KAMI TAHU
KEMANA SENILUKIS INDONESIA AKAN KAMI BAWA OLEH
S. SUDJOJONO
Komenterian KAMPORAITAR
KEMANA SENI. LUKIS TNDONES AKAN KAMI BAWA 2
Oleh: S SUDJOJONO. Penulis .Sent-lukis, Kesenian dan Sentman"
Penerbit INDONESIA SEKARANG" Djokjakarta.
1TA bangen Icdoneeia mengakui, bahwa
Tulisan S. Sudjojono ini telab dlmuat tjorak seni-lukis disini bertjorak Barat dalem madjell-h ,Revolusioner" Lo.4. dan sekarang. Tetapi untuk diketakan. bahwa ini no. 5 tabun 1l bulan Pebruari 47 sebagai bukan seni-lukie Indonesia ini tidak benar. djawaban atas tulisan, J. Hopman dalsm Nomor satu sebab kita, sebelum Raden Salth, msdjallah,Uitzicht" bulan Djanuari 47 sudah lama punja senislukis, meskicun tjo- tentang.,Toekomst van de Beeidende kunst raknja tidak sebagai kita sekarang melukis. Dan in Indonesie". ini mempun!ai sebab2 jang bergandengan erat dengan pandangan hidup kita pada waktu itu. Pandangan J. Hopman lu serta terdje. Nomor dua, sebab kalau kita sekarang me. mahan delam bhssa Indonesia diikutkan ninggalkan tjara lama kita sebeatar bukaulah ini daiam buku ioi. suatu fase dimana kita mengèkor atau meng- col y sadja, akan§telapi suatu belevenis de ngan kebenaran jang ada pada theori2 da Vinci, Durer, Cezanne dll. Realisme bukanlah kepunjaan Barat sadja. Realisme adalsh kepunjaan kita bersamə, kepunjaan tiap2 marusia, Kalsu da Vinci, Durer, Cezante kebetulan orang2 Barat ini bukan Gambar kulit oleh Sudibio. so'al. Tiar2 ansk Tuhan. meskipua dia di Betlehem (Christus) meskipun di Mekka (Mo hammed). meskipun di Tiongkok (Laotze, Cna fus.u, Li Tai Po), ineskipun di India (Budha),
meskipun di Mesir (lchnaton), di Amerika
(Louia Armstrong, seorang negro) ateu di Eropa (Socrates. Berlage, Cezanne) tidak berhak me-
ngepak dan memonopoli theori2 mereka kalsu
memang theori2 tadi suatu kebenaran jang njata dan baik untuk dunia. Orang Belanda mengstakan dalam mad/allah .Uitzicht"-nja:.,Zorder Kokoschka, Klee, Munch, Chagal. Utrillo cs. zou op Java nooit zijn geschilderd als beide tentoonstellingen te zien geven" Mereka masih menjangka, bahwa orang Indonesia tidak akan bisa memdjelmakan seni lukis jang impressionistis,xpressionistis realistis, cubistis stausurrealistis kalau orang2 sebagai Kokoschka, Klee, Munch, Chagall, Utrillo cs. tidak lahir. Kalau kita bisa membuat Borobudur, jarg kslau dibandingkan dengan Hunne bedden dn de Amsterdamse Beurs"Belandasebenarnjaper- bandingan antata seoraug nabi, dan seorang heidcn maka kita tidak omong kosong kalau kite ber kata: Kalsu Erova plus Belanda dan bangsa2nja tumpes, kita jang akan meneruskan peradaban dan seni-lukis dunia". Orang Asia tidak boleh sombong sebab Mohammad, Christus, Bud- dha. Einstein, Marx orang2 Timur. Begitu djuga sebaliknja orang Barat tidak boleh sombong kalu theori2 seni lukisnja sekarang bisa kita ambil. Orang Eropa djangan lups. sebab kalau ditilik dan diperiksa dengan teliti orang
Eropa tidak pernah tunja seni
6 ini masih kurang djuga, kalau disamping itu tidak ada-xasa asli jang halus, jang bisa pada tiap2 waktu bekerdja aktif. Kalau eaja lihat kalimat penulis diatas tadi hanja bisa mem- buktikan saja. babwa penulis hanja punja se-ijkte rasa lag didapatnja dari adjaran sadja. Kalau kila memakai perspektif atau anatomi. tara impressionie, tjara cubist, atau surrealiat tidak ada seorang seniman jang djudjur bisa mengatakan, bahwa tehnik lang tidak" Timur ini akan menghambat isi Timur Jang Fendak kel ar KeTimuran dalam seni-'ukis tidak terletak pada tehnik sadja tetapi terletak no. I pada isi dan djiwa kesenian itu. Uitzicht" berkata pula: De verwaarlozing der uitbeeldende middelen, welke in Europa met 1, het Impreseioniame begon, beschouw ik als betreurens waardig, zelf sals bedenkelijk. Kasihan! Orang Barat ini tidak mengerti a- ma sekali apa sebab Imptessionisme lahir. Pe- nulise ini kok hanja mengerti Angelo, David. Zuloaga. de Laszilo dan Sargentsadja sadjaknja. Impressionisme lahir tidak oleh karena Con- steble, Jongkind, Manet dil. impreesionisten ti. dak capabel, tidak bisa atsu hendak verwaar- lozen dan mengebaikan tjata membeotuk mere" ra, akan tetapi suaiu korsekwensi daiilabirnja suatu ideologi baru, fang harus lahir dan dari itu meati menghantam tjara berfikir dan hiduo di Eropa jang sudah lapuk dan tidak benar. Kaleu kontjo2 komi di Eropa, jang tuvallig lahir lebih dulu
73 dan töevallig hidup di betua debelah Barat Bosporus padá'ermulasn abad"ke 19 men- dengungkn sembolan:weg mef de adboon. heid en. defórmatie!" inf bukanlah tidak sebab mereka tidak meńgerti schoonheld atau tidak mengerti tehnik, akan tetapi ter- dorong oleh suatu sfrekening. suatu pem berantasan pada wakiu itu jang berupa lahir dan. batin untuk membelokkan dari melupakan tjara hidup jang egoistie dan materialiatis ke hidup jng beres, sederha- na, dan mengingat kes-sama manusia dia masjarakat kita didunia inl. Orang tidak boleh tjlota lagi pada orang sebagai David maupun dalam arti watak dan kese nlannia, aebab D.vid ce. sebagai pelukis. adalah suatu symbool dari masjárákat jang berwatak egoistis dan materlalistis. Penulfa iní tidak usah mengeluh babwa lukie merosot sebab adarila Jon senigkind. Manet, Cezanne dau Picasso ca/Malah dia harus girang. bahwa' dengan datangnjá se-ł nilukis baru iniberarti suetu. start dán perr mulaat djalan Jang akan pergi sehatke ke senian jang benar. Saja bertanja kepada enulis di Uitzicht int:
- Bisakab exoressionisme lahir zonderi.t pressionisme?
8 2 Dan blaakh Paul Klee, Kandinkaky dan Picasso dengan sadar (bewust). menda. pat filsafat mereka dalam seni-lukie kaleu tidak impréeslonjsme dabulu dengan dar pula mendjadi suatu kefakínan dan suatu beldenis? 43. Saja tahu penulie ini akan tidak biss mendjawab, sebab kalau dis toh, mau meo- djawab maka wama dia membela suatu ba- rang fang mustahil sebagai: orang bisa teru djadi perawan meskipun dia melehirkan anak. Sekarang pendjelasan lain. Meukah orang menjalalkan diedjak Pi noccio sebab dia ,kelika sesudah bisa djalan dan berkáta meninggaltan kamar orng Js membut. dia. mengembara kemana.mana sampai dia terseat ketangan reraka"? Tidakkah orang mengakui, babwa oléh dje- djak inilab maka dia bise mendjelm dari mainan kaju mendiadt machluk berbitjara? Langkah kelur" inilah langkab jaag kei hatannja dimata orang langkah Jarg ceat tetapi orang tidak tabu. bahwa langkah jang sesat inilah membawa dia mula2 keć neraka tetapi kemudian ke Sorga jang aba- di dan pulang darl materi jang mati" ke- mach'uk jaog sadar, ber Tuhan dn ber fikir.
9 Penulia ini tidak tjotjok kalau Vincent didjadikan suatu cultuur hellive,Kami djuga tidak tjotjok kalou di kita oudja pu dja zonder fikir seakan akan dia mendiadi suatu dewa dari perdjalanar kultur Kami djuga tidak orane biadab dan bodoh untuk mengatak-n semua lukisan2ja begu. mes kipun dia Vincent Begitu djuza tidak k mí akan menjontoh mau sakit sy, hilís atau sa kit owah sebab dis penemu exgressionisme. Tetapi lebih baik kami berteman dengan Vincent, Jang zeker berani mengorbankan djiwa-raganja untuk suatu tjita2 jang bagus dari pada orang sebagal penuia Uitzicht" ini jang bodoh sebab dia barkate: Dub een zo brandond hart (sls Vincent) ia zeldzaam". Beranikab penulis tadi menga takan, bahwa Chris'us tidak punja een brandend? Beranikah dia berkata pu'a, bah. wa, djuza Buddh tidsk punja een brandend hart? Mohammad tidak. R.makrisha tidak. Laotze tidak Li Tai Po tidak Gandhi tidak, dan orang2 sebagai Wali Sanga tidak? Dan tidak ada anak2 manusia ini jeng satu orangpun orang Barat. Wali Sanga dju. ga tidak orang Belnnda,mener! Baberàça karis kemudian dia berkata: Wat het Westen van meet af aan in Oosterse beschavingen opviel was de tot in
910 fincisce uitgewerkte vormeljkheld, die-deze culturèn'tot geutende gave bloemen maakte". Pernähkah penulis ini melihat lukisan2 Tionghoa kuno? Wat denkt U vàn deze werken, meneer? Reweert U toch dat ze tot in de finaiseu werkien? Ze waten zelfe miaschien heviger dan een Permieke of een Kokozchka. En zelfs hieruit kunt U leren, dat 't Immpressionis. me feltelijk mietin Europa. la geboren mnaar C in China, in 't Oosten. Ja, misschien kunt
U. bewéren, dat dat waar zou kunnen züá. Hinar dat dai nlet bewust tot atand ge. brachit is. Gaed!- Heeft Vincent ooit bewust gezegd, dat zijn latere werken be. wust exiressief moeaten zijn? Neenl En toch berweren jullie. Hollanders, dat hij' Wäs, die de eerete stoot gaf en niet een Duitser "of éen Fransman. b Pada penghabisan karangannja penulis ini mengemukakan dua kemungkinan. Satu: Ke-kesenian Jang dipimpinsoleh aristokrasi. Dua: Ke-kesenian gemeenachap (Com5. munistisch). Tetapi terbükti dalam penutup ini dia lebih singit. dan" tjondong ke kesenian jang dipimpin, oleh aristokrasi Dia berkäta kalau órang2 aristokrat ini tidak meme-
11
gang rol maka ,de waarchtige hescha ving zal langzaam sterveh, de kunst ver- dorren tot nieuwe zakelijkheid of andere daarmee verwante richtingen" Risalah orang Belanda ini menjangkal. bahwatheorl Marxletis wetenschapoelijk tidak benár? Dan Lenin sebagai komunis dan Maixist no. 1 pernah berkata kepada teman2ja kaum komunis: Ini bukanlah. tudjuan kita. Apa jang kita tjapai di Rusia sekarang hanjalsh sustu fase jang harus kita djaá lani". Maksud Lenin Jalah behwa orang tidak hanja bisa menulis mermbatja dan nafk tank atau mobil sadfa. tetapi bahwa djuga dalam idee komunisme djuga ter- tjantum suatu arti jang menudju kel èrèsan moral, ke kebèrèsan batin. dau'ke bèèsan kesenian. Komunisme tidak tinggal pada materí sadja. Kom nisme menudju ketu djuan jang lebíh plastis dari plastik tiga- dimensional. Buktinja: Rusia sekarang membuktikan, bahwa meréka dengan film2 meiéka meme-gang djuga pimpinan dalam seni-filmi du- nia. Begitu djuga dalam kesusasteraan, Rusia: dengan pudjangga2 muda mereka sekarang tidak pernah merosot sedangkal Da Costa.
12 : Pada hari peringatan Shakespeare jang ke 350 kali di Rusia diadakan pertun djukan tonil2 Shskespeare di 800 gedung kemidi, lamanja l minggu. Rdio. medjal. lah dan koran2 tidsk ketinggalan meng hormati dan bisa mengerti orang besar ini. Di London sebaliknja pada haii itu hanja ada suatu aankondiging biesa. Ketjuali ini orang2 Moskou sekarang dalam hal senialukis bisa menghormati dan mengerti lukisan- lükisan Renoir. Dao dalam kamus komunisme tidak ada pembelaan terhedap aristokrasi, meskipuo dart arti golitis. ekonomi mnupun soclal dan kesenian. Toh dalam slot tadi orang Belanda ini disamping mundi2 aristokra. rada2 djuga .aaien" ngelüs-elus komunis. 1/? me.4: Apa sebabaja? Pas op saudara2 komunis Party Holland! Sptu dati. sebab2 apa sebab dia djuga ngelus-elus komunisme jalah sebab orang inf: pengetjut Dia tidak berani sekpreng djuga memi- lih suátu party., suatu fihak untuk lusa atau besuk kalau parly komunis menang. kalimat2 ini dipakai eebagal suatu bukti sambił berkata: Zie je dat zei ik toen ook-!"
Dan kita disini jang mengenal beberapa
tjorak pemerintahan dimasa belakangan ini
dalam waktu jang singkat, tahu type dan
potongan apa orang sematfam inf.
Dan sekarang mari kita balik kepokok
pembitjaraan kita pule. Ma'sf saja mên
tjèng sebentar
Kita mengakui, bahwa pergerakan baru
diperdjalanan seni-lukis dunia ini memang
banjak memuugkinkan crang membuat èksès jang tidak dimaksudkan. Akan tetapi isme manakah jang tidak berèkses? Aga ma manakah jang tidak beiēkses pula?
Tiap2 agama punja èkses2nja, bezitu dju
ga tiap2 isme lusa atau besok akan dad ang éksesnja. Pergerakan ini tidak bersalah.
Tetapi dimanakah letak salah dari seni-
lukis di Eropa sampsibolak-balik dia menga-
lami pergantian, tetapi toh bolak-balik pula. kesenian ini mengalami kedjatuhan? Dan
sekarang memuntjak pula, ondanks de
goede bedoelingen van Cezanne cs., malah sekarang mendjadi suatu lustoord dari orang2 jang hanja bckerdja tidak karenà panggilan hidup. tetapi sebab disini dia
mereka bisa memuaskan egonja, dan ter
lepas dari kontrole ..mata Tuban".
14 Letak kesalaban di Eropa ini terletak pertama kali pada kekurangannja pendidikan moreel dari bangsa Eropa sendiri meupun pendidikan diarti jang umum atau pendidikan dikalangan kesenian sendiri. Huizinga sendiri (penulis buku In de schaduwen van morgen"). Mengakui kali int. Dari liu kami tídak héran, kalau usaha orang2 besar di Erooa jang bisa kita katakan memang geoieēn dari manu sia toh belak-balik kandos. Kemerdekaan jang mereka dengungkan didjaman daino- krasi, lapuk mendjadi kemerdekaan seorang egolst. Dan kemerdekəan dan tjinta-kebe- naran jang diserukin oleh Cezanne Cs. mendjedi suatu kemerdekaan jang negatif, sampai mendjelma mendjadi ik wil anders zijn dan de anderen". sampai kemerdekaan individu oleh, kurang pene rangan mendjadi lepas dári mesjarakatnja. Kesaiahan di Eropa ini tidak suatu Eropees probleem sadja, akan tetapi sustu probleem dari susunan masjarakat kita semua. Masa'alah ini Jalab suatu interna- tionael probleem dari másjarakat. Dan tentang bagaimana seni-lukis di Indonesia jad, kita bangsa Indonesia tju- kup tjakap untuk mengaurnja sendiri.
15 Dari djaman péndjadjaban Belanda dahu- lu (Didjaman persagi" Persatuan ablí gambar Indonesla) kami eudah tabu bagaimana dan kemana kami akan bawa seni-lukis kami. Dan kalau sakarang bangsa Belanda di ,.Uitzicht" mau utik2 tentang hal ini, kita tidsk butuh tjamputangan mereka. Mereka tidak pernah dalam tempo kl. 350 tahun membuktikan, bahwa mereka tjakap djuga didalam so'al ini. Dan kesalahan2 teman kami di Eropa tidak akan kami maki2 dan kami undat2. tetapi akan kami hormati, sebab mereka sudah bekerdja sebisa-bisa mereka dengan tulus-ichlas dan korban djiwa untuk tjita2 jang bagus dan pekerdjaan mereka tetap akan kamí pakai penundjuk sebagai kapal karamdilautan perdjoangen masjarakat kita didunia dan direvolusi kami di Indo nesia iui, untuk membuat tidak sadja di seniman mendjadi artistik, tetapi djuga se- luruh masjarakat mendjadi artietik bewust sebagai di Indonesia sediakala. Kamí akan menjelesaikan revöluai kami tidak verstándelijk sadja akan tetapi djuga artistikais
16 HARI KEMUDIAN SENI BENTUK DI INDONESIA terdjemaban D. Sw- radjt darl karangan J. Hopman Toe- komst van de Beeldende Kunst ia In- donesie di madjallah Uitzicht" bulan Djanuari '47.
amalan2 pada umumnja kurang dapat
dipertjaa, pada dewasa ini djika ha.
nja berdesarkan baban2 keterangan jang sedikit. Tetapi dengan tiba2 kita berhadapan dengan seni lukis Indonesia. sepérti ternjata dari dua seteleng jang diadakan di Djakarte, jang tentunja hanja sebagian sadja dari seni lukis Indonesia. Kedian dian ini dengan sendirinja menimbulkan pertanjaan: Apakah Jang akan tumbuh das ri padanja? Meskipun kita inslaf bahwa djawaban tentang hal itu tak dapat kita memberinja, kita akan meneruskan renui ngan kita tentang hal tsb. Djika saja mengatakan, bahwa kita dengan tibe2 berhadapan dengan seni lukis Indonesia, sebetulnja perkataan saja itu salah. Seni lukis itu belum ada dan uatuk sementara waktu dia djugé tidak akan ada. Kita melihat kenjataan -lebih2 dimass sc- belum perang- bangsa Indonesia bekerdja dilapangan seni lukie, dan pasti tjara me- reka bekerdja selajaknja mendapet perba-
17 tian dari orang2 jang menaruh minat des ngan sesungguhnja kepadanja. Belum da pat kita katakan, bahwa seni lukis. lndo- nesia sudah ada. Seteleng2 Jang dipertundjukkan di Diaa karta sifatnje mengikuti seni Barat, dan hal ini dapat djuga dikagumi. Tetapi ini banja ouverture dari tingkaten pertama. Pengeruh Barat. Pendidikan seni Barat akan dapat meno longnja? Pada tingkatan pertama sudah pasti. Suatu kedjadian jang menarlk per- hatian dalam lapangan sedjarah kebudas jaan, ialab nasionalisme di Asia pada umumnia mengikuti bentuk2 kebudajaan Barat. Seringkali nasionalis Asia pertama- tama melepaskan pakaian Nasionalnja. Djepang jang menganggad dirinja mes mimpin perkembangan kosadaran Asia, djuga dalam kesenian mengikuti Barat. Di Indonesia tak mungkin akan lain. Orang aken berkata, babwa hal ini adalah syntbese antara Barat dan Timur, tetapi sebab ada lebib dari satu alasan. maka uneur Barat barangkali sementara waktu akan kuat pengaruhnja.
18 Berdasarkan. seteleng2 jang diadakan pada perteugahan kedua tahun 1946 di. bekàa gedung Kuustkring kitn dapnt kesan, babwa pelutis3 lndonesia djuga menghen- daki hal ini Lukisanz jg disetelengkan itu ísinja Timur. tapi lara melukianja se. mata mąta menglkuti seni Barat inodern. Lukisan2 itu bshkan tidak beraifat Timur. sehingga kita tertjengang. Djika tidak ada Kokoschka, Klee, Munch, Chagall, Utrillo. dil. teatu tak ada orank lrdonesia di Dja- wa jang inelukis, seperti ternjata dari kedua seteleng tsb Sifat Timur asli hingga se karang. ialsh sifat seniman Timur jang mengerdjakan tehnik dengan teliti e kall. Dergan timbulnja Imprcssionisme di Eropa. maka orang mengabaikan alat2 me- lukis. Hal ini saja sesali, bahkan sebagai hal jang menguatirkan. meskipun orang skan menganggep saja sebagai seorang ecademicus jang kolot dan geborneerd. Tentu orang akan dapat mengemukakan alasan2, babkan pembclaau2, tetapi hal iu tik mejakinkan saja. Pekerdjaan jang dilakukan deugan tjepat2 dan tidak teliti potui dibuang, sedangkan kesabaran penuh kesih tidak menghílangkan spontanitet.
19 Fsuvisme" Selain dari itu meaurut saja spontanitet tergolong dalam keketjualian Pemudjaan rada hidup setendas-tandasnj," /zich ultleven) merurut pendapat ssja adnlah kekeliruan jang berbahaja dao sama scka- li bertentangan dengan keadaban. Hidup setandas-tandasnja" ini dalam seni Barat dengan muntjulnja Romantiek mendjadilsh suatu mode rohani, js saja anggap tergolonz dalam kedjadianz decadenst kebudajaan Eropa. Orang djangan salah Daham. Saja akui bahwa Vircent van Gogh tidak akan dapat hidup lain seperti dia hidup. dengan tidak membohong. Tetapi hati lang menjala seperti dia djarang sekalf. Hidup seperti iutentu tidak dike hendeki, baik olch orang-séorang (individu). maupun oleh pergaulan Hiduo. Menganggap Vincent sebagei resi bulaja (cultuur- beilige), seperti dikerdjakan oleh Fauvisme, dan membumbui sikap hiduonja dengan pendapat2 Stirner dan Nietsche dan meng- chotbahkan vitalisme jang tat dikekang. dimata eaja adslah suatu kekeliruan jang memvualkan. Vincent tak daat hidup lain. tetapi slara dapat bertindak lain, ia bí- djaksana dlika tidak mengikut dia jaítu gu. na menjingkiri kebohongan kelebih2an".
20 Karena itu saja sesali, sebagiant besar dari seteleng2 tab. menundjukkan, bahwa Fauvisme banjak mendapat peugikut di- kalangan Indonesia sekarang. Sajs dapat memahaminja. Hal itu selaras dengan per- golakan besar jang sekarang terdjadi di Indonesla. Sebsliknj- hal itu tidak selaras-tidak selaras sekali-bagi bangsa Indonesia, ke- rna keadabannja djustru terdjadi oleh pe kerdjaan jang teliti slok (ciselering). jang metupakau kebulatan keindahan (schoon geheel). jang tjantik-dan mensrik hati. Ke- adabau2 Timur pda permulaan bingga sekarang Jang menarik Barat. ialah sifat2- nja jang s-mpurna dalam mengerdjakan hinga ke hal2 jang ketjil2, jang menje- babkao kebudjaan2 ini mendjadi buoga jans sempuraa day mewangi, Hal jang menarik perhatian orang Barat. ialah sifst orang Asia lang tidak menuodiukkan pe- rasaannja. ket,uali dengan suatu tiodakan jang telah dipertimbangkan masak2 dan dikerdjakan djargan sampaidiketahui orang. Kita akan dapat mengharap dua hal. Peitama, boleh djadi kebangunen kebuda- jaan indonesia didgrong oleh pcrasuan demokratis demikian rupa, sehingga deogan
21 sengada meleulaoka sifat ariatókratie va- de eraoaannda. Kedus, boleh djadi. se. sudah mua tidak keteniuan. kebudalaen menginf hakeatnja sndiri dan melan djülkad nalurf (tadisi). Hál tu emuauja tergantung dari jol jang keo udián heri akan dimainkan oleh sriatokrasi sebelu. verèng Djka Demikulz vébudajan ini dikeud har tidak akan memainkan rólnja. Iudonesia skan mengalami hhl fang sama se erti Jang telah dialsmi oleh Pe- rantjis, Rusia dan Dlernan sesudah revo- lusi. Keadoban sdjat dengan laurbat laun kán mat, kesenlan ekan lmfu mendjadi zakelijkbeld baru atau lainnie, taitualiranz Janz sekeluarga dengan itu. S-baliknji-djika kiia nendak smenolong keadaban jang naluri (tr disfonil) dikemudian harf dalam surunan kebudajaau, djadi tidek merben. tuk masjarakat dan dslam muaslarakst fu bukanlah kwantitet. tapi kwalitet sedisti jang men-ntuken segaia se-uatu, dapatlah saja mengharap akan timbulnja seni ben- tuk jang mem unjal nilaf besar. bahken besar sekali Dalam kedu bal ítu Fauvieme tak ma- eak hitúngsn. Djika masjarakat Indoneaia akan berkembang menudju komunieme.
22 maka dikemudian hari akan timbul. seni rakjat (gemeenachapskunst) Djika tidak demikian dapatlah kita mengharap akan timbul seni jang bersifat aristokratis su- bjektif. Kesenian itu-mengingat watak keadaban Indonesia -akan dapat meng- hindari bahaja persamaan (intimiteit) jang terlalu besar. Surrealisme menurut pendapat saja disini okan mendapat pengikut sedi- kit ekali. meskioun kehidupan-mimpi menarik perhatian orang Indonesia. Seperti dikatakan oleh suatu lelution jang terkea nal. surrealisme membuka rohani terlalu dilebib-lebihkan (geestelijke nsaktlooperij) Saja meiduge, bagaimanapun djuga perkembangan negeri ini, ketelitian Timur dalam tehnik akan kenbali lagi. Hal ha nja suatu slarat jang ketjil, dan dimats orang baniak suatu sjarat ketjil fang tak ada artiuja. Dapatkah hari kemudian di- tetapkan lebih djelns lagi? Pengeruh2 Timur Untuk ilu barangkakali pertimbangao dibawah ini penting. Menurut pendapst saja perhubungan2 an tars indonesia dan Tiongkok akan bertam bah kuat, meskipun scandainja Indonesie tak akan inenghendakinja.
23 Meski uh mengalami (enderitaan jang tak terhingga kita haius mengatakan, bahwa tahun2 sesudah pereng dunia jl, mem- baikkan Tiongkok. Walaupun harga pabala ini menjesakkan nafas, tetapi kesadaran Tiongkok uabuh dan mélihat gelagatnia Negeri Tengah" itu menghndapi hari ked mudian fang selaras dengan nalurinja. Djika demikian, waka Indonsin astl akan mengalami pengaruhnja. Diuga dalam ke. senian. Seni bentuk Tiongkok sudah see djak berabad-abad ada daler tingkatan tingri dan mempujai daja-penarik besar jang luar biasa bagi orang2 asing Saja dapat kiranja mengatatan, bahwa ada perbedaan dalam tjara bekerdja autara kescnian Tiongkok dan kesenian Indonesia. Kesenian India dan kesenian2 lainnja jang dipengaruhinja senang membuat hal2 jang ketjil2 (details) dengan tak terbatas. Mereka tak membuat perbedaan jang njata antara jang pokok dan Jang tidak pokok.- Dautie daun keijil pohon ditempat jarg djauh diiukie sama telitifa dengan bulu2 angsa lang ada didepan. Meskipun dalam seoi Asia Timur membust hal2 jang ketjil2 (details) menurut pendapat Barat terlalu dipentingkan, tapi dalam seni Asia Tin ur
24 dilakukan djuga prinsip menghilangkan hal jang ketjil2 itu. Dalam beberapa masa dan bagian2 kee senian hal ini. bahkan mendjadi dasar unk tuk menjelesaikan buah seni. Indonesia ada disudut tempat bertemunja Asia Selstan dan Asia Timur. tetapi Inà donesia adalah bagian dari dunia India. Hal ini terlihat djuga dalam keseniannja. Terlihat dalam tjara menggambar pada kain2nja, psda wajang2nja, bahwa hal2 jang ketjil2 (detaila) mengambil tempat jang tak terbatas. Djika pengaruh Tiongkok akan mendjadi lebih besar, hal itu akan menimòulkar penjusunan (ordening) ne venschikking diganti oleh onderschikking dan pengaruh Eropa-Amerika akan mem- pertjepat proses ini. Masih ada pertanjaan2 jang lebih pen ting dari pada hal2 jang kini sudah di- einggungksinggung. Pertejaan2 teb. sama sekali tak dapat dídjawab. Saja hanja me- njebutnia dengan sepatah dua patah. Kesenian lndonesia hingga sekarang terbatas. jang paling banjak, ialah seni2 ter ikat. teristimewa seni meoghias (sierkunet). Dapatkah ia dalam tempo jang singkat akan tumbuh mendjadi seni bentuk (beeldende
a67 25 kunst), seperti di Eropa dengan tak usah menterdjemahkan seni benták benua liu? Rol apakah jang akan dimainkan natura- lisme-jang mati di Eropa-dalar seni Indonesia? Akan timbulkab seni-bangunan (bouwkunst) Indonesia jang memenubi sja- rat2 modern kefeedshan, tetapi djuga me rupakan pendjelmaan perasaan sendiri? Bagaimanakah posisi sosial seniman Indonesia dikemudian hari dalam pergaulan hidup? Mengenal pertanjaen2 ini kita dapat merenungkannja, tapi kesimpulan2 kita tak dapat. Ada dua hal pasti: di Indonesia sekarang ada minat pada seni bentuk dan ketjakapan. Menurut poudapat saja adalah kewa- djiban Pemerintah -tak perduli bagaima- papun susunan Pemerintab kelak-untuk mendirikan lembaga (instituut). jang mem- beri kesempatan mengembangkan hasret itu, memimpin ketjakapan itu Dalam lembaga itu hendaknja ditjari djawaban atae pertanjaan2 seperti tsb. diatan dengan tjin- ta, kesabaran, dan vakkenis. Sekolah Seni Bentuk seperti itu heodaknja berhati-hati sekali melakukan tugasnja.
26 Sekolah itu beudaknja memulai dengan mengadjarkan tehnoik seni bentuk. Studen dalam sekolah itu mesti mempeladjari material2 dan perkakasz apa jang eda delam seni gambar, seni lukis. seni grafik, seni sungcing (beeldhouwkunst). seni tu kang (unstambacht) dan seni keradjinan (kunstnijverheid). Stunden itu harus mempeladjari anatomi plastik. vengetabuan seni (kunsiwetenschao) jang telah diketahui orang, dan semua hal teotang. ilmu pasti, ilmu potret. ilmu reklame. jang penting bagi penzambar2 dan velukis2. Kesabarnn Dan lambat laun akan ternjata bagian2 mana dari hal2 (sb. jang sesungguhnja berharga bagi seniman Indonesia. Berkat perhubungan antara dosen dan studen2 dalam tempo bertahun-tahun lamanja akan timbullzh pengertian, bahwa mereka mesti mendapat pengetahuan dan ketjakapan. Hal ini membutuhkan waktu, banjak waká tu. Hal ini memerlukan kesabaran jang lebih banjak, jang biasanja dimiliki oleh ata2 manusia modern. .Tukangz obat" beunh zen) dan orang2 jang lebih mee (mentingkan keunlungannja sendiri akan m empercutakan ketidak-sabaran orang dan
27 berniat akan mentiapai tudjuannja lebth tjepat. Hendakoja Pemerintah djangan lu. pa, bahwa segala sesuatu jang sungguhz berbarga timbuh dengan lambat. Karena tjinta jaag tahu menunggu dan hanja ter- senjum mclihat sifat jang tergesa-gesa. jang memikat tindakan2 jang hanja bersia fat sedjenak. Kita hendaknja ingat, bahwa sckarang belum ada seni lukis Indonesia, meskipun dikepuiauan ini ada kenjataan, babwa se- djumlah pelukis mienghaslikan pekerdjaan. jang hanj: berbeda dalam onderwerpen dengan hasil pelukiez Barat. Djika. kita sudah eampai pada tingkatan teb., maka selesail h fase pertama. Kemudian akan menjusul usaha mentiari hakekat pribadi (eigen wezen). mentjari sesuatu jang nasi- oal, regional, Jang pribadi (persoonlijk). tapi meskipun demikian berharga bagi se- tiap manusis, karena dalam jang chas (bijzondere), kita mendjumpai tjahəja jang umium (algemeene), dalam jang kebetulan kita mendjumpai jang hakekat, dalam jang sekarang. kita mendjumpai jang kekal. Djika kesenian Indonesia sudah sampaí pada tingkatas itu. maka nilainja akan lebih besar daripada sesuatu jang hanja
28 dejak dilihat, dan seni: Indonesia, akau bor hárgabagi seluruh dunia. Sajapertjala séniclndoncsia akan:dapat mentjapai ting- katatu,djiká kite mempunjai, keseberap jangatemasuk dalam kebidjaksanaan dan terutam tjinta sedjatizsebab tidak dengup ejarat2 ituátak akan timbul kesenian, bah. kan tak akan tumbob kesdaban sedjati., i
aer eacvribae aads16 s deay ae u e net die am-hs inedir sodszil gtoe he Néeo da a eseded as a rdo ih aaea sUAs vat .dalsesunbeen 2ub nd
29、
TOEKOMST VAN DE BEELDENDE KUNST IN INDONESIE doorJ. Hokman ) ep zw oorepellingen zijn meest van beden- kelißke kwalitelt en zker in onze da gen is niet raadzànm om girsingen over de toekomst te meken op grond van zo wei- nig gegevens als ons hetreffende de lndos nesieche kunst ten dieuste staan. Doch wij ptaan plotseling vour cen Indonesische schilderkunat, waarvan twee tentoonstel- lingen te Batavia ungeiwijfeld nog slechis een gédeelte bebben getoond. Het pheno- meen doct onwillekeurig de vraeg stellen: wat zal daar uit groeien? En al beseffen wij dat hier geen antwoord op kan worden gegeven, we willen toch even onze over- peinzingen de vije loop laten. sAls ik zeg. dat wi ploiseling voor eec Indonesische schilderkunst geplaatst zifa diuk ik.mij. strikt Renomen. foutiof ult. Deze schilderkunst ie er nog niet en' zal er yoorlopig ook: niet zljn. Wij constateren dat- meer dan voor de corlog-Indone- sičre de schiderkunst beoefenen en stellig op een wijze die de aand.cht van ernstige ) Utzicht" Januari 47.
30 belangstellenden weard le. Van cen eigen. Indonesieche, schilderkunst ie nog geen sprake. Wat te Batavia getoond werd. was navolging van Westerse kunst en als zodanig grootdeels bewonderenswaard. Doch het is slechts de ouverture van de cerste phase. Invloed van het westen. Zai Westers kunstonderwijs kunnen hel- pen? In de eerste phase ongetwijfeld. Het is een cultuurhistorinch hoogat merkwaar- dig verschijnsel dat Aziatisch nationalisme veelal leidt tot navolging van Westerse cultuurvormen, ja, dat de nationalist zelfs vaak het eerst afstand doet van zijn natio- nale klederdrecht. Japen, dat pretendeerde de ontwikkeling van het Aziatisch zelfbe- wustzijn te leiden, volgde ook in de kunst het Westen na. In Indonesië zal het niet anders gaan. Men zal spreken van een syná these tussen Westers en Oosters, maar het is om meer dan ééa reden waarschijnlijk dat het Westeree element voorlopig sterk zal overa wegen. Uit de beide tentoonstellingen welke in de tweede helft van 1946 in het gebouw van de voormalige, Kunstkring zijn gehou-
denkiabsrenladaadiuk rdadi dodtai- racherechildereditroine bezeseafst dah "geéxboseede wetk wawrtraar de naboud iOoetereAdóchode suitbenldinzewäzsb gehéel žeihl oavalaiog Nan Witeaeg moderne skurat Ze waaizefazslyntca-bonOostera dat meo er-zich oversveebahadeoZodr Kokochka. KleeMunch,Chagsll Utillo (c.s. zou oo Javauóolt zijs geschilderd als buidetentoonstellingen teezledoaveTy. eiech Oostcréidas iiomerevtot duavet xeweest édat deukunatenaraan zn techniekde esootate-zon/baeseędddoenmes sb so vDeverasiriozing der uitbesdsddeid. delen wrikedbEúraa meietbslpre aslonismebegoabeechouw.ik eisbetreu. siensianrdia. zeifsinls bedenkeligondanks shretegevsar dat membij voorseen ouder- wetse,geborneerdesacademicutzalhoudén. Menkanatuurlitverontechuldigfagen manvoecen en zelfs pleliredener -opstelleh. doch zij overtuigentmijnte Häaatghed enalgrdighidziodvetweronlix ,lefds- lnseduld aanianitgtnet Fauvimeaeve I d b bueo n
Oveigen o ok he on,dnk
Boren De Verhcerlüking va Hezich
32 ultleven" is naar min moning eenugevaar- lüjke verglssing en geheelin stridmet het wezen der beschaving. Ditzich ultleven" iain de Westerse kunet met dèRomantiek toteen geestelijké mode geworden die ik totdedecsdentieveraéchijnselenvande Eurobese culruur-reken. Men begrije mij goed Ik erken dat V.ncent vin Gogh zonder te liegen niet anders kon leven dan hij deed. Doch een zo brandend hartiszeld. zaam. Het is bovendien stellig niet bege- renswaard, noch voor het dndivldu. noch voor de gemeenschap; om:Vincent toteen cultuuirbellige te maken, zosls het Fiuvis- me deed, dijn levenshouding te kruiden met Stirners en Nietziches uitapraken en een oogebreideld vitalistne te pr-diken is in mij ogen een (af.chuwelike vergissing. Vincent kon niet andere, doch wie wél anders kan doet verstandig hem niet nn te bootsen-om de leugensvan de opge. schroefdheld te vermijden. Daarom betreur ik het dat een- aanzien- lijk deel van bovengenoemde tentoonstel-Hingen toonde dit het Fauvisme bij heden daagse Indonesieche schildere zov-el na- volging vindt. lk kan het mij heel goed beerijoen. Het past inderdaad zzer goel bü
33 des grote gistiag in de huldige lndonesleche wereld vHet past echter elechtzeer velechu bij de Indoneslére wlene bescigojuist door cseleringeen zocboonzageheel i. geworden even bekoorlijk ala ndrutwekz kend. Wat het Wést Wn meét af wan in Oosteree beschavingen opviel was de tor vin finesses utgewerkte vormelijcheid. die deze culturen tót geurende gave bloemen maakt-. Het trof den W-sterling dat men in Azië zijn gevoelené niettoonde, behalve in een enkele met-zorż overwögen- daad.soedes onoovallend verricht ub. In de erste plaate le bet mogelik dat bet moderne Indoveslsche cultureel revoil door een. duedania democratiech lev negevoel 6 wordt geatuwd dat hei opzettelik aan de peemt. Io de iwede plaate is het mogelik cole 50de ea tüd van onzekerbed. d cul. tuur zich op haar eigen eard bezlat en de welke do vuoroorlozse aristocratie strake zal epelen. lndien d-z- dragere der cu'tuur in de toekomat géé, zol spelen, zal het Indonesie gaan ala het Fränkrük, Rusland,
ε€34
nDuiteland urevolte aan
De waarachtige bescheving zaliflangzaam idsidiven de suostverdoren tot, nleiwe za ekelijkbeidasof anderee daated vetwente e IsicatingenoWilcmensechtet, de traduionele beschaving, redden iaihettoekometig cul. tureel bestel, dus geen akat/chspoij vor. tumen waar kwautiteit doch cen waar kwe- liteit de hoop der dingea bepaslt, zo ver. mwaght ik een: beeldende kunet van grote, zele zos gtotewaarde n eide evallend he Fauvieme ut gcsloten De tockomst, ls san de gemeen schapskunst indiendo lndonteische we- teld zich in de richting van hei Com- uunime zou ontwikelen doet zü, di novaen kunst welte- kezen ber ke
kier er doneché bechaviogbe
ev e inien za eten ie vermya " Suriealisme z hier Cunkt un."weining anhangera vioden, boe eer het droomleve den ludoee i te veel gectelke aku T4EE1 b=lo
35 Ooatere zorg voor de technlek terug zal keren, Doch dit is nog slechts:een détail en in de ogen van velen een onbeduidend détail. Laat de toètomat zich: niet wat scherper bepalen?èlx
23.15
Oosteree invloeden Misschien is daartoe de volgende over- weging van belang Het komt mij voor dat de relaties tuasen Indoncsié es China krach- tiger zullen worden, zelfs Indien In rone- sič dit niet begeren zou Ondanks mateloos veel leed moet men zeggen dat de jaren na de vorige wereld. oorlog China goed hebben gedaan Of. echoon de prijs adembenemend ie groeit het Chinese zelfbewüstzin en ziet het er naar uit dat het Rijk van het Midden een toekomst tegemoet gant die met zijn tra- ditfe overeenkomt. Indien dit zo mocht zijn zal Indonesié daar stellig invloed van onder vinden. Ook in de kanst. De Chinese beeldende kunst staat' slnds ceuwen op een zeer koog pell en heeft onzewoon grote aantrekkingakracht voor vreemden. Nu meen lk te mogen zegen dat er onderecheid beataat in werkmethode tussen de kunst van China en díe van Indonesle.
36 De Indische kunst, en al de ovetige welke door haar béiovloed is, houdvan onbe. perkt détalleren Ze maakt geen prekend onderscheid dussen hoofd-en büzaken. Van het boomoje in.de verte worden de blaad- jes met dezelfde zorg geschilderd ale de veertjes van de zwaan op de voorgrond. Ofschoon ook de Oost-Aziatische kunst in het déteilieren naar Westerse opvatting zeer ver gast past men dea loch de kuüst van het weglaten toe. In sommige verioden en onderdelen der
kupst is dit zelfs het beginsel waaraan het
kunstwerk züjo uitwerking ontleent Indonesie nu ligt op de hoek wear Zuld.
en Oost-Aslé elkaar ontmoeten. dcch het
is een deel van de Indiache wereld.
Dit is ook in züa kunat te züen In zijn
versier ns van stoffen. de décoraties van zijn wajangfigurn beerst het dètail onbe-perkt. indien de Chinese invloed sterker mocht worden zou dit ordening brengen. de nevenschikking doorouderschikking ver-
vangen en Europecs Amerikaanee invloed
zal dit pioces bevorderen. Er zijn echter veel belangrüker vragen
den de tot dusver aangeroerde. Daarom kzn ze in het geheel niet te beantwoorden.
vij olsta met een enkel woord.
J
37 De Indoresische kunst is tot dusver cvciwekend tot de gebondeakunsten, in Let bijzonder tot de sierkunst. beperkt gebleveu Zal zij Linnen körten, tijd uit- grocien lot een berldendekunst zoals Eu- rore die hecf vooitebrcht zonder dat deze daar een verialing van ia? Welke zol zal het raturaliame-datinEuropn strerft dearin spelei? Zal cen Indonesirche bouw- kunat ontstaan welke can de moderneeisen van doe'matic heid voldoet en t ch uitdruk- king is van een eigen levensgevoel? Wat zal de scciale positle van de kunstenaar in de toe-omstige Indonesische samenle- ving zijn? Over al deze vragen kan men peirzen doch tot co. clusies komt n en nlèt. Twee diogen echter zijn zeker: ln de Iuldige Indonesische wereld is.voor beel- deode kunet belangstelling èn begaefdheid. Het is, dunkt mij, de taak der Overheid
- hue cok haar samenstelling maa zijn-een insiliuul le stichien wasr deze drang z ch kan outploolen, de begasflhed geleid wordt, naar een oplossing der boven aan keroerde vragen met liefde, geduld en vaká kennlé wordi gzücht Een dergelijke school voor Beeldende Kunsten zou niet behoed. zaam genoeg 'te werk kunnen gaan.
38 Ze z:u moeten beginnen met niel an ders dan techoiek te doceren. De student moet er kunnen leren welke materialen en gereedechappen fn de tekenkunst, schilder- kunst, graficchs kunst, beeldhouwkuast, kunstambacht én kunstnijv rheid bestaan. Hij moet er kuinen horen wat van plasti- sche anatomie, van kunstwetenschap be- kend is en allee wat van dé wiskunde, vn fotografie, reclamekunde voor tekenaars en schilders van belang is. Geduld En langznerhend zal büken wat vaa dit alles voor de Indonéslach kuastenaar werkelijk van waarde is. U.t het contact tussen docenten en leerlingen moet met de jaren het begrüjpen groeien, de kennie en kude moeten gaan dienea. Dit zal tüjd kosten, vcel tijd, Meer geduld dan waar de gemiddelde moderue mens over beschikt. Beunhazen en lieden die op eigen voordeel bedacht zijn zuilen vau bet ongeduld geł bruik maken en snellent tot het doel willen voeren. Laat de Overheid niet vergeten dat alles wat werkelijk waarde beefi langziam groeit. Uit lief ie die weet te wáchten en glimlacht om dé haast die tot vluchtige daden verleidt.
39.
Laten wij vooral bedenken dat er nog geen Indonesische schilderkunet'is met her felt dat in deze eilandeawereld een aantal schilders werk leveren dat zich tuasen dat van Westerlingen slechte door de onder- werpen onderscheidt. Is men zover geko. men dan is de eerste phase afgesloten. Dan volgt het zoeken naar het eigen we- zen, naer dat wat nationaal is. regionaal. persoonlijk, doch desondanks voor leder van waarde omdat men in het bijzondere de glans van het algemene vond, in het toe. vallige het wezenlijke. in het nu het altijd. Als de Indonesische kunst zover geko- men is zal zij meer zijn dan een bekoorà lijke bezlenswaardigheid, zal ze van waarde zijn voor heel de wereld. Ik geloof dat zij zover kan komen-als men het geduld der wijsheid heeft en vooral oprech'e liefde, want zonder deze groeit geen kuust. geen waarachtige beichaving trouwens,
EDISI ., INDONESIA SEKARANG"
Drs. Moh Hatta:
TUDJUAN DAN POLITIK PERGERA
KAN NASIONAL DI INDONESIA
S. Sudjojono: SENI LUKIS. KÉSENIAN DAN SEN MAN. KAMI TAHU KEMANA SENI LUK INDONESIA AKAN KAMI BAWA Dr. Tjipto Mangunkusumo: PERGERAKAN DI INDIA