ILMU
MARXIS
Marxisme-Leninisme dan peng-Indonesiaannja
Tiga Operasi
Ekonomi jang belum berkembang" : suatu ,,teori" neo-kolonialis
19164
NiIARXIS[tNflTI
Surat dari Redaksi Ilmu Marxis nomor ini adalah nomor pertama setelah hampir tiga tahun lamanja, karena pengekangan SOB", tidak mendapat izin terbit. Selama hampir tiga tahun itu, bersamaan dengan perdjuangan untuk me- masukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia, dengan perdjuangan membasmi gerombolan² bersendjata kontra-revolu- sioner, dsbnja, berlangsung pula perdjuangan menegakkan hak demokratis ditanahair kita. Dengan dihapuskannja SOB dan dipulihkannja hak² demokratis, maka Ilmu Marxis diizinkan terbit kembali. Nomor ini kami buka dengan menjadjikan tiga buah pidato, jang masing diutjapkan oleh Kuo Mo-jo (Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Academi Sinica), D.N. Aidit (Ketua CC PKI), dan B.O. Hutapea (Rektor Akademi Ilmu Sosial Alarcham), berkenaan dengan pemberian gelar anggota kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok kepada
D.N. Aidit. Didalam pidato² tsb. didjelaskan alasan² pemberian gelar kehormatan itu serta sikap D.N. Aidit dalam menerimanja. Semoga peristiwa itu mendorong kaum Marxis Indonesia untuk setjara kreatif lebih banjak menghasilkan karja Marxis-Leninis dan dengan lebih gigih lagi menjele- saikan revolusi Indonesia jang berpespektif Sosialisme. Pada tgl. 6 November 1963, D.N. Aidit, Menteri/Wakil Ketua MPRS dan Ketua CC PKI, atas undangan Departemen Luarnegeri, telah mem- berikan tjeramah untuk kesekian kalinja didepan Latihan Kemiliteran Pegawai Sivil (LKPS) Deparlu RI, tentang Marxisme. Kali ini dengan djudul Marxisme-Leninisme dan peng-Indonesiaannja. Tjeramah itu setjara pokok² kami muat dengan harapan dapat sekedar menjumbang dalam meluaskan dan menanamkan pengertian jang tepat tentang prinsip² fundamentil Marxisme-Leninisme dan tentang apa itu peng-Indonesiaan Marxisme-Leninisme. Dibidang ilmu² alam, kali ini kami muat artikel D. Wladimirov Tiga Operasi. Setjara singkat tapi dengan menjadjikan penemuan² baru,
D. Wladimirov melukiskan hasil² jang ditjapai oleh dokter" bedah Sovjet dibidang-bidang jang dibitjarakan itu. Dari pengalaman praktis sendiri Rakjat Indonesia telah mempunjai banjak pengertian tentang apa jang dinamakan bantuan ekonomi" negeri² jang sudah berkembang" kepada negeria jang belum berkembang" itu. Peraturan² ekonomi atau penjelewengan 26 Mei" adalah salahsatu daripadanja. Ekononi jang belum berkembang": suatu teori" neo. kolonialis, mengupas setjara teori dengan disertai bukti pengalaman negeri lain tentang bantuan jang sematjam itu. Sebagaimana diketahui untuk memperingati ulangtahun ke-80 hari- wafat K. Marx, Jajasan Pembaruan" mengadakan sajembara karang- mengarang tentang K. Marx jang dihubungkan dengan revolusi Indonesia. Salahseorang pemenang jalah H. Porkas dengan esainja jang ber- djudul Kita adalah pewaris Karl Marx. Atas permintaan Panitia Sajembara Karl Marx esai itu kami muat dalam nomor ini. Dengan ini nomor pertama ini kami antarkan.
(BC S a m a h)
Djakarta, Djanuari 1964.
Peristiwa jang Mengharumkan Nama Proletariat dan Rakjat Pekerdja Indonesia
Setelah mengundjungi Uni Sovjet, Cuba dan Republik Demokrasi Djerman, D.N. Aidit, Ketua CC PKI, Ketua Dewan Redaksi Ilmu Marxis, mengadakan kundjungan persahabatan ke Republik Rakjat Tiongkok dari tanggal 28 Agustus 1963 sampai tanggal 27 September 1963. Selama di Republik Rakjat Tiongkok, selain mengadakan penindjauan, memberikan tjeramah, D.N.· Aidit menerima gelar kehormatan sebagai anggota kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. Upatjara pemberian gelar kehormatan itu dilang- sungkan pada tanggal 5 September 1963 di Ge- dung Rakjat, Peking. Berikut ini adalah pidatoª jang masing diutjapkan oleh Kuo Mo-jo, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, D.N. Aidit pada upatjara itu, dan pidato B.O. Hutapea, Rek- tor Akademi Ilmu Sosial Aliarcham dalam me- njambut pemberian gelar kehormatan itu di Kan- tor CC PKI pada tanggal 29 September 1963.
PIDATO KUO MO-JO
PADA hari ini kita mengada-matan besar jang memberi suatu kan upatjara meriah disini untuk inspirasi jang besar bagi para pemberian gelar kehormatan se-pekerdja ilmiah Tiongkok bahwa bagai anggota kehormatan Aka-gelar kehormatan sebagai ang- demi Ilmu Pengetahuan Tiong-gota kehormatan Akademi kami kok kepada Kawan D.N. Aidit. djustru untuk pertama kalinja di-Ini merupakan suatu peristiwa anugerahkan kepada Kawan Aidit besar didunia keilmuan Tiongkok. jang terhormat. Sudah sangat kita kenal, bah-Kami merasa gembira dallam lu- buk hati kami. wa Kawan Aidit adalah pemim- pin Partai Komunis Indonesia, Adalah untuk pertama kalinja AkademiIlmu Pengetahuan aktivis revolusioner jang dihor-Tiongkok memberikan gelar ke-mati oleh Rakjat Indonesia, pe- hormatan sebagai anggota ke-djuang jang ulung dalam gerakan Komunis internasional, dan sa- hormatan kepada seorang tokoh luarnegeri jang terkemuka. Kami habat jang akrab dari Rakjat merasa mendapat suatu kehor-Tiongkok.
Sedjak masa mudanja, Kawan Aidit telah aktif dalam kegiatan² revolusioner melawan imperialisme dan feodalisme, dengan tak kenal menjerah dan tak kenal patah hati memperdjuangkan tjita-tjita kemerdekaan nasional dan demokrasi bagi Rakjat Indonesia. Selama masa gelap dibawah pen- dudukan imperialisme Djepang dan semasa Revolusi Agustus 1945, Kawan Aidit senantiasa mentjurahkan segenap tenaganja dan memberi sumbangan jang po- sitif untuk menghantjurkan kekuasaan fasis Djepang dan meng- gagalkan tindakan² agresi imperialisme Belanda jang bermaksud memulihkan kekuasaan kolonial- nja. Pada tahun 1951, Kawan Aidit terpilih sebagai Sekretaris Per- tama Comite Central Partai Komunis Indonesia. Sedjak saat itu terbentuklah suatu inti pimpinan Marxis-Leninis jang diketuai oleh Kawan Aidit didalam Partai Komunis Indonesia. Dengan garis pimpinan politik jang tepat dari Comite Central Partai Komunis Indonesia jang diketuai oleh Kawan Aidit, Partai Komunis Indonesia mendjadi pelopor proletariat jang perkasa, penuh daja-kreasi dan daja-djuang, dan mendjadi suatu Partai Marxis-Leninis jang teguh dalam gerakan Komunis internasional. Disamping aktivi- tet² revolusionernja jang berat demi tjita² revohusioner Indonesia, Kawan Aidit tak lelah²nja pula mengamalkan penelitian dan pentjiptaan dibidang teori revolusioner dan banjak menghasilkan
karja² tentang revolusi Indonesia, gerakan Komunis internasional dan lain²nja. Selama tahun² ini telah diter- bitkan dinegeri kami Pilihan Tu- lisan Aidit Djilid I dan II, dan karja² Kawan Aidit lain²nja se- perti Peladjaran Dari Sedjarah PKI"; Tentang Marxisme"Berani, Berani, Sekali Lagi Berani!". Karja² tersebut mendapat sam- butan jang hangat dikalangan. pembatja2 jang luas dinegeri kami. Didalam karja²nja itu, Kawan Aidit setjara gemilang memadu- kan kebenaran universil Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia, men- djelaskan dan mendjawab masa- lah² penting dan fundamentil dalam revolusi Indonesia, setjara lmiah menjimpulkan pengalaman perdjuangan Partai Komunis Indonesia untuk menjelesaikan sam- pai ke-akar²nja tuntutan² revolusi nasional dan demokratis Indonesia, dan membentuk teori revolusioner sebagai tuntunan bagi revolusi Indonesia. Arti penting dari kegiatan² Kawan Aidit dibidang teori terletak pada kenjata- an, bahwa sesuai dengan ‘sjarat² di Indonesia, ia telah setjara kreatif mentrapkan dan mengem- bangkanMarxisme-Leninisme, memberi sumbangan jang besar dalam meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme, sehingga mem- perkaja chazanah teori Marxisme-Leninisme. Ia telah membela kemurnian Marxisme-Leninisme, melawan revisionisme jang meng- ingkari prinsip-prinsip fundamen-
til Marxisme-Leninisme atau dog-
matisme jang terpisah dari prak- tek dinegerinja sendiri.
Pekerdja² ilmiah Tiongkok sa-
ngat kagum akan sumbangan²
Kawan Aidit dibidang teori Marxisme-Leninisme, oleh karena
itu diputuskan oleh Sidang Ma- djelis Akademi Ilmu Pengetahuan
Tiongkok jang diperluas untuk
memberikan kepada Kawan D.N.
Aidit — gelar kehormatan sebagai anggota kehormatan Akademi
Îlmu Pengetahuan Tiongkok. Ka-
mi mengharap Kawan Aidit akan dapat terus-menerus memberikan pendapat²nja jang berharga demi
perkembangan usaha² ilmu pengetahuan Tiongkok. Kami akan
beladjar dari Kawan Aidit, beladjar dari karja²nja, dengan me-
ma'ndan'g karja²nja itu sebagai sendjata jang ampuh bagi pekerdja² ilmiah Tiongkok dalam me- neliti masalah² revolusi zaman sekarang ini dan dalam perdju-
angan melawan revisionisme.
Antara kedua Partai dan kedua Rakjat Tiongkok dan Indonesia
terdapat persahabatan militan
jang kokoh. Dalam perdjuangan melawan imperialisme jang di- kepalai oleh AS, melawan kaum reaksioner berbagai negeri dan
revisionisme modern, Partai Ko-
munis Tiongkok dan Partai Ko-
munis Indonesia selalu saling me- njokong dan saling mengilhami satusamalain. Rakjat Tiongkok merasa gembira dan mendapat
inspirasi dengan hasil² besar jang
ditjapai oleh Partai Komunis Indonesia dan Rakjat Indonesia dalam perdjuangannja ber-sama²
dengan Rakjat negeri² kubu so-
sialis, dengan Rakjat negeri²
Asia, Afrika dan Amerika Latin, dengan Rakjat sedunia, untuk kemerdekaan nasional dan demo- krasi, untuk perdamaian dunia dan kemadjuan umatmanusia, me-
lawan imperialisme dan kolonial-
isme baru dan lama. Untuk perdjuangan selandjutnja, Rakjat Tiongkok se-lama²nja akan tetap berdini disatu barisan dengan Rakjat Indonesia, akan tetap ber- djuang ber-sama². Adjaran Marxisme-Leninisme pasti akan mentjapai kemenangan
jang penuh diseluruh dunia!
Sebagai penutup, perkenankan-
lah saja mengutjapkan harapan
kami: Mudah²an kekal-abadilah persahabatan antara Rakjat dan pekerdja ilmiah Tiongkok dan Indonesia! Mudah²an Partai Komunis Indonesia jang teguh mempertahan- kan Marxisme-Leninisme terus-menerus mentjapai kemenangan²
baru jang gemilang dalam per-
djuangan revolusioner! Mudah²an Kawan Aidit terus-
menerus mentjapai sukses² baru
jang lebih besar dalam memimpin
perdjuangan revolusioner Rakjat
Indonesia dan dalam penelitian teori Marxisme-Leninisme!
'(diutjapkan pada tanggal 5 September 1963 di Gedung Rakjat, Peking).
PIDATO D.N. AIDIT SEBAGAIMANA kawan² dan para sahabat mengetahui, saja datang di Tiongkok kali ini, seperti djuga sudah beberapa kali ter- djadi, adalah atas undangan CC PKT. Sebagaimana biasanja, saja datang untuk mengadakan pembitjaraan dengan Kawan² dari CC PKT dan Kawan Mao Tje-tung tentang hal² jang menjangkut ke- pentingan kedua Partai dan tentang GKI, untuk mengadakan pe- nindjauan² guna mengikuti perkembangan dan kemadjuan² Tiongkok dibidang pertanian, perindustrian dan kebudajaan. Kali ini kundjungan saja di Tiongkok ternjata sedikit lain. Saja diminta mengadakan tjeramah² dihadapan kader² revolusi Tiongkok. Hal ini sudah dan masih akan sajá lakukan, dan saja lakukan dengan gembira, karena menurut pendapat saja sudah waktunjalah antara kedua Rakjat dan kedua Partai Komunis kita lebih .dalam mengenal masing². Saling mengenal lebih dalam ma-. sing², menurut pendapat saja jalah saling mengenal lebih dalam keadaan masjarakat masing², revolusi masing² dan Partai Komunis masing². Oleh karena itulah saja dengan gembira memberikan tjeramah² itu, karena saja merasa ikut memberi sumbangan dalam usaha sutji dan besar untuk melandjutkan dan lebih mempererat persahabatan tradisionil Indonesia-Tiongkok jang sudah ada. Soal memberi tjeramah seperti jang saja sebutkan diatas masih dapat saja duga ketika saja akan berangkat meninggalkan Indonesia untuk mengadakan kundjungan ke Tiongkok tetapi untuk mendapat gelar anggota kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, gelar kehormatan kesardjanaan jang tertinggi di Tiongkok dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok jang terkenal dan harum semerbak namanja diseluruh dunia, adalah diluar dugaan saja samasekali. Ketika saja mendengar bahwa Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok telah memutuskan untuk memberi gelar kepada saja, saja ber- fikir agak lama dan karena saja tidak bisa memutuskan sendiri, saja meminta pendapat anggota² delegasi PKI jang saja pimpin, ter- utama Kawan Sudisman, anggota Politbiro dan Sekretaris CC PKI. Setelah saja fikirkan matang² pendapat anggota² delegasi PKI, saja sendiri memutuskan menerima dengan rasa haru dan rasa terimakasih jang sedalam-dalamnja keputusan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok untuk memberi gelar anggota kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. Apa sebab saja menerima? Pertama, keputusan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di- ambil berdasarkan penghargaan kepada kerdja, kepada kegiatan revolusioner, kepada ilmu, kepada KI dan kepada putera Rakjat
Indonesia. Kedua, keputusan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok diambil berdasarkan pembelaan tenhadap kemurnian Marxisme-Leninisme, perlawanan terhadap revisionisme jang mengingkari prinsip² fun- damentil Marxisme-Leninisme, demikian djuga terhadap dogma- tisme jang memisahkan teori dari praktek. Revisionisme dan dog- matisme, baik klasik maupun modern, tidak hanja menghambat ke- madjuan sosial tetapi djuga menghambat kekreativan ilmiah. Dalam pidato Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Kawan Kuo Mo-jo, antara lain dikatakan bahwa saja telah mem- beri sumbangan jang besar dalam meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme, sehingga memperkaja chazanah teoni Marxisme-Leninisme". Mengenai ini ingin saja njatakan bahwa kami kaum Komunis Indonesia baru sampai batas² tertentu dapat meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme dan udjian terachir sampai kemana kemam- puan kami dalam hal ini masih berada dimuka kami. Jang saja maksudkan udjian terachir, jalah penjelesaian revolusi Rakjat Indonesia. Tetapi kawan² anggota Akademi pertjaja dan jakinlah bahwa saja dan rekan² saja di Indonesia akan terus be- kerdja dengan tidak kenal lelah untuk mengintegrasikan setjara total kebenaran² universil Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia. Tidak ada djalan lain, kalau Marxisme-Leninisme mau menang di Indonesia ia harus di-Indonesia-kan, kebenaran universil Marxisme-Leninisme harus ditrapkan setjara kreatif sesuai dengan sjarat-sjarat di Indonesia. Kaum dogmatis tidak senang dengan istilah meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme. Mereka berdalih bahwa dengan demikian berarti menempuh djalan nasionalisme burdjuis atau sovinisme. Kepada kaum dogmatis itu saja ingin bertanja: bagi Indonesia Marxisme-Leninisme akan diapakan kalau tidak di-Indonesia-kan ? Demikian pula bagi negeri² lain. Tidak ada djalan lain, kalau Marxisme-Leninisme mau menang di Indonesia, ia harus di-Indonesia-kan. Apakah dengan meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme tidak ada bahaja akan tenggelam kedalam lumpur nasionalisme burdjuis atau sovinisme? Tidak, selama jang di-Indonesia-kan itu adalah Marxisme-Leninisme. Lain halnja kalau jang di-Indonesia-kan itu bukan Marxisme-Leninisme. Saja katakan tidak ada bahaja apa², karena Marxisme-Leninisme adalah universil, bukan chas sesuatu negeri. Tetapi Marxisme-Leninisme jang universil itu tidak akan mem- punjai daja apa² djika ia tidak dipadu dengan praktek revolusioner di-tiap² negeri. Memang, kaum Marxis-Leninis harus waspada terhadap kaum
revisionis jang katanja ,menasionalkan Marxisme-Leninisme" untuk menutupi pengchianatan mereka terhadap Marxisme-Leninisme. Ini tidak hanja bukan jang kita maksudkan dengan mentrapkan ke- benaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi ditiap negeri, tetapi jang harus kita tentang. Presiden Akademi djuga menjebut karja² saja jang sudah diterdjemahkan kedallam bahasa Tionghoa. Mengenai ini saja ingin menjatakan, bahwa karja² saja, baik jang sudah maupun jang belum diterdjemahkan kedalam bahasa Tionghoa, hendaklah dianggap sebagai hasil kerdja orang jang baru beladjar teori dan prakték Marxisme-Leninisme. Djuga hendaklah dianggap bahwa karja² itu sebagai hasil kolektif pemimpin² PKI. Oleh karena itu penghargaan jang dilimpahkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok kepada saja dengan memberi gelar anggota kehormatan Akademi adalah djuga penghargaan kepada semua pemimpin PKI, kepada kaum Komunis dan kepada Rakjat pekerdja Indonesia. Pada kesempatan ini izinkanlah saja menjatakan harapan saja kepada para anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. Harapan itu jalah supaja memberi tuntunan kepada saja dengan memberikan pendapat² dan kritik²nja terhadap tulisan² saja. Dengan demikian para anggota Akademi memberi bantuan kepada saja dalam mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan serta keharuman nama Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. Keputusan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok jang sekarang upatjara pelaksanaannja sedang dilangsungkan memberi inspirasi besar pada saja dalam mengabdi kepada ilmu revolusioner dan praktek revolusioner, kepada revolusi Indonesia dan revolusi so- sialis dunia, kepada PKI dan kepada GKI, kepada persahabatan akrab jang abadi antara Rakjat Indonesia dan Rakjat Tiongkok, antara PKI dan PKT.. Djajalah adjaran² Marxisme-Leninisme! Menanglah Marxisme-Leninisme diseluruh dunia! (diutjapkan pada tanggal 5 September 1963 di Gedung Rakjat, Peking).
PIDATO B.O. HUTAPEA SEBELUM kawan² menjam- paikan oleh² berupa laporan jang amat berharga dan amat kami tunggu² dari missi kawan², izin- kanlah saja menjebutnja missi pengabdian pada internasional- isme-proletar dan kepada Marx- isme-Leninisme", saja ingin me- njampaikan sepatah-dua patah kata menjambut satu peristiwa dalam perlawatan kawan² jang amat mengharumkan nama pro- letariat dan Rakjat pekerdja In- donesia, peristiwa jang mende- barkan hati lantaran rasa bangga dan bahagia jang tak ter-tahan². Peristiwa itu jalah pemberian gelar kesardjanaan kepada Kawan Aidit di RRT. Peristiwa jang sungguh² besar itu lebih² berke- san lagi disebabkan 3 hal. Pertama, Lembaga jang mem- berikannja jalah APT. Kedua, pertimbangan² untuk memberikan gelar itu.
lam menerima gelar itu.
Gelar jang tinggi sekali
Mengenai jang pertama, Kawan Aidit mendapat gelar anggota kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, jang di- dunia ilmu pengetahuan dikenal dan dikagumi dengan nama Aca- demi Sinica. Gelar kehormatan itu adalah tinggi sekali! Walau- pun diseluruh Tiongkok, terdapat tidak kurang dari 1 djuta sardjana lulusan perguruan tinggi, wa- laupun dunia ilmu pengetahuan
terus-menerus digemparkan oleh penemuan² baru dari sardjana" Tiongkok dibidang matematika- fisika-kimia, dibidang biologi, ilmu bumi dan ilmu tehnik, jang membawakan kehormatan kepada penemuan²nja, sampai sekarang ini belum ada 1000 sardjana Tiongkok jang bisa mentjapai gelar jang tinggi; jaitu Anggota Akademi. AIPT merupakan pusat penje- lidikan ilmiah untuk seluruh Tiongkok: dibawah pimpinannja beroperasi 50 buah lembaga pe- njelidikan dengan tenaga sardjana-sardjana jang tjakap dan ter- latih tidak kurang dari 10.000 orang. Saban tahun sedjumlah pemuda jang ulung lulusan Perguruan Tinggi diterima untuk dididik selama 3-4 tahun supaja bisa dinamakan tenaga ilmiah taraf pertama. Setelah mereka berhasil meningkatkan tarafnja
kukan sistim penelitian 'untuk vaknja dan selandjutnja setelah mendapat latihan² dan gembleng- an dilapangan politik dan orga- nisasi supaja mereka mendjadi tenaga² jang memiliki ilmu dan sekaligus berkesedaran sosialis, jaitu mendjadi ahli dan merah" barulah mereka ditingkatkan, se- bagai kader² penjelidik tingkat menengah. Aktivitet se-hari² dari ahli² teori dan ahli² praktek ini dipimpin oleh 5 buah Departemen dari ÁIPT, jang untuk itu diben- tuk Komite2 Departemen. Anggota² Komite Departemen² inilah
Ketiga, sikap Kawan Aidit da-divaknja masing², berhasil mela-
jang djadi Anggota Akademi. Anggota Akademi hanja bisa di- djabat oleh para sardjana jang berkompetensi dan amat ber- prestasi dikalangan keilmuan. AIPT menjediakan gelar Anggota Akademi Kehormatan" un- tuk dianugerahkan kepada tokoh² luarnegeri jang telah memberi sumbangan luarbiasa dilapangan keilmuan. Sedjak berdirinja AIPT pada tahun 1949 baru seorang tokoh sardjana luarnegeri jang dianugerahi gelar kehormatan jang amat tinggi itu. Orangnja jalah Kawan Aidit — putera Indonesia, Ketua tertjinta dari PKI.
3 Pertimbangan AIPT
MENGENAI jang kedua, didalam Pidato Presiden AIPT — Prof. Kuo Mo-jo dikemukakan pertimbangan²- jang mendorong AIPT memberikan gelar jang begitu tinggi kepada Kawan Aidit. Pertama didasarkan pada kerdja dan pada kegiátan revolusioner Kawan Aidit dalam menghantjurkan fasis Djepang, dalam menggagalkan tindakan² agresi imperialisme Belanda jang bermaksud memulihkan kekuasa- an kolonialnja, dalam melawan imperialísme dan feodalisme. Dikatakan bahwa Kawan Aidit dengan tak kenal tunduk dan patahhati terus-menerus memper- djuangkan tjita² kemerdekaan na- sional dan demokratis bagi Rak- jat Indonesia. Kita kaum Komunis Índonesia tahu benar tentang hal ini. Djustru teladan Kawan Aidit
inilah jang terus mendorong men- didik diri kita masing² supaja kita bisa mendjadi putera-puteri Indonesia jang baik, mendjadi pa- triot jang baik, dan sekaligus in- ternasionalis jang baik, supaja kita bisa mendjadi orang² revolusioner jang tepertjaja, seperti hal. nja dengan Kawan Aidit. Sebagai pertimbangan kedua, Prof. Kuo Mo-jo menjebut ke- giatan Kawan Aidit dibidang ilmiah. Dikatakan bahwa disam- ping aktivitet2 revolusionernja jang berat, Kawan Aidit tak lelah- lelahnja pula mengamalkan pene- litian dan pentjiptaan dibidang teori revolusioner dan banjak menghasilkan karja² tentang revolusi Indonesia, GKI dan lain-. lainnja. Sebagian‘ dari karja Kawan Aidit telah dihimpun dalam Pi- lihan Tulisan Aidit jang sekarang sudah ada dua djilid jang ber- djümlah lebih dari 1000 halaman dan telah diterdjemahkan dalam berbagai bahasa. Bukunja Lahir- nja PKI dan perkembangannja, dan Masjarakat Indonesia dan Revolusi İndonesia, amat terkenal dikalangan kaum Komunis dan progresif seluruh dunia dan telah diterdjemahkan dalam banjak bahasa asing, seperti bahasa Rusia, Tionghoa, Inggris, Djepang, Djerman, Tjeko, dll. Adalah mendjadi kebanggaan bagi saja sebagai Ketua Akademi Ilmu Sosial Aliarcham, bahwa 2 buku Kawan Aidit lainnja selaku Ketua Dewan Kurator Akademi Aliarcham telah tersebar dan dipeladjari luas didalam maupun
diluarnegeri, jaitu Sosialisme Indonesia dan sjarat® pelaksanaan- nja dan Tentang Marxisme. Karja² Kawan Aidit dibidang teori, kita bisa berkata dengan pasti telah membuat semua soal² pokok revolusi_ Indonesia djelas- se-djelas²nja. Karja² ini sangat membantu mendjernihkan fikiran mereka jang berkemauan baik terhadap Rakjat dan negerinja. Buku² Kawan Aidit tidak hanja menghiasi perpustakaan Comite² dan Sekolah² artai, tetapi djuga sudah mendjadi sahabat² jang tak terpisahkan dari segenap aktivis Partai baik dia pekerdja politik, organisási, pekerdja di ormas atau pemerintahan, dan chususnja bagi pekerdja² teori Partai. Prof. Kuo Mo-jo menjimpulkan dengan tepat bahwa Kawan Aidit berhasil dengan gemilang mema- dukan kebenaran universil Marxisme-Leninisme dengan praktek kongknit revolusi -Indonesia, bahwa Kawan Aidit telah setjara kreatif mentrapkan dan me- ngembangkan Marxisme-Leninisme, memberi sumbangan jang besar dalam meng-Indonesia-kan Marxisme-Leninisme. Memang, adalah Kawan Aidit jang selalu menekankan bahwa Marxisme-Leninisme tidak berguna djika tidak dipadukan dengan praktek kongkrit revolusi kita sendiri. Adalah pula Kawan Aidit jang selalu menekankan bahwa kita harus melawan segala dogmatis- me, baik jang klasik maupun jang modern. Saja kira hal ini dapat diartikan sebagai tanda kedewasaan
dan kematangan PKI dibawah pimpinan Kawan Aidit dibidang teori Marxisme-Leninisme; djuga dapat diartikan sebagai tanda kesetiaan kepada adjaran² itu dan kejakinan jang teguh bahwa hanja dengan Marxisme-Leninisme- lah dapat dimenangkan revolusi Indonesia. Kaum Komunis Indonesia sangat berterimakasih kepada CC- nja jang Leninis, chususnja kepada Ketuanja jang tertjinta, Kawan Aidit, jang dengan tidak kenal lelah terus bekerdja untuk mengintegrasikan setjara total kebenaran² universil Marxisme-Leninisme dengan praktek revolusi Indonesia. Sebagai pertimbangan ketiga Prof. Kuo Mo-jo menghargai tinggi peranan Kawan Aidit sebagai Ketua PKI. Šedjak Kawan Aidit pada tahun 1951 berhasil membentuk inti pimpinan Marxis-Leninis didalam Partai, maka PKI mendjadi pelopor proletariat jang perkasa, penuh daja-kreasi dan daja-djuang, dan mendjadi suatu Partai Marxis-Leninis jang teguh dalam GKI. Demikian pendapat Sidang Madjelis AIPT jang di- perluas. Didalam sedjarah·PKI, tahun 1951 disebut tahun ,kelahiran kembali", djuga biasa disebut tahun pembolsjewikan PKI". Pada tahun itu Partai berhasil merentjanakan Konstitusi jang Marxis-Leninis dan telah mene- tapkan dua kewadjiban jang men- desak jaitu menggalang front persatuan nasional dan menerus-
kan pembangunan Partai, Demi- kianlah distart dimulai suatu periode baru dalam perdjuangan proletariat Indonesia, suatu start jang penuh dengan antusiasme, kegembiraan dan optimisme revo- lusioner. Bagaikan suatu tentara dalam puntjak² pertempuran jang hanja tahu satu sembojan, jaitu ,harus merebut benteng musuh", kaum Komunis jang ketika itu baru berdjumlah 10.000 orang dengan fanatik melaksanakan garis-garis Partai jang ditetapkan oleh CC dibawah pimpinan Kawan Aidit dan mereka berhasil merebut benteng musuh satu demi-satu". Setelah bergulat ber- tahun² lamanja, dengan melalui ber-matjam² kekurangan dan ke- salahan, sambil memerangi sekta- risme dan subjektivisme, sekarang ini sudah ada front persatuan nasional jang berbasiskan perseku- tuan buruh dan tani; sudah ada PKI jang beranggota lebih dari 212 djuta jang tersebar diseluruh negeri dan telah terkonsolidasi dibidang politik, ideologi dan or- ganisasi. Walaupun kemadjuan² ini adalah hasil pekerdjaan ko- lektif dari kaum Komunis Indonesia, pemegang peranan utama, inspirator dan organisator dari pekerdjaan raksasa ini adalah Kawan Aidit. Pertimbangan lain dalam pem- berian gelar kehormatan itu jalah bahwa Kawan Aidit telah mem- bela kemurnian Marxisme-Leninisme, melawan revisionisme jang mengingkari prinsip² fundamen- til Marxisme-Leninisme ataupun dogmatisme jang terpisah dari
praktek dinegerinja sendiri. Kawan Aidit selalu mendidik kita supaja berpegang teguh pada Deklarasi Moskow 1957 dan Pernjataan Moskow 1960. Berpegang teguh pada kedua dokumen itu tidak bisa lain harus mengem- bangkan perdjuangan melawan kaum imperialis. Lebih teguh melawan imperialisme, lebih berani menghantam imperialisme AS, tidak bisa lain, tidak bisa tidak akan lebih hebat berdjuang terhadap revisionisme, tidak bisa tidak akan lebih muak dan bentji terhadap revisionisme. Permusuh- an kita jang tak mungkin dipa- damkan terhadap revisionisme bersumber pada kesetiaan kita pada revolusi nasional kita, kesetiaan ikita pada revolusi proletar dunia, kesetiaan kita pada Deklarasi dan Pernjataan, kesetiaan kita pada Marxisme-Leninisme. Kita merasa berbahagia sekali bahwa Ketua Partai kita dihor- mati tinggi oleh karena per- lawanannja jang teguh melawan revisionisme modern. Saja bersama segenap keluarga Akademi Ilmu Sosial Aliarcham merasa mendapat inspirasi dan semangat baru lagi untuk lebih setia mengikuti djedjak Kawan Aidit melawan revisionisme. Deklarasi dan Pernjataan me- negaskan bahwa revisionisme modern merupakan bahaja utama bagi perkembangan selandjutnja dari gerakan Komunis dan klas buruh. Diberbagai negeri, penga- ruh revisionisme modern telah mengakibatkan kemunduran dan perpetjahan dalam Partai seka-
wan. Djika hal ini tidak terdjadi dalam Partai kita, dan bahkan dalam Partai kita terdapat kebu- latan fikiran mengenai soal² revolusi Indonesia dan soal² GKI, maka sebab jang per-tama² adalah karena dengan pimpinan Kawan Aidit, PKI memegang teguh sikap bebas dan haksama dalam GKÍ, dan dengan gigih menerus- kan perlawanan terhadap revisionisme mòdern. Maka peng- anugerahan gelar kehormatan atas dasar perlawanan terhadap revisionisme, berarti bahwa djallan jang ditempuh oleh PKI adalah pengabdian jang tulus-ichlas terhadap gerakan Komunis dan klas buruh sedunia. Kita berdjandji akan terus berdjalan didjalan jang benar itu. Sikap D.N. Aidit dalam menerimanja SEBAB jang ketiga mengapa peristiwa pemberian gelar itu lebih berkesan jalah sikap Kawan Aidit dalam menerimanja. Ketika padanja ditawarkan gelar itu, Kawan Aidit tidak ter- buru² memutuskan untuk menerimanja, tetapi dia terlebih dulu meminta pendapat anggota² dele- gasi, terutama pendapat Kawan Šudisman. Ketika menerima gelar anggota itu, Kawan Aidit mene- kankan bahwa udjian terachir masih dimuka kita jaitu penjele- saian revolusi Indonesia. Dia berkata dengan segala ke- rendahan hati supaja pekerdjaan- nja itu hendaknja dianggap sebagai hasil kerdja orang jang
baru beladjar teori dan praktek Marxisme-Leninisme. Dikatakan selandjutnja: Djuga hendaklah dianggap bahwa karja² itu sebagai hasil kolektif pemimpin² PKI. Kawan Aidit tidak melupakan se- kedjap matapun, bahwa dia bisa mentjapai prestasi² jang setinggi itu hanjalah oleh karena dia ber- sikap sebagai murid jang setia dari Rakjatnja, térhadap siapa dia tak lupa menjatakan rasa terima~ kasihnja jang dalam jang tersim- pul dalam kata²nja jang sederha- na, bahwa gelar anggota kehormatan itu adalah djuga penghar- gaan kepada semua pemimpin PKI, kepada kaum Komunis dan Rakjat pekerdja Indonesia. Kita menghormati dan men- tjintai Kawan Aidit oleh karena dia memang merangkul kita se- muanja dengan tjintanja jang hangat, oleh karena dia mentjin- tai proletariat diatas se-gala²nja. Kawan Aidit mendidik kita, bahwa segala hasil jang sudah kita tjapai adalah belum tjukup, bahwa penghormatan terhadap hasil² itu memberikan tanggungdjawab lebih besar kepada kita dalam usaha membebaskan Rakjat kita dari penghisapan dan penindas- an. Kawan Aidit mendidik kita, bahwa apa jang kita kerdjakan dan berikan untuk proletariat ha- ruslah jang sebaik dan sesempur- na mungkin, sehingga sebaik-baik pekerdjäan kita, tidak mungkin tjukup baik bagi proletariat. Demikianlah sikap Kawan Aidit ketika menerima gelar kehormatan jang tinggi itu, suatu sikap jang patut dipudji dan ditjontoh.
Anggota Kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. Presiden Akademi Kuo Mo-jo menjerahkan kepada D.N. Aidit surat gelar
Terimakasih kepada D.N. Aidit tinggi kepada Ketua kita, AIPT dan AIPT menilai tinggi Rakjat kita dan
Partai kita. Tindakannja jang
amat terpudji itu merupakan in-Kita patut bergembira atas per- istiwa pemberian gelar kehormat-spirasi baru bagi kita kaum Ko- munis Indonesia untuk lebih baik an itu kepada Ketua kita jang lagi mengabdi kepada revolusi tertjinta. Kita njatakan terima-Indonesia, kepada ilmu revolusi- kasih kita jang se-dalam²nja kepada Kawan Aidit oleh karena oner, kepada PKI dan GKI dan dia telah kembali mengharumkan kepada pengembangan persaha- nama proletariat Indonesia, nama batan antara Rakjat Indonesia Rakjat Indonesia dan nama PKI. dan Rakiat Tiongkok, antara PKI dan PKT. KITA patut berterimakasih se- besar²nja kepada AIPT sebab Djajalah dan menanglah Marx- isme-Leninisme! dengan penghargaannja jang
(diutjapkan dikantor CC PKI, Djakarta pada tanggal 29 Sep- tember 1963).
Marxisme-Leninisme dan
Peng-Indonesiaannja
/D.N. Aidit
SUDAH sedjak tahun 1961 ingin menggunakan waktu jang
pada setiap angkatan Latihan Ke- militeran Pegawai Sivil (LKPS) Deparlu RI, saja diminta untuk memberi tjeramah. Pada bulan Februari 1962 oleh Saudara Menteri Luarnegeri Dr. Suban- drio .saja telah diminta untuk menguraikan Tentang Marxisme. Kemudian rangkaian tjeramah² saja tersebut dengan diberi djudul Tentang Marxisme telah dibuku- kan oleh Akademi Ilmu Sosial
"Aliarcham."
Kali ini saja diminta oleh Sdr. Marjunani atasnama Menteri Luarnegeri, untuk memberikan tjeramah kepada Saudara² tentang Marxisme. Atas kesempatan² jang telah diberikan oleh Departemen Luarnegeri RI kepada saja, jang djuga berarti kepada CC PKI, maka atasnama kaum Komunis Indo- nesia saja mengutjapkan banjak terimakasih.
Mengingat akan sempitnja
waktu serta luasnja tema jang harus saja uraikan, maka saja
sesingkat ini dengan persoalan jang saja beri djudul : Marxisme-Leninisme dan peng-Indonesiaannja. Kalau dalam tjeramah saja pada tgl. 8 April tahun 1961 ser- ba singkat sudah saja djelaskan tiga sumber dan tiga bagian dari Marxisme, jaitu Filsafat, Ekono- mi Politik dan Sosialisme, dan dalam tjeramah bulan Februari th. 1962 setjara agak mendalam sudah saja bahas tentang ketiga sumber dan bagian dari Marxisme itu, maka kali ini dengan me- ngadjukan tema seperti tersebut setjara singkat saja hendak me- ngemukakan dua soal penting, jaitu :
- Tentang_ Prinsip² Fonda. mentil Marxisme-Leninisme,
- Tentang Meng-Indonesia- kan Marxisme-Leninisme. Maka itu tjeramah saja kali ini
djuga akan terdiri dari dua bagian tersebut.
Marx tentang pendirian, pan- dangan dan metode klas proletar. kelandjutan langsung dari adjar- an wakil².terbesar dalam filsafat,
-15
TENTANG PRINSIP FONDAMENTIL MARXISME-LENINISME
Marxisme adalah adjaranAdjaran Marx tumbuhsebagai
ekonomi politik dan sosialisme dari abad kesembilanbelas.
1). Tiga sumber dan tiga bagi-
an dari Marxisme.
Filsafat materialisme dialektik dan histori merupakan dasar dari Marxisme. Dalam tulisannja Tiga sumber dan tiga bagian Marxisme W.I. Lenin menundjukkan bahwa Filsafat Marx adalah materialisme filsafat jang sudah disempurnakan jang telah mem- persendjatai umatmanusia terutama klas buruh dengan alat² pengetahuan jang perkasa" (Lenin: Tentang Adjaran² Karl Marx, Pustaka Ketjil Marxis, Jajasam Pembaruan", hal. 10). Ía bukan hanja sendjata untuk mengenal, tetapi djuga untuk mengubah keadaan alam, masjarakat dan fikiran. Filsafat Marx bersumber pada filsafat klasik Djerman, terutama dari filsafat Hegel dan Feuerbach. Marx mengembangkan sistim dialektik Hegel jang berdiri diatas dasar idealis, dirombak dan ditegakkan oleh Marx diatas dasar materialisme. Dari Feuerbach Marx mengambil kri- tiknja terhadap idealisme Hegel. Akan tetapi materialisme Feuerbach adalah metafisik dan me- kanik, sehingga dalam mengkritik filsafat Hegel ia membuang be- gitu sadja inti rasionil"nja, jaitu dialektikanja. Disamping itu, sebagaimana halnja kaum materialis Perantjis pada abad ke-18, Feuerbach masih belum bisà membebas- kaħ dirinja dari idealisme dalam
memandang gedjala² sosial. Marx djuga telah meluaskan pengertian materialisme filsafat tentang alam kepengertian tentang masjarakat manusia. Materialisme Histori dari Marx jang merupakan hasil terbesar dari fikiran ilmiah adalah pentrapan materialisme dialektik ke-gedjala² masjarakat. Dengan demikian, sebagaimana dikatakan oleh F. Engels bahwa idealisme diusir dari tempat pengungsiannja jang terachir, jaitu filsafat sedjarah". (Anti-Duhring, FLPH, Second Èdition, hal. 41). Adjaran Marx ditjiptakan berdasarkan pengalaman praktek sosial manusia selama lebih dari 2000 tahun dan berdasarkan hasil² jang terbaik dan termadju dari filsafat dan ilmu alam serta ilmu sosial. Lebih² ia adalah həśil dari proses perdjuangan antara filsafat materialisme dengan idealisme pada zaman kapitalis- me, satu proses perdjuangan klas pada tingkat terachir dari sedjarah perdjuangan klas.
K. Marx (1818-1883) dan F
Engels (1820-1895) bukan hanja mengembangkan setjara kritis dialektika Hegel dan materialisme Feuerbach jang mengan- dung kelemahan², tetapi mere- ka telah merombaknja setjara fondamentil. Dialektika Hegel telah dirombaknja setara materialis, sedangkan materialisme Feuerbach telah dirombaknja setfara dialektis, sehingga menemukan materialisme baru, jaitu material- ismedialektik dan histori (MDH). MDH telah mendjadi
penundjuk djalan keluar bagi
klas buruh untuk membebaskan diri dari perbudakan djiwa dan
penghisapan manusia atas manu-
sia. Ekonomi Politik bersumber pada ekonomi klasik Inggris, ter- utama pada hasil² ilmiah dari
Adam Smith dan David Ricardo
jang telah meletakkan dasar²
untuk teori nilaikerdja. Dalam
pertukaran antara barangda-
gangan jang satu dengan lain- nja, Marx menjingkapkan hubungan antara manusia dengan manusia. Marx menundjukkan bahwa kapital menandakan perkembangan lebih landjut daripa- da hubungan ini dan membukti- kan bahwa dalam sistim kapitalis tenagakerdja manusiapun mendjadi barangdagangan. Dalam karjanja Das Kapital (Modal), Marx membuka hukum² ekonomi
jang menguasai perkembangan
masjarakat kapitalis, menundjukkan bagaimana kaum buruh men- tjiptakan nilai-lebih jang merupa- kan penghisapan dan sumber ke- kajaan klas kapitalis. Adjaran
tentang nilai-lebih adalah dasar
dari teori ekonomi Marx. Adjaran ekonomi politik Marxis mengandung penjelidikan tentang hubungan² produksi da-
lam suatu masjarakat tertentu
menurut sedjarah, dalam kelahir- annja, perkembangannja dan ke- runtuhannja. Dengan demikian
ia mengadjarkan sedjarah per-
kembangan masjarakat, sedjarah
perdjuangan klas dan perdjuang-
an dalam produksi serta menun-
djukkan arah perkembangan ma-
sjarakat, jaitu keharusan Sosial-
isme.
Ekonomi politik Marxis telah
mendjadi sendjata klas buruh
untuk merombak semua susunan ekonomi jang berdasarkan penghisapan manusia atas manusia, chususnja sistim ekonomi kapitalis. Hingga kini sudah ada ½3 penduduk dunia hidup berdasarkan adjaran ekonomi politik Marxis, sudah membangun ekonomi sosialis diatas dasar kerun- tuhan ekonomi kapitalis. Sosialisme memang satu keharusan sedjarah, tetapi ia tidak mungkin mendjadi kenjataan tanpa dengan konsekwen berpedoman pada adjaran ekonomi politik Marxis. Sosialisme bersumber pada adjaran² Sosialisme klasik Perantjis. Berbeda den'gan adjaran² sosialisme utopi Perantjis, Sosialisme Marxis adalah ilmiah, berdasarkan pada hukum objektif perkembangan masjarakat manusia. Gerakan sosialisme utopi diwakili oleh Robert Owen di-Inggris, Saint Simon dan Fourier
di Perantjis. Sosialisme utopi se-
suai dengan keadaan produksi kapitalis ketika itu, tidak dapat menundjukkan djalan keluar dan
tidak dapat mendjelaskan hake-
kat dari perbudakan upah dalam masjarakat kapitalis. Zeni
Marx djusteru terletak dalam
kenjataan bahwa ia mampu me- narik kesimpulan dari sedjarah dunia, jaitu bahwa perdjuangan
klas adalah lokomotif dari per-
kembangan masjarakat.
Pengubahan masjarakat kapi-
talis mendjadi masjarakat sosial-
is, masjarakat dimana tiada peladjari teorinja, dan hukum² penghisapan. manusia atas manusia, hanjalah dapat diudjudkan dengan djalan melakukan perdjuangan klas terhadap kaum kapitalis. Perdjuangan klas buruh melawan burdjuasi dalam masjarakat kapitalis achirnja pasti me- nudju kepada perebutan kekua- saan politik proletariat (dikta- tur proletariat). Perdjuangan klas bertudjuan untuk mengha- puskan klas. Sosialisme Marxis merupakan pernjataan klas buruh akan stra- tegi dan taktik perdjuangannja, jaitu membebaskan diri dan seluruh umatmanusia dari penghisapan dan penindasa'n atas manusia oleh manusia, untuk mem- bangun dunia sosialis. Setelah serba singkat mendje- laskan tentang tiga sumber dan
berfikirnja; dan jang lebih penting lagi jalah bagaimana kita dapat menguasai filsafat jang benar. Misalnja mengenai keradjinan dan kekreatifan Rakjat Indonesia. Ada jang berpendirian bahwa' hal itu disangsikan, sehingga akibatnja, dalam usaha mema- djukan Indonesía, menggantung- kan diri pada bantuan asing, tidak dapat berdiri diatas kaki sendiri. Tetapi ada djuga jang berpendapat, bahwa Rakjat Indonesia radjin dan kreatif, sehingga sebagai akibatnja berpen- diria'n bebas dan berani berdiri diatas kaki sendiri. Dengan de- mikian ada dua matiam filsafat, filsafat budak dan filsafat orang bebas. Filsafat tidaklah terpisah dari
MDH.
2). Apakah filsafat? Apakah filsafat berwatak klas? Jang dimaksud dengan filsafat jalah seluruh pandangan manusia terhadap dunia keseluruhan- nja, baik alam, masjarakat mau- pun fikiran. Setiap orang mempunjai pandangan² tertentu terhadap gedjala² alam, masjarakat ataupun fikiran, terlepas dari benar 'atau tidaknja. Sedar atau tidak sedar sebetulnja setiap orang sudah mempunjai pandangan filsafat. Jang penting jalah bagaimana kita dapat mem-
kat Indonesia sekarang, dengan sendirinja filsafat djuga ber- klas², misalnja ada filsafat tuan- tanah, filsafat burdjuasi kompra- dor, filsafat burdjuasi birokrat, filsafat burdjuasi nasional, filsafat burdjuasi ketjil, kaum tani dan proletariat, Dalam masjarakat kapitalis pada pokoknja ter- dapat ilsafat burdjuis dan filsafat proletar. Filsafat burdjuis men- tjerminkan kepentingan klas burdjuis. Filsafat proletar mentjer- minkan kepentingan klas proletar. Misalnja Rakjat Indonesia berpendirian bahwa Malaysia" adalah bikinan mperialis Ing-
tiga bagian dari Marxisme, maka kehidupan praktis manusia se- sekarang saja akan lebih chusushari². Dalam masjarakat jang menguraikan tentang filsafatber-klas², seperti halnja masjara-
gris dengan sokongan Amerika
Šerikat dan merupakan bahaja langsung bagi kedaulatan dan kemerdekaan RI dan oleh karena itu harus diganjang. Tetapi se- baliknja Tengku Abdulrachman beserta kakitangan² imperialis Inggris dan Amerika Serikat lain- nja mati²an mempertahankan ne- gara bikinan imperialis itu. Dua pendirian ini mentjerminkan dua kepentingan. Dikalangan Rakjat Indonesia sendiri ada matjam² pendirian mengenai Malaysia", ada jang teguh, ada jang ragu² dan ada jang atjuh takatjuh. Pendirian² itu djuga mentjerminkan kepentingan klas² dikalangan Rakjat Indonesia. Filsafat Marxis adalah materialisme dialektik dan histori. Ia adalah pandangan dunia klas proletar. Ia mentjerminkan hu- kum umum daripada perkembang- an alam, masjarakat dan fikiran manusia" dan berlaku bagi ma- salampau, masakini dan masade- pan."(Deklarasi Moskow 1957, hal. 25, Jajasan Pembaruan",
1958), Ia dinamakan materialisme dialektik, sebab tjarąnja mendekati gedjala-gedjala alam, tjaranja mempeladjari dan mema- hami gedjala² ini adalah dialektik, sedangkan keterangannja (interpretasinja) mengenai gedjala² alam, pengertiannja mengenai gedjala² ini, teorinja adalah materialis". (J.W. Stalin: Materialisme Dialektik dan Histori, Jajasan Pembaruan", halaman
3).
3). Tentang Tjiri² pokok Ma-
terialisme Filsafat Marxis.
Tjiri² pokok dari Materialisme filsafat Marxis dapat diurai- kan sebagai berikut:
a) Berlawanan dengan ideal-
isme jang menganggap dunia sebagai pendjelmaan daripada suatu ide mutlak", suatu djiwa universil", suatu kesedaran", maka materialisme filsafat Marxis berpendapat bahwa dunia me- nurut sifatnja adalah materiil, berada terlepas dari kesedaran manusia. Gedjala² jang berma- tjam-matjam dari dunia merupakan berbagai bentuk dari materi dan tidak memerlukan djiwa universil", jang berada terlepas. atau diluar kesedaran manusia. Mengenai pandangan dunia jang materialis ini F. Engels me- nekankan: Pandangan dunia
materialis tentang alam..........
adalah se-mata² penanggapan alam sebagaimana adanja, tanpa tambahan sesuatupun dari luar". (F. Engels : Ludwig Feuerbach, Èdisi Inggris, 1934, halaman 79).
b). Berlawanan dengan ideal-
isme, jang berpendapat bahwa dunia materiil, alam, hanja ada dalam kesedaran kita, dalam pe- rasaan, ide² dan tjita² kita, materialisme filsafat Marxis ber- pendirian bahwa materi, alam, adalah kenjataan jang objektif jang berada diluar dan terlepas dari kesadaran kita; bahwa materi, keadaan adalah primer, karena ia adalah sumber dari pe- rasaan, ide², kesedaran, dan bahwa kesedaran adalah sekun-
der, akibat, karena ia adalah refleksi dari materi, refleksi dari keadaan; bahwa kesedaran kita
adalah hasil dari materi jang
dalam perkembangannja telah mentjapai tingkat kesempurnaan jang tinggi, jaitu otak, dan otak adalah alat untuk berfikir.
Marx pernah mengatakan bah-
wa: Tidaklah mungkin untuk memisahkan fikiran dari materi jang berfikir. Materi adalah subjek dari semua perubahan" (The Holy Family, FLPH, 1956, hal. 173). Meskipun keadaan dan fikiran itu mengambil dua bentuk
jang berbeda, tetapi keduanja
mempunjai hubungan jang erat. Dalam filsafat terdapat dua pandangan pokok, jaitu idealisme dan materialisme. Idealisme berpendapat bahwa ide primer dan menentukan, sedangkan materi sekunder dan ditentukan. Se-
baliknja materialisme, jang me-
mandang segala sesuatu dengan bertolak dari keadaan kongkrit, berpendirian bahwa materi adalah primer dan menentukan, se-
dangkan ide sekunder dan di-
tentukan, Pembuktian setjara temporair menundjukkan bahwa materi memang telah ada djauh sebelum ide, sebelum ada otak manusia jang dapat mentjerminkannja. Dan pembuktian setjara substan- siil menundjukkan bahwa dengan adanja otak baru bisa tumbuh ide. Tanpa otak tak akan ada fikiran átau ide. Marx pernah mengatakan bahwa fikiran atau ide itu,tidaklah lain daripada dunia
materiil jang ditjerminkan oleh otak manusia, dan diterdjemah- kan dalam bentuk fikiran". (Capital, Vol I, FLPH, Moscow, 1958, p. 19). Akan tetapi, fikiran atau ide itu tidak hanja setjara pasif di- lahirkan dan ditentukan oleh keadaan dan materi, tetapi iapun mempunjai peranan jang aktif mempengaruhi keadaan dan materi. Misalnja, IOC bertindak se-wenang² terhadap kita untuk memberi kepuasan kepada ka- um imperialis; kenjataan ini, sete- lah kita sedari menimbulkan ide GANEFO, dan ide ini melahir- kan kekuatan² materiil untuk melaksanakan GANEFO Perta- ma di Djakarta serta membentuk Panitia Tetap Ganefo. Dengan demikian keadaan dunia olahraga internasional telah mengalami perubahan, IOC tidak lagi me- monopoli dunia olahraga internasional.
c). Berlawanan dengan ideal-
isme jang tidak mengakui ke- mungkinan untuk mengetahui dunia dan hukum²nja, jang tidak pertjaja akan kebenaran daripada pengetahuan kita, jang tidak mengakui kebenaran objektif dan berpendapat bahwa dunia itu penuh dengan benda dalam di- rinja sendiri" dan jang tidak bisa dikenal oleh ilmu pengetahuan, maka materialisme filsafat Marx- is berpendapat bahwa dunia dan hukum²nja sepenuhnja bisa diketahui, tidak ada benda didunia jang tidak bisa diketahui, dan jang ada hanjalah benda² jang belum diketahui, tetapi jang akan
terbuka dan mendjadi diketahui dengan kegiatan praktek sosial dan ilmu. Apabila dunia dapat diketahui dan pêngetahuan kita tentang hukum² perkembangan alam adalah pengetahuan jang benar, jang mempunjai kekuatan kebenaran objektif, maka kehidupan sosial, perkembangan masjarakat djuga bisa diketahui dan bahan-bahan ilmu mengenai hukum² perkembangan masjarakat adalah bahan² jang benar dan mempunjai kekuatan kebenaran² objektif. Dalam kegiatan praktisnja Partai² Komunis jang sungguh² berpegang pada adjaran² Marx tidak boleh membiarkan dirinja dituntun oleh motif² jang kebe- tulan, tetapi harus oleh hukum² perkembangan masjarakat, dan oleh kesimpulan praktis dari hukum-hukum ini. Sosialisme telah berkembang dari impian tentang haridepan jang lebih baik untuk kemanusiaan mendjadi satu ilmu. Dengan demikian hubungan antara ilmu dan kegiatan praktek sosial, antara teori dan praktek, kesatuannja, mendjadi pedoman Partai-partai Komunis. Kekuatan dan vitalitet Marx- isme-Leninisme djustru terletak pada kenjataan bahwa ia benar² mendasarkan diri pada kegiatan praktis atau kebutuhan perkembangan kehidupan materiil masjarakat dan tidak pernah memi- sahkan diri dari kehidupan jang sebenarnja dari. masjarakat.
4). Tentang hubungan praktek dengan pengetahuan (teori) Untuk dapat memperoleh pe-
ngetahuan tentang sesuatu materi manusia harus mengadakan hubungan dengan materi jang bersangkutan. Hubungan ini di- lakukan lewat praktek. Pentjer- minan tentang materi tersebut merupakan pengetahuan manusia tentang materi itu. Misalnja, kita ingin mempunjai pengetahuan tentang desa Pasar Rebo. Untuk ini kita per- lu pergi kedesa itu, hidup di- tengah² kaum tani, ikut merasa- kan pekerdjaan se-hari² dari kaum tani, kesulitan² mereka, mengenal sisa² penghisapan fe- odal ditempat itu, apakah landre- form berdjalan disitu, dsb, dsb. Dengan demikian kita mendapat pengetahuan tepat tentang desa itu. Tjara lain jalah tjara tidak langsung, jaitu dengan djalan mendengarkan atau mempeladjari keterangan² orang lain jang pernah berpraktek mengadakan pe- nelitian tentang desa itu. Praktek jang saja maksud adalah praktek sosial manusia. Mes- kipun banjak matjamnja, tetapi praktek sosial manusia pada ha- kekatnja merupakanpraktek produksi dan praktek perdjuangan klas. Praktek produksi berarti perdjuangan manusia terhadap alam, jaitu pengubahan alam untuk disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Sedangkan praktek perdjuangan klas berarti perdjuangan manusia dalam masjara-
kat untuk memadjukan hubungan-hubungan produksi, untuk mengubah hubungan produksi jang lama mendjadi hubungan produksi jang baru. Lewat praktek² sosial ini tumbuhlah pengetahuan manusia tentang hukum² alam dan hukum² masjarakat, lahirlah ilmu alam dan ilmu sosial. Dengan demikian praktek sosial manusia adalah sumber pengetahuan, prakteklah jang me lahirkan teori. Demikian djuga halnja dengan Manipol. Untuk dapat merumuskan bahwa sifat revolusi Indonesia adalah nasional dan demokratis, kita melakukan perdjuangan klas dalam masjarakat Indonesia, jaitu perdjuangan klas jang bersifat nasional anti-imperialis dan bersifat demokratis anti-feodal. Se- telah mengenal sifat masjarakat Indonesia dewasa ini, tugas² revolusi, kekuatan² revolusi, sasar- an revolusi, maka djelas pulalah sifat revolusi Indonesia pada tingkat sekarang. Praktek selain merupakan sumber teori, ia djuga mendjadi batu-udjian dari teori. Untuk me- ngetahui apakah pengetahuan kita benar atau salah tentang materi jang bersangkutan maka satu²nja djalan jalah mengudjinja kembali pada materi tersebut. Lewat praktek pula kita akan tahu apakah pengetahuan kita benar² sesuai dengan keadaan materi jang sesungguhnja, atau tidak lengkap atau samasekali tidak tepat. Misalnja perumusan
Tuntutan itu adalah benar, karena ia telah mampu memobilisasi kaum tani untuk mentjapai pem- bagian hasil jang lebih banjak untuk tani dan lebih kurang untuk tuantanah. Materi senantiasa mengalami gerak dan perkembangan. Maka- itu apabila pengetahuan kita tentang satu materi telah benar, kita tidak boleh berhenti disitu sadja, tetapi pengetahuan kita harus terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan materi tersebut, barulah pengetahuan kita bisa tepat. Demikianlah berlang- sung proses pengetahuan. jang terus-menerus, dari proses pen- tjerminan keproses pengudjian, dan kemudian keproses pentjer- minan dan pengudjian lagi dst. Seperti telah disinggung di- muka, praktek ada dua matjam, jaitu praktek langsung dan praktek tidak langsung. Praktek langsung adalah praktek jang langsung kita alami sendiri, se- dangkan praktek tidak langsung jalah praktek jang dapat kita ke- tahui dari tulisan² atau kete- rangan² lisan orang lain. Anta- ra kedua matjam praktek itu jang terpenting jalah praktek langsung. Misalnja ikut langsung dalam praktek revolusi Indonesia adalah djauh lebih penting dari-pada membatja tulisan² atau mendengarkan uraian² tentang revolusi Indonesia. Tetapi sudah tentu seseorang tidak mungkin ambilbagian langsung dalam se- mua peristiwa penting didunia ini, oleh karena itulah penting dari tuntutan kaum taņi 6:4. sekali membatja atau mendengar
uraian untuk menambah penge-an jang akan datang. tahuan seseorang.
5). Tentang Dialektika Marxis. Tjiri² pokok dari azas dialek-jang ada setjara -objektif dengan
tika Marxis adalah sbb.:
a). Dialektika tidak meman-
dang alam sebagai suatu tumpukan segala sesuatu, tumpukan gedjala jang kebetulan sadja, tiada berhubungan, terpisah dan bebas satusamalain, tetapi sebagai satu keseluruhan, dimana segala sesuatu, gedjala² setjara organik adalah saling berhubungan, bergan- tung kepada dan ditentukan oleh satusamalain. Sebaliknja kaum metafisik berpendapat bahwa segala sesuatu itu berdiri sendiri², tidak mempunjai hubungan satusamalain atau tidak mempunjai salinghubungan. Salinghubungan itu terdapat antara bagian³ dalam sesuatu, dan antara hal jang satu dengan hal jang lain. Djuga terdapat sa-, linghubungan antara masalam- pau dengan masakini serta dengan masadepan. Misalnja, didalam masjarakat Indonesia terdapat salinghubungan antara golongan²Nasio- nalis, Agama dan Komunis, jang satusamalain berhubungan dan saling mempengaruhi. Demikian pula, keadaan Rakjat Indonesia sekarang tidak bisa terlepas dari keadaan Rakjat Indonesia di- waktu jang lalu, sedangkan jang sekarang ini menentukan keada-
Árti praktis dari azas saling- hubun'gan ini jalah bahwa meto- de kita dalam memahami dan mengubah segala sesuatu harus- lah dalam salinghubungannja
hal² disekelilingnja, dan djuga dengan sedjarah perkembangan- nja.
b). Dialektika berpendapat
bahwa alam bukanlah satu keadaan jang diam dan tidak bergerak, benhenti dan tidak berubah, tetapi keadaan jang terus-menerus bergerak dan berubah, keadaan jang terus-menerus mem- perbaharui dan berkembang, dimana sesuatu senantiasa timbul dan berkembang, dan sesuatu senantiasa rontok dan mati. Sebaliknja azas metafisika berpendapat bahwa segala sesuatu itu berada dalam keadaan diam, dalam keadaan tidak berubah. Menurut faham dialektika segala sesuatu tidak hanja bisa di- lihat dari sudut hubungan dan bergantungnja satusamalain, tetapi djuga dari sudut gerak, per- ubahan, perkembangan, kelahiran dan kematian mereka. Baik gedjala alam, masjarakat atau fikir- an mempunjai masa awalnja, per- kembangannja dan masa kehan- tjurannja. Tetapi apakah jang menjebab- kan segala sesuatu itu bergerak? Dialektika matenialis berpendi- rian bahwa materi itu bergerak karena kekuatan² jang terkandung dalam materi itu sendiri. Kekuatan-kekuatan itu àdalah sebab- dálam dari gerak materi tersebut.
Misalnja, perdjuangan Rakjat
Indonesia jang mentjapai kemadjuan-kemadjuan itu disebabkan oleh kekuatan² jang terkandung dalam masjarakat Indonesia sen- diri, jaitu klas² jang ada didalam-
nja; djadi bukanlah karena desak-
an dari luarnegeri.
Faktor² luar, jaitu hal² jang
terdapat diluar materi itu, mempunjai pengaruh tertentu terhadap gerak materi jang bersangkutan, tetapi tidak bersifat menentukan. Pengaruh itu baru mempunjai arti, djika terdapat faktor dalam
jang mampu menampung faktor
luar tersebut. Misalnja, meskipun situasi internasional sangat meng- untungkan, tetapi djika tidak ada sjarat2 perdjuangan anti-impe- rialis didalam negeri Indonesia jang tjukup kuat, maka gerakan revolusioner Indonesia tidak mungkin bisa mentjapai hasil²nja.
Maka itu faktor luar, jaitu sjarat-luar, hanja bisa memainkan
peranan lewat sebab-dalam dari
gerak materi.
c). Dialektika berpendapat
bahwa proses perkembangan itu
adalah suatu perkembangan jang
berlangsung dari perubahan² kwantitatif ke-perubahan² kwalitatif; suatu perkembangan dimana perubahan² kwalitatif tidak terdjadi dengan ber-angsur², me- lainkan dengan tjepat dan men-
dadak dalam bentuk lompatan
dari satu keadaan kekeadaan lain; perubahan² kwalitatif itu tidak· terdjadi setjara kebetulan tapi sebagai akibat jang sudah sewadjarnja daripada suatu per-
ubahan kwantitatif jang tidak
kelihatan dan ber-angsur². Kwalitet adalah seluruh djum-
lah tjiri atau sifat jang terkan-
dung dalam hal-ichwal, jang
memberikan kepastian pada sesuatu dan jang membedakannja dengan hal lain. Sedang kwantitet adalah djumlah dalam arti kata jang seluas-luasnja, jaitu banjak-sedikit, besar-ketjil, luas- sempit, lama-sebentar, dsb. Pada setiap hal-ichwal terdapat kwantitet dan kwalitet ber-sama².
Kesatuan dari kedua unsur itulah
jang menentukan apakah hal-
ichwal itu. Misalnja regu meru-
pakan kwalitet tertentu dan kwantitet tertentu jang membedakannja dengan kesatuan lain. Penam- bahan anggota sampai mendjadi kompi mengubah kwantitet dan djuga membawa perubahan kwa-
litatif, jaitu dari regu mendjadi
kompi. Jang perlu ditjatat jalah bahwa kwalitet sesuatu itu bisa dinjata- kan dalam banjak tjiri, tetapi di- antara banjak tjiri itu ada tjiri dasar dari kwalitetnja. Perubahan dari tjiri dasar menjebabkan per-
ubahan dari materi setjara funda-
mentil. Tetapi djika perubahan terdjadi pada tjiri bukan-dasar,
maka tidaklah terdjadi perubahan
fundamentil pada materi tersebut.
Antara kedua bentuk perubah-
an, jaitu perubahan kwantitatif
dan perubahan kwalitatif terdapat saling-hubungan jang erat sekali.
Perubahan kwantitatif merupakan persiapan bagi perubahan kwalitatif, sedangkan perubahan kwa-
litatif merupakan penjelesaian ba-
gi perubahan kwantitatif, sehing-
ga melahirkan perubahan kwantitatif jang baru. Demikian perubahan berlangsung lewat per-
ubahan kwantitatif keperubahan
kwalitatif; ber-tingkat² dari tingkat jang lebih rendah ketingkat jang lebih tinggi. Proses sema- tjam ini berlangsung terus-mene- rus. Makaitu proses perkem-
bangan tidak boleh diartikan sebagai gerak dalam lingkaran, se-
baçai ulangan biasa dari apa jang sudah terdjadi, tetapi sebagai gerak jang madju dan baik sebagai peralihan dari keadaan kwalitatif
jang lama kekeadaan kwalitatif
jang baru, dari jang sedenhana ke
jang komplex, dari jang rendah
ke jang tinggi. berpendapat
d). Dialektika
bahwa kontradiksi² intern terdapat didalam semua materi, karena semuanja ini mempunjai segi² ne- gatif dan positifnja, masalampau dan masadepannja, sesuatu jang ber-angsur² mati dan sesuatu jang berkembang. Proses perkembangan dari jang lebih rendah ke jang lebih tinggi, terdjadi tidak seba-
gai pengembangan jang harmonis
daripada gedjala², tetapi sebagai
pernjataan daripada kontradiksi² jang terdapat dalam gedjala².
W.I. Lenin mengatakan: Dia-
lektika dalam artian jang setepat-
nja adalah studi tentang kontra-
diksi didalam hakekat benda² itu
sendiri". (W.I. Lenin, Collected
Works, Vol. 38, hal. 253-254, pen. FLPH).
Kontradiksi seperti halnja azas²
dialektika lainnja berlaku univer- sil, ia terdapat didalam segala hal-ichwal, baik gedjala² alam,
masjarakat maupun fikiran. Dalam alam terdapat kontradiksi antara sel² jang lahir dengan sel² jang akan mati; dalam masjarakat terdapat kontradiksi antara klas² dan dalam fikiran terdapat kontradiksi antara jang kolot de-
ngan jang madju.
Kontradiksi terdapat pada se-
luruh proses perkembangan hal-ichwal, baik pada awal perkembangan maupun achirnja. Kontradiksi antara kaum tani dan tuan- tanah bukan hanja muntjul sedjak adanja landreform, tetapi sudah ada sedjak adanja penghisapan feodal atas kaum tani. Selandjutnja perlu mendapat perhatian bahwa kontradiksi pada satu hál-ichwal mempunjai ke- chususan jang tidak sama dengan kontradiksi jang terdapat pada hal jang lain. Misalnja kontradiksi jang terdapat dalam Departemen jang satu tidaklah sama dengan kontradiksi jang terdapat dalam Departemen jang lain.
Mengenai hal² jang mengan-
dung lebih dani satu kontradiksi,
perlulah diteliti kontradiksi² mana
jang merupakan kuntji dalam me- njelesaikan kontradiksi² jang ter-
dapat pada hal² itu. Kontradiksi jang merupakan kontradiksi kun-
tji itu disebut kontradiksi pokok. Penjelesaian dari kontradiksi pokok itu mempermudah penjelesaian kontradiksi² lainnja. Didalam masjarakat Indonesia
sekarang terdapat kontradiksi²
sbb.: antara Rakjat Indonesia
dengan imperialisme, antara kaum
tani dengan feodalisme dan antara kaum buruh -dengan bur-
djuasi; disamping itu djuga ada kontradiksi antara kaum tani dengan burdjuasi nasional, antara burdjuasi ketjil dengan burdjuasi nasional, antara burdjuasi nasional dengan feodalisme, dsb. dsb. Feodalisme disamping berkontradiksi dengan kaum tani, djuga merupakan basis sosial dari impe- rallisme. Oleh karena itu feodalisme djuga berkontradiksi dengan seluruh Rakjat Indonesia. Dari semua kontradiksi itu kontradiksi antara Rakjat Indonesia dengan imperialisme dan feodalisme merupakan kontradiksi² pokok, jang mendjadi kuntji bagi penjelesaian- semua kontradiksi. Kontradiksi² janġ banjak dalam masjarakat Índonesia hanja dapat diselesaikan sesudah kontradiksi pokok ini dapat diselesaikan, artinja sesudah imperialisme dan feodalisme dilenjapkan dari masjarakat Indonesia.
6). Tentang Materialisme His-
tori Materialisme histori mengung- kapkan hukum² umum perkembangan masjarakat, hukum² umum perkembangan sedjarah manusia. Ía adalah pentrapan materialisme dialektika pada perkembangan masjarakat. Mengenai hubungan antara keadaan sosial dengan kesedaran sosial, setelah mempeladjari masalah terpokok dalam filsafat dan djika masalah itu kita trapkan pada kehidupan masjarakat, ma- ka keadaan sosial, jaitu kenjataan objektif dalam masjarakat, adalah
primer, sedangkan kesedaran sosial jaitu kehidupan spirituil masjarakat adalah sekunder. Keadaan sosial menentukan kesedaran sosial. Keadaan sosial adalah sjarat² kehidupan materiil masjarakat, jang terdiri dari antara lain keadaan geografi, penduduk dan tjara menghasilkan kebutuhan hi- dup mateniil masjarakat, seperti pangan, sandang, perumahan dsb. Kesedaran sosial meliputi antara lain konsepsi politik, agama, filsafat, moral, kesenian dsb. Setiap bentuk kesedaran sosial tidak bisa kita peladjani dan fa- hami terlepas dari keadaan sosial jang melahirkannja. Demikian pula dalam merumuskan setiap kesedaran sosial pada tingkat perkembangan tertentu haruslah berpangkal dari keadaan sosial tingkat perkembangan tersebut. Misalņja perdjuangan kaum tani untuk menuntut pembagian hasil tanah garapan 6-4, jaitu paling kurang 60% untuk kaum tani penggarap dan paling banjak 40% tuntuk tuantanah, adalah satu bentuk kesedaran sosial jang bersumber pada keadaan sosial tertentu, jaitu disatu fihak ada- nja penghisapan tuantanah feodal atas kaum tani, dan difihak lain tingkat perdjuangan kaum tani belum sampai pada penghapusan samasekali sistim tuantanah. Seperti didjelaskan kesedaran sosial mentjerminkan keadaan sosial tertentu, tetapi ia djuga mem- punjai peranan aktif dalam meng- ubah dan mendorong madju keadaan sosial. Setiap ide jang re-
volusioner mempunjai peranan penting dalam memadjukan masjarakat. Misalnja ide front per- satuan nasional jang berporoskan Nasakom telah memainkan peranan penting dalam usaha meng- galang kekuatan front nasional dalam melawan imperialisme dan sisa² feodalisme, dan sekarang ini dalam mengganjang Malaysia" dan mensukseskan Ganefo. Djadi fikiran jang mengira bahwa ke- sedaran sosial atau ide tidak penting, karena kedudukannja jang sekunder, adalah tidak benar sa- masekali. Bagaimana kaum Ko- munis menillai tinggi ide, nampak dari pendiriannja, bahwa tanpa teori revolusioner tidak ada ge- rakan revolusioner. Tentang perkembangan masjarakat, materialisme histori ber- pendapat bahwa gerak, perkembangan atau perubahan masjarakat itu disebabkan oleh kekuatan² materiil jang terdapat dalam masjarakat itu sendiri, jaitu tjara-produksi atau tjara menghasilkan kebutuhan hidup materiil masjarakat itu sendiri. Tjara-produksi terdiri dari hubungan² produksi dan tenaga produktif. Dan kontradiksi antara tenaga produktif dengan hubungan² produksilah jang mendorong madju masjarakat. Sesuai dengan perkembangan dan perubahan tenaga produktif dalam masjarakat, maka berubah pulalah hubungan² produksi dalam masjarakat. Hingga kini ma- nusia mengenal 5 (lima) matjam hubungan produksi jang pokok, jaitu : komune primitif, pemilikan budak. feodal, kapitalis dan so-
sialis. Dalam masjarakat berklas kontradiksi itu berbentuk per- djuangan klas, jaitu kontradiksi antara klas jang menghisap dengan klas jang dihisap, antara klas jang memiliki alat² produksi dengan klas jang tidak memiliki alat² produksi. Tidak bisa ada masjarakat apabila tidak ada produksi kebutuhan-kebutuhan materiil masjarakat, jaitu pangan, sandang, perumah- an dsb. Materialisme histori ber- pendapat bahwa mempersoalkan sedjarah masjarakat berarti mempersoalkan pentjipta sedjarah, atau mempersoalkan mereka jang menghasilkan kebutuhan² materiil masjarakat, jaitu miempersoal- kan Rakjat pekerdjanja. Dengan demikian Rakjat pekerdjalah se- benarnja pentjipta sedjarah, karena merekalah jang mentjiptakan sjarat² untuk kelangsungan ke- hidupan masjarakat. Sebaliknja kaum idealis berpandangan bahwa sedjarah masjarakat ditjipta- kan oleh radja², djenderal², pemimpin² atau perseorangan² lain- nja. Materialisme histori mengakui peranan pemimpin dalam sedjarah sebagai bagian dari massa jang paling sedar dan paling mampu mentjerminkan kepentingan dan perasaan massa, dan mampu mengerahkan massa·untuk memperdjuangkan tuntutan² dan perasaan² mereka. Pemimpin² pasti akan kehilangan peranannja sebagai pemimpin dan ditinggal- kan massa, apabila mereka memainkan peranan jang berlawan- an dengan kepentingan dan pe- : 27
rasaan massa. Hanjalah dengan massa, maka dapatlah kita me- ngembangkan peranan massa dan meletakkan hubungan jang tepat antara pemimpin dan massa de- peranan pemimpin seluas-luasnja. ngan senantiasa setia pada garis II TENTANG MENG-INDONESIAKAN MARXISME-LENINISME
Pengalaman perdjuangan Rakjat Indonesia dalam melawan im- perialisme untuk kemerdekaan nasional jang penuh dalam abad ke-20 ini menundjukkan betapa pentingnja teori revolusioner. Tanpa teori revolusioner atau dengan teori jang salah perdjuangan Rakjat Indonesia bisa meng- alami kegagalan dan gerakan revolusioner bisa sangat dirugikan. Sebaliknja dengan teori jang tepat perdjuangan Rakjat Indonesia bisa merebut kemenangan² dan gerakan revolusioner bisa didorong madju. Di Indonesia Marxisme kini sudah merupakan kekuatan politik jang penting. Marxisme sudah dikenal di Indonesia sedjak tahun 1914 dengan berdirinja ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereniging) atau PSDH·(Per- kumpulan Sosial Demokratis Hin- dia), organisasi politik proletariat jang pertama. PŚDH tidak hanja bekerdja dikalangan kaum buruh, tapi djuga dikalangan kaum na- sionalis, seperti IP (Indische Partij) dan SI (Sarekat Islam). Sedjak itu telah dilakukan usaha² permulaanuntuk memadukan Marxisme dengan gerakan revolusioner Indonesia. PSDH itulah jang dalam Kongres ke-7 (23 Mei 1920) mendjadi PKI, sete-
lah berhasil memenangkan pan-
dji-pandji revolusioner Marxisme-Leninisme. Tidak bisa di- sangkal bahwa dengan lahirnja
PKI sebagai sintese dari adjaran Marxisme-Leninisme dengan ge-
rakan klas buruh Indonesia, ma-
ka gerakan pembebasan nasional Rakjat Indonesia telah berkem- bang semakin hebat. Pengalaman Pemberontakan
November 1926 jang dipimpin
oleh PKI dan pengalaman Revolusi Agustus 1945 memberikan peladjaran kepada kaum Komunis Indonesia, bahwa demi kemenangan revolusi Indonesia PKI harus setjara konsekwen mengin- tegrasikan setjara total kebenaran umum Marxisme-Leninisme dengan praktek kongkrit revolusi Indonesia. Dengan perkataan lain Marxisme-Leninisme harus di-Indonesiakan. Seperti sering saja katakan, kalau Marxisme-Leninisme mau menang di 'Indonesia, tidak ada djalan lain, ketjuali ia harus di-Indonesiakan. Kebenaran universil Marxisme-Leninisme harus ditrapkan setjara kreatif sesuai dengan sjarat² kongkrit di Indonesia. Hanja dengan meng-Indonesiakan Marxisme-Leninisme, maka ia mendjadi sendjata jang ampuh ditangan klas buruh dan Rakjat pekerdja Indonesia
29 bahwa kaum imperialis, terutama mi di Indonesia menundjukkan Kenjataan² dilapangan ekono- angan jang terpenting. sendjata adalah bentuk perdju- dalam revolusi perdjuangan ber- tus 1945 djuga mengadjar bahwa tik dan ideologi. Revolusi Agus- dasi dilapangan organisasi, poli- diseluruh negeri dan terkonsoli- hubungan dengan massa, tersebar Leninis, jaitu PKI, jang erat ber- mutlak-perlu ada Partai Marxis- 1945 djuga mengadjar bahwa klas buruh. Revolusi Agustus dan tani dan jang dipimpin oleh berbasiskan persekutuan buruh front persatuan nasional jang djar mengapa mutlak-perlunja lusi Agustus 1945 djuga menga- depan revolusi Indonesia. Revo- dan tentang perspektif atau hari- tentang watak atau sifat revolusi kekuatan pendorong revolusi, revolusi, tentang kekuatan² serta sarán² revolusi, tentang tugas² masjarakat Indonesia, tentang sa- tentang apa sesungguhnja sifat Komunis dan Rakjat Indonesia memberi peladjaran kepada kaum Revolusi Agustus 1945 telah volusi Indonesia.
1). Tentang Soal² Pokok Re- rakan kaum tani Indonesia. jang Marxis-Leninis dengan ge- daripada mengintegrasikan PKI dan dalam prakteknja tidak lain tingkat sekarang pada hakekatnja siakan Marxisme-Leninisme pada karena itu pulalah, meng-Indone- penghisapan feodalisme. Oleh tani belum bebas samasekali dari tingkat sekarang selama kaum
selesainja Revolusi Indonesia mungkin berbitjara tentang sudah volusi kaum tani. Kita tidak adalah revolusi agraria atau re- donesia pada tingkat sekarang Pada hakekatnja Revolusi In- bersikap Marxis-Leninis. ka hal itu djustru berarti tidak siakan Marxisme-Leninisme, ma-Djadi, djika tidak meng-Indone- pen. FLPH 1962, hal. 234, 235). ration Movement in the East,
W.I. Lenin, The National-Libe- bahasa tiap² Rakjat." (Lihat
munis jang sedjati .... kedalam
menterdjemahkan adjaran Ko-Komunis di-negeri² Timur harus Lenin mengatakan bahwa kaum adalah kaum tani." Selandjutnja ngat terbanjak dari penduduk sjarat² dimana djumlah jang sa- kan teori dan praktek itu pada Eropa dan harus tjakap mentrap- sus jang tidak ada di-negeri² njesuaikan diri pada sjarat² chu-Komunisme" mereka harus me- kan teori dan praktek umum kan bahwa ,,dengan bersandar- negeri² Timur, Lenin menandas- dihadapi oleh kaum Komunis di- bitjara imengenai masålah² jang Leninisme itu sendiri. Ketika ber- suai dengan. adjaran Marxisme-Leninisme adalah sepenuhnja se-Meng-Indonesiakan Marxisme- nusia oleh manusia. kat tanpa penghisapan atas ma- rakat sosialis Indonesia, masjara- dasan untuk menudju ke masja- dan sisa² feodalisme, sebagai lan- demokratis melawan imperialisme donesia jang merdeka penuh dan dalam perdjuangannja untuk In-
imperialis Amerika Serikat, masih dapat menggunakan bahan² men- tah, menggali kekājaan pelikan, menggunakan tenaga buruh jang murah jang membikin perkem- bangan ekonomi Indonesia, baik sektor negara maupun swasta mendjadi sangat terhambat, dan menempatkan ekonomi Indonesia dalam kedudukan tergantung pa- da sistim dunia kapitalis. Sedjak tahun 1945 telah terdapat per- tambahan- penanaman modal AS di-perusahaan² minjak bumi sbb. : Shell tambah $ 84 djuta; Stanvac tambah $ 40 djuta; Caltex tambah $ 47 djuta. Sedangkan menurut Dubes AS, Jones, apa jang disebut bantuan ekonomi" AS sudah berdjumlah $ 639 djuta. Sudah mendjadi pengetahuan umum bahwa jang disebut bantuan ekonomi" sebenarnja tidak lain daripada salahsatu bentuk dari neo-kolonialisme AS jang harus dilawan. Baru² ini masih sadja ada orang jang membang- gakan bentuk² neo-kolonialisme Åmerika Serikat demikian, begitu tergantungnja pandangan mereka itu sampai lupa daratan, terlepas dari tanahair dan Rakjat Indonesia. Sedangkan kenjataan menun- djukkan bahwa bentuk neo-kolonialisme seperti program stabili- sasi ekonomi" menurut pola AS, jang di Indonesia berupa per- aturan² ekonomi 26 Mei 1963, telah sangat menggerowoti ekonomi sektor negara Indonesia. Semuanja ini memperkuat pendi- rian kita, bahwa setelah imperialis Belanda diusir dari Irian Barat, maka :imperialisme AS telah
menggantikannja sebagai musuh jang nomor satu dan paling ber- bahaja.
Di-desa² hubungan² agraria
masih bersifat feodal dengan adanja bentuk² penghisapan feodal atas kaum tani, seperti adanja hak monopoli tuantanah atas milik tanah, adanja pembajaran sewatanah dalam udjud barang (hasil panen), adanja sistim sewatanah dalam bentuk kerdja ditanah tuantanah, adanja tumpukan² hu- tang² jang mendjerat batangleher bagian terbesar kaum tani. Pe- laksanaan UUPBH (Undang² Perdjandjian Bagi Hasil) dan UUPA (Undang2 Pokok Agraria) sangat lambat dan djuga mengalami banjak sabotase, mes- kipun undang² tsb. baru bersifat membatasi dan belum mengha- puskan penghisapan feodal sama- sekali. Dari kenjataan² tersebut maka sifat masjarakat Indonesia seka- rang ini masih setengah-koloniall dan setengah-feodal, atau djuga sering kami sebut belum merdeka penuh dan setengah-feodal. Belum merdeka penuh" menundjuk- kan bahwa Índonesia bukannja negeri jang tidak merdeka sama- sekali, tetapi difihak lain ia me- nundjukkan bahwa Rakjat Indonesia masih terus berdjuang un- tuk mentjapai kemerdekaan jang penuh, baik dilapangan ekonomi, politik maupun kebudajaan. Setelah mengenal sifat masjarakat Indonesia jang masih setengah-kolonial dan setengah-feodal, maka sasaran revolusi Indonesia mendjadi djelas jaitu
31 Hanjalah kaum Komunisdan sosialis. nasional demokratis dan tahap revolusi Indonesia, jaitu tahap tingkat atau dua tahap dalam pol menjatakan adanja dua Program PKI maupun Mani- imperialis dan anti-feodal. Baik dalam kantjah perdjuangan anti-feodal, sedangkan Manipol lahir jang anti-imperialis dan anti-Program PKI adalah program luan Negara RI. MPRS sebagai Garis² Besar Ha- sia dan telah disahkan oleh program bersama Rakjat Indone-Perintjiannja jang telah mendjadi tanggal 17 Agustus 1959 beserta dato Presiden Sukarno pada festo Politik RI (Manipol), pi- sioner lainnja mempunjai Mani- sama dengan golongan² revolu- itu kaum Komunis Indonesia ber-
ke-VII tahun 1962. Disamping
hun 1959 dan Kongres Nasional lam Kongres Nasional ke-VI ta- jang bersifat penjempurnaan da- kemudian mendapat perubahan² sional ke-V PKI tahun 1954 jang kap disahkan dalam Kongres Na- sendiri jang tersusun setjara leng-
PKI mempunjai programnja
Manipol
2). Tentang Program PKI dan
bukan kapitalisme. donesia, jalah Sosialisme, dan itu tahap kedua dari revolusi Ín- haridepan revolusi Indonesia, ja- sialis. Sedangkan perspektif atau mokratis dan bukan proletar so- tama jalah revolusi nasional de- volusi Indonesia pada tahap per-
si nasional. Watak atau sifat re- tani, burdjuasi ketjil dan burdjua- nasional, jaitu klas buruh, kaum ketjil; 4 = empat kekuatan front buruh, kaum tani dan burdjuasi an pendorong revolusi, jaitu klas bersekutu erat; 3 = tiga kekuat- klas buruh dan kaum tani jang sis front persatuan nasional, jaitu dua kekuatan jang mendjadi ba- revolusi, jaitu kaum tani; 2 = buruh; 1 = satu kekuatan pokok satu kekuatan pelopor, jaitu klas lam nada 1, 1, 2, 3, 4, jaitu 1 = ini telah tertjipta perumusan da- nundjukkan bahwa tentang teori volusioner Rakjat Indonesia me- dan anti-feodal. Pengalaman re- satuan nasional anti-imperialis kekuatan pimpinan dari front per-dangkan klas buruh merupakan dari front persatuan nasional, se- buruh dan tani merupakan basis wen melawannja. Persekutuan dan feodalisme dan jang konsek- jang dirugikan oleh imperialisme kaum tani dan burdjuasi ketjil dorong revolusi jalah klas buruh, sional; sedangkan kekuatan pen- burdjuasi ketjil dan burdjuasi na- terdiri dari klas buruh, kaum tani, imperialis dan anti-feodal, jang kekuatan revolusioner jang anti- volusi Indonesia jalah semua kekuasaan Rakjat. Kekuatan re- feodalisme untuk mendirikan ke- melawan imperialisme dan sisa² djalankan perdjuangan jang gigih gas revolusi Indonesia jalah mendjadi musuh Rakjat sedunia. Tu-Amerika Serikat, jang djuga men- jat Indonesia jalah imperialisme dangkan musuh nomor satu Rak- imperialisme dan feodalisme se-
kaum revolusioner jang sedjati jang dengan tegas memahami tingkat² revolusi Indonesia. Men- tjampuradukkan atau tidak meng- akui adanja dua tingkat itu ber- arti sama halnja dengan tidak mengerti apa² tentang revolusi Indonesia dan bahkan mengatjau revolusi karena tidak mendasar- kan diri pada hukum² perkem- bangan masjarakat Indonesia, atau bertindak sok-revolusioner dan tidak ambil pusing sama- sekali terhadap. persoalan² pokok revolusi Indonesia. Mengenai soal² pokok revolusi Indonesia, meskipun dengan perumusan² jang berlainan, pada hakekatnja terdapat persamaan antara Program PKI dengan Manipol, jaitu mengenai sasaran, tugas, ke- kuatan, sifat dan haridepan revolusi Indonesia. Kaum Komunis Indonesia ka- renanja mengatakan bahwa melaksanakan Manipol setjara konsekwen adalah sama halnja dengan melaksanakan Program PKI. Oleh karena itu, kaum Komunis Indonesia harus senantiasa konsekwen dan mendjadi teladan dalam melaksanakan Manipol. Hanja kaum reaksioner dan kaum Manipolis-munafik jang tidak mau melaksanakan Manipol; bahkan menghambat dan menjabot pelaksanaan Manipol. Semakin lantjar pelaksanaan Program PKI, maka semakin baik pelaksanaan Manipol. Sebaliknja, semakin konsekwen Manipol dilaksanakan, maka semakin madju gerak- an revolusioner, semakin lantjar pelaksanaan Program PKI.
Apakah antara Program PKI dengan Manipol tidak ada per- bedaannja? Sudah tentu ada, a.l.
Program PKI adalah program
klas buruh untuk penjelesaian revolusi Indonesia pada tingkat sekarang, sedangkan Manipol adalah Program Bersama dari Rakjat Indonesia untuk penjelesaian revolusi Indonesia, program Front Nasional. Program PKI terdiri dari dua bagian, jaitu Program Umum dan Program Tuntutan, jang ada perbedaan antara kedua bagian itu tetapi djuga ada saling hubungannja. Program Umum adalah program strategis, program jang akan dilaksanakan dji- ka sudah ada kekuasaan Rakjat, sedangkan program tuntutan adalah tuntutan kepada kekuasaan jang ada sekarang. Misalnja tuntutan Kabinet Gotong Rojong berporoskan Nasakom adalah program tuntutan untuk selan- djutnja mentjapai tuntutan strategis, jaitu Pemerintah Rakjat atau Pemerintah Demokrasi Rakjat. Manipol sebagai program bersama Rakjat Indonesia adalah sendjata jang ampuh untuk mem- persatukan Rakjat Indonesia dalam perdjuangan untuk kemerde- kaan nasional jang penuh dan demokrasi, untuk melawan impe- rialisme, feodalisme, kaum kapi- talis birokrat dan kaum kompra- dor. Kaum Komunis dalam melaksanakan program ini harus berdiri dibarisan depan dan ber- tekad untuk mendjadi teladan.
33 ngan lagi pegang patjul". ngan pegang bedil dan satu ta- perdjuangan militan : Satu tà-PKI telah menjerukan sembojan bawah kibaran Tripandji Bangsa langsung se-sengit²nja, maka di- bebasan Irian Barat sedang ber- tu. Pada waktu perdjuangan pem- tingkat perdjuangan jang terten- mendjadi tuntutan massa pada mengadjukan sembojan² jang kian Partai telah setjara kreatif Pandji Mobilisasi. Dengan demi-Demokrasi, Pandji ersatuan dan Tripandji Bangsa, jaitu: Pandjī PKI telah mengibarkan tinggi² ma kesulitan² sandangpangan, mengatasi krisis ekonomi, teruta- membebaskan Irian Barat dan Rakjat dalam perdjtuangan untuk Nasakom dan masa mobilisasi front nasional jang berporoskan demokratis, masa penggalangan jang sangat menekan kehidupan gigih terhadap berlakunja SOB Sedjak masa perlawanan jang hadiah. djata", djadi bukan kemerdekaan kan dengan perdjuangan bersen-Indonesia direbut dan dipertahan- nja tertulis bahwa ,kemerdekaan 1945 adalah pandji jang diatas- ketahui Pandji Revolusi Agustus sampai ke-akar²nja. Šeperti kita tuntutan² Revolusi Agustus 1945 untuk berdjuang melaksanakan pandji itu dan mengarahkannja jat Indonesia berhimpun disekitar menarik sebanjak mungkin Rak- berarti memperhebat pekerdjaan bagi kaum Komunis Indonesia Pandji Revolusi Agustus 1945 dan organisasi. lidasi dilapangan ideologi, politik
sampai ke-pelosok² dan terkonso- harus tersebar diseluruh negeri kan kepentingan sendiri. PKI tingan Rakjat dan membelakang- watak jang mendahulukan kepen- keahlian dengan watak Komunis, kader² jang mampu memadukan PKI dan memperbesar djumlah untuk memperluas keanggotaan berarti memperhebat pekerdjaan bagi kaum Komunis Indonesia Pandji pembangunan Partai luas dan kuat. front nasional anti-imperialis jang wen anti-feodal dapat ditjiptakan jang sungguh² kuat dan konsek- bahwa hanja dengan gerakan tani djappun tidak boleh dilupakan bersama Manipol. Tetapi, seke-Nasakom, berdasarkan program rojongan nasional berporoskan dan mengkonsolidasi kegotong- dalam organisasi Front Nasional ini berarti bekerdja lebih baik di- kaum Komunis Indonesia dewasa Pandji front nasional bagi tus 1945. Partai; 3) Pandji Revolusi Agus- sional; 2) Pandji pembangunan Partai, jaitu : 1) Pandji front na- mengibarkan tinggi² Tripandji sarkan Garis Umum ini PKI telah 1945 sampai ke-akar²nja. Berda- kan tuntutan Revolusi Águstus ngunan Partai untuk menjelesai- nasional dan meneruskan pemba-Meneruskan penggalangan front mengadjukan Garis Umum sbb.: Nasional ke-V tahun 1954 PKI Agustus 1945 dalam Kongres pengalaman²nja selama Revolusi Sedjak PKI menjimpulkan
3). Tentang Garis Umum PKI
Dalam perdjuangan mengga- njang neo-kolonialisme Mallay- sia" sekarang ini dibawah kibaran Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa, PKI dengan teguh berdiri dibarisan depan bersama dengan kekuatan revolusioner lainnja. Demikian pula dalam perdjuangan mensukseskan Ganefo, dibawah kibaran Tripandji Partai dan Tripandji Bangsa kaum Komunis Indonesia telah melaksanakan segala tugas- nja dengan se-baik²nja.
4) Tentang Tugas² Internasional Revolusi Indonesia Tiga kerangka Manipol jang harus dilaksanakan oleh Pemerin- tah dan Rakjat Indonesia berbu- nji sbb.: Pertama: Pembentukan satu negara Republik Indonesia jang berbentuk Negara Kesatuan dan Negara Kebangsaan, jang demo- kratis dengan wilajah Kekuasaan dari Sabang sampai Merauke, Kedua: Pembentukan satu masjarakat jang adil dan makmur materiil dan spirituil dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Ketiga: Pembentukan satu persahabatan jang baik antara Republik Indonesia dengan semua negara didunia, terutama sekali dengan negara² Asia, Afrika atas dasar hormat-menghormati satu- samalain, dan atas dasar kerdja- sama membentuk satu dunia baru jang bersih darį imperialisme dan kolonialisme, menudju.perdamai- an dunia jang sempúrna".
Dari ketiga kerangka ini djelas- lah bahwa baik dilihat dari pandangan Marxis-Leninis seperti jang dinjatakan dalam Program Umum PKI maupun dilihat dari program bersama Manipol, Revolusi Indonesia merupakan bagian jang tak terpisahkan dari revolusi dunia. Gerakan revolusioner Rakjat Indonesia telah mendjadi bagian mutlak dari gerakan revolusioner Rakjat² sedunia dan per- damaian jang sempurna hanjalah mungkin direbut setelah dunia bersih dari kolonialisme dan imperialisme. Djadi, sembojan Rakjat Indonesia : Kita tjinta damai, tapi lebih tjinta kemerdekaan" adalah sepenuhnja sesuai dengan perumusan tsb. Itulah pandangan revolusioner Rakjat Indonesia, se-kali² bukan hanja pandangan kaum Komunis Indonesia. Tugas Internasional Revolusi Indonesia dewasa ini jalah mem- perkokoh front internasional anti- imperialis, jaitu KBST (kekuatan baru jang sedang tumbuh = the NEFO) untuk melawan KLMB (kekuatan lama jang ma- sih bertjokol = the OLDEFO). Untuk ini gerakan revolusioner Rakjat Indonesia harus meng- integrasikan diri dengan revolusi Rakjat³ semua negeri untuk membentuk satu dunia baru jang bersih dari imperialisme dan kolonialisme. Pengintegrasian revolusi Indonesia dengan revolusi dunia sangat tergantung pada sikap PKI terhadap gerakan revolusioner sedunia dan chususnja terhadap GKI.
35 tentang bahan² GKI telah mem- dari GKI jang bisa didapat. Studi ngan kritis mempeladjari bahan² dan organisasi. Kader² PKI de- badjakan dalam ideologi, politik telah berkembang dan lebih ter-Dalam waktu janġ singkat PKI djakan barisan kaum Komunis. dallam GKI telah dapat memba- wa adanja perbedaan² pendapat pengalaman menundjukkan bah-Bagi kaum Komunis Indonesia lusi dunia. jang tidak terpisahkan dari revo- lagi kepada revolusi Indonesia abdi lebih banjak dan lebih tepat ada maksud lain ketjualí meng- kan Marxisme-Leninisme tidak tidak beralasan. Meng-Indonesia- gai ,nasionalis", jang samasekali tuduh oleh kaum revisionis seba- kan kebebasan dan haksama di-Sikap PKI jang mempertahan- dan konsolidasi dalam GKI. besar untuk seleksi, kristalisasi dalam melakukan perdjuangan tetapi sikap ini akan tetap segar bukanlah sikap baru dari PKI, maupun jang modern. Sikap ini dogmatisme, baik jang klasik pun jang modern dan menentang visionisme, baik jang klasik mau- isme-Leninisme dan melawan re- jang mendjundjung tinggi Marx- bukanlah sikap netral, tetapi sikap basan dan haksama. Sikap ini jalah mempertahankan azas kebe- sudah dikenal umum, sikap PKI dapat dalam GKI, seperti jang Menghadapi perbedaan² pen- rangadjar. imperialis mendjadì semakin ku- mendjadi· diperlemah dan kaum ka perdjuangan anti-imperialisme
revisionisme tidak diperangi, ma- isme bisa kokoh. Sebaliknja djika maka perdjuangan anti-imperial- sionisme dilawan dengan keras imperialisme. Hanja djika revi- kekuatan NEFO jang melawan sadja tetapi djuga soal seluruh hanja soal kaum Komunis sedunia wan revisionisme djuga bukan revolusioner. Perdjuangan mela- dja, tetapi soal semua gerakan bukanlah soal kaum Komunis sa-Melawan revisionisme modern dern Jugoslavia. menelandjangi revisionisme mo- terhadap PKI jang dengan gigih rintah RI mengambil tindakan dengan menuntut supaja Peme- keadaan dalamnegeri Indonesia, ga setjara brutal mengintervensi Timur". Selandjutnja mereka dju- dan oleh negeri² sosialis Eropa djui oleh negeri² non-aligned, setudjui oleh Barat, tidak disetu- net Nasakom itu bakal tidak di-Indonesia, karena katanja Kabi- menolak Kabinet Nasakom di mereka menjebarkan ide² jang anti-imperiallis. Bahkan achir² ini jang mengaburkan perdjuangan lan-tengah atau garis non-blok Afrika, mendesakkan garis dja-Pemerintah² dan Rakjat² Asia- kerdjasama anti-imperialis dari Jugoslavia telah menggerowoti misalnja kaum revisionis modern lusioner anti-imperialis, seperti untuk mematahkan gerakan revo- kaum revisionis selalu berusaha wan revisionisme modern, karena peranan dari perdjuangan mela- tertindas tidak bisa diketjilkan imperialisme dari nasion² jang Dalam perdjuangan melawan
bantu untuk memahami hakekat
persoalan dalam GKI setjara kri- tis dan setjara lebih mendalam menjedari kebenaran garis politik dan organisasi PKI selama ini.
Achirnja perlu setjara singkat
saja soalkan bahwa didunia dewasa ini terdapat kontradiksi² da-
sar sbb.: 1) antara sosialisme
dengan imperialisme; 2) antara klas proletar dengan klas burdju- is; 3) antara nasion² tertindas dengan imperialisme; 4) antara imperialisme dengan imperialisme. Diantara keempat kontradiksi tersebut, dua merupakan kontradiksi pokok, jaitu 1 dan 3. Tetapi pada dewasa ini, diantara
kontradiksi² itu jang merupakan
kontradiksi terpokok jalah kon~ tradiksi antara nasion® tertindas
dengan imperialisme. Kaum im-
perialis mendapat pukulan² jang paling hebat jalah dari nasion² tertindas, ini merupakan kenjata- an masakini jang tidak dapat di- bantah oleh siapapun. Negeri² di Asia, Afrika dan
Amerika Latin mendemonstrasi- kan kontradiksi jang terus meng- hebat, jaitu antara nasion² jang
tertindas dengan kaum imperialis
jang dikepalai oleh imperialis AS. Disitulah, dan bukan ditempat
lain, terdapat situasi revolusioner.
Sedangkan Asia Tenggara (ter-
masuk Indonesia) merupakan
daerah dimana situasi revolusioner sedang mematang. Perdjuang-
an melawan imperialisme didaerah ini tidak pernah berhenti. Rakjat di-daerah² ini sedjak perang dunia ke-2 belum pernah meletak-
kan sendjatanja dalam perdju-
angannja·untuk pembebasan. Da-
lam perdjuangan melawan imperialisme didaerah ini Rakjat Indonesia telah, sedang dan akan
terus mengambil bagian setjará
aktif.
Setelah memahami benar² pe-
ranan gerakan revolusioner Indo-
nesia dan PKI dalam perdjuang-
an melawan imperialisme dan re-
visionisme sekarang ini, dan me-
jakini benar² bahwa revolusi In-
donesia adalah bagian mutlak
dari revolusi sosialis dunia, maka kesimpulannja tidak bisa lain bahwa tugas melawan imperialisme dan revisionisme adalah tugas nasional, tugas dari setiap
patriot Indonesia, jang memper-
djuangkan Indonesia berdaulat dalam politik, bebas dalam eko- nomi dan berpribadi dalam kebu-
dajaan. Dalam menghadapi sega-
la tantangan kita harus bersema- ngat Banteng, semangat pertjaja pada kekuatan sendiri, berdiri di- atas kaki sendiri, dan berani, berani, sekali lagi berani. II
Dalam mengachiri tjeramah ini,
hendak saja tekankan betapa
tingginja kaum Komunis Indone-
sia menilai pentingnja beladjar
36.
teori, memahami prinsip² fonda- mentil Marxisme-Leninisme, dan pentingnja berdjuang, memadu- kan kebenaran umum Marxisme-
KESIMPULAN
37 keadaan. Komunis! tek, untuk berdjuang mengubah isme bukanlah. monopoli kaum ia adalah sendjata untuk berprak- isme-Leninisme. Marxisme-Lenin- ladjari dan diandjurkan, tetapi ses besar peng-Indonesiaan Marx- ninisme tidak tjukup hanja dipe- djuga akan tetap mengikuti pro-Rakjat Indonesia. Marxisme-Le- mentil Marxisme-Leninisme dan praktekkongkritperdjuangan rus mempeladjari prinsip² fonda-Leninisme setjara total dengan Saja harap Saudara² akan te-
hentikan djantung sedemikian itu telah dipakai dalam sepuluh Pada Lembaga Pembedahan Wisjnevsky, tjara baru untuk meng- tidak berubah. hampir tidak memerlukan darah donor, maka susunan darah pasien untuk suatu operasi jang serius, dan karena alat MicroAIK itu otak-MicroAIK itu berdjalan selama 50 atau 60 menit, tjukup lama telah dibuat di Lembaga Pembedahan. Peredaran tentutup dalam AIK, jang memberi darah. jang kaja akan zat asam kepada otak, lebih daripada 8 atau 9 menit. Sebuah alat, jang bernama Micro- kekurangan zat asam jang ditimbulkan oleh proses tsb. selama dengan otak tidak demikian halnja. Otak tidak tahan terhadap nja dibebaskan dari pekerdjaannja dan dapat dioperasi. Tetapi badannja sampai 86° F. Pada suhu itu, djantung hampir sepenuh-Pasien direndam didalam air chusus jang menurunkan suhu djantung.
tjara jang pada dasarnja baru untuk menghentikan pekerdjaan
Profesor Alexander Wisjnevsky telah mengembangkan suatu lamanja. mendjadi sedar kembali dan masa penjembuhan berbulan-bulan merah. Sehabis mengalami operasi sematjam itu, pasien lambat jang berulang-ulang lewat perkakas itu menghantjurkan sel² darah baru dari luar itu, melemahkan daja tahan tubuh, dan peredaran
gantinja dalam djumlah jang amat banjak. Disalurkannja darah
djantung. Tapi perkakas itu memerlukan darah donor atau peng- paru² buatan, jang menggantikan pekerdjaan UNTUK oTAK bedah. Ini dilakukan dengan perkakas djantung-DARAH matikan", sebelum ia dapat disentuh oleh pisau Djantung harus dihentikan untuk sementara, di-
/D. Wladimirov PRAKTEK SEHARI-HARI KINI MASIH UNIK, DIMASADEPAN AKAN MENDJADI TIGA OPERASI
operasi. Para pasien mendjadi sedar kembali segera setelah operasi selesai dan hidup normal kembali setelah beberapa hari berlalu. Bagi operasi djantung, masa penjembuhan jang singkat itu adalah suatu rekor. Ketika kerongkongan seorang anak berumur 8
SETELAH 16 tahun rusak dalam suatu ketjelakaan, dokter² bedah
TAHUN BISU tidak mempunjai pilihan lain ketjuali membuang
sebagian dari tulang² rawan hulu-tenggorok serta batang-tenggorok dan mengeluarkan hulu-tenggoroknja, menjalur- kan udara melalui suatu saluran baru jang menjimpang dari tali² suara. Itulah satu²nja djalan jang dapat menjelamatkan Iwan Lugovskoi. Tetapi suaranja hilang. Enambelas tahun lamanja orang tak dapat berbuat apa² untuk menolongnja. Achirnja, beberapa waktu berselang kemampuannja berbitjara dikembalikan kepadanja oleh Profesor Iwan Kurilin, seorang dokter bedah dari sebuah klinik di Kiev. Tak pernah ter- djadi hal jang seperti itu sebelumnja, dan masalah² jang timbul dalam setiap tingkat pengerdjaan itu harus dipetjahkan oleh dokter bedah itu sendiri. Bagian² tulang rawan hulu-tenggorok dan batang-tenggorok jang telah dibuang ketika Iwan Lugovskoi masih kanak², harus dipulihkan seperti semula. Dengan menggunakan tulang rawan jang dibuat dari nylon, sematjam bahan sintesis, Profesor Kurilin melakukan serangkaian operasi plastik selama 15 bulan. Hasilnja jalah bahwa orang jang telah bertahun-tahun bisu itu, mulai berbitjara lagi. Profesor Kurilin terus menggunakan nylon dengan sukses dalam operasi²nja, dan dokter² bedah sekarang sedang mentjari "spare
Salahsatu proses mem- bikin tulang rawan dalam ka- leng”.
rasi. ngalami ope- sesudah me- sum belakang bungan sum-Gambar sam-
lakukan dengan memasukkan pisau bedah djauh kedalam otak. sien. Ketiga-tiganja telah sepenuhnja sembuh dari operasi jang di- di Kiev, tempat dia bekerdja, telah menjelamatkan tiga oņang pa- lakang, dan sedjak saat itu Lembaga Penelitian Pembedahan Saraf sukses telah membuang kanker kiste dari sambungan sumsum be-Tetapi setahun jang lalu, Profesor Alexander Arutyanov dengan tikan adjalnja sadja. jang sambungan sumsum belakangnja kena penjakit, hanja menan- menjiksa, muntah² dan sukar menelan. Sampai achir² ini, seseorang pasien memburuk dan mulailah dia menderita sakit kepala jang pada tengkorak bertambah tinggi, jang mengakibatkan penglihatan itu mengganggu pekerdjaan sel² saraf dan menjebabkan tekanan rah dan pekerdjaan djantung. Kanker jang timbul didalam bagian kang, dimana terdapat pusat² pengatur pernapasan, peredaran da-Bagian itu jalah sambungan sumsum bela- bedah-saraf jang paling tjakap sekalipun. achir² ini tidak dapat didjamah oleh dokter TERLARANG Tapi ada bagian didalam otak jang sampai MASUKI DAERAH tertentu telah mendjadi suatu operasi biasa. PISAU BEDAH ME-Sekarang ini membuang djenis² kanker otak hadapi oleh Profesor Kurilin tadi. bedah mampu memetjahkan masalah² jang pelik seperti jang di- kaleng" jang dibuat dari iga orang mati. Dengan demikian dokter² untuk Traumatologi dan Orthopedi, dipakai ,tulang rawan dalam parts" untuk hulu-tenggorok itu. Pada Lembaga Penelitian Pusat
EKONOMI JANG BELUM BERKEMBANG": SUATU ,,TEORI" NEO-KOLONIALIS Oleh : HUANG TJAN-PENG
SEDJAK achir Perang Dunia ekonomi di-negeri² jang dinama- kan belum berkembang telah men- djadi pokok pembitjaraan jang sangat digemari dikalangan- ba- njak ahliekonomi burdjuis; mere- jang belum berkembang sebagai diri sendiri, menamakannja ,ekonomi jang belum berkembang". Resep tukang djual obat untuk negeri jang belum berkembang". PARA ahliekonomi burdjuis ini, sambil ,mengusut" sebab² kemiskinan dan keterbelakangan di-negeri² jang belum berkembang, telah mengolah ,teori²" dan mengemukakan ,tjara-tjara" untuk membebaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan itu. Hampir semuanja meng- ulang²i tema berikut ini: negeri² jang belum berkembang membutuhkan bantuan ekonomi dari negeri² jang sudah berkembang. Dengan memberika'n bantuan ekonomi itu, negeri² jang sudah berkembang telah menghentikan
penghisapan dan perampasan dan geri² jang belum berkembang mentjapai kebebasan. Menurut pendapat paraahli" tentang ,ekonomi jang belum berkembang", negeri² jang belum dan terbelakang membutuhkan kembang. Mereka mengemukakan sebab² kemiskinan dan keterbelakangan berikut ini: ketje- patan pertumbuhan penduduk jang pesat; ekonomi luarnegeri jang belum berkembang (pasar terbatas); semangat jang kurang untuk perluasan ekonomi; ketia- daan sjarat² pokok bagi perkembangan ekonomi dan seterusnja. Akan tetapi sebagian besar ahliekonomi² burdjuis berpendapat bahwa kekurangan kapital ada- lah sebab² utama dari keadaan belum berkembang itu. Dalam bukunja Masalah pem- bentukan kapital dinegeri-negeri jang belum berkembang, ahliekonomi AS Ragnar Nurkse, seorang tokoh jang representatif dilapang- an ekonomi jang belum berkembang" mengadjukan teorinja tentang ,,lingkaran kemiskinan
ke-II, persoalan perkembangan bermaksud untuk membantu ne-
ka memandang keadaan ekonomi berkembang itu, karena miskin suatu tjabang penelitian jang ber-bantuan negeri² jang sudah ber-
41 XV, No. 1, 1962, hal. 26. Rudolf Bicanic, Awal Perkembangan Ekonomi", Kyklos Swiss, Djilid Berkembang, Basil Blackwell, Oxford, 1955, hal, 5. Ragnar Nurkse, Masalah Pembentukan Kapital Di-Negeri² Jang Belum
uangan negerinja untuk tahun
bahwa 30% dari pengeluaran ke-Luis Mackenna menjingkapkan Menteri Keuangan Tjili, Senor sisanja merupakan pindjaman. djuta adalah pemberian" sedang sebesar $ 650 djuta, jang $ 100 memberi kepada Tjili ,,bantuan" kat selama 17 tahun terachir telah dalam tahun 1962, Amerika Seri-Kedutaan AS dinegeri tersebut Seperti telah diumumkan oleh Tjili sebagai misal. bar-gemborkanini.Ambillah neliti teori jang banjak digem- bang, maka kitapun harus me- di-negeri² jang belum berkem- kemiskinan dan keterbelakangan untuk segala matjam penjakit berkembang sebagai suatu obat ekonomi dari negeri² jang sudah djuis menjarankan bantuan" KARENA ahliekonomi² bur- nilainja? jang sudah berkembang": berapa Bantuan ekonomi” dari "negeriº tentunja negeri² imperialis. para ahliekonomi burdjuis itu bang,jang dimaksudkanoleh ang negeri² jang sudah berkem- mi"**. Ketika berbitjara ten- adalah suatu keharusan ekono- bantuan bersahabat akan tetapi bukan hanja merupakan sekedar ri-negeri ang belum berkembang sudah berkembang kepada nege- —bantuan" oleh negeriz jang
ranja mereka mengadjukannja: bantuan dari luar. Beginilah tja- berudjungpangkal" ini dengan mendobrak ,lingkaran jang tak kangan ketjuali bila mereka bisa dari kemiskinan dan keterbela- tidak mungkin membebaskan diri ri-negeri jang belum berkembang para ahliekonomi burdjuis, nege- ling"endah". Menurut pendapat buhan ekonomi mereka jang pa- mereka, karena ,taraf pertum- kan sendiri kekurangan kapital berkcmbang itu untuk memetjah- mungkin bagi negerí² jang belum kekurangan kapital dan tidaklan adalah rendah karena negeri² itu negeri² jang belum berkembang arti bahwa tenaga produktif dalam bahasa sederhana. Ia ber- bukannja tidak dapat difahami udjungpangkal" jang aneh ini, karan kemiskinan jang tak ber-Akan tetapi penjebutan ling- lah lingkaran itu" *. bung, dan dengan begitu lengkap- ketjilnja kapasitet untuk mena- kapital adalah suatu akibat dari kurangan kapital. Kekurangan bagian besar adalah karena ke- rendah, jang pada gilirannja se- tjerminan dari produktivitet jang jang rendah adalah suatu pen- riil jang rendah. Pendapatan riil bagai akibat tingkat pendapatan jang ketjil untuk menjimpan se- sematjam itu terdapat kapasitet berdalil bahwa dinegeri-negeri jang tak berudjungpangkal". Ia
1962 akan ditutup dengan pindjaman AS. Menurut teori ekonomi jang belum berkembang", segera sesudah suatu negeri jang belum berkembang menerima ,bantuan" ekonomi dari imperialisme, maka ia akan dapat mendobrak ,ling- karan kemiskinan jang tak ber- udjungpangkal" itu. Bahwasanja kini sesudah Tjili menerima djum. lah uang jang besar sekali dari Amerika Serikat, dapatkah dika- takan bahwa ia sudah diubah mendjadi suatu negeri jang eko- nominja sudah berkembang atau bahwa ia telah menundjukkan kemadjuan jang njata kearah perkembangan ekonomi? Terhadap pertanjaan ini djawaban jang paling otoriter haruslah datang dari situasi ekonomi jang sesung- guhnja dinegeri itu. Sedjak Tjili mendjadi suatu negeri penerima bantuan" AS, terutama sesudah rezim Alessan- dri jang pro-Washington meme- gang kekuasaan dalam tahun 1958, negeri itu telah melaksana- kan sebuah program stabilisasi ekonomi" jang dipaksakan kepa- danja oleh Dana Moneter Inter- nasional jang diawasi AS. Di- bawah program ini, ia telah mengambil tindakan² seperti membekukan upah, mengurangi lapangan pekerdjaan, melaksana- kan devaluasi moneter serta me- motong kredit dan pindjaman dalamnegeri. Dilaksanakan se- olah² untuk mendorong madju perkembangan ekonomi Tjili, program itu sebenarnja telah me-
produksi industri dan pertanian. Dengan dibandjirinja negeri itu oleh barang² ÁS, maka dalam tahun 1962 perusahaan industri Tjili milik kapital dalamnegeri hanja bekerdja dengan kapasitet 50%. Tambahan pula kemunduran pertanian telah memaksa Tjili mengeluarkan lebih dari $ 100 djuta tiap tahunnja untuk meng- import bahan makanan. Kemunduran baik dalam produksi industri maupun pertanian itu, telah membikin banjak orang me- nganggur; djumlah penganggur dinegeri jang hanja mempunjai dua djuta buruh industri dan kantor mentjapai 200.000 orang. Harga² melondjak tinggi; dalam tahun 1961 harga meningkat dengan 60% dibanding dengan tahun 1958. Rakjat pada umumnja hidup sangat kekurangan.
Kepertjajaan pada diri sendiri, itulah sembojan
DENGAN demikian, bukannja membantu mendobrak ,lingkar- an kemiskinan jang tak ber- udjungpangkal" di Tjili dan djauh daripada membebaskannja dari kemiskinan dan keterbelakangan, imperialisme AS, dengan mem- berikan djumlah bantuan" jang sangat besar, telah menengge- lamkannja lebih dalam lagi ke- dalam kebangkrutan ekonomi dan mendatangkan pada Rakjatnja kesengsaraan dan kemiskinan jang lebih besar. Kenjataannja jalah bahwa apa jang dinamakan negeri² jang be-
-42 nimbulkan suatu · kemunduran lum berkembang itu terbelakang
ngan begitu njatanja, negeri² ini sebagai bunga dan komisi². De- 350 djuta dan $ 142 djuta lagi bajar kembali hutang sebesar $ an dengan itu, negeri² ini mem- ta dari Pemerintah AS. Bersama- pindjaman berdjumlah $ 603 dju- dua tahun terachir ini menerima negeri² Amerika Latin selama Victor Perlo tahun jang lalu, siarkan oleh ahliekonomi AS Menurut sebuah artikel jang di- tjukuplah untuk membuktikannja. ka Latin oleh Âmerika Serikat besar jang dirampas dari Ameri- kaum kolonialis. Keuntungan² berkembang itu masuk kekantong sedot dari negeri² jang belum lar AS sedang terus-menerus di- fakta jang keras pula bahwa dol- bang, akan tetapi adalah suatu oleh negeri² jang sudah berkem- tuan ekonomi" jang diberikan lantjarnja tentang djasa² ban- itu, baik sadja berbitjara dengan Bagi ahliekonomi² sematjam lir jang mengintjer laba". rialis dari perusahaan² partike- ngan penanaman² kapital impe- geri AS, harulah dibedakan de- wah program bantuan luarne- wa dana² jang diberikan diba- kembangan". Dikemukakan bah- tegas² bertudjuan untuk per- jang besar dan pengeluaran² ini miskin dengan djumlah² uang sedang ,membantu" negeri² jang dalam sedjarah, negeri² jang kaja Dunia ke-II, untuk pertama kali lalu", bahwa sesudah Perang selama satu setengah abad jang telah mereka angkut dari sana balikan kepada Afrika apa jang Barat bersedia untuk ,mengem-
reka mengatakan bahwa negeri² taraf hidup di-daerah² itu. Me- punjai tudjuan politik menaikkan terbelakang dan, sebaliknja, mem- dak lagi menghisap daerah² jang sudah berkembang itu sudah ti- menjatakan bahwa neger² jang an dan pentjarian laba. Mereka tidak terkandung lagi penghisap- ,bantuan" kaum imperialis itu pagandakan ide bahwa dalam para sardjana burdjuis mempro- negeri² jang sudah berkembang, waswas terhadap bantuan" dari bång dari ke-ragu²an dan rasa- di-negeri² jang belum berkem-UNTUK membebaskan Rakjat
memungut labanja? Bantuan" AS — siapa jang
tungkan perkembangan ekonomi. dengan sungguh² dapat mengun- hanja dengan begitu bantuan itu embel²i suatu ikatan apapun; saling menguntungkan tanpa di- maan jang sepenuhnja dan atas haruslah didasarkan atas persa-Akan tetapi bantuan sematjam itu suatu bantuan ekonomi dari luar. mengusahakan dan mendapatkan Djugà perlu bagi mereka untuk li lewat usaha² mereka sendiri. terutama politik pelahirankemba- kin, mereka harus. mendjalankan nasional mereka setjepat mung- untuk memperkembang ekonomi tjapai kebebasan nasional, maka negeri. Sekali Rakjat telah men- kuasa jang reaksioner didalam- perialisme dan oleh klas² ber- jang lama dan kedjam oleh im- ri penindasan dan penghisapan setjara ekonomi, suatu akibat da-
hanja menerima bantuan" ku- rang lebih sebesar $ 111 djuta. Selama periode ini firma² AS mendapat laba sebesar $ 1.600 djuta dari penanaman kapital me. reka di-negeri² Amerika Latin. Dengan kata² lain, dalam dua tahun ini, Amerika Serikat meng- angkut dari negeri² ini sedjumlah uang jang empatbelas kali lebih besar daripada bantuan²" jang diterima negeri² itu daripadanja. Marilah kita lihat pula bagai- mana imperialisme AS telah me- rampok sumber² alam Afrika. Statistik menundjukkan bahwa selama 14 tahun sesudah perang Amerika Serikat mengeruk dari Afrika bahan² mentah seharga lebih dari $7.000 djuta, atau lima kali sebanjak jang dilakukannja dalam waktu 14 tahun sebelum perang. Dewasa ini, Amerika Serikat setiap tahunnja mengimpor bahan² mentah seharga $ 500— $ 600 djuta dari Afrika. Sekarang ia memandang Afrika sebagai le- veransir bahan² strategis dan bahan-bahan jang djarang didapat. Dalam bukunja Masadepan negeri² jang belum berkembang, Eugene Staley, seorang ,,ahli" tentang masalah² negeri² jang belum berkembang, menjatakan bahwa dunia merdeka tidak dapat kehilangan bahan² penting dari negeri² jang belum berkembang". Dalam tahun 1956 Amerika Serikat memperoleh dari Afrika 79% dari seluruh import tantalum'nja, 78% dari columbi- umnja, 76% dari kobaltnja dan 42% dari manggannja. Semuanja ini memperlihatkan
kebohongan dari teori² tentang ,,ekonomi jang belum berkembang" jang menjatakan bahwa imperialisme telah menghenti- kan penghisapannja atas daerah² terbelakang"dan tidak lagi me- ngedjar laba. Fakta² djuga mem- buktikan bahwa menghisap adalah watak imperialisme jang belum berubah dan tak bisa diubah.
Alat pengawas atas negeri² jang belum berkembang"
PARA ahliekonomi burdjuis djuga telah menggembar-gem- borkan ide bahwa bantuan ekonomi" jang diberikan oleh negeri² jang sudah berkembang adalah ditudjukan untuk membawa negeri² jang belum berkembang mentjapai kebebasan". Tahun jang lalu, Fowler Hamilton, be- kas direktur Biro untuk Perkem- bangan Internasional AS, menga- takan bahwa tudjuan dari pro- gram bantuannja adalah untuk memperbaiki tingkat hidup dan teknologi Rakjat² dari negeri² jang sedang berkembang, supaja mereka dapat mempertahankan kebebasannja. Djika dengan ini dimaksudkan kebebasan ekonomi, maka ini adalah terang suatu penipuan. Sebenarnja adalah djustru mela- lui saluran² ,bantua'n ekonomi" itu bahwasanja negeri² imperialis telah menjusup ke-tjabang² ekonomi jang vital dari negeri² jang belum berkembang, mengawasi tali-hidup ekonominja dan men- djadikannja embel² kapital imperialis. El Salvador memberikan
45 tahun 1952; Washington dalam Iran adalah tjontohnja. Dalam demokratis revolusioner. dasan atas perdjuangan nasional kat dan jang melakukan penin- jang setia kepada Amerika Seri- administrasi negara reaksioner bentukan suatu pemerintah da'n ja", jang sebenarnja berarti pem- trasi negara jang dapat dipertja- aparat pemerintah dan adminis- rima itu harus ,membentuk suatu mengatakan bahwa negeri² pene- bekas Dutabesar AS untuk India, orang ahliekonomi burdjuis dan nakan? John K. Galbraith, se- tjam apakah jang harus dilaksa- ,Perubahan² dalamnegeri" ma- dalamnegeri jang selajaknja. harus disertai dengan perubahan ngan teguh" bahwa bantuan itu ka Serikat selalu berdalil de- lebih terus-terang bahwa Ameri- rang, Bell, menjatakan dengan Internasional dari AS jang seka- tur Biro untuk Perkembangan tingan Amerika Serikat. Direk- an memenuhi kepentingan-kepen- ruh dunia" dan dengan demiki- dipuluhan nasion penting diselu-Rakjat-rakjat tertindas— Red.), oner dari nasion-nasion dan untuk menindas gerakan revolusi- dan subversi" (jang dimaksud, harapan serta mentjegah tirani tuk memelihara kemerdekaan dan program bantuan" adalah ,un- mengatakan bahwa tudjuan dari pada 2 April tahun ini, Kennedy pesan ,bantuan luarnegeri"nja dari Amerika Serikat". Dalam tingan² jang djelas ditentukan ia tidak dikeluarkan untuk kepen- renggutnja sekuat mungkin, djika
rantai pada setiap sen dan me- tjaja tuan akan mengikatkan ri orang lain. Makaitu saja per- mentjampuri urusan² dalamnege- dibidang bantuan luarnegeri akan tidak dilakukan) oleh Amerika gala sesuatu jang dilakukan (atau tuan menginsjafi bahwa se-Harper menulis: Saja tahu John Fisher, redaktur madjalah tuk Perkembangan Internasional, mendjadi kepala baru Biro un- kepada Hamilton ketika dia dalam seputjuk surat terbuka Dalam bulan November 1961, bagi bantuan" luarnegerinja. menetapkan sjarat² jang keras Pemerintah AS, misalnja, telah budak serta menindas Rakjat²nja. dalamnegeri negeri². ini, memper- tjampurtangan dalam urusan² baliknja mereka pasti melakukan mentjapai kebebasan politik. Se- bisa memberikan bantuan dalam dah barang tentu mereka tidak bang setjara ekonomi, maka su- awasi negeri² jang belum berkem- niat akan menghisap dan meng-Karena negeri imperialis ber- dengan sjarat² jang se-berat²nja." badan² pembantu Wall Street dari Pemerintah AS dan dari untuk pindjaman jang diterima El Salvador ,,telah digadaikan takannja, ,kedaulatan nasional" Adelante" 1 April 1962 menga- gaimana suratkabar Costa Rica perdagangan luarnegerinja. Seba- labuhan² dan keretaapi begitupun tenaga listrik, bahan bakar, pe- ekonomi negeri tersebut seperti awasan atas bagian² penting dari dari bantuan" AS jalah peng- suatu tjontoh untuk ini. Akibat
menghadapi pelaksanaan politik bekas PM Iran Mossadegh, untuk menasionalisasi minjak mengan- tjamnja dengan penghentian bantuan" dan mengadakan kom- plotan untuk menggulingkan pe- merintahnja. Setelah ia didjatuh- kan, Amerika Serikat menggunakan ,bantuan"nja untuk mem- bantu Zahedi jang pro-AS me- megang kekuasaan. Imperialisme AS selamanja telah menggunakan ,,bantuan" sebagai umpan untuk membikin kaum reaksioner di-negeri² tertentu mendjadi pelajan²nja jang setia dalam memperbudak, me- rampok dan menghisap Rakjat²- nja. Adalah dengan bantuan dol- lar dan sendjata Amerika bahwa- sanja klik Ngo Dinh Diem di Vietnam Selatan dan gerombol- an Pak Jung Heui di Korea Selatan telah dapat mempertahan- kan rezim² reaksioner mereka jang gojah. Karena ,bantuan" AS digunakan untuk menentang dan untuk menggulingkan peme- rintahan² jang tidak tjotjok dengan kebutuhan² ini, bagaima- na ia dapat dinamakan memban- tu negeri² jang belum berkembang untuk mentjapai kebebasan politik ? Perampokan ekonomi imperialis telah menjebabkan kemis- kinan dan keterbelakangan dinegeri² djadjahan dan negeri² tergantung. Sebagai akibat ,bantuan ekonomi" imperialis itu, negeri² jang pada mulanja sudah memperoleh kebebasan telah ke- hilargan kebebasan itu kembali sedangkan ekonomi dari negeri²
jang setjara ekonomi sudah ter-
belakang telah diperburuk lebih
landjut lagi dan Rakjat mereka telah mendjadi lebih miskin. Dalam menghadapi fakta² jang njata ini, para ahliekonomi burdjuis sudah berusaha se-kuat²nja untuk mengadjukan permaafan atas akibat-akibat jang buruk dari ,,bantuan ekonomi sedemikian itu" menjatakan bahwa ,bantuan" keuangan dan teknik imperialis telah gagal dalam membawa hasil-hasil ja'ng dikehendaki teruta- ma karena sjarat² tertentu jang diperlukan tidak ada dinegeri penerima. Sebagaimana John Galbraith melihatnja, diantara sjarat² ini, disamping suatu aparat pe- merintah jang dapat dipertjaja" djuga harus ada pandangan jang djelas dan bertudjuan me- ngenai apa jang tertjakup di- dalam perkembangan," suatu ukuran keadilan sosial jang njata" dan ,suatu golongan elite jang terpeladjar dalam djumlah besar". Membatja apə jang ter- sirat, Galbraith sebenarnja me- njarankan perlunja mengetahui keinginan² imperialisme dan ber- tindak sesuai dengan itu dan perlunja ada tindakan² untuk me- mudahkan penetrasi ekonomi imperialis. Apa jang sebenarnja di- maksudkan oleh para ahliekonomi burdjuis jalah bahwa massa Rakjat di-negeri² jang belum berkembang jang telah sangat menderita karena ,,bantuan ekonomi" sematjam itu tidak seha- rusnja membebaskan diri mereka dari perbudakan dan penghisap- an imperialis; sebaliknja mereka
47 FLPH, Moskow, 1962, Djilid 14, hal. 342-343. Lenin, Materialisme dan Empirio Kritisisme," Kumpulan Karja, 1 November 1963). (Peking Review, no. 44, bih hebat lagi. revolusioner menjala dengan le- angan nasional demokratis jang ini telah membantu api perdju- bang" dan sebangsanja. Dan hal ,ekonomi jang belum berkem- tjam teori neo-kolonialis seperti tak reaksioner dari berbagai ma- imperialisme dan memahami wa- bih djelas wadjah sebenarnja dari mungkinkan mereka melihat le- baru dikalangan Rakjat, me- menggugah suatu kebangkitan Rakjat² tertindas. Mereka telah tjontoh² negatif bagi nasion² dan mendjadi guru jang memberi diri, negeri² imperialis telah an dan penghisapan mereka sen-Dengan kedjahatan² perampok-
terpeladjar dari klas kapitalis" *.
,tidak lain daripada pendjual² teori ini, seperti dinjatakan Lenin, reka. Mereka jang menjebarkan rong madju politik kolonialis me- negeri² imperialis untuk mendo- ganda jang dipergunakan oleh kolonialis, dan suatu alat propa- katnja adalah teori ekonomi neo-belum berkembang" pada hake- pokan imperialis. Ekonomi jang kembali mendjadi korban peram- reka akan terus mendjadi, atau jang sedang menaik sehingga me- mereka jang revolusioner dan perdjuangan nasional demokratis oner mereka serta mengekang melumpuhkan kemauan revolusi- imperialisme, dengan demikian jat-Rakjat tertindas ilusi² tentang kan dikalangan nasion² dan Rak-
ini, ia mentjoba untuk menjebar- ,,bantuan". Dengan propaganda antara sipemberi dan sipenerima adalah hubungan² kerdjasama an-hubungan diantara mereka berkembang dan miskin; hubung- menghisap daerah² jang belum .memperbudak, merampok dan berkembang dan kaja tidak lagi takan bahwa daerah² jang sudah belum berkembang" djuga menja-
Teori tentang ekonomi jang
dihapuskan. an, kontradiksi² antagonisme klas daerah² miskin. Dengan demiki- dan antara daerah² kaja dengan ngan jang belum berkembang, rah jang sudah berkembang de- namakan kontradiksi² antara dae- nasion dan Rakjat² tertindas di- negeri imperialis dengan nasion- diksi-kontradiksi antara negeri- lum berkembang" itu, kontra- teori tentang ekonomi jang be- neo-kolonialisme AS. Menurut bagi imperialisme, terutama bagi bang" itu. Ia adalah suatu dalih ,ekonomi jang belum berkem- wah djubah ,akademis" dari dari ahliekonomi² burdjuis diba- untuk melihat motif istimewa tjarakan diatas tidaklah sukar
DARI APA jang sudah dibi-
isme AS Suatu dalih bagi neo-kolonial-
lebih patuh lagi sebagai budak. geri² imperialis serta mengabdi harus memenuhi kebutuhan² ne-
KITA ADALAH PEWARIS KARL MARX Oleh : H. Porkas
KARL MARX mati miskin, tetapi warisan jang ditinggalkannja
tidak terhingga kajanja. Dan sifat warisa'n itu sedemikian rupa sehingga semakin banjak diambil dan dipakai semakin besar dan kaja pulalah ia: Marxisme. Lenin paling banjak mengambil dan memakainja, ia pulalah jang paling banjak memperkaja warisan itu, sehingga zaman kita, dan kiranja zaman² sesudah kita djuga, menggandengkan nama Lenin dengan Marx: Marxisme-Leninis- me. Kaum reaksioner boleh memaki, membentji Marx, tetapi mau tidak mau mereka mengakui, bahwa Marx merupakan kekuatan jang perkasa. Kini pada paroh kedua abad keduapuluh sepertiga umatmanusia membangun sosialisme, membuat ide Marx djadi kenjataan; sementara itu didunia kapitalis ide² Marx mendjelma pula mendjadi kekuatan² materiil jang hebat dalam wudjud gerakan² dan organisasi² massa untuk mendobrak kapitalisme. Dunia kapitalis gojah karena pukulan² dahsjat klas buruh, kaum pekerdja, jang didjiwai oleh adjaran² Karl Marx.
DENGAN berlalunja waktu semakin banjak orang menjadari, bahwa ia adalah pewaris dari Karl Marx. Kenjataan hidup, kodrat perkembangan sedjarah, membawa kesadaran Marxis kedalam kalbu semakin banjak manusia. Bagaimana Marx sampai dapat meninggalkan warisan sedemikian itu? Antara lain karena ia merasa dirinja pewaris bukan sadja dari kebudajaan bangsanja, Djerman, tetapi djuga dari se- luruh kebudajaan umatmanusia. Marx membuka selebar-lebarnja segala pintu dan djendela dalam otak dan hatinja bagi pantjaran tjahaja kebudajaan umatmanusia zamannja dan segala zaman sebelumnja. Otaknja adalah bagaikan laboratorium raksasa dengan segala matjam peralatan jang me- mungkinkan proses² beraneka ragam. Memisah-misah sesuatu kedalam unsur² seketjil-ketjilnja, meneliti segala seginja, meneropong asal-usulnja, memperhatikan sifat²nja dalam hubungan dengan jang
kepada segalasesuatu jang muntjul pada permukaan kesadarannja. sesuatu itu, hal mana memaksa Marx untuk memberi penilaian galasesuatu jang dipeladjarinja dan djuga kedjaring'talitemali luasnja, tidak-boleh-tidak membawa Marx kedasar, hakekat, se-Metode kerdja meneliti sesuatu sedalam-dalamnja dan seluas- man pemilikan budak, feodalisme, kapitalisme. masjarakatan — zaman komune primitif (masa keruntuhan), za- — barangdagangan — dan menghubungkannja dengan lautan ke-Dalam Das Kapital" ia memikroskopi sel masjarakat kapitalis ropong keseluruhan hal-ihwal jang bertalian dengan unsur itu. Marx memikroskopi unsur seketjil-ketjilnja dan kemudian me- sadja ataupun dangkal karena hanja meluas dipermukaan sadja. kalipun tidak bisa menuduh ia pitjik karena hanja mendalami kedalaman dan keluasan, sehingga musuh²nja jang paling besar se- mendjeladjahinja seluas-luasnja. Maka Marx mengkombinasikan sesuatu sedalam-dalamnja, ia menjedari kebutuhan mutlak untuk sesuatu sedalam-dalamnja dan seluas-luasnja. Karena ia menjelami pasti adalah, bahwa ia selalu berusaha untuk mempeladjari segala baik pekerdjaannja ia rasa masih kurang baik, tetapi jang sudah dan ketidakterbatasan kemampuan Manusia sebagai umat. Sebaik- kontradiksi antara keterbatasan kemampuan seseorang manusia Marl Marx adalah manusia jang menjadari sedalam-dalamnja an itu punja batas²nja. perseorangan, jang umurnja sa'ngat terbatas, kedalaman dan keluas- dalaman dan keluasan jang tak terhingga. Tetapi bagi manusia Djadi bagi MANUSIA, umatmanusia, hati dan otak punja kedalaman dan keluasan otak manusia djuga tiada batasnja. dahulukala sampai sekarang, dapat pula kita katakan, bahwa ke- batasnja. Dan menilik perkembangan ilmu pengetahuan sedjak dalaman hati manusia tiada batasnja seperti keluasannja djuga tiada Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu !" Kiranja ke- tjakrawala tiada bertepi". Suatu peribahasa Indonesia mengatakan: mempunjai ,,hati jang dalam seperti samudra dan luas seperti
FILOSOF HINDU Vivekananda mengandjurkan supaja orang
banjak mungkín segi. lah : beladjar, beladjar, sekali lagi beladjar, dan beladjar dari se-Orang bisa beladjar banjak dari Marx, salahsatu daripadanja ada- ilmu: ilmu² alam, ilmu bahasa dan sastera, ilmu² sosial, filsafat. memperluas pengetahuannja boleh dikatakan dalam setiap tjabang nja, perkakas² berpikir. Ia tidak djemu-djemunja memperdalam dan Marx tidak henti-hentinja berusaha menjempurnakan peralatan- lain, menjimpulkan hakiki wataknja, membajangkan perspektifnja.
50 1955, p. 167. Karl Marx and Frederick Engels. Selected Works, Vol. II, Moscow
Djasa Marx terletak dalam hal, bahwa ia bersama sahabat-karib- pertjaja, suka atau tidak suka. tanpa memperdulikan apakah ada orang jang pertjaja atau tidak halihwal dalam alam dan masjarakat, djadi hukum jang bergerak ia merupakan hukum jang objektif jang terdapat dalam segala terlepas dari otak Marx. Materialisme-dialektik perkasa, karena musuh² Marxisme, tetapi djustru karena materialisme-dialektik sabda" Marx, ,,sabda nabi", sebagaimana suka ditjemoohkan oleh Materialisme-dialektik mahaperkasa, bukan karena ,,tuah" atau manusia. kapitalis dan bahwa klas inilah jang menentukan haridepan umat- bahwa' proletariat merupakan tenaga pimpinan dalam masjarakat Metode berpikir demikian membawa Marx kepada tanggapan bukan sebaliknja, sebagaimana orang lakukan sampai sekarang." *) tjahaja mana hal² tersebut belakangan ini harus diterangkan, dan daripada masjarakat jang bersangkutan berkembang, dan dalam pandangan² hukum, seni dan malahan gagasan² tentang agama, selama masa tertentu merupakan dasar atas mana lembaga² negara, perkembangan ekonomi jang ditjapai oleh masjarakat tertentu atau duksi daripada bahan² kebutuhan hidup dan karenanja tingkat lenggarakan politik, ilmu, seni, agama dsb.; bahwa karena itu pro- pakaian dan punja atap diatas kepalanja sebelum ia dapat menje- manusia pertama-tama harus terlebih dahulu makan, minum, ber-Metode berpikir ini membawa Marx kepada tanggapan bahwa dialektik. jang menggerakkannja jang Marx beri nama materialisme- kan setjara tepat keadaan objektif, menanggap hukum² objektif perkembangan jang terkandung didalamnja. Otaknja mentjermin- tjara tepat keadaan masjarakat dan alam sekitarnja dan hukum² manusia, tidak-boleh-tidak memungkinkan otaknja menangkap se- bukakan hati dan otaknja seluas-luasnja bagi kebudajaan umat-Metode kerdja Marx tersebut dipadukan dengan sikapnja mem- menentukan, faktor primer atau sekunder dsb. pokok mana jang non-pokok, elemen jang menentukan atau bukan- ihwal menurut nilai sesungguhnja, menetapkan mana unsur jang observasinja. Dengan demikian Marx setjara objektif menilai hal-nilai, peranan, kwalitet segala sesuatu jang berada dalam ruang Albert Einstein memungkinkannja untuk melihat setjara objektif banjak sardjana bukan-Marxis seperti. Joseph Schumpeter dan Kedjudjuran dan kekonsekwenan Marx, jang djuga diakui oleh
.51
akan membawa kapitalisme kepada kehantjurannja. sel masjarakat kapitalis, dan melihat didalamnja benih-benih jang sastra — ia peras" rahasia-rahasia daripada barangdagangan, bendaharaannja — ekonomi, sedjarah, filsafat, matematika, kimia, ini dan dengan mengerahkan segala sendjata jang ada dalam per- dari masjarakat jang dihadapinja, kapitalisme. Berdasarkan teori Dengan teori baru ini Marx berusaha mengungkapkan hakekat isme Perantjis jang utopis. dialektika Hegel jang non-materialis dan pengilmiahan sosial- materialisme Feuerbach jang non-dialektis dan pematerialisan Materialisme-dialektik adalah perpaduan antara pendialektikan terselubung sebelumnja. (1840an). dialektik atau lebih tepat: membikin terang hukum² objektif jang itu dengan keadaan subjektif Karl Marx melahirkan materialisme-dalam pemikiran — Karl Marx. Kontak antara keadaan objektif dan jang terlatih kritis djudjur, konsekwen dan tanpa purbasangka objektif itu hidup seorang manusia jang mentjapai kedewasaan isme utopi Saint Simon dan Charles Fourier). Dalam keadaan Smith dan Ricardo), di Perantjis teori² sosialisme (teori² sosial-Feuerbach), di Inggris teori ekonomi klasik (teori nilai Adam di Djerman filsafat klasik (dialektika Hegel dan materialisme ngetahuan mentjapai puntjak² ditiga negeri terkemuka waktu itu: an organisasi² buruh di-mana² dan pemogokan² —; dunia pe- jang pertama, kaum Chartis Inggris, antara th. 1838-1842, penjusun. Lyons pada tahun 1831, memuntjaknja gerakan klas buruh nasional bagai kekuatan baru pemberontakan pertama klas buruh di ekonomi, pemelarata'n kaum buruh; kaum buruh mulai muntjul se- ,overproduksi", penutupan² perusahaan, pengangguran, stagnasi borok²nja — krisis umum ekonomi pertama pada tahun 1825, gambaran sebagai berikut: kapitalisme mulai memperlihatkan MARXISME lahir pada waktunja. Keadaan objektif memberi
gelapan bagi umatmanusia amat dipersingkat. ngan Marx masa mentjari dan merangkak-rangkak dalam ke- itu lambatlaun' akan diketemukan djuga oleh manusia, tetapi de-Seandainja Karl Marx tidak lahir kedunia ini, hukum² objektif dengan demikian mempertjepat .kemadjuan umatmanusia. itu setjara sadar dan meminimisasi korban djiwa, tenaga dan waktu, mana sangat membantu umatmanusia untuk menggunakan hukum² kan, mengungkapkan dan mengumumkan hukum² tersebut, hal nja Friedrich Engels adalah orang jang pertama-tama menemu-
PERHATIAN Marx kepada nasib umatmanusia boleh dikata- kan tidak terhingga. Penghisapan. dan penindasan di-tempat² jang djauh dari pusat² lalu-lintas dunia sekalipun seperti Makassar dan Banjuwangi dinegeri kita tidak luput dari perhatiannja. Dalam mahakarjanja Das Kapital Marx mengatakan bahwa di Sulawesi pemuda² ditjulik, disimpan dalam pendjara² rahasia di Makassar menunggu pengiriman mereka kepasar-budak di Djawa. Seterusnja ia katakan: Dimana sadja mereka (Belanda — H.P.) mengindjakkan kakinja, kemusnahan dan pembasmian penduduk- pun menjusul. Banjuwangi, suatu provinsi dipulau Djawa, mem- punjai penduduk lebih dari 80.000 pada tahun 1750, pada tahun
1811 hanja 18.000. Sungguh perdagangan manis !"
Kemudian — Marx bukan hanja mendalami ilmu, mentjari kebenaran, tetapi sebagai sardjana dan manusia sedjati ia berkete- tapan hati untuk menjatakan kebenaran jang diperolehnja kepada umatmanusia, untuk mengungkapkan segala kebobrokan masjara- kat perbudakan kapitalis apapun akibatnja baġi dirinja pribadi. Dan bukan sadja ia njatakan kebenaran itu dengan kata dan pena, tetapi ia djuga giat mengamalkannja. Ia aktif dalam kantjah per- golakan hidup, mengorganisasi dan memimpin buruh dalam per- tempuran²nja melawan kapitalisme. Ia adalah djiwa dari Interna- sionale I (1864-1872), persatua'n internasional pertama dari klas buruh. Sekali Marx menemukam kebenaran ilmiah ia menjerahkan se- luruh djiwa-raganja, hidupnja, bagi sealisasinja. Ia merupakan tjontoh jang indah daripada manusia jang menjatukan perkataan dengan perbuatan, manusia paripurna, manusia jang mengabdikan dirinja kepada Rakjat, kepada umatmanusia. Dalam memperingati 50 tahun wafatnja Karl Marx 30 tahun jang lalu, Bung Karno menulis, bahwa Marx adalah manusia hebat, jang ketetapan hatinja dan keinsjafan akan kebiasaannja meng- ingatkan kita pada pahlawan dari dongeng-dongeng kuno Ger- mania jang sakti dan tiada terkalahkan itu" *), manusia jang tiada kesal dan tjape bekerdja dan berusaha untuk realisasi gagasan jang mendjadi tudjuan hidupnja: pembebasan kaum buruh dari penghisapan dan penindasan, dengan demikian menghapuskan penghisapan atas manusia oleh manusia untuk selama-lamanja.
BANJAK jang didjeladjahi dan diungkapkan oleh Karl Marx,
tetapi mutiara dari segala mutiara adalah adjaran bahwa klas bu-
*) Dibawah Bendera Revolusi, 1963, hml. 219.
53 dan mudah. Soalnja jalah bahwa Marx mengungkapkan dunia jang Tetapi perkenalan dengan Marx bukanlah hal jang sederhana tanggal 23 Mei 1920. tar mengibarkan tirggi-tinggi pandji² Marxisme; PKI lahir pada donesia menemukan pimpinan sedjati mereka jang dengan tak gen-Dalam mentjari-tjari djalannja sendiri achirnja kaum buruh In- djadi kenjataan. benar dan adil, tetapi pula suatu ide jang dapat diwudjudkan men- isme bukan sadja adjaran jang ilmiah, objektif, gagasan jang paling sosialis pertama, URSS, menjadarkan kaum buruh, bahwa Marx-Revolusi Oktober 1917 oleh kaum bolsjewik dan berdirinja negara eniging) menjebarkan benih² Marxisme dikalangan kaum buruh. nesia. Kemudian I.S.D.V. (Indische Sociaal Democratische Ver- 1905 jang diilhami oleh Marxisme, djuga berkumandang di Indo- abad ini, ia mulai berkenalan dengan Marx. Revolusi Rusia tahun DI INDONESIA segera setelah lahirnja klas buruh pada awal
☆ tafet gerak-madju umatmanusia. buruh mendjadi sadar, bahwa ia adalah pemegang obor dalam es- diri dan ini memberi kekuatan jang tak terhingga baginja. Kaum sedjarah diatas pundaknja. Kesadaran itu membuat ia tahu harga bagi kaum buruh siapa ia sesungguhnja, tugas apa jang dipikulkan Adjaran tersebut mahapenting, karena ia memberi kesadaran kebelakang maupun kedepan. gala ilmu sedjak manusia berpikir, Marx dapat meneropong djauh isme-dialektik, penjimpulan dan pengembangan setjara kreatif se-
guh merupakan hasil pemikiran jang zenial. Berkat teori material-
bangun peradaban jang paling modern, jang paling tinggi, sung- butahuruf, bodoh; kotor, pernjataan bahwa klas buruh adalah pem- dalam masjarakat, sebagai kumpulan orang tjompang-tjamping, tariat dimana-mana,didunia dianggap sebagai lapisan terbawah Tetapi djika diingat, bahwa dalil itu dikemukakan ketika prole- segala bidang, dalil Marx itu nampaknja hal jang lumrah sadja. negeri² sosialis lainnja mentjapai sukses² jang mengagumkan di- pertama keruangangkasa, dan sesudah proletariat Tiongkok dan mengaiahkan fasisme Hitler, dan mengirim sputnik dan manusia Kini sesudah proletariat Sovjet membangun. negara perkasa, adaban sebelumnja disegala lapangan. bangun dunia baru, peradaban baru, jang mengungguli segala per- kapitalisme jang sudah lewat masa progresifnja, dan untuk mem- ruh, proletariat, dikodratkan oleh sedjarah untuk menumbangkan
amat luas dan dalam jang perlu diarungi dan diselami dengan ke- beranian, ketabahan, kemauan, ketjerdasan, semangat beladjar jang menjala-njala dalam setiap keadaan dan pemaduan kebenaran jang diperdapat dengan praktek. Perkenalan dengan Marx berarti sua- tu proses jang membutuhkan tenaga dan waktu seperti halnja men- daki gunung atau menjelami dasar lautan. Pengalaman² pahit pada banjak peristiwa sedjarah mengadjar- kan kepada klas buruh Indonesia bahwa ia sudah mulai mengenal Marx tetapi belum tjukup mengenal Marx, misalnja pemberontakan '26, tahun² pertama Revolusi Agustus '45. Tetapi semangat jang tak kundjung padam untuk beladjar lebih baik lagi achirnja mem- bawa klas buruh pada tingkatan baru pada tahun 1951. Klas buruh kini sudah mengenal baik Marx. Klas buruh sudah berhasil meng-Indonesia-kan Marxisme. Klas buruh memadukan Revolusi Indo nesia dengan Marxisme. Klas buruh mulai membuktikan, bahwa Rakjat Indonesia bukan sadja pewaris kebudajaan nenek-mojang, dikepulauan ini, tetapi adalah djuga pewaris dari Karl Marx, pewaris dari kebudajaan umatmanusia. Sedjak tahun 1951 kita tjatat kemadjuan² besar dalam berbagai bidang kehidupan nasional, misalnja pembatalan KMB, pengambilalihan perusahaan² Belanda, penumpasan pemberontakan PRRI-Permesta, penghantjuran DI-Kartosuwirjo, pe- ngembalian Irian Barat, tersebarnja gagasan Manipol dan NA-SAKOM. Dalam mewudjudkan hal² tersebut klas buruh Indonesia memainkan peranan jang penting, hal mana tidak akan mung- kin tanpa pemaduan praktek revolusi Indonesia dengan Marxisme.
DENGAN MENGENAL MARX otak dan hati terbuka lebar² bagi nasib Rakjat Indonesia, bagi sedjarah Rakjat Indonesia, bagi haridepan Rakjat Indonesia. Dengan mengenal Marx orang me- ngetahui siapa Rakjat dan siapa musuh²nja, didalamnegeri, siapa sahabat² dan musuh²nja diluarnegeri. Dengan mengenal Marx orang lebih tjinta kepada Rakjat dan tanahairnja, kepada bahasa- nja, seninja, kebudajaannja, keindahan alamnja. Dengan tiada menjesal dan dengan senjuman dibibir mereka menudju ketiang- gantungan, menerima putusan hukuman pendjara atau pengasing- an ketanah pembuangan",*) demikian lukisan D.N. Aidit tentang orang² Komunis jang mentjetuskan Pemberontakan patriotik pada tahun 1926.
*). Lahirnja PKI dan perkembangannja, Djakarta, 1955, hlm 16.
55 dan anggota² lain partainja klas buruh'— PKI — tidak mem-Maka tidak heranlah kalau Aidit, Lukman, Njoto, pemimpin² makmur, dan persahabatan kekal antara semua bangsa-bangsa. merdekaan nasional jang penuh, kebebasan, masjarakat adil dan Amerika, sisa² feodalisme, kaum kapitalis birokrat menudju ke- pur segala musuh² Rakjat, imperialisme, terutama imperialisme mendjadi anggota terhormat dalam barisan besar untuk menggem-Dengan mengenal Marx dan mengamalkan adjaran²nja orang dengan setiap sumbangan bagi kemadjuan umatmanusia. bidang apa sadja di-negeri manapun djuga, dan turut bergembira munis Indonesia dengan gairah mengikuti setiap prestasi dalam Tagore, Paul Robeson dll. sebagai miliknja sendiri. Orang² Ko-Vinci, Michelangelo, Gorky, Mayakovsky, Lu Hsun, Rabindranath kespeare, Beethoven, Bach, Chopin, Rembrandt, Leonardo da Orang2Komunis Indonesia menganggap Homerus, Dante, Sha- anti-imperialis dimuka bumi. an anti-imperialis Rakjat Vietnam Selatan dan segala Rakjat² jang di Amerika Serikat atau di Afrika Selatan, menjokong perdjuangan Patrice Lumumba, ikut marah dan memprotes tindakan² rasialis turut menangis dan marah dengan gugurnja pedjuang kemerdeka- galnja seorang pedjuang klas buruh di Eropa atau Amerika Latin, Djepang dalam Pemilihan Umum, turut prihatin dengan mening- nal. Mereka turut bergembira dengan kemenangan proletariat Komunis Indonesia perasa mengenai segala kedjadian internasio- an umatmanusia melawan imperialisme untuk Sosialisme. Orang² tjajaan dan kebangsaan, dan mendjadi peserta dalam perdjuang- sedjati, terbebas dari purbasangka perbedaan warna-kulit, keper-Dengan mengenal Marx orang mendjadi anggota umatmanusia baik dibidang politik maupun dibidang ekonomi dan kebudajaan. imperialisme orang² Komunis senantiasa berada dibarisan terdepan barisan terdepan, dan dalam perdjuangan selandjutnja melawan Komunis bersama-sama dengan patriot² lainnja berada dalam perdjuangan bersendjata dalam Revolusi Agustus '45 orang-orang Dengan mengenal Marx orang mendjadi patriot sedjati. Dalam pemersatu bangsa Indonesia. orang menjadari betapa pentingnja PANTJA SILA sebagai alat- jang semula berasal dari satu rumpun. Dengan mengenal Marx batkan tingkat perkembangan jang berlainan pada sukubangsa² gal Ika" dan betapa isolasi alam selama berabad-abad mengaki-Marx orang menjadari betapa tepatnja sembojan ,Bhineka Tung- sukubangsa. Dengan menggunakan metode materialisme-dialektik tara warganegara dengan asal-keturunan jang belainan, antara Dengan mengenal Marx orang terbebas dari purbasangka an-Dengan mengenal Marx orang lebih bentji kepada musuh² Rakjat.
punjai tjita² jang lebih tinggi daripada mendjadi Marxis sedjati, Marxis-Leninis, jaitu mendjadi patriot Indonesia sedjati sekaligus anggota umatmanusia, internasionalis, sedjati. Maka wadjarlah bila seorang Marxis-Leninis Indonesia terharu mendengar atau menjanjikan Lagu Pudjaan kepada Partai":
Kau tjabut segala dariku, tjemar dan noda gelap dan gelita, Kau beri segala padaku, kasih dan tjinta, bintang dan surya,
PKI, PKI, segenap hatiku bagimu PKI, PKI, kuteruskan djedjak djuangmu!
serta terbajanglah baginja kaum buruh, Rakjat pekerdja Indonesia, angkatan demi angkatan, masa demi masa, bergulat, berkorban, berdjuang terus, dan disampin'g mereka kaum pekerdja semua ne-
geri...... serta terbajang pulalah baginja mahaputera umat-
manusia, Karl Marx, jang hidupnja merupakan satu seruan per-
kasa:
Bangunlah kaum jang terhina Bangunlah kaum jang lapar!
Dunia sudah berganti rupa untuk kemenangan kita! Perdjuangan penghabisan, kumpullah berlawan Dan Internasionale pastilah didunia!
Jajasan ,Pembaruan", kotakpos 2522, Djakarta
distribusi. management produksi, management keuangan, management
- membahas aspek² management ekonomi di Indonesia seperti:
F. Runturambi, Problem management ekonomi di Indonesia.
Ekonomi
sional ditanah-air kita ini. * mengandung pendapat PKI mengenai pembinaan hukum na-Seminar Hukum Nasional 1963.
- pokok² pembahasan umum atas nama CC PKI didepan
Manipol.
Jusuf Adjitorop. Peranan dan tugas² hukum nasional dalam alam
Hukum
Feuerbach. *
djuga dimuat sebagai lampiran 11 tesis Marx tentang
dialektik dan histori.
- penting untuk memperdalam pengertian tentang materialisme
F. Engels. Ludwig Feuerbach dan achir filsafat klasik Djerman.
rilsa.at
3uku-bukc Baru
AIu
D.N.
jang terbaru
Langit Kobarkan
semangat takkan banteng! runtuh
Madju terus,
pantang mun- dur!
*
memuat lima kesan lisan/ tulisan setelahlaporan mengadakanpolitik empat kali kepada perlawatanSidang Pleno II keluarnegeriCC PKI