Baca PDF (OCR): ABC Politik

27 halaman · 27 halaman diproses dengan OCR· 62399 ms

Daftar isi
  1. 2856
  2. Brue
  3. DEPAGITPROP CC PKI
  4. 2856
  5. A B C
  6. POLITIK
  7. Joop Morriën
  8. Amsterdam
  9. Buku "A B C Politik" ini adalah diktat untuk
  10. Sekolah2 Politik (SP) dan disusun berdasarkan
  11. Revolusi Agustus '45" dan PP (Pembangunan
  12. sia mengenal isi buku ABC Politik" ini sebagai bahan
  13. SOC. GESCHIEDENIS dapat sambutan jang besar dari setiap kader revolusioner
  14. -MEI 1997
  15. Djakarta, Djuli 1958.
  16. 10778499
  17. Sosialisme dan Komunisme Adalah
  18. Keharusan Sedjarah
  19. djahan Djepang. Tetapi pendjadjahan Djepangpun
  20. Rakjat pekerdja, jaitu sedjarah massa jang bekerdja. berproduksi menghasilkan kekajaan materiil jang di-
  21. ba hingga zaman modern ini masjarakat manusia telah
  22. untuk menghasilkan bahan makanan, pakaian, kasut2, perumahan dan bahan2 keperluan hidup lainnja, masih
  23. tu itu belum dikenal perunggu dan besi, sehingga per-
  24. komune2. Memburu, menangkap ikan dan usaha2 la-
  25. lainkan milik bersama, milik komune. Oleh sebab itu
  26. lai mengenal logam dan beladjar membuat perkakas2 dari logam: tembaga, perunggu dan kemudian besı.
  27. "Setiap orang bekerdja menurut kesanggupannja, se-
  28. "Setiap orang bekerdja menurut kesanggupannja, setiap orang menerima menurut kebutuhannja".
  29. II. DJALAN INDONESIA MENUDJU
  30. Kita kini hidup dalam zaman krisis umum kapi-
  31. makin runtuh dan Sosialisme dan Komunisme makin tumbuh dan kuat. Sosialisme bukan lagi tjita2 sadja,
  32. tim Sosialis atas sistim kapitalis. Sebelum Perang Du-
  33. nja dari Djerman sampai ke Korea, dan dari pendu-
  34. ta ada kuranglebih 1000 djuta jang hidup dinegeri-
  35. Pada pihak lain, keadaan didunia kapitalis makin ter-
  36. lawan kekuasaan monopoli makin hari makin kuat.
  37. sia djuga menuruti hukum perkembangan masjarakat.
  38. Bangsa Indonesia adalah bangsa jang terdiri dari
  39. Indonesia terdiri dari demikian banjak sukubangsa ?
  40. Kira2 1.500 tahun sebelum Masehi atau kira²
  41. mengembara di Utara, jaitu dibagian Selatan dari da-
  42. dengan perahu² meninggalkan daratan Asia, makin Jama makin djauh. Mereka pindah ber-angsur2 dan
  43. ber-bondong2 dan dalam masa waktu jang lama ke-
  44. pulau² Selatan. Achirnja mereka bertebaran diseluruh
  45. Tetapi pulau2 Indonesia tidaklah kosong ketika
  46. nenekmojang kita tiba. Penghuni "asli" ini tidak suka
  47. didesak oleh pendatang² dari Utara, mereka mula2
  48. ni "asli" persendjataan nenekmojang bangsa kita su-
  49. bing, busur, panah, dsb. Sedangkan penghuni "asli"
  50. Setelah ber-abad2 lamanja dapatlah penghuni
  51. pat2 jang terasing. Dalam hal ini tidak ada soal pen- 22
  52. kan kelangsungan hidupnja, berhubung ditempat lain
  53. gian Selatan. Setelah sampai di Indonesia mereka hi-
  54. dan rawa2 jang besar mereka jang hidup disatu pulau
  55. bahasa2 dan kebudajaan²nja sendiri2. Disamping su-
  56. an "asli" atau keturunan asing.
  57. rikannja Budi Utomo, sebagai patokan.
  58. samasekali tidaklah berarti bahwa perlawanan Rakjat
  59. djadjahan Belanda. Tetapi pada permulaan abad ke-20
  60. dirintangi oleh perpetjahan dan keterbelakangan sisa2
  61. Oleh karena itu djelaslah bahwa musuh gerakan
  62. hidupan ekonomi dan wilajah Indonesia, jakni Irian
  63. sanaannja belum berdjalan sepenuhnja. Ini berarti ma-
  64. Kekuatan kaum imperialis Belanda jang berpadu
  65. penghisap dan bukan klas pekerdja. Sama sebagai klas pekerdja dan bukan klas peng-
  66. dalam melawan imperialisme dan feodalisme.
  67. sendirinja terdapat pertentangan kepentingan. Tetapi
  68. disamping pertentangan kepentingan, terdapat djuga
  69. lain, terutama dalam melawan kaum imperialis asing.
  70. Djustru untuk bisa menghimpun dan mempersatukan kekuatan jang se-besar2nja; supaja bisa melawan dan
  71. ruh, kaum tani, burdjuis ketjil pada umumnja dan klas
  72. II. SJARAT2 FRONT NASIONAL
  73. buruh masih rendah tingkat kesedaran klas dan ting-
  74. maka kemenangan penuh daripada gerakan nasional
  75. Indonesia sekarang ini. Ia dimulai sudah didalam za-
  76. Oleh karena itu tugas sedjarah untuk memimpin
  77. Revolusi Indonesia tidak bisa lain ketjuali djatuh dia-
  78. an atau revolusi nasional Indonesia bukanlah masjara-
  79. dikan patriotisme Indonesia dikalangan warganegara
  80. Rp. 3,—
  81. Ps. 554-25.000-53.

2856

Brue

ABC

politik

DEPAGITPROP CC PKI

2856

Bro 10

A B C

POLITIK

Joop Morriën

Amsterdam

8MaC3Ho200 .do8 S13

MAORET2MA Depagitprop CC PKI Djakarta 1958

PENGANTAR

Buku "A B C Politik" ini adalah diktat untuk

Sekolah2 Politik (SP) dan disusun berdasarkan

soal2 jang terpokok dan elementer daripada empat mata- peladjaran, jaitu SPM (Sedjarah Perkembangan Masja- rakat) jang berkepala ,S osi alis m e d an K o m u- nisme adalah keharusan sedjarah", SPR (Soal-soal Pokok Revolusi Indonesia) jang bernama Bangsa Indonesia dan Revolusi Indo- n e s i a", FP (Front Persatuan) jang bersembojan ,D e- ngan Front Nasional Memenang kan

Revolusi Agustus '45" dan PP (Pembangunan

Partai) jang berpedoman A m b il B a g i a n d al a m Organisasi Partai". Dengan terbitnja buku A B C Politik" ini sudah tersedialah bagi massa anggota PKI chususnja, tetapi

djuga bagi pentjinta dan pemilih Palu-Arit sebuah buku- pegangan jang sudah lama di-nanti2 sebagai pengantar peladjaran politik. Karena merupakan langkah jang pertama dalam bela- djar politik maka lajaklah apabila setiap patriot Indone-

sia mengenal isi buku ABC Politik" ini sebagai bahan

peladjaran teori revolusioner jang permulaan. Mengingat akan pentingnja buku ini maka kita jakin INT. INSTITUUTbahwa penerbitan A BC Politik"’ ini akan men-

SOC. GESCHIEDENIS dapat sambutan jang besar dari setiap kader revolusioner

bahkan dari setiap patriot Indonesia jang sedjati.

-MEI 1997

Depagitprop CC PKI. AMSTERDAM

Djakarta, Djuli 1958.

10778499

Sosialisme dan Komunisme Adalah

Keharusan Sedjarah

I.
TINGKAT -TINGKAT PERKEMBANGAN MASJARAKAT

Masjarakat kita, sebagaimana segala sesuatu didunia, bukan sesuatu jang tetap sama sadja, jang tidak ber-ubah2. Pengalaman kita sendiri sudah tjukup men- djelaskan hal ini. Indonesia telah mengalami pendjadjahan Belanda jang kemudian diganti oleh pendja-

djahan Djepang. Tetapi pendjadjahan Djepangpun

achirnja diganti oleh Revolusi Agustus 1945, dan ber~ dirilah Republik Indonesia jang merdeka. Sekarang djuga masjarakat kita masih terus berubah. Bagaimana dan kemanakah sesungguhnja masjarakat manusia itu berkembang? Djawaban terhadap pertanjaan ini kita dapat dengan mempeladjari sedjarah perkembangan masjarakat manusia didunia. Sedjarah masjarakat manusia adalah sedjarah

Rakjat pekerdja, jaitu sedjarah massa jang bekerdja. berproduksi menghasilkan kekajaan materiil jang di-

perlukan untuk hidupnja masiarakat. Dari zaman pur-

ba hingga zaman modern ini masjarakat manusia telah

madju melalui berbagai tingkat.

Masjarakat Primitif. Pada zaman purba, ratusan ribu tahun jang lalu, perkakas2 produksi, jaitu perkakas2 jang dipakai orang

untuk menghasilkan bahan makanan, pakaian, kasut2, perumahan dan bahan2 keperluan hidup lainnja, masih

sangat sederhana dan kasar, masih primitif. Pada wak-

tu itu belum dikenal perunggu dan besi, sehingga per-

kakas2 itu dibuat dari batu. Dengan perkakas2 batu jang kasar ini manusia memburu, menangkap ikan dau hidup sangat sederhana. Untuk melindungi diri terha- dap binatang2 buas dan untuk tidak mati kelaparan. mereka harus hidup ber-sama2, dalam kelompok2, jaitu

komune2. Memburu, menangkap ikan dan usaha2 la-

innja untuk memelihara hidup mereka, semuanja dila- kukan bersama, maka hasil²nja djuga mereka bagi bersama. Perkakas2 produksi jang penting untuk kehidupan komune2 itu bukan milik perseorangan, me-

lainkan milik bersama, milik komune. Oleh sebab itu

dalam masjarakat komune primitif ini tidak ada orang kaja, tidak ada orang miskin, tidak ada orang jang menghisap orang lain, djadi masjarakat djuga belum terbagi dalam klas2 jang bermusuhan. Pengalaman manusia dalam produksi makin ber- tambah dan bersamaan dengan itu perkakas2 produksi dan tjara2 bekerdja makin disempurnakan. Orang mu-

lai mengenal logam dan beladjar membuat perkakas2 dari logam: tembaga, perunggu dan kemudian besı.

Zaman beralih dari zaman perkakas batu kezaman perkakas besi. Manusia madju dari kehidupan jang berdasarkan pemburuan kepemeliharaan ternak dan bertjotjok-tanam. Dengan begitu mulai timbul pembagian kerdja kemasjarakatan, jaitu ada komune2 jang terutama mengusahakan peternakan dan komune2 lain jang mengusahakan pertanian. Mereka mulai menu- karkan baranghasil2 mereka diantara mereka sendiri. 6

Perbaikan dan kemadjuan perkakas2 produksi itu me- njebabkan produktivitet kerdja naik: manusia dapat menghasilkan barang2 lebih banjak daripada jang di- perlukan langsung untuk hidup. Manusia tidak ter- paksa lagi bekerdja ber-sama2, tapi dapat hidup dari kerdjanja sendiri2. Ketua2 komune, jang dalam pertu- karan barang2 bertindak sebagai wakil komune, mulai menganggap milik bersama komune sebagai milik- nja sendiri. Dengan demikian timbullah hakmilik perseorangan. Ada anggota2 komune jang mulai memiliki hasil2 dari kerdja anggota2 lain, artinja timbul penghisapan. Djadi, penghisapan atas manusia oleh manusia timbul atas dasar pembagian kerdja kemasjarakatan dan hakmilik perseorangan atas alat2 produksi. Masjarakat petjah dalam klas kaum penindas atau penghisap dan klas kaum tertindas atau terhisap. Kepentingan klas2 ini tidak dapat didamaikan. Kaum tertindas tı- dak mau terusmenerus membanting tulang untuk mem- perkaja kaum penindas, sedangkan mereka sendiri te- rus hidup dalam kemelaratan dan kesengsaraan. Pada pihak lain, kaum penindas dan penghisap berusaha keras untuk memperkuat dan mengabadikan kekua- saan mereka dan memperkeras penghisapan mereka atas Rakjat jang tertindas. Oleh sebab itu, sedjak timbulnja masjarakat jang ber-klas2, terdjadilah perdjuangan klas jang sengit antara klas penindas dengan klas tertindas. Sedjak saat itu sedjarah masjaraka manusia adalah sedjarah perdjuangan klas. dan perdjuangan klas mendjadi kekuatan pokok jang mendo- rong perkembangan masjarakat. Perpetjahan masjarakat dalam klas2 itu mengaki- batkan timbulnja negara. Alat2 negara jang terpenting jalah tentara, polisi, pengadilan, pendjara dan alat2 penindasan lainnja. Klas2 jang berkuasa menggunakan 7

t

negara ini dengan alat2nja untuk -mempertahankan su- sunan masjarakat jang memperkokoh kedudukan mereka. Maka negara kaum penghisap adalah alat kaum penghisap untuk menindas perlawanan kaum tertindas. Tiap kali Rakjat tertindas bangkit untuk menumbang- kan kekuasaan kaum penindas. kaum penindas dengan bantuan alat2 negara menindas dengan kedjam- nja gerakan pembebasan itu. Masjarakat Perbudakan Masjarakat berklas jang pertama jang berdasarkan penghisapan atas manusia oleh manusia adalah masjarakat perbudakan. Dalam masjarakat perbudakan terdapat dua klas pokok jang saling bermusuhan, jaitu tuanbudak dan budak. Budak dimiliki sepenuhnja oleh tuanbudak. Ia tidak lebih dari sebuah barang jang dapat diperdjual-belikan dan bahkan dibunuh me- nurut kehendak tuannja. Produksi didalam masjarakat perbudakan didasarkan atas kerdja kaum budak. Tuanbudak dapat hidup mewah dan mempunjai waktu jang tjukup untuk urusan2 negara, kebudajaan dan kesenian. Sistim perbudakan ini adalah bentuk penghisapan terbuka jang paling kasar. Kaum budak tidak pernah rela menerima kedudukan mereka. Sepandjang sedjarah masjarakat perbudakan timbul pemberontakan2 budak jang besar. Pemberontakan²、inilah jang meng- gontjangkan kekuasaan tuanbudak dan achirnia me- njebabkan sistim perbudakan diganti oleh sistim masjarakat jang lain. Tetapi kaum budak sendiri belum dapat menghapuskan sistim penghisapan atas manusia oleh manusia. Masjarakat Feodal Masjarakat baru jang menggantikan masjarakat perbudakan jalah masjarakat feodal. Sistim feodal ini 8

masih djuga berdasarkan penghisapan atas manusia oleh manusia. Masjarakat feodal terbagi dalam dua klas: klas tuantanah dan kaum tani. Tuantanah2 me- miliki semua tanah, maka untuk dapat hidup kaum tani harus menjewa tanah dari tuantanah. Tani bukan merupakan milik sepenuhnja dari tuantanah, ia mempunjai usaha tanahnja sendiri, maka ia bisa lebih mempunjai kemauan untuk bekerdja daripada budak. Tetapi tani harus membajar sewatanah jang berat kepada tuantanah, maka sebetulnja kebanjakan dari wak- tunja dia tidak bekerdja untuk dirinja sendiri melain- kan untuk tuantanah. Djadi masih tetap ada penindas- an klas, dan kedudukan tani itu sering hanja berbeda sedikit sekali dari kedudukan budak. Sepandjang za- man feodal kaum tani berdjuang melawan tuantanah, teristimewa pada achir masjarakat feodal perdjuangan ini bertambah meruntjing. Dalam sedjarah tiap² negeri terdjadi pemberontakan2 tani dan ada jang ber- langsung hingga puluhan tahun. Pemberontakan2 tani inilah jang melemahkan dasar2 feodalisme dan achir- nja mengakibatkan keruntuhan feodalisme itu. Tetapi kaum tani belum bisa mentjapai kebebasan dari penghisapan. Hasil perdjuangan revolusioner kaum tani dimiliki oleh klas burdjuis jang tumbuh pada achir masjarakat feodal. Revolusi burdjuis menjingkirkan sistim feodal dan menegakkan kekuasaan kapitalisme. Masjarakat Kapitalis Dibawah kapitalisme masjarakat terbagi dalam klas kapitalis atau burdjuasi, dan klas buruh atau pro- letariat. Buruh bukan milik si kapitalis; dia tidak dapat dibeli atau didjual. Ia nampaknja bebas, tetapi ia tidak mempunjai alat2 produksi samasekali sehingga terpak- sa mendjual tenagakerdjanja kepada pemilik alat2 produksi, jaitu si kapitalis, pemilik pabrik2 dan perusaha- 9

an2, dan ia harus bekerdja membanting tulang supaja tidak mati kelaparan. Suatu grup ketjil kaum penghi- sap mendapat laba raksasa, sedangkan massa pekerdja makin lama makin banjak menderita kesengsaraan dan kemelaratan. Djadi, penghisapan atas Rakjat pekerdja masih tetap berlangsung, walaupun bentuknja sudah berubah. Dibawah sistim kapitalis produktivitet kerdja sangat dipertinggi dan produksi mentjapai perluasan jang belum pernah terdapat sebelumnja. Pabrik2 dan perusahaan2 besar diperlengkapi dengan mesin2 dan mempekerdjakan ribuan buruh. Pekerdjaan tiap2 perusahaan, tiap2 tjabang industri dan pertanian tidak dapat dipisahkan dari pekerdjaan perusahaan² dan tjabang2 lain. Djika penggalian minjaktanah atau batu- bara berhenti, maka ratusan perusahaan tidak bisa bekerdja lagi; djika bahan² mentah tidak datang pada waktunja, maka pabrik2 tekstil, sepatu dll. terpaksa berhenti bekerdja. Didalam kapitalisme barang2 hasil industri ada- lah hasil kerdja masjarakat dan bukan hasil kerdja orang seorang. Umpamanja, sepatu buatan pabrik bukan sadja hasil kerdja dari buruh2 jang ber-matjam² keahliannja didalam pabrik sepatu itu sendiri, tetapı djuga hasil kerdja dari buruh jang membuat mesin2 dan bahan2 mentah jang diperlukan untuk pembuatan sepatu itu. Maka dalam keadaan2 jang demikian ini alat2 produksi dan djuga barang2 jang dihasilkan se- mestinja mendjadi milik masjarakat. Tetapi dalam masjarakat kapitalis, alat2 produksi seperti perusahaan², pabrik2, tanah, dan djuga barang2 jang dihasilkan itu bukan mendjadi milik masjarakat melainkan milik perseorangan, milik kaum kapitalis. Kaum kapitalis tidak mempedulikan kepentingan² masjarakat. Mereka mendjual barang²nja hanja untuk 10

mendapat laba. Untuk memperbesar labanja mereka memperluas produksi dan djuga memperhebat penghisapan atas kaum buruh. Akibatnja, barang² jang dihasilkan pabrik2 kapitalis itu djauh lebih banjak da- ripada jang mampu dibeli oleh pemakai pokok, jaitu massa Rakjat, sehingga menimbulkan krisis ekonomi. Untuk mempertahankan harga2 jang tinggi, kaum kapitalis menghantjurkan barang2 mereka dan untuk se- mentara menghentikan produksi serta memetjat buruh²nja setjara besar²an. Maka keadaan mendjadi makin tak tertahankan: ribuan Rakjat menderita kelaparan, sedangkan kaum kapitalis membakar atau membu- ang kelaut barang2 setjara besar²an. Djadi, hakmilik perseorangan atas alat2 produksi ini mengakibatkan penghantjuran kekajaan materil jang sudah dihasilkan itu dan menjebabkan Rakjat pekerdja sangat menderita karena pengangguran dan upah jang rendah. Satu2nja djalan keluar dari keadaan ıni jalah digantinja hakmilik perseorangan atas alat2 produksi dengan hakmilik kemasjarakatan, artinja: beralih dari sistim kapitalis kesistim Sosialis. Sardjana2 besar dan guru2 besar proletariat, Karl Marx dan Friedrich Engels, telah menjingkapkan hu- kum2 jang menguasai perkembangan masjarakat kapitalis dan sudah membuktikan bahwa kapitalisme tidak bisa tidak mesti runtuh dan diganti oleh Sosialisme. Imperialisme Kapitalisme Monopoli Keharusan digantikannja kapitalisme oleh Sosialisme mendjadi lebih njata dan mendesak lagi ketika pada achir abad 19 dan awal abad 20 kapitalisme me- masuki tingkat terachir dari perkembangannja, jaitu imperialisme. Produksi dibawah imperialisme terpusat dalam perusahaan² kapitalis raksasa jang mempekerdjakan kaum buruh sampai puluhan ribu banjaknja. 11

Perusahaan2 ini bukan sadja mendesak dan menelan perusahaan ketjil dan menengah, tetapi djuga banjak perusahaan jang besar. Kaum kapitalis berserikat dalam perkumpulan² kuat jang menguasai produksi dan pendjualan barang² industri. Perkumpulan? ini dinamakan monopoli. Monopoli2 kapitalis menetapkan harga2 jang _tinggi jang membangkrutkan Rakjat pekerdja, sedangkan kaum monopoli mendapat laba jang se-tinggi2nja. Dalam masjarakat kapitalis dewasa ini monopoli2 adalah maha- kuasa dan mentjengkeram setiap lapangan kehidupan di-negeri2 kapitalis. Oleh sebab itu imperialisme dinamakan kapitalisme monopoli. Pada masa imperialisme tjabang2 ekonomi didalam satu negeri lebih2 bergantung satusamalain, sedangkan hubungan² ekonomi diantara negeri2 kapitalis bertambah erat. Setiap negeri kapitalis mendjadi satu matarantai didalam satu rantai sistim imperialis se- dunia. Untuk memperbesar labanja, kaum kapitalis monopoli menaklukkan dan merampas negeri2 jang lemah dan tidak madju dilapangan ekonomi. Ada negeri2 jang dikuasai sepenuhnja dan didjadikan tanahdjadjahan. Pada awal abad 20 penduduk ditanahdjadjahan Inggris berdjumlah 480 djuta (sepuluh kali penduduk Inggris sendiri), ditanahdjadjahan Perantjis 70 djuta (duakali penduduk Perantjis) dan ditanahdjadjahan Belanda 41 djuta (hampir tudjuh kali lebih daripada penduduk negeri Belanda sendiri). Imperialisme men- dirikan suatu sistim penindasan jang sangat kedjam dari suatu grup ketjil kapitalis atas bagian jang sangat terbesar dari penduduk dunia. Penindasan jang kedjam ini tidak bisa tidak mem- pertadjam· se-tadjam2nja pertentangan antara kaum buruh dengan kaum kapitalis dan antara Rakjat ter- 12

tindas di-negeri2 djadjahan dengan kekuasaan imperialis. Pertentangan2 ini menggerowoti dasar2 kapitalisme dan mempersiapkan keruntuhannja. Disamping itu, pertentangan antara negeri2 imperialis sendiri djuga bertambah tadjam. Masing2 negeri imperialis ingin merampas lebih banjak tanahdjadjahan, sumber2 bahan mentah, pasar2 dsb. Karena dunia sudah terbagi habis, maka nafsu imperialis tersebut mesti menimbulkan perang antara negara2 imperialis, sedangkan peperangan2 ini melemahkan kaum imperialis sendiri. Setelah menganalisa perkembangan kapitalisme pada tingkat imperialis ini, Lenin menarik kesimpulan bahwa imperialisme, jang mengandung banjak pertentangan itu, adalah kapitalisme jang lapuk dan sekarat, dan menandakan saat mendjelang revolusi Sosialis. Perkembangan kapitalisme dalam masa imperialisme mengantar masjarakat manusia kepada ambangpintu Sosialisme. Tetapi ini tidak berarti bahwa peralihan dari kapitalisme ke Sosialisme bisa berdjalan sendiri tanpa usaha Rakjat pekerdja. Kaum kapitalis tidak pernah akan mengubah hakmilik perseorangan atas alat2 produksi mendjadi hakmilik masjarakat, atau menjerahkan kekuasaan dan kekajaan mereka dengan su- karela. Untuk bisa beralih ke Sosialisme, kekuasaan kaum kapitalis harus ditumbangkan dan alat2 produk~ sinja disita. Inilah jang dilaksanakan dengan revolusi Sosialis. Tugas dan Tudjuan Revolusi Sosialis Peralihan dari satu susunan masjarakat kesusun- an masjarakat jang lain selalu terdjadi melalui revolusi2. Sebab klas2 lama jang sangat berkepentingan mempertahankan susunan masjarakat lama tidak rela menjerahkan kekuasaannja. Oleh sebab itu klas2 baru 13

harus berdjuang untuk memimpin pemerintahan guna mewudjudkan susunan masjarakat baru dan mendja- min kemenangan susunan masjarakat jang baru ini. Djadi, sebagai akibat revolusi2 ini terdjadi peru- bahan asasi didalam kehidupan masjarakat, kekuasaan negara pindah dari satu klas keklas lain, dan tam- pillah susunan masjarakat baru jang lebih madju. Dengan djalan revolusi2 ini masjarakat memasuki ting- kat jang lebih tinggi didalam perkembangannja. Maka revolusi2 itu adalah lokomotif2 sedjarah jang mengge- rakkan masjarakat manusia madju. Tetapi revolusi2 pada masa lampau belum dapat menghapuskan penghisapan atas manusia oleh manusia. Klas2 jang menang dalam revolusi2 itu memper- gunakan kekuasaan negara untuk memperkuat dan memperhebat penindasan atas Rakjat pekerdja. Semua revolusi itu hanja mengganti bentuk penghisapan jang satu dengan bentuk penghisapan jang lain. Misalnja, revolusi burdjuis besar Perantjis jang terdjadi pada achir abad 18 memang menghantjurkan dasar2 sistim feodal dan merintis djalan bagi kapitalisme. Tetapi revolusi itu tidak membebaskan Rakjat pekerdja. Kekuasaan pindah dari satu kelompok penindas, jaitu tuan- tanah, kekelompok penindas jang lain, jaitu kaum kapitalis. Sudah ber-abad2 massa jang tertindas ber-tjita2 dan berdjuang untuk menggulingkan kaum penindas dan penghisap guna mentjapai kebebasan jang sedjati. Tetapi lama sekali tudjuan ini tidak dapat terlaksana. Sebabnja jalah karena sjarat2 jang diperlukan itu belum ada. Peralihan kesusunan masjarakat jang bebas dari penindasan dan penghisapan, dimana seluruh Rakjat dapat bekerdja dengan bebas untuk kebahagia- an bersama, hanja dapat diwudjudkan pada suatu ting- kat tertentu dalam perkembangan masjarakat manusia, 14

jaitu hanja dapat diwudjudkan oleh revolusi proletar, revolusi Sosialis. Revolusi Sosialis proletariat berbeda pada dasarnja dengan semua revolusi jang dahulu, karena ia samasekali menghapuskan penindasan dan penghisapan. Tudjuan revolusi Sosialis jalah untuk menghantjurkan sistim kapitalis dan menggantikannja dengan sistim Sosialis. Sebagaimana sudah kita lihat diatas, perpindahan kesistim jang baru ini sudah dipersiapkan oleh perkembangan kapitalisme itu sendiri. Kekuatan jang akan melaksanakan revolusi Sosialis ini dilahir- kan oleh kapitalisme sendiri. Kekuatan ini jalah klas buruh. Klas buruh tidak mempunjai milik apa2 ketjuali tenagakerdjanja. Ia sangat berkepentingan untuk me- lenjapkan sistim kapitalis jang menghukumnja hingga menderita mendjadi penganggur, miskin dan lapar. Kaum buruh terpusat di-perusahaan2 besar. Disitu mereka mendjadi biasa akan kerdja bersama, berdisi- plin dan berorganisasi. Klas buruh adalah golongan masjarakat jang paling sedar akan klasnja dan paling terorganisasi. Sjarat2 klas buruh itu sendiri mendo- rongnja untuk menggulingkan sistim kapitalis dan mentjapai kemenangan Sosialisme. Makaitu klas buruh adalah penggali liang kubur kapitalisme dan pen- tjipta Sosialisme. Dalam melakukan tugas sedjarahnja itu klas buruh tidak berdiri sendiri. Ia mendapat dukungan dari semua golongan Rakjat pekerdja. Kepentingan klas buruh sama dengan kepentingan bagian jang sangat terbesar dari masjarakat, per-tama2 sama dengan kepentingan kaum tani. Ber-kali2 kaum tani sudah memberontak melawan kaum penindas, tetapi mereka gagal karena tidak mempunjai program tegas dan pimpinan revolusioner jang 15

teguh. Hanja dibawah pimpinan klas buruh, maka kaum tani dapat mentjapai pembebasannja jang sedjati. Persekutuan klas buruh dengan kaum tani pekerdja merupakan kekuatan jang sangat besar dalam per- djuangan melawan kekuasaan kaum kapitalis dan tu- antanah. Oleh karena itu, guna menghantjurkan perlawanan kaum penghisap dan melenjapkan sistim burdjuis serta membangun masjarakat Sosialis, klas buruh harus mengadakan persekutuan jang erat dan ko- koh dengan kaum tani. Tetapi supaja dapat dengan sukses melaksanakan tugasnja menghantjurkan sistim burdjuis dan membangun masjarakat Sosialis jang baru samasekali, klas buruh memerlukan pimpinan jang tjakap, berpenga- laman, jang dapat memberikan bimbingan jang tepat dalam setiap situasi. Pimpinan ini diberikan oleh partai revolusioner dari proletariat, jaitu Partai Komunis jang berpedoman pada teori revolusioner Marxisme-Leninisme. Karena masjarakat Sosialis adalah masjarakat dimana tidak ada lagi penghisapan dan penindasan, maka susunan ekonomi Sosialis tidak mungkin tumbuh didalam masjarakat kapitalis dimana produksi dida- sarkan pada penghisapan atas manusia oleh manusia. Oleh sebab itu, setelah proletariat memegang kekuasaan, di-tiap² negeri diperlukan masa peralihan untuk mengubah susunan ekonomi jang lama mendjadi susu~ nan ekonomi jang baru, susunan ekonomi Sosialis. Setelah klas buruh menggulingkan kekuasaan burdjuasi, ia mendirikan kekuasaannja sendiri, jaitu diktatur proletariat. Diktatur proletariat adalah diktatur massa jang luas, buruh dan tani, dibawah pimpinan proletariat, terhadap burdjuasi dan kaum kontra- revolusioner lainnja. Negara proletar ini adalah alat pokok'dari klas buruh untuk mematahkan perlawanan

dari klas² jang sudah ditumbangkan, untuk mengha- dapi serangan² imperialis dari luar, dan untuk membangun Sosialisme. Beda dengan negara2 klas penghisap, jang merupakan alat sedjumlah ketjil untuk me- nindas djumlah Rakjat jang terbesar, negara proletar adalah alat dari bagian terbesar masjarakat untuk me- nindas perlawanan sedjumlah ketjil kaum reaksioner. Masjarakat Sosialis dan Komunis Sebagaimana kita ketahui, revolusi Sosialis men- dapat kemenangan jang pertama di Rusia dengan me- letusnja Revolusi Sosialis Oktober Besar pada 7 No- vember 1917. Sebagai hasil Revolusi Besar ini telah muntjul negara Sosialis jang pertama didunia So- vjet Uni, jang wilajahnja seperenam dunia. Didalam masjarakat Sosialis alat2 produksi dimi- liki bersama oleh masjarakat. Karena itu didalam masjarakat Sosialis tidak mungkin lagi ada orang atau golongan jang dapat menggunakan alat2 produksi itu untuk menghisap kerdja orang lain. Hanja orang jang bekerdja berhak makan. Oleh sebab itu sistim Sosialis telah melenjapkan segala sistim dan bentuk penindasan dan penghisapan atas manusia oleh manusia. Tudjuan produksi dalam masjarakat Sosialis jalah untuk mendjamin dipenuhinja setjara maksimum kebu- tuhan materiil dan kulturil jang semakin meningkat dari Rakjat pekerdja. Tudjuan ini dapat ditjapai dengan djalan terusmenerus meningkatkan dan menjem- purnakan produksi Sosialis diatas dasar teknik jang se-tinggi²nja. Dalam masjarakat Sosialis dilaksanakan prinsip:

"Setiap orang bekerdja menurut kesanggupannja, se-

tiap orang menerima menurut hasil kerdjanja". Masjarakat Sosialis adalah tingkat pertama, tingkat rendah dari masjarakat Komunis. Dengan semakin madjunja 17

tenaga² produktif dan teknik produksi, masjarakat akan ber-angsur2 beralih ketingkat jang lebih tinggi, jaitu masjarakat Komunis, dimana hasil-hasil produksi sudah melimpahruah dan dapat dilaksanakan prinsip:

"Setiap orang bekerdja menurut kesanggupannja, setiap orang menerima menurut kebutuhannja".

II. DJALAN INDONESIA MENUDJU

KOMUNISME

Kita kini hidup dalam zaman krisis umum kapi-

talisme, jaitu zaman dimana kapitalisme makin lama

makin runtuh dan Sosialisme dan Komunisme makin tumbuh dan kuat. Sosialisme bukan lagi tjita2 sadja,

tetapi sudah mendjadi kenjataan hidup. Sovjet Uni dengan langkah tegap dan tjepat sedang mewudjudkan peralihan jang ber-angsur2 ke Komunisme. Disamping. Sovjet Uni sudah ada negeri² lain di Eropa dan djuga di Asia, misalnja Republik

Rakjat Tiongkok, jang telah membebaskan diri dari sistim dunia kapitalis dan sedang membangun masjarakat Sosialis. Makin hari makin djelas terbukti keunggulan sis-

tim Sosialis atas sistim kapitalis. Sebelum Perang Du-

nia Kedua hanja ada satu negara Sosialis dengan pen- duduk kira2 200 djuta. Sekarang Sosialisme sudah meliputi belasan negeri, jaitu meliputi daerah jang luas-

nja dari Djerman sampai ke Korea, dan dari pendu-

duk dunia jang pada th. 1956 berdjumlah 2.737 dju-

ta ada kuranglebih 1000 djuta jang hidup dinegeri-

negeri Sosialis ini. Antara negeri-negeri Sosialis ter-dapat kerdjasama dan salingbantu erat jang bersifat sekawan. Ekonomi mereka terus madju dengan be-

rentjana dan tidak mengenal krisis². Diberbagai la- pangan ilmu dan teknikpun kubu Sosialis terbukti sudah lebih unggul dari kubu kapitalis seperti dibukti- kan dengan peluntjuran satelit-bumi buatan (sputnik2).

Pada pihak lain, keadaan didunia kapitalis makin ter-

tjerai-berai: 700 djuta Rakjat hidup di-negeri2 jang baru merdeka dan anti-imperialis, seperti Indonesia, India, Mesir, Birma, dll., 600 'djuta sedang berdjuang untuk kemerdekaan nasional melawan imperialisme, hanja tinggal 400 djuta di-negeri2 imperialis sendiri, tetapi disitupun gerakan kaum buruh dan Rakjat me-

lawan kekuasaan monopoli makin hari makin kuat.

Hubungan antara negeri2 kapitalis berdasarkan hisap- menghisap, negeri jang kuat menguasai dan memeras negeri jang lemah, maka menimbulkan pertentangan² hebat jang tak dapat diatasi oleh kapitalisme. Ekonomi kapitalis menambah penderitaan Rakjat pekerdja dan terus terantjam krisis. Maka dalam perkembangan situasi dunia ini nampak dengan djelas dua djurus- an perkembangan : disatu pihak konsolidasi dan per- luasan terusmenerus dari kubu Sosialis, kemerdekaan dan perdamaian, dan dipihak lain perpetjahan dan ke- runtuhan lebih landjut dari kubu imp,rialis, kolonialis dan peperangan. Sebagaimana masjarakat2 lainnja, maka Indone-

sia djuga menuruti hukum perkembangan masjarakat.

Semua negeri pasti menudju ke Komunisme, hanja djalannja bisa ber-lain²an sesuai dengan keadaan kongkrit negeri masing2 itu. Djuga Indonesia akan menudju ke Sosialisme dan Komunisme, sedangkan djalannja ditentukan oleh keadaan masjarakat kita sendiri. Oleh karena pada waktu sekarang musuh² pokok jang dihadapi Rakjat Indonesia jalah imperialisme, feo- dalisme dan burdjuasi komprador, maka revolusi In- 19

donesia pada tingkat sekarang adalah anti-imperialis, anti-feodal dan anti-burdjuasi komprador, jaitu revolusi Demokrasi Rakjat atau penjelesaian tuntutan2 Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja, seperti jang diterangkan dalam laporan Kawan D.N. Aidit kepada Sidang Pleno ke-IV CC PKI pada achir Djuli 1956. Berdasarkan keadaan Indonesia sekarang, maka revolusi Indonesia dibagi mendjadi dua tingkat :

  1. Revolusi Demokrasi Rakjat untuk membebas-
    kan Indonesia dari imperialisme dan sisa2 feodalisme; dan membentuk kekuasaan Rakjat, dan

  2. setelah revolusi Demokrasi Rakjat mendapat-
    kan kemenangan, revolusi segera beralih kerevolusi Sosialis. Setelah berhasil mendirikan Sosialisme, kita akan ber-angsur? beralih ke Komunisme. Sosialisme dan Komunisme adalah keharusan sedjarah. Tak ada kekuatan apapun didunia ini jang bi. sa menghalangi djalannja roda sedjarah ini.

Bangsa Indonesia dan Revolusi Indonesia

I.
BANGSA INDONESIA Indonesia bukanlah negeri ketjil, tetapi negeri besar. Besar dilihat dari banjaknja penduduk maupun dari luasnja negeri. Bangsa Indonesia adalah bangsa besar jang ke-6 didunia. Jang ke-1 Tiongkok, ke-2 India, ke-3 Sovjet Uni, ke-4 Amerika Serikat dan jang ke-5 Djepang. Penduduk Indonesia berdjumlah lebih dari 84 djuta, tersebar dibanjak pulau, a.l. di Djawa 54 djuta, di Sumatera 12 djuta, di Sulawesi 6 djuta, di Nusateng- gara 5,5 djuta, di Kalimantan bagian Indonesia 3,5 djuta, di-pulau2 Maluku 0,7 djuta. Indonesia adalah negeri kepulauan jang terdiri dari ribuan pulau besar dan ketjil. Luasnja Indonesia 54 x Negeri Belanda, 5 x Djepang dan 2 x Pakistan. Dari udjung Indonesia jang paling Timur sampai keu- djung jang paling Barat kira² sama dengan djarak an- tara pantai Timur dan pantai Barat Amerika Serikat. Pulau2 Indonesia tanahnja sangat subur. Pulau Djawa termasuk tanah jang paling subur didunia. 21 20

Oleh karena itu sudah sedjak zaman dahulukala per- ladangan dan persawahan banjak dilakukan dinegeri kita.

Bangsa Indonesia adalah bangsa jang terdiri dari

lebih 100 sukubangsa. Apakah sebabnja, maka bangsa

Indonesia terdiri dari demikian banjak sukubangsa ?

Kira2 1.500 tahun sebelum Masehi atau kira²

3.500 tahun jang telah lampau bangsa Indonesia jang sekarang belum berada di Indonesia. Kira² 3.500 tahun jang lampau nenekmojang bangsa Indonesia masih

mengembara di Utara, jaitu dibagian Selatan dari da-

ratan Asia. Karena peperangan dan sebab² lain, seperti kekurangan makanan, bentjana alam, bandjir besar dan penjakit menular, nenekmojang bangsa Indonesia

dengan perahu² meninggalkan daratan Asia, makin Jama makin djauh. Mereka pindah ber-angsur2 dan

ber-bondong2 dan dalam masa waktu jang lama ke-

pulau² Selatan. Achirnja mereka bertebaran diseluruh

pantai Indonesia.

Tetapi pulau2 Indonesia tidaklah kosong ketika

nenekmojang kita tiba. Penghuni "asli" ini tidak suka

didesak oleh pendatang² dari Utara, mereka mula2

mengadakan perlawanan. Dibanding dengan penghu-

ni "asli" persendjataan nenekmojang bangsa kita su-

dah lebih sempurna, mereka sudah menggunakan sen- djata tadjam jang terbuat dari besi, seperti lem-

bing, busur, panah, dsb. Sedangkan penghuni "asli"

hanja bersendjatakan sumpit dengan panah ketjil jang berbisa. Nenekmojang bangsa kita sudah pandai ber- tjotjok tanam, sedang penghuni "asli" hidup tergan- tung dari hasil hutan.

Setelah ber-abad2 lamanja dapatlah penghuni

"asli" dan kaum pendatang hidup bersama, sedangkan jang tetap tidak mau mentjampurkan diri lari ke-tem-

pat2 jang terasing. Dalam hal ini tidak ada soal pen- 22

djadjahan nenekmojong kita atas penduduk "asli", karena kedatangan nenekmojang kita tidak lebih dari-. pada untuk mendapatkan tempat baru guna menerus-

kan kelangsungan hidupnja, berhubung ditempat lain

sudah terdesak. Djadi, bangsa Indonesia jang sekarang ini asal- usulnja adalah dari satu rumpun, jaitu rumpun bangsa, rumpun bahasa dan kebudajaan dari daratan Asia ba-

gian Selatan. Setelah sampai di Indonesia mereka hi-

dup ter-pisah2 menurut pulau2. Oleh gunung2, sungai2

dan rawa2 jang besar mereka jang hidup disatu pulau

di-pisah²kan lagi. Perpisahan karena alam jaņg ber-abad² ini menjebabkan timbulnja sukubangsa2 dengan

bahasa2 dan kebudajaan²nja sendiri2. Disamping su-

kubangsa² ini ada lagi unsur lain dalam bangsa Indonesia sekarang, jaitu unsur keturunan asing. Masaalah sukubangsa² hanja dapat dipetjahkan dengan mendjalankan politik haksama bagi semua sukubangsa, tidak perduli sukubangsa besar atau ketjil. Masaalah warganegara2 keturunan asing hanja dapat dipetjahkan dengan mendjalankan politik haksama bagi semua warganegara, dengan tidak perduli keturun-

an "asli" atau keturunan asing.

II. REVOLUSI INDONESIA Indonesia sebelum Revolusi Agustus 1945 bukan- lah negeri jang didjadjah terusmenerus. Sampai da- tangnja pendjadjahan kolonialisme Belanda, negeri kita adalah merdeka dan berdaulat. Malahan dalam sedjarah sebelum kolonialisme Belanda berkuasa, negeri kita pernah dipersatukan dibawah satu kekuasa- an dalam abad ke-14, jaitu dibawah Keradjaan Madja- pait jang besar dan mempunjai hubungan erat dengan Tiongkok dan India. Dalam tahun 1596 datanglah kapaldagang2 Be-

landa di Indonesia. Dalam tahun 1602 Belanda men- dirikan maskapai dagang jang bernama VOC. Tahun 1800 VOC dioper oleh pemerintah Belanda, dan se- djak itu Indonesia didjadjah oleh negara Belanda. Tetapi tidak semua daerah terus dapat ditunduk- kan oleh pendjadjah Belanda, di-mana2 timbul perlawanan2 terhadap kekuasaan Belanda. Perlawanan Rakjat Atjeh baru dapat "dipadamkan" oleh tentara Belanda dalam tahun 1913. Dalam tahun 1926 1927 terdjadi pemberontakan Rakjat, jang walaupun tidak mentjapai tudjuannja, telah menanamkan kejakinan pada Rakjat Índonesia bahwa kekuasaan kolonial Belanda akan dapat ditumbangkan. Antara tahun 1942 sampai pertengahan tahun 1945 Indonesia didjadjah oleh kaum militeris Djepang. Sebagaimana terhadap pendjadjah Belanda, terhadap Djepang Rakjat Indonesia tidak henti²nja mengada- kan perlawanan. Dengan proklamasi kemerdekaan tgl. 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menjatakan diri sebagai bangsa merdeka dengan membentuk sebuah Republik jang demokratis. Tapi persetudjuan KMB jang ditandata- ngani dalam bulan November 1949 oleh Hatta dan fi- hak Belanda, telah menempatkan Indonesia dalam ke- dudukan jang tidak merdeka penuh, telah menempatkan Indonesia sebagai negeri setengah djadjahan. Artinja, Indonesia berhak untuk memerintah diri sendiri, tetapi sumber2 kekajaan Indonesia jang penting2 dan dunia perdagangan Indonesia sebagian besar masih dikuasai oleh kaum imperialis, terutama imperialis Belanda. Semendjak ditandatanganinja persetudjuan KMB, PKI sudah menentang dan mengadjak Rakjat menentang persetudjuan chianat ini. Atas desakan Rakjat jang terusmenerus pada permulaan tahun 1956 perse- 24

tudjuan KMB telah dibatalkan, tetapi pembatalan ini belum dilaksanakan dengan sungguh2. Pengambilalih- an perusahaan² Belanda pada achir tahun 1957 dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat adalah sangat penting artinja dalam hubungan dengan pembatalan persetudjuan KMB setjara njata. Selain daripada kekuasaan imperialis Belanda, Amerika, Inggris, Kuomintang, dll. dilapangan eko- nomi jang masih bertjokol, di Indonesia djuga masih terdapat tuantanah2 jang menghisap kaum tani, sehingga menimbulkan kemelaratan bagian terbesar dari kaum tani. Rakjat Indonesia sekarang sedang berdjuang dengan sengit untuk memerdekakan Indonesia dari semua imperialis, supaja Indonesia mendjadi negeri jang merdeka penuh, dan untuk membebaskan kaum tani dari tindasan tuantanah, sebagaimana jang dimaksud- kan oleh Revolusi Agustus 1945. Jang mendjadi penghalang daripada perdjuangan Rakjat Indonesia ini jalah semua imperialis, terutama imperialis Belanda dan Amerika, kaum komprador (kakitangan kaum imperialis) dan kaum tuantanah. Penghalang2 inilah jang mendjadi tudjuan serangan atau sasaran Rakjat Indonesia dalam perdjuangannja. Penghalang2 ini adalah musuh2 Rakjat Indonesia, oleh karena itu mereka adalah sasaran daripada Revolusi Indonesia. Kekuatan seluruh Rakjat Indonesia harus ditudjukan kepada sasaran² ini. Klas2 mana dan lapisan² mana daripada Rakjat Indonesia jang mampu melawan imperialisme dan feo- dalisme (kaum tuantanah), jang mampu berdjuang untuk menjelesaikan Revolusi Agustus 1945 saípai ke- akar²nja? Berbitjara tentang ini berarti kita berbitjara tentang kekuatan² Rakjat jang mendjadi pendorong Revolusi Indonesia sekarang. -25

Dalam masjarakat Indonesia sekarang terdapat klas2 atau golongan² penduduk sbb :

a. Kaum tuantanah: Sebagaimana sudah diterang-
kan diatas adalah kekuatan jang menghalangi kema~ djuan revolusi Indonesia. Djadi, kaum tuantanah bukan kekuatan pendorong revolusi Indonesia.

b. Kaum burdjuis Indonesia: Ada jang kompra-
dor imperialis dan ada jang bukan komprador. jang komprador imperialis sebagaimana sudah dikatakan diatas adalah penghalang daripada revolusi. Jang bukan komprador kita namakan burdjuasi nasional. Burdjuasi nasional wataknja tidak tetap, pada umumnja melawan imperialis dan tuantanah, tetapi ragu² dan bisa djuga mengchianati revolusi. Meskipun burdjuasi nasional bukan kekuatan pendorong revolusi, tetapi kewadjiban kaum Komunis jalah dengan segala dja- lan mendorong mereka supaja mereka ber-sama² de~ ngan kaum progresif melawan imperialisme dan feodalisme.

c. Berbagai matjam burdjuasi ketjil diluar kaum
tani: Pada umumnja kaum tani termasuk klas burdjuis ketjil. Tetapi diluar kaum tani terdapat djuga burdjuasi ketjil, seperti kaum miskin kota jang tidak tentu pekerdjaannja, kaum intelektuil, pedagang2 ketjil, tu- kang2 keradjinan tangan, kaum pekerdja merdeka, kaum nelajan dsb. Klas² atau golongan2 ini ditindas oleh imperialisme, feodalisme dan burdjuasi, oleh karena itu mereka konsekwen memihak revolusi. Mereka adalah sekutu proletariat jang dapat dipertjaja.

d. Kaum tani: Djumlah kaum tani merupakan 60%
atau 70% daripada penduduk Indonesia. Jang kita maksudkan dengan kaum tani terutama jalah kaum tani miskin dan tani sedang, jaitu djumlah jang terbe- sar dari penduduk desa, jang hidupnja ditindas oleh imperialisme, feodalisme dan burdjuasi. Kaum tani 26

adalah sekutu proletariat jang terpertjaja dan merupakan bagian jang pokok daripada kekuatan revolusi Indonesia. Disamping itu ada kaum tani kaja, jang bisa am- bil bagian dalam melawan imperialisme dan bisa ber- sikap netral terhadap perdjuangan revolusioner melawan tuantanah. Tapi klas ini bukanlah kekuatan pendorong daripada revolusi.

e. Kaum proletar: Di Indonesia terdapat kira2 6
djuta kaum buruh dan kalau dihitung dengan keluar- ganja sampai kuranglebih berdjumlah 20 djuta atau hampir 25% daripada seluruh penduduk. Lapangan pekerdjaan kaum buruh Indonesia antara lain jalah: pengangkutan, pabrik, bengkel, tambang, pelabuhan, industri ketjil dan keradjinan tangan, perkebunan, ke- hutanan, dsb. Disamping kaum buruh kota dan desa ini, di-desa2 Indonesia djuga terdapat ber-djuta2 buruh-tani, jaitu penduduk desa jang pada umumnja tidak mempunjai tanah dan alat pertanian serta hidup dari mendjual tenagakerdja didesa. Klas buruh Indonesia ditindas oleh imperialis~ me, feodalisme dan kapitalisme (burdjuasi) jang sangat kedjam, dan ini membikin klas buruh Indonesia mendjadi lebih tegas dan lebih mendalam didalam perdjuangan revolusioner daripada klas2 lain. Klas buruh Indonesia mempunjai kwalitet jang sangat baik: Karena lapangan pekerdjaannja maka klas buruh adalah klas jang paling berdisiplin, dan karena tidak memiliki alat2 produksi maka klas buruh adalah klas jang paling konsekwen, berpandangan djauh dan tidak me- mentingkan dirisendiri. Dengan uraian singkat diatas mendjadi djelaslah klas? mana jang mendjadi penghalang dan mana jang mendjadi pendorong revolusi Indonesia. Dan djuga mendjadi djelas klas mana jang berwatak bimbang 27

dalam revolusi Indonesia. Jang mendjadi penghalang revolusi Indonesia pada tingkat sedjarah sekarang jalah: kaum imperialis, kaum komprador dan tuantanah. Jang mendjadi pendorong revolusi jalah: klas buruh, kaum tani dan burdjuasi ketjil (diluar kauın tani). Semuanja ini kita namakan: Rakjat pekerdja. Jang bimbang jalah: burdjuasi nasional. Dalam perdjuangan melawan 3 serangkai jang mendjadi musuh Rakjat, jaitu kaum imperialis, komprador dan tuantanah, proletariat Indonesia harus mampu mempersatukan se-besar2nja kekuatan Rakjat, termasuk kekuatan burdjuasi nasional. Mempersatukan semua kekuatan Rakjat ini kita namakan menyga- lang front persatuan nasional, artinja menggalang kekuatan 4 serangkai, jaitu kaum buruh, tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional. Kekuatan 3 serangkai adalah kekuatan anti-nasional jang makin lama mendjadi makin lemah. Seba- liknja kekuatan 4 serangkai adalah kekuatan nasional jang makin hari bertambah kuat. Kekuatan 3 serangkai menudju kehantjurannja, sedangkan kekuatan 4 serangkai terus tumbuh. Singkatnja, kewadjiban kita jalah memenangkan 4 serangkai dan mengalahkan 3 serangkai. Inilah sja- rat untuk menjelesaikan tuntutan2 revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar2nja. Ini berarti menghapuskan imperialisme dan feodalisme sampai ke-akar2nja, sebagai landasan untuk menudju ke Sosialisme dan Ko- munisme. Semua anggota PKI harus ambil bagian ak- tif dalam melaksanakan tugas² sutjinja, dengan tidak henti2nja memperkuat front persatuan nasional dan memperkuat Partai Komunis Îndonesia.

Dengan Front Nasional Memenangkan Revolusi Agustus '45

I. PERLUNJA FRONT NASIONAL
Revolusi Agustus '45 per-tama² bertudjuan men- tjapai dan mewudjudkan kemerdekaan nasional bagi bangsa (nasion) Indonesia dengan mendirikan negara nasional jang merdeka, jalah Republik Indonesia. Menurut sedjarah, lahirnja sesuatu nasion selalu diikuti dengan pembentukan negara nasional jang merdeka dari nasion itu. Hanja djika ada penindasan atau pendjadjahan dari bangsa lain sesuatu nasion ter~ halang perkembangannja kearah pembentukan negara nasionalnja jang merdeka. Djika demikian, maka la- hirlah gerakan nasional. Demikianlah halnja dengan sedjarah bangsa kita Indonesia. Pertumbuhan bangsa Indonesia mendjadi nasion Indonesia dan perkembangan selandjutnja ke- pada pembentukan negara nasional Indonesia jang merdeka telah dihambat dan dirintangi oleh penindasan nasional atau pendjadjahan kaum imperialis Belan- da. Sebab itulah dinegeri kita djuga lahir gerakan na~ sional jang mulai bangkit pada permulaan abad ke-20. Mulai bangkitnja gerakan nasional inilah jang sekarang dirajakan sebagai Hari Kebangunan Nasional 29 28

dengan mendjadikan tgl. 20 Mei 1908, jaitu hari didi-

rikannja Budi Utomo, sebagai patokan.

Dengan Hari Kebangunan Nasional 20 Mei itu

samasekali tidaklah berarti bahwa perlawanan Rakjat

Indonesia terhadap pendjadjahan Belanda baru di- mulai pada waktu itu. Lama sebelum itu Rakjat Indonesia sudah mengadakan perlawanan² terhadap pen-

djadjahan Belanda. Tetapi pada permulaan abad ke-20

itulah dimulainja perlawanan Rakjat Indonesia terhadap pendjadjahan Belanda dengan diresapi perasaan dan kesedaran nasional serta terorganisasi setjara nasional dan modern. Perasaan dan kesedaran nasional ini lahir dari pertumbuhan kesatuan bahasa, ta- nahair, kehidupan ekonomi dan kebudajaan Indonesia. Gerakan nasional ini telah mentjapai puntjaknja berupa Revolusi Agustus '45. Pertumbuhan bangsa Indonesia mendjadi nasion dan negara nasional jang merdeka djuga dihambat dan

dirintangi oleh perpetjahan dan keterbelakangan sisa2

feodalisme jang masih kuat, jang dengan sengadja di- pertahankan oleh kaum imperialis Belanda.

Oleh karena itu djelaslah bahwa musuh gerakan

nasional dan Revolusi Indonesia jalah imperialisme asing dan feodalisme. Meskipun Revolusi Agustus '45 telah berhasil mendirikan negara nasional Republik Indonesia, tetapi penindasan nasional kaum imperialis Belanda atas ke-

hidupan ekonomi dan wilajah Indonesia, jakni Irian

Barat, masih terus berlaku. Hal ini disebabkan karena adanja persetudjuan KMB jang pernah dibikin oleh Pemerintah Hatta dengan Pemerintah Belanda. Persetudjuan KMB memang sudah dibatalkan, tetapi pelak-

sanaannja belum berdjalan sepenuhnja. Ini berarti ma-

sih adanja penindasan nasional atas nasion Indonesia.

Ketjuali itu, sisa² feodalisme jang berat djuga belum dihapuskan. Semuanja ini berarti bahwa Revolusi Indonesia jang bersifat nasional dan demokratis belum selesai. Ia masih harus diteruskan untuk melenjapkan samasekali penindasan nasional dari kaum imperialis Belanda dan melenjapkan samasekali sisa2 feodalisme, sehingga bisa ditjapai dan diwudjudkan kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis.

Kekuatan kaum imperialis Belanda jang berpadu

dengan sisa2 feodalisme dan dibantu oleh kaum burdjuis komprador (agen2 imperialis) sekarang ini masih agak besar dan kuat. Untuk bisa melawan dan me- ngalahkan kekuatan jang masih besar dan kuat ini dengan sendirinja diperlukan kekuatan jang besar dan kuat -pula. Klas2 jang berkepentingan dengan kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis, jalah: klas buruh, kaum tani, klas burdjuis ketjil (diluar kaum tani) dan klas burdjuis nasional atau klas kapitalis. nasional. Klas2 inilah jang merupakan kekuatan jang bersedia dan mampu melawan kekuatan kaum imperialis dan feodalisme. Klas buruh dan kaum tani (maksudnja: kaum tani miskin dan tani sedang) serta klas burdjuis ketjil pada umumnja adalah klas pekerdja dan bukan klas penghisap. Sedangkan klas burdjuis nasional adalah klas

penghisap dan bukan klas pekerdja. Sama sebagai klas pekerdja dan bukan klas peng-

hisap, klas buruh dan kaum tani serta klas burdjuis ketjil pada umumnja bisa bersatu tanpa pertentangan

dalam melawan imperialisme dan feodalisme.

Antara klas buruh dan kaum tani disatu fihak dan klas burdjuis nasional difihak lain disatu fihak klas pekerdja dan difihak lain klas penghisap dengan

sendirinja terdapat pertentangan kepentingan. Tetapi

disamping pertentangan kepentingan, terdapat djuga

persamaan kepentingan antara klas buruh dan kaum tani disatu fihak dan klas burdjuis nasional difihak

lain, terutama dalam melawan kaum imperialis asing.

Djustru untuk bisa menghimpun dan mempersatukan kekuatan jang se-besar2nja; supaja bisa melawan dan

mengalahkan kekuatan kaum imperialis, maka klas bu-

ruh, kaum tani, burdjuis ketjil pada umumnja dan klas

burdjuis nasional harus bisa bersatu didalam satu front, jaitu front nasional. Ketjuali itu, klas buruh dan kaum tani harus bisa bersatu dengan burdjuasi nasional bukan sadja kare~

na ada persamaan kepentingan. didalam melawan im~ perialisme, tetapi djuga karena pada tingkat revolusi jang bersifat nasional dan demokratis ini, tugasnja ja- lah per-tama2 mengadakan perubahan demokratis dan belum perubahan2 sosialis; artinja kapitalisme belum harus dihapuskan samasekali. Djadi, front nasional diperlukan untuk mempersatukan semua kekuatan jang anti-imperialisme dan anti-feodalisme, supaja bisa ditjiptakan kekuatan se-be-

sar2nja untuk mengalahkan kekuatan imperialisme dan feodalisme sehingga bisa ditjapai kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis.

II. SJARAT2 FRONT NASIONAL

Pada zaman bangkitnja kapitalisme, dimana klas

buruh masih rendah tingkat kesedaran klas dan ting-

kat kemampuan organisasinja, maka dalam gerakan nasional dari nasion jang tertindas klas buruh belum bisa memegang rol pimpinan daripada gerakan, rol pimpinan itu dipegang oleh klas burdjuis nasional. Karena pimpinan ada ditangan klas burdjuis nasional,

maka kemenangan penuh daripada gerakan nasional

pada waktu itu tidak bisa lain daripada terbentuknja negara nasional jang merdeka dibawah diktatur burdjuasi (klas burdjuis). Tidak demikian halnja dengan gerakan nasional

Indonesia sekarang ini. Ia dimulai sudah didalam za-

man imperialisme. Bagaimanapun djuga ketjil djumlah- nja djika dibandingkan dengan djumlah kaum tani dan burdjuis ketjil pada umumnja, dan bagaimanapun djuga mudanja djika dibandingkan dengan klas buruh Eropa jang sudah madju, tetapi di Indonesia sudah ada klas buruh modern. Klas buruh modern Indone~ sia tidak per-tama² dilahirkan oleh klas burdjuis nasional, melainkan oleh klas burdjuis asing, jaitu oleh kaum imperialis Belanda. Klas burdjuis nasional Indonesia tumbuh sangat lambat dan lemah karena tekanan kaum imperialis Belanda. Dalam kedudukan jang lemah, baik setjara ekono- mi maupun politik, maka dengan sendirinja klas burdjuis nasional Indonesia tidak bisa memegang rol pimpinan daripada gerakan atau revolusi nasional Indonesia. Lebih² lagi klas buruh Indonesia sudah tidak mau begitu sadja disuruh berbaris dibawah pimpinan dan pandji2 klas burdjuis nasional. Klas buruh Indonesia sudah sedemikian tingkat kesedaran klas dan tingkat kemampuan organisasinja sehingga sudah mempunjai Partai dan pandji²nja sendiri, jaitu Partai Komunis Indonesia dengan pandji2 patriotisme dan internasionalisme proletar, untuk memimpin aksi2 dan langkah²nja didalam gerakan nasioņal.

Oleh karena itu tugas sedjarah untuk memimpin

Revolusi Indonesia tidak bisa lain ketjuali djatuh dia-

tas pundak klas buruh. Dengan pimpinan ditangan klas buruh, maka kemenangan penuh. daripada gerak-

an atau revolusi nasional Indonesia bukanlah masjara-

kat kapitalis dan negara nasional jang merdeka diba-

wah diktatur burdjuasi, melainkan masjarakat demo- krasi baru dan negara nasional jang merdeka dibawah diktatur bersama dari semua klas jang revolusioner. Supaja klas buruh bisa memenuhi tugas sedjarahnja memimpin revolusi nasional, Program PKI memberikan petundjuk sbb : "Klas buruh harus memelopori perdjuangan seluruh Rakjat. Untuk tudjuan ini klas buruh sendiri harus meningkatkan aktivitetnja, mendidik dirinja sendiri dan mendjadi kekuatan jang besar dan sedar. Klas buruh tidak hanja harus melakukan perdjuangan untuk memperbaiki tingkat hidupnja, ia djuga harus meningkatkan tugas2nja ketingkatan jang lebih luas dan lebih tinggi. Ia harus membantu perdjuangan klas2 lainnja. Klas buruh harus membantu perdjuangan kaum tani untuk tanah, perdjuangan kaum inteligensia untuk hak2nja jang pokok, perdjuangan burdjuasi nasional melawan persaingan asing, perdjuangan seluruh Rakjat Indonesia untuk kemerdekaan nasional dan kebe- basan2 demokratis. Rakjat bisa mentjapai kemenang- an hanja apabila klas buruh Indonesia sudah merupakan kekuatan jang bebas, sedar, matang dalam politik, terorganisasi dan mampu memimpin perdjuangan seluruh Rakjat, hanja apabila Rakjat sudah melihat klas buruh sebagai pemimpinnja". Tetapi karena kekuatan jang pokok, jaitu kekuatan jang terbesar daripada Revolusi Indonesia adalah kaum tani, maka kewadjiban klas buruh sebagai pe- mimpin revolusi, per-tama² dan terutama sekali jalah harus bisa menarik kaum tani sebagai sekutunja keda- lam front nasional. Dan memang front nasional belum bisa dinamakan front nasional jang sungguh2 djika majoritet (bagian terbesar) daripada kaum tani belum turut serta didalamnja.

Untuk bisa benar² menarik kaum tani mendjadi sekutu klas buruh, jaitu untuk bisa mewudjudkan di- dalam praktek persekutuan buruh dan tani, diperlukan kader Komunis jang tjukup banjak, jang bekerdja didesa, kader2 Komunis jang mengerti betul2 hubungan agraria didesa dan tuntutan2 jang urgen daripada kaum tani, sehingga bisa setjara politik dan organisasi memberikan pimpinan kepada gerakan dan aksi2 kaum-tani. Dari uraian diatas bisalah disimpulkan, bahwa sjarat untuk front nasional jang sungguh2 kuat jalah: ia harus terbentuk berdasarkan persekutuan buruh dan tani dan dipimpin oleh klas buruh serta sebagai hasil dari gerakan dan aksi2 revolusioner daripada massa Rakjat jang seluas-luasnja. Djuga sikap jang tepat mengenai soal agama dan sukubangsa merupakan sjarat untuk bulatnja front nasional. Di Indonesia terdapat berbagai matjam kepertjajaan agama, dan jang paling berpengaruh jalah agama Islam. Supaja soal agama ini tidak mendjadi bahan perpetjahan dikalangan Rakjat banjak, maka sikap jang tepat mengenai agama jalah: per-tama² menghor- mati setiap kepertjajaan agama. Dengan sikap meng- hormati setiap kepertjajaan agama berarti bahwa kita djuga harus menentang penggunaan sesuatu kepertjajaan agama untuk memetjah-belah persatuan dikalangan Rakjat. Disamping ter-bagi2 berdasarkan kepertjajaan agama, bangsa Indonesia djuga ter-bagi2 berdasarkan sukubangsa iang banjak sekali djumlahnja. Diantara sukubangsa jang satu dengan lainnja terdapat perbedaan2, baik dalam hal besar dan ketjilnja, dalam ba- hasanja, dalam kebudajaannja, maupun dalam adat- istiadatnja. Djika perbedaan2 ini tidak diperhatikan 35

dan ditiarikan djalan pemetjahannja, maka perbeda- an2 ini bisa mendjadi benih pertentangan dan perpe- tjahan. Djalan satu²nja untuk mentjiptakan perhubungan jang baik dan persatuan jang bulat diantara semua sukubangsa itu, jalah dilaksanakannja prinsip haksama dan saling menghormati diantara semua sukubangsa itu dengan tidak memandang besar ketjilnja, dan lebih madju atau lebih terbelakangnja. Masaalah jang mirip dengan masaalah sukubangsa, jalah masaalah minoritet keturunan asing seperti: keturunan Arab, Tionghoa, dan Eropa. Djuga masaalah warganegara keturunan asing ini bisa merusak persatuan nasional djika ia tidak dipetjahkan setjara tepat. Dan djalan pemetjahannja adalah djuga tidak bisa lain ketjuali dengan politik haksama, jaitu hak sama sebagai warganegara seperti jang ditjantumkan didalam Undang2 Dasar Sementara bahwa semua warganegara mempunjai hak sama. Dalam laporan Politbiro kepada Sidang Pleno ke-IV CC PKI, Kawan Aidit menerangkan : "Berhubung dengan pemetjahan masaalah minoritet keturunan asing, disatu fihak harus ditjegah tim- bulnja nasionalisme sempit dikalangan majoritet warganegara 'bumiputera'. jang terachir ini harus menghormati minoritet warganegara keturunan asing, Di- fihak lain harus dihilangkan rasa superior (tinggihati) golongan atas daripada minoritet keturunan asing jang dizaman pendjadjahan memang dipupuk oleh kaum pendjadjah untuk dapat diadudombakan dengan majoritet 'bumiputera'. Pendidikan patriotisme Indonesia, pendidikan tjinta tanahair dan tjinta Rakjat Indonesia, harus diperdalam dan diperluas dikalangan minoritet keturunan asing. Ini tidak berarti bahwa pendi- 36

dikan patriotisme Indonesia dikalangan warganegara

'bumiputera' sudah tidak diperlukan". Hanja dengan front nasional jang sjarat nja seperti diterangkan diatas inilah bisa dibangkitkan, di- mobilisasi dan diorganisasi kekuatan Rakjat jang se- besar2nja untuk bisa melawan dan mengalahkan kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador, sehingga bisa ditjapai kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis. Tegasnja hanja dengan front nasional jang sematjam itulah Revolusi Agustus bisa di- selesaikan sampai kepada kemenangan jang penuh.

Ambil Bagian Dalam Organisasi Partai

I. TENTANG ORGANISASI, ORGANISASI-MASSA DAN PARTAI POLITIK Pada zaman kolonial, Rakjat Indonesia tidak ba-
njak jang mengenal organisasi. Pemerintah Belanda meng-halang²i Rakjat berorganisasi, sebab dengan organisasi itu Rakjat mendjadi dipersatukan. Rakjat jang bersatu mendjadi kuat dan lebih mampu melawan pemerintah kolonial. Lebih2 terhadap partai politik jang langsung bertudjuan menggulingkan kekuasaan kolonial Belanda, Belanda paling takut. Sebab itu organisasi jang berupa partai politik selalu dirintangi dan malahan dilarang. Rakjat kita waktu itu tidak mempunjai kemerdekaan politik atau hak2 demokrasi. Oleh sebab itu kesadaran politik dan kemampuan berorganisasi dari Rakjat sangat tertekan perkembangannja. Sesudah Revolusi 17 Agustus 1945 keadaan mendjadi berubah. Sedjak itu Rakjat Indonesia pada po- koknjá sudah mempunjai kemerdekaan politik atau ke- bebasan² demokratis. Sedjak itu timbullah ber-matjam² organisasi Rakjat, jang bertudjuan perbaikan nasib dan bertudjuan kenegaraan. Kaum buruh Indonesia sekarang sudah mempunjai serikatburuh² dan sudah mempunjai gabungan² serikatburuh jang besar. Jang terbesar jalah SOBSI.

Gabungan Serikatburuh lainnja jalah KBKI, Sarbumu- si, SBII, dll. Kaum tani Indonesia, sekarang mempunjai BTI jang paling ditakuti oleh tuantanah. Disamping BTI. ada organisasi2 kaum tani seperti Petani, Pertanu, STII, dǐ. Wanita Indonesia sekarang mempunjai organisasi GERWANI jang membela kepentingan kaum wanita dan bekerdja keras untuk kemadjuan wanita kita jang umumnja masih terbelakang itu. Pemuda Rakjat merupakan organisasi pemuda progresif jang militan jang meliputi pemuda peladjar, pemuda buruh, pemuda tani dan pemuda Rakjat-miskin lainnja. Bekas pedjuang membangun organisasinja sendiri. Jang terbesar dan paling berpengaruh adalah Perbepbsi. Pemuda2 peladjar disekolah landjutan mempunjai IPPI. Penderita ljatjad mempunjai organisasinja sendiri, jaitu ITVI. Para guru menjusun organisasinja sendiri, jaitu PGRI. Para pamongdesa mempunjai organisasinja, jaitu PP-DI. Kaum dagang tidak ketinggalan dan membangun organisasinja sendiri, seperti Perpeki, Bakuna dsb. Para wartawan terorganisasi dalam PWI. Para seniman antara lain mempunjai Lekra. Hampir semua golongan penduduk mempunjai or- qanisasinja masing2. Tetapi walaupun sudah banjak organisasi Rakjat, djika didjumlah semua anggotanja, ternjata masih merupakan bagian jang ketjil dari selu- ruh Rakjat. Djadi bagian terbesar dari Rakjat kita ma. sih belum berorganisasi. Tudjuan dari organisasi itu, jalah untuk memper- satukan Rakjat dan dengan Rakjat jang bersatu, Rakjat mendjadi lebih kuat dan lebih berhasil memperdju- angkan perbaikan nasibnja. Oleh sebab itu, untuk membikin Rakjat lebih bersatu dan lebih kuat, Rakjat jang belum berorganisasi harus didorong supaja ber-

organisasi. Makin banjak Rakjat berorganisasi, berartt makin tinggi kesedarannja. Organisasi2 jang disebut diatas adalah organisasi massa. Tiap2 organisasi itu hanja meliputi satu golongan penduduk dan per-tama2 ditudjukan untuk memperdjuangkan perbaikan nasib dari anggota2nja atau golongannja. Djadi organisasi massa hanja meliputi satu tjabang dari kehidupan dan mempunjai sifat luas; keanggotaannnja pada umumnja tidak bersandar- kan kejakinan politik atau agama, melainkan pada persamaan nasib dan persamaan lapangan-kerdja. Djika ditiap golongan penduduk terdapat banjak organisasi, itu berarti bahwa persatuan Rakjat digo- longan itu kurang bulat, sehingga mereka kurang kuat dalam perdjuangannja. Sebab itu dengan melalui pe- ngalaman2nja sendiri Rakjat perlu dididik supaja ditiap lapangan hanja mempunjai satu organisasi. Dan djika ada lebih dari satu, harus diusahakan supaja sungguh² ada kerdjasama dan kesatuan aksi. Tetapi Indonesia sekarang masih belum sepenuhnja merdeka. Sebagian daripada wilajah Indonesia, jaitu Irian Barat, masih dikuasai oleh imperialisme Belanda. Rakjat Indonesia masih hidup dibawah penindasan. Musuhnja jang paling besar jalah kaum imperialis Belanda jang dibantu sepenuhnja oleh kaum imperialis Amerika. Kaum imperialis ini mempunjai kakitangan~ nja didalamnegeri jang kita sebut kaum komprador (agen imperialis). Musuh Rakjat Indonesia lainnja jalah klas tuantanah jang terus menghisap dan memper- tahankan keterbelakangan bagian terbesar dari Rakjat, jaitu kaum tani. Djuga kaum burdjuis nasional. sesuai dengan sifat klasnja, turut menghisap proletariat Indonesia. Untuk mengusir kaum imperialis ini dan untuk melenjapkan sisa feodalisme itu, pendeknja, untuk membebaskan Rakjat pekerdja Indonesia dari penin-

dasan, dan selandjutnja untuk membangun masjarakat jang makmur dan bahagia, tanpa penindasan, lahirlah Partai Komunis Indonesia pada tgl. 23 Mei 1920. Untuk mewudjudkan tudjuan2 jang besar dan jang lu- hur itu organisasi massa seperti jang disebut diatas tidak mampu disebabkan tudjuannja terbatas dan ke- anggotaannja terbatas pada orang dari satu golongan dan jang tidak mempunjai kejakinan politik jang sama. Partai Komunis Indonesia adalah partainja klas buruh atau klas proletar. Ia adalah partainja klas proletar disebabkan ideologinja, politiknja dan pemba- ngunan organisasinja adalah sesuai dengan ideologi dan sifat2 jang chas dari proletariat. Apakah sifat2 itu? Klas proletar mewakili kekuatan produktif jang baru, djadi lain dari kaum tani jang mewakili kekuatan produktif jang lama, Klas buruh mempunjai tekad per- djuangan jang konsekwen oleh karena ia mo.nderita tiga matjam penindasan, jaitu tindasan imperialisme, feodalisme dan kapitalisme. Klas proletar adalah klas jang paling berdisiplin karena lapangan pekerdjaan- nja. Klas proletar tidak mengenal kepentingan diri sendiri djadi tidak individualistis. Oleh karena semua ini klas proletar memikul pertanggungandjawab me- mimpin. Tetapi Partai Komunis Indonesia adalah djuga partainja seluruh kaum pekerdja Indonesia, jaitu partainja kaum tani, kaum burdjuis ketjil diluar kaúm tani dan kaum intelektuil, oleh karena PKI benar2 mewakili dan memperdjuangkan kepentingan ekonomi dan politik dari semua klas2 pekerdja ini. Karena PKI adalah partainja klas pekerdja, sedang penduduk Indonesia dan tiap sukubangsa Indonesia bagian jang paling terbesar terdiri dari kaım buruh, kaum tani dan kaum burdjuis ketjil lainnia, dengan sendirinja PKI itu adalah partai nasional. Oleh karena PKI mewakili ke- 41

pentingan ekonomi dan politk dari semua klas² peker- ¿ja, maka elemen² jang paling madju, jang paling dju- djur dan jang paling berseuia berkorban dari kalangan kaum buruh, kaum tani, dari kalangan klas2 pekerdja lainnja, dari kaum intelektuil dan dari semua sukubangsa mendapat tempat didalam PKI, mereka mendjadi anggota PKI. Putera" jang paling ditjintai dan paling militan dari tiap sukubangsa di Indonesia pada umumnja sudah terdapat didalam PKI: Selain itu, di- antara pemimpin2 PKI banjak jang berasal dari kaum burdjuis ketjil, kaum tani dan kaum intelektuil, tetapı semua mereka sudah melebur ideologinja mendjadi ideologi proletar. Disamping partai nasional, PKI adalah djuga partai jang mementingkan internasionalisme proletar, karena PKI berpendirian bahwa kapitalisme dunia ha- nja dapat dihantjurkan dengan persatuan dan aksi ber- sama proletariat dan Rakjat sedunia. II. PKI ADALAH ORGANISASI POLITIK JANG BULAT DAN TERPUSAT PKI adalah pelopor, sebab ia berdjalan dimuka dalam barisan klas proletar dan klas² pekerdja lainnja untuk mengusir imperialisme dan menghapuskan feo- dalisme. Partai ini membikin djalan jang harus. ditem- puh Rakjat Indonesia menudju kepembebasannja mendjadi terang. Partai itu menanam pengertian tentang Sosialisme pada proletariat Indonesia dan seluruh Rakjat pekerdja. Partai ini menanam kejakinan jang teguh bahwa Rakjat pasti menang. Partai ini mempersatukan semua organisasi2 massa dari Rakjat, dan memimpin- nja untuk. menghantjurkan musuh²nja. Tugas2nja ini dirumuskan didalam sebuah program. Tetapi pelaksanaan program itu melalui ber- 42

matjam2 rintangan dari musuh² Rakját pekerdja. Untuk mengatasi rintangan2 ini dan mempermudah pelaksanaan programnja Partai itu mempunjai taktik. Tetapi program dan taktik belumlah mentjukupi. Disamping program dan taktik Partai itu harus merupa- kan suatu organisasi jang kuat, suátu organisasi jang bukan sembarangan, tetapi jang tjukup kuat mengha- dapi semua musuh2 kaum proletar. Untuk mendapatkan suatu organisasi jang bermutu tinggi, per-tama² ia harus dibangun atas ideologi proletar seperti dite- iangkan diatas. Ideologi proletar harus berkuasa didalam organisasi itu. Selandjutnja organisasi jang ber-ideologi proletar ini disusun menurut tjara? tersendiri, jaitu tjara2 jang mendjamin kesatuan dan kebulatan. Dengan kesatuan program, taktik dan organisasi, dan dengan kebulatan ideologi, jaitu ideologi proletar, PKI adalah partai jang bulat dan jang terpusat. PKI harus mempunjai banjak anggota untuk me- laksanakan tjita2 jang mulia itu. Akan tetapi anggota² itu harus bersatu, harus diorganisasi dengan rapi, sebab tanpa persatuan dan organisasi perdjuangan mereka akan sia2 dan tak berguna. Anggota2 Partai ha- nja bisa melakukan perdjuangan dan melaksanákan tudjuan2 dari Partai kalau mereka bersatu. dalam suatu organisasi Partai jang bulat. Untuk mentjapai organisasi jang bulat harus diatur dengan tepat hubungan antara organisasi Partai dengan para anggota; harus diatur dengan tepat hubungan antara organisasi atasan dengan organisasi bawahan, hubungan antara organisasi pusat dengan crganisasi daerah. Djadi mengatur hubungan2 jang tepat adalah sjarat untuk mendapatkan organisasi jang bulat. Berdasarkan pengalaman jang lama dan djuga berdasarkan ilmu, hubungan2 jang tepat itu dapat ter- tjapai djika organisasi Partai dibangun atas prinsip 43

sentralisme-demokratis. Sebab itulah PKI mentjantum- kan dalam Konstitusinja (Peraturan Dasarnja) seba- gai prinsip organisasi, sbb:

a. Semua badan pimpinan Partai dari bawah sampai keatas harus dipilih;
b.Semua badan pimpinan Partai harus memberi la- poran pada waktu jang tertentu kepada organisasi Partai jang memilihnja;
C.Setiap anggota Partai harus tunduk kepada putusan2 organisasi Partai dimana ia tergabung; djumlah tersedikit (minoriti) harus tunduk kepada djumlah terbanjak (majoriti); organisasi Partai bawahan harus tunduk kepada organisasi Partai diatasnja dan segenap bagian daripada organisasi Partai harus tunduk kepada CC;
d.Disiplin Partai harus didjalankan dengan sung- guh2 dan putusan2 Partai harus dilaksanakan dengan tidak bersjarat. Djelaslah bahwa organisasi Partai banjak sekali. Ada pimpinan jang untuk seluruh Indonesia (Central Comite), ada untuk tiap Provinsi (Provinsi Comite), untuk Kabupaten (Seksi Comite), Kota-besar (Seksi Comite), Ketjamatan (Sub Seksi Comite), Kota-ketjil (Sub Seksi Comite), ada untuk pabrik, tambang, ke- lurahan, kantor, perusahaan atau sekolahan jalah Resort Comite. Semua organisasi Partai ini, dari Central Comite (CC) sampai dengán Resort Comite (Recom) merupakan suatu kesatuan jang bulat. Resort Partai adalah organisasi basis daripada Partai, artinja, Resort inilah merupakan rantai pokok jang menghubungkan Partai dengan massa jang luas. jang mempunjai kewadiiban2 jang penting sekali se- perti jang diterangkan dalam Konstitusi fasal 49. Di- 44
dalam organisasi basis inilah anggota2 Partai mendjadi bersatu dan terorganisasi; lewat organisasi basis inilah bisa dilaksanakan program dari Partai. Sebab itu setiap anggota harus memahami benar2 arti jang penting dari organisasi basis ini. :Hanja dengan ada- nja organisasi basis jang sedemikian PKI mendjadi suatu organisasi politik jang bulat dan terpusat. III. MENDJADI ANGGOTA PKI BERARTI HARUS AMBÍL BAGIAN JANG AKTIF DALAM KEHIDUPAN POLITÍK DAN KEHIDUPAN ORGANISASI Sudah didjelaskan bahwa Partai itu adalah pelo- por jang mempersatukan dan memimpin semua keku- atan jang revolusioner. Untuk bisa mendjalankan tu- gas itu, Partai harus berhubungan erat dengan seluruh massa jang harus dipimpinnja. Harus dapat mengum- pulkan pendapat dan pengalaman dari Rakjat peker-. dja. Selandjutnja pendirian Partai harus terus dipro- pagandakan diantara Rakjat banjak, diusahakan su- paja pendirian Partai mendjadi pendirian dari Rakjat sendiri. Seterusnja massa Rakjat harus diorganisasi untuk melaksanakan apa jang mendjadi pendiriannja. Sebab kalau tidak begitu, kaiau tidak sampai diper- djuangkan pelaksanaannja, tjita2 jang luhur2 itu tidak akan tertjapai, dan dengan begitu Partai itu mendjadi partainja orang2 jang hanja bisa ber-angan? jang mu- luk2. Partai Komunis adalah partainja orang2 jang mentjintai kerdja. Orang² jang mau mendjadi angġota Partai terlebih dulu mendapat pendjelasan tentang pokok2 Konstitusi dan program Partai. Kesediaan mendjadi anggota PKI pada hakekatnja berarti bertekad untuk memperdjuangkan kepentingan Rakjat pekerdja 45

dan untuk memperdjuangkan pelaksanaan tjita² jang termulia daripada umatmanusia. Tiap2 anggota Partai harus bersedia menempatkan kepentingan Partai diatas kepentingan dirinja, jang berárti untuk kepentingan proletariat dan seluruh Rakjat, mereka sudah bersedia untuk melaksanakan tugas2 daripada Partai. Inilah kewadjiban dari tiap2 anggota, tetapi inilah pu- la kebanggaan dari mereka. Untuk melaksanakan tugas2 ini,, anggota2 Partai sudah barang tentu tidak dapat bekerdja setjara ter- pentjar2, atau sendiri2. Mereka mengerdjakan setjara terorganisasi, atau seperti dikatakan Kawan Aidit, "terorganisasi menurut keterangan Konstitusi dan bekerdja menurut ketentuan Konstitusi", jaitu sesuai dengan bunji fasal 5 Konstitusi, bahwa, untuk mendjadi anggota, seseorang harus masuk dan bekerdja aktif disalahsatu organisasi Partai. Bagi anggota2, bekerdja aktif disalahsatu organisasi Partai. pada umumnja berarti terikat disalahsatu Resort Partai. Tetapi Partai jang didirikan meuurut tèmpat tinggal atau tempat kerdja bisa mempunjai anggota banjak sekali. Sebab itu, djika banjak anggota- nja, dibentuklah Grup² dengan anggota se-banjak²nja: ? orang, dan didirikan menurut keadaan alam, tempat tinggal atau tempat pekerdjaan. Oleh sebab itu seba- gian terbesar daripada anggota2 Partai, dan lebih² tjalon2-anggota Partai, diorganisasi didalam Grup2. Dja- di djika Partai menghendaki supaja anggota2 mendjadi elemen jang aktif dalam kehidupan politik, tidak bisa lain artinja ketjuali mengaktifkan Resort2 atau Grup² Partai. Bagaimanakah tjaranja untuk menghidupkan Grup? Per-tama2 tiap Grup harus memilih seorang Kepala Grup dan kalau perlu dengan, seorang wakil Kepala. Kedua, tiap2 grup diharuskan mempunjai rapat perio- 46

dik (berkala), jang ditentukan bersama oleh anggota² Grup itu, umpamanja dua kali atau satu kali dalam se- minggu. Ketiga, dalam rapat periodik tiap anggota Grup melaporkan pelaksanaan tugas jang diberikan padanja dan melaporkan suara2 dari Rakjat jang dide- ngarnja dengan sengadja dikampung, ditempat pekerdjaan atau lain tempat. Keempat, menarik kesimpulan² tentang tjara² anggota Grup mendjalankán tugasnja, menentukan sikap seperti jang ditentukan oleh Recom terhadap suara2 Rakjat jang sengadja dikumpulkan dan membagi pekerdjaan dikalangan semua anggota Grup. Dan achirnja kelima, Kepala Grup menjampai- kan semua aktivitet'Grup ke Recom jang akan mene- ruskannja ke Comite2 atasannja. Tetapi tiap persoalan jang bersifat politik tidak boleh dipetjahkan sendiri oleh Grup, harus disampai- kan kepada Recom untuk mendapat pemetjahan. Pe- ranan dari Grup. tidak boleh memisahkan anggota da- rí Recom sebab Grup tidaklah merupakan Comite. Djika tugas2 Grup ini dan tjara² kerdja jang ditentukan itu dilaksanakan dengan baik, makin lama makin tertanamlak bagi anggota2 dan tjalon2 anggota Partai kejakinan jang kuat banwa kekuatan massa Rakjat tidaklah terbatas; makin dijakini tentang rol memimpin daripada Partai dan makin disedari tentang pentingnja pengalaman front persatuan nasional. Dengan sudah djēlasnja kedudukan, tugas dan tjarakerdja dari Grup Partai seperti diterangkan diatas, mendjadi djelas pulalah kewadjiban² dari anggota2 Partai jang tergabung didalam Grup2 itu. Tetapi disamping kewadjiban², mereka djuga mempunjai hak². jang harus dihormati. Mengenai hak2 anggota, Konstitusi Partai mendjelaskannja dalam satu fasal chusus, jaitu fasal 7 jang berbunji : 47

a.Ambil bagian dalam diskusi2 jang bebas dan luas tentang masaalah2 pelaksanaan politik Partai dalam rapat2 Partai dan penerbitan2 Partai;
b. Memilih dan dipilih didalam Partai;
C.Mengadjukan usul2 atau keterangan2 kepada tiap organisasi Partai, sampai kepada Central Comite (CC) ;. d Mengkritik tiap fungsionaris Partai dalam rapat2 Partai. Hakekat daripada hak2 anggota ini jalah men- djamin dan memperluas hak demokrasi daripada para anggota. Sebab dengan djalan itulah akan bisa senan- tiasa ditinggikan kwalitet dari anggota2, dan dengan djaminan hak2 ini akan berkembang daja-kreatif dari mereka. Dengan begitu terdapatlah kegembiraan be- kerdja dan suasana jang memungkinkan mendjalankan kritik dan selfkritik jang ditudjukan untuk menjem- purnakan pekerdjaan dan untuk memperkuat persatu- an didalam Partai. Diatas se-gala2nja pengertian jang hidup tentang kewadjiban dan hak anggota, tentang kritik dan selfkritik dan tentang kebulatan organisasi baru akan di- peroleh djika anggota jang bersangkutan mengambil bagian jang aktif didalam kehidupan politik dan kehidupan organisasi Partai.
Joop Morrin Amsterdam

Rp. 3,—

Ps. 554-25.000-53.