Baca PDF (OCR): Lahirnya PKI dan Perkembangannya

28 halaman · 28 halaman diproses dengan OCR· 77033 ms

Daftar isi
  1. Lahirnja
  2. D. N. Aidit
  3. SCORISCH SEMINARIUM EIDOOST AZIE
  4. D.N. Aidit
  5. 11055718
  6. jang tergantung. Tudjuan dari exploitasi dan penin-
  7. rialisme terpaksa membikin djalan² kereta-api, fabrikª
  8. tidak terdapat di-negeri8 Eropa dan hendaknja tjakap
  9. kan diri dengan ,keadaan² istimewa jang tidak terdapat
  10. di-negeri² Eropa", dan dengan ini jang dimaksudkan
  11. Lenin jalah kaum tani.
  12. buruh, jang diperlukan untuk memikul pertanggungan-
  13. kui pertanggungan-djawab sebagai pemimpin? Klas
  14. 500.000 buruh modern atau proletariat), tapi ia ber-
  15. SUUIGLGUISCH-HISTORISCH SEMINARIUM
  16. LINNAEUSSTRAAT 2a-AMSTERDAM-O:
  17. teror putih dari pemerintah kolonial dan kakitangannja.
  18. jang sangat diperlukan bagi Partai jang berada didalam
  19. gabung dalam Front Demokrasi Rakjat serta telah
  20. ngat mendorong perkembangan Partai, meninggikan
  21. penggalangan front persatuan dan tugas pembangunan
  22. merintah reaksioner, pemerintah Sukiman (Masjumi).
  23. tah Rakjat, untuk mengalahkan lawan² revolusi, jaitu kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi kompra-
  24. Untuk menggalang front persatuan nasional jang
  25. sungguh², kewadjiban PKI jang per-tama² jalah menarik
  26. kaum tani kedalam front persatuan nasional. Tentang ini dikatakan dalam laporan umum kepada Kongres Na~
  27. sional ke-V :
  28. .. agar kaum tani dapat ditarik, kewadjiban jang
  29. lenjapkan sisa feodalisme ... Langkah pertama dalam pekerdjaan dikalangan kaum tani jalah membantu per-
  30. djuangan mereka untuk kebutuhan se-hari, untuk
  31. kearah tingkat perdjuangan jang lebih tinggi. Inilah
  32. Mengenai perdjuangan parlementer dan sokongan PKI pada pemerintah Wilopo dan kemudian pemerintah
  33. milihan umum dan perdjuangan parlementer, dan bahwa
  34. atas analisa Marxis mengenai keadaan jang kongkrit
  35. dan perimbangan kekuatan. PKI telah ambil bagian
  36. perdjuangan parlementer. PKI, sedar sepenuhnja akan
  37. 1.50

Bro 5567 2

Lahirnja

PKI dan perkembangannja

D. N. Aidit

B1.205 18 Doo

Lahirnja PKI Dan Perkembangannja (1920 - 1955)

Oleh : D. N. Aidit (Pidato untuk memperingati ulangtahun ke-35 PKI, diutjapkan tanggal 23 Mei 1955 di Djakarta).

Jajasan PEMBARUAN" Djakarta 1955

Tjetakan ke 30.001 — 80.000 Djuni 1955

SCORISCH SEMINARIUM EIDOOST AZIE

LINNA

(Tjukilan-kaju oleh Ting-ping)

D.N. Aidit

INT. INSTITUUT SOC. GESCHIEDENIS AMSTERDAM

11055718

Sebagai Pengantar Pidato ini diutjapkan oleh sekretaris djendral CCPKI,

D.N. Aidit, pada ulangtahun ke-35 PKI, 23 Mei 1955 j.l. PKI adalah salah satu partai jang tertua dan terbesar di Indonesia, PKI sudah mendjalani pergulatan jang tidak singkat dan tidak mudah, dan diantara partai² poli- tik di Indonesia PKI adalah barangkali partai jang paling disukai tetapi djuga paling dibentji. Mudah difahami bahwa sangat dirasakan perlunja mengenal sedjarah dari partai jang demikian. Bagi jang menjukai, agar kesukaannja itu mendjadi kesukaan jang se-sedar²nja, dan bagi jang membentji, agar ke- bentjiannja itu didasarkan pengertian, dan bukan di- karenakan prasangka. Keperluan, bahkan keharusan ini, rasanja tjukup memberi alasan bagi penerbit untuk mentjetak ,,Lahirnja PKI dan perkembangannja" ini.
Penerbit. Djuni, 1955.

Partai Komunis Indonesia (PKI) dibentuk pada tgl. 23 Mei 1920. Djadi tanggal 23 Mei tahun 1955 ini adalah ulangtahun PKI jang ke~35. Lahirnja PKI 35 tahun jang lalu adalah lahirnja satu Partai klas buruh Indonesia. Perkembangan Partai ini adalah perkembangan daripada sedjarah klas buruh Indonesia dalam memimpin kaum tani dan massa Rakjat lainnja dalam perdjuangan perwira melawan imperial- isme dan kakitangannja, dalam perdjuangan untuk me- numbangkan kekuasaan reaksioner dan mendirikan kekuasaan Rakjat jang bersendikan persekutuan majoritet daripada Rakjat, jaitu persekutuan kaum buruh dan tani. Hanja kekuasaan Rakjat jang demikian ini memungkin- kan tertjapainja Indonesia sosialis dikemudian hari. Sedjarah 35 tahun PKI bukanlah sedjarah jang te- nang dan damai, tetapi sedjarah jang mengalami banjak pergolakan, banjak marabahaja, banjak kesalahan dan banjak pengorbanan. Tetapi djuga sedjarah jang he- roik, jang gembira, jang banjak peladjaran dan jang mentjatat sukses². Perkembangan PKI selama 35 tahun dapat dibagi se- bagai berikut :

I. Pembentukan Partai Dan Perdjuangan Melawan Teror Putih Pertama (1920 — 1926). II. 20 Tahun Dibawah Tanah Dan Front Anti-fasis (1926 —1945).
III. Revolusi Agustus dan Perdjuangan Melawan Teror Putih Kedua (1945 — 1951). IV. Peluasan Front Persatuan Dan Pembangunan Partai (1951 — ………).

I

Pembentukan Partai Dan Perdjuangan Melawan Teror Putih Pertama (1920 — 1926)

PKI adalah sintese daripada gerakan buruh Indonesia dengan Marxisme-Leninisme. PKI didirikan pada tgl. 23 Mei 1920 bukanlah sebagai sesuatu jang kebetulan, tetapi sesuatu jang objektif. PKI lahir dalam zaman imperialisme, sesudah di Indonesia ada klas buruh, sesudah di Indonesia dibentuk serikatburuh² dan dibentuk ISDV (Indonesische Sociaal Democratische Vereniging), sesudah Revolusi Sosialis Oktober Rusia tahun 1917. PKI adalah anak zaman jang lahir pada waktunja. Bahwa lahirnja PKI karena keharusan zaman mendja- di djelas dari tulisan Kawan Stalin dalam bukunja Dasar² Leninisme" sbb. : Imperialisme jalah exploitasi (pemerasan) jang paling tidak kenal malu dan penindasan jang paling tidak berperikemanusiaan terhadap be-ratus djuta manusia jang mendiami koloni® jang luas dan negeriª

jang tergantung. Tudjuan dari exploitasi dan penin-

dasan ini jalah untuk mendapat keuntungan² luar- biasa. Tetapi dalam mengexploitasi negeri² ini impe-

rialisme terpaksa membikin djalan² kereta-api, fabrikª

dan perusahaanº disitu, mentjiptakan pusat² industri dan perdagangan. Timbulnja suatu klas kaum pro-

letar, muntjulnja intelegensia bumiputera, bangun- nja kesedaran nasional, tumbuhnja gerakan untuk kemerdekaan — demikianlah akibat² jang tidak dapat dihindari dari 'politik' ini. Pertumbuhan daripada gerakan revolusioner disemua koloni dan negeri® tergantung dengan tidak ada ketjualinja membuktikan dengan djelas kenjataan ini. Keadaan ini adalah pen- ting bagi proletariat karena ia dengan radikal me- lemahkan kedudukan kapitalisme dengan mengubah koloni® tergantung dari tjadangan² imperialisme men- djadi tjadangan² revolusi proletar". Apa jang dikatakan oleh Kawan Stalin ini sepenuhnja sesuai dengan apa jang terdjadi di Indonesia pada permulaan abad ke-20. Berhubung dengan penanaman kapital di Indonesia pada permulaan abad ke-20 meningkat dengan tjepat, kapital kolonial terpaksa mengadakan pe- rubahan besar dalam kehidupan ekonomi Indonesia. Terpaksa diadakan industri² untuk mengerdjakan ba- han mentah seperti gula dan karet, terpaksa dibikin pe- labuhan², djalan² kereta-api dan bengkel² reparasi. Dja- di, walaupun imperialisme berusaha mempertahankan hubungan feodal, tidak bisa ditjegah bahwa tendens ka- pitalis djuga merasuk ketengah-tengah bangsa Indone~ sia. Dengan demikian timbullah klas² baru dalam ma- sjarakat Indonesia, antara lain klas proletar. Ini meru- pakan dasar baru untuk perdjuangan kemerdekaan Indonesia, dan atas dasar baru inilah berdirinja PKI. Pem- berontakan² kaum tani jang tidak teratur dan terus-me- nerus mengalami kekalahan, sekarang diganti oleh perdjuangan proletariat jang terorganisasi dan jang me- mimpin kaum tani dan klas² revolusioner lainnja. Bahwa lahirnja PKI didahului oleh berdirinja serikat~ buruh² dan ISDV dapat diterangkan sbb : dalam tahun 1905 berdiri serikatburuh kereta-api jang bernama SS-Bond. Dalam tahun 1908 berdiri VSTP (Verenigingen van Spoor- en Tram Personeel), suatu serikatburuh kereta-api jang militant. Tetapi kemadjuan kesadaran

klas buruh Indonesia sudah menghendaki organisasi jang tidak hanja membatasi diri pada perdjuangan seri- katburuh. Bulan Mei 1914 di Semarang berdirilah ISDV, organisasi politik jang menghimpun intelektuil² revolusioner Indonesia dan Belanda jang bertudjuan me- njebarkan Marxisme dikalangan kaum buruh dan Rakjat Indonesia. ISDV inilah jang pada tanggal 23 Mei 1920 melebur diri mendjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Mengenai Revolusi Sosialis Oktober tahun 1917 jang mendorong berdirinja PKI saja hanja hendak memin- djam perkataan Kawan Mau Tje-tung sbb : Salvo Revolusi Oktober menjedarkan kita akan Marxisme-Leninisme. Revolusi Oktober membantu orang° progresif di Tiongkok dan diseluruh dunia untuk menerima pandangan dunia proletar sebagai alat meramalkan masadepan daripada suatu nasion dan memikirkan kembali masaalah²nja sendiri". Dengan berdirinja PKI teranglah bahwa orang² progresif Indonesia tidak ketinggalan dalam menjambut salvo Revolusi Oktober jang besar itu. Dengan perkataan lain, orang² progresif Indonesia dan massa Rakjat Indonesia jang revolusioner tepat pada waktunja ikut memperkuat front revolusioner baru jang menentang imperialisme dunia. Dengan ini perdjuangan untuk ke- merdekaan Indonesia mendjadi bagian jang tidak bisa dipisahkan daripada perdjuangan proletariat sedunia untuk menghantjurkan kapitalisme. Tentang tugas dari kaum Komunis Indonesia sudah didjelaskan oleh Lenin dalam seruannja bulan Novem- ber 1919 kepada kaum Komunis dari nasion² Timur sbb: Dihadapanmu", kata Lenin, terletak suatu tugas jang tidak pernah dihadapi oleh Komunis diseluruh dunia. Tugas ini jalah dengan bersandar pada teori dan praktek umum dari Komunisme, kamu harus me- njesuaikan dirimu dengan keadaan² istimewa jang

tidak terdapat di-negeri8 Eropa dan hendaknja tjakap

mengenakan teori dan praktek ini pada keadaan, dimana massa jang pokok adalah tani, dan masaalah perdjuangan jang perlu dipetjahkan jalah masaalah perdjuangaņ jang bukan melawan kapital, melainkan melawan sisa® dari Zaman Tengah". Dari seruan Lenin ini djelas bahwa kaum Komunis di Timur, djadi djuga kaum Komunis Indonesia, tidak hanja harus menjandarkan diri pada ,teori dan praktek umum dari Komunisme", tetapi djuga harus menjesuai-

kan diri dengan ,keadaan² istimewa jang tidak terdapat

di-negeri² Eropa", dan dengan ini jang dimaksudkan

Lenin jalah kaum tani.

PKI adalah Partai daripada klas jáng baru, jaitu klas

buruh, jang diperlukan untuk memikul pertanggungan-

djawab sebagai pemimpin. Apa sebab klas buruh memi-

kui pertanggungan-djawab sebagai pemimpin? Klas

buruh Indonesia walaupun djumlahnja tidak banjak (kira² 6.000.000 penerima upah dan diantaranja kira²

500.000 buruh modern atau proletariat), tapi ia ber-

lainan dengan kaum tani, karena klas buruh mewakili kekuatan produktif jang baru; klas buruh djuga tidak seperti klas burdjuis, sebab klas buruh mempunjai tekad perdjuangan jang konsekwen, kareņa klas ini menderita tiga matjam tindasan, jaitu tindasan imperialisme, feodalisme dan kapitalisme. Karena lapangan peker- djaannja klas buruh adalah klas jang paling berdisiplin, dan karena tidak memiliki alat produksi klas buruh adalah klas jang paling konsekwen dan tidak individualistis. Oleh karena itulah klas buruh, walaupun djumlahnja tidak banjak, harus memikul pertanggungan-djawab memimpin. Berdirinjá PKI, jang kemudian terkenal sebagai kam- piun anti imperialisme Belanda, tidak hanja disambut dengan hangat oleh kaum buruh dan kaum tani Indonesia, tetapi djuga oleh golongan² Rakjat lainnja, Djuga

dari kalangan massa tentara dan matros PKI mendapat sambutan. PKI berkembang sangat tjepat. Dalam waktu jang tidak lama kaum Komunis sudah mempunjai pengaruh jang besar didalam PPKB (Persatuan Pergerakan Kaum Buruh) jang kongresnja dalam bulan Agustus 1920 di Semarang dihadiri oleh 22 seri- katburuh dengan anggota seluruhnja 72.000. Pengaruh kaum Komunis terutama dengan melalui VSTP jang militant. Ini adalah permulaan tradisi PKI jang baik dalam gerakan buruh. Dalam tahun 1920 di Djawa dan di Sumatera terdjadi pemogokan², jang umumnja berachir dengan kemenangan kaum buruh. Kemenangan² ini memberikan semangat dan kegembiraan berdjuang pada kaum buruh, mendidik kaum buruh akan pentingnja organisasi dan disiplin, dan membukakan pada kaum buruh dan Rakjat umumnja kebobrokan daripada peraturan perburuhan kolonial dan pemerintah kolonial. Kemadjuan² jang ditjapai oleh gerakan Buruh mem- bikin kuatir pemerintah, dan jang lebih menguatirkan lagi, bahwa pengaruh Komunis makin besar. Pemerintah berusaha mempengaruhi Serikat Islam (SI) dan mem- pertadjam pertentangan antara kaum Komunis (PKI) dengan SI. Aliran² reformis dalam PPKB disokong oleh oemerintah Belanda dan dengan demikian memperta- djam pertentangan antara aliran revolusioner dan aliran reformis. Dalam Kongres PKI di Kota Gede, Djokjakarta, bulan Desember 1924 ditjatat bahwa PKI mempunjai 38 Seksi jang meliputi 1.140 anggota, sedangkan Serikat Rakjat, onderbouw" PKI, mempunjai 46 Seksi dan meliputi 31.000 anggota. Djumlah anggota PKI 1.140 lalam tahun 1924 adalah sangat banjak djika diban- lingkan dengan anggota Partai Komunis Tiongkok ang hanja berdjumlah 900 sebelum Pergerakan 30 Mei" th. 1925.

Ini adalah bukti bahwa PKI berkembang dengan tjepat walaupun mendapat rintangan² jang besar dari pemerintah kolonial Belanda. Tjepatnja perkembangan Serikat Rakjat menundjukkan sambutan 'kaum tani jang hangat terhadap PKI, karena keanggotaan Serikat Rakjat terutama terdiri dari kaum tani. Tetapi simpati jang luas daripada massa dan anggota Partai jang banjak tidak dapat dikonsolidasi oleh Partai. Partai memang telah berbuat jang penting dengan membangunkan semangat anti imperialisme Belanda dikalangan Rakjat, tetapi Partai tidak mampu mengkon- solidasi apa jang sudah ditjapáinja. Kesalahan pokok pemimpin² PKI ketika itu jalah bahwa mereka telah mendjadi mangsa daripada sembojan² ke-kiri²ån, tidak berusaha keras untuk. mendjelaskan keadaan, mau memetjahkan semua soal dengan satu ka- li pukul seperti : melikwidasi feodalisme, melepaskan diri dari' Belanda, menghantjurkan semua kaum impe- rialis, menggulingkan pemerintah jang reaksioner, melikwidasi kaum tani kaja, melikwidasi kaum burdjuis nasional. Dengan sendirinja, akibat daripada ini semua jalah timbul persatuan diantara musuh jang sedjati dengan jang bisa mendjadi musuh untuk bangkit melawan Partai. Ini berakibat Partai mengisolasi diri sendiri dan ini sangat melemahkan Partai. Partai tidak tjukup me- ngarahkan perhatian anggota²nja kepada pekerdjaan² praktis jang ketjil², jang remeh² jang ada hubungannja dengan kebutuhan se-hari² dari kaum buruh, kəum tani dan kaum intelektuil pekerdja. Padahal hanja disini, dalam pekerdjaan ini, Partai bisa mempersatukan massa pekerdja jang luas disekeliling Partai. Sudah tentu pekerdjaan ini bukannja pekerdjaan jang menjenangkan atau enak dan sonder kesukaran². Tetapi, djalan lain tidak ada untuk mengeratkan hubungan Partai dengan massa pekerdja.

SUUIGLGUISCH-HISTORISCH SEMINARIUM

VOOR ZUIDOOST AZIE

LINNAEUSSTRAAT 2a-AMSTERDAM-O:

Sebagaimana dikatakan dalam Djalan Ke Demo- krasi Rakjat Bagi Indonesia", jaitu laporan umum kepada Kongres Nasional ke-V PKI bulan Maret 1954, dalam tingkat pertama ini Partai masih gelap samasekali tentang perlunja ber- satu dengan burdjuasi nasional, dimana slogan Partai jalah 'sosialisme sekarang djuga', 'sovjet Indonesia', dan 'diktatur proletariat'. Penjelewengan kekiri daripada Partai ini dikritik setjara tepat dan kena oleh Kawan Stalin dalam pidatonja dimuka peladjar² Uni- versitet Rakjat Timur pada tg. 18 Mei 1925, dimana dikatakannja bahwa penjelewengan kekiri ini mengan- dung bahaja mengisolasi Partai dari massa dan mengubah Partai mendjadi sekte". Penjakit Komunisme 'Sajap Kiri' " jang menghing- gapi Partai memang telah mengubah Partai mendjadi suatu sekte, telah mengisolasi Partai dari massa Rakjat jang luas, dan ini memudahkan kekuasaan kolonial jang ganas untuk menghantjurkan Partai. Tepat sekali apa jang dikatakan oleh Kawan Stalin bahwa ,,Perdjuangan jang teguh melawan penjelewengan ini adalah sjarat jang penting untuk melatih kader² jang sungguh² revo- lusioner bagi tanah² koloni dan negeri².tergantung di- timur". Kebenaran perkataan Kawan Stalin ini sangat dirasakan dalam perkembangan PKI selandjutnja. Mengenai pembangunan Partai ketika itu belum mungkin mendapat perhatian jang sungguh² dari pimpinan Partai. Pendidikan teori Marxisme-Leninisme tidak diadakan didalam Partai, elemen² oportunis me- njelundup dan berkuasa didalam pimpinan Partai, kri- tik dan selfkritik serta tjara pimpinan kolektif belum di- kenal oleh Partai. Kenjataan ini menjebabkan Partai sangat lemah dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Dalam keadaan dimana Partai terisolasi dari massa dan dalam keadaan dimana organisasi Partai masih sangat lemah, krisis makin memuntjak. di Indonesia,

penghidupan Rakjat makin lama makin merosot dan perlawanan² Rakjat jang tidak terorganisasi terhadap alat² .pemerintah makin banjak. Dalam keadaan demi- kian inilah provokasi² dari pemerintah kolonial Belanda datang ber-tubi² dalam bentuk² pemetjatan terhadap kaum pemogok, penangkapan terhadap kaum tani, pem- bubaran sekolah² jang didirikan oleh PKI atau Serikat Rakjat, pelarangan terhadap suratkabar² kaum buruh, penangkapan terhadap pemimpin² kaum buruh, dll. Terutama untuk menghadapi kaum tani, Belanda membikin gerombolan² teroris seperti misalnja ,,Sarekat Hedjo" di Priangan. Semuanja ini menjebabkan tim- bulnja pemberontakan Rakjat tgl. 12 November 1926 di Djawa dan permulaan 1927 di Sumatera. Setelah pemberontakan ini terdjadi PKI tampil kedepan untuk seda- pat mungkin memberikan pimpinannja. Sikap PKI jang segera memberikan pimpinan kepada pemberontakan Rakjat ini adalah sikap jang tepat. Selama dan sesudah pemberontakan itu kelemahan² Partai mendjadi sangat menondjol, misalnja tidak ada kebulatan dalam pimpinan Partai mengenai pemberontakan itu, tidak ada persiapan untuk menjelamatkan kader² dan pimpinan Partai, tidak ada kordinasi antara aksi disatu témpat dengan aksi ditempat lain, tidak ada hubungan antara aksi didesa dengan aksi dikota, dll. Selain daripada itu ada lagi orang. seperti Tan Malaka, pada waktu itu adalah salahseorang pemimpin PKI, jang tidak bertindak tegas sebelum pemberontakan dimulai, tetapi menjalahkan pemberontakan sesudah pemberontakan terdjadi. Lebih daripada itu, dia dengan kliknja terang-terangan melakukan praktek trotskis dengan mendirikan partai baru, Pari (Partai Republik Indonesia), didalam keadaan dimana PKI sedang menghadapi

teror putih dari pemerintah kolonial dan kakitangannja.

Perpetjahan didalam PKI ini lebih menjulitkan peker- djaan PKI jang sudah sulit itu dan memudahkan politik

petjahbelah Belanda didalam PKI dan didalam gerakan kemerdekaan nasional pada umumnja. Ribuan anggota dan fungsionaris PKI di-kedjarº dan dihukum, di antaranja ada jang digantung. Banjak jang dibuang ke-tengah² rawa Digul di Irian. Hanja bebera- pa orang pemimpin PKI berhasil menjelamatkan diri ke- luarnegeri, diantaranja anggota Central Comite PKI, Kawan Musso. Anggota² dan fungsionaris² PKI, walaupun mereka belum lama mendjadi anggota Partai, umumnja mempunjai semangat Partai jang kuat. Dengan tiada menjesal dan dengan senjuman dibibir mereka menudju ketiang gantungan, menerima putusan hukuman pendja- ra atau pengasingan ketanah pembuangan. Politik PKI jang konsekwen anti imperialisme Belanda dan sikap jang gagahberani dari anggota² dan fungsionaris² PKI dalam menghadapi kekuasaan kolonial ketika itu meng- angkat peristise politik PKI dimata pedjuang² kemerdekaan jang sedjati dan dimata Rakjat Indonesia. Ini membesarkan kepertjajaan dan ketjintaan Rakjat ter- tindas Indonesia kepada PKI. Pemberontakan tahun 1926 berachir dengan keka- lahan PKI dan Rakjat Indonesia jang revolusioner. Tetapi satu hal jang tidak bisa dilupakan, bahwa pemberontakan ini telah menundjukkan kepada Rakjat Indonesia, bahwa Belanda bisa dibikin kalangkabut, bahwa kekuasaan kolonial dapat digojangkan, bahwa kekuasaan ini bukan kekuasaan jang mutlak. Oleh karena itu pemberontakan tahun 1926 mempunjai arti jang luar- biasa besarnja dalam meningkatkan kesadaran politik Rakjat Indonesia. Kesimpulan daripada semuanja jalah, bahwa pimpinan PKI belum mampu memperpadukan kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia, karena pimpinan PKI belum memiliki teori Marxisme-Leninisme dan belum mempunjai pengertian

tentang keadaan sedjarah dan masjarakat Indonesia. tentang tanda² istimewa revolusi Indonesia dan tentang hukum² revolusi Indonesia. Akibatnja jalah, bahwa Par tai tidak mengetahui tuntutan pokok jang objektif dar: Rakjat Indonesia, tuntutan jang menghendaki lenjapnja imperialisme dan feodalisme sęrta terwudjudnja kemer. dekaan nasional, demokrasi dan kebebasan. Selandjut- nja pimpinan Partai tidak menginsjafi bahwa untul mentjapai tuntutan pokok ini harus digalang front persatuan jang luas antara klas buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil kota dan burdjuasi nasional, jang bersendi- kan persekutuan buruh dan tani dibawah pimpinan klas buruh. Dari tidak adanja pengertian tentang semuanj: ini timbullah dikalangan pimpinan Partai ketika it fikiran² keliru jang mengira bahwa kaum tani tidal bisa dipertjaja dalam semua aksi", bahwa kaum perte- ngahan dan kaum terpeladjar sudah mendjadi alat kaum modal", bahwa PKI harus ,anti semua kapitalisme" bahwa sembojan PKI adalah ,sosialisme sekarang dju- ga", ,,sovjet Indonesia", diktatur proletariat" dsb. Walaupun dalam tingkat ini organisasi Partai ber- kembang, tetapi Partai tidak diperkokoh. Anggota² dar kader² Partai tidak diperteguh dalam ideologi dan politik, dan mereka tidak mendapat pendidikan Marxisme0 Leninisme jang diperlukan. Elemen² jang aktif didalar Partai tidak dapat didjadikan tulangpunggung Partai Dalam keadaan genting menghadapi provokasi dar teror putih pertama elemen² jang berkuasa didalam pim pinan Partai tidak dapat memimpin seluruh Partai un tuk menjelamatkan Partai. Pokoknja, PKI dalam tingkat pertama ini tidak ber pengalaman dalam duá soal pokok, jaitu (1) dalam soa front persatuan dan (2) dalam soal pembangunar Partai.

ⅡI 20 Tahun Dibawah Tanah Dan Front Anti-Fasis (1926 —1945) Sesudah pemberontakan tahun 1926 PKI dinjatakan dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda. Berhubung dengan PKI tidak bisa lagi bekerdja legal dan karena tertarik oleh slogan² kiri, massa revolusioner jang tadi- nja dipimpin oleh PKI menjambut partai nasionalis kiri, PNI (Partai Nasional Indonesia), jang didirikan dalam tahun 1927. Kader² dan anggota² PKI banjak jang memasuki partai kiri ini disamping memasuki organisasi² massa. Tetapi kegiatan² kader² dan anggota² PKI ketika itu tidak terpimpin jang baik, karena PKI belum mempunjai pimpinan sentral jang baru. Sedjak kekalahan pemberontakan tahun 1926 mulai- lah masa menurun dalam gerakan kemerdekaan nasional Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda ternjata tidak hanja menindas PKI dan organisasi² massa revolusioner jang berada dibawah pimpinan PKI, tetapi djuga menindas PNI, dengan melakukan matjam² provo- kasi, merintangi segala aktivitetnja dan mengasingkan pemimpin²nja. Kesempatan dimana PKI dan partai nasionalis kiri dipukul oleh pemerintah kolonial, digunakan oleh kaum nasionalis kanan jang mempunjai kekuatan pokok dalam Partai Bangsa Indonesia (PBI) untuk mempererat ker-

djasamanja dengan pemerintah Belanda. Mereka me- musatkan pekerdjaannja pada apa jang mereka nama- kan pekerdjaan positif", jang maksudnja jalah mendi- rikan koperasi2, sekolah², perkumpulan² dagang, dsb. Sampai batas² jang tertentu kaum nasionalis kanan berhasil meluaskan pekerdjaannja dibeberapa daerah sampai ke-desa². Belanda suka menamakan mereka kaum nasionalis jang sehat", karena aktivitetnja tidak bertentangan dengan kepentingan pemerintah Belanda, dan oleh karena itu djuga mendapat fasilitet² jang di- perlukan dari pemerintah Belanda. Tetapi masa menurun dalam gerakan kemerdekaan tidak memakan waktu jang pandjang. Krisis dunia jang diikuti oleh kemelaratan Rakjat banjak, oleh penghe- matan, kenaikan padjak, massa ontslag, dsb. mengha- langi kerdjasama jang tenteram antara kaum nasionalis kanan dengan pemerintah Belanda. Suara² radikal dari kalangan kaum buruh, kaum tani dan intelektuil makin lama makin njaring. Zaman krisis ini terkenal dengan nama ,,zaman malaise", atau kaum tani Indonesia me- namakannja zaman meleset". Laksana petjutan halilintar dipanas terik terdjadilah dalam bulan Februari 1933 pemberontakan anak kapal Zeven Provincien" jang mendapat sambutan hangat dari kaum buruh dibanjak negeri. Kedjadian ini merupa- kan peristiwa jang penting dalam membangunkan kem- bali semangat perlawanan Rakjat Indonesia terhadap kekuasaan kolonial Belanda. Kemudian dalam bulan Djuli 1933 mengantjam pemogokan kereta-api di Dja- wa, jang dengan sangat sulit dapat ditjegah oleh pemerintah Belanda dengan bantuan kaum reformis Indonesia. Di-daerah² timbul pèrlawanan² Rakjat, kebanjakan- nja sebagai tindakan² dan aksi2 perseorangan, sebagai bukti bahwa semangat perlawanan sedang menaik. Pe- nindasan Belanda terhadap aksi² kaum buruh dan per-

lawanan² Rakjat mendjadi dipermudah, karena PKI be- lum berhasil menjusun kembali pimpinan sentralnja se- tjara baik. Sedjak tahun 1932 PKI jang bekerdja dibawah tanah mendasarkan aktivitetnja pada program 18 fasal, jang antara lain berbunji : kemerdekaan penuh bagi Indonesia, pembebasan segera semua tahanan politik dan me- likwidasi konsentrasikamp Boven Digul, hak mogok dan hak demonstrasi, upah sama buat pekerdjaan jang sama, berdjuang melawan tiap² penurunan upah, so- kongan negara untuk kaum penganggur, tanah untuk kaum tani dan sita tanah kaum imperialis, tuantanah dan lintahdarat, menentang perang imperialis jang baru, dsb. Program ini dibuat sebelum kaum fasis (nasional- sosialis) berkuasa di Djerman. Dalam bulan Maret 1933, kaum fasis Djerman dibawah pimpinan Hitler naik panggung pemerintahan. Kawan Stalin dalam Kongres Partai Komunis Sovjet Uni ke-17 antara lain mengatakan bahwa kemenangan fasisme di Djerman ini …. tidak boleh hanja dipandang sebagai gedjala kelemahan klas buruh dan sebagai akibat daripada pengchianatan kaum Sosial Demokrat terhadap kaum buruh, jang memberi djalan untuk fasisme; ia djuga harus dipandang sebagai gedjala kelemahan burdjuasi, sebagai gedjala datipada kenjataan bahwa burdjuasi sudah tidak mampu lagi meerintah dengan metode* parlementerisme dan demokrasi burdjuis jang lama, dan, sebagai konsekwensinja, terpaksa dalam politik dalamnegerinja menempuh djalan metode pemerintah an jang teroristis — ia harus dianggap sebagai gedjala daripada kenjataan bahwa burdjuasi sudah tidak mampu lagi menemukan djalan keluar dari keadaan sekarang dengan berdasarkan politik luarnegeri jang damai, dan, sebagai konsekwensinja, ia terpaksa meng- ambil djalan menudju kepolitik perang".

Dengan perkataan lain, untuk mengatasi krisis eko- nomi jang sangat dalam, untuk mengatasi krisis umum kapitalisme jang bertambah tadjam dan massa Rakjat pekerdja jang mendjadi makin revolusioner, burdjuasi jang berkuasa mentjari pembelaan pada fasisme. Dengan fasisme kaum imperialis berusaha melempar- kan beban krisis seluruhnja pada pundak Rakjat pekerdja. Mereka berusaha memetjahkan masaalah pasar dengan djalan memperbudak nasion² jang lemah, dengan lebih mengintensifkan penindasan kolonial dan mem. bagi² kembali dunia dengan mengadakan perang baru. Mereka mau merintangi pertumbuhan kekuatan² re- volusi dengan menghantjurkan gerakan revolusioner da. ripada kaum buruh dan tani serta dengan mengadakan serangan militer pada Sovjet Uni — benteng proleta. riat dunia. Kawan Dimitrov dalam pidatonja dimuka Kangres Komintern ke-7 dalam bulan Agustus 1935 antara lain mengatakan, bahwa Fasisme Hitler bukan hanja nasionalisme burdjuis, tetapi adalah sovinisme kebinatangan. Ia adalah sistim pemerintahan daripada gangsterisme politik, suatu sistim provokasi dan penjiksaan jang dilakukan pada kaum buruh dan elemenº revolusioner dari kaum taņi, burdjuasi ketjil dan intelegensia. Ia adalah tjara barbar dan kebinatangan Zaman Tengah, ia adalah agresi jang tak terkendalikan dalam hubungan dengan nasion® lain". Perubahan situasi internasional dengan berkuasanja kaum fasis di Djerman berpengaruh besar pada keadaan politik di Indonesia. Sovjet Uni mengarahkan per- djuangannja terutama pada pembentukan front perda- maian terhadap negara² agresor, dan Komintern dalam kongresnja bulan Agustus 1935 di Moskow menerima sebuah program jang ditudjukan untuk membentuk front Rakjat dan pemerintah Rakjat guna menentang perang

dan fasisme. Ini berarti diperlukan kerdjasama jang lebih luas antara kaum Komunis dengan elemen² bur- djuis jang demokratis. Untuk menjampaikan garis politik anti-fasis ini, dalam tahun 1935 Kawan Musso kembali ke Indonesia dari luarnegeri. Kawan Musso tidak hanja menjampaikan garis politik jang baru ini, ia djuga berhasil menghimpun kembali kader² PKI dan membangun Central Comite PKI jang baru. Tetapi Kawan Musso tidak bisa lama berada di Indonesia, ia harus segera meninggalkan Indonesia lagi karena djedjaknja,sudah ditjium oleh pemerintah Belanda. Dengan demikian Kawan Musso ti~ dak sempat berbuat banjak untuk pembangunan Partai, sehingga pemimpin² PKI harus bekerdja dengan tidak ada pegangan jang kuat untuk membangun Partai tipe Lenin dan Stalin. Atas inisiatif beberapa orang nasionalis kiri dan beberapa orang Komunis didirikan organisasi Rakjat jáng legal dengan nama Gerindo" (Gerakan Rakjat Indonesia). Berdirinja Gerindo memberikan kekuatan baru kepada gerakan kemerdekaan nasional dan gerakan anti-fasis. Atas inisiatif Gerindo dan beberapa partai demokratis lainnja, telah dibentuk Gapi (Gabungan Politik Indonesia), jaitu front persatuan daripada partai² jang bertudjuan terbentuknja parlemen bagi Indonesia dan jang menawarkan kerdjasama dengan pemerintah Belanda untuk melawan fasisme, terutama fasisme Djepang jang mengantjam Rakjat Asia. Tgl. 23-25 Desember 1939 Gapi mengadakan Kongres Rakjat Indonesia di Djakarta jang dihadiri djuga oleh organisasi² jg. bukan partai politik seperti serikatburuh², organisasi² sosial, dsb, dimana soal parlemen mendjadi atjara jang terutama. Adanja parlemen bagi Indonesia dianggap penting oleh Kongres sebagai sjarat untuk membangunkan kekuatan Rakjat dalam menghadapi ba~ haja fasisme. Kemudian Kongres Rakjat Indonesia, atas

putusan pemimpin²nja, didjadikan Madjelis Rakjat Indonesia jang dianggap mewakili segenap Rakjat Indonesia. Ini adalah persiapan untuk satu parlemen. Tetapi ke-. njataan ini dianggap sepi oleh pemerintah Belanda. Adjakan Gapi dan Madjelis Rakjat Indonesia kepada Belanda untuk bekerdjasama dalam menghadapi se- rangan fasisme Djepang tidak disambut oleh Belanda sampai saat Belanda menjerah padaDjepang pada tgl. 9 Maret 1942. Kerdjasama jang luas, antara pemimpin² partai² dan organisasi², tetapi tidak didukung oleh massa Rakjat jang luas, telah menjebabkan gagalnja tuntutan untuk mendapatkan parlemen dan telah menjebabkan gagalnja pergerakan Rakjat memaksa pemerintah Belanda untuk ambil bagian jang aktif dalam perdjuangan anti-fasis bersama-sama dengan Rakjat Indonesia. Ini disebabkan karena PKI belum merupakan Partai jang berakar di- massa, jang dapat menghimpun dan menggerakkan massa Rakjat luas, terutama kaum buruh dan kaum tani. Resolusi² Gapi dan Madjelis Rakjat Indonesia tidak pernah diikuti oleh aksi² massa jang berupa demonstrasi atau aksi² lainnja, jang merupakan tekanan jang berarti pada pemerintah kolonial Belanda. Akibat daripada front anti-fasis jang tidak tjukup kuat di Indonesia, balatentara Djepang dapat mendu- duki Indonesia dengan tiada perlawanan, tidak hanja tiada perlawanan dari tentara Belanda, tetapi djuga dari gerakan Rakjat. Materiil maupun moril Rakjat kurang tjukup disiapkan dalam menghadapi fasisme Djepang. Kelandjutannja jalah, bahwa pada permulaan PKI berada dalam kedudukan terisolasi dalam perlawanannja terhadap fasisme Djepang. Pada permulaan pendudukan Djepang anggota² Central Comite PKI dan kader2 jang penting daripada PKI banjak jang ditangkap oleh Djepang, dan diantaranja mendapat hukuman mati.

Beberapa bulan sesudah pendudukan Djepang, berda- sarkan pengalamannja sendiri Rakjat Indonesia baru sedar akan kekedjaman dan kebinatangan fasisme Djepang. Semangat anti-Djepang makin lama makin me- luas ditengah-tengah Rakjat, organisasi² anti-fasis tum- buh di-mana², dan banjak jang berada dibawah pim- pinan anggota² dan kader² PKI jang ketika itu banjak hidup dalam buruan mata2 Djepang. Penguberan terhadap kaum Komunis dilakukan oleh Djepang dengan tidak henti²nja. Karena tidak rapinja organisasi, sering djuga Djepang menangkap kader2 PKI jang penting. Te tapi, walaupun demikian, keganasan Djepang tidak me- madamkan perlawanan Rakjat. Di-mana² timbul pemberontakan seperti di Singaparna, Indramaju, Semarang. dll. Djuga dikalangan tentara Peta (Pembela Tanah Air) timbul pemberontakan2, dan jang sangat terkenal jalah pemberontakan tentara Peta di Blitar, Kediri. Mengenai front anti-fasis sebelum dan sesudah Djepang menduduki Indonesia, dalam laporan umum kepada Kongres Nasional ke-V PKI antara lain dikatakan sbb: Front anti-fasis (sebelum pendudukan Diepang, DNA) tidak hanja berhasil menarik burdjuasi nasional, tetapi djuga sebagian dari burdjuasi komprador merupakan tambahan kekuatan dalam front anti-Djepang. Tetapi setelah balatentara Djepang menduduk Indonesia, sebagian besar burdjuasi nasional dan boleh dikata semua burdjuasi komprador mendjalankan politik bekerdjasama dengan Diepang. Burdjuasi ņasional mendjalankan politik kerdjasama dengan Djepang, setelah mereka melihat bahwa kekuatan Rakjat mela- wan Djepang tidak begitu kuat dan mereka mempu-, njai illusi bahwa Djepang akan memberikan 'kemer- dekaan' kepada Indonesia". Tetapi dengan meningkatnja semangat anti-Djepang. dan apalagi setelah terdjadi pemberontakan² kaum tani

dan tentara, makin lama makin kendor kesetiaan kaki- tangan Djepang kepada tuannja. Dan achirnja tidak sedikit orang² jang berkedudukan penting mengadakan hubungan² dengan gerakan anti-Djepang dibawah tanah. Golongan mahasiswa dan peladjar Indonesia djuga ambil bagian jang penting dalam mengadakan perlawanan² terhadap Djepang. Kesimpulan daripada semuanja jalah, bahwa walaupun semangat anti-Djepang dan anti-Belanda daripada Rakjat meluap, walaupun prestise politik Partai sangat tinggi karena politik anti-fasisnja jang konsekwen, walaupun situasi didalam dan diluarnegeri sangat baik untuk suatu Revolusi, tetapi tugas untuk menghadapi Revolusi jang meletus dalam bulan Agustus 1945 ada- lah sangat berat bagi Partai, karena Partai tidak me- njimpulkan pengalaman²nja dalam tingkat pertama dan tingkat kedua mengenai front persatuan, dan karena masih tetap tidak berpengalaman dalam soal pemba- ngunan Partai. Disamping itu Partai djuga tidak berpengalaman dalam perdjuangan bersendjata, sesuatu

jang sangat diperlukan bagi Partai jang berada didalam

Revolusi.

II Revolusi Agustus Dan Perdjuangan Melawan Teror Putih Kedua (1945 —1951) PKI berada dalam Revolusi Agustus dalam keadaan dimana belum menjimpulkan pengalaman²nja mengenai front persatuan, dimana masih tetap tidak berpenga-. laman dalam pembangunan Partai dan tidak berpenga- lamąn dalam perdjuangan bersendjata. Atas desakan massa dengan djurubitjaranja pemim- pin² revolusioner jang masih muda2, diantaranja terda- pat anggota² PKI jang selama pendudukan Djepang me- mimpin organisasi² dibawah tanah, pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamasikan Republik Indonesia. Proklamasi 17 Agustus 1945 ini adalah pendjelmaan daripada hasrat merdeka Rakjat Indonesia jang selama lebih 3 abad pendjadjahan Belanda belum pernah pa- dam dan dalam masa pendudukan Djepang hasrat ini bertambah besar. Kaum buruh, kaum tani, golongan pemuda dan pela- djar progresif Indonesia, dengan mengambil tjontoh dari banjak negeri di Eropa jang membebaskan diri dari imperialisme sesudah tentara fasis dikalahkan, serta mendapat inspirasi dari perdjuangan kemerdekaan jang besar dari Rakjat Tiongkok, mengerti akan kemung- kinan² suatu revolusi jang telah ditentukan oleh sedja- rah. Pada saat proklamasi dinjatakan, ketjuali tentara

Djepang jang sudah kalah, tidak ada pasukan tentara lainnja di Indonesia (ketjuali di Irian Barat). Situasi jang baik ini digunakan setjara tepat oleh Rakjat Indonesia. Kaum buruh, kaum tani, golongan pemuda dan pela- djar progresif dengan gigih mempertahankan Republik Indonesia, mula² melawan tentara Djepang, kemudian melawan tentara Inggeris, dan dalam dua perang kolo- nial melawan tentara Belanda. Walaupun perdjuangan Rakjat Indonesia ini banjak mengalirkan darah patriot² dan walaupun diadakan ber- matjam² pertjobaan militer oleh imperialis Belanda untuk menghantjurkan Republik, tetapi Republik tetap berdiri. Belanda hanja berhasil dalam usahanja untuk mele- mahkan Republik dengan menggunakan penasehat² Inggeris dan Amerika serta bantuan kakitangannja orang² Indonesia sendiri, dengan menempuh djalan pandjang, djalan ,,perundingan setjara damai", intrig dan provo- kasi, persetudjuan² jang menguntungkan imperialisme dibawah antjaman meriam dan bom. Kaum sosialis kanan dibawah pimpinan Sutan Sjah- rir, jang sedjak permulaan Revolusi sudah menguasai pemerintahan, adalah pemegang² rol penting dalam me- lajani politik ,,perundingan setjara damai" dibawah antjaman meriam dan bom. Ini dimungkinkan, karena massa Rakjat Indonesia, berhubung dengan penindasan ko- lonial jang lama, tak dapat mempunjai barisan -jang tju~ kup menguasai adjaran² revolusioner dari Marx, Engels, Lenin dan Stalin. Revolusi Agustus adalah Revolusi daripada front persatuan nasional, dimana pukulan dipusatkan dan di- tudjukan pada imperialisme asing dan dimana burdjuasi nasional memberikan sokongannja pada Revolusi. Mengenai front persatuan nasional selama revolusi (1945-1948) dalam laporan umum kepada Kongres Nasional ke-V PKI antara lain dikatakan bahwa :

Burdjuasi nasional kembali masuk kedalam front persatuan setelah melihat bahwa kekuatan Revolusi Rakjat adalah besar. Revolusi Rakjat jang mempunjai kekuatan besar telah membikin burdjuasi nasional pada tahun2 permulaan revolusi mempunjai sikap, jang teguh". Tetapi, dikatakan lebih landjut, Kelemahan Pąrtai dilapangan politik, ideologi dan organisasi menjebabkan Partai tidak mampu memberikan pimpinan kepada keadaan objektif jang sangat baik ketika itu". Mengenai Partai, dalam hubungan dengan burdjuasi nasional ini dikatakan bahwa : Dalam revolusi ini Partai telah meninggalkan kebe- başannja dalam politik, ideologi dan organisasi dan Partai tidak mementingkan pekerdjaannja dikalangan kaum tani, dan inilah sebab pokok daripada kegagalan revolusi. Lemahnja pimpinan revolusi menjebabkan revolusi terus-menerus mengalami kekalahan* dilapangan militer, politik' dan ekonomi dan kekalahan ini telah membikin ragu burdjuasi nasional dan achir- nja mereka memilih fihak kaum komprador dan im perialis. Resolusi PKI 'Djalan Baru untuk Republik Indonesia' jang disahkan oleh Konferensi PKI bulan Agustus 1948 adalah djalan keluar dari keadaan sulit jang dihadapi oleh Republik Indonesia ketika itu. Tetapi pelaksanaan resolusi ini didahului oleh provokasi pemerintah Hatta-Sukiman-Natsir jang menelorkan 'Peristiwa Madiun'." Satu hal jang sangat menguntungkan jalah, bahwa pada permulaan Revolusi dapat didatangkan dari Australia dan Eropa buku² teori mengenai Marxisme-Leninisme. Tetapi buku² teori ini ditulis dalam bahasa asing, terutama dalam bahasa Inggeris dan Belanda, se- hingga hanja terbatas sekali kader² jang dapat mempe- ladjarinja. Pekerdjaan menterdjemahkan buku² teori kedalam bahasa Indonesia sangat kurang mendapat per.

hatian dari elemen². jang berkuasa didalam pimpinan Partai ketika itu. Tetapi walaupun demikian, buku teori ini telah memungkinkan·lahirnja tulangpunggung Partai dari kalangan kader² Partai jang mempunjai ke- sempatan mempeladjari sendiri buku² ini. Walaupun tidak mungkin dalam djumlah jang banjak, tetapi ini adalah kemungkinan pertama kali bagi PKI untuk me- lahirkan tulangpunggung jang berteori dari kalangan- nja, dan ini merupakan salah-satu djaminan jang pen- ting untuk perkembangan PKI selandjutnja. Selama revolusi Partai mempunjai kekuatan² bersen- djata, tetapi Partai tidak mampu menguasainja. Setjara tidak teratur kader² Partai mempeladjari ilmu kemili- teran dan ilmu peperangan revolusioner. Beladjar dari perang revolusioner Rakjat Tiongkok, Kawan Amir Sja. rifuddin, jang beberapa kali mendjabat menteri Perta- hanan dalam pemerintahan, berdjuang untuk memenangkan fikiran, bahwa perang gerilja adalah salah-satu bentuk perdjuangan jang tepat untuk memenangkan revolusi. Kawan Amir Sjarifuddin harus berdjuang keras melawan fikiran² dari pemimpin² militer jang meman dang rendah perang gerilja. Disatu fihak kawan Amit Sjarifuddin berhasil memenangkan fikirannja, tetapi di- fihak lain pelaksanaannja mendapat rintangan² karena ditentang oleh mereka jang menganggap rendah perang gerilja, karena kekurangan kader militer jang mengerti, dan karena dipersulit oleh tidak adanja politik front persatuan dan politik pembangunan Partai jang tepat. Salahsatu kesalahan pokok daripada Partai dalam beladjar dari Revolusi Tiongkok ketika itu jalah, bahwa Partai hanja berusaha untuk mengetahui persamaan antara revolusi Tiongkok dan revolusi Indonesia, tetapi tidak berusaha untuk mengetahui perbedaan², tidak melihat keadaan jang chusus di Indonesia. Menurut pengalaman di Tiongkok, untuk suatu nege- ri jang terbelakang seperti Indonesia, peperangan gerilja, pembentukan daerah² gerilja bebas dan pengorga-

nisasian tentara pembebasan Rakjat dalam daerah² ini adalah satu diantara bentuk perdjuangan jang tepat untuk mentjapai kebebasan nasional jang penuh. Tetapi di Indonesia bentuk perdjuangan ini tidak mendapat ke- mungkinan se-luas²nja seperti di Tiongkok. Ini disebab- kan oleh karena keadaan chusus di Indonesia. Sjarat² jang paling menguntungkan untuk bentuk peperangan gerilja jalah daerah² jang luas, daerah pegu- nungan dan hutan² jang luas serta jang djauh letaknja dari kota² dan djalan² perhubungan. Keadaan di Indonesia hanja memenuhi sebagian dari sjarat² ini. Selandjutnja, dari pengalaman kaum Komunis Tiong kok dapat kita ketahui bahwa kaum Komunis Tiongkok mendapat daerah belakang jang bisa dipertjaja hanja setelah mereka mentjapai daerah Tung Pei (Mantjuria) jang berbatasan dengan Sovjet Uni. Setelah mereka mendapatkan Sovjet Uni sebagai daerah belakangnja, Tjiang Kai-sek tidak bisa lagi mengepung kekuatan² revolusi Tiongkok. Lagi pula setelah bisa menghindar- kan diri dari bahaja kepungan musuh, maka kaum Komunis Tiongkok berada dalam kedudukan mengadakan serangan² berentjana terhadap pasukan² Tjiang Kai-sek. Revolusi Indonesia tidak mempunjai sjarat² demikian itu. Indonesia adalah negeri jang terdiri dari pulau². Tentara pembebasan Rakjat tidak bisa menjandarkan diri pada negara tetangga jang bersahabat sebagaj daerah belakangnja. Apakah dengan mengemukakan kenjataan² diatas berarti bahwa peperangan gerilja tidak bisa digunakan di Indonesia? Samasekali tidak demikian. Tetapi jang seharusnja kita lakukan, untuk membikin tjara peperangan gerilja lebih efektif dalam keadaan² jang ber- langsung di Indonesia, jalah mengkombinasi tjara peperangan gerilja dengan aksi² revolusioner kaum buruh di-kota² jang diduduki oleh musuh, dengan aksi² pemogokan ekonomi dan politik jang bersifat umum. Dalam

keadaan² seperti di Indonesia, adalah mempunjai arti jang istimewa pemogokan² kaum buruh disemua lapangan perhubungan, jaitu kereta-api, mobil, lautan, udara, sebab pemogokan2 umum oleh proletariat di-lapangan² ini bisa sangat melemahkan musuh revolusi dan dengan demikian berarti memberi bantuan jang kuat kepada perdjuangan gerilja. Pekerdjaan didaerah pendudukan Belanda jang ditudjukan untuk mengorganisasi kaum buruh dan memimpin aksi² kaum buruh sangat tidak mendapat perhatian kaum Komunis selama Revolusi Agustús. Selain daripada itu, selama revolusi Agustus PKI tidak melakukan pekerdjaan jang intensif dikalangan tenaga² bersendjata Belanda jang tidak sedikit terdiri dari anak² kaum tani dan kaum buruh jang bisa ditarik kefihak revolusi. Padahal pekerdjaan revolusioner jang intensif di-tengah² kekuatan bersendjata musuh dapat sangat melemahkan kekuatan musuh dan ini berarti bantuan jang penting kepada perdjuangan gerilja. Djadi, peperangan gerilja selama Revolusi Agustus bisa meluas dan dikonsolidasi djika PKI ketika itu me- letakkan pemetjahannja dalam pekerdjaan mengkombinasi tiga bentuk perdjuangan, jaitu perdjuangan gerilja didesa (terutama terdiri dari kaum tani), aksi² revolusioner oleh kaum buruh di-kota² jang diduduki oleh Belanda dan pekerdjaan jang intensif dikalangan tenaga bersendjata Belanda. Kekalahan² dalam perdjuangan bersendjata dan ken- dornja semangat revolusioner didalam kekuatan bersendjata senantiasa berakibat mundurnja pekerdjaan front persatuan dan pembangunan Partai. Tanda² daripada kekalahan Revolusi Agustus nampak setelah beberapa bagian daripada kekuatan bersendjata, dengan diken- dalikan oleh orang² reaksioner, menentang gerakan kaum buruh dan kaum tani. Dalam keadaan dimana Revolusi Agustus hampir kalah, PKI dalam Konferensinja bulan Agustus 1948,

atas usul Kawan Musso, mensahkan sebuah resolusı jang bernama Djalan Baru Untuk Republik Indonesia" sebagai djalan keluar dari keadaan pelik jang dihadapi oleh Republik Indonesia ketika itu. Resolusi Djalan Baru" telah mengingatkan Partai akan kewadjiban²nja jang terpenting, jang selama revolusi Agustus dilalaikan atau tidak dikerdjakan sama- sekali : Mengenai front persatuan dikatakan bahwa selama revolusi kaum Komunis telah lalai mengadakan fronı nasional sebagai sendjata revolusi nasional terhadap imperialisme. Walaupun kemudian mereka mulai sedar akan kepentingan front nasional itu, akan tetapi kaum Komunis belum faham sungguh* tentang teknik untuk membentuknja. Beberapa matjam bentuk front nasional selama tiga tahun ini telah didirikan, akan tetapi selalu tinggal diatas kertas belaka, hanja berupa kon- vensi diantara organisasi® .atau diantara pemimpinª sadja, sehingga djikalau ada sedikit perselisihan diantara pemimpin® front nasional itu lalu menjebabkan bubarnja. PKI berkejakinan, bahwa pada saat ini Partai klas buruh tidak dapat menjelesaikan sendiri revolusi demokrasi burdjuis ini dan oleh karena itu PKI harus bekerdja bersama dengan partai* lain. Kaum Komunis sudah semestinja harus berusaha mengadakan persatuan dengan anggotaª partai® dan organisasi³ lain. Satu²nja persatuan sematjam itu jalah front nasional". Mengenai inisiatif jang harus diambil oleh kaum Komunis dalam membentuk front nasional dikatakan, bahwa inisiatif ini sekali-kali tidak berarti, bahwa kaum Komunis me- maksa partai lain atau orang lain supaja mengikutinja, melainkan PKI harus mejakinkan dengan setjara sabar kepada orangª jang tulus hati, bahwa satu²nja djalan

antuk mendapat kemenangan jalah membentuk front nasional jang disokong oleh semua Rakjat jang prog- resif dan anti-imperialis. Tiap Komunis harus jakin benar³, bahwa dengan tidak adanja front nasional kemenangan tidak akan datang". Mengenai perdjuangan bersendjata dikatakan dalam resolusi Djalan Baru", bahwa perdjuangan ini harus diutamakan. Perdjuangan bersendjata harus diutamakan karena imperialis Belanda terus-menerus berusaha memperkuat tenaga militernja. Selandjutnja dikatakan bahwa Tentara sebagai -alat kekuasaan negara jang terpenting harus istimewa mendapat perhatian. Kaders dan anggota²nja harus diberi pendidikan istimewa jang sesuai dengan kewadjiban tentara sebagai aparat terpenting untuk membela revolusi nasional kita jang berarti pula membela kepentingan Rakjat pekerdja. Tentara harus bersatu dengan dan disukai oleh Rakjat. Tentara harus dipimpin oleh kader jang prog- resif. Dengan sendirinja dan terutama dikalangan kadernja harus dibersihkan dari anasir jang reak- sioner dan kontra-revolusioner". Resolusi tsb. mengkritik kelalaian memberikan dja- minan kepada anggota² ketentaraan dan kepolisian-negara chususnja, dan kepada Rakjat pekerdja umumnja (buruh dan pegawai negeri), sehingga menjebabkan terlantarnja nasib mereka. Mengenai Partai dikatakan bahwa kesalahan pokok dari kaum Komunis jalah telah mengetjilkan rol PKI sebagai satu²nja kekuatan jang seharusnja memegang pim- pinan klas buruh dalam mendjalankan revolusi, Berda- sarkan kesalahan ini resolusi Djalan Baru" mengata- kan bahwa PKI memutuskan memadjukan usul : supaja diantara tiga Partai jang mengakui dasar Marxisme-Leninisme (PKI, Partai Sosialis dan Partai Buruh Indonesia — DNA) jang sekarang telah ter-

gabung dalam Front Demokrasi Rakjat serta telah

mendjalankan aksi bersama, berdasarkan program bersama, se-lekas²nja diadakan fusi (peleburan), se- hingga mendjadi satu Partai Klas buruh dengan me- makai nama jang ·bersedjarah, jaitu Partai Komunis
Indonesia ....
Berhubung dengan sokongan PKI pada politik reaksioner dari kaum sosialis kanan jang dipelopori oleh Sutan Sjahrir, resolusi ,,Djalan Baru" menjatakan bahwa dengan menjokong politik kaum sosialis kanan itu, PKI sudah membikin dua matjam kesalahan : Kesalahan pertama, bahwa PKI tidak memahami adjáran revolusioner, bahwa revolusi nasional anti-imperialis dizaman sekarang ini sudah mendjadi bagian daripada revolusi proletar dunia", bahwa revolusi na- sonal di Indonesia harus berhubungan erat dengan te- naga² anti-imperialis lainņja didunia, jaitu perdjuangan revolusioner diseluruh dunia, baik dinegeri-negeri djadjahan atau negeri setengah-djadjahan, maupun di negeri-negeri kapitalis ... Kesalahan kedua, bahwa óleh PKI tidak tjukup di- mengerti perimbangan kekuatan antara Sovjet Uni dan imperialisme Inggeris-USA, setelah Sovjet Uni berhasil dengan sangat tjepatnja menduduki seluruh Mantjuria. Pada waktu itu sudah ternjata kedudukan Sovjet Uni jang sangat kuat dibenua Asia, jang mengikat banjak te- naga militer daripada imperialisme USA, Inggeris dan Australia dan dengan demikian memberi kesempatan baik baġi Rakjat Indonesia untuk memulai revolusinja. Pada saat itu kaum Komunis Indonesia sudah mem-besar²kan kekuatan Belanda dan imperialisme lainnja dan menge- tjilkan kekuatan revolusi İndonesia serta golongan anti-imperialis lainnja". Resolusi menjatakan bahwa PKI mengubah politik- nja, jaitu dengan tegas membatalkan persetudjuan Linggardjati dan Renville, jang dalam prakteknja telah men-

34。

djadi sumber daripada ber-matjam² keruwetan diantara pemimpin² dan Rakjat djelata. Penolakan persetudjuan Linggardjati dan Renville berarti djuga selfkritik jang keras dikalangan PKI. Disimpulkan dalam Resolusi tsb. bahwa kesalahan² prinsipiil daripada PKI selama Revolusi Agustus jalah karena lemahnja ideologi Partai. Berhubung dengan ini diputuskan bahwa anggota² Partai harus mempeladjari teori Marxisme-Leninisme. Tiap² Komunis diwadjibkan membatja dan mempeladjari teori revolusioner dan diwadjibkan mengadakan kursus² dikalangan kaum buruh dan kaum tani, agar supaja dengan demikian mereka selalu dapat menghubungkan teori dan praktek dengan erat. Teori jang tidak dihubungkan dengan massa tidak dapat merupakan kekuatan, akan tetapi sebaliknja jang berhubungan erat dengan massa merupakan kekuatan jang maha hebat. Demikianlah, dengan resolusi Djalan Baru" diletak- kan dasar² untuk pekerdjaan jang lebih baik daripada PKI dilapangan front persatuan, perdjuangan bersen- djata dan pembangunan Partai, Resolusi Djalan Baru" adalah merupakan hukuman jang tidak mengenal ampun terhadap oportunisme didalam dan diluar Partai. Ia adalah langkah penting untuk menjelematkan revolusi Indonesia jang sedang dalam bahaja dan langkah penting jang pertama untuk membangun Partai tipe Lenin dan Stalin. Politik baru PKI telah memungkinkan timbulnja pa- sang baru dalam revolusi Indonesia. Rapat² umum jang diadakan oleh PKI, dimana program baru PKI didjelas- kan, mendapat kundjungan puluhan sampai ratusan ribu orang. Massa menjambut adjakan PKI dengan antusias untuk meneruskan peperangan kemerdekaan melawan imperialisme Belanda. Kedok pemerintah reaksioner jang berkuasa ketika itu dan kedok partai Masjumi jang anti-Komunis mulai terbuka dihadapan massa, Massa

mulai memahamkan bahwa djalan baru jang ditundjuk- kan oleh PKI adalah satu²nja djalan untuk memenang- kan revolusi. Takut akan pasang baru dalam revolusi Indonesia, imperialisme Belanda dan Amerika dengan kakitangan- nja orang² Indonesia mempergiat usahanja dan mene- tapkan tindakan²nja untuk menghantjurkan PKI dan gerakan kemerdekaan jang dipimpin oleh PKI. Achirnja bulan Agustus 1948 timbul provokasi² di Solo dan kemudian dibeberapa tempat lain. Opsir² tentara jang revolusioner dibunuh setjara pengetjut. Kan- tor2 serikatburuh² dan Pemuda Sosialis Indonesia (Pe- sindo) diduduki dengan paksa oleh pasukan tentara jang tertentu. Kaum sosialis kanan, kaum trotskis dan partai Masjumi merupakan pembantu² imperialis jang giat dalam merealisasi politik anti-Komunis. Dalam pertengahan September 1948 terdjadi insiden di Madiun dikalangan tentara, antara golongan jang menjetudjui politik reaksioner dan provokatif dari pemerintah ketika itu dengan golongan jang tetap setia pada revolusi. Kedjadian ini disebul oleh pemerintah Hatta dan dengan mengatakan, bahwa di Madiun terdjadi perebutan kekuasaan oleh kaum Komunis dan kaum Komunis mendirikan negara Sovjet. Dengan alas- an dusta ini pemerintah menjerukan kepada semua apa- ratnja untuk mengedjar, menangkap dan membunuh anggota² serta pengikut² PKI. Dengan ini mengamuklah teror putih jang kedua, duplikat daripada teror putih Pemerintah Belanda th. 1926-1927. Tetapi jang kedua ini lebih kedjam dan lebih ganas dari jang pertama. Dju- ga anggota2, Masjumi dimobilisasi untuk mengedjar. menangkap dan membunuh Komunis. Dalam keadaan demikian tidak ada djalan lain bagi kaum Komunis ke- tjuali mengangkat sendjata dan membela diri dengan se- kuat tenaga terhadap teror putih jang sedang menga- muk.

Provokasi Madiun adalah satu persiapan untuk pe- rang kolonial Belanda jang baru jang terdjadi dalam bulan Desember 1948, dan semuanja ini merupakan persiapan untuk memaksa Indonesia lebih djauh berkapitulasi kepada imperialisme Belanda. Memang, tidak lama kemudian diadakan gentjatan sendjata dengan Belanda jang diikuti oleh Konferensi Medja Bundar dinegeri Belanda. Selama peperangan melawan Belanda pada achir tahun 1948 sampai permulaan tahun 1949 kader² dan anggota² PKI, termasuk mereka jang dikeluarkan atau me- larikan diri dari pendjara² pemerintah Hatta, dengan gagahberani ambil bagian dalam membela Republik Indonesia di-front² terdepan. Kenjataan ini membuka mata Rakjat akan kepalsuan fitnahan² kaum reaksioner jang dilemparkan kepada PKI selama Peristiwa Madiun". Perlawanan PKI jang gigih terhadap tentara Belanda menaikkan prestise politik PKI dimata Rakjat dan ini telah membikin pemerintah tidak mungkin me- ngeluarkan PKI dari undang². Pada tanggal 2 November 1949 ditandatanganilah persetudjuan KMB jang chianat oleh fihak Indonesia dan fihak keradjaan Belanda. Selama perundingan Amerika Serikat menempatkan Marle Cochran di Ne- derland, sebagai tukang bagi instruksi kiri dan kaņan. Keadaan front persatuan sedjak Provokasi Madiun (1948) sampai turunpanggungnja pemerintah Masjumi, Kabinet Sukiman (1951), dalam laporan umum kepada Kongres ke-V PKI dikatakan bahwa : burdjuasi nasional memisahkan diri dari front persatuan anti-imperialisme dan memihak pemerintah Hatta-Sukiman-Natsir jang memprovokasi 'Peristiwa Madiun'. Burdjuasi nasional ikut berkapitulasi kepada imperialisme dengan menjetudjui persetudjuan KMB jang chianat .. Politik burdjuasi nasional jang memisahkan diri dari front persatuan terasa sa-

ngat berat bagi Partai, karena Partai, berhubung ke- lemahan pekerdjaannja dikalangan kaum tani, belum dapat bersandar kepada kaum tani. Keadaan ini me- maksa Partai mendjalankan taktik untuk mendapátkan waktu guna menarik kembali burdjuasi nasional kedalam front persatuan anti-imperialisme dan untuk memperbaiki serta memperkuat pekerdjaan Partai dikalangan kaum tani. Kebenaran taktik Partai ini di- buktikan oleh perkembangan politik dalamnegeri jang baru jang dimulai dalam tahun 1952". Kesimpulan daripada semuanja jalah : Revolusi Agustus (1945-1948) telah mengalami. ke~ kalahan karena PKI dalam menghadapi revolusi ini ma- sih belum menjimpulkan pengalaman²nja dalam soal front persatuan dan tidak berpengalaman dalam soal perdjuangan bersendjata dan dalam soal pembangunan Partai. Tetapi walaupun revolusi ini kalah, ia telah membikin PKI berpengalaman dalam front persatuan. Revolusi ini telah memberikan pengalaman jang penting pada PKI tentang sifat bimbang daripada burdjuasi nasional, bahwa dalam keadaan jang tertentu klas ini bisa ikut dan bersikap teguh berfihak pada revolusi, tetapi dalam keadaan lain ia bisa gontjang dan mengchianat., Oleh karena itu proletariat dan PKI harus senantiasa tidak henti²nja menarik burdjuasi kedalam revolusi, tetapi djuga harus ber-djaga2 akan kemungkinan mereka mengchianati revolusi. Sifat dualisme dari burdjuasi nasional Indonesia sangat mempengaruhi garis politik dan pembangunan Partai. Madju mundurnja Partai dan madju mundurnja revolusi banjak tergantung pada hu- bungan Partai dengan burdjuasi nasional. Demikianlah pula sebaliknja. Dalam berserikat dengan burdjuasi nasional Partai tidak boleh meninggalkan kebebasannja dan tidak boleh melengahkan sekutu jang paling bisa dipertjaja, jang paling banjak djumlahnja, jaitu kaum tani.

Revolusi ini djuga telah membikin PKI mendjadi berpengalaman mengenai soal pembangunan Partai, telah membikin kader² PKI lebih mengerti tentang keadaan masjarakat Indonesia, tentang tanda² istimewa dan hu- kum² revolusi Indonesia, telah memungkinkan kader² PKI mempeladjari teori Marxisme-Leninisme dan bela- djar memperpadukan teori Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia. Djuga. satu pengalaman, bahwa dalam revolusi, perdjuangan bersendjata adalah bentuk perdjuangan jang terpenting. Perkembangan Partai, disamping sangat tergantung pada front persatuan, djuga sangat tergantung padą perdjuangan bersendjata. Madju mundurnja perdjuangan bersendjata sangat berpengaruh pada madju~ mundurnja front persatuan dan Partai. Walaupun tidak setjara lengkap, pengalaman² sela- ma revolusi telah disimpulkan dalam resolusi Djalan Baru". Resolusi Djalan Baru" merupakan langkah per- tama jang penting dalam mentjiptakan satu Partai Ko- munis jang dibolsjewikkan, jang meluas keseluruh nege- ri, jang berhubungan erat dengan massa dan jang diper- kokoh dalam ideologi, politik dan organisasi. Peristiwa Madiun" telah membikin kader² dan ang- gota² PKI mendjadi lebih waspada dan lebih militant.

IV Peluasan Front Persatuan Dan Pembangunan Partai (1951—..…) Periode ini dimulai dengan sidang Pleno Central Co- mite dalam bulan April 1951 jang berhasil merentjana- kan Konstitusi PKI. Rentjana Konstitusi ini setelah di- sampaikan kepada organisasi² bawahan telah menimbul- kan diskusi jang luas didalam Partai. Dengan tidak me- nunggu pensahannja oleh Kongres, seluruh Partai se- rempak bersedia menggunakan rentjana Konstitusi ini sebagai pegangan dalam aktivitet pembangunan Partai se-hari2, dan pengalaman² praktis jang didapat dari pelaksanaan Konstitusi ini akan didjadikan bahan² untuk membikin amandemen². Diskusi dan pelaksanaan rentjana Konstitusi PKI sa-

ngat mendorong perkembangan Partai, meninggikan

tingkat politik anggota² Partai, menghidupkan demokra- si intern Partai, menghidupkan kritik dan selfkritik didalam Partai, memperkuat disiplin, ideologi dan ke- satuan tenaga Partai. Partai mulai mengerti dan mulai melaksanakan dua tugasnja jang pokok, jaitu : tugas

penggalangan front persatuan dan tugas pembangunan

Partai. Semuanja ini terdjadi dibawah kekuasaan pe-

merintah reaksioner, pemerintah Sukiman (Masjumi).

Karena sedar akan bahaja jang mengantjam dari gerakan Rakjat revolusioner dan dari PKI jang sedang

tumbuh, karena melihat bahwa ,Provokasi Madiun" ternjata tidak ,,mematikan" gerakan revolusioner dan PKI, kaum imperialis asing dan kaum reaksioner dalamnegeri mendjadi matagelap dan membikin komplotan lagi untuk menghantjurkan PKI. Sekarang tidak dengan provokasi di Solo atau di Madiun, tetapi dengan satu serangan" terhadap pos polisi di Tandjung Priok, jang oleh pemerintah Sukiman diproklamasikan sebagai serangan Komunis"! Kira² 2000 orang Komunis dan orang² progresif lainnja ditangkap dan dimasukkan ke- dalam pendjara. Tetapi atas desakan Rakjat, sesudah ber-bulan² meringkuk didalam pendjara, semua dike- luarkan dengan tak seorangpun bisa dihadapkan kemu- ka pengadilan. Gagalnja Sukiman (Masjumi) dengan Razzia Agustusnja adalah menundjukkan bahwa gerakan revolusioner di Indonesia sudah bangun kembali dan mempunjai kekuatan. Masih didalam suasana Razzia Agustus, pada permu- laan tahun 1952, PKI mengadakan Konferensi Nasional jang membitjarakan setjara mendalam politik terhadap pemerintah Sukiman. Konferensi memutuskan bahwa pemerintah Sukiman harus didjatuhkan dengan mem- bentuk front anti pemerintah Sukiman jang luas, dengan berusaha-menarik burdjuasi nasional. Mengenai gerombolan DI-TII jang pada waktu itu melakukan teror be- sar²an di Djawa Barat dan Djawa Tengah, Konferensi berpendapat bahwa gerombolan² ini adalah alat kaum imperialis dan kaum reaksioner dalamnegeri untuk men- djepit gerakan Rakjat revolusioner diantara kekuatan² reaksioner jang ada di-kota² dengan jang ada di-desa², agar dengan demikian kaum reaksioner dapat menghantjurkan gerakan revolusioner dan dapat berkuasa pe- nuh atas seluruh negeri. Konferensi memutuskan, supaja segenap kekuatan Partai dikerahkan, dan ber-sama² dengan aparat² negara dan partai² serta organisasia de- mokratis lainnja menghantjurkan gerombolan² teroris

DI-TII. Selain daripada itu Konferensi mengambil putusan² penting untuk memperkuat ideologi dan organisasi Partai. Untuk memungkinkan pelaksanaan tugas Partai jang berat dan pelik ketika itu, Konferensi memu- tuskan untuk meluaskan keanggotaan Partai. Dengan desakan jang terus-menerus dar gerakan Rakjat jang demokratis, dengan makin tjondongnja burdjuasi nasional kekiri, dan sebagai hasil daripada per- tentangan² -dikalangan golongan² jang berkuasa dida- lamnegeri, pemerintah Sukiman terpaksa turun pang- gung dan pada tanggal 1 April 1952 berdirilah pemerintah Wilopo (PNI) jang segi² politiknja jang madju di- sokong oleh PKI. Dalam pemerintah Wilopo ini duduk djuga menteri² dari Masjumi dan PSI. Karena tindakan² menteri² dari Masjumi dan PSI jang anti-Rakjat, seluruh kekuatan demokratis, termasuk PNI sendiri, mendjatuh- kan kabinet Wilopo. Atas desakan jang lebih kuat dari Rakjat, pada tanggal 30 Djuli 1953 berdirilah pemerintah Ali Sastroamidjojo (PNI) tanpa Masjumi-PSI. PKI menjokong segi² jang madju dari politik pemerintah Ali Sastroamidjojo. Terbentuknja pemerintah jang politiknja mempunjai segi² madju dan jang disokóng oleh klas buruh dan Rakjat banjak, membuktikan adanja gelombang naik daripada gerakan revolusioner di Indonesia. Ini menun- djukkan, makin bersatunja kekuatan² nasional, termasuk burdjuasi nasional, dalam menghadapi kekuatan² reak- sioner dari luar dan dalamnegeri. Dalam keadaan demi- kian, sampai batas² jang tertentu gerakan revolusioner dan PKI dapat berkembang. Dalam gelombang naik daripada gerakan revolusioner ini, dalam bulan Oktober 1953 diadakan rapat Pleno Central Comite PKI, sebagai persiapan untuk Kongres Nasional ke-V PKI. Dalam sidang Pleno ini dimasuk- kan amandemen² untuk perbaikan rentjana Konstitusi. dibikin rentjana Program PKI, laporan umum kepada

Kongres dan putusan terhadap Tan Ling Djie-isme, ja- itu aliran oportunis didalam Partai jang mau mengem- balikan garis politik dan organisasi Partai kepada keadaan sebelum ada resolusi ,Djalan Baru". Sidang Pleno Central Comite ini telah merumuskan usul² kepada Kongres untuk memetjahkan semua masaalah penting dan pokok daripada revolusi Indonesia. Dalam bulan Maret 1954 dilangsungkan Kongres Nasional Ke-V PKI jang bersedjarah dengan tudjuan untuk mendjawab semua masaalah penting dan pokok daripada revolusi Indonesia, untuk pekerdjaan jang lebih baik daripada Partai dalam menggalang front persatuan, untuk mendjawab semua masaalah pokok pembangunan Partai dan untuk mengeratkan hubungan PKI dengan massa. Dalam Kongres ini disahkan semua dokumen jang dirantjangkan oleh Sidang Pleno Central Comite bulan Oktober 1953. Disamping itu disahkan pula Ma~ nifes Pemilihan Umum PKI dan diputuskan untuk mem- perluas keanggotaan dan organisasi Partai. Setelah menganalisa keadaan masjarakat Indonesia, dalam Program PKI ditetapkan· bahwa Indonesia seka- rang adalah negeri setengah-djadjahan dan setengah-feodal. Berhubung dengan itu dikatakan : Selama keadaan di Indonesia masih tetap tidak be- rubah, artinja, selama kekuasaan imperialisme belum digulingkan" dan sisa feodalisme belum dihapuskan, Rakjat Indonesia takkan mungkin membebaskan diri dari keadaan melarat, terbelakang, pintjang dan tak berdaja dalam menghadapi imperialisme. Kekuasaan imperialisme dan sisa feodalisme tidak akan hapus di Indonesia selama kekuasaan negara dinegeri kita dipegang oleh tuantanah dan komprador jang berhu- bungan erat dengan kapital asing karena mereka mau mempertahankan penindasan imperialis dan sisa² feodal dinegeri kita, karena mereka paling takut kepada Rakjat Indonesia.

Djika Indonesia mau madju dari suatu negeri setengah-djadjahan dan setengah-feodal mendjadi negeri merdeka, demokratis, makmur dan madju, maka adalah soal jang pokok, diatas se-galanja, untuk mengganti pemerintah tuan² feodal dan komprador dan mentjiptakan pemerintah Rakjat, pemerintah Demokrasi Rakjat". Mengenai pemerintah Rakjat dikatakan dalam Program PKI, bahwa pemerintah ini: akan merupakan pemerintah front persatuan nasional, jang dibentuk atas dasar persekutuān kaum buruh dan kaum tani dibawah pimpinan klas buruh. Mengingat terbelakangnja ekonomi negeri kita, PKI berpendapat bahwa pemerintah ini harus tidak merupakan pemerintah diktatur proletariat melainkan pemerintah diktatur Rakjat. Pemerintah ini bukannja ħarus melaksanakan perubahan* sosialis melainkan perubahan* demokratis. Ia akan merupakan suatu pemerintah jang mampu mempersatukan semua tenaga anti-feodal dan anti-imperialis, jang mampu memberikan tanah dengan tjuma kepada kaum tani, jang mampu mendjamin hak² demokrasi bagi Rakjat, suatu pemerintah jang mampu membela industri dan perdagangan nasional terhadap persaingan asing, jang mampu meninggikan tingkat hidup ,materiil kaum buruh dan menghapus- kan pengangguran. Dengan singkat, ia akan merupakan suatu pemerintah Rakjat jang mampu mendjamin kemerdekaan nasional serta perkembangannja melalui djalan demokrasi dan kemadjuan". Tetapi bagaimana djalannja untuk keluar dari keadaan setengah djadjahan dan setengah feodal dan untuk membentuk pemerintah Rakjat? Program PKI mendjawab : Djalan keluar terletak dalam mengubah imbangan kekuatan antara kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi komprador disatu fihak, dan kekuatan Rak-

jat difihak jang lain. Djalan keluar terletak dalam membangkitkan, memobilisasi dan mengorganisasi massa, terutama kaum buruh dan kaum tani". Tentang rol kaum buruh dalam mengubah imbangan kekuatan ini dikatakan : Klas buruh harus memelopori perdjuangan seluruh Rakjat. Untuk tudjuan ini klas buruh sendiri harus meningkatkan aktivitetnja, mendidik dirinja sendiri dan mendjadi kekuatan jang besar dan sedar. Klas buruh tidak hanja harus melakukan perdjuangan untuk memperbaiki tingkat hidupnja, ia djuga harus meningkatkan tugasnja ketingkat jang lebih luas dan lebih tinggi. Ia harus membantu perdjuangan klas² lainnja. Klas buruh harus membantu perdjuangan kaum tani untuk tanah, perdjuangan kaum intelegensia untuk hak²nja jang pokok, perdjuangan burdjuasi nasional melawan persaingan asing, perdjuangan seluruh Rakjat Indonesia untuk kemerdekaan nasional dan kebebasan* demokratis. Rakjat bisa mentjapai ke- menangan hanja apabila klas buruh Indonesia sudah merupakan kekuatan jang bebas, sedar, matang dalam politik, terorganisasi dan mampu memimpin perdjuangan seluruh Rakjat, hanja apabila Rakjat sudah melihat klas buruh sebagai pemimpinnja". Berdasarkan analisa daripada klas² didalam masja- rakat Indonesia, Program PKI membikin djelas kawan dan lawan jang sungguh² didalam revolusi. Berdasarkan analisa ini djuga Kongres Nasional ke-V PKI memutus- kan meletakkan kewadjiban penting diatas pundak PKI, jaitu kewadjiban membentuk front persatuan daripada semua kekuatan nasional daripada revolusi, jaitu kaum buruh, kaum tani, burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional. Front persatuan ini harus terbentuk berdasarkan persekutuan buruh dan tani, se-luas2nja dan hasil perdjuangan revolusioner daripada massa. Inilah sjarat bagi Rakjat Indonesia untuk mendirikan suatu pemerin-

tah Rakjat, untuk mengalahkan lawan² revolusi, jaitu kaum imperialis, klas tuantanah dan burdjuasi kompra-

dor.

Untuk menggalang front persatuan nasional jang

sungguh², kewadjiban PKI jang per-tama² jalah menarik

kaum tani kedalam front persatuan nasional. Tentang ini dikatakan dalam laporan umum kepada Kongres Na~

sional ke-V :

.. agar kaum tani dapat ditarik, kewadjiban jang

terdekat daripada kaum Komunis Indonesia jalah me-

lenjapkan sisa feodalisme ... Langkah pertama dalam pekerdjaan dikalangan kaum tani jalah membantu per-

djuangan mereka untuk kebutuhan se-hari, untuk

mendapatkan tuntutan-bagian kaum tani. Dengan demikian berarti mengorganisasi dan mendidik kaum tani

kearah tingkat perdjuangan jang lebih tinggi. Inilah

dasar untuk membentuk persekutuan kaum buruh dan kaum tani sebagai basis daripada front persatuan nasional jang kuasa".

Mengenai perdjuangan parlementer dan sokongan PKI pada pemerintah Wilopo dan kemudian pemerintah

Ali Śastroamidjojo Program PKI menjatakan : PKI memandang pekerdjaan dalam parlemen bukan sebagai pekerdjaan Partai jang pokok dan tidak memandang perdjuangan parlementer sebagai satu²nja

bentuk perdjuangan". Tetapi ini tidak berarti bahwa PKI mengabaikan pe-

milihan umum dan perdjuangan parlementer, dan bahwa

PKI mengambil sikap jang satu dan sama terhadap pemerintah² jang ada sampai sekarang dan terhadap pemerintah² jang akan ada dikemudian hari sampai terben- tuknja pemerintah Demokrasi Rakjat. PKİ", kata program tsb., mendasarkan politiknja

atas analisa Marxis mengenai keadaan jang kongkrit

dan perimbangan kekuatan. PKI telah ambil bagian

dan terus akan ambil bagian jang paling aktif dalam

perdjuangan parlementer. PKI, sedar sepenuhnja akan

tanggungdjawab politiknja, mendjalankan pekerdjaan parlementer dengan penuh ke-sungguhan. PKI bu- kannja tidak mem-bedakan sikap terhadap tiapª pemerintah jang lampau. Dalam keadaan* jang tertentu Partai beroposisi terhadap pemerintah dan berseru kepada massa untuk menggulingkannja, dalam ke- adaanº lain Partai menjokong pemerintah dan dalam keadaan² jang lain lagi turut dalam pemerintah". Perdjuangan parlementer dan sokongan PKI kepada pemerintah Ali Sastroamidjojo djuga harus ditudjukan untuk memperluas dan memperkuat front persatuan na~ sional. Sebagaimana dikatakan dalam laporan umum kepada Kongres Nasional ke-V, kewadjiban menggalang front persatuan adalah kewadjiban urgen jang pertama dari PKI. Kewadjiban urgen jang kedua daripada PKI jalah me- neruskan pembangunan PKI jang meluas keseluruh ne- geri, jang mempunjai karakter massa jang luas dan jang sepenuhnja dikonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Mengenai ini Kongres mengingatkan akan perkataan kawan Stalin, bahwa kalau kita mau menang dalam revolusi kita harus mempunjai Partai revolusioner tipe Le- 带nin, atau sebagai jang dikatakan oleh Mau Tje-tung, Partai tipe Lenin-Stalin. Partai demikian tidak mungkin dibentuk djika PKI tidak menguasai teori Marxisme-Leninisme. Peranan pelopor daripada Partai hanja mungkin djika Partai di- pimpin oleh teori jang madju. Hanja Partai jang menguasai teori Marxisme-Leninisme jang bisa memelopori dan memimpin klas buruh dan massa Rakjat banjak lainnja. Kongres djuga berpendapat bahwa PKI hanja bisa memenuhi kewadjiban sedjarahnja jang besar dan berat

djika Partai terusmenerus melakukan perdjuangan jang tidak kenal ampun terhadap kaum oportunis kanan mau- pun ,,kiri" didalam barisannja sendiri. Berdasarkan ini Kongres membenarkan dan memperkuat putusan sidang Central Comite bulan Oktober 1953 mengenai Tan Ling Djie-isme. Kongres membikin resolusi chusus mengenai Tan Ling Djie-isme dan menjimpulkan, bahwa Tan Ling Djie-isme sebenarnja sudah berkuasa didalam PKI selama revolusi tahun 1945-1948 dan sampai pada permulaan tahun 1951". Kongres menetapkan bahwa : Tan Ling Djie-isme dilapangan ideologi adalah subjektivisme, adalah aliran dogmatis dan empirisis didalam Partai, jang telah menjebabkan Partai membikin kesalahanº kanan dan kiri" jang sangat merusak per~ tumbuhan Partai dan pertumbuhan gerakan revolu- sioner”. Kongres memperingatkan bahwa Partai tidak boleh sombong djika mentjapai kemenangan², Partai harus senantiasa melihat kekurangan² didalam pekerdjaannja, Partai harus berani mengakui kesalahan²nja dan dengan terang²an dan djudjur memperbaiki kesalahan²nja. Partai akan mendjadi tak terkalahkan djika Partai tidak takut pada kritik dan selfkritik, djika Partai tidak me- njembunjikan kesalahan² dan kekurangan² dalam pekerdjaannja, djika Partai mengadjar dan mendidik kader²- nja menarik peladjaran dari kesalahan² pekerdjaan Partai dan pandai memperbaikinja tepat pada waktunja. Karena Indonesia adalah negeri burdjuis ketjil, arti- nja negeri, dimana perusahaan² pemilik² ketjil masih sangat banjak terdapat, maka ideologi burdjuasi ketjil, jaitu subjektivisme, mempunjai basis sosial jang kuat. Ma kaitu Kongres menetapkan bahwa bagi Partai adalah sangat penting melawan subjektivisme didalam Partai. Kedua matjam subjektivisme, jaitu dogmatisme dan em- pirisisme, adalah sama² berbahaja didalam Partai, bisa

menjebabkan Partai mendjalankan oportunisme kanan dan kiri". Subjektivisme hanja bisa dilawan djika Partai mengadjar anggota²nja memakai metode Marxis-Leninis dalam menganalisa situasi politik dan dalam menghitung kekuatan klas, dan djika Partai memimpin perhatian anggota² kearah penjelidikan dan studi dilapangan sosial dan ekonomi. Untuk mempersatukan massa pekerdja jang luas di- sekeliling Partai, Partai harus mengarahkan perhatian anggota²nja kepada pekerdjaan² praktis jang ketjil2, jang remeh² jang ada hubungannja dengan kebutuhan se-hari² dari kaum buruh, kaum tani dan kaum intelek- tuil pekerdja. Pekerdjaan ini bukanlah pekerdjaan jang menjenangkan atau enak dan sonder kesukaran². Tetapi hanja inilah djalan untuk mengeratkan hubungan Partai dengan massa dan untuk tidak lagi mendjadikan Partai mangsa daripada sembojan² kekiri-kirian. Demikian pokok² jang diputuskan untuk membangun Partai. Dengan ini kewadjiban kedua jang urgen daripada PKI mendjadi djelas. Dengan ini berarti PKI bela- djar dari pengalamannja sendiri untuk membangun dan mendjadikan dirinja Partai tipe Lenin-Stalin. Mengenai front persatuan dan pekerdjaan PKI untuk front persatuan sedjak tahun 1951 oleh Kongres disim- pulkan sbb : persatuan dengan burdjuasi nasional makin bertambah erat, tetapi persekutuan kaum buruh dan kaum tani masih belum kuat. Dengan per- kataan lain, Partai masih tetap belum mempunjai fondamen jang kuat. Dalam tingkat ini Partai dengan keras harus melawan penjelewengan kekanan jang memberi arti jang ber-lebihåan kepada persatuan dengan burdjuasi nasional dengan menge- tjilkan arti pimpinan klas buruh dan arti persekutuan kaum buruh dan kaum tani. Bahaja ini jalah bahaja

melepaskan sifat bebas daripada Partai, bahaja mele- burkan diri dengan burdjuasi. Disamping itu, sudah tentu Partai djuga harus dengan keras mentjegah penjelewengan kekiri, mentjegah sektarisme, jaitu sikap jang tidak mementingkan politik front persatuan dengan burdjuasi nasional dan memelihara ront persatuan itu dengan sekuat tenaga. Karena klik burdjuasi komprador bersandar pada imperialisme jang berlain- an, dan karena politik Partai sekarang ini per-tama² ditudjukan kepada imperialisme Belanda dan bukan kepada semua imperialisme asing, maka telah timbul pertentangan jang bertambah tadjam dikalanġan kaum imperialis sendiri dan pertentangan® ini dengaņ sen- dirinja djuga timbul dikalangan komprador²nja. Ter- bentuknja front persatuan dengan burdjuasi nasional ini membukakan kemungkinanª baru bagi perkembang- an dan pembangunan Partai dan bagi pekerdjaan Partai jang terdekat, jaitu menggalang persekutuan kaum buruh dan kaum tani anti-feodalisme. Pembangunan Partai dan penggalangan persekutuan kaum buruh dan kaum tani adalah djaminan bagi pimpinan proletariat atas front persatuan nasional". Kongres Nasional ke-V PKI, beladjar dari sedjarah PKI jang pandjang, dan berpedoman pada Marxisme-Leninisme, telah melikwidasi periode sebelum tahun 1951 didalam PKI. Dengan berhasilnja Kongres ini se- tjara definitif zaman lama jang gelap daripáda Partai sudah ditutup untuk se-lama²nja, dan periode baru ber- kembang dengan suburnja, periode jang dimulai dalam tahun 1951. Dalam bulan November 1954, dengan dilangsungkan- nja sidang Pleno Central Comite ke-2, periode baru ini dikembangkan dengan putusan untuk lebih memperluas front persatuan. Berdasarkan analisa keadaan politik di Indonesia, sidang Central Comite ini menetapkan bahwa PKI sudah mendjadi kekuatan nasional jang pen~

ting dan besar, jang tidak mungkin diabaikan oleh ka- wan maupun lawan. Berdasarkan analisa sedjarah dan keadaan kepartaian di Indonesia Central Comite memu- tuskan supaja PKI aktif mengusahakan adanja kerdjasama aņtara PKI dengan partai² lain, terutama dengan partai² Nasionalis dan partai² jang berdasarkan Islam. Tentang ini dikatakan dalam putusan tsb. a.l. : Kerdjasama antara Partai dan massa Komunis dengan partai dan massa Nasionalis dan Islam bagi kita bukan hanja sesuatu jang dapat dibatasi sampai se- lesainja pemilihan umum jang akan datang, sebagai- mana sering dikatakan oleh pemimpinª Nasionalis dan Islam. Kita menghendaki kerdjasama djuga sampai se- sudah pemilihan umum, dengan tidak perduli siapa jang akan menang nanti. Dan apa jang kita inginkan ini adalah sesuai dengan sembojan Republik kita .Bhinneka Tunggal Ika' (berbeda tetapi satu)". Putusan penting jang lain dari Central Comite jalah tentang tjara pimpinan kolektif sebagai sjarat jang tidak boleh tidak untuk mengkon- solidasi Partai dilapangan ideologi dan organisasi, untuk membikin Partai lebih militant dan untuk mem- pererat hubungan Partai dengan massa. Dengan Partai jang demikian, persatuan jang lebih luas daripada semua kekuatan násional pasti akan mendjadi kenja- taan". Dari seluruh uraian diatas djelaslah, bahwa selama 35 tahun proses pembangunan dan pembolsjewikan Partai adalah sangat erat hubungannja dengan garis politik Partai, dengan tepat atau tidak tepatnja Partai memetjahkan masaalah front persatuan, terutama dalam mengatur hubungannja dengan burdjuasi nasional. Sebalik- nja, semakin Partai dibolsjewikan, maka semakin te- patlah garis politik Partai dan semakin tepat pula Partai dapat memetjahkan masaalah front persatuan, terutama dalam mengatur hubungannja dengan burdjuasi nasional.

soest

1.50

Setia pada sedjarahnja jang heroik dan patriotik, be- ladjar dari pengalamannja jang didapat dengan pengor~ banan putera² Indonesia jang terbaik dan berpedoman pada Marxisme-Leninisme jang kreatif, PKI meneruskan tugas sedjarahnja. Dalam keadaan sekarang, PKI tidak akan henti²nja dan dengan sekuat tenaganja be- kerdja untuk memperluas dan memperkuat front persatuan nasional. Disamping itu, dengan tidak henti²nja dan dengan sekuat tenaganja PKI akan meneruskan pembangunan dan pembolsjewikan dirinja, sebagai djaminan pokok untuk selamat dan suksesnja front persatuan nasional. Hidup front persatuan nasional! Hidup Partai Komunis Indonesia! Hidup adjaran Marx, Engels, Lenin dan Stalin jang kreatif dan djaja!