2970 Bro 8
Madju Terus Menggempur Imperialisme dan Feodalisme ! Sidang Pleno ke-II CC PKI
生
Madju Terus Menggempur
Imperialisme dan Feodalisme!
(Sidang Pleno ke-II CC PKI, achir Desember 1960)
Joop Morri Amsterdam TUTTEn 4012000 INO
Jajasan Pembaruan Djakarta 1961
Madju Terus Menggempur Imperialisme Dan Feodalisme!
/D.N. Aidit
Kawan²! Sidang CC jang kita langsungkan sekarang adalah Sidang Pleno Ke-2 sesudah Kongres Nasional ke-VI Partai dalam bulan September 1959. Selama setahun lebih sedjak Kongres jang bersedjarah ini, seluruh ba- risan Partai telah bekerdja dengan didjiwai, didorong dan dipimpin oleh keputusan² Kongres tersebut. Makin setia, gigih dan pandai kita mendjalankan keputusan² Kongres Nasional ke-VI, makin banjak sukses jang didapat oleh Partai dan Rakjat pekerdja negeri kita, sekalipun banjak kesulitan dan rintangan jang kita hadapi. Demikian pengalaman kita dalam masa setahun lebih ini. Periode jang ditindjau sekarang ditandai oleh per- gulatan antara golongan jang mendukung dan golongan jang menolak Manifesto Politik, jaitu pidato bersedjarah Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1959 dengan
perintjiannja jang dibuat oleh Dewan Pertimbangan
INT. INSTITUUT Agung, jang baru² ini sudah diperkuat oleh Madjelis BOC. GESCHIEDENIS Permusjawaratan Rakjat Sementara sebagai Garis² Besar Haluan Negara. Dalam rangka pelaksanaan Manifesto Politik itu se-
- OKT. 1997luruh kekuatan revolusioner jang berporoskan NASA-
KOM, jaitu golongan2 politik Nasionalis, Agama dan Komunis, telah mengadakan ofensif dari atas dan dari
AMSTERDAMbawah terhadap sisa2 kolonialisme dan golongan² re-
aksioner lainnja. Kita kaum Komunis bersama dengan
10786921
kaum progresif lainnja berdiri dibarisan depan dalam pelaksanaan Manipol baik didalam kata² maupun didalam perbuatan. Partai kita mendidik anggota²nja su- paja mendjadi pendukung² jang paling berpengertian, paling sedar dan paling konsekwen daripada Manipol. Golongan jang menolak dan menentang pelaksanaan
Manipol tadinja dipelopori oleh Masjumi-PSI dan
,,Liga Demokrasi". Sesuai dengan kehendak Rakjat ter- banjak partai² kepalabatu Masjumi-PSI telah dibubarkan oleh Presiden Sukarno. Bubarnja partai2 jang paling kanan ini merupakan suatu peristiwa penting dalam se- djarah perdjuangan nasional kita. Sedjalan dengan arah jang digariskan didalam Manipol, situasi politik dinegeri kita pada pokoknja terus bergeser kekiri, meskipun menghadapi banjak kesulitan, rintangan dan kerumitan. Dimasa lampau partai² kanan jang sudah dibubarkan oleh Presiden itu memegang posisi2 penting dalam ba- dan² pemerintahan, dalam kehidupan ekonomi dan politik, di-perguruan² tinggi dan lembaga² negara lainnja, Mereka gunakan posisi² penting mereka ini untuk me- lumpuhkan segala usaha jang bersifat madju, untuk 1menjebarkan pesimisme dan sinisme, terutama dikalang- an generasi muda. Mereka telah membikin busuk bagian² dari organisme nasional Republik Indonesia. Perbuatan² mereka ini merusak aparatur Republik Indonesia, me- ngatjaukan perekonomian negeri, memetjahbelah persatuan nasional dan melemahkan semangat perdjuangan Rakjat. Karena basis sosialnja, jaitu imperialisme, feodalisme, kompradorisme dan belakangan ini ditambah lagi dengan kapitalisme birokrasi, belum lagi hantjur, kekuatan kanan tidak mendjadi hilang sekaligus dengan dibubar kannja Masjumi-PSI dan matinja ,,Liga Demokrasi". Disekitar Indonesia masih terdapat negara2 persekutuan SEATO atau negara2 jang dalam bentuk lain masih dikuasai oleh kaum imperialis. Di Irian Barat kolonialis-
me Belanda masih meradjalela. Semuanja ini membikin kita harus tetap waspada dan terus berlawan terhadap agen² politik kaum imperialis, kaum feodalis dan kaum kapitalis birokrat. Kaum kanan lama jang berbadju Masjumi-PSI dan ,,Liga Demokrasi" memang sudah tidak ada lagi, tetapi mereka bisa dan sudah mengganti badjunja jang kotor itu. Disamping itu sjarat² objektif untuk timbulnja kaum kanan baru masih tjukup kuat. Dalam rangka pelaksanaan Manipol, kaum kanan baru mentjoba mengabui mata Rakjat dengan ber-pura2 menjetudjui Manipol-Usdek dalam kata2, tetapi seluruh kekuatan mereka ditudjukan untuk mensabot pelaksa- naannja, terutama dengan menentang NASAKÓM dan menentang kegotongrojongan nasional pada umumnja. Sama dengan kaum kanan lama, kaum kanan baru djuga mengadakan indoktrinasi anti-Komunis, jang berarti anti-NAŠAKOM dan anti-persatuan nasional. Kita harus dengan sekuat tenaga berusaha mempersatukan seluruh Rakjat, mempersatukan semua jang dapat dipersatukan untuk pelaksanaan Manipol, tetapi bersamaan dengan itu, djika kita tidak mau gagal, kita djuga harus dengan sekuat tenaga menelandjangi dan menjerang musuh² dalam selimut jang anti-nasional dan anti-Rakjat. Sukses2 jang ditjapai oleh Partai dan Rakjat telah membikin beringas kaum imperialis dan kaum kanan, baik jang, lama maupun jang baru. Mereka telah me- nimbulkan berbagai kesulitan pada Partai kita, partaı² demokratis lainnja dan Rakjat. Tindakan² mereka di- bidang ekonomi lebih membikin buruk keadaan ekonomi jang memang sudah tidak baik, lebih memerosotkan tingkat hidup Rakjat, merongrong ekonomi sektor negara, menghalangi dan menjelewengkan perkembangan koperasi. Di Universitas² kaum kanan sangat aktif, an- tara lain berusaha memberikan interpretasi mengenai Pantjasila jang bertentangan dengan pidato Presiden
Sukarno ,,Lahirnja Pantjasila" pada 1 Djuni 1945 dan memberikan interpretasi ,,Manipol" jang bertentangan dengan Manipol dan perintjiannja. Dalam kemata- gelapannja mereka memfitnah kita, sengadja mensalah- tafsirkan kritik² Partai kita jang konstruktif, berusaha merampas kemenangan²jang sudah ditjapai oleh Rakjat dan mentjegah kemenangan² Rakjat jang baru. Kader² Partai kita dengan gagahberani dan gigih berdjuang mengatasi kesulitan² itu, ada jang sudah teratasi, ada jang belum dan mungkin masih banjak jang akan tim- bul. Semuanja ini lebih mejakinkan kita lagi akan benar- nja keputusan² Kongres Partai jang lalu, mendorong seluruh barisan Partai kita untuk lebih dalam mempela- djari keputusan² tersebut dan untuk lebih tekun dan gairah melaksanakannja. Ini adalah sikap satu2nja jang tepat dari tiap² Komunis terhadap keputusan² Kongres- nja dan terhadap gangguan² kaum reaksioner. Jang menghadapi kesulitan dinegeri kita bukan hanja kaum Komunis, tetapi lebih² lagi kaum imperialis dan tuan- tanah serta kakitangan2nja dalam usaha mereka mem- pertahankan kedudukannja. Kemenangan hanja bagi mereka jang ulet! Pantang mundur. dan tidak kenal menjerah dalam membela apa sadja jang baik untuk Rakjat, tanahair dan Partai, inilah tekad Komunis dalam menghadapi segala kesulitan. Sidang Pleno CC kita kali ini dilangsungkan dengan didjiwai oleh dua kemenangan besar, kemenangan nasional dan kemenangan internasional. Kemenangan pertama, jalah kemenangan Rakjat In~ donesia berhubung telah ditetapkannja dengan suara bulat oleh MPRS Garis2 Besar Haluan Negara dan Garis2 Besar Pola Pembangunan Semesta Berentjana Tahapan Pertama 1961-1969. Kemenangan kedua, jalah kemenangan gerakan Komunis sedunia dengan adanja Pernjataan para wakil Partai Komunis dan Buruh be- serta Seruannja kepada Rakjat2 diseluruh dunia jang
dengan suara bulat dikumandangkan oleh 81 Partai Komunis dan Buruh, mewakili 36 djuta Komunis dari 5 benua dalam bulan November jang baru lalu. Kemenangan pertama akan sangat memperkuat perdjuangan Rakjat Indonesia untuk melikwidasi imperialisme dan sisa² feodalisme dinegeri kita, untuk mem- bangun kehidupan demokratis jang berpemerintahan ke- gotongrojongan nasional dan berharidepan Sosialisme. Sedangkan mengenai kemenangan kedua, Pernjataan dan Seruan tersebut akan mempunjai peranan besar jang mendorong dan memimpin perdjuangan untuk mentja- pai tudjuan² jang dihadapi oleh kaum Komunis, klas buruh, seluruh Rakjat pekerdja, semua kekuatan pro- gresif disemua negeri. Dokumen² ini merupakan demon- strasi daripada persatuan jang taktergojahkan dari gerakan Komunis sedunia, dan merupakan hasil gemilang daripada diskusi jang demokratis. Ini adalah pentrapan Marxisme-Leninisme setjara kreatif dan zenial dalam situasi dunia sekarang. Kedua dokumen ini akan memo- bilisasi lebih baik Rakjat diseluruh dunia untuk perdamaian, pembebasan nasional, perbaikan tingkat hidup, demokrasi dan Sosialisme. Ide2 jang mulia dalam dokumen² ini akan mengilhami kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia untuk lebih sengit berdjuang mem- bebaskan Irian Barat, melikwidasi imperialisme dan feodalisme, dan untuk perdamaian di Asia dan didunia. Mengenai Pernjataan para wakil Partai Komunis dan Buruh serta Seruannja kepada Rakjat² diseluruh dunia itu, saja usulkan supaja sidang Pleno ke-2 CC ini men- dengarkan laporan Kawan M. H. Lukman dan mendis- kusikan isi kedua dokumen tersebut setjara mendalam serta membikin resolusi jang memuat. sikap kita jang djelas menerima dua dokumen bersedjarah dan jang akan membikin sedjarah ini. Mengenai ketetapan² MPRS jang diterima baik oleh Partai kita itu, akan saja uraikan lebih landjut dalam laporan ini.
Sidang Pleno ke-2 CC ini dilangsungkan djuga untuk mendiskusikan sikap Partai mengenai ,Penetapan Presiden no. 7 tahun 1959 tentang sjarat dan penjeder- hanaan kepartaian" dan Peraturan Presiden no. 13 tahun 1960 tentang pengakuan, pengawasan dan pem- bubaran partai²", jang antara lain mewadjibkan partai² menjesuaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga masing2, dengan ketentuan fasal 3, 4, 5, 6 dan 7 dari Penetapan Presiden no. 7 tahun 1959". Sebagaimana kawan² ketahui, Politbiro sudah menja- takan persetudjuannja dengan Penpres no. 7/1959 dan Perpres 13/1960 berdasarkan Resolusi Kongres Nasional ke-VI PKI tentang PKI menerima UUD 1945 dan Pantjasila untuk memperkuat front nasional dan men- tjapai masjarakat jang adil dan makmur". Dari sikap ini djelas bahwa Partai kita, disamping tetap memiliki dan mempertahankan kebebasannja dengan teguh, memen- tingkan sungguh² persatuan nasional untuk menjelesai- kan tuntutan² Revolusi Agustus 1945. Saja usulkan supaja Sidang Pleno ke-2 CC ini, disamping memperkuat sikap jang sudah diámbil oleh Politbiro, djuga me- rumuskan amandemen² terhadap Konstitusi Partai untuk memenuhi Penpres no. 7/1959.
SEBAB²NJA PKI MENERIMA GARIS2 BESAR HALUAN NEGARA DAN GARIS2 BESAR POLA PEMBANGUNAN NASIONAL Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, jaitu dewan tertinggi dalam Republik Indonesia, dalam sidang pertamanja jang berlangsung dari tanggal 10 No- vember sampai dengan 7 Desember 1960 telah dengan setjara aklamasi mengambil dua buah ketetapan jang sangat penting dan akan besar pengaruhnja terhadap perkembangan politik dinegeri kita. Peristiwa ini bukanlah hanja merupakan kemenangan satu golongan atau satu partai tetapi kemenangan bagi seluruh bangsa. Oleh
karena itu, ketetapan² ini harus pula dilaksanakan oleh seluruh bangsa, seluruh Rakjat Indonesia.
Jang pertama jalah ketetapan tentang Manifesto
Politik Republik Indonesia serta perintjiannja sebagai Garis² Besar Haluan Negara, dan jang kedua ketetapan tentang Garis² Besar Pola Pembangunan Nasional. Ketetapan pertama tidak hanja telah memperkuat Garis2 Besar Haluan Negara, tetapi djuga termasuk di- dalamnja menetapkan Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana tertanggal 28 Agustus 1959 sebagai Garis2 Besar Haluan Pembangunan, dan menetapkan pidato Presiden tanggal 17 Agustus 1960 Djalannja Revolusi Kita" (Djarek) serta Pidato Presiden tanggal 30 September 1960 dimuka Sidang Umum PBB jang berdjudul Membangun Dunia Kembali" sebagai pedoman2 pelaksanaan Manipol. Seperti sudah dinjatakan oleh tokoh² Komunis baik didalam maupun diluar MPRS, PKI menerima ketetapan pertama MPRS, karena Manipol dan perintjiannja sebagai Garis2 Besar Haluan Negara memuat masalah² penting dan pokok daripada revolusi Indonesia. Garis² Besar Haluan Negara ini mendjelaskan, bahwa jang mendjadi sasaran² pokok (musuh2 pokok) revolusi Indonesia jalah imperialisme dan feodalisme; bahwa tugas² revolusi Indonesia bukanlah mendirikan kekuasaan politik satú klas, satu golongan atau satu partai, tetapi kekuasaan politik seluruh Rakjat, kekuasaan Gotong Rojong, menentang otokrasi atau kediktatoran, baik militer maupun perseorangan; bahwa kekuatan pendorong (penggerak) revolusi Indonesia bukanlah satu klas, satu golongan atau satu partai tetapi seluruh Rakjat Indonesia jang konsekwen anti-imperialisme dan anti-feodalisme dengan kaum buruh dan kaum tani sebagai kekuatan pokoknja; bahwa watak (sifat) revolusi Indonesia adalah nasional-demokratis; dan bahwa hari- depan (perspektif) revolusi Indonesia adalah Sosialis- me, bukan kapitalisme.
Pembangunan jang berdasarkan Garis2 Besar Haluan Pembangunan adalah pembangunan jang diabdikan ke- pada revolusi Indonesia jang wataknja seperti tersebut diatas. Garis kebidjaksanaan politik seperti jang tertjantum dalam Djarek" serta dasar dan kebidjaksanaan politik luarnegeri seperti jang tertjantum dalam Membangun Dunia Kembali" mentjerminkan semangat revolusioner Rakjat Indonesia. PKI berpendapat bahwa Garis2 Besar Pola Pemba~ ngunan Nasional menurut ketetapan nomor II MPRS sampai batas2 tertentu sesuai dengan watak revolusi Indonesia jang nasional dan demokratis, jang anti- imperialisme dan anti-feodalisme, jaitu tidak mementingkan investasi modal asing, mementingkan ,landreform" dan pertanian, mementingkan industrialisasi dan indus- tri berat, dan menempatkan ekonomi sektor negara pada kedudukan memimpin perekonomian negeri. PKI menerima Garis2 Besar Haluan Negara sebagai garis besar politik bersama dan menerima Garis2 Besar Pola Pembangunan Nasional sebagai program bersama untuk dilaksanakan oleh seluruh bangsa.
SJARAT2 PELAKSANAAN Kaum birokrat dan orang² jang tidak kreatif lainnja berkata, bahwa Pola Pembangunan 8 Tahun ini tidak mungkin dilaksanakan, karena mereka tidak mempunjai gambaran dari mana modal akan didapat, apalagí djika tanpa investasi modal asing. Padahal, pembangunan dengan investasi modal asing adalah bertentangan dengan watak revolusi Indonesia dan bertentangan dengan Amanat Penderitaan Rakjat, karena djustru investasi modal asinglah jang telah membikin Rakjat Indonesia ber-abad² hidup dalam papa sengsara, membikin Rakjat Indonesia dihisap, dan hasil keringatnja serta hasil ke~ kajaan alamnja diangkut keluarnegeri untuk memper- kaja orang² jang sudah kaja.
Kebalikannja dari orang² birokrat dan orang² jang tidak kreatif pada umumnja, Presiden Sukarno dengan kaum progresif dan seluruh Rakjat pekerdja Indonesia, mempunjai kejakinan bahwa Pola Pembangunan tahapan pertama ini akan dapat dilaksanakan asal dipenuhi sjarat² tertentu. Dari mana modal didapat? MPRS telah menundjuk- kan djalan. Per-tama² dari dalamnegeri, jaitu dari ke- kajaan alam Indonesia jang me-limpah², dari keradjinan dan ketjerdasan berfikir Rakjat Indonesia. Djika masih kurang, memindjam wang dan ahli dari negeri² jang memang berkemauan baik terhadap pembangunan Indonesia. Faktor pertama untuk melaksanakan Pola Pembangunan adalah Rakjat Indonesia sendiri, Soalnja ba- gaimana membangunkan kekuatan raksasa Rakjat Indonesia jang belum tergugah ini. Selain daripada itu, setelah garis politik tepat dengan adanja Garis Besar Haluan Negara dan Garis2 Besar Pola Pembangunan, maka untuk suksesnja pelaksanaan, mendjadi mahapentinglah soal organisasi dan kader. Untuk ini dan untuk membangunkan kekuatan raksasa Rakjat jang belum tergugah, soal² dibawah ini adalah mutlak : Pertama, harus ada persatuan nasional revolusioner jang lebih kuat, kontradiksi² jang tidak perlu dikalangan Rakjat harus setjara maximal dikurangi. Untuk ini pengalaman bekerdja tjepat dan tepat dari MPRS baik didjadikan tjontoh. Ini dimungkinkan karena prinsip gotongrojong NASAKOM dengan karja dilaksanakan setjara konsekwen. Penjesuaian seluruh aparatur negara seperti jang dituntut oleh MPRS harus dengan konsekwen berpegang pada prinsip ini, Djuga pimpinan Front Nasional, jang akan memegang peranan penting dalam mengorganisasi dan memobilisasi Rakjat harus dengan teguh berpegang pada prinsip gotongrojong ini, mulai
dari pimpinan jang paling atas sampai pimpinan jang paling bawah. Kedua, harus dilaksanakan dengan sungguh² diper- kuatnja ekonomi sektor negara dengan mentjegah se- tiap usaha mempartikelirkan perusahaan² vital jang sudah dikuasai negara. Semua perusahaan Belanda jang sudah dan belum diambilalih supaja dinasionalisasi tanpa ganti kerugian karena tindakan agresi Belanda terhadap Irian Barat. Pengusahaan semua perusahaan negara supaja diintensifkan dengan memperbaiki peng- urusan (management) dan mengikutsertakan wakila serikatburuh dalam Dewan2 Perusahaan. Mengurangi keuntungan modal monopoli asing jang masih ada, mengambilalih modal monopoli asing jang memusuhi Republik Indonesia, membatalkan Undang² Penanaman Modal Asing, dan mengembangkan hubungan ekonomi internasional jang tidak berat sebelah untuk memadju- kan pembangunan industri negara. Dajabeli Rakjat pekerdja harus dipertinggi dengan djalan mentjegah ke- naikan harga barang² dan tarif2 dan mempertinggi peng- hasilannja. Melaksanakan perubahan-tanah (,,landre- form") dengan sungguh2, dengan tudjuan membebaskan kaum tani dari ikatan² hubungan produksi feodal. Hanja djika kaum tani sudah bebas samasekali dari perhamba- an feodal, mempunjai tanah sebagai miliknja sendiri untuk digarap dan diambil hasilnja sendiri, barulah mereka bisa mengerdjakan tanah dengan lebih produktif dan lebih intensif, dan dengan demikian mereka men- djadi tenaga pembangunan dan sumber modal jang sangat besar. Ketiga, antusiasme harus ditingkatkan terusmenerus, semangat harus terus dipertinggi. Ini hanja mungkin djika kebebasan demokratis, chususnja kebebasan ber- kumpul, berorganisasi dan menjatakan pendapat setjara lisan dan tulisan diberikan seluas-luasnja kepada Rakjat revolusioner. Untuk ini berlakunja Undang2 Keadaan Bahaja harus ditindjau. Sebaliknja hak² politik tidak
diberikan kepada kaum reaksioner jang menentang Garis2 Besar Haluan Negara. Kritik2 jang konstruktif harus diusahakan supaja datang dari Rakjat dan disa- lurkan, karena dari kritik² Rakjat bisa timbul fikiran² baru untuk memperbaiki pekerdjaan. Untuk mentjegah kerugian² keuangan dan kekajaan negara jang lebih banjak serta untuk menimbulkan kegembiraan bekerdja dikalangan kaum buruh dan pegawai, harus diberantas dengan sungguh² birokrasi, korupsi dan pemborosan. Demikian pula harus dihentikan semua kegiatan jang memusuhi serikatburuh, terutama kegiatan mendirikan serikatburuh² palsu. Keempat, harus diadakan gerakan penerangan besar²- an diseluruh negeri oleh fihak resmi ber-sama² dengan organisasi2 Rakjat mengenai Garis2 Besar Haluan Negara dan Garis2 Besar Pola Pembangunan. Supaja diadakan gerakan mendiskusikan Pola Pembangunan dengan tudjuan untuk melaksanakan projek² lebih tjepat dari waktu jang sudah ditentukan. Kompetisi² harus diorganisasi dan hadiah² dibagikan kepada pahlawan² kerdja, baik pekerdja² atasan maupun bawahan. Kelima, pendidikan kader² pembangunan harus dise- suaikan dengan kebutuhan pembangunan jang meng- hendaki ketjepatan, dengan memperhebat pendidikan kader. didalamnegeri disamping mengirimkan sebanjak mungkin patriot untuk beladjar diluarnegeri. Disamping harus ahli, kader² pembangunan harus pula jang kuat bersemangat anti-imperialisme dan anti-feodalisme, dan jang ber-tjita² Sosialisme, jaitu ber-tjita² hapusnja peng- hisapan atas manusia oleh manusia. Singkatnja, kadera pembangunan kita haruslah patriot dan demokrat jang ber-tjita? Sosialisme. Hanja dengan dipenuhinja sjarat2 organisasi dan manusia pelaksana seperti tersebut diatas, Garis2 Besar Haluan Negara dapat berdjalan dengan baik dan Garis2 Besar Pola Pembangunan dapat dilaksanakan. Tugas Partai dan organisasi Rakjat revolusioner
lainnja adalah memperdjuangkan dengan ulet, gigih dan pandai agar sjarat2 pelaksanaan tersebut dapat dipenuhi dengan bersandar pada aksi² massa buruh, tani dan Rakjat pekerdja lainnja, mengingat kenjataan² bahwa ekonomi Indonesia masih bersifat kolonial, belum ber- sihnja aparatur negara dari anasir² korup dan reaksioner serta belum adanja wakil² buruh jang sedjati dalam Pemerintahan. Kongres Nasional ke-VI PKI telah me- njatakan pendirian kaum Komunis, bahwa usaha² untuk mengatasi krisis ekonomi jang mentjengkram Indonesia tidak bisa dipisahkan dari usaha² pemulihan keamanan se-tjepat²nja, melaksanakan Konsepsi Presiden tahun 1957 dan dengan perdjuangan menghabisi sisa2 kekua- saan kolonial Belanda dan melawan intervensi imperialis Amerika Serikat disegala bidang.
DENGAN TRIPANDJI MENERUSKAN PERDJUANGAN ANTI-IMPERIALISME DAN ANTI-FEODALISME Berdasarkan keputusan² Koņgres Nasional ke-VI Partai kita telah menetapkan Garis Umum, jaitu : meneruskan penggalangan front nasional dan meneruskan pembangunan Partai untuk menjelesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Garis Umum ini telah mendorong dan memimpin semua aktivitet ang- gota Partai kita dalam mengabdikan diri pada Rakjat, tanahair dan Partai. Berdasarkan Garis Umum Partai kita telah mengibar~ kan tripandji (tiga bendera) jaitu (1) Pandji Front Nasional; (2) Pandji Pembangunan Partai; (3) Pandji Revolusi Agustus 1945. Pandji front nasional harus kita kibarkan tinggi² karena kita sedar bahwa Revolusi kita hanja dapat di- menangkan oleh suatu front nasional, jaitu front daripada semua klas dan golongan revolusioner. Kita telah mentjapai hasil² tertentu jang menggembirakan dalam
menggalang front nasional. Pada waktu² belakangan ini penghimpunan daripada semua kekuatan revolusioner oleh Presiden Sukarno diberi bentuk jang chas, jaitu persatuan NASAKOM, persatuan antara golongan² politik Nasionalis, Agama dan Komunis. Ini merupakan kemadjuan jang penting dalam penggalangan persatuan Rakjat Indonesia, dan akan sangat membantu dalam mentjiptakan persatuan Rakjat jang riil. Ketakutan se- tengah mati kaum imperialis dan kaum kanan pada NASAKOM adalah bukti benarnja politik persatuan NASAKOM sebagai politik revolusioner. Tetapi, kaum progresif harus melihat masalah front nasional lebih djauh dan lebih dalam lagi. Front nasional jang riil, kuat dan takterkalahkan hanja dapat diwudjudkan djika massa Rakjat jang luas ikutserta dan aktif didalamnja. Bagian jang sangat terbesar dari Rakjat Indonesia adalah kaum buruh dan kaum tani. Oleh karena itulah, front nasional jang kuat hanjalah front nasional jang berbasiskan persekutuan erat antara kaum buruh dan kaum tani, tentu dengan tidak mengabaikan artipenting daripada golongan² Rakjat revolusioner lainnja. Front nasional tidak akan mempunjai kekuatan, dan malahan bisa hanja mendjadi sembojan kosong belaka, djika tidak berbasiskan persekutuan buruh dan tani. Mengibarkan tinggi pandji front nasional pada waktu sekarang bagi kaum Komunis berarti memperkuat persatuan NASAKOM, dan berarti bekerdja lebih keras serta lebih teratur dikalangan kaum tani. Dengan perasaan gembira dapat saja laporkan ke- pada sidang CC ini, bahwa sedjak Kongres Nasional ke-VI berbagai kemadjuan telah ditjapai oleh Partai kita dalam bekerdja dikalangan kaum tani. Dengan tidak mengenal lelah kader² Partai masuk desa keluar desa, berada di-tengah² kaum tani untuk membantu meng- organisasi kaum tani dan melahirkan kader² dari ka~ langan kaum tani sendiri, dan untuk mengadakan pe- nelitian (research) mengenai hubungan agraria dan
penghidupan kaum tani. Sudah agak banjak kader² kota jang mulai senang dan gembira bekerdja didesa. Hasil jang menggembirakan ini adalah djuga berkat dilaksanakan gerakan mempeladjari brosur² penting tentang bekerdja dikalangan kaum tani. Berdasarkan pengalaman sendiri dalam gerakan tani, umumnja kader² Partai sudah sedar bahwa dalam ke- adaan bagaimanapun Partai harus selalu bersandar pada buruhtani dan tanimiskin. Tanpa sandaran ini gerakan tani tidak bisa berkembang dan tidak bisa konsekwen. Dengan gerakan tani jang tidak berkembang dan tidak konsekwen tidak mungkin ada front nasional anti-imperialis jang luas dan konsekwen. Pada waktu sekarang adalah kewadjiban jang sangat penting dari Partai kita untuk, disamping terus mengembangkan gerakan tani, djuga menjimpulkan setjara tepat dan me- njeluruh pengalaman² terachir daripada pekerdjaan Partai dikalangan kaum tani. Satu hal jang akan membantu gerakan tani Indonesia jalah, bahwa politik perubahan tanah (,,landreform") sudah mendjadi politik resmi Pemerintah. Sampai di- mana politik ini bisa didjalankan dengan konsekwen dan menguntungkan kaum tani, terutama kaum buruhtani dan tanimiskin, sangat tergantung pada tingkat kesedaran berorganisasi dan kesedaran politik kaum tani. Gerakan tani Revolusioner harus membantu Pemerintah agar politik perubahan tanah Pemerintah didjalankan dengan konsekwen sesuai dengan isi pidato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1960 jang antara lain sebagai berikut : Tanah untuk Tani! Tanah untuk mereka jang betul® menggarap tanah! Tanah tidak untuk mereka jang dengan duduk ongkangª mendjadi gemuk- gendut karena penghisapan keringatnja orang jang di- suruh menggarap tanah itu !" Tidak ada satupun undang2 atau peraturan jang ma- dju bisa berdjalan baik djika Rakjat sendiri tidak ber- djuang mati2an untuk pelaksanaannja. Oleh karena itu,
perubahan tanah hanja bisa terlaksana djika didjalan. kan berdasarkan prinsip kaum tani sendiri membebas. kan diri dari tuantanaħ", artinja tidak ada jang dapat membebaskan kaum tani ketjuali kaum tani sendiri. Hanja djika prinsip ini dilaksanakan dengan konsekwen, perubahan tanah dapat didjalankan dan kelandjutan daripadanja, misalnja soal pengkoperasian kaum tani, akan berdjalan diatas rel revolusioner dan dengan pim- pinan revolusioner. Djuga Undang2 Perdjandjian Bagi Hasil hanja dapat dilaksanakan djika kaum tani sendiri bangkit untuk pelaksanaannja. Kebangkitan kaum buruhtani dan tanimiskin untuk pelaksanaan Undang Perdjandjian Bagi Hasil akan mempunjai arti jang sa. ngat penting untuk pelaksanaan perubahan tanah. Dengan mementingkan pekerdjaan dikalangan kaum tani dalam rangka memperkuat front nasional, tidaklah berarti bahwa pekerdjaan dikalangan kaum buruh, bur- djuasi ketjil kota, kaum intelektuil pekerdja dan golong- an Rakjat pekerdja lainnja boleh diremehkan. Dalam hubungan dengan pekerdjaan front nasional, masih perlu rasanja diingatkan kepada seluruh barisan Partai kita, bahwa pekerdjaan ini kita lakukan dalam rangka menjelesaikan tugas nasional kita. Tugas nasional kita pada hakekatnja jalah tugas menjelesaikan kon- tradiksi terpokok pada waktu sekarang, jaitu kontra- diksi antara nasion Indonesia dengan kaum imperialis asing, seperti misalnja tugas membebaskan Irian Barat, melawan subversi dan intervensi asing, melawan usahaa jang mau memasukkan Indonesia kedalam pakta militer, melawan kapitalis monopoli asing jang masih ada di- negeri kita dan menentang investasi modal asing baru, pendeknja melawan musuh² dari luar. Dalam perdjuangan melawan musuh² dari luar ini, perdjuangan klas kita muntjul dalam bentuk perdjuangan nasional. Prinsip pokok jang harus kita pegang dalam melaku~ kan perdjuangan nasional jalah meletakkan perdjuangan klas dibawah perdjuangan nasional. Dalam melaksana-
kan prinsip inilah kita mempertahankan kebebasan Partai dan klas kita. Hanja dengan meletakkan kepentingan klas dan Partai dibawah kepentingan nasional, jaitu kepentingan seluruh Rakjat revolusioner, dan mempertahankan setjara tahu batas kepentingan klas dan Partai, kerdjasama kita dengan klas dan golonganº lain dapat menguntungkan dan kerdjasama dapat ditjapai. Pandji pembangunan Partai harus kita kibarkan ting- gi2 dengan tudjuan menjempurnakan pembangunan Partai diseluruh negeri, Partai jang mempunjai karakter massa jang luas, jang sepenuhnja terkonsolidasi dilapangan ideologi, politik dan organisasi. Dalam rangka kewadjiban mengkonsolidasi Partai, Kongres kita jang lalu telah memberi petundjuk jang djelas tentang bagaimana pendidikan Marxisme-Lenin- isme harus dilakukan, tentang tjara memerangi subjek- tivisme didalam Partai, tentang bekerdja dengan plan 3 tahun, tentang menjesuaikan organisasi dengan situa- si, tentang atasan memberi tjontoh pada bawahan, tentang mengeratkan hubungan Partai dengan massa dan bagaimana Partai memimpin massa. Keputusan² Kongres jang lalu tentang pembangunan Partai adalah sangat penting dan lengkap, oleh karena itu harus dipahami dan diamalkan dengan sungguh² oleh seluruh barisan Partai kita. Pada kesempatan ini saja ingin mengingatkan kepada salahsatu bagian daripada keputusan² Kongres berhu- bung dengan soal pembangunan Partai jang pada waktu sekarang harus dengan sepenuh hati mendapat perhatian kita. Jang saja maksudkan jalah kalimat sebagai berikut : Kenjataan pada waktu sekarang jalah, bahwa kaum reaksioner sukar memukul politik Partai, karena begitu satunja politik Partai denġan kepentingan² ekonomi dan politik jang langsung daripada massa Rakjat dan dengan kepentingan nasional. Mereka djuga sukar menjerang program Partai, karena menjerang ini berarti
menjerang kepentingan vital daripada Rakjat dan bangsa. Oleh karena itu mereka lebih banjak mentjurahkan kegiatannja dalam gelanggang ideologi, dimana mereka setjara diam² menjelundupkan pandangan² dunia idealis dalam mendjelaskan masalah² politik, hukum, kesenian, dan sebagainja, sehingga menimbulkan kekatjauan dalam dunia ideologi. Dengan demikian mereka berharap dapat menghalang-halangi kemadjuan gerakan progre- sif, kemadjuan perdjuangan anti-imperialisme dan anti- feodalisme pada umumnja. Dalam filsafat, kaum imperialis dan kakitangannja serta kaum burdjuis dalamnegeri pada hakekatnja ber- ada dalam satu front dan sangat aktif menjerang benteng filsafat klas buruh. Menghadapi serangan frontal dilapangan filsafat ini adalah keliru sekali untuk ber- sikap pasif, karena ini berarti membiarkan benteng filsafat klas buruh dimasuki dan diobrak-abrik oleh elemen² perusak, jang akan melemahkan semua bidang kegiatan gerakan buruh dan gerakan Rakjat pekerdja pada umumnja”. Apalagi sesudah MPRS mensahkan Garis2 Besar Haluan Negara dan Garis2 Besar Pola Pembangunan Nasional jang disokong oleh Partai kita karena banjak persesuaiannja dengan program tuntutan dan program umum Partai, maka akan lebih sukar lagi bagi kaum reaksioner untuk menjerang Partai dari segi politik. Oleh karena itu kaum imperialis, kaum revisionis mo- dern dan kaum reaksioner pada umumnja akan lebıh banjak lagi menjerang Partai dan gerakan massa di- front ideologi, terutama dari segi filsafat untuk menimbulkan keruwetan² fikiran didalam Partai dan untuk memperbudak Rakjat setjara spirituil. Semuanja ini mengharuskan kita untuk lebih² lagi memberikan tekanan dalam hal pembangunan Partai pada memperkuat ideologi anggota² Partai, chusus- nja dengan lebih mengutamakan peladjaran filsafat
Marxisme-Leninisme, jaitu materialisme dialektik dan histori. Pengalaman² makin banjak membuktikan benar~ nja apa jang dinjatakan oleh Kongres kita jang lalu, jaitu bahwa djika filsafat dipeladjari sebagaimana mestinja, jaitu dihubungkan dengan praktek kehidupan, dengan kenjataan², dengan dokumen² Partai, dengan garis umum dan politik se-hari² daripada Partai, maka tidak akan timbul kesulitan² besar pada anggota² biasa daripada Partai jang memang suka beladjar dan telah mempertinggi kemampuan bekerdja kader2 Partai. Pada waktu sekarang perkataan ,,sosialisme" sudah diutjapkan oleh siapa sadja dinegeri kita. Banjak orang² baik dan dengan maksud baik berbitjara tentang ,sosialisme" atau ,,sosialisme Indonesia". Tetapi, disam- ping itu djuga bekas ambtenar kolonial dan orang reaksioner lainnja jang berkepalabatu anti-Komunis berbitjara tentang sosialisme". Jang belakangan ini dengan tudjuan menipu Rakjat, mengatjaukan fikiran Rakjat, dan dengan maksud bersembunji dibelakang Presiden Sukarno guna meneruskan praktek²nja men- diegal gerakan revolusioner dan demokratis. Agar massa Rakjat dan anggota² Partai tidak tertipu oleh ,,sosialisme" palsu dari kaum reaksioner, maka pendidikan tentang soal² pokok Revolusi Indonesia harus lebih diper- hebat, baik didalam Partai maupun dikalangan massa Rakjat diluar Partai. Tekanan dalam pendidikan me- ngenai soal² pokok revolusi Indonesia harus diberikan pada watak revolusi. Sosialisme harus ditegaskan se- bagai perspektif revolusi dan hakekat daripada Sosialisme jalah penghapusan penghisapan atas manusia oleh manusia. Kawan², setelah garis politik dan garis organisasi Partai tepat, seperti jang sudah digariskan oleh Kongres Nasional kita jang terachir, maka jang menentukan sukses2 Partai sekarang adalah kader, jaitu pelaksana paling sedar daripada garis politik dan garis organisasi Partai.
Partai kita hanja bisa menunaikan tugas sedjarahnja apabila kita mempunjai sedjumlah besar kader pimpinan jang dapat memperpadukan kepandaian dan watak. Terutama sedjak pembangunan Partai kembali dalam tahun 1951, kita telah mendidik sedjumlah pemimpin jang kompeten, dan karena itu anggota2 Partai kita jang banjak djumlahnja itu sekarang telah mempunjai tulangpunggung atau teras disemua bidang seperti bidang politik, ekonomi dan kebudajaan, dibidang peker~ djaan Partai dan pekerdjaan massa. Ini adalah kedja- jaan bagi Partai dan bangsa kita. Tetapi tulangpunggung jang sudah ada sekarang belum tjukup kuat untuk mendukung perdjuangan kita jang besar. Oleh karena itu kita masih harus mentjetak banjak orang² jang tjakap Idan berwatak. Dengan meningkatnja perdjuangan revolusioner Rakjat Indonesia maka makin banjak muntjul orang2 djudjur jang aktif. Mereka akan terus muntjul dari perdjuangan besar Rakjat Indonesia. Kewadjiban kita jalah meng- organisasi mereka, memupuk mereka; memelihara mereka dan menggunakan mereka sebagaimana mestinja untuk perdjuangan Rakjat dan Partai. Tetapi kewadjiban kita bukanlah hanja memperhati- kan kader² Partai. Kita djuga berkewadjiban memper- hatikan kader2 non-Partai dan kader² dari partai2 demokratis lainnja. Kader² Komunis harus bekerdjasama dengan mereka, membantu mereka setjarà ichlas dan sepenuh hati, bersikap hangat dan akrab terhadap mereka agar mereka ber-sama² dengan kaum Komunis memberikan seluruh enerzi mereka untuk melaksanakan Garis2 Besar Haluan Negara (Manipol), untuk melaksanakan tuntutan² Revolusi Agustus 1945. Pada waktu sekarang maših ada pemimpin² dan Co- mite2 Partai jang belum tepat menilai kader. Akibatnja jalah timbul berbagai kesalahan dalam menempatkan kader dan membikin para kader tidak bisa berkembang tjepat. Hal ini tidak boleh diteruskan. Tiap² pemimpin
dan Comite PKI harus mengetahui tjara (metode) prin- sipiil dalam menilai kader, jaitu : Kita tidak boleh mem~ batasi diri pada suatu pandangan mengenai satu masa pendek atau satu kedjadian sadja dalam penghidupan kader, akan tetapi kita djuga harus memandang riwajat hidup serta pekerdjaannja dalam keseluruhan. Kita harus tahu benar bagaimana mempekerdjakan kader². Kewadjiban pimpinan pada pokoknja berkisar pada dua soal : menundjukkan tjara dan mempekerdjakan kader. Apa jang dimaksudkan dengan ,menundjukkan tjara"? Jang dimaksudkan dengan ini jalah soal² seperti membikin rentjana² serta keputusan², memberi instruksi² serta petundjuk². Agar dapat melaksanakan semua ,,tjara" itu maka kita harus mempersatukan para kader dan mendorong mereka supaja bekerdja menurut tjara² itu. Mempersatukan para kader dan mendorong mereka supaja bekerdja menurut tjara² jang sudah kita tentukan, inilah jang kita maksudkan dengan mempekerdjakan kader. Dinegeri kita, terutama dalam administrasi negara, masih ada kebiasaan jang sangat djelek dalam mempekerdjakan kader, jaitu apa jang dinamakan ,,sistim kon- tjo" atau ,sistim famili", artinja hanja mempekerdjakan kader2 jang dekat dan disajangi". Ini adalah praktek jang tidak djudjur, peninggalan zaman kolonial, jang pada waktu sekarang masih tjukup banjak dilakukan orang dinegeri kita. Tjara mempekerdjakan kader se- matjam ini tidak boleh terdjadi didalam Partai kita. Bagaimana tjara jang tepat dalam mempekerdjakan kader? Jang tepat jalah melaksanakan garis ,,mempekerdjakan hanja mereka jang patut". Dalam menetap- kan seseorang kader itu patut atau tidak tentu tidak boleh dilakukan setjara subjektif. Kalau setjara subjektif maka ini sama dengan praktek tidak djudjur, ja~ itu mempekerdjakan kader2 ,jang dekat dan disajangı". Oleh karena itu kita harus mempunjai patokan (krite-
rium) dalam politik kader kita. Patokan dalam politik kader kita jalah : apakah seseorang kader tegas dalam melaksanakan garis Partai, mengindahkan disiplin Partai berhubungan erat dengan massa, mampu bekerdja setjara taktergantung, aktif dan suka bekerdja keras serta tak mementingkan diri sendiri. Pimpinan Partai kita dari semua tingkat harus dengan teguh menerus- kan praktek jang djudjur dan lajak dan menentang praktek jang tidak djudjur dan tidak lajak dalam mempekerdjakan kader. Dengan demikian kita memperkuat persatuan dan solidaritet diantara seluruh kader Partai, baik tua atau muda, baik lama atau baru, baik pria atau wanita, dari semua sukubangsa. Setelah kita mempunjai patokan dalam politik kader, maka soal lebih landjut jalah: bagaimana memelihara kader. Ada matjam² tjara memelihara kader, jaitu: Pertama: memberi bimbingan kepada mereka. Ini berarti, bahwa disatu fihak kita memperbolehkan mereka bertindak setjara bebas dalam pekerdjaan mereka se- hingga mereka mempunjai keberanian untuk mengambil sendiri tanggungdjawab, sedangkan difihak lain memberi petundjuk² kepada mereka tepat pada waktunja se- hingga mereka dapat mengembangkan daja kreatifnja atas dasar garis politik Partai. Kedua: meningkatkan mereka. Ini berarti meningkatkan pengertian teori dan kemampuan bekerdja para kader dengan memberi kesempatan pada mereka untuk beladjar dan mendidik mereka serta mempromosi mereka tepat pada waktunja. Ketiga: mengontrol pekerdjaan mereka. Ini berati membantu mereka dalam menghidupkan badan kolektif- nja, dalam menjimpulkan pengalaman²nja, menghargai hasil2 pekerdjaannja serta membetulkan kesalahan² mereka. Memberi pekerdjaan pada kader² tanpa mengada- kan kontrole terhadapnja, dan hanja memperhatikan mereka apabila mereka melakukan kesalahan² serius,
sudah barang tentu bukanlah tjara memelihara kader jang baik. Keempat : membetulkan kesalahan² mereka, Kader jang membikin kesalahan² serius tidak boleh terus di-
ketjam dan diberi tjap misalnja tjap ,,reaksioner",
"oportunis", ,,kekiri-kirian", dan sebagainja. Mereka
jang sudah berbuat keliru harus dijakinkan dan dibantu
memperbaiki kesalahan2nja. Kesabaran revolusioner di-
perlukan dalam memelihara kader. Hanja terhadap me-
reka jang membuat kesalahan serius dan tidak mau me- nerima bimbingan barulah dilakukan ketjaman, tetapi tetap dengan maksud untuk ,mengobatinja", bukan untuk menjakitinja". Kelima: membantu mereka. Soal sakit, soal penghi- dupan, soal keluarga daripada kader tidak boleh dipan- dang sebagai soal prive se-mata2. Kalau kader sakit, kalau penghidupannja terlalu susah, dan kalau kehidupan keluarganja morat-marit, maka kader jang demikian tidak mungkin bekerdja atau bekerdja baik untuk ke- pentingan Rakjat dan Partai. Oleh karena itu Partai harus turun-tangan, harus memberikan bantuan jang mungkin diberikan kepada para kader jang menghadapi kesulitan² dalam semangat solidaritet Komunis. Tentu sadja difihak lain, para kader harus pula mengerti bahwa kemampuan Partai masih sangat terbatas dalam memberikan bantuan jang bersifat materiil. Demikian beberapa persoalan jang perlu mendapat perhatian chusus dari Partai kita dalam melaksanakan tugasnja mengibarkan tinggi² pandji pembangunan Partai, jaitu lebih memperhebat peladjaran filsafat dan peladjaran tentang soal² pokok revolusi Indonesia, tjara prinsipiil menilai kader, menundjukkan tjara² dan mem- pekerdjakan kader, melaksanakan politik kader dan tjara memelihara kader jang tepat. Dalam waktu jang tidak lama kita harus dapat mentjiptakan banjak kader jang pandai bekerdja sendiri, jang kreatif dan berwatak klas jang teguh.
Jang terachir dan terpenting jalah, bahwa untuk'dapat memupuk sedjumlah besar orang2 jang pandai dan berwatak haruslah ada kehidupan demokratis didalam Partai, dan bersamaan dengan itu kehidupan demokratis dinegeri kita. Oleh sebab itu sangat pentinglah ditekan- kan pendidikan mengenai kehidupan demokratis didalam Partai agar anggota² mengerti apa itu kehidupan demokratis, bagaimana hubungannja antara demokrasi dan sentralisme dan bagaimana sentralisme-demokratis dapat diwudjudkan. Hanja anggota² Partai jang mengerti benar tentang kehidupan demokratis didalam Partai bisa mendjadi pedjuang jang baik untuk kehidupan demokratis diluar Partai. Hanja dengan demikian kegiatan² pimpinan, kader² dan anggota² Partai dapat ditjurahkan sepenuhnja dalam melawan imperialisme dan sisa² feodalisme dinegeri kita, dalam melaksanakan Ma- nifesto Politik Republik Indonesia, dalam melaksanákan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke-akar²nja. Pandji Revolusi Agustus 1945 harus kita kibarkan tinggi² untuk memanggil sebanjak mungkin Rakjat ber- keliling disekitarnja dan berdjuang untuk melaksanakan tuntutan²nja sampai ke-akar²nja, jaitu hapusnja sama- sekali imperialisme dan feodalisme di Indonesia sebagai sjarat jang tidak boleh tidak untuk menudju kemasjara- kat Sosralis dibumi Indonesia. Kita kaum Komunis bukanlah pemotong sedjarah, dan oleh sebab itu, selama tuntutan² Revolusi Agustus 1945 belum terlaksana seluruhnja, kita tidak akan melepaskan bendera revolusi ini dari tangan kita. Kongres Nasional ke~V PKI dalam tahun 1954 telah melengkapi dan merumuskan program² dan sembojan² jang tepat daripada Revolusi Agustus 1945. Sedjak kita mengibarkan tinggi² pandji revolusi ini dengan menųlis- kan program² dan sembojan² jang ilmiah diatasnja, sedjak itu Rakjat Indonesia makin teguh bersatu dan per- djuangannja madju dengan lebih tjepat dan lebih ter- atur.
Pengibaran tinggi² pandji Revolusi Agustus 1945 oleh an sepenuhnja atas imperialisme dan feodalisme akan Partai kita adalah bukti jang se-njatažnja banwa Partaidimahkotai. kita berdiri diatas dasar ilmu Marxisme-Leninisme jang Perkuat persatuan násional dan madju terus meng- sudah terudji, bahwa Partai kita setia pada Revolusigempur imperialisme dan feodalisme! Rakjat jang telah dikorbani oleh ratusan ribu putera- puteri Indonesia jang baik, dan bahwa Partai kita ber-
(Laporan politik kepada Si-
pantang mundur serta bertekad bulat untuk melenjap-
dang Pleño ke-II CC PKI
kan samasekali imperialisme dan feodalisme dinegeri pada achir Desember 1960) kita, untuk membangun Indonesia Baru jang demokratis dimana sumber segala kekuasaan ada pada Rakjat.
PERSATUAN DAN KEMENANGAN Program² dan sembojan² jang kita tuliskan pada pandji Revolusi Agustus 1945 makin lama makin mendapat pengakuan setjara nasional dan setjara resmi. Banjak diantaranja jang telah mendjadi keputusan² badan² kenegaraan, termasuk badan kenegaraan jang tertinggi, jaitu Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara. Ini semuanja merupakan kemenangan politik jang besar bagi Rakjat Indonesia, karena hal ini akan sangat mem- bantu dalam menggalang persatuan Rakjat jang lebih kuat. Tetapi ada djarak jang djauh dan djurang jang dalam antara keputusan² badan² resmi dengan pelaksanaan
daripada keputusan² itu. Untuk sampai kepada kenja-
taan, bahwa badan² legislatif dan exekutif mengambil
keputusan2 jang sesuai dengan tuntutan² Rakjat, diperlukan perdjuangan jang berat. Tetapi djauh lebih berat
lagi perdjuangan jang diperlukan untuk melaksanakan keputusan² jang baik itu. Djaminan satu²nja untuk ini ha- njalah djika ada persatuan jang kuat daripada nasion, daripada Rakjat pekerdja, daripada buruh dan tani, daripada klas buruh, dan daripada kaum Komunis. Ha-
nja dengan persatuan kuat jang demikian itu, kemenang-
Pengantar diskusi untuk memperkuat statement Politbiro CC PKI mengenai Pen. Pres. No. 7/1959
/Njono Kawan2, Dalam Laporan Politik Kawan Ketua D.N. Aidit telah dikemukakan, bahwa Sidang Pleno Ke-II CC bertugas mendiskusikan sikap PKI mengenai Penetapan Presiden No. 7 Tahun 1959 tentang sjarat² dan penjederhanaan kepartaian dan Peraturan Presiden No. 13 Tahun 1960 tentang pengakuan, pengawasan dan pembubaran partai2, jang antara lain mewadjibkan partai2 ,menje- suaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga masing2 dengan ketentuan2 pasal2 3, 4, 5, 6 dan 7 dari Penetapan Presiden No. 7 tahun 1959." Kepada Sidang Pleno Ke-II CC diusulkan untuk memperkuat sikap jang sudah diambil oleh Politbiro dan untuk merumus- kan amandemen² terhadap Konstitusi dan Program Partai guna memenuhi Penpres No. 7 Tahun 1959. Sikap Politbiro itu telah dinjatakan dalam Statement Politbiro CC PKI jang dikeluarkan pada tgl. 5 Sep- tember 1960 jang mendjelaskan, bahwa untuk memenuhi Penpres No. 7 Tahun 1959, Pasal 3, bagi PKI tidaklah mempunjai keberatan apa² untuk menjatakan dengan tegas, bahwa PKI menerima dan mempertahankan UUD '45 dan Pantjasila". Bahwa PKI tidak mempunjai keberatan apa² untuk memenuhi Penpres No. 7 Tahun 1959, hal ini sesung- guhnja mudah dimengerti. Sudah sedjak masih berko-
barnja Revolusi Agustus '45, PKI telah menerima dan mempertahankan UUD '45 sebagai alat perdjuangan jang penting dalam mempersatukan seluruh Rakjat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan nasio~ nal, demokrasi dan perdamaian dunia. Sikap PKI ini dikemukakan lagi pada sidang2 terachir Madjelis Konstituante dan pada waktu Presiden Sukarno, setelah kegagalan Konstituante, mendekritkan berlakunja kembali UUD '45. Sikap ini dipertegas dalam Resolusi Kongres Nasional Ke-VI PKI tentang,,PKI Menerima UUD '45 dan Pantjasila Untuk Memperkuat Front Nasional dan Mentjapai Masjarakat Adil dan Makmur". Djika diteliti kembali, maka dalam Pembukaan UUD '45 ternjata tidak hanja dimuat dasar² Negara, djuga dimuat pernjataan tentang hasrat² Rakjat Indonesia untuk hidup merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Hasrat2 Rakjat inilah jang telah menggugah dan mem- bangkitkan Rakjat Indonesia mengorbankan djiwa dan raganja, hartabenda dan putera-puterinja untuk penjelesaian Revolusi Agustus '45. Oleh Presiden Sukarno hasrat² Rakjat Indonesia itu dinamakan Amanat Pen- deritaan Rakjat jang menuntut penjelesaian Revolusi Indonesia jang bersasaran melikwidasi imperialisme dan sisa² feodalisme, dan bertudjuan membangun kehidupan demokratis jang berpemerintahan kegotongrojongan nasional dan berharidepan Sosialisme. Dengan pertimbangan² ini, untuk memenuhi Penpres No. 7° Tahun 1959, Pasal 3, Politbiro mengusulkan kepada Sidang Pleno Ke-II CC untuk mengambil ke- putusan², disamping menegaskan, bahwa Preambul dan pasal2 peraturan Konstitusi PKI, masing2 adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai, menjisipkan dalam Anggaran Dasar (Preambul Konstitusi) PKI, halaman 63, antara alinea 1 dan alinea 2, tambahan kalimat sbb.: PKI menerima dan mempertahankan UUD '45, jaitu Undang² Dasar Negara Republik Indonesia jang dalam
Pembukaannja memuat hasrat Rakjat Indonesia untuk hidup merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dan memuat Pantjasila sebagai dasar? negara; ber- tudjuan membangun suatu masjarakat jang adil dan makmur menurut kepribadian Bangsa Indonesia, dan mendasarkan program kerdjanja pada Manifesto Po- litik Republik Indonesia serta perintjiannja jang sudah ditetapkan oleh Sidang Pertama MPRS tanggal 19 November 1960 sebagai Garis? Besar Haluan Negara Republik Indonesia." Dengan maksud, mentjoba melemahkan Partai dan memetjahkan front persatuan nasional, kaum imperialis dan kaum reaksioner lainnja, baik jang lama maupun baru, sudah dan akan terus membuat fitnahan² terhadap Partai dengan membuat matjam² dongengan jang bukan², antara lain dengan menjatakan, bahwa PKI tidak setudju kepada ,djalan2 damai dan demokratis" sebagaimana ditjantumkan dalam Penpres No. 7 Tahun 1959, pasal 4. Kita telah kenal baik watak klas daripada kaum imperialis dan kaum reaksioner. Mereka selalu mentjoba menjembunjikan kenjataan² jang benar untuk menutupi kedjahatan² mereka sendiri. Bukankah soal ,djalan2 damai dan demokratis" sudah lama bukan me- rupakan soal lagi bagi Partai kita? Anggaran Dasar (Preambul Konstitusi) PKI telah menjatakan dengan se-djelas²nja bahwa: " adalah satu kemungkinan bahwa sistim De- mokrasi Rakjat sebagai tingkat peralihan ke Sosial- isme di Indonesia ditjapai dengan djalan damai, djalan parlementer. PKI dengan sekuat tenaga berdjuang untuk mendjadikan kemungkinan ini suatu kenjataan. Djika bergantung kepada PKI, djalan damai, djalan parlementer inilah jang dipilih". Sedjarah perdjuangan Rakjat dalam abad ke-20 ini tjukup banjak memberikan bukti2, bahwa imperialisme- lah sumber sosial jang utama dari segala kekerasan
reaksioner jang menimbulkan matjam² malapetaka bagi Rakjat² diberbagai negeri. Mengenai ,,Pantjasila" kita tidak hanja menghadapi fitnahan² dan penipuan² dari kaum imperialis dan kaum reaksioner. Kita djuga menghadapi matjam² tafsiran. Tafsiran² ini ada jang dibuat dengan maksud baik, ada djuga jang dibuat dengan maksud djahat. Tugas kita adalah, berlandaskan ,Pantjasila", senantiasa memper- teguh persatuan nasional, dan bersamaan dengan itu dengan ulet, gigih dan pandai kita harus memperdju- angkan supaja ,Pantjasila" ditafsirkan jang benar sesuai dengan pengertian² jang benar mengenai soal² pokok Revolusi Indonesia jang telah diuraikan dengan djelas dalam Manipol. Kita berpendapat, bahwa pedoman dalam mengarti- kan Pantjasila" adalah penegasan² Presiden Sukarno jang terutama telah dinjatakan dalam Pidato ,Lahirnja Pantjasila" tanggal 1 Djuni 1945 dan Pidato Presiden dimuka Madjelis Umum PBB tanggal 30 Sep- tember 1960 Membangun Dunia Kembali". Dalam Pidato ,Lahirnja Pantjasila" jang bersedjarah itu, Presiden Sukarno mendjelaskan hal² pokok sbp.: Pertama: Mengenai Sila Ketuhanan Jang Maha Esa, dikemukakan : Prinsip Ketuhanan ! .. Hendaknja Negara Indonesia ialah negara jang tiap2 orangnja dapat
meniembah Tuhannja dengan tjara leluasa .....
tiada 'egoisme-agama' Marilah kita amal- kan, djalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan tjara jang berkeadaban, Apakah tjara jang berkeadaban itu? lalah hormat-menghormati satu sama lain. Nabi Muhammad s.a.w. telah memberi bukti jang tjukup tentang verdraagzaamheid, tentang menghormati agama² lain. Nabi Isa pun telah menundjukkan verdraagzaamheid itu. Marilah kita didalam Indonesia Merdeka jang kita susun ini, sesuai dengan itu, menjatakan : bahwa prinsip kelima daripada negara kita ialah
ke-Tuhanan jang berkebudajaan, ke-Tuhanan jang ber- budi pekerti jang luhur, ke-Tuhanan jang hormat-meng- hormati satu sama lain. Kedua: Mengenai Sila Kebangsaan, dikemukakan : Dasar pertama, jang baik didjadikan dasar buat Negara Indonesia, ialah dasar kebangsaan, Kita mendirikan satu Negara Kebangsaan Indonesia. ... .. Satu
Nationale Staat!...... Kebangsaan Indonesia jang
bulat! Bukan kebangsaan Djawa, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali, atau lain², tetapi kebangsaan
Indonesia .... Kebangsaan jang kita andjurkan
bukan kebangsaan jang menjendiri, bukan chauvinisme ... Djangan kita berdiri diatas azas demikian, tuan2, djangan berkata, bahwa bangsa Indonesialah jang terbagus dan termulja, serta meremehkan bangsa lain. Kita harus menudju persatuan dunia, persaudaraan dunia. Kita bukan sadja harus mendirikan Negara Indonesia Merdeka, tetapi kita harus menudju pula kepada kekeluargaan bangsa?". Ketiga: Mengenai Sila Kedaulatan Rakjat, dikemukakan :
.... ialah dasar mufakat, dasar perwakilan,
dasar permusjawaratan. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan walaupun golongan kaja. Tetapi kita mendirikan negara 'semua buat semua', 'satu buat semua, semua buat satu'. Saja jakin, bahwa sjarat jang mutlak untuk kuatnja Negara Indonesia ialah permusjarawa- ratan, perwakilan". Keempat: Mengenai Sila Kemanusiaan, dikemukan :. saja usulkan kepada tuan², jang boleh saja namakan 'internasionalisme'. Tetapi djikalau saja katakan internasionalisme, bukanlah saja bermaksud kosmopolitisme, jang tidak mau adanja kebangsaan, jang mengatakan tidak ada Indonesia, tidak ada Nip- pon, tidak ada Birma, tidak ada Inggris, tidak ada Amerika dan lain²nja. Internasionalisme tidak dapat hi-
dup subur kalau tidak berakar didalam buminja nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman-sarinja internasionalisme". Kelima: Mengenai Sila Keadilan Sosial, dikemukakan : ... prinsip kesedjahteraan, prinsip: tidak akan ada kemiskinan didalam Indonesia Merdeka... Apakah kita mau Indonesia Merdeka, jang kaum ka- pitalnja meradjalela, ataukah jang semua Rakjat sedjah- tera, jang semua orang tjukup makan, tjukup pakaian, hidup dalam kesedjahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi jang tjukup memberi sandang-pangan kepada~
nja? Mana jang kita pilih, saudara2?...... Kalau
kita mentjari demokrasi, hendaknja bukan demokrasi Barat, tetapi permusjawaratan jang memberi hidup, jakni politik-ekonomische democratie jang mampu men- datangkan kesedjahteraan sosial!" Mengenai intisari daripada ,Pantjasila", dinjatakan oleh Presiden Sukarno dalam Pidato ,,Lahirnja Pantjasila" tsb. — bahwa : kita mendirikan Negara Indonesia, jang kita semua harus mendukungnja. Semua buat semua! ….. Djikalau saja peras jang lima mendjadi tiga, dan jang tiga mendjadi satu, maka dapatlah saja satu perkataan Indonesia jang tulen, jaitu perkataan gotong-rojong. Negara Indonesia jang kita dirikan harus- lah negara gotong-rojong! Alangkah hebatnja ! Negara gotong-rojong !" Dalam Pidato Presiden dimuka Madjelis Umum PBB antara lain didjelaskan: Bahwa, Bangsa Indonesia meliputi ,orang2 jang me- nganut berbagai matjam agama : ada jang Islam, ada jang kristen, ada jang Buddha dan ada jang tidak me- nganut sesuatu agama", dan bahwa mereka jang tidak pertjaja kepada Tuhanpun, karena toleransinja jang mendjadi pembawaannja mengakui bahwa kepertjajaan kepada Jang Maha Kuasa merupakan karakteristik da-
ri. bangsanja, sehingga mereka menerima Sila pertama ini"; Bahwa, nasionalisme di Barat adalah ,kakek dari imperialisme, jang bapaknja adalah kapitalisme", dan di Asia, Afrika dan Latin-Amerika ,nasionalisme adalah gerakan pémbebasan, suatu gerakan protes terha~ dap imperialisme dan kolonialisme, dan suatu djawaban terhadap penindasan nasionalisme-chauvinis jang ber- sumber di Eropah"; Bahwa, internasionalisme adalah pernjataan dari nasionalisme jang sedjati, dimana setiap bangsa meng- hargai dan mendjaga hak² semua bangsa, baik jang besar maupun jang ketjil, jang lama maupun jang baru", dan bahwa ,internasionalisme akan berarti berachirnja imperialisme dan kolonialisme, sehingga dengan demi- kian berachirnja banjak bahaja dan ketegangan". Bahwa, demokrasi itu ,,bukanlah monopoli atau pe~ nemuan dari aturan~sosial Barat", dan ,bagi kami bangsa Indonesia, demokrasi mengandung tiga unsur jang pokok. Demokrasi mengandung per-tama2 prinsip jang kami sebut Mufakat jakni: kebulatan pendapat. Kedua, demokrasi mengandung prinsip Perwakilan. Achirnja demokrasi mengandung, bagi kami, prinsip Musjawarah. Ja, demokrasi Indonesia mengandung ke- tiga prinsip itu ", dan Bahwa, keadilan sosial itu tidak dapat dipisahkan dari kemakmuran sosial dan menerima prinsip ini akan berarti menolak kolonialisme dan imperialisme", djuga berarti ,,mengachiri banjak dari kedjahatan² sosial. jang menjusahkan dunia kita". Kawan², Demikianlah beberapa segi penting dalam pelaksanaan Penpres No. 7 Tahun 1959 dan Peraturan Presiden No. 13 Tahun 1960. Mengenai sjarat2 lainnja, misalnja mengenai djumlah tjabang dan anggota, tidak diperbolehkannia mempunjai seorang asingpun dalam
Pengurus dan Pengurus Penghormatan, jang mendjadi
anggota partai ialahwarga-negara Indonesia dll.-nja tidak ada jang mendjadi persoalan, karena semuanja sudah ditampung dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKI. Hanja perlu ditegaskan sekali lagi, bahwa jang termasuk dalam organisasi² lain jang mendukung dan/atau bernaung dibawah partai sebagaimana disebutkan dalam Penpres No. 7 Tahun 1959, Pasal 3, ajat (2), adalah organisasi massa ,Pemuda-Rakjat" sebagaimana tertjantum dalam Anggaran Rumah Tangga (fasal² peraturan Konstitusi) PKI, Bab X. Bersama Rakjat dan semua Partai dan Organisasi jang demokratis, marilah kita usahakan sekuat tenaga, supaja pelaksanaan Penetapan Presiden No. 7 Tahun 1959 dan Peraturan Presiden No. 13 Tahun 1960 menguntungkan Rakjat dan kehidupan demokrasinja!
(diutjapkan didepan Sidang Pleno ke-II CC PKI pada achir Desember 1960)
Keputusan2
Sidang Pleno Ke-II CC PKI
RESOLUSI SIDANG PLENO KE-II CC PKI MENGENAI LAPORAN POLITIK POLITBIRO
Sidang Pleno Ke-II CC PKI, jang berlangsung di Djakarta pada achir tahun 1960, jaitu pada tanggal 30 dan 31 Desember 1960, setelah mendengar dan mendis- kusikan Laporan Politik Politbiro jang berdjudul Ma- dju Terus Menggempur Imperialisme Dan Feodalisme", jang disampaikan oleh Ketua Partai, Kawan D.N. Aidit, memutuskan menerima Laporan Politik itu sebagai garis kebidjaksanaan dan pedoman aktivitet Partai di-waktu² jang akan datang. Sidang Pleno menjerukan kepada semua Komunis dan kaum progresif lainnja untuk mempeladjari baik2 Laporan Politik tersebut dan mengamalkannja didalam praktek.
Sidang Pleno Ke-II CC PKI
Djakarta, achir Desember 1960
STATEMENT CC PKI TENTANG MEMPER-
KUAT SIKAP POLITBIRO CC PKI TERHADAP PENETAPAN PRESIDEN No. 7 TAHUN 1959
Sidang Pleno ke-II CC PKI jang bersidang di Djakarta pada tanggal 30 dan 31 Desember 1960, sesuai dengan hasil pembitjaraan antara Peperti/Presiden Sukarno dengan pemimpin² Nasakom pada tanggal 23 November 1960, dimana tegas dikatakan oleh Peperti/ Presiden Sukarno bahwa untuk memenuhi Penpres 7 tidak perlu Kongres chusus, memiutuskan : membatalkan Kongres Nasional ke~VII Luarbiasa PKI. Dan kongres jang akan datang adalah kongres periodik. Selandjutnja, mengingat Penpres No. 7 tahun 1959, Pasal 3 beserta pendjelasannja, dan memperhatikan Peraturan Presiden No. 13 tahun 1960, Pasal 1, Sidang Pleno ke-II CC PKI menjatakan, bahwa sudah sedjak Revolusi Agustus 1945 PKI menerima dan mempertahankan UUD 1945 sebagai alat perdjuangan jang pen- ting dalam mempersatukan seluruh Rakjat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan nasional, demo- krasi dan perdamaian dunia. Sikap PKI ini dikemukakan lagi pada sidang² terachir madjelis Konstituante dan pada waktu Presiden Sukarno, setelah kegagalan Konstituante, mendekritkan berlakunja kembali ÜUD 1945, serta dinjatakan dalam Resolusi Kongres Nasional ke-VI PKI tentang ,PKI menerima UUD 1945 dan Pantjasila untuk memperkuat Front Nasional dan Men- tjapai Masjarakat Adil dan Makmur". Dengan pertimbangan² ini, Sidang Pleno ke-II CC
PKI memperkuat Statement Politbiro CC PKI tertang-
gal 5 September 1960 mengenai Penetapan Presiden No. 7 Tahun 1959. Berhubung dengan adanja matjam² tafsiran mengenai Pantjasila, PKI berpendapat, bahwa pedoman dalam
Partai sebagaimana disebutkan dalam Penpres 7/1959, fasal 3, ajat (2), adalah organisasi massa Pemuda Rakjat" sebagaimana tertjantum dalam Anggaran Ru~ mah Tangga (fasal² peraturan Konstitusi) PKI, Bab X.
Sidang Pleno ke-II CC PKI
Djakarta, achir Desember 1960
mengartikan Pantjasila adalah penegasan² jang dikemu- kakan oleh Presiden Sukarno dalam pidato ,Lahirnja Pantjasila" tanggal 1 Djuni 1945 dan pidato Presiden dimuka Madjelis Umum PBB tanggal 30 Septembér 1960 Membangun Dunia Kembali". Untuk memenuhi ketentuan² Penpres No. 7 Tahun 1959 dan Perpres No. 13 Tahun 1960, Sidang Pleno ke-II CC PKI mengambil keputusan² sebagai berikut :
Menegaskan bahwa Preambul dan fasal² per-
aturan² Konstitusi PKI, masing² adalah Anggarán Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai.Menjisipkan dalam Anggaran Dasar (Preambul
Konstitusi) PKI, halaman 63, antara alinea 1 dan alinea 2, tambahan kalimat sebagai berikut : PKI menerima dan mempertahankan UUD 1945 ja- itu Undang² Dasar Negara Republik Indonesia, jang dalam Pembukaannja memuat hasrat² Rakjat Indonesia untuk hidup merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dan memuat Pantjasila sebagai dasar² Negara, ber- tudjuan membangun suațu masjarakat jang adil dan makmur menurut kepribadian bangsa Indonesia, dan mendasarkan program kerdjanja pada Manifesto Politik Republik Indonesia serta perintjiannja jang sudah di- tetapkan oleh Sidang Pertama MPRS tanggal 19 No- vember 1960 sebagai Garis2 Besar Haluan Negara Republik Indonesia".Anggaran Dasar (Preambul Konstitusi) PKI,
halaman 60 kalimat terachir hendaknja dibatja sebagai berikut : Pemerintah Demokrasi Rakjat bukanlah kekuasaan proletariat, melainkan kekuasaan Rakjat, jalah kekuasaan bersama dari semua klas revolusioner anti-impe- rialisme dan anti-feodalisme dan, seterusnja.Menegaskan bahwa jang termasuk dalam orga-
nisasi²-lain jang mendukung dan/atau bernaung dibawah
RESOLUSI TENTANG PERNJATAAN DAN SERUAN
PERTEMUAN WAKIL2 81 PARTAI KOMUNIS
DAN BURUH DI MOSKOW
Sidang Pleno ke-II Comite Central Partai Komunis
Indonesia jang dilangsungkan di Djakarta pada tanggal 30-31 Desember 1960, setelah mendengarkan laporan Kawan M. H. Lukman, Ketua delegasi Partai Komunis Indonesia keperájaan ulangtahun ke-43 Revolusi So- sialis Oktober Besar, jang kemudian djuga menghadiri Pertemuan wakil² 81 Partai2 Komunis dan Buruh di Moskow, menjatakan persetudjuan sepenuhnja atas pekerdjaan delegasi dalam Pertemuan tersebut. Setelah mempeladjari dan mendiskusikan setjara men- dalam seluruh isi Pernjataan dan Seruan jang dihasil- kan oleh Pertemuan, Sidang Pleno ke-II ČC menegaskan dukungan sepenuhnja atas Pernjataan dan Seruan tersebut. Kenjataan bahwa wakil² dari 81 Partai² Komunis dan Buruh dari lima benua jang mewakili 36 djuta Komunis, jang dengan suara bulat, melalui diskusi, berhasil men- tjapai kesimpulan² jang sama mengenai masalah² inter- nasional jang dihadapi bersama oleh gerakan Komunis sedunia, menundjukkan vitalitet jang tiada taranja dari-pada Marxisme-Leninisme dan kekuatan persatuan jang
taktergojahkan dari gerakan Komunis sedunia. Hasil gemilang dari diskusi jang paling demokratis ini merupakan pukulan jang keras bagi kaum imperialis dan kaum reaksioner lainnja jang menginginkan dan dengan segala matjam djalan mentjoba menimbulkan perpetjah- an dalam gerakan Komunis sedunia. Dokumen² itu merupakan penjimpulan Marxis-Leninis jang kreatif atas pengalaman² perdjuangan klas buruh dan Rakjat pekerdja sedunia untuk perdamaian, pembebasan nasional, perbaikan tingkat hidup, demokrasi dan Sosialisme. Pernjataan memberikan analisa jang mendalam dan terang tentang perkembangan imbangan kekuatan² klas didunia selama masa2 tahun belakangan ini. Pernjataan mendjelaskan masalah² jang urgen dan mendesak jang dihadapi oleh gerakan Komunis dan Rakjat progresif diseluruh dunia dan menundjukkan kepada Partai² Komunis dan Buruh, kepada klas buruh dan semua kekuatan progresif disemua negeri djalan menudju kemenangan dalam perdjuangan bersama me- reka. Sidang Pleno ke-II menggarisbawahi apa jang telah ditegaskan oleh Pernjataan mengenai zaman kita, jang isi pokoknja jalah peralihan dari kapitalisme ke Sosialisme, jang dimulai dengan Revolusi Sosialis Oktober Besar, dan merupakan zaman perdjuangan antara dua sistim sosial jang berlawanan, zaman revolusi sosialis dan revolusi pembebasan nasional, zaman keruntuhan imperialisme, pelenjapan sistim kolonial, zaman lebih banjak Rakjat beralih kedjalan sosialis, zaman kemenangan Sosialisme dan Komunisme jang meliputi seluruh dunia. Dengan tepat sekali ditundjukkan oleh Pernjataan bahwa tjiri-utama dari zaman kita ini jalah bahwa :sistim Sosialis dunia sedang mendjadi faktor menentu- kan dalam perkembangan masjarakat, dan bahwa taraf baru telah mulai dalam perkembangan krisis umum kapitalisme. Pernjataan dengan djelas menguraikan kemenangan²
besar dalam segala lapangan jang ditjapai oleh kubu sosialis jang merupakan persekutuan hidup sosial, ekonomi dan politik dari Rakjat2 jang bebas dan berdaulat, jang dipersatukan oleh ikatan setiakawan Sosialis internasional jang erat, oleh kesamaan kepentingan dan tu- djuan bersama, dan menempuh djalan Sosialisme dan Komunisme. Dengan pasti dinjatakan bahwa restorasi kapitalisme telah dibikin tidak mungkin setjara sosial dan ekonomi bukan hanja di Uni Sovjet, tetapi djuga di-negeri² sosialis lainnja. Tentang masalah perang dan damai jang dewasa ini merupakan masalah jang paling hangat, Pernjataan memperingatkan supaja Rakjat² lebih waspada lagi daripada diwaktu jang sudah². Ditegaskan bahwa selama masih ada imperialisme, selama itu akan ada tanah per- semaian untuk peperangan². agresi, dan bahwa watak agresif daripada imperialisme tetap tidak berubah. Ka- rena itu, bahaja perang dunia baru masih belum lenjap. Dalam hubungan ini ditundjukkan, bahwa imperialisme AS adalah kekuatan agresi dan perang jang utama. Tetapi dalam pada itu kedua dokumen menjatakan bahwa telah terbentuk kekuatan² njata jang mampu mengga- galkan rentjana² agresi imperialis. Ditegaskan bahwa perang dunia dapat ditjegah oleh usaha² bersama kubu sosialis dunia, klas buruh internasional, gerakan pembebasan nasional, semua negeri jang menentang perang dan semua kekuatan tjintadamai. Dan bahwa perdjuangan menentang antjaman perang baru harus didjalan- kan sekarang djuga, tidak menunggu sampai bom² atom dan hidrogin mulai berdjatuhan. Dalam hubungan ini dinjatakan, bahwa pelaksanaan program perlutjutan sendjata setjara umum dan mutlak jang diadjukan oleh Uni Sovjet akan mempunjai artipenting bersedjarah bagi umatmanusia, dan bahwa untuk merealisasi program ini mutlak diperlukan perdjuangan jang aktif dan gigih menentang kekuatan² imperialis jang .agresif. Se- landjutnja ditegaskan bahwa kemenangan Sosialisme
diseluruh dunia akan melenjapkan se-habis²nja sebab- musabab sosial dan nasional dari segala peperangan. Mengenai koeksistensi setjarà damai jang merupakan prinsip hubungan internasional jang paling tepat dan masukakal dalam dunia sekarang jang terbagi dalam dua sistim, dinjatakan bahwa politik koeksistensi setjara damai memenuhi kepentingan² azasi semua Rakjat, bahwa ia adalah politik memobilisasi massa dan melantjar- kan aksi jang giat menentang musuh² perdamaian. Djuga ditegaskan bahwa koeksistensi setjara damai dian- tara negara² tidak berarti mendamaikan ideologi sosialis dengan ideologi burdjuis, tidak berarti pengingkaran perdjuangan klas sebagaimana dinjatakan oleh kaum revisionis. Sidang Pleno ke-II CC berpendapat bahwa kesim- pulan² dan penilaian Pernjataan mengenai kemenangan revolusi2 pembebasan nasional sangat tepat. Dinjatakan bahwa kehantjuran kolonialisme sepenuhnja tidak dapat dielakkan. Dilihat dari arti sedjarahnja, keruntuhan sistim perbudakan kolonial karena pukulan gerakan pembebasan nasional adalah perkembangan nomor dua pen- tingnja sesudah terbentuknja sistim sosialis dunia. Pernjataan menundjukkan bahwa tugas urgen dari kebangunan nasional di-negeri2 jang melemparkan pe- nindasan kolonial dapat dilaksanakan setjara berhasil hanja dengan perdjuangan tegas melawan imperialisme dan sisa² feodalisme, dengan djalan menjatukan semua kekuatan patriotik bangsa dalam front persatuan nasional demokratis. Dengan ini djelaslah betapa tepatnja politik PKI jang dengan teguh mendjalankan front persatuan dengan kaum nasionalis pada umumnja dan pada waktu sekarang, dalam bentuk kongkritnja, jalah mem- perkuat persatuan Nasakom. Dalam hubungan perdjuangan melaksanakan tugas2: urgen dari kebangunan nasional, Pernjataan menundjukkan bahwa benteng pokok kolonialisme modern adalah Amerika Serikat. Kaum imperialis jang dikepalai.
oleh AS berusaha mati²an dengan tjara² baru dan bentuk² baru mempertahankan penghisapan kolonial ter- hadap Rakjat² bekas negeri2 djadjahan. Pernjataan menundjukkan bahwa dalam keadaan se- djarah sekarang ini, dibanjak negeri sedang timbul sja- rat² dalamnegeri dan internasional jang menguntungkan pembentukan negara demokrasi nasional jang merdeka, jaitu negara jang setjara konsekwen mempertahankan kemerdekaan ekonomi dan politiknja, jang berdjuang melawan imperialisme dan blok² militernja, melawan pangkalan2 militer diwilajahnja; negara jang berdjuang melawan bentuk² baru kolonialisme dan penjusupan kapital imperialis; negara jang menolak tjara memerin- tah jang diktatorial dan lalim; negara dimana bagi Rakjat terdjamin hak² dan kebebasan2 demokratis jang luas (kebebasan² berbitjara, pers, berkumpul, berdemonstra- si, membentuk partai² politik dan organisasi2 masjarakat), kesempatan bekerdja untuk memperdjuangkan pe- laksanaan perubahan² agraria dan perubahan² sosial dan demokratis lainnja, serta untuk ambilbagian dalam menentukan politik pemerintah. Keterangan ini, disamping merupakan suatu pembenaran, sudah tentu djuga merupakan dorongan bagi perdjuangan Rakjat Indonesia untuk membangun kehidupan demokratis dengan peme- rintahan jang berdasarkan kegotongrojongan nasional dan berharidepan Sosialisme. Dengan tepat sekali Pernjataan menekankan bahwa memilih sesuatu sistim masjarakat adalah hak jang tak dapat dirampas dari Rakjat masing² negeri, dan bahwa revolusi Sosialis tidak dapat diimport, djuga tidak dapat dipaksakan dari luar. Adalah sepenuhnja sesuai dengan kenjataan hidup bahwa·kaum Komunis menentang export revolusi, disamping menentang keras pula export kontra-revolusi seperti jang dilakukan oleh kaum imperialis dengan menggunakan kaum reaksioner dalamnegeri untuk menimbulkan pemberontakan2 kontra- revolusioner DI-TII dan PRRI-Permesta di Indonesia.
Sidang Pleno ke-II CC memberikan penekanan² pada masalah² jang penting sekali bagi kehidupan gerakan Komunis sedunia, seperti masalah persatuan di-masing² Partai Marxis-Leninis dan diantara klas buruh internasional, jang diuraikan dengan terang dan tegas dalam Pernjataan. Sesuai dengan keadaan sedjarah sekarang, gerakan Komunis sedunia telah mendjadi kekuatan politik jang paling berpengaruh dari zaman kita, faktor terpenting dari kemadjuan masjarakat. Pernjataan menundjukkan bahwa kepentingan per- kembangan selandjutnja dari gerakan Komunis dan klas buruh menuntut diteruskannja perdjuangan jang gigih pada dua front, jaitu melawan revisionisme jang tetap merupakán bahaja utama, dan melawan dogmatisme dan sektarisme. Dalam hubungan dengan perdjuangan melawan revisionisme modern, Pernjataan menegaskan pendirian Partai² Komunis jang setjara bulat mengutuk oportunis- me internasional matjam Jugoslavia, suatu matjam pen- djelmaan jang terkonsentrasi dari ,,teori2" revisionis modern. Itulah sebabnja Pernjataan dan Seruan merupakan djuga pukulan jang keras terhadap revisionisme modern dari Liga Komunis Jugoslavia (LKJ). Sebagai- mana diketahui, bertentangan dengan semangat Rakjat Jugoslavia jang anti-imperialis dan pro-Sosialisme, pemimpin² LKJ, seperti baru² ini didjurubitjarai oleh E. Kardelj dalam bukunja ,,Sosialisme dan Perang", sama-sekali tidak mengkritik, apalagi mengutuk imperialisme, sebaliknja malahan menjerang Sosialisme, sehingga dengan demikian mentjoba menjelamatkan imperialisme. Oleh karena itu seperti ditegaskan dalam Pernjataan, penelandjangan seterusnja terhadap pemimpin2 kaum revisionis Jugoslavia dan perdjuangan jang aktif untuk melindungi gerakan Komunis serta gerakan klas buruh terhadap ide2 anti-Leninis dari kaum revisionis Jugósla- via tetap merupakan tugas wadjib dari Partai² Marxis-Leninis.
° Mengenai kedudukan dan hubungan Partai2 Komunis
dan Buruh, adalah tepat sekali seperti jang ditegaskan dalam Pernjataan bahwa semua Partai Marxis-Leninis adalah bebas dan mempunjai hak sama, mereka menen- tukan politik2nja berdasarkan sjarat² jang kongkrit di- negerinja masing2, dengan berpedoman pada prinsip² Marxisme-Leninisme, dan satusamalain saling menjo- kong. Berhasilnja tjita² klas buruh disesuatu negeri tidak mungkin terdjadi tanpa setiakawan internasional dari. semua Partai Marxis-Leninis. Setiap Partai bertang- gungdjawab kepada klas buruh, kepada Rakjat pekerdja negeri masing2, kepada seluruh gerakan klas buruh dan Komunis sedunia. Bersamaan dengan itu ditegaskan bahwa Partai² Komunis dan Buruh dengan bulat me- njatakan, bahwa Partai Komunis Uni Sovjet sebagai barisan jang paling berpengalaman dan tergembleng dari gerakan Komunis sedunia, dimasa lampau dan dimasa datang tetap merupakan pelopor gerakan Komunis sedunia jang diakui umum. Dilapangan ideologi, Pernjataan menundjukkan bahwa mendjadi tugas kaum Komunis untuk tidak pasif dan defensif, sebaliknja melantjarkan ofensif tegas di- front ini, jatu berdjuang untuk membebaskan massa Rakjat dari segala matjam dan bentuk belenggu spirituil ideologi burdjuis, termasuk pengaruh reformisme jang djahat, untuk menjebarkan dikalangan Rakjat ide2 pro- gresif jang memberikan sumbangan kepada kemadjuan sosial, ide2 kemerdekaan demokrasi, ideologi Sosialisne ilmiah. Sidang Pleno ke-II CC berpendapat bahwa kedua dokumen itu akan mempunjai peranan jang besar dalam mendorong dan menuntun perdjuangan untuk mentjapai tudjuan² jang bukan hanja merupakan tudjuan² kaum Komunis tetapi djuga tudjuan seluruh Rakjat pekerdja dan seluruh kekuatan demokratis di Indonesia, seperti pembebasan Irian Barat, pelaksanaan perubahan² agraria guna kepentingan kaum tani, pembatasan² kekuasaan
ekonomi imperialis dan pengusirannja dari ekonomi na-
sional, pembentukan dan pembangunan industri nasio-
nal, perbaikan taraf hidup Rakjat, pendemokrasian ke-
hidupan masjarakat, dan sebagainja. Achirnja Sidang Pleno ke-II CC menganggap penting untuk mewadjibkan setiap kader dan anggota' Partai
serta menjerukan kepada segenap aktivis gerakan Rakjat revolusioner, supaja mempeladjari Pernjataan dan
Seruan dari Pertemuan Partai Komunis dan Buruh itu, untuk didjadikan sendjata dalam perdjuangan menje- lesaikan tuntutan² Revolusi Agustus 1945 sampai ke- akar2nja dan dalam memperhebat perdjuangan lebih lan- djut untuk menjelamatkan perdamaian dunia.
Sidang Pleno ke-II Comite Central Partai Komunis Indonesia
perkuat perdjuangan Rakjat Indonesia untuk pembebasan Irian Barat semakin banjak terdapat disemua pelosok dunia terdiri dari Rakjat² dan pemerintah² dari negeri² Sosialis, gerakan klas buruh disemua negeri, pedjuang² kemerdekaan nasional dan pedjuang² perdamaian jang sedjati diseluruh muka bumi. Daļam barisan ini terdapat kaum Komunis dan orang² progresif lainnja dinegeri Belanda jang untuk kesekian kalinja menuntut penarikan tentara Belanda dari Irian Barat dan penjerahan Irian Barat tanpa sjarat kepada Republik Indonesia, terdapat kaum Komunis dan golongan² anti-kolonial lainnja di Australia dan Amerika Serikat, sekalipun pemerintah2- nja menjokong imperialisme Belanda dalam memperta- hankan kolonialisme di Irian Barat. Mereka memihak Republik Indonesia untuk membebaskan Irian Barat ka- rèna hal itu adalah penting bagi perkokohan perdamaian dunia dan bagi penghapusan kolonialisme dari muka bumi. Dalam hubungan ini Sidang semakin mendalam me- njedari luarbiasa pentingnja arti Pernjataan dan Seruan dari 81 Partai Komunis dan Buruh dalam bulan No- vember 1960 jang baru lalu bagi penghapusan kolonialisme diseluruh dunia, chususnja untuk penghapusan kolonialisme di Irian Barat. Solidaritet internasional tersebut diatas adalah sangat penting dalam memperkuat perlawanan terhadap imperialisme Belanda jang berkomplot dengan Amerika Serikat dalam menduduki Irian Barat. Tetapi Sidang me- nekankan bahwa diatas segala-galanja, jang menentu- kan bagi pembebasan Irian Barat adalah kekuatan Rakjat Indonesia sendiri jang berada didalam maupun di- luar daerah Irian Barat, jang bersatu-padu dengan ber- intikan Nasakom. Untuk mengembangkan kekuatan ini setjara maksimal diperlukan adanja kebebasan² demo- kratis jang seluas-luasnja bagi Rakjat, bagi semua partai, organisasi dan orang2 jang revolusioner, dan diper-
Djakarta, achir Desember 1960
DENGAN INTI NASAKOM, BERSATU MEMBEBASKAN IRIAN BARAT Dalam mendiskusikan Laporan Politik Politbiro CC PKI jang disampaikan oleh Ketua CC PKI, Kawan
D.N. Aidit, Sidang Pleno ke-II CC PKI menganggap adil kemarahan dan kutukan Rakjat Indonesia terhadap kekurangadjaran pemerintah kolonial Belanda jang untuk meneruskan pendudukannja di Irian Barat telah me- nambah kekuatan Angkatan Perangnja, melakukan pengedjaran² dan pembunuhan² massal serta membakari desa2. Difihak lain Sidang menjatakan salut kepada Rakjat Indonesia di Irian Barat atas perlawanannja jang gagahberani terhadap kelaliman kaum agresor Belanda. Sahabat² jang sedjati dan jang senantiasa aktif mem-
lukan segera dilaksanakannja mobilisasi umum seperti jang diputuskan oleh MPRS. Dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat teristimewa penting sekali soal memobilisasi bantuán kepada Rakjat jang berada didaerah Irian Barat sendiri dalam mengorganisasi diri dalam semua bentuk perla- wanannja terhadap pendudukan Belanda. Sedang- di- daerah kekuasaan R.I. dengan tidak me-nunggu² lagi Pemerintah supaja mengambilalih sisa² modal Belanda dalam perusahaan² tjampuran, tidak memberikan kom- pensasi kepada semua modal Belanda jang telah di~ ambilalih, dan supaja menjatakan dengan tegas kepada pemerintah AS bahwa perusahaan² AS akan diperlaku- kan sama dengan perusahaan² Belanda djika ÁS terus membantu Belanda dengan sendjata baik setjara langsung maupun dengan melalui NATO dan SEATO da~ lam mempertahankan pendudukan Belanda di Irian Barat. Sidang mendukung sepenuhnja sikap Presiden Su- karno jang telah memenuhi tuntutan Rakjat Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri Belanda, dan mendesak Pemerintah Indonesia supaja melaksanakan semua tuntutan tentang Irian Barat se- suai dengan Manipol, Djarek dan Membangun Dunia Kembali". Kepada segenap Rakjat Indonesia Sidang berseru supaja dengan lebih berani, lebih waspada, lebih pandai dan lebih gigih memperkuat persatuan dan kegotong~ rojongan nasional, dengan Nasakom sebagai intinja, dan mentjiptakan semua sjarat bagi pembebasan Irian Barat. Dan kepada kaum Komunis sendiriSidang menjerukan untuk tetap mendjadi teladan dalam semua bęntuk perdjuangan jang diperlukan, didalam maupun diluar daerah Irian Barat.
Sidang Pleno Ke-II CC PKI
Djakarta, achir Desember 1960
KUTUK PELEDAKAN BOM ATOM PERANTJIS, BELA PERDAMAIAN!
Pada saat umatmanusia dengan penuh harapan me- njambut lahirnja Tahunbaru 1961 sebagai tahun jang akan. membawa perbaikan2 dalam suasana internasional; maka mengepulnja awan² gelap penuh ratjun radiasi ledakan bom atom Perantjis di Sahara adalah sangat bertentangan dengan hasrat damai dan menimbulkan amarah umatmanusia dalam memasuki tahun 1961. Dengan samasekali tidak mengindahkan kepentingan pokok umatmanusia serta gelombang aksi2 protes Rakjat2 tjintadamai sedunia dan chususnja Ásia-Afrika, Pemerintah de Gaulle dalam mentjoba mempertahankan ,,kedjajaan" kolonialnja telah meledakkan bom atom untuk ketiga kalinja di Sahara dan dengan demikian menimbulkan rintangan² baru bagi tertjapainja persetu- djuan internasional mengenai dihentikannja pertjobaan² dan penggunaan sendjata² nuklir. Tindakan Pemerintah Perantjis ini dengan terang²an telah mengabaikan kepu- tusan Sidang ke-15 Madjelis Umum PBB pada tanggal 19 Desember jang mengandjurkan supaja semua negara tidak mengadakan pertjobaan² ledakan bom nuklir. Perbuatan jang tidak mengenal perikemanusiaan ini membahajakan kehidupan Rakjat² Afrika chususnja dan merupakan tantangan langsung terhadap Rakjat tjintadamai seluruh dunia jang sebagaimana dikonstatasi dalam ,,Seruan Partai2 Komunis dan Partai² Buruh kepada
Rakjat2 Seluruh Dunia" bulan November 1960, sedang
merapatkan barisan serta memperkuat usaha2nja untuk menjelamatkan perdamaian dunia. Sidang Pleno ke-II CC PKI jang dilangsungkan di Djakarta pada tanggal 30-31 Desember 1960, menjata~ kan simpatinja jang sedalam-dalamnja kepada Rakjat Aldjazair, jang disamping dengan gagahberani meng- angkat sendjata untuk pembebasan nasionalnja, kini
djuga dipaksa untuk berdjuang melawan radiasi maut akibat ledakan bom nuklir dalam wilajahnja. Sidang Pleno ke-II CC PKI, sesuai dengan tekad Rakjat Indonesia jang dinjatakan dalam Manifesto Politik Repüblik Indonesia ,agar segala pertjobaan serta pembikinan, segala pemakaian sendjata termonuklir ha- rus distop se-lekas²nja dan dilarang se-keras2nja", memprotes keras tindakan jang tak berperikemanusiaan Pemerintah kolonial Perantjis. Sidang Pleno ke-II CC PKI sepenuhnja jakin bahwa perbuatan nekad kaum imperialis Perantjis ini tidak akan dapat mengendorkan perdjuangan Rakjat sedunia, melainkan sebaliknja malahan akan mempertebal hasrat dan perdjuangannja agar tahun 1961 dan tahun² sete- rusnja bersih dari radiasi² atom, serta mendjadi tahun² kemadjuan dan kemenangan kekuatan² perdamaian. Sidang Pleno ke-II CC PKI menjerukan kepada Pemerintah Indonesia dan segenap Rakjat Indonesia jang tjintadamai dan berperikemanusiaan supaja ber-sama dengan Rakjat sedunia méngutuk dan memprotes tindakan tak kenal perikemanusiaan Pemerintah kolonial Perantjis.
Sidang Pleno ke-II CC PKI
Djakarta, achir Desember 1960
ISI
Madju terus menggempur imperialisme dan feodal- isme./D.N. Aidit ...3 Pengantar diskusi untuk memperkuat statement Politbiro CC PKI mengenai Pen. Pres. No. 7 tahun 1959./Njono 28
Keputusan² Sidang Pleno Ke-II CC PKI
Resolusi Sidang Pleno ke-II CC PKI mengenai Laporan Politik Politbiro 36 Statement CC PKI tentang memperkuat sikap Politbiro CC PKI terhadap Penetapan Presiden No. 7 tahun 1959 37 Resolusi tentang Pernjataan dan Seruan Pertemuan
Wakil2 81 Partai Komunis dan Buruh di Moskow .......39
Dengan inti Nasakom, bersatu membebaskan Irian Barat46 Kutuk peledakan bom atom Perantjis, bela perdamaian! 49
Joop Morriën
Amsterdam
Rp. 5,
P.I.R, 677 - 61 C