Baca PDF (OCR): Menudju Indonesia Baru

27 halaman · 27 halaman diproses dengan OCR· 76018 ms

Daftar isi
  1. 2856 Bro
  2. Indonesia Baru
  3. D.N. AIDIT
  4. Indonesia Baru
  5. Jajasan PEMBARUAN"
  6. INT. INSTITUUTIndonesia jang dikatjaukan oleh KMB, Indonesia jang
  7. SOC. GESCHIEDENIS— maafkanlah saja — jang rongsokan. Kawan-kawan
  8. -MEI 1997dan parasaudara tentu ingin hidup dalam Indonesia
  9. AMSTERDAM
  10. 10778488
  11. Joop Morriën Amisterdam
  12. karang ini dan bagaimana mendatangkan keamanan dan kesedjahteraan, pendeknja, ia menundjukkan dja-
  13. lan jang benar bagaimana meninggalkan Indonesia
  14. jang kawak ini dan bagaimana mentjapai Indonesia
  15. Baru, suatu Indonesia dimana Rakjat berkuasa atas
  16. akan menolong kawan² dan parasaudara dalam djalan
  17. perdjuangan kawan-kawan jang sungguh tidak mudah
  18. ia akan diterima dengan gembira oleh seluruh Rakjat pe-
  19. kerdja dan akan berguna besar bagi perdjuangan mereka.
  20. J e opunjai hak monopoli atas tanah sehingga kaum tani jang
  21. fout?betapa teguh dan militantnja Rakjat Indonesia berdjuang
  22. DO.M nesia pada fasisme Djepang.
  23. 二kantor ini giat mendorong pengerahan romusja keluar-
  24. Atas inisiatif wakil Republik Sosialis Soviet Ukraine, Manuilsky, dalam bulan Djanuari 1946 untuk pertama kali
  25. Hal ini oleh pedjuang² kemerdekaan Indonesia tidak akan
  26. Amerika dan Inggris mentjari djalan lain untuk merebut
  27. reka pakai dengan berhasil, jaitu dengan antjaman sendjata
  28. petjahan timbul dalam kekuatan revolusi, jaitu antara jang
  29. perpetjahan. Dengan demikian Republik Indonesia men-
  30. sambil berunding mempersiapkan serangan² militer.
  31. daerah de facto Republik dengan menggunakan peng-
  32. pi dalam kenjataannja kekuasaan jang sesungguhnja dilapangan politik, ekonomi dan militer masih tetap ditangan
  33. imperialis Belanda, dan pintu Indonesia dibukakan seluas- luasnja oleh persetudjuan KMB untuk penetrasi² politik,
  34. nja masih tetap djelek seperti sebelum perang dunia ke-
  35. perang orang sering menggambarkan kemelaratan Rakjat
  36. perialis Amerika berusaha keras untuk merebut tempat
  37. ini sebagai alatnja, imperialis Amerika memaksakan kepada Rakjat Indonesia apa jang mereka namakan pin-
  38. djaman Eximbank, Embargo terhadap RRT, perdjandjian
  39. tahun 1926, tahun keemasan bagi modal asing di Indo-
  40. pokok seperti pakaian dan perumahan. Upah 5,20 rupiah
  41. ngan se-wenang² oleh fihak madjikan. Dibanding dengan tahun² sebelum perang kebutuhan se-hari² naik 30 sam-
  42. langan 3.719.914 harikerdja. Djumlah ini adalah sangat
  43. Aksi² kaum buruh jang makin hari makin banjak dan
  44. daripada exploitasi kolonial dan aparat daripada mesin
  45. Pemogokan² terdjadi sekalipun ada peraturan larangan
  46. kan lebih dulu kepada pemerintah. Pihak pemerintah ber-
  47. antara buruh dengan madjikan. Untuk menjelesaikan per-
  48. merintah membentuk Panitia Arbitrase. Dengan sendirinja
  49. dengan tjuma² sebagai milik perseorangan mereka. Di-
  50. Di-kota², disamping gerakan buruh jang makin hari
  51. feodal, melawan exploitasi kolonial dan dalam perdjuangan untuk perdamaian. Gerakan pemuda, peladjar dan wanita
  52. tahun harus mengimport beras sebanjak 800.000 sampai
  53. tai-partai lain, dalam melawan bahaja fasisme jang mau dipaksakan oleh imperialis² Amerika, Belanda dan Ing-
  54. Kedjadian² ini semua membuktikan kebenaran utjapan
  55. Partai² Demokratis hanja bisa menghimpun massa dise-
  56. Kedjadian ini semua menanamkan kejakinan jang lebih dalam pada Rakjat Indonesia, terutama pada klas buruh
  57. Indonesia, bahwa hanja persatuanlah, persatuan daripada semua kekuatan anti-imperialisme dan anti-feodalisme jang
  58. dapat memenangkan perdjuangan Rakjat.
  59. Joop Morriën
  60. Amsterdam
  61. Isi diluar tanggungan Pertj. SENO N.V.
  62. Harga Rp. 2,50

2856 Bro

5 menudju

Indonesia Baru

D.N. AIDIT

★ JAJASAN ,PEMBARUAN"

menudju

Indonesia Baru

OLEH: D. N. AIDIT

(Pidato untuk memperingati ulang- tahun PKI jang ke-33. Diutjapkan pada malam tanggal 22 Mei 1953 di Gedung Kesenian, Djakarta)

Jajasan PEMBARUAN"

D. N. Aidit

Pengantar Penerbit Dengan gembira kami terbitkan brosur Menudju Indonesia Baru" ini, jaitu pidato pertama jang diutjapkan D. N. Aidit sekembalinja ditanahair dari penindjauan jang sete- ngah tahun lamanja keluarnegeri. Pidato jang merupakan puntjak dari pidato-pidato jang be-ratus² banjaknja diutjapkan diseluruh Indonesia untuk menjambut ulangtahun PKI jang ke-33 ini kami anggap penting sekali, karena pidato ini dengan djelas menundjukkan kepada kita tonggak-tonggak jang pokok dalam sedjarah perdjuangan pem- bebasan bangsa Indonesia, jang selama ini kabur dan tidak djelas. Pidato ini akan sangat membantu mereka jang hendak mempeladjari setjara dalam sedjarah bangsa kita. Njoto, ketika berpidato menjambut ulangtahun PKI pada hari 24 Mei jang lalu didepan kaum buruh Tandjungpriok menjatakan tentang pidato Aidit ini sbb : Kawan-kawan dan parasaudara tentu tidak mau terus hidup dalam Indonesia seperti sekarang ini,

INT. INSTITUUTIndonesia jang dikatjaukan oleh KMB, Indonesia jang

SOC. GESCHIEDENIS— maafkanlah saja — jang rongsokan. Kawan-kawan

-MEI 1997dan parasaudara tentu ingin hidup dalam Indonesia

jang lain, Indonesia jang bebas, jang aman, jang se- djahtera. Saja ingin menjatakan kepada kawan-kawan

AMSTERDAM

dan parasaudara, bahwa pidato pemimpin kita Kawan Aidit itu adalah penting sekali, karena pidato itu menundjukkan djalan jang benar bagi kita bagaimana

10778488

mengubur segala jang katjau dan jang rongsokan se-

Joop Morriën Amisterdam

karang ini dan bagaimana mendatangkan keamanan dan kesedjahteraan, pendeknja, ia menundjukkan dja-

lan jang benar bagaimana meninggalkan Indonesia

jang kawak ini dan bagaimana mentjapai Indonesia

Baru, suatu Indonesia dimana Rakjat berkuasa atas

rumah dan nasibnja sendiri. Saja harap, kawan² dan parasaudara mempeladjari pidato Kawan Aidit itu, membatjanja ber-ulang², mendiskusikannja, sebab ia

akan menolong kawan² dan parasaudara dalam djalan

perdjuangan kawan-kawan jang sungguh tidak mudah

itu. Mengingat pentingnja isi pidato inilah maka pidato ini kami terbitkan, dengan penuh harapan dan kepertjajaan bahwa

ia akan diterima dengan gembira oleh seluruh Rakjat pe-

kerdja dan akan berguna besar bagi perdjuangan mereka.

Penerbit Djakarta, Djuni 1953.

Hadirin jang terhormat ! Saudara² dan Kawan² seperdjuangan ! Per-tama², atas nama Partai Komunis Indonesia, saja mengutjapkan terimakasih kepada saudara² dan Kawan² jang sudah sudi datang pada malam peringatan ulangtahun PKI jang ke-33 ini. Kepada wakil² kaum buruh, wakil² kaum tani, kaum ter- peladjar dan orang² terkemuka jang revolusioner dan pro- gresif, PKI menjampaikan salutnja, berhubung dengan ke- uletan dan keperwiraan dari golongan² Rakjat jang saudara-saudara wakili dalam perdjuangan kita sekarang, dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional jang penuh, dalam perdjuangan untuk demokrasi, untuk perdamaian dunia, pendeknja untuk Indonesia Baru dan Dunia Baru. Karena perdjuangan saudara2, karena perdjuangan seluruh Rakjat jang ulet dan perwira, fadjar kemenangan kita makin lama bertambah dekat. Pada peringatan ulangtahun ke-33 ini saja diwadjibkan oleh Politbiro Central Comite PKI menjampaikan sebuah uraian jang berisi beberapa kesimpulan mengenai perdjuangan Rakjat Indonesia dalam menudju kemerdekaan nasional jang penuh. Uraian saja ini diberi nama Rakjat Indonesia Berdjuang Untuk Kemerdekaan Nasional Jang Penuh" atau dengan singkat Menudju Indonesia Baru".

Pendahuluan Negeri kita adalah salah satu negeri di Asia jang luas dan banjak penduduknja. Indonesia terdiri dari banjak pulau² besar dan ketjil, luasnja 1.904.000 km² dan seka- rang berpenduduk kira2 80 djuta. Indonesia menghubungkan daratan Asia dan Australia, dan menghubungkan samudera India dengan samudera Pasifik. Dengan demi- kian, Indonesia mempunjai kedudukan jang penting dalam hubungan dunia jang besar. Pada tahun 1602 pedagang² Belanda mendirikan mas- kapai dagang jang diberi nama VOC. VOC inilah jang sedjak itu memonopoli perdagangan di Indonesia. Kolo- nisasi dan exploitasi Indonesia jang dimulai oleh VOC ini kemudian, pada achir abad ke-18, dengan resmi diambil over oleh pemerintah Belanda. Dibawah pendjadjahan Belanda Rakjat Indonesia me- ngalami penderitaan jang sangat berat dari dua matjam tindasan, tindasan kapitalis² asing dari luar dan tindasan tuantanah dalamnegeri. Tuantanah dalamnegeri mendjadi pembantu jang setia daripada kapitalis² asing. Belanda dan kapitalis² asing lainnja telah mendjadikan Indonesia sebagai sumber bahan mentah, sumber tenaga murah, sebagai pasar hasil industri negeri² kapitalis dan sebagai tempat investasi modal asing. Tuantanah² besar mem-

J e opunjai hak monopoli atas tanah sehingga kaum tani jang

membasahi tanah dengan keringatnja, jang merupakan bagian terbesar dari Rakjat, kekurangan tanah atau tidak mempunjai tanah samasekali. Keadaan ini menempatkan kaum tani dalam kedudukan budak terhadap tuantanah. Indonesia ambil bagian jang besar dalam produksi dunia. Angka² sebelum perang dunia kedua menundjukkan

bagian Indonesia dalam produksi dunia sbb.: meritja 92%, kina 91%, kapok 77%, karet 40%, kopra 31%, kakao 29%, agave 25%, palm-oli 25%, gula 25%, teh 19%, tembakau 5%, minjak 10%, bauxite 8%, kopi 5%, timah 18%. Walaupun Indonesia kaja dalam hasil bumi dan hasil pertambangan, dan Rakjat Indonesia bekerdja sangat ke- ras, tetapi Rakjat Indonesia, sebagai Rakjat koloni dan setengah koloni lainnja, termasuk Rakjat jang melarat. Menurut angka statistik pemerintah kolonial Belanda tahun 1941, pembagian penghasilan nasional (national in- come) adalah sbb. : orang Eropa di Indonesia jang hanja merupakan 0,4% dari seluruh penduduk memiliki lebih X dari 65% daripada penghasilan nasional; orang2 Asia bukan-Indonesia jang merupakan 2,2% daripada seluruh penduduk memiliki kira² 20% daripada penghasilan nasional; sedangkan orang Indonesia jang merupakan lebih dari 97% memiliki tidak lebih dari 15% daripada seluruh penghasilan nasional. Rakjat Indonesia terus-menerus menderita kelaparan, oleh karena itu sangat mudah diserang oleh segala matjam penjakit seperti malaria, tbc, kolera, disentri, typhus, dsb. Malaria adalah penjakit Rakjat Indonesia jang pertama, X walaupun Indonesia menghasilkan kina 91% daripada produksi dunia. Dilapangan pendidikan Rakjat Indonesia sangat ter- belakang. Šebelum perang dunia kedua di Indonesia hanja X terdapat lebih kurang 1.000 studen dari semua fakultet, dan kira² hanja 50% studen bangsa Indonesia, sedangkan lainnja adalah bangsa Eropa dan Asia bukan-Indonesia. Murid² sekolah Rakjat kira² hanja 2 djuta, padahal djum- lah anak² jang semestinja bersekolah kira² 10 djuta. Jang bisa membatja dan menulis hanja 7% dari seluruh penduduk.

Kebangunan Rakjat Indonesia melawan kaum pendjadjah Tindasan jang berat, jang tidak kenal perikemanusiaan, telah menimbulkan perlawanan Rakjat Indonesia jang sengit terhadap pendjadjah Belanda. Diantara perlawanan² jang sengit dan banjak itu terma- suk pemberontakan Ambon dalam tahun 1817 dibawah pimpinan pahlawan Pattimura, Perang Djawa tahun 1825- 1830 jang dipimpin oleh Dipo Negoro, Perang Paderi di Sumatera tahun 1830-1839 jang dipimpin oleh Imam Bon- djol, pemberontakan² ditanah Batak, di-pulau² Bali, Lom- bok, Sulawesi, dll. Sedang Atjeh baru dapat dikuasai oleh Belanda setelah berperang lebih dari 40 tahun, jaitu dari tahun 1873 sampai 1915. Semuanja ini membuktikan

fout?betapa teguh dan militantnja Rakjat Indonesia berdjuang

untuk kemerdekaannja dan betapa tingginja mutu patrio- tisme Rakjat Indonesia. Kekalahan² jang diderita oleh goea! Rakjat Indonesia dalam peperangan patriotik melawan Belanda bukanlah karena kurang sengitnja perlawanan, bukanlah karena kurang keberanian Rakjat atau kurang ketangkasan pemimpin² dan panglima², tetapi adalah X karena Rakjat Indonesia belum dipimpin oleh suatu klas jang revolusioner dan persendjataan Belanda lebih banjak dan modern. Dalam tahun 1905 di Rusia terdjadi Revolusi dibawah pimpinan Lenin dan Stalin. Revolusi ini mengalami ke- 5out? kalahan, tetapi ia telah membangunkan Rakjat tertindas dan telah memberikan peladjaran jang tidak sedikit, tidak hanja pada proletariat Rusia, tetapi djuga pada proletariat dan Rakjat tertindas diseluruh dunia. Berhubung dengan revolusi ini Lenin berkata : Kapitalisme dunia dan Revolusi Rusia (1905) telah membangunkan bangsa² Asia". Djuga klas² jang tertindas dan terhina di Indonesia pada bangun, pada mengorganisasi diri dan berdjuang.

Dalam tahun 1905 berdiri serikatburuh jang pertama dikalangan buruh kereta-api dengan nama SS-Bond. Dalam tahun 1908 kaum intelektuil Indonesia mulai mengorganisasi diri dalam organisasi Budi Utomo", jang mula² se- mata² sebagai organisasi kebudajaan, tetapi kemudian men- djadi organisasi politik jang menuntut perbaikan sjarat² hidup bagi orang Djawa. Peladjar2 Indonesia dinegeri Belanda mengorganisasi diri dalam ,Indische Vereniging" jang dalam tahun 1913 diganti dengan nama Perhimpunan Indonesia" jang mempunjai karakter politik jang tegas, jang menuntut kemerdekaan bagi Indonesia. Dalam tahun 1911 kaum pedagang mèngorganisasi diri dalam Serikat Dagang Islam, jang dalam tahun 1912 berganti nama Serikat Islam", jaitu organisasi jang memperdjuangkan kepentingan pedagańg2 Indonesia terhadap pedagang2 asing. ,,Serikat Islam" kemudian men- djadi organisasi massa jang besar, dimana didalamnja tidak hanja tergabung kaum pedagang, tetapi djuga be- ratus² ribu kaum buruh, kaum tani dan kaum miskin ko- ta, dan politiknja langsung ditudjukan melawan kekuasa- an kolonial. Pada bulan Desember 1914 didirikan ISDV (Indone- sische Social-Democratische Vereniging), dimana bersatu intelektuil Belanda dan Indonesia jang mempunjai fikiran² revolusioner, dan mereka mulai mempeladjari dan menje- barkan Marxisme di Indonesia. ISD mempunjai pengaruh jang besar atas ,Serikat Islam" dan atas usaha ISDV berdirilah serikatburuh². Revolusi Besar Oktober 1917 mempunjai pengaruh jang sangat besar atas gerakan kemerdekaan di Indonesia. Terutama pengaruhnja sangat besar atas ISDV, dan dengan melewati anggota² ISDV pengaruhnja masuk ke-serikatburuh², kekalangan intelektuil dan djuga, masuk kekalangan ratusan ribu kaum buruh dan kaum tani jang ter-

gabung dalam Serikat Islam". Bagian jang revolusioner dari Serikat Islam" kemudian menamakan dirinja ,,Serikat Islam Merah". Atas inisiatif pemimpin² ISDV jang revolusioner, pada tanggal 23 Mei 1920. digantilah nama ISDV mendjadi Partai Komunis Indonesia (PKI), jaitu nama jang sesuai dengan nama Partai Lenin dan Stalin. Djadi, tanggal 23 Mei adalah hari kelahiran PKI. Pada bulan Desember 1920 PKI menggabungkan diri pada Komintern. PKI didirikan dalam waktu ketika keuntungan kapital kolonial terus meningkat tinggi, tetapi sebaliknja penghidupan kaum buruh terus merosot dengan tjepat. Dibawah pandji² PKI perdjuangan melawan exploitasi koloniai dan melawan pendjadjahan Belanda pada umumnja madju dengan tjepat. 20om Kemadjuan jang tjepat daripada gerakan revolusioner di Indonesia telah menimbulkan kekuatiran fihak imperialis dan telah menimbulkan kegiatan jang besar dikalangan pemerintah kolonial untuk membendung dan menghan- tjurkan gerakan revolusioner. Pemerintah kolonial Belanda mengadakan pengedjaran, penangkapan, pembuangan dan pengusiran keluarnegeri terhadap pemimpin² jang revolusioner. Agen² provokator dimasukkan oleh reaksi keda- lam organisasi² Rakjat untuk menimbulkan perpetjahanX dari dalam organisasi. Sensor jang keras dilakukan terhadap penerbitan² revolusioner. Organisasi² Rakjat ber- ulang2 dilarang dan teror dilakukan terhadap pemimpin²- nja. Tetapi sekian kali organisasi² Rakjat dilarang, sekian kali pula ia didirikan kembali. Polisi rahasia kolonial terusmenerus mengadakan provokasi² untuk menggulingkan organisasi² Rakjat djika organisasi² tersebut sudah agak berpengaruh. Provokasi² reaksi berhasil karena PKI ketika itu kena penjakit ke-kiri²an. Penjakit ke-kiri²an dari PKI ini telah mendapat kritik dari Kawan Stalin dalam pidato- nja dimuka peladjar² Universitet Rakjat Timur tanggal 18 Mei 1925. Kritik Kawan Stalin antara lain sbb: Kaum.

Komunis di Djawa, jang baru² ini setjara salah memakai sembojan kekuasaan Soviet bagi negerinja rupa²nja ter- djangkit penjelewengan ini. Ini adalah penjelewengan kekiri, jang mengandung bahaja mengisolasi Partai Komunis dari massa dan mengubahnja mendjadi sekte. Perdjuangan jang teguh melawan penjelewengan ini adalah sjarat jang penting untuk melatih kader2 jang sungguh² revolusioner bagi tanah² koloni dan negeri² tergantung di Timur". Kritik Kawan Stalin ini sampai sekarang masih sangat besar artinja dan dianggap sangat berharga oleh Kaum Komunis Indonesia. Puntjak daripada teror pemerintah kolonial terdjadi dalam tahun 1926-27, jaitu dengan menindas pemberontakan Rakjat jang terdjadi dalam tahun² itu. Penderitaan Rakjat jang terlalu berat dan provokasi² dari fihak pendjadjah telah menimbulkan pemberontakan ini setjara spontan. Setelah pemberontakan terdjadi PKI berusaha memberikan pimpinan padanja. Dalam beberapa bulan pemberontakan ini ditindas samasekali oleh pemerintah pendjadjah. 13.000 orang ditangkap dan 4.500 daripada-X nja didjatuhi hukuman, dipendjara atau dibunuh. Sedang- kan 1.300 dibuang kekonsentrasikamp Boven Digul di Irian, jaitu daerah pembuangan jang sangat terkenal akan penjakit malarianja. Sebagian besar dari mereka jang pu- lang dari pembuangan sesudah perang dunia tidak bisa ambil bagian dalam aktivitet politik, karena kesehatannja sudah sangat rusak. Tetapi adalah satu kenjataan, bahwa nama PKT telah mendjadi harum dikalangan Rakjat, karena kaum Komunis dengan gagahberani memberikan pimpinan dalam perlawanan bersendjata terhadap imperialis Belanda. Sesudah terdjadi pemberontakan tahun 1926-27 PKI di- njatakan dilarang oleh pemerintah kolonial. Karena banjak kehilangan kader, PKI tidak segera dapat mengumpulkan tenaganja kembali dalam ilegalitet. Pukulan terhadap PKI

ini adalah satu permulaan untuk menghantjurkan seluruh gerakan kemerdekaan nasional. Walaupun dalam tahun 1927 didirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) jang djuga mengadakan perlawanan terhadap pendjadjah Belanda, tetapi sedjak kekalahan pemberontakan tahun 1926-27 mulailah masa menurun dalam gerakan kemerdekaan nasional di Indonesia. Ini dapat dilihat dari kenjataan, bahwa djuga PNI jang mengadakan perlawanan terhadap pendjadjah Belanda, digulung oleh pemerintah kolonial. Tetapi masa menurun dalam gerakan kemerdekaan hanja sebentar. Laksana petjutan halilintar dipanas terik, demikianlah pemberontakan anak-buah kapal ,,Zeven Pro- vincien" jang perwira pada malam tanggal 4-5 Februari 1933 memberi isjarat bahwa masa menaik dalam gerakan kemerdekaan nasional sudah mulai lagi. Dalam tahun 1935, atas inisiatif Kawan Musso, jang setjara rahasia kembali ke Indonesia dari luarnegeri, PKI dapat menghimpun tenaganja kembali setjara ilegal. Atas inisiatif dan pimpinan kaum Komunis jang sudah terhim- pun kembali ini didirikan organisasi Rakjat jang legal dengan nama ,,Gerakan Rakjat Indonesia" (GERINDO). Tudjuan pokok dari GERINDO adalah terang, jaitu melawan bahaja fasis Djepang jang mengantjam dunia dan mengantjam Rakjat Indonesia ketika itu. Berdirinja GERINDO telah memberikan kekuatan baru kepada gerakan kemerdekaan nasional. Dalam bulan Mei 1939, atas inisiatif GERINDO dan beberapa Partai demo- kratis lainnja, telah dapat dibentuk Gabungan Politik Indonesia" (GAPI), jaitu front persatuan dari partai² politik guna menuntut parlemen bagi Indonesia. GAPI berhasil mengorganisasi semua partai2 politik jang penting di Indonesia. Atas inisiatif GAPI, bulan Desember 1939 dapat diadakan Kongres Rakjat Indonesia, dan bulan September 1941 dapat dibentuk Madjelis Rakjat Indonesia, jaitu badan perwakilan jang dibentuk atas inisiatif Rakjat

二 didin sendiri dan bertudjuan mentjapai kesentosaan dan kemu- liaan Rakjat berdasarkan demokrasi. GAPI maupun Madjelis Rakjat Indonesia terang an menjatakan kesedia- annja untuk bekerdja-sama dengan pemerintah Belanda dalam melawan fasisme Djepang. Tetapi fihak Belanda tidak menjambut dengan baik kesediaan Rakjat Indonesia sampai saat penjerahannja kepada Djepang pada tanggal 6 9 Maret 1942. Demikianlah, dengan tiada bersendjata samasekali imperialis Belanda menjerahkan Rakjat Indo-

DO.M nesia pada fasisme Djepang.

Revolusi Agustus 1945 dan rol kaum pengchianat nasional Dalam pendudukan Djepang kesempatan bergerak lebih terbatas lagi. Be-ratus² kaum Komunis ditangkap dan di- masukkan kedalam pendjara oleh Djepang, dan tidak sedikit jang dibunuh, termasuk kader² pimpinan. Usaha² Djepang untuk mendirikan berbagai organisasi sivil dengan menggunakan kolaborator2, dapat disabotase sehingga tidak bisa berdjalan sebagai jang diinginkan oleh Djepang. Organisasi militer dan setengah-militer didirikan oleh Djepang untuk menghimpun tenaga pemuda Indonesia guna kepentingan perangnja. Tidak sedikit pemuda² Indonesia jang dikirim kefront dan mati difront. Tetapi djuga tidak sedikit elemen² patriotik jang menggunakan kesempatan dalam tentara bikinan Djepang untuk melatih diri dalam kemiliteran dan merebut sendjata dari Djepang, agar kemudian sesudah datang saatnja dapat mengadakan pemberontakan bersendjata terhadap Djepang. Karena menderita kekalahan² besar dalam peperangan, Djepang bertindak lebih kedjam lagi terhadap Rakjat. Pengerahan Rakjat mendjadi romusja (kulipaksa) mendjadi lebih intensif dan paksaan terhadap kaum tani untuk menjerahkan padi dan ternąknja menurut harga jang ditentu-

kan oleh Djepang dilakukan dengan antjaman sendjata. Hampir 2 djuta orang Indonesia mati diluarnegeri sebagai romusja. Dalam hubungan dengan kematian romusja diluarnegeri ini tidak bisa dilupakan sebuah kantor jang dikepalai oleh Drs. Mohamad Hatta (kantor BP3), karena

二kantor ini giat mendorong pengerahan romusja keluar-

negeri. Semuanja ini telah menimbulkan kemarahan besar pada Rakjat, dan diberbagai tempat timbul pemboikotan dan perlawanan² bersendjata dari fihak kaum tani dan romusja sendiri. Korban Rakjat Indonesia jang berupa djiwa, jáng mati karena terpaksa bertempur difront sebagai pembantu tentara Djepang atau mati karena disiksa sebagai romusja jang dikerdjakan di Indonesia maupun diluarnegeri, ada Jebihkurang 5 djuta orang. Ini merupakan peladjaran jang sangat pahit bagi Rakjat Indonesia, dan menanamkan ke- bentjian jang tidak terhingga dari Rakjat Indonesia terhadap perang dan terhadap fasisme Djepang. Penderitaan dan penghinaan jang merata, jang menimpa seluruh lapisan Rakjat, menimpa kaum buruh, kaum tani, kaum inteligensia, pemuda dan peladjar, kaum pengusaha keradjinan-tangan dan pedagang2, telah mempererat per- satuan seluruh Rakjat dalam perlawanan terhadap fasisme Djepang. Ketika fasisme Djepang mendapat pukulan sengit dari X tentara Soviet jang djaja, jaitu dengan dihantjurkannja tu- lang punggung kekuatan fasisme Djepang di Mantjuria, jang mendjadi sebab pokok daripada penjerahan Djepang, Rakjat Indonesia mengerti bahwa sudah tiba saatnja untuk membebaskan diri. Rakjat Indonesia menarik peladjaran jang baik dari tjontoh² jang diberikan oleh negeri² di Eropa jang membebaskan diri dengan bantuan jang bersi- fat menentukan dari tentara Soviet, dan dari tjontoh jang diberikan oleh Rakjat Tiongkok jang djaja. Demikianlah,

Rakjat Indonesia, terutama kaum buruh dan kaum tani jang dipimpin oleh kaum Komunis, dengan pemuda²nja sebagai elemen jang paling aktif dan jang sudah agak terlatih dalam pekerdjaan revolusioner selama pendudukan Djepang, telah berhasil memaksa Sukarno dan Hatta mem-X proklamasikan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sesudah Republik Indonesia diproklamasikan, admiral Inggris Lord Mountbatten memerintahkan kepada tentara Djepang jang ada di Indonesia untuk mendjaga ,,ketertiban dan keamanan" (,,rust en orde") di Indonesia. Ini sama arti- nja bahwa tentara Djepang diperintah untuk melikwidasi Republik Indonesia, untuk menindas gerakan kemerdekaan nasional dan membela kepentingan imperialis dimana masih mungkin dibela. Kaum buruh dan kaum tani, jang dipelopori oleh kaum Komunis, membela mati²an Republik Indonesia jang muda dengan sendjata jang dapat dirampasnja dari Djepang, mula² terhadap tentara Djepang, kemudian terhadap tentara imperialis Inggris dan Belanda. PKI mengerahkan anggota²nja jang masih muda terutama untuk memasuki organisasi² pemuda jang pada permulaan revolusi tumbuh di-mana² dengan sangat subur- nja. Dengan gagahberani tentara dan Rakjat Indonesia meng- adakan serangan² terhadap tentara pendjadjah. Dengan meninggalkan korban jang tidak sedikit dan dengan moral jang rusak, dibanjak tempat tentara pendjadjah terpaksa mengundurkan diri. Kekuatan Republik muda makin lama makin bertambah, tidak hanja dari kebangunan Rakjat dalamnegeri jang bertambah besar tetapi djuga karena kaum buruh Indonesia jang ada diluarnegeri serta kaum buruh negeri² lain, seperti kaum buruh Australia, India, Mesir, Belanda dllnja memberikan bantuan jang aktif dengan djalan memboikot kapal² Belanda. Teranglah, bahwa dengan djalan militer kaum imperialis tidak berhasil menghantjurkan Republik Indonesia.

Atas inisiatif wakil Republik Sosialis Soviet Ukraine, Manuilsky, dalam bulan Djanuari 1946 untuk pertama kali

soal Indonesia dibitjarakan dalam Dewan Keamanan PBB.

Hal ini oleh pedjuang² kemerdekaan Indonesia tidak akan

dilupakan. Imperialis Belanda, dengan dibantu oleh imperialis

Amerika dan Inggris mentjari djalan lain untuk merebut

kembali kedudukannja di Indonesia jang sudah hilang itu. Mereka menggunakan metode lama jang sudah biasa me-

reka pakai dengan berhasil, jaitu dengan antjaman sendjata

dan dengan bantuan kakitangannja bangsa bumiputera sendiri mengadakan ,perundingan² setjara damai", mengadakan intrik² dan provokasi² untuk mendapatkan persetudjuan²" jang menguntungkan mereka. Dalam usahanja ini kaum imperialis Belanda mendapatkan orang jang tepat, jaitu Sutan Sjahrir jang ketika itu mendjabat Perdana Menteri, seorang sosialis kanan jang melajani kepentingan imperialis Inggris dan Belanda. Sjahrir adalah inspirator daripada politik kapitulasi jang tjelaka. Ia adalah seorang tukang ngomong dan tukang memberi konsesi kepada imperialisme. Ia berlaku pura²

kiri" dan ,progresif". Ia menamakan dirinja pelopor kekuatan ketiga dan ia mengimpikan blok netral" antara Soviet Uni dan Amerika, jang pada hakekatnja tidak lain daripada politik membantu imperialisme. Dalam suasana kompromi dan perundingan sebagai ditjiptakan oleh Sjahrir, pekerdjaan mengorganisasi dan memobilisasi kekuatan revolusi mendjadi terlantar. Per-

petjahan timbul dalam kekuatan revolusi, jaitu antara jang

menjetudjui politik berunding Sjahrir dengan jang menen- tangnja. Djuga dikalangan kekuatan bersendjata timbul

perpetjahan. Dengan demikian Republik Indonesia men-

djadi makin lama makin lemah, sedangkan fihak imperialis

sambil berunding mempersiapkan serangan² militer.

Setjara besar²an tentara dikirim dari negeri Belanda ke

Indonesia dan ditempatkan terutama di Djakarta, Surabaja dan Semarang, jaitu tempat² dimana Belanda mempersiapkan serangannja setjara besar²an. Setelah lama berunding antara delegasi Belanda dan Indonesia, jang dipimpin oleh van Mook dan Max van Poll disatu fihak dan Sjahrir difihak lain, pada tanggal 15 November 1946 tertjapai suatu persetudjuan, jang diberi nama sesuai dengan tempat dimana persetudjuan dibuat, jaitu Linggardjati. Persetudjuan ini dibikin atas inisiatif dan dibawah pengawasan Lord Killearn, wakil imperialis Inggris. Persetudjuan Linggardjati antara lain menjatakan bahwa kekuasaan pemerintah Republik Indonesia hanja diakui de facto atas Djawa, Madura dan Sumatera. Dengan ini Belanda mempunjai basis jang kuat untuk menggunakan bagian² lain dari Indonesia, seperti pulau² Kalimantan, Sulawesi, Sunda Ketjil, Maluku, dllnja untuk kepentingan agresinja, untuk kepentingan politiknja maupun militernja. Dengan giat Belanda mendirikan negara² boneka diluar

daerah de facto Republik dengan menggunakan peng-

chianat2 nasional untuk dipakai guna melawan Republik Indonesia. Dalam hal ini PKI telah membikin kesalahan besar karena ikut menjetudjui persetudjuan Linggardjati jang ditandatangani oleh Sjahrir. Disamping mengadakan persiapan² politik dan militer, imperialis Belanda terus mentjari alasan untuk mengadakan peperangan jang terang²an terhadap Republik Indonesia. Imperialis Belanda mendapat ,alasan" ketika Republik Indonesia menolak tuntutan Belanda untuk mengadakan patroli didaerah kekuasaan Republik. Tuntutan Belanda ini disetudjui oleh Sjahrir, tetapi ia ditentang keras oleh Rakjat Indonesia. Kerasnja tentangan Rakiat terhadap keinginan berkapitulasi dari Sjahrir, berakibat dengan djatuhnja kabinet Sjahrir, dan dibentuk kabinet jang dipimpin oleh kaum Komunis dalam bulan Diuli 1947 dengan Kawan Amir Sjarifuddin sebagai Perdanà Menteri.

Dibawah pimpinan pemerintah Amir Sjarifuddin dilakukan perdjuangan terhadap tentara Belanda selama perang kolonial pertama, jaitu perang jang dimulai pada 20 Djuli 1947 atas perintah-pemerintah Belanda Beel-Drees. Seba- gaimana sudah kita ketahui, Drees adalah seorang pemimpin sosialis kanan Belanda. Pendjadjah Belanda mengira bahwa dengan mengadakan perang kolonial akan lebih mudah menghantjurkan Republik. Tetapi kenjataannja tidak demikian. Tentara Belanda menemui perlawanan² jang sengit dari Rakjat dan tentara Republik, dan tentara Belanda hanja mungkin menduduki kota² besar. Sedangkan di-desa² dan gunung² berkuasa tentara Republik Indonesia dan pasukan² gerilja, sehingga kedudukan tentara Belanda boleh dikatakan terisolasi. Kaum buruh seluruh dunia menentang dengan keras perang kolonial jang dilakukan oleh Belanda terhadap Republik Indonesia. Ini dinjatakan oleh sikap Gabungan Serikatburuh Sedunia (GSS-WFTU) dan oleh instruksi GSS kepada seluruh anggotanja untuk solider dengan Rakjat. Indonesia. Solidaritet internasional dari kaum buruh seluruh dunia ini serta kegiatan² dari wakil Soviet Uni di Dewan Keamanan PBB, telah memaksa Dewan Keamanan memerintahkan imperialis Belanda untuk menghentikan perang kolonialnja. Sikap imperialis Amerika dengan begundalnja jang memusuhi Rakjat Indonesia dan berdiri difihak imperialis Belanda, kelihatan dari si- kapnja jang tidak menjetudjui usul wakil Soviet Uni untuk menarik kembali tentara Belanda sampai kegaris sebelum perang kolonial. Dewan Keamanan PBB memutuskan membentuk Komisi Djasa² Baik (KDB), jang kemudian ternjata samasekali tidak baik. Sedjak ada komisi ini Amerika dengan terang- terangan tjampurtangan mengenai soal² dalamnegeri Indonesia. Dengan djalan perundingan imperialis Amerika berusaha memaksakan keinginannja pada gerakan kemer-

dekaan Rakjat Indonesia, dan berusaha menjingkirkan pe- ngaruh Inggris serta merebut tempat jang pertama dalam perundingan Indonesia-Belanda. Amerika memerlukan Indonesia untuk persiapan perangnja jang djahat. Dalam bulan November 1947 Amerika menjediakan kapal perang Renville" untuk perundingan Indonesia-Belanda. Pada tanggal 12 Djanuari 1948 Persetudjuan Renville ditanda-tangani. Ini berarti bahwa pemerintah Indonesia jang dipimpin oleh Amir Sjarifuddin melandjutkan X politik kapitulasi jang dimulai oleh Sutan Sjahrir. Berda- sarkan Persetudjuan Renville, Republik Indonesia menarik kira² 35.000 pradjurit dari daerah² kantong, sebagian besar dari Djawa Barat. Dengan demikian tentara Belanda mendapat kesempatan mengaso guna .mempersiapkan serangan-serangan baru. Sedangkan dari negeri Belanda terus mengalir tentara ke Indonesia. Imperialis Amerika terang2an mentjampuri soal² intern Republik Indonesia. Mereka mengirimkan agen² seperti G. Hopkins, Campbell, dll. jg. berkewadjiban menghantjurkan gerakan kemerdekaan jang dipimpin oleh kaum Komunis. Mereka mengadakan intrik² supaja Persetudjuan Renville diterima, tetapi bersamaan dengan itu mereka mengorga- nisasi sematjam ,perlawanan" dari pemimpin² Masjumi dalam kabinet Amir Sjarifuddin; pemimpin² Masjumi kemudian diperintah oleh agen² Amerika untuk menjata- kan ,,tidak setudju" pada Persetudjuan Renville dan selan- djutnja menolak untuk terus ambil bagian dalam pemerintah Amir Sjarifuddin. Dengan perbuatan busuk ini mereka mau membubarkan pemerintah Amir Sjarifuddin dan membentuk suatu pemerintah sonder Komunis. Mereka mengadakan intimidasi2. Karena kurangnja kewaspadaan dan karena tidak mengertinja bahwa soal Revolusi adalah soal kekuasaan negara, Kawan Amir Sjarifuddin telah menje. rahkan kekuasaan jang ada dalam tangannja dengan suka- rela dalam bulan Djanuari 1948. Sebagai pengganti peme-

rintah Amir Sjarifuddin dibentuk pemerintah Hatta, dimana pemimpin² Masjumi ambil bagian jang terpenting dan pemerintah ini. menerima serta mendjalankan Persetudjuan Renville dengan patuh. Untuk melaksanakan Persetudjuan Renville dibentuk suatu delegasi baru dibawah pimpinan Mohamad Roem dari Masjumi guna meneruskan perundingan dengan Belanda. Demikianlah pemimpin² Masjumi mendjalankan rolnja sebagai burdjuis komprador, sebagai pengchianat revolusi dan sebagai agen dari imperialis asing. Djadi, disatu fihak pemerintah Amir Sjarifuddin berani mengadakan perang kemerdekaan terhadap imperialis Belanda, dan djuga mengadakan undang² perburuhan jang progresif, tetapi difihak lain, karena tekanan jang keras dan intrik² dari imperialis Belanda dan Amerika ia telah meneruskan politik kapitulasi Sutan Sjahrir dan telah me- njerahkan dengan sukarela pemerintah jang dipegangnja kepada reaksi. Dengan kekuasaan pemerintah didalam tangannja kaum reaksioner meneruskan pengchianatannja terhadap revolusi dan terhadap tanahair. Pada tanggal 21 Djuli 1948 di Sarangan (Madiun) diselenggarakan konferensi rahasia an- tara G. Hopkins (penasehat politik luarnegeri Truman) dan M. Cochran (wakil Amerika dalam Komisi Djasa² Baik) disatu fihak dengan fihak pemerintah Indonesia jang dikepalai oleh Hatta, jang pada waktu itu sebagai Perdana Menteri. Hadir dalam konferensi ini pemimpin² Masjumi seperti Sukiman, Natsir dan Mohamad Roem. Konferensi Sarangan jang rahasia ini telah menelorkan putusan djahat jang kedji, jang diberi nama Red Drive Proposals" (,Usul² Pembasmian Kaum Merah"). Aktivitet Amerika menghantjurkan gerakan kemerdekaan di Indonesia ha- njalah satu bagian daripada aktivitet Amerika diseluruh

dunia, karena bersamaan dengan penghantjuran gerakan kemerdekaan di Indonesia, djuga di-negeri² lain seperti di India, Birma dsb. diadakan penghantjuran² jang ham- pir sama dengan apa jang kedjadian di Indonesia. Dalam keadaan dimana tekanan imperialisme Amerika makin keras terhadap Republik Indonesia, dalam bulan Agustus 1948 kembalilah Kawan Musso dari luarnegeri. Kawan Musso segera mengadakan koreksi terhadap politik jang didjalankan oleh PKI dan terhadap kesalahan2 PKI dilapangan organisasi. Ia menundjukkan betapa besarnja bahaja bagi Revolusi Indonesia djika tidak mengambil sikap jang tegas terhadap imperialisme. Kedatangan Kawan Musso telah menimbulkan semangat perdjuangan jang baru. Dibawah pimpinan Kawan Musso diadakan selfkritik didalam pimpinan PKI. Dalam selfkritik ini diakui, bahwa PKI telah membikin kesalahan² dilapangan organisasi dan politik, karena PKI tidak memahamkan adanja perubahan keadaan politik didalamnegeri sesudah proklamasi kemerdekaan dan karena PKI tidak memahamkan keadaan in- ternasional jang penting sesudah perang. Akibatnja PKI telah terlalu membesar-besarkan kekuatan imperialisme dan mengetjilkan kekuatan anti-imperialisme.. Selandjut- nja diputuskan, bahwa PKI mengakui kesalahannja karena sudah menjetudjui Persetudjuan Linggardjati dan PKI berdjuang untuk membatalkan Persetudjuan Renville dan semua persetudjuan jang dibikin dalam perundingan jang tidak didasarkan atas kedudukan jang sama. Seterusnja, jang merupakan pokok koreksi dilapangan organisasi, semua Partai jang berdasarkan Marxisme-Leninisme, jaitu PKI, Partai Sosialis dan Partai Buruh Indonesia harus dipersatukan, sehingga di Indonesia hanja ada satu Partai

Marxis-Leninis, jaitu PKI. Untuk mendapat sokongan kaum tani dalam revolusi, jaitu sokongan jang sangat penting dari lebih-kurang 70% Rakjat Indonesia, PKI harus men- djalankan perubahan tanah. Atas dasar persekutuan buruh dan tani, PKI harus membentuk front persatuan na- sional. Pekerdjaan kaum Komunis dikalangan angkatan bersendjata harus diperbaiki. Penghidupan Rakjat, teruta- ma kaum buruh dan kaum tani, harus ditingkatkan. Semua- nja ini ditjantumkan dalam sebuah resolusi jang diambil dalam konferensi Partai bulan Agustus 1948, jang terkenal dengan nama Resolusi ,,Djalan Baru". Demikianlah PKI mengadakan selfkritik atas kesalahan²nja dilapangan politik dan organisasi dan dengan demikian PKI memberi- kan perspektif jang baru dan djelas kepada massa jang sudah begitu lama dibawa tenggelam dalam politik berun- ding dan memberi konsesi jang banjak pada imperialis sehingga bersifat kapitulasi. Djalan baru jang ditempuh oleh PKI mendapat sam- butan dari massa. Rapat² umum jang diadakan oleh PKI mendapat kundjungan puluhan sampai ratusan ribu orang. Didalam rapat² umum ini dikemukakan setjara terang²an selfkritik PKI, didjelaskan program baru dari PKI, dan se- landjutnja PKI mengadjak massa untuk meneruskan pe- perangan kemerdekaan melawan imperialis Belanda. Kedok pemerintah Hatta dan kedok partai Masjumi mulai terbuka bagi massa. Massa mulai memahamkan bahwa djalan baru jang ditundjukkan oleh PKI adalah satu²nja djalan untuk memenangkan revolusi. Melihat gerakan kemerdekaan Rakjat jang makin ma- dju dibawah pandji² PKI dan melihat pemerintah Hatta segera akan terisolasi, imperialis Belanda dan Amerika mendjadi sangat kuatir. Mereka menetapkan tindakan²nja untuk menghantjurkan PKI dan menghantjurkan gerakan kemerdekaan jang dipimpin oleh PKI, sesuai dengan pu- tusan konferensi Sarangan.

Achir bulan Agustus 1948 mulai provokasi² di Solo dan kemudian dibeberapa tempat lain jang dibikin oleh ,diplomat" luarnegeri dengan bantuan Partai Masjumi, kaum trotskis dan kaum sosialis kanan. Opsir² tentara jang revolusioner dibunuh setjara pengetjut. Kantor² serikat- buruh dan kantor² Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO) diduduki dengan paksa oleh golongan tentara jang terten- tu. Kaum sosialis kanan dengan PSI-nja dan kaum trotskis dengan apa jang dinamakannja Gerakan Revolusi Rakjat mendjadi aparat jang penting dalam tangan imperialis dan kaum reaksioner. Dalam pertengahan September 1948 terdjadi insiden ketjil di Madiun didalam tentara, antara golongan jang menje- tudjui politik reaksioner dan provokatif dari pemerintah Hatta dengan golongan jang dibawah pengaruh kaum revolusioner. Kedjadian ketjil ini disebul oleh pemerintah Hatta dan dengan berdjusta fihak pemerintah mengata- kan, bahwa di Madiun terdjadi perebutan kekuasaan oleh kaum Komunis dan kaum Komunis mendirikan negara sendiri. Dengan alasan djusta ini fihak pemerintah Hatta menjerukan kepada semua aparatnja untuk mengedjar, menangkap dan membunuh kaum Komunis dan anggota² Front Demokrasi Rakjat, jaitu front persatuan jang dipimpin oleh kaum Komunis. Djuga anggota Masjumi di- mobilisasi untuk mengedjar, menangkap dan membunuh Komunis. Dalam keadaan demikian ini tidak ada djalan lain bagi kaum Komunis dan bagi kaum revolusioner lainnja ketjuali membela diri terhadap teror pemerintah. Kira² X

10.000 kaum buruh dan kaum tani serta golongan Rakjat lainnja, dengan pemimpin²nja, Komunis dan bukan-Komunis, dibunuh dalam kedjadian Madiun ini. Djuga Pemimpin-pemimpin PKI jang terkemuka dan pemimpin² kaum buruh jang terkémuka, seperti Kawan Musso, Amir Sjarifuddin, Suripno, Dr. Wiroreño, Harjono, Sardjono dan

banjak lagi lainnja mati dibunuh dalam kedjadian Madiun ini. Tudjuan daripada Provokasi Madiun ini jalah untuk menghantjurkan gerakan buruh dengan PKI sebagai pelo- pornja, dan dengan demikian memisahkan gerakan kemer- dekaan nasional daripada pimpinannja jang revolusioner untuk selandjutnja samasekali melumpuhkannja. Dan ter- bukti pula kemudian bahwa Provokasi Madiun adalah satu persiapan untuk mengadakan perang kolonial kedua jang terdjadi dalam bulan Desember 1948. Perang kolonial ini adalah sebagai tekanan untuk memaksa Rakjat Indonesia menerima persetudjuan jang chianat, jaitu persetudjuan KMB jang pada tanggal 2 November 1949 ditandatangani X di Nederland oleh Hatta dan Sultan Abdul Hamid dari fihak Indonesia dan Maarseveen dari fihak keradjaan Belanda, dengan diawasi oleh Merle Cochran, wakil imperialis Amerika. Demikianlah kaum reaksioner Indonesia mengchianati kepentingan nasional. Bagi mereka lebih baik menjerahkan Indonesia kepada imperialis Belanda dan Amerika dan mendjadikan dirinja budak jang setia daripada bersatu dengan kaum Komunis dan Rakjat melawan imperialisme. Saudara² dan Kawan² seperdjuangan! Agak pandjang saja menguraikan beberapa pengalaman jang penting dalam perdjuangan kita jang lampau, perdjuangan sebelum perang dunia kedua, perdjuangan melawan pendjadjah Djepang dan perdjuangan kita selama Revolusi Rakjat tahun 1945-48. Ini saja anggap perlu karena salah- satu kekurangan jang serius daripada kader² gerakan buruh dan gerakan Rakjat, jalah kurang mengerti sedjarahX perdjuangan klasnja dan sedjarah perdjuangan bangsanja. Karena kekurangan pengetahuan ini, ketjintaan dan kese- tiaan mereka terhadap perdjuangan kurang mempunjai dasar jang kuat, mereka se-olah² terlepas daripada perdju-

angan-perdjuangan jang lampau, mereka tidak melihat hubungan-hubungan gerakan kita sebagai suatu gerakan jang berkembang makin lama makin madju, makin luas dan makin tinggi. Oleh karena itu Partai senantiasa menekankan kepada kader² dan anggota²nja supaja mempeladjari sedjarah bangsa kita dan sedjarah perdjuangannja dengan tja- ra jang teratur dan mendalam.

Indonesia sekarang negeri setengah djadjahan Atas dasar persetudjuan KMB pada tanggal 27 Desember 1949 dilakukan apa jang dinamakan penjerahan ke- daulatan" oleh Nederland kepada Indonesia. Persetudjuan KMB ini, sebagaimana djuga persetudjuan Linggardjati dan Renville adalah persetudjuan kolonial, tidak dibikin dalam perundingan atas dasar kedudukan jang sama. Ini kelihatan dari isi persetudjuan KMB jang hina itu. Dengan ditcrimanja persetudjuan KMB oleh pemerintah Indonesia kaum imperialis Belanda berhasil memper- tahankan pengawasannja atas Indonesia. Indonesia men- djadi anggota dari apa jang dinamakan Uni Indonesia-Belanda dibawah naungan Ratu Belanda. Politik luarnègeri dan perdagangan luarnegeri Indonesia dikontrol oleh pemerintah Belanda. Republik Indonesia diwadjibkan membajar hutang Hin- dia Belanda kepada negeri Belanda dan negeri² imperialis lainnja seperti Amerika, Inggris dll. sebanjak lebih dari X 5 miljard rupiah. Ini berarti, bahwa ongkos perang kolonial jang dikeluarkan oleh Belanda dan ongkos² lainnja untuk menindas Rakjat Indonesia harus dibajar oleh Rakjat Indonesia. Menurut persetudjuan KMB pemerintah Indonesia tidak berhak mengadakan persetudjuan² dagang dan perdjandjian-perdjandjian dengan negara² lain setjara bebas. Se-

mua usaha dilapangan industri, perdagangan dan keuangan seperti : bank, pabrik, tambang, sentral listrik, pengang- kutan, perkebunan, dsb. jang dimiliki oleh kaum pendja- djah di Indonesia, dinjatakan oleh persetudjuan itu sebagai tak boleh diganggu-gugat dan kenjataannja dibela dengan setia oleh pemerintah reaksioner Indonesia. Persetudjuan itu mewadjibkan pemerintah Indonesia untuk mengembalikan perusahaan² dan konsesi² kepada semua orang asing (ketjuali Djepang dan Djerman), untuk mengembalikan hak² istimewa orang² asing dan untuk mengakui berlakunja hak² ini dihari kemudian. Pegawai² Belanda masih tetap ada di Indonesia. Demikian djuga di Indonesia ditetapkan adanja Misi Militer Belanda (MMB). Pengeluaran untuk memeliharanja di- tanggung oleh pemerintah Indonesia. Gadji pegawai² Belanda djauh lebih tinggi daripada gadji pegawai² Indonesia. Pegawai² sivil dan militer Belanda masih tetap mengon- 人 trol alat² negara dan mengontrol tentara Indonesia. Selain daripada itu, pegawai² Belanda merupakan tenaga² spion dan tukang-sabot jang berada didalam aparat Republik Indonesia. Untuk mengabui mata Rakjat Indonesia, Hatta menga- takan bahwa dengan KMB berarti ,,lenjapnja kekuasaan kolonial atas Indonesia". Kenjataan² sebagaimana tertjan- tum dalam persetudjuan KMB dan sebagaimana jang di- alami oleh Rakjat Indonesia selama beberapa tahun sesu- dah persetudjuan KMB adalah tidak demikian. Jang benar jalah, bahwa di-negeri² koloni kaum imperialis sudah tidak bisa lagi berkuasa setjara lama, tjara jang kasar. Mengingat kebangunan Rakjat negeri² djadjahan, mereka terpaksa memakai metode jang tidak lang- sung. Pendjadjahan setjara kasar seperti sebelum perang dunia kedua termasuk metode jang sudah kuno dan mem-

bahajakan kedudukan imperialis sendiri. Oleh karena itu mereka terpaksa memberi apa jang mereka namakan hak memerintah diri sendiri" pada koloni² mereka, seperti jang terdjadi dengan India, Birma, Indonesia, dll. Dengan persetudjuan KMB, imperialis Belanda dan pengchianat² nasional dibawah pengawasan imperialis Amerika, menetapkan kedudukan Indonesia sebagai negeri setengah djadjahan. Artinja, Indonesia mempunjai apa jang mereka namakan ,,hak memerintah diri sendiri", teta-

pi dalam kenjataannja kekuasaan jang sesungguhnja dilapangan politik, ekonomi dan militer masih tetap ditangan

imperialis Belanda, dan pintu Indonesia dibukakan seluas- luasnja oleh persetudjuan KMB untuk penetrasi² politik,

ekonomi, dan militer bagi imperialis Amerika dan negeri² imperialis lainnja. Oleh karena itu tidak mengherankan, djika di Indonesia sekarang keadaan kaum buruh dan keadaan Rakjat umum-

nja masih tetap djelek seperti sebelum perang dunia ke-

dua, dan dalam beberapa hal lebih djelek lagi. Sebelum

perang orang sering menggambarkan kemelaratan Rakjat

Indonesia dengan kalimat, bahwa Rakjat Indonesia adalah Bangsa jang terdiri dari kuli² dan kuli diantara bangsa-bangsa". Keadaan sebagai digambarkan oleh kalimat

ini sampai sekarang masih berlaku. Disamping kekuasaan Belanda jang masih bertjokol, im-

perialis Amerika berusaha keras untuk merebut tempat

jang pertama dalam mengexploitasi alam dan Rakjat Indonesia dan untuk mendapatkan pangkalan² perang di Indonesia. Amerika berhasil mempengaruhi pemerintah Hatta, dan kemudian pemerintah Natsir dan Sukiman, jang kedua-duanja dari partai Masjumi. Dengan pemerintah²

ini sebagai alatnja, imperialis Amerika memaksakan kepada Rakjat Indonesia apa jang mereka namakan pin-

djaman Eximbank, Embargo terhadap RRT, perdjandjian

San Fransisco dan MSA. Dengan pindjaman dan perdjandjian-perdjandjian ini Amerika berusaha mendjadikan Indonesia sebagai sumber bahan mentahnja, sebagai pasar barang industrinja, sebagai tempat investasi modalnja, sebagai pangkalan perangnja dan achirnja sebagai tempat untuk mendapatkan serdadu² jang murah. Amerika telah menetapkan seenaknja sendiri harga karet dan timah Indonesia dan djuga menetapkan apa jang mesti dibeli oleh Indonesia dari Amerika, jang dengan sendirinja hanja barang² jang dapat melantjarkan exploitasi dan persiapan perang Amerika. Amerika telah menarik pemerintah Indonesia kefihaknja untuk am- bil bagian dalam menghidupkan kembali militerisme Dje- pang berdasarkan perdjandjian San Fransisco. Dalam pertengahan tahun 1951 imperialis Amerika telah menierintahkan pada pemerintah Sukiman untuk mengadakan pengedjaran terhadap kaum Komunis dan memfasiskan sistim pemerintahan. Perintah Amerika ini dengan patuh didjalankan oleh pemerintah Sukiman, dan berdasarkan perintah inilah dalam bulan Agustus 1951 lebih dari 2.000 kaum patriot dan pedjuang perdamaian X ditangkap, terdiri dari pemimpin² Komunis, pemimpin² serikatburuh, serikattani, organisasi pemuda dan pela- djar, organisasi wanita, pemimpin² komite perdamaian, dan lain-lain. Politik Amerika di Indonesia tidak hanja telah mem- pertadjam pertentangan dalam blok imperialis sendiri, tetapi djuga telah menimbulkan semangat anti-Amerika. Perlawanan Rakjat terhadap politik Amerika telah memaksa pemerintah Sukiman turun panggung dan sebagai penggantinja dibentuk pemerintah Wilopo jang tidak mengakui perdjandjian MŠA jang sudah ditandatangani oleh pemerintah Sukiman. Pemerintah Wilopo djuga telah membebaskan semua tahanan Razzia Agustus Sukiman.

Setelah gagal dengan MSA, Amerika berusaha mengi- kat Indonesia dengan apa jang dinamakan TCA, jang pada hakekatnja adalah djuga untuk memperbudak dan merampok negeri² terbelakang. Amerika djuga berusaha menarik Indonesia kedalam Pakt Pasifik jang agresif, tetapi perlawanan Rakjat Indonesia telah menggagalkan usaha Amerika ini. Irian Barat, jaitu bagian jang sah dari Republik Indonesia, sampai sekarang masih langsung dikuasai oleh imperialis Belanda. Irian Barat adalah daerah jang luasnja X

375.000 km² dan kaja dengan barang pelikan seperti minjak, batubara, tembaga, osmiridium, platina, sink, nikel, chroom, mas, perak, besi, asbest, marmer, dll. Dan jang sangat penting jalah bahwa di Irian Barat terda- pat uranium. Walaupun tuntutan Rakjat Indonesia keras supaja Irian Barat dikembalikan kepada Indonesia, tetapi imperialis Belanda tidak mau menjerahkannja, karena Irian Barat memberi harapan² baik untuk keuntungan² besar bagi kapital² besar Belanda dan karena pulau besar ini adalah sangat diperlukan Amerika untuk kepentingan pakt²nja jang agresif, antara lain Pakt Pasifik. Teranglah apa jang dinamakan penjerahan kedaulatan" jang terdjadi pada tanggal 27 Desember 1949, sesuai dengan persetudjuan KMB, adalah untuk menimbulkan la- munan dikalangan Rakjat Indonesia bahwa Indonesia telah mendapatkan kemerdekaannja jang penuh dan bahwa penjerahan kedaulatan" adalah njata, komplit dan tak- bersjarat". Kenjataan² jang pahit selama tiga tahun mer- deka" dibawah kontrol Belanda dan Amerika, memaksa Presiden Sukarno, dalam pidatonja pada hari ulangtahun ke-VII proklamasi kemerdekaan, tanggal 17 Agustus 1952, mengakui bahwa penjerahan kedaulatan adalah tidak njata, tidak komplit dan bukannja tidak bersjarat. Selandjutnja Sukarno berkata : Sehingga dengan demi-

kian, perdjuangan kita melawan pendjadjahan ditanah- air kita sendiri, belumlah boleh dikatakan habis". Satu utjapan jang terang bersifat menentang persetudjuan KMB jang chianat. Kenjataan terlalu kuat untuk tidak menga- kui palsunja penjerahan kedaulatan" menurut persetudjuan KMB.

Tjengkraman krisis ekonomi dan kemelaratan Rakjat dalam Indonesia jang setengah djadjahan Telah banjak dibitjarakan oleh golongan jang berkuasa tentang rentjana untuk pembangunan, industrialisasi dan kesedjahteraan ekonomi. Tetapi sesungguhnja, Indonesia sekarang berada dalam tjengkraman krisis ekonomi jang terus-menerus dan sudah dekat pada keruntuhannja. Djumlah produksi Indonesia dalam tahun 1952 merosot mendjadi 65% sampai 85% djika dibandingkan dengan tahun 1938. Menurut Kantor Pusat Statistik Indonesia, dalam sepuluh bulan pertama dari tahun 1952 Indonesia mempunjai surplus import 1.360 djuta rupiah, sedangkan tahun 1951 telah ada balans jang menguntungkan sebanjak 1.077 djuta rupiah. Ini terutama disebabkan karena sangat merosotnja harga barang² export Indonesia jang 70 sampai 80% terdiri dari bahan² karet, timah dan kopra. Ini terutama disebabkan oleh politik Embar- go dan blokade dari imperialis Amerika. Menurut nota keuangan menteri keuangan Sumitro, penghasilan negara tahun 1953 kira² 7,5 miljard; 73% dari penghasilan ini didapat dari padjak², 24,5% dari penghasilan lain jang pada hakekatnja djuga padjak, dan hanja 2,5% didapat dari kèuntungan perusahaan negara. Tetapi disamping krisis ekonomi jang terusmenerus mentjengkram Îndonesia, keuntungan kapital Belanda dalam tahun 1951 berdjumlah lebih dari 1,5 miljard ru-

piah, jaitu djumlah jang belum pernah ditjapai sedjak

tahun 1926, tahun keemasan bagi modal asing di Indo-

nesia. Tjengkraman krisis ekonomi jang terusmenerus dengan sendirinja membikin tingkathidup sangat merosot dan makin lama makin merosot lagi. Djuga kemadjuan Rakjat dilapangan pendidikan dan kebudajaan mendjadi sangat terhalang. Upah kaum buruh Indonesia sangat rendah, sedang upah riilnja terus merosot berhubung dengan harga barang-barang terus meningkat. Menurut Kantor Pusat Statistik pada bulan Desember tahun 1951, untuk makanan satu orang dibutuhkan 155,49 rupiah tiap² bulan. Sedangkan menurut angka² resmi djuga, upah terendah tahun 1951 jalah 117,— rupiah sebulan atau 5,20 rupiah sehari buat buruh pertambangan, pabrik, bangunan dan transport. Djadi, upah seorang buruh untuk memenuhi kebutuhan makan satu orang sadja tidak tjukup. Belum lagi ongkos makan untuk anak dan isterinja serta kebutuhan-kebutuhan lain jang djuga mendjadi kebutuhan

pokok seperti pakaian dan perumahan. Upah 5,20 rupiah

sehari ini baru berlaku bagi buruh pertambangan, pabrik, bangunan dan transport, sedangkan di-perusahaan² rokok, batik, textil, kulit, pertjetakan, bahan makanan, perta- nian, dll., upah masih berada diantara 3 dan 4 rupiah sehari, dan buruh ini merupakan djumlah jang terbanjak.

Ketetapan upah minimum bagi kaum buruh tidak ada sehingga upáh buruh jang paling rendah ditentukan de-

ngan se-wenang² oleh fihak madjikan. Dibanding dengan tahun² sebelum perang kebutuhan se-hari² naik 30 sam-

pai 40 kali, sedangkan upah rata² hanja naik 10 kali. Menurut keterangan fihak pemerintah, djumlah pe-

nganggur dan setengah penganggur dari seluruh Rakjat Indonesia ada 15 djuta, dan bagian terbesar, jaitu kira²

10 djuta terdiri dari kaum tani miskin dan tani tak-ber- tanah. Sedangkan lainnja terdiri dari kaum buruh dan kaum miskin kota. Pengangguran kaum buruh jang ter- tjatat dalam tahun 1950 ada 179.546 orang sedang tahun 1951 ada 252.671 orang, artinja dalam satu tahun bertambah dengan lebih dari 40%. Bagian terbesar dari kaum buruh jang menganggur tidak mendaftarkan diri karena ketjilnja kemungkinan untuk mendapat bantuan dari pemerintah, jang berupa pekerdjaan maupun so- kongan uang. Kantor Pendaftar Kaum Penganggur ter- masuk salahsatu kantor jang sangat tidak populer. Kedudukan kaum tani, jang merupakan kira² 70% dari seluruh Rakjat Indonesia, tidaklah lebih baik daripada waktu² jang lampau. Di Indonesia masih berkuasa sisa² feodalisme jang penting dan berat. jaitu : hak tuantanah besar untuk memonopoli milik tanah jang dikerdjakan oleh kaum tani jang bagian terbesar tidak mungkin me- miliki tanah dan karena itu terpaksa menjewa tanah dari pemilik² tanah menurut sjarat apa sadja; pembajaran sewatanah dalam udjud barang kepada tuantanah² jang merupakan bagian sangat terbesar dari hasil panen kaum tani dan jang mengakibatkan kemelaratan daripada bagian terbesar kaum tani; sistim sewatanah dalam bentuk kerdja ditanah tuantanah², jang menempatkan bagian terbesar dari kaum tani dalam kedudukan hamba; jang terachir jalah tumpukan hutang2 jang mendjerat batangleher bagian terbesar kaum tani dan jang menempatkan mereka dalam kedudukan budak terhadap pemilik² tanah. Akibat daripada sisa² feodalisme ini adalah terang : terbelakangnja téknik pertanian, kemelaratan bagian terbesar dari kaum tani, susutnja pasar dalamnegeri, tidak mungkinnja mengindustrialisasi negeri. Pembitjaraan tentang mengindustrialisasi Indonesia adalah pembitjaraan jang kosong belaka, selama pembitjaraan

tentang ini tidak dihubungkan dengan soal pemberian tanah dengan tjuma² kepada kaum tani untuk dikerdjakan- nja sendiri. Bukankah negeri jang berindustri menghen- daki Rakjat jang kuat membeli hasil industri? Selama kaum tani, artinja 70% dari Rakjat Indonesia, masih hi- dup melarat, maka kaum tani tidak mempunjai kekuatan untuk membeli hasil industri. Djelaslah, bahwa industri tidak mungkin berkembang dinegeri dimana Rakjatnja masih berada dalam kedudukan budak atau hamba. Dalam Indonesia setengah djadjahan, kaum inteligensia Indonesia tidak mempunjai haridepan jang baik. Keinginan untuk menuntut peladjaran di Îndonesia adalah sangat besar. Ini dapat dilihat dari angka² sbb: sebelum perang djumlah studen dari semua fakultet kira² 1.000 orang, sedangkan dalam tahun 1953 djumlah peladjar sekolah tinggi ada 10.000 orang. Kurangnja alat2 dan sukarnja penghi- dupan para studen tidak memungkinkan hasil studi jang baik. 80% daripada studen terpaksa beladjar sambil be- kerdja untuk mentjari nafkah. Pada permulaan tahun 1953 harga buku peladjaran dari luarnegeri naik dengan 300%. Beberapa angka lagi mengenai pendidikan : pada permu. laan 1951 murid sekolah Rakjat berdjumlah 6 djuta, djumlah ini tiga kali daripada djumlah sebelum perang. dan djumlah ini baru memenuhi 40% daripada anak² Rakjat jang mau sekolah. Sedangkan jang 60% walaupun su- dah tjukup umíurnja dan mau bersekolah, terpaksa tidak bersekolah karena kekurangan sekolah. Djumlah butahu- X ruf masih tetap besar, jaitu kira-kira 80% dari seluruh penduduk. Teranglah, bahwa dilapangan pendidikan dan kebudajaan, Indonesia masih tetap terbelakang. Pemerintah Indonesia jang terikat oleh persetudjuan KMB tidak membela kepentingan perdagangan dan industri nasional jang perkembangannja sangat lambat itu. Burdjuasi nasional tidak hanja tidak mungkin meluaskan

usaha²nja dan mendirikan perusahaan² industri jang baru, tetapi ia djuga tidak mampu mempertahankan kedudukan- nja jang ada terhadap serangan² modal asing, serangan² kapitalis Belanda, Amerika dan Djepang. Lemahnja ke- kuatan membeli dari Rakjat djuga merupakan faktor jang penting jang menjebabkan hantjurnja perdagangan dan industri nasional. Hampir saban hari dalam suratkabar² Indonesia dimuat keluhan daripada pedagang dan pengusaha perindustrian nasional tentang kesulitan² mereka dan tentang penutupan perusahaan mereka. Penutupan perusahaan² nasional ini lebih memperbanjak djumlah kaum penganggur. Demikianlah keadaan Indonesia sekarang, Indonesia setengah djadjahan dan setengah feodal. Selama keadaan di Indonesia masih tetap tidak berubah, artinja selama kekuasaan imperialisme belum digulingkan dan sisa² feodalisme belum dihapuskan, Rakjat Indonesia takkan mungkin bebas dari keadaan melarat, terbelakang dan pintjang. Kekuasaan imperialisme dan sisa² feodalisme tidak akan hapus selama kekuasaan negara di Indonesia ada ditangan tuan² feodal dan komprador jang kepen- tingannja berhubungan erat dengan kapital asing, karena kekuasaan negara jang demikian mempertahankan penin- dasan imperialis dan sisa² feodal di Indonesia.

Dengan front persatuan nasional menudju kemerdekaan nasional jang penuh Dengan menarik peladjaran dari pengalaman pembe- rontakan tahun 1926-27 jang kalah, dengan menarik peladjaran dari Revolusi Rakjat 1945-48 jang gagal dan dari Provokasi Madiun bulan September 1948 jang ke- djam, Rakjat Indonesia dibawah pimpinan klas buruh Indonesia berdjuang dengan militant untuk keluar dari keadaan setengah djadjahan dan setengah feodal. Rakjat Indonesia, sebagaimana djuga Rakjat negeri² lain, mem-

punjai tradisi dan semangat revolusioner jang gemilang. Kaum buruh Indonesia jang berdjumlah kira² 6 dju: jang sedjak permulaan abad ke-XX sudah memelopori perdjuangan kemerdekaan nasional, sekarang dalam keadaan jang lebih terorganisasi dan lebih berdisiplin, ber- diri dibarisan paling depan daripada perdjuangan untuk demokrasi, kemerdekaan nasional jang penuh dan per- damaian. Kira² 50% dari seluruh kaum buruh Indonesia, jaitu sedjumlah 3 djuta, sudah terorganisasi. Menurut laporan dalam Konferensi Nasional SOBSI bulan Oktober 1952, 2,5 djuta atau 85% dari kaum buruh jang sudah terorganisasi tergabung dalam SOBSI, terutama buruh perusahaan² vital seperti kereta-api, minjak, transport ber- motor, kapal dan pelabuhan, perkebunan, pabrik gula, dsb. Sedangkan 15% dari buruh jang terorganisasi, jaitu sedjumlah 0.5 djuta terorganisasi dalam serikatburuh jang didirikan oleh kaum sosialis kanan, kaum nasionalis, kaum Masjumi, kaum Katolik reaksioner dan kaum trotskis. Front persatuan buruh, jaitu front jang lahir berdasarkan aksi2 bersama antara buruh anggota SOBS dan bukan-SOBSI makin lama makin erat. Kaum sosialis: kanan, kaum trotskis, kaum Masjumi dan kaum Katolik reaksioner giat berusaha untuk menimbulkan perpetjahan B dikalangan kaum buruh dan didalam serikatburuh jang progresif, tetapi ternjata bahwa keinginan bersatu dari kaum buruh djauh lebih kuat daripada usaha memetjah jang djahat dari musuh² klas buruh dan musuh² Rakjat. Dalam tahun 1950 disamping pemogokan² ketjil jang: banjak, telah terdjadi pemogokan² besar, antara lain pemogokan buruh perkebunan sebanjak 700.000 orang selama 50 hari jang berachir dengan kemenangan fihak buruh. Menurut keterangan fihak pemerintah, selama tahun 1951 pemogokan jang tertjatat berdjumlah 541 dan meliputi 319.030 buruh. Dengan pemogokan² ini ka--

um modal ditaksir telah menderita kerugian dengan kehi-

langan 3.719.914 harikerdja. Djumlah ini adalah sangat

besar djika dibanding dengan pemogokan² dalam tahun 1940, dimana hanja terdjadi 42 pemogokan, hanja diikuti oleh 2.115 buruh dan hanja merugikan kaum modal dengan hilangnja 32 harikerdja. Umumnja pemogokan² terdjadi berhubung dengan tuntutan² kenaikan upah, menentang massa ontslag dan menentang peraturan larangan mogok jang djahat.

Aksi² kaum buruh jang makin hari makin banjak dan

makin meluas telah mengantjam exploitasi kolonial dan mengantjam persiapan perang Amerika. Keadaan ini telah menjebabkan pemerintah Sukiman, pendjaga jang setia

daripada exploitasi kolonial dan aparat daripada mesin

perang Amerika, dalam bulan Agustus 1951 memerintah- kan mengadakan penangkapan besar2an terhadap kaum Komunis dan kaum progresif pada umumnja.

Pemogokan² terdjadi sekalipun ada peraturan larangan

mogok, jaitu peraturan kekuasaan militer tahun 1951 jang dibikin berdasarkan undang² Staat van Oorlog en Beleg"

(SOB) daripada pemerintah kolonial Belanda. Kemudian peraturan kekuasaan militer diganti dengan Undang² Da- rurat jang ditjiptakan oleh menteri perburuhan Tedjasuk- 0 mana. Menurut Undang² Tedjasukmana" ini, kaum buruh jang mau beraksi 21 hari sebelumnja harus memberitahu-

kan lebih dulu kepada pemerintah. Pihak pemerintah ber-

hak memperpandjang batas waktu 21 hari dan pemerintah mempunjai hak veto dalam menjelesaikan perselisihan²

antara buruh dengan madjikan. Untuk menjelesaikan per-

selisihan-perselisihan antara buruh dengan madjikan pe

merintah membentuk Panitia Arbitrase. Dengan sendirinja

putusan Panitia Arbitrase dari pemerintah reaksioner me- nguntungkan madjikan dan merugikan kaum buruh. Oleh karena itulah kaum buruh Indonesia mengadakan protes2,

demonstrasi² dan pemogokan² menuntut hapusnja undang² ini. Djuga massa Rakjat lainnja menjokong tuntutan kaum buruh. Dalam parlemenpun sudah diadjukan gugatan² tentang Undang² Tedjasukmana" ini dan tentang pemimpin“ buruh jang ditangkap karena dianggap melanggar undang ini. Disamping mengadakan peraturan² dan undang2 jang membatasi hak² kaum buruh, kaum reaksioner melempar- kan fitnahan² kepada kaum buruh dengan maksud mengi- solasi kaum buruh jang beraksi dari golongan Rakjat lainnja, agar dengan demikian gerakan buruh mendjadi lemah dan persatuan nasional lepas dari pimpinan klas buruh. Kaum reaksioner antara lain memfitnah bahwa aksi² kaum buruh berarti menghalangi pembangunan nasional, meng- akibatkan meningkatnja harga barang dan inflasi. Dalam memfitnah ini pemimpin² Masjumi, kaum sosialis kanan, kaum trotskis dan kantor propaganda Amerika USIS ambil bagian jang terpenting. Untuk melawan tuantanah, melawan kaum reaksioner dan kaum imperialis, ber-djuta² kaum tani sudah menju- sun diri dalam berbagai organisasi. Organisasi² kaum tāni jang terpenting menggabungkan diri dalam Front Persatuə Tani (FPT), jaitu organisasi federasi dari kaum tani jang mengadakan kerdjasama jang baik dengan SOBSI dan dengan organisasi² progresif lainnja. Ratusan ribu kaum tani jang tergabung dalam Front Persatuan Tani, dan jang dimana mungkin mengadakan kesatuan aksi dengan organisasi tani diluar front ini, telah memelopori perdjuangan jang sengit daripada ber-djuta² kaum tani untuk turunnja sewatanah, untuk hapusnja pa- djak² jang sangat berat, untuk hapusnja kerdjapaksa, untuk menentang perampasan tanah oleh tuantanah² Indonesia dan perkebunan asing dan untuk mendapatkan tanah

dengan tjuma² sebagai milik perseorangan mereka. Di-

samping itu kaum tani Indonesia berdjuang dengan sengit melawan gerombolan teror jang diorganisasi oleh kaum pendjadjah dan tuantanah² Indonesia.

Di-kota², disamping gerakan buruh jang makin hari

bertambah madju, kaum inteligensia djuga ambil bagian dalam memperkuat gerakan progresif dan perdamaian. Mereka memperkuat organisasi jang sesuai dengan vak- nja masing² atau mentjeburkan diri kedalam gerakan perdamaian dan gerakan kebudajaan Rakjat. Keadaan Indonesia jang setengah djadjahan dan setengah feodal, tidak memungkinkan kaum intelegensia jang djudjur untuk tidak berfikir dan tidak berbuat ·guna mendapatkan djalan keluar, djalan kemerdekaan dan kebebasan. Kaum pemuda dan peladjar, terorganisasi dalam orga- nisasinja masing2, sesuai dengan tradisinja jang revolu- sioner sedjak permulaan abad ke-XX dan terutama sela- ma revolusi tahun 1945-48, merupakan elemen jang aktif dalam perdjuangan untuk kemerdekaan, demokrasi dan perdamaian. Demikian djuga gerakan kaum wanita makin lama makin nampak kemadjuannja dalam melawan adat²

feodal, melawan exploitasi kolonial dan dalam perdjuangan untuk perdamaian. Gerakan pemuda, peladjar dan wanita

terus mempererat hubungannja dengan pemuda, peladjar dan wanita demokratis sedunia. Keadaan jang pintjang dilapangan perdagangan dan in- dustri telah menimbulkan protes² keras dari kalangan pengusaha-pengusaha perkebunan Rakjat, dari kalangan perdagangan dan perindustrian bangsa Indonesia. Tuntutan² makin lama makin keras untuk tidak mengakui embargo terhadap RRT jang dipaksakan oleh imperialis Amerika, dan supaja ada hubungan dagang jang normal dengan se- mua negeri, termasuk negeri² Demokrasi Rakjat dan Soviet Uni. Terutama berhubung dengan Indonesia saban

tahun harus mengimport beras sebanjak 800.000 sampai

900.000 ton dan berhubung harga karet sangat merosot karena ditekan oleh Amerika, timbullah tuntutan jang sangat keras supaja ada pertukaran langsung antara karet Indonesia dengan beras Tiongkok. Keinginan untuk mendapatkan mesin² dari Soviet Uni dan negeri² Demokrasi Rakjat adalah sangat besar dari kalangan pengusaha in- dustri bangsa Indonesia. Saudara² dan Kawan² seperdjuangan ! Kemadjuan gerakan buruh telah mendjadi inspirator bagi klas² dan golongan² lain untuk djuga mengorganisasi diri dan berdjuang guna demokrasi, perdamaian, kemerdekaan dan kebebasan. Kaum buruh Indonesia disamping berdjuang untuk memperbaiki tingkat hidupnja sendiri djuga memperluas dan mempertinggi tugas²nja. Ia membantu perdjuangan klas² lain. Kaum buruh membantu perdjuangan kaum tani untuk mendapatkan tanah, perdjuangan kaum inteligensia, pemuda dan wanita untuk mendapatkan hak²nja jang pokok, perdjuangan burdjuasi nasional melawan persaingan asing, perdjuangan seluruh Rakjat Indonesia untuk kemerdekaan nasional jang penuh, untuk demokrasi dan perdamaian. Takut akan kekuatan klas buruh jang makin berkembang, dan dengan ini berkembang pula kekuatan persatuan nasional, takut akan pemogokan² dan jakin bahwa dengan tindakan kekerasan sadja serta dengan undang² jang ber- bau fasis tidak akan dapat menghantjurkan klas buruh, kaum reaksioner mendirikan serikatburuh² kuning sebagai persiapan menudju front buruh setjara Hitler. Pelo- por daripada'serikatburuh² kuning ini terutama terdiri dar pemimpin² Masjumi, sosialis kanan, trotskis, dan agen² USIS dan FBI. Mereka ini memegang rol penting dalanı tindakan² fasis seperti Razzia Agustus 1951, mereka me- ngadakan kerdja sama jang erat dengan kepolisian dan mereka bertindak sebagai spion dalam gerakan buruh.

6 Kaum buruh Indonesia berdjuang dengan sengit terhadap aksi² memetjah dari orang² Sjahrir dalam serikatburuh perkebunan, serikatburuh textil dan lain² serta aksi² memetjah dari kaum trotskis dalam serikatburuh pabrik gula, serikatburuh listrik dan lain², terhadap aksi² memetjah dari Serikat Buruh Islam Indonesia jang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin Masjumi dan serikatburuh Katolik jang dipimpin oleh agen² USIS dan FBI. Kaum buruh Indonesia jang revolusioner memandang semuanja ini sebagai peker- djaan musuh²nja jang menjelundup kedalam barisan kaum buruh. Dalam keadaan sekarang adalah satu kenjataan, bahwa aksi² kaum buruh Indonesia dalam membela kepentingan² se-hari² dilapangan ekonomi dan sosial makin lama makin erat terdjalin dengan perdjuangan untuk perdamaian. Per- siapan perang kaum imperialis telah menjebabkan lebih intensifnja exploitasi atas kaum buruh, lebih hebatnja serangan-serangan terhadap tingkat hidup kaum buruh, makin meningkatnja harga kebutuhan hidup, makin tingginja padjak-padjak dan makin banjaknja kaum penganggur. Or- ganisasi² kaum buruh Indonesia jang progresif jang tergabung maupun jang tidak tergabung dalam SOBSI, me- ngerti akan keadaan ini dan oleh karena itu senantiasa menghubungkan perdjuangan untuk kepentingan se-hari² dengan kewadjiban jang kardinal (pokok) dari zaman kita sekarang, jaitu perdjuangan untuk perdamaian dan melawan militerisasi, perdjuangan untuk menggagalkan rentja- na perang dunia baru jang sedang disiapkan dibawah arsi- tektur Amerika. Dalam tahun² belakangan ini dua kali bentjana besar menjerang gerakan buruh dan gerakan demokratis lainnja di Indonesia. Pertama, tindakan ultra reaksioner dari pe-

dalam bulan Oktober 1952. Ke-dua²nja bermaksud mem- fasiskan sistim pemerintahan Indonesia, bermaksud men- dirikan diktatur militer, dimana hak² serikatburuh dan or- ganisasi Rakjat lainnja tidak diakui. Tetapi kedua bentjana ini telah dapat digagalkan oleh kekuatan persatuan Rakjat dan kekuatan gerakan demokratis. Kemenangan Rakjat Indonesia atas tindakan² ultra reaksioner ini telah memberi kejakinan kepada Rakjat Indonesia, terutama kepada kaum buruh Indonesia, bahwa bahaja fasisme dapat dikalahkan asal kaum buruh waspada dan berdjuang dengan militant, asal kaum buruh dapat menarik golong- 'an Rakjat lainnja dalam perdjuangan mendjundjung hak² demokrasi. Pengalaman² ini sangat penting untuk perdjuangan klas buruh dan seluruh Rakjat Indonesia dalam waktu² jang akan datang. Demikianlah, bersamaan dengan berdjuang untuk ke- naikan upah, untuk melawan pengangguran, melawan ras- diskriminasi, untuk hak² serikatburuh ¿an untuk djaminan sosial, kaum buruh Indonesia djuga berdjuang dengan militant untuk kepentingan seluruh Rakjat Indonesia. Klas buruh Indonesia berdjuang untuk menggalang perse- kutuan jang erat dengan kaum tani, jaitu golongan Rakjat jang terbesar dan djuga sangat tertindas. Klas buruh Indonesia terus mendidik diri agar dapat mendjadi pemimpin dan organisator dalam perdjuangan untuk mem- bataikan persetudjuan KMB, untuk membatalkan Uni Indonesia-Belanda, untuk mengusir Misi Militer Belanda (MMB) dari Indonesia, untuk melenjapkan embargo dan blokade terhadap negeri² demokrasi, untuk melepaskan Indonesia dari ikatan perdjandjian San Fransisco, untuk mengadakan hubungan dagang dan hubungan diplomatik jang normal dan saling menguntungkan, untuk menolak

merintah Sukiman dalam bulan Agustus 1951, dan jang kedua bentjana pertjobaan coup d’etat kaum sosialis kanan TCA dan menentang Pakt Pasifik jang agresif jang mau dipaksakan oleh imperialis Amerika. Dengan demikian,
42

klas buruh Indonesia berdjuang untuk memenuhi tugas sedjarahnja, tugas memberi pimpinan kepada seluruh kekuatan nasional di Indonesia dalam menudju kemerdeka- an nasional jang penuh, dalam menudju demokrasi, kese- djahteraan dan perdamaian. Teguhnja perdjuangan klas buruh Indonesia dan PKI dalam membela kebebasan² demokrasi, ketika kebebasan² jang hanja sedikit ini mau dilenjapkan oleh klik Sukiman atas perintah Amerika dan kemudian oleh klik Sjahrir atas perintah Inggris dan Belanda, telah memungkinkan PKI menghimpun massa jang lebih luas disekitarnja. Di- mana² diseluruh negeri terbentuk kerdjasama jang baik an- tara PKI dengan elemen² demokratis, termasuk orang² progresif dalam Partai Nasional Indonesia (PNI) dan par-

tai-partai lain, dalam melawan bahaja fasisme jang mau dipaksakan oleh imperialis² Amerika, Belanda dan Ing-

gris.

Kedjadian² ini semua membuktikan kebenaran utjapan

kawan Stalin pada penutupan Kongres ke-XIX Partai Komunis Soviet Uni, jaitu bahwa Partai² Komunis dan

Partai² Demokratis hanja bisa menghimpun massa dise-

kitarnja djika Partai mendjundjung pandji² kebebasan demokrasi burdjuis jang sudah dibuang oleh kaum burdjuis. ,Tidak ada orang lain jang bisa mendjundjung pandji² ini", demikian kata kawan Stalin, dan dengan ini ditekan- kannja bahwa hanja Partai² Komunis dan Partai² Demo- kratislah jang bisa mendjundjung pandji² kebebasan demokrasi burdjuis.

Kedjadian ini semua menanamkan kejakinan jang lebih dalam pada Rakjat Indonesia, terutama pada klas buruh

Indonesia, bahwa hanja persatuanlah, persatuan daripada semua kekuatan anti-imperialisme dan anti-feodalisme jang

dapat memenangkan perdjuangan Rakjat.

Front Persatuan Nasional jang dibentuk atas dasar per- sekutuan buruh dan tani, jang dipimpin oleh klas buruh, dan ditjiptakan sebagai hasil gerakan Rakjat jang seluas- luasnja dan perdjuangan revolusioner daripada massa, inilah djaminan bagi Rakjat Indonesia untuk membebaskan diri samasekali dari pendjadjahan imperialisme Belanda dan untuk menggagalkan politik agresi Anglo-Amerika di Indonesia. Inilah djaminan bagi Rakjat Indonesia untuk membangun Indonesia Baru, Indonesia jang merdeka penuh. Inilah djaminan jang memungkinkan Rakjat Indonesia untuk mendirikan suatu pemerintah Demokrasi Rakjat jang akan mendjalankan program Demokrasi Rakjat dan memimpin Rakjat menudju kemenangan. Oleh karena itu adalah kewadjiban Rakjat Indonesia untuk senantiasa memperluas dan memperkuat Front Persatuan ini, memperluas dan memperkuatnja dengan melalui aksi² se-hari² untuk tuntutan ekonomi dan politik daripada Rakjat.

Sdr². dan Kawan² seperdjuangan ! Belum lengkap uraian ini djika tidak disertai keterangan mengenai politik PKI menjokong pemerintah Wilopo. Sokongan PKI terhadap pemerintah Wilopo adalah sokongan jang pertama kali diberikan oleh PKI pada pemerintah Indonesia sedjak permulaan tahun 1948, jaitu sesudah bubarnja pemerintah front persatuan jang dipimpin oleh Kawan Amir Sjarifuddin. Sebagaimana sudah didjelaskan dalam pernjataan² dan keterangan² PKI, politik PKI menjokong pemerintah Wilopo adalah satu²nja politik jang tepat. Dengan ini samasekali tidak berarti bahwa PKI menganggap pemerintah Wilopo sebagai pemerintah jang benar² demokratis atau benar² progresif, dan sebaliknja, PKI djuga tidak mungkin menjamakan pemerintah Wilopo dengan pemerintah² Hatta, Sukiman dan Natsir jang sangat reaksioner itu.

Dalam menentukan sikap politiknja PKI senantiasa berpedoman pada Marxisme-Leninisme dan berdasarkan perimbangan kekuatan sosial jang ada. PKI wadjib senantiasa memperhitungkan keadaan perimbangan kekuatan sosial jang tidak stabil di Indonesia. Berdasarkan inilah PKI bisa mempunjai tiga matjam sikap terhadap pemerintah² sebelum pemerintah Demokrasi Rakjat. Pertama, djika pemerintah itu sangat reaksioner seperti pemerintah Hatta, Natsir dan Sukiman, PKI memobilisasi seluruh Rakjat untuk mendjatuhkan pemerintah reaksioner itu dan untuk mendirikan pemerintah jang madju atau agak madju. Ke- dua, djika pemerintah itu agak madju seperti pemerintah Wilopo dalam waktu² ketika ia baru dibentuk, PKI bisa memberikan sokongannja sampai batas² jang tertentu, wa- laupun PKI sendiri tidak ikut didalamnja. Ketiga, djika pemerintah itu adalah pemerintah front persatuan, artinja pemerintah jang terdiri dari elemen² demokratis termasuk Partai Komunis, seperti pemerintah² Republik Indonesia selama Revolusi Rakjat 1945-1948, dengan sendirinja PKI memberikan sokongannja. Karena tekanan² menteri² reaksioner, terutama tekanan² dari menteri² Masjumi dan PSI, pemerintah Wilopo dalam waktu² belakangan ini sudah tidak lagi memperlihatkan sifat²nja jang agak madju. Untuk mendorong elemen² demokratis dalam pemerintah Wilopo agar mereka tidak berkapitulasi lebih djauh pada elemen² reaksioner, pada tanggal 9 Mei 1953 PKI mengeluarkan pernjataan, bahwa PKI hanja bersedia menjokong pemerintah Wilopo djika ia memenuhi sjarat² minimum jang diadjukan oleh PKI, jang mendjamin adanja keamanan Rakjat, hak² demokrasi, perkembangan ekonomi nasional dan politik luarnegeri jang menudju perdamaian dunia jang abadi.

Hadirin jang terhormat! Saudara² dan Kawan² seperdjuangan! Sebagaimana djuga pada peringatan tahun jang lampau, pada peringatan ulangtahun PKI jang ke-33 ini, kami dari Partaí Komunis Indonesia menjerukan kepada seluruh Rakjat Indonesia, pada semua golongan dan partai² jang demokratis, untuk memperęrat dan meluaskan persatuan nasional kita. Marilah kita meneruskan tradisi persatuan nasional kita, tradisi ,Radicale Concentratie", tradisi PPPKI, GAPI, Konsentrasi Nasional", BPP dll. Marilah kita men- tjiptakan persatuan jang lebih kuat daripada persatuan² jang sudah pernah ditjapai oleh bangsa kita. Marilah kita melandjutkan tradisi perwira daripada Rakjat kita dan daripada pahlawan² nasional kita. Marilah melandjutkan tradisi perwira, tradisi persatuan dan tradisi revolusioner daripada Revolusi Agustus 1945. Rakjat Indonesia jang sudah melalui perdjuangan jang lama dan sulit, jang sudah melalui djalan perdjuangan jang ber-liku², dipimpin oleh Partai Komunis Indonesia jang berpedoman pada adjaran² Marx, Engels, Lenin dan Stalin, tidak diragukan lagi pasti akan mentjapai kemenangannja jang terachir. Hidup Rakjat Indonesia jang perwira ! Hidup persatuan nasional Rakjat Indonesia! Hidup demokrasi dan perdamaian! Hidup Indonesia, tanahairku !

Keterangan tentang beberapa nama Radicale Concentratie": front persatuan nasional jang didirikan pada pertengahan bulan November 1918 dan didalamnja antara lain tergabung Serikat Islam, Budi Utomo, Insulinde, Pasundan dan ISDV. PPPKI : Permufakatan Perhimpunan² Politik Kebangsaan Indonesia, jaitu front persatuan nasional jang didirikan pada 17 Desember 1927 dan didalamnja tergabung antara lain Partai Nasional Indonesia, Partai Serikat Islam, Budi Utomo, Pasundan, Serikat Sumatera, Kaum Betawi, Indo- nesische Studie-club. Pemuka PPPKI antara lain Ir. Su- karno, Kusumo Utojo dan Thamrin. GAPI : Gabungan Politik Indonesia, jaitu front persatuan nasional didirikan bulan Mei 1939 dan didalamnja antara lain tergabung Parindra, Gerindo, Pasundan, Persatuan Minahasa, PSII, Partai Islam Indonesia, Persatuan Politik Katolik Indonesia. Sekretariat GAPI pada permulaan didirikan terdiri dari Abikusno (PSII), Thamrin (Parindra) dan Mr. Amir Sjarifuddin (Gerindo). Konsentrasi Nasional : front persatuan nasional jang didirikan di Djokjakarta untuk menghimpun segenap kekuatan nasional guna membela Republik Îndonesia terhadap serangan.serangan imperialis Belanda. Pertentangan2 antara partai2 dan organisasi2 massa jang tergabung dalam front ini menjebabkan front ini sangat lemah. Jang mendjadi Ketua front ini jalah PKI (Sardjono) dan Penulisnja PNI (Mangunsarkoro). BPP : Badan Permusjawaratan Partai2, jaitu front persatuan nasional jang didirikan di Djakarta oleh 11 partai-partai Piagam Persetudjuannja ditandatangani pada tanggal 31 Maret 1951 antara lain oleh Abikusno Tjokrosujoso (PS II), D. N. Aidit (PKI), Dr. Rustamadji (Partai Rakjat Indonesia), Hadji Siradjuddin Abbas (Partai Islam Perti). Selain daripada partaiz, didalam front ini diterima djuga organisasi2 massa sebagai anggota luarbiasa. BPP mem- punjai Program Bersama.

Joop Morriën

Amsterdam

Isi diluar tanggungan Pertj. SENO N.V.

Harga Rp. 2,50