N. Aidit telah mengetok kawat kepada semua Comite Daerah Besar (Provinsi) dan Comite Pulau PKI jang berisi instruksi supaja semua anggota dan tjalon-anggota PKI mempeladjari dan mempropagandakan isi pidato itu. Lengkapnja instruksi itu adalah sbb.: Pidato Tahun Vivere Pericoloso atau Pidato Tavip Presiden Sukarno telah kita dengarkan dengan amat teliti. Dalam pidatonja ini Bung Karno mengemukakan analisa jang dalam dan djelas tentang soal² dalam dan luarnegeri serta tugas Rakjat Indonesia dewasa ini. Anggota® PKI bukan hanja harus menjambut dengan gembira pidato itu tetapi djuga dan ter- utama sekali harus memahaminja dengan baik dan segera menjampai- kannja kepada seluruh massa Rakjat agar pidato Tavip tjepat mendjadi milik dan memimpin kegiatan seluruh Rakjat Indonesia. Dengan ini Comite Central menginstruksikan kepada semua anggota dan tjalon-anggota PKI supaja mengadakan gerakan mempeladjari dan mempropagandakan Pidato Tavip",
WB
MADJU TERUS DENGAN SEMANGAT BANTENG MERAH MELAKSANAKAN TAVIP! /D. N. Aidit
Pidato 17 Agustus Presiden Sukarno Tahun Vivere Pericoloso" (TAVIP) tidak hanja tinggi semangatnja tetapi djuga tinggi mutu politik- nja. Tavip bukan hanja pedoman pelaksanaan Manipol, tetapi sekaligus merupakan saudara kandung Manipol. Tavip merupakan sendjata jang ampuh ditangan Rakjat Indonesia dalam meneruskan perdjuangannja. Tetapi ia baru merupakan kekuatan materiil kalau sudah mendjadi milik massa. Dan untuk ini kaum Komunis harus mempeladjari isi Tavip dan mempopulerkannja kepada massa Rakjat. Saja memperkuat pidato Presiden tersebut, bahwa ke- munafikan adalah sumber daripada revisionisme, dan menekankan bahwa Marxisme djuga harus dipeladjari oleh orang² bukan-Komunis jang ingin seperti Bung Karno pandai meramalkan apa jang akan ter- djadi karena penguasaannja terhadap hukum² objektif perkembangan masjarakat. Tavip pedoman aksi revolusioner Tavip tidak hanja merupakan pimpinan dalam melaksanakan politik revolusioner dalam dan luarnegeri, tapi djuga pedoman untuk aksi² revolusioner. Tavip mendjelaskan bahwa tugas internasional Rakjat Indonesia tak hanja harus mengganjang Malaysia" tapi djuga mengganjang imperialisme AS. Pertentangan Rakjat Indonesia dengan imperialis AS bukan hanja karena AS menjerang Vietnam tapi djuga karena AS me- njokong Malaysia", jang terachir dengan terang²an lewat Komunike bersama Johnson-Tengku.
PKI aktif melaksanakan Tavip PKI akan dengan aktif melaksanakan Tavip, dan dalam waktu jang singkat a.l. segera akan diadakan Konferensi Sastra dan Seni Revolusioner untuk membahas prinsip jang dikemukakau Tavip, jaitu berkepri- badian dalam kebudajaan. Saja menjerukan supaja kaum Komunis meng- anggap KSSR sebagai konferensinja sendiri, karena kaum Komunis harus mengintegrasikan diri dengan kebudajaan Rakjat. Perdjuangan po-
Rebudajaan
BERITA DARI TELUK TONKIN
/Agam Wispi
berita pagi ini bukan kabar sedih bagus sekali! kesombongan amerika akan dihadjar di indo-tjina seperti stalingrad —mengusir nazi seperti korea — bandit-bàndit pbb dikalahkan seperti dien bien phu —mertjusuar kemenangan seperti teluk-babi -perompak peradapan ditundukkan seperti vietnam selatan —kebiadapan amerika diganjang dan seperti dimana-mana -api perlawanan tak terpadamkan
litik dan perdjuangan kebudajaan berdjalan ber-sama, gerakan kebudajaan tidak boleh hanja sebagai embel² dari gerakan politik. Mengenai melaksanakan prinsip berdiri diatas kaki sendiri dibidang ekonomi, terutama dibidang pangan, dalam waktu singkat ini segera akan diadakan Konferensi Nasional BTI, dan saja sendiri atas per- mintaan rektor Akademi Ilmu Sosial Aliarcham" menjiapkan diri untuk memimpin langsung pelaksanaan Piagam kerdjasama AISA dan Institut Pertanian Egom", chususnja dalam soal pertanian dan gerakan tani. Madju terus dengan semangat banteng merah melaksanakan Tavip! (Singkatan pidato peringatan Hari Prokla- masi 17 Agustus 1964, jang dleolenggara- kan oleh Comite PKI Djakarta, dikantor CC PKI, pada tanggal 19 Agustus 1964).
lihat sendiri! tidak akan kami biarkan tangan berdarah itu menjentuh vietnam dan teguh membatu-karang adalah setiakawan perdjuangan dimana kapalperang kalian (badjaklaut modern itu!) dihantjurkan dihantjurluluhkan bersiaplah dan waspadalah sebab berita hari lain bukan dari teluk tonkin tapi indo-tjina Afrika Asia Latin Amerika Rakjat pedjuang menjorakkan kemenangan
Djakarta, 6 Agustus 1964.
PRAHA /HR. Bandaharo
untuk Eva & Bekti
Djalanan lurus litjin saldju jang membeku; sekitar putih ladang² dan pohon² gundui rumah² dan gedung sepi; bukit batu puntjaknja bertopi saldju lerengnja berminjak seperti tembaga tua; 路
ada keretaapi mendetjit lalu meninggalkan asap mendjulur abu; ada manusia satu tergesa mentjari tempat sembunji liar seperti kelintji; ada burung2 hitam gelisah terhang ber-putar lalu menghilang; dan Sungai Vlatava tenang mengalir lambat seperti penat mendukung keputihan dan kedinginan sekitar: delapanbelas deradjat dibawah nol.
Mobil meluntjur ke Cernosice djam empat sore itu; matahari seperti bola merah jang sakit, tiada berdaja memantjarkan tjahja lari dikedjar mobil. Aku memandangi Ludmila jang duduk didepan jang kobarkan hasrat dalam ruang; garis muka jang lembut gerak® jang matang pandangan mata jang membudjuk; terasa dengus napas jang ditahan mengekang rangsang; tiga lelaki dalam mobil membisu menjembunjikan diri; njala tjinta terpulau dalam mobil ini tiada mampu mentjairkan saldju: dan saldju turun seperti arumanis jang ditebarkan.
Malamnja kami ber-sama lagi dalam ruang jang hangat sarat oleh bisik² jang berat mendasari nada® tinggi piston dan soxophon: dipentas penari kurus setengah telandjang bangga pertontonkan keperempuanannja melondjak mengangkang menggojang dada berpelukan bertjiuman men-djerit. Bagiku terasa ada kesakitan jang tak terutjapkan diidap oleh setiap orang disini; Ludmila disampingku tenang sadja
kemudian mengangguk bertepuk bersama dengan djeritan diatas pentas dan daging telandjang samar² dalam permainan lampu.
Ludmila, kau sakit ? — tanjaku. Dia menggeleng tiada berdosa memudji pertundjukan sebagai kiasan sebagai parodi dari masa lampau. Masa lampau kapan? — tanjaku — ini adalah masa kini imperialis jang dihidupkan dinegeri ini. Orang senang melihainja, — kata Ludmila — pertundjukan ini berdjalan dua tahun sudah tudjuh ratus malam ber-turut² tanpa perobahan dia bertahan. Benar kau sakit, — kataku. Dan orang ini? Semua mereka sakit! Sakit apa? Sakit ideologi! Aku tidak punja ideologi, — kata Ludmila. Ja, itulah penjakitnja Itulah penjakit negeri ini wabah jang mendjangkit dari Praha menulari seluruh negeri.
Ludmila bawa aku kedepan lukisan2. Inilah Praha sekarang — katanja. Aku berhadapan dengan seratus persen abstraksionisme dan bertanja': Mengapa ini? Ini manifestasi perasaan jang kami senangi. Siapa mengerti ini? Kami menikmati bukan mentjari arti. Ludmila, idealis kau ini — kataku.
Kepudaku diperkenalkan pemuda sekarang pemuda dan pemudi ,zaman langit tjerah"; mereka bersuka, bermusik dan bernjanji mereka berteriak, mendjerit, gojang pinggul dan lutut mereka mengentak-entakkan kaki mereka membantingkan diri, bersama suara lengking saxophon dan melodi-gitar;
selama dua djam aku disiksa pemuda® berdjengki gadis montok berambut kusut menjembunjikan sinar matanja dibelakang katja® hitam menjembunjikan emosinja dibelakang topeng wadjah jang tegang. Aduhai, djadi beginilah Praha kota jang pernah kenal Gottwald dan Musso? Inikah Praha jang lahir dari perdjuangan melawan fasis sekarang djadi imitasi Barat, Barat jang dekaden dan sakarat? Mereka girang, séperti kanak² girang dan Ludmila bilang: Ja, kami adalah Barat! Ampun, — kataku — beribu kali ampun djadilah kau Barat sesukamu tapi djangan djadi tiruan dekadensi djangan djadi manifestasi imperialis; ini maut, Ludmilaku, bukan kehidupan.
Ludmila pandangi aku, ah dingin sekali lebih dingin dari saldju membeku: Aku bentji politik, bentji perang aku bentji maut, bentji pembunuhar aku tidak tau imperialis! Tidak tau, kau tidak tau imperialis Amerika Serikat tidak tau, Armada ke-VII antjam negeri kami? Tidak tau Kuba diblokade? Djuga di Amerika Serikat orang ingin damai! Ingin damai? Siapa membunuhi rakjat Vietnam siapa mengatjau di Kuba di Kambodja, di Laos? di Korea, di Djepang? Ludmila, terbalik sekali — kataku — kau ingin damai tapi pudja maut kau berpihak pada perang. Tidak, aku mau perlutjutan sendjata! Bagus, lutjutilah sendjata Amerika Serikat sendjata semua imperialis rakjat Asia, Afrika, Amerika Latin bantu kau. Harus ada ko-existensi setjara damai! Setudju, suruh pulang tentara Amerika Serikat dan semua tentara imperialis kenegerinja masing biar Asia, Afrika dan Amerika Latin urus dirinja sendiri.
Ah, aku tidak tau, itu semua politik politik jang aku bentji! Itulah Ludmila jang sakit jang tidak dimengerti dia nikmati jang harus dimengerti dia bentji; menolak kehidupan jang menghidupkan menerima kehidupan jang mematikan sebelum mati.
Hari terachir aku di Praha betapa mesranja kami ber-beka2 dibukit direstoran berdinding katja jang menampung tjahaja matahari memanasi kelompok jang sedang makan siang; kami bitjara tentang perdamaian dan persahabatan memenangkan kemerdekaan nasional dan demokrasi melawan kolonialisme dan imperialisme perdjuangan semua rakjat mengalahkan musuh bersama; kami pergunakan bahasa russia, bahasa tjeko dan 'djerman bahasa inggeris dan bahasa indonesia karena keragaman bahasa bukanlah halangan untuk menjatakan niat dan tudjuan jang tulus, tapi dalam bahasa apapun dusta dan kepalsuan tiada tersembunjikan; satu pikiran mengaiasi segala keasingan sekalipun ada diantara kami pertemuan baru kali im. Kami teguk minuman dari seloki² kristal jang besar lalu berdiri dibelakang dinding² katja jang hangat memandangi Praha, kota seribu menara; ada jang mulai bitjara tentang jang lama² menundjuk pada gedung² tua dari abad² jang lalu tentang Smetana jang menjanjikan Sungai Moldau sémuanja dalam keredupan, keredupan hari sore dan keredupan zaman. Aku dan Ludmila, terikat pada masa kini serta tanggungdjawab jang menentukan terhadap masa depan; kami perhatikan permainan sinar dipermukaan air serta lingkaran² riak jang membesar dan bertaut sekitar kawañan itik² liar lena berhanjut; burung2 tjamarlaut jang memudiki Sungai Vlatava terbang berkedjaran menjuruki kolong djembatan; ada satu² jang menepis air dengan sajapnja abu² lalu melajang naik dalam bundaran tambah tinggi tambah besar untuk kemudian melajap rendah memburu lagi teman nja.
Dikedjauhan toros asap mendjulang berat dari tjerobong pabrik; didekatku terasa turun-naik napas jang lembut harum karena keinginan dan harapan. Ludmila, — kataku —, inilah kehidupan jang memberi hidup dan kejakinan masa depan jang mengalahkan ketakutan akan maut; adapun perang hanjalah akibat dia adalah perlawanan jang sedang runtuh terhadap jang tumbuh Jang tumbuh itu adalah kita, kau dan aku, bersama Rakjat² seluruh dunia PRAHA, Djanuari 1964.
Buku Baru
D. N. AIDIT, Marxisme-Leninisme dan peng-Indonesiaannja, Pustaka Ketjil Marxis no. 42, Jajasan ,,Pembaruan", Djakarta, 1964, 64 halaman.
D.N. AIDIT, Angkatan Bersendjata dan penjesuaian kekuasaan ne- gara dengan tugas2 revolusi (PKI dan Angkatan Darat — SESKOAD II), Jajasan Pembaruan", Djakarta, 1964, 64 halaman.
D. N. AIDIT, Kaum tani mengganjang setan² desa I, Jajasan Pembaruan", Djakarta, 1964, 104 halaman.
D. N. AIDIT, Pemetjahan masalah ekonomi dan ilmu ekonomi Indo- nesia dewasa ini, Jajasan ,Pembaruan", Djakarta, 1964, 44 halaman. ASMU, Masalah² landreform 1, Jajasan ,,Pembaruan", Djakarta, 1964, 52 halaman. LEMBAGA SEDJARAH PKI, Aliarcham (sedikit tentang riwajat dan perdjuangannja), Akademi Ilmu Sosial Aliarcham, Djakarta, 1964, 36 halaman.
Dua buku penting tentang masalah tani
MASALAH MASALAH-TANI MASALAH DALAM LANDREFORM REVOLUSI DJILID DEMOKRATIS PERTAMA Lin Ji-tjou A s m u harganja Rp. 75,— harganja Rp. 100,—
ongkoskirim 20%, se-kurang2nja Rp. 25,—
Jajasan ,,Pembaruan" — kotakpos 2522 — Djakarta
Tahun ke-XX -Agustus 1964一Rp....
Diterbitkan oleh Jajasan Pembaruan", Kramat V/7, Diakarta dengan Izin Menpen 3 Djuli 1963 no. 168/SK/UPPG/SIT/1963.
P.I.R. 580/64