D.N.AIDIT OBARKAN
SEMANGAT BANTENG!
SLP. no. 440/J.L./63.ADJU TERUS Persatuan 16-'64-30.00 ex. — 387/Kdj/T/63 PANTANG MUNDU
AIDIT * KOBARKAN SEMANGAT BANTENGI MADJU TERUS. PANTANG MUNDUR
D.N.'AIDIT
Kobarkan semangat banteng!
Madju terus, pantang mundur!
(Laporan Politik kepada Sidang Pleno ke-II CCPKI jang
diperluas dengan Komisi Verifikasi dan Komisi Kontrol Central, di Djakarta tanggal 23-26 Desember 1963)
PERHIMPUNAN DOKUMENTASI INDONESIA NAALDWIJKSTRAAT 36 1059 GH AMSTERDAM
Jajasan Pembaruan" Djakarta 1964
D.N. AIDIT
Kobarkan semangat banteng!
Madju terus, pantang mundur!
(Laporan Politik kepada Sidang Pleno ke-II CCPKI jang diperluas dengan Komisi Verifikasi dan Komisi Kontrol Central, di Djakarta tanggal 23-26 Desember 1963)
PERHIMPUNAN DOKUMENTASI INDONESIA NAALDWIJKSTRAAT 36 1059 GH AMSTERDAM
Jajasan Pembaruan" Djakarta 1964
PERHIMPUNAN rentjanakulit : Yap DOKUMENTASI INDONESIA NAALDWIJKSTRAAT 36 1059 GH AMSTERDAM
ISI r MADJU TERUS UNTUK LANDREFORM JANG KONSEKWEN, MENGGANJANGMALAYSIA" DAN MEMBENTUK KABINETGOTONG-RO-JONG BERPOROS NASAKOM!. 12
(1) Sandangpangan 19
(2) Mengganjang Malaysia" 25
(3) Meneruskan pembangunan 34
(a) Peraturan ekonomi 26 Mei 1963.. 34
(b) Anggaran Pendapatan dan Belandja Negara 1963 dan 1964 36
(c) Konfrontasi ekonomi terhadap Malaysia"
37
(a) Tentang perembesan modal imperialis di Indonesia 39
(e) Kembali ke Dekon sebagai satunja djalan djika mau meneruskan pemba- ngunanekonomi 40
II GANJANG TERUS IMPERIALISME DAN REVI-SIONISME!44
Pengganjangan terhadap imperialisme madju
terus diseniua front .... 44Di Asia, Afrika dan Amerika Latin terdapat situasi revolusioner jang terus menandjak dan sedang mematang ... 53
- Asia Tenggara merupakan salahsatu titik- pusat didaerah koniradiksi pokok 63
Perdjandjian trinegara Moskow lebih baik ti- dak ada samasekali
Masjarakat Komunis hanja dapat diwudjud- kan djika imperialisme sudah lenjap dari mu- ka bumi … 69
- 75 Gerakan Komunis Internasional ...
日 KONSOLIDASI PENGINTEGRASIAN PKI JANG Kawan jang tertjinta! 82
MARXIS-LENINIS DENGAN KAUM TANI! .....
Sepuluh bulan sudah berselang sedjak Sidang Pleno ke-I 100 KETERANGAN KATA? ASING ... CC (Februari 1963) dari Kongres Nasional ke-V (April
1962) Partai kita. Selama 10 bulan itu Rakjat pekerdja Indonesia dengan Partai kita dibarisan terdepan telah melakukan perdjuangan jang hebat dibawah sembojan Sidang Pleno ke-I CC jang sangat mendjiwai dan memobilisasi : Berani, berani, sekak lagi berani ! Pantai kita bersama dengan Presiden Sukarno telah ber- hasil mengobarkan semangat keberanian dikalangan massa Rakjat Indonesia jang luas. Tahun 1963 benar² telah mendjadi ,tahun keberanian", dan satu kali keberanian sudah dibangkitkan serta sudah mendjadi milik Rakjat, semua rintangan dan penghallang pasti akan dapat diganjang. Bagi orangs revolusioner, terutama sekali bagi kaum Komunis, tempatnja adalah dibarisan depan dari massa jang terus meningkat kesedaran politik dan keberaniannja itu. Djika tidak demikian mereka berhenti mendjadi orang revolusioner, mendjadi tidak berguna atau mendjadi peng- halang gerakan massa revolusioner. Dibawah sembojan Berani, berani, sekali lagi berani, anggota Partai kita telah mengadakan kegiatan besar dan dalam kegiatan² ini telah lebih tertempa kebulatan ideologi, politik dan organisasi Partai kita-dan ormasa revolusioner sehingga Partai dan ormas² kita telah lebih bebas lagi me- langkahkan kaki, mengajunkan tangan dan tindjunja kepada musuh' Rakjat. Berkat keberanian jang telah tumbuh, kita djuga telah lebih tinggi mengibarkan Tripandji Bangsa : pandji Demokrasi, pandji Persatuan dan pandji Mobilisasi. Perdjuangan gagahberani daripada Rakjat dan anggota Partai kita telah menjebabkan bebasnja Irian Barat dan ditjabutnja SOB jang terkutuk itu pada tanggal 1 Mei 1963, telah mendatangkan
sedikit kelonggaran demokratis, dan persatuan nasional serta mobilisasi massa dalam mengganjang musuh² Rakjat dan dalam membela kepentingan' vitalnja telah mendjadi lebih berkembang. Usaha kaum reaksioner untuk mentjiptakan suasana ,SOB tanpa SOB" dan untuk men-SOB-kan" kembali keadaan, mendapat perlawanan keras dari massa jang sudah mentjitjipi kembali demokrasi. Kaum reaksioner tentu akan meneruskan usaha² mereka, seperti halnja mereka telah
mengadakan gerakan rasialis 10 Mei" tahun ini, tapi dapat dipastikan bahwa perlawanan Rakjat djuga akan lebih hebat lagi. Berkat semangat keberanian jang telah mendjtwai seluruh barisan kita, kita djuga telah lebih tinggi mengibarkan Tri- pandji Partai: pandji front nasional, pandji pembangunan Partai dan pandji Revolusi Agustus 1945. Pada dewasa ini
organisasi Front Nasional sudah berkembang luas dan ker-
djasama Nasakom pada umumnja bertambah baik. Perse- kutuan buruh dan tani sebagai basis front nasional sudah makin terkonsolidasi. Pengintegrasian warganegara ketu- runan asing, chususnja Tionghoa, dengan gerakan revolu- sioner sedang berdjalan dengan pesat. Gerakan tani revo- lusioner mendapat kemadjuan jang membesarkan hati. Usaha memperhebat pembangunan Partai ditandai oleh
sukses Gerakan Achiran Plan 3 Tahun ke-2 dan sedjak se-
karang sudah dapat dipastikan bahwa Gerakan Awalan Plan 4 Tahun tentang Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi djuga berdjalan baik. Perpaduan antara semangat keberanian jang ber-kobar dengan pekerdjaan tekun melaksanakan Plan telah merupakan faktor utama dalam melandjutkan pembangunan Partai kita, dalam mengubah imbangan kekuatan dalamnegeri dan dalam usaha kita ikut menegakkan pandji GKI jang Marxis-Leninis. Kehangatan bara Revolusi Agustus 1945 mulai dirasakan kembali dan peladjaran dari revolusi itu, terutama tentang peranan menentukan dari kaum tani dalam revolusi, makin dirasakan manfaatnja Kesimpulan Sidang Pleno ke-I CC bahwa imperialisme AS adalah musuh nomor satu dan paling berbahaja dari Rakjat Indonesia sepenuhnja dibenarkan dan diperkuat oleh peristiwa-peristiwa selama sepuluh bulan ini. Diperluasnja daerah operasi Armada ke-VII AS ke Samudera Indonesia merupakan pembenaran lebih djauh atas kesimpulan tersebut. Berkat semangat keberanian jang makin meningkat, Rakjat Indonesia telah bertekad bulat untuk mengganjang sam- pai habis apa jang dinamakan Malaysia", untuk mendjalan- kan politik konfrontasi disegala bidang terhadap konsep imperialis sekarat ini. Kenjataan bahwa Rakjat Indonesia sekarang berdjuang mengganjang Malaysia" merupakan bukti bahwa Rakjat Indonesia disamping menjedari bahwa musuhnja jang nomor satu dan paling berbahaja adalah imperialisme Amerika Serikat, tetapi sekedjappun tidak lengah terhadap imperialis lain. Dalam mengganjang Malaysia" kita menghadapi imperialisme Inggris jang disokong AS. Kenjataan ini djuga membuktikan, bahwa selama kaum imperialis masih ada disekeliling Indonesia, selama itu tekad harus tetap : satu tangan pegang bedil dan satu tangan lagi
pegang patjul. Kita harus senantiasa siap memukul kembali serangan musuh bersendjata dengan sendjata, dan bersamaar dengan itu siap membanting tulang untuk menanggulangi kesulitana ekonomi, chususnja sandangpangan, dengan ber- diri diatas kaki sendiri. Dalam bulan November jang lalu telah dilaksanakan Ganefo dengan sukses besar. Tanpa semangat keberanian dari Rakjat dan Pemerintah Indonesia dalam melawan imperialisme dan revisionisme, Ganefo tidak mungkin sukses. Sukses- nja Ganefo sekali lagi membuktikan keunggulan mutlak Kekuatan Baru jang Sedang Tumbuh (KBST, the NEFO) atas Kekuatan' Lama jang Masih Bertjokol (KLMB, the OLDEFO), keunggulan mutlak kekuatan² anti-imperialisme atas imperialisme dan kakitangan²nja, membuktikan bahwa angin Timur berhembus lebih keras dari angin Barat, bahwa angin Timur memang telah mengatasi angin Barat. Kita menjebut Barat dan Timur tidak dalam pengertian geografis atau mataangin tetapi dalam pengertian politik jang lumrah. Dalam Sidang Pleno ke-I CC kita telah menetapkan Tri- tugas praktis Partai: (1) mengkonsolidasi kemenangan²; (2) menanggulangi kesulitan² ekonomi; dan (3) melawan neo-kolonialisme. Tugas ini masih tetap berlaku. Kemnenangan² jang sudah ditjapai, seperti pembebasan Irian Barat, makin pulihnja keamanan, mulai pulihnja hak² demokrasi, pemutus- an hubungan ekonomi dengan Malaja dan Singapura, Ganefo, meningkatnja rasa solidaritet internasional dikalangan Rakjat, makin berkembangnja front nasional dan kerdjasama Nasakom, berhasilnja tuntutan pembatalan peraturan ,26 Mei 1963" jang telah diakui kegagalannja oleh Pemerintah, meningkatnja tuntutan Kabinet Gotong Rojong berporos Nasakom, pembangunan Partai, pembangunan ormas² dll. harus kita konsolidasi. Kesulitan ekonomi harus terus ditanggu- langi, terutama sandangpangan, dan lebih utama lagi pangan. Neo-kolonialisme harus terus kita lawan, terutama Malaysia" dan infiltrasia politik, ekonomi dan kulturil kaum imperialis jang dikepalai oleh Amerika Serikat. Tugas menanggulangi kesulitan* ekonomi, melawan terus Malaysia" dan segala matjam infiltrasi serta intrik kaum imperialis hanja dapat ditunaikan setjara baik djika sege- nap kekuatan Rakjat dapat dimobilisasi setjara maximal. Untuk itu kuntjinja jalah adanja kebebasan demokratis jang lebih luas bagi Rakjat. Tindakan² anti-demokratis dan anti-Rakjat, antara lain berupa tindakan mempersulit pelaksana- an perluasan kegiatan politik berdasarkan Penpres No. 5/63, merupakan pentjerminan dari sisa penjakit Komunisto-phobi, Nasakomo-phobi, Rakjat-phobi dsb. jang masih mendjangkiti sementara alat kekuasaan Negara, dan harus dilawan. Ini perlu ditekankan, karena praktek² sematjam itu disementara
daerah amat merugikan bagi pelaksanaan "social-support"
dan "social-control" seperti diharapkan oleh Pemerintah.
Berdasarkan pelaksamaan Tritugas praktis tsb. kita dapat
menjokong program baru Kabinet Kerdja jang belum lama berselang disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri I, Dr. Subandrio, kepada DPR-GR jaitu : (1) Sandangpangan; (2) pengganjangan Malaysia"; dan (3) meneruskan pembangunan. Program Kabinet Kerdja ini sesuai dengan Tritugas praktis Partai kita. Melaksanakan program baru Kabinet Kerdja berarti melaksanakan bagian terpenting dari Tritugas praktis Partai dan melaksanakan bagian terpenting dari Pantja Program Front Nasional. Tapi, pelaksanaan dari semuanja ini hanja mungkin djika dilaksanakan keputusan Sidang Pieno Pengu- rus Besar Front Nasional tanggal 5-6 September 1963, jang intinja jalah : mengachiri penjelewengan 26 Mei 196s" dengan konsekwen melaksanakan Deklarasi Ekonomi (Dekon) dan membentuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Chusus mengenai sandangpangan, djuga menuntut sja- rat dilaksanakannja landreform dengan konsekwen, tidak seperti selama ini. Dalam rangka mengkonsolidasi kemenangan² jang sudah ditjapai, perlu sekali mendapat penekanan masalah mengkonsolidasi keamanan, terutama mengingat bahwa kesulitan ekonomi sekarang sudah dan akan terus digunakan oleh kaum kontra-revolusioner untuk menimbulkan kembali gerombolan bersendjata, mulaa bersifat kriminil, tapi kemu- dian diubah mendjadi gerombolan politik kontra-revolusioner. Kaum imperialis tentu ingin memetik hasil lebih banjak dari peraturan° ,,26 Mei 1963" dalam rangka politik imperialis AS lewat DMI (Dana Moneter Internasional, IMF). Hasil sementara sudah mereka petik, jaitu makin membobroknja keadaan ekonomi Indonesia. Hasil lebih landjut masih mereka tunggu, jaitu timbulnja gerombolana politik bersendjata kontra-revolusioner. Oleh karena itu, masalah sandangpangan adalah masalah keamanan, dan masalah keamanan adalah masalah sandangpangan. Masalah sandangpangan ini meru- pakan kuntji pelaksanaan program Pemerintah mengenai pengganjangan Malaysia" dan meneruskan pembangunan. Sidang Pleno ke-I CC telah menegaskan bahwa dalam mengkonsolidasi keamanan, kaum progresif, terutama kaum Komunis, harus menganggap soal keamanan sebagai soalnja sendiri. Sesuai dengan ini, maka sesudah SOB ditjabut Partai mengadjukan sembojan Untuk Tertib Sivil Bantu Po- lisi". Dengan sembojan ini kerdjasama Rakjat dengan Angkatan Bersendjata, chususnja Angkatan Kepolisian, telah di- perkuat lebih landjut atas dasar Manipol. Rakjat kita telah
memperlihatkan tanggungdjawab dan kemampuannja dalam turut mendjaga keamanan. Pengalaman achira ini, terutama pengalaman pelaksanaan Ganefo, membuktikan bahwa soal mengganjang revisionisme modern bukan hanja soal kaum Komunis, tetapi soal semua patriot jang melawan imperialisme, kolonialisme dan neo- kolonialisme. Kaum revisionis adalah serdadu² politik dan ideologi sukarelawan dari kaum imperialis. Sebagaimana djuga halnja dengan kaum imperialis, kaum revisionis mundur djika dilawan. Sebagai tjontoh, kaum revisionis modern Jugoslavia mentjoba meremehkan dan menghina Ganefo dengan mengirim hanja beberapa gelintir atlit, padahal Jugoslavia termasuk apa jang dinamakan "sponsoring country". Tetapi achirnja, setelah dilawan, mereka buru mengirimkan rombongan keseniannja, dan achir daripada achirnja ter- paksa duduk mendjadi anggota Komite Eksekutif lederasi Ganefo. Pengalaman achira ini djuga membuktikan, bahwa semua sukses jang kita tjapai adalah berkat berkobarnja semangat banteng didada kaum Komunis dan Rakjat Indonesia, semangat pertjaja pada kekuatan sendiri, semangat berani ber- diri diatas kaki sendiri, semangat teguh mempertahankan pendirian revolusioner dan tekad ,,madju terus, pantang mundur". Untuk mengembangkan semangat ini Laporan Politik ini kita beri djudul : Kobarkan Semangat Banteng! Madju Terus, Pantang Mundur !" Dengan semangat banteng jang berkobar-kobar kita ber- djuang untuk pelaksanaan Triprogram Pemerintah, untuk landreform jang konsekwen, untuk mengachiri teror ,,26 Mei 1963", untuk membasmi kontra-revolusi, untuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom, untuk mengganjang im- periallisme dan revisionisme modern. Dengan semangat banteng kita kibarkan lebih tinggi Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa serta kita laksanakan Tritugas praktis Partai dan Plan 4 Tahun Partai tentang Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi. Demikian dengan singkat situasi jang kita hadapi sekarang dan tugasa kita jang mendesak jang setjara lebih luas akan diuraikan dibawah ini.
I
MADJU TERUS UNTUK LANDREFORM JANG
KONSEKWEN, MENGGANJANG ,MALAYSIA"
DAN MEMBENTUK KABINET GOTONG. ROJONG BERPOROS NASAKOM!
Kaum buruh Indonesia merumuskan perkembangan situasi dalamnegeri Indonesia sekarang dengan sederhana dan tepat sekali. Mereka katakan : politik terus bergeser kekiri, tapi perut terus bergeser kekanan". Ini kenjataan jang keras daripada perkembangan situasi negeri kita sekarang. Tidak dapat dibantah bahwa perkembangan situasi politik Indonesia selama sepuluh tahun belakangan ini, terutama selama tahun² dan bulan² belakangan ini terus kekiri. Arti- nja, kekuatan progresif terus meluas dan mengkonsolidasi diri, persatuan kekuatan progresif dengan kekuatan tengah atau dengan perkataan lain front nasional makin hari makin meluas dan bertambah kuat, sedangkan kekuatan reaksioner makin lama makin terisolasi. Djuga sajap kiri dalam kekuatan tengah makin berkembang dan mengkonsolidasi diri. 1 Bersamaan dengan kekalahan jang diderita kaum imperialis dan bersamaan dengan pukulan kaum tani terhadap kaum feodal, kaum reaksioner dallamnegeri menderita kekalahan terus-menerus. Tetapi perimbangan kekuatan pada pokoknja masih tetap, jaitu persatuan kekuatan tengah dengan kekuatan kanan masih mengungguli kekuatan progresif, dan persatuan kekuatan progresif dengan kekuatan tengah dapat mengungguli kekuatan kanan. Makin banjaknja kekuatan tengah bergeser kekiri merupakan rintangan bagi pembentukan kabinet kanan, tetapi dewasa ini belum tjukup bagi pembentukan Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Pembebasan Irian Barat, lahirnja Deklarasi Ekonomi (Dekon) dan resolusi³ jang madju dari Sidang Pleno ke-H MPRS, hantjurnja gerombolan kontra-revolusi bersendjata DI-TII Kartosuwirjo, ditjabutnja SOB, dikalahkannja dan di- kutuknja teror rasialis anti-Tionghoa ,10 Mei 1963" oieh Presiden Sukarno dan massa Rakjat jang luas serta diadili dan dihukumnja terorisa rasialis ini, pengintegrasian warga- negara² keturunan Tionghoa kedalam gerakan revolusioner, berkembangnja perlawaman² kaum tani terhadap tuantanah dalam rangka pelaksanaan Undang Perdjandjian Bagi Hasil (UUPBH) dan Undang Pokok Agraria (UUPA), diputus-
kannja hubungan ekonomi Indonesia dengan Malaysia", sukses besarnja Ganefo, bertambah eratnja hubungan ekonomi, politik dan kulturil antara Indonesia dengan negeri kubu sosialis, makin meningkatnja semangat anti-imperialisme dalam rangka mengganjang "Malaysia", makin terbukanja kedjahatan² imperialisme AS sehingga makin dijakini oleh massa Rakjat jang luas bahwa imperialisme AS adalah musuh nomor satu dan paling berbahaja bagi Rakjat Indonesia, makin berkembangnja organisasi Front Nasional dan kerdjasama Nasakom, makin terbukanja kedok kaum Manipolis-munafik, makin tertelandjanginja kaum kapitalis biro- krat dan kaum salahduduk serta salahurus sebagai musuh² Republik, makin santernja tuntutan Rakjat supaja diachiri teror peraturan ekonomi ,26 Mei 1963" dan dibentuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom, dsb. dsb., merupakan tanda djelas tentang perkembangan politik jang baik, jang kekiri. Djuga susunan baru Kabinet Kerdja jang diumumkan Presiden Sukarno pada tanggal 13 November jang lalu, jang sampai batas tertentu mendesak kedudukan kaum reaksioner kepalabatu dari panggungpolitik Indonesia, merupakan tanda jang djelas daripada perkembangan kekiri. Dibekuknja Soumokil, gembong pemberontak kontra-revolusioner RMS oleh tentara dengan bantuan kaum tani di Seram adalah peristiwa besar jang menundjukkan pentingnja kerdjasama Angkatan Bersendjata dengan Rakjat, chu- susnja kaum tani, dalam menumpas pemberontakan kontra-revolusioner. Walaupun kaum Manipolis-munafik berusaha melalui sa- luran indoktrinasi untuk menanam phobi² dan menggerowoti persatuan nasional, namun berkat indoktrinasi Manipol jang tepat, dengan berpegangan pada 9 wedjangan Bung Karno jang dilakukan setjara besar²an, baik oleh partai² politik dan ormas Manipolis, oleh Front Nasional, maupun oleh instansia resmi sivil ataupun militer, maka ide anti-imperialisme, ide tentang demokrasi, tentang landreform, tentang persatuan nasional berporoskan Nasakom, tentang internasionalisme progresif, tentang Sosialisme dan ide² progresif lainnja makin dalam merasuk difikiran dan dihati massa Rakjat jang luas dari segala lapisan. Untuk mengganjang kaum Manipolis-munafik jang mem- pertentangkan Pantjasila dengan Nasakom, Partai kita senantiasa menekankan pentingnja memegang teguh Pantjasila sebagai alat pemersatu dan melawan pemeretelannja. PKI senantiasa menekankan bahwa setudju Pantjasila harus setudju Nasakom", dan bersamaan dengan itu PKI djuga menegaskan bahwa ,,setudju Nasakom harus setudju Pantjasila". Ide reaksioner seperti membagus-baguskan imperialis dan tuantanah, Komunisto-phobi, tani-phobi, Front Nasional-
phobi, Rakjat-phobi, kudeta, junta militer, SOB, rasialisme, sovinisme, penswastaan perusahaan negara, dsb. makin hari makin sempit pasarannja atau malahan sudah dikutuk oleh massa Rakjat sebagai anti-Rakjat, anti-Republik, anti-per- satuan bangsa, anti-Manipol dan kontra-revolusioner. Semuanja ini menundjukkan arah perkembangan lebih ke- kiri dari situasi politik negeri kita. Sekaligus ini mentja- nangkan kepada kita, bahwa kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri akan lebih lagi tidak dapat menguasai diri, akan mengadakan intrik dan tindakan jang lebih kotor dan kurangadjar dari waktu jang sudah. Tetapi Rakjat sudah mendapat latihan tjukup dalam menghadapi mereka, dan oleh karena itu akan lebih pandai memberikan pukulan² jang lebih djitu dan lebih hebat. Demikian perkembangan situasi politik dalamnegeri dan arah perkembangannja lebih landjut. Tidak demikian halnja dengan perkembangan dibidang ekonomi. Keadaan ekonomi, terutama sandangpangan, makin memburuk terutama sesudah penjelewengan ,,26 Mei 1963", jaitu sesudah lahirnja peraturan dibidang ekonomi dan keuangan jang linea recta bertentangan dengan, bahkan mensabot Dekon, sebagai akibat politik reaksioner dari beberapa menteri jang anti-Rakjat dalam Kabinet Kerdja susunan lama, sebagai akibat politik budak belian jang mendjual diri kepada imperialisme Amerika Serikat lewat apa jang di- namakan program stabilisasi ekonomi" dalam rangka bantuan" Dana Moneter Internasional. Sinjalemen PKI dan Rakjat luas tentang adanja hubungan langsung antara peraturan' 26 Mei dengan bantuan" dari fihak asing achirnja diakui kebenarannja oleh Kabinet Kerdja susunan baru sebagaimana telah dinjatakan oleh WPM I Dr. Subandrio dalam keterangannja dimuka DPR-GR pada tanggal 11 Desember 1963 jang lalu bahwa peraturan tadi (26 Mei) dikeluarkan dengan harapan akan bantuan dari harnegeri beberapa ratus djuta dolar". Rakjat makin me- njedari bahwa perdjuangan melawan penjelewengan 26 Mei, untuk pelaksanaan Dekon dan untuk perbaikan keadaan ekonomi sekaligus adalah perdjuangan melawan neo-kolonial- isme Amerika Serikat jang lewat bantuan"nja berusaha menguasai ekonomi Indonesia. Politik budak belian jang dituangkan dalam peraturan ekonomi 26 Mei 1963 itu telah membikin keadaan ekonomi Indonesia jang sudah djelek mendjadi lebih djelek lagi: telah meningkatkan harga barang dan tarlf, termasuk harga beras dan obatan, setjara luarbiasa; telah memerosotkan nilai rupiah setjara luarbiasa sehingga merupakan pukulan luarbiasa pula beratnja terhadap Rakjat, terutama penerima upah atau gadji-tetap seperti buruh, pegawai dan anggota
angkatan bersendjata; telah mengakibatkan bangkrutnja atau tidak bisa dilandjutkannja pembangunan perusahaan² negara dan swasta nasional; telah mengakibatkan defisit raksasa bagi Anggaran Belandja Negara dan Anggaran Keuangan Pemerintah Daerah; telah melumpuhkan koperasia dan banjak lagi akibat buruk lainnja. Total-djenderal dari akibats ini jalah membikin lumpuh potenst Republik dibidang ekonomi, jang sama sadja artinja dengan mensabot pelaksanaan Manipol, Deklarasi Ekonomi dan perdjuangan Rakjat Indonesia melawan imperialisme pada umumnja. Lebih daripada itu, konseptor dan menteri jang bertanggungdjawab mengenai penjelewengan 26 Mei 1963" telah memberikan pelajanan jang baik kepada imperialisme AS dalam mendevaluasi rupiah setjara besar'an terhadap dolar, salahsatu tuntutan mutlak dari kaum imperialis AS guna memperkuat posisi mereka dalam ekonomi Indonesia. Dengan demikian peraturan-peraturan itu membantu imperialis AS mempertahankan nilai dolar mereka dari kemerosotan setjara umum jang sedang diderita mata-uang itu. Para konseptor dan menteria jang bertanggungdjawab dalam soal penjelewengan 26 Mei 1963" harus merasa ber- untung kalau mereka tidak dihukum gantung, kalau mereka hanja dihukum badan, dan apalagi kalau hanja ditjopot dari kedudukan sebagai pegawai tinggi atau menteri, atas dosa mereka jang tidak berampun ini. Tidak hanja peraturan 26 Mei 1963 "an sich" djahat, tetapi mereka telah menipu Rakjat setjara besaran dengan mengatakan bahwa peraturan-peraturan itu adalah dalam rangka pelaksanaan Dekon. Banjak orang djudjur dan naif jang tertipu, mengira benara dalam rangka pelaksanaan Dekon, sehingga setelah menge- tahui akibatnja jang sangat buruk, merekapun ikut me- njalahkan Dekon. Kalau Dekon tidak mendjadi diskredit karena penipuan ini, maka hal ini adalah berkat pendjelasan* jang diberikan oleh partai, ormas serta perseorangan jang progresif dan berpandangan djauh, bahwa peraturan 26 Mei 1963 adalah usaha kaum imperialis dan kakitangannja dalam mensabot Dekon dan mensabot perdjuangan anti-imperialis Rakjat Indonesia. Konseptor dan pembela penjelewengan ,26 Mei 1963" masih men-tjoba djuga untuk menegakkan benang basah dengan mengatakan bahwa bertambah sulitnja keadaan ekonomi bukan oleh karena penjelewengan mereka, tetapi karena politik Presiden Sukarno mengganjang Malaysia" dan melaksanakan Ganefo. Mereka mentjoba menjerang politik pengganjangan ,Malaysia" dan Ganefo dari pendirian mereka sendiri, pendirian kapitalis tentang djual-beli dan untung-rugi. Tapi djuga dengan ini mereka gagal. Tidak seorangpun akan menjangkal bahwa politik meng-
ganjang Malaysia" dan pelaksanaan Ganefo membutuhkan pengeluaran banjak uang. Tetapi, djuga tidak dapat disangkal bahwa pemutusan hubungan ekonomi dengan Malaysia" memberikan perspek- tif jang baik bagi ekonomi Indonesia, asal sadja aparat dibidang ekonomi berada dalam tangan oranga jang revolusioner dan mampu, dan tidak ditangan orang jang mem- bela penjelewengan 26 Mei 1963" atau ditangan mereka jang hanja mentjari keuntungan untuk diri sendiri. Politik anti-imperialisme bukanlah politik jang bisa me- rugikan Indonesia. Dilihat dari segala segi, politik ini adalah menguntungkan. Politik anti-imperialisme Indonesia telah membangkitkan solidaritet dan simpati serta menarik ban- tuan moril dan materiil dari kekuatan² progresif diseluruh dunia kepada Indonesia. Suksesnja Ganefo dan pengganjangan Malaysia" tidak hanja telah sangat meningkatkan martabat Indonesia di- dunia internasional dan memperbesar kepertjajaan Rakjat Indonesia pada kemampuannja sendiri, tetapi djuga telah sangat membantu dalam mengkonsolidasi persatuan NEFO dan telah memberikan pukulan jang hebat terhadap kaum imperialis, jang kesemuanja ini adalah djauh lebih besar artinja daripada nilai uang jang telah dikeluarkan untuk biaja Ganefo dan untuk mengganjang Malaysia". Katakanlah situasi sekarang tidak sangat baik bagi perdjuangan anti-imperialisme! Makin konsekwen Indonesia mengganjang imperialisme makin bertambah besar potensi Rakjat Indonesia, makin banjak terbuka kemungkinan baru dan baik bagi Indonesia. Situasi sekarang sangat baik bagi perdjuangan anti-imperialis dan sangat buruk bagi kaum imperialis dan kakitangan'nja. Lagipula, kalau mau bitjara tentang politik jang mana lebih mahal", politik anti-imperialis ataukah politik pro- imperialis, tak ada seorang djudjur jang akan membantah, bahwa Rakjat Indonesia telah dipaksakan membajar harga jang"mahal sekali bagi sikap mengalah. kepada desakan kaum imperialis jang mengakibatkan teror ,,26 Mei 1963". Tidak boleh dilupakan, bahwa penjelewengan 26 Mei merupakan salahsatu sjarat mutlak jang diadjukan kaum imperialis AS djika Indonesia mau bersahabat dengan mereka. Politik bersahabat dengan imperialis sangat mahal, makin besar imperialis jang diadjak bersahabat, makin mahal kita harus membajar untuk persahabatan itu. Djadi, pertjumalah usaha untuk menegakkan benang ba- sah dengan meletakkan tanggungdjawab kesulitan ekonomi dewasa ini kepada politik pengganjangan Malaysia" dan kepada pelaksanaan Ganefo. Sudah membikin kedjahatan teror ,26 Mei 1963" mereka mau membikin kedjahatan baru
dengan mendistreditkan poltik mengganjang Maiaysia ane pelaksanaan Ganefo. Tapi, demikian inilah watak kaum re aksioner kepalabatu, mereka tidak akan berhenti selava Republik belum hantjur atau belum berada dibawah telapak kak kaum imperialis jang mereka abdi dengan segenar hati dan djiwanja. Tidak diragukan, kesedaran Rakjat Inacnesia, terutsnta klas buruh Inionesia, adalah sangat tinggi. Walaupun mereka teiah menjimpuikan bahwa perut terus kekanan", te. tapi mereka tetap dengan antusias menjambut tiap andjuran dan politik pemerintah jang revolusioner, jang mengganjang imperialisme, mengganjang rasialisme dan kontra-revolusi dsb., walaupun mereka sedjak semula sudan dapat met. bajangkan bahwa akibatnja bisa menimbulkan kesulitan' sementara jang baru dibidang penghidupan mcreka. Waktu belakangan ini sering timbul pembitjaraan dika langan kaum buruh jang sangat dalam arti politiknja dan. merupakan peladjaran penting bagi peminpina revoiusioner Ada jang mengadjukan pertanjaan : mana jang lebih baik. politik kekiri dan perut kekanan, atau politik kekanan dan perut kekiri. Tentu sadja kebanjakan mendjawab, bahwa jang paling baik jalah politik kekiri dan perut kekiri". Kemu- dian, setelah bertukar-fikiran, mereka menjimpulkan, karena belum mungkin semua kekiri sekarang. lebih baik "politik kekiri dan perut kekanan" daripada kebalikannja, karens hanja dengan perkembangan politik fang terus kekiri kita akan lebih tjepat- sampai pada achir penderitaan. Perkembangan politik kekanan, walaupun misalnja disertai tjukup pengisi perut dan pakaian, seperti misalnja teräjadi dinegeri-negeri kapitalis ketika ada ,boom", hanja merupa. kan penundaan datangnja penderitaan jang lebih hebat. Pendirian dan tekad kaum buruh dalam menghaçapi situam sekarang ditjerminkan dengan tepat dalani kata salah se orang penjair kita, bahws ,hati kita lebih keras Garipada lapar". Ini pendirian dan tekad kaum revolusioner sedzati jang merupakan peiuru askt mengarah kekaum reaksiozer dan revisionis, Ja, djuga mengarah kepada kaum revisicnia, karena kaum revisionis mengchotbahkan kelembekan daa kelemahan djiwa, mengchotbahkan kapitulasi kepada musub dengan dalila reaksionernja bahwa ,ekonomi lebih penting" daripada politik revolusioner. Demikianlah kesedaran dan tekad bulat Rakjat terutams kaum buruh, dalam menghadapi situasi perdjuangan seka. rang. Tidak hanja berbeda dengan kaum reaksioner, tetap djuga berbeda dengan kaum revisionis, kaum revoiusione. gadungan, djuga berbeda dengan kaum Manipolis munafik jang tidak mau memperdulikan penderitaan Rakjat, dan
tahunja hanja menjalah-njalahkan Rakjat jang melawan politik reaksioner dan ketidakadilan. Pemirapin revolusioner sedjatı, terutama kaum Komunis, tidak boleh meragukan tekad Rakjat dalam perdjuangannja. Sebaliknja mereka harus beladjar dari Rakjat dalam hal kesedaran din kebulatan tekad. Hanja kaum tengah dan kaum revisionis jang suka meragukan hal* ini, jang mengira bahwa Rakjat djuga seperti mereka, berpendirian bahwa lapar lebih keras daripada hati", bahwa perangsang ma- teril adalah djauh lebih penting daripada ideologi revolusioner. Tetapi pemmpin revolusioner jang sedjati, terutama kaum Komunis, tidak boleh hanja pandai menerima kenjataan ada- nja kesedaran dar. kebulatan tekad Rakjat. dan hanja sampai d'situ sadja. Tidak. buat apa ada pemimpin revolusioner djika tidak bisa mengubah keadaan penghidupan Rakjat jang buruk mendadi baik, djika tidak pandai membanting stir dari kanan kekiri bagi keadaan penghidupan Rakjat. Kaumn revolusioner diterima sebagai pemimpin Rakjat, disamping karena pandai membawa perkembangan politik terus kekiri, djuga karena pandai bersama Rakjat membawa "perut Rakjat" kearah jang sama. Oleh karena itulah, kaum revolusioner harus tidak _henti- hentinja berdaja-upaja. disamping membawa perkembangan politik terus kekiri, djuga memperbaiki keadaan penghidupan Rakjat. Oleh karena itu. kaum Komunis Indonesia menjam- but program baru Kabinet Kerd'a dengan gembira, dengan pengertian jang paling mendalam dan dengan tekad bulat untuk melaksanakan program tsb. Tetapi sebagaimana. biasa, kaum Komunis Indonesia tidak hanja pandai menerima sesuatu program jang baik, tidak hanja pandai bekerdja keras untuk pelaksanaannja, tetapi djuga menundjukka sjarat dan tjara jang tepat untuk kelantjaran pelaksanaannja. Djangankan untuk melaksanakan program Pemerintah, sedangkan untuk membikin kue apam djuga ada sjarat dan tjara'nja. Tanpa sjarata dan tjara jang sesuai tidak ada sesuatu jang dapat dibikin. Dja- di, kalau kita mengemukakan sjarat dan tjara pelaksanaan sesuatu program bukanlah kita mengada-adakan jang tidak ada. Dibawah ini kita kemukakan pandangan kaum Komunis mengenai sjarata dan tjara' bagi pelaksanaan program Pemerintah. Pada pokoknja pelaksanaan jang baik daripada program Kabinet Kerdja tidak dapat dip'sahkan dari pelaksanaan landreform setjara konsekwen, pengachiran penjele- wengan ,.26 Mei 196s", pembasminn kontra-revolusi, pem- bentukan Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom dan pendemokrasian sistim pemerintahan.
(1) SANDANGPANGAN
Sandangpangan, dan terutama sekali pangan (makanan) adalah jang paling mendesak, sesuatu jang tak dapat di- tundas seperti sering dikatakan oleh Presiden Sukarno. Dalam Deklarasi Ekonomi sudah ditetapkan program djangka pendek untuk memetjahkan masalah sandangpangan, terutama pangan. Tetapi teror 26 Mei 63" telah membikin berantakan samasekali apa jang sudah ditetapkan dalam Dekon itu. Politik harga peraturan ekonomi 26 Mei 1963, jaitu politik berlomba dengan harga pasar, telah membikin harga beras dipasar membubungtinggi sampai antara 150- 180 rupiah sekilo, bahkan lebih tinggi lagi dibeberapa tempat. Harga beras sudah meningkat dengan kuranglcbih 3 kali dibandingkan dengan sebelum penjel&wengan 26 Mei 63". Ini membikin Rakjat pekerdja, terutama sekali jang hidup dari upah atau gadji, mendjadi lebih setengah mati. Banjak konsepsi jang sudah ditjoba dan diandjurkan, seperti mendjamin persediaan bahan makanan jang tjukup dengan djalan mengimport lebih banjak dari luarnegeri, mengadakan apa jang dinamakan Padi Centra dan kemudian Pertani, SSB (self-supporting beras), supaja diadakan per- ubahan menu walaupun umum sudah mengetahui bahwa Rakjat sudah makan apa sadja jang dapat dimakan. pem- bangunan' pabrik rabuk, pemberian krelit, membatasi ke- lahiran, dan matjam² lagi. Tetapi semuanja itu bukan hanja tidak dapat dilaksanakan, tetapi djuga sengadja atau tidak sengadja merupakan usaha untuk menghindarkan djalan pemetjahan jang sebenarnja, jaitu landreform jang radikal. Burdjuasi nasional Indonesia masih muda usianja dan banjak mempunjai -hubungan keluarga dengan tuantanah. Satu kakinja kaki kapitalis, sedangkan jang satu lagi kaki feodal. Terutama sekali burdjuasi nasional industri Indonesia sangat lemah kedudukannja. Semuanja ini menjebabkan mereka tidak berkepentingan akan peningkaten dajabeli məssa kaum tani agar mampu membeli hasil² industri mereka. Oleh karena itu burdjuasi nasional Indonesia, walaupun setjara objektif anti-feodalisme, tidak mungkin mempunjai program agraria jang radikal. Mereka tidak mungkin mendjadi sematjam kaum Jakobin Revolusi Perantjis 1789. Kias jang tidak mempunjai sjarat untuk mendjadi sematjam kaum Jakobin, tentu lebih tidak mempunjai sjarat lagi untuk mendjadi pelaksana tjitaa Sos:alisme. Jang ada sjaratnja untuk mempunjai program agraria jang radikal hanjalah proletariat, bukan klas lain. Proletariatlah jang setjara objektif mampu menarik kaum tani kefihaknja, kefihak revolusi, dan inipun memang sudah dibuktikan oleh kenjataan perdjuangan Rakjat Indonesia.
Kaum Komunis indonesia sudan lams derpendirian, bahwa djuga dalam memetjahkan masalah sandangpangan Rakjat Indonesia harus berdiri diatas kakinja sendiri. Untuk Ini, untuk memetjahkan buat se-lamanja masalah sandangpangan, djadi bukan pemetjahan setjara tambalsulam, hanja ada satu djalan, jaitu langkah pertama jang harus diajunkan jalah pelaksanaan landreform jang radikal dan bukan memn- perbanjak import, mengubah menu, mendirikan pabrik rabuk, dsb, karena semuanja ini merupakan tindakan² jang tidak me metjahkan soal atau merupakan tindakan² landjutan. Melaksanakan landreform setjara radikal berarti melaksanakan pensitaan atas tanah tuantanah, pembagian tanah sitaan itu dengan tjumaª kepada tani penggarap dan anggota keluarganja seorang sebagai milik perseorangan. Hanja dengan demikian tenaga produktif didesa dapat sungguh' dibebaskan, dan barulah sesudah itu dapat berbitjara tentang pengolahan tanah se-baik²nja, karena sipenggarap tahu bahwa hasil produksi tanahnja jang tinggi akan dimilikinja sendiri. Dengan seluruh hasil produksi tanah jang dimiliki- oja sendiri keadaan penghidupan kaum tani akan mendjad agak baik dan sebagian jang patut dari penghasilannja dapat digunakan untuk membikin tanahnja lebih subur sehingga produksinja dapat ditingkatkan. Sesudah landreform diiak- sanakan barulah masalah import beras benar mendjadi se- suatu jang bersifat sementara, dan barulah besar artinja pembangunan pabrik rabuk, pemberian kredit dsb. Selama landreform radikal belum selesai didjalankan, semuanja itu merupakan sumber korupsi, spekulasi dan manipulasi, se- dangkan kaum tani tetap menderita. Tetapi, program agraria PKI jang radikal tidak bisa di- terima oleh burdjuasi nasional. Untuk menolaknja mereka bersekutu dengan unsur tuantanah. Desakan kuat mässs kaum tani membikin burdjuasi nasional dan unsur tuantanah tidak bisa menolak samasekali. Setapak demi setapak mereka mundur, mula mereka terpaksa menerima Undang' Perdjandjian Bagi Hasil (UUPBH) dan kemudian Undang Pokok Agraria (UUPA), jaitu undang jang membatast miliktanah tuantanah. Sambil mundur mereka mengadakan perlawanan, terutama supaja tidak ada tindakan² jang bersifat radükal terhadap tuantanah dan supaja banjak lubang jang dapat digunakan tuantanah untuk menghindarkan iri dari kerugian. Untuk ini, jang paling penting bagi mereka, ja. łah mereka berhasil menempatkan kepala daerah dari semua tingkat mendjadi Ketua Panitia Landreform. Dengan kepala' daerah sebagai ketua, jang umumnja berkepentingan mem- pertahankan sistim tuantanah, maka dengan sendirinja apa- rat utama, jaitu Panitia Landreform, mendjadi matjet. Belum lagi ditambah dengan peranan pegawais tertentu dari Dja-
watan Agraria; ada jang reaksloner atau ada jang tidaß menjukai, ragus atau paling kurang tidak berkepentingan akan terlaksananja landreform jang konsekwen. Bahkan sudah mulai terdengar bahwa dikalangan Djawatan Agraria banjak jang mentjari keuntungan untuk diri sendiri dengan adanja landreform, pengkonversian tanah garapan dan pəm- bagian tanah dikota-kota. PKI menjetudjui UUPBH dan UUPA, karena kedua undang-undang ini dapat didjadikan landasan untuk aksi kauın tani, untuk lebih mengenal musuhnja dan untuk mendapat- kan sekedar perbaikan nasib bagi kaum tani meskipun bersifat sementara. Sekarang kaum tani Indonesia sudah berpengalaman mengenai apa jang dinamakan landreform menurut UUPA Bajangkanlah : menurut taksiran fihak resmi sadja tanah-lebih jang harus dibagikan kepada kaum tani berdasarkan UUPA sebanjak 1 djuta HA. Tetapi jang terdaftar baru kira seperlima dan dari jang seperlima ini baru dibagikan kira' 9%, đan dari jang 9% ini lebih separoh djatuh ketangan jang tidak berhak, ketangan jang bukan penggarap. Padahal sudah pernah finak resini mengatakan bahwa dalam tahun 1963 ini landreform berdasarkan UUPA harus sudah selesai. Djika pelaksanaan terus seperti sekarang, puluhan tahun lagi belum tentu tanah kelebihan dari tuantanah akan selesai čibagikan kepada kaum tani jang berhak, lebih lagi djika harus dihitung waktu untuk membongkar penggelapan' tanah oleh tuantanah dan kemudian djuga mem-bagikan tanah-lebih jang digelapkan itu. Pada dewasa ini pelaksanaan UUPA bukan sadja berájalan sangat lambat, malah boleh dikatakan matjet. Berdasarkan perhitungan djumiah tanah-lebih jang rata tiap tahun dibagikan hingga kinl dari tanah-tebihr jang sudah tertjatat resmi, maka tanah-lebih itu baru akan selesai dibagi paling tjepat pada tahun 2000. Gambarannja sama mengena: pelaksanaan UUPBH. Menurut angkaa jang dikumpulkan di Djawa Barat, djika temponja terus seperti sekarang, maka diperlu- kan 36 tahun lagi agar antara semua penggarap dengán pemilik tanah didaerah ini diadakan perdjandjian bagi hasil sesuai dengan UUPBH. Lebih djelek lagi keadaan para nelajan pekerdta. Diku langan kaum nelajan hingga sekarang belum ada undang' Jang mengatur bagi-hasi jang agak adil antara langgan atau djuragan dengan kaum nelajan. Pada pokoknja masih berlaku penetapan bagi-hasil setjara sefihak ,cleh ianggan atau djuragan dan jang sangat memberatkan kaum nelajan pekerdja. Tidak mengherankan bahwa kesedaran kaum tani akan perlunja landreform jang radikal makin meningkat. dan dalam situasi sekarang kaum tanl paling kurang me-
mumtut supaja UUPA dilaksanakan dengan konsekwen dan mengutamakan kepentingan kaum tani. Untuk ini PKI me- njokong sepenuhnja tuntutan kaum tani sbb.:
(1) Panitia landreform dari semua tingkat supaja tidak
ada ketjualinja berporoskan Nasakom, supaja diaktifkan dan supaja anggota serta ketua panitia, jaitu kepala daerah, jang tidak aktif diritul.
(2) Rituling personalia Djawatan Agraria, djawatan jang
paling erat hubungannja dengan soal landreform, agar dari pusat sampai ke-daerah' terdiri dari orang jang benar² mengutamakan kepentingan kaum tani penggarap dan sungguh-sungguh menginginkan, terlaksananja UUPA dalam waktu singkat.
(3) Supała dibentuk Pengadilan Landreform dengan meng-
fkutsertakan wakil kaum tani untuk mengadili tuantanah dan petugas-petugas Pemerintah jang tidak sungguh* melaksanakan UUPA. Pendeknja, djika belum berani melaksanakan landreform jang radikal seperti jang dimaksudkan oleh Program PKI, paling kurang harus dilaksanakan tiga tuntutan kaum tani ini. Djika baru tiga tuntutan kaum tani ini dan UUPA dilaksanakan, belumlah lagi pada tempatnja untuk menepuk dada dan berkata bahwa landreform telah dilaksanakan setjara revolusioner. Memang belum seharusnja demikian, karena pelaksanaan UUPA barulah berarti membatasi milik tanah tuantanah dan samasekali belum menghapuskan milik feodal atas tanah, belumlah berarti melaksanakan sembojan ,tanah hanja untuk kaum tani jang menggarap tanah". UUPA masih mendjamin pemilikan tanah pertanian oleh mereka jang tidak menggarap tanah dan ini membuka kemungkinan besar untuk manipulasi tanah sehingga dapat meniadakan arli-penting UUPA. Kelambatan* dalam melaksanakan UUPBH dan UUPA tidak bisa berakibat lain ketjuali timbulnja dan meratanja aksi-aksi sefihak oleh kaum tani. Djika ini terdjadi, dan memang sudah terdjadi diberbagai tempat, kaum tant samasekali tidak bisa dipersalahkan dilihat dari segi manapun. Jang harus disalahkan ian diritul adalah pedjabat-pedjabat jang bertanggungdjawab, jang sengadja atau tidak sengadja telah memperlambat atau se-kurangnja tidak mempunjai kemauan dan kemampuan melaksanakan Undanga negara. Kaum revolusioner harus menjambut hangat dan men- dorong aksi sefihak kaum tani, dan harus menganggapnja sebagai swadaja massa Rakjat dalam usaha menanggulangi kesulitan sandangpangan dan melaksanakan Undang' negara jang telah diterima setjara demokratis. Seandainja tiga tuntutan kaum tani tsb. dan UUPA dilaksanakan, ini samasekali tidak berarti bahwa tenaga produktir
didesa sudah benar dibebaskan. Pelaksanaan UUPA tidak menghapuskan hubungan kerdja antara pemilik dengan penggarap tanah, berhubung masih didjaiainnja tanah pertanian dimiliki oleh bukan penggarap tanah. Oleh karena itu, baik sebelum maupun sesudah peiaksanaan UUPA, masalah pembagian hasil antara penggarap dengan penjewakan tanah, baik tuantanah maupun penjewakan tauah ketjil, masih tetap akan ada. Undang-Undang Pokok Agtaria bukan landasan untuk menghapuskan penghisapan atas kaun tani oleh tuantanah, jaitu bentuk, jang utama daripada penghisapan atas manusia oleh manusia didesa. Oleh karena itu pula peng- alaman kaum tani dalam perdjuangan menghadapi pemilik tanah dalam rangka pelaksanaan UUPEH aualah sangat penting untuk memperhebat perdjuangan baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan UUPA. : Hubungan feodal antara penggarap dan pemilik tanah hanja akan lenjap samasekali djika program agrarta PKI sudah dilaksanakan. Karena itu program landreform jang komplit ini harus terus-menerus didjadikan mertjusuar kaum tani, karena ia satunja penundjuk djaian untuk menghapuskan penghisapan atas kaum tani oleh tuantanah. Berbeda dengan kaum Komunis, burdjuasi nasional Indonesia merasa dirinja sudah djempol kalau sudah berusaha setjara plintat-plintut membatasi milik tanah tuantanah. Se- baliknja merasà dirinja berdosa besar kalau sampai berbuat menghapuskan pemilikan tanah pertanian dari mereka jang tidak menggarap tanah. Selama pemilikan tanah sematjam ini masih dipertahankan, landreform matjam apa sadja mesti disertai oleh manipuiasi dan penipuan-penipuan jang kedji. Berbitjara tentang mengatasi kęsulitan baħan makanan, tetapi tidak berani melaksanakan landreform jang radikal, atau dalam situasi sekcarang tidak berani se-kurang²nja melaksanakan UUPA dengan konsekwen dan mementingkan kaum tani penggarap, adalah omongkosong, menipu diri sen- diri dan menipu Rakjat. Djuga usaha mengatasi kesulitan' sandang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan landreform jang radikal, karena hanja sesudah Indonesia dapat mengatasi kesulitan bahan makanan, barulah terbuka kemungkinan bagi Indonesia untuk mengatasi kesulitan bahan pakaian. Masalah sandang tidak mungkin dipetjahkan selagi banjak djumlah devisen harus dipergunakan untuk mengimport bahan makanan. Berbitjara tentang memodernisasi Indonesia dan tentang menjelesaikan revolusi adalah djuga omongkosong, selama tidak berani mengadakan landreform jang radikal. Indonesia adalah negeri jang masih agraris dimana masih bertjokol sisa feodalisme, Oleh karena itulah pada hakekatnja revolusi
undonesia adalan revolusi agraria, revolusi kaum tan, 8e tama sistim tuantanah masih bertjokol dan sembojan ,tanah hanja untuk kaum tani jang menggarap tanah" belum di- iaksanakan setjara konsekwen, selama itu kita tidak bisa berbitjara tentang sudah modernnja Indonesia dan sudab selesainja revolusi Indonesia jang bersifat nasional-demokratis. Djadi, baik untuk meningkatkan produksi pertanian da iam rangka mengatasi kesulitan bahan makanan dan untuk aengatasi kesulitan bahan pakaian serta untuk memodern- teasi Indonesia, maupun untuk menjelesaikan revolusf nasional-demokratis Indonesia, landreform jang radikal me rupakan sjarat mutlak dán langkah pertama jang harus dlajunkan. Tentu sadja bukan hanja radikal dalam kata, tetapi radikal dalam perbuatan, perbuatan jang menghendaki keberanian dalam mengachiri pemilikan tuantanah atas tanah dan dalam melaksanakan sembojan tanah hanja untuk mereka jang menggarap tanah". Tindakan sematjam ini tidak mempunjai akibat lain ketjuali menguntungkan Rakjat dan akan sangat memperkuat perdjuangan anti-Imperialisme dan pembangunan ekonomi negeri karena se- bagian jang sangat besar dari Rakjat, jaitu kaum tani, dapat didjadřkan partisipan jang aktif. Pembangunan Koperasi Rakjat Pekerdja, chususnja d- galangan kaum buruh dan kaum tani, jang dapat ambß tagian daiam melantjarkan distribusi sandangpangan dam meuingkatkan produksi pangan tidak pesat perkembangan- aja. Koperasia jang ada sekarang pada umumnja tidak berwatak Koperasi Rakjat Pekerdja dan mendjadi bagian dari lapangan kegiatan kaum penghisap, kaum kapitalis, bahkan kaum kapitalis birokrat. Ini adalah bukti sedjelas- djelasnja bahwa koperasi tunduk pada sistim ekonorał jang beriaku dan terdesak oleh kepentingan klas jang berdomi- aasi. Dari uraian diatas djelaslah, mengapa kita harus menda- sarkan perekonomian negeri kita pada pertanian dan perkebunan. Hanja kalau kita mempunjai perekonomian jang dasarnja kuat, jaitu pertanian dan perkebunan jang madju dan berkembang, barulah kita bisa membangun dan memperkuat sektor industri sebagai tulangpunggung perekonomian kita, Seperti sudah diuraikan diatas, langkah pertama jang narus diajunkan untuk mendapatkan dasar perekonomian !ang kuat jalah landreform jang radikal, Djuga Sosialisme jang akan kita bangun dřkemudian hari, hanja bisa berdirı tegak djika mempunjai dasar pertanian jang kuat. Oleh karena itu, kaum Konnunis Indonesia, baik sekarang maupun dikemudian hari setelah membangun Sosialisme, harus mem- berlkan perhatian jang se-besarnja pada masalab pertazi.
an dan perkebunan, paça masalan kaum tan dan pekerdja kebun, pada masalah desa. Dimasa jang lampau pentingnja peranan kaun tani atau desa djuga sudah dibuktikan. Walaupun tuntutan Revolusi Agustus 1945 sampai sekarang belum dapat kita ramnpung- kan, tetapi Revolusi ini telah memberi peladjaran jang sangat penting tentang mutlaknja peranan kaun tani dalain revolusi. Kita sekarang menjedari se-dalamnja, bahwa ter- utama karena dalam Revolusi Agustus 1945 kita kurang mementingkan kaum tani, sampai kini Revolusi nasional-demokratis kita belum selesai. Baik sedjarah, kenjataan sekarang maupun haridepan Revolusi Indonesia mengharuskan kaum Kominis don kaun revolusioner Indonesia lainnja mengintegrasikan diri setjara total dengan gerakan kaum tani Indonesia, harus menber! perhatian se-besarnja kepada soal desa, soal kaum tani dan buruh perkebunan. Pengintegrasian diri kaum revolusioner dengan gerakan tani pada waktu sekarang, pertama-tama jalah pengintegrasian dalam fikiran dengan menerima sepenuhnja program agraria jang radikal serta kesediaan meiaksanakan program itu dengan sepenuh hati. Tentang ini sudah sering kita katakan. Tetapi karena masalah ini penting, dan lrarena masih sering dilupakan, djuga oleh sementara Komunis, apa- lagi karena banjak orang jang sengadja mau me-lupakan tentang peranan penting kaum tani dimasa lampau dan karena diantara oranga Manipolis munafik ada pula jang ingin meng-indjak kauım tani diwaktu sekarang, maka beraps ratus kalipun kita ingatkan tentang pentingnja musaias tan den pertanian, tidaklah akan melebihi keperluaz
(2) MENGGANJANG MALAYSIA"
PKI adalah Partai jang pertama-tama mensinjälir ten- tsng berbahajanja gagasan Malaysia" bagi Indonesia dan bagi perdamaian di Asia Tenggara. Malahan sebelum ada gagas an Malaysia", ketika negara Malaja didirikan olen kaunu kolonialis Inggris, PKI sudah menjatakan pendiriannja nahwa keradjaan baru itu adalah perwudjudan lari neo-kolonialisme, hasil kompromi imperialisme Inggris dengan kaum reaksioner Malaja dalam membasmi geraken progresif di Malaja. Djadi, keradjaan Malaja bukan dibentuk sebagai hasil perdjuangan revolusioner melawan kolonialisme. De- agan dibentuknja Malaysia" maka-Malaja jang neo-kolo- nial diberi badju baru dan diperluas daerahnja. Projek neo- kolonial ini bukan dimulai dengan Malaysia", tetapi sulah sedjak dibentuknja keradjaan Malaja jang bertudjuan meng- bantjurkan gerakan progresif Rakjat Malaja dan tnembela
kepentingan politik, ekonomi dan militer kaum imperlalis Inggris didaerah itu. Sebelum Maiaysia" berdiri, kaum Komunis Indonesia senantiasa mengingatkan seluruh nasion tentang bahaja jang dapat ditimbulkan oleh permainan mata dengan Tengku Abdul Rachman, komprador Inggris nomor satu di Asia Tenggara. Oleh karena itu PKI tidak pernah menjetudjul dilangsungkannja Konferensi Manila antara Indonesia, Filipina dan Malaja, karena konferensi jang demikian itu tidak ada dasarnja mengingat politik dalam dan luarnegeri dari kedua negara asing itu samasekali tidak ada miripnja dengan politik dalam dan luarnegeri Indonesia. Kaum Komunis Indonesia tidak menjetuljui konferensi demikian itu demi mendjaga keselamatan politik dalam dan luarnegeri Indonesia jang pada pokoknja disokong oleh kaum Komunis. Tetapi, diluar kehendak kaum Komunis Indonesia Konferensi Manila berlangsung djuga dalam bulan Agustus 1963. Kita menghargai tinggi posisi Presiden Sukarno jang mem- perdjuangkan ide jang madju dalam konferensi ini. Konferensi Mani'a telah melahirkan beberapa keputusan, antara lain mengenai Konfederasi Mafilindo" dan ,Federasi Malaysia". Tentang Mafilindo kaum Komunis Indonesia sudah menja- takan sikapnja jang tegas, bahwa sesuatu konfederasi antar negara hanja dapat dibentuk djika ada persamaan tertentu dibidang politik. Atas dasar ras (Melaju) sadja tidak mungkin dibentuk sesuatu konfederasi antar negara. Antara Indonesia, Filipina dan Malaja tidak ada persamaan politik, baik politik dalam maupun luarnegeri. Politik dalamnegeri Indonesia jalah mempersatukan seluruh Rakjat dengan poros Nasakom guna menjelesaikan Revolusi anti-imperialis dan anti-feodal, sedangkan politik luarnegeri Indonesia jalah menjatukan segenap kekuatan baru jang sedang tumbuh didunia dan sebagai akibatnja Indonesia mendjalankan politik kerdjasama jang erat dengan negeria sosialis, dengan ne- geris baru merdeka jang anti-imperialis dan dengan gerak- an progresif di-negeri kapitalis serta dimana sadja kekuatan itu terdapat. Kaum imperialis AS berusaha keras untuk memasukkan Indonesta kedalam perangkap Mafilindo. karena perangkap lain seperti Seato dan ASA (Association of South-east Asia), sudah ternjata tidak mempan. Antara Filipina dan Malaja memang terdapat politik dalam dan luarnegeri jang bersamaan, jaitu bersandar pada imperialisme, tetapi djangan dilupakan bahwa imperialis jang diabdi oleh politik masing adalah berbeda. Malaja mengabdi Inggris dan Filipina mengabdi Amerika Serikat. Satu hal jang pasti mempertentangkan Malaja dengan Filipina, jaitu tuntutan Filipina atas Sabah. Amerika Serikat
menjokong tuntutan Filpina ini, karena AS djuga ingin mempunjai wilajah jang dapat dikuasainja jang berbatas- an dengan wilajah Indonesia. Dengan sendirinja Inggris menggunakan Malaja untuk menentang tuntutan Filipina. Berkat perdjuangan Presiden Sukarno dan para pembantu- nja, Konferensi Manila telah melahirkan putusan jang ka- limat'nja tidak begitu djanggal djika dihubungkan dengan politik dalam dan luarnegeri Indonesia. Tetapi paling kurang satu hal menimbulkan rasa prihatin, karena putusan Manila itu antara lain menerima pada prinsipnja gagasan Malaysia", asal dipenuhi beberapa sjc.at jang sebenarnja tidak begitu sulit untuk dipenuhi dengan masih tetap adanja ten- tara Inggris di Serawak dan Sabah. Tetapi, imperialis Inggris sekarang bukan imperialis Inggris jang dulu, jang mempunjai kepertjajaan pada kekuatan sendiri. Kurang kepertjajaan pada kekuatan sendiri dari imperialis Inggris ini bukan tidak beralasan. Karena kedudukannja di Hong- kong dirasakan sudah tidak terdjamin lagi maka Inggris mundur kepertahanannja jang terachir di Asia Tenggara, jalah .Malaysia". Kenjataan bahwa Inggris tidak bisa me- maksa Erunai masuk ,Malaysia" adalah bukti bahwa Inggris tidak berada dalam posisi jang kuat dalam memaksakan berdirinja ,Malaysia". Inggris memaksakan berdirinja Malaysia" dengan tidak menggubris putusan Manila. Kalau persetuüjuan Manila sekarang mendjadi positif, artinja bisa digunakan dlam menghadapi Malaysia" dan sampai batas tertentu dalam menarik Filipina supaja ikut menentang Malaysia", adalah terutama karena perbuatan Inggris sendiri jang tidak menggubris persetudjuan Manila dalam merealisasi ,Malaysia" sekalipun persetudjuan itu sebenarnja tidak menentang berdirinja Malaysia". Persetudjuan Manila bisa mendjadi negatif, merugikan perdjuangan Rakjat Indonesia dan Rakjat di Malaja, Singapura, Serawak, Sabah dan Filipina, serta Rakjat di Asia Tenggara pada umumnja, djika seandainja Inggris mempunjai kepertjajaan pada diri sendiri dan menuruti segala jang di- tetapkan dalam persetudjuan Manila. Djika jang terachir ini terdjadi, maka Malaysia" akan mendjadi sesuatu jang sah" dan inisiatif dalam persoalan Malaysia" akan ber- pindah ketangan Inggris dengan Tengkunja. Ketidaksabaran dan kebodohan musuh telah membantu mendjadikan ,,Malaysia" alat pembangkit perdjuangan Rakjat-rakjat di Asia Tenggara dalam memberi pukulan' hebat kepada imperialisme didaerah ini. Ini sekali lagi menundjuk- kan bahwa imperialisme tidak lagi dalam posisi jang kuat. Sebaliknja, Rakjat adalah kuat, sekalipun membikin keke- liruan, ia bisa tjepat tampil lagi sebagai pengambil inisiatif. Sekarang Indonesia berada dalam kedudukan berinisiatif
dalam mengganjang Malaysia". Masalan Malaysia" bukar hanja masalah Rakjat di-wilajah Malaysia" dan di Indonesia, tetapi masalan Rakjata diseluruh Asia Tenggara dan tidak dapat dianggap terpisah dari perdjuangan Rakjat sedunia dalam melawan imperialisme, kolonialisme dan neo- kolonialisme. Oleh karena itu perdjuangan Rakjat Indonesia mengganjang Malaysia" sudah sewadjarnja dibantu oleh kekuatan-kekuatan anti-imperialisme diseluruh dunia. Program Kabinet Kerdja tentang mengganjang Malaysia" adalah program revolusioner jang mempunjai arti nasional dan internasional-sekaligus. Sekarang persoalannja, bagaimana Rakjat dan Pemerintah Indonesia dapat melaksanakan program mengganjang Malaysia" itu se-baiknja terutama agar pelaksanaan program ini diintegrasikan setjara harmonis dengan program' dan tugas lain dari Rakjat dan Pemerintah Indonesia. Ada sementara orang jang berpandangan pitjik, uutuk tidak menjebut mereka pembawa suara kaum kontra-revolusioner, berpendapat bahwa progran mengganjang Malaysia" bertentangan dengan program sandangpangan dan pembangunan, dan djuga bertentangan dengan tugas meinbaəmí kontra-revolusi, membentuk Kabinet Gotong Rojong, dll Mereka katakan, melaksanakan program mengganjang Malaysia" menghendaki banjak ongkos dan tenaga sehingga mau tidak mau program sandangpangan dan pembangunan terpaksa diterlantarkan. Mereka katakan djuga, bahwa untuk mengganjang Malaysia" sebanjak mungkin kekuat- sn nasional" harus kita himpun, termasuk menarik sebanjak mungikin orang jang selama ini dianggap kontra-revolusioner. Oleh karena itu, kata mereka, tidak tepat diteruskan polltik mengganjang kaum kontra-revolusioner dalamnegeri, lebih lagi tidak tepat pembentukan Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom, karena djika kabinet demikian dibentuk kaum kontra-revolusioner akan lebih mendjauhkan diri dari Pemerintah. Djadi, kata mereka, demi pelaksanaan program mengganjang Malaysia" Rakjat harus lebih pe- rani menderita dan harus toleran" terhadap kaum kontra- revclusicner. Nah, adakah pemutarbalikan jang lebih hebat dan lebib kurangadjar daripada ini ? Pemutarbalikan jang memarg dibutuhkan kaum kontra-revolusioner, tetapi samasekall tidak dibutuhkan oleh Rakjat ! Ditangan menteria jang berkemauan baik dan ber-sung. guh, Triprogram baru Pemerintah adalah saling mengisi dan saling memperkuat. Pelaksanaan program sandangpangan, dan sekali lagi sjarat mutlaknja jalah pelaksanazn lanireform jang radikal, atau se-kurangnja pelaksanaan UUPA jang sudah ada sekarang setjara konsekwen dami
kepentingan kaumn Lani, akan memperkuat potensi nasionai, dan dengan kuatnja potensi nasional pukulan' lebih hebat dapat diberikan kepada Malaysia". Pelaksanaan program mengganjang Malaysia", sudah terbukti membebaskan Indonesia dari tjengkeraman kapitalis monopoli dan kompra- dornja di Malaja ,dan Singapura, sehingga Indonesia dapat berhubungan langsung dengan konsumen barang" exportnja dan produsen barang importnja. Terlepasnja Lridonesia dart tjengkeraman Malaja dan Singapura dalam soal import dan export, melahirkan kemungkinan baru bagi Indonesia untuk mengubah arah perdagangan luarnegerinja jang selama ini terlalu berat sebelah ke-negeris kapitalis dan perubahan arah ini penting dalam usaha indonesia mengatasi kesulitan sandangpangan dan meneruskan pembangunan. Peiaksaraan program meneruskan pembangunan mengandung arti bahwa sandangpangan, terutama pangan Rakjat, harus didjamin, karena dengan perut kosong pembangunan tidak bisa di- lakukan. Diatas se-gala'nja program mengganjang ,,Malaysia" hanja dapat dilaksanakan dengan baik djika tjepat diachiri penjelewengan 26 Mei 63", djika kontra-revolusi dibasmi sampai ke-akarnja dan djika tjepat² dibentuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakoin. Penjelewengan 26 Mei 63", masih berkeliarannja sisa kontra-revolusi dan belum terbentuknja Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom merupakan rintangan' pokok dalam melaksanakan program mengganjang Malaysia", karena semuanja itu meiemah- kan potensi ekonomi dan politik negeri serta menjebabkan tidak tertjiptanja ,social support", "social participation" dan social control" dalam peiaksanaan program Pemerintah Kesulltan baru tentu timbul dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia". Tetapi kesulitan ini timbul dalam melahirkan sesuatu jang baru dan lebih baik, Adakah kelahir- an sesuatu jang baru tanpa kesulitan? Politik msngganjang Malaysia" setjara resml sudah men- djadi program Pemerintan. Boleh dikatekan samua partsí, se. mua ormas den semua tokok masjarakat menjatakan slkap nja jang menentang ,Malaysia". Tetapi sudah tentu menu- rut kepentingan dan pendirian sendiris, sesuai dengan klas jang diwakili masingi. Pada pokoknja ada tiga golongan dan tiga pendirian dalam menghadapi ,Malaysia". Pertama, kaum reformis atau kaum moderat, jang ber- bitjara tentang mengganjang Maiaysia", dan tempo ber- bitjara galak, tetapi dibelakang kepalanja masih meng-ha- rap'kan kesediaan kaum imperialis Inggris dan Tengku Abdul Rachman supaja soal Malaysia" diselesaikan setjara damai", dan untuk itu bersedia memberikan konsesi ter- tentu Mereka masih tetap meng-angankan adanja KTT
Manlla ke-H untuk ,,menjelesaikan" soal ,Malaysia". Mereka katakan, bahwa kita tidak bisa terus-menerus hidup dalam konfrontasi". Dengan demikian mereka menentang teori Presiden Sukarno jang mengatakan bahwa konfrontasi adalah satunja djalan untuk menjelesaikan soal Malaysia". Mereka mentjoba menberikan alasan untuk memperkuat pendirian mereka dengan mengatakan, bahwa pada prinsipnja kita tidak berkeberatan dengan ,Malaysia"; jang tidak kita setudjui jalah tjaranja Malaysia" dibeníuk, jang tidak sesuai dengan persetudjuan Manila. Tjobalah, dimanakah kurang djelasnja? Pada prinsipnja mereka menerima neo-kolonialisme, hanja tjara' membentuk bangunan neo-kolo- nial itu jang tidak mereka setudjui. Terhadap pendirian kaum reformis atau moderat, kaum revolusioner, terutama kaum Komunis, harus awas benar karena ide reformis jang diberi kedok .,kebidjaksanaan", toleransi", demi perbaikan ekonomi Indonesia". bahkan demi sandangpangan" dan demi menjelamatkan Sosialisrne Indonesia", bisa mendapat pasaran dikalangan kaum tengah jang bimbang dan sangat luas itu,. Kedua, kaum avonturis atau petualang kontra-revolusioner. Mereka sudah lama berusana mendjatuhkan apa jang mereka namakan rezim Sukarno". Mereka sudah tjoba dengan me- ngadakan kudeta, dengan pemberontakan kontra-revolusioner, dengan mentjoba membunuh Presiden Sukarno, dengan ,mengkomunis-komuniskan" Bung Karno untuk mena- rik kaum agama jang masih terbelakang fikirannja ke- fihak mereka, dengan meng-hitamkan nama Bung Karno tentang soals pribadi baik lewat koran reaksioner diluar- negeri (didalamnegeri mereka sudah tidak berant lagi), siaran gelap maupun dengan me-njebarkan bisikan" berbisa. Tetapi semuanja ini gagal, martabat Buing Karno baik sebagai tokoh nasional maupun sebagai toko internasional jang anti-imperialis makin menaik hersamaan dengan me- naiknja martabat Rakjat Indonesia. Dimuka umum kaum petualang kontra-revolusioner suka mengeluarkan pernjataan' jang galak" terhadap Malaysia", sehingga penindjaua luarnegeri jang tidak mengerti sering bingung, dan jang naif mudah tertipu, karena pernjataan mereka sama dengan pernjataan kaum Komunis. dan kaum revolusioner lainnja. Kebingungan ini segera le- njap setelah didjelaskan maksud jang tersembunji dibela- kang kata' galak" itu, jaitu maksul memantjing tindakan bersendjata terbatas dari fihak Inggris untuk menimbulkan kepanikan dalamnegeri, jang dikiranja akan merupakan ke- sempatan baik untuk mengachlri .rezim Sukarno" atau se-kurang'nja mendjadikan Bung Karno sebagai tawanan politiknja, suka menandatangani apa sadja jang mereka so-
dorkan, guna achirnja mengalakan hubungan baik dengan Malaysia" dan Inggris serta mempersembahkan keme- nangan mereka kepada AS. Djuga terhadap kaum petualang kontra-revolusioner ini kaum revolusioner, terutama kaum Komunis, harus waspada benar-benar, harus tidak hentinja mengkonfrontasi kata-kata galak" mereka dengan kata dan perbuatan² mereka jang reaksioner, jang tjukup banjak itu. Sebagai tjontoh sadja, sikap jang sungguh menentang Malaysia" tidak mungkin dipadukan dengan sikap anti-kegotongrojongan nasional berporoskan Nasakom, karena tidak mungkin konfrontasi dengan Malaysia" berhasil djika tidak ada kegotongrojongan sematjam itu. Sedangkan mereka anti-Nasakom, se-ku- rangnja tidak pernah menjatakan mutlak-perlunja poros Nasakom seperti jang sering dinjatakan oleh Presiden Sukarno. Ketiga, kaum revolusioner, dimana kaum Komunis termasuk didalamnja. Kaum revoiusioner berpendapat, bahwa kontradiksi antara Rakjat Indonesia dan Rakjat anti-imperialis lainnja didunia dengan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, termasuk Malaysia", adalah kontradiksi jang tidak dapat diselesaikan dimedja perundingan, tetapt harus diselesaikan dengan djalan konfrontasi disegala bi- dang. Kaum imperialis, kolonialis dan neo-kolonialis baru mau mundur kalau digempur hebat'an terlebih dulu, dan dalam keadaan mereka terpaksa mundur disitulah baru ada gunanja perundingan untuk menerima penjerahan mereka. Inilah peladjaran jang tidak bisa dilupakan Rakjat Indonesia dalam melaksanakan Trikora pembebasan Irian Barat. Tentu kita tidak boleh setjara. mekanis menjamakan persoalan Irian Barat dengan persoalan Malaysia", walaupun ke-duanja sama' melawan imperialisme. Irian Barat adalah wilajah sah kita sendiri, dan imperialisme Belanda adalah djauh lebih lemah daripada imperialisme Inggris. Kedudukan Inggris di Malaysia" adalah lebih berbahaja bagi Republik Indonesia daripada kedudukan Belanda dulu di Irian Barat. Belanda di Irian Barat tidak begitu membahaja- kan perdjuangan Rakjat dan perdamaian d: Asia Tenggara, djika dibanding dengan kedudukan Inggris-di Malaysia" sekarang. Tetapi adalah keliru sekali djika mem-besarkan kekuatan Inggris di Malaysia", karena Malaysia" tidak lain adalah projek imperialis jang sedang sekarat. jang dilakukan setjara ter-buru saking kuatirnja akan kehilangan posisinja sama-sekali di Asia Tenggara. Kenjataan ini, dan kenjataan tidak mampunja Inggris memaksa Brunai masuk .,Malaysia" adalah bukti diantara sekian banjak bukti tentang kelemahan imperialis Inggris, Tetapi, fikiran untuk menjelesaikan soal
Malaysia" setjara ter-buru' ajuga tidak tepat, karena filrr an demikian bisa sedjalan dengan kaum reformis dengau KTT Manila ke-Hnja dan dengan kaum petualang kontra- revolusioner dengan sikap galak"nja sebagai tabir-asap untuk menutupi maksud djahatnja terhadap ,rezim Sukarno". Mengganjang ,Malaysia" merupakan tugas kongkrit jang terpenting dari Rakjat Indonesia dalam perdjuangan me lawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme paia saat ini. Dalam melakukan tugas ini, tidak boleh sedetikpun dilupakan, bahwa musuh Rakjat Indonesia jang paling ber- bahaja, musuh nomor satu, jalah imperialisme Amerika Se- rikat dan bahwa imperialisme AS ini djuga sangat berke- pentingan untuk mempertahankan Malaysia" sebagai ben- tuk neo-kolonialisme. Djadi, perdjuangan melawan Malaysia" bukan hanja berarti melawan imperialis Inggris me lainkan pula langsung melawan imperialisme AS. Hal ini di. benarkan oleh tindakan jang sungguh kurangadjar dari kaum imperialis AS jang setjara kasar menggunakan ,,bantuan ekonominja" untuk menggertak dan memaksa Indonesia agar tidak melawan Malaysia", dan oleh perluasan daerah ope- rasi Armada ke-VI AS sampai ke Samudera Indonesia. Program mengganjang ,Malaysia" harus dilakukan dengan semangat jang tinggi, tetapi sekaligus dipadu dengan pe- kerdjaan tekun disegala bidang, baik di-bidang jang lang. sung berhubungan dengan konfrontasi terhadap Malaygia" maupun di-bidang dalamnegeri, Konfrontasia jang sudah di- mulai harus kita landjutkan dengan lebih hebat, lebih ber- kobar, tetapi djuga lebih tekun. Konfrontasi dibidang politik harus dülaksanakan dengar terus-menerus menelandjangi Malaysia" sebagsi prcjek inu- perialis, dengan terus-menerus menelandjangi pemimpin me. reka jang tidak lain daripada budaks belian imuperials, de. ngan terus-menerus menanamkan pengertlan dan menarik per. hatian sahabat' dari NEFO terhadap perdjuangan ini, dengan torus mengganjang kakitangans alaysia" đan kaum kon. tra-revolusioner lainnja didalamnegerl, dengan memperbaik susunan Kabinet Kerdja supaja mendapat ,social-support" dar ,,social-control" jang se-hebatnja, dsb. ásb. Sudah ten- tu, dalam konfnontasi dibidang politik ini jang termasuk paling urgen jalah mengakui Negara Kesatuan Kalnmantan Utara dengan Tentara Nasional Kalimantan Utaranja dibawab pimpinan P.M. Azahari sebagai satunja kekuasaan jang sab diwilajah itu, karena ini dapat didjadikan landasan politik jang kuat untuk memberikan bantuan apa sadja kepada perdjuangan Rakjat di Kalimantan Utara. Konfrontasi dibidang ekonomi merupakan sendjata jang ampuh baik untuk memukul kepentingan kaum imperialis [nggris maupun untuk melepaakan ekonomi Indonesia sen-
diri dari tjengkeraman sisa' imperialisme jang sudah lama meng-halangi hubungan dagang kita dengan luarnegeri. Kon- frontasl dibidang ekonomi hendaknja djangan dilihat sebagai sesuatu jang memukul beberapa orang pedagang di Si- ngapura, melainkan terutama sebagai sesuatu jang langsung memukul kepentingan kaum imperialis. Diatas segala-galanja, dalam rangka konfrontasi dibidang ekonomi terhadap .Malaysia", aparat ekonomi dan keuangan Republik kita harus mengalami rituling besaran, karena aparat di-bidangs ini adalah jang paling lemah djika di- banding dengan di-bidanga lain, karena disinilah bersarang ahlia" ekonomi dan keuangan kolonial, kaum soska, bekas Masjumi dan orang reaksioner lainnja jang sekarang banjak tergabung dalam organisasi madjikan bernama Soksi, Per- kapen dsb. Jang paling djahat jalah ahli" soska, karena mereka pandai membungkus maksud djahat mereka dengan kata jang se-akan' progresif" dan se-akan logis", dan mereka ini menduduki posisis penting. termasuk sebagai pe- gawaia tinggi dan ,ahli" jang duduk dalam staf menteris jang bertanggungdjawab dibidang ekonomi dan keuangan. Segala peraturan ekonomi dan keuangan jang djahat, terutama sedjak gembong soska Sumitro berkuasa dibidang ekonomi dan keuangan sampai kepada teror .,26 Mei 1963," adalah dibikin dan diadvokati terutama oleh kaum soska. Aparat ekonomi dan keuangan adalah aparat² jang tadi- nja paling djarang dipersoalkan Rakiat. lain halnja dengan Angkatan Bersendjata, Pamong Pradja. Pendidikan dan Per- guruan, dll. Oleh karena itulah aparat dibidang ekonomi dan keuangan termasuk aparat jang paling lemah dari Republik kita jang berdjuang melawan imperizlisme. Tetapi, pada waktu belakangan sudah -makin banjak pemimpin dan Rakjat jang ditarik kedalam pembitjaraan tentang soal* ekonomi dan keuangan, dan dengan demikian aparat* dibidang ini makin mendapat sorotan dan ketjaman Ini merupakan gedjala* baru jang baik sehingga perlu didorong dan dikembangkan. Dalam rangka konfrontasi terhadap Malaysia" sudah ten- tu adalah djuga mendjadi kewadjiban mutlak Rakjat Indonesia untuk membantu perdjuangan bersendjata Rakjat Kalimantan Utara, disamping Revolusi Rakjat Kalimantan Utara merupakan bantuan besar bagi Rakjat Indonesia dalam mengganjang .Malaysia". Indonesia sudah sering mendapat bantuan dalam perdjuangan bersendjatanja, baik ketika Indonesia dengan kekuatan sendjata menghantjurkan PRRI-Permesta" maupun ketika Indonesia mendjalankan Trikora untuk membebaskan Irian Barat. Oleh karene u Indonesia menjedari benar perlunja Rakjat Kalimantan Utara dibantu dalam perdjuangan ber-
sendjata mereka, Sudah tentu, faktor jang menentukan adalah perdjuangan bersendjata Rakjat Kalimantan Utara sendiri. Ini dengan tidak mengurangi arti dan perlunja hantuan dari fihak Indonesia. Djadi, harus dipegang teguh oleh keduabelah fihak, baik oleh fihak Kalimantan Utara maupun oleh fihak Indonesia, bahwa Rakjat Kalimantan Utaralah jang membebaskan ne- gerinja, sedangkan peranan Indonesia hanja membantu. Oleh karena itu kita tidak menjetudjui fikiran' sementara kaum bonapartis" Indonesia, jang berfikir bahwa merekalah jang akań membebáskan Kalimantan Utara dan bahwa Kalimantan Utara tidak mungkin bebas tanpa mereka. Fikiran ini tidak sesuai dengan pengalaman Indonesia sendiri. Walaupun ba- gaimana banjaknja bantuan jang diterima Indonesia dari negeris sahabat, tetapi faktor jang menentukan bagi keme- nangan Indonesia adalah pertama-tama perdjuangan Rakjat Indonesia sendiri.
(S) MENERUSKAN PEMBANGUNAN
Dhnuka sudah kita bitjarakan tentang salinghubungan dan saling mengisi antara ketiga program Kabinet Kerdja. Program meneruskan pembangunan sangat erat hubungan- nja dengan prograni memetjahkan masalah sandangpangan seperti jang sudah didjelaskan dimuka, demikian pula sangat tergantung pada tjara jang tepat, jang revolusioner dalam menjelesaikan masalah Malaysia". Djuga tidak dapat di- pisahkan dari tugas mengachiri penjelewengan 26 Mei '63", membasmi kontra-revolusi sampai ke-akar²nja dan mem- bentuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Dalam hubungan dengan pembahasan program ketiga Kabinet Kerdja, kita merasa perlu membitjarakan lebih da- !am beberapa. segi daripada persoalan ekonomi, jang mem- punjai pengaruh langsung terhadap dapat atau tidaknja pembangunan diteruskan dengan baik, jaitu tentang: (a) Peraturan ekonomi 26 Mei 1963. (b) Anggaran Pendapatan dan Belandja Negara 1963 dan 1964, (c) Konfrontasi ekonomi terhadap Malaysia", (d) Perembesan modal imperialis di Indonesia, dan (e) Kembali ke Dekon sebagai satunja dia- lan djika. mau meneruskan pembangunan ekonomi.
(a) Peraturan³ ekonomi 26 Mel 1963
Peraturan ekonomi 26 Mei 1963 atau sekarang lebíh dikenal sehagai penjelewengan ,26 Mei '63" merupakan pe- laksanaan daripada teori politik ekonomi jang usang dibidang moneter dan perdagangan. Dalam Gesuri, pidato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1963, dinjatakan bahwa Masalah ekonomi tak dapat dan tak boleh kita tangġulangi setjara routine". Politik jang diwakili oleh penjelewengan 26 Mei '63"
memang merupakan politik rutine jeng sudan sering a- djalankan sedjak tahun 1950, jang pada pokoknja mengor- bankan segala sesuatu, terutama produksi Gan tingkat hidup Rakjat pekerdja, untuk mentjapai apa jang dinamakaz ,stabilisasi moneter" dan memberi perangsang kepada kaum exportir. Politik jang demikian lebiha merupakan politikr jang terkutuk karena dilaksanakan djustru beberapa bulan setelah diumumkannja Dekiarasi Ekonomi jang meuekankan paça soal produksi dan perbaikan tingkat hidup Raitjat. Penjelewengan 26 Mei '63" djuga merupakan penjeie wengan kasar terhadap prinsip ekonomi tervimpin, terutama dibidang perdagangan. Prinsips ekonomi terpimpin seperti misaßnja pengawasan jang efektif ternadap harga, distri- busi barang pokok setjara merata dan diseluruh negeri penjaluran bahan untuk sektor industri dan pemberantasan terhadap berbagai manipulasi dan spekuiasi, dilepaskan samasekali walaupun ini bertentangan dengan tuntutan massa Rakjat jang luas. Perusahaan' Dagang Negara jang sudah umum dikenal sebagai sarang manipulasi dimana kaum kapitalis birokrat memperkaja diri atas kerugian se- luruh Rakjat, bukannja diritul seperti apa jang dituntut Rakjat melainkan dibert wewenang jang djauh lebih luas dengan tidak perlu mengikat diri lagi kepade. kebidjaksa- naan jang didjalankan oleh Pemerintah. Hutangs merekta. kepada negara umumnja dinjatakan batal. Jang amat meng- herankan jalah berita achira ini banwa PDN jang seharu nja mendjadi sumber keuangan bagi negara akan ¿überi kredit lagi sebanjak Rp. 8.9 miljard, tiiak lain karena pu- kulan jang katanja mereka derita akibat peraturan 26 Mei 1963" itu, padahal djustru PDN telah sangat dlitoiong oleh peraturan terkutuk itu. Gelombang protes melawan penjelewengan ,26 Mei '" telah mulai sedjak saat peraturan' itu diumumkan, dan per- njataan Partai kita tgl. 3 Djuni 963 dibawah sembojar Selamatkan Dekon !" telah sangat membantu dalam me- ratakan pengertian massa tentang penjeiewengan itu serta dalam mentjegah kemungkinan Dekon didiskreditkan karena. penjelewengan itu. Entah berapa banjak perusahaan jang terpaksa ditutup atau dikurangi tingkat kegiatannja karena penjelewengan itu. Entah berapa banjak kaun buruh jang kehilangan mats pentjaharian karena penielewengan itu. Entan berapa. banjak alat pengangkutan dan alat produksi jang nongkrong karena pemiliknja, baik negara maupun swasta. sudan tidak mampu membajar HPN (Hasil Perdagangan Negara) jang ditetapkan oleh penjelewengan itu. Entah berapa banjak ke uangan negara jang telah dinvestasi daiam projek pein- bangunan jang mendjadi hilang karena projek itu ter- katung sebagai akibat penjelewengan itu. Entah berapa banjak kegiatan pemerintahan sendiri, terutama di-daerah. jang terpaksa dibatalkan karena penjelewengan itu. Gesuri dengan tegas menandaskan bahwa mengutamakan kenaikan produksi" adalah ,keharusan", karena setjara
positif harus mengembangkan tenaga produktif daripada buruh dan tani". Peraturan ekonomi 26 Mei bukannja melaksanakan apa jang d njatakan oleh Gesuri tentang mengembangkan tenaga produktif daripada buruh dan tani, tetapi malahan menekan perkembangan tenaga produktif tersebut. Hal ini terbukti dari kenataan selama ini, bahwa dajabeli Rakjat pekerdja mak n lama makin merosot karena politik kenaikan harga barang dan dengan tertekannja penghasilan Rakjat pekerdja. Sektor produksi mengalami kebangkru'an dibanjak bi- dang sehingga pengangguran makin merad:alela. Pelaksa- naan perubahan agraria (landreform) menurut UU Pokok Agraria boleh dibilang matjet, tetapi kaum tani dipaksa mendjual murah hasiī produksinja dan sebaliknja harus membeli barang kebutunan pokok se-hari dengan harga mahal. Jang menond'ol daripada peraturan' ekonomi 26 Mei adalah pemberian perangsang berupa rupiah dan devisen kepada pedagang' export dengan mengadakan devaluasi atau meme- rosotkan nilai tukar rupiah terhadap mata-uang as ng dan liberalisasi dalam politik harga. Akibat daripada ini adalah hambatan sektor produksi dan tekanan berat atas dajabeli Rakjat dengan makin meningkatnja ongkòs hidup se-hari. Pernjataan Pemerintah d:muka s dang DPR-GR pada kl. 11 Desember jang lalu jang mengakui bahwa peraturan 26 Mei telah mengalami kegagalan. disambut dengan perasaan lega oleh seluruh Rakjat. Pengakuan Pemerintah ini harus dikuti segera dengan peraturan jang ditudjukan terutama kepada memulihkan prinsp ekonomi terpimpin, memper- kuat sektor negara sebagai sektor jang memimpin. mem- perkuat kembali dan memperluas sistim d stribusi, meng- arahkan perhatian utama kepada sektor produksi, baik prouiksi untuk dalamnegeri maupun produksi untuk export, dan setjara njata memperba'ki kehidupan Rakjat pekerdja jang sudah sedemikian merosot itu. Hanja djika ini semnua dlakukan. akan dapat dikatakan bahwa Pemerintah dengan sungguh² mengachiri penjelewengan 26 Mei dan melaksanakan Deklarasi Ekonomi.
(b) Anggaran Pendapatan dan Belandja Negara 1963 dan 1964
Bahwa peraturan ekonomi 26 Mei msrupakan pengha- lang bagi perkembangan ekonomi dan keuangan tertjermin pula dalam Anggaran Pendpatan dan Belandja Negara 1963 dan 1964, lebih setelah dipraktekkan seiama beberapa bu- lan sadja Tjiri jang chas daripada APBN 1963 dan 1964 adalah pengeluaran dan penerimaan negara jang tidak lagi mem. persoalkan ratusan duta atau puluhan miljar rupah melainkan durnlah ratusan miljar rup:ah. Pengeluaran negara direntjanakan akan berdjumlah Rp. 305 618.2 djuta untuk tahun 1963 dan Rp. 392.777.1 djuta untuk lahun 1964. Djumlah ini akan lebih besar lagì karena masih banjak pos Pro
Memori jang akan ditetapkan kemudian, djuga karena ba-
njaknja tambahan subsid.: jang tidak diperhitungkan se-
mula. Pendapatan negara direntjanakan akan berdjumlah Rp. 272.024 djuta untuk tahun 1963 dan Rp. 391.001 djuta untuk tahun 1964. Djumlah pendapatan ini dalam praktek akan berkurang karena banjaknja dispensasi jang menjusul akibat tuntutan' perusahaan negara serta badan' Pemerintah lainnja untuk dbebaskan dari kewadjiban membajar HPN. Pemerintah sendiri telah mengakui bahwa anggaran ini memang tidak dapat dtjapai hingga defisit untuk 1963 jang semula d.rentjanakan berdjumlah Rp. 33 54.2 d uta akan djauh dilampaui, bahkan mungkin mendjad. 2 atau 3 kali lebih besar. Pada pokoknja angka² pengeluaran negara adalah sangat inggi tetapi "bukan karena meluasnja kegiatan pembangun- an ekonomi sektor negara, melainkan karena kena kan harga akibat polit'k harga dan devaluasi perdasarkan peraturan ekonomi 26 Mei. Djadi pengeluaran² sangat besar tetapi te- tap tidak memenuhi kebutuhan riil sektor negara untuk dapat mempertahankan daja-kerdjanja jang ada, apaiagi untuk mempertinggna. Pendapatan negara direntjanakan terlalu tinggi dengan membebankan pada konsumen jang harus membajar harga barang jang tinggi. Anggaran Pendapatan Negara jang sedemikian t nggi tidak dapat d:pe- nuhi karena kemampuan masjarakat ba k sektor negara maupun sektor swasta tidaklah sedemikian tingginja. Mak- sud untuk mengatasi defisit dengan beg.tu tidak akan ter- tjapai dan memang tidak nıungkin ditjapai dengan saiu kali pukul tetapi harus dengan rentjana kenaikan produksi jang kongkrit dan rentjana keuanyan negara jang riil dan tjer- mat dari tahun ketahun. Kesediaan Pemerintah untuk menindjau kembali APBN untuk tahun 1963 dan 1964 sesua dengan maksudnja untuk mengubah peraturan² 26 Mei patut dihaigai. Kesediaan in: hanja bsa mempunjai arti djika dilakukan atas dasar prin- s p jang telah d.tetapkan d.dalam· Dekon dan Resoiusi MPRS No. 1 tahun 1963.
(c) Konfrontasi ekonomi terhadap Malaysia"
PKI telah menjatakan sikapnja dalam menghadapi konfron- tas poliuik dan ekonon:i terhadap Malaysia". Sikap tersebut telah d.njatakan dalam Saran CC PKI kepada PB Front Nasional dengan djudul Teruskan konfrontasi terhadap 'Malaysia' dengan mengganjang kontra-revolusi dan kembali ke Dekon". Keputusan Piesicen untuk memutuskan semua hubungan ekonomi dengan Malaysia", chususnja dengan Singapura dan Malaja (Penang) adalah sangat penting dalam melepaskan ketergantungan ekonom Indonesia kepaca daerah' djadjahan Inggris itu. Ini berarti dihilangkanna sumber keuntungan' luarbíasa dari kaum kapitalis mono- poli dan komprador di S ngapura dan Malaja jang selama ini setjara trad'sionil mendjadi perantara dalam memper- dagangkan hasil produksi barang export Indonesia.
Tugas kita sekarang dalam hubumgan dengan mengkon- solidasi tindakan ekonomi terhadap Malaysia" pada pokoknja adalah :
(1) Melepaskan ketergantungan pada Singapura-Malaja dengan djalan memindahkan pasaran bahan export kita ke Indonesia. Pemindahan pasar ke Indonesia di- kombinasi dengan prinsip hubungan dagang langsung dengan negara pemakai barang export kita serta negara jang menghasilkan barang import kita.
(2) Untuk dapat melaksanakan garis tersebut dengan sukses harus diliaksanakan dengan segera keputusan PB Front Nasional mengenai perubahan peraturan' ekonomi 26 Mei 1963 dan rituling aparatur negara, terutama jang berhubungan dengan soal ekonomi dan keuangan. Ada orang jang mengira, bahwa demi berhasilnja kon-
trontasi ekonomi dengan Malaysia" kita tidak segan ber- sekutu dengan siapapun ,termasuk setan", dan dengan sem- bojan itu mereka sekarang giat menundjukkan perhatian kearah kaum imperialis Belanda untuk mulai kembali me megang peranan dalam saluran export dan import kita. Kerdjasama setan Indonesia" dan setan Belanda" ini sudah tentu tidak dapat dibenarkan Rakjat Indonesia. Adaßan tidak benar pendapat, bahwa untuk melakukan konfrontasi dengan satu imperialisme, Rakjat Indonesia harus lari ke- pangkuan imperialisme jang lain. Imperialisme Belanda adalah ,setan" jang paling berpengalaman dalam menipu dan menguras kekajaan Rakjat Indonesia. Sementara orang jang mempunjai kepentingan ekonom dengan kaum kapitalis di Singapura dan Malaja berada dalam kebingungan dan mendesak dibukanja perdagangan transito di-tempata lain diluarnegeri, misalnja di Kolombo, Manila. Bangkok, dsb. Sambil usaha ini terus berlangsung,
djuga terdapat usahaa lain berupa tuntutan dibentuknja pela-
buhan bebas di Indonesia dengan memindankan peranan Singapura sebagai pusat perdagangan transito ke Indonesia. Dari ini semuanja dapat kita lihat betapa berbagai fihak sedang bekerdja keras untuk menarik keuntungan pagi kepentingan mereka sendiri dari pemutusan hubungan² ekonomi dengan Singapura dan Malaja. Kepentingan kaum kapitalis nasional tertentu sangat ter sjalin dengan pembentukan pelabuhan bebas, free trade zone dan bonded warehouse jang merupakan liberalisasi ekonomi tidak tanggunga. Liberalisasi ekonomi adalah garis Team Penindjau Ekonomi Amerika Serikat jang mengundjungi Indonesia dalam tahun 1961 dan menjusun laporannja dalam apa jang dinamakan Humphrey Report. Memindahkan pasaran dari Singapura-Malaja tidak boleh berarti memindahkan peranan Singapura-Malaia sebagai pusat perdagangan tran- zito exporta Indonesia ketempat lain diluarnegeri. Djuga tidak boleh berarti memindahkannja ke Indonesia dengan misalnja mentjiptakan bonded warehouse (gudang dan pekarangan dimana disimpan barang' jang bebas dari pungutana pabean).
pélabuhan bebas (lingkungan pelabuhan jang bebas dari ke- wadjibana terhadap pabean) dan free trade zone (daerah tertentu disekitar pelabuhan jang bebas dari kewadjiban ter-
hadap pabean). Pada pokoknja bonded warehouse, pelabuhan
bebas dan free trade zone adalah sama, jaitu tempat jang ditundjuk untuk perdagangan bebas jang tidak dikenakan kewadjiban terhadap pabcan dan hanja berbeda dalam luas areal. Liber:lisasi ekonomi dalan bentuk pelabuhan bebas dan sebangsanja adalah tiermin daripada kelemahan ekonomi negeri jang hanja menjandarkan diri kepada services (dja-
saa) terhadap fihak luarnegeri. Djika ini sungguh diaksa- nakan, maka tidaklah mungkin lagi dilaksanakan perentja-
naan export-import dan ekononi terpimpin jang menjandar-
kan dirinja pada pembangunan berentjala. Liberalisasi eko-
nomi sematjam ini pasti djuga akan membawa akibat se- makin meningkatnja kegiatan subversif asing. Politik Pemerintah jang menguasai perusahaan milik warganegara dari apa jang dinamakan Malaysia" dar oranga jang bertemnpat tinggal diwilajah tersebut seharus-
nja didahului dengan tindakan mengambilaiih semua per-
usahaan milik Inggris di Indonesia, karena Inggrislah jang
mendjadi biangkeladi Malaysia".
(d) Tentang perembesan modal imperialis
di Indonesia
Tjiri utama daripada kekuasaan atau pengaruh imperialis
asing di Indonesia adalah investasi modal monopoli asing.
Sedjak modal milik kaum kolonialis Belanda hampir semuanja diambilalih dan dikuasai negara terbukalah kemungkin-
an untuk memberikan dasar pada ekonomi sektor negara
jang menurut Manipol harus memegang posisi komanio. Te-
tapi kaum kapitalis birokrat, kaum konprador dan mereka
jang salahduduk" serta tukang salahurus", telah merusak
ekonomi sektor negara dengan berbagai tjara penggerowotan
kekajaan negara. Dan setelah berbuat demikian, mereka
mempropagandakan bahwa perusahaan jang dinegarakan itu
tidak efisien, tidak bisa untung dan sebaiknja dikuasai oleh fihak swasta, katanja. Dengan demikian mereka mendjadi
penjambung lidah kaum iraperislis Amerika Serikat janε telah menetapkan liberalisasi ekonomi Indonesia sebagai sa-
lahsatu sjarat untuk memperoleh bantuan" ekonomi dari
Amerika Serikat.
Bentuk utama daripada likwidasi sisa imperialisme adalah melikwidasi sisa penanaman modal monopoli asing dan
tidak membuka kesempatan untuk penanaman modal asing baru dalam bentuk apapun. Tetapi kenjataan jang kita ha- dapi sekarang adalah sebaliknja. Perusahaana tambang mi-
njak modal imperialis Amerika Serikat Caltex dan Stanvac
serta Shell jang bermodal Inggris-Belanda menurut kontrak²
lama sudah berachir masa kerdjanja pada tahun 1960. Te-
tapi langkah jang diambil bukannjs menguasai perusahaan
minjak bumi jang ratas menghasilkan 25% dari seluruh ha-
ail export Indonesla setahun, tetapl mentjiptakan kontrak baru berupa "contractorship" jang meneruskan penanaman modal monopoli asing dengan nama baru. Malahan djumiah kongsi minjak asing dari tiga buah sekarang mendjadi 6 buah dengan dimasukkannja modal PANAM (Pan Ameri- can), CAOC (California Asiatic Oil Company) dan TOPC (Texaco Overseas Petroleum Company). Berdasarkan "contractorship" kongsi minjak asing itu telah diberikan hak exploitasi selama 30 tahun haaja dengan maksud untuk memperoleh dolar dari kongsia minjak tersebut. Prinsip me- ngedar pendapatan dolar sematjam ini telah menjamping- kan garis production sharing berdasarkan kredit menurut ketentuan KOTOE. Dengan begitu maka ketergantungan Indonesia kepada modal monopoll asing terutama modal Amerika Serikat dalam industri minjak bumi makin besar dan sudah diberi kesempatan untuk berlangsung dalam waktu jang lama. "Co..tractorship" ini mengambil tjontoh dari apa jang ter- kenal sebagai pola Argentina", sedangkan baru beberapa minggu jang lalu Argentina sendiri telah menetapkan pola baru", jaitu membatalkan "contractorship" jang menurut pengalaman mereka ainat merugikan kepentingan nasional mereka. Sudah seharusnja. Indonesia jang politik dalam dan luarnegerinja leb'h madju dari Argentina segera membatalkan "contractorship" jang merugikan dan memalukan itu.
(e)Kemball ke DEKON sebagai satu²nja djalan djika mau meneruskan pembangunan ekonomi Karena penjelewengan' terhadap Dekon sudah mendjadi
satu kenjataan maka tugas kita sekarang adalah meng- achiri pen eiewengan itu dan mendesak agar Pemerintah segera kembali ke Dekon dalam menanggulangi kesulitan ekonomi sekarang. Djalan jang harus ditempuh adalah. segera mengadakan tindakan ekonomi dengan melaksanakan keputusan PB Front Nasional tanggal 5-6 September 1963 dan mengefektifkan serta mengkonsolidasi pemutusan hubungan ekonomi dengan apa jang dinamakan Maiaysia". Pada pokoknja tindakan² jang perlu segera d ambil adalah sbb. :
(1)Achiri penjelewengan .26 Mei 1963" dengan mengadakan tindakana jang mendorong peningkatan produksi dengan mengutamakan pemberian perangsang kepada tenaga produkt:f kaum buruh dan kaum tani serta pengusaha produktif dan bukan terutama kepada exportir. Pungutan berupa HPN supaja dihapuskan dan diadakan hanja satu pungutan berupa bea masuk jang tidak memberatkan Rakjat atas baranga pakok dan barang untuk keperluan produksi serta pengangkutan.
(2) Harus didjalankan import .berentjana. Penggolongan Larang import sekarang harus dirombak sehingga tidak menghambat sektor produksi dan tidak memberatkan kebutuhan hidup Rakjat se-hari.
(3)Kuasai export barang° penting oleh Pemerintah terutama export barang produksi keras dan barang lemah tertentu jang kini sudah dikuasai oléh negara. Export barang lainnja dapat diselenggarakan oleh swasta dengan menghapuskan semua hambatan dalam prosedur, menjempurnakan sistim penetapan harga (cheokprice) dan melantjarkan pengangkutan.
(4) Turunkan kerıbali tarif dan harga jang sudah dinaik- kan termasuk pengangkutan darat dan laut. Tjukupi persediaan beras dan spare-parts serta turunkan har- ganja. Laksanakan politik harga jang berentjana sesuai dengan Resolusi MPRS No. 1 tahun 1963.
(5) Peranan memimpin dalam kegiatan ekonomi negeri harus dipegang oleh ekonomi sektor negara. Tetapi ini hanja mungkin djika PDN dan PN benara efek- tif dan untuk ini harus diadakan rituling organisasi dan personalia serta penjesuaian tugas dan wewenang- nja. PP no. 7, 1963 tentang PDN jang diadakan pada tgl. 26 Mei 1963, perlu segera dibatalkan.
(6) Untuk memungkinkan pelaksanaan import berentjana diperlukan kordinasi import dengan export serta per- edaran barang didalam negeri. Untuk itu perlu di- bentuk Dewan Import-Export Nasional dan Dewan Distribusi Nasional jang komposisinja mentjerminkan kegotong-rojongan nas.onal berporoskan Nasakom.
(7) Adakan Anggaran Belandja dan Pendapatan Negara jang riil, jaitu jang sesuai dengan maksud me- ningkatkan produksi dan kapasitet kerdja sektor negara dan memetjahkan sumber pendapatan negara dari usaha produktif. Anggaran Pendapatan dan Belandja Negara harus mentjerminkan anggaran jang realistis jang tidak bersandar pada peraturan ekonomi 26 Mei 1963 seperti halnja dengan APBN 1963 dan 1964 sekarang.
(8) Dalam rangka konfrontasi ekonomi terhadap Malay- sia" pasaran barang export kita harus dipindahkan ke Indonesia dengan membentuk Pusat Perdagangan atau Trade Centres di-pelabuhan tertentu. Uatuk ini harus ditjiptakan fasilitet pelabuhan jang tjukup dan diadakan upgrading, sortering, packing dan usaha penjempurnaan lainnja. Liberalisasi ekonomi dengan mendirikan pelabuhan bebas, free trade zone dan bonded warehouse harus ditjegah karena hal ini sa- ngat bertentangan dengan Haluan Negara dan mem- bahajakan keamanan serta kedaulatan negara.
(9)Pemindahan pasar bahan' export ke Indonesia harus dikombinasikan dengan hubungan langsung dengan pemakaia barang' export kita diluarnegeri. Kerdjasama ekonomi harus dikembangkan diantara negara the
New Emerging Forces. Harus segera dikirimkan teain perdagangan ke-negeri NEFO, chususnja ke-negeris sosialis untuk mengembangkan perdagangan bilateral atas dasar samaderadjat dan sahng menguntungkan. Team² perdagangan itu harus terdiri dari tenaga Ma nipolis jang tak meragukan. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa segala usaha untuk melaksanakan Dekon dalam rangka menanggulangi kesulit- an ekonomi tidak akan berhasil baik tanpa melaksanakan keputusan PB Front Nasional tanggal 5-6 September 1963 untuk mengadakan rituling aparatur negara dan terutama sekali segera membentuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Hanja djika dilaksanakan sernuanja ini, barulah terbuka kemungkinan untuk mengadakan sekedar perbaikan peng- hidupan Rakjat dan mengadakan permulaan jang berart bagi pembangunan ekonomi negeri. Djuga pembangunan d Irian Barat sangat. tergantung pada didjalankan atau tdak remuanja int 品
Demikianlah setjara pokok sikap PKl ternalap berbagai persoalan dalamnegeri, chususnja terhadap triprogram baru Kabinet Kerdja. Kaum Komunis Indones a jakin, bahwa triprogram tersebut adalah realistis dan dapat dilaksanakan, asal sadja sjarat minimum dipenuhi, jaitu : pelaksanaan landreform setjara konsekwen, pengachiran penjelewengan 26 Mei 1963" setjepat mungkin, pembasmian kontra-revolusi sampai ke-akarznja, pembentukan Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom dan pendemokrasian sistim pemerintahan. Berbitjara tentang pendemokrasían sistim peinerintahan, kita tetap menuntut supaja pemilihan umum jang denokra- tis segera dilaksanakan untuk memilih MPR, DPR dan DPRD. Selana pemilihan umum belum dilangsungkan, DPRGR supaja lebih diaktifkan dan untuk ini perlu sering diadakan konsultasi langsung antara Presiden dengan pimpinan DPRGR serta diadakan kerdjasama jang baik antara para menteri dengan DPRGR daiai mentjiptakan uniang revolusioner sesuai dengan Manipol, Dekon dan Ketetupan serta Resolusi MPRS. Kepala dan Wakil Kepala Darah serta pedjabat-pedjabat penting lainnja jang otak dan hati- nja telah berdaki-berkarat tak dapat menjesuaikan diri dengan Manipol" supaja diganti dengan mereka jang Manipolis; pimpinan semua DPRDGR, keanggotaan semua BPH dan berbagai Dewan jang ada hubungannja dengan pemerintahan. dengan perekonomian dan kultur harus dinasakomkan; djawatan dan dinas tidak boleh mendjadi sarang dari mereka jang Nasakom-phobi. Untuk membikin ide Nasakom sulit ditjernakan, semen tara orang djahil dan reaksioner memfitnah, bahwa kaum
Komunis menuntut supaja semua djawatan, ainas dan bahkan djuga pimpinan Angkatan Bersendjata iinasakomkan. Dalam hal Nasakomisasi semua aparatur negara kaum Komunis bukanlah ,,extremis", tetapi menggunakan pertim- bangana jang matang. Berdasarkan pertimbangan' jang matang kaum Komunis tidak mengusulkan hal jang extrim, tetapi jang masuk akal, jaitu supaja dibentuk Panitia Ritu Ing Aparatur Negara (PARAN) jang baru, jang mentjer- minkan kegotong-rojongan nasionai berporoskan Nasakom dan dipimpin langsung oleh Presiden Sukarno sesuai deugan Dekon fasal 34. PARAN gaja baru inilah jang akan memberikan saran² kepada Presiden Suka no untuk mendjanin supaja pimpinan semua aparatur negara berdjalan seirama dengan derap langkah kemenangan gagasan persatuan nasional berdasarkan kegotong-rojongan berporoskan Nasakom Djuga di Irian Barat kehidupan demokratis harus dilak sanakan. Ada sementara orang jang berfikiran sinting jang menginginkan satu karantina politik", mengimpikan suatu pllot project stabilisasi politik" di Irian Barat tanpa partai politik dan tanpa suratkabar. Orang sedemikian ini meng hina dan mentjemarkan perdjuangan Rakjat jang telab memberikan pengorbanan jang besar pada perdjuangan me- ngemhalikan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Repu- blik Indonesia jang ber-UUD 45, ber-MANIFOL. ber-PANTJASILA dan ber-NASAKOM. Hanja kehidupan demokratis jang sehat dapat mendorong peningkatan taraf kebudajaan dan kesedaran politik Rakjat didaerah ini agar dapat mengedjar taraf jang sudah di- tjapai Rakjat Indonesia di-daerah lain. Kita menjambut baik tindakan Pemerintah jang telah membubarkan semua partai politik bikinan kaum kolonialis Belanda, dan bersame an dengan itu kita mengharap dan menuntut agar apa jang dinamakan ,karantina politik" ditjabut, agar kehidupan ber"-
partai dan berorganisasi dinormalkan di Irian Barat.
Semua sjarat minimum untuk pelaksanaan triprogram Kabinet Kerdja jang kita sebutkan diatas tclah tertjantum dalam banjak dokumen negara dan dalarn keputusan' Peng- urus Besar Front Nasional. Tidak ada jang aneh dan tidak ada jang ber-lebihan. Jang tidak aneh dan tidak ber-lebihzan inilah jang harus dipenuhi sebagai ajarat pelaksanaan triprogram Kabinet Kerdia
丽
II GANJANG TERUS IMPERIALISME DAN REVISIONISME!
- PENGGANJANGAN TERHADAP IMPERIALISME MADJU TERUS DISEMUA FRONT Kawan' jang tertjinta ! Bukanlah tanpa alasan, kalau dalam laporan mengenai
situasi internasional ini, kita tandaskan dalam kalimats pertama bahwa situasi internasional adaian sangat baik bagi pertumbuhan kekuatan revolusioner Rakjat" disemurun dunia dan makin memburuk bagi kekuatan* imperialis, kolonialis, neo-kolonialis, kaum revisionis dan kaum reaksioner launnja diseluruh dunia. Kekuatan kubu sosialis terus bertambah besar. Walaupun ada kesulitan* dalam hubungan antara negara" susialis, na- mun persatuan antara Rakjat negeri sosialis tetap baik. Bagaimanapun djuga, dalam menghadapi imperialisme jang merupakan musuh bersama, Rakjat* dinegeri manapun, tidak terketjuali di-negeri sosialis, tidak bisa dibawa untuk men- tjiderai dun men.nggalkan persatuan. Semua Rakjat diseluruh dunia makin erat bergandengan tangan dan makin gigih berdjuang daiam satu barisan jang makin perkasa dan mak'n takterkalahkan. Perdjuangan Rakjat sedunia melawan politik imperialis, politik agresi, subversi dan intervensi untuk kemerntekaan nasional, demokrasi, perdamaian dunia dan Sosialisme terus berkembang dan maciju. Sasaran gerakan revolus oner Rakjat sedunia diarahkan kepada lmperialisme As jang dewasa ini merupakan pusat dari reaksi dunia, biaagkeladi imperialisme, kekuatan pokok dari agiesi dan perang dan karena itu telah mendjad. musun bersama jang paling djahat dan paling berpahaja bagi Rakjat: sedunia. Nampak djelas bahwa "glubal strategy" imperialis me- nemui kegagalan² serta kekalahan* di-mana*. Imbangan kekuatan dalam kubu imperialis mengaiamı perubahan'. jang mendalam. Negeris Eropa kapitalis, dan terutama sekali 6 negeri Pasaran Bersama Eropa (PBE), jaitu Perantjis, Djerman Barat, Italia, Belgia, Nederland dan Luxemburg mak:n mem- perkuat kedudukannja untuk membebaskan, diri dari domi- nasi AS, baik dibidang ekonomı dan politik maupun dbidang
militer, misalnja mengenai masalah strategi nuklir. Tentu, d antara 6 negeri itu sendir terdapat kontradiksia. Sistim PBE jang tetap menolak masuknja Inggris tidak memper- mudah pemasaran barang AS di Eropa. Sebal.knja AS makin sulit menghadapi saingan dari barang Eropa dipasaran dalamnegeri AS sendiri. Kontradiksi dibidang militer berkisar sekitar masalah pembentukan satu kekuatan nuklir multilateral Nato. Ma- sing tetap memegang pend.rian sendiria. Terutama Perantjis menolak tuntutan AS dengan terus membangun kekuatan nuklirnja sendiri. Pergulatan antar-imperialis mengena: soaul komposisi, komando dan kontrol angkatan nuklir multilateral Nato ini tidak lain merupakan pentjerminan dibidang militer dari kontradiksi antar-imperialis jang makin hari makin meruntjing. Didalanı negeri Amerika Serikat sendiri keadaannia tidak semudah dan sebaik jang diiklankan oleh Washington. Pengangguran tetap tidak menurun, bahkan sebaliknja. Angka-angka pengangguran jang diakui oleh pemerntah AS sendiri adalah 5,3% dalam tahun 1960-1961 dan sekarang lebih dari. 6% dari seluruh tenagakerdja. Djika diingat bahwa otomasi mengakibatkan hilangnja pekerdjaan bagi 1½ djuta kaum buruh setiap tahun dan bahwa djumlah kenaikan te- nagakerda. talah djauh melebihi djumlah kenaikan kesem- patan bekerdja, maka dapat dpastikan bahwa angka pengangguran ini akan terus naik. Melaiui sistim iklan jang ama: luas dilakukan melalui televisi, pers dan radio dan jang amat mendorong orang supaja membeli, disertai dengan sistim kredit konsumen (consumer's credit) jang amat mudah didapat dari bank dan jang djuga diiklankan setjara luas sekali, maka pasaran dalamnegeri dpelihara tinggi setjara "artificial" (di-bik:n³). Segala barang jang dipakai oleh konsumen untuk sebagian jang, terbesar sekali bukanlah milik sipemakai, tetapi milik bank jang memberi kredit kepadanja. Kemakmuran palsu demikian itu tidak membawa perasaan aman bagi kaum konsumen, karena mereka sedar bahwa hidupnja jang nam- paknja mewah dengan memiliki rumah, mobi dan perabota rumahtangga adalah karena mereka telah menggadaikan seluruh tenaga kerdanja untuk 30 tahun atau lebih kepada bank kredit. Kalau sebelum itu terdjadi sesuatu jang mengakibatkan mereka kehilangan pekerdjaan dan gadji-tetapnja, maka bank a'kan mengambil kembali segala miliknja dan merel-? akan ktmbali hidup melarat tanpa rumah, tanpa mobil. tanpa perabot rumahtangga, tanpa sesuatu apapun. Banka sekarang tidak hanja memiliki dan menguasai kongsia dan pabrik³, tetapi djuga sudah langsung memliki dan menguasai massa konsumen. Biaja hidup jang amat tinggi di AS dan jang berarti amat
s
tingginja ongkos produksi parang AS, merupakan kesulitan pokok bagi industri AS untuk dapat bersaing dipasaran internasional. Export AS dapat dipertahankan hanjalah karena banjaknja bantuan luarnegeri" jang diberikan, jang sebenarnja adalah bantuan bagi industri AS sendiri. Di- gegala tjabang industri, perdagangan dan transport, se- dikitpun AS tidak akan dapat bertahan dalam persaingan dipasaran bebas dengan negeri-negeri lain didunia, tanpa adəuja sistim suosidi dan bantuan dan segala matjam pro- teksi dan preferensi jang diberikan dan dibiajai dari ang- garan belandja pemerintah AS. Dalam keadaan demikian barang AS dipasaran dalamnegeri sendiri makin lama mar kin sulit menghadapi saingan barang dari Djerman Barai, Djepang dan negeri' lain jang harganja djauh lebih murah darípada barang' AS sendiri. Masalah dalamnegeri AS jang utama adalah masalah kira" 20 djuta penduduk Negro jang makin lama makin keras dan kuat memperdjuangkan tuntutan persəmaan hak dengan penduduk kulit putih. Posisi penduduk Negro dalam masjarakat AS sekarang pada dasarnia tidaklah berbeda dengan diabad jang lalu. Disemua lapangan kehidupan mereka di- diskriminasi, dalam kesempatan beladiar, kesempatan be. kerdja, kesempatan menempati kedudukan pimpinan dalam pemerintahan dan perusahaan (business), dan baniak lain lagi. Dfika disuatu toko pelaiannia terdiri darl orang kulit putih, maka orang Negro biasanja kuli jang mengangkat barang dan membersihkan medja dan lantai. Djika tukang tjukurnja orang kulit putih, maka orang Negro biasanja tukang gosok sepatu. Djika letnannja orang kulit putih, maka orang Negro biasania pradjurit biasa atau paling banter kopral. Angka penganggur tetap sekarang adalah lebih dari 6% dari seluruh tenagakerdja AS, tetapi pe- ngangguran dikalangan kaum buruh Negro sadia angkanja
13.3%. Malahan dikota Chicago jang penduduk Negronia adalah 13% dari seluruh penduduk kota. angka pengang- guran dikalangan kaum buruh Negro adalah 40%. Kedudukan Negro di AS jang menjebut dirinja Ajago đe- mokrasl" itu sekarang adalah kira' sama dengan kedudukan inlander" atau ,gendjumin" dinegeri kita dahulu. Masalah Negro pada hakekatnja adalah masalah penindasan kolonial dan masalah nasional. Tidaklah mengherankan bahwa perdjuangan Rakjat Negro tumbuh makin lama makin luas. Skala pada dewasa ini daripada perdjuangan anti-segregasi melawan penindasan rasial dan penghisapan, untuk haksama dan kemerdekaan ini, tidak ada taranja dalam sedjarah Rakjat Negro di AS. Adalah kepentingan kaum kapitalis monopoli untuk melangsungkan rasialisme guna tetap mempertahankan Rakjat Negro sebagai Rakjat jang ter- tindas, sebagai sumber tenagakerdja jang murah dan
guna tetap memisahkan Rakjat pekerdja jang berkulit hitam dari jang berkulit putih. Pemerintah AS selalu menolak untuk mengambil langkah-iangkah efektif guna menghentikan kerusuhan rasial jang berkobar di AS. Oleh karena itu perdjuangan Rakjat Negro AS merupakan bagian jang takterpisahkan dari perdjuangan besar melawan imperialisme AS. Apa jang dibutuhkan perdjuangan Rakjat Negro AS jalah pimpinan politik jang tepat dan revolusioner, karena hanja dengan demikian sendia penghisapan dan penindasan terhadap Rakjat Negro dalam masjarakat AS hiso diubah dan ditumbangian. Rakjat Indonesia mempunjai respek jang besar dan sim- pati jang dalam serta solider sepenuhrja dengan perdjuangan jang dilakukan dengan gagahberani oleh Rakjat Negro di Amerika Serikat. Sikap ini djuga dengan tandas pernah di- njatakan oleh Presiden Sukarno. Propaganda seakan-akan pemerintah Kennedy tempo hari dan pemerintah Lyndon Johnson sekarang melawan diskriminasi rasial tidaklah lebih daripada otjehan kosong dan hanja orang naif jang suka mempertjajai otjehan itu. Pemuda Indonesia jang men- datangi kedutaan besar AS di Djakarta. membuka keick otjehan itu ketika mereka mengatakan : kalau benar anti-diskriminasi rasial, tarik semua pasukan A.S dari Asia dan kaum rasialis di AS pasti bisa ditindas dengan pasukan tsb. Di Asia, Afrika dan Amerika Latin imperialisme AS meng- alami pukulan keras jang bertubi-tubi. Di Asia Tenggara kaum imperialis AS menderita kekalahan-kekalahan jang serius. Kaum imperialis AS .dan kaum reaksioner Vietnam Selatan sedang melakukan suatu ,perang chusus" di Vietnam Selatan. Betapapun bertambahnia djumlah serdadu dan djen- deral jang mereka terus kirimkan dan betapapun luaenja ratjuna kimia jang mereka hamburkan di-pedesaana. namun kaum imperialis AS dan kaum reaksioner Vietnam Selatan menderita kekalahan terus-menerus. Perdjuangan Rakjat Vietnam Selatan sekali lagi membuktikan ba "a kekuatan militer AS. bukannia tak terbatas dan bukanlsh takterkalan- kan. tetapi sebaliknia kekuatan Rakiat betu! takterkalahkan. Kiras tiga perempat dari wilaiah Vietnam Selatan sudah di- kuasai oleh Front Nasional Pembebasan Vietnam Selatan. Rakjat Vietnam Selatan tidak mau ditundukkan oleh penin- dasans jang keras dan berdarah dari kaurn imperialis AS be- serta bonekania, baik Ngo Dinh Diem jang sudah digulingkan dan dibunuh oleh AS sendiri itu. maupun olch Nguyen Ngoc Tho. itu bekas wakil presiden" jang sekarang mereka perdana menterikan". Kekalahan besar rezim boneka Ngo Dinh Diem sehingga achirnja ia digulingkan oleh kaum imperialis AS sendiri me- nundjukkan, tahwa kekalahan terachir dari imperialisme AS
创
dan kaum reaksioner di Vietnam Selatan tak bisa dielakkan lagí. Nasib Ngo Dinh Diem adalah peringatan baik bagi mereka jang mau mendjadł boneka imperialis. Begitu ter- bukti tak mampu menghadapi perlawanan Rakjat, begitu si- boneka dibuang ketong-sampah dan diganti dengan boneka baru. Melihat kedudukannja jang makin terdesak di Vietnam Selatan, kaum imperialis AS lagi mentjoba untuk menimbulkan huru-hara di-negeri lain dari semenandiung Indo- tjina. Di Laos, segera sesudah Menlu Quintm Pholsena di- bunuh, Washington memperluas pembunuhan gelap terhadap pembesar Laos lainnja, termasuk perwira patriotik, dan mentjetuskan konflik bersendjata dengan intensif sekali. Dengan menggunakan kaum reaksioner Laos, kaum imperialis AS berdajaupaja keras untuk menimbulkan perpetjahan-perpetjahan serta memprovokasi konflik bersendjata dikalangan pasukan' golongan netralis di Xieng Khouang dan Dataran Tempajan. Usaha djahat dan kurangadiar ini bertudjuan untuk melenjapkan selangkah demi selangkah peranan golongan netralis jang dipimpi., oleh Pangeran Souvana Phouma dari kehidupan politik Laos. mengisolasi dan menjingkirkan kekuatan Neo Lao Haksat jang patriotik. menggugurkan Pemerintah Kerukunan Nasional jang telah disetudjui oleh 3 Pangeran jang mewakili 3 kekuatan polit'k pokok, dan melenjapkan perdamaian, kedaulatan dan kemerdekaan Laos. Rakjat Indonesia. Rakjat Asia dan Rakiat diseluruh dunia jang tjinta kemerdekaan tidak akan bersikap atjuh-tak-atjuh melihat aktivitet jang kurangadiar dari kaum imperialis AS di Laos. Mereka tak bisa berdiam diri melihat Perdjan- dian Djenewa di-indjak seenaknja oleh kaum imperialis AS. Diuga uah negeri jang wilaiahnja tidak besar tapi keberanian _akjatnia besar, jaitu Kambodią. tidak bebas dari subversi imperial's AS. Dengan mengerahkan kaum kontra- revolusioner Kambodia. lewat apa jang dinamakan gerakan Khmer Serel" (.Kambodja bebas"), melalui usaha kudeta disamping .bantuan". kaum imperialis AS berdajaupaja untuk bertiokol di Kambod'a. Segala usaha ini gagal. Keberanian Kambodja u'tuk mengachiri setjara unilateral bantuan" ekonomi, kebudajaan dan militer AS mulai 1 Dja- nuari 1964. adalah tepat dan sungguh mengagumkan. Tidak lain adnlah seorang pangeran jang bernama Norodom Siha- nouk iang berkata, bahwa lebih baik leb'h miskin tapl lebih merdeka, dan anak ketjilpun tahu bahwa menolak .bantuan" AS itu menguntungkan. Ini adalah tjontoh. lebih-lebih bagi mereka jang bukan pangeran, bagaimana sesuatu ne-
geri jang ingin tetap merdeka harus bertindak terhadap imperialis AS jang rakus lagi gila itu. Perkembangan di Birma menarik perhatian kita. Tadinja adalah satu usaha jang baik dari Djenderal Ne Win jang mengepalai Dewan Revolusioner Birma untuk mengadakan perundingan² dengan Front Persatuan Nasional Demokratis dalam mana tergabung Partai. Komunis Birma, Partai Persatuan Nasional Karen, Partai Negara Mon Baru, Partai Progresif Karen dan Organisasi Tertinggi Tjin, guna me- mulihkan perdamaian dalamnegeri. Sajangnja bahwa perundingan² itu terhenti. Partai Komunis Birma telah menjatakan kesediaannja untuk memberikan konsesi" seperlunja tanpa mengorbankan hak² ke- partaiannja untuk mengusahakan pulihnja perdamaian dalamnegeri. PK Birma mengharapkan agar Dewan Revolusioner Birma membuka perundingan kembali atas dasar per- setudjuan² dengan partai² itu masing² sekalipun perundingan-perundingan dengan FPND sebagai keseluruhan telah mengalami pemutusan. Untuk memperbesar sukses perdjuangan melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme di Asia Teng- gara adalah penting sekali untuk membuka kembali perundingan itu agar persengketaan dapat diselesaikan untuk ke- puasan semua fihak. Penangkapan² di Birma baru³ ini lebih menjulitkan tertjapainja perdamaian nasional dan dengan sen- dirinja merugikan Birma. Oleh karena itu kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia menuntut dibebaskannja kaum demokrat jang ditangkap dan mengharapkan perundingan akan dapat dibuka kembali. Salahsatu alat penting jang digunakan kaum imperialis AS untuk kepentingan politik agresinja di Asia jalah India. Pemerintah Nehru telah mengambil langkah² jang sesuai dengan kebutuhan imperialisme AS dengan menjediakan pulau³ pangkalan militernja seperti kepulauan Andaman dan Nikobar, dengan memberikan wilajah daratan, perairan dan udaranja untuk digunakan AS sebagai basis militer guna operasinja di Asia. Pemerintah Nehru sekarang sudah te- rang-terangan mendjadi tjenteng AS di Asia dan kolone ke-V dalam barisan negara² Asia-Afrika. Kekurangadjaran pemerintah India memuntjak dengan menjetudjui diperluas- nja daerah operasi Armada ke-VII ke Samudera Indonesia. Demikianlah "non-aligned" Nehru jang pro-AS. Untuk menutupi persekutuan busuknja dengan imperialisme AS dan untuk menundjukkan muka "non-alignednja," pemerintah Nehru menerima bantuan ekonomi dan militer Uni Sovjet. Dengan litjik Nehru menggunakan bantuana Sovjet untuk menutupi muka tjenteng AS-nja, untuk membersih- kan tangan²nja jang kotor akibat agresinja terhadap Tiong- t
kok dan razzianja terhadap kaum Komunis sedjati di India. Tetapi Rakjata jang sedar tidak bisa dibikin pertjaja bahwa dengan ini India masih mendjalankan politik non-aligned. Bantuan ekonomi dan bantuan' militer Sovjet berupa helikopter-helikopter, tank-tank, pabrik pesawat tempur Mig-21. pabrik peluru kendali dsb. samasekali tidak merenggangkan persekutuan dia dengan imperialisme AS, tidak bisa me- lepaakan India dari pelukan AS. Sebaliknja kolaborasi me- reka bertambah erat. Sudah sepatutnja djika Pemerintah Indonesia memberi perhatian jang serius pada langkah jang berbahaja dari pemerintah Nehru ini. Perbuatan' pemerintah Nehru jang dalam tahun' belakangan tidak pernah bimbang untuk meng- chianati nasion dan menindas Rakjat India tidak sadja di- tentang oleh Rakjat India, tetapi djuga dikutuk oleh Rakjat' Asia dan Afrika, Rakjat Indonesia tiada terketjuali. Di Djepang dibawah pendudukan angkatan bersendjata imperialis AS, gerakan Rakjat untuk menghantjurkan ren- tjanaa imperialis jang hendak membikin Djepang sebagai pangkalan perang nuklirnja makin hebat, meluas dan meliputi seluruh lapisan Rakjat. Partai Komunis Djepang ber- diri dibarisan terdepan dalam kampanje anti-AS jang per- kasa ini jang mendapat solidaritet kuat dari Rakjat"di- negeri lain didunia. Kemadjuan besar jang ditjapai Partai Komunis Djepang dalam pemilihan umum barus ini (naik suara ± 500.000) membuktikan tepatnja garis PKD dan bertambah eratnja hubungan Partai sekawan ini dengan massa Rakjat peker- dja negerinja. Sementara itu pertjobaan pembunuhan ter- kutuk terhadap Ketua PKD, Kawan Sanzo Nosaka belum lama berselang lebih menundjukkan kelemahan daripada ke- kuatan imperialis AS dan kapitalis monopoli Djepang. Dibenua Afrika dimana berbagai negeri mengalami per- tumbuhan politik jang ber-beda, perdjuangan melawan ko- lonialisme lama maupun baru terus berkembang, baik dalam bentuk perdjuangan politik maupun dalam bentuk perdjuangan bersendjata. Sekarang, dari 59 negeri dan daerah Afrika, 36 buah telah mentjapai kemerdekaan menurut ukuran jang berbeda dan meliputi djumlah penduduk lebih dari 85% dari penduduk Afrika seluruhnja serta luas daerah lebih dari 80% luas seluruh Afrika. Djalan Aldjazair jaitu djalan perdjuangan bersendjata telah membuka halaman baru dalam sedjarah perdjuangan Rakjata Afrika melawan imperialisme dan telah mengilhami perdjuangan Rakjata dibenua ini. Djalan ini adalah berbeda dengan jang sudah ditempuh oleh banjak negeri Afrika jang
hanja namanja sadja merdeka tetapi pada hakekatnja ma-
sih dikuasai oleh kaum imperialis. Djalan Aldjazair ini sedang ditempuh oleh beberapa negeri Afrika, seperti Angola dan Guinea (Portugis), dll. Dalam menjambut negeris jang baru merdeka di Afrika, kita harus dapat membedakan antara kemerdekaan jang ada isinja dengan kemerdekaan jang palsu. Djika tidak demikian maka sangat mungkin kita akan me-mudjia neo-kolonialismme model Malaysia". Di Amerika Latin, dimuka pintu AS Rakjat Kuba ber- ulang kali telah menghantjurkan pertjobaan' serbuan agresif AS. Kedjadiana selama beberapa bulan belakangan ini membuktikan, bahwa bahaja agresi imperialis AS samasekali tidak mereda. Rakjat Kuba jang heroik tetap teguh mem- bela daerah bebas jang pertama dibenua Amerika. Sekali- pun terus-menerus diagresi oleh AS, tetapi Pemerintah Revolusioner Kuba makin terkonsolidasi dan pengaruh revolusionernja makin lama makin meluas ke-negeria Amerika Latin lainnja. Kuba adalah salahsatu bukti jang hidup betapa djahatnja oranga jang mem-baguskan imperialisme AS dan betapa takterkalahkannja Rakjat djika sudah bertekad bulat untuk merdeka dan membangun Sosialisme. Situasi revolusioner di Amerika Latin sangat menguntung- kan Rakjat. Karena itulah kaum imperialis AS sangat mem- bentji Kuba jang merupakan mertjusuar revolusi di Amerika Latin, jang pantjaran sinarnja menerangi revolusi' nasional demokratis dari Rakjat' Amerika Latin jang terus mentjapai puntjaks baru dalam perdjuangan revolusionernja. Suatu situasi baru timbul dalam gerakan nasional demokratis Rakjata Amerika Latin. Perdjuangan bersendjata melawan kapital monopoli AS dan rezim serta diktatur kon- tra-revolusioner dalamnegeri sebagaimana ditundjukkan oleh Venezuela berkembang dan mentjapai kemadjuan jang pesat. Pasukan gerilja Rakjat dari Tentara Pembebasan Nasional Venezuela jang lahir dalam proses kebangkitan kaum tani merebut tanah dari kaum tuantanah besar mendjalar dan bertempur tidak sadja di-dese: dan daerah pegunung- an, tetapi djuga diberbagai kota beberapa negara bagian, bahkan sudah beroperasi sekitar ibukota Venezuela, Caracas. Perdjuangan bersendjata melawan pemerintah Betanoourt jang dengan lalinm terus melindungi kepentingan' modal monopoli AS, kaum komprador serta latifundis, tidak sadja berakar kuat dalam Rakjat Veneztela, tetapi djuga mendapat dukungan jang semakin luas dan kuat dari Rakjat negeria Amerika Latin lainnja. Di Argentina, Presiden Arturo Illia, atas desakan majo- ritet absolut Rakjat Argentina telah menandatangani
3 dekrit jang menghapuskan kontraka pemerintah Frondisi jang lalu dengan 13 maskapai minjak asing. Kontrak² jang telah terbukti merugikan kedaulatan dan membahajakan keamanan negeri, berhubung maskapaia asing memiliki ren- tjana dan keterangan" mengenai deposit minjak Argentina, dianggap sudah tidak sah dan tidak beriaku lagi. Betapa tepatnja langkah itu! Intimidasi² Presiden Kennedy ketika masih hidup, Wakil Menteri Harriman, Dubes AS Mc Lintock dl. samasekali tidak menggentarkan Argentina dalam meng- ambil langkah jang berani ini. Seperti halnja Pakta Bagdad" mati koniol di Bagdad, demikian ,Pola Argentina" dikubur di Argontina. Sudah selajaknja pengalaman Argentina ini merupakan bahan pertimbangan bagi Pemerintah Indonesia dan peringat- an bagi kalangan tertentu Indonesia jang senantiasa ber- main-mata dengan modal monopoli asing dan jang senantiasa menondjolkan Pola Argentina" untuk ditiru dan diprak- tekkan di Indonesia. Mereka seharusnja sedar bahwa bukan- nja Pola Argentina" bikinan AS dibidang penguasaan minjak, tapi pola Argentina bikinan Argentina sendiri, jaitu penghapusan kontrak² dengan monopoli² asing, jang harus didjadikan tjontoh di Indonesia, demi kedaulatan, keamanan dan kemerdekaannja. Kemenangan besar lainnja telah ditjapai pula oleh NEFO daiam perdjuangan melawan imperialisme dunia. Manifes- tasia daripada kemenangan ini kita lihat pada suksesnja Kongres Solidaritet Benua Amerika dengan Kuba jang dilangsungkan di Niteroi, Brazilia, pada bulan Maret 1963, Konferensi Organisasi Setiakawan Rakjat Asia-Afrika di Moshi (Tanganjika) dan Sidang Komite Eksekutif organisasi tersebut di Nicosia (Syprus) jang dilangsungkan ma- sing pada bulan Februari dan September jang lalu, dan KTT negara Afrika jang berlangsung di Adis Abeba (Etiopia) dalam bulan Mei jl. Kemenangan lainnja jang telal ditjapai dapat kita lihat pada suksesnja Konferensi Wartawan Asia-Afrika (KWAA), Sidang Komite Exekutif Konferensi Pengarang Asia-Afrika (KPAA), Konferensi Buruh Pelabuhan Asia-Pasifik, Sidang Pendahuluan Konferensi Burun Asia-Afrika (KBAA), jang kesemuanja telah dilangsungkan tahun ini dinegeri kita. Kawan²! Dalam Sidang Pleno CC sekarang ini kita tetap meng- garisbawahi dan mendorong dengan sekuat tenaga terse- lenggaranja Konferensi Bandung ke-II dengan se-tjepat²nja. Pada dewasa ini, keperluan ini lebih dirasakan daripada di- tahun" jang lewat, melinat perkembangan perdjuangan Rakjat A-A melawan imperialisme. kolonialisme dan neo-kolonialisme sesudah Konferensi Bandang ke-I, jang dilangsungkan dalam bulan April 1955.
Rakjat Indonesia menolak usaha jang didjiwai oleh kaum revisionis modern dan Nehru untuk mengadakan Konferensi Non-Blok" ke-II. Usaha ini tidak lain merupakan satu sabotase dan pentorpedoan terhadap usaha penjelenggaraan Konferensi Bandung ke-II, usaha djahat untuk membunuh semangat Bandung. Usaha kearah apa jang dinamakan Konferensi Non-Blok" djuga merupakan pentorpedoan terhadap gagasan kerdjasama NEFO. Lewat Presiden Sukarno, Rakjat Indonesia telah melontar- kan ide untuk mengadakan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO), tetapi ide baik ini belum mendapat sam- butan jang memuaskan dari negeria lain. Nampaknja, mengadakan Konferensi Bandung ke-II adalah lebih mendesak daripada mengadakan CONEFO, karena perdjuangan anti- imperialisme di Asia-Afrika perlu setjara besar²an dikon- solidasi dan dikembangkan. Tetapi untuk ini harus lebih berani melawan sabotase kaum imperialis dan kakitangan²- nja, terutama kaum revisionis modern dan Nehru dengan projek konferensi non-blok"-nja. Demikianlah beberapa tjatatan dan sekedar kupasan jang menggambarkan bahwa pengganjangan terhadap imperialisme sedang madju terus disemua front. Rakjat Indonesia ber- djalan seirama dan harus lebih teguh memainkan peranannja jang positif dalam mendorong madju perkembangan revolusioner ini.
- DI ASIA, AFRIKA DAN AMERIKA LATIN TERDAPAT SITUASI REVOLUSIONER JANG TERUS MENANDJAK DAN SEDANG MEMATANG Dengan uraian tentang situasi internasional seperti dimuka
djelaslah bahwa didunia kita sekarang terdapat 4 kontradiksi dasar, jaitu : (1) kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme (kapitalisme monopoli); (2) kontradiksi antara proletariat dengan burdjuasi di-negeria kapitalis; (3) kontradiksi antara nasion tertindas dengan kaum imperialis; dan (4) kontradiksi antara kaum-imperialis. Kontradiksi (1), (2) dan (3) adalah perdjuangan klas untu'k menggulingkan kekuasaan imperialis dan sistim kapitalis. Kontradiksi (3) adalah kontradiksi antar nasion, tetapi djika dikadji sampai ke-akar²nja perdjuangan sesuatu nasion tertindas baru akan selesai samasekali djika nasion tsb. sudah samasekali membebaskan diri dari imperialisme dan ini hanja mungkin djika nasion itu sudah melepaskan diri dari sistim politik dan ekonomi kapitalis, artinja menempuh djalan sosialis. Perdjuangan nasion tertindas jang konsekwen, jang sampai ke-akarnja, pasti akan sampai ke Sosialisme. Hal ini sudah dibuktikan oleh revolusia di Asia dan revolusi
Kuba di Amerika Latin jang sekarang sudah membangun Sosialisme. Sosialisme di-negeria itu adalah kelandjutan jang wadjar daripada perdjuangan nasion' tertindas melawan imperialisme. Memang ada perbedaan tingkat antara perdjuangan nasion tertindas untuk kemerdekaan nasional dengan perdjuangan untuk Sosialisme, tetapi bagi perdjuangan jang kon- sekwen tidak ada tembok Tiongkok jang memisahkan kedua tingkat perdjuangan itu. Hanja mereka jang berfikiran status quo", jang tidak berfikiran bahwa perdjuangan itu adalah satu proses, entah pendek entah pandjang, jang membangun tembok Tiongkok antara perdjuangan nasion tertindas dengan perdjuangan untuk Sosialisme. Perdjuangan nasion tertindas untuk kemerdekaan nasional pada hakekatnja adalah djuga melawan sistim kapitalisme, jaitu kapitalisme monopoli, dan oleh karenanja hanja mungkin berhasil sepenuhnja djika dipimpin oleh proletariat. Lenin pernah menegaskan bahwa ,revolusi sosialis tidak akan se-mata, atau terutama, merupakan perdjuangan kaum proletar revolusioner di-masing negeri melawan burdjuasi mereka — bukan, ia akan merupakan perdjuangan dari semua djadjahan dan negeri jang ditindas imperialisme, dari semua negeri tergantung melawan imperialisme internasio- nal." (W.I. Lenin, The National Liberation Movement in the East, penerbitan FLPH, hal 232). Kontradiksi (4) adalah kontradiksi dalam satu klas, bukan perdjuangan antara klas jang satu dengan jang lain. Sudah terbukti bahwa kaum imperialis atau burdjuasi tidak mampu menjelesaikan kontradiksi dikalangannja sendiri, sehingga te- rus-menerus terdapat kontradiksi dikalangan mereka. Walau- pun sudah 2 kali perang dunía mereka lantjarkan, tetapi ternjata bahwa mereka djuga tidak bisa menjelesaikan kontradiksi dikalangannja. Kontradiksi diantara kaum imperialis atau burdjuasi itu baru dapat diselesaikan kalau klas buruh dan Rakjat pekerdja sudah bangkit diseluruh dunia dan menggulingkan kekuasaan mereka. Antara ke-empat kontradiksi itu ada salinghubungan dan saling pengaruhnja. Penjelesaian ke-empat kontradiksi itu hanja dapat ditjapai djika Rakjat bangkit dibawah pimpinan kaum revolusioner menggulingkan kekuasaan burdjuasi sampai keakar-akarnja. Pokoknja, penjelesaian kontradiksi hanja mungkin dengan djalan revolusioner. Proses menggulingkan burdjuasi bukanlah proses jang sederhana, sama tidak sederhananja seperti proses peng- gulingan kaum feodal oleh burdjuasi; sesudah kapitalisme berkuasa diberbagai negeri ber-kalia terdjadi restorasi feo- dalisme. Oleh karena itu keliru sekali djika berfikir bahwa dinegeri sosialis tidak bisa terdjadi restorasi kapitalisme. Berfikiran demikian berarti melemahkan kewaspadaan dan
sama halnja seperti orang jang pertjaja pada tachjul, jang pada hakekatnja berfikir metafisis, karena memutlakkan sesuatu. Tjontoh sudah ada: Jugoslavia jang tadinja sosialis sekarang sudah mendjadi kapitalis, sekalipun ke- mana masih mentjangking papannama sosialis". Sjarat materil untuk kapitalisme bisa tidak aia dinegeri sosialis, tetapi kalau pimpinan Partai klas buruh dinegeri jbs. me- njeleweng, bisa sadja terdjadi restorasi kapitalisme. Disesuatu negeri sosialis bisa ber-angsur tumbuh unsur kapitalis baru jang kemudian mendjadikan negeri itu kapitalis sepenuhnja seperti halnja dengan Jugoslavia sekarang. Pengalaman Jugoslavia memberi peladjaran jang sangat ber- harga. Pengalaman itu menundjukkan bahwa restorasi kapitalisme disesuatu negeri sosialis bisa dimulai dengan de- generasi sistim politiknja; Partai Komunis merosot men- ájadi partai berideologi burdjuis, diktatur proletariat merosot mendjadi diktatur burdjuis. Empat kontradiksi tsb. diatas adalah kontradiksia dasar, jaitu kontradiksia jang memberi tjiri pada dunia kita sekarang. Diantara kontradiksi' dasar selalu ada jang merupakan kontradiksi pokok, jaitu kontradiksi jang menentu- kan keadaan dan perkembangan kontradiksi' jain. Mana jang merupakan kontradiksi pokok dan bagaimana bentuk²- nja, hal ini bisa ber-ubah' menurut masanja dan tingkat perkembangannja. Ketika perang dunia kedua misalnja, kontradiksi pokok adalah antara kekuatan anti-fasis dengan kekuatan fasis. Kekuatan anti-fasis mentjakup kekuatan negeri sosialis, ge- rakan proletariat, nasion' tertindas dan sebagian negeri kapitalis. Pada dewasa ini dalam skala dunia terdapat dua arus besar kontradiksi, jaitu kontradiksi Sosialisme dengan imperialisme (kapitalisme monopoli) dan antara nasion tertindas dengan imperialisme. Dua arus perkasa ini bersatu dalam arus revolusi besar melawan imperialisme. Dua kontradiksi ini adalah kontradiksi pokok dalam dunia kita dewasa ini. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme bukan kontradiksi pokok, karena diantara negeria sosialis ada jang dengan sengit ber- djuang disegala bidang menentang imperialisme. Adalah satu kebenaran bahwa tudjuan terachir imperialis AS jalah menghantjurkan negara sosialis jang terkuat dan pemilik sendjata nuklir, jaitu Uni Sovjet. Kaum imperialis AS tidak akan sudi ada negara besar nuklir laín disampingnja. Tetapi kita tidak dapat menutup mata, bahwa djuga ada negeri' sosialis jang pemimpin' negaranja berusaha menghilangkan atau se-kurang²nja mengaburkan kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme dengan mem-bagus²kan imperialis-
me AS dengan tjara me-mudji-tokoh³ negara gembong imperialis ini atau dengan tjara lain. Mereka misalnja mengatakan, bahwa soal dunia dapat diselesaikan djika ada kerdja- sama antara dua negara besar, negara sosialis tertentu dengan AS, mereka mengatakan bahwa Eisenhower adalah tjinta damai, lebih² lagi Kennedy jang sesudah meninggal diangkat mendjadi pahlawan perdamaian dan kematiannja begitu dirisaukan dengan tjutjuran airmata. Dan sekarang Johnson dianggap penerus politik Kennedy jang katanja tjinta damai itu. Kita harus berbitjara tentang ini, karena politik mem- bagus²kan imperialis AS antara lain dengan tjara me-mudjiª tokoh² negara imperialis ini oleh pemimpina Partaia Komunis tertentu diluarnegeri menjebabkan timbulnja perbedaan pendapat antara Partai kita dengan sementara pimpinan Partai Komunis itu. Kita kaum Komunis Indonesia, dan bersama kita semua Partai Komunis di Asia Tenggara dan banjak lagi Partaia Komunis dan kaum revolusioner lainnja di Asia, Afrika dan Amerika Latin saban saat menghadapi agresi, intervensi dan subversi AS setjara langsung atau tidak langsung. Diberbagai negeri kaum imperialis AS tidak pernah berhenti membunuh manusia, tidak perduli anak* atau oranga tua. Dalam keadaan demikian ini pemimpin* sementara Partai Komunis diluarnegeri mengatakan bahwa tokoh² negara jang melakukan pembunuhan" itu berfikiran sehat" dan tjinta damai". Kita bisa memaham: kalau ada negara- wan jang mengutjapkan selamat ketika Kennedy dliangkat mendjadi Presiden AS dan berbelasungkawa ketika ia me- niņggel dunia sebagai sopansantun politik, tetapi tidak masuk diakal sehat kita kalau ada orang Komunis jang mengang- gap tokoh daripada negara jang merupakan gendarme reaksi internasional sebagai orang² jang berfikiran sehat" dan tjinta damai". Bagaimana bisa djadi, bahwa tokoh negara jang sedjak berachirnja Perang Dunia Kedua tidak pernah berhenti mengagresi, mengintervensi dan mensubversi ne- geris lain dianggap sehagai orang jang berfikiran sehat" dan tjinta damai". Rakjat pekerdja Indonesia jang berke- sedaran politik akan meludahi kita kalau kita kaum Komunis Indonesia berkata demikian; entah apa jang akan diperbuat oleh Rakjat pekerdja di Vietnam Selatan, Vene- zuela, Angola, Guinea (Portugis) dll. djika kaum Komunis atau orang revolusioner dinegeri mereka berkata demikian, sebab mereka memegang sendjata ditangan. Adanja rasa perikemanusiaan seseorang Komunis ditentukan oleh kutuk- annja terhadap imperialisme dan terhadap tokoh' imperialis, terutama tokoh imperialis AS, dan oleh simpatinja jang tidak habisnja terhadap nasion tertindas jang melawan kaum imperialis, terutama mereka jang saban hari mengalami an- tjaman agresi dan pembunuhan oleh kaum imperialis
ini. Kehampaan rasa perikemanusiaanlah serta melemahnja kesedaran klas jang terdapat pada mereka jang me-mudjia tokoh imperialisme AS. Humanisme tidak pernah ,,univer- sil" — humanisme selalu humanisme klas. Djadi, tidak bisa disangkal bahwa kontradiksi antara So- sialisme dengan imperialisme adalah kontradiksi pokok, walaupun pemimpin sementara negara sosialis berusaha menghilangkan atau se-kurangnja mengaburkan kontradiksi itu. Djustru karena terdapat usaha dalam GKI untuk menghilangkan atau mengaburkan kontradiksi itu, maka kita harus lebih giat lagi menelandjangi kedjahatan' imperialisme, terutama imperialisme AS. Kontradiksi antara nasions tertindas dengan imperialisme tidak diragukan lagi adalah kontradiksi pokok. Kontradiksi pokok ini terdapat di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Di-daerah² ini sekarang terdapat situasi revolusioner jang terus menandjak dan sedang nuematang. Sudah tentu ketadjaman kontradiksi itu berbeda disatu benua dengan benua lain dan disatu negeri dengan negeri lain. Pun di Asia, Afrika dan Amerika Latin terdapat pula negara² jang mendjadi satelit dari AS. Tetapi pada umumnja ditiga benua ini terdapat situasi revolusioner seperti itu. Jang berkontradiksi dengan imperialis dinegeri-negeri ditiga benua ini ada kalanja hanja Rakjatnja sadja, tapi ada kalanja Rakjat dan pemerintah ber-samaa berkontradiksi dengan imperialisme. Oleh karena di Asia, Afrika dan Amerika Latin pada dewasa ini terdapat situasi revolusioner jang terus menandjak dan sedang mematang, maka jang terpokok diantara dua kontradiksi pokok pada dewasa ini adalah kontradiksi antara nasion tertindas dengan imperialisme. Perdjuangan Rakjat AAA menggontjangkan dan sangat melemahkan imperialisme. Kontradiksi pokok djuga bisa terdapat di Eropa dan Amerika Utara djika di-daerah² itu bangkit gelombang pasang revolusi. Sekarang kenjataannja belum demikian, baik oleh karena masinga imperialis masih kuat dinegerinja sendiri maupun oleh karena pengaruh sosial-demokrasi dan revi- sionisme modern dalam gerakan buruh di-negeri itu. Ada sementara orang berpendapat bahwa dewasa ini kontradiksi pokok ada di Eropa kapitalis karena dibagian dunia inilah jang paling mungkin meletus revolusi proletar. Ini adalah manifestasi pandangan .Eropa centris', suatu variasi dari pandangan dogmatis mengenai revolusi proletar jang meng- hinggapi Partai* oportunis dari Internasionale ke-J. Adalah Lenin senäiri jang setjara kreatif memperkembangkan Marxisme dizaman imperialisme, jang membuktikan baik setjara teoritis maupun melalui praktek Revolusi Oktober Besar, bahwa revolusi tidak harus petjah lebih dahulu dinegeri kapitalis jang madju, tetapi dimana terdapat mata-
rantai imperialisme jang paling lemah. Revolusi Sosialis Oktober Besar 1917 membuktikan kesalahan kaum dogmatis itu. Revolusia Sosialis di Tiongkok, Korea dan Vietnam jang agraris terdjadi lebih dulu daripada revolusi sosialis di Eropa kapitalis jang madju. Demikian pula di Kuba. Se- muanja ini adalah bukti kebenaran Lenin dan bukti kesalahan kaum dogmatis. Pada dewasa ini matarantai imperialisme jang paling lemah bukannja di Eropa atau di Amerika Utara, atau di Australia, tetapi di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Oleh karena itulah proletariat diseluruh dunia harus memusatkan perhatiannja pada revolusi ditiga benua ini. Oleh karena itulah, demi memperkokoh sistim Sosialisme, tugas terpenting dari semua negeri sosialis jalah menjokong perdjuangan Rakjat AAA. Oleh karena itulah proletariat Eropa dan Amerika Utara, demikian pula proletariat Australia seharusnja ber- kepentingan akan kemenangan revolusi' Rakjat AAA. Ke- menangana revolusi Rakjat AAA akan sangat membantu proletariat Eropa, Amerika Utara dan Australia dalam menggulingkan kaum kapitalis dinegerinja masing. Di-negeri djadjahan dan setengah-djadjahan, jaitu negeri daripada nasion² tertindas jang terletak di AAA, sebagian terbesar penduduknja terdiri dari kaum tani. Ada sementara Komunis berpendapat bahwa djika jang dianggap kontra- diksi pokok adalah antara negeri djadjahan dan setengah-djadjahan dengan imperialisme, maka ini berarti menempat- kan kaum tani sebagai pimpinan revolusi. Djadi, ada kekuatiran terhadap perkembangan kekuatan kaum tani dan ada kekuatiran kalau kekuatan kaum tani mengungguli kekuatan kaum buruh. Orang ini sepintas lalu nampaknja mempertahankan peranan pimpinan klas buruh. Tetapi se- benarnja mereka ragu akan mutlaknja pimpinan klas buruh. Orang Komunis tidak perlu ragu akan mutlaknja peranan pumpinan klas buruh dalam revolusi, karena dalam sedjarah belum pernah dan tidak akan pernah terdjadi bahwa sesuatu revolusi kaum tani bisa menang tanpa pimpinan klas buruh. Tidak pernah dan tidak akan pernah terdjadi bahwa kekuatan kaum tani mengungguli kekuatan kaum buruh sehingga tidak menguntungkan revolusi. Marx dan Engels memberi perhatian sangat besar kepada desa dan negeria djadjahan, artinja kepada kaum tani. Dalam tulisannja Masalah Tani di Perantjis dan Djerman, Engels a.l. mengatakan bahwa untuk menang partai pro- !etariat harus mendjadi satu kekuatan didesa" (Cursif DNA). Demikian djuga adjaran Lenin. Revolusi sosialis adalah penipuan belaka djika tidak menggerakkan kaum tani. Tanpa menggerakkan kaum tani tidaklah mungkin mempersatukan majoritet penduduk, dan hanja dengan mempersatukan ma-
joritet penduduk barulah ada kemungkinan mentjapai Sosialisme, demikian Lenin mengadjar kita. Djadi, kalau takut terhadap perkembangan kekuatan kaum tani dan menganggap kekuatan kaum tani akan mengungguli kekuatan kaum buruh sehingga tidak menguntungkan, maka djanganlah meng- harap revolusi akan menang dan hegemoni proletariat akan
terwudjud. Berbitjara tentang hegemoni proletariat dalam
révolusi sosialis dunia adalah omongkosong djika takut pada
perkembangan kekuatan kaum tani didunia.
Peribahasa Indonesia mengatakan: ,,Kalau takut dilimbur
pasang djangan berumah ditepi pantai". Kalau takut dengan kebangkitan kaum tani djangan tjoba memikirkan
revolusi. Dalam skala dunia Asia, Afrika dan Amerika Latin adalah desanja dunia, sedangkan Eropa dan Amerika Utara
adalah kotanja dunia. Untuk memenangkan revolusi dunia
tidak ada djalan lain ketjuali proletariat dumia harus mementingkan revolusia di Asia, Afrika dan Amerika Latin,
artinja revolusia didesanja dunia. Untuk memenangkan
revolusi dunia, proletariat dunia harus pergi ketiga benua int". Kaum imperialis bukannja lemah dikotanja dunia, di Eropa dan Amerika Utara, tetapi mereka lemah didesanja dunia,
di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Ditempat jang lemah
milah kaum imperialis harus dan sedang diganjang se- hebatnja dan proletariat diseluruh dunia baik jang sudah
menang maupun jang belum menang harus memberikan sokongan jang se-besarnja pada pengganjangan imperialis di.
ketiga benua ini. Kemenangan revolusi² diketiga benua ini
akan memudahkan proletariat dikotanja dunia, jaitu di Eropa
dan Amerika Utara, untuk menggulingkan kekuasaan impe-
rialis. Garis ini sesuai dengan dalil Marxis jang mengatakan,
bahwa sesuatu nasion tidaklah merdeka djika nasion itu masih menindas nasion lain.
Pandangan Eropa centris", variasi baru dari pandangan
dogmatis Internasionale II, seharusnja sudah lama dikubur, karena sedjarah sudah membuktikan kekeliruannja baik se- lagi Lenin masih hidup maupun sesuiah Lenin wafat. Oleh karena itu kita membantah dengan keras segala matjam tuduhan dan fitnahan, bahwa mementingkan perdjuangan Rakjat Asia atau Asia-Afrika ataupun Asia-Afrika-Ame-
rika Latin merupakan sesuatu penjangkalan terhadap Marx-
isme-Leninisme, sesuatu jang nasionalis-sovinis, sebagai se-
paratis, sebagai rasialis dan entah kataa fitnah apa lagi.
Meng-agungkan perdjuangan Rakjat² Asia, Afrika dan
Amerika Latin tidak lebih dan tidak kurang adalah pelak-
sanaan daripada Marxisme-Leninisme jang se-murni'nja, seudjung rambut tidak menjalahi internasionalisme proletar
dan malahan inilah perwudjudan kongkrit daripada internasionalisme proletar. Tidak lain adalah proletariat di Eropa dan Amerika Utara jang djuga diuntungkan djika revolusi² menang dibenua AAA. Proletariat diberbagai negeri dibenua AAA membela dengan darah dan djiwanja internasionalisme proletar, djadi tidak hanja berbitjara tentang ini dan samasekali tidak dalam nada ketakutan kepada kaum tani, tetapi dengan penuh kejakinan akan tugas sedjarahnja. Kaum tani bukan harus ditakuti tetapi harus didjadikan sekutu, dan mereka memang sekutu jang terpertjaja daripada proletariat. Perdjuangan klas jang dilakukan kaum buruh di-negeri² kapitalis jang madju melawan burdjuasi negerinja merupa- kan sumber kekuatan revolusioner jang besar dan vital bagi kemenangan revolusi sosialis dunia. Oleh sebab itu, kontradiksi dasar antara klas buruh dengan burdjuasi di- negeria kapitalis jang madju itu pasti akan mendjadi kontradiksi pokok dunia. Satu faktor penting jang memung- kinkan kaum kapitalis mempertahankan kekuasaannja di- negeris kapitalis jang madju jalah bahwa sosial-demokrasi dan revisionisme modern masih mempunjai pengaruh besar atas kaum buruh dan mendjadikan klas buruh setjara ideologis tawanan dari kapitalisme. Hanja dengan menghantjurkan sosial-demokrasi dan revisionisme modern, mengusirnja dari kalangan gerakan klas buruh, Partai Komunis dinegeri- negeri kapitalis. dapat menjatukan klas buruh dibawah pandji revolusioner Marxisme-Leninisme, menghimpun semua kekuatan revolusioner di-negeriª itu dalam front persatuan jang kuat untuk mengalahkan kapitalisme. Kita jakin se-jakinnja, bahwa saat itu pasti datang dan gelombang revolusi proletar di-negeri kapitalis jang madju akan menghabisi ri- wajat kapitalisme untuk se-lamanja diseluruh dunia. Proletariat diseluruh dunia seharusnja menjambut dengan sorak gembira terus menandjaknja dan sedang mematangnja situasi revolusioner di Asia, Afrika dan Amerika Latin; mereka seharusnja menjambut dengan gembira kenjataan bahwa tiga benua ini telah mendjadi gelanggang daripada kon- radiksi terpokok didunia, kontradiksi antara nasion ter- tindas dengan imperialisme. Kaum tani ditiga benua ini bukan ingin mengambil pimpinan dari tangan proletariat, tetapi meminta dipimpin oleh proletariat. Tetapi dalam ke- sengitan mengganjang imperialisme pimpinan revisionis tentu ditolak mentah² didaerah ini. Kaum tani didaerah ini lebih baik dipimpin oleh kaum nasionalis revolusioner daripada di-,,pimpin" oleh kaum revisionis jang mengaku "Marxis-Leninis". Djika ini terdjadi bukanlah kesalahan kaum tani, tetapi kesalahan kaum Marxis-Leninis" jang menjeleweng itu.
Dalam hubungan dengan perdjuangan kemerdekaan nasional ada sementara orang jang me-nandas²kan bahwa perdjuangan kemerdekaan nasional tidak bisa berhasil tanpa bantuan negeri sosialis. Maksuà me-nandas"kan ini jalah agar kaum Komunis jang sedang berdjuang untuk kemerdekaan nasional tidak berani menjatakan pendapat jang ber- beda dengan pendapat resmi negeri sosialis tertentu, sebab kalau berani berbuat demikian akan tidak mendapat bantuan dan tidak akan menang. Oleh karena ada politik santase sematjam inilah, Partai kita perlu lebih kuat menekankan suatu kebenaran menurut filsafat materialisme dialektik dan apa jang sudah dibuktikan oleh Lenin. Kita harus mnenekankan bahwa faktor internlah jang me- njebabkan perubahan kwalitet halichwal, sedangkan faktor extern peranannja hanja membantu. Meletusnja revolusi Indonesia dalam bulan Agustus 1945 bukan per-tama² karena bantuan atau dorongan dari luar, tetapi per-tama² karena sudah matangnja faktor intern, jaitu perdjuangan revolusioner Rakjat Inãonesia. Seorang sahabat kita di Eropa, Kawan Paul de Groot pernah berkata : ,,Rakjat Indonesia berdjuang ber-tahun" untuk kemerdekaan nasionalnja. Tetapi ini baru tertjapai sesudah kekalahan Djerman di Eropa, jang djuga menetapkan nasib Djepang, karena perdjuangan klas buruh Nederland untuk 'Indonesia lepas dari negeri Belanda sekarang djuga', oleh bantuan Uni Sovjet kepada Indonesia, oleh pertentangan antara imperialisme Amerika dan Belanda terhadap Indonesia", (pidato Paul de Groot, CPN over geschillen in de communistische wereldbeweging, halaman 8-9). Djadi, samasekali tidak dinilai faktor intern, faktor perdjuangan Rakjat Indonesia sendiri sebagai dja- minan utama bagi kemenangan perdjuangan kemerdekaan nasional Indonesia. Dengan segala penghargaan dan terima- kasih kita kepada proletariat Nederland jang selalu membantu revolusi Indonesia, kita harus menjatakan bahwa pandangan demikian ini tidak sesuai dengan materialisme dialektik, pandangan ini subjektif. Tidak lain adalah Lenin dan Revolusi Sosialis Oktober Besar jang mengadjar kita, bahwa kalau Rakjat sudah ber-satu dan bertekad bulat untuk berdjuang dan untuk menang, bukan hanja imperialisme dapat diusir tetapi djuga sistim kapitalis dapat ditumbangkan. Uni Sovjet didirikan oleh Lenin dan proletariat dengan tanpa bantuan negeri sosialis, karena Uni Sovjet adalah negeri sosialis jang pertama. Partai kita senantiasa menekankan, sesuai dengan adjaran Lenin, bahwa perdjuangan revolusioner untuk pembebasan nasional tidak terpisah dari perdjuangan revolusioner diseluruh dunia melawan imperialisme dan kapital. Tetapi ber- samaan dengan itu, Partai kita djuga menekankan bahwa
faktor jang menentukan kemenangan perdjuangan pembebasan nasional adalah kekuatan Rakjat di-masing' negeri jang berdjuang untuk pembebasan. Oleh karena itulah Partai kita mendidik anggotanja dan Rakjat Indonesia supaja be- rani berdiri diatas kaki sendiri, pertjaja pada kekuatan sendiri, bertekad madju terus, pantang mundur", mendidik Rakjat dalam semangat banteng merah. Kubu sosialis adalah hasil perdjuangan proletariat dan Rakjat pekerdja sedunia. Sedjarah telah membuktikan bahwa perdjuangan nasion' tertindas melewan imperialisme telah memberikan sokoongan dan kekuatan pada berdirinja negeri sosialis dan pembentukan kubu sosialis. Seharusnja bantuan negeri sosialis kepada perdjuangan kemerdekaan nasional tidak perlu dipersoalkan, karena seharusnja hal ini merupakan sesuatu jang sudah dengan sendirinja. Bukan- lah negeri sosialis jang sedjati djika tidak membantu dengan sungguh' perdjuangan kemerdekaan nasional. Lenin mene gaskan bahwa bantuan ini merupakan kewadjiban, bahwa salahsatu tuntutan internasionalisme proletar jalah supaja nasion jang mentjapai kemenangan atas burdjuasi sanggup dan rela memberikan pengorbanan nasional se-besarnja demi kepentingan menggulingkan kapital internasional" (W.I. Lenin, The National Liberation Movement in the East, hal 254). Bantuan negeri sosialis kepada perdjuangan kemerdekaan nasional dan melawan kapital hakekatnja adalah bantuan pada diri-sendiri, karena makin hebat perdjuangan' tsb, makin terkonsolidasi kubu sosialis. Ada sementara orang mengatakan, bahwa jang dibutuh- kan oleh negeri jang baru merdeka agar sampai ke Sosialisme jalah bantuan ekonomi. Kata mereka, negara jang baru merdeka di Asia dan Afrika dengan bantuan ekonomi kubu sosialis bisa beralih ke Sosialisme. Oleh karena itu, diatas se-gala²nja dunia harus ,damai" agar negeria sosiahs bisa menang dalam berkompetisi dibidang ekonomi dengan negeri kapitalis. Mereka berbitjara tentang peralihan ke Sosialisme" lewat ,bantuan ekonomi" dan tidak lewat per- ubahan sistim politik jang mendalam jang dilakukan setjara revolusioner dinegeri jang baru merdeka itu. Lni adalah pandangan ekonomisme modern dalam GKI, pandangan jang berpokok pangkal bahwa ekonomi dan bukan politik jang menentukan se-gala²nja, pandangan jang mengebirı dan mengetjilkan peranan gerakan revolusioner Rakjat. Pandangan ekonomisme modern djuga mendapat manifes- tasinja dalam fikiran sementara orang, bahwa negeri' jang baru merdeka akan melakukan peralihannja ke Sosialisme karena terdorong oleh tjontoh² pembangunan Sosialisme dinegeri sosialis. Menurut pandangan ini, sekalipun sesuatu negara dipimpin oleh burdjuasi besar, seperti misalnja
India dewasa ini, Sosialisme akan bisa dibangun. Dengan dalih ini, pada hakekatnja kaum ekonomis modern me- njuruh Rakjat' negeri jang baru merdeka menghentikan perdjuangan revolusionernja dan menggantungkan segala sesuatunja paça bantuan ekonomi dari negeria sosialis serta duduk sambil mengagumi pembangunan ekonomi di-negeri' itu. Bahkan pandangan ekonomisme modern sudah sedemi- kian djauhnja sehingga bantuan" ekonomi dari negeri im- perialispun diandjurkan, misalnja bantuan" jang katanja akan bisa disediakan sebagai akibat perlutjutan sendjata. Ekonomisme klasik adalah pandangan jang menjangka keharusan adanja partai politik proletariat jang berdiri sendiri, suatu pandangan jang membikin proletariat membuntut setjara politik pada burdjuasi. Ekonomisme modern timbul sesudah ada partaia proletariat jang berdiri sendiri dan ada jang sudah memegang kekuasaan. Dalam keadaan demikian ini peranannja jalah memerosotkan partaia politik proletariat di-negeria sosialis mendjadi pengurus ekonomi" dan dinegeri kapitalis mendjadi pelajan burdjuasi seperti misalnja klik Dange dalam Partai Komunis India dan Partai' Komunis lain jang sudah kedjangkitan sosial-demokrasi dan revisionisme. Dalam rangka melawan revisionisme, kita harus melawan ekonomisme modern ini dengan politik jang mengutamakan politik, dengan dasar politik adalah djenderal. Mengenai bantuan negeria sosialis kepada sesuatu negara jang baru merdeka seharusnja tidak boleh memperkuat ke- dudukan burdjuasi jang menindas proletariat dan gerakan revolusioner, karena bantuan sematjam itu tidak sesuai dengan internasionalisme proletar, tetapi hanja sesuai dengan internasionalisme burdjuis. Kita adjukan semuanja ini dengan maksud agar tertanam pengertian jang baik, agar solidaritet mendjadi lebih kuat antara proletariat dan Partaia Marxis-Leninisnja di Asia, Afrika dan Amerika Latin dengan proletariat dan Partai Marxis-Leninisnja di-negeria kapitalis serta Rakjat dan Partai Marxis-Leninis di-negeri sosialis.
- ASIA TENGGARA MERUPAKAN SALAHSATU TITIKPUSAT DIDAERAH KONTRADIKSI POKOK
Sebagaimana sudah diterangkan diatas, Asia, Afrika dan Amerika Latin merupakan daerah kontradiksi pokok atau terpokok. Asia Tenggara berada dalam daerah ini. Indonesia letaknja di Asia Tenggara, oleh karena itu kaum Komunis dan kaum revolusioner Indonesia lainnja harus memberi perhatian besar pada perdjuangan revolusioner Rakjat* Asia Tenggara.
Kaum imperialis berusaha mendjadikan Asia Tenggara sebagai daerah neo-kolonialisme, sebagai pangkalan militer untuk menjerang Sosialisme dan untuk mentjegah merem- besnja pengaruh revolusi sosialis dari Utara ke Selatan. Tetapi difihak lain di Asia Tenggara terdapat daerah luas dimana sistin kapitalis sudah dikalahkan dan sistim sosialis sudah berdiri tegak dan terus dikonsolidasi (RRT dan RDV). Didaerah ini djuga terdapat situasi revolusioner jang terus menandjak dan sedang mematang, dimana sedjak Perang Dunia Kedua revolusi kemerdekaan nasional dan revolusi sosialis berlangsung tanpa henti-hentinja dengan disertai letupar² sendjata pedjuang² revolusioner, dan dimana Partai Komunis mendapat kemenangan². Burdjuasi nasional di Asia Tenggara sedang dalam taraf pertumbuhan baik dibidang politik, ekonomi maupun kebudajaan, tidak seperti di Eropa, dan oleh karena itu mereka bisa menjatukan diri dengan gerakan revolusioner. Bahkan pangeran jang pa- triotik seperti Pangeran Norodom Sihanouk dari Kambodja dapat ambilbagian aktif menentang imperialisme AS se- tjara terbuka. Karena tidak terkena penjakit revisionisme, Partai" Komunis di Asia Tenggara mempunjai sjarat untuk dapat me- mimpin kaum buruh, kaum tani dan inteligensia revolusioner sehingga dapat mengibarkan tinggi² pandji anti-imperialisme, pandji demokrasi dan pandji perdamaian jang sedjati: Di Asia Tenggara terdapat kepentingan banjak imperialis atau kaum kapitalis monopoli, mulai jang besar" seperti AS, Inggris, Djerman Barat dan Djepang sampai kepada jang ketjil seperti Portugal, Belanda dll, sehingga didaerah ini terdapat banjak kontradiksi dikalangan kaum imperialis sendiri dan terdapat penindasan imperialis jang kedjam. Didaerah ini djuga terdapat kekuasaan² reaksioner jang lemah, terdapat burdjuasi nasional jang bermuka dua dan lemah, terdapat Rakjat jang mempunjai kewaspadaan politik jang tinggi dan pengalaman perdjuangan revolusioner jang banjak, termasuk perdjuangan bersendjata. Perdjuangan klas di Asia Tenggara sangat sengit, dibebe- rapa negeri ada kebebasan politik, tetapi bersamaan dengan itu djuga ada bahaja' teror, kudeta kontra-revolusioner dan fasisme. Rakjat² dan Partai Komunis di Asia Tenggara harus menggunakan segala matjam bentuk perdjuangan, bersendjata dan tida'k bersendjata, parlementer dan tidak parlementer, dsb. Semua pengalaman perdjuangan klas terdapat di Asia Tenggara. Semua Partai Komunis harus mam- pu menggunakan tiap" bentuk perdjuangan jang terdapat di Asia Tenggara sesuai dengan 'kebutuhan perdjuangan di- negeri masing.
Asia Tenggara merupakan salahsatu titikpusat didaerah
kontradiksi pokok didunia. Faktors objektif maupun subjektif baik sekali didaerah ini. Untuk merenangkan perdjuangan nasion² tertindas di Asia Tenggara, guna menijebol benteng imperialis jang sudah bréngsék dan rapuh itu, perdjuangan nasion tertindas jang satu harus erat berhubungan dengan jang lainnja. Soli- caritet revolusioner antara nasion² ini harus diperkuat. Dalam perdjuangan untuk pembebasan nasional di Asia Tenggara rol Indonesia adalah sangat penting. Ini harus di- sedari dan difahami, karena ini meletakkan tanggungdjawab jang besar dipundak tiap orang revolusioner Indonesia, ter- utama kaum Komunis. Dewasa ini di Indonesia tidak terdapat perdjuangan bersendjata sebagaimana misalnja terdapat di Vietnam Selatan. Tetapi adalah keliru untuk ber- fikir bahwa karena itu peranan Indonesia mendjadi kurang penting di Asia Tenggara. Di Indonesia tidak sadja Rakjat, tetapi djuga pemerintah berdjuang melawan imperialisme dan kalau perlu djuga dengan bersendjata. Jang belakang- an ini telah dibuktikan oleh perdjuangan melawan kontra-revolusi ,,PRRI-Permesta", menumpas kontra-revolusi DI-TII, pembebasan Irian Barat dari imperialisme Belanda dan sekarang dalam konfrontasi mengganjang .,Malaysia". Dengan pasangnja gelombang revolusi di Asia Tenggara kehantjuran total imperialisme jang dikepalai AS di Asia Tenggara tidak bisa dihindari. Gerakan pembebasan nasional didaerah ini pasti akan mentjapai kemenangan' dan pasti akan berkembang mendjadi perdjuangan massa melawan kapital. Bobolnja benteng imperialisme didaerah ini akan merupakan bandjir besar melanda imperialisme, merupakan bantuan jang sangat besar-bagi perkembangan revolusi sosialis dunia. Partai Komunis di Asia Tenggara jang masih berdjuang untuk pembebasan nasional mempunjai tugas pokok jang sama, jaitu : (1) menarik massa Rakjat seluas mungkin dan mengorganisasinja dalam front persatuan nasional; (2) masuk sedjauh mungkin kedalam desa menggalang persekutuan buruh dan tani; (3) memperkuat pimpinan Partai atas massa Rakjat jang luas dan pandai menggunakan segala bentuk perdjuangan; dan (4) memperkuat kerdjasama Rakjat dan Partai Komunis di Asia Tenggara. Inilah 4 djimat untuk menggulingkan 4 bukit setan di Asia Tenggara, jaitu bukit* imperialisme, feodalisme, kapitalisme komprador dan kapitalisme birokrat. Kemenangan revolusi Indonesia akan mempunjai arti ke- bobolan besar dalam benteng imperialisme, berarti satu ke- madjuan melompat dalam perdjuangan anti-imperialisme dan sinarnja akan memantjar djauh, djuga sampai keluar
batas' Asia Tenggara. Inllah sebabnja mengapa kaun imperialis terutama AS, memberikan perhatian jang sangat besar pada perkembangan di Indonesia dan mendjadikan Indonesia sasaran intervensi dan subversinja jang pokok di Asia. Tenggara,
- PERDJANDJIAN TRINEGARA MOSKOW LEBIE BAIK TIDAK ADA SAMASEKALÍ Bulan belakangan ini orang ramai memnbitjarakan per-
ájandjian trinegara (tri-partite mengenai larangan pertjo-
baan puklir terbatas jang ditandatangani pada tanggal 6 Agustus 1963 di Moskow. Kalangan imperialis jang dikte- palai oleh AS diseluruh dunia gembira dan lega bahwa pada
achirnja konsep mereka diterima oleh Uni Sovjet, dan ke-
mudian didukung oleh sebagian negeris sosialis dan sebagian Partai Komunis. Kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia tak me-
agukan kesungguhan Uni Sovjet dalam mentjintai perda-
maian. Tetapi kita, berdasarkan fakta sedjarah dan kenjataan hidup dalam situasi dunia dewasa ini, tidak bisa per-
tjaja samasekali bahwa kaum imperiais mengingini perdamaian jang didasarkan atas kemerdekaan dan kebebasan
umatmanusia sedunia, Kita gila kalau kita pertjaja bahwa
AS dan negara- imperialis lainnja mentjintai perdamaian. Untuk membela perdjandjian trinegara ini dari kritik
beralasan, sering dikemukakan fikiran lebih bailk ada dari-pada tidak ada samasekali". Bertentangan dengan pendapat
itu, kaum Komunis Indonesia bérdasarkan hasratnja akan
perdamaian jang kongkrit dan bukan jang abstrak, berpendirian bahwa lebih baik perdjandjian itu tidak ada sama-
sekali. Mengapa ?
Kaum Komunis Indonesia membedakan antara sendjata
nuklir ditangan negeri sosialis dengan jang ditangan negeri kapitalis, pertjobaan nukir oleh negeri sosialis dengan pertjobaan nuklir oleh negeri kapitalis. Jang pertama memper-
kuat perdamaian, sedang jang kedua memperbesar bahaja
perang agresi.
Kaum Komunis Indonesia memperdjuangkan perdamaian
kongkrit, jaitu perdamaian sebagai usaha bersama antara
negeri kubu sosialis, perdjuangan pembebasan nasional, klas
buruh di-negeris kapitalis dan kekuatan progresif lainnja
melawan imperialisme, djadi bukan perdamaian jang abstrak,
jang hanja ada dalam angan' sebagai hasil mem-baguskan
kaum imperialia.
Sesudah adanja perdjandjian ini gerakan perdamaian dunla mengalami kelumpuhan, pertjobaan nuklir dibawah tanah
jang terus-menerus dilakukan AS tidak mendapat perlawan-
an samasekali karena dibolehkan oleh perdjandjian tersebut diatas. Karena perdjandjian ini hanja tegas melarang pertjobaan nuklir diatmosfir, diangkasaluar dan dibawah air, maka hal-hal lainnja seperti pertjobaan nuklir dibawahtanah, pembikinan, penimbunan, penjebaran dan penggunaan sendjata' nuklir mendjadi sesuatu jang tidak terlarang. Lui berarti memberi sendjata baru bagi imperialis dan kaki- tangan²nja untuk melumpuhkan gerakan perdamaian. Djika tidak dikatakan anti-perdamaian, se-kurangnja
perdjandjian tsb. telah menjulitkan gerakan perdamaian.
Oleh karena itulah kita berpendapat lebih baik perdjandjian tersebut tidak ada samasekali. Lebih* lagi tidak tepatnja perdjandjian tersebut, karena ia telah menambah tadjam pertentangan dalam GKl dan antara negeria sosialis. Tidak seorangpun jang berfikiran sehat bisa membantah bahwa hal ini melemahkan perdamaian. Kita sangat menjesalkan, bahwa tidak diadakan kon- sultasi dan sikap bersama terlebih dulu antara semua negeri sosialis sebelum perdjandjian jang begitu penting diadakan antara Uni Sovjet dengan AS dan Inggris. Setia pada Seruan Stockholm dan pada Program PKI senái- ri kaum Komunis Indonesia tetap menuntut agar semua sendjata nuklir dibuang kelaut dan diadakan pelarangan total jang disertai kontiol efektif atas segala pertjobaan sendjata nuklir, atas pembuatan, penimbunan dan penggunaan sendjata' nuklir. Pernjataan Moskow 1960 telah enegaskan bahwa imperialisme AS adalah ,,kekuatan pokok dari agresi dan perang", bahwa ia adalah agresor dan provokator perang. Dengan perdjandjian trinegara nuklir ini ditjobalah untuk meng- hilangkan tampang djelek AS: Perdjandjian trinegara nukiir tanggal 5 Agustus 1963 itu memberi wadjah baru kepada AS, wadjah ,tjinta üamai", bukan agresor", bukan intervensi- onıs", dsb. Ini tidak tjotjok dengan kenjataan' dimanapun di- dunia, di AAA, di Asia Tenggara dan di Indonesia sendiri. Int merupakan hambatan besar dalam usaha meningkatkan ko- sedaran politik massa Rakjat. Dalam hubungan dengan persoalan nuklir ini kita ingin menegaskan sikap kaum Komunis Indonesia terhadap sendjata nuklir. Kita berpendirian bahwa hukum penkembang- an masjarakat tidak berubah. Walaupun penemuan tenaga
nuklir dapat mempengaruhi perkembangan tenaga' produktif masjarakat, namun masjarakat tetap berkembang ber- dasarkan hukum penjesuaian hubungan produksi dengan watak tenaga produktif jang dinjatakan dalam perdjuangan klas. Jang melakukan perdjuangan klas adalah manusia, jang mentjiptakan, menggunakan dan mengembangkan per- kakas produksi dan sendjata adalah manusia, oleh karena itu manusialah jang menentukan dalam perkembangan masjarakat. Kita semua tahu akan dajarusak sendjata nuklir. Dengan alasan dajarusak jang besar inilah kaum imperialis dan kaum evisionis menggunakan sendjata nuklir untuk menakut- nakuti Rakjat jang berdjuang untuk membebaskan diri dari penindasan kolonial dan penghisapan. Mereka melakukan santase ataù gertak nuklir. Mereka jang lemah djiwa telah mendjadi mangsa gertak nuklir dan achirnja menjerah diri kepada imperialis. Rakjat revolusioner tidak mau berkapitulasi terhadap gertak nuklir kaum imperialis dan menolak pendewaan atas gendjata nuklir, mereka mengutuk kultus nukiir. Perdjuangan bersendjata jang sudah ditempuh oleh Rakjatª berbagai negeri untuk merebut kemerdekaan nasional dari tangan imperialis harus didorong dan tidak boleh dikendorkan dengan alasan bahwa perdjuangan bersendjata itu akan bisa menim- bulkan perang lokal jang ,bisa berkembang mendjadi perang nuklir". Penelandjangan imperialisme AS sampai bulat se- bulatnja oleh kaum revolusioner jang berdjuang melawan imperialisme tidak seharusnja dikendorkan dengan alasan bahwa ketjaman terhadap AS akan memperuntjing hubungan jang bisa mengakibatkan. tertjetusnja perang nuklir" jang akan menghantjur-luluhkan dunia dan mem- bikin manusiaa mendjadi tjatjat". Kultus nuklir ini adalah berbahaja sekali, apalagi djika ditambah dengan kultus Kennedy" atau sebangsanja. Ia melumpuhkan daja-djuang melawan imperialisme dan sangat memperleman peruju- angan untuk kemerdekaan nasional dan perdamaian. Kuitus nuklir ini mendjadi lebih dipupuk lagi olen perdjandjian trinegara nuklir. Untuk menolong diri sendiri dan sistimnja dari desakan kuat dan membadai daripada perdjuangan Rakjat* diseluruh dunia untuk kemerdekaan nasional dan pembebasan dari penghisapan, pemerintah AS dewasa ini memainkan politik muka dua, muka perang dan muka ,damai". Kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia tidak sudi ikut memulas-putih- kan, mempoles dan memvernis muka djahat kaum imperialis
Rakjat Indonesia tetap mengibarkan tinggi pandji militan- nja : Kita tjinta damai tapi lebih tjinta kemerdekaan." Siapa sadja jang ikut menggambarkan AS dan tokoh ne- gara ini sebagai pentjinta damai melakukan penghinaan ka- sar terhadap Rakjat Vietnam Selatan, Kuba, Korea, Dje- pang, Kambodja dan Rakjat dimanapun didunia ini. Lewat perdjandjian trinegara nuklir di Moskow imperialis AS ber- hasil, walaupun hanja untuk waktu sangat singkát, menam- pakkan muka ,,damai"nja. Oleh karena itulah, sekali lagi, perdjandjian trinegara Moskow lebih baik tidak ada samasekali. Adanja perdjandjian tsb telah membantu menjelamatkan muka buruk imperialis AS, walaupun hanja untuk waktu jang sangat semen- tara. Rakjat* jang tjinta kemerdekaan dan perdamaian sedjati tidak bisa dikelabui matanja dengan politik muka damai" imperialis, dan akan terus membentji dan mengganjang imperialis. Ini pendirian lebih dari 90% Rakjat sedunia, se- kalpun masih banjak pemerintah² didunia jang tidak ber- penuirian demikian. Ini tidak mengherankan karena bagian jang sangat terbesar dari pemerintah dunia dewase ini adalah pemerintah kapitals. Kaum Komunis Indonesia menjatu- kan diri dengan lebih dari 90% Rakjat' seaunia ini.
- MASJARAKAT KOMUNIS HANJA DAPAT DI-WUDJUDKAN DJIKA IMPERIALISME SUDAH LENJAP DARI MUKA BUMI
Diatas sudah ditegaskan betapa salinghubungannja per djuangan revolusioner Rakjat disatu negeri dengan Rakjat di-negeris lain, djuga betapa salinghubungannja pembangun- an Sosialisme di-negeria sosialis dengan perdjuangan revolusioner Rakjat² untuk kemerdekaan nasional dan menentang kapital dimanapun didunia ini. Dari segi intern negeri² kubu sosialis mempuajal segala sjarat untuk membangun Sosialisme dan Komunisme. Tetapi dari segi extern, selama masih ada kepungan imperialisme, apalagi kepungan jang intensif dan agresif sifatnja seperti dewasa ini, maka usaha² untuk mendjamin keamanan Sosialisme disatu negeri, apalagi disemua negeri kubu sosialis, me- merlukan suatt perdjuangan klas jang ulet, baik dalam melawan musuh extern maupun dalam meiawan geujala bur- djuis didalam masjarakat sosialis sendiri jang timıbul baik dari sisa² masjarakat lama maupun dari pengaruh atau usana dari luar. Djika tidak dilawan setjara teguh, gedjaia itu bisa menjebabkan timbuinja antagonisme kias jang membahaja-
kan pembangunan sosialis. Negeri sosialis manapun tidak berada diluar aunia jang masih ada imperialisme. Antara kemenangan Sosialisme disatt negeri dengan ke-
menangan revolusi sosialis sedunia ada hubungan takter-
pisahkan. Revolusi sosialis jang sudan menang disatu negeri tidak boleh didjadikan sebagai kesatuan jang sudah men- tjukupi diri dan terpisah, tetapi harus didjadikan pembantu atau alat untuk mempertjepat kemenangan revolusr' di- negeri² lain. Lenin menegaskan hal ini dengan se-terangnja ketika ia mengatakan bahwa revolusi jang sudah mnenang na- rus melakukan segala jang mungkin dengan se-kuat'nja disatu negeri g u n a mengembangkan, menjokong dan mem- bangkitkan revolusi disemua negeri." (W.I. Lenin, Revolus Proletar dan Renegat Kautsky, Selected Works, Vol. II, Part 2, penerbitan FLPH 1952 hal. 105). Revolusi jang sudah
menang harus membantu memenangkan revolusi lain untuk
mendjamin langgengnja kemenangan revolusi itu. Tentang int sekali lagi kita memindjam kata' Lenin: Kepentingan' per-
djuangan proletar disatu negeri harus disubordinasikan ke-
pada kepentingan-kepentingan perdjuangan itu pada skala
dunia". (W.I. Lenin The National Liberation Movement in the East, halaman 254). Revolusi sosialis sudah menang diberbagai negeri dan
sudah terbentuk kubu sosialis jang kuat. Dalam nubungan
dengan hal' tersebut diatas, dalam keadaan dunia dewasa ini
dimana imperialisme dalam sekaratnja menundjukkan sifat'
agresif jang kuat dan melakukan usaha jang terusmenerus untuk menggerowoti kekuasaan sosialis dan menuorong res-
torasi kapitalisme melalui apa jang mereka namakan ,evolusí damai", maka timbuliah persoalan apakah masjarakat
Komunis jang sungguh, djadi bukan jang palsu, bisa di-
wudjudkan disesuatu negeri selama masih ada imperialisme
didunia. Persoalan ıni kita adjukan dalam rangka perdjuangan universil guna memenangkan revoiusi Rakjat untuk kemerdekaan nasional dan revolusis sosialis serta djuga untuk mempertjepat sampainja umatmanusia kepada uasja- rakat Komunis. Pangkal pendirian kita mengaijukan soal ini samasekali berbeda dari kaum trotskis jang nenentang Lenin tentang kemungkinan memenangkan Sosialsme disatu negeri selagi masih ada kapitalisme. Bagi kita mengenaı Sosialisme disatu negeri tidak ada persoalan. Jang kita per- soalkan jalah masjarakat Komunis disatu negerı atau dibe- berapa negeri selama masih ada imperialisme. Dilihat dari segi intern, sudah barang tentu Rakjat di- negerr sosialis mempunjai kewadjiban untuk terus mengembangkan dan mempenkokoh ekonomi sosialisnja, terus me-
ningkatkan taraf hidup dan taraf kebudajaan Rakjat masing-masing negeri. Difihak lain, segi externnja masih tetap aria dan tidak boleh diabaikan. Masjarakat Komunis hanja dapat diwudjudkaa jengan tingkat perkembangan tenaga produktif jang tinggi sekali, jang dapat memproduksi barang-barang keperiuan hidup ber-limpahs supaja dapat sungguh melaksanakan prinsip: ,setiap orang bekerdja menurut kemampuan, setiap orang menerima menurut kebutuhan". Untuk ini diperlukan kegiat- an', tenaga dtan dana jang sungguh amat besar, Adanja antjaman imperialis dibidang militer dau ideo- logi mengharuskan Rakjata semua negeri sosialis memperkuat se-kuat²nja negara proletariat sebagai alat terpenting untui mendjalankan perdjuangan mengganjang imperialisıne dalain skala đunia dan untuk menindas sisa pengaiun kias burdjuis didalamnegeri. Ini berarti bahwa tidakiah mungkin, tidaklah bertanggungdjawab dan tidaklah sesuai dengan semangat internasionalisme proletar untuk sudah mempersoalkan se- tjara praktis tentang masjarakat Komunis disatu atau dibe- berapa negeri selama masih ada imperialisine didunia. Ba- jangkanlah, disatu atau beberapa negeri maanusia herusaha mati²an supaja mereka sendiri pisa hiuup uengan produiksi materil jang ber-limpah, masung pekerdja menurut ke- mampuannja dan menerima menurut kebutuhannja - đan dalam masjarakat modern kebutuhan manusia luarbiasa banjaknja sedangkan dibagian jaug saugat oesai aar negeria didunia masin terdapat pangsa jang didjadjan dan. majoritet daripada Rakjat masih nidup tertinuas serta papa an seugsara. Seandainja jang demikian itu bisa ditjapai, maka kita pertanja: dimanakan pengsuvordinasian perujuangau proletar jang sudah menang kepada kepentingan perdjuangan proletar pada skala dunia, dimanakah kesanggupan dan kerelaan memberikan pengorbanan nasional jang se- besar'nja daripada nasiona jang sudan mentjapai kemenangan atas burdjuasi guna kepentingan mengguingkan kapital internasional? Adanja neyara sosialis menundjukkan masih adanja klas jang bermusunan dan masih adanja perdjuangan kias. Lémn mendjelaskan bahwa Sosialisme berarti pengnapusan klast" dan untuk menghapuskan klas' maka tugas jang paling sukar bukannja menggulingkan tuantanah dan kapitalis. tapi menghapuskan perbedaan antara buruh dengan petani, ja- itu mendjadikan mereka semuanja buruh". Tugas terachir ini memerlukan waktu jang sangat lama. Lenin kemudian menandaskan: Bila klas lenjap diktatur akan mendjadi tidak perlu. Tanpa diktatur proletariat klas tidak akan le-
njap". (W.I. Lenin, Ekonomi dan Politik Selama Masa Dik- tatur Proletariat, penerbitan Pembaruan", halaman 17-18 dan 23). Mengabaikan hal ini berarti mengabaikan adjaran Lenin jang terpenting mengenai negara. Tidak dapat dibantah bahwa masih adanja antjaman agresi, intervensi dan subversi imperialis — dan antjamanª ini tidak akan berhenti selama masih ada imperialisme be- tapapun imperialisme dan tokoh²nja di-baguskan oleh kaum revisionis — sangat membatasi negeri sosialis dalam membangun ekonominja, karena : Pertama, bagian jang sangat besar dari pendapatan nasional harus digunakan untuk keamanan negara, untuk membangun dan memelihara pertahanan nasional jang kuat dan paling modern. Ini sangat membatasi dana untuk membangun projek² raksasa guna mengembangkan tenaga* pro- duktif se-tingginja jang mutlak diperlukan guna mempro-Juksi barang jang me-limpah banjaknja. Djuga karena pertimbangan keamanan, misalnja kemungkınan akan terdja- dinja bombardemen oieh imperialis, keleluasaan membangun projeka raksasa mendjadi terbatas. Apalagi kalau diingat bahwa negeri sosialis jang sudah madju harus membantu tanpa pamrih negeri sosialis jang belum madju guna memoderni- sasi pertahanan negeri mereka, karena jang harus diselamat- kan jalah seluruh kubu sosialis. Kedua, keharusan membantu dan menjokong sepenuhnja perdjuangan untuk memenangkan revolusi* negeri lain baik demi kepentingan mengkonsolidasi kemenangan revolusi negeri sosialis sendiri maupun dalam rangka tugas harus sanggup dan rela memberikan pengorbanan nasional se- besarnja deinı kepentingan mengguiingkan kapital internasional". Negeria sosialis harus membautu tanpa tjadang- an dan tanpa pamrıh perdjuangan revolusioner Rakjat dinegeri* lain, termasuk perdjuangan pembebasan nasional Rakjat AAA. Ketiga, pengaruh ideologi jang datangnja dari negara imperialis. Hal ini tentu hanja dapat diatasi apabila ada Partai Marxis-Leninis jang sedjati, jang terusmenerus me- lakukan pendidikan revolusioner dikalangan massa Rakjat. Kenjataan dewasa ini menundjukkan bahwa karena ke- lengahan, kurang kewaspadaan, kurang kesedaran terhadap antjaman* imperialisme, dan kurang teguh berpegang pada motor revolusi dunia — jaitu perdjuangan klas — karena fikiran revisionis modern, maka Sosialisme jang sudah di- tjapai bisa dibahajakan, dirongrong oleh sisa kapitalisme atau oleh benih³ baru daripada kapitalisme,
Oleh karena itu, tugas pokok pembangunan ekonomi dinegeri-negeri sosialis seharusnja jalah mengkonsolidasi ekonomi sosialis lebih landjut dan memperkuat negara proletariat. Inilah program jang objektif. Kaum imperialis tentu tidak senang diperkuatnja negara proletariat, tetapi kaum Komunis tidak memerlukan pudjian dari kaum imperialis. Program pembangunan masjarakat Komunis dalam ke- adaan dunia dewasa ini, dimana masih terdapat imperialisme didunia, adalah program jang subjektif dan program demikian melemahkan gerakan revolusioner daiam skala dunia. Apa sebabnja ? Pra-sjarat bagi pembangunan masjarakat Komunis adalah perdamaian, sedangkan kenjataan dunia sekarang masih menghadapi dua kemungkinan, kemungkinan damai dan kemungkinan perang. Akibat daripada program subjektif tentang pembangunan Komunisme jalah mengide- alisasi situasi internasional sekarang. Kaum imperialis dan tokoh²nja jang haus perang dan agresif, jang äi-mana² meng- adakan intervensi, subvensi dan agresi di-bagus2kan se-olan mereka tjinta damai" dan ,berfikiran sehat". Mengideali- sasi kaum imperialis setjara begini satu dan takterpisahkan dari program subjektif pembangunan Komunisme, karena kalau kaum imperialis tidak mau damai" maka lenjaplah dasar untuk adanja program sematjam itu. Program jang subjektif mengakibatkan penilaian mengenai situasi dan tindakan² jang subjektif pula, sehingga wadjarlah timbulnja keruwetan, demoralisasi dan kekatjauan* dalam barisan® ter- tentu daripada GKI, dalam gerakan revolusioner klas buruh dan Rakjat sedunia. Dengan program subjektif ini kontradiksi antara Sosialisme dengan imperialisme mendjadi dikaburkan dan ilusi di- timbulkan bahwa imperialisme akan mati dengan sendirinja apabila ekonominja sudah diungguli oleh negeri sosialis. Dengan demikian nasib umatmanusia mendjadi dipermainkan. Program pembangunan masjarakat Komunis disesuatu negeri sosialis tidak hanja bersifat merintangi perkembang- an gerakan revolusioner Rakjat² sedunia, tetapi djuga merintangi pembangunan sosialis jang baik dinegeri sosialis itu, sebab program demikian djuga melemahkan ideologi Rakjat pekerdja dinegeri sosialis jbs. Kesedaran politik Rakjat mendjadi merosot dan semangat berdjuangnja mendjadi kendor, karena mereka dididik hidup dalam fatamorgana, kepada mereka dibajangkan jang tidak benar mengenai imperialisme dan perdjuangan klas dalam skala dunia. Sudah tentu program jang subjektif itu djuga sangat mengendorkan so- lidaritet internasional dari Rakjat pekerdja dinegeri sosialis
jang membangun Komunisme" itu, karena mereka sengadja
atau tidak disengadja dididik dalam semangat untuk hidup
memisahkan diri dari kesengitan perdjuangan klas dan mem-
bangun masjarakat Komunis" untuk sendiri, Mereka biss menjesali perdjuangan revolusioner di-negeri lain dengan alasan bisa membahajakan" usaha mereka membangun Komunisme". Kelemahan ideologi dan kemerosotan kesedar- an politik lebih men-djadi lagi djika ditambah dengan sikap tidak kritis terhadap pernjataan' dekaden kebudajaan bur- djuasi dan dengan semangat egoisme negara besar. Berhubung dengan hal ini pula perlu diperhatikan bahwa pun pembangunan sosialis diberbagai negeri sosialis sedang mengalami berbagai udjian. Pembangunan sosialis dimana- pun sampai sekarang ini masih dalam experimen. Semua negeri sosialis, baik jang sudah ada maupun jang akan ada, menghadapi tantangan restorasi kapitalisme. Pengalaman semua negeri sosialis membuktikan tepatnja peringatan Lenin jang mengandung kewaspadaan jang tinggi bahwa Per- alihan dari kapitalisme ke Komunisme merupakan suatu zaman seljarah jang lengkap. Selama zaman ini belum ber- achir, kaum penghisap dengan tiada terelakkan terus-menerus mengharapkan restorasi an harapan ini diubah mendjadi pertjobaan-pertjobuan untuk mengadakan restorasi". (W.I. Lenin, Revolusi Proletar dan Renegat Kautsky, Selected Works, Vol. II, Part 2, hal. 61). Gedjala seperti adanja tanda restorasi kapitalisme, disproporsi antara produksi dengan pasar, antara industri dengan pertanian, antara industri nuklir dengan industri biasa dan antara perkembangan ekonomi dinegeri sosialis jang satu dengan negeri sosialis jang lain membutuhkan perhatian penuh agar bisa segera diatasi. Tak dapat disangkal, bahwa kekuasaan sosialis dengan alatnja jang paling ampuh, jaitu diktatur proletariat, sepenuhnja mampu untuk mengatasi gedjala itu, lain halnja dengar krisis jang timbui setjara periodik dalam ekonomi kapitalis jang merupakan aspek integral dari sistim kapitalis itu sendiri. Tetapi kalau sesuatu negeri sosialis sudah ber- bitjara tentaag pemnbangunan Komunisme, sedangkan gedjala' jang demikian itu ternjata belum teratasi, sikap itu tak lain adalah sikap subjektif dan berarti memperlemab kemampuan untuk lulus dalam udjian jang sedang díalami itu. Kita adjukan hal diatas bukan karena ingin mentjampuri program Partai Komunis sekawan. Djuga bukan karena kita tidak ingin tjepat ada masjarakat Komunis didunia, se- baliknja djustru karena kita ingin melihat diwudjudkannja
masjarakat Komunis daiam masa jang paling tjepat menurut ukuran sedjarah masjarakat. Tetapi djalan jang paling dekat untuk sampai kemasjarakat demikian, bukannja dengan membikin dan melaksanakan program pembangunan Komunisme jang subjektif sekarang ini, tapi djustru dengan meninggalkannja dan mengerahkan segenap tenaga untuk membangun Sosialisme jang baik dan mengganjang imperialisme dengan kekuatan maximal. Djalan jang lebıh dekat untuk sampai kemasjarakat Komunis tidak ada, ketjuali samasekalı menghantjurkan lebih dahulu imperiaiisme diseluruh permukaan bumi. Dengan mengadjukan fikiian diatas, sekaligus kita mengo- reksi fikiran jang pernah ada dikalangan kaum Komunis Indonesia teniang adanja kenungkinan terbentuknja masjarakat Komunis disatu atau dibeberapa negeri selagi imperialisme masih bertjokol. Kita tidak ingin memaksakan pen- dapat kita pada Partai Komunis iaun, tetapi kita harja munta difahami mengapa kita menganggap tidak tepat program membangun masjarakat Komumus Jalam dunia jang masih ada imperialisme.
- GERAKAN KOMUNIS INTERNASIONAL
Kawan jang tertjinta l Beberapa bulan jang lampau Partai kita telah mengirim- kan sebuah delegasi persahabatan kebeberapa negeri sosialis, jaitu ke Uni Sovjet, Kuba, Repubik Demokrasi Djer- man, RRT dan Republik Rakjat Demokratis Korea daz telah mengadakan pembitjaraan bersahabat dengan pimpin- an Partar Komunis di-negeri tsb. Mengenai pemtijaraan itu, jang titikberatnja inengenai GKl, sajə, atasnamua delegasi telah memberi laporan* kepada Politburo dan kepada rapat kader tgl. 29 September 1963. Saja tidak akan meng- ulangi segala apa jang sudah saja laporkan itu. Paua kesempatan ını saja hanja menekankan beberapa hal, terutama mengenai perlunja kita lebıh teguh lagi menper- tahankan sikap bebas dan samaderadjat atau haksama dalam hubungan dengan Partai Komunis dan Buruh negeris lain. Sikap ini bukan hanja telah membantu kita dalam menentukan sikap jang tepat terhadap berbagai persoalan GKI, tetapi djuga telah membikin Partai kita lebih mudah difahami oleh massa Rakjat Indoncsia. Dengan sikap bebas dan samaderadjat ini kita telah mendjadi lebih krilis terhadap persoalan GKI dan telah mendorong kita untuk lebih menjatupadukan barisan Fartai dengan porsoalan' kongkrit
revolusi Indonesia dan dengan massa Rakjat Indonesia, Ber- kat sikap jang tepat ini pengaruh buruk daripada pertentangan dalam GKI tidak merembes kedalam Partai kita, dan malahan pertentangan itu telah mendjadi Universitas Marxisme-Leninisme" bagi barisan Partai kita. Kita bukan hanja tidak melarang tapi malahan mengandjurkan kepada anggota' Partai kita supaja mempeladjari pendirian jang bertentangan dari Partai² Komunis dan Buruh, sudah tentu mempeladjarinja dengan kritis dan dengan tudjuan untuk mempertjepat kemenangan Revolusi Indonesia dan Revolusi Dunia. Selain daripada itu, kita telah menjimpulkan bahwa GKI sekarang sedang mengalami seleksi, kristalisasi dan kon- solidasi, dan bahwa dalam GKI sekarang terdapat 4 tipe Partai Komunis dan Buruh, jaitu: (1) jang Marxis-Leninis;
(2) jang pimpinannja dikuasai oleh kaum revisionis, tetapi didalamnja terdapat oposisi Marxis-Leninis; (3) jang sudah sepenuhnja dikuasai kaum revisionis, dan eranga Marxis-Leninis jang sudah dipetjat telah membentuk lingkaran* Marxis-Leninis; (4) jang sepenuhnja dikuasai kaum revisionis dan sudah didampingi oleh Partai Komunis jang baru. Partai kita termasuk tipe pertama. Partai kita tidak boleh mentjampuri kehidupan intern Partai lain, Tetapı Partai kita tidak mungkin berdiam diri djika Partai Komunis dibanjak negeri sudah main petjat, dibanjak negeri sudah berdiri lingkaran² Marxis-Leninis dan malahan diberbagai negeri sudah berdiri Partai-partai Marxis-Leninis jang baru, karena kita dalam pergaulan antar Partai² Komunis sedunia akan berhubungan dengan matjam lingkaran dan Partaia itu. Kita kaum Komunis Indonesia akan terus bersikap seobjektif mungkin terhadap diferensiasi dan seleksi jang sedang terdjadi didalam Partai² Komunis dibanjak negeri de- wasa ini, dan dalam nal ini pegangan kita jalah Marxisme-Leninisme, internasionalisme proletar dan prinsipª revolusioner dari Dekiarasi Moskow 1957 dan Pernjataan Moskow
1960. Partai kita akan bersikap seobjektif mungkin dan sesa- bar mungkin dalam menjeiesaikan perbedaan* pendapat jang timbul dalam GKI dan dalam mengurus hubungan bilateral kita dengan Partai* sekawan. Bersamaan dengan itu kita akan mendjelaskan se-djelasnja pendirian kita. Kebenaran sikap bebas dan samaderadjat kita sudah ter- udji dalam praktek. Tetapi, walaupun demikian kita harus
terusmenerus me-negaskan sikap ini, baik didalam Partai dan kepada massa Rakjat didalamnegeri maupun kepada Partai dan klas huruh sedunia. Didalam Partai harus di- tegas²kan untuk membangkitkan dajakreatif massa anggota Partai dalam mentrapkan kebenaran universil Marxisme-Leninisme pada praktek kongkrit revolusi Indonesia. Kepada massa Rakjat diluar Partai perlu di-tegaskan supaja djeles bagi mereka posisi kita dalam soal GKI dan bahwa persoalan GKI adalah djuga soal massa Rakjat Indonesia, chususnja bahwa melawan revisionisme bukan hanja soal kaum Komunis, tetapi soal semua patriot jang berdjuang melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme. Kepada Partai² sekawan dan klas buruh sedunia harus kita djelaskan sikap ini guna memudahkan salingmengerti dan kalau ada perbedaan pendapat, tidaklah disebabkan oleh karena salahfaham, tetapi memang berdasar perbeaaan pendapat jang sungguh. Kaum reaksioner dalamnegeri, mulai anasir DI sampai kaum kapitalis birokrat, dalam pertjobaannja menjangkal" sikap bebas PKI suka mengatakan bahwa PKI bersikap tidak kritis terhadap Moskow", ,PKI mengekor Peking", tetapi bersamaan dengan itu mereka djuga berkata bahwa PKI sudah mendjadi nasionalis", dsb. Mereka mendjadi katjau sendiri! Tetapi sikap bebas PKI berbitjara sendiri, makin lama ia makin dibenarkan oleh massa Komunis, dan oleh kaum revolusioner non-Komunispun makin dihargai dan dihormati. Setelah kaum reaksioner, seperti terbangun dari tidurnja sewaktu matahari sudah tinggi, menjedari bahwa PKI memang bersikap bebas dan kritis dalam mengambil pengalaman' Partai Komunis dan Buruh negeriº lain, dan lebiha setelah mereka menjedari bahwa sikap bebas dan kritis PKI itu meng- untungkan Revolusi dan Rakjat dan sebaliknja merugikan kontra-revolusi dan musuhª Rakjat lainnja, maka setiap perbedaan sikap antara PKI dan PKUS (misalnja dalam hal mengritik atau tidak mengritik revisionisme Jugoslavia, membantu atau tidak membantu pemerintah Nehru, menjokong atau tidak menjokong perdjandjian trinegara tentang la- rangan terbatas pertjobaan sendjata nuklir) digunakan oleh musuh Rakjat dengan tudjuan supaja PKI bersikap jang sebaliknja, jaitu supaja PKI bersikap tidak kritis dan tidak bebas. Lihatiah — sekarang musuh' Rakjat itu jang meng-hasuta PKI supaja mengekor..! Sekali lagi, mereka mendjadi bingung sendiri. Demikian ampuhnja sikap bebas PKL
Tidak. PKI tidak akan melepaskan slkap bebasnja, sekarang tidak dan kapanpun tidak. Seperti sudah ber-kali kita terangkan dan buktikan dengan kenjataan, sikap ini bukan hanja menguntungkan gerakan kiri di Indonesia, tetapi djuga menguntungkan seluruh nasion jang kini sedang dalam perdjuangan hidupmati melawan imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme. Diantara kaum Komunis diluarnegeripun ada jang tidak begitu gembira dengan sikap bebas PKI. Bahkan — baik- lah tidak saja sembunjikan — ada kawana diluarnegeri jang menuduh PKI nasionalistis". Mereka menganggap sembojan meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme" itu sebagai sembojan jang bertentangan dengan Marxisme-Leninisme. Saja tidak suka kepada tjara otoriter jang sedikit mengatakan kalau Lenin masih hidup tentu Lenin membenarkan kami", dsb., tetapi karena jang kami Indonesiakan itu Marxisme-Leninisme dan bukan jeng lain, dan karena praktek membuktikan bahwa hal ini hal jang baik dan berguna, kamipun bertanja : Seandainja Marx, Engels dan Lenin masih hidup, apakah mereka bersedih atau berbahagia djika Partai-Partai Komunis mentrapkan adjaran-adjaran mereka setjara setia dan kreatif? Untuk diapakan itu Marxisme-Leninisme djika ia d Indonesia tidak d-Indonesiakan, di India tidak di-Indiakan, di Australia tidak di-Australiakan? Lalu apa jang dimaksud- kan Lenin bahwa adjaran Marxisme harus diterdiemah- kan", kalau bukan djustru pemaduan kebenaran umumnja dengan praktek kongkrit revoiusi sesuatu negeri? Dengan meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme kaum Komunis Indonesia sekaligus melawan revisionisme, baik modern maupun klasik, dan melawan dogmatisme, baik modern maupun klasik, Kawan diluarnegeri jang tidak begitu gembira dengan sikap bebas PKI sering mengatakan bahwa PKI dalam soal dalamnegerı luwes, tetapi dalam soals internasional ketat". Kawan' itu mengatjaukan antara dua matjam kon- tradiksi. Terhadap siapa PKI bersikap luwes dan terhadap siapa PKI bersikap ketat? PKI bersikap luwes terhadap sekutu* PKI dalam front nasional — apakah ini salah? PKI bersikap ketat terhadap musuh Rakjat jaitu kaum imperialis Amerika Serikat dan kaum imperialis lainnja apakah ini salah? Ja, PKI djuga bersikap ketat terhadap musuh-musuh Rakjat didalamnegeri, seperti terhadap tuan Hatta, Sukiman, Sjahrir, Natsir, Kartosuwirjo dll. — apakah ini djuga salah? Ataukah kawan' itu barangkali meng- hendaki supaja PKIberbalik-kanan-djalan", bersikap ketat
terhadap sekutu³ dalam front aasional, dan bersikap luwes terhadap musuh Rakjat didalamnegeri dan terhadap kaum imperialis? Kalau memang ini jang dikehendaki, maka PKI, maaf sadja, tidak bersedia mengikuti nasehat demikian, karena nasehat itu akan mendjerumuskan revolusi Indonesia, karena nasehat itu mengandjurkan avonturisine dalam front persatuan nasional dan mengandjurkan kapitulasi terhadap musuh' Rakjat didalamnegeri dan terhadap imperialisme! Dalam menghadapi soal' dalam GKI, PKI dari semula sampai sekarang dan seterusnja bersikap konsekwen. F berpegangteguh pada Marxisme-Leninisme, pada internasio- nalisme proletar, pada prinsip' revolusioner Dekiarasi Moskow 1957 dan Pernjataan Moskow 1960. Dari polemik GKI belakangan ini dapat diketahui, bahwa diskusi diantara Partai Komunis dan Buruh tidak hanja terdjadi di Moskow ditahun 1957 dan 1960, tetapi djuga di- tempat lain, misalnja di Bukares, djuga ditahun 1960. Orang dapat meneliti sikap° jang diambil utusan" PKI dalam per- temuan itu, dan tidak dalam satu halpun PKI bersikap tidak konsekwen. PKI konsekwen dalam penilaiannja terhadap Stalin, jaitu bahwa walaupun Stalin telah melakukan kesalahan tertentu, tetapi ia tetap seorang Marxis-Leninis jang besar, jang djasanja terhadap pembangunan Sosialisme di Uni Sovjet, penglikwidasian trotskisme, peng- hantjuran fasisme daiam Perang Dunia H, pembelaan dan pengembangan teori Marxisme-Leninisme setjara kreatif, dan terhadap gerakan klas buruh internasional umumnja tidak ternilai besarnja. PKI konsekwen dalam sikapnja terhadap Albania, jaitu menganggap Albania sebagai negara sosialis dan Partaí Buruh Albania sebagai Partai Marxis-Lenınus dan maka itu setiap pengetjaman, apalagi jang terbuka, terhadap Albania dan PEA adalah tidak tepat. PKI djuga kcnsekwer dalam sikapnja terhadap revisionisme Jugoslavia, jaitu bahws seperti dikatakan Pernjataan Moskow 1960 Liga Komunis Jugoslavia itu adalah pengchiarat terhadap Marxisme-Leninisme jang melakukan kegiatan' subversif terhadap kubu sosialis dan GKI dan maka itu perlawanan terhadapnja merupa. kan tugas wadjib bagi setiap Partai Marxis-Leninis. Dan dalam semua hai lainnja PKI bersikap konsekwen. Baru' ini kita merajakan ulangtahun ke-II dimaklum- kannja Pernjataan Moskow, tepatnja pada hari 11 Desember jang lalu. Kita hanja bisa bergembira bahwa praktek revolusioner selama 3 tahun ini, di Asia, Afrika, Amerika Latin dan dipendjuru dunia jang manapun, membuktikan
bahwa Pernjataan itu benars tahan udji, tepat dan mengl- hami. Djika kita benar berpegangteguh pada Pernjataan itu, berpegangteguh pada isi dan semangatnja jang revolusioner. berpegangteguh dalam kata dan perbuatan, dan tidak setjara liberal dan anarkis merevisi sendiri bagian ini atau bagian itu daripadanja, maka persatuan Marxis-Leninis dalam GKI bisa ditegakkan dan GKI sebagai gerakan jang paling perkasa dizaman kita ini bisa dipimpin madju merebut satu kemenangan demi satu kemenangan. eadaan GKI sekarang tidak gelap dan kapanpun tidak akan gelap. Dewasa ini, walaupun ada perbedaan² pendapat jang serius dalam GKI, tapi disemua negeri bersinar tjahaja Marxisme-Leninisme. Ada tjahaja jang besar dan ada tjahaja jang ketjil; gelap se-mata' tidak ada. Biarpun betapa ketjilnja tjahaja Marxisme-Leninisme disesuatu negeri, ia adalah satunja tjahaja bagi seluruh Rakjat pekerdja di- negeri itu. Oleh karena itulah tidak ada alasan samasekali untuk pesimis. Alasan penuh bagi kita untuk mengibarkan tinggi² pandji optimisme revolusioner dalam GKI sekarang ini. Bagaimana tentang kemungkinan' pertemuan internasional Partai Komunis dan Buruh? Tentang ini kita tetap berpendapat bahwa pada satu waktu jang tepat setelah me- lalui persiapan jang tjukup, pertemuan demikian pasti akan dilangsungkan. Dalam keadaan dimana pada dewasa ini perundingan bilateral belum tjukup dilakukan untuk mentjapai penjelesai- an mengenai perbedaan' pendapat antara sementara Partais Komunis, misalnja antara PKÚS dan PKT, maka kita berpendapat perundingan' bilateral harus diteruskan sebelum melangsungkan perternuan internasional semua Partai. Kita ingin supaja pertemuan internasional Partai Komunis dan Buruh memperkuat gerakan Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, dan memperkuat serta memperkembangkan prinsip revolusioner dari Deklarasi dan Pernjataan Mosiow. Kita tidak ingin pertemuan internasional memperlemah semuanja ini. Sambil menunggu tibanja waktu jang baik untuk meng- adakan pertemuan internasional Partai F'omunis dan Buruh, Partai Komunis Indonesia akan terus mengganjang revisionisme dengan mengibarkan tinggi 6 pandji, jaitu: (1) pandji Marxisme-Leninisme melawan revisionisme; (2) pandji revolusi melawan kapitulasi; (3) pandji perdamaian kongkrit melawan perdamaian abstrak; (4) pandji interna-
sionalisme proletar melawan egoisme negara besar; (5) pandji persatuan melawan perpetjahan; dan (6) pandji optimisme revolusioner melawan pesimisme. Mengibarkan 6 pandji ini berarti: (1) kita setia dalam kata' dan perbuatan pada Marxisme-Leninisme dan internasionalisme proletar, pada prinsip revolusioner Deklarasi dan Pernjataan; (2) kita ber-sungguh terhadap tugas me- njelesaikan revolusi -dunia samıpai ke-akar²nja menudju ma- sjarakat dunia tanpa klas: (3) kita menggabungkan semua kekuatan progresif sebagai inti daripada satu gerakan perdamaian jang perkasa menentang kaum imperialis, teruta- ma kaum imperialis AS jaug merupakan kekuatan pokok dari agresi dan perang; (4) kita menolak tongkat komando dari negara atau Partai mana sadja dan mempertahankan prinsip bebas dan samaderadjat dalam GKI; (5) kita meme- lihara persatuan dalam GKI dengan mengutamakan persatuan riil jang berprinsip Marxisme-Leninisme; dan (6) kita melawan demoralisasi dalam GKI sebagai akibat perpetjahan jang ditimbulkan oleh revisionisme. Dengan mengibarkan 6 pandji ini kita madju terus meng. ganjang imperialisme dan revisionisme serta memperkuat GKL
81~
m KONSOLIDASI PENGINTEGRASIAN PKI JANG MARXIS-LENINIS DENGAN KAUM TANI! Kawan' jang tertjinta! Dalam bulan April tahun ini kita telah mengachiri Plan 3 Tahun ke-II dengan sukses. Apakah hasil terpenting jang dit japai olch Partai kita dengan berachirnja Plan 3 Tahun ke-HI, artinja sesudah kita dua kali menjelesaikan Plan 3 Tahun? Setelah menjelesaikan dua kali Plan 3 Tahun tentang pembangunan ideologi dan organisasi Partai, dua hal jang terpenting jang sudah kita tjapai, jaitu:
(1) Partai kita telah mendjadi Partai Marxis-Leninis jang
banjak anggotanja, jaitu lebih dari duasetengah djuta. jang pada umumnja terdidik dalam pandangan, pendirian, metode dn semangat Marxisme-Leninisme, sudah tersebar diselu- ruh negeri dan terkonsolidasi dibidang politik, organisasi dan ideologi. Dengan perkataan lain kita telah berhasil men- tjiptakan Partai massa dan Partai kader sekaligus, seperti jang kita angankan dan kita perdjusngkan sedjak lebil- kurang 10 tahun jang lalu.
(2) Dibawah pimpinan kaum Komunis Indonesia telah
terorganisasi lebih dari 7 diuta kaum tani dewasa. BTT sekarang sudah beranggota 7.099.100 atau lebih Oari 25% tani dewasa. Dari lebihkurang 42.575 desa pertanian (Öumlah desa semuania 47.305) sudah terbentuk 21 263 ranting ormas tani revolusioner (hampir 50%), dari 2.587 Ketjamatan pertanian (seluruh Ketjamatan 2.874) sudah terbentuk 2.186 Anak Tjabang (lebih dari 84%), dan dari 259 Daswati π telah terbentuk 262 Tiabang jang meliputi 251 Daswati II (hampir 97%): karena berbagai pertimbangan, ada Daswati II dimana dibentuk lebih dari satu Tjabang. Kesimpulana apakah jang dapat kita tarik dari dua fakta ini? Pertama, Partai kita jang Marxis-Leninis pada pokoknja telah mengintegrasikan diri dengan kaum tani, dan ini berarti pada pokoknja telah tertjipta dan makin terkonsolidasi
persekutuan klas buruh (jang diwakili oleh kaum Komunis) dengan kaum tani. Kedua, dengan makin terkonsolidasinja persekutuan klas buruh dan kaum tani, front persatuan nasional dinegeri klta mendapat landasan jang kuat dan militan, dan karenanja ber-angsur² mendjadi makin takterkalahkan. Ketiga, dengan makin luasnja djumlah kaum tani αipimpin kaum Komunis maka bertambah besarlah djaminan untuk mematahkan tiap usaha petjahbelah dari kaum soska, sajap kanan kaum agama, naska (nasionalis kanan) dan kaum reaksioner lainnja jang mempertentangkan suku dengan suku, daerah dengan pusat (separatisme) dan kekuatan dalam front nasional. Djuga dapat disimpulkan, bahwa pada pokoknja PKI telah berhasil meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme, jang pada hakekatnja berarti mengintegrasikan PKI jang Marxis-Leninis dengan kaum tani. Pada tempatnjalah djika Sidang Pleno ke-Ⅱ CC kita ini menjampaikan penghargaan dan salut jang tinggi kepada segenap anggota dan kader Partai kita jang dengan semangat keberanian dan ketekunan jang besar telah bekerdja keras untuk mentjapai hasila jang gemilang ini. Chusus kepada kadera jang bekerdja dikalangan kaum tani kita menjampaikan salut jang se-tinggi²nja. Hati dan fikiran CC Partai kita serta segenap anggota dan kader Partai jang bekerdja di-kota³ akan senantiasa bersama mereka. Sudah tentu soal meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme bukan hanja soal mengintegrasikan Partai kita dengan kaum tani, tetapi lebih luas lagi, jaitu mengintegrasikan Partai dengan segala sesuatu jang berhubungan dengan praktek kongkrit revolusi negeri kita, dengan kaum buruh, pemuda, inteligensia, wanita, sastrawan dan seniman, penduduk mis- kin kota, dll.; dengan persoalan politik, ekonomi, kebuda- jaan, ilmu, dsb. Tetapi kuntji daripada semuanja jalah mengintegrasikan Partai kita jang Marxis-Leninis setjara total dengan kaum tani, karena revolusi kita pada taraf sekarang pada hakekatnja jalah revolusi agraria, revolusi kaum tani. Oleh karena itulah kita katakan, bahwa hakekatnja dan praktek utama se-hari²nja daripada meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme jalah mengintegrasikan Partai kita dengan kaum tanı. Kita akan beromongkosong tentang pemetjahan masalah sandangpangan jang sjarat mutlaknja jalah pelaksanaan program agraria jang radikal, kalau kita tidak mengintegra-
síkan Partai kita setjara total dengan kaum tani. Djika kita tidak melakukan pengintegrasian tsb. kita djuga beromongkosong tentang menjelesaikan revolusi nasional dan demokratis, tentang mengubah sistim masjarakat melalui djalan mengganjang penghisap besar desa dan kota, tentang mengindustrialisasi dan memodernisasi Indonesia, dan lebih' lagi tentang Sosialisme. Tetapi hasil jang sudah kita tjapai seperti diterangkan diatas adalah bukti bahwa kita tidak beromongkosong, anggota dan kader serta segenap barisan Partai kita ber-sungguh³. Kita ingin orang revolusioner diluar barisan Komunis djuga ber-sungguh², dan kita mendorong mereka supaja mendjadi demikian. Tetapi apa mau dkata kalau banjak diantara mereka nanja mau beromongkosong tentang menjelesaikan kesulitan sandangpangan, menjelesaikan revolusi, melawan penghisap' besar, mengindustrialisasi dan memodernisasi negeri, tentang Sosiaisme dsb. Kita tidak bisa melarang mereka beromongkosong. Tapi jang penting jalah, bahwa kita tidak beromongkosong, bahwa kita kaum Komunis sungguh² meng- amalkan segala jang ba:k jang kita katakan. Hanja dengan demikian kita bisa mendjadi pəngemban- sedjati Amanat Penderitaan Rakjat, pengabdi sedjati dan djuruselamat sedjati daripada Rakjat. Mendjadi djuruselamnat Rakjat bukan monopoli Komunis, ini terang. Tapi djuga terang, bahwa kalau mau mendjadi djuruselamat Rakjat haruslah sungguh' dan kalau sungguh' tidak akan b:sa lain ketjuali sampal kepada kesimpulan bahwa langkah pertama kearah ini jalah mengutamakan perdjuangan revolusioner kaum tani, melaksanakan program agraria jang radikal agar sembojan tanah hanja untuk kaum tani jang menggarap tanah" dapat di- laksanakan. Kita belum puas dan tidak mungkin puas dengan apa jang sudah kita tjapai dengan pekerdjaan kita dkalangan kaum tani. Kita harus memperhebat pekerdjaan ideologi, politik dan organisasi agar Partai kita lebih dalam lagi berakar didesa, agar persatuan Partai kita dengan kaum tani seperti kuku dengan daging. Untuk ini kader PKI harus ke- randjingan gerakan tani". Teori revolusi jang waktu belakangan ini kita rumuskan dengan sangat sederhana, jaitu : 1, 1, 2, 3, 4, atau do, do, re, mi, fa, menekankan tentang mahapentingnja pekerdjaan dikalangan kaum tani. 1 (jang pertama) berarti satu pe- lopor, jaitu klas buruh; 1 (jang kedua) berarti satu ke-
kuatan pokok, jaitu kaum tani; 2 berarti dua kekuatan jang mendjadi basis front persatuan nasional, jaitu kaum buruh dan kaum tani jang bersekutu erat; 3 berarti tiga kekuatan pendorong revoiusi, jaitu kaum buruh, kaum tani dan bur- djuasl ketjil, djadi semua Rakjat pekerdja; dan 4 berarti empat kekuatan front nasional, jaitu kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional. Djadi, kaum tani merupakan kekuatan pokok, salahsatu aripada dua kekuatan jang mendjadi basis front persatuan nasional, salahsatu daripada tiga kekuatan pendorong revolusi, dan salahsatu dari empat kekuatan front persatuan nasional. Begitu pentingnja kedudukan kaum tani dalam revolusi kita, sehingga tidak mungkin revolusi kita menang tanpa mengorganisasi dan memobilisasi ber-puluh djuta kaumn tani. Massa kaum tani tidak hanja merupakan kekuatan jang menentukan dalam melaksanakan tahap pertamna, tahap nasional dan demokratis dari revolusi kita, tetapi djuga untuk tahap kejua, tahap sosialis, karena kaum tani adalah massa Rakjat jang sangat luas jang berkepentingan akan dibangunnja masjarakat sosiaiis, dan karena kaum tani akan mendjadi sokoguru darıpada basis perekommian sosialis kita nanti, Djadı, bekerdja dikalangan kaum tani sekarang tidak hanja untuk menjelesaikan revolusi nasionai- demokratis, tetapi djuga bekerdja untuk kepent.ngan hari- depan revolusi. Semakin baik pekerdaan kita sekarang dikalangan kaum tani, maka akan semakin lebih tjepat se- lesainja revolusi nas.onal-demokratis dan akan lebah baik- lah Sosialisme jang kita bangun dikemudian hari. Sebagian dari anggota' dan kader Partai kita bekerdja dan bertempattinggal di-kota. Banjak diantara mereka jang masin berfikir bauwa soal pekerdjaan dikalangan kaum tani bukan soal mereka. Dengan berfikıran demikian sebenarnja mereka melepaskan diri dari kegiatan pokok Partai kita. Tanpa menjatukan diri dengan kegiatan pokok Partai kita adalah tidak mungkin mendjadi seorang anggota Partai jang baik. Apakah dengan demikian berarti Partal menuntut supaja kadera kota kita semua bojongan kedesa dan menterlantarkan pekerdjaan dikalangan kaum buruh, inteligensia dan golongan* lainnja dari penduduk kota? Sudah tentu tidak dem.kian, kita tidak mungkin menterlantarkan pekerdjaan dikota, apalagi pekerdjaan dikalangan kaum buruh. Partai kita adalah Partai klas buruh, oleh karena itu tidak mungkin menterlantarkan pekerdjaan dikalangan klasnja sendiri.
Jang kita harapkan dari anggota dan kader Partai dikota jalah supaja mereka menjatukan diri dengan kegiatan pokok Partai, kegiatan dikalangan kaum tani, supaja menjedari se-dalam²nja tentang peranan menentukan dari kaum tani dalam memenangkan revolusi Indonesia. Untuk ini per- tama mereka harus mengintegrasikan fikirannja dengan gerakan revolusioner kaum tani, dan untuk ini mutlak mereka harus menerima tanpa tjadangan program agraria Partai, memahami program ini se-baik²nja, memahami seluk- beluk hubungan' klas didesa, memahami perdjuangan kaum tani dan setjara kreatif serta wadjar menghubungkan kegiatan mereka dikota dengan perdjuangan kaum tani. Mereka harus menjatukan fikirannja dengan fikiran penduduk desa jang paling miskin, jaitu buruhtani dan tanimiskin. Fikiran mereka harus fikiran revolusi tani", fikiran bahwa kuntji revolusi kita adalah desa, bahwa pelaksanaan setjara konsekwen daripada UUPBH dan UUPÀ merupakan sjarat jang menguntungkan untuk selandjutnja melaksanakan program agraria jang radikal. Masih banjak kader kota kita jang atjuh-tak-atjuh terhadap persoalan" jang dihadapi kaum tani, jang tidak ber- usaha untuk mengetahui isi UUPBH dan UUPA. Padahal kedua undang itu adalah hasil perdjuangan sengit kaum tani dibawah pimpinan Partai. Mereka tidak ambil perduli terhadap perdjuangan dan kesulitan* kaum tani dalam me- realisasi kedua unòang tsb. Djika dibiarkan begini, banjak kader kota kita hanja akan mendjadi oranga revolusioner amatir, orang-orang jang tidak mampu ambilbagian dalam revolusi setjara sungguh³. Mempunjai kader kota jang de- mikian tentulah bukan maksud kita. Oleh karena itulah Fartai kita dimasa datang harus mendjadikan mereka oranga revolusioner sedjati lewat gerakan turun kebawah, lewat sekolah³ Partai, seminara dan diskusi agar mereka mengintegrasikan fükirannja dengan perdjuangan kaum tani, menghubungkan kegiatannja dikota setjara kreatif dan wadjar dengan perdjuangan kaum tani dan membantu perdjuangan itu. Dalam hal membantu gerakan tani adalah sangat penting peranan kader serikatburuh² revolusioner jang be- kerdja disektor-sektor transport dan komunikasi, agraria dan lain'nja jang banjak hubungannja dengan desa. Kadera kota kita pada umumnja adalah kader baik, mereka mudah mengerti halichwal, mereka adalah pekerdja sosial dan politik jang tjekatan, tjinta dan pertjaja pada
Partai, dan umumnja tahu mendahulukan kepentingan Partai dan revolusi. Kader-kader kita menjedari bahwa semua revolusi nasional-demnokratis di Asia menang dan dapat disusul dengan pembangunan sosialis jang tjepat adalah terutama berkat adanja pengintegrasian Partai Marxis-Leninis dengan kaum tani di-negeri² jang bersangkutan. Revolusi Kuba menang djuga karena itu. Ja, pengalaman kita sendiripun menundjukkan hal jang sama tentang pentingnja peranan kaum tani. Kita berhasil membasmi pemberontakan PRRI-Per- mesta" karena Angkatan Bersendjata Republik menda- pat bantuan dari massa kaum tani. Gerombolan bersendjata kontra-revolusioner DI-TII dan RMS baru dupat di- tumpas setelah kaum tani bangkit menumpasnja bersama dengan Angkatan Bersendjata Republik. Dimiana kaum tani belum bangkit, misainja di Sulawesi Selatan, kaum pem- berontak kontra-revolusioner belum bisa dibasmi. Seiama kaum tani belum bangkit di Sulawesi Selatan tidak mungkin. ada harapan gerombolan kontra-revolusioner Kahar Muzakar dapat dibasmi sampai ke-akar²nja. Kekuatan mi- liter sadja tidak mungkin membasminja. Pengalaman Revoiusi Agustus 1945 djuga menundjukkan hal jang sama mengenai maha pentingnja peranan kaum tani. Walaupun tuntutan Revolusi Agustus sampai sekarang belum dirampungkan, tetapi revolusi ini telah mentjapai hasua penting tertentu dan telah memberi peiadjaran jang sangat penting tentang mutlaknja peranan kaum tani dalam revolusi. Revolusi Agustus 1945 mengadjarkan bahwa : (1) kaum tani atau desu merupakan sumber buhan makunan, sedangkan tanpa makanan revolusi tidak bisa berlangsung;
(2) kaum tani atau desc merupukan sumber pradjurit, sedangkan tanpa pradjurit revolusioner revotusi tidak bisa berlangsung; (3) kaum tani atau desa merupakan tempat revolusi mundur djika terpukul di-kota, sedangkan tanpa ada tempat mundur kekuatan revotusioner dapat dihan!jur- kan di-kota dan (4) kaun tani atau desa merupakan püng- kalan untuk menjerang musuh dan merebut kembali kota jang tadinja terpaksa ditingyalkan, sedangkan tanpu pang- kalan untuk menjerang berupa desa² tidak mungkin kota direbut kembalı. Pendeknja, soal kaum tani atau desa adalah soal menang atau kalahnja revolusi, dan bahkan soal hidup matinja kader revolus:oner. Djuga keselamatan kader revolusioner d-kota dan pemetjahan masalah nasional jang penting banjak tergantung pada pekerdjaan revolusioner di-desa dikalangan kaum tani.
Sekarang seluruh Partai dengan semangat banteng jang ber-kobar³, dengan tekad bulat madju terus, pantang mun- dur", sedang melaksanakan Gerakan Awalan" dari Plan 4 Tahun tentang Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi. Sudah tentu semua djatah dari Plan jang bersegi banjak itu harus kita laksanakan. Tetapi sekedjappun tidak boleh kita lupakan bahwa pelaksanaan Plan ini harus dihubungkan setjara erat dengan garis mengkonsolidasi pengintegrasian Partai kita dengan kaum tani. Apa artinja ini? Artinja jalah, bahwa pekerdjaan kebudajaan kita haius terutama ditudjukan untuk meningkatkan taraf kebulajaan kaun tani dan membangkitkan semangat serta kegemnbiraan ber- djuang kaum tani. Artinja jalah, bahwa pekerdjaan ideologi kita harus terutama ditudjukan untuk mengintegrasikan lebih landjut fikiran semua kader Partai dengan kaunı tani dan untuk memperkuat ideologı proletar dari kara jang bekerdja dikalangan kaum tani. Artinja jalah bahwa pekerdjaan organisasi kita harus terutama ditudjukan untuk lebih memperluas dan lebih nengkcnsolidasi organisasi Partai dan organisasi massa revolusioner tani kita, supaja ter- djamin kebulatan fikiran didalamnja, d'siplinnja dan daja- djuangnja. Pekerdjaan Partai dikalangan pemuda harus terutama ditudjukan kepada pemuda tani, dikalangan wanita harus terutama dikalangan wanita tani, dikaiangan seniman harus terutama dikalangan seniman² desa, dikalangan guru harus terutama guru desa, d.kalangan anak² harus terutama anak kaum tani, dst. Tuntutan politik kita jang terpenting sekarang jalah Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Sebagaimana sudah pernah kita simpuikan, soal ini bukanlah soal kebe- naran ilmiah, soal objektivitet, soai keadilan menurut azas demokrasi daa patriotisme, karena tuntutan ini djelas ilniah, objektif, demokratis dan patriotik.' Soalnja jalah, bahwa klas lain tidak mau setjara sukarela memnberi kekuasaan kepada proletariat, walaupun hanja sebagian. Dengan demikian kelirulah sémentara kawan' kita jang hanja pandai me-njalahkan Presiden Sukarno berhubung dengan belum terbentuknja Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Mereka katakan, banwa Presiden Sukarno hanja omong sadja karena buktınja sampai sekarang beium terbentuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Dilihat dart segi perdjuangan klas, dan kita tidək bisa lain ketjuali melihatnja dari segi iní, berbitjara sadja Presiden Sukarno tentang keharusan adanja Kabinet Gotong Kojong
berporoskan Nasakom, artinja tentang ikutsertanja kaum Komunis dalam kekuasaan negara, adalah sudah baik. Ini lebih baik daripada kalau Presiden tidak berbitjara tentang itu, dan djauh lebih baik lagi djika dibandingkan dengan kaum naska (nasionalis kanan), sajap kanan kaum agama, bekas Masjumi-PSI jang bersembunji dalam SOKSI dan orang reaksioner lainnja jang menentangnja. Kawan' kita jang hanja pandai menjalah-njalahkan Pres:den Sukarno berhubung dengan belum terbentuknja Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom, membuat tiga kesalahan jaitu :
(1) menganggap soal kekuasaan negara sebagai sesuatu jang ajaib dan bersifat filantropis; (2) tidak konsekwen berdiri diatas kaki senùri; dan (3) salah sasaran, karena dengan hanja pandai me-njalah²kan Presiden Sukarno, kaum reaksioner dan kekuatan" gelap jang mendjadi penghalang pembentukan Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom mendjadi kurang àtelandjangi dan diganjang. Sudah tentu Presiden Sukarno bisa berbuat banjak dalam soal pembentukan Kabinet. Oleh karena itu Partai kita se- nantiasa mengadjak Rakjat untuk terus-menerus mengadju- kan tuntutan jang benar, adil dan perlu ini kepada Presiden Sukarno. Tetapi, kita tidak bisa mengharapkan sesualu jang adjaib atau sesuatu jang bersifat filantropis dalam soal kekuasaan negara. Seperti sudah sering dikatakan, soal kekuasaan adalah soal perimbangan kekuatan dan tidik ada satu klas jang setjara sukarela mau membagi kekuasaan dengan klas lain. Oleh karena itulah, untuk pembentukan Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakon kita harus tidak hentinja dengan semangat ber-kobar in kerdja te- kun melaksanakan garis : mengkonsolidasi kekuatan pro- gresif, bersatu dengan kekuatan tengah dan terus memen- tjilkan kekuatan kepalabatu. Dengan perkataan lain, be- keroja lebih baik lagi dikalangan massa Rakjat, terutama bekerdja dari bawah, baik dikalangan Rakjat jang sudah terorganisasi maupun jang belum. In:lah sjaratnja untuk mendobrak tembok jang memisahkan proletariat dari kekuasaan negara. Kuntji daripada pelaksanaan garis ini, seperti sudah sering kita katakan, jalah pekerdjaan kaum Komunis dikalangan massa, terutama ikalangan kaum tani. Gerakan tani revolusioner kita sekarang menghadapi 4 tugas utama, jaitu: (1) melaksanakan gerakan ,6 baik";
(2) meluaskan dan menjempurnakan penelitian didesa; (3)
mengintensifkan kegiatan mendjadikan BTI sebagai ormas buruhtani dan tanimiskin dengan tidak menolak masuknja tanisedang serta mengkoperasikan tanisedang; dan (4)
mengintensifkan dan meluaskan pendidikan Marxisme-Leninisme dikalangan kader jang bekerdja dikalangan kaum tani. Poros dari 4 tugas ini jalah gerakan 6 baik", jaitu gerakan (1) menurunkan sewa, terutama dalam rang- ka pelaksanaan UUPBH; (2) menurunkan bunga pindjaman; (3) menaikkan upah buruhtani; (4) menaikkan produksi pertanian, termasuk gerakan 1001 dan mengganjang tikus;
(5) menaikkan tingkat kebudajaan kaum tani; dan (6) menaikkan tingkat kesedaran politik kaum tani. Pelaksanaan 4 tugas ini mendapat kemadjuan' penting pada waktua belakangan ini. Matjetnja pelaksanaan UUPBH dan UUPA telah men- dorong kaum tani untuk melaksanakan aksi² sefihak agar UUPBH dan UUPA benar terlaksana. Aksia sefihak makin hari makin bertambah luas, oleh karena itu kegiatan gerakan tani diharl-hari jad. akan ditjirii oleh aksia sefihak. Aksi jang tak dapat dihindarkan ini tentu akan mendapat rintangan'. Berdasarkan pengalaman kaum tani sendiri aksi sefihak hanja akan sukses djika dipenuhi paling kurang 3 sjarat: (1) organisasi jang kompak, terutama kebulatan pendirian dan tekad pimpinan aksi di Kabupaten, Ketjamat- an dan Desa; dan kongkritnja atau hidupnja organisasi revolusioner tani di-kelompok² tempat kerdja (KTK); (2) pen- dikan berdjalan, jaitu KK (Kursus Kilat) jang chusus me- ngenai soal² praktis tentang aksi untuk kadera desa; dan
(3) aksi berdjalan setjara terpimpin dengan mentjegah aksi pimpinan" tanpa massa dan aksi massa" tanpa pimpinan serta konsekwen bersandar pada kekuatan buruhtani dan tanimiskin. Aksia sefihak adalah sangat adil dan sangat sah, karena tudjuannja tidak lain daripada untuk melaksanakan Undangª negara (UUPBH an UUPA) dengan sungguh³. Aksia sefihak menguntungkan baik Pemerintah maupun penduduk desa jang sangat luas, dan karena itu aksi² ini harus mampu menarik s:mpati dan sokongan duri lebih dari 90% penduduk desa dan dari pedjabat" negara jang tidak reaksioner. Djuga penduluk kota jang berkepentingan akan peningkatan produksi pertanian harus memberikan dukungan sepenuhnja kepada aksi sefihak. Hanja dengan aksia sefihak sabotasea jang keterlaluan selama ini dalam pelaksanaan UUPBH din UUPA dapat diachiri dan Undang³ tsb. dapat dilaksanakan. Djika dimuka telah dikatakan bahwa pelaksanaan 4 tugas mendapat kemadjuan' penting pada waktu belakangan ini,
tidaklah berarti bahwa sudah tidak ada kekurangan penting jang harus diperbaiki. Kenjataan menundjukkan bahwa belum semua aksi kaum tani berputar disekitar poros 6 baik",. terutama aksia tani jang langsung menghadapi tuantanah seperti menurunkan sewa, menurunkan bunga pindjaman dan menaikkan upah. Dapat dikatakan bahwa meluas dan mendalamnja aksi² kaum tani melawan tuantanah dewasa ini masih belum seperti keharusannja. Karena belum luas dan intensifnja pekerdjaan penelitian didesa, maka masih agak banjak Comite didaerah pertanian jang belum berhasil membangkitkan dan memperbaiki pimpinan terhadap kaum tani untuk berdjuang langsung melawan penghisapan tuan- tanan. Dengan demikian masih terdapat Comite Partai didaerah pertanian jang belum mendapatkan pengalaman langsung melawan tuantanah, mulai dari pekerdjaan penelitian untuk mengetahui siapa tuantanah, bagaimana tjara penghisapan jang mereka lakukan, sampai pekerdjaan membangkitkan kaum buruhtani dan tanimiskin guna melakukan aksia mulai jang paling ringan sampai jang berat. Ditindjau dari segi metode memimpin sudahlah djelas, bahwa tanpa pengalaman langsung, Comite Partai tak akan berhasil baik memadukan seruan umum dengan tuntunan' kongkrit. Oleh karena itu, pekerdjaan meluaskan dan me- njempurnakan penelitian didesa harus dilakukan sungguh sampai di CS dan CSS daerah pertanian. Selain itu, djika kita mempersoalkan memperbaiki pimpinan terhadap kaum tani, maka kita harus memeriksa aparat kita untuk tugas tsb. Aparata Partai untuk melaksanakan tugas ini harus terus diperbaiki. Harus diteruskan langkah untuk menum- buhkan kadera dari kalangan buruhtani dan tanimiskin dan menempatkan mereka itu dalam pimpinan, baik didalam Comite Partai didaerah pertanian maupun dalam ormas tant revolusioner. Gerakan tani kita menghadapi gelombang pasang jang lebih besar. Menghadapi ini ada 3 sikap jang dapat diambil oleh partaia politik, golongan² dan tokoh² perseorangan, jaitu: pertama, berdiri didepan kaum tani dan memimpinnja; kedua, berdiri dibelakang atau disamping kaum tani sambil mentjela dan mengedjeknja; dan ketiga, berdiri berhadapan dengan sangkur terhunus melawan kaum tani. Kita kaum Komunis sudah lama memproklamasikan pendirian kita, jaitu berdiri didepan dan memimpin perdjuangan revolusioner kaum tani, bersama kaum tani menjedarkan dan menarik mereka jang mengedjek, dan melawan dengan teguh siapa
sadja jang menentang perdjuangan kaum tani ini. Pendirian ini akan kita bela matian, dengan semangat banteng jang lebih berani dan dengan tekad ,,madju terus, pantang mun- dur". Dengan berbuat demiklan berarti kita melawan sabo- tase* terhadap pelaksanaan UUPBH dan UUPA serta mendorong pelaksanaan landreform sesuai dengan Ketetapan MPRS, Dekon dan dokumen negara lainnja. Pada achir April tahun ini kita telah menutup Plan 3 Tahun Kedua dengan sukses jang tjukup besar, baik dalam djumlah anggota maupun dalam djumlah organisasi Partai; sedangkan para kader dan majoritet anggota Partai mendjadi lebih terdidik dalam politik dan teori Marxisme-Lenin- isme. Keanggotaan Partai sekarang telah mentjapai djumlah leb:h dari duasetengah djuta, dan Partai telah mendjadi Partai massa, dan Partai kader sekaligus. Tetapi kehesaran Partai kita sekarang masih djauh daripada tjukup djika dibandingkan dengan besarnja tugas² jang kita hadapi, baik tugas² nasional maupun internas:onal. Walaupun Plan 3 Tahun Kedua selama masa kerdjanja ber- ada diatas randjau SOB sehingga dibanjak daerah kawan* kita mengalami kesulitan besar dalam melaksanakan Plan, tetapi mataplan jang penting' dapat dipenuhi semnua dengan 100% atau mendekati 100%. Diantara 11 djatah terpenting hampir separohnja mentjapai angka lebih dari 100%, sedang lainnja mendekati angka 100% dan hanja 1 jang kurang dari 50%, jaitu djatah mengenai iuran. Sekarang hanja Irian Barat jang belum ada Comite Daerah Besar PKI berhubung didaerah ini Demokrasi Ter- pi:npin belum berdjalan dan partaia masih dilarang berdiri. Tapi kapan sadja larangan itu ditjabut, PKI sudah siap membangun CDB dan Comite bawahan. Di 93% dari Daswati II diseluruh negeri sudah ada Comite Seksi PKI, di 83% dari semua Ketjamatan atau setingkat Ketjamatan sudah ada Comite Subseksi PKI, dan di 62% dari semua desa atau setingkat desa sudah ada Comite Resort PKI. Dari pengalaman Plan 3 Tahun Kedua dapat ditarik ke- simpulan, bahwa pelaksanaan Plan banjak tergantung pada kebulatan dan kegiatan Comite basis. Oleh karena itu masalah menghidupkan semua Comite basis adalah masalah pokok dalam kehidupan organisasi Partai kita. Ini merupakan kuntji daripada kegiatan politik massa dan kegiatan basis ormas revolusioner. Kuntji untuk membikin Comite basis berfungsi sebagaimana mestinja pada umumnja jalah CSS. Oleh ka.
rena itu konsentrasi darlpada pembangunan organisast Partai kita harus diletakkan pada memperkembangkan CSS jang bulat dalam ideologi dan politik, jang menguasai metode memimpin dan langgam kerdja jang baik. Kerdjasama dalam CSS harus harmonis, dan untuk ini terutama kontradiksi intern harus tjepat &iselesaikan, tidak boleh dimalamkan" atau dibiarkan ber-larut*. Adanja Gerakan Achiran Plan 3 Tahun Kedua selama 6 bulan telah menimbulkan kegiatan luarbiasa. Semangat me- ngedjar djatah' jang ketinggalan telah mendorong kader' Partai mempeladjari kembali dokumen Kongres, Sidang' Pleno CC dan Konferensi² Kontrol Plan, dan telah mendorong mereka memperbaiki. pelaksanaan metode memimpin dan langgam kerdja. Plan 4 Tahun tentang Kebudajaan, Ideologi dan Organisasi telah kita mulai pada tgl. 17 Agustus tahun ini. Poros dari Plan 4 Tahun kita jalah 10 meningkzt", jaitu : (1) Meningkat kebudajaan massa anggota Partai dan Rakjat (PBH, Panti Pengetahuan Rakjat dan Balai Pengetahuan Rakjat);
(2) Meningkat ideologi anggota Partai dan Rakjat (Sekolah Politik dan Kursus Rakjat); (3) Meningkat keanggotaan Partai dan ormas; (4) Meningkat tjalonanggota mendjadi anggota; (5) Meningkat penggrupan anggota dan tjalonanggota Partai; (6) Meningkat kehidupan CR, CSS, Bagian' dan Fraksi; (7) Meningkat pemasukan iuran; (8) Meningkat pemindahan dan penempatan kader jang lebih sesuai; (9) Meningkat gerakan turun kebawah; dan (10) Meningkat pelaksanaan metode memimpin dan langgam kerdja, Dalam pelaksanaan Plan 4 Tahun, kita sudah mulai dengan Gerakan Awalan jang memakan waktu 3 sampai dengan 6 bulan, jaitu gerakan meratakan pengertian tentang hakekat Plan, bahwa melaksanakan Plan berarti meng- ubah imbangan kekuatan, mengkonsolidasi kekuatan pro- gresif dan mempericuat front persatuan, semuanja ini untuk revolusi. Gerakan Awalan adalah persiapan ideologis dan teknis-ādministratif agar plan berdjalan dengan lantjar. Comite jang belum mempunjai aparat Plan supaja selama Gerakan Awalan membentuk aparat Plan, dan jang sudah mempunjai aparat Plan supaja menghidupkannja an- tara lain dengan djalan mewadjibkan Biro Plan atau Petugas Plan sekali sebulan memberikan laporan tentang pekerdjaan- nja kepada Dewan Harian atau Sekretariat Comite. Selama Gerakan Awalan, perintjian plan harus sampai kesemua CR,
agar CR tahu presis apa jang harus dikerdjakannja dalam rangka Plan 4 Tahun Dalam Plan 4 Tahun ini pendidikan fllsafat materialisme dialektik dan histori merupakan tugas penting jang tidak boleh sekedjappun dilengahkan. Tugas besar jang dihadapi oleh kaum Komunis Indonesia akan dapat dilaksanakan hanja dengan persatuan bulat seluruh barisan kita. Sedangkan kekalahan jang terus diderita kaum reaksioner pasti akan menimbulkan serangan² mereka jang lebih hebat, djuga dibidang ideologi. Hanja djika kita menguasai filsafat materialisme dialektik dan histori kita akan dapat menghan- tjurkan semua serangan itu, mendjaga keutuhan kita dan ber-angsura mendjadikan MDH milik seluruh nasion kita. Dalam hubungan dengan tugas mengkonsolidasi pengintegrasian Partai dengan kaum tani perlu ditekankan bahwa semua sekolah Partai dari semua tingkat pada hakekatnja adalah sekolah revolusi tani". Kuntji daripada pelaksanaan Plan 4 Tahun dibidang kebudajaan dan ideologi adalah guru. Oleh karena itu kegiat- an mengadakan Sekolah' Guru dan Kursus Aplikasi Guru harus mendapat perhatian jang se-besar²nja. Pekerdjaan Partai dikalangan guru desa, guru sekolah dasar dan sekolah menengah harus diperhebat, karena mereka dapat membantu dalam meningkatkan taraf kebudajaan massa Rakjat. Partai kita harus mengadakan kerdjasama jang se-baik²nja dengan Djawatan Pendidikan Masjarakat dari Departemen PDK. Guna memenuhi keperluan akan guru jang amat banjak untuk UNRA, Akademi² Marxis dan Universitasa progresif, harus dipergiat pekerdjaan Partai dikalangan inteligensia, menarik mereka lebih banjak kedalam Partai dan mendidik mereka dalam semangat dan teori Marxisme-Leninisme. Di- samping masih ada sementara kawan' dari kalangan inteligensia jang sudah merasa puas diri dan kendər aktivitetnja, pada umumnja inteligensia Komunis sudah bekerdja keras. Sekarang, dalam rangka pelaksanaan Plan 4 Tahun, pekerdja. an untuk mereka lebih banjak. Djuga dalam rangka meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme, agar kebenaran umum Marxisme-Leninisme lebih diintegrasikan dengan praktek kongkrit Revolusi Indonesia, Partai mengharapkan kreati- vitet jang lebih besar dari kader Partai dari kalangan inteligensia. Untuk ini para intelektuil Komunis harus lebih teguh melaksanakan sembojan beladjar dan bekerdja kita, jaitu Tahu Marxisme-Leninisme dan kenal keadaan",
artinja mereka harus lebih banjak beladjar teori Marxisme-Leninisme dan harus lebil baik mengenal praktek sosial massa Rakjat, chususnja mengenal seluk-beluk perdjuangan klas dinegeri kita. Pekerdjaan Partai dikalangan inteligensia mempunjai perspektif jang baik. Kesedaran politik inteligensia Indonesia dewasa ini adalah tinggi. Dalam rangka perdjuangan melawan imperialisme, dalam mengganjang Malaysia" dan segala manifestasi neo-kolonialisme dibidang politik, ekonomi dan kebudajaan, seperti peace corps" Amerika Serikat, semakin banjak peladjar dan mahasiswa jang ambilbagian. Kesedaran politik jang semakin meningkat ini nampak djuga dari aksi² jang terus-menerus dilakukan untuk menjingkir- kan orang jang antl-Manipol dari Universitas³.
Dalam rangka pelaksanaan Plam 4 Tahun dan mengem-
bangkan situasi revolusioner pada umumnja. kita meletakkan banjak harapan kepada para sastrawan, seniman dan pekerdja kebudajaan lainnja. Kita mengharap agar supaja mereka menitikberatkan kerdia pada kreasi, dan untuk ini disam- ping terus memperdalam teori dan politik Marxisme-Leninisme mereka harus lebih banak turun kebawzh dan baniak menghasilkan tulisanº dan kressiº lain jang artistik, realistik dan revolusioner jan mengandung kekuatan menggugah se- hingga mendorong dan menggerakkan aksia massa. Sampat sekarang kebaniakan kreasi sastra dan seni kita belum se- penuhnia merupakan djawaban (response) terhadan sesuatu tantangan (challenge) politik, ekonomi marpun kebudajaan. tani pada umumnia mash pada taraf pernjataan setudju atau tidak setudiu terhadap sesuatu situasi, mentiela atau memu-Aii. Sebab pokok jalah, karena masih baniak diantara para sastrawan. seniman dan pekerdia kebudaiaan kita lainnia jang belum mengintegrasikan diri sepenuhnja dengan massa Rakjat pekerdja. Tetapi bahwa pengintegrasian ini sudah di- mulai, adalah sesuatu iang menggembirakan. Aspek jang menentukan dalam masalah pengintegrasian sastrawan dan seniman dengan massa Rakjat jalah pengintegrasian dalam fikiran, sedangkan turun kebawah untuk menjelami kehidupan dan seluk-beluk perdjuangan massa Rakjat dan mendengarkan kritik massa atas karja' mereka. adalah bentuk mutlak untuk mengudji sampai kemana sudah terdjadinja pengintegrasian dalam fikiran itu. Karena ke- giatan kebudajaan kita harus lebih dalam lagi masuk ke- tengah Rakjat pekerdja, chususnja kaum tani, maka dalam kreasi harus diperhebat penulisan dan pementasan drama,
jang sekaligus berarti peningkatan keglatán dalam men- tjipta lagu' perdjuangan dan lagu populer lainnja jang sehat, mem. buat dekorasi, poster, karikatur, dsb. Revisionisme bukanlah bahaja jang akut dalam Partai kita. Tetapi tidak dapat disangkal, ia merupakan bahaja jang latent, karena Partai kita bukan sesuatu jang ter- pisah dari masjarakat Indonesia dan masjarakat dunia jang mengandung revisionisme. Bidang seni dan sastra adalah sangat perasa, oleh karena itu bidang ini paling mudah menerima dan mengembangkan revisionisme. Para sastrawan dan seniman Komunis harus awas agar dirinja dan la- pangannja tidak kena ratjun revisionisme. Mereka harus berdjuang militan melawan gedjala revisionisme dibidang sastra dan seni. Dengan demikian mereka memberi bantuan besar pada Partai dan perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia. Untuk memperbaiki dan menjempurnakan pekerdjaan Partai dibidang sastra dan seni, pada bagian pertama tahun depan Comite Central akan menjelenggarakan Konferensi Nasional Sastrawan dan Seniman Progresif terutama sastrawan dan seniman Komunis. Sastrawan dan seniman progresif non-Komunis djuga kita persilahkan untuk ambil- bagian dalam konferensi ini. Berdasarkan pengalaman Partai kita bekerdja dengan Plan, pekerdjaan dengan Plan harus selalu berpadu dengan memperhebat pekerdjaan massa, terutama kaum tani. Uieh karena itulah, salahsatu djaminan utama bagi sukseshja pelaksanaan Plan 4 Tahun jalah diperhebatnja pekerdjaan men- serempakkan kegiatan melaksanakan Plan dengan kegiatan Partai dikalangan massa kaum tani, massa kaum buruh, massa pemuda, wanita, inteligensia, sastrawan dan seniman, penduduk miskin kota dll. Di-tengah' situasi revolusioner jang makin menandjak dimana kaum Komunis umumnja makin dibadjakan dalam perdjuangan revolusioner ini, terdapat beberapa gelintir kawan kita jang tidak madju seirama dengan perkembangan situasi, Mereka adalah terutama sebagian ketjil dari kawan² jang duduk dalam Badan' Pemerintahan dan Dewan² Perwakilan, pendeknja kawan jang mendapat fasilitet' dalam penghidupan berhubung dengan kedudukannja. Mereka adalah kawan² jang baik sebelum mempunjai kedudukan itu, dan sekarangpun kebanjakan diantara mereka tetap baik, tetapi kemudian mereka terpengaruh oleh ling- kungan kegiatan dimana terdapat banjak oranga jang ma-
las, korup, pendjudi dan tanpa moral, Mereka ın ouxannja menggunakan kedudukannja untuk mengkonsolidasi gerakan revolusioner, tetapi untuk ,mengkonsolidasi diri".. Mereks lupa bahwa mereka adalah pengemban Amanat Penderitaan Rakjat, bahwa mereka mendapat kedudukan berkat man dat Partai dan Rakjat. Pada umumnja jang mereka per- buat tidak sedjahat perbuatan orang djahat dari golongan lain, tetapi ini samasekali bukan alasan untuk membenarkan perbuatan tertjela dari orang Komunis. Terhadap kawan' jang lemah ini Comiteª Partai jang bersangkutan harus ber- tindak tjepat, mengkritik mereka dan dimana perlu mengambil tindakan disiplin. Tetapi jang lebih penting lagi jalah mengambil tindakan untuk mentjegah terdjadinja penje- lewengan dan untuk membikin agar kawan' jang berke- dudukan itu benara melakukan tugasnja sesuai dengan mandat Partai dan mandat Rakjat, agar mereka madju mendjadi kader jang ahli dibidang pekerdjaannja masing. Untuk ini semua Comite jang dibawah pimpinannja terdapat ang gota Badan Pemerintahan dan Dewan Perwakilan harus membentuk komisi chusus, jaitu Komisi Pemerintahan dan Perwakilan (KPP) untuk membantu pekerdjaan dan meng- awasi kegiatan serta djika perlu mengkritik tepat pada waktunja (tidak terlambat) kawan jang mendjadi anggota badan tersebut. Bersamaan dengan itu Komisi Kontrol dari semua Comite harus diaktifkan. Tiap pelanggaran harus diselesaikan dengan tjepat, tepat, teliti, bidjaksana dan dje- las. Harus dilawan penjelesaian jang ber-larut, jang tidak tepat, jang serampangan, jang tidak-bidjaksana dan kabur. Apakah kawan jang duduk dalam Badan' Pemerintahan dan Dewan Perwakilan itu tidak boleh menggunakan fast- liteta jang didapatnja berhubung dengan kedudukannja? Tidak. Mereka harus menggunakan se-baik²nja segala fasilitet dan kesempatan jang mereka dapat untuk memperbe- sar pengabdian kepada Rakjat dan revolusi, dan bukan untuk mengkonsolidasi diri". Partai kita menghadapi pekerdjaan jang makin besar, baik dalam rangka pelaksanaan Plan 4 Tahun, dalam menanggulangi perkembangan situasi revolusioner jang makin menandjak maupun dalam menanggulangi soal² internasio- nal, termasuk soal GKI. Tidak ada kemuliaan jang lebih tinggi bagi kita orang Komunis daripada mendjadi parti- sipan jang aktif dan baik dalam pekerdjaan besar ini. Partai kita bukan hanja makin mendapat pengakuan massa Rakjat Indonesia sebagai pelopor gerakan revolusioner di-
Madju terus dengan semangat Lima Lebih : lebih berant, lebih pandai, lebih waspada, lebih gigih dan lebih telun! negeri kita, tetapi djuga merupakan barisan jang terhormat Madju terus dengan mengibarkan tinggi' pandji Tiga didalam GKL. Baik kita: baik bekerdja, baik beladjar dan baik moral. Kita harus mengkonsolidasi dan mengembangkan semua Kobarkan semangat banteng! Madju terus. pantang mundur! tjiri jang baik dari Partai kita, jang kita simpulkan dari pengalaman perdjuangan revoiusioner dan pengalaman pembangunan Partai kita sendiri. Tjiris itu antara lain ja- lah: (1) memadukan patriotisme dengan internasionalisme proletar; (2) memegang teguh pendirian bahwa pembangunan organisasi penting, tetapi pembangunan ideologi lebih penting lagi; (3) teguh memegang prinsip, tapi luwes dalam membawakannja; (4) mendjadi Partai massa dan Partai kader sekaligus; dan (5) mengintegrasikan diri setjara total dengan kaum tani. Djundjungiah tinggi nama baik Partai ini dengan mem- berikan diri kita sepenuhnja kepada urusan Rakjat kita dan kepada urusan Komunisme.
☆
Kawan' jang tertjinta Sekarang sampai saja pada achir Laporan Politik ini. Kita telah menindjau, menilai dan menetapkan tugas baru kita dibidang politik dalam dan luarnegeri serta dibidang pembangunan Partai. Djuga berbagai persoalan GKI telah kita bahas dan kita tetapkan tugas" baru kita. Untuk melaksanakan tugas baru, kita akan terus mengo- barkan semangat banteng dikalangan Rakjat dan anggota Partai, semangat berdirı diatas kaki sendiri, pertjaja kepada kekuatan sendiri dan berani, berani, sekali lagi berani. Kita harus bertekad madju terus, pantang mundur" dalam melaksanakan semua tugas. Dengan semangat dan tekad itu kita madju untuk landre- form jang konsekwen, mengganjang ,Malaysia" dan untuk Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom. Dengan semangat dan tekad itu kita madju mengganjang imperialisme dan revisionisme. Dengan semangat dan tekad itu kita madju mengkonsolidasi pengintegrasian PKI jang Marxis-Leninis dengan kaum tani. Kita serukan kepada anggota dan kader Partai supaja terus membadjakan diri, mendjadikan diri kader Partat jang pandai, berans, dan berkebudajaan !
eterangan kata² asing amatir. orang jang mengerdjakan sesuatu sebagal kegemaran sadja. anti-segregasi. segregasi, pemisahan, pengasingan. anti-segregasi, penentangan terhadap pemisahan, peng asingan antara manusia jang satu dengan jang lain ka- rena perbedaan warna-kulit, asal-usul, agama, dll. Misalnja menentang tindakan segregasi jang didjalankan oleh pemerintah AS terhadap orang Negro di Amerika Se rikat. antusias. gairah. aspek. segi. atmosfir. lapisan udara jang mengelilingi buml dan jang tebalnja beberapa ratus kilometer dan terdiri dari gas avonturisme. petualangan. berdominasi. berkuasa. bilateral. antara dua fihak. bonapartis. penganut Bonaparte, orang jang bernafsu menak. lukkan negeria lain. Kiasan ini diambil dari sedjarah Napoleon Bonaparte I (1769-1822), jang menjelewengkan revolusi anti-feodal di Perantjis mendjadi perang agresif untuk menaklukkan seluruh Eropa. boom. konjungtur tinggi, tahap dalam perkembangan eko nomi kapitalis dimana terdapat kemakmuran semu. Ta hap itu biasanja disusul dengan krisis. contractorship. contractor, pemborong. contractorship, suatu sistim kerdjasama jang menjerab- kan pengerdjaan sesuatu usaha kepada contractor. Misalnja, dibidang perminjakan di Indonesia, sumbera minjak adalah milik negara, tetapi lewat sistim contractorship pengerdjaannja diserahkan kepada fihak contractor asing. Hasilnja dibagi sesuai dengan sjarata jang ditetapkan didalam contractorship itu. Dalam praktekuja contractor lah jang berkuasa atas perusahaan itu cursif. huruf miring. defisit. kekurangan, ketekoran degenerasi. kemerosotan. dekaden. kemerosotan, keruntuhan dekorasi. hiasan, padjangan. demoralisasi. kebedjatan achlak. deposit. endapan. diferensiasi. memilah-milahkan, memheda-nerakau diinvestasi. ditanam.
diskrıminası. pembedaan, misalnja berdasarkan agama, ras. dsbnja. dispensasi. pembebasan dari sesuatu tugas/kewadjiban. disproporsi. ketidakseimbangan. disubordinasikan. ditundukkan. egoisme. mementingkan kepentingan diri sendiri. Eropa centris. jang berpusat pada atau bertitiktolak dari Eropa. experimen. pertjobaan untuk mentjapai hasil tertentu. exploitasi. penghisapan. fasilitet. kesempatan, kelonggaran, kemungkinan, kemudahan. fatamorgana. penglihatan semu, sehingga tampak pemandangan-pemandangan indah, dsbnja jang sebenarnja tidak ada. Sering terdjadi di-padang pasir sebagai akibat peman- tulan sinar³ tjahaja dalam lapisan udara. federasi. perserikatan, persekutuan. filantropis. filantropi, kedermawanan, kemurahan hati, belas. kasihan. Frlantropis, bersifat kedermawanan, kemurahan hati, dan belaskasihan. gendarme. polisi militer dengan tugas chusus; digunakan untuk menggambarkan kekuatan" bersendjata kaum imperialis jang ditempatkan di-mana² didunia ini untuk melindungi kepentingan² kaum imperialis dari serangan gerakan revolusioner. geografis. geografi, ilmu bumi. geografis, jang berkenaan dengan ilmu bumi. global strategy. siasat jang diatur meliputi seluruh dunia; misalnja, AS menetapkan global strategy untuk meng- hantjurkan kubu sosialis dan seluruh gerakan revolusioner sedunia dengan menempatkan pangkalan' militer nja, dengan mendirikan pemerintah' honeka dimana-mana, dsbnja. harmonis. selaras, seimbang, sesuai. humanisme. aliran jang mengutamakan kemanusiaan, jang ingin mengembangkan sifata luhur jang dianggap chas bagi semua manusia. Humanisme mula' lahir di Itali sebagai gerakan kebu dajaan dalam abad ke-XIV dan kemudian meluas ke Djerman, Nederland, Perantjis dan Inggris. Sebagai suatu gerakan sosial ia mempunjai pengaruh terhadap usaha untuk melepaskan umatmanusia dari belenggu pandangan² keagamaan zaman tengah beserta segala ke- pintjangannja. Dalam masa melawan segalasesuatu jang bersifat feodal humanisme burdjuis memainkan peranan progresif, tetapi setelah sistim kapitalisme itu berada dalam sekaratnja maka humanisme mendjadi sendjata untuk mempertahankan sistim kapitalis dengan menje- bar-njebarkan pandangan bahwa djika seluruh umat.
manusia jang berkemauan baik mau bekerdjasama, maka semua masalah politik dan ekonomi didunia ini akan dapat dipetjahkan. Humanisme berkembang mendjadi apa jang disebut humanisme universil terutama dalam masa krisis umum kapitalisme. Humanisme dengan be- gitu melemahkan perdjuangan klas, mendorong kolaborasi klas dan meletakkan harapannja pada maksud' baik pemimpin'. Dewasa ini humanisme telah mendjadi alat kaum revisionis modern untuk mengaburkan perdjuangan klas. ilusi. chajalan. indoktrinasi. doktrin, adjaran, faham. indoktrinasi, memasukkan adjaran atau faham tertentu kepada seseorang. infiltrasi. penjusupan kedalam organisasi atau barisan lawan untuk dapat mempengaruhi, memperoleh bahan kete- rangan, dsbnja tentang lawan itu. integral. suatu keutuhan, menjeluruh. imtegrasi. penjatuan diri dengan sesuatu, mendjadikan se suatu bagian jang takterpisahkan dari jang lain. intimidasi. gertakan, usaha menakut-nakuti. intrik. tipu-daja, menghasut kesana-kemari. kapitulasi. menjerah kepada lawan; tidak melakukan per. djuangan. karantina. tempat jang dipisahkan dari umum dimana orang' jang terkena penjakit menular diasingkan supaja penja- kitnja tidak menular keorang lain atau supaja orang' jang tinggal ditempat itu tidak dipengaruhi oleh hal diluarnja. kaum Jakobin. golongan jang konsekwen revolusioner dalam Revolusi besar Perantjis (1789-1794) dengan politik "demokrasinja jang takterbatas", penghantjuran terhadap belenggu' feodal, dan pengorganisasian perang Rakjat revolusioner untuk mempertahankan tanahair terhadap tentaraa intervensionis dari kontra-revolusi di Eropa. kolaborasi. kerdjasama dalam arti menjerah mengenai ke- pentingan pokok. kolone ke-V. kolone, barisan. Kolone ke-V, barisan kaum re- aksioner, musuh² Rakjat, jang menjusup kedalam gerakan progresif untuk mengatjau, memetjah-belah, melakukan sabotase, pembunuhan, pekerdjaan mata², dsbnja. Istilah ini berasal dari Perang Dalamnegeri di Spanjol. Sewaktu Franco siap untuk melantjarkan serangan terhadap Madrid jang dibela oleh kaum Republikein, dia berkata: Saja memiliki 4 kolone diluar Madrid, siap untuk me- njerang, dan disamping itu, kolone ke-V didalam Madrid". komplit. lengkap, paripurna. tidak ada sesuatu jang keting. galan.
konfederasi. perserikatan diantara negara' jang masing ber daulat. konfrontasi. hadap-hadapan, perlawanan. konsepsi. fikiran, pengertian, faham, pendapat. konseptor, jang punja atau membuat konsep. konsesi. apa jang diberikan atau didapat dari sikap mengalab atau mengalah sebagian. konsultasi. meminta pendapat, bertukar fikiran. konsumen. sipemakai bahan' mentah atau barangdjadi. kontrol. pengawasan. kordinasi. penjelarasan. kreasi. jang bersifat tjiptaan. kriminil. bersifat pidana. kristalisasi. mendjadikan sesuatu padat dan keras. bersih dari noda seperti hablur. kulturil. kebudajaan. latent. diam, tersembunji, tidak aktif. Bahaja jang latent. bahaja jang terusmenerus. latifundis. tuantanah atau penguasa tanah jang luasnja sam pai beribu-ribu hektar. Latifundis sekarang ini banjak terdapat di Amerika Latin. linea recta. samasekali/langsung berlawanan logis. masukakal. manifestasi. pernjataan, perwudjudan. manipulasi. penipuan; perbuatan tjurang seperti menggelap kan, menimbun barang untuk spekulasi, dsonja majoritet, bagian terbesar, djumlah terbanjak. maximal. jang se-banjak²nja. memodernisasi. modern, hal' baru jang sesuai dengan zaman jang sudah madju. Memodernisasi, membikin segala- sesuatu modern sesuai dengan tingkat perkembangan terachir. Terutama jang dimaksud disini jalah membikin tenaga produktif Indonesia modern. mendevaluasi. menurunkan nilai-uang terhadap emas. mendiskredit. mentjemarkan sesuatu/seseorang agar tidak disukai. mengidealisasi. mendjadikan sesuatu menurut keinginan atau tjitaa jang lepas dari kenjataan objektif. mengkonsolidasi. memperkukuh, memperteguh. menu. daftar makanan. metafisis. metode jang bukan dialektis. multilateral. meliputi berbagai fihak. non-aligned. tidak bersekutu dengan salahsatu blok didunia ini. otomasi. menggunakan lebih banjak mesin jang mengerdja. kan berbagai tingkat dari suatu proses produksi dengan hanja sedikit memerlukan tenaga manusia. otoriter. jang berkuasa, jang resmi, jang berwibawa.
packing. pembungkusan, pengepakan. partisipan. peserta, seseorang jang ambilbagian didalam sesuatu peristiwa. pengkonversian. konversi, izin jang diberikan oleh radja di Djawa kepada onderneming asing untuk mengusahakan separo tanah garapan Rakjat selama 50 tahun. Tanah konversi adalah tanah jang sedemikian itu. Pengkonversian, mendjadikan tanah Rakjat tanah konversi. penglikwidasian. peniadaan, pembubaran. pentorpedoan. penggagalan. perdagangan transito. perdagangan jang sifatnja menjalurkan, djadi bukan untuk dipakai dinegeri jang bersangkutan, tetapi untuk diteruskan/disalurkan kenegeri lain. phobi. ketakutan jang amat sangat akan sesuatu. pilot projek. projek jang dibangun untuk didjadikan tjontoh dan teladan. polemik. pertengkaran, perbantahan, perdebatan. posisi komando. kedudukan memimpin. potensi. kekuatan, tenaga.
preferensi. hak pengistimewaan, memberikan perlakuan jang
utama dan lebih baik kepada fihak tertentu. Misalnja dalam hal import, memberikan preferensi kepada negeri tertentu dengan menetapkan beamasuk jang lebih rendah, harga jang tinggi untuk baranghasilnja, dsbnja. production-sharing. bagi-hasil produksi. produsen. sipenghasil, pembuat bahan mentah atau barangdjadi. pro memori. untuk diingat; istilah ini digunakan dalam anggaran belandja terutama anggaran belandja negara me- ngenai pengeluaran jang pada saat anggaran itu dibikin belum dapat dipastikan djumlahnja. proteksi. perlindungan. Dalam ekonomi memberikan proteksi kepada industri nasional jang masih lemah dengan me- ngenakan beamasuk jang tinggi terhadap djenis barang- basil jang bisa dibuat oleh industri nasional tadi. Lewat tjara itu industri nasional akan mampu bersaing dengan industri luarnegeri. provokator. orang jang memantjing sesuatu kedjadian dengan maksud jang djahat. radikal. jang bersifat mengadakan perubahan sampai keakar- akarnja, dengan sempurna. rasialisme. ras, induk bangsa. Kesatuan umatmanusia jang mempunjai tjiri² djasmani jang sama seperti kulit, ram- but, mata, dsbnja. Rasialisme, faham jang didasarkan pada membeda-bedakan, mengunggulkan sesuatu ras. respek. rasahormat dan penghargaan. restorasi. memulibkan kembali
rezim. kekuasaan negara, biasanja digunakan dengan maksud
mentjela kekuasaan jang bersangkutan. routine/rutine. jang dilakukan berulang-ulang, se-hari*. santase. gertakan. satelit. pengikut jang mengekor sadja. seleksi. pemisahan antara jang baik dengan jang djelek, an tara jang sedjati dengan jang palsu. self-supporting. mentjukupi sendiri; self-supporting beras artinja bahwa beras jang dihasilkan didalamnegeri bisa mentjukupi kebutuhan negeri jang bersangkutan sehing. ga tidak perlu mengimport lagi. simpati. minat, rasa setudju, rasa suka, ketjenderungan sinjalemen. isjarat, pertanda. mensinjalir, memberi isjarat, pertanda separatis. jang bersifat memisahkan diri. skala. ukuran, taraf. social-control. pengawasan oleh masjarakat. social-participation. pengikutsertaan masjarakat. social-support. dukungan atau sokongan masjarakat. solidaritet. sctiakawan.
sortering. memisah-misahkan dan meng-golongkan barang.
dagangan (bahanmentah maupun barangdjadi) menurut mutunja.
sovinisme. salahsatu bentuk nasionalisme burdjuis — chusus.
nja dari kaum pendjadjah dan imperialis — jang mem- bangkitkan penghinaan dan kebentjian terhadap Rakjat, rasa dan nasiona lain dikalangan massa. Tjara terpenting untuk mentjapai tudjuan itu jalah membela lewat pro-
paganda resmi, film, kesusasteraan, dsbnja. teori ras"
jang mentjirikan bangsa² lain — mereka jang berada dibawah penindasan atau jang direntjanakan untuk di-
djadjah — rendah", tidak mampu memerintah sendiri",
disbnja.
spekulasi. perbuatan nekad (dilapangan ekonomi maupun
politik) untuk mentjapai tudjuan tertentu jang diharap-
harapkan.
sponsoring country. negeri jang bertanggungdjawab terhadap
penjelenggaraan sesuatu peristiwa/kedjadian internasio- nal. stabilisasi. kemantapan, membikin sesuatu keadaan berlang-
sung terus. Stabilisasi politik bisa merupakan usaha re.
aksi untuk mempertahankan kekuasaannja tanpa gugat- an" kekuatan progresif.
status quo. keadaan sekarang sebagai sesuatu jang tidak
mengalami perubahan dan tetap sebagaimana adanja.
subsidi. sokongan jang umumnja diberikan oleh pemerintah
kepada badan² partikelir. misalnja kepada perguruan',
badan° gosial, dsbnja.
TJATATAN
tarif. daftar harga atau sewa. terisolasi. terpisah, terasing. toleran. sifat tenggang-menenggang, sifat. saling-memberi. unilateral. sefihak. universil. berlaku untuk seluruh dunia, untuk seluruh umat. manusia. upgrading. memperbaiki mutu bahanmentah, barangdjadi dengan mengadakan prosesa pengolahan tertentu. Misalnja, dimasa jang lalu karet Indonesia harus melalui upgrading di Singapura. vital. jang memberi hidup, sjarat mutlak untuk hidup; dengan
demikian jang vital adalah sesuatu jang amat penting.
bersifat hajati