Baca PDF (OCR): La Hudani dan seekor ikan Kembung, La Hudani mai isa Lema, La Hudani and the Puffer fish, لَاهُدَانِي والسَّمَكَةُ المُنتَفِخَةُ

37 halaman · teks PDF berhasil diekstrak tanpa OCR· 172 ms

Daftar isi
  1. LA HUDANI DAN SEEKOR IKAN KEMBUNG
  2. LA HUDANI AND THE PUFFER FISH LA HUDANI AND THE PUFFER FISH
  3. ُُ ََُُ ََ ُُ ََ ََ ََ نن ُُ ُُ ََََّّ

LA HUDANI DAN SEEKOR IKAN KEMBUNG

LA HUDANI DAN SEEKOR IKAN KEMBUNG LA HUDANI DAN SEEKOR IKAN KEMBUNG LA HUDANI MAI ISA LEMA LA HUDANI MAI ISA LEMA LA HUDANI MAI ISA LEMA LA HUDANI AND THE PUFFER FISH

LA HUDANI AND THE PUFFER FISH LA HUDANI AND THE PUFFER FISH

ُُ ََُُ ََ ُُ ََ ََ ََ نن ُُ ُُ ََََّّ

لل هه دد اا والس والس مم كك ةة الم الم نتنت فف خخ ةة ِِ ِِ يي

Indonesia – Hitu dialek Iha – Inggris-Arab Indonesia – Hitu dialek Iha – Inggris-Arab

Penulis: Penulis: Wa Risna Wa Risna Penerjemah: Penerjemah: Wa Risna, Evi Olivia Kumbangsila, S.Pd., & Dudung Abdulah, S.S. Wa Risna, Evi Olivia Kumbangsila, S.Pd., & Dudung Abdulah, S.S. Penyunting: Penyunting: Evi Olivia Kumbangsila, S.Pd., Ulreikhe Erna Lanes, MA.Ed., & Evi Olivia Kumbangsila, S.Pd., Ulreikhe Erna Lanes, MA.Ed., & Zakiya Eka Sylviana Al-Mafaiz, S.S., M.A. Zakiya Eka Sylviana Al-Mafaiz, S.S., M.A. KANTOR BAHASA PROVINSI MALUKU BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kantor Bahasa Provinsi Maluku

BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kantor Bahasa Provinsi Maluku
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

LA HUDANI DAN SEEKOR IKAN KEMBUNG LA HUDANI MAI ISA LEMA LA HUDANI AND THE PUFFER FISH َُ َُنََُ َ ُ َ َّ ا والس م ك ة المنت ِف خة ِ ل هد ي

Indonesia – Hitu dialek Iha – Inggris-Arab

Penulis: Wa Risna Penerjemah: Wa Risna, Evi Olivia Kumbangsila, S.Pd., & Dudung Abdulah, S.S. Penyunting: Evi Olivia Kumbangsila, S.Pd., Ulreikhe Erna Lanes, MA.Ed., & Zakiya Eka Sylviana Al-Mafaiz, S.S., M.A.

Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kantor Bahasa Provinsi Maluku

LA HUDANI DAN SEEKOR IKAN KEMBUNG LA HUDANI MAI ISA LEMA LA HUDANI AND THE PUFFER FISH َُ َ َُنَََُُّ َ ل ه د ِيا والس م ك ة المنتِف خة ISBN : Indonesia-Hitu dialek Iha-Inggris-Arab Penulis: Penerjemah: Penyunting:

Desain Sampul : Aridal Penata Letak : Aridal Ilustrasi : Aridal Penerbit: Kantor Bahasa Provinsi Maluku Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dalam bentuk apapun tanpa seizin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan artikel atau karangan ilmiah. Hak Ciipta Pada : KANTOR BAHASA PROVINSI MALUKU BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

ii

PENGANTAR

Buku cerita anak semakin variatif dan banyak beredar di pasaran. Berbagai cerita anak dalam bentuk dongeng, cerita bergambar, dan cerita pendek telah diterbitkan di Indonesia baik dalam majalah maupun buku. Akan tetapi, sebagian besar karya sastra anak itu didominasi oleh karya terjemahan dari karya sastra asing dan karya sastra inilah yang cenderung disukai anak-anak. Fenomena ini membuat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek melakukan terobosan untuk menerjemahkan cerita rakyat nusantara dari bahasa daerah ke dalam dua bahasa: bahasa Indonesia dan bahasa asing. Kantor Bahasa Provinsi Maluku sebagai unit pelaksana teknis dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendibudristek melakukan penerjemahan cerita rakyat dalam tujuh bahasa daerah yang terdapat di wilayah Provinsi Maluku ke dalam tiga bahasa asing: bahasa Inggris, bahasa Jerman, dan bahasa Arab. Cerita rakyat yang diterjemahkan ini, dikhususkan untuk pembaca di level sekolah dasar. Cerita anak, terjemahan dari bahasa asing, lebih variatif ketimbang cerita rakyat dari negeri sendiri yang lebih bersifat monoton dan cenderung menggurui. Oleh sebab itu, pada terjemahan cerita rakyat ini, dipilihlah cerita yang lebih variatif. Yang perlu diperhatikan ialah penerjemahan ini tidak hanya menjadi media untuk mengalihkan pesan, tetapi juga media pembelajaran bahasa. Selain itu, proses penerjemahan yang baik dan berkualitas bagi anak bukanlah hal yang mudah. Empat perbedaan sastra anak dan sastra dewasa yang perlu diperhatikan, yaitu dari segi penyajian bahasa,

iii

kognisi, psikologis yang terkandung, dan sosial cerita. Pada jenis karya sastra umumnya, sastra anak berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan, pembentuk kepribadian anak, serta penuntun kecerdasan emosi anak. Pendidikan dalam karya sastra anak memuat amanat tentang moral, pembentukan kepribadian anak, pengembangan imajinasi dan kreativitas, serta media pengetahuan keterampilan praktis bagi anak. Fungsi hiburan dalam sastra anak dapat membuat anak merasa gembira atau senang membaca, serta dapat memperoleh kenikmatan atau kepuasan batin sehingga menuntun kecerdasan emosinya. Selanjutnya, sebagaimana diketahui bahwa buku cerita untuk anak harus mempunyai fitur-fitur spesial yang berbeda dengan buku cerita orang dewasa pada umumnya. Buku-buku tersebut harus selalu diilustrasikan dengan gambar sehingga kata-kata yang digunakan terinterpretasi dalam gambar-gambar tersebut. Semua buku cerita anak yang diambil dari cerita rakyat yang ada di wilayah Maluku ini disajikan sesuai ketentuan dan persyaratan itu untuk menyikapi berbagai persyaratan dalam penerjemahan sastra anak tersebut. Akhirnya, kami berharap buku terjemahan cerita rakyat ini kiranya dapat berguna dan berdaya guna membentuk generasi emas Maluku demi meningkatkan minat baca dan cinta akan budayanya sendiri.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Sahril

iv

Pada zaman dahulu, di Dusun Ely Kecil, di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, hiduplah seorang pemuda bernama La Hudani. Ndane’e mulenggono ari kampo Dusun Ely Kecil, Seram Bagian Barat maluku, no’ndadiy muhane amiya ngeano La Hudani. Once upon a time, in Ely Kecil Village, at The District of West Seram, Molucass, lived a young man named La Hudani. َ َ َ َ َ َ َّ َ فََّف ، ق ريِةأ يل الصِغ ي�ب دِائرة ِس ي� م ِام �ي وم ِم ن األي ِيٍِيِيِِِ ََََََُُُُّّن ا. ِي الغر ، ع اش الش اب اسمهل ه د ِبي

Setiap hari, La Hudani menanam singkong di ladang miliknya dan memancing ikan di laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap alo, La Hudani ari no pikarja’a igununo no pimbula kasubia mai no pikaulu isa i’taiy, nda aso memenuhi kadadiani setiap alo. Every day, La Hudani cultivated the cassavas on his field and fished on the sea to meet his daily needs. َََََُنَََََفََََََََِّ المزرعِةو ص اد الس م اك ِاف ان ب ات الك اس ِ زرع ل ه د يِي َ َ َِّ ََّ ُ ف َ َ َ. ِة � البحرك ل ي ومِل ش دح اجِتِه الي ومي ِيٍِِ

La Hudani hidup sebatang kara di pinggiran desa. La Hudani ari no’ndadi sebanta kara I’pinggirano desa. La Hudani lived alone in suburban village. َُنًَُفَََ َ َ َ. ِة ا م نف رد ا س ِاح ل الق ري ِي ع اش ل ه د ِِيِ

Suatu hari, setelah bekerja di ladang, ia berjalan menuju pantai. Suato alo sapo’olimo pikarja’a igununo ia nohangkamo inte ipante. One day, after cultivating his field, he walked toward a beach. فََ َََََََُنََََّ َ ََ َ ئاط َ. ِة ا إل الش ِ البحرب عد العم ل المزرع ِي ذ ات ي وم ، ذ ه ب ل هد ٍِِِِي

Ketika tiba di pantai, ia naik perahu hendak memancing ikan di laut. Sarato’no i’pante muhane iya ari no’hendemo obangka ndaso no’pikaulu isa.

Arriving at the beach, he got into the boat for fishing.
َ َ َ ف لصا ومني ِي ََْ ِح

َ َ َُن َ َّ َ ِّ َ َ َ َ َ ئاط. ِاك ا المرك ب ِل صِيد الس م ِي حرِ، رك ب ل ه د ِ الب ِ الش ِ

Ia mendayung perahunya ke tengah laut dan melemparkan kail. Muhane ia ari nobosemo bagkano itongano kundalo muhane ia ari nopanauemo kukabino itongano kundalo. He rowed his boat to the sea and cast a hook. َ َ ُ ًّ َ َ َ َ ََ َ َ َ َ َ َّ َ ص ا ه ن اك. س ي� المرك ب إلو س ِط البحرو رم ِش ِ Tak berapa lama pemuda itu menunggu, kail yang dijatuhkanya tadi bergerak-gerak tanda ikan telah terkait di kailnya. Setelah mulengo muhane iya ari no’antagi, kukabi ni pukunantano haleo ari no’maemo isa. Not long after he waited, the hook he cast was moving, revealing that a fish got stuck on it. َ َ ََ ِّ َ ّ ً َ ْ ًَ َّ ُ ََ َ َ َ ٌ ُّ َ ي�ة، تحرك الشص و ذ ِلك د ِليل ِص ب عدأ ن ي نت ِظ رم دة ق َ َ َ َ َّ َ َ ُ َّ ع لى أ ن ه قد أص اب الس م ك.

Segera ia mengangkat kailnya. Cia namantagi mulenggo muhane iya ari langsung noangke’e nikano I’bangka. Soon he grabbed the hook. ًََ ُ َّ َََُّنِّ ََ. ا الشصم رت ج ل ِي ِاست م دل ه د

Namun, bukannya senang karena telah mendapatkan ikan, La Hudani malah terlihat murung karena tangkapannya hanyalah seekor ikan kembung yang kecil. Bukanya no sana,a karna nopitabumo isa, La Hudani ari malahan no, amara karna isa nipitabuno haleo isa lema kodi-kodi. Alas, instead of rejoicing on catching the fish, he was sad for it was just a small puffer fish. ً ًَ ُ ً ْ ٌ ْ َ َ َ َ َ �ة. ِ ألنه لم يص د إال سمكة م ِنتف خة ِ صغ ي بل هو حازن. ول م ي فرحِ بذلك الصيد

Kemudian pemuda itu kembali melemparkan kailnya dengan harapan bisa mendapatkan ikan yang lebih besar. Cia namantagi mulenggo nikano, no’pukunantaemo mindua, mai’noberharap aso no, pitabu isa toaru. Then, he cast the hook again and wished on catching a bigger fish then before. َ َ َ ً َّ َ ِّ َ َ َ َ َََ َ َ ً َّ َ َ َّ. ٍك ثم ر م الش ص م رة ث ِاني ِا لكي ت ن اول أ بكس م ي

Namun, lama menunggu, kailnya tidak dimakan ikan. Tetapi, cia’nasesuai maiharapan’no mulengomo no’antagi muhane iya ari nikano hale’o ciamonama’ae isa. However, none of the fish got stuck on his hook for quite sometimes. ً ً ُ َ َ َ ب سمك ِا ولو واح دا. ِص ارو قتا طويال بل لم ت ِ ِوبعد انتظ

Tolong!! Tolooong!!

Akhirnya, La Hudani memutuskan untuk pulang ke rumah. Akhirnya, La Hudani ari noputuskan’emo nda’aso nabale ika’ana. Later, La Hudani decided to return back home. نُُّ َُ ً َ ا للرجوع. ِي يأخا، قام له د ِ Ketika La Hudani berjalan pulang, ia mendengar suara wanita meminta tolong. Tetapi pas La Hudani iya’ari no’hangka nda’aso na’bale no’pindongomo suarano mowine no’minta tolong. As he walked along his way back home, La Hudani heard a women voice calling for help. َ َ َُ ً َ َ َ ُّ َ َ ُ ُّ َْ ََ. ِة ع الشاب صوةِ المرأةط ل ب ِا للم س اع د ِم أثن اء م ش يِه للرجوع إذ س ِ ِ La Hudani berhenti sejenak, mencari asal usul suara itu, tetapi ia tidak melihat seseorang pun di sekitarnya. La Hudani ari nopilame abantara nope’etaemo asal-usul suara nipindongono haleo, tetapi ia cia namita. La Hudani stopped for a while, to search for the voice, yet he saw no one. ًَ َ َََ َ َ َّ َ ِّ َ َ َ َ َ ً َ ُ َ َ َ َ ف وق ف ب ره ة. و ب حث ع ن ات جاه الصِوت ب ل م ا وجدا حدا.

La Hudani memutuskan untuk berjalan lagi tanpa memedulikan suara yang meminta tolong. Mia biara name’a i’lepe-lepe, po’oli La Hudani ia’ari nohangkamo mindua ngare na’memperduliakan suara mia minta tolong. La Hudani decided on keep walking and ignored the voice calling for help. َََََُّنَْ َشََْ ثم است مرل ه د ِيا الم غيِ� ِا ِنتب ٍاه ي� ِب َّ َ َ. بذ ِلك الصِوت ِ

Setelah cukup lama berjalan, pemuda itu sampai di gubuk miliknya. Setelah mulenggo no hangka muhane ia’ari noratomo ika’anano. After walking for quite some times, La Hudani at last arrived at his shanty. َ َ َ َ َ َ ز ًََََفَن. ٍة وِأخ ي�ا، وص ل م ِ�لِهب عدس اع ٍةط ويل ِيِِ

La Hudani berniat memasak ikan hasil tangkapannya tadi. La Hudani pun no’perekaemo isa ni’pitabuno haleo. At first, La Hudani intended to cook his haul. ََ َ ََ َ َ َ َُن ََ َ َ ُ َ َّ َ خة. ِف ا أ ن ي طبخ الس م ك ة المنت ِي وق ص دل ه د

Namun, ketika pemuda itu hendak memotong ikan itu, ia mendengar jeritan suara wanita yang meminta tolong. Muhane ia ari namidho’dhoemo isa nipitabuno ari, muhane iya ari no pindonggomo suara mowine minta tolong. However, when he wanted to slice the fish, suddenly La Hudani heard a woman screaming for help. َ َ َُ ً َ َ َ َ َ َ َ َ ََ َ ُ َ َ َ َّ َ َ َ َ َ ََ َ َ. ِة ع ص وت المرأِةط ل ب ِا للم س اع د ِم ، إذ س ِ ِح ين م ا ق ص دأ ن ي قط ع الس م ك ة المنت ِف خة

Ternyata ikan itu. Ikan itu bisa berbicara. Para’e isa nipitabuno’ari nokoni pahoja. Surprisingly, it was the fish. The fish could talk. َ َ َ َ ُ ُ َ َ َّ َ ُ َّ ََ َ َّ َ َ َ َ َ َ ف ب حث ع ن منب ع الصِوت. ف وجدأ نهِ ذلك الصوت ي خرج ِم نه ا. ِ

“Tolong aku... jangan potong aku, Tuan. Biarkanlah aku hidup.” “Hambasaupo ko’lie mundho’hdosau tuan. Taro’e ndau adahdi’asoh.” “Please... do not slay me, Master. Let me live.” َ َ َ َ َ نَََ َنَُ َّ َ َ لو اسم ح لأ ن أِع يش. » ِ د و لت قت ِاع ِ ي« ا م ول، س يييِي

Tak berpikir panjang, ia meletakan kembali ikan itu ke dalam ember. Cia namantagi, mulenggo muhane ia ari notauemi isa’ari ilalo embere mindua. He immediately put the fish back to the pail. ََََََََفًََُّ ُ َ َّ َ خة الد لوب ره ة. ِف ف وض ع الس م ك ة المنت ِيِ La Hudani memandangi si ikan untuk beberapa saat. Setalah mulenggo no mente’ie isa nipitabuno’ari. For a moment, La Hudani stared at the fish speechlessly. َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُِّ َ َ َّ ث م ن ظ رإ ليها ب ن ظرةم تأ م لٍة. ٍ ِ ِ

Namun, La Hudani kembali dikejutkan oleh ikan yang berubah menjadi seorang wanita cantik. La Hudani ia’ari handamo no’tokinda karena isa nipitabuno’yari noberubamo pimbalimo mowine bajingga. And it wasn’t just it. La Hudani again, were surprised for the fish turned into a beautiful woman. َََُّ َّ َ َ َََ َََُّنََََُُُّ ا أ ن الس مكة ت غ ي� الوجود ِ ف ت ع جب ل ه د ي ً َ َ ً َ ََ َ َ يل ة. ِم وصارت مرأةج

La Hudani sangatlah binggung dengan apa yang dialaminya hari itu. Mohane’yari handamo nobinggun maiparae nialamino alo iyari. La Hudani wondered on what was happening with him today. َُنًََََّفََ ََ َ َ َ ًَ ك الي وم. ِل ال ذ ِ ا ج دا ع ل الح ِ ا ح ي�ان ِي ف ك ان ل ه د ِيِ “Siapa kamu?” tanya La Hudani. “Nde’eno so’oana?” pe’enamo La Hudani. “Who are you?” asked La Hudani. َ َ َ َ ََُنَ ا ، «م ن أ ِنت »؟ ِ س أ ل ل ه د ي

“Aku adalah wanita yang dikutuk menjadi ikan kembung karena menghina seorang wanita tua.” “Nndau mowine pitabu ka’kutuk pimbali isa karna’aso o’hina mancuana.” “I am the one who got cursed to become a puffer fish for insulting an old woman.” ِّنًٌَََََُ ُ َ ُ َتَّ َ َ صت ِ إ�م رأة أ ه ان ت ش يخة ح � ل ِع نت و ِي ََ َ َ َ ُ َ َّ خة. ِف الس مكة المنت

“Terima kasih, Tuan sudah membebaskan saya dari kutukan itu.’’ “Terimakasi, muhambaumo mulapasie kutukan’iyana mai’kaumelamu’’ “Thank you for releasing me from this curse.” َََََََََّّنََََّ ً َ ُ ً � ِم ن الل عن ِةب خ ي�ك. » ِ ش« كرا ك ِثي�ا ي ا م ول. ل ق د حررت ييِِ

“Sebagai balasan, saya bersedia dijadikan istri olehmu,” kata wanita. “Sebagai gantini, inda’u bersedia akumawi maiso’o,” kata mowine’yari. “I am willing to be your wife as a payback for your kindness,” said the woman. ََ ََ َ َ ٌَََََُّتَزََّ َ َ َ ُ َُّنٌ �، وه ذا جزاء ِ ث م ق ال ت «أ ن ا مست ِع دة إ ن ك نت ت �وج ِي َ َ َ َ ع ل خ ي�ك. » ِ

“Namun, Tuan harus berjanji untuk tidak menceritakan asal-usul saya kepada anak-anak kita, bila suatu saat kita diberi keterunan. Jika janji itu dilanggar, saya akan kembali menjadi ikan kembung,” tegas si wanita. “Tapi so’o, haru berjanji mai’ndau cia cu’pahoja’aso asal-usul’u mina isa lema nga’aso ana-ananto nabhita nayipua, tapi culangara’e dhia’ani janji’u ana maka inda’u amimbalimo isa lema mindua,” pugau muwine iyari. However, promise me that you will never tell about my background to our kids later when we are given any. If you break the promise, I will returned to be a puffer fish, “stated the woman. َ َ َّ ِّ ُ َ َ َ َ ِّ َ ُ َ َ َ َ ََ َ ف ق ال ت «و لِك ِن ع د لأ ن لت حدث ع ن أصل إلذ ريِتن ا. إذ ا ِيِي ًَ َّ َ ََ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ً ُ َ َّ َ صت الس مكة المنت ِف خة م رة ث ِاني ا. » ِ ن ق ضت الوعدف

La hudani pun setuju. La Hudani pun setuju ma’I perjanjian’no. La Hudani agreed. َََََُّنَََّ. ِط اع ل ال ِي ِاتف ق ل هد ش

Singkat cerita, setelah lama mereka menikah, kebahagian La Hudani dan istrinya bertambah. Singkat cerita, setelah mulenggo mo’iya ka’kawi’ kebahagiano La Hudani mai mowineno notambakimo. Shortly, after a long marriage, La Hudani and his wife eventually, had a lot of happiness. َّ ََََََتز ان ب عد الويــــج. ِ ع اش س ِع يد ِ ِ

Istrinya melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan. Mowineno no’kuanasomo ungkaka muhane bajingga. Her wife delivered a handsome baby boy. ً َ ً َ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ ُ َ َ َّ. يل ِم ث م ح م ل ِت المرأةو ول د ت ول دا ج

Namun, kebahagian itu tidak bertahan lama. Tetapi, kebahagiano mo’iya no’maredhe hake’longge. Unfortunately, their happiness did not take for long. ً َ ُ ُ َ َ َ َ ََ َ َ. ولِكن س ع اد ِته ما الت د وم ط ويال ِ ِ

Suatu hari, anak mereka pergi bermain ke sungai sendiri, Suatu alo anano muhane’yari no’inte bharaba I’we’e sau’sano. One day, as their son was playing on the river, ً َ ُ َ َ َ َّ َ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ذ ات ي وم ، ذ ه ب و لد هم ا إل النهرِل ي لعب منفردا. ِ ِ ٍ

Tak lama kemudian, sekelompok anak nakal menghampiri anak pemuda itu. Cia’namulenggo, no’barabha po’oli nobundhomo ana-ana kapala’anggi no’hina-hina anano muhane’yari. Not long after, a group of naughty children came toward him. َ َ َ ُ َ َ َ َ ُ ٌ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ. ي�ة ، ج اء أ طف ال يرون و ق رب وا الول د ِص ب عدس اع ٍةق شِِّ ٍ

“Hei kamu anak ikan, tidak ada yang mau berteman denganmu,” ujar salah satu dari mereka. “Ho’e so’o ancu ana’no isa cia mane’e miya na’musabanhka mai’so’o,” ungka’ka amiya nopugau. “Hey you! Fish Child, no one will play with you,” mocked one of them. َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ََ َُ َ َ َ َّ َ َ ف ق ال وا «ي ِا ابن الس م ك ِة ، لأ حدأ رادأ ن ي ص ِاح ب ك. »

“Saya ini bukan anak ikan!” balas si anak pemuda itu. “Ndau cuano anano isa!” jawabuno ana’no muhane’iyari. “I am not a fish child!” said the boy. ََِّنََ َ َّ َ ُ َََُ أ ج اب الول دإ« ل ست ِا بن الس م ك ِة. » ي

Namun, mereka tidak berhenti mengejek. Tetap, ana-ana kapala’anggi cia nakamilawe ka’ganggu’e wite. Yet, they did not stop on mocking him. ُ َ َ ُ ُ ُ ُ َ َ م ا انت هوا األطف ال أن ي هين وه. ِ

Anak itu menanggis sambil berjalan pulang ke rumahnya. Ana’no muhane’yari sampe ana’no muhane’yari nobale mai ke’eno i’kaana. That boy cried while walking back to his house. َ ٌ ََُ ُ َ َ َ ََََنز لِه. ف ب ك الول دو ه ور ِاج ع إلم ِ� ِ

“Anakku kenapa kamu menanggis?” tanya La Hudani kepada anaknya. Anau muapa muke’eancu?” pe’enamo amano. “My boy, why are you crying?” asked La Hudani. َ َ َ نََُنََّ َُ َََ َ َ ا ، «ي ا ب� ِ، لماذ ا أ نت ت بك »؟ ِ س أ ل ل ه د ييِي

“Saya diejek teman-teman. Katanya saya ini anak seekor ikan,” jelas si anak kepada ayahnya sambil terisak-isak. “Sabangkau noka sisiringisau. Kata indau ana’no isa,” no’balomo anano ngaso amano. “I was mocked by the boys. They said that I am a fish child,” cried the child. َ ُ َِّن ََُ َ َ َ َ َََ َ ُ ََ َ َََ َ َّ َّ ُ ُ ََُ ف أ ج اب الول دأ ب اه ب البك ِاء ، «ق د أ ه ان األطف ال إلو ق ال وا أ� ِا بن الس مك ِة. » ِيي

“Jangan percaya mereka, Anakku. Kamu itu sama seperti mereka,” kata La Hudani untuk menenangkan anaknya yang sedang menangis. “Ko’lie muparca’eya mai pugauno mo’iyari ana’u iso’o puita mai mo’iya,’’ pugau’no muhane’iyari nga’aso meneangkan hate’no ana’no. “Do not believe their words, My son. You are as same as them,” La Hudani calmed down his son. ُ َ َّ َ َ ََُنَََََََََُُ نَّ� ق ال ل ه دا و س ك ن و ل ده الب اك ، «ي ا ب ، لت ؤم ن ب هم. ِيِييِِِ َ ََّ إنك ك ِثله م. » ِم ِ

Namun, si anak tidak berhenti menanggis dan tidak berhenti berbicara tentang ejekan teman-temanya. Tetapi ana’no slalu noke’e mai no’pugau tentang ka’sisiringgino sabangkano haleo. But the child kept on crying and unceasingly talked about the mockings. ُ َ َ َ َ َّ َ َ َ َ َ ُ َ َ َُ َ َ َ يمت هم. ِت ب ل الول دل م ي ِق ِف م ن البك ِاءو ي تذك رش

La Hudani mulai kesal karena anaknya tak berhenti menanggis dan tak mau mendengarkan ucapan ayahnya. Amano handamo no’kasodoa mai ana no karna ana no hawitemo ke’ea maikadongga ngare na’mindongoe pugauno amano. La Hudani was getting mad for his son unceasingly crying and ignored his words. َ َ َ َ َ َ َ َّ َ َ َ َ َ َُنَََََََََُُ. ف غ ِض ب ل ه د ِيا ِل ن و ل ده م ا وق فِم ن بك ِائِهو م ا س ِم ع ك لم أ ب ِيه ِ Oleh karena La Hudani semakin kesal, ia pun melanggar janji yang diucapkannya kepada sang istri. Karna muhane’yari handamo no’kasodhoa nopugaumo kata ni’larano mowineno’yari. Furiously getting upset on his son, unconsiously he broke his promise to his wife. َ َ َ َ َ َ َ َ َّ َت َِّّ ُ َ َ َ َ َ ه. ِت ف ازد ادغ ضب الش اب ح � ن قض و عدز وج

“Iya! Iya! Memang benar kamu adalah anak dari seekor ikan yang selalu menangis dan menangis,” teriak pemuda itu. “Ombe! Ombe! So’oancu ana’no isa hawitemo ke’e mai ke’e cia mai pilawe” pugaumo La Hudani. “Fine! As you wish. You are the child of fish who always cry and cry more,” shouted La Hudani. َ نَََُّ َُ َ َ َ ََّ ََ ََ ِة
، «أ جل... أ جل... أ ن ك ِا بن الس م ك
ِيا ص اح ل هد َ ً َ َ َ َ َ َ د ِائما. » ٍاك و ب ٍاك وأ نت ب

Tiba-tiba anak itu terdiam dan tak bersuara lagi setelah mendengar ucapan ayahnya. Setelah no pindonggo pugauno amano ana’no norapo’emo ti’i ciamo nakusu’ara. Shocked upon hearing to La Hudani, the child stopped crying after listen to his father’s word. َ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ. س ك ت الول دِم ن البك ِاءب عدأ ن ي سم ع ك لمأ بِيه ِ Sayangnya, setalah La Hudani berucap, istrinya keluar dari dapur sambil menangis. Seteah muhane, iya ari nopugau, mowineno nokaluaramo mina i’tambi maike’eno. It was so unfortunate, after La Hudani spoke, his wife came out from kitchen crying sobbingly. ٌ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ َََََه َ ي ة. وب عدذ ِلك ، خرجِت المرأة ِم ن الم طبخو ِب ِاك ِي Ternyata perkataan La Hudani terdengar oleh istrinya. Karena pugauno hale’o nopindonggo emo mowineno. La Hudani’s words were heard by his wife. َ ََُ َ َ فََََََ وج ها. ِ ع ت المرأة ك لم ز ِم � الحِق يق ِة ، س ِ

Dia menangis sambil berlari keluar rumah karena malu statusnya sebagai seekor ikan sudah diketahui anaknya. Akhirnya mowineno noke’emo mai no’thodemo kaluara mina ika’ana karena nokaka’alom statusno mina I’isa no’koniemo anano. She ran out from the house, feeling ashamed, while crying for her son knew that she was a fish. ََّ ََ ََ ًََََ َ َََ َ َنزًًََََ و ِه ج اريةو ب ِاك يةو ش ع رت حي اء أل ن ِل ف خرج ِت م ن الم � ِيِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ََه ََّ. ِة الولدع رفع نه ا وِِم ن الس م ك ي

Si istri kembali ke laut dan kembali menjadi seekor ikan kembung. Mowineno pun nohangkamo intemo ita’I nopimbalimo isa lema. Tragically, the woman came back to the sea and turned into a fish again. ََ َ َ َ ََ َ ُ َ َ ُ َ َّ َ َ َ َ َ خة. ِف رج ع ت المرأة إل البحرو ص ارت الس م ك ة المنت ِ Sementara itu, La Hudani menyesali perbuatannya. Po’oli pemuda’iyari, nomenyesaliemo perbuatano. La Hudani repented his words. َ َ َ َُن َ َ َ َ َ َ َ ا ب م ا ف ع لع ل يهما. ِي ن ِد م ل ه د ِ ِ

Setelah kejadian itu, La Hudani hanya hidup bersama anaknya. Po’oli kejadian iya ari, La Hundani no’dadiy mai ana’no. After the accident, La Hudani just lived with his son. َُنََََََُ َ َ َ ُ َ. ِة ون ز وج ِ ام ع و لِدِهب د ِي وِاألخ ي�، ع اش ل ه د ِ

STEM:

Kole-kole merupakan sala satu jenis perahu tradisional Maluku. Kole-kole juga merupakan alat transportasi tak bercadik yang dipakai setelah rakit. Kole-kole ini terbuat dari satu batang pohon yang digunakan oleh satu atau beberapa orang untuk menyeberangi sungai atau pelayaran di pesisir pantai. Orang-orang yang tinggal di pesisir pantai biasanya menggunakan kole-kole untuk memancing ikan di tenggah laut.