Baca PDF (OCR): OLD TRAFFORD

19 halaman · 6 halaman diproses dengan OCR· 7084 ms

Daftar isi
  1. Megahnya Old Trafford yang
  2. Membuat Stadion Lain Cemburu
  3. Keruntuhan Old Trafford pada
  4. Masa Perang
  5. Wajah Sempurna Old Trafford
  6. Usai Renovasi
  7. End juga diberi atap pada 1951.
  8. Old Trafford Era Sekarang
  9. Kehormatan Terbesar untuk Alex
  10. Ferguson
  11. Sebelum Berganti Nama Menjadi
  12. Sir Alex Ferguson Stand
  13. Sebagai tribun utama stadion, tribun ini
  14. Pergantian Nama yang Penuh
  15. Pemasangan Huruf ‘S’ yang Salah
  16. Trio Paling Bersejarah Manchester
  17. United dalam Simbol United
  18. Trinity
  19. Patung United Trinity di Stadion
  20. Old Trafford
  21. Take Me Home United
  22. Road
  23. Lebih Sepakbola.

GANTIGOL

Vol. 1 Serial Stadion: Old Trafford

Tulisan: M Bimo Desain Grafis: Jagal Senyap

Megahnya Old Trafford yang

Membuat Stadion Lain Cemburu

Manchester United beruntung memiliki rumah berupa Stadion Old Trafford. Stadion dengan kapasitas 74.879 orang penonton. Stadion terbesar kedua di Inggris setelah stadion nasional Wembley. Markas Setan Merah yang memiliki sebutan Theatre of Dreams, kebanggaan masyarakat Manchester sejak pertama kali berdiri.

Kemegahan telah dimiliki Old Trafford sejak pertama kali diresmikan pada 19 Februari 1910. Stadion ini mendapat pujian dari komunitas sepak bola The Sporting Chronicle yang menggambarkan

GANTIGOL-Serial Stadion: Old Trafford

Old Trafford sebagai arena paling tampan, paling luas dan paling luar biasa di seluruh Britania Raya.

Sejak pertama kali dibangun, stadion ini memang sudah diperuntukkan jadi markas Setan Merah. United awalnya bermarkas di North Road dan juga sempat pindah ke Bank Street di dekat Clayton. Stadion yang mereka tempati ini sering memiliki masalah, di mana atapnya sering rusak ketika diterjang angin kencang. Selain itu, markas mereka dulunya dekat dengan pabrik yang limbah asap pembakaran kadang mengganggu dan mempengaruhi permainan.

Berangkat dari masalah tersebut, United memutuskan untuk mencari stadion baru. Pada 1909, ketika United baru saja juara Divisi Satu dan FA Cup, John Henry Davies yang merupakan pemilik Manchester United saat itu menggelontorkan dana segar ke klub untuk membangun markas baru.

Awalnya sang pemilik menganggarkan

30.000 poundsterling untuk pembangunan Old Trafford. Kemudian ia mengeluarkan dua kali lebih banyak demi

ingin membuat stadion baru yang megah. Old Trafford mulai dibangun di kawasan industri Trafford Park seluas 16 hektar. Arsitek dari stadion ini tidak lain dan tidak bukan adalah Archibald Leitch, sang bapak arsitek stadion sepak bola Britania Raya.

Kesempurnaan pembangunan Old Trafford sejak awal sudah dipikirkan oleh Archibald. Sang arsitek yang juga berjasa atas pembangunan stadion lain termasuk Stamford Bridge dan Highbury ini membuat pondasi yang kokoh, sistem drainase mutakhir pada masanya, serta sudut-sudut kemiringan di tribun yang tepat. Sehingga penonton bisa melihat ke arah lapangan dengan jelas di manapun posisinya.

Pada awal berdiri, stadion ini memiliki kapasitas 80.000 penonton. Henry Davies sebenarnya berencana untuk membuatnya berkapasitas 100.000. Namun saat itu, keterbatasan dana membuat ia mengurungkan niatnya.

Keruntuhan Old Trafford pada

Masa Perang

Ketika awal diselesaikan, Old Trafford memiliki tribun yang mengitari stadion. Saat itu hanya satu tribun yang diberi atap, sementara tiga sisanya dibiarkan terbuka. Usai pembangunannya rampung pada akhir 1909, para suporter United akhirnya bisa melihat tim kebanggaan mereka bermain di stadion megah ini pada 19 Februari 1910. Pertandingan itu mempertemukan United dengan rivalnya, Liverpool.

Namun kiprah awal Setan Merah di Old Trafford tak berjalan mulus. Pada pertandingan perdana mereka itu, Setan Merah harus bertekuk lutut dengan skor 3-4 di hadapan suporter mereka sendiri. Pemain United, Alexander Sandy Turnbull menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol di Old Trafford. Meski demikian, pada akhir musim mereka mampu membawa trofi juara Liga Inggris ke Old Trafford untuk pertama kalinya.

Old Trafford kemudian menjadi stadion yang paling dipandang di tanah Inggris. Stadion ini pertama kali menjadi tuan rumah final Piala FA 1911 dan juga 1915. Sebelas tahun kemudian, Old Trafford dipilih sebagai tuan rumah pertandingan internasional antara Inggris kontra Skotlandia.

Salah satu rekor penonton terbanyak yang pernah hadir di Old Trafford terjadi pada 1939. Saat itu stadion ini dipilih sebagai tuan rumah semifiinal FA Cup yang mempertemukan Wolverhampton Wanderers kontra Grimsby Town. Setidaknya ada 76.962 pasang mata yang menyaksikan laga tersebut.

Pertandingan pertama United setelah Sementara itu, rekor penonton paling Old Trafford direnovasi dimainkan pada sedikit pernah terjadi pada 29 April 1950. 24 Agustus 1949. Saat itu sebanyak lebih Ketika itu Manchester United menggelar dari 41.000 penonton menyaksikan Setan pertandingan kandang melawan Fulham. Merah menumbangkan Bolton Wanderers Pertandingan itu disaksikan oleh 11.968 3-0. orang.

Perubahan besar- besaran terjadi pada Old Trafford usai Perang Dunia II pecah. Markas Manchester United ini diminta oleh Angkatan Darat dijadikan gudang senjata perang. Namun, mereka menginginkan sepak bola tetap diadakan di stadion ini. Hasilnya, Old Trafford jadi sasaran bom oleh tentara Jerman.

Dua serangan destruktif pernah diterima Old Trafford, yakni pada 22 Desember 1940 dan yang kedua pada 11 Maret

  1. Serangan bom ini menghancurkan sebagian besar bangunan stadion, termasuk ruang berisi aset trofi Manchester United dan tribun utama di sisi selatan Stadion. Kondisi ini tak memungkinkan Old Trafford bisa menggelar pertandingan lagi. Kemudian Manchester United dipaksa mengungsi ke Maine Road dan berbagi stadion dengan rival sekota mereka, Manchester City. Sejak mengungsi, United harus membayar sewa kepada Manchester City sebagai bayaran penggunaan Maine Road selama Old Trafford direnovasi. Kondisi ini membuat pemilik United saat itu sempat kesulitan keuangan untuk merenovasi stadion. Hingga akhirnya Old Trafford terbengkalai selama hampir 10 tahun lamanya. Hingga akhirnya pada

1949 stadion ini selesai direnovasi dan siap menggelar pertandingan lagi.

Wajah Sempurna Old Trafford

Usai Renovasi

Renovasi usai pemboman pada Perang Dunia II tak hanya membuat Old Trafford kembali bisa menyelenggarakan pertandingan lagi. Tapi ini membuat perbedaan yang cukup signifikan pada stadion ini. Salah satu di antaranya adalah tribun Old Trafford kini sepenuhnya sudah beratap. Dimulai dari atap sepanjang 73 meter yang dibangun sepanjang tribun United Road (kini tribun Sir Alex Ferguson) sampai tribun Stretford

Meski demikian, pemasangan atap khususnya di bagian tribun United Road menuai kontroversi. Sebab pilar penyangga atap yang dipasang di sana cukup banyak menutup pandangan penonton. Jelang diselenggarakannya Piala Dunia 1966 di Inggris, direksi United didesak untuk merancang ulang tribun United Road.

Akhirnya pada 1965, penyangga atap stadion ini diganti dengan yang lebih moderen. Membuat semua penonton bisa melihat lapangan tanpa terhalang. Selain itu, United Road juga mendapat penambahan kapasitas sebanyak 20.000. Old Trafford kemudian menjadi salah

End juga diberi atap pada 1951.

Selain itu, klub juga menginvestasikan sejumlah uang untuk instalasi lampu lapangan sehingga Old Trafford bisa menggelar pertandingan pada malam hari. Pertandingan malam hari pertama yang digelar di stadion ini terjadi pada gelaran Divisi Satu Liga Inggris saat United menghadapi Bolton Wanderers pada 25 Maret 1957.

satu stadion tuan rumah Piala Dunia 1966 bersama dengan Wembley, Villa Park, Goodison Park dan Hillsborough.

Awal 1970an, hooliganisme mulai merebak di Inggris. Kejadian hooliganisme yang dikenang di Old Trafford adalah tragedi pelemparan pisau yang dilakukan oleh suporter pada 1971. Insiden ini memaksa United membangun pagar pembatas antara tribun dan

lapangan. Menjadikan Old Trafford sebagai stadion pertama di Inggris yang membangun pagar pembatas.

Tragedi Hillsborough pada 1989 memang banyak mengubah wajah seluruh stadion di Inggris. Old Trafford juga mengalami perubahan dari tribun berdiri menjadi tribun duduk seluruhnya. Renovasi besar- besaran ini menyebabkan kapasitas stadion terpangkas dari 80.000 menjadi hanya 44.000 saja.

Perubahan Old Trafford seluruhnya menjadi tribun duduk itu terjadi pada awal-awal masa Premier League dimulai. Saat itu, Manchester United sedang mendominasi sepak bola Inggris, yang menyebabkan popularitasnya sedang naik banget. Situasi ini kembali mendesak direksi United untuk melakukan peningkatan khususnya di sektor kapasitas stadion.

Akhirnya pada 1995, Tribun Utara yang telah berdiri selama 30 tahun digusur dan digantikan dengan tribun baru bertingkat tiga. Renovasi yang selesai pada Mei 1996 ini menambah daya tampung stadion sebanyak 25.500 penonton. Perombakan ini juga membuat Old Trafford kembali dipilih sebagai tuan rumah Euro 96.

Old Trafford kembali menambah kapasitasnya ketika Tribun Timur dan Tribun Barat direnovasi. Usai Tribun Timur ditingkatkan, kapasitas Old Trafford pada saat itu bisa menampung sebanyak

61.000. Sementara ketika Tribun Barat ditingkatkan menjadi dua lantai, 7.000 kursi tambahan menjadikan Old Trafford sebagai salah satu stadion dengan kapasitas terbanyak di Inggris yakni
68.217 penonton. Sejak 2003 hingga 2007, Old Trafford seringkali dijadikan markas Timnas
Inggris. Stadion ini menyelenggarakan 12 dari 23 pertandingan kandang Inggris pada periode itu, terbanyak daripada stadion lainnya. Pertandingan Inggris terakhir kali di Theatre of Dreams adalah ketika Inggris kalah dari Spanyol 0-1 pada 7 Februari 2007.

Old Trafford Era Sekarang

Theatre of Dreams adalah julukan yang lekat dengan Old Trafford. Sebutan ini pertama kali dibuat oleh Sir Bobby Charlton dalam buku John Riley berjudul Soccer yang terbit 30 tahun lalu. Ungkapan ini dibuat ketika Setan Merah sedang menikmati kesuksesan di bawah kendali Sir Alex Ferguson dan Old Trafford turut ikut berkembang menjadi stadion terbaik di tanah Inggris. Hingga kini, sebutan itu masih terus melekat di markas Manchester United ini.

Old Trafford merayakan ulang tahun keseratus pada 19 Februari 2010. Kemudian pada November 2011, nama Tribun Utara mulai diganti menjadi tribun Sir Alex Ferguson sebagai penghormatan 25 tahun sang pelatih asal Skotlandia melatih Manchester United.

Ada beberapa bangunan bersejarah yang terdapat di Old Trafford. Salah satunya adalah lorong yang dinamai Lorong Munich. Dinamai demikian dengan alasan menghormati peringatan 50 tahun bencana udara Munich pada 1958. Lorong ini juga menjadi satu-satunya bangunan asli yang masih bertahan sejak awal Old Trafford berdiri.

Selain itu ada patung yang terinspirasi dari sosok legendaris Manchester United yakni Sir Matt Busby, George Best, Denis Law dan Bobby Charlton. Patung-patung itu mendapat julukan The United Trinity. Menyusul kemudian patung Sir Alex Ferguson sebesar 2,7 meter

juga dibangun di Old Trafford pada 23 November 2012.

Old Trafford bisa jadi simbol kecemburuan bagi stadion-stadion yang dibangun oleh klub Inggris lainnya. Sama seperti Manchester United yang tak pernah berpuas diri dalam urusan prestasi, Old trafford juga tampaknya masih akan mengalami renovasi dan peningkatan kapasitas penonton.

Kabarnya, pembahasan untuk meningkatkan Tribun Selatan sedang dilakukan sejak beberapa tahun belakangan. Bukan tak mungkin itu bakal benar-benar terjadi di masa yang akan datang. Jika tribun itu ditingkatkan, Old Trafford diperkirakan bisa menampung hingga 95.000 penonton.

Kehormatan Terbesar untuk Alex

Ferguson

Sejak 2011, tribun bagian utara Old Trafford berganti namanya menjadi Sir Alex Ferguson Stand. Sebuah nama dari seorang pelatih tersukses Manchester United pada era Premier League. Sebuah kehormatan terbesar yang diberikan klub, disusul dengan patung Ferguson yang juga dibangun di kompleks Old Trafford.

Tepat pada 6 November 2011, Ferguson memasuki tahun ke-25 bersama Setan Merah. Kursi pelatih yang begitu nyaman diduduki oleh Ferguson. Pria kelahiran Glasgow, Skotlandia ini datang ke Old Trafford pada 1986. Saat itu ia datang setelah meninggalkan kursi pelatih di timnas Skotlandia. Sebelumnya, Ferguson sukses bersama klub Skotlandia, Aberdeen, setelah beberapa kali

menjuarai Liga Skotlandia dan juga UEFA Winners’ Cup.

Namun, waktu berlalu begitu cepat. Selama 25 tahun kepemimpinannya di Manchester United, pelatih ini telah mempersembahkan sederet gelar prestisius. Beberapa di antaranya adalah 13 gelar juara Premier League, dua trofi Champions League dan satu gelar juara Piala Dunia Antarklub. Sementara ada puluhan gelar lainnya yang ia torehkan bersama Setan Merah.

Kemudian ketika laga kandang kontra Sunderland itu mungkin jadi satu pertandingan yang paling berharga buat dia. Sebelum kick off dilakukan, para pemain Manchester United dan Sunderland berbaris melakukan Guard of Honor untuk pelatih legendaris ini. Sir Alex Ferguson yang masuk menapaki rumput lapangan Old Trafford langsung disambut tepuk tangan meriah dari para pemain dan puluhan ribu penonton yang hadir.

Kebetulan Sunderland pada masa itu diperkuat oleh beberapa mantan pemain United. Sebut saja John O’Shea, Phil Bardsley dan Wes Brown. Para pemain ini cukup lama berseragam United dan

dilatih oleh Ferguson. Maka dari itu, tentu saja mereka cukup ikut merasakan betapa pentingnya momen tersebut untuk sang pelatih dan klub.

Ketika perjalanannya sampai di tengah lapangan, Ferguson disambut oleh David Gill yang saat itu masih menjabat sebagai direktur Manchester United. Pada saat itu, Ferguson belum mengetahui kejutan apa yang ia bakal lihat. Setelah Gill mengucapkan sepatah dua patah kata sambutan, dia pun akhirnya memberi tahu kepada Ferguson dan seluruh pemain dan penonton soal peresmian North Stand yang berganti nama menjadi Sir Alex Ferguson Stand.

“Hari ini, North Stand, tribun terbesar di Old Trafford, resmi berganti nama menjadi Sir Alex Ferguson Stand,” ujar Gill.

Sebelum Berganti Nama Menjadi

Sir Alex Ferguson Stand

Tribun ini sebelumnya dikenal dengan nama United Road, sebelum akhirnya berganti menjadi North Stand. Tribun bagian utara stadion Old Trafford ini membentang sepanjang United Road. Seperti yang diungkapkan oleh mantan direktur klub, tribun ini merupakan yang terbesar di Old Trafford dengan memiliki tiga tingkat dan dapat menampung sebanyak 26.000 penonton.

Sebelum namanya menjadi Sir Alex Ferguson Stand, tribun ini telah melalui banyak renovasi sejak awal berdiri. Sebelum tahun 1996, tribun utama Old Trafford ini merupakan tribun berdiri, tribun yang umum ditemukan di stadion-stadion Inggris sebelum Tragedi Hillsborough.

Sebagai tribun utama stadion, tribun ini

memiliki fasilitas stadion yang ciamik. Tribun utara ini memiliki spot khusus untuk penonton VIP, ada juga Red Cafe yang merupakan restoran atau bar bertema Manchester United dan museum serta ruang piala Manchester United.

Museum tersebut dibuka pertama kali pada 1986. Old Trafford disebut menjadi stadion pertama di dunia yang memiliki museum di dalamnya. Kemudian museum yang awalnya dibangun di sudut tenggara stadion ini dipindahkan ke tribun utara yang telah selesai direnovasi pada 1998.

Pergantian Nama yang Penuh

Rahasia

Ide ini awalnya dikemukakan oleh David Gill. Ia kemudian merekrut hanya delapan dari total 660 pegawai stadion ke dalam proyek super rahasia ini. Tak sembarang orang yang boleh mengetahui rencana dan eksekusi pergantian tulisan nama yang terpasang di tribun tersebut. Bahkan, para pekerja ini harus menandatangani surat perjanjian kerahasiaan soal proyek ini.

Setelah pertemuan pertama dilakukan pada 2011, ketika Manchester United sedang sibuk berlaga di Liga Champions, para pekerja ini harus bekerja melakukan pergantian nama itu dalam kegelapan alias malam hari. Lampu yang dihidupkan juga seminimal mungkin sehingga tidak banyak orang yang tahu kalau sedang ada pekerjaan yang dilakukan di stadion.

Setiap pagi harinya ketika Old Trafford dipakai untuk latihan pemain Manchester United, rasa deg-degan selalu menyelimuti David Gill. Beberapa huruf dari Sir Alex Ferguson Stand sudah mulai dipasang dan ditutupi spanduk agar tidak terlihat banyak orang. Namun, spanduk ini sering hampir lepas karena tiupan

angin.

Pergantian nama tribun ini adalah salah satu proyek bikinan David Gill untuk penghormatan kepada Ferguson. Gill juga berencana untuk membangun patung pelatih legendaris itu yang didirikan di kawasan Old Trafford.

Untungnya, rencana proyek super rahasia ini berhasil dilaksanakan. Tidak ada pegawai Old Trafford maupun Manchester United yang tahu soal pergantian nama tribun ini sampai lima menit sebelum Sir Alex Ferguson masuk ke lapangan pada pertandingan melawan Sunderland.

Pemasangan Huruf ‘S’ yang Salah

Proyek yang dibuat dengan sangat rahasia dan waktu yang singkat, membuat ada satu keluputan. Orang yang mencetak huruf per huruf itu, Stewart Neill, melihat kejanggalan setelah tirai penutup nama tribun ini dibuka. Mata elangnya menemukan kalau huruf ‘S’ pada kata ‘Ferguson’ dipasang terbalik.

Menurut Neill, ia membandingkan huruf ‘S’ pada ‘Ferguson’ dengan huruf ‘S’ yang ada di kata ‘Stand’. Pria asal Portsmouth ini menemukan kalau ekor bawah huruf tersebut terlihat lebih pendek. Ekor yang lebih pendek ini seharusnya menghadap ke atas.

Fakta ini tentu saja membuat United malu. Meski demikian, tak banyak orang yang menyadari kesalahan tersebut. Sebab, tulisan ini terpasang cukup jauh di atas dekat atap stadion. Pihak Manchester United pun mengungkapkan akan langsung memperbaiki kesalahan itu secepatnya.

Sir Alex Ferguson sendiri sempat tidak percaya akan penghargaan yang ia

dapat. Ia bahkan sempat mengira kalau ini adalah prank yang dibuat oleh klub.

Pada momen tersebut, ia menganggap tidak layak mendapat penghormatan luar biasa tersebut. Namun, pernyataan Ferguson ini cukup beralasan. Sebab pada musim 2011/2012, United sedang tidak dalam performa terbaiknya. Apalagi dua pekan sebelumnya, Setan Merah baru saja dibantai 1-6 oleh rival sekota mereka, Manchester City. United pun menuntaskan musim dengan finis di peringkat dua pada musim itu. Setelah pada tiga musim sebelumnya mereka selalu juara Premier League.

Namun, kinerja Ferguson tidak hanya dinilai dari satu musim saja. 25 musim sudah ia lewati bersama Setan Merah. Tentunya banyak kenangan dan juga pengorbanan dari Sir Alex kepada klub. Serta puluhan gelar juara yang ia persembahkan, membuat Sir Alex Ferguson sah-sah saja jika diberi penghormatan berupa namanya dijadikan nama tribun terbesar di Old Trafford tersebut.

Trio Paling Bersejarah Manchester

United dalam Simbol United

Trinity

Jika disuruh menyebut pemain paling legendaris di Manchester United, siapa nama yang bakal kamu sebut? Eric Cantona, Ryan Giggs, Paul Scholes atau malah Cristiano Ronaldo? Tidak salah jika nama-nama itu disebut legenda. Sebab, kiprah mereka selama berseragam Manchester United turut membuat Setan Merah disegani di tanah Inggris dan Eropa.

Namun, jauh sebelum nama-nama itu membela panji United, ada tiga nama

yang layak disebut sebagai trio paling bersejarah dan paling melegenda bagi Manchester United sepanjang sejarah. Siapa lagi kalau bukan George Best, Denis Law dan Bobby Charlton. Jasa mereka membangun kembali semangat pemain dan suporter Manchester United pasca Tragedi Munich sangat besar.

George Best merupakan produk asli akademi Manchester United. Bakatnya ditemukan oleh pemandu bakat Bob Bishop saat Best masih berusia 15 tahun. Sejak 1961 hingga 1963, ia mempertajam kemampuannya di tim Manchester United muda hingga akhirnya dipromosikan ke tim senior.

Sementara itu Denis Law, datang ke Old Trafford pada 1962. Pemain asal Skotlandia ini datang dari Torino sebelum akhirnya menjadi legenda di United. Sedangkan Bobby Charlton telah lebih dulu berseragam Setan Merah sebelum dua rekannya itu. Mantan penyerang ini sudah ada di United sejak 1953. Sementara ia baru dipromosikan ke tim senior pada tahun 1956.

Ketiganya pertama kali merumput bersama di sebuah pertandingan musim 1963-1964. Perlu diketahui, musim itu

bukanlah musim yang baik bagi Setan Merah. Mereka mengakhiri liga di posisi kedua di belakang Liverpool, mereka juga tersingkir di semifinal FA Cup dan tak mampu berbicara banyak juga di Eropa setelah ditendang Sporting Lisbon di ajang UEFA Winners’ Cup.

Namun, musim itu tetap layak dikenang sebagai sejarah di mana Best, Law dan Bobby main bersama dalam starting eleven pertama kalinya sepanjang sejarah. Saat itu, Manchester United melakoni laga tandang ke kandang West Brom. Pertandingan ini menjadi awal perjalanan trio paling sukses sepanjang sejarah klub.

United Trinity Menjaga Api Semangat United Pasca Tragedi Munich

Lima tahun sebelum trio ini main bersama untuk pertama kalinya, adalah tahun yang berat bagi United. Mereka baru saja kehilangan hampir separuh skuat mereka setelah menjadi korban kecelakaan pesawat terbang di Munich, Jerman pada 1958. United baru saja menuntaskan laga tandang kontra Red Star Belgrade di Yugoslavia pada leg kedua European Cup. Laga itu berakhir dengan skor 3-3, namun Setan Merah berhasil lolos ke babak berikutnya karena menang agregat 5-4.

Pesawat mereka meninggalkan Yugoslavia keesokan harinya dan transit di Munich untuk mengisi bahan bakar. Namun ketika akan lepas landas dari Munich menuju Inggris, terjadi malfungsi pesawat yang ditumpangi pemain dan staf Manchester United ini. Pesawat yang baru saja lepas landas tersebut tiba-tiba jatuh dan mengalami kecelakaan.

Tragedi itu menewaskan 23 orang termasuk delapan pemain Manchester United. Namun sang pelatih, Matt Busby dan Bobby Charlton yang juga ikut menumpang pesawat nahas tersebut berhasil selamat dengan mengalami luka-luka.

Usai tragedi ini, Manchester United melewati masa yang sulit kembali kembali bangkit sebagai tim superior seperti sedia kala. Baru pada awal 1960an, Matt Busby kembali

menyempurnakan serpihan puzzle United yang sempat berceceran untuk dirangkai kembali.

Perekrutan Denis Law pada 1963 bisa dibilang menjadi transfer yang cukup

sukses yang dilakukan Busby. Law menjadi penyelamat United yang saat itu hampir saja terdegradasi. Meski di tahun yang sama, Setan Merah berhasil meraih trofi FA Cup. Pemain asal Skotlandia ini mencetak 29 gol pada musim perdananya berseragam United.

Manchester United sudah lama tertidur. Matt Busby harus mencari cara agar membawa klub ini berprestasi lagi. Tapi tak disangka, seorang anak muda yang masuk tim senior bernama George Best ini melengkapi trisula milik Setan Merah. Best yang memiliki kecepatan, kemampuan menggiring bola dan kontrol bola di atas rata- rata, rupanya cocok dengan permainan Bobby Charlton yang tenang namun mematikan di depan gawang lawan.

Dampak kerja sama ketiga pemain depan United ini dapat dirasakan cukup instan. Mereka mampu membuat United kembali merengkuh gelar Divisi Satu Liga Inggris pada 1965, gelar liga pertama United sejak Tragedi Munich dan gelar pertama di musim perdana trio yang kemudian dijuluki United Trinity.

Selain berhasil mempertahankan gelar pada 1967, trio Best, Law dan Bobby juga berhasil mempersembahkan gelar kompetisi Eropa pertama untuk klub. Di bawah kendali Matt Busby, trio ini berjasa besar ketika United membawa pulang trofi European Cup musim 1967-1968 ke Old Trafford usai menghajar Benfica 4-1 di

final. Kemenangan ini tentu saja tak luput dari brace Bobby Charlton dan gol ikonik George Best.

Kontribusi luar biasa dari trio United ini juga jadi simbol kesuksesan diri mereka pribadi sebagai pemain. Ketiganya bergantian memenangi penghargaan Ballon d’Or. Denis Law meraihnya pada 1964, diikuti Bobby Charlton pada 1966 dan George Best pada 1968.

Sebuah era tentu saja memiliki akhir. Ya, akhir era trio United plus pelatih Busby ini perlahan-lahan terlihat pada awal 1970an. Law bolak-balik sering cedera, Best yang kecanduan alkohol serta Bobby yang usianya sudah melewati masa emas seorang pemain menjadi tanda berakhirnya era United Trinity. Ditambah lagi, Matt Busby yang pensiun membuat era kehebatan para legenda United ini benar-benar berakhir pada 1972.

Patung United Trinity di Stadion

Old Trafford

Selama delapan tahun merumput bersama membawa panji kebesaran Setan Merah, tiga pemain paling legendaris Manchester United telah mempersembahkan dua gelar Liga Inggris, satu trofi European Cup dan penghargaan Pemain Eropa Terbaik untuk

mereka masing-masing. Saya yakin George akan melihat dari atas dan mengagumi patung ini.” Sejatinya warisan trio ini masih ada hingga hari ini, yakni berupa patung Sementara itu Bobby Charlton yang United Trinity yang dibangun di kawasan mencatat 758 penampilannya bersama Stadion Old Trafford. Patung ini dibuat United, turut berkomentar pada hari pada 2008 oleh seniman terkenal Phillip peresmian patung United Trinity, “Ini luar Jackson. Seniman ini juga membuat biasa. United adalah klub hebat. Sangat patung Sir Matt Busby yang telah berdiri luar biasa patung kita berhadapan di Old Trafford lebih dulu. dengan Sir Matt Busby.”

Dalam peresmian patung setinggi 2,7 meter ini, juga dihadiri dua dari tiga legenda yang masih hidup yakni Bobby Charlton dan Denis Law. Sementara itu, George Best yang merupakan pemain termuda dari tiga legenda ini telah meninggal dunia pada 25 November

  1. Patung ini dibuat dengan inspirasi dari pose United Trinity saat mereka merayakan gelar Eropa pertama kali untuk Manchester United 52 tahun yang
    lalu. Patung ini berdiri berhadap-hadapan dengan patung Matt Busby yang juga turut berjasa memoles performa trio United ini di Stadion Old Trafford.

Pada hari peresmian itu, Denis Law yang menghabiskan masa baktinya di Manchester merah sejak 1962 sampai 1973 mengatakan, “Merupakan kehormatan luar biasa bisa berdiri bersama Sir Bobby dan George dalam patung itu.

Take Me Home United

Road

I was born to, be United, Daddy told me when I was just a baby, When I was Five, I went down the warwick Road, Now I’m addicted, the only place I go Take me Home, United Road, To the place, I belong, To Old Trafford, to see United, Take me Home, United Road. All my memories, Of Bobby Charlton, Georgie Best and Cantona, That came to us from Heaven, And in the Nou Camp in 1999, On matt busbys birthday Oh it was party time Take me Home, United Road, To the place, I belong, To Old Trafford, to see United, Take me Home, United Road, I watch the reds, I feel the noise, The crowd is roaring, The Stretford end we singing and the fans are going wild And when I’m gone, I get the feeling I should have been home yesterday, yesterday Take me Home, United Road, To the place, I belong, To Old Trafford, to see United, Take me Home, United Road, Take me Home, United Road, To the place, I belong, To Old Trafford, to see United, Take me Home, United Road, Take me Home, United Road, Take me Home, United Road,

Sebagaimana media, Gantigol diciptakan dengan serius serta menggodoknya dengan serius. Namun dengan penyajian tulisan yang jauh dari kata berat dan serius. Ibarat hidangan, kami memposisikan diri sebagai dessert. Anda sudah melahap semua informasi yang tersedia, tinggal mau menutupnya dengan kami atau tidak. Bisa saja Anda makin puas dengan hidangan hari ini, atau malah merasa refresh dan siap kembali menikmati hidangan yang belum Anda rasakan dari yang tersedia itu.

Selayaknya hiburan, Gantigol disajikan dengan mengedepankan sisi keriaan dan kerayaan sebuah hiburan. Kemenangan, kejenakaan, Kontak kami: kekonyolan hingga satir di sepakbola akan kami sajikan dengan menghibur. Email: [email protected] Drama, tragedi,kesedihan dan getirnya Website: gantigol.com sepakbola pun, menurut kami, Instagram: gantigol_id juga perlu diriakan dan dirayakan. Twitter: gantigol Sepatutnya online store, Gantigol juga Youtube: Gantigol menyediakan merchandise sepakbola. Bukan hanya kualitas terjamin –ini tentu saja- setiap produk kami akan bertema dan bercerita. Tak cuma collectible item dengan kemasan yang menarik, produk kami tetap mengambil irisan kepatutan untuk dapat dikenakan sebagai kebanggaan. Kemudian daripada itu, semuanya tergantung kedewasaan dan kebijaksanaan Anda menyikapinya. Kami hanya ingin mengajak untuk ‘Budayakan dan Rayakan Sepakbola’!

Lebih Sepakbola.